Pengembangan paket pembelajaran matakuliah sumber dan media pembelajaran dengan model Degeng pada Program Studi PGSD STKIP Santu Paulus Ruteng Flores / Hendrikus Midun

 

PENGEMBANGAN PAKET PEMBELAJARAN SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN MODEL DEGENG DI PGSD STKIP SANTU PAULUS RUTENG FLORES Hendrikus Midun ABSTRACT Midun, Hendrikus. 2009. Developing Instructional Materials on the Subject Source and Media of Instruction by Using the Model of Degeng at PGSD Program of Teacher Training and Educational Sciences of Saint Paul College Ruteng, Flores. Theses, Instruction Technology Department, Graduate Program of State University of Malang. Advisors: (1) Prof. Dr. Punadji Setyosari, M.Pd; M.Ed, (2) Dr. Sulton, M.Pd. Key words: development, instructional package, source and media of instructions, Degeng model. Source and Media of Instruction is one of compulsory subject at PGSD Program of Teacher Training and Educational Sciences of Saint Paul College Ruteng, Flores that has conceptual and procedural oriented objectives. This subject aims at helping the learners to understand the basic concept of source and media of instruction and how to select and use the procedure of developing it. Selecting and using the media of instruction appropriately can make the teaching-learning process effective and efficient. Due to the effectiveness and efficiency, the equipment of the source of instruction on the subject of Source and Media of Instruction is absolutely required. In fact, the instructional material of Source and Media of Instruction at PGSD Program of Teacher Training and Educational Sciences of Saint Paul College Ruteng, Flores is not available. This problem needs to be recovered. The purpose of this material development was to produce the instructional package of the Source and Media of Instruction by Using the Model of Degeng. There are eight steps included in the model, as follows: (1) the analysis of objectives and content of the subject, (2) the analysis of learning resource, (3) the analysis of learner’s characteristics, (4) the setting of learning objectives and the content, (5) the setting of strategies in organizing the learning content, (6) the setting in learning strategies, (7) the setting of strategies in learning management, and (8) the development of measurement procedures of the learning outcomes. The product of instructional package developed consists of teaching material, instructor’s manual, and learners manual. Teaching material consists of: (1) title of the chapters, (2) introduction, (3) learning objectives, (4) key concepts, (5) frame of the learning content (epitome), (6) learning material, (7) summary, (8) synthesizing, (9) evaluation, and (10) references. Instructor’s manual consists of: (1) subject description, (2) learning objectives, (3) domains of learning, (4) learners characteristics, (5) time allocation, (6) topics, (7) learning strategies, (8) task and learning evaluation, (9) exercises, (10) key answers, and (10) references. Learners manual consists of: (1) general direction of the teaching material, (2) chart of learning activities, (3) frame of the learning content, (4) learning objectives, (5) time allocation, (6) evaluation, (7) exercises, (8) key answers, and (9) references. The product of instructional package has been resulted through the try-out process as follows: content expert test, instruction design expert test, individual try-out, small group try-out, field try-out, and lecturer try-out. Based on the research and the process of try-out, the product of instructional package is really suitable to be used in teaching-learning process due to the following reasons: (1) the result of questionnaires and interview with learners showed that this product of instructional package was really useful and helpful for them in developing their knowledge on the subject of Source and Media of Instruction; (2) the observation during teaching-learning process showed that the learners were really active in doing the exercises and in making the short paper for class presentation; (3) there was a significant scores achievement of the students both on individual scores and on class scores. The mean scores on the pretest was found 5,53 and the mean scores of the posttest was found 9,16. The lowest scores that the students achieved in the posttest is same as the highest score in the pretest that is 7,5. This product has also some weaknesses as follows: (1) this product of instructional package is only developed to be used for learners at PGSD Program of Teacher Training and Educational Sciences of Saint Paul College Ruteng, Flores, (2) this product of instructional package is only produced in the printed material form, and (3) the process of developing the material is only up to the formative evaluation.

Pengaruh pola belajar terhadap prestasi belajar menjahit pada siswa kelas XI Jurusan Tata Busana di SMK Negeri 3 Malang / Sari Ayu Wibawani

 

Kualitas kehidupan bangsa sangat ditentukan oleh faktor pendidikan yang berguna untuk menciptakan kehidupan bangsa yang cerdas, damai, dan demokratis. Pembaharuan pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Berbagai langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan telah dilakukan pemerintah melalui Depdiknas dengan cara pembaharuan kurikulum dan peningkatan profesionalisme guru. Hal tersebut dimaksudkan agar kualitas pendidikan dan kualitas hasil pendidikan dari tahun ke tahun dapat ditingkatkan. Belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.Interaksi dengan lingkungan menyebabkan bertambahnya pengalaman, memperteguh keyakinan mengenai ilmu yang telah dikuasai sebelumnya, selain itu juga dapat menyebabkan perubahan tingkah laku. Dalam interaksi belajar mengajar ditemukan bahwa proses belajar yang dilakukan siswa merupakan kunci keberhasilan belajar. Belajar dikatakan berhasil bila terjadi perubahan tingkah laku yang sesuai dengan yang diharapkan. Perubahan tingkah laku akibat proses belajar dinamakan hasil belajar atau prestasi belajar. Menurut Dimyati (2002:50) prestasi belajar merupakan penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran yang lazim ditunjukkan dengan nilai yang diberikan oleh guru. Berhasil atau tidaknya proses belajar tergantung dari faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar tersebut. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar, yaitu faktor yang ada di dalam diri siswa (faktor internal) maupun faktor yang ada di luar diri siswa (faktor eksternal). Salah satu faktor internal yang mempengaruhi proses belajar yaitu pola belajar. Siswa yang mempunyai pola belajar yang baik akan mendapatkan prestasi belajar yang optimal, namun sebaliknya siswa yang mempunyai pola belajar yang buruk akan mendapatkan prestasi belajar yang kurang optimal. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Gie (1995:35) ada dua macam pola belajar yaitu (a) pola belajar yang baik dapat membantu siswa menguasai pelajarannya, mencapai kemajuan belajar, akhirnya meraih sukses di sekolahnya (b) pola belajar yang buruk dapat mempersulit siswa menguasai pelajarannya, menghambat kemajuan belajar, akhirnya mengalami kegagalan di sekolahnya. pola belajar yang baik dan didukung adanya motivasi dari guru, orang tua dan masyarakat maka siswa akan mencapai prestasi belajar yang baik tetapi sebaliknya jika siswa mempunyai pola belajar buruk dengan belajar tidak rutin, tidak terjadwal, tidak bisa mengatasi kesulitan belajar yang dihadapi maka siswa akan sulit mencapai prestasi belajar yang baik.

Pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja (studi pada karyawan PT. Semen Gresik Departemen Produksi) / Shandika Danu Wijaya

 

ABSTRAK Wijaya, Shandika Danu. 2009. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Motivasi Kerja (Studi pada karyawan Departemen Produksi PT. Semen Gresik). Skripsi, Jurusan manajemen, Progran Studi S1 manajemen Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budi Eko Soetjipto, M Ed., M.Si (II) Madziatul Churiyah, S.Pd, M.M. Kata Kunci: Budaya Organisasi, Kinerja Karyawan, Motivasi Kerja Salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan terletak pada sumber daya manusianya. Di dalam usaha kebutuhan sumber daya manusia yang cerdas dan terampil merupakan tuntutan yang harus dipenuhi. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas diharapkan dapatmembawa perusahaan ke arah kemajuan dan kesuksesan. Untuk memenuhi tujuan tersebut maka perusahaan harus meningkatkan kinerja karyawan. Dalam usaha meningkatkan kinerja karyawan perlu memperhatikan Budaya Organisasi dan Motivasi Kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara: (1) Budaya Organisasi terhadap Kinerja, (2) Motivasi terhadap Kinerja, (3) Budaya Organisasi terhadap Motivasi, (4) Budaya Organisasi terhadap Kinerja melalui Motivasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Explanatory research yaitu menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Populasi yang dipilih adalah karyawan PT. Semen Gresik Bagian Produksi yang jumlahnya 800 orang. Pengambilan sampel penelitian ini, dilakukan dengan menggunakan sampel bertujuan (purposive sampling) dengan rumus Slovin sehingga sampel yang digunakan sebanyak 89 responden, dan analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis). Hasil analisis didapat melalui penyebaran kuesioner menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan antara variabel Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan sebesar 0,446, (2) Terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan sebesar 0,334, (3) Terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan Budaya Organisasi terhadap Motivasi sebesar 0,672, dan (4) Tredapat pengaruh secara tidak langsung yang signifikan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi sebesar 0,633. Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian yang didapatkan adalah: (1) Bagi perusahaan: Pimpinan PT. Semen Gresik sebaiknya selalu berupaya memperhatikan Budaya Organisasi yang terbaik guna memotivasi karyawan dalam menciptakan Kinerja yang tinggi. (2) Bagi penelitian selanjutnya: agar lebih mempertajam teori-teori tentang budaya organisasi, motivasi kerja dan kinerja karyawan. Karena dengan adanya teori-teori yang lebih kuat maka akan lebih memperdalam teori-teori yang ada sebelumnya.

Hubungan pelaksanaan supervisi pengajaran, keterampilan manajerial kepala sekolah, kompensasi kerja dengan kinerja guru SMP Negeri di Kota Ambon / Agustinus Lekipiouw

 

ABSTRAK Lekipiouw, Agustinus. 2009. Hubungan Pelaksanaan Supervisi Pengajaran, Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah dan Kompensasi Kerja dengan Kinerja Guru SMP Negeri di Kota Ambon. Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd, (II) Prof. Dr. Salladien. Kata Kunci : Supervisi pengajaran, keterampilan manajerial, kompensasi kerja, dan kinerja guru. Kajian mengenai kualitas pendidikan di Indonesia saat ini tetap menjadi wacana yang menarik perhatian dari berbagai kalangan, tidak hanya pada kalangan pendidik dan profesional lainnya, tetapi juga bagi masyarakat yang menginginkan munculnya perubahan dalam hal usaha meningkatkan kualitas pendidikan. Fakta saat ini menunjukkan bahwa kualitas output pendidikan kita masih rendah. Mayoritas dari lulusan kita temyata justru malah menambah jumlah pengangguran.sehingga menimbulkan kesan bahwa pendidikan tidak mengatasi masalah, tetapi justru menambah masalah. Konsep ini didukung dengan adanya fakta' hasil Survey dari Human Development Inde,yang menyatakan bahwa,, dari 106 negara yang disurvey, kualitas pendidikan Indonesia berada pada nomor 102 satu tingkat dibawah Vietnam. Mengamati kondisi di atas, pendidikan kita mengemban tugas yang cukup berat dalam mengatasi masalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia hanya dapat ditingkatkan melalui pendidikan, dan hanya pendidikan yang dikelola dengan profesionallah yang akan dapat menghasilkan output yang berkualitas. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan dalam beberapa aspek, seperti: kebijakan, manajemen, sarana prasarana, dan sumber daya pengelola pendidikan. Guru sebagai sumber daya kunci pelaksanaan pendidikan memegang peranan penting dan menentukan. Sukses tidaknya pelaksanaan pendidikan ditingkat lembaga terutama tergantung pada guru. Oleh karenanya kinerja guru harus mendapat perhatian serius dan selalu ditingkatkan. Penelitian ini dirancang dengan rancangan penelitian diskriptif korelasional. Dilaksanakan di SMP Negeri di Kota Ambon sejumlah 22 lembaga dengan populasi 950 orang dan jumlah sampel 274 orang. Sampel diambil dengan random proporsional. Penelitian ini menggunakan kuesioner atau angket sebagai instrumen dalam pengumpulan data penelitian. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan supervisi pengajaran dengan kinerja guru SMP Negeri di Kota Ambon, (2) terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan manajerial kepala sekolah dengan kinerja guru SMP Negeri di Kota Ambon (3) terdapat hubungan yang signifikan antara kompensasi kerja dengan kinerja guru SMP Negeri di Kota Ambon. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, beberapa saran yang diperkirakan dapat meningkatkan kinerja guru adalah sebagai berikut; (1) Kepala sekolah; hendaknya terus meningkatkan kualitas dan intensitas pelaksanaan supervisi pengajaran. Sebagaimana telah dikemukakan dari hasil empiris penelitian tersebut diatas, peranan supervisi pengajaran temyata begitu penting untuk meningkatkan kinerja guru. Selanjutnya meningkatkan keterampilan manajerial yang memadai meliputi; keterampilan konseptual, keterampilan hubungan manusia, keterampilan teknik; pada sisi lain pemberian kompensasi yang adil dan merata, (2) Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon; agar selalu berupaya untuk meningkatkan pelaksanaan supervisi pengajaran kepada sekolah meningkatkan kinerja guru, misalnya memberikan berbagai pembinaan, pelatihan, dan penataran kepada pengawas pendidikan, kepala sekolah maupun guru-guru, (3) Para supervisor pendidikan; perlu memperhatikan tingkat kinerja guru di sekolah-sekolah binaannya dalam rangkah pengembangan dan membantu meningkatkan faktor-faktor yang memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja guru, (4) Bagi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan; diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi kontribusi pada pelaksanaan diklat untuk mempersiapkan perangkat peningkatan mutu guru di daerah, (5) Guru; kiranya hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk lebih memperbaiki diri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diembankan sehingga terjadi peningkatan profesionalisme diri sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, (6) Bagi pengembang teori; diharapkan agar dapat mengkaji lebih mendalam teori-teori yang berkaitan dengan temuan penelitian ini, (7) Peneliti lain; diharapkan untuk mengembangkan penelitian ini dengan menambahkan variabel lain yang lebih luas yang mungkin saja mempengaruhi kinerja guru.

Analisa tentang prestasi praktik pengalaman lapangan (PPL) dan latar belakang orang tua dengan minat menjadi guru mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang / Dite Mareta

 

ABSTRAK Mareta, Dite. 2008. Analisa Tentang Prestasi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Latar Belakang Orang Tua dengan Minat Menjadi Guru Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Partono., M.Pd (2) Drs. H. Yoto., S.T., M.Pd.,M.M Kata kunci:. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Latar Belakang Orang Tua, Minat Menjadi Guru. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sangat berpengaruh bagi minat mahasiswa untuk menjadi guru, karena dengan PPL mahasiswa memiliki pengalaman menjadi guru meskipun mahasiswa tersebut belum menjadi guru. Selain PPL, ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi minat menjadi guru, antara lain lingkungan sekitar, latar belakang orang tua, sosial ekonomi dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara prestasi PPL dan latar belakang orang tua dengan minat mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional, dengan variabel bebas prestasi PPL (X1), latar belakang orang tua (X2), dan variabel terikatnya adalah minat menjadi guru (Y) .Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Teknik Mesin Universitas Negeri Malang yang telah melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan Semester Genap 2007/2008 dengan jumlah responden empat puluh mahasiswa dan tempat PPL berbeda-beda. Instrumen dalam penelitian ini berupa angket yang telah di validitas dan reliabilitas. Data tentang minat menjadi guru dan latar belakang orang tua dijaring dengan menggunakan angket sedangkan data tentang prestasi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) diambil dari dokumentasi nilai akhir PPL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Ada hubungan antara prestasi PPL dengan minat menjadi guru. 2) Ada hubungan antara latar belakang orang tua dengan minat menjadi Guru, dan 3) Ada hubungan antara prestasi PPL dan latar belakang orang tua dengan minat menjadi guru. Dengan hasil penelitian di atas peneliti menyarankan kepada: 1) Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang agar mahasiswa PPL dibina dalam penumbuhan minat menjadi guru, 2) UPT PPL agar pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ditambah agar pengalaman yang didapat semakin banyak, 3) Guru pamong dan dosen pembimbing untuk meningkatkan proses bimbingannya, 4) peneliti lain yang ingin meneliti pokok bahasan yang serupa, disarankan untuk mengambil subjek yang lebih besar sehingga hasil yang diperoleh lebih meyakinkan.

Strategi kepala sekolah memberdayakan peran serta masyarakat dalam rapat paripurna orang tua (studi kasus pada SMA Katolik Suria Atambua) / Stefanus Mali

 

ABSTRAK Mali, Stefanus. 2007. Strategi kepala sekolah memberdayakan peran serta masyarakat dalam rapat paripurna orang tua.(Studi kasus pada SMA Katolik Suria Atambua, Kabupaten Belu) Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd (II) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd Kata kunci: strategi kepala sekolah, memberdayakan peran serta masyarakat, rapat paripurna. Masyarakat mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan prestasi sekolah. Dalam UU No. 20 tahun 2003 pasal 19 ditegaskan bahwa masyarakat berkewajiban memberikan sumber daya penyelenggaraan pendidikan. Selanjutnya pada PP No 19 tahun 2005 menyebutkan pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, partisipasi, keterbukaan dan akuntabilitas. Fokus penelitian ini adalah (1) latar belakang kepala sekolah melaksanakan rapat paripurna orang tua dan strategi yang digunakan sehingga rapat paripurna dapat terlaksana (2) program yang ditawarkan dalam rapat paripurna oleh Kepala sekolah dan orang tua, (3) prestasi yang diraih Sekolah berdasarkan program- program yang ditetapkan dalam rapat paripurna orang tua di SMA Katolik Suria Atambua Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan rancangan jenis studi kasus tunggal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: (1) wawancara mendalam, (2) observasi partisipatif, (3) studi dokumentasi. Pemilihan informan penelitian dengan menggunakan teknik purpasif dan dipadukan dengan snowball sampling. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, Guru, siswa, ketua WK2S, Alumni, orang tua murid, dan Bupati Belu. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan melakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya untuk mengecek keabsahan data dengan menggunakan uji kridibilitas, dipendabilitas, dan konfirmabilitas. Setelah melakukan penelitian di SMA Katolik Suria Atambua peneliti menemukan beberapa hal antara lain: (1) Peran serta masyarakat memberdayakan semua elemen yang tergabung dalam Wadah Kerja Sama Keluarga Suria (WK2S), pembentukan ikatan alumni. (2) pelaksanaan manajemen sekolah melibatkan orang tua, pemerintah dan simpatisan pendidikan lewat rapat tahunan orang tua yang disebut rapat paripurna orang tua. Dalam rapat ini ada banyak program yang tawarkan oleh sekolah maupun orang tua, baik program yang berhubungan dengan akademik maupun non akademik, dan kesejahteraan guru-pegawai. (3) keterkaitan manajemen dengan peran serta masyarakat telah menumbuhkan rasa kepercayaan dan rasa memilki SMA Katolik Suria Atambua, sehingga adanya berbagai bantuan yang

Pengaruh tingkat inflasi, suku bunga SBI, dan kurs rupiah terhadap return saham perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia / Indri Paramithasari

 

Pasar modal adalah pasar berbagai instrument keuangan jangka panjang, dimana pasar modal memiliki dua fungsi yaitu menyediakan dana bagi pihak yangmemerlukan dana dan mempunyai kelebihan dana untuk menginvestasikan dana yang mereka miliki. Sehingga pasar modal dapat dijadikan sarana bagi perusahaan untuk memperoleh dana jangka panjang dengan cara menerbitkan saham dansarana bagi investor dalam menanamkan modalnya. Faktor makro ekonomi merupakan faktor eksternal dan pengaruhnya bersifat umum artinya faktor ini akan mempengaruhi semua return saham perusahaan dengan intensitas yang berbeda antara perusahaan satu dengan perusahaan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh fluktuasi inflasi, tingkat sukubunga, dan kurs rupiah sebagai variabel bebas terhadap return saham sebagai variabel terikat. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif dengan mengambil populasi pada seluruh perusahaan manufaktur yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2005-2007, yaitu sebanyak 137 perusahaan. Dalam pengambilan sampel, penelitian ini menggunakan metode purposive samplingyaitu berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan, penelitian memperoleh 58 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Pengujian hipotesis menggunakan uji t untuk mengetahui pengaruh secara parsial dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang tidak signifikan dari variabel inflasi, pengaruh negatif yang tidak signifikan dari variabel tingkat suku bunga SBI, dan pengaruh positif yang tidak signifikan dari variabel kurs rupiah terhadap return saham perusahaan Manufaktur. Alasan mengapa ketiga variabel bebas terhadap variabel terikat tidak signifikan, dikarenakan pada periode amatan penelitian tahun 2005-2007 pengambilan sampel perusahaan manufaktur mengalami profit yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini maka disarankan agar penelitian lebih lanjut untuk menggunakan periode pengamatan lebih dari tiga tahun dan juga menambah variabel bebas lainnya. Disamping faktor makroekonomi sebaiknya investor juga memperhatikan faktor-faktor lain yangmempengaruhi return saham misalnya faktor mikro, keadaan keamanan, dan keadaan politik suatu negara.

Hubungan pola asuh orang tua dengan tipe kepribadian siswa kelas VII (studi di SMPN 20 Kota Malang tahun ajaran 2008/2009) / Sulistiono

 

ABSTRAK Sulistiono, 2009. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Tipe Kepribadian Siswa kelas tujuh di SMPN 20 Malang. Skripsi, Jurusan bimbingan konseling dan Psikologi fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs.H.Widada MSi (2) Drs Hariadi Kusuma. Kata Kunci : Polah Asuh, Tipe Kepribadian, Makna Keluarga. Pola asuh orang tua merupakan interaksi antara orang tua dengan anak selama mengadakan pengasuhan. Cara – cara atau model dalam mengasuh anak di lingkungan keluarga yang sifatnya konsisten dari waktu kewaktu, yang meliputi pola asuh demokratis,otoriter, dan permisif. Orang tua bukan hanya merupakan ciri fisik secara genetik saja pada anak, tetapi juga kepribadiannya. Polah asuh yang dikembangkan oleh tiap keluarga berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya, hal ini tergantung dari pandangan dalam diri tiap orang tua. Tipe kepribadian yang dimaksud adalah penggambaran tingkah laku seseorang secara deskriptif tanpa memberi nilai ( baik, buruk ,benar atau salah). Tipe kepribadian dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu (1) kepribadian sanguinis (kepribadian populer), yang bercirikan senang menjadi pusat perhatian, (2) kepribadian melankolis (kepribadian sempurna) dengan ciri-ciri perfeksionis, (3) kepribadian koleris (kepribadian kaku) ciri-cirinya otoriter, senang memerintah, (4) kepribadian plegmatis (kepribadian damai) dengan ciri-ciri enggan menyampaikan pendapat atau inisyatifnya. Teori kepribadian ini berasal dari Hepocrates, yang selanjutnya dikembangkan oleh Florence Littauer. Tujuan dari penelitian ini yang pertama untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua siswa di SMPN 20 Malang, yang kedua untuk mengetahui gambaran tipe kepribadian siswa di SMPN 20 Malang, dan yang ketiga untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan tipe kepribadian siswa di SMPN 20 Malang. Jenis penelitian ini deskriptip korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas tujuh SMPN 20 Malang. Sebanyak 364 orang yang tediri atas delapan kelas.Penarikan sample teknik proportional random sampling, diperoleh 145 responden yaitu 39,966.% dari populasi. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket.Teknik analisis data menggunakan rumus kuadrat Chi dan koefesien kontingensi. Dari hasil analisis diketahui bahwa pola asuh orang tua siswa kelas tujuh di SMPN 20 Malang kecenderungannya adalah demokratis (89.7% ), kedua adalah permisif (6.9%) dan yang terakhir adalah otoriter (.3.4%). Kemudian tipe kepribadian siswa yang pertama adalah plegmatis (42.1% ), kedua adalah sanguinis (29.7 %), ketiga adalah melankolis (19.3%), dan yang terakhir koleris (9.0% ).Dengan menggunakan rumus kuadrat Chi, diketahui nilai kuadrat Chi hitung ( X² ) berada dibawah harga kritik. Syarat Hı diterima apabila nilai X² hitung melebihi nilai harga kritik. Karena nilai X² hitung sebesar 11,605 berada dibawah harga kritik sebesar 12,600, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho. berbunyi” tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan tipe kepribadian siswa”diterima. Berkaitan dengan penelitian ini, saran yang dapat penulis berikan terhadap konselor sekolah hendaknya dalam memberikan layanan pada siswa di sesuaikan dengan karakteristik kepribadian siswa. Perbedaan tipe kepribadian antara siswa yang satu dengan siswa lainnya, tentunya akan membuat perbedaan dalam memberikan layanan pada siswa, sehingga layanan yang diberikan nantinya dapat berjalan efekti. Terhadap orang tua siswa,pola asuh yang demokratis akan cenderung lebih fleksibel, aktif dalam hidup, emosi lebih stabil dan memiliki rasa tanggung jawab. Dalam mendidik anaknya dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri siswa, serta membantu mengembangkan tingkah laku yang mencerminkan kemandirian dalam diri siswa

Pengaruh pemberian effleurage dan petrissage sebagai tambahan pemanasan terhadap kekuatan otot tungkai / Iwan Nur Mustofa Hidayat

 

ABSTRAK Hidayat, Iwan Nur Mustofa. 2009. Pengaruh Pemberian Effleurage dan Petrissage Sebagai Tambahan Pemanasan terhadap Kekuatan Otot Tungkai. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd. Kata kunci : kekuatan otot tungkai, pemanasan, effleurage, petrissage. Kekuatan otot mempunyai peranan yang sangat penting dalam melakukan suatu aktivitas olahraga. Kekuatan otot merupakan salah satu pendukung bagi atlet atau olahragawan untuk melakukan aktivitas olahraga dengan baik, sehingga atlet atau olahragawan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Seorang atlet atau olahragawan untuk mendapatkan kekuatan otot yang bagus dan untuk menghindari suatu cedera pada saat melakukan aktivitas, maka atlet atau olahragawan tersebut salah satunya perlu melakukan suatu pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas fisik. Di samping pemanasan, masase olahraga juga berperan penting untuk meningkatkan kekuatan otot. Dalam penelitian ini, manipulasi masase yang dipakai adalah effleurage dan petrissage. Effleurage dan petrissage dilakukan dengan singkat, cepat dan bertekanan cukup akan memberikan rangsang pada otot untuk dapat bekerja lebih baik dan untuk membantu pemanasan badan sebelum berlatih atau bertanding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian efflurage dan petrissage sebagai tambahan pemanasan terhadap kekuatan otot tungkai. Jenis penelitian yang digunakan adalah praeksperimental dengan menggunakan rancangan pra tes dan pasca tes satu kelomok “the one group pre test-post test design”. Pengumpulan data dilaksanakan selama 5 hari dan dimulai dari tahap pre tes. Pada tahap pre tes atau hari pertama subyek penelitian diberi pemanasan berupa stretching dan calesthenic selama 10 menit, kemudian dilakukan pengukuran kekuatan otot tungkai menggunakan leg dynammeter sebanyak 3 kali dan diambil nilai tertinggi. Setelah pre tes, subyek penelitian istirahat selama 3 hari. Kemudian pada hari ke 5 atau tahap pos tes, subyek penelitian terlebih dahulu diberikan masase berupa effleurage dan petrissage pada tungkai selama 12 menit, kemudian diberi pemanasan seperti pada pre tes dan dilanjutkan dengan tes kekuatan otot tungkai menggunakan leg dynamometer. Instrumen yang digunakan yaitu berupa alat leg dynamometer. Kegiatan analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data statistik deskriptif, uji normalitas dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian effleurage dan petrissage sebagai tambahan pemanasan terhadap kekuatan otot tungkai. Pemberian effleurage dan petrissage baik diberikan kepada subyek sebagai tambahan pemanasan sebelum melakukan aktivitas olahraga.

Penggunaan peta konsep dalam kegiatan belajar pada mata pelajaran sains (study kasus di Paket B PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang) / Arumita Andarukmi

 

ABSTRAK Andarukmi, Arumita 2009. Pengunaan Peta Konsep Dalam Kegiatan Belajar Pada Mata Pelajaran Sains (Studi Kasus Di Paket B PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang). Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) (Drs. H. M. A. Prawoto, M.Pd, II) Drs. Kentar Budhojo, M.Pd Kata kunci : Paket B, pembelajaran, peta konsep Tujuan penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu tujuan umum dan tujuan operasional. Untuk tujuan umumnya adalah untuk mengetahui penggunaan peta konsep dalam kegiatan belajar pada mata pelajaran sains Paket B di PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang. Sedangkan untuk tujuan operasionalnya adalah untuk mendiskripsikan respon warga belajar terhadap penggunaan peta konsep dalam kegiatan belajar pada mata pelajaran sains Paket B di PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang yang berkaitan dengan materi pembelajaran, metode pembelajaran, dan waktu pembelajaran, serta untuk mendiskripsikan hasil penggunaan peta konsep dalam kegiatan belajar pada mata pelajaran sains Paket B di PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan rancangan studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer (data utama) dan data sekunder. Data primer berupa data yang diamati, dicatat, dan didapatkan langsung yaitu arsip, dokumen, dan lain-lain. Data primer dalam penelitian ini berupa kata-kata (ucapan) informan PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang yang meliputi pihak kepala PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang, instruktur atau tutor, warga belajar Paket B, dan sumber lain yang terkait Sedangkan data sekundernya adalah sejarah PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang, letak kondisi wilayah, data rekapan warga belajar, dan data lain yang mendukung. Analisa data terbagi dalam tiga tahap; (1) reduksi data (2) display data dan (3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Sains ini memberikan pengetahuan yang ada pada warga belajar dan mendidik warga belajar untuk bersifat alamiah yang sesuai pada ilmu sains. Respon warga belajar dan hasil belajar pada penggunaan Peta Konsep terhadap materi, metode, dan waktu pembelajaran berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan. Warga belajar mendapatkan suatu pengalaman baru yang bermanfaat dalam belajar dan akan disumbangkan pada kegiatan pembelajaran yang lainnya yang tentunya dapat digunakan sebagai evaluasi dalam belajar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diajukan beberapa saran kepada pihak tutor agar bisa agar memberikan sumbangan dalam melaksanakan dan mengembangkan strategi dan metode pembelajaran khususnya dalam hal pemakaian peta konsep yang digunakan untuk mengetahui konsep-konsep yang telah dikuasai warga belajar, cara mempelajari cara belajar warga belajar, menggunakan konsepsi warga belajar, dan sebagai alat evaluasi belajar warga belajar.

Pelaksanaan program-program pelatihan di UPT Pelatihan Kerja Pasuruan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Pemerintah Propinsi Jawa Timur / Yuli Kartika Efendi

 

ABSTRAK Efendi. K. Y. 2009. Pelaksanaan Program-Program Pelatihan Di Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. M. A. Prawoto, M. Pd (2) Drs. H. Muchsin Zain Kata Kunci: Pelaksanaan, Program-Program Pelatihan Dalam rangka memberikan bekal kepada masyarakat untuk ikut bersaing di bidang ketenagakerjaan dan untuk meningkatkan pendapatan,Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui UPTPK Pasuruan melaksanakan berbagai kejuruan pelatihan skill/ketrampilan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan program-program pelatihan yang dilaksanakan di UPTPK Pasuruan. Tujuan dari penelitian adalah mendiskripsikan pelaksanaan program-program pelatihan antara lain adalah jenis-jenis, tujuan, sasaran, waktu, kurikulum, metode, media, dan evaluasi. Rancangan penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan survei. Sumber data dalam penelitian ini adalah 36 peserta pelatihan dan kepala bagian pelatihan dan pemasaran. Sampel pelatihan ini adalah dengan mengambil 30% dari jumlah seluruh populasi 120. Adapun pengambilan data dengan metode angket dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pelatihan di UPTPK Pasuruan adalah dari pihak lembaga sendiri (in house), lembaga pendidikan luar sekoah / lembaga lain diluar lembaga (ekstern), dan kerjasama antara lembaga dengan lembaga pendidikan luar sekolah / lembaga lain yang melaksanakan program pelatihan. Mengenai anggaran dana atau biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Pada umumnya jenis program pelatihan yang dilaksanakan adalah pelatihan keterampilan / skill yang meliputi; Menjahit, Administrasi Kantor, Mobil Mesin, Las Listrik, Sepeda Motor, Instalasi Listrik, dan Meubel. Sasaran program pada umumnya berlaku untuk seluruh masyarakat dan tidak memandang dari tingkat pendidikan tinggi maupun tingkat pendidikannya rendah, usia tua maupun muda, dan tidak harus mempunyai pengalaman kerja. Dalam peyusunan kurikulum disesuaikan dengan jenis program yang dilaksanakan dan disesuaikan pula dengan kebutuhan peserta. Waktu proses pelaksanaan program rata-rata dilaksanakan sesuai dengan situasi dan kondisi peserta.pada umumnya metode yang digunakan adalah bervariasi sesuai dengan jenis pelatihan. Ditinjau dari media program yang dilakasanakan juga bervariasi dan selalu menggunakan alat praktek untuk media pembelajaran. Evaluasi program dilakukan setelah atau di akhir pelaksanaan program dan bertujuan untuk menilai hasil yang dicapai setelah program dilaksanakan. Pelaksana evaluasi adalah peserta pelatihan dengan teknik evaluasi peserta membuat laporan hasil program yang diikuti dan melakukan presentasi serta cara mengevaluasi adalah dengan pengisian blanko evaluasi yang diberikan kepada peserta program. Berdasarkan temuan-yemuan penelitian, disarankan : 1) Bagi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, yaitu Dapat memberikan suatu layanan pendidikan bagi masyarakat serta lebih meningkatkan kepekaan terhadap masalah-masalah pendidikan luar sekolah dan tertarik untuk ikut serta dalam menangani masalah tersebut. 2) Bagi Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja, yaitu (1) Di harapakan dalam melaksanakan program-prpgram pelatihan untuk peserta dapat melibatkan atau bekerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan luar sekolah; (2) diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa jurusan pendidikan luar sekolah yang lain, guna menindaklanjuti dan mengembangkan penelitian yang sejenis dengan peneliti. 3) Bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, yaitu Diharapkan dapat menindak lanjuti mengembengkan penelitian sejenis di lembaga yang sama maupun lembaga yang berbeda yang memiliki biro atau bagian pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia.

Perancangan peta interaktif Jawa Timur Park Batu / Esti Wahyuni

 

ABSTRAK Wahyuni, Esti. 2009. Perancangan Peta Interaktif Jawa Timur Park Batu. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Pujiyanto, M.Sn, (II) Drs. Sarjono, M.Sn. Kata Kunci: Perancangan, Peta, Interaktif, Jawa Timur Park, Batu. Banyak berdirinya tempat wisata bermain, membuat para pemilik tempat – tempat wisata untuk menyusun strategi pemasaran yang tepat dan efektif, guna menumbuh kembangkan citra yang baik di mata masyarakat dengan melalui perancangan media baru. Media promosi merupakan suatu bentuk langkah rancangan periklanan, dimana hal tersebut dapat digunakan untuk menciptakan maupun meningkatkan citra positif dari lembaga, sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan keuntungan lembaga. Perancangan disini merupakan perancangan media peta interaktif dan juga media promosi bagi Jawa Timur Park. Perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan dan kemudian mempertahankan citra positif dari Jawa Timur Park. Perancangan ini menggunakan metode prosedural yang bersifat deskriptif terhadap Jawa Timur Park. Metode pengumpulan data dilakukan melalui (1) wawancara (2) observasi (3) kuisioner (4) dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah TOWS (Threat, Opportunity, Weakness, Strenght) dengan membandingkan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan hasil penyebaran kuisioner yang kemudian ditarik kesimpulan. Adapun fokus perancangan ini yaitu: (1) konsep perancangan peta interaktif (2) proses perancangan (3) bentuk perancangan peta interaktif. Perancangan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yakni (1) tahap persiapan (2) tahap pelaksanaan (3) dan tahap penyusunan laporan penelitian. Kesimpulan perancangan ini adalah sebuah perancangan media interaktif sebagai pemandu jalan dan juga untuk mendapatkan informasi tentang tiap wahana yakni berupa sebuah peta interaktif. Selain itu juga terdapat beberapa media yang perancangannya menerapkan prinsip desain. Saran yang dapat diajukan, yaitu untuk dapat meningkatkan dan kemudian mempertahankan citra positif dari Jawa Timur Park, maka penggunaan perancangan media promosi dan pelayanan, kenyamanan merupakan suatu solusi yang tepat.

Perancangan desain kemasan camilan sehat dodol susu "Favorit" / Rendarta Elia Putra

 

ABSTRAK Putra, Rendarta Elia. 2009. Perancangan Desain Kemasan Camilan Sehat Dodol Susu “Favorit”. Skripsi, Program Studi Komunikasi Visual Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Pujiyanto, M.Sn., (2) Mohammad Sigit, S.Sn. Kata kunci: Desain Kemasan, Dodol Susu ”Favorit” Produk Dodol Susu ”Favorit” merupakan salah satu potensi makanan lokal yang dapat menjadi sebuah produk khas yang berasal dari Kota Batu. Produk yang terbuat dari susu sapi murni dengan teknik pengolahan tradisional ini mempunyai nilai tambah akan produk yang cukup tinggi. Sayangnya, kemasan yang ada pada saat ini masih kurang memadai, yakni dengan pengemasan yang sederhana berupa plastik tipis. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan suatu perancangan desain kemasan yang dapat mengenalkan produk Dodol Susu ”Favorit” kepada masyarakat. Selain sebagai media promosi, kemasan nantinya dapat menjadi wadah pelindung yang fungsional dan dapat mengkomunikasikan pesan secara efektif dan efisien sehingga dapat membangun citra positif akan produk makanan lokal, terutama produk Dodol Susu ”Favorit”. Perancangan desain kemasan ini bertujuan untuk menghasilkan konsep identitas dan bentuk visualisasi kemasan yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan produk dodol susu Favorit. Perancangan yang terbentuk nantinya berupa media-media promosi berupa desain kemasan produk Dodol Susu “Favorit” Perancangan ini menggunakan model perancangan prosedural atau model perancangan yang bersifat deskriptif. Di mana perancang melakukan langkah-langkah yang ditempuh meliputi riset pasar dan perancangan program. Hal tersebut meliputi kegiatan identifikasi masalah, analisa dan sintesa serta pengumpulan data, gagasan desain, keputusan desain, prototype, tes pengujian, produksi, dan promosi. Berdasarkan data yang terkumpul, baik melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, diketahui bahwa produk “Dodol Susu Favorit” ini memerlukan media promosi berupa desain kemasan, antara lain: kemasan kecil, kemasan sedang, kemasan keluarga, kemasan spesial, kemasan paket kecil, kemasan paket besar, kemasan paket kirim dan tas belanja. Untuk mendukung perancangan desain kemasan ini, strategi yang digunakan adalah dengan menggunakan warna sebagai daya tarik utama kemasan, didukung dengan ilustrasi pendukung yang jenaka untuk menarik perhatian masyarakat target. Berdasarkan hasil perancangan ini, saran penulis adalah perlu adanya sebuah desain kemasan lanjutan serta pengembangan ragam rasa yang disesuaikan dengan permintaan pasar. Selain itu perlu adanya sebuah bentuk kerjasama antara produsen, Pemerintah Kota dan penggiat wisata untuk memperkenalkan produk lokal khas Kota Batu. Hal ini bertujuan untuk tetap menjaga citra produk agar tetap baik dan menjadi lebih baik.

Pengaruh implementasi moving class terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar siswa SMA Negeri 3 Malang / Melya Ratna Utami

 

ABSTRACT Utami, Melya Ratna. 2009. The Influence of Moving Class Implementation toward Students' Achievement through Learning Motivation at SMA Negeri 3 Malang. Thesis, Accounting Department Faculty of Economic State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Dyah Aju Wardhani, S.E., M.Si., Ak., (II) Sriyani Mentari, S.Pd., M.M. Keywords: implementation, moving class, learning motivation, achievement. Moving class is a learning system in which the students move from one class to another class based on the time scedule. By implementing moving class, it is possible that it will give positive effect towards students' behavior, which is shown by the improvement of students' learning motivation. This study was an explanatory research which was aimed to find: (1) direct influence of moving class implementation towards students' learning motivation at SMAN 3 Malang, (2) direct influence of moving class implementation towards students' achievement at SMAN 3 Malang, (3) direct influence of learning motivation towards students' achievement at SMAN 3 Malang, (4) indirect influence of moving class implementation towards students' achievement through learning motivation at SMAN 3 Malang. The populations of this study was the tenth and eleventh graders which consist of 513 students. The samples used was10% or 51 students. More over, this study used stratified proportional random sampling. Questionnaire and documentation were used to collect the data. Meanwhile, the path analysis technique was used to analysis the data. The result of this study showed that: (1) there was direct influence of moving class implementation towards students' learning motivation (15.7%), (2) there was direct influence of moving class implementation toward students' achievement (27.8%), (3) there was direct influence of learning motivation toward students' achievement (17.1%), (4) indirect influence of moving class implementation toward students' achievement through learning motivation (2.7%). Based on the result of this study, it is suggested that (1) the school should be able to maintain a good learning system by adopting moving class system, (2) for the betterment of the moving class implementation, first, the school complete the learning facility and the rules more strictly to improve the teachers' and students' dicipline, second, teacher should optimaze the use of teaching media, and students should be more aware towards the cleaness of the class, (3) students are expected to always improve their learning motivation so that their achievement can be improved as well, (4) the further researchers should use research sample with wider population area and improve the research variable, and (5) the learning motivation variable does not need to be used in the correlation between moving class implementation and achievement.

Problematika pembelajaran berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dihadapi guru pendidikan kewarganegaraan SMA di Bondowoso / Dewi Kuntari

 

ABSTRAK Kuntari, Dewi. 2009. Problematika Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Yang Dihadapi Guru Pendidikan Kewarganegaraan (Studi Kasus di SMA Negeri Di Bondowoso). Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd, M.Si, (2) Dra. Sri Untari, M.Si. Kata Kunci: Problematika, Pembelajaran, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. KTSP memberi keleluasaan penuh kepada setiap sekolah untuk mengembangkan kurikulum dengan tetap memperhatikan potensi sekolah dan potensi daerah sekitar. Ada perbedaan antara KTSP dengan kurikulum 1994, yaitu KTSP menggunakan pendekatan kompetensi yang menekankan pada pemahaman, kemampuan atau kompetensi tertentu di sekolah, yang berkaitan dengan pekerjaan yang ada dalam masyarakat, sedangkan kurikulum 1994 menggunakan pendekatan penguasaan ilmu pengetahuan, yang menekankan pada isi atau materi, berupa pengetahuan, pemahaman, aplikasi analisis, sintesis, evaluasi yang diambil dari bidang-bidang ilmu pengetahuan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1)Bagaimana penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendididkan di SMA di Bondowoso; (2) Apa yang menjadi problematika pembelajaran berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendididkan yang dihadapi guru Pendidikan Kewarganegaraan SMA di Bondowoso; (3) Bagaimana upaya mengatasi problematika pembelajaran berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendididkan yang dihadapi guru Pendidikan Kewarganegaraan SMA di Bondowoso. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian yaitu orang, tempat dan peristiwa, dokumentasi. Penelitian dilakukan di SMA Negeri di Bondowoso. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Bondowoso, SMA Negeri 2 Bondowoso, SMA Negeri 1 Tenggrang Bondowoso. Teknik analisis yang digunakan model interaktif yang dikemukakan Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan di SMA Negeri Bondowoso yaitu diawali dengan menyusun komponen KTSP seperti: Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan Tingkat satuan Pendidikan, Struktur dan Muatan KTSP, Kalender Pendidikan, Silabus. Penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan di sekolah sudah mengacu pada peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu Peraturan Menteri nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Peraturan Menteri nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi, dan Peraturan Menteri nomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan Peraturan Menteri nomor 22 dan nomor 23 tahun 2006. Dalam penerapan KTSP, guru juga dituntut untuk membuat persiapan mengajar dengan tujuan untuk memperkirakan tindakan guru yang akan dilakukan dalam proses kegiatan belajar. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri Bondowoso adalah membuka pelajaran, kegiatan inti, menutup pelajaran. Sumber belajar yang digunakan oleh guru adalah buku teks, LKS, buku-buku lain yang relevan dengan materi, koran, kliping, majalah, internet, sedangkan media yang digunakan oleh guru adalah OHP, LCD, laptop, komputer, kartu kasus, televisi, DVD, VCD. Metode belajar bervariasi ceramah, diskusi, tanya jawab. Penilaian yang digunakan adalah ulangan harian, ulangan tengah semester, ujian akhir semester, bentuk lain dengan wawancara, tugas kelompok dan tugas idividu. (2) problematika yang dihadapi guru Pendidikan Kewarganegaraan adalah (a) kesulitan dalam membuat perangkat mengajar utamanya pada rencana pelaksanaan pembelajaran, urutan dari komponen yang berbeda-beda tiap guru, format penilaian, dan juga keterlambatan pengiriman kalender pendidikan dari pusat, sehingga menghambat penyusunan perangkat pembelajaran bagi guru; (b) kesulitan guru dalam mengoperasikan komputer, LCD dan laptop; (c) sarana dan prasarana yang terbatas;. (3) upaya mengatasi problematika yang dihadapi guru yaitu: (a) mengatasi kesulitan guru dalam menyusun perangkat mengajar, upaya yang dilakukan adalah dengan mendatangkan pakar/ahli untuk mengadakan sosialisasi dan konsultasi tentang kesulitan yang dihadapi guru; (b) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan dalam metode ataupun media adalah pihak kepala sekolah, mengadakan kursus untuk guru seperti komputer dan LCD; (b) untuk melengkapi sarana dan prasarana dilakukan dengan musyawarah dengan komite sekolah, rapat orang tua wali murid. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dipaparkan, disarankan guru lebih professional dalam menerapkan kurikulum. Mengatasi masalah yang dihadapi guru, maka guru sering mengikuti kegiatan sosialisasi, dilkat, seminar, Workshop.Guru dapat mengoperasikan media pembelajaran, demi menunjang kegiatan belajar mengajar.

Prosedur pengadaan dan penyimpanan material pada proyek pembangunan rumah sakit daerah Mardi Waluyo Kota Blitar / Rosita Rahayu Syafii

 

ABSTRAK Syafii, Rosita Rahayu. 2009. Sistem Pengadaan dan Penyimpanan Material Pada Proyek Pembangunan Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Blitar. Proyek Akhir, Program studi Teknik Sipil dan Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Eko Setyawan, S.T., M.T Kata Kunci: pengadaan, penyimpanan, material. Biaya material merupakan bagian terbesar dari proyek, sehingga sudah seharusnya bila penyelenggara proyek memberikan perhatian yang lebih besar terhadap proses pengadaan material. Untuk mengetahui pentingnya pengadaan dan penyimpanan material maka dilakukan kajian pada proyek pembangunan Rumah Sakit Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar. Proyek Akhir ini bertujuan untuk mengetahui: (1) prosedur pengadaan material, (2) prosedur penyimpanan material, (3) kesesuaian pengadaan material, (4) kesesuaian penyimpanan material pada pelaksanaan proyek konstruksi. Proyek Akhir dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data antara lain: pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, kemudian dipelajari dan dilakukan triangulasi data. Hasil yang diperoleh dari Proyek Akhir ini menunjukkan bahwa (1) prosedur pengadaan material pada proyek dimulai dengan perencanaan kebutuhan material, tahapan seleksi terhadap calon pemasok, kemudian tahapan pembelian, penerimaan material, pembayaran dan tahapan evaluasi. Semua tahapan sudah dilakukan kecuali tahapan seleksi terhadap calon pemasok, (2) prosedur penyimpanan material pada proyek di lakukan pada gudang tertutup dan gudang terbuka, (3) prosedur pengadaan material pada proyek untuk keseluruhan pekerjaan beton, masuk kriteria sangat sesuai dengan skor 67 %, (4) prosedur penyimpanan material pada proyek masuk kriteria sesuai dengan skor 57 %. Saran yang diajukan pada Proyek Akhir ini adalah seharusnya dilakukan Proyek Akhir lanjutan untuk sistem pengadaan dan penyimpanan material pada pekerjaan konstruksi yang lain.

Sifat organoleptik sus kering substitusi tepung telur ayam ras / Susi Handayani Purwaningrum

 

ABSTRAK Purwaningsih, Susi Handayani. 2009. Sifat Organoleptik Sus Kering Substitusi Tepung Telur. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Teti Setiawati, M. Pd, (II) Ir. Ummi Rohajatien, M. P. Kata kunci: Sus Kering, Telur, Tepung Telur Sus adalah kue yang dibuat dari adonan sus atau dikenal dengan istilah choux paste atau choux dough. Bahan utama sus terdiri atas lemak, tepung terigu, air dan garam yang dimasak hingga mendapatkan adonan yang kalis atau tidak lengket lagi pada panci tempat memasaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu organoleptik sus kering. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan substitusi tepung telur sebesar 35%, 50% dan 65% dari jumlah telur segar. Pengamatan dilakukan terhadap sifat organoleptik yang meliputi aroma, warna dan tekstur dengan pengujian uji mutu hedonik dan uji hedonik oleh panelis. Panelis terdiri dari 20 orang agak terlatih dari mahasiswa D3 Tata Boga angkatan 2005-2006. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Sidik Ragam. Hasil analisis data yang berbeda nyata dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat perbedaan yang sangat nyata pada aroma sus kering substitusi tepung telur 35% dengan 65%, tidak terdapat perbedaan pada substitusi 35% dengan 50% dan tidak terdapat perbedaan pada subsitusi 50% dengan 65%. Semakin banyak tepung telur yang digunakan, maka aroma semakin kurang anyir. Terdapat perbedaan yang sangat nyata pada warna sus kering substitusi tepung telur sebesar 35% dengan 50%, pada substitusi sebesar 35% dengan 65%. Tidak terdapat perbedaan aroma pada substitusi tepung telur 50% dengan 65%. Semakin banyak tepung telur yang digunakan, maka warna yang dihasilkan semakin gelap. Terdapat perbedaan yang sangat nyata pada tekstur sus kering substitusi tepung telur sebesar 35% dengan 65%, dan substitusi sebesar 50% dengan 65%. Tidak terdapat perbedaan tekstur pada substitusi 35% dengan 50%. Semakin banyak tepung telur yang digunakan, maka tekstur yang dihasilkan semakin renyah dalam batas penggunaan sebesar 65%. Aroma sus kering yang paling disukai panelis pada substitusi tepung telur sebesar 35% dengan aroma kurang anyir, selanjutnya pada substitusi tepung telur sebesar 50% dan 65% cukup disukai. Warna sus kering yang disukai panelis pada substitusi tepung telur sebesar 50% dengan warna cokelat terang, selanjutnya pada substitusi tepung telur sebesar 50% dan 65% cukup disukai. Tekstur sus kering yang disukai panelis pada substitusi tepung telur sebesar 65% dengan tekstur renyah, selanjutnya pada substitusi tepung telur sebesar 50% dan 65% cukup disukai. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, saran yang diajukan untuk mendapatkan sus kering kriteria aroma kurang anyir, warna cokelat terang, dan tekstur renyah pada substitusi tepung telur sebesar 65%. Serta dilanjutkan pada peneliti selanjutnya untuk mencari formulasi sus kering dengan warna yang sesuai dengan kesukaan panelis.

Pengaruh sikap persepsi nilai dan persepsi peluang keberhasilan terhadap niat menyampaikan keluhan (studi pada nasabah asuransi Bumiputera Cabang Magetan) / Novi Ade Saputra

 

ABSTRACT Saputra, Novi Ade. 2009. The Influence of Attitude, Value Perception, and the Success Opportunity Perception on the Intention of the Complaint Expression (Case Study on Bumiputera Insurance Company, Magetan Branch). Script (Final Year Project). Study Program of Management. Department of Management. Faculty of Economic. Malang State University. Supervisors; 91) Drs. Agus Hermawan, M.Si, M. Bus. (2) Rachmad Hidayat, S.Pd Keywords: attitude effect, value perception, the success opportunity perception, the intention of the complaint expression Indeed, none can fully predict something that will happen in the future, even they use many sophisticated analytical tools. In Indonesia, insurance companies have potential opportunity since there are many Indonesian make use of their services. It is clear that one of the main focuses of insurance company is the problems related with the consumer’s or client’s complaint. Sometimes, complaint problems are occurred both from employee and customer side. Therefore, it is important to conduct a study for alleviating that of problem. In view of that, the research questions were as follows: (1) Does attitude on complaint, complaint value perception, and the success opportunity perception of complaint partially influence the customer’s intention for expressing the complaint to Bumiputera Insurance Company, Magetan Branch?; (2). Does attitude on complaint, complaint value perception, and the success opportunity perception of complaint simultaneously influence the customer’s intention for expressing the complaint to Bumiputera Insurance Company, Magetan Branch?; and (3). Which variables that dominantly influence the customer’s intention for expressing the complaint to Bumi Putera Insurance, Magetan Branch?. The dependent variables that chosen in this research were attitude on complaint (X1), complaint value perception (X2), and the success opportunity perception of complaint (X3), while the independent variable was the intention of the complaint expression (Y). Additionally, the research’s samples of 99 people, who are the customers of Bumiputera Insurance Company, Magetan Branch, were selected by accidental sampling technique. Moreover, the collected data has been evaluated by multiple linier regressions using SPSS windows version 13.00 software. The analysis result showed that, firstly, the value of attitude on complaint variable (X1) was B=0,741; tcalculation of 10,77; and the significance of t was 0,000, which was lower that 0,05 (sig. t < 0,05). Based on that value, it could be determined that attitude on complaint had a significantly positive affect on the customer’s intention for expressing the complaint. Secondly, the complaint value perception variable (X2) had value of B = -0,326; tcalculation of -2,361 with the t significance of 0,002 (sig. t < 0,05). Derived from that result, it was clear that the complaint value perception had a significantly positive affect on the customer’s intention for expressing the complaint. To sum up, there was a significantly positive affect of attitude on complaint, complaint value perception, and the success opportunity complaint perception that partially influence. As well as, these three variables simultaneously influenced the intention of the complaint expression. Furthermore, the attitude on complaint was the dominant variable that affected the intention of the complaint expression. This was shown by the higher percentage (53,1%) on the utilization of attitude on the Effective Donation of complaint. Accordingly, it is recommended that the management of Bumiputera Insurance Company, Magetan Branch should give more concerns on their customer’s complaint. Since, the customers are contributing many great benefits for the company’s development. Then, the customers of Bumiputera Insurance Company are supported to truthfully express their complaint by using provided media such as suggestion box, mass media, as well as electronic media. Undoubtedly, the complaint is a motivation to improve the quality of Bumiputera Insurance Company, Magetan Branch as it is stated in its vision which is to create many products and services that having most advantageous for the Bumiputera community, mainly its customers.

Improving the ability in writing a recount text of the first-year students of MAN Wlingi through the collaborative writing strategy / Syafudin Zuhri

 

ABSTRAK Zuhri, Syafudin. 2009. Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Berbentuk Recount dari Siswa Kelas I MAN Wlingi Blitar melalui Strategi Menulis dengan Cara Kolaboratif. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Bambang Yudi Cahyono, M.Pd, MA.,Ph.D. (II) A. Effendi Kadarisman, MA.,Ph.D. Kata kunci: teks recount, kemampuan menulis, menulis secara kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas satu MAN Wlingi melalui collaborative writing strategy. Strategi ini dipilih untuk mengatasi masalah di MAN Wlingi karena strategi tersebut dapat membimbing siswa untuk mengungkapkan ide, untuk membuat paragraph-paragrap yang terpadu, untuk mengorganisasi ide, dan untuk membuat kalimat-kalimat yang sesuai dengan tatabahasa. Berdasarkan penelitian pendahuluan, pengajaran di MAN Wlingi belum memfasilitasi siswa-siswa untuk menjadi terampil dalam menulis. Mereka mempunyai masalah: (1) bagaimana untuk memulai menulis, (2) bagaimana mengungkapkan ide (3) bagaimana membuat paragraph yang terpadu, (4) bagaimana mengorganisasi ide secara logis, (5) bagaimana membuat kalimat-kalimat sesuai dengan tatabahasa, (6) bagaimana untuk meningkatkan motivasi mereka dalam belajar bahasa Inggris. Oleh karena itu, peneliti sangat termotivasi untuk mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan strategi collaborative writing dalam pengajaran writing karena strategi tersebut menyuruh siswa untuk mengikuti tahapan-tahapan menulis yaitu idea generating, drafting, reading, editing, copying, dan evaluating. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana strategi collaborative writing dapat digunakan untuk meningkatkan ketrampilan siswa dalam menulis recount text dari siswa kelas satu MAN Wlingi? Berdasarkan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan menggunakan strategi collaborative writing untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks dalam bentuk recount. Peneliti menggunakan desain penelitian tindakan kelas bersifat kolaboratif, dengan dibantu oleh seorang guru (rekan sejawat) dalam melaksanakan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu kelas yang terdiri dari 32 siswa, yang seluruh siswanya merupakan subjek dari penelitian ini. Prosedur penelitian ni mencakup empat langkah utama: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa instrumen berupa kuesioner, angket, daftar pengamatan, catatan lapangan dan tulisan siswa. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi collaborative writing dalam pengajaran writing dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. Peningkatannya ditandai dengan meningkatnya rata-rata nilai siswa. Ini dapat dilihat dari hasil masing-masing siklus. Sebelum tindakan dilaksanakan, rata-rata nilai menulis siswa 50,51. Sesudah siklus pertama dilaksanakan, rata-rata nilai menjadi 54,40. Dan rata-rata nilai di siklus kedua adalah 60,23. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tahap-tahap yang tepat yang digunakan untuk menerapkan strategi collaborative writing terdiri dari langka-langkah sebagai berikut: Tahap 1 adalah idea generating. Guru melaksanakn kegiatan-kegiatan sebagai berikut: (1) menyuruh helper bertanya untuk merangsang ide-ide penulis (writer), (2) menyuruh penulis untuk menulis ide-ide, (3) menyuruh helper untuk mendiskusikan atau meneliti kata-kata pokok dan membantu untuk mengorganisasi ide-ide itu. Tahap 2 adalah drafting. Di tahap ini, guru menyuruh murid (writer) untuk menulis draf sebagai draf yang pertama berdasarkan ide-ide yang ditemukan dan dari hasil review dari helper. Tahap 3 adalah reading. Guru melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: (1) menyuruh murid (writer) membaca draf dan menyuruh murid (helper) untuk mengoreksi draf itu, (2) menyuruh penulis menata kembali apa yang telah ditulis di draf pertama dan memperbaiki ide-ide berdasarkan masukan pendapat dari helper. Tahap 4 adalah editing, di tahap ini guru menyuruh siswa mengedit draf mereka di bagian content, organazation, vocabulary, grammar, dan mechanic. Tahap 5 adalah copying. Di tahap ini guru menyuruh murid (writer) menulis draf yang paling baik. Tahap 6 adalah evaluating. Guru melaksanakan kegiatan sebagai berikut: (1) mengadakan konferensi untuk mendiskusikan masalah yang dihadapi oleh kelas agar dapat mengurangi kesalahan-kesalahan murid, (2) mengevaluasi karangan murid-murid dengan menggunakan analytic scroring rubric dan memberi komentar pada kesalahan itu. Berdasarkan keefektifan implementasi strategi collaborative writing pada pengajaran writing, disarankan pada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan strategi collaborative writing, khususnya pada pengajaran writing. Kepada para peneliti di masa mendatang, khususnya yang berminat pada penerapan pendekatan strategi collaborative writing dalam penelitian kelas mereka, disarankan untuk menindak lajuti penelitian yang berkenaan dengan penggunaan collaborative writing strategy. Collaborative writing srategy dapat digunakan untuk mengajar jenis genre-genre yang berbeda dari berbagai tingkat pendidikan mulai SMP sampai SMA.

Penerapan pembelajaran think pair share (TPS) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi segitiga di kelas VII-C SMP Negeri 2 Besuk tahun ajaran 2009/2010 / Ivalia Ari Winanda

 

Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas VII-C SMPN 2 Besuk menunjukan bahwa hasil belajar matematika siswa masih di bawah standar ketuntasan belajar minimal yaitu hanya sebesar 58,33%. Berdasarkan kenyataan tersebut, perlu diterapkan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa, yaitu pembelajaran think pair Share. Pembelajaran Think Pair Share merupakan metode pembelajaran yang terdiri dari tiga tahap yaitu think (berpikir), pair (berpasangan) dan share (berbagi). Melalui think pair share siswa dapat mengembangkan kecakapan sosial dan merasakan adanya saling ketergantungan positif. Problem Posing merupakan salah satu bentuk model pembelajaran yang menuntut siswa untuk membuat masalah atau soal berdasarkan informasi yang diberikan. Kegiatan membuat masalah atau soal dapat melatih siswa untuk aktif, kreatif dan dapat mengembangkan daya pikir. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK), yang terdiri atas dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-C SMPN 2 Besuk dengan jumlah 36 siswa. Pokok bahasan yang digunakan pada penelitian ini adalah segitiga. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan metode Think Pair Share (TPS) pada materi Segitiga di Kelas VII-C SMP Negeri 2 Besuk, (2) mendeskripsikan respon siswa setelah menggunakan metode Think Pair Share (TPS) pada materi Segitiga di Kelas VII-C SMP Negeri 2 Besuk, (3) mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa setelah menggunakan pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada materi Segitiga di Kelas VII-C SMP Negeri 2 Besuk. Penerapan pembelajaran TPS diawali guru dengan memberikan LKS dan lembar problem posing. Siswa diminta berpikir secara individu kemudian berkelompok secara berpasangan untuk mengerjakan LKS dan lembar problem posing. Selanjutnya pada tahap Share siswa diminta melakukan aktivitas ”kunjung karya”. Dari perhitungan skor tiap pertanyaan dalam angket respon, diperoleh kategori untuk tiap butir pertanyaan adalah baik dan sangat baik. Dari angket tersebut dapat diketahui bahwa respon siswa sangat positif terhadap metode pembelajaran dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata persentase hasil belajar dari 58,33% pada observasi awal meningkat menjadi 75% pada siklus I dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 86%.

Pengaruh struktur modal dan kebijakan dividen terhadap harga saham (studi pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2004-2007) / Didik Sugiyono

 

ABSTRAK Sugiyono, Didik. 2009. Pengaruh Struktur Modal dan Kebijakan Deviden Terhadap Harga Saham (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2004-2007). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak, , (II) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci : Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR), Longterm Debt to Equity Ratio (LDER), Equity to Asset Ratio (EAR), Dividend Payout Ratio (DPR), Harga Saham. Keputusan struktur modal dan kebijakan dividen bukan merupakan satu-satunya pedoman yang digunakan untuk pengambilan keputusan, namun harga saham yang terjadi di pasar merupakan pedoman yang penting untuk mengevaluasi keputusan perusahaan, yaitu untuk mengevaluasi apakah kebijakan struktur modal dan kebijakan dividen dapat memaksimalkan harga sahamnya.Tujuan utama perusahaan adalah untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui kemakmuran pemilik atau pemegang saham. Sehingga menuntut perusahaan dalam pengambilan keputusan untuk selalu memperhitungkan akibatnya terhadap nilai atau harga sahamnya. Jika perusahaan ingin mencapai tujuannya maka setiap keputusannya harus dievaluasi pengaruhnya terhadap harga saham. Untuk itu keputusan sruktur modal dan kebijakan dividen harus selalu dievaluasi atas dasar akibatnya terhadap nilai atau harga sahamnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR), Longterm Debt to Equity Ratio (LDER), Equity to Asset Ratio (EAR), dan Dividend Payout Ratio (DPR), terhadap variabel Harga Saham. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan perusahaan dan data harga saham. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2004-2007. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik purpossive sampling sehingga diperoleh sampel 18 perusahaan. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial DER mempunyai pengaruh positif terhadap harga saham. LDER mempunyai pengaruh negatif terhadap harga saham. Sedangkan secara simultan variabel DER, DAR, LDER, EAR, dan DPR, terdapat pengaruh terhadap variabel Harga Saham. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel-variabel lain (baik berupa faktor makro maupun mikro) yang lebih potensial sehingga memberikan kontribusi terhadap pergerakan harga saham, menambah periode observasi, dan mengganti sampel penelitian, misalnya untuk semua perusahaan yang go public di Bursa Efek Indonesia, sehingga hasilnya lebih mencerminkan keadaan pasar modal di Indonesia yang sesungguhnya.

Pengaruh penggunaan peta konsep terhadap hasil belajar mata pelajaran geografi siswa kelas XI pada standar kompetensi memahami sumber daya alam (SDA) SMA Negeri 3 Bojonegoro / Pipit Kurnia Sari

 

ABSTRAK Sari, Kurnia, Pipit. 2009. Pengaruh Penggunaan Peta Konsep Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Geografi Siswa Kelas XI Pada Standar Kompetensi Memahami Sumber Daya Alam (SDA). Skripsi, Jurusan Geografi, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd. (II) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd Kata kunci: Peta Konsep, hasil belajar. Proses belajar menghafal sering kita temukan pada siswa. Siswa hanya mengenal kata-kata tetapi tidak memahami maksudnya sehingga siswa banyak yang mengalami proses lupa pada materi pelajaran yang telah diajarkan dan siswa kurang bisa mengaplikasikan kembali belajarnya. Untuk itu guru harus bisa memvariasikan strategi pembelajaran. Pemilihan strategi pembelajaran merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadapa hasil belajar siswa. Pembelajaran geografi membutuhkan strategi untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan peta konsep. Dengan menggunakan peta konsep dalam pelajaran geografi siswa akan lebih mudah memahami konsep geografi, ingatan siswa bisa lebih kuat dan siswa bisa mengaplikasikan lagi belajarnya. Pembelajaran ini menekankan pada berbagai ciri pembelajaran secara langsung yaitu siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk berlatih membuat peta konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan menggunakan peta konsep dengan siswa yang belajar dengan menggunakan uraian materi di SMA Negeri 3 Bojonegoro. Penelitian ini termasuk jenis penelitian Eksperimen Semu (Quasi Eksperiment) dengan mengambil subjek penelitian dua kelas yaitu kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes untuk prates dan pascates. Teknik analisis yang digunakan adalah uji t dengan signifikansi 0,05 yang dapat diselesaikan dengan bantuan program Statistical Program for Social Sciences (SPSS) 15.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari hasil analisis data diketahui bahwa hasil belajar siswa pada kelas eksperimen memiliki rata-rata sebesar 18,53 sedangkan pada kelas kontrol memiliki rata-rata 9,56 dengan nilai probabilitas (p) 0,000, sehingga ada pengaruh penggunaan peta konsep terhadap hasil belajar Geografi siswa pada standar kompetensi memahami sumber daya alam (SDA). Disarankan bagi guru Geografi hendaknya menggunakan peta konsep sebagai alternatif dalam pengajaran geografi karena dapat meningkatkan hasil belajar geografi siswa. Bagi peneliti selanjutnya maka perlu adanya penelitian sejenis dengan pokok bahasan yang berbeda.

Hubungan antara kebijakan pendanaan, kebijakan dividen, dan beta dengan investment opportunity set (IOS) pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2004-2007 / Nova Kurniasih

 

ABSTRAK Kurniasih, Nova. 2009. Hubungan antara Kebijakan Pendanaan, Kebijakan Dividen, dan Beta terhadap Investment Opportunity Set (IOS) pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2004-2007 . Skripsi. Program Studi Manajemen Keuangan, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Subagyo,S.E,S.H,M.M, dan (2)Yuli Soesetio,S.E,M.M. Kata kunci : leverage, Dividend Payout Ratio (DPR), risk and Investment Opportunity Set (IOS) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah kebijakan pendanaan, kebijakan dividen, serta beta pada perusahaan berpengaruh terhadap Investment Opportunity Set (IOS), menggunakan ukuran komposit dengan proksi tunggal yang terdiri dari proksi berdasarkan harga, yaitu market to book value of equity (MVEBVE). Sampel dalam penelitian ini terdiri atas 10 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2004-2007, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Untuk menguji pengaruh kebijakan pendanaan, kebijakan dividen, dan beta terhadap investment opportunity set (IOS), teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa hubungan antara kebijakan pendanaan, yang diproksikan dengan debt to equity ratio, dengan investment opportunity set adalah negatif signifikan. Hubungan antara kebijakan dividen, yang diproksikan dengan dividend payout ratio, dengan investment opportunity set adalah negatif signifikan. Hubungan antara risiko, yang diproksikan dengan beta koreksi, adalah tidak signifikan. Hasil yang tidak signifikan tersebut karena dipengaruhi oleh beta sekuritas tunggal yang digunakan dalam penelitian ini, sehingga terjadi kesalahan acak.

Pengaruh pembelajaran akuntansi berorientasi life skill education dan praktek kerja industri terhadap perencanaan pilihan karier pasca sekolah (siswaSMK Negeri 1 Sooko Mojokerto) / Dessy Ningrum E.P.S.

 

Pembelajaran akuntansi berorientasi life skill dan praktek kerja industri merupakan dua faktor diantara beberapa faktor yang mempengaruhi perencanaan karier siswa pasca sekolah. Pembelajaran akuntansi berorientasi life skill adalah teori disekolah mengenai praktek di dunia usaha yang dapat memberikan bekal ketrampilan praktis, terpakai, terkait dengan tuntutan kerja, peluang usaha, potensi ekonomi dan industri yang ada dimasyarakat, sedangkan praktek kerja industri merupakan pembelajaran yang berlangsung diluar sekolah bekerja sama dengan berbagai macam perusahaan yang dapat memberikan kesempatan kepada siswa SMK untuk praktek kerja sesuai dengan jurusannya serta apa yang terjadi di dunia usaha dan industri sehingga memberikan pengetahuan dan pengalaman mengenai dunia kerja. Dengan pelaksanaan pembelajaran akuntansi berorientasi life skill dan praktek kerja industri yang baik akan memberikan pegangan atau pedoman pada siswa untuk dapat membantu perencanaan kariernya pasca sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh baik secara parsial maupun simultan dari variabel pembelajaran akuntansi berorientasi life skill dan praktek kerja industri terhadap perencanaan karier siswa pasca sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan jumlah 73 orang siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksplanasi (explanatory reseach) dengan teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Dalam penelitian ini koefisien determinasi untuk mengetahui variabel bebas mana yang lebih kuat mempengaruhi variabel terikat. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa pembelajaran akuntansi berorientasi life skill memiliki pengaruh positif terhadap perencanaan karier siswa pasca sekolah, terbukti dari hasil analisis diperoleh nilai ß 0,237. Sedangkan praktek kerja industri memiliki pengaruh positif terhadap perencanaan karier siswa pasca sekolah, terbukti dengan diperolehnya nilai ß 0,708. Secara simultan pengaruh positif pembelajaran akuntansi berorientasi life skill dan praktek kerja industri terhadap perencanaan karier siswa pasca sekolah, terbukti dari hasil analisis data diperoleh nilai R Square 86,7%, sedangkan sisanya 13,3% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Dalam penelitian ini variabel bebas yang lebih kuat mempengaruhi variabel terikat adalah variabel praktek kerja industri yang menyumbang sebesar 65,56%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran akuntansi berorientasi life skill dan praktek kerja industri berpengaruh terhadap perencanaan karier siswa SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto. Saran yang dapat diajukan berdasarkan dari hasil penelitian ini adalah (1) Bagi siswa dapat mengikuti pembelajaran akuntansi berorientasi life skill dan praktek kerja industri dengan baik sehingga mendukung perencanaan karier pasca sekolah mereka. (2) Bagi guru akuntansi, pelaksana program prakerin dan guru BK untuk dapat saling bekerja sama membimbing dan mengarahkan siswa untuk dapat merencanaan karier dengan benar sesuai kemampuan masing-masing siswa. (3) Bagi sekolah dapat meningkatkan fasilitas pendukung perkembangan kemajuan pembelajaran akuntansi berorientasi life skill serta pelaksanaan praktek kerja industri baik melalui sarana ataupun prasarana sehingga dapat mendukung semangat siswa untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dan proses prakerin. (4) bagi peneliti selanjutnya yang meneliti tema yang sejenis untuk dapat lebih memperluas lagi lingkup penelitian sehingga akan dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak.

Pengaruh persepsi guru akuntansi tentang program sertifikasi terhadap pengembangan kemampuan profesional guru akuntansi SMA/SMK se-kota Jombang / Emy Milchatus Sarifah

 

Kata kunci : persepsi guru, sertifikasi guru, pengembangan kemampuan profesional guru Globalisasi yang sedang kita hadapi bersama dapat dipastikan akan melanda seluruh aspek kehidupan kita. Dampak globalisasi yang antara lain membawa persaingan yang semakin ketat, perlu mendapat perhatian yang lebih besar lagi oleh dunia pendidikan. Berkaitan dengan hal tersebut, dunia pendidikan dituntut berubah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan ditantang untuk menjawab berbagai permasalahan lokal dan perubahan global yang terjadi begitu pesat. Pendidikan harus mampu menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan profesional, untuk mewujudkan hal tersebut maka diperlukan tenaga pendidik yang profesional. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk menciptakan tenaga pendidik yang profesional adalah dengan memberlakukan Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) yaitu pemberian sertifikat pendidik kepada guru melalui program sertifikasi. Adanya program sertifikasi yang dikhususkan bagi pendidik akan memunculkan berbagai macam persepsi, khususnya bagi para guru. Hal tersebut dikarenakan program sertifikasi merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru dan untuk mengembangkan kemampuan profesional guru yang diharapkan akan mampu meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu dalam penelitian ini peneliti membahas tentang bagaimana pengaruh persepsi guru akuntansi tentang program sertifikasi terhadap pengembangan kemampuan profesional guru akuntansi SMA/ SMK. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksplanasi (explanatory research). Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Variabel dalam penelitian ini meliputi: persepsi guru akuntansi tentang program sertifikasi (X) sebagai variabel bebas dan pengembangan kemampuan profesional guru akuntansi (Y) sebagai variabel terikatnya. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang respondennya terdiri dari 30 orang guru akuntansi dan ekonomi di SMA/ SMK Se-Kota Jombang. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan angket (kuesioner). Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar guru akuntansi di SMA/ SMK di Kota Jombang mempunyai persepsi positif tentang program sertifikasi, yang dapat dilihat dari hasil perhitungan deskriptif frekuensi yaitu sebesar 50% guru menyatakan setuju dengan adanya penyelenggaraan program sertifikasi. Sedangkan untuk pengembangan kemampuan profesional guru akuntansi, berdasarkan hasil perhitungan statistik deskriptif berada pada kualifikasi tinggi yaitu sebesar 76.67% guru menyatakan selalu berupaya mengembangkan kemampuan profesionalnya. Persepsi guru akuntansi tentang program sertifikasi berpengaruh positif terhadap pengembangan kemampuan profesional guru akuntansi di SMA/ SMk Se-Kota Jombang. Hal ini dapat dilihat berdasarkan persamaan regresi sebagai berikut: Y = 141.510 + 0.143X. dari persamaan regresi tersebut, diketahui bahwa bila tingkat persepsi guru tentang program sertifikasi (X) naik satu satuan, maka pengembangan kemampuan profesional guru akuntansi (Y) juga naik sebesar 0.143. Selain itu nilai R2 sebesar 0.570, menunjukkan bahwa variabel pengembangan kemampuan profesional guru dipengaruhi oleh persepsi guru sebesar 57% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Faktor yang mempengaruhi pengembangan kemampuan profesional guru tersebut dapat berasal dari lingkungan sekolah, sesama guru, kepala sekolah, siswa bahkan peraturan pemerintah yang lain. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan mengacu pada hasil temuan yang menyatakan bahwa persepsi guru akuntansi tentang program sertifikasi berpengaruh positif terhadap pengembangan kemampuan profesional guru akuntansi di SMA/ SMK Se-Kota Jombang adalah hendaknya semua guru tetap menjaga dan terus mengembangkan kemampuan profesionalnya guna terciptanya mutu pendidikan, misalnya dengan cara melakukan penyegaran keilmuan dengan mengikuti lokakarya, kursus, workshop dan seminar.

Prototype media pembelajaran berbantuan komputer materi himpunan untuk siswa kelas VII SMP / Ihsan Wahyudi

 

ABSTRAK Wahyudi, Ihsan. 2009. Prototype Media Pembelajaran Berbantuan Komputer Materi Himpunan untuk Siswa Kelas VII SMP. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Mimiep S Madja, M.Kom, (II) Dra. Susy Kuspambudi A, M.Kom. Kata kunci: Media pembelajaran, Komputer, Himpunan Dalam dunia pendidikan seperti matematika, media pembelajaran diperlukan untuk mendukung pembelajaran. Dalam hal ini komputer digunakan sebagai media untuk membelajarkan materi Himpunan. Media komputer dapat menyajikan teks, gambar, dan animasi yang bisa membantu siswa untuk memahami konsep himpunan. Media pembelajaran ini menyajikan materi Himpunan untuk kelas VII SMP berdasarkan kurikulum 2006 yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kompetensi Dasar yang disampaikan meliputi (1) Memahami pengertian dan notasi himpunan, serta penyajiannya, (2) Memahami konsep himpunan bagian, (3) Melakukan operasi irisan, gabungan, kurang (difference), dan komplemen pada himpunan, (4) Menggunakan konsep himpunan dalam pemecahan masalah. Media pembelajaran ini menggunakan desain frame by frame sehingga materi disajikan secara bertahap. Disamping itu, format penyajian konsepnya bersifat tutorial dan drill and practice. Media ini juga menampilkan visualisasi (gambar dan animasi) untuk menambah pemahaman konsep. Hal ini bertujuan agar siswa secara bertahap dapat mengembangkan kemampuan berfikirnya serta lebih memahami konsep. Dalam pembuatan media pembelajaran ini, digunakan software animasi yang berupa Macromedia Flash 8 Profesional. Berdasarkan hasil evaluasi dan analisa hasil media pembelajaran, diperoleh kesimpulan bahwa media pembelajaran berbantuan komputer ini disukai siswa karena memberikan tampilan yang menarik dan penyampaian materi yang mudah untuk dipahami. Selain itu, guru juga merasa bahwa pembelajaran dengan menggunakan media ini bisa meningkatkan motivasi belajar siswa bukan hanya pada materi himpunan tetapi untuk materi-materi lainnya.

Analisis kandungan albumin pada filtrat ikan gabus (Ophiocepalus striatus) dengan variasi kondisi ikan pre dan rigor mortis pada berbagai konsentrasi NaCl / Astuti

 

ABSTRAK Astuti, 2009. Analisis Kandungan Albumin pada Filtrat Ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) dengan Variasi Kondisi Ikan Pre dan Rigor Mortis pada Berbagai Konsentrasi NaCl. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Ir. Nugrahaningsih, M.P, (II): Dra. Sri Rahayu Lestari, M.Si Kata Kunci : Albumin, Ikan Gabus, Rigor Mortis, Konsentrasi NaCl Ikan Gabus merupakan salah satu jenis ikan air tawar, yang kaya akan albumin. Untuk mendapatkan albumin ikan gabus, secara sederhana dapat dilakukan proses pemanasan (pengukusan) sehingga diperoleh filtrat ikan gabus. Albumin yang terkandung dalam filtrat ikan gabus dimanfaatkan sebagai suplemen tambahan untuk pasien dengan indikasi hipoalbumin (Nefrotik sindrom), pasca operasi, pasien luka bakar, pasien Diabetes Melitus dengan gangren). Kandungan albumin filtrat ikan gabus dipengaruhi oleh faktor kondisi ikan dan ada atau tidak adanya pemakaian pelarut dalam proses pengolahan. Pemakaian NaCl dikondisikan agar terjadi perbedaan tekanan osmotik antara luar dan dalam jaringan otot ikan, sehingga albumin dapat terekstrak secara maksimal. Tujuan penelitian ini, yaitu (1) untuk mengetahui pengaruh perlakuan interaksi kondisi ikan dan konsentrasi NaCl terhadap kandungan albumin ikan gabus, (2) untuk mengetahui pengaruh kondisi ikan terhadap kandungan albumin ikan gabus, (3) untuk mengetahui pengaruh konsentrasi NaCl terhadap kandungan albumin ikan gabus. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas Negeri Malang (untuk preparasi sampel) dan Laboratorium Kimia Universitas Muhamadiyah Malang (untuk pemeriksaan kandungan albumin). Waktu penelitian dalam bulan Mei-Juni 2009. Jenis penelitian merupakan penelitian eksperimen faktorial, dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) . Faktor pertama, yaitu faktor kondisi ikan (pre dan saat rigor mortis) dan faktor kedua konsentrasi NaCl (0%, 0,1%, 0,3% dan 0,5%). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian ganda (Anava ganda), dan bila perlakuan berpengaruh dilanjutkan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan untuk perlakuan interaksi tidak berpengaruh terhadap kandungan albumin; sedangkan faktor kondisi ikan (pre dan rigor mortis) berpengaruh terhadap kandungan albumin ikan gabus pada taraf signifikasi 5%, demikian juga untuk konsentrasi NaCl memberikan pengaruh terhadap kandungan albumin. Pada uji BNT perlakuan kondisi ikan pre rigor mortis memberikan pengaruh lebih nyata dibandingkan perlakuan kondisi ikan rigor mortis terhadap kandungan albumin; demikian pula perlakuan konsentrasi NaCl 0,1%, 0,3% dan 0,5% memberikan pengaruh lebih nyata dibandingkan perlakuan konsentrasi NaCl 0%, tetapi tidak berbeda nyata antara ketiga perlakuan konsentrasi tersebut. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya, uji Natrium pada produk fitrat ikan gabus dengan berbagai konsentrasi NaCl serta uji Mikrobiologis pada berbagai suhu pemanasan dalam proses pengolahan ikan gabus.

Kajian tentang penyakit amoebiasis di kalangan masyarakat Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi / Sukma Devi Asrikawati

 

ABSTRAK Asrikawati, Sukma Devi. 2009. Kajian tentang Penyakit Amoebiasis di Kalangan Masyarakat Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Endang Suarsini, M.Ked, (2) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si Kata kunci: penyakit Amoebiasis, vektor penyakit, indeks lalat, fly grill Amoebiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Entamoeba histolytica. Salah satu sumber infeksi adalah kotoran penderita Amoebiasis. Vektor penyakit Amoebiasis adalah lalat, seperti Musca domestica. Lalat tersebut memiliki kecenderungan untuk hinggap di tempat-tempat kotor seperti tempat sampah, tinja,dan bangkai sekaligus juga hinggap pada makanan manusia. Usaha pencegahan penyakit Amoebiasis dapat dilakukan dengan memantau populasi vektornya yaitu melalui penghitungan indeks lalat di lingkungan dengan menggunakan metode fly grill. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui jumlah kasus penyakit Amoebiasis di kalangan masyarakat Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi, (2) mengetahui indeks lalat di lingkungan Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi, (3) mengetahui hubungan antara kasus penyakit Amoebiasis dengan indeks lalat di Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan teknik observasi, dan penghitungan jumlah lalat di lingkungan dilakukan dengan menggunakan metode fly grill. Objek penelitian ini adalah data penderita penyakit Amoebiasis yang tercatat di RSUD Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tahun 1999-2008 dan lalat di sekitar Kecamatan Genteng yang hinggap di fly grill. Penelitian ini dilakukan di RSUD Genteng dan di Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Waktu pengambilan data dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2009. Data kasus penyakit Amoebiasis dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan grafik perbandingan dan data jumlah lalat dianalisis dengan menggunakan rumus indeks lalat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kejadian kasus penyakit Amoebiasis tertinggi terjadi pada tahun 2002 yaitu mencapai 58 kasus. Sedangkan kejadian kasus penyakit Amoebiasis terendah terjadi pada tahun 2004 yaitu 15 kasus, (2) indeks lalat di lingkungan Kecamatan Genteng adalah 5 ekor lalat/fly grill/30 detik, (3) ada hubungan antara kasus penyakit Amoebiasis dengan indeks lalat, yaitu masih terdapatnya kasus penyakit Amoebiasis di Kecamatan Genteng ternyata diikuti dengan indeks lalat yang sedang.

Persepsi siswa tentang penggunaan media dan hubungannya dengan penguasaan materi tune up siswa kelas XII TMO 1 SMKN 6 Malang / Arief Triwidodo

 

ABSTRAK Triwidodo, Arief. 2009. Persepsi Siswa Tentang Penggunaan Media dan Hubungannya dengan Penguasaan Materi Tune Up Siswa Kelas XII TMO1 SMKN 6 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Mesin. Jurusan Teknik Mesin. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd, (2) Drs. H. Kusdi, S.T., M.T. Kata Kunci: Persepsi Siswa, Media Pembelajaran, Penguasaan Materi Sarana dan prasarana sebagai salah satu penunjang keberhasilan pendidikan, sering kali menjadi kendala dalam proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Misalkan saja pada pokok bahasan tune up motor bensin, pada materi ini dibutuhkan sebuah gambar sistematik (media pembelajaran) yang diharapkan siswa bisa mengetahui konsep atau cara melakukani tune up motor bensin, tetapi apakah semua siswa bisa menerima materi yang disampaikan oleh guru. Disinilah perlu kemampuan seorang guru dalam menggunakan media pembelajaran. Pemilihan media yang tepat dan penyampaian materi yang baik, akan menimbulkan persepsi siswa tentang penggunaan media dalam pembelajaran. Persepsi inilah yang nantinya akan menstimulus, menginformasi dan memediasi bentuk dan cara belajar siswa demi mencapai tujuan pendidikan (penguasaan materi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa tentang penggunaan media dan hubungannya dengan penguasaan materi tune up siswa kelas XII TMO 1 SMKN 6 Malang. Rancangan penelitian ini ialah kuantitatif, berusaha menguji hubungan antar variabel yang dihipotesiskan. Variabel terikat penelitian ini adalah persepsi siswa tentang penggunaan media dan penguasaan materi siswa sebagai variabel bebasnya. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII TMO 1 SMKN 6 Malang tahun ajaran 2009-2010. Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII TMO 1 SMKN 6 Malang. Pengumpulan data dengan cara observasi, kuisioner dan tes penguasaan materi, hasil penelitian ini dianalisis menggunakan perhitungan manual dan perhitungan dengan bantuan SPSS 16.0 For Windows, meliputi korelasi product moment dan diperkuat dengan regresi sederhana. Berdasarkan analisis data korelasi product moment menunjukan bahwa taraf signifikansi 0,000 yang menyertai t hitung sebesar 0,897 pada αsebesar 5 %, karena signifikansi yang menyertai t hitung lebih kecil dari 0,05 maka hipotesisnya diterima artinya persepsi siswa tentang penggunaan media dapat digunakan untuk memprediksi penguasan materi siswa. Sedangkan dari hasil analisis data regresi sederhana, diperoleh nilai signifikansi 0,000 yang menyertai thitung sebesar 8,122 pada α 5%. Karena signifikansi yang menyertainya lebih kecil dari 0,05 maka hipotesisnya diterima. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi pada persepsi siswa tentang penggunaan media akan menyebabkan perubahan pada penguasaan materi siswa dengan arah yang searah dan positif.

Problematika yang dihadapi mahasiswa PPKn dalam melaksanakan praktik pengalaman lapangan (PPL) di SMP Kota Malang semester genap tahun 2008/2009 / Inggit Trisnanegoro

 

ABSTRAK Negoro, InggitTrisna. 2009. Problematika Yang Dihadapi Mahasiswa PPKn Dalam Melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Di SMP Kota Malang Semester Genap Tahun 2008/2009. Skripsi, Jurusan PendidikanPancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H.Suparman A.W, S.H., M.Hum., (II) Dra Arbaiyah Prantiasih, M.Si. Kata kunci: problematika, mahasiswa jurusan PPKn, melaksanakan PPL Universitas Negeri Malang (UM) merupakan lembaga pendidikan yang bertugas mencetak mahasiswanya baik sebagai tenaga kependidikan yakni guru maupun tenaga non kependidikan agar profesional sesuai dengan bidang keahliannya. Dalam pelaksanaan studi, Universitas Negeri Malang (UM) tidak hanya menyelenggarakan pengajaran di kampus, namun mahasiswa juga diberi kesempatan untuk melaksanakan praktik yang salah satunya melalui PPL. Menurut Buku Pedoman Pendidikan UM Bab VI pasal 33 ayat 1 (2007:52) disebutkan bahwa “Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah mata kuliah yang mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam melaksanakan praktik kependidikan dan non kependidikan agar mahasiswa siap menjadi tenaga profesional dalam bidang keahliannya”. Seperti halnya mahasiswa dari jurusan lain, mahasiswa jurusan PPKn pun juga wajib menempuh PPL yakni PPL keguruan karena nantinya para lulusan dari jurusan tersebut akan diprioritaskan untuk menjadi tenaga-tenaga pendidik. Dalam pelaksanaannya para mahasiswa tersebut tentunya banyak mengalami problem dikarenakan mereka belum mengetahui kondisi lapangan tempatnya praktik. Tujuan penelitian ini adalah: 1)Untuk mendeskripsikan problematika yang dihadapi mahasiswa praktikan UM jurusan PPKn dalam menyusun perangkat pembelajaran meliputi:program tahunan, program semester, silabus, dan RPP pada pembelajaran PKn; 2)Untuk mendeskripsikan problematika yang dihadapi mahasiswa praktikan UM jurusan PPKn dalam melaksanakan praktik peer teaching pada PPL I kampus; 3)Untuk mendeskripsikan problematika yang dihadapi mahasiswa praktikan UM jurusan PPKn dalam melaksanakan praktik real teaching pada PPL II di sekolah; 4)Untuk mendeskripsikan problematika yang dihadapi mahasiswa praktikan UM jurusan PPKn dalam hubungannya dengan pihak sekolah tempatnya praktik; 5)Untuk mendeskripsikan problematika yang dihadapi mahasiswa praktikan UM jurusan PPKn dalam hubungannya dengan guru pamong; 6)Untuk mendeskripsikan problematika yang dihadapi mahasiswa praktikan UM jurusan PPKn dalam hubungannya dengan sesama praktikan lainnya; 7)Untuk mendeskripsikan problematika yang dihadapi mahasiswa UM jurusan PPKn dalam hubungannya dengan dosen pembimbing; 8)Untuk mendeskripsikan problematika yang dihadapi mahasiswa praktikan UM jurusan PPKn dalam menyusun studi kasus. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif survai. Sampel penelitian sebesar 30 sampel yang diambil dengan teknik purposive random sampling. Untuk mengumpulkan data digunakan metode angket sebagai metode utama, metode wawancara sebagai metode penyerta. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan mencari persentase dari hasil jawaban angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 56,67% mahasiswa yang melaksanakan praktik mengajar bidang studi PKn masih mengalami kesulitan dalam menyusun program tahunan (prota); 53,33% mahasiswa yang melaksanakan praktik mengajar bidang studi PKn masih mengalami kesulitan dalam menyusun program semester; 53,33% mahasiswa yang melaksanakan praktik mengajar bidang studi PKn masih mengalami kesulitan dalam menyusun RPP, sedangkan 63,33% mahasiswa yang melaksanakan praktik mengajar bidang studi PKn sudah tidak mengalami kesulitan lagi dalam menyusun silabus. Selain itu dalam pelaksanaan peer teaching 53,33% mahasiswa masih mengalami kesulitan. Dalam pelaksanaan praktik real teaching 66,67% mahasiswa yang melaksanakan praktik mengajar bidang studi PKn belum dapat mengelola kelas dengan baik. Terkait hubungannya dengan pihak sekolah: sebanyak 83,33% mahasiswa selalu mendapat kemudahan ijin dari koordinator PPL sekolah bila akan meninggalkan sekolah; 83,33% mahasiswa yang melaksanakan praktik mengajar bidang studi PKn disiplin dalam melaksanakan tugas piket; 70% mahasiswa yang melaksanakan praktik mengajar bidang studi PKn selalu datang tepat waktu ke sekolah; dan 86,67% mahasiswa yang melaksanakan praktik mengajar bidang studi PKn mampu bersosialisasi dengan baik di sekolah. Terkait hubungannya dengan guru pamong:100% mahasiswa yang melaksanakan praktik mengajar bidang studi PKn menyatakan bahwa guru pamong telah membimbing dengan baik selama PPL di sekolah dan memberikan kemudahan ijin saat praktikan akan meninggalkan sekolah. Terkait hubungannya dengan sesama praktikan:66,67% mahasiswa yang melaksanakan praktik mengajar bidang studi PKn tidak pernah berkonflik dengan sesama teman praktikan. Terkait hubungannya dengan dosen pembimbing:40% mahasiswa jurusan PPKn menyatakan kuantitas kunjungan dosen pembimbing ke sekolah sebanyak 4 kali. Sedangkan dalam menyusun tugas studi kasus 80% mahasiswa yang melaksanakan praktik mengajar bidang studi PKn tidak mengalami kesulitan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar para mahasiswa jurusan PPKn lebih meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya dalam menyusun perangkat pembelajaran (prota,promes,silabus,dan RPP) agar keprofesionalannya sebagai seorang tenaga pendidik dapat menjadi lebih baik. Kemampuan lain yang perlu ditingkatkan adalah terkait pengelolaan kelas dan juga sikap tegas sebagai seorang guru. Untuk jurusan PPKn disarankan agar lebih meningkatkan kualitas pembelajaran pada PPL I kampus agar penyajian dan pengadaan materi yang akan menjadi bekal para mahasiswa dalam melaksanakan PPL dapat secara mendalam dipahami sehingga mahasiswa tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan pengetahuan yang didapatnya di kampus saat melaksanakan PPL di sekolah. Selain itu bagi jurusan PPKn hal ini dapat dijadikan wacana untuk lebih memperhatikan kinerja dan meningkatkan lagi kualitas profesionalitas mahasiswanya sebagai calon tenaga pendidik agar dapat semakin baik lagi.

Pengaruh beasiswa terhadap motivasi dan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Dhola Rosa Indrianti

 

ABSTRAK Indrianti, Dhola Rosa. 2009. Pengaruh Beasiswa terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Puji Handayati, S.E, M.M, Ak. (II) Makaryanawati, S.E, M.Si, Ak. Kata Kunci : beasiswa, motivasi, prestasi belajar Biaya untuk menempuh kuliah di perguruan tinggi sangat mahal. Tantangan mahalnya biaya pendidikan menyebabkan pendidikan tersebut tidak bisa merata bagi seluruh rakyat. Untuk mengatasi permasalahan mahalnya biaya pendidikan dilakukan melalui program beasiswa. Tujuan pemberian beasiswa menurut pedoman umum pemberian beasiswa Universitas Negeri Malang tahun 2006 adalah (1) meningkatkan pemerataan dan kesempatan belajar bagi mahasiswa yang mengalami kesulitas ekonomi, (2) mendorong dan mempertahankan semangat belajar para mahasiswa agar mereka dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu, dan (3) mendorong meningkatkan prestasi akademik sehingga memacu kualitas pendidikan. Untuk penelitian ini peneliti mencoba mengungkapkan pengaruh pemberian beasiswa terhadap motivasi dan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Penelitian ini memiliki tujuan untuk: (1) mengetahui apakah ada pengaruh pemberian beasiswa terhadap motivasi belajar mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang; (2) mengetahui apakah ada pengaruh antara Motivasi Belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang; (3) mengetahui apakah ada pengaruh tidak langsung pemberian beasiswa terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang penerima beasiswa tahun 2007 yaitu sebanyak 298 orang mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik proporsional random sampling. Sedangkan besarnya jumlah sampel yang ditentukan berdasarkan rumus pengambilan sampel dari Taro dan Yamanne didapatkan jumlah sampel sebanyak 76 orang mahasiswa. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Terdapat pengaruh pemberian beasiswa terhadap motivasi belajar mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (2) Terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (3) Terdapat pengaruh secara tidak langsung pemberian beasiswa terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang.

Profil wasit bola voli nasional alumni Universitas Negeri Malang ditinjau dari sikap kepemimpinan / Rangga Ardia Putra

 

ABSTRAK Putra, Rangga Ardia. 2008. Profil Wasit Bolavoli Nasional Alumni Universitas Negeri Malang Ditinjau Dari Sikap Kepemimpinan. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M.Kes, Pembimbing (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes. Kata kunci : Wasit bolavoli Nasional, Alumni Universitas Negeri Malang, Sikap kepemimpinan Permainan bolavoli saat ini sudah menjadi cabang olahraga rakyat, dari kota besar sampai ke pelosok desa, pria maupun wanita, tua-muda, setiap hari main bolavoli. Tetapi sekarang bolavoli tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas teknik permainan suatu tim bolavoli, tetapi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kualitas wasit Penelitian ini mendiskripsikan profil Agus Setiyono dan sikap kepemimpinannya dalam memimpin pertandingan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subyek salah seorang wasit nasional yaitu Agus Setiyono. Pengumpulan data dilakukan dengan membuat angket dan melakukan wawancara dengan subyek. Untuk memperoleh keabsahan data peneliti juga mewawancarai orang terdekat subyek. Setelah diperoleh hasil wawancara, peneliti melakukan analisa data dengan mengelompokkan data tentang Agus Setiyono dan melakukan wawancara dengan orang terdekat Agus Setiyono yang hasilnya bahwa semua keterangan yang disampaikan oleh Agus Setiyono benar sesuai dengan kenyataan. Untuk menjadi seorang wasit diperlukan usaha dan kerja keras serta disiplin selain itu diperlukan pengetahuan tentang perwasitan. Agus Setiyono memiliki sikap kepemimpinan yang adil, tegas, dan kharismatik. Selain itu Agus Setiyono merupakan wasit bolavoli yang netral. Disarankan kepada para wasit daerah kota Malang serta mahasiswa Universitas Negeri Malang agar mencontoh profil dan sikap kepemimpinan yang dimiliki oleh Agus Setiyono.

Implementasi model pembelajaran mind map untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI penjualan pada mata diklat penjualan retail (eceran) di SMK Islam Batu / Budi Norma Setiawan

 

ABSTRAK Setiawan, Budi Norma. 2009. Implementasi Model Pembelajaran Mind Map untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Penjualan pada Mata Diklat Penjualan Retail (Eceran) di SMK Islam Batu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Niaga, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Supriyanto, M.M. (II) Imam Bukhori, S.Pd., M.M. Kata kunci: model pembelajaran Mind Map, prestasi belajar Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru untuk bisa membuat siswa memahami materi yang diberikan, serta prestasi yang didapatkan siswa baik, tidak terlepas dari bagaimana cara guru mengajar, serta model pembelajaran apa yang tepat digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi agar bisa dimengerti dan diingat oleh siswa. Selama ini berdasarkan hasil pengamatan siswa di SMK Islam Batu mencatat materi pelajaran dengan cara tradisional (konvensional), cara tradisional di sini maksudnya siswa mencatat seluruh isi materi pelajaran, sehingga membuat catatan yang dibuat terlihat monoton dan membosankan. Selain itu pembelajaran yang dilakukan masih mengacu pada tehnik tradisional dan lebih condong pada pandangan pembelajaran behavioristik, padahal pandangan pembelajaran yang lebih baik dan sesuai dalam pembelajaran adalah pandangan konstuktivistik. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran mind map pada kelas XI Penjualan di SMK Islam Batu, karena mind map lebih merangsang secara visual dari pada metode pencatatan tradisional, yang cenderung linear dan satu warna. Ini akan sangat memudahkan mengingat informasi mind map. Mind Map juga memberikan kebebasan pada siswa untuk mengembangkan materi yang dipelajari sesuai dengan daya pikir, logika, ide, dan imajinasi siswa tentang materi yang dipelajari Maka peneliti bermaksud melakukan penelitian mengenai masalah pembelajaran tersebut dalam penelitian kualitatif yaitu penelitian tindakan kelas di SMK Islam Batu. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan tatap muka. Data yang diteliti dalam penelitian ini yaitu mengenai nilai siswa sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran mind map. Berdasarkan hasil penelitian di SMK Islam Batu diketahui bahwa penerapan model pembelajaran mind map dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Peningkatan prestasi belajar dapat diketahui dari nilai rata-rata Post test siswa pada siklus I sebesar 73,12 menjadi 80,40 pada siklus II. Jika nilai post test dibandingkan dengan nilai rata - rata ulangan harian pada pokok bahasan yang di ajarkan dengan model pembelajaran tradisional dapat diketahui bahwa penerapan model pembelajaran mind map dapat meningkatkan prestasi belajar, hal ini dapat dilihat dari nilai rata - rata post test siklus I sebesar 73,12 dan nilai rata - rata post test siklus II sebesar 80,40 sedangkan nilai rata - rata ulangan harian yang materinya diajarkan dengan model pembelajaran tradisional masih berada dibawah nilai post test penelitian ini yaitu sebesar 64,68. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Mind Map dengan memasukkan unsur pembelajaran kooperatif yang terletak pada sistem pembentukan kelompok yang heterogen pada mata diklat Penjualan Retail (Eceran) kelas XI Penjualan di SMK Islam Batu dapat menjadikan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa, karena siswa di beri kebebasan untuk berpendapat, berfikir, mengemukakan gagasan, dan mengembangkan materi yang dipelajari.

Pengembangan e-book untuk pembelajaran qira'ah muwassa'ah II di Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang / Ahmad Nur Khoir

 

ABSTRAK Khoir, Ahmad Nur. 2009. Pengembangan E-Book untuk Pembelajaran Qira’ah Muwassa’ah II di Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Nurul Murtadho, M. Pd. Kata kunci: pengembangan e-book, matakuliah Qiro’ah Muwassa’ah II. E-book merupakan sumber belajar yang murah dan efektif. Dengan membuat e-book mengenai mata kuliah yang diajarkan dosen maka sudah terciptalah salah satu sumber belajar dan akan terus menambah koleksi sumber belajar yang ada. E-book diharapkan dapat dijadikan alternatif bagi pengembangan sistem pendidikan yang lebih efektif dan efisien. Pengembangan e-book di Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang dalam matakuliah Qira’ah Muwassa’ah II (Membaca Ekstensif II) adalah upaya perwujudan kebermaknaan dalam pembelajaran sekaligus pengembangan pengetahuan mahasiswa terhadap teknologi informasi. Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (JSA FS UM) pada matakuliah Qiro’ah Muwassa’ah II. Pemilihan JSA FS UM didasarkan atas dua pertimbangan (1) Universitas Negeri Malang sedang berupaya menuju kampus digital, dan (2) selama ini di JSA FS UM belum pernah dilakukan penelitian tentang penggunaan internet dalam peningkatan kemahiran membaca mahasiswa. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengembangkan (1) ebook dalam pembelajaran matakuliah Qira’ah Muwassa’ah II di Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang dan (2) manual penggunaan ebook. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian pengembangan. Lokasi penelitian adalah JSA FS UM dengan mahasiswa yang menempuh matakuliah Qira’ah Muwassa’ah II pada tahun 2007/2008 sebagai subjek penelitian. Tahap-tahap penelitian meliputi, (1) pengumpulan data, (2) mendesain dan membuat produk, (2) mengujicobakan produk, (5) menvalidasi produk, (6) merevisi produk. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah e-book yang berisi kumpulan materi Qira’ah Muwassa’ah II. Data dalam penelitian ini adalah (1) rencana perkuliahan semester (RPS), (2) materi e-book, dan (3) tanggapan dosen dan nahasiswa tentang hasil produk. Dalam penelitian ini selain peneliti bertindak sebagai instrumen utama, instrumen yang digunakan adalah (1) wawancara dan (2) angket. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data, yaitu (1) wawancara dan (2) penyebaran angket (kuesioner). Keabsahan data dalam penelitian ini diperiksa melalui trianggulasi, yaitu membandingkan tanggapan dosen dan mahasiswa melalui wawancara dan angket (kuesioner) dengan hasil produk. Hasil penelitian ini adalah (1) pengembangan e-book untuk pembelajaran Qira’ah Muwassa’ah II di JSA FS UM yang meliputi: (a) perencanaan (desain) dan pembuatan e-book, (b) uji coba e-book, (c) validasi e-book, dan (d) revisi eii book; (2) pengembangan manual penggunaan e-book. E-book adalah kumpulan dari materi Qira’ah Muwassa’ah II yang digunakan dalam pembelajaran Qira’ah Muwassa’ah II. Ada tiga program yang digunakan dalam pembuatan e-book yaitu (a) Adobe Photoshop sebagai program aplikasi pengolah gambar dan foto, (b) Microsoft Frontpage sebagai program aplikasi untuk membuat file html (website), dan (c) E-Book Pack Express 1.75 sebagai program aplikasi untuk mengubah file html menjadi e-book. Kemudahan e-book adalah tersedianya seluruh materi dan juga dapat mempermudah pengerjaan tugas Qira’ah Muwass’ah II sedangkan kesulitan dalam memanfaatkan e-book adalah dibutuhkan hardware pendukung ebook yang tidak dimiliki oleh semua mahasiswa sehingga e-book berbeda dengan buku cetak yang bisa dibaca kapanpun dan di manapun. Disarankan kepada JSA FS UM menyediakan komputer dengan fasilitas perangkat pendukung pembelajaran Qira’ah Muwass’ah II yang memadai. Dosen pengajar disarankan untuk dapat memanfaatkan e-book sebagai sumber belajar dalam pembelajaran Qira’ah Muwass’ah II. Mahasiswa disarankan dapat memaksimalkan penggunaan e-book untuk meningkatkan kemahiran membaca. Untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti tentang keefektifitasan pemanfaatan e-book dalam pembelajaran Qira’ah Muwassa’ah II di Jurusan Sastra Arab FS UM.

Penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan ketuntasan hasil belajar siswa kelas VII-H SMPN 1 Singosari / Yulia Eka Fitriyanti

 

ABSTRAK Fitriyanti, Yulia Eka. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas VII-H SMPN 1 Singosari. Skripsi, Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd. (II) Dra. Murni Saptasari, M.Si. Kata kunci: Problem Based Learning, kemampuan berpikir kritis, ketuntasan hasil belajar SMP Negeri I Singosari telah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pen- didikan (KTSP) sejak tahun 2006. Berdasarkan hasil observasi peneliti selama melakukan PPL di SMP Negeri 1 Singosari penerapan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik KTSP belum terlaksana secara maksimal. Model pembelajar- an yang biasa diterapkan di SMP Negeri I Singosari masih bersifat teacher cen- tered sehingga siswa tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan penge- tahuan dan kemampuan berpikir kritisnya. Hal ini dibuktikan dengan jawaban ulangan harian siswa yang sering muncul hanya bersifat transfer pengetahuan saja dan belum mampu menuntun siswa ke arah berpikir kritis. Untuk memperbaiki kondisi tersebut maka disusun suatu pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Sa- lah satu model pembelajaran yang dapat dipergunakan adalah model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning). Problem Based Learning/PBL me- rupakan suatu model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata seba- gai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan kete- rampilan pemecahan masalah serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang penting dari materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan ketuntasan hasil belajar siswa kelas VII-H SMPN I Singosari melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-H SMP Negeri I Singosari yang berjum- lah 36 siswa yang terdiri dari 20 siswa putri dan 16 siswa putra. Data dalam pene- litian ini berupa kemampuan berpikir kritis dan ketuntasan hasil belajar siswa yang diperoleh dari pengambilan data berupa hasil tes tulis akhir siklus terhadap siswa pada siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL pada mata pelajaran Biologi khususnya materi pencemaran lingkungan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII-H SMPN 1 Singosari dengan tingkat kenaikan 15,8 atau sebesar 69% yang diikuti dengan kenaikan ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 6,74%. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disarankan bagi peneliti untuk meningkatkan keterampilan dalam memotivasi siswa agar lebih aktif untuk bertanya, menjawab dan berpendapat serta meningkatkan keterampilan dalam memberikan pertanyaan yang tidak menimbulkan jawaban serentak. Bagi guru yang kemampuan berpikir kritis siswanya masih kurang supaya menerapkan model pembelajaran PBL untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Pengaruh perasan rimpang temu giring terhadap mortalitas cacing hati (Fasciola gigantica L.) secara in vitro / Yulia Eka Fitriyanti

 

Di Indonesia, fascioliasis sering disebabkan oleh species Fasciola gigantica. Menurut data tahun 2006 yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan Gadang Malang, hampir setiap hari ditemukan kasus fascioliasis pada hewan ternak sebesar 7%-8%. Salah satu tumbuhan yang berkhasiat sebagai anthelmintik adalah temu giring. Kandungan minyak atsiri, tannin, saponin, flavonoid, dammar dari rimpang temu giring diduga berguna sebagai anthelmintik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perasan rimpang temu giring dengan konsentrasi 0%, 0,5%, 1%, 1,5% dan 2% terhadap mortalitas cacing hati (Fasciola gigantica L.) secara in vitro. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 ulangan dan 5 taraf perlakuan. Variabel bebas pada penelitian ini adalah perasan rimpang temu giring dengan konsentrasi 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; 2% sedangkan variabel terikatnya adalah mortalitas cacing hati (Fasciola gigantica L.). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penelitian Jurusan Biologi, Gedung O5 FMIPA Universitas Negeri Malang pada bulan April - September 2008. Mortalitas cacing hati (Fasciola gigantica L.) diindikasikan dengan tidak adanya gerakan cacing hati setelah disentuh dengan pinset. Analisis data dilakukan terhadap data persentase mortalitas cacing yang telah mencapai minimal 50% kematian untuk konsentrasi 0,5%, 1%, 1,5% dan 2%. Data persentase mortalitas dianalisis dengan analisis varian tunggal dan jika signifikan dilanjutkan dengan uji BNT 1% untuk mengetahui perbedaan rerata antar taraf konsentrasi terhadap mortalitas cacing Fasciola gigantica L. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel 1% sebesar 13,53 > 4,22. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada pengaruh perasan rimpang temu giring terhadap mortalitas cacing hati (Fasciola gigantica L.) secara in vitro. Konsentrasi yang menyebabkan kematian cacing tertinggi adalah konsentrasi 2%.

Pengaruh perubahan arus kas terhadap tingkat likuiditas dan rentabilitas perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia / Sisca Wulandari

 

Laporan keuangan perusahaan yang dilengkapi dengan rasio-rasio keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang sangat penting bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan. Salah satu komponen laporan keuangan adalah laporan arus kas, yang mendapat perhatian dari para investor karena merupakan sumber informasi tentang sumber dan penggunaan kas suatu perusahaan. Efektif tidaknya pengelolaan terhadap arus kas sangat berpengaruh terhadap tingkat likuiditas dan rentabilitas perusahaan. Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana pengaruh perubahan arus kas terhadap tingkat likuiditas dan rentabilitas khususnya bagi perusahaan perbankan, maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh secara langsung yang signifikan antara perubahan arus kas terhadap tingkat likuiditas pada perusahaan perbankan yang listing di BEI; (2) Pengaruh secara langsung yang signifikan antara perubahan arus kas terhadap tingkat rentabilitas pada perusahaan perbankan yang listing di BEI; (3) Pengaruh secara langsung yang signifikan antara tingkat likuiditas terhadap tingkat rentabilitas perusahaan perbankan yang listing di BEI; (4) Pengaruh secara tidak langsung yang signifikan antara perubahan arus kas terhadap tingkat rentabilitas melalui tingkat likuiditas perusahaan perbankan yang listing di BEI. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang go public dan terdaftar di BEI selama periode tahun 2005 hingga 2008, yaitu sebanyak 31 perusahaan yang sekaligus merupakan sampel. Analisis data dilakukan melalui analisis jalur (path analysis), sedangkan uji signifikansinya dilakukan dengan uji F dan uji t. Hasil penelitian adalah: (1) Perubahan arus kas berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap tingkat likuiditas pada perusahaan perbankan yang listing di BEI; (2) Perubahan arus kas berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap tingkat rentabilitas pada perusahaan perbankan yang listing di BEI; (3) Tingkat likuiditas berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap tingkat rentabilitas pada perusahaan perbankan yang listing di BEI; (4) Perubahan arus kas berpengaruh secara tidak langsung dan signifikan terhadap tingkat rentabilitas melalui tingkat likuiditas pada perusahaan perbankan yang listing di BEI. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan: (1) Perusahaan harus senantiasa memperhatikan aliran kas dan melakukan manajemen kas secara efektif karena arus kas berpengaruh penting dalam menjaga tingkat likuiditas dan rentabilitas perusahaan, serta sebagai acuan bagi pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan investasi maupun kebijakan bagi perusahaan, dan (2) U tuuk penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan populasi atau sampel jenis perusahaan jasa atau perusahaan lain yang belum diteliti dengan periode penelitian lebih panjang sehingga hasilnya lebih dapat digeneralisasi.

Pengaruh kompensasi finansial dan kompensasi non finansial terhadap kinerja karyawan (studi pada karyawan golongan I dan II Pabrik Gula Tjoekir Jombang) / Irwan Mashuda

 

ABSTRAK Mashuda, Irwan. 2009.Pengaruh Kompensasi Finansial dan Kompensasi Non Finansial terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Golongan I Dan II Pabrik Gula Tjoekir). Skripsi, jurusan Manajemen Konsentrasi MSDM Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sutrisno, M.M, (II) Elfia Nora S.E, M.Si. Kata Kunci: Kompensasi Finansial, Non Finansial, Kinerja Karyawan Keberhasilan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh sumber daya manusia yang dimilikinya. Sumber daya manusia merupakan aset yang paling vital dalam perusahaan. Banyak sekali cara untuk mendapatkan sumber daya manusia yang qualified, diantaranya dengan memberikan kompensasi yang adil kepada karyawan. Dengan memberikan kompensasi finansial dan kompensasi non finansial yang adil diharapkan para karyawan akan meningkatkan kinerjanya sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi kompensasi finansial dan non finansial serta kondisi kinerja karyawan di P.G. Tjoekir, mengetahui pengaruh variabel kompensasi finansial dan non finansial secara parsial terhadap kinerja karyawan, megetahui pengaruh kompensasi finansial dan non finansial secara simultan terhadap kinerja karyawan serta mengetahui antara variabel kompensasi finansial dan non finansial yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja karyawan tetap P.G. Tjoekir. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi variabel bebas yakni kompensasi finansial (X1) dan kompensasi non finansial (X2), sedangkan variabel terikatnya adalah kinerja karyawan (Y). Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian deskriptif korelasi dengan populasi 271 karyawan golongan I dan II P.G. Tjoekir dan sampel 71 karyawan yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Dengan menggunakan instrumen berupa angket atau kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (a) mayoritas karyawan menyatakan puas terhadap kompensasi finansial dan kompensasi non finansial di Pabrik Gula Tjoekir. Kompensasi finansial yang diterima oleh karyawan golongan I dan II Pabrik Gula Tjoekir adalah gaji, bayaran insentif, program proteksi dan bayaran diluar jam kerja. Sedangkan kompensasi non finansialnya adalah pekerjaan dan lingkungan pekerjaan. (b) diketahui bahwa mayoritas karyawan menyatakan berada pada kinerja yang tinggi. (c) secara parsial variabel kompensasi finansial dan kompensasi non finansial berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan P.G. Tjoekir. Hal ini dapat dilihat dari nilai thitung sebesar 5,318 dan signifikansi t sebesar 0,000. Karena thitung lebih besar ttabel (5,318>1,995) atau signifikansi t lebih kecil atau sama dengan dari 5 % (0,000<0,05), maka secara parsial variabel kompensasi finansial berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan tetap di Pabrik Gula Tjoekir dan nilai thitung sebesar 6,639 dan Sig t sebesar 0,000. Karena thitung lebih besar ttabel (6,639>1,995) atau signifikansi t lebih kecil dari 5 % (0,000<0,05) maka secara parsial variabel kompensasi non finansial berpengaruh signifikan terhadap i variabel kinerja karyawan tetap di Pabrik Gula Tjoekir (d) secara simultan variabel kompensasi finansial dan kompensasi non finansial berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan P.G. Tjoekir. Hal iini dapat di lihat dari nilai Fhitung sebesar 54,512 dengan signifikansi F sebesar 0,000. Jadi Fhitung>Ftabel (54,512>3,131) atau signifikansi F<5% (0,000<0,05). Artinya bahwa secara bersama-sama variabel bebas yang terdiri dari kompensasi finansial (X1) dan kompensasi non finansial berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y) di Pabrik Gula Tjoekir. (e) diketahui bahwa kompensasi non finansial memiliki sumbangan efektif yang lebih besar dari kompensasi finansial. Hal ini dapat di lihat dari sumbangan efektif kompensasi non finansial sebesar 39,3% lebih besar dari kompensasi finansial sebesar 29,4%. Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian yang didapatkan adalah: (1) Kompensasi finansial dan non finansial yang sudah diterapkan Pabrik Gula Tjoekir sudah dapat memuaskan dan meningkatkan kinerja karyawan, sebaiknya tetap dipertahankan atau lebih ditingkatkan. (2) Khusus pada aspek kompensasi non finansial yang memiliki peran dan pengaruh dominan terhadap kinerja karyawan Pabrik Gula Tjoekir, sebisa mungkin perusahaan dapat mencarikan desain lebih baik, baik dalam penempatan kerja, jabatan yang benar-benar disesuaikan serta lingkungan kerja yang benar-benar nyaman bagi karyawan. (3) Untuk peneliti selanjutnya, Hendaknya melakukan pemfokusan penelitian pada dimensi lain, karena masih terdapat kinerja karyawan yang dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel kompensasi finansial dan non finansial. ii

Pengaruh pola asuh dan kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap keaktifan belajar siswa SMA Negeri 1 Sumenep / Ratih Wulan Sari

 

ABSTRAK 2 Sari, Wulan Ratih. 2009. Pengaruh Pola Asuh dan Kondisi Sosial ekonomi Orang Tua Terhadap Keaktifan Belajar Siswa di SMA Negeri 1 Sumenep. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mardono, M,Si. (2) Dra. H. Lisa Rokhmani, M,Si. Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua, Keaktifan Belajar Siswa. Orang tua adalah orang dewasa yang telah mampu dan bersedia menerima tanggung jawab mendidik keluarga, juga orang yang paling dekat dan dijadikan sandaran bagi anak. Pola asuh yang diberikan orang tua akan selalu membekas dan membawa dampak pada tingkah laku anak. Pola asuh orang tua yang tepat akan menjadikan anak sebagai sosok yang berdisiplin tinggi, rajin, dan berkepribadian baik. Sifat disiplin dan rajin pada diri anak inilah yang nantinya akan membawa anak pada kebiasaan belajar yang aktif. Keadaan sosial ekonomi orang tua mempunyai peranan terhadap perkembangan anak-anaknya., apabila perekonomian orang tua cukup maka lingkungan material yang dihadapi anak dalam keluarga itu lebih luas, sehingga anak dapat lebih leluasa mengembangkan bermacam-macam kecakapan yang tidak mungkin dikembangkan tanpa adanya alat tersebut. Oleh karena itu, tugas orang tua adalah menyediakan sarana dan prasarana belajar anak agar anak tidak mendapat kesulitan di dalam menelaah bahan pelajaran yang pada akhirnya hal ini akan memicu keaktifan belajar anak. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui pola asuh orang tua siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sumenep tahun ajaran 2008-2009. (2) Untuk mengetahui keadaan sosial ekonomi orang tua siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sumenep tahun ajaran 2008-2009. (3) Untuk mengetahui keaktifan belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sumenep tahun ajaran 2008-2009. (4) Untuk mengetahui yang lebih dominan berpengaruh terhadap keaktifan belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sumenep tahun ajaran 2008-2009. (5) Untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang dan kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap keaktifan belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sumenep tahun ajaran 2008-2009. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Deskriptif. Analisis Deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan pola asuh orang tua sebagai variabel X1, kondisi sosial ekonomi orang tua X2 dan keaktifan belajar siswa sebagai variabel Y dalam bentuk perhitungan prosentase. Metode Regresi Linier Berganda digunakann untuk menentukan besarnya pengaruh pola asuh orang tua(X1), kondisi sosial ekonomi orang tua (X2) 3 terhadap keaktifan balajar siswa (Y) di SMA Negeri 1 Sumenep. Model Regresi linier yang digunakan adalah Y = a + b1X1 + b1X2 + e. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Sumenep tahun pelajaran 2008-2009 kelas XI yang berjumlah 325 siswa. Penentuan sampel dalam penelitian ini adalah secara proporsional random sampling dengan hasil penjumlahan 25% dari populasi yang ada pada tiap kelas. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam yaitu angket dan dokumentasi. Data angket diperoleh dari lembar koesioner yang diisi oleh siswa sedangkan dokumentasi data diperoleh dari arsip di ruang Tata Usaha SMA Negeri 1 Sumenep. Pola asuh orang tua siswa SMA Negeri 1 Sumenep berdasarkan pada penilaian siswa secara umum (83%) menunjukkan pola asuh otoriter. Keadaan sosial ekonomi orang tua siswa SMA Negeri 1 Sumenep berdasarkan pada penilaian secara umum (41,25) menunjukkan keadaan sosial ekonomi yang baik. Keaktifan belajar siswa SMA Negeri 1 Sumenep secara umum (51,25%) menunjukkan keadaan yang cukup baik. Berdasarkan pada hasil data yang telah diolah dapat diketahui signifikansi regresi linier berganda adalah 0,002 yang mana nilai signifikandibawah 0,05. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pola asuh orang tua (X1) dan kondisi sosial ekonomi orang tua (X2) memiliki pengaruh secara simultan terhadap keaktifan belajar siswa (Y). Besar R square adalah 0,153, hal ini berarti 15,3% perubahan variabel y disebabkan oleh perubahan x1, x2. Model regresi linier yang digunakan adalah Y = 5,804 + 0,390X1 + 0,319X2. Dari hasil penelitian ini penulis mengharapkan kepada Kepala Sekolah agar beliau berkenan membuat kebijaksanaan untuk selalu menjaga hubungan komunikasi yang baikl dengan orang tua siswa, karena antara pihak sekolah dan orang tua memiliki keterkaitan yang erat dengan keberhasilan belajar siswa. Kepala sekolah hendaknya juga lebih memperhatikan keadaan ekonomi bagi siswa yang tidak mampu, hendaknya dapat dibantu dengan pemberian beasiswa bagai siswa tersebut. Orang tua siswa diharapkan untuk lebih memperhatikan perkembngan belajar anak dan juga kebutuhan belajar anak- anaknya. Orang tua selain itu juga harus memberikan dorongan spiritual sebagai motivasi yang kuat, memberikan informasi, bimbingan, arahan dan kesempatan agar anaknya dapat berprestasi seoptimal mungkin.

Survei tentang tingkat kapasitas erobik maksimal (VO2maks) pada tim bolabasket putra porprov Kota Malang tahun 2009 / Figus Rojul Arif

 

SURVEI TENTANG TINGKAT KAPASITAS EROBIK MAKSIMAL (VO2MAKS) PADA TIM BOLABASKET PUTRA PORPROV KOTA MALANG TAHUN 2009 Figur Rojul Arif Abstrak: Faktor fisik dalam permainan bolabasket dianggap sebagai salah satu hal yang sangat penting dalam pencapaian prestasi. Kondisi fisik yang dimaksudkan tersebut adalah tingkat kesegaran jasmani. Salah satu cara untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani seseorang dapat dilakukan dengan cara mengukur ambilan oksigen maksimal (VO2 maks). Karena begitu pentingnya faktor fisik, maka peneliti ingin mengukur tingkat kapasitas erobik maksimal (VO2 maks) tim bolabasket putra PORPROV Kota Malang agar berprestasi secara maksimal. Penelitian ini berjenis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rata-rata hitung dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata prediksi (VO2 maks) tim bolabasket putra PORPROV Kota Malang tahun 2009 sebesar 45,6 ml/kg bb/menit. Kata kunci: Bolabasket, kesegaran jasmani, tingkat kapasitas erobik maksimal (VO2 maks).

Pengaruh tingkat perputaran piutang usaha dan persediaan terhadap profitabilitas (studi pada CV. Ciptatama tahun 2005-2007) / Pramesti Trianggani

 

ABSTRAK Trianggani, Pramesti. 2009. Pengaruh Tingkat Perputaran Piutang Usaha dan Persediaan terhadap Profitabilitas ( studi pada CV. Ciptatama tahun 2005 – 2007 ). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Cipto Wardoyo ,SE., M.Pd., M.Si, Ak., (2) Helianti Utami, SE., M.Si, Ak. Kata kunci : Tingkat Perputaran Piutang Usaha, Persediaan, Profitabilitas. Piutang dan persediaan merupakan unsure aktiva lancer yang secara kontinyu mengalami perputaran. Perputaran piutang usaha dan persediaan mempunyai peranan yang penting bagi perusahaan melalui pengelolaan piutang usaha dan persediaan secara efektif dan efisien sehingga modal yang dibutuhkan semakin kecil dan dapat diperoleh tingkat profitabilitas yang tinggi. Profitabilitas yang tinggi lebih penting dari pada keuntungan yang besar, karena profitabilitas merupakan salah satu ukuran bahwa perusahaan bekerja secara efisien. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh tingkat perputaran piutang usaha dan persediaan terhadap profitabilitas pada CV. Ciptatama tahun 2005 – 2007. tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya tingkat perputaran piutang usaha, persediaan dan profitabilitas CV. Ciptatama tahun 2005 – 2007, serta untuk mengetahui pengaruh tingkat perputaran piutang usaha dan persediaan terhadap profitabilitas secara parsial maupun simultan pada CV. Ciptatama tahun 2005 – 2007. Penelitian yang dilakukan ini ditekankan pada analisis terhadap laporan keuangan perusahaan tahun 2005 – 2007 dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif. Instrument penelitian yang digunakan berupa dokumentasi laporan keuangan perusahaan. Sedangkan indikator yang digunakan adalah perputaran piutang usaha dan perputaran persediaan sebagai variabel bebas dan profitabilitas sebagai variabel terikat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat perputaran piutang usaha secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, tingkat perputaran persediaan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, secara simultan tingkat perputaran piutang usaha dan persediaan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan bagi perusahaan untuk lebih memperhatikan dan berhati – hati menentukan investasi modal kerjanya dalam piutang usaha, lebih selektif dalam menentukan pemberian kredit kepada para calon pelanggan, memberikan diskon atau potongan harga bagi para pelanggan yang dapat melunasi kewajibannya kepada perusahaan dalam jangka waktu tertentu yang telah ditentukan oleh perusahaan, dan bagi peneliti selanjutnya, menambah tahun dan subyek atau memasukkan sub variabel seperti syarat – syarat pemberian kredit yang dimungkinkan dapat memberikan hasil bahwa piutang berpengaruh dalam profitabilitas perusahaan.

Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered heads together untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas VIII MTs Surya Buana Malang / Irma Harliawati

 

ABSTRAK Harliawati, Irma. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIIIC MTs Surya Buana Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd dan (II) Ir. Nugrahaningsih, M.P Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Heads Together, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Proses pembelajaran Biologi di MTs Surya Buana Malang sebenarnya sudah cukup baik, hanya saja aplikasi pembelajaran yang mengarahkan pada ke- mandirian siswa masih belum dapat dikembangkan sebagaimana yang diharapkan oleh Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satu tujuan KTSP adalah untuk mengembangkan seluruh kompetensi siswa atau life skill siswa. Hasil observasi dan wawancara dengan guru bidang studi Biologi di MTs Surya Buana Malang menunjukkan bahwa motivasi dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Biologi tergolong masih rendah. Rendahnya motivasi belajar siswa dapat dilihat dari: (1) siswa kurang diberi kesempatan untuk berpikir mencari jawaban dan saling berbagi dengan sesama temannya sehingga mengakibatkan 54,54% siswa menjadi kurang berani dalam mengungkapkan pertanyaan atau pendapat tentang materi yang diberikan, (2) 50% siswa kurang memperhatikan guru ketika menjelaskan materi, (3) 45,45% siswa kurang antusias dan bersema- ngat dalam proses pembelajaran, dan (4) 63,63% siswa kurang dapat bekerja sama dengan teman sekelompoknya dan tidak bertanggung jawab terhadap tugasnya. Guru juga masih terpaku pada buku paket sehingga mengakibatkan siswa sering tidak paham dengan materi dan cenderung merasa bosan. Hal ini juga mengaki- batkan motivasi siswa menurun sehingga hasil belajarnya juga menurun. Hasil belajar siswa yang diperoleh pada evaluasi materi pra tindakan (Struktur dan Fungsi Tumbuhan) menunjukkan bahwa hanya 31,81% siswa yang telah meme- nuhi Standar Ketuntasan Minimum (SKM) yang ditetapkan di MTs Surya Buana Malang, sedangkan persentase ketuntasan belajar secara klasikal harus mencapai 85% dari jumlah siswa yang mencapai daya serap minimal 65%. Materi Fotosintesis dan Gerak pada Tumbuhan merupakan materi yang cukup sulit untuk dipahami siswa karena membutuhkan penerapan konsep yang benar. Penerapan konsep tersebut akan lebih sesuai jika diterapkan dengan me- ngangkat fenomena yang berasal dari lingkungan siswa dan dengan model pem- belajaran yang lebih menarik, yaitu pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together. Model pembelajaran ini terdiri dari: tahap penomoran (Num- bering), tahap pengajuan pertanyaan (Questioning), tahap berpikir bersama (Heads Together), dan tahap menjawab pertanyaan (Answering). Keunggulan model pembelajaran ini adalah lebih banyak melibatkan siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pembelajaran dan mengecek pemahaman me- reka terhadap isi pelajaran tersebut. i Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas VIIIC MTs Surya Buana Malang melalui penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dan masing- masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIC MTs Surya Buana Malang semester II tahun ajaran 2008/2009 yang berjumlah 22 siswa, yaitu 16 siswa laki- laki dan 6 siswa perempuan. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan April 2009. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa diperoleh melalui ob- servasi selama penelitian, sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together dapat meningkatkan motivasi (minat, perhatian, konsentrasi, dan ketekunan) belajar Biologi siswa kelas VIIIC MTs Surya Buana Malang sebesar 10,36%. Demikian halnya dengan hasil belajar siswa yang juga mengalami peningkatan sebesar 5,32%. Saran yang dapat dikemukakan berdasar- kan hasil penelitian ini adalah: (1) guru dapat menggunakan pembelajaran koo- peratif model Numbered Heads Together pada pokok bahasan dan jenjang pen- didikan yang lain untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa, (2) guru dapat menciptakan variasi pembelajaran seperti menggabungkan pem- belajaran kooperatif model Numbered Heads Together dengan kegiatan prakti- kum untuk menghindari perasaan bosan pada siswa.

Redesain corporate identity KSTV Kediri / Zaenal Arifin

 

ABSTRAK Arifin, Zaenal. 2009. Redesain Corporate Identity KSTV Kediri. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarwahyudi, M. Sn, (II) Rudi Irawanto S. Pd M. Sn. Kata kunci: Redesain, Corporate Identity, KSTV KSTV adalah sebuah stasiun televisi lokal, yang berdomisili di kota Kediri tepatnya di ruko Hayam Wuruk Trade Center F4/ F5. KSTV bukanlah satu-satunya stasiun TV lokal di kota Kediri. Ada beberapa stasiun TV lokal lain yang menjadi kompetitor KSTV, seperti Dhoho TV, Rajawali TV, dan JTV Kediri. Untuk menghadapi ketatnya persaingan dengan televisi lokal lain, KSTV mengambil langkah dengan me-redesain corporate identity yang ada. Redesain corporate identity ini dilakukan dengan menggunakan model prosedural yang bersifat deskriptif. Metode ini menentukan langkah redesain yang dilakukan meliputi perancangan logo baru beserta aplikasi pendukungnya yang efektif, efisien serta tepat sasaran. Redesain ini menghasilkan logo baru perusahaan yang mengubah nama dari “KSTV” menjadi “Ktv”. Kemudian logo diaplikasikan ke dalam ragam media dan sistem corporate identity Ktv dengan tujuan memperkuat citra dan identitas perusahaan melalui sistem corporate identity yang ada dan media yang dibuat. Media-media tersebut berupa; media informasi dan komunikasi, stationery set, poster, iklan surat kabar, x- banner, kartu nama, baju seragam karyawan, topi, peralatan kerja, sign system, alat transportasi dan desain website Ktv. Redesain ini bertujuan menghasilkan corporate identity baru yang lebih representatif karena salah satu cara untuk bersaing dan dapat bertahan di dalam pasar yang terus berkembang saat ini, adanya sebuah brand image yang kuat akan mampu mengangkat citra perusahaan dan brand image yang kuat lahir dari corporate identity yang representatif. Dengan melakukan redesain corporate identity ini diharapkan citra perusahaan ini akan terangkat dan masyarakat lebih menghargai keberadaan Ktv dibanding sebelumnya, serta menjadikan Ktv sebagai salah satu stasiun televisi faforit pilihan di Kediri. Dengan adanya penelitian ini dapat disarankan kepada semua badan usaha agar mempertimbangkan kembali hal-hal yang berhubungan dengan corporate identity-nya. Karena brand image yang baik dapat mendorong maju dan berkembangnya sebuah perusaahaan.

Penerapan metode kooperatif think pair share (TPS) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA 2 SMAN 9 Malang / Hijrah Sudrajat

 

ABSTRAK Sudrajat, Hijrah. 2009. Penerapan Metode Kooperatif Think Pair Share (TPS) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA 2 SMAN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sunarmi, M.Pd, (II) Dr. Dra. Umie Lestari, M.Si. Kata kunci: TPS, aktivitas, hasil belajar. Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada saat PPL di SMA Negeri 9 Malang di kelas XI IPA 2, menunjukkan bahwa pembelajaran biologi di SMA Negeri 9 Malang sudah cukup baik, hanya aplikasi pembelajaran yang mengarah pada ketergantungan siswa terhadap guru di dalam proses pembelajaran masih sangat tinggi, kondisi seperti ini mengakibatkan siswa cenderung pasif dan kurang terbiasa dalam menemukan informasi sendiri sehingga siswa tampak kesulitan dalam belajarnya, selain itu masih banyak siswa yang belum tuntas hasil belajarnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, salah satunya dengan penerapan pembelajaran kooperatif TPS (Think Pair Share). Melalui penerapan pembelajaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA 2 di SMA Negeri 9 Malang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam 2 siklus tindakan, setiap siklus terdiri atas 4 tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu siswa kelas XI IPA 2 semester genap tahun ajaran 2008-2009 SMA Negeri 9 Malang yang berjumlah 28 siswa, terdiri 9 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa aktivitas dan hasil belajar siswa serta data pendukung berupa catatan lapangan. Aktivitas belajar siswa diukur berdasarkan peningkatan rata-rata persentase aktivitas belajar siswa, sedangkan hasil belajar siswa diukur berdasarkan ketuntasan belajar siswa pada masingmasing siklus. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu soal tes akhir siklus dan lembar observasi aktivitas siswa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan pembelajaran kooperatif TPS dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA 2 di SMA Negeri 9 Malang. Peningkatan aktivitas belajar siswa ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata persentase aktivitas belajar siswa dan taraf keberhasilan tindakan dari 64,25% pada siklus I menjadi 80,55% pada siklus II atau terjadi peningkatan sebesar 16,3% dan hasil belajar siswa dari 70,37% pada siklus I menjadi 96,29% pada siklus II atau terjadi peningkatan sebesar 25,92%. Media dan sumber belajar yang lengkap, serta pengelolalan kelas yang baik dapat menunjang hasil penelitian serupa menjadi lebih baik lagi.

Pembuatan media pembelajaran fisika berbasis animasi komputer pokok bahasan medan magnetik untuk membantu guru dan siswa SMA belajar mandiri / Muhammad Baidowi

 

Salah satu pemanfaatan teknologi komputer dalam dunia pendidikan adalah dengan pembuatan suatu media pembelajaran fisika berbasis animasi komputer pada materi medan magnetik. Pengembangan produk media ini menggunakan software SwishMax 2004. Produk media pembelajaran ini terdiri atas dua komponen utama, yaitu sajian materi disertai visualisasi gambar serta animasi, dan sajian soal sebagai bahan evaluasi. Produk media ini dikemas dalam bentuk CD autorun yang hanya bisa dijalankan dengan komputer. Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan bahan ajar berupa CD pembelajaran. Media pembelajaran komputer ini dapat menampilkan konsepkonsep fisika yang abstrak menjadi nyata baik dengan visualisasi statis (gambar diam) maupun dinamis (animasi). Selain itu dapat membuat konsep fisika menjadi lebih menarik sehingga menambah motivasi siswa untuk mempelajarinya. Desain pengembangan produk media pembelajaran ini menggunakan modifikasi dari langkah-langkah penelitian dan pengembangan yang dikemukakan Borg dan Gall yang terdiri dari studi pendahuluan, pengembangan produk, dan pengujian. Pada penelitian ini hanya dilakukan sampai pada tahap uji coba terbatas. Pengambilan data uji coba terbatas media pembelajaran dilakukan menggunakan instrumen berupa angket/kuisioner kepada ahli media, ahli materi, dan siswa. Dari hasil analisis data uji coba terbatas diketahui tingkat kevalidan media pembelajaran yang dikembangkan menurut ahli media sebesar 81,2%, menurut ahli materi 83,72 %, dan siswa 80,6%. Media pembelajaran yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria valid dan secara keseluruhan dinyatakan baik serta dapat digunakan dalam pembelajaran.

Analisis sistem akuntansi siklus pendapatan pada instalasi rawat inap (IRNA) RSIA Aminah Blitar / Aditya Angga Permana

 

ABSTRAK Permana, Aditya 2009. Analisis Sistem Akuntansi Siklus Pendapatan pada Instalasi Rawat Inap (IRNA) Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Aminah Blitar. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Program Diploma Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr.Dyah Ayu Wardhani M.Si, Ak Kata kunci: Sistem akuntansi, Biaya, IRNA Sistem akuntansi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Sistem akuntansi siklus pendapatan merupakan bagian dari sistem akuntansi yang ada pada Instalasi Rawat Inap (IRNA) RSIA Aminah. Penerapan sistem akuntansi yang baik akan mampu memberikan perlindungan, pengendalian dan pengawasan terhadap sistem akuntansi biaya pada IRNA. IRNA merupakan salah satu Instalasi di RSIA Aminah yang memberikan pelayanan jasa kesehatan dengan memberikan perawatan bagi pasien. Untuk melaksanakan kegiatan operasional IRNA maka IRNA didukung oleh instalasi-instalasi pendukung. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sistem akuntansi siklus pendapatan instalasi rawat inap RSIA Aminah. Masalah yang timbul pada sistem akuntansi siklus pendapatan di IRNA yaitu IRNA tidak memiliki bagian perencanaan dan pengawasan pelayanan jasa kesehatan, serta bagian akuntansi. Jumlah rangkap dokumen biaya perawatan dari instalasi pendukung hanya diberikan kepada bagian ruangan. Bagian ruangan IRNA tidak melakukan pencatatan semua biaya langsung dan tidak langsung. Prosedur permintaan pelayanan jasa kesehatan kepada instalasi pendukung hanya dilakukan oleh bagian ruangan IRNA. Praktik pengendalian intern pada IRNA terdapat perangkapan tugas dari bagian-bagian IRNA, sistem pengotorisasian pencatatan biaya perawatan pasien dilakukan oleh satu bagian. IRNA tidak diberikan wewenang untuk mengelola kas hasil pembayaran biaya perawatan dan tidak diikutsertakan untuk menetapkan tarif. Untuk memperbaiki sistem akuntansi biaya IRNA sebaiknya memiliki bagian perencanaan dan pengawasan pelayanan kesehatan, bagian akuntansi. Instalasi pendukung IRNA memberikan jumlah rangkap transaksi biaya perawatan ke bagian bendahara dan pasien. Prosedur pencatatan biaya perawatan pasien tidak hanya dilakukan oleh bagian ruangan melainkan bagian akuntansi.IRNA sebaiknya diikutsertakan dalam pembuatan tarif tindakan dan diberi wewenang untuk mengelola kas hasil pembayaran biaya perawatan.

Uji berbagai image distortion terhadap ketahanan digital water marking pada citra dalam sebaran frekuensi dengan discrete cosine transform (DCT) / Muhammad Izzuddin

 

ABSTRAK Izzuddin, Muhammad. 2009. Uji Berbagai Image Distortion Terhadap Ketahanan Digital Water Marking pada Citra dalam Sebaran Frekuensi dengan Discrete Cosine Transform (DCT). Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Darmawan Satyananda, S.T, M.T (II) Mahmuddin Yunus, S.Kom. Kata Kunci: Watermarking Digital, DCT (Discrete Cosine Transform) Kemudahan distribusi media digital, khususnya melalui internet ternyata memberikan dampak negatif bagi usaha-usaha perlindungan hak cipta atas media digital. Watermarking digital sebagai salah satu solusi yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini, dihadapkan pada permasalahan ketahanan terhadap distorsi yang mungkin terjadi selama proses distribusi. Ada beberapa teknik watermarking digital, baik itu yang bekerja pada domain spasialnya maupun yang beroperasi pada domain frekuensinya. Teknik-teknik watermarking pada domain frekuensi ternyata cukup baik dalam mengatasi permasalahan ketahanan terhadap distorsi. DCT (discrete cosine transform) sebagai salah satu jenis transformasi yang banyak digunakan dalam dunia citra, serangan noise adalah salah satu contohnya. Hasil dari 216 kali percobaan menghasilkan 66,2037% watermark terdeteksi dengan sangat baik dan 33,7963% terdeteksi dengan baik. Hasil ini menunjukkan bahwa implementasi watermarking digital dengan menggunakan domain DCT ternyata menunjukkan kinerja ketahanan yang cukup baik.

Penerapan pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan (PBMP) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS geografi pokok bahasan atmosfer dan hidrosfer siswa kelas VII C SMP negeri 1 Singosari / Mahfud Ariska

 

ABSTRAK Ariska, Mahfud. 2009. Penerapan Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan PBMP) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Geografi Pokok Bahasan Atmosfer dan Hidrosfer Siswa Kelas VII C SMP Negeri 1 Singosari. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Achmad Fatchan, M.Pd, M.P (II) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd. Kata kunci: Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan, aktivitas belajar, dan hasil belajar. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada bulan Pebruari sampai dengan Maret 2009 di kelas VII C diketahui bahwa jarang terdapat siswa yang aktif dalam proses pembelajaran. Pada pertemuan pertama, persentase aktivitas siswa hanya sebesar 31%, pada pertemuan kedua 31,4%, dan pertemuan ketiga 31,5%. Berdasarkan hasil ulangan harian peta, atlas, dan globe sebanyak 19 anak atau 52,7% dengan hasil tes di bawah Standart Ketuntasan Minimum (SKM). Berdasarkan nilai ulangan harian materi tenaga endogen dan eksogen siswa yang lulus berjumlah 9 atau 25%. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan ditambah 1 jam pelajaran untuk tes akhir siklus. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VII C semester genap tahun ajaran 2008-2009 SMP Negeri 1 Singosari yang berjumlah 36 siswa terdiri 12 siswa laki-laki dan 24 siswa perempuan. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa aktivitas dan hasil belajar siswa. Aktivitas belajar siswa diukur menggunakan deskriptor aktivitas belajar siswa, sedangkan hasil belajar siswa diukur berdasarkan selisih tes pada siklus I dengan tes pada siklus II. Instrumen yang digunakan yaitu soal tes, lembar observasi aktivitas siswa dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa adanya peningkatan aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa kelas VII C SMP Negeri 1 Singosari ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata persentase aktivitas belajar siswa dari 45,31% pada siklus I pertemuan pertama menjadi 65,39% pada pertemuan kedua. Pada Siklus II menjadi 69,06% pada pertemuan pertama dan 80,4% pada pertemuan kedua. Peningkatan hasil belajar siswa dapat diketahui dari rata-rata nilai tes sebesar 75,76 pada siklus I dan meningkat menjadi 80,21 pada siklus II, sedangkan ketuntasan belajar siswa mengalami penigkatan pada siklus I sebesar 69,44% kemudian meningkat lagi menjadi 86,11% pada siklus II. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa melalui PBMP dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Disarankan bagi sekolah untuk menggunakan PBMP untuk perbaikan pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa. Bagi guru bidang studi IPS Geografi disarankan untuk menjadikan model PBMP sebagai salah satu pembelajaran alternatif, agar hasil belajar dan aktivitas siswa dapat lebih baik. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan model PBMP dengan metode yang berbeda serta aspek yang diteliti atau ditingkatkan juga berbeda.

Respon tunas rimpang temu giring (Curcuma heyneana Val. & van Zijp) pada 3 macam komposisi medium yang berbeda / Surya Pramono

 

ABSTRAK Pramono, Surya. 2009. Respons Tunas Rimpang Temu Giring (Curcuma heyneana Val. & van Zijp) pada 3 Macam Komposisi Medium yang Berbeda. Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Kartini, M.S., Apt (II) Dra. Betty Lukiati, M.S Kata kunci: C. heyneana, komposisi medium, respons tunas. C. heyneana merupakan tumbuhan semak berumur tahunan yang sudah dibudidayakan secara in vivo melalui rimpang. Rimpang C. heyneana berkhasiat sebagai bahan obat dan bahan kosmetika serta mengandung metabolit sekunder seperti minyak atsiri sebagai bahan dasar pembuatan minyak wangi. Produksi metabolit sekunder secara konvensional memiliki kendala berupa keberadaan minyak atsiri yang terbatas hanya pada sel yang mengalami spesialisasi dan baru terbentuk dalam waktu yang relatif lama, sehingga diperlukan alternatif lain yaitu budidaya in vitro. Respons tunas rimpang C. heyneana dalam kultur jaringan tumbuhan dapat membentuk kalus yang mengandung sel kompeten yang jika mendapatkan rangsang tertentu akan menjadi sel khusus atau sel prekursor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam sel penyusun kalus respons tunas rimpang C. heyneana sehingga dapat menentukan konsentrasi zat pengatur tumbuh yang sesuai dalam mengarahkan kalus untuk memproduksi metabolit sekunder seperti minyak atsiri. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif observasional. Eksplan yang digunakan tunas rimpang C. heyneana dan komposisi mediumnya: medium dasar MS dengan penambahan: (A) NAA 5 mg/l + BAP 0,5 mg/l + sukrosa 30 mg/l; (B) IAA 5 mg/l + BAP 0,5 mg/l + sukrosa 30 mg/l; dan (C) 2,4-D 5 mg/l + BAP 0,5 mg/l + sukrosa 30 mg/l. Respons eksplan yang diamati: berupa plantlet dan kalus, serta profil kalus berusia 1 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tunas rimpang C. heyneana yang dikultur in vitro pada 3 macam komposisi medium selama 4 minggu menunjukkan respons yang berbeda. Respons eksplan pada medium A dan medium C mampu menginduksi planlet dan kalus, sedangkan pada medium B hanya menghasilkan planlet. Profil kalus tunas rimpang C. heyneana pada medium A dan medium C berusia 1 minggu telah menunjukkan adanya diferensiasi sel. Proses perkembangan ditunjukkan dengan terbentuknya sel yang mengandung butir amilum selain sel parenkima. Hasil uji biru metilen positif, menunjukkan masih hidupnya sel parenkima; IKI positif, menunjukkan adanya butir amilum; serta Sudan III negatif, menunjukkan tidak adanya minyak atsiri. Kesimpulannya profil kalus hanya terdiri dari sel parenkima dan sel yang mengandung butir amilum. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya perbedaan jumlah yang bermakna antara sel parenkima pada medium A dan medium C serta jumlah sel yang mengandung butir amilum pada medium A dan medium C. Penelitian lebih lanjut tentang pembentukan macam sel penyusun kalus respons tunas rimpang C. heyneana masih diperlukan dengan rentangan waktu yang lebih lama.

Pengaruh kebijakan dividen terhadap harga saham dengan kebijakan hutang dan price earning ratio sebagai variabel moderatornya pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2007 / Rifky Chaeruddin

 

ABSTRAK Chaeruddin, Rifky. 2009. Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Harga Saham Dengan Kebijakan Hutang dan Price Earning Ratio Sebagai Variabel Moderatornya Pada Perusahaan Yang Listing di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2007. Program S1 Akuntansi jurusan Akuntansi fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Endang Sri Andayani, S.E., M.Si, AK, Pembimbing (II) Triadi Agung Sudarto, SE, M. Si, Ak Kata kunci : Kebijakan Dividen, Kebijakan Hutang, Price Earning Ratio, Harga Saham. Harga saham menggambarkan kualitas suatu perusahaan. Harga saham yang tinggi menunjukan bahwa perusahaan tersebut memiliki kinerja yang baik dan perusahaan yang kinerjanya baik merupakan perusahaan yang akan banyak diminati oleh investor karena investor mengharapkan retirn yang tinggi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham. Para investor dapat menggunakan informasi berupa kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh perusahaan seperti kebijakan dividen dan kebijakan hutang serta rasio keuangan seperti Price Earning Ratio sebagai indikator untuk menilai harga saham perusahaan ke depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh antara kebijakan dividen terhadap harga saham dengan kebijakan hutang dan Price Earning Ratio sebagai vaiabel moderatornya dan pengaruh kebijakan hutang dan Price Earning Ratio terhadap harga saham baik secara parsial maupun simultan. Kebijakan dividen, kebijakan hutang dan Price Earning Ratio diukur dengan rasio-rasio yang bersangkutan pada laporan keuangan perusahaan tahun 2005-2007. Dan untuk harga saham diukur menggunakan harga saham rata-rata penutupan tahunan Populasi dari penelitian ini adalah semua perusahaan yang Listing Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2005-2007. Dari populasi tersebut, kemudian digunakan metode purposive sampling untuk menentukan sampel penelitian. Hasilnya, terdapat 37 perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari ICMD. Analisis data yang di gunakan adalah analisis regresi berganda dan analisis jalur untuk mengetahui pengaruh tidak langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan dividen memiliki pengaruh tidak langsung positif dan signifikan terhadap harga saham dengan kebijakan hutang dan Price Earning Ratio sebagai moderatornya. Sedangkan kebijakan hutang dan Price Earning Ratio memilikin pengaruh langsung positif dan signifikan terhadap harga saham. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kebijakan dividen berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham dengan kebijakan hutang dan Price Earning Ratio sebagai variabel moderatornya dan kebijakan hutang dan Price Earning Ratio juga berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Hal ini karena investor sangat peka terhadap setiap kebijakan yang dilakukan perusahaan dan dijadikan informasi sebagai landasan dalam menentukan menanamkan modalnya. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah dengan menambah variabel penelitian, jumlah sampel dan tahun penelitian. Bagi perusahaan sebaiknya mempertimbangkan dengan cermat sebelum mengambil suatu kebijakan agar diharapkan kebijakan tersebut dapat direspon positif oleh pasar. Sementara bagi investor harus mampu memilah dan memilih jenis-jenis investasi dengan mempertimbangkan prospek serta resiko atas suatu investasi. Investor harus jeli dan berfikir rasional bukan hanya atas dasar spekulasi.

Penerapan pembelajaran kooperative model Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 3 SMAN 9 Malang / Indah Karismawati

 

Salah satu perubahan paradigma pembelajaran adalah orientasi pembelajaran yang semula berpusat pada guru beralih berpusat pada murid. Hasil observasi yang diperoleh pada saat proses pembelajaran berlangsung di dalam kelas menunjukkan bahwa siswa di kelas XI IPA 3 SMA 9 Malang memiliki motivasi dan hasil belajar yang rendah. Pembelajaran yang demikian menyebabkan siswa kurang termotivasi dalam belajar, indikator motivasi yang rendah disebabkan antara lain: (1) Perhatian ditunjukkan dengan kurangnya persiapan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (2) Keterkaitan ditunjukkan dengan kondisi siswa yang tidak memperhatikan ketika guru sedang menerangkan pelajaran, (3) Kepercayaan diri ditunjukkan dengan beberapa siswa yang merasa malu untuk bertanya dan hanya sebagian siswa saja yang aktif ketika kegiatan diskusi berlangsung, serta (4) Kepuasan ditunjukkan dengan beberapa siswa yang merasa senang mengikuti pelajaran. Kurang termotivasinya siswa dalam belajar berdampak pula pada hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa dari hasil observasi menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kurang dari ketentuan yang ditetapkan oleh SMAN 9 Malang yaitu < 75. Selain itu siswa tidak memiliki buku pegangan seperti LKS (lembar kegiatan siswa) yang dapat menunjang kegiatan belajar siswa di kelas. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut dilaksanakan penerapan pembelajaran kooperatif model. Pembelajaran kooperatif model STAD merupakan salah satu model pembelajaran dimana siswa ditempatkan dalam tim belajar yang beranggotakan 4-5 orang yang heterogen ditinjau dari akademiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA 3 SMAN 9 Malang setelah diterapkan pembelajaran kooperatif model STAD. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 9 Februari- 18 Mei 2009, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam 2 siklus yaitu siklus ke 1 ada 4 pertemuan dan siklus ke 2 ada 3 pertemuan, setiap siklus terdiri 4 tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observsi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 3 SMAN 9 Malang yang berjumlah 29 siswa, 20 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Data dalam penelitian ini berupa motivasi dan hasil belajar siswa serta data pendukung berupa angket motivasi, aktivitas guru, catatan lapangan dan angket respon. Motivasi belajar siswa diukur berdasarkan lembar motivasi siswa untuk setiap siklus sedangkan hasil belajar siswa diukur berdasarkan hasil tes setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan motivasi belajar siswa pada siklus 1 sebesar 75,01% yang termasuk kategori baik, sedangkan pada siklus 2 motivasi belajar siswa meningkat menjadi 85,55% yang termasuk dalam kategorik baik. Motivasi belajar siswa mengalami persentase peningkatan sebesar 10,53%. Hasil belajar siswa diukur dengan skor rata-rata dan persentase ketuntasan belajar secara klasikal dari siklus I, dan siklus II. Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa pada siklus 1 skor rata-rata kelas sebesar 74 denan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 72,4, sedangkan pada siklus 2 skor rata-rata kelas meningkat menjadi 80,86 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebsar 93,1%. Skor rata-rata kelas mengalami persentase peningkatan sebesar 6,86, sedangkan ketuntasan belajar secara klasikal mengalami persentase peningkatan sebesar 20,7%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran kooperatif model student teams achievement divisions (STAD) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 3 SMAN 9 Malang. Peneliti dalam penelitian ini hanya merekam aspek kognitif siswa, sehingga perlu pengukuran dari aspek psikomotorik dan aspek kognitif.

Perbedaan kemandirian mahasiswa berdasarkan tempat tinggal di rumah bersama orang tua dengan tempat tinggal di asrama / Erna Noor Widyawatie

 

ABSTRAK Widayawatie, Erna Noor. 2009. Perbedaan Tingkat Kemandirian Mahasiswa Berdasarkan Tempat Tinggal Di Rumah Bersama Orang Tua Dengan Tempat Tinggal Di Asrama Pada Mahasiswa Angkatan 2008 Dan 2007 Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Fattah Hanurawan., M.Si., M.Ed (2) Drs. Fattah Hidayat, M.Si. Kata kunci : kemandirian, tempat tinggal di asrama, tempat tinggal di rumah bersama orang tua. Kemandirian adalah suatu keputusan memposisikan diri dari ketergantungan orang tua dan lepas dari orang lebih dewasa dalam arti tidak tergantung dengan orang lain, mampu berdiri di atas kesanggupan sendiri dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan keberanian dan tanggung jawab atas segala tingkah lakunya sebagai manusia dalam melaksanakan kewajibannya guna memenuhi kebutuhan sendiri. Mahasiswa sesuai dengan usia dan jenjang pendidikannya seharusnya sudah mandiri serta mulai belajar untuk bertanggung jawab seperti orang dewasa, mahasiswa yang tinggal sendiri di pemondokan atau asrama akan lebih dapat belajar mandiri dari pada mereka yang tinggal bersama orang tuanya. Penelitian ini bertujuan (1)untuk mengungkap kemandirian mahasiswa FMIPA UM angkatan 2008 dan 2007 yang tinggal di rumah bersama orang tua, (2)untuk mengungkap kemandirian mahasiswa FMIPA UM angkatan 2008 dan 2007 yang tinggal di asrama, (3)untuk mengungkap perbedaan kemandirian mahasiswa FMIPA UM angkatan 2008 dan 2007 yang tinggal di rumah bersama orang tua dan mahasiswa yang tinggal di asrama. Penelitian dengan rancangan deskriptif dan komparatif menggunakan subyek penelitian 60 mahasiswa fakultas MIPA angkatan 2008 dan 2007 dan instrumen skala kemandirian model Likert menggunakan 80 item. Dari uji coba terpakai diperoleh 52 aitem valid dengan reliabilitas sebesar 0,888. Hasil analisis deskriptif dapat disimpulkan bahwa kemandirian mahasiswa FMIPA UM angkatan 2008 dan 2007 yang tinggal di rumah bersama orang tua tergolong sedang, sedangkan hasil analisis pada mahasiswa FMIPA UM angkatan 2008 dan 2007 yang tinggal di asrama kemandiriannya tergolong sedang dengan kecenderungan ke tingkat tinggi yang lebih besar. Hasil analisis komparatif dengan menggunakan t-test menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kemandirian mahasiswa yang tinggal di rumah bersama orang tua dengan mahasiswa yang tinggal di asrama (t= 1,297; p = 0,201> 0.05). Saran yang dikemukakan: (1)Bagi mahasiswa, hendaknya banyak mengikuti kegiatan-kegiatan yang menunjang kemandiriannya, (2)Bagi pihak asrama, khususnya pengurus dan pengelola asrama diharapkan asrama tidak lagi di inginkan oleh mahasiswa karena alasan terjangkaunya pembayaran administrasi namun lebih karena fasilitas dan kegiatan-kegiatan di dalamnya yang memang menarik, (3) Bagi peneliti selanjutnya khususnya peneliti dengan topik yang sama, hendaknya menggunakan instrumen pengumpul data yang lain seperti observasi dan wawancara sehingga dapat diperoleh data yang lebih lengkap dan akurat.

Profil Christian "El Loco" Gonzales pemain asing kesebelasan Persik Kediri (tinjauan motivasi berprestasi) / Wahyu Andika

 

ABSTRAK Andika, Wahyu. 2009. Profil Christian “El Loco” Gonzales Pemain Asing Kesebelasan Persik Kediri Tinjauan Motivasi Berprestasi. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan. Pembimbing: (1) Dra. Sulistyorini, M.Pd (2)Drs. Agus Gatot, M,Kes. Kata Kunci: Profil, Motivasi . Profil dalam penelitian ini adalah menceritakan perjalanan karier, motivasi, dan prestasi yang diperoleh Christian Gonzales selama bermain untuk Persik Kediri. Penelitian ini bersifat Kualitatif Deskriptif yaitu berusaha mengungkapkan gejala secara menyeluruh sesuai dengan konteks melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrument kunci. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik wawancara dan survei. Subyek penelitian adalah Christian Gonzales, sumber data penelitian hasil wawancara, hasil pengamatan dan wawancara dengan orang terdekat dengan subyek penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2008. Hasil penelitian ini menunjukkan motivasi yang mempengaruhi Christian Gonzales mencapai keberhasilan serta kesuksesan sebagai pemain sepakbola ada dua macam, yaitu (1) motivasi untuk mencapai prestasi tinggi, serta (2) motivasi kebutuhan kekuasaan. Kebutuhan kekuasaan yang dimaksud meliputi kebutuhan akan kekuasaan pribadi dan kebutuhan akan kekuasaan sosial. Hal ini dapat disimpulkan bahwa motivasi Christian Gonzales bersedia bergabung dengan Persik Kediri, yaitu: (1) motivasi untuk membawa Persik Kediri menjadi juara untuk yang kedua kalinya; serta (2) motivasi kebutuhan kekuasaan. Kebutuhan kekuasaan yang dimaksud meliputi kebutuhan akan kekuasaan pribadi dan kebutuhan akan kekuasaan sosial, motivasi Christian Gonzales bisa mempertahankan gelar sebagai top skor Liga Indonesia tahun 2005, 2006, 2007 secara berturut-turut adalah keluarga, yang artinya keadaan keluarganya selama bermain untuk Persik Kediri baik-baik, dan juga selalu bahagia otomatis Gonzales akan merasa nyaman bermain sepakbola, dan tidak lupa semuanya itu atas kehendak ALLAH SWT. Saran bagi pembaca diharapkan mampu untuk menjadikan motivasi dan masukan untuk dapat dijadikan teladan guna mencapai kesuksesan dan menambah wawasan baru dalam mengikuti perkembangan sepakbola

Penerapan metode project base learning (PBL) untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar matadiklat mekanika teknik siswa kelas X semester II SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen tahun pelajaran 2008/2009 / Yudha Kurniawan

 

Kurikulum yang dikembangkan saat ini oleh sekolah dituntut untuk merubah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered learning) menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning). Hal ini sesuai dengan tuntutan dunia masa depan anak yang harus memiliki kecakapan berpikir dan belajar (thinking and learning skils). Kecakapan-kecakapan tersebut diantaranya adalah kecakapan memecahkan masalah (problem solving), berpikir kritis (critical thinking), kolaborasi, dan kecakapan berkomunikasi. Semua kecakapan ini bisa dimiliki oleh siswa apabila guru mampu mengembangkan rencana pembelajaran yang berisi kegiatan-kegiatan yang menantang siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah. Kegiatan yang mendorong siswa untuk bekerja sama dan berkomunikasi harus tampak dalam setiap rencana pembelajaran yang dibuatnya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (class action research), yang menggunakan metode PBL (Project Base Learning) karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga bersifat deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu tenik pembelajaran diterapkan dan hasil yang diinginkan dapat dicapai. Pelaksanaan penelitian ini di SMK Muhammadyah 1 Kepanjen yang beralamat Jl. KH Ahmad Dahlan No. 34 Kepanjen- Malang. Pelaksanaan penelitian pada tanggal 2 Februari – 11 Mei 2009 siswa kelas X Teknik Pemesinan 1 SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam 2 siklus, siklus I tanggal 2 Februari dilakukan selama 4 (empat) kali pertemuan dengan waktu 2 × 45 menit (8 jam pelajaran). Hasil dalam pelaksanaan siklus I belum memenuhi target yang yang diinginkan yaitu siswa baru mencapai 73,81 % sedangkan terget yang ingin dicapai adalah 80%, untuk itu pelaksanaan siklus ke II. Pelaksanaan siklus ke II merupakan lanjutan dari siklus I terutama kekurangan pada siklus I. Pelaksanaan penelitian siklus II dilaksanakan pada tanggal 13 April dilakukan selama 4 (empat) kali pertemuan dengan waktu 2 × 45 menit (8 jam pelajaran). Pelaksanaan siklus ke II diperoleh hasil 88,09%, hal ini sudah melampaui target yang diinginkan, sehingga penelitian dianggap cukup. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan metode PBL terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mata diklat Mekanika Teknik. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar pembelajaran model PBL dapat digunakan sebagai pembelajaran inofatif pada mata diklat Mekanika Teknik maupun mata diklat lainnya.

Perbedaan sikap terhadap delinkuensi dan perilaku delinkuewn antara siswa SMP Negeri 2 Porong Sidoarjo sebagai korban lumpur lapindo dengan siswa SMP Negeri 13 Malang / Imanniar

 

ABSTRAK Imanniar, 2009. Perbedaan Sikap terhadap delinkuensi dan Perilaku Delinkuen antara Siswa SMP Negeri 2 Porong Sidoarjo sebagai korban lumpur Lapindo dengan Siswa SMP Negeri 13 Malang. Skripsi, Program studi Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. H. Alwisol, M.Pd, (II) Diah Sulistyarini, S. Psi, M.Psi. Kata Kunci: Bencana lumpur Lapindo, Sikap terhadap delinkuensi, perilaku delinkuen. Bencana luapan lumpur Lapindo membuat kondisi korban sangat tertekan, frustrasi karena struktur masyarakat, tempat tinggal, termasuk sarana pendidikan tenggelam oleh lumpur. Hal ini menyebabkan korban berpikir irrasional sehingga akhirnya membentuk sikap terhadap delinkuensi yang cenderung positif dan melakukan perilaku delinkuen dengan cara melakukan tindakan melanggar yang bersifat anti sosial, terhadap norma agama, hukum pidana dan norma kesusilaan. Teori sosiogenis menurut Kartono (2008) mengatakan bahwa perilaku delinkuen dapat disebabkan oleh struktur sosial yang deviatif, tekanan kelompok, status sosial atau internalisasi simbolis yang keliru. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Porong Sidoarjo dan di SMP Negeri 13 Malang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan komparatif. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis komputerisasi data statistik SPSS 14.00 for windows yaitu uji t yang menunjukkan: (1) nilai signifikansi < 0,05 yaitu 0,000 jadi ada perbedaan sikap terhadap delinkuensi antara SMPN 2 Porong sebagai korban lumpur Lapindo dengan SMPN 13 Malang, (2) nilai signifikansi < 0,05 yaitu 0,006 jadi ada perbedaan perilaku delinkuen antara SMPN 2 porong sebagai korban lumpur Lapindo dengan SMPN 13 Malang, (3) pengujian hipotesis ini dilakukan dengan analisis varian/ ANOVA hasilnya ada perbedaan perilaku delinkuen antara siswa yang sikap terhadap delinkuensi positif dengan siswa yang sikap terhadap delinkuensi negatif di SMP Negeri 2 Porong Sidoarjo sebagai korban lumpur Lapindo dan SMP Negeri 13 malang. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan: (1) Kepada pemerintah kabupaten Sidoarjo lebih banyak turun tangan dalam penanggulanggan anak-anak delinkuen yang menjadi korban lumpur Lapindo, dengan cara memberikan bantuan secara moril dan materi kepada sekolah yang terendam oleh lumpur Lapindo yaitu dengan dibangunnya sarana pendidikan yang baik dan sarana penunjang untuk kegiatan ekstrakulikuler. (2) Kepada pihak sekolah yang menjadi korban lumpur Lapindo disarankan agar meningkatkan peran serta guru untuk melakukan pendekatan terhadap siswa pelaku delinkuen dengan cara memberikan bimbingan yang berguna untuk menemukan, menganalisa dan memecahkan masalah siswa yang sedang dihadapi dalam hidupnya. (3) Kepada orang tua diharapkan agar dapat memahami anaknya sehingga anak tidak sampai melakukan perilaku delinkuen. (4) Kepada para siswa disarankan agar tidak mudah terpengaruh oleh teman yang melakukan perilaku delinkuen. (5) Kepada peneliti selanjutnya agar menambah variabel-variabel bebas lainnya seperti : pola asuh orang tua, jenis kelamin, usia. Selain itu, agar penelitian dapat dilakukan secara lebih mendalam, maka perlu menggunakan pendekatan kualitatif.

Studi tentang kualitas pembelajaran mata diklat produktif bidang keahlian mekanik otomotif (MO) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Malang / Rudy Prasetya Hutama

 

ABSTRAK Prasetya Hutama, Rudy. 2009. Study Tentang Kualitas Pembelajaran Mata Diklat Produktif Bidang Keahlian Mekanik Otomotif (MO) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Sutijono, M.M., (2) Drs. Sumarli, M.Pd, M.T. Kata Kunci: kualitas, pembelajaran di SMK, mata diklat produktif. Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan adalah upaya sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan bagi perannya di masa yang akan datang. Salah satu lembaga pendidikan adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dalam penjelasan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 pasal 15 dijelaskan pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang menyiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu. Dalam pelaksanaan pembelajarannya, mata diklat di SMK diorganisasikan menjadi tiga kelompok yaitu normatif, adaptif dan produktif sesuai dengan Keputusan Menteri dan Kebudayaan No. 0490/U/1992 Bab IX pasal 21. Salah satu langkah untuk mengetahui kualitas pembelajaran yang dilakukan di SMK adalah dengan mengetahui tahapan pengajarannya yang mencakup: (1) sebelum pengajaran (pre-active), (2) pelaksanaan pengajaran (inter-active), (3) sesudah pengajaran (post-active), kemudian dari hasil penelitian mengenai tahapan pengajaran yang telah dilakukan akan dapat dibuat kesimpulan mengenai kualitas pembelajaran di SMK tersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang mengambil tempat penelitian di SMK Negeri 6 Malang dengan populasi penelitian 559 siswa yang terdiri dari kelas X MO1 sampai X MO9 dan XII MO1 sampai XII MO 5 bidang keahlian Mekanik Otomotif (MO), sedangkan populasi guru terdiri dari 15 guru yang mengajar mata diklat produktif bidang keahlian MO. teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah teknik proportional stratified random sampling dengan mengambil sampel untuk siswa sebanyak 55 siswa dari kelas X dan kelas XII, dan untuk guru diambil populasinya langsung sebanyak 15 guru. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner yang diberikan langsung kepada objek yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kualitas perencanaan pembelajaran masuk dalam kriteria sangat baik dengan nilai rata-rata (mean) 52,87 yang berada pada rentangan 52,08 – 60,03, Pada tahap pelaksanaan pembelajaran mempunyai nilai rata-rata (mean) 70,06 yang berada pada rentangan 68,02 – 77,02 dengan kriteria baik, dan pada tahap evaluasi pembelajaran mempunyai nilai rata-rata (mean) 26,08 yang berada pada rentangan 25,08 – 28,03 dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan dapat dilakukan tindakan lanjut oleh kepala sekolah yang berupa pengawasan pembelajaran yang dilakukan serta lebih aktif lagi mengirimkan guru untuk pelatihan atau seminar guna meningkatkan kualitas guru. Sedangkan bagi guru mata diklat produktif di SMK Negeri 6 Malang diharapkan selalu mengacu pada standar proses dalam melaksanakan pembelajaran yang dilakukan.

Identifikasi bentuk dan kerapatan kristal kalsium oksalat pada: daun utuh, air perasan daun, buah mentah, dan buah matang dari empat varietas pepaya (Carica papaya L.) / Siti Rachmawati

 

ABSTRAK Rachmawati, Siti. 2009. Identifikasi Bentuk dan Kerapatan Kristal Kalsium Oksalat pada: Daun Utuh, Air Perasan Daun, Buah Mentah, Buah Matang dari Empat Varietas Pepaya (Carica papaya L.). Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Kartini Ariani M., M.S.Apt. (II) Drs. Sulisetijono, M.Si. Kata kunci: Kristal kalsium oksalat pada varietas pepaya, bentuk kristal Kristal kalsium oksalat merupakan salah satu zat ergastik yang terdapat pada pepaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui keragaman bentuk dan menghitung kerapatan kristal kalsium oksalat pada daun utuh, air perasan daun, buah mentah, dan buah matang dari pepaya varietas Jawa, Jinggo, Thailand, dan Gantung. Hasil penelitian diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat tentang keamanan konsumsi dari empat varietas pepaya dan menjadi acuan dalam menyusun menu diet sehat. Empat varietas pepaya yang digunakan diperoleh dari perkebunan pepaya milik Bapak Aris (Alm.) di daerah Tajinan, Kabupaten Malang, yaitu pepaya varietas: Jawa, Jinggo, Thailand, dan Gantung dengan kualitas yang baik. Penelitian dilakukan di ruang preparasi Kultur Jaringan Tumbuhan Bio-309 Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang, bulan Februari-April 2009. Penelitian yang dilakukan termasuk observasional ex post facto. Data berupa bentuk dan sebaran kristal kalsium oksalat yang diperoleh, dianalisis secara deskriptif. Data berupa jumlah dan kerapatan kristal kalsium oksalat dianalisis dengan Anava Ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kristal kalsium oksalat yang ditemukan pada: daun utuh, air perasan daun, buah mentah, dan buah matang dari keempat varietas pepaya yang diteliti berupa kristal majemuk berbentuk drusses dan tunggal berbentuk prisma. Rerata kerapatan tertinggi kristal kalsium oksalat bentuk drusses terdapat pada daun utuh pepaya Thailand, sebesar 1332,69/mm2 dan bentuk prisma pada buah mentah pepaya Jawa, 174,00/mm2. Rerata kerapatan terendah kristal kalsium oksalat bentuk drusses terdapat pada buah mentah pepaya Jawa dan buah matang pepaya Thailand, sebesar 0,93/mm2, dan bentuk prisma pada daun utuh pepaya Jawa dan Thailand 0,93/mm2. Kristal kalsium oksalat masih dapat ditemukan pada air perasan daun pepaya dan jumlahnya lebih sedikit dibandingkan di daun utuh. Peneliti menyarankan kepada masyarakat agar lebih selektif memilih varietas pepaya yang akan dikonsumsi dan tidak mengkonsumsi daun pepaya sebelum dimasak karena daun pepaya yang dimasak lebih aman saat dikonsumsi, baik daun utuh maupun air perasannya dan mengkonsumsi buah pepaya setelah matang. Penelitian lebih lanjut tentang identifikasi kristal kalsium oksalat pada varietas pepaya lainnya, seperti pepaya: Emas, Cibinong, dan Meksiko sebaiknya dilakukan agar keamanan konsumsinya juga dapat dipastikan.

Upaya meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matadiklat mempergunakan mesin bubut melalui pembelajaran kooperatif STAD di kelas 2TPM4 SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen / Mohammad Ja'far Sodiq

 

ABSTRAK Sodiq, Mohammad Ja'far. 2009. Upaya Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Be-lajar Matadiklat Mempergunakan Mesin Bubut melalui Pembelajaran Ko-operatif STAD di Kelas 2TPm4 SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. (II) Drs. H. Maftuchin Romlie, M.Pd. Kata Kunci: pembelajaran kooperatif, STAD, motivasi, prestasi Selama ini masih banyak guru yang menggunakan metode pembelajaran konvensional yaitu ceramah. Berdasarkan hasil observasi di kelas XI Teknik Pe-mesinan 4 SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Kabupaten Malang saat pembela-jaran matadiklat Mempergunakan Mesin Bubut, pembelajaran dengan metode ce-ramah membuat siswa kurang antusias sehingga berakibat pada rendahnya prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat hasil perolehan nilai tes/u-jian siswa. Dari besar nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditentukan oleh guru matadiklat Mempergunakan Mesin Bubut, yaitu 70 (tujuh puluh) ternya-ta dari 46 siswa hanya 32,6% (15 siswa) yang mampu mencapai kriteria lulus. Mengingat rendahnya motivasi dan prestasi belajar siswa, maka dirancanglah sua-tu penelitian tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan perubahan metode pembelajaran dari paradigma teacher center menuju metode pembelajaran dengan paradigma student center. Metode pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan suatu alternatif metode pembelajaran yang berusaha mengaktifkan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Pene-litian dilaksanakan dalam 2 siklus yang diawali dengan kegiatan observasi dan refleksi awal kemudian diikuti dengan tahapan-tahapan pada setiap siklus, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan kelas, pengamatan, dan refleksi. Dalam tahap pelaksanaan tindakan guru menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD yang terdiri dari beberapa kegiatan yang dimulai dengan class presen-tation, pembentukan kelompok, pemberian tugas, tes/kuis, evaluasi, poin pening-katan individ, dan diakhiri penutup. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan ternyata pembelajaran ko-operatif tipe STAD pada matadiklat Mempergunakan Mesin Bubut siswa kelas XI Teknik Pemesinan 4 SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen terbukti mampu mening-katkan motivasi belajar siswa. Dalam akhir kegiatan penelitian tindakan ini dapat diketahui bahwa rata-rata motivasi belajar meningkat sebesar 7,8% dari 76,29% pada siklus 1 menjadi 84,10% pada siklus 2. Hasil pengamatan menunjukkan bah-wa siswa sangat antusias menyelesaikan soal latihan secara kelompok dan aktif bertanya ketika guru menyampaikan materi. Di samping itu pembelajaran koope-ratif tipe STAD juga mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Persentase ke-tuntasan belajar siswa aspek kognitif pada pembelajaran tanpa STAD sebesar 32,6% meningkat pada siklus 1 menjadi 43,48% sedangkan siklus 2 mencapai angka 93,48% dan dikategorikan tuntas dari persyaratan sebesar 85%. Siswa mengaku bahwa adanya interaksi antarkelompok dan penghargaan, mampu me-motivasi secara individu untuk tekun belajar guna memperoleh nilai yang baik. Berdasarkan data di atas, maka terdapat beberapa saran yang diberikan, yaitu: (1) bagi guru matadiklat Mempergunakan Mesin Bubut SMK Muhammad-iyah 1 Kepanjen Kabupaten Malang dan guru matadiklat lain disarankan untuk se-nantiasa melakukan pembelajaran kreatif dan inovatif dengan mengacu pada mo-del pembelajaran student center. Salah satu bentuk aplikasinya adalah pembela-jaran kooperatif dan khususnya tipe STAD. Pembelajaran jenis ini lebih mengede-pankan keaktifan siswa dalam pembelajaran yaitu berupa diskusi kelompok dan pebelajaran teman sejawat sehingga diharapkan siswa mampu mengkonstruk sen-diri pemikirannya, (2) hendaknya sekolah-sekolah khususnya SMK Muhammad-iyah 1 Kepanjen Kabupaten Malang senantiasa mengarahkan kepada tenaga pen-didiknya untuk melakukan pembelajaran yang berparadigma student center, yang condong untuk menciptakan keaktifan siswa dalam pembelajaran agar siswa mampu mengeksplorasi pemikirannya, (3) bagi peneliti selanjutnya hendaknya da-lam melaksanakan kegiatan penelitian tindakan kelas khususnya tentang penerap-an model pembelajaran, peneliti memberikan inovasi yang sangat berbeda dengan penelitian-penelitian terdahulu. Hal itu dilakukan dengan harapan dapat memper-kaya wawasan bagi tenaga pendidik profesional khususnya dalam mengatasi ma-salah pembelajaran.

Peranan penilaian portofolio dalam mengoptimalkan kemampuan berpikir siswa pada pembelajaran PKn di SDN BI Tlogowaru Malang / Meila Tri Wahyuni

 

ABSTRAK Wahyuni, Meila Tri. 2009. Peranan Penilaian Portofolio dalam Mengoptimalkan Kemampuan Berpikir Siswa pada Pembelajaran PKn di SDN BI Tlogowaru Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yayik Sayekti, SH., M.Hum (II) Dra. Sri Untari, M.Si Kata kunci: peranan penilaian portofolio, optimalisasi kemampuan berpikir siswa, pembelajaran PKn. Portofolio adalah inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami teori secara mendalam melalui pengalaman belajar praktik-empirik atau pengalaman nyata. Penilaian portofolio ini sudah banyak diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, termasuk di SDN BI Tlogowaru Malang. Namun kenyataan di lapangan saat ini menunjukkan bahwa sebagian dari siswa memandang mata pelajaran PKn sebagai mata pelajaran yang bersifat konseptual dan teoritis. Sehingga ketika mengikuti pelajaran PKn, siswa lebih cenderung mendengar, mencatat, mengerjakan soal dan menghafal konsep-konsep teori-teori yang diceramahkan oleh guru atau bersifat konvensional. Akibatnya setiap pelajaran berlangsung siswa menjadi kurang tertarik, kurang berminat dan kurang diberi kesempatan lebih banyak untuk mengoptimalkan kemampuannya yang menyebabkan kemampuan berpikir siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan peranan penilaian portofolio pada pembelajaran PKn; (2) mendeskripsikan penilaian portofolio yang dilakukan oleh guru dapat mengoptimalkan kemampuan berpikir siswa dalam pembelajaran PKn; (3) mendeskripsikan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan penilaian portofolio untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir siswa; dan (4) mendeskripsikan cara mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan penilaian portofolio untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau disebut Classroom Action Research. Tindakan dalam penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus melalui empat tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa Kelas III SDN BI Tlogowaru Malang yang berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, paparan data, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) peranan penilaian portofolio pada pembelajaran PKn yaitu digunakan sebagai landasan mencapai level penguasaan berikutnya dengan memberikan lembar tugas terhadap tugas kliping maupun mading pada siklus I dan II, sehingga siswa dapat memahami tugas serta dapat beralih kepenguasaan kompetensi berikutnya; dan berperan sebagai ranah yang harus dikembangkan yaitu pembelajaran dilakukan dengan mengacu pada tahapan kemampuan berpikir; serta sebagai pencatatan kemampuan yang telah dicapai siswa sehingga dapat digunakan sebagai umpan balik (feed back) bagi siswa; (2) penilaian portofolio dapat mengoptimalkan kemampuan berpikir siswa terbukti dengan perbaikan atau peningkatan ketuntasan belajar siswa dari 48% meningkat pada siklus berikutnya mencapai 84% untuk tugas kliping, mading dan LKS; (3) hambatan yang dihadapi dalam penelitian ini meliputi hambatan yang berasal dari guru yaitu pelaksanakan penilaian proses menuntut perhatian yang lebih kepada siswa, waktu terbatas dan penentuan kriteria penilaian atau rubrik penilaian; sedangkan hambatan dari diri siswa yaitu siswa ramai saat pelajaran, dan ketidaklengkapan siswa dalam membawa bahan yang ditugaskan; (4) untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu dengan meminta bantuan kepada guru Kelas III untuk melakukan penilaian proses di kelas, pengkondisian waktu, melakukan koordinasi dalam penentuan kriteria penilaian, mengingatkan siswa untuk lebih memperhatikan, dan pengorganisasian yang lebih matang. Adapun saran yang dapat diajukan adalah: (1) seyogyanya siswa diberi kesempatan lebih banyak untuk mengoptimalkan kemampuannya pada setiap pelajaran; (2) Seyogyanya guru dapat mengembangkan kriteria penilaian dengan membuat rubrik penilaian yang lebih detail; (3) bagi sekolah dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menerapkan kebijakan yang berkaitan dengan KBM; (4) bagi peneliti lanjutan dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk penelitian sejenis.

Penerapan pembelajaran kontekstual dengan kombinasi strategi kooperatif jigsaw dan tutorial sebaya (peer tutoring) untuk meningkatkan motivasi dan prestasi hasil belajar sisw pada mata pelajaran akuntansi ... / Johan Efendi

 

ABSTRAK Efendi, Johan. 2009. Penerapan Pembelajaran Kontekstual Dengan Kombinasi Strategi Kooperatif Jigsaw Dan Tutorial Sebaya Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi (Studi Kasus Pada Siswa Kelas X SMKN 1 PITU dengan standar kompetensi Mengelola Buku Besar). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Endang Sri Andayani, S.E, M.Si, Ak, (II) Eka Ananta Sidharta S.E, Ak, M.M. Kata Kunci : kooperatif jigsaw, tutorial sebaya, motivasi belajar, prestasi belajar. Pentingnya peranan pendidikan di dalam suatu negara telah mendorong suatu pemerintahan untuk menetapkan sebuah peraturan masalah pendidikan terutama di Indonesia. Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Keadaan SDM manusia Indonesia masih belum kompetitif, hal itulah yang menyebabkan Indonesia masih belum bisa bersaing optimal secara global dengan negara-negara lain. Terutama negara yang sudah mulai berkembang dan maju. Disamping itu , pendidikan Indonesia juga masih jauh tertinggal dengan negara-negara lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan pembelajaran kontekstual dengan kombinasi strategi kooperatif Jigsaw dan Tutorial Sebaya pada mata pelajaran Akuntansi dengan Standar Kompetensi Mengelola Buku Besar yang mampu meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Program Keahlian Akuntansi SMKN I PITU yang aktif mengikuti pelajaran Akuntansi dengan standar kompetensi Mengelola Buku Besar sejumlah 34 siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif, yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat tahapan untuk masing-masing siklus, yaitu: 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, 3) Pengamatan, dan 4) Refleksi. Data-data dalam penelitian ini deperoleh melalui: 1) Observasi, 2) wawancara, 3) 4) catatan lapangan, dan 5) dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: 1) Reduksi data, 2) Paparan data, dan 3) Penyimpulan hasil analisis data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan metode kombinasi ini telah berhasil meningkatkan motivasi dan prestasi siswa, meskipun belum mencapai 100%. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan penerapan 2 siklus selama kegiatan penelitian berlangsung. Hal yang paling menonjol pada siklus I adalah siswa masih merasa bingung dengan penerapan pembelajaran seperti ini, akan tetapi antusias siswa sudah mulai tampak ketika kegiatan belajara berlangsung. Setelah penerapan tindakan, maka peneliti mengadakan post test dan hasilnya sangat baik karena siswa sudah mencapai ketuntasan belajar pada siklus I. siklus II merupakan penyempurnaan dari beberapa hal yang masing masih belum dicapai pada siklus I, seperti masih adanya siswa yang ramai, beberapa siswa yang masih kurang bekerjasama dalam kelompok, waktu yang tersedia kurang maksimal. Pada siklus II ini peneliti telah menyempurnakan kelemahan-kelemahan tersebut dan hasilnya menunjukkan bahwa kondisi kelas sudah sangat kondusif dibandingkan dengan sebelumnya, sehingga secara otomatis motivasi dan prestasi siswa juga meningkat. Pada siklus II ini, prestasi siswa juga sudah mencapai ketuntasan belajar klasikal. Dalam penerapan metode ini seharusnya jumlah siswa disesuaikan dengan materi yang tersedia dalam suatu mata pelajaran sehingga dalam penerpannya, semua siswa akan mendapatkan tanggung jawab sendiri-sendiri untuk menguasai materi yang telah ditentukan dan siswa dapat bekerja dengan sebaik-baiknya. Saran yang bisa diberikan adalah: 1) Bagi sekolah, diharapkan dapat menerapkan strategi pembelajaran yang tepat, dan sesuai dengan masing-masing karakteristik mata pelajaran, 2) Bagi guru, supayamenerapkan Strategi Kooperatif Jigsaw dan Tutorial Sebaya, sebagai alternatif model pembelajaran yang tepat. Terutama pada mata pelajaran Akuntansi, 3) Bagi siswa, agar dapat belajar dengan giat, menghargai guru, menghargai teman, serta saling bekerjasama yang baik antar sesama teman, 4) Bagi peneliti berikutnya, dapat melakukan kegiatan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan dan menerapkan pembelajaran Kooperatif Jigsaw dan Tutorial Sebaya, 5) Bagi Universitas Negeri Malang (UM) terutama progam studi pendidikan dapat digunakan sebagai referensi dalam pembuatan karya ilmiah mahasiswa selanjutnya. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Ilahi Robbi, Tuhan semesta alam yang telah menganugerahkan Rahmat, Hidayah, dan InayahNya kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul ”Penerapan Pembelajaran Kontekstual Dengan Kombinasi Strategi Kooperatif Jigsaw Dan Tutorial Sebaya (Peer tutoring) Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi (Studi Kasus Pada Siswa Kelas X SMKN I PITU dengan Standar Kompetensi Mengelola Buku Besar)”. Shalawat dan salam senantiasa kami haturkan keharibaan Baginda Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa umat manusia dari tatanan masyarakat primitif, menuju tatanan masyarakat progresif dan beradab. Sehingga umat manusia dapat menikmati peradaban yang penuh dengan nuansa kedamaian, intelektualitas dan kepedulian sosial yang tinggi; sebagaimana yang penulis rasakan pada saat ini. Skripsi ini dibuat untuk menyelesaikan tugas akhir kuliah sebagai syarat kelulusan program S1 Pendidikan Akuntansi (AKT), Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Penulisan Skripsi ini tentunya tidak akan selesai sesuai dengan yang penulis harapkan tanpa adanya dukungan dan bimbimbingan dari berbagai pihak; oleh karena itu penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Kedua orang tua penulis tercinta, Bapak Suwadji dan Ibu Suharti, terima kasih atas do’a, jerih payah, motivasi dan dukunganya selama ini, baik moril, spiritual, dan finansial, sehingga peneliti dapat menyelesaikan studi di Universitas Negeri Malang. 2. Bapak Dr. Ery Tri Djatmiko R.W.W., M.A., M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yang telah menyediakan pelayanan administrasi yang dibutuhkan penulis untuk mempermudah dalam pelaksanaan penelitian dan penyusunan skripsi ini. 3. Ibu Dr. Dyah Ayu Wardhani selaku ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yang telah memberikan dukungan, fasilitas, dan pelayanan administrasi dengan baik kepada penulis. 4. Ibu Dra. Endang Sri Andayani SE, M.Si, Ak, selaku dosen penasehat Akademik (PA) dan sebagai pembimbing I yang telah banyak memberikan bantuan, bimbingan, petunjuk, dan motivasi yang besar bagi penulis, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. 5. Bapak Eka Ananta Sidharta, SE, Ak, M.M, selaku pembimbing II yang telah memberikan bantuan, bimbingan, petunjuk, dan motivasi yang besar bagi penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 6. Bapak Dr. Sunaryanto M.Ed selaku dosen penguji utama yang telah meluangkan waktu untuk memberikan perbaikan dan penyempurnaan skripsi ini. 7. Bapak Drs. JH. Budi Santosa, M.Pd, selaku kepala sekolah SMKN I PITU yang telah memberikan ijin dan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian. 8. Bapak Darmuji, S.Pd. selaku guru pengajar Akuntansi dengan standar kompetensi Mengelola Buku Besar, yang telah memberikan waktu mengajarnya digunakan penulis untuk meneliti dan memberikan motivasi kepada penulis selama proses penelitian, sehingga penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik, dan tepat waktu. 9. Ibu Lilik Kurniawati S.Pd, selaku guru pengajar Akuntansi dengan standar kompetensi Mengelola Buku Besar, yang telah bersedia untuk menjadi observer dalam kegiatan penelitian. 10. Peserta didik SMKN I PITU, yang telah berpartisipasi dalam kegiatan penelitian sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 11. Seluruh teman-teman yang telah memberikan dukungan selama penulisan skripsi ini. 12. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu terima kasih atas bantuan, saran, motivasi, dan do’anya. Semoga segala bantuan, bimbingan dan kepedulian yang telah diberikan mendapat balasan yang lebih baik dari Allah S.W.T. Harapan penulis semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi ummat manusia. Amin. Dalam penulisan ini mungkin masih banyak kesalahan atau kekhilafan, baik disengaja atau tidak; oleh karena itu kritik dan saran yang konstruktif sangat penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan ini. Malang, Agustus 2009 Penulis DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK i KATA PENGANTAR iii DAFTAR ISI vi DAFTAR TABEL viii DAFTAR GAMBAR ix DAFTAR LAMPIRAN x I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 B. Rumusan Masalah 6 C. Tujuan Penelitian 6 D. Kegunaan Penelitian 6 II. KAJIAN PUSTAKA A. Pembelajaran Kontekstual 8 B. Pembelajaran Kooperatif 15 C. Pembelajaran Kooperatif Jigsaw 20 D. Model Pembelajaran Tutorial Sebaya 23 E. Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar 24 F. Temuan Penelitian Terdahulu yang Relevan................................... 33 G. Persamaan dan Perbedaan Penelitian ini dengan Penelitian Terdahulu.... 38 III. METODE PENELITIAN A. Metode dan Pendekatan 40 B. Kehadiran Peneliti 41 C. Lokasi Penelitian.....................................................................................42 D. Sumber Data 43 E. Teknik Pengumpulan Data 44 F. Analisis Data 47 G. Pengecekan Keabsahan data 51 H. Tahap-tahap Penelitian 52 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan data. 53 1. Paparan Data Pra Tindakan. 53 2. Paparan Data Siklus I. 56 3. Paparan Data Siklus II . 73 B. Temuan Penelitian. 89 BAB V PEMBAHASAN Penerapan Pembelajaran Kontekstual Dengan Kombinasi Strategi Kooperatif Jigsaw Dan Tutorial Sebaya (Peer Tutoring) Pada Mata Pelajaran Akuntansi Dengan Standar Kompetensi Mengelola Buku Besar yang Mampu Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Siswa Kelas X SMKN I PITU 93 BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan. 111 B. Saran 113 DAFTAR RUJUKAN. 115 PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN. 118 LAMPIRAN. 119 RIWAYAT HIDUP. 285 DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3.1 Kriteria taraf keberhasilan tindakan aktivitas guru/ peneliti. 49 Tabel 3.2 Kriteria taraf keberhasilan tindakan aktivitas guru/ peneliti. 50 Tabel 3.3 Kriteria taraf ketuntasan belajar 50 Tabel 3.4 Penentuan taraf keberhasilan tindakan terhadap hasil belajar siswa 51 DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Bagan Proses Pembelajaran Konstruktivistik………………………11 Gambar 3.1 Prosedur pelaksanaan PTK………………………………………....52 DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1a : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I 119 Lampiran 1b : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II 128 Lampiran 2 : Hand Out Materi Siklus I dan II 187 Lampiran 3 : Lembar Kerja Siswa (LKS) 193 Lampiran 4 : Kunci Jawaban LKS 194 Lampiran 5a : Daftar Nama Kelompok Siklus I 200 Lampiran 5b : Daftar Nama Kelompok Siklus II 203 Lampiran 6a : Lembar Observasi Aktivitas Guru/Peneliti Siklus I 205 Lampiran 6b : Lembar Observasi Aktivitas Guru/Peneliti Siklus II 208 Lampiran 7a : Lembar Observasi Aktivitas Siswa/Tutor Siklus I 211 Lampiran 7b : Lembar Observasi Aktivitas Siswa/Tutor Siklus II 215 Lampiran 8a : Catatan Lapangan 219 Lampiran 8b : Catatan Lapangan dengan Pihak Sekolah...................................... 224 Lampiran 8c : Catatan Lapangan denan Guru Mata Pelajaran 226 Lampiran 8d : Catatan Lapangan Siklus I Pada Pertemuan I 228 Lampiran 8e : Catatan Lapangan Siklus I Pada Pertemuan II 235 Lampiran 8f : Catatan Lapangan Siklus I Pada Pertemuan III 238 Lampiran 8g : Catatan Lapangan Suklus II Pertemuan I 239 Lampiran 8h : Catatan Lapangan Suklus II Pertemuan III 241 Lampiran 8i : Catatan Lapangan Suklus II Pertemuan III 242 Lampiran 9a : Soal Post Test Siklus I 243 Lampiran 9b : Soal Post Test Siklus II 245 Lampiran 10a : Soal Post Test Siklus I 246 Lampiran 10b : Soal Post Test Siklus II 250 Lampiran 11 : Daftar Nilai Siswa Siklus I dan II 255 Lampiran 12 : Data SMKN I PITU Secara Umum 259 Lampiran 13 : Diagram Pencapaian Kompetensi 263 Lampiran 14 : Proses Pelaksanaan Siklus I dan II 266 Lampiran 15 : Dokumentasi Penelitian 268 Lampiran 16 : Materi Diskusi. 272 Lampiran 17 : Silabus 278 Lampiran 18 : Lembar Konsultasi.......................................................................... 280 Lampiran 19 : Surat Penelitian............................................................................... 283 Lampiran 20 : Serifikat Penelitian.......................................................................... 284 PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN KOMBINASI STRATEGI KOOPERATIF JIGSAW DAN TUTORIAL SEBAYA (PEER TUTORING) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI (Studi Kasus Pada Siswa Kelas X SMKN 1 PITU dengan Standar Kompetensi Mengelola Buku Besar) SKRIPSI Oleh JOHAN EFENDI NIM 106421403976 UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN AKUNTANSI AGUSTUS 2009 PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN KOMBINASI STRATEGI KOOPERATIF JIGSAW DAN TUTORIAL SEBAYA (PEER TUTORING) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI (Studi Kasus Pada Siswa Kelas X SMKN 1 PITU dengan Standar Kompetensi Mengelola Buku Besar) SKRIPSI Diajukan kepada Universitas Negeri Malang untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program Sarjana Pendidikan Akuntansi Oleh JOHAN EFENDI NIM 106421403976 UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN AKUNTANSI AGUSTUS 2009

Kinerja guru kejuruan yang telah bersertifikat pendidik di SMKN se-kota Malang / Didik Hariyanto

 

ABSTRAK Hariyanto, Didik. 2009. Kinerja Guru Kejuruan Yang Telah Bersertifikat Pendidik. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Haris Anwar Syafrudie, (II) Drs. Heru Muryanto. Kata Kunci: Kinerja Guru Kejuruan, Bersertifikat Pendidik Faktor dominan dalam pendidikan adalah guru, guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan yang berperan menentukan kualitas dan mutu siswa. Guru yang efektif adalah guru yang mampu membawa siswanya dengan berhasil mencapai tujuan pengajaran. Oleh karena itu sangatlah diperlukan kinerja guru yang profesional dan bermutu tinggi. Upaya yang dilakukan Pemerintah salah satunya adalah dengan memberlakukan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, mewajibkan guru untuk memiliki kualifikasi akademik, menguasai kompetensi, dan memiliki sertifikat pendidik. Penelitian ini dilakukan pada guru yang telah bersertifikat pendidik di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri se-kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru yang telah bersertifikat pendidik di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri se-kota Malang. Diambil sebanyak 15% dari jumlah guru pada masing-masing sekolah untuk dijadikan sampel, dan diperoleh sebanyak 55 guru sebagai sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proporsional sampel. Metode pengumpulan data yang dipergunakan untuk mencari dan mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan kinerja guru kejuruan dalam penyusunan program pembelajaran dengan nilai mean 5,96 yang berada pada rentangan 3-7 dengan kriteria baik, pelaksanaan program pembelajaran dengan nilai mean 10,07 yang berada pada rentangan 7,5-10 dengan kriteria baik, pelaksanaan evaluasi dengan nilai mean 2,58 yang berada pada rentangan 2-3 dengan kriteria baik, analisis hasil evaluasi dengan nilai mean 3,40 yang berada pada rentangan 2-4 dengan kriteria baik, dan pelaksanaan perbaikan dan pengayaan dengan nilai mean 3,49 yang berada pada rentangan 2,5-4 di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di kota Malang juga telah dilakukan dengan kriteria baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri se-kota Malang untuk lebih mempertahankan atau bahkan meningkatkan semangat kerja yang sudah baik menjadi lebih baik lagi dikemudian hari serta dapat mempertahankan dan menjaga citranya sebagai pendidik terutama yang terkait dengan kedisiplinan, kerapian, loyalitas, kerjasama dan semangat dalam membimbing siswa-siswinya.

Penerapan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Malang / Lathifah Fadhlani

 

Pendidikan nasional merupakan bagian integral dari pembangunan nasional di Indonesia yang akan terwujud melalui pendidikan formal maupun informal. Pendidikan di sekolah sebagai lingkungan pendidikan formal tidak terlepas dari kegiatan belajar-mengajar. Karena itu, proses dari kegiatan belajar mengajar sangat menentukan keberhasilan belajar dari siswa. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara yang telah dilakukan peneliti menemukan adanya permasalahan mengenai rendahnya motivasi dan prestasi belajar fisika di SMP Negeri 1 Malang, hal ini dapat dilihat pada saat pembelajaran berlangsung masih banyak siswa yang mengobrol sendiri dan tidak mendengarkan penjelasan dari guru, pada saat ditanya oleh guru banyak siswa yang tidak dapat menjawab hanya sebagian siswa saja yang dapat menjawab pertanyaan dari guru. Pembelajaran pada umumnya masih berpusat pada guru dan banyak menggunakan metode caramah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model TGT dalam meningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Malang. PTK merupakan penelitian kelas yang tindakannya berupa tindakan kooperatif TGT. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data- data yang dikumpulkan kemudian dideskripsikan secara naratif. Tahapan pelaksanaan penelitian dimulai dari observasi awal. Setelah dilakukan observasi, maka disusunlah rencana tindakan yang disusul dengan pelaksanaan rencana tindakan dan refleksi. Demikian gambaran tahapan pelaksanan penelitian yang dilakukan selama 2 siklus pembelajaran pada bulan Maret-April 2009. Instrumen yang digunakan berupa perangkat pembelajaran, lembar observasi (untuk mengetahui motivasi siswa), lembar wawancara, angket motivasi, catatan lapangan, dan lembar soal tes. Peneliti melihat perubahan motivasi siswa dari angket yang diberikan pada akhir siklus I dan II sedangkan lembar observasi motivasi sebagai pembanding dari hasil angket motivasi dan untuk mengukur hasil prestasi belajar siswa menggunakan soal tes. Berdasarkan hasil analisis dan paparan data serta pembahasan menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif model TGT dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Malang, dengan hasil rerata persentase motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 82.60 % menjadi 84.76 % pada siklus II. Sedangkan prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan kemampuan dengan rerata skor tes yaitu pada siklus I sebesar 75.68 menjadi 84.74 pada siklus II dan daya serap klasikal pada siklus I sebesar 54.28 % menjadi 100 % pada siklus II. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Malang dan peneliti dapat menyarankan agar para guru dapat menerapkan model pembelajaran TGT untuk mengatasi rendahnya motivasi dan prestasi belajar siswa pada materi yang sesuai.

Pengembangan modul pembelajaran berbasis konstruktivisme model learning cycle (sikuls belajar) 4E materi kerusakan dan pencemaran lingkungan serta upaya pelestariannya untuk kelas X SMA Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang / Ndaru Restyana

 

Belajar sains (IPA) mengutamakan pada proses sains dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme. Pendekatan konstruktivisme adalah pendekatan pembelajaran yang memandang bahwa siswa belajar dengan cara mengkonstruksi pemahaman baru tentang suatu fenomena dari pengalaman belajar yang telah dimiliki sebelumnya. Salah satu model pembelajaran filosofi konstruktivisme adalah model Learning Cycle (sklus belajar). Hasil observasi menunjukkann bahwa pembelajaran biologi di SMA Diponegoro Tumpang selama ini adalah: a) pembelajaran sering kali hanya dilakukan di dalam kelas dengan metode ceramah, b) sumber belajar yang digunakan hanya buku teks dan LKS yang hanya bersifat informatif, hal ini menyebabkan siswa hanya mengulang informasi dan belum membangun konsep sendiri, c) format LKS yang diberikan siswa sering kali memiliki gambar yang tidak jelas dan tidak berwarna sehingga kurang memenuhi kriteria suatu media, d) LKS tidak dibuat oleh guru sendiri, melainkan dari penerbit Bersamaan dengan hal tersebut, berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah SMA Diponegoro Tumpang, diperoleh informasi bahwa SMA Diponegoro Tumpang merupakan SMA swasta di kabupaten Malang yang sedang merintis untuk menjadi sekolah berstandar nasional. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh sekolah tersebut yaitu melakukan kegiatan pengembangan bahan ajar yang berupa modul. Sebagai sekolah yang sedang merintis untuk menuju sekolah standar nasional dengan salah satu programnya adalah pengembangan modul, maka sekolah ini membutuhkan contoh modul yang mempunyai komponen lengkap dengan pendekatan konstruktivisme sebagai salah satu bahan ajar. Dengan demikian, untuk mengatasi permasalahan tersebut dikembangkanlah modul pembelajaran berbasis konstruktivisme model Learning Cycle (Siklus belajar) 4E materi kerusakan dan pencemaran lingkungan serta upaya pelestariannya untuk Siswa kelas X SMA Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang. Model pengembangan modul yang digunakan penulis mengikuti langkah-langkah sebagai berikut 1) penentuan standar kompetensi dan rencana kegiatan belajar-mengajar, 2) analisis kebutuhan modul, 3) penyusunan draft modul, 4) uji coba, 5) validasi, 6) revisi, dan 7) produksi. Validasi dilakukan oleh empat validator yaitu ahli media, ahli materi, guru. Modul juga diujicobakan pada responden yaitu kelas siswa kelas X.1 SMA Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam pengembangan modul ini berupa angket. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil validasi yang dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan guru, memperoleh nilai 66,1%, 89,2%, dan 85,2%. Uji coba oleh responden (siswa) mendapatkan nilai 88,2%. Data hasil validasi dari ahli materi dan guru serta uji coba oleh responden menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan bersifat valid dan tidak perlu direvisi. Sedangkan data hasil validasi dari ahli media menunjukkan bahwa modul kurang valid dan perlu direvisi. Meskipun berdasarkan data kuantitatif modul telah dinyatakan valid dan layak tetapi perlu ditindak lanjuti mengenai komentar dan saran dari ahli media, ahli materi, guru, dan responden. Produk yang dihasilkan adalah modul pembelajaran berbasis konstruktivisme model Learning cycle (siklus belajar) 4E materi kerusakan dan pencemaran lingkungan serta upaya pelestariannya. Modul dikembangkan untuk mencapai kompetensi dasar “menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan masalah perusakan/pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan”. Modul yang dikembangkan terdiri dari lima kegiatan belajar yang masing-masing kegiatan belajar terdiri dari 4 fase yaitu eksplorasi, eksplanasi, ekspansi, dan evaluasi. Modul ini mempunyai alokasi waktu 5 X 45 menit.Hasil pengembangan modul menunjukkan bahwa modul pembelajaran ini dapat digunakan sebagai alternatif pemecahan masalah di SMA Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang. Saran pemanfaatan produk yang dapat dikemukakan setelah dilaksanakan penelitian pengembangan ini adalah 1) bagi siswa yang telah mampu mempelajari modul dengan lebih cepat, sebaiknya mendapat modul pengayaan, 2) perlu adanya modul remidial untuk menanggapi siswa-siswa yang lamban dalam belajar dan mengalami kesulitan dalam mempelajari modul inti, 3) modul sebaiknya dilengkapi dengan gambar-gambar yang disajikan dalam bentuk CD (Compact Disc). Hal tersebut bertujuan agar siswa tidak bosan dengan hanya menjawab pertanyaan yang ada di LKS (lembar kegiatan siswa), 4) Pada pembelajaran dengan modul, hubungan antar siswa di dalam kelas menjadi renggang, perkembangan jiwa sosial kelas kurang mendapat perhatian, karena adanya prinsip individualisasi belajar. Padahal motivasi dapat dipengaruhi oleh dukungan kehidupan sosial. Dengan demikian guru sebaiknya mengikuti perkembangan siswa selama proses pembelajaran, 5) Pada pembelajaran dengan modul, hubungan antar siswa di dalam kelas menjadi renggang, perkembangan jiwa sosial kelas kurang mendapat perhatian, karena adanya prinsip individualisasi belajar. Padahal motivasi dapat dipengaruhi oleh dukungan kehidupan sosial. Dengan demikian guru sebaiknya mengikuti perkembangan siswa selama proses pembelajaran.

Penelitian tentang sikap asertif siswa SMA negeri terhadap orang tua di Kota Situbondo / Gurita Arum Sari

 

Abstrak:2009 Orang tua perlu membentuk komunikasi yang efektif di antara sempitnya ruang waktu bersama keluarga. Menurut Seto, keluarga sebagai tempat berangkat dan kembali. Karena itu ketika ada waktu bertemu dengan seluruh anggota keluarga hendaknya manfaatkan dengan semaksimal mungkin. Jangan sampai karena orangtua merasa capai, lantas marah dengan anak karena hal sepele, karena kemarahan itu akan merusak komunikasi efektif.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran ketrampilan siswa dalam pengungkapan perasaan positif terhadap orang tua di kota Situbondo, (2) mengetahui gambaran ketrampilan afirmasi diri pada siswa SMA Negeri di kota Situbondo, (3) mengetahui gambaran ketrampilan siswa dalam pengungkapan perasaan negatif terhadap orang tua di kota Situbondo, (4) mendeskripsikan sikap asertif siswa SMA Negeri terhadap orang tuanya di kota Situbondo. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan teknik analisis persentase, pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling, alasan atau dasar pertimbangan peneliti dalam menggunakan teknik sampling tersebut adalah (1) jumlah populasi relatif besar; (2) populasi tersebut berada pada beberapa SMA Negeri di wilayah kota Situbondo yang lokasinya satu sama lain saling berjauhan; (3) keterbatasan yang ada pada diri peneliti dari segi waktu dan tenaga. Pengambilan sampel kelas dengan menggunakan teknik purposive instrument yang digunakan adalah angket sikap asertif siswa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ketrampilan sikap asertif siswa SMA Negeri di kota Situbondo dengan cukup baik (50,5%), keterampilan afirmasi diri dengan cukup baik (56,6%), dan keterampilan mengungkapkan perasaan negative tergolong kurang baik (55,1%) cukup banyak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sikap asertif siswa SMA Negeri di kota Situbondo terhadap orang tua tergolong cukup baik dengan persentase (72,5%) dengan klasifikasi banyak. Adapun saran atas hasil penelitian ini adalah (1) Bagi Kepala sekolah dengan mengetahui sikap asertif siswa SMA Negeri terhadap orang tua di kota Situbondo, diharapkan kepala sekolah dapat memfasilitasi konselor dalam berbagai macam kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanakan program konseling untuk meningkatkan keterampilan asertif siswa. (2) Bagi konselor dengan mengetahui sikap asertif siswa, diharapkan guru BK memberikan latihan-latihan bagaimana cara meningkatkan keterampilan siswa dalam berkomunikasi secara efektif. (3) Diharapkan kepada peneliti selanjutnya dapat menjadikan penelitian ini acuan untuk menciptakan formula baru untuk meningkatkan keterampilan siswa agar mampu bersikap asertif tidak hanya untuk orang tua tetapi juga terhadap orang lain. Kata kunci: sikap asertif

Sintesis dan karakterisasi senyawa kompleks tembaga dengan ligan karboksilat melalui reaksi trans-saponifikasi sabun natrium serta uji potensinya sebagai pewarna nyala lilin / Fidyah Nanda Kusuma

 

ABSTRAK Kusuma, Fidyah Nanda. 2009. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks Tembaga dengan Ligan Karboksilat melalui Reaksi Trans-saponifikasi Sabun Natrium serta Uji Potensinya sebagai Pewarna Nyala Lilin. Skripsi, Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. I Wayan Dasna, M. Si., Ph. D., (II) Drs. H. Parlan, M. Si. Kata-kata kunci: sabun natrium, trans-saponifikasi, senyawa kompleks tembaga, ligan karboksilat, pewarna nyala lilin. Lilin merupakan bahan yang tidak asing bagi masyarakat. Sebelum ditemukan listrik, lilin sudah digunakan sebagai alat penerangan bahkan saat ini juga digunakan sebagai perlengkapan dekorasi, dan perlengakapan peribadatan. Dilihat dari kegunaannya lilin dipasaran dapat disajikan dalam berbagai variasi, bentuk, dan warna. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai estetika dan ekonomi lilin, adalah dengan cara mengubah warna nyala lilin yang pada umumnya berwarna merah menjadi warna lain seperti hijau, biru, kuning dan ungu. Warna nyala lilin yang berwarna-warni dapat dibuat dengan cara melarutkan senyawa-senyawa logam dalam parafin (lilin). Kepolaran ion logam dan lilin berbeda, sehingga kepolaran ion logam harus diturunkan dengan mengubah ion logam menjadi senyawa kompleks yang kurang polar. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis senyawa kompleks dengan ligan karboksilat melalui reaksi trans-saponifikasi sabun natrium yang dilanjutkan dengan karakterisasi serta uji potensinya sebagai pewarna nyala lilin. Penelitian ini mencakup 4 tahap yaitu: (1) sintesis sabun natrium melalui reaksi saponifikasi antara minyak sawit dengan natrium hidroksida; (2) sintesis senyawa kompleks tembaga dengan ligan karboksilat melalui reaksi trans-saponifikasi sabun natrium dengan tembaga(II) nitrat; (3) karakterisasai senyawa hasil sintesis, meliputi penentuan titik lebur, analisis kualitatif dan kuantitatif logam natrium dan logam tembaga pada senyawa kompleks tembaga hasil sintesis dengan X-Ray Fluorescence (XRF), analisis kualitatif ion nitrat, identifikasi gugus fungsi dengan spektroskopi inframerah pada senyawa kompleks tembaga karboksilat hasil sintesis, uji kerentanan magnet pada senyawa tembaga dengan Magnetic Susceptibility Balance (MSB), uji warna nyala dengan kawat nikrom, serta uji kelarutan; (4) tahap uji potensi sebagai pewarna nyala lilin senyawa hasil sintesis ditambahkan pada minyak sawit dan parafin padat. Hasil penelitian ini adalah (1) Sabun natrium yang diperoleh berwarna putih kekuningan, titik lebur 91-92 0C; (2) Senyawa kompleks tembaga karboksilat berupa serbuk berwarna biru muda, titik lebur 98-100,50C; (3) Sabun natrium larut baik dalam campuran gliserol : oktanol = 1 : 1 (0,01 gram/ 1 mL), senyawa kompleks tembaga karboksilat dan garam tembaga(II) asetat sebagai pembanding larut baik dalam oktanol (0,01 gram/ 1 mL); (4) Senyawa kompleks tembaga karboksilat bersifat paramagnetik dengan μeff = 1,98 BM; (5) Warna nyala sumbu dalam minyak sawit efektif ditambah sabun natrium efektif adalah kuning terang dan hijau kebiruan senyawa kompleks tembaga karboksilat pada konsentrasi 30%; (6) Warna nyala lilin yang ditambah dengan sabun natrium yang efektif adalah kuning dan warna nyala hijau kebiruan senyawa kompleks tembaga pada konsentrasi 45%.

Pengaruh dimensi kualitas layanan jasa terhadap keputusan pembelian (studi pada konsumen Araya Golf & Family Club) / Ita Riana Ardhiani

 

ABSTRAK Ardhiani, Ita Riana. 2009. Pengaruh Dimensi Kualitas Layanan Jasa Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada Konsumen Araya Golf & Family Club). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sopiah, M.Pd.,M.M, (II) Afwan Hariri Agus Prohimi, S.E.,M.Si Kata Kunci : jasa, dimensi kualitas jasa, keputusan pembelian. Dimensi Kualitas jasa adalah atribut yang merupakan cerminan dari keseluruhan sikap pelanggan terhadap penyerahan jasa, yang terbentuk dari sejumlah pengalaman jasa yang berhasil maupun yang tidak berhasil. Dimensi Kualitas Jasa meliputi: reliability, responsiveness, assurance, emphaty, tangibles. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dan kausalitas dimana penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih dengan menjelaskan hubungan antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis serta memberi gambaran yang jelas tentang keadaan-keadaan objek penelitian. Variabel yang diteliti adalah masalah dimensi kualitas jasa sebagai variabel bebas (X) yang terdiri atas reliability (X1), responsiveness (X2), assurance (X3), emphaty (X4), dan tangibles (X5), dan variabel terikat (Y) dalam hal ini terhadap keputusan pembelian. Instrumen penelitian yang digunalan adalah kuisioner tertutup dengan menggunakan skala likert dengan 5 pilihan jawaban dan disebarkan kepada 75 responden sebagai dampel dengan menggunakan tehnik Purposive Sampling. Penelitian ini dilakukan di Araya Golf & Family Club Malang. Berdasarkan hasil analisis data secara parsial diketahui bahwa pengaruh reliability (X1) terhadap keputusan pembelian (Y) diperoleh nilai β1= 0,144 dan nilai t. Hitung =1,506. Sehingga t Hitung < t Tabel (1,980) pada taraf kepercayaan 95% dengan tingkat signifikansi 0,137  α (0.05). Hal ini membuktikan bahwa tidak terdapat pengaruh positif signifikan antara variabel reliability (X1) terhadap keputusan pembelian (Y). Pengaruh responsiveness (X2) terhadap keputusan pembelian (Y) diperoleh nilai β2= 0,168 dan nilai t. Hitung =1,646. Sehingga t Hitung < t Tabel (1,980) pada taraf kepercayaan 95% dengan tingkat signifikansi 0,104  α (0.05). Hal ini membuktikan bahwa tidak terdapat pengaruh positif signifikan variabel responsiveness (X2) terhadap keputusan pembelian (Y). Pengaruh assurance (X3) terhadap keputusan pembelian (Y) diperoleh nilai β3= 0,079 dan nilai t. Hitung. 0,964. Sehingga t Hitung < t Tabel (1,980) pada taraf kepercayaan 95% dengan tingkat signifikansi 0,338  α (0.05). Hal ini membuktikan bahwa tidak terdapat pengaruh positif signifikan variabel assurance (X3) terhadap keputusan pembelian (Y). Pengaruh emphaty (X4) terhadap keputusan pembelian (Y) diperoleh nilai β4= 0,590 dan nilai t. Hitung = 5,954. Sehingga t Hitung > t Tabel (1,980) pada taraf kepercayaan 95% dengan tingkat signifikansi 0,000 ≤ α (0.05). Hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan variabel emphaty (X4) terhadap keputusan pembelian (Y). Pengaruh tangibles (X5) terhadap keputusan pembelian (Y) diperoleh nilai β5= 0,022 dan nilai t. Hitung = 0,200 . Sehingga t Hitung < t Tabel (1,980) pada taraf kepercayaan 95% dengan tingkat signifikansi 0,842  α (0.05). Hal ini membuktikan bahwa tidak terdapat pengaruh positif signifikan variabel tangibles (X5) terhadap keputusan pembelian (Y). Dari hasil analisis data diketahui bahwa nilai F Hitung = 36,720 sehingga nilai F Hitung > F Tabel (2,300) pada taraf kepercayaan 95% dengan tingkat signifikansi 0,000 ≤ α (0.05). Hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan variabel reliability (X1), responsiveness (X2), assurance (X3), emphaty (X4), dan tangibles (X5), secara simultan terhadap keputusan pembelian (Y). Berdasarkan hasil regresi model summary dilihat bahwa nilai Adj. R Square sebesar 0,707. Hal ini berarti 71% keputusan pembelian (Y) dipengaruhi oleh dimensi kualitas jasa (X ) yang terdiri dari reliability (X1), responsiveness (X2), assurance (X3), emphaty (X4), dan tangibles (X5) . Sedangkan sisanya 29% dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan analisis dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dimensi kualitas layanan jasa yang terdiri atas reliability, responsiveness, assurance, emphaty, tangibles yang telah diterapkan oleh Araya Golf & Family Club Malang telh mampu menarik respon baik dari konsumen. Secara simultan dimensi kualitas layanan jasa yang terdiri atas reliability, responsiveness, assurance, emphaty, tangibles memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian. Selain itu secara parsial emphaty memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian. Reliability, responsiveness, assurance, dan tangibles tidak memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian. Dari kelima aspek dimensi kualitas jasa tersebut, variabel emphaty memiliki determinasi tinggi dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen Araya Golf & Family Club Malang. Hal ini karena variabel emphaty yang terdiri atas kemampuan perusahaan memberikan pelanggan perhatian individual, karyawan yang mengerti mode, karyawan yang memperhatkan kepentingan pelanggan, serta jam buka yang nyaman dapat memberikan persepsi positif dari konsumen sehingga dalam penelitian ini. Pada penelitian ini perusahaan disarankan untuk mempertahankan atau lebih meningkatkan faktor emphaty dikarenakan hal tersebut dapat memberikan ciri khas tersendiri bagi Araya Golf & Family Club Malang serta disarankan pada penelitia selanjutnya untuk menggunakan objek penelitian yang berbeda dengan jumlah sampel yang lebih besar.

Pengaruh serbuk kayu manis (Cinnamomum burmanii) terhadap mortalitas cacing Ascaridia galii secara in vitro / Irma Harliawati

 

ABSTRAK Harliawati, Irma. 2008. Pengaruh Serbuk Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) terhadap Mortalitas Cacing Ascaridia galli secara In Vitro. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Susilowati, M.S, (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si Kata kunci: mortalitas Cacing Ascaridia galli, serbuk kayu manis (Cinnamomum burmanii) Askaridiasis adalah penyakit yang salah satunya disebabkan oleh cacing Ascaridia galli yang menyerang usus halus bagian tengah ayam. Sejauh ini upaya penanggulangan terhadap infeksi cacing ini dilakukan dengan menggunakan obat cacing secara tradisional, misalnya tanaman kayu manis. Kayu manis memiliki berbagai manfaat salah satunya sebagai obat cacing tradisional karena diduga mampu membunuh cacing Ascaridia galli. Terdapat beberapa kandungan kimia pada kayu manis seperti saponin, eugenol, dan tanin. Adapun penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui pengaruh serbuk kayu manis (Cinnamomum burmanii) terhadap mortalitas cacing Ascaridia galli secara in vitro, (2) untuk mengetahui konsentrasi serbuk kayu manis yang paling efektif menyebabkan mortalitas cacing Ascaridia galli. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 ulangan dan 6 perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ruang 312 dan 314, FMIPA UM pada bulan April-Juli 2008. Variabel bebas pada penelitian ini adalah konsentrasi serbuk kayu manis, dengan variabel terikatnya adalah persentase mortalitas cacing Ascaridia galli. Sedangkan untuk variabel kontrolnya adalah ukuran tubuh cacing dan suhu lingkungan ketika perlakuan. Konsentrasi serbuk kayu manis yang digunakan adalah 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh cacing Ascaridia galli dewasa berukuran 5-8 cm yang terdapat pada usus ayam kampung, sedangkan sampelnya adalah 252 ekor cacing Ascaridia galli dewasa dengan ukuran 5-8 cm. Data dianalisis dengan ANAVA Tunggal untuk mengetahui pengaruh serbuk kayu manis terhadap mortalitas cacing dan kemudian dilanjutkan dengan uji BNT untuk mengetahui konsentrasi yang efektif membunuh cacing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh serbuk kayu manis terhadap mortalitas cacing A. galli, dengan Fhitung (18,33) lebih besar dibanding Ftabel (2,53). Konsentrasi serbuk kayu manis yang paling efektif menyebabkan mortalitas cacing A. galli adalah konsentrasi 5%.

Pengolahan limbah cair tempe dengan effective microorganism (EM4 dan EM5) dan potensinya sebagai penghasil pupuk dan biogas / Krisna Hartanto

 

ABSTRAK Hartanto, Krisna. 2009. Pengolahan Limbah Cair Tempe dengan Effective Microorganism (EM4 dan EM5) dan Potensinya sebagai Penghasil Pupuk dan Biogas. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Subandi, M.Si. (II) Ir. H. Santosa Soengkono. Kata kunci: limbah cair tempe, EM4, EM5, pupuk, biogas Salah satu industri yang memberi kontribusi cukup besar dalam pencemaran perairan adalah industri tempe. Namun demikian jika diolah dengan baik limbah industri tempe ini diduga akan memberikan manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas limbah cair tempe sebelum dan sesudah difermentasi dengan EM4 serta untuk mengetahui pengaruh penambahan EM5 terhadap waktu fermentasi limbah cair tempe untuk menghasilkan biogas. Rancangan penelitian ini bersifat eksperimental dan terdiri dari dua bagian. Bagian pertama adalah analisis COD, nitrogen total, nitrat, dan karbon organik total limbah cair tempe sebelum dan sesudah difermentasi selama 3 hari dengan atau tanpa menggunakan EM4, kemudian ditentukan rasio C/N limbah cair sebelum maupun sesudah fermentasi untuk menentukan kelayakannya sebagai pupuk. Bagian kedua adalah penentuan waktu fermentasi terbentuknya biogas. Penentuan waktu fermentasi ini dilakukan dengan cara mengamati volume kantung plastik penampung gas. Jika kantung plastik penampung gas sudah penuh dapat dilakukan uji nyala dari biogas yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Kimia Universitas Negeri Malang dan Laboratorium Kimia PT. Jasa Tirta untuk analisis kualitas limbah cair tempe. Uji biogas dilakukan di daerah Sukarno-Hatta Malang. Sampel limbah cair tempe diperoleh dari Sentra Perajin Tempe Sanan Malang hasil proses perendaman setelah rebusan pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EM4 pada limbah cair tempe (pH 6,8) dapat menurunkan kadar COD sebesar 42,68% dari 8679,12 mg/L menjadi 5061,96 mg/L, penurunan nitrogen total sebesar 21,27% dari 16,5 mg/L menjadi 12,99 mg/L, penurunan nitrat sebesar 15,04% dari 0,452 mg/L menjadi 0,384 mg/L, penurunan karbon organik total sebesar 28,38% dari 1124 mg/L menjadi 628 mg/L mg/L, dan penurunan TSS sebesar 28,47% dari 1370 mg/L menjadi 980 mg/L. Pemberian EM4 pada limbah cair tempe juga menurunkan rasio C/N dari 68,12 menjadi 48,34 (rasio ideal untuk pupuk 25-35). Untuk uji biogas, baik dengan atau tanpa penambahan EM5 limbah cair tempe dapat menghasilkan biogas. Dengan digester kapasitas 60 L dan tanpa EM5, 40 L limbah cair tempe dapat menghasilkan biogas setelah 44 hari, sedangkan jika dengan EM5 biogas dapat terjadi setelah 35 hari. Disamping itu penambahan EM5 dapat menghilangkan bau yang tidak sedap.

Pengembangan media pembelajaran CD interaktif mata pelajaran ilmu pengetahuan alam kelas VII semester I di SMPN 4 Malang / Nur Afif Safiudin

 

ABSTRAK Safiudin, Nur Afif. 2009. Pengembangan Media Pembelajaran CD Interaktif Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII Semester I di SMPN 4 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Joseph Mbulu, M. Pd., (II) Drs. H. Zainul Abidin, M. Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, CD interaktif, IPA Media pembelajaran CD interaktif merupakan perwujudan dari multimedia pembelajaran, karena penyampaiannya memadukan unsur audio, visual serta interaktifitas, sehingga dapat menarik minat pengguna. Berdasarkan hasil observasi di SMP Negeri 4 Malang, penggunaan media pembelajaran berbasis komputer dalam penyampaian materi pelajaran khususnya Ilmu Pengetahuan Alam masih kurang. Hal ini dibuktikan dengan hanya adanya buku teks atau LKS sebagai penunjang siswa dalam memahami materi. Karena itu, pengembang membuat alternatif pilihan media pembelajaran melalui pengembangan media pembelajaran CD interaktif. Media ini di desain menarik yang bertujuan untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar, mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran, dan meningkatkan efektifitas pembelajaran. Pengembangan media ini berisikan materi pelajaran IPA, pokok bahasan besaran dan pengukuran. Tujuan pengembangan media pembelajaran CD interaktif ini adalah menghasilkan sebuah CD sebagai salah satu alternatif media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas VII SMP yang efektif dalam pembelajaran. Karakteristik dari media pembelajaran CD interaktif ini adalah terdapat komunikasi yang interaktif antara pengguna dengan media, sehingga akan mendorong tingkat keaktifan siswa dalam belajar. Subyek uji coba dalam pengembangan ini adalah siswa kelas VII semester I Tahun 2009 di SMP Negeri 4 Malang. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen angket ahli media, ahli materi, dan siswa. Untuk mengukur hasil belajar siswa digunakan evaluasi dalam bentuk tes, yaitu pre-test dan post-test. Hasil pengembangan media pembelajaran CD interaktif ini memenuhi kriteria valid/layak yakni, ahli media 90%, ahli materi 80%, audiens perseorangan 84,2%, dan audiens lapangan 84,6%. Sedangkan untuk hasil belajar pada uji coba lapangan, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah penggunaan media pembelajaran CD interaktif, ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah siswa yang memenuhi SKM, dari 41,2% sebelum penggunaan media pembelajaran CD interaktif, menjadi 79,4% setelah penggunaan media pembelajaran CD interaktif, sehingga media pembelajaran CD interaktif ini bisa dikatakan efektif, dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Saran yang diajukan kepada pengembang selanjutnya adalah, hendaknya hasil produk media pembelajaran CD interaktif ini ditindak lanjuti dengan menambahkan materi yang ada di dalam media pembelajaran CD interaktif, sehingga dapat memberikan kontribusi yang berarti terhadap pembelajaran yang sedang berjalan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Perbedaan penyesuaian sosial antara urutan kelahiran anak sulung dan anak bungsu pada siswa kelas X SMAN 1 di Kota Malang / Lelia Herdiana

 

ABSTRAK Lelia Herdiana. 2009. Perbedaan Penyesuaian Sosial Antara Urutan Kelahiran Anak Sulung dan Anak Bungsu Pada Siswa Kelas X SMAN 1 di Kota Malang. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hanurawan., M.Si., M.Ed (2) Drs. Moh. Bisri., M.Si. Kata kunci : penyesuaian sosial, urutan kelahiran sulung dan bungsu. Penyesuaian sosial adalah kemampuan untuk bereaksi secara efektif dan sehat terhadap realitas sosial, situasi sosial dan hubungan sosial baik dengan rumah dan keluarga, sekolah maupun masayarakat. Penyesuaian sosial yang baik adalah mampu melakukan penyesuaian baik dirumah dan keluarga, di sekolah maupun di masyarakat. Penyesuaian sosial siswa dapat diukur dengan menggunakan skala penyesuaian sosial. Urutan kelahiran, nomor urutan kelahiran menurut diagram keluarga: Anak sulung, yaitu anak tunggal yang beralih posisi setelah munculnya anak kedua. Anak bungsu, yaitu anak kedua, anak ketiga, dan seterusnya yang tidak punya adik lagi.Tujuan penelitian ini untuk mengungkap penyesuaian sosial anak sulung dan penyesuaian sosial anak bungsu, serta untuk mengetahui perbedaan antara penyesuaian sosial anak sulung dengan anak bungsu kelas X di SMAN 1 Malang. Penelitian dengan rancangan deskriptif dan komparatif menggunakan subyek penelitian 38 anak sulung dan 38 anak bungsu siswa kelas X SMAN 1 Malang. Instrumen skala penyesuaian sosial dengan metode rating yang dijumlahkan atau metode Likert menggunakan 72 item. Dari uji validitas diperoleh 68 aitem valid dengan nilai rxy > 0,226 dengan p < 0,05 dan reliabilitas sebesar 0,931. Hasil analisis deskriptif dapat disimpulkan bahwa sebagian besar anak sulung dan anak bungsu memiliki penyesuaian sosial yang cukup baik, yaitu untuk anak sulung sebesar 68% dan anak bungsu sebesar 61%. Hasil analisis uji-t diperoleh koefisien t-hitung yaitu 2,142 dan koefisien probabilitasnya sebesar 0,035 pada taraf signifikansi 5%. Nilai p-value (0,035 < 0,05) maka dapat disimpulkan ada perbedaan penyesuaian sosial yang signifikan antara anak sulung dan anak bungsu pada siswa kelas X SMAN 1 di Kota Malang. Saran yang dikemukakan: bagi siswa agar mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat membantu proses sosialisasi, yaitu aktif di segala bidang yang bersifat sosial, lebih terbuka pada lingkungan, peduli dengan kondisi lingkungan, berpikiran positif, dan memiliki kepercayaan tinggi dalam berinteraksi. Bagi orangtua yaitu, diharapkan agar orangtua tidak membeda-bedakan status anak serta dapat mengetahui pentingnya penyesuaian sosial bagi anak agar dapat mengantisipasi perilaku maladjustment. Bagi kebijakan sekolah yaitu, menciptakan suasana sekolah yang dapat menimbulkan rasa nyaman bagi para siswanya agar dapat menyesuaikan diri dengan baik. Dan bagi peneliti selanjutnya, diharapkan peneliti selanjutnya untuk lebih memperhatikan hubungan saudara sekandung secara terpisah, yaitu jumlah saudara sekandung, usia saudara sekandung, jarak antara saudara dan jenis kelaminnya.

Identifikasi jenis dan pemanfaatan makroalga di daerah pasang surut pantai Tlanakan Kabupaten Pamekasan / Riyana

 

ABSTRAK Riyana, 2009. Identifikasi Jenis dan Pemanfaatan Makroalga di Daerah Pasang Surut Pantai Tlanakan Kabupaten Pamekasan. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra Murni Saptasari, M.Si, (II) Sitoresmi Prabaningtyas S.Si, M.Si Kata kunci: identifikasi makroalga, pantai Tlanakan Pamekasan Pantai Tlanakan belum mendapat perhatian dari peneliti kelautan terkait dengan keanekaragaman makroalga. Survai awal menunjukkan adanya keanekaragaman makroalga di pantai Tlanakan Kabupaten Pamekasan. Survai dilakukan dengan menjelajahi pesisir pantai Tlanakan Kabupaten Pamekasan. Informasi mengenai keanekaragaman, ciri morfologi, jenis makroalga, sebaran, pemanfaatan dan kondisi makroalga di Pantai Tlanakan kabupaten Pamekasan belum banyak diteliti. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian tentang identifikasi jenis dan pemanfaatan makroalga di daerah pasang surut pantai Tlanakan Kabupaten Pamekasan. Tujuan dari kajian ini untuk mengetahui (1) jenis-jenis makroalga di daerah pasang surut pantai Tlanakan, (2) ciri-ciri khusus makroalga di daerah pasang surut pantai Tlanakan, dan (3) pemanfaatan makroalga yang masih alami untuk dibudidayakan. Makroalga yang diambil sebagai sampel dan diidentifikasi dalam penelitian ini diperoleh dari daerah pasang surut Pantai Tlanakan Kabupaten Pamekasan. Makroalga yang ditemukan di pantai Tlanakan diidentifikasi menggunakan buku identifikasi makroalga. Waktu pengamatan dan pengambilan sampel dilakukan tiga kali, yaitu pengamatan pada bulan Februari, Maret dan April 2009. Pengambilan sampel menggunakan metode petak cuplikan dengan 10 transek 2x2 m dengan jarak antar transek 10 m ke arah pantai. Sampel yang diambil adalah makroalga yang ditemukan pada setiap transek pengamatan. Cara pengawetan makroalga ada dua cara, yaitu pengawetan basah dan kering. Selain itu, juga dilakukan wawancara dengan 10 sampel tentang pemanfaatan makroalga oleh masyarakat setempat. Teknik analisis data yang digunakan dengan cara mengidentifikasi ciri-ciri morfologi dengan bantuan buku ”Marine Algae of The Easttern Tropical and Subtropical Coast of The Americas “ oleh Taylor (1992) dan Abbott and Dawson (1978) “ Seaweeds”. Hasil penelitian ini diperoleh 14 marga, 23 jenis makroalga yang terkelompok dalam 3 divisi, yaitu Chlorophyta, Phaeophyta, dan Rhodophyta. Marga dari divisi Chlorophyta adalah Ulva (Ulva reticulata), Enteromorpha (Enteromorpha intestinalis dan Enteromorpha clathrata), Halimeda (Halimeda opuntia) dan Caulerpa (Caulerpa serrulata). Marga dari divisi Phaeophyta adalah Sargassum (Sargassum duplicatifum, Sargassum hystrix, Sargassum crasifolium, Sargassum cinereum, dan Sargassum natans), Turbinaria (Turbinaria ornata dan Turbinaria conoides), Hormophysa (Hormophysa triquetra) dan Padina (Padina australis). Marga dari divisi Rhodophyta adalah Gracilaria (Gracilaria foliifera, Gracilaria salicornia, Gracilaria coronapifolia dan Gracilaria gigas), Titanophora (Titanophora pulichra), Eucheuma (Eucheuma spinosum), Galaxaura (Galaxaura cylindrica), Acanthophora ( Acanthophora specifera), dan Digenea (Digenea simplex). Makroalga yang memiliki peluang untuk dibudidayakan adalah marga Gracilaria dan Sargassum, karena jumlahnya yang banyak dan digunakan sebagai bahan pangan oleh masyarakat setempat. Saran bagi peneliti lain yang ingin mengembangkan penelitian ini lebih lanjut,adalah: (1) mengadakan penelitian lebih lanjut mengenai sebaran dan kemelimpahan makroalga yang masih alami seperti jenis Gracilaria di Pantai Tlanakan Kabupaten Pamekasan, (2) Penelitian tentang sebaran dan kemelimpahan makroalga di pantai Tlanakan Kabupaten Pamekasan, dan (3) Penelitian tentang pemanfaatan budidaya makroalga sebagai sumber plasma nutfah dan makanan di pantai Tlanakan di Kabupaten Pamekasan.

The problems of learning English at SMP Negeri 9 Malang / Nova Dwi Handayani

 

Abstract: This study was focused on the problems in learning English faced by class 8C students of SMP Negeri 9 Malang, including the students’ and the teacher’s effort to solve those problems. This study used descriptive qualitative method, and quantitative non-statistical method to compute the percentage of the finding. There were problems which appeared in four language skills. The problems were about the limited of vocabulary mastery, problems in understanding the message, problems in choosing vocabulary to use, and lack of motivation. In overcoming their problems in learning English, the students preferred asking question to the teacher, friends or family rather than open their books or dictionaries. While the teacher applied CTL, cooperative learning, games, and singing a song in the teaching and learning process to help the students in overcoming their problems. Keywords: students’ problems, learning English

Billing warnet berbasis client server menggunakan internet direct 8.0.25 / Imam Syaifudin

 

Teknologi jaringan internet telah berkembang dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Seiring dengan perkembangan tersebut, keterbatasan penggunaan laboratorium komputer, maka perlu adanya warnet, karena dengan warnet para siswa siawi dapat menggunakan atau mengakses internet untuk mencari informasi diluar dari jam pelajaran. Billing Internet Berbasis Client Server Menggunakan Internet Direct (Indy) 8.0.25 dibuat untuk memudahkan proses monitoring komputer client yang terhubung di dalam sebuah warnet yang terhubung dalam jaringan Local Area Network (LAN) dan biasanya digunakan di warung internet, Laboratorium Komputer. Proses monitoring dapat dilakukan langsung dari komputer server. Billing Internet Berbasis Client Server Menggunakan Internet Direct (Indy) 8.0.25 dapat berfungsi sebagai aplikasi pengolahan data. Proses pengolahan data tersebut dapat dilakukan dengan mudah dan cepat karena Billing Internet memiliki salah satu kelebihan yaitu tampilan yang user friendly.

Kerjasama antara sekolah (guru dan terapis) dengan orang tua dalam pembelajaran anak autis: studi kasus di Sekolah Laboratorium Autisme Universitas Negeri Malang / Andryas Dwi Hardiansyah

 

ABSTRAK Hardiansyah, Andryas Dwi. 2009. Kerjasama antara Sekolah (guru dan terapis) dengan Orangtua dalam Pembelajaran Anak Autis: Studi Kasus di Sekolah Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Administrsi PendidikanFakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Maisyaroh, M.Pd, (2) Dr.H. Ali Imron, M.Pd, M.Si Kata kunci: Kerjasama, Sekolah Autis, Orangtua, Pembelajaran Anak. Pada umumnya belum semua masyarakat seperti orang tua, para terapis, guru, bahkan pakar pendidikan pun memahami karakter anak autis. Oleh sebab itu, wajar apabila penanganannya juga masih belum tepat. Tidak sedikit orang tua dari anak autis yang tetap memaksakan kehendaknya untuk menyekolahkan anaknya ke SD umum, dengan alasan syarat umur anaknya sudah memenuhi masa sekolah. Keberadaan anak-anak autis di lingkungan masyarakat biasanya kurang dapat diterima dan cenderung dikucilkan, terlebih oleh teman sebayanya hal ini disebabkan kurangnya interaksi anak autis terhadap lingkungan sekitarnya. Untuk mengatasinya orang tua yang memiliki anak yang menderita autis akan cenderung memilih sekolah khusus yang menangani anak-anak autis. Oleh karena itu, Yayasan Sosial dan Pendidikan Autis Universitas Negeri Malang terdorong untuk menyelenggarakan pendidikan yang menampung anak-anak yang berkebutuhan khusus, dan memberi nama Sekolah Laboratorium Autis Universitas Negeri Malang. Namun tanpa adanya dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, maka tidak mungkin keberhasilan tujuan pendidikan dan perkembangan anak akan berjalan efektif dan efisien. Guna melihat kerjasamanya, penulis mengadakan penelitian di Sekolah Laboratorium Autis Universitas Negeri Malang dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini untuk mengungkap dan memaparkan: (1) kerjasama antara sekolah dengan orangtua, yang meliputi (a) peranan guru, (b) peranan terapis, (c) peranan orangtua, (d) bentuk kerjasama antara sekolah dengan orangtua, (2) faktor pendukung kerjasama sekolah dengan orangtua, (3) faktor penghambat hubungan kerjasama antara sekolah dengan orangtua, (4) solusi yang diambil untuk mengatasi faktor penghambat. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: kerjasama antara sekolah (guru dan terapis) dengan orangtua dalam pembelajaran anak autis di Sekolah Laboratorium Autis Universitas Negeri Malang telah berdampak pada pencapaian tujuan pendidikan yang telah direncanakan. Untuk lebih jelasnya penulis merinci sebagai berikut: (1) kerjasama antara guru, terapis, orangtua dalam pembelajaran anak autis dipaparkan dalam beberapa bagian, (a) peranan guru terhadap pembelajaran anak mempengaruhi perkembangan perilaku anak autis dalam kehidupan sehari-hari, (b) peranan terapis dapat membantu anak autis untuk dapat mengembangakan potensi dan penerapan terapi berdasarkan dengan kebutuhan anak, (c) peranan orangtua sangat penting, dikarenakan pembelajaran anak banyak dilakukan di rumah sehingga pembelajaran di sekolah maupun program terapi tidak akan ada artinya apabila tanpa adanya campur tangan dari orangtua, (d) bentuk kerjasama antara sekolah dengan orangtua diwujudkan dengan adanya partisipasi orangtua dalam setiap kegiatan yang diadakan sekolah, selain itu sekolah melakukan pertemuan rutin yang dijadikan sarana komunikasi dengan orangtua, (2) faktor pendukung kerjasama sekolah dengan orangtua berasal dari banyak pihak yang peduli dengan keberlangsungan pendidikan anak berkebutuhan khusus, (3) faktor penghambat hubungan kerjasama antara sekolah dengan orangtua antara lain berupa waktu dan biaya, dikarenakan kesibukan orangtua sehingga komunikasi antara sekolah dengan orangtua akan terhambat sedangkan untuk masalah biaya pendidikan bagi anak autis tidak sedikit, (4) solusi yang diambil untuk mengatasi faktor penghambat antara lain menjadwalkan pertemuan rutin dengan orangtua siswa serta membuat buku penghubung, untuk mengatasi masalah biaya sekolah mengadakan subsidi silang. Berdasarkan kesimpulan atau hasil temuan penelitian, berikut ini dikemukakan saran bagi pihak terkait yaitu: (1) pengurus yayasan dan pelaksana Laboratorium Autis Universitas Negeri Malang dapat dijadikan sebagai bahan acuan dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan mengenai kerjasama antara komponen di sekolah dengan pihak orang tua, (2) orang tua murid, dapat memberikan motivasi untuk lebih memperhatikan dan memberikan kasih sayang keadaan anak ketika di rumah, (3) jurusan administrasi pendidikan, dapat memberikan sumbangan pemikiran untuk lebih memperluas fungsi dari manajemen sekolah, (4) peneliti lain, dapat dijadikan sebagai sarana untuk menambah wawasan yang dijadikan sebagai referensi dan sebagai bahan pertimbangan penelitian yang sejenis

Studi kemampuan infeksi dari Aphid sp., Ceratovacuna lanigera, dan Rhopaloshipum maydis spesies homoptera dalam menularkan penyakit mosaik bergaris pada tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) di Pusat Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan / Indah Karismawati

 

Abstrak Jati.I, Nurhidayat. 2009. Pengaruh Kecerdasan Emosional (EQ) Terhadap Prestasi Belajar Siswa Mata Diklat Kewirausahaan Kelas XI SMK PGRI 2 Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S-1 Pendidikan Tata Niaga.Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr.Sopiah,M.Pd. M.M (2) Imam Bukhori S.Pd,M.M Kata Kunci : kecerdasan emosional (EQ), Prestasi Belajar Secara umum prestasi belajar siswa di Indonesia ditentukan oleh kemampuan kognitifnya dalam memahami sebaran materi pelajaran yang telah ditentukan didalam kurikulum. Setelah begitu lama mengenal dan memahami apa itu IQ (Intelegence Quetiont/kecerdasan intelektual) lahirlah EQ (Emotional Quetient/kecerdasan emosional) yang dari berbagai hasil penelitian terbukti memiliki peran lebih penting dibandingkan dengan kecerdasan intelektual (IQ). Kecerdasan otak barulah merupakan syarat minimal untuk meraih keberhasilan, kecerdasan emosilah yang sesungguhnya menghantarkan menuju puncak prestasi. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui variabel-variabel kecerdasan emosional yang mempengaruhi prestasi belajar. Penelitian ini mempuyai dua variabel , yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas (X) terdiri dari sub variabel, yaitu kesadaran diri (X1), pengaturan diri (X2), motivasi (X3), empati (X4), dan ketrampilan sosial (X5).Sedangkan variabel terikatnya (Y) adalah prestasi belajar (Y). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan kausalitas. Serta dianalisis dengan regresi linier berganda. Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan pengaruh kecerdasan emosional secara partial maupun secara simultan terhadap prestasi belajar siswa, dan menggunakan nilai raport untuk mengetahui prestasi belajar siswa mata diklat kewirausahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK PGRI 2 Malang. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 63 responden. Sampel diambil dengan menggunakan proporsional random sampling dan purposive sampling. Pengambilan jumlah sampel tersebut karena keterbatasan peneliti dalam hal tenaga, biaya dan waktu Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) ada pengaruh positif yang signifikan kesadaran diri secara parsial terhadap prestasi belajar siwa mata diklat kewirausahaan kelas XI SMK PGRI 2 Malang dengan nilai B=0,067; thitung=2,018; dan Sig t=0,048; (2) ada pengaruh positif yang signifikan pengaturan diri secara parsial terhadap prestasi belajar siwa mata diklat kewirausahaan kelas XI SMK PGRI 2 Malang dengan nilai B=0,071; thitung=2,159; dan Sig t=0,035; (3) ada pengaruh positif yang signifikan motivasi secara parsial terhadap prestasi belajar siwa mata diklat kewirausahaan kelas XI SMK PGRI 2 Malang dengan nilai B=0,056; thitung=2,281; dan Sig t=0,026; (4) ada pengaruh positif yang signifikan empati secara parsial terhadap prestasi belajar siwa mata diklat kewirausahaan kelas XI SMK PGRI 2 Malang dengan nilai B=0,051; thitung=2,064; dan Sig t=0,044; (5) ada pengaruh positif yang signifikan ketrampilan sosial secara parsial terhadap prestasi belajar siwa mata diklat kewirausahaan kelas XI SMK PGRI 2 Malang dengan nilai B=0,084; thitung=2,488; dan Sig t=0,016; dan (6) terdapat pengaruh positif yang signifikan kesadaran diri (X1), pengaturan diri (X2), motivasi (X3), empati (X4), dan ketrampilan sosial (X5), secara simultan terhadap prestasi belajar siwa mata diklat kewirausahaan kelas XI SMK PGRI 2 Malang, dengan nilai Fhitung =56,743; Ftabel=3,15; Sig. F=0,000; R=0,913; R square =0,833; dan Adjusted R Square=0,818. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa variabel kecerdasan emosional (EQ) dapat mempengaruhi keputusan pembelian baik secara partial maupun secara simultan.kesadaran diri (X1), pengaturan diri (X2), motivasi (X3), empati (X4), dan ketrampilan sosial (X5) secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa mata diklat kewirausahaan kelas XI SMK PGRI 2 Malang Tahun Ajaran 2009/2010 sebesar 81,8%, sedangkan sisasnya sebesar 18,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Saran yang dapat diberikan berkaitan dengan temuan yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian ini adalah (1) Murid Sebaiknya murid selalu melatih kecerdasan emosionalnya dengan cara melakukan interaksi dengan sesama teman, melatih kesadaran diri, motivasi dan empati, serta tidak hanya mementingkan kecerdasan intelektualnya saja dalam menilai prestasi belajar.(2) Guru (a) hendaknya menetapkan strategi pembinaan dengan melatih siswa untuk mengembangkan kecerdasan emosioanal di dalam proses belajarnya, dalam rangka peningkatan prestasi belajar siswa (b) diharapkan dapat mengajarkan kecerdasan emosional sejak dini karena kecerdasan emosional tersebut dapat berkembang melalui proses pembelajaran yang terus menerus. (3) peneliti lain di masa mendatang (a) peneliti menyarankan dalam penelitian selanjutnya agar objek penelitian yang diambil lebih baik, yaitu siswa kelas X-XII pada seluruh mata diklat pelajaran, serta tempat penelitian tidak hanya pada jenjang sekolah SMK. (b) Bagi peneliti lain selanjutnya disarankan untuk menambah jumlah variabel penelitian seperti kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, keadaan sosial dan ekonomi orang tua yang dihubungkan dengan prestasi belajar siswa yang berpengaruh sekitar 18,2%.

Pengembangan panduan bimbingan peningkatan keterampilan sosial siswa SMTA kelas akselerasi di Kota Malang / Putri Dwi Novitasari

 

ABSTRAK Novitasari, Putri. 2009. Pengembangan Panduan Bimbingan Peningkatan Keterampilan Sosial Siswa SMTA Kelas Akselerasi di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli, M.A, (II) Drs. Djoko Budi Santoso. Kata kunci: Keterampilan sosial, akselerasi, panduan Keterampilan sosial sangat dibutuhkan oleh siswa SMTA terutama siswa kelas akselerasi dalam memenuhi salah satu tugas perkembangannya dalam kehidupan sosial, yaitu membina hubungan dengan orang lain. Untuk itu, perlu dikembangkan Panduan Bimbingan Peningkatan Keterampilan Sosial Siswa SMTA Kelas Akselerasi di Kota Malang dengan tujuan agar keterampilan sosial siswa akselerasi meningkat sejalan dengan meningkatnya kemampuan akademis mereka. Keterampilan sosial merupakan keterampilan berinteraksi dengan orang lain dalam konteks sosial dengan cara yang spesifik yang dapat diterima oleh masyarakat, bermanfaat bagi pribadi dan orang lain serta dapat dipelajari. Menurut Johnshon (1981) hal-hal yang termasuk dalam keterampilan sosial yaitu 1) keterampilan untuk saling mengenali dan membangun kepercayaan dengan individu lain, 2) keterampilan saling berkomunikasi secara tepat dan jelas dengan individu lain, 3) keterampilan untuk saling menerima dan membantu dengan individu lain dan 4) keterampilan untuk saling mengatasi konflik dan masalah-masalah dalam hubungan sosial. Pengembangan Panduan Bimbingan ini mempunyai tujuan untuk menghasilkan Panduan Bimbingan Peningkatan Keterampilan Sosial Siswa SMTA Kelas Akselerasi di Kota Malang dapat diterima secara teoretis. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Populasi penelitian ini adalah para konselor SMTA Kelas Akselerasi di Kota Malang. Sampel yang digunakan adalah konselor kelas akselerasi SMA Negeri 3 dan MAN 1 Kota Malang. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Panduan Bimbingan Peningkatan Keterampilan Sosial Siswa SMTA Kelas Akselerasi di Kota Malang dapat diterima secara teoretis. Berdasarkan hasil pengembangan disarankan: 1) hasil produk pengembangan peningkatan keterampilan sosial dapat digunakan konselor sebagai panduan dalam memberikan bimbingan pada siswa akselerasi, 2) bagi pengembang selanjutnya, khususnya mengenai pengembangan bimbingan peningkatan keterampilan sosial, hendaknya menindak lanjuti dengan terus melakukan pengembangan, baik dalam konstruk teoretis, desain produk pengembangan dan teknik analisisnya, sehingga dapat lebih menyempurnakan produk pengembangan yang sudah ada.

Survei tingkat kapasitas oksigen maksimal (VO2 maks) atlet bolabasket klub Tunas Harapan KU-18 Kabupaten Trenggalek tahun 2009 / Iwan Adi Surya

 

ABSTRAK Surya, Iwan A. 2009. Survei Tingkat Kapasitas Oksigen Maksimal (VO2 Maks) Atlet Bola Basket Klub Tunas Harapan K-U18 Kabupaten Trenggalek tahun 2009. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Supriyadi, M Kes, (II) Dra. Sulistyorini, M Pd. Kata kunci: survei, Tingkat Kapasitas Aerobik Maksimal (VO2 maks), bolabasket Tim bolabasket klub Tunas Harapan KU-18 Kabupaten Trenggalek terdiri dari Tim putra sebanyak 16 atlet, di bawah naungan PERBASI (Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia) KabupatenTrenggalek. Pemain tim bolabasket klub Tunas Harapan adalah atlet-atlet muda dengan usia KU-18 yang berasal dari seluruh kabupaten Trenggalek melalui proses seleksi. Tim ini dibentuk untuk mengikuti Kejuaraan antar daerah (KEJURDA) yang diadakan propinsi jawa timur. PERBASI KabupatenTrenggalek mencanangkan target tim bolabasket putra klub Tunas Harapan KU-18 Kabupaten Trenggalek dapat mendulang keberhasilan dan seburuk-buruknya mendapat prestasi lebih baik dari tahun sebelumnya.Tim bolabasket putra klub Tunas Harapan tahun 2008 sebenarnya mempunyai kualitas skill yang baik dan PERBASI Kabupaten Trenggalek saat itu juga mencanangkan target mendapatkan emas tetapi sayang target tersebut tidak terpenuhi. Dan berdasarkan wawancara dengan pelatih tim bolabasket putra klub Tunas Harapan tahun 2008 peneliti menyimpulkan tim bolabasket putra klub Tunas Harapan tahun 2008 secara skill permainan bagus tetapi faktor fisik yang kurang mendukung menyebabkan kelelahan, pada saat kelelahan skill yang sebenarnya bagus akhirnya tidak bisa keluar. Dari uraian di atas akan pentingnya kondisi fisik dan dari pengalaman tim bolabasket putra klub Tunas Harapan Tahun 2008, peneliti ingin mengetahui dan mendiskripsikan tingkat kapasitas aerobik maksimal (VO2 maks) tim bolabasket putra klub Tunas Harapan KU-18 Kabupaten Trenggalek Tahun 2009. Sehingga dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kapasitas aerobik maksimal (VO2 maks) dari atlet-atlet bolabasket putra klub Tunas Harapan KU-18 Kabupaten Trenggalek Tahun 2009 agar kesalahan tim bolabasket putra klub Tunas Harapan tahun 2008 tidak diulang kembali oleh tim bolabasket putra klub Tunas Harapan tahun 2009. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kapasitas aerobik maksimal (VO2 maks) tim bolabasket putra klub Tunas Harapan KU-18 tahun 2009. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kapasitas aerobik maksimal (VO2 maks) dalam penelitian ini berupa instrumen tes lari multistage dimana hasil data yang didapat adalah berupa prediksi VO2 maks. Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Subyek penelitian adalah semua pemain tim bolabasket putra klub Tunas Harapan KU-18 pada tahun 2009 yang berjumlah 16 orang. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data dari tes lari multistage berupa level dan shuttle yang dikonversikan ke dalam tabel prediksi VO2 maks. Data tersebut dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rata-rata hitung dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 pemain terdapat, dapat diketahui bahwa terdapat 1 atlet (6.25 %) dengan kategori baik sekali, 14 atlet (87.50%) dengan kategori baik, 1 atlet (6.25%) dengan kategori sedang. Dari data tersebut, hasil rata- rata pemain tim bolabasket putra klub Tunas Harapan KU-18 pada tahun 2009 VO2 maks atlet adalah 47.8 ml/kg/mnt. Dengan demikian dapat diambil suatu kesimpulan i bahwa rata-rata tingkat aerobik maksimal tim bolabasket putra kslub Tunas Harapan KU-18 pada tahun 2009 masuk dalam kategori baik. Peneliti mengharapkan agar pelatih tim bolabasket putra klub Tunas Harapan KU-18 Kabupaten Trenggalek lebih memperhatikan tentang peningkatan kapasitas aerobik maksimal (VO2 maks) pemain dalam program latihan yang disusunnya.

Hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan prestasi belajar fisika siswa kelas XI SMAN 8 Malang melalui pembelajaran dengan model STAD / Ayik Arifatul Khoir

 

Dewasa ini banyak upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini diantaranya adalah dengan menyempurnakan kurikulum yang telah ada. Selain itu, pemerintah juga berupaya memperbaiki mutu pendidik melalui program sertifikasi guru. Program ini diharapkan memunculkan guru-guru yang profesional serta dapat memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia. Seorang guru yang profesional adalah guru yang ahli tentang pengetahuan di bidangnya dan ahli dalam menyampaikan pengetahuan yang dimilikinya. Profesionalisme guru dalam proses pembelajaran akan berdampak pada proses belajar siswa. Salah satu bentuk keterampilan yang harus dikuasai oleh guru yang profesional adalah kemampuan dalam menentukan model dan metode pembelajaran (Purnomo, 1996:7). Teori belajar konstruktivisme mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada siswa. Siswa diharapkan dapat mengkonstruksi sendiri pemahamannya dengan berbagai cara (Koes, 2003:40). Salah satu cara yang dapat dilakukan siswa adalah belajar bersama dengan teman sebayanya. Pembelajaran yang sesuai dengan hal ini adalah pembelajaran kooperatif. Unsur pembelajaran kooperatif ini meliputi adanya interaksi siswa dalam pembelajaran sehingga siswa dapat menjadi sumber belajar bagi siswa lainnya (Nurhadi dan Senduk, 2008:60). Selain itu pembelajaran kooperatif juga sesuai dengan sifat dasar manusia yang memiliki ketergantungan dengan orang lain. Melalui pembelajaran ini siswa diharapkan memiliki ketergantungan positif dengan temannya dalam proses pembelajaran. Pembelajaran kooperatif memberikan beberapa pilihan model pembelajaran. Hal itu memberikan kemudahan guru dalam menentukan model yang sesuai dengan karakteristik siswa serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Andayani (2007) mengemukakan bahwa salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana adalah model pembelajaran STAD (Student Team Achievement Divisions). Model ini menuntut adanya kerjasama antar siswa. Dengan adanya kelompok-kelompok belajar, siswa diharapkan dapat saling berdiskusi dengan kelompoknya tentang topik yang diberikan oleh guru. Hal ini sesuai dengan adanya kecenderungan adanya siswa yang lebih dapat memahami penjelasan dari temannya daripada penjelasan yang disampaikan oleh guru (Koes, 2003:74-76)

Penerapan pembelajaran kooperatif model examples dalam numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas VII-B SMP Negeri 2 Sukorejo Pasuruan / Meirina Dwita Setyowati

 

ABSTRAK Setyowati, Meirina Dwita. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Examples Non Examples dalam Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VII-B SMP Negeri 2 Sukorejo Pasuruan. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) H. M. Noviar Darkuni, M.Si., (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S. Kata kunci: pembelajaran kooperatif, Examples Non Examples, Numbered Heads Together, motivasi belajar, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru Biologi di SMP Negeri 2 Sukorejo Pasuruan tanggal 19 dan 26 Februari 2009, terdapat beberapa hal yang ditemukan di kelas VII-B, yaitu: a) guru menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan presentasi berdasarkan LKS, b) siswa enggan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru dan kurang berani bertanya, c) buku panduan atau buku bacaan Biologi siswa masih kurang, d) siswa saling meminjam buku bacaan Biologi. Keadaan ini mengakibatkan siswa yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran hanya sebagian kecil dan cenderung pasif, sehingga persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 71,43 %. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui penerapan pembelajaran kooperatif model Examples Non Examples dalam Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Examples Non Examples dalam Numbered Heads Together (NHT) pada pokok bahasan Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Upaya Pelestariannya, serta Pengelolaan Lingkungan untuk Mengatasi Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan yang dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri 4 tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII-B semester genap tahun ajaran 2008-2009 yang berjumlah 42 siswa. Data yang diperoleh berupa motivasi dan hasil belajar siswa serta data pendukung berupa catatan lapangan. Instrumen penelitian berupa post tes, tes akhir siklus, lembar observasi, dan catatan lapangan. Motivasi belajar siswa diukur berdasarkan peningkatan rata-rata persentase motivasi belajar siswa dan taraf keberhasilan tindakan, sedangkan hasil belajar siswa diukur berdasarkan persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal pada post tes dan tes akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa yaitu dengan peningkatan rata-rata persentase motivasi belajar dan taraf keberhasilan tindakan dari 63,75% (cukup) pada siklus I menjadi 82,15% (baik) pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu: a) post tes I ke post tes II meningkat 2,44 % pada siklus I dan post tes III ke post tes IV meningkat 4,77 % pada siklus II, dan b) tes akhir siklus meningkat dari sebelum tindakan yaitu 71,43% menjadi 83,33% pada siklus I, kemudian meningkat lagi menjadi 92,86% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa model pembelajaran Examples Non Examples dalam Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas VII-B SMP Negeri 2 Sukorejo, oleh karena itu disarankan untuk menggunakan pembelajaran kooperatif model Examples Non Examples dalam Numbered Heads Together (NHT) pada pokok bahasan maupun jenjang pendidikan yang berbeda.

Rancang bangun mesin penggiling tongkol jagung / Arif Hadi Wiyono, Agus Dwi Purwadi

 

ABSTRAK Wiyono, Hadi Arif & Purwadi, Dwi Agus. 2009. Mesin Perajang Janggel Jagung. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Siswanto, M.A., (II) Drs. Putut Murdanto, S.T.,M.T. Kata Kunci : Mesin perajang, janggel jangung, motor Keberadaan diversivikasi tanaman telah terjadi dan memeberikan dampak yang cukup positif dengan meningkatnya hasil pertanian. Salah satu hasil pertanian yang cukup banyak adalah jagung. Melimpahnya hasil pertanian jangung juga menghasilkan limbah yaitu janggel jagung yang cukup banyak. Disisi lain usaha kecil menegah yang bergerak dalam perternakan sapi sangat membutuhkan pasokan bahan makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prinsip kerja dari mesin perajang janggel jagung, komponen-komponen mesin perajang janggel jagung dan perhitungan serta perawatan mesin perajang jangge jagung. Komponen-komponen mesin yang direncanakan untuk membuat mesin perajang janggel jagung antara lain motor, pisau, selubung pisau, poros, sabuk, pully, bantalan dan kerangka mesin. Cara kerja mesin ini adalah motor menggerakkan pully motor, pully motor menngerakkan pully mesin melalui sabuk transmisi, poros mesin akan bergerak bersama dengan pully mesin. Berputarnya poros akan memutar pisau dinamis. Janggel jagung yang dimasukkan pada ruang pemotongan akan terpotong oleh pisau statis dan pisau dinamis sampai menjadi ukuran yang diinginkan. Kapasitas mesin perajang janggel jangung ini sebesar 22 kg per jam. Perawatan mesin perajang janggel jagung ini dilakukan secara periodik, mulai harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Perawatan ini dilakukan pada semua komponen mesin agar mesin dapat tahan lama.

Manajemen kompetensi pembelajaran dosen-dosen mencapai prestasi teladan pada Jurusan Akuntansi (studi multisitus di Politeknik Negeri Samarinda dan Politeknik Negeri Malang) / La Ode Hasiara

 

Abstrak Kata kunci: manajemen kompotensi pembelajaran dosen-dosen, prestasi teladan. Manajemen kompetensi pembelajaran dosen-dosen di Politeknik perlu dikem¬bangkan dan ditingkatkan melalui pendidikan lebih lanjut. Oleh karena itu pembang¬unan nasional dalam bidang pendidikan merupakan upaya mencerdas¬kan kehidup¬an bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang ber¬iman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, tekno¬logi, dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan beradab berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Fokus utama penelitian ini adalah “Manajemen kompetensi pembelajaran dosen-dosen mencapai prestasi teladan”. Metode Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif induktif. Untuk mengungkapkan, mendeskripsikan, dan melakukan analisis terhadap, fokus peneli¬tian diperlukan pengamatan yang mendalam pada situasi yang wajar dan alamiah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menemukan. (1) Kompetensi dosen membuat rencana pengajaran untuk mencapai prestasi harus dimulai dari pemahaman struktur mata kuliah dapat memudahkan untuk membuat rencarana pembelajaran yang tepat dan akurat sehingga visi, misi. Polnes dan Polinema dapat tercapai. (2) Kompetensi dosen melaksanakan pembelajaran mencapai prestasi teladan, umunya pada hari pertama pembelajaran, tentu semua jenis persiapan pembelajaran telah siap untuk dibagikan kepada mahasiswa. (3) Kompetensi dosen melaksanakan pengawasan mencapai prestasi teladan. (4) Kompetensi dosen melaksanakan evaluasi/penilaian mencapai pretasi teladan PENDAHULUAN Konteks Penelitian Manajemen kompetensi pembelajaran dosen-dosen di Politeknik perlu dikem¬bangkan dan ditingkatkan melalui pendidikan lebih lanjut. Oleh karena itu pembang¬unan nasional dalam bidang pendidikan merupakan upaya mencerdas¬kan kehidup¬an bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang ber¬iman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, tekno¬logi, dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan beradab berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Hal tersebut dilakukan bertujuan untuk menjamin perluasan dan pemerataan akses, peningkatan mutu dan relevansi, serta tata pemerintahan yang lebih baik dan akuntabi¬litas pendidikan yang mampu menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global perlu dilakukan pemberdayaan dan peningkatan mutu dosen secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. Pernyataan itu merupakan sikap dan perilaku positif bagi pemerintah dalam menata sistem pendidikan nasional. Lebih penting lagi adalah meningkatkan kemampuan manajemen kompetensi dosen dalam berbagai hal yang bersentukan dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) terutama pe¬ningkatan mahasiswa sebagai peserta didikannya. Seiring dengan itu maka program pendidikan Politeknik adalah berorientasi kepada pengajaran dan pelatihan professional yang bertujuan untuk memenuhi pasar kerja. Lebih dari itu juga harus mampu menciptakan tenaga terampil dalam berwirausaha secara mandiri. Spesifikasi pembelajaran di Politeknik dapat dirumuskan dengan baik, jika memahami manajemen kompetensi pembelajaran di Politeknik secara khusus. Lembaga ini mengemban tugas khusus untuk menyiapkan calon tenaga siap pakai sesuai UU No.20/2003, tentang Sistem Pendidkan Nasional. Fokus Penelitian Berdasarkan uraian dalam konteks tersebut di atas maka fokus penelitian ini adalah. “Manajemen kompetensi pembelajaran dosen-dosen mencapai prestasi teladan”. Fokus tersebut dikembangkan menjadi empat sub fokus, yaitu: (1) Kompetensi dosen membuat rencana pembelajaran Jurusan Akuntansi di Politeknik Negeri Samarinda dan Politeknik Negeri Malang. (2) Kompetensi dosen melaksanakan pembelajaran Jurusan Akuntansi di Politeknik Negeri Samarinda dan Politeknik Negeri Malang.(3) Kompetensi dosen melakukan pengawasan pembelajaran Jurusan Akuntansi di Politeknik Negeri Samarinda dan Politeknik Negeri Malang. (4) Kompetensi dosen melakukan evaluasi pembelajaran Jurusan Akuntansidi Politeknik Negeri Samarinda dan Politeknik Neger Malang. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menemukan berbagai hal berkaitan dengan kompetensi dosen-dosen mencapai prestasi teladan jurusan akuntansi. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Mendeskripsikan kompetensi dosen membuat rencana pembelajaran Jurusan Akuntansi di Politeknik Negeri Samarinda dan Politeknik Negeri Malang. (2) Mendeskripsikan kompetensi dosen melaksanakan pembelajaran Jurusan Akuntansi di Politeknik Negeri Samarinda dan Politeknik Negeri Malang. (3) Mendeskripsikan kompetensi dosen melaksanakan pengawasan pembelajaran Jurus¬an Akuntansi di Politeknik Negeri Sama¬rinda dan Politeknik Negeri Malang. (4) Mendeskripsikan kompetensi dosen melaksanakan evaluasi pembelajaran Jurusan Akuntansi di Politeknik Negeri Samarinda dan Politeknik Negeri Malang. METODE Pendekatan dan Rancangan Penelitian Untuk mengungkapkan, mendeskripsikan, dan melakukan analisis terhadap fokus penelitian diperlukan pengamatan yang mendalam pada situasi yang wajar dan alamiah dengan menggunakan pendekatan kualitatif (Bogdan dan Biklen, 1998). Sejalan dengan penelitian ini, menurut Lincoln and Guba (1985), pendekatan kualitatif merupakan upaya peneliti untuk mengungkapkan makna atau menginter¬pretasikan fenomena dalam setting alamiah menurut makna yang diberikan oleh subjek peneliti. Dasar penggunaan pendekatan kualitatif adalah pendapat Bogdan dan Biklen (1992), yakni pendekatan kualitatif dapat digunakan untuk jenis-jenis penelitian yang memiliki karakteristik tertentu sebagai berikut. Pertama, penelitian digunakan dengan setting alamiah sebagai sumber data langsung. Kedua, peneliti berperan sebagai instrumen dan berada pada setting peneliti. Ketiga, aktivitas peneliti lebih memerhatikan dan menekankan pada proses dan tidak semata-mata pada hasil penelitian. Keempat, data yang dihasilkan bersifat deskriptif. Kelima, peneliti memusatkan perhatian pada makna dan data penelitian secara induktif. Rancangan penelitian ini adalah multisitus yang mendeskripsikan studi lapangan (field study). Tujuannya adalah untuk mempelajari secara intensif tentang manajemen kompetensi pembelajaran dosen mencapai prestasi teladan, untuk beberapa aspek penilaian tertentu yang diketahui peneliti. Peneliti juga ingin mengetahui sejauh mana metode pembela¬jaran yang disampaikan sehingga peserta didik dapat memahami semua materi yang disampaikan pada saat perkuliahan berlangsung di kelas masing-masing Instrumen Penelitian Penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang menekankan pada proses pengamatan peneliti. Peneliti sebagai instrumen utama dalam penelitian ini merupakan suatu keharusan. Hal ini didasarkan pada beberapa kualifikasi, yaitu sifatnya responsif, kesadaran pada konteks tak terkatakan, mampu memproses segera, mampu melakukan klarifikasi, dan mampu meringkaskan segera, mampu menjelajahi jawaban ide yang identik dan mampu mengejar pemahaman yang lebih mendalam (Guba & Lincoln 1985). Teknik Pengumpulan Data Menurut Bogdan dan Biklen (1992:106) data merujuk pada"... the rough materials researchers coiled from the word they are studying: they are particulars that form the basis of analisis". Proses pengumpulan data menggunakan prinsip holistis, yaitu mengacu pada pengumpulan data yang utuh, lengkap, dan kontekstual. Untuk memperoleh data yang memenuhi prinsip holistis, maka peneliti mengguna¬kan beberapa macam teknik pengumpulan data, misalnya: (1) wawancara mendalam, (2) obser¬vasi berperan serta, dan (3) studi dokumentasi. Analisis Data Analisis data adalah “proses" memeriksa dan menyusun transkripsi wawan¬cara, observasi, dokumentasi, catatan lapangan dan bahan lain secara sistematis yang sudah dikumpulkan untuk meningkatkan pemahaman peneliti terhadap data-data yang memungkinkan bagi peneliti dan dapat mengkomunikasi¬kan temuannya pada orang lain, (Bogdan & Biklen 1992). Selanjutnya, data analisis is the process of systematically searching and arranging the interview transcripts, field notes, and other materials that you accumulate to increase your own understanding of them and to enable you to present what you have discovered to others (Bogdan & Biklen, 1998:157). Analisis data akan melibatkan berbagai kegiatan. Pertama, mengorganisi¬kan data. Kedua, memecahkan data ke dalam unit¬-unit. Ketiga, menyintesiskan data. Keem¬pat, menemukan pola. Kelima, menemukan apa yang penting dan mengapa itu dikaji. Keenam, memutuskan apa yang disampaikan kepada orang lain. Dalam penelitian kualitatif analisis data dilakukan dengan menggunakan induktif-konseptual. Peneliti berangkat dari mencermati data untuk membangun konsep. HASIL Paparan Data Polnes dan Polinema Untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan data yang telah dikumpulkan selama penelitian maka dipaparkan hal-hal sebagai berikut. 1. Manajemen Kompetensi Pembelajaran Dosen Mencapai Prestasi Teladan Berdasarkan hasil wawancara yang berhasil dirangkum peneliti, bahwa manajemen kompetensi pembelajaran dosen berprestasi Jurusan Akuntansi di Politeknik Negeri Samarinda dan Politeknik Negeri Malang tidak diran¬cang dari awal, melainkan sebagai beban moral yang dipertanggungjawab¬kan oleh masing-masing dosen. Tidak ada sesuatu yang istimewa bagi dosen kecuali selalu tetap konsisten dalam mengemban amanah. Amanah diperca¬yakan negara kepada dosen untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada mahasiswa sehingga mahasiswa memiliki bekal ilmu pengetahuan di kemudian hari. Untuk memenuhi kompetensi pembelajaran dosen sebagai profesi personal tentu kedisiplinan dalam mem¬buat rencana pembelajaran setiap semester sangat diharapkan. Untuk itu, sebagai dosen mempunyai cita-cita agar mahasiswa dapat memahami apa yang disam¬paikan maka perlu ada perencanaan pembelajaran setiap semester. Keterampilan membuat rencana pembelajaran merupakan subfokus dari penelitian ini adalah sebagai berikut. 1.1. Kompetensi Dosen Membuat Rencana Pembelajaran mencapai Prestasi Teladan Kompetensi rencana pembelajaran harus di mulai dari pemahaman struktur mata kuliah sehingga memudahkan untuk membuat rencarana pembelajaran. Adapun rencana yang perlu dilakukan sebelum pembelajaran berjalan adalah: (1) persiapan pembuatan GBPP dan SAP, (2) persiapan materi bahan ajar (modul), (3) persiapan soal-soal latihan, (4) persiapan kunci jawaban atas soal-soal latihan, (5) persiapan soal UTS, (6) persiapan membuat kunci jawaban UTS, dan (7) persiapan soal UAS. Tentu sebelum dosen melakukan perencaan yang dimaksud maka ditampilkan lebih awal struktur mata kuliah jurusan akuntansi, dengan berpedomana pada Kepemen No.045/2002, tentang struktur mata kuliah di Politeknik Negeri Samarinda adalah sebagai berikut. Gambar 1. Struktur Matakuliah Polnes dan Polinema. Sumber: Kepmen No.045/2002 Dari empat kelompok kompetensi matakuliah tersebut di atas peneliti dapat memberikan contoh susunan matakuliah khususnya susunan mataku¬liah di semester 4. Dari penjabaran sturktur matakuliah tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan keempat struktur matakuliah tersebut adalah untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berdasarkan IQ, EQ, SQ. IT, dan bahasa. Kemudian rencana pembelajaran semesteran mencakup pembuatan GBPP, SAP, Modul, Soal harian, Kunci jawaban dan Soal UTS serta UAS, dapat digam¬barkan sebagai berikut. Gambar 2 Proses Perencanaan Pembelajaran Semesteran Berdasarkan gambar 2 diagram di atas maka hasil wawancara dihimpun dari informan kunci menyatakan bahwa apabila struktur matakuliah sudah ada maka dengan mudah untuk melakukan penyusunan GBPP, SAP, modul, soal harian, kunci jawaban dan soal UTS serta UAS. Namun ada sebagian para pakar, misalnya Dick dan Carey dalam (Suprianto,2007: 60) mengatakan bahwa prosedur perencanaan dilakukan dari struktur matakuliah harus (1) diidentifikasi dengan tujuan umum pengajaran, (2) melakukan analisis tujuan pembelajaran, (3) identifikasi tingkah laku peserta didik/maasiswa, (4) merumuskan tujuan performasi, (5) mengembang¬kan butir-butir tes sebagai acuan , (6) mengembangkan strategi pengajaran, (7) mengembangkan dan melihat materi pengajaran, (8) merancang dan melakukan evaluasi formatif, (9) merevisi bahan pengajaran, dan (10) merancang serta melaku¬kan evaluasi tengah semester. 1.2. Kompetensi Dosen Melaksanakan Pembelajaran Mencapai Prestasi Teladan Pada hari pertama pembelajaran, tentu semua jenis persiapan pembelajaran harus siap untuk dibagikan kepada mahasiswa, misalnya (1) GBPP, (2) SAP, (3) modul harus dibagikan pada awal pembelajaran, sehingga mahasiswa berdasarkan GBPP dan SAP memberikan kesempatan untuk mencari buku teks sebagai buku pegangan. Sedangkan modul diberikan oleh dosen pengampu matakuliah, adalah modul yang dibuat oleh dosen pengampu mata kuliah atau tim dosen yang serumpun membina mata yang sama. (4) soal ujian harian biasanya diberikan ketika materi setiap topik selesai dibahas, UTS umumnya dosen pengampu matakuliah yang menggandakan dan menyerahkan bukti pendanaan semacam foto copy. Dan atas dasar bukti tersebut jurusan melakukan penggantian uang foto copy. Sedangkan UAS dosen pengampu matakuliah menyerahkan soal minimal empat hari se¬belum pelaksanaan ujian, dosen menyerahkan kepada ketua jurusan untuk digandakan. (5) selain itu, dosen penyiap¬an soal-soal latihan, hal ini diantisipasi dosen, jika ada hari-hari tertentu dosen pengampu matakuliah tidak masuk, maka diberikan soal harian untuk menghindari mahasiswa berkeliaran pada jam pelajaran berlangsung. 1.3. Kompetensi Dosen Melakukan Pengawasan Mencapai Prestasi Teladan Pengawasan merupakan fungsi yang menjamin bahwa, kegiatan-kegiatan pembelajaran sangat ditentukan keberhasilan atas adanya pengawasan, misalnya (1) pengawasan terhadap pemantauan absen setiap kali masuk di kelas, (2) pengawasan terhadap pemantauan tugas-tugas mahasiswa, (3) pengawasan terhadap tempat penyimpanan soal-soal harian, soal UTS, dan soal UAS, (4) pengawasan atas ketertiban administrasi tugas-tugas, termasuk nilai-nilai harian, (5) pengawas¬an terhadap pelaksanaan UTS, dan UAS setiap semester. Jadi pengawasan merupakan suatu kegiatan pengumpulan, pengklasifikasian, dan penyajian informasi semua komponen yang merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran selama satu semester. Pengawasan yang dilakukan dosen meliputi semua komponen pengawasan. 1.4. Kompetensi Dosen Melaksanakan Evaluasi/Penilaian Mencapai Pretasi Teladan Evaluasi pelaksanaan program perkuliahan/pengajaran merupakan bagian dari unsur pengendalian melakukan kegiatan pembelajaran setiap hari. Bahkan evaluasi mulai dilakukan sejak pertemuan/kuliah awal, evaluasi ini bertujuan untuk memahami kemampuan rata-rata kelas, terutama untuk mata kuliah tertentu. Adapun komponen penilaian yang dimaksudkan adalah (1) penilaian kemajuan perkuliahan, (2) penilaian atas sikap dan perilaku mahasiswa terhadap tugas-tugas yang diberikan setiap hari, (3) penilaian atas kreativitas mahasiswa, (4) penilaian atas sopan santun mahasiswa terhadap sesama, (5) penilaian atas sopan santun mahasiswa terhadap dosen, (6) penilaian tata cara berpakaian pada hari-hari yang diisyaratkan berpakaian seragam, (7) peni¬laian terhadap hasil ujian tengah semester dan ujian akhir semester, dan (8) evaluasi kembali terhadap materi ajar (modul) setiap tahun. Kedelapan komponen yang telah dikemukakan tersebut merupakan satu kesatuan dari sistem pembelajaran diterapkan di Politeknik Negeri Samarinda pada khususnya. Tujuan utama evaluasi dalam pembahasan ini ada¬lah evaluasi hasil belajar dan prorgam pemebelajaran setiap semester. Evaluasi hasil belajar merupakan suatu kegiatan dilakukan guna memberikan ber¬bagai masukan secara berkesinam¬bungan dan menyeluruh tentang proses pembelajaran dan hasil belajar yang telah dicapai mahasiswa. Hasil Analisis Berdasarkan komparasi temuan lintas situs menunjukkan indikator penilaian dosen berprestasi antara Politeknik Negeri Samarinda dan dosen Politeknik Ne¬geri Malang, terdapat persamaan yang mencolok. Persamaan kedua lembaga pendidikan vokasi ini tentunya memiliki rujukan yang sama di antara kedua indikator penilaian dari masing-¬masing institusi. Tentu indikantor penilaian prestasi dosen teladan memiliki kelebihan namun tetap ada kelemahan atas peni¬laian tersebut. Kelebihan atas penialaian dapat memberikan motivasi bagi dosen yang berprestasi untuk meningkatkan prestasinya di tahun-tahun berikutnya, sedangkan kelemahannya adalah menimbulkan resa irih terhadap dosen-dosen lain yang tidak mendapatkan julukan prestasi teladan. Namun tujuan kedua pimpinan institusi melakukan penilaian tersebut adalah semata-mata mendorong dosen-dosen yang belum sempat mendapatkan penilaian sebagai dosen berprestasi, maka dengan adanya penilaian seperti ini dapat merangsang dosen lain lebih meingkat¬kan kreatifitas dan keaktifan memberikan pejalaran kepada anak didik sebagai tanggungjawan yang diemban masing-masing dosen sesuai dengan janji pegawai negeri sipil pada saat jumpah jabatan. Secara umum, ada indikator penilaian dosen yang telah ditentukan lembaga, ada¬pun indikator tersebut adalah sebagai berikut. (1) perencanaan membuat SAP dengan bobot 10% dan dirinci menjadi: (a) lengkap mendapat poin 10 dan (b) tidak lengkap mendapat poin 5; (2) kehadiran mengajar bobot 75% dengan rincian: (a) kehadiran di atas 90% diberi skor 75, (b) kehadiran di atas 80% s.d. 89% diberi skor 65, (c) kehadiran di atas 70% s.d. 79% diberi skor 60, dan (d) kehadiran 69% diberi skor 50; (3) keha¬diran rapat jurusan/PS bobot 5% dengan rincian: (a) kehadiran di atas 90% di¬beri skor 5, (b) kehadiran 80% s.d. 89% diberi skor 4, (c) kehadiran 70% s.d. 79% diberi skor 3, dan (d) kehadiran sama dengan 69% diberi skor 2; (4) kehadiran dalam pelaksanaan tes ujian diberi bobot 5% dengan rincian: (a) kehadiran pe¬nuh/lengkap diberi skor 5 dan (b) jika tidak lengkap diberi skor 3; (5) Penyerahan nilai hasil ujian diberi bobot 5% dengan perincian: (a) tepat waktu diberi skor 5 dan (b) tidak tepat waktu diberi skor 3. Berdasarkan indikator tersebut maka kategori sebagai dosen berperstasi dapat digambarkan melalui diagram berikut di bawah ini. Gambar 3 Diagram dosen mencapai prestasi teladan Polnes dan Polinema Dari 5 (lima) indikator penilaian tersebut di atas, misalnya kelompok kompetensi (1) rencana pembuatan GBPP, SAP dan Modul memiliki bobot 10 %, jika semuanya terpenuhi, (2) kehadairan mengajar di kelas bobot 75 % kehadiran mengajar di atas 90 %, (3) kehadiaran rapat jurusan bobot 5 % kehadiran di atas 90 % mendapatkan poin 5, (4) pelaksanaan UAS bobot 5 % jika lengkap semua jenis ujian mendapatkan poin 5, dan (5) penyerahan nilai ujian tepat pada waktu yang telah ditentukan ketua jurusan bobot 5 % jika tepat waktu mendapatkan poin 5. PEMBAHASAN Pembahasan temuan hasil penelitian tetap mengacu kepada sub fokus, yaitu: (1) kompetensi dosen membuat rencana pembelajaran mencapai prestasi teladan, (2) kompetensi dosen melaksana¬kan pembelajaran mencapai prestasi teladan, (3) kompetensi dosen mela¬kukan pengawasan mencapai prestasi teladan, (4) kompetensi dosen melakukan evaluasi¬/¬peenilaian mencapai pres¬tasi teladan. 1. Kompetensi Dosen Membuat Rencana Pembelajaran Mencapai Pprestasi Teladan, Kompentensi menurut UU No. 14/2005, tentang guru dan dosen adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasasi ole dosen dalam melaksanakan tugas keprofesonalannya. Jadi kompetensi dosen salah satunya adalah kemampuan membuat rencana pembelajaran harus di mulai dari pemahaman struktur mata kuliah di Polnes dan Polinema sehingga memudahkan untuk membuat rencarana pembelajaran. Adapun rencana yang perlu dilakukan sebelum perkuliahan berjalan adalah: (1) persiapan pembuatan GBPP dan SAP, (2) persiapan materi bahan ajar (modul), (3) persiapan soal-soal latihan, (4) persiapan kunci jawaban atas soal-soal latihan, (5) persiapan soal UTS, (6) persiapan membuat kunci jawaban UTS, (7) persiapan soal UAS. Perencaan di atas menujukkan tingkat kompetensi dimiliki dosen adalah cukup, kondisi demikian (Manta, 2007: 2) mengatakan bahwa kompetensi merupakan kemampuan melaksanakan sesuatu rencana pembelajaran dibuat berdasarkan beberapa pertimbangan yang matang. Kemampuan dosen membuat perencanaan pembelajaran dianggap sebagai sebuah kompetensi. Berdasarkan temuan penelitian menunjukkan bahwa terlaksanan perencana¬an yang baik karena adanya manajemen pembelajaran dosen dengan baik sehingga mencapai prestasi teladan merupakan kemampuan pribadi dimiliki dosen baik berupa sikap, dan perilaku, bakat, mampu membaca keadaan serta ling¬kungannya. Stoner dalam Danim (2009: 8-11) membagi fungsi manajemen kompetensi menjadi empat bagian, yaitu: (1) Perencanaan, bermakna bahwa dosen bersama tim lainnya berpikir untuk menentukan sasaran-sasaran yang dikaitkan dengan tujuan pembe¬lajaran. (2) Pengorganisasian, bermakna mengatur dan mengalokasikan kerja, wewenang, dan sumber daya dikalangan anggota sehingga mereka mencapai tujuan organisasi secara efisien. (3) Pengendalian, bermakna pemimpin dapat menjalan¬kan organisasi agar tetap berproses pada arah yang benar sehingga tidak terjadi penyimpangan. 2. Kompetensi Dosen Melaksanakan Pembelajaran Mencapai Prestasi Teladan Hari pertama pembelajaran, merupakan suatu aktivitas dilakukan secara sadar untuk menetapkan sejumlah kesan dari bahan yang telah diberikan untuk semua je¬nis persiapan pembelajaran (Djamarah, 1994). Sejumlah kesan yang dimaksudkan disini adalah perlengkapan alat pembelajaran yang dibagikan kepada mahasiswa, misalnya (1) GBPP, (2) SAP, (3) Modul harus dibagikan pada awal pembelajaran, sehingga mahasiswa berdasarkan GBPP dan SAP memberikan kesempatan untuk mencari buku teks sebagai buku pegangan. Sedangkan modul diberikan oleh dosen pengampu matakuliah, adalah modul yang dibuat oleh dosen pengampu mata kuliah atau tim dosen yang serumpun membina mata yang sama. (4) Soal ujian harian biasanya diberikan ketika materi setiap topik selesai dibahas, UTS umumnya dosen pengampu matakuliah yang menggandakan dan menyerahkan bukti pendanaan semacam foto copy. Dan atas dasar bukti tersebut jurusan melakukan penggantian uang foto copy. Sedangkan UAS dosen pengampu matakuliah menyerahkan soal minimal empat hari se¬belum pelaksanaan ujian, dosen menyerahkan kepada ketua jurusan untuk digandakan. (5) Selain itu, dosen penyiap¬an soal-soal latihan, hal ini diantisipasi dosen, jika ada hari-hari tertentu dosen pengampu matakuliah tidak masuk, maka diberikan soal harian untuk mengindari mahasiswa yang berkeliaran pada jam pelajaran berlangsung. Berikut ringkasan hasil wawancara dengan informan kunci dalam penelitian ini sebagai berikut. Temuan penelitian ini mengatakan bahwa pelaksanaan merupakan implementasi rangkaian semua rencana yang harus dikerjakan, misalnya pembuatan modul, GBPP, SAP, modul, soal-soal ujian harian, soal ujian tengah semester, dan soal ujian akhir semester. 3. Kompetensi Dosen Melakukan Pengawasan Mencapai Prestasi Teladan Kompetensi dosen sesuai UU.No.14/2005, tentang guru dan dosen mengatakan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, diayati, dan kuasai oleh dosen dalam melaksanakan fungsi keprofesionalan. Kemudian (Mantja, 2007: 2) menambahkan bahwa kompetensi adalah kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pendidikan/atau latihan, dalam hal ini kompetensi mengacu kepada perbuatan dan kinerja yang bersifat rasional dan memenuhi spesifiaksi tertentu dalam memenuhi tugas-tugas pendidikan. Untuk tidak terjadi penyimpangan maka Danim (2004: 10) membagi fungsi pengendalian ada empat, yaitu: (a) menetapkan stándar kinerja, ((b) me¬ngukur kinerja yang sedang berjalan, (c) membandingkan kinerja sekarang dengan stándar yang telah ditetapkan, (d) mengambil tindakan untuk melakukan perbaik¬an kalau ada penyimpangan. Pelaporan, bermakna bahwa kegiatan oraganisasi secara substansi harus dilaporkan. Pelaporan arus menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Dengan pelaporan dapat diketahui hasil-hasil yang telah dicapai, hambatan-hambatan yang muncul selama pelaksanaan kegiatan. Temuan lain dalam penelitian ini adalah kompetensi dosen dalam melakukan pengawasan dilakukan secara sungguh-sungguh terutama pengawasan terhadap materi bahan ajar diupayakan bahan ajar yang orsinil. Dan pengawasan bank soal, pengawasan aktivitas perkuliahan secara menyeluruh. Disamping peng¬awasan ke¬giatan operasional perkuliahan juga ada pengawasan administrasi per¬kuliahan, misalnya keaktifan pengawasan absen perkuliahan, pengawasan tugas-tugas mahasiswa. Pengawasan dalam proses perkuliahan adalah pengawasan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan hasil capaian seorang dosen dan melihat sampai sejauh mana keberhasilan dosen dalam mentrans¬fer ilmunya kepada anak didiknya. Sampai sejauh mana tingkat keberhasilannya yang dicapai dosen selama satu semester, maka untuk mengetahui hal ini dosen harus tetap konsisten dengan jadwal yang telah diterima dari ketua jurusan akuntansi, yang mengingatkan kepada dosen pengampu mata kuliah, bahwa setiap tengah semester harus ada ujian tengah semester (UTS), setelah mencapai pertemuan sekitar 17 kali dalam setengah semester. Dosen harus menyelenggarakan ujian tengah semester, dan diawasi langsung dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan. 4. Kompetensi Dosen Melaksanakan Evaluasi/Penilaian Mencapai Pretasi Teladan Evaluasi pengajaran merupakan suatu komponen dalan sistem pengajaran, sedangkan sistem pengajaran itu sendiri merupakan implementasi kurikulum sebagai upaya menciptakan belajar di kelas. Sedangkan fungsi utama evaluasi dalam kelas adalah untuk menentukan hasil-hasil urutan pengajaran. Hasil-hasil dicapai langsung bertalian dengan penguasaan tujuan-tujuan yang menjadi target. Selain itu, evaluasi juga berfungsi menilai unsur-unsur pada urutan perencanaan dan pelaksanaan pengajaran. Sehingga evaluasi mendududki urutan penting dalam rancangan kurikulum dan rancangan pengajaran (Hamalik, 2004: 145) Evaluasi pelaksanaan pengajaran merupakan bagian dari unsur pengendali¬an dalam melakukan kegiatan pembelajaran setiap hari. Bahkan evaluasi mulai dilakukan sejak pertemuan/kuliah awal, evaluasi ini bertujuan untuk memahami kemampuan rata-rata kelas, terutama untuk mata kuliah tertentu. Adapun komponen penilaian yang dimaksudkan adalah (1) penilaian kemajuan pembelajaran, (2) penilaian atas sikap dan perilaku mahasiswa terhadap tugas-tugas yang diberikan setiap hari, (3) penilaian atas kreativitas mahasiswa, (4) penilaian atas sopan santun mahasiswa terhadap sesama, (5) penilaian atas sopan santun mahasiswa terhadap dosen, (6) penilaian tata cara berpakaian pada hari-hari yang diisyaratkan berpakaian seragam, (7) peni¬laian terhadap hasil ujian tengah semester dan ujian akhir semester, dan (8) evaluasi kembali terhadap materi ajar (modul) setiap tahun. Keempat komponen yang telah dikemukakan tersebut merupakan satu kesatuan dari sistem perkuliahan yang diterapkan di Politeknik Negeri Samarinda dan Politeknik Negeri Malang. A. Simpulan Berdasarkan fokus penelitian, paparan data, temuan penelitian, analisis lintas situs penelitian serta pembahasan temuan hasil penelitian, maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Manajemen kompetensi dosen membuat rencana pembelajaran mencapai prestasi teladan, didasarkan atas pemahaman dosen bahwa perencanaan pembelajaran harus dimulai dari struktur mata kuliah sehingga memudahkan untuk membuat rencarana pembelajaran. Adapun rencana yang perlu dilakukan sebelum pembelajaran berjalan adalah: (1) persiapan pembuatan GBPP dan SAP, (2) persiapan materi bahan ajar (modul), (3) persiapan soal-soal latihan, (4) persiapan kunci jawaban atas soal-soal latihan, (5) persiapan soal UTS, (6) persiapan membuat kunci jawaban UTS, dan (7) persiapan soal UAS. 2. Berdasarkan susunan matakuliah tersebut tentu memiliki tujuan masing¬-masing adalah sebagai berikut: (1) MKP bertujuan untuk mengembangkan kepri¬badian mahasiswa selama menempuh matakuliah dalam rumpun MKP dan dapat diramalkan dalam kehidupan sehari-hari. (2) MKK bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keilmuan dan keterampilan dalam rumpun MKK diharapkan kepada mahasiswa dapat mengamalkan ilmu dan keterampilan dalam kehidupan sehari-¬¬hari. (3) MKB bertujuan untuk meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. (4) MPB bertujuan untuk memahami ilmu pengetahuan dan keperilakuan yang sesuai dengan norma-norma dan kaidah-kaidah yang baik, sesuai dengan intelektualitas seseorang dalam mengamalkan ilmu pengetahuan yang dimiliki. 3. Kompetensi dosen melaksanakan pembelajaran mencapai prestasi teladan, biasanya dimulai pada hari pertama pembelajaran, tentu semua jenis persiapan pembelajaran telah siap untuk dibagikan kepada mahasiswa, misalnya (1) GBPP, (2) SAP, (3) modul harus dibagikan pada awal pembelajaran, sehingga mahasiswa berdasarkan GBPP dan SAP memberikan kesempatan untuk mencari buku teks sebagai buku pegangan. 4. Kompetensi dosen melakukan pengawasan mencapai prestasi teladan, lebih di¬arahkan kepada fungsi pembelajaran yang menjamin kegiatan pembelajaran sangat ditentukan adanya pengawasan, misalnya (1) pengawasan terhadap pemantauan absen setiap kali masuk di kelas, (2) pengawasan terhadap pemantauan tugas-tugas mahasiswa, (3) pengawasan terhadap tempat penyimpanan soal-soal harian, soal UTS, dan soal UAS, (4) pengawasan atas ketertiban administrasi tugas-tugas, termasuk nilai-nilai harian, (5) pengawas¬an terhadap pelaksanaan UTS, dan UAS setiap semester. Saran Berdasarkan pada kesimpulan tersebut di atas, maka penulis dapat menyampakan beberapa saran sebagai berikut. 1. Kedua institusi Polnes dan Polinema sebagai lembaga pendidikan vokasi hendaknya tetap meningkatkan manajemen kompetensi pembelajaran dosen se¬hingga dapat meningkatkan keteram¬pilan vokasional dalam perencanaan pembelajaran setiap insan pendidik (dosen) dilakukan setiap semester, ini menjadi acuan bagi dosen-dosen lain khususnya lingkungan Jurusan Akun¬tansi, dan umumnya semua jurusan yang ada di Politeknik Negeri Samarinda dan Politeknik Negeri Malang. 2. Bagi pemerintah, khususnya pemerintah daerah Provinsi Kalimantan Timur dan Provinis Jawa Timur, dan Dirjen Pendidikan Tinggi serta Menteri Pendidikan Nasional, hendaknya hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dalam lingkup pendidikan vokasional baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia bahwa kompetensi manajemen pembelajaran dosen-dosen perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. 3. Hasil penelitian ini, hendaknya dapat dijadikan sebagai acuan dalam melaksa¬nakan manajemen kompetensi pembelajaran dosen-dosen melalui pelaksanaan pem¬belajaran, pengawasan dan evaluasi diri bagi lembaga terutama peningkatan pelaksanaan mana¬jemen kompetensi pembelajaran, dan bagi dosen-dosen lain untuk mencapai presta¬si teladan Jurusan Akuntansi di Poli¬teknik Negeri Samarinda dan Politeknik Negeri Malang. 4. Hasil penelitian ini akan memberikan kontribusi teoritis terhadap peningkatan khasana ilmu manajemen khususnya pada peningkatan manajemen kom¬pentensi pembelajaran dosen-dosen dalam melaksanakan pembelajaran untuk men¬capai presta¬si teladan Jurus¬an Akuntansi di Politeknik Negeri Samarinda dan Politeknik Negeri Malang. Karena penelitian ini hanya dilakukan pada 2 situs, diharapkan peneliti mendatang dapat dilakukan lebih dari 2 situs penelitian, sehingga dapat memberikan gambaran yang memadai tentang keman¬faatan manajemen kompetensi pembelajaran dosen mencapai prestasi teladan, jika diterapkan pada jenjang pendidikan vokasional, dan disaran¬kan pula bagi peneneliti-peneliti mendatang juga melakukan penelitian yang sejenis pada lembaga pendidikan akademik, seperti di sekolah tinggi mau¬pun universitas yang ada di Indonesia.

Pengaruh struktur kepemilikan saham, kebijakan hutang jangka panjang dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode tahun 2003-2007) / Nugrahini Harbiyanti

 

ABSTRAK Harbiyanti, Nugrahini. 2009. Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Kebijakan Hutang Jangka Panjang Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan. Skripsi. Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Pembimbing I: Dra, Hj. Sutatmi, SE, M.Si, Ak. (2)Pembimbing II: Eka Ananta Sidarta, SE, M.Si, Ak. Kata Kunci : Nilai perusahaan Tobin's Q, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kebijakan hutang jangka panjang, dan kebijakan dividen. Perusahaan didirikan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk menjalankan kegiatan tertentu dengan tujuan mencari keuntungan yang diharapkan. Tujuan perusahaan tersebut dapat dicapai melalui pelaksanaan fungsi manajemen keuangan dengan hati-hati dan tepat mengingat setiap keputusan yang diambil akan mempengaruhi keputusan keuangan lainnya yang nantinya berdampak terhadap nilai perusahaan Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh antara kepemilikan saham oleh pihak manajerial, kepemilikan saham oleh pihak institusional, kebijakan hutang jangka panjang dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan yang diukur dari rasio Tobin's Q. Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2003-2007. Pemilihan sampel ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh data perusahaan sampel yang terdaftar di BEI sebanyak 22 perusahaan dan didapatkan 110 data observasi selama lima tahun pengamatan. Pengujian pada penelitian ini menggunakan regresi berganda. Analisis ini menguji secara parsial pengaruh variabel-variabel yang ada, juga pengaruh secara simultan atau keseluruhan variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Hasil pengujian nilai perusahaan yang menggunakan model nilai Tobin'sQ menunjukkan bahwa hanya kepemilikan institusional yang berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Kepemilikan manajerial, kebijakan hutang jangka panjang, dan kebijakan dividen tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini disebabkan karena banyak faktor-faktor dari luar penelitian yang diduga mempengaruhi seorang manajer dalam mempengaruhi nilai perusahaan. Saran yang bisa diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah dengan menambah variabel penelitian yang berperan dalam menentukan nilai perusahaan. Menambah jumlah sampel pada penelitian selanjutnya dan pengambilan sampel lebih general yaitu semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Penerapan pembelajaran kontekstual dengan pendekatan inkuiri untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan hasil belajar biologi siswa kelas X-4 SMAN 10 Malang / Surya Pramono

 

ABSTRACT Pramono, Surya. 2009. The Application of Contextual Teaching and Learning Strategy with Inquiry Approach for Increasing Thinking Ability and Study Result of Biology Students at SMAN 10 X-4 Class Malang. S-1 Thesis, Biology Department Faculty of Mathematic and Science State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Hadi Margono, M.A., (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si Key words: contextual, inquiry, thinking ability, student study result. Biology as one of science education subfield related with the way how to learn about nature systematically, so that it's not only as the master of associate knowledge which only consist of facts, concepts, and principles, but also as a research process. In the fact that, nowadays education is still dominated by a point of view that knowledge is a set of knowledge equipment that has to be memorized. Class still focuses on teacher as main source knowledge, and then teacher explanation as the main choice of teaching and learning strategy. Tendency of "teacher oriented" need to be changed, so that it's expected getting orientation that student will study better if the learning environment created as "student oriented". Teaching and learning strategy which is appropriate with this standard is contextual teaching and learning strategy. Beside that, it's needed another study approach which involved research process in the term of answering questions and doing new invention to get new understanding, which is inquiry approach. Contextual teaching and learning strategy with inquiry approach is a process to get information by conducting observation and or experiment, by presenting real life into the class and motivating students to draw relationship between knowledge that they have with the application in reality. Based on the observation result at SMAN 10, X-4 class Malang, is known the there are several problem, that are: (1) Biology teaching and learning process the still oriented on "content based", whereas the curriculum that is applied is KTSP, where more oriented on "competent based", and (2) teaching and learning process commonly done by explanation the lesson, practicum and demonstration are rarely to be done because of the restrictiveness of the facilities. Problems that are found are complex enough, but generally can be identified its low level student thinking ability which can effect to the student study result. This is a classroom action research. The aim of this research is as follow: (1) to increase student thinking ability, and (2) to increase student study result by applying contextual teaching and learning strategy with inquiry approach. Thinking ability is a thinking process involved cognitive development stage (SOLO taxonomy) based on the student answers structure in the test in every cycle to determine the quality. Student study result is student success level in understanding lesson which is gotten from the end of teaching and learning process in every cycle (in the form 0-100). The research shows that the application of contextual teaching and learning strategy with inquiry approach for three cycles can increase students thinking ability for the higher level. Percentage of students thinking ability are: first cycle that are prestructural 3,13%; unistructural 78,13%; multistructural 16,41%; relational 2,34%; and extended abstract 0%; second cycle that are prestructural 0%; uninstructural 47,17%; multistructural 44,34%; relational 6,60%; and extended abstract 1,89%; and third cycle that are prestructural 0%, unistructural 22,55%; multistrucural 48,04%; relational 18,63; and extended abstract 10, 78%. Based on the SOLO taxonomy student thinking ability increase in the multistructural, relational, and extended abstract. Instead of thinking ability, the percentages of student's study result also increase in term of score that are: in the pre-cycle 14%, first cycle 38%, second cycle 70%, and third cycle 89%. Based on the minimum complete study standard ≥ 85% student in class get ≥ 70%, which stated have complete their study classically in the third cycle. ABSTRAK Pramono, Surya. 2009. Penerapan Pembelajaran Kontekstual dengan Pendekatan Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X-4 SMAN 10 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Margono, M.A., (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si Kata kunci: kontekstual, inkuiri, kemampuan berpikir, hasil belajar. Biologi sebagai salah satu bidang IPA berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga Biologi bukan hanya sebagai penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta, konsep atau prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Dalam kenyataannya, sejauh ini pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan, kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi pembelajaran. Kecenderungan "teacher oriented" itu memerlukan perubahan yang nantinya diharapkan berpedoman bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan belajar diciptakan secara "student oriented". Strategi pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan tersebut yaitu pembelajaran kontekstual. Selain itu, diperlukan suatu pendekatan belajar lain yang melibatkan proses penyelidikan dalam rangka menjawab pertanyaan dan melakukan penemuan untuk memperoleh pemahaman baru, yakni pendekatan inkuiri. Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan inkuiri merupakan suatu proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi dan atau eksperimen, dengan menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan. Berdasarkan hasil observasi di kelas X-4 SMAN 10 Malang, diketahui bahwa terdapat beberapa masalah, diantaranya: (1) pembelajaran Biologi yang dilakukan masih bersifat "content based", padahal kurikulum yang diterapkan adalah KTSP, yang mana lebih bersifat "competent based"; dan (2) kegiatan belajar mengajar pada umumnya dilakukan dengan ceramah, sangat jarang dilakukan kerja praktikum atau demonstrasi karena keterbatasan sarana dan prasarana. Permasalahan yang ditemukan cukup kompleks, tetapi secara umum dapat diidentifikasi berupa kemampuan berpikir siswa masih rendah yang tentunya akan berdampak pada hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) meningkatkan kemampuan berpikir siswa; dan (2) hasil belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran kontekstual dengan pendekatan inkuiri. Kemampuan berpikir yaitu proses berpikir yang meliputi tahapan perkembangan kognitif (SOLO Taxonomy) berdasarkan struktur jawaban siswa pada pertanyaan soal tes setiap siklus untuk menentukan kualitasnya. Hasil belajar adalah tingkat keberhasilan siswa dalam memahami materi pelajaran yang diambil dengan memberikan tes di akhir pembelajaran pada setiap siklus (berupa angka 0-100). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual dengan pendekatan inkuiri selama 3 siklus dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa ke tahap yang lebih tinggi. Persentase kemampuan berpikir siswa pada: siklus I yaitu prestructural 3,13%, unistructural 78,13%, multistructural 16,41%, relational 2,34%, dan extended abstract 0%; siklus II yaitu prestructural 0%, unistructural 47,17%, multistructural 44,34%, relational 6,60%, dan extended abstract 1,89%; dan siklus III yaitu prestructural 0%, unistructural 22,55%, multistructural 48,04%, relational 18,63%, dan extended abstract 10,78%. Berdasarkan SOLO Taxonomy kemampuan berpikir siswa mengalami peningkatan pada tahap multistructural, relational, dan extended abstract. Selain kemampuan berpikir, persentase hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan skor, yaitu: pada pra-siklus 14%, siklus I 38%, siklus II 70%, dan siklus III 89%. Berdasarkan standar minimal ketuntasan belajar ≥ 85% siswa di kelas mencapai nilai ≥ 70, yang dinyatakan telah tuntas hasil belajarnya secara klasikal terjadi pada siklus III.

Pengembangan VCD pembelajaran senam aerobik low impact untuk siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kraksaan / M. Yusuf Wijaya

 

ABSTRAK Wijaya, M. Yusuf. 2009. Pengembangan VCD Pembelajaran Senam Aerobik Low Impact untuk Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kraksaan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sulistyorini, M.Pd, (2) Drs. Lokananta Teguh Hari Wiguno, M.Kes Kata Kunci: VCD, Senam Aerobik Low Impact, Siswa Kelas XI Media pembelajaran adalah sarana yang digunakan dalam proses pembelajaran. Sebagai salah satu komponen pembelajaran kedudukan media sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu proses pembelajaran. Sekarang ini terdapat berbagai macam media pembelajaran yang ada selaras dengan perkembangan jaman. Salah satu media yang berkembang saat ini adalah media video instruksional, karena media ini mampu menampilkan informasi yang didapat diserap secara audio (suara) maupun visual (gambar). Kemampuan itulah yang akhirnya digunakan sebagai dasar penggunaan video sebagai salah satu media pembelajaran yang lebih efisien dan efektif. Media pembelajaran sangat diperlukan untuk memperlancar proses belajar mengajar termasuk di dalam proses belajar mengajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes). Senam aerobik merupakan salah satu materi yang diajarkan dalam pembelajaran penjasorkes, dimana salah satu tujuan pembelajarannya yaitu mempraktikkan keterampilan gerak berirama senam aerobik serta nilai kerjasama, kedisiplinan, percaya diri, keluwesan, dan estetika. Diantara macam-macam senam aerobik, peneliti memilih senam aerobik low impact dengan pertimbangan sebagai tahap dasar gerakan-gerakan senam aerobik lebih mudah untuk dipelajari oleh siswa. Hasil dari pengisian angket diketahui sebesar 60% siswa pernah mendapat pembelajaran senam dengan menggunakan media audio berupa video tentang senam. Akan tetapi untuk video khusus gerakan senam aerobik siswa menyatakan 100% belum pernah mendapatkan. Adanya VCD pembelajaran senam aerobik yang akan digunakan sebagai salah satu media pembelajaran dari hasil analisis didapat 100% menyatakan setuju karena dapat membantu mempercepat pemahaman dan penguasaan gerakan dasar senam aerobik. Begitu pula analisis kebutuhan yang ditujukan untuk guru pendidikan jasmani disimpulkan bahwa guru setuju adanya video pembelajaran senam aerobik untuk mempermudah dalam mengajar serta membantu mempercepat proses pemahaman siswa. Untuk itu berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang dilakukan oleh peneliti, maka peneliti mengembangkan VCD pembelajaran gerakan dasar senam aerobik. Tujuan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan VCD pembelajaran senam aerobik untuk siswa SMA Negeri 1 Kraksaan dan diharapkan dengan adanya VCD pembelajaran senam aerobik ini proses pembelajaran senam aerobik dapat berjalan secara optimal sehingga siswa dapat mempercepat proses belajar senam aerobik secara baik dan benar. Produk yang dikembangkan dalam rangka memecahkan masalah di atas yaitu berupa VCD pembelajaran senam aerobik untuk siswa SMA Negeri 1 Kraksaan dan Buku Standar Operasi Prosedur (SOP). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model pengembangan Research & Development (R&D). Adapun bentuk dari metode pengembangan VCD pembelajaran senam aerobik adalah sebagai berikut: a) riset dan pengumpulan informasi dalam melakukan penelitian awal dan analisis kebutuhan (need assesment) dengan cara penyebaran angket dan observasi kelas b) pengembangan bentuk produk awal berupa rancangan produk; c) evaluasi para ahli dengan menggunakan 1 ahli pembelajaran pendidikan jasmani, 1 ahli senam aerobik, 1 ahli media dan uji coba (kelompok kecil); d) revisi produk pertama (sesuai dari hasil evaluasi para ahli dan uji coba); e) uji coba lapangan dengan mengujicobakan hasil revisi produk pertama pada kelompok besar; f) revisi produk akhir sesuai hasil dari uji lapangan (kelompok besar); g) hasil akhir produk, VCD pembelajaran senam aerobik untuk siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kraksaan. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa dari tinjauan para ahli terdapat beberapa revisi terhadap rancangan produk yang akan dikembangkan, yaitu (1) hasil evaluasi dari ahli media adalah gerakan yang sulit perlu ada peragaan terlebih dahulu urutan gerakannya tanpa iringan musik, (2) ahli senam aerobik perlu peninjauan kembali nama gerakan senam aerobik low impact serta pengkreasian lebih lanjut model gerakan senam aerobik low impact, (3) ahli pembelajaran Pendidikan Jasmani adalah gerakan awal senam aerobik low impact mempergunakan hitungan terlebih dahulu, setelah gerakan dikuasai siswa barulah mempergunakan iringan musik. Selain itu, karena senam aerobik low impact adalah aktivitas gerak dan seni maka pemilihan irama musik harus sesuai dengan irama gerakan (cepat dan lambatnya). Sedangkan untuk hasil uji coba (kelompok kecil) pada produk yang dihasilkan tidak dilakukan revisi begitu juga untuk hasil uji coba lapangan (kelompok besar). Akan tetapi, demi mengoptimalkan produk peneliti memperhatikan beberapa masukan dari siswa yaitu memperlambat gerakan dan menambahkan hitungan di setiap gerakan.

Dampak kegiatan lesson study dalam meningkatkan kompetensi pedagogis guru biologi di beberapa SMA Kota Pasuruan / Yeny Sugiarti

 

ABSTRAK Sugiarti, Yeny. 2009. Dampak Kegiatan Lesson Study dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogis Guru Biologi di Beberapa SMA Kota Pasuruan . Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo,M.Sc. Ph.D, (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S. Kata kunci: Dampak Lesson Study, Kompetensi Pedagogis Guru Biologi. Lesson Study merupakan model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning, serta membangun learning community. Lesson Study dapat memberikan sumbangan terhadap pengembangan keprofesionalan guru. Upaya meningkatkan kualitas guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui Lesson Study yang berkesinambungan diharapkan mampu mengatasi masalah pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui dampak kegiatan Lesson Study terhadap peningkatan keprofesionalan guru baik yang pernah menjadi guru model maupun yang belum pernah menjadi guru model serta mendeskripsikan respons guru mengenai kegiatan Lesson Study. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang guru model dan tiga orang non guru model dalam kegiatan Lesson Study yang mengajar bidang studi Biologi yang tergabung dalam Tim MGMP Biologi SMA Kota Pasuruan. Peneliti terlibat langsung dengan aktivitas subjek yang diamati dalam pelaksanaan tahapan kegiatan Lesson Study yaitu plan, do, dan see. Peneliti dibantu oleh seorang observer. Peneliti dan observer tersebut melakukan observasi dan penilaian terhadap keprofesionalan guru pada saat sebelum dan setelah kegiatan Lesson Study. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar penilaian kemampuan menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), lembar penilaian kemampuan mengajar, angket respons guru terhadap pelaksanaan kegiatan Lesson Study, dan lembar observasi pembelajaran dalam kegiatan Lesson Study. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan terhadap keprofesionalan guru yang pernah menjadi guru model dan belum pernah menjadi guru model. Rata-rata persentase tingkat penguasaan kompetensi pedagogis guru dari kelompok guru yang pernah menjadi guru model sebelum Lesson Study mencapai 63,37% dan setelah Lesson Study naik menjadi 71,99% yang artinya terjadi kenaikan sebesar 8,62%. Rata-rata persentase tingkat penguasaan kompetensi pedagogis guru dari kelompok guru yang belum pernah menjadi guru model sebelum Lesson Study mencapai 66,87% dan setelah Lesson Study naik menjadi 76,69% yang artinya terjadi kenaikan sebesar 9,82%. Guru yang tergabung dalam Tim MGMP Kota Pasuruan menunjukkan respons positif (setuju) terhadap kegiatan Lesson Study. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan kegiatan Lesson Study berdampak dalam meningkatkan kompetensi pedagogis guru biologi yang tergabung dalam Tim MGMP Biologi SMA Kota Pasuruan.

Dampak kegiatan lesson study dalam meningkatkan motivasi belajar biologi siswa di beberapa SMA dan SMP Pasuruan / Lungit Eka Wardani

 

ABSTRAK Wardani, Lungit Eka. 2009. Dampak Kegiatan Lesson Study dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Biologi Siswa di Beberapa SMA dan SMP Pasuruan. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D, (II) Dra. Sri Rahayu Lestari, M.Si. Kata kunci: Lesson Study, motivasi belajar. Berdasarkan hasil observasi peneliti, di SMA wilayah Kota Pasuruan Lesson Study MGMP baru dilaksanakan selama 2 semester sedangkan untuk di SMP wilayah Kecamatan Beji sudah dilaksanakan Lesson Study MGMP selama 3 tahun. Penelitian ini dilakukan di dua wilayah yang berbeda, yaitu di wilayah Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan. Kegiatan Lesson Study yang dilakukan secara berkesinambungan diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar biologi siswa. Berdasarkan hasil wawancara kendala utama yang dihadapi oleh guru dalam pembelajaran biologi adalah sulitnya membuat siswa menjadi aktif dan termotivasi dalam setiap kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Untuk mengungkap permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui dampak kegiatan lesson Study dalam meningkatkan motivasi belajar biologi siswa di beberapa SMA dan SMP Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Peneliti menjadi bagian dari grup Lesson Study dan research lesson. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa di SMA Negeri 3 Pasuruan siswa kelas XI-IPA 2 dan SMA Muhammadiyah Pasuruan siswa kelas X-2 sedangkan untuk di SMP Dzun Nur’ain Beji kelas VII dan VIII dan siswa SMP Negeri 2 Gempol kelas VIII B dan VIII D. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa motivasi belajar siswa serta data pendukung. Motivasi belajar siswa diukur berdasarkan peningkatan rata-rata persentase motivasi belajar siswa dan taraf keberhasilan tindakan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi motivasi belajar siswa, angket motivasi belajar siswa, respons siswa terhadap pelaksanaan Lesson Study, monitoring pelaksanaan Lesson Study pada saat Plan, Do dan See, lembar observasi pembelajaran dalam Lesson Study dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kegiatan Lesson Study dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di beberapa SMA dan SMP Pasuruan. Peningkatan motivasi belajar siswa ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata persentase motivasi belajar siswa dan taraf keberhasilan tindakan dari 34,2% (kurang) sebelum OL menjadi 62,5% (baik) setelah OL di beberapa SMA Wilayah Kota Pasuruan sedangkan untuk di beberapa SMP Wilayah Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan terjadi peningkatan dari 54,2% (cukup) pada saat OL menjadi 70,9% (baik) setelah OL.

Pengaruh manajemen distribusi fisik terhadap kepuasan dealer kompor gas Rinnai (studi pada dealer produk PT Toga Inti Persada Surabaya di wilayah Malang Raya) / Karlina Kusuma Aditawati

 

ABSTRACT Kusuma Aditawati, Karlina. 2009. Influence of Physical Distribution Management Satisfaction Dealer Rinnai Gas Stove (Studies On The Dealer Product gown PT Inti Persada Surabaya Malang Raya in Region). Essay, Department of Management Faculty of Economics State University of Malang. Leader: (1) Drs. Mohammad Arief, M. Si. (2) Dr. Syihabudhin, M.Si. Keywords: Physical Distribution Management, Dealer Satisfaction Distribution is an activity that most get less attention in the marketing operation. Physical distribution or logistics is also called the marketing is one of the activities of the company in its direct relationship with consumers and have a major role in satisfying the consumers, because the product or service from a company must be available at the time in the right place that is easily reached by consumers. This study aims to determine the influence of physical distribution management to the satisfaction of dealers Rinnai gas stove, so that strategies can be the performance of the company to satisfy they dealers. Management that affect the distribution of physical dealer satisfaction is the order processing, warehousing management, inventory management and transportation management. This research, including research aimed causality because to know and analyze the reason-result relationship between two variables or more. While the population is all the dealers in the region of Malang Raya 32 dealers. Because the population allows for a whole examined the type of research is the research population. The objective of this research is to understand the influence of physical distribution management to the satisfaction Rinnai gas stove dealers in the area of Malang Raya. The independent variables in this research is the order processing, warehousing management, inventory management and transportation management, and the dependent variable is dealer satisfaction. Statistical analysis techniques used are multiple linear regression which includes t Test, F Test and determinasi coefficients with the program SPSS for Windows Release 12.00 and using α = 5% and Importance-Performance Analysis to support the research as analysis. Multiple linear regression results indicate that the management of physical distribution (order processing, warehousing management, inventory management and transportation management) have a positive and significant in partial satisfaction of the simultaneous gas Rinnai stove dealers in the area of Malang Raya. While the results of Importance-Performance Analysis of the distribution of physical attributes of management on the 1st quadrant there are 8 attributes, in 2nd quadrant there is 1 attribute, in the 3rd quadrant has 7 attributes and the 4th quadrant there are 3 attributes with Satisfaction Index (IK) of 20,30% . Researchers give advice to PT Inti Persada Surabaya gown to improve staff performance, and consider the addition of facilities to serve the company's dealers in the area of Malang Raya. While recommended for further research to examine more of a problem in the distribution and use of different methods of analysis to examine the research problem. i

Pengaruh variasi kecepatan pengocokan terhadap adsorpsi ion Cd2+ dengan kehadiran ion pengganggu Cu2+ dalam berbagai konsentrasi oleh arang sekam padi dngan metode batch / Novi Indah Kurniawati

 

ABSTRAK Kurniawati, I. N. 2009. Pengaruh Variasi Kecepatan Pengocokan terhadap Adsorpsi Ion Cd2+ dengan Kehadiran Ion Pengganggu Cu2+ Dalam Berbagai Konsentrasi oleh Arang Sekam Padi dengan Metode Batch. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D. (2) Munzil, S.Pd, M.Si. Kata kunci: adsorpsi, ion Cd2+, ion Cu2+, kecepatan pengocokan, konsentrasi, arang sekam padi Arang sekam padi merupakan salah satu jenis adsorben yang dapat digunakan dalam proses adsorpsi. Arang sekam padi memiliki permukaan yang berpori sehingga dapat menarik dan mengikat molekul adsorbat. Adsorpsi merupakan proses penarikan komponen dari campuran gas atau cairan dimana komponen yang dipisahkan ditarik oleh permukaan adsorben. Salah satu faktor yang mempengaruhi proses adsorpsi adalah konsentrasi ion pengganggu. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kecepatan pengocokan dengan adanya ion pengganggu Cu2+ menggunakan sistem batch terhadap adsorpsi ion Cd2+ dalam larutan garam Cd(NO3)2 oleh arang sekam padi. Penelitian dilakukan di laboratorium Kimia Fakultas MIPA UM dan merupakan penelitian experimental. Variabel bebas yang digunakan adalah jenis adsorben, kecepatan pengocokan, dan konsentrasi ion pengganggu Cu2+, sedangkan variabel terikatnya adalah persentase ion Cd2+ yang teradsorpsi. Sekam padi diperoleh di Kecamatan Pajarakan-Probolinggo. Arang sekam padi diperoleh dari karbonasi sekam padi. Adsorbat yang digunakan merupakan campuran larutan Cd(NO3)2 dan Cu(NO3)2 dengan berbagai variasi konsentrasi ion Cu2+(0, 10, 25,50) ppm dan konsentrasi Cd2+ tetap 25 ppm. Metode yang digunakan adalah metode Batch, yaitu larutan adsorbat yang telah dicampur dengan arang sekam padi dikocok menggunakan shaker dengan variasi kecepatan pengocokan (50, 75, 100, 125) rpm selama 20 menit. Selanjutnya disaring dan filtrat ditampung. Sebelum dan sesudah proses adsorpsi, konsentrasi ion Cd2+ dan Cu2+ diukur menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectroscopy). Hasil penelitian menunjukkan (a) Kecepatan pengocokan yang semakin meningkat menyebabkan ion Cd2+ yang teradsorpsi semakin meningkat sedangkan semakin besar konsentrasi ion pengganggu Cu2+ dalam larutan adsorbat dengan konsentrasi ion Cd2+ tetap 25 ppm pada sistem adsorpsi arang sekam padi menyebabkan persentase ion Cd2+ teradsorpsi cenderung menurun pada konsentrasi Cu2+ 0-50 ppm . (b) Kecepatan pengocokan yang semakin meningkat menyebabkan ion Cu2+ yang teradsorpsi semakin meningkat sedangkan semakin besar konsentrasi ion pengganggu Cu2+ dalam larutan adsorbat dengan konsentrasi ion Cd2+ tetap 25 ppm pada sistem adsorpsi arang sekam padi menyebabkan persentase ion Cu2+ teradsorpsi cenderung menurun pada konsentrasi Cu2+ 50 ppm .

Hubungan antara kecerdasan emosional dan efikasi diri dengan stres kerja pada guru SLB di Kota Malang / Widda Mukti Anitasari

 

Dalam dunia pendidikan luar biasa, subjek didik yang dihadapi memiliki keterbatasan-keterbatasan tertentu, baik kemampuan fisik, mental, emosi maupun dalam usaha penyesuaian diri dengan pihak luar atau lingkungan sekitar sehingga tugas guru SLB menjadi semakin berat dengan dituntut keahlian serta keterampilan tertentu, baik dalam bidang metedologi yang bersifat khusus, maupun dalam bidang pelayanan terapi. Hal tersebut tidak mudah dan tidak jarang dapat menyebabkan stres kerja pada guru SLB. Kecerdasan emosional dan efikasi diri telah ditemukan memiliki pengaruh terhadap kesehatan psikologis-khususnya stres kerja. Penilitian ini, dilakukan untuk mengetahui : (1) gambaran kecerdasan emosional guru SLB di Kota Malang, (2) gambaran efikasi diri guru SLB di kota Malang (3) gambaran stres kerja guru SLB di Kota Malang, (4) hubungan antara kecerdasan emosional dengan stres kerja guru SLB di Kota Malang, (5) hubungan antara efikasi diri dengan stres kerja guru SLB di Kota Malang dan (6) hubungan antara kecerdasan emosional dan efikasi diri dengan stres kerja guru SLB di Kota Malang. Hipotesis dalam penelitian ini antara lain adalah: (1) ada hubungan negatif antara kecerdasan emosional dengan stres kerja pada guru SLB di kota Malang, (2) ada hubungan negatif antara kecerdasan emosional dan efikasi diri dengan stres kerja pada guru SLB di kota Malang dan (3) ada hubungan negatif antara kecerdasan emosional dan efikasi diri dengan stres kerja pada guru SLB di kota Malang. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional, subyek yang digunakan adalah guru SLB di kota Malang sejumlah 106 orang yang didapatkan dengan menggunakan tekhnik incidental sampling, yaitu pengambilan sampel dengan cara hanya subyek-subyek yang kebetulan dijumpai saja yang dipilih menjadi anggota sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kecerdasan emosional, efikasi diri dan stres kerja. Uji validitas item menggunakan Alpha Cronbach. Skala Kecerdasan Emosional dengan validitas antara 0,310 - 0,754 dan reliabilitas sebesar 0,892. Skala Efikasi diri dengan validitas antara 0,318 - 0,712 dan reliabilitas sebesar 0,915 . Skala stres kerja dengan validitas antara 0, 320 - 0, 710 dan reliabilitas sebesar 0, 824. Analisis hasil penelitian memakai analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sebagian besar (56%) guru SLB di kota Malang memiliki kecerdasan emosional yang rendah, (2) sebagian besar (51%) guru SLB di kota Malang memiliki efikasi diri yang rendah, (3) sebagian besar (57%) guru SLB di kota Malang memiliki stres kerja yang tinggi, (4) ada hubungan yang negatif dan signifikan antara kecerdasan emosional dan stres kerja dengan rX1Y= -0,731, (5) ada hubungan negatif dan signifikan antara efikasi diri dengan stres kerja dengan r X1Y = - 0, 735 dan (6) hasil uji regresi menunjukkan bahwa kemampuan variabel kecerdasan emosional dan efikasi diri dengan stres kerja dalam menjelaskan stres kerja sebesar 59,5% (R Square = 0,592). Dengan kata lain, 60 % dari variasi variabel dependen (stres kerja) yang dapat diprediksikan oleh garis regresi dengan menggunakan kecerdasan emosional dan efikasi diri sebagai prediktornya. Dari hasil penelitian ini disarankan kepada guru-guru dengan kecerdasan emosional yang rendah untuk lebih mengenali emosi diri, melepaskan emosi negatif, mengelola emosi diri sendiri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Untuk para guru SLB di kota Malang dengan efikasi diri rendah diharapkan untuk meningkatkan keyakinan atas kemampuan dirinya dalam menghadapi tugas-tugas sulit, lebih memusatkan fikiran pada kelebihan diri bukannya kelemahan diri. Untuk para guru SLB di kota Malang yang memiliki stres kerja yang tinggi, agar mempertahankan kesehatan tubuh sebaik mungkin, menerima diri apa adanya, tetap memelihara hubungan persahabatan dengan orang yang anda percaya, melakukan tindakan yang positif dan konstruktif dalam mengatasi sumber stres yang ada dalam lingkungan pekerjaan, berusaha mempertahankan aktivitas yang kreatif diluar pekerjaan sebagai guru SLB, melibatkan diri dalam kegiatan yang berguna misalnya kegiatan sosial dan keagamaan serta menggunakan metode analisa yang cukup ilmiah dan rasional dalam menganalisa masalah stres kerja yang ada. Untuk pihak SLB di kota Malang, dapat mengadakan kerja sama dengan Lembaga yang memiliki kompetensi untuk memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kecerdasan emosional, meningkatkan efikasi diri serta menghindari dan mengatasi stres kerja. Lembagalembaga tersebut antara lain adalah Lembaga Psikologi yang ada di kota Malang. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan agar meneliti lebih dalam dan memperluas variabelvariabel penelitian agar lebih luas hasil kajian analisis yang dilakukan.

Perancangan in store media sebagai media promosi couple distro / Adita Ayu Kusumasari

 

ABSTRAK Kusumasari, Ayu, Adita. 2009. Perancangan In Store Media sebagai Media Promosi Couple Distro. Skripsi. Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc. (II) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn. Kata Kunci: Perancangan, In Store Media, Promosi Bisnis fashion saat ini mengalami perkembangan yang sangat pehhsat. Hal ini ditandai dengan banyaknya produk- produk fashion yang inovatif dan berkualitas serta memiliki berbagai penganut fashion yang setia. Saat ini fungsi pakaian tidak hanya untuk menutup dan melindungi tubuh namun sebagai cerminan kepribadian, gaya hidup dan status sosial. Kata “distro” merupakan singkatan dari distribution outlet atau distribution store yang menjual berbagai macam produk fashion dari clothing company lokal yang belum memiliki outlet sendiri. Couple Distro adalah salah satu distro yang ada di kota Malang tepatnya di Ruko Hamid Rusdi Kav 3 Malang. Couple Distro termasuk distro baru yang berdiri sejak Agustus 2008. Couple Distro memberikan salah satu alternatif pilihan bagi kaum muda fashionable di kota Malang. Couple Distro memiliki konsep berbeda yang cukup menarik, yaitu distro ini memproduksi dan memasarkan produk fashion dan aksesori khusus bagi yang berpasangan sesuai dengan nama distro dan merek clothing yang dijual di sana, yaitu couple dalam bahasa inggris yang berarti pasangan. Couple Distro sebagai pendatang baru membutuhkan media komunikasi visual yang mampu mengkomunikasikan serta menanamkan image brand Couple Distro terhadap target audiens. Tujuan dari perancangan ini adalah menghasilkan media yang mampu menampilkan serta mengkomunikasikan couple distro secara kreatif, menarik dan menyeluruh dengan memanfaatkan berbagai media dalam toko (in store) agar mempu tampil semaksimal mungkin dan dapat menanamkan citra Couple Distro dalam benak target audiens. Model perancangan ini adalah perancangan deskriptif diawali dari penulisan latar belakang, perumusan masalah dan pengidentifikasian tujuan, dilanjutkan dengan pengumpulan data yang terdiri dari data perusahaan dan data i pemasaran, dengan cara observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data yang didapat kemudian di analisis menggunakan metode analisis TOWS (Threat, Opportunity, Weakness, Strengh )dan akhirnya menjadi konsep dari perancangan. Perancangan ini secara komprehensif terdiri atas desain hang tag kaus couple, hang tag aksesoris, hanger kaus couple, kartu nama, nota penjualan, packaging box, stuffler, shopping bag, flyer, dispenser flyer, pin, mini banner, x banner, poster in store 1, poster in store 2, katalog in store, seragam store assistant, desain meja kasir, fitting room, window display, interior display, dan eksterior display.

Penerapan pembelajaran kooperatif model problem posing untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII B pada mata pelajaran IPS geografi kompetensi dasar mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan tahun .

 

ABSTRAK Hilmi, M. Fuad. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Problem Posing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII B Pada Mata Pelajaran IPS Geografi Kompetensi Dasar Mendiskripsikan Permasalahan Lingkungan Hidup dan Upaya Penanggulangannya dalam Pembangunan Berkelanjutan Tahun Ajaran 2008/2009 di SMP Negeri 18 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi M.Pd., (II) Drs. Yusuf Suharto Kata kunci: problem posing, hasil belajar, IPS geografi Model pembelajaran teacher centered masih sering digunakan di SMP Negeri 18 Malang, khususnya pada mata pelajaran IPS Geografi. Guru masih berperan sebagai sumber utama belajar. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa. Dari 36 jumlah siswa kelas VIII B, siswa yang belajar tuntas berjumlah 12 orang dengan persentase 33,33%. Sedangkan nilai rata-rata pelajaran IPS Geografi adalah 52,5. Hal ini belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) matapelajaran IPS Geografi yang ditentukan oleh sekolah, yaitu 67 dan ketuntasan klasikal 75%. Hasil belajar ini sangat jauh dari harapan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah pembelajaran model kooperatif tipe problem posing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Geografi pada kompetensi dasar mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan di SMP Negeri 18 Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan atau enam jam pelajaran. Penelitian ini dilaksanakan pada semester 1 bulan Desember tahun ajaran 2008-2009. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 18 Malang yang berjumlah 36 siswa, terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa hasil belajar kognitif siswa yang diukur berdasarkan kriteri ketuntasan minimal mata pelajaran belajar siswa secara klasikal. Sedangkan instrumen yang digunakan yaitu soal tes evaluasi dan catatan lapangan. Hasil penelitian diperoleh bahwa, terjadi peningkatan secara klasikal hasil belajar siswa pada ranah kognitif sebesar 5,56% pada siklus 1, dan meningkat sebesar 44,45% pada siklus 2. Peningkatan rata-rata hasil belajar siswa pada siklus 1 adalah 13,25%, sedangkan pada siklus 2 meningkat sebesar 22,36%. Berdasarkan hasil ini, disimpulkan bahwa dengan metode pembelajaran kooperatif tipe problem posing, hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 18 Malang mengalami peningkatan. Disarankan pada guru matapelajaran IPS Geografi atau guru matapelajaran lain, serta peneliti lain agar menggunakan pembelajaran kooperatif model problem posing yang telah terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa.

Study kasus pelaksanaan pendidikan sistem ganda (PSG) mekanik otomotif di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen - Malang / Moch. Samsy

 

Pendidikan sistem ganda (PSG) adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang merupakan perpaduan antara pendidikan disekolah dan pendidikan pelatihan keahlian dalam dunia kerja/dunia industri. PSG akan meningkatkan motivasi belajar siswa karena siswa terjun secara langsung dalam dunia kerja/industri yang memerlukan pembelajaran dan keahlian intensif. Pada dasarnya tujuan pokok pelaksanaan pendidikan sistem ganda adalah meningkatkan kualitas lulusan lembaga pendidikan kejuruan. Seorang lulusan lembaga pendidikan kejuruan yang berkualitas Lebih mengacu pada kemampuan dan keterampilan kerja sesuai dengan kebutuhan industri/ dunia kerja. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedekatan study kasus. Menurut Bogdan dan Biklen (dalam Moleong, 2002) pendekatan penelitian studi kasus merupakan suatu pengungkapan secara rinci tentang suatu keadaan atau tempat penyimpanan dokumen maupun fakta-fakta baru suatu peristiwa tertentu. Penelitian ini memusatkan perhatian pada proses pelaksanaan PSG di SMK Muhammadyah 1 Kepanjen dengan bengkel “TUKI MOTOR”. Agar penelitian ini benar-benar terungkap, maka diperlukan pengamatan yang mendalam dengan menggunakan penelitian jenis kualitatif. Dalam mengadakan penelitian kualitatif ini penelitian berorientasi pada hal-hal yang bersifat teoritis. Teori dibatasi pada pengertian sistematis yang berkaitan dengan data dan diuji secara empiris., maka semua fakta-fakta berupa kata-kata lisan maupun tulisan dari sumber data manusia yang telah diamati dan dokumen-dokumen yang terkait disajikan dan digambarkan selanjutnya ditelaah. Dari hasil pelaksanaan sistem ganda (PSG) ini sekolah dapat mewujudkan kerja sama yang baik dengan DU/DI, oleh karena itu pihak industri lebih dapat mengenal persis kualitas peserta didik, yang belajar dan bekerja di industri tersebut. Hal ini dapat lebih menambah peluang pekerjaan yang diberikan kepada siswa setelah kelulusan. dari data yang diperoleh peneliti setelah proses wawancara, menjelaskan bahwa jumlah siswa yang telah bekerja di industri mencapai kurang lebih 60%, jumlah tersebut dapat dibuktikan dari pihak sekolah melalui informasi dari pihak industri dan kalangan masyarakat.

Perbedaan return dan abnormal return saham sebelum dan sesudah pengumuman pembelian kembali saham (studi pada perusahaan yang listing di BEI tahun 2008) / Bangkit Lukitasari

 

ABSTRAK Lukitasari, Bangkit. 2009. Perbedaan Return dan Abnormal Return Saham Sebelum dan Sesudah Pengumuman Pembelian Kembali Saham (Studi pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI tahun 2008) . Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) DR. Dyah Aju Wardhani, S.E., M.Si., Ak. (II) Eka Ananta Sidharta, SE, M.M, Ak. Kata Kunci: Pengumuman Pembelian Kembali Saham, Kandungan Informasi, Teori Sinyal, Return, Abnormal Return Pembelian kembali saham merupakan salah satu aksi korporasi perusahaan atau corporate action yang dilakukan untuk meningkatkan nilai perusahaan. Pembelian kembali saham merupakan salah satu alternatif kebijakan perusahaan untuk mendistribusikan kelebihan kas di samping kebijakan pembayaran dividen kas. Pembelian kembali saham oleh manajemen perusahaan dapat digunakan untuk menyampaikan sinyal mengenai prospek saham perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan return dan abnormal return saham sebelum dan sesudah pengumuman pembelian kembali saham. Data yang digunakan adalah jenis data kuantitatif yang didapat dari sumber data sekunder berupa data harga penutupan harian saham perusahaan yang mengumumkan pembelian kembali dan Indeks Harga Saham Gabungan selama periode pengamatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia yang mengumumkan pembelian kembali saham pada tahun 2008. Sampel yang digunakan adalah perusahaan yang melakukan aktivitas perdagangan dalam periode pengamatan sejumlah 21 perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan metode event study dan pendekatan market adjusted model. Rancangan penelitian ini dimulai dari pengamatan terhadap peristiwa pengumuman pembelian kembali saham yang terjadi di BEI setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan agar perusahaan melakukan pembelian kembali saham untuk meredam dampak krisis keuangan global. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji statistik parametrik Paired Sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan return dan abnormal return sebelum dan sesudah perusahaan mengumumkan pembelian kembali saham sehingga pengumuman tersebut tidak memiliki kandungan informasi. Pengumuman telah memberikan sinyal pada pasar mengenai perusahaan saat ini dan prospek perusahaan ke depan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan dalam Penelitian selanjutnya menggunakan model alternatif lain dalam perhitungan abnormal return yang tidak digunakan dalam penelitian ini yaitu market model dan mean-adjusted model karena dimungkinkan dapat memberikan hasil penelitian yang berbeda dan menggunakan pembelian kembali saham yang tidak hanya berdasarkan pada Peraturan Nomor XI.B.3 : Pembelian Kembali Saham Emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar yang Berpotensi Krisis sehingga didapatkan sampel yang lebih merepresentasikan kondisi pasar modal.

Penerapan pembelajaran kooperatif model TAI (Team Assisted individualization) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas X SMAN 2 Batu pada materi ekosistem / Ari Tri Widiasih

 

Abstrak: Penelitian ini dilakukan di SMAN 2 Batu. Hasil observasi menunjukkan bahwa pembelajaran Biologi di sekolah ini khususnya kelas X-5 masih menggunakan metode yang terpusat pada Guru (teacher-centered) yang menyebabkan rendahnya motivasi siswa yang ditunjukkan dengan rendahnya perhatian ketika Guru mengajar di depan kelas, hal yang sama juga terjadi pada hasil belajar siswa yang menujukkan nilai rendah (<60). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus pada materi ekosistem yang dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2009 di SMAN 2 Batu. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas X-5 ynag terdiri dari 13 siswa dan 23 siswi. Hasil penelitian menujukkan bahwa penerapan pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi melalui 8 tahapannya yang dimodifikasi terutama pada tahap teaching group dan student creative. Peningkatan motivasi belajar siswa ditandai dengan peningkatan persentase 4 indikator motivasi yaitu attention 23, 08%; relevance 44, 95%; confidence 41, 94%; satisfaction 95, 29%, sedangkan peingkatan hasil belajar siswa ditandai dengan peningkatan pencapaian SKM (Standar Ketuntasan Minimum) hingga 88, 88%. Kata kunci: TAI, motivasi, hasil belajar

Pengaruh temperatur larutan terhadap adsorpsi ion Cd2+ dengan co-ion Cu2+ dalam berbagai konsentrasi oleh arang sekam padi dengan metode batch / Evi Susantiani

 

ABSTRAK Susantiani, Evi. 2009. Pengaruh Temperatur Larutan terhadap Adsorpsi Ion Cd2+ dengan Co-Ion Cu2+ dalam Berbagai Konsentrasi oleh Arang Sekam Padi dengan Metode Batch. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D. (2) Munzil, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: adsorpsi, ion Cd2+, ion Cu2+, temperatur, konsentrasi, arang sekam padi Adsorpsi merupakan proses penarikan komponen dari campuran gas atau cairan dimana komponen yang dipisahkan ditarik oleh permukaan adsorben. Faktor yang mempengaruhi proses adsorpsi, antara lain dipengaruhi oleh suhu dan ion pengganggu. Pada adsorpsi fisik, adsorpsi semakin kecil dengan meningkatnya temperatur, hal ini terjadi karena kenaikan temperatur menyebabkan desorpsi semakin besar. Keberadaan ion pengganggu menyebabkan adsorpsi terhadap Cd2+ menjadi terganggu. Hal ini terjadi karena adanya kompetisi antara ion-ion untuk dapat terserap di permukaan adsorben. Penelitian ini merupakan penelitian experimental yang mempunyai tujuan untuk mengetahui adsorpsi kation dari larutan garam Cd(NO3)2 dan Cu(NO3)2. Kation Cu2+ dalam penelitian ini digunakan sebagai ion pengganggu dalam proses adsorpsi Cd2+. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Kimia Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Variabel terikatnya adalah prosentase ion Cd2+ dan Cu2+. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah temperatur sistem adsorpsi dan konsentrasi ion logam Cu2+ dalam larutan adsorbat. Variabel kontrolnya adalah berat adsorben, volume adsorbat, waktu kontak, dan konsentrasi Cd(NO3)2 mula-mula. Sekam padi diperoleh dari Pajarakan- Probolinggo, Jawa Timur. Arang sekam padi diperoleh dari karbonasi sekam padi. Adsorben ini digunakan untuk mengetahui kemungkinan adsorpsi terhadap ion Cd2+ dan Cu2+. Adsorbat yang digunakan merupakan campuran larutan Cd(NO3)2 dan Cu(NO3)2dengan berbagai konsentrasi ion Cu2+ (0, 10, 25, 50)ppm dengan konsentrasi Cd2+ tetap 25ppm dan temperatur (25°C, 40°C, 60°C, dan 80°C). Penelitian ini menggunakan metode Batch, yaitu larutan adsorbat yang telah dicampur dengan arang sekam padi dikocok dengan menggunakan shaker dengan kecepatan 100 rpm selama 20 menit. Selanjutnya disaring dan filtrat ditampung. Setelah itu konsentrasi ion Cd2+ dan Cu2+ teradsorpsinya diukur menggunakan Spektroskopi Serapan Atom. Hasil penelitian menunjukkan (a) Peningkatan temperatur dengan variasi ion pengganggu Cu2+ menyebabkan kenaikan persentase ion Cd2+ dan Cu2+ teradsorpsi. (b) Peningkatan konsentrasi ion Cu2+ dalam larutan adsorbat pada berbagai temperatur menyebabkan kenaikan persentase ion Cd2+ dan ion Cu2+ teradsorpsi. (c) Persen teradsorpsi ion Cd2+ cenderung lebih tinggi dibandingkan persen teradsorpsi ion Cu2+.

Pengaruh pemanfaatan internet sebagai sumber belajar ekonomi terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Boyolangu Tulungagung / Fiva Fajarina

 

ABSTRAK Fajarina, Fiva. 2009. Pengaruh Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Belajar Ekonomi terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Boyolangu Tulungagung. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Prih Hardinto, M.Si. (II) Farida Rahmawati, S.E, M.E. Kata Kunci: Internet, sumber belajar ekonomi, prestasi belajar ekonomi. Belajar merupakan suatu kekuatan atau sumberdaya yang tumbuh dari dalam diri seseorang atau individu. Hamalik (2001:37) menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Di dalam interaksi inilah terjadi serangkaian pengalaman belajar. Untuk mendukung proses pembelajaran, dalam dunia pendidikan telah dikembangkan berbagai media, metode dan materi pendidikan yang semakin interaktif dan bervariasi. Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Sumber belajar yang dikembangkan saat ini telah memanfaatkan kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi, salah satunya yaitu pemanfaatan internet sebagai sumber belajar. SMA Negeri 1 Boyolangu Tulungagung sebagai salah satu SMA favorit di Tulungagung akan melaksanakan program rintisan Sekolah Nasional Berstandar Internasional pada tahun ajaran 2009/2010 sehingga pemanfaatan sumber belajar berbasis multimedia harus dilaksanakan secara optimal. Internet sangat dibutuhkan dalam pembelajaran ekonomi karena bidang ekonomi merupakan bidang yang paling mudah berubah kondisinya dan mudah terpengaruh oleh bidang-bidang lain sehingga akses internet sangat diperlukan dalam pembelajaran ekonomi agar siswa memperoleh informasi ekonomi yang up to date. Dari penjelasan tersebut maka diambil rumusan masalah sebagai berikut : (1) Bagaimana pemanfaatan internet sebagai sumber belajar ekonomi siswa Kelas X SMA Negeri 1 Boyolangu Tulungagung?, (2) Bagaimana prestasi belajar ekonomi siswa Kelas X SMA Negeri 1 Boyolangu Tulungagung?, (3) Bagaimana pengaruh pemanfaatan internet sebagai sumber belajar ekonomi terhadap prestasi belajar ekonomi siswa Kelas X SMA Negeri 1 Boyolangu Tulungagung? Dimana tujuan dari rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut: (1) untuk mengetahui peran internet sebagai sumber belajar ekonomi bagi siswa Kelas X SMA Negeri 1 Boyolangu Tulungagung, (2) untuk mengetahui tingkat prestasi belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Boyolangu Tulungagung, dan (3) pengaruh pemanfaatan internet sebagai sumber belajar ekonomi terhadap prestasi belajar ekonomi siswa Kelas X SMA Negeri 1 Boyolangu Tulungagung. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Variabel dalam penelitian ini meliputi pemanfaatan internet sebagai sumber belajar ekonomi (X), dan prestasi belajar ekonomi siswa (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 1 Boyolangu Tulungagung tahun ajaran 2008/2009 yang berjumlah 386 siswa dan tersebar menjadi 10 kelas. Karena besarnya jumlah populasi maka dalam penelitian diambil sampel masing-masing kelas 25% sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 99 siswa. Teknik pengumpulan data adalah angket dan dokumentasi. Dari pengolahan data dapat diketahui bahwa pemanfaatan internet sebagai sumber belajar ekonomi siswa Kelas X SMA Negeri 1 Boyolangu Tulungagung dari 99 siswa yang diteliti 18 (18,18%) siswa memanfaatkan internet sebagai sumber belajar ekonomi dalam kategori baik dan 81 (81,81%) siswa memanfaatkan internet sebagai sumber belajar ekonomi dalam kategori cukup baik. Sedangkan tingkat prestasi belajar ekonomi siswa kelas X SMAN 1 Boyolangu Tulungagung diketahui dari 99 siswa yang diteliti 37 siswa (37,37%) memiliki prestasi belajar yang baik dan 62 siswa (62,63%) memiliki prestasi yang cukup baik. Sedangkan dari pengolahan data melalui uji t diketahui nilai thitung (1,288)< t tabel (1,985) menunjukkkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara pemanfaatan internet sebagai sumber belajar ekonomi terhadap prestasi belajar ekonomi siswa Kelas X SMAN 1 Boyolangu Tulungagung . Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa pemanfaatan internet sebagai sumber belajar ekonomi tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Boyolangu Tulungagung. Jika pemanfaatan internet sebagai sumber belajar benar-benar diterapkan dengan baik maka akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam semua mata pelajaran. Dalam mewujudkan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar memerlukan dukungan dari orang tua dan pihak sekolah untuk melengkapi fasilitas internet. Apabila fasilitas internet telah tersedia maka siswa juga harus aktif untuk memanfaatkan internet sebagai sumber belajar.

Analisis bentuk kuadrat irisan kerucut dalam sistem koordinat-XY / Akh. Habibi Walidil Kutub

 

ABSTRAK Kutub, Ahmad.H.W. 2009. Analisis Bentuk Kuadrat Irisan Kerucut dalam Sistem Koordinat-XY. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sisworo, S.Pd.,M.Si. (II) Drs. Slamet, M.Si. Kata kunci: bentuk kuadrat, irisan kerucut Pada dimensi dua, irisan kerucut merupakan persamaan kuadrat dengan dua variabel. Secara umum, persamaan irisan kerucut dapat ditulis sebagai , dengan a, b, dan c tidak semuanya nol. Jika b≠0 maka persamaan irisan kerucut ini mempunyai suku hasil kali silang dan dinamakan persamaan irisan kerucut yang ter-degenerte. Jika b=0 maka persamaan irisan kerucut, tidak mempunyai suku hasil kali silang dan dinamakan persamaan irisan kerucut yang tak ter-degenerte. Proses identifikasi serta penyederhanaan persamaan irisan kerucut tak terdegenerate tidak sama dengan identifikasi dan penyederhanaan persamaan irisan kerucut yang tak terdegenerate. Untuk menganalisa suatu persamaan irisan kerucut yang degenerate, dilakukan suatu tranformasi dengan mendiagonalkan matriks bentuk kuadrat irisan kerucut, sehingga diperoleh suatu persamaan baru tanpa suku hasil kali silang. Bentuk kuadrat irisan kerucut dapat dibawa ke dalam bentuk matriks, misal XTAX dengan X = dan A = . Dengan mengaplikasikan nilai karakteristik (nilai eigen) dari matriks A, diperoleh suatu matriks P yang mendiagonalkan matriks A secara ortogonal, sehingga PTAP merupakan matriks diagonal dengan koefisien diagonal utamanya adalah nilai karakteristik matriks A. Dengan memisalkan , akan diperoleh suatu persamaan irisan kerucut yang baru tanpa suku hasil kali silang. Pada skripsi ini, dibahas bentuk kuadrat yang ter-degenerate, dan diubah menjadi bentuk kuadrat yang tak ter-degenerate dengan menyederhanakan atau mentransformasikkan bentuk tersebut, yakni dengan mengdiagonalisasi matriks A sehingga diperoleh suatu matriks diagonal dengan koefisien diagonal utamanya adalah nilai eigen. Suatu persamaan irisan kerucut dipengaruhi oleh nilai karakteristiknya. Jika kedua nilai karakteristik tidak keduanya nol, maka akan diperoleh irisan kerucut berupa elips, hiperbola atau lingkaran, sedangkan jika salah satu dari nilai karakteristiknya nol, diperoleh irisan kerucut berupa parabola.

Hubungan kepemimpinan visioner, ketrampilan manajerial kepala sekolah dan iklim komunikasi organisasi dengan kinerja profesional guru pada SMA Negeri di Kabupaten Malang / Sugeng Satrio Utomo

 

ABSTRAK Sugeng Satrio Utomo, 2009. Hubungan Kepemimpinan Visioner, Ketrampilan Manajerial Kepala Sekolah dan Iklim Komunikasi Organisasi dengan Kinerja Profesional Guru pada SMA Negeri di Kabupaten Malang. Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Prof .DR. Salladien, ( II ) Prof. Sonhadji KH. M.A, Ph.D. Kata Kunci : kepala sekolah, kinerja profesional guru, kepemimpinan visioner, ketrampilan manajerial kepala sekolah, iklim komunikasi organisasi. Dalam strategi pembangunan nasional dewasa ini, salah satu sasaran yang ingin dicapai dalam bidang pendidikan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan, salah satunya adalah guru. Oleh sebab itu pengaruh sikap dan komitmen yang ditunjukkan sebagai profesionalisme guru menentukan keberhasilannya dalam mengelola pembelajaran di kelas. Dalam hal ini, kinerja guru merupakan garda terdepan dalam peningkatan kualitas pendidikan.Beberapa faktor yang diasumsikan berpengaruh terhadap kinerja guru antara lain :kepemimpinan visioner,ketrampilan manajerial kepala sekolah dan iklim komunikasi organisasi dengan kinerja profesional guru. Berdasarkan permasalahan yang melandasi penelitian tersebut diatas, maka penelitian ini mencoba untuk melihat hubungan kepemimpinan visioner, ketrampilan manajerial kepala sekolah dan iklim komunikasi organisasi dengan kinerja profesional guru. Secara rinci dapat disebutkan permasalahan penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) bagaimana deskripsi kinerja profesional guru pada SMA Negeri di Kabupaten Malang ; (2) bagaimana deskripsi kepemimpinan visioner kepala sekolah pada SMA Negeri di Kabupaten malang ; (3) bagaimana deskripsi ketrampilan manjerial kepala sekolah pada SMA Negeri di Kabupaten Malang ; (4) bagaimana deskripsi iklim komunikasi organisasi pada SMA Negeri di Kabupaten Malang ; (5) apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kepemimpinan visioner kepala sekolah dengn kinerja profesional guru pada SMA Negeri di Kabupaten Malang ; (6) apakah terdapat hubungan yang siginifikan antara ketrampilan manajerial kepala sekolah dengan kinerja profesional guru pada SMA Negeri di Kabupatan malang ; (7) apakah terdapat hubungan yang signifikan antara iklim komunikasi organisasi dengan kinerja profesioanl guru pada SMA Negeri di Kabupaten malang ; (8) apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kepemimpinan visioner dan ketrampilan manajerial kepala sekolah dan iklim komunikasi organisasi secara simultan dengan kinerja profesional guru pada SMA Negeri di Kabupaten Malang. Hipotesis penelitian adalah : (1) ada hubungan yang signifikan antara kepemimpinan visioner kepala sekolah dengan kinerja profesional guru pada SMA Negeri di Kabupaten Malang ; (2) ada hubungan yang signifikan antara ketrampilan manajerial kepala sekolah dengan kinerja profesional guru pada SMA Negeri di Kabupaten Malang ; (3) ada hubungan yang signifikan antara ketrampilan manajerial kepala sekolah dengan kinerja profesional guru pada SMA Negeri di kabupaten Malang ; (4) ada hubungan yang signifikan antara iklim komunikasi organisasi dengan kinerja profesional guru pada SMA Negeri di Kabupaten Malang ; (5) ada hubungan yang signifikan antara kepemimpinan visioner dan ketrampilan manajerial kepala sekolah dan iklim komunikasi organisasi secara simultan dengan kinerja profesional guru pada SMA Negeri di Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional dan deskriptif serta dilaksanakan di SMA Negeri di Kabupaten Malang. Ada 13 sekolah dengan 557 orang guru yang dijadikan populasi penelitian. Sampel penelitian diambil dengan teknik propotional random sampling sehingga diperoleh sample untuk penelitian ini sejumlah 113 orang guru. Penelitian ini menggunakan angket sebagai instrumen dalam pengumpulan data. Analisis hasil penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment dan regresi ganda. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa : (1) kinerja profesional guru termasuk kategori sangat tinggi (2) kepemimpinan visioner kepala sekolah termasuk kategori tinggi sekali (3) ketrampilan manajerial kepala sekolah termasuk sangat tinggi (4) iklim komunikasi organisasi termasuk kategori tinggi sekali. Sedangkan berdasarkan Output SPSS.15, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) terdapat hubungan yang siginifikan antara kepemimpinan visiner terhadap kinerja profesional guru sebesar 0.000 . (2) terdapat hubungan yang signifikan antara ketrampilan manajerial kepala sekolah terhadap kinerja profesional guru sebesar 0.000. (3) terdapat hubungan yang signifikan antara iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja profesional guru sebesar 0,009. (4) terdapat hubungan yang signifikan antara kepemimpinan visioner, ketrampilan manajerial kepala sekolah dan iklim komunikasi organisasi dengan kinerja profesional guru sebesar 0.521. Sedangkan sumbangan relatif terhadap kinerja profesional guru (1) kepemimpinan visioner kepala sekolah sebesar 36.6 % (2) ketrampilan manajerial kepala sekolah sebesar 39.6 % (3) iklim komunikasi organisasi sebesar 18.5 %. Disamping itu terdapat sumbangan efektif terhadap kinerja profesional guru (1) kepemimpinan visioner kepala sekolah sebesar 19,1% (2) ketrampilan manajerial kepala sekolah sebesar 21,6 % (3) iklim komunikasi organisasi sebesar 10 %. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan agar kepala sekolah tetap menjaga dengan baik tentang kepemimpinan visioner, manajerial kepala sekolah dan iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja profesional guru karena penelitian mengenai ketiga variabel bebas tersebut telah berdampak positive terhadap kinerja profesional guru. Agar kepemimpinan visioner tetap berjalan dan berkembang dengan baik, kepala sekolah harus inovative dan bisa memprediksi masa depan sedangkan manajerial kepala sekolah dapat dikembangkan melalui workshop atau pelatihan-pelatihan. Untuk meningkatkan iklim komunikasi organisasi di sekolah, kepala sekolah harus selalu terbuka dan mengerti akan keperluan warga sekolah, begitu pula dengan kinerja profesional guru yang sudah baik ini harus dipertahankan dan dikembangkan baik melalui MGMP, workshop, pemberian beasiswa untuk melanjutkan studinya atau aktivitas lain yang mendukung.

Pengaruh faktor psikologis terhadap keputusan pembelian produk fashion (studi pada konsumen Redzone Distro di Kota Blitar) / Nur Happy Wijayanti

 

ABSTRAK Happy Wijayanti, Nur. 2009. Pengaruh Faktor Psikologis terhadap Keputusan Pembelian Produk Fashion (Studi pada Konsumen Redzone Distro di Kota Blitar). Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M. Si., (II) Hj. Ita Prihatining Wilujeng, SE. M.M. Kata Kunci: Faktor Psikologis, Keputusan Pembelian Konsumen. Bisnis ritel atau eceran kini semakin berkembang seiring dengan berkembangnya dunia usaha. Bisnis ritel yang marak dikalangan kaum muda belakangan ini adalah Distribution Store (Distro) yang menjual barang-barang shooping goods seperti fashion, accesoris, CD, kaset, poster, majalah dan lain-lain. Munculnya distro merupakan suatu inovasi bisnis ritel yang menyediakan produk-produk lokal yang berkualitas secara eksklusif dan harga lebih terjangkau. Perilaku konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berbeda untuk masing-masing individu. Dan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah faktor psikologis. Suharto (2002: 3) mengungkapkan bahwa proses pengambilan keputusan dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu: faktor sosiokultural (kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi) dan faktor psikologis (sikap, persepsi, motivasi dan gaya hidup). Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kausal karena merupakan penelitian yang bertujuan membuktikan hubungan sebab akibat dari variabel-variabel yang diteliti. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi dimana teknik tersebut akan menguji hipotesis yang menyatakan ada pengaruh secara parsial dan simultan faktor psikologis yang meliputi variabel motivasi (X1), Persepsi (X2), Pembelajaran (X3), Gaya Hidup (X4), Keyakinan dan Sikap (X5) terhadap keputusan pembelian (Y). Penelitian ini dilakukan pada konsumen Redzone Distro di Kota Blitar. Data diperoleh dengan menggunakan teknik kuesioner tertutup. Populasi diambil berdasarkan keseluruhan konsumen Redzone Distro Kota Blitar yang rata-rata pengunjung per bulannya berjumlah 750 orang. Data diambil berdasar nota yang masuk selama 1 semester terakhir selama tahun 2008. Dan diasumsikan 1 nota 1 pembeli. Jumlah sampel yang diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin sebanyak 88 responden dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Untuk memenuhi tujuan dari penelitian ini, maka digunakan analisis statistik deskriptif atas data yang diperoleh dari penyebaran angket sebagai instrumen penelitian dan analisis statistik inferensial untuk mengetahui pengaruh faktor psikologis (motivasi (X1), Persepsi (X2), Pembelajaran (X3), Gaya Hidup (X4), Keyakinan dan Sikap (X5) ) secara parsial dan simultan terhadap keputusan pembelian konsumen. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows 15.0 Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan terdapat pengaruh positif signifikan antara variabel faktor psikologis yang terdiri dari (motivasi, persepsi, pembelajaran, gaya hidup, serta keyakinan dan sikap) secara parsial maupun simultan terhadap keputusan pembelian produk fashion. Hal ini berarti konsumen menilai dari banyak segi Redzone Distro telah memberikan kepuasan bagi mereka. Produk-produk yang berkualitas, sebagian lagi didesain secara eksklusif dan dijual dengan harga yang terjangkau telah memberikan motivasi bagi konsumen untuk melakukan pembelian di Redzone Distro, dan meningkatkan keyakinan konsumen karena mereka memiliki persepsi yang positif akan Redzone Distro. Konsumen yang telah merasa yakin dengan produk yang ditawarkan Redzone Distro akan mewujudkannya dengan sikap positif berupa tindakan pembelian di Redzone Distro. Saran yang dapat peneliti berikan berkaitan dengan temuan yang telah diperoleh adalah hendaknya Redzone Distro terus melakukan pendekatan konsumen, karena konsumen sebagai kunci dasar yang harus diperhatikan dalam strategi pemasaran.Terutama dalam hal ini yang dapat peneliti ajukan adalah pemahaman mengenai faktor psikologis konsumen (motivasi, persepsi, pembelajaran, gaya hidup, keyakinan dan sikap). Pemahaman mengenai faktor psikologis konsumen dapat digunakan Redzone Distro sebagai salah satu dasar dalam menentukan strategi pemasarannya berupa pelayanan konsumen, membentuk komunitas (member), bauran pemasaran (produk, harga, promosi, lokasi, dan distribusi), dan posisioning yang tepat.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 |