A proposed syllabus for the English courses in Pesantren Mahasiswa Al Hikam Malang / by Tirmidi

 

Penerapan metode inkuiri untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Sampung / Wilis Sindhu Kiswara

 

Kiswara, Wilis Sindhu. 2014. Penerapan Metode Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Sampung. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Subanji, M.Si. Kata Kunci: Metode Inkuiri, Komunikasi Matematis, Teorema Pythagoras.          Yang dimaksud kemampuan komunikasi matematis dalam penelitian adalah kemampuan yang seharusnya dikuasai oleh siswa yang meliputi hal-hal sebagai berikut: (a) menjelaskan ide dan situasi secara tulisan, (b) menyatakan gambar atau diagram ke dalam ide-ide matematika,(c) menyatakan situasi ke dalam model matematika/ gambar. Dari informasi yang diperoleh, baik dari pengamatan yang dilakukan peneliti maupun dari wawancara kepada guru, maka dapat diketahui bahwa tingkat kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Sampung masih relatif rendah.     Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Sampung. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Sampung berjumlah 27 siswa.     Pada saat pelaksanaan pembelajaran, kegiatan awal, guru memberikan apersepsi untuk mengingatkan siswa tentang materi dasar yang akan digunakan kembali dalam pembelajaran mengenai Teorema Pythagoras. Selain itu, guru juga memberikan motivasi kepada siswa tentang kegunaan Teorema Pythagoras dalam kehidupan sehari-hari. Pada kegiatan inti ini dilakukan kegiatan pembelajaran yang mengacu sesuai dengan komponen-komponen metode inkuiri yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: (a) mengkondisikan berpikir matematis dengan memberikan masalah. (b) mendorong siswa untuk menemukan (inquiri) (c) memberikan Scaffolding. (d) menguji gagasan melalui kelompok. (e) mengembangkan pengetahuan siswa untuk berkomunikasi matematis. Sebagai kegiatan akhir, guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan tentang materi yang telah dilakukan dalam pembelajaran.     Jadi pembelajaran dengan metode inkuiri yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa adalah pada tahapan mengkondisikan berpikir matematis dengan memberikan masalah, yang dilakukan siswa adalah Siswa mulai memberikan dugaan dan pembenaran tanpa dorongan guru. Selama diskusi kelas, siswa memulai argumentasi antar siswa tanpa mediasi guru. Pada tahapan mendorong siswa untuk menemukan (inquiri), yang dilakukan adalah Siswa mulai menunjukkan dan memperbaiki kesalahan mereka sendiri dan yang dibuat oleh guru. siswa spontan berkonsultasi yang ada pada buku teks dan beberapa contoh untuk memperjelas pemahaman mereka. Pada tahapan memberikan Scaffolding yang dilakukan adalah Siswa secara spontan memberikan klarifikasi, elaborasi, kritik, dan pembenaran. Siswa mengambil jawaban untuk menunjukkan langkah-langkah strategis dan menghubungkan ke pengetahuan sebelumnya. Pada tahapan menguji gagasan melalui kelompok yang dilakukan adalah Siswa membentuk kelompok informal untuk memantau kemajuan mereka, mencari umpan balik pada ide-ide, dan menjelaskan ide satu sama lain. Dan yang terakhir pada tahapan mengembangkan pengetahuan siswa untuk berkomunikasi matematis yang dilakukan adalah Siswa mulai berdebat mengenai kesesuaian masing-masing dan manfaatnya relatif berbeda dari yang biasanya.     Data penelitian menunjukkan bahwa Hasil penerapan pembelajaran dengan metode inkuiri dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Dari hasil tes pada siklus 1 menunjukkan bahwa 18 siswa berada pada kategori minimal baik atau 66,6% siswa pada kategori minimal baik. Oleh karena itu penelitian dilanjutkan pada siklus ke dua. Pada siklus 2 berdasarkan hasil tes, kemampuan komunikasi siswa berada pada kategori baik yaitu 21 siswa berada pada kategori minimal baik, atau sebesar 77,7% siswa pada kategori minimal baik. Dari data tersebut diketahui bahwa ada peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Sampung dari siklus 1 ke siklus 2.

Upaya peningkatan kemampuan siswa menulis laporan hasil wawancara melalui pedoman wawancara di kelas V SDN Wedoro 1 Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan / Wensislaus Labok

 

Kata Kunci: kemampuan, menulis, pedoman, laporan, SD Keterampilan menulis itu sulit, tetapi peranannya dalam kehidupan manusia sangat penting dalam masyarakat sepanjang zaman. Kegiatan menulis dapat ditemukan dalam aktivitas manusia setiap hari, seperti menulis surat, laporan, buku, artikel, dan sebagainya. Dapat dikatakan, bahwa kehidupan manusia hampir tidak bisa dipisahkan dari kegiatan menulis. Menulis laporan hasil wawancara yang digunakan dalam penelitian ini melalui pedoman wawancara, karena kemampuan menulis siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SDN Wedoro I masih rendah. Tujuan dalam penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan aktivitas siswa kelas V SDN Wedoro 1 kecamatan Pandaan dalam menulis laporan hasil wawancara melalui pedoman wawancara pada pembelajaran Bahasa Indonesia, (2) mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menulis laporan hasil wawancara di kelas V SDN Wedoro 1 Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan, setelah pedoman wawancara diterapkan pada materi pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus di SDN Wedoro I kecamatan Pandaan kabupaten Pasuruan. Siklus I dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 26 Mei 2010 dan dilaksanakan siklus II pada hari Kamis, tanggal 3 Juni 2010. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dan mengacu pada rancangan penelitian desain PTK model Kemmis dan Taggart. Data yang telah terkumpul akan dianalisis secara deskriptif, baik deskriptif kualitatif maupun deskriptif kuantitatif. Hasil evaluasi kemampuan menulis dalam penelitian ini adalah Kemampuan menulis siswa yang diperoleh pada pra tindakan, secara klasikal adalah 59,78%. Sedangkan pada siklus I kemampuan menulis siswa secara klasikal meningkat menjadi 6,60%. Pada siklus II kemampuan menulis siswa secara klasikal meningkat menjadi 8,60%. Penggunaan pedoman wawancara dalam penelitian ini, dapat meningkatkan aktivitas dan kemampuan siswa kelas V SDN Wedoro I dalam menulis laporan hasil wawancara.

Asosiasi echinodermata dan lamun di Teluk Gilimanuk Taman Nasional Bali Barat / Anita Setyawati

 

Setyawati, Anita. 2014. Asosiasi Echinodermata dan Lamun di Teluk Gilimanuk Taman Nasional Bali Barat. Skripsi. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr.Ibrohim, M.Si, (II) Drs. Agus Dharmawan, M.Si. Kata kunci: asosiasi, Echinodermata, lamun, Teluk Gilimanuk     Teluk Gilimanuk merupakan kawasan yang ditumbuhi lamun dan masuk dalam zona tradisional Taman Nasional Bali Barat. Salah satu hewan yang hidup di sekitar padang lamun ialah Echinodermata. Aktifitas yang dilakukan oleh masyarakat sekitar dapat menggangu lamun dan Echinodermata. Asosiasi spesies Echinodermata dan lamun dapat digunakan untuk melihat tingkat kesesuaian suatu habitat bagi keberadaan spesies yang hidup di ekosistem padang lamun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui asosiasi Echinodermata dan lamun di Teluk Gilimanuk Taman Nasional Bali Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2013. Metode yang digunakan metode kuadrat yang diletakkan pada garis transek, dengan ukuran tiap kuadran 2x2 m. Asosiasi inter-spesies Echinodermata dan lamun diketahui dengan analisis cluster, sedangkan hubungan Echinodermata dan lamun dianalisis dengan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 spesies Echinodermata dan 5 spesies lamun. Analisis asosiasi inter-spesies Echinodermata dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok dengan model berjenjang dan kelompok kedua model berkelompok. Asosiasi inter-spesies lamun menunjukkan Thalassia heprichii, dan Enhalus acoroides merupakan spesies yang memiliki hubungan paling dekat. Asosiasi Echinodermata dan lamun menunjukkan hasil lamun dan Echinodermata tidak memiliki hubungan yang signifikan. Faktor abiotik yang diukur tidak berpengaruh secara nyata terhadap jumlah Echinodermata dan persen penutupan lamun.

Analisis pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga miskin (studi kasus di Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang) / Oky Cahyaning Rahayu Sutoko

 

ABSTRAK Sutoko, Oky Cahyaning Rahayu. 2015. Analisis Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Miskin (Studi Kasus di Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Farida Rahmawati, S.E., M.E, (II) Dr. Imam Mukhlis, S.E., M.Si. Kata kunci: jumlah pendapatan rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, tingkat pendidikan kepala rumah tangga, pengeluaran konsumsi rumah tangga Dalam aktivitas perekonomian suatu negara, konsumsi mempunyai peran penting di dalamnya serta mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Konsumsi rumah tangga merupakan salah satu kegiatan ekonomi rumah tangga untuk memenuhi berbagai kebutuhan barang dan jasa. Oleh sebab itu, konsumsi sering digunakan sebagai salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan rumah tangga. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana pengaruh jumlah pendapatan rumah tangga terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga miskin di Kelurahan Tanjungrejo? (2) Bagaimana pengaruh jumlah anggota rumah tangga terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga miskin di Kelurahan Tanjungrejo? (3) Bagaimana pengaruh tingkat pendidikan kepala rumah tangga terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga miskin di Kelurahan Tanjungrejo? (4) Bagaimana pengaruh jumlah pendapatan rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, dan tingkat pendidikan kepala rumah tangga secara simultan terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga miskin di Kelurahan Tanjungrejo? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah tangga miskin penerima Raskin di RW 13 Kelurahan Tanjungrejo. Metode yang digunakan dalam penarikan sampel adalah sampling jenuh atau sensus. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara wawancara langsung pada rumah tangga sampel menggunakan daftar kuesioner. Sedangkan analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) Jumlah pendapatan rumah tangga (X1) berpengaruh signifikan dan positif terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga (Y), (2) Jumlah anggota rumah tangga (X2) berpengaruh signifikan dan positif terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga (Y), (3) Tingkat pendidikan kepala rumah tangga (X3) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga (Y), (4) Secara simultan menjelaskan bahwa jumlah pendapatan rumah tangga (X1), jumlah anggota rumah tangga (X2), dan tingkat pendidikan kepala rumah tangga (X3) berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga (Y). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diajukan dalam penelitian ini antara lain, bagi Pemerintah Kota Malang, khususnya Pemerintah Kelurahan Tanjungrejo diharapkan untuk melakukan langkah strategis guna meningkatkan kesejahteraan rumah tangga miskin dengan memperluas lapangan kerja yang sesuai dengan kemampuan rumah tangga melalui program kewirausahaan dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran konsumsi rumah tangga miskin dengan menambahkan variabel lain yang lebih spesifik, selain itu juga perlu diadakan penelitian yang sama pada rumah tangga kaya.

Hubungan antara kondisi fisik tempat kerja dengan prestasi kerja pegawai
(penelitian pada pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Malang)
oleh Endah Widiastutik

 

Suatup restaski erjat idak dihasilkand engans endirinyao leh setiapp egawai, tetapi ditentukano leh m&cam-macamfa ktor yang mendukungp restasi_kerjaS. alah satunyaa dalah kondisi fisik tempat kerja yang baik. Dengan adanyak ondisi fisik kerja yang nyaman,b ersih, pencahayaany ang cukup serta ventilasi yang baik akan *.ni*U.rt-tun kegairahan kerja pegawai sehingga pegawai dapat menyelesaikan tugas/pekerjaaynu .,g dibebankan padanyad engan baik. Rumusan masalahd alam pJ*Utiun i"i uOuUfl (1) bagaimanakahk ondisi fisik tempatk erja pegawaiD inas iendidikanK abupatenM alang?,( 2) bagaimanakathin gkat prestasik erja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Malang?, (3) apakah ada hubungan antara kondisi fisik tem' pakt erjad enganp reitasik erjap egawaDi inasP endidikanK abupatenM alang? trianfaat dari hasil penelitian ini bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Malang adalahs ebagati ambahani nformasi mengenaih al-hal yang ada kaitannyad engan kondisif isik tempat kerja dan prestasik erja pegawai.R ancanganp enelitiany ang digunakaand atahd iskriptif korelasional- Teknik yung dip"rgunakand alam pengumpuland ata adalah: (1) teknik angket, (2) teknik *u*un"u.a, (3) teknik dokumentasi. Sedangkan penelitian ini terirasukp enelitianp opulasi,k arenaju mlah respondenku rangd ari I 00' Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian inr yaitu analisis prosentasdei gunakanu ntuk menganalisak ondisi frsik tempat kerja dan pretasik erja pegawai.S edangtcanu ntuk mengetahui ada tidaknya hubungan signifikan antara toidisi frsik tempat kerja dengan prestasi kerja digunakan teknik analisis korelasi tata jenjangS pearmadne ngans kalad atao rdinal. Hasil analisis menunjukkan bahwa (l) kondisi fisik tempat kerja Dinas PendidikaKna bupatenM alangpadat ingkatb aik (69,64o /,),( 2) kondisip restaski erja 'pheog6auwoagi*D inas Pendidikan KiUupaten Malang pada tingkat ting$, (3) terdapat yang sigrrifikan antara kondisi fisik tempat keqia dengan prestasi kerja p"gu*ii Oi"alpe"aiAikan Kabupaten Malang yang ditunjukkan oleh nilai koefisien i.oi.t*i rho hitung 0,9880 lebitr besar dari rho tabel 0,266 pada N : 56 dan taraf sisffikan 5 %. ut

Pengaruh keefektifan manajemen kelas terhadap partisipasi siswa dalam pembelajaran di SMPN se-kecamatan Talun Kabupaten Blitar / Nisaul Ummah

 

ABSTRAK Ummah, Nisaul. 2016. Pengaruh Keefektifan Manajemen Kelas terhadap Partisipasi Siswa dalam Pembelajaran di SMPN se-Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan. Dosen Pembimbing: (I) Drs. H. Burhanuddin, M.Ed, Ph.D, (II) Teguh Triwiyanto, S.Pd, M.Pd Kata kunci: manajemen kelas, partisipasi siswa Manajemen Mengelola kelas merupakan salah satu tugas guru yang perlu diperhatikan, karena penting bagi penciptaan situasi pendukung suasana pembelajaran. Suasana tersebut diharapkan mampu mendorong partisipasi siswa, sehingga siswa mampu mengikuti proses pembelajaran yang diberikan oleh guru secara optimal. Partisipasi siswa dalam pembelajaran, yaitu meliputi bertanya hal yang belum jelas, mencatat, mendengar, berfikir, membaca, dan segala kegiatan yang dilakukan yang dapat menunjang prestasi belajar. Keefektifan manajemen kelas diharapkan mampu memengaruhi siswa untuk aktif berpartisipasi dalam aktivitas pembelajaran. Tujuan penelitian ini: (1) Mengukur sejauh mana keefektifan manajemen kelas di SMPN se-Kecamatan Talun, (2) Sejauh mana partisipasi siswa dalam pembelajaran SMPN se-Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, (3) Menjelaskan sejauh mana pengaruh keefektifan manajemen kelas terhadap tingkat partisipasi siswa dalam proses pembelajaran di SMPN se-Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan metode penelitian ini berupa survei. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas VIII SMPN se-Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Penentuan sampel dengan teknik simple random sampling. Berdasarkan teknik tersebut, diperoleh sampel SMPN 1 Talun sebanyak 70 siswa dan SMPN 2 Talun sebanyak 65 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup. Uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach yang menunjukkan indeks reliabilitas 0,923 untuk manajemen kelas dan 0,727 untuk partisipasi siswa. Sebelum dilakukan analisis data, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas yang menunjukkan, bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh keefektifan manajemen kelas terhadap partisipasi siswa dalam pembelajaran di SMPN se-Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Hasil tersebut dapat ditunjukkan melalui uji hipotesis dengan uji t-Test dan dapat diketahui hasil perhitungan didapatkan nilai Thitung sebesar 0,379 dan Ttabel sebesar 1,656, nilai ttabel diperoleh dari df = 135 - 2 (variabel) - 1. Karena nilai Thitung< Ttabel, maka kesimpulan yang didapat yaitu terdapat pengaruh keefektifan manajemen kelas terhadap partisipasi siswa dalam pembelajaran di SMPN se-Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Implikasi penelitian ini, yaitu: (1) Pendekatan manajemen kelas sudah baik, akan tetapi perlu ditingkatkan lagi agar menjadi lebih baik dan lebih maksimal, (2) Perlu melatih guru dalam mendalami manajemen kelas untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, dan (3) Perlu adanya inovasi-inovasi tentang pelaksanaan manajemen kelas untuk membangkitkan kinerja guru dalam proses belajar-mengajar. Demikian saran penelitian ini yaitu (1) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, sebaiknya membuat kebijakan baru untuk memberikan pelatihan secara berkala tentang manajemen kelas yang baik untuk proses pembelajaran siswa di kelas. Selain itu, Kepala Dinas membina kepala sekolah tentang bagaimana melakukan manajemen kelas yang baik agar dapat membimbing guru secara langsung. (2) Kepala SMPN se-Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, sebaiknya lebih sering melakukan kunjungan kelas untuk memantau langsung bagaimana manajemen kelas yang dilakukan guru. Memberikan kesempatan seminar atau workshop kepada guru agar dapat memahami dan mendalami manajemen kelas yang baik secara lebih mendalam. (3) Mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan, sebaiknya mendalami manajemen kelas dengan maksimal agar dapat menciptakan inovasi manajemen kelas yang ideal untuk siswa dan mudah untuk dilaksanakan oleh guru pada saat proses pembelajaran. (4) Peneliti Lain sebaiknya melanjutkan penelitian tentang pengaruh manajemen kelas dengan bidang lainnya yang lebih relevan.

Isolasi, identifikasi, dan uji aktivitas senyawa flavonoid dari biji pepaya (Carica papaya L.) sebagai inhibitor lipase pankreas / Pancasari Wijiutami

 

ABSTRAK Wijiutami, P. 2016. Isolasi, Identifikasi, dan Uji Aktivitas Flavonoid dari Biji Pepaya (Carica papaya L.)Sebagai Inhibitor Lipase Pankreas. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H.Subandi, M.Si., (II) Tatas H.P. Brotosudarmo, Ph.D Kata kunci : Biji pepaya, Flavonoid, Orlistat, Inhibitor lipase pankreas Obesitas merupakan salah satu masalah global karena dapat memicu berbagai penyakit seperti, jantung koroner, diabetes, arterosklerosis, dan sebagainya. Salah satu penyebab obesitas adalah karena konsumsi lemak berlebih. Absorbsi lemak ke dalam tubuh memerlukan enzim lipase pankreas. Oleh sebab itu untuk mengurangi absorbsi lemak di dalam tubuh digunakan obat anti obesitas yaitu, Orlistat yang bekerja sebagai inhibitor lipase pankreas.Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sari biji pepaya terbukti mampu menghambat lipase pankreas dengan daya inhibisi yang lebih besar dari Orlistat pada berat yang sama, akan tetapi belum diketahui jenis senyawa aktif dalam biji pepaya tersebut, oleh karena biji pepaya banyak mengandung flavonoid, sementara beberapa senyawa flavonoid mampu menghambat lipase pankreas maka penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa flavonoid di dalam biji pepaya yang aktif sebagai inhibitor lipase pankreas. Penelitian ini bersifat deskriptif laboratoris yang dilakukan dalam 6 tahap yaitu: 1) penyiapan sampel serbuk biji pepaya (pengeringan dan penghalusan), 2) ekstraksi menggunakan pelarut etanol-air dengan metode maserasi, 3) pemisahan senyawa golongan flavonoid dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), 4) uji fitokimia senyawa flavonoid, 5) uji aktivitas isolat flavonoid sebagai inhibitor lipase pankreas, serta 6) spektroskopi UV-VIS dan FT-IR untuk memprediksi struktur isolat flavonoid. Daya inhibisi terhadap lipase pankreas ditentukan dengan metode titrimetri menggunakan pankreatin lipase sebagai sumber enzim, minyak zaitun sebagai substrat, dan Orlistat sebagai inhibitor pembanding. Uji fitokimia dilakukan menggunakan H2SO4 pekat untuk menunjukkan keberadaan senyawa flavonoid di dalam biji pepaya¬. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis senyawa flavonoid dari ekstrak etanol biji pepaya yang aktif sebagai inhibitor lipase pankreas.Kedua isolat flavonoidmempunyai daya inhibisi terhadap lipase pankreas masing-masing 132 kali dan 12 kali lebih kuat dibandingkan Orlistat pada massa yang sama. Analisis spektrum UV-VIS dan IR menunjukkan bahwa kedua isolat diduga mempunyai struktur yang mirip dengan 2 senyawaflavanol yaitu senyawaepicatechin dan catechin.

Hubungan persepsi pemberian insentif dan motivasi kerja pada karyawan Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung / oleh Samsidah

 

Efek ekstrak etanol daun tahi kotok (Tagetes erecta L.) terhadap penghambatan aktivitas makan belalang hijau (Oxya chinensis Thunb) pada tanaman padi (Oryza sativa L.) / Tiara Dwi Nurmalita

 

ABSTRAK Nurmalita, Tiara Dwi. 2016. Efek Ekstrak Etanol Daun Tahi Kotok (Tagetes erecta L.) terhadap Penghambatan Aktivitas Makan Belalang Hijau (Oxya chinensis Thunb) pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.).Skripsi, JurusanBiologi, FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. FatchurRohman, M.Si, (II) Sofia EryRahayu, S.Pd.,M.Si. Kata Kunci:Ekstraketanol,daunTahiKotok (TageteserectaL.), penghambatanaktivitasmakan, BelalangHijau (OxyachinensisThunberg). BelalangHijau (OxyachinensisThunberg) merupakansalahsatuhama yang menyerangtanamanpadi (Oryza sativa L.).Salah satubahanalamyang dapatdigunakansebagaipengendalihamaBelalangHijau (O.chinensis) yaitutumbuhanTahiKotok (TageteserectaL.).Tujuanpenelitianiniyaitu mengujiekstraketanol daun Tahi Kotok (T. erecta) terhadap penghambatan aktivitas makan Belalang Hijau (O. chinensis) pada padi (Oryza sativa L.), menentukan konsentrasi ekstrak etanol daun Tahi Kotok (T. erecta) yang efektifterhadap penghambatan aktivitas makan Belalang Hijau (O. chinensis) pada padi (O. sativa), danmenentukanbesarpersentasipenghambatanaktivitasmakanBelalangHijau (O.chinensis) padapadi (O. sativa)setelahdidedahkandenganekstraketanol daun Tahi Kotok (T. erecta). JenispenelitianeksperimentaldengandesainPenelitianmenggunakanRancanganAcakKelompok.Variabelbebasberupapemberiankonsentrasiekstrak etanoldaun Tahi Kotok (T. erecta) dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%.Sedangkanvariabelterikatberupaluas daun padi yang dimakan oleh Belalang Hijau dengan satuan mm2.Setiapperlakuandiulangsebanyak 5 kali.ObyekpenelitianyaituBelalangHijau (O. chinensis) sebanyak 125 ekor.EkstrakdaunT. erectadioleskanpadadaunpadi yang berumur 25—30 hari.Penghambatanaktivitasmakandiamatisetelah 24 jam pendedahanekstraketanoldaunTahiKotokpadadaunpadi. HambatanaktivitasmakanO. chinensisdilakukandengancaramenghitungluasdaunpadi yang dimakanO. chinensispadakertas millimeter blok.Data yang didapatberupaluasdaunpadi yang dimakanolehO. chinensiskemudiandianalisisdengan ANAVA non faktorialuntukmelihatefekekstraketanol daun Tahi Kotok (T. erecta) terhadap penghambatan aktivitas makan Belalang Hijau (O. chinensis) pada padi (Oryza sativa L.).PersentasehambatanaktivitasmakanO. chinensisdianalisissecaradeskriptifdenganmenggunakanrumusdariAbdelgaliel& El-Aswad (2005). HasilpenelitianmenunjukkanbahwaekstraketanoldaunTahiKotok (T. erecta) memilikiefekpenghambatanaktivitasmakanBelalangHijau (O. chinensis).KonsentrasiekstraketanoldaunT. erecta5% hingga 20% tidakberbedasecarasignifikandalammenghambataktivitasmakanO. chinensis.Konsentrasi yang efektifsebagaipenghambataktivitas makan Belalang Hijau (O. chinensis) pada yaitukonsentrasi 5%.PersentasepenghambatanaktivitasmakanO. chinensistertinggipadakonsentrasi 20% sebesar 93,32%, danterendahpada 5% denganpersentasehambatanmakansebesar 83,90%.

Pelaksanaan teknik-teknik supervisi pengajaran oleh kepala sekolah dasar negeri pada desa terpencil di Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah / oleh Hasan Umarella

 

Kritik formalistik terhadap karya lukis Bara Widjaya yang berjudul mengusung hari depan dan menangkap dari belakang / Elok Santi Jesica

 

ABSTRAK Jesica, Elok Santi. 2015. Kritik Formalistik Terhadap Karya Lukis Bara Widjaya Yang Berjudul Mengusung Hari Depan dan Menangkap dari Belakang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triyono Widodo, M. Sn, (II) Drs. Eko Budi Winarno. Kata Kunci: karya lukis, kritik formalistik Karya lukis yang berjudul ”Mengusung Hari Depan” (2013) dan “Menangkap dari Belakang” (2009) merupakan karya dari Bara Widjaya yang memiliki perbedaan karakter dalam pemilihan bentuk, warna dan susunan. Hal tersebut membuatnya memiliki daya tarik dan menimbulkan keinginan untuk mendalami dari aspek pemvisualan objek, komposisi, penafsiran dan karakter pemilihan media estetik. Berkaitan dengan hal tersebut dilaksanakan penelitian yang mengkaji visual dari karya lukis “Mengusung Hari Depan” dan “Menangkap dari Belakang”. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk memaparkan pertimbangan penilaian formalisme mengenai karya lukis Bara Widjaya yang berjudul “Mengusung Hari Depan” dan “Menangkap dari Belakang” berdasarkan tahapan kritik formalistik yang mencakup deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif pendekatan kritik formalistik dengan instrumen berupa lembar wawancara, lembar observasi, dan peneliti. Pengumpulan data primer dilakukan dengan observasi yang didukung dengan wawancara dan dokumentasi. Data dari penelitian ini berupa data objektif (deskripsi dan analisis formal) dan data afektif (interpretasi). Kegiatan analisis data dilakukan dengan pendeskripsian, kemudian analisa formal dan interpretasi karya. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara triangulasi data dengan cara menghubungkan hasil paparan data dengan objek yang diteliti dan teori yang relevan. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil bahwa (1) lukisan “Mengusung Hari Depan” condong pada kesan “rasa ketimur-timuran”, sedangkan lukisan “Menangkap dari Belakang” condong pada kesan “rasa kebarat-baratan” (2) karya seni lukis “Menangkap dari Belakang” dominan menggunakan warna dengan intensitas tinggi, sedangkan karya “Mengusung Hari Depan” dominan menggunakan warna dengan value rendah (3) Lukisan “Mengusung Hari Depan” memaparkan sebuah gagasan mengenai harapan sedangkan lukisan “Menangkap dari Belakang” condong pada pengungkapan kegelisahan seniman mengenai suatu peristiwa yang sedang aktual pada masa lukisan tersebut diciptakan (4) Perbedaan pemilihan karakter media estetik dilakukan untuk mendukung gagasan yang ingin diungkapkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu bahan refleksi oleh seniman terhadap karya lukisnya yang berjudul “Mengusung Hari Depan” dan “Menangkap Dari Belakang”. Bagi peneliti yang akan melakukan kajian pada seniman yang sama dan karya yang sama disarankan untuk mengkaji dengan pendekatan holistik dan atau semiotik sehingga menambah kekayaan informasi.

Implementasi pembelajaran kewirausahaan di SMK Negeri 1 Banyuwangi / Sehani Asri Miningsih

 

Kata kunci : pembelajaran kewirausahaan Arah kebijakan pemerintah memberikan pembelajaran kewirausahaan adalah agar peserta didik dapat meningkatkan dan mengembangkan kecakapan hidup serta dapat mengaktualisasikan diri dalam perilaku wirausaha. Kompetensi kewirausahaan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: (a) Memahami dunia usaha dalam kehidupan sehari-hari (b) Berwirausaha dalam bidangnya, (c) Menerapkan perilaku kerja prestatif, (d) Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha. Standard kompetensi yang harus dikuasai peserta didik adalah dapat mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha, menerapkan jiwa kepemimpinan, merencanakan usaha kecil dan mengelola usaha kecil. Pembelajaran kewirausahaan memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang serius agar mencapai tujuan. Oleh karena itu peneliti meneliti implementasi pembelajaran kewirausahaan dengan melihat persepsi guru, RPP dan pelaksanaan proses pembelajaran, agar dapat memberikan rekomendasi perbaikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan tujuan agar dapat memperoleh pemahaman dan interpretasi mendalam tentang makna dari fenomena yang ada di lapangan. Sedangkan sifat atau kategori dalam penelitian ini merupakan penelitian evaluasi menggunakan metodologi studi kasus (case studies). Dalam penelitian ini beberapa tahapan proses pengumpulan data yaitu: (a) Survey/ observasi awal, (b) Penyebaran kuesioner, (c) Wawancara (d) Dokumentasi dan (e) Pengamatan. Persepsi guru terhadap pembelajaran kewirausahaan dengan latar belakang yang berbeda bervariasi, akan tetapi memiliki makna yang sama, pemahaman tentang pembelajaran kewirausahaan pada dimensi proses pengetahuan mengenal, memahami dan menerapkan. Dimensi pengetahuan dalam pembelajaran mengarah pada dimensi pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural. Demikian pula implementasi dalam RPP. Pelaksanaan pembelajaran di kelas dilaksanakan sesuai dengan RPP meskipun masih terdapat tujuan pembelajaran yang belum tercapai dan kegiatan yang tidak terlaksana serta alokasi waktu yang tidak tepat. Implementasi pembelajaran dilakukan sesuai dengan arahan kebijakan pemerintah, persepsi guru, dan RPP. Tujuan pembelajaran belum dapat diimplementasikan secara menyeluruh dalam pembelajaran di kelas. Oleh karena itu pembelajaran kewirausahaan tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tapi juga dilaksanakan dalam bentuk praktik di unit produksi di sekolah, penjualan produk di masyarakat dan usaha mandiri. Dengan demikian pembelajaran kewirausahaan dapat mencapai tujuan pembelajaran sesuai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan pada domain kognitif, afektif dan psikomotor.

Pengembangan model pembelajaran tematik berbasis membaca, menulis, dan berhitung kelas III sekolah dasar / Mohammad Ilyas

 

Kata Kunci: Pembelajaran Tematik, Membaca, Menulis, Berhitung. Pembelajaran tematik berbasis membaca, menulis, dan berhitung merupakan tuntutan sekaligus sebagai solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi siswa kelas-kelas awal/khususnya kelas III sekolah dasar. Pola pikir siswa kelas III masih cenderung melihat/memandang segala sesuatu sebagai satu keutuhan. Namun, cara belajarnya sudah dipolakan terpisah-pisah. Ketidaksesuaian antara karakteristik berpikir siswa dengan cara belajarnya cenderung mengakibatkan kemampuan berpikirnya kurang dapat berkembang secara maksimal yang akhirnya dapat menyebabkan kegagalan studinya. Pembelajaran tematik berbasis membaca, menulis, dan berhitung terbukti sejalan dengan karakteristik berpikir siswa. Melalui pembelajaran tematik berbasis membaca, menulis, dan berhitung, siswa dapat memahami berbagai konsep mata pelajaran sebagai satu keutuhan makna dalam teks/tema. Sejalan dengan masalah tersebut, tujuan penelitian pengembangan ini adalah mengembangkan model pembelajaran tematik melalui kegiatan membaca, menulis, dan berhitung untuk kelas III sekolah dasar. Fokus pengembangan adalah (1) bahan pembelajaran tematik yang dilengkapi dengan (2) perencanaan pembelajaran (silabus dan RPP), (3) petunjuk guru. Untuk memcapai tujuan tersebut digunakan desain model Reflective, Recursive Design and Development (R2D2). Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu tahap pendefinisian, tahap desain dan pengembangan, tahap deseminasi. Uji produk penelitian pengembangan ini dilakukan dengan dua cara, yaitu uji coba produk dengan validasi teoretik dan validasi empirik, dan uji eksperimentasi. Validasi teoretik melibatkan para ahli dan praktisi. Para ahli terdiri atas: ahli teknologi pembelajaran, ahli pembelajaran tematik dan pembelajaran Bahasa Indonesia sekolah dasar, ahli pembelajaran bahasa, Ahli kesekolahdasaran, ahli pembelajaran Matematika sekolah dasar, ahli pembelajaran IPA, ahli pembelajaran IPS sekolah dasar, ahli pembelajaran PKn. Para praktisi yang dilibatkan terdiri atas para guru kelas III sekolah dasar dan siswa kelas III sekolah dasar. Validasi empirik dilakukan secara berulang sampai ditemukan produk yang memadai. Uji eksperimentasi produk dilakukan dengan teknik praeksperimen. Data penelitian ini terdiri atas dua macam, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik (1) dokumentasi, (2) observasi, dan (3) tes/tugas. Data kualitatif terdiri atas: dokumen, catatan lapangan, dan saran/petunjuk para ahli. Data kualitatif tersebut dianalisis dengan teknik analisis domain dengan prinsip kritis, kreatif, dan reflektif. Data kuantitatif terdiri atas: data uji validitas dan reliabilitas butir soal, data uji kelompok terbatas, data uji lapangan, dan data uji efektivitas. Data kuantitatip tersebut dianalisis dengan metode statistik deskriptif untuk mengetahui persentase jawaban siswa, para ahli, dan guru. Data uji validitas dan reliabilitas butir soal terdiri atas: data butir soal uraian dan data butir soal pilihan ganda. Data butir soal uraian dianalisis dengan korelasi product moment dengan angka kasar melalui program SPSS 16.00 for windows. Data butir soal pilihan ganda dianalisis melalui program ‘Anates’ versi 4.0.2.Oktober 2003. Data uji lapangan dan uji efektivitas bahan pembelajaran dihitung dengan uji-t sampel berpasangan melalui program SPSS 16.00 for windows. Hasil pengembangan ini adalah perangkat pembelajaran tematik untuk kelas III sekolah dasar dan deskripsi efektifitasnya. Perangkat pembelajaran tematik tersebut meliputi (1) Bahan Pembelajaran Tematik Berbasis Membaca, Menulis, dan Berhitung; (2) Perencanaa Pembelajaran yang terdiri dari silabus dan RPP; (3) Petunjuk Guru (4) Alat penilaian. Bahan Pembelajaran Tematik Berbasis Membaca, Menulis, dan Berhitung efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III sekolah dasar. Bahan pembelajaran yang dikembangkan terdiri atas bahan bacaan dan bahan pembelajaran menulis. Bahan bacaan terdiri atas: teks, alat tes. Hasil uji coba menunjukkan bahwa bahan pembelajaran yang dikembangkan layak untuk siswa kalas III sekolah dasar. Teks yang dikembangkan layak untuk bahan bacaan siswa. Alat tes pemahaman isi teks juga layak untuk siswa. Hasil validasi para ahli dan praktisi menunjukkan layak untuk siswa. Hasil uji lapangan menunjukkan efektif untuk pembelajaran siswa. Hasil eksperimen juga menunjukkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil validasi silabus oleh para ahli menunjukkan layak. Hasil validasi guru kelas juga menyatakan mudah dipahami dan mudah dilaksanakan dalam pembelajaran kelas III sekolah dasar. Hasil validasi rencana pelaksanaan pembelajaran oleh para ahli menunjukkan layak dan guru kelas menyatakan mudah dipahami dan mudah dilaksanakan dalam pembelajaran kelas III sekolah dasar. Hasil validasi petunjuk guru pembelajaran tematik BMMB oleh para ahli menunjukkan layak dan guru kelas menyatakan mudah dipahami dan mudah dilaksanakan dalam pembelajaran kelas III sekolah dasar. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa produk pengembangan ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dari hasil analisis statistik keenam model menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor prates dengan skor postes. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran tematik berbasis membaca, menulis, dan berhitung efektif digunakan dalam pembelajaran siswa kelas III sekolah dasar.

Pengaruh bentuk pertanyaan bacaan terhadap peningkatan hasil belajar membaca pemahaman bahasa Inggris siswa sekolah menengah umum tingkat atas (SMA) / oleh Abdul Hamid Abbas

 

Diagnosis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal pola bilangan dan pemberian scaffolding / Tatik Octiarsih Kartika Puji Rahayu

 

ABSTRAK Rahayu, Tatik Octiarsih Kartika Puji. 2015. Diagnosis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Pola Bilangan dan Pemberian Scaffolding. Tesis, Jurusan Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Abdur Rahman As’ari, M.Pd., M.A., (II) Dr. Sisworo, S.Pd., M.Si. Kata kunci: Diagnosis kesulitan, Scaffolding Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal pola bilangan dan pemberian scaffolding-nya. Sifat dari penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 orang siswa. Pemilihan subjek didasarkan pada kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal diagnostik. Soal diagnostik yang diberikan dalam penelitian ini adalah dua masalah yang berkaitan dengan pola bilangan. Proses diagnosis yang dilakukan mengacu pada langkah-langkah penyelesaian masalah oleh Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Pemberian scaffolding dalam penelitian ini mengacu pada level environmental provisions, level explaining, reviewing, dan restructuring, serta level developing conceptual thinking yang dikemukakan oleh Anghileri (2006). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa dalam menyelesaikan soal pola bilangan siswa mengalami beberapa kesulitan. Kesulitan tersebut diantaranya adalah kesulitan dalam menyatakan apa yang diketahui dan ditanyakan, kesulitan dalam mengkaitkan konsep matematika yang telah dipelajari, kesulitan dalam proses penentuan rumus fungsi suku ke-n, serta kesulitan dalam mengkomunikasikan jawaban. Scaffolding yang diberikan untuk mengatasi kesulitan siswa tersebut mengacu pada level 2 dan 3 yang dikemukakan Anghileri (2006) yaitu explaining, reviewing, dan restructuring, serta developing conceptual thinking. Untuk itu peneliti menyarankan kepada guru untuk melakukan diagnosis terhadap kesulitan yang dialami siswa dan memberikan solusi untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu solusi yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan scaffolding. Selain itu, guru hendaknya memberikan lebih banyak latihan soal kepada siswa berkaitan dengan materi pola bilangan.

Hubungan antara sikap mahasiswa terhadap matakuliah PBM di Jurusan pendidikan Teknik Mesin FPTK IKIP MALANG dan motivasi menjadi guru STM
oleh Rudy Purwono Setyo Anggono

 

Implementing snowball throwing teaching technique to enhance the fifth graders' vocabulary mastery of SDN Jombang 3 Jombang / Sakhi Herwiana

 

ABSTRAK Herwiana, Sakhi. 2015. Menerapkan Teknik Mengajar Snowball Throwing untuk Meningkatkan Penguasaan Kosa Kata Siswa Kelas Lima di SDN Jombang 3 Jombang. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sri Rachmajanti, Dip TESL., M.Pd., (II) Dr. Enny Irawati, M.Pd. Kata Kunci: kosa kata, snowball throwing, pembelajar muda. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana penggunaan teknik mengajar snowball throwing dapat diterapkan untuk meningkatkan penguasaan kosa kata pada siswa kelas 5 di SDN Jombang 3 Jombang. Desain penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dimana peneliti dan guru Bahasa Inggris bekerjasama dalam penelitian. Peneliti bertindak sebagai guru dan guru Bahasa Inggris sebagai pengamat. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus dengan menggunakan prosedur sebagai berikut: perencanaan, penerapan, pengamatan dan refleksi. Ada 5 pertemuan dalam satu siklus yaitu 4 pertemuan untuk penerapan teknik mengajar snowball throwing dan satu pertemuan untuk pelaksanaan tes kosa kata. Data penelitian diambil dari beberapa intrumen yaitu: tes kosa kata, angket siswa, lembar observasi dan catatan lapangan. Hasil temuan menunjukkan bahwa teknik pengajaran snowball throwing dapat meningkatkan penguasaan kosa kata pada anak. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil tes, keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran dan respon siswa. Hasil nilai rata-rata dari tes kosa kata pada siklus pertama adalah 93.6 dan sembilan puluh delapan persen(98%) siswa telah mencapai kriteria sukses. Sebelum penerapan, hanya tiga puluh empat (34%) siswa yang dapat mencapai KKM yaitu 68. Berdasarkan hasil angket siswa dan lembar observasi, semua murid terlibat aktif dalam pelaksanaan snowball throwing. Mereka menunjukkan sikap senang dan tertarik dalam belajar Bahasa Inggris dengan menggunakan teknik ini. Dalam mengajar, guru menggunakan tiga tahapan dalam kegiatan utama di Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Di awal kegiatan, guru memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan lagu audio-visual yang diberikan untuk mengarahkan pengetahuan dasar siswa. Kemudian, guru memberikan penjelasan dan pengucapan kata-kata berdasarkan gambar yang diikuti oleh siswa. Guru juga memberikan contoh penggunaan kata-kata dalam kalimat sederhana. Pada kegiatan inti, guru memberikan contoh bagaimana cara bermain snowball throwing. Kemudian, siswa mempraktekkan snowball throwing dengan berkelompok. Ketika siswa sedang melaksanakan teknik tersebut, guru mengamati jawaban siswa. Siswa diperbolehkan untuk bertanya kepada guru jika menemukan kesulitan, jadi peran guru adalah membimbing dan membantu para siswa. Di akhir kegiatan, siswa diberi kuis dan mereka mengerjakannya secara individu. Kesimpulannya, penggunaan teknik mengajar snowball throwing dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk mengingat kosa kata. Teknik ini juga mendorong siswa menjadi aktif di dalam kelas. Mereka menunjukkan kerjasama yang baik dalam kelompok. Strategi ini dianjurkan untuk guru Bahasa Inggris sebagai salah satu strategi alternatif dalam mengajar untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengingat kosa kata dengan cara yang menyenangkan. Selain itu, teknik ini dapat digunakan untuk peneliti selanjutnya, mereka bisa menggunakan penelitian ini sebagai referensi yang sesuai dalam melaksanakan penelitian untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengingat kosa kata dengan teknik snowball throwing di sekolah dasar. Selain itu, disarankan juga agar peneliti lainnya untuk menggunakan penelitian yang sama, untuk mengajar pembelajar muda dengan tingkatan siswa yang berbeda. Peneliti lain boleh meningkatkan dan mengkombinasikan teknik yang sesuai dengan siswa. Untuk pembuat kebijakan dan kurikulum pendidikan, mereka bisa menganjurkan teknik mengajar yang sesuai dengan siswa sekolah dasar dalam membuat rencana pengajaran dan buku Bahasa Inggris agar guru Bahasa Inggris mengetahui teknik mengajar yang sesuai dengan pembelajar muda. Selain manfaat, ada beberapa kendala dalam melaksanakan penelitian. Pertama adalah guru harus mempertimbangkan berapa banyak kosa kata yang akan digunakan dalam aktifitas. Semakin banyak kosa kata yang digunakan maka akan semakin banyak waktu yang diperlukan. Kedua, jumlah siswa dalam kelompok akan membawa dampak dalam keberhasilan pelaksanaan teknik ini. Akan lebih baik jika siswa bekerjasama tidak lebih dari sepuluh siswa dalam satu kelompok.

Pengembangan media animasi pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Jerman materi pokok penggunanaan kasus askusatif dan nominatif kelas XI SMA Negeri 1 Bantur / Dwi Lala Santi

 

Kata kunci: pengembangan, media, artikel Dalam suatu proses pembelajaran di sekolah, media merupakan salah satu komponen sumber belajar yang turut menentukan keberhasilan penyelenggaraan pembelajaran. Media sebagai bagian integral sistem pembelajaran maka kedudukannya tidak dapat dipisahkan. Atau dengan kata lain, kegiatan pembelajaran tidak akan berlangsung dengan baik tanpa media pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran yang dapat memberikan solusi bagi siswa dalam mempelajari materi bahasa Jerman khususnya, pada materi pokok penggunaan Artikel Akusatif dan Nominatif. Kegiatan pengembangan ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan dan kegiatan validasi pada ahli media, ahli materi, dan siswa. Hasil dari penelitian pengembangan ini adalah media dapat digunakan dalam pembelajaran dengan sedikit revisi. Menurut ahli media, media sudah valid dengan prosentase sebesar 93,75%. Ahli materi berpendapat bahwa media valid dengan prosentase sebesar 92,42%. Siswa juga berpendapat sama, yakni media valid dengan prosentase sebesar 82,50%. Selain itu nilai rata-rata siswa pada lembar latihan sebesar 89,05 dari 19 siswa. Hal ini menunjukkan media pembelajaran cukup memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan belajar siswa dalam memahami materi, maka dapat disimpulkan bahwa media animasi pembelajaran ini sangat efektif digunakan dalam pembelajaran siswa. Berdasarkan penelitian pengembangan yang telah dilakukan, pengembang menyarankan dalam pemanfaatan lebih lanjut dapat mengembangkan media pembelajaran menjadi lebih baik lagi, tepat guna sehingga, media yang dikembangkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.

Perancangan film animasi 3 dimensi cerita Garuda dan Amerta dengan latar kebudayaan Indonesia / Geyandra Nuhisa Tantra

 

Tantra, Geyandra Nuhisa. 2014, Perancangan Film Animasi 3 Dimensi Cerita Garuda dan Amerta Dengan Latar Kebudayaan Indonesia. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Rudi Irawanto, S.Pd, M.Sn (II) Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn Kata Kunci: Film animasi, Garuda dan Amerta, Kebudayaan Indonesia.          Banyaknya film animasi asing yang masuk dan tayang di Indonesia dengan membawa kebudayaan asing membuat nilai-nilai kebudayaan lokal semakin tergeser dan hilang tergantikan oleh nilai-nilai budaya asing. Selain itu minimnya animasi dengan konten lokal membuat budaya khas Indonesia semakin terlupakan. Tujuan perancangan film animasi 3 Dimensi “Garuda dan Amerta” ini adalah memperkenalkan kembali wujud-wujud kebudayaan lokal Indonesia serta menanamkan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia seperti nilai keberanian, kasih sayang, dan penghormatan terhadap orang tua. Film ini juga mengenalkan tokoh Garuda sesuai dengan cerita asli agar masyarakat mengetahui cerita Garuda secara benar.     Perancangan film ini menggunakan model perancangan dari Sadjiman Ebdi Sanyoto yang kemudian disesuaikan agar memperoleh model perancangan yang sesuai untuk perancangan film animasi “Garuda dan Amerta”. Analisa data menggunakan data kualitatif berupa deskripsi operasional variabel dalam perancangan antara lain animasi, kebudayaan Indonesia, dan Garuda. Sintesis yang dihasilkan adalah membuat film animasi dengan cerita Garuda dengan latar kebudayaan Indonesia.     Perancangan yang dihasilkan adalah film animasi dengan citra 3 dimensi dengan durasi kurang lebih 20 menit yang disajikan dalam format layar widescreen HDV 720 (1280x720 pixel). Cerita yang disampaikan adalah cerita Garuda yang berjuang untuk mendapat air Amerta yang dimiliki para dewa agar dapat membebaskan ibunya, Winata, dari perbudakan Kadru untuk memelihara para naga. Film ini juga dilengkapi dengan berbagai media promosi dan merchandise antara lain poster, backdrop horisontal, banner vertikal, brosur, kartu nama, gantungan kunci, pin, stiker, dan mug.

Macquarie university school of education media use in the conduct of conversation in the teaching of english as a foreign language / by Murdibjono

 

Sistem kendali ruang belajar berbasis smartphone dengan operating system android / Sudianto

 

ABSTRAK Sudianto. 2015. Sistem Kendali Ruang Belajar Berbasis Smartphone Dengan Operating System Android. Pembimbing (1) Dr. Eng. Siti Sendari, S.T., M.T. Pembimbing (2) Didik Dwi Prasetya, S.T., M.T. Kata Kunci: Sistem Kendali, Ruang Belajar, Mikrokontroler, Android, Bluetooth Pada umumnya kendali perangkat elektronik masih banyak dilakukan secara manual. Salah satunya yaitu mematikan atau menghidupkan lampu pada ruang belajar harus menuju lokasi untuk menekan saklar. Pada ruang belajar juga masih minim pengaturan perangkat elektronik untuk mengatur kondisi ruang belajar agar ruang belajar menjadi nyaman. Untuk mengatasi hal itu, dapat memanfaatkan peran teknologi smartphone Android sebagai kendali jarak jauh layaknya home automation. Tujuan dari pengembangan ini adalah merancang dan membuat sistem kendali ruang belajar berbasis smartphone dengan operating system Android, Smartphone dapat mengendalikan perangkat elektronik pada ruang belajar secara jarak jauh tanpa menggunakan kabel. Perangkat elektronik pada ruang belajar tersebut meliputi lampu, kipas angin, dan jendela. Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan sistem kendali ruang belajar mengadaptasi metode pengembangan waterfall dalam Sommerville (2011) yang meliputi: (1) Penentuan dan analisis spesifikasi, (2) Desain sistem dan perangkat, (3) Implementasi dan uji coba unit, (4) Integrasi dan uji coba sistem, dan (5) Operasi dan pemeliharaan. Produk yang dihasilkan dari sistem kendali ruang belajar ini, terdiri dari software dan hardware. Untuk pengujian pada sistem kendali dilakukan pengujian secara per blok dan fungsionalitas. Subjek dari uji fungsionalitas meliputi ahli rekayasa perangkat lunak, dan ahli kendali perangkat keras. Berdasarkan hasil uji coba fungsionalitas terhadap aplikasi Android oleh masing-masing subjek coba diperoleh (1) Ahli rekayasa perangkat lunak 100% (2) Ahli kendali perangkat keras 100%. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan sistem kendali ruang belajar yang dikembangkan guna mempermudah untuk mengakses perangkat elektronik pada ruang belajar dinyatakan baik dan sesuai.

Usaha sintesis "1.3-Dihidroksi-2-(2-Piridil)-4,5-DimetiliImidazolina" / oleh Via Pertina Wati

 

A study of some aspects of management and the behaviour of dairy cows uncer certain tropical conditions in Java / by Garnadi Prawirosudirdjo

 

Kemampuan ketrampilan menulis karangan melalui pendekatan kontekstual (CTL) siswa kelas V SD Kartika IV-6 Kota Malang / Budi Indrawan

 

Pengaruh motif opportunistic, signaling, dan regulation terhadap praktik manajemen laba (studi empiris pada perbankan umum konvensional yang listing di BEI) / Rahadias Danar Muria

 

Kata kunci : Opportunistic, signaling, regulation, manajemen laba. Agency problem pada perusahaan terjadi karena masalah pemisahan kepemilikan dan pengendalian. Investor akhirnya mengandalkan laporan keuangan sebagai dasar keputusan investasi. Berdasarkan asumsi bahwa manusia memiliki sifat self interest, bounded rationality, dan risk adverse pada agency theory dan adanya peluang memberikan asimetri informasi. Hal ini mendorong manajer melakukan manajemen laba melalui rekayasa pelaporan keuangan. Manajemen laba dilakukan atas dasar motif opportunistic (bonus plan, debt covenant, dan political cost), signaling, serta regulation. Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris pengaruh motif opportunistic, signaling, dan regulation terhadap praktik manajemen laba. Penelitian ini menggunakan populasi perbankan yang listing di BEI pada periode 2008 – 2011. Menggunakan metode purposive sampling, didapat sampel sebanyak 15 bank. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan periode 2008 – 2011 dan ICMD (Indonesian Capital Market Directory). Variabel bonus plan diukur menggunakan logaritma bonus, debt covenant diukur menggunakan debt to equity ratio, political cost diukur menggunakan logaritma total aset, signaling diukur menggunakan net income before extraordinary items, regulation diukur menggunakan capital adequacy ratio, dan manajemen laba diukur menggunakan specific accruals model Beaver dan Engel. Pengujian dilakukan baik secara parsial dan simultan menggunakan metode analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan Uji – F, secara simultan motif opportunistic, signaling, dan regulation berpengaruh terhadap praktik manajemen laba. Sementara hasil Uji – t menunjukkan bahwa secara parsial bonus plan, political cost, dan signaling berpengaruh positif terhadap praktik manajemen laba, namun debt covenant dan regulation tidak berpengaruh terhadap praktik manajemen laba.

Kedudukan pengajaran bahasa Inggris di fakultas-fakultas sains dan teknologi Universitas Brawijaya dari efektivitasnya dan hubungannya dengan mata kuliah bidang studi khusus yang memakai rujukan dalam bahasa Inggris / by Poerwanti

 

Perbedaan hasil belajar hidrolisis garam siswa SMAN 1 Malang antara yang diajar menggunakan guide scientific inquiry dengan yang diajar menggunakan ekspositori / Nur Amalina

 

ABSTRAK Amalina, Nur. 2015. Perbedaan Hasil Belajar Hidrolisis Garam Siswa SMAN 1 Malang antara yang Diajar Menggunakan Guided Scietific Inquiry dengan yang Diajar Menggunakan Ekspositori. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Muntholib, S.Pd., M.Si. (II) Drs. Dermawan Afandy, M.Pd. Kata kunci : guided scientific inquiry, ekspositori, hasil belajar, hidrolisis garam. Kimia merupakan bagian dari sains yang mempelajari struktur, sifat, perubahan, dan energi yang menyertai perubahan materi. Salah satu materi pokok mata pelajaran kimia yang diajarkan di SMA adalah hidrolisis garam. Pengajaran materi hidrolisis garam masih dilakukan menggunakan pendekatan teacher centered yang menekankan pada hafalan. Proses pembelajaran ini biasa disebut dengan ekspositori. Menurut Ausabel, siswa cenderung akan lebih mudah memahami materi yang berasal dari pengalamannya sendiri (konstruktivistik). Salah satu model pembelajaran yang menerapkan prinsip konstruktivistik dan sejalan dengan Kurikulum 2013 adalah guided scientific inquiry. Guided scientific inquiry merupakan penerapan prinsip-prinsip guided inquiry dan scientific inquiry dalam pengajaran, memanfaatkan scientific method sebagai pendekatan pengajaran, siswa sebagai peneliti dan guru sebagai pembimbing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran hidrolisis garam yang diajar menggunakan guided scientific inquiry dan ekspositori serta untuk mengetahui perbedaan hasil belajar hidrolisis garam siswa yang diajar menggunakan guided scientific inquiry dengan yang diajar menggunakan ekspositori. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasy experimental design dengan posttest only design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 2 dan XI MIA 3 SMAN 1 Malang yang diambil berdasarkan kesamaan rata-rata pada materi sebelumnya. Satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen dibelajarkan menggunakan guided scientific inquiry dan kelas kontrol dibelajarkan menggunakan ekspositori. Instrumen penelitian berupa instrumen perlakuan (silabus, RPP, LKS, dan lembar keterlaksanaan) dan instrumen pengukuran (tes kognitif). Instrumen pengukuran terdiri dari 25 soal dengan tipe soal C1-C5. Perbedaan hasil belajar kedua kelas ditentukan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan: 1) keterlaksanaan pembelajaran dengan guided scientific inquiry diperoleh rata-rata sebesar 95,74% dan keterlaksanaan pembelajaran dengan ekspositori diperoleh rata-rata sebesar 94,03%, keduanya termasuk dalam kategori sangat baik, dan 2) ada perbedaan hasil belajar hidrolisis garam siswa yang diajar menggunakan guided scientific inquiry dengan yang diajar menggunakan ekspositori dengan hasil signifikansi sebesar 0,024 < 0,05. Rata-rata nilai hasil belajar siswa yang diajar menggunakan guided scientific inquiry ( =86,5) lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang diajar menggunakan ekspositori ( =80).

Pengaruh pemanfaatan VCD pembelajaran terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas I semester II mata pelajaran Biologi di Madrasah Tsanawiyah Negeri Malang I / oleh Kenya Dyah Lestari

 

Pengembangan media CD animasi pembelajaran sains untuk siswa kelas IV semester I SDN I Bunulrejo Malang tahun ajaran 2009/2010 / Donna Boedi Maritasari

 

Kata Kunci: Pengembangan, Media CD Animasi, Pembelajaran, Sains Media CD animasi merupakan perwujudan dari multimedia pembelajaran, karena penyampaiannya mengandung unsur audio, visual serta gambar bergerak, sehingga dapat menarik minat pengguna. Hal ini didasari oleh asumsi dua-saluran yaitu audio dan visual. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SDN I Bunulrejo Malang, pada mata pelajaran sains untuk kelas IV, dalam mengajar guru menerapkan metode ceramah dan menggunakan gambar diam (statis). Dengan menggunakan metode tersebut siswa cenderung sulit memahami materi yang diberikan. Tujuan pengembangan media CD animasi pembelajaran ini adalah mengahasilkan sebuah CD sebagai salah satu alternatife media pembelajaran sains kelas IV SD yang efektif dalam pembelajaran. Karakteristik dari media CD animasi pembelajaran ini adalah terdapat komunikasi yang interaktif antara pengguna media, sehingga akan mendorong tingkat keaktifan siswa dalam belajar. Subjek uji coba dalam pengembangan media CD animasi pembelajaran ini adalah siswa kelas IV SDN I Bunulrejo Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Angket diberikan kepada seorang ahli media, seorang ahli materi dan siswa kelas IV SDN I Bunulrejo Malang untuk mengukur tingkat kevalidan media yang telah diproduksi. Sedangkan untuk mengukur hasil belajar siswa terhadap materi yang telah disajikan, dilakukan pre-test sebagai evaluasi sebelum menggunakan media dan post-test sebagai evaluasi setelah menggunakan media. Hasil pengembangan media CD animasi pembelajaran ini memenuhi criteria valid dengan hasil validasi ahli media mencapai tingkat kevalidan 85%, ahli materi mencapai tingkat kevalidan 82,5% dan siswa perseorangan mencapai tingkat kevalidan 89,16%. Sedangkan untuk hasil belajar menunjukkan bahwa terjadi peningkatan belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media animasi pembelajaran ini. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah siswa yang memenuhi SKM, siswa uji coba lapangan dari 50%sebelum menggunakan media CD animasi pembelajaran, menjadi 86,66% sesudah menggunakan media CD animasi pembelajaran. Sehingga media CD animasi pembelajaran ini bias dikatan efektif dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. i

Penerapan kurikulum pendidikan anak usia dini berbasis kompetensi sebagai upaya menuju pembelajaran anak aktif di TK. Kemala Bhayangkari 100 Brimob Malang / oleh Dody Wibawanto

 

Pengaruh kompetensi auditor dan independensi auditor terhadap kualitas audit dengan etika profesi auditor dan komitmen profesional sebagai variabel moderasi (studi empiris pada auditor Kantor Akuntan Publik di Kota Malang) / Wiwik Rusdiyanti

 

ABSTRAK Rusdiyanti, Wiwik. 2016. Pengaruh Kompetensi Auditor dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit dengan Etika Profesi Auditor dan Komitmen Profesional Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Kota Malang). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Nujmatul Laily, S.Pd., M.SA, (2) Dr.Satia Nur Maharani, S.E., M.Sa, AK Kata Kunci: Kompetensi Auditor, Independensi Auditor, EtikaProfesi Auditor, Komitmen Profesional, dan Kualitas Audit. Kualitas audit merupakan kemungkinan (probability) yang terjadi ketika auditor mengaudit laporan keuangan klien. Hal tersebut membuat auditor dapat menemukan pelanggaran yang terjadi dalam sistem akuntansi klien dan melaporkan dalam laporan audit. Kualitas jasa yang dihasilkan oleh para profesi akuntan publik diatur dan dikendalikan melalui berbagai standar yang diterbitkan oleh organisasi profesi tersebut, (Mulyadi, 2010:35). Kompetensi auditor, independensi auditor, etika profesi auditor, dan komitmen professional memiliki peran penting dalam penentuan kualitas audit. Hal inisesuai dengan Attribution Theory yang menjelaskan bahwa perilaku seorang auditor dalam mengintepretasikan suatu peristiwa, alasan atau sebab perilaku individu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi auditor dan independensi auditor terhadap kualitas audit dengan etika profesi auditor dan komitmen professional sebagai variabel moderasi. Penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian eksplanasi. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yaitu auditor pada kantor akuntan publik di kota Malang berjumlah 59 auditor. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dari instrument kuesioner. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan moderasi. Hasil analisis data menunjukkan: kompetensi auditor dan independensi auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, etika profesi auditor tidak mampu memoderasi pengaruh kompetensi auditor terhadap kualitas audit, etika profesi auditor tidak mampu memoderasi pengaruh independensi terhadap kualitas audit, komitmen professional tidak mampu memoderasi pengaruh kompetensi auditor terhadap kualitas audit, dan komitmen professional tidak mampu memoderasi pengaruh independensi terhadap kualitas audit. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bahwa perusahaan menyediakan pelatihan yang memadai baik eksternal maupun internal kepada auditor junior dan auditor senior agar dapat menghasilkan audit yang berkualitas.

A study on the ability of the severth semester students of English departement of Muhammadiyah University of Malang is comprehending reading texts / by Soeparto

 

Kemampuan menulis puisi siswa kelas VII MTs. Ma'arif NU Kota Blitar tahun pelajaran 2013/2014 / Riska Kurniawati

 

ABSTRAK Kurniawati, Riska. 2009. Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VII MTs. Ma’arif NU Kota Blitar Tahun Pelajaran 2013/2014, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Roekhan, M.Pd, (2) Dewi Pusposari, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: kemampuan menulis puisi, peristiwa yang pernah dialami, puzzle diksi dan gambar. Tujuan umum penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan menulis puisi siswa kelas VII MTs. Secara khusus, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menulis puisi siswa dari aspek (1) memilih tema, (2) memilih kata (diksi), (3) menata rima, (4) menghadirkan imaji, dan (5) membentu majas. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif. Data berupa skor hasil kemampuan menulis puisi siswa dari aspek (1) memilih tema, (2) memilih kata (diksi), (3) menata rima, (4) menghadirkan imaji, dan (5) membentuk majas. Sumber data berupa puisi hasil karya siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan tes menulis puisi kepada siswa. Analisis data dilakukan dengan beberapa langkah analisis. Langkah tersebut meliputi persiapan, tabulasi, dan pengolahan data. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs. Ma’arif NU Kota Blitar. Jumlah keseluruhan siswa kelas VII MTs. Ma’arif NU Kota Blitar tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 190 siswa yang terdiri dari 5 kelas. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII ULA berjumlah 38 siswa. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa secara umum kemampuan siswa kelas VII MTs Ma’arif NU Kota Blitar tahun pelajaran 2013/2014 dalam menulis puisi masih kurang. Secara berurutan tingkat kemampuan menulis puisi per aspek yang dicapai siswa adalah (1) memilih tema, (2) memilih kata (diksi), (3) menata rima, (4) menghadirkan imaji, dan (5) membentuk majas. Pertama, pada aspek menata rima, hasil yang dicapai siswa sebesar 73,68% dengan kategori cukup. Kedua, pada aspek memilih kata (diksi) hasil yang dicapai siswa sebesar 68,42% dengan kategori cukup. Ketiga, pada aspek memilih tema, hasil yang dicapai siswa sebesar 65,78% dengan kategori cukup. Keempat, aspek menghadirkan imaji, hasil yang dicapai siswa sebesar 28,95% dengan kategori kurang. Kelima, pada aspek membentuk majas hasil yang dicapai siswa sebesar 15,78% dengan kategori kurang. Berdasarkan temuan penelitian disarankan kepada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia agar lebih memperhatikan siswa dalam membuat puisi. Memperhatikan kendala­kendala yang dihadapi siswa sehingga dapat memperdalam pemahaman siswa. Guru hendaknya melakukan remedial jika nilai yang didapat siswa di bawah KKM. Kepada peneliti selanjutnya hendaknya mengembangkan penelitian lebih lanjut mengenai peningkatan kemampuan menulis puisi atau pengembangan bahan ajar menulis puisi yang bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi.

Usaha sintesis 1,3-Dihidroksi-2-(3-Pridil)-4,5-Dimetilidazolina / oleh Nikmatuz Zahro

 

Pengembangan media pembelajaran statistik secara interaktif berbasis komputer / oleh Ida Nurdiana

 

Usaha sintesis "1.3-Hidroksi-2- (2-Piridil)-Imidazolina" / oleh Indah Wahyuningsih

 

Simulasi bahan superkonduktor / oleh Umi Suprihatin

 

Pemodelan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tahun 2015 di Kabupaten Sidoarjo dengan Geographically Weighted Negative Binomial Regression (GWNBR) / Suryanto Dwi Kuswiyono

 

ABSTRAK Kuswiyono, Suryanto Dwi. 2016. Pemodelan Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Tahun 2015 di Kabupaten Sidoarjo dengan Geographically Weighted Negative Binomial Regression (GWNBR). Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Nur Atikah, S.Si, M.Si. Kata Kunci: DBD, Regresi Binonial Negatif, GWNBR. Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah kesehatan yang utama di Indonesia. Demam berdarah merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus Dengue yang masuk ke peredaran darah manusia melalui nyamuk dari genus Aedes. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, tercatat ada 321 kasus demam berdarah pada semester pertama tahun 2015 yang meningkat dibandingkan dengan semester pertama tahun 2014. Data jumlah kasus DBD merupakan data cacah sehingga regresi Poisson dapat digunakan dalam pemodelannya. Namun asumsi equidispersi dalam regresi poisson seringkali sulit terpenuhi sehingga terjadi kasus overdispersi. Alternatif untuk menyelesaikan kasus overdispersi salah satunya dengan regresi Binomial Negatif. Pada data yang terdapat aspek spasial, maka digunakan Geographically Weighted Negative Binomial Regression (GWNBR). Penelitian ini menggunakan data jumlah kasus DBD tahun 2015 di tiap Puskesmas di Kabupaten Sidoarjo dengan 5 faktor yang diduga mempengaruhinya yaitu kepadatan penduduk (X1), angka bebas jentik nyamuk (ABJ) (X2), persentase rumah sehat (X3), rata-rata curah hujan (X4) dan persentase tenaga kesehatan di Puskesmas (X5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai AIC model GWNBR sebesar 113,81 lebih kecil daripada regresi binomial negatif sebesar 159,19, hal ini menunjukkan bahwa model GWNBR lebih baik. Faktor spasial berpengaruh terhadap kasus DBD di Kabupaten Sidoarjo sehingga model GWNBR yang terbentuk berbeda-beda setiap kecamatan. Dengan pembobotan Adaptive Bisquare Kernel diperoleh 3 kelompok yang dikelompokkan berdasarkan variabel yang signifikan dimana faktor yang mempengaruhi di semua kecamatan adalah kepadatan penduduk dan persentase rumah sehat.  

Pemanfaatan lingkungan sosial sebagai sumber belajar dalam pembelajaran IPS kelas V di MI-Hidayatul Mubtadi'in Bumiayu Kota Malang / oleh Lutfiah

 

Developing supplementary speaking materials for the tenth graders of Hotel Management Program at SMKN 1 Panji, Situbondo / Farida Ratnaningtyas

 

ABSTRAK Ratnaningtyas, Farida. 2016. Pengembangan Bahan Ajar untuk Keterampilan Berbicara Siswa Managemen Perhotelan Kelas 10 SMKN 1 Panji, Situbondo. Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Furaidah, M.A., (II) Dra. Sri Andreani, M.Ed. Keywords:bahan ajar, keterampilan berbicara, managemen perhotelan, kelas 10 Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk bahan ajar untuk keterampilan berbicara siswa Managemen Perhotelan kelas 10 SMKN 1 Panji, Situbondo. Pengembangan bahan ajar didasarkan pada kurangnya activitas latihan berbicara yang tidak berhubungan dengan program perhotelan di buku siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan yang diadaptasi dari Latief (2014) dan Hyland (2003). Model pengembangan terdiri dari delapan tahap yaitu, (1) mengumpulkan informasi, (2) merencanakan, (3) mengembangkan produk, (4) validasi ahli, (5) revisi produk I, (6) uji coba produk, (7) revisi produk II, and (8) produk akhir. Instrumen penelitian yang digunakan adalah petunjuk wawancara guru, lembar validasi ahli, and kuisioner siswa. Hasil dari wawancara guru digunakan sebagai acuan untuk membuat analisis kebutuhan siswa bersamaan dengan analysis buku siswa dan silabus. Hasil dari validasi ahli dan kuisioner siswa dianalisis secara kuantitatif and kualitatif. Bahan ajar yang dikembangkan menggunakan topik tentang aktivitas di hotel terutama aktivitas di meja resepsionis dan pelayanan hotel.Pemilihan topik didasarkan pada analysis silabus mata pelajaran bahasa Inggris dan Menyediakan Layanan Akomodasi Reception. Setelah melakukan prosedur diatas, penulis membuat hasil akhir dari bahan ajar.Bahan ajar akhir mencakup tiga kompetensi dasar yaitu memperkenalkan diri, memberikan pujian dan ucapan selamat, dan menunjukkan niat. Bahan ajar akhir terdiri dari delapan aktivitas yaitu (1) Getting Started, (2) Let’s Have Fun, (3) Speak Up, (4) Building Blocks, (5) Peer Assessment, (6) Show time, (7) Know it, dan (8) Learning Checklist. Penulis juga membuat buku guru untuk menyediakan petunjuk penggunaan buku siswa yang juga dilengkapi dengan kunci jawaban. Revisi produk dilaksanakan sebelum dan sesudah uji coba produk.Revisi pertama berdasarkan komen dan masukan dari dosen bahasa Inggris dan guru pada tahan validasi.Revisi kedua berdasarkan komen dan masukan siswa yang dikumpulakn melalui kuisioner setelah uji coba produk di laksanakan.Hasil dari uji coba produk menunjukkan bahwa siswa tertarik menggunakan bahan ajar yang dikembangkan oleh penulis. Bahan ajar itu membantu menyediakan kegiatan untuk keterampilan berbicara yang bervariasi. Kelemahan dari penelitian ini adalah tidak semua aktivitas dalam bahan ajar diuji cobakan dan uji coba produk hanya dilakukan sekali. Penulis merekomendasikan pada guru yang akan menggunkana bahan ajar ini untuk melakukan perubahan jika diperlukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan siswa. Untuk para peneliti yang akan datang, penelitian ini bisa digunakan sebagai referensi untuk mengembangan produk dengan topik sejenis dengan tingkat kemampuan siswa yang berbeda.

Persepsi dan motivasi mahasiswa program studi Pendidikan Seni Rupa terhadap perkuliahan estetika / oleh Bahtiar Effendi

 

Efektivitas supervisi klinik dalam pembimbingan praktek mengajar mahasiswa IKIP MALANG sebuah studi eksperimental kuasi / oleh Willem Mantja

 

Pengaruh cuaca, motivasi dan pendidikan terhadap volume pekerjaan dan waktu kerja tukang pada proyek konstruksi di Kota Malang (studi kasus proyek perumahan Permata Jingga, Ijen Nirwana dan De Lavender Town House) / Tahsin Fadlulloh Azizi

 

ABSTRAK Azizi, Tahsin Fadlulloh. 2015. Pengaruh Cuaca, Motivasi dan Pendidikan Terhadap Volume Pekerjaan dan Waktu Kerja Tukang pada Proyek Konstruksi di Kota Malang Studi Kasus Proyek Perumahan Permata Jingga, Ijen Nirwana dan De Lavender Town House. Skripsi,Program Studi S1 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Made Wena, M.Pd., M.T, (2) Imam Alfianto, S.T., M.T. Kata Kunci: Cuaca, Motivasi, Pendidikan, Volume Pekerjaan, Waktu Kerja Setiap proyek konstruksi memiliki tujuan yang sama yaitu mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan usaha yang minimal. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap tujuan tersebut adalah produktivitas tukang. Banyak faktor yang mempengaruhi produktifitas kerja tukang pada proyek konstruksi. Cuaca yang kurang baik merupakan salah satu faktor yang menyebabkan produktivitas kerja tukang. Motivasi kerja dan tingkat pendidikan tukang juga merupakan faktor penting yang mempengaruhi produktifitas kerja tukang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh cuaca, motivasi dan pendidikan terhadap volume pekerjaan dan waktu pekerjaan tukang. Penelitian ini merupakan penelitian ex post fakto. Subjek dalam penelitian ini adalah semua tukang batu yang bekerja pada proyek pembangunan dan pengembangan perumahan Permata Jingga, Ijen Nirwana dan De Lavender Town House yang berjumlah 132 tukang batu, sementara sampel yang diambil berjumlah 55 tukang batu. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode angket, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis MANOVA. Hasil analisis data, diperoleh (1) kondisi cuaca cerah, mendung dan hujan berdasarkan suhu, kelembaban udara, tekanan udara, kecepatan angin dan curah hujan rata-rata normal, motivasi dari tukang masuk dalam kategori tinggi, pendidikan dari tukang batu rata-rata tamat SMP/sederajat, sedangkan untuk pendidikan non formal rata-rata tukang batu lebih dari 2 kali mengikuti pelatihan, volume pekerjaan tukang yang dihasilkan pada saat kondisi cuaca cerah termasuk kategori rendah, kondisi cuaca mendung termasuk kategori sedang dan pada saat kondisi cuaca hujan termasuk kategori rendah, sedangkan untuk waktu kerja tukang pada ketiga kondisi yaitu kondisi cuaca cerah, mendung dan hujan termasuk kategori sangat baik (2) ada pengaruh signifikan cuaca terhadap volume pekerjaan maupun waktu kerja, (3) tidak ada pengaruh signifikan motivasi terhadap volume pekerjaan maupun waktu kerja tukang (4) tidak ada pengaruh yang signifikan tingkat pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal terhadap volume pekerjaan maupun waktu kerja tukang.

Pengaruh kegiatan menari cublak-cublak suweng (tari kreasi) untuk meningkatkan kemampuan motorik kasdar anak tunagrahita sedang di kelas 4 SDLB Idayu 2 Malang / Dicky Imam Shandika

 

ABSTRAK Shandika, Dicky imam. 2016. Pengaruh Kegiatan Menari Cublak – Cublak Suweng (Tari Kreasi ) Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Tunagrahita Sedang Di Kelas 4 SDLB Idayu 2 Malang, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si, (II) dr. Agung Kurniawan, M.kes Kata Kunci: menari cublak - cublak suweng, motorik kasar, tunagrahita sedang Di sekolah luar biasa, anak tidak hanya diberikan mata pelajaran-mata pelajaran seperti pada umumnya tetapi juga diberikan keterampilan bagi anak sebagai layanan khusus bekal bagi anak tunagrahita. Dan salah satu keterampilan yang ada di SDLB Idayu 2 Malang adalah pembelajaran seni tari yang sudah melekat dikehidupan siswa-siswa SDLB Idayu 2 Malang. Kegiatan menari melatih motorik dan konsentrasi pada anak tunagrahita, meskipun dalam melatih gerakannya anak mudah lupa dan perlu banyak pengulangan. Motorik anak tunagrahita ringan lebih rendah dari anak normal. Sedangkan tinggi dan berat badan anak sama. Kompetensi yang termuat dalam mata pelajaran SBK untuk anak tunagrahita di kelas 4 SDLB salah satunya adalah menari, Seni tari, mencakup keterampilan berdasarkan olah tubuh dengan dan tanpa rangsangan bunyi dan apresiasi terhadap gerak tari. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan motorik kasar anak tungrahita khususnya kemampuan seni rupa dengan kegiatan menari cublak – cublak suweng sebelum dan sesudah diberikan treatment. Motorik kasar adalah kemampuan gerak tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh motorik kasar diperlukan agar anak dapat duduk, menendang, berlari, naik turun tangga dan sebagainya Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan desain satu kelompok atau one grup pre-tes pos-tes yang terdiri dari 5 anak. Data penelitian yang berupa penilaian hasil kempuan gerak anak dihimpun dengan instrumen unjuk kerja melalui lembar observasi dengan skala penilaian. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai probabilitas hasil sampel 0.0010<α maka ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan menari cublak–cubalak suweng berpengaruh terhadap kemampuan motorik kasar anak tunagrahita. Dengan kegiatan menari siswa lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaranyang berkaitan dengan kemampuan motorik kasar. Dan disarankan dorongan dari orang tua dalam bentuk kasih sayang atau pun asupan gizi sangatlah penting untuk pertumbuhan anak tunagrahita. Oleh karena itu perhatian orang tua terhadap anak yang penyadang tunagrahita harus lebih di tingkatkan. Mengingat berbagai latihan gerak motorik membutukan asupan energi yang cukup bagi anak tunagrahita.

Kontribusi latihan dasar umum penyuluhan keluarga berencana dalam unjuk kerja penyuluhan keluarga berencana BKKBN Kabupaten Sidoarjo / oleh Herry Setyono

 

Pengembangan modul multimedia interaktif pelajaran IPS kelas V semester I SD Negeri 02 Condro Pasirian Kabupaten Lumajang / Farid Andi Prasetya

 

ABSTRAK Prasetiya, FaridAndi. 2014. PengembanganModulMultimediaInteraktifPelajaran IPS Kelas V Semester I di SDN 02 CondroPasirianKabupatenLumajang. Skripsi, JurusanTeknologiPendidikan, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sihkabuden, M.Pd, (II) HenryPraherdhiono, S.Si, M.Pd Kata kunci: pengembangan, modul, multimedia interaktif, ilmupengetahuansosial KegiatanbelajarmengajarIlmuPengetahuanSosialkelas V di SDNegeri02 Condro PasirianKabupaten Lumajangberlangsungmenjenuhkanbagisiswa.Kejenuhansiswadalammengikuti proses pembelajarandisebabkankarena guru menjadipusatpembelajaransehinggasiswakurangbereksplorasidalammengembangkanilmupengetahuan. Pada matapelajaranIlmuPengetahuanSosialterdapatmateri yang membutuhkancontoh - contohkejadianalamuntukmeningkatkanpenguasaanmaterisiswa. Penggunaan multimedia dapatmemungkinkansiswamenyaksikanrepresentasicontohkejadianalam yang tidakdapatdisaksikankarenaketerbatasanwaktu, alatdanruang.Pengembanganmodul multimedia interaktifmerupakansalahsatualternatifuntukmengatasimasalahpembelajarantersebut. Tujuan pengembanganiniadalah: menghasilkanproduk. ProdukberupaModulMultimediaInteraktifpelajaranIlmuPengetahuanSosialkelas V semester I materipokokKeragamanKenampakanAlam danBuatan di Indonesia.Selainitujugamengujikeefektifansertakevalidanproduk yang telahdikembangkan.Model pengembangan yang digunakandalampenelitianiniadalah modelSadiman yang terdiridari beberapa tahapan, meliputi1) analisiskebutuhan, 2) perumusantujuan, 3) perumuskanbutir-butirmateri, 4) perumusanalatevaluasi, 5) penulisannaskah media, 6) produksi, 7) petunjukpemanfaatan, 8) validasi 9) refisi 10) produksisiapdimanfaatkan. Teknik pengumpulan data yang digunakandalampengembanganiniberupaangketkuisioner yang disebarkankepadasatuahli media, satuahlimateri, ujicobaindividualdengan3siswa, ujicobakelompokkecildengan 10 siswa, ujikelompokbesardengan 25 siswa,sertamemberikantesbelajarsesudahmenggunakan media kepada 25 siswa. Penyempurnaan produk dilakukan berdasarkan sara-saran perbaikandari ahli media dan ahli materi, meliputi: 1) Penggunaan jenis huruf (font) pada media. 2) Penambahan kombinasi warna pada cover CD. 3) Penambahan materi dalam bentuk video. Berdasarkan hasil dan analisa diperoleh bahwa produk yang dihasilkan cukup valid/layak digunakan. Hal ini terbukti oleh rata-ratadari hasil validasiahli media mencapai75% (cukup valid), validasiahlimateri 78% (cukup valid), ujicobaperorangan 86% (valid), ujicobakelompokkecil 79% (cukup valid), kelompokbesar 80% (valid)danhasiltesbelajarsesudahmenggunakan media 88% (memenuhi KKM). Berdasarkan hasil pengembangan yang diperoleh, selanjutnya pengembang dapat memberi beberapa saran, diantaranya: 1) pemanfaatan media ini harus menggunakan seperangkat komputer/leptop sebagai pemutar VCD/DVD. 2) produk yang dihasilkan agar dijadikan media yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar. 3) pengembangan produk yang serupa agar diterapkan pada mata pelajaran yang lainnya.

Hubungan antara kesehatan mental dengan prestasi belajar siswa kelas II SMA Negeri 4 Kediri / Moch. Erfan Efendi

 

Hubungan kausal antara budaya sekolah, dinamika organisasi informal dan iklim sekolah dengan keefektifan sekolah (suatu studi analisis jalur pada sekolah dasar negeri di Kotamadya Manado) / oleh Jeffry SJ Lengkong

 

Pengembangan media pembelajaran CAI (Computer Assisted Instruction) berbasis problem solving pada materi laju reaksi tentang faktor-faktor penentu laju reaksi untuk SMA kelas XI / Eliya Belqis

 

ABSTRAK Belqis, Eliya. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran CAI (Computer Assisted Intruction) BerbasisProblem SolvingpadaMateriLajuReaksitentangFaktor-FaktorPenentuLajuReaksiuntuk SMA Kelas XI. Skripsi,JurusanKimia,FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, S.Pd.,M.Si(II) Drs. Muhadi Kata Kunci: Media PembelajaranCAI, Problem Solving, FaktorPenentuLajuReaksi Ilmukimiadapatdikajimelalui 3 level representasiyaitumakroskopik, mikroskopikdansimbolik, begitujugapadamaterilajureaksi. Studilapangan yang dilakukanterhadappemahamanpesertadidiksaatini, masihditemukanbanyakmiskonsepsidansulitnyamemahamimateriini. Hal tersebutbisaterjadikarena, bahan ajar yang digunakanbelummenggambarkanaktivitaspartikelsecaramikroskopisdengantepat. Denganpenggunaan media pembelajaranberbantuankomputer (CAI), materiinidapatdisajikandalam 3 level representasidenganbaik. Media pembelajaran yang dikembangkanditampilkandenganalurberbasispemecahanmasalah agar memudahkanpesertadidikmemahamimateriinisecaramendalamdenganmengkonstrukkonsepnyasendiri. Tujuanpenelitiandanpengembanganiniadalahmenghasilkanproduk media pembelajaranCAI berbasispemecahanmasalahpadabahasanfaktorpenentulajureaksiyang sudahtervalidasidanlayak. Model yang digunakandalampenelitianpengembanganmedia pembelajaraniniadalah model 4-D yang meliputi 4 tahap, yaitudefine, design, develop, dandisseminate. Namunpadapenelitianpengembanganini,tahapdisseminatetidakdilakukan. Padatahapdevelop,terdapatujivalidasiyangdilakukanolehdosenkimiadan 2 orang guru SMA. Dosenkimiamemvalidasiisimateridan media,sedangkan guru hanyamemvalidasiisimateri. Ujicobakelompokkecildilakukanterhadap 10 pesertadidikkelas XI SMA yangtelahmenempuhmaterilajureaksimelaluiangket. Hasilpenelitianpengembanganberupasoft file media pembelajaran yang dikemasdalam CD. Media pembelajaran yang dihasilkanmemilikibeberapabagian, yaituhalamanpembuka, petunjuk, kompetensidasar, materi, petakonsep, info unik, evaluasidanprofilpengembang. Materi yang disajikanmencakuppengaruhluaspermukaan, konsentrasi, suhudankatalisterhadaplajureaksi. Media pembelajaran yang dikembangkanbersifatinteraktifdenganalurpenyajianmateriberbasispemecahanmasalah.Hasilanalisis data ujivalidasi media,diperolehpersentasesebesar68.3% dengan kriteria layak dan uji validasi isi materi diperoleh persentase 87.6% dengan kriteria sangat layak. Sedangkan uji coba kelompok kecil diperoleh kriteriasangatlayakdenganpersentase sebesar 96.4%.Media hasilpengembangandapatdimanfaatkansebagaisumberbelajarmandiribagipesertadidikmaupununtukmembantu guru dalampembelajaran. Saran untukpengembanganproduklebihlanjutyaitu,pelaksanaanujiempirikterhadap media yang dikembangkan agar dapatdiketahuikeefektifan media.

Pengembangan paket belajar statistika pendidikan model P3G Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia / oleh Sutrisno Widodo

 

Penerapan perpaduan model cooperative learning teknik numbered head together dan picture and picture untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPS di SDN Srimulyo 05 Dampit Kabupaten Malang / Azizah

 

ABSTRAK Azizah. 2015. Penerapan Perpaduan Model Cooperative Learning Teknik Numbered Head Together dan Picture and Picture untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran IPS di SDN Srimulyo 05 Dampit Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sulthoni, M.Pd, (II) Eka Pramono Adi, S.I.P., M.Si Kata kunci: Numbered Head Together, Picture and Picture, Keaktifan belajar, Hasil belajar Observasi awal terhadap pembelajaran IPS di kelas V SDN Srimulyo 05, teridentifikasi masalah pembelajaran, yakni:1) siswa tidak memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru, 2) siswa kurang aktif dalam pembelajaran, 3) ketuntasan siswa mata pelajaran IPS hanya mencapai 35,3%. Dari serangkaian masalah tersebut, yang menjadi akar masalah adalah guru menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi. Berdasarkan akar masalah, maka dilakukan perbaikan pembelajaran dengan judul “Penerapan Perpaduan Model Cooperative Learning Teknik Numbered Head Together dan Picture and Picture untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran IPS di SDN Srimulyo 05 Dampit Kabupaten Malang”. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan: 1) meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran IPS pokok bahasan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, 2) meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS pokok bahasan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan 2 siklus, setiap siklus dilakukan selama 2 pertemuan pembelajaran dengan empat langkah yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa. Persentase keaktifan belajar siswa secara klasikal pada siklus I pertemuan pertama mencapai 47,06% dan pertemuan kedua mencapai 64,71%, dan pada siklus II pertemuan pertama mencapai 88,24% dan pertemuan kedua mencapai 94,12%. Sedangkan untuk peningkatan hasil belajar siswa dihitung dari jumlah siswa yang mampu mencapai SKM. Pada siklus I jumlah siswa yang mampu mencapai SKM sebanyak 14 siswa, dan meningkat pada siklus II menjadi 16 siswa. Dari hasil penelitian terjadi peningkatan keaktifan dan hasil belajar pada mata pelajaran IPS setelah diterapkan perpaduan model Cooperative Learning teknik Numbered Head Together dan Picture and Picture. Penelitian Tindakan Kelas ini menghasilkan 2 saran terkait pelaksanaan perpaduan model Cooperative Learning teknik Numbered Head Together dan Picture and Picture, yaitu: 1) perlu adanya pengelolaan kelas yang lebih baik, sehingga pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan lancar , 2) pengelolaan waktu yang tepat agar penerapan model ini bisa terlaksana dengan baik.

Pengaruh kompetensi profesionalisme guru dan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (studi kasus pada SMK Muhammadiyah 3 Singosari) / Yudhi Pratama Putra

 

Kata Kunci: Kompetensi Profesionalisme Guru, Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kinerja Guru. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) serta Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dinyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan persyaratan memiliki kualifikasi akademik minimal S1 atau Diploma IV yang relevan dan menguasai kompetensi sebagai agen pembelajaran. Sebagai agen pembelajaran, seorang guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Gaya kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kualitas mutu sekolah. Seorang pimpinan baik di sekolah maupun di organisasi apapun dapat mempengaruhi moral, kepuasan kerja, keamanan, kualitas kehidupan kerja dan terutama tingkat prestasi suatu organisasi Penerapan gaya kepemimpinan kepala sekolah yang tepat akan mempunyai pengaruh yang berarti dalam pengambilan keputusan, maupun dalam mempengaruhi guru untuk melakukan pekerjaan yang lebih efisien dan efektif untuk mencapai kinerja guru yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi profesionalisme guru dan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru, baik secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional. Populasi yang dipilih adalah adalah seluruh guru di SMK Muhammadiyah 3 Singosari yang berjumlah 39 guru. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda (multiple regression). Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang positif antara kompetensi profesionalisme guru terhadap kinerja guru SMK Muhammadiyah 3 Singosari, thitung > ttabel (4,136 > 2,026) atau Sig t < 0,05 (0,000 < 0,05), (2) Terdapat pengaruh positif antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja guru SMK Muhammadiyah 3 Singosari, thitung > ttabel (3,501 > 2,026) atau Sig t < 0,05 9 (0,001 < 0,05), (3) Terdapat pengaruh positif secara simultan antara kompetensi profesionalisme guru dan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru SMK Muhammadiyah 3 Singosari Fhitung > Ftabel (9,100 > 3,259) atau Sig F < 0,05 (0,001 < 0,05), dan (4) Variabel bebas ii kompetensi profesionalisme guru menunjukkan pengaruh yang dominan terhadap variabel terikat kinerja guru, dibuktikan dengan Sumbangan Efektif (SE) 32%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka saran yang dapat diberikan; (1) Bagi Guru: Berusaha meningkatkan komponen kompetensi profesionalisme yang terdiri dari kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional dan sosial. Peningkatan tersebut dapat dengan cara mengikuti program diklat baik dari Diknas maupun umum yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi profesionalisme. Selain itu disarankan bagi para guru untuk melakukan assesmen melalui program sertifikasi guru untuk memperoleh pelatihan dan pengakuan yang formal terhadap kompetensi profesional yang dimiliki oleh masing-masing guru. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi profesional guru, maka hendaknya guru menguasasi materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran, para guru hendaknya menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran, mengembangkan materi dan penerapan metode pembelajaran yang diampu secara kreatif, mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan korektif serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.; (2) Bagi Kepala Sekolah: Untuk memperbaiki dan meningkatkan gaya kepemimpinan kepala sekolah yang berorientasi kepada tugas dan berorietasi pada hubungan manusia, hendaknya kepala sekolah memberikan arahan yang jelas sebelum dan sesudah melaksanakan tugas, kepala sekolah hendaknya memahami keadaan para guru, kepala sekolah hendaknya selalu memberikan contoh teladan yang baik kepada para guru, kepala sekolah hendaknya melarang para guru untuk melakukan perbuatan yang melanggar hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Kepala sekolah memberikan kesempatan para guru untuk mengerjakan tugas sesuai dengan kemauan tanpa paksaan, asalkan sesuai peraturan, hendaknya kepala sekolah memberikan informasi yang jelas dalam memberikan tugas kepada para guru, kepala sekolah hendaknya terbuka dalam kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan sekolah.; (3) Bagi Peneliti selanjutnya: Melihat kondisi di lapangan sebelum membuat angket, agar informasi yang diperoleh sesuai dengan kondisi nyata di lapangan sehingga, topik yang di angkat dapat dibahas dan disajikan dengan baik.

Analisis kesalahan berbahasa Indonesia dalam karangan siswa kelas V SDN Sengon 2 Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan tahun pelajaran 2004/2005 / oleh Saprida

 

Mendeskripsikan faktor-faktor yang melatarbelakangi mahasiswa dalam memilih program studi S1 Pendidikan Tata Busana di Universitas Negeri Malang / Rini Choiria

 

Kata Kunci: Faktor-faktor, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana. Setiap individu memiliki latar belakang yang berbeda-beda dalam menentukan pemilihan program studi. Memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana di Universitas Negeri Malang dilatarbelakangi oleh beberapa faktor baik faktor yang timbul dari dalam diri individu maupun faktor yang timbul dari luar individu tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) Faktor yang melatarbelakangi mahasiswa dalam memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana di Universitas Negeri Malang (2) Faktor yang paling dominan yang melatarbelakangi mahasiswa dalam memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana di Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang angkatan 2007-2009 dengan sampel 30% dari populasi sebanyak 69 responden. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket. Pengolaan data dilakukan dengan teknik distribusi frekuensi dan analisis prosentase. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa (1) Faktor-faktor yang melatarbelakangi mahasiswa dalam memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana di Universitas Negeri Malang adalah faktor bakat, faktor minat, faktor motivasi, faktor sarana, faktor kebutuhan dan faktor prospek kerja. (2) Faktor yang paling dominan dalam memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana di Universitas Negeri Malang adalah faktor kebutuhan yang meliputi kebutuhan pengetahuan dan kebutuhan ketrampilan yaitu sebesar 90% dengan kualifikasi sangat butuh, setelah itu diikuti oleh faktor motivasi sebesar 62,3% dengan kualifikasi termotivasi, faktor prospek kerja sebesar 60,8% dengan kualifikasi sangat berprospek, faktor minat sebesar 47,9% dengan kualifikasi sangat berminat, faktor bakat sebesar 44,9% dengan kualifikasi berbakat dan faktor sarana sebesar 43,5% dengan kualifikasi terpenuhi. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan a)Agar Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang senantiasa mengembangkan ilmu pengetahuan bidang busana dengan mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat dalam bidang Tata Busana, agar lulusan Prodi S1 Pendidikan Tata Busana dapat diserap langsung di dunia kerja. b) Agar tim penyeleksi mahasiswa baru lebih memperketat dalam proses seleksi calon mahasiwa baru, tidak saja menjaring calon mahasiswa yang butuh akan ilmu pengetahuan dan ketrampilan, melainkan juga bisa menjaring calon mahasiswa yang memiliki bakat, minat dan motivasi yang tinggi untuk masuk pada Prodi S1 Pendidikan Tata Busana.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif model two stay two stray (TSTS) dengan learning cycle (LC) 5E untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Tumpang / Yeti Yuni Yatin

 

Kata kunci: Metode Two Stay Two Stray (TSTS), Learning Cycle (LC) 5E, Aktivitas Belajar, dan Hasil Belajar Kegiatan pembelajaran akuntansi kelas XI IPS di SMA Negeri I Tumpang masih menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas. Hal ini menyebabkan siswa kurang aktif dan hanya sedikit siswa yang bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Hal ini akan berdampak pada hasil belajar siswa yang menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang memperoleh skor rendah dan belum memenuhi standar ketuntasan minimum yang ditetapkan oleh sekolah yaitu ≥70. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray (TSTS)-Learning Cycle (LC) 5E diharapkan dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri I Tumpang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri I Tumpang, semester 1 tahun pelajaran 2010/2011. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus dengan materi Persamaan Dasar Akuntansi. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 3 yang terdiri dari 36 siswa. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, tes, angket, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan presentase skor aktivitas dan hasil belajar aspek kognitif dan aspek afektif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Persentase skor rata-rata aktivitas siswa mencapai 85,61%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, persentase rata-rata nilai aspek kognitif siswa mencapai 38,9%. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat dikemukakan antara lain (1) Bagi sekolah yang diteliti, Pembelajaran Kooperatif metode Two Stay Two Stray (TSTS)-Learning Cycle (LC) 5E dapat menjadi alternative pertimbangan dalam upaya perbaikan strategi pembelajaran yang ada di SMA Negeri I Tumpang (2) Bagi siswa, jangan pernah takut dan ragu mengajukan pertanyaan dan mengemukakan pendapat serta aktivitas belajar, dan mempersiapkan diri sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung (3) Bagi peneliti lain, lakukan penelitian serupa dengan subjek dan materi yang berbeda serta selain meneliti hasil belajar secara kognitif dan afektif teliti juga hasil belajar secara psikomotorik. i

Hubungan antara penyelenggaraan perpustakaan sekolah dengan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Bendungan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan tahun pelajaran 2004/2005 / oleh Nanik Murtiasih

 

Student teachers' perceptions of their readiness for the internship / Amanda Vira Maharani

 

ABSTRAK Maharani, Amanda Vira. 2016. Student Teachers’ Perceptions of Their Readiness for the Internship. Skripsi. Jurusan Sastra Inggris. Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suharmanto, M.Pd., (II) Nur Hayati, S.Pd., M.Ed. Kata Kunci:perception, readiness, internship Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mencari tahu kesiapan mahasiswa KPLJurusanSastraInggrisuntuk menjalani KPL Keguruan di beberapaaspek. Aspek yang dimaksudkan adalah (1) pemahaman tentang KPL Keguruan, (2) minat mengajar, (3) pengalaman mengajar, (4) perasaan menghadapi KPL Keguruan, (5) kecukupan dari matakuliah mengajar, (6) nilai dan pengetahuan tentang matakuliah, (7) kecakapan berbahasa Inggris, (8) refleksi diri, (9) persiapan, dan (10) saran untuk Jurusan Sastra Inggris. Juga mengecek nilai mahasiswa KPL di matakuliah kecakapan berbahasa Inggris, matakuliah bahasa dan sastra bahasa Inggris, matakuliah pengajaran bahasa Inggris, komponen penelitian, dan matakuliah fakultatif yang dapat membantu mengembangkan komponen pengajaran bahasa. Datapenelitian deskriptif kualitatifinididapatkanmelaluiwawancara.Subjek yang diwawancai adalah enam mahasiswa semester enam dari Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Malang. Peneliti merekrut enam mahasiswa KPL dengan prestasi tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan IPK. Enam mahasiwa guru tersebut merepresentasikan keberagaman pengalaman dan kecakapan berbahasa Inggris yang mahasiswa KPLJurusanSastraInggris miliki. Wawancara dilakukan dengan menggunakan Bahasa Indonesia untuk menghindari kesalahpahaman dan ketidak mengertian maksud dari pertanyaan yang diajukan.Data penelitian dianalisis berdasarkan tiga tahapanyang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa KPL masih belum siap di beberapa aspek. Aspek pertama adalah hampir semua dari enam mahasiswa KPL memiliki pemikiran bahwa durasi dari KPL Keguruan terlalu singkat. Kedua, tidak semua mahasiswa KPL Pendidikan Bahasa Inggris memiliki minat untuk menjadi guru walaupun mengajar adalah peluang kerja yang dipersiapkan selama belajar di universitas. Ketiga, faktor lain yang membuatmerekatidaksiapadalahkegelisahan. Keempat, dari aspek matakuliah konten terdapat isu tentang urutan matakuliah yang membuat mahasiswa KPL bingung tentang perencanaan pembelajaran.Terakhir di aspek matakuliah kecakapakan berbahasa Inggris, responden mengatakan bahwa matakuliah tersebut sudah cukup membantu dan juga nilai mereka sudah mencukupi, tetapi mereka masih memiliki beberapa permasalahan. Berdasarkan hasil penelitian, disajikan beberapa saran. Pertama-tama, penting bagi mahasiswa KPLmempersiapkan diri lebih baik untuk menjalani KPL Keguruan dengan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan berbahasa Inggris secara otodidak atau dengan tutor sebaya sebelum menjalani KPL Keguruan. Dalam halkurikulum, terdapat beberapa matakuliah fakultatif yang berguna untuk mahasiswa KPL yang dapat dipromosikan menjadi matakuliah wajib karena sangat penting untuk persiapan guru. Yaitu Classroom Management, IMALT, dan ICALL.Disarankan agar ada tahapan praktek mengajar di semester-semester sebelum KPL Keguruan, seperti,pengalamansekolahdanpraktekmengajar. Penting jugauntuk dosen JurusanSastra Inggris untuk mendukung mahasiswa KPLdalam membangun kepercayaan diri dan berlatih untukmeningkatkankecakapan berbahasa Inggris. Untuk peneliti lain, hasil penelitian dapat digunakan sebagai referensi dalam melakukan penelitian di bidang yang sama.Disarankan untuk peneliti selanjutnya membuat penelitian dengan menggunakan tiga variable penting dari kegiatan mengajar, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran untuk mencari tahu kesiapan mahasiswa KPL dalam melaksanakan KPL Keguruan.

Studi kasus konflik interpersonal kaum homoseksual dalam kelompok sosial di Kota Malang / Susticha Syarie Fatmawaty

 

Kata Kunci: Homoseksual, Kelompok Sosial, Konflik Interpersonal. Homoseksual adalah orang yang memiliki orientasi seksual dengan sesama jenis. Homoseksual dalam kehidupan masyarakat merupakan kelompok sosial yang masih diposisikan marginal. Hal ini disebabkan karena masyarakat masih belum mampu menerima orientasi seksual sejenis. Orientasi seksual mereka dianggap berbeda didalam masyarakat. Dari aspek psikologis, yang menyebabkan perilaku homoseksual selain dari pola asuh, trauma, kecewa dapat juga karena pengaruh lingkungan. Dalam masyarakat umum, selain dianggap memiliki penyimpangan seksual, bagian terbesar masyarakat memandang mereka sebagai individu yang sakit. Itu sebabnya bagi kehidupan ‘orang normal’, mereka merupakan bagian kehidupan yang dipandang sangat aneh, dan oleh karena itu harus dihindari. Kehidupan homoseksual dalam kelompok sosial tidak jauh berbeda dengan orang-orang heteroseksual pada umumnya dimana mereka juga bersosialisasi dengan sekitarnya, mereka juga bekerja, meniti jenjang pendidikan bahkan terlibat dalam masalah sehingga mengakibatkan terjadinya suatu konflik interpersonal. Konflik Interpersonal adalah pertentangan antara 2 pihak atau lebih karena adanya perbedaan yang tidak dapat dikompromikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk konflik interpersonal yang dialami kaum homoseksual dalam kelompok sosialnya dan cara mereka untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Penelitian menggunakan tiga individu homoseksual sebagai subjek penelitian. Metode penelitian ini lebih mengarah pada eksplanatori/penjelasan. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara yang dilaksanakan pada bulan Februari - Maret. Pengecekkan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan metode. Berdasarkan hasil penelitian kepada ketiga subjek menunjukkan bahwa konflik interpersonal yang terjadi pada homoseksual dikarenakan adanya ketidaksamaan pendapat, ide, tujuan serta adanya kesalahpahaman antar individu yang terlibat. Bentuk konflik interpersonal yang terjadi pada subjek, yaitu perseteruan dengan keluarga ketika berusaha membuka identitas dirinya, persaingan antar teman sesama jenis dalam mendapatkan lelaki sebagai pasangannya, perselingkuhan, cek cok karena tidak terima atas pendapat orang lain, dan sebagainya. Cara subjek mengatasi konflik interpersonal dalam kelompok sosialnya, yaitu mengambil jarak emosional dengan orang lain; merupakan jalan keluar untuk berusaha agar bisa hidup tanpa orang lain dan benar-benar tidak ingin tergantung pada orang lain. Cara mengatasi konflik lainnya yaitu bersikap agresif dengan orang lain yang dianggap sebagai jalan keluar untuk memperlihatkan tidak adanya rasa takut maupun rasa belas kasihan karena tidak ingin ditindas atau dikuasai orang lain.

Penerapan pembelajaran model siklus belajar dan think pair share (TPS) untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA-5 SMA Negeri 1 Gondang Kabupaten Tulungagung / Tuska Hestiningtyas

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi siswa mengikuti bimbingan belajar di LBB Primagama Malang / oleh Yustia Ningrum

 

The English syllabus for primary schools: Indonesia and Thailand viewpoints / Ervinda Iskarima

 

ABSTRAK Iskarima, Ervinda. 2016. SilabusBahasaInggrisuntukSekolahDasar: Sudut Pandang Indonesia dan Thailand. SastraInggris, PendidikanBahasaInggris, FakultasSastra. UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. MirjamAnugerahwati, M. A, (II) Prof. Dr. Gunadi H. Sulistyo, M. A. Kata Kunci: KurikulumBahasaInggris, sekolahdasar Indonesia dan Thailand termasukdalamanggota ASEAN, tetapicarapemerintah di kedua Negara menerapkansilabusBahasaInggristentunyaberbeda. Pesertadidik di Indonesia dan Thailand mempelajariBahasaInggrissejakmerekaberada di bangkusekolahdasar, Silabusdigunakanoleh para guru sebagaipetunjukdanacuanuntukmemberikanperubahanbagipesertadidik. TujuandaripenelitianiniialahuntukmengidentifikasiperbedaanisidarikomponendankompetensisilabusBahasaInggrissekolahdasar di Indonesia dan Thailand danbagaimanapenyusunankomponendarisilabus yang disiapkanolehpemerintah. Silabuskeduanegara yang dibandingkanialahsilabusBahasaInggris2006milik Indonesia danBasic Education Core Curriculum B.E 2551 milik Thailand. Penelitianinimerupakanpenelitiankualitatifdanceklisdigunakansebahaiintrumentambahanuntukmengetahuiisidarikomponendankompetensikeduasilabus. Untukmengetahuihasilnya, proses yang dilakukandalammenganalisa data ialahmengidentifikasi, menyusun, danmenjabarkan. HasildaripenelitianmenunjukkanbahwadalamsilabusBahasaInggrisuntuksekolahdasarditemukanbeberapakomponen. Komponen yang diidentifikasiialahtujuan, rationale, objectives and performance, materi, penilaian, konteks (umurpesertadidik, kelas), karakteristik, instruksi, danlogistik. Penyusunanisikomponendarisilabusjugamenunjukkanbahwa Thailand memilikipoin-poinisi yang lebihlengkapdaripadasilabus di Indonesia. Berdasarkanhasilpenelitiandandiskusi, isikomponensilabus di Indonesia dan Thailand memilikibeberapapersamaandanperbedaan. Beberapakomponensilabus yang samaialah: tujuan, penilaian, alokasiwaktu/jadwal. Komponendarisilabus yang berbedaialah: Indonesia memilikirationalesedangkan Thailand tidak, Silabus Indonesia menjelaskantentangmateri, lingkuppembelajaran, danperalatan yang dibutuhkan, sedangkansilabus Thailand tidak, Thailand menjelaskantentangkonteksdanstrategipembelajaransedangkan Indonesia tidak, dankeduasilabusjugatidakmenjelaskanmengenaikarakteriskiksiswadanbiaya yang dibutuhkan. Kompetensi yang tertuangdalamkeduasilabusjugamenunjukkanpersamaan, yaknisilabusmenekankankemampuanBahasaInggrissiswa; silabus Indonesia dengankemampuanmendengarkan, berbicara, membacadanmenulis, Thailand dengankemampuanberkomunikasi.

Efektifitas program Keaksaraan Fungsional (KF) di Kecamatan Donomulyo / oleh Rendra Wiratmono

 

Pengaruh lama inokulasi Cowpea Mild Mottle Virus (CPMMV) terhadap ciri morfologi, agronomi dan ketahanan beberapa varietas kedelai (Glycine max L. (Merill)) / Happy Mayasari

 

Kata kunci: Karakter Morfologi, Agronomi, Sifat Ketahanan, Kedelai, CPMMV Kedelai merupakan salah satu tanaman sumber protein yang penting di Indonesia. Permintaan pasar untuk komoditas kedelai yang akan digunakan sebagai bahan konsumsi atau bahan baku kebutuhan industri sampai saat ini belum dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Salah satu penyakit kedelai yang sangat menurunkan hasil produksi yaitu disebabkan oleh virus, diantaranya yang cukup potensial adalah CPMMV (Cowpea Mild Mottle Virus). Serangan CPMMV dapat mengakibatkan penurunan hasil produksi tanaman kedelai. Tingkat penurunan hasil produksi tergantung pada tingkat infeksi (lama inokulasi) dan varietas, karena tiap¬tiap varietas memiliki respon ketahanan terhadap penyakit yang berbeda. Adapun tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk mengetahui varietas mana yang paling tahan terhadap serangan CPMMV sehingga dapat dijadikan sebagai sumber varietas unggul yang berdaya hasil tinggi dan tahan terhadap serangan CPMMV. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan rancangan percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) atau Split Plot Design. Terdapat dua faktor yang diteliti yaitu perlakuan petak utama (tanpa inokulasi, inokulasi 3 hari, inokulasi 6 hari, inokulasi 9 hari) dan perlakuan anak petak berupa varietas kedelai yang digunakan dalam penelitian (Anjasmoro, Burangrang, Grobogan, Kaba, Lokon, Mahameru, Malabar, Panderman, Ratai, Tanggamus). Inokulasi CPMMV dilakukan secara alami, yaitu didedahkan pada lokasi yang banyak terdapat serangga vektor CPMMV yaitu Bemisia tabaci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama inokulasi CPMMV berpengaruh terhadap ketahanan tanaman kedelai. Semakin lama waktu inokulasi CPMMV akan menyebabkan penurunan sebagian besar hasil tanaman kedelai. Hal ini dikarenakan CPMMV akan mengganggu proses metabolisme di dalam tubuh tanaman. Semakin lama waktu inokulasi maka semakin banyak B. tabaci yang menyerang, sehingga semakin banyak pula CPMMV yang ditularkan akibatnya akan semakin besar pula infeksi virus tersebut terhadap tanaman. CPMMV akan menyebabkan penurunan tinggi batang, jumlah cabang, persentase bunga yang menjadi polong, jumlah buku subur, jumlah total polong, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, jumlah polong utama, jumlah polong cabang, jumlah biji per tanaman dan berat biji per tanaman. Selain faktor lama inokulasi, faktor varietas kedelai juga berpengaruh terhadap ketahanan tanaman kedelai terhadap serangan CPMMV. Hal ini berkaitan dengan perbedaan respon ketahanan terhadap patogen yang dimiliki oleh masing-masing varietas tersebut. Mekanisme ketahanan tersebut meliputi beberapa cara, yaitu antixenosis (tidak disukai serangga vektor CPMMV), antibiosis (menghasilkan senyawa yang dapat membunuh vektor atau bahkan CPMMV), atau toleran (tahan terhadap serangan CPMMV). Pada penelitian ini varietas yang paling tahan yaitu Varietas Tanggamus, sedangkan varietas yang paling rentan yaitu Varietas Mahameru. Ketahanan varietas Tanggamus ini diduga karena varietas ini mempunyai ciri morfologi dan dapat menghasilkan senyawa, yang kurang disukai oleh serangga vektor CPMMV, yang dalam hal ini yaitu serangga B. Tabaci akibatnya intensitas serangan lebih kecil sehingga dapat tahan terhadap CPMMV. Interaksi antara lama inokulasi CPMMV dengan varietas mempengaruhi hasil persentase bunga menjadi polong dan berat 100 biji kedelai, dimana interaksi diantara keduanya menyebabkan persentase bunga menjadi polong dan berat 100 biji kedelai menjadi semakin menurun.

Modul instruksional matakuliah wawasan IPS pokok bahasan kurikulum SMA'84 sub pokok bahasa ilmu ekonomi di Jurusan PDU IKIP Budi Utomo Malang tahun 1993 / oleh Munifah Zunairi

 

Peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi berjudul Asal-usul Candi Singasari dengan menggunakan media wayang beber pada siswa kelas VII-I SMPN 16 Malang / Fransisca Dara Ayu Pertiwi

 

ABSTRAK Pertiwi, Fransisca Dara Ayu. 2014. Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Berjudul “Asal-usul Candi Singasari “dengan Menggunakan Media Wayang Beber pada Siswa Kelas VII-I SMPN 16 Malang. Skripsi, Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. A. Syukur Ghazali, M.Pd., (II) Dwi Sulistyorini, S.S., M. Hum Kata kunci: Kemampuan menulis, teks eksplanasi, wayang beber. Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dengan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan spresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Salah satu kompetensi dasar kemampuan menulis untuk sekolah menengah pertama adalah menulis teks eksplanasi baik secara lisan maupun tulis. Pembelajaran menulis teks eksplanasi telah dilaksanakan di SMP Negeri 16 Malang, tetapi hasil yang diperoleh belum memenuhi standart ketuntasan minimal (SKM) yang ditetapkan, yaitu 75. Pada observasi diketahui adanya permasalahan yang dialami siswa kelas VII-I SMP Negeri 16 Malang dalam menulis teks eksplanasi permasalahan yang dialami yaitu permasalahan pada hasil dan proses pembelajaran. Dari permasalahan yang ditemukan, peneliti dan guru bahasa Indonesia kelasa VII-I SMP Negeri 16 Malang berkolaborasi untuk memecahkan permasalahan yang dialamni oleh guru dan siswa dengan merencanakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan media wayang beber. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa kelas VII-I SMPN 16 Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada tangal 02 April 2012 sampai dengan 24 April 2014 di SMP Negeri 16 Malang. Sumber data pada penelitian ini adalah siswa dan guru Bahasa Indonesia kelas VII-I, data penelitian ini adalah data produk hasil menulis teks eksplanasi dan catatan lapangan proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan ketuntasan pada pembelajaran menulis teks eksplanasi dari pratindakan (32,25%) ke siklus I (64,51%) dan silkus I (64,51%) ke siklus II (100%) dalam aspek isi dan aspek kebahasaan. Kualitas pembelajaran meningkat dalam hal keaktifan, kerjasama, dan keberanian. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa media wayang beber dapat meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VII-I. Berdasarkan penelitian peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi disarankan kepada guru Bahasa Indonesia untuk menggunakan media wayang beber dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi dan melaksanakan pembelajaran yang memotivasi siswa untuk aktif dan merasa senang dalam mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia, salah satunya dengan menggunakan media wayang beber.

Media pembelajaran matematika materi pertidaksamaan SMA kelas 1 dengan program komputer multimedia / oleh Luthfi Hamdani

 

Keywords: Writing, Narrative Essay, Picture and Picture Learning Model, Elementary School Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Kompetensi berbahasa mencakup: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Kemampuan yang diharapkan dalam pembelajaran menulis di kelas IV SD, khususnya tentang menulis sastra adalah siswa mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman, dan pantun anak (BSNP dalam http://www.sekolahdasar.net, 2012). Penyajian materi pelajaran bahasa membutuhkan penggunaan berbagai metode dan teknik yang variatif serta inovatif. Penggunaan berbagai teknik, metode, dan model yang inovatif dapat menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif. Peserta didik harus terlibat langsung dalam menyerap informasi dan menyatakan kembali rekaman informasi yang telah diperolehnya. Melalui proses pembelajaran yang dinamis, diharapkan akan tercipta suatu bentuk komunikasi antara peserta didik yang terpola melalui keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Proses pembelajaran yang dinamis akan memunculkan suasana pembelajaran terhindar dari kejenuhan.

Hubungan antara latar belakang pendidikan dengan prestasi akademik mahasiswa JPBA/Arab FPBS IKIP MALANG angkatan 1989/1990 dan 1990/1991
oleh Siti Nurul Hidayatin

 

Improving reading comprehension using drama for english literature student / Adityas Nirmala

 

ABSTRAK Nirmala, Adityas. 2015. Upaya Meningkatkan Pemahaman Membaca Melalui Penggunaan Drama Bagi Mahasiswa Sastra Inggris. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A., (II) Dr. Johannes A. Prayogo, M.Pd, M.Ed. Kata Kunci: pemahaman membaca, peningkatan, drama. Penelitian ini diadakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pemahaman membaca melalui penggunaan drama. Strategi ini dipilih berdasarkan kelebihan yang dimiliki drama dalam menyemangati para mahasiswa agar terlibat lebih aktif lagi dalam proses belajar mengajar dengan tujuan agar kemampuan membaca mereka mengalamai peningkatan. Maka dari itu, rumusan masalah yang disusun dalam penelitian ini adalah “Bagaimana drama mampu meningkatkan kemampuan membaca mahasiswa tingkat semester 6 jurusan Sastra Inggris di Universitas Negeri Malang?” Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dimana peneliti berkolaborasi dengan dosen pengampu kelas drama di jurusan Sastra Inggris yang terlibat dalam aktifitas penelitian dari awal penelitian sampai akhir penelitian, baik mulai dari penyusunan rencana belajar, perumusan kriteria sukses penelitian, implementasi tindakan, pengamatan dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 6 jurusan Sastra Inggris tahun akademik 2014/2015 dengan jumlah sebanyak 31 orang. Penelitian ini dilakukan dalam 1 putaran dengan jumlah pertemuan kelas sebanyak 4 kali. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observation checklist, yang berguna untuk mengetahui informasi tentang aktifitas kegiatan dan penampilan mahasiswa selama proses pengimplementasian strategi, field notes, untuk mencatat data yang berada diluar jangkauan lembar observasi, serta penggunaan tes membaca, untuk mengidentifikasi peningkatan ketrampilan membaca mahasiswa. Temuan-temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan drama sangat berguna dalam upaya meningkatkan kemampuan baca mahasiswa. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan drama sebagai strategi dapat meningkatkan ketrampilan baca mahasiswa, baik dalam pemahaman literal, intrepetif dan juga aspek kritis dalam memahami sebuah teks. Strategi ini juga mampu memacu semangat keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar. Dalam penelitian ini bisa dijumpai adanya peningkatan signifikan akan ketrampilan baca mahasiswa. Peningkatan ini dapat dilihat dari perbandingan perolehan nilai ujian pada masa preliminasi dan nilai ujian pada saat penerapan strategi rampung dilaksanakan. Mahasiswa yang memperoleh nilai ≥70, pada saat preliminasi, hanya sebanyak 11 orang sedangkan jumlah mahasiswa yang memperoleh nilai≥70, saat setelah penerapan strategi, mengalami peningkatan sebanyak 26 orang. Hasil analisa data tentang aspek keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar pada saat proses penerapan strategi menunjukkan bahwa tidak ada mahasiswa yang masuk pada kategori “tidak aktif” (0% dari 31 mahasiswa). Disarankan bagi peneliti berikutnya untuk mengadakan penelitian sejenis baik dengan penggunaan aspek bahasan ketrampilan yang sama ataupun berbeda dengan setting yang berbeda. Penelitian ini juga diharapkan bisa menjadi bahan rujukan bagi penelitian serupa dengan penggunaan drama sebagai strategi dalam upaya meningktkan ketrampilan baca.

Pengaruh pembelajaran matematika dengan pendekatan problem posing terhadap prestasi matematika siswa kelas II SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang / oleh Iman Besar Prayitno

 

Perbandingan kekuasaan eksukutif dalam pembuatan undang-undang di Indonesia, Singapura, dan Taiwan
(suati kajian menurut UUD 1945, The Constitution of the Republic Singapore dan Text of the Constitution the 1947 Constitution of China)
oleh Purwoko

 

Peningkatan hasil belajar siswa kelas II SDN Banjararum 03 Kecamatan Singosari Kab. Malang terhadap mata pelajaran IPA melalui penggunaan pendekatan pakem / M. Muntaroh

 

Kata kunci : Hasil Belajar, Pembelajaran IPA, Pendekatan PAKEM Dalam pelaksanaan pembelajaran IPA SD harus diciptakan proses belajar mengajar secara aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dengan pemanfaatan sarana dan media belajar yang relevan, serta didukung kompetensi guru untuk menciptakan dan menerapkan Pendekatan PAKEM. Tujuan menerapkan pendekatan PAKEM adalah untuk meningkatkan efektifitas dan hasil belajar khususnya dalam menemukan ciri-ciri benda padat pada siswa kelas II SDN Banjararum 03 Kec. Singosari Kab Malang. Penelitian Tindakan Kelas menggunakan metode deskriptif kualitatif model siklus dengan langkah : perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjeknya adalah siswa dan guru kelas II SDN Banjararum 03 Kec. Singosari Kab Malang. Waktunya semester II tahun 2010. Pengumpulan data dengan observasi langsung selama tindakan dan hasil belajar siswa, hasilnya :  Penerapan pendekatan PAKEM mendorong siswa lebih tertarik untuk belajar sehingga menambah efektifitas dan hasil belajar siswa.  Untuk pembelajaran IPA kelas II SDN Banjararum 03 Kec. Singosari Kab Malang dibutuhkan media nyata yang kontekstual berdasarkan KTSP 2007 sesuai usia siswa SD yang masih masa operasional benda kongkrit.  Perbaikan pembelajaran IPA kelas II SDN Banjararum 03 Kec. Singosari Kab Malang dapat dilakukan melalui PTK sehingga proses pembelajaran maupun hasilnya meningkat dan lebih bermutu.  Adapun kendalanya adalah keterbatasan waktu serta kemampuan guru dan siswa. Disarankan penanganan masalah yang dihadapi siswa kelas II SDN Banjararum 03 Kec. Singosari Kab Malang dalam menemukan ciri-ciri benda padat dengan menerapkan pendekatan PAKEM perlu dilakukan secara terncana, berkelanjutan sehingga secara bertahap siswa mudah memahami kompetensi yang berhubungan dengan cirri-ciri benda padat.

 

Implementasi kolaborasi pembelajaran kooperatif jigsaw dan pemberdayaan berfikir melalui pertanyaan (PBMP) untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar mata pelajaran mesin CNC / Tri Wibisono

 

Kata kunci: kooperatif jigsaw, PBMP, motivasi belajar, prestasi belajar. Pembelajaran merupakan suatu upaya guru menciptakan kondisi di mana siswa dapat belajar. Namun yang terjadi selama ini dalam pembelajaran, aktivitas siswa cenderung kurang. Adapun penyebab kurangnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran adalah (1) model pembelajaran yang selama ini dilakukan tidak diminati lagi oleh siswa, seperti pembelajaran yang dilakukan dengan ceramah, model pembelajaran ini membuat siswa jenuh dan tidak kreatif, dan (2) suasana pembelajaran yang terjadi selama ini terlalu terfokus kepada guru, sedangkan siswa terkesan seperti seorang anak yang harus patuh apa yang diperintahkan oleh guru tanpa diberikan kesempatan untuk berkreasi menurut kemampuannya. Berdasarkan fenomena tersebut maka alternatif pemecahan yang dipilih adalah implementasi kolaborasi pembelajaran kooperatif model jigsaw dan PBMP (pemberdayaan berfikir melalui pertanyaan). Ketertarikan peneliti mengambil model pembelajaran tipe Jigsaw dan PBMP, karena peneliti melihat dalam model pembelajaran kooperatif Jigsaw semua anggota kelompok diberi tugas dan tanggungjawab, baik individu maupun kelompok. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Nasional Malang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan metode deskriptif kualitatif, yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat tahapan untuk masing-masing siklus, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui: (1) observasi, (2) wawancara, (3) angket, (4) catatan lapangan, dan (5) dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: (1) reduksi data, (2) paparan data, dan (3) penyimpulan hasil analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa untuk setiap siklus. Dari angket motivasi diketahui siswa merasa senang dan termotivasi belajar dengan menggunakan strategi Kooperatif Jigsaw dan PBMP. Hal itu diketahui dari 27 pernyataan positif angket yang diberikan menunjukan 90% dinyatakan sangat positif dan 10% sisanya dinyatakan positif, sedangkan yang merespon negatif tidak ditemukan. Dari data hasil tes siswa, pada pre tes siklus I diketahui nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 35,28 sedangkan pada post test siklus I dapat diketahui nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 67,14 mengalami peningkatan sebesar 90,30%. Rincian dari hasil post test sebagai berikut: siswa yang tuntas belajar pada siklus I sebanyak 26 siswa (74,28%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 9 siswa (25,71%). Berdasarkan data hasil belajar pada siklus I dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang nilainya dikategorikan tuntas baik (TB) sebanyak 20 siswa (57,14%), kategori Tuntas (T) sebanyak 6 siswa (17,14%), kategori tidak (TT) sebanyak 9 siswa (25,71%). Berdasarkan deskripsi data yang telah diuraikan di atas dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa pada siklus I dikategorikan sudah mencapai ketuntasan belajar dengan kualifikasi baik. Prestasi belajar mengalami peningkatan pada siklus II. Dari data hasil tes siswa, pada pre test siklus II diketahui nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 45, sedangkan pada post test siklus II dapat diketahui nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 82,42, mengalami peningkatan sebesar 83,15%. Rincian dari hasil post test sebagai berikut: siswa yang tuntas belajar pada siklus II sebanyak 28 siswa (80%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 7 siswa (57,14%). Berdasarkan data hasil belajar pada siklus II dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang nilainya dikategorikan Tuntas baik (TB) sebanyak 26 siswa (74,28%), kategori Tuntas (T) sebanyak 2 siswa (5,71%), kategori tidak (TT) sebanyak 7 siswa (20%), Berdasarkan deskripsi data yang telah diuraikan diatas dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa pada siklus II meningkat dibandingkan pada siklus I dengan nilai rata-rata dari 67,14 menjadi 82,42. Saran yang dapat diberikan adalah: (1) bagi sekolah, diharapkan dapat mengimplementasikan strategi pembelajaran yang tepat, dan sesuai dengan masing-masing karakteristik mata pelajaran, (2) bagi guru, supaya mengimplementasikan Strategi Kooperatif Jigsaw dan PBMP sebagai alternatif model pembelajaran yang tepat, terutama pada mata pelajaran CNC, (3) bagi siswa, agar dapat belajar dengan giat, menghargai guru, menghargai teman, serta saling bekerjasama yang baik antar sesama teman, dan (4) bagi peneliti berikutnya, dapat melakukan kegiatan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan dan mengimplementasikan pembelajaran Kooperatif Jigsaw dan PBMP.

Penerapan pembelajaran berpola Pemberdayan Berpikir Melalui Pertanyaan / oleh Endang Susanti

 

Pengaruh pemberian tepung biji nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) pada ransum terhadfap hen day production dan berat telur dari ayam petelur (Gallus gallus) strain Isa Brown / Waskita Marta Sumantika

 

ABSTRAK Sumantika, Waskita Marta. 2015. Efek Pemberian Tepung Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) pada Ransum terhadap Hen Day Production dan Berat Telur dari Ayam Petelur (Gallus gallus) Strain Isa Brown. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. H. Abdul Gofur, M.Si, (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes. Kata Kunci: Tepung Biji Nangka, Hen Day Production, Strain Isa Brown Telur ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena mudah didapat, kandungan gizi cukup tinggi dan harga terjangkau. Semakin banyaknya kebutuhan akan telur ini membangkitkan minat dari masyarakat untuk melakukan usaha ternak. Seiring dengan peningkatan populasi ternak ayam petelur maka kebutuhan akan pakan juga terus mengalami peningkatan. Peternak mengupayakan produksi pakan sendiri sehingga lebih ekonomis dan terjangkau. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian suplemen berupa tepung biji nangka dengan tujuan efisiensi penggunaan pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah biji dari buah nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) yang dijadikan tepung sebagai suplemen dapat meningkatkan Hen Day Production dan berat telur dari ayam petelur strain Isa Brown. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 10 ulangan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Januari sampai dengan 25 Maret 2015. Hewan coba yang digunakan adalah 50 ekor ayam petelur strain Isa Brown umur 56 minggu. Macam perlakuan yang diberikan yaitu: pakan basal tanpa penambahan tepung biji nangka (P0), pakan basal + 5% tepung biji nangka (P1), pakan basal + 10% tepung biji nangka (P2), pakan basal + 15% tepung biji nangka (P3), dan pakan basal + 20% tepung biji nangka (P4). Variabel yang diamati adalah Hen Day Production (%) dan Berat Telur (g). Data penelitian dianalisis menggunakan Uji Anava signifikansi 5% pada software SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung biji nangka sebagai suplemen tidak memberikan pengaruh yang bermakna pada Hen Day Production (%) dan Berat Telur (g).

Model analisis proyeksi kebutuhan guru pada jenjang pendidikan dasar (Studi pengembangan pada Dinas Pendidikan Kota Pasuruan) / Desi Eri Kusumaningrum

 

Deskripsi Kondisi Sosial Ekonomi Nelayan "Pandega" Di Kelurahan Brondong Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan Oleh Ainul Hayatin

 

Kelurahan Brondong secar.a administratif termasuk Kecamatan Brondong. Pendudukke lurahand enganl uas2 33, 64 ini memiliki jumlah penduduk1 4.708j iwa dengan karakteristik jenis pekerjaan yang beragam. Sebagian besar masyarakat KelurahanB rondongb ermatap encahariurs ebagain elayany alcni3 .586 orang dari jumlah itu banyak yang tidak punya alat untuk mencari ikan, sehingga mereka secara berkelompokik utjuragan . Penelitian ini betujuan untuk mengetahuik ondisi sosial masyarakante layanp andegad i KelurahanB rondong, dan untuk mengetahui kondisi ekonommi asyarakant elayanp andega di KelurahanB rondong. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Brondong Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deslaiptif dan survey. Teknik penganrbilan sampel daerah menggunakan teknik purposive random sampling, sedangkan sampel responden menggunakan teknik proposionarla ndoms ampling. Teknik analisisd ata penelitiani ni menggunakanp ersentaseA. nalisis yang bersifat kualitatif (datum berupa kalimat) dilakukan dengan cara mengembangkannya dengank ata-kataa tauk alimat sesuaid enganh asil informasi yang diperoleh. Hasil penelitian ini mengambarkan bahwa tingkat pendidikan nelayan pandega sebagian besar SLTP. Rumah tffiWt tinggal nelayan pndegz tetgolong baik, sedangkan pendapatan nelayan pandega tergolong baik bila dibandingkan dengan UMR Kabupaten Lamongan. Jumlah tanggungan keluarga nelayan pandega sebagianb esar adalah 4-6 orang. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah tanggungan keluargan elayanp andegab esar Berdasarkan hasil penelitian ini dikemukakan bahwa untuk meningkatkan pendapatand an mengembangkans umberdayam anusia perlu diadakan penyuluhan tentangp endidikank etampilan dan pelatihano leh pihak-pihaty ang terkait.

Studi komunitas serangga tanah-EPI fauna di lahan sekitar erupsi gunung Semeru kawasan Kabupaten Lumajang / oleh Umi Kulsum

 

Pengembangan bahan ajar berbasis inkuiri terbimbing materi pemberian ransum unggas untuk siswa kelas XI Jurusan Agribisnis Ternak Unggak SMK PP Wiyata Bakti Sengkaling Malang / Waskita Marta Sumantika

 

ABSTRAK Sumantika, Waskita Marta. 2016. Pengembangan Handout dan LKS Berbasis Inkuiri Terbimbing Materi Pemberian Ransum Unggas untuk Siswa Jurusan Agribisnis Ternak Unggas Kelas XI di SMK PP Wiyata Bakti Sengkaling. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. agr. Mohamad Amin, M.Si., (2) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes Kata kunci : ransum unggas, formulasi ransum, penelitian pengembangan, handout, lembar kerja siswa, inkuiri terbimbing. Materi ransum unggas membahas tentang zat makanan yang dibutuhkan unggas, kebutuhan pakan unggas, bahan baku pakan unggas, serta formulasi ransum unggas. Permasalahan mengenai materi tersebut yang ditemukan di SMK PP Wiyata Bakti Sengkaling Malang adalah kurangnya materi yang disampaikan secara mendalam pada handout yang ada di sekolah dan belum adanya LKS yang mengarahkan siswa untuk belajar mandiri, sehingga motivasi siswa dalam mempelajari materi kurang. Kurangnya motivasi belajar mengakibatkan rendahnya pemahaman siswa akan pengetahuan tentang ransum unggas. Tujuan penelitian adalah mengembangkan bahan ajar berupa handout dan LKS berbasis inkuiri terbimbing pada materi ransum unggas untuk siswa jurusan agribisnis ternak unggas kelas XI SMK PP Wiyata Bakti Sengkaling. Diharapkan bahan ajar yang disusun dapat menyediakan alternatif bahan ajar yang mampu mengarahkan siswa untuk belajar secara mandiri. Penelitian dilakukan dalam rangka penulisan skripsi di Jurusan Biologi FMIPA UM. Penelitian merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan 4-D (Define, Design, Develop, and Disseminate) oleh Thiagarajan. Dari hasil penelitian dan pengembangan telah dihasilkan bahan ajar handout dan LKS berbasis inkuiri terbimbing untuk siswa Jurusan Agribisnis Ternak Unggas Kelas XI yang berkriteria sangat valid, yaitu untuk handout sebesar 93,91 % dan LKS sebesar 92,36 %. Rata-rata hasil validasi oleh 15 siswa kelas XII SMK PP Wiyata Bakti Sengkaling sebesar 96,05%. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahan ajar memiliki persentase kriteria validitas sangat valid sehingga bahan ajar dapat digunakan dalam pembelajaran. Diharapkan dengan adanya bahan ajar ini mampu membantu siswa untuk dapat memecahkan masalah yang ada dalam dunia peternakan khususnya untuk materi pemberian ransum unggas.

Pola kalimat bahasa Indonesia dalam karangan pembelajar asing Program Darmasiswa di Center of Indonesian Studies BIPA Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang / Dwi Oktavianti Ningsih

 

Kata Kunci: pola kalimat, kalimat. Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting. Oleh karena itu, kalimat juga memegang peranan penting dalam proses komunikasi. Kalimat merupakan suatu bentuk bahasa yang digunakan oleh seseorang dalam menuangkan gagasan, ide, atau pesan baik secara tulis maupun lisan. Kalimat mengandung pesan yang akan disampaikan oleh penulis kepada pembaca. Sebuah karangan terbentuk dari susunan beberapa kalimat dalam bahasa tulis. Sebuah kalimat mempunyai pola-pola tertentu. Semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang, maka makin kompleks pula pola kalimat maupun kosa kata yang digunakannya. Salah satu kegiatan menuangkan gagasan, ide, atau pesan lewat kalimat (tulis) adalah mengarang. Mengarang berarti menggunakan bahasa untuk menyampaikan ide atau pesan yang terkandung dalam kalimat. Seorang penulis karangan harus memperhatikan pola kalimat yang digunakan karena pola kalimat akan berpengaruh pada kesempurnaan proses penyampaian dan penerimaan pesan. Dengan demikian, proses mengarang juga perlu memperhatikan pola kalimat. Seiring dengan pentingnya tatakalimat dalam bahasa tulis, maka perlu adanya sebuah usaha untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Dengan demikian, perlu diadakan penelitian tentang tatakalimat kepada pembelajar asing khususnya tentang kemampuan menyusun pola kalimat. Untuk itulah dalam penelitian ini dipilih masalah pola kalimat berdasarkan jumlah klausa dalam karangan pembelajar asing program Darmasiswa di CIS BIPA Fakultas Sastra UM serta pola kalimat berdasarkan sifat hubungan aktor dan aksi dalam karangan pembelajar asing program Darmasiswa di CIS BIPA Fakultas Sastra UM. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian ini berupa kalimat bahasa Indonesia dalam karangan pembelajar asing program Darmasiswa CIS BIPA FS UM. Data tentang kalimat bahasa Indonesia dalam karangan pembelajar asing program Darmasiswa CIS BIPA FS UM ini dikumpulkan oleh peneliti sendiri dengan cara memberikan tugas mengarang pada pembelajar asing dengan bantuan tutor. Pengambilan data dilakukan di luar jam kegiatan belajar mengajar, yaitu dengan tugas mengarang di rumah. Hasil penelitian ini berupa kalimat-kalimat yang menunjukkan pola-pola kalimat berdasarkan jumlah klausa dan pola kalimat berdasarkan sifat hubungan aktor aksi dalam karangan pembelajar asing. Jumlah pembelajar yang diteliti adalah 2 orang dengan latar belakang negara yang berbeda. Seorang dari Thailand dan seorang lagi dari Ethiopia. iv Hasil penelitian ini di uraikan sebagai berikut. Pertama, pola kalimat dalam karangan pembelajar asing program Darmasiswa CIS BIPA FS UM berdasarkan jumlah klausanya adalah (1) pola kalimat tunggal meliputi 8 pola, yaitu S-P, S-P-O, S-P-K, K-S-P-O, S-P-O-K, S-P-K-K, S-P-Pel dan S-P-O-Pel; (2) pola kalimat majemuk setara, yaitu kalimat majemuk setara penjumlahan dan kalimat majemuk setara perurutan; (3) pola kalimat majemuk bertingkat; dan (4) pola kalimat majemuk campuran. Sementara itu, pola kalimat dalam karangan pembelajar asing program Darmasiswa CIS BIPA FS UM berdasarkan sifat hubungan aktor dan aksi meliputi (1) pola kalimat aktif, yaitu kalimat aktif transitif dan kalimat aktif intransitif; (2) pola kalimat pasif; dan (3) pola kalimat resiprokal. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diajukan oleh penulis ditujukan kepada pengajar/tutor BIPA, peneliti selanjutnya, dan penulis buku teks. Kepada pengajar/tutor BIPA khususnya di CIS BIPA FS UM diharapkan untuk lebih banyak lagi memberikan latihan menulis. Selain itu, pengajar/tutor diharapkan memberikan contoh kalimat yang bervariasi sebagai pengayaan. Hal ini dimaksudkan agar perbendaharaan pola kalimat pembelajar asing lebih berkembang. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian yang serupa. Dari penelitian yang serupa diharapkan dapat mengungkap lebih dalam tentang macam-macam pola kalimat yang digunakan pembelajar asing. Hal ini bertujuan untuk perbandingan dan pendalaman. Sementara itu, untuk penulis buku teks diharapkan untuk mengintegrasikan materi tentang tatakalimat khususnya pola kalimat dalam pembelajaran menulis. Hal ini bertujuan untuk menambah wawasan pembelajar asing tentang tatakalimat bahasa Indonesia. Dengan begitu, pembelajar mempunyai banyak pengetahuan tentang tatakalimat khususnya macam-macam pola kalimat.

Pelaksanaan penilaian jurnal dalam mata pelajaran sejarah di kelas XI IPS SMA Negeri 4 Malang tahun ajaran 2014-2015 / Choirotun Nisa

 

ABSTRAK Nisa, Choirotun. 2016. Pelaksanaan Penilaian Jurnal Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI SMA Negeri 4 Malang Tahun Ajaran 2014-2015. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs Kasimanuddin Ismain M.Pd., (2) Najib Jauhari S.Pd., M.Hum. Kata Kunci : Penilaian Jurnal, Pelajaran Sejarah, SMA Negeri 4 Malang Jurnal catatan guru merupakan teknik penilaian yang diusung Kurikulum 2013 untuk menilai sikap siswa se-obyektif mungkin. Menurut Permendikbud No 66 tahun 2013.Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Masalah dalam pelaksanaan penilaian jurnal yang selama ini dijumpai yaitu guru sering menunda-nunda penilaian jurnal di dalam kelas sehingga tidak didapatkan jurnal yang sesuai dengan kondisi belajar siswa di dalam kelas. Jurnal catatan guru terhadap siswa mampu menilai siswa se-obyektif mungkin dikarenakan jurnal catatan guru bisa sesegera mungkin merekam peristiwa yang ada di kelas maupun yang ada di luar kelas. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana perencanaan penilaian jurnal dalam mata pelajaran sejarah kelas XI IPS SMA Negeri 4 Malang tahun ajaran 2014-2015 (2) Bagaimana pelaksanaan penilaian jurnal dalam mata pelajaran sejarah kelas XI IPS SMA Negeri 4 Malang tahun ajaran 2014-2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan adalah guru sejarah SMA Negeri 4 Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Keabsahan data di dukung dengan kegiatan teknik triangulasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa dalam pelaksanaan penilaian jurnal siswa di kelas maupun di luar kelas telah menunjukan gambaran tentang sikap dan perilaku siswa sehari-hari. Gambaran sikap dan perilaku siswa dapat memudahkan guru dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Masalah dalam pelaksanaan penilaian jurnal yang selama ini dijumpai di SMA Negeri 4 Malang yaitu guru sering mengabaikan, menunda-nunda penilaian jurnal sehingga tidak didapatkan jurnal yang sesuai dengan kondisi belajar siswa di dalam kelas. Guru juga sering meremehkan dan mengulur-ulur waktu dalam pelaksanaan penilaian jurnal. Hal itu berdampak pada penilaian yang tidak memiliki sistematis, obyetivitas dan faktual. Untuk itu peneliti mengkaji pelaksanaan penilaian jurnal pada mata pelajaran sejarah kelas XI IPS SMA Negeri 4 Malang tahun ajaran 2014-2015. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan: (1) bagi guru harapanya dapat menilai siswa se-obyektif mungkin dalam pembelajaran sejarah , (2) guru dapat mengembangkan setiap potensi yang dimiliki peserta didik, (3) dalam penilaian jurnal siswa guru disarankan dapat menyikapi siswa yang berperilaku dan bersikap kurang sopan, tanggungjawab, kurang disiplin, kurang jujur dan lain-lain, dan juga dapat mengapresiasi siswa yang sudah bersikap positif.

Pengaruh kualitas input, kompetensi guru, sarana prasarana sekolah dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi SMAN di Situbondo tahun ajaran 2009/2010 / Dewi Endah Fajariana

 

Jurusan Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Bambang Banu Siswoyo, M.M, (II) Prof. Dr. F. Danardana Murwani, M.M. Kata Kunci: kualitas input, kompetensi guru, sarana prasarana sekolah, motivasi belajar, prestasi belajar. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Peningkatan mutu pendidikan selalu diupayakan agar dapat mencetak sumber daya manusia yang berguna bagi pembangunan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah prestasi belajar siswa di dalam lembaga pendidikan. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi dan menentukan proses prestasi belajar siswa di sekolah yaitu faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaruh langsung kualitas input terhadap motivasi belajar, (2) pengaruh langsung kompetensi guru terhadap motivasi belajar, (3) pengaruh langsung sarana prasarana sekolah terhadap motivasi belajar siswa. (4) pengaruh langsung kualitas input terhadap prestasi belajar, (5) pengaruh langsung kompetensi guru terhadap prestasi belajar (6) pengaruh langsung sarana prasarana sekolah terhadap prestasi belajar siswa, dan (7) pengaruh langsung motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi Sekolah Menengah Atas Negeri di Kabupaten Situbondo. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan hubungan antar variabel yang bersifat assosiatif kausalitas serta digambarkan berdasarkan analisis jalur. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri di Situbondo dengan sampel sebanyak 78 orang. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan instrumen berupa angket serta dokumentasi untuk variabel kualitas input dan prestasi belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur. Hasil penelitian dapat dipaparkan secara singkat sebagai berikut: 1) kualitas input siswa berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa, 2) kompetensi guru berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa, 3) sarana prasarana sekolah berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar, 4) motivasi belajar siswa tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar. Terkait dengan hasil penelitian ini, maka disarankan agar: 1) kualitas input siswa dapat dipertahankan dan ditingkatkan, 2) kompetensi guru SMAN di Situbondo harus dapat ditingkatkan, 3) sarana prasarana sekolah dan motivasi belajar dipertahankan dan ditingkatkan. Implikasinya, secara teoritis temuan penelitian ini memperkuat penjelasan dan pendapat bahwa faktor input, kompetensi guru dan sarana prasarana sekolah termasuk faktor yang secara langsung mempengaruhi prestasi belajar siswa tanpa dimediasi oleh motivasi belajar.

Pengaruh financial distress ratio model altman terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bei periode 2008-2010 / Mario wasio

 

Kata Kunci: Working Capital to Total Assets Ratio, Retained Earnings to Total Assets Ratio, Earning Before Interest and Taxes to Total Assets Ratio, Market Value of Equity to Total Liabilities Ratio, Sales to Total Assets Ratio, Harga Saham. Pergerakan harga saham menjadi perhatian utama setiap investor, meskipun memungkinkan investor dapat mengalami risiko kerugian. Hal tersebut menuntut investor perlu untuk mengolah lebih informasi yang tersedia dengan berbagai teknik analisis yang ada. Salah satu teknik analisis yang ada adalah model prediksi kebangkrutan dari Altman. Para investor yang menggunakan rasio-rasio Altman akan mempertimbangkan rasio-rasio tersebut dalam jual beli saham sehingga rasio-rasio tersebut memiliki pengaruh terhadap harga saham. Investor juga harus menggunakan signalling theory untuk melihat adanya sinyal baik (good news) atau sinyal buruk (bad news) yang diberikan oleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio-rasio keuangan Altman terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2008-2010. Data keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan perusahaan manufaktur di BEI periode 2008-2010. Rasio-rasio keuangan yang merupakan variabel independen adalah rasio-rasio yang digunakan Altman untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan yaitu: Working Capital to Total Assets Ratio(WC/TA), Retained Earnings to Total Assets Ratio(RE/TA), Earning Before Interest and Taxes to Total Assets Ratio(EBIT/TA), Market Value of Equity to Total Liabilities Ratio(MVE/TL) dan Sales to Total Assets Ratio(S/TA) dan harga saham sebagai variabel dependen.Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis regresi berganda melalui pengujian SPSS dengan mempertimbangkan uji asumsi klasik yaitu normalitas, multikolinieritas, heterokedastisitas dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel WC/TA, RE/TA, EBIT/TA, MVE/TL, S/TA secara bersama-sama berpengaruh terhadap harga saham dengan tingkat signifikansi 0,000. Hasil Analisis melalui uji parsial menunjukkan bahwa hanya rasio WC/TA dan rasio MVE/TA berpengaruh terhadap harga saham. Berdasarkan nilai adj.R2 variabel independen dapat mempengaruhi harga saham sebesar 35%. Saran yang dapat diberikan penulis dalam penelitian ini adalah: (1) untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah sampel penelitian tidak hanya pada perusahaan manufaktur. (2) Perusahaan harus selalu menjaga kinerja keuangan karena hal tersebut tersebut digunakan oleh investor sebagai bahan pertimbangan dalam berinvestasi.

Pemanfaatan remitensi keluarga TKW di daerah asal di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang / Sri Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Sri. 2009. Pemanfaatan Remitensi Keluarga TKW di Daerah Asal di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Budijanto, M.Si, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.si. Rendahnya penghasilan dan kesempatan kerja menyebabkan sebagian penduduk dari Desa Purwodadi melakukan migrasi ke luar negeri untuk menjadi tenaga kerja Wanita (TKW). Sehingga menghasilkan kiriman ke daerah asal (remiten) yang dialokasikan untuk kegiatan konsumtif dan produktif, sehingga membawa perubahan terhadap kondisi sosial ekonomi keluarga di daerah asal. Beberapa tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan jumlah remitensi di daerah asal di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang, (2) Mendiskripisikan karakteristik TKW, (3) Mendeskripsikan proporsi remitensi terhadap pendapatan total rumah tangga, (4) Mendeskripsikan hubungan antara jumlah remitensi dengan negara tujuan, jenis pekerjaan, lama bekerja, dan status migrasi, (5) Mendeskripsikan pemanfaatan remitensi, (6) Mendeskripsikan hubungan antara jumlah remitensi dengan kondisi sosial ekonomi keluarga di daerah asal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survey, cara memperoleh datanya dengan menggunakan angket (quesioner). Populasi dalam penelitian ini adalah anggota keluarga TKW di Desa Purwodadi yang bekerja di luar negeri berjumlah 75 orang dengan menggunakan purposive random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan perhitungan persentase dan analisis Chi square. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Karakteristik TKW di lihat dari pendidikan yang ditempuh TKW sangat rendah, sehingga jenis pekerjaan yang dimiliki TKW di luar negeri sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), negara tujuan bekerja yaitu negara Hongkong, dengan lama kerja > 6 tahun, serta pendapatan/gaji yang tinggi pula. Sedangkan remiten untuk keluarga di daerah asal sangat tinggi, cara mengirim remiten melalui jasa Bank, remiten lebih tinggi dimanfaatkan untuk makan-minum, pendidikan, membangun rumah, dan modal usaha, sedangkan bentuk rumah sesudah menjadi TKW yaitu permanen. Hubungan remitensi dengan negara tujuan yaitu remitensi yang paling tinggi bekerja di negara Hongkong sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), hubungan jenis pekerjaan dengan Gaji TKW yaitu gaji yang paling tinggi bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), hubungan lama kerja terhadap remitensi yaitu remitensi yang paling tinggi adalah yang bekerja >6 tahun, hubungan status migrasi terhadap remitensi yaitu remitensi yang paling tinggi adalah migrasi legal, dan hubungan remitensi terhadap gaya hidup yaitu pemanfaatan remitensi yang paling tinggi untuk kebutuhan makan-minum, biaya pendidikan dan membangun rumah serta untuk modal usaha.

Proyeksi jumlah siswa SLTP untuk penyediaan kebutuhan guru, sekolah, dan implikasinya terhadap subsidi di Propinsi Jawa Timur
(suatu analisis perencanaan pendidikan)
oleh Sunarni

 

Perancangan komik Gendhing Gandring dengan tema dark fantasy untuk dewasa / Achmad Nur Hidayat

 

ABSTRAK Hidayat, Achmad, Nur. 2016, Perancangan Komik Gendhing Gandring Dengan Tema Dark Fantasy Untuk Dewasa. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd (II) H.J. Hendrawan, S.Sn. M.Ds Kata Kunci: Komik, Gendhing Gandring, Dark Fantasy, Dewasa Komik dengan judul Gendhing Gandring ini bercerita tentang sejarah keris Mpu Gandring dan awal mula berdirinya kerajaan Tumapel atau biasa disebut Singhasari. Cerita keris Mpu Gandring yang memiliki sejarah kelam dan mengandung banyak unsur kekerasan didalamnya sangat sesuai untuk dikembangkan dengan tema Dark Fantasy untuk pembaca dewasa. Dark Fantasy Merupakan gabungan antara tema fantasy, dunia yang penuh keajaiban dan sihir, dengan elemen-elemen horror fiksi yang gelap, suram, dan menyeramkan. Tujuan dari perancangan komik Gendhing Gandring ini adalah untuk memberikan keanekaragaman komik di industri komik Indonesia agar menambah antusias baca masyarakat terhadap komik dalam negeri dan sebagai media pembelajaran sejarah dan budaya Indonesia, khususnya cerita lokal seperti cerita Ken Arok dan awal mula berdirinya Kerajaan Tumapel atau Singhasari. Komik ini juga memberikan pesan moral tentang perjuangan dan keberanian melawan kejahatan. Proses perancangan ini menggunakan model perancangan Prof. Drs. Yongky Safanayong yang telah diadaptasi sesuai kebutuhan perancangan Komik Gendhing Gandring ini. Dimulai dari penulisan latar belakang, rumusan masalah, tujuan perancangan, manfaat perancangan, sampai dengan ruang lingkup perancangan yang bertujuan untuk bisa memberikan gambaran tentang produk yang akan dibuat nantinya. Selanjutnya dilakukan proses identifikasi dan analisis data yang diperlukan di dalam membuat konsep produk, teknik pembuatan produk, sampai dengan media promosi yang akan digunakan untuk memasarkan produk tersebut dengan tepat. Produk yang dihasilkan dari perancangan ini berupa komik berbentuk buku dengan format full colour berukuran 15 x 21cm, memiliki 44 halaman, dicetak di atas kertas art paper 150 gram untuk halaman isi dan kertas karton untuk kover. Komik ini juga memiliki media pendukung seperti sticker, kaos, tote bag, dan x-banner yang akan digunakan sebagai produk pendamping dalam pemeran komik Gendhing Gandring ini.  

Hubungan citra tubuh dengan penerimaan diri pada remaja cosplayer komunitas Cosuki di kota Malang / Cecilia Sarah Degreta Papuko

 

ABSTRAK Papuko, Cecilia Sarah Degretha. 2015. Hubungan Citra Tubuh dengan Penerimaan Diri Pada Remaja Cosplayer Komunitas Cosuki di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Hj. Tutut Chusniyah, M.Si. (II) Drs. H. Mohammad Bisri,M.Si Kata kunci : penerimaan diri, citra tubuh, remaja, cosplayer Pada remaja, bagaimana dirinya menilai bentuk tubuh sangat berpengaruh pada penerimaan diri. Bila citra tubuh yang dimilikinya baik maka akan lebih mudah untuk mengembangkan diri. Demikian pula halnya dengan penerimaan diri, remaja yang menerima diri sebagaimana adanya akan lebih mudah untuk memaksimalkan kelebihannya serta berusaha untuk memperbaiki kelemahannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan penerimaan diri pada remaja cosplayer. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yang berjumlah 40 orang remaja cosplayer anggota Cosuki dengan teknik tryout terpakai. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Citra Tubuh dan Skala Penerimaan Diri. Hasil uji validitas pada skala citra tubuh menunjukkan bahwa 30 aitem valid dari 50 aitem (reliabilitas = 0,885). Dan hasil uji validitas skala penerimaan diri menunjukkan bahwa 24 aitem valid dari 30 aitem (reliabilitas = 0,860). Analisis korelasional dengan menggunakan Pearson Product Moment, menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara citra tubuh dengan penerimaan diri pada remaja Cosplayer anggota Komunitas Cosuki di Kota Malang, (r)= 0,643, (p)= 0,000 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa, bila citra tubuh remaja cosplayer tinggi maka penerimaan dirinya juga tinggi, demikian sebaliknya bila citra tubuh remaja cosplayer rendah maka penerimaan dirinya juga rendah. Dari hasil penelitian ini disarankanremaja cosplayer anggota dapat meningkatkan citra tubuh dan penerimaan pada diri sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan mencintai dan menghormati diri serta menerima segala kekurangan yang dimiliki walaupun tidak sesuai dengan gambaran tubuh ideal. Serta mengembangkan segala kemampuan diri dan menjalankan hobi tanpa harus memaksakan diri menjadi sama persis dengan karakter idola. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih informatif dengan menggunakan metode penelitian lainnya seperti metode kualitatif, atau dengan memperluas populasi dan menambah jumlah sampel agar hasil yang didapatkan bisa digeneralisasi lebih luas.

Prestasi belajar metematika pada siswa SMP Negeri 1 Sekaran - Lamongan ditinjau dari frekuensi pemberian tes / oleh Supriono

 

Pengembangan model latihan man to man defense bolabasket menggunakan modifikasi permainan gobak sodor di ekstrakulikuler SMP Laboratorium UM Malang / Moh. Jerry Alfredo Metalian

 

ABSTRAK Metalian, Moh. Jerry Alfredo. 2015. Pengembangan Model Latihan Man To Man Defense Bolabasket Menggunakan Modifikasi Permainan Gobak Sodor di Ekstrakurikuler SMP Laboratorium UM Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M.Kes (II) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: Pengembangan, Modifikasi Permainan Gobak Sodor, Model Latihan Man To Man Defense Bolabasket. Teknik pertahanan atau yang biasa disebut dengan defense merupakan usaha mencegah tim lawan memasukkan bola kedalam keranjang, mencegah serangan lawan adalah sama pentingnya dalam mencetak angka. Semua pemain bolabasket hendaknya memiliki keterampilan yang sangat baik pada teknik defense, begitu pula dengan pemain yang ada di kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di SMP Laboratorium UM Malang. Modifikasi permainan gobak sodor digunakan dikarenakan adanya kesamaan antara keduanya yaitu untuk mempertahankan daerahnya agar tidak dapat dilewati oleh lawan. Kurangnya jadwal latihan adalah salah satu penghambat latihan bagi siswa. Pada penelitian awal peneliti memberikan angket analisis kebutuhan kepada pelatih ekstrakurikuler SMP Laboratorium UM Malang dan angket analisis kebutuhan kepada pemain. Diketahui bahwa, pelatih dan pemain membutuhkan pengembangan model latihan man to man defense yang nantinya dikemas dalam bentuk buku panduan. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan sebuah produk berupa buku yang berisi materi model latihan man to man defense di SMP Laboratorium UM Malang menggunakan modifikasi permainan gobak sodor. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (research and development). Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan research and development Borg and Gall. Dalam penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif berupa persentase, yang digunakan untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari penelitian awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil menggunakan 8 siswa dan uji coba kelompok besar menggunakan 30 siswa. Hasil penilaian atau evaluasi terhadap model latihan ini yaitu hasil ahli permainan bolabasket didapatkan persentase 95% (sangat baik), dari ahli permainan tradisional didapatkan persentase 75% (baik), dan dari ahli media didapatkan persentase 78%(baik). Dari hasil uji coba kelompok kecil didapatkan rata-rata persentase 94% (sangat baik) dan dari hasil uji coba lapangan (uji coba kelompok besar) didapatkan rata-rata persentase 98%(sangat baik). Dibuku ini terdapat 4 model latihan yaitu model permainan gobak sodor dengan penjagaan sistem 4 defense 1 sodor tanpa bola, menggunakan bola passing, menggunakan bola drible, dan penjagaan kolom sistem 4 defense 1 sodor menggunakan bola menempel. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat diuji cobakan pada kelompok yang lebih luas dan disosialisasikan sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Selain itu, diharapkan ada penelitian selanjutnya, untuk menguji tingkat efektivitas produk yang dikembangkan.

Pengaruh pendulangan intan aktivitas penduduk disekitar sungai terhadap kualitas air sungai Tiung di Kelurahan Sungai Tiung Kecamatan Cempaka Kalimantan Selatan / oleh Andri Susana Lestari

 

Penerapan senam yoga fantasi untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak kelompok B di TK Aisyiyah 33 Cita Insani Malang / Ani Dwi Agustina

 

ABSTRAK Agustina, Ani Dwi. 2016. Penerapan Senam Yoga Fantasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Kelompok B Di TK Aisyiyah 33 Cita Insani Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd., M. Pd, (II) Wuri Astuti, S.Pd Kata Kunci : Senam Yoga Fantasi, Motorik Kasar Berdasarkan hasil studi pendahuluan dinyatakan 9 dari 16 anak di TK Aisyiyah 33 Cita Insani Malang kemampuan motorik kasar dalam pembelajaran senam fantasi rendah. Latar belakang permasalahan tersebut adalah kurangnya guru menggunakan media yang menarik bagi anak dan media kurang variatif. Rumusan permasalahan penelitian ini adalah bagaimana penerapan Senam Yoga Fantasi untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak Kelompok B di TK Aisyiyah 33 Cita Insani Malang serta apakah melalui kegiatan Senam Yoga Fantasi dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak Kelompok B di TK Aisyiyah 33 Cita Insani Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif-kuantitatif yang menghasilkan angka dan kata-kata dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Model siklus yang digunakan adalah Kemmis & Mc Taggart yang meliputi planning (rencana), action (tindakan/pelaksanaan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Teknik pengumpulan data ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengolah instrumen evaluasi kegiatan Senam Yoga Fantasi dalam bentuk persentase. Setelah dianalisis data tersebut dideskripsikan. Penerapan Senam Yoga Fantasi terbukti dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak ditandai dengan meningkatnya kemampuan motorik kasar anak pra penelitian yaitu 34,37% hingga diperoleh hasil pada siklus I yaitu 47% dan meningkat 78% pada siklus 2 dengan kategori baik. Kemampuan motorik kasar anak kelompok B TK Aisyiyah 33 Cita Insani Malang mengalami peningkatan 31% dari siklus I sampai berakhir siklus 2. Penerapan Senam Yoga Fantasi dapat diterapkan pada pembelajaran motorik kasar khususnya gerak non-lokomotor unsur keseimbangan dan kelenturan bagi guru maupun lembaga serta bagi peneliti selanjutnya dapat dikembangkan dalam penelitian pengembangan karena dapat menghasilkan produk (gerakan senam) dan diformat dalam bentuk VCD sehingga dapat diterapkan dalam lingkup yang lebih luas.

Penggunaan metode percobaan dalam meningkatkan penguasaan konsep cuaca dan iklim pada mata pelajaran geografi siswa kelas 1 SMU negeri 2 Malang / oleh Syafrilliya Kusuma

 

Pengaruh jarak dan pendapatan orang tua terhadap minat studi lanjut kelas 3 SMP ke SLTA di Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung / oleh Rahmawati Putri

 

Studi tentang motivasi siswa dalam mengikuti program latihan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Padepokan Ranting Sukodadi / Mohammad Taufiqur Rohman

 

Rohman. Mohammad Taufiqur, 2014. Studi Tentang Motivasi Siswa Dalam Mengikuti Program Latihan Pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Padepokan Ranting Sukodadi. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mardianto, M.Kes, (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd. Kata Kunci: Motivasi, Pencak silat, Persaudaraan Setia Hati Terate. Motivasi merupakan suatu penggerak pada diri seseorang untuk melakukan suatu tujuan. Motivasi sangat berperan penting dalam diri seorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam mengikuti latihan pencak silat Persaudaraan Setia Hati terate (PSHT) motivasi sangat berperan bagi siswa agar tidak berhenti latihan di tengah jalan, karena latihan di PSHT apabila tingkatannya semakin tinggi maka latihan akan semakin keras. Dalam latihan PSHT seorang siswa akan diajarkan berbagai keterampilan pencak silat yang mudah diterima dan dipahami. Siswa juga diajarkan untuk menjadi manusia yang berbudi luhur tahu benar dan salah dalam kehidupan. Tentunya dalam mengikuti latihan pencak silat PSHT siswa mempunyai motivasi, tujuan dan harapan yang berbeda-beda. Diantaranya siswa mengikuti latihan pencak silat PSHT karena ingin berprestasi, ingin mengembangkan bakatnya di bidang pencak silat, ingin menyalurkan hobinya, dan ada juga siswa mengikuti latihan di PSHT karena ingin mengetahui pengetahuan tentang ajaran-ajaran PSHT. Dan semuanya itu bisa terwujud apabila siswa bersungguh-sungguh dalam mengikuti latihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi siswa dalam mengikuti program latihan pencak silat PSHT Padepokan Ranting Sukodadi. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Padepokan Ranting Sukodadi sebanyak 81 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah non tes berupa angket. Sedangkan Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan statistik deskriptif (rata-rata persentase). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, menyatakan bahwa siswa dalam mengikuti program latihan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Padepokan Ranting Sukodadi Termotivasi secara instrinsik sebesar 50.19 % dan termasuk kategori cukup. Sedangkan untuk motivasi ekstrinsik siswa sebesar 49,81% dan termasuk kategori cukup. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa siswa dalam mengikuti program latihan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Padepokan Ranting Sukodadi motivasi instrinsiknya dapat dikatakan seimbang dengan motivasi ekstrinsiknya.

Profil fertilitas keluarga anak jalanan di Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / oleh Siti Nurhayati

 

Evaluasi potensi mata air kasinan untuk suplai air bersih penduduk di desa Pesanggrahan Kecamatan Batu Kota Batu / oleh Uun Lukita Sari

 

Hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian dalam mengambil keputusan / oleh Dian Fitrianti

 

Pengaruh prestasi dalam mata pelajaran PPKn terhadap pelanggaran tata tertib pada siswa SLTP Negeri 13 Malang
oleh Nurdianingsih

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |