Perancangan media iklan dalam rangka promosi album kompilasi "Rock Mblesat" / Luqman Almalani

 

Komunitas Rock Mblesat merupakan salah satu dari sekian banyak Komunitas di Kota Malang yang memiliki konsep musik yang berbeda. Dengan semakin banyaknya pesaing komunitas yang baru maupun yang lama komunitas Rock Mblesat tersadar bahwa dengan media iklan sebagai promosi sangatlah penting untuk memperkenalkan, sampai tahap fanatik terhadap komunitas Rock Mblesat dibandingkan komunitas lainya. Lebih dari itu komunitas Rock Mblesat dapat mengangkat citra positif yang lebih baik melalui media yang matang. Salah satu solusi untuk mendapatkan suatu posisi dalam persaingan tersebut adalah melalui perencanaan media iklan baik secara konseptual maupun visual. Maka pokok permasalahan dalam perancangan ini adalah jenis media komunikasi visual apakah yang sesuai dengan konsep. Metode pengumpulan data dilakukan melalui (1) wawancara (2) observasi (3) kuisioner. Teknik analisis yang digunakan adalah SWOT ( Streght, weakness, Opportunity, Threat) dengan membandingkan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan hasil penyebaran kuisioner yang kemudian ditarik kesimpulan. Adapun fokus penelitian ini yaitu: (1) konsep perancangan komunikasi visual (2) proses perancangan (3) bentuk perancangan media komunikasi visual. Penelitian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yakni (1) tahap persiapan (2) tahap pelaksanaan (3) dan tahap penyusunan laporan penelitian. Hasil konsep desain mempunyai gaya dan kesan yang kuat, kebersamaan, persaudaraan dan baru. Membawa pesan verbal menyampaikan isi album kompilasi Rock Mblesat, yaitu “United and Brotherhood” yang diangkat dari rasa dan semangat anggota komunitas Rock Mblesat yang menjunjung tinggi kebersamaan dan persaudaraan. Hasil media dari konsep perancangan berupa Backdrobe, Cover CD, Iklan Cetak, Web Banner, Poster, Leaflet, XBanner, merchandise (Kaos, Stiker, Pinup), kartu nama, Booklet cetak dan digital. Kesimpulan dari perancangan ini adalah perancangan media promosi yang lebih kreatif, inovatif dapat memperkenalkan dan meningkatkan jumlah penggemar komunitas Rock Mblesat. Tujuan promosi mengandung misi komunikasi yang tidak hanya dapat memperkenalkan dan meningkatkan jumlah penggemar dan penjualan album tetapi juga untuk menarik minat para pelaku pasar industri musik untuk mengkontrak komunitas Rock Mblesat dalam pembuatan album, mempromosikan mereka melalui radio, dan segala macam bentuk kegiatan komersil dalam industri musik. Selanjutnya saran yang dapat diberikan adalah berdasarkan kelemahan dan kelebihan yang dimiliki dalam perancangan media promosi ini diharapkan dapat digunakan sebaikbaiknya bagi klien untuk kemajuan komunitas Rock Mblesat.

Pengaruh NPM, EVA dan MVA terhadap return saham (studi kasus pada perusahaan makanan dan minuman yang listing di BEI periode 2006-2007) / Heppy Permanasari

 

ABSTRAK Permanasari, Heppy. 2009. Pengaruh NPM, EVA dan MVA Terhadap Return Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Listing di BEI Tahun 2006-2007). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Tuhardjo, S.E, M.Si, Ak, (II) Drs. H. Sumadi, S.E, M.M. Kata kunci: NPM, EVA, MVA, Return Saham Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: return saham; kinerja perusahaan makanan dan minuman tahun 2006-2007 dilihat dari konsep NPM, EVA dan MVA; pengaruh parsial antara NPM, EVA dan MVA terhadap return saham dan pengaruh simultan antara NPM, EVA dan MVA terhadap return saham perusahaan makanan dan minuman tahun 2006-2007. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan independen variabel adalah nilai NPM, MVA dan EVA, sedangkan dependen variabel adalah return saham. Sampel diambil secara purposive sampling dan jumlah dua puluh Perusahaan Makanan dan Minuman yang listing di BEI tahun 2006 – 2007. Hasil penelitian menujukkan bahwa return saham perusahaan sangat dipengaruhi oleh harga saham dan jumlah saham yang beredar. Kinerja keuangan perusahaan dengan konsep NPM dipengaruhi oleh rasio perubahan laba bersih dan penjualan. Nilai MVA lebih banyak dipengaruhi oleh harga saham dan jumlah saham yang beredar. Konsep EVA dipengaruhi oleh selisih laba bersih dengan beban pajak penghasilan, jumlah modal yang tersedia dan jumlah modal tertimbang. Semua komponen kinerja keuangan (NPM, MVA dan EVA) tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan return saham, hal ini terlihat dengan ditolaknya hipotesis yang diajukan (H1) baik secara simultan maupun parsial, demikian juga dengan koefisien determinannya yang hanya mampu menjelaskan 12,5 % (2006) dan 0,5 % (2007). Implikasi kebijakan yang harus dilakukan adalah untuk meningkatkan return saham, perusahaan harus mampu meningkatkan laba bersih, sehingga pembagian dividen akan lebih besar yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya tarik investor. Untuk meningkatkan nilai NPM dapat dilakukan dengan cara meningkatkan jumlah penjualan dan beban penjualan diturunkan. Untuk meningkatkan nilai MVA, perusahaan harus mampu meningkatkan laba bersih, sehingga pembagian dividen akan lebih besar yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya tarik investor. Untuk meningkatkan nilai EVA, perusahaan sebaiknya konsisiten terhadap dan tetap fokus pada bisnis inti dan karakter perusahaan juga harus mendukung dalam memberikan nilai bagi perusahaan. ABSTRACT Permanasari, Heppy. 2009. The Effect of NPM, EVA, and MVA Toward Seurities Return (A Case Study on Food and Beverage Industry listed on BEI in the year of 2006 - 2007). Undergraduate Thesis. Accounting Department. Economic Faculty, State University of Malang. Advisors (I) Dr. H. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak., (11) Drs. H. Sumadi, S.E., M.M. Keywords: NPN, EVA, MVA, Securities Return The aims of this research is to know the securities return, the performance of food and beverage industry in 2006 - 2007 analyzed from the NPM, EVA, and MVA concepts; partial effect of NPM, EVA, and MVA toward securities return, and simultaneous effect of NMP. EVA, and MVA toward securities return of food and beverage industry in 2006 - 2007. The method on analysis used in this research is multiple regressions which takes the value of NPM, EVA, and MVA as its independent variables; while the dependent variable is the securities return. The sample is gathered using purposive sampling method, and takes twenty industries of food and beverage listed in BEI in the year of 2006-2007. The result shows that the securities return is highly affected by the securities price and the amount of released securities. The industry's financial performance using NPM concept is influenced by the ratio between the changing of nett profit and sales. The MVA value is much determined by the securities price and the amount of the released securities. Besides, the EVA value is more influenced by the discrepancy between the net profit and the tax of earning, the total available capital, and the total weighted capital. All of tne financial performance components (NPM, MVA, and EVA) do not have a significant influence on the changing of securities return; it is shown by the refusal of the :proposed hypothesis (Hi) both simultaneously or partially. Moreover] the [ determinant coefficient is only able tc explain 12.5% (2006) and 0.5% (2007)/ The implication on what a decision should be taken is enhancing the securities return, those industries must be able to level up their net profit, therefore the dividend sharing will be higher, which at the end will bring more on investors' interest. To level up the NPM value, they can enlarge their sales rate and decrease their sales cost. To enhance the MVA, that industries must be able to enhance their nett profit, which will make a greater dividend sharing, then gain more investors' interest. To improve the EVA value, those industries should be consistent and focus on their core business, also the company's character should be able to support in adding the corporate value.

Penggunaan media gambar untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak kelompok A TK. Dharma Wanita Persatuan I Kejayan Pasuruan / Mulyatin

 

Kata kunci : media gambar, kemampuan berbicara. Penelitian ini berlatar belakang pada kurang lancarnya kemampuan berbicara anak kelompok A TK Dharma Wanita Persatuan I Kejayan. Hal ini di sebabkan karena media pembelajaran yang digunakan selama ini menggunakan media papan tulis sehingga anak merasa bosan tidak tertarik lagi terhadap pembelajaran. Penelitian ini bertujuan : 1). Mendeskeripsikan penerapan penggunaan media gambar untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak kelompok A di TK Dharma Wanita Persatuan I Kejayan Pasuruan. 2). Mendeskripsikan peningkatan kemampuan berbicara anak setelah menggunakan media gambar.Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus. Masing-masing siklus terdiri atas empat tahapan : Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Subyek penelitian ini adalah anak kelompok A di TK Dharma Wanita Persatuan I Kejayan Pasuruan sebanyak 20 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi secara langsung terhadap kegiatan anak. Peningkatan kemampuan berbicara anak melalui media gambar di TK Dharma Wanita Persatuan I Kejayan Pasuruan. Terbukti dari hasil belajar yang di peroleh anak sebelum menggunakan media gambar, siklus I, siklus II, yang mengalami peningkatan yaitu pra tindakan terdapat 6 anak 30% telah mencapai keberhasilan belajar, 14 anak 70% belum mencapai keberhasilan. Pada siklus I nilai rata-rata adalah 60,65 dengan keberhasilan belajar 55% dan meningkat menjadi 90% dengan nilai rata-rata 81,25 pada siklus II. Saran yang disampaikan pada guru yaitu agar dapat menerapkan penggunaan media gambar untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak maupun kemampuan yang lain. Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini juga dapat digunakan penelitian-penelitian lain sebagai bahan perbadingan, sehingga dikemudian hari menjadi lebih baik.

Isolasi, karakterisasi, identifikasi minyak atsiririmpang jahe (zingiber officinale rosc.) serta uji aktivitasnya sebagaianti bakteri dan tabir surya secara in vitro oleh Nurul Fitriah

 

Rimpangja he merupakanta namany angt elahb anya\ dikenalo leh masyarakaste bagabi umbum asak,o batb atuk,p eluruhk eringat,p encegamh ual, melancarkapne ncernaadna nm erangsannga fsum akan.K omponenu tamam in),-ak atsiri rimpang jahe pada umumnya berupa senyawa terpena dan terpenoid yang didugaberfungssi ebagatia bir suryad ana ntibakteriP. enelitiani ni bertujuan untukm engisolasmi, engidentifikasdi anm engujia ktivitasm inyaka tsirir impang jahe sebagaai ntibakterdi ant abir surya. Penelitianb ersifate ksperimentayla ngd ilakukand i Laboratorium PenelitianJ urusanK imia FMIPA UM, LaboratoriumM ikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA UM danL abomtoriumK imia OrganikJ urusanK imia UGM. lsolasim inyaka tsirir impangja he dilakukand enganm etoded estilasir rap-alr. ldentifikasis enyawap enyusunm inyaka tsiri rimpangja he dilakukan menggunakamne todeK romatografGi as-SpektromeMtrai ssaU. ji aktivitas sebagatia bir suryad ilakukans ecarain vifro. Pengujianm inyaka tsiri rirnpang jahe sebagatia bir suryad ilakukand enganm etodes peklrofotometrui ltraviolet sedangkaenv aluasinydaid asarkapna dan ilaip erhitungapne rsentr ansuriseir iterna danp ersentr ansmispi igmentasPi.e ngujiand ayaa ntibaktermi inyaka tsiri rimpangja he dilakukant erhadapb akteriE scherichiuc oli danB aciiluss uhtilis melaluip engukurand iameterz onah ambatank oloni bakterit ersebut. Hasil penelitian menur{ukkan bahwa rendemen minyak atsiri rimpang jahe adalah0 ,142%P. adas uhu2 0"Cm inyaka tsirir impangja hem empunyaini deks biasr ata-rata1 , 479d anb eratj enis 0,890g /ml-. Didugas enyawap enyusun minyaka tsirir impangja hea dalah2 ,2-dimetil-3-metilen-bisiklo[2,2,1]heptana atauk amfena(1 6,59%)3, ,7-dimetil-2,6-oktadien-la-toal uc r.s-gerani(o2l1 ,14%), (/i,lr)-2 ,6-nonadien(a3l9 ,65%)(,f -7,11-dimetil-3m etilen-1,6,10-dodekatriena (2,760/0d)a n( E)-7,1l-dimetil-m3 etilen-1,6,10-dodekatri(e3n,8a5 %)P. ada konsentrasIi x lOap pm minyaka tsiri rimpangja he mempunyaai ktivitass ebagai tabir suryak arenar nempunyani ilai 0/oTp igmentasli0 ,4A2o/yoa ngb erartim ampu mengurangri adiasis inaru ltravioletp adap anjangg elombang3 22,5-372,5n m sebesa8r 9,598%m, eskipunb elumd apatd ikategorikans ebagasi untanm aupun sunblock.M inyak atsiri rimpangja he bersifata ntibakterbi aik terhadap Esclrcrichiac crllm aupunB acilluss ubtilisid engank onsentrashi ambatanm inimal (I11C-s) ebesatr% "

Hubungan prestasi belajar mata diklat kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa kelas XII di SMK Kartika IV-1 Malang / Kristina Rahayu

 

ABSTRACT Rahayu, Kristina, 2009. The connection of studying achievement of entrepreneurship lesson to the business interest of the third grade students in Kartika IV-1 Vocational High School Malang. Thesis, Departement of Industry Technology of School Engineering in Malang University. The counselors: (I) Dra. Nurul Aini, M. Pd, (II) Dra. Agus Hery Supadmi, M. Pd. Password : The studying achievement of entrepreneurship and business interest. The purpose of this research is to know about studying achievement of the students in entrepreneurship lesson, the business interest and the connection of studying achievement about entrepreneurship lesson to the business interest of the thiro grade student in Kartika IV-1 Vocational High School Malang. The population of this research is the third grade students of fashion and restaurant management in 2008/2009 in Kartika IV-1 Vocational High School Malang. Amount of the population is a hundred (100) student. The sample is taken from seventy eight (78) students by using a random sampling technique with Nomogram Herry King’s table. The collecting of variable data is done by using documentation and quizioner. The collecting of studying achievement data about entrepreurship lesson (x) uses documentation and the business interest (y) uses quizioner. The quizioner validity is done by using internal validity of product moment formula. For reability test is 0.957 for the entrepreneur interest. The data analysis uses product moment correlation. From the result of data analysis is know correlation coefisien (r) is 0.379. After be consultated with “r” table to db=78 with 5% error (95% significant standard). In fact “r” arithmetic is bigger than r table that is 0.379 > 0.318. So, there is a positive and significant connection is 0.379 between the achievement of studying entrepreneurship lesson to the business interest of the third grade students of Kartika IV-1 Vocational High School Malang. The closeness level of the connection is medium. It is supported with the result t test for db=N-2=76 with 5%, it is proven t arithmetic is bigger than t table or 37.307 > 0.01, so hypotesis alternative (Ha) is accepted as a result of sample research and it is also valid for all of population. The hypotesis of this research is “There is positive connection between studying achievement of entrepreneurship lesson to the business interest of the third grade student in Kartika IV-1 Malang”. It is de clored that the thesis is proven or accepted. In this case, an entrepreneurship teacher is expected to raise business interest by using practice approach, bring up a resource person, comparative study and coordination with interrelated instances, for instance, Departement of trading ad industy, Departement of corporation, UKM and KADIN. So, teaching is not only a teacher transfers knowledge but also teaching can move student to run a business well.

Perancangan media komunikasi visual grand opening O La La Crepes Malang / Dyanningrum Pradhikta

 

ABSTRAK Pradhikta, Dyanningrum. 2009. Perancangan Media Komunikasi Visual Grand Opening O La La Crepes Malang. Tugas Akhir, Program Studi Desain Komunikasi Visual Jurusan Seni Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbimg: Pranti Sayekti, S.Sn, M.Si dan Moh. Sigit, S.Sn Kata kunci: perancangan, media komunikasi visual, grand opening, promosi. O La La Crepes adalah salah satu usaha yang bergerak di bidang makanan, dengan menawarkan crepes sebagai menu utamanya yang memiliki bermacam-macam varian rasa yang mampu bersaing dengan produk lain, O La La Crepes menjangkau masyarakat kalangan menengah ke atas, dan mendapat respon yang baik dari para konsumen. Namun keberadaan akan produk crepes yang ditawarkan oleh O La La Crepes yang hanya berlokasi di daerah Tlogomas belum banyak diketahui masyarakat. Dari permasalahan diatas dapat kita lihat bahwa dibutuhkan media yang dapat membantu mempromosikan dan mengenalkan produk O La La Crepes. Media yang tepat digunakan adalah media komunikasi visual ’Grand Opening’ O La La Crepes, sebagai media promosi. Untuk menghasilkan media tersebut digunakan pendekatan ilmiah yaitu mendapatkan data-data literatur untuk perancangan, dan media yang dibuat haruslah sesuai dengan karakteristik O La La Crepes. Perancangan yang dibuat menggunakan model perancangan prosedural. Prosedur perancangan yang dilakukan adalah pertama yaitu melakukan observasi dengan melakukan pencarian data melalui internet hingga buku sumber yang ada dan selanjutnya adalah melakukan wawancara terhadap pemilik dan juga beberapa konsumen O La La Crepess. Hasil perancangan ini terdiri atas media utama dan media pendukung. Media utama berupa media lini atas. Media lainnya yang digunakan adalah media lini bawah dan no line media yang juga berfungsi mempromosikan media utamanya yaitu berupa katalog menu, brosur, poster crepes, x-banner, standing menu, hanging flag, counter O La La, seragam karyawan, kemasan, kaos merchandise, pin, stiker, tas merchandise, merchandise piring saji kue, gantungan kunci crepes. Diharapkan hasil perancangan tersebut dapat berguna sebagai referensi serta motivasi kepada O La La Crepes untuk meningkatkan promosi dan pengenalan produk serta peningkatan kualitas pada bahan dan rasa crepes demi kemajuan dan peningkatan kualitas O La La Crepes.

Uji coba komik fisika berjudul bunyi karya istianah qudsi FT sebagai media pembelajaran IPA SMP kelas VIII / Widya Prindani

 

Abstrak Prindani, Widya. 2009. Uji Coba Komik Fisika Berjudul Bunyi Karya Istianah Qudsi FT sebagai Media Pembelajaran IPA SMP Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Subani (II) Drs. Eddy Supramono Kata kunci: uji coba, komik fisika, bunyi, media Untuk mengoptimalkan hasil pembelajaran fisika banyak faktor yang harus diperhatikan, salah satunya penggunaan media pembelajaran. Pembelajaran yang menggunakan media dapat memberikan pengalaman yang lebih berarti bagi anak didik serta dapat membawa anak didik ke pengalaman yang lebih konkrit. Salah satu media mengajar tersebut adalah komik fisika. Komik fisika berjudul Bunyi yang dikembangkan oleh Istianah Qudsi FT belum sampai pada tahap uji coba komik sebagai media pembelajaran, oleh karena itu komik fisika tersebut diterapkan dalam pembelajaran IPA kelas VIII di SMP Negeri 1 Kraksaan Probolinggo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa komik fisika berjudul Bunyi menarik dan efektif sebagai media pembelajaran IPA kelas VIII, serta untuk mendapatkan bahan pada bagian mana saja komik tersebut perlu direvisi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Subjek penelian adalah siswa kelas VIII-B dan kelas VIII-C SMP Negeri 1 Kraksaan. Subjek penelitian dipilih berdasarkan kemampuan yang hampir sama, dilihat dari rata-rata kelas nilai ulangan harian (materi gaya dan Hk. Newton) yang hampir sama atau seimbang. Perlakuan antara kedua kelas tersebut berbeda, yaitu siswa kelas VIII-C (kelas eksperimen) diajar dengan menggunakan komik fisika, sedangkan siswa kelas VIII-B (kelas kontrol) diajar dengan menggunakan buku paket IPA. Waktu dan materi yang diberikan pada kedua kelas sama. Dalam pembelajaran tersebut diajar oleh satu guru yang sama. Dari hasil perhitungan uji hipotesis dengan analisis nonparametric (Uji Mann-Whitney) hasil belajar siswa kedua kelas diperoleh nilai Exact Sig. [2*(1- tailed Sig.)] sebesar 0,003 dan α = 0,05. Karena 0,003 < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima, jadi komik fisika berjudul Bunyi efektif sebagai media pembelajaran fisika SMP kelas VIII. Selain hasil di atas, berdasarkan jawaban siswa terhadap angket yang disebar, diperoleh persentase daya tarik siswa terhadap komik fisika berjudul Bunyi sebesar 87,1%. Kriteria dari hasil persentase tersebut adalah sangat baik. Karena hasil tersebut lebih dari 60%, maka komik fisika berjudul Bunyi dapat dikatakan menarik. Saran untuk pengembang komik Bunyi tersebut adalah melakukan revisi kembali terhadap komik khususnya pada sub bab resonansi. Hal ini dikarenakan siswa merasa kurang jelas dengan penjelasan resonansi pada komik. Selain itu ada beberapa tulisan di dalam komik yang ukurannya sangat kecil, sehingga siswa kesulitan saat membaca. Revisi komik dilakukan untuk mendapatkan komik yang benar-benar berkualitas sebagai media pembelajaran fisika.

Pengaruh persepsi karyawan tentang pelaksanaan program pelatihan terhadap kinerja karyawan bagian produksi (studi pada PT. Kemas Super Indonesia) / Zainul Hakim

 

Pelatih, Materi Pelatihan, Metode Pelatihan, Kinerja Perkembangan suatu negara tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia sebagai pengelolah aset yang berupa teknologi maupun sumber daya alam (natural resources). Faktor produksi seperti tenaga kerja, modal, dan skill seringkali diabaikan oleh perusahaan atau organisasi, padahal seluruh aspek yang terdapat pada suatu perusahaan pasti membutuhkan keterlibatan sumber daya manusia sebagai penggerak (pengelola) semuanya. Perusahaan merupakan akar perekonomian suatu negara sudah sepantasnya memiliki kemampuan untuk mengelola sumber-sumber daya secara terencana terutama sumber daya manusia sebagai tenaga pelaksana operasional perusahaan, maka perlu ditingkatkan kualitasnya dengan melakukan program pengembangan SDM melalui pelaksanaan pelatihan supaya dapat mempertahankan keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dapat mempertahankan eksistensinya dalam dunia usaha. Setiap karyawan yang bekerja mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi oleh pimpinan maupun instansinya, seperti halnya kebutuhan terhadap pelatihan kerja untuk pengembangan sumber daya manusia. Karena dengan pemenuhan kebutuhan tersebut dapat memacu kinerja mereka, dan dengan pelaksanaan program pelatihan yang sesuai kebutuhan mereka, maka hasil kerja para karyawan dapat meningkat sehingga tujuan perusahaan cepat tercapai. Dengan tercapainya tujuan perusahaan dan terpenuhinya kebutuhan karyawan melalui pelatihan, tentu saja peningkatan kinerja akan tercapai yang mana secara langsung berdampak pada produktifitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari adanya pelaksanaaan suatu program pelatihan terhadap kinerja karyawan bagian produksi pada PT. Kemas Super Indonesia. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan pada bagian produksi PT. Kemas Super Indonesia yang berjumlah 136 orang, sedangkan sampelnya diambil sebanyak 102 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Sampling. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu pelatih (X1), materi pelatihan (X2), metode pelatihan (X3), dan variabel terikat kinerja karyawan (Y). Analisis data yang dipakai adalah analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh pelatih (X1), materi pelatihan (X2), metode pelatihan (X3) terhadap kinerja karyawan (Y). Sedangkan untuk mendeskripsikan kondisi pelaksanaan program pelatihan (X) dan kinerja karyawan (Y), maka juga digunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh dari masing-masing variabel pelatihan secara parsial, yaitu: pengaruh pelatih sebesar 0,553, pengaruh materi pelatihan sebesar -0,166, dan pengaruh metode pelatihan sebesar 0,743 terhadap terhadap kinerja karyawan. Dari hasil penelitian ini juga dapat diketahui: (1) terdapat pengaruh positif yang signifikan antara pelatih terhadap kinerja karyawan yang ditunjukkan dengan β = 0,553 dan sig t sebesar 0,005 < 0,05. (2) tidak terdapat pengaruh signifikan antara materi pelatihan pelatihan terhadap kinerja karyawan yang ditunjukkan dengan β = -0,166 dan sig t sebesar 0,337 > 0,05. (3) terdapat pengaruh positif yang signifikan antara metode pelatihan terhadap kinerja karyawan yang ditunjukkan dengan β = 0,743 dan sig t sebesar 0.000 < 0,05. dari Hasil uji parsial diketahui bahwa variabel bebas yang mempunyai pengaruh paling besar dominan terhadap variabel terikat kinerja karyawan adalah variabel metode pelatihan yang menunjukkan nilai sig t jauh di bawah 0,05 yaitu sig t 0,000. Sumbangan efektif metode pelatihan terhadap kinerja karyawan adalah sebesar 20,29 %. Secara simultan, variabel pelatih, materi pelatihan, dan metode pelatihan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan bagian produksi pada PT. Kemas Super Indonesia, karena terbukti nilai sig F 0,000 < 0,05. Kinerja karyawan dipengaruhi oleh pelatih, materi pelatihan, dan metode pelatihan sebesar 27,9% dan sisanya 72,1% dipengaruhi variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Namun dalam penelitian masih menggunakan alternatif model dengan mereduksi X2 (materi pelatihan) yang tidak memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap Y (kinerja karyawan), sehingga memiliki nilai Adjusted R Square 0,280 yang menunjukkan bahwa kinerja karyawan dipengaruhi oleh pelatih dan metode pelatihan sebesar 28%. Berdasar hasil penelitian ini dapat disarankan agar PT. Kemas Super Indonesia lebih memperhatikan setiap pola pengembangan sumber daya manusia (karyawan). Seperti halnya pelaksanaan program pelatihan yang harus dilakukan pada karyawan PT. Kemas Super Indonesia khususnya bagian produksi, yang mampu mendorong karyawan untuk selalu meningkatkan kinerjanya dan nantinya juga akan meningkatkan produktifitas perusahaan. Adanya keinginan bagi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya dalam menjalankan tugas atau pekerjaan, dapat dimotivasi dengan kebijakan perusahaan untuk memahami kebutuhan karyawan akan pengembangan kualitas sumber daya manusia

Perancangan CD profil topeng Malang Kedungmonggo / Siti Cholifah

 

ABSTRAK Cholifah, Siti. 2009. Perancangan CD Profil Topeng Malang Kedungmonngo. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Drs. Imam Muhadjir, Pembimbing (II): M. Abdul Rahman, M.Sn Kata kunci : Perancangan, CD Profil, Topeng Malang, Kedungmonggo Topeng Malang atau Wayang Topeng Malang merupakan kesenian drama tari topeng khas Malang dengan sumber cerita seputar kisah-kisah Panji, yaitu suatu cerita yang mengisahkan perjalanan Raden Panji Asmorobangun saat mencari kekasihnya yang bernama Dewi Sekartaji, kisah ini cukup populer dikalangan masyarakat, khususnya Jawa Timur. Kedungmonggo adalah sebuah dusun yang berada di wilayah Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang yang merupakan salah satu sentra topeng yang ada di Malang. Adanya buku-buku yang membahas mengenai Topeng Malang sepertinya belum mampu memberikan solusi untuk permintaan masyarakat modern mengenai informasi Topeng Malang yang lengkap, sehingga diperlukan adanya sebuah media yang mampu menampung seluruh informasi secara lengkap (baik berupa teks, audio dan video dalam satu paket) mengenai Topeng Malang. Maka dari itu diperlukan perancangan multimedia interaktif mengenai Topeng Malang yang berbentuk CD Profil tentang Topeng Malang Kedungmonggo. Multimedia interaktif merupakan salah satu media komunikasi visual yang makin diminati saat ini karena mampu menggabungkan teks, grafis, audio, gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi dan berinteraksi. CD Profil merupakan bagan dari CD interaktif, yaitu suatu media yang menegaskan sebuah format multimedia interaktif dapat dikemas dalam sebuah CD (Compact Disk) dengan tujuan aplikasi interaktif di dalamnya. CD profil berisi data-data yang biasanya merupakan sebuah profil dari suatu perusahaan/lembaga/organisasi, yang nantinya dapat digunakan sebagai media promosi atau hanya digunakan sebagaai profil semata. Model perancangan ini merupakan model perancangan deskriptif diawali dari penulisan latar belakang, pengidentifikasian tujuan, dilanjutkan dengan pengumpulan data terdiri dari klien, kegiatan wawancara, observasi dan dokumentasi. Perancangan untuk media utama yaitu perancangan CD Profil Topeng Malang Kedungmonggo dan disertakan alternatif media komunikasi visual pendukung dalam bentuk visual, antara lain: Brosur, Kalender, Note Book, Postcard, Leaflet, Stiker, Poster, dan Display Rack. Perancangan ini ditujukan agar menghasilkan sebuah media yang potensial dalam menyampaikan informasi mengenai Topeng Malang kepada target audience modern yang membutuhkan informasi tentang Topeng Malang Kedungmongo secara lengkap dan menyenangkan.

Studi tentang tingkat kesegaran jasmani peserta ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri 6 Malang tahun ajaran 2008/2009 / Muhammad Afik Andriono

 

ABSTRAK Andriono, M. Afik. 2009. Studi Tentang Tingkat Kesegaran Jasmani Peserta Ekstrakurikuler Olahraga di SMA Negeri 6 Malang Tahun Ajararan 2008/2009. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Roesdiyanto, M. Kes, (2) Drs. Mardianto, M. Kes. Kata kunci : kesegaran jasmani, siswa, ekstrakurikuler. Kesegaran jasmani yang berkaitan dengan siswa merupakan aspek penting yang harus dijaga dan dipertahankan. Untuk mempertahankan kesegaran jasmani siswa dituntut untuk dapat menjaga kebugarannya dengan cara latihan olahraga secara teratur. Dengan begitu siswa memiliki tingkat kesegaran jasmani yang tinggi agar dapat menggunakan pikirannya dengan baik untuk belajar tekun dan bersemangat. Untuk itulah kesegaran jasmani sangat menunjang keberhasilan belajar siswa. Selama praktek pengalaman mengajar (PPL), peneliti melihat kenyataan dilapangan bahwa pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri 6 Malang telah berjalan dengan baik. Melihat kondisi yang seperti itu dan didasari rasa keingintahuan peneliti, maka peneliti akan mencoba mendiskripsikan keadaan kesegaran jasmani siswa peserta ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri 6 Malang apakah telah berhasil dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikulernya. Dalam hal ini, tingkat kesegaran jasmani yang baik sangat dibutuhkan oleh setiap peserta ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri 6 Malang agar dapat mencapai prestasi yang setinggi-tingginya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa peserta ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri 6 Malang tahun ajaran 2008/2009. Dari masing-masing cabang ekstrakurikuler olahraga yaitu (a) siswa peserta ekstrakurikuler olahraga bola basket, (b) siswa peserta ekstrakurikuler olahraga bola voli, (c) siswa peserta ekstrakurikuler olahraga bulu tangkis. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi yang termasuk dalam jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan mulai bulan maret – mei 2009. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Tes Kesegaran Jasmani Indonesia untuk sekolah menengah tingkat atas kelas 1, 2 dan 3 umur 16 sampai dengan 19 tahun. Untuk dapat membedakan dan mengklasifikasikan tingkat kesegaran jasmani seseorang, diperlukan satu tolak ukur yang baku yang mempunyai norma. Tes Kesegaran Jasmani merupakan salah satu tolak ukur tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui dari jumlah 115 siswa peserta ekstrakurikuler olahraga dengan tingkat kesegaran jasmani terbanyak pada kategori sedang dengan jumlah 51 siswa (45%), tingkat kesegaran jasmani kategori baik 35 siswa (30%), tingkat kesegaran jasmani kategori kurang 24 siswa (21%), tingkat kesegaran jasmani kategori baik sekali 5 siswa (4%), tingkat kesegaran jasmani kategori kurang sekali tidak ada. Berdasarkan data tersebut, sebagian besar memiliki tingkat kesegaran jasmani dalam kategori sedang. Dengan diketahui hasil penelitian ini maka peneliti menyarankan untuk lebih meningkatkan kesegaran jasmani siswa peserta ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri 6 Malang maka perlu sering diadakan kompetisi-kompetisi dibidang olahraga untuk meningkatkan semangat siswa dalam meraih prestasi serta untuk meningkatkan kesegaran jasmaninya. Selain itu, guru pendidikan jasmani perlu menambah aktivitas melalui kegiatan ekstrakurikuler yang mengarah pada peningkatan kesegaran jasmaninya.

Perbedaan penggunaan metode latihan terpusat dan metode latihan tersebar dalam pembelajaran konstruktivis untuk meningkatkan prestasi belajar akuntansi pada siswa kelas X semester X Program Keahlian Akuntansi SMK PGRI 2 Malang / Resti Khoirotul Fajri

 

Pemilihan pendekatan dan metode pembelajaran yang tepat merupakan salah satu factor ang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran. Metode latihan merupakan salah ata metode yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar. Metode latihan adalah cara emberi materi melalui suatu kegiatan untuk melakukan hal-hal yang sama secara berulang- lang dan bersungguh-sungguh. Metode ini merupakan salah satu metode mengajar yang emungkinkan siswa berperan aktif dalam proses belajar mengajar. Latihan yang berkali-kali trhadap apa yang dipelajari akan mempermudah menguasai materi yang dipelajari. Menurut Latihan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu latihan terpusat (massed pratice) dan latihan tersebar distributed practice). Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui prestasi belajar kuntansi siswa yang menerapkan metode latihan terpusat, (2) Untuk mengetahui prestasilajar akuntansi siswa yang menerapkan metode latihan tersebar, (3) Untuk mengetahui apakahada perbedaan prestasi belajar akuntansi antara siswa yang diterapkan metode latihan terpusatdan metode latihan tersebar. Penelitian ini dilaksanakan di SMK PGRI 2 Malang pada bulan November-Desember2008. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi eksperimen).Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X semester 1 SMK PGRI 2 Malang yang terdiridari enam kelas. Sampel yang ditetapkan terdiri dari 2 kelas yaitu kelas X Ak 1 sebagai kelaseksperimen dan kelas X Ak 2 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen adalah kelas yang diberi mtode latihan tersebar, sedangkan kelas kontrol adalah kelas yang diberi metode latihantersebar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) Prestasi belajar iswa kelas kontrol yang menerapkan metode latihan terpusat lebih rendah dari prestasi belajar siswa pada kelas eksperimen yang menerapkan metode latihan tersebar. (2) Prestasi belajarsiswa kelas eksperimen yang menerapkan metode latihan tersebar lebih tinggi dari prestasibelajar siswa pada kelas kontrol yang menerapkan metode latihan terpusat. (3) Terdapaterbedaan yang signifikan pada kemampuan dan prestasi siswa pada pembelajaran yang enerapkan metode latihan terpusat dan yang menerapkan metode latihan tersebar pada embelajaran beracuan konstruktivis. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan varian data aint score yang signifikan antara metode latihan terpusat dan tersebar (mean gain score kelas ksperimen 6,4477 > mean gain score kelas kontrol 1,2955), selain itu juga terbukti dari hasilanalisis uji-t yang menunjukkan t hitung (2,812) > nilai t tabel (2,201). Saran yang dapat diajukan adalah sebaiknya sebelum menerapkan pembelajaran konstruktivis ini, guru harus benar-benarmenyesuaikan waktu yang tersedia dengan banyaknya materi yang harus disampaikan agarsemua tahapan pembelajaran konstruktivis dapat dilakukan dengan baik karena pembelajarankonstruktivis ini membutuhkan waktu yang lebih banyak, dan untuk memperoleh gambaranyang lebih jelas metode latihan tersebar atau terpusat yang lebih efektif digunakan dalam pembelajaran akuntansi, perlu dilakukan penelitian pada ruang lingkup yang lebih luas.

Penerapan model jigsaw pada pokok bahasan kalor untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VII-H SMP Negeri 2 Pandaan tahun pelajaran 2009/2010 / Ummi Chusniyah

 

Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi Pendidikan IPA SMP, Fakultas Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Suhadi Ibnu M.A., Ph.D (II) Dr. Arif Hidayat, M.Si. Kata Kunci: model Jigsaw, motivasi, prestasi belajar fisika. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Siswa memiliki motivasi belajar yang rendah terlihat pada respons mereka untuk mengikuti pembelajaran dan rendahnya ketertiban kelas pada saat pembelajaran berlangsung. Prestasi belajar siswa masih menunjukkan nilai yang kurang dari KKM yaitu hasil rata-rata nilai UAS 60,86. Pembelajaran kooperatif model Jigsaw ini mempunyai tujuan untuk memperkaya pengalaman siswa dalam menyelesaikan permasalahan. Pembelajaran kooperatif ini menuntut siswa agar dapat mengembangkan daya pikir, daya inisiatif dan kreativitas sesuai dengan karakteristik IPA. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VII-H SMP Negeri 2 Pandaan dengan menerapkan model Jigsaw pada materi kalor. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII-H SMP Negeri 2 Pandaan sebanyak 29 siswa. Penelitian ini menggunakan dua siklus, pada siklus I ada empat pertemuan dan pada siklus II ada tiga pertemuan. Penelitian ini berusaha mengkaji dan merefleksikan secara mendalam tentang beberapa aspek dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu keaktivan siswa ketika bereksperimen, berdiskusi dalam kelompok, mengajukan pertanyaan dalam diskusi kelas. Hasil penelitian menunjukkan strategi pembelajaran kooperatif model Jigsaw dapat meningkatkan motivasi siswa pada materi peran kalor pada suatu benda dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari sebesar 7,71% hasil angket siswa, serta 9,09% dari hasil observasi yang dilakukan oleh observer. Pembelajaran kooperatif model Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi kalor pada rerata nilai pretes sebesar 6,67 dan rerata nilai postes sebesar 7,59. Pada siklus I masih terdapat 18 siswa yang nilai prestasi belajarnya di bawah KKM, sedangkan pada siklus II hanya ada dua siswa yang nilai prestasi belajarnya di bawah KKM selanjutnya dilakukan remedial pada kedua siswa tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diharapkan guru memberikan dorongan yang positif agar siswa memiliki motivasi tinggi dengan memberikan metode pembelajaran yang menarik bagi siswa. Guru seharusnya senantiasa membimbing pada tiap tahap keterlaksanaan model Jigsaw agar hasil penelitian sesuai rencana yang telah disusun. Bagi siswa, diharapkan memiliki pemikiran yang positif terhadap pelajaran fisika dan aktif dalam mengikuti kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuanya dalam belajar fisika.

Studi pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pada laboratorium busana di SMK Negeri 5 Malang / Atik Wardiningsih

 

Wardiningsih, Atik. 2009. Study of Health and safety at Work in the Clothing Laboratory of Public Vocational High School 5 Malang. Thesis, Education of Clothing Department State University of Malang. Advisor: (I) Dra. Agus Hery Supadmi, M.Pd (2) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd Keywords: health and safety at work (K3), laboratory Health and safety at work (K3) is a preventive action in minimalizing occupational hazards. This was mostly needed in practical work at clothing laboratory due to the involvement of machinery and some other supporting equipment. Laboratory was a space in which practical work for learning process was conducted; therefore, every sub‐space in the laboratory had distinctive facilities based on their function. Of course, those machinery facilities at the clothing laboratory had distinctive procedure for each in order that the safety system was well understood. By giving some materials in related to the health and safety at work maximally, it was expected that zero point of accident in clothing laboratory could be achieved. This, at one hand, was expected to give some preparation for Vocational High School students in facing the real industry world. This study employed the design of descriptive quantitative study which the subject of the study was all students 10thgrade majoring in clothing department 2008/2009 of Public Vocational High School 5 Malang. The data collecting technique employed was using questionnaire which had already passed validity and reliability test by using percentage analysis. While, the type of the sample used was population sample. The objective of this study was to know the students’ knowledge of health and safety at work, the needed equipments for K3 at the clothing laboratory, the understanding of signs of K3 and the environment state of affair of clothing laboratory at Public Vocational High School 5 Malang. The result of the study showed that (1) the knowledge of students about health and safety at clothing laboratory at this public school was included in the high category which is in the interval 47‐55; that is 34,8%. Yet, the improvement was still needed especially for the regulation of the health and safety at work, the discipline in obeying the rules at the clothing laboratory, the knowledge about sewing equipment especially in how used them in the correct and safe manner, the ability in preventing infection and decease due to the sitting method; (2) the outfit of health and safety at clothing laboratory in this public school was high—in the interval 50‐60 with percentage 40%,‐‐ yet the betterment was still needed in the term of utilizing hand protective equipment, understanding about the use of light extinguisher (APAR) and medicine in the first aid box (PPPK); (3) signs of health and safety at the clothing laboratory showed good result which is 50% for the interval 38‐41—this only for recognizing labels or dangerous signs; however, for the goal of establishing the health and safety poster in the clothing laboratory was still needed for improvement; (4) the environment state affair was also high which was 55.55% in the interval 42‐48—yet the improvement in the aspect of air circulation, organizing the placement of the machines and equipments and the cleanliness of the laboratory. Based on the result of the study, it was suggested that teachers must make improvement in the scope of the teaching materials about health and safety at work correspond to the development of the technology. Those materials included regulations, equipments of the health and safety at laboratory and their usage. Students were expected more open toward the large knowledge by reading and learning from some references about health and safety at laboratory.

Analisis kesalahan konsep siswa kelas XI SMA Negeri 2 Kediri pada materi kesetimbangan kimia / Muhammad Alfan Effendy

 

ABSTRACT Effendy, Muhammad Alfan. 2009. Chemical Equilibrium Misconceptions Analysis of Public Senior High School 2 Kediri Students. Sarjana’s thesis, Departement of Chemistry, Mathematic and Science Faculty, State University of Malang. Advisor: (I) Dra. Nazriati, M.Si, (II) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S Keywords: misconception, chemical equilibrium, Public Senior High School 2 Kediri. Science is a combination of knowledge and process, that’s why science doesn’t merely studying about the concepts, principals but also the process that yield science products. Science can be divided into fields, one of them is chemistry than need special handle in teaching because chemistry is abstact. In general, chemistry concepts is stage concepts So it is essential to complete the basic concepts to learn the next concepts. One of the abstract concept is chemical equilibrium given to second grade senior high school students .This abstract concepts makes difficulty in learning chemistry. The purpose of this experiment is to know the percentage of students who experience misconceptions in learning equilibrium constant and the factors affecting equilibrium shift, and also to know what kind of misconceptions experienced by students. This is an descriptive experiment. The steps in this experiment are: (1) instrument arrangement, (2) validation, (3) instrument’s test, (4) collecting the data, and (5) data processing. Sample of this experiment is students of Public Senior High School 2 Kediri Second Grade Students year 2008/2009, it consists of 7 classes and each class consists of 30 students. It is known from the test before that average score of each class is almost the same, so random sampling is used.The result is chosen XI A-6 and XI A-7 class as the sample. Instrument’s test has been done in XI A-7 class, and experiment is done in XI A-6 class. The instrument of this experiment is objective test consists of 28 valid questions with 0,9404 coefitient reliability. Descriptive analysis data taken from determining percentage students misconceptions. Experiment results show the percentage of students in understanding is: (1) equilibrium constant Kc 29,55%, (2) equilibrium constant Kp 34,33%, (3) the relationship of equilibrium constant of a reaction with another reaction 6,7%. For the percentage of students in understanding the factors affecting equilibrium shift is: (1) concentration 48%, (2) temperature 39%, (3) pressure 38%, (4) volume 43,3%. Misconceptions found in this experiment are:Kesalahan: (1) the concentration of all substances in equilibrium state are the same, (2) addition of concentration in a substance will shift equilibrium toward the substance, (3) jika if temperature raised, the equilibrium will shift towards exothermic reaction, (4) adding or reducing concentration won’t shift the equilibrium.

Pengaruh modernitas individu dan latar belakang sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa SMK Muhammadiyah 3 Singosari / Eryanti Setyoning Khaque

 

ABSTRAK Setyoning K., Eryanti. 2009. Pengaruh Modernitas Individu dan Latar Belakang Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMK Muhammadiyah 3 Singosari. Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dra. Hj. Sutatmi S.E, M.Pd, M.Si, Ak (II) Helianti Utami, S.E, M.Si, Ak Kata Kunci : Modernitas Individu, Latar Belakang Sosial Ekonomi Orang Tua, Prestasi Belajar Modernitas individu adalah rangkaian sikap, nilai dan perilaku yang menjadi ciri-ciri kepribadian yang ditunjukkan oleh seorang siswa yang modern. Latar belakang sosial ekonomi orang tua adalah persepsi atau pandangan siswa terhadap keadaan sosial orang tua yang dapat dilihat dari tingkat pendidikan serta jenis pekerjaan orang tua dan keadaan ekonomi orang tua yang dapat dilihat dari tingkat pendapatan dan jumlah tanggungan orang tua dan partisipasi orang tua terhadap belajar anak. Dengan peningkatan pengetahuan siswa terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mampu membantu siswa untuk lebih berprestasi. Selain itu, dengan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai baik di rumah maupun di sekolah dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modernitas individu siswa dan latar belakang sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa baik secara parsial maupun simultan Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif (deskriptif korelasional). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket dan dokumentasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa jurusan akuntansi Kelas XI 1 dan 2 SMK Muhammadiyah 3 Singosari, yang diwakili oleh sampel 58 siswa. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah regresi berganda dengan uji menggunakan uji t dan uji F. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa (1) terdapat pengaruh modernitas individu siswa terhadap prestasi belajar siswa secara parsial, hal ini terbukti dengan didapatnya T hitung 7,218 sedangkan signifikan t 0,000 dengan tingkat probabilitas 95%. (2) terdapat pengaruh latar belakang sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa secara parsial, hal ini terbukti dengan didapatnya T hitung 4,031 sedangkan signifikan t 0,000 dengan tingkat probabilitas 95%. (3) terdapat pengaruh modernitas individu siswa dan latar belakang sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa secara simultan, hal ini dibuktikan dengan didapatnya R Square sebesar 54,6%. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat diajukan kepada pihak sekolah dan orang tua siswa sebagai upaya peningkatan prestasi belajar siswa adalah: (1) mengadakan penambahan dan pemanfaaatan yang lebih baik (sarana dan prasarana) yang mendukung kegiatan belajar mengajar.(2) siswa diharapkan untuk lebih memanfaatkan waktu luang dan lebih aktif untuk mencari informasi terbaru.

Pengaruh keterampilan mengajar guru produktif terhadap prestasi belajar menjahit dengan mesin siswa kelas X dan XI SMKN 1 Batu / Naning Rahayu

 

Ketrampilan adalah suatu kemampuan yang di miliki oleh seseorang dalam suatu pekerjaan tertentu. Ketrampilan guru merupakan kemampuan untuk elaksanakan perannya sebagai guru di dalam pembelajaran sehingga tujuan embelajaran dapat tercapai. Mengajar erupakan suatu proses yang kompleks yang dak hanya menyampaikan informasi dari guru kepada siswa, melainkan banyak hal yang harus di kerjakan selain hal tersebut. Jika mengajar hanya diartikan dengan enyampaian materi saja maka proses pembelajaran akan lebih di dominasi oleh guru ehingga lebih bersifat verbalisme. Mengajar adalah segala upaya yang dilakukan ecara sengaja dalam rangka memberikan kemungkian bagi siswa untuk terjadinya roses belajar sesuai dengan tujuan yang telah di rumuskan. Mengajar adalah enyampaikan atau menularkan pengetahuan dan pandangan yang mana baik guru aupun murid harus mengerti bahan yang akan dibicarakan sehingga tercipta proses elajar mengajar. Aktifitas yang menonjol dalam pengajaran adalah siswa, akan tetapi ukan berarti keberadaan guru tersisihkan, uru tidak berperan sebagai satu-satunya enyampai informasi melainkan guru sebagai pengarah dan pemberi fasilitas untuk teradinya proses belajar. Ketrampilan dasar mengajar seorang guru adalah kemampuan yang dimiliki oleh eorang guru dalam melaksanakan perannya dalam proses pembelajaran yang erupakan syarat mutlak agar guru dapat mengimplementasikan berbagai strategi embelajaran sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Prestasi elajar erupakan stilah untuk menunjukkan suatu pencapaian ingkat keberhasilan dari usaha yang dilakukan. Prestasi merupakan hasil yang telah icapai, dilakukan, dikerjakan, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah erubahan tingkah laku yang dicapai melalui proses belajar. Prestasi belajar pada enelitian ini, diidentifikasikan pada nilai akhir pencapaian kompetensi siswa. Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang di ukur dalam bentuk perubahan engetahuan, sikap dan ketrampilan dimana perubahan tersebut lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Prestasi belajar merupakan penilaian hasil usaha kegiatan belajar mengajar yang dapat dinyatakan dalam bentuk symbol, angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut prestasi belajar merupakan hasil dari perubahan belajar untuk menentukan sebuah tingkat dan penguasaan prestasi belajar yang ditunjukkan dengan nilai akhir atau angka yang diberikan oleh seorang guru. Prestasi dari suatu kegiatan belajar di SMK lebih di identifikasikan pada tingkat pencapaian suatu kompetensi. Tingkat kompetensi. tersebut terdiri dari kompetensi dasar, standar serta kompetensi lulusan. Prestasi merupakan pencapaian pemahaman dan penguasaan materi pelajaran yang mempengaruhi cara bertindak dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Prestasi belajar pada penelitian ini lebih condong pada prestasi belajar siswa yang mana merupakan hasil belajar yang telah dicapai siswa selama proses pembelajaran. Aspek kognitif lebih diutamakan pada proses penilaian prestasi belajar karena aspek tersebut berkaitan dengan kemampuan siswa dalam pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis sintesa dan evaluasi. Prestasi tidak hanya perubahan penguasaan ilmu pengetahuan akan tetapi juga perubahan tingkah laku, ketrampilan dan kecakapan. Sehingga jika seseorang telah menyelesaikan suatu rangkaian materi yang telah dipelajari maka baru dapat dilihat apakah seseorang tersebut berprestasi. Prestasi belajar akan tercapai jika seluruh komponen yang mendukung mampu memberikan motivasi, dalam hal ini bisa orang tua, guru, teman ataupun dalam diri individu tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode pengumpulan datanya menggunakan angket tertutup. Jumlah populasi pada penelitian ini terdiri dari 62 orang sehingga penelitian ini menggunakan sampel populasi atau penelitian populasi karena seluruh siswa digunakan sebagai sampel. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI jurusan Tata Busana SMK Negeri 01 Batu. Hasil penelitian di SMKN 01 Batu yang dilaksanakan dengan menggunakan metode angket yang disebarkan kepada 62 responden menyatakan adanya beberapa klasifikasi prosentase ketrampilan mengajar guru produktif mata pelajaran menjahit dengan mesin. Hasil penelitian menyatakan bahwa ketrampilan mengajar guru produktif memiliki tingkatan yang tinggi dengan prosentase sebesar 3,2 % kemudian tingkatan cukup dengan prosentase sebesar 69,4 % serta tingkatan kurang dengan prosentase sebesar 27,4% dan pada tingkatan sangat kurang terdapat 0 %. Tingkatan atau kriteria ketrampilan mengajar guru dapat di kategorikan berdasarkan rentangan angka dalam prosentase disimpulkan bahwa tingkatan tinggi berarti guru yang telah menguasai dasar-dasar ketrampilan mengajar seperti membuka pelajaran sampai dengan mengevaluasi kegiatan pembelajaran pada rentangan 51%-100%, sedangkan tingkatan cukup berarti seorang guru yang menguasai ketrampilan mengajar akan tetapi aplikasi pembelajarannya masih kurang atau berada pada tingkat pemahaman 26%-50%, jika guru yang memiliki tingkatan kurang berarti guru memahami ketrampilan mengajar akan tetapi belum menguasai atau pada kisaran pemahaman sebesar 0%-25% dan jika guru memiliki ketrampilan mengajar sangat kurang dapat dikategorikan guru tersebut belum memiliki ketrampilan mengajar. Kedudukan ketrampilan mengajar guru produktif pada penelitian tersebut rata-rata pada posisi ketrampilan mengajar yang cukup, hal ini mampu menjelaskan bahwa kompetensi dasar maupun standar guru produktif mata pelajaran menjahit dengan mesin SMKN 01 Batu masih belum maksimal dimana guru mengetahui, memahami dan memilki ketrampilan mengajar akan tetapi aplikasinya masih kurang sehingga peningkatan sumber daya manusia khususnya tenaga pendidik perlu ditingkatkan baik kualitas akademisnya maupun komponen-komponen pendukung yang lain. Berdasarkan penelitian dengan bantuan metode angket yang disebarkan kepada 62 responden, didapat hasil penilaian ketrampilan mengajar guru, sedangkan variabel Y atau prestasi belajar berupa hasil rekap nilai semester akhir pada mata pelajaran Menjahit dengan Mesin. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kedudukan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Menjahit dengan Mesin sebesar 35,49 % pada criteria tinggi, 54,83 % pada kriteria cukup, 9,68 % pada kriteria kurang dan kriteria sangat kurang terdapat 0 %. Sehingga prestasi belajar siswa tersebut rata-rata pada kriteria cukup. Dampak yang ditimbulkan dengan adanya ketrampilan mengajar guru produktif, berdasarkan penelitian sangat berpengaruh terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran Menjahit dengan Mesin menghasilkan nilai koefisien determinasi sebesar 0.619. Semua variabel independen atau variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat atau dependen sebesar 0.619, yang artinya pengetahuan ketrampilan mengajar guru produktif berpengaruh sebesar 61.9 % terhadap prestasi belajar siswa kelas X dan XI jurusan Tata Busana pada mata pelajaran Menjahit dengan Mesin. Sisanya sebesar 38.1 % dijelaskan dari variabel lain selain variabel yang digunakan di dalam penelitian. Nilai koefisien determinasi sebesar 0.619 atau pengaruh pengetahuan ketrampilan mengajar guru produktif sebesar 61.9 % menyebabkan prestasi belajar siswa lebih beragam, hal ini terjadi karena terdiri dari beberapa faktor, antara lain faktor intrinsik atau dari dalam diri pendidik dan faktor ekstrinsik atau dari luar atau lingkungan yang mempengaruhinya.

Implementasi metode pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bekerjasama dengan kolega dan pelanggan (studi pada siswa administrasi perkantoran kelas XII SMK Sriwedari Malang) / Darraja Pasha

 

Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah dan Hasil Belajar Siswa. Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita sekarang adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang ada selama ini ternyata hanya membuat siswa sangat terbebani dengan materi dan tugas yang diberikan oleh guru, sehingga siswa merasa bosan di dalam kelas. Dalam pembelajaran di kelas telah banyak pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh guru tetapi sampai saat ini belum mendapatkan hasil yang memuaskan, ini ditunjukkan dengan hasil-hasil ujian siswa baik ujian nasional maupun ujian sekolah serta keterampilan individu siswa itu sendiri. Dari pihak sekolah sendiri juga belum berdaya untuk menciptakan suasana belajar yang memungkinkan siswa berpikir kritis, kreatif, bertanggung jawab, dan memberi peluang bagi siswa untuk menjelajahi idenya yang imajinatif. Oleh sebab itu perlu adanya sebuah model pembelajaran untuk membangkitkan semangat peserta didik agar aktif dalam proses pembelajaran. Dalam penelitian ini mencoba menerapkan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning). Pembelajaran berbasis masalah merupakan bentuk pembelajaran kooperatif dimana siswa dilatih untuk memecahkan suatu masalah yang ada di dunia nyata Fokus penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning), pada pokok bahasan bekerja dalam tim, 2) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning), 3) untuk mengetahui kendala-kendala dan solusi apa saja yang dihadapi peneliti dalam proses tindakan berlangsung dan 4) untuk mengetahui respon siswa dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning). Subyek penelitian adalah siswa kelas XII APK di SMK SRIWEDARI Malang dengan jumlah 20 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang dirancang dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data penelitian dikumpulkan melalui 1) tes, 2) lembar observasi, 3) wawancara, 4) angket, 5) dokumentasi dan 6) catatan lapangan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus mencakup 4 tahap kegiatan yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) secara umum telah dilaksanakan dengan baik. Siswa saling membantu, saling berinteraksi tatap muka, berdiskusi dengan guru dan teman, menyumbangkan skor untuk kelompok, tenggang rasa, sopan dan mandiri. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi keterampilan kooperatif siswa. Pada pelaksanaan siklus1 berdasarkan perbandingan dari kedua pengamat menunjukkan taraf keberhasilan. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada kelas XII APK SMK SRIWEDARI Malang sudah baik. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan dari siklus I sebesar 75 % menjadi sebesar 90 % pada siklus II. Peningkatan sebesar 15% tersebut sudah menunjukkan ketuntasan belajar yaitu dari siklus I yang hanya 15 siswa yang tuntas belajar meningkat menjadi 18 siswa yang tuntas belajar. Meskipun dalam pelaksanaan tindakan banyak kekurangan dan kelemahan pada siklus I maka peneliti mencoba memperbaiki pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Bekerjasama dengan Kolega dan Pelanggan pada pokok bahasan Bekerja dalam tim. Hal ini dapat dilihat dari kedua aspek yaitu aspek kognitif dan afektif yang meningkat setiap siklusnya. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu:1) Bagi guru mata pelajaran Bekerjasama dengan Kolega dan Pelanggan dapat menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) untuk meningkatkan hasil belajar siswa. 2) Bagi siswa hendaknya mengikuti pembelajaran tersebut dengan sungguh-sungguh, karena pembelajaran tersebut akan melatih siswa berpikir kritis, dapat memecahkan suatu permasalahan dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 3) Penelitian ini hendaknya dapat diteruskan oleh peneliti selanjutnya dengan kelas serta sekolah yang berbeda, serta dengan model pembelajaraan kooperatif yang lain sehingga kemampuan dan hasil belajar siswa lebih meningkat. 4) Bagi Pemerintah hendaknya lebih meningkatkan mutu pendidikan, dalam proses pembelajaran siswa yang sangat aktif guru hanya sebagai fasilitator saja.

Peningkatan kemampuan menulis permulaan melalui media kartu huruf di kelas I SDN Karangsentul I Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan / Sofeyah

 

Penelitian ini dilatar belakangi oleh skor nilai rata-rata yang didapat siswa kelas I SDN karangsentul I dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan melalui media kartu huruf yang hanya mencapai nilai 5,8. Hal ini disebabkan karena kurangnya minat siswa terhadap kemampuan menulis permulaan dan metode yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pembelajaran tidak sesuai serta cenderung masih menggunakan metode ceramah sehingga aktiftas siswa kurang dan siswa hanya sebagai pendengar saja. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba menerapkan penggunaan media kartu huruf dengan tujuan: (1) Untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 1 di SDN karangsentul I Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan, (2) Untuk mendiskripsikan media kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan menulis permulaan di kelas I SDN Karangsentul I Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas I SDN Karangsentul I Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan dengan jumlah 50 siswa. Adapaun pelaksanaan penelitian dilakukan sebanyak 2 siklus setiap siklus terdiri dari: (1) Penggunaan kartu huruf dalam pembelajaran menulis permulaan, (2) Hasil belajar dalam pembelajaran menulis, (3) Hasil analisa dan, (4) Refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penggunaan kartu huruf diperoleh pra tindakan 5,8, siklus I diperoleh nilai 74, siklus II diperoleh nilai 92: (1) Hasil belajar siswa dalam penggunaan kartu huruf meningkat ditandai dengan peningkatan aktifitas siswa dalam kerja kelompok, berani dalam mengutarakan pendapat dan dapat menyelesaikan masalah, (2) Siswa dalam penguasaan menggunaan kartu huruf meningkat terbukti diperolehnya skor bila rata-rata kelas mencapai 92. Kendala dalam menggunakan media kartu huruf: Tidak adanya media pembelajaran, daya ingat siswa yang berbeda-beda, latar belakang sosial ekonomi orang tua yang berbeda, cara penyampaian materi dan guru ke siswa yang hanya teori saja tidak menggunakan media pembelajaran. Di sarankan kepada guru untuk membiasakan menerapkan penggunaan kartu huruf dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan. Guru perlu memperhatikan hal-hal yang mendukung peningkatan hasil belajar dan aktifitas belajar. Kepada Kepala Sekolah agar dapat menyediakan yang diperlukan dalam penggunaan kartu huruf.

Pengaruh injeksi air terhadap posisi air tanah pada pemodelan dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Shlumberger / Kholifatul Khusnia

 

Air tanah merupakan salah satu air yang mudah didapatkan dan relatif murah, tetapi tidak semua daerah dapat mendapatkan air tanah dengan mudah karena masyarakat tidak memiliki informasi di mana dan pada kedalam berapa potensi air tanah itu berada. Untuk itu telah dilakukan penelitian guna mengidentifikasi keberadaan air tanah dengan menggunakan metode geolistrik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode geolistrik konfigurasi Schlumberger dengan teknik sounding-mapping. Proses pengambilan datanya adalah menentukan titik-titik elektroda arus dan potensial, serta membuat formasi lapisan batuan dengan susunan pasir, dan tanah dengan injeksi air. Pasir ditempatkan pada balok ukuran 0,6x0,6x1,2 meter dan tanah ditanamkan pada tengah-tengah medium pasir. Kemudian, mengalirkan tegangan dan menginjeksikan arus beberapa kali dengan jarak tertentu. Setelah itu, diulangi lagi pengambilan data dengan membentuk formasi yang sama dengan menginjeksikan air sebanyak 0,5 liter. Penginjeksikan kedua setelah setengah jam kemudian dengan jumlah yang sama. Ini dilakukan untuk mendapatkan nilai beda potensial, arus dan Self Potensial (SP) yang mana tujuannya untuk mendapatkan perbedaan nilai resistivitas. Kemudian menginterpretasikan data penggukuran untuk memperkirakan keberadaan air tanah dengan menggunakan Software Res2divn. Hasil dari penelitian ini adalah nilai resisivitas semu diperoleh langsung dari data primer seperti yang terdapat pada lampiran. Penelitian dengan mengunakan konfigurasi shlumberger sounding-mapping dapat teridentifikasi keberadaan air tanah yakni pada titik pengukuran 0,59 meter, injeksi pertama pada kedalaman 0,064-0,124 meter dengan nilai resistivitas lebih keci dari 336 ohm meter. Sedangkan pada injeksi kedua air tanah teridentifikasi pada kedalaman 0,064-0,198 meter dengan resistivitas lebih kecil dari 309 ohm meter sesuai dengan kedalaman penginjeksian air yakni pada 0,10 meter. Semakin banyak air yang masuk kedalam tanah posisi air tanah semakin melebar dan dalam, resistivitasnya juga semakin kecil

Pengaruh masa kerja, beban mengajar, dan iklim organisasi terhadap kinerja profesionalisme dosen jurusan akuntansi Fakultas Ekonmi Universitas Negeri Malang / Etika Dhewi Rahmawati

 

ABSTRAK Rahmawati, Etika Dhewi. 2009. Pengaruh Masa Kerja, Beban Mengajar, dan Iklim Organisasi terhadap Kinerja Profesionalisme Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) DR. Bambang Sugeng, SE., M.A.,M.M.,Ak. (II) Hj. Yuli Widi Astuti, S.E.,M.Si.,Ak. Kata Kunci: Masa Kerja, Beban Mengajar, Iklim Organisasi, Kinerja Profesionalisme Dosen Pendidikan merupakan faktor penting dalam proses kemajuan suatu bangsa. Pendidikan diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas sehingga dapat mengembangkan segala potensi yang dimiliki oleh suatu bangsa.Dosen sebagai salah satu komponen yang memegang peranan penting dalam proses pembelajaran diharapkan memiliki kinerja profesionalisme yang tinggi, sehingga mampu menghasilkan manusia yang memiliki SDM berkualitas tinggi. Masa kerja, beban mengajar, dan iklim organisasi merupakan tiga faktor di antara beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja profesionalisme dosen. Masa kerja adalah lama dosen bekerja sebagai dosen yang dihitung sejak SK pengangkatan dosen hingga penelitian ini dilakukan. Beban mengajar merupakan jumlah pekerjaan yang wajib dilakukan oleh dosen dalam hal pengajaran (tatap muka di kelas) terhadap mahasiswa. Iklim organisasi adalah suatu karakteristik-karakteristik yang dimiliki oleh sebuah organisasi yang membedakan dengan organisasi lainnya. Karakteristik ini terlihat dari situasi dan kondisi lingkungan kerja yang dirasakan secara subjektif oleh para anggota organisasi yang terlibat dalam hal ini adalah dosen serta berpengaruh terhadap sikap dan perilaku mereka Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masa kerja, beban mengajar, dan iklim organisasi terhadap kinerja profesionalisme dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi dengan pendekatan survey. Variabel dalam penelitian ini adalah Masa Kerja (X1), Beban Mengajar (X2), Iklim Organisasi (X3) dan Kinerja Profesionalisme Dosen (Y). Subjek penelitian ini adalah Dosen Jurusan Akuntansi FE-UM. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket/kuesioner tertutup, yang diuji dengan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi ganda. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa masa kerja berpengaruh secara positif terhadap kinerja profesionalisme dosen jurusan akuntansi FE-UM, hal ini dapat dilihat dari koefisien regresi variabel masa kerja sebesar 0,695. Beban mengajar berpengaruh secara negatif terhadap kinerja proesionalisme dosen, hal ini dapat dilihat dari koefisien regresi variabel beban mengajar sebesar -1,797. Iklim Organisasi berpengaruh secara positif terhadap kinerja profesionalisme dosen, hal ini dapat dilihat dari koefisien regresi variabel iklim organisasi sebesar 0,424.. Sumbangan variabel masa kerja terhadap kinerja sebesar 36,28%, sumbangan variabel beban mengajar sebesar 27,72%, dan sumbangan variabel iklim organisasi sebesar 29,47%. Persentase sumbangan pengaruh variabel independen (X1, X2, dan X3) terhadap variabel dependen (Y) dilihat dari adjusted R Square sebesar 92,6% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masa kerja, beban mengajar, dan iklim organisasi berpengaruh terhadap kinerja profesionalisme dosen jurusan akuntansi FE-UM. Saran yang dapat diajukan dari hasil penelitian ini adalah (1) Bagi dosen yang senior hendaknya meningkatkan aktivitas dalam membimbing dosen yang lebih yunior, (2) Bagi pihak fakultas hendaknya tidak menerima mahasiswa baru jalur mandiri dalam jumlah sangat besar agar beban mengajar dosen tidak terlalu tinggi, (3) Bagi pihak jurusan hendaknya mengatur beban mengajar secara proporsional agar bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat masih longgar, (4) Bagi dosen jurusan akuntansi hendaknya menjaga dengan baik hubungan dengan sesama dosen dan dengan pimpinan, (5) Bagi para peneliti selanjutnya yang tertarik untuk meneliti tema yang serupa hendaknya memperluas cakupan subjek penelitiannya yaitu seluruh dosen akuntansi baik PTN maupun PTS, selain itu hendaknya juga menambah variabel independen lainnya di luar variabel masa kerja, beban mengajar, dan iklim organisasi, seperti tingkat pendidikan, kualitas perguruan tinggi, kepuasan kerja, dan lain-lain.

Kuat lentur papan partikel berbahan dasar serbuk gergajian kayu sengon dengan variasi persentase penambahan eceng gondok / Triana Rakhmawati

 

Kayu mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari keperluan sederhana sebagai perabot rumah tangga, bahan baku pulp kertas, bahan bakar, bahan konstruksi bangunan dan lain sebagainya. Untuk meminimkan penggunaan bahan kayu maka dilakukan pengolahan limbah kayu dengan membuat produk turunan kayu seperti papan partikel. Papan partikel ini termasuk komposit yang terbuat dari serbuk gergaji kayu sengon didapat dari daerah Junrejo Kota Batu-Jawa Timur sebagai matriks dan enceng gondok yang digunakan berasal dari desa Ngrowo Kota Bojonegoro-Jawa Timur sebagai serat untuk perkuatan. Ide penambahan serat kedalam matriks telah dilakukan pada beton, yaitu dengan penambahan serat baja. Penambahan serat ke dalam matriks bertujuan meningkatkan sifat fisik dan sifat mekanik. Dari penelitian ini diharapkan mengetahui adanya pengaruh penambahan persentase serat eceng gondok 0%, 10%, 20%, 30% terhadap kerapatan, kadar air, daya serap air, pengembangan tebal dan kuat lentur papan partikel yang berbahan dasar serbuk gergaji kayu sengon Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen, dimana variabel bebasnya adalah variasi persentase serat eceng gondok, variabel terikatnya adalah kuat lentur, sedangkan variabel kontrolnya adalah perekat urea formaldehyde sebanyak 15% dan berat jenis yang direncanakan 0,6gr/cm³. Pedoman yang digunakan dalam pengujian kerapatan, kadar air, daya serap air, pengembangan tebal dan kuat lentur papan partikel yaitu SNI-03-2105-2006. Teknik analisa data untuk mengetahui pengaruh variasi persentase penambahan serat eceng gondok terhadap kuat lentur papan partikel dari serbuk kayu sengon menggunakan analisa regresi. Dari uji hipotesis diperoleh hasil bahwa penambahan eceng gondok berpengaruh terhadap MOR dan MOE. Diskripsi nilai kerapatan sudah memenuhi standar FAO yaitu antara 0,40-0,80 gr/cm³, pada pengujian kadar air termasuk dalam standart SNI 03-2105-2006 dimana batasan nilai tidak lebih dari 14%. Pada pengujian daya serap air diperoleh hasil 186,97-233,86%, jadi melebihi standar FAO dengan batasan nilai 20-75%. Sedangkan pada pengujian pengembangan tebal, nilai rata-rata antara 72,31-95,70%, jadi melebihi standar FAO dengan batasan nilai 5-15%. Hasil MOR tertinggi pada perbandingan persentase (70:30) sebesar 52,509kg/cm², jadi tidak memenuhi standar FAO dengan batasan nilai 100-500 kg/cm2. Sedangkan untuk hasil MOE yang memenuhi standar FAO dengan nilai 10.000-50.000 kg/cm2 adalah hanya pada papan partikel dengan perbandingan persentase (70:30) sebesar 10285,472 kg/cm2. Dari hasil penelitian ini disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan dengan komposisi campuran antara serbuk gergajian kayu sengon dan eceng gondok.

Studi pelaksanaan pekerjaan kuda-kuda baja pada pembangunan show room mobil di Jalan Ahmad Yani No. 73 Blimbing Malang / Yonesthon Austhin Sihombing

 

ABSTRAK Sihombing, Austhin Yonesthon. 2009, Studi Pelaksanaan Pekerjaan Kuda-Kuda Baja Pada Pembangunan Show Room Mobil Di Jalan Ahmad Yani No. 73 Blimbing Malang. Proyek Akhir, Program Studi DIII Teknik Sipil dan Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Prijono Bagus Susanto, ST.,M.T. Kata Kunci: single beam, baja profil, pelaksanaan, RAB Bangunan memegang peranan penting dalam kehidupan kita di dalam segala bidang, termasuk pada dunia konstruksi yang menuntut kenyamanan dan biaya yang ekonomis. Pelaksanaan merupakan pengerjaan bangunan dilapangan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Permasalahannya adalah bagaimana cara mendirikan suatu bangunan sesuai dengan prosedur yang benar. Pelaksanaan pekerjaan konstruksi kuda-kuda baja single beam sering menyimpang dari apa yang telah distandarkan sehingga penyimpangan ini dapat menghambat waktu pelaksanaan dan menurunkan kualitas kuda-kuda baja single beam. ketelitian dalam perhitungan RAB juga sangat penting karena berhubungan dengan dana, kesalahan perhitungan RAB sedikit saja maka akan menyebabkan kerugian. Kuda-kuda merupakan struktur bagian atas yang berfungsi untuk menahan beban struktur atas ke pondasi. Maka dari itu dalam mendirikan bangunan memerlukan metode dan pengawasan yang ketat. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui metode pelaksanaan serta perhitungan RKS konstruksi kuda-kuda baja single beam. Pada studi ini diharapkan dapat menambah ilmu dan wawasan tentang pelaksanaan pekerjaan baja khususnya pekerjaan konstruksi kuda-kuda baja single beam. Studi ini dilakukan di proyek Pada Pembangunan Show Room Mobil Jl. Ahmad Yani No. 73 Blimbing Malang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara memeriksa kelengkapan data. Hasil studi lapangan tentang pelaksanaan pekerjaan kuda-kuda baja single beam adalah sebagai berikut, profil baja yang digunakan adalah baja IWF 198 x 99 dengan panjang bentang bangunan 11.34 meter, panjang 1 kuda-kuda single beam penuh adalah 12 meter dengan sudut 20°. Tahap pemasangan kuda-kuda baja single beam ada beberapa tahap yaitu, pengukuran profil, pemotongan profil, dan perakitan pada tempat yang telah ditentukan. Volume kuda-kuda baja single beam adalah 1.310.4 kg yang diperoleh dari Table Profil Konstruksi Baja, volume plat simpul adalah 52 kg, volume plat pengaku rafter adalah 39.2 kg, volume plat ikatan angin adalah 35.1 kg, volume plat gording adalah 87.75 kg, dan baut 180 pcs. Menurut analisa perhitungan kontraktor biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan kuda-kuda baja single beam adalah sebesar Rp 23.295.450, sedangkan analisa berdasarkan Tabel Profil Konstruksi Baja biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan kuda-kuda baja adalah Rp 20.906.700, jadi perbedaan biaya adalah Rp 2.388.750.

Kajian kesalahan konsep geometri pada buku teks matematika SMP / Septina Ika Wenny Puspita Sari

 

ABSTRAK W.P, Septina Ika. 2009. Kajian Kesalahan Konsep Geometri Pada Buku Teks Matematika SMP. Skripsi, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Muchtar Abdul Karim, M.A., Pembimbing (II) Drs. Askury, M.Pd. Kata Kunci: kesalahan konsep, geometri, buku teks. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan pembelajaran matematika di sekolah adalah kualitas buku teks matematika yang digunakan. Dari beberapa penelitian terungkap bahwa buku teks yang beredar selama ini memiliki beberapa kekurangan, diantaranya: isi yang kurang, urutan materi yang tidak sesuai dengan kurikulum, penggunaan konsep yang tidak konsisten, terdapat bahasan yang berulang, memuat kekeliruan pengungkapan objek matematika dan kekeliruan strategi penyajian materi. Serta ditemukan banyak kesalahan dalam memahami suatu konsep matematika (miskonsepsi), terutama pada pokok bahasan geometri. Buku teks yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dengan cara bertanya kepada beberapa siswa SMP di Malang tentang buku teks matematika apa yang mereka gunakan di sekolah. Dari hasil observasi tersebut diperoleh lima buku teks matematika yang digunakan di beberapa SMP di Malang, yaitu: MG, GE, EL, YD, dan BS. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan konsep geometri pada buku teks matematika SMP. Kekeliruan pengungkapan konsep matematika dalam hal ini adalah ketidaktepatan konsep pada buku teks dengan konsep yang sebenarnya. Kegiatan utama penelitian ini adalah mengkaji isi buku teks dalam hal pengungkapan kesalahan konsep geometri. Kajian isi adalah suatu cara penelitian untuk memeriksa isi dokumen secara objektif dan sistematis. Dari pengkajian yang dilakukan ditemukan kesalahan konsep pada masing-masing buku teks, yaitu pada MG, GE, EL, YD, dan BS berturut-turut 5 kesalahan, 1 kesalahan, 1 kesalahan, 10 kesalahan, dan 2 kesalahan. Berdasarkan hasil pengkajian ini, ditemukan kesalahan konsep geometri pada buku teks matematika SMP. Saran-saran yang dapat diberikan sebagai berikut. Pertama, bagi guru agar memeriksa terlebih dahulu konsep-konsep dalam buku teks yang akan dijadikan sebagai rujukan untuk memberikan bimbingan kepada siswa. Kedua, siswa hendaknya tidak menggunakan satu buku sebagai acuan dalam belajar dan memilih buku yang berkualitas agar memperoleh konsep materi yang benar. Ketiga, sekolah hendaknya lebih teliti dalam memilih buku teks matematika yang akan digunakan. Keempat, penulis buku teks hendaknya meneliti kembali konsep-konsep yang disajikan pada buku teks dan memperbaiki kesalahan konsep yang ada agar pembaca lebih memahami apa yang mereka pelajari. Kelima, penerbit hendaknya merevisi kesalahan konsep yang ada pada buku teks dan agar lebih teliti sebelum menerbitkan buku. Keenam, kepada peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengkaji aspek-aspek yang lain.

Perbedaan antara pola sistem J.H.C. meyneke dan sistem dressmaking terhadap tingkat kenyamanan pemakai pada pembuatan kebaya modifikasi / Kustin Andriyanti

 

“Tata busana adalah kegiatan atau pekerjaan mewujudkan suatu busana atau pakaian, yang diawali dengan proses pemilihan model, pemilihan bahan atau tekstil, pengambilan ukuran, pembuatan pola sampai ke teknik menjahit dan menyelesaikannya” (Pratiwi, 2001:1). Setiap tahap dalam proses pembuatan busana tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Masalah yang sering muncul dalam pemilihan busana adalah antara busana dengan si pemakai kurang serasi atau kurang pas di badan. Masalah tersebut disebabkan oleh: kurang tepatnya desain, mode atau bahan dengan bentuk busana, proporsi tubuh pemakai, jatuhnya busana pada tubuh atau badan pemakai kurang tepat sehingga mempengaruhi kenyamanan pemakai, misalnya: letak garis pinggang, penempatan atau pemindahan kupnat yang tidak sesuai, maupun terjadi kerut atau menggelembung.

Variasi berat jenis papan partikel berbahan dasar serbuk gergaji kayu sengon dengan penambahan anyaman bambu terhadap sifat fisik dan sifat mekanik / Nuzul Laili Hidayani

 

ABSTRAK Hidayani, Nuzul Laili. 2009. Variasi Berat Jenis Papan Partikel Berbahan Dasar Serbuk Gergaji Kayu Sengon dengan Penambahan Anyaman Bambu terhadap Sifat Fisik dan Sifat Mekanik . Skripsi, Jurusan Teknik Sipil FT Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Karyadi, S.Pd, M.P., M.T., (II) Drs. Boedya Djatmika, S.T., M.T. Kata kunci: papan partikel, anyaman bambu, sifat fisik, sifat mekanik. Dalam kehidupan sehari-hari, kayu memegang peranan yang penting, mulai dari keperluan sederhana sebagai bahan bakar, perkakas rumah tinggal sampai kebutuhan yang sangat besar seperti pembuatan alat transportasi air, bahan konstruksi bangunan, kayu lapis, papan serat,dan lain sebagainya. Sebagian besar limbah yang berupa serbuk gergajian dibuang sebagai bahan timbunan dan pemanfaatannya masih belum optimal. Untuk itu, sesuai dengan limbah yang dihasilkan, diperlukan suatu usaha peningkatan efisiensi pemakaian kayu dengan cara memanfaatkan limbah kayu menjadi produk yang lebih bermanfaat, misalkan dimanfaatkan sebagai papan partikel. Papan partikel ini terbuat dari serbuk gergaji kayu sengon yang didapatkan dari limbah industri kayu CV. Multi Mandiri, Junrejo-Batu, Jawa Timur. Anyaman bambu menggunakan bambu apus. Perekat yang digunakan adalah Urea formaldehida dan NH4Cl. Penelitian ini difokuskan pada usaha untuk memperoleh data sifat fisik dan sifat mekanik dari variasi berat jenis papan partikel dengan penambahan anyaman bambu. Untuk itu perlu dilakukan uji sifat fisik papan partikel yang meliputi kerapatan, kadar air, daya serap air dan pengembangan tebal papan partikel. Sedangkan uji sifat mekanik hanya ditinjau pada uji kuat lentur saja. Acuan yang digunakan dalam pengujian sifat fisik dan sifat mekanik papan partikel yaitu SNI-03-2105-2006. Teknik analisa data menggunakan statistik regresi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, hasil pengujian kerapatan nilainya adalah 0,45-0,67 gr/cm³, menurut standar FAO hasil kerapatan tersebut termasuk dalam tipe sedang yaitu antara 0,40-0,80 gr/cm³. Pada pengujian kadar air dihasilkan kadar air kesetimbangan yaitu 12,05-13,14% yang telah memenuhi SNI-03-2105-2006, yang menyatakan bahwa kadar air papan partikel tidak boleh lebih dari 14%. Sedangkan pada pengujian daya serap air, nilainya adalah 190,24-220,93%, hasil tersebut tidak memenuhi standar FAO yaitu 20-75%. Pada pengujian pengembangan tebal nilai yang dihasilkan adalah 42,86-76,47%, hasil tersebut tidak memenuhi standar FAO yaitu 5-15%. Pada pengujian sifat mekanik kuat lentur, standard FAO untuk MOR 100-500 kg/cm2 dan untuk MOE 10.000-50.000 kg/cm2. Pada pengujian kuat lentur nilai MOR yang dihasilkan adalah 26,466-45,874 kg/cm2 dan nilai MOE adalah 1281,283-8542,814 kg/cm2. Dari hasil penelitian ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan variasi berat jenis yang berbeda dengan pengujian sifat fisik dan sifat mekanik yang lain seperti kuat tarik sejajar permukaan, kuat tarik tegak lurus permukaan/kuat rekat, dan kuat cabut sekrup.

Penggunaan informasi akuntansi diferensial dalam keputusan investasi penambahan kendaraan pada perusahaan travel "Surya" Malang oleh Sri hartati

 

PerusahaaTnr avel" SURYA'Malang merupakanp erusahaayna ng bergerakd alamb idangj asa transportasbi erupat ravel yang melayanit iga jurusan, yaituY ogyakarta,S emarangd, an DenpasarJ. umlahp ermintaany ang diterima lebihb esard arijumlahk endaraand engank apasitasy angt ersedias, ehingga Perusahaaank ank ehilangank esempatanm tuk memanfaatkanp eluangp asar, tidak dapatm empertahankakne langsunganh idup (survivaf, dan tertinggald ari persaingajnik a tidak memenuhip ermintaant ersebut.O leh karenai tu, Perusahaan perlum engadakanp erluasanu saham elalui investasip enambahank endaraan. Penelitiani ni bertujuanm enganalisisk elayakani nvestasip enambahank endaraan denganm emanfaatkanin formasi akuntansid iferensials esuaik riteria penilaian investasi. Rancangapne nelitiany angd igunakana dalahp enelitiand eskriptifd engan tekniks tudik asusP. enelitianin i mengambidl atat ahun1 998-2002,berupdaa ta kualitatifd ank uantitatif.M etodep engumpuland atayangd igunakana dalah metodes tudi kepustakaand an metodel apangand engant eknik wawancara, dokumentasdi,a no bsewasi. Dari hasil analisisd ata,d iketahuib ahwaP erusahaanp erlu menambah4 buahk endaraanI.n formasi akuntansid iferensial,b erupaa ktiva diferensials ebesar Rp 487.200.000,00A.k tiva tersebudt ibiayaid ari modals endirid anm odala sing denganp erbandingan5 6,90%: 43,10%Mo.o dal sendirim empunyaki esempatan untuk mendapatkanb unga7 o/op r tahvn,d an modal asingb erupap embelian angsurand alamj angka waktu 3 tahund enganb wtga lTVod ari saldoh utang. Kendaraante rsebudt iperkirakanm emiliki nilai sisaR p 320.000.000,0s0e telah dimanfaatkans elama3 tahun.B iaya depresiasdi ihitung denganm enggunakan metodeg arisl urus.P ajakp enghasilasne suadi engank etentuanp ajakp enghasilan untuk badan. Biayad iferensiasl ebesaRr p 382.846.31 8,80u ntukt ahun2 003, Rp 516.710.763,u8n0t ukt ahun2004d, anR p 695.101.213,1u0n tukt ahun2 005; sertap endapatadni ferensiasl ebesaRr p 656.024:678,0u0n tukt ahun2 003' Rp 863.793.402,2u0n tukt ahun2004d, anR p 1.114.195.640,u0n0t ukt ahun2 005. Earninga fter tax yangd ihasilkans ebesaRr p 144.721.518,1u0n tukt ahun2 003, Rp 203.516.029,6u0n tukt ahun2004d, anR p 262.186.255,4u0n tukt ahun2 005' Cashi nflow sebesaRr p 200.454.851,4u0n tukt ahun2 003,R p259.249.362,90 untukt ahun2 OO4d, anRp6 37.919.588,7u0n tukt ahun2 005. l l Berdasarkanin formasi akuntansid iferensialt ersebut,d iproleh pay-back period selama2 tahun1 5h ari, averager ate ofreturn sebesa8r 4oh,1 25Vo,dan 251%on,e tp resentv alueb ernilaip ositifsebesaRr p 388.565.856,10in, ternalr ate of return 42,72%, dan profitability ratio 1,80. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rencanain vestasip enambahank endaraanla yak untuk dijalankan. Dengana danyak ondisi ketidakpastianm asay ang akand atangy ang tidak dapatd iprediksi denganm enggunakanp erhitunganm atematis,m akad alam mengambikl eputusanin vestasdi iperlukanm etodel ain dengan mempertimbangkafna ktor yang bersifat kualitatil misalnyap endapatk onsumen, agenp emasaranp, endapapt emilik perusahaanm, aupunp araa hli, sehingga keputusanle bih akuratd anr ealistis.S elaini tu, dalamm enganalisikse layakan investasip erlu dipertimbangkana spekt eknis, organisasi,m anagenald, an sosial budaya.P erusahaajnu ga perlu melakukanp erbaikand an penyempurnaanku alitas pelayanans ecarat erusm enerusu ntuk mempertahankand an meningkatkan permintaan.

Pengaruh penggunaan catalytyc converter dengan filter butiran zeolite terhadap kadar gas buang CO dan HC pada motor 4 langkah / Silvanus Pri Hantoro

 

ABSTRAK Pri Hantoro, Silvanus. 2009. Pengaruh Penggunaan Catalytic Converter dengan Filter Butiran Zeolite Terhadap Kadar Gas Buang CO dan HC pada Motor 4 langkah.Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Anny Martiningsih, M.Kes, (2) Drs. H. Darmadji AS., M.Pd. Kata kunci: catalytic converter, putaran mesin, kadar gas buang co dan hc Perkembangan teknologi dibidang otomotif dan perindustrian yang cukup pesat telah memberikan kemudahan kepada manusia dalam pemenuhan hidupnya, tetapi dampak negatif yang ditimbulkan tetap ada terutama polusi udara. Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh polusi telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kelangsungan hidup manusia. Polusi udara merupakan masalah yang sangat meresahkan saat ini karena polusi udara dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti gangguan pernapasan dan kanker kulit. Dampak lain dari polusi udara yaitu sebagai sebab penipisan lapisan ozon yang berfungsi sebagai filter radiasi sinar matahari. Hasil penelitian catalytic converter dengan filter butiran zeolite diharapkan dapat mengurangi kadar emisi gas buang yaitu CO dan HC. Penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut: Mendeskripsikan interaksi antara penggunaan catalytic converter standart, catalytic converter dengan filter butiran zeolite dan kenaikan RPM dari 1500, 2000, 2500, 3000, dan 3500 terhadap kadar gas buang CO dan HC. Penelitian dilakukan di Laboratorium Motor Bakar Universitas Brawijaya Malang tanggal 26 Mei 2009. Objek penelitian menggunakan mesin bensin Datsun 4 langkah berpendingin air dengan perbandingan kompresi 9:1. Analisis data menggunakan Anova dua jalan dengan taraf signifikansi 0,01 menggunakan fasilitas software SPSS 14 for windows Evaluation. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa catalytic converter dengan filter butiran zeolite berpengaruh terhadap kandungan gas buang bensin. Pada saat menggunakan catalytic converter dengan filter butiran zeolite, kadar emisi CO (0.80 % vol pada 3500 rpm) dan HC (83 ppm vol pada 3500 rpm) lebih rendah jika dibandingkan dengan menggunakan catalytic converter standart, kadar emisi CO (0.222 % vol pada 3500 rpm) dan HC (98 ppm vol pada 3500 rpm) dan kadar emisi CO2 dan O2 hanya sebagai indikator terjadi pembakaran sempurna. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa jenis catalytic converter, variasi putaran mesin dan interaksi antara jenis catalytic converter dan putaran mesin mempengaruhi kadar emisi CO dan HC. Dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya pengaruh catalytic converter dengan filter butiran zeolite terhadap daya putaran mesin.

Implementasi strategi penetapan harga sewa dalam upaya menghadapi persaingan pada Mal Olympic Garden Malang / Dayu Setyo Hartono

 

ABSTRAK Hartono, Dayu Setyo. 2008. Implementasi Strategi Penetapan Harga Sewa Dalam Upaya Menghadapi Persaingan Pada Mal Olympic Garden (MOG) Malang, Jurusan Manajemen, Program D-III Manajemen Pemasaran Universitas Negeri Malang. Pembimbing Agus Hemawan. Kata Kunci: Strategi Penetapan, Harga, Persaingan Praktikum Manajemen Pemasaran III yang ditujukan bagi mahasiswa D-III Manajemen Pemasaran ini diselenggarakan tanggal 1 September sampai 21 Oktober 2008 bertempat di Mal Olympic Garden Malang, Mal Olympic Garden Malang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa yang melayani konsumen dengan tujuan memuaskan konsumen. Agar Mal Olympic Garden Malang dapat memberikan harga yang terbaik pada konsumen perusahaan menggunakan strategi penetapan harga. Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan dan dampak dari perubahan harga dapat dirasakan langsung oleh konsumen yang mampu memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan. Strategi pemasaran yang dikenal dengan sebutan ”Marketing Mix” terdiri dari empat unsur yaitu strategi produk, strategi distribudi, strategi promosi, dan strategi harga. Dari keempat strategi pemasaran tersebut menyebabkan timbulnya biaya produksi (pengeluaran), harga adalah faktor yang perlu dipertimbangkan dengan bijaksana karena keputusan mengenai harga adalah keputusan yang paling signifikan diantara unsur lainnya. Disamping itu harga bersifat fleksibel, artinya dapat diubah dengan cepat. Berbeda halnya dengan karakteristik produk atau komitmen terhadap saluran distribusi. Kedua hal terakhir tidak dapat dirubah atau disesuaikan dengan mudah dan cepat, karena biasanya menyangkut keputusan jangka panjang. Tujuan dari penulisan tugas Akhir ini adalah untuk mendiskripsikan Implementasi Strategi Penetapan Harga Sewa Dalam Upaya Menghadapi Persaingan antara lain: (1) untuk mengetahui strategi penetapan harga yang diterapkan pada Mal Olympic Garden (MOG) Malang. (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh Mal Olympic Garden (MOG) Malang dalam menetapkan harga. (3) Mengetahui tujuan dari penetapan harga jual pada Mal Olympic Garden (MOG) Malang. (4) Untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh Mal Olympic Garden (MOG) Malang dalam upaya menghadapi persaingan. Berdasarkan hasil kegiatan selama PKL antara lain dapat mengetahui harga-harga produk yang ada di Mal Olympic Garden Malang. Ada beberapa kesimpulan dan saran yang dapat yang dapat meningkatkan pelaksanaan strategi penetapan harga sewa dalam upaya menghadapi persaingan yaitu (A) Kesimpulan: Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penetapan harga di Mal Olynpic Garden (MOG) antara lain : segmen pasar yang dituju, biaya, daya beli konsumen, permintaan, laba yang diinginkan, pesaing. (B) Saran: Harga sewa kavling yang terlalu mahal dari pada pesaing, alangkah baiknya jika harga sewa kavling diturunkan sama dengan pesaing.

Meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal penalaran dan komunikasi pada materi segiempat melalui pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share (TPS) / Miftakhul Khoiroh

 

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal penalaran dan komunikasi melalui pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share pada materi segiempat Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Singosari Malang pada bulan Mei-Juni 2009. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yakni menyusun rencana tindakan, melakukan tindakan, observasi/ pengamatan, dan refleksi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal penalaran dan komunikasi pada siswa kelas VIID SMP Negeri 1 Singosari adalah dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share. Dengan rincian tindakan sebagai berikut: (1) pada tahap Think, siswa diminta untuk memikirkan jawaban dari lembar Kerja Siswa yang dibacakan oleh guru, (2) Pada tahap Pair, siswa diminta untuk mendiskusikan jawaban dari Lembar Kerja Siswa tersebut dengan teman sebangkunya, dan (3) pada tahap Share, guru memanggil satu kelompok secara acak untuk mepresentasikan hasil diskusinya di ddepan kelas, selanjutnya guru juga meminta jawaban atau tanggapan dari beberapa kelompok lainnya. Peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal penalaran dan komunikasi diperoleh dari hasil kuis yang dikerjakan oleh siswa di akhir siklus. Dari hasil kuis siklus I, hanya 20 siswa yang dikatakan tuntas belajar atau memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan Kriteria Ketuntasan Minimal 66, 7 dengan ketuntasan kelas mencapai 57, 14 % dan rata-rata nilai kuis I adalah 68, 04. Meskipun rata-rata nilai kuis lebih dari KKM dan dari lembar observasi aktivitas siswa termasuk dalam kategori “baik”, namun karena ketuntasan kelas belum mencapai 80%, maka disimpulkan bahwa siklus I belum berhasil. Penelitian dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II, rata-rata nilai kuis mencapai 72, 3 dengan ketuntasan kelas mencapai 80%. Karena dari lembar observasi aktivitas siswa termasuk dalam kategori “baik”, maka siklus II dikatakan berhhasil dan tidak dilanjutkan ke siklus selanjutnya. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh bahwa respon siswa cukup positif terhadap pembelajaran matematika dengan model think-pair-share.

Pengaruh lingkungan keluarga dan pemanfaatan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMA N 1 Bululawang / Bahrul Fuad Asmawan

 

Lingkungan keluarga merupakan salah satu aspek yang mempunyai peranan penting dalam menentukan tingkat prestasi belajar siswa. Keluarga merupakan pusat pendidikan yang utama dan pertama, hal ini disebabkan karena keluarga merupakan orang-orang terdekat bagi seorang anak. Selain lingkungan keluarga, fasilitas belajar di rumah merupakan salah satu aspek yang tidak kalah penting dalam menentukan tingkat prestasi belajar siswa. Dengan dukungan dari keluarga dan terpenuhinya fasilitas belajar di rumah akan memudahkan anak dalam mencapai prestasi belajar yang diinginkan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana keadaan lingkungan keluarga Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA N 1 Bululawang (2) Bagaimana pemanfaatan fasilitas Di Rumah Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA N 1 Bululawang (3) Bagaimana tingkat prestasi belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA N 1 Bululawang (4) Apakah terdapat pengaruh antara lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA N 1 Bululawang (5) Apakah terdapat pengaruh antara pemanfaatan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA N 1 Bululawang (6) Apakah terdapat pengaruh antara lingkungan keluarga dan pemanfaatan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Bululawang Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga dan pemanfaatan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA N 1 Bululawang. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan metode angket atau kuesioner dan dokumentasi atau nilai ulangan harian. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Siswa Kelas X Di SMA N 1 Bululawang Malang yang terdiri dari tiga kelas dengan total 116 siswa. Sedangkan pengambilan sampel dalam penelitian ini masing kelas diambil perwakilan 15 siswa untuk kelas X1, 16 siswa untuk kelas X2, dan 15 siswa untuk kelas X3. Total keseluruhan sampel adalah 46 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara proporsional random sampling yaitu pengambilan sampel dari anggota populasi secara acak tanpa memperhatikan tingkatan dalam anggota populasi. Lokasi penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Bululawang Malang Jl. Raya Bululawang. Penelitian ini dilaksanakan April-Mei 2009. Data penelitian dianalisis dengan analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan pada taraf signifikansi t = 0,000 < 0,05 untuk variabel X1 diperoleh hasil sebesar 0,507 dan dikuadratkan menjadi 0,257 atau 25,70% hal ini menjelaskan bahwa faktor lingkungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar. Pada variabel X2 diperoleh signifikansi t = 0,002 < 0,05 untuk variabel x2 diperoleh hasil 0,447 setetelah dikuadratkan menjadi 0,1998 atuu 19,98% yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Bululawang Malang. Dari hasil analisis regresi diperoleh nilai F = 0,482, hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari lingkungan keluarga (X1) dan fasilitas belajar di rumah (X2), terhadap prestasi belajar (Y) SMA Negeri 1 Bululawang Malang dapat diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan keluarga dan pemanfaatan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Bululawang Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang dapat disampaikan adalah bagi orang tua diharapkan dapat meningkatkan perhatian kepada anaknya dengan cara mendidik anaknya agar selalu rajin belajar, memantau perkembangan dan kemajuan belajar anaknya, memperhatikan kebutuhan sekolah anaknya berupa buku-buku pelajaran, alat tulis menulis, serta sarana prasarana belajar di rumah diharapkan dapat dipenuhi oleh orang tua, sehingga prestasi belajar anak dapat meningkat.

Studi tentang pelaksanaan pembelajaran program adaptif dan program produktif pada program keahlian teknik mekanik otomotif di SMK Negeri 6 Malang tahun 2009 / Agung Wicaksono

 

ABSTRAK Wicaksono, Agung. 2009. Studi Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Program Adaptif dan Pembelajaran Program Produktif pada Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif SMK Negeri 6 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Kusdi, S.T., M.T. (II) Drs. H. Wakidi. Kata kunci: pembelajaraan, program adaptif, program produktif, SMK. Penelitian dengan judul Studi Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Program Adaptif dan Pembelajaran Program Produktif pada Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif SMK Negeri 6 Malang memiliki tujuan penelitian (1) Mendiskripsikan sinkronisasi isi mata pelajaran program adptif terhadap program produktif pada keahlian mekanik otomotif, (2) Mendiskripsikan penjadwalan dan penyesuaian isi program adaptif pada keahlian mekanik otomotif, (3) Mendiskripsikan kompetensi pendidik program adaptif dan produktif, (4) Mendiskripsikan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru program adaptif SMK Negeri 6 Malang dalam mensinkronisasikan dengan pembelajaran program produktif, (5) Mendiskripsikan alternatif solusi yang ditempuh untuk mengatasinya. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 6 Malang yang terletak di Jl. Ki Ageng Gribig 28, Madyopuro, Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui metode mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian ini didapatkan: (1) Sinkronisasi isi mata pelajaran program adptif terhadap program produktif dilaksanakan berdasarkan kebutuhan pelajaran produktif, dan berpedoman penuh pada kurikulum yang dipakai yaitu KTSP; (2) Penjadwalan dan penyesuaian isi program adaptif terhadap program produktif berpedoman penuh pada KTSP dan dalam pelaksanaanya disesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang ada; (3) Kualifikasi pendidik yang mengajar di SMK Negeri 6 Malang sudah memenuhi kriteria PP No 19 tahun 2005 dan permen diknas no 16 tahun 2007; (4) Kendala-kendala yang dihadapi oleh guru program adaptif SMK Negeri Malang dalam mensinkronisasikan dengan pembelajaran program produktif antara lain sarana prasarana, Siswa, kebudayaan (kultur), dan DU/DI; (5) Alternatif solusi yang ditempuh untuk mengatasin kendala pembelajaran dengan cra mengajukan pengadaan sarana prasarana, pemberian motivasi kepada siswa, dan membaurkan siswa dari berbagai kultur.

Pelaksanaan pembelajaran pada jurusan tata boga di SMK Negeri 3 Malang sebagai rintisan sekolah berstandar internasional / Melchiorita Yosiana Hallatu

 

Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Malang dengan fokus penelitian pelaksanaan pembelajaran, terkait dengan kesiapan guru produktif jurusan Tata Boga menyiapkan perangkat mengajar, mulai dari pembuatan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penggumpulan data adalah wawancara, observasi/pengamatan dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan proses pembelajaran terkait dengan kesiapan guru jurusan Tata Boga dalam menyiapkan perangkat mengajar sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan, dan masih separuh menjalankan standar RSBI mengingat sekolah ini telah menyandang predikat RSBI. Kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Silabus mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang meliputi: materi pelajaran, metode mengajar, media belajar dan sumber belajar. Materi pelajaran disesuaikan dengan kebutuhan industri, karena diharapkan siswa yang sudah lulus dapat bekerja di dunia industri. Metode mengajar yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi, hal ini tidak sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang digunakan pada sekolah RSBI. Media pembelajaran didalam salah satu persyaratan sekolah RSBI adalah menggunakan ICT dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), hal ini belum sepenuhnya dilaksanakan guru Tata Boga dalam KBM. Media pembelajaran yang seringnya digunakan adalah alat/bahan itu sendiri, LCD dan laptop sebagai alat untuk menayangkan slide powerpoint, dan sumber belajar guru umumnya mengambil dari buku-buku boga, majalah, internet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah SMK Negeri 3 Malang, belum dapat melaksanakan sekolah RSBI dengan baik. Ini terbukti hampir seluruh standar sekolah RSBI belum dilaksanakan. Sedangkan untuk kesiapan guru jurusan Tata Boga dalam menyiapkan perangkat mengajar yang meliputi pembuatan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, dapat dikatakan guru Tata Boga siap, hanya karena tidak adanya dukungan yang berarti dari pihak-pihak terkait sehingga guru Tata Boga belum sepenuhnya melaksanakan standar-standar sekolah RSBI. Saran dari penelitian ini kepada pihak sekolah dan guru adalah agar pada saat penerimaan siswa dapat dilakukan seleksi ketat, dan juga mengadakan berbagai macam pelatihan metode mengajar untuk guru.

Alat pengemas biogas ke dalam tabung LPG 3kg / Dimas Bagus Setyawan

 

Sumber daya energi mempunyai peran yang sangat penting bagi kebanyakan orang, karena sumber daya energi digunakan dalam berbagai bidang antara lain untuk pertumbuhan kegiatan industri, jasa, perhubungan, dan rumah tangga. Dalam jangka panjang, peran energi akan lebih berkembang khususnya guna mendukung pertumbuhan sektor industri dan kegiatan lain yang terkait. Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah misalnya: minyak bumi atau gas alam cair lainnya yang biasanya sering disebut dengan istilah BBM (Bahan Bakar Minyak). Meskipun Indonesia adalah negara penghasil minyak dan gas tetapi pada saat ini sumber energi terus menipis dikarenakan banyaknya permintaan yang disebabkan populasi penduduk yang terus meningkat. Seperti yang telah kita ketahui BBM termasuk sumber energi yang tidak dapat diperbaharui, jika BBM dikonsumsi terus menerus maka cadangan BBM akan habis. Menurut data DESDM (2006) cadangan minyak Indonesia hanya tersisa sekitar 9 milliar barel. Apabila terus dikonsumsi tanpa ditemukannya cadangan minyak baru, diperkirakan cadangan minyak ini akan habis dalam dua dekade mendatang.

Analisis pengaruh good corporate governance terhadap kinerja perusahaan (studi pada perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2005-2006) / Nining Farida

 

ABSTRAK Farida, Nining. 2009. Analisis Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Kinerja Perusahaan Studi pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI tahun 2005-2006. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Sumadi ,SE.MM . (II) Dra. Hj. Sutatmi, SE, M.Si, M.Pd, Ak. Kata Kunci : Good Corporate Governance, Kinerja Perusahaan. Keberadaan good corporate governance dalam suatu perusahaan tidak hanya mampu menjadi daya tarik bagi para investor, melainkan juga mampu menjadi jembatan penghubung yang mampu mengakomodasi hubungan antara investor atau pemilik modal (principal) dengan pihak manajemen perusahaan (agent). Dengan adanya penerapan prinsip good corporate governance tersebut, diharapkan konflik kepentingan antara agen dan prinsipal dapat dikurangi sehingga kepentingan perusahaan merupakan prioritas, dimana peningkatan kinerja perusahaan secara keseluruhan menjadi fokus utama. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa corporate governance mempunyai hubungan dengan peningkatan kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tingkat penerapan good corporate governance mempunyai pengaruh terhadap kinerja perusahaan yaitu kinerja pasar dan kinerja operasional perusahaan publik di Indonesia. Penelitian mengenai pengaruh good corporate governance terhadap kinerja perusahaan menggunakan komposisi aktiva, kesempatan pertumbuhan dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol dan kinerja perusahaan sebagai variabel independen diproksikan oleh Tobin’s Q untuk kinerja pasar perusahaan dan ROA untuk kinerja operasional perusahaan.Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah purposive sampling dengan model judgement sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan menggunakan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Kriteria dalam pemilihan sampel penelitian ini adalah (1) perusahaan public yang listing di BEI pada tahun 2005-2006 yang bersedia untuk berpartisipasi dalam survey Corporate Governance Perseption Index (CGPI) pada tahun 2005 dan 2006, (2) perusahaan tersebut masuk ke dalam level pengelompokkan hasil survei CGPI. Berdasarkan kriteria tersebut survey tahun 2005-2006, 7 perusahaan mengikuti survey tahun 2005 dan 2 perusahaan yang mengikuti survey tahun 2006 sehingga jumlah total observasi adalah 35. Metode analisis statistik dalam penelitian ini adalah model regresi linier berganda, karena penelitian ini dirancang untuk meneliti faktor-faktor yang berpengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Penelitian ini menggunakan variabel kontrol komposisiny aktiva, kesempatan pertumbuhan dan ukuran perusahaan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa model regresi pertama pada semua variabel tidak terdapat pengaruh secara signifikan.Sedangkan pada model regresi kedua, hanya size yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja operasional perusahaan. Sedangkan kedua variabel lainnya aktiva dan ukuran perusahaan tidak mempunyai pengaruh signifikan.

Modul sebagai alternatif pembelajaran matematika pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel untuk siswa SMP kelas VIII / Linda Dwi Khurin Inayati

 

Berdasarkan kenyataan di lapangan, sampai saat ini masih banyak siswa yang menganggap bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit. Di lain pihak, masih banyak juga guru yang menerapkan pembelajaran konvensional dibanding metode-metode pembelajaran yang baru. Apalagi ditambah hasil wawancara dengan beberapa siswa yang menyatakan bahwa buku pelajaran yang dimiliki siswa cenderung monoton dan kurang menarik sehingga siswa menjadi cepat bosan dan malas belajar. Dari ketiga hal tersebut, penulis terdorong untuk mengembangkan alternatif pembelajaran matematika dengan menggunakan modul. Dengan modul siswa dituntun untuk belajar membangun pemahamannya tentang suatu konsep materi yang akan dipelajari. Dengan begitu, konsep suatu materi yang telah mereka pelajari akan lebih melekat di ingatan mereka dalam jangka waktu yang lama dibandingkan dengan hanya menerima dari gurunya. Dalam pembelajaran ini, guru hanya berfungsi sebagai motivator dan pembimbing. Model pengembangan modul ini menggunakan model prosedural. Adapun unsur-unsur modul ini terdiri dari petunjuk untuk guru, petunjuk untuk siswa, daftar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, lembar kegiatan siswa, lembar kerja siswa, kunci jawaban lembar kerja siswa, lembar tes, lembar tes remidi, kunci jawaban lembar tes beserta pedoman penilaiannya, kunci jawaban lembar tes remidi beserta pedoman penilaiannya, daftar pustaka. Sebelum diuji cobakan ke siswa, modul divalidasi terlebih dahulu ke satu dosen, satu guru, dan satu teman sejawat. Setelah itu modul diuji cobakan pada 5 siswa dalam 3 pertemuan. Pertemuan pertama siswa mengerjakan lembar kegiatan siswa, pertemuan kedua siswa mengerjakan lembar kerja siswa, dan pertemuan ketiga siswa mengerjakan soal tes. Berdasarkan hasil validasi perorangan, modul perlu perbaikan pada lembar kegiatan siswa, lembar tes dan lembar tes remidi. Sedangkan hasil uji coba kelompok kecil, nilai tes semua siswa sudah memenuhi standar ketuntasan belajar yang dibuat penulis. Akan tetapi, berdasarkan angket yang disebarkan ke siswa perlu adanya perbaikan kalimat pada petunjuk untuk siswa. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil uji coba modul ini adalah modul cukup menarik dan dapat diterima oleh siswa. Adapun saran pemanfaatan modul ini adalah sebaiknya digunakan pada siswa yang berkemampuan rata-rata ke atas karena rangkaian aktivitasnya tidak terlalu menuntun siswa tetapi siswa dituntun untuk memecahkan masalah melalui pertanyaan-pertanyaan yang konstruktif. Sedangkan untuk pengembangan lebih lanjut, modul ini dapat digunakan di sekolah sebagai alternatif pembelajaran matematika pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel.

Pengembangan media pembelajaran kimia berbasis komputer untuk materi pokok termokimia / Muhammad Hubbi

 

ABSTRAK Hubbi, Muhammad. 2008. Pengembangan Media Pembelajaran Kimia Berbasis Komputer Untuk Materi Termokimia. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D., (II) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S. Kata Kunci: media pembelajaran, media pembelajaran berbasis komputer, termokimia. Pembelajaran kimia meliputi tiga aspek penting yaitu aspek makroskopis, mikroskopis dan simbolik. Ketiga apek tersebut harus dibelajarkan kepada siswa agar tidak mengalami kesalahan konsep. Namun kenyataannya pengajar masih jarang menyampaikan matari kimia sampai pada aspek mikroskopis. Hal ini terjadi karena pengajar mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi hingga aspek mikroskopis. Sehingga kebanyakan siswa masih sering mengalami kesalahan konsep. Salah satu sarana yang dapat digunakan oleh pengajar kimia dalam menyampaikan materi pelajaran hingga aspek mikroskopis adalah dengan menggunakan media pembelajaran berbasis komputer. Media pembelajaran ini dapat menyajikan animasi-animasi di tingkat molekuler dengan lebih mudah dan lebih jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis komputer yang menarik, interaktif, dan mudah dipahami pada materi termokimia. Pengembangan media pembelajaran ini menggunakan model Dick and Carrey dengan beberapa penyesuaian yang diperlukan. Pengujian validitas media hasil pngembangan menggunakan instrumen berupa angket/ kuisioner tertutup. Pengujian validitas meliputi uji validitas konten dan uji terbatas. Validator pada uji validitas isi adalah dua dosen kimia UM, satu guru kimia SMAN 1 Malang dan satu guru kimia MA. Ma’arif 7 Lamongan. Sedangkan pada uji terbatas dilakukan terhadap 20 siswa MA. Ma’arif 7 Lamongan kelas XI. Setelah melalui tahap validasi, media pembelajaran diperbaiki berdasarkan saran-saran yang diberikan validator. Hasil penelitian pengembangan ini berupa media pembelajaran termokimia yang dikemas dalam CD. Media pembelajaran yang dirancang dapat digunakan sebagai alat bantu mengajar atau sebagai sumber belajar mandiri. Hasil validasi konten menunjukkan bahwa media yang dihasilkan memiliki tingkat validitas 84,40%. Sedangkan hasil uji terbatas pada siswa MA. Ma’arif 7 menunjukkan tingkat validitas 89,69. Dengan demikian media ini telah layak digunakan sabagai perangkat pembelajaran untuk materi pokok termokimia di SMA kelas XI. Namun demikian efektivitas penggunaan media ini masih perlu diteliti lebih lanjut melalui kegiatan empiris di kelas.

Penerapan pembelajaran kooperatif model dua tinggal dua tamu untuk meningkatkan proses dan prestasi belajar matematika siswa kelas VII-A MTs Barakatul Hasan Probolinggo tahun ajaran 2008/2009 / Diah Vialita Dewi

 

ABSTRAK Dewi, Diah Vialita. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Dua Tinggal Dua Tamu untuk Meningkatkan Proses dan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VII-A MTs Barakatul Hasan Probolinggo Tahun Ajaran 2008/2009. Jurusan Matematika Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Cholis Sa’dijah, M.Pd., M. A., (II) Drs. H. Imam Supeno, M. S. Kata Kunci: pembelajaran kooperatif, model dua tinggal dua tamu, proses belajar matematika, prestasi belajar matematika. Berdasarkan hasil observasi awal di MTs Barakatul Hasan Probolinggo diketahui bahwa prestasi belajar Matematika siswa kelas VII-A masih relatif rendah. Hal ini mungkin disebabkan oleh metode pembelajaran yang diterapkan masih dilakukan dengan cara guru menerangkan kemudian siswa diberi latihan soal dimana dalam metode seperti ini keaktifan siswa kurang maksimal. Pada saat proses pembelajaran siswa tampak bosan, mengantuk, dan kurang memperhatikan penjelasan guru. Mereka lebih tertarik untuk berbicara dengan teman sebangku. Berdasarkan permasalahan ini, penulis mencoba melakukan upaya perbaikan dengan menerapkan suatu pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan belajar yaitu pembelajaran kooperatif model dua tinggal dua tamu. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mendiskripsikan bagaimanakah langkah pembelajaran kooperatif model dua tinggal dua tamu yang dapat meningkatkan proses belajar Matematika siswa kelas VII-A MTs Barakatul Hasan Probolinggo tahun ajaran 2008/2009, 2) Mendiskripsikan peningkatan prestasi belajar Matematika siswa kelas VII-A MTs Barakatul Hasan Probolinggo tahun ajaran 2008/2009 setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model dua tinggal dua tamu. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, analisis dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII-A MTs Barakatul Hasan Probolinggo. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, tes, catatan lapangan, angket, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Penerapan pembelajaran kooperatif model dua tinggal dua tamu dapat meningkatkan proses belajar matematika siswa kelas VII-A MTs Barakatul Hasan Probolinggo tahun ajaran 2008/2009. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan pada aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran yang terlihat dari adanya peningkatan pada lima unsur pembelajaran kooperatif dari siklus I ke siklus II yaitu untuk tingkat ”kurang” sebesar 27.5% menjadi 8.33%, pada tingkat ”cukup” sebesar 50.83% menjadi 27.5%, dan pada tingkat ”baik” sebesar 21.67% menjadi 64.17%. 2) Prestasi belajar matematika siswa kelas VII-A MTs Barakatul Hasan Probolinggo tahun ajaran 2008/2009 mengalami peningkatan setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model dua tinggal dua tamu. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan rata-rata skor tes siklus I sebesar 4.83 dari rata-rata skor awal. Sedangkan rata-rata skor tes siklus II meningkat sebesar 3.33 dari rata-rata skor tes siklus I.

A semiotics analysis of longfellow's the tide rises, the tide falls / Avizena Elfazia Zen

 

Abstract Zen, Avizena Elfazia. 2009. The Tide Rises The Tide Falls: A Semiotics Analysis. Thesis. English Literature, Faculty of Letter, State University of Malang. Advisor: Drs. Sigit Selandono Keywords: Semiotics, Poetry, Sign, Interpretation In literary communication, especially poetry, author communicates what he means through certain symbols which mostly are not easy to interpret. The problem mostly occurs in the classes of poetry interpretation. The theory that will help the students to cope the problem is the theory of semiotics. The students need the theory of semiotics to be able to give explanation about their thought. They need the theory of semiotics also, to understand the references of the signs, the author, the message, and themselves as readers. Thus, analyzing poetic signs in literature, especially poetry, becomes the focus of this study. The writer believes that the study of semiotics will help her, other literature students, and readers to cope with the problem of subjectivity and lack of reasons in interpretation. By using poetry as the object of the study, she believes that she will be able to apply the theory of semiotic; the writer believes that she will be able to share the knowledge with others and understand poetry in a better platform. The writer uses one of Longfellow’s poems, The Tide Rises The Tide Falls as a representative of the poetry genre. The writer sees that Longfellow represents the modern poets. The poem itself is also an entity built on significations of conventional signs. The writer believes that semiotics will help her to reveal the use of the signs in the point of view of the terms and the functions. Through research, the writer analyzes the way semiotics works in the sign analysis of the poem. The writer analyzes the system of signs in the poem, which is built on the referential relationship among each sign internally and between signs and their convention. Then, the writer analyzes the characteristic of the signs; interpret the meaning of the signs intertextually. The result of the research is that the poem’s system of sign is the use of intertextual relationship by understanding of poem’s sign. The poem is built on the combination of signs and develop new signs that support the main theme of this poetry.

Pengaruh pemberian tugas menulis matematika terhadap hasil belajar bangun ruang siswa kelas VIII SMP negeri 18 Malang / Dyah Primasari

 

ABSTRAK Primasari, Dyah. 2009. Pengaruh Pemberian Tugas Menulis Matematika Terhadap Hasil Belajar Bangun Ruang Siswa Kelas VIII Smp Negeri 18 Malang. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc, (II) Drs. Ir. Herutomo, M.Pd. Kata kunci: tugas menulis matematika dan hasil belajar. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP Negeri 18 Malang memberikan informasi bahwa pelaksanaan pembelajaran matematika masih berpusat pada guru. Guru berperan sebagai pemberi informasi dengan menjelaskan materi matematika, memberikan contoh-contoh permasalahan dan memberikan latihan soal-soal. Akibatnya penguasaan siswa terhadap konsep matematika menjadi kurang maksimal. Sebagai solusi dalam pembelajaran matematika sehingga penguasaan konsep matematika siswa menjadi lebih baik adalah pembelajaran dengan tugas menulis matematika. Tugas menulis matematika membuat siswa lebih banyak mengkonstruk sendiri pengetahuan matematikanya, mengajak siswa lebih aktif, mengajak siswa lebih mandiri, dan membuat siswa selalu berusaha untuk menemukan pengertian, pemahaman dan kebenaran baru. Alasan inilah yang melatar belakangi penelitian pemberian tugas menulis matematika dalam pembelajaran bangun ruang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan proses pelaksanaan pembelajaran dengan pemberian tugas menulis matematika dan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran tugas menulis matematika lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran tanpa pemberian tugas menulis matematika. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan penelitian eksperimen semu dan rancangan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswa kelasVIII SMP Negeri 18 Malang tahun ajaran 2008-2009. Sedangkan sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik sampling acak kelompok atau cluster random sampling. Dalam penelitian ini, data diperoleh dengan cara tes untuk mengetahui hasil belajar oleh siswa dan angket siswa untuk kelas eksperimen untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran dengan pemberian tugas menulis matematika, serta lembar observasi. Selanjutnya data pengujian hipotesis dianalis dengan bantuan MINITAB 14 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pelaksanaan pembelajaran dapat dikategorikan berjalan dengan baik. Rata-rata hasil belajar siswa adalah 77,6 untuk kelas ekperimen dan 71,6 untuk kelas kontrol. Berdasarkan pengujian hipotesis hasil belajar dan motivasi belajar siswa diperoleh P-Value = 0,039 < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, pemberian tugas menulis matematika memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa yaitu hasil belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan pemberian tugas menulis matematika lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa tanpa mendapatkan pembelajaran tanpa pemberian tugas menulis matematika

Pengaturan motor servo untuk robot berkaki heksa_dizz / Fadly Arif

 

ABSTRAK Arif, Fadly. 2009. Pengaturan Motor Servo Untuk Robot Berkaki Hesa_Dizz. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Siti Sendari, S.T., M.T., (II) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T. Kata kunci: Motor Servo, Robot, Bahasa C Upaya untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi elektronika adalah dengan diadakannya suatu kontes robot cerdas Indonesia (KRCI), yang terdiri beberapa kategori yaitu beroda dan berkaki. Oleh karena itu, peningkatan tingkat kecerdasan robot melalui gerak-gerak yang digunakan serta kontrol yang pengaturannya menggunakan pemrograman bahasa C yang sesuai akan banyak menghasilkan gerakan robot yang cukup bervariasi. Untuk pergerakan kaki dalam tugas akhir ini menggunakan motor servo. Motor servo adalah sebuah motor dengan sistem umpan balik tertutup di mana posisi dari motor akan diinformasikan kembali ke rangkaian kontrol yang ada di dalam motor servo. Motor servo ini akan dikomunikasikan serial dengan sensor ultrasonik sebagai fungsi gerak dari robot. Kontrol utama yang digunakan adalah ATMega 16, sedangkan bahasa pemrogramannya menggunakan bahasa C. Kemudian hasilanya akan ditampilkan dalam LCD dalam bentuk angka. Dari hasil pengujian gerak motor servo sebagai sendi robot bahwa desain mekanis robot sangat menentukan dari putaran penuh dari PWM motor servo

Penggunaan metode investigasi kelompok untuk meningkatkan kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Unggulan Nahdlatul Ulama Mojoagung Kabupaten Jombang / Rina Maskuriyah

 

ABSTRAK Maskuriyah, Rina. 2009. Penggunaan Metode Investigasi Kelompok untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa KelasVIII SMP Unggulan NU Mojoagung, Kabupaten Jombang. Skripsi, Prodi Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Dwi Saksomo, M.Si Kata kunci: metode investigasi kelompok, menulis teks berita Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP disebutkan bahwa kemampuan menulis teks berita wajib dikuasai oleh siswa kelas VIII SMP. Tujuannya agar siswa dapat mengenal, memahami, dan mampu menulis teks berita. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks berita diperlukan sebuah metode pembelajaran yang tepat. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode investigasi kelompok. Dengan metode ini, siswa dapat belajar menulis teks berita. Dalam meningkatkan kemampuan menulis teks berita dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap pramenulis, tahap menulis, dan tahap pascamenulis. Masalah umum dalam penelitian ini, adalah bagaimana gambaran umum tentang peningkatan kemampuan menulis teks berita dengan metode investigasi kelompok pada siswa kelas VIII SMP Unggulan NU Mojoagung Kabupaten Jombang pada tahap pramenulis, tahap menulis, dan tahap pascamenulis. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis teks berita siswa melalui penggunaan metode investigasi kelompok bagi siswa kelas VIII SMP Unggulan NU pada tahap pramenulis, tahap menulis, dan tahap pascamenulis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus dilaksanakan dalam tiga pertemuan yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan berurutan. Penelitian ini meliputi beberapa tahap, yaitu: studi pendahuluan, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Penelitian pada siklus I dilaksanakan pada tanggal 10 November 2008, 12 November 2008 dan 17 November 2008, sedangkan siklus II dilaksanakan tanggal pada 19 November 2008, 21 November 2008 dan 24 November 2008. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-C SMP Unggulan NU Mojoagung yang berjumlah 23 anak. Sumber data penelitian adalah siswa kelas VIII-C SMP Unggulan NU Mojoagung, Kabupaten Jombang. Data penelitian meliputi data verbal berwujud tuturan lisan selama proses dan hasil tertulis peningkatan keterampilan menulis teks berita. Data nonverbal berupa rekaman tindakan siswa yang ditranskripsikan pada catatan lapangan. Data diperoleh melalui instrumen utama, yaitu peneliti sendiri dibantu guru dan teman sejawat, sedangkan instrumen penunjang berupa pedoman wawancara guru dan siswa, lembar kerja siswa, dokumentasi, dan catatan lapangan untuk mengetahui proses dan hasil keterampilan menulis teks berita siswa. Berdasarkan hasil analisis data proses peningkatan keterampilan menulis teks berita siswa dengan menggunakan metode investigasi kelompok dapat ditarik kesimpulan berikut. Proses peningkatan keterampilan menulis teks berita dengan menggunakan metode investigasi kelompok pada tahap pra menulis dilakukan dengan mengidentifikasi topik, perencanaan kooperatif, dan implementasi. Pada tahap menulis dilakukan analisis dan sintesis data investigasi, kemudian menulis teks berita. Pada tahap pasca menulis, metode investigasi kelompok untuk meningkatkan kemampuan menulis teks berita dilakukan dengan kegiatan penyuntingan, presentasi kelompok, dan evaluasi. Berdasarkan analisis hasil penggunaan metode investigasi kelompok, keterampilan yang berkembang pada tahap pra menulis yaitu keterampilan menyusun kerangka teks berita dengan menentukan topik ,judul dan unsur berita. Pada tahap menulis, penggunaan metode investigasi kelompok dapat; (1) meningkatkan kemampuan siswa dalam menuliskan kelengkapan isi berita berdasarkan unsurnya yaitu 5W+1H; (2) meningkatkan kemampuan siswa dalam menuliskan sistematika berita pada teras berita yang ditulis dengan singkat, padat jelas dan menyatakan waktu yang tepat, pada tubuh berita yang ditulis dengan informasi yang ringkas, jelas dan sangat proporsional; dan (3) pada tahap revisi, meningkatkan keterampilan penggunaan ejaan dan tanda baca dengan baik yang ditandai dengan rendahnya kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca yang dilakukan oleh siswa (tidak lebih dari 15 kesalahan). Pada tahap pasca menulis, penggunaan metode investigasi kelompok dapat meningkatkan keterampilan menyunting yang memungkinkan siswa untuk mengoreksi hasil karangan temannya, sehingga siswa juga mengetahui kesalahan dan kekurangan pada hasil teks berita mereka, serta memublikasikan teks berita mereka dengan cara presentasi kelompok di depan kelas dan melakukan evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada guru Bahasa Indonesia untuk menggunakan metode investigasi kelompok dalam meningkatkan kemampuan menulis teks berita siswa. Kepada penulis buku ajar disarankan untuk menjadikan temuan ini sebagai alternatif strategi pembelajaran menulis teks berita. Kepada peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai acuan dan gambaran mengenai masalah yang sejenis, dan disarankan agar mengembangkan penggunaan metode investigasi kelompok ini pada kompetensi pembelajaran berbahasa yang lain.

Penerapan pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) dalam meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPA kompetensi dasar proses daur air dan kegiatan yang mempengaruhinya di kelas V SDN Gadang I Kota Malang / Septiana Dyah Winanty

 

ABSTRAK Winanty, Septiana Dyah. 2009. Penerapan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) dalam Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Kompetensi Dasar Proses Daur Air Dan Kegiatan Yang Mempengaruhinya Di Kelas V SDN Gadang I Kota Malang. Skripsi, jurusan Kependidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra Hj. Sukamti, M.Pd., (II) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si. Kata kunci: Pendekatan STM, hasil belajar IPA Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada 2 Februari 2009 pada pembelajaran IPA pada materi Gaya di SD Gadang I, diketahui pembelajaran tersebut belum menunjukkan hasil belajar IPA menunjukkan nilai ketuntasan. Selain itu, adanya kondisi lingkungan di sekitar sekolah yang merupakan daerah industri yang padat penduduk, mengharuskan siswa peka terhadap lingkungan sekitar.Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendiskripsikan pelaksanaan pendekatan STM dalam pembelajaran IPA kompetensi dasar proses daur air dan kegiatan yang mempengaruhinya di kelas V SDN Gadang I kota Malang; (2)mendiskripsikan peningkatan hasil belajar dengan pengunaan pendekatan STM dalam pembelajaran IPA kompetensi dasar proses daur air dan kegiatan yang mempengaruhinya di kelas V SDN Gadang I kota Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rangangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam PTK ini dilaksanakan 2 siklus, siklus I dilaksanakan dalam 3 × pertemuan dan siklus ke II dilaksanakan dalam 1× pertemuan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Gadang I Kota Malang dengan jumlah siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, wawancara dan tes. Evaluasi yang dilakukan menggunakan tes hasil dan proses. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa hasil belajar siswa pada pra tindakan hanya mencapai 13 % (belum mencapai kriteria keberhasilan 75%) dan rata-rata kelas hanya 56.21 dengan kriteria ketuntasan minimal secara individu 70. Sedangkan setelah pemberian tindakan meningkat menjadi 100% pada akhir siklus II dan rata-rata kelas mencapai 76.69. Dengan demikian pemberian tindakan pada siklus II telah berhasil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan pendekatan STM pada pokok bahasan daur air dan kegiatan yang mempengaruhinya dapat meningkatkan hasil belajar pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor Selanjutnya peneliti menyarankan pada pihak guru agar dapat menerapkan pendekatan STM dalam pembelajaran IPA agar siswa lebih peka terhadap masalah-masalah yang ada di sekitar lingkungan dengan menggunakan laboratorium. Pada siswa juga lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan menerapkan teknologi dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan masalah lingkungan. Penelitian ini sebagai bahan bandingan dikemudian hari terdapat penelitian dengan model STM yang lebih sempurna lagi

Penerapan pembelajaran berbasis masalah berpijak pada Arends pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP Negeri 10 Malang / Eka Junaedi

 

ABSTRAK Junaedi, Eka. 2009. “Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah Berpijak Pada Arends Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Kelas VIII SMP Negeri 10 Malang”. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Cholis Sa’dijah,M.Pd., M.A., (2) Drs Eddy Budiono, M.Pd. Kata kunci: Penerapan, Pembelajaran Berbasis Masalah, Bangun Ruang Sisi Datar Dalam kegiatan pembelajaran dikelas, guru matematika SMP Negeri 10 Malang mengajak siswa untuk menemukan sendiri konsep yang dipelajari. Kegitan tersebut dilakukan guru dengan memberikan lembar kerja dan meminta siswa secara mandiri menyelesaikan lembar kerja tersebut. Metode tersebut baik untuk diterapkan. Tetapi pada kenyataannya masih ada siswa yang bingung ketika pelaksanaan pembelajaran. Siswa tersebut merasa sulit untuk memahami materi matematika yang dipelajari. Untuk mengatasi hal itu diperlukan suatu perubahan dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu pembelajaran yang dapat digunakan adalah pembelajaran berbasis masalah. Suatu pembelajaran yang mengajak siswa membangun pengetahuan melalui kegiatan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur penerapan pembelajaran berbasis masalah berpijak pada Arends pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII dan mengetahui respon siswa terhadap penerapan pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 10 Malang dengan subjek penelitian yaitu 40 siswa kelas VIII G SMP Negeri 10 Malang tahun 2008/2009. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi selama pembelajaran, catatan lapangan, tes, angket, wawancara dan studi dokumen. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahawa penerapan pembelajaran berbasis masalah pada materi bangun ruang sisi datar dilakukan melalui langkah-langkah berikut. (1) Orientasi siswa dalam menghadapi masalah yaitu menyampaikan tujuan, pemberian apersepsi, motivasi serta pemberian masalah. (2) Mengorganisasi siswa dalam melakukan pengamatan, yaitu membantu siswa mendefinisiskan permasalahan, mengorganisasikan tugas belajar serta meminta siswa untuk berbagi tugas dalam penyeleaian masalah. (3) Membimbing siswa dalam melakukan pengamatan atau investigasi, proses dimana penyelesaian masalah dilakukan. (4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya atau presentasi hasil kerja siswa, dilakukan dari satu kelompok ke kelompok lain.(5) Melakukan analisa dan evaluasi proses penyelsaian masalah. Pembelajaran dilakukan dengan berkelompok. Penerapan pembelajaran berbasis masalah menunjukkan hasil yang positif, yaitu dari aktivitas siswa yang tergolong baik dan hasil nilai rata-rata kelas siswa setelah diberi tes yaitu 72,56 dan 77,16. Selain itu respon positif juga ditunjukkan siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan sebaiknya pembelajaran berbasis masalah dapat dijadikan alternatif dalam pembelajaran karena menunjukkan hasil yang positif. Selain itu penentuan masalah yang digunakan dalam pembelajaran sangat menentukan keterlaksanaan pembelajaran.

Evaluasi pelaksanaan RDTRK (1995-2009) di Kota Tulungagung / Neni Wahyuningtyas

 

ABSTRAK Wahyuningtyas, Neni. 2009. Evaluasi Pelaksanaan RDTRK (1995-2009) di Kota Tulungagung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA UM. Pembimbing (1) Drs. Didik Taryana, M. Si, (II) Prof. Dr. Sumarmi, M. Pd. Kata Kunci: RDTRK, kota Tulungagung, evaluasi. Penataan ruang merupakan salah satu aspek yang semakin penting dalam kegiatan pembangunan daerah sebagai alat pengendali pembangunan fisik kota (lewat perijinan lokasi dan ijin mendirikan bangunan). Hal ini terjadi karena berbagai permasalahan yang timbul di daerah dan menuntut penyelesaian dari segi penataan ruang. Selain itu, semakin disadari bahwa pembangunan yang terarah lokasinya akan memberikan hasil yang lebih besar secara keseluruhan. Untuk itu berbagai usaha telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah untuk menata ruang secara lebih intensif. Wilayah kota termasuk wilayah yang mempunyai perkembangan yang relatif pesat. Oleh karena itu perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan kota, agar perkembangan yang terjadi dapat lebih terarah. Penelitian ini bertujuan (1) mengevaluasi kesesuaian pelaksanaan pembangunan fisik kota dan fungsinya di Kota Tulungagung berdasarkan RDTRK 1995-2009, (2) mengetahui faktor-faktor penyebab penyimpangan pelaksanaan pembangunan fisik kota dan fungsinya di Kota Tulungagung sekarang dengan RDTRK 1995-2009. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Adapun prosesnya dengan mengumpulkan data sekunder yang berupa peta RDTRK Tulungagung tahun 1995-2009 skala 1:5000 dan data primer berupa peta penggunaan lahan dengan skala 1:5000. Hasil penyimpangan diperoleh dengan overlay antara peta RDTRK dengan peta eksisting dibuat bedasarkan hasil observasi dan pengukuran di lapangan, sedangkan alasan penyimpangan diperoleh dari hasil wawancara dengan pemilik lahan maupun pihak yang terkait seperti BAPPEDA, Dinas Tata Kota, BPN. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pembangunan fisik dan fungsi di kota Tulungagung mengalami penyimpangan seluas 353 Ha atau 19,13% dari luas keseluruhan 1.845,5 Ha dengan penyimpangan terbesar yaitu kawasan perdagangan dan jasa menjadi pemukiman (141 Ha). Dengan kata lain pelaksanaan pembangunan fisik dan fungsi di kota Tulungagung belum sesuai dengan rencana tata ruang yang ditetapkan dan tidak harus merevisi sebagian dari rencana tata ruang yang ada. Adapun penyebab penyimpangan penggunaan lahan adalah kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap rencana penggunaan lahan sebagai akibat kurangnya sosialisasi dari instansi terkait, perilaku masyarakat yang membangun tanpa melalui proses permohonan IMB yang sesuai prosedurnya. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan perlu adanya penertiban lewat jalur IMB yang sesuai prosedur terhadap pelaksanaan pembangunan, penyusunan RDTRK harus melibatkan masyarakat melalui aspirasi mereka yang diwakilkan DPRD dan perlu dukungan dari perangkat hukum yang tegas guna menindak pelanggaran yang terjadi.

Studi tentang pelaksanaan program kerja UKS di SDN Panggungrejo 04 Kepanjen sebagai juara harapan 1 lomba UKS tingkat propinsi tahun 2008 / Wahyu Pujianto

 

ABSTRAK Pujianto, Wahyu.2009. Studi tentang Pelaksanaan Program Kerja UKS di SDN Panggungrejo 04 sebagai Juara Harapan I Lomba UKS Tingkat Propinsi Tahun 2008. Skripsi. Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (II) dr. Hartati Eko Wardani, M.Si.Med. Kata kunci: pelaksanaan, program kerja Usaha Kesehatan Sekolah. Kesehatan merupakan salah satu hal sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia, sehat merupakan modal utama untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif dan mempunyai etos kerja yang tinggi. Salah satu upaya pemerintah adalah memasukkan pendidikan kesehatan di sekolah, mulai dari tingkat dasar sampai tingkat lanjutan dengan membentuk kebiasaan hidup sehat para siswa melalui kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). UKS yang baik diawali dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Jika salah satu program tidak terlaksana maka akan mempengaruhi program yang lainnya. Program kerja UKS meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Agar kegiatan UKS tetap terlaksana, maka diadakanlah lomba UKS. Tujuan diadakannya penelitian ini secara umum yaitu untuk mengetahui pelaksanaan program kerja UKS di SDN Panggungrejo 04 Kepanjen, sedangkan secara khusus yaitu untuk mengetahui pelaksanaan program pendidikan kesehatan di SDN Panggungrejo 04 Kepanjen, untuk mengetahui pelaksanaan program pelayanan kesehatan di SDN Panggungrejo 04 Kepanjen dan untuk mengetahui pelaksanaan program pembinaan lingkungansekolah sehat di SDN Panggungrejo 04 Kepanjen. Penelitian ini tergolong jenis penelitian deskriftif kuantitatif karena hasilnya berupa angka-angka yang menggambarkan terlaksananya program kerja UKS ataukah tidak. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Panggungrejo 04 Kepanjen pada bulan Juni 2009, dengan responden: 8 pembina UKS, 50 anggota Kader Tiwisada dan 38 siswa. Untuk mendapatkan data maka penelitian ini menggunakan instrumen dalam bentuk angket. Untuk menarik kesimpulan penelitian maka data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis persentase Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan program UKS di SDN Panggungrejo 04 Kepanjen secara umum termasuk kategori baik, sedangkan pelaksanaan program UKS di SDN Panggungrejo 04 Kepanjen secara khusus yaitu pendidikan kesehatan termasuk kategori baik, pelayanan kesehatan termasuk kategori baik dan pembinaan lingkungan sekolah sehat termasuk dalam kategori baik. Dengan diketahuinya hasil penelitian ini maka peneliti menyarankan kepada pembina UKS, anggota Kader Tiwisada dan siswa di SDN Panggungrejo 04 Kepanjen untuk lebih meningkatkan pelaksanaan program kerja UKS melalui pengembangan program kerja UKS agar menjadi lebih baik, dan melaksanakan program-program kerja UKS yang masih belum terlaksana agar di tahun-tahun berikutnya tetap bisa mengikuti lomba UKS baik di tingkat Kabupaten, Propinsi bahkan Nasional.

Penerapan pembelajaran tematik tema kesehatan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Rebalas III Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan / Fatkhur Rozi

 

ABSTRAK Rozi, Fatkhur. 2009. Penerapan Pembelajaran Tematik Tema Kesehatan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III SDN Rebalas III Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Program Studi S-1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd, (II) Drs. Sutarno, M.Pd. Kata Kunci: sebelum pembelajaran, aktivitas, penerapan pembelajaran tematik. Proses pembelajaran di SDN Rebalas III sebagian besar siswanya masih pasif, penyerapan materipun belum optimal dan nilai rata-rata kelas masih rendah karena banyak siswa yang mendapatkan nilai dibawah standard nilai ketuntasan yang ditetapkan pihak sekolah yaitu siswa mendapatkan skor minimal 70 dalam setiap pembelajarannya Penelitian ini bertujuan: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran sebelum pembelajaran tematik: (2) Mendeskripsikan dampak peningkatan aktivitas siswa kelas III di SD Rebalas III, (3) Mendeskripsikan pembelajaran tematik untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III di SD Rebalas III. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK ini dilaksanakan dalam 2 siklus dalam setiap siklusnya dilaksanakan dalam 2 hari. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Rebalas III Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan dengan jumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan adalah observasi, tes, dan wawancara. Hasil penelitian pembelajaran tematik tema kesehatan ini dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas III SD Rebalas III Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan hasil formatif yang meningkat yaitu dari skor rata-rata 65,67 pada siklus I ke 80,33 pada siklus II. pada siklus II ini sudah mencapai nilai standar ketuntasan belajar diatas 75%, sehingga kegiatan siklus II dihentikan. Dampak dari penerapan pembelajaran tematik ini dapat meningkatkan tingkat aktivitas belajar siswa, standard nilai ketuntasan belajar siswa, dan cara menerapkan pembelajaran tematik. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru untuk dapat menerapkan model pembelajaran tematik di sekolah. Bagi siswa agar dapat lebih aktif lagi dalam proses pembelajaran serta siswa dapat menerapkan hasil dari pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Bagi peneliti selanjutnya dapat memberi informasi, wawasan serta dapat meningkatkan lagi hasil dari penelitian ini, dan pada penelitian tentang pembelajaran tematik dapat terlaksana lebih sempurna lagi.

Kekerasan simbolik di media massa / Roekhan

 

ABSTRAK Roekhan. 2009. Kekerasan Simbolik di Media Massa. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indoensia, Program Studi Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Imam Syafi’ie, (II) Prof. Dr. H. Dawud, M.Pd., (III) Dr. Djoko Saryono, M.Pd. Kata kunci: kekerasan simbolik, media massa, bentuk, strategi, dampak Media massa merupakan kekuatan keempat dalam negara demokrasi. Media massa merupakan salah satu sarana untuk mendapatkan kebenaran. Akan tetapi, dalam praktiknya media massa sering dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk kepentingan di luar media, seperti kekuatan ekonomi, politik, dan lain-lain. Akibatnya, kepentingan media (menyampaikan informasi yang objektif dan benar) kepada khalayak sering terabaikan. Informasi yang disampaikan oleh media massa sering bersifat bias. Pada kondisi inilah media massa sering terseret untuk melakukan kekerasan simbolik. Dalam penelitian ini dikaji kekerasan simbolik di media massa. Aspek kekerasan simbolik yang dikaji meliputi (a) bentuk kekerasan simbolik, (b) strategi kekerasan simbolik, dan (c) dampak kekerasan simbolik terhadap pembaca. Dalam penelitian ini digunakan rancangan analisis wacana kritis yang dikembangkan oleh Fairclough. Data penelitian ini berupa teks berita di koran dan teks penerimaan pembaca atas pemberitaan kasus semburan lumpur di koran. Teks berita dikumpulkan dari Jawa Pos, Kompas, Suara Pembaharuan, dan Republika. Data penerimaan pembaca dikumpulkan dari koran dan di blok (dunia maya) yang ditulis oleh pembaca ideal (terdidik). Teks berita dianalisis dengan analisis wacana kritis, analisis framing, dan hermeneutika kritis. Tanggapan pembaca dianalisis dengan analisis resepsi. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan maujud (entity) kekerasan simbolik dalam teks berita yang berupa (a) makna kabur yang meliputi (i) makna bias (politik, sosial, budaya; stereotipe; dan penilaian bipolar), (ii) makna terlalu umum dan terlalu khusus, dan (iii) makna implisit (makna implikatur, konotatif, kiasan, dan hiperbolis), (b) logika bias yang meliputi (i) generalisasi berlebihan, (ii) bukti yang lemah, dan (iii) premis yang lemah/salah, dan (c) nilai bias. Makna kabur, logika bias, dan nilai bias merupakan wujud informasi bias yang dipaksakan oleh media massa kepada pembaca. Strategi kekerasan simbolik yang ditemukan penelitian ini meliputi (a) penghalusan informasi yang meliputi (i) pelabelan positif (untuk menggugah rasa simpati dan kesan positif) dan pelabelan negatif (untuk menggugah rasa benci dan kesan negatif); dan (ii) pengonotasian (meninggikan, merendahkan, menguatkan, dan melemahkan) dan pengiasan (pemetaforaan dan pengiasan tidak langsung); (b) pelogisan informasi, yang meliput (i) penyebabakibatan, (ii) penganalogian, (iii) pemertentangan, dan (iv) pemertegasan; dan (c) pemositif-an informasi yang meliputi (i) peluhuran informasi (perujukan pada nilai komitmen; perujukan pada nilai tanggung jawab; perujukan pada nilai perjuangan dan pengorbanan; serta perujukan pada nilai kejujuran, keadilan dan kepatuhan); (ii) pemformalan informasi (perujukan pada nilai hukum dan nilai keilmuan); dan (iii) pemartabatan informasi (perujukan pada pakar ilmu dan teknologi, perujukan pada pejabat negara, dan perujukan pada tokoh masyarakat). Penghalusan, pelogisan, dan pemositifan informasi merupakan upaya penyembunyian informasi bias dalam teks berita. Dampak kekerasan simbolik terhadap pembaca tampak pada penerimaan pembaca atas informasi yang disampaikan oleh media massa. Penerimaan pembaca tersebut meliputi (a) penerimaan yang dilandasi pandangan dan sikap berprasangka yang meliputi (i) pandangan stereotipe, (ii) rasa tidak percaya, (iii) pandangan ilmiah yang bias, dan (iv) pandangan hukum yang bias; dan (b) penerimaan yang dilandasi pandangan dan sikap netral yang meliputi sikap netral yang bersumber dari (i) pandangan ilmiah yang benar, (ii) pandangan budaya yang benar, dan (iii) pandangan hukum dan agama yang benar. Penerimaan pembaca terhadap informasi dalam teks berita tidak dipengaruhi secara nyata oleh informasi bias yang disajikan oleh media massa, tetapi tampak lebih dipengaruhi oleh pandangan dan sikap pembaca sendiri. Dengan demikian, kekerasan simbolik tidak berdampak nyata pada pembaca ideal pada penerimaan mereka dalam waktu pendek. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan (a) wartawan dan pengelola media massa menjaga agar informasi yang disampaikan kepada khalayak tetap objektif, benar, menyeluruh, dan berimbang; (b) pembaca media koran perlu selalu mengasah daya kritisnya dan bersikap kritis dalam membaca teks berita; (c) Dewan Pers diharapkan melaksanakan Undang-Undang Pers secara lebih tegas dan sungguh-sungguh; (d) guru dan penulis bahan ajar hendaknya selalu berpikir dan bersikap kritis agar dapat menghindarkan pembelajaran yang dilakukan dan bahan ajar yang ditulis dari kekerasan simbolik, serta memasukkan wacana kritis sebagai bahan perkuliahan di perguruan tinggi; (e) peneliti berikutnya dapat meneliti kekerasan simbolik di media massa elektronik, buku ajar, praktik pembelajaran, buku bacaan dengan menggunakan ancangan teori yang sama atau berbeda.

Pengaruh senam otak terhadap keterampilan menulis pada anak prasekolah / Viccy Eliez Triandini

 

Keterampilan menulis merupakan kemampuan untuk memegang dan mengendalikan alat tulis sehingga menghasilkan bentuk tulisan yang merupakan gerak manipulatif (Utomo, 2005). Menulis adalah kegiatan yang membutuhkan keterampilan motorik halus bagian tangan, yang akan melibatkan banyak otot kecil pada jari jemari, telapak tangan, dan pergelangan tangan. Keterampilan motorik halus dapat terlatih sejalan dengan perkembangan motorik anak. Perkembangan motorik dipengaruhi oleh organ otak. Otak menjadi syaraf pusat yang mengendalikan setiap gerakan yang dilakukan anak. Semakin matangnya perkembangan sistem syaraf otak yang mengatur otot, memungkinkan berkembangnya kompetensi atau kemampuan motorik anak. Jika terdapat gangguan pada otak akan menyebabkan fungsi motorik ikut terganggu (Endah, 2008).

Pengembangan inventori persepsi multiple intelligences untuk siswa SMA / Nur Afifah

 

ABSTRAK Afifah, Nur. 2009. Pengembangan Inventori Persepsi Multiple Intelligences Untuk Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd; (II) Dr. M. Ramli, MA. Kata kunci: Inventori, Kecerdasan majemuk (multiple intelligences), Siswa SMA. Upaya peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat berhasil dengan optimal tanpa didukung adanya peningkatan kualitas pembelajaran. Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan psikopendidikan dalam bingkai budaya untuk siswa baik secara perorangan atau kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal. Bantuan - bantuan yang bersifat psikologis dalam lingkup sekolah adalah kewenangan dari bimbingan dan konseling. Kecerdasan merupakan kemampuan untuk menyelasaikan suatu masalah atau menciptakan produk yang berharga atau bernilai dalam satu atau lebih latar belakang budaya. kecerdasan majemuk (Multiple intelligences) terbagi atas 8 (delapan) aspek kecerdasan yaitu kecerdasan linguistik, kecerdasan logika matematika, kecerdasan spasial, kecerdasan kinestetik-jasmani, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpesonal, kecerdasan musikal dan kecerdasan naturalistik. Inventori persepsi multiple intelligences siswa SMA adalah suatu daftar pernyataan yang dirancang khusus untuk mengetahui atau mengidentifikasi kecerdasan majemuk siswa SMA. Tujuan penelitian pengembangan inventori persepsi kecerdasan majemuk (multiple intelligences) adalah menghasilkan inventori persepsi kecerdasan majemuk (multiple intelligences) yang memenuhi syarat validitas, reliabilitas, penormaan dan administrasi. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan (reseach and development) yang telah diadaptasi dari Borg and Gall dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangkan bentuk produk, (4) uji ahli, (5) analisis revisi dan masukan uji ahli, (6) uji lapangan, dan (7) analisis dan revisi uji lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah SMA sekota Blitar kelas X. Penetapan sampel menggunakan cluster sampling yaitu dengan memilih sampel siswa secara acak dari masing-masing sekolah yang sudah ditetapkan jumlah yang sama. Sampel diambil dua kelas setiap masing-masing sekolah dengan pengambilan secara acak. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan instrumen penilaian inventori persepsi multiple intelligences dan instrumen penilaian keterbacaan inventori persepsi multiple intelligences. Teknik analisis menggunakan data kualitatif yang di analisis secara deskriptif dan data kuantitatif menggunakan rumus statistik yaitu menghitung koefisien validitas, menghitung koefisien reliabilitas dan menghitung penormaan. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat validitas koefisien korelasi yang tinggi pada Rxy = 0,309 - 0,638 dengan taraf signifikansi 0,00 < 0,05 atau P 95%. Penelitian ini juga menunjukkan tingkat koefisien reliabilitas Alpha yang tinggi sebesar α = 0,958. Artinya inventori persepsi multiple intelligences mempunyai tingkat keajegan, ketepatan atau kestabilan yang tinggi. Disimpulkan bahwa inventori persepsi multiple intelligences menghasilkan inventori persepsi kecerdasan majemuk (Multiple Intelligences) yang memenuhi syarat validitas, reliabilitas, penormaan dan administrasi. Konselor dapat memanfaatkan inventori persepsi Multiple Intelligences sebagai salah satu instrumen pengumpul data pribadi non testing untuk memberikan layanan bantuan secara tepat kepada siswa dengan melihat tingkat Multiple Intelligences yang sesuai dengan siswa.

Persepsi dan sikap guru terhadap manajemen pembelajaran di kelas berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) se-kota Malang / Rofikha Nuriyanti

 

Sebagai SMA favorit, maka SMA Negeri 2 Lamongan nantinya diharapkan dapat menjadi contoh atau teladan bagi SMA lain khususnya di Lamongan, terutama dalam segi pembelajaran untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas yaitu pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. Oleh karena itu, implementasi kurikulum penting dalam mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan:(1) implementasi KTSP dalam penyusunan perencanaan pembelajaran fisika di SMA Negeri 2 Lamongan yang terdiri dari silabus dan RPP. (2) implementasi KTSP dalam pelaksanaan pembelajaran fisika, yang meliputi bahan ajar, metode pembelajaran, media pembelajaran serta penilaian pembelajaran. (3) faktor pendukung dan penghambat implementasi KTSP dalam pembelajaran fisika. (4) upaya untuk mengatasi faktor penghambatnya. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif karena data yang diperoleh dalam bentuk verbal dan dianalisis secara deskriptif. Untuk data yang berupa angket dianalisis dengan teknik persentase. Pendekatan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis data interaktif oleh Mile dan Huberman yang terdiri dari:(1) Pengumpulan data (2) Reduksi data (3) Penyajian data (4) Penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) perencanaan pembelajaran guru fisika kelas X di SMA Negeri 2 Lamongan yaitu berupa silabus dan RPP mempunyai kesamaan. Meskipun ada RPP yang berbeda, tetapi sebagian besar RPPnya sama.(2) Pelaksanaan pembelajaran baik dilihat dari segi bahan ajar, metode pembelajaran, media pembelajaran, maupun penilaiannya kurang bervariasi. (3) Faktor-faktor pendukungnya antara lain:(a) sarana dan prasrana meskipun belum terpenuhi. (b) Kesiapan guru dalam membuat perencanaan pembelajaran. (c) Adanya pelatihan-pelatihan. (d) Kebijakan kepala sekolah. (e) Input siswa, (f) Guru. Faktor-faktor penghambatnya yaitu:(a) Sarana dan prasarana belum terpenuhi. (b) Kesulitan guru merancang pembelajaran, (c) Kesulitan melakukan penilaian afektif.(d) Heterogenitas dan jumlah siswa. (e) Alokasi waktu terbatas. (4) Upaya mengatasi faktor penghambat antara lain:(a) Sarana dan prasarana dipenuhi (b) Diadakan pelatihan-pelatihan tentang KTSP. (c) Untuk menilai secara afektif, misalnya dilihat siswa yang rajin, aktif ataupun sebaliknya. (d) Pengurangan jumlah siswa untuk tahun angkatan baru. (e) Memanfaatkan waktu dengan baik. Dari upaya-upaya tersebut yang belum terlaksana adalah memenuhi sarana dan prasarana (seperti alat-alat praktikum, LCD) dan mengurangi jumlah siswa.

Pengembangan komik matematika sebagai media pembelajaran problem solving untuk siswa kelas VII SMP pada pokok bahasan persamaan linier satu variabel / Ayu Kurniawati

 

ABSTRAK Kurniawati, Ayu. 2009. Pengembangan Komik Matematika sebagai Media Pembelajaran Problem Solving untuk Siswa Kelas VII SMP pada Pokok Bahasan Persamaan Linier Satu Variabel. Skripsi, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Edy Bambang Irawan,M.Pd (II) Darmawan Satyananda, S.T, M.T. Kata kunci : Problem Solving, Komik Matematika, Persamaan Linier Satu Variable. Problem solving atau pemecahan masalah merupakan aktivitas mental yang komplek dalam menerima atau menyikapi suatu masalah sehingga menemukan selesaian yang tepat, baik dilakukan secara individu maupun kelompok. Para ahli pendidikan telah menyadari bahwa problem solving merupakan kegiatan yang menduduki posisi tertingggi dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika hendaknya terfokus pada peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah. Suatu masalah biasanya disajikan dengan menggunakan kata-kata (in words) atau sering disebut sebagai soal cerita. Akan tetapi seringkali siswa merasa enggan untuk menyelesaiakan atau bahkan sekedar membaca soal atau permasalahan yang disajikan dengan menggunakan kata-kata. Hal tersebut dapat disiasati dengan penggunaan media yang menarik dalam pembelajaran problem solving seperti komik.

Penerapan pembelajaran kooperatif model NHT (numbered heads together) pada materi fungsi naik dan fungsi turun untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas XI IPS SMA Kertanegara Malang / Masitah

 

ABSTRAK Masitah. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model NHT (Numbered Head Together) pada Materi Fungsi Naik dan Fungsi Turun Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI IPS SMA Kertanegara Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matematika, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. M. Shohibul Kahfi, M. Pd (II) Dr. H. Makbul Muksar, S. Pd, M. Si. Kata Kunci: penerapan, pembelajaran kooperatif, Numbered Head Together, fungsi naik, fungsi turun, motivasi, hasil belajar. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di SMA Kertanegara Malang, peneliti menemukan hal-hal sebagai berikut: (1) metode pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah ceramah, bahkan guru tidak pernah menggunakan metode lain yang melibatkan keaktifan siswa, sehingga menyebabkan siswa kurang aktif mengikuti pelajaran matematika, (2) motivasi belajar siswa kurang, hal ini dapat dilihat ketika proses pembelajaran berlangsung siswa kurang memperhatikan guru, bahkan siswa bermain-main HP ataupun bicara tentang motor, selain itu siswa malas mencatat, hal ini karena rata-rata siswa hanya membawa satu atau dua buku saat sekolah, dan (3) hasil belajar siswa masih kurang, siswa yang tuntas belajar hanya 4 siswa dari 18 siswa dengan SKM yang ditetapkan guru adalah 60. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran tersebut. Oleh karena itu, dalam penelitian ini diterapkan pembelajaran kooperatif model NHT (Numbered Head Together) yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Sebagai sumber data, dipilih siswa kelas XI IPS SMA Kertanegara Malang yang berjumlah 18 siswa. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan Mei 2009 dalam dua siklus, dengan tiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan model NHT (Numbered Head Together) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI SMA Kertanegara Malang. Prosentase motivasi belajar siswa pada akhir tindakan siklus I adalah 51,16% termasuk dalam kategori cukup dan pada tindakan siklus II adalah 68,92% termasuk dalam kategori baik. Artinya, motivasi belajar matematika siswa dalam pembelajaran model NHT (Numbered Head Together) telah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh peneliti. Sedangkan prosentase ketuntasan belajar matematika siswa secara klasikal pada tes akhir tindakan siklus I adalah 52,94% dan pada tindakan siklus II adalah 82,35%. Artinya, hasil belajar matematika siswa dalam pembelajaran model NHT (Numbered Head Together) telah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh peneliti. Bertitik tolak dari hasil penelitian ini, maka saran yang perlu dipertimbangkan oleh guru matematika adalah pembelajaran model NHT (Numbered Head Together) dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk pembelajaran alternatif dalam membelajarkan matematika.

Penggunaan media specimen untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas III di SDN Randuati Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Sofi Eko Cahyono

 

ABSTRAK Cahyono,Sofi Eko. 2009. “Penggunaan Media Specimen Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas III Materi Sumber Energi dan Kegunaannya SDN Randuati Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan”. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah dasar dan Prasekolah, Program Sarjana. Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs.Usep Kustiawan,M.Sn (2) Drs.Sumanto, M.Pd. Kata kunci: Media Specimen, Hasil belajar, IPA Kondisi yang terjadi sementara ini, khususnya di SDN Randuati Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan terutama pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas III belum mencapai Standart Ketuntasan Minimal (SKM) yaitu 65. Specimen merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk merangsang siswa supaya ikut aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Penggunaan specimen sebagai media dalam proses pembelajaran dapat diterapkan di berbagai sekolah, baik pada sekolah yang letaknya terpencil maupun sekolah yang sudah maju. Hal ini disebabkan karena specimen dapat dikembangkan oleh guru yang disesuaikan dengan kondisi sekolah maupun kondisi siswa. Berdasarkan uraian di atas, dan mengingat peranan guru sebagai salah satu komponen yang menentukan keberhasilan pembelajaran, maka peneliti ingin melakukan perbaikan pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar khususnya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Dengan demikian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini diberi judul “ Penggunaan Media Specimen Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas III di SDN Randuati Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan ” Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). yang dikembangkan oleh Kemmis dam Mc Tanggart.meliputi empat jalur (langkah), yaitu: 1) Planning –perencanaan; 2) acting & observing – tindakan dan pengamatan; 3) reflecting – perefleksian; dan 4) revise plan – perbaikan rencana. Dalam penelitian ini yang akan menjadi subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas III SDN Randuati, Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan sebanyak 41 siswa. Teknik pengumpulan data akan dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media specimen pada pembelajaran IPA materi energi dan kegunaannya Kelas III SDN Randuati Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut terbukti dari hasil nilai rata-rata pra tindakan hanya mencapai 61,22 dengan ketuntasan belajar kelas 43,9%, meningkat menjadi 71,34 dengan ketuntasan belajar kelas 63,41% pada siklus I. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan lagi menjadi 85,6 meskipun ada 2 siswa (4,88%) belum mencapai ketuntasan belajar individu, namun untuk ketuntasan belajar kelas sudah mencapai 95,12%.

Penerapan pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran biologi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 13 Malang / Nailiya Sa'idah

 

ABSTRAK Sa’idah, Nailiya. 2009. Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah Dalam Pembelajaran Biologi Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 13 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Soedjono Basoeki, M.Pd dan (II) Dra. Hawa Tuarita, M.Si. Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Kemampuan Berpikir Kritis, Hasil Belajar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran Biologi di SMP Negeri 13 Malang, hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VII F pada mata pelajaran Biologi masih belum memenuhi standar ketuntasan minimal. Proses pembelajaran Biologi di SMP Negeri 13 Malang sebenarnya sudah mulai menerapkan prinsip student centered, namun ketergantungan peserta didik terhadap guru dalam proses pembelajaran masih tinggi karena pembelajaran masih dominan menggunakan metode ceramah, disamping diskusi, penggunaan media CD interaktif, mengerjakan LKS dan praktikum. Hasil belajar peserta didik menunjukkan bahwa 51% peserta didik mengikuti retest karena skor yang diperoleh kurang memenuhi Standar Ketuntasan Minimum (SKM) yang ditetapkan di SMP Negeri 13 Malang yaitu 69. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik. Pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Pembelajaran Berbasis Masalah. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik kelas VII F SMP Negeri 13 Malang. Pengambilan data penelitian berlangsung selama 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 pertemuan, dilaksanakan pada tanggal 01 Mei 2009 sampai dengan tanggal 05 Juni 2009. Data hasil belajar peserta didik diperoleh melalui tes pada setiap akhir siklus sedangkan kemampuan berpikir kritis diperoleh dari pertanyaan dan jawaban yang muncul selama pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar secara klasikal peserta didik pada siklus I sebesar 70,27%, sedangkan pada siklus II persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 86,48%. Ketuntasan belajar secara klasikal mengalami peningkatan persentase sebesar 16,21%. Kemampuan berpikir kritis yaitu C4 (analisis), C5 (sintesis) dan C6 (evaluasi) mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hal ini ditunjukkan pada siklus I tingkat C4 (analisis) sebesar 22, 20% dan 19,60% mengalami penurunan pada siklus II menjadi 19,60% dan 18,18%. Sedangkan pada tingkat C5 (sintesis) dan C6 (evaluasi) mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu 5,55% dan 4,90% menjadi 24,50% dan 22,74% serta dari 0,00% menjadi 23,52% dan 27,30%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik kelas VII F SMP Negeri 13 Malang

Penerapan model pembelajaran kooperatif STAD (student teams achievement division) di luar kelas (outdoor learning) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 7 Malang / Endah Purwanti Setyorini

 

ABSTRACT Setyorini, Endah Purwanti. 2009. Applies Of Cooperative Study Method STAD (Student Teams Achievement Division) outdoor (Outdour learning) To Increase Motivasion and The Result Of Study Biology For X Grade Student, Malang 7 Senior High School.. Scripti, FMIPA Biology Field Of Malang University. Guide: (I) Drs. M. Noviar Darkuni, M.Si, (II) Dr. Fatchur Rohman, M.Si. Key Words : STAD, outdoor learning, motivasion, and study result. Based on observation at 29-30 January and 2-5 February 2009 in student 10 grade Malang 7 senior high school, know that study activities for Biology subject still dominate by teacher, so student be a passive in study activities. Based on this problem, so need do experiment about applies of study that it can increase motivasion and the result of study. One of action to repair is applies of cooperative study method STAD outdoor learning to increase motivasion and the result of study Biology for 10 grade student Malang 7 Senior high school. This experiment is an experiment about class activities (PTK), wich do in 3 activities siklus. The experiment subject which use is student in X-3 class, even period, year of 2008-2009 Malang 7 Senior high school which have 39 student. Data which get from motivasion and the result of study and support data like teacher activities and field note. Student motivasion is measured based on average persentage of student study motivasion, while the result of study is measured by based on the different score between pre test and post test also the graduate student in each siclus. Experiment instrument which use is exam, observation paper of student motivasion and teacher activities and field note. The conclusion is applies cooperative study method in outdoor (outdoor learning) increase motivasion and student result of Biology from 10 grade student, Malang 7 senior high school. Increase motivasion of study is showed by increase of percenfage student motivasion from 43,13 % in siclus I to 65 % in siclus II then in siclus III, increase be 73,6%. Increase of student result from the different of average between pre-test and post-test, 21,67% in siclus I to 23,87% in siclus II and increase again to 32,21% in siclus III, while the graduate of student in siklus I, 40,54% to 72,97% in siclus II, and increase again to 89,18% in siclus III. From eksperiment result is suggested that need applies and method develop of cooperatve study outdoor learning as one of alternatif method to increase motivasion and student result. So, it can increase quality process of study in school.

Pemanfaatan media pohon matematika untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Malang / Alyanis Desi Rahmawati

 

ABSTRAK Desi Rahmawati, Alyanis. 2009. Pemanfaatan Media Pohon Matematika Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 21 Malang . Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I. Made Sulandra., M.Si. (II) Mahmuddin Yunus., S.Kom Kata kunci: media Pohon Matematika, hasil belajar, persamaan garis lurus Perkembangan globalisasi menuntut para siswa untuk mampu beradaptasi dalam menghadapi tantangan globalisasi yang sangat cepat. Dalam menghadapi tantangan perkembangan IPTEK dan informasi diperlukan sumber daya yang memiliki keterampilan tinggi yang melibatkan pemikiran kritis, sistematis, logis, kreatif, dan kemampuan bekerjasama yang efektif. Cara berpikir tersebut dapat dikembangkan melalui pendidikan matematika (Askury, 2007). Matematika selama ini masih menjadi mata pelajaran yang menakutkan, sehingga hasil belajar siswa masih cenderung rendah dibandingkan mata pelajaran yang lain. Oleh karena itu, pembelajaran dengan media pohon matematika ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar matematika. Dalam pembelajaran dengan media pohon matematika, siswa mendapat kesempatan untuk memperoleh pengetahuan melalui pengalaman menemukan, mengenali, dan memecahkan masalah dengan menggunakan berbagai cara sehingga diharapkan hasil belajar siswa dapat terbangun dengan baik.Hasil belajar siswa SMP Negeri 21 Malang cenderung rendah sehingga guru mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VIII-D SMP Negeri 21 Malang yang berjumlah 40 siswa. Data kualitatif diperoleh dari analisis nilai rata-rata angket skala Likert. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan bahwa dengan pembelajaran menggunakan media Pohon Matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari ketuntasan belajar siswa dari 67,5% meningkat menjadi 90%. Respon siswa terhadap pembelajaran sangat positif, karena siswa merasa senang dan dapat bekerjasama menyelesaikan tugas-tugas dari guru. Berdasarkan hasil penelitian di atas disarankan agar pembelajaran menggunakan media Pohon Matematika dipertimbangkan sebagai alternatif pembelajaran di kelas dan peran guru sebagai fasilitator dan pembimbing dalam pelaksanaan diskusi hendaknya diperhatikan agar siswa tidak menggantungkan tugasnya pada satu siswa yang lebih pandai.

Kontribusi pedagang wanita dalam pendapatan ekonomi rumah tangga di pasar kawasan perumahan Sawojajar / Zullaika Permatasari

 

ABSTRAK Permatasari, Zullaika. 2009. Kontribusi Pedagang Wanita dalam Pendapatan Ekonomi Rumah Tangga di Pasar Kawasan Perumahan Sawojajar. Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing : (I) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto M.Si (II) Drs. Djoko Sulistijo, M.Si. Kata Kunci : Pedagang, wanita, pendapatan Perubahan sosial ekonomi dan budaya memungkinkan terjadinya pergeseran peran wanita sehingga wanita memiliki kesempatan untuk lebih terlibat dalam pasar kerja. Perubahan sosial ekonomi dan budaya tersebut telah mengubah wanita yang semula mengelompok pada kategori bukan angkatan kerja menjadi angkatan kerja yang siap memasuki pasar kerja. Hal ini berarti wanita memiliki 2 posisi atau status dalam kegiatan bekerja yaitu dalam pekerjaan rumah tangga dan pekerjaan yang menghasilkan pendapatan langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi pedagang wanita, aktivitas pedagang wanita di pasar, faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang wanita dan kontribusi pendapatan pedagang wanita dalam keluarga pedagang wanita di pasar kawasan Perumahan Sawojajar. Metode penelitian yang digunakan survey dengan populasi seluruh pedagang wanita di pasar kawasan Perumahan Sawojajar. Pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling dengan jumlah 95 responden diantaranya 62 responden dari Pasar Madyopuro, 18 responden dari Pasar Sawojajar dan 15 responden dari Pasar Lesanpuro. Teknik pengambilan data menggunakan metode observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data yang digunakan dalan penelitian ini adalah analisa tabulasi tunggal (prosentase) dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Karakteristik sosial ekonomi pedagang wanita, meliputi: pedagang wanita sudah memasuki usia produktif , sebagian besar berstatus kawin/ bersuami, beban tanggungan keluarga relatif sedang, tingkat pendidikan relatif rendah, pendapatan perbulan relatif sedang, kedudukan pedagang dalam keluarga sebagai ibu rumah tangga; 2) Aktivitas pedagang wanita, meliputi: lama jam kerja relatif sedang, menggunakan modal dan pondok sendiri, hubungan sesama pedagang baik, cara menghemat biaya hidup adalah dengan membeli makanan di warung, pedagang menggunakan kendaraan pribadi dari tempat tinggal menuju pasar; 3) Pendapatan pedagang wanita, meliputi: perbulan relatif sedang, sebagian besar tidak ada penghasilan tambahan dari suami atau anggota keluarga lain, kontribusi pendapatan kepada keluarga relatif tinggi; 4) Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang wanita , meliputi: karakteristik sosial ekonomi pedagang wanita dan aktivitas pedagang wanita di pasar.

Pembelajaran melalui pembuatan mainan dengan teknik papercraft untuk meningkatkan kemampuan seni anak kelompok B di TK Dharmawanita Persatuan Sengkaling Malang / Ninik Yulaikah

 

Kata kunci: Pembuatan Mainan, Papercraft, Kemampuan Seni,Taman kanak-kanak. Suatu pembelajaran pada pendidikan anak usia dini harus berjalan dengan nyaman kreatif dan menyenangkan hal ini dikarenakan konsentrasi anak belum bisa fokus dalam waktu yang lama. Pada penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu permasalahan yaitu dalam hal menggunting, melipat dan menempel tetapi hasil yang dicapai masih kurang maksimal. Adanya suatu pembelajaran yang kurang inovatif dan bervariasi menyebabkan anak merasa bosan atau jenuh dengan pembelajaran yang di berikan guru. Pembuatan mainan dengan teknik papercraft ini adalah suatu sarana yang menarik dan dapat menjadi suatu alternatif pembelajaran yang menyenangkan dan dapat bermanfaat bagi anak. Pada pembuatan mainan dengan menggunakan teknik papercraft ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seni yang ada pada anak. Penelitian ini ditujukan untuk 1). Mendeskripsikan proses pembelajaran melalui pembuatan mainan dengan teknik papercraf untuk meningkatkan kemampuan seni anak kelompok B di TK Dharmawanita Persatuan Sengkaling Malang 2). Mendeskripsikan kemampuan seni siswa kelompok B di TK Dharmawanita Prsatuan Sengkaling Malang dapat meningkat dengan adanya pembelajaran pembuatan mainan dengan teknik papercraft. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data yang di peroleh pada penelitian ini melalui observasi dengan menggunakan instrument penelitian. Instrmen penelitian tersebut mencakup tentang kemampuan seni anak dalam hal menggunting, melipat dan menempel dan alat penilaiana kerja guru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pembuatan mainan dengan teknik papercaft dapat meningkatkan kemampuan seni anak kelompok B TK Dharma Wanita Persatuan Sengkaling Malang dan memperoleh 96 % nilai rata rata dalam satu kelas. Beberapa saran dapat digunakan kualitas dan peningkatan pembelajaran pembuatan mainan sengan menggunakan teknik papercraft ini adalah (1) Bagi guru atau pendidik PAUD dalam memberikan pembelajaran menggunting, melipat dan menempel pada siswa hendaknya diberikan inovasi-inovasi baru, sehingga dapat memberikan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi anak. (2) Bagi orangtua hendaknya selalu memberikan kebebasan bagi anak untuk berkreasi sendiri sehingga anak mempunyai pengalaman dan dapat menciptakan suatu karya yang bagus.

Perancangan video klip album kedua "Sweet Memories" dan media pendukung promosi / Dicky Devtoky

 

ABSTRAK Dicky Devtoky. 2009. Perancangan Video Musik Dengan Judul Enjoy Your Life Sebagai Media Promosi Untuk Grup Band Sweet Memories. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual Jurusan Seni & Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Purwatiningsih, Dra. M.Pd, Hj (II) Andy Pramono, S.Kom. T.M Kata kunci: video klip musik Malang merupakan salah satu kota yang menghasilkan musisi beraliran cadas dan keras terbesar dari pada kota-kota lain, persaingan diantara musisi Underground sangat kental sekali, mulai dari lagu mereka, materi yang disajikan, desain-desain, skill dan musikalitas, hingga style mereka, menjadi satu tujuan yang menunjukkan kalau band mereka eksis dan menyajikan hal-hal yang baru, Kadang-kadang tidak menutup kemungkinan mereka rela melakukan segala hal agar tujuan mereka tercapai dan mendapatkan nama di kalangan musisi Underground lain di malang hingga luar kota. Tetapi masyarakat di malang masih ada yang menganggap dan menilai bahwa musik Underground merupakan musik yang tidak baik, karena menilai dari segi penampilan, kelakuan, dan gaya hidup, padahal mereka tidak seperti yang mereka bayangkan, musik Underground adalah musik yang rawan dengan kerusuhan, narkoba, dan premanisme, mungkin mereka tidak mengetahui apa sebenarnya di balik musik ini, dan tidak pernah mengenal musik ini. Banyak orang awam atau Masyarakat umum hanya mengenal suatu band tanpa mengetahui seperti apa karakter band tersebut, kadang ada yang seram, biasa saja hingga lucu dengan komedi-komedi kocak, secara garis besar band yang satu ini memiliki karakter yang lucu dan kocak, dengan komedi-komedi ringan yang mengundang gelak tawa bagi para penggemarnya. Belakangan ini banyak muncul Video Klip Indie yang kian menjamur di Internet sebagai media promosi untuk band-band indi di seluruh dunia, mereka menggunakan media Video ini untuk menunjukkan karakter mereka yang sebenarnya, walaupun jarang ada orang yang memfokuskan diri untuk melihat mereka, tetapi mereka tak henti-henti mempromosikan karya-karya lagu mereka dalam bentuk Visual ataupun Audio.

Aplikasi microsoft project untuk penjadwalan kerja proyek D.C. Indomaret Buring-Malang / Dwi Putra Syakur Raharjo

 

ABSTRAK Raharjo, Dwi Putra Syakur 2009. Aplikasi Microsoft Project Untuk Penjadwalan Kerja Proyek D.C. Indomaret Buring-Malang. Proyek Akhir, Program Studi Teknik Sipil dan Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs.Made Wena, M.Pd, M.T. Dwi Putra Syakur Raharjo Made Wena Penjadwalan merupakan alat mutlak yang diperlukan guna menyelesaikan suatu proyek. Dengan adanya penjatwalan proyek, kegiatan proyek dapat dilaksanakan tepat waktu dan kelancaran kegiatan pelaksanaan lebih terorganisir. Pada pelaksanaan proyek pembangunan DC. INDOMARET oleh PT. Media Cipta Perkasa Surabaya, penjadwalan masih dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel dengan metode kurva “S” yang masih memiliki kekurangan pada penjelasan akan keterkaitan antar kegiatan, dan tidak dapat secara langsung memberikan informasi mengenai akibat-akibat yang akan terjadi bila ada suatu perubahan sehingga proses penjadwalan menjadi tidak efisien dan tidak praktis, selain itu tahapan penjadwalan dengan Microsoft Excel sangat panjang sehingga membutuhkan waktu yang lama.

Pengembangan media pembelajaran bahasa Arab berbasis e-learning untuk madrasah aliyah / Afdholud Dzikry

 

Kemajuan teknologi yang pesat, khususnya teknologi informasi mendorong manusia untuk mengembangkan media pembelajaran yang dapat digunakan kapanpun dan dimanapun. Metode PBA yang masih menggunakan metode ceramah membuat murid cepat merasa bosan dan jenuh sehingga guru dituntut untuk menggunakan media yang lebih relevan dengan tuntutan zaman, agar siswa lebih termotivasi dan antusias dalam belajar bahasa Arab. Tujuan penelitian adalah umtuk mendeskripsikan: (a) pengembangan media pembelajaran bahasa Arab berbasis e-learning untuk Madrasah Aliyah, (b) validitas media pembelajaran bahasa Arab berbasis e-learning untuk Madrasah Aliyah, dan (c) kelemahan dan kelebihan media pembelajaran bahasa Arab berbasis e-learning untuk Madrasah Aliyah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian pengembangan. Uji lapangan dilaksanakan di MAN 3 Malang. Prosedur penelitian ini adalah: (1) menganalisis kebutuhan, (2) merumuskan tujuan, (3) mengembangkan materi, (4) memproduksi media, (5) menyusun petunjuk pemanfaatan, (6) memvalidasi, (7) melakukan uji coba perorangan dan uji coba lapangan, (8) merevisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ini mencapai tingkat kelayakan 80.87% atau bisa dikatakan valid dan telah memenuhi kriteria media pembelajaran yang cocok untuk siswa. Tampilan pada media ini berupa web yang dapat diakses dengan memasukkan url: http://localhost/arab-online pada browser. Tampilan pada halaman utama adalah deskripsi mengenai media, seperti materi, latihan soal, dan juga dilengkapi dengan fitur-fitur tambahan apabila user telah menjadi member dan login sebagai admin (guru) atau sebagai siswa. Setelah user melakukan login maka tampilan halaman utama dari tiap user dilengkapi dengan menu-menu dan beberapa fitur seperti menu pada halaman admin yaitu: materi, manajemen user, soal, manajemen soal, daftar nilai, ganti password, saran dan logout. Sedangkan untuk halaman siswa menu yang tersedia adalah materi, latihan soal, daftar nilai, ganti password, saran, dan logout. Pada tampilan halaman siswa juga dilengkapi beberapa fitur tambahan seperti games online dan musik. Berdasarkan hasil observasi di MAN 3 Malang yang telah peneliti lakukan, diketahui bahawa media berbasis e-learning ini mempunyai beberapa kelebihan daripada pembelajaran dengan metode ceramah, diantaranya: (a) mengefektifkan waktu pembelajaran, (b) memudahkan interaksi antara siswa dengan bahan ajar, (c) memudahkan peserta didik untuk saling bertukar informasi yang positif, (d) memudahkan guru dalam menyampaikan bahan ajar kepada siswa, (e) menjadikan penggunaan media ini sebagai pengalaman pribadi yang lebih dalam belajar, (f) menjadikan proses pembelajaran lebih menarik, dan (g) meningkatkan prestasi belajar. Meskipun mempunyai kelebihan, media PBA berbasis e-learning ini juga mempunyai kekurangan dalam pelaksanaannya, antara lain: (a) keterbatasan komputer yang siap pakai, (b) untuk dapat dipakai secara maksimal, maka software yang digunakan harus sama dengan software yang dipakai oleh pembuat atau admin, (c) siswa yang lebih suka belajar memakai buku mengalami kesulitan ketika materi disajikan dalam media tersebut, (d) SDM guru bahasa Arab yang paham cara pengoperasian media PBA berbasis e-learning ini terbatas. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk lebih dapat mengkaji, memodifikasi dan memperkecil kekurangan pada media PBA berbasis e-learning ini sehingga media ini dapat digunakan sebagai referensi dan salah satu media belajar bagi siswa yang tidak dibatasi oleh waktu dan jarak. Selain itu media ini diharapkan dapat menjadi salah satu model pembelajaran bahasa Arab oleh guru yang lebih menarik dan variatif agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Upaya meningkatkan pemahaman konsep volume kubus dan balok melalui penggunaan kubus satuan di kelas V SDN Sedaeng II Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan / Akhmad Shodikin

 

ABSTRAK Shodikin, A. 2009. Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Volume Kubus dan Balok Melalui Penggunaan Kubus Satuan di Kelas V SD. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang Pembimbing: (I) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn, (II) Dra. Sri Harmini, S.Pd. M.Pd. Kata Kunci : Media Kubus Satuan, Pemahaman Konsep, SD Belajar merupakan aktifitas setiap orang untuk memperoleh pengetahuan baru, terutama dalam belajar matematika. Agar dapat belajar matematika dengan prestasi yang tinggi seharusnya tidak hanya dengan menghafal teori saja tetapi memerlukan pemahaman sungguh-sungguh karena prestasi belajar matematika merupakan tingkat pemahaman konsep yang dicapai siswa.Untuk itu diperlukan suatu strategi/model pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa, salah satunya yaitu dengan menggunakan media belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan penggunaan media belajar kubus satuan dalam peningkatan pemahaman konsep volume kubus dan balok di kelas V SDN Sedaeng II Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan, (2) untuk mendeskripsikan apakah penggunaan media belajar kubus satuan dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas V SDN Sedaeng II Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan. Subyek penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN Sedaeng II Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan sebanyak 15 siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan nilai rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran dengan media kubus satuan melalui kerja kelompok dapat meningkatkan antusias siswa dalam belajar, meningkatkan motivasi dan menimbulkan kesenangan siswa terhadap pelajaran serta dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Peningkatan prestasi belajar dapat dilihat dari nilai rata-rata pada siklus I (tindakan 1) dari 60 dengan ketuntasan belajar 46,7% meningkat pada siklus II (tindakan 1) menjadi 84 dengan ketuntasan belajar 86,7%. Serta pada siklus I (tindakan 2) dari 60 dengan ketuntasan belajar 33,3% meningkat pada siklus II (tindakan 2) menjadi 82,7 dengan ketuntasan belajar 93,3%. Kesimpulan yang dapat diperoleh yaitu: (1) pelaksanaan penggunaan media belajar kubus satuan memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan pemahaman konsep volume kubus dan balok, (2) dapat meningkatkan pemahaman konsep volume kubus dan balok, (3) dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam pembelajaran baik aktifitas fisik maupun mental. Saran dapat diajukan yaitu: (1) guru hendaknya memilih strategi/ model pembelajaran yang efektif bagi siswa, (2) kepala sekolah hendaknya menyediakan media pembelajaran matematika, (3) dinas pendidikan selalu memberikan bimbingan terhadap guru, (4) peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menggunakan media pembelajaran yang lain seperti media audiovisual (televisi dan proyektor).

Pengaruh atribut produk terhadap keputusan konsumen dalam membeli mie sedaap (studi pada konsumen di Kelurahan Bendogerit Blitar) / Happy Nugrah Hapsari

 

Hapsari, Happy Nugrah. 2009. The Effect Product Attribute of Decision Consumer in Buying Sedaap Noodles (A Case Study to Consumer in Kelurahan Bendogrit Blitar). Undergraduate Thesis, Management Department, Economic Faculty, State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Agus Hermawan, M.Si., M.Bus, (II) Drs. Djoko Dwi K., M.Si. Kata kunci: product attribute, decision of consumer. Modern marketing claim the company to market its product well, one of them is with designing the product attribute with as well as possible. Product attribute that have made should be oriented with requirement and desire of consumer. Thus, all activity of marketing have to always oriented with requirement and desire of consumer, that later made on guidance in compilation with refer to strategy start from sche me come up with packaging of product as good as possibly. Then price the product and at the end in the effort assure the consumer that the product made based on basis of requirement and desire of consumer by giving the maximal benefit and quality. Ability of management to put down the product position through owned product attribute precisely in market is one of the successfulness determinant a product in marketing. This research is wishing to know how the product attribute can influence decision of consumer, specially in Kelurahan Bendogrit Blitar in buying Sedaap noodles. The variable in this research are independent variable of product attribute dimension (X) that consist of brand (X1), quality (X2), tidiness (X3), and taste (X4) and also dependent variable is decision of purchasing (Y). To know effect of product attribute to decision of consumer by diging information from consumers or consumer that eat instan noodles by admission filling of enquette or kuisioner and open question. This research use technique analyse doubled regression (Multiple Regression) with test hypothesis by used T test and F test. Population counted 153 people residing in Jln. Kartini 41 people, Jln. Sunanto 49 people, and Jln, Ir. Soekarno 63 people. Sampel counted 110 people. And technique sampel is done by Purposive Sample (sampel aim to). Because to economize the time, fund and energy, so sampel that taken is our people which have recognized. Based on calculation result, so: (1) value a = 0,238; value t = 2,050 and value signifikansi t = 0,043 SE = 16% that effect of independent variable X1 ( brand) to dependent variable Y (decision of purchasing) signifikan or reliably, (2) value a = 0,220 ; value t = 2,090 and value signifikansi t = 0,039 SE = 19,4% that influence of independent variable X2 (quality) to variable Y ( decision of purchasing) signifikan or reliably, (3) value a = 0,401 ; value t = 3,505 and value signifikansi t = 0,001 SE = 23,9% prove that effect of independent variable X3 (tidiness) to dependent variable Y (decision of purchasing) signifikan or reliably, (4) value a = 0,498 ; value t = 5,117 and value signifikansi t=0,000 SE = 32,3% prove that effect of independent variable X4 (taste) to dependent variable Y (decision of purchasing) signifikan or reliably. Result of calculation of the research indicate that there are influence which are positive. Based on the research result can pulled conclusion that hypothesis raised in this research,there are significant influence between brands (X1), quality (X2), tidiness (X3), and taste (X4) parsially and simultan to decision of consumer have proven. Suggestion that able to be told related to the finding obtained during executing this research are: (1) From result calculation of analysis, quality of the product attribute is very have an effect to decision of consumer in buying Mie Sedaap. So that producer should improve and maintain the quality so that consumer satisfied and then they will consume or do the rebuying to the product. Because satisfaction of interconnected consumer sliver with quality of the product including in durabelity, reliability, accuracy, amenity utilized etcetera. (2) Because taste is product of effective contribution high value after quality, so that producer of Mie Sedaap should inovatif in creating the variation of taste newly, so that consumer aren’t bored with the same taste of other similar product. (3) Producer of Mie Sedaap should add the flavour as complement like dry vegetables or bakso in tidiness. Before tidy better check over the other complement flavour, because sometimes flavour not yet altogether come into tidiness. (4) Tidiness Mie Sedaap altered and made more interesting to differentiate with other similar product and also made the other tidiness size (small = 75 g, big/jumbo = 98 g) or make new tidiness in the form of cup so it can be easier in consuming and its serving.

Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar standar kompetensi dasar pengolahan makanan pada siswa kelas X Program Keahlian Restoran SMK Negeri 2 Malang / Herna Wahyu Rahmawati

 

Salah satu faktor penunjang keberhasilan dalam belajar adalah adanya motivasi belajar. Motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar sehingga tujuan tercapai. Permasalahan motivasi belajar dapat berdampak pada hasil belajar, karena tinggi rendahnya hasil belajar dipengaruhi oleh tinggi rendahnya motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang berjenis deskriptif korelasional dengan analisis regresi linear sederhana, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar Standar Kompetensi Dasar Pengolahan Makanan (SKDPM) pada siswa kelas X Program Keahlian Restoran SMK Negeri 2 Malang Semester Genap 2008/2009. Populasi penelitian berjumlah 109 orang siswa. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah angket, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan motivasi belajar siswa Kelas X Restoran SMK Negeri 2 Malang Semester Genap 2008/2009 sangat tinggi sebanyak (11%), siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi sebanyak (86%), siswa yang memiliki motivasi belajar cukup tinggi sebanyak (3%), dan tidak ada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah (0%). Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa siswa yang memiliki hasil belajar baik sebanyak (51%), siswa yang memiliki hasil belajar cukup sebanyak (49%), dan tidak ada siswa yang memiliki hasil belajar sangat baik dan hasil belajar kurang (0%). Berdasarkan penelitian diketahui bahwa motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar SKDPM artinya dengan besarnya nilai thitung > ttabel (2,15 > 1,982383) maka H0 ditolak, artinya bahwa ada pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar. Nilai koefisien regresi sebesar 0,063 yang berarti bahwa pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar SKDPM adalah positif yaitu sebesar 6,3%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Sebagian besar siswa kelas X program keahlian Restoran SMK Negeri 2 Malang Semester Genap 2008/2009 memiliki motivasi belajar yang tinggi pada SKDPM (2) Sebagian besar siswa kelas X program keahlian Restoran SMK Negeri 2 Malang Semester Genap 2008/2009 memiliki hasil belajar yang baik pada SKDPM (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar SKDPM pada siswa kelas X program keahlian Restoran SMK Negeri 2 Malang Semester Genap 2008/2009. Diharapkan pihak sekolah hendaknya memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi untuk lebih meningkatkan motivasi belajar, sehingga prestasi belajar yang diperoleh tetap dipertahankan.

Implementasi sistem informasi manajemen dalam manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah di MI Negeri Malang I / Thoifah

 

ABSTRAK Thoifah. 2009. Implementasi Sistem Informasi Manajemen dalam Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah di MI Negeri Malang I. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Agus Timan, M.Pd, (II) Dra. Djum Djum Noor Benty, M.Pd. Kata kunci: implementasi, sistem informasi manajemen, manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah Sistem Informasi dan Manajemen merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas pendidikan. Kedua komponen ini memiliki hubungan dalam membentuk karakteristik dunia pendidikan. Manajemen dalam menggambarkan hubungan kedua aspek tersebut, adalah pendidikan sebagai penggeraknya terhadap sistem informasi pendidikan, sedangkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) akan menjadi penentu kinerja pendidikan. SIM dapat dijadikan alternatif pilihan untuk meningkatkan kualitas madrasah dalam menyajikan aktivitasnya secara lebih cepat dan memiliki nilai tambah sehingga dunia pendidikan akan menghasilkan output yang memiliki daya jual yang tinggi. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pengembangan SIM, faktor pendukung, faktor penghambat, dan upaya mengatasi hambatan dalam mengimplementasikan SIM bagi MPMBS. Penelitian ini dilakukan di MI Negeri Malang I, yang telah mengembangkan SIM. SIM yang berbasis pada teknologi informasi telah menjadi salah satu alat untuk meningkatkan efisiensi aktivitas operasional lembaga pendidikan di MI Negeri Malang I. Pendekatan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan tanpa mengisolasi subjek penelitian dan dilakukan secara langsung di lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam kepada informan dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Proses pengembangan SIM yang dilakukan di MI Negeri Malang I dilaksanakan secara paralel atau bersamaan dengan kegiatan lainnya, tahapan yang dilakukan yaitu: (a) perencanaan (planning), (b) pengorganisasian (organizing), (c) pelaksanaan (actuating), dan (d) pengawasan (controlling), (2) Faktor pendukung dalam pelaksanaan proses pengembangan SIM terdiri atas: (a) adanya dukungan dari seluruh jajaran pegawai, guru-guru, karyawan, dan siswa sampai dengan jajaran komite madrasah yang sangat perhatian dengan citra madrasah di luar lembaga, (b) adanya pembinaan terhadap pegawai, guru-guru dan karyawan, (c) bertambahnya sarana dan prasarana pendukung yang cukup memadai, (d) adanya niat yang besar untuk selalu ingin belajar dan membenahi diri agar lebih baik lagi, baik dari Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah dan para koordinator bidang yang saling terkait dalam mendukung proses pengembangan SIM, (3) Faktor penghambat dalam proses pengembangan SIM terdiri atas: (a) terbatasnya sumber daya manusia (Brainware) yang terampil dalam pengelolaan sistem informasi, (b) rendahnya kesadaran para pengelola sistem informasi dalam menyamakan komitmen kerja, (c) fasilitas pendukung yang masih akan ditingkatkan kembali, (d) ancaman dan gangguan terhadap sistem yang berasal dari dalam maupun luar lembaga MI Negeri Malang I, (4) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam mengimplementasikan SIM untuk pengembangan MPMBS di MI Negeri Malang I, terdiri atas: (a) perlu adanya pemahaman yang sama antara pihak manajemen dan pengelola sistem lembaga tentang pentingnya pelaksanaan SIM kepada seluruh warga madrasah termasuk guru dan siswa, (b) melaksanakan pembinaan guna menambah pengetahuan teori dan keterampilan dalam pengelolaan sistem informasi yang tepat guna baik secara efektif dan efisien, (c) meningkatkan kerjasama dengan lingkungan internal dan eksternal lembaga, (d) memanfaatkan sarana dan prasarana pendukung dengan tepat guna, (e) mengantisipasi ancaman dan gangguan terhadap sistem yang berasal dari dalam maupun dari luar lembaga MI Negeri Malang I. Implikasi penelitian ini adalah: (1) memperhatikan hasil penelitian sikap guru-guru dan karyawan terhadap SIM termasuk dalam kategori tinggi, tetapi sikap menerima terhadap SIM tergolong dalam kategori rendah, maka SIM yang ada sekarang perlu dikembangkan dan ditingkatkan dengan mendayagunakan segala perangkat sistem informasi yang tersedia untuk pengembangan SIM; (2) mengingat sikap menerima terhadap SIM masih tergolong rendah, kiranya perlu ada peningkatan kreatifitas dalam pemanfaatan SIM berdasarkan kebutuhan efisiensi dan keefektifan untuk pengambilan keputusan berbasis data; (3) pengembangan dan pemanfaatan SIM berdasarkan kebutuhan efisiensi dan keefektifan untuk pengambilan keputusan berbasis data dapat menjadi landasan bagi Desainer Sistem di MI Negeri Malang I untuk lebih termotivasi dalam mencoba hal-hal baru yang dapat meningkatkan mutu dan kualitas mereka yang pada akhirnya dapat melakukan inovasi-inovasi dalam pengembangan SIM. Saran yang dapat disampaikan sebagai berikut: Berdasarkan hasil kesimpulan penelitian, disarankan kepada: (1) kepala madrasah beserta pegawai yang mendukung dalam proses pengembangan SIM di MI Negeri Malang I ini agar lebih meningkatkan kemampuan dalam mengadakan perbaikan dan penyempurnaan dalam pelaksanaan proses pengembangan SIM di MI Negeri Malang I, (2) Jurusan Administrasi Pendidikan diharapkan jurusan lebih banyak lagi mengkaji tentang proses pengembangan SIM khususnya bagi lembaga pendidikan formal sebagai pendalaman dalam ilmu manajemen pendidikan, (3) Departemen Agama Kota Malang hendaknya dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan masukan untuk memberikan dukungan terhadap madrasah yang telah menerapkan perbaikan mutu pendidikan melalui pelaksanaan proses pengembangan SIM, bentuk dukungan tersebut tidak harus dalam bentuk materi melainkan membantu mengawasi pelaksanaan proses pengembangan SIM pada suatu lembaga pendidikan sesuai dengan prosedur yang berlaku, (4) Madrasah atau sekolah lainnya yang setingkat diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan pertimbangan dan masukan untuk merumuskan dan mengembangkan kebijakan manajemen mutu yang terkait dengan pendekatan teknologi informasi dan komunikasi, (5) Peneliti lain hendaknya dapat mengembangkan penelitian ini dengan metode-metode kualitatif dan kuantitatif yang lainnya, sehingga dapat menambah dan mengembangkan kajian ilmiah yang ada.

Pendugaan potensi air tanah dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi wenner di Desa Dengkol Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Yeni Saraswati

 

ABSTRAK Saraswati, Yeni. 2008. Pendugaan Potensi Air Tanah Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner di Desa Dengkol Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Burhan Indriawan, S.Si, M.Si, (II) Samsul Hidayat, S.Si, M.T. Kata kunci: geolistik resistivitas, metode Wenner, potensi air tanah, IPI2 Win. Air tanah merupakan sumber daya penting dalam penyediaan air di seluruh dunia sehingga permintaan air tanah akan semakin membesar setiap tahunnya, Keadaan ini dapat menyebabkan kekurangan akan air tanah diberbagai daerah, sehingga perlu untuk diadakan penaksiran yang tepat akan letak potensi air tanah yang terbesar. Dari masalah tersebut maka skripsi ini mengangkat topik ”Pendugaan Potensi Air Tanah Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner di Desa Dengkol Kecamatan Singosari Kabupaten Malang”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai resistivitas batuan dan menentukan potensi atau kandungan air tanah. Dari nilai resistivitas batuan dan potensi atau kandungan air tanah, maka akan diketahui adanya air tanah di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode geolistrik konfigurasi Wenner. Pengambilan datanya dilakukan di desa Dengkol Kecamatan Singosari. Dalam pengambilan data pada daerah penelitian digunakan bentangan yang mencapai 540 meter. Dalam pengambilan data dengan bentangan 540 meter dilakukan pengambilan data sebanyak empat periode dalam satu garis lurus. Proses pengambilan datanya adalah menentukan titik-titik elektroda arus dan potensial. Kemudian, mengalirkan tegangan dan menginjeksikan arus. Setelah itu, memindahkan elektroda potensial dengan spasi yang ditentukan dan menghasilkan nilai resistivitas. Hasil dari penelitian diperoleh nilai resistivitas batuan. Nilai resistivitas batuan dikelompokkan menjadi 4 lapisan, yaitu pada lapisan pertama dengan kedalaman 5.88 meter didapatkan batuan penyusunnya adalah lempung yang memiliki potensi air tanah sebesar 0.51 x 10–8 (m3/detik). Pada lapisan kedua dengan kedalaman kedalaman 14.3 meter di susun oleh batuan lempung lanauan dan lempung dengan potensi air tanah yang dimiliki sebesar 11.6 x 10–8 (m3/detik) dan 9.41 x 10–8 (m3/detik). Pada lapisan yang ketiga dengan kedalaman 24.2 meter tersusun oleh batuan tanah lanau pasiran dengan potensi air tanah sebesar 21.25 x 10–4 (m3/detik), dan tersusun juga oleh batuan lempung lanauan dengan potensi air tanah sebesar 1.19 x 10–8 (m3/detik). Pada lapisan keempat dengan kedalaman 49.2 meter tersusun oleh beberapa batuan yang menyebar antara lain: tanah lanau pasiran dengan potensi air tanah 23.11 x 10–4 (m3/detik), kerikil dengan potensi air tanah 118.4 x 10–2 (m3/detik), dan tufa pasiran dengan potensi air tanah 2.21 x 10–4 (m3/detik). Nilai potensi air tanah terbesar yang ada di Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang terletak pada kedalaman ± 49.2 meter dengan nilai potensi air tanah sebesar 118.4 x 10–2 m3/detik.

Penerapan pembelajaran kooperatif model student facilitator and explaining (SFAE) untuk meningkatkan minat belajar fisika dan prestasi belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Singosari / Yeni Saraswati

 

ABSTRAK Saraswati, Yeni. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Student Facilitator and Explaining (SFAE) untuk Meningkatkan Minat Belajar Fisika dan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 1 Singosari. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Wartono, M.Pd, (II) Drs. Purbo Suwasono, M.Si. Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif, model Student Facilitator and Explaining (SFAE), minat belajar, prestasi belajar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan pada guru bidang studi fisika yang mengajar di kelas VIII B SMP Negeri 1 Singosari peneliti mendapat informasi bahwa prestasi belajar siswa kelas VIII B masih rendah, hal ini didasarkan pada hasil ulangan harian pada bab bunyi pada semester 2 nilai rata-rata kelas VIII B menunjukkan nilai yang masih rendah yakni sebesar 66. Peneliti juga mendapatkan informasi bahwa minat belajar siswa masih relatif rendah, hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang dilakukan oleh guru bidang studi fisika dalam pembelajaran terlihat bahwa guru masih menggunakan metode ceramah, metode ini memebentuk siswa menjadi pasif. Pada saat proses belajar mengajar siswa tampak bosan dan sering tidak memeperhatikan guru.Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tesebut yaitu dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model student facilitator and explaining. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan pembelajaran kooperatif model student facilitator and explaining (SFAE), meningkatkan minat belajar fisika, dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian tindakan kelas dalam penelitian ini adalah penelitian untuk memecahkan beberapa masalah yang ada dalam kelas yang diteliti dengan memberikan tindakan berupa model student facilitator and explaining yang terdiri dari 2 siklus. Subyek dalam penelitian ini siswa kelas VIII B yang berjumlah 36 siswa. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan tes pada akhir tiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar fisika siswa kelas VIII B mengalami peningkatan nilai rata-rata yang cukup baik yaitu pada siklus I sebesar 74, pada siklus II meningkat menjadi 89. Peningkatan nilai rata-rata prestasi belajar siswa sebelum diberi tindakan sebesar 66, pada siklus I meningkat sebesar 76, pada siklus II meningkat sebesar 87. Keterlaksanaan pembelajaran model student facilitator and explaining (SFAE) pada siklus I mencapai prosentase sebesar 73% dan pada siklus II meningkat sebesar 91%.

Perbedaan hasil belajar siswa kelas IV yang mengikuti kursus jarimatika dengan yang mengikuti kursus sempoa pada mata pelajaran matematika di SD Negeri 3 Rumbuk Lombok Timur / Nurlaila Novi Maulia

 

ABSTRAK Maulia, Nurlaila Novi. 2009. “Perbedaan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Yang Mengikuti Kursus Jarimatika dengan Yang Mengikuti Kursus Sempoa Pada Mata pelajaran Matematika Di SD Negeri 3 Rumbuk Lombok Timur”. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. A.J.E. Toenlioe, M.Pd, (II) Dra. Susilaningsih. Kata Kunci: Hasil Belajar, Jarimatika, Sempoa Pendidikan menjadi faktor terpenting dalam menciptakan manusia yang cerdas, kreatif, dan stabil, baik fisik, mental, maupun spiritual.Pendidikan di sini mencakup pendidikan formal seperti di sekolah, informal seperti halnya di rumah maupun pendidikan non formal seperti bimbingan belajar di lembaga-lembaga kursus. Banyak siswa memilih lembaga-lembaga kursus sebagai alternatif penunjang dan pendukung pembelajaran di sekolah. Lembaga kursus jarimatika dan sempoa merupakan salah satu yang dipilih siswa sebagai penunjang pendidikan mereka khususnya dalam mata pelajaran matematika. Jarimatika dan sempoa diyakini dapat menyeimbangkan kerja otak kiri dan kanan anak. Dengan gerak visual jari-jari pada metode hitung jarimatika dan manik-manik pada sempoa dapat memicu kerja otak kanan yang akan menghasilkan kreatifitas anak, di samping memicu kerja otak kiri (aspek koginitif) yang dapat memengaruhi hasil belajar siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada perbedaan hasil belajar antara siswa kelas IV yang mengikuti kursus jarimatika dengan yang mengikuti kursus sempoa pada mata pelajaran matematika SD Negeri 3 Rumbuk Lombok Timur?. Dan tujuan penelitian ini adalah mengkaji perbedaan hasil belajar antara siswa kelas IV yang mengikuti kursus jarimatika dengan yang mengikuti kursus sempoa pada mata pelajaran matematika di SD Negeri 3 Rumbuk Lombok Timur. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode kausal komparatif, merupakan bentuk penelitian deskriptif yang membandingkan dua atau lebih dari dua situasi, kejadian, kegiatan, program, dan lain-lain yang sejenis atau hampir sama. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa kelas IV SD Negeri 3 Rumbuk Lombok Timur yang berjumlah 95 siswa, sedangkan sampel penelitian ini adalah 17 siswa kelas IV yang mengikuti kursus jarimatika dan 35 siswa kelas IV yang mengikuti kursus sempoa. Data yang telah terkumpul dianalisis secara kuantitatif dengan analisis statistik yaitu menggunakan t test atau uji t pooled varian. Analisis ini untuk mengkaji signifikansi perbedaan hasil belajar antara siswa yang mengikuti kursus sempoa dengan siswa yang mengikuti kursus jarimatika. Berdasarkan hasil analisis data dengan uji t pooled varian diperoleh thitung adalah 1,45 dan ttabel ditemukan 2,010 pada taraf kesalahan 0,05 atau 5 % dengan ini dinyatakan thitung < ttabel yakni 1,45 < 2,010. Dan dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa kelas IV yang mengikuti kursus jarimatika dengan yang mengikuti kursus sempoa pada mata pelajaran matematika di SD Negeri 3 Rumbuk Lombok Timur. Dengan skor rata-rata tes hasil belajar kelompok sampel jarimatika lebih tinggi dibanding dengan kelompok sampel sempoa. Skor rata-rata kelompok sampel jarimatika adalah 87,05 dan kelompok sampel sempoa adalah 83. dengan selisih beda skor rata-rata kedua kelompok sampel adalah 4,05 dan selisih persentase yang termasuk skor tinggi dan sangat tinggi adalah 21,6% lebih tinggi kelas IV A dibanding kelas IV B. Saran peneliti untuk sekolah adalah pendidikan alternatif yang dapat menunjang pembelajaran di kelas dapat dijadikan sebagai program sekolah dalam meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran di sekolah. Bagi guru, hendaknya meningkatkan penguasaan terhadap metode dan teknik pengajran yang variatif dan aktraktif, member perlakuan dan bimbingan yang sama terhadap siswa. Sedangkan bagi peneliti lain, diharapkan akan dapat meneliti hal yang sama secara mendalam dan detail tentang metode dan teknik pengajaran matematika menggunakan jarimatika dan sempoa, dengan sampel yang lebih luas, serta memerhatikan level atau tingkatan dari pembelajaran jarimatika dan atau sempoa.

Penggunaan dan persepsi siswa terhadap buku teks dan LKS dalam pengajaran bahasa Arab di MTS Ma'arif Sukorejo Pasuruan / Muhammad Ahda Arafat

 

ABSTRAK Arafat, Muhammad Ahda. 2009. Penggunaan dan Persepsi Siswa Terhadap Buku Teks dan LKS dalam Pengajaran Bahasa Arab di MTs Ma’arif Sukorejo Pasuruan. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. H. Ahmad Fuad Effendy, M.A. Kata kunci: penggunaan, persepsi, buku teks, LKS, pengajaran bahasa Arab. Penggunaan bahan ajar dalam pengajaran bahasa Arab merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar. Pada umumnya seyiap sekolah menggunakan buku teks sebagai bahan ajar utama dan LKS sebagai media pengajaran dan lembar latihan bagi siswa. Persepsi merupakan pandangan atau penilaian seseorang terhadap suatu objek. Persepsi merupakan kesimpulan seseorang tentang sesuatu melalui proses menyeleksi, mengorganisasi dan menginterpretasi suatu rangsangan atau stimulus dari lingkungan. Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar mengajar merupakan suatu kegiatan yang paling pokok. Hal ini berarti bahwa berhasil tidaknya suatu proses pendidikan, tergantung pada bagaimana proses belajar mengajar itu berlangsung. Proses belajar mengajar yang diartikan sebagai interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa, dan antar sesama siswa dalam proses pengajaran mengandung unsur saling memberi dan menerima antara guru dan siswa. Materi adalah seperangkat pengetahuan ilmiah sebagai kurikulum yang disampaikan dan dibahas dalam proses PBM agar sampai pada tujuan yang ditetapkan. Untuk menyampaikan materi secara lengkap dan terstruktur kepada siswa diperlukanlah suatu bahan ajar, bahan ajar yang utama yaitu berupa buku teks, sedangkan sebagai lembar latihan, pembantu bahan ajar utama dan media pengajaran dipergunakanlah Lembar Kerja Siswa (LKS). Untuk dapat memaksimalkan buku teks dan LKS sebagai bahan ajar dalam pengajaran bahasa Arab, persepsi siswa terhadap hal tersebut sangat dibutuhkan. Masalah umum dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan dan persepsi siswa terhadap buku teks dan LKS dalam pengajaran bahasa Arab. Adapun tujuan penelitian secara umum adalah mengetahui bagaimana penggunaan dan persepsi siswa terhadap buku teks dan LKS dalam pengajaran bahasa Arab, serta bagaimana pelaksanaan pengajarannya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa-siswi kelas VII dan VIII MTs Ma’arif Sukorejo Pasuruan yang berjumlah 115 siswa dan guru bahasa Arab dari sekolah tersebut. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar angket, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Arab di MTs Ma’arif Sukorejo menggunakan buku teks dan LKS. Buku teks sebagai bahan ajar utama, hanya disampaikan dengan dituliskan di papan tulis, sedangkan LKS sebagai lembar latihan, alat bantu belajar, dan media pembelajaran bagi siswa. Persepsi siswa terhadap penggunaan buku teks dan LKS dalam pengajaran bahasa Arab cenderung lebih menyukai LKS. Hal ini dapat dikarenakan siswa lebih akrab dengan LKS mereka daripada buku teks, mengingat setiap siswa wajib memiliki LKS, sedangkan buku teks hanya dimiliki oleh guru yang kemudian dituliskan di papan tulis. Akan tetapi sebagian besar siswa tetap menginginkan buku teks digunakan sebagai bahan ajar sekaligus pemberi materi yang utama. Sedangkan LKS digunakan sebagai alat bantu belajar, media, sekaligus wadah untuk menuangkan hasil belajar yang mereka peroleh dari buku teks dengan cara mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru untuk lebih mengoptimalkan penggunaan buku teks yang merupakan bahan ajar utama karena persepsi siswa yang cenderung lebih menyukai LKS. Bagi siswa agar dapat meningkatkan belajar dengan menggunakan bahan ajar yang utama yaitu buku teks, mengingat isi dan materi dalam buku teks jauh lebih lengkap daripada LKS. Sedangkan bagi peneliti lain bisa mengkaji lebih dalam bagaimana persepsi siswa dari unsur-unsur lain.

Pengembangan media pembelajaran qira'ah dengan software swishmax untuk madrasah tsanawiyah / Fath Of Narendra

 

ABSTRAK Narendra, Fath Of. 2009. Pengembangan Media Pembelajaran Qira’ah dengan Software Swishmax untuk Madrasah Tsanawiyah. Skripsi, Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Hanik Mahliatussikah, S.Ag., M.Hum. Kata kunci: media pembelajaran, Qira’ah, software Swishmax. Dalam mempelajari keterampilan berbahasa, diperlukan variasi media untuk meningkatkan semangat belajar siswa dan meminimalisir rasa jemu dan kebosanan siswa dalam belajar. Karena dengan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan akan membuat siswa lebih bersemangat dan senang dalam belajar. Swishmax mudah digunakan bahkan oleh anak kecil sekalipun, dan telah banyak digunakan sampai ke seluruh dunia. Dari uraian di atas, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengembangan media pembelajaran yang bercirikan pembelajaran interaktif dengan software Swishmax sebagai salah satu alternatif dalam menciptakan pembelajaran bahasa Arab yang menarik dan menyenangkan pada maharoh Qira’ah di Madrasah Tsanawiyah (MTs). Tujuan penelitian secara umum adalah mengembangkan media pembelajaran Qira’ah dengan software Swishmax untuk MTs. Tujuan khusus pengembangan adalah mendeskripsikan (1) rancangan media pembelajaran Qira’ah dengan software Swishmax, (2) validitas media pembelajaran Qira’ah dengan software Swishmax, dan (3) kelebihan dan kelemahan media pembelajaran Qira’ah dengan software Swishmax. Rancangan penelitian ini adalah pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan (research and development) prosedural yang dikemukakan oleh Borg dan Gall yang telah dimodifikasi oleh peneliti, yaitu (1) melakukan pengumpulan data atau informasi, (2) mengembangkan draf atau produk awal, (3) uji ahli kepada 2 ahli pembelajaran bahasa Arab, (4) revisi produk awal, (5) uji lapangan, dan (6) penyempurnaan produk akhir. Penelitian ini menghasilkan produk berupa media pembelajaran Qira’ah dengan software Swishmax yang telah tervalidasi. Media pembelajaran tersebut adalah sebuah media pembelajaran yang dirancang khusus untuk mata pelajaran bahasa Arab MTs kelas VIII dengan menggunakan software Swishmax, akan tetapi ada pula software pendukung lainnya seperti Adobe photoshop 7.0, CorelDRAW Graphics Suite 12, Cool Edit Pro 2.0 dan Microsoft Office word 2007. Untuk memudahkan para pengguna dalam mengoperasikan media pembelajaran ini, peneliti menyertakan Standar Operasional Produk (SOP) yang tersedia dalam satu file dengan format txt. SOP ini berisi langkah-langkah penggunaan media yang dapat menuntun para pengguna dalam mengoperasikan media pembelajaran. Berdasarkan hasil uji ahli media, diketahui tingkat validitas media pembelajaran yaitu 65%. Untuk hasil uji ahli materi, produk pengembangan memiliki tingkat validitas 64%. Berarti media pembelajaran tersebut cukup layak digunakan dalam pembelajaran. Untuk meningkatkan tingkat validitasnya, i diadakan revisi terhadap media, yaitu (1) memberi panduan program, (2) menambah suara pada teks bacaan, dan (3) membedakan font pada setiap tampilan halaman. Adapun revisi yang telah dilakukan terhadap materi, yaitu (1) mengganti terjemahan mufradat dengan gambar/sinonim/antonim, (2) menggunakan bahasa Arab pada semua tombol icon yang disajikan, (3) memberikan instruksi untuk teks bacaan dan latihan, (4) merevisi beberapa tulisan Arab, dan (5) menambah jumlah variasi latihan. Media pembelajaran tersebut kemudian diujicobakan kepada siswa. Secara keseluruhan, persentase penilaian yang didapat dari hasil jawaban siswa adalah 95%. Hal ini berarti, media pembelajaran Qira’ah dengan software Swishmax valid dan dapat digunakan dalam pembelajaran. Bertolak dari hasil pengembangan dalam penelitian ini, peneliti memberikan saran kepada para peneliti selanjutnya agar dapat mengembangkan materi dengan menambah jumlah tema dan melakukan uji coba produk pengembangan kepada subjek yang lebih luas dengan kurun waktu yang lebih lama sehingga didapatkan validitas media yang lebih optimal. ii

Sistem pendeteksi kadar alkohol pada minuman berbasis mikrokontroler AT89S51 / Achmad Daud Rachman Umar

 

ABSTRAK Umar, Achmad Daud Rachman. 2009. Sistem Pendeteksi Kadar Alkohol pada Minuman Berbasis Mikrokontroler AT89S51. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Siti Sendari, S.T., M.T. (II) Muhammad Ashar, S.T., M.T. Kata Kunci: Legen, Alkohol, Kehalalan, Mikrokontroler AT89S51, LED, ADC 0804, AF63. Kontroversi akan adanya beberapa minuman yang ditengarai mengandung alkohol membuat beberapa pihak meragukan kehalalannya. Dalam segi religi, minuman tersebut digolong¬kan pada minuman yang memabukkan atau disebut khamer. Khamer dikatakan haram bila dikonsumsi, beberapa golongan masyarakat khususnya umat agama Islam meyakini bahwa sesuatu yang banyaknya memabukkan maka sedikitnya pun adalah haram. Begitu pula yang terjadi pada khamer, meskipun jumlahnya sedikit tetaplah dikatakan haram bila dikonsumsi. Berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh Komisi Fatwa MUI bulan Agustus 2000, ditetapkan bahwa suatu minuman dikategorikan minuman beralkohol atau khamer atau minuman keras bila mengandung alkohol minimal 1%, karena berpotensi dapat memabukkan. Hal ini merujuk pada keterangan hadits Rasulullah SAW riwayat Muslim dan Ahmad. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa Rasulullah SAW melarang meminum air jus buah-buahan yang sudah didiamkan lebih dari 2 hari. Dari segi kandungan alkoholnya, jus yang sudah didiamkan selama lebih dari 2 hari akan menghasilkan alkohol sekitar 1%. Untuk menanggulangi adanya kontroversi halal atau haramnya suatu minuman, maka diperlukan suatu alat yang dapat mendeteksi secara benar berapa kandungan alkohol dalam larutan. Sampai saat ini alat yang digunakan untuk mendeteksi adanya kadar alkohol dalam larutan masih sangat langka dan harganya masih terlalu mahal untuk dijangkau oleh masyarakat, oleh karena itu perancangan sistem pendeteksi kadar alkohol ini diharapkan mampu untuk mengatasi masalah¬masalah tersebut. Proses kerja alat ini diawali dengan pengaktifan heater yang berfungsi untuk merebus minuman yang akan diuji. Lama waktu perebusan ditentukan selama 5 menit yang diatur melalui timer. Setelah didapatkan uap alkohol yang diinginkan, sensor gas AF63 mendeteksi uap tersebut. Sensor AF63 menghasilkan tegangan yang akan dikuatkan oleh pengkondisi sinyal diferensial agar mudah dikonversi oleh ADC 0804. ADC 0804 mengubah data analog dari pengkondisi sinyal menjadi data digital yang berupa bilangan biner. Data biner ini akan diolah oleh program yang telah diisikan sebelumnya ke dalam mikrokontroler AT89S51. Hasil pengolahan data ini akan ditunjukkan oleh indikator LED dalam range kadar alkohol dengan satuan persen (%). Kesimpulan dari perancangan sistem pendeteksi kadar alkohol ini adalah: (1) Sistem ini mampu mendeteksi kadar alkohol kurang dari 1% dan kadar alcohol 1% sampai 45%, (2) Perancangan sistem pendeteksi kadar alkohol dengan menggunakan mikrokontroler dan sensor gas AF63 memiliki error yang terjadi sebesar 1,1%, (3) Minuman tradisional legen masih dinyatakan halal jika masih baru diolah. Sedangkan jika telah disimpan selama 1 – 2 hari, minuman legen sudah tidak bisa dinyatakan halal lagi karena telah mengandung ±1% -5%. Dan akan memiliki kadar alkohol ±11% -15%, jika disimpan selama 7 hari. iv

Implementasi sensor ultrasonik untuk mengukur jarak pada mobile robot / Budisetiyawan

 

Perkembangan teknologi yang sangat cepat pada masa ini, mengakibatkan bidang ilmu kecerdasan buatan sangat pesat dikembangkan. Salah satunya adalah decision support system. Inilah yang mendasari dilakukannya penelitian dengan judul Pengaruh Decision Support System pada Mobile Robot dengan Menggunakan Sensor Ultrasonik sebagai Alat Bantu Navigasi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan decision support system, serta mengetahui berapakah pencapaian keberhasilan navigasi mobile robot yang menggunakan decision support system ini. Perancangan decision support system dilakukan melalui dua tahapan, yakni merepresentasikan kemungkinan yang akan terjadi dan merepresentasikan keputusan yang akan diambil. Pengujian decision support system juga dilakukan dengan dua metode, yakni pada pengujian pertama menggunakan variabel yang runtut dan teratur. Selanjutnya pengujian kedua dilakukan pada lingkungan yang memiliki variasi kondisi yang lebih banyak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa decision support system yang diimplementasikan pada mobile robot berhasil dilakukan. Hal ini dibuktikan dengan tingkat keberhasilan sistem sebesar 90% dalam mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan pada proses perancangan.

Pembangunan pasar tradisional / Nurul Rohmatul Jannah

 

Pengembangan video model pembelajaran latihan inkuiri (inquiry training model) sebagai sumber belajar untuk guru IPA/fisika SMP / Septy Wulansari

 

ABSTRAK WulanSari, Septy. 2009. Pengembangan Video Model Pembelajaran Latihan Inkuiri (Inquiry Training Model) sebagai Sumber Belajar untuk Guru IPA/Fisika SMP. Skripsi Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Yoyok Adisetio Laksono, M.Si, (II) Dr. Lia Yuliati, M.Pd. Kata kunci: model pembelajaran latihan inkuiri, sumber belajar, video pembelajaran Video pembelajaran merupakan salah satu sumber belajar untuk guru. Dipilihnya video pembelajaran karena sumber belajar ini tidak mudah diperoleh di pasaran. Berdasarkan angket yang disebarkan dan hasil wawancara kepada 10 guru IPA/Fisika SMP di Kediri yag mengajar di negeri maupun swasta diperoleh data bahwa 80% guru belum menerapkan pembelajaran kontekstual, masih menggunakan ceramah dengan alasan kurangnya sumber belajar. Selain itu, juga ditemukan bahwa semua guru lebih memilih video sebagai sumber belajar karena melalui video guru dapat mempelajari langkah-langkah pembelajaran yang harus dilakukan. Tujuan pengembangan sumber belajar ini adalah untuk mengembangkan video model pembelajaran latihan inkuiri sebagai sumber belajar untuk guru IPA/Fisika SMP, serta untuk menemukan kelebihan dan kekurangan video model pembelajaran latihan inkuiri sebagai sumber belajar untuk guru IPA/Fisika SMP. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian dan pengembangan Borg dan Gall. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan adalah; penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan pengembangan, pengembangan draf produk, penilaian, revisi, dan penyempurnaan produk. Produk yang dihasilkan adalah berupa video model pembelajaran latihan inkuiri. Jenis data yang diperoleh adalah data kuantitaif dan data kualitatif. Data kuantitatif merupakan hasil penilaian kelayakan dari evaluator sedangkan data kualitatif berdasarkan komentar dan saran dari evaluator. Instrumen pengumpulan data yang dipakai berupa angket. Hasil penilaian dari evaluator di dalam angket dianalisis dengan perhitungan nilai rata-rata Berdasarkan data hasil penilaian kelayakan yang diperoleh dari nilai ratarata sumber belajar video model pembelajaran latihan inkuiri sebesar 3,31 yang memenuhi kriteria layak sehingga dapat digunakan oleh guru sebagai sumber belajar.

Peningkatan prestasi belajar IPA siswa kelas VI melalui penerapan pendekatan kontekstual dengan hands on activity di SDN Baron III Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk / Hudi Basuki

 

ABSTRAK Hudi Basuki. 2009. Peningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VI Melalui Penerapan Pendekatan Kontekstual Dengan Hands on Activity Di SDN Baron III Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar,FIP. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Wasih D.S, M.Pd (II) Dra.Lilik Bintartik, M.Pd. Kata Kunci : Peningkatkan, Prestasi Belajar, Pendekatan Kontekstual, Hands on Activity Hasil pengamatan pendahuluan proses pembelajaran IPA yang berlangsung di kelas VI SDN Baron III menunjukkkan guru menjelaskan materi dengan metode ceramah dan pemberian tugas, sehingga diperoleh gambaran pembelajaran yang kurang efektif. Penggunaan metode ceramah berlebihan dapat menyebabkan siswa jenuh, membosankan dan tidak memperhatikan dengan sungguh-sungguh. Pada pembelajaran ini suasana kelas cenderung teacher-centered sehingga siswa menjadi pasif. Untuk memecahkan masalah ini dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menerapkan pendekatan kontekstual melalui hands on activity. Rumusan masalah utama penelitian ini adalah apakah penerapan pendekatan kontekstual melalui hands on activity dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas VI SDN Baron III Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk? Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar siswa kelas VI melalui penerapan pendekatan kontekstual dengan hands on activity dalam pembelajaran IPA di SDN Baron III Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan rancangan PTK. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah (1) Tes, (2) Observasi, (3) Angket, (4)Dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah (1) Peneliti sendiri merupakan instrumen utama (2) Pedoman Observasi, (3) Angket, (4) Kamera. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) pada pra tindakan dilihat dari persentase keberhasilan selama proses belajar mengajar dari aspek tingkah laku 14,1%, aspek kognitif 5,15%, dan aspek ketertarikan 5,45%.2). Aktivitas praktikum memperoleh 0, sedangkan prestasi belajar rata-rata 61,4% dengan daya serap klasikal 47%, 2) Aktivitas praktikum selama proses belajar mengajar dengan rata-rata 0 (pra tindakan), 58,06 (siklus I), 74,9 (siklus II), 3) mengajukan pertanyaan tampak meningkat dari siklus I ke siklus II pada aspek kognitif bagian: c) mengajukan pertanyaan kepada siswa dari 50% meningkat menjadi 75%, d) mengajukan pertanyaan kepada siswa dari 41% meningkat menjadi 60%, 4) membentuk masyarakat belajar tampak pada aspek tingkah laku, yaitu a) siswa aktif dalaam berdiskusi secara benar selam praktikum 32% meningkat menjadi 70% (siklus II), 5) prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan dari pra tindakan ke siklus I 17,7% dan dari siklus I ke siklus II 17,3%. Hasil angket siswa terhadap kegiatan hands on activity dengan praktikum menunjukkan bahwa siswa yang sangat senang mata pelajaran IPA mencapai 70,6% karena disampaikan melalui metode praktikum mencapai 58,8% dan metode ini mudah dimengerti dan diingat (52,9%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan kontekstual melalui hands on activity dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI SDN Baron III. Disarankan agar guru yang mengajar mata pelajaran IPA maupun mata pelajaran yang lain, hendaknya mencoba menggunakan strategi belajar pendekatan kontekstual melalui hands on activity.

Media bahan ajar seni tari di sekolah dasar yang bersumber dari seni pertunjukan sandur Tuban / Lusita Destriyanty

 

ABSTRAK Destriyanty, Lusita. 2009. Revitalisasi Koreografi Sandur Tuban sebagai Karya Tari dalam Bentuk Materi Bahan Ajar Siswa Sekolah Dasar Kelas V. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Tari, Jurusan Seni dan Desain FS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Robby Hidajat, M.Sn, Tri Wahyuningtyas, S.Pd, M.Si. Kata kunci: koreografi, Tuban, sekolah dasar. Sekolah merupakan pendidikan formal yang dalam pengajarannya terdapat bermacam-macam mata pelajaran yang diajarkan guru kepada siswa. Seorang guru dengan waktu yang sangat terbatas harus memberikan materi sesuai dengan kurikulum. Jika diperhatikan dari sudut kurikulum, kita dapat melihat betapa kesenian atau sekarang kita sebut mata pelajaran Seni Budaya ditempatkan sebagai pelengkap saja. Mata pelajaran Seni Budaya terdiri dari seni tari, seni rupa, seni musik, dan seni drama. Perlu diketahui bahwa tenaga pengajar mata pelajaran Seni Budaya pada umumnya kurang menguasai berbagai macam seni itu sendiri, terutama seni tari. Untuk membantu proses pembelajaran Seni Budaya khususnya seni tari terdapat cara yang efektif, yaitu dengan menggunakan media audio-visual. Maka untuk menambah materi bahan ajar mata pelajaran Seni Budaya (subbidang seni tari) penulis sekaligus sebagai penata tari atau koreografer membuat karya tari untuk materi bahan ajar siswa sekolah dasar. Karya tari tersebut merupakan koreografi dari pertunjukan Sandur Tuban yang akhirnya diberi judul “Beksan Paraga Sandur”. Karya tari “Beksan Paraga Sandur” digarap dengan menyusun kembali tari tradisional daerah (lokal) Sandur Tuban agar mudah dipelajari oleh siswa sekolah dasar dan mengenalkan seni tari daerah (lokal) Sandur Tuban kepada siswa sekolah dasar. Setelah digarap karya tari tersebut dikemas dalam sebuah CD (Compack Disk) yang berisi ragam gerak dan penyajian karya tari “Beksan Paraga Sandur” agar pembelajaran menjadi lebih efektif. Untuk mengetahui apakah karya tari tersebut layak untuk dipelajari siswa sekolah dasar, maka penulis menguji karya tari tersebut dengan menggunakan angket yang diisi oleh beberapa guru sekolah dasar di Malang setelah menyaksikan karya tari tersebut yang sudah dikemas dalam sebuah CD. Dari hasil angket tersebut dapat disimpulkan bahwa karya tari “Beksan Paraga Sandur” layak untuk dipelajari siswa sekolah dasar.

Survey pelaksanaan pembelajaran desain kelas X Jurusan Perhiasan SMKN 11 Surabaya / Yongky Danang Prasetyo

 

ABSTRAK Prasetyo, Yongky Danang.2009.Survey Pelaksanaan Pembelajaran Desain Kelas X Jurusan Perhiasan SMKN 11 Surabaya . Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Seni Rupa, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Ida Siti Herawati, M.Pd (II) Drs. Eko Budi Winarno Kata Kunci: Pembelajaran desain. Hasil desain SMKN 11 Surabaya ini adalah satu-satunya sekolah di Jawa Timur yang memiliki jurusan perhiasan. Dunia perhiasan saat ini sangat diperhatikan terbukti dengan banyaknya lomba-lomba antar SMK yang bergelut dalam bidang perhiasan. Peranan guru tetap diandalkan untuk menentukan kualitas lulusannya di dalam mendukung kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pembelajaran desain pada siswa kelas X Jurusan Perhiasan SMKN 11 Surabaya, (2) untuk mengetahui hasil desain siswa kelas X Jurusan Perhiasan. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 11 Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data adalah (1) wawancara dengan guru mata pelajaran kreatifitas, dan siswa kelas X; (2) Observasi kelas; (3) Observasi hasil desain serta; (4) Dokumentasi sebagai pelengkap. Hasil-hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Media yang dipakai dalam proses kegiatan belajar yaitu media gambar contoh-contoh pola ragam hias. Evaluasi yang digunakan adalah evaluasi proses dan evaluasi perbuatan. Evaluasi proses yaitu evaluasi yang ditujukan untuk melihat proses pelaksanaan, baik mengenai kelancaran proses, kesesuaian dengan rencana, faktor pendukung dan faktor penghambat yang muncul dalam proses pelaksanaan. Evaluasi perbuatan terutama ditujukan untuk mengukur hasil belajar yang menyangkut domain keterampilan (skill). Acuan guru dalam mengevaluasi hasil belajar siswa menggunakan kaidah unsur seni dan prinsip seni, juga estetika pasar sekaligus beberapa unsur komposisi, keragaman, kerapian, kreatifitas dan finishing; (2) Dari hasil karya desain siswa kelas X jurusan perhiasan, dapat digolongkan menjadi beberapa motif desain yaitu: motif geometris, motif simetris, komposisi terbuka, komposisi tertutup, motif pengulangan (sederhana), motif stilasi daun dan ornamen bentuk segi enam. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut: (1) untuk kepala sekolah; agar memantau setiap kegiatan pembelajaran kreativitas (desain) dan dapat memberikan motivasi kepada setiap siswa agar dapat meningkatkan mutu dan kualitas hasil karya; (2) untuk guru mata pelajaran agar dapat menyiasati keterbatasan sarana dan prasarana khususnya media pembelajaran dengan melakukan variasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan standar kompetensi; (3) mahasiswa agar lebih mempersiapkan diri sebagai pengajar, khususnya sebagai pengajar desain perhiasan.

Penerapan metode simulasi untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas III SDN Ngadiwono II Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan / Reni Rusmiati

 

ABSTRAK Rusmiati, Reni. 2009. Penerapan Metode Simulasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas III SDN Ngadiwono II Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Musa Sukardi, M.Pd, (II) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd. Kata kunci: penerapan, metode simulasi, hasil belajar IPS IPS merupakan mata pelajaran yang materinya sangat dekat dengan lingkungan kehidupan siswa. Seharusnya materi dalam mata pelajaran tersebut mudah dipahami siswa. Namun, pada kenyataannya di SDN Ngadiwono II kecamatan Tosari khususnya kelas III nilai IPS yang dicapai siswa tergolong rendah. Nilai rata-ratanya hanya mencapai 50,00. Hal ini cukup memprihatinkan mengingat betapa besar peranan IPS dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional khususnya dalam mengembangkan manusia seutuhnya baik dalam segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diterapkan metode simulasi dalam pembelajaran IPS di SDN Ngadiwono II kecamatan Tosari. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan penerapan metode simulasi dalam pemelajaran IPS, (2) mendeskripsikan dampak penerapan metode simulasi terhadap keaktifan siswa, (3) mendeskripsikan ada tidaknya peningkatan hasil belajar IPS melalui penerapan metode simulasi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang melalui siklus-siklus. Subyek penelitian ini ialah siswa kelas III sebanyak 18 siswa. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, lembar wawancara, tes. Analisis data penelitian yang dipakai adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode simulasi dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas III baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Hasil belajar sebelum penerapan metode simulasi dalam pembelajaran IPS memperoleh nilai rata-rata 50,00 sedangkan setelah penerapan metode simulasi pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 76,67. Pada siklus I, siswa menjadi suka pelajaran IPS, memiliki keberanian mengungkapkan pendapat dan bertanya kepada guru. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan (1) guru hendaknya meningkatkan pelaksanaan simulasi jual beli, baik dalam tempat maupun media yang digunakan; (2) sekolah hendaknya menyediakan sarana dan prasarana pendukung proses belajar mengajar atau mengalokasikan dana untuk pembuatan media pembelajaran; (3) peneliti lanjut hendaknya meneliti tentang penerapan metode lain dalam pembelajaran IPS atau penerapan metode simulasi dalam mata pelajaran lain selain IPS.

Kajian tentang problem based learning (PBL) terhadap hasil belajar dan keterampilan pemecahan masalah siswa kelas XI SMAN 7 Malang pada materi pokok larutan penyangga / Sri Oktafia Setyaningsih

 

ABSTRAK Setyaningsih, Sri Oktafia. 2008. Kajian Tentang Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar dan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa Kelas XI SMAN 7 Malang Pada Materi Pokok Larutan Penyangga. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed, Ph.D (II) Drs. H. Parlan, M.Si Kata kunci: problem based learning, hasil belajar, keterampilan pemecahan masalah Pembelajaran kimia SMA merupakan kerangka dasar untuk siswa memahami Ilmu Kimia yang diperoleh dan dikembangakan berdasarkan eksperimen yang membutuhkan keterampilan serta penalaran. Pergeseran paradigma pendidikan dari behaviorisme menuju konstruktivisme mewarnai aspek-aspek dalam pembelajaran kimia, yang salah satunya adalah model pembelajaran. Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang menerapkan prinsip dan nilai konstruktivistik, yang tidak hanya memperhatikan produknya namun juga memperhatikan prosesnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar dan keterampilan pemecahan masalah siswa yang diajar menggunakan model PBL dan konvensional, serta untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaan model PBL. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dengan postes dan deskriptif kuantitatif. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas XI SMAN 7 Malang semester 2 tahun pelajaran 2008/2009. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas dengan perlakuan yang berbeda yaitu kelas eksperimen menggunakan model Problem Based Learning dan kelas kontrol dengan cara konvensional (ceramah). Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji-t yang sebelumnya telah di uji normalitas, homogenitas, dan uji kesamaan rata-rata. Penelitian ini dilakukan pada bulan maret sampai april 2009 di SMAN 7 Malang. Instrumen yang dalam penelitian antara lain: RPP, LKS, soal tes, angket, dan lembar observasi keterampilan pemecahan masalah. Instrumen yang digunakan sebelumnya telah divalidasi oleh validator yaitu dua Dosen FMIPA UM dan satu guru Kimia SMAN 7 Malang. Untuk soal tes dilanjutkan dengan melakukan uji coba pada siswa yang telah mempelajari materi pokok larutan penyangga. Hasil uji coba soal tes menyatakan bahwa dua nomor soal tidak valid sehingga perlu dilakukan perbaikan, dan soal tes dinyatakan reliabel dengan α lebih besar dari rtable yaitu 0,82 > 0,423. Hasil penelitian menunjukkan: (1) adanya perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan model PBL dan siswa yang diajar dengan metode konvensional. Rata-rata hasil belajar kelas eksperimen 78,7 dengan standart devisiasi 5,98 dan 91,9% ketutasan, sedangkan kelas kontrol rata-ratanya 72,3 dengan standart devisiasi 4,4 dan 75,7% ketutasan. (2) Keterampilan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen dan kelas kotrol berbeda dengan rata-rata hasil observasi berturut-turut adalah 73,8% dan 33,4%. (3) Siswa senang diajar dengan model PBL, tampak dari hasil angket yang disebarkan diperoleh 41% sangat setuju, 51% setuju, dan 8% tidak setuju memberikan tanggapan pembelajaran dengan menggunakan model PBL. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan PBL dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran, hasil belajar, dan keterampilan pemecahan masalah siswa dalam bidang kimia khususnya pada meteri larutan penyangga. Oleh sebab itu disarankan bahwa PBL dapat diterapkan pada pembelajaran kimia materi pokok larutan penyangga atau materi kimia lainnya. KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan ke Hadirat Alloh SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayahNya, sehingga skripsi yang berjudul “Kajian Tentang Perbadaan Hasil Belajar dan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa Kelas XI SMAN 7 Malang Yang Diajar Menggunakan Model Problem-Based Learning (PBL) Pada Materi Pokok Larutan Penyangga” bisa terselesaikan. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi S1 Pendidikan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis tidak terlepas dari bantuan dan dukungan berbagai pihak. Untuk itu penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Drs. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed., Ph.D selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan selama penelitian dan penyusunan skripsi. 2. Drs. H. Parlan, M.Si selaku dosen pembimbing II yang telah membimbing penulis dalam menyusun skripsi. 3. Dr. Sutrisno, M.Si, selaku penguji utama yang telah memberikan saran dan kritiknya terhadap penulisan skripsi ini. 4. Dra. Susy Tjahjawati selaku guru bidang studi Kimia kelas XI SMAN 7 Malang yang telah memberi masukan, ijin, kesempatan dan kepercayaan kepada penulis untuk melakukan penelitian. 5. Drs. Mahmudi, M.Si dan Drs. Supardjito selaku validator yang telah berkenan memberikan penilaian, kritik, dan saran pada instrumen penelitian. 6. Drs. Prayitno, M.Pd selaku Ketua Jurusan Kimia FMIPA dan Dra. Hayuni Retno Widarti M.Si selaku dosen Penasehat Akademik yang telah memberi kemudahan bagi penulis selaku anak INPUT selama kuliah di UM. 7. Siswa-siswi kelas XI IPA-1, XI IPA-2, dan XI IPA-3 SMAN 7 Malang yang telah banyak membantu penulis selama PPL dan penelitian. 8. Ayah, Ibu, Kakak dan Adik-adik tercinta yang senantiasa membantu, menghibur, dan mendo’akan penulis dengan tulus tanpa henti. 9. Seseorang yang sejak tahun 2005 dengan sabar dan setia mendampingiku dalam hidup dan berkarya. Terima kasih atas nasehat, semangat, motivasi, perhatian dan do’anya yang selama ini tulus diberikan kepada penulis. 10. Teman-teman sekerja di FK UNISMA terima kasih atas kerjasama, do’a, dan dukungannya. Pak Bambang selaku Kepala TU yang telah banyak memberi dukungan, motivasi dan keyakinan, serta membantu penulis dalam kelancaran kerja dengan kuliah. 11. Teman-teman INPUT dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan di kesempatan ini, terima kasih banyak dukungannya. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran demi kesempurnaan skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca, pendidikan, dan masyarakat. Malang, Agustus 2009 Penulis DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK i KATA PENGANTAR iii DAFTAR ISI v DAFTAR TABEL vii DAFTAR GAMBAR viii DAFTAR LAMPIRAN ix BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang 1 B. Rumusan Masalah 6 C. Tujuan Penelitian 6 D. Hipotesis Penelitian 7 E. Manfaat Penelitian 7 F. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian 8 G. Definisi Operasional 8 BAB II KAJIAN PUSTAKA 10 A. Pembelajaran Konstruktivisme Dalam Ilmu Kimia 10 B. Pembelajaran Dengan Problem Based Learning (PBL) 12 C. Keterlaksanaan PBL Dalam Pembelajaran Kimia 16 D. Keterampilan Pemecahan Masalah 19 E. Hasil Belajar Larutan Penyangga 21 F. Meteri Pokok Larutan Penyangga 23 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 27 A. Rancangan Penelitian 27 B. Variabel Penelitian 28 C. Populasi dan Sampel 29 D. Instrumen Penelitian 30 E. Teknik Pengumpulan Data 38 F. Teknik Analisis Data 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 48 A. Hasil Penelitian 48 1. Deskripsi Keterlaksanaan RPP 48 2. Deskripsi Data Hasil Observasi Keterampilan Pemecahan Masalah 56 3. Deskripsi Data Hasil Belajar 61 4. Deskripsi Data Angket Tanggapan Siswa 78 B. Pembahasan 79 1. Keterlaksanaan Proses Pembelajaran 79 2. Keterampilan Pemecahan Masalah 82 3. Hasil Belajar 84 4. Tanggapan Siswa 87 BAB V PENUTUP 88 A. Kesimpulan 88 B. Saran 89 DAFTAR RUJUKAN 90 PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN 93 LAMPIRAN 94 RIWAYAT HIDUP 218 DAFTAR TABEL Tabel Halaman 2.1 Sintaks Problem Based Learning (PBL) 13 2.2 Penerapan Model PBL Pada Materi Pokok Larutan Penyangga 18 2.3 Aspek Kognitif Dari Hasil Belajar 22 2.4 Data Standart Kompetensi dan Kompetensi Dasar 24 3.1 Rancangan Penelitian 28 3.2 Komposisi Variabel 29 3.3 Rincian RPP 30 3.4 Kriteria Reliabilitas Butir Soal 33 3.5 Kriteria Taraf Kesukaran Butir Soal 34 3.6 Kriteria Daya Beda Butir Soal 34 3.7 Jenis Data dan Teknik Pengumpulan Data 39 3.8 Kriteria Tanggapan Siswa 40 3.9 Ringkasan Analisis Data 46 4.1 Keterlaksanaan Tahap PBL Dalam Penelitian 48 4.2 Hasil Rancangan Penyelidikan Siswa 51 4.3 Data Rincian Nilai Kognitif Siswa 72 4.4 Data Hasil Belajar Kognitif Siswa 72 4.5 Hasil Uji Normalitas Data Kemampuan Awal Siswa 73 4.6 Hasil Uji Homogenitas Data Kemampuan Awal Siswa 74 4.7 Hasil Uji-t Kemampuan Awal Siswa 74 4.8 Hasil Uji Normalitas Data Hasil Belajar Kognitif Siswa 75 4.9 Hasil Uji Homogenitas Data Hasil Belajar Kognitif Siswa 75 4.10 Hasil Uji-t Hasil Belajar Kognitif Siswa 76 4.11 Rincian Tanggapan Siswa Terhadap Model PBL 78 DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 4.1 Grafik Keterlaksanaan RPP 56 4.2 Grafik Kemampuan Siswa Menggunakan Proses Berfikir Dasar 57 4.3 Grafik Kemampuan Siswa Mengumpulkan Fakta Yang Terkait Dengan Masalah 58 4.4 Grafik Kemampuan Siswa Mencari Informasi Lain Yang Diperlukan 58 4.5 Grafik Kemampuan Siswa Memberikan Saran Berbagai Alternatif Pemecahan Masalah 59 4.6 Grafik Kemampuan Siswa Memperkirakan dan Memilih Cara Pemecahan Masalah 60 4.7 Grafik Persentase Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa 60 4.8 Grafik Keaktifan Siswa Merespon 62 4.9 Grafik Kehadiran Siswa 63 4.10 Grafik Kerapian Siswa Mengerjakan LKS 64 4.11 Grafik Ketepatan Siswa Mengumpulkan Tugas 65 4.12 Grafik Kemampuan Siswa Melakukan Kerjasama Kelompok 66 4.13 Grafik Kemampuan Siswa Menjawab Pertanyaan Dalam Diskusi dan Presentasi 67 4.14 Grafik Kemampuan Siswa Mengambil Data 68 4.15 Grafik Kemampuan Siswa Merumuskan Kesimpulan 69 4.16 Grafik Keterampilan Siswa Dalam Bekerja 69 4.17 Grafik Kebersihan dan Kerapian Siswa Dalam Melakukan Penyelidikan 70 4.18 Grafik Ketepatan Siswa Membuat Hasil Karya 71 4.19 Grafik Tingkatan Berpikir Siswa 77 4.20 Data Pengolahan Data Angket Tanggapan Siswa 78 4.21 Grafik Persentase Tanggapan Siswa Terhadap Model PBL 79 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1. Silabus Pembelajaran 94 2. Peta Konsep Larutan Penyangga 96 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 97 4. Artikel Larutan Penyangga 112 5. Hand Out 115 6. Lembar Kerja Siswa (LKS) 130 7. Soal dan Jawaban Kuis 138 8. Angket Tanggapan Siswa 141 9. Kisi-Kisi dan Kartu Soal Tes Larutan penyangga 143 10. Hasil Validasi Isi Soal Tes Ulangan Harian 150 11. Deskripsi Hasil Validitas dan Reliabilitas Uji Coba Soal Tes 156 12. Perhitungan Daya Beda Soal Tes 159 13. Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Tes 161 14. Hasil Observasi Keterampilan Pemecahan Masalah Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 162 15. Hasil Observasi Afektif Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 174 16. Hasil Observasi Psikomotor Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 186 17. Keterangan dan Rubrik Penilaian Lembar Observasi 198 18. Daftar Nilai Afektif 201 19. Daftar Nilai Psikomotor 203 20. Daftar Nilai Kognitif 205 21. Daftar Nilai Hasil Belajar 207 22. Daftar Nilai Kemampuan Awal 209 23. Analisis Data Kemampuan Awal Siswa dan Hasil Belajar Kognitif Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 210 24. Data Rekapitulasi Angket Tanggapan Siswa. 213 25. Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 215 26. Dokumentasi Penelitian 217

Studi survey perilaku konsumen restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken di Kota Malang / I Wayan Sumarsa

 

ABSTRAK Sumarsa, I Wayan. 2009. Studi Survey Perilaku Konsumen Restoran Cepat Saji Kentucky Fried Chicken di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Amat Nyoto, M. Pd, (II) Dra. Nurul Aini, M. Pd. Kata Kunci: Restoran Cepat Saji, Kentucky Fried Chicken Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui faktor internal yang mempengaruhi perilaku konsumen restoran cepat saji KFC di kota Malang yang meliputi: motivasi, gaya hidup, pembelajaran, persepsi, dan sikap, (2) mengetahui faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku konsumen restoran cepat saji KFC di kota Malang yang meliputi: keluarga, sumber komersial, sumber informal, kelas sosial, dan budaya. Rancangan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling aksidental dengan jumlah sampel sebanyak 96 orang dari total populasi. Penelitian ini menggunakan angket sebagai instrumen dalam pengumpulan data. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) 43,6% konsumen pergi ke restoran KFC yaitu untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum, (2) hal yang paling mendorong konsumen sehingga memilih KFC yaitu pelayanannya cepat dan ramah dengan persentase 42,7%, (3) mayoritas konsumen pergi ke KFC bersama teman/kelompok dengan persentase 65,6%, (4) berdasarkan pengalaman 58,3% responden menyatakan setuju setiap memilih tempat makan yang teringat dalam pikiran konsumen adalah KFC, (5) konsumen memberikan tanggapan yang baik terhadap produk KFC dengan persentase 66,7%, (6) tanggapan konsumen terhadap pelayanan KFC termasuk katagori baik dengan persentase 78,1%, (7) tanggapan konsumen terhadap suasana KFC termasuk katagori cukup baik dengan persentase 56,2%, (8) konsumen menyatakan sumber komersial berpengaruh dengan persentase 44,8%, (9) konsumen menyatakan sumber informal cukup berpengaruh dengan persentase 41,7%, (10) 60,4% konsumen menyatakan rasa makanan di KFC cukup sesuai dengan selera konsumen, (11) 56,2% responden menyatakan makan di KFC tidak membudaya dalam kehidupan konsumen. Kesimpulan penelitian ini yaitu (1) faktor internal yang mempengaruhi perilaku konsumen disebabkan oleh adanya kebutuhan fisiologis, kesamaan gaya hidup, respon positif konsumen terhadap pengalamannya, serta tanggapan dan sikap positif konsumen terhadap produk dan jasa KFC, (2) faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku konsumen disebabkan oleh persepsi konsumen mengenai KFC yang diperkuat oleh keluarga, sumber komersial, serta sumber informal. Saran dari penelitian ini yaitu restoran KFC diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan serta membuat menu baru yang lebih sesuai dengan selera konsumen.

Kontribusi kecerdasan emosi terhadap stres istri prajurit / Anggraini Rizki Mei Wulansari

 

ABSTRAK Wulansari, Anggraini Rizki Mei. 2009. Kontribusi Kecerdasan Emosi Terhadap Stres Istri Prajurit. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si (II) Ika Andrini Farida, S.Psi, M.Psi. Kata kunci : Kecerdasan Emosi, Stres, Istri Prajurit Sebagai istri prajurit harus bersiap dalam menghadapi kemungkinan suami bertugas di daerah operasi/konflik. Kepergian suami ke daerah tugas, membuat tanggung jawab istri bertambah. Kecemasan akan nasib suami juga dapat menyebabkan istri tertekan yang menyebabkan emosi tidak stabil dan akhirnya dapat mengalami stres. Dalam keadaan yang tidak menyenangkan ini, seorang istri dapat mengurangi stres dengan memaksimalkan penggunaan ketrampilan emosi diri yang biasa disebut Kecerdasan Emosi. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui kecerdasan emosi yang dimiliki istri prajurit, (2) Mengetahui stres yang dialami istri prajurit, dan (3) Mengetahui Hubungan antara kecerdasan emosi dan stres istri prajurit, dan (4) Mengetahui ada kontribusi kecerdasan emosi terhadap stres pada istri prajurit. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara random sampling. Populasi dalam penelitian adalah istri prajurit yang pernah ditinggal suami bertugas kedaerah operasi (maksimal 2 kali bertugas) sebanyak 160 orang, dengan sampel sebanyak 40 orang istri prajurit yang pernah ditinggal suami bertugas kedaerah operasi. Subyek mengisi skala kecerdasan emosi dan skala stres. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis korelasi dan analisis regresi linier sederhana. Data hasil penelitian di analisis dengan teknik deskriptif, korelasi dan regresi linier sederhana. Hasil dari analisis deskriptif adalah secara umum, istri prajurit yang pernah ditinggal bertugas oleh suami ke daerah operasi memiliki tingkat kecerdasan emosi yang tergolong tinggi yaitu dengan prosentase sebesar 57,5% (23 orang) dan stres yang tergolong rendah sebanyak 52,5% (51 orang). Dari analisis korelasi di dapatkan koefisien korelasi atau keeratan hubungan (r) = -0,553 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Ini berarti signifikan dan hubungan yang terjadi adalah negatif. Sedangkan dari analisis regresi sederhana penelitian menunjukkan bahwa besarnya kontribusi kecerdasan emosi terhadap stres istri prajurit ditunjukkan R2 = 0,306. Nilai tersebut berarti bahwa ada kontribusi kecerdasan emosi terhadap stres istri prajurit dalam menghadapi penugasan suami kedaerah konflik sebesar 30,6 %, sedangkan 69,4 % lainnya dipengaruhi oleh faktor – faktor lain yang mempengaruhi stres. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan kepada: (1) Bagi istri prajurit agar dapat memanfaatkan kecerdasaan emosi yang dimiliki untuk menjadi benteng bagi diri ketika dalam keadaan menekan atau stres muncul dalam kehidupannya ketika suami bertugas, (2) Bagi prajurit diharapkan dapat membantu mengembangkan kecerdasan emosi istri, (3) Bagi TNI AD menyediakan pusat informasi tentang bagaimana kondisi prajurit di medan operasi, dan (4)Bagi mahasiswa, diharapkan dapat mengembangkan penelitian tentang aspek kecerdasan emosi dan stres dengan menggunakan teori lain dan metode yang berbeda, seperti kualitatif. Atau menggunakan subyek yang berdeda dalam ruang lingkup yang sama.

Perancangan media promosi SMK Negeri 7 Malang / Ali Rahman Yusfa

 

ABSTRAK Yusfa, Ali Rahman. 2009. Perancangan Media Promosi SMK Negeri 7 Malang. Skripsi Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Pujiyanto, M.Sn, (II) Drs. Ponimin, M.Hum Kata kunci : Media promosi, Perancangan, Sekolah Menengah Kejuruan. Dewasa ini pilihan untuk bersekolah di sekolah kejuruan semakin tinggi. Pemerintah pun terus memberikan perhatian terhadap perkembangan program – program keahlian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hal ini membuat para pengembang lembaga pendidikan untuk menyusun strategi pemasaran yang tepat dan efektif, guna menumbuhkembangkan citra yang baik di mata masyarakat dengan melalui perancangan media promosi. Sebagai salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri di kota Malang, SMK Negeri 7 Malang perlu memanfaatkan media promosi untuk menghadapi persaingan antar lembaga pendidikan dalam menarik minat audience untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ke sekolah menengah atas. Tujuan perancangan ini adalah menghasilkan media promosi yang berdasarkan metode, prosedur, dan hasil perancangan pada Media Lini Atas (Above The Line) yaitu iklan koran, baliho, poster, spanduk, vertical banner dan x-banner dan Media Lini Bawah (Below The Line) berupa brosur dan buku saku disertai dengan metode, prosedur, dan hasil perancangan. Model perancangan ini diawali dari pengidentifikasian tujuan dari penulisan yang tentunya terkait dengan latar belakang pembuatannya, yang dilanjutkan dengan kegiatan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threat) dengan membandingkan data yang diperoleh melalui wawancara dan observasi kemudian ditarik kesimpulan. Adapun fokus perancangan ini yaitu: (1) konsep perancangan komunikasi visual (2) proses perancangan (3) bentuk perancangan media komunikasi visual. Penelitian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yakni (1) tahap persiapan (2) tahap pelaksanaan (3) dan tahap penyusunan laporan perancangan. Hasil akhir dari laporan perancangan ini adalah perancangan media promosi SMK Negeri 7 Malang sebagai media promosi dengan bentuk visualisasi yang sesuai dengan ciri khas warna, ilustrasi, fotografi, tipografi serta media yang digunakan. Saran yang dapat diajukan, yaitu untuk dapat meningkatkan dan kemudian mempertahankan citra positif dari SMK Negeri 7 Malang, maka penggunaan perancangan media promosi merupakan suatu solusi yang tepat. i

Penerapan pembelajaran problem based learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan hasil belajar biologi materi pencemaran pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Malang / Mariana Banurea

 

Kata kunci: Problem Based Learning (PBL), kemampuan berpikir dan hasil belajar Berdasarkan observasi awal dan wawancara dengan guru biologi di SMP Negeri 3 Malang diperoleh informasi bahwa metode belajar yang digunakan di sekolah selama ini sebagian besar masih menggunakan metode ceramah sehingga kurang memberdayakan kemampuan berpikir yang mengakibatkan hasil belajar siswa menjadi rendah. Untuk mengatasi hal tersebut diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu model dalam pembelajaran yang membantu siswa untuk menemukan masalah dari suatu peristiwa yang nyata. Siswa akan lebih aktif dalam proses pembelajaran dan mampu mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan hasil belajar siswa kelas VII.2 pada mata pelajaran biologi. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan 2 siklus, setiap siklus terdiri atas 4 tahap pembelajaran yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII.2 semester gasal SMP Negeri 3 Malang tahun ajaran 2008/2009. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Lembar observasi, LKS, Soal tes dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan hasil belajar siswa. Kemampuan berpikir siswa dapat diketahui dari nilai tingkat keberhasilan kemampuan bertanya dan menjawab siswa. Skor kemampuan bertanya siswa dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 35,84% dan skor kemampuan menjawab siswa dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 24,67%. Hasil belajar siswa dapat diketahui dari aspek kognitif dan aspek afektif siswa. Pada aspek kognitif mengalami peningkatan yaitu jumlah keseluruhan siswa yang tuntas belajar pada siklus I mencapai 30 siswa (66,66%) pada siklus II mencapai 44 siswa (97,78%). Kenaikan ketuntasan hasil belajar aspek kognitif siswa dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 31,12%. Pada aspek afektif mengalami peningkatan yaitu pada siklus I siswa kelas VII 2 mencapai ketuntasan hasil belajar aspek afektif sebesar 84,29% dengan kategori baik (A), sedangkan pada siklus II mencapai ketuntasan belajar aspek afektif sebesar 96,59% dengan kategori baik (A). ketuntasan hasil belajar aspek afektif siswa kelas VII 2 antara siklus I dan siklus II sudah mencapai ketuntasan belajar secara keseluruhan, dan mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 12,3%. iii Dari hasil penelitian ini disarankan sebaiknya guru meminta siswa untuk menuliskan pertanyaannya dikertas bagi siswa yang belum sempat mengutarakan pertanyaan pada saat diskusi kelas dan pertanyaan tersebut akan dijawab bersama pada pertemuan selanjutnya serta hasil jawaban Lembar Kerja Siswa (LKS) dapat digunakan sebagai skor kontribusi dalam menetapkan nilai akhir.

Pengaruh brand equity terhadap keputusan pembelian pelembab Pond's White Beauty (studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Jevti Novitawati

 

ABSTRAK Novitawati, Jevti. 2009. Pengaruh Brand Equity terhadap Keputusan Pembelian Pelembab Pond’s White Beauty (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Konsentrasi Pemasaran. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. F. Danardana Muwarni, M.M., (II) Sama Titis Sinta Dewi, S.P., M.M. Kata Kunci: Brand Equity, Keputusan Pembelian Dalam menjaga persaingan dan terus mempertahankan pangsa pasar, setiap produk tidak terkecuali Pelembab Pond’s White Beauty dan perusahaan harus terus dapat meningkatkan kualitas produk dan ekuitas merek (brand equity). Kondisi ini disamping sebagai upaya pengembangan pasar, juga sebagai nilai daya saing terhadap produk-produk baru yang muncul tidak terduga. Karena itu brand equty yang meliputi loyalitas merek, kesadaran merek, kualitas merek dan kesan merek harus tetap diciptakan dalam mempertahankan dan meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran brand equity pelembab Pond’s White Beauty pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, mengetahui gambaran keputusan pembelian terhadap pelembab Pond’s White Beauty pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial brand equity yang terdiri dari loyalitas merek, kesadaran merek, kualitas merek dan kesan merek terhadap keputusan pembelian pelembab Pond’s White Beauty pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dan mengetahui brand equity manakah yang berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian pelembab Pond’s White Beauty pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi variabel bebas yakni loyalitas merek (X1), kesadaran merek (X2), kualitas merek (X3) dan kesan merek(X4), sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian (Y). Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian korelatif deskriptif dengan populasi mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Negeri Malang dan sampel 73 responden yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Dengan menggunakan instrumen berupa angket atau kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa: Bahwa (a) secara keseluruhan kondisi atau gambaran brand equity meliputi loyalitas merek, kesadaran merek, kualitas merek dan kesan merek pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM) berada pada posisi mendukung terhadap keputusan pembelian pelembab Pond’s White Beauty; (b) Gambaran keputusan pembelian terhadap pelembab Pond”s White Beauty pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM) berada pada kondisi yang sangat baik dalam membentuk brand equity pelembab Pond”s White Beauty; (c) secara bersama- sama (simultan) variabel bebas yang terdiri dari loyalitas merek (X1), kesadaran merek (X2), kualitas merek (X3), kesan merek (X4), berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian Pelembab Pond’s White Beauty (Y) pada mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM); (d) bahwa: (1) iii secara parsial variabel loyalitas merek berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian (Y) pelembab Pond’s White Beauty; (2) secara parsial variabel kesadaran merek tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian (Y) pelembab Pond’s White Beauty; (3) secara parsial variabel kualitas merek berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian (Y) pelembab Pond’s White Beauty; dan (4) secara parsial variabel kesan merek berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian (Y) pelembab Pond’s White Beauty, pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM); (e) variabel brand equity untuk loyalitas merek memiliki sumbangan efektif lebih besar dibanding variabel lain (kesadaran merek, kualitas merek dan kesan merek), yaitu 29,05% dalam mempengaruhi keputusan pembelian terhadap pelembab Pond’s White Beauty pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM). Dari hasil penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa secara parsial pada variabel brand equity untuk kesadaran merek seyogyanya perlu ditingkatkan oleh perusahaan produk Pond’s White Beauty, karena aspek ini sama sekali tidak berpengaruh dan mendorong keputusan pembelian konsumen terhadap produk kecantikan ini. Atau secara khusus untuk aspek loyalitas merek, yang memiliki pengaruh paling dominan dalam mencipatkan brand equity maupun keputusan pembelian terhadap produk pelembab Pond’s White Beauty, sebisa mungkin untuk bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan sebagai upaya pencipataan ekiutas merek yang berbasis konsumen. Sehingga aspek ini bisa dijadikan modal terbesar dalam penjagaan fluktuasi pasar dan penjualan yang tidak akan terpengaruh oleh pesaing baru. iv

Pengembangan VCD pembelajaran teknik dasar passing dan stopping permainan sepakbola pada siswa kelas VII SMP negeri 3 Malang / Khoirul Anwar

 

ABSTRAK Anwar, Khoirul. 2009. Pengembangan VCD Pembelajaran Teknik Dasar Passing dan Stopping Permainan Sepakbola pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Heru Widijoto, M.S., (II) Drs. H. Mahmud Yunus, M.Kes. Kata kunci: pengembangan, media, VCD, passing dan stopping, sepakbola. Passing dan stopping adalah teknik dasar yang sangat penting dalam permainan sepakbola, dengan menggunakan teknik dasar tersebut dengan baik maka akan tercipta permainan yang menarik. Agar siswa dapat bermain sepakbola dengan baik dan benar, dibutuhkan tidak hanya sekedar penjelasan dari guru saja akan tetapi sangat membutuhkan banyak variasi dari guru, misalnya penggunaan media pembelajaran. dengan adanya variasi-variasi tersebut diharapkan siswa lebih cepat memahami dan menguasai teknik dasar permainan sepakbola. Tujuan penelitian pengembangan VCD pembelajaran teknik dasar passing dan stopping ini adalah sebagai variasi media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam penyampaian pembelajaran, dan juga untuk lebih mempercepat siswa dalam pemahaman dan penguasaan teknik dasar permainan sepakbola. Prosedur pengembangan VCD pembelajaran teknik dasar passing dan stopping permainan sepakbola melalui tahap-tahap sebagai berikut: 1) melakukan penelitian pendahuluan (analisis kebutuhan), 2) merencanakan pengembangan (rancangan produk), 3) mengembangkan bentuk produk awal, 4) melakukan uji coba produk, 5) melakukan revisi produk, 6) mengkaji produk yang telah direvisi. Lokasi penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Malang. Sasaran pebelajar adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Malang. Subyek uji coba terdiri dari 1) tinjauan ahli, terdiri dari 4 orang ahli yaitu seorang ahli media, dua orang ahli sepakbola dan seorang ahli pembelajaran, 2) uji kelompok kecil adalah menggunakan 12 siswa kelas VII yang diambil secara random sampling, 3) uji lapangan adalah menggunakan 36 siswa kelas VII SMP Negeri 3 Malang. Dari pengembangan dan prosedur yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan bahwa VCD pembelajaran teknik dasar passing dan stopping permainan sepakbola pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Malang dapat digunakan. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan ini, disarankan agar dilakukan uji coba secara berulang-ulang pada subyek yang lebih besar dan diharapkan dapat disosialisasikan kepada Sekolah Menengah Pertama dan lembaga pendidikan terkait. Hasil pengembangan ini hanya sampai tersusun sebuah produk, belum sampai pada uji tingkat efektivitas produk yang dikembangkan, jadi sebaiknya dilanjutkan pada penelitian mengenai efektivitas produk yang dikembangkan. Penelitian sebatas mengembangkan teknik dasar passing dan stopping permainan sepakbola, diharapkan adanya penelitian pengembangan tentang teknik passing dan stopping lanjutan pada sepakbola.

Penerapan model pembelajaran mind mapping untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa kelas VA SDN Percobaan I Malang pada mata pelajaran IPS / Noor Jehhan

 

Pemilihan model pembelajaran yang cocok dengan materi pembelajaran, maka akan diperoleh suatu pembelajaran yang efektif, sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan akan tercapai dengan baik. Pertanyaan yang muncul adalah Apakah pemilihan model pembelajaran itu harus mutlak diperlukan oleh guru? model merupakan suatu upaya, ataupun langkah-langkah pendekatan untuk mencapai sesuatu tujuan secara optimal. Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dilakukan untuk menghasilkan pembelajaran tersebut tercapai sesuai dengan pendekatan tujuan yang direncanakan. Berdasarkan pada fenomena tersebut di atas, peneliti akan mencoba melakukan suatu penelitian tindakan (action research) yang mengarah pada upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan pendekatan yang lebih mengutamakan proses dari pada hasil belajar. Sehingga hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi anak untuk memecahkan persoalan, berpikir kritis, dan melaksanakan observasi serta menarik kesimpulan. Strategi pembelajaran yang dimaksud adalah model pembelajaran mind mapping. Mengapa harus model pembelajaran mind mapping? Bagaimanakah penerapan model pembelajaran Mind Mapping dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VA SDN Percobaan I Malang tahun pelajaran 2009-2010? Apakah dengan penerapan model pembelajaran mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VA SDN Percobaan I Malang tahun pelajaran 2009-2010? Hasil dari penelitian tindakan yang dilakukan oleh peneliti, menunjukkan bahwa model mind maping sangat efektif dalam meningkatkan prestasi belajar. Hal ini dibuktikan bahwa dari 16 siswa, pada pembelajaran pra tindakan (belum menggunakan model mind mapping) hanya ada 7 siswa (43,75%) yang tuntas. Berikutnya melalui tindakan 1 (siklus 1) meningkat dari 16 siswa yang tuntas ada 14 siswa (87,50%). Tindakan berikutnya pada siklus 2, diperoleh hasil 15 siswa (93,75%) yang tuntas dari 16 siswa yang melakukan kegiatan pembelajaran. Untuk itun berdasarkan catatan penerapan pendekatan mind mapping dalam pembelajaran, maka, (a) pendekatan model pembelajaran mind mapping perlu dikembangkan pada kegiatan belajar mengajar pada semua mata pelajaran, (b) implementasi pendekatan mind mapping memerlukan guru yang kreatif, inovatif dalam proses belajar mengajar di kelas, dan (c) dengan pendekatan model pembelajaran mind mapping dalam kegiatan belajar mengajar, maka diharapkan dampak dari hasil penelitian tidak hanya terfokus pada motivasi belajar siswa, melainkan dapat dikembangkan pada cara berfikir siswa

Pembelajaran seni kerajinan tangan dari limbah bonggol bambu bagi mantan narapidana (di UD. Galeri 76 Jl. Raya Kebon Agung No. 28 Malang Jawa Timur-Indonesia) / Hesti Aviana

 

ABSTRAK Aviana, Hesti. 2009. Pembelajaran Seni Kerajinan Tangan Dari Limbah Bonggol Bambu Bagi Mantan Narapidana (Di UD. Galeri 76 Jalan Raya Kebon Agung No.28 Malang Jawa Timur-Indonesia). Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Lasi Purwito M.S, (II) Drs. H. Nurhadi M.Pd Kata Kunci : Pembelajaran, Kerajinan Tangan, Bonggol Bambu, Mantan Narapidana Mantan narapidana (napi) kurang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat pada umumnya, sehingga mereka menjadi sulit memperoleh pekerjaan. Untuk mengangkat kehidupan bekas pelaku kejahatan tersebut pemilik UD. Galeri 76 memilih mantan napi sebagai tenaga pekerja di galerinya. Di UD. Galeri 76 para pekerja diberi suatu pembelajaran seni kerajinan tangan dari limbah bonggol bambu. Fokus penelitian; Umum: Bagaimana pembelajaran seni kerajinan tangan dari limbah bonggol bambu bagi mantan narapidana yang dilaksanakan di UD. Galeri 76 kebon Agung Malang?. Khusus: a) Apakah tujuan dari pembelajaran seni kerajinan tangan dari limbah bonggol bambu yang dilaksanakan di UD. Galeri 76. b) Metode apakah yang digunakan dalam proses pembelajaran. c) Materi apa saja yang diajarkan kepada peserta didik. d) Jenis kerajinan tangan apa saja yang dapat dikerjakan oleh peserta didik di. e) Siapakah narasumber dari kegiatan pembelajaran seni kerajinan tangan dari limbah bonggol bambu. f) Bagaimanakah cara merekrut mantan napi menjadi pekerja sekaligus peserta didik. g) Alasan merekrut mantan napi menjadi pegawai di UD. Galeri 76. h) Apakah UD. Galeri 76 mengadakan kontrol kualitas terhadap benda kerajinan yang diproduksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Peneliti mendeskripsikan atau menggambarkan dengan kata-kata secara sistematis dan akurat menganai fakta-fakta, sifat serta hubungan antara fenomena yang diteliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan: a) Teknik Observasi atau pengamatan, b) teknik wawancara, dan c) teknik dokumentasi. Seluruh data yang diperoleh dari ketiga teknik tersebut dikumpulkan, kemudian dilakukan reduksi data, pengolahan data, dan penarikan kesimpulan, guna menyusun dan mengabstraksi temuan lapangan. Keabsahan data diuji dengan beberapa metode: a) perpanjangan waktu penelitian, b) ketekunan atau keajegan pengamatan, c) mendokumentasikan hasil wawancara, d) Triangulasi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan alat bantu berupa catatan lapangan dan kamera handphone, dan alat perekam suara dari handphone. Hasil penelitian pembelajaran seni kerajinan tangan dari limbah bonggol bambu bagi mantan napi di UD. Galeri 76 memiliki tujuan pembelajaran adalah untuk membekali para mantan napi agar memiliki keterampilas sebagai modal untuk bekerja, dan menggunakan metode kajian lapangan. Suatu desain yang tengah dikerjakan dapat dikembangkan sesuai dengan imajinasi para pekerja, pemilik galeri menyebut kegiatan pembelajaran dengan istilah instinct spontanitas, dan menggunakan teori Humanisme dalam menjalankan proses pembelajarannya. Narasumber dalam pembelajaran kerajinan tangan tersebut adalah pemilik UD. Galeri 76. Perekrutan mantan napi sebagai pegawai di UD. Galeri 76 adalah dengan cara mengajukan proposal permohonan kepada pimpinan LP untuk menyalurkan napi yang akan habis masa hukumannya dalam waktu dekat. Pemilik galeri tersebut mencari para mantan napi sebagai pegawainya hingga ke kampung-kampung di desa sekitar. Alasannya merekrut mantan napi sebagai pegawai antara lain: a) Membimbing mantan napi agar dapat menjadi narasumber yang berfungsional. b) Membentuk sumberdaya manusia yang berguna dan menjadi tenaga yang profesional sehingga dapat menguntungkan. c) Memberdayakan manusia yang dianggap sebagai sampah masyarakat. Materi yang diajarkan, antara lain; a) Teknik pemilihan bahan baku. b) Teknik pembentukan perkriteria. c) Teknik penyambungan atau modifikasi bahan pembantu. d) Teknik proses kimia. e) Teknik pengeringan. f) Teknik Penghalusan. g) Finishing. Seluruh jenis kerajinan yang didesain dan diajarkan dapat dikerjakan oleh pegawai di galeri selaku peserta didik, antara lain: a) Lampu dinding kupu-kupu. b)Topeng dinding etnik. c) Bebek besar, dan lain-lain. Di UD. Galeri 76 diadakan kontrol kualitas barang kerajinan tangan hasil produksi galeri yang akan dipasarkan. Saran untuk pemilik galeri adalah harus tetap mengikuti perkembangan zaman, teknologi dan memenuhi permintaan pasar akan barang kerajinan yang bernilai seni tinggi tanpa harus menghilangkan ciri khas dari barang-barang yang diproduksi. Kepada para pekerja disarankan untuk dapat meningkatkan kemampuannya dalam berkarya dengan terus belajar dan terus berlatih. Untuk Jurusan PLS disarankan agar jurusan PLS dapat berkembang melalui pemanfaatan limbah serta dapat menggali lebih dalam potensi mahasiswa PLS lebih jauh.

Uji sifat organoleptik chewy candy susu kambing subtitusi susu kedelai / Rika Budhiarti

 

ABSTRAK Budhiarti, Rika. 2009. Uji Sifat Organoleptik Chewy Candy Susu Kambing Subtitusi Susu Kedelai.Tugas Akhir. Progaram Studi D3 Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd., (2) Ir. Budi Wibowotomo, M.Si Kata kunci: chewy candy, susu kambing, susu kedelai, organoleptik. Terbatasnya olahan susu kambing menjadi salah satu penyebab mengapa susu kambing belum memasyarakat. Keterbatasan mengkonsumsi susu kambing juga dikarenakan bau khas (lebus) susu kambing untuk itu pada pengolahan chewy candy dapat disubtitusi dengan susu kedelai. Sebenarnya susu kambing dapat diolah menjadi berbagai olahan sama seperti susu sapi, salah satunya diolah menjadi chewy candy. Chewy candy merupakan salah satu jenis permen berbahan dasar gula, glukosa, mentega, dan susu segar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen tentang pembuatan chewy candy yaitu komposisi susu kambing subtitusi susu kedelai dengan perbandingan yang berbeda yaitu 80%:20%, 60%:40%, dan 40%:60%. Pengamatan dilakukan terhadap sifat organoleptik dan tingkat kesukaan panelis meliputi rasa, warna, tekstur dan flavour. Masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali. Analisis data yang digunakan adalah analisis Sidik Ragam dan apabila ada perbedaan maka dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil uji mutu hedonik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sangat nyata rasa, warna, dan tekstur terhadap chewy candy susu kambing subtitusi susu kedelai dengan perbandingan yang berbeda yaitu 80%:20%, 60%:40%, dan 40%:60%. Skor tertnggi mutu hedonik terdapat pada chewy candy susu kambing subtitusi susu kedelai perbandingan 80%:20% meliputi rasa adalah manis gurih (3.17), sedangkan warna adalah krem kurang coklat (3.47), dan tekstur adalah chewy (3.77). Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kesukaan rasa, warna, tekstur dan flavour terhadap chewy candy susu kambing subtitusi susu kedelai dengan perbandingan yang berbeda yaitu 80%:20%, 60%:40%, dan 40%:60%. Skor tertnggi tingkat kesukaan pada chewy candy susu kambing subtitusi susu kedelai perbandingan 80%:20% meliputi rasa adalah manis gurih (3.02), warna adalah krem kurang coklat sebesar (3.42), tekstur adalah chewy sebesar (3.43), flavour adalah cukup tajam sebesar (3.37). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan aneka olahan chewy candy susu kambing subtitusi kacang-kacangan yang lain selain kedelai, serta penambahan variasi rasa dari rempah-rempah.

Hubungan self-esteem, kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 1 Lawang / Ristalia Agustin Yuliasari

 

ABSTRAK Yuliasari, Ristalia Agustin. 2009. Hubungan Self-Esteem, Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional dan Motivasi Berprestasi dengan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akuntansi di SMA Negeri 1 Lawang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Eka Ananta Sidarta, SE., M.M, Ak, (II) Makaryanawati, SE., M.Si, Ak,. Kata kunci: Self-Esteem, Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional, Motivasi Berprestasi, Prestasi Belajar Tidak semua siswa yang memiliki IQ tinggi menunjukkan prestasi belajar yang tinggi pula. Fenomena seperti ini dikenal dengan istilah underachievement. Ciri-ciri siswa yang underachievement yaitu memiliki self-esteem yang rendah, kurang merasa berharga untuk tampil di depan teman-teman dan keluarga, pasif, tidak memiliki motivasi berprestasi dan menghindari resiko. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara self-esteem, kecerdasan Intelektual (IQ), kecerdasan emosional, dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi SMA Negeri 1 Lawang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Variabel dalam penelitian ini adalah Self-Esteem (X1), Kecerdasan Intelektual (IQ) (X2), Kecerdasan Emosional (X3) dan Motivasi Berprestasi (X4) dengan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akuntansi di SMA Negeri 1 Lawang (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Lawang tahun ajaran 2008/2009 yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah keseluruhan adalah 201 siswa dan jumlah sampelnya adalah 127 siswa yang diperoleh dengan menggunakan teknik propotional random sampling. Teknik analisa data dengan analisis deskriptif dan analisis korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) terdapat hubungan yang signifikan antara self-esteem dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 1 Lawang. (2) terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan Intelektual dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 1 Lawang. (3) terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 1 Lawang. (4) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 1 Lawang Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diajukan adalah : Bagi siswa kelas XI IS hendaknya berusaha untuk dapat mengelola emosinya lagi agar dapat meningkatkan kecerdasan emosional yang dimilikinya terutama dalam hal berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain. Dengan dapat mengendalikan dan mengelola emosi, dapat membantu keberhasilan siswa baik dalam bidang akademis maupun non akademis. Bagi peneliti lain yang hendak melakukan penelitian di bidang yang sama khususnya pada variabel kecerdasan emosional, Lebih baik fokus pada cara pengelolaan emosi siswa. Karena sebagian besar siswa masih kurang dalam hal pengelolaan emosinya. Untuk memudahkan penelitian selanjutnya khususnya dalam hal penyusunan skor, peneliti dapat mengelompokkan soal dalam angket berdasarkan pernyataan positif dan pernyataan negatif.

Sistem administrasi penjualan tiket bis menggunakan borland delphi dan microsoft access / Obby Natanael Sunarya

 

Pengaruh informasi arus kas, komponen arus kas serta laba akuntansi terhadap return saham (studi kasus pada perusahaan LQ 45 yang listing di BEI) / Ria Kurniasari Utami

 

ABSTRAK Utami, Ria Kurniasari. 2009. Pengaruh Informasi Arus Kas, Komponen Arus Kas serta Laba Akuntansi terhadap Return Saham (Studi Kasus pada Perusahaan LQ 45 yang listing di BEI). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) DR. Sunaryanto, M. ED, (2) Drs. Cipto Wardoyo, SE, M.Si, Ak., Kata Kunci: Total Arus Kas, Komponen Arus Kas, Laba Akuntansi dan Return Saham Informasi yang bersumber dari laporan keuangan dianggap sebagai informasi yang relevan yang dapat dipergunakan oleh investor dalam pengambilan keputusan dalam berinvestasi. Adapun salah satu parameter kinerja perusahaan yang menjadi perhatian utama investor adalah informasi mengenai laba. Konsep laba ini dianggap sebagai suatu sarana prediktif yang membantu dalam meramalkan laba dan peristiwa-peristiwa ekonomi di masa depan. Namun seiring perkembangan yang terjadi, investor mulai meragukan akurasi dan obyektifitas informasi laba akuntansi karena komponen akrualnya, sehinggga untuk analisis investasi, telah terjadi pergeseran secara perlahan pada penekanan dari konsep laba ke suatu konsep arus kas. Dimana informasi arus kas ini berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas yang lebih mencerminkan likuiditas dari pada informasi laba akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh informasi arus kas dan laba akuntansi sehingga informasi tersebut dapat mempengaruhi besarnya return saham baik secara parsial maupun secara simultan. Populasi yang digunakan adalah semua perusahaan LQ 45 yang listing di BEI periode 2004-2008, dimana dari populasi tersebut terpilih 29 perusahaan sebagai sampel yang dipilih berdasarkan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan cara dokumentasi data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan Indonesian Capital Market Directory. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS. Uji yang digunkan adalah Uji F dan Uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel Arus Kas Operasi (AKO), Arus Kas Investasi (AKI), Arus Kas Pendanaan (AKP) terhadap return saham. Sedangkan untuk variabel Laba Akuntansi (LAKT) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Berdasarkan penelitian ini maka akan disarankan dalam penelitian lebih lanjut untuk menambah variabel bebas yang lain yang dapat diindikasikan berpengaruh terhadap return saham dan meneliti jenis perusahaan lain. Bagi investor penelitian ini dapat dijadikan gambaran tentang pengaruh AKO, AKI, AKP dan LAKT terhadap return saham sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat.

Implementasi pembelajaran mata diklat produktif mengolah makanan continental pada program keahlian restoran di SMK Negeri I Turen / Sandrawati Sasmita

 

ABSTRAK Sasmita, Sandrawati. 2009. Implementasi Pembelajaran Mata Diklat Produktif Mengolah Makanan Continental Pada Program Keahlian Restoran di SMK Negeri I Turen. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, ST, M.Pd, (II) Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. Kata kunci: implementasi, pembelajaran, mata diklat produktif, restoran, SMK Proses pembelajaran di kelas dapat berjalan sesuai yang diharapkan apabila seorang guru dapat merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Dengan baik. Ketiga kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskipsikan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembelajaran Mata Diklat Produktif Mengolah Makanan Continental pada kelas X program keahlian Restoran di SMK Negeri I Turen. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskiptif evaluatif dengan pendekatan kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah implementasi pembelajaran Mata Diklat Produktif Mengolah Makanan Continental. Variabel tersebut dijabarkan menjadi sub variabel sebagai berikut: (1) perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, (3) evaluasi pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah guru sebagai responden Program Studi Keahlian Restoran SMK Negeri I Turen. Data penelitian ini dikumpulkan menggunakan lembar observasi penilaian, lembar penilaian dan angket. Hasil penelitian perencanaan pembelajaran menunjukkan bahwa (1) identitas kompetensi RPP sangat baik mempunyai skor 4, (2) tujuan pembelajaran sangat baik mempunyai skor 4, (3) pengembangan dan kesesuai pemgembangan materi baik mempunyai skor 3, (4) metode pembelajaran mempunyai baik mempunyai skor 3, (5) skenario pembelajaran baik mempunyai skor 3, (6) media/sumber/bahan/alat sangat baik mempunyai skor 4, (7) prosedur jenis dan menyiapkan penilaian sangat baik mempunayai skor 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) membuka pelajaran pada pelaksanaan pembelajaransangat baik mempunyai skor 4, (2) melaksanakan kegiatan inti sangat baik mempunyai skor 4, (3) melaksanakan refleksi dan penilaian sangat baik mempunyai skor 4, (4) melaksanakan kesan umum dan kinerja guru sangat baik mempunyai skor 4, (5) mendemostrasikan kemampuan khusus dalam pembelajaran mata pelajaran tertentu sangat baik mempunyai skor 4, (6) mendemonstrasikan kemampuan khusus dalam pembelajaran praktek baik mempunyai skor 3. Hasil penelitian evaluasi pembelajaran menunjukkan bahwa (1) pembelajaran di lakukan setiap akhir pertemuan mempunyai skor 4, (2) apakah ibu mengembalikan hasil ulangan kepada siswa mempunyai skor 4, (3) pada lembar jawaban, pembelajaran,ibu memberikan balikan mempunyai skor 4, (4) Bentuk soal untuk evaluasi teori ibu menggunakan beberapa soal antara lain: esai, pilihan ganda atau multiple choice dan menjodohkanmempunyai skor 3, (5) Cara mengevaluasi praktek di laksanakan terintregrasi dengan pembelajaran praktek itu sendiri, artinya penilaian di dasarkan pada hasil praktek siswa mempunyai skor 3, (6) aspek-aspek dalam evaluasi praktek komponen apa saja yang ibu nilai antara lain: kebersihan area kerja, hygiene, kecepatan dan ketepatan kerja, kelengkapan bahan, kelengkapan penyajian makanan meliputi: garnish, alat hidang, porsi, display meliputi: skirting, menu card, napkin folding, kriteria hasil meliputi: warna,rasa, tekstur mempunayi skor 4, (7) pada saat memulai pelajaran, apakah ibu selalu melakukan post test mempunyai skor 3, dan (8) setelah mata pelajaran selesai ibu selalu melakukan pre test mempunyai skor 3.

Hubungan prestasi belajar mata diklat kewirausahaan dan mata diklat memilih sistem usaha jasa boga dengan minat untuk berwirausaha siswa SMK (studi pada siswa kelas XI Bidang Keahlian Restoran di SMK Negeri 1 Batu) / Safrina Ali

 

ABSTRACT Ali, Safrina. 2009. The Effect of Learning Achievement On Entrepreneur Educational-Training Subject And Business System Of Food Service Subject Toward Vocational High School (SMK) Student’s Interest in Entrepreneurship (Study on XI Graders Majoring in Restaurant Service at State Vocational High School 1 Batu). Undergraduate Thesis. Gastronomy Education Major, Restaurant Service Minor, Industrial Engineering Department, Engineering Faculty, State University of Malang. Advisors (I) Dr. Amat Nyoto, M.Pd., (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd. Keywords: achievement, entrepreneurship, choosing system of food service, interest This research aims at knowing: 1) whether there is an effect of learning achievement on entrepreneur educational training subject toward entrepreneurship interest for XI graders majoring in restaurant service at State Vocational High School 1 Batu’ 2) effect of achievement on choosing system of food service educational training subject toward entrepreneurship interest for XI graders majoring in restaurant service at State Vocational High School 1 Batu’ 2, 3) whether there is a simultaneous effect between achievement on entrepreneurship and productive educational training subjects on the student of State Vocational High School 1 Batu interest’s in entrepreneurship. This is a correlative descriptive research using inferential statistic technique. The research’s populations are State Vocational High School 1 Batu XI Graders consisting of two classes for 54 students in 2008/2009 teaching period. The whole populations are included as the samples called as population study and the data collection is gained through primary and secondary source of data. The independent variables in this research are students’ learning achievement on entrepreneurship educational training subject and achievement on choosing business system of food service educational training subject; while the entrepreneurship interest is the dependant variable. Based on the result of the data analysis: 1) the student’s achievement on entrepreneurship subject partially has a significant effect toward student’s entrepreneurship interest, proven to be (Sig.) 0.000 < 0.05 and tcalculated (4.007) > ttable (53; 0.05) (2.006); 2) the student’s achievement on choosing business system of food service subject partially has a significant effect toward student’s entrepreneurship interest, proven to be (Sig.) 0.000 < 0.05 and tcalculated (5.090) > ttable (53; 0.05) (2.006); 3) simultaneously there is a significant effect between entrepreneurship educational training subject and achievement on choosing business system of food service educational training subject on State Vocational High School student’s entrepreneurship interest, which can be seen from the analysis result showing Fcalculated 23.077 > Ftable(2;51;0.05) 3.178 and 0.000 < 0.05 significance. Based on the research ‘s result, it concludes that the student’s achievement on entrepreneurship educational training subject and achievement on choosing business system of food service educational training subject have both partial and simultaneous effects toward State Vocational High School 1 Batu XI Graders’ entrepreneurship interest.

Dampak birokratis penetapan dan penghapusan status perdikan di Desa Tawangsari Tulungagung tahun 1747-2007 / Susanti Endah Sulistyowati

 

ABSTRAK Sulistyowati, Susanti Endah. 2009. Dampak Birokratis Penetapan dan Penghapusan Status Perdikan di Desa Tawangsari Tulungagung Tahun 1747-2007. Skripsi, Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mashuri, M.Hum, (II) Drs. Marsudi, M.Hum. Kata kunci : desa perdikan, Tulungagung, Kyai Abu Mansur Desa perdikan merupakan desa yang diistimewakan pada masa kerajaan Mataram yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang sebenarnya sudah ada pada masa Hindu-Budha. Pada tahun 1926 tercatat ada 118 desa perdikan. Keistimewaan yang dimilikinya menyebabkan desa perdikan mempunyai keunikan dibanding desa-desa biasa. Walupun jumlahnya terhitung cukup banyak namun belum banyak penelitian yang membahasnya. Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk mengangkat tema tersebut diatas dalam penelitian ini. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) latar belakang penetapan Desa Tawangsari sebagai desa perdikan, (2) bagaimana pengelolaan desa perdikan Tawangsari pada masing-masing kepala pemerintahan hingga setelah dihapuskannya status perdikan dalam bidang pemerintahan, kehidupan beragama dan kepemilikan tanah, (3) bagaimana kesinambungan dan sebaliknya perubahan pengelolaan Desa Tawangsari lintas masa pemerintahan kepala desa selama hingga pasca dihapuskannya status perdikan dalam bidang pemerintahan, kehidupan beragama dan kepemilikan tanah. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui latar belakang penetapan Desa Tawangsari sebagai desa perdikan, (2) mengetahui bagaimana pengelolaan desa perdikan Tawangsari pada masing-masing kepala pemerintahan hingga setelah dihapuskannya status perdikan dalam bidang pemerintahan, kehidupan beragama dan kepemilikan tanah, (3) mengetahui bagaimana kesinambungan dan sebaliknya perubahan pengelolaan Desa Tawangsari lintas masa pemerintahan kepala desa selama hingga pasca dihapuskannya status perdikan dalam bidang pemerintahan, kehidupan beragama dan kepemilikan tanah. Penelitian ini merupakan penelitian historis dengan langkah-langkah (1) pemilihan topik, (2) heuristik, (3) kritik, (4) interpretasi dan (5) historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa perdikan Tawangsari merupakan desa perdikan pada masa pemerintahan kerajaan Mataram. Status ini diberikan kepada desa Tawangsari karena Kyai Abu Mansur berjasa dalam membantu perjuangan Sunan Pakubuwana II dalam perisiwa geger pecinan. Sebelum status desa perdikan dihapus terdapat hak otonomi penguasa perdikan untuk mengatur rumah tangga desanya. Desa perdikan tersebut berada langsung di bawah penguasaan penguasa Mataram dan bukan berada di bawah penguasa lokal. Dalam perkembangannya, yaitu sebelum hingga setelah status desa perdikan dihapus, di desa perdikan Tawangsari terdapat adanya perbedaan dalam bidang pemerintahan, kepemilikan tanah maupun kehidupan beragama. Materi ini merupakan materi yang penting karena didalamnya terdapat (1) muatan edukasi untuk umum, yang memuat nilai nilai moral, antara lain komitmen dan keikhlasan, serta (2) muatan edukasi untuk pembelajaran formal, antara lain sebagai materi penunjang pelajaran IPS maupun Sejarah untuk SMP, SMA, Perguruan Tinggi serta sebagai upaya pelestarian benda cagar budaya. Selanjutnya dengan mengetahui sejarah dan perkembangannya diharapkan dapat diambil nilai-nilai sejarahnya. Saran bagi penelitian selanjutnya adalah perlu adanya kajian lebih lanjut mengenai tema ini. Penambahan bisa dilakukan dari segi obyek kajian, ruang lingkup spasial maupun temporalnya. Arsip-arsip yang merupakan sumber primer dapat diperoleh dari koleksi pribadi keluarga sentono, kantor kepala desa maupun kantor arsip setempat. Informan maupun catatan dari peneliti terdahulu merupakan sumber-sumber yang dapat digunakan sebagai korelasi.

Model matematika untuk menentukan waktu terbaik meninggalkan pertandingan bisbol / Fitriya Candra Dewi

 

ABSTRAK Dewi, Fitrya Candra. 2009. Model Matematika Untuk Menentukan Waktu Terbaik Meninggalkan Pertandingan Bisbol. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si. (2) Drs. Rustanto Rahardi, M.Si. Kata kunci : model matematika, persamaan diferensial, kepuasan Bisbol merupakan salah satu permainan populer yang terdiri dari 9 babak dengan durasi 25 menit ditiap babaknya. Faktor – faktor yang mempengaruhi penonton tetap berada di pertandingan bisbol adalah situasi pertandingan, keadaan stadion, pelataran parkir dan kepuasan. Situasi pertandingan terkonsentrasi pada 3 situasi linier yang berbeda. Adapun situasi pertandingan tersebut adalah: (a) Situasi pertandingan yang imbang antara dua tim yang diperlihatkan dengan beda skor hanya 1 mulai akhir babak ke-5 sampai akhir pertandingan (b) Situasi pertandingan yang didominasi oleh salah satu tim yang diperlihatkan dengan adanya beda yang besar antar tim yaitu 1 sampai 10 poin mulai akhir babak ke-5 sampai akhir pertandingan (c) Situasi pertandingan yang kompetitif yaitu salah satu tim telah kehilangan 1 sampai 10 poin di akhir babak ke-5 tetapi bisa memperkecil beda skor pada akhir pertandingan Situasi pertandingan berpengaruh terhadap perilaku penonton di stadion, pelataran parkir dan kepuasan penonton setelah pertandingan usai. Situasi pertandingan, keadaan stadion dan pelataran parkir juga kepuasan penonton akan lebih mudah diselesaikan menggunakan model matematika. Model pada keadaan stadion menggambarkan jumlah penonton yang keluar dari stadion, pelataran parkir menggambarkan jumlah penonton yang keluar dari pelataran parkir dan kepuasan menggambarkan nilai kepuasan dan waktu yang tepat meninggalkan pertandingan. Selanjutnya akan dianalisa model matematika dari setiap situasi pertandingan yang berpengaruh pada perilaku penonton di stadion, pelataran parkir dan kepuasan penonton. Hasil analisa berdasarkan kurva stadion dan pelataran parkir menyatakan pada permainan pertama penonton yang keluar dari pertandingan sedikit yaitu 3630 orang, pada permainan kedua 8130 dan permainan ketiga 7686 orang. Sedangkan hasil analisa berdasarkan kepuasan penonton diperoleh bahwa waktu terbaik meninggalkan pertandingan bisbol pada permainan pertama saat menit ke- 225, permainan kedua saat menit ke-209 dan pada permainan ketiga saat menit ke- 224 yaitu 1 menit sebelum pertandingan usai.

Penerapan model pembelajaran pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan (PBMP) berbasis eksperimen utuk meningkatkan kemampuan bertanya dan prestasi belajar fisika siswa kelas XI semester II di MAN 3 Malang tahun ajaran 2008/2009 / Zustina

 

ABSTRAK Zustina. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) Berbasis Eksperimen Untuk Meningkatkan Kemampuan Bertanya Dan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas XI Semester II Di MAN 3 Malang Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi, Jurusan Fisika Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H.M. Wartono, M.Pd, (II) Drs. Sumarjono. Kata kunci : PBMP, kemampuan bertanya, prestasi belajar fisika Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas XI semester II MAN 3 Malang, diperoleh data metode yang digunakan oleh guru adalah metode ceramah. Guru menyampaikan materi secara lisan dan terkadang memberikan cacatan, sedangkan siswa hanya mendengarkan sambil mencatat. Metode ceramah yang diterapkan oleh guru dapat menghambat rasa keingintahuan siswa tentang materi-materi fisika. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk lebih dapat menumbuhkan rasa keingintahuan siswa adalah model pembelajaran Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP). Model pembelajaran PBMP memungkinkan siswa untuk bersedia mengajukan pertanyaan dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) berbasis eksperimen sehingga dapat meningkatkan kemampuan bertanya siswa kelas XI semester II di MAN 3 Malang tahun ajaran 2008/2009, (2) Mengetahui apakah kemampuan bertanya siswa kelas XI semester II di MAN 3 Malang tahun ajaran 2008/2009 dapat meningkat hingga mencapai kriteria baik (60% - 79%) setelah diterapankan model pembelajaran Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) berbasis eksperimen, (3) Mengetahui Apakah prestasi belajar siswa kelas XI semester II di MAN 3 Malang tahun ajaran 2008/2009 dapat meningkat setelah diterapankan model pembelajaran Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) berbasis eksperimen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Kegiatan pembelajaran terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan tes. Penelitian dilaksanakan di kelas X1 IPA I MAN 3 Malang dengan jumlah siswa 36 orang. Hasil analisis pada siklus I dan siklus II menunjukkan kemampuan bertanya dan prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA I semester II MAN 3 Malang mengalami peningkatan. Kemampuan bertanya siswa mengalami peningkatan, yaitu dari 23 pada siklus I menjadi 62 pada siklus II. Sedangkan peningkatan prestasi belajar fisika siswa dapat dilihat dari meningkatnya hasil tes siswa yaitu, dari 73,97 pada siklus I menjadi 83,09 pada siklus II. Peningkatan kemampuan bertanya dan prestasi belajar fisika siswa diatas dipengaruhi oleh peningkatan keterlaksanaan pembelajaran yaitu, dari 73,81% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II.

Prediksi ukuran penampang anomali pada model medium homogen dengan menggunakan metode geolistrik / Enny Resmiati

 

ABSTRAK Resmiati, Enny. 2009. Prediksi Ukuran Penampang Anomali Pada Model Medium Homogen Dengan Menggunakan Metode Geolistrik. Skripsi, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Daeng Achmad Suaidi, S.Si, M.Kom (II) Eny Latifah, S.Si, M.Si Kata kunci: Geolistrik Resistivitas, konfigurasi Schlumberger, Sounding Mapping, prediksi ukuran. Dalam kegiatan eksplorasi, diperlukan suatu metode untuk mengetahui isi kandungan sumber daya alam di bawah permukaan yang karakteristiknya dapat diketahui dengan parameter-parameter fisika antara lain ukuran, bentuk, letak (posisi) yang berasosiasi dengan keberadaan tersebut. Penelitian geolistrik menggunakan pemodelan di laboratorium dengan menggunakan metode resistivitas konfigurasi Schlumberger Sounding Mapping dimaksudkan untuk mengetahui prediksi ukuran penampang anomali pada model medium homogen. Hasil pemodelan prediksi ukuran dalam skala laboratorium dapat digunakan sebagai pertimbangan survey lapangan dalam kegiatan eksplorasi untuk memprediksi ukuran objek bawah permukaan sehingga dinyatakan layak untuk dilakukan kegiatan eksplorasi. Ukuran (luas penampang) suatu objek/batuan di bawah permukaan tanah perlu diketahui untuk mempermudah pengambilan/penggalian benda tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode geolistrik konfigurasi Schlumberger sounding-mapping. Sounding adalah penyelidikan perubahan resistivitas bawah permukaan tanah ke arah vertikal. Sedangkan mapping adalah penyelidikan perubahan resistivitas bawah permukaan tanah ke arah lateral (horisontal). Prinsip kerja metode ini adalah dengan menginjeksikan arus ke dalam tanah melalui dua elektroda, sehingga diperoleh beda potensial dari elektroda yang lain. Penelitian ini menggunakan dua kali variasi spasi elektroda potensial yaitu 5 cm dengan pergeseran mappingnya adalah 5 cm dan spasi elektroda potensial 7 cm dengan pergeseran mappingnya adalah 7 cm dengan menggunakan anomali yang sama. Penelitian ini menggunakan medium pasir dengan anomali kapur berbentuk padat yang ditempatkan ke dalam balok kaca. Pengolahan dan interpretasi data menggunakan software Res2Dinv ver 3.54x untuk mengetahui pencitraan penampang anomali. Dari hasil interpretasi, diprediksi ukuran panjang penampang anomali untuk jarak elektroda potensial P1P2 = 5 cm dengan pergeseran 5 cm, adalah sekitar 45 cm dan tebal adalah sekitar 11,4 cm. Hal ini hampir sesuai dengan ukuran penampang sesungguhnya yaitu 42x12 cm. Dan prediksi ukuran panjang penampang anomali untuk jarak elektroda potensial P1P2 = 7 cm dengan pergeseran 7 cm, adalah sekitar 42 cm dan tebal adalah sekitar 16 cm. Prediksi ukuran penampang anomali kearah horisontal (panjang anomali) akan semakin presisi dengan menggunakan spasi elektroda potensial dan pergeseran elektroda mapping yang semakin kecil. Untuk prediksi tebal anomali (ukuran penampang kearah vertikal) akan semakin presisi dengan menggunakan spasi elektroda potensial yang semakin kecil (skala sounding yang semakin kecil). i

Analisis perhitungan biaya dana dalam penentuan tingkat suku bunga kredit pada PD. BPR Bank Daerah Kabupaten Kediri / Dyah Ayu Paramitha

 

Penerapan pakem untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Plinggisan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan / Iskandar

 

ABSTRAK Iskandar. 2009. Penerapan PAKEM untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN Plinggisan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan S 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Purwedarti, M.Pd, Pembimbing (II) Drs, Ir. Endro Wahyuno, M. Si Kata Kunci : Penerapan PAKEM, Hasil Belajar, Mata Pelajaran IPA. Proses pembelajaran IPA di Sekolah Dasar khususnya di SDN Plinggisan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan, masih didominasi dengan pembelajaran konvesional, guru menerapkan metode ceramah dan tanya jawab tanpa menggunakan alat peraga sehingga siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Ketidak aktifan siswa akan mempengaruhi pemahaman terhadap materi yang diberikan, dan berakibat pada hasil belajar yang kurang optimal. Hal ini terbukti dengan hasil belajar dengan rata-rata 5,7 pada akhir semester I. Untuk itu peneliti perlu melakukan perbaikan dengan menerapkan PAKEM. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar mata pelajaran IPA siswa kelas IV SDN Plinggisan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan sebelum diterapkan PAKEM, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa kelasIV SDN Plinggisan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan setelah diterapkan PAKEM, (3) mendeskripsikan tentang penerapan PAKEM pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Plinggisan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Instrumen pengumpul data berupa tes, yaitu ulangan harian I dan ulangan harian II. Untuk menganalisa data dari hasil ulangan tersebut menggunakan penilaian acuan kriteria. Penilaian acuan kriteria yang digunakan adalah ketuntasan belajar perorangan (75%) dan ketuntasan kelas atau kelompok (80%). Subyek penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN Plinggisan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar siswa pembelajaran IPA pada siklus I ketuntasan belajar individu mencapai 72,5%, yang berarti meningkat sebesar 45% dari sebelum penerapan PAKEM melalui pre tes pada tindakan awal yang mencapai 27,5%. Selanjutnya pada siklus II ketuntasan individu meningkat menjadi 97,5%, dan dinyatakan berhasil tuntas. Dengan demikian disarankan kepada guru hendaknya menerapkan PAKEM khususnya dalam mata pelajaran IPA. Karena PAKEM mudah dilaksanakan dan sangat menarik minat siswa dalam belajar, sehingga mereka mudah memahami materi dan tujuan pembelajaran yang diharapkan akan tercapai secara optimal. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan acuan dalam penelitian selanjutnya, sehingga hasilnya dapat dijadikan pedoman dan pengembangan profesi dan meningkatkan hasil belajar siswa.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 |