Perencanaan konstruksi beton III (bangunan gedung pabrik tebu)
tugas
oleh Ismudjadi

 

Perencanaan konstruksi beton untuk bangunan pertokoan
oleh Eko Budi Mardianto

 

Penerapan model pembelajaran timed pair share dan Fan-N-Pick untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS (studi kelas VIIIb SMP Gaya Baru kecamatan Gedangan Kabupaten Malang) / Mustifah

 

ABSTRAK Mustifah. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Timed Pair Share dan Fan-N-Pick untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPS (Studi Kelas VIII B SMP GAYA BARU Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang). Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar, Konsentrasi Pendidikan IPS, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto M. Ed., M.Si (II) Prof. Dr. Sumarmi M. Pd. Kata Kunci: Timed Pair Share, Fan-N-Pick, Motivasi Belajar, Hasil Belajar . Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SMP GAYA BARU Kecamatan gedangan Kabupaten Malang dapat ditemukan permasalahan sebagai berikut ; 1) motivasi belajar siswa di sekolah tersebut rendah; 2) nilai hasil belajar kognitif juga rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari perhatian siswa terhadap pelajaran masih kurang, hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya siswa yang tidak serius dalam mengerjakan tugas dari guru. Kurang adanya rasa percaya diri siswa selama proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah, pembelajaran cenderung berpusat pada guru yang menyebabkan siswa pasif. Kurang adanya pemahaman siswa terhadap kegunaan materi yang dipelajari, karena dianggap tidak ada keterkaitan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasi hal tersebut maka diterapkan model pembelajaran Timed Pair Share dan Fan-N-Pick sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalah-permasalahan yang ada. Tujuan penelitian secara rinci adalah (1) untuk mengetahui bagaimana pembelajaran Timed Pair Share dan Fan-N-Pick yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP GAYA BARU Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang, (2) untuk mengetahui bagaimana peningkatkan motivasi belajar IPS siswa setelah penerapan model pembelajaran Timed Pair Share dan Fan-N-Pick pada kelas VIII B SMP GAYA BARU Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang, (3) untuk mengetahui bagaimana peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran Timed Pair Share dan Fan-N-Pick pada siswa kelas VIII B SMP GAYA BARU Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan 4 tahapan, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII B SMP GAYA BARU Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu (1) observasi, (2) angket, (3) tes, dan (4) dokumentasi. Data tentang penerapan model pembelajaran Timed Pair Share dan Fan-N-Pick dikumpulkan melalui lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru dan siswa, data motivasi dikumpulkan melalui pengisian angket motivasi belajar siswa yang dilakukan sebelum tindakan dan tiap akhir siklus, data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui tes hasil belajar yang dilakukan pada tiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran Timed Pair Share dan Fan-N-Pick telah berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari keterlaksanaan pembelajaran oleh guru pada tiap siklus mengalami peningkatan siklus I mencapai 86,8% pada siklus II mencapai 90,5% sedangkan keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa juga meningkat pada siklus I mencapai 79% dengan kriteria baik, siklus II mencapai 85,8% dengan kriteria sangat baik. Penerapan model pembelajarn Timed Pair Share dan Fan-N-Pick juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dimana sebelum tindakan skor rata-rata motivasi belajar siswa mencapai 46,32%, siklus I skor rata-rata motivasi belajar siswa mencapai 61,95 dengan kriteria tinggi sedangkan pada akhir siklus II skor rata-rata motivasi belajar siswa mencapai 81,54% yaitu berada pada kriteria sangat tinggi, hasil belajar kognitif siswa juga mengalami peningkatan dari nilai rata-rata kelas siklus I sebesar 2,98 meningkat pada siklus II mencapai 3,19 sedangkan ketuntasan klasikal kelas siklus I mencapai 72%, pada siklus II meningkat menjadi 92% atau pada kriteria sangat baik. Berdasar hasil penelitian disarankan (1) bagi guru untuk dapat mempertimbangkan model pembelajaran Timed Pair Share dan Fan-N-Pick sebagai salah satu pilihan model pembelajaran yang layak digunakan dalam pembelajaran IPS yang sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran. Penerapan model pembelajaran Timed Pair Share dan Fan-N-Pick membutuhkan pengelolaan kelas yang baik karena pembelajaran ini melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuan, (2) Bagi peneliti selanjutnya dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas menggunakan model pembeajaran Timed Pair Share dan Fan-N-Pick sebaiknya, a) guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran hingga siswa benar-benar memahami cara kerja kelompok maupun individu sehingga siswa dapat menjalankan perannya dalam pembelajaran dengan baik, b) perhatian guru pada siswa di tiap kelompok harus dimaksimalkan serta mengarahkan dan membimbing siswa dalam kerja kelompok mengingat model pembelajaran ini melibatkan semua siswa dalam pembelajaran, dengan demikian pembelajaran dapat berjalan efektif

Hubungan antara tingkat pendidikan dan lingkungan sosial dan perilaku konsumtif masyarakat desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar / Rinata

 

Kata kunci : Tingkat pendidikan, lingkungan sosial, perilaku konsumtif. Masyarakat Desa Tumpak Kepuh pada saat ini sebagian besar adalah bekerja sebagai TKI. Sebagian besar masyarakatnya dapat dikatakan memiliki tingkat pendidikan yang rendah, banyak para pemudanya yang setelah lulus dari SMP atau bahkan SD lebih memilih bekerja sebagai TKI di luar negeri dari pada melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Dahulunya masyarakat Desa Tumpak Kepuh ini memiliki mata pencaharian utama sebagai petani di ladang, namun saat ini dengan banyaknya warga masyarakat yang menjadi TKI maka telah terjadi peningkatan pendapatan dan perbaikan di bidang ekonomi. Namun demikian hal tersebut justru seakan mengubah gaya hidup masyarakat yang cenderung mengarah pada perilaku konsumtif. Fenomena perilaku konsumtif ini semakin terlihat di Desa Tumpak Kepuh, pakaian model terbaru, memakai perhiasan yang berlebihan, kendaraan yang bagus dan perabotan rumah tangga yang beraneka ragam seakan-akan menjadi kebutuhan utama yang harus dipenuhi oleh masyarakat di desa ini, bahkan pemenuhan kebutuhan terhadap barangbarang tersebut dapat dikatakan berlebihan. Berdasarkan latar belakang di atas maka dilakukan penelitian tentang hubungan antara tingkat pendidikan dan lingkungan sosial dengan perilaku konsumtif masyarakat Desa Tumpak Kepuh. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan tingkat pendidikan masyarakat Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar; (2) mendeskripsikan kondisi lingkungan sosial masyarakat Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar; (3) mendeskripsikan perilaku konsumtif masyarakat Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar; (4) menjelaskan hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku konsumtif masyarakat Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar; (5) menjelaskan hubungan antara lingkungan sosial dengan perilaku konsumtif masyarakat Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Sumber data dalam penelitian ini adalah manusia, peristiwa, dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket, wawancara, observasi(pengamatan)dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh KK di Desa Tumpak Kepuh yang berjumlah 1.070 KK, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling dengan kriteria sampel sebesar 7% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 75 KK. Prosedur analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis statistik inferensial (Analisis regresi berganda). i Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat pendidikan masyarakat Desa Tumpak Kepuh 52% merupakan lulusan Sekolah Dasar (SD), 32% merupakan lulusan SMP, 10,7% lulusan SMA dan hanya sebesar 5,3% yang telah menempuh pendidikan tinggi; (2) sebesar 53,3% masyarakat Desa Tumpak Kepuh bekerja sebagai wiraswasta(termasuk TKI), sebesar 38,7% bekerja sebagai petani di ladang, serta hanya sebagian kecil yang bekerja sebagai guru atau nelayan yaitu masing-masing sebesar 5,3% dan 2,7%. Tingkat interaksi sosial masyarakat Desa tumpak Kepuh tergolong tinggi, yaitu sebesar 52% masyarakat Desa Tumpak Kepuh memiliki tingkat interaksi sosial yang tinggi, 48% memiliki tingkat interaksi sosial yang sedang dan 0% yang memiliki tingkat interaksi sosial rendah, masyarakat Desa Tumpak Kepuh telah memperoleh kemudahan akses informasi, komunikasi dan transportasi; (3) sebesar 57,3% masyarakat Desa Tumpak Kepuh tergolong konsumtif , 33,4% tergolong sangat konsumtif, terhadap pakaian, perhiasan, kendaraan dan perabotan. Serta hanya sebesar 9,3% masyarakat yang tergolong tidak konsumtif; (4) ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan perilaku konsumtif masyarakat Desa Tumpak Kepuh, berdasarkan uji hipotesis secara simultan dengan uji F menunjukkan bahwa F sebesar 63,664 dengan signifikansi sebesar 0,000 sehingga sig F < 0,05 (0,000< 0,05) artinya semakin rendah tingkat pendidikan masyarakat maka akan cenderung berperilaku konsumtif, dan sebaliknya semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat maka akan cenderung tidak berperilaku konsumtif ; (5) ada hubungan yang signifikan antara lingkungan sosial dengan perilaku konsumtif masyarakat Desa Tumpak Kepuh, berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan uji t yang menunjukkan bahwa thitung pada variabel lingkungan sosial (interaksi sosial) sebesar 5,391 dengan signifikansi 0,000 maka thitung > ttabel (5,391>1,665) dan besarnya probabilitas 0,000<0,05. Demikian juga berdasarkan uji F yang menunjukkan bahwa, F sebesar 63,664 dengan signifikansi sebesar 0,000 sehingga sig F < 0,05 (0,000< 0,05), artinya semakin tinggi tingkat interaksi sosial masyarakat maka akan cenderung berperilaku konsumtif, dan sebaliknya semakin rendah tingkat interaksi sosial masyarakat maka akan cenderung tidak berperilaku konsumtif. Berdasarkan temuan penelitian di atas, saran yang diajukan adalah sebagai berikut; (1)perlu diadakan penelitian lain serta pemikiran kritis terhadap fenomena perilaku konsumtif ini; (2) masyarakat diharapkan lebih sadar akan pentingnya pendidikan sebagai sarana untuk dapat membentuk pribadi manusia yang lebih baik, serta diharapkan lebih bijak dalam bergaul serta merespon kondisi di lingkungannya agar terhindar dari pengaruh yang kurang baik. ii

Perencanaan konstruksi beton ultimate strength design method untuk gedung pertokoan lantai tiga
oleh Hariyanto

 

Pengaruh model pembelajaran biologi berbasis reading concept mapping (remap) stad terhadap minat baca, kemampuan metakognitif, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa Kelas X SMA Malang / Lya Ratnawati

 

ABSTRAK Ratnawati, Lya. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Biologi Berbasis Reading Concept Mapping (REMAP) STAD terhadap Minat Baca, Kemampuan Metakognitif, Keterampilan Berpikir Kritis, dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X SMA Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah, M.Pd., (II) Prof. Dr. A. Duran Corebima, M.Pd. Kata Kunci: Remap STAD, minat baca, kemampuan metakognitif, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar kognitif. Membaca merupakan aktivitas yang dapat merangsang otak untuk berpikir sehingga memperluas dan memperkaya wawasan, serta dapat membentuk pribadi yang unggul dan kompetitif. Faktanya minat baca siswa di Indonesia rendah. Rendahnya minat baca dikhawatirkan berdampak pada kesadaran metakognitif, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar kognitif siswa. Upaya untuk memberdaya¬¬kan minat baca, kemampuan metakognitif, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar kognitif Biologi siswa dilakukan melalui pembelajaran Reading concept mapping (Remap) STAD. Model pembelajaran ini mengharuskan siswa membaca (Reading) sebelum diterapkan model pembelajaran kooperatif STAD, kemudian siswa diminta membuat peta konsep (Concept Map). Melalui membaca siswa dapat menambah wawasan dan pengetahuan baru. Pengetahuan baru yang diperoleh siswa diperdalam dengan berdiskusi melalui pembelajaran kooperatif STAD, kemudian dituangkan dalam pembuatan peta konsep. Pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan minat baca, kemampuan metakognitif, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar kognitif siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu atau quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest non equivalent control grup design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA di wilayah Kota Malang, sedangkan sampel yang digunakan adalah siswa kelas X MIA SMA Negeri 9 Malang. Instrumen penelitian berupa angket minat baca siswa, inventori kesadaran metakognitif (MAI), tes keterampilan metakognitif, tes keterampilan berpikir kritis, dan tes hasil belajar kognitif. Pengumpulan data melalui pretest dan posttest. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan untuk menguji hipotesis dilakukan uji anakova. Sebelum dilakukan uji statistik, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan homogenitas. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat dirumuskan kesimpulan sebagai berikut: (1) model pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap keterampilan metakognitif, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar kognitif siswa; tetapi (2) model pembelajaran tidak berpengaruh signifikan terhadap minat baca dan kesadaran metakognitif siswa. Berdasarkan kesimpulan tersebut, peneliti menyarankan pada waktu proses pembelajaran guru diharapkan menggunakan model pembelajaran Remap STAD secara konsisten karena telah terbukti keberhasilannya untuk meningkatkan keterampilan metakognitif, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar kognitif siswa.

Pemanfaatan multimedia dalam pembelajaran fisika kelas VIII siswa RSBI di SMP Negeri IV Kepanjen Malang tahun pelajaran 2009-2010 / Prabawanto Adi Sasongko

 

Kata kunci: pemanfaatan, multimedia, pembelajaran Fisika Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sangat pesat. Perkembangan ini berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah pendidikan. Pendidikan diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia yang akan memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi, politik, sosial, moral dan budaya bangsa. Oleh karena itu peran pendidikan sangatlah vital dalam rangka pengembangan SDM yang lebih kompeten di era yang sarat dengan perkembangan teknologi dan informasi. Salah satu contohnya dalah perkembangan teknologi informasi berupa multimedia. Lahirnya teknologi multimedia adalah hasil dari perpaduan kemajuan teknologi elektronik, teknik komputer dan perangkat lunak. Multimedia merupakan konsep dan teknologi dari unsur - unsur gambar, suara, animasi serta video disatukan dalam komputer untuk disimpan, diproses dan disajikan guna membentuk interaktif yang sangat inovatif antara komputer dengan user. Dengan adanya penggunaan berbagai media pembelajaran tersebut diharapkan membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, efisien dan efektif. Rintisan Sekolah Berstandar Internasional yang terus berupaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran untuk melayani siswa-siswanya dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Upaya tersebut didukung dengan peningkatkan mutu pendidikan dan menjadikan lembaga pendidikan yang berkualitas dengan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan untuk terciptanya pembelajaran yang berkualitas, salah satunya dalam pembelajaran fisika dengan menggunakan multimedia khususnya.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis multimedia yang digunakan guru dalam pembelajaran Fisika pada materi cahaya kelas VIII H RSBI di SMP Negeri IV Kepanjen Malang, (2) proses pemanfaatan multimedia dalam pembelajaran Fisika pada materi cahaya kelas VIII H RSBI di SMP Negeri IV Kepanjen Malang, (3) interaksi guru dan siswa dalam memanfaatkan multimedia pada pembelajaran Fisika materi cahaya Untuk mencapai maksud tersebut, maka penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif. Instrumen pengumpulan data menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) jenis multimedia yang digunakan dalam pembelajaran fisika kelas VIII H RSBI di SMP Negeri IV kepanjen adalah multimedia interaktif yang berupa CD interaktif dan multimedia yang dipakai untuk media presentasi dengan menggunakan powerpoint 2007. Untuk pembelajaran yang lain guru menggunakan multimedia lain berupa video, tutorial yang bersifat interaktif, (2) proses pemanfaatan multimedia terdiri dari persiapan multimedia dan pemanfaatannya dalam pebelajaran. Dalam proses persiapan guru mempersiapkan dengan baik dan dalam proses pemanfaatannya multimedia telah memenuhi berbagai fungsi sehingga guru dan siswa dapat merasakan manfaat dari multimedia meskipun i ii terdapat beberapa hambatan, (3) interaksi antara guru dan siswa berlangsung dengan baik karena guru dapat menyampaikan seluruh materi dan siswa memahami materi pembelajaran yang telah dilaksanakan. Selain itu siswa juga mendapatkan pengalaman belajar melalui interaksi secara aktif baik kepada guru dan kepada mulmedia yang diberikan oleh guru. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diberikan (1) Diharapkan guru Fisika lebih meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya dalam rangka pelaksanaan tugas profesinya. Salah satnya dengan melakukan pembelajaran berbasis multimedia. (2) Diharapkan untuk peneliti-peneliti lain dapat mengkaji secara mendalam tentang permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan multimedia dalam mata pelajaran yang lain.

Pemanfaatan kapur sebagai filter untuk campuran aspal beton ditinjau dari parameter marshall / Yusti Anggraeni Pertiwi

 

Kata kunci : kapur, filler, aspal beton, parameter marshall. Batu kapur merupakan salah satu bahan bangunan yang mudah dicari di daerah khususnya yang memiliki tanah dan pegunungan kapur yang ada di Indonesia. Batu kapur adalah salah satu filler yang diharapkan dapat meningkatkan sifat-sifat fisik pada campuran aspal, terutama pada lapisan aspal beton yang kurang baik dalam menggunakan campuran beraspal. Berdasarkan pada pentingnya kualitas bahan yang digunakan untuk lapisan aspal beton, maka perlu dilakukan penelitian kualitas perkerasan lapisan aspal beton yang dihasilkan dari campuran aspal yang menggunakan filler kapur dan dicampur dengan aspal penetrasi 60/70 kemudian diuji dengan menggunakan alat Marshall. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui sifat dan karakteristik aspal bahan penyusun aspal beton, (2) Mengetahui sifat dan karakteristik aspal beton dengan digunakannya kapur sebagai filler. Metode penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap pemilihan bahan, tahap persiapan, dan pembuatan benda uji, serta tahapan pengujian dan analisis data. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sifat dan karakteristik bahan penyusun aspal beton dapat diketahui dengan pengujian berat jenis dengan nilai 2,645 gr/cm3, penyerapan agregat kasar 2,24% , pengujian keausan agregat kasar 17,67%, pengujian penetrasi aspal 63,33 mm, pengujian berat jenis aspal 1,069 gr/cm3, pengujian daktilitas aspal 134,8 cm, pengujian titik nyala 3290C, dan pengujian titik lembek 490C, (2) Sifat dan karakteristik aspal beton dengan digunakannya filler kapur sebagai bahan penyusun aspal beton ditinjau dari Parameter Marshall dapat diketahui dengan nilai Stabilitas maksimum 1313,18 kg pada kadar kapu 0%, Flow yang memenuhi syarat diperoleh pada kadar kapur 0-80% yaitu 3,85-3,92 mm, Marshall Quotient dengan nilai 257,314 mm pada kadar kapur 80%, VIM yang memenuhi syarat pada kadar kapur 0% dengan nilai 4,57%, dan VMA yang memenuhi syarat pada kadar kapur 0-100% dengan nilai 17,14-22,51 %, (3) Berdasarkan tahap dan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan filler batu kapur yang paling baik dengan menggunakan kadar dibawah 80% dan filler batu kapur ini dapat dimanfaatkan pada campuran Lapisan Aspal Beton (LASTON).

Perancangan dan pembuatan aplikasi sistem pakar untuk analisa kelayaan kredit motor honda (Studi kasus pada PT. Nusa Surya Ciptadana (NSC) Finance Sumbawa Besar) / Yessi Kustiyaningsih

 

Sistem pakar berfungsi sebagai media untuk menampung pengetahuan atau keahlian seorang pakar, kemudian mengelolanya agar dapat digunakan untuk membantu mengimplementasikan peranan pakar tersebut. Diharapkan dengan demikian pengetahuan yang dimiliki oleh pakar tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan lebih efisien dan aplikatif. Aplikasi Sistem Pakar Analisa Kelayakan Kredit Motor Honda dibuat untuk membantu perusahaan kredit dalam menganalisa layak tidaknya seseorang untuk menerima kredit. Aplikasi ini dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Delphi 7 dengan basis data menggunakan Microsoft Access. Pada program ini, analisa dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk tiap-tiap aspek penilaian melalui user interface yang dirancang sesederhana mungkin untuk memudahkan penggunaannya. Ada empat aspek penilaian untuk analisa kelayakan kredit ini, yaitu aspek Character, Capability, Capital, dan Condition. Setiap pertanyaan mempunyai pilihan jawaban masing-masing, dan setiap pilihan jawaban diberikan suatu point tertentu. Jika semua pertanyaan pada tiap-tiap aspek telah dijawab berdasarkan data pemohon yang diperoleh dari hasil survey, point-point yang diperoleh berdasarkan jawaban tersebut akan dijumlahkan sehingga menghasilkan suatu total point tertentu. Total point inilah yang menentukan keputusan diterima atau ditolaknya aplikasi permohonan kredit. Pada prinsipnya seluruh data pertanyaan dan pilihan jawaban tiap-tiap aspek penilaian akan dimasukkan pada suatu knowledge base yang berupa suatu kumpulan database di mana kemudian Inference Engine dari sistem pakar akan mengolahnya untuk mendapatkan keputusan kelayakan kredit berdasarkan pilihan jawaban yang dimasukkan oleh user melalui fasilitas user interface. Hasil implementasi dan pengujian sistem yang telah dibuat secara keseluruhan dapat berjalan dengan baik. Selain menganalisa kelayakan kredit, program ini juga menyediakan fasilitas lainnya, yaitu: fasilitas untuk mencetak laporan hasil analisa dalam bentuk Memo Persetujuan Kredit, fasilitas untuk menambah, mengubah, maupun menghapus basis pengetahuan jika suatu saat ada perubahan pertanyaan, pilihan jawaban, maupun point yang digunakan untuk analisa, fasilitas untuk melakukan pencarian data pemohon dan dapat pula digunakan untuk menyimpan data pembayaran angsuran.

Penggunaan satuan luas dalam peningkatan trasfer belajar pelajaran matematika tentang luas bangun datar pada siswa kelas III SDN Karangrejo 2 / Nurhidayatiningtyas

 

Penggunaan Satuan Luas dalam Peningkatan Transfer Belajar Pelajaran Matematika Tentang Luas Bangun Datar pada Siswa Kelas III SDN Karangrejo 2. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tumardi, S.Pd., M.Pd. (II) Dra. Siti Umayaroh, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Satuan Luas, Transfer Belajar, Luas Bangun Datar Berdasarkan dokumen dan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti pada pembelajaran Matematika di kelas III SDN Karangrejo 2 menunjukkan bahwa indikator keberhasilan transfer belajar belum tampak secara mantab. Hasil belajar Matematika secara utuh pada dokumen yang tersedia di sekolah menunjukkan siswa yang mendapat nilai di atas KKM ada 50% dengan nilai rata-rata 67,75 sedangkan hasil observasi menunjukkan bahwa guru belum cukup banyak memberi kesempatan kepada siswa untuk mengkaitkan materi sebelumnya yang terkait dengan materi yang akan dipelajari. Pembelajaran dilakukan dengan menekankan menghafal. Media pun belum membantu terjadinya transfer belajar secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan satuan luas dalam peningkatan transfer belajar pelajaran Matematika tentang luas bangun datar, hasil belajar siswa dan peningkatan transfer belajar pelajaran Matematika tentang luas bangun datar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah PTK dengan model Siklus Kemmis dan Taggart yang terdiri dari tahap rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus pada materi luas bangun datar dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas III SDN Karangrejo 2 sebanyak 24 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran guru dengan penggunaan satuan luas dapat meningkatkan transfer belajar pelajaran Matematika tentang luas bangun datar. Hasil belajar secara utuh mengalami peningkatan mulai dari 77,48 pada siklus 1 hingga mencapai 81,25 pada siklus 3. Pencapaian transfer belajar juga mengalami peningkatan mulai dari 13 siswa pada siklus 1 hingga mencapai 17 siswa pada siklus 3. Melalui analisis data dapat disimpulkan bahwa penggunaan satuan luas dapat meningkatkan transfer belajar pelajaran Matematika tentang luas bangun datar pada siswa kelas III SDN Karangrejo 2. Saran peneliti yaitu pembelajaran luas bangun datar dengan menggunakan satuan luas ini untuk diterapkan agar dapat meningkatkan transfer belajar khususnya pada pelajaran Matematika.

Perencanaan pompa sentrifugal
oleh Taufan Purwanto Udha Ugi

 

Particularized conversational implicature as seen in the play "a streetcar named desire" / Widyarini Cahyaningtyas

 

ABSTRAK Cahyaningtyas, Widyarini. 2015. Penggunaan Implikatur dalam Drama A Streetcar Named Desire. Graduate Program in English Language Teaching, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Emalia Iragiliati M.Pd, (II) Dr. Mirjam Anugerahwati, MPd, M.A. Keywords: implikatur, strategioff record, kesopanan. Tesis ini membahas mengenai penggunaan implikature dalam drama “A Streetcar Named Desire”. Tesis ini juga membahas tentang salah satu strategi kesopanan yang dikenal dengan strategi off record. Tesis ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari tentang strategi off record dan bagaimana cara merespon dan menggunakan strategi tersebut sehingga face pembicara dan lawan bicara dapat dipertahankan. Data yang digunakan adalah implikature yang diucapkan oleh tokoh dalam drama ini, Blanche dan Stanley, dari bab 1 - 8, dan bagaimana implikatur tersebut dapat digunakan dalam strategi off record. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan prinsip kooperasi dari Grice (1974) dan strategi kesopanan oleh Brown dan Levinson (1978). Hasil dari analisa menunjukkan bahwa strategi off record muncul 17 kali dalam drama. Kesimpulan yang dapat diambil adalah, Blanche dan Stanley sering menggunakan cara ini untuk menjatuhkan lawan bicara, namun mereka masih ingin menjaga face lawan bicara dan diri mereka sendiri. Selain itu, dengan tidak ditemukannya implikatur setelah bab 8 yang merupakan klimaks, menunjukkan bahwa mereka sudah tidak lagi berusaha untuk menjaga face dari lawan bicara mereka, dan mereka dengan bebas mengungkapkan emosi dan ekspresi mereka. Dengan mempelajari penggunaan implikatur untuk melakukan strategi off record diharapkan akan memperkaya kajian teori kesopanan oleh Brown dan Levinson (1978). Walaupun tesis ini sangat terbatas dalam hal analisis, namun diharapkan banyak tindak lanjut dari pembelajaran ini, terutama penggunaan strategi off record dalam drama.

Perencanaan pompa sentrifugal
Y. Sugeng Santoso

 

Inventarisasi jenis tumbuhan lumut kelas bryopsida di Coban Glotak Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / oleh Nur Maslaha

 

Hubungan gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah, kompensasi, dan keefektifan komunikasi dengan kinerja guru SMA Negeri se-kota Malang / Razafimahefa Lanto Patrick

 

. Tesis, Jurusan Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang Pembimbing: (I) Dr.H. Kusmintardjo,M.Pd, (II) Prof.Dr.H. Bambang Budi wiyono, M.PD Kata Kunci: kepemimpinan situasional, kompensasi, komunikasi, kinerja guru Kepala Sekolah sebagai pemimpin dalam pendidikan formal perlu memiliki wawasan ke depan. Kepemimpinan pendidikan memerlukan perhatian yang utama, karena melalui kepemimpinan yang baik harapkan akan lahir tenaga-tenaga berkualitas dalam berbagai bidang sebagai pemikir, pekerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendekatan situasional didasarkan bahwa keberhasilan seorang pemimpin selain ditentukan oleh sifat- sifat dan perilaku pemimpin juga dipengaruhi oleh situasi yang ada dalam lembaga pendidikan. Gaya Kepemimpinan Kepalah sekolah menunjukkan manajer yang lengkap dan mampu menggunakan gaya-gaya yang berdeda sesuai dengan tingkat pengembangan bawahannya. Pendekatan situasional didasarkan keberhasilan seorang pemimpin selain ditentukan oleh sifat- sifat dan perilaku pemimpin yang juga dipengaruhi oleh situasi yang ada dalam lembaga pendidikan. Berdasarkan teori tersebut maka dapat diduga bahwa ada hubungan gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah, kompesasi, dan keefektifan komunikasi dengan kinerja Guru SMA Negeri Se-kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: ( 1) gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah pada SMA Negeri di Kota Malang. (2) tingkat kompensasi guru pada SMA Negeri di Kota Malang. (3) tingkat keefektifan komunikasi di SMA Negeri Kota Malang. (4) tingkat kinerja guru SMA Negeri di Kota Malang. (5) hubungan yang signifikan antara variabel gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah dengan variabel kinerja guru. (6) hubungan yang signifikan antara variabel kompensasi dengan variabel kinerja guru. (7)hubungan antara variabel keefektifan komunikasi dengan variabel kinerja. (8) hubungan yang signifikan antara variabel gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah, kompensasi, dan variabel keefektifan komunikasi dengan variabel kinerja guru. (9) umbangan efektif variabel gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah, kompensasi, dan keefektifan komunikasi terhadap variabel kinerja guru. Pendekatan yang digunakan untuk menjawab permasalahan pada peneilitian ini mengunakan jenis penelitian korelasional yang bertujuan mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel yang dapat diukur secara kuatitatif. Penelitian ini mengkaji pengaruh gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah (X1), kompensasi (X2) ,dan keefektifan komunikasi (X3) sebagai variabel bebas, kinerja guru (Y) sebagai variabel terikat. Hasil penelitian adalah : ditemukan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara keefektifan komunikasi dengan kinerja guru yang dinyatakan dalam bentuk persanaan nilai statistik regresi uji |thitung| tersebut lebih besar daripada ttabel (4,0956 > 1,973) dan signifikan lebih kecil daripada α = 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja guru dan keefektifan komunikasi dapat dipertahankan dan dibina terus-menerus oleh kepala sekolah/yayasan sekolah sehingga dapat meningkatkan kinerja guru. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan (1) Kepala Sekolah perlu perlu memelihara hubungan dengan petugas-petugas dari instansi, mengusahakan support dari bekerja sama dengan bawahan; Berpartisipasi dengan bawahan dalam berbagai kegiatan, bekerjasama dengan atasan, dan memimpin meningkatkan sekolah. (2) Guru perlu meningkatkan mutu kinerja perlu kesadaran dan tanggung jawab guru dalam menjalankan tugasnya, karena hal tersebut akan mempengaruhi keberhasilan sekolah. (3) Pengambil kebijakan menetukan kebijakan yang terkait dengan berbagai program pembinaan kinerja guru, pelatihan, serta pengembangan kepemimpinan kepala sekolah untuk pengingatkan mutu pendidikan di kota Malang. (4) Untuk Penelitian selanjutnya penulis merekomendasi peneliti lain yang tertarik untuk pengembangan penelitian ini disarankan untuk meneliti variabel yang sama dengan metode pendekatan kualitatif, atau variabel yang berbeda antara lain Iklim Organisasi, motivasi kerja.

Kajian tentang pengaruh strategi pembelajaran PjBL (Project Based Learning) terhadap keterampilan metakognitif siswa putra dan putri kelas X SMA Negeri di Malang / Happy Mayasari

 

Kata kunci: strategi pembelajaran PjBL (Project Based Learning), keterampilan metakognitif, jenis kelamin Salah satu kelemahan pendidikan di Indonesia adalah pembelajaran yang masih berpusat pada guru (teacher centered). Pada pembelajaran ini siswa cenderung hanya bertindak sesuai dengan apa yang diinstruksikan oleh guru, tanpa berusaha sendiri untuk memikirkan apa yang sebaiknya dilakukan untuk mencapai tujuan belajarnya. Mereka tidak dapat menjadi seorang pebelajar mandiri yang dapat membangun konsep dan pemahamannya sendiri. Di dalam proses menjadi seorang pebelajar mandiri melibatkan keterampilan metakognitif. Keterampilan metakognitif adalah keterampilan tentang berpikir bagaimana seharusnya berpikir, menyadari halhal yang telah diketahui dan tidak diketahui serta memonitor dan mengevaluasi kemajuan proses belajar diri sendiri. Seseorang yang memiliki keterampilan metakognitif yang baik tentu akan lebih mudah untuk menjadi seorang pebelajar mandiri yang aktif. Faktor lain yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar siswa adalah jenis kelamin. Masing-masing jenis kelamin tersebut mempunyai keunikan tersendiri yang mempengaruhi cara belajarnya masing-masing untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu cara yang diharapkan dapat mewujudkan tujuan pembelajaran tersebut adalah dengan penerapan strategi pembelajaran PjBL (Project Based Learning). Keunggulan strategi ini adalah siswa dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah dengan melakukan suatu proyek yang dilakukan melalui suatu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Strategi ini akan menuntut tanggung jawab siswa dalam mengambil keputusan yang tepat untuk menyelesaikan proyek. Penerapan strategi ini ditujukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap keterampilan metakognitif siswa yang berjenis kelamin berbeda. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri, di Malang pada semester genap 2009-2010 dengan populasi penelitian siswa kelas X SMA Negeri di Malang tahun ajaran 2009/2010. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XA (eksperimen) dan XF (kontrol) SMAN I Gondanglegi, kelas X3 (eksperimen) dan X7 (kontrol) SMAN 7 Malang, kelas X7 dan X8 (eksperimen) serta X4 (kontrol) SMAN 9 Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian non equivalent group design versi faktorial 2x2. Analisis yang digunakan adalah analisis anakova faktorial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PjBL dan jenis kelamin berpengaruh terhadap keterampilan metakognitif siswa, tetapi untuk interaksi keduanya tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan metakognitif siswa. Siswa yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran PjBL memiliki keterampilan metakognitif 32,89% lebih tinggi dibandingkan dengan siswa pada kelas kontrol. Faktor jenis kelamin menunjukkan bahwa siswa perempuan lebih mampu memberdayakan keterampilan ii metakognitifnya dengan persentase sebesar 33,2% sedangkan pemberdayaan siswa laki-laki hanya sebesar 16,78%. Uji lanjut BNT dilakukan untuk mengetahui posisi masing-masing kelompok kombinasi perlakuan strategi pembelajaran dan jenis kelamin dalam mempengaruhi keterampilan metakognitif. Kombinasi perlakuan siswa perempuan yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran PjBL dapat meningkatkan keterampilan metakognitifnya sebesar 45,13%, siswa laki-laki yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran PjBL sebesar 39,98%, siswa perempuan yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran multistrategi sebesar 22,17% sedangkan siswa laki-laki yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran multistrategi tidak dapat meningkatkan keterampilan metakognitifnya.

Perencanaan motor otto dua tak
tugas
oleh Hariadi Wibowo Santoso

 

Perkembangan pesat lembaga pelatihan (studi kasus di Lembaga The Survival Outbound Team Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan) / Eky Kusuma Wardani

 

ABSTRAK Wardani, Kusuma Eky. 2015. Perkembangan Pesat Lembaga Pelatihan Studi Kasus Di Lembaga The Survival Outbound Team, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Tesis, Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Sanapiah Faisal S., M.Pd (II) Dr. Endang Sri Redjeki. M.S. Kata kunci : perkembangan, andragogi, kepemimpinan Di Indonesia masih terdapat lembaga pelatihan yang mengalami kendala dalam upaya mengembangkan lembaga pelatihan tersebut, hal ini seharusnya tidak perlu terjadi apabila suatu lembaga memahami faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perkembangannya. Di Pasuruan, Jawa Timur terdapat lembaga pelatihan yang dapat berkembang dengan pesat yaitu lembaga The Survival Outbound Team. Lembaga tersebut berdiri pada tahun 2004 dan mengalami perkembangan pesat sampai dengan tahun 2015 dalam bidang fasilitas, program, sasaran, dan ketenagaannya. Hal menarik lain adalah hampir seluruh SMP di Surabaya pernah mengikuti pelatihan di lembaga tersebut. Berdasarkan paparan tersebut dilakukan suatu penelitian untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pesat lembaga TSOT dengan fokus mengapa TSOT dapat berkembang dengan pesat? Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi kasus, pendekatan ini dipilih karena peneliti ingin memperoleh gambaran tentang faktor yang mempengaruhi perkembangan pesat TSOT dari tahun 2004-2015. Subyek dalam penelitian ini adalah pemilik TSOT, perencana program TSOT, trainer TSOT, dan pelanggan TSOT. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Tahap analisis data dengan cara memilah-milah data, pada setiap data yang didapat langsung diolah. Penggunaan triangulasi data dengan menggunakan tahapan (1) mengajukan berbagai macam variasi pertanyaan, (2) mengeceknya dengan berbagai sumber data, (3) memanfaatkan berbagai metode agar pengecekan kepercayaan data dapat dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TSOT dapat berkembang pesat karena 1)program yang ditawarkan mampu menjawab kebutuhan partisipan; 2)kenyamanan pelayanan yang diberikan ditinjau dari segi fasilitas; 3)menerapkan pola kepemimpinan secara kekeluargaan sehingga trainer dapat bekerja tanpa merasa adanya tekanan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bagi lembaga pelatihan sejenis yang menginginkan perkembangan pesat bagi lembaganya, hendaknya memperhatikan ketiga komponen yaitu: program yang ditawarkan haruslah sesuai dengan kebutuhan masyarakat; memberikan kenyamanan dalam melayani pelanggan yang datang; menerapkan pola kepemimpinan secara kekeluargaan agar tenaga kerja bekerja secara sukarela tanpa adanya tekanan. Bagi Pengelola Lembaga The Survival Outbound Team hendaknya membuat struktur organisasi secara formal, hal ini dimaksudkan agar tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing satuan organisasi jelas dan tidak tumpang tindih, bagaimana pelaksanaan tupoksi tersebut diawasi dan dapat berjalan dengan seimbang antara wewenang dan tanggung jawab.

Perencanaan irigasi
oleh Djoko Trihantoko

 

Pengaruh lingkungan keluarga dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa kelas XI akuntasi di SMK Negeri 1 Panji Situbondo / Yeti Putri Ardiyantini

 

ABSTRAK Ardiyantini, Yeti Putri. 2015. Pengaruh Lingkungan Keluarga Dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Kelas XI Akuntansi Di SMK Negeri 1 Panji Situbondo. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suparti, M.P (II) Dr. H. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M.Ak, CA. Kata Kunci : Lingkungan Keluarga, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Siswa SMK Negeri 1 Panji Situbondo memiliki hasil belajar yang berbeda-beda. Hasil belajar dipengaruhi oleh faktor intern dan ekstern. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan saja, yaitu faktor intern dan ekstern. Di antara kedua faktor tersebut terdapat variabel-variabel di dalamnya yang turut mempengaruhi tinggi rendahnya hasil belajar anak, yaitu motivasi belajar (faktor intern), lingkungan keluarga (faktor ekstern). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa kelas XI Akuntansi di SMK Negeri 1 Panji Situbondo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan rancangan penelitian ini berupa Eksplanatory Research. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI jurusan Akuntansi di SMK Negeri 1 Panji Situbondo sebanyak 140 siswa dan sampelnya sebanyak 104 siswa dengan teknik pengambilan closed questionare dengan skala likert. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa : (1) lingkungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa (sig sebesar 0,000, thitung=4,854 lebih besar dari ttabel=1,71); (2) Motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa (sig sebesar 0,000, thitung=6,164 lebih besar dari ttabel=1,71). Saran yang disampaikan penulis adalah: (1) Bagi sekolah hendaknya memfasilitasi lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa; (2) Bagi guru hendaknya lebih memperhatikan siswa dalam belajar; (3) bagi siswa hendaknya dapat lebih semangat dalam mengasah motivasi masing-masing siswa, dan (4) Bagi peneliti lain yang melakukan penelitian yang sejenis hendaknya memperluas area penelitian dan menambah teknik pengumpulan data.

Peningkatan kemampuan menyimak siswa kelas IV SDN Kedunggalar 7 Ngawi melalui teknik structure head number / Arief Wahyu Wibowo

 

Kata Kunci: kemampuan menyimak, TSHN, Sekolah Dasar Menyimak sebagai keterampilan berbahasa yang pertama kali dikuasai seseorang mempunyai peranan penting sebagai awal dari keterampilan- keterampilan yang lain. Pada saat seorang bayi berbicara, ia menyimak bunyi-bunyi yang di dengar kemudian berusaha menirukannya, walaupun belum mengerti makna bunyi-bunyi tersebut. Demikian juga pada saat seseorang belajar membaca dan menulis, seseorang akan menyimak cara membaca dan menulis dari guru yang mengajarinya. Keterampilan menyimak berperan penting dalam usaha mempelajari banyak hal, apalagi di dunia pendidikan. Setiap pelajaran di sekolah memerlukan keterampilan menyimak. Guru dalam menyampaikan materi kebanyakan mengunakan metode ceramah. Dalam hal inilah keterampilan menyimak bagi siswa dibutuhkan. Mengingat pentingnya keterampilan menyimak, maka keterampilan tersebut harus dilatihkan sejak dini dalam pelajaran bahasa Indonesia sekolah dasar (SD). Perlu dilakukan sebagai landasan untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah penerapan pembelajaran dengan Teknik structure head number dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar kemampuan menyimak siswa kelas IV SDN Kedunggalar 7 Ngawi? Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK), peneliti berkolaborasi dengan guru kelas IV SDN Kedunggalar 7 yang berjumlah 31 siswa dengan prosedur persiapan penelitian melalui survei awal yang dilaksanakan secara kolaboratif dengan pelaksanaan meliputi penomoran, mengajukan pertanyaan, berfikir bersama, dan menjawab. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan. Peningkatan pembelajarannya yaitu (1) kesenangan dan gairah belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran (2) antusias dan kerjasama siswa dalam mengikuti diskusi (3) keantusiasan dan ketekunan siswa dalam membuat kalimat, (4) ketekunan, kerja sama, dan kreativitas siswa dalam menentukan kalimat yang akan di jadikan informasi pelaksanaan diskusi. Berdasarkan hasil uraian di atas bahwa melalui TSHN dalam pembelajaran menyimak siswa kelas IV SDN Kedunggalar 7, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi meningkat baik berupa proses maupun berupa produk. Peningkatan gagasan, pengorganisasian, struktur dan tata bahasa, ketiga aspek diatas merupakan standat ketuntasan minimal. Oleh karena itu, Guru hendaknya membuka diri dan menerima inovasi-inovasi pembelajaran yang menunjang terjadinya peningkatan mutu pendidikan. Sebagai seorang tokoh pendidikan guru harus menjadi seorang inovator dalam bidang pendidikan.sedangkan siswa sebaiknya mengembangkan potensi yang mereka miliki melalui kerjasama dalam kelompok belajar yang membentuk pribadi mereka sehingga kelak menjadi masyarakat yang peduli lingkungan sosial.

Perencanaan perangkat roda gigi
oleh Priyono

 

Pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage terhadap praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2008 / Rizka Tri Wahyuningtyas

 

Kata Kunci: Ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, perataan laba. Salah satu informasi dalam laporan keuangan yang sangat penting untuk pengambilan keputusan adalah informasi atas laba. Bagi pemilik saham atau investor, laba berarti peningkatan nilai ekonomis (wealth) yang akan diterima melalui pembagian deviden. Selain itu, laba juga digunakan sebagai alat untuk mengukur kinerja manajemen perusahaan terutama dalam mengelola sumber daya yang dipercayakan kepada mereka selama periode tertentu. Mengingat betapa pentingnya informasi laba tersebut, maka pihak manajemen mempunyai kecenderungan untuk melakukan tindakan perataan laba. Perataan laba merupakan salah satu bentuk manajemen laba yang timbul karena adanya masalah keagenan dan asimetri informasi dalam perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perataan laba. Faktor-faktor dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2006-2008 dengan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 147 perusahaan sampel. Untuk mengidentifikasi sampel perusahaan dengan menggunakan indeks eckel. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan regresi logistic. Hasil indeks eckel ini menunjukkan bahwa praktek perataan laba juga dipraktekkan oleh beberapa perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ukuran perusahaan, profitabilitas dan leverage tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perataan laba. Sedangkan secara simultan menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap perataan laba.

Perencanaan pompa sentrifugal
Dick Dick Ritono

 

Perencanaan turbin uap Curtis satu tingkat tekanan dua tingkat kecepatan
tugas akhir utama
oleh Totok Dwi Yulianto

 

Juno the Movie: a critical study on the role of girls, women, and mothers in America / Dwi Puput Kristiyani

 

Kata kunci: film, peran sesuai gender, gadis, wanita, ibu Film melambangkan keyakinan dan kenyataan sosial.; salah satu keyakinan dan kenyataan sosial yang sangat kuat adalah representasi m a l a d l a i s o s a r a c e s k u t n e b i d g n a y u b i n a d , a t i n a w , s i d a g n a r e p i a n e g n e m masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat berperan sangat besar dalam menentukan posisi wanita. Studi ini menganalisa tentang bagaimana tokoh tokoh dalam film Juno digambarkan sesuai dengan harapan sosial dalam studi mengenai peran sesuai gender; bagaimana seorang gadis, wanita, dan ibu harus bersikap sesuai dengan aturan yang ada. Seorang gadis digambarkan sebagai makhluk hidup berkelamin perempuan yang tidak mampu menanggung dirinya sendiri; wanita digambarkan sebagai makhluk hidup berkelamin perempuan yang mandiri dan mampu menanggung dirinya sendiri; sedangkan ibu digambarkan sebagai makhluk hidup perempuan yang mandiri, penyayang, dan juga bertanggung jawab terhadap makhluk hidup lainnya. Studi ini mengungkapkan bahwa keberadaan wanita diperhitungkan hanya karena perannya dalam menghasilkan keturunan. Kemampuan dalam melahirkan digunakan sebagai suatu ukuran dalam menilai posisi wanita dalam masyarakat. Seorang wanita pasti dan takdirnya menjadi seorang ibu. Tetapi, studi ini juga mengungkapkan bahwa tokoh Juno di film ini mampu untuk menentang harapan sosial dan menentukan perannya sendiri, khususnya dalam menghadapi masalah kehamilan di luar nikah. Di akhir film ini, juno mampu menunjukkan kepada masyarakat bahwa melanggar standar sosial memberinya alternatif baru dalam melanjutkan hidupnya.

Perencanaan pompa sentrifugal
Suwandi

 

Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif fotografi dasar kelas XI IPS 1 di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Bany Nur Usman

 

ABSTRAK Nur Usman, Bany. 2015.Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Fotografi Dasar Kelas XI IIS 1 di SMA Laboratorium UM. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas SastraUniversitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triyono Widodo, M.S.n (II)Joko Samudro, S.Kom Kata kunci : Media Pembelajaran, Multimedia Pembelajaran Interaktif Pembelajaran fotografi dasar di sekolah umumnya menggunakan metode ceramah dan slide power point untuk digunakan dalam menunjang proses pembelajaran. Pembelajaran yang interaktif sangatlah berperan penting demi terciptanya proses timbal balik antara guru dan siswa. Multimedia Pembelajaran Interaktif membantu memudahkan dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran Interaktif tersebut diharapkan dapat mempermudah peserta didik memahami materi yang sifatnya teoritis dan praktis menciptakan situasi dan suasana pembelajaran yang lebih menarik dan terkonsep sesuai materi yang disajikan.Tujuan penilitian ini adalah untuk (1) Mengembangkan Multimedia Pembelajaran Interaktif untuk pengenalan fotografi dasar kelas XI IIS 1 di SMA Laoratorium UM (2) Menghasilkan rancangan Multimedia Pembelajaran Interaktif untuk pengenalan fotografi dasar kelas XI IIS 1 di SMA Laoratorium UM. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan produk yang berupa Multimedia Pembelajaran Interaktif dan diuji cobakan kepada siswa kelas XI IIS 1 di SMA Laboratorium UM. Model yang digunakan dalam pengembangan Multimedia pembelajaran Interaktif ini adalah model prosedural yang mengacu pada model pengembangan Borg & Gall yang telah dimodifikasi sesuai kebutuhan peneliti dengan menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk akhir. Hasil penelitianiniadalah: (1) Multimedia Pembelajaran Interaktif Fotografi Dasar telah layak digunakan setelah melewati validasi dari ahli materi dan ahli media pembelajaran, (2)Hasildariuji coba pemakaian pada subyekujicoba adalah persentase dari angket yang di isi siswa cenderung memilih Multimedia Pembelajaran Interaktif dibandingkan dengan metode sebelumnya menggunkan model ceramah dan tayangan slide power point. Sehingga dapat dilihat dan dibuktikan bahwa Multimedia Pembelajaran Interaktif ini efektif dan efisien untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IIS 1 di SMA Laboratorium UM. Saran yang dapatdikemukakanpenulisadalahsebagaiberikut: (1) Multimedia Pembelajaran Interaktif ini hanya terbatas pada materi fotografi dasar , maka diharapkan peneliti lain mengembangkan pada materi lainnya lebih baik dari sebelumnya (2)Pada proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan Multimedia Pembelajaran Interaktif, hendaknya guru memberikan perhatian lebih kepada siswa dan mengontrol agar siswa dapat fokus mempelajari materi yang disajikan

Perencanaan perangkat roda gigi
oleh Arif Zainudin

 

Pengaruh risiko sistematis dan resiko tidak sistematis terhadap return saham pada perusahaan perbankan yang go public di BEJ (Periode 2005-2007) / Trifena Wahyu Utami

 

Kata Kunci: Risiko Sistematis, Risiko Tidak Sistematis, Return. Salah satu permasalahan yang dialami investor di pasar modal yaitu menafsirkan besarnya risiko yang dihadapi dan besarnya tingkat pengembalian yang akan diperolehnya. Seorang investor yang rasional akan memilih kesempatan yang efisien yaitu investasi yang memberikan risiko tertentu dengan tingkat keuntungan yang tinggi atau yang memberikan tingkat keuntungan tertentu dengan risiko yang terkecil dari seluruh investasi yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji hipotesis tentang pengaruh risiko sistematis dan risiko tidak sistematis terhadap return perusahaan perbankan yang go-public di Bursa Efek Jakarta tahun 2005-2007. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Sampel dari penelitian ini adalah 22 perusahaan perbankan. Penelitian ini menggunakan data sekunder, sedangkan data dikumpulkan dengan cara dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 16 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) risiko sistematis mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansinya sebesar 0,008< 0,05 sedangkan t-tabel sebesar 2,353 < t-hitung sebesar 2,943. 2) risiko tidak sistematis tidak mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansinya sebesar 0,681 > 0,05 sedangkan t-tabel sebesar 2,353 > t-hitung sebesar -0,417. 3) risiko sistematis dan risiko tidak sitematis secarab ersamasamamempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansinya sebesar 0,024 < 0,05 sedangkan fhitung> f-tabel sebesar 3,49. Dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa return saham dipengaruhi oleh risiko sistematis, sehingga ini dapat digunakan oleh investor dalam mengambil keputusan di pasarsaham. Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan dapat menambahkan variable bebas penelitian yang turut mempengaruhi perolehan return saham seperti likuiditas saham yang dapat diukur dari bid ask spread ataupun dari volume perdagangan saham. Selain itu perlu ditambah lagi periode waktu penelitian sehingga diperoleh hasil yang akurat. i

Perencanaan perangkat roda gigi
oleh Slamet Pudjiono

 

Keefektifan pendayagunaan monitor dalam menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wlingi tahun pelajaran 2012/2013 / Slamet Prihatin

 

ABSTRAK Prihatin, Slamet. 2014. Keefektifan Pendayagunaan Monitor dalam Menulis Teks Berita Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Wlingi Tahun 2012/2013. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Dawud, M.Pd., (II) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd. Kata kunci: pendayagunaan monitor, teks berita, menulis teks berita Menulis teks berita merupakan kompetensi dasar yang diajarkan di kelas VIII SMP. Pembelajaran menulis teks berita dimaksudkan agar siswa mempunyai kemampuan untuk menulis teks berita dengan memperhatikan isi dan struktur serta kaidah kebahasaan. Kekurangmampuan siswa dalam menulis teks berita, terutama yang menyangkut penerapan kaidah kebahasaan, meliputi pemakaian ejaan, pilihan kata, penggunaan kalimat, dan kepaduan paragraf, mengharuskan guru untuk senantiasa mencari alternatif pemecahannya. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan guru dalam pembelajaran menulis teks berita tersebut adalah dengan pendayagunaan monitor. Tujuan penelitian ini secara rinci adalah (1) mendeskripsikan keefektifan pendayagunaan monitor pada pembelajaran menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wlingi tahun pelajaran 2012/2013 dalam menerapkan pemakaian ejaan, (2) mendeskripsikan keefektifan pendayagunaan monitor pada pembelajaran menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wlingi tahun pelajaran 2012/2013 dalam menerapkan pilihan kata, (3) mendeskripsikan keefektifan pendayagunaan monitor pada pembelajaran menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wlingi tahun pelajaran 2012/2013 dalam menerapkan penggunaan kalimat, dan (4) mendeskripsikan keefektifan pendayagunaan monitor pada pembelajaran menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wlingi tahun pelajaran 2012/2013 dalam menerapkan kepaduan paragraf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen. Penelitian ini menggambarkan perkembangan kondisi yang terjadi pada subjek penelitian setelah dilakukan perlakuan tertentu (treatment) berupa pendayagunaan monitor pada kelompok eksperimen dalam pembelajaran menulis teks berita. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2013 dengan mengambil kelas VIII G sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII A sebagai kelompok kontrol. Prosedur pengumpulan data dilakukan dalam bentuk pretes dan postes. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mendapatkan pretes dan postes yang sama. Perkembangan hasil pretes dan postes pada kedua kelompok dibandingkan dan dianalisis dengan uji-t menggunakan teknik analisis Statistical Package for the Social Science (SPSS) versi 16. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wlingi tahun pelajaran 2012/2013 dengan pendayagunaan monitor (1) tidak lebih efektif dibandingkan dengan teknik konvensional dalam meningkatkan kemampuan menerapkan pemakaian ejaan, (2) lebih efektif dibandingkan dengan teknik konvensional dalam meningkatkan kemampuan menerapkan pilihan kata, (3) lebih efektif dibandingkan dengan teknik konvensional dalam meningkatkan kemampuan menerapkan penggunaan kalimat, dan (4) tidak lebih efektif dibandingkan dengan teknik konvensional dalam meningkatkan kemampuan menerapkan kepaduan paragraf. Berdasarkan kepada hasil-hasil yang didapatkan dalam penelitian ini, hendaknya guru bahasa Indonesia untuk menerapkan strategi pendayagunaan monitor secara tepat, sehingga dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa, khususnya dalam menulis teks berita. Kepala sekolah diharapkan dapat memfasilitasi guru-guru agar dapat mengadakan penelitian serupa sehingga mereka dapat meningkatkan kompetensinya. Di samping itu, para peneliti berikutnya hendaknya ada yang tertarik untuk meneliti bidang kajian monitor kebahasaan mengingat penelitian di bidang ini di Indonesia masih belum banyak. Mengingat hasil yang didapatkan dari pendayagunaan monitor dalam penelitian ini belum semuanya mendatangkan dampak yang signifikan, penelitian selanjutnya bisa dilakukan dengan strategi yang berbeda dan durasi waktu yang lebih panjang.

Perencanaan pompa sentrifugal multistage
tugas akhir utama
oleh Didi Agus S.W.

 

Pengembangan modul pembelajaran kimia menggunakan pendekatan saintek pada materi stoikiometri dan hukum-hukum dasar kimia untuk siswa SMA/MA kelas X / Arik Margiani

 

ABSTRAK Margiani, Arik. 2015. Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Menggunakan Pendekatan Saintifik pada Materi Stoikiometri dan Hukum-Hukum Dasar Kimia Untuk SMA/MA Kelas X. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed, Ph.D, (2) Muntholib, S.Pd, M.Si. Kata kunci: modul, pendekatan saintifik, stoikiometri, hukum-hukum dasar kimia Pemerintah telah memberlakukan kurikulum 2013 dalamupayapembaharuanpendidikan di Indonesia. Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik merupakan hal baru bagi guru sehingga dalam pelaksanaan pembelajarannya memerlukan bahan ajar yang relevan. Berdasarkan hasil observasi, beberapa buku pelajaran yang digunakan menyajikan materi secara informatif sehingga cenderung membuat siswa menghafal materi, oleh karena itu perlu adanya bahan ajar tambahan yang menggunakan pendekatan saintifik. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar dalam bentuk modul materi stoikiomteri dan hukum-hukum dasar kimia menggunakan pendekatan saintifik untuk siswa SMA/MA kelas Xyang telahdivalidasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan.Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-Doleh Thiagarajanet al(1974) yang terdiriatasempattahapan, yaitu define (membatasi), design (merancang), develop (mengembangkan), dandisseminate (menyebarluaskan). Padapengembanganmodulinihanyadilakukansampaipadatahapketigayaitudevelop (mengembangkan) karena terbatas waktu dan biaya. Modulhasilpengembangandivalidasiolehvalidator ahli menggunakan angket penilaian dengan skala Likert 5 tingkat disertai lembar komentar dan saran. Angket penilaian diadaptasi dari butir instrumen penilaian bahan ajar yang dikeluarkan oleh BSNP (2014) dan disesuaikan dengan kebutuhan. Hasil pengembangan berupa modul materi stoikiomteri dan hukum-hukum dasar kimia menggunakan pendekatan saintifik untuk siswa SMA/MA kelas X yang terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian pendahuluan, isi, dan penutup. Bagian pendahuluan terdiri dari kata pengantar, petunjuk penggunaan modul, petunjuk untuk guru, petunjuk untuk siswa, dan peta konsep. Bagian isi mencakup kegiatan belajar yang disusun menggunakan langkah-langkah pendekatan saintifik yang meliputi : mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Sedangkan bagian penutup terdiri dari rangkuman, latihan soal, daftar pustaka, glosarium, kunci jawaban, dan indeks.Hasilvalidasidan uji keterbacaan menunjukkan bahwa modul hasil pengembangan layak digunakan sebagai bahan ajar alternatif dalam pembelajaran kimia SMA, yang ditunjukkan dengan hasil validasi isi sebesar 82,0 % (kriteriasangat layak)dan presentaserata-rata dari uji keterbacaan sebesar 89,2 %(kriteriasangat layak).

Perencanaan pompa sentrifugal
oleh Subagyo

 

Daya terima konsumen terhadap pengembangan produk kue semprong tepung ampas tahu/ Rika Dwi Lestari

 

ABSTRAK Lestari, Rika Dwi. 2015. Daya Terima Konsumen Terhadap Pengembangan Produk Kue Semprong Tepung Ampas Tahu. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P., (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Pengembangan Produk, Kue Semprong, Tepung Ampas Tahu. Ampas tahu merupakan limbah dari proses pembuatan tahu yang mudah mengalami kerusakan dan pembusukan sehingga perlu penanganan yang lebih lanjut untuk meningkatkan umur simpan ampas tahu. Upaya meningkatkan daya simpan ampas tahu dalam penelitian ini adalah mengeringkan ampas tahu untuk dijadikan sebagai tepung ampas tahu. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan produk pangan baru yaitu kue semprong berbahan dasar tepung ampas tahu, menganalisis kandungan protein, kandungan karbohidrat, kandungan air, kandungan abu, dan kandungan lemak kue semprong tepung ampas tahu, serta menganalisis daya terima terhadap pengembangan produk kue semprong tepung ampas tahu. Produk pengembangan yang dihasilkan diujikan kepada ahli dalam bidang tata boga. Hasil analisis kandungan kimia (protein, lemak, abu, air, karbohidrat) di analisa secara statistik dengan menggunakan uji tdan uji daya terima (warna, aroma, tekstur dan rasa) dari 50 konsumen dianalisa dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian analisis kimia kue semprong tepung ampas tahu memiliki rerata kandungan protein 9,70%, lemak 22,74%, air 4,42, abu 1,47%, karbohidrat 65,66%, dan kue semprong resep dasar memiliki rerata kandungan protein 5,61%, lemak 18,09%, air 3,95%, abu 0,77%, karbohidrat 71,57%. Hasil uji kesukaan untuk melihat daya terima konsumen terhadap warna kue semprong tepung ampas tahu 26 konsumen dengan persentase 52% menyatakan suka, daya terima tekstur kue semprong tepung ampas tahu 26 konsumen dengan persentase 52% menyatakan suka,daya terima aroma kue semprong tepung ampas tahu37 konsumen dengan persentase 74% menyatakan suka, daya terima rasa kue semprong tepung ampas tahu 38 konsumen dengan persentase 76% menyatakan suka.

Perencanaan pompa semtrifugal
oleh Albertus Hartanto

 

Model management stres pemimpin organisasi mahasiswa fakultas dan unit kegiatan mahasiswa Universitas Negeri Malang / Atub Candra Qolby

 

ABSTRAK Qolby, CandraAtub. 2015. Model Management StresPemimpinOrganisasiMahasiswaFakultasdan Unit KegiatanMahasiswaUniversitasNegeri Malang. Skripsi, JurusanPsikologi, FakultasPendidikanPsikologi, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing : (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi, M.Si (II) NinikSetiyowati, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci: model management stres, pemimpinorganisasimahasiswafakultas,unit kegiatanmahasiswa, universitasnegerimalang. Pemimpinorganisasimahasiswamenjadipusatperhatiandanmenjadiujungtombakberfungsinyasebuahorganisasimahasiswa.Tugasdaripemimpinormawayaitumengontrol, memberikanwewenangdantugassertamemberikankeputusandarisetiapmasalah yang sedangdiselesaikan.Masalah yang timbulseringmengakibatkanstrespadapemimpinormawa, tidakterkecualipemimpinormawa di UniversitasNegeri Malang. Management stresmenjadicarauntukmengurangistres yang dihadapiolehpemimpinormawa. Penelitianinibertujuanuntukmengetahui model-model management strespemimpinorganisasimahasiswafakultasdan unit kegiatanmahasiswa di universitasnegerimalang. Penelitianinimenggunakanmetodepenelitiankualitatifstudikasus, subjekpenelitianberjumlah 3 (tiga) orang dengankriteria (1) Subjekpernahatausedangmenjabatsebagaipemimpinormawafakultas di UniversitasNegeri Malang, (2) Subjekpernahmemiliki program kerjalebihdari 3 yang memilikiskalabesar, (3) Bersediamenjadisubjekpenelitian. Penggalian data dalampenelitianinimenggunakanwawancaramendalam, observasidancatatanlapangan.Pengecekankeabsahan data menggunakanRe-check Significant Other, TriangulasidanBahanReferensi. HasilpenelitianmenunjukkanbahwaManagement Stresdengancaramenghindarmenjadicarauntukmenekanstres yang seringdilakukan..Pengalamanmasalaluyaituhubungananakdengan orang tuadenganintensitaskomunikasi yang masihkurangsertahubungandenganlawanjenis yang masihterbawasampaisekarangmenjadisalahsatusumberstres yang mempengaruhikinerjadaripemimpinormawa.Minatsosialmenjadifaktor yang paling mempengaruhipemimpinormawauntukmemilihbagaimanauntukmenekanstres, semakintinggiminatsosialsemakinmemiliki rasa empati yang tinggibagipemimpinormawa, semakinrendahminatsosialsemakintinggi superiority yang dimilikipemimpinormawa.Minatsosialjugamempengaruhibagaimanacarapemimpinormawauntukmemimpinsertamemilihsuatutujuan.Hasilpenelitianmenunjukan saran kepadapenelitiansejenisuntuklebihmemahamidanmencematikarakteristikdarisubjekdanmemperdalamteoriuntukanalisis data.

Perencanaan pompa sentrifugal
tugas akhir
oleh Agus Setya Budi

 

Persepsi Masyarakat nelayan terhadap pendidikan formal anak di Desa Kedawang Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Aminul Khoir

 

ABSTRAK Khoir, Aminul. Persepsi Masyarakat Nelayan terhadap Pendidikan Formal Anak di Desa Kedawang Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budijanto, M.Sos (II) Drs. Hendri Purwito, M.Si Kata kunci: Masyarakat nelayan, pendidikan formal Desa Kedawang sebagai salah satu desa di Kecamatan Nguling yang berada di kawasan pesisir yang memiliki keunikan dari segi kondisi sosial budaya. Mayoritas mata pencahariannya penduduk sebagai nelayan. Masyarakat nelayan Desa Kedawang mayoritas pendidikannya rendah. pendidikan rendah mempengaruhi alasan nelayan menentukan pendidikan untuk anak. Berdasarkan masalah tersebut, maka perlu dilakukan pene;itian tentang ” Persepsi Masyarakat Nelayan dalam Pendidikan Formal Anak di Daerah Pesisir Desa Kedawang Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan”. Penelitian ini bertujuan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi nelayan terhadap pendidikan anak di Desa Kedawang. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian berada di Desa Kedawang. Informan dalam penelitian ini, yaitu Kepala Desa Kedawang, tokoh masyarakat, serta beberapa masyarakat nelayan yang mempuyai anak usia sekolah. Sedangkan cara memperoleh data (1) observasi; (2) wawancara; (3) dokumentasi. Dilakukan upaya pengecekan keabsahan data seperti triangulasi data, Member check, ketekunan pengamatan, dan audit trail. Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan kondisi sosial masyarakat nelayan meliputi meliputi cara berinteraksi dan karakteristik masyarakat seperti suka berkelompok, pekerja keras, kurang sadar lingkungan, solidaritas yang tinggi, memiliki sistem kekerabatan yang tinggi, dan tingkat ketergantungan tinggi terhadap alam dan orang lain. Adapun hasil penelitian mengenai alasan masyarakat nelayan pendidikan formal anak menunjukkan respon positif yang ditunjukan oleh informan. Kesimpulan penelitian yaitu; pembentukan persepsi terhadap pendidikan anak, adalah faktor intern yaitu berdasarkan pengalaman orang tua yang notabennya berpendidikan rendah dan sikap orang tua terdiri dari; (1) keterlibatan orang tua dalam pendikan anak meliputi : a) keterbatasan pendidikan orang tua b) peran ibu dalam mengasuh anak tidak terlaksana kendala pekerjaan sebagai TKW 2) sikap orang tua terhadap keberlanjutan pendidikan anak dipengaruhi; a) usaha preventif mencegah agar anak tidak berhenti sekolah b) pandangan masyarakat anak perempuan tidak perlu sekolah jenjang lebih tinggi (3) keterbatasan informasi yang diterima oleh orang tua terkai pendidikan. Faktor ektern meliputi; (1) Ekonomi nelayan dipengaruhi oleh cuaca di ambang ketidakpastian dalam membiayai pendidikan (2) kebiasaan para nelayan dan para remaja meliputi; a) kebiasan jagongan negatif dilakukan oleh nelayan dan para remaja yang berdampak tidak ada motivasi belajar dan minat untuk sekolah, b) kebiasaan ikut nyelang dan andun dilakukan remaja berdampak tidak minat sekolah.

Perencanaan perangkat roda gigi (tugas akhir utama)
oleh Singgih Sudibyo

 

Analisis kadar air dan mutu chewy candy dari puree kulit buah naga merah / Yayin Widiya Ariestyani

 

ABSTRAK Yayin, Widiya Ariestyani. Analisis Kadar Air Dan Mutu Chewy Candy Dari Puree Kulit Buah Naga Merah. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes. (2) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. Kata-kata kunci: Kulit buah naga merah, chewy candy, konsentrasi puree kulit buah naga merah. Kulit buah naga merah merupakan limbah dari buah naga merah yang dapat dimanfaatkan untuk bahan pembuatan chewy candy. Pengolahan kulit buah naga merah menjadi chewy candy merupakan usaha untuk memanfaatkan limbah yang berupa kulit buah naga merah dan menganekaragamkan makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi penggunaan puree kulit buah naga merah terhadap warna, kadar air, tekstur dan sifat organoleptik (hedonik) chewy candy dari puree kulit buah naga merah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen pembuatan chewy candy dari puree kulit buah naga merah dengan perbedaan penggunaan puree 60%, 80%, dan 100%. Penelitian uji warna chewy candy dari puree kulit buah naga merah menggunakan alat Color Reader, kadar air menggunakan alat destilator stahl. Uji organoleptik diperoleh dari pengisian angket penilaian oleh panelis agak terlatih dari 25 orang mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga yang telah menempuh mata kuliah Pengawetan Makanan. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA. Pada perlakuan yang terdapat perbedaan maka dilanjutkan uji LSD (Least Significant Difference). Hasil analisis terhadap parameter warna menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada intensitas kecerahan (L*), intensitas warna kuning (b*) dan intensitas warna merah (a*). Warna paling cerah terdapat pada penggunaan puree kulit buah naga merah 60%, yaitu intensitas kecerahan (L*) 30,30%, sedangkan warna paling merah dan kekuningan terdapat pada penggunaan puree kulit buah naga merah 100%, yaitu intensitas warna merah (a*) 12,45% dan intensitas warna kuning (b*) 7,45%. Hasil analisis kadar air terdapat perbedaan. Kadar air paling banyak terdapat pada penggunaan puree kulit buah naga merah 60% yaitu 28,62%. Hasil analisis tekstur terdapat perbedaan. Tekstur yang paling keras dan kenyal terdapat pada chewy candy dengan penggunaan puree 100% yaitu 13,30N. Hasil uji hedonik menunjukkan terdapat perbedaan kesukaan terhadap rasa dan warna, sedangkan tidak terdapat perbedaan kesukaan pada tekstur. Rasa dan warna paling disukai adalah pada penggunaan puree kulit buah naga merah 100% karena memiliki rasa manis dan warna merah menyerupai warna alami dari kulit buah naga merah, sedangkan tekstur paling disukai pada penggunaan puree kulit buah naga merah 60% karena memiliki tekstur kenyal dan tidak lengket.

Laporan kerja praktek di PT Rejo Agung Baru Madiun
disusun Wahyudiana

 

Kontribusi motivasi terhadap kinerja guru SD se-kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur (NTB) / Sri Rosdiani

 

Kata kunci: motivasi, kinerja guru Pendidikan Sekolah Dasar (SD) merupakan pendidikan formal yang mempersiapkan peserta didik untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang lebih ke jenjang pendidikan selanjutnya, sehingga tuntutan kinerja yang kreatif dan profesional sangat diperlukan agar tujuan pendidikan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan visi dan misi tujuan pendidikan. Tetapi masih banyak guru kurang mempunyai motivasi dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga pengajar. Di samping itu kurangnya dorongan untuk meningkatkan kinerja juga dapat mempengaruhi kreatifitas dan kualitas kerja. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kinerja, guru memerlukan motivasi kerja yang tinggi. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) seberapa tingkat motivasi guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB)?; (2) seberapa tingkat kinerja guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB) ?; (3) bagaimana kontribusi motivasi terhadap kinerja guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB)? Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui tingkat motivasi guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB); (2) mengetahui tingkat kinerja guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB); (3) mengetahui bagaimana kontribusi motivasi terhadap kinerja guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB). Populasi penelitian ini adalah guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, (NTB) yang berjumlah 348 orang, dengan jumlah sampel 181 orang yang diambil berdasarkan rumus Krecjie, dengan teknik proporsional random sampling. Data yang terkumpul menggunakan instrumen angket dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan regresi sederhana. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa angket untuk mengumpulkan data. Setelah data terkumpul, diolah, dan dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan regresi sederhana sehingga diketahui hasil penelitian yang menyatakan: (1) motivasi guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB) rata-rata termasuk dalam kategori tinggi, hal ini mengartikan bahwa guru memiliki motivasi yang tinggi dalam bekerja. Misalnya: prestasi-prestasi yang diraih oleh guru, gaji yang diperoleh guru, (2) kinerja guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB) rata-rata termasuk dalam kategori sangat tinggi, hal ini menunjukkan bahwa kinerja guru sangat tinggi. Misalnya: selalu menjaga kode etik sebagai guru, mematuhi peraturan yang ada di lembaga, menjalankan proses belajar mengajar dengan baik, dan (3) motivasi memiliki kontribusi terhadap kinerja guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur (NTB), sehingga hal ini berarti bahwa motivasi guru berpengaruh terhadap kinerja guru. Bertitik tolak dari hasil penelitian ini, beberapa saran yang disampaikan adalah: (1) bagi guru-guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB), sebaiknya meningkatkan motivasi kerja agar bisa sangat tinggi dan mempertahankan kinerja yang sudah sangat baik sesuai kompetensi dan kemampuan yang dimiliki; (2) bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk mengadakan penelitian selanjutnya dengan variabel dan subjek yang lebih luas.

Perencanaan pompa cerntrifugal
oleh Rendri Any Wahyu Widaningrum

 

Penerapan model pembelajaran tutorial untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa berkesulitan belajar Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Situbondo / Norma Yuni Riantika

 

ABSTRAK Riantika, Norma Yuni. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Tutorial untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis Siswa Berkesulitan Belajar Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Situbondo. Tesis. Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muakibatul Hasanah,M.Pd., (2) Dr. Nurhadi, M.Pd. Kata Kunci : model pembelajaran tutorial, kemampuan membaca, kemampuan menulis, siswa berkesulitan belajar. Siswa berkesulitan belajar dapat dijumpai di sekolah reguler, salah satunya di SMP Negeri 1 Situbondo. Karakteristik kesulitan belajar pada siswa tampak pada kemampuan membaca dan menulis yang rendah. Asumsi penelitian ini adalah model pembelajaran tutorial memiliki keunggulan pada arahan dan kontrol guru dan harapan yang tinggi terhadap perkembangan siswa sehingga akan membantu siswa berkesulitan belajar menghadapi kesulitan membaca dan menulis. Oleh karena itu, peneliti melakukan tindak lanjut dengan menerapkan model pembelajaran tutorial untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis pada siswa berkesulitan belajar. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa berkesulitan belajar. Penelitian ini berfokus pada: (1) proses penerapan model pembelajaran tutorial, (2) hasil peningkatan kemampuan membaca, dan (3) hasil peningkatan kemampuan menulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan. Data penelitian dikumpulkan dengan cara menggunakan instrumen pengumpul data yakni peneliti sebagai instrumen utama. Peneliti bertindak sebagai pengumpul data, perencana, dan pelaksana penelitian. Penerapan model pembelajaran tutorial untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa berkesulitan belajar di SMP Negeri 1 Situbondo terdiri atas lima tahap: (1) menyampaikan motivasi pada kegiatan apersepsi dan mempersiapkan siswa, (2) mempresentasikan dan memberikan pemodelan materi dengan media gambar, peta konsep dan video pembelajaran, (3) melakukan pelatihan membaca dengan strategi pemodelan dan pelatihan menulis dengan bantuan peta pikiran, (4) mengecek pemahaman dengan bantuan teman sebaya dan memberikan umpan balik dengan memberikan penilaian secara langsung dari guru, dan (5) praktik mandiri dengan bimbingan jarak jauh yakni melalui media sosial bersama guru. Pada Siklus 1 ada kendala yang menyebabkan rencana tindakan kurang terstruktur dengan baik dan pada Siklus 2 terdapat perbaikan pada beberapa aspek yang menjadi kendala di Siklus 1. Pada tahap apersepsi banyak disampaikan motivasi tentang pentingnya membaca dan menulis. Menyampaikan tujuan membaca dan menulis dalam pembelajaran yang akan dijalani. Tahap pemodelan diisi dengan pengenalan teks eksplanasi dan teks cerpen. Selain itu, guru memberikan pelatihan secara terbimbing kepada siswa target. Setelah memberi pelatihan, guru tutorial mengoreksi hasil untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan dan memberi umpan balik. Guru juga menyediakan hadiah untuk memotivasi siswa target dan diakhiri dengan praktik mandiri. Hasil penerapan model pembelajaran tutorial menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca dan menulis. Peningkatan kemampuan membaca terdiri atas peningkatan (1) membaca permulaan, (2) membaca pemahaman, dan (3) sikap membaca. Pada aspek membaca permulaan ada peningkatan dari sub-aspek kejelasan dan ketepatan intonasi saat tes membaca nyaring. Pada aspek membaca pemahaman ada peningkatan pemahaman bacaan. Hal tersebut ditunjukkan dengan skor tes membaca pemahaman yang meningkat. Siswa target yang awalnya selalu mendapat nilai di bawah KKM meningkat dengan skor antara 70 hingga 100. Melalui penerapan model pembelajaran tutorial ada peningkatan pada kecepatan membaca. Berdasarkan skor membaca pemahaman dikalikan dengan kecepatan membaca, disimpulkan ada peningkatan kemampuan membaca pada siswa PD, AJ dan NT. Hasil membaca permulaan dan membaca pemahaman yang meningkat memberikan dampak pula terhadap sikap membaca ketiga siswa target. Perubahan sikap positif pada siswa target ditunjukkan dari kesiapan membaca, waktu membaca yang lebih banyak dan kesungguhan membaca. Kemampuan menulis pada ketiga siswa target mengalami peningkatan dari aspek: (1) keterampilan menulis permulaan; (2) kemampuan menulis lanjut; dan (3) sikap menulis. Peningkatan menulis permulaan diketahui dari kelengkapan huruf per kata, kekonsitenan jarak antar kata, kebersihan kertas/ buku, kerapian tulisan, serta jumlah kata dan kalimat yang dapat ditulis per menit. Pada aspek menulis lanjut, peningkatan diketahui dari(1) cara mengembangkan ide pokok menjadi kalimat efektif dengan bantuan peta konsep dan (2) jumlah kata yang dihasilkan berjumlah antara 150- 250 kata. Peningkatan kemampuan menulis juga tampak pada hasil mengisi soal uraian. Hasil menjawab soal uraian pada PD awalnya 15 meningkat menjadi 75, AJ awalnya 47 meningkat menjadi 78, dan NT 43 meningkat menjadi 77. Peningkatan hasil menulis tersebut berdampak juga pada sikap menulis yang lebih positif. Berdasarkan temuan penelitian dari studi pendahuluan hingga Siklus 1 dan Siklus 2 disarankan kepada guru pengajar di kelas 7-I SMP Negeri 1 Situbondo untuk lebih peka terhadap kesulitan siswa. Guru harus sering memberikan kesempatan kepada semua siswa tanpa terkecuali untuk mencoba dan terus mencoba. Bagi peneliti lain, semoga penelitian ini dapat memberikan inspirasi untuk menerapkan model pembelajaran lain untuk siswa berkesulitan belajar atau yang berkebutuhan lain, serta dijadikan referensi untuk melakukan penelitian sejenis.

Perencanaan perangkat roda gigi
oleh Abdul Kholiq

 

Identifikasi kesalahan konsep pada materi laju reaksi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pagak dan perbaikannya menggunakan strategi konflik kognitif / Dhamas Mega Amarlita

 

Kata kunci : kesalahan konsep, laju reaksi, strategi konflik kognitif Ilmu kimia mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi karena konsep-konsep dalam kimia bersifat abstrak, merupakan penyederhanaan dari keadaan sebenarnya, dan sifatnya berurutan. Salah satu materi kimia yang diajarkan di SMA adalah laju reaksi. Kesulitan dalam memahami konsep-konsep dalam materi laju reaksi dapat menyebabkan terjadinya kesalahan pemahaman. Pemahaman salah yang terjadi secara konsisten disebut dengan kesalahan konsep (misconseption). Salah satu upaya untuk memperbaiki kesalahan konsep adalah dengan menggunakan strategi konflik kognitif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengidentifikasi dan memaparkan jenis-jenis kesalahan konsep materi laju reaksi yang terjadi pada siswa kelas XI IPA, (2) mengidentifikasi dan memaparkan sumber-sumber penyebab kesalahan konsep materi laju reaksi yang terjadi pada siswa kelas XI IPA; (3) mengidentifikasi keefektifan strategi konflik kognitif dalam memperbaiki kesalahan konsep materi laju reaksi yang terjadi pada siswa kelas XI IPA, dan (4) mengidentifikasi adanya persistensi kesalahan konsep materi laju reaksi yang terjadi pada siswa kelas XI IPA. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan pra eksperimen. Rancangan deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi kesalahan konsep, sumber penyebab terjadinya kesalahan konsep, dan persistensi kesalahan konsep. Rancangan penelitian pra eksperimen digunakan untuk mengetahui keefektifan strategi konflik kognitif dalam memperbaiki kesalahan konsep siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pagak tahun pelajaran 2009/2010 yang terdiri dari 27 siswa. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban dan tes wawancara. Tes pilihan ganda memiliki validitas isi sebesar 95,7 % dan koefisien reliabilitas tes, dihitung dengan menggunakan korelasi product moment, sebesar 0,97. Urutan langkah-langkah dalam penelitian adalah: (1) pre tes dilanjutkan dengan wawancara, (2) pembelajaran strategi konflik kognitif, (3) pos tes dan wawancara, (4) tes persistensi yang dilakukan setelah selang waktu dua minggu. Data yang diperoleh analisis dengan menggunakan paired sample t-test dan analisis deskriptif. Kesalahan konsep ditetapkan berdasarkan jawaban salah siswa pada saat tes tulis dan wawancara. Persistensi kesalahan konsep siswa dianalisis berdasarkan siswa yang mengalami kesalahan konsep secara konsisten, yaitu mengalami kesalahan konsep pada saat pre tes, pos tes dan tes persistensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) jenis kesalahan konsep siswa pada materi laju reaksi diantanya adalah (a) dengan bertambahnya waktu reaksi jumlah reaktan semakin berkurang tetapi laju reaksi semakin meningkat (81,5%), (b) Pada reaksi A + B  C, jika pereaksi B berlebih maka pada akhir reaksi pereaksi B akan mendekati nol atau akan habis (63%); (c) laju reaksi rata-rata merupakan perbandingan antara perbedaan konsentrasi produk pada saat awal dan akhir reaksi dengan waktu reaksi (96,3%); (d) orde reaksi ditentukan oleh semua reaktan beserta koefisien reaksinya (66,7%); (e) tumbukan dengan orientasi yang tepat hanya terjadi antara atom-atom yang sama (100%); (f) laju reaksi meningkat dengan bertambahnya ukuran pereaksi (66,7%); (g) kenaikan suhu akan meningkatkan energi aktivasi dan laju reaksi (77,8%); dan (h) katalis dapat meningkatkan energi aktivasi dan meningkatkan laju reaksi (63%). (2) Kemungkinan sumber kesalahan konsep pada siswa adalah kurang lengkapnya penjelasan tentang materi laju reaksi pada buku pelajaran kimia siswa dan tidak akuratnya pemahaman guru tentang materi tersebut; (3) strategi konflik kognitif adalah efektif dalam memperbaiki kesalahan konsep siswa pada materi laju reaksi. (4) Setelah dua minggu, persistensi kesalahan konsep terjadi pada 14,8 % siswa, dan termasuk dalam kategori sangat rendah.

Perencanaan motor bensin empat langkah
oleh Bambang Sudradjat

 

Pengembangan Bahan ajar IPA topik perubahan benda-benda di sekitar kita berdasarkan pendekatan pogil dalam bentuk komik untuk siswa SMP/MTs Kelas VII dan keefektifannya ditinjau dari hasil belajar dan motivasi belajar siswa / Ferly Rominalisa

 

ABSTRAK Rominalisa, Ferly. 2015. Pengembangan Bahan Ajar IPA Topik Perubahan Benda-Benda di Sekitar Kita Berdasarkan Pendekatan POGIL dalam Bentuk Komik untuk Siswa SMP/MTs Kelas VII dan Keefektifannya Ditinjau dari Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa. Tesis, Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Effendy, M.Pd., Ph.D., (II) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S. Kata-kata kunci: pengembangan, pendekatan POGIL, komik, perubahan benda-benda di sekitar kita, hasil belajar, motivasi belajar Salah satu topik dalam mata pelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertama Kelas VII adalah “Perubahan Benda-Benda di Sekitar Kita”. Konsep-konsep yang terdapat dalam topik ini antara lain sifat intensif zat, sifat ekstensif zat, perubahan fisika, perubahan kimia, ciri-ciri reaksi kimia, dan persamaan reaksi kimia. Hasil kajian terhadap buku-buku yang digunakan dalam pembelajaran IPA untuk siswa kelas VII semester I menunjukkan bahwa buku-buku tersebut belum menyajikan topik tersebut dengan pendekatan konstruktivistik dan belum mengintegrasikan pendidikan karakter. Pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik dan pengintegrasian karakter dalam pembelajaran adalah amanah dari Kurikulum 2013. Oleh karena itu diperlukan bahan ajar yang menggunakan pendekatan konstruktivistik dan pengintegrasian karakter. Permasalahan tersebut tampaknya dapat diatasi dengan tersedianya bahan ajar yang disusun berdasarkan pendekatan POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) karena dengan pendekatan tersebut siswa mengkonstruk konsep-konsep yang mereka pelajari dengan bantuan minimal dari guru. Di samping itu, bahan ajar tersebut harus menarik. Bahan ajar dalam bentuk komik merupakan salah satu alternatif pilihan karena komik melibatkan otak kanan dan otak kiri serta dapat menciptakan suasana fun dalam belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengembangkan bahan ajar topik “Perubahan Benda-Benda di Sekitar Kita” berdasarkan pendekatan POGIL dalam bentuk komik untuk siswa SMP/MTs kelas VII; (2) menguji kelayakan dari bahan ajar; (3) menguji keefektifan bahan ajar ditinjau dari hasil belajar dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan rancangan pengembangan 3P (Pra Produksi, Produksi, dan Penilaian). Model Pengembangan ini dimodifikasi dari model pengembangan komik oleh Kim., Jang., Shin., Kim, S., Yoo & Chung (2012) dan model 4D oleh Thiagarajan, S., Dorothy, S., Melvyn, I., & Semmel (1974). Modifikasi model pengembangan dari kedua model tersebut dilakukan karena dalam model 4D tidak terdapat tahapan pembuatan komik, sehingga diperlukan model pengembangan khusus untuk membuat komik. Pengujian bahan ajar yang dikembangkan meliputi uji kelayakan dan keefektifan. Uji kelayakan meliputi kelayakan isi, bahasa, dan penyajian. Uji kelayakan dilakukan menggunakan instrumen penilaian bahan ajar yang dimodifikasi dari instrumen penilaian bahan ajar yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Uji keefektifan dilakukan berdasarkan persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah dan hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan menggunakan bahan ajar dalam bentuk komik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan bahan ajar narasi. Data hasil belajar kognitif siswa dikumpulkan menggunakan test kognitif yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda dengan validitas isi 83% dan koefisien reliabilitas, dihitung dengan Cronbach's Alpha sebesar 0,88. Skor hasil belajar kognitif diuji menggunakan uji- t. Keefektifan bahan ajar yang dikembangkan juga diuji berdasarkan motivasi belajar siswa. Data motivasi belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner SMTSL (Student Motivation Toward Science Learning) yang terdiri dari 35 butir pertanyaan dengan validitas isi 83% dan koefisien reliabilitas dihitung dengan Cronbach's Alpha sebesar 0,97. Hasil pengembangan berupa bahan ajar topik “Perubahan Benda-Benda di Sekitar Kita” dalam bentuk komik yang terdiri dari 57 halaman. Bahan ajar ini menyajikan topik ini berdasarkan pendekatan POGIL melalui proses tanya jawab antara profesor dan siswa. Penilaian oleh validator menghasilkan 91,3 kelayakan isi, 91,7 kelayakan bahasa, 86,4 kelayakan penyajian dan 87,1 kelayakan grafis. Berdasarkan hasil tersebut, bahan ajar yang dikembangkan dianggap layak untuk digunakan dalam pembelajaran topik “Perubahan Benda-Benda di Sekitar Kita”. Uji-t untuk menguji keefektifan bahan ajar menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan bahan ajar komik hasil pengembangan memiliki skor hasil belajar kognitif dan skor motivasi lebih tinggi dan berbeda secara signifikan dengan kelas kontrol yang menggunakan bahan ajar narasi. Sedangkan uji keefektifan berdasarkan acuan KKM menunjukkan 73% siswa yang mencapai KKM. Dengan demikian perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan lebih lanjut untuk pemakaian bahan ajar komik kimia dalam lingkup yang lebih luas.

Perencanaan turbin uap Curtis
oleh Sidik Priyono Ermanoe

 

Perencanaan konstruksi I gedung pertokoan bertingkat II
direncanakan oleh Irwahjudi Jutriputra

 

The communicativeness of the activities in "when english rings a bell" e=book for SMP and MTs 8th Graders/ Maya Deviani Sumadita

 

ABSTRAK Sukmadita, Maya Deviani. 2015.The Communicativeness of the Activities in “When English Rings a Bell” e-Book for SMP and MTs 8th Graders. Skripsi. Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Johannes Ananto Prayogo, M. Pd., M. Ed. Kata Kunci: buku teks elektronik bahasa Inggris, aktifitas komunikatif Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa buku teks bahasa Inggris yang berjudul“When English Rings a Bell” e-Book for SMP and MTs 8th Graders yang disusun dan diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional dalam hal kekomunikatifan aktifitas. Checklist diadaptasi dari checklists Cunningsworth (1995), Garinger (2002), Litz (2001), dan House (2012). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Peneliti menggunakan checklist sebagai instrument utama untuk mengumpulkan dan menganalisa data. Setelah menganalisa data berdasarkan pada modifikasi checklists dari beberapa ahli, peneliti dapat menjelaskan kriteria yang mana yang sesuai dengan buku teks. Kemudian, data diinterpretasikan menggunakan skala rasional dan angka. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa buku teks ini adalah buku yang “baik” dengan skor sebesar 84.72% dalam hal kekomunikatifan aktifitas. Artinya bahwa buku teks ini dapat digunakan sebagai materi belajar dan pembelajaran. Buku teks ini memperoleh skor sebesar 91.66% untuk aktifitas kerja individu, pasangan, dan grup, 100% untuk latihan mekanis, berarti, dan komunikatif, 100% untuk aktifitas berimbang, 16.66% untuk pengenalan kosakata, 100% untuk kesamaan langkah dalam unit didaksi, dan 100% untuk penguatan pembelajaran. Kesimpulannya, buku teks ini memiliki aktifitas yang komunikatif dan sesuai untuk digunakan sebagai materi belajar dan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bahwa guru Bahasa Inggris menggunakan hasil penelitian sebagai informasi saat mempergunakan buku teks ini dalam kegiatan belajar dan pembelajaran. Penulis dapat membuat buku EFL yang lebih baik. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian yang serupa tentang evaluasi buku teks menggunakan checklist evaluasi buku teks yang peneliti buat dan menggunakan hasil penelitian dari studi ini sebagai referensi.

Perencanaan motor bensin empat langkah untuk penggerak generator
oleh Winarto

 

Analisis tingkat kepuasan siswa jurusan gambar bangunan terhadap kondisi sarana, prasarana dan pembelajaran di SMK Negeri 1 Singosari Malang / Arif Rakman Hakim

 

ABSTRAK Hakim, Arif Rakman. 2015. Analisis Tingkat Kepuasan Siswa Jurusan Teknik Gambar Bangunan Terhadap Kondisi Sarana, Prasarana dan Pembelajaran di SMK Negeri 1 Singosari Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. A. Dardiri, M.Pd., (II) Drs. Hadi Wasito, Dip. Ed, M. Pd. Kata Kunci : Pembelajaran, Kondisi Sarana dan Prasarana Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa jurusan Teknik Gambar Bangunan terhadap kondisi sarana, prasarana, dan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 1 Singosari Malang jurusan Teknik Gambar Bangunan sebanyak 180 siswa, guna mendapatkan hasil yang representatif penelitian ini menggunakan tabel yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael sebagai acuan dengan tingkat kesalahan 5% yaitu dengan jumlah sampel 119 siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Probability sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan menggunakan skala likert. Teknik Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menyatakan (1) Kepuasan siswa terhadap kondisi sarana mendapat kategori puas dengan prosentase kepuasan sebesar 66,35%, (2) Kepuasan siswa terhadap kondisi prasarana mendapat kategori puas dengan jumlah prosentase 65,99%, (3) Kepuasan siswa terhadap pembelajaran mendapat kategori puas dengan jumlah prosentase paling tinggi yaitu sebesar 71,64%. Dari hasil penelitian dapat disarankan penelitian lanjutan dapat memperluas aspek-aspek penelitian dan juga perbanyak populasi pada program keahlian lainnya. Bagi Kepala Sekolah bisa ikut memonitoring langsung dilapangan agar perawatan atau pemeliharaan fasilitas sekolah bisa berjalan dengan baik guna mencapai kepuasan siswa yang maksimal. Bagi para guru meningkatkan pelayanan pembelajaran kepada siswa agar mencapai kepuasan yang maksimal. Bagi para siswa sebaiknya ikut menjaga dan merawat baik sarana maupun prasarana yang ada dan tidak bergantung kepada petugas kebersihan.

Perencanaan motor diesel empat langkah untuk penggerak generator
oleh Totok Purwanto

 

Hubungan antara kematangan emosi dengan harga diri wanita pelaku pernikahan siri di desa Srambah Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan / Yuniarti Habsari Ningsih

 

Kata Kunci: kematangan emosi, harga diri, pernikahan siri. Pernikahan siri merupakan pernikahan yang dilakukan berdasarkan aturan agama dan adat istiadat serta tidak dicatatkan di kantor pegawai pencatat nikah (KUA bagi yang beragama islam, kantor catatan sipil bagi non muslim). Dalam sebuah pernikahan terdapat gejolak psikologis yang terjadi didalam diri wanita seperti emosi dan harga diri. Kematangan emosi dan harga diri yang sehat sangat diperlukan untuk kokohnya sebuah rumah tangga setelah pernikahan dilakukan. Kematangan emosi seseorang ditandai oleh suatu sikap yang tenang dalam usaha menyelesaikan masalah maupun mengekspresikan perasaannya dan memiliki kontrol diri dalam emosinya serta lebih mempertimbangkan aspek logis dari pada emosinya dalam menghadapi suatu permasalahan. Sedangkan harga diri adalah penilaian individu yang ditunjukkan dalam sikapnya yang mempercayai bahwa dirinya yaitu merasa memiliki kebajikan, kompetensi, kekuatan, dan signifikansi. Tujuan dari penelitian yaitu untuk menguji hubungan antara kematangan emosi dengan harga diri wanita pelaku pernikahan siri di Desa Srambah Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan penelitian populasi. Pengumpulan data menggunakan skala kematangan emosi dan harga diri dengan analisis deskripsi dan korelasional menggunakan produck moment dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cukup banyak wanita yang memiliki kematangan emosi dengan jumlah 16 wanita. Selain itu diperoleh juga data bahwa cukup banyak wanita pelaku pernikahan siri yang memiliki harga diri tinggi yaitu 15 wanita. Hal tersebut menunjukkan adanya hubungan positif antara kematangan emosi dengan harga diri wanita pelaku pernikahan siri, sehingga semakin tinggi kematangan emosi maka semakin tinggi harga diri. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan kajian selanjutnya untuk kepentingan bimbingan konseling khususnya untuk bimbingan preventif terhadap konseli melalui kerjasama dengan berbagai pihak terkait misalnya orang tua dan masyarakat. Selain itu dapat digunakan untuk konseling keluarga sehingga rumah tangga bisa menjadi kokoh dan bahagia karena keluarga merupakan tempat pertama yang dapat memberikan warna pada anak.

Perencanaan gear box
disusun oleh Suradi

 

Perancangan permainan pendukung pembelajaran tentang masa periodik pada metamorfosis kupu-kupu / Satrya Budi Novianto

 

ABSTRAK Novianto, Satrya Budi, 2015. Perancangan Permainan Pendukung Pembelajaran Tentang Masa Periodik Pada Metamorfosis Kupu-Kupu. Tugas Akhir, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang: (I) Andy Pramono S.Kom, M.T, (II) Mitra Istiar Wardhana, S.Kom, M.T Kata Kunci: Metamorfosis, Media Pembelajaran, Game 2D Masa periodik yang terjadi pada metamorfosis kupu-kupu merupakan salah satu materi yang masih belum banyak dimengerti dikalangan pengajar maupun peserta didik. Materi tersebut juga merupakan materi dasar yang cukup mudah untuk dipahami peserta didik. Jarang sekali pengajar atau buku-buku panduan menerangkan kapan dan berapa lama masa periodik pada metamorfosis kupu-kupu terjadi disetiap bagiannya. Baik buku panduan maupun media lain yang sudah ada, sampai saat ini belum ada yang mengangkat secara khusus materi tentang masa periodik pada metamorfosis kupu-kupu sebagai topik atau bahan ajaran. Perancangan permainan pendukung pembelajaran tentang masa periodik pada metamorfosis kupu-kupu ini adalah salah satu solusi yang diharapkan dapat menunjang pembelajaran kepada peserta didik sesuai dengan perkembangan teknologi yang terjadi pada saat ini. Proses perancangan media pembelajaran berbasis permainan ini melalui 3 tahapan perancangan, yaitu pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Sedangkan model perancangan yang digunakan adalah model prosedural yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Perancangan ini menghasilkan sebuah game interaktif 2 dimensi. Selain game, juga menghasilkan beberapa media pendukung lainnya seperti buku informasi yang berfungsi menyampaikan ulasan lengkap mengenai masa periodik pada metamorfosis kupu-kupu.

Perencanaan motor bensin dua langkah
oleh Bambang Setio Budi

 

Penerapan strategi pembelajaran kooperatif gistad (Group Investigation-student team achievement division) untuk meningkatkan kerja ilmiah dan prestasi belajar biologi siswa kelas VII-A SMP Negeri satu atap Merjosari Malang / Yulia Eka Yanti

 

Kata kunci: Strategi Pembelajaran GISTAD (Group Investigation- Student Team Achievement Division), kerja ilmiah, prestasi belajar Berdasarkan hasil observasi di kelas VII-A SMP Negeri Satu Atap Merjosari-Malang menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa rendah dengan ratarata nilai yang dicapai siswa yaitu antara 60-70, siswa yang memiliki nilai ≥70 sebesar 56%. Kesulitan yang dihadapi oleh guru adalah interval yang berbeda jauh antara siswa yang berkemampuan tinggi dan yang berkemampuan rendah, antusiasme siswa terhadap materi yang diajarkan kurang, siswa tidak bisa mandiri dalam mengerjakan tugas, minat baca dan ketertarikan terhadap biologi kurang. Siswa belum pernah mengaplikasikan teori kerja ilmiah. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu diterapkan strategi pembelajaran kooperatif GISTAD (Group Investigation - Student Team Achievement Division) untuk meningkatkan kerja ilmiah dan prestasi belajar Biologi siswa kelas VII-A SMP Negeri Satu Atap Merjosari-Malang. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada setiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII-A semester genap tahun ajaran 2009-2010 SMP Negeri Satu Atap Merjosari-Malang yang berjumlah 35 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2010. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi kegiatan guru, lembar observasi keterampilan kerja ilmiah siswa, dan soal tes. Aspek keterampilan kerja ilmiah siswa dilihat dari hasil observasi keterampilan kerja ilmiah siswa, sedangkan prestasi belajar diperoleh dari hasil tes akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketercapaian kerja ilmiah siswa cenderung mengalami peningkatan dari 68% pada siklus I menjadi 89% pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar biologi siswa juga cenderung mengalami peningkatan dari 60% pada siklus I menjadi 91,4% pada siklus II. Rerata prestasi belajar biologi siswa juga mengalami peningkatan dari 72,6 pada siklus I menjadi 77 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat dikatakan bahwa penerapan strategi pembelajaran kooperatif GISTAD dapat meningkatkan kerja ilmiah dan prestasi belajar siswa kelas VII-A SMP Negeri Satu Atap Merjosari-Malang. Disarankan hendaknya peneliti memperhatikan alokasi waktu yang digunakan sehingga pelaksanaan pembelajaran berlangsung secara efisien. Penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi guru bidang studi ataupun peneliti yang lain untuk menerapkan strategi tersebut.

Perencanaan motor diesel empat langkah
disusun oleh Suherman

 

Kelayakan pantai Sugihwaras sebagai kawasan ekowisata bahari dalam perspektif geografi di Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban / Isyna Firridla Aunillah

 

ABSTRAK Aunillah, Isyna Firridla. 2015. Kelayakan Pantai Sugihwaras sebagai Kawasan Ekowisata Bahari dalam Perspektif Geografi di Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hendri Purwito, M.Si. (II) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd. Kata kunci: ekowisata bahari, kondisi fisik, kondisi sosial Kabupaten Tuban memiliki banyak potensi wisata pantai yang belum dikelola oleh pemerintah, salah satunya Pantai Sugihwaras. Lokasi Pantai Sugihwaras sangat strategis karena berada tidak jauh dari pusat kota. Kondisi Pantai Sugihwaras ini dulunya cukup memprihatinkan, dikarenakan pernah terkena dampak abrasi. Untuk itu, perlu adanya suatu bentuk pengelolaan wisata secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan agar hasil daya gunanya mampu memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat Tuban. Bentuk pengembangan ekowisata bahari dinilai cocok untuk Pantai Sugihwaras, tetapi sebelumnya perlu dilakukan suatu penelitian untuk mengukur tingkat kelayakan kawasan tersebut. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahan dalam perumusan konsep pengembangan wisata pada masa yang akan datang, sehingga pengelolaannya tidak merusak kelestarian lingkungan sekitar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang berupaya mendeskripsikan data penelitian yang sudah diperoleh terkait dengan tingkat kelayakan Pantai Sugihwaras sebagai kawasan ekowisata bahari. Parameter yang dikaji telah disesuaikan berdasarkan perspektif geografi yakni meliputi kondisi fisik dan kondisi sosial. Sampel diperoleh menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan data menggunakan metode pengukuran lapangan, observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis scorring, tabel persentase, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan: 1). Kondisi fisik Pantai Sugihwaras tergolong sangat sesuai untuk dikembangkan sebagai ekowisata bahari dengan total skor 21, 2). Kondisi sosial Pantai Sugihwaras tergolong cukup mendukung dengan total skor 9, tetapi masih ada beberapa persoalan yang perlu diselesaikan terutama dalam hal penyelenggaraan festival budaya, penyediaan fasilitas rekreasi, perilaku membuang sampah, dan kepemilikan lahan, 3). Secara keseluruhan, Pantai Sugihwaras dalam perspektif geografi dapat dinilai sesuai untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata bahari kategori rekreasi dengan total skor yang diperoleh sebesar 30. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan pemerintah daerah melakukan proses renegosiasi mengenai pembebasan lahan agar potensi Pantai Sugihwaras dapat segera dikembangkan. Masyarakat selaku pelaku dan penikmat kegiatan wisata, juga diharapkan untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan dan pelestarian Pantai Sugihwaras sebagai kawasan ekowisata bahari. Selain itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya untuk merancang strategi pengembangan ekowisata bahari di Pantai Sugihwaras.

Perencanaan motor bensin dua langkah untuk penggerak mesin produksi
oleh Rihanie Zakaria

 

Pengembangan bahan ajar materi konsep mol dan stoikiometri menggunakan pendekatan saintek dengan mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) serta berfikir krisis / Erna Widhi Astuti

 

ABSTRAK Astuti, Erna Widhi. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Materi Konsep Mol dan Stoikiometri Menggunakan Pendekatan Saintifik dengan Mengeksplisitkan Hakikat Sains (NOS) serta Berfikir Kritis. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sri Rahayu, M.Ed., Ph.D (II) Neena Zakia, S.Si., M.Si. Kata Kunci: pendekatan saintifik, hakikat sains, berfikir kritis, konsep mol, stoikiometri. Sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, pemerintah telah menerapkan kurikulum 2013. Implementasinya kurikulum tersebut menggunakan pendekatan saintifik. Salah satu materi kimia yang termuat dalam silabus kurikulum 2013 adalah konsep mol dan stoikiometri. Hasil kajian pendahuluan peneliti di beberapa SMA menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran pada materi tersebut masih menggunakan cara konvensional. Bahan ajar yang seperti ini dapat menyebabkan peserta didik kurang mampu melatih kemampuan berfikir kritis serta memahami konsep secara memadai dan menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar materi konsep mol dan stoikiometri menggunakan pendekatan saintifik dengan mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) serta berfikir kritis. Rancangan yang digunakan adalah penelitian pengembangan menggunakan model 4D seperti yang dikemukakan oleh Thiagarajan et al. Model pengembangan 4D terdiri atas empat tahapan yaitu: (1) tahap pembatasan (define), (2) tahap perancangan (design), (3) tahap pengembangan (develop), dan (4) tahap penyebaran (disseminate). Akan tetapi, pengembangan bahan ajar ini hanya sampai tahap develop. Bahan ajar yang telah dikembangkan kemudian divalidasi menggunakan instrumen berupa angket checklist yang diadaptasi dan dimodifikasi dari Cucu (2010) berdasarkan sumber Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Validasi dilakukan oleh satu validator ahli materi dan dua validator ahli pembelajaran. Data hasil validasi terdiri dari dua jenis yaitu data kuantitatif untuk skor skala Likert dan data kualitatif berupa komentar atau saran dari validator. Produk pengembangan yang dihasilkan berupa bahan ajar materi konsep mol dan stoikiometri menggunakan pendekatan saintifik dengan mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) serta berfikir kritis yang terdiri dari buku siswa dan buku guru. Buku siswa memuat materi konsep mol dan stoikiometri dalam lima subbab utama dan satu subbab pengantar. Materi yang dimuat telah disesuaikan dengan langkah-langkah pembelajaran saintifik dengan mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berfikir kritis. Sedangkan buku guru memuat petunjuk penggunaan buku siswa disertai dengan RRP dan pedoman penilaiannya. Dari hasil validasi diperoleh nilai rata-rata 88,4% untuk buku siswa dengan kriteria sangat layak dan 88,9% untuk buku guru dengan kriteria sangat layak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa bahan ajar materi konsep mol dan stoikiometri menggunakan pendekatan saintifik dengan mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berfikir kritis sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran.

Zona sebaran populasi wereng hijau empoasca sp. (Homoptera:cicadellidae) pada tanaman teh (Camellia sinensis L.O.K.) di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang / Eka Corneliyawati

 

Kata kunci: zona sebaran, Empoasca sp., faktor abiotik Sebaran/distribusi adalah sebuah gerakan individu-individu atau anakanaknyakedalam atau keluar populasi. Zona sebaran merupakan area sebaran Empoasca sp. yang ditentukan berdasarkan kepadatan relatif populasi disetiap area petak klon teh dengan zona yang tersusun secara radial dan jarak antar lingkaran adalah 10 meter. Empoasca sp. merupakan hama utama pada tanaman teh. Untuk itu, perlu ada kajian tentang sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada tanaman teh yang diharapkan dapat memberikan tambahan informasi untuk pertimbangan pengendalian biologis yang bersifat alami dengan membiarkan musuhmusuh alami (predator) tetap hidup. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sebaran kepadatan relatif populasi wereng hijau (Empoasca sp.) antar klon, zona, dan waktu pada tanaman teh (Camellia sinensis L.O.K) di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang, (2) mengetahui faktor abiotik yang paling menentukan sebaran kepadatan relatif populasi Empoasca sp. pada setiap klon, zona, dan waktu yang berbeda di area kebun teh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Mei 2010 di kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang. Penentuan zona dan titik cuplikan dengan cara membuat zona yang sesuai dengan garis transek yang dimulai dari titik pusat sampai tepi area yang ditentukan secara sistemik. Indikator pengamatan sebaran kepadatan relatif populasi Empoasca sp. dilakukan dengan pengamatan jumlah kepadatan relatif populasi imago Empoasca sp. secara langsung pada setiap perdu tanaman teh. Faktor abiotik yang diukur meliputi kecepatan angin, kelembaban udara, suhu, dan intensitas cahaya. Untuk mengetahui faktor abiotik yang mempengaruhi sebaran kepadatan relatif populasi Empoasca sp. antar klon, zona, dan waktu pada tanaman teh dilakukan dengan analisis regresi ganda bertahap (Stepwise-backward multiple regression) dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) antara klon TRI 2024, TRI 2025, dan Assamica nilai persentase tertinggi dapat dijumpai pada klon TRI 2024 sebesar 20%. Sedangkan untuk pengamatan kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) antar zona A, B, C dalam setiap petak klon TRI 2024, TRI 2025, dan Assamica nilai persentase tertinggi dapat dijumpai pada zona A dengan persentase sebesar 20% untuk klon TRI 2024, sedangkan klon TRI 2025 dengan persentase sebesar 17.647% dan Assamica sebesar 18.333%. Untuk pengamatan kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) antar waktu pagi, siang, dan sore hari di area kebun teh Wonosari ii didapatkan hasil nilai persentase kepadatan relatif populasi Empoasca sp. yang tertinggi dapat dijumpai pada siang hari sebesar 43.333% pada klon Assamica. Hasil uji statistik dengan analisis regresi ganda bertahap (Stepwise-backward multiple regression) dengan program SPSS terhadap faktor abiotik menunjukkan bahwa faktor abiotik berpengaruh secara signifikan dimana pengaruh faktor lingkungan tersebut secara simultan terhadap sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada setiap klon, zona, dan waktu pada tanaman teh di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang. Sedangkan sumbangan faktor abiotik yang paling menentukan terhadap sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada klon TRI 2024 adalah kecepatan angin (R2 total = 7,4% dan r2 parsial= 0,3776%), untuk klon TRI 2025 adalah kecepatan angin (R2 total = 4,9% dan r2 parsial = 0,4301%), sedangkan untuk klon Assamica adalah kelembaban udara (R2 total = 3,7% dan r2 parsial = 0,1239%). Sedangkan sumbangan faktor abiotik terhadap sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada zona A adalah kelembaban udara (R2 total = 5,6% dan r2 parsial = 0,3198%), zona B adalah intensitas cahaya (R2 total = 3,1% dan r2 parsial = 0,1363%), dan pada zona C adalah kecepatan angin (R2 total = 5,0% dan r2 parsial = 0,2553%). Sumbangan faktor abiotik terhadap kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada pagi hari adalah intensitas cahaya (R2 total = 6,9% dan r2 parsial = 0,2913%), pada siang hari adalah intensitas cahaya (R2 total = 2,9% dan r2 parsial = 0,2412%), dan pada sore hari adalah intensitas cahaya (R2 total = 6,0% dan r2 parsial = 0,3937%).

Perencanaan perangkat roda gigi
oleh Jhoni Arief Poerwana

 

Analisis kesalahan pengguna partikel de oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin angkatan 2014 Universitas Negeri Malang / Lyta Dwi Permatasari

 

ABSTRAK Permatasari, Lyta Dwi. 2015.”Analisis Kesalahan Penggunaan Partikel de [的,地,得] oleh Mahasiswa Prodi Bahasa Mandarin Angkatan 2014 Universitas Negeri Malang” Skripsi, Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Iwa Sobara, S. Pd., M.A. Pembimbing (II): Drs. Tiksno Widyatmoko, M.A. Kata Kunci: kesalahan, partikel , kalimat Dalam bahasa Mandarin terdapat beberapa partikel. Partikel yang sering digunakan dalam Bahasa Mandarin adalah partikel de [的,地,得]. Partikel de tidak mempunyai arti jika berdiri sendiri. Secara sekilas penggunaan partikel de [的,地,得] tampak sederhana, namun fakta menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa mahasiswa yang tidak paham tentang partikel de [的,地,得]. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan penggunaan partikel de [的,地,得] serta faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah hasil tes mahasiswa Prodi Bahasa Mandarin angkatan 2014. Data dalam penelitian ini adalah kesalahan penggunaan partikel de [的,地,得]. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama. Peneliti juga menggunakan instrumen pendukung berupa tabel dokumentasi, tes, dan lembar angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih melakukan kesalahan dalam penggunaan partikel de [的,地,得], yaitu kesalahan pemilihan antara partikel de [的], de [地], de [得] dan tidak memberikan jawaban pada soal tes. Sementara itu, dari hasil angket diketahui ada empat faktor penyebab mahasiswa melakukan kesalahan dalam penggunaan partikel de [的,地,得], yaitu (1) belum memahami penggunaan partikel de [的,地,得] dan perbedaannya , (2) belum mampu memahami kosa kata dan penggolongan kata, (3) tidak mengetahui struktur kalimat penggunaan partikel de [的,地,得], (4) kesulitan pemilihan partikel de [的,地,得] yang harus digunakan.

Perencanaan pompa sentrifugal
oleh Imam Ashari

 

Studi tentang pelaksanaan keselamatan kesehatan kerja (K3) pada pembeljaran produktif teknik komputer dan jaringan (studi kasus di SMK Negeri 1 Sidayu Gresik) / Dessy Dwi Puspita Sari

 

ABSTRAK Sari, Dessy Dwi Puspita. 2015. Studi tentang Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Pembelajaran Produktif Teknik Komputer dan Jaringan (Studi Kasus di SMK Negeri 1 Sidayu Gresik). Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Tri Atmadji Sutikno, M.Pd., (II) Mochamad Rodhi Faiz, S.T., M.T. Kata Kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, K3, TKJ Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen yang memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. K3 bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident). Selain di perusahaan, penerapan K3 dapat dilakukan di sekolah agar pendidik dan peserta didik terhindar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Sidayu Kabupaten Gresik dengan fokus Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui tentang (1) perencanaan K3; (2) pelaksanaan K3; (3) evaluasi K3 pada pembelajaran produktif TKJ di Program Keahlian TKJ SMK Negeri 1 Sidayu Gresik. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Peneliti bertindak sebagai observer dengan mengambil data dari Kepala Program Keahlian TKJ, Kepala laboratorium TKJ, guru produktif TKJ, dan siswa Program Keahlian TKJ menggunakan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas, transferability, confirmability, dan depenability. Hasil penelitian menunjukan: (1) Perencanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada pembelajaran produktif di Program Keahlian TKJ SMK Negeri 1 Sidayu Kabupaten Gresik dilihat dari segi kondisi laboratorium sudah baik dan nyaman. Begitu juga perencanaan dari segi dana yang sudah terprosedur dengan baik. Namun, dari segi sarana dan prasarana K3 masih kurang lengkap; (2) Pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada pembelajaran produktif di Program Keahlian TKJ SMK Negeri 1 Sidayu Kabupaten Gresik sudah terlaksana, baik sistem pengelolaan yang terorganisasi dengan baik, pemahaman K3 yang diberikan guru mudah dipahami oleh siswa, pengawasan kerja yang dilakukan dengan ketat, dan perawatan untuk memelihara peralatan yang dilakukan secara berkala; (3) Evaluasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada pembelajaran produktif di Program Keahlian TKJ SMK Negeri 1 Sidayu Kabupaten Gresik sudah dilaksanakan dengan baik melalui analisis penyebab kecelakaan kerja, sehingga ada penyempurnaan terhadap pelaksanaan K3. Namun, masih menghadapi kendala terhadap perlengkapan K3 yang dimiliki. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti menyarankan kepada kepala laboratorium TKJ SMK Negeri 1 Sidayu Kabupaten Gresik untuk lebih memperhatikan pelaksanaan K3 dimulai dengan pengadaan saran dan prasarana penunjang K3 di dalam laboratorium.

Perbedaan motivasi mengajar guru senior dan junior di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Kota Tuban / Tya Widya Sari

 

Kata kunci: motivasi mengajar guru, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan tingkah laku seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Mengajar yaitu kegiatan guru membimbing dan mendorong murid memperoleh pengalaman yang berguna bagi perkembangan semua potensi yang dimilikinya semaksimal mungkin. Sedangkan motivasi mengajar guru yakni kesadaran yang dimiliki guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya tanpa ada unsur keterpaksaan menjalani tugas. Mengingat saat ini mutu pendidikan terus ditingkatkan, maka setiap guru dituntut aktif dalam bekerja. Untuk itu guru harus mempunyai motivasi dalam kegiatan mengajarnya. Guru yang tidak mempunyai motivasi, maka siswanya pun tidak ada gairah dalam belajar. Sebaliknya, jika guru mempunyai motivasi yang tinggi, maka siswa akan semangat terhadap pelajaran yang diterima, mempunyai motivasi untuk belajar dan berprestasi. Masalah yang diteliti, meliputi: (1) Seberapa tingkat motivasi mengajar guru SMAN Kota Tuban, (2) Seberapa tingkat faktor motivasional dan higiene pada motivasi mengajar guru SMAN Kota Tuban, dan (3) Adakah perbedaan motivasi mengajar guru senior dan guru junior SMAN Kota Tuban. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif, dengan populasi guru SMAN Kota Tuban yang berjumlah 187 orang terbagi menjadi 119 orang guru senior dan 68 orang guru junior. Penentuan sampel diambil dengan menggunakan pedoman tabel Krejcie dan Morgan sehingga diperoleh sampel sebanyak 128 orang yang terbagi menjadi 79 orang guru senior dan 49 orang guru junior. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan tujuan tidak membedakan subjek yang diteliti. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket (kuesioner). Angket penelitian ini diukur dengan menggunakan skala Likert yang kemudian diolah menjadi MSI. Pengujian validitas angket menggunakan rumus Product Moment Pearson sedangkan untuk menguji reliabilitas angket digunakan rumus Alpha Cronbach. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis komparatif. Kesimpulan penelitian yang diperoleh: (1) tingkat motivasi mengajar guru SMAN Kota Tuban tergolong dalam klasifikasi sangat tinggi. Karena guru mempunyai peranan penting dalam pencapaian keberhasilan proses belajarmengajar, guru harus mempunyai motivasi yang baik dalam melaksanakan tugas mengajarnya agar siswa dapat menerima pelajaran dengan mudah dan timbul motivasi belajar siswa secara intrinsik, (2) faktor motivasional pada guru SMAN Kota Tuban cenderung pada faktor kemajuan dengan rata-rata paling tinggi, yang mencakup adanya usaha guru dalam mengembangkan pengetahuannya, adanya peluang bagi guru untuk menduduki suatu jabatan dan menambah pengetahuan ii seperti mengikuti seminar, diklat, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan sebagainya, sikap guru berusaha melakukan yang terbaik dalam tugas mengajarnya, terdorong untuk mengup-date sistem mengajar terbaru agar siswa tidak jenuh dan terdapat variasi dalam mengajar, variasi dalam sumber bahan pustaka, serta tidak ada kesulitan dalam meningkatkan pengetahuan sehingga guru lebih mempunyai motivasi intrinsik karena ada jalan bagi pemenuhan kebutuhannya. Kemudian kedua adalah, faktor tanggung jawab, prestasi, pengakuan, dan sifat pekerjaan sedangkan faktor higiene pada guru SMAN Kota Tuban terletak pada faktor hubungan antar pribadi kemudian supervisi, gaji, kondisi kerja, serta banyak dikeluhkan pada faktor kebijakan organisasi dan administrasi yang tidak memuaskan guru, karena pimpinan tidak memberikan kesempatan bagi guru untuk mengatur pekerjaannya sendiri dan beratnya beban tugas baik beban mengajar maupun selain tugas mengajar, dan (3) Tidak ada perbedaan motivasi mengajar antara guru senior dan junior karena mempunyai rata-rata yang sama tinggi. Kesimpulannya adalah baik guru senior maupun guru junior sama-sama mempunyai motivasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas mengajarnya. Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka saran ditujukan kepada: (1) bagi guru, hendaknya mempertahankan faktor motivasional yang sudah tinggi dan meningkatkan rasa cinta terhadap pekerjaan karena faktor sifat pekerjaan mempunyai nilai yang paling rendah. Sebagai tenaga pendidik, rasa cinta terhadap pekerjaan ini sangat penting karena dari sinilah seseorang akan melaksanakan pekerjaannya dengan rasa penuh tanggung jawab, (2) bagi kepala sekolah, perlu diperhatikan pada faktor kebijakan organisasi dan administrasi (faktor higiene) yang membuat ketidakpuasan kerja guru dan dapat mengakibatkan menurunnya motivasi serta kinerja guru dalam mengajar. Faktor hubungan antar pribadi tetap dipertahankan, agar guru merasa nyaman menjalin komunikasi dengan orangorang yang berada di lingkungan sekolah, dan (3) bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, hendaknya mengembangkan mata kuliah manajemen sumber daya manusia khusunya pada peningkatan motivasi kerja, dan (4) bagi peneliti lain, dapat dijadikan acuan peneliti yang ingin mengembangkan jenis penelitian ini dengan responden, variabel, serta tempat yang berbeda. Sehingga dapat memperkaya referensi di Jurusan Administrasi Pendidikan.

Perencanaan motor diesel empat langkah sebagai penggerak generator
oleh Ahli Budi

 

Perbedaan hasil belajar materi hidrolisis garam antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 6E-Problem posing dan learning cycle 6E pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri Klakah Lumajang / Ariyani Dwi Novitasari

 

ABSTRAK Novitasari, Ariyani Dwi. 2015. Perbedaan Hasil Belajar Materi Hidrolisis Garam antara Siswa yang Dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Learning Cycle 6E-Problem Posing dan Learning Cycle 6E pada Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri Klakah Lumajang. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Endang Budiasih M.S., (II) Evi Susanti, S.Si., M.Si. Kata Kunci: learning cycle 6E-problem posing, hasil belajar, hidrolisis garam Ketuntasan belajar siswa pada materi hidrolisis garam tahun ajaran 2013/2014 di SMA Negeri Klakah Lumajang tergolong rendah, hanya sebesar 37,5% dengan rata-rata nilai ulangan harian hidrolisis garam sebesar 64,50. Hal ini kemungkinan disebabkan pada pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang terlibat aktif selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran, seperti model pembelajaran Learning Cycle 6E-Problem Posing. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keterlaksanaan proses pembelajaran Learning Cycle 6E-Problem Posing dan Learning Cycle 6E pada materi pokok hidrolisis garam dan perbedaan hasil belajar kognitif, afektif serta psikomotor antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 6E-Problem Posing dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 6E pada materi hidrolisis garam kelas XI IPA SMA Negeri Klakah Lumajang. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperiemen semu dengan post-test only control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 6E-Problem Posing dan kelas kontrol dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 6E. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri Klakah Lumajang tahun ajaran 2014/2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sehingga terpilih XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen perlakuan berupa silabus, RPP, handout, LKS dan instrumen pengukuran meliputi tes, lembar observasi, dan kuis. Soal tes yang digunakan sebanyak 25 soal dengan kriteria valid dan memiliki kriteria reliabilitas sangat tinggi. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan proses pembelajaran materi hidrolisis garam menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 6E-Problem Posing sebesar 92,36 sementara model pembelajaran Learning Cycle 6E sebesar 91,10 dengan kriteria sangat baik. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t pada taraf signifikansi α = 0,05 menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar kognitif antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 6E-Problem Posing dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 6E. Hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 6E-Problem Posing (rata-rata 84,39) lebih tinggi dibandingkan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 6E (rata-rata 77,42). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif siswa setelah dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 6E-Problem Posing dan Learning Cycle 6E meningkat secara berturut-turut 19,89 dan 12,92 dibandingkan menggunakan model ekspositori. Hal ini menandakan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 6E-Problem dan Learning Cycle 6E dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Rata-rata hasil belajar afektif siswa kelas eksperimen sebesar 77,69 dengan kriteria sangat baik. Rata-rata hasil belajar afektif kelas kontrol sebesar 70,24 dengan kriteria baik. Rata-rata hasil belajar psikomotor siswa kelas eksperimen sebesar 78,00 dengan kriteria sangat baik. Rata-rata hasil belajar psikomotor siswa kelas kontrol sebesar 73,94 dengan kriteria baik.

Perencanaan perangkat roda gigi (gear box)
oleh Didik Budiono

 

Pengaruh iklim motivasional berorientasi tugas terhadap motivasi intrinsik, displin diri dan kemampuan motorik siswa / Anung Priambodo

 

ABSTRAK Priambodo, Anung. 2015. Pengaruh Iklim Motivasional Berorientasi Tugas Terhadap Motivasi Instrinsik, Disiplin Diri dan Kemampuan Motorik Siswa. Disertasi. Program Studi Psikologi Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Marthen Pali, M.Psi, (II) Dr. Dany M. Handarini, M.A., (III) Dr. Wasis D. Dwiyogo, M.Pd Kata Kunci: iklim motivasional berorientasi tugas, motivasi instrinsik, disiplin diri, kemampuan motorik, Motivasi intrinsik dan disiplin diri merupakan faktor yang memberi energi dan daya tahan untuk meraih prestasi. Pendidikan jasmani adalah mata pelajaran yang bertujuan meningkatkan potensi fisik, nilai-nilai sportifitas dan budaya hidup sehat. Banyaknya suasana kompetisi dan komparasi antar siswa dalam pendidikan jasmani menimbulkan kecemasan dan ketidaknyamanan pada beberapa siswa yang tidak memiliki kemampuan motorik yang baik. Untuk itu, perlu adanya suatu iklim pembelajaran yang lebih memicu munculnya motivasi intrinsik dan disiplin diri. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh iklim motivasional berorientasi tugas terhadap motivasi instrinsik, disiplin diri dan kemampuan motorik siswa dalam pendidikan jasmani. Penelitian eksperimen ini menggunakan rancangan pre and posttest quasy experimental design. Jumlah subyek penelitian sebanyak 65 siswa kelas VIII diambil dengan teknik purposive sampling terbagi dalam dua kelompok yaitu 32 siswa kelompok eksperimen dengan iklim motivasional berorientasi tugas dan 33 siswa sebagai kelompok kontrol dengan pembelajaran penjasorkes yang biasa dilakukan. Iklim motivasional berorientasi tugas diawali dengan membimbing siswa membuat target hasil belajar secara individual sesuai kemampuan siswa, kemudian memberikan pilihan kegiatan pembelajaran untuk mencapai target tersebut, memotivasi siswa untuk memilih cara belajar (latihan) yang paling sesuai, dan menilai keberhasilan belajar berdasar target dan upaya yang sudah dilakukan, tanpa membandingkan dengan siswa lain. Perlakuan diberikan selama 12 kali pertemuan pada semester gasal 2013/2014. Instrumen utama pengumpul data menggunakan kuesioner yang telah divalidasi, kemudian metode dokumentasi dan wawancara juga digunakan untuk menganalisis proses pelaksanaan perlakuan. Berdasar hasil analisis uji beda selisih (gain score) dan uji manova membuktikan bahwa: (1) iklim motivasional berorientasi tugas memengaruhi motivasi instrinsik siswa (2) iklim motivasional berorientasi tugas memengaruhi disiplin diri siswa (3) iklim motivasional berorientasi tugas memengaruhi kemampuan motorik siswa (4) iklim motivasional berorientasi tugas memengaruhi secara menyeluruh terhadap motivasi instrinsik, disiplin diri dan kemampuan motorik siswa. Berdasarkan hasil tersebut, maka disarankan bahwa untuk meningkatkan motivasi intrinsik dan disiplin diri siswa, sebaiknya digunakan iklim motivasional berorientasi tugas.

Perencanaan motor bakar dua langkah
oleh Tatok Harson Djunaedy

 

Hubungan iklim organisasi, masa kerja, dan prestasi kerja karyawan bagian operator mesin jahit PT. Rasindo Indah Ngoro Mojokerto / oleh Titi Nurwati

 

Ultimate strength design untuk gedung pertokoan lantai tiga
oleh Achmad Faisal

 

Persepsi mahasiswa Universitas Negeri Malang terhadap kualitas layanan referensi di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang / Faisal Mulana

 

ABSTRAK Maulana, Faisal. 2015. Persepsi Mahasiswa Universitas Negeri Malang terhadap Kualitas Layanan Referensi di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, D3 Perpustakaan Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Dr. Titik Harsiati, M.Pd, Pembimbing (II): Drs.Moh. Asrukin, M.Si. Kata Kunci: persepsi, mahasiswa, layananreferensi, UPT PerpustakaanUniversitasNegeri Malang. Perpustakaanmerupakansalahsatubagian yangsentraldalamsebuahperguruantinggi.UPT PerpustakaanUniversitasNegeri Malang merupakanperpustakaan yang menyediakanlayananreferensi.MahasiswaUniversitasNegeri Malang sebagaipenggunalayananreferensitentumemilikipersepsitersendiriterhadaplayananreferensidi UPT PerpustakaanUniversitasNegeri Malang.PenelitianinibertujuanuntukmengetahuipersepsimahasiswaUniversitasNegeri Malang terhadaplayananreferensi di UPT PerpustakaanUniversitasNegeri Malang yang mencakuppersepsimahasiswaterhadapfasilitaslayananreferensi, pustakawan, koleksi, danprosedur yang berlaku di layananreferensi. Penelitianinimenggunakanmetodedeskriptifkuantitatif.Data daritugasakhiriniberupapersepsimahasiswaUniversitasNegeri Malang terhadaplayananreferensi di UPT PerpustakaanUniversitasNegeri Malang.Pengumpulan data dilakukandenganteknikkuesionerdanpengamatanterlibat.Instrumen yang digunakanadalahpedomankuesionerdanpedomanpengamatanterlibat.Teknikanalisis data yang digunakanadalahanalisis statistik dengan metode deskriptif. Hasildaritugasakhirinimenunjukkan (1) persepsimahasiswaUniversitasNegeri Malang terhadapfasilitas di layananreferensi UPT PerpustakaanUniversitasNegeri Malang menunjukkan, 83 orang (83%) menyatakan nyamanmembaca pada tempat yang telah disediakan di layananreferensi, 59 orang (59%) menyatakan koleksi yang terdapat pada OPAC tidak tersedia di rakkoleksi(2) persepsimahasiswaUniversitasNegeri Malang terhadappustakawan di UPT PerpustakaanUniversitasNegeri Malang menunjukkan,83 orang (83%) menyatakan pustakawanmemberikaninformasiterkaitdenganfotokopikoleksisecaratepatkepadamahasiswa, 35 orang (35%)menyatakanpustakawanreferensitidakramah(3) persepsimahasiswaUniversitasNegeri Malang terhadapkoleksi di layananreferensi UPT PerpustakaanUniversitasNegeri Malang menunjukkan,73 orang (73%) menyatakan lembar yang boleh difotokopi pada karya ilmiahcukupdalammemberikan informasibagi kebutuhan mahasiswa, 32 orang (32%).menyatakankoleksilayananreferensitidakmutakhir(4) persepsimahasiswaUniversitasNegeri Malang terhadapprosedur di layananreferensi UPT PerpustakaanUniversitasNegeri Malang menunjukkan, 76 orang (76%) menyatakan nyamansaatharus mengisi daftar presensi, 45 orang (45%) menyatakan sulit meminjam koleksikaryailmiah yang berada di gudang

Perencanaan pompa centrifugal
oleh Totok Ganendra

 

Laporan selama praktek kerja nyata di pabrik gula Wonolangan Probolinggo PTP Perkebunan XXIV - XXV dari tanggal 15 - 6 - 1984 s.d 15 - 8 - 1984
disusun oleh Ali Gunawan

 

Perbedaan komitmen organisasi berdasarkan locus of control pada karyawan PT Sumber Alfaria Trijaya, TBK cabang Malang / Anggun Risfityaningrum

 

ABSTRAK Risfityaningrum, Anggun. 2015. Perbedaan Komitmen Organisasi berdasarkan Locus of Control pada Karyawan PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk Cabang Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Weni Utami, M. Si, (2) Drs.H. Mohammad Bisri, M. Si. Kata kunci: komitmen organisasi, locus of control Komitmen Organisasi adalah suatu keadaan dimana seorang karyawan memihak organisasi tertentu serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi tersebut. Sedangkan Lokus kendali (locus of control) merupakan tingkat dimana individu yakin bahwa mereka adalah penentu nasib mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan komitmen organisasi berdasarkan locus of control. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif, dimana peneliti mendeskripsikan dan membandingkan komitmen organisasi berdasarkan locus of control internal dan eksternal. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Skala KO dengan validitas berkisar 0,000 – 0,046 dan memiliki reliabilitas sebesar 0,917. Sedangkan Skala LOC memiliki validitas berkisar antara 0,000 – 0,037 dengan nilai reliabilitas sebesar 0,946. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif untuk mendeskripsikan komitmen organisasi dan locus of control karyawan. Penelitian dilakukan pada 60 karyawan PT. Sumber Alfaria trijaya, Tbk Malang terdiri dari 37 karyawan (61,67%) dengan locus of control eksternal dan 23 karyawan (38,33%) dengan locus of control internal. Uji hipotesis dilakukan dengan teknik independent sample t-test. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa: (1) 10 karyawan (27,03%) termasuk dalam kategori tinggi dan 27 karyawan (72,97%) termasuk dalam kategori rendah. Sedangkan berdasarkan dari locus of control internal, 16 karyawan (69,56%) termasuk dalam kategori tinggi dan 7 karyawan (30,445%) termasuk dalam kategori rendah. (2) Signifikansi dari uji hipotesis menunjukkan angka 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan penemuan tersebut dapat disimpulkan bahwa lebih banyak karyawan yang memiliki komitmen organisasi rendah dan terdapat perbedaan komitmen organsasi berdasarkan locus of control. Berdasarkan hal tersebut disarankan kepada karyawan untuk lebih meningkatkan komitmen organisasi, misalnya dengan datang tepat waktu, menggunakan jam kerja dengan efisien, sehingga dapat memaksimalkan pekerjaan dan tidak mengganggu tugas yang harus dikerjakan selanjutnya.

Penggunaan metode kerja kelompok untuk meningkatkan prestasi belajar ilmu pengetahuan sosial siswa kelas V SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang / Donna Sutrisna

 

Kata kunci : kerja kelompok, IPS, hasil belajar Salah satu disiplin ilmu yang diajarkan di sekolah dasar dan erat kaitannya dengan masalah kehidupan sosial dan lingkungan masyarakat di sekitar siswa adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Di SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang, pembelajaran Ilmu Pengetahuan sosial masih saja cenderung pada metode pembelajaran klasik, yaitu metode ceramah yang kegiatan pembelajarannya hanya didominasi oleh guru, pembelajaran yang kurang berorientasi pada siswa, siswa hanya mendengarkan, mencatat dan melakukan kegiatan sesuai perintah guru yang menyebabkan siswa pasif dan tidak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kecakapan berpikir. Frekuensi penggunaan metode ceramah, pemberian tugas dan tanya jawab terlalu mendominasi. Dari hasil PreTest (tindakan awal/tes awal) yang telah diberikan kepada 29 anak (tes diberikan secara individu), maka dapat diketahui data siswa yang mengalami kesulitan belajar, sebesar 72,4% (21 anak) mendapat nilai di bawah 70, sisanya 27,6% (8 anak) memperoleh nilai diatas 70 dengan nilai rata-rata kelas 56,72. Untuk mengarah pada perubahan yang lebih baik dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang, maka peneliti mencoba dengan menerapkan metode kerja kelompok, dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis PTK, model Kemmis & Taggart. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, dengan instrumen penelitian wawancara, tes dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Data yang dianalisis adalah data tentang kemampuan guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan kerja kelompok, tingkat pemahaman siswa terhadap konsep Jenis Usaha dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia yang diukur dari aspek kognitif yang berupa soal pre-test dan post-tes, aktivitas siswa serta tingkat keberhasilan siswa yang diukur dari pengamatan keseharian siswa di lingkungan sekolah selama siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode kerja kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas V SDN Tegalweru. Hal ini terbukti dengan meningkatnya nilai rata-rata kelas sebelum menggunakan metode kerja kelompok adalah 56.72. Setelah peneliti menerapkan metode kerja kelompok, pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa di kelas mengalami peningkatan, yaitu menjadi 71.20, atau mengalami peningkatan 44.83%. Pada penerapan metode kerja kelompok siklus II, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 84.13, atau mengalami peningkatan 24.19%. Siswa yang mengalami ketuntasan belajar individu adalah sebanyak 28 siswa (96.6%) dan siswa yang belum mengalami tuntas belajar sebanyak 1 siswa (3.4%). Ketuntasan belajar kelas sudah tercapai karena ketuntasan belajar individu telah mencapai 80% dari jumlah siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode kerja kelompok dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang. yang ditandai dengan meningkatnya hasil belajar siswa (aspek kognitif), metode kerja kelompok juga mampu meningkatkan aspek afektif dan aspek psikomotor siswa. Hal ini terbukti dengan meningkatnya kerjasama, keberanian dan kedisiplinan siswa dalam pembelajaran. Dari penelitian yang telah dilaksanakan, saran yang diharapkan dapat menjadi rekomendasi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di SD, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yaitu, hendaknya guru dapat menerapkan dan mengembangkan metode pembelajaran kerja kelompok pada pembelajaran IPS kedalam kompetensi atau tema-tema yang lain dan pembelajaran hendaknya dilaksanakan dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Bagi sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam upaya memperbaiki pembelajaran di SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Serta bagi Dinas Pendidikan, hendaknya selalu memberikan bimbingan terhadap guru tentang pemilihan strategi dan metode dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang sesuai, serta selalu memberikan kesempatan kepada

Pengembangan media pembelajaran interaktif kompetensi dasar memasang instalasi penerangan 1 fasa pada mata pelajaran kompetensi kejuruan kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Negeri 1 Blitar / Wisnu Laksono

 

ABSTRAK Laksono, Wisnu. 2015.Pengembangan Media Pembelajaran InteraktifKompetensi Dasar Instalasi Penerangan 1 Fasa pada Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan Kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Negeri 1 Blitar. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suwasono, M.T., (2) Dr.Eng. Siti Sendari, S.T., M.T., Kata Kunci: Media pembelajaran interaktif, Adobe Flash CS3, Instalasi penerangan 1 fasa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran Kompetensi Kejuruan dengan materi instalasi penerangan listrik 1 fasa untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah siswa SMKNegeri 1 Blitar menggunakan Adobe Flash CS3. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran instalasi penerangan 1 fasa dengan menggunakan Adobe Flash CS3. Penelitian pengembangan media pembelajaran instalasi penerangan 1 fasa menggunakan Adobe Flashini melalui 5 tahap yaitu: (1) Analisis kebutuhan; (2) Desain; (3) Pengembangan; (4) Implementasi; dan (5) Evaluasi.Subyek dalampenelitian ini berjumlah 6 siswa untuk uji coba kelompok kecil dan 28 siswauntuk uji coba kelompok besar jadi jumlah keseluruhan subyek penelitian padapenelitian ini sejumlah 34 siswa kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMKN 1 Blitar. Hasil dari penelitian ini berupa sebuah produk media pembelajaran berbasisAdobe Flash yang sesuai dengan materi dalam silabus dan RPP yang di terapkan di SMK Negeri 1 Blitar. Kemudian penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran yang digunakan baik dari segi pembelajaran, isi, dan tampilan. Uji coba produk perlu dilakukan untuk mengetahui kelayakan produk media pembelajaran yang dihasilkan agar sesuai dengan kelayakannya. Hasil ujicoba media pembelajaran secara keseluruhan responden, dari pakarmedia menyatakan 86,9 % dengan kriteria sangat valid, dari ahli materi 1 menyatakan 90,6 % dan ahli materi 2 menyatakan 87,5% dengan kriteria sangat valid, dari siswa menyatakan 89,7% untuk kelas TITL 1 dan 83,9% untuk kelas TITL 2 dengan kriteria sangat valid. Hasil ujicoba kepada seluruh responden media pembelajaran instalasi penerangan 1 fasaini layak digunakan sebagai media pembelajaran di SMK dan telah memenuhi indikator keberhasilan yang layak dan efektif serta memberikan dampak yang positif terhadap pembelajaran instalasi penerangan 1 fasa. Oleh karena itumedia ini dapat digunakan siswa alternatif sumber belajar, bagi guru sebagai alternatifmedia pembelajaran, dan bagi pengembang lain sebagai masukan dalam melakukan pengembangan media pembelajaran untuk materi lainnya.

Laporan praktek kerja di dinas Pekerjaan Umum Kotamadya Daerah Tingkat II Malang
oleh Hariyanto

 

Studi tentang penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler batik di SD Negeri Tanjungsekar 1 Kota Malang / Bunga Putri Andarweni

 

ABSTRAK Andarweni, Bunga Putri. 2015.Studi Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Ekstrakurikuler Batik di SD Negeri Tunjungsekar 1 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Iriaji, M.Pd,(II) Fenny Rochbeind, S.Pd, M.Sn. Kata kunci: penyelenggaran, ektrakurikuler, batik, SD Negeri Tunjungsekar 1. Penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler bertujuanuntuk mengembangkan potensi, bakat, minat peserta didik. Ekstrakurikuler batik di SD Negeri Tunjungsekar 1 Kota Malang memiliki keunggulan yaitu memperoleh prestasi dalam berbagai perlombaan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan, pelaksanaan, penilaian guru terhadap proses dan hasil karya batik peserta didik, evaluasi program, serta faktor pendukung dan penghambat kegiatan ekstrakurikuler batik di SDN Tunjungsekar 1 Kota Malang. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di SDN Tunjungsekar 1 Kota Malang yang berada di Jl. Ikan Piranha Atas No. 187 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Sumber data primer dari hasil wawancara kepala sekolah, guru ekstrakurikuler, koordinator ekstrakurikuler serta peserta didik.Data sekunder dari perangkat pembelajaran guru. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, wawancara, dan observasi. Analisa data dilakukan dengan cara reduksi, penyajian data, dan pengambilan simpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara memperpanjang kehadiran, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian: (1) ekstrakurikuler batik termasuk jenis ekstrakurikuler pilihan. Pihak yang terlibat terdiri dari pihak sekolah, orang tua, dan peserta didik. Kegiatan diadakan setiaphariRabu pukul 13.00-14.00WIB, (2)pada tahap tahap pelaksanaan, guru merencanakan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah proses membatik, dimulaidariteoridilanjutkanpadapraktekmembatik. Guru menerapkan pendekatan prosedural.Metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode imitasi/mencontoh,drill, dan metode karya cipta terarah. Materi pembelajaran terdiri dari materi pengetahuan batik tulis tradisional, pengetahuan alat dan bahan serta teknik membatik. Media membatik yang digunakan adalah canting, wajan, dan kompor minyak, serta taplak. Bahan yang dipergunakan terdiri dari kain mori, malam/lilin, dan pewarna batik remasol. Proses membatik yaitumemola kain, membatik, medelatau mewarna kain,dan ngelorot. Teknik penilaian proses berkarya guru adalah teknik observasi. Teknik penilaian hasil karya adalah teknik penilaian produk, (3)fokus penilaian program kepada keaktifan pembimbing dan peserta didik serta kelengkapan sarana prasarana penunjang kegiatan ekstrakurikuler,(4) faktor pendukung meliputi faktor intern yaitu bakat, minat, dan motivasi peserta didik, sedangkan faktor ekstern adalah dukungan sarana prasarana dari keluarga dan sekolah. Faktor penghambat kegiatan ekstrakurikuler batik yaitupenyesuaian jadwalkegiatan. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini hendaknya lebih mematangkan dalam membuat perencanaan pembelajaran dandiharapkandapat menambahkanalokasi waktu penyelenggaraan yang masih terlalu singkat.

Perencanaan turbin uap curtis satu tingkat tekanan dua tingkat kecepatan
oleh Yeyasa Hariyanto

 

Pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan nasabah bank syariah Mandiri Cabang Pasuruan / Erike Youlandha

 

Kata kunci: kualitas layanan, kepuasan nasabah Saat ini perbankan syari'ah telah memasuki persaingan berskala global, merupakan suatu tantangan yang harus dihadapi dan ditangani oleh bank syari'ah untuk dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan bangsa melalui pemberdayaan ekonomi umat. Demikian pula dengan bisnis perbankan, merupakan bisnis yang berdasarkan pada azas kepercayaan, masalah kualitas layanan (service quality) menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan bisnis ini. Sehingga ketika bank syari'ah yang selama ini dirindukan kehadirannya ternyata pelayanannya tidak sesuai syari'ah Islam maka akan berakibat merugikan bank itu sendiri dan menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap bank syari'ah. Oleh karena itu persaingan akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan bank memberikan pelayanan terbaik yang bermutu dibandingkan pesaingnya. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui variabel-variabel kualitas layanan yang mempengaruhi kepuasan nasabah. Penelitian ini mempuyai dua variabel , yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas (X) terdiri dari sub variabel, yaitu keandalan (X1), daya tanggap (X2), jaminan (X3), empati (X4) dan bukti fisik (X5) sedangkan variabel terikatnya (Y) adalah kepuasan nasabah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan kausalitas. Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan pengaruh kualitas layanan secara parsial maupun secara simultan terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan, serta untuk mengetahui variabel kualitas layanan mana yang paling dominan mempengaruhi kepuasan nasabah. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 73 responden. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Pengambilan jumlah sampel tersebut karena keterbatasan penulis dalam hal tenaga, biaya dan waktu. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) ada pengaruh positif yang signifikan keandalan secara parsial terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dengan nilai B=0,345; thitung=3,801; dan Sig t=0,000; (2) tidak ada pengaruh positif yang signifikan daya tanggap secara parsial terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dengan nilai B=-0,113; thitung=-1,265; dan Sig t=0,210; (3) tidak ada pengaruh positif yang signifikan jaminan secara parsial terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dengan nilai B=0,004; thitung=0,043; dan Sig t=0,966; (4) ada pengaruh positif yang signifikan empati secara parsial terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dengan nilai B=0,554; thitung=8,068; dan Sig t=0,000; (5) ada pengaruh positif yang signifikan bukti fisik secara parsial terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dengan nilai B=0,355; thitung=3,871; dan Sig t=0,000; (6) terdapat pengaruh positif yang signifikan keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik secara simultan terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dengan nilai Fhitung =35,351; Ftabel=2,38; Sig. F=0,000; R=0,852; R square =0,725; dan Adjusted R Square=0,705. Dari hasil penelitian juga disimpulkan bahwa variabel empati memiliki pengaruh paling dominan terhadap kepuasan nasabah. Berdasarkan penelitian ini, dapat disarankan agar Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dalam memberikan layanan perlu memperhatikan hal-hal yang dapat mempengaruhi kepuasan nasabah terutama pada variabel daya tanggap dan jaminan.

Pengaruh strategi pembelajaran reading questioning and answering (RQA) dipadu student team achivment division (STAD) terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemampuan metakognitif di MTs Negeri Rejosa Kab. Pasuruan / Nina Zunaidah

 

ABSTRAK Zunaidah, Nina. 2014. Pengaruh Strategi Pembelajaran Reading Questioning and Answering (RQA) Dipadu Student Team Achievment Division (STAD) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kemampuan Metakognitif Di MTs Negeri Rejoso Kab.Pasuruan, Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1). Prof. Dr. Aloysius Duran Corebima, M.Pd (2). Dr. H. Hadi Suwono, M.Si Kata Kunci: RQA, STAD, Kemampuan Berpikir Kritis, Kemampuan Metakognitif Keterampilan berpikir kritis merupakan suatu karakteristik yang perlu dikembangkan di sekolah pada setiap jenjangnya, meskipun jarang diajarkan oleh guru di kelas baik secara eksplisit maupun implisit. Berpikir kritis merupakan suatu kompetensi yang harus dilatihkan pada peserta didik. Hubungan ketrampilan metakognisi dengan berpikir kritis dari komponen Self-regulation. Self regulation merupakan salah satu komponen berpikir kritis. Self regulation merupakan salah satu komponen berpikir kritis. Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Menganalisa pengaruh strategi pembelajaran Reading Questioning and Answering (RQA) dipadu Student Team Achievment Division (STAD) terhadap kemampuan berpikir kritis di MTsN Rejoso Kabupaten Pasuruan. 2) Menganalisa pengaruh strategi pembelajaran Reading Questioning and Answering (RQA) dipadu Student Team Achievment Division (STAD) terhadap kemampuan metakognitif di MTsN Rejoso Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: tidak ada pengaruh strategi pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis, namun pada strategi pembelajaran RQA dipadu STAD berpengaruh signifikan terhadap kesadaran metakognitif inventori MAI dan ketrampilan metakognitif dengan rubrik. Peningkatan kesadaran metakognitif inventori MAI siswa mengalami peningkatkan sebesar 4,02% lebih tinggi daripada strategi konvensional dibandingkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional sebesar 3,86%. Pada ketrampilan metakognitif mengalami kenaikan ketrampilan metakognitif siswa dengan rubrik yang diajar dengan RQA dipadu STAD lebih tinggi 123,2 % dibandingkan menggunakan pembelajaran konvensional 55,2 % . Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, beberapa saran yang dapat diajukan oleh peneliti adalah 1) Perlu dilakukan penelitian berikutnya terkait dengan strategi pembelajaran yang lain misal paduan RQA dengan tipe kooperatif lainnya. 2).Variabel terikat yang sudah diteliti dalam penelitian ini terbatas pada hasil belajar yang meliputi: kemampuan berpikir kritis dan kemmapuan metakognitif. Perlu dilakukan penelitian untuk jenis hasil belajar lainnya misalnya hasil belajar kognitif, retensi atau kemampuan akademik bawah atau akademik atas. 3). Perlu dilaksanakan penelitian yang memadukan strategi-strategi pembelajaran berbasis konstruktivisme berbasis student centered selain RQA dipadu STAD 4).Penelitian ini dilakukan satu semester, kalau memungkinkan perlu dilakukan penelitian dalam kurun waktu lebih lama lagi untuk memperoleh hasil yang lebih baik, terutama dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan metakognitif.

Perencanaan turbin uap Curtis satu tingkat tekanan dua tingkat kecepatan
oleh Yoyok Ismoyo

 

Pengaruh perubahan arus kas terhadap tingkat rentabilitas melalui tingkat likuiditas pada perusahaan food and beverages yang listing di BEI tahun 2006-2008 / M. Imam Fauzi

 

Kata Kunci : Perubahan Arus Kas, Likuiditas, Rentabilitas. Memasuki era globalisasi yang pesat, sektor industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor industri di BEI yang mempunyai peluang untuk tumbuh dan berkembang dengan pesat, karena potensi pasarnya dari tahun ke tahun makin berkembang seiring dengan tingkat pertumbuhan jumlah penduduk. Untuk itu dalam kegiatan operasionalnya, pengendalian arus kas pada perusahaan sangat di butuhkan dalam menjaga likuiditas dan guna meningkatkan likuiditas. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui kondisi perubahan arus, 2. Untuk mengetahui kondisi tingkat likuiditas, 3. Untuk mengetahui kondisi tingkat rentabilitas, 4. Untuk menguji pengaruh perubahan arus kas aktivitas operasi terhadap tingkat likuiditas, 5. Untuk menguji pengaruh perubahan arus kas aktivitas investasi terhadap tingkat likuiditas, 6. Untuk menguji pengaruh perubahan arus kas aktivitas pendanaan terhadap tingkat likuiditas, 7. Untuk menguji pengaruh perubahan arus kas aktivitas operasi terhadap tingkat rentabilitas, 8. Untuk menguji pengaruh perubahan arus kas aktivitas investasi terhadap tingkat rentabilitas, 9. Untuk menguji pengaruh perubahan arus kas aktivitas pendanaan terhadap tingkat rentabilitas, 10. Untuk menguji pengaruh tingkat likuiditas terhadap tingkat rentabilitas. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Food and Beverages yang listing di BEI tahun 2006 – 2008, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Analisis penelitian ini menggunakan analisis jalur dengan pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t dan uji F. Dengan nilai α sebesar 5% atau 0,05 dan sebelum dilakukan analisis data di uji normalitas dan uji multikolinieritas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara perubahan arus kas pada likuiditas dan rentabilitas, kecuali arus kas investasi yang berpengaruh signifikan terhadap likuiditas dan terdapat pengaruh yang signifikan antara likuiditas dan rentabilitas. Pada perubahan arus kas operasi, investasi, pendanaan, dan likuiditas cenderung mengalami penurunan pada setiap tahunnya, sedangkan pada tingkat rentabilitas dari setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hal tersebut secara umum menunjukkan bahwa perusahaan kurang produktif dalam mengelola modal, baik yang berasal dari laba maupun penambahan modal sehingga banyak modal yang menganggur. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada investor dalam melakukan investasi tidak hanya melihat dari labanya saja, akan tetapi perlu melihat kemampuan perusahaan dalam mengendalikan arus kas bagi perusahaan atau dapat dilihat dalam laporan arus kas.

Perencanaan konstruksi beton bangunan perpustakaan dengan metode ultimate
oleh Slamet Iswahyudi

 

Pengembangan modul geografi model Alec E. Aitken pada materi mitigasi dan adaptasi bencana alam kelas X sekolah menengah atas / Indah Istimin Cahyani

 

ABSTRAK Cahyani, Indah Istimin. 2015. Pengembangan Modul Geografi Model Alec E. Aitken Pada Materi Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam Kelas X Sekolah Menengah Atas. Tesis, Program Studi Pendidikan Geografi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd., (II) Dr. Budijanto, M.S. Kata Kunci: Pengembangan Modul, Model Alec E. Aitken, Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam Materi teks geografi SMA kelas X materi mitigasi dan adaptasi bencana alam banyak dijumpai kesalahan. Hasil kajian buku teks tersebut ditemukan kesalahan konsep, kalimat, dan gambar itu belum berfungsi. Kelemahan yang mendasar dari buku teks tersebut yakni belum menggunakan pendekatan keruangan dan materi berupa ilmu bantu geografi. Beberapa kelemahan tersebut menunjukkan bahwa kualitas buku teks geografi masih rendah dan memerlukan pengembangan. Pengembangan ini bertujuan menghasilkan modul geografi SMA kelas X dengan model Alec E. Aitken untuk materi mitigasi dan adaptasi bencana alam. Penelitian pengembangan ini mengadopsi model Dick and Carey. Model pengembangan ini terdiri dari lima tahap yaitu identifikasi kompetensi inti dan kompetensi dasar, analisis materi, penulisan dan pengembangan modul, validasi dan uji coba produk, dan revisi produk. Produk hasil pengembangan telah divalidasi oleh ahli materi. Setelah dilakukan revisi, selanjutnya diujicobakan. Subjek uji coba, yakni siswa kelas X IIS SMA Selamat Pagi Indonesia. Uji coba untuk mengetahui tanggapan, penguasaan materi modul dan hasil belajar siswa setelah menggunakan produk. Berdasarkan hasil analisis uji coba diperoleh terbukti bahwa penguasaan siswa terhadap modul geografi model Alec E. Aitken materi mitigasi dan adaptasi bencana pada modul 1 91%, modul 2 86,36%, modul 3 81,82%, dan modul 4 77,27%. Hasil belajar siswa melalui tes mencapai standar ketuntasan belajar, yakni nilai rata-rata kelas 82. Hasil tersebut menunjukkan produk sudah baik dan layak digunakan dalam pembelajaran. Modul geografi model Alec E. Aitken pada materi mitigasi dan adaptasi bencana alam kelas X SMA mempunyai kekurangan pada: penyajian deskripsi materi mitigasi dan adaptasi bencana alam terkesan berbelit-belit dan kurang jelas, kekurangan produk juga terdapat pada aspek bahasa berupa: terdapat istilah geografi berkaitan dengan mitigasi dan adaptasi bencana perlu dijelaskan lebih rinci agar mudah dipahami oleh siswa. Kesalahan dalam penulisan kata-kata atau kalimat juga masih terdapat pada modul hasil pengembangan Disarankan adanya penelitian lebih lanjut dengan memperbaiki kekurangan yang terdapat pada komponen materi dan bahasa. Desiminasi produk dilakukan melalui MGMP geografi dan seminar dalam skala lokal.

Perencanaan akhir utama gear box
tugas
Karmijo

 

Using learning log strategy to improve writing ability of the second year students at MTs Wachid Hasyim Surabaya / Bambang Kustriadi

 

Thesis, English Language Teaching, Graduate Program of State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Fachrurrazy, MA., Ph.D., (II) Dr. Enny Irawati,M.Pd. Key terms: learning log, writing ability The study was conducted based on the result of the preliminary study in MTs Wachid Hasyim Surabaya, it was found out that the students of the school had some problems in learning writing. First, the teacher did not give a model of to write a paragraph that makes the students know what to do for writing. Second, the teacher did not provide more portion of time in writing activities for the students in class. Third, the strategies used in the teaching and learning process did not vary and interesting. To answer the problem, this study was designed to improve the students’ writing ability in English through learning log strategy. The focus of this study is to promote the students’ idea and to help them acquire their writing habit so that their journals will not be assessed on the term of accuracy of writing but on fluency ideas. It is expected that the more the students practice writing regularly, their writing ability will improve. This study employed a classroom action research design in which the researcher and the collaborative teacher worked together in designing the lesson plans, implementing the action, observing and making reflection. The subjects of the study were the second-year students of MTs Wachid Hasyim Surabaya, East Java of the 2010-2011 academic year. The instruments used to collect data are observation checklist, journal entries, field notes and questionnaire. The procedures of implementing learning log strategy in teaching and learning process in this study were: (1) giving students the topics ; (2) asking the students to tell their experience; (3) asking the students to write down what they have learn in the classroom; (4) showing the students models of sentences and paragraphs; (5) asking the students to compare between their sentences and paragraphs and the models; (6) asking the students to rewrite their sentences and paragraphs; (7) showing the students models of learning logs;(8) giving explanation about learning logs to the students;(9) asking the students to write journals based on the topic given the week before after the end of the class or at the beginning of the class; (10) asking the students to write their own journals in class in paragraph of recount text. The findings of the study show that the strategy can improve the students’ writing ability. The improvement can be seen from the students’ products both in quantity and quality. It can also be seen from the students’ final scores. In terms of quantity, the students can write sentences and paragraph with the topic given with increasing number of sentences and paragraphs in each entry. In terms of quality, the students show significant improvement in four aspects of writing: content, organization, vocabulary and grammar. Regarding final scores, the number of students whose scores are 60 or higher is increasing from cycle 1 cycle 2. Based on the students’ involvement also improves it can be seen in cycle 1, the average scale of the students level is 2.25 which has not reached the predetermined criteria yet. In cycle 2, the average scale improves to 4.0. On the basis of the findings, some suggestions are made. First, the English teachers are suggested that they apply learning log when teaching writing to the students. Second, in applying learning logs, the teachers should be sure that the students have mastered basic vocabulary items and basic concept of sentences and paragraphs. Third, the teachers have to show to the students some models of journals. Models of sentences and paragraphs are also important to be given to the students. Fourth, for beginning activities in learning log writing, it is necessary for the teachers to give topic to the students. And finally, it could give valuable contribution for further research on the application of learning log.

Pengembangan bahan ajar menggunakan pendekatan saintek untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi pengenalan ilmu kimia SMA/MA kelas X/ Elisa Umami

 

ABSTRAK Umami, Elisa. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Pendekatan Saintifik untuk Mengeksplisitkan Hakikat Sains (NOS) dan Berpikir Kritis pada Materi Pengenalan Ilmu Kimia SMA/MA Kelas X. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Prayitno, M.Pd, (II) Dr. Aman Santoso, M.Si. Kata kunci: Bahan ajar, literasi sains, pendekatan saintifik, hakikat sains (NOS), berpikir kritis Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari peristiwa ataupun fenomena yang terjadi di alam semesta. Siswa menganggap materi kimia sebagai ilmu yang sulit karena bersifat abstrak,berjenjang, dan terdiri dari banyak pokok bahasan. Salah satu materi tersebut adalah pengenalan ilmu kimia yang masih belum dipahami dengan baik oleh siswa. Kesulitan dalam memahami materi kimia disebabkan karena pola pembelajaran yang masih menjadikan guru sebagai pusat pembelajaran (teacher centered), sehingga belum mampu meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Menurut penelitian PISA, literasi sains siswa Indonesia masih rendah, yaitu menduduki peringkat ke 64 dari 65 negara. Salah satu penyebab rendahnya literasi sains siswa Indonesia adalah karena sebagian besar buku pelajaran yang ada memuat aspek hakikat sains (NOS) secara implisit sehingga kurang mendapat perhatian dari pembaca (siswa). Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar dengan materi pengenalan ilmu kimia yang menggunakan pendekatan saintifik (scientific approach) untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis, serta untuk mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar yang dikembangkan. Pengembangan bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik (scientific approach) untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi pengenalan ilmu kimia SMA/MA Kelas X ini menggunakan model 4D (four D model).Model pengembangan 4D(four D model)terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Tetapi, dalam pengembangan bahan ajar ini hanya terbatas pada tahap define, design, dandevelop.Data pada pengembangan ini berupa data kuantitatif yang berdasarkan skor angket dari 2 validator ahli dan 2 validator praktisi yang disusun dalam skala Likert, serta data kualitatif yang berdasarkan tanggapan dan saran-saran perbaikan yang diisi oleh 2 validator ahli dan 2 validator praktisi. Hasil dari penelitian dan pengembangan adalah bahan ajar yangterdiri dari buku siswa dan buku guru. Dari hasil validasi bahan ajar menunjukkan bahwa buku siswa memenuhi kriteria layak dengan nilai rata-rata 80,6% dan buku panduan guru memenuhi kriteria sangat layak dengan nilai rata-rata 81,4%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik (scientific approach) untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi pengenalan ilmu kimia SMA/MA kelas X ini layak untuk diterapkan dalam pembelajaran.

Penerapan pembelajaran tematik dengan tema lingkungan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III di SDN Purwantoro 7 Kecamatan Blimbing Kota Malang / Rasmi Patty

 

Kata Kunci : Pembelajaran Tematik, hasil belajar siswa. Hasil observasi data pra lapangan di kelas 3 SDN Purwantoro 7 terlihat fakta bahwa guru dalam pembelajaran dengan tema lingkungan di SDN Purwantoro 7 masih belum menggunakan prinsip-prinsip pembelajaran secara optimal, kegiatan masih banyak didominasi oleh guru, siswa lebih banyak duduk, diam dan dengar. Dengan sikap yang pasif dalam menerima pelajaran tentu saja akan mempengaruhi perolehan hasil belajar, data hasil belajar yang diberikan oleh peneliti berupa soal tes sebanyak 5 soal menunjukkan bahwa siswa SDN Purwantoro 7 kurang mampu dalam hal penguasaan konsep materi pembelajaran tema lingkungan. Dari hasil tes awal yang diberikan oleh peneliti hanya ada 3 siswa (11,5%) yang penguasaan konsep materinya mencapai 75-100; terdapat 12 siswa (46,2%) yang mencapai nilai antara 50-75, dan ada 11 orang siswa yang (42,3%) yang memperoleh nilai di bawah 50. Padahal standar ketuntasan minimal yang ditentukan oleh SDN Purwantoro 7 adalah 75. Nilai rata-rata yang dicapai siswa kelas IV SDN Purwantoro 7 hanya mencapai rata-rata 53,75. Nilai ini adalah nilai rata-rata yang jauh di bawah standar ketuntasan minimal. . Hal-hal tersebut melatarbelakangi penelitian ini. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan penelitian tindakan kelas melalui tindakan penerapan pembelajran tematik dan dilakukan di SDN Purwantoro 7 Kecamatan Blimbing Kota Malang di Kelas III mulai tanggal 5 Maret sampai dengan 29 April 2010. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa kelas 3 tentang tema lingkungan SDN Purwantoro 7 kota Malang dengan menggunakan pembelajaran terpadu. Desain penelitian yang digunakan model spiral dari Kemmis dan Taggart, dengan instrumen penelitian berupa lembar observasi, wawancara, catatan lapangan, LKS dan lembar tes. Berdasarkan penerapan pembelajaran tematik, guru sudah dapat memfokuskan diri dan siswa pada pembelajaran, menghargai jerih payah siswa dalam mengerjakan tugas atau soal, dan ramah dalam bersikap dan berkomunikasi. Sikap menghargai yang ditampilkan oleh guru terhadap siswa memberikan efek positif pada kenyamanan siswa dan keaktifan siswa dalam pembelajaran, hal ini terbukti dengan siswa mulai bisa rileks ketika duduk dengan untaian senyum tulus terlihat dirona wajah-wajah siswa. Salah satu penyebab siswa menjadi lebih aktif dikarenakan siswa merasa nyaman dalam pembelajaran, ini sesuai dengan yang pernyataan DePorter, (2001 : 36) bahwa membangun rasa memiliki akan mempercepat proses pengajaran dan meningkatkan rasa tanggung jawab. kunci membangun ikatan emosional yaitu dengan menciptakan kesenangan dalam belajar, menjalin hubungan dan menyingkirkan segala ancaman dari suasana belajar (DePorter, 2001 : 23), karena ketiadaan ancaman adalah salah satu kondisi yang dibutuhkan untuk berjalannya proses belajar (Hart, 1983, dalam DePorter, 2001 : 47). Sebaliknya keadaan stress dan rasa takut yaitu perasaan yang sering muncul apabila proses belajar hanya melibatkan aspek otak kiri saja, dapat menghambat proses berpikir dan mengingat. (Megawangi, 2004 : 49-50). Berdasarkan perbandingan hasil belajar siswa pada penelitian awal, siklus I dan siklus II, dilihat dari perbandingan nilai rata-rata, pada penelitian awal nilai rata-rata tes kelas 5,64, pada siklus I rata-rata kelas menjadi 6,42, dan pada siklus II rata-rata kelas menjadi 8,17. Pada penelitian awal jumlah siswa yang lulus hanya 12 orang (42,85%), dan 16 orang lainnya (57,15%) tidak lulus. Pada siklus I jumlah siswa yang lulus bertambah menjadi 21 orang (75%) siswa yang tidak lulus 7 orang (25%). Peningkatan jumlah siswa yang lulus juga terlihat pada siklus II jumlah siswa yang lulus 28 orang (100%) atau dengan kata lain seluruh siswa lulus.

Perencanaan motor bensin 4 langkah
oleh Karyono

 

Pengembangan perangkat pembelajaran materi fungsi kuadrat berdasarkan pendekatan saintifik model penemuan terbimbing untuk siswa kelas X SMA / Anggun Dafilla Widysari

 

ABSTRAK Widyasari, Anggun Dafilla. 2015. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Fungsi Kuadrat Berdasarkan Pendekatan Saintifik Model Penemuan Terbimbing untuk Kelas X SMA. Skripsi. Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. A.R. As’ari, M.Pd, M.A. Kata Kunci : perangkat pembelajaran, pendekatan saintifik, model penemuan terbimbing, fungsi kuadrat Tujuan dari pengembangan yang dilakukan adalah menghasilkan perangkat pembelajaran materi fungsi kuadrat berdasarkan pendekatan saintifik model penemuan terbimbing untuk siswa SMA kelas X yang valid, efektif dan praktis. Perangkat pembelajaran ini mengacu pada modelpengembangan Plomp dalam Hobri (2010:17) yaitu: (1) fase investigasi awal, (2) fase perancangan, (3) fase realisasi, dan (4) fase tes, evaluasi, dan revisi. Selanjutnya diuji cobakan dan dilakukan analisis data. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil yaitu : (1) persentase kevalidan RPP dan LKS berturut-turut adalah 95,45% dan 95,83%, (2) persentase kepraktisan RPP dan LKS berturut-turut adalah 90% dan88,54%, (3) persentase siswa yang mendapatkan nilai di atas SKM adalah 100%. Dengan demikian, perangkat pembelajaran materi fungsi kuadrat berdasarkan pendekatan saintifik model penemuan terbimbing yang dihasilkan memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Hasil pengembangan perangkat pembelajaran materi fungsi kuadrat berdasarkan pendekatan saintifik model penemuan terbimbing kelas X dapat digunakan sebagai alternatif dan peertimbangan pembelajaran di kelas. Adapun saran untuk pengembangan selanjutnya perlu untuk mengujikan perangkat pembelajaran kepada siswa yang belum menempuh materi fungsi kuadrat dan diujikan pada satu kelas, sehingga memungkinkan didapat hasil yang berbeda.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |