Kedudukan pengajaran bahasa Inggris di fakultas-fakultas sains dan teknologi Universitas Brawijaya dari efektivitasnya dan hubungannya dengan mata kuliah bidang studi khusus yang memakai rujukan dalam bahasa Inggris / by Poerwanti

 

Perbedaan hasil belajar hidrolisis garam siswa SMAN 1 Malang antara yang diajar menggunakan guide scientific inquiry dengan yang diajar menggunakan ekspositori / Nur Amalina

 

ABSTRAK Amalina, Nur. 2015. Perbedaan Hasil Belajar Hidrolisis Garam Siswa SMAN 1 Malang antara yang Diajar Menggunakan Guided Scietific Inquiry dengan yang Diajar Menggunakan Ekspositori. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Muntholib, S.Pd., M.Si. (II) Drs. Dermawan Afandy, M.Pd. Kata kunci : guided scientific inquiry, ekspositori, hasil belajar, hidrolisis garam. Kimia merupakan bagian dari sains yang mempelajari struktur, sifat, perubahan, dan energi yang menyertai perubahan materi. Salah satu materi pokok mata pelajaran kimia yang diajarkan di SMA adalah hidrolisis garam. Pengajaran materi hidrolisis garam masih dilakukan menggunakan pendekatan teacher centered yang menekankan pada hafalan. Proses pembelajaran ini biasa disebut dengan ekspositori. Menurut Ausabel, siswa cenderung akan lebih mudah memahami materi yang berasal dari pengalamannya sendiri (konstruktivistik). Salah satu model pembelajaran yang menerapkan prinsip konstruktivistik dan sejalan dengan Kurikulum 2013 adalah guided scientific inquiry. Guided scientific inquiry merupakan penerapan prinsip-prinsip guided inquiry dan scientific inquiry dalam pengajaran, memanfaatkan scientific method sebagai pendekatan pengajaran, siswa sebagai peneliti dan guru sebagai pembimbing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran hidrolisis garam yang diajar menggunakan guided scientific inquiry dan ekspositori serta untuk mengetahui perbedaan hasil belajar hidrolisis garam siswa yang diajar menggunakan guided scientific inquiry dengan yang diajar menggunakan ekspositori. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasy experimental design dengan posttest only design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 2 dan XI MIA 3 SMAN 1 Malang yang diambil berdasarkan kesamaan rata-rata pada materi sebelumnya. Satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen dibelajarkan menggunakan guided scientific inquiry dan kelas kontrol dibelajarkan menggunakan ekspositori. Instrumen penelitian berupa instrumen perlakuan (silabus, RPP, LKS, dan lembar keterlaksanaan) dan instrumen pengukuran (tes kognitif). Instrumen pengukuran terdiri dari 25 soal dengan tipe soal C1-C5. Perbedaan hasil belajar kedua kelas ditentukan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan: 1) keterlaksanaan pembelajaran dengan guided scientific inquiry diperoleh rata-rata sebesar 95,74% dan keterlaksanaan pembelajaran dengan ekspositori diperoleh rata-rata sebesar 94,03%, keduanya termasuk dalam kategori sangat baik, dan 2) ada perbedaan hasil belajar hidrolisis garam siswa yang diajar menggunakan guided scientific inquiry dengan yang diajar menggunakan ekspositori dengan hasil signifikansi sebesar 0,024 < 0,05. Rata-rata nilai hasil belajar siswa yang diajar menggunakan guided scientific inquiry ( =86,5) lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang diajar menggunakan ekspositori ( =80).

Pengaruh pemanfaatan VCD pembelajaran terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas I semester II mata pelajaran Biologi di Madrasah Tsanawiyah Negeri Malang I / oleh Kenya Dyah Lestari

 

Pengembangan media CD animasi pembelajaran sains untuk siswa kelas IV semester I SDN I Bunulrejo Malang tahun ajaran 2009/2010 / Donna Boedi Maritasari

 

Kata Kunci: Pengembangan, Media CD Animasi, Pembelajaran, Sains Media CD animasi merupakan perwujudan dari multimedia pembelajaran, karena penyampaiannya mengandung unsur audio, visual serta gambar bergerak, sehingga dapat menarik minat pengguna. Hal ini didasari oleh asumsi dua-saluran yaitu audio dan visual. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SDN I Bunulrejo Malang, pada mata pelajaran sains untuk kelas IV, dalam mengajar guru menerapkan metode ceramah dan menggunakan gambar diam (statis). Dengan menggunakan metode tersebut siswa cenderung sulit memahami materi yang diberikan. Tujuan pengembangan media CD animasi pembelajaran ini adalah mengahasilkan sebuah CD sebagai salah satu alternatife media pembelajaran sains kelas IV SD yang efektif dalam pembelajaran. Karakteristik dari media CD animasi pembelajaran ini adalah terdapat komunikasi yang interaktif antara pengguna media, sehingga akan mendorong tingkat keaktifan siswa dalam belajar. Subjek uji coba dalam pengembangan media CD animasi pembelajaran ini adalah siswa kelas IV SDN I Bunulrejo Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Angket diberikan kepada seorang ahli media, seorang ahli materi dan siswa kelas IV SDN I Bunulrejo Malang untuk mengukur tingkat kevalidan media yang telah diproduksi. Sedangkan untuk mengukur hasil belajar siswa terhadap materi yang telah disajikan, dilakukan pre-test sebagai evaluasi sebelum menggunakan media dan post-test sebagai evaluasi setelah menggunakan media. Hasil pengembangan media CD animasi pembelajaran ini memenuhi criteria valid dengan hasil validasi ahli media mencapai tingkat kevalidan 85%, ahli materi mencapai tingkat kevalidan 82,5% dan siswa perseorangan mencapai tingkat kevalidan 89,16%. Sedangkan untuk hasil belajar menunjukkan bahwa terjadi peningkatan belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media animasi pembelajaran ini. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah siswa yang memenuhi SKM, siswa uji coba lapangan dari 50%sebelum menggunakan media CD animasi pembelajaran, menjadi 86,66% sesudah menggunakan media CD animasi pembelajaran. Sehingga media CD animasi pembelajaran ini bias dikatan efektif dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. i

Penerapan kurikulum pendidikan anak usia dini berbasis kompetensi sebagai upaya menuju pembelajaran anak aktif di TK. Kemala Bhayangkari 100 Brimob Malang / oleh Dody Wibawanto

 

Pengaruh kompetensi auditor dan independensi auditor terhadap kualitas audit dengan etika profesi auditor dan komitmen profesional sebagai variabel moderasi (studi empiris pada auditor Kantor Akuntan Publik di Kota Malang) / Wiwik Rusdiyanti

 

ABSTRAK Rusdiyanti, Wiwik. 2016. Pengaruh Kompetensi Auditor dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit dengan Etika Profesi Auditor dan Komitmen Profesional Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Kota Malang). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Nujmatul Laily, S.Pd., M.SA, (2) Dr.Satia Nur Maharani, S.E., M.Sa, AK Kata Kunci: Kompetensi Auditor, Independensi Auditor, EtikaProfesi Auditor, Komitmen Profesional, dan Kualitas Audit. Kualitas audit merupakan kemungkinan (probability) yang terjadi ketika auditor mengaudit laporan keuangan klien. Hal tersebut membuat auditor dapat menemukan pelanggaran yang terjadi dalam sistem akuntansi klien dan melaporkan dalam laporan audit. Kualitas jasa yang dihasilkan oleh para profesi akuntan publik diatur dan dikendalikan melalui berbagai standar yang diterbitkan oleh organisasi profesi tersebut, (Mulyadi, 2010:35). Kompetensi auditor, independensi auditor, etika profesi auditor, dan komitmen professional memiliki peran penting dalam penentuan kualitas audit. Hal inisesuai dengan Attribution Theory yang menjelaskan bahwa perilaku seorang auditor dalam mengintepretasikan suatu peristiwa, alasan atau sebab perilaku individu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi auditor dan independensi auditor terhadap kualitas audit dengan etika profesi auditor dan komitmen professional sebagai variabel moderasi. Penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian eksplanasi. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yaitu auditor pada kantor akuntan publik di kota Malang berjumlah 59 auditor. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dari instrument kuesioner. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan moderasi. Hasil analisis data menunjukkan: kompetensi auditor dan independensi auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, etika profesi auditor tidak mampu memoderasi pengaruh kompetensi auditor terhadap kualitas audit, etika profesi auditor tidak mampu memoderasi pengaruh independensi terhadap kualitas audit, komitmen professional tidak mampu memoderasi pengaruh kompetensi auditor terhadap kualitas audit, dan komitmen professional tidak mampu memoderasi pengaruh independensi terhadap kualitas audit. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bahwa perusahaan menyediakan pelatihan yang memadai baik eksternal maupun internal kepada auditor junior dan auditor senior agar dapat menghasilkan audit yang berkualitas.

A study on the ability of the severth semester students of English departement of Muhammadiyah University of Malang is comprehending reading texts / by Soeparto

 

Kemampuan menulis puisi siswa kelas VII MTs. Ma'arif NU Kota Blitar tahun pelajaran 2013/2014 / Riska Kurniawati

 

ABSTRAK Kurniawati, Riska. 2009. Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VII MTs. Ma’arif NU Kota Blitar Tahun Pelajaran 2013/2014, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Roekhan, M.Pd, (2) Dewi Pusposari, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: kemampuan menulis puisi, peristiwa yang pernah dialami, puzzle diksi dan gambar. Tujuan umum penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan menulis puisi siswa kelas VII MTs. Secara khusus, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menulis puisi siswa dari aspek (1) memilih tema, (2) memilih kata (diksi), (3) menata rima, (4) menghadirkan imaji, dan (5) membentu majas. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif. Data berupa skor hasil kemampuan menulis puisi siswa dari aspek (1) memilih tema, (2) memilih kata (diksi), (3) menata rima, (4) menghadirkan imaji, dan (5) membentuk majas. Sumber data berupa puisi hasil karya siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan tes menulis puisi kepada siswa. Analisis data dilakukan dengan beberapa langkah analisis. Langkah tersebut meliputi persiapan, tabulasi, dan pengolahan data. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs. Ma’arif NU Kota Blitar. Jumlah keseluruhan siswa kelas VII MTs. Ma’arif NU Kota Blitar tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 190 siswa yang terdiri dari 5 kelas. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII ULA berjumlah 38 siswa. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa secara umum kemampuan siswa kelas VII MTs Ma’arif NU Kota Blitar tahun pelajaran 2013/2014 dalam menulis puisi masih kurang. Secara berurutan tingkat kemampuan menulis puisi per aspek yang dicapai siswa adalah (1) memilih tema, (2) memilih kata (diksi), (3) menata rima, (4) menghadirkan imaji, dan (5) membentuk majas. Pertama, pada aspek menata rima, hasil yang dicapai siswa sebesar 73,68% dengan kategori cukup. Kedua, pada aspek memilih kata (diksi) hasil yang dicapai siswa sebesar 68,42% dengan kategori cukup. Ketiga, pada aspek memilih tema, hasil yang dicapai siswa sebesar 65,78% dengan kategori cukup. Keempat, aspek menghadirkan imaji, hasil yang dicapai siswa sebesar 28,95% dengan kategori kurang. Kelima, pada aspek membentuk majas hasil yang dicapai siswa sebesar 15,78% dengan kategori kurang. Berdasarkan temuan penelitian disarankan kepada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia agar lebih memperhatikan siswa dalam membuat puisi. Memperhatikan kendala­kendala yang dihadapi siswa sehingga dapat memperdalam pemahaman siswa. Guru hendaknya melakukan remedial jika nilai yang didapat siswa di bawah KKM. Kepada peneliti selanjutnya hendaknya mengembangkan penelitian lebih lanjut mengenai peningkatan kemampuan menulis puisi atau pengembangan bahan ajar menulis puisi yang bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi.

Usaha sintesis 1,3-Dihidroksi-2-(3-Pridil)-4,5-Dimetilidazolina / oleh Nikmatuz Zahro

 

Pengembangan media pembelajaran statistik secara interaktif berbasis komputer / oleh Ida Nurdiana

 

Usaha sintesis "1.3-Hidroksi-2- (2-Piridil)-Imidazolina" / oleh Indah Wahyuningsih

 

Simulasi bahan superkonduktor / oleh Umi Suprihatin

 

Pemodelan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tahun 2015 di Kabupaten Sidoarjo dengan Geographically Weighted Negative Binomial Regression (GWNBR) / Suryanto Dwi Kuswiyono

 

ABSTRAK Kuswiyono, Suryanto Dwi. 2016. Pemodelan Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Tahun 2015 di Kabupaten Sidoarjo dengan Geographically Weighted Negative Binomial Regression (GWNBR). Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Nur Atikah, S.Si, M.Si. Kata Kunci: DBD, Regresi Binonial Negatif, GWNBR. Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah kesehatan yang utama di Indonesia. Demam berdarah merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus Dengue yang masuk ke peredaran darah manusia melalui nyamuk dari genus Aedes. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, tercatat ada 321 kasus demam berdarah pada semester pertama tahun 2015 yang meningkat dibandingkan dengan semester pertama tahun 2014. Data jumlah kasus DBD merupakan data cacah sehingga regresi Poisson dapat digunakan dalam pemodelannya. Namun asumsi equidispersi dalam regresi poisson seringkali sulit terpenuhi sehingga terjadi kasus overdispersi. Alternatif untuk menyelesaikan kasus overdispersi salah satunya dengan regresi Binomial Negatif. Pada data yang terdapat aspek spasial, maka digunakan Geographically Weighted Negative Binomial Regression (GWNBR). Penelitian ini menggunakan data jumlah kasus DBD tahun 2015 di tiap Puskesmas di Kabupaten Sidoarjo dengan 5 faktor yang diduga mempengaruhinya yaitu kepadatan penduduk (X1), angka bebas jentik nyamuk (ABJ) (X2), persentase rumah sehat (X3), rata-rata curah hujan (X4) dan persentase tenaga kesehatan di Puskesmas (X5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai AIC model GWNBR sebesar 113,81 lebih kecil daripada regresi binomial negatif sebesar 159,19, hal ini menunjukkan bahwa model GWNBR lebih baik. Faktor spasial berpengaruh terhadap kasus DBD di Kabupaten Sidoarjo sehingga model GWNBR yang terbentuk berbeda-beda setiap kecamatan. Dengan pembobotan Adaptive Bisquare Kernel diperoleh 3 kelompok yang dikelompokkan berdasarkan variabel yang signifikan dimana faktor yang mempengaruhi di semua kecamatan adalah kepadatan penduduk dan persentase rumah sehat.  

Pemanfaatan lingkungan sosial sebagai sumber belajar dalam pembelajaran IPS kelas V di MI-Hidayatul Mubtadi'in Bumiayu Kota Malang / oleh Lutfiah

 

Developing supplementary speaking materials for the tenth graders of Hotel Management Program at SMKN 1 Panji, Situbondo / Farida Ratnaningtyas

 

ABSTRAK Ratnaningtyas, Farida. 2016. Pengembangan Bahan Ajar untuk Keterampilan Berbicara Siswa Managemen Perhotelan Kelas 10 SMKN 1 Panji, Situbondo. Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Furaidah, M.A., (II) Dra. Sri Andreani, M.Ed. Keywords:bahan ajar, keterampilan berbicara, managemen perhotelan, kelas 10 Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk bahan ajar untuk keterampilan berbicara siswa Managemen Perhotelan kelas 10 SMKN 1 Panji, Situbondo. Pengembangan bahan ajar didasarkan pada kurangnya activitas latihan berbicara yang tidak berhubungan dengan program perhotelan di buku siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan yang diadaptasi dari Latief (2014) dan Hyland (2003). Model pengembangan terdiri dari delapan tahap yaitu, (1) mengumpulkan informasi, (2) merencanakan, (3) mengembangkan produk, (4) validasi ahli, (5) revisi produk I, (6) uji coba produk, (7) revisi produk II, and (8) produk akhir. Instrumen penelitian yang digunakan adalah petunjuk wawancara guru, lembar validasi ahli, and kuisioner siswa. Hasil dari wawancara guru digunakan sebagai acuan untuk membuat analisis kebutuhan siswa bersamaan dengan analysis buku siswa dan silabus. Hasil dari validasi ahli dan kuisioner siswa dianalisis secara kuantitatif and kualitatif. Bahan ajar yang dikembangkan menggunakan topik tentang aktivitas di hotel terutama aktivitas di meja resepsionis dan pelayanan hotel.Pemilihan topik didasarkan pada analysis silabus mata pelajaran bahasa Inggris dan Menyediakan Layanan Akomodasi Reception. Setelah melakukan prosedur diatas, penulis membuat hasil akhir dari bahan ajar.Bahan ajar akhir mencakup tiga kompetensi dasar yaitu memperkenalkan diri, memberikan pujian dan ucapan selamat, dan menunjukkan niat. Bahan ajar akhir terdiri dari delapan aktivitas yaitu (1) Getting Started, (2) Let’s Have Fun, (3) Speak Up, (4) Building Blocks, (5) Peer Assessment, (6) Show time, (7) Know it, dan (8) Learning Checklist. Penulis juga membuat buku guru untuk menyediakan petunjuk penggunaan buku siswa yang juga dilengkapi dengan kunci jawaban. Revisi produk dilaksanakan sebelum dan sesudah uji coba produk.Revisi pertama berdasarkan komen dan masukan dari dosen bahasa Inggris dan guru pada tahan validasi.Revisi kedua berdasarkan komen dan masukan siswa yang dikumpulakn melalui kuisioner setelah uji coba produk di laksanakan.Hasil dari uji coba produk menunjukkan bahwa siswa tertarik menggunakan bahan ajar yang dikembangkan oleh penulis. Bahan ajar itu membantu menyediakan kegiatan untuk keterampilan berbicara yang bervariasi. Kelemahan dari penelitian ini adalah tidak semua aktivitas dalam bahan ajar diuji cobakan dan uji coba produk hanya dilakukan sekali. Penulis merekomendasikan pada guru yang akan menggunkana bahan ajar ini untuk melakukan perubahan jika diperlukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan siswa. Untuk para peneliti yang akan datang, penelitian ini bisa digunakan sebagai referensi untuk mengembangan produk dengan topik sejenis dengan tingkat kemampuan siswa yang berbeda.

Persepsi dan motivasi mahasiswa program studi Pendidikan Seni Rupa terhadap perkuliahan estetika / oleh Bahtiar Effendi

 

Efektivitas supervisi klinik dalam pembimbingan praktek mengajar mahasiswa IKIP MALANG sebuah studi eksperimental kuasi / oleh Willem Mantja

 

Pengaruh cuaca, motivasi dan pendidikan terhadap volume pekerjaan dan waktu kerja tukang pada proyek konstruksi di Kota Malang (studi kasus proyek perumahan Permata Jingga, Ijen Nirwana dan De Lavender Town House) / Tahsin Fadlulloh Azizi

 

ABSTRAK Azizi, Tahsin Fadlulloh. 2015. Pengaruh Cuaca, Motivasi dan Pendidikan Terhadap Volume Pekerjaan dan Waktu Kerja Tukang pada Proyek Konstruksi di Kota Malang Studi Kasus Proyek Perumahan Permata Jingga, Ijen Nirwana dan De Lavender Town House. Skripsi,Program Studi S1 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Made Wena, M.Pd., M.T, (2) Imam Alfianto, S.T., M.T. Kata Kunci: Cuaca, Motivasi, Pendidikan, Volume Pekerjaan, Waktu Kerja Setiap proyek konstruksi memiliki tujuan yang sama yaitu mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan usaha yang minimal. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap tujuan tersebut adalah produktivitas tukang. Banyak faktor yang mempengaruhi produktifitas kerja tukang pada proyek konstruksi. Cuaca yang kurang baik merupakan salah satu faktor yang menyebabkan produktivitas kerja tukang. Motivasi kerja dan tingkat pendidikan tukang juga merupakan faktor penting yang mempengaruhi produktifitas kerja tukang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh cuaca, motivasi dan pendidikan terhadap volume pekerjaan dan waktu pekerjaan tukang. Penelitian ini merupakan penelitian ex post fakto. Subjek dalam penelitian ini adalah semua tukang batu yang bekerja pada proyek pembangunan dan pengembangan perumahan Permata Jingga, Ijen Nirwana dan De Lavender Town House yang berjumlah 132 tukang batu, sementara sampel yang diambil berjumlah 55 tukang batu. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode angket, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis MANOVA. Hasil analisis data, diperoleh (1) kondisi cuaca cerah, mendung dan hujan berdasarkan suhu, kelembaban udara, tekanan udara, kecepatan angin dan curah hujan rata-rata normal, motivasi dari tukang masuk dalam kategori tinggi, pendidikan dari tukang batu rata-rata tamat SMP/sederajat, sedangkan untuk pendidikan non formal rata-rata tukang batu lebih dari 2 kali mengikuti pelatihan, volume pekerjaan tukang yang dihasilkan pada saat kondisi cuaca cerah termasuk kategori rendah, kondisi cuaca mendung termasuk kategori sedang dan pada saat kondisi cuaca hujan termasuk kategori rendah, sedangkan untuk waktu kerja tukang pada ketiga kondisi yaitu kondisi cuaca cerah, mendung dan hujan termasuk kategori sangat baik (2) ada pengaruh signifikan cuaca terhadap volume pekerjaan maupun waktu kerja, (3) tidak ada pengaruh signifikan motivasi terhadap volume pekerjaan maupun waktu kerja tukang (4) tidak ada pengaruh yang signifikan tingkat pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal terhadap volume pekerjaan maupun waktu kerja tukang.

Pengaruh kegiatan menari cublak-cublak suweng (tari kreasi) untuk meningkatkan kemampuan motorik kasdar anak tunagrahita sedang di kelas 4 SDLB Idayu 2 Malang / Dicky Imam Shandika

 

ABSTRAK Shandika, Dicky imam. 2016. Pengaruh Kegiatan Menari Cublak – Cublak Suweng (Tari Kreasi ) Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Tunagrahita Sedang Di Kelas 4 SDLB Idayu 2 Malang, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si, (II) dr. Agung Kurniawan, M.kes Kata Kunci: menari cublak - cublak suweng, motorik kasar, tunagrahita sedang Di sekolah luar biasa, anak tidak hanya diberikan mata pelajaran-mata pelajaran seperti pada umumnya tetapi juga diberikan keterampilan bagi anak sebagai layanan khusus bekal bagi anak tunagrahita. Dan salah satu keterampilan yang ada di SDLB Idayu 2 Malang adalah pembelajaran seni tari yang sudah melekat dikehidupan siswa-siswa SDLB Idayu 2 Malang. Kegiatan menari melatih motorik dan konsentrasi pada anak tunagrahita, meskipun dalam melatih gerakannya anak mudah lupa dan perlu banyak pengulangan. Motorik anak tunagrahita ringan lebih rendah dari anak normal. Sedangkan tinggi dan berat badan anak sama. Kompetensi yang termuat dalam mata pelajaran SBK untuk anak tunagrahita di kelas 4 SDLB salah satunya adalah menari, Seni tari, mencakup keterampilan berdasarkan olah tubuh dengan dan tanpa rangsangan bunyi dan apresiasi terhadap gerak tari. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan motorik kasar anak tungrahita khususnya kemampuan seni rupa dengan kegiatan menari cublak – cublak suweng sebelum dan sesudah diberikan treatment. Motorik kasar adalah kemampuan gerak tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh motorik kasar diperlukan agar anak dapat duduk, menendang, berlari, naik turun tangga dan sebagainya Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan desain satu kelompok atau one grup pre-tes pos-tes yang terdiri dari 5 anak. Data penelitian yang berupa penilaian hasil kempuan gerak anak dihimpun dengan instrumen unjuk kerja melalui lembar observasi dengan skala penilaian. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai probabilitas hasil sampel 0.0010<α maka ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan menari cublak–cubalak suweng berpengaruh terhadap kemampuan motorik kasar anak tunagrahita. Dengan kegiatan menari siswa lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaranyang berkaitan dengan kemampuan motorik kasar. Dan disarankan dorongan dari orang tua dalam bentuk kasih sayang atau pun asupan gizi sangatlah penting untuk pertumbuhan anak tunagrahita. Oleh karena itu perhatian orang tua terhadap anak yang penyadang tunagrahita harus lebih di tingkatkan. Mengingat berbagai latihan gerak motorik membutukan asupan energi yang cukup bagi anak tunagrahita.

Kontribusi latihan dasar umum penyuluhan keluarga berencana dalam unjuk kerja penyuluhan keluarga berencana BKKBN Kabupaten Sidoarjo / oleh Herry Setyono

 

Pengembangan modul multimedia interaktif pelajaran IPS kelas V semester I SD Negeri 02 Condro Pasirian Kabupaten Lumajang / Farid Andi Prasetya

 

ABSTRAK Prasetiya, FaridAndi. 2014. PengembanganModulMultimediaInteraktifPelajaran IPS Kelas V Semester I di SDN 02 CondroPasirianKabupatenLumajang. Skripsi, JurusanTeknologiPendidikan, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sihkabuden, M.Pd, (II) HenryPraherdhiono, S.Si, M.Pd Kata kunci: pengembangan, modul, multimedia interaktif, ilmupengetahuansosial KegiatanbelajarmengajarIlmuPengetahuanSosialkelas V di SDNegeri02 Condro PasirianKabupaten Lumajangberlangsungmenjenuhkanbagisiswa.Kejenuhansiswadalammengikuti proses pembelajarandisebabkankarena guru menjadipusatpembelajaransehinggasiswakurangbereksplorasidalammengembangkanilmupengetahuan. Pada matapelajaranIlmuPengetahuanSosialterdapatmateri yang membutuhkancontoh - contohkejadianalamuntukmeningkatkanpenguasaanmaterisiswa. Penggunaan multimedia dapatmemungkinkansiswamenyaksikanrepresentasicontohkejadianalam yang tidakdapatdisaksikankarenaketerbatasanwaktu, alatdanruang.Pengembanganmodul multimedia interaktifmerupakansalahsatualternatifuntukmengatasimasalahpembelajarantersebut. Tujuan pengembanganiniadalah: menghasilkanproduk. ProdukberupaModulMultimediaInteraktifpelajaranIlmuPengetahuanSosialkelas V semester I materipokokKeragamanKenampakanAlam danBuatan di Indonesia.Selainitujugamengujikeefektifansertakevalidanproduk yang telahdikembangkan.Model pengembangan yang digunakandalampenelitianiniadalah modelSadiman yang terdiridari beberapa tahapan, meliputi1) analisiskebutuhan, 2) perumusantujuan, 3) perumuskanbutir-butirmateri, 4) perumusanalatevaluasi, 5) penulisannaskah media, 6) produksi, 7) petunjukpemanfaatan, 8) validasi 9) refisi 10) produksisiapdimanfaatkan. Teknik pengumpulan data yang digunakandalampengembanganiniberupaangketkuisioner yang disebarkankepadasatuahli media, satuahlimateri, ujicobaindividualdengan3siswa, ujicobakelompokkecildengan 10 siswa, ujikelompokbesardengan 25 siswa,sertamemberikantesbelajarsesudahmenggunakan media kepada 25 siswa. Penyempurnaan produk dilakukan berdasarkan sara-saran perbaikandari ahli media dan ahli materi, meliputi: 1) Penggunaan jenis huruf (font) pada media. 2) Penambahan kombinasi warna pada cover CD. 3) Penambahan materi dalam bentuk video. Berdasarkan hasil dan analisa diperoleh bahwa produk yang dihasilkan cukup valid/layak digunakan. Hal ini terbukti oleh rata-ratadari hasil validasiahli media mencapai75% (cukup valid), validasiahlimateri 78% (cukup valid), ujicobaperorangan 86% (valid), ujicobakelompokkecil 79% (cukup valid), kelompokbesar 80% (valid)danhasiltesbelajarsesudahmenggunakan media 88% (memenuhi KKM). Berdasarkan hasil pengembangan yang diperoleh, selanjutnya pengembang dapat memberi beberapa saran, diantaranya: 1) pemanfaatan media ini harus menggunakan seperangkat komputer/leptop sebagai pemutar VCD/DVD. 2) produk yang dihasilkan agar dijadikan media yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar. 3) pengembangan produk yang serupa agar diterapkan pada mata pelajaran yang lainnya.

Hubungan antara kesehatan mental dengan prestasi belajar siswa kelas II SMA Negeri 4 Kediri / Moch. Erfan Efendi

 

Hubungan kausal antara budaya sekolah, dinamika organisasi informal dan iklim sekolah dengan keefektifan sekolah (suatu studi analisis jalur pada sekolah dasar negeri di Kotamadya Manado) / oleh Jeffry SJ Lengkong

 

Pengembangan media pembelajaran CAI (Computer Assisted Instruction) berbasis problem solving pada materi laju reaksi tentang faktor-faktor penentu laju reaksi untuk SMA kelas XI / Eliya Belqis

 

ABSTRAK Belqis, Eliya. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran CAI (Computer Assisted Intruction) BerbasisProblem SolvingpadaMateriLajuReaksitentangFaktor-FaktorPenentuLajuReaksiuntuk SMA Kelas XI. Skripsi,JurusanKimia,FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, S.Pd.,M.Si(II) Drs. Muhadi Kata Kunci: Media PembelajaranCAI, Problem Solving, FaktorPenentuLajuReaksi Ilmukimiadapatdikajimelalui 3 level representasiyaitumakroskopik, mikroskopikdansimbolik, begitujugapadamaterilajureaksi. Studilapangan yang dilakukanterhadappemahamanpesertadidiksaatini, masihditemukanbanyakmiskonsepsidansulitnyamemahamimateriini. Hal tersebutbisaterjadikarena, bahan ajar yang digunakanbelummenggambarkanaktivitaspartikelsecaramikroskopisdengantepat. Denganpenggunaan media pembelajaranberbantuankomputer (CAI), materiinidapatdisajikandalam 3 level representasidenganbaik. Media pembelajaran yang dikembangkanditampilkandenganalurberbasispemecahanmasalah agar memudahkanpesertadidikmemahamimateriinisecaramendalamdenganmengkonstrukkonsepnyasendiri. Tujuanpenelitiandanpengembanganiniadalahmenghasilkanproduk media pembelajaranCAI berbasispemecahanmasalahpadabahasanfaktorpenentulajureaksiyang sudahtervalidasidanlayak. Model yang digunakandalampenelitianpengembanganmedia pembelajaraniniadalah model 4-D yang meliputi 4 tahap, yaitudefine, design, develop, dandisseminate. Namunpadapenelitianpengembanganini,tahapdisseminatetidakdilakukan. Padatahapdevelop,terdapatujivalidasiyangdilakukanolehdosenkimiadan 2 orang guru SMA. Dosenkimiamemvalidasiisimateridan media,sedangkan guru hanyamemvalidasiisimateri. Ujicobakelompokkecildilakukanterhadap 10 pesertadidikkelas XI SMA yangtelahmenempuhmaterilajureaksimelaluiangket. Hasilpenelitianpengembanganberupasoft file media pembelajaran yang dikemasdalam CD. Media pembelajaran yang dihasilkanmemilikibeberapabagian, yaituhalamanpembuka, petunjuk, kompetensidasar, materi, petakonsep, info unik, evaluasidanprofilpengembang. Materi yang disajikanmencakuppengaruhluaspermukaan, konsentrasi, suhudankatalisterhadaplajureaksi. Media pembelajaran yang dikembangkanbersifatinteraktifdenganalurpenyajianmateriberbasispemecahanmasalah.Hasilanalisis data ujivalidasi media,diperolehpersentasesebesar68.3% dengan kriteria layak dan uji validasi isi materi diperoleh persentase 87.6% dengan kriteria sangat layak. Sedangkan uji coba kelompok kecil diperoleh kriteriasangatlayakdenganpersentase sebesar 96.4%.Media hasilpengembangandapatdimanfaatkansebagaisumberbelajarmandiribagipesertadidikmaupununtukmembantu guru dalampembelajaran. Saran untukpengembanganproduklebihlanjutyaitu,pelaksanaanujiempirikterhadap media yang dikembangkan agar dapatdiketahuikeefektifan media.

Pengembangan paket belajar statistika pendidikan model P3G Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia / oleh Sutrisno Widodo

 

Penerapan perpaduan model cooperative learning teknik numbered head together dan picture and picture untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPS di SDN Srimulyo 05 Dampit Kabupaten Malang / Azizah

 

ABSTRAK Azizah. 2015. Penerapan Perpaduan Model Cooperative Learning Teknik Numbered Head Together dan Picture and Picture untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran IPS di SDN Srimulyo 05 Dampit Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sulthoni, M.Pd, (II) Eka Pramono Adi, S.I.P., M.Si Kata kunci: Numbered Head Together, Picture and Picture, Keaktifan belajar, Hasil belajar Observasi awal terhadap pembelajaran IPS di kelas V SDN Srimulyo 05, teridentifikasi masalah pembelajaran, yakni:1) siswa tidak memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru, 2) siswa kurang aktif dalam pembelajaran, 3) ketuntasan siswa mata pelajaran IPS hanya mencapai 35,3%. Dari serangkaian masalah tersebut, yang menjadi akar masalah adalah guru menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi. Berdasarkan akar masalah, maka dilakukan perbaikan pembelajaran dengan judul “Penerapan Perpaduan Model Cooperative Learning Teknik Numbered Head Together dan Picture and Picture untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran IPS di SDN Srimulyo 05 Dampit Kabupaten Malang”. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan: 1) meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran IPS pokok bahasan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, 2) meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS pokok bahasan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan 2 siklus, setiap siklus dilakukan selama 2 pertemuan pembelajaran dengan empat langkah yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa. Persentase keaktifan belajar siswa secara klasikal pada siklus I pertemuan pertama mencapai 47,06% dan pertemuan kedua mencapai 64,71%, dan pada siklus II pertemuan pertama mencapai 88,24% dan pertemuan kedua mencapai 94,12%. Sedangkan untuk peningkatan hasil belajar siswa dihitung dari jumlah siswa yang mampu mencapai SKM. Pada siklus I jumlah siswa yang mampu mencapai SKM sebanyak 14 siswa, dan meningkat pada siklus II menjadi 16 siswa. Dari hasil penelitian terjadi peningkatan keaktifan dan hasil belajar pada mata pelajaran IPS setelah diterapkan perpaduan model Cooperative Learning teknik Numbered Head Together dan Picture and Picture. Penelitian Tindakan Kelas ini menghasilkan 2 saran terkait pelaksanaan perpaduan model Cooperative Learning teknik Numbered Head Together dan Picture and Picture, yaitu: 1) perlu adanya pengelolaan kelas yang lebih baik, sehingga pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan lancar , 2) pengelolaan waktu yang tepat agar penerapan model ini bisa terlaksana dengan baik.

Pengaruh kompetensi profesionalisme guru dan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (studi kasus pada SMK Muhammadiyah 3 Singosari) / Yudhi Pratama Putra

 

Kata Kunci: Kompetensi Profesionalisme Guru, Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kinerja Guru. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) serta Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dinyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan persyaratan memiliki kualifikasi akademik minimal S1 atau Diploma IV yang relevan dan menguasai kompetensi sebagai agen pembelajaran. Sebagai agen pembelajaran, seorang guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Gaya kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kualitas mutu sekolah. Seorang pimpinan baik di sekolah maupun di organisasi apapun dapat mempengaruhi moral, kepuasan kerja, keamanan, kualitas kehidupan kerja dan terutama tingkat prestasi suatu organisasi Penerapan gaya kepemimpinan kepala sekolah yang tepat akan mempunyai pengaruh yang berarti dalam pengambilan keputusan, maupun dalam mempengaruhi guru untuk melakukan pekerjaan yang lebih efisien dan efektif untuk mencapai kinerja guru yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi profesionalisme guru dan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru, baik secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional. Populasi yang dipilih adalah adalah seluruh guru di SMK Muhammadiyah 3 Singosari yang berjumlah 39 guru. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda (multiple regression). Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang positif antara kompetensi profesionalisme guru terhadap kinerja guru SMK Muhammadiyah 3 Singosari, thitung > ttabel (4,136 > 2,026) atau Sig t < 0,05 (0,000 < 0,05), (2) Terdapat pengaruh positif antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja guru SMK Muhammadiyah 3 Singosari, thitung > ttabel (3,501 > 2,026) atau Sig t < 0,05 9 (0,001 < 0,05), (3) Terdapat pengaruh positif secara simultan antara kompetensi profesionalisme guru dan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru SMK Muhammadiyah 3 Singosari Fhitung > Ftabel (9,100 > 3,259) atau Sig F < 0,05 (0,001 < 0,05), dan (4) Variabel bebas ii kompetensi profesionalisme guru menunjukkan pengaruh yang dominan terhadap variabel terikat kinerja guru, dibuktikan dengan Sumbangan Efektif (SE) 32%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka saran yang dapat diberikan; (1) Bagi Guru: Berusaha meningkatkan komponen kompetensi profesionalisme yang terdiri dari kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional dan sosial. Peningkatan tersebut dapat dengan cara mengikuti program diklat baik dari Diknas maupun umum yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi profesionalisme. Selain itu disarankan bagi para guru untuk melakukan assesmen melalui program sertifikasi guru untuk memperoleh pelatihan dan pengakuan yang formal terhadap kompetensi profesional yang dimiliki oleh masing-masing guru. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi profesional guru, maka hendaknya guru menguasasi materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran, para guru hendaknya menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran, mengembangkan materi dan penerapan metode pembelajaran yang diampu secara kreatif, mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan korektif serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.; (2) Bagi Kepala Sekolah: Untuk memperbaiki dan meningkatkan gaya kepemimpinan kepala sekolah yang berorientasi kepada tugas dan berorietasi pada hubungan manusia, hendaknya kepala sekolah memberikan arahan yang jelas sebelum dan sesudah melaksanakan tugas, kepala sekolah hendaknya memahami keadaan para guru, kepala sekolah hendaknya selalu memberikan contoh teladan yang baik kepada para guru, kepala sekolah hendaknya melarang para guru untuk melakukan perbuatan yang melanggar hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Kepala sekolah memberikan kesempatan para guru untuk mengerjakan tugas sesuai dengan kemauan tanpa paksaan, asalkan sesuai peraturan, hendaknya kepala sekolah memberikan informasi yang jelas dalam memberikan tugas kepada para guru, kepala sekolah hendaknya terbuka dalam kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan sekolah.; (3) Bagi Peneliti selanjutnya: Melihat kondisi di lapangan sebelum membuat angket, agar informasi yang diperoleh sesuai dengan kondisi nyata di lapangan sehingga, topik yang di angkat dapat dibahas dan disajikan dengan baik.

Analisis kesalahan berbahasa Indonesia dalam karangan siswa kelas V SDN Sengon 2 Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan tahun pelajaran 2004/2005 / oleh Saprida

 

Mendeskripsikan faktor-faktor yang melatarbelakangi mahasiswa dalam memilih program studi S1 Pendidikan Tata Busana di Universitas Negeri Malang / Rini Choiria

 

Kata Kunci: Faktor-faktor, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana. Setiap individu memiliki latar belakang yang berbeda-beda dalam menentukan pemilihan program studi. Memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana di Universitas Negeri Malang dilatarbelakangi oleh beberapa faktor baik faktor yang timbul dari dalam diri individu maupun faktor yang timbul dari luar individu tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) Faktor yang melatarbelakangi mahasiswa dalam memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana di Universitas Negeri Malang (2) Faktor yang paling dominan yang melatarbelakangi mahasiswa dalam memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana di Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang angkatan 2007-2009 dengan sampel 30% dari populasi sebanyak 69 responden. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket. Pengolaan data dilakukan dengan teknik distribusi frekuensi dan analisis prosentase. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa (1) Faktor-faktor yang melatarbelakangi mahasiswa dalam memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana di Universitas Negeri Malang adalah faktor bakat, faktor minat, faktor motivasi, faktor sarana, faktor kebutuhan dan faktor prospek kerja. (2) Faktor yang paling dominan dalam memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana di Universitas Negeri Malang adalah faktor kebutuhan yang meliputi kebutuhan pengetahuan dan kebutuhan ketrampilan yaitu sebesar 90% dengan kualifikasi sangat butuh, setelah itu diikuti oleh faktor motivasi sebesar 62,3% dengan kualifikasi termotivasi, faktor prospek kerja sebesar 60,8% dengan kualifikasi sangat berprospek, faktor minat sebesar 47,9% dengan kualifikasi sangat berminat, faktor bakat sebesar 44,9% dengan kualifikasi berbakat dan faktor sarana sebesar 43,5% dengan kualifikasi terpenuhi. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan a)Agar Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang senantiasa mengembangkan ilmu pengetahuan bidang busana dengan mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat dalam bidang Tata Busana, agar lulusan Prodi S1 Pendidikan Tata Busana dapat diserap langsung di dunia kerja. b) Agar tim penyeleksi mahasiswa baru lebih memperketat dalam proses seleksi calon mahasiwa baru, tidak saja menjaring calon mahasiswa yang butuh akan ilmu pengetahuan dan ketrampilan, melainkan juga bisa menjaring calon mahasiswa yang memiliki bakat, minat dan motivasi yang tinggi untuk masuk pada Prodi S1 Pendidikan Tata Busana.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif model two stay two stray (TSTS) dengan learning cycle (LC) 5E untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Tumpang / Yeti Yuni Yatin

 

Kata kunci: Metode Two Stay Two Stray (TSTS), Learning Cycle (LC) 5E, Aktivitas Belajar, dan Hasil Belajar Kegiatan pembelajaran akuntansi kelas XI IPS di SMA Negeri I Tumpang masih menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas. Hal ini menyebabkan siswa kurang aktif dan hanya sedikit siswa yang bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Hal ini akan berdampak pada hasil belajar siswa yang menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang memperoleh skor rendah dan belum memenuhi standar ketuntasan minimum yang ditetapkan oleh sekolah yaitu ≥70. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray (TSTS)-Learning Cycle (LC) 5E diharapkan dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri I Tumpang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri I Tumpang, semester 1 tahun pelajaran 2010/2011. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus dengan materi Persamaan Dasar Akuntansi. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 3 yang terdiri dari 36 siswa. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, tes, angket, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan presentase skor aktivitas dan hasil belajar aspek kognitif dan aspek afektif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Persentase skor rata-rata aktivitas siswa mencapai 85,61%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, persentase rata-rata nilai aspek kognitif siswa mencapai 38,9%. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat dikemukakan antara lain (1) Bagi sekolah yang diteliti, Pembelajaran Kooperatif metode Two Stay Two Stray (TSTS)-Learning Cycle (LC) 5E dapat menjadi alternative pertimbangan dalam upaya perbaikan strategi pembelajaran yang ada di SMA Negeri I Tumpang (2) Bagi siswa, jangan pernah takut dan ragu mengajukan pertanyaan dan mengemukakan pendapat serta aktivitas belajar, dan mempersiapkan diri sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung (3) Bagi peneliti lain, lakukan penelitian serupa dengan subjek dan materi yang berbeda serta selain meneliti hasil belajar secara kognitif dan afektif teliti juga hasil belajar secara psikomotorik. i

Hubungan antara penyelenggaraan perpustakaan sekolah dengan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Bendungan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan tahun pelajaran 2004/2005 / oleh Nanik Murtiasih

 

Student teachers' perceptions of their readiness for the internship / Amanda Vira Maharani

 

ABSTRAK Maharani, Amanda Vira. 2016. Student Teachers’ Perceptions of Their Readiness for the Internship. Skripsi. Jurusan Sastra Inggris. Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suharmanto, M.Pd., (II) Nur Hayati, S.Pd., M.Ed. Kata Kunci:perception, readiness, internship Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mencari tahu kesiapan mahasiswa KPLJurusanSastraInggrisuntuk menjalani KPL Keguruan di beberapaaspek. Aspek yang dimaksudkan adalah (1) pemahaman tentang KPL Keguruan, (2) minat mengajar, (3) pengalaman mengajar, (4) perasaan menghadapi KPL Keguruan, (5) kecukupan dari matakuliah mengajar, (6) nilai dan pengetahuan tentang matakuliah, (7) kecakapan berbahasa Inggris, (8) refleksi diri, (9) persiapan, dan (10) saran untuk Jurusan Sastra Inggris. Juga mengecek nilai mahasiswa KPL di matakuliah kecakapan berbahasa Inggris, matakuliah bahasa dan sastra bahasa Inggris, matakuliah pengajaran bahasa Inggris, komponen penelitian, dan matakuliah fakultatif yang dapat membantu mengembangkan komponen pengajaran bahasa. Datapenelitian deskriptif kualitatifinididapatkanmelaluiwawancara.Subjek yang diwawancai adalah enam mahasiswa semester enam dari Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Malang. Peneliti merekrut enam mahasiswa KPL dengan prestasi tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan IPK. Enam mahasiwa guru tersebut merepresentasikan keberagaman pengalaman dan kecakapan berbahasa Inggris yang mahasiswa KPLJurusanSastraInggris miliki. Wawancara dilakukan dengan menggunakan Bahasa Indonesia untuk menghindari kesalahpahaman dan ketidak mengertian maksud dari pertanyaan yang diajukan.Data penelitian dianalisis berdasarkan tiga tahapanyang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa KPL masih belum siap di beberapa aspek. Aspek pertama adalah hampir semua dari enam mahasiswa KPL memiliki pemikiran bahwa durasi dari KPL Keguruan terlalu singkat. Kedua, tidak semua mahasiswa KPL Pendidikan Bahasa Inggris memiliki minat untuk menjadi guru walaupun mengajar adalah peluang kerja yang dipersiapkan selama belajar di universitas. Ketiga, faktor lain yang membuatmerekatidaksiapadalahkegelisahan. Keempat, dari aspek matakuliah konten terdapat isu tentang urutan matakuliah yang membuat mahasiswa KPL bingung tentang perencanaan pembelajaran.Terakhir di aspek matakuliah kecakapakan berbahasa Inggris, responden mengatakan bahwa matakuliah tersebut sudah cukup membantu dan juga nilai mereka sudah mencukupi, tetapi mereka masih memiliki beberapa permasalahan. Berdasarkan hasil penelitian, disajikan beberapa saran. Pertama-tama, penting bagi mahasiswa KPLmempersiapkan diri lebih baik untuk menjalani KPL Keguruan dengan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan berbahasa Inggris secara otodidak atau dengan tutor sebaya sebelum menjalani KPL Keguruan. Dalam halkurikulum, terdapat beberapa matakuliah fakultatif yang berguna untuk mahasiswa KPL yang dapat dipromosikan menjadi matakuliah wajib karena sangat penting untuk persiapan guru. Yaitu Classroom Management, IMALT, dan ICALL.Disarankan agar ada tahapan praktek mengajar di semester-semester sebelum KPL Keguruan, seperti,pengalamansekolahdanpraktekmengajar. Penting jugauntuk dosen JurusanSastra Inggris untuk mendukung mahasiswa KPLdalam membangun kepercayaan diri dan berlatih untukmeningkatkankecakapan berbahasa Inggris. Untuk peneliti lain, hasil penelitian dapat digunakan sebagai referensi dalam melakukan penelitian di bidang yang sama.Disarankan untuk peneliti selanjutnya membuat penelitian dengan menggunakan tiga variable penting dari kegiatan mengajar, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran untuk mencari tahu kesiapan mahasiswa KPL dalam melaksanakan KPL Keguruan.

Studi kasus konflik interpersonal kaum homoseksual dalam kelompok sosial di Kota Malang / Susticha Syarie Fatmawaty

 

Kata Kunci: Homoseksual, Kelompok Sosial, Konflik Interpersonal. Homoseksual adalah orang yang memiliki orientasi seksual dengan sesama jenis. Homoseksual dalam kehidupan masyarakat merupakan kelompok sosial yang masih diposisikan marginal. Hal ini disebabkan karena masyarakat masih belum mampu menerima orientasi seksual sejenis. Orientasi seksual mereka dianggap berbeda didalam masyarakat. Dari aspek psikologis, yang menyebabkan perilaku homoseksual selain dari pola asuh, trauma, kecewa dapat juga karena pengaruh lingkungan. Dalam masyarakat umum, selain dianggap memiliki penyimpangan seksual, bagian terbesar masyarakat memandang mereka sebagai individu yang sakit. Itu sebabnya bagi kehidupan ‘orang normal’, mereka merupakan bagian kehidupan yang dipandang sangat aneh, dan oleh karena itu harus dihindari. Kehidupan homoseksual dalam kelompok sosial tidak jauh berbeda dengan orang-orang heteroseksual pada umumnya dimana mereka juga bersosialisasi dengan sekitarnya, mereka juga bekerja, meniti jenjang pendidikan bahkan terlibat dalam masalah sehingga mengakibatkan terjadinya suatu konflik interpersonal. Konflik Interpersonal adalah pertentangan antara 2 pihak atau lebih karena adanya perbedaan yang tidak dapat dikompromikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk konflik interpersonal yang dialami kaum homoseksual dalam kelompok sosialnya dan cara mereka untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Penelitian menggunakan tiga individu homoseksual sebagai subjek penelitian. Metode penelitian ini lebih mengarah pada eksplanatori/penjelasan. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara yang dilaksanakan pada bulan Februari - Maret. Pengecekkan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan metode. Berdasarkan hasil penelitian kepada ketiga subjek menunjukkan bahwa konflik interpersonal yang terjadi pada homoseksual dikarenakan adanya ketidaksamaan pendapat, ide, tujuan serta adanya kesalahpahaman antar individu yang terlibat. Bentuk konflik interpersonal yang terjadi pada subjek, yaitu perseteruan dengan keluarga ketika berusaha membuka identitas dirinya, persaingan antar teman sesama jenis dalam mendapatkan lelaki sebagai pasangannya, perselingkuhan, cek cok karena tidak terima atas pendapat orang lain, dan sebagainya. Cara subjek mengatasi konflik interpersonal dalam kelompok sosialnya, yaitu mengambil jarak emosional dengan orang lain; merupakan jalan keluar untuk berusaha agar bisa hidup tanpa orang lain dan benar-benar tidak ingin tergantung pada orang lain. Cara mengatasi konflik lainnya yaitu bersikap agresif dengan orang lain yang dianggap sebagai jalan keluar untuk memperlihatkan tidak adanya rasa takut maupun rasa belas kasihan karena tidak ingin ditindas atau dikuasai orang lain.

Penerapan pembelajaran model siklus belajar dan think pair share (TPS) untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA-5 SMA Negeri 1 Gondang Kabupaten Tulungagung / Tuska Hestiningtyas

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi siswa mengikuti bimbingan belajar di LBB Primagama Malang / oleh Yustia Ningrum

 

The English syllabus for primary schools: Indonesia and Thailand viewpoints / Ervinda Iskarima

 

ABSTRAK Iskarima, Ervinda. 2016. SilabusBahasaInggrisuntukSekolahDasar: Sudut Pandang Indonesia dan Thailand. SastraInggris, PendidikanBahasaInggris, FakultasSastra. UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. MirjamAnugerahwati, M. A, (II) Prof. Dr. Gunadi H. Sulistyo, M. A. Kata Kunci: KurikulumBahasaInggris, sekolahdasar Indonesia dan Thailand termasukdalamanggota ASEAN, tetapicarapemerintah di kedua Negara menerapkansilabusBahasaInggristentunyaberbeda. Pesertadidik di Indonesia dan Thailand mempelajariBahasaInggrissejakmerekaberada di bangkusekolahdasar, Silabusdigunakanoleh para guru sebagaipetunjukdanacuanuntukmemberikanperubahanbagipesertadidik. TujuandaripenelitianiniialahuntukmengidentifikasiperbedaanisidarikomponendankompetensisilabusBahasaInggrissekolahdasar di Indonesia dan Thailand danbagaimanapenyusunankomponendarisilabus yang disiapkanolehpemerintah. Silabuskeduanegara yang dibandingkanialahsilabusBahasaInggris2006milik Indonesia danBasic Education Core Curriculum B.E 2551 milik Thailand. Penelitianinimerupakanpenelitiankualitatifdanceklisdigunakansebahaiintrumentambahanuntukmengetahuiisidarikomponendankompetensikeduasilabus. Untukmengetahuihasilnya, proses yang dilakukandalammenganalisa data ialahmengidentifikasi, menyusun, danmenjabarkan. HasildaripenelitianmenunjukkanbahwadalamsilabusBahasaInggrisuntuksekolahdasarditemukanbeberapakomponen. Komponen yang diidentifikasiialahtujuan, rationale, objectives and performance, materi, penilaian, konteks (umurpesertadidik, kelas), karakteristik, instruksi, danlogistik. Penyusunanisikomponendarisilabusjugamenunjukkanbahwa Thailand memilikipoin-poinisi yang lebihlengkapdaripadasilabus di Indonesia. Berdasarkanhasilpenelitiandandiskusi, isikomponensilabus di Indonesia dan Thailand memilikibeberapapersamaandanperbedaan. Beberapakomponensilabus yang samaialah: tujuan, penilaian, alokasiwaktu/jadwal. Komponendarisilabus yang berbedaialah: Indonesia memilikirationalesedangkan Thailand tidak, Silabus Indonesia menjelaskantentangmateri, lingkuppembelajaran, danperalatan yang dibutuhkan, sedangkansilabus Thailand tidak, Thailand menjelaskantentangkonteksdanstrategipembelajaransedangkan Indonesia tidak, dankeduasilabusjugatidakmenjelaskanmengenaikarakteriskiksiswadanbiaya yang dibutuhkan. Kompetensi yang tertuangdalamkeduasilabusjugamenunjukkanpersamaan, yaknisilabusmenekankankemampuanBahasaInggrissiswa; silabus Indonesia dengankemampuanmendengarkan, berbicara, membacadanmenulis, Thailand dengankemampuanberkomunikasi.

Efektifitas program Keaksaraan Fungsional (KF) di Kecamatan Donomulyo / oleh Rendra Wiratmono

 

Pengaruh lama inokulasi Cowpea Mild Mottle Virus (CPMMV) terhadap ciri morfologi, agronomi dan ketahanan beberapa varietas kedelai (Glycine max L. (Merill)) / Happy Mayasari

 

Kata kunci: Karakter Morfologi, Agronomi, Sifat Ketahanan, Kedelai, CPMMV Kedelai merupakan salah satu tanaman sumber protein yang penting di Indonesia. Permintaan pasar untuk komoditas kedelai yang akan digunakan sebagai bahan konsumsi atau bahan baku kebutuhan industri sampai saat ini belum dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Salah satu penyakit kedelai yang sangat menurunkan hasil produksi yaitu disebabkan oleh virus, diantaranya yang cukup potensial adalah CPMMV (Cowpea Mild Mottle Virus). Serangan CPMMV dapat mengakibatkan penurunan hasil produksi tanaman kedelai. Tingkat penurunan hasil produksi tergantung pada tingkat infeksi (lama inokulasi) dan varietas, karena tiap¬tiap varietas memiliki respon ketahanan terhadap penyakit yang berbeda. Adapun tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk mengetahui varietas mana yang paling tahan terhadap serangan CPMMV sehingga dapat dijadikan sebagai sumber varietas unggul yang berdaya hasil tinggi dan tahan terhadap serangan CPMMV. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan rancangan percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) atau Split Plot Design. Terdapat dua faktor yang diteliti yaitu perlakuan petak utama (tanpa inokulasi, inokulasi 3 hari, inokulasi 6 hari, inokulasi 9 hari) dan perlakuan anak petak berupa varietas kedelai yang digunakan dalam penelitian (Anjasmoro, Burangrang, Grobogan, Kaba, Lokon, Mahameru, Malabar, Panderman, Ratai, Tanggamus). Inokulasi CPMMV dilakukan secara alami, yaitu didedahkan pada lokasi yang banyak terdapat serangga vektor CPMMV yaitu Bemisia tabaci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama inokulasi CPMMV berpengaruh terhadap ketahanan tanaman kedelai. Semakin lama waktu inokulasi CPMMV akan menyebabkan penurunan sebagian besar hasil tanaman kedelai. Hal ini dikarenakan CPMMV akan mengganggu proses metabolisme di dalam tubuh tanaman. Semakin lama waktu inokulasi maka semakin banyak B. tabaci yang menyerang, sehingga semakin banyak pula CPMMV yang ditularkan akibatnya akan semakin besar pula infeksi virus tersebut terhadap tanaman. CPMMV akan menyebabkan penurunan tinggi batang, jumlah cabang, persentase bunga yang menjadi polong, jumlah buku subur, jumlah total polong, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, jumlah polong utama, jumlah polong cabang, jumlah biji per tanaman dan berat biji per tanaman. Selain faktor lama inokulasi, faktor varietas kedelai juga berpengaruh terhadap ketahanan tanaman kedelai terhadap serangan CPMMV. Hal ini berkaitan dengan perbedaan respon ketahanan terhadap patogen yang dimiliki oleh masing-masing varietas tersebut. Mekanisme ketahanan tersebut meliputi beberapa cara, yaitu antixenosis (tidak disukai serangga vektor CPMMV), antibiosis (menghasilkan senyawa yang dapat membunuh vektor atau bahkan CPMMV), atau toleran (tahan terhadap serangan CPMMV). Pada penelitian ini varietas yang paling tahan yaitu Varietas Tanggamus, sedangkan varietas yang paling rentan yaitu Varietas Mahameru. Ketahanan varietas Tanggamus ini diduga karena varietas ini mempunyai ciri morfologi dan dapat menghasilkan senyawa, yang kurang disukai oleh serangga vektor CPMMV, yang dalam hal ini yaitu serangga B. Tabaci akibatnya intensitas serangan lebih kecil sehingga dapat tahan terhadap CPMMV. Interaksi antara lama inokulasi CPMMV dengan varietas mempengaruhi hasil persentase bunga menjadi polong dan berat 100 biji kedelai, dimana interaksi diantara keduanya menyebabkan persentase bunga menjadi polong dan berat 100 biji kedelai menjadi semakin menurun.

Modul instruksional matakuliah wawasan IPS pokok bahasan kurikulum SMA'84 sub pokok bahasa ilmu ekonomi di Jurusan PDU IKIP Budi Utomo Malang tahun 1993 / oleh Munifah Zunairi

 

Peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi berjudul Asal-usul Candi Singasari dengan menggunakan media wayang beber pada siswa kelas VII-I SMPN 16 Malang / Fransisca Dara Ayu Pertiwi

 

ABSTRAK Pertiwi, Fransisca Dara Ayu. 2014. Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Berjudul “Asal-usul Candi Singasari “dengan Menggunakan Media Wayang Beber pada Siswa Kelas VII-I SMPN 16 Malang. Skripsi, Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. A. Syukur Ghazali, M.Pd., (II) Dwi Sulistyorini, S.S., M. Hum Kata kunci: Kemampuan menulis, teks eksplanasi, wayang beber. Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dengan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan spresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Salah satu kompetensi dasar kemampuan menulis untuk sekolah menengah pertama adalah menulis teks eksplanasi baik secara lisan maupun tulis. Pembelajaran menulis teks eksplanasi telah dilaksanakan di SMP Negeri 16 Malang, tetapi hasil yang diperoleh belum memenuhi standart ketuntasan minimal (SKM) yang ditetapkan, yaitu 75. Pada observasi diketahui adanya permasalahan yang dialami siswa kelas VII-I SMP Negeri 16 Malang dalam menulis teks eksplanasi permasalahan yang dialami yaitu permasalahan pada hasil dan proses pembelajaran. Dari permasalahan yang ditemukan, peneliti dan guru bahasa Indonesia kelasa VII-I SMP Negeri 16 Malang berkolaborasi untuk memecahkan permasalahan yang dialamni oleh guru dan siswa dengan merencanakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan media wayang beber. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa kelas VII-I SMPN 16 Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada tangal 02 April 2012 sampai dengan 24 April 2014 di SMP Negeri 16 Malang. Sumber data pada penelitian ini adalah siswa dan guru Bahasa Indonesia kelas VII-I, data penelitian ini adalah data produk hasil menulis teks eksplanasi dan catatan lapangan proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan ketuntasan pada pembelajaran menulis teks eksplanasi dari pratindakan (32,25%) ke siklus I (64,51%) dan silkus I (64,51%) ke siklus II (100%) dalam aspek isi dan aspek kebahasaan. Kualitas pembelajaran meningkat dalam hal keaktifan, kerjasama, dan keberanian. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa media wayang beber dapat meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VII-I. Berdasarkan penelitian peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi disarankan kepada guru Bahasa Indonesia untuk menggunakan media wayang beber dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi dan melaksanakan pembelajaran yang memotivasi siswa untuk aktif dan merasa senang dalam mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia, salah satunya dengan menggunakan media wayang beber.

Media pembelajaran matematika materi pertidaksamaan SMA kelas 1 dengan program komputer multimedia / oleh Luthfi Hamdani

 

Keywords: Writing, Narrative Essay, Picture and Picture Learning Model, Elementary School Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Kompetensi berbahasa mencakup: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Kemampuan yang diharapkan dalam pembelajaran menulis di kelas IV SD, khususnya tentang menulis sastra adalah siswa mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman, dan pantun anak (BSNP dalam http://www.sekolahdasar.net, 2012). Penyajian materi pelajaran bahasa membutuhkan penggunaan berbagai metode dan teknik yang variatif serta inovatif. Penggunaan berbagai teknik, metode, dan model yang inovatif dapat menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif. Peserta didik harus terlibat langsung dalam menyerap informasi dan menyatakan kembali rekaman informasi yang telah diperolehnya. Melalui proses pembelajaran yang dinamis, diharapkan akan tercipta suatu bentuk komunikasi antara peserta didik yang terpola melalui keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Proses pembelajaran yang dinamis akan memunculkan suasana pembelajaran terhindar dari kejenuhan.

Hubungan antara latar belakang pendidikan dengan prestasi akademik mahasiswa JPBA/Arab FPBS IKIP MALANG angkatan 1989/1990 dan 1990/1991
oleh Siti Nurul Hidayatin

 

Improving reading comprehension using drama for english literature student / Adityas Nirmala

 

ABSTRAK Nirmala, Adityas. 2015. Upaya Meningkatkan Pemahaman Membaca Melalui Penggunaan Drama Bagi Mahasiswa Sastra Inggris. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A., (II) Dr. Johannes A. Prayogo, M.Pd, M.Ed. Kata Kunci: pemahaman membaca, peningkatan, drama. Penelitian ini diadakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pemahaman membaca melalui penggunaan drama. Strategi ini dipilih berdasarkan kelebihan yang dimiliki drama dalam menyemangati para mahasiswa agar terlibat lebih aktif lagi dalam proses belajar mengajar dengan tujuan agar kemampuan membaca mereka mengalamai peningkatan. Maka dari itu, rumusan masalah yang disusun dalam penelitian ini adalah “Bagaimana drama mampu meningkatkan kemampuan membaca mahasiswa tingkat semester 6 jurusan Sastra Inggris di Universitas Negeri Malang?” Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dimana peneliti berkolaborasi dengan dosen pengampu kelas drama di jurusan Sastra Inggris yang terlibat dalam aktifitas penelitian dari awal penelitian sampai akhir penelitian, baik mulai dari penyusunan rencana belajar, perumusan kriteria sukses penelitian, implementasi tindakan, pengamatan dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 6 jurusan Sastra Inggris tahun akademik 2014/2015 dengan jumlah sebanyak 31 orang. Penelitian ini dilakukan dalam 1 putaran dengan jumlah pertemuan kelas sebanyak 4 kali. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observation checklist, yang berguna untuk mengetahui informasi tentang aktifitas kegiatan dan penampilan mahasiswa selama proses pengimplementasian strategi, field notes, untuk mencatat data yang berada diluar jangkauan lembar observasi, serta penggunaan tes membaca, untuk mengidentifikasi peningkatan ketrampilan membaca mahasiswa. Temuan-temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan drama sangat berguna dalam upaya meningkatkan kemampuan baca mahasiswa. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan drama sebagai strategi dapat meningkatkan ketrampilan baca mahasiswa, baik dalam pemahaman literal, intrepetif dan juga aspek kritis dalam memahami sebuah teks. Strategi ini juga mampu memacu semangat keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar. Dalam penelitian ini bisa dijumpai adanya peningkatan signifikan akan ketrampilan baca mahasiswa. Peningkatan ini dapat dilihat dari perbandingan perolehan nilai ujian pada masa preliminasi dan nilai ujian pada saat penerapan strategi rampung dilaksanakan. Mahasiswa yang memperoleh nilai ≥70, pada saat preliminasi, hanya sebanyak 11 orang sedangkan jumlah mahasiswa yang memperoleh nilai≥70, saat setelah penerapan strategi, mengalami peningkatan sebanyak 26 orang. Hasil analisa data tentang aspek keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar pada saat proses penerapan strategi menunjukkan bahwa tidak ada mahasiswa yang masuk pada kategori “tidak aktif” (0% dari 31 mahasiswa). Disarankan bagi peneliti berikutnya untuk mengadakan penelitian sejenis baik dengan penggunaan aspek bahasan ketrampilan yang sama ataupun berbeda dengan setting yang berbeda. Penelitian ini juga diharapkan bisa menjadi bahan rujukan bagi penelitian serupa dengan penggunaan drama sebagai strategi dalam upaya meningktkan ketrampilan baca.

Pengaruh pembelajaran matematika dengan pendekatan problem posing terhadap prestasi matematika siswa kelas II SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang / oleh Iman Besar Prayitno

 

Perbandingan kekuasaan eksukutif dalam pembuatan undang-undang di Indonesia, Singapura, dan Taiwan
(suati kajian menurut UUD 1945, The Constitution of the Republic Singapore dan Text of the Constitution the 1947 Constitution of China)
oleh Purwoko

 

Peningkatan hasil belajar siswa kelas II SDN Banjararum 03 Kecamatan Singosari Kab. Malang terhadap mata pelajaran IPA melalui penggunaan pendekatan pakem / M. Muntaroh

 

Kata kunci : Hasil Belajar, Pembelajaran IPA, Pendekatan PAKEM Dalam pelaksanaan pembelajaran IPA SD harus diciptakan proses belajar mengajar secara aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dengan pemanfaatan sarana dan media belajar yang relevan, serta didukung kompetensi guru untuk menciptakan dan menerapkan Pendekatan PAKEM. Tujuan menerapkan pendekatan PAKEM adalah untuk meningkatkan efektifitas dan hasil belajar khususnya dalam menemukan ciri-ciri benda padat pada siswa kelas II SDN Banjararum 03 Kec. Singosari Kab Malang. Penelitian Tindakan Kelas menggunakan metode deskriptif kualitatif model siklus dengan langkah : perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjeknya adalah siswa dan guru kelas II SDN Banjararum 03 Kec. Singosari Kab Malang. Waktunya semester II tahun 2010. Pengumpulan data dengan observasi langsung selama tindakan dan hasil belajar siswa, hasilnya :  Penerapan pendekatan PAKEM mendorong siswa lebih tertarik untuk belajar sehingga menambah efektifitas dan hasil belajar siswa.  Untuk pembelajaran IPA kelas II SDN Banjararum 03 Kec. Singosari Kab Malang dibutuhkan media nyata yang kontekstual berdasarkan KTSP 2007 sesuai usia siswa SD yang masih masa operasional benda kongkrit.  Perbaikan pembelajaran IPA kelas II SDN Banjararum 03 Kec. Singosari Kab Malang dapat dilakukan melalui PTK sehingga proses pembelajaran maupun hasilnya meningkat dan lebih bermutu.  Adapun kendalanya adalah keterbatasan waktu serta kemampuan guru dan siswa. Disarankan penanganan masalah yang dihadapi siswa kelas II SDN Banjararum 03 Kec. Singosari Kab Malang dalam menemukan ciri-ciri benda padat dengan menerapkan pendekatan PAKEM perlu dilakukan secara terncana, berkelanjutan sehingga secara bertahap siswa mudah memahami kompetensi yang berhubungan dengan cirri-ciri benda padat.

 

Implementasi kolaborasi pembelajaran kooperatif jigsaw dan pemberdayaan berfikir melalui pertanyaan (PBMP) untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar mata pelajaran mesin CNC / Tri Wibisono

 

Kata kunci: kooperatif jigsaw, PBMP, motivasi belajar, prestasi belajar. Pembelajaran merupakan suatu upaya guru menciptakan kondisi di mana siswa dapat belajar. Namun yang terjadi selama ini dalam pembelajaran, aktivitas siswa cenderung kurang. Adapun penyebab kurangnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran adalah (1) model pembelajaran yang selama ini dilakukan tidak diminati lagi oleh siswa, seperti pembelajaran yang dilakukan dengan ceramah, model pembelajaran ini membuat siswa jenuh dan tidak kreatif, dan (2) suasana pembelajaran yang terjadi selama ini terlalu terfokus kepada guru, sedangkan siswa terkesan seperti seorang anak yang harus patuh apa yang diperintahkan oleh guru tanpa diberikan kesempatan untuk berkreasi menurut kemampuannya. Berdasarkan fenomena tersebut maka alternatif pemecahan yang dipilih adalah implementasi kolaborasi pembelajaran kooperatif model jigsaw dan PBMP (pemberdayaan berfikir melalui pertanyaan). Ketertarikan peneliti mengambil model pembelajaran tipe Jigsaw dan PBMP, karena peneliti melihat dalam model pembelajaran kooperatif Jigsaw semua anggota kelompok diberi tugas dan tanggungjawab, baik individu maupun kelompok. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Nasional Malang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan metode deskriptif kualitatif, yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat tahapan untuk masing-masing siklus, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui: (1) observasi, (2) wawancara, (3) angket, (4) catatan lapangan, dan (5) dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: (1) reduksi data, (2) paparan data, dan (3) penyimpulan hasil analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa untuk setiap siklus. Dari angket motivasi diketahui siswa merasa senang dan termotivasi belajar dengan menggunakan strategi Kooperatif Jigsaw dan PBMP. Hal itu diketahui dari 27 pernyataan positif angket yang diberikan menunjukan 90% dinyatakan sangat positif dan 10% sisanya dinyatakan positif, sedangkan yang merespon negatif tidak ditemukan. Dari data hasil tes siswa, pada pre tes siklus I diketahui nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 35,28 sedangkan pada post test siklus I dapat diketahui nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 67,14 mengalami peningkatan sebesar 90,30%. Rincian dari hasil post test sebagai berikut: siswa yang tuntas belajar pada siklus I sebanyak 26 siswa (74,28%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 9 siswa (25,71%). Berdasarkan data hasil belajar pada siklus I dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang nilainya dikategorikan tuntas baik (TB) sebanyak 20 siswa (57,14%), kategori Tuntas (T) sebanyak 6 siswa (17,14%), kategori tidak (TT) sebanyak 9 siswa (25,71%). Berdasarkan deskripsi data yang telah diuraikan di atas dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa pada siklus I dikategorikan sudah mencapai ketuntasan belajar dengan kualifikasi baik. Prestasi belajar mengalami peningkatan pada siklus II. Dari data hasil tes siswa, pada pre test siklus II diketahui nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 45, sedangkan pada post test siklus II dapat diketahui nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 82,42, mengalami peningkatan sebesar 83,15%. Rincian dari hasil post test sebagai berikut: siswa yang tuntas belajar pada siklus II sebanyak 28 siswa (80%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 7 siswa (57,14%). Berdasarkan data hasil belajar pada siklus II dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang nilainya dikategorikan Tuntas baik (TB) sebanyak 26 siswa (74,28%), kategori Tuntas (T) sebanyak 2 siswa (5,71%), kategori tidak (TT) sebanyak 7 siswa (20%), Berdasarkan deskripsi data yang telah diuraikan diatas dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa pada siklus II meningkat dibandingkan pada siklus I dengan nilai rata-rata dari 67,14 menjadi 82,42. Saran yang dapat diberikan adalah: (1) bagi sekolah, diharapkan dapat mengimplementasikan strategi pembelajaran yang tepat, dan sesuai dengan masing-masing karakteristik mata pelajaran, (2) bagi guru, supaya mengimplementasikan Strategi Kooperatif Jigsaw dan PBMP sebagai alternatif model pembelajaran yang tepat, terutama pada mata pelajaran CNC, (3) bagi siswa, agar dapat belajar dengan giat, menghargai guru, menghargai teman, serta saling bekerjasama yang baik antar sesama teman, dan (4) bagi peneliti berikutnya, dapat melakukan kegiatan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan dan mengimplementasikan pembelajaran Kooperatif Jigsaw dan PBMP.

Penerapan pembelajaran berpola Pemberdayan Berpikir Melalui Pertanyaan / oleh Endang Susanti

 

Pengaruh pemberian tepung biji nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) pada ransum terhadfap hen day production dan berat telur dari ayam petelur (Gallus gallus) strain Isa Brown / Waskita Marta Sumantika

 

ABSTRAK Sumantika, Waskita Marta. 2015. Efek Pemberian Tepung Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) pada Ransum terhadap Hen Day Production dan Berat Telur dari Ayam Petelur (Gallus gallus) Strain Isa Brown. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. H. Abdul Gofur, M.Si, (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes. Kata Kunci: Tepung Biji Nangka, Hen Day Production, Strain Isa Brown Telur ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena mudah didapat, kandungan gizi cukup tinggi dan harga terjangkau. Semakin banyaknya kebutuhan akan telur ini membangkitkan minat dari masyarakat untuk melakukan usaha ternak. Seiring dengan peningkatan populasi ternak ayam petelur maka kebutuhan akan pakan juga terus mengalami peningkatan. Peternak mengupayakan produksi pakan sendiri sehingga lebih ekonomis dan terjangkau. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian suplemen berupa tepung biji nangka dengan tujuan efisiensi penggunaan pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah biji dari buah nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) yang dijadikan tepung sebagai suplemen dapat meningkatkan Hen Day Production dan berat telur dari ayam petelur strain Isa Brown. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 10 ulangan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Januari sampai dengan 25 Maret 2015. Hewan coba yang digunakan adalah 50 ekor ayam petelur strain Isa Brown umur 56 minggu. Macam perlakuan yang diberikan yaitu: pakan basal tanpa penambahan tepung biji nangka (P0), pakan basal + 5% tepung biji nangka (P1), pakan basal + 10% tepung biji nangka (P2), pakan basal + 15% tepung biji nangka (P3), dan pakan basal + 20% tepung biji nangka (P4). Variabel yang diamati adalah Hen Day Production (%) dan Berat Telur (g). Data penelitian dianalisis menggunakan Uji Anava signifikansi 5% pada software SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung biji nangka sebagai suplemen tidak memberikan pengaruh yang bermakna pada Hen Day Production (%) dan Berat Telur (g).

Model analisis proyeksi kebutuhan guru pada jenjang pendidikan dasar (Studi pengembangan pada Dinas Pendidikan Kota Pasuruan) / Desi Eri Kusumaningrum

 

Deskripsi Kondisi Sosial Ekonomi Nelayan "Pandega" Di Kelurahan Brondong Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan Oleh Ainul Hayatin

 

Kelurahan Brondong secar.a administratif termasuk Kecamatan Brondong. Pendudukke lurahand enganl uas2 33, 64 ini memiliki jumlah penduduk1 4.708j iwa dengan karakteristik jenis pekerjaan yang beragam. Sebagian besar masyarakat KelurahanB rondongb ermatap encahariurs ebagain elayany alcni3 .586 orang dari jumlah itu banyak yang tidak punya alat untuk mencari ikan, sehingga mereka secara berkelompokik utjuragan . Penelitian ini betujuan untuk mengetahuik ondisi sosial masyarakante layanp andegad i KelurahanB rondong, dan untuk mengetahui kondisi ekonommi asyarakant elayanp andega di KelurahanB rondong. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Brondong Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deslaiptif dan survey. Teknik penganrbilan sampel daerah menggunakan teknik purposive random sampling, sedangkan sampel responden menggunakan teknik proposionarla ndoms ampling. Teknik analisisd ata penelitiani ni menggunakanp ersentaseA. nalisis yang bersifat kualitatif (datum berupa kalimat) dilakukan dengan cara mengembangkannya dengank ata-kataa tauk alimat sesuaid enganh asil informasi yang diperoleh. Hasil penelitian ini mengambarkan bahwa tingkat pendidikan nelayan pandega sebagian besar SLTP. Rumah tffiWt tinggal nelayan pndegz tetgolong baik, sedangkan pendapatan nelayan pandega tergolong baik bila dibandingkan dengan UMR Kabupaten Lamongan. Jumlah tanggungan keluarga nelayan pandega sebagianb esar adalah 4-6 orang. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah tanggungan keluargan elayanp andegab esar Berdasarkan hasil penelitian ini dikemukakan bahwa untuk meningkatkan pendapatand an mengembangkans umberdayam anusia perlu diadakan penyuluhan tentangp endidikank etampilan dan pelatihano leh pihak-pihaty ang terkait.

Studi komunitas serangga tanah-EPI fauna di lahan sekitar erupsi gunung Semeru kawasan Kabupaten Lumajang / oleh Umi Kulsum

 

Pengembangan bahan ajar berbasis inkuiri terbimbing materi pemberian ransum unggas untuk siswa kelas XI Jurusan Agribisnis Ternak Unggak SMK PP Wiyata Bakti Sengkaling Malang / Waskita Marta Sumantika

 

ABSTRAK Sumantika, Waskita Marta. 2016. Pengembangan Handout dan LKS Berbasis Inkuiri Terbimbing Materi Pemberian Ransum Unggas untuk Siswa Jurusan Agribisnis Ternak Unggas Kelas XI di SMK PP Wiyata Bakti Sengkaling. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. agr. Mohamad Amin, M.Si., (2) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes Kata kunci : ransum unggas, formulasi ransum, penelitian pengembangan, handout, lembar kerja siswa, inkuiri terbimbing. Materi ransum unggas membahas tentang zat makanan yang dibutuhkan unggas, kebutuhan pakan unggas, bahan baku pakan unggas, serta formulasi ransum unggas. Permasalahan mengenai materi tersebut yang ditemukan di SMK PP Wiyata Bakti Sengkaling Malang adalah kurangnya materi yang disampaikan secara mendalam pada handout yang ada di sekolah dan belum adanya LKS yang mengarahkan siswa untuk belajar mandiri, sehingga motivasi siswa dalam mempelajari materi kurang. Kurangnya motivasi belajar mengakibatkan rendahnya pemahaman siswa akan pengetahuan tentang ransum unggas. Tujuan penelitian adalah mengembangkan bahan ajar berupa handout dan LKS berbasis inkuiri terbimbing pada materi ransum unggas untuk siswa jurusan agribisnis ternak unggas kelas XI SMK PP Wiyata Bakti Sengkaling. Diharapkan bahan ajar yang disusun dapat menyediakan alternatif bahan ajar yang mampu mengarahkan siswa untuk belajar secara mandiri. Penelitian dilakukan dalam rangka penulisan skripsi di Jurusan Biologi FMIPA UM. Penelitian merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan 4-D (Define, Design, Develop, and Disseminate) oleh Thiagarajan. Dari hasil penelitian dan pengembangan telah dihasilkan bahan ajar handout dan LKS berbasis inkuiri terbimbing untuk siswa Jurusan Agribisnis Ternak Unggas Kelas XI yang berkriteria sangat valid, yaitu untuk handout sebesar 93,91 % dan LKS sebesar 92,36 %. Rata-rata hasil validasi oleh 15 siswa kelas XII SMK PP Wiyata Bakti Sengkaling sebesar 96,05%. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahan ajar memiliki persentase kriteria validitas sangat valid sehingga bahan ajar dapat digunakan dalam pembelajaran. Diharapkan dengan adanya bahan ajar ini mampu membantu siswa untuk dapat memecahkan masalah yang ada dalam dunia peternakan khususnya untuk materi pemberian ransum unggas.

Pola kalimat bahasa Indonesia dalam karangan pembelajar asing Program Darmasiswa di Center of Indonesian Studies BIPA Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang / Dwi Oktavianti Ningsih

 

Kata Kunci: pola kalimat, kalimat. Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting. Oleh karena itu, kalimat juga memegang peranan penting dalam proses komunikasi. Kalimat merupakan suatu bentuk bahasa yang digunakan oleh seseorang dalam menuangkan gagasan, ide, atau pesan baik secara tulis maupun lisan. Kalimat mengandung pesan yang akan disampaikan oleh penulis kepada pembaca. Sebuah karangan terbentuk dari susunan beberapa kalimat dalam bahasa tulis. Sebuah kalimat mempunyai pola-pola tertentu. Semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang, maka makin kompleks pula pola kalimat maupun kosa kata yang digunakannya. Salah satu kegiatan menuangkan gagasan, ide, atau pesan lewat kalimat (tulis) adalah mengarang. Mengarang berarti menggunakan bahasa untuk menyampaikan ide atau pesan yang terkandung dalam kalimat. Seorang penulis karangan harus memperhatikan pola kalimat yang digunakan karena pola kalimat akan berpengaruh pada kesempurnaan proses penyampaian dan penerimaan pesan. Dengan demikian, proses mengarang juga perlu memperhatikan pola kalimat. Seiring dengan pentingnya tatakalimat dalam bahasa tulis, maka perlu adanya sebuah usaha untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Dengan demikian, perlu diadakan penelitian tentang tatakalimat kepada pembelajar asing khususnya tentang kemampuan menyusun pola kalimat. Untuk itulah dalam penelitian ini dipilih masalah pola kalimat berdasarkan jumlah klausa dalam karangan pembelajar asing program Darmasiswa di CIS BIPA Fakultas Sastra UM serta pola kalimat berdasarkan sifat hubungan aktor dan aksi dalam karangan pembelajar asing program Darmasiswa di CIS BIPA Fakultas Sastra UM. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian ini berupa kalimat bahasa Indonesia dalam karangan pembelajar asing program Darmasiswa CIS BIPA FS UM. Data tentang kalimat bahasa Indonesia dalam karangan pembelajar asing program Darmasiswa CIS BIPA FS UM ini dikumpulkan oleh peneliti sendiri dengan cara memberikan tugas mengarang pada pembelajar asing dengan bantuan tutor. Pengambilan data dilakukan di luar jam kegiatan belajar mengajar, yaitu dengan tugas mengarang di rumah. Hasil penelitian ini berupa kalimat-kalimat yang menunjukkan pola-pola kalimat berdasarkan jumlah klausa dan pola kalimat berdasarkan sifat hubungan aktor aksi dalam karangan pembelajar asing. Jumlah pembelajar yang diteliti adalah 2 orang dengan latar belakang negara yang berbeda. Seorang dari Thailand dan seorang lagi dari Ethiopia. iv Hasil penelitian ini di uraikan sebagai berikut. Pertama, pola kalimat dalam karangan pembelajar asing program Darmasiswa CIS BIPA FS UM berdasarkan jumlah klausanya adalah (1) pola kalimat tunggal meliputi 8 pola, yaitu S-P, S-P-O, S-P-K, K-S-P-O, S-P-O-K, S-P-K-K, S-P-Pel dan S-P-O-Pel; (2) pola kalimat majemuk setara, yaitu kalimat majemuk setara penjumlahan dan kalimat majemuk setara perurutan; (3) pola kalimat majemuk bertingkat; dan (4) pola kalimat majemuk campuran. Sementara itu, pola kalimat dalam karangan pembelajar asing program Darmasiswa CIS BIPA FS UM berdasarkan sifat hubungan aktor dan aksi meliputi (1) pola kalimat aktif, yaitu kalimat aktif transitif dan kalimat aktif intransitif; (2) pola kalimat pasif; dan (3) pola kalimat resiprokal. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diajukan oleh penulis ditujukan kepada pengajar/tutor BIPA, peneliti selanjutnya, dan penulis buku teks. Kepada pengajar/tutor BIPA khususnya di CIS BIPA FS UM diharapkan untuk lebih banyak lagi memberikan latihan menulis. Selain itu, pengajar/tutor diharapkan memberikan contoh kalimat yang bervariasi sebagai pengayaan. Hal ini dimaksudkan agar perbendaharaan pola kalimat pembelajar asing lebih berkembang. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian yang serupa. Dari penelitian yang serupa diharapkan dapat mengungkap lebih dalam tentang macam-macam pola kalimat yang digunakan pembelajar asing. Hal ini bertujuan untuk perbandingan dan pendalaman. Sementara itu, untuk penulis buku teks diharapkan untuk mengintegrasikan materi tentang tatakalimat khususnya pola kalimat dalam pembelajaran menulis. Hal ini bertujuan untuk menambah wawasan pembelajar asing tentang tatakalimat bahasa Indonesia. Dengan begitu, pembelajar mempunyai banyak pengetahuan tentang tatakalimat khususnya macam-macam pola kalimat.

Pelaksanaan penilaian jurnal dalam mata pelajaran sejarah di kelas XI IPS SMA Negeri 4 Malang tahun ajaran 2014-2015 / Choirotun Nisa

 

ABSTRAK Nisa, Choirotun. 2016. Pelaksanaan Penilaian Jurnal Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI SMA Negeri 4 Malang Tahun Ajaran 2014-2015. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs Kasimanuddin Ismain M.Pd., (2) Najib Jauhari S.Pd., M.Hum. Kata Kunci : Penilaian Jurnal, Pelajaran Sejarah, SMA Negeri 4 Malang Jurnal catatan guru merupakan teknik penilaian yang diusung Kurikulum 2013 untuk menilai sikap siswa se-obyektif mungkin. Menurut Permendikbud No 66 tahun 2013.Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Masalah dalam pelaksanaan penilaian jurnal yang selama ini dijumpai yaitu guru sering menunda-nunda penilaian jurnal di dalam kelas sehingga tidak didapatkan jurnal yang sesuai dengan kondisi belajar siswa di dalam kelas. Jurnal catatan guru terhadap siswa mampu menilai siswa se-obyektif mungkin dikarenakan jurnal catatan guru bisa sesegera mungkin merekam peristiwa yang ada di kelas maupun yang ada di luar kelas. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana perencanaan penilaian jurnal dalam mata pelajaran sejarah kelas XI IPS SMA Negeri 4 Malang tahun ajaran 2014-2015 (2) Bagaimana pelaksanaan penilaian jurnal dalam mata pelajaran sejarah kelas XI IPS SMA Negeri 4 Malang tahun ajaran 2014-2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan adalah guru sejarah SMA Negeri 4 Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Keabsahan data di dukung dengan kegiatan teknik triangulasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa dalam pelaksanaan penilaian jurnal siswa di kelas maupun di luar kelas telah menunjukan gambaran tentang sikap dan perilaku siswa sehari-hari. Gambaran sikap dan perilaku siswa dapat memudahkan guru dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Masalah dalam pelaksanaan penilaian jurnal yang selama ini dijumpai di SMA Negeri 4 Malang yaitu guru sering mengabaikan, menunda-nunda penilaian jurnal sehingga tidak didapatkan jurnal yang sesuai dengan kondisi belajar siswa di dalam kelas. Guru juga sering meremehkan dan mengulur-ulur waktu dalam pelaksanaan penilaian jurnal. Hal itu berdampak pada penilaian yang tidak memiliki sistematis, obyetivitas dan faktual. Untuk itu peneliti mengkaji pelaksanaan penilaian jurnal pada mata pelajaran sejarah kelas XI IPS SMA Negeri 4 Malang tahun ajaran 2014-2015. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan: (1) bagi guru harapanya dapat menilai siswa se-obyektif mungkin dalam pembelajaran sejarah , (2) guru dapat mengembangkan setiap potensi yang dimiliki peserta didik, (3) dalam penilaian jurnal siswa guru disarankan dapat menyikapi siswa yang berperilaku dan bersikap kurang sopan, tanggungjawab, kurang disiplin, kurang jujur dan lain-lain, dan juga dapat mengapresiasi siswa yang sudah bersikap positif.

Pengaruh kualitas input, kompetensi guru, sarana prasarana sekolah dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi SMAN di Situbondo tahun ajaran 2009/2010 / Dewi Endah Fajariana

 

Jurusan Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Bambang Banu Siswoyo, M.M, (II) Prof. Dr. F. Danardana Murwani, M.M. Kata Kunci: kualitas input, kompetensi guru, sarana prasarana sekolah, motivasi belajar, prestasi belajar. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Peningkatan mutu pendidikan selalu diupayakan agar dapat mencetak sumber daya manusia yang berguna bagi pembangunan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah prestasi belajar siswa di dalam lembaga pendidikan. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi dan menentukan proses prestasi belajar siswa di sekolah yaitu faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaruh langsung kualitas input terhadap motivasi belajar, (2) pengaruh langsung kompetensi guru terhadap motivasi belajar, (3) pengaruh langsung sarana prasarana sekolah terhadap motivasi belajar siswa. (4) pengaruh langsung kualitas input terhadap prestasi belajar, (5) pengaruh langsung kompetensi guru terhadap prestasi belajar (6) pengaruh langsung sarana prasarana sekolah terhadap prestasi belajar siswa, dan (7) pengaruh langsung motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi Sekolah Menengah Atas Negeri di Kabupaten Situbondo. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan hubungan antar variabel yang bersifat assosiatif kausalitas serta digambarkan berdasarkan analisis jalur. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri di Situbondo dengan sampel sebanyak 78 orang. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan instrumen berupa angket serta dokumentasi untuk variabel kualitas input dan prestasi belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur. Hasil penelitian dapat dipaparkan secara singkat sebagai berikut: 1) kualitas input siswa berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa, 2) kompetensi guru berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa, 3) sarana prasarana sekolah berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar, 4) motivasi belajar siswa tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar. Terkait dengan hasil penelitian ini, maka disarankan agar: 1) kualitas input siswa dapat dipertahankan dan ditingkatkan, 2) kompetensi guru SMAN di Situbondo harus dapat ditingkatkan, 3) sarana prasarana sekolah dan motivasi belajar dipertahankan dan ditingkatkan. Implikasinya, secara teoritis temuan penelitian ini memperkuat penjelasan dan pendapat bahwa faktor input, kompetensi guru dan sarana prasarana sekolah termasuk faktor yang secara langsung mempengaruhi prestasi belajar siswa tanpa dimediasi oleh motivasi belajar.

Pengaruh financial distress ratio model altman terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bei periode 2008-2010 / Mario wasio

 

Kata Kunci: Working Capital to Total Assets Ratio, Retained Earnings to Total Assets Ratio, Earning Before Interest and Taxes to Total Assets Ratio, Market Value of Equity to Total Liabilities Ratio, Sales to Total Assets Ratio, Harga Saham. Pergerakan harga saham menjadi perhatian utama setiap investor, meskipun memungkinkan investor dapat mengalami risiko kerugian. Hal tersebut menuntut investor perlu untuk mengolah lebih informasi yang tersedia dengan berbagai teknik analisis yang ada. Salah satu teknik analisis yang ada adalah model prediksi kebangkrutan dari Altman. Para investor yang menggunakan rasio-rasio Altman akan mempertimbangkan rasio-rasio tersebut dalam jual beli saham sehingga rasio-rasio tersebut memiliki pengaruh terhadap harga saham. Investor juga harus menggunakan signalling theory untuk melihat adanya sinyal baik (good news) atau sinyal buruk (bad news) yang diberikan oleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio-rasio keuangan Altman terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2008-2010. Data keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan perusahaan manufaktur di BEI periode 2008-2010. Rasio-rasio keuangan yang merupakan variabel independen adalah rasio-rasio yang digunakan Altman untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan yaitu: Working Capital to Total Assets Ratio(WC/TA), Retained Earnings to Total Assets Ratio(RE/TA), Earning Before Interest and Taxes to Total Assets Ratio(EBIT/TA), Market Value of Equity to Total Liabilities Ratio(MVE/TL) dan Sales to Total Assets Ratio(S/TA) dan harga saham sebagai variabel dependen.Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis regresi berganda melalui pengujian SPSS dengan mempertimbangkan uji asumsi klasik yaitu normalitas, multikolinieritas, heterokedastisitas dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel WC/TA, RE/TA, EBIT/TA, MVE/TL, S/TA secara bersama-sama berpengaruh terhadap harga saham dengan tingkat signifikansi 0,000. Hasil Analisis melalui uji parsial menunjukkan bahwa hanya rasio WC/TA dan rasio MVE/TA berpengaruh terhadap harga saham. Berdasarkan nilai adj.R2 variabel independen dapat mempengaruhi harga saham sebesar 35%. Saran yang dapat diberikan penulis dalam penelitian ini adalah: (1) untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah sampel penelitian tidak hanya pada perusahaan manufaktur. (2) Perusahaan harus selalu menjaga kinerja keuangan karena hal tersebut tersebut digunakan oleh investor sebagai bahan pertimbangan dalam berinvestasi.

Pemanfaatan remitensi keluarga TKW di daerah asal di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang / Sri Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Sri. 2009. Pemanfaatan Remitensi Keluarga TKW di Daerah Asal di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Budijanto, M.Si, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.si. Rendahnya penghasilan dan kesempatan kerja menyebabkan sebagian penduduk dari Desa Purwodadi melakukan migrasi ke luar negeri untuk menjadi tenaga kerja Wanita (TKW). Sehingga menghasilkan kiriman ke daerah asal (remiten) yang dialokasikan untuk kegiatan konsumtif dan produktif, sehingga membawa perubahan terhadap kondisi sosial ekonomi keluarga di daerah asal. Beberapa tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan jumlah remitensi di daerah asal di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang, (2) Mendiskripisikan karakteristik TKW, (3) Mendeskripsikan proporsi remitensi terhadap pendapatan total rumah tangga, (4) Mendeskripsikan hubungan antara jumlah remitensi dengan negara tujuan, jenis pekerjaan, lama bekerja, dan status migrasi, (5) Mendeskripsikan pemanfaatan remitensi, (6) Mendeskripsikan hubungan antara jumlah remitensi dengan kondisi sosial ekonomi keluarga di daerah asal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survey, cara memperoleh datanya dengan menggunakan angket (quesioner). Populasi dalam penelitian ini adalah anggota keluarga TKW di Desa Purwodadi yang bekerja di luar negeri berjumlah 75 orang dengan menggunakan purposive random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan perhitungan persentase dan analisis Chi square. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Karakteristik TKW di lihat dari pendidikan yang ditempuh TKW sangat rendah, sehingga jenis pekerjaan yang dimiliki TKW di luar negeri sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), negara tujuan bekerja yaitu negara Hongkong, dengan lama kerja > 6 tahun, serta pendapatan/gaji yang tinggi pula. Sedangkan remiten untuk keluarga di daerah asal sangat tinggi, cara mengirim remiten melalui jasa Bank, remiten lebih tinggi dimanfaatkan untuk makan-minum, pendidikan, membangun rumah, dan modal usaha, sedangkan bentuk rumah sesudah menjadi TKW yaitu permanen. Hubungan remitensi dengan negara tujuan yaitu remitensi yang paling tinggi bekerja di negara Hongkong sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), hubungan jenis pekerjaan dengan Gaji TKW yaitu gaji yang paling tinggi bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), hubungan lama kerja terhadap remitensi yaitu remitensi yang paling tinggi adalah yang bekerja >6 tahun, hubungan status migrasi terhadap remitensi yaitu remitensi yang paling tinggi adalah migrasi legal, dan hubungan remitensi terhadap gaya hidup yaitu pemanfaatan remitensi yang paling tinggi untuk kebutuhan makan-minum, biaya pendidikan dan membangun rumah serta untuk modal usaha.

Proyeksi jumlah siswa SLTP untuk penyediaan kebutuhan guru, sekolah, dan implikasinya terhadap subsidi di Propinsi Jawa Timur
(suatu analisis perencanaan pendidikan)
oleh Sunarni

 

Perancangan komik Gendhing Gandring dengan tema dark fantasy untuk dewasa / Achmad Nur Hidayat

 

ABSTRAK Hidayat, Achmad, Nur. 2016, Perancangan Komik Gendhing Gandring Dengan Tema Dark Fantasy Untuk Dewasa. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd (II) H.J. Hendrawan, S.Sn. M.Ds Kata Kunci: Komik, Gendhing Gandring, Dark Fantasy, Dewasa Komik dengan judul Gendhing Gandring ini bercerita tentang sejarah keris Mpu Gandring dan awal mula berdirinya kerajaan Tumapel atau biasa disebut Singhasari. Cerita keris Mpu Gandring yang memiliki sejarah kelam dan mengandung banyak unsur kekerasan didalamnya sangat sesuai untuk dikembangkan dengan tema Dark Fantasy untuk pembaca dewasa. Dark Fantasy Merupakan gabungan antara tema fantasy, dunia yang penuh keajaiban dan sihir, dengan elemen-elemen horror fiksi yang gelap, suram, dan menyeramkan. Tujuan dari perancangan komik Gendhing Gandring ini adalah untuk memberikan keanekaragaman komik di industri komik Indonesia agar menambah antusias baca masyarakat terhadap komik dalam negeri dan sebagai media pembelajaran sejarah dan budaya Indonesia, khususnya cerita lokal seperti cerita Ken Arok dan awal mula berdirinya Kerajaan Tumapel atau Singhasari. Komik ini juga memberikan pesan moral tentang perjuangan dan keberanian melawan kejahatan. Proses perancangan ini menggunakan model perancangan Prof. Drs. Yongky Safanayong yang telah diadaptasi sesuai kebutuhan perancangan Komik Gendhing Gandring ini. Dimulai dari penulisan latar belakang, rumusan masalah, tujuan perancangan, manfaat perancangan, sampai dengan ruang lingkup perancangan yang bertujuan untuk bisa memberikan gambaran tentang produk yang akan dibuat nantinya. Selanjutnya dilakukan proses identifikasi dan analisis data yang diperlukan di dalam membuat konsep produk, teknik pembuatan produk, sampai dengan media promosi yang akan digunakan untuk memasarkan produk tersebut dengan tepat. Produk yang dihasilkan dari perancangan ini berupa komik berbentuk buku dengan format full colour berukuran 15 x 21cm, memiliki 44 halaman, dicetak di atas kertas art paper 150 gram untuk halaman isi dan kertas karton untuk kover. Komik ini juga memiliki media pendukung seperti sticker, kaos, tote bag, dan x-banner yang akan digunakan sebagai produk pendamping dalam pemeran komik Gendhing Gandring ini.  

Hubungan citra tubuh dengan penerimaan diri pada remaja cosplayer komunitas Cosuki di kota Malang / Cecilia Sarah Degreta Papuko

 

ABSTRAK Papuko, Cecilia Sarah Degretha. 2015. Hubungan Citra Tubuh dengan Penerimaan Diri Pada Remaja Cosplayer Komunitas Cosuki di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Hj. Tutut Chusniyah, M.Si. (II) Drs. H. Mohammad Bisri,M.Si Kata kunci : penerimaan diri, citra tubuh, remaja, cosplayer Pada remaja, bagaimana dirinya menilai bentuk tubuh sangat berpengaruh pada penerimaan diri. Bila citra tubuh yang dimilikinya baik maka akan lebih mudah untuk mengembangkan diri. Demikian pula halnya dengan penerimaan diri, remaja yang menerima diri sebagaimana adanya akan lebih mudah untuk memaksimalkan kelebihannya serta berusaha untuk memperbaiki kelemahannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan penerimaan diri pada remaja cosplayer. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yang berjumlah 40 orang remaja cosplayer anggota Cosuki dengan teknik tryout terpakai. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Citra Tubuh dan Skala Penerimaan Diri. Hasil uji validitas pada skala citra tubuh menunjukkan bahwa 30 aitem valid dari 50 aitem (reliabilitas = 0,885). Dan hasil uji validitas skala penerimaan diri menunjukkan bahwa 24 aitem valid dari 30 aitem (reliabilitas = 0,860). Analisis korelasional dengan menggunakan Pearson Product Moment, menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara citra tubuh dengan penerimaan diri pada remaja Cosplayer anggota Komunitas Cosuki di Kota Malang, (r)= 0,643, (p)= 0,000 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa, bila citra tubuh remaja cosplayer tinggi maka penerimaan dirinya juga tinggi, demikian sebaliknya bila citra tubuh remaja cosplayer rendah maka penerimaan dirinya juga rendah. Dari hasil penelitian ini disarankanremaja cosplayer anggota dapat meningkatkan citra tubuh dan penerimaan pada diri sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan mencintai dan menghormati diri serta menerima segala kekurangan yang dimiliki walaupun tidak sesuai dengan gambaran tubuh ideal. Serta mengembangkan segala kemampuan diri dan menjalankan hobi tanpa harus memaksakan diri menjadi sama persis dengan karakter idola. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih informatif dengan menggunakan metode penelitian lainnya seperti metode kualitatif, atau dengan memperluas populasi dan menambah jumlah sampel agar hasil yang didapatkan bisa digeneralisasi lebih luas.

Prestasi belajar metematika pada siswa SMP Negeri 1 Sekaran - Lamongan ditinjau dari frekuensi pemberian tes / oleh Supriono

 

Pengembangan model latihan man to man defense bolabasket menggunakan modifikasi permainan gobak sodor di ekstrakulikuler SMP Laboratorium UM Malang / Moh. Jerry Alfredo Metalian

 

ABSTRAK Metalian, Moh. Jerry Alfredo. 2015. Pengembangan Model Latihan Man To Man Defense Bolabasket Menggunakan Modifikasi Permainan Gobak Sodor di Ekstrakurikuler SMP Laboratorium UM Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M.Kes (II) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: Pengembangan, Modifikasi Permainan Gobak Sodor, Model Latihan Man To Man Defense Bolabasket. Teknik pertahanan atau yang biasa disebut dengan defense merupakan usaha mencegah tim lawan memasukkan bola kedalam keranjang, mencegah serangan lawan adalah sama pentingnya dalam mencetak angka. Semua pemain bolabasket hendaknya memiliki keterampilan yang sangat baik pada teknik defense, begitu pula dengan pemain yang ada di kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di SMP Laboratorium UM Malang. Modifikasi permainan gobak sodor digunakan dikarenakan adanya kesamaan antara keduanya yaitu untuk mempertahankan daerahnya agar tidak dapat dilewati oleh lawan. Kurangnya jadwal latihan adalah salah satu penghambat latihan bagi siswa. Pada penelitian awal peneliti memberikan angket analisis kebutuhan kepada pelatih ekstrakurikuler SMP Laboratorium UM Malang dan angket analisis kebutuhan kepada pemain. Diketahui bahwa, pelatih dan pemain membutuhkan pengembangan model latihan man to man defense yang nantinya dikemas dalam bentuk buku panduan. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan sebuah produk berupa buku yang berisi materi model latihan man to man defense di SMP Laboratorium UM Malang menggunakan modifikasi permainan gobak sodor. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (research and development). Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan research and development Borg and Gall. Dalam penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif berupa persentase, yang digunakan untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari penelitian awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil menggunakan 8 siswa dan uji coba kelompok besar menggunakan 30 siswa. Hasil penilaian atau evaluasi terhadap model latihan ini yaitu hasil ahli permainan bolabasket didapatkan persentase 95% (sangat baik), dari ahli permainan tradisional didapatkan persentase 75% (baik), dan dari ahli media didapatkan persentase 78%(baik). Dari hasil uji coba kelompok kecil didapatkan rata-rata persentase 94% (sangat baik) dan dari hasil uji coba lapangan (uji coba kelompok besar) didapatkan rata-rata persentase 98%(sangat baik). Dibuku ini terdapat 4 model latihan yaitu model permainan gobak sodor dengan penjagaan sistem 4 defense 1 sodor tanpa bola, menggunakan bola passing, menggunakan bola drible, dan penjagaan kolom sistem 4 defense 1 sodor menggunakan bola menempel. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat diuji cobakan pada kelompok yang lebih luas dan disosialisasikan sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Selain itu, diharapkan ada penelitian selanjutnya, untuk menguji tingkat efektivitas produk yang dikembangkan.

Pengaruh pendulangan intan aktivitas penduduk disekitar sungai terhadap kualitas air sungai Tiung di Kelurahan Sungai Tiung Kecamatan Cempaka Kalimantan Selatan / oleh Andri Susana Lestari

 

Penerapan senam yoga fantasi untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak kelompok B di TK Aisyiyah 33 Cita Insani Malang / Ani Dwi Agustina

 

ABSTRAK Agustina, Ani Dwi. 2016. Penerapan Senam Yoga Fantasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Kelompok B Di TK Aisyiyah 33 Cita Insani Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd., M. Pd, (II) Wuri Astuti, S.Pd Kata Kunci : Senam Yoga Fantasi, Motorik Kasar Berdasarkan hasil studi pendahuluan dinyatakan 9 dari 16 anak di TK Aisyiyah 33 Cita Insani Malang kemampuan motorik kasar dalam pembelajaran senam fantasi rendah. Latar belakang permasalahan tersebut adalah kurangnya guru menggunakan media yang menarik bagi anak dan media kurang variatif. Rumusan permasalahan penelitian ini adalah bagaimana penerapan Senam Yoga Fantasi untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak Kelompok B di TK Aisyiyah 33 Cita Insani Malang serta apakah melalui kegiatan Senam Yoga Fantasi dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak Kelompok B di TK Aisyiyah 33 Cita Insani Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif-kuantitatif yang menghasilkan angka dan kata-kata dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Model siklus yang digunakan adalah Kemmis & Mc Taggart yang meliputi planning (rencana), action (tindakan/pelaksanaan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Teknik pengumpulan data ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengolah instrumen evaluasi kegiatan Senam Yoga Fantasi dalam bentuk persentase. Setelah dianalisis data tersebut dideskripsikan. Penerapan Senam Yoga Fantasi terbukti dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak ditandai dengan meningkatnya kemampuan motorik kasar anak pra penelitian yaitu 34,37% hingga diperoleh hasil pada siklus I yaitu 47% dan meningkat 78% pada siklus 2 dengan kategori baik. Kemampuan motorik kasar anak kelompok B TK Aisyiyah 33 Cita Insani Malang mengalami peningkatan 31% dari siklus I sampai berakhir siklus 2. Penerapan Senam Yoga Fantasi dapat diterapkan pada pembelajaran motorik kasar khususnya gerak non-lokomotor unsur keseimbangan dan kelenturan bagi guru maupun lembaga serta bagi peneliti selanjutnya dapat dikembangkan dalam penelitian pengembangan karena dapat menghasilkan produk (gerakan senam) dan diformat dalam bentuk VCD sehingga dapat diterapkan dalam lingkup yang lebih luas.

Penggunaan metode percobaan dalam meningkatkan penguasaan konsep cuaca dan iklim pada mata pelajaran geografi siswa kelas 1 SMU negeri 2 Malang / oleh Syafrilliya Kusuma

 

Pengaruh jarak dan pendapatan orang tua terhadap minat studi lanjut kelas 3 SMP ke SLTA di Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung / oleh Rahmawati Putri

 

Studi tentang motivasi siswa dalam mengikuti program latihan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Padepokan Ranting Sukodadi / Mohammad Taufiqur Rohman

 

Rohman. Mohammad Taufiqur, 2014. Studi Tentang Motivasi Siswa Dalam Mengikuti Program Latihan Pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Padepokan Ranting Sukodadi. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mardianto, M.Kes, (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd. Kata Kunci: Motivasi, Pencak silat, Persaudaraan Setia Hati Terate. Motivasi merupakan suatu penggerak pada diri seseorang untuk melakukan suatu tujuan. Motivasi sangat berperan penting dalam diri seorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam mengikuti latihan pencak silat Persaudaraan Setia Hati terate (PSHT) motivasi sangat berperan bagi siswa agar tidak berhenti latihan di tengah jalan, karena latihan di PSHT apabila tingkatannya semakin tinggi maka latihan akan semakin keras. Dalam latihan PSHT seorang siswa akan diajarkan berbagai keterampilan pencak silat yang mudah diterima dan dipahami. Siswa juga diajarkan untuk menjadi manusia yang berbudi luhur tahu benar dan salah dalam kehidupan. Tentunya dalam mengikuti latihan pencak silat PSHT siswa mempunyai motivasi, tujuan dan harapan yang berbeda-beda. Diantaranya siswa mengikuti latihan pencak silat PSHT karena ingin berprestasi, ingin mengembangkan bakatnya di bidang pencak silat, ingin menyalurkan hobinya, dan ada juga siswa mengikuti latihan di PSHT karena ingin mengetahui pengetahuan tentang ajaran-ajaran PSHT. Dan semuanya itu bisa terwujud apabila siswa bersungguh-sungguh dalam mengikuti latihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi siswa dalam mengikuti program latihan pencak silat PSHT Padepokan Ranting Sukodadi. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Padepokan Ranting Sukodadi sebanyak 81 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah non tes berupa angket. Sedangkan Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan statistik deskriptif (rata-rata persentase). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, menyatakan bahwa siswa dalam mengikuti program latihan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Padepokan Ranting Sukodadi Termotivasi secara instrinsik sebesar 50.19 % dan termasuk kategori cukup. Sedangkan untuk motivasi ekstrinsik siswa sebesar 49,81% dan termasuk kategori cukup. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa siswa dalam mengikuti program latihan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Padepokan Ranting Sukodadi motivasi instrinsiknya dapat dikatakan seimbang dengan motivasi ekstrinsiknya.

Profil fertilitas keluarga anak jalanan di Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / oleh Siti Nurhayati

 

Evaluasi potensi mata air kasinan untuk suplai air bersih penduduk di desa Pesanggrahan Kecamatan Batu Kota Batu / oleh Uun Lukita Sari

 

Hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian dalam mengambil keputusan / oleh Dian Fitrianti

 

Pengaruh prestasi dalam mata pelajaran PPKn terhadap pelanggaran tata tertib pada siswa SLTP Negeri 13 Malang
oleh Nurdianingsih

 

Studi tentang burn-out konselor sekolah menengah atas negeri se kota Malang / oleh Tri Oktavia Hidayat

 

Pelaksanaan layanan konseling yang diharapkan siswa SMA Wahid Hasyim Malang / oleh Mariyatul Qiptiya

 

Upacara adat Nyadran di desa Tawun kecamatan Padas kabupaten Ngawi
oleh Parji

 

Model pembelajaran pada Lembaga Bimbingan Belajar Sony Sugema Collece (SSC) Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sebagai lembaga pendidikan luar sekolah / oleh Dina Andriana

 

Pengaruh pendekatan inkuiri terbimbing dan verifikasi terhadap hasil belajar bentuk molekul pada siswa dengan kemampuan pandang ruang yang berbeda / Nur Sa’adah

 

ABSTRAK Sa’adah, Nur. 2016. Pengaruh Pendekatan Inkuiri Terbimbing dan Verifikasi terhadap Hasil Belajar Bentuk Molekul pada Siswa dengan Kemampuan Pandang Ruang yang Berbeda. Tesis : Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. H. Effendy, M.Pd, Ph.D, (2) Prof. H. Suhadi Ibnu, MA, Ph.D. Kata-kata kunci: pendekatan inkuiri terbimbing, pendekatan verifikasi, kemampuan pandang ruang, hasil belajar. Bentuk molekul merupakan salah satu materi yang dipelajari oleh siswa SMA. Materi ini bersifat abstrak. Untuk memahami materi bentuk molekul diperlukan kemampuan pandang ruang. Persoalannya, hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pandang ruang siswa SMA cenderung rendah sehingga berpotensi untuk timbulnya kesulitan pada siswa yang mempelajari materi tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu digunakan pendekatan yang tepat. Inkuiri terbimbing, yang menganut paham konstruktivisme di mana siswa membangun sendiri kemampuannya melalui proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah, diperkirakan merupakan pendekatan yang memenuhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) apakah terdapat perbedaan hasil belajar pada materi bentuk molekul antara siswa yang diajar dengan pendekatan inkuiri terbimbing dan verifikasi; (2) apakah perbedaan kemampuan pandang ruang siswa berpengaruh terhadap hasil belajarnya; dan (3) apakah terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kemampuan pandang ruang siswa. Penelitian ini termasuk eksperimen semu menggunakan desain faktorial 2×2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Situbondo yang berjumlah 295 siswa dengan sampel yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel terdiri atas 58 siswa yang terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama (29 siswa) dibelajarkan dengan pendekatan inkuiri terbimbing, kelompok kedua (29 siswa) dibelajarkan dengan pendekatan verifikasi. Data penelitian adalah kemampuan pandang ruang siswa dan data hasil belajar. Data kemampuan pandang ruang siswa dikumpulkan menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Lembaga Psychology Center Universitas Negeri Malang. instrumen ini memiliki koefisien reliabilitas, diukur dengan Kuder-Richardson 20, sebesar 0,69. Data hasil belajar siswa dikumpulkan menggunakan tes yang disusun oleh peneliti. Tes ini terdiri dari 35 item dengan validitas isi sebesar 100%, dan koefisien reliabilitas, diukur menggunakan Kuder-Richardson 20, sebesar 0,74. Data hasil belajar siswa dianalisis menggunakan statistik uji Anava dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa yang diajar dengan pendekatan verifikasi; (2) hasil belajar siswa yang memiliki kemampuan pandang ruang tinggi lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa yang memiliki kemampuan pandang ruang rendah; (3) tidak ada interaksi antara cara pembelajaran dengan kemampuan pandang ruang siswa.

Persepsi sisa terhadap kemampuan profesional guru wanita pendidikan jasmani di SMP Negeri 7 Bangkalan / oleh R. Desi Nur Islamiyah

 

Pengaruh penggunaan media prangko terhadap hasil belajar siswa pada bidang studi IPS (sub bidang studi sejarah) kelas VI di Sekolah Dasar Negeri Percobaan Kodya Malang / oleh Denny Herliyanto

 

Gaya bahasa protes dalam antologi puisi "potret pembangunan dalam puisi" karya W.S. Rendra / Ihsan Abraham

 

ABSTRAK Ihsan Abraham. Gaya Bahasa Protes dalam Antologi Pusi Potret Pembangunan dalam Puisi Karya W.S. Rendra. Tesis Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof.Dr. H. Abdul Syukur Ghazali, M.Pd., (II) Dr. Roekhan, M.Pd. Kata kunci : puisi, gaya bahasa protes, isi gaya bahasa protes, gaya bahasa protes W.S. Rendra, , kreativitas gaya bahasa protes, potret pembangunan dalam puisi Pengkajian terhadap teks-teks sastra telah berkembang begitu pesat dan telah banyak menghasilkan teori dan pendekatan dalam usaha memahami karya sastra. Salah satu teori yang digunakan untuk mengkaji teks sastra adalah stilistika. Bidang stilistika mengkaji cara-cara yang khas dalam penggunaan bahasa, bagaimana segala sesuatu diungkapkan dengan cara tertentu, sehingga tujuan yang diinginkan dapat dicapai secara maksimal. Teori ini relevan digunakan untuk mengkaji puisi protes, karena ungkapan-uangkapan protes menggunakan bahasa khas puisi. Untuk memperdalam analisis digunakan teori penunjang sosiologi sastra dalam memahami pencerminan gambaran sosial dalam puisi. Sebagai salah satu genre satra puisi memiliki gaya tersendiri yang dapat dinikmati keindahannya dan dapat diambil manfaatnya oleh pembaca. Dalam khasanah perkembangan sastra Indonesia pernah lahir karya sastra protes baik dalam bentuk puisi maupun prosa. Sastra protes lahir sebagai respon pengarang terhadap situasi dan kondisi yang perlu diperhatikan dan diprotes. Sastra protes memiliki karakteristik tersendiri dalam cara-cara penggunaan bahasanya, sehingga peneliti mempertimbangkan masalah ini untuk diteliti. Di samping itu kehadiran puisi Rendra yang kontroversial pada jamannya semakin memperkuat alasan penelitian ini. Penelitian ini berjudul, “Gaya Bahasa Protes dalam Antologi PuisiPotret Pembangunan dalam Puisi Karya W.S. Rendra”. Berdasarkan acuan tersebut peneliti merumuskan fokus masalah yang diteliti, yaitu (1) isi gaya protes, (2) gaya bahasa protes W.S. Rendra, dan (4) kreativitas gaya bahasa protes. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber datanya adalah Antologi PuisiPotret Pembangunan dalam Puisi Karya W.S. Rendra” yang diterbitkan oleh PT. Pustaka Jaya tahun 1993. Sedangkan datanya berupa unit-unit yang terdapat dalam antologi puisi tersebut. Analisis data secara keseluruhan memanfaatkan penafsiran dengan menyajikannya secara deskriptif. Peneliti berperan sebagai instrumen kunci, yaitu bertindak sebagai, pelaksana pengumpul data, penganalisis dan penafsir data, sekaligus pelapor hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap antologi PPDP karya W.S. Rendra, maka dapat disimpulkan sebagai berikut (1) isi protes, yaitu sasaran protes atau keadaan yang diprotes terdiri atas (1) protes terhadap pendidikan, (2) protes terhadap ketidakadilan, (3) protes terhadap kebudayaan negatif, dan (4) protes terhadap kesenjangan komunikasi. Protes terhadap dunia pendidikan dan ketidakadilan paling banyak diajukan oleh penyair. Gaya bahasa protes dengan cara pilihan kata secara langsung, gaya bahasa sarkasme, dan gaya bahasa hiperbola banyak dalam antologinya. Hal ini menunjukkan rasa tidak puas penyair terhadap pihak yang diprotes. Sedangkan protes dengan cara tidak langsung yang berupa pilihan kata secara tidak langsung, ungkapan ironi dan simbolik tidak banyak tidak banyak digunakan oleh penyair. Hal itu membuktikan bahwa puisi-puisi dalam PPPD adalah khas sebagai puisi-puisi protes. Kreativitas dapat diartikan bersifat mengandung daya cipta; atau memiliki daya cipta, yaitu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan bersifat unik, yaitu berbeda dengan lainnya. Kreativitas gaya bahasa protes adalah kemampuan pengarang untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk menyampaikan protes melalui puisi. Kreativitas gaya bahasa protes melalui puisi yang disampaikan dengan sarana kepuitisan yaitu pendayagunaan pilihan kata asing, ungkapan bahasa khas, dan pengabungan gaya puitis dan prosais dalam antologi PPPD semakin membuktikan puisi-puisi yang ditulisnya khas puisi protes. Berdasarkan hasil kesimpulan, peneliti menyarankan (1) lembaga pendidikan mempertimbangkan puisi-puisi protes WS. Rendra dimasukkan dalam kurikulum Sekolah Menengah Atas bidang studi bahasa Indonesia , (2) untuk meningkatkan apresiasi sastra, khusunya aspek gaya bahasa dalam puisi, guru bahasa Indonesia perlu mempertimbangkan puisi-puisi protes WS. Rendra untuk diajarkan di Sekolah Menengah Atas, dan (3) hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berkaitan dengan puisi-puisi protes, serta menambah wawasan untuk meneliti sastra protes yang lain pada zaman yang berbeda.

Pengelolaan CCTV sebagai instrumen pengawasan kinerja guru (studi multi situs di SMAN 8 Malang dan SMKN 3 Malang) / Siti Nuraida

 

Nuraida, Siti. 2015. Pengelolaan CCTV Sebagai Instrumen Pengawasan Kinerja Guru (Studi Multi Situs di SMAN 8 Malang dan SMKN 3 Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd, (II) Ahmad Nurabadi, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: CCTV, pengawasan, kinerja guru. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan aset bangsa dalam melaksanakan pembangunan nasional di berbagai sektor dan dalam menghadapi tantangan kehidupan masyarakat dalam era globalisasi. Sumber daya manusia yang berkualitas dapat diperoleh dari lembaga-lembaga penyelengara pendidikan yang berkualitas. Kinerja guru di sekolah sangat penting untuk diperhatikan, sebab dengan adanya pembinaan kinerja guru maka dapat menentukan kualitas dari pembelajaran dan memberi kontribusi terhadap kualitas SDM yang profesional. Berkaitan dengan hal tersebut, agar fungsi dan tujuan pendidikan nasional dapat tercapai maka fasilitas teknologi serta sumber daya manusia (SDM) yang ada di sekolah harus dapat memberikan kontribusi yang baik, sehingga teknologi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan. Fokus penelitian ini adalah (1) alasan penggunaan CCTV sebagai instrumen pengawasan kinerja guru; (2) pengelolaan CCTV sebagai instrumen pengawasan kinerja guru; (3) fungsi CCTV sebagai instrumen pengawasan kinerja guru; (4) faktor pendukung dan penghambat penggunaan CCTV sebagai instrumen pengawasan kinerja guru. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan rancangan penelitian studi multi situs karena terdapat dua kasus pada dua objek penelitian, yaitu SMAN 8 Malang dan SMKN 3 Malang. Penelitian ini dilakukan secara langsung di lapangan dan peneliti bertindak sebagai instrumen kunci yang merencanakan, melaksanakan, mengumpulkan data, menganalisis data dan melaporkan hasil penelitian. Pengumpulan data yang relevan guna menjawab fokus penelitian dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis selama pengumpulan data dan setelah pengumpulan data. Data yang telah dianalisis kemudian dicek keabsahannya dengan menguji empat kriteria yaitu derajat kepercayaan/kredibilitas, keteralihan, ketergantungan, dan kepastian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan kedua lokasi penelitian menggunakan CCTV sebagai instrumen pengawasan kinerja guru yaitu: (a) kedua sekolah memerlukan alat bantu untuk memonitor karena luasnya objek yang perlu dimonitor, (b) sekolah memerlukan alat bantu untuk pemantauan kinerja guru, (c) efektifitas dan efisiensi proses pemantauan kondisi sekolah secara keseluruhan. Proses pengelolaan CCTV sebagai instrumen pengawasan kinerja guru di SMAN 8 Malang dan SMKN 3 Malang meliputi proses dari perencanaan, pengadaan, pengoperasian, pemeliharaan atau perawatan, dan evaluasi dari penggunaan CCTV. Fungsi CCTV sebagai instrumen pengawasan kinerja guru di SMAN 8 Malang dan SMKN 3 Malang meliputi: (a) memberi manfaat dan peranan dalam peningkatan kinerja guru, (b) evaluasi kinerja guru, (c) keefektifan pemantauan terhadap seluruh aktivitas di sekolah, (d) pengawasan keamanan sekolah, (e) peningkatan kedisiplinan peserta didik, (f) mempermudah manajemen piket guru. Faktor pendukung penggunaan CCTV sebagai instrumen pengawasan kinerja guru di SMAN 8 Malang dan SMKN 3 Malang yaitu adanya tanggapan dan dukungan yang baik dari warga sekolah dan adanya dukungan dana dari komite sekolah. Faktor penghambatnya yaitu di kedua sekolah cenderung menemui hambatan teknis seperti kerusakan CCTV, terjadi pemadaman listrik, dan akses data atau tingkat pencahayaan yang kurang maksimal. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bagi (1) Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, untuk meningkatkan motivasi kinerja pegawai disarankan untuk menggunakan CCTV sebagai instrumen pengawasan kinerja di kantor dinas, (2) Kepala SMAN 8 Malang dan SMKN 3 Malang sebaiknya lebih fokus dalam melakukan penilaian dan pembinaan kinerja guru, serta lebih mengoptimalkan fungsi CCTV di sekolah, jika perlu dapat menambah lagi jumlah CCTV yang ada, (3) Waka Sarpras SMAN 8 Malang dan SMKN 3 Malang diharapkan memiliki buku inventarisasi khusus, dan ada evaluasi khusus untuk penggunaan CCTV, (4) Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMAN 8 Malang dan SMKN 3 Malang dengan adanya CCTV diharapkan dapat mempertahankan kinerja yang sudah baik dan meningkatkan kinerja yang masih kurang baik, (5) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan disarankan agar di Jurusan Administrasi Pendidikan lebih mengoptimalkan CCTV yang ada, dan sebaiknya dapat menggunakan CCTV di ruang perkuliahan, agar kegiatan perkuliahan dapat terpantau dengan baik, (6) Peneliti lain, disarankan untuk menyempurnakan teori hasil penelitian yang telah ditemukan, sehingga diharapkan dapat menambah dan mengembangkan kajian ilmiah yang telah ada dalam penelitian ini serta dapat dijadikan masukan baru bagi kelanjutan penelitian di masa yang akan datang.

a comparative study on the english proficiency of the students of Sekolah Dasar Negeri (SDN) Percobaan Malang and Sekolah Dasar (SD) Dharma Wanita IKIP MALANG / by Zuliati Rohmah

 

Hubungan iklim sekolah, kompensasi kerja dan komitmen guru dengan kinerja guru SD negeri di Kota Ambon / Hanna Noija

 

Kata Kunci: Iklim sekolah, Kompensasi, Komitmen dan Kinerja Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh para penyelenggara pendidikan agar tujuan pendidikan dapat dicapai diantaranya adalah faktor kurikulum, kualitas guru, sarana dan prasarana penunjang pendidikan lainnya. Dari beberapa aspek pembenahan di atas, aspek sumber daya manusia (guru) perlu mendapat prioritas utama. Karena keberhasilan dalam mencetak lulusan sangat ditentukan oleh guru. Oleh karena itu, guru dituntut untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Hal ini disebabkan oleh adanya tuntutan mutu pada proses dan output pendidikan diera global. Untuk meningkatkan kualitas kinerja tersebut diperlukan adanya tingkat kesejahteraan yang memadai berupa kompensasi esensial yang benar dan komitmen yang didukung oleh loyalitas dan kemauan kerja yang tinggi serta iklim kerja organisasi sekolah yang kondusif. Dengan kompensasi, iklim sekolah dan komitmen yang tinggi akan meningkatkan performance atau kinerja yang tinggi pula. Kompensasi, iklim kerja organisas sekolah, dan komitmen merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap kinerja guru SD di Kota Ambon. Untuk mengkajinya, penelitian ini dilakukan dengan rumusan masalah sebagai berikut: (1) Apakah ada hubungan yang signifikan antara iklim sekolah dengan kinerja? (2) Apakah ada hubunganyang signifikan antara kompensasi kerja dengan kinerja? (3) Apakah ada hubungan yang signifikan antara komitmen dengan kinerja? dan (4) Apakah ada hubungan yang signifikan antara kompensasi, iklim sekolah dan komitmen dengan kinerja guru? (5) seberapa tinggi sumbangan efektif variabel iklim sekolah, kompensasi kerja, komitmen terhadap kinerja guru. Sesuai dengan rumusan masalah di atas, dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Dalam penelitian ini dikaji pengaruh iklim sekolah (X1), kompensasi kerja (X2), dan komitmen (X3) sebagai variabel bebas, kinerja guru (Y) sebagai variabel terikat. Penelitian dilaksanakan di lembaga pendidikan SD Kota Ambon dengan populasi 1528 orang guru. Sampel sebanyak 352 orang guru diambil dengan teknik sampel acak proposional. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik angket.Instrumen kuesioner dirancang dengan skala lima yang merujuk pada skala Likert. Instrumen yang telah disusun diuji coba tingkat validitasnya dengan teknik product moment dari Pearson. Sedangkan estimasi reliabilitas instrumen dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach. Teknik analisa data mencakup analisa deskriptif, uji persyaratan analisa yang mencakup normalitas dan linearitas, uji hipotesis yang mencakup uji t untuk mengetahui korelasi antar variabel secara parsial, dan uji regresi ganda untuk mengetahui korelasi variabel secara bersama-sama. Analisa hasil penelitian dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 16 for window. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan positif yang signifikan antara iklim organisasi sekolah dengan kinerja guru SD Kota Ambon, dengan sig 2 tailed 0,001 < α 0,05, (2) terdapat hubungan positif yang signifikan antara kompensasi kerja dengan kinerja guru SD Kota Ambon, dengan sig 2 tailed 0,000 < α 0,05, (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara komitmen dengan kinerja guru SD Kota Ambon, dengan sig 2 tailed 0,000 < α 0,05, (4) terdapat hubungan yang signifikan antara iklim organisasi sekolah, kompensasi kerja, dan komitmen dengan kinerja guru SD Kota Ambon dengan sig 0,000 < α 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut: (1) Pihak kepala sekolah SD Kota Ambon dalam meningkatkan kinerja guru hendaknya merancang kebijakan dalam meningkatkan iklim kerja sekolah baik dari dimensi perilaku guru maupun dari dimensi perilaku kepala sekolah. Terutama sekali adalah dimensi perilaku kepala sekolah yang berkaitan dengan kepemimpinan Kepala sekolah SD Kota Ambon. Sebab gaya kepimpinan adalah merupakan salah satu dimensi perilaku kepala sekolah yang dapat mempengaruhi iklim kerja sekolah. Keberhasilan pemimpin bukan disebabkan oleh prestasi guru, tetapi tanggungjawabnya untuk mengembangkan dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, obyektif dan terbuka. Kepala sekolah selaku pimpinan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawanya harus bisa memberikan perhatian yang maksimal kepada yang dipimpinya dan memposisikan gurunya sebagai mitra kerja yang sesungguhnya. Begitu juga bagi para guru akan merasakan kenyamanan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Kondisi ini pada akhirnya dapat memotivasi para guru untuk terus meningkatkan kinerja yang pada akhirnya dapat mencapai tujuan lembaga, (2) Kepala sekolah SD Kota Ambon dalam rangka untuk meningkatkan kinerja guru hendaknya merancang kebijakan kompensasi baik finansial maupun non finansial. Kebijakan yang dimaksud dimulai dengan kegiatan pengukuran kinerja guru secara terukur dan obyektif. Dari hasil pengukuran kinerja ini dapat dijadikan dasar dalam penentuan pemberian kompensasi terhadap guru. Kebijakan tersebut harus dilaksanakan secara obyektif dan terbuka. Apabila kebijakan tersebut dilaksanakan secara simultan, konsisten dan didukung oleh partisipasi guru diharapkan kinerja guru akan meningkat, dan (3) Pihak kepala sekolah SD Kota Ambon perlu menumbuhkan dan memupuk komitmen para guru dalam rangka meningkatkan performansi dengan memenuhi kebutuhan dan menyediakan sarana pelayanan yang diperlukan, serta menjaga citra lembaga yang baik di masyarakat.

Identifikasi konsep sukar dan kesalahan konsep reaksi redoks pasa siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Trining Puji Astutik

 

Kata kunci: konsep sukar, kesalahan konsep, reaksi redoks. Salah satu tujuan pembelajaran kimia di SMA adalah siswa dapat memahami konsep kimia. Pemahaman terhadap konsep dasar kimia sangat penting supaya dapat memahami konsep lebih tinggi atau selanjutnya. Konsep kimia bersifat berjenjang dan abstrak. Reaksi redoks merupakan salah satu konsep kimia bersifat abstrak dan berjenjang yang diperlukan dalam mempelajari konsep lebih kompleks seperti elektrokimia di kelas XII. Kesukaran siswa dalam mempelajari konsep dapat menimbulkan konsep sukar dan kesalahan konsep. Konsep sukar ditunjukkan dengan persentase jawaban salah siswa (PJS) yang sama dengan atau lebih besar dari 61% dan kesalahan konsep ditunjukkan dengan kekonsistenan siswa menjawab soal yang berbeda pada konsep sama. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi: (1) deskripsi konsep sukar, (2) konsep sukar yang dimiliki siswa, dan (3) kesalahan konsep yang dialami siswa. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif. Sampel penelitian adalah siswa kelas X1 dan XI IPA2 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang tahun ajaran 2009/2010 sebanyak 58 siswa, yaitu 33 siswa kelas X dan 25 siswa kelas XI IPA. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes diagnostik sebanyak 14 butir soal, berupa tes pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban dan disertai alasan jawaban, dan diperkuat dengan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) deskripsi konsep sukar adalah mean, median, modus, jawaban salah siswa minimal (Xmin), dan jawaban salah siswa maksimal (Xmax) siswa kelas X berturut-turut 15; 14; 21; 1; dan 31, dan mean, median, modus, jawaban salah siswa minimal (Xmin), dan jawaban salah siswa maksimal (Xmax) siswa kelas XI IPA berturut-turut 9; 8; 4 dan 17; 2; dan 17, (2) Jenis konsep sukar yang dimiliki siswa adalah (a) reaksi oksidasi berdasarkan penggabungan dan pelepasan oksigen pada siswa kelas X; (b) reaksi reduksi berdasarkan transfer elektron pada siswa kelas X dan XI IPA; (c) oksidator pada siswa kelas X; (d) reduktor pada siswa kelas X dan XI IPA; dan (e) bilangan oksidasi pada siswa kelas X dan XI IPA, dan (3) Jenis kesalahan konsep yang dialami siswa adalah siswa menganggap: (a) oksidator mengalami peningkatan bilangan oksidasi sebesar 3% pada siswa kelas X dan 8% siswa kelas XI IPA; (b) reduktor adalah zat yang mengalami reaksi reduksi, dengan tingkat kekonsistenan 4% pada siswa siswa kelas XI IPA; (c) bilangan oksidasi ion monoatomik tidak sama dengan muatan ionnya dan angka indeks menunjukkan bilangan oksidasi unsur pada siswa kelas X sebesar 33% dan siswa kelas XI IPA sebesar 8%; dan (d) reaksi redoks apabila terjadi perubahan muatan pada ion poliatomik menjadi senyawa, dimiliki siswa kelas X dan XI IPA berturut-turut 3% dan 24%.

Perbedaan prestasi belajar siswa dalam mempelajari ilmu kimia yang menggunakan media komputer dan yang tanpa media komputer di kelas II SMA Negeri Pagak Malang / oleh Bahtiar Kholili

 

Kajian densitas dan diversitas tumbuhan herba pada kumintas di daerah taman wisata Selorejo / oleh Isnani Rohayati

 

Perancangan buku interaktif berbasis permainan tentang bumi dan isinya untuk anak-anak / Ella Merry Rusdiana

 

ABSTRAK Merry Rusdiana, Ella. 2015. Perancangan Buku Interaktif Berbasis Permainan Tentang Bumi dan Isinya Untuk Anak-anak.Skripsi, Program Studi, DesainKomunikasi Visual, Jurusan, SenidanDesain, Fakultas, Sastra. UniversitasNegeri Malang.Pembimbing : (I) Drs Sumarwahyudi, M.Sn (II) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn Kata kunci: Perancangan, Buku Interaktif, Permainan, Bumi dan Isinya, Anak-anak Memperkenalkankeberadaanbumibesertaisinyakepadaanak-anakdapatmengarahkanpadapemahaman yang benardanilmiahtentangciptaanTuhan yang MahaEsa.MateritentangBumidanisinyaberisiajakanatausosialisasikepadaanak-anakuntukbelajarmelindungidanmenjagaBumi.Pengetahuantentangbumibiasanyamulaidandiperolehanaksaatmemasukisekolahdasar.Tetapi proses pembelajaran di sekolah yang minim materisertakurangnyaperanananakmembuatminatbelajaranak di sekolahkurangdalammemahamimateripelajaran. Demi mengatasimasalahtersebutperluadanya media pendukungpembelajarandiluarsekolah yang dapatmembantuanakdalammemahamimaterisertamenambahwawasantentangmateribumidanisinya. Dipilihnya media bukudisiniberperanuntukmengembalikanlagiposisibukusebagai media edukatif yang dapatmembantumengasahkerterampilanberbahasaanakdalammenyimak, berbicara, membaca, danmenulis. Tujuanperancanganadalahmenghasilkanprodukdesainkomunikasi visual berupabukuinteraktifberbasispermainantentangbumidanisinyauntukanak-anaksebagai media pendukungpembelajaran di luarsekolah. Model perancangan yang digunakandalamskripsiinimenggunakan model prosedural yang menggunakanlangkah-langkahsistematis, terstruktur, berurutandanlogisuntukmenghasilkanproduk. Menggunakan penelitian deskriptif kualintatif. Data diperoleh dari wawancara dan observasi. Proses visualisasi secara digital dilakukan dengan menggunakan software Adobe Ilustrator Cs6 dan Adobe Photoshop Cs6. Hasilperancangan media initerdiridari media utamadan media pendukung.Media utamaberupabuku interaktif berbasis permainan tentang bumi dan isinya untuk anak-anak.Interaktif berbasis permainan pada buku ini didapat dari aktivitas memasang puzzle, mewarnai, menarik garis, pop-up, flip flap, menempel. Terdiridari 40 halamanisidan 2 halaman cover. Sedangkan media pendukungberupa X-banner, poster, kaos, totebag, bantal, notebook, pin, danstiker.

Hubungan antara minat masuk Jurusan Pendidikan Biologi dan motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa angkatan 1990/1991 di Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP MALANG / oleh Evi Chumairoh

 

Comparison of the students english achievement between the 'fast track class' and the 'regular class' in Pesantren Al-Mawaddah" Ponorogo / by Ratna Dairaturrohmah"

 

Perbandingan kurikulum SMA tahun 1984 dengan kurikulum SMU tahun 1994 bidang studi bahasa dan sastra Indonesia / oleh Nono Iskandar

 

The students' mastery of cohesion devices in the reading of expository texts / by Hermansyah

 

Pengaruh implementasi paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema detergen terhadap kompetensi IPA siswa kelas VII SMP Negeri 18 Malang semester II tahun ajaran 2009/2010 / Mochamad Nurdin

 

Hubungan prestasi belajar siswa-siswa dari SMP Negeri dan swasta dengan prestasi pelajar di SMA Negeri Blitar
oleh Soetjipto

 

Hubungan antara variasi penggunaan metode mengajar, pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar, dan pengalaman mengajar guru dengan tingkat motivasi belajar geografi siswa SMA Negeri di Kotamadya Malang / oleh Karjawati

 

Optimasi penggunaan larutan asam adipat dalam NaOH sebagai catcher formaldehida pada kayu lapis (Plywood) sengon yang menggunakan perekat urea formaldehida / Fiter Fatmawati PSJ

 

Kata Kunci: catcher, formaldehida, plywood, asam adipat, natrium hidroksida Ekspor plywood Indonesia mengalami penurunan karena ketatnya persaingan pasar dan kurang terpenuhinya syarat mutu produksi untuk ekspor. Resin urea formaldehida termasuk adhesive yang sering digunakan dalam industri plywood karena harga resin formaldehida yang tergolong murah, mempunyai daya rekat baik,dan daya tahan yang cukup baik terhadap temperatur. Reaksi polimerisasi pada pembuatan urea-formaldehida menghasilkan ekses formaldehida sehingga saat perekat tersebut digunakan maka dapat membebaskan formaldehida (free formaldehide). Formaldehida dapat berikatan dengan senyawa yang mengandung gugus amina atau amida, senyawa golongan α-hidroksikarboksilat, dan senyawa yang memiliki pasangan elektron bebas. Untuk mengurangi emisi formaldehida di atas maka digunakan senyawa-senyawa kimia yang disebut catcher. Salah satu catcher yang sering digunakan adalah catcher Deermushu harganya relatif mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi penggunaan asam adipat sebagai pengganti catcher Deermushu. Penelitian ini bersifat eksperimental yang dilakukan di laboratorium PT. PAI (Pamolite Adhesive Industry) Probolinggo. Penambahan catcher dilakukan dengan metode pelapisan setelah masuk hot press, sedangkan uji emisi formaldehida dilakukan menurut metode JAS (Japan Agriculture Standart). Asam adipat dilarutkan dalam pelarut NaOH 0,1 M. Optimasi dilakukan melalui variasi konsentrasi larutan asam adipat, yaitu 0%; 5%; 7,5%; 10%; 12,5%; 15% (w/w). Larutan asam adipat kemudian dilapiskan pada plywood sengon. Selanjutnya dilakukan pengujian tingkat LFE (Low Formaldehyde Emission) melalui pengukuran absorbansi larutan formaldehida dengan spektronik 20 pada panjang gelombang 412 nm. Analisis data dilakukan melalui perhitungan efektifitas dan harga relatif asam adipat terhadap catcher Deermushu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai catcher formaldehida, konsentrasi optimum asam adipat dalam NaOH 1 N adalah 5% (w/w). Larutan asam adipat tersebut dapat menurunkan emisi formaldehida sebesar 40,25% dengan tingkat emisi 1,38 ppm sehingga plywood sengon yang dilapisi telah memenuhi standart bintang dua (F**) menurut standart JAS (Japan Agriculture Standart). Perbandingan efektifitas per harga relatif terbesar dimiliki oleh asam adipat 5 % sebagai catcher formaldehida. Asam adipat 5 % dalam NaOH memiliki efektifitas per harga relatif terhadap Deermushu 1,24 kali sehingga asam adipat cukup potensial menggantikan catcher Deermushu.

Pembelajaran kooperatif think pair share untuk meningkatkan kemampuan bertanya dan menjawab pada mata pelajaran matematika kelas X Mabi MAN 3 Malang / Siti Napfiah

 

Kata kunci: Peningkatan, Kemampuan Bertanya, Kemampuan Menjawab, Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share Pada saat observasi pembelajaran matematika di kelas X MABI MAN 3 Malang, siswa masih merasa malu untuk bertanya apabila menemui hal yang dibingungkan dan enggan untuk menjawab pertanyaan. Hal ini dikarenakan dalam pembelajaran, siswa kurang difasilitasi untuk saling tanya jawab. Bertanya merupakan bagian penting dalam pembelajaran karena dengan bertanya, siswa dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kreativitasnya. Dalam bertanya, secara tidak langsung siswa juga mencari jawaban dari pertanyaan yang muncul sehingga dengan berusaha mencari jawaban maka dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa. Pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan bertanya dan menjawab siswa adalah pembelajaran think pair share. Tahapan dalam pembelajaran think pair share adalah think (berpikir), kemudian pair (berpasangan), dan dilanjutkan share (berbagi). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran think pair share pada mata pelajaran matematika yang dapat meningkatkan kemampuan bertanya dan menjawab siswa. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan di MAN 3 Malang dan subjek penelitiannya adalah siswa kelas X MABI MAN 3 Malang tahun ajaran 2009/2010. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan April 2010 dalam 2 tahap, yaitu (1) tahap pra tindakan (2) tahap tindakan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran think pair share yang dapat meningkatkan kemampuan bertanya dan menjawab siswa pada mata pelajaran matematika di kelas X MABI MAN 3 Malang yaitu: (1) pada tahap “think” siswa berpikir mandiri dalam mengerjakan lembar kegiatan yang diberikan guru serta mendaftar atau menuliskan pertanyaan yang ingin diajukan mengenai materi yang sedang dipelajari, (2) pada tahap “pair” siswa berpasangan untuk berdiskusi mengenai pertanyaan yang ditulis serta hasil kerja mandirinya, dan (3) pada tahap “share” siswa diberi reward bagi kelompok yang bersedia berbagi di hadapan teman sekelasnya. Peningkatan kemampuan bertanya dilihat dari aspek kualitas pertanyaan, relevansi, bahasa, dan frekuensi. Peningkatan kemampuan menjawab dilihat dari ii aspek kebenaran jawaban, relevansi, bahasa, dan frekuensi. Pada aspek kualitas pertanyaan ditunjukkan dengan kemampuan siswa untuk mengajukan pertanyaan sampai tingkat analisis menurut taksonomi Bloom, pada aspek kebenaran jawaban ditunjukkan dengan tercapainya kriteria sangat akurat, pada aspek relevansi ditunjukkan dengan tercapainya kriteria sangat sesuai, pada aspek bahasa ditunjukkan dengan tercapainya kriteria sangat mudah dipahami, dan pada aspek frekuensi ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang ingin bertanya dan menjawab mencapai lebih dari 50% dari seluruh siswa di kelas.

Nilai edukatif dalam cerita "Immer mit der ruhe" karya Willy Breinholst menurut perspektif Indonesia / oleh Lailatul Rosidah

 

Upaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam merancang seni kriya tekstil melalui penggunaan video tutorial di kelas VIII-E SMPN 4 Tanggul Jember / Ima Rida Sari Rahayu

 

ABSTRAK Rahayu, ImaRida Sari. 2016. UpayaMeningkatkanHasilBelajarSiswadalamMerancangSeniKriyaTekstilmelaluiPenggunaanVideo Tutorial di kelas VIII-E SMPN 4 TanggulKabupatenJember. SkripsiJurusanSenidanDesain. FakultasSastra. UniversitasNegeri Malang. Pembimbing I. Dra. TjitjikSriwardhani., MP.d, Pembimbing II GunawanSusilo, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci: meningkatkan, hasilbelajar, SeniKriyaTekstil, video tutorial, SMP Berdasarkanhasilobservasiawal, hasilbelajarsiswakelas VIII-E belummemenuhiketuntasanbelajardalammerancangsenikriyatekstilkurikulum KTSP. Demonstrasi yang dilakukan guru cukup lama danbelummaksimalhinggatahappewarnaan. Berbedadengansebuah video tutorial, demonstrasi yang dilakukan video dapatdipercepatdisertaidenganlangkah-langkahmerancangsenikriyatekstil yang dapatdiputarberulang-ulang. Dengandemikiandilaksanakanpenelitiandengantujuanmendeskrepsikanupayameningkatkanhasilbelajarsiswadalammerancangsenikriyatekstilmelaluipenggunaan video tutorial di kelas VIII-E SMP Negeri 4 TanggulKabupatenJember.    PenelitianinimenggunakanpendekatanPenelitianTindakanKelasdenganrancangantindakanduasiklus, dimanapadasiklus I beberapasiswatidakmengikutitahapanmerancang yang terdapatpada video denganbaik, untukitupadasiklus II guru menjelaskansetiaptahapanpada video agar dipahamiolehsiswa. SubjekpenelitianadalahsiswakelasVIII-E semester gasaltahunpelajaran 2016-2017 di SMPN 4 TanggulKabupatenJember, denganjumlah40siswa. Pengumpulan data dilakukandenganteknikobservasi, tes, dandokumentasi. Dianalisismelaluiindikatorhasilbelajarmerancangsenikriyatekstilmeliputicorak, ide, teknik,danpewarnaanditinjaudariperbandingannilaihasilbelajarsiklus I dansiklus II.    Hasilanalisisperolehannilaihasilbelajarsenikriyatekstilmelaluipenggunaanvideo tutorial ditinjaudariindikatorhasilbelajarmerancangsesuaicoraksenirupaterapanmeningkatdari rata-rata siklus I sebesar 72.6 menjadi 79.2 padasiklus II, rata-rata indikator ide merancangmeningkatdari rata-rata siklus I sebesar 82.75 menjadi 91.77 padasiklus II, rata-rata indikatorteknikmerancangmeningkatdari rata-rata siklus I sebesar 80.05 menjadi 87.47 padasiklus II, rata-rata indikatorpewarnaanrancanganmeningkatdari rata-rata siklus I sebesar 78.75 menjadi 84.87 padasiklus II. Ketuntasanbelajarsiklus I sebesar62.5% meningkatpadasiklus II sebesar95%. Dengandemikiandiperolehkesimpulanbahwahasilbelajarsiswadalammerancangsenikriyatekstilmelaluipenggunaan video tutorial di kelas VIII-E SMP Negeri 4 TanggulKabupatenJembermeningkat.    Atasdasarhasilpenelitiantersebutdisarankanbagi guru untukmenggunakan media pembelajaran yang tepatdanmenariksesuaidengantujuanpembelajaran,agar siswabisalebihkreatifdalammeningkatkanhasilbelajardalampembelajaransenikriyatekstil di sekolah.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |