Pengaruh penggunaan catalytyc converter dengan filter butiran zeolite terhadap kadar gas buang CO dan HC pada motor 4 langkah / Silvanus Pri Hantoro

 

ABSTRAK Pri Hantoro, Silvanus. 2009. Pengaruh Penggunaan Catalytic Converter dengan Filter Butiran Zeolite Terhadap Kadar Gas Buang CO dan HC pada Motor 4 langkah.Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Anny Martiningsih, M.Kes, (2) Drs. H. Darmadji AS., M.Pd. Kata kunci: catalytic converter, putaran mesin, kadar gas buang co dan hc Perkembangan teknologi dibidang otomotif dan perindustrian yang cukup pesat telah memberikan kemudahan kepada manusia dalam pemenuhan hidupnya, tetapi dampak negatif yang ditimbulkan tetap ada terutama polusi udara. Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh polusi telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kelangsungan hidup manusia. Polusi udara merupakan masalah yang sangat meresahkan saat ini karena polusi udara dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti gangguan pernapasan dan kanker kulit. Dampak lain dari polusi udara yaitu sebagai sebab penipisan lapisan ozon yang berfungsi sebagai filter radiasi sinar matahari. Hasil penelitian catalytic converter dengan filter butiran zeolite diharapkan dapat mengurangi kadar emisi gas buang yaitu CO dan HC. Penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut: Mendeskripsikan interaksi antara penggunaan catalytic converter standart, catalytic converter dengan filter butiran zeolite dan kenaikan RPM dari 1500, 2000, 2500, 3000, dan 3500 terhadap kadar gas buang CO dan HC. Penelitian dilakukan di Laboratorium Motor Bakar Universitas Brawijaya Malang tanggal 26 Mei 2009. Objek penelitian menggunakan mesin bensin Datsun 4 langkah berpendingin air dengan perbandingan kompresi 9:1. Analisis data menggunakan Anova dua jalan dengan taraf signifikansi 0,01 menggunakan fasilitas software SPSS 14 for windows Evaluation. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa catalytic converter dengan filter butiran zeolite berpengaruh terhadap kandungan gas buang bensin. Pada saat menggunakan catalytic converter dengan filter butiran zeolite, kadar emisi CO (0.80 % vol pada 3500 rpm) dan HC (83 ppm vol pada 3500 rpm) lebih rendah jika dibandingkan dengan menggunakan catalytic converter standart, kadar emisi CO (0.222 % vol pada 3500 rpm) dan HC (98 ppm vol pada 3500 rpm) dan kadar emisi CO2 dan O2 hanya sebagai indikator terjadi pembakaran sempurna. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa jenis catalytic converter, variasi putaran mesin dan interaksi antara jenis catalytic converter dan putaran mesin mempengaruhi kadar emisi CO dan HC. Dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya pengaruh catalytic converter dengan filter butiran zeolite terhadap daya putaran mesin.

Implementasi strategi penetapan harga sewa dalam upaya menghadapi persaingan pada Mal Olympic Garden Malang / Dayu Setyo Hartono

 

ABSTRAK Hartono, Dayu Setyo. 2008. Implementasi Strategi Penetapan Harga Sewa Dalam Upaya Menghadapi Persaingan Pada Mal Olympic Garden (MOG) Malang, Jurusan Manajemen, Program D-III Manajemen Pemasaran Universitas Negeri Malang. Pembimbing Agus Hemawan. Kata Kunci: Strategi Penetapan, Harga, Persaingan Praktikum Manajemen Pemasaran III yang ditujukan bagi mahasiswa D-III Manajemen Pemasaran ini diselenggarakan tanggal 1 September sampai 21 Oktober 2008 bertempat di Mal Olympic Garden Malang, Mal Olympic Garden Malang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa yang melayani konsumen dengan tujuan memuaskan konsumen. Agar Mal Olympic Garden Malang dapat memberikan harga yang terbaik pada konsumen perusahaan menggunakan strategi penetapan harga. Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan dan dampak dari perubahan harga dapat dirasakan langsung oleh konsumen yang mampu memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan. Strategi pemasaran yang dikenal dengan sebutan ”Marketing Mix” terdiri dari empat unsur yaitu strategi produk, strategi distribudi, strategi promosi, dan strategi harga. Dari keempat strategi pemasaran tersebut menyebabkan timbulnya biaya produksi (pengeluaran), harga adalah faktor yang perlu dipertimbangkan dengan bijaksana karena keputusan mengenai harga adalah keputusan yang paling signifikan diantara unsur lainnya. Disamping itu harga bersifat fleksibel, artinya dapat diubah dengan cepat. Berbeda halnya dengan karakteristik produk atau komitmen terhadap saluran distribusi. Kedua hal terakhir tidak dapat dirubah atau disesuaikan dengan mudah dan cepat, karena biasanya menyangkut keputusan jangka panjang. Tujuan dari penulisan tugas Akhir ini adalah untuk mendiskripsikan Implementasi Strategi Penetapan Harga Sewa Dalam Upaya Menghadapi Persaingan antara lain: (1) untuk mengetahui strategi penetapan harga yang diterapkan pada Mal Olympic Garden (MOG) Malang. (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh Mal Olympic Garden (MOG) Malang dalam menetapkan harga. (3) Mengetahui tujuan dari penetapan harga jual pada Mal Olympic Garden (MOG) Malang. (4) Untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh Mal Olympic Garden (MOG) Malang dalam upaya menghadapi persaingan. Berdasarkan hasil kegiatan selama PKL antara lain dapat mengetahui harga-harga produk yang ada di Mal Olympic Garden Malang. Ada beberapa kesimpulan dan saran yang dapat yang dapat meningkatkan pelaksanaan strategi penetapan harga sewa dalam upaya menghadapi persaingan yaitu (A) Kesimpulan: Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penetapan harga di Mal Olynpic Garden (MOG) antara lain : segmen pasar yang dituju, biaya, daya beli konsumen, permintaan, laba yang diinginkan, pesaing. (B) Saran: Harga sewa kavling yang terlalu mahal dari pada pesaing, alangkah baiknya jika harga sewa kavling diturunkan sama dengan pesaing.

Meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal penalaran dan komunikasi pada materi segiempat melalui pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share (TPS) / Miftakhul Khoiroh

 

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal penalaran dan komunikasi melalui pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share pada materi segiempat Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Singosari Malang pada bulan Mei-Juni 2009. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yakni menyusun rencana tindakan, melakukan tindakan, observasi/ pengamatan, dan refleksi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal penalaran dan komunikasi pada siswa kelas VIID SMP Negeri 1 Singosari adalah dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share. Dengan rincian tindakan sebagai berikut: (1) pada tahap Think, siswa diminta untuk memikirkan jawaban dari lembar Kerja Siswa yang dibacakan oleh guru, (2) Pada tahap Pair, siswa diminta untuk mendiskusikan jawaban dari Lembar Kerja Siswa tersebut dengan teman sebangkunya, dan (3) pada tahap Share, guru memanggil satu kelompok secara acak untuk mepresentasikan hasil diskusinya di ddepan kelas, selanjutnya guru juga meminta jawaban atau tanggapan dari beberapa kelompok lainnya. Peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal penalaran dan komunikasi diperoleh dari hasil kuis yang dikerjakan oleh siswa di akhir siklus. Dari hasil kuis siklus I, hanya 20 siswa yang dikatakan tuntas belajar atau memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan Kriteria Ketuntasan Minimal 66, 7 dengan ketuntasan kelas mencapai 57, 14 % dan rata-rata nilai kuis I adalah 68, 04. Meskipun rata-rata nilai kuis lebih dari KKM dan dari lembar observasi aktivitas siswa termasuk dalam kategori “baik”, namun karena ketuntasan kelas belum mencapai 80%, maka disimpulkan bahwa siklus I belum berhasil. Penelitian dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II, rata-rata nilai kuis mencapai 72, 3 dengan ketuntasan kelas mencapai 80%. Karena dari lembar observasi aktivitas siswa termasuk dalam kategori “baik”, maka siklus II dikatakan berhhasil dan tidak dilanjutkan ke siklus selanjutnya. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh bahwa respon siswa cukup positif terhadap pembelajaran matematika dengan model think-pair-share.

Pengaruh lingkungan keluarga dan pemanfaatan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMA N 1 Bululawang / Bahrul Fuad Asmawan

 

Lingkungan keluarga merupakan salah satu aspek yang mempunyai peranan penting dalam menentukan tingkat prestasi belajar siswa. Keluarga merupakan pusat pendidikan yang utama dan pertama, hal ini disebabkan karena keluarga merupakan orang-orang terdekat bagi seorang anak. Selain lingkungan keluarga, fasilitas belajar di rumah merupakan salah satu aspek yang tidak kalah penting dalam menentukan tingkat prestasi belajar siswa. Dengan dukungan dari keluarga dan terpenuhinya fasilitas belajar di rumah akan memudahkan anak dalam mencapai prestasi belajar yang diinginkan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana keadaan lingkungan keluarga Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA N 1 Bululawang (2) Bagaimana pemanfaatan fasilitas Di Rumah Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA N 1 Bululawang (3) Bagaimana tingkat prestasi belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA N 1 Bululawang (4) Apakah terdapat pengaruh antara lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA N 1 Bululawang (5) Apakah terdapat pengaruh antara pemanfaatan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA N 1 Bululawang (6) Apakah terdapat pengaruh antara lingkungan keluarga dan pemanfaatan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Bululawang Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga dan pemanfaatan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA N 1 Bululawang. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan metode angket atau kuesioner dan dokumentasi atau nilai ulangan harian. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Siswa Kelas X Di SMA N 1 Bululawang Malang yang terdiri dari tiga kelas dengan total 116 siswa. Sedangkan pengambilan sampel dalam penelitian ini masing kelas diambil perwakilan 15 siswa untuk kelas X1, 16 siswa untuk kelas X2, dan 15 siswa untuk kelas X3. Total keseluruhan sampel adalah 46 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara proporsional random sampling yaitu pengambilan sampel dari anggota populasi secara acak tanpa memperhatikan tingkatan dalam anggota populasi. Lokasi penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Bululawang Malang Jl. Raya Bululawang. Penelitian ini dilaksanakan April-Mei 2009. Data penelitian dianalisis dengan analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan pada taraf signifikansi t = 0,000 < 0,05 untuk variabel X1 diperoleh hasil sebesar 0,507 dan dikuadratkan menjadi 0,257 atau 25,70% hal ini menjelaskan bahwa faktor lingkungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar. Pada variabel X2 diperoleh signifikansi t = 0,002 < 0,05 untuk variabel x2 diperoleh hasil 0,447 setetelah dikuadratkan menjadi 0,1998 atuu 19,98% yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Bululawang Malang. Dari hasil analisis regresi diperoleh nilai F = 0,482, hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari lingkungan keluarga (X1) dan fasilitas belajar di rumah (X2), terhadap prestasi belajar (Y) SMA Negeri 1 Bululawang Malang dapat diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan keluarga dan pemanfaatan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Bululawang Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang dapat disampaikan adalah bagi orang tua diharapkan dapat meningkatkan perhatian kepada anaknya dengan cara mendidik anaknya agar selalu rajin belajar, memantau perkembangan dan kemajuan belajar anaknya, memperhatikan kebutuhan sekolah anaknya berupa buku-buku pelajaran, alat tulis menulis, serta sarana prasarana belajar di rumah diharapkan dapat dipenuhi oleh orang tua, sehingga prestasi belajar anak dapat meningkat.

Studi tentang pelaksanaan pembelajaran program adaptif dan program produktif pada program keahlian teknik mekanik otomotif di SMK Negeri 6 Malang tahun 2009 / Agung Wicaksono

 

ABSTRAK Wicaksono, Agung. 2009. Studi Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Program Adaptif dan Pembelajaran Program Produktif pada Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif SMK Negeri 6 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Kusdi, S.T., M.T. (II) Drs. H. Wakidi. Kata kunci: pembelajaraan, program adaptif, program produktif, SMK. Penelitian dengan judul Studi Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Program Adaptif dan Pembelajaran Program Produktif pada Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif SMK Negeri 6 Malang memiliki tujuan penelitian (1) Mendiskripsikan sinkronisasi isi mata pelajaran program adptif terhadap program produktif pada keahlian mekanik otomotif, (2) Mendiskripsikan penjadwalan dan penyesuaian isi program adaptif pada keahlian mekanik otomotif, (3) Mendiskripsikan kompetensi pendidik program adaptif dan produktif, (4) Mendiskripsikan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru program adaptif SMK Negeri 6 Malang dalam mensinkronisasikan dengan pembelajaran program produktif, (5) Mendiskripsikan alternatif solusi yang ditempuh untuk mengatasinya. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 6 Malang yang terletak di Jl. Ki Ageng Gribig 28, Madyopuro, Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui metode mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian ini didapatkan: (1) Sinkronisasi isi mata pelajaran program adptif terhadap program produktif dilaksanakan berdasarkan kebutuhan pelajaran produktif, dan berpedoman penuh pada kurikulum yang dipakai yaitu KTSP; (2) Penjadwalan dan penyesuaian isi program adaptif terhadap program produktif berpedoman penuh pada KTSP dan dalam pelaksanaanya disesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang ada; (3) Kualifikasi pendidik yang mengajar di SMK Negeri 6 Malang sudah memenuhi kriteria PP No 19 tahun 2005 dan permen diknas no 16 tahun 2007; (4) Kendala-kendala yang dihadapi oleh guru program adaptif SMK Negeri Malang dalam mensinkronisasikan dengan pembelajaran program produktif antara lain sarana prasarana, Siswa, kebudayaan (kultur), dan DU/DI; (5) Alternatif solusi yang ditempuh untuk mengatasin kendala pembelajaran dengan cra mengajukan pengadaan sarana prasarana, pemberian motivasi kepada siswa, dan membaurkan siswa dari berbagai kultur.

Pelaksanaan pembelajaran pada jurusan tata boga di SMK Negeri 3 Malang sebagai rintisan sekolah berstandar internasional / Melchiorita Yosiana Hallatu

 

Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Malang dengan fokus penelitian pelaksanaan pembelajaran, terkait dengan kesiapan guru produktif jurusan Tata Boga menyiapkan perangkat mengajar, mulai dari pembuatan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penggumpulan data adalah wawancara, observasi/pengamatan dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan proses pembelajaran terkait dengan kesiapan guru jurusan Tata Boga dalam menyiapkan perangkat mengajar sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan, dan masih separuh menjalankan standar RSBI mengingat sekolah ini telah menyandang predikat RSBI. Kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Silabus mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang meliputi: materi pelajaran, metode mengajar, media belajar dan sumber belajar. Materi pelajaran disesuaikan dengan kebutuhan industri, karena diharapkan siswa yang sudah lulus dapat bekerja di dunia industri. Metode mengajar yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi, hal ini tidak sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang digunakan pada sekolah RSBI. Media pembelajaran didalam salah satu persyaratan sekolah RSBI adalah menggunakan ICT dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), hal ini belum sepenuhnya dilaksanakan guru Tata Boga dalam KBM. Media pembelajaran yang seringnya digunakan adalah alat/bahan itu sendiri, LCD dan laptop sebagai alat untuk menayangkan slide powerpoint, dan sumber belajar guru umumnya mengambil dari buku-buku boga, majalah, internet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah SMK Negeri 3 Malang, belum dapat melaksanakan sekolah RSBI dengan baik. Ini terbukti hampir seluruh standar sekolah RSBI belum dilaksanakan. Sedangkan untuk kesiapan guru jurusan Tata Boga dalam menyiapkan perangkat mengajar yang meliputi pembuatan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, dapat dikatakan guru Tata Boga siap, hanya karena tidak adanya dukungan yang berarti dari pihak-pihak terkait sehingga guru Tata Boga belum sepenuhnya melaksanakan standar-standar sekolah RSBI. Saran dari penelitian ini kepada pihak sekolah dan guru adalah agar pada saat penerimaan siswa dapat dilakukan seleksi ketat, dan juga mengadakan berbagai macam pelatihan metode mengajar untuk guru.

Alat pengemas biogas ke dalam tabung LPG 3kg / Dimas Bagus Setyawan

 

Sumber daya energi mempunyai peran yang sangat penting bagi kebanyakan orang, karena sumber daya energi digunakan dalam berbagai bidang antara lain untuk pertumbuhan kegiatan industri, jasa, perhubungan, dan rumah tangga. Dalam jangka panjang, peran energi akan lebih berkembang khususnya guna mendukung pertumbuhan sektor industri dan kegiatan lain yang terkait. Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah misalnya: minyak bumi atau gas alam cair lainnya yang biasanya sering disebut dengan istilah BBM (Bahan Bakar Minyak). Meskipun Indonesia adalah negara penghasil minyak dan gas tetapi pada saat ini sumber energi terus menipis dikarenakan banyaknya permintaan yang disebabkan populasi penduduk yang terus meningkat. Seperti yang telah kita ketahui BBM termasuk sumber energi yang tidak dapat diperbaharui, jika BBM dikonsumsi terus menerus maka cadangan BBM akan habis. Menurut data DESDM (2006) cadangan minyak Indonesia hanya tersisa sekitar 9 milliar barel. Apabila terus dikonsumsi tanpa ditemukannya cadangan minyak baru, diperkirakan cadangan minyak ini akan habis dalam dua dekade mendatang.

Analisis pengaruh good corporate governance terhadap kinerja perusahaan (studi pada perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2005-2006) / Nining Farida

 

ABSTRAK Farida, Nining. 2009. Analisis Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Kinerja Perusahaan Studi pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI tahun 2005-2006. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Sumadi ,SE.MM . (II) Dra. Hj. Sutatmi, SE, M.Si, M.Pd, Ak. Kata Kunci : Good Corporate Governance, Kinerja Perusahaan. Keberadaan good corporate governance dalam suatu perusahaan tidak hanya mampu menjadi daya tarik bagi para investor, melainkan juga mampu menjadi jembatan penghubung yang mampu mengakomodasi hubungan antara investor atau pemilik modal (principal) dengan pihak manajemen perusahaan (agent). Dengan adanya penerapan prinsip good corporate governance tersebut, diharapkan konflik kepentingan antara agen dan prinsipal dapat dikurangi sehingga kepentingan perusahaan merupakan prioritas, dimana peningkatan kinerja perusahaan secara keseluruhan menjadi fokus utama. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa corporate governance mempunyai hubungan dengan peningkatan kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tingkat penerapan good corporate governance mempunyai pengaruh terhadap kinerja perusahaan yaitu kinerja pasar dan kinerja operasional perusahaan publik di Indonesia. Penelitian mengenai pengaruh good corporate governance terhadap kinerja perusahaan menggunakan komposisi aktiva, kesempatan pertumbuhan dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol dan kinerja perusahaan sebagai variabel independen diproksikan oleh Tobin’s Q untuk kinerja pasar perusahaan dan ROA untuk kinerja operasional perusahaan.Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah purposive sampling dengan model judgement sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan menggunakan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Kriteria dalam pemilihan sampel penelitian ini adalah (1) perusahaan public yang listing di BEI pada tahun 2005-2006 yang bersedia untuk berpartisipasi dalam survey Corporate Governance Perseption Index (CGPI) pada tahun 2005 dan 2006, (2) perusahaan tersebut masuk ke dalam level pengelompokkan hasil survei CGPI. Berdasarkan kriteria tersebut survey tahun 2005-2006, 7 perusahaan mengikuti survey tahun 2005 dan 2 perusahaan yang mengikuti survey tahun 2006 sehingga jumlah total observasi adalah 35. Metode analisis statistik dalam penelitian ini adalah model regresi linier berganda, karena penelitian ini dirancang untuk meneliti faktor-faktor yang berpengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Penelitian ini menggunakan variabel kontrol komposisiny aktiva, kesempatan pertumbuhan dan ukuran perusahaan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa model regresi pertama pada semua variabel tidak terdapat pengaruh secara signifikan.Sedangkan pada model regresi kedua, hanya size yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja operasional perusahaan. Sedangkan kedua variabel lainnya aktiva dan ukuran perusahaan tidak mempunyai pengaruh signifikan.

Modul sebagai alternatif pembelajaran matematika pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel untuk siswa SMP kelas VIII / Linda Dwi Khurin Inayati

 

Berdasarkan kenyataan di lapangan, sampai saat ini masih banyak siswa yang menganggap bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit. Di lain pihak, masih banyak juga guru yang menerapkan pembelajaran konvensional dibanding metode-metode pembelajaran yang baru. Apalagi ditambah hasil wawancara dengan beberapa siswa yang menyatakan bahwa buku pelajaran yang dimiliki siswa cenderung monoton dan kurang menarik sehingga siswa menjadi cepat bosan dan malas belajar. Dari ketiga hal tersebut, penulis terdorong untuk mengembangkan alternatif pembelajaran matematika dengan menggunakan modul. Dengan modul siswa dituntun untuk belajar membangun pemahamannya tentang suatu konsep materi yang akan dipelajari. Dengan begitu, konsep suatu materi yang telah mereka pelajari akan lebih melekat di ingatan mereka dalam jangka waktu yang lama dibandingkan dengan hanya menerima dari gurunya. Dalam pembelajaran ini, guru hanya berfungsi sebagai motivator dan pembimbing. Model pengembangan modul ini menggunakan model prosedural. Adapun unsur-unsur modul ini terdiri dari petunjuk untuk guru, petunjuk untuk siswa, daftar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, lembar kegiatan siswa, lembar kerja siswa, kunci jawaban lembar kerja siswa, lembar tes, lembar tes remidi, kunci jawaban lembar tes beserta pedoman penilaiannya, kunci jawaban lembar tes remidi beserta pedoman penilaiannya, daftar pustaka. Sebelum diuji cobakan ke siswa, modul divalidasi terlebih dahulu ke satu dosen, satu guru, dan satu teman sejawat. Setelah itu modul diuji cobakan pada 5 siswa dalam 3 pertemuan. Pertemuan pertama siswa mengerjakan lembar kegiatan siswa, pertemuan kedua siswa mengerjakan lembar kerja siswa, dan pertemuan ketiga siswa mengerjakan soal tes. Berdasarkan hasil validasi perorangan, modul perlu perbaikan pada lembar kegiatan siswa, lembar tes dan lembar tes remidi. Sedangkan hasil uji coba kelompok kecil, nilai tes semua siswa sudah memenuhi standar ketuntasan belajar yang dibuat penulis. Akan tetapi, berdasarkan angket yang disebarkan ke siswa perlu adanya perbaikan kalimat pada petunjuk untuk siswa. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil uji coba modul ini adalah modul cukup menarik dan dapat diterima oleh siswa. Adapun saran pemanfaatan modul ini adalah sebaiknya digunakan pada siswa yang berkemampuan rata-rata ke atas karena rangkaian aktivitasnya tidak terlalu menuntun siswa tetapi siswa dituntun untuk memecahkan masalah melalui pertanyaan-pertanyaan yang konstruktif. Sedangkan untuk pengembangan lebih lanjut, modul ini dapat digunakan di sekolah sebagai alternatif pembelajaran matematika pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel.

Pengembangan media pembelajaran kimia berbasis komputer untuk materi pokok termokimia / Muhammad Hubbi

 

ABSTRAK Hubbi, Muhammad. 2008. Pengembangan Media Pembelajaran Kimia Berbasis Komputer Untuk Materi Termokimia. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D., (II) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S. Kata Kunci: media pembelajaran, media pembelajaran berbasis komputer, termokimia. Pembelajaran kimia meliputi tiga aspek penting yaitu aspek makroskopis, mikroskopis dan simbolik. Ketiga apek tersebut harus dibelajarkan kepada siswa agar tidak mengalami kesalahan konsep. Namun kenyataannya pengajar masih jarang menyampaikan matari kimia sampai pada aspek mikroskopis. Hal ini terjadi karena pengajar mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi hingga aspek mikroskopis. Sehingga kebanyakan siswa masih sering mengalami kesalahan konsep. Salah satu sarana yang dapat digunakan oleh pengajar kimia dalam menyampaikan materi pelajaran hingga aspek mikroskopis adalah dengan menggunakan media pembelajaran berbasis komputer. Media pembelajaran ini dapat menyajikan animasi-animasi di tingkat molekuler dengan lebih mudah dan lebih jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis komputer yang menarik, interaktif, dan mudah dipahami pada materi termokimia. Pengembangan media pembelajaran ini menggunakan model Dick and Carrey dengan beberapa penyesuaian yang diperlukan. Pengujian validitas media hasil pngembangan menggunakan instrumen berupa angket/ kuisioner tertutup. Pengujian validitas meliputi uji validitas konten dan uji terbatas. Validator pada uji validitas isi adalah dua dosen kimia UM, satu guru kimia SMAN 1 Malang dan satu guru kimia MA. Ma’arif 7 Lamongan. Sedangkan pada uji terbatas dilakukan terhadap 20 siswa MA. Ma’arif 7 Lamongan kelas XI. Setelah melalui tahap validasi, media pembelajaran diperbaiki berdasarkan saran-saran yang diberikan validator. Hasil penelitian pengembangan ini berupa media pembelajaran termokimia yang dikemas dalam CD. Media pembelajaran yang dirancang dapat digunakan sebagai alat bantu mengajar atau sebagai sumber belajar mandiri. Hasil validasi konten menunjukkan bahwa media yang dihasilkan memiliki tingkat validitas 84,40%. Sedangkan hasil uji terbatas pada siswa MA. Ma’arif 7 menunjukkan tingkat validitas 89,69. Dengan demikian media ini telah layak digunakan sabagai perangkat pembelajaran untuk materi pokok termokimia di SMA kelas XI. Namun demikian efektivitas penggunaan media ini masih perlu diteliti lebih lanjut melalui kegiatan empiris di kelas.

A semiotics analysis of longfellow's the tide rises, the tide falls / Avizena Elfazia Zen

 

Abstract Zen, Avizena Elfazia. 2009. The Tide Rises The Tide Falls: A Semiotics Analysis. Thesis. English Literature, Faculty of Letter, State University of Malang. Advisor: Drs. Sigit Selandono Keywords: Semiotics, Poetry, Sign, Interpretation In literary communication, especially poetry, author communicates what he means through certain symbols which mostly are not easy to interpret. The problem mostly occurs in the classes of poetry interpretation. The theory that will help the students to cope the problem is the theory of semiotics. The students need the theory of semiotics to be able to give explanation about their thought. They need the theory of semiotics also, to understand the references of the signs, the author, the message, and themselves as readers. Thus, analyzing poetic signs in literature, especially poetry, becomes the focus of this study. The writer believes that the study of semiotics will help her, other literature students, and readers to cope with the problem of subjectivity and lack of reasons in interpretation. By using poetry as the object of the study, she believes that she will be able to apply the theory of semiotic; the writer believes that she will be able to share the knowledge with others and understand poetry in a better platform. The writer uses one of Longfellow’s poems, The Tide Rises The Tide Falls as a representative of the poetry genre. The writer sees that Longfellow represents the modern poets. The poem itself is also an entity built on significations of conventional signs. The writer believes that semiotics will help her to reveal the use of the signs in the point of view of the terms and the functions. Through research, the writer analyzes the way semiotics works in the sign analysis of the poem. The writer analyzes the system of signs in the poem, which is built on the referential relationship among each sign internally and between signs and their convention. Then, the writer analyzes the characteristic of the signs; interpret the meaning of the signs intertextually. The result of the research is that the poem’s system of sign is the use of intertextual relationship by understanding of poem’s sign. The poem is built on the combination of signs and develop new signs that support the main theme of this poetry.

Pengaruh pemberian tugas menulis matematika terhadap hasil belajar bangun ruang siswa kelas VIII SMP negeri 18 Malang / Dyah Primasari

 

ABSTRAK Primasari, Dyah. 2009. Pengaruh Pemberian Tugas Menulis Matematika Terhadap Hasil Belajar Bangun Ruang Siswa Kelas VIII Smp Negeri 18 Malang. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc, (II) Drs. Ir. Herutomo, M.Pd. Kata kunci: tugas menulis matematika dan hasil belajar. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP Negeri 18 Malang memberikan informasi bahwa pelaksanaan pembelajaran matematika masih berpusat pada guru. Guru berperan sebagai pemberi informasi dengan menjelaskan materi matematika, memberikan contoh-contoh permasalahan dan memberikan latihan soal-soal. Akibatnya penguasaan siswa terhadap konsep matematika menjadi kurang maksimal. Sebagai solusi dalam pembelajaran matematika sehingga penguasaan konsep matematika siswa menjadi lebih baik adalah pembelajaran dengan tugas menulis matematika. Tugas menulis matematika membuat siswa lebih banyak mengkonstruk sendiri pengetahuan matematikanya, mengajak siswa lebih aktif, mengajak siswa lebih mandiri, dan membuat siswa selalu berusaha untuk menemukan pengertian, pemahaman dan kebenaran baru. Alasan inilah yang melatar belakangi penelitian pemberian tugas menulis matematika dalam pembelajaran bangun ruang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan proses pelaksanaan pembelajaran dengan pemberian tugas menulis matematika dan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran tugas menulis matematika lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran tanpa pemberian tugas menulis matematika. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan penelitian eksperimen semu dan rancangan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswa kelasVIII SMP Negeri 18 Malang tahun ajaran 2008-2009. Sedangkan sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik sampling acak kelompok atau cluster random sampling. Dalam penelitian ini, data diperoleh dengan cara tes untuk mengetahui hasil belajar oleh siswa dan angket siswa untuk kelas eksperimen untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran dengan pemberian tugas menulis matematika, serta lembar observasi. Selanjutnya data pengujian hipotesis dianalis dengan bantuan MINITAB 14 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pelaksanaan pembelajaran dapat dikategorikan berjalan dengan baik. Rata-rata hasil belajar siswa adalah 77,6 untuk kelas ekperimen dan 71,6 untuk kelas kontrol. Berdasarkan pengujian hipotesis hasil belajar dan motivasi belajar siswa diperoleh P-Value = 0,039 < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, pemberian tugas menulis matematika memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa yaitu hasil belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan pemberian tugas menulis matematika lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa tanpa mendapatkan pembelajaran tanpa pemberian tugas menulis matematika

Pengaturan motor servo untuk robot berkaki heksa_dizz / Fadly Arif

 

ABSTRAK Arif, Fadly. 2009. Pengaturan Motor Servo Untuk Robot Berkaki Hesa_Dizz. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Siti Sendari, S.T., M.T., (II) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T. Kata kunci: Motor Servo, Robot, Bahasa C Upaya untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi elektronika adalah dengan diadakannya suatu kontes robot cerdas Indonesia (KRCI), yang terdiri beberapa kategori yaitu beroda dan berkaki. Oleh karena itu, peningkatan tingkat kecerdasan robot melalui gerak-gerak yang digunakan serta kontrol yang pengaturannya menggunakan pemrograman bahasa C yang sesuai akan banyak menghasilkan gerakan robot yang cukup bervariasi. Untuk pergerakan kaki dalam tugas akhir ini menggunakan motor servo. Motor servo adalah sebuah motor dengan sistem umpan balik tertutup di mana posisi dari motor akan diinformasikan kembali ke rangkaian kontrol yang ada di dalam motor servo. Motor servo ini akan dikomunikasikan serial dengan sensor ultrasonik sebagai fungsi gerak dari robot. Kontrol utama yang digunakan adalah ATMega 16, sedangkan bahasa pemrogramannya menggunakan bahasa C. Kemudian hasilanya akan ditampilkan dalam LCD dalam bentuk angka. Dari hasil pengujian gerak motor servo sebagai sendi robot bahwa desain mekanis robot sangat menentukan dari putaran penuh dari PWM motor servo

Penggunaan metode investigasi kelompok untuk meningkatkan kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Unggulan Nahdlatul Ulama Mojoagung Kabupaten Jombang / Rina Maskuriyah

 

ABSTRAK Maskuriyah, Rina. 2009. Penggunaan Metode Investigasi Kelompok untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa KelasVIII SMP Unggulan NU Mojoagung, Kabupaten Jombang. Skripsi, Prodi Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Dwi Saksomo, M.Si Kata kunci: metode investigasi kelompok, menulis teks berita Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP disebutkan bahwa kemampuan menulis teks berita wajib dikuasai oleh siswa kelas VIII SMP. Tujuannya agar siswa dapat mengenal, memahami, dan mampu menulis teks berita. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks berita diperlukan sebuah metode pembelajaran yang tepat. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode investigasi kelompok. Dengan metode ini, siswa dapat belajar menulis teks berita. Dalam meningkatkan kemampuan menulis teks berita dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap pramenulis, tahap menulis, dan tahap pascamenulis. Masalah umum dalam penelitian ini, adalah bagaimana gambaran umum tentang peningkatan kemampuan menulis teks berita dengan metode investigasi kelompok pada siswa kelas VIII SMP Unggulan NU Mojoagung Kabupaten Jombang pada tahap pramenulis, tahap menulis, dan tahap pascamenulis. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis teks berita siswa melalui penggunaan metode investigasi kelompok bagi siswa kelas VIII SMP Unggulan NU pada tahap pramenulis, tahap menulis, dan tahap pascamenulis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus dilaksanakan dalam tiga pertemuan yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan berurutan. Penelitian ini meliputi beberapa tahap, yaitu: studi pendahuluan, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Penelitian pada siklus I dilaksanakan pada tanggal 10 November 2008, 12 November 2008 dan 17 November 2008, sedangkan siklus II dilaksanakan tanggal pada 19 November 2008, 21 November 2008 dan 24 November 2008. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-C SMP Unggulan NU Mojoagung yang berjumlah 23 anak. Sumber data penelitian adalah siswa kelas VIII-C SMP Unggulan NU Mojoagung, Kabupaten Jombang. Data penelitian meliputi data verbal berwujud tuturan lisan selama proses dan hasil tertulis peningkatan keterampilan menulis teks berita. Data nonverbal berupa rekaman tindakan siswa yang ditranskripsikan pada catatan lapangan. Data diperoleh melalui instrumen utama, yaitu peneliti sendiri dibantu guru dan teman sejawat, sedangkan instrumen penunjang berupa pedoman wawancara guru dan siswa, lembar kerja siswa, dokumentasi, dan catatan lapangan untuk mengetahui proses dan hasil keterampilan menulis teks berita siswa. Berdasarkan hasil analisis data proses peningkatan keterampilan menulis teks berita siswa dengan menggunakan metode investigasi kelompok dapat ditarik kesimpulan berikut. Proses peningkatan keterampilan menulis teks berita dengan menggunakan metode investigasi kelompok pada tahap pra menulis dilakukan dengan mengidentifikasi topik, perencanaan kooperatif, dan implementasi. Pada tahap menulis dilakukan analisis dan sintesis data investigasi, kemudian menulis teks berita. Pada tahap pasca menulis, metode investigasi kelompok untuk meningkatkan kemampuan menulis teks berita dilakukan dengan kegiatan penyuntingan, presentasi kelompok, dan evaluasi. Berdasarkan analisis hasil penggunaan metode investigasi kelompok, keterampilan yang berkembang pada tahap pra menulis yaitu keterampilan menyusun kerangka teks berita dengan menentukan topik ,judul dan unsur berita. Pada tahap menulis, penggunaan metode investigasi kelompok dapat; (1) meningkatkan kemampuan siswa dalam menuliskan kelengkapan isi berita berdasarkan unsurnya yaitu 5W+1H; (2) meningkatkan kemampuan siswa dalam menuliskan sistematika berita pada teras berita yang ditulis dengan singkat, padat jelas dan menyatakan waktu yang tepat, pada tubuh berita yang ditulis dengan informasi yang ringkas, jelas dan sangat proporsional; dan (3) pada tahap revisi, meningkatkan keterampilan penggunaan ejaan dan tanda baca dengan baik yang ditandai dengan rendahnya kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca yang dilakukan oleh siswa (tidak lebih dari 15 kesalahan). Pada tahap pasca menulis, penggunaan metode investigasi kelompok dapat meningkatkan keterampilan menyunting yang memungkinkan siswa untuk mengoreksi hasil karangan temannya, sehingga siswa juga mengetahui kesalahan dan kekurangan pada hasil teks berita mereka, serta memublikasikan teks berita mereka dengan cara presentasi kelompok di depan kelas dan melakukan evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada guru Bahasa Indonesia untuk menggunakan metode investigasi kelompok dalam meningkatkan kemampuan menulis teks berita siswa. Kepada penulis buku ajar disarankan untuk menjadikan temuan ini sebagai alternatif strategi pembelajaran menulis teks berita. Kepada peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai acuan dan gambaran mengenai masalah yang sejenis, dan disarankan agar mengembangkan penggunaan metode investigasi kelompok ini pada kompetensi pembelajaran berbahasa yang lain.

Penerapan pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) dalam meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPA kompetensi dasar proses daur air dan kegiatan yang mempengaruhinya di kelas V SDN Gadang I Kota Malang / Septiana Dyah Winanty

 

ABSTRAK Winanty, Septiana Dyah. 2009. Penerapan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) dalam Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Kompetensi Dasar Proses Daur Air Dan Kegiatan Yang Mempengaruhinya Di Kelas V SDN Gadang I Kota Malang. Skripsi, jurusan Kependidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra Hj. Sukamti, M.Pd., (II) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si. Kata kunci: Pendekatan STM, hasil belajar IPA Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada 2 Februari 2009 pada pembelajaran IPA pada materi Gaya di SD Gadang I, diketahui pembelajaran tersebut belum menunjukkan hasil belajar IPA menunjukkan nilai ketuntasan. Selain itu, adanya kondisi lingkungan di sekitar sekolah yang merupakan daerah industri yang padat penduduk, mengharuskan siswa peka terhadap lingkungan sekitar.Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendiskripsikan pelaksanaan pendekatan STM dalam pembelajaran IPA kompetensi dasar proses daur air dan kegiatan yang mempengaruhinya di kelas V SDN Gadang I kota Malang; (2)mendiskripsikan peningkatan hasil belajar dengan pengunaan pendekatan STM dalam pembelajaran IPA kompetensi dasar proses daur air dan kegiatan yang mempengaruhinya di kelas V SDN Gadang I kota Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rangangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam PTK ini dilaksanakan 2 siklus, siklus I dilaksanakan dalam 3 × pertemuan dan siklus ke II dilaksanakan dalam 1× pertemuan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Gadang I Kota Malang dengan jumlah siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, wawancara dan tes. Evaluasi yang dilakukan menggunakan tes hasil dan proses. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa hasil belajar siswa pada pra tindakan hanya mencapai 13 % (belum mencapai kriteria keberhasilan 75%) dan rata-rata kelas hanya 56.21 dengan kriteria ketuntasan minimal secara individu 70. Sedangkan setelah pemberian tindakan meningkat menjadi 100% pada akhir siklus II dan rata-rata kelas mencapai 76.69. Dengan demikian pemberian tindakan pada siklus II telah berhasil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan pendekatan STM pada pokok bahasan daur air dan kegiatan yang mempengaruhinya dapat meningkatkan hasil belajar pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor Selanjutnya peneliti menyarankan pada pihak guru agar dapat menerapkan pendekatan STM dalam pembelajaran IPA agar siswa lebih peka terhadap masalah-masalah yang ada di sekitar lingkungan dengan menggunakan laboratorium. Pada siswa juga lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan menerapkan teknologi dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan masalah lingkungan. Penelitian ini sebagai bahan bandingan dikemudian hari terdapat penelitian dengan model STM yang lebih sempurna lagi

Penerapan pembelajaran berbasis masalah berpijak pada Arends pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP Negeri 10 Malang / Eka Junaedi

 

ABSTRAK Junaedi, Eka. 2009. “Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah Berpijak Pada Arends Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Kelas VIII SMP Negeri 10 Malang”. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Cholis Sa’dijah,M.Pd., M.A., (2) Drs Eddy Budiono, M.Pd. Kata kunci: Penerapan, Pembelajaran Berbasis Masalah, Bangun Ruang Sisi Datar Dalam kegiatan pembelajaran dikelas, guru matematika SMP Negeri 10 Malang mengajak siswa untuk menemukan sendiri konsep yang dipelajari. Kegitan tersebut dilakukan guru dengan memberikan lembar kerja dan meminta siswa secara mandiri menyelesaikan lembar kerja tersebut. Metode tersebut baik untuk diterapkan. Tetapi pada kenyataannya masih ada siswa yang bingung ketika pelaksanaan pembelajaran. Siswa tersebut merasa sulit untuk memahami materi matematika yang dipelajari. Untuk mengatasi hal itu diperlukan suatu perubahan dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu pembelajaran yang dapat digunakan adalah pembelajaran berbasis masalah. Suatu pembelajaran yang mengajak siswa membangun pengetahuan melalui kegiatan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur penerapan pembelajaran berbasis masalah berpijak pada Arends pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII dan mengetahui respon siswa terhadap penerapan pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 10 Malang dengan subjek penelitian yaitu 40 siswa kelas VIII G SMP Negeri 10 Malang tahun 2008/2009. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi selama pembelajaran, catatan lapangan, tes, angket, wawancara dan studi dokumen. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahawa penerapan pembelajaran berbasis masalah pada materi bangun ruang sisi datar dilakukan melalui langkah-langkah berikut. (1) Orientasi siswa dalam menghadapi masalah yaitu menyampaikan tujuan, pemberian apersepsi, motivasi serta pemberian masalah. (2) Mengorganisasi siswa dalam melakukan pengamatan, yaitu membantu siswa mendefinisiskan permasalahan, mengorganisasikan tugas belajar serta meminta siswa untuk berbagi tugas dalam penyeleaian masalah. (3) Membimbing siswa dalam melakukan pengamatan atau investigasi, proses dimana penyelesaian masalah dilakukan. (4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya atau presentasi hasil kerja siswa, dilakukan dari satu kelompok ke kelompok lain.(5) Melakukan analisa dan evaluasi proses penyelsaian masalah. Pembelajaran dilakukan dengan berkelompok. Penerapan pembelajaran berbasis masalah menunjukkan hasil yang positif, yaitu dari aktivitas siswa yang tergolong baik dan hasil nilai rata-rata kelas siswa setelah diberi tes yaitu 72,56 dan 77,16. Selain itu respon positif juga ditunjukkan siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan sebaiknya pembelajaran berbasis masalah dapat dijadikan alternatif dalam pembelajaran karena menunjukkan hasil yang positif. Selain itu penentuan masalah yang digunakan dalam pembelajaran sangat menentukan keterlaksanaan pembelajaran.

Evaluasi pelaksanaan RDTRK (1995-2009) di Kota Tulungagung / Neni Wahyuningtyas

 

ABSTRAK Wahyuningtyas, Neni. 2009. Evaluasi Pelaksanaan RDTRK (1995-2009) di Kota Tulungagung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA UM. Pembimbing (1) Drs. Didik Taryana, M. Si, (II) Prof. Dr. Sumarmi, M. Pd. Kata Kunci: RDTRK, kota Tulungagung, evaluasi. Penataan ruang merupakan salah satu aspek yang semakin penting dalam kegiatan pembangunan daerah sebagai alat pengendali pembangunan fisik kota (lewat perijinan lokasi dan ijin mendirikan bangunan). Hal ini terjadi karena berbagai permasalahan yang timbul di daerah dan menuntut penyelesaian dari segi penataan ruang. Selain itu, semakin disadari bahwa pembangunan yang terarah lokasinya akan memberikan hasil yang lebih besar secara keseluruhan. Untuk itu berbagai usaha telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah untuk menata ruang secara lebih intensif. Wilayah kota termasuk wilayah yang mempunyai perkembangan yang relatif pesat. Oleh karena itu perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan kota, agar perkembangan yang terjadi dapat lebih terarah. Penelitian ini bertujuan (1) mengevaluasi kesesuaian pelaksanaan pembangunan fisik kota dan fungsinya di Kota Tulungagung berdasarkan RDTRK 1995-2009, (2) mengetahui faktor-faktor penyebab penyimpangan pelaksanaan pembangunan fisik kota dan fungsinya di Kota Tulungagung sekarang dengan RDTRK 1995-2009. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Adapun prosesnya dengan mengumpulkan data sekunder yang berupa peta RDTRK Tulungagung tahun 1995-2009 skala 1:5000 dan data primer berupa peta penggunaan lahan dengan skala 1:5000. Hasil penyimpangan diperoleh dengan overlay antara peta RDTRK dengan peta eksisting dibuat bedasarkan hasil observasi dan pengukuran di lapangan, sedangkan alasan penyimpangan diperoleh dari hasil wawancara dengan pemilik lahan maupun pihak yang terkait seperti BAPPEDA, Dinas Tata Kota, BPN. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pembangunan fisik dan fungsi di kota Tulungagung mengalami penyimpangan seluas 353 Ha atau 19,13% dari luas keseluruhan 1.845,5 Ha dengan penyimpangan terbesar yaitu kawasan perdagangan dan jasa menjadi pemukiman (141 Ha). Dengan kata lain pelaksanaan pembangunan fisik dan fungsi di kota Tulungagung belum sesuai dengan rencana tata ruang yang ditetapkan dan tidak harus merevisi sebagian dari rencana tata ruang yang ada. Adapun penyebab penyimpangan penggunaan lahan adalah kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap rencana penggunaan lahan sebagai akibat kurangnya sosialisasi dari instansi terkait, perilaku masyarakat yang membangun tanpa melalui proses permohonan IMB yang sesuai prosedurnya. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan perlu adanya penertiban lewat jalur IMB yang sesuai prosedur terhadap pelaksanaan pembangunan, penyusunan RDTRK harus melibatkan masyarakat melalui aspirasi mereka yang diwakilkan DPRD dan perlu dukungan dari perangkat hukum yang tegas guna menindak pelanggaran yang terjadi.

Studi tentang pelaksanaan program kerja UKS di SDN Panggungrejo 04 Kepanjen sebagai juara harapan 1 lomba UKS tingkat propinsi tahun 2008 / Wahyu Pujianto

 

ABSTRAK Pujianto, Wahyu.2009. Studi tentang Pelaksanaan Program Kerja UKS di SDN Panggungrejo 04 sebagai Juara Harapan I Lomba UKS Tingkat Propinsi Tahun 2008. Skripsi. Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (II) dr. Hartati Eko Wardani, M.Si.Med. Kata kunci: pelaksanaan, program kerja Usaha Kesehatan Sekolah. Kesehatan merupakan salah satu hal sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia, sehat merupakan modal utama untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif dan mempunyai etos kerja yang tinggi. Salah satu upaya pemerintah adalah memasukkan pendidikan kesehatan di sekolah, mulai dari tingkat dasar sampai tingkat lanjutan dengan membentuk kebiasaan hidup sehat para siswa melalui kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). UKS yang baik diawali dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Jika salah satu program tidak terlaksana maka akan mempengaruhi program yang lainnya. Program kerja UKS meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Agar kegiatan UKS tetap terlaksana, maka diadakanlah lomba UKS. Tujuan diadakannya penelitian ini secara umum yaitu untuk mengetahui pelaksanaan program kerja UKS di SDN Panggungrejo 04 Kepanjen, sedangkan secara khusus yaitu untuk mengetahui pelaksanaan program pendidikan kesehatan di SDN Panggungrejo 04 Kepanjen, untuk mengetahui pelaksanaan program pelayanan kesehatan di SDN Panggungrejo 04 Kepanjen dan untuk mengetahui pelaksanaan program pembinaan lingkungansekolah sehat di SDN Panggungrejo 04 Kepanjen. Penelitian ini tergolong jenis penelitian deskriftif kuantitatif karena hasilnya berupa angka-angka yang menggambarkan terlaksananya program kerja UKS ataukah tidak. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Panggungrejo 04 Kepanjen pada bulan Juni 2009, dengan responden: 8 pembina UKS, 50 anggota Kader Tiwisada dan 38 siswa. Untuk mendapatkan data maka penelitian ini menggunakan instrumen dalam bentuk angket. Untuk menarik kesimpulan penelitian maka data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis persentase Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan program UKS di SDN Panggungrejo 04 Kepanjen secara umum termasuk kategori baik, sedangkan pelaksanaan program UKS di SDN Panggungrejo 04 Kepanjen secara khusus yaitu pendidikan kesehatan termasuk kategori baik, pelayanan kesehatan termasuk kategori baik dan pembinaan lingkungan sekolah sehat termasuk dalam kategori baik. Dengan diketahuinya hasil penelitian ini maka peneliti menyarankan kepada pembina UKS, anggota Kader Tiwisada dan siswa di SDN Panggungrejo 04 Kepanjen untuk lebih meningkatkan pelaksanaan program kerja UKS melalui pengembangan program kerja UKS agar menjadi lebih baik, dan melaksanakan program-program kerja UKS yang masih belum terlaksana agar di tahun-tahun berikutnya tetap bisa mengikuti lomba UKS baik di tingkat Kabupaten, Propinsi bahkan Nasional.

Penerapan pembelajaran tematik tema kesehatan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Rebalas III Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan / Fatkhur Rozi

 

ABSTRAK Rozi, Fatkhur. 2009. Penerapan Pembelajaran Tematik Tema Kesehatan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III SDN Rebalas III Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Program Studi S-1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd, (II) Drs. Sutarno, M.Pd. Kata Kunci: sebelum pembelajaran, aktivitas, penerapan pembelajaran tematik. Proses pembelajaran di SDN Rebalas III sebagian besar siswanya masih pasif, penyerapan materipun belum optimal dan nilai rata-rata kelas masih rendah karena banyak siswa yang mendapatkan nilai dibawah standard nilai ketuntasan yang ditetapkan pihak sekolah yaitu siswa mendapatkan skor minimal 70 dalam setiap pembelajarannya Penelitian ini bertujuan: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran sebelum pembelajaran tematik: (2) Mendeskripsikan dampak peningkatan aktivitas siswa kelas III di SD Rebalas III, (3) Mendeskripsikan pembelajaran tematik untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III di SD Rebalas III. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK ini dilaksanakan dalam 2 siklus dalam setiap siklusnya dilaksanakan dalam 2 hari. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Rebalas III Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan dengan jumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan adalah observasi, tes, dan wawancara. Hasil penelitian pembelajaran tematik tema kesehatan ini dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas III SD Rebalas III Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan hasil formatif yang meningkat yaitu dari skor rata-rata 65,67 pada siklus I ke 80,33 pada siklus II. pada siklus II ini sudah mencapai nilai standar ketuntasan belajar diatas 75%, sehingga kegiatan siklus II dihentikan. Dampak dari penerapan pembelajaran tematik ini dapat meningkatkan tingkat aktivitas belajar siswa, standard nilai ketuntasan belajar siswa, dan cara menerapkan pembelajaran tematik. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru untuk dapat menerapkan model pembelajaran tematik di sekolah. Bagi siswa agar dapat lebih aktif lagi dalam proses pembelajaran serta siswa dapat menerapkan hasil dari pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Bagi peneliti selanjutnya dapat memberi informasi, wawasan serta dapat meningkatkan lagi hasil dari penelitian ini, dan pada penelitian tentang pembelajaran tematik dapat terlaksana lebih sempurna lagi.

Kekerasan simbolik di media massa / Roekhan

 

ABSTRAK Roekhan. 2009. Kekerasan Simbolik di Media Massa. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indoensia, Program Studi Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Imam Syafi’ie, (II) Prof. Dr. H. Dawud, M.Pd., (III) Dr. Djoko Saryono, M.Pd. Kata kunci: kekerasan simbolik, media massa, bentuk, strategi, dampak Media massa merupakan kekuatan keempat dalam negara demokrasi. Media massa merupakan salah satu sarana untuk mendapatkan kebenaran. Akan tetapi, dalam praktiknya media massa sering dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk kepentingan di luar media, seperti kekuatan ekonomi, politik, dan lain-lain. Akibatnya, kepentingan media (menyampaikan informasi yang objektif dan benar) kepada khalayak sering terabaikan. Informasi yang disampaikan oleh media massa sering bersifat bias. Pada kondisi inilah media massa sering terseret untuk melakukan kekerasan simbolik. Dalam penelitian ini dikaji kekerasan simbolik di media massa. Aspek kekerasan simbolik yang dikaji meliputi (a) bentuk kekerasan simbolik, (b) strategi kekerasan simbolik, dan (c) dampak kekerasan simbolik terhadap pembaca. Dalam penelitian ini digunakan rancangan analisis wacana kritis yang dikembangkan oleh Fairclough. Data penelitian ini berupa teks berita di koran dan teks penerimaan pembaca atas pemberitaan kasus semburan lumpur di koran. Teks berita dikumpulkan dari Jawa Pos, Kompas, Suara Pembaharuan, dan Republika. Data penerimaan pembaca dikumpulkan dari koran dan di blok (dunia maya) yang ditulis oleh pembaca ideal (terdidik). Teks berita dianalisis dengan analisis wacana kritis, analisis framing, dan hermeneutika kritis. Tanggapan pembaca dianalisis dengan analisis resepsi. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan maujud (entity) kekerasan simbolik dalam teks berita yang berupa (a) makna kabur yang meliputi (i) makna bias (politik, sosial, budaya; stereotipe; dan penilaian bipolar), (ii) makna terlalu umum dan terlalu khusus, dan (iii) makna implisit (makna implikatur, konotatif, kiasan, dan hiperbolis), (b) logika bias yang meliputi (i) generalisasi berlebihan, (ii) bukti yang lemah, dan (iii) premis yang lemah/salah, dan (c) nilai bias. Makna kabur, logika bias, dan nilai bias merupakan wujud informasi bias yang dipaksakan oleh media massa kepada pembaca. Strategi kekerasan simbolik yang ditemukan penelitian ini meliputi (a) penghalusan informasi yang meliputi (i) pelabelan positif (untuk menggugah rasa simpati dan kesan positif) dan pelabelan negatif (untuk menggugah rasa benci dan kesan negatif); dan (ii) pengonotasian (meninggikan, merendahkan, menguatkan, dan melemahkan) dan pengiasan (pemetaforaan dan pengiasan tidak langsung); (b) pelogisan informasi, yang meliput (i) penyebabakibatan, (ii) penganalogian, (iii) pemertentangan, dan (iv) pemertegasan; dan (c) pemositif-an informasi yang meliputi (i) peluhuran informasi (perujukan pada nilai komitmen; perujukan pada nilai tanggung jawab; perujukan pada nilai perjuangan dan pengorbanan; serta perujukan pada nilai kejujuran, keadilan dan kepatuhan); (ii) pemformalan informasi (perujukan pada nilai hukum dan nilai keilmuan); dan (iii) pemartabatan informasi (perujukan pada pakar ilmu dan teknologi, perujukan pada pejabat negara, dan perujukan pada tokoh masyarakat). Penghalusan, pelogisan, dan pemositifan informasi merupakan upaya penyembunyian informasi bias dalam teks berita. Dampak kekerasan simbolik terhadap pembaca tampak pada penerimaan pembaca atas informasi yang disampaikan oleh media massa. Penerimaan pembaca tersebut meliputi (a) penerimaan yang dilandasi pandangan dan sikap berprasangka yang meliputi (i) pandangan stereotipe, (ii) rasa tidak percaya, (iii) pandangan ilmiah yang bias, dan (iv) pandangan hukum yang bias; dan (b) penerimaan yang dilandasi pandangan dan sikap netral yang meliputi sikap netral yang bersumber dari (i) pandangan ilmiah yang benar, (ii) pandangan budaya yang benar, dan (iii) pandangan hukum dan agama yang benar. Penerimaan pembaca terhadap informasi dalam teks berita tidak dipengaruhi secara nyata oleh informasi bias yang disajikan oleh media massa, tetapi tampak lebih dipengaruhi oleh pandangan dan sikap pembaca sendiri. Dengan demikian, kekerasan simbolik tidak berdampak nyata pada pembaca ideal pada penerimaan mereka dalam waktu pendek. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan (a) wartawan dan pengelola media massa menjaga agar informasi yang disampaikan kepada khalayak tetap objektif, benar, menyeluruh, dan berimbang; (b) pembaca media koran perlu selalu mengasah daya kritisnya dan bersikap kritis dalam membaca teks berita; (c) Dewan Pers diharapkan melaksanakan Undang-Undang Pers secara lebih tegas dan sungguh-sungguh; (d) guru dan penulis bahan ajar hendaknya selalu berpikir dan bersikap kritis agar dapat menghindarkan pembelajaran yang dilakukan dan bahan ajar yang ditulis dari kekerasan simbolik, serta memasukkan wacana kritis sebagai bahan perkuliahan di perguruan tinggi; (e) peneliti berikutnya dapat meneliti kekerasan simbolik di media massa elektronik, buku ajar, praktik pembelajaran, buku bacaan dengan menggunakan ancangan teori yang sama atau berbeda.

Pengaruh senam otak terhadap keterampilan menulis pada anak prasekolah / Viccy Eliez Triandini

 

Keterampilan menulis merupakan kemampuan untuk memegang dan mengendalikan alat tulis sehingga menghasilkan bentuk tulisan yang merupakan gerak manipulatif (Utomo, 2005). Menulis adalah kegiatan yang membutuhkan keterampilan motorik halus bagian tangan, yang akan melibatkan banyak otot kecil pada jari jemari, telapak tangan, dan pergelangan tangan. Keterampilan motorik halus dapat terlatih sejalan dengan perkembangan motorik anak. Perkembangan motorik dipengaruhi oleh organ otak. Otak menjadi syaraf pusat yang mengendalikan setiap gerakan yang dilakukan anak. Semakin matangnya perkembangan sistem syaraf otak yang mengatur otot, memungkinkan berkembangnya kompetensi atau kemampuan motorik anak. Jika terdapat gangguan pada otak akan menyebabkan fungsi motorik ikut terganggu (Endah, 2008).

Pengembangan inventori persepsi multiple intelligences untuk siswa SMA / Nur Afifah

 

ABSTRAK Afifah, Nur. 2009. Pengembangan Inventori Persepsi Multiple Intelligences Untuk Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd; (II) Dr. M. Ramli, MA. Kata kunci: Inventori, Kecerdasan majemuk (multiple intelligences), Siswa SMA. Upaya peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat berhasil dengan optimal tanpa didukung adanya peningkatan kualitas pembelajaran. Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan psikopendidikan dalam bingkai budaya untuk siswa baik secara perorangan atau kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal. Bantuan - bantuan yang bersifat psikologis dalam lingkup sekolah adalah kewenangan dari bimbingan dan konseling. Kecerdasan merupakan kemampuan untuk menyelasaikan suatu masalah atau menciptakan produk yang berharga atau bernilai dalam satu atau lebih latar belakang budaya. kecerdasan majemuk (Multiple intelligences) terbagi atas 8 (delapan) aspek kecerdasan yaitu kecerdasan linguistik, kecerdasan logika matematika, kecerdasan spasial, kecerdasan kinestetik-jasmani, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpesonal, kecerdasan musikal dan kecerdasan naturalistik. Inventori persepsi multiple intelligences siswa SMA adalah suatu daftar pernyataan yang dirancang khusus untuk mengetahui atau mengidentifikasi kecerdasan majemuk siswa SMA. Tujuan penelitian pengembangan inventori persepsi kecerdasan majemuk (multiple intelligences) adalah menghasilkan inventori persepsi kecerdasan majemuk (multiple intelligences) yang memenuhi syarat validitas, reliabilitas, penormaan dan administrasi. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan (reseach and development) yang telah diadaptasi dari Borg and Gall dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangkan bentuk produk, (4) uji ahli, (5) analisis revisi dan masukan uji ahli, (6) uji lapangan, dan (7) analisis dan revisi uji lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah SMA sekota Blitar kelas X. Penetapan sampel menggunakan cluster sampling yaitu dengan memilih sampel siswa secara acak dari masing-masing sekolah yang sudah ditetapkan jumlah yang sama. Sampel diambil dua kelas setiap masing-masing sekolah dengan pengambilan secara acak. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan instrumen penilaian inventori persepsi multiple intelligences dan instrumen penilaian keterbacaan inventori persepsi multiple intelligences. Teknik analisis menggunakan data kualitatif yang di analisis secara deskriptif dan data kuantitatif menggunakan rumus statistik yaitu menghitung koefisien validitas, menghitung koefisien reliabilitas dan menghitung penormaan. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat validitas koefisien korelasi yang tinggi pada Rxy = 0,309 - 0,638 dengan taraf signifikansi 0,00 < 0,05 atau P 95%. Penelitian ini juga menunjukkan tingkat koefisien reliabilitas Alpha yang tinggi sebesar α = 0,958. Artinya inventori persepsi multiple intelligences mempunyai tingkat keajegan, ketepatan atau kestabilan yang tinggi. Disimpulkan bahwa inventori persepsi multiple intelligences menghasilkan inventori persepsi kecerdasan majemuk (Multiple Intelligences) yang memenuhi syarat validitas, reliabilitas, penormaan dan administrasi. Konselor dapat memanfaatkan inventori persepsi Multiple Intelligences sebagai salah satu instrumen pengumpul data pribadi non testing untuk memberikan layanan bantuan secara tepat kepada siswa dengan melihat tingkat Multiple Intelligences yang sesuai dengan siswa.

Persepsi dan sikap guru terhadap manajemen pembelajaran di kelas berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) se-kota Malang / Rofikha Nuriyanti

 

Sebagai SMA favorit, maka SMA Negeri 2 Lamongan nantinya diharapkan dapat menjadi contoh atau teladan bagi SMA lain khususnya di Lamongan, terutama dalam segi pembelajaran untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas yaitu pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. Oleh karena itu, implementasi kurikulum penting dalam mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan:(1) implementasi KTSP dalam penyusunan perencanaan pembelajaran fisika di SMA Negeri 2 Lamongan yang terdiri dari silabus dan RPP. (2) implementasi KTSP dalam pelaksanaan pembelajaran fisika, yang meliputi bahan ajar, metode pembelajaran, media pembelajaran serta penilaian pembelajaran. (3) faktor pendukung dan penghambat implementasi KTSP dalam pembelajaran fisika. (4) upaya untuk mengatasi faktor penghambatnya. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif karena data yang diperoleh dalam bentuk verbal dan dianalisis secara deskriptif. Untuk data yang berupa angket dianalisis dengan teknik persentase. Pendekatan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis data interaktif oleh Mile dan Huberman yang terdiri dari:(1) Pengumpulan data (2) Reduksi data (3) Penyajian data (4) Penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) perencanaan pembelajaran guru fisika kelas X di SMA Negeri 2 Lamongan yaitu berupa silabus dan RPP mempunyai kesamaan. Meskipun ada RPP yang berbeda, tetapi sebagian besar RPPnya sama.(2) Pelaksanaan pembelajaran baik dilihat dari segi bahan ajar, metode pembelajaran, media pembelajaran, maupun penilaiannya kurang bervariasi. (3) Faktor-faktor pendukungnya antara lain:(a) sarana dan prasrana meskipun belum terpenuhi. (b) Kesiapan guru dalam membuat perencanaan pembelajaran. (c) Adanya pelatihan-pelatihan. (d) Kebijakan kepala sekolah. (e) Input siswa, (f) Guru. Faktor-faktor penghambatnya yaitu:(a) Sarana dan prasarana belum terpenuhi. (b) Kesulitan guru merancang pembelajaran, (c) Kesulitan melakukan penilaian afektif.(d) Heterogenitas dan jumlah siswa. (e) Alokasi waktu terbatas. (4) Upaya mengatasi faktor penghambat antara lain:(a) Sarana dan prasarana dipenuhi (b) Diadakan pelatihan-pelatihan tentang KTSP. (c) Untuk menilai secara afektif, misalnya dilihat siswa yang rajin, aktif ataupun sebaliknya. (d) Pengurangan jumlah siswa untuk tahun angkatan baru. (e) Memanfaatkan waktu dengan baik. Dari upaya-upaya tersebut yang belum terlaksana adalah memenuhi sarana dan prasarana (seperti alat-alat praktikum, LCD) dan mengurangi jumlah siswa.

Pengembangan komik matematika sebagai media pembelajaran problem solving untuk siswa kelas VII SMP pada pokok bahasan persamaan linier satu variabel / Ayu Kurniawati

 

ABSTRAK Kurniawati, Ayu. 2009. Pengembangan Komik Matematika sebagai Media Pembelajaran Problem Solving untuk Siswa Kelas VII SMP pada Pokok Bahasan Persamaan Linier Satu Variabel. Skripsi, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Edy Bambang Irawan,M.Pd (II) Darmawan Satyananda, S.T, M.T. Kata kunci : Problem Solving, Komik Matematika, Persamaan Linier Satu Variable. Problem solving atau pemecahan masalah merupakan aktivitas mental yang komplek dalam menerima atau menyikapi suatu masalah sehingga menemukan selesaian yang tepat, baik dilakukan secara individu maupun kelompok. Para ahli pendidikan telah menyadari bahwa problem solving merupakan kegiatan yang menduduki posisi tertingggi dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika hendaknya terfokus pada peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah. Suatu masalah biasanya disajikan dengan menggunakan kata-kata (in words) atau sering disebut sebagai soal cerita. Akan tetapi seringkali siswa merasa enggan untuk menyelesaiakan atau bahkan sekedar membaca soal atau permasalahan yang disajikan dengan menggunakan kata-kata. Hal tersebut dapat disiasati dengan penggunaan media yang menarik dalam pembelajaran problem solving seperti komik.

Penerapan pembelajaran kooperatif model NHT (numbered heads together) pada materi fungsi naik dan fungsi turun untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas XI IPS SMA Kertanegara Malang / Masitah

 

ABSTRAK Masitah. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model NHT (Numbered Head Together) pada Materi Fungsi Naik dan Fungsi Turun Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI IPS SMA Kertanegara Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matematika, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. M. Shohibul Kahfi, M. Pd (II) Dr. H. Makbul Muksar, S. Pd, M. Si. Kata Kunci: penerapan, pembelajaran kooperatif, Numbered Head Together, fungsi naik, fungsi turun, motivasi, hasil belajar. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di SMA Kertanegara Malang, peneliti menemukan hal-hal sebagai berikut: (1) metode pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah ceramah, bahkan guru tidak pernah menggunakan metode lain yang melibatkan keaktifan siswa, sehingga menyebabkan siswa kurang aktif mengikuti pelajaran matematika, (2) motivasi belajar siswa kurang, hal ini dapat dilihat ketika proses pembelajaran berlangsung siswa kurang memperhatikan guru, bahkan siswa bermain-main HP ataupun bicara tentang motor, selain itu siswa malas mencatat, hal ini karena rata-rata siswa hanya membawa satu atau dua buku saat sekolah, dan (3) hasil belajar siswa masih kurang, siswa yang tuntas belajar hanya 4 siswa dari 18 siswa dengan SKM yang ditetapkan guru adalah 60. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran tersebut. Oleh karena itu, dalam penelitian ini diterapkan pembelajaran kooperatif model NHT (Numbered Head Together) yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Sebagai sumber data, dipilih siswa kelas XI IPS SMA Kertanegara Malang yang berjumlah 18 siswa. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan Mei 2009 dalam dua siklus, dengan tiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan model NHT (Numbered Head Together) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI SMA Kertanegara Malang. Prosentase motivasi belajar siswa pada akhir tindakan siklus I adalah 51,16% termasuk dalam kategori cukup dan pada tindakan siklus II adalah 68,92% termasuk dalam kategori baik. Artinya, motivasi belajar matematika siswa dalam pembelajaran model NHT (Numbered Head Together) telah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh peneliti. Sedangkan prosentase ketuntasan belajar matematika siswa secara klasikal pada tes akhir tindakan siklus I adalah 52,94% dan pada tindakan siklus II adalah 82,35%. Artinya, hasil belajar matematika siswa dalam pembelajaran model NHT (Numbered Head Together) telah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh peneliti. Bertitik tolak dari hasil penelitian ini, maka saran yang perlu dipertimbangkan oleh guru matematika adalah pembelajaran model NHT (Numbered Head Together) dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk pembelajaran alternatif dalam membelajarkan matematika.

Penggunaan media specimen untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas III di SDN Randuati Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Sofi Eko Cahyono

 

ABSTRAK Cahyono,Sofi Eko. 2009. “Penggunaan Media Specimen Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas III Materi Sumber Energi dan Kegunaannya SDN Randuati Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan”. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah dasar dan Prasekolah, Program Sarjana. Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs.Usep Kustiawan,M.Sn (2) Drs.Sumanto, M.Pd. Kata kunci: Media Specimen, Hasil belajar, IPA Kondisi yang terjadi sementara ini, khususnya di SDN Randuati Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan terutama pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas III belum mencapai Standart Ketuntasan Minimal (SKM) yaitu 65. Specimen merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk merangsang siswa supaya ikut aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Penggunaan specimen sebagai media dalam proses pembelajaran dapat diterapkan di berbagai sekolah, baik pada sekolah yang letaknya terpencil maupun sekolah yang sudah maju. Hal ini disebabkan karena specimen dapat dikembangkan oleh guru yang disesuaikan dengan kondisi sekolah maupun kondisi siswa. Berdasarkan uraian di atas, dan mengingat peranan guru sebagai salah satu komponen yang menentukan keberhasilan pembelajaran, maka peneliti ingin melakukan perbaikan pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar khususnya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Dengan demikian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini diberi judul “ Penggunaan Media Specimen Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas III di SDN Randuati Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan ” Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). yang dikembangkan oleh Kemmis dam Mc Tanggart.meliputi empat jalur (langkah), yaitu: 1) Planning –perencanaan; 2) acting & observing – tindakan dan pengamatan; 3) reflecting – perefleksian; dan 4) revise plan – perbaikan rencana. Dalam penelitian ini yang akan menjadi subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas III SDN Randuati, Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan sebanyak 41 siswa. Teknik pengumpulan data akan dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media specimen pada pembelajaran IPA materi energi dan kegunaannya Kelas III SDN Randuati Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut terbukti dari hasil nilai rata-rata pra tindakan hanya mencapai 61,22 dengan ketuntasan belajar kelas 43,9%, meningkat menjadi 71,34 dengan ketuntasan belajar kelas 63,41% pada siklus I. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan lagi menjadi 85,6 meskipun ada 2 siswa (4,88%) belum mencapai ketuntasan belajar individu, namun untuk ketuntasan belajar kelas sudah mencapai 95,12%.

Penerapan pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran biologi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 13 Malang / Nailiya Sa'idah

 

ABSTRAK Sa’idah, Nailiya. 2009. Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah Dalam Pembelajaran Biologi Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 13 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Soedjono Basoeki, M.Pd dan (II) Dra. Hawa Tuarita, M.Si. Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Kemampuan Berpikir Kritis, Hasil Belajar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran Biologi di SMP Negeri 13 Malang, hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VII F pada mata pelajaran Biologi masih belum memenuhi standar ketuntasan minimal. Proses pembelajaran Biologi di SMP Negeri 13 Malang sebenarnya sudah mulai menerapkan prinsip student centered, namun ketergantungan peserta didik terhadap guru dalam proses pembelajaran masih tinggi karena pembelajaran masih dominan menggunakan metode ceramah, disamping diskusi, penggunaan media CD interaktif, mengerjakan LKS dan praktikum. Hasil belajar peserta didik menunjukkan bahwa 51% peserta didik mengikuti retest karena skor yang diperoleh kurang memenuhi Standar Ketuntasan Minimum (SKM) yang ditetapkan di SMP Negeri 13 Malang yaitu 69. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik. Pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Pembelajaran Berbasis Masalah. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik kelas VII F SMP Negeri 13 Malang. Pengambilan data penelitian berlangsung selama 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 pertemuan, dilaksanakan pada tanggal 01 Mei 2009 sampai dengan tanggal 05 Juni 2009. Data hasil belajar peserta didik diperoleh melalui tes pada setiap akhir siklus sedangkan kemampuan berpikir kritis diperoleh dari pertanyaan dan jawaban yang muncul selama pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar secara klasikal peserta didik pada siklus I sebesar 70,27%, sedangkan pada siklus II persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 86,48%. Ketuntasan belajar secara klasikal mengalami peningkatan persentase sebesar 16,21%. Kemampuan berpikir kritis yaitu C4 (analisis), C5 (sintesis) dan C6 (evaluasi) mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hal ini ditunjukkan pada siklus I tingkat C4 (analisis) sebesar 22, 20% dan 19,60% mengalami penurunan pada siklus II menjadi 19,60% dan 18,18%. Sedangkan pada tingkat C5 (sintesis) dan C6 (evaluasi) mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu 5,55% dan 4,90% menjadi 24,50% dan 22,74% serta dari 0,00% menjadi 23,52% dan 27,30%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik kelas VII F SMP Negeri 13 Malang

Penerapan model pembelajaran kooperatif STAD (student teams achievement division) di luar kelas (outdoor learning) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 7 Malang / Endah Purwanti Setyorini

 

ABSTRACT Setyorini, Endah Purwanti. 2009. Applies Of Cooperative Study Method STAD (Student Teams Achievement Division) outdoor (Outdour learning) To Increase Motivasion and The Result Of Study Biology For X Grade Student, Malang 7 Senior High School.. Scripti, FMIPA Biology Field Of Malang University. Guide: (I) Drs. M. Noviar Darkuni, M.Si, (II) Dr. Fatchur Rohman, M.Si. Key Words : STAD, outdoor learning, motivasion, and study result. Based on observation at 29-30 January and 2-5 February 2009 in student 10 grade Malang 7 senior high school, know that study activities for Biology subject still dominate by teacher, so student be a passive in study activities. Based on this problem, so need do experiment about applies of study that it can increase motivasion and the result of study. One of action to repair is applies of cooperative study method STAD outdoor learning to increase motivasion and the result of study Biology for 10 grade student Malang 7 Senior high school. This experiment is an experiment about class activities (PTK), wich do in 3 activities siklus. The experiment subject which use is student in X-3 class, even period, year of 2008-2009 Malang 7 Senior high school which have 39 student. Data which get from motivasion and the result of study and support data like teacher activities and field note. Student motivasion is measured based on average persentage of student study motivasion, while the result of study is measured by based on the different score between pre test and post test also the graduate student in each siclus. Experiment instrument which use is exam, observation paper of student motivasion and teacher activities and field note. The conclusion is applies cooperative study method in outdoor (outdoor learning) increase motivasion and student result of Biology from 10 grade student, Malang 7 senior high school. Increase motivasion of study is showed by increase of percenfage student motivasion from 43,13 % in siclus I to 65 % in siclus II then in siclus III, increase be 73,6%. Increase of student result from the different of average between pre-test and post-test, 21,67% in siclus I to 23,87% in siclus II and increase again to 32,21% in siclus III, while the graduate of student in siklus I, 40,54% to 72,97% in siclus II, and increase again to 89,18% in siclus III. From eksperiment result is suggested that need applies and method develop of cooperatve study outdoor learning as one of alternatif method to increase motivasion and student result. So, it can increase quality process of study in school.

Pemanfaatan media pohon matematika untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Malang / Alyanis Desi Rahmawati

 

ABSTRAK Desi Rahmawati, Alyanis. 2009. Pemanfaatan Media Pohon Matematika Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 21 Malang . Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I. Made Sulandra., M.Si. (II) Mahmuddin Yunus., S.Kom Kata kunci: media Pohon Matematika, hasil belajar, persamaan garis lurus Perkembangan globalisasi menuntut para siswa untuk mampu beradaptasi dalam menghadapi tantangan globalisasi yang sangat cepat. Dalam menghadapi tantangan perkembangan IPTEK dan informasi diperlukan sumber daya yang memiliki keterampilan tinggi yang melibatkan pemikiran kritis, sistematis, logis, kreatif, dan kemampuan bekerjasama yang efektif. Cara berpikir tersebut dapat dikembangkan melalui pendidikan matematika (Askury, 2007). Matematika selama ini masih menjadi mata pelajaran yang menakutkan, sehingga hasil belajar siswa masih cenderung rendah dibandingkan mata pelajaran yang lain. Oleh karena itu, pembelajaran dengan media pohon matematika ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar matematika. Dalam pembelajaran dengan media pohon matematika, siswa mendapat kesempatan untuk memperoleh pengetahuan melalui pengalaman menemukan, mengenali, dan memecahkan masalah dengan menggunakan berbagai cara sehingga diharapkan hasil belajar siswa dapat terbangun dengan baik.Hasil belajar siswa SMP Negeri 21 Malang cenderung rendah sehingga guru mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VIII-D SMP Negeri 21 Malang yang berjumlah 40 siswa. Data kualitatif diperoleh dari analisis nilai rata-rata angket skala Likert. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan bahwa dengan pembelajaran menggunakan media Pohon Matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari ketuntasan belajar siswa dari 67,5% meningkat menjadi 90%. Respon siswa terhadap pembelajaran sangat positif, karena siswa merasa senang dan dapat bekerjasama menyelesaikan tugas-tugas dari guru. Berdasarkan hasil penelitian di atas disarankan agar pembelajaran menggunakan media Pohon Matematika dipertimbangkan sebagai alternatif pembelajaran di kelas dan peran guru sebagai fasilitator dan pembimbing dalam pelaksanaan diskusi hendaknya diperhatikan agar siswa tidak menggantungkan tugasnya pada satu siswa yang lebih pandai.

Kontribusi pedagang wanita dalam pendapatan ekonomi rumah tangga di pasar kawasan perumahan Sawojajar / Zullaika Permatasari

 

ABSTRAK Permatasari, Zullaika. 2009. Kontribusi Pedagang Wanita dalam Pendapatan Ekonomi Rumah Tangga di Pasar Kawasan Perumahan Sawojajar. Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing : (I) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto M.Si (II) Drs. Djoko Sulistijo, M.Si. Kata Kunci : Pedagang, wanita, pendapatan Perubahan sosial ekonomi dan budaya memungkinkan terjadinya pergeseran peran wanita sehingga wanita memiliki kesempatan untuk lebih terlibat dalam pasar kerja. Perubahan sosial ekonomi dan budaya tersebut telah mengubah wanita yang semula mengelompok pada kategori bukan angkatan kerja menjadi angkatan kerja yang siap memasuki pasar kerja. Hal ini berarti wanita memiliki 2 posisi atau status dalam kegiatan bekerja yaitu dalam pekerjaan rumah tangga dan pekerjaan yang menghasilkan pendapatan langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi pedagang wanita, aktivitas pedagang wanita di pasar, faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang wanita dan kontribusi pendapatan pedagang wanita dalam keluarga pedagang wanita di pasar kawasan Perumahan Sawojajar. Metode penelitian yang digunakan survey dengan populasi seluruh pedagang wanita di pasar kawasan Perumahan Sawojajar. Pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling dengan jumlah 95 responden diantaranya 62 responden dari Pasar Madyopuro, 18 responden dari Pasar Sawojajar dan 15 responden dari Pasar Lesanpuro. Teknik pengambilan data menggunakan metode observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data yang digunakan dalan penelitian ini adalah analisa tabulasi tunggal (prosentase) dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Karakteristik sosial ekonomi pedagang wanita, meliputi: pedagang wanita sudah memasuki usia produktif , sebagian besar berstatus kawin/ bersuami, beban tanggungan keluarga relatif sedang, tingkat pendidikan relatif rendah, pendapatan perbulan relatif sedang, kedudukan pedagang dalam keluarga sebagai ibu rumah tangga; 2) Aktivitas pedagang wanita, meliputi: lama jam kerja relatif sedang, menggunakan modal dan pondok sendiri, hubungan sesama pedagang baik, cara menghemat biaya hidup adalah dengan membeli makanan di warung, pedagang menggunakan kendaraan pribadi dari tempat tinggal menuju pasar; 3) Pendapatan pedagang wanita, meliputi: perbulan relatif sedang, sebagian besar tidak ada penghasilan tambahan dari suami atau anggota keluarga lain, kontribusi pendapatan kepada keluarga relatif tinggi; 4) Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang wanita , meliputi: karakteristik sosial ekonomi pedagang wanita dan aktivitas pedagang wanita di pasar.

Pembelajaran melalui pembuatan mainan dengan teknik papercraft untuk meningkatkan kemampuan seni anak kelompok B di TK Dharmawanita Persatuan Sengkaling Malang / Ninik Yulaikah

 

Kata kunci: Pembuatan Mainan, Papercraft, Kemampuan Seni,Taman kanak-kanak. Suatu pembelajaran pada pendidikan anak usia dini harus berjalan dengan nyaman kreatif dan menyenangkan hal ini dikarenakan konsentrasi anak belum bisa fokus dalam waktu yang lama. Pada penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu permasalahan yaitu dalam hal menggunting, melipat dan menempel tetapi hasil yang dicapai masih kurang maksimal. Adanya suatu pembelajaran yang kurang inovatif dan bervariasi menyebabkan anak merasa bosan atau jenuh dengan pembelajaran yang di berikan guru. Pembuatan mainan dengan teknik papercraft ini adalah suatu sarana yang menarik dan dapat menjadi suatu alternatif pembelajaran yang menyenangkan dan dapat bermanfaat bagi anak. Pada pembuatan mainan dengan menggunakan teknik papercraft ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seni yang ada pada anak. Penelitian ini ditujukan untuk 1). Mendeskripsikan proses pembelajaran melalui pembuatan mainan dengan teknik papercraf untuk meningkatkan kemampuan seni anak kelompok B di TK Dharmawanita Persatuan Sengkaling Malang 2). Mendeskripsikan kemampuan seni siswa kelompok B di TK Dharmawanita Prsatuan Sengkaling Malang dapat meningkat dengan adanya pembelajaran pembuatan mainan dengan teknik papercraft. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data yang di peroleh pada penelitian ini melalui observasi dengan menggunakan instrument penelitian. Instrmen penelitian tersebut mencakup tentang kemampuan seni anak dalam hal menggunting, melipat dan menempel dan alat penilaiana kerja guru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pembuatan mainan dengan teknik papercaft dapat meningkatkan kemampuan seni anak kelompok B TK Dharma Wanita Persatuan Sengkaling Malang dan memperoleh 96 % nilai rata rata dalam satu kelas. Beberapa saran dapat digunakan kualitas dan peningkatan pembelajaran pembuatan mainan sengan menggunakan teknik papercraft ini adalah (1) Bagi guru atau pendidik PAUD dalam memberikan pembelajaran menggunting, melipat dan menempel pada siswa hendaknya diberikan inovasi-inovasi baru, sehingga dapat memberikan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi anak. (2) Bagi orangtua hendaknya selalu memberikan kebebasan bagi anak untuk berkreasi sendiri sehingga anak mempunyai pengalaman dan dapat menciptakan suatu karya yang bagus.

Perancangan video klip album kedua "Sweet Memories" dan media pendukung promosi / Dicky Devtoky

 

ABSTRAK Dicky Devtoky. 2009. Perancangan Video Musik Dengan Judul Enjoy Your Life Sebagai Media Promosi Untuk Grup Band Sweet Memories. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual Jurusan Seni & Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Purwatiningsih, Dra. M.Pd, Hj (II) Andy Pramono, S.Kom. T.M Kata kunci: video klip musik Malang merupakan salah satu kota yang menghasilkan musisi beraliran cadas dan keras terbesar dari pada kota-kota lain, persaingan diantara musisi Underground sangat kental sekali, mulai dari lagu mereka, materi yang disajikan, desain-desain, skill dan musikalitas, hingga style mereka, menjadi satu tujuan yang menunjukkan kalau band mereka eksis dan menyajikan hal-hal yang baru, Kadang-kadang tidak menutup kemungkinan mereka rela melakukan segala hal agar tujuan mereka tercapai dan mendapatkan nama di kalangan musisi Underground lain di malang hingga luar kota. Tetapi masyarakat di malang masih ada yang menganggap dan menilai bahwa musik Underground merupakan musik yang tidak baik, karena menilai dari segi penampilan, kelakuan, dan gaya hidup, padahal mereka tidak seperti yang mereka bayangkan, musik Underground adalah musik yang rawan dengan kerusuhan, narkoba, dan premanisme, mungkin mereka tidak mengetahui apa sebenarnya di balik musik ini, dan tidak pernah mengenal musik ini. Banyak orang awam atau Masyarakat umum hanya mengenal suatu band tanpa mengetahui seperti apa karakter band tersebut, kadang ada yang seram, biasa saja hingga lucu dengan komedi-komedi kocak, secara garis besar band yang satu ini memiliki karakter yang lucu dan kocak, dengan komedi-komedi ringan yang mengundang gelak tawa bagi para penggemarnya. Belakangan ini banyak muncul Video Klip Indie yang kian menjamur di Internet sebagai media promosi untuk band-band indi di seluruh dunia, mereka menggunakan media Video ini untuk menunjukkan karakter mereka yang sebenarnya, walaupun jarang ada orang yang memfokuskan diri untuk melihat mereka, tetapi mereka tak henti-henti mempromosikan karya-karya lagu mereka dalam bentuk Visual ataupun Audio.

Aplikasi microsoft project untuk penjadwalan kerja proyek D.C. Indomaret Buring-Malang / Dwi Putra Syakur Raharjo

 

ABSTRAK Raharjo, Dwi Putra Syakur 2009. Aplikasi Microsoft Project Untuk Penjadwalan Kerja Proyek D.C. Indomaret Buring-Malang. Proyek Akhir, Program Studi Teknik Sipil dan Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs.Made Wena, M.Pd, M.T. Dwi Putra Syakur Raharjo Made Wena Penjadwalan merupakan alat mutlak yang diperlukan guna menyelesaikan suatu proyek. Dengan adanya penjatwalan proyek, kegiatan proyek dapat dilaksanakan tepat waktu dan kelancaran kegiatan pelaksanaan lebih terorganisir. Pada pelaksanaan proyek pembangunan DC. INDOMARET oleh PT. Media Cipta Perkasa Surabaya, penjadwalan masih dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel dengan metode kurva “S” yang masih memiliki kekurangan pada penjelasan akan keterkaitan antar kegiatan, dan tidak dapat secara langsung memberikan informasi mengenai akibat-akibat yang akan terjadi bila ada suatu perubahan sehingga proses penjadwalan menjadi tidak efisien dan tidak praktis, selain itu tahapan penjadwalan dengan Microsoft Excel sangat panjang sehingga membutuhkan waktu yang lama.

Pengembangan media pembelajaran bahasa Arab berbasis e-learning untuk madrasah aliyah / Afdholud Dzikry

 

Kemajuan teknologi yang pesat, khususnya teknologi informasi mendorong manusia untuk mengembangkan media pembelajaran yang dapat digunakan kapanpun dan dimanapun. Metode PBA yang masih menggunakan metode ceramah membuat murid cepat merasa bosan dan jenuh sehingga guru dituntut untuk menggunakan media yang lebih relevan dengan tuntutan zaman, agar siswa lebih termotivasi dan antusias dalam belajar bahasa Arab. Tujuan penelitian adalah umtuk mendeskripsikan: (a) pengembangan media pembelajaran bahasa Arab berbasis e-learning untuk Madrasah Aliyah, (b) validitas media pembelajaran bahasa Arab berbasis e-learning untuk Madrasah Aliyah, dan (c) kelemahan dan kelebihan media pembelajaran bahasa Arab berbasis e-learning untuk Madrasah Aliyah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian pengembangan. Uji lapangan dilaksanakan di MAN 3 Malang. Prosedur penelitian ini adalah: (1) menganalisis kebutuhan, (2) merumuskan tujuan, (3) mengembangkan materi, (4) memproduksi media, (5) menyusun petunjuk pemanfaatan, (6) memvalidasi, (7) melakukan uji coba perorangan dan uji coba lapangan, (8) merevisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ini mencapai tingkat kelayakan 80.87% atau bisa dikatakan valid dan telah memenuhi kriteria media pembelajaran yang cocok untuk siswa. Tampilan pada media ini berupa web yang dapat diakses dengan memasukkan url: http://localhost/arab-online pada browser. Tampilan pada halaman utama adalah deskripsi mengenai media, seperti materi, latihan soal, dan juga dilengkapi dengan fitur-fitur tambahan apabila user telah menjadi member dan login sebagai admin (guru) atau sebagai siswa. Setelah user melakukan login maka tampilan halaman utama dari tiap user dilengkapi dengan menu-menu dan beberapa fitur seperti menu pada halaman admin yaitu: materi, manajemen user, soal, manajemen soal, daftar nilai, ganti password, saran dan logout. Sedangkan untuk halaman siswa menu yang tersedia adalah materi, latihan soal, daftar nilai, ganti password, saran, dan logout. Pada tampilan halaman siswa juga dilengkapi beberapa fitur tambahan seperti games online dan musik. Berdasarkan hasil observasi di MAN 3 Malang yang telah peneliti lakukan, diketahui bahawa media berbasis e-learning ini mempunyai beberapa kelebihan daripada pembelajaran dengan metode ceramah, diantaranya: (a) mengefektifkan waktu pembelajaran, (b) memudahkan interaksi antara siswa dengan bahan ajar, (c) memudahkan peserta didik untuk saling bertukar informasi yang positif, (d) memudahkan guru dalam menyampaikan bahan ajar kepada siswa, (e) menjadikan penggunaan media ini sebagai pengalaman pribadi yang lebih dalam belajar, (f) menjadikan proses pembelajaran lebih menarik, dan (g) meningkatkan prestasi belajar. Meskipun mempunyai kelebihan, media PBA berbasis e-learning ini juga mempunyai kekurangan dalam pelaksanaannya, antara lain: (a) keterbatasan komputer yang siap pakai, (b) untuk dapat dipakai secara maksimal, maka software yang digunakan harus sama dengan software yang dipakai oleh pembuat atau admin, (c) siswa yang lebih suka belajar memakai buku mengalami kesulitan ketika materi disajikan dalam media tersebut, (d) SDM guru bahasa Arab yang paham cara pengoperasian media PBA berbasis e-learning ini terbatas. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk lebih dapat mengkaji, memodifikasi dan memperkecil kekurangan pada media PBA berbasis e-learning ini sehingga media ini dapat digunakan sebagai referensi dan salah satu media belajar bagi siswa yang tidak dibatasi oleh waktu dan jarak. Selain itu media ini diharapkan dapat menjadi salah satu model pembelajaran bahasa Arab oleh guru yang lebih menarik dan variatif agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Upaya meningkatkan pemahaman konsep volume kubus dan balok melalui penggunaan kubus satuan di kelas V SDN Sedaeng II Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan / Akhmad Shodikin

 

ABSTRAK Shodikin, A. 2009. Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Volume Kubus dan Balok Melalui Penggunaan Kubus Satuan di Kelas V SD. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang Pembimbing: (I) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn, (II) Dra. Sri Harmini, S.Pd. M.Pd. Kata Kunci : Media Kubus Satuan, Pemahaman Konsep, SD Belajar merupakan aktifitas setiap orang untuk memperoleh pengetahuan baru, terutama dalam belajar matematika. Agar dapat belajar matematika dengan prestasi yang tinggi seharusnya tidak hanya dengan menghafal teori saja tetapi memerlukan pemahaman sungguh-sungguh karena prestasi belajar matematika merupakan tingkat pemahaman konsep yang dicapai siswa.Untuk itu diperlukan suatu strategi/model pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa, salah satunya yaitu dengan menggunakan media belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan penggunaan media belajar kubus satuan dalam peningkatan pemahaman konsep volume kubus dan balok di kelas V SDN Sedaeng II Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan, (2) untuk mendeskripsikan apakah penggunaan media belajar kubus satuan dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas V SDN Sedaeng II Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan. Subyek penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN Sedaeng II Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan sebanyak 15 siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan nilai rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran dengan media kubus satuan melalui kerja kelompok dapat meningkatkan antusias siswa dalam belajar, meningkatkan motivasi dan menimbulkan kesenangan siswa terhadap pelajaran serta dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Peningkatan prestasi belajar dapat dilihat dari nilai rata-rata pada siklus I (tindakan 1) dari 60 dengan ketuntasan belajar 46,7% meningkat pada siklus II (tindakan 1) menjadi 84 dengan ketuntasan belajar 86,7%. Serta pada siklus I (tindakan 2) dari 60 dengan ketuntasan belajar 33,3% meningkat pada siklus II (tindakan 2) menjadi 82,7 dengan ketuntasan belajar 93,3%. Kesimpulan yang dapat diperoleh yaitu: (1) pelaksanaan penggunaan media belajar kubus satuan memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan pemahaman konsep volume kubus dan balok, (2) dapat meningkatkan pemahaman konsep volume kubus dan balok, (3) dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam pembelajaran baik aktifitas fisik maupun mental. Saran dapat diajukan yaitu: (1) guru hendaknya memilih strategi/ model pembelajaran yang efektif bagi siswa, (2) kepala sekolah hendaknya menyediakan media pembelajaran matematika, (3) dinas pendidikan selalu memberikan bimbingan terhadap guru, (4) peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menggunakan media pembelajaran yang lain seperti media audiovisual (televisi dan proyektor).

Pengaruh atribut produk terhadap keputusan konsumen dalam membeli mie sedaap (studi pada konsumen di Kelurahan Bendogerit Blitar) / Happy Nugrah Hapsari

 

Hapsari, Happy Nugrah. 2009. The Effect Product Attribute of Decision Consumer in Buying Sedaap Noodles (A Case Study to Consumer in Kelurahan Bendogrit Blitar). Undergraduate Thesis, Management Department, Economic Faculty, State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Agus Hermawan, M.Si., M.Bus, (II) Drs. Djoko Dwi K., M.Si. Kata kunci: product attribute, decision of consumer. Modern marketing claim the company to market its product well, one of them is with designing the product attribute with as well as possible. Product attribute that have made should be oriented with requirement and desire of consumer. Thus, all activity of marketing have to always oriented with requirement and desire of consumer, that later made on guidance in compilation with refer to strategy start from sche me come up with packaging of product as good as possibly. Then price the product and at the end in the effort assure the consumer that the product made based on basis of requirement and desire of consumer by giving the maximal benefit and quality. Ability of management to put down the product position through owned product attribute precisely in market is one of the successfulness determinant a product in marketing. This research is wishing to know how the product attribute can influence decision of consumer, specially in Kelurahan Bendogrit Blitar in buying Sedaap noodles. The variable in this research are independent variable of product attribute dimension (X) that consist of brand (X1), quality (X2), tidiness (X3), and taste (X4) and also dependent variable is decision of purchasing (Y). To know effect of product attribute to decision of consumer by diging information from consumers or consumer that eat instan noodles by admission filling of enquette or kuisioner and open question. This research use technique analyse doubled regression (Multiple Regression) with test hypothesis by used T test and F test. Population counted 153 people residing in Jln. Kartini 41 people, Jln. Sunanto 49 people, and Jln, Ir. Soekarno 63 people. Sampel counted 110 people. And technique sampel is done by Purposive Sample (sampel aim to). Because to economize the time, fund and energy, so sampel that taken is our people which have recognized. Based on calculation result, so: (1) value a = 0,238; value t = 2,050 and value signifikansi t = 0,043 SE = 16% that effect of independent variable X1 ( brand) to dependent variable Y (decision of purchasing) signifikan or reliably, (2) value a = 0,220 ; value t = 2,090 and value signifikansi t = 0,039 SE = 19,4% that influence of independent variable X2 (quality) to variable Y ( decision of purchasing) signifikan or reliably, (3) value a = 0,401 ; value t = 3,505 and value signifikansi t = 0,001 SE = 23,9% prove that effect of independent variable X3 (tidiness) to dependent variable Y (decision of purchasing) signifikan or reliably, (4) value a = 0,498 ; value t = 5,117 and value signifikansi t=0,000 SE = 32,3% prove that effect of independent variable X4 (taste) to dependent variable Y (decision of purchasing) signifikan or reliably. Result of calculation of the research indicate that there are influence which are positive. Based on the research result can pulled conclusion that hypothesis raised in this research,there are significant influence between brands (X1), quality (X2), tidiness (X3), and taste (X4) parsially and simultan to decision of consumer have proven. Suggestion that able to be told related to the finding obtained during executing this research are: (1) From result calculation of analysis, quality of the product attribute is very have an effect to decision of consumer in buying Mie Sedaap. So that producer should improve and maintain the quality so that consumer satisfied and then they will consume or do the rebuying to the product. Because satisfaction of interconnected consumer sliver with quality of the product including in durabelity, reliability, accuracy, amenity utilized etcetera. (2) Because taste is product of effective contribution high value after quality, so that producer of Mie Sedaap should inovatif in creating the variation of taste newly, so that consumer aren’t bored with the same taste of other similar product. (3) Producer of Mie Sedaap should add the flavour as complement like dry vegetables or bakso in tidiness. Before tidy better check over the other complement flavour, because sometimes flavour not yet altogether come into tidiness. (4) Tidiness Mie Sedaap altered and made more interesting to differentiate with other similar product and also made the other tidiness size (small = 75 g, big/jumbo = 98 g) or make new tidiness in the form of cup so it can be easier in consuming and its serving.

Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar standar kompetensi dasar pengolahan makanan pada siswa kelas X Program Keahlian Restoran SMK Negeri 2 Malang / Herna Wahyu Rahmawati

 

Salah satu faktor penunjang keberhasilan dalam belajar adalah adanya motivasi belajar. Motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar sehingga tujuan tercapai. Permasalahan motivasi belajar dapat berdampak pada hasil belajar, karena tinggi rendahnya hasil belajar dipengaruhi oleh tinggi rendahnya motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang berjenis deskriptif korelasional dengan analisis regresi linear sederhana, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar Standar Kompetensi Dasar Pengolahan Makanan (SKDPM) pada siswa kelas X Program Keahlian Restoran SMK Negeri 2 Malang Semester Genap 2008/2009. Populasi penelitian berjumlah 109 orang siswa. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah angket, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan motivasi belajar siswa Kelas X Restoran SMK Negeri 2 Malang Semester Genap 2008/2009 sangat tinggi sebanyak (11%), siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi sebanyak (86%), siswa yang memiliki motivasi belajar cukup tinggi sebanyak (3%), dan tidak ada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah (0%). Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa siswa yang memiliki hasil belajar baik sebanyak (51%), siswa yang memiliki hasil belajar cukup sebanyak (49%), dan tidak ada siswa yang memiliki hasil belajar sangat baik dan hasil belajar kurang (0%). Berdasarkan penelitian diketahui bahwa motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar SKDPM artinya dengan besarnya nilai thitung > ttabel (2,15 > 1,982383) maka H0 ditolak, artinya bahwa ada pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar. Nilai koefisien regresi sebesar 0,063 yang berarti bahwa pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar SKDPM adalah positif yaitu sebesar 6,3%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Sebagian besar siswa kelas X program keahlian Restoran SMK Negeri 2 Malang Semester Genap 2008/2009 memiliki motivasi belajar yang tinggi pada SKDPM (2) Sebagian besar siswa kelas X program keahlian Restoran SMK Negeri 2 Malang Semester Genap 2008/2009 memiliki hasil belajar yang baik pada SKDPM (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar SKDPM pada siswa kelas X program keahlian Restoran SMK Negeri 2 Malang Semester Genap 2008/2009. Diharapkan pihak sekolah hendaknya memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi untuk lebih meningkatkan motivasi belajar, sehingga prestasi belajar yang diperoleh tetap dipertahankan.

Implementasi sistem informasi manajemen dalam manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah di MI Negeri Malang I / Thoifah

 

ABSTRAK Thoifah. 2009. Implementasi Sistem Informasi Manajemen dalam Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah di MI Negeri Malang I. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Agus Timan, M.Pd, (II) Dra. Djum Djum Noor Benty, M.Pd. Kata kunci: implementasi, sistem informasi manajemen, manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah Sistem Informasi dan Manajemen merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas pendidikan. Kedua komponen ini memiliki hubungan dalam membentuk karakteristik dunia pendidikan. Manajemen dalam menggambarkan hubungan kedua aspek tersebut, adalah pendidikan sebagai penggeraknya terhadap sistem informasi pendidikan, sedangkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) akan menjadi penentu kinerja pendidikan. SIM dapat dijadikan alternatif pilihan untuk meningkatkan kualitas madrasah dalam menyajikan aktivitasnya secara lebih cepat dan memiliki nilai tambah sehingga dunia pendidikan akan menghasilkan output yang memiliki daya jual yang tinggi. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pengembangan SIM, faktor pendukung, faktor penghambat, dan upaya mengatasi hambatan dalam mengimplementasikan SIM bagi MPMBS. Penelitian ini dilakukan di MI Negeri Malang I, yang telah mengembangkan SIM. SIM yang berbasis pada teknologi informasi telah menjadi salah satu alat untuk meningkatkan efisiensi aktivitas operasional lembaga pendidikan di MI Negeri Malang I. Pendekatan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan tanpa mengisolasi subjek penelitian dan dilakukan secara langsung di lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam kepada informan dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Proses pengembangan SIM yang dilakukan di MI Negeri Malang I dilaksanakan secara paralel atau bersamaan dengan kegiatan lainnya, tahapan yang dilakukan yaitu: (a) perencanaan (planning), (b) pengorganisasian (organizing), (c) pelaksanaan (actuating), dan (d) pengawasan (controlling), (2) Faktor pendukung dalam pelaksanaan proses pengembangan SIM terdiri atas: (a) adanya dukungan dari seluruh jajaran pegawai, guru-guru, karyawan, dan siswa sampai dengan jajaran komite madrasah yang sangat perhatian dengan citra madrasah di luar lembaga, (b) adanya pembinaan terhadap pegawai, guru-guru dan karyawan, (c) bertambahnya sarana dan prasarana pendukung yang cukup memadai, (d) adanya niat yang besar untuk selalu ingin belajar dan membenahi diri agar lebih baik lagi, baik dari Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah dan para koordinator bidang yang saling terkait dalam mendukung proses pengembangan SIM, (3) Faktor penghambat dalam proses pengembangan SIM terdiri atas: (a) terbatasnya sumber daya manusia (Brainware) yang terampil dalam pengelolaan sistem informasi, (b) rendahnya kesadaran para pengelola sistem informasi dalam menyamakan komitmen kerja, (c) fasilitas pendukung yang masih akan ditingkatkan kembali, (d) ancaman dan gangguan terhadap sistem yang berasal dari dalam maupun luar lembaga MI Negeri Malang I, (4) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam mengimplementasikan SIM untuk pengembangan MPMBS di MI Negeri Malang I, terdiri atas: (a) perlu adanya pemahaman yang sama antara pihak manajemen dan pengelola sistem lembaga tentang pentingnya pelaksanaan SIM kepada seluruh warga madrasah termasuk guru dan siswa, (b) melaksanakan pembinaan guna menambah pengetahuan teori dan keterampilan dalam pengelolaan sistem informasi yang tepat guna baik secara efektif dan efisien, (c) meningkatkan kerjasama dengan lingkungan internal dan eksternal lembaga, (d) memanfaatkan sarana dan prasarana pendukung dengan tepat guna, (e) mengantisipasi ancaman dan gangguan terhadap sistem yang berasal dari dalam maupun dari luar lembaga MI Negeri Malang I. Implikasi penelitian ini adalah: (1) memperhatikan hasil penelitian sikap guru-guru dan karyawan terhadap SIM termasuk dalam kategori tinggi, tetapi sikap menerima terhadap SIM tergolong dalam kategori rendah, maka SIM yang ada sekarang perlu dikembangkan dan ditingkatkan dengan mendayagunakan segala perangkat sistem informasi yang tersedia untuk pengembangan SIM; (2) mengingat sikap menerima terhadap SIM masih tergolong rendah, kiranya perlu ada peningkatan kreatifitas dalam pemanfaatan SIM berdasarkan kebutuhan efisiensi dan keefektifan untuk pengambilan keputusan berbasis data; (3) pengembangan dan pemanfaatan SIM berdasarkan kebutuhan efisiensi dan keefektifan untuk pengambilan keputusan berbasis data dapat menjadi landasan bagi Desainer Sistem di MI Negeri Malang I untuk lebih termotivasi dalam mencoba hal-hal baru yang dapat meningkatkan mutu dan kualitas mereka yang pada akhirnya dapat melakukan inovasi-inovasi dalam pengembangan SIM. Saran yang dapat disampaikan sebagai berikut: Berdasarkan hasil kesimpulan penelitian, disarankan kepada: (1) kepala madrasah beserta pegawai yang mendukung dalam proses pengembangan SIM di MI Negeri Malang I ini agar lebih meningkatkan kemampuan dalam mengadakan perbaikan dan penyempurnaan dalam pelaksanaan proses pengembangan SIM di MI Negeri Malang I, (2) Jurusan Administrasi Pendidikan diharapkan jurusan lebih banyak lagi mengkaji tentang proses pengembangan SIM khususnya bagi lembaga pendidikan formal sebagai pendalaman dalam ilmu manajemen pendidikan, (3) Departemen Agama Kota Malang hendaknya dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan masukan untuk memberikan dukungan terhadap madrasah yang telah menerapkan perbaikan mutu pendidikan melalui pelaksanaan proses pengembangan SIM, bentuk dukungan tersebut tidak harus dalam bentuk materi melainkan membantu mengawasi pelaksanaan proses pengembangan SIM pada suatu lembaga pendidikan sesuai dengan prosedur yang berlaku, (4) Madrasah atau sekolah lainnya yang setingkat diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan pertimbangan dan masukan untuk merumuskan dan mengembangkan kebijakan manajemen mutu yang terkait dengan pendekatan teknologi informasi dan komunikasi, (5) Peneliti lain hendaknya dapat mengembangkan penelitian ini dengan metode-metode kualitatif dan kuantitatif yang lainnya, sehingga dapat menambah dan mengembangkan kajian ilmiah yang ada.

Pendugaan potensi air tanah dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi wenner di Desa Dengkol Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Yeni Saraswati

 

ABSTRAK Saraswati, Yeni. 2008. Pendugaan Potensi Air Tanah Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner di Desa Dengkol Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Burhan Indriawan, S.Si, M.Si, (II) Samsul Hidayat, S.Si, M.T. Kata kunci: geolistik resistivitas, metode Wenner, potensi air tanah, IPI2 Win. Air tanah merupakan sumber daya penting dalam penyediaan air di seluruh dunia sehingga permintaan air tanah akan semakin membesar setiap tahunnya, Keadaan ini dapat menyebabkan kekurangan akan air tanah diberbagai daerah, sehingga perlu untuk diadakan penaksiran yang tepat akan letak potensi air tanah yang terbesar. Dari masalah tersebut maka skripsi ini mengangkat topik ”Pendugaan Potensi Air Tanah Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner di Desa Dengkol Kecamatan Singosari Kabupaten Malang”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai resistivitas batuan dan menentukan potensi atau kandungan air tanah. Dari nilai resistivitas batuan dan potensi atau kandungan air tanah, maka akan diketahui adanya air tanah di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode geolistrik konfigurasi Wenner. Pengambilan datanya dilakukan di desa Dengkol Kecamatan Singosari. Dalam pengambilan data pada daerah penelitian digunakan bentangan yang mencapai 540 meter. Dalam pengambilan data dengan bentangan 540 meter dilakukan pengambilan data sebanyak empat periode dalam satu garis lurus. Proses pengambilan datanya adalah menentukan titik-titik elektroda arus dan potensial. Kemudian, mengalirkan tegangan dan menginjeksikan arus. Setelah itu, memindahkan elektroda potensial dengan spasi yang ditentukan dan menghasilkan nilai resistivitas. Hasil dari penelitian diperoleh nilai resistivitas batuan. Nilai resistivitas batuan dikelompokkan menjadi 4 lapisan, yaitu pada lapisan pertama dengan kedalaman 5.88 meter didapatkan batuan penyusunnya adalah lempung yang memiliki potensi air tanah sebesar 0.51 x 10–8 (m3/detik). Pada lapisan kedua dengan kedalaman kedalaman 14.3 meter di susun oleh batuan lempung lanauan dan lempung dengan potensi air tanah yang dimiliki sebesar 11.6 x 10–8 (m3/detik) dan 9.41 x 10–8 (m3/detik). Pada lapisan yang ketiga dengan kedalaman 24.2 meter tersusun oleh batuan tanah lanau pasiran dengan potensi air tanah sebesar 21.25 x 10–4 (m3/detik), dan tersusun juga oleh batuan lempung lanauan dengan potensi air tanah sebesar 1.19 x 10–8 (m3/detik). Pada lapisan keempat dengan kedalaman 49.2 meter tersusun oleh beberapa batuan yang menyebar antara lain: tanah lanau pasiran dengan potensi air tanah 23.11 x 10–4 (m3/detik), kerikil dengan potensi air tanah 118.4 x 10–2 (m3/detik), dan tufa pasiran dengan potensi air tanah 2.21 x 10–4 (m3/detik). Nilai potensi air tanah terbesar yang ada di Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang terletak pada kedalaman ± 49.2 meter dengan nilai potensi air tanah sebesar 118.4 x 10–2 m3/detik.

Penerapan pembelajaran kooperatif model student facilitator and explaining (SFAE) untuk meningkatkan minat belajar fisika dan prestasi belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Singosari / Yeni Saraswati

 

ABSTRAK Saraswati, Yeni. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Student Facilitator and Explaining (SFAE) untuk Meningkatkan Minat Belajar Fisika dan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 1 Singosari. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Wartono, M.Pd, (II) Drs. Purbo Suwasono, M.Si. Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif, model Student Facilitator and Explaining (SFAE), minat belajar, prestasi belajar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan pada guru bidang studi fisika yang mengajar di kelas VIII B SMP Negeri 1 Singosari peneliti mendapat informasi bahwa prestasi belajar siswa kelas VIII B masih rendah, hal ini didasarkan pada hasil ulangan harian pada bab bunyi pada semester 2 nilai rata-rata kelas VIII B menunjukkan nilai yang masih rendah yakni sebesar 66. Peneliti juga mendapatkan informasi bahwa minat belajar siswa masih relatif rendah, hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang dilakukan oleh guru bidang studi fisika dalam pembelajaran terlihat bahwa guru masih menggunakan metode ceramah, metode ini memebentuk siswa menjadi pasif. Pada saat proses belajar mengajar siswa tampak bosan dan sering tidak memeperhatikan guru.Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tesebut yaitu dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model student facilitator and explaining. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan pembelajaran kooperatif model student facilitator and explaining (SFAE), meningkatkan minat belajar fisika, dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian tindakan kelas dalam penelitian ini adalah penelitian untuk memecahkan beberapa masalah yang ada dalam kelas yang diteliti dengan memberikan tindakan berupa model student facilitator and explaining yang terdiri dari 2 siklus. Subyek dalam penelitian ini siswa kelas VIII B yang berjumlah 36 siswa. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan tes pada akhir tiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar fisika siswa kelas VIII B mengalami peningkatan nilai rata-rata yang cukup baik yaitu pada siklus I sebesar 74, pada siklus II meningkat menjadi 89. Peningkatan nilai rata-rata prestasi belajar siswa sebelum diberi tindakan sebesar 66, pada siklus I meningkat sebesar 76, pada siklus II meningkat sebesar 87. Keterlaksanaan pembelajaran model student facilitator and explaining (SFAE) pada siklus I mencapai prosentase sebesar 73% dan pada siklus II meningkat sebesar 91%.

Perbedaan hasil belajar siswa kelas IV yang mengikuti kursus jarimatika dengan yang mengikuti kursus sempoa pada mata pelajaran matematika di SD Negeri 3 Rumbuk Lombok Timur / Nurlaila Novi Maulia

 

ABSTRAK Maulia, Nurlaila Novi. 2009. “Perbedaan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Yang Mengikuti Kursus Jarimatika dengan Yang Mengikuti Kursus Sempoa Pada Mata pelajaran Matematika Di SD Negeri 3 Rumbuk Lombok Timur”. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. A.J.E. Toenlioe, M.Pd, (II) Dra. Susilaningsih. Kata Kunci: Hasil Belajar, Jarimatika, Sempoa Pendidikan menjadi faktor terpenting dalam menciptakan manusia yang cerdas, kreatif, dan stabil, baik fisik, mental, maupun spiritual.Pendidikan di sini mencakup pendidikan formal seperti di sekolah, informal seperti halnya di rumah maupun pendidikan non formal seperti bimbingan belajar di lembaga-lembaga kursus. Banyak siswa memilih lembaga-lembaga kursus sebagai alternatif penunjang dan pendukung pembelajaran di sekolah. Lembaga kursus jarimatika dan sempoa merupakan salah satu yang dipilih siswa sebagai penunjang pendidikan mereka khususnya dalam mata pelajaran matematika. Jarimatika dan sempoa diyakini dapat menyeimbangkan kerja otak kiri dan kanan anak. Dengan gerak visual jari-jari pada metode hitung jarimatika dan manik-manik pada sempoa dapat memicu kerja otak kanan yang akan menghasilkan kreatifitas anak, di samping memicu kerja otak kiri (aspek koginitif) yang dapat memengaruhi hasil belajar siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada perbedaan hasil belajar antara siswa kelas IV yang mengikuti kursus jarimatika dengan yang mengikuti kursus sempoa pada mata pelajaran matematika SD Negeri 3 Rumbuk Lombok Timur?. Dan tujuan penelitian ini adalah mengkaji perbedaan hasil belajar antara siswa kelas IV yang mengikuti kursus jarimatika dengan yang mengikuti kursus sempoa pada mata pelajaran matematika di SD Negeri 3 Rumbuk Lombok Timur. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode kausal komparatif, merupakan bentuk penelitian deskriptif yang membandingkan dua atau lebih dari dua situasi, kejadian, kegiatan, program, dan lain-lain yang sejenis atau hampir sama. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa kelas IV SD Negeri 3 Rumbuk Lombok Timur yang berjumlah 95 siswa, sedangkan sampel penelitian ini adalah 17 siswa kelas IV yang mengikuti kursus jarimatika dan 35 siswa kelas IV yang mengikuti kursus sempoa. Data yang telah terkumpul dianalisis secara kuantitatif dengan analisis statistik yaitu menggunakan t test atau uji t pooled varian. Analisis ini untuk mengkaji signifikansi perbedaan hasil belajar antara siswa yang mengikuti kursus sempoa dengan siswa yang mengikuti kursus jarimatika. Berdasarkan hasil analisis data dengan uji t pooled varian diperoleh thitung adalah 1,45 dan ttabel ditemukan 2,010 pada taraf kesalahan 0,05 atau 5 % dengan ini dinyatakan thitung < ttabel yakni 1,45 < 2,010. Dan dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa kelas IV yang mengikuti kursus jarimatika dengan yang mengikuti kursus sempoa pada mata pelajaran matematika di SD Negeri 3 Rumbuk Lombok Timur. Dengan skor rata-rata tes hasil belajar kelompok sampel jarimatika lebih tinggi dibanding dengan kelompok sampel sempoa. Skor rata-rata kelompok sampel jarimatika adalah 87,05 dan kelompok sampel sempoa adalah 83. dengan selisih beda skor rata-rata kedua kelompok sampel adalah 4,05 dan selisih persentase yang termasuk skor tinggi dan sangat tinggi adalah 21,6% lebih tinggi kelas IV A dibanding kelas IV B. Saran peneliti untuk sekolah adalah pendidikan alternatif yang dapat menunjang pembelajaran di kelas dapat dijadikan sebagai program sekolah dalam meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran di sekolah. Bagi guru, hendaknya meningkatkan penguasaan terhadap metode dan teknik pengajran yang variatif dan aktraktif, member perlakuan dan bimbingan yang sama terhadap siswa. Sedangkan bagi peneliti lain, diharapkan akan dapat meneliti hal yang sama secara mendalam dan detail tentang metode dan teknik pengajaran matematika menggunakan jarimatika dan sempoa, dengan sampel yang lebih luas, serta memerhatikan level atau tingkatan dari pembelajaran jarimatika dan atau sempoa.

Penggunaan dan persepsi siswa terhadap buku teks dan LKS dalam pengajaran bahasa Arab di MTS Ma'arif Sukorejo Pasuruan / Muhammad Ahda Arafat

 

ABSTRAK Arafat, Muhammad Ahda. 2009. Penggunaan dan Persepsi Siswa Terhadap Buku Teks dan LKS dalam Pengajaran Bahasa Arab di MTs Ma’arif Sukorejo Pasuruan. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. H. Ahmad Fuad Effendy, M.A. Kata kunci: penggunaan, persepsi, buku teks, LKS, pengajaran bahasa Arab. Penggunaan bahan ajar dalam pengajaran bahasa Arab merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar. Pada umumnya seyiap sekolah menggunakan buku teks sebagai bahan ajar utama dan LKS sebagai media pengajaran dan lembar latihan bagi siswa. Persepsi merupakan pandangan atau penilaian seseorang terhadap suatu objek. Persepsi merupakan kesimpulan seseorang tentang sesuatu melalui proses menyeleksi, mengorganisasi dan menginterpretasi suatu rangsangan atau stimulus dari lingkungan. Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar mengajar merupakan suatu kegiatan yang paling pokok. Hal ini berarti bahwa berhasil tidaknya suatu proses pendidikan, tergantung pada bagaimana proses belajar mengajar itu berlangsung. Proses belajar mengajar yang diartikan sebagai interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa, dan antar sesama siswa dalam proses pengajaran mengandung unsur saling memberi dan menerima antara guru dan siswa. Materi adalah seperangkat pengetahuan ilmiah sebagai kurikulum yang disampaikan dan dibahas dalam proses PBM agar sampai pada tujuan yang ditetapkan. Untuk menyampaikan materi secara lengkap dan terstruktur kepada siswa diperlukanlah suatu bahan ajar, bahan ajar yang utama yaitu berupa buku teks, sedangkan sebagai lembar latihan, pembantu bahan ajar utama dan media pengajaran dipergunakanlah Lembar Kerja Siswa (LKS). Untuk dapat memaksimalkan buku teks dan LKS sebagai bahan ajar dalam pengajaran bahasa Arab, persepsi siswa terhadap hal tersebut sangat dibutuhkan. Masalah umum dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan dan persepsi siswa terhadap buku teks dan LKS dalam pengajaran bahasa Arab. Adapun tujuan penelitian secara umum adalah mengetahui bagaimana penggunaan dan persepsi siswa terhadap buku teks dan LKS dalam pengajaran bahasa Arab, serta bagaimana pelaksanaan pengajarannya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa-siswi kelas VII dan VIII MTs Ma’arif Sukorejo Pasuruan yang berjumlah 115 siswa dan guru bahasa Arab dari sekolah tersebut. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar angket, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Arab di MTs Ma’arif Sukorejo menggunakan buku teks dan LKS. Buku teks sebagai bahan ajar utama, hanya disampaikan dengan dituliskan di papan tulis, sedangkan LKS sebagai lembar latihan, alat bantu belajar, dan media pembelajaran bagi siswa. Persepsi siswa terhadap penggunaan buku teks dan LKS dalam pengajaran bahasa Arab cenderung lebih menyukai LKS. Hal ini dapat dikarenakan siswa lebih akrab dengan LKS mereka daripada buku teks, mengingat setiap siswa wajib memiliki LKS, sedangkan buku teks hanya dimiliki oleh guru yang kemudian dituliskan di papan tulis. Akan tetapi sebagian besar siswa tetap menginginkan buku teks digunakan sebagai bahan ajar sekaligus pemberi materi yang utama. Sedangkan LKS digunakan sebagai alat bantu belajar, media, sekaligus wadah untuk menuangkan hasil belajar yang mereka peroleh dari buku teks dengan cara mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru untuk lebih mengoptimalkan penggunaan buku teks yang merupakan bahan ajar utama karena persepsi siswa yang cenderung lebih menyukai LKS. Bagi siswa agar dapat meningkatkan belajar dengan menggunakan bahan ajar yang utama yaitu buku teks, mengingat isi dan materi dalam buku teks jauh lebih lengkap daripada LKS. Sedangkan bagi peneliti lain bisa mengkaji lebih dalam bagaimana persepsi siswa dari unsur-unsur lain.

Pengembangan media pembelajaran qira'ah dengan software swishmax untuk madrasah tsanawiyah / Fath Of Narendra

 

ABSTRAK Narendra, Fath Of. 2009. Pengembangan Media Pembelajaran Qira’ah dengan Software Swishmax untuk Madrasah Tsanawiyah. Skripsi, Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Hanik Mahliatussikah, S.Ag., M.Hum. Kata kunci: media pembelajaran, Qira’ah, software Swishmax. Dalam mempelajari keterampilan berbahasa, diperlukan variasi media untuk meningkatkan semangat belajar siswa dan meminimalisir rasa jemu dan kebosanan siswa dalam belajar. Karena dengan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan akan membuat siswa lebih bersemangat dan senang dalam belajar. Swishmax mudah digunakan bahkan oleh anak kecil sekalipun, dan telah banyak digunakan sampai ke seluruh dunia. Dari uraian di atas, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengembangan media pembelajaran yang bercirikan pembelajaran interaktif dengan software Swishmax sebagai salah satu alternatif dalam menciptakan pembelajaran bahasa Arab yang menarik dan menyenangkan pada maharoh Qira’ah di Madrasah Tsanawiyah (MTs). Tujuan penelitian secara umum adalah mengembangkan media pembelajaran Qira’ah dengan software Swishmax untuk MTs. Tujuan khusus pengembangan adalah mendeskripsikan (1) rancangan media pembelajaran Qira’ah dengan software Swishmax, (2) validitas media pembelajaran Qira’ah dengan software Swishmax, dan (3) kelebihan dan kelemahan media pembelajaran Qira’ah dengan software Swishmax. Rancangan penelitian ini adalah pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan (research and development) prosedural yang dikemukakan oleh Borg dan Gall yang telah dimodifikasi oleh peneliti, yaitu (1) melakukan pengumpulan data atau informasi, (2) mengembangkan draf atau produk awal, (3) uji ahli kepada 2 ahli pembelajaran bahasa Arab, (4) revisi produk awal, (5) uji lapangan, dan (6) penyempurnaan produk akhir. Penelitian ini menghasilkan produk berupa media pembelajaran Qira’ah dengan software Swishmax yang telah tervalidasi. Media pembelajaran tersebut adalah sebuah media pembelajaran yang dirancang khusus untuk mata pelajaran bahasa Arab MTs kelas VIII dengan menggunakan software Swishmax, akan tetapi ada pula software pendukung lainnya seperti Adobe photoshop 7.0, CorelDRAW Graphics Suite 12, Cool Edit Pro 2.0 dan Microsoft Office word 2007. Untuk memudahkan para pengguna dalam mengoperasikan media pembelajaran ini, peneliti menyertakan Standar Operasional Produk (SOP) yang tersedia dalam satu file dengan format txt. SOP ini berisi langkah-langkah penggunaan media yang dapat menuntun para pengguna dalam mengoperasikan media pembelajaran. Berdasarkan hasil uji ahli media, diketahui tingkat validitas media pembelajaran yaitu 65%. Untuk hasil uji ahli materi, produk pengembangan memiliki tingkat validitas 64%. Berarti media pembelajaran tersebut cukup layak digunakan dalam pembelajaran. Untuk meningkatkan tingkat validitasnya, i diadakan revisi terhadap media, yaitu (1) memberi panduan program, (2) menambah suara pada teks bacaan, dan (3) membedakan font pada setiap tampilan halaman. Adapun revisi yang telah dilakukan terhadap materi, yaitu (1) mengganti terjemahan mufradat dengan gambar/sinonim/antonim, (2) menggunakan bahasa Arab pada semua tombol icon yang disajikan, (3) memberikan instruksi untuk teks bacaan dan latihan, (4) merevisi beberapa tulisan Arab, dan (5) menambah jumlah variasi latihan. Media pembelajaran tersebut kemudian diujicobakan kepada siswa. Secara keseluruhan, persentase penilaian yang didapat dari hasil jawaban siswa adalah 95%. Hal ini berarti, media pembelajaran Qira’ah dengan software Swishmax valid dan dapat digunakan dalam pembelajaran. Bertolak dari hasil pengembangan dalam penelitian ini, peneliti memberikan saran kepada para peneliti selanjutnya agar dapat mengembangkan materi dengan menambah jumlah tema dan melakukan uji coba produk pengembangan kepada subjek yang lebih luas dengan kurun waktu yang lebih lama sehingga didapatkan validitas media yang lebih optimal. ii

Sistem pendeteksi kadar alkohol pada minuman berbasis mikrokontroler AT89S51 / Achmad Daud Rachman Umar

 

ABSTRAK Umar, Achmad Daud Rachman. 2009. Sistem Pendeteksi Kadar Alkohol pada Minuman Berbasis Mikrokontroler AT89S51. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Siti Sendari, S.T., M.T. (II) Muhammad Ashar, S.T., M.T. Kata Kunci: Legen, Alkohol, Kehalalan, Mikrokontroler AT89S51, LED, ADC 0804, AF63. Kontroversi akan adanya beberapa minuman yang ditengarai mengandung alkohol membuat beberapa pihak meragukan kehalalannya. Dalam segi religi, minuman tersebut digolong¬kan pada minuman yang memabukkan atau disebut khamer. Khamer dikatakan haram bila dikonsumsi, beberapa golongan masyarakat khususnya umat agama Islam meyakini bahwa sesuatu yang banyaknya memabukkan maka sedikitnya pun adalah haram. Begitu pula yang terjadi pada khamer, meskipun jumlahnya sedikit tetaplah dikatakan haram bila dikonsumsi. Berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh Komisi Fatwa MUI bulan Agustus 2000, ditetapkan bahwa suatu minuman dikategorikan minuman beralkohol atau khamer atau minuman keras bila mengandung alkohol minimal 1%, karena berpotensi dapat memabukkan. Hal ini merujuk pada keterangan hadits Rasulullah SAW riwayat Muslim dan Ahmad. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa Rasulullah SAW melarang meminum air jus buah-buahan yang sudah didiamkan lebih dari 2 hari. Dari segi kandungan alkoholnya, jus yang sudah didiamkan selama lebih dari 2 hari akan menghasilkan alkohol sekitar 1%. Untuk menanggulangi adanya kontroversi halal atau haramnya suatu minuman, maka diperlukan suatu alat yang dapat mendeteksi secara benar berapa kandungan alkohol dalam larutan. Sampai saat ini alat yang digunakan untuk mendeteksi adanya kadar alkohol dalam larutan masih sangat langka dan harganya masih terlalu mahal untuk dijangkau oleh masyarakat, oleh karena itu perancangan sistem pendeteksi kadar alkohol ini diharapkan mampu untuk mengatasi masalah¬masalah tersebut. Proses kerja alat ini diawali dengan pengaktifan heater yang berfungsi untuk merebus minuman yang akan diuji. Lama waktu perebusan ditentukan selama 5 menit yang diatur melalui timer. Setelah didapatkan uap alkohol yang diinginkan, sensor gas AF63 mendeteksi uap tersebut. Sensor AF63 menghasilkan tegangan yang akan dikuatkan oleh pengkondisi sinyal diferensial agar mudah dikonversi oleh ADC 0804. ADC 0804 mengubah data analog dari pengkondisi sinyal menjadi data digital yang berupa bilangan biner. Data biner ini akan diolah oleh program yang telah diisikan sebelumnya ke dalam mikrokontroler AT89S51. Hasil pengolahan data ini akan ditunjukkan oleh indikator LED dalam range kadar alkohol dengan satuan persen (%). Kesimpulan dari perancangan sistem pendeteksi kadar alkohol ini adalah: (1) Sistem ini mampu mendeteksi kadar alkohol kurang dari 1% dan kadar alcohol 1% sampai 45%, (2) Perancangan sistem pendeteksi kadar alkohol dengan menggunakan mikrokontroler dan sensor gas AF63 memiliki error yang terjadi sebesar 1,1%, (3) Minuman tradisional legen masih dinyatakan halal jika masih baru diolah. Sedangkan jika telah disimpan selama 1 – 2 hari, minuman legen sudah tidak bisa dinyatakan halal lagi karena telah mengandung ±1% -5%. Dan akan memiliki kadar alkohol ±11% -15%, jika disimpan selama 7 hari. iv

Implementasi sensor ultrasonik untuk mengukur jarak pada mobile robot / Budisetiyawan

 

Perkembangan teknologi yang sangat cepat pada masa ini, mengakibatkan bidang ilmu kecerdasan buatan sangat pesat dikembangkan. Salah satunya adalah decision support system. Inilah yang mendasari dilakukannya penelitian dengan judul Pengaruh Decision Support System pada Mobile Robot dengan Menggunakan Sensor Ultrasonik sebagai Alat Bantu Navigasi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan decision support system, serta mengetahui berapakah pencapaian keberhasilan navigasi mobile robot yang menggunakan decision support system ini. Perancangan decision support system dilakukan melalui dua tahapan, yakni merepresentasikan kemungkinan yang akan terjadi dan merepresentasikan keputusan yang akan diambil. Pengujian decision support system juga dilakukan dengan dua metode, yakni pada pengujian pertama menggunakan variabel yang runtut dan teratur. Selanjutnya pengujian kedua dilakukan pada lingkungan yang memiliki variasi kondisi yang lebih banyak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa decision support system yang diimplementasikan pada mobile robot berhasil dilakukan. Hal ini dibuktikan dengan tingkat keberhasilan sistem sebesar 90% dalam mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan pada proses perancangan.

Pembangunan pasar tradisional / Nurul Rohmatul Jannah

 

Pengembangan video model pembelajaran latihan inkuiri (inquiry training model) sebagai sumber belajar untuk guru IPA/fisika SMP / Septy Wulansari

 

ABSTRAK WulanSari, Septy. 2009. Pengembangan Video Model Pembelajaran Latihan Inkuiri (Inquiry Training Model) sebagai Sumber Belajar untuk Guru IPA/Fisika SMP. Skripsi Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Yoyok Adisetio Laksono, M.Si, (II) Dr. Lia Yuliati, M.Pd. Kata kunci: model pembelajaran latihan inkuiri, sumber belajar, video pembelajaran Video pembelajaran merupakan salah satu sumber belajar untuk guru. Dipilihnya video pembelajaran karena sumber belajar ini tidak mudah diperoleh di pasaran. Berdasarkan angket yang disebarkan dan hasil wawancara kepada 10 guru IPA/Fisika SMP di Kediri yag mengajar di negeri maupun swasta diperoleh data bahwa 80% guru belum menerapkan pembelajaran kontekstual, masih menggunakan ceramah dengan alasan kurangnya sumber belajar. Selain itu, juga ditemukan bahwa semua guru lebih memilih video sebagai sumber belajar karena melalui video guru dapat mempelajari langkah-langkah pembelajaran yang harus dilakukan. Tujuan pengembangan sumber belajar ini adalah untuk mengembangkan video model pembelajaran latihan inkuiri sebagai sumber belajar untuk guru IPA/Fisika SMP, serta untuk menemukan kelebihan dan kekurangan video model pembelajaran latihan inkuiri sebagai sumber belajar untuk guru IPA/Fisika SMP. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian dan pengembangan Borg dan Gall. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan adalah; penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan pengembangan, pengembangan draf produk, penilaian, revisi, dan penyempurnaan produk. Produk yang dihasilkan adalah berupa video model pembelajaran latihan inkuiri. Jenis data yang diperoleh adalah data kuantitaif dan data kualitatif. Data kuantitatif merupakan hasil penilaian kelayakan dari evaluator sedangkan data kualitatif berdasarkan komentar dan saran dari evaluator. Instrumen pengumpulan data yang dipakai berupa angket. Hasil penilaian dari evaluator di dalam angket dianalisis dengan perhitungan nilai rata-rata Berdasarkan data hasil penilaian kelayakan yang diperoleh dari nilai ratarata sumber belajar video model pembelajaran latihan inkuiri sebesar 3,31 yang memenuhi kriteria layak sehingga dapat digunakan oleh guru sebagai sumber belajar.

Peningkatan prestasi belajar IPA siswa kelas VI melalui penerapan pendekatan kontekstual dengan hands on activity di SDN Baron III Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk / Hudi Basuki

 

ABSTRAK Hudi Basuki. 2009. Peningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VI Melalui Penerapan Pendekatan Kontekstual Dengan Hands on Activity Di SDN Baron III Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar,FIP. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Wasih D.S, M.Pd (II) Dra.Lilik Bintartik, M.Pd. Kata Kunci : Peningkatkan, Prestasi Belajar, Pendekatan Kontekstual, Hands on Activity Hasil pengamatan pendahuluan proses pembelajaran IPA yang berlangsung di kelas VI SDN Baron III menunjukkkan guru menjelaskan materi dengan metode ceramah dan pemberian tugas, sehingga diperoleh gambaran pembelajaran yang kurang efektif. Penggunaan metode ceramah berlebihan dapat menyebabkan siswa jenuh, membosankan dan tidak memperhatikan dengan sungguh-sungguh. Pada pembelajaran ini suasana kelas cenderung teacher-centered sehingga siswa menjadi pasif. Untuk memecahkan masalah ini dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menerapkan pendekatan kontekstual melalui hands on activity. Rumusan masalah utama penelitian ini adalah apakah penerapan pendekatan kontekstual melalui hands on activity dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas VI SDN Baron III Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk? Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar siswa kelas VI melalui penerapan pendekatan kontekstual dengan hands on activity dalam pembelajaran IPA di SDN Baron III Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan rancangan PTK. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah (1) Tes, (2) Observasi, (3) Angket, (4)Dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah (1) Peneliti sendiri merupakan instrumen utama (2) Pedoman Observasi, (3) Angket, (4) Kamera. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) pada pra tindakan dilihat dari persentase keberhasilan selama proses belajar mengajar dari aspek tingkah laku 14,1%, aspek kognitif 5,15%, dan aspek ketertarikan 5,45%.2). Aktivitas praktikum memperoleh 0, sedangkan prestasi belajar rata-rata 61,4% dengan daya serap klasikal 47%, 2) Aktivitas praktikum selama proses belajar mengajar dengan rata-rata 0 (pra tindakan), 58,06 (siklus I), 74,9 (siklus II), 3) mengajukan pertanyaan tampak meningkat dari siklus I ke siklus II pada aspek kognitif bagian: c) mengajukan pertanyaan kepada siswa dari 50% meningkat menjadi 75%, d) mengajukan pertanyaan kepada siswa dari 41% meningkat menjadi 60%, 4) membentuk masyarakat belajar tampak pada aspek tingkah laku, yaitu a) siswa aktif dalaam berdiskusi secara benar selam praktikum 32% meningkat menjadi 70% (siklus II), 5) prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan dari pra tindakan ke siklus I 17,7% dan dari siklus I ke siklus II 17,3%. Hasil angket siswa terhadap kegiatan hands on activity dengan praktikum menunjukkan bahwa siswa yang sangat senang mata pelajaran IPA mencapai 70,6% karena disampaikan melalui metode praktikum mencapai 58,8% dan metode ini mudah dimengerti dan diingat (52,9%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan kontekstual melalui hands on activity dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI SDN Baron III. Disarankan agar guru yang mengajar mata pelajaran IPA maupun mata pelajaran yang lain, hendaknya mencoba menggunakan strategi belajar pendekatan kontekstual melalui hands on activity.

Media bahan ajar seni tari di sekolah dasar yang bersumber dari seni pertunjukan sandur Tuban / Lusita Destriyanty

 

ABSTRAK Destriyanty, Lusita. 2009. Revitalisasi Koreografi Sandur Tuban sebagai Karya Tari dalam Bentuk Materi Bahan Ajar Siswa Sekolah Dasar Kelas V. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Tari, Jurusan Seni dan Desain FS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Robby Hidajat, M.Sn, Tri Wahyuningtyas, S.Pd, M.Si. Kata kunci: koreografi, Tuban, sekolah dasar. Sekolah merupakan pendidikan formal yang dalam pengajarannya terdapat bermacam-macam mata pelajaran yang diajarkan guru kepada siswa. Seorang guru dengan waktu yang sangat terbatas harus memberikan materi sesuai dengan kurikulum. Jika diperhatikan dari sudut kurikulum, kita dapat melihat betapa kesenian atau sekarang kita sebut mata pelajaran Seni Budaya ditempatkan sebagai pelengkap saja. Mata pelajaran Seni Budaya terdiri dari seni tari, seni rupa, seni musik, dan seni drama. Perlu diketahui bahwa tenaga pengajar mata pelajaran Seni Budaya pada umumnya kurang menguasai berbagai macam seni itu sendiri, terutama seni tari. Untuk membantu proses pembelajaran Seni Budaya khususnya seni tari terdapat cara yang efektif, yaitu dengan menggunakan media audio-visual. Maka untuk menambah materi bahan ajar mata pelajaran Seni Budaya (subbidang seni tari) penulis sekaligus sebagai penata tari atau koreografer membuat karya tari untuk materi bahan ajar siswa sekolah dasar. Karya tari tersebut merupakan koreografi dari pertunjukan Sandur Tuban yang akhirnya diberi judul “Beksan Paraga Sandur”. Karya tari “Beksan Paraga Sandur” digarap dengan menyusun kembali tari tradisional daerah (lokal) Sandur Tuban agar mudah dipelajari oleh siswa sekolah dasar dan mengenalkan seni tari daerah (lokal) Sandur Tuban kepada siswa sekolah dasar. Setelah digarap karya tari tersebut dikemas dalam sebuah CD (Compack Disk) yang berisi ragam gerak dan penyajian karya tari “Beksan Paraga Sandur” agar pembelajaran menjadi lebih efektif. Untuk mengetahui apakah karya tari tersebut layak untuk dipelajari siswa sekolah dasar, maka penulis menguji karya tari tersebut dengan menggunakan angket yang diisi oleh beberapa guru sekolah dasar di Malang setelah menyaksikan karya tari tersebut yang sudah dikemas dalam sebuah CD. Dari hasil angket tersebut dapat disimpulkan bahwa karya tari “Beksan Paraga Sandur” layak untuk dipelajari siswa sekolah dasar.

Survey pelaksanaan pembelajaran desain kelas X Jurusan Perhiasan SMKN 11 Surabaya / Yongky Danang Prasetyo

 

ABSTRAK Prasetyo, Yongky Danang.2009.Survey Pelaksanaan Pembelajaran Desain Kelas X Jurusan Perhiasan SMKN 11 Surabaya . Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Seni Rupa, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Ida Siti Herawati, M.Pd (II) Drs. Eko Budi Winarno Kata Kunci: Pembelajaran desain. Hasil desain SMKN 11 Surabaya ini adalah satu-satunya sekolah di Jawa Timur yang memiliki jurusan perhiasan. Dunia perhiasan saat ini sangat diperhatikan terbukti dengan banyaknya lomba-lomba antar SMK yang bergelut dalam bidang perhiasan. Peranan guru tetap diandalkan untuk menentukan kualitas lulusannya di dalam mendukung kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pembelajaran desain pada siswa kelas X Jurusan Perhiasan SMKN 11 Surabaya, (2) untuk mengetahui hasil desain siswa kelas X Jurusan Perhiasan. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 11 Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data adalah (1) wawancara dengan guru mata pelajaran kreatifitas, dan siswa kelas X; (2) Observasi kelas; (3) Observasi hasil desain serta; (4) Dokumentasi sebagai pelengkap. Hasil-hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Media yang dipakai dalam proses kegiatan belajar yaitu media gambar contoh-contoh pola ragam hias. Evaluasi yang digunakan adalah evaluasi proses dan evaluasi perbuatan. Evaluasi proses yaitu evaluasi yang ditujukan untuk melihat proses pelaksanaan, baik mengenai kelancaran proses, kesesuaian dengan rencana, faktor pendukung dan faktor penghambat yang muncul dalam proses pelaksanaan. Evaluasi perbuatan terutama ditujukan untuk mengukur hasil belajar yang menyangkut domain keterampilan (skill). Acuan guru dalam mengevaluasi hasil belajar siswa menggunakan kaidah unsur seni dan prinsip seni, juga estetika pasar sekaligus beberapa unsur komposisi, keragaman, kerapian, kreatifitas dan finishing; (2) Dari hasil karya desain siswa kelas X jurusan perhiasan, dapat digolongkan menjadi beberapa motif desain yaitu: motif geometris, motif simetris, komposisi terbuka, komposisi tertutup, motif pengulangan (sederhana), motif stilasi daun dan ornamen bentuk segi enam. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut: (1) untuk kepala sekolah; agar memantau setiap kegiatan pembelajaran kreativitas (desain) dan dapat memberikan motivasi kepada setiap siswa agar dapat meningkatkan mutu dan kualitas hasil karya; (2) untuk guru mata pelajaran agar dapat menyiasati keterbatasan sarana dan prasarana khususnya media pembelajaran dengan melakukan variasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan standar kompetensi; (3) mahasiswa agar lebih mempersiapkan diri sebagai pengajar, khususnya sebagai pengajar desain perhiasan.

Penerapan metode simulasi untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas III SDN Ngadiwono II Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan / Reni Rusmiati

 

ABSTRAK Rusmiati, Reni. 2009. Penerapan Metode Simulasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas III SDN Ngadiwono II Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Musa Sukardi, M.Pd, (II) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd. Kata kunci: penerapan, metode simulasi, hasil belajar IPS IPS merupakan mata pelajaran yang materinya sangat dekat dengan lingkungan kehidupan siswa. Seharusnya materi dalam mata pelajaran tersebut mudah dipahami siswa. Namun, pada kenyataannya di SDN Ngadiwono II kecamatan Tosari khususnya kelas III nilai IPS yang dicapai siswa tergolong rendah. Nilai rata-ratanya hanya mencapai 50,00. Hal ini cukup memprihatinkan mengingat betapa besar peranan IPS dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional khususnya dalam mengembangkan manusia seutuhnya baik dalam segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diterapkan metode simulasi dalam pembelajaran IPS di SDN Ngadiwono II kecamatan Tosari. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan penerapan metode simulasi dalam pemelajaran IPS, (2) mendeskripsikan dampak penerapan metode simulasi terhadap keaktifan siswa, (3) mendeskripsikan ada tidaknya peningkatan hasil belajar IPS melalui penerapan metode simulasi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang melalui siklus-siklus. Subyek penelitian ini ialah siswa kelas III sebanyak 18 siswa. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, lembar wawancara, tes. Analisis data penelitian yang dipakai adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode simulasi dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas III baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Hasil belajar sebelum penerapan metode simulasi dalam pembelajaran IPS memperoleh nilai rata-rata 50,00 sedangkan setelah penerapan metode simulasi pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 76,67. Pada siklus I, siswa menjadi suka pelajaran IPS, memiliki keberanian mengungkapkan pendapat dan bertanya kepada guru. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan (1) guru hendaknya meningkatkan pelaksanaan simulasi jual beli, baik dalam tempat maupun media yang digunakan; (2) sekolah hendaknya menyediakan sarana dan prasarana pendukung proses belajar mengajar atau mengalokasikan dana untuk pembuatan media pembelajaran; (3) peneliti lanjut hendaknya meneliti tentang penerapan metode lain dalam pembelajaran IPS atau penerapan metode simulasi dalam mata pelajaran lain selain IPS.

Kajian tentang problem based learning (PBL) terhadap hasil belajar dan keterampilan pemecahan masalah siswa kelas XI SMAN 7 Malang pada materi pokok larutan penyangga / Sri Oktafia Setyaningsih

 

ABSTRAK Setyaningsih, Sri Oktafia. 2008. Kajian Tentang Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar dan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa Kelas XI SMAN 7 Malang Pada Materi Pokok Larutan Penyangga. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed, Ph.D (II) Drs. H. Parlan, M.Si Kata kunci: problem based learning, hasil belajar, keterampilan pemecahan masalah Pembelajaran kimia SMA merupakan kerangka dasar untuk siswa memahami Ilmu Kimia yang diperoleh dan dikembangakan berdasarkan eksperimen yang membutuhkan keterampilan serta penalaran. Pergeseran paradigma pendidikan dari behaviorisme menuju konstruktivisme mewarnai aspek-aspek dalam pembelajaran kimia, yang salah satunya adalah model pembelajaran. Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang menerapkan prinsip dan nilai konstruktivistik, yang tidak hanya memperhatikan produknya namun juga memperhatikan prosesnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar dan keterampilan pemecahan masalah siswa yang diajar menggunakan model PBL dan konvensional, serta untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaan model PBL. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dengan postes dan deskriptif kuantitatif. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas XI SMAN 7 Malang semester 2 tahun pelajaran 2008/2009. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas dengan perlakuan yang berbeda yaitu kelas eksperimen menggunakan model Problem Based Learning dan kelas kontrol dengan cara konvensional (ceramah). Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji-t yang sebelumnya telah di uji normalitas, homogenitas, dan uji kesamaan rata-rata. Penelitian ini dilakukan pada bulan maret sampai april 2009 di SMAN 7 Malang. Instrumen yang dalam penelitian antara lain: RPP, LKS, soal tes, angket, dan lembar observasi keterampilan pemecahan masalah. Instrumen yang digunakan sebelumnya telah divalidasi oleh validator yaitu dua Dosen FMIPA UM dan satu guru Kimia SMAN 7 Malang. Untuk soal tes dilanjutkan dengan melakukan uji coba pada siswa yang telah mempelajari materi pokok larutan penyangga. Hasil uji coba soal tes menyatakan bahwa dua nomor soal tidak valid sehingga perlu dilakukan perbaikan, dan soal tes dinyatakan reliabel dengan α lebih besar dari rtable yaitu 0,82 > 0,423. Hasil penelitian menunjukkan: (1) adanya perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan model PBL dan siswa yang diajar dengan metode konvensional. Rata-rata hasil belajar kelas eksperimen 78,7 dengan standart devisiasi 5,98 dan 91,9% ketutasan, sedangkan kelas kontrol rata-ratanya 72,3 dengan standart devisiasi 4,4 dan 75,7% ketutasan. (2) Keterampilan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen dan kelas kotrol berbeda dengan rata-rata hasil observasi berturut-turut adalah 73,8% dan 33,4%. (3) Siswa senang diajar dengan model PBL, tampak dari hasil angket yang disebarkan diperoleh 41% sangat setuju, 51% setuju, dan 8% tidak setuju memberikan tanggapan pembelajaran dengan menggunakan model PBL. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan PBL dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran, hasil belajar, dan keterampilan pemecahan masalah siswa dalam bidang kimia khususnya pada meteri larutan penyangga. Oleh sebab itu disarankan bahwa PBL dapat diterapkan pada pembelajaran kimia materi pokok larutan penyangga atau materi kimia lainnya. KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan ke Hadirat Alloh SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayahNya, sehingga skripsi yang berjudul “Kajian Tentang Perbadaan Hasil Belajar dan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa Kelas XI SMAN 7 Malang Yang Diajar Menggunakan Model Problem-Based Learning (PBL) Pada Materi Pokok Larutan Penyangga” bisa terselesaikan. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi S1 Pendidikan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis tidak terlepas dari bantuan dan dukungan berbagai pihak. Untuk itu penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Drs. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed., Ph.D selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan selama penelitian dan penyusunan skripsi. 2. Drs. H. Parlan, M.Si selaku dosen pembimbing II yang telah membimbing penulis dalam menyusun skripsi. 3. Dr. Sutrisno, M.Si, selaku penguji utama yang telah memberikan saran dan kritiknya terhadap penulisan skripsi ini. 4. Dra. Susy Tjahjawati selaku guru bidang studi Kimia kelas XI SMAN 7 Malang yang telah memberi masukan, ijin, kesempatan dan kepercayaan kepada penulis untuk melakukan penelitian. 5. Drs. Mahmudi, M.Si dan Drs. Supardjito selaku validator yang telah berkenan memberikan penilaian, kritik, dan saran pada instrumen penelitian. 6. Drs. Prayitno, M.Pd selaku Ketua Jurusan Kimia FMIPA dan Dra. Hayuni Retno Widarti M.Si selaku dosen Penasehat Akademik yang telah memberi kemudahan bagi penulis selaku anak INPUT selama kuliah di UM. 7. Siswa-siswi kelas XI IPA-1, XI IPA-2, dan XI IPA-3 SMAN 7 Malang yang telah banyak membantu penulis selama PPL dan penelitian. 8. Ayah, Ibu, Kakak dan Adik-adik tercinta yang senantiasa membantu, menghibur, dan mendo’akan penulis dengan tulus tanpa henti. 9. Seseorang yang sejak tahun 2005 dengan sabar dan setia mendampingiku dalam hidup dan berkarya. Terima kasih atas nasehat, semangat, motivasi, perhatian dan do’anya yang selama ini tulus diberikan kepada penulis. 10. Teman-teman sekerja di FK UNISMA terima kasih atas kerjasama, do’a, dan dukungannya. Pak Bambang selaku Kepala TU yang telah banyak memberi dukungan, motivasi dan keyakinan, serta membantu penulis dalam kelancaran kerja dengan kuliah. 11. Teman-teman INPUT dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan di kesempatan ini, terima kasih banyak dukungannya. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran demi kesempurnaan skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca, pendidikan, dan masyarakat. Malang, Agustus 2009 Penulis DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK i KATA PENGANTAR iii DAFTAR ISI v DAFTAR TABEL vii DAFTAR GAMBAR viii DAFTAR LAMPIRAN ix BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang 1 B. Rumusan Masalah 6 C. Tujuan Penelitian 6 D. Hipotesis Penelitian 7 E. Manfaat Penelitian 7 F. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian 8 G. Definisi Operasional 8 BAB II KAJIAN PUSTAKA 10 A. Pembelajaran Konstruktivisme Dalam Ilmu Kimia 10 B. Pembelajaran Dengan Problem Based Learning (PBL) 12 C. Keterlaksanaan PBL Dalam Pembelajaran Kimia 16 D. Keterampilan Pemecahan Masalah 19 E. Hasil Belajar Larutan Penyangga 21 F. Meteri Pokok Larutan Penyangga 23 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 27 A. Rancangan Penelitian 27 B. Variabel Penelitian 28 C. Populasi dan Sampel 29 D. Instrumen Penelitian 30 E. Teknik Pengumpulan Data 38 F. Teknik Analisis Data 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 48 A. Hasil Penelitian 48 1. Deskripsi Keterlaksanaan RPP 48 2. Deskripsi Data Hasil Observasi Keterampilan Pemecahan Masalah 56 3. Deskripsi Data Hasil Belajar 61 4. Deskripsi Data Angket Tanggapan Siswa 78 B. Pembahasan 79 1. Keterlaksanaan Proses Pembelajaran 79 2. Keterampilan Pemecahan Masalah 82 3. Hasil Belajar 84 4. Tanggapan Siswa 87 BAB V PENUTUP 88 A. Kesimpulan 88 B. Saran 89 DAFTAR RUJUKAN 90 PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN 93 LAMPIRAN 94 RIWAYAT HIDUP 218 DAFTAR TABEL Tabel Halaman 2.1 Sintaks Problem Based Learning (PBL) 13 2.2 Penerapan Model PBL Pada Materi Pokok Larutan Penyangga 18 2.3 Aspek Kognitif Dari Hasil Belajar 22 2.4 Data Standart Kompetensi dan Kompetensi Dasar 24 3.1 Rancangan Penelitian 28 3.2 Komposisi Variabel 29 3.3 Rincian RPP 30 3.4 Kriteria Reliabilitas Butir Soal 33 3.5 Kriteria Taraf Kesukaran Butir Soal 34 3.6 Kriteria Daya Beda Butir Soal 34 3.7 Jenis Data dan Teknik Pengumpulan Data 39 3.8 Kriteria Tanggapan Siswa 40 3.9 Ringkasan Analisis Data 46 4.1 Keterlaksanaan Tahap PBL Dalam Penelitian 48 4.2 Hasil Rancangan Penyelidikan Siswa 51 4.3 Data Rincian Nilai Kognitif Siswa 72 4.4 Data Hasil Belajar Kognitif Siswa 72 4.5 Hasil Uji Normalitas Data Kemampuan Awal Siswa 73 4.6 Hasil Uji Homogenitas Data Kemampuan Awal Siswa 74 4.7 Hasil Uji-t Kemampuan Awal Siswa 74 4.8 Hasil Uji Normalitas Data Hasil Belajar Kognitif Siswa 75 4.9 Hasil Uji Homogenitas Data Hasil Belajar Kognitif Siswa 75 4.10 Hasil Uji-t Hasil Belajar Kognitif Siswa 76 4.11 Rincian Tanggapan Siswa Terhadap Model PBL 78 DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 4.1 Grafik Keterlaksanaan RPP 56 4.2 Grafik Kemampuan Siswa Menggunakan Proses Berfikir Dasar 57 4.3 Grafik Kemampuan Siswa Mengumpulkan Fakta Yang Terkait Dengan Masalah 58 4.4 Grafik Kemampuan Siswa Mencari Informasi Lain Yang Diperlukan 58 4.5 Grafik Kemampuan Siswa Memberikan Saran Berbagai Alternatif Pemecahan Masalah 59 4.6 Grafik Kemampuan Siswa Memperkirakan dan Memilih Cara Pemecahan Masalah 60 4.7 Grafik Persentase Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa 60 4.8 Grafik Keaktifan Siswa Merespon 62 4.9 Grafik Kehadiran Siswa 63 4.10 Grafik Kerapian Siswa Mengerjakan LKS 64 4.11 Grafik Ketepatan Siswa Mengumpulkan Tugas 65 4.12 Grafik Kemampuan Siswa Melakukan Kerjasama Kelompok 66 4.13 Grafik Kemampuan Siswa Menjawab Pertanyaan Dalam Diskusi dan Presentasi 67 4.14 Grafik Kemampuan Siswa Mengambil Data 68 4.15 Grafik Kemampuan Siswa Merumuskan Kesimpulan 69 4.16 Grafik Keterampilan Siswa Dalam Bekerja 69 4.17 Grafik Kebersihan dan Kerapian Siswa Dalam Melakukan Penyelidikan 70 4.18 Grafik Ketepatan Siswa Membuat Hasil Karya 71 4.19 Grafik Tingkatan Berpikir Siswa 77 4.20 Data Pengolahan Data Angket Tanggapan Siswa 78 4.21 Grafik Persentase Tanggapan Siswa Terhadap Model PBL 79 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1. Silabus Pembelajaran 94 2. Peta Konsep Larutan Penyangga 96 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 97 4. Artikel Larutan Penyangga 112 5. Hand Out 115 6. Lembar Kerja Siswa (LKS) 130 7. Soal dan Jawaban Kuis 138 8. Angket Tanggapan Siswa 141 9. Kisi-Kisi dan Kartu Soal Tes Larutan penyangga 143 10. Hasil Validasi Isi Soal Tes Ulangan Harian 150 11. Deskripsi Hasil Validitas dan Reliabilitas Uji Coba Soal Tes 156 12. Perhitungan Daya Beda Soal Tes 159 13. Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Tes 161 14. Hasil Observasi Keterampilan Pemecahan Masalah Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 162 15. Hasil Observasi Afektif Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 174 16. Hasil Observasi Psikomotor Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 186 17. Keterangan dan Rubrik Penilaian Lembar Observasi 198 18. Daftar Nilai Afektif 201 19. Daftar Nilai Psikomotor 203 20. Daftar Nilai Kognitif 205 21. Daftar Nilai Hasil Belajar 207 22. Daftar Nilai Kemampuan Awal 209 23. Analisis Data Kemampuan Awal Siswa dan Hasil Belajar Kognitif Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 210 24. Data Rekapitulasi Angket Tanggapan Siswa. 213 25. Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 215 26. Dokumentasi Penelitian 217

Studi survey perilaku konsumen restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken di Kota Malang / I Wayan Sumarsa

 

ABSTRAK Sumarsa, I Wayan. 2009. Studi Survey Perilaku Konsumen Restoran Cepat Saji Kentucky Fried Chicken di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Amat Nyoto, M. Pd, (II) Dra. Nurul Aini, M. Pd. Kata Kunci: Restoran Cepat Saji, Kentucky Fried Chicken Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui faktor internal yang mempengaruhi perilaku konsumen restoran cepat saji KFC di kota Malang yang meliputi: motivasi, gaya hidup, pembelajaran, persepsi, dan sikap, (2) mengetahui faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku konsumen restoran cepat saji KFC di kota Malang yang meliputi: keluarga, sumber komersial, sumber informal, kelas sosial, dan budaya. Rancangan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling aksidental dengan jumlah sampel sebanyak 96 orang dari total populasi. Penelitian ini menggunakan angket sebagai instrumen dalam pengumpulan data. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) 43,6% konsumen pergi ke restoran KFC yaitu untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum, (2) hal yang paling mendorong konsumen sehingga memilih KFC yaitu pelayanannya cepat dan ramah dengan persentase 42,7%, (3) mayoritas konsumen pergi ke KFC bersama teman/kelompok dengan persentase 65,6%, (4) berdasarkan pengalaman 58,3% responden menyatakan setuju setiap memilih tempat makan yang teringat dalam pikiran konsumen adalah KFC, (5) konsumen memberikan tanggapan yang baik terhadap produk KFC dengan persentase 66,7%, (6) tanggapan konsumen terhadap pelayanan KFC termasuk katagori baik dengan persentase 78,1%, (7) tanggapan konsumen terhadap suasana KFC termasuk katagori cukup baik dengan persentase 56,2%, (8) konsumen menyatakan sumber komersial berpengaruh dengan persentase 44,8%, (9) konsumen menyatakan sumber informal cukup berpengaruh dengan persentase 41,7%, (10) 60,4% konsumen menyatakan rasa makanan di KFC cukup sesuai dengan selera konsumen, (11) 56,2% responden menyatakan makan di KFC tidak membudaya dalam kehidupan konsumen. Kesimpulan penelitian ini yaitu (1) faktor internal yang mempengaruhi perilaku konsumen disebabkan oleh adanya kebutuhan fisiologis, kesamaan gaya hidup, respon positif konsumen terhadap pengalamannya, serta tanggapan dan sikap positif konsumen terhadap produk dan jasa KFC, (2) faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku konsumen disebabkan oleh persepsi konsumen mengenai KFC yang diperkuat oleh keluarga, sumber komersial, serta sumber informal. Saran dari penelitian ini yaitu restoran KFC diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan serta membuat menu baru yang lebih sesuai dengan selera konsumen.

Kontribusi kecerdasan emosi terhadap stres istri prajurit / Anggraini Rizki Mei Wulansari

 

ABSTRAK Wulansari, Anggraini Rizki Mei. 2009. Kontribusi Kecerdasan Emosi Terhadap Stres Istri Prajurit. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si (II) Ika Andrini Farida, S.Psi, M.Psi. Kata kunci : Kecerdasan Emosi, Stres, Istri Prajurit Sebagai istri prajurit harus bersiap dalam menghadapi kemungkinan suami bertugas di daerah operasi/konflik. Kepergian suami ke daerah tugas, membuat tanggung jawab istri bertambah. Kecemasan akan nasib suami juga dapat menyebabkan istri tertekan yang menyebabkan emosi tidak stabil dan akhirnya dapat mengalami stres. Dalam keadaan yang tidak menyenangkan ini, seorang istri dapat mengurangi stres dengan memaksimalkan penggunaan ketrampilan emosi diri yang biasa disebut Kecerdasan Emosi. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui kecerdasan emosi yang dimiliki istri prajurit, (2) Mengetahui stres yang dialami istri prajurit, dan (3) Mengetahui Hubungan antara kecerdasan emosi dan stres istri prajurit, dan (4) Mengetahui ada kontribusi kecerdasan emosi terhadap stres pada istri prajurit. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara random sampling. Populasi dalam penelitian adalah istri prajurit yang pernah ditinggal suami bertugas kedaerah operasi (maksimal 2 kali bertugas) sebanyak 160 orang, dengan sampel sebanyak 40 orang istri prajurit yang pernah ditinggal suami bertugas kedaerah operasi. Subyek mengisi skala kecerdasan emosi dan skala stres. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis korelasi dan analisis regresi linier sederhana. Data hasil penelitian di analisis dengan teknik deskriptif, korelasi dan regresi linier sederhana. Hasil dari analisis deskriptif adalah secara umum, istri prajurit yang pernah ditinggal bertugas oleh suami ke daerah operasi memiliki tingkat kecerdasan emosi yang tergolong tinggi yaitu dengan prosentase sebesar 57,5% (23 orang) dan stres yang tergolong rendah sebanyak 52,5% (51 orang). Dari analisis korelasi di dapatkan koefisien korelasi atau keeratan hubungan (r) = -0,553 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Ini berarti signifikan dan hubungan yang terjadi adalah negatif. Sedangkan dari analisis regresi sederhana penelitian menunjukkan bahwa besarnya kontribusi kecerdasan emosi terhadap stres istri prajurit ditunjukkan R2 = 0,306. Nilai tersebut berarti bahwa ada kontribusi kecerdasan emosi terhadap stres istri prajurit dalam menghadapi penugasan suami kedaerah konflik sebesar 30,6 %, sedangkan 69,4 % lainnya dipengaruhi oleh faktor – faktor lain yang mempengaruhi stres. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan kepada: (1) Bagi istri prajurit agar dapat memanfaatkan kecerdasaan emosi yang dimiliki untuk menjadi benteng bagi diri ketika dalam keadaan menekan atau stres muncul dalam kehidupannya ketika suami bertugas, (2) Bagi prajurit diharapkan dapat membantu mengembangkan kecerdasan emosi istri, (3) Bagi TNI AD menyediakan pusat informasi tentang bagaimana kondisi prajurit di medan operasi, dan (4)Bagi mahasiswa, diharapkan dapat mengembangkan penelitian tentang aspek kecerdasan emosi dan stres dengan menggunakan teori lain dan metode yang berbeda, seperti kualitatif. Atau menggunakan subyek yang berdeda dalam ruang lingkup yang sama.

Perancangan media promosi SMK Negeri 7 Malang / Ali Rahman Yusfa

 

ABSTRAK Yusfa, Ali Rahman. 2009. Perancangan Media Promosi SMK Negeri 7 Malang. Skripsi Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Pujiyanto, M.Sn, (II) Drs. Ponimin, M.Hum Kata kunci : Media promosi, Perancangan, Sekolah Menengah Kejuruan. Dewasa ini pilihan untuk bersekolah di sekolah kejuruan semakin tinggi. Pemerintah pun terus memberikan perhatian terhadap perkembangan program – program keahlian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hal ini membuat para pengembang lembaga pendidikan untuk menyusun strategi pemasaran yang tepat dan efektif, guna menumbuhkembangkan citra yang baik di mata masyarakat dengan melalui perancangan media promosi. Sebagai salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri di kota Malang, SMK Negeri 7 Malang perlu memanfaatkan media promosi untuk menghadapi persaingan antar lembaga pendidikan dalam menarik minat audience untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ke sekolah menengah atas. Tujuan perancangan ini adalah menghasilkan media promosi yang berdasarkan metode, prosedur, dan hasil perancangan pada Media Lini Atas (Above The Line) yaitu iklan koran, baliho, poster, spanduk, vertical banner dan x-banner dan Media Lini Bawah (Below The Line) berupa brosur dan buku saku disertai dengan metode, prosedur, dan hasil perancangan. Model perancangan ini diawali dari pengidentifikasian tujuan dari penulisan yang tentunya terkait dengan latar belakang pembuatannya, yang dilanjutkan dengan kegiatan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threat) dengan membandingkan data yang diperoleh melalui wawancara dan observasi kemudian ditarik kesimpulan. Adapun fokus perancangan ini yaitu: (1) konsep perancangan komunikasi visual (2) proses perancangan (3) bentuk perancangan media komunikasi visual. Penelitian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yakni (1) tahap persiapan (2) tahap pelaksanaan (3) dan tahap penyusunan laporan perancangan. Hasil akhir dari laporan perancangan ini adalah perancangan media promosi SMK Negeri 7 Malang sebagai media promosi dengan bentuk visualisasi yang sesuai dengan ciri khas warna, ilustrasi, fotografi, tipografi serta media yang digunakan. Saran yang dapat diajukan, yaitu untuk dapat meningkatkan dan kemudian mempertahankan citra positif dari SMK Negeri 7 Malang, maka penggunaan perancangan media promosi merupakan suatu solusi yang tepat. i

Penerapan pembelajaran problem based learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan hasil belajar biologi materi pencemaran pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Malang / Mariana Banurea

 

Kata kunci: Problem Based Learning (PBL), kemampuan berpikir dan hasil belajar Berdasarkan observasi awal dan wawancara dengan guru biologi di SMP Negeri 3 Malang diperoleh informasi bahwa metode belajar yang digunakan di sekolah selama ini sebagian besar masih menggunakan metode ceramah sehingga kurang memberdayakan kemampuan berpikir yang mengakibatkan hasil belajar siswa menjadi rendah. Untuk mengatasi hal tersebut diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu model dalam pembelajaran yang membantu siswa untuk menemukan masalah dari suatu peristiwa yang nyata. Siswa akan lebih aktif dalam proses pembelajaran dan mampu mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan hasil belajar siswa kelas VII.2 pada mata pelajaran biologi. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan 2 siklus, setiap siklus terdiri atas 4 tahap pembelajaran yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII.2 semester gasal SMP Negeri 3 Malang tahun ajaran 2008/2009. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Lembar observasi, LKS, Soal tes dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan hasil belajar siswa. Kemampuan berpikir siswa dapat diketahui dari nilai tingkat keberhasilan kemampuan bertanya dan menjawab siswa. Skor kemampuan bertanya siswa dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 35,84% dan skor kemampuan menjawab siswa dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 24,67%. Hasil belajar siswa dapat diketahui dari aspek kognitif dan aspek afektif siswa. Pada aspek kognitif mengalami peningkatan yaitu jumlah keseluruhan siswa yang tuntas belajar pada siklus I mencapai 30 siswa (66,66%) pada siklus II mencapai 44 siswa (97,78%). Kenaikan ketuntasan hasil belajar aspek kognitif siswa dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 31,12%. Pada aspek afektif mengalami peningkatan yaitu pada siklus I siswa kelas VII 2 mencapai ketuntasan hasil belajar aspek afektif sebesar 84,29% dengan kategori baik (A), sedangkan pada siklus II mencapai ketuntasan belajar aspek afektif sebesar 96,59% dengan kategori baik (A). ketuntasan hasil belajar aspek afektif siswa kelas VII 2 antara siklus I dan siklus II sudah mencapai ketuntasan belajar secara keseluruhan, dan mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 12,3%. iii Dari hasil penelitian ini disarankan sebaiknya guru meminta siswa untuk menuliskan pertanyaannya dikertas bagi siswa yang belum sempat mengutarakan pertanyaan pada saat diskusi kelas dan pertanyaan tersebut akan dijawab bersama pada pertemuan selanjutnya serta hasil jawaban Lembar Kerja Siswa (LKS) dapat digunakan sebagai skor kontribusi dalam menetapkan nilai akhir.

Pengaruh brand equity terhadap keputusan pembelian pelembab Pond's White Beauty (studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Jevti Novitawati

 

ABSTRAK Novitawati, Jevti. 2009. Pengaruh Brand Equity terhadap Keputusan Pembelian Pelembab Pond’s White Beauty (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Konsentrasi Pemasaran. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. F. Danardana Muwarni, M.M., (II) Sama Titis Sinta Dewi, S.P., M.M. Kata Kunci: Brand Equity, Keputusan Pembelian Dalam menjaga persaingan dan terus mempertahankan pangsa pasar, setiap produk tidak terkecuali Pelembab Pond’s White Beauty dan perusahaan harus terus dapat meningkatkan kualitas produk dan ekuitas merek (brand equity). Kondisi ini disamping sebagai upaya pengembangan pasar, juga sebagai nilai daya saing terhadap produk-produk baru yang muncul tidak terduga. Karena itu brand equty yang meliputi loyalitas merek, kesadaran merek, kualitas merek dan kesan merek harus tetap diciptakan dalam mempertahankan dan meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran brand equity pelembab Pond’s White Beauty pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, mengetahui gambaran keputusan pembelian terhadap pelembab Pond’s White Beauty pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial brand equity yang terdiri dari loyalitas merek, kesadaran merek, kualitas merek dan kesan merek terhadap keputusan pembelian pelembab Pond’s White Beauty pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dan mengetahui brand equity manakah yang berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian pelembab Pond’s White Beauty pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi variabel bebas yakni loyalitas merek (X1), kesadaran merek (X2), kualitas merek (X3) dan kesan merek(X4), sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian (Y). Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian korelatif deskriptif dengan populasi mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Negeri Malang dan sampel 73 responden yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Dengan menggunakan instrumen berupa angket atau kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa: Bahwa (a) secara keseluruhan kondisi atau gambaran brand equity meliputi loyalitas merek, kesadaran merek, kualitas merek dan kesan merek pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM) berada pada posisi mendukung terhadap keputusan pembelian pelembab Pond’s White Beauty; (b) Gambaran keputusan pembelian terhadap pelembab Pond”s White Beauty pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM) berada pada kondisi yang sangat baik dalam membentuk brand equity pelembab Pond”s White Beauty; (c) secara bersama- sama (simultan) variabel bebas yang terdiri dari loyalitas merek (X1), kesadaran merek (X2), kualitas merek (X3), kesan merek (X4), berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian Pelembab Pond’s White Beauty (Y) pada mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM); (d) bahwa: (1) iii secara parsial variabel loyalitas merek berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian (Y) pelembab Pond’s White Beauty; (2) secara parsial variabel kesadaran merek tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian (Y) pelembab Pond’s White Beauty; (3) secara parsial variabel kualitas merek berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian (Y) pelembab Pond’s White Beauty; dan (4) secara parsial variabel kesan merek berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian (Y) pelembab Pond’s White Beauty, pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM); (e) variabel brand equity untuk loyalitas merek memiliki sumbangan efektif lebih besar dibanding variabel lain (kesadaran merek, kualitas merek dan kesan merek), yaitu 29,05% dalam mempengaruhi keputusan pembelian terhadap pelembab Pond’s White Beauty pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM). Dari hasil penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa secara parsial pada variabel brand equity untuk kesadaran merek seyogyanya perlu ditingkatkan oleh perusahaan produk Pond’s White Beauty, karena aspek ini sama sekali tidak berpengaruh dan mendorong keputusan pembelian konsumen terhadap produk kecantikan ini. Atau secara khusus untuk aspek loyalitas merek, yang memiliki pengaruh paling dominan dalam mencipatkan brand equity maupun keputusan pembelian terhadap produk pelembab Pond’s White Beauty, sebisa mungkin untuk bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan sebagai upaya pencipataan ekiutas merek yang berbasis konsumen. Sehingga aspek ini bisa dijadikan modal terbesar dalam penjagaan fluktuasi pasar dan penjualan yang tidak akan terpengaruh oleh pesaing baru. iv

Pengembangan VCD pembelajaran teknik dasar passing dan stopping permainan sepakbola pada siswa kelas VII SMP negeri 3 Malang / Khoirul Anwar

 

ABSTRAK Anwar, Khoirul. 2009. Pengembangan VCD Pembelajaran Teknik Dasar Passing dan Stopping Permainan Sepakbola pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Heru Widijoto, M.S., (II) Drs. H. Mahmud Yunus, M.Kes. Kata kunci: pengembangan, media, VCD, passing dan stopping, sepakbola. Passing dan stopping adalah teknik dasar yang sangat penting dalam permainan sepakbola, dengan menggunakan teknik dasar tersebut dengan baik maka akan tercipta permainan yang menarik. Agar siswa dapat bermain sepakbola dengan baik dan benar, dibutuhkan tidak hanya sekedar penjelasan dari guru saja akan tetapi sangat membutuhkan banyak variasi dari guru, misalnya penggunaan media pembelajaran. dengan adanya variasi-variasi tersebut diharapkan siswa lebih cepat memahami dan menguasai teknik dasar permainan sepakbola. Tujuan penelitian pengembangan VCD pembelajaran teknik dasar passing dan stopping ini adalah sebagai variasi media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam penyampaian pembelajaran, dan juga untuk lebih mempercepat siswa dalam pemahaman dan penguasaan teknik dasar permainan sepakbola. Prosedur pengembangan VCD pembelajaran teknik dasar passing dan stopping permainan sepakbola melalui tahap-tahap sebagai berikut: 1) melakukan penelitian pendahuluan (analisis kebutuhan), 2) merencanakan pengembangan (rancangan produk), 3) mengembangkan bentuk produk awal, 4) melakukan uji coba produk, 5) melakukan revisi produk, 6) mengkaji produk yang telah direvisi. Lokasi penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Malang. Sasaran pebelajar adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Malang. Subyek uji coba terdiri dari 1) tinjauan ahli, terdiri dari 4 orang ahli yaitu seorang ahli media, dua orang ahli sepakbola dan seorang ahli pembelajaran, 2) uji kelompok kecil adalah menggunakan 12 siswa kelas VII yang diambil secara random sampling, 3) uji lapangan adalah menggunakan 36 siswa kelas VII SMP Negeri 3 Malang. Dari pengembangan dan prosedur yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan bahwa VCD pembelajaran teknik dasar passing dan stopping permainan sepakbola pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Malang dapat digunakan. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan ini, disarankan agar dilakukan uji coba secara berulang-ulang pada subyek yang lebih besar dan diharapkan dapat disosialisasikan kepada Sekolah Menengah Pertama dan lembaga pendidikan terkait. Hasil pengembangan ini hanya sampai tersusun sebuah produk, belum sampai pada uji tingkat efektivitas produk yang dikembangkan, jadi sebaiknya dilanjutkan pada penelitian mengenai efektivitas produk yang dikembangkan. Penelitian sebatas mengembangkan teknik dasar passing dan stopping permainan sepakbola, diharapkan adanya penelitian pengembangan tentang teknik passing dan stopping lanjutan pada sepakbola.

Penerapan model pembelajaran mind mapping untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa kelas VA SDN Percobaan I Malang pada mata pelajaran IPS / Noor Jehhan

 

Pemilihan model pembelajaran yang cocok dengan materi pembelajaran, maka akan diperoleh suatu pembelajaran yang efektif, sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan akan tercapai dengan baik. Pertanyaan yang muncul adalah Apakah pemilihan model pembelajaran itu harus mutlak diperlukan oleh guru? model merupakan suatu upaya, ataupun langkah-langkah pendekatan untuk mencapai sesuatu tujuan secara optimal. Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dilakukan untuk menghasilkan pembelajaran tersebut tercapai sesuai dengan pendekatan tujuan yang direncanakan. Berdasarkan pada fenomena tersebut di atas, peneliti akan mencoba melakukan suatu penelitian tindakan (action research) yang mengarah pada upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan pendekatan yang lebih mengutamakan proses dari pada hasil belajar. Sehingga hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi anak untuk memecahkan persoalan, berpikir kritis, dan melaksanakan observasi serta menarik kesimpulan. Strategi pembelajaran yang dimaksud adalah model pembelajaran mind mapping. Mengapa harus model pembelajaran mind mapping? Bagaimanakah penerapan model pembelajaran Mind Mapping dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VA SDN Percobaan I Malang tahun pelajaran 2009-2010? Apakah dengan penerapan model pembelajaran mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VA SDN Percobaan I Malang tahun pelajaran 2009-2010? Hasil dari penelitian tindakan yang dilakukan oleh peneliti, menunjukkan bahwa model mind maping sangat efektif dalam meningkatkan prestasi belajar. Hal ini dibuktikan bahwa dari 16 siswa, pada pembelajaran pra tindakan (belum menggunakan model mind mapping) hanya ada 7 siswa (43,75%) yang tuntas. Berikutnya melalui tindakan 1 (siklus 1) meningkat dari 16 siswa yang tuntas ada 14 siswa (87,50%). Tindakan berikutnya pada siklus 2, diperoleh hasil 15 siswa (93,75%) yang tuntas dari 16 siswa yang melakukan kegiatan pembelajaran. Untuk itun berdasarkan catatan penerapan pendekatan mind mapping dalam pembelajaran, maka, (a) pendekatan model pembelajaran mind mapping perlu dikembangkan pada kegiatan belajar mengajar pada semua mata pelajaran, (b) implementasi pendekatan mind mapping memerlukan guru yang kreatif, inovatif dalam proses belajar mengajar di kelas, dan (c) dengan pendekatan model pembelajaran mind mapping dalam kegiatan belajar mengajar, maka diharapkan dampak dari hasil penelitian tidak hanya terfokus pada motivasi belajar siswa, melainkan dapat dikembangkan pada cara berfikir siswa

Pembelajaran seni kerajinan tangan dari limbah bonggol bambu bagi mantan narapidana (di UD. Galeri 76 Jl. Raya Kebon Agung No. 28 Malang Jawa Timur-Indonesia) / Hesti Aviana

 

ABSTRAK Aviana, Hesti. 2009. Pembelajaran Seni Kerajinan Tangan Dari Limbah Bonggol Bambu Bagi Mantan Narapidana (Di UD. Galeri 76 Jalan Raya Kebon Agung No.28 Malang Jawa Timur-Indonesia). Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Lasi Purwito M.S, (II) Drs. H. Nurhadi M.Pd Kata Kunci : Pembelajaran, Kerajinan Tangan, Bonggol Bambu, Mantan Narapidana Mantan narapidana (napi) kurang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat pada umumnya, sehingga mereka menjadi sulit memperoleh pekerjaan. Untuk mengangkat kehidupan bekas pelaku kejahatan tersebut pemilik UD. Galeri 76 memilih mantan napi sebagai tenaga pekerja di galerinya. Di UD. Galeri 76 para pekerja diberi suatu pembelajaran seni kerajinan tangan dari limbah bonggol bambu. Fokus penelitian; Umum: Bagaimana pembelajaran seni kerajinan tangan dari limbah bonggol bambu bagi mantan narapidana yang dilaksanakan di UD. Galeri 76 kebon Agung Malang?. Khusus: a) Apakah tujuan dari pembelajaran seni kerajinan tangan dari limbah bonggol bambu yang dilaksanakan di UD. Galeri 76. b) Metode apakah yang digunakan dalam proses pembelajaran. c) Materi apa saja yang diajarkan kepada peserta didik. d) Jenis kerajinan tangan apa saja yang dapat dikerjakan oleh peserta didik di. e) Siapakah narasumber dari kegiatan pembelajaran seni kerajinan tangan dari limbah bonggol bambu. f) Bagaimanakah cara merekrut mantan napi menjadi pekerja sekaligus peserta didik. g) Alasan merekrut mantan napi menjadi pegawai di UD. Galeri 76. h) Apakah UD. Galeri 76 mengadakan kontrol kualitas terhadap benda kerajinan yang diproduksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Peneliti mendeskripsikan atau menggambarkan dengan kata-kata secara sistematis dan akurat menganai fakta-fakta, sifat serta hubungan antara fenomena yang diteliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan: a) Teknik Observasi atau pengamatan, b) teknik wawancara, dan c) teknik dokumentasi. Seluruh data yang diperoleh dari ketiga teknik tersebut dikumpulkan, kemudian dilakukan reduksi data, pengolahan data, dan penarikan kesimpulan, guna menyusun dan mengabstraksi temuan lapangan. Keabsahan data diuji dengan beberapa metode: a) perpanjangan waktu penelitian, b) ketekunan atau keajegan pengamatan, c) mendokumentasikan hasil wawancara, d) Triangulasi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan alat bantu berupa catatan lapangan dan kamera handphone, dan alat perekam suara dari handphone. Hasil penelitian pembelajaran seni kerajinan tangan dari limbah bonggol bambu bagi mantan napi di UD. Galeri 76 memiliki tujuan pembelajaran adalah untuk membekali para mantan napi agar memiliki keterampilas sebagai modal untuk bekerja, dan menggunakan metode kajian lapangan. Suatu desain yang tengah dikerjakan dapat dikembangkan sesuai dengan imajinasi para pekerja, pemilik galeri menyebut kegiatan pembelajaran dengan istilah instinct spontanitas, dan menggunakan teori Humanisme dalam menjalankan proses pembelajarannya. Narasumber dalam pembelajaran kerajinan tangan tersebut adalah pemilik UD. Galeri 76. Perekrutan mantan napi sebagai pegawai di UD. Galeri 76 adalah dengan cara mengajukan proposal permohonan kepada pimpinan LP untuk menyalurkan napi yang akan habis masa hukumannya dalam waktu dekat. Pemilik galeri tersebut mencari para mantan napi sebagai pegawainya hingga ke kampung-kampung di desa sekitar. Alasannya merekrut mantan napi sebagai pegawai antara lain: a) Membimbing mantan napi agar dapat menjadi narasumber yang berfungsional. b) Membentuk sumberdaya manusia yang berguna dan menjadi tenaga yang profesional sehingga dapat menguntungkan. c) Memberdayakan manusia yang dianggap sebagai sampah masyarakat. Materi yang diajarkan, antara lain; a) Teknik pemilihan bahan baku. b) Teknik pembentukan perkriteria. c) Teknik penyambungan atau modifikasi bahan pembantu. d) Teknik proses kimia. e) Teknik pengeringan. f) Teknik Penghalusan. g) Finishing. Seluruh jenis kerajinan yang didesain dan diajarkan dapat dikerjakan oleh pegawai di galeri selaku peserta didik, antara lain: a) Lampu dinding kupu-kupu. b)Topeng dinding etnik. c) Bebek besar, dan lain-lain. Di UD. Galeri 76 diadakan kontrol kualitas barang kerajinan tangan hasil produksi galeri yang akan dipasarkan. Saran untuk pemilik galeri adalah harus tetap mengikuti perkembangan zaman, teknologi dan memenuhi permintaan pasar akan barang kerajinan yang bernilai seni tinggi tanpa harus menghilangkan ciri khas dari barang-barang yang diproduksi. Kepada para pekerja disarankan untuk dapat meningkatkan kemampuannya dalam berkarya dengan terus belajar dan terus berlatih. Untuk Jurusan PLS disarankan agar jurusan PLS dapat berkembang melalui pemanfaatan limbah serta dapat menggali lebih dalam potensi mahasiswa PLS lebih jauh.

Uji sifat organoleptik chewy candy susu kambing subtitusi susu kedelai / Rika Budhiarti

 

ABSTRAK Budhiarti, Rika. 2009. Uji Sifat Organoleptik Chewy Candy Susu Kambing Subtitusi Susu Kedelai.Tugas Akhir. Progaram Studi D3 Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd., (2) Ir. Budi Wibowotomo, M.Si Kata kunci: chewy candy, susu kambing, susu kedelai, organoleptik. Terbatasnya olahan susu kambing menjadi salah satu penyebab mengapa susu kambing belum memasyarakat. Keterbatasan mengkonsumsi susu kambing juga dikarenakan bau khas (lebus) susu kambing untuk itu pada pengolahan chewy candy dapat disubtitusi dengan susu kedelai. Sebenarnya susu kambing dapat diolah menjadi berbagai olahan sama seperti susu sapi, salah satunya diolah menjadi chewy candy. Chewy candy merupakan salah satu jenis permen berbahan dasar gula, glukosa, mentega, dan susu segar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen tentang pembuatan chewy candy yaitu komposisi susu kambing subtitusi susu kedelai dengan perbandingan yang berbeda yaitu 80%:20%, 60%:40%, dan 40%:60%. Pengamatan dilakukan terhadap sifat organoleptik dan tingkat kesukaan panelis meliputi rasa, warna, tekstur dan flavour. Masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali. Analisis data yang digunakan adalah analisis Sidik Ragam dan apabila ada perbedaan maka dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil uji mutu hedonik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sangat nyata rasa, warna, dan tekstur terhadap chewy candy susu kambing subtitusi susu kedelai dengan perbandingan yang berbeda yaitu 80%:20%, 60%:40%, dan 40%:60%. Skor tertnggi mutu hedonik terdapat pada chewy candy susu kambing subtitusi susu kedelai perbandingan 80%:20% meliputi rasa adalah manis gurih (3.17), sedangkan warna adalah krem kurang coklat (3.47), dan tekstur adalah chewy (3.77). Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kesukaan rasa, warna, tekstur dan flavour terhadap chewy candy susu kambing subtitusi susu kedelai dengan perbandingan yang berbeda yaitu 80%:20%, 60%:40%, dan 40%:60%. Skor tertnggi tingkat kesukaan pada chewy candy susu kambing subtitusi susu kedelai perbandingan 80%:20% meliputi rasa adalah manis gurih (3.02), warna adalah krem kurang coklat sebesar (3.42), tekstur adalah chewy sebesar (3.43), flavour adalah cukup tajam sebesar (3.37). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan aneka olahan chewy candy susu kambing subtitusi kacang-kacangan yang lain selain kedelai, serta penambahan variasi rasa dari rempah-rempah.

Analisis penerimaan pajak daerah dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Malang tahun 2005-2010 / Gery Kurnia Wibawa

 

Kata Kunci: Kontribusi, Efektifitas, Pajak Daerah, Pendapatan Asli Daerah. Pada era otonomi daerah, suatu daerah di tuntut untuk membiayai kegiatan di daerahnya melalui optimalisasi pendapatan asli daerah di antaranya adalah pajak daerah. Pajak daerah merupakan komponen dari pendapatan asli daerah yang mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi suatu daerah dalam penyelenggaraan daerahnya. Disini khususnya kota malang yang kegiatan ekonominya cukup maju karena merupakan kota terbesar ke dua di jawa timur setelah surabaya. Kota malang memiliki potensi yang baik dari segi pajak daerah karena kota ini merupakan kota pendidikan sekaligus kota wisata. Dalam penelitian ini, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut.: (1) seberapa besar kontribusi pajak daerah terhadap PAD tahun 2005-2010? (2) Bagaimana perkembangan PAD tahun 2005-2010? (3) Seberapa besar efektifitas pajak daerah sebagai sumber penerimaan PAD tahun 2005-2010? (4) sumber pajak yang paling potensial memberikan sumbangsih terbesar terhadap PAD?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini dirancang dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kontribusi dan efektivitas (tingkat pencapaian target). Penelitian ini dilakukan di Dinas Pendapatan Asli Daerah (Dispenda) Kota Malang dengan menggunakan data sekunder berupa dokumen. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) Kontribusi pajak daerah terhadap PAD kota malang rata-rata per tahun sebesar 50,40% (2) perkembangan PAD rata-rata pertahun sebesar 15,08% (3) tingkat efektivitas komponen pajak daerah sebesar 99,27% (4) sub pajak daerah yang paling potensial di kota malang pajak penerangan jalan rata-rata pertahun sebesar 50,78%. Adapun saran yang dapat dijadikan pertimbangan dalam mengoptimalkan pajak daerah dalam kaitannya dengan PAD Kota Malang adalah (1) bagi DPRD Kota Malang dapat membuat peraturan perundang-undangan dan menetapkan kebijakan yang mendukung pengelolaan pajak daerah Kota Malang. (2) bagi dispenda agar berperan aktif dalam mendorong penerimaan pajak daerah melalui beberapa upaya seperti diskusi dengan wajib pajak, terutama yang banyak menunggak dan memberikan pengertian mengenai pentingnya pajak daerah untuk kelancaran pembangunan dan pelaksanaan kegiatan pemerintah. (3) bagi peneliti lain agar menggunakan beberapa lokasi sehingga hasil analisis yang dilakukan bisa lebih halus, rasional dan terpercaya untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih baik.

Hubungan self-esteem, kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 1 Lawang / Ristalia Agustin Yuliasari

 

ABSTRAK Yuliasari, Ristalia Agustin. 2009. Hubungan Self-Esteem, Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional dan Motivasi Berprestasi dengan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akuntansi di SMA Negeri 1 Lawang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Eka Ananta Sidarta, SE., M.M, Ak, (II) Makaryanawati, SE., M.Si, Ak,. Kata kunci: Self-Esteem, Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional, Motivasi Berprestasi, Prestasi Belajar Tidak semua siswa yang memiliki IQ tinggi menunjukkan prestasi belajar yang tinggi pula. Fenomena seperti ini dikenal dengan istilah underachievement. Ciri-ciri siswa yang underachievement yaitu memiliki self-esteem yang rendah, kurang merasa berharga untuk tampil di depan teman-teman dan keluarga, pasif, tidak memiliki motivasi berprestasi dan menghindari resiko. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara self-esteem, kecerdasan Intelektual (IQ), kecerdasan emosional, dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi SMA Negeri 1 Lawang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Variabel dalam penelitian ini adalah Self-Esteem (X1), Kecerdasan Intelektual (IQ) (X2), Kecerdasan Emosional (X3) dan Motivasi Berprestasi (X4) dengan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akuntansi di SMA Negeri 1 Lawang (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Lawang tahun ajaran 2008/2009 yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah keseluruhan adalah 201 siswa dan jumlah sampelnya adalah 127 siswa yang diperoleh dengan menggunakan teknik propotional random sampling. Teknik analisa data dengan analisis deskriptif dan analisis korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) terdapat hubungan yang signifikan antara self-esteem dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 1 Lawang. (2) terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan Intelektual dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 1 Lawang. (3) terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 1 Lawang. (4) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 1 Lawang Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diajukan adalah : Bagi siswa kelas XI IS hendaknya berusaha untuk dapat mengelola emosinya lagi agar dapat meningkatkan kecerdasan emosional yang dimilikinya terutama dalam hal berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain. Dengan dapat mengendalikan dan mengelola emosi, dapat membantu keberhasilan siswa baik dalam bidang akademis maupun non akademis. Bagi peneliti lain yang hendak melakukan penelitian di bidang yang sama khususnya pada variabel kecerdasan emosional, Lebih baik fokus pada cara pengelolaan emosi siswa. Karena sebagian besar siswa masih kurang dalam hal pengelolaan emosinya. Untuk memudahkan penelitian selanjutnya khususnya dalam hal penyusunan skor, peneliti dapat mengelompokkan soal dalam angket berdasarkan pernyataan positif dan pernyataan negatif.

Sistem administrasi penjualan tiket bis menggunakan borland delphi dan microsoft access / Obby Natanael Sunarya

 

Pengaruh informasi arus kas, komponen arus kas serta laba akuntansi terhadap return saham (studi kasus pada perusahaan LQ 45 yang listing di BEI) / Ria Kurniasari Utami

 

ABSTRAK Utami, Ria Kurniasari. 2009. Pengaruh Informasi Arus Kas, Komponen Arus Kas serta Laba Akuntansi terhadap Return Saham (Studi Kasus pada Perusahaan LQ 45 yang listing di BEI). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) DR. Sunaryanto, M. ED, (2) Drs. Cipto Wardoyo, SE, M.Si, Ak., Kata Kunci: Total Arus Kas, Komponen Arus Kas, Laba Akuntansi dan Return Saham Informasi yang bersumber dari laporan keuangan dianggap sebagai informasi yang relevan yang dapat dipergunakan oleh investor dalam pengambilan keputusan dalam berinvestasi. Adapun salah satu parameter kinerja perusahaan yang menjadi perhatian utama investor adalah informasi mengenai laba. Konsep laba ini dianggap sebagai suatu sarana prediktif yang membantu dalam meramalkan laba dan peristiwa-peristiwa ekonomi di masa depan. Namun seiring perkembangan yang terjadi, investor mulai meragukan akurasi dan obyektifitas informasi laba akuntansi karena komponen akrualnya, sehinggga untuk analisis investasi, telah terjadi pergeseran secara perlahan pada penekanan dari konsep laba ke suatu konsep arus kas. Dimana informasi arus kas ini berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas yang lebih mencerminkan likuiditas dari pada informasi laba akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh informasi arus kas dan laba akuntansi sehingga informasi tersebut dapat mempengaruhi besarnya return saham baik secara parsial maupun secara simultan. Populasi yang digunakan adalah semua perusahaan LQ 45 yang listing di BEI periode 2004-2008, dimana dari populasi tersebut terpilih 29 perusahaan sebagai sampel yang dipilih berdasarkan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan cara dokumentasi data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan Indonesian Capital Market Directory. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS. Uji yang digunkan adalah Uji F dan Uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel Arus Kas Operasi (AKO), Arus Kas Investasi (AKI), Arus Kas Pendanaan (AKP) terhadap return saham. Sedangkan untuk variabel Laba Akuntansi (LAKT) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Berdasarkan penelitian ini maka akan disarankan dalam penelitian lebih lanjut untuk menambah variabel bebas yang lain yang dapat diindikasikan berpengaruh terhadap return saham dan meneliti jenis perusahaan lain. Bagi investor penelitian ini dapat dijadikan gambaran tentang pengaruh AKO, AKI, AKP dan LAKT terhadap return saham sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat.

Implementasi pembelajaran mata diklat produktif mengolah makanan continental pada program keahlian restoran di SMK Negeri I Turen / Sandrawati Sasmita

 

ABSTRAK Sasmita, Sandrawati. 2009. Implementasi Pembelajaran Mata Diklat Produktif Mengolah Makanan Continental Pada Program Keahlian Restoran di SMK Negeri I Turen. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, ST, M.Pd, (II) Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. Kata kunci: implementasi, pembelajaran, mata diklat produktif, restoran, SMK Proses pembelajaran di kelas dapat berjalan sesuai yang diharapkan apabila seorang guru dapat merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Dengan baik. Ketiga kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskipsikan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembelajaran Mata Diklat Produktif Mengolah Makanan Continental pada kelas X program keahlian Restoran di SMK Negeri I Turen. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskiptif evaluatif dengan pendekatan kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah implementasi pembelajaran Mata Diklat Produktif Mengolah Makanan Continental. Variabel tersebut dijabarkan menjadi sub variabel sebagai berikut: (1) perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, (3) evaluasi pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah guru sebagai responden Program Studi Keahlian Restoran SMK Negeri I Turen. Data penelitian ini dikumpulkan menggunakan lembar observasi penilaian, lembar penilaian dan angket. Hasil penelitian perencanaan pembelajaran menunjukkan bahwa (1) identitas kompetensi RPP sangat baik mempunyai skor 4, (2) tujuan pembelajaran sangat baik mempunyai skor 4, (3) pengembangan dan kesesuai pemgembangan materi baik mempunyai skor 3, (4) metode pembelajaran mempunyai baik mempunyai skor 3, (5) skenario pembelajaran baik mempunyai skor 3, (6) media/sumber/bahan/alat sangat baik mempunyai skor 4, (7) prosedur jenis dan menyiapkan penilaian sangat baik mempunayai skor 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) membuka pelajaran pada pelaksanaan pembelajaransangat baik mempunyai skor 4, (2) melaksanakan kegiatan inti sangat baik mempunyai skor 4, (3) melaksanakan refleksi dan penilaian sangat baik mempunyai skor 4, (4) melaksanakan kesan umum dan kinerja guru sangat baik mempunyai skor 4, (5) mendemostrasikan kemampuan khusus dalam pembelajaran mata pelajaran tertentu sangat baik mempunyai skor 4, (6) mendemonstrasikan kemampuan khusus dalam pembelajaran praktek baik mempunyai skor 3. Hasil penelitian evaluasi pembelajaran menunjukkan bahwa (1) pembelajaran di lakukan setiap akhir pertemuan mempunyai skor 4, (2) apakah ibu mengembalikan hasil ulangan kepada siswa mempunyai skor 4, (3) pada lembar jawaban, pembelajaran,ibu memberikan balikan mempunyai skor 4, (4) Bentuk soal untuk evaluasi teori ibu menggunakan beberapa soal antara lain: esai, pilihan ganda atau multiple choice dan menjodohkanmempunyai skor 3, (5) Cara mengevaluasi praktek di laksanakan terintregrasi dengan pembelajaran praktek itu sendiri, artinya penilaian di dasarkan pada hasil praktek siswa mempunyai skor 3, (6) aspek-aspek dalam evaluasi praktek komponen apa saja yang ibu nilai antara lain: kebersihan area kerja, hygiene, kecepatan dan ketepatan kerja, kelengkapan bahan, kelengkapan penyajian makanan meliputi: garnish, alat hidang, porsi, display meliputi: skirting, menu card, napkin folding, kriteria hasil meliputi: warna,rasa, tekstur mempunayi skor 4, (7) pada saat memulai pelajaran, apakah ibu selalu melakukan post test mempunyai skor 3, dan (8) setelah mata pelajaran selesai ibu selalu melakukan pre test mempunyai skor 3.

Hubungan prestasi belajar mata diklat kewirausahaan dan mata diklat memilih sistem usaha jasa boga dengan minat untuk berwirausaha siswa SMK (studi pada siswa kelas XI Bidang Keahlian Restoran di SMK Negeri 1 Batu) / Safrina Ali

 

ABSTRACT Ali, Safrina. 2009. The Effect of Learning Achievement On Entrepreneur Educational-Training Subject And Business System Of Food Service Subject Toward Vocational High School (SMK) Student’s Interest in Entrepreneurship (Study on XI Graders Majoring in Restaurant Service at State Vocational High School 1 Batu). Undergraduate Thesis. Gastronomy Education Major, Restaurant Service Minor, Industrial Engineering Department, Engineering Faculty, State University of Malang. Advisors (I) Dr. Amat Nyoto, M.Pd., (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd. Keywords: achievement, entrepreneurship, choosing system of food service, interest This research aims at knowing: 1) whether there is an effect of learning achievement on entrepreneur educational training subject toward entrepreneurship interest for XI graders majoring in restaurant service at State Vocational High School 1 Batu’ 2) effect of achievement on choosing system of food service educational training subject toward entrepreneurship interest for XI graders majoring in restaurant service at State Vocational High School 1 Batu’ 2, 3) whether there is a simultaneous effect between achievement on entrepreneurship and productive educational training subjects on the student of State Vocational High School 1 Batu interest’s in entrepreneurship. This is a correlative descriptive research using inferential statistic technique. The research’s populations are State Vocational High School 1 Batu XI Graders consisting of two classes for 54 students in 2008/2009 teaching period. The whole populations are included as the samples called as population study and the data collection is gained through primary and secondary source of data. The independent variables in this research are students’ learning achievement on entrepreneurship educational training subject and achievement on choosing business system of food service educational training subject; while the entrepreneurship interest is the dependant variable. Based on the result of the data analysis: 1) the student’s achievement on entrepreneurship subject partially has a significant effect toward student’s entrepreneurship interest, proven to be (Sig.) 0.000 < 0.05 and tcalculated (4.007) > ttable (53; 0.05) (2.006); 2) the student’s achievement on choosing business system of food service subject partially has a significant effect toward student’s entrepreneurship interest, proven to be (Sig.) 0.000 < 0.05 and tcalculated (5.090) > ttable (53; 0.05) (2.006); 3) simultaneously there is a significant effect between entrepreneurship educational training subject and achievement on choosing business system of food service educational training subject on State Vocational High School student’s entrepreneurship interest, which can be seen from the analysis result showing Fcalculated 23.077 > Ftable(2;51;0.05) 3.178 and 0.000 < 0.05 significance. Based on the research ‘s result, it concludes that the student’s achievement on entrepreneurship educational training subject and achievement on choosing business system of food service educational training subject have both partial and simultaneous effects toward State Vocational High School 1 Batu XI Graders’ entrepreneurship interest.

Dampak birokratis penetapan dan penghapusan status perdikan di Desa Tawangsari Tulungagung tahun 1747-2007 / Susanti Endah Sulistyowati

 

ABSTRAK Sulistyowati, Susanti Endah. 2009. Dampak Birokratis Penetapan dan Penghapusan Status Perdikan di Desa Tawangsari Tulungagung Tahun 1747-2007. Skripsi, Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mashuri, M.Hum, (II) Drs. Marsudi, M.Hum. Kata kunci : desa perdikan, Tulungagung, Kyai Abu Mansur Desa perdikan merupakan desa yang diistimewakan pada masa kerajaan Mataram yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang sebenarnya sudah ada pada masa Hindu-Budha. Pada tahun 1926 tercatat ada 118 desa perdikan. Keistimewaan yang dimilikinya menyebabkan desa perdikan mempunyai keunikan dibanding desa-desa biasa. Walupun jumlahnya terhitung cukup banyak namun belum banyak penelitian yang membahasnya. Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk mengangkat tema tersebut diatas dalam penelitian ini. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) latar belakang penetapan Desa Tawangsari sebagai desa perdikan, (2) bagaimana pengelolaan desa perdikan Tawangsari pada masing-masing kepala pemerintahan hingga setelah dihapuskannya status perdikan dalam bidang pemerintahan, kehidupan beragama dan kepemilikan tanah, (3) bagaimana kesinambungan dan sebaliknya perubahan pengelolaan Desa Tawangsari lintas masa pemerintahan kepala desa selama hingga pasca dihapuskannya status perdikan dalam bidang pemerintahan, kehidupan beragama dan kepemilikan tanah. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui latar belakang penetapan Desa Tawangsari sebagai desa perdikan, (2) mengetahui bagaimana pengelolaan desa perdikan Tawangsari pada masing-masing kepala pemerintahan hingga setelah dihapuskannya status perdikan dalam bidang pemerintahan, kehidupan beragama dan kepemilikan tanah, (3) mengetahui bagaimana kesinambungan dan sebaliknya perubahan pengelolaan Desa Tawangsari lintas masa pemerintahan kepala desa selama hingga pasca dihapuskannya status perdikan dalam bidang pemerintahan, kehidupan beragama dan kepemilikan tanah. Penelitian ini merupakan penelitian historis dengan langkah-langkah (1) pemilihan topik, (2) heuristik, (3) kritik, (4) interpretasi dan (5) historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa perdikan Tawangsari merupakan desa perdikan pada masa pemerintahan kerajaan Mataram. Status ini diberikan kepada desa Tawangsari karena Kyai Abu Mansur berjasa dalam membantu perjuangan Sunan Pakubuwana II dalam perisiwa geger pecinan. Sebelum status desa perdikan dihapus terdapat hak otonomi penguasa perdikan untuk mengatur rumah tangga desanya. Desa perdikan tersebut berada langsung di bawah penguasaan penguasa Mataram dan bukan berada di bawah penguasa lokal. Dalam perkembangannya, yaitu sebelum hingga setelah status desa perdikan dihapus, di desa perdikan Tawangsari terdapat adanya perbedaan dalam bidang pemerintahan, kepemilikan tanah maupun kehidupan beragama. Materi ini merupakan materi yang penting karena didalamnya terdapat (1) muatan edukasi untuk umum, yang memuat nilai nilai moral, antara lain komitmen dan keikhlasan, serta (2) muatan edukasi untuk pembelajaran formal, antara lain sebagai materi penunjang pelajaran IPS maupun Sejarah untuk SMP, SMA, Perguruan Tinggi serta sebagai upaya pelestarian benda cagar budaya. Selanjutnya dengan mengetahui sejarah dan perkembangannya diharapkan dapat diambil nilai-nilai sejarahnya. Saran bagi penelitian selanjutnya adalah perlu adanya kajian lebih lanjut mengenai tema ini. Penambahan bisa dilakukan dari segi obyek kajian, ruang lingkup spasial maupun temporalnya. Arsip-arsip yang merupakan sumber primer dapat diperoleh dari koleksi pribadi keluarga sentono, kantor kepala desa maupun kantor arsip setempat. Informan maupun catatan dari peneliti terdahulu merupakan sumber-sumber yang dapat digunakan sebagai korelasi.

Model matematika untuk menentukan waktu terbaik meninggalkan pertandingan bisbol / Fitriya Candra Dewi

 

ABSTRAK Dewi, Fitrya Candra. 2009. Model Matematika Untuk Menentukan Waktu Terbaik Meninggalkan Pertandingan Bisbol. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si. (2) Drs. Rustanto Rahardi, M.Si. Kata kunci : model matematika, persamaan diferensial, kepuasan Bisbol merupakan salah satu permainan populer yang terdiri dari 9 babak dengan durasi 25 menit ditiap babaknya. Faktor – faktor yang mempengaruhi penonton tetap berada di pertandingan bisbol adalah situasi pertandingan, keadaan stadion, pelataran parkir dan kepuasan. Situasi pertandingan terkonsentrasi pada 3 situasi linier yang berbeda. Adapun situasi pertandingan tersebut adalah: (a) Situasi pertandingan yang imbang antara dua tim yang diperlihatkan dengan beda skor hanya 1 mulai akhir babak ke-5 sampai akhir pertandingan (b) Situasi pertandingan yang didominasi oleh salah satu tim yang diperlihatkan dengan adanya beda yang besar antar tim yaitu 1 sampai 10 poin mulai akhir babak ke-5 sampai akhir pertandingan (c) Situasi pertandingan yang kompetitif yaitu salah satu tim telah kehilangan 1 sampai 10 poin di akhir babak ke-5 tetapi bisa memperkecil beda skor pada akhir pertandingan Situasi pertandingan berpengaruh terhadap perilaku penonton di stadion, pelataran parkir dan kepuasan penonton setelah pertandingan usai. Situasi pertandingan, keadaan stadion dan pelataran parkir juga kepuasan penonton akan lebih mudah diselesaikan menggunakan model matematika. Model pada keadaan stadion menggambarkan jumlah penonton yang keluar dari stadion, pelataran parkir menggambarkan jumlah penonton yang keluar dari pelataran parkir dan kepuasan menggambarkan nilai kepuasan dan waktu yang tepat meninggalkan pertandingan. Selanjutnya akan dianalisa model matematika dari setiap situasi pertandingan yang berpengaruh pada perilaku penonton di stadion, pelataran parkir dan kepuasan penonton. Hasil analisa berdasarkan kurva stadion dan pelataran parkir menyatakan pada permainan pertama penonton yang keluar dari pertandingan sedikit yaitu 3630 orang, pada permainan kedua 8130 dan permainan ketiga 7686 orang. Sedangkan hasil analisa berdasarkan kepuasan penonton diperoleh bahwa waktu terbaik meninggalkan pertandingan bisbol pada permainan pertama saat menit ke- 225, permainan kedua saat menit ke-209 dan pada permainan ketiga saat menit ke- 224 yaitu 1 menit sebelum pertandingan usai.

Prediksi ukuran penampang anomali pada model medium homogen dengan menggunakan metode geolistrik / Enny Resmiati

 

ABSTRAK Resmiati, Enny. 2009. Prediksi Ukuran Penampang Anomali Pada Model Medium Homogen Dengan Menggunakan Metode Geolistrik. Skripsi, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Daeng Achmad Suaidi, S.Si, M.Kom (II) Eny Latifah, S.Si, M.Si Kata kunci: Geolistrik Resistivitas, konfigurasi Schlumberger, Sounding Mapping, prediksi ukuran. Dalam kegiatan eksplorasi, diperlukan suatu metode untuk mengetahui isi kandungan sumber daya alam di bawah permukaan yang karakteristiknya dapat diketahui dengan parameter-parameter fisika antara lain ukuran, bentuk, letak (posisi) yang berasosiasi dengan keberadaan tersebut. Penelitian geolistrik menggunakan pemodelan di laboratorium dengan menggunakan metode resistivitas konfigurasi Schlumberger Sounding Mapping dimaksudkan untuk mengetahui prediksi ukuran penampang anomali pada model medium homogen. Hasil pemodelan prediksi ukuran dalam skala laboratorium dapat digunakan sebagai pertimbangan survey lapangan dalam kegiatan eksplorasi untuk memprediksi ukuran objek bawah permukaan sehingga dinyatakan layak untuk dilakukan kegiatan eksplorasi. Ukuran (luas penampang) suatu objek/batuan di bawah permukaan tanah perlu diketahui untuk mempermudah pengambilan/penggalian benda tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode geolistrik konfigurasi Schlumberger sounding-mapping. Sounding adalah penyelidikan perubahan resistivitas bawah permukaan tanah ke arah vertikal. Sedangkan mapping adalah penyelidikan perubahan resistivitas bawah permukaan tanah ke arah lateral (horisontal). Prinsip kerja metode ini adalah dengan menginjeksikan arus ke dalam tanah melalui dua elektroda, sehingga diperoleh beda potensial dari elektroda yang lain. Penelitian ini menggunakan dua kali variasi spasi elektroda potensial yaitu 5 cm dengan pergeseran mappingnya adalah 5 cm dan spasi elektroda potensial 7 cm dengan pergeseran mappingnya adalah 7 cm dengan menggunakan anomali yang sama. Penelitian ini menggunakan medium pasir dengan anomali kapur berbentuk padat yang ditempatkan ke dalam balok kaca. Pengolahan dan interpretasi data menggunakan software Res2Dinv ver 3.54x untuk mengetahui pencitraan penampang anomali. Dari hasil interpretasi, diprediksi ukuran panjang penampang anomali untuk jarak elektroda potensial P1P2 = 5 cm dengan pergeseran 5 cm, adalah sekitar 45 cm dan tebal adalah sekitar 11,4 cm. Hal ini hampir sesuai dengan ukuran penampang sesungguhnya yaitu 42x12 cm. Dan prediksi ukuran panjang penampang anomali untuk jarak elektroda potensial P1P2 = 7 cm dengan pergeseran 7 cm, adalah sekitar 42 cm dan tebal adalah sekitar 16 cm. Prediksi ukuran penampang anomali kearah horisontal (panjang anomali) akan semakin presisi dengan menggunakan spasi elektroda potensial dan pergeseran elektroda mapping yang semakin kecil. Untuk prediksi tebal anomali (ukuran penampang kearah vertikal) akan semakin presisi dengan menggunakan spasi elektroda potensial yang semakin kecil (skala sounding yang semakin kecil). i

Analisis perhitungan biaya dana dalam penentuan tingkat suku bunga kredit pada PD. BPR Bank Daerah Kabupaten Kediri / Dyah Ayu Paramitha

 

Penerapan pakem untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Plinggisan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan / Iskandar

 

ABSTRAK Iskandar. 2009. Penerapan PAKEM untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN Plinggisan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan S 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Purwedarti, M.Pd, Pembimbing (II) Drs, Ir. Endro Wahyuno, M. Si Kata Kunci : Penerapan PAKEM, Hasil Belajar, Mata Pelajaran IPA. Proses pembelajaran IPA di Sekolah Dasar khususnya di SDN Plinggisan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan, masih didominasi dengan pembelajaran konvesional, guru menerapkan metode ceramah dan tanya jawab tanpa menggunakan alat peraga sehingga siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Ketidak aktifan siswa akan mempengaruhi pemahaman terhadap materi yang diberikan, dan berakibat pada hasil belajar yang kurang optimal. Hal ini terbukti dengan hasil belajar dengan rata-rata 5,7 pada akhir semester I. Untuk itu peneliti perlu melakukan perbaikan dengan menerapkan PAKEM. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar mata pelajaran IPA siswa kelas IV SDN Plinggisan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan sebelum diterapkan PAKEM, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa kelasIV SDN Plinggisan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan setelah diterapkan PAKEM, (3) mendeskripsikan tentang penerapan PAKEM pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Plinggisan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Instrumen pengumpul data berupa tes, yaitu ulangan harian I dan ulangan harian II. Untuk menganalisa data dari hasil ulangan tersebut menggunakan penilaian acuan kriteria. Penilaian acuan kriteria yang digunakan adalah ketuntasan belajar perorangan (75%) dan ketuntasan kelas atau kelompok (80%). Subyek penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN Plinggisan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar siswa pembelajaran IPA pada siklus I ketuntasan belajar individu mencapai 72,5%, yang berarti meningkat sebesar 45% dari sebelum penerapan PAKEM melalui pre tes pada tindakan awal yang mencapai 27,5%. Selanjutnya pada siklus II ketuntasan individu meningkat menjadi 97,5%, dan dinyatakan berhasil tuntas. Dengan demikian disarankan kepada guru hendaknya menerapkan PAKEM khususnya dalam mata pelajaran IPA. Karena PAKEM mudah dilaksanakan dan sangat menarik minat siswa dalam belajar, sehingga mereka mudah memahami materi dan tujuan pembelajaran yang diharapkan akan tercapai secara optimal. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan acuan dalam penelitian selanjutnya, sehingga hasilnya dapat dijadikan pedoman dan pengembangan profesi dan meningkatkan hasil belajar siswa.

Karakteristik dan persepsi nelayan terhadap kondisi alam dan pengetahuan teknologi peralatan tangkap ikan di Desa Branta Pesisir Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan Propinsi Jawa Timur / Farhat

 

ABSTRAK Farhat. 2009. Karakteristik dan Persepsi Nelayan terhadap Kondisi Alam dan Pengetahuan Teknologi Peralatan Tangkap Ikan di Desa Branta Pesisir Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan provinsi Jawa Timur. Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Soetjipto TH, SH, (II) Drs.Marhadi Slamet K, M.Si Kata kunci: karakteristik, nelayan, persepsi. Nelayan identik dengan kemiskinan. Faktor penyebab terjadinya kemiskinan pada masyarakat nelayan, seperti kurangnya akses kepada sumber-sumber modal, akses terhadap teknologi, akses terhadap pasar maupun rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam, pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi, dan rendahnya tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik nelayan menurut pendidikan, beban tanggungan, pendapatan, hubungan sosial, aktifitas rumah tangga, sarana tangkapan ikan, tempat pemasaran hasil tangkapan ikan, dan pengetahuan nelayan tentang kondisi alam serta pengetahuan tentang teknologi peralatan alat tangkap ikan.. Penelitian ini dilakukan di desa Branta Pesisir Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan, tanggal 28 Mei sampai dengan 30 Juni 2009. Metode yang digunakan dalam membahas karakteristik nelayan dan persepsi terhadap kondisi alam dan pengetahuan teknologi peralatan tangkap ikan di Desa Branta Pesisir adalah survei. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel yang diambil sebanyak 100 responden dari 904 populasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Data yang telah terkumpul ditabulasikan untuk mencari besarnya frekuensi jawaban yang akan dituangkan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) karakteristik sosial ekonomi pekerjaan sebagai nelayan mayoritas menempuh jenjang pendidikan tamatan SMP. Sebagian besar responden memiliki tanggungan keluarga sebanyak 4 orang. Sebagian besar responden memiliki pendapatan rata-rata Rp. 2.188.000,-. Nelayan Desa Branta Pesisir senantiasa ikut dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, keagamaan, serta perkumpulan yang ada di masyarakat. Aktifitas rumah tangga yang lebih berperan adalah istri nelayan sedangkan nelayan hanya bertugas melaut saja. Nelayan Desa Branta Pesisir sudah banyak menggunakan kapal motor untuk melaut dan alat tangkapnya mayoritas menggunakan purse-seine. Tempat pemasaran hasil tangkapan ikan dijual di agen. (2). Persepsi nelayan terhadap kondisi alam sudah bersahabat dengan kehidupannya sehingga nelayan mengetahui tanda-tanda alam yang tepat untuk melaut, sehingga nelayan dapat diketegorikan sangat paham akan kondisi alam seperti pengetahuan tentang laut, ombak, angin dan cara-cara untuk mengurangi resiko ditengah laut. (3) persepsi tentang pengetahuan terhadap teknologi peralatan tangkap ikan mereka peroleh pengalaman dari orang tua sehingga nelayan sudah sangat paham cara mengoperasikan alat tangkap.

Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation (GI) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Program Keahlian Penjualan pada mata diklat melakukan usaha kecil di SMK PGRI 6 Malang / Sapta Lirantia Purnamasari

 

ABSTRAK Purnamasari, Sapta L. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X Program Keahlian Penjualan Pada Mata Diklat Melakukan Usaha Kecil Di SMK PGRI 6 Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen. Program Studi Pendidikan Tata Niaga, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si., (2) Rachmad Hidayat, S.Pd. Kata kunci: pembelajaran kooperatif, group investigation, hasil belajar Pendidikan merupakan salah satu faktor yang ikut serta menentukan kemajuan dan perkembangan kehidupan manusia kearah yang lebih baik. Oleh karena itu, pembaharuan di bidang pendidikan harus selalu dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, diantaranya dengan penyempurnaan kurikulum dari KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), yang telah disempurnakan menjadi KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Dengan penyempurnaan kurikulum, maka proses pembelajaran harus didukung oleh metode pembelajaran yang berkualitas. Salah satu metode tersebut adalah pembelajaran kooperatif model Group Investigation. Melalui pembelajaran kooperatif model Group Investigation siswa diharuskan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran dan guru hanya sebagai fasilitator. Kenyataannya, proses pembelajaran pada mata diklat Melakukan Usaha Kecil kelas X program keahlian Penjualan di SMK PGRI 6 Malang masih didominasi oleh metode ceramah dan tanya jawab yang materinya masih terbatas pada modul pembelajaran. Proses pembelajaran yang monoton membuat siswa cenderung pasif dan berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa. Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu pembelajaran yang menuntut keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan segala ide, pendapat atau gagasan serta saran yang dimilikinya. Salah satu pembelajaran kooperatif yang melibatkan siswa secara langsung mulai dari perencanaan adalah pembelajaran kooperatif model Group Investigation dimana siswa dituntut lebih aktif dalam proses pembelajaran baik secara fisik maupun mental. Sehingga pembelajaran kooperatif model Group Investigation tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation pada mata diklat Melakukan Usaha Kecil; (2) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui pembelajaran kooperatif model Group Investigation; (3) untuk mengetahui hambatan yang muncul dalam penerapan pembelajaran i ii kooperatif model Group Investigation. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Penjualan SMK PGRI 6 Malang yang berjumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, tes, catatan lapangan dan dokumentasi. Sedangkan analisis data meliputi reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pembelajaran kooperatif model Group Investigation pada mata diklat Melakukan Usaha Kecil di SMK PGRI 6 Malang dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu (a) mengidentifikasi topik dan mengatur murid ke dalam kelompok, (b) merencanakan tugas yang akan dipelajari, (c) melaksanakan investigasi, (d) menyiapkan laporan akhir, (e) mepresentasikan laporan akhir, (f) evaluasi; (2) Hasil belajar siswa dari aspek kognitif mengalami peningkatan sebesar 11,16. Dimana hasil belajar siswa pada siklus I adalah 69,44 dan meningkat pada siklus II menjadi 80,6. Sedangkan hasil belajar siswa dari aspek afektif juga mengalami peningkatan sebesar 13,9. Pada siklus I diketahui nilai rata-rata siswa ditinjau dari aspek afektif sebesar 68,57 meningkat menjadi 82,47 pada siklus II; (3) Hambatan yang muncul dalam penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation yaitu: (a) siswa belum terbiasa belajar dengan pembelajaran kooperatif model Group Investigation sehingga peneliti mengalami kesulitan dalam merangsang siswa untuk aktif; (b) keterbatasan waktu dalam pelaksanaan penelitian; dan (c) minimnya sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran kooperatif model Group Investigation khususnya literatur. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Penjualan SMK PGRI 6 Malang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat diberikan saran yaitu: (1) Bagi Kepala Sekolah SMK PGRI 6 Malang hendaknya lebih menghimbau, mendorong, serta mengusahakan peningkatan kualitas dan keterampilan guru, terutama dalam penggunaan model pembelajaran yang lebih bervariatif, khususnya penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation. Peningkatan kualitas dan keterampilan guru dapat dilakukan melalui pengiriman guru-guru untuk mengikuti diklat tentang profesi guru, sertifikasi, dan lain-lain; (2) Bagi guru mata diklat Melakukan Usaha Kecil disarankan untuk menerapkan pembelajaran kooperatif model Group Investigation dalam rangka meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Penerapan pembelajaran model Group Investigation hendaknya lebih variatif, misalnya dengan mengajak para siswa terjun langsung ke lapangan untuk menginvestigasi masalah; (3) Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menerapkan pembelajaran kooperatif model Group Investigation pada mata diklat yang berbeda dengan jumlah pertemuan atau siklus yang lebih banyak; (4) Bagi sekolah disarankan untuk menyediakan sarana dan prasarana yang memadai terutama literatur untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran kooperatif model Group Investigation.

Pengaruh arus kas (cash flow) dari aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan terhadap return saham perusahaan melalui return on equity (ROE) (studi pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode Desember 2007) / Fandhy Oktofa Likwanda

 

ABSTRAK Oktova. L, Fandhy. 2009. Pengaruh Arus Kas (Cash Flow) dari Aktivitas Investasi dan Ativitas Pendanaan Terhadap Return Saham Perusahaan Melalui Return On Equity (ROE) (Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di BEI Periode 2007). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Bambang Banu S., M.M. (II) Subagyo, SE., SH., M.M. Kata Kunci: Cash Flow, Return Saham dan Return On Equity (ROE) Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) mewajibkan penyajian arus kas dalam laporan keuangan mulai tanggal 1 Januari 1995. Penyajian arus kas ini telah di rekomendasikan oleh IAI dengan mengeluarkan PSAK No. 2 tentang laporan arus kas. Rumusan masalah dalam penelitian ini apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara cash flow dari aktivitas operasi, investasi, pendanaan terhadapa return saham jika melalui ROE. Laporan arus kas merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan dan perusahaan harus menyajikan laporan arus kas dalam laporan keuangannya. Laporan arus kas melaporkan penerimaan dan pengeluaran kas selama satu periode yang berasal dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Tetapi dalam penelitian ini dari variabel cash flow cuma menggunakan cash flow dari aktivitas Investasi dan pendanaan yang berpengaruh terhadap return saham melalui ROE. Cash flow dari aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas. Cash flow dari aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan, ROE adalah kemampuan suatu perusahaan dengan modal sendiri yang bekerja didalamnya untuk menghasilkan keuntungan, Return saham adalah pendapatan yang diperoleh investor dari investasi yang telah dilakukan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang listing di BEI pada tahun 2007, dimana dari populasi tersebut dipilih sebagai sampel sebanyak 32 perusahaan manufaktur yang listing di BEI dan berdasarkan metode random sampling. Penelitian ini digolongkan pada asosiatif sebab akibat. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi data sekunder yang diperoleh dari ICMD, Fact Book, Annual Report periode tahun 2007 dan sebagainya. Analisa data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan analisi jalur (Path) dengan menggunakan bantuan computer program SPSS. Uji yang digunakan adalah uji F, uji t, dan uji R2. Hasil analisis uji F menunjukkan bahwa tingkat signifikansi yang di peroleh sebesar 0,001 ini lebih besar dari nilai yaitu sebesar 5%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independent cash flow dari aktivitas investasi, aktivitas pendanaan, dan ROE secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Demikian juga nilai koefisien determinasi dan koefisien korelasi sebesar 0,420 dan 0,648. ini menunjukkan bahwa pengaruh antatra cash flow dari aktivitas investasi, aktivitas pendanaan dan ROE terhadap return saham adalah kuat. Hasil analisis uji t menunjukkan bahwa tingkat signifikan cash flow dari aktivitsas investasi sebesar 0,009, pendanaan sebesar 0,014 dan ROE sebesar 0,035. Cash flow dari aktivitas investasi, aktivitas pendanaan dan ROE mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham secara langsung karena tingkat signifikansi yang di peroleh lebih kecil dari 5%. Hasil pengujian analisis jalur (path) pada variabel cash flow dari aktivitas investasi terhadap return saham melalui ROE di peroleh nilai pengaruh total yang dinilai sangat kuat. Dan cash flow dari aktivitas pendanaan terhadap return saham melalui ROE di peroleh nilai pengaruh total yang dinilai lemah. Oleh karena itu ROE bisa disebut sebagai variabel moderator, yang dikrenakan hasil pengaruh langsung lebih kecil dari pada pengaruh tidak langsung pada variabel cash flow dari aktivitas investasi terhadap variabel return saham melalui ROE. Saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan penelitian ini adalah bagi perusahaan pada periode Desember 2007, perusahaan manufaktur mengalami penurunan pada angka produksi dan penjualan produk, oleh karena itu perusahaan diharapkan agar melakukan hutang guna meningkatkan nilai ROE yang nantinya dapat digunakan untuk pembelian aktiva tetap, meningkatkan produksi, investasi dan juga perusahaan dapat melakukan penerbitan saham baru bagi investor. Hal tersebut perlu diupayakan agar kesehatan perusahaan pada periode-periode berikutnya akan menjadi lebih baik. Oleh karena itu tingginya nilai ROE perusahaan, maka kinerja perusahaan dapat dikatakan baik. Bagi peneliti berikutnya, diharapkan peneliti dapat menambahkan variabel cash flow dari aktivitas operasi atau peneliti juga dapat menggunakan variabel lain untuk dijadikan bahan acuan untuk penelitian dimasa yang akan datang.

Pengaruh pendinginan udara masuk dan variasi putaran mesin terhadap konsumsi bahan bakar mesin diesel berbahan bakar biodiesel (minyak jarak-solar) / Yuda Prasetia

 

ABSTRAK Prasetia, Yuda. 2009. Pengaruh Pendinginan Udara Masuk dan Variasi Putaran Mesin Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Mesin Diesel Berbahan Bakar Biodiesel (Minyak Jarak-Solar). Skripsi, Program S-1 Jurusan Teknik Mesin Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Sukarni, S.T., M.T, dan (II) Drs. Partono, M.Pd. Kata kunci: pendinginan udara masuk, variasi putaran, konsumsi bahan bakar Mengingat jumlah pasokan dan cadangan minyak bumi di Indonesia pada khususnya dan di dunia pada umumnya semakin berkurang dan disertai oleh kenaikan harga minyak mentah dunia yang meningkat tajam maka banyak masyarakat yang mencari solusi sumber energi alternatif dalam penekanan penggunaan minyak. Dimana salah satu cara untuk penekanan yaitu penggantian bahan bakar solar dengan biodiesel. Selain ditemukannya berbagai sumber energi alternatif, belakangan ini juga ditemukan penggunaan pendinginan udara masuk dapat meningkatkan performansi dan efisiensi motor bakar diesel. Perubahan suhu udara masuk ruang bakar akan berpengaruh terhadap kerapatan udara, sehingga akan mempengaruhi efisiensi volumetrik yang masuk ke ruang bakar. Tingkat kesempurnaan pembakaran merupakan salah satu hal yang dapat memperbaiki unjuk kerja mesin. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendinginan udara masuk dan variasi putaran mesin terhadap konsumsi bahan bakar mesin diesel berbahan bakar biodiesel (minyak jarak-solar). Objek penelitian yang dipakai dalam penelitian adalah Mesin diesel empat langkah jenis Nissan, dengan dipasang pendingin udara masuk (dry ice) pada putaran mesin 1400 rpm, 1700 rpm, 2000 rpm, 2300 rpm, 2600 rpm dan 2900 rpm serta menggunakan bahan bakar campuran solar dan minyak jarak 20 %. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Motor Bakar Universitas Brawijaya Malang. Jenis penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian eksperimental dengan desain faktorial 6 x 2. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analis varian dua jalur untuk menguji hipotesis yang diajukan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pendinginan udara masuk, variasi putaran mesin dan interaksi antara pendinginan udara masuk dan putaran mesin terhadap konsumsi bahan bakar mesin diesel. Pada mesin yang menggunakan pendinginan maupun tidak menggunakan pendinginan udara masuk, konsumsi bahan bakar tertinggi ketika mesin pada putaran 2600 rpm dan konsumsi bahan bakar terendah terjadi pada saat mesin pada putaran 2900 rpm. Saran yang dapat dikemukakan yaitu melakukan penelitian lebih lanjut tentang pendinginan udara masuk terhadap konsumsi bahan bakar mesin diesel pada berbagai variasi suhu serta perlu dilakukan penelitian tentang pendingin yang lebih sesuai dan praktis digunakan untuk pendinginan udara masuk.

Content analysis of textbook get along with English used in grade VII at SMPN 13 Malang / Nunuk Ika Herawati

 

Herawati, Nunuk Ika. 2013.Content Analysis of the Book ‘Get Along with English’ used for gradeVII at SMP Negeri 13 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Fachrurrazy, M.A., Ph.D. Kata Kunci: analisis isi buku, buku teks Get Along with English Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis isi buku teks Get Along with English yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas VII, SMP Negeri 13 Malang, pendapat guru tentang buku teks Get Along with English, dan persepsi peserta didik terhadap buku teks Get Along with English. Model penelitian yang diterapan adalah model penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 13 Malang yang bertempat di Jalan Sunan Ampel II, Malang, Jawa Timur. Penelitian ini melibatkan satu guru dan 37 peserta didik sebagai subjek penelitian untuk mendapatkan opini masing-masing terhadap buku teks Get Along with English dan buku teks Get Along with English sebagai objek penelitian untuk dianalisis. Penelitian ini berlangsung pada bulan Januari hingga Maret 2013. Peneliti menggunakan wawancara dan kuesioner untuk mendapatkan data, serta beberapa dokumen yang relevan sebagai data pendukung agar peneliti memperoleh data yang valid. Setelah menganalisis data, peneliti menemukan bahwa buku teks Get Along with English memenuhi sebagian besar kriteria buku teks yang baik. Kriteria buku teks yang baik meliputi isi buku, penataan buku, metode yang digunakan dalam buku, media yang digunakan dalam buku, dan tampilan buku. Buku teks Get Along with English bertujuan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik akan sumber belajar bahasa Inggris, serta membantu guru untuk mengembangkan kegiatan belajar mengajar bahasa Inggris. Buku ini terorganisasi dengan baik dan ditata menurut tingkat kesulitan, meski terdapat beberapa materi yang diulang. Penyajian empal skill bahasa cukup seimbang, dan buku ini juga mencakup komposisi bahasa lainnya seperti kosakata, grammar, jenis teks, dsb. Media yang digunakan dalam buku ini adalah gambar dan tampilan buku jelas baik bagi guru maupun peserta didik. Selain itu, peneliti juga mencoba menemukan opini guru terhadap buku teks Get Along with English dan persepsi peserta didik terhadap buku teks Get Along with English dan menemukan bahwa buku teks ini termasuk buku teks yang baik walaupun masih membutuhkan beberapa revisi sebagai penyempurnaan. Penyempurnaan yang dibutuhkan oleh buku teks Get Along with English adalah variasi materi, serta penggunaan warna untuk membuat buku lebih menarik. Disamping itu, materi yang lebih up to date juga dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi peserta didik dan beragam jenis teks. Selainitu, ketersediaan rekaman materi untuk kegiatan mendengarkan juga baik untuk mengembangkan kemampuan listening peserta didik. Peneliti menyarankan agar (1) Buku ini disertai rekaman materi untuk aktivitas mendengarkan dan menyelaraskan empat kemampuan berbahasa Inggris, (2) melengkapi ketersediaan jenis teks, (3) menata kembali urutan materi dalam buku, (4) memperbarui informasi yang terdapat dalam buku, dan (5) menyediakan fun page untuk aktivitas peserta didik. Selain itu, guru juga diharapkan untuk kreatif dan selektif dalam memilih materi tambahan untuk melengkapi materi yang ada di dalam buku teks Get Along with English.

Mekanisme pertanggungjawaban sumbangan masyarakat untuk pembangunan masjid Al-Ihsan yang dilakukan di kapal penyeberangan Madura-Surabaya / Lutfiyatun Hasanah

 

ABSTRAK Hasanah, Lutfiyatun. 2009. Mekanisme Pertanggungjawaban Sumbangan Masyarakat untuk Pembangunan Masjid AL-IHSAN yang dilakukan di Kapal Penyeberangan Madura-Surabaya. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suparlan, M.Si (II) Rusdianto Umar, SH, M.Hum. Kata Kunci : Mekanisme pertanggungjawaban, sumbangan masyarakat, kapal penyeberangan. Sumbangan merupakan pemberian sesuatu dengan tulus ikhlas kepada pihak lain dengan tujuan untuk meringankan beban/penderitaan orang yang menerima. Sumbangan yang diberikan tentunya harus didasari perasaan tulus ikhlas, tanpa mengharapkan imbalan, baik imbalan langsung dari pihak yang menerima, maupun imbalan secara tidak langsung dari pihak lain (ketiga). Imbalan yang diharapkan dari pihak ketiga ini bisa dari Pemerintah berupa insentif pajak, atau bisa juga dari Tuhan Yang Maha Kuasa, berupa anugerah yang berlimpah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) proses pengumpulan dana sumbangan masyarakat untuk pembangunan masjid AL-IHSAN di kapal penyeberangan Madura-Surabaya, (2) partisipasi masyarakat dalam proses pengumpulan dana sumbangan masyarakat untuk pembangunan masjid AL- IHSAN di kapal penyeberangan Madura-Surabaya, (3) mekanisme pertanggungjawaban sumbangan masyarakat untuk pembangunan masjid AL- IHSAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian berada di kapal-kapal penyeberangan Madura-Surabaya. diantaranya di KMP Tongkol, KMP Wicitra dharma, KMP Potre koneng, KMP Mulia nusantara. Sumber data berasal dari: Orang yaitu manajer PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), kepala desa Banyuajuh, panitia pembangunan masjid AL-IHSAN dan para penyumbang dana sumbangan. Peristiwa berupa seluruh aktivitas panitia pembangunan masjid AL-IHSAN dan dokumentasi tentang gambaran umum penyeberangan Madura-Surabaya. pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Keabsahan data dilakukan dengan: ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) proses pengumpulan dana sumbangan masyarakat untuk pembangunan masjid AL-IHSAN di kapal penyeberangan Madura-Surabaya melalui beberapa tahapan yaitu tahap persiapan yang meliputi penyusunan rancangan dan perizinan, tahap pelaksanaan yang meliputi penggalangan dana dan pengelolaan dana serta yang terakhir yaitu tahap pelaporan, (2) partisipasi masyarakat dalam proses pengumpulan dana sumbangan masyarakat untuk pembangunan masjid AL-IHSAN dapat dikelompokkan menjadi empat. Pertama, partisipasi masyarakat dalam menyumbang di kapal penyeberangan Madura-Surabaya dengan pemasukan perharinya antaranya Rp. 115.000,00 s/d Rp. 400.000,00. kedua, partisipasi masyarakat dalam menyumbang di masjid dengan pemasukan perminggunya antara Rp. 350.000,00 s/d Rp. 700.000,00. ketiga, partisipasi masyarakat sekitar masjid dalam menyumbang per RT dengan pemasukan perminggunya Rp.150.000,00 s/d Rp. 300.000,00. dan yang keempat, partisipasi masyarakat dalam menyumbang di jalan depan masjid dengan pemasukan perharinya sebanyak Rp. 400.000,00. (3) mekanisme pertanggungjawaban sumbangan masyarakat untuk pembangunan masjid AL- IHSAN sifatnya sangat transparan. Karena hasil penerimaan dan pengeluaran selalu dicatat dalam buku laporan. Sehingga kegiatan penggalangan dana sumbangan yang dilakukan panitia pembangunan masjid AL-IHSAN ini bisa dipertanggungjawabkan. Berdasarkan temuan penelitian ini, agar disarankan bagi penggalang dana sumbangan dan panitia pelaksana penggalangan dana sebaiknya dalam proses perijinan harus mencakup semua pihak yang terkait seperti ijin dari manajer PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan kepala desa setempat. Dan apabila mendapat dana dari seseorang, maka sudah seharusnya menjadi kewajiban panitia pelaksana untuk memastikan uang itu dibelanjakan untuk tujuan yang telah ditentukan sebelumnya dan memastikan uang itu dibelanjakan dengan sebaik-baiknya dan benar-benar mancapai hasil yang nyata. Selain itu mengingat percepatan proses penyelesaian pembangunan masjid AL-IHSAN yang penggunaannya sangat mendesak selanjutnya diharapkan partisipasi aktif dari para pengguna jasa kapal penyeberangan Madura-Surabaya yang perduli terhadap eksistensi agama islam baik secara pribadi maupun institusi. Pemerintah Kabupaten Bangkalan diharapkan dapat membantu biaya pembangunan masjid AL-IHSAN atau memfasilitasi sarana dan prasarana kepada panitia pelaksana terkait dengan pembangunan masjid.

Perbedaan hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas XI SMA Negeri 4 Malang yang dibelajarkan dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing dan metode konvensional pada materi pokok koloid tahun ajaran 2008-2009 / Yuwanita Indriani

 

ABSTRAK Indriani, Yuwanita. 2009. Perbedaan Hasil Belajar dan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas XI SMA Negeri 4 Malang yang Dibelajarkan dengan Menggunakan Metode Inkuiri Terbimbing dan Metode Konvensional pada Materi Pokok Koloid Tahun Ajaran 2008- 2009. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed., Ph.D. (II) Drs. H. Parlan, M. Si. Kata kunci: hasil belajar, kemampuan berpikir tingkat tinggi, inkuiri terbimbing, Pembelajaran IPA khususnya kimia dalam pembelajarannya lebih menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan kerja ilmiah. Materi kimia yang berjenjang membuat siswa sulit memahami konsep-konsep kimia. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMAN 2 Pasuruan dan SMAN 4 Malang serta berdasarkan wawancara dengan sejumlah murid, diketahui bahwa pembelajaran kimia masih diajarkan dengan metode ceramah dan dilanjutkan dengan hafalan. Keadaan tersebut mengakibatkan siswa cenderung lemah dalam penguasaaan konsep-konsep, pasif, serta kurang berminat dalam mempelajari kimia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) perbedaan antara hasil belajar siswa kelas XI SMAN 4 Malang yang dibelajarkan dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan metode konvensional, (2) perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas XI SMAN 4 Malang yang dibelajarkan dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan metode konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dan rancangan deskripif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMAN 4 Malang sedangkan sampel adalah siswa kelas XIA-3 dan XIA-4 SMAN 4 Malang. Instrumen penelitian terdiri atas instrumen pengukuran dan instrumen perlakuan. Instrumen pengukuran terdiri atas soal post test dan lembar observasi. Hasil uji coba tes diperoleh 24 soal valid dengan nilai reliabilitas = 0,77. Soal yang tidak valid diperbaiki kambali. Perbedaan hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol dianalisis menggunakan uji-t dua pihak. Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dianalisis dengan cara menghitung persentase jawaban siswa dalam menjawab soal ranah C4-C6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Hal ini terlihat dari rata-rata hasil belajar kelas eksperimen 84 dan kelas kontrol 78. Begitu juga nilai psikomotorik dan afektif siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada nilai psikomotorik dan afektif siswa kelas kontrol, (2) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kemapuan berpikir tingkat tinggi kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Hal ini terlihat dari persentase kemampuan siswa menjawab soal-soal dengan benar untuk kelas eksperimen pada jenjang C4 adalah 94%, C5 sebesar 92% dan C6 sebesar 94%, sedangkan pada kelas kontrol pada jenjang C4 adalah 77%, C5 sebesar 59%, dan C6 sebesar 71%.

Komposita bahasa Jerman hasil bentukan mahasiswa Jurusan Sastra Jerman angkatan 2005 dalam mata kuliah Ubersetzung Indonesisch-Deutsch / Dina Sisilia Ratih Palupi

 

ABSTRAK Palupi, Dina Sisilia Ratih. Komposita Bahasa Jerman Hasil Bentukan Mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Angkatan 2005 dalam Mata Kuliah Übersetzung Indonesisch- Deutsch. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Rosyidah, M.Pd, (II) Edy Hidayat, Spd. M.Hum Kata kunci: Morfologi, Pembentukan kata, Komposita, Penerjemahan Komposita adalah salah satu jenis pembentukan kata yang proses morfologi pembentukan katanya dengan menggabungkan dua kata atau lebih sehingga membentuk kata dan makna kata yang baru. Pada mata kuliah morfologi, proses pembentukan kata yang berupa komposita kurang diberikan secara mendalam karena keterbatasan waktu belajar. Hal ini membuat banyak mahasiswa yang masih mengalami kesulitan dalam proses pembentukan kata dan perubahan makna kata setelah mengalami proses pembentukan kata (komposita). Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui pola pembentukan komposita dan makna komposita bahasa Jerman hasil bentukan mahasiswa pada mata kuliah Übersetzung Indonesisch-Deutsch. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola dan makna komposita bahasa Jerman hasil bentukan mahasiswa pada mata kuliah Übersetzung Indonesisch-Deutsch. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Vater. Vater mendeskripsikan pembentukan pola komposita bahasa Jerman dengan sederhana dan lebih jelas apabila dibandingkan dengan teori yang lain. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah mahasiswa angkatan 2005 yang mengikuti mata kuliah Übersetzung Indonesisch-Deutsch sebanyak 26 orang. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata bahasa Jerman hasil bentukan mahasiswa yang muncul karena proses komposita atau Zusammensetzung dalam mata kuliah Übersetzung Indonesisch-Deutsch. Peneliti sebagai instrumen utama juga dibantu oleh instrumen pemandu yang berupa tabel dan diagram. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) pola pembentukan komposita bahasa Jerman oleh mahasiswa pada mata kuliah Übersetzung Indonesisch-Deutsch kebanyakan berasal dari pembentukan komposita yang terdiri dari dua kata, yaitu kata benda+kata benda, selain dari kata benda (Nomen), kata kerja (Verb), dan kata sifat (Adjektiv), pola pembentukan komposita bahasa Jerman oleh mahasiswa ini juga berasal dari kata keterangan (Adverb), Präposition, dan Partikel, (2) dalam proses pembentukan pola komposita bahasa Jerman, mahasiswa masih terpengaruh oleh bahasa ibu, yaitu bahasa Indonesia, (3) masih banyak mahasiswa yang belum mengerti tentang materi Fugenzeichen dalam pembentukan pola komposita, dan (4) makna komposita bahasa Jerman hasil bentukan mahasiswa ada yang mengalami perubahan makna dan ada yang tidak mengalami perubahan makna.

Pengaruh persepsi mahasiswa tentang kondisi fasilitas perkuliahan dan kompetensi profesionalisme dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Sukma Adekayanti

 

ABSTRAK Adekayanti, Sukma. 2009. Pengaruh persepsi Mahasiswa Tentang Kondisi Fasilitasperkuliahan dan Kompetensi Profesionalisme Dosen Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Sutatmi, S.E.,M.Pd., M.Si.Ak. (2) Helianti Utami, S.E., M.Si. Ak Kata Kunci : Fasilitas Perkuliahan, Kompetensi Profesionalisme dosen, Motivasi Belajar Persepsi adalah suatu proses individu dalam penginderaan yang mengarah kepada pemberian makna terhadap lingkungannya, tujuannya adalah untuk mengetahui, menginterprestasikan, dan mengevaluasi objek yang dipersepsi baik itu tentang sifat, kualitas dan keadaan lain objek tersebut. Dalam hal ini kondisi fasilitas perkuliahan dan kompetensi profesionalisme dosen merupakan objek yang dipersepsi oleh mahasiswa. Apabila persepsi mahasiswa tentang kondisi fasilitas perkuliahan dan kompetensi profesionalisme dosen baik atau positif maka akan mendukung terciptanya motivasi yang kuat dalam diri mahasiswa sehingga dapat memproleh hasil pembelajaran yang maksimal. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh persepsi mahasiswa tentang kondisi fasilitas perkuliahan dan kompetensi profesionalisme dosen terhadap motivasi balajar mahasiswa jurusan akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang baik secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanasi (Explanatory Research). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket dan dokumentasi. Populasi data dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang tahun angkatan 2005, 2006, dan 2007 yang aktif mengikuti perkuliahan pada pada semester genap 2008/2009, diwakili sampel 105 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proporsional random sampling. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan uji t dan uji F melalui SPSS 10.00 for windows. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data dalam penelitian ini adalah angket tertutup atau kuisioner. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa (1) terdapat pengaruh persepsi mahasiswa tentang kondisi fasilitas perkuliahan terhadap motivasi belajar mahasiswa secara parsial, hal ini terbukti dengan didapatnya T hitung 3,252. (2) terdapat pengaruh persepsi mahasiswa tentang kompetensi profesionalisme dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa secara parsial, hal ini terbukti dengan didapatnya T hitung 6,438. (3) terdapat pengaruh persepsi mahasiswa tentang kondisi fasilitas perkuliahan dan kompetensi profesionalisme dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa secara simultan, hal ini dibuktikan didapatnya R Square sebesar 40,1%. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat diajukan kepada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri malang sebagai upaya peningkatan motivasi belajar mahasiswa adalah: (1) mengadakan penambahan dan merawat fasilitas yang mendukung kegiatan perkuliahan di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, baik mutunya maupun kuantitasnya. (2) dapat menjadi pertimbangan bagi pimpinan Fakultas Ekonomi untuk merencanakan kebijakan dalam meningkatkan dan mengembangkan kompetensi profesionalisme dosen.

Identifikasi konsep sukar dan kesalahan konsep proses eksotermik dan endotermik pada siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Vina Agustina

 

ABSTRAK Agustina, Vina. 2009. Identifikasi Konsep Sukar dan Kesalahan Konsep Proses Eksotermik dan Endotermik pada Siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fariati, M.Sc., (2) Herunata, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: Konsep sukar, kesalahan konsep, proses eksotermik dan endotermik. Proses eksotermik dan endotermik dapat dikaji sebagai konsep konkrit dan abstrak. Sifat abstrak lebih sulit dipahami daripada konsep konkrit. Jika siswa kesulitan memahami konsep, maka akan menimbulkan konsep sukar. Konsep sukar adalah konsep dengan persentase jawaban salah siswa dari butir soal suatu konsep sama dengan atau lebih besar dari 61%. Konsep sukar siswa dapat disebabkan siswa mengalami kesalahan konsep. Kesalahan konsep ini diidentifikasi berdasarkan konsistensi siswa memilih jawaban salah pada soal yang berbeda tetapi memiliki konsep yang sama. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi konsep sukar dan kesalahan konsep proses eksotermik dan endotermik pada siswa kelas X, XI, dan XII SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang.

Pengaruh kinerja keuangan dan risiko sistematis terhadap harga saham perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia / Candra Jatmiko

 

ABSTRAK Jatmiko, Candra. 2009. Pengaruh Kinerja Keuangan dan Risiko Sistematis terhadap Harga Saham Perbankan yang Listing di Bursa Efek Indonesia. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Makaryanawati, S.E., M.si, Ak (II) D.R., Puji Handayati, S.E, M.M, Ak, Kata kunci: kinerja keuangan, risiko sistematis, harga saham Investasi melalui pasar modal, khususnya dalam bentuk saham selain menjanjikan hasil juga mengandung risiko. Hal ini disebabkan karena pergerakan harga saham yang fluktuatif dan sulit ditebak. Harga saham dipengaruhi oleh banyak faktor yang berasal dari internal maupun eksternal perusahaan. Faktor internal yang mempengaruhi harga saham dapat berupa kinerja perusahaan yang bisa diukur menggunakan rasio keuangan. Sementara faktor eksternal yang berpengaruh terhadap harga saham dapat berupa kebijakan pemerintah, risiko pasar, inflasi, tingkat suku bunga dsb. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh yang berasal dari faktor internal perusahaan, yaitu kinerja keuangan yang terdiri dari EPS, PBV, ROE, ROI, NPM, LDR, CAR dan pengaruh eksternal yang berupa Risiko Sistematis (BETA) terhadap harga saham baik secara parsial maupun simultan. Dalam perhitungan risiko sistematis, harga saham yang digunakan adalah harga saham penutupan bulanan. Populasi dari penelitian ini adalah semua perusahaan Perbankan yang listing di BEI periode 2005-2007. Dari populasi tersebut, kemudian digunakan metode purposive sampling agar kualifikasi sampel sesuai dengan kriteria-kriteria yang dibutuhkan dalam penelitian. Hasilnya terdapat 23 perusahaan yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi stepwise. Hasil uji t yang telah dilakukan menunjukkan bahwa variabel EPS, PBV, ROI dan CAR memiliki nilai signifikansi kurang dari 0,05 sehingga H0 ditolak dan menerima hipotesis yang diajukan. Sementara variabel ROE, NPM, LDR dan BETA menunjukkan nilai signifikansi lebih dari 0,05 sehingga H0 diterima dan menolak hipotesis yang diajukan. Hasil uji F menunjukkan nilai signifikansi kurang dari 0,05 sehingga H0 ditolak dan menerima hipotesis yang diajukan. Hasil pengujian hipotesis tersebut menunjukkan bahwa variabel EPS, PBV, ROI dan CAR memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham. Sementara variabel ROE, NPM, LDR dan BETA tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Secara simultan, variabel EPS, PBV, ROE, ROI, NPM, LDR, CAR dan BETA berpengaruh signifikan terhadap harga saham. EPS menjadi variabel yang paling berpengaruh terhadap harga saham. Ini menandakan investor sangat tertarik pada perusahaan yang memiliki nilai EPS tinggi. Dari hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan, disarankan kepada para investor untuk mempertimbangkan kinerja keuangan terutama EPS, PBV, ROI dan CAR terlebih dahulu sebelum melakukan investasi pada perusahaan perbankan.

Penyelenggaraan homeschooling dalam perspektif manajemen pendidikan: studi kasus di komunitas homeschooling sekolah dolan Malang / Eni Rahayu

 

Abstrak Homeschooling adalah pendidikan alternatif berbasis rumah yang dilaksanakan di mana pun, kapanpun, dan dengan siapapun di mana proses pendidikan anak hampir sepenuhnya dipegang oleh orang tua. Sistem pendidikan homeschooling menempatkan anak-anak sebagai subjek dengan menggunakan pendekatan pendidikan secara at home. Di Kota Malang terdapat beberapa lembaga yang menerapkan homeschooling, namun hanya Komunitas Homeschooling Sekolah Dolan yang berada di bawah naungan Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif (Asah Pena) dan mendapat binaan dari Depdiknas bidang Pendidikan Luar Sekolah. Berdasarkan informasi tersebut, maka dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui penyelenggaraan homeschooling di Sekolah Dolan Malang dalam perspektif manajemen pendidikan, dengan fokus dan tujuan penelitian memaparkan tentang (1) manajemen kurikulum dan pembelajaran, (2) manajemen peserta didik, (3) manajemen sarana dan prasarana, (4) manajemen sumber daya manusia, dan (5) manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif eksplanatoris dengan jenis penelitian studi kasus. Temuan-temuan penelitian yang dibahas dengan cara membandingkan informasi yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, sehingga diperoleh hasil bahwa dalam menyelenggarakan homeschooling, Komunitas Homeschooling Sekolah Dolan Malang melaksanakan aktivitas manajemen pendidikan yang meliputi manajemen kurikulum dan pembelajaran, manajemen peserta didik, manajemen sarana dan prasarana, manajemen sumber daya manusia, dan manajemen hubungan sekolah dan masyarakat. Secara rinci (1) manajemen kurikulum dan pembelajaran, kurikulum yang digunakan di Sekolah Dolan adalah kurikulum inovatif dengan metode pembelajaran yang konstruktivistik, (2) manajemen peserta didik meliputi kegiatan penerimaan siswa baru, layanan program LSC (Learning Support Center), peningkatan potensi peserta didik, pengelolaan kegiatan ekstra kelas, (3) manajemen sarana dan prasarana meliputi kegiatan pengadaan sarana, penggunaan dan perawatan sarana, dan pengupgradean atau pembaharuan sarana yang masih layak pakai, (4) manajemen sumber daya manusia terdiri dari perekrutan tutor, pembagian tugas (job description), dan pengembangan kemampuan tutor, (5) manajemen hubungan sekolah dan masyarakat menggunakan teknik pertemuan kelompok, tatap muka, observasi dan partisipasi, serta surat-menyurat dengan pihak terkait dimana kegiatan tersebut dilaksanakan secara berkesinambungan agar kebutuhan komunitas dan harapan masyarakat dapat sejalan. Kata Kunci: homeschooling, manajemen pendidikan

Studi aktivitas dan pendapatan pengrajin meubel di Kabupaten Bondowoso / Liza Asri Safarina

 

Indonesia merupakan negara yang terbentang dikawasan tropis dan didalamnya terdapat kekayaan alam yang melimpah ruah. Berbagai hasil dari alam sudah tersedia didalamnya, yang perlu diolah dan dijaga pelestariannya. Pentingnya pengembangan di bidang industri dalam proses pembangunan ekonomi suatu daerah di sadari oleh pemerintah Kabupaten Bondowoso. Pengembangan strategi di bidang industri dapat menciptakan kesempatan kerja secara maksimal demi kelangsungan hidup bangsa. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa di Kabupaten Bondowoso dibidang industri relatif kurang berkembang seperti yang diharapkan atau lebih lambat dibandingkan dengan kabupaten lain.

Motivasi tenaga kerja wanita bekerja ke luar negeri dan dampak remitensi terhadap keluarga TKW di Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi / Ria Puspita

 

Masalah jumlah tenaga kerja setiap tahun selalu bertambah seiring dengan berkembangnya teknologi dan pertumbuhan penduduk yang pesat. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak diimbangi oleh perkembangan ekonomi. Hal ini akan menimbulkan masalah bagi kehidupan masyarakat, sepertii minimnya kesempatan kerja yang ada dapat menimbulkan banyaknya pengangguran, hal ini jika tidak dikontrol akan mengakibatkan dampak yang akan memperparah citra bangsa Indonesia. Berdasarkan data di Badan Pusat Statistik jumlah tenaga kerja dari tahun ke tahun semakin meningkat, menurut informasi dari Badan Pusat Statistik Banyuwangi tahun 2008 jumlah tenaga kerja wanita di Kecamatan Cluring telah mencapai 24.398 orang. Sedangkan menurut data Badan Pusat Statistik Banyuwangi tahun 2007 jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja ke luar negeri telah mencapai 3.126 orang.

Analisis efisiensi dan efektivitas fungsi produksi (studi kasus pada PT Perkebunan Nusantara X PG Krembung Persero) / Dwi Sulistyorini

 

ABSTRAK Sulistyorini, Dwi. 2009. Analisis Efisiensi dan Efektivitas Fungsi Produksi (Studi Kasus Pada PT Perkebunaan Nusantara X PG Krembung Persero). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Yuli Widi Astuti, SE, M.Si, Ak, (II) Triadi Agung Sudarto, SE, Ak, M.Si. Kata kunci: Efisiensi, efektivitas, produktivitas biaya produksi (bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik), idle capacity mesin. Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang kegiatan utamanya memproduksi barang untuk selanjutnya dipasarkan. Dalam melaksanakan kegiatan produksinya, perusahaan harus membuat perencanaan dan pengendalian yang baik serta dapat menggunakan sumber daya yang dimilikinya dengan optimal agar efisien dan efektif. Untuk dapat mengetahui efisiensi dan efektivitas suatu fungsi produksi maka diperlukan adanya audit operasional. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada fungsi produksi PG Krembung Sidoarjo. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan menilai efisiensi dan efektivitas pada fungsi produksi selama enam tahun (20032008). Dengan dilakukannya analisis efisiensi dan efektivitas fungsi produksi diharapkan dapat membantu manajemen dalam menemukan kelemahankelemahan yang dapat menghambat jalannya operasi perusahaan yang selanjutnya dapat digunakan untuk memperbaiki dan penyempurnaan operasi perusahaan. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilaksanakan dengan mengadakan pengukuran terhadap tingkat ketercapaian tujuan (achievement rate), produktivitas biaya produksi (bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik), serta idle capacity mesin dalam perbandingan waktu enam tahun (20032008). Kemudian dilanjutkan dengan analisis kualitatif yaitu dengan membandingkan criteria, causes, effect Hasil penelitian menunjukkan bahwa PG Krembung sudah efektif dalam menjalankan fungsi produksinya. Hal ini tercermin pada tingkat ketercapaian tujuan selama enam tahun terakhir. Efektivitas tertinggi terjadi pada tahun 2004 dengan tingkat ketercapaian tujuan mencapai 103,76%. Untuk efisiensi penggunaan biaya produksi dapat diketahui dari produktivitas penggunaan biaya produksi (bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik), serta idle capacity mesin. Efisiensi penggunaan bahan baku terjadi pada tahun 2008 dengan tingkat produktivitas mencapai 172,25%. Untuk biaya tenaga kerja langsung, efisiensi terjadi pada tahun 2008 dimana tingkat produktivitas mencapai 16,33. Sedangkan untuk overhead pabrik, efisiensi terjadi pada tahun 2007 dengan tingkat produktivitas mencapai 381,51%. Idle capacity terendah terjadi pada tahun 2008 yang mencapai 17,47.

Pembelajaran finger painting pada sentra seni kreativitas di PAUD Kemala Bhayangkari 9 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Fivtina Shendi Restu

 

ABSTRAK Restu, Fivtina Shendi. 2009. Pembelajaran Finger Painting Pada Sentra Seni Kreativitas di PAUD Kemala Bhayangkari 9 Singosari, Malang, Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs, Kentar Budhojo, M.Pd, (II) Ellyn Sugeng Desyanty, S.Pd., M.Pd Kata kunci: Pembelajaran, Finger Painting, Anak Usia Dini Banyak para ahli yang mengadakan penelitian tentang perkembangan jiwa, kemampuan dalam berfikir, kreativitas, serta ketrampilan yang melibatkan daya imajinasi anak. Apabila semua kemampuan yang dimiliki anak dikembangkan sebagaimana mestinya, maka akan berguna bagi kehidupan anak selanjutnya. Dalam karya seni, anak akan mengungkapkan daya cipta dan ketrampilan yang dimilikinya dengan menggunakan berbagai macam alat dan media. Salah satu bentuk aplikasi lain dalam menggambar yang menjadi trend saat ini adalah finger painting. Finger painting merupakan suatu gerakan motoris yang global bagi anak, seluruh badan seakan-seakan ikut terlibat melakukan gerakan itu. Pembelajaran finger painting di PAUD diarahkan pada pengembangan kreativitas dan ketrampilan anak serta pembentukan kepribadian anak sesuai dengan tingkat perkembangan usia dan karakter anak. Penelitian ini dilaksanakan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pembelajaran finger painting pada sentra seni kreativitas di PAUD Kemala Bhayangkari 9 Singosari, Malang. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan narasi/cerita. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Tujuan pembelajaran finger painting (a) Sebagai sarana untuk melatih keberanian anak dalam menggambar, dalam menuangkan imajinasinya (b) Sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan dasar yang meliputi daya cipta, bahasa, daya pikir, ketrampilan, dan jasmani anak, (2) Metode pembelajaran finger painting, guru saling membantu dan bekerjasama. Semua metode dilaksanakan secara lebih sederhana, menarik, dan mudah dimengerti anak, (3) Media pembelajaran finger painting, menggunakan sarana yang ada di PAUD, yaitu bahan hasil pabrik dan alam, bahan-bahan sederhana, yang berupa bahan alam atau limbah yang dapat digunakan anak-anak untuk berkarya seni, (4) Proses evaluasi finger painting dilakukan pada hari itu juga, saat pembelajaran usai guru mengadakan pengecekan dan pengamatan terhadap hasil aktivitas yang dikerjakan, serta memberikan nilai pada buku gambar. Saran yang diberikan: (1) Bagi Lembaga PAUD Kemala Bhayangkari 9 Singosari Malang, diharapkan dapat meningkatkan kualitas media pembelajaran dan metode pembelajaran yang telah dikembangkan, khususnya pada sentra seni kreativitas, (2) Bagi Jurusan PLS, diharapkan dapat memperbanyak literatur tentang pengelolaan PAUD berkenaan dengan sentra pada umumnya, dan sentra seni kreativitas khususnya, serta menambah keilmuan tentang praktek pembelajaran pada sentra-sentra tersebut, (3)Bagi Peneliti Selanjutnya, dapat mengkaji kembali model, pemanfaatan dan bentuk media finger painting tersebut dan mengembangkan lebih spesifik lagi media pembelajarannya.

Hubungan antara konsep diri dengan tugas perkembangan siswa di SMP Negeri 1 Wajak / Nandasari Aulia

 

ABSTRAK Aulia, Nandasari. 2009. Hubungan Antara Konsep Diri dengan Tugas Perkembangan Siswa di SMP Negeri 1 Wajak. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Djoko Budi Santoso, (II) Drs. Hariadi Kusuma. Kata Kunci: Konsep diri, Tugas Perkembangan. Remaja dapat dipandang sebagai suatu masa dimana individu telah mencapai kematangan dalam proses perkembangannya, terutama kematangan fisik. Bila ia menerima keadaan tubuhnya, maka hal ini akan berakibat positif terhadap konsep dirinya. Bila terdapat penyimpangan-penyimpangan timbullah masalah yang berhubungan dengan konsep diri dan sikap sosialnya. Jika remaja dapat memahami dan menerima sejumlah fakta yang ada pada dirinya, maka ia akan mengembangkan konsep diri positif (Wicklund and Frey, 1980). Calhoun (1995) menunjukkan bahwa orang-orang yang menghukum diri secara psikis karena berpenampilan kurang sempurna menyebabkan timbulnya konsep diri rendah. Lebih lanjut Monks dkk. (1992), mengatakan bahwa ”konsep diri (self concept) akan turun bila seseorang tidak dapat melaksanakan tugas-tugas perkembangan dengan baik”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri siswa SMP Negeri 1 Wajak, pelaksanaan tugas perkembangan siswa SMP Negeri 1 Wajak, hubungan antara konsep diri dengan pelaksanaan tugas perkembangan siswa di SMP Negeri 1 Wajak. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah siswa siswa kelas VIII di SMPN 1 Wajak tahun ajaran 2009/2010. Teknik pengambilan sampel adalah teknik proportional random sampling dengan undian sehingga total sampel sebesar 98 siswa dari populasi sebesar 200 siswa. Pengambilan data dengan cara angket. Analisis data dengan menggunakan persentase dan product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak (65,31%) siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wajak yang mempunyai konsep diri tinggi, cukup banyak (34,69 %) siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wajak yang mempunyai konsep diri yang cukup, dan sangat sedikit (0 %) siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wajak yang mempunyai konsep diri yang rendah. Untuk hasil penelitian dalam tugas perkembangan menunjukkan bahwa banyak (63,27%) siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wajak yang melaksanakan tugas perkembangan sangat baik, cukup banyak (36,73 %) siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wajak yang melaksanakan tugas perkembangan cukup baik, dan sangat sedikit (0 %) siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wajak yang melaksanakan tugas perkembangan kurang baik. Dari hasil analisis data diketahui bahwa nilai korelasi antara konsep diri siswa dengan tugas perkembangan sebesar 0,592 dan menunjukkan signifikasi pada level 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan tugas perkembangan. Semakin tinggi konsep diri seseorang maka semakin baik pula tugas-tugas perkembangannya. Berdasarkan penemuan di atas, saran ditujukan kepada Kepala Sekolah sebagai penentu kebijakan di sekolah, diharapkan dapat lebih meningkatkan kebijakan terhadap pelaksanaan dan penyediaan sarana layanan Bimbingan dan i Konseling di Sekolah, memperhitungkan waktu yang tepat untuk memulai pendidikan sesuai dengan perkembangan siswa. Dengan demikian siswa akan lebih berpeluang untuk melaksanakan tugas perkembangan dengan baik dan pengembangan konsep diri ke arah yang diinginkan. Konselor diharapkan memotivasi klien untuk mengembangkan, memelihara, ataupun merubah konsep diri yang lebih tinggi. Sedangkan untuk peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian serupa diharapkan dapat mengembangkan instrumen yang sesuai dengan perkembangan siswa, kemudian lokasi penelitiannya tidak hanya dalam satu sekolah saja tetapi bisa lebih luas lagi, yaitu dalam suatu lingkup tertentu misalnya: se-Kecamatan maupun se-Kabupaten/Kota, dan lain-lain.

Analisis KTSP kombinasi standar nasional dengan Cambridge International Primary Program (CIPP) pada mata pelajaran sains di SD Laboratorium UM / Panca Oktawirani

 

Perkembangan dan perubahan dunia menjadikan sekolah sebagai institusi pendidikan dituntut untuk terus aktif dan inovatif dalam melaksanakan pendidikan. Dasar hukum dari keleluasaan satuan pendidikan untuk mengembangkan dan menerapkan bentuk dan proses pembelajaran tertera dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang mengamanatkan tersusunnya kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menegah yang disebut dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satu bentuk implementasi KSTP yang dikembangkan sekolah adalah kombinasi Standar Nasional dan Cambridge International Primary Program (CIPP) oleh SD Laboratorium UM. Perpaduan dua standar yaitu Standar Nasional dan CIPP berpengaruh terhadap bentuk silabus yang disusun sekolah khususnya dalam mata pelajaran Sains. Tujuan dari penelitian adalah 1) mengidentifikasi tahap-tahap proses pengembangan KTSP kombinasi Standar Nasional dengan CIPP pada mata pelajaran Sains di SD Laboratorium UM, 2) mendeskripsikan bentuk silabus KTSP Kombinasi Standar Nasional dengan CIPP pada mata pelajaran Sains di SD Laboratorium UM, 3) mendeskripsikan hal-hal yang dapat dipelajari dari proses pengembangan KTSP kombinasi Standar Nasional dengan CIPP pada mata pelajaran Sains di SD Laboratorium UM. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2009. Lokasi penelitian berada di SD Laboratorium UM, Jl Bogor No 19 Malang. Data yang di diambil yaitu tahap proses pengembangan KTSP dan contoh silabus kelas III ICP mata pelajaran. Teknik pengumpulan data tahap proses pengembangan KTSP dengan menggunakan instrumen lembar pedoman wawancara sedangkan teknik pengumpulan data bentuk silabus Sains dengan menggunakan lembar analisis dokumen KTSP dan penilaian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap proses pengembangan KTSP terdiri dari dua tahap yaitu tahap sosialisasi KTSP yang meliputi tahap perencanaan, rintisan dan desiminasi. Tahap pengembangan silabus meliputi tahap penyusunan, diskusi, review dan revisi, dan finalisasi. Bentuk silabus Sains SD Laboratorium meliputi komponen identitas, SK (Standard Competence), KD (Base Competence), IK (Indicator), alokasi waktu (Time Allocation), kegiatan pembelajaran (Teaching and Learning Activities), dan penilaian (Evaluation). Dalam silabus tidak terdapat komponen berupa materi dan sumber belajar. Hal-hal yang dapat dipelajari dari proses pengembangan KTSP kombinasi Standar ii Nasional dengan CIPP pada mata pelajaran Sains di SD Laboratorium UM adalah pihak sekolah harus berinteraksi dengan pihak Cambridge, terus mengevaluasi dan memperbaiki dalam penyusunan silabus. Silabus yang disusun merupakan perpaduan dari dua format yaitu Standar Nasional dan CIPP. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar diadakan penelitian lebih lanjut yang mengidentifikasi komponen KTSP yang lain, visi dan misi, tujuan pendidikan satuan pendidikan, kalender pendidikan, struktur muatan KTSP, dan RPP.

Isolasi promotor gen beta actin (b-actin) ikan gurami (Oshpronemus gouramy Lac.) / Nuning Winaris

 

ABSTRAK Winaris, Nuning. 2009. Isolasi Promotor Gen Beta-actin (β-actin) Ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lac.). Skripsi, Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Dwi Listyorini, M.Si, D.Sc, (II) Dr. Endang Suarsini, M.Ked. Kata-kata kunci : ikan gurami, promotor gen beta-actin (β-actin) Ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.) merupakan salah satu ikan yang memiliki tingkat konsumsi tinggi. Namun, pertumbuhan ikan gurami relatif lebih lambat dari pada spesies ikan air tawar lainnya. Untuk mencapai bobot konsumsi (kurang lebih 700 g) dibutuhkan waktu sekitar 3 tahun. Umur ikan gurami sendiri dapat mencapai 10 tahun. Promotor gen β-actin telah diisolasi dari beberapa jenis ikan dan dilaporkan sebagai regulator dengan aktivitas tinggi dalam mengatur ekspresi transgen pada ikan transgenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi promotor gen β-actin ikan gurami dengan harapan selanjutnya dapat dimanfaatkan dalam penerapan rekayasa genetika untuk perbaikan dan pengembangan kualitas ikan gurami, khususnya di dalam negeri. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif untuk mencari sekuen promotor β-actin ikan gurami. Sekuen promotor gen β-actin ikan gurami diisolasi dengan menggunakan metode amplifikasi PCR dengan primer yang dirancang berdasarkan primer yang digunakan untuk isolasi β-actin ikan nila, dengan acuan gen β-actin dari ikan common carp dan Japanese medaka (Hwang, dkk., 2002). Primer forward yang digunakan adalah 5’-CCGCGGGTGWGTGACGCTGGAC CAATC-‘3 dan reverse 5’-CCATGTCATCCCAGTTGGTCACAA-‘3. Dari hasil sequencing diketahui bahwa dengan sepasang primer ternyata belum mampu mengisolasi seluruh sekuen gen β-actin ikan gurami secara utuh, selain itu masih banyak bagian dari sekuen forward dan reverse yang mengalami error reading. Hasil analisis menunjukkan bahwa sekuen hasil amplifikasi PCR merupakan bagian dari gen β-actin ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.). Melalui analisis lebih lanjut diduga terdapat sekuen promotor pada ujung dan pangkal hasil amplifikasi dengan primer forward dan reverse. Masih diperlukan amplifikasi PCR dengan menggunakan primer-primer internal untuk memperoleh sekuen promotor β-actin yang utuh.

Rancang bangun aplikasi distance learning di Jurusan Teknik Elektro berbasis extensible markup language (XML) / Agus Haryadi

 

ABSTRAK Hariyadi, Agus, 2009. Rancang Bangun Aplikasi Distance Learning Di Jurusan Teknik Elektro Berbasis Extensible Markup Language (Xml). Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Univesitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M. Kom., (II) Didik Dwi Prasetya, S.T., M.T. Kata Kunci: Perangkat Lunak, Web, Extensible Markup Language (Xml). Teknologi internet semakin lama semakin berkembang. Kini boleh dikatakan hampir seluruh dunia terjangkau internet. Padahal, pada mulanya internet hanya digunakan di universitas- universitas tertentu dan lembaga-lembaga militer sebagai sarana komunikasi mereka. Dalam hal ini peneliti ingin menggembangkan suatu perangkat lunak (software) untuk mempermudahkan hubugan antara dosen dengan mahasiswa dalam suatu pembelajaran di Universitas Negeri Malang khususnya di Jurusan Teknik Elektro yaitu suatu pembelajaran jarak jauh yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja dengan sistem online. Untuk mengungkapkan permasalahan tersebut penelitian ini merumuskan permasalahan sebagai berikut: (1) Bagaimana membuat sebuah pencarian data yang baik pada sistem pembelajaran jarak jauh (distance learning) di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang? (2) Bagaimana menyusun suatu struktur XML yang dapat merepresentasikan struktur data dengan baik untuk fasilitas pencarian data pada sistem tersebut? (3) Bagaimana merancang tampilan halaman XML pada distance learning tersebut dengan menggunakan XSL? Di tengah masalah tersebut, maka digunakanlah sebuah bahasa yang dinamakan eXtensible Markup Language (XML). XML mampu memisahkan antara data dengan style dari suatu halaman dengan memanfaatkan teknologi XSL (eXtensible Stylesheet Language). XML juga mampu bertindak sebagai suatu basis data sederhana yang sanggup menerima query dan menampilkan sesuai dengan query. Dengan demikian XML bukan merupakan bahasa yang vendor specific, artinya tidak terikat oleh suatu pengembang perangkat lunak atau bahasa tertentu seperti Sun Microsystem, Microsoft, dan Oracle. XML juga tidak memiliki tag-tag khusus yang hanya berlaku pada satu browser namun tidak berlaku untuk browser yang lainnya seperti yang terjadi pada HTML. Sifat ini membuat data yang ditulis dalam bentuk XML dapat dipertukarkan dengan mudah dengan tetap menjaga integritas data, dari satu platform ke berbagai macam platform lainnya. Pada media penelitian ini terdapat lima komponen menu utama dalam pembuatannya, yaitu menu home yang merupakan menu utama dan berfungsi mengakomodasi menu lain, menu mata kuliah yang merupakan database mata kuliah yang diajarkan di Jurusan Teknik Elektro. Menu modul yang merupakan jadwal mata kuliah yang diajarkan setiap minggunya dan juga mahasiswa dapat mendownload bahan kuliahnya. Search yang merupakan model pencarian data berdasarkan mata kuliah dan topik. Indek kata kunci merupakan pencarian data berdasarkan kata- kata yang sudah ada. Dari proses penelitian, perancangan, serta implementasi dari aplikasi dalam proyek akhir ini, maka peneliti membuat beberapa kesimpulan yaitu (1) penyimpanan data dalam bentuk filesystems XML tepat dan praktis digunakan untuk data yang tidak terlalu kompleks relasinya, dan tidak terlalu besar ukurannya; (2) Aplikasi Pencarian Data dengan menampilkan kata kunci- kata kunci dari data yang ingin dicari memudahkan user untuk mencari data; (3) Kombinasi antara XML dan XSLT mampu menghasilkan tampilan halaman web yang baik. Semua yang dapat dilakukan oleh HTML dapat dilakukan oleh XML dibantu dengan XSLT. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, beberapa saran yang dipekirakan dapat meningkatkan persentase dan kualitas cara pemanfaatan program tersebut diajukan. Saran yang diajukan tersebut adalah (1) Agar aplikasi ini dapat diterapkan pada Sistem Distance Learning yang sesungguhnya maka perlu dibuat salah satu dari dua cara untuk mengatasi kelemahan aplikasi dari segi redundansi data yaitu implementasi Database XML atau Sistem Konversi dari DBMS ke XML; (2) Perlu dibuat suatu fasilitas modifikasi data secara otomatis untuk memudahkan operator sistem. Fasilitas modifikasi data ini dapat tersambung ke DBMS untuk penerapan Sistem Konversi atau langsung ke Database XML.

Penggunaan media benda asli dan manipulatif untuk meningkatkan hasil belajar IPA konsep organ tubuh manusia dan hewan di kelas V SDN Karangasem 2 Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan / Muhamad Munir

 

ABSTRAK Munir. Muhamad. 2009. Penggunaan Media Benda Asli dan Manipulatif untuk meningkatkan Hasil belajar IPA Konsep Organ Tubuh Manusia dan Hewan di kelas V SDN Karangasem 2 Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Program Studi S-1 PGSD Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Sumanto, M.Pd, (2) Dra. Hj. Sukanti, M.Pd. Kata Kunci: Media Manipulatif, hasil belajar IPA, organ tubuh Berkurangnya minat belajar siswa terhadap pembelajaran IPA yang disebabkan metode yang digunakan oleh guru tidak menyenangkan sehingga siswa menjadi pasif sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi menoton dan tidak menarik, serta jarang digunakannya media dalam proses pembelajaran berlangsung. Untuk itu diperlukan sebuah penerapan pembelajaran yang bernuansa pakem dengan penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Penglibatan siswa secara aktif yang ada akhirnya nanti dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran dalam proses belajar mengajar yang digunakan sebagai bahan berdiskusi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penggunaan media asli dan manipulatif proses pembelajaran IPA konsep Organ Tubuh Manusia dan Hewan di kelas V SDN Karangasem 2 Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan. (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPA konsep Organ Tubuh Manusia dan Hewan dengan digunakannya media asli dan manipulatif di kelas V SDN Karangasem 2 Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan.. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN Karangasem 2 tahun ajaran 2009/2010 dengan jumlah siswa 18 orang. Adapun pelaksanaan penelitian dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data penelitian ini diperoleh dari hasil observasi aktivitas guru dalam pembelajaran, aktivitas siswa dalam diskusi kelompok, wawancara dan tes untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai siswa. Hal ini dapat dilihat dari penilaian aktivitas belajar siswa memperoleh nilai rata-rata 73,2 meningkat menjadi 81,4. Sedangkan partisipasi siswa dalam diskusi kelompok memperoleh nilai rata-rata 69,7 meningkat menjadi 80,5. Selain itu penggunaan media asli dan manipulatif juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil pra tindakan mencapai nilai rata-rata 64,17 (44,44%) meningkat menjadi 72,22 (66,67%) pada siklus I. Pada siklus II juga meningkat menjadi 81,11 (83,33%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa: (1) penggunaan media asli dan manipulatif dapat mengaktifkan siswa dalam proses pembalajaran maupun dalam diskusi kelompok. (2) penggunaan media asli dan manipulatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dari hasil penelitian yang dilakukan disarankan agar: Guru dapat menggunakan media dalam setiap pembelajaran, serta siswa mampu menggunakan media asli dan manipulatif dan terlibat langsung dalam pembelajaran.

Pengaruh motivasi kerja terhadap prestasi kerja karyawan bagian juru utama pada PT. Kertas Leces (Persero) Probolinggo / Chandra Refianto

 

ABSTRAK Refianto, Chandra. 2009. Pengaruh Motivasi Kerja Karyawan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Bagian Juru Utama Pada PT. Kertas Leces (Persero) Probolinggo. Skripsi. Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ery Tri Djatmika. R.W.W, MA, M. Si (II) Drs. Muhammad Arief, M. Si Kata kunci: Motivasi Kerja, Prestasi kerja Dalam era globalisasi ini telah banyak mempengaruhi perkembangan di berbagai sektor kegiatan, khususnya kegiatan dunia bisnis yang mengakibatkan persaingan di dunia kerja yang sangat ketat, yang menuntut setiap perusahaan memilki daya saing yang kuat dan efisien. Salah satu faktor mewujudkan hal tersebut, pihak perusahaan harus mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas dan professional. Peranan atasan atau pimpinan sangat diperlukan untuk memberikan motivasi atau dorongan kepada karyawan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana kondisi motivasi kerja karyawan bagian Juru Utama pada PT. Kertas Leces (Persero) Probolinggo. (2) Bagaimana kondisi prestasi kerja karyawan bagian Juru Utama pada PT. Kertas Leces (Persero) Probolinggo. (3) Bagaimana pengaruh variabel motivasi kerja (kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri) secara parsial terhadap prestasi kerja karyawan bagian Juru Utama pada PT. Kertas Leces (Persero) Probolinggo. (4)Bagaimana pengaruh variabel motivasi kerja (kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri) secara simultan terhadap prestasi kerja karyawan bagian Juru Utama pada PT. Kertas Leces (Persero) Probolinggo. (5) Variabel motivasi kerja manakah yang lebih dominan mempengaruhi prestasi kerja karyawan bagian Juru Utama pada PT. Kertas Leces (Persero) Probolinggo. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Kertas Leces (Persero) Probolinggo bagian Juru Utama yang berjumlah 509 karyawan dan diambil sampelnya sejumlah 100 orang karyawan. Skala yang digunakan adalah Skala Likert dengan 5 (lima) pilihan jawaban. Uji validitas dan uji realibilitas digunakan untuk menguji kelayakan instrument. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Sedangkan untuk menguji kelayakan regresi dilakukan uji asumsi klasik dan hasil dari analisis data responden diolah menggunakan SPSS 12,0 For Windows. Hasil penelitian ini adalah: (1) Berdasarkan hasil analisis deskriptif kondisi motivasi kerja berdasarkan kebutuhan fisiologis adalah cukup tinggi. (2) Berdasarkan hasil analisis deskriptif kondisi motivasi kerja berdasarkan kebutuhan rasa aman adalah tinggi. (3) Berdasarkan hasil analisis deskriptif kondisi motivasi kerja berdasarkan kebutuhan sosial adalah tinggi. (4) Berdasarkan hasil analisis deskriptif kondisi motivasi kerja berdasarkan kebutuhan penghargaan adalah tinggi. (5) Berdasarkan hasil analisis deskriptif kondisi motivasi kerja berdasarkan kebutuhan aktualisasi diri adalah cukup tinggi. (6) Berdasarkan hasil analisis deskriptif kondisi motivasi kerja karyawan bagian Juru Utama PT. Kertas Leces (Persero) Probolinggo adalah tinggi. (7) Berdasarkan hasil analisis deskriptif kondisi prestasi kerja karyawan bagian Juru Utama pada PT. Kertas Leces (Persero) Probolinggo adalah tinggi. Berdasarkan hasil analisis regresi secara parsial pada variabel kebutuhan fisiologis diperoleh nilai thitung 0.572 > t tabel 1,984 atau signifikan t=0.569 < 0,05, maka variabel kebutuhan fisiologis tidak berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Variabel kebutuhan rasa aman diperoleh nilai thitung 2.582 > t tabel 1,984 atau signifikan t=0,0011 < 0,05, maka variabel kebutuhan rasa aman berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Variabel kebutuhan sosial diperoleh nilai thitung 5.340 > t tabel 1,984 atau signifikan t=0,000 < 0,05, maka variabel kebutuhan sosial berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Variabel kebutuhan penghargaan diperoleh thitung 6.856 > t tabel 1,984 atau signifikan t=0,000 < 0,05, maka variabel kebutuhan penghargaan berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Variabel kebutuhan aktualisasi diri diperoleh nilai thitung 2,053 > t tabel 1,984 atau signifikan t=0,043 < 0,05, maka variabel kebutuhan aktualisasi diri berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada PT. Kertas Leces (Persero) Probolinggo untuk lebih mengetahui kebutuhan, keinginan, dan memberikan motivasi yang tepat kepada karyawan agar dapat bergairah untuk bekerja dan dalam meningkatkan motivasi kerja yang diberikan, tidak memperhatikan salah satu bentuk motivasi kerja saja melainkan meliputi keseluruhan motivasi kerja yang ada demi terwujudnya tujuan perusahaan.

Perbedaan efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif STAD (Students Teams Division Achievement) dan TGT (Teams Games Tournament) terhadap aktivitas belajar dan hasil belajar siswa / Achmad Murdiono

 

ABSTRAK Murdiono, Achmad (2009): Perbedaan Efektifitas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif STAD (Students Teams Division Achievement) dan TGT (Teams Games Tournament) terhadap Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar Siswa. Kata kunci: Model Pembelajaran STAD (Students Teams Division Achievement), TGT (Teams Games Tournament), Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar Pembelajaran koorporatif adalah pembelajaran yang menuntuk interaksi antar siswa yang terbagi menjadi beberapa kelompok. Pembelajaran kooperatif memiliki beberapa model, diantaranya model STAD (Student Teams Achivement Division) dan model TGT (Teams Games Tournament). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan aktivitas dan hasil belajar yang rendah dan memberikan informasi metode kooperatif yang lebih efektif dari dua metode di atas. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI KU-1 dan XI KU-2 Jurusan Akuntansi SMEA Muhammadiyah 5 Kepanjen. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis yang dilaksanakan pada akhir setiap siklus, rubrik penilaian, lembar observasi, pedoman wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Dari hasil analisis data diketahui bahwa, penerapan metode pembelajaran TGT siklus kedua nilai akumulatif untuk aktivitas sebesar 66.87% atau naik sebesar 19.95% . Sedangkan metode STAD siklus kedua nilai aktivitas belajar sebesar 52.02% dan mengalami kenaikan sebesar 15.11%. Data hasil belajar, jumlah siswa yang masuk dalam kategori tuntas pada siklus kedua untuk metode TGT naik (28.5%) menjadi 25 siswa. Sedangkan metode STAD dari jumlah yang masuk kategori tuntas pada siklus kedua sebanyak 22 siswa atau naik (16.12%). Data ini menjelaskan bahwa metode kooperatif moel TGT dan STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Fakta ini juga menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran metode TGT lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil ini diperkuat oleh pengujian hipotesa menunjukkan bahwa nilai t hitung = 2.396 dibagian equal variances assumed dan p (sig. (2-tailed) )= 0.02.Oleh karena p<0.05: maka Ho dotolak. Saran yang diajukan dalam penelitian ini antara lain (1) Bagi guru, disarankan untuk menggunakan metode pembelajaran kooperatif baik itu metode STAD dan TGT sebagai alternatif dalam pembelajaran di kelas pada mata pelajaran akuntansi perbankkan khususnya untuk kompetensi standar menyusun rekonsiliasi bank atau mata pelajaran yang mempunyai karakteristik materi serupa, berdasarkan temuan guru lebih disarankan untuk menerapkan metode TGT;(2) Dalam pengelolaan pembelajaran di kelas guru harus memberi motivasi kepada seluruh siswa, terutama siswa yang memiliki kemampuan lebih rendah, agar mereka lebih aktif dalam proses belajar di kelas; (3) Bagi peneliti berikutnya, disarankan melakukan penelitian tentang pengembangan pnggabungan metode pembelajaran TGT dan STAD, atau mengembangkan menjadi penelitian eksperimen dengan menambah kelas kontrol.

Studi preferensi mahasiswa terhadap produk jasa telekomunikasi prabayar (SIM Card) dengan metode analytic hierarchy process (AHP) (Studi Kasus di Universitas Negeri Malang) / Maya Pramitasari

 

ABSTRAK Pramitasari, Maya. 2009. Studi Preferensi Mahasiswa terhadap Produk Jasa Telekomunikasi (Sim card) dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus di Universitas Negeri Malang). Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Swasono Rahardjo, S.Pd, M.Si (II) Drs. Susiswo, M.Si. Kata kunci: AHP, Sim card, hirarki, preferensi. AHP adalah suatu prosedur pengambilan keputusan multikriteria dengan cara mengelompokkan dari situasi kompleks berdasarkan indikator hirarki. Langkah-langkah pengambilan keputusan: (1) menyusun hirarki keputusan, (2) menghitung bobot berdasar nilai eigen dan vektor eigen dari matriks perbandingan berpasangan kebalikan dan (3) menentukan prioritas tertinggi berdasar nilai Consistency Ratio (CR). Mengingat penggunaan telepon seluler yang semakin marak di kalangan mahasiswa, menyebabkan semakin meningkatnya persaingan produk jasa telekomunikasi prabayar (Sim card). Aplikasi AHP sangat tepat digunakan untuk mengetahui preferensi/pilihan mahasiswa Universitas Negeri Malang terhadap produk jasa telekomunikasi (Sim card). Pada penelitian ini disusun suatu sistem hirarki empat level. Level pertama merupakan fokus dari permasalahan, yaitu pemilihan Sim card. Level kedua adalah kriteria, ada tiga macam kriteria, yaitu kriteria ekonomis, kriteria fasilitas dan kriteria lain-lain. Kemudian masing-masing kriteria ini dibagi ke dalam subkriteria, di mana kriteria ekonomis terdiri dari harga perdana, harga voucher, tarif telepon, dan tarif SMS. Kriteria fasilitas terdiri dari sinyal/jangkauan, bebas roaming, layanan operator dan kelengkapan fitur. Kriteria yang terakhir, yaitu kriteria lain-lain, terdiri dari image produk dan bonus/hadiah. Masing-masing subkriteria menempati level ketiga. Sedangkan pada level keempat terdapat alternatif, yaitu kelima produk jasa telekomunikasi prabayar, yang terdiri dari Simpati, Mentari, IM3, XL dan As. Setelah dilakukan analisis AHP, diperoleh kesimpulan bahwa urutan preferensi mahasiswa terhadap produk jasa telekomunikasi prabayar (Sim card) yang paling disukai adalah IM3, diikuti Simpati, XL, As dan Mentari, dengan persentase prioritas berturut-turut adalah 34.1%, 22%, 16.6%, 14.1%, dan 13.2%.

Peningkatan hasil belajar siswa kelas XI SMA Laboratorium UM dengan model pembelajaran penemuan terbimbing-numbered head together pada materi limit fungsi aljabar / Tsalis Fitriana

 

ABSTRAK Fitriana, Tsalis. 2009. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM dengan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing-Numbered Head Together pada Materi Limit Fungsi Aljabar. Skripsi, Jurusan Matematika, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Swasono Rahardjo, S.Pd, M.Si (II) Aning Wida Yanti, S.Si, M.Pd. Kata Kunci: peningkatan, hasil belajar, penemuan terbimbing, Numbered Head Together, limit fungsi aljabar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) langkah-langkah pembelajaran penemuan terbimbing-Numbered Head Together di kelas XI IPA 1 SMA Laboratorium UM, dan (2) hasil belajar matematika siswa kelas XI IPA 1 dengan model pembelajaran penemuan terbimbing-Numbered Head Together. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Sebagai sumber data, dipilih siswa kelas XI IPA 1 SMA Laboratorium UM yang berjumlah 25 siswa. Penelitian ini dilakukan di pada bulan April sampai dengan Mei 2009 dalam dua tahap, yaitu tahap pra tindakan dan tahap tindakan. Tahap tindakan dilaksanakan dalam 2 siklus yang terdiri dari 5 pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran penemuan terbimbing-Numbered Head Together di kelas XI IPA 1 SMA Laboratorium UM dilaksanakan dalam dua tahap, (1) Tahap pra instruksional meliputi penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian pokok materi secara garis besar, dan mengingatkan kembali tentang pengetahuan prasyarat. (2) tahap instruksional: guru membagi siswa dalam kelompok belajar yang beranggotakan 4-5 siswa, membagi nomor siswa dan LKS pada tiap kelompok, siswa mendiskusikan LKS dalam kelompok, menyebutkan nomor siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Diskusi dalam mengerjakan LKS dilaksanakan dengan langkah penemuan terbimbing, yaitu: pemberian masalah, latihan pengembangan, penyusunan data, membuat prediksi, memeriksa prediksi, memeriksa hasil dan pengorganisasaian kembali. Penomoran dalam kelompok diberikan dengan ketentuan bahwa tiap kelompok memiliki nomor mulai 1 dan siswa bebas memilih nomor lengannya. Hasil belajar siswa selama pelaksanaan model pembelajaran penemuan terbimbing-Numbered Head Together, dapat dinyatakan sebagai berikut. Nilai rata-rata siswa pada tes akhir tindakan siklus I mencapai 86,22 dan pada tindakan siklus II mencapai 88,24. Prosentase siswa yang memperoleh nilai ≥ 75 pada tes akhir tindakan siklus I adalah 72% dan pada tindakan siklus II adalah 92%. Artinya, hasil belajar siswa pada materi limit fungsi aljabar dengan pembelajaran penemuan terbimbing-Numbered Head Together telah memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kegiatan lesson study (studi kasus pada guru program mata pelajaran produktif dan siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Ardjuna 1 Malang tahun ajaran 2008/2009) / Alfia Norika

 

ABSTRAK Norika, Alfia. 2009. Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Kegiatan Lesson Study (Studi Kasus pada Guru Program Mata Pelajaran Produktif dan Siswa Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran Di SMK Ardjuna 1 Malang Tahun Ajaran 2008/ 2009). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Gatot Isnani, M.Si., (2) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si. Kata kunci: Kualitas Pembelajaran, Kegiatan Lesson Study. Guru merupakan faktor yang sangat penting dalam proses pendidikan, karena guru selalu terkait dengan komponen manapun dalam sistem pendidikan. Guru juga sangat menentukan keberhasilan peserta didik, terutama dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar. Seiring dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), pengetahuan guru harus selalu disegarkan. Pemerintah sebagai lembaga tertinggi negara selalu melakukan usaha peningkatan mutu guru melalui pelatihan-pelatihan untuk penyegaran pengetahuan guru. Namun, usaha dari pemerintah ini kurang dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan mutu guru karena tidak ada kegiatan monotoring pasca pelatihan. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran guru adalah kegiatan Lesson Study. Lesson Study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu Plan (merencanakan), Do (melaksanakan), dan See (merefleksi) yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan kata lain Lesson Study merupakan suatu cara peningkatan mutu pendidikan yang tak pernah berakhir (continous improvement). Pelaksanaan kegiatan Lesson Study merupakan suatu kegiatan yang berupaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru pada program mata pelajaran prodktif dan meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Ardjuna 1 Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Pelaksanaan kegiatan Lesson Study pada kelompok guru program mata pelajaran produktif dan siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Ardjuna 1 Malang. (2) Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kegiatan Lesson Study pada kelompok guru program mata pelajaran produktif dan siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Ardjuna 1 Malang. (3) Kendala-kendala dalam pelaksanaan kegiatan Lesson Study pada kelompok guru program mata pelajaran produktif dan siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Ardjuna 1 Malang. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus dan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, catatan lapangan, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SMK Ardjuna 1 Malang dengan subjek penelitian adalah guru program mata pelajaran produktif sebanyak 7 (tujuh) orang dan siswa kelas X pada Program Keahlian Administrasi Perkantoran tahun ajaran 2008/2009. Mata pelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Korespondensi Bahasa Indonesia untuk kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran, dengan menggunakan kompetensi dasar “Menyusun Surat-Surat Niaga/Bisnis”. Untuk mengetahui peningkatan kualitas pembelajaran guru dilakukan penilaian terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dirumuskan oleh Tim Lesson Study dan penilaian terhadap pelaksaan pembelajaran dengan menggunakan Alat Penilaian Kompetensi Guru (APKG). Untuk mengetahui aktivitas siswa dan ketepatan guru dalam melaksanakan pembelajaran dilakukan observasi (pengamatan) dengan menggunakan instrumen lembar observasi dan catatan lapangan, sedangkan untuk mengetahui hasil belajar siswa digunakan tes tulis yang diberikan pada akhir pembelajaran. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Pelaksanaan kegiatan Lesson Study pada kelompok guru program mata pelajaran produktif dan siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Ardjuna 1 Malang terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap Plan, Do, dan See. (2) Rata-rata nilai kompetensi guru dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 13,89% pada penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), yakni dari 77,77 % pada siklus I menjadi 91,66% pada siklus II dan rata-rata nilai pelaksanaan pembelajaran meningkat sebesar 21,74% dari 76,08% pada siklus I menjadi 97,82% pada siklus II. Selain itu, terjadi peningkatan hasil belajar siswa sebesar 1,81 dari nilai rata-rata sebesar 69,68 sebelum Lesson Study menjadi 70,50 setelah diberi tindakan pada siklus I. Pada siklus II rata-rata hasil belajar mengalami peningkatan sebesar 2,59 dari 70,50 pada siklus I menjadi 73,09 pada siklus II. (3) Kendala-kendala yang dihadapi adalah adanya jenis pembagian jam mengajar yang berbeda-beda antara masing-masing guru, terbatasnya literatur yang disediakan oleh sekolah, dan terbatasnya waktu pelaksanaan Lesson Study yang bertepatan dengan pelaksanaan program sekolah di SMK Ardjuna 1 Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diberikan oleh peneliti yaitu: (1) Kegiatan Lesson Study sangat bermanfaat bagi pengembangan potensi guru karena Lesson Study telah terbukti dapat meningkatkan kualitas pembelajaran guru di SMK Ardjuna 1 Malang, sehingga bagi guru-guru lainnya disarankan untuk melaksanakan kegiatan Lesson Study. (2) Guru hendaknya memiliki komitmen yang kuat dalam melaksanakan Lesson Study, dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru, terutama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. (3) Siswa hendaknya melakukan persiapan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai dan lebih berani lagi dalam mengungkapkan pendapatnya dalam pembelajaran. (4) Kepada peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian pada kempetensi guru yang lain guna mengetahui keberhasilan pelaksanaan kegiatan Lesson Study.

Efek persepsi guru tentang kondisi lingkungan kerja terhadap semangat kerja (Studi pada program keahlian bangunan SMK di Kota Malang) / Heny Hartanto

 

ABSTRAK Hartanto, Heny. 2009. Efek Persepsi Guru tentang Kondisi Lingkungan Kerja terhadap Semangat Kerja (Studi pada Program Keahlian Bangunan SMK di Kota Malang). Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Falkultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sutrisno, S.T., M. Pd.; (II) Drs. Bambang Widarta, M.T. Kata kunci: Lingkungan kerja, semangat kerja, kepuasan kerja Kondisi lingkungan kerja merupakan salah satu hal yang penting bagi guru. Tersedianya lingkungan kerja yang baik dapat memberikan kenyamanan ba-gi guru. Disamping itu adanya kondisi lingkungan kerja yang baik dapat me-nimbulkan kepuasan dan dengan kepuasan dapat meningkatkan semangat kerja guru. Tetapi masih banyak diantara sekolah-sekolah kejuruan di kota Malang yang tidak menyadari bahwa begitu pentingnya penciptaan lingkungan kerja yang kon-dusif dapat berpengaruh terhadap kepuasan dan semangat kerja guru karena ke-banyakan dari sekolah lebih memfokuskan diri pada peningkatan prestasi dan na-ma baik sekolah. Oleh karena itu perlu diketahui tentang efek yang ditimbulkan dari lingkungan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap ke-puasan kerja dan semangat kerja guru. Penelitian ini menggunakan teknik analisis jalur, dalam penelitian ini ter-dapat tiga variabel yaitu: variabel bebas yang terdiri dari lingkungan kerja fisik (X1) dan lingkungan kerja non-fisik (X2), variabel intervening kepuasan kerja (X3), dan variabel terikat semangat kerja guru (Y1). Populasi dalam penelitian ini adalah guru SMK program keahlian bangunan Se-Kota Malang dengan jumlah 30 guru. Dalam penelitian ini digunakan angket sebagai alat pengumpul data. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa (1) Terdapat efek positif secara langsung lingkungan kerja fisik terhadap kepuasan kerja sebesar 0,324; (2) Ter-dapat efek positif secara langsung lingkungan kerja non-fisik terhadap kepuasan kerja sebesar 0,732; (3) Terdapat efek positif secara langsung lingkungan kerja fisik terhadap semangat kerja sebesar 0,303; (4) Terdapat efek positif secara lang-sung lingkungan kerja non-fisik terhadap semangat kerja sebesar 0,600); (5) Ter-dapat efek positif secara langsung kepuasan kerja terhadap semangat kerja se-besar 0,818; (6) Terdapat efek positif secara tidak langsung lingkungan kerja fisik terhadap semangat kerja melalui kepuasan kerja sebesar 0,265; (7) Terdapat efek positif secara tidak langsung lingkungan kerja non-fisik terhadap semangat kerja melalui kepuasan kerja sebesar 0,599. Dari hasil penelitian ini, disarankan kepada pihak sekolah terutama kepala sekolah agar lebih memperhatikan kondisi lingkungan kerja guru, supaya guru merasa puas dalam bekerja, sehingga dapat mempertahankan dan meningkatkan semangat dalam bekerja dan membimbing siswa-siswinya. Disarankan pula ke-pada para guru sebagai pendidik untuk lebih mempertahankan bahkan mening-katkan semangat kerja yang sudah baik menjadi lebih baik lagi

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 |