Pandangan hukum Islam dan undang-undang no. 1 tahun 1974 terhadap perkawinan sirri dan akibat hukumnya bagi status anak oleh Puji Astutik

 

ABSTRAK Astutik,P uji.2Al2._PandangaHnu kuml slam Dan {lndang-IlndangN o,I Tahun 1971T erhadapP erkawinanS irri Dan AkibatH akumnyaB agi StalusA nak. Skripsi, Jurusanp endidikanP ancasilad an KewarganegaraanF.I P UNIVERSITASN EGEzuM ALANG. Pembimbing(:l ) Drs.W arsiro Suparyo(,l I) Yuni Astuti S.H.M .Pd. Kata Kunci: PerkawinanS irri, Hukuml slam, Undang-UndanPge rkawinanN o.1 Tahun 1974. Perkawinan sini merupakan suatu bentuk perkawinan yang hanya dilakukan di depanu lama/tokoha garta ataut okoh masyarakadt an sudahm emenuhir ukun dan syarat perkawinan yang telah ditetapkan dalam sariat Islam. Perkawinan ini tidak dicatatkanp adap ejabayt angb erwenangP. erkawinans irri hanyas ahm enuruth ukum Islam,t,e tapi belum bisa dikatakans ahm enuruth ukum nasionalk ita yaitu Undang- UndangN o 1 Tahun 1974t entangp erkawinan.D alam Undang-UndangP erkawrnan dalamp asal2 'ayat( 1) disebutkanb ahwap erkawinana dalahs aha pabilad ilakukan menuruth ukum masing-masinga gamanyad an kepercayaannyas,e lanjutnyad alam ayat( 2) disebutkanb ahwat iaptiap perkawinand icatat menurutp erundang-undangan yang berlaku. Perkawinan sirri belum memenuhi syarat sepedi yang disebutkan dalamp asa2l ayat( 2). Perkawinanm enurutp asalI Undang-UndanPge rkawinana dalahi katanl ahir batin antaras eorangp ria dan seorangw anita sebagasi uamii stri dengant ujuan untuk membsntuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan KetuhananY angM ahaE sa.D ari pengertiante rsebtrdt apatd isimpulkanb ahwat ujuan perkawinnana dalahu ntuk membentukk eluarga{ rumaht angga)y angb ahagiad an kekalb erdasarkanK etuhananY ang Maha Esa.O leh karenai tu diharapkans uamii stri dapatm enlalankanh ak dank ewajibannyas ecaras eimbangd alamk ehidupanb erumah tanggaM. engingatbahwas uatup erkawinanit u mempunyatiu juany angm ulia,m aka sewajamyalaahp abilap erkawinanit u dilaksanakadne nganti dak sembarangan, melainkand engans uasanas akral,s ebabh al ini telah diatur dan adap eraturany ang mengatur tata cara perkawinan baik oleh hukum agama maupun Undang-Undang perkawinanya ngtelahd ibuatd and isahkano lehp emerintahs ebagapi eraturany ang berlaku di lndonesia. Perkawinans ebagasi uatup erbuatanh ukum, maka perkawinanju ga mempunyai akibat hukum. Akibat hukum dari suatu perkawinan ini di antaranya adalah mengenai kewajiban antara suami istri, kewqiban orang tua dan anak serta kedudukana nakt ersebutM. engenahi al tersebust udahd iaturd alamU ndang-Undang dana pabilas alahs atup ihakd ari suamii stri terssbutm elanggarnyam, akas alahs atu pihak dapatm elaporkannyak epadap engadiland an pengadilana kanm embenkan tindak lanjutnya. Untuk itu kepastian hukum dari sah tidaknya suatu perkawinan sangatd iperlukank arenah al ini akanm emberikanp erlindunganh ukum bagi pihak suamml aupunls tn. Mengenapi erkawinans irri yangt idak dicatatkanm, akaa pabilat erjadis uatu masalahd i kemudianh an makap engadilant idak dapatm emberikanb antuana tau perlindunganh ukum kepadap ihak istri maupuns uami yangd irugikan dari perkawinante rsebutd an mengenais tatusa naky ang dilahirkan dari perkawrnans irri jugaa kans ulit ditentukan,k, arenap erkawrnank eduao rangt uanyah anyas ahm enurut hukum agama Islam saja, tetapi tidak menurut hukum negara: Meng ingata kibaty angd itimbulk an tersebutd, isarankans ebaiknyalah masyarakalnt donesiay angb eragamals lam khususnyat,e tap mentaatip eraturan pemerintahu ntuk mencatatkanp erkawinannyate rsebut.D an bagi pemerintahs endiri diharapakand apatm emberikanp enyuluhank epadam asyarakaat kana rti penting wncatatanp erkawinanS. elaini tu hendaknyap eraturante rsebudt isosialisasikan kepadam asyarakaltu as, hal ini dapatd ilakukan denganm enjalin keriasamad engan tokoha gama/ulamuan tukm ensosialisasikannkyeap adam asyarakat

Dampak pemikiran Imam Al-Ghazali tentang Akhlaq menuntut ilmu pada santri (studi kasus di Pondon Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Nurul Huda Mergosono Malang oleh Zakiyatun Nafsiah

 

Penelitiant entangp €santreqk hususnyay ang mengkajit entangk itab-kitab Islam klasik yang lebih dikenal dengan kitab kuning sudah banyak dilakukarq tetapi yangm enelitit entangd ampakd ari pemikirans eorangto koh masih sangatk urang. Oleh karena itu penelitian ini difokuskan pada Dampak Pemikiran Imam al-Ghazali tentanga khlaqM enuntutI lmu padas anfii di PondokP esanfenS alafiyahS yafi'iyah Nurul Huda. Masalah dalam penelitian ini adalah (1). Pemikiran Imam Al-Ghazali tentangA khlaq menuntuti lmu padas antri.( 2). Pemahamansa ntri terhadapP emikiran InamAl-Ghazali tentang akhlaq menuntut Ilmu dan (3). Dampak Pemikiran Imam Al4hazal tentanga khlaq menuntuti lmu padas antri di PondokP esanhenS alafiyah Syaf iyahN urul Huda.T ujuannyaa dalahm endeskripsikanp emikiranI mam Al- Gtgzali tentanga khlaq menuntuti lmg, pemahamansa ntrit erhadapp emikiranI mam Al-Ghazali tentang akhlaq menuntut ilmu dan Dampak pemikiran Imam Al-Ghazali tentanga khlaqm enuntuti lmu padas antri.. Penelitianin i menggunakanp endekaank ualitatif deskriptif. Jenisp enelitian ini adalahs tudik asusy ang bertujuanm empertahankakne utuhano byek dan untuk mempertajampe ngetahuayna ng mendalamm engenaoi bjek yang bersangkutan. Kehadiranp eneliti dalamp enelitiani ni adalahb ertindaks ebagaoi bserver.S umber datab erasadl ari sumberp rimer dan sumbers ekunderP. engumpuland atad ilakukan denganc arao bservaspi artisipasid an non partisipasi,w awancarad, okumentasdi an kepustakaanK emudianh asilnyad iperiksak eabsahannydae nganm emperpanjang keikutsertaank,e tekunanp engamataqt rianggulasi,k eterlibatant ernans ejawatd an mempertayad eskripsi.A nalisis datad ilakukand enganc aram eredu*sid ata"d isplay dat4 danm engnmbilk esimpulan.Adaputna haptahapp enelitiany aitu tahap pemantapapnr oposalp enelitian,t ahapp elaksanaadna nt ahapp enyelesaian. Setelahm engadakanp enelitiand i lapangand iperolehh asil sebagabi erikut: PondokPesantreSna lafiyahS yaf iyahNurul Huda merupakanle mbap pendidikan Islamy angt radisionaly ang mengutamakang ramatikalb ahasaA rab. (l). Imam Al- Ghazalis ebagatio koh pemikir Islam terkemuka,y angm emiliki pendapatte ntang akhlaq menuntut ilmu yang didalamnya dijelaskan tenrang fitrah manusia, I pandangatne ntangi lmu, etika menuntuti lmu, etika terhadapo rangy ang berilmu dan camm engamalkailnm u . (2). Pemahamasna ntrid i pondokp esantrenS alafiyah Syaf iyah Nurul Huda terhadap pemikiran Imam Al-Ghazali tentang akhlaq menuntuiltm u sangatb ergantungp adap emikiran-pemikiranb eliau, selaini tu faktor lamanyasa ntrit inggal di pondok (3). DampakP emikiranI mam Al-Ghazali tentang Akhlaq menu[tut ilmu pada sanrri yaitu berdampak pada sikap dan perilaku ketika berhubungaann tarag uru denganm uri4 santri dengans antri, carab elajard an cara mengamalkailnm u diantarad ampakt ersebuta dalahs ikap dan perilaku santri terhadapg urud enganm urid yaitu denganc ara penghormatante rhadapb eliau dengan menghormastei galaa pay ang diperintatrkano leh guru dan tidak membanggakadni ri ketikab erhadapadne ngang uru. Disampingi tu hubungans antri dengans antri sikap yangm erekala kukana dalahs alingm encintaid an salingm enyayangi,d iantaranya yar'tud enganc aram engingatkanji ka temank etika berbuatk esalahanD. an dalamh al carab el4iars antri mendiskusikans etiaph al yang menjadi permasalahabna gi mereka dengajna lan belajars ecarab ersama-samas,e rtad alamc aram engamalkanil mu merekam elakukanp embersihanh ati dari sifat-sifat tercelad an dalam pembersihan hatit ersebudt ilakukan denganc aram ujahadahd an lafihan secarate rus-meneruysa ng alan menjadi suatu kebiasaarr Sebagaki elanjutanp enelitiani ni, dapatd isarankana garp esantrenm elakukan suatuu sahad alamr angkap engoptimalanp emikiranI mam Al-Ghazali yangt elah diberikank epadas antri khususnyate ntanga khlaqm enuntuti lmu lebih ditingkatkan, melakukapne ncermatante rhadapp emikiran-pemikiranI mam Al-Ghazali, dan bagi pemerintabh,e ndaknyad ikembangkank onsepp endidikana khlaqd alamp esantren sertah asilp enelitiand apatd imanfaatkano leh lembagat erkait denganm asyarakat luas.

Analisis tingkat kesehatan Bank pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Surya Abadi Bersaudara (SAB) Singosari oleh Lestariani

 

Penilaian tingkat kesehatan BPR menjadi suatu hal yang penting dilakukan untuk menilai sejauh mana kinerja, kelayakan usaha, perkembangan usaha dan kelangsungahni dup BPR. Untuk mengetahui tingkat kesehatanb ank digunakan analisis faktor CAMEL yang mencakup permodalan, kualitas aktiva produktii manajemenr,e ntabilitas dan likuiditas disamping faktor-faktor lainnya seperti pelanggaraBna tas Maksimum PemberianK redit (BMPK). Penelitian ini juga bertujuanu ntuk mengetahutir end tingkat kesehatand ari tahun 1997'2002. Dalamp enelitiani ni diambil sampell aporank euanganB PR dari tahun 1997 sampai 2002 karena pada tahun-tahun tersebut merupakan tahun pada saat krisis ekonomi dan setelah krisis ekonomi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancarad an dokumentasi.A nalisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara: (1) Analisis kuantitatii digunakan untuk menilai berbagai faklor dan komponen berdasarkanla poran keuangan tahun 1997 sampai 2002 terutama empat faktor CAMEL yaitu Capital, Asset Quality, Eaming, Liquididy, (2) Analisis Kualitatif, dlgunakanu ntuk penilaian terhadapf aktor manajemeny ang meliputi 2 faktor yaitu manajemeunm um dan manajemenr esiko, (3) Analisis Komparatif, digunakanu ntuk melihatp erbandinganti ngkat kesehatana tas berbagai faktor dan komponen yang dinilai selamad an sesudahk risis ekonomi, (4) Analisis Trend, digunakanu ntuk melihatp erkembangatnin gkat kesehatan( 1997-2002)d an prediksi tingkat kesehatan pada tahun berikutnya (2003) Penilaiant ingkat kesehatanp ada BPR SAB Singosarii ni padat ahapp ertama dilah*an dengan cara mengkuantitikasikan ke dalam nilai kredit masing-masing rasio yang berkaitan dengan 5 (lima) aspek penilaian CAMEL. Nilai kedit tersebut dikalikan dengan bobot dari tiap komponen rasio penilaian yang totalnya kemudian dijadikani ndikatorp enilaiank esehatanB PR. Adapun kiteria menilai kesehatanb ank berdasarkasnu ratk eputusand ireksi Bank IndonesiaN o. 30/12|KEP/DIR 1997a dalah denganp encapaiani lai kredit 8l-100 predikat SEHAT, 66-<81 predikatC UKUP SEHAT5, l-<66 predikatK URANG SEF{ATd, an0 -<51p redikatT IDAK SEHAT. Berdasarkanp enelitian yang telah dilakukan pada Bank PerkreditanR akyat SuryaA badi Bersaudara(S AB) Singosarid apat diperoleh hasil yaitu bahwak ondisi kesehataBnP Rp adat ahun1997a dalahK URANG SEHAT,C LIKUPS EHAT( 1998), dan SEHAT (1999-2002). Dengan pencapaian nilai kredit masing-masing sebesar 54A2,73,99,93,15,93,2,8 2,84,d an 84,23.B PR pemahm elakukanp elanggaran BMPK pada tahun 1997 yang dapat mengurangi nilai kredit pada tahun tersebut sebesar5 ,91 angka. Kondisi kesehatanB PR dalam eruIm tahun (1997'2002) mengalami kenaikan rata-rata sebesar 10,49%, yang menunjukan bahwa kondisi kesehataBn PRd ari tahunk etahunm engalamip erkembangany ang cukup baik. Secara perbandingan kondisi kesehatan BPR SAB penode setelah kisis ekonomlei bihb aik dari periodes elamak risis ekonomid enganr atz-ratan ilai kedit gabunga7n3 ,89( selamak risis ekonomi)d an 86,76( setelahk risise konomi). Berdasarkahna sil penelitian ini dapat,d isarankana gar BPR SAB melakukan efisienspie ngelolaaank tivad alamm enghasilkalna bad anm eninjauk embalip roporsi alatli kuidy angd imiliki agarb ankt idak mengalamki esulitanl ikuiditas.

Meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn melalui pembelajaran berbasis masalah pada siswa kelas V SDN Ardimulyo 03 Singosari Malang / Dian Meirafita

 

Kata Kunci: Model pembelajaran berbasis masalah, aktivitas belajar, hasil belajar, PKn SD. Berdasarkan observasi pendahuluan dilakukan peneliti terhadap pembelajaran PKn kelas V SDN Ardimulyo 03 Singosari Malang menunjukkan bahwa siswa kurang bergairah pada saat pembelajaran berlangsung, dikarenakan pembelajaran guru masih kurang dalam menerapkan model pembelajaran yang inovatif di kelas. Pencapaian hasil belajar siswa pelajaran PKn dibawah SKM 70 yang ditetapkan sekolah sebanyak 11 dari 29 siswa atau 38% rata-rata kelas baru mencapai 61,17. Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian dilaksanakan 2 siklus, siklus I dua kali pertemuan dan siklus II satu kali pertemuan dengan model siklus Kemmis dan MC Taggart (Sa’dun Akbar, 2010:28) terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Adapun pendekatan penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 29 siswa kelas V SDN Ardimulyo 03 Singosari Malang terdiri dari 9 siswa perempuan dan 20 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian aktivitas belajar siswa kelas V dari siklus I sebesar 61 pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 84. Hasil belajar individu pada siklus I sebesar 66,2 pada siklus II meningkat sebesar 81,72 siswa sudah memenuhi SKM 70 yang ditentukan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Ardimulyo 03 Singosari Malang. Namum masih ada kekurangan dimana ada 5 siswa yang masih belum tuntas belajar dikarenakan kurangnya mental activities dan emotional activities. Apabila seorang peneliti lain ingin menerapkan model ini diharapkan bagi peneliti lain menindak lanjuti model pembelajaran berbasis masalah dan melakukan pendekatan secara intensif kepada siswa, merancang pembelajaran sebaik-baiknya agar model pembelajaran ini dapat berhasil dengan maksimal

Penerapan pembelajaran kooperatif model problem solving untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bekerja sama dengan kolega dan pelanggan (studi pada siswa kelas X APK SMK PGRI 6 Malang) / Delila Cyntya Marcelina

 

ABSTRAK Marcelina, Delila Cyntya. 2010. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Problem Solving Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bekerja Sama Dengan Kolega Dan Pelanggan (Studi Pada Siswa Kelas X APK SMK PGRI 6 Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen. Program Studi Administrasi Perkantoran. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si (2) Imam Buchori S.Pd. Kata Kunci: Metode Problem Solving, Hasil Belajar Dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa factor. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah jenis pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran. Pendekatan yang cenderung menempatkan siswa sebagai penerima informasi (pasif) dan guru sebagai pemberi informasi dalam pembelajaran. Berdasarkan observasi awal di SMK PGRI 6 Malang, pendekatan metode pembelajaran yang digunakan, masih cenderung pada metode ceramah dan pemberian tugas. Metode pembelajaran tersebut kurang dapat meningkatkan hasil belajar siswa terutama pada mata pelajaran bekerjasama dengan kolega dan pelanggan. Penelitian dengan penerapan Metode Pembelajaran Problem Solving ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Karena dengan metode ini, menekankan kemampuan siswa dalam menghadapi masalah. Siswa dipacu untuk kreatif, aktif, dan tangkap terhadap masalah yang berkaitan dengan mata pelajaran bekerjasama dengan kolega dan pelanggan. Sedangkan guru memoyivasi, memberikan arahan dan menjadi fasilitator. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model problem solving mata pelajaran bekerja sama dengan kolega dan pelanggan pada siswa kelas X APK di SMK PGRI 6 Malang. (2) Untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas X APK pada mata pelajaran bekerja sama dengan kolega dan pelanggan di SMK PGRI 6 Malang. (3)Untuk mengetahui hambatan-hambatan dan solusi apa saja yang dihadapi selama diterapkannya pembelajaran kooperatif dengan model Problem Solving pada siswa kelas X APK mata pelajaran bekerja sama dengan kolega dan pelanggan di SMK PGRI 6 Malang. Jenis Penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas ( Classroom Acton Research). Penelitian dilakukan dalam konteks kelas yang bertujuan untuk melaksanakan perbaikan dalam hal penyempurnaan kegiatan belajar mengajar guru di dalam kelas. Sehingga dapat meningkatkan ketrampilan, proses dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian, maka rancangan penelitian yang cocok adalah penelitian tindakan partisipasi. Rancangan ini diambil karena peneliti berpartisipasi secara langsung dalam tindakan penelitian dari awal hingga akhir penelitian. Peneliti berusaha mengamati, merefleksi dan mengevaluasi terhadap kegiatan pembelajaran secara langsung. Instrumen pengumpulan data adalah (1) Observasi, (2) Soal Tes (pre test dan post test), (3) Catatan lapangan, (4) Wawancara, (5) Dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Penerapan metode pembelajaran problem solving berdasarkan kriteria tahapan yaitu merumuskan pemecahan masalah, mengelompokkan data sebagai bahan pembuktian, pembuktian, menentukan pilhan penyelesaian, merumuskan masalah, menelaah masalah, dan mengidentifikasi penyelesaian masalah. (2) Hasil belajar siswa kelas X APK mengalami peningkatan pada mata pelajaran bekerjasama dengan kolega dan pelanggan. Berdasarkan penilaian kognitif dan afektif mengalami peningkatan dari siklus pertama ke siklus kedua. Namun pada penelitian ini lebih ditekankan pada penilaian aspek kognitif. Hal ini dibuktikan pada hasil penelitian post test siklus pertama dan siklus kedua. Post test siklus pertama skor rata-rata 69,76. Sedangkan post test siklus kedua adalah 92,32. (3) Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, hambatan yang dialami yaitu kondisi siswa yang belum terbiasa menggunakan metode pembelajaran problem solving ini dan kegiatan mempresentasikan hasil diskusi kurang optimal. Saran dalam kegiatan penelitian ini adalah sebagai berikut (1) Bagi Kepala SMK PGRI 6 Malang, untuk memberikan motivasi kepada semua guru mata pelajaran baik bekerja sama dengan kolega dan pelanggan maupun yang lainnya agar menerapkan metode problem solving dalam proses belajar mengajarnya.(2) Bagi guru mata pelajaran bekerja sama dengan kolega dan pelanggan SMK PGRI 6 Malang untuk mencoba menerapkan pembelajaran metode problem solving pada bahasan yang lain karena siswa memberikan respon yang positif terhadap pembelajaran metode ini dan dapat mengimplementasikan metode problem solving pada pokok bahasan yang sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian siswa akan termotivasi untuk belajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya.(3) Bagi guru mata pelajaran bekerja sama dengan kolega dan pelanggan SMK PGRI 6 Malang agar dalam proses pembelajaran lebih meningkatkan aspek afektif siswa, misalkan dengan membiasakan siswa untuk persentasi dan diskusi kelas.(4) Bagi siswa hendaknya mengikuti pembelajaran tersebut dengan sungguh-sungguh, karena pembelajaran tersebut akan melatih siswa berpikir kritis, berani mengungkapkan pendapat, dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.(5) Bagi peneliti lain yang ingin mengembangkan penelitian ini disarankan untuk menerapkan metode pembelajaran Problem solving pada mata pelajaran yang berbeda.

Peningkatan hasil belajar IPS materi pentingnya semangat bekerja melalui pembelajaran telaah yurisprudensi di kelas III SDN Susukanrejo I-II Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan / Debie Elvan Latuharhary

 

ABSTRAK Latuharhary, Debie, Elvan. 2010. Peningkatan Hasil Belajar IPS Materi Pentingnya Semangat Bekerja Melalui Pembelajaran Telaah Yurisprudensi (Jurisprudential Inquary) di Kelas III SDN Susukanrejo I-II Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1). Dra. Sri Sugiharti, M.Pd., (2). Drs. I Wayan Sutama, M.Pd. Kata kunci: Pembelajaran Telaah Yurisprudensi, Hasil Belajar, IPS Sekolah Dasar, Tingkat Perdebatan. Dalam kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak siswa setiap jenjang pendidikan menganggap IPS merupakan pelajaran yang sangat membosankan dari mata pelajaran yang lain. IPS menjadi mata pelajaran yang tidak menarik bagi para siswa. Dalam pembelajaran IPS siswa selalu pasif, hal itu disebabkan karena guru selalu menggunakan metode yang sudah lama seperti ceramah, tanya jawab. Keberhasilan dalam proses pembelajaran dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Untuk mengatasi masalah rendahnya hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial, maka penelitian ini akan menggunakan model pembelajaran Telaah Yurisprudensi (Jurisprudential Inquiry) yang merupakan model pembelajaran sosial yang sangat sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar, karena siswa pada tahap ini merupakan tahap bermain, dan mereka memiliki ide-ide yang banyak sehingga dalam pembelajaran seorang guru harus terampil menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan siswa, atau dengan kata lain pada tahap ini siswa sangat senang bermain sambil belajar dan mengemukakan ide-ide yang banyak. Model ini juga mampu membuat siswa dan guru aktif dalam pembelajaran karena siswa sering mengungkapkan apa yang ia rasakan. Rencana penelitian dengan menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Salah satu karakteristik dalam penelitian tindakan kelas, bahwa penelitian ini akan dilakukan secara bersiklus. Siklus dalam penelitian tindakan kelas terdiri dari empat tahapan, yakni perencanaan tindakan, melakukan tindakan, pengamatan atau observasi dan analisis atau refleksi Sesuai dengan langkah-langkah PTK yang dikemukakan Kemmis dan Taggart maka, PTK ini akan menggunakan 2 siklus, dimulai dengan refleksi awal berupa masalah-masalah di kelas, yang meliputi identifikasi masalah, analisis masalah, perumusan masalah, dan perumusan hipotesis tindakan. Setelah itu guru atau peneliti menerapkan siklus yaitu melakukan (a) Planning; (b) Action; (c) Observing; dan (d) Reflekting. Penerapan model pembelajaran Telaah yurisprudensi terdiri atas enam komponen antara lain orientasi terhadap kasus, mengidentifikasi isu, pengambilan posisi (sikap), menggali argumentasi untuk mendukung posisi (sikap), memperjelas ulang dan memperkuat posisi (sikap), dan menguji asumsi tentang fakta, defenisi, dan konsekuensi. Pembelajaran dilaksanakan pada mata pelajaran IPS khususnya materi pokok pentingnya semangat bekerja. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut; hasil belajar siswa yang merupakan pemahaman konsep IPS materi pokok pentingnya semangat bekerja secara klasikal mengalami peningkatan dari 60. 94 % pada pra tindakan menjadi 73. 24 % kemudian menjadi 80. 54 % pada siklus II. Selain itu juga keterampilan proses melakukan debat meningkat dari 21. 62 % pada siklus I kemudian mengalami peningkatan menjadi 97. 29 % pada siklus II. Secara keseluruhan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dan mencapai target yang telah ditetapkan setelah pembelajaran telaah yurisprudensi diterapkan. Disarankan hendaknya guru menerapkan pembelajaran telaah yurisprudensi dalam mengajarkan mata pelajaran IPS. Bagi peneliti lain diharapkan dapat meneliti dengan menggunakan metode atau pendekatan lain dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.

Penerapan pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan kecakapan hidup (life skill) dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi kelas XI IPS-2 MAN Sumenep / Siti Nurhasanah

 

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan pada tanggal 9 Desember 2009 di kelas XI-IPS 2 MAN Sumenep diketahui bahwa sebagian besar proses pembelajaran masih didominasi guru dan siswa cenderung pasif. Metode pembelajaran yang sering digunakan oleh guru adalah metode ceramah, diskusi dan lati-han soal. Siswa masih kesulitan dalam mengemukakan pertanyaan, pendapat, mengolah informasi, mengambil keputusan, memecahkan masalah dan bekerjasa- ma dalam kelompok, yang berarti kecakapan hidup siswa masih sangat rendah. Selain itu, hasil belajar yang dicapai siswa juga masih banyak yang belum memenuhi SKM yaitu 75, ketuntasan klasikalnya pun hanya 32,56% dan masih jauh dari KKM yang ditentukan sekolah yaitu 85%. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan kecakapan hidup (life skill) siswa. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas XI IPS-2 MAN Sumenep tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 43 siswa. Penelitian ini dilaksanakan da-lam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Dalam penelitian ini data yang diperoleh adalah kecakapan hidup (life skill) dan hasil belajar siswa. Kecakapan hidup siswa diperoleh berdasarkan lembar observasi sedangkan hasil belajar siswa diukur berdasarkan hasil tes. Instrumen yang digunakan adalah soal tes, lembar observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kecakapan hidup dan hasil belajar siswa meningkat. Rata-rata kecakapan hidup siswa sudah muncul, yakni pada siklus I mencapai 57,40% dengan taraf keberhasilan cukup dan meningkat menjadi tinggi pada siklus II dengan persentase sebesar 76,22%. Dari hasil belajar siswa pada siklus I, ketuntasan klasikal yaitu 61,90% dan meningkat menjadi 88,09% pada siklus II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran problem based learning dapat memunculkan kecakapan hidup (life skill) dan meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka sarannya adalah: 1) Bagi guru khususnya bidang studi geografi, untuk menjadikan pembelajaran problem based learning sebagai salah satu pembelajaran alternatif, agar kecakapan hidup dan ha-sil belajar dapat lebih baik. 2) Dalam menerapkan problem based learning diper-lukan kreativitas guru yang tinggi terutama dalam menyajikan fenomena sebagai pemicu masalah sehingga masalah yang disajikan betul-betul dapat merangsang siswa untuk berfikir dan aktif selama pembelajaran berlangsung. 3) Bagi peneliti selanjutnya yang berminat menggunakan pembelajaran problem based learning, agar dapat dikembangkan lebih lanjut pada materi lain dan mata pelajaran lain.

Penerapan model pembelajaran guided note taking pada mata pelajaran IPS untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Randuagung 01 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Windarti

 

ABSTRAK Windarti, 2010. Penerapan Model Pembelajaran Guided Note Taking pada Mata Pelajaran IPS untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Randuagung 01 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program Studi S1 PGSD Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sa’dun Akbar, M.Pd, (II) Drs. Toha Mashudi, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Model Pembelajaran Guided Note Taking, Kualitas Proses, Hasil Belajar, IPS SD Pengamatan yang telah dilaksanakan di SDN Randuagung 01 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, dapat diketahui beberapa permasalahan yang timbul pada mata pelajaran IPS. Adapun rincian dari permasalahan yang timbul, antara lain: (1) nilai rata-rata siswa berdasarkan ulangan harian dan formatif mencapai 53,00 dengan prosentase ketuntasan belajar 33%. Nilai rata-rata tersebut masih di bawah Standar Ketuntasan Minimal (SKM) yang ditentukan oleh sekolah tersebut, yaitu 70,00 dengan prosentase ketuntasan belajar 80%; (2) guru diduga belum menggunakan model pembelajaran dalam proses pembelajaran; (3) siswa cenderung ramai dan jenuh dalam mengikuti proses pembelajaran. Adapun penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki siswa, dengan jalan meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Guided Note Taking. Hasil penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis Taggart yang terdiri dari 3 siklus dan 4 tahapan, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Randuagung 01 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, yang terdiri dari 30 siswa dengan rincian 12 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Indikasi adanya dampak yang baik terhadap kualitas proses pembelajaran adalah dengan lebih baiknya guru dalam mengajar, yaitu guru dapat membuat RPP dengan model pembelajaran Guided Note Taking dan menerapkannya dalam proses pembelajaran. Hal tersebut berdampak terhadap meningkatnya kualitas proses belajar siswa yang semula siswa cenderung ramai dan jenuh dalam mengikuti proses pembelajaran, siswa menjadi lebih berkonsentrasi saat guru menerangkan, berani mengutarakan pendapat, berani menjawab pertanyaan guru, dan dapat bekerjasama dengan temannya saat proses pembelajaran berlangsung. Sedangkan untuk dampak terhadap peningkatan hasil belajar siswa adalah dengan adanya kenaikan rata-rata nilai, dari nilai siswa yang semula mencapai rata-rata 53,00 (sebelum diterapkan model pembelajaran Guided Note Taking), meningkat menjadi 63,00 pada siklus I, meningkat menjadi 67,11 pada siklus II, dan meningkat menjadi 72,34 pada siklus III. Selain itu dampak tersebut juga dapat dilihat dari prosentase ketuntasan belajar siswa, yaitu pada siklus I mencapai 73%, meningkat pada siklus II menjadi 83%, dan meningkat lagi pada siklus III menjadi 90%.

Pengembangan media pemantauan diri (self monitoring) dan kendali stimulus (stimulus control) untuk meningkatkan keterampilan komunikasi / Veni Dona Ayu Nita

 

ABSTRAK Nita, Veni Dona Ayu. 2010. Pengembangan Media Pemantauan Diri (Self Monitoring) dan Kendali Stimulus (Stimulus Control) untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi. Skripsi, Jurusan Bimbingan konseling dan Psikologi Program studi Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Triyono, M.Pd. (II) Drs. H. Widada, M.Si. Kata Kunci: Pemantauan Diri, Kendali stimulus,Keterampilan Komunikasi Pengembangan media ini bertujuan untuk menghasilkan produk media self monitoring dan stimulus control teknik yang dapat meningkatkan keterampilan komunikasi. Self monitoring pengukuran terhadap tingkah laku yang dilakukan dalam berbagai situasi (Nelson Golstein:1980). Stimulus control cara-cara mengurangi stimulus yang berhubungan dengan perilaku yang tidak dikehendaki dan secara simultan meningkatkan anteseden cues yang berhubungan dengan perilaku yang diharapkan (Thoresen dan Mahoney dalam cormier dan cormier, 1985). Keterampilan komunikasi adalah hubungan antar dan antar manusia baik individu maupun kelompok (widjaja, 1986). Media ini berisi lima menu utama yaitu profil, petunjuk penggunaan, pendahuluan, konten dan kuis. Di dalam materi terdapat (3) menu materi antara lain: latar belakang/contoh komunikasi (berbentuk gambar), kajian teori keterampilan komunikas, contoh pembelajaran self monitoring dan stimulus control untuk meningkatkan keterampilan komunikasi. Pengembangan media ini mengikuti tahapan pengembangan dari metode Borg and Gall (1983). Tahapan ini meliputi: 1) melakukan penilaian kebutuhan (need assessment), 2) analisis data dan penetapan prioritas kebutuhan, 3) merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus, 4) menyusun isi materi, 5) penilaian produk oleh uji ahli, 6) revisi produk dari uji ahli, 7) hasil revisi produk, 8) diskusi calon pengguna produk, 9) revisi produk dari calon pengguna, 10) produk akhir. Untuk mengetahui media yang berterima secara teoritik maupun praktis, dilakukan uji kelayakan produk pada ahli media, ahli materi dan audiens. Adapun hasil pengisian angket kemudian dianalisis menggunakan deskriptif persentase. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa tingkat kelayakan/kesesuaian multimedia interaktif dengan topik keterampilan komunikasi menurut ahli media adalah sesuai (2,78%), menurut ahli materi adalah sesuai (2,78%) dan hasil uji audiens/kelompok kecil tingkat kevalidannya adalah sangat sesuai (3,33%). Secara keseluruhan media layanan tersebut dapat digunkan dalam pemberian materi di dalam kelas. Saran yang diberikan dalam hal ini adalah 1) media ini hendaknya digunakan oleh guru BK dalam pemberian layanan informasi keterampilan komunikasi, 2) terhadap peneliti selanjutnya agar multimedia ini diteliti lebih lanjut hasil pengembanganya dengan melakukan penelitian eksperimen ataupun penelitian tindakan (action research) dalam bimbingan.

Penerapan metode inquiry di kelas V SD di Kota Malang: kajian terhadap persepsi guru kelas V SD di Kota Malang / Ida Lailiyah

 

ABSTRAK Lailiyah, Ida. 2010. Penerapan Metode Metode Inquiry di Kelas V SD di Kota Malang Kajian Terhadap Persepsi Guru SD di Kota Malang, Skripsi Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Anselmus. J. E Toenlioe,M.Pd (II) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari M.Pd Kata kunci: Penerapan Metode inquiry, Persepsi Metode inquiry merupakan metode pembelajaran yang berupaya menanamkan dasar-dasar berfikir ilmiah pada diri siswa, sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah. Siswa benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar. Peranan guru dalam pembelajaran dengan metode inquiry adalah sebagai pembimbing dan fasilitator. Tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk dipecahkan. Namun dimungkinkan juga bahwa masalah yang akan dipecahkan dipilih oleh siswa. Tugas guru selanjutnya adalah menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan masalah. Bimbingan dan pengawasan guru masih diperlukan, tetapi intervensi terhadap kegiatan siswa dalam pemecahan masalah harus dikurangi. Penelitian ini bertujuan (1) Mengkaji persepsi guru mengenai perencanaan metdoe inquiry di kelas V dan masalah-masalah yang dihadapi guru dalam perencanaan metode inquiry serta pemecahan masalahnya. (2) Mengkaji presepsi guru mengenai pelaksanaan metode inquiry dikelas V serta pemecahan masalahnya. (3) Mengkaji persepsi guru mengenai media yang digunakan dengan menggunakan metode inquiry dikelas V serta pemecahan masalahnya. (4) Mengkaji persepsi guru mengenai karakteristik siswa di kelas V dan masalh masalh yang dihadapi guru dengan perbedaan karteristik siswa. (5) Mengkaji persepsi guru mengenai evaluasi yang digunakan oleh guru di kelas V dan masalah masalah yang dihadapi guru dalam evaluasi Untuk mencapai maksud tersebut, maka penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Penelitian dekriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah guru sains kelas V SD di kota Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah Observasi / Pengamatan, dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriprif yaitu paparan data yang terdiri atas tahapan narasi bebas, kutipan hasil wawancara, dan kesimpulan sementara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Persepsi guru mengenai perencanaan metode inquiry rata-rata sekolah yang diteliti mengguankan kurikulum yang dijabarkan kedalam RPP dan silabus. Masalah-masalah yang banyak dihadapi guru diantaranya yakni permasalahn waktu yang kurang mencukupi untuk mneyusun perencanaan pembelajarn disekolah. Cara pemecahan masalah yang sering digunakan guru untuk mengatasi permasalahan waktu yaitu dalam membuat perencanaan pembelajaran apabila waktu untuk membuat perencanaan disekolah kurang mencukupi maka guru menyusun perencanaan disekolah. (2) Persepsi guru mengenai pelaksanaan metode inquiry yaitu pelaksanaan metode inquiry biasanya dilaksanakan dengan kegiatan pengamatan karena metode inquiry mengharuskan anak untuk secara langsung terlibat saat kegiatan pengamatan. Jadi siswa diharapkan aktif dalam kegiatan pembelajaran seperti itu masalah yang banyak di temui dalam pelaksanaan metode inquiry yakni permasalahan waktu yang ditetapkan dari pemerintah untuk standart dalam satu kali pertemuan kurang mencukupi. Cara pemecahan masalah yang dilakukan guru untuk mengatasi masalah tersebut (3) Persepsi guru mengenai media yang digunakan guru dalam penerapan metode inquiry di kelas V yaitu media KIT IPA dari pemerintah.masalah yang dihadapi yakni berasal dari guru dan siswa yang kurang mengerti cara penggunaan media tersebut. Cara mengatasinya yaitu bagi guru didatangkan narasumber atau sharing dengan teman seprofesi. (4) Persepsi guru mengenai karakteristik siswa dikelas V yaitu setiap stiap sekolah memilki karateristik siswa yang berbeda-beda. Permasalahnan yang dihadapi setiap sekolah berbeda-beda. pemecahan masalahnya pun brebeda-beda disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing sekolah. (5) Persepsi guru mengenai evaluasi yang banyak digunakan guru yakni lembar pengamatan, lembar kerja siswa dan lembar evaluasi. masalah yang dihadapi guru tiap sekolah berbeda-beda. Pemecahan masalahnya pun berbeda-beda disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Dari berbagai temuan dalam penelitian ini, disampaikan beberapa saran: (1)Saran untuk bagi guru mengenai perencanaan yaitu Dalam menyusun perencanaan pembelajaran guru harus dapat merumuskan secara tegas dan jelas. Dalam menyusun perencanaan disini guru diharapkan bisa memanajemen waktu yang ada agar rencana pembelajaran tersusun dengan baik dan matang.(2) Dengan banyaknya masalah yang dikeluhkan oleh guru khususnya permasalahn waktu yang kurang mencukupi maka dari itu diharapkan pemerintah menanggapi secara positif dengan menambahkan jam tambahan bagi mata pelajaran sains disekolah dasar. (3) Dengan adanya bantuan pengadaan media yang diperoleh dari pemerintah ini berupa komponen instrumen terpadu diharapkan guru dapat menguasai mulai dari cara penggunaan hingga bagaimana cara menyamapikannya terhadap siswa agar siswa sendiri juga mampu menggunakannya. Selain itu bagi pemerintah diharapkan juga memberikan suku cadang media KIT ini karena apabila terjadi kerusakan terhadap media tersebut dapat diperbaiki lagi.(4) Dengan adanya perbedaan karateristik siswa deangan permasalahan yang ada diharapkan guru memiliki kemampuan untuk mempengaruhi anak agar anak lebih termotivasi untuk lebih giat belajar. Selain itu guru di harapkan untuk pandai-pandai memahami apa yang diingginkan oleh anak, sehingga dalam membimbing anak guru diharapkan harus bisa sabar.(5) Diharapkan pada guru agar dalam membuat soal dalam penentuan bobot soal harus disesuaikan dengan kemmapuan yang dimiliki siswa. agar siswa tidak merasa terbebani.

Rancang bangun alat Jack transmisi dengan sistem dongkrak elektrik / Listianto Nugroho, Arifianto Adiputro

 

Kata Kunci : Jack Transmisi Pada kendaraan bermotor seperti mobil terdapat beberapa rangkaian komponen yang bekerja, dan jelas bahwa komponene tersebut tidak akan tahan seumur hidup atau dengan kata lain komponen mempunyai batas umur penggunaan tertentu, sehingga dalam batas periode itu tentu akan dilakukan pergantian dengan komponen yang baru. Selama ini banyak para mekanik yang bekerja dibengkel-bengkel baik bengkel resmi seperti dealer maupun bengkel tidak resmi seperti bengkel biasa, yang dalam pengerjaan pergantian komponen pada mobil masih sering menggunakan alat manual seperti bamboo dan trek. Tentu saja ini sangat tidak efisiensi baik ditinjau dari segi waktu yang masih tergolong relatif lama dan dari segi keselamatan yang kadang-kadang sangat membahayakan jiwa dari para mekanik tersebut. Maka dari itu timbul pemikiran untuk membuat suatu alat jack transmisi dengan system dongkrak elektrik yang dapat bekerja secara praktis, sehingga dapat mempersingkat waktu, tidak membahayakan jiwa mekanik pada saat bekerja serta dapat juga menambah income pada manajemen bengkel.

Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai asesmen alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kraksaan / Maria Ulfa Aprianti

 

ABSTRAK Aprianti, Maria Ulfa. 2010. Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai Asesmen Alternatif untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kraksaan . Skripsi Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi Jurusan Akuntansi Fakulats Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Tuhardjo.SE., M.Si., Ak, (2) Ika Putri Larasati. SE., M.Com. Kata Kunci: Lembar Kerja Siswa (LKS), Motivasi Belajar, dan Prestasi Belajar Siswa. Berdasarkan hasil observasi peneliti di Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kraksaan, proses pembelajaran mata pelajaran akuntansi sebesar 80% dilaksanakan dengan metode ceramah. Metode konvensional seperti ini menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber informasi atau sumber belajar. Sehingga siswa merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. Variasi dalam penerapan model pembelajaran perlu dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa. Motivasi bertujuan agar siswa aktif, kreatif, dan memiliki sifat ilmiah dalam memecahkan suatu persoalan serta berani mengmukakan pendapat. Pembelajaran yang memberikan peran kepada siswa dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, salah satunya adalah dengan pembelajaran yang menggunakan LKS dan metode pembelajaran kooperatif NHT (Numbered Head Together). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) Untuk menjelaskan penggunaan LKS sebagai asesmen alternatif dalam meningkatkan motivasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kraksaan, (2) Untuk menjelaskan penggunaan LKS sebagai asesmen alternatif dalam meningkatkan prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kraksaan. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kraksaan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus dan empat tahapan, yaitu (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, (4) Refleksi. Menggunakan dua instrumen, yaitu (1) Lembar tes, (2) Lembar pedoman wawancara, menggunakan lima cara dalam pengumulan data, yaitu (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Catatan lapangan, (4) Tes, (5) Dokumentasi. Analisi data dalam penelitian ini menggunkan tiga cara, yaitu reduksi data, paparan data, dan penyimpulan data. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh tiga observer (pengamat) tentang motivasi siswa pada siklus I menunjukkan jumlah skor pengamat I adalah 49 denga skor maksimal 60, pengamat II mendapatkan jumlah skor 50 dengan skor maksimal 60, dan pengamat III memperoleh skor 46 dengan skor maksimal 60. Berdasarkan data di atas, jumlah seluruh skor yang diperoleh adalah 145, skor maksimal adalah 120 sehingga skor rata-rata dapat dihitung sebagai berikut: 8 145 /180 X 100% = 80,56%. Berdasarkan kriteria keberhasilan tindakan, kegiatan peneliti pada siklus I termasuk kategori “A” dengan kualifikasi sangat baik. Dengan demikian dalam pelaksanaan siklus I sudah dilaksanakan dengan baik meskipun belum sempurna 100%. Pada siklus II menunjukkan jumlah skor pengamat I adalah 54 dengan skor maksimal 60, pengamat II mendapatkan jumlah skor 52 dengan skor maksimal 60, dan pengamat III mendapatkan jumlah skor 54 dengan skor maksimal 60. Berdasarkan data di atas, jumlah seluruh skor yang diperoleh adalah 160 dengan skor maksimal adalah 180, sehingga skor rata-rata dapat dihitung sebagai berikut: 160/180 X 100 = 88,89%. Berdasarkan kriteria keberhasilan tindakan, kegiatan peneliti pada siklus II termasuk dalam kategori “A” dengan kualifikasi sangat baik. Taraf keberhasilan aktivitas siswa dalam tindakan pembelajaran kooperatif dengan metode NHT dan perangkat pembelajaran LKS pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 8,33%. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan tindakan pada siklus II lebih baik dari siklus I sehingga diketahui bahwa motivasi belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus II. Prestasi belajar siswa pada post tes siklus I rata-rata hasil belajar siswa adalah 81,75. Pada post tes siklus II rata-rata hasil belajar siswa adalah 84,86 mengalami peningkatan sebesar 3,11. Hal tersebut menunjukkan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus II. Dari hasil tes siswa, post tes yang dilaksanakan pada siklus I dan siklus II menunjukkan prestasi siswa yang meningkat. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan nilai rata-rata yang meningkat, baik secara individual ataupun klaksikal. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang diberikan adalah: (1) bagi guru mata pelajaran Akuntansi SMA Negeri 1 Kraksaan dianjurkan menggunakan pembelajaran dengan bantuan LKS dan metode pembelajaran kooperarif NHT, terutama pada materi yang terdapat banyak hitungan. Pada pelaksanaan pembelajaran ini hendaknya guru pada awal kegiatan pembelajaran menjelaskan strategi pembelajaran yang akan digunakan sejelas mungkin agar hambatan tidak terjadi pada pertemuan berikutnya, (2) Guru harus memberikan bimbingan dan motivasi kepada siswa yang memiliki kemampuan lebih rendah dan pasif pada saat kegiatan belajar mengajar, (3) Bagi peneliti berikutnya, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan dan menerapkan pembelajaran dengan bantuan LKS dan strategi pembelajaran kooperatif NHT untuk standar kompetensi yang lain.

Laporan perhitungan pengairan
oleh Mukayat Al Heru Susanto

 

Rancang bangun sistem informasi (web site) menggunakan program macromedia flash MX dan dreamweaver MX di SMPN 2 Grati Pasuruan / Budi Harianto

 

Kata kunci : Sistem Informasi, Web Site. Penelitian ini dilakukan pada sistem informasi yang ada di SMP Negeri 2 Grati Pasuruan yang masih belum memiliki website, dimana akses informasi masih belum optimal diera yang sudah komputerisasi saat ini. Sedangkan bila dilihat pada lingkungan sekolah sekitar yang sistem pembelajarannya sudah komputerisasi, rata-rata sudah memiliki website sendiri. Penelitian memiliki rumusan masalah Bagaimana membuat website menggunakan Program Macromedia Flash MX dan Dreamweaver MX, sehingga mampu memberikan informasi yang mudah diakses via internet dari mana saja dan kapan saja. Program penelitian yang digunakan adalah Macromedia Flash MX dan Dreamweaver MX yang sudah lazim digunakan oleh para designer website Profesional, penggabungan animasi yang membuat website lebih interaktif dan menarik membuat produk mampu bersaing dari sisi pemasaran online. Subyek yang digunakan adalah Guru dan Siswa SMPN 2 Grati Kabupaten Pasuruan. Website SMPN 2 Grati berisi tentang Profil Sekolah dan Kegiatan Sekolah. Menu Profil Sekolah berisi tentang Data Guru dan Data Siswa. Menu Kegiatan Sekolah berisi tentang foto atau dokumentasi Lesson Study dan Informasi mengenai Penerimaan Siswa Baru (PSB). Kesimpulan Tugas Akhir ini adalah membuat website menggunakan Macromedia Flash MX dan Dreamweaver MX dapat menarik tampilan, mempermudah pemakaian, dan cepat saat diakses. Menu website yang mudah dan sederhana juga sangat mempengaruhi pengunjung untuk melihat website. Website SMPN 2 Grati Kabupaten Pasuruan belum sempurna, oleh karena itu saran dan kritik dari pengguna sangat diharapkan.

Pengembangan modul pembelajaran kimia materi redoks dan elektrokimia dengan model learning cycle 5-e untuk SMA/MA kelas XII / Putri Noor Fitriah

 

ABSTRAK Fitriah, Putri Noor. 2010. Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Materi Redoks dan Elektrokimia dengan Model Learning Cycle 5-E untuk SMA/MA Kelas XII. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra.Srini M.Iskandar, M.Sc., Ph.D., (II) Drs. H.Parlan, M.Si. Kata Kunci: modul, learning cycle 5-E, redoks, elektrokimia Modul dapat diartikan sebagai ”alat belajar yang dapat mendorong dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara mandiri tanpa tergantung pada guru dan belajar sesuai kecepatan serta kemampuan belajar masing-masing siswa (Mbulu dalam Dasna, dkk, 2005:50). “Hasil penelitian menunjukkan bahwa suasana belajar belum cukup kondusif akibat metode mengajar guru yang kurang bervariasi” dapat dilakukan upaya “mencari alternatif pembelajaran yang tepat dan menemukan berbagai variasi metode dan variasi media untuk meningkatkan kualitas pembelajaran” (Mulyasa, 2007:37-38). Salah satu variasi metode yang dapat digunakan adalah penggunaan modul yang interaktif dan berkualitas bagi siswa berdasarkan pendekatan konstruktivistik. Salah satu model pembelajaran konstruktivistik adalah Learning Cycle 5- E. Model LC 5-E terdiri dari 5 fase, yaitu: Engagement, Exploration, Explanation, Elaboration, dan Evaluation. Model LC 5-E dapat diterapkan dalam pembelajaran topik kimia yang bersifat teoritis maupun yang melibatkan praktikum (Iskandar, 2004:10). Materi Redoks dan Elektrokimia dianggap sesuai untuk diajarkan dengan model Learning Cycle 5-E. Oleh karena itu peneliti ingin mengembangkan modul pembelajaran Redoks dan Elektrokimia dengan model Learning Cycle 5-E. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul pembelajaran Redoks dan Elektrokimia model Learning Cyle 5-E serta menguji tingkat kelayakannya. Terdapat beberapa langkah pengembangan modul pembelajaran ini yaitu mengkaji kurikulum, mengkaji pendekatan konstruktivistik, analisis kebutuhan modul, menyusun modul, validasi, menganalisis data, revisi, dan produksi modul. Desain validasi yang dilakukan hanya validasi isi. Validator terdiri dari 1 dosen kimia dan 3 guru SMA. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket dengan skala Likert sebagai data kuantitatif. Sedangkan data kualitatif berupa tanggapan, kritik, dan saran dari validator. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis nilai rata-rata. Hasil pengembangan dari penelitian ini antara lain: (1) Modul Redoks dan Elektrokimia yang disusun terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian pra pendahuluan, pendahuluan, dan bagian isi. Hasil validasi menunjukkan bahwa bentuk modul yang dikembangkan telah sesuai dengan model LC 5-E dengan nilai rata-rata dari setiap fase dalam model LC 5-E sebesar 3,50 (valid). (2) Hasil validasi kelayakan pengembangan modul secara keseluruhan memiliki nilai rata-rata sebesar 3,50 (valid). Hal ini menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan layak digunakan sebagai salah satu bahan ajar. Saran terkait modul Redoks dan Elektrokimia ini hendaknya dapat diujicobakan ke lapangan (validasi empirik).

Persepsi mahasiswa tentang faktor-faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha mahasiswa AP FIP UM / Linda Oktavia Dewi

 

Dewi, Linda Oktavia. 2010. Persepsi Mahasiswa Tentang Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha Mahasiswa AP FIP UM. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.H.Sultoni, M.Pd, (II) Dr.H.Imron Arifin, M.Pd. Kata Kunci: Persepsi, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha. Persepsi adalah tanggapan atau pendapat mahasiswa tentang faktor minat berwirausaha mahasiswa AP FIP UM, dimana tanggapan mahasiswa berbeda antara mahasiswa yang satu dengan yang lain, tergantung pada pandangan dan pengalaman mahasiswa. Minat adalah suatu perasaan individu terhadap objek tertentu yang disenangi kemudian diwujudkan ke dalam bentuk reaksi yang nyata. Minat berawal dari kesenangan yang berdampak pada kepuasan. Apabila seseorang merasa senang terhadap sesuatu hal maka, akan menimbulkan kepuasan. Kesenangan dan kepuasan seseorang akan sesuatu hal akan mampu meningkatkan minat seseorang. Setelah berminat pada sesuatu hal akan diwujudkan dalam bentuk tindakan. Berwirausaha juga merupakan suatu bentuk dari minat seseorang dalam memilih pekerjaan. Wirausaha adalah suatu proses penerapan kreatifitas dan jiwa inovasi manusia untuk menciptakaan sesuatu yang baru atau berbeda dari sebelumnya dengan keberanian menghadapi resiko dan keberanian untuk menciptakan kemakmuran bagi individu dan memberi nilai tambah pada masyarakat. Minat berwirausaha merupakan suatu perasaan individu untuk menciptakan sesuatu yang baru atau berbeda dari sebelumnya dengan keberanian menghadapi resiko dan keberanian untuk menciptakan kemakmuran bagi individu dan memberi nilai tambah pada masyarakat kemudian diwujudkan ke dalam reaksi nyata. Kewirausahaan merupakan bentuk pekerjaan yang dapat ditekuni oleh mahasiswa AP FIP UM karena, mahasiswa AP FIP UM dibekali ilmu kewirausahaan melalui matakuliah kewirausahaan yang berbobot 4 SKS. Berkaitan dengan minat berwirausaha mahasiswa AP FIP UM, maka penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa tentang faktor minat berwirausaha mahasiswa AP FIP UM dan faktor apa yang memiliki pengaruh paling besar terhadap minat berwirausaha mahasiswa AP FIP UM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian non eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha mahasiswa AP FIP UM. Populasi penelitian ini berjumlah 367 responden atau mahasiswa, sedangkan sampel penelitian ini berjumlah 94 responden atau mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan 3 cara yaitu random sampling, stratified sampling, dan proportional sampling dan instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket atau kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian dengan pengujian validitas dan reliabilitas melalui teknik korelasi product moment. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari jawaban responden dari pernyataan dalam angket dan dokumentasi data. Analisis data diolah dengan menggunakan bantuan program SPSS 16 for windows release. Berdasarkan hasil penelitian, ada 2 faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha mahasiswa yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik terdiri dari perasaan dan emosi, pendapatan, motivasi dan cita-cita, dan harga diri. Sedangkan faktor ekstrinsik terdiri dari lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, peluang, dan pendidikan dan pengetahuan. Faktor intrinsik yang memiliki pengaruh paling tinggi terhadap minat berwirausaha mahasiswa AP FIP UM adalah faktor pendapatan dengan persentase sebesar 64%, sedangkan yang terendah adalah faktor harga diri dengan persentase 37%. Sedangkan untuk faktor ekstrinsik yang memiliki pengaruh paling tinggi adalah faktor peluang dengan persentase sebesar 48% dan memiliki pengaruh paling rendah adalah lingkungan keluarga dengan persentase 40%.

Pengaruh penerapan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema kebakaran hutan terhadap kompetensi IPA siswa kelas VII SMP Negeri 1 Karangploso Kabupaten Malang semester II tahun ajaran 2009/2010 / Rujuk Dwi Sariasih

 

ABSTRAK Sariasih, Rujuk Dwi. 2010. Pengaruh Penerapan Paket IPA Terpadu Berbasis Konstruktivisme terhadap Kompetensi IPA Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Karangploso Kabupaten Malang Semester II Tahun Ajaran 2009/2010 . Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarjono (II) Drs. H. Parlan, M. Si Kata kunci: Paket IPA Terpadu berbasis konstruktivisme, Kompetensi IPA Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2006 secara tegas menyatakan bahwa substansi mata pelajaran IPA pada SMP atau MTs merupakan IPA terpadu. Oleh karena itu, perlu penerapan pembelajaran menggunakan paket IPA Terpadu. Paket IPA Terpadu berbasis konstruktivisme berisi bahan ajar untuk siswa dan panduan guru. Proses pembelajaran Paket IPA Terpadu ini menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan inkuiri yang merupakan model pembelajaran berbasis konstruktivisme. Paket pembelajaran ini dikembangkan pada tahun 2009 oleh Cahyono dkk. Paket ini belum teruji secara empirik sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui uji empiriknya. Penelitian ini menggunakan pre test and post test design yaitu memberikan tes awal untuk mengetahui kemampuan awal kemudian dilakukan perlakuan dan selanjutnya memberikan tes akhir. Sebelum dilakukan pretes dan postes dilakukan uji instrumen terlebih dahulu. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Karangploso kabupaten Malang dengan teknik cluster random sampling yang mana terdiri dari 1 kelas eksperimen dan 1 kelas kontrol. Masing-masing kelas terdiri atas 30 siswa sebagai sampel penelitian. Uji hipotesis menggunakan analisis kovarian tetapi terlebih dahulu harus memenuhi uji prasyarat analisis. Berdasarkan uji hipotesis membuktikan bahwa ada perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol terhadap kompetensi IPA baik pada prestasi belajar, kerja ilmiah maupun sikap ilmiah. Uji lanjut juga membuktikan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol benar-benar berbeda. Kelas eksperimen memiliki rata-rata yang lebih tinggi daripada kelas kontrol.

Pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi dan hasil belajar kimia siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Kepanjen pada pokok bahasan hidrolisis garam / Nikmatul Islamiyah

 

ABSTRAK Islamiyah, Nikmatul. 2009. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Kepanjen pada Pokok Bahasan Hidrolisis Garam. Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed., (II) Oktavia Sulistina, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: kimia, inkuiri terbimbing, kemampuan berpikir tingkat tinggi, hasil belajar. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Salah satunya penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang menekankan proses pembelajaran konstruktivistik. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa sangat dianjurkan dalam pembelajaran di kelas sebagai usaha peningkatan kualitas pembelajaran, sebagaimana pembelajaran Kimia di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan hasil belajar kognitif, mendeskripsikan hasil belajar psikomotorik, afektif, dan mendeskripsikan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Kepanjen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan yang dibelajarkan dengan pembelajaran ekspositori verifikatif. Penelitian ini menggunakan rancangan Posttest Only Control Design dan rancangan deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Kepanjen. Kelas eksperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas kontrol dengan pembelajaran ekspositori verifikatif. Instrumen penelitian yang digunakan berupa instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Sesuai tujuan penelitian, analisis data dilakukan dengan Uji t . Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dideskripsikan dengan menghitung persentase kemampuan siswa menjawab soal pada tingkat berpikir C4-C5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model pembelajaran inkuiri terbimbing 93,3% dan tidak ada perbedaan hasil belajar kognitif yang signifikan antara kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas yang dibelajarkan dengan pembelajaran ekspositori verifikatif (nilai thitung 0,614 < ttabel 1,997). Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif kelompok atas kelas eksperimen lebih baik dibanding kelas kontrol (nilai thitung 2,234 > ttabel 1,697) dan tidak ada perbedaan hasil belajar kognitif antara kelompok bawah kelas eksperimen dan kelas kontrol (nilai thitung -0,405 < ttabel 2,042). Hasil Belajar afektif dan psikomotorik kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Rata-rata hasil belajar psikomotorik dan afektif kelas eksperimen berturut-turut 87,46 dan 85,65 sedang pada kelas kontrol 84,05 dan 82,35. Persentase nilai psikomotorik dan afektif siswa yang termasuk dalam kriteria sangat baik pada kelas eksperimen secara berturut-turut 42,42% dan 54,55% lebih tinggi dari kelas kontrol yang hanya 32,35% dan 41,18%. Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Hal ini dapat diketahui dari perbedaan persentase siswa kemampuan mengerjakan soal dengan tingkat berpikir tinggi C4-C5. Siswa kelas eksperimen yang dapat menjawab soal C4-C5 sebanyak 74,74% sedang kelas kontrol hanya 62,24.

Penerapan model pembelajaran advance organizer untuk meningkatkan struktur kognitif peserta didik pada tingkat pemahaman dalam mata pelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS-2 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang tahun ajaran 2009/2010 / Muhammad Afif Jauhar Arifin

 

ABSTRAK Arifin, Muhammad Afif Jauhar. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Advance Organizer untuk Meningkatkan Struktur Kognitif Peserta Didik pada Tingkat Pemahaman dalam Mata Pelajaran Akuntansi Siswa Kelas XI IPS-2 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang Tahun Ajaran 2009/ 2010. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si., Ak (II) Satia Nur Maharani, S.E., M.Sa., Ak. Kata Kunci: Advance organizer, Struktur Kognitif, Tingkat Pemahaman. Berdasarkan hasil observasi kepada guru mata pelajaran dan peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas XI IPS-2 SMA Laboratorium UM, maka terungkap beberapa permasalahan dan perlu untuk segera diambil tindakan penanganan mengatasinya. Permasalahan tersebut antara lain: (1) peserta didik kurang memahami materi pembelajaran yang disajikan oleh pendidik, (2) banyaknya peserta didik yang mengajukan pertanyaan sejenis dan berulang-ulang, (3) tidak ada pemahaman yang utuh dan saling berhubungan pada diri peserta didik, dan (4) pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran dinilai oleh peserta didik terlalu cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran advance organizer dalam meningkatkan struktur kognitif peserta didik pada tingkat pemahamannya. Penelitian pada siklus I menunjukkan hanya dua kata kerja operasional tingkat pemahaman yang mampu dijawab dengan kategori tepat. Yaitu menerjemahkan dan membandingkan, masing-masing 35 dan 36 peserta didik. Sehingga penelitian ini akan peneliti lanjutkan pada tahap siklus II. Pada siklus II, terdapat empat kata kerja yang mampu dijawab dengan kategori tepat oleh seluruh peserta didik yaitu menerjemahkan, membedakan, merinci, dan membandingkan. Lima kata kerja yaitu mencirikan, menyusun, mencontohkan, mengemukakan, dan menyimpulkan mampu dijawab dengan kategori tepat oleh 65% peserta didik. Namun ada satu kata kerja operasional yaitu mengilustrasikan yang mampu dijawab dengan kategori tepat oleh 17 peserta didik. Meskipun demikian, secara keseluruhan sudah menunjukkan hasil yang lebih baik dari siklus I dan peneliti bisa menghentikan pemberian tindakan sampai pada siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran advance organizer mampu meningkatkan stuktur kognitif peserta didik pada tingkat pemahaman siswa kelas XI IPS-2 SMA Laboratorium UM. Pada penelitian ini, tingkat pemahaman peserta didik diukur pada fase terakhir yaitu penguatan struktur kognitif dengan cara memberikan latihan soal pemahaman pada sepuluh kata kerja operasional. Berdasarkan hasil penelitian ini maka penulis dapat menyarankan; (1) Peneliti harus lebih memperhatikan alokasi waktu, (2) Penelitian dilakukan tidak hanya di akhir pembelajaran, namun selama proses pembelajaran, (3) Sebelum menerapkan advance organizer peserta didik sudah harus memiliki ketuntasan terhadap materi sebelumnya, dan (4) Pendidik dapat menerapkan advance organizer pada struktur kognitif yang lebih tinggi seperti pada tingkat analisis, sistesis, dan evaluasi.

Perbedaan prestasi dan motivasi belajar kimia antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan problem posing-student team achievement divison (PP-STAD) dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan student team achievement division (STAD) di SMA N 10 Malang tahun

 

ABSTRAK Qomariyah, Lila. 2010. Perbedaan Prestasi dan Motivasi Belajar Kimia Antara Siswa yang Dibelajarkan dengan Menggunakan Problem Posing-Student Team Achievement Divison (PP-STAD) dengan Siswa yang Dibelajarkan dengan Menggunakan Student Team Achievement Divison (STAD) di SMA N 10 Malang. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc., Ph.D (II) Dr. Siti Marfuah, M. S. Kata Kunci: STAD, Problem Possing, motivasi belajar, prestasi belajar Konsep-konsep kimia selain bersifat teori juga banyak melibatkan operasi matematika. Oleh karena itu, dalam pembelajaran kimia disarankan menggunakan Model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik konsep kimia tersebut yaitu model pembelajaran yang berbasis kontruktivisme. Menurut Arifin (1995) dalam Iskandar (2004: 1) salah satu kesulitan siswa dalam memahami ilmu kimia adalah ketidakmampuan mereka memahami materi kimia yang melibatkan operasi matematika. Dalam kimia, materi-materi yang melibatkan operasi matematika antara lain stoikiometri, hidrolisis garam, termokimia, dan sifat koligatif larutan. Materi-materi kimia lain yang melibatkan operasi matematika adalah kelarutan dan hasil kali kelarutan.Salah satu model pembelajaran yang digunakan adalah dengan menggunakan model pembelajaran Problem Posing-Student Team Achievement Divison (PP-STAD). Pembelajaran dengan STAD mendorong siswa untuk meningkatkan kerjasama dengan orang lainkarena salah satu tahap dalam model ini adalah diskusi kelompok dimana siswa harus memecahkan soal dengan berdiskusi bersama anggota kelompoknya.Model pembelajaran problem possing dapat meningkatkan keaktifan siswa selam proses pembelajaran karena dalam model ini siswa dilatih untuk membuat soal dari kondisi-kondisi yang diberikan oleh guru. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu dan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMAN 10 Malang yang populasinya adalah siswa kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3, sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random (acak). Instumen pengukuran berupa soal tes dan angket motivasi siswa, sedangkan instrumen perlakuan meliputi silabus, RPP, LKS, dan handout. Pengumpulan data: (1) pemberian perlakuan yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran PP-STAD dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran STAD, (2) pemberian kuis, dan (3) pemberian angket. Teknik analisis data berupa analisis statistik yang terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas (uji prasyarat analisis) serta uji t, dan mendeskripsikan hasil angket terhadap model pembelajaran yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran PP-STAD dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran STAD pada materi pokok kelarutan dan hasil kali kelarutan. Prestasi belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran PP-STAD lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran STAD. (2) Motivasi belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran PP-STAD lebih tinggi daripada motivasi belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran STAD

Implementasi regresi komponen utama dan regresi new stepwise terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan semen portland tipe I / Hellda Evanty Ariefia

 

ABSTRAK Ariefia, Hellda.E. 2010. Implementasi Regresi Komponen Utama dan Regresi New Stepwise terhadap Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kekuatan Tekan Semen Portland Tipe I. Skripsi. S1. Universitas Negeri Malang : Malang Pembimbing : (I) Ir. Hendro Permadi, M.Si (II) Drs. Susiswo, M.Si Kata kunci : multikolinearitas, regresi komponen utama, regresi new stepwise Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menganalisis hubungan linear antara dua atau lebih variabel bebas secara bersama-sama dengan satu variabel terikat. Adanya korelasi antar variabel yang cukup tinggi menimbulkan multikolinearitas yang menyebabkan model persamaan regresi yang diperoleh kurang layak. Pada penelitian ini analisis regresi linear berganda digunakan untuk mencari model kekuatan tekan semen dengan variabel-variabel bebas yang digunakan adalah kehalusan semen, Oksida Aluminat atau Alumina, batu kapur, Trikalsium Aluminat, Diklasium Silikat dan Trikalsium Silikat. Dari variabel-variabel bebas tersebut diidentifikasi terdapat multikolinearitas. Untuk mengatasi hal tersebut digunakan analisis komponen utama dan analisis new stepwise. Regresi komponen utama menghasilkan variabel-variabel bebas baru yang tidak saling berkorelasi sehingga masalah multikolinearitas dapat diatasi. Regresi new stepwise merupakan pengembangan dari regresi komponen utama. Prosedur awal dari metode ini sama dengan prosedur yang dipakai pada regresi komponen utama. Regresi new stepwise mempunyai keunggulan dalam pemilihan variabel yang masuk daripada regresi komponen utama. Pemilihan variabel pada new stepwise didasarkan pada jumlah kuadrat galat (SSE), sedangkan pada komponen utama menggunakan matriks korelasi dari variabel-variabel penjelas. Regresi komponen utama menghasilkan persamaan regresi kekuatan tekan semen = - 172.751 + 0.263846 kehalusan semen - 10.6064 alumina + 8.34772 kapur - 8.77717 trikalsium aluminat - 1.18532 dikalsium silikat + 1.15638 trikalsium silikat dengan R2 = 87.9 % dan = 87.4 %, sedangkan regresi new stepwise menghasilkan persamaan regresi kekuatan tekan semen = - 72.1 + 2.71 trikalsium silikat + 0.535 kehalusan semen dengan R2 = 88.5 % dan = 87.9%. 2adjR2adjR Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini, yaitu regresi komponen utama cenderung memilih lebih banyak variabel bebas yang masuk ke dalam model daripada regresi pada new stepwise. Meskipun demikian, regresi komponen utama memberikan nilai R2 yang tidak terpaut jauh dengan R2 pada regresi new stepwise. Oleh karena itu, model regresi komponen utama dapat digunakan sebagai metode alternatif regresi new stepwise.

Perbedaan perilaku altruistik siswa ditinjau dari jenis kelamin di SMA Negeri 2 Trenggalek / Vivi Yuniar Fitriani

 

ABSTRAK Fitriani, Vivi Yuniar. 2010. Perbedaan Perilaku Altruistik Siswa Ditinjau dari Jenis Kelamin di SMA Negeri 2 Trenggalek. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Andi Mappiare, AT, M.Pd, (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd Kata kunci : perilaku altruistik, jenis kelamin, siswa SMA Stereotip jenis kelamin adalah keyakinan tentang penggolongan ciri-ciri kepribadian laki-laki dan perempuan. Kemungkinan stereotip ini akan mempengaruhi perilaku seseorang termasuk perilaku altruistik. Perilaku altruistik tampak ketika individu berinteraksi dengan individu lain. Individu mampu berperilaku altruistik dengan menolong orang lain tanpa pamrih, perhatian terhadap penderitaan orang lain tanpa pamrih, dan mendahulukan kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri tanpa pamrih. Perilaku altruistik penting bagi setiap individu baik laki-laki dan perempuan. Penelitian ini memiliki tujuan: (1) Diperoleh deskripsi perilaku altruistik siswa laki-laki di SMA Negeri 2 Trenggalek, (2) diperoleh deskripsi perilaku altruistik siswa perempuan di SMA Negeri 2 Trenggalek, (3) diperoleh bukti deskriptif mengenai perbedaan perilaku altruistik ditinjau dari jenis kelamin di SMA Negeri 2 Trenggalek. Hipotesis penelitian yaitu ada perbedaan perilaku altruistik siswa SMA Negeri 2 Trenggalek ditinjau dari jenis kelamin. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa laki-laki dan perempuan kelas X dan XI SMA Negeri 2 Trenggalek yang berjumlah 554 orang. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 97 orang. Metode pengumpulan data menggunakan skala perilaku altruistik yang dikembangkan sendiri oleh penulis. Teknik analisis dilakukan dengan menggunakan persentase dan uji-t. Kesimpulan hasil penelitian: (1) Secara umum, banyak siswa laki-laki SMAN 2 Trenggalek memiliki perilaku altruistik dengan klasifikasi tinggi. (2) Secara umum, banyak siswa perempuan SMAN 2 Trenggalek memiliki perilaku altruistik dengan klasifikasi sangat tinggi,(3) Terdapat perbedaan yang signifikan antara perilaku altruistik siswa laki-laki dan perempuan Ada enam saran dalam penelitian ini yang ditujukan kepada konselor, orangtua, guru, masyarakat, remaja, dan peneliti selanjutnya. Disarankankan kepada konselor agar membantu individu yang berperilaku altruistik rendah dengan mengadakan pelatihan dalam bentuk permainan yang dapat membangun siswa untuk saling tolong menolong serta melatih untuk kerjasama dengan teman. Selain itu orangtua, guru, masyarakat agar memberikan model atau contoh perilaku yang baik dalam berperilaku khususnya perilaku altruistik.

Diagnosis kesulitan belajar aritmatika siswa Kelas I semester ganjil SMK PGRI 02 Malang tahun ajaran 2004/2005 dan pengajaran remidinya oleh Sumarni

 

Sebagianb esars iswa mengalamik esulitand alam memahamip okok bahasaanr itmetika.U ntuk mengetahuki esulitant ersebuty ang perlu dilakukan adalahm endiagrosisk esulitan siswa padas aatm enyelasaikirns oal-soal aritmetika.S etelatri tu diperlukanu payap erbaikaanp rosesb elajarm engajar bcrupap engajaranre rnidi. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengidentifikasijenisjenis kesulitan yang paling banyak dialami siswa dalam memahami pokok bahasana ritmetika dan mendeskripsikanp engajaranr emidi yang dapatd ilalcukan untuk membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi siswa dalarn memahami pokokb ahasana ritnetika. Penelitiani ni dilaksanakand i SMK PGRI 02 Malang,k elas I PenjualanI (I-PJI)d enganju mlah siswanyaa dalah4 4 siswa.S isway ang inenjadi subyek penelitian adalatr siswa yang skor ulangannya kurang dari 60. Jenis penelitian ini adalahk ualitatif. Adapun langkahJangkahy ang dilaksanakand alam penelitian ini adalah(:l ) menentukans ubyekp enelitian(, 2) menganalisijsa wabant esa wal,( 3) menenlukapno la kesalahanp adaja wabant esa wal,( 4) menentuliajne nis-jenis kesulitany ang paling banyakd ialami siswq (5) pemberianp engajaranr emidi. Secarau mumd isimpulkank esulitany angp alingb anyakd ialamis iswa dalamm emahamip okok bahasana ritmetika adalahk esulitand alam mengubah pecahanc ampuan menjadi pecahanb iasa;k esulitand alamp rinsip pengurangan bilangann egatifdenganb ilangann egatif;k esulitand alama lgoritna tandak urung padao perasih itung; kesulitand alamp enggunaanp rinsip perbandingans enilai; kesulitan dalam algoritma peqiumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif; kesulitan dalam algoritma mengubah pecahan biasa menjadi pecahan campurank; esulian dalam memah,amki onsepp embagianp adab ilanganp ecahan; kesulitan prinsip pembagian pada pecahan campuran; kesulitan membedakan konsep pecahan biasa dengan pecahan campuran; kesulitan memahami konsep pe$en; kesulitan dalam algoritma pembagian bilangan. Dalam mengataski esulitan-kesulitans iswa tersebutp eneliti memberi pengajaranre midi melalui tiga tahapf itu: (l) pengajaraans ecarak lasikal yang diikuti oleh 25 subyek dan yang dibahas soal-soal yang dikerjakan secara salah oleh hampir semuas ubyekr emidi dan pengajaranu lang tentango perasih itung padab ilanganb ulat; (2) pengajarans ecarak lasikal tentangm ateri operasih itung padab ilanganp ecatran(; 3)pengajaranu lang tentangk onveni bilangan,p enerapan perbandingan(s enilai/berbalikn ilai), menghitungb ilangand enganm enerapkan sifat dishibutifperkalian pada bilangan bulat, dan menghitung persen dalam masalahk ejunran.

Implementasi pembelajaran berbasis web menggunakan moodle di SMP Negeri 1 Duduksampeyan Gresik / Dany Darmawan, Ifrokhatul Aliyah

 

Kata Kunci : Bahan pembelajaran, moodle. Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah keterbatasan ruang dan waktu menjadi kendala utama bagi peningkatan kualitas pembelajaran. Pertambahan jumlah peserta didik pada suatu lembaga berpotensi mengurangi kualitas interaksi antara pendidik dan peserta didik sehingga hasil kurang maksimal, dalam bentuk pembelajaran berkualitas, semakin jauh dari harapan. Berdasarkan pada latar belakang kemudian muncul permasalahan (1) Bagaimana mengimplementasikan menggunakan moodle dalam pembelajaran pada SMP Negeri 1 Duduksampeyan Gresik, (2) Fitur Moodle apa saja yang dikembangkan dalam pembelajaran pada SMP Negeri 1 Duduksampeyan Gresik. Tujuan yang dicapai yaitu (1) Untuk mengetahui penerapan Moodle dalam pembelajaran di SMP Negeri 1 Duduksampeyan Gresik, (2) Untuk mengetahui fitur Moodle yang dikembangkan dalam pembelajaran di SMP Negeri 1 Duduksampeyan Gresik Manfaat penelitian ini yaitu (1) Untuk memenuhi kebutuhan akan sarana komunikasi dalam bidang teknologi dan informasi (2) Untuk membuka wawasan dan pengetahuan bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran (3) Bagi pembaca diharapkan dapat menambah pengetahuan bagimana cara membangun dan membuat pembelajaran menggunakan Moodle Moodle adalah sebuah paket perangkat lunak yang berguna untuk membuat dan mengadakan kursus/pelatihan/pendidikan berbasis internet. Moodle merupakan singkatan dari (Modular Object Oriented Dynamic learning environment). Moodle dapat digunakan untuk melakukan aktivitas pembelajaran secara online dan peserta didik dapat belajar secara mandiri. Bahan pembelajaran ini ditampilkan di layar monitor komputer dengan memanfaatkan moodle. Dalam penelitian ini, implementasi menggunakan moodle yang dikembangkan oleh penulis termasuk ke dalam kategori baik. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah bahwa bahan pembelajaran yang dikembangkan oleh penulis termasuk ke dalam kriteria mudah dipahami dan tingkat ketertarikan user termasuk kategori baik, sehingga bahan pembelajaran tersebut dapat digunakan untuk belajar mandiri dan dapat digunakan sebagai pelengkap kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan pada hasil penelitian yang telah diperoleh, disarankan (1) Pengembangan aplikasi dalam pembelajaran sangat diperlukan untuk menghadapi era cyber. Wawasan yang luas, ilmu yang memadai serta skill yang lebih untuk seorang pengajar harus ada, (2) Menyediakan tenaga-tenaga yang handal dan perangkat pembelajaran yang berbasis IT untuk menunjang kemajuan dan peningkatan anak didik haruslah tetap eksis, (3) Perlunya penyempurnaan kembali program-program aplikasi yang ada khususnya sistem yang dibangun ini, diantaranya memaksimalkan fitur-fitur yang ada, keamanan data yang masing kurang, serta bahasa aplikasi yang kadang-kadang membingungkan, ini tidak lain adalah untuk mempermudah kalangan guru di sekolah-sekolah untuk lebih mudah menggunakannya.

Analisa penerapan konsep I.M.C. pada perusahaan advertising Ultraviolet Malang / Dyah Ayu Dwi Kusuma Ningrum

 

ABSTRAK K.N, Dyah Ayu Dwi. 2010 . Analisa Penerapan Konsep I.M.C Pada Perusahaan Advertising Ultraviolet Malang Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Sugiyono Ardjaka, Drs. M. Sc, (II) Rudi Irawanto, S.Pd. M. Sn. Kata kunci : Komunikasi Pemasaran Terpadu, Perusahaan Advertising Ultraviolet. Setiap perusahaan dituntut untuk memiliki keunggulan kualitas dan daya saing di era global. Keunggulan tersebut harus dimanfaatkan lebih optimal sebagai syarat menjadi perusahaan jasa yang diperhitungkan dalam skala lokal maupun nasional. Kondisi itulah yang menjadikan pihak manajemen perusahaan perlu memperhatikan model perumusan strategi bersaing Perusahaan Advertising Ultraviolet Malang. Hal ini dapat dilakukan dengan menemukan faktor-faktor internal maupun eksternal kunci yang dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan strategi, potensi serta keunggulan bersaing secara lebih detail sehingga mampu memberikan informasi tentang potensi penciptaan nilai yang menjadi keunggulan Perusahaan Advertising Ultraviolet Malang dan dapat dijadikan sebagai dasar dalam merumuskan strategi komunikasi terpadu. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskriptif yang menggambarkan situasi dan kondisi lingkungan bisnis Perusahaan Advertising Ultraviolet Malang dalam menghadapi persaingan antar Perusahaan Advertising. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis lingkungan bisnis pada Perusahaan Advertising Ultraviolet Malang yang dilakukan sebagai penunjang untuk merumuskan strategi komunikasi terpadu Perusahaan Advertising Ultraviolet Malang dengan pendekatan integrated marketing communication. Penelitian ini dilaksanakan di Perusahaan Advertising Ultraviolet Malang pada integrated marketing communication yang mewakili kondisi dan karakter data yang dibutuhkan,sedangkan pada proses analisis lingkungan bisnis dilaksanakan dengan 2 studi kelayakan dan menggunakan lingkup perusahaan sebagai pengalisis perusahaan Perusahaan Advertising Ultraviolet Malang. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah case study dengan menggunakan kuesioner yang ditunjang wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa posisi Perusahaan Advertising Ultraviolet Malang memiliki strong competitive competition yang tinggi. Perhitungan integrated marketing communication menggambarkan bahwa kinerja perusahaan ini berada pada rata-rata.

Survey terhadap guru mata diklat teknik kendaraan ringan (program produktif) kelas X dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen / Arif Ferdiansyah

 

ABSTRAK Ferdiansyah, Arif, 2010. Survey Terhadap Guru Mata Diklat Teknik Kendaraan Ringan (Program Produktif) Kelas X dalam Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Sunomo, M.Pd (II) Drs. Putut Murdanto, S.T., M.T. Kata Kunci : Guru, Mata Diklat Teknik Kendaraan Ringan (Program Produktif) Kelas X, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Peranan guru sangat penting dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum dalam membentuk kompetensi peserta didik secara efektif di dalam proses pembelajaran.Sehingga diperlukan Survey terhadap Guru khusunya pada Mata Diklat Teknik Kendaraan Ringan (Program Produktif) Kelas X dalam Pelaksanaan KTSP. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan guru Mata Diklat Teknik Kendaraan Ringan (Program Produktif) Kelas X mengembangkan program pembelajaran dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen yaitu: (1) pengembangan silabus, (2) pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan (3) pelaksanaan pengajaran. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen pada semester genap tahun pelajaran 2009/2010 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, sedangkan analisis datanya tergolong penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru Mata Diklat Teknik Kendaraan Ringan (Program Produktif) Kelas X SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.Bentuk analisis penyajian datanya dijabarkan dengan penggambaran data sebelumnya berupa angka dengan “skor” yang diperoleh dari pengumpulan data dilapangan kemudian data dianalisis menggunakan teknik deskriptif dalam bentuk presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian dokumentasi terhadap lima guru Mata Diklat Teknik Kendaraan Ringan pada Program Produktif Kelas X dalam pengembangan silabus sesuai dengan standar BSNP, lima guru mata pelajaran pada Program Produktif Teknik Kendaraan Ringan kelas X dalam mengembangkan RPP, sesuai dengan panduan pengembangan RPP pada standar yang ditetapkan BSNP, pengamplikasian program pembelajaran dalam pelaksanaan pengajaran kelima guru Mata Diklat Teknik Kendaraan Ringan pada Program Produktif kelas X sudah terlaksana dengan baik mengacu pada program pembelajaran yang sudah dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: (1) tim Guru Mata Diklat Teknik Kendaraan Ringan Program Produktif Kelas X di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dalam pengembangan silabus telah berjalan dengan baik sesuai dengan standar BSNP. (2) pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 5 (lima) Guru Mata Diklat Teknik Kendaraan Ringan Program Produktif Kelas X di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dikategorikan sangat baik, sesuai dengan panduan pengembangan RPP pada BSNP. Melalui penilaian dokumentasi dan observasi yang sudah baik ini disarankan supaya Guru Mata Diklat Teknik Kendaraan Ringan pada Program Produktif Kelas X hendaknya memiliki kesadaran memahami letak kekurangannya dan memperbaiki kekurangan tersebut.

Terapi menulis untuk mengurangi hiperaktivitas pada anak attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) di Children Leadership Education (CLE) Malang / Yulina Firdausi

 

ABSTRAK Firdausi, Yulina. 2010. Terapi Menulis Untuk Mengurangi Hiperaktivitas Pada Anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) di Children Leadership Education (CLE) Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Alwisol, M.Pd, (II) Ika Andrini Farida, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci : Terapi Menulis, Hiperaktivitas, ADHD Penderita ADHD harus dilatih untuk mengurangi simptom-simptom ADHD. Hiperaktivitas merupakan salah satu simptom dari anak ADHD. Perilaku hiperaktif adalah aktivitas berlebihan yang dilakukan anak tanpa arah dan tujuan yang tepat. Simptom hiperaktif dapat muncul secara bersama-sama dengan simptom inatensi yang dapat menghambat perkembangan anak. Terobosan baru dalam penanganan anak ADHD hingga saat ini masih terus dilakukan. Penanganan yang sudah ada yaitu menggunakan terapi medik dan terapi psikologis. Salah satu terapi yang dapat digunakan untuk mengurangi hiperaktivitas anak ADHD adalah terapi menulis. Terapi menulis merupakan suatu bentuk modifikasi perilaku yang bertujuan untuk memunculkan tingkahlaku baru atau menghilangkan tingkahlaku yang tidak dikehendaki. Bentuk perilaku baru adalah anak ADHD mau duduk dengan tenang dan mau menulis dengan posisi duduk yang nyaman dan tepat. Terapi menulis juga dapat meningkatkan keterampilan menulis pada anak. Penurunan dua simptom ADHD dapat membantu perkembangan anak menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terapai menulis dapat mengurangi hiperaktivitas pada anak ADHD dan dapat meningkatkan keterampilan menulis pada anak ADHD. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian studi kasus. Penelitian dilakukan di lembaga Children Leadership Education (CLE) Malang. Subyek penelitian yang digunakan sebanyak 3 anak penderita ADHD. Instrumen yang digunakan adalah tabel komponen perilaku hiperaktif dan teks tulisan sebanyak 7 teks dengan bermacam-macam cerita. Pengukuran perilaku hiperaktif dilakukan dengan membandingkan data pretest dan data posttest menggunakan tabel komponen perilaku hiperaktif dan evaluasi tulisan menggunakan tiga indikator yaitu kecepatan, ketepatan dan kerapian. Hasil penelitian terhadap perilaku hiperaktif menunjukkan terapi menulis dapat mengurangi hiperaktivitas satu dari ketiga subyek penelitian. Hal ini menandakan terdapat penurunan perilaku hiperaktif pada satu subyek penelitian. Hasil penelitian ini juga diperkuat dengan bantuan Uji Chi Kuadrat SPSS 15 for windows. Hasil penelitian terhadap keterampilan menulis pada ketiga subyek penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan menulis yang tidak maksimal seiring dengan pemberian terapi menulis. Pengujian keterampilan menulis dilakukan dengan membandingkan nilai masing-masing ketiga indikator dengan nilai rata-rata masing-masing ketiga indikator pada masing-masing subyek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada lembaga CLE untuk melakukan terapi menulis sebagai terapi tambahan untuk mengurangi simptom-simptom ADHD. Sedangkan untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah sampel agar dapat dilakukan generalisasi dan perbaikan pada instrumen penelitian yang lebih cermat sehingga hasil penelitian dapat lebih baik lagi.

Pengaruh pemberian insentif terhadap kinerja melalui kepuasan kerja (studi pada karyawan Persada Swalayan Malang) / Arindiah Citra Dewi Agustin

 

ABSTRAK Agustin, Arindiah Citra Dewi. 2010. Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Kinerja Melalui Kepuasan Kerja (Studi Pada Karyawan Persada Swalayan Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S1 Manajemen, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si., (2) Drs. M. Arief, M.Si. Kata Kunci: Insentif, kinerja, kepuasan kerja Pemberian insentif merupakan salah satu hal pokok yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Bergairah tidaknya karyawan bisa juga disebabkan oleh besar kecilnya insentif yang diterima. Apabila karyawan tidak mendapatkan insentif yang sesuai dengan besarnya pengorbanan dalam bekerja, maka karyawan tersebut cenderung malas bekerja dan tidak bergairah yang pada akhirnya mereka bekerja semaunya tanpa ada motivasi yang tinggi. Kinerja merupakan hal yang penting dalam memonitoring kemajuan usaha perusahaan dan merupakan fungsi operatif penting dalam sebuah perusahaan, karena tanpa kinerja yang tinggi dari seluruh pegawai maka akan sulit bagi perusahaan untuk mencapai hasil yang optimal. Kinerja yang baik mencerminkan besarnya tanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan pada karyawan tersebut, sehingga akan langsung berpengaruh terhadap produktivitas karyawan. Kepuasan kerja adalah salah satu sasaran penting dalam pengelolaan sumber daya manusia. Kepuasan kerja yang didapatkan oleh karyawan akan meningkatkan kinerja karyawan. Sebaliknya jika kepuasan kerja tidak didapatkan, maka dapat berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Kepuasan kerja dapat diukur dengan adanya pemberian insentif. Dengan adanya pemberian insentif yang tepat serta adanya kepuasan kerja yang tinggi, diharapkan dapat menciptakan kinerja karyawan yang baik pula. Sehingga ke depannya, proses kerja organisasi dapat berjalan sesuai dengan visi dan misi organisasi. Rasa kepuasan karyawan yang tinggi akan memicu munculnya kreativitas dan inovasi, sehingga karyawan akan memiliki sikap inisiatif yang positif dalam mengatasi permasalahan organisasi. Dengan sikap inilah diharapkan kualitas kerja dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian insentif pada karyawan Persada Swalayan Malang. Penelitian ini dilaksanakan di Persada Swalayan Malang pada bulan Oktober – Desember 2009. Penelitian ini terdiri dari variabel independen (X) yaitu pemberian insentif, variabel dependen (Y) yaitu kinerja, dan variabel intervening (Z) yaitu kepuasan kerja.Obyek penelitian ini adalah karyawan Persada Swalayan Malang yang berjumlah 48 orang, sedangkan sampelnya diambil sebanyak 43 orang dan teknik pengambilan sampelnya dengan menggunakan metode proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan menggunakan skala Likert 4 opsi jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis jalur (path analysis). Tujuan dari analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung antar variabel, dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 14.0 for windows. Hasil penelitian ini dapat diketahui: (1) Kondisi pemberian insentif, kinerja dan kepuasan kerja pada karyawan Persada Swalayan Malang sangatlah baik; (2) Terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan pemberian insentif terhadap kepuasan kerja; (3) Terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan kepuasan kerja terhadap kinerja; (4) Terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan pemberian insentif terhadap kinerja; (5) Terdapat pengaruh secara tidak langsung yang signifikan pemberian insentif terhadap kinerja melalui kepuasan kerja. Saran yang dapat peneliti kemukakan kepada Persada Swalayan Malang yaitu: (1) Sebaiknya pimpinan lebih memperhatikan pemberian insentif yang akan diberikan kepada karyawan, agar karyawan merasa sangat puas bekerja di perusahaan, yang nantinya akan berdampak besar pada kinerja yang dihasilkan karyawan untuk perusahaan; (2) Sebaiknya perusahaan memberikan penghargaan, baik berupa finansial maupun non-finansial, kepada karyawan yang memiliki kinerja tinggi dan berprestasi; (3) Sebaiknya perusahaan lebih memperhatikan kebutuhan karyawan dan mempertimbangkan keinginan karyawan. Selain itu, penulis juga memberikan saran kepada peneliti lain yang akan merujuk hasil penelitian ini untuk menambah atau mengganti variabel penelitian ini dan jumlah sampel yang akan digunakan sebagai objek penelitian. Sehingga diharapkan model penelitian ini akan lebih berkembang dan hasil yang akan didapatkan juga akan lebih bervariasi.

Pengelolaan restoran kampus sebagai wahana pembelajaran praktik (studi kasus di Fajar Teaching Restaurant Universitas Negeri Malang) / Eva Mayasari

 

ABSTRAK Mayasari, Eva. 2010. Pengelolaan Restoran Kampus Sebagai Wahana Pembelajaran Praktik (Studi Kasus di Fajar Teaching Restaurant Universitas Negeri Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Ali Imron, M.Pd, M.Si., (II) Dr. A. Yusuf Sobri, S.Sos, M.Pd. Kata Kunci: pengelolaan, restoran kampus, pembelajaran praktik Sebagai upaya pemenuhan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam dunia pendidikan diselenggarakan pendidikan tinggi yang mempunyai daya saingdan mampu menjawab tuntutan arus globalisasi. Jurusan Teknik Industri Prodi Tata Boga Universitas Negeri Malang merupakan pendidikan yang mampu menjawab atas pemenuhan kualitas SDM tersebut. Jurusan ini mempunyai tujuan untuk mencetak tenaga yang terampil dan profesional serta dapat menciptakan lapangan kerja di bidang usaha. Jurusan Teknik Industri prodi Tata Boga Universitas Negeri Malang dalam hal ini diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Jurusan ini mempunyai strategi cukup handal untuk mempersiapkan peserta didik (mahasiswa) agar mempunyai daya saing yang tinggi dengan menyediakan beberapa laboratorium sebagai wahana pembelajaran praktik. Salah satu laboratorium itu adalah Fajar Teaching Restaurant Universitas Negeri Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang komprehensip tentang: (1) pengelolaan restoran kampus Fajar TeachingRestaurant Universitas Negeri Malang yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengawasan dan, evaluasi, (2) proses pengadaan sarana dan prasarana dalam pengelolaan restoran kampus Fajar Teaching Restaurant Universitas Negeri Malang sebagai pembelajaran praktik, (3) Implementasi pembelajaran praktik dalam pengelolaan restoran kampus Fajar Teaching Restaurant Universitas Negeri Malang yang meliputi, tahap persiapan, tahap peragaan, peragaan praktik, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Lokasi dalam penelitian ini adalah Fajar Teaching Restaurant Universitas Negeri Malang. Dipilihnya restoran tersebut karena pengelolaan restoran dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Teknik Industri Universitas Negeri Malang sendiri, sehingga penerapan pembelajaran praktik dapat diaplikasikan dengan optimal. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangan untuk sumber data menggunakan teknik sampling yaitu mencari informan yang paham mengenai hal-hal yang berkaitan dengan fokus penelitian ini. Proses analisis data dalam penelitian ini dimulai dengan menelaah seluruh data yang sudah tersedia melalui alat pengumpulan data, yaitu wawancara dan pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen pribadi dan dokumen resmi,. Data yang terkumpul akan dianalisis secara deskriptif, dimana ii penyelidikan deskriptif tertuju pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang. Adapun tahap-tahap analisis data yaitu: (1) reduksi data, (2) display data, (3) verifikasi data. Hasil dari penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa (1) pengelolaan Restoran Kampus Fajar Teaching Restaurant Universitas Negeri Malang menyesuaikan proses manajemen yaitu tahap perencanaan, pengorganisasian, pengawasan serta evaluasi, (2) pengadaan sarana dan prasarana dilakukan dalam beberapa tahapan antara lain: identifikasi barang, analisis harga, rapat koordinasi pencairan dana, (3) Implementasi pembelajaran praktik dalam pengelolaan restoran kampus Fajar Teaching Restaurant Universitas Negeri Malang yang meliputi, tahap persiapan (menetapkan tujuan pembelajaran, menyusun Rencana Pembelajarn Semester (RPS) dan menetapkan struktur organisasi), tahap peragaan (observasi dan pembelajaran tutor sebaya), praktik, dan evaluasi. Berdasarkan temuan tersebut disarankan kepada yang pertama, pengelola Fajar Teaching Restaurant, untuk lebih meningkatkan pembelajaran praktik, lebih khusus dalam penambahan bobot jam mata kuliah sehingga pembelajaran dapat berjalan lebih optimal. Kedua, mahasiswa Jurusan Tata Boga Bidang Keahlian Usaha Jasa Restoran, agar dapat dijadikan masukan untuk pengelolaan restoran kampus yang lebih inovatif dalam rangka untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi Restoran Kampus Fajar Teaching Restaurant Universitas Negeri Malang. Ketiga, mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan agar dapat dijadikan sebagai salah satu bahan kajian untuk mengembangkan ilmu manajemen layanan khusus bidang kafetaria. Keempat, peneliti lain, agar dapat dijadikan sebagai bahan referensi atau bahan bandingan yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam melakukan penelitian yang serupa atau penelitian lanjutan dengan mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya yang berhubungan dengan penelitian ini.

Hubungan antara pelaksanaan teknik pembinaan kemampuan mengajar guru oleh kepala sekolah dan mutu pembelajaran di SMA negeri se-kota Pasuruan / Anik Yuliyanti

 

Pembinaan kemampuan mengajar guru dalam hal ini dimaksudkan sama dengan supervisi, yaitu suatu bentuk layanan yang diberikan kepada guru guna mengembangkan situasi belajar mengajar kearah yang lebih baik. Kepala sekolah sebagai seorang pemimpin, supervisor dan manajer di suatu lembaga pendidikan telah banyak melakukan upaya pembinaan kemampuan mengajar kepada guru dengan menerapkan berbagai teknik. Beberapa teknik yang dilakukan adalah teknik kunjungan kelas, teknik pertemuan pribadi, teknik rapat guru dan teknik workshop. Mutu pembelajaran merupakan suatu dampak yang terjadi dari pelaksanaan pembinaan kemampuan mengajar guru, dapat dikatakan bahwa hubungan pembinaan kemampuan mengajar guru dan mutu pembelajaran sangat erat. Artinya, untuk menciptakan suatu pembelajaran yang bermutu, guru sebagai pendidik harus memiliki tingkat kemampuan mengajar yang baik, hal tersebut dapat diwujudkan dengan mengikuti kegiatan pembinaan kemampuan mengajar yang dilakukan oleh kepala sekolah. Penelitian tentang pembinaan kemampuan mengajar guru oleh Kepala Sekolah di SMA Negeri Se-Kota Pasuruan ini memiliki rumusan masalah yaitu: (1) Bagaimanakah tingkat pelaksanaan pembinaan kemampuan mengajar guru oleh Kepala Sekolah di SMA Negeri Se-Kota Pasuruan; (2) Bagaimanakah mutu pembelajaran di SMA Negeri Se-Kota Pasuruan; (3) Apakah ada hubungan pelaksanaan pembinaan kemampuan mengajar guru oleh kepala sekolah dan mutu pembelajaran di SMA Negeri Se-Kota Pasuruan. Dengan rumusan masalah tersebut dapat diketahui tujuannya dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui bagaimana tingkat pelaksanaan pembinaan kemampuan mengajar guru oleh Kepala Sekolah di SMA Negeri Se- Kota Pasuruan; (2) Untuk mengetahui bagaimana mutu pembelajaran di SMA Negeri Se-Kota Pasuruan; (3) Untuk mengetahui hubungan pelaksanaan pembinaan kemampuan mengajar guru oleh kepala sekolah dan mutu pembelajaran di SMA Negeri Se-Kota Pasuruan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional, yang terdiri dari dua variabel yaitu pembinaan kemampuan mengajar guru sebagai variable bebas dan mutu pembelajaran sebagai variabel terikat, dengan menggunakan teknik analisis korelasi Pearson Product Moment. Analisis tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menguji hipotesis penelitian yaitu ada atau tidaknya hubungan pembinaan kemampuan mengajar guru dengan mutu pembelajaran. Populasi penelitian ini adalah guru di SMA Negeri Se-Kota Pasuruan yang berjumlah 140 orang, dan sampelnya 103 orang yang diambil dengan smenggunakan teknik Random Sampling, sehingga setiap guru berhak menjadi sampel. Sedangkan teknik pengumpul data dalam penelitian ini menggunakan angket, dengan skala Likert yang menyediakan empat alternatif jawaban yaitu selalu, sering, jarang dan tidak pernah. Hasil penelitian menunjukkan pembinaan kemampuan mengajar guru yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah di SMA Negeri Se-Kota Pasuruan terlaksana dengan sangat baik. Sedangkan untuk mutu pembelajaran di SMA Negeri Se-Kota Pasuruan sangat baik, yang dapat dilihat dari hasil prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis korelasi dengan menggunakan teknik Pearson Product Moment diperoleh hasil ada hubungan yang signifikan antara pembinaan kemampuan mengajar guru dan mutu pembelajaran di SMA Negeri Se-Kota Pasuruan. Disarankan kepada: (1) Kepala sekolah di SMA Negeri Se-Kota Pasuruan diharapkan dapat melaksanakan pembinaan kemampuan mengajar kepada guru secara rutin, dengan menggunakan teknik individu maupun kelompok, karena hal tersebut terbukti berdampak pada mutu pembelajaran, berupa prestasi belajar siswa; (2) Guru SMA Negeri Se-Kota Pasuruan diharapkan selalu aktif dalam mengikuti pembinaan yang dilaksanakan oleh kepala sekolah, serta dapat meningkatakan kualitas kerjanya, dengan tujuan menciptakan pembelajaran yang bermutu berupa prestasi belajar siswa; (3) Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang diharapkan dapat menambah referensi baik berupa buku, maupun pedoman mengenai pembinaan kemampuan mengajar dan mutu pembelajaran; (4) Peneliti lain, hasil penelitianini dapat dijadikan acuan apabila peneliti lain berminat meneliti lebih lanjut mengenai pembinaan kemampuan mengajar dan mutu pembelajaran, dengan variabel, populasi, dan instrumen yang berbeda.

Peningkatan motivasi dan pemahaman konsep dalam pembelajaran fisika dengan teknik mencatat peta pikiran (mind mapping) bagi siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Malang / Novika Qurrotul Ainy

 

ABSTRAK Ainy, Novika Qurrotul. 2010. Peningkatan Motivasi dan Pemahaman Konsep dalam Pembelajaran Fisika dengan Menggunakan Teknik Mencatat Peta Pikiran (Mind Mapping) Bagi Siswa Kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muhardjito, M.S. (II) Sulur, S.Pd, M.Si. Kata Kunci : Mind Mapping, Peta Pikiran, Motivasi, Pemahaman Konsep. Metode pembelajaran yang sering digunakan di kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Malang sudah cukup baik dan beragam namun kegiatan pembelajaran di kelas hanya bertumpu pada penggunaan otak kiri saja sehingga siswa cenderung bosan mengikuti kegiatan pembelajaran yang menyebabkan motivasi siswa menjadi berkurang. Rendahnya motivasi dan pemahaman konsep fisika kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Malang ini diatasi dengan menerapkan teknik mencatat mind mapping. Teknik mencatat mind mapping adalah cara baru untuk belajar dan berlatih yang cepat dengan cara membuat catatan yang tidak membosankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi siswa setelah diterapkan teknik mencatat peta pikiran (mind mapping) pada pembelajaran fisika di kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Malang, mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa setelah diterapkan teknik mencatat peta pikiran (mind mapping) pada pembelajaran fisika di kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Malang, dan mengetahui faktor penghambat dan pendukung penerapan penggunaan teknik mencatat (mind mapping) pada pembelajaran fisika kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Malang yang terdiri dari 36 siswa. Model siklu PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalah model siklus yang dikembangkan oleh Kemmis Taggart (1990). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah motivasi siswa meningkat secara signifikan dari 74 menjadi 78 pada siklus I dan meningkat menjadi 87 pada siklus II, pemahaman konsep siswa meningkat dari 61,5 menjadi 71 pada siklus I dan menjadi 86 pada siklus II. Berdasarkan pengamatan langsung yang dilakukan, diketahui faktor pendukung penerapan teknik mencatat mind mapping adalah pihak sekolah yang merespon positif terhadap model pembelajaran yang inovatif dan kreatif, adanya apresiasi siswa yang tinggi terhadap proses pembuatan catatan menggunakan teknik mencatat mind mapping dan kerja sama yang baik antara peneliti dengan guru mata pelajaran. Faktor penghambat penerapan mind mapping adalah keterbatasan waktu sehingga tidak seluruh mind mapping dapat dipresentasikan.

Pengaruh penerapan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema air terhadap kompetensi IPA siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pakisaji Kabupaten Malang semester II tahun ajaran 2009/2010 / Ani Maelasari

 

ABSTRAK Maelasari, Ani. 2010. Pengaruh Penerapan Paket IPA Terpadu Berbasis Konstruktivisme dengan Tema Air terhadap Kompetensi IPA Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Pakisaji Kabupaten Malang Semester II Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Supriyono Koes H., M.Pd., MA, (II) Drs.Triastono Imam Prasetyo, M.Pd. Kata Kunci: Paket IPA Terpadu, Konstruktivisme, Kompetensi IPA Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 menyatakan bahwa substansi mata pelajaran IPA pada SMP atau MTS merupakan IPA Terpadu. Pembelajaran IPA Terpadu dikembangkan berdasarkan paham konstruktivisme yaitu siswa dapat memperoleh pengalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima dan menyimpan konsep yang telah dipelajarinya. Pembelajaran IPA terpadu dikaji dari perpaduan beberapa pokok bahasan yang membuat siswa dapat memahami fenomena dari berbagai bidang ilmu fisika, biologi, dan kimia. Kemudian beberapa pokok bahasan yang relevan dikemas menjadi tema tertentu. Pada tahun 2009 telah dikembangkan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema air beserta panduannya oleh Rahmawati. Paket IPA Terpadu ini telah diuji kelayakannya oleh dosen dan guru serta uji keterbacaan buku panduan siswa oleh siswa SMP tetapi belum diuji secara empirik untuk mengetahui keefektifannya dalam mengukur kompetensi IPA siswa. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pembelajaran IPA menggunakan paket IPA Terpadu berbasis kontruktivisme untuk mengetahui keefektifannya. Profil kompetensi IPA pada penelitian ini adalah prestasi belajar, kerja ilmiah, dan sikap ilmiah. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2009/ 2010 yaitu pada bulan Pebruari sampai April. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pakisaji diambil dengan teknik cluster random sampling. Sedangkan sampelnya yaitu kelas VII-C sebagai kelompok eksperimen diberi perlakuan penerapan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema air dan kelas VII-A sebagai kelompok kontrol yang pembelajarannya berjalan seperti biasa atau secara konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pre test dan post test. Instrumen prestasi belajar berupa tes obyektif dengan reliabilitas sebesar 0,706, instrumen kerja ilmiah berupa tes subyektif dengan reliabilitas sebesar 0,591 dan instrumen sikap ilmiah berupa inventori dengan reliabilitas sebesar 0,809. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kompetensi IPA yang meliputi prestasi belajar, kerja ilmiah, dan sikap ilmiah antara siswa yang mendapat pembelajaran menggunakan paket IPA Terpadu berbasis kontruktivisme dengan tema air dan siswa yang mendapat pembelajaran secara konvensional di SMP Negeri 1 Pakisaji. Nilai rata-rata yang diperoleh kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol setelah perlakuan diberikan dengan mengikutsertakan kovariabel yaitu pre test kompetensi IPA sebelum perlakuan. Oleh karena itu, disarankan agar penerapan pembelajaran IPA Terpadu dilaksanakan di sekolah-sekolah khususnya di SMP Negeri 1 Pakisaji. Selain itu, memaksimalkan keterlaksanaan pembelajaran yakni dengan mengintensifkan penggunaan alat dan bahan laboratorium.

Implikatur tuturan elit politik oleh Faizatul Asrofiyah

 

wacana politik merupakan wacana yang menarik untuk diteliti dengan menggunakapni ranti-piranti pragmatik.T uturan elit politik dalam berbagaip eristiwa frfiir (speech event) menunjukkan fenomena-fenomenap emakaian bahasa yang menarik untuk diungkap dan diteliti. Sesuai dengan karakteristik bahasa dalam politik, dalam pemakaiannya bahasa sengaja dipakai dan didayagunakan untuk tujuan-tujuan politis dan kepentingan politis. Isu-isu kekuasaan, io*rogi, otoritas, sangamt ewaralapi emakaianb ahasad alam wacanap olitik. salah satu segi wacana yang menarik untuk mengungkap wacana politik adalah implikatur. Kajian implikatur mampu menjelaskan dan mengungkap kenyataanp emakaianb ahasad alam lingkup polifik yang sangats yaratd engani su-isu kekuasaani,d eologi, dan otoritas politik. Implikatur dapat menjelaskanb ahwa apa yang diucapkan secara lahir dalam tuturan elit politik, memiliki maksud-maksud politis yang tidak selalu sama dengan bentuk lahimya. Untuk mengetahui keberadaan implikatur-implikatur politis di balik tuturan elit poitik, dirumuskant iga masalah,b erikut (l) Bagaimanakahb entuk lingual Trplirytur tuturan elit politik di media massa?, (2) Bagaimanakah strategi yang opukli oleh elit politik dalam menyampaikan implikatur tuturan?, (3) Apaka[ rmplikatur-implikatur politis yang ingin disampaikan di balik tuturan eiit poiititr. Untuk menjawabp ermasalahante rsebut, peneliti menggunakanr ancangana nalisis wacanala itis. Dari hasil penggalian data dan analisis data ditemukan hal-hal sebagai berikut. Peltama, bentuk lingual implikatur tuturan elit politik yang ditemukan berupa kalimat. Berdasarkan makna dan modus kalimatnya terdiri dari tiga macam kalimal yaitu: bentuk lingual kalimat deklaratif, bentuk lingual kalimat lmperatif, dan benhrk lingual kalimat interogatif. Pada wujud kalimat deklaratif, implikatur elit politik tersembunyi di balik konstruksi kalimat berita yang memiliki makna menyampaikan informasi berupa Fnd"put, sikap dan kpmitmen partai, ideologl partai, menyampaikania nji, tuaunan, kecaman, kritikan, dan lainJain. pada kalimat imperatif, implikatur elit politik tenembunyi di balik konsfiuksi kalimat imperatif, yang terdiri dari kalimat imperatif memerintah, melarang mengajak, dan menghimbau. Sementara ihr, pada wujud kalimat interogatif, implikatur dibangun dengan konstruksi kalimat tanya. Kedua, strategi yang dipakai oleh elit politik dalam menyampaikanim plikatur tuturan yang ditemukan dalam penelitian ini terdiri dari tiga stategr, yaitu: (l) :ttat"gi menyampaikanim plikatur dengani lokusi-ilokusr, (z) siategi mZnyampaitan imn]lkatur dengan merealisasikan maksim tutur, (3) strategi menyamparkan implikatur dengan mendayagunakanb ahasa persuasi.'d trut"g ft*" dianalisis 9*g* menggunakana nalisis cara-tujuany ang dikemukakario ieh Leech (1983). srategi kedua dianalisis dengan mengikuti Lori percakapan Grice, sedangkan shategi ketiga danalisis dengan mengikuti petunjuk teori retoriia p"rrr*i. Ketiga hasil penelitian dan analisis datamenunjukkan bailwa hampir seluruh tuturan elit politik dalam kontela makro pembicaraan seputar pemilu 2004 yang ptearldinagp asdte ir imnge ddiiate mmausksaamn eandgaalanhd uimngpim liiaptliukra tumr-eimmppliekrastuuar spio-( mriteism- rbrunjpurkiu, tm* eny*a!rik simpati,m enghasutm, emaksa,d an lain-lain). Temuant enebuimenuqi"ukkanb ahwa dalamr angkam enarik diftuagan rakyat dan memenangkanp emilu zoo+, etit potitlt menggunakainm plikatur secarao pimal untuk mencapait ujuan tersebut. ' Berdasarkanh asil analisis dan pembahasanp inelitian, disampaikanb eberapa saran kepada para peneliti wacana seranjutnya untut oupui meng;mbangkan dan men_yempumakhaans il penelitian, sehinggaa kan didapatian temian-temuan yang jluegbSih m endalama taub ahkant emuanb aruGntang wacanap olitik. Hasil penelitiani ni th*pt* dapat menjadi referensi -penelitian dan ikut' menambah perbendaharaahna sil penelitianL inguistik.

Pengaruh pemanfaatan media pembalajaran dalam mata pelajaran akuntansi terhadap prestasi belajar akuntansi siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang / Widya Karana

 

ABSTRAK Karana, Widya. 2010. Pengaruh Pemanfaatan Media Pembelajaran Dalam Mata Pelajaran Akuntansi Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah 2 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Bambang Sugeng, M.A., M.M., Ak. (2) Triadi Agung Sudarto, S.E., Ak., M.Si. Kata Kunci: Pemanfaatan Media Pembelajaran, Prestasi Belajar Siswa Prestasi belajar siswa merupakan hasil belajar yang dicapai seseorang dalam kegiatan belajar dalam kurun waktu tertentu yang dinyatakan dalam bentuk angka atau nilai. Dalam proses belajar mengajar, prestasi belajar siswa merupakan tujuan utama yang diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal. Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah pemanfaatan media pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar di kelas. Pemanfaatan media pembelajaran adalah segala media yang mendukung dalam pelaksanaan proses belajar mengajar khususnya dalam mata pelajaran akuntansi, baik dilihat dari kualitas dan kuantitasnya tetapi juga dari persepsi siswa akan pengaruh pemanfaatan media pembelajaran terhadap prestasi belajar akuntansi. Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pemanfaatan media pembelajaran dalam mata pelajaran akuntansi terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas X SMK Muhammadiyah 2 Malang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksplanasi (Explanatory Research). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket dan dokumentasi. Populasi data adalah kelas X (Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Penjualan) SMK Muhammadiyah 2 Malang yang diwakili sampel 38 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada akhir bulan Maret sampai April 2010. Hasil analisis data di peroleh bahwa pemanfaatan media pembelajaran dalam mata pelajaran akuntansi mempunyai pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar akuntansi siswa. Implikasi dari hasil analisis di atas selaras dengan Latuheru bahwa manfaat media pembelajaran adalah untuk memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar sesuai dengan hasil penelitian yaitu terdapat pengaruh yang signifikan antara pemanfaatan media pembelajaran dalam mata pelajaran akuntansi terhadap prestasi belajar akuntansi siswa di SMK Muhammadiyah 2 Malang. Prestasi belajar siswa kelas X SMK Muhammadiyah 2 Malang tergolong dalam kriteria tinggi sedangkan pemanfaatan media pembelajaran berada dalam kriteria cukup. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar media pembelajaran di SMK Muhammadiyah 2 Malang hendaknya perlu ditingkatkan guna lebih meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya dalam mata pelajaran akuntansi.

Interferensi bahasa Jawa dalam bahasa Indonesia tulis siswa kelas V Sekolah Dasar oleh Yeny Prawikasari

 

Interferenssi ebagasi alahs atug ejalab ahasay angd ia1gelPs ebagasi uatu penyimpangaOnu tanU' "frii"r". p"".fii"" ini didasarai sumsbi ahwas iswak elasV sekolahd asarle biht ""ng."nggunakan bahasap ertama( bahasaJ awa)d aripada U.f,.r" f,"0"" (bahasaIn ionesliiOalaml ingkungannyab,a ik dalamli ngkungan ;;h;;p; sekolahS. elaini tu tingkatp "ngttasuabna hasaJ awal ebihb aik dibandingkadne ngantt ngr.uip"ng"as"aag," 1asaln donesia. selanjutnyad iajukan ;;il;", yaitu iagaim"anbu" nt-ut-b"ntukin terferens(i1 ) bidangm orfologi dan(2) i,a""g .i"r"i.ris bahla ta*u iernaaapb ahasaln donesiad alamk arangans iswak elas V sekolahd asar. Bertolakd ari pertanyaadni atas,m akau ntukm enjawabnydai gunakan beberaptae ori yangd apatm emberig ambarajne las tentangb entuk-bentuk interferensTi. eori-teoryi angd imakiudy aitu penjelasatne ntangin terferensbi eserta ienis-ienisin terferensik, ediibahasaand anr agamk edwibahasaatne' ori transfer' ';;;; utu* tnotrorogdi an sintaksisb, aik bahasaJ awam aupunb ahasa i.n--d-o-n-Meseiatao,n daeliysaiskn ogndtriagsutnifda, aknaa nndaalilsaismk epseanlaeh|aitnia' niniadalahmetodepenelitian kualitatif.D enganti toOi ini, kesalahanb ahasay angd ibuato leh siswad apat dijelaskanS. esiuadie nganm etodep enelitiany angd igunakanin strumenp enelitianin i "i"f"f, p"""f;,i sendiri?ibantud enganp anduanid entifikasid ana nalisisd atas ebagai init**.n pembantuS.u mbeOr ata-penititiainni adalahs iswak elasV sekolahd asar, ;;;g;jill"h siswas s iiima pulu'hli ma) siswa.S ekotahy angd ijadikans ebagai ,"*i"tiutu p"nelitiani ni aa*an SDN Dinoyo III Malang.S edangkadna tap enelitian ini berupak aiangans iswak elasV sekolahd asard enganto pik bebas.sesudaei ngan keinginans iswa,P enganalisisadna tad ilakukand enganc arap emberiang arisb awah puJu"f,ttAur,umn orfJlogid ans intaksisp adak arangans iswa'k emudian. fikil;;kk;n sesuadi -engakne salahannyaK-e salahany angd imaksudb erupa interferensmi orfologid ani intaksis bahasaJ awat erhadapb ahasaIn donesia' Hasilp enelitianya ngd iperolehm encaku(pl ) interferensmi orfoJogtei ntang penggunaanafi{k-sa n},"ndtN-t'afiks {ke-an},afik{sd i-}'afiks{ di-i}'danafiks iN_i"ituhu.u Jawaterhadabpa irasatn donesiam, isalnyap enggunaakna tan gepel yangr "hu*snya dalamb ahasaIn donesiam enggunakakna tamengepedl ank ata iituiupiyang seharusnydaa lamb ahasaIn donesiaa dalahd ttutupd an( 2) interferensi

Alih kode bahasa guru Bahasa Indonesia dalam interaksi belajar-mengajar siswa SLTPN 1 Gudo Jombang tahun ajaran 2003/2004 oleh Atik Nuraini

 

Alih kodem erupakasna lahs atuf enomendaa lami nterakssi osial.u ntuk mengetahubia gaimanaal ih kodey angt erjadid alami nteraksbi elajar-mengajdair kelai,m akad iadakanp enelitianP. enelitianin i bertujuanm endeskipsikaanl ih kodeb ahasag urub ahasaIn donesiaS LTPN I Gudo'Jombantga huna jara-n 20031200s4e. Oangkaarl ih kodey angd igunakang urud alami nteraksbi elajarmen- gajaar dalaha lih kodeb ahasaJ awak e bahasaIn donesia. Fenelitianin i dilakukand enganm enggunakarann cangapne nelitian deskriptifkualitatity aitu pengambiladna a pcnelitiand idcskripsikasne cara alamiahD. atad alamp enelitianin i adalahs erangkaiaunj arany angd igunakan seoranggu rub ahasain donesiay angm engajakr elasI ,IL danI II SLTPN I Gudo- Jombaif Analisisd atap enelitianin i dibsgim cnjadit igo tatrapy, aitut atnp reduksdi ata,t ahapid entifikasid, ant ahapv erifikasi' Hasila nalisisd atam enunjukkatne rdapa4t jenis alih kodey angd igunakaq yaitud ilihatd ari:( l) adaltidaknypae rubalratno pik yangm encakuqa lih kode situasionadta na lih kodem etaforikal(,2 ) ruangl ingkup/tempatet rjadinyaa lih kodei nterscntensiainl,t rasentensiadla, na lih kodet ag.( 3) ketetapan/kepennane(n8alihn kodes ementardaa na lih kodep ermanenq),a n( 4) bahas;y angd igunakan(a lih kodei nternd ana lih kodee kstem)A. dapunfa ktorfaktoryangm empengsruhgiu rub eralihk odcd alami nteraksbi ekajar-mengajar bahasa-Indonesia[edhi s I,I, danI II SLTPN I Gudo-J ombanga dalahs ebagai berikut( l) adanybai lingualitadmultilingualit(a2s) ,p enyesuadinir i dengan lawant utur,( 3) penciptaahnu mor,( a) perubatrrasnu asankae jiwaanO l, dan( 5) keinginanu ntukm enegaskasne suatuD. ari kelimaf ahor tenebut,f ahor terbanyaakd atahb ilingualiaVmultilingrralAitad.a punje nisa lihk odcyangs ering digunakang urud alami nteraksbi elajar-mengajbaar hasaIn donesiad i kelasI ,Il aatlm SLTPN I Gudo-Jombsnyga ngm endudukpi orsit erbanyaak dalahje nis alihk odes ementaraal"ih kodei ntem,d ana lih kodes ituasional. v

Kemampuan berbicara bahasa arab siswa kelas II Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) Malang oleh Abdul Haris Harahap

 

Penelitianin i bertujuanu ntukm emperolehd eskripstie ntangk emampuan berbicaras iswak elasI I MAK Malang,k hususnyak emampuanm enggunakan intonasik, emampuanm emilih kata,k emampuanm enyusunk alimat,d ank elancaran berbicarad alamm engemukakagna gasan. Berdasarkatnu juand ans ifatnya,p enelitianin i merupakanp enelitian deskriplif( descriptivere .search)S. ubyekp enelitianin i adalahs eluruhs isrvak elasI l MAK Malangy angb elajarp adat ahuna jaran20031200s4e, mesteGr enaps ejumlah 23 orang.T eknik analisad atay angd igunakana dalaht eknik deskriptifpersentase. Prosedupr engumpuladna tad alamp enelitianin i denganm enggunakatne knikt es (penugasand),a nw awancaraA. dapunl angkahJangkadha lamp engumpuladna ta yaitu denganm engurusij in penelitiank e FakultasS astraU M danD epagK ota Malang,k emudianp enjajakank e sekolahy angb ersangkutand,a n pengarnbiladna ta padaw aktuy angt elahd isepakatdi enganp ihak sekolah. Hasilp enelitianin i menunjukkabna hwak emampuabne rbicarsai swak elasi l MAK Malangd alamm enggunakainn tonasia dalah7 8,04%( tinggi),k emampuan memilihk ataa dalah8 9,05o(/toin ggi),k emampuamn enyusukna lirnat6 9,377o (cukup),k elancaranb erbicaraa dalah8 5,13%( tinggi),d ana ngkar ata-rata kemampuadna lamb erbicarab ahasaA rabs ecarau muma dalah8 0,38%( tinggi). . Berdasarkahna silp enelitianin i dapatd isarankana gard ilaksanakan penelitianle bihl anjutt entangb erbagaai speky angb erhubungadne ngank emampuan berbicarab. aik faktork ebahasaadna nf aktorn on kebahasaan.

Organisasi gagasan dalam wacana khutbah Jumat oleh Nurul Lia Zumroda

 

Di dalamk hutbahp, ssanm erupakacni ri yang menoniolp. csant ersebul berupaa laran-ajaraIns lam. Supayap esan tersebut -tersampaikan dengan baik digunnktrrlbliirrlltt irs;Sl.c l:riritl u, rlirlirrnrl rr-rnyrrssurirl lun askahk hulblhc lilrcrlulal adanyap engorganisasiagna gasan.p engorganisasiang agasant ersebut meliputi kesatuanke, lengkapand,a nk eruntutang ugurun. Permasalahayna ng diambil pada penelitian terhadapo rganisasig agasan dalamw acanak hutbahj urnat adalahs ebagaib erikut. perraiw, k="rutuung agasan dalamw acanas ecarau tuh maupunp enggalanw acana.K edua, kelengkapang agasan dalamw acanas ecarau tuh maupunp enggaranw acana.K etiga, kerunfutang agasan d' alamw acanas ecarau tuhm aupunp "nggalunw acana. Penelitianin i merupatanp inelltian kualitatif karenah anyam endeskripsikan ppaedrmap aesnaellaithiayainann ni gma ednag,b guuknaankr ansnea nrngpuljisin usgae teuhn iapkontyeas.isA. dapurpi engumpuradna ta - D1i hasilp enelitiany angt erahd irakukand iperorehh asils ebagabi erikut. Pertamak,e satuang agasanB. erdasarkaann alisisd atal ang telahd ilakukand iperoleh dua kesimpulany, aitu kesatuang agasand alam wacanas ecarau tuh dan kesatuan gagasan_dalapme nggalanw acana.K esatuang agasand alam wacanas ecarau tuh kurangd iperhatikanH. al itu disebabkano leh kirangnyap emahamaknh otib rentang pentingnykae satuang agasadna lamm enyusuns ebuah*a cana.N amund i sisi lain, kesatuagna gasand alamp enggalanw acanate la]rm emenuhsi yaratk esaruang agasan. Daris eratulsim a belas( r 15)g agasahna nyat iga puruhs atu1 it; gogasayna ngt idak memenuhsiy aratk esatuang agasanI.l al itu disebabkano tetr gagaJany ang tiendak dgiasgaamspapanei knajetnidl aastik d jaekla mse (n7g baucauph a)d, atig daagka asdaanun taymag aa( 7g bausaahnp) e.njeras( r7 buah), dan Kedua,k elengkapang agasanK. elengkapang agasand aramw acanas ecara utuh.i3mqlknya juga kurang diperhatikan. liroukli-aari adanya wacana yang memilikil ebihd ari satug agasanH. al itu disebabkano leh terlalu banyaknyag agasan f{B \endak disampaikan sehingga penuris bingung dan akhimya mimasukkan beberapgaa gasakne dalams ebuahw acanar. ita oitffrat, ""uru p"nggulanh, ampirk e tujuh wacana khotbah junat rnernenuhi syarat kelengkapan -iaragrar untut ppcpmeoeeennnnmggtgoeeeehmmnm.u(bbb1hsaaa5iynn n abgggrmauaagmanannakoto h egdd)laeee,sl nal p augloanryklas aaaian apnpgn(a 7n g (bn3 gab_ 6egue maarbvshubaa)aur,nph ina,o)'gsd,rp piau'.aoop n*llreaao-aw nm i pp"agte ec-ensnameggnbebeakamam hnbobbg_uaaaimlnnkanggiot b aJadtamunneetm r orsp d(aeLgeibdn lii giafUrrgudr"unsaunatrnraata

Implementasi kurikulum berbasis kompetensi dalam proses pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMU Negeri 1 Sidoarjo oleh Ferawati Widyaningtyas

 

Berkaitand enganp erubahank urikulum, berbagaip ihak menganalisisd an melihapte rlunyad iterapkanK urikulumB erbasisK ompetens(ic ompetencbya sed curriculumy)a ngd apatm embekalpi esertad idik denganb erbagaki emampuan. KurikulumB erbasisK ompetensmi erupakansu atuk onsepk urikulumy ang menekankpaand ap engembangakne mampuanm elakukantu gas-tuga(sk ompetensi) dengasnt andapr erformanstie rtentus ehinggah asilnyad apatd irasakano lehp eserta didikb, erupap enguasaatne rhadaps eperangkakto mpetenstie rtentu' Untukm engetahuimi plementasKi urikulumB erbasisK ompetensdi alam prosepse mbelajaraBna hasad anS astraln donesiad ilakukand enganjalano bservasi kelasd anw awancardae ngang urub idangs tudi.P enelitianin i secarau mumb ertujuan untukm emperolegha mbarana taud eslcripsdi ari implementasKi urikulurnB erbasis Kompetendsai lamp rosesp embelajaraBna hasad an SastraIn donesiad i SM{JN egeri I Sidoarjos ecaraa kuratd anf aktual.A dapunt ujuank hususnya dalah( 1) mendeskripsikpaenn erapaKn urikulumB erbasisK ompetensdi alamp roses pembelajaraBna hasad an SastraIn donesiad i SMU Negeri I Sidoarjod ilihat dari aspe(ka ) p€rencanaapne ngajaran(,b ) prosesp elaksanaakne giatanb elajar-mengajar, (c)e valuaspi engajarand;a n( 2) mendeskripsikafna Llor-faktorp enunjangd anf aktorfaktorp enghambadta lamp rosesp enerapaKn urikulum BerbasisK ompetenspi ada prosepse mbel4jaraBna hasad anS astraIn donesiaS- umberd atay angd igunakan dalamp enelitianin i diperolehd ari SMU Negeri I Sidoarjo,y aitu perencanaan, pelaksanaapne mbelajarane,v aluaspi embelajaranfa, ktor penunjangd, anf aktor penghambat. Penelitianin i dilakukand i SMU Negeri I Sidoarjo,p adab ulanA pril sampai Juni2 004.P enelitiadni lakukand i duak elaso bssrvasyia itukelasI zd ank elas2 r r . Rancangapne nelitiany angd igunakana dalahr ancangand eskriptifevaluatif.A nalisis hasilp enelitiand iarahkanp adap emerolehainn formasit entangim plementasi KurikulumB erbasisK ompetensdi alarnp rosesp embelajaraBn ahasad anS astra IndonesiaT.e knik pengecekakne absahadna ta( triangulasdi ata)y angd ipakaia dalah teknikd iskusdi engante mans ejawatd, iskusdi enganp akar( ahli),d iskusdi engan gurub idangs tudi,d an konfirmasid enganp ustaka Hasilp enelitiani ni menunjukkanb ahrvas ecarau rnumS MU Negen I Sidoarjtoe lahm enerapkaKnu rikulumB erbasiKs ompetensdia lamp erencanaan pembelaiarapne, laksanaapne mbelajarand,a ne valuaspi embelajaranS. MII Negeri I

Persepsi guru SMA Negeri di kawasan Tugu Malang terhadap kurikulum 2004 mata pelajaran Bahasa Indonesia oleh Sari Puji Astuti

 

Reformasyi ang terjadi di Indonesia,t elah mengubaht atanank ehidupany ang ada di regarak ita. Peristiwai ni pun turut mempengaruhdi unia pendidikank ita. Reformasi ini lelahm endorongp ernerintahu ntuk melakukanp enataant erhadaps istem pendidikan tocara menyeluruh. Salah satu usaha mereka adalah penyempurnaan kurikulum. Kuikulum yang telah disempumakan dalam draf ini bernama Kurikulum 2004 yang tcrtasis kompetensi. Kemunculan kurikulum ini memunculkan pihak pendukung dan pihakk ontroversdi i dalamd unia pendidikan.T erlepasd ari sikapt ersebut,m au tidak mau huikulum ini akan diterapkan. Untuk menyongsong diberlakukannya Kurikulum 2004, dlakukanp elatihan-pelatihatne rhadapg uru-guru,k epalas ekolah,d an pengawass ekolah, ermasukd i dalamnyaa dalahg uru-guru SMA di kawasanT ugu Malang. Dari pelatihan hnebul SMA Negeri di kawasanT ugu Malang mencobam enerapkanK urikulum 2004. .Se{€lahm encoba menerapkanK urikulum 2004, tentunya guru-guru SMA tersebut menilikip ersepstie rhadapK urikulum 2004. Bagaimanakahp ersepsim ereka?U ntuk iht, prlu dilalrukanp enelitian. lvlasalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah (l) persepsi guru terhadap percncaftumK urikulum 2004 dalam proses pembelajaran mata pelajaran bahasa hdonesia, (2) persepsi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum 2004 dalam proses pembelajaramna ta pelajaranb ahasaI ndonesia"d an (3) persepsig uru terhadapp enilaian Kurikulum2 004 dalam prosesp embelajaranm ata pelajaranb ahasaI ndonesia.P enelitian ini bertqjuanu rituk memperolehg ambarant entangp ersepsig uru terhadapp erencanaan, pelaksanaadna, n penilaian Kurikulum 2004 dalam prosesp embelajaranm ata pelajaran hbasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitianin i adalah seluruh guru mata pelajaran bahasal ndonesia yang mengajar di SMA Negeri di kawasan Tugu Malang. Data penelitian berupa jawaban angket dan hasil wawancargau ru yang mencerminkanp ersepsig uru terhadapK urikulum 2004"I nstrumen trnelitian adalah peneliti yang akan dibantu dengan angkst dan panduan wawancara. Sedangkadna, ta dianalisisd enganm etod€ statistik yang menggunakanru mus nilai ratarata. P engecekakne absahanp enelitiand ilakukan denganc ara (l) trianggulasii nstrumen dan subjek penelitia4 (2) perpanjangan kehadiran peneliti di lapangian, dan (3) pengecekasne jawat. Hasil analisisd ata telah menunjukkan beberapah al sebagabi erikut irln.P ensmo, penepsgi uru dalam membuatp erencanaanb erdasarkanK urikulum 2004 sebagianb esar menyatakanm udah Hal ini dikarenakan mereka telah terbiasa dengan kegiatan perencanaapna dak urikulum sebelumnyaS. edangkanp, ersepsis ebagiank ecil guru yang menyatakansu lit disebabkano leh faktor kemalasannyad alam membuat perenc{uurn lll

Analisis teks politik buletin dakwah al Islam oleh Kurnia Hindriyani

 

Keragaman masyarakat beserta kegiatannya manpargaruhi keragaman penggunaanb ahasa.A rtinya, setiapm asyarakatd alam lingkungan sosial tertentn rnerniliki ciri khas bahasa sendiri. Banyaknya keragaman masyarakat dan keportingan,m enimbulkank eragamanb ahasaD. antaranyar,a gamb ahasa pendidikan,m iliter, agamaj,u rnalistik, darl politik. Penelitianin i berhuburrgadne nganr agamb ahasajurnalistika, gamad, an politik karena Buletin Al lslam adalah media massa (dikeluarkan oleh Hidut Tahrir Indonesia)y ang digunakan sebagami ediad akwahy angm embahas masalal'pr olitik. Peneliti mernandangb atrwat eks politik dalam Buletin ini merupakanfe nomenab aru yangk hasd alamp erpolitikanI ndonesias, ehingga rnenarik untuk dikaji, baik secara tekstual maupun secara ideologis. Bahasay ang digunakano leh masyarakaut ntuk tujuank omunikasid an interaksis osialm erupakans ebuahw acanaW. acanat ersebutm engandungn ilainilai idealisrnyea ngd ibawao lehi ndividum aupunk elompok,s ehinggas etiap wacana yang berkembang di masyarakat meinpunyai muatan ideologi tertentu. Wacanay angb erkembangd apatb erupaw acanab udaya,k eagamaans,o sial, politik, dan lain-lain.O leh karenai tu, wacanak ebahasaadna lamp raksiss osial dapatd ideskripsikand an dijelaskanm elaluia nalisisw acana. Penelitianin i manggunakana nalisisw acanak ritis sebagaoi rientasi teoretisd anp endekalank ualitatif trntukm enemr"rkadne skripsi sertae ksplanasi .;awaband ari berbagapi ermasalahayna ng dia.yukasne belumnyas ekaligus mengungkapid eologiy ang terkandungd alarnt eks Al IslamE disi 4liTahun X - edisi I l/Tahun Xl. Aspek-aspeyka ng dikaji adalah( l) sfir&^rurre ksp olitik Buletin DakwahA l Islamy ang meliputi:b agianp urdahuluanb, atangt ubuh,d an penutup. (2) diksi dalam Buletin Dakwah Al islam, yang meliputi: diksi populer, ilmiah. dan diksi ideologis. Penelitianin i rnenghasilkuupra paranp enjelasarr naknai deologisy ang tLTdapadta lams tnrkturt eksbagianp ordahuluanb,a tangt ubuh,p enutups, erta diksi populcr,il miah,d and iksi ideologisS. trukturt eksb agianp endahuluan l>ulr:tinA l lslam banyakm enggunakanb ennrkp roposisi,p ernyataanp, ertanyaan, ringkasank,u tipan,d eskripsi/pelukisadna,n a lnanalta ngsung. Strukturt eksb agianb atangt ubulr Al lslam banyakm enggunakanb entuk argumentiui,k utipan,p ertanyaani,lu strasi,p ersuasip, enjelasand, an aplikasi. Scrncntariatu . strukturt eksb agianp enr(upb anyakr nenggunakabne ntuk srtnpu|at.t andap enutup,p ertilyaan, sertaa jakan/amanalat ngsung. l)iksi populerd alar buletiu Al Islamd apatd iklasifiknsikann reujadi diksi populerd alamb idangp erekonomianp, onerintahans, osial,k ernanusiaan,

Induksi Matematika oleh Sulastri

 

InduksimatematikamerupakanteknikpembuktianyangpentingsSkaligus teknik pembuktianlh usus, yang ierdiri dari dua fakta dan dikenal sebagapi rinsip induksi matematika. Untukmelatihpemahamanmengenaiinduksimatematika,perludicoba berbagai teorema yang dapat dibuktikandengan induksi matematika' Sebagai r*ruJir*u sekaligus caton guru matematika SMU diharapkan dapat lebih memahami konsept entang,itod. pernbuktiand enganin duksim atematikain i.

Alih kode dalam gelatak gelitik campusari di TVRI oleh Wiwik Urifah

 

MasyarakatI ndonesiaa dalahm asyarakatte rbuka,a rtinyam asyarakattu fur Indonesiam elakukanin teraksid enganm asyarakatut tur lain sehinggate rjadilah kontakb ahasab aik denganb ahasaa singm aupun denganbahasad aerahD. engan adanyak ontak bahasain i, suatum asyarakattu tur akanm enggunakanle bih dari satub ahasaa tauy angb isad isebutd enganm asyarakamt ultilingual.B ahasad alam masyarakamt ultilinguald igunakand alamk omunikasin teraksionayla ng menyebabkante rjadinyab erbagaip llihan bahasa( kode) sesuaid engank onteks situasyi angm eliputi suasanas/e ttings osiald ank ultural.K odea dalahla mbang ataus istemu ngkapany angd ipakaiu ntukm enggambarkamna knat ertentu. Terjadinyak ontakb ahasaa kanm emunculkanb erbagapi eristiwab ahasas, eperti campukr ode,a lih kode,i ntegrasid, ani nterferensiN. amunp enelitianin i lebih difokuskanp adaa lih kode,k arenaa lih kodem erupakanfe nomenay angs ering terjadid alami nterakssi osialm asyarakast,a lahs atunyate rjadid alamm asyarakat kultural, yaitu dalam Gelatak Gelitik Campur Sari di TVRL Seperthi alnyad enganm asyarakatd,a lamd ramak omedit radisional GelatakG elitik CampurS arid i TVRI sebagami iniaturm asyarakatut tur mempunyais tatuss esuadi enganp erannyaO. leh karenai tu, setiapp emainh arusm elakukanp ilihanb ahasaa tauk odey anga kand igunakans esuadi enganc erita.S elain itu, pemaind apatm elakukanim provisas(i spontanitass)e hinggap ilihan kode yanga kand igunakans emakinb anyak.L atarb elakangbahaspae rtamas ebagian besarp emaina dalahb ahasaJ awa.H al itu menyebabkatne rjadinyaa lih kode untukb erbagaai lasante rtentu.T idak hanyaa lih kodek e dalamb ahasaJ awa,t api juga dialekb ahasala in karenad alamc ampurs arij uga ditampilkanb anyaka rtis sebagabi intangt amud enganb erbagalia tarb elakangb ahasap ertamay angb erbeda. P enelitianin i bertujuanu ntukm endeskripsika(n1 )jenis alih kode, dan(2) faktorp enyebabte rjadinyaa lih koded alamG elatakG elitik CampurS arid i TVRI. Dalamd ramak omedi,a lih koded igunakans ebagasi trategki omunikasui ntuk menyampaikapne sand anm enimbulkane fekh umor. Penelitianin i menggunakasno siolinguistiks ebagaoi rientastie oretisd, an pendekataknu alitatifu ntukm enemukand eskripsdi ari berbagapi ermasalahan yangd iajukans ebelumnyaJ.e nisp enelitianin i adalahs tudik asusd ans tudi dokumentasDi. atap enelitianb erupav erball isany angt ampakp adat uturan percakapand alam GelatakG elitik CampurS ari di TVRI berkaitand engan p€nggun:una lih kode.S umberd atap enelitianin i adalahV CD GelatakG elitik CampurS ariy angb erjudul" Si Pitung"," Nyai Dasima",d an" PangeranK encet". Penelitianin i menghasilkapna parana taud eskripsti entangjenisd, an faktorp enyebabte rjadinyaa lih kode. Jenisa lih koded alamG elatakG elitik Campur Sari di TVRI yang ditemukan ada enam (6) yang meliputi: ( I ) alih kode metaforikalt,e rjadid i dalams atus ituasik arenap erubahanto pik, (2) alih kode intrasentensiaml, enggunakapne ralihank odek e dalambahasadaerahdabna hasa lnggris,( 3) alih kodei ntersentensiadl,i gunakans ebagapi enegasadna lam Wmyataan,( 4) allh kode intern, terjadi peralihand ari bahasad aerahk e bahasa nasional(,5 ) alih kodee ksternt,e rjadid ari bahasaa sli ke bahasaa sing,d an( 6) alih kodes ementarate, rjadip eralihanhanydaa lamw aktus ementara. Kedua,f aktor penyebabte {adinyaa lih koded alamG elatakG elitik CampurS arid i T\RI, terdapa(t1 4) klasifikasiy angm eliputi:( l) faktore mosi, karenain gin mengungkapkaenm osi,( 2) menghormatoi rangl ain, karenala wan tuturnyaa dalaho rangy angl ebih tua ataus tatuss osialnyalebihti nggi,( 3) adanya asosiasid, itimbulkank arenaa danyap ersamaaann tarab ahasas atud enganb ahasa yang lain, (4) pembicaraa tau penutur( 0 I ), karena ingin adanyap erubahans ituasi, (5) lawant utur (02), dikarenakanin gin mengimbangbi ahasay angd igunakan(,6 ) hadimyao rangk etiga,u ntukm enetralisassii tuasid anm enghorma tinya,( 7) topik pembicaraank,a renap embicaraabne rsifati nformalk e pembicaraafno rmal,( 8) berpura-purau,n tukm enyegarkasnu asanay angdirasakanle su,( 9) sekedar bergengsiu, ntukm enunjukkank emampuanb erbahasa(1, 0) pengutipanu jaran langsungu, ntukm eyampaikanp esan(, 11)p engulangapne myataanu, ntuk dimengertlie bihj elas,( 12) penegasasne suatua, garl ebihm antapd anl ebih meyakinkan(,1 3) mengejeka taum enghinam, enggunakabna hasay angt idak halus,d anb ahasap ertama(,1 4) pantund anp eribahasam, engarahp adab entuk sindiran. Berdasarkahna silp enelitiante rsebutd, apatd iajukans arank epada( l) pemaind alamG elatakG elitjk CampurS arid i TVRI, disarankanu ntukl ebih memperhatikapne nggunaajne nis alih kodee ksternm, isalnyab ahasaB elandad an Cina.J enisa lih kodee ksternd apatm embingungkapne nontonk arenati dak semuanyma engertai rti dari bahasate rsebut(,2 )bagi penelitis elanjutnya, diharapkand apatm engembangkamna salahp enelitiand enganm elakukank ajian sosiolinguistiky angm enghubungkasny airl aguc ampurs arid enganc eritad rama komedid anm embuapt erbandingadne ngano bjekp enelitians ejeniss ebagai pengembangakna jians osiolinguistiks ebelumnya.

Optimalisasi pendapatan sewa kamar dengan metode kompleks di hotel Kalpataru Malang oleh Abdul Malik

 

Malik, Abdul .2009. Kajian Analisis Varian Peubah Ganda pada Percobaan Faktorial Dua Faktor dengan Rancangan Acak Lengkap. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Swosono Rahardjo, S.Pd, M.Si (II) Ir.Hendro Permadi, M.Si Kata Kunci: manova faktorial, tinggi tanaman kedelai, luas kanopi Manova merupakan salah satu metode statistik multivariat yang digunakan untuk menganalisis data lebih dari satu variabel dependen dengan skala interval atau rasio, sedangkan variabel independennya terdiri dari dua kelompok atau lebih, dimana semua variabel tersebut dianalisis secara simultan atau bersama- sama. Skripsi ini membahas tanaman kedelai, untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan pupuk kandang terhadap tinggi tanaman dan luas kanopi pada tanaman kedelai dengan menggunakan manova percobaan faktorial pada rancangan acak lengkap. Setelah dilakukan uji manova faktorial rancangan acak lengkap pada tanaman kedelai, didapatkan perbedaan yang nyata pada tinggi tanaman dan luas kanopi tanaman kedelai yang dipengaruhi oleh jarak tanam 20cm x 20cm dan 30cm x, sedangkan untuk faktor pupuk kandang tidak ada perbedaan nyata pada tinggi tanaman dan luas kanopi tanaman kedelai, begitu juga pada faktor kombinasi pupuk kandang dan jarak tanam tidak ada perbedaan nyata pada tinggi tanaman dan luas kanopi tanaman kedelai. Dari uji rata-rata dan rata-rata data tanaman kedelai, didapatbahwa pada faktor jarak tanam 30cm x 30cm merupakan yang plaing bagus digunakan untuk menanam tanaman kedelai.

Pengembangan permainan edukatif bahasa sebagai media pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah / Ulin Nuha

 

Nuha, Ulin. 2013. Pengembangan Permainan Edukatif Bahasa Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Imam Asrori M. Pd. , Dr. Ahmad Munjin Nasikh M. Ag. Kata Kunci: pengembangan, permainan edukatif bahasa, media pembelajaran      Pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah cenderung menggunakan metode ceramah. Pembelajaran tersebut bersifat monoton, menyebabkan siswa merasa bosan dan merasa jenuh. Salah satu usaha untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui permainan. Permainan merupakan hal yang disukai anak-anak usia Madrasah Ibtidaiyah. Berkaitan dengan hal tersebut, pengembang ingin mengembangkan permainan sebagai media pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah.      Permainan edukatif bahasa merupakan permainan yang sudah banyak di kalangan pendidikan. Namun, belum dikembangkan sesuai dengan materi kurikulum bahasa Arab Madrasah Ibtidaiyah. Oleh karena itu, pengembang mengembangkan permainan edukatif bahasa sebagai media pembelajaran bahasa Arab meliputi 4 keterampilan bahasa Arab, yakni menyimak (istima’), berbicara (kalam), membaca (qiro’ah), dan menulis (kitabah).      Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan permainan edukatif sebagai media pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah agar dalam pembelajaran bahasa Arab, siswa tidak merasa bosan dan jenuh. Dalam pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan permainan edukatif bahasa ini siswa diharapakan lebih tertarik dan bersemangat dalam belajar bahasa Arab.      Pengembangan ini menggunakan desain pengembangan Borg and Gall. Data penelitian lapangan awal diperoleh dari hasil wawancara dan pengamatan langsung. Kemudian dilakukan perencanaan, pengembangan draf produk, uji validasi ahli media dan materi, revisi hasil uji validasi, uji pelaksanaan lapangan yakni guru dan siswa, penyempurnaan produk akhir, dan diseminasi atau penulisan laporan pengembangannya dalam penulisan karya ilmiah skripsi.      Berdasarkan tujuan pengembangan, diperoleh (1) wujud produk pengembangan yakni produk buku dan VCD “Asyiknya Belajar Bahasa Arab”, (2) hasil uji kelayakan produk yang dilakukan kepada ahli media , ahli materi, guru, dan siswa bahwa rata-rata persentase yang diperoleh 87,36% dengan kriteria sangat valid, (3) penggunaan permainan edukatif bahasa dalam pembelajaran bahasa Arab disesuaikan dengan 4 keterampilan bahasa yakni keterampilan menyimak, membaca, berbicara, menulis juga disesuaikan dengan materi pembelajaran di kelas.

Implementasi Pendekatan dialog mendalam (deep dialogue) dan berpikir kritis (critical thingking) dalam pembelajaran PPKn di SD Negeri Sawojajar oleh Tutut Sulistiani

 

Memasuki abad ke - 21, dunia pendidikan sangat penting dengan adanya kemajuani lmu pengetahuadna n teknologi yang canggih.D alam-siqasi saat ini .enuttrt parap raktisi pcndidik untuk mcrnikirkankank ondisi anak didik. Hal ini berartip enaiAUn mempunyapi €rananp entingd alamm erealisasikatunj uand anc ita - cita -Uangsa- Untuk memperkuadt unia pendidikand alam prosesp erubahend i perlukanr e-formasini ternal.R eformaspi endidikanh arusd imulai dari tingkat yang rendahy aitu pendidikand asar. itenaekatan DtvI/BK mcrupakan suatu inovasi dalam pcmbclajaran. Pendckatadnia logm cndalamlbcrpikkiirt is ini di fokuskanp adap arap cndidikd an pesertad idik untuk lebih meningkatkaknr eatifib.sb erpikir siswas ecarak ritis dalam inenghadapsiu atum asalahS" elaini tu juga untuk menernukakne bersamaadnia ntara sesamad' anb elajarp entingDypae rsamaadni antaras esamma anusia. Tujuan dari- penelitian ini adalah mendeslaipsikanim plunentasi dalam pembelajarapne ndekitand ialog mendalam/berpikkirr itis di SD NegeriI Sawojajar ir{dang, hambatany angd ialami dan upap mengatasinysP.e ndekatayna ngd ipakai dalam-pcnelitiaand at*r pcndekatanlu alitatif. Sumberd atad ipilih sccarap urposif. Penyajiand atad ilakukan-dengamn endeskripsikakne adaand i lapanganK. eabsahan datad i lakulmnd engantr ianggulasip, erpanjangakne hadirand anp embahasadne ngan tanan sejawat. Iiasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan dialog mendalam/berpikkirr itis dalam pernbelajarand i SD Negeri I SawojajarM alang masih belum optimal. Karena masih ada kekuranpn yang dilakukan guru maupun siswad alamm enerapkapne ndekatadni alog mendalam/b erpikirk ritis tenebut.H al ini dapatd ilihat padaprosepsc laksanaapnc ndekatadni alogm endalam/bcrpikkirr itis, dimanag unr masih belum melaksanakaand anyar cfleksi dan hening pada saat mengaktrirpi elajaranP. adatrakl eungguland ari pendekatadni alogm endalam/berpikir nitiJ itu aaatatpr etajarany angd iawalid enganh eningd and iakfiiri danganh ening. Faktor - faktor yang menghanrbadt alary implqre11asi pembelajarand engan ;;""rk n p"ni"*"Jtu" JiaTogm eoAafarnrterpiiclcirr itis tersebuta dalah:( 1) dari unsur murid Uetumt ettiasa aingon pendekatand ialog mendalam/berpikkirr itis t"irrUrt karena mu"it,-uji-coUa-terlodang eaf-a b3tajarny". k"Pb"tj kc model tconfersibnat(,2 ) siswa t u"-g berani mengungkapka.pne ndaryt'.s ehinggag uru ["-"fiar."odoi*i ri.*u tr"r"6uq (3) guruk esulitanu ntukm enyiapkamn ediay ang sesuaai engan-potoUt *tasao,i+ t ti.*"-t tt*.tisa menghargapic ndp.ato rangl ain' i;F;ftitt U"nifot ifininiitia.i pilih - pilih teman.U paya'a ng dilalnrkanu ntuk #Gt ri ma.salath" ","6;;d"lor* irt sio te*ruho menggalip otensiy ang ada padas iswa,( 2) guruh ; i.bih banyX Setotientaski epadaii lwa,rajin mengontol ;;,'n"ng.t,;f i'tasarars ettn r.*ultit* banhran- bantuany ang lain, (3) siswa U"rpr"ftfi*f aktif sepenutmyma aka lisya.merasa bertranggunjagw ab, (4) siswa U.ru*ttu b"f"jar aengdn-ilanir* o*ng lain, (5) partisipasoi rangt ua atauw ali murid m*--n- gatdiPerlukan o-"ri t*il penelitianin i disarankana gafp arag urumatap elaj?'anP PKnl ebih menggembangkan p.mtetojaran dengan ..menggunat

Pembelajaran PPKn pokok bahasan kekayaan dengan menggunakan media permainan ular tangga kelas III SDN Tanjungrejo VI oleh Heri Susanto

 

Kesan Verbalisme dalam pelaksanaan pembelajaran masih terlalu kuat. belajar mengajar(KBM) masih terlalu kuat. Kecenderungan pembelajaran yang demikian mengakibatkan pengembangan potensi diri siswa dan pembelajaran tidak optimal. Untuk mengatasi permasalahan diatas banyak strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran, akan tetapi guru harus dapat memilih cara tepat strategi mana yang paling efektif dalam penyamapaian materi. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah strategi PAKEM. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran PAKEM dalam pelajaran IPS pada siswa kelas IV SDN Tanjungrejo 2 Kecamatan Sukun Kota Malang. Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar pelajaran IPS siswa kelas IV SDN Tanjungrejo2 Kecamatan Sukun Kota Malang setelah menggunakan pembelajaran PAKEM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan (action recearh). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Tanjungrejo 2 Kecamatan Sukun Kota Malang. Data Dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara: (1) Pemberian Angket, (2) Observasi; (3) Dokumentasi; (4) Wawancara; (5) Tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif yaitu proses, makna tindakan, dan pemaknaan. Kegiatan analisis meliputi reduksi data, penyaji data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis terhadap data dapat disimpulkan bahwa: (1) Penerapan PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar siswa.(2) Hasil belajar siswa dapat meningkat meningkat setelah dilaksanakan penerapan PAKEM. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada pra tindakan, siklus I, dan siklus II yaitu 45%,70%, dan 91%. Peningkatan hasil belajar dari pra tindakan ke siklus I adalah 25%, sedangkan peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 21%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar materi sumber daya alam dan kegiatan ekonomi. Disarankan agar guru dalam menyampaikan materi hendaknya pembelajaran PAKEM.Bagi peneliti lain diharapkan untuk meneliti metode pembelajaran yang lain dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran IPS di Sekolah Dasar.

Aplikasi modular aritmatik oleh Cicik Ariana

 

Pengembangan modul pembelajaran individual mata pelajaran IPS pokok bahasan perjuangan mencapai proklamasi kemerdekaan Indonesia untuk siswa kelas V semester II Sekolah Dasar oleh Fika Nurlaela

 

Belajar akan berhasil apabila terjadi perubahanb aik dalam bentuk prestasi. Keberhasilabne lajart idak akanm udahd icapaoi lehs iswak arenaa dab eberapfaa ktor yang menghambayt akni: l) hasil belajar siswa pada umumnyah anya sampaip ada tingkat terendah, pada umurmya siswa belajar dengan teknik menghafal penjelasan dari guru atau dari buku, 2) sumbr yang digunakan siswa terbatas pada per{elasan guru dan dari buku-buku,3 ) dalamk egiatanb elajar,m etodey ang digunakante rbatas pada cerarnah dan tanya jawab. Untuk mengatasi masalah tersebut maka perlu digunakanm etoded an media pembelajaranin dividual. Salahs atu mediay ang dapat mefangsang siswa unhrk belajar secara numdiri adalah modul pernbelajaran. PembelajaraInlm u PengetahuaSn osial( IPS) di SD masihs eringd ijumpaig uru masih mendominasdi i kelas.M etodey ang digunakang uru masiht erbatasp adac eramahd an tanyaj awab dan mediay ang digunakanm asiht erbatasp adab uku teks. Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan pandangan social science education (dalun Pramestari 1997''5) yang memandang media pembelajaran sebagai bagian integral program pengajarani lmu sosial.Untuk itu peneliti tertadk untuk mengembanganm odul pembelajaranin dividual maa pelajaranI PS. Rumusanm asalahp engembangarnn i adalah apakah modul pembelajaran yang dikembangkan mempunyai kelayakan materi yang tinggi dan spesifikasiy ang memenuhki riteria sebagami ediay ang layak untukm eningkatkapnr estaspi embelajaraInP S siswaS D kelasV Tujuanp engembangainni adalahm enghasilkamn odulp embelajarayna ng memilikik elayakanm ateriy anCt ingg dans pesifikasyi angm emenuhki riteria sebagami ediay anglayaku ntukm eningkatkanp restaspi embelajaraInP S siswaS D kelasV . Spesifikaspi roduky angd ikembangkaand alahm odulp embelajaraInP S pokokb ahasanp erjuanganm encapapi roklamaski emerdekaaInn donesiau ntuks iswa kelasV semesteIrI SD yangt erdiri dari: l) judul ataut opik, 2) identitasp rogram,3 ) katapengantar,4p) etunjuku mump enggunaan'modu5l), penqjuk khususm odul yangt erdiri dari: htjuanu mump embelajarantu, juank fiususp embelajaranw, akhq kemampuapnr asyaratp, okok-pokoki si pembelajaranc,a rak erja, 6) bahan pembelajaran,7r)a ngkunaq 8) soall atihaq 9)lembarjawabans isw4 l0) kunci jawabans oall atihan,p edomanp enilaiand ank riteria keberhasilan. Prosedur pengembanganm odul pembelajarani ndividual ini meliputi: 1) identifikasi hrjuan pembelajaran,2 ) analisis hrjuan pembelajaran,3 ) identifikasi perilaku masukan dan karakteristik siswa, 4) rrerumuskan hrjuan pembelajara4 5) mengembangkabnu tir evaluasi,6 ) produksi,7 ) validasi,8 ) uji coba modul,9 ) revisi.

Penggunaan metode diskusi dalam pembelajaran sumber data alam mata pelajaran pengetahuan sosial kelas IV SDN Jatimulyo V Kecamatan Lowokwaru Kota Malang oleh Mulyatin

 

Keefektifanpenggunaan media gambar dalam pembelajaran kosakata bahasa Indonesia kelas 1 semester II Sekolah dasar Negeri Arjosari I Kecamatan Blimbing Kota Malang oleh Siti Zubaidah

 

Pengajaran kosakata adalah mengerjakan penguasaan kata dengan maknanyaN. amun tidak hanyad alam pengertianm ampum emahamia rti berbagai nracarnk ara melainkanj uga mampu mmgguna.hn berbagai rnacamk ata dalam katimat. Tujuan penelitian iui adalah efektifitas penggunaan media gambar oleh guru dalam pembelajaran kosakata dan untuk mengetahui peningkatank emampuanp enguasaank osakatas iswa pada mata pelajaranB ahasa hdonesias isua ketasI SD serrcser U denganm €nggunakanm edia gambar. Subjek penelitian adalah siswa kelas I SDN Arjosari I yang berjumlah 39 anak.P enelitian ini dilalcsanakand alam 3 siHus pelaleanaant indakan. Sistem pengajarany ang dilaksanakanp ada siklus I menggrurakanm etode verbal, pada siklus II menggunakanm etode gambar,d an siklus III juga menggunakanm edia gambar yang disertai modifikasi tindakan kelas siklus U. Data yang terkumpul darip enelitiani ni diperolehd ari hasil tcs trrlis,les lisan, sertao trs€rvaslia panFn Ilasil penelitian ini adalah dengan digunalsnnya media gambar, siswa Kelas I SDN Arjosari I dapat lebih cepat, lebih mudah menyerap dan menyimpan informasi serta mengingat kembali materi kosakata Bahasa lndonesia yang telah diajarkand ibanding denganm enggunakanm etodev erbal. Media gambarm ampu meningkalhn ke.nampuanp enguasaanko aakatak e.lasI SDN A{osad I padam ab pelajaranB ahasaI ndonesia- Berdasarkan kesirnpulan hasil penelitian, disarankan agar guru dalam mengajarkank osakataB ahasaI ndonesiar mtuk memanfaatkanm edirag ambar.l lal ini dapatm enunjangk eefektifan pembelajarans errad apatm eningkatkanm otivasi belqtar sehingga "itt* dalam peqguasaanq atu maled ehan lebih baik. viii

Pemahaman penggunaan huruf kapital menurut ejaan yang disempurnakan (EYD) bidang studi Bahasa Indonesia di kelas V Sekolah Dasar Negeri Kiduldalm I Kecamatan Klojen Kota Malang oleh Sustiari

 

B idangS tudi BahasaI ndonesiad i kelasV SekolahD asarN egeriK iduldalemI KecamataKnl ojen. Pemahamanm enggunakanh uruf besar ini di latarbelakangoi leh pentingnya Wrananh urufbesar dalam penulisanp adap elajaranB ahasaI ndonesiap ada khususnya danp elajaranla in padau mumnya.T ujuan dalam penelitiani ni adalahm endeskripsikan pemahamamne nggunakahnu ruf kapitalB ahasaIn donesiay angm eliputi,(a)h uruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat, (b) huruf kapital dipakai sebagai huruf p€rtama petikan langsung, (c) huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapany ang berhubungand engann ama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan, (d) huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, harir aya,d an peristiwas ejarah(, e) huruf kapital dipakai sebagahi uruf pertamas emua unsurn ama negara, lembagap emerintahan,d an ketatanegaraans, erta nama dokumen resmki ecualik ata seperti" dan", (g) huruf kapital dipakais ebagaih uruf pertamas emua kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar dan judul karangank ecualis epertid i, ke, dari,dan,yang,untuyka ngt idak terletakp adap osisi awal, (h) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama singkatan nama, gelar, pangkat, dan sapaan. Populasi yang menjadi sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V SD KiduldalemI KecamatanK lojen tahun ajaran2 00312004T. eknik pengambilans ampel digunakan teknlk cluster sampling. Metode yang digunakan adalah metode deskriptip. Teknik pengolahan data adalah instrumen pengolahan data berbentuk tes obyektif. Sedangkaann alisisd ata digunakanp rosedur( a) pembijian, (b) penyusunand istribusi frekuensi,da(nc ) pembuktianh ipotesis. Hasil yang diperolehd alama nalisisd atay aitu sebagianb esar( 75%) siswak elas V pahamd alam menggunakanh uruf kapital sesuaid engank egunaanm asing-masing aspek : huruf besar dipakai sebagai awal kalimat, sebagai nama tahun, bulan, hari , sebagani aman egarad, anp enulisanjudukl arangan. Berdasarkanh asil analisisd ata penelitiani ni secarau mum dapat disimpulkan bahwa siswa kelas V SD Kiduldalem I Kecamatan Klojen tahun ajaran 2003/2004 termasukp ahamd alamm enggunakahnu ruf kapitalb ahasaIn donesia. Malang,6 Septembe2r0 04 l l t Penulis

Penyusunan dan penyajian materi tatabahasa dan sastra Indonesia untuk sekolah lanjutan tingkat pertama oleh Nurul Kalimah

 

Saati ni beredarbuku-bukut eks yang dipakai di sekolahy ang didasarkanp ada KurikulumB ahasaIn donesia1 994.B uku-bukui tu diterbitkano leh pemerintahd an swastaM. enurutK urikulum Bahasaln donesia1 994,B uku TeksB ahasad anS astra lndonesia(B TBI) yangb aik, salahs atus yaratnyah arusm emuatb ahanp engajaran kebahasaayna ngd iolah secarak hususu ntukm enguasakie terampilanb erbahasdaa n bukant entangb ahasaIn donesi4t etepis aati ni pengajarabna hasaIn donesiam asih banyakd ikeluhkano rang.F aktoru tamanyak, arenab uku-bukup elajarany angd ipakai oleh siswa dan guru bahasa lndonesia cenderung benifat linguistik dibandingkan pedagogisH. al itulah yang melatarbelakangpi erlunyap enelitiani ni, yang secara khususm enyorotim asalahp enyusunand an penyajianm ateri tatrbahasap endidikan dalam BTBI untrik Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Penelitiani ni bertujuanu ntuk mendeslcripsikapne nyusunand an penyajian materi tatabahasap endidikand alamB TBI unttik SLTP.B erdasarkantu juan tersebut masalahd alamp enelitiani ni melipui dua masalahp okok, yaitu penyusunand an penyajianm aterit atabahaspae ndidikand alamB TBI untukS LTP.P enyusunamn ateri tatabahaspae ndidikanm eliputim asalah:b agaimanakaphe ngelompokamn ateri tatabahasap endidikan< talamBTB1u ntuk SLTP danbagaimanakahp engurutand alam BTBI untuk SLTP. Penyajianm ateri meliputi masalahb: agaimanakahp enggunaan bahasad alamp enyajianm ateri tatabahasap endidikand alamB TBI untuk SLTP dan bagaimanakahte knik penyajianm ateri tatabahasap endidikand alam BTBI untuk SLTP. Penelitiani ni menggunakanm etodep enelitiank ualitatif. Data dalam penelitiani ni berupam aterik ebahasaany ang mencakupm ateri stnfttur balnsa dari tingkat morf sampai kalimat. Sumber data penelitian ini adalah buku teks terbitan Depdikbu4 Tiga Serangftaid, anBinaPustakaTama.T elcnika nalisisd atad ilakukan denganm enggunakante knik analisis isr denganm engikuti prosedura nalisiss ecara induktif.H asil analisisp enelitianin i berupad eskripspi enyusunadna np enyajian materit atabahaspae ndidikand alamB TBI untukS LTP. n l Hasil penelitian menunjukkan b ahwap enyusunanm ateri tatabahasa pendidikanp adaa spekp engelompokamn ateriy angd igunakano leh penulisd alam buku teksu ntukS LTPd ikelompokkanb erdasarkatnig am odelp engelompokanya, itu berdasarkank ekontrasank aidah,k esamaank aidah,d ank eparalelank aidah. Penyusunanm ateri padaa spekp engurutanm aterid iurutkanb erdasarkanp rinsip pengurutans ederhana- kompleks,u murn- tfiusus, danr ingkas- terurai. Penyajianm ateri tatabahasap endidikand alamB TBI untuk SLTP ditinjau dari segip enggunaanb ahasanyam enunjulkan batrwab ahasay angd igunakano leh penulis buku adalahd enganm enggunakank alimat-kalimatp erintalLp enggunaanis tilah teknis, dan penggunaans apaanP. enggunaanka limat-kalimatp erintahd an sapaan merupakanp encerminanb ahwam ateri ratabahasapendidikadna lamB TBI untuk SLTP disajikan secarak omunikatif untrft pengajaranb ahasat,e tapi disisi yangl ain juga masih terdapati stilah-istilah teknis yang merupakanc iri dari tatabahasailm iah. Berdasarkante knik penyajiannyap, enulisB TBI untuk SLTPm enggunakante l,orik indulrif-integratif, induktif-integratifdengan variasi, deduktif-integratif, deduktifintegratif dengan variasi, dan teknik diskrit. Secarau mumd apatd ikatakanb ahwap enyusunand an penyajianm ateri tatabahasay ang digunakano leh penyusunb uku teks bahasad an sastraI ndonesia untukS LTPs udahm emenuhpi rinsipprinsipp enyusunadna np enyajianm ateri tatabahaspae ndidikanN. amunp enyajianm aterit atabahasyaa ngd igunakano leh penulisb uku teksm asiha day angd iwarnaio leh prinsipp enyajianm aterit atabahasa ilmiah. Hal itu ditunjukkano leh penggunaanb ahasay angm asihm enggunakan istilah-istilah teknis yang dapatm engurangsi uaqanak omunikatif pembelajarand an hal itujuga tidak relevand engant ujuan penyusunanta tabalnsap endidikany ang orientasinyau ntuk membantus isna menguasasi uatub ahas4y artubagumana mematnmi dan memproduksui jaran dalamb erbahasaK. arenai tu perlu disarankan kepadap enyusund an p€makaib uku tels balusa dan sashaI ndonesia-P enyusunb uku teks hendalmya lebih selektif dalam menyusm dan menyajikan materi tatabahasa, terutamam engenapi enggunaanb ahasad alam menyajikanm aterit atabahas4 sehinggap enyusunand an penyajianm ateri tatabahasase suadi enganp rinsip'prinsip penyusunand an penyajiant atabahasap endidikan.B agi pemakaib uku teks bahasa dans astraln donesiay, aitu gurud ans iswa,h endaknyam emilihb uku teksy ang mencerminkank ualitasp edagogiss ebuahb uku teks,y aitu buku teksy angb anyak mengangkapt enggunaanb ahasas ehari-hari,m empunyasi udutp andangy angjelas, relevand engank urikulum yang berlakq dapatm emotivasi,m enstimulasi, komunikatif, menunjangp elajaranlain, dan mengbargapi eftedaani ndividu pemakai buku teks. Selaini tu kualias buku teksj uga dapatd ilihat dari susunand an penyajian materinya"y aitubuku teks yang disusund an disajikanberdasarkapnr insip.prinsip penyusunand an penyajiant atabahasap endidikan iv

Penerapan model pembelajaran synectics untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Sladi Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Afif Afrudin Uar

 

Kata Kunci: Model Synectics, hasil belajar, IPS, Sekolah Dasar. Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan. Guru menjadi pemeran utama dalam menciptakan situasi interaktif yang bersifat edukatif, yakni antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, dan siswa dengan sumber belajar, demi menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran yang interaktif dan edukatif, sangat menunjang guru dalam mengaktualisasikan kompetensinya secara profesional dalam aspek metodologis. Masalahnya, masih dijumpai banyak guru berpendapat bahwa pembelajaran yang baik di kelas adalah apabila kelas tenang dan tidak berisik. Salah satu bukti nyata di SDN Sladi, bahwa guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional, dalam hal ini ceramah. Akibatnya, siswa menjadi bosan dalam mengikuti pembelajaran. Untuk itu, diperlukan suatu pengembangan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (a) mendeskripsikan bagaimana penerapan model synectics dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas V SDN Sladi dalam pembelajaran IPS, (b) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas V SDN Sladi dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan model synectics. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang meliputi dua siklus (siklus I dan siklus II). Tahapan siklus mempunyai alur: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Sladi, yang berjumlah 24 orang. Fokus penelitian adalah peningkatan hasil belajar siswa dan aktivitas siswa selama pembelajaran dengan menggunakan model synectics. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi; observasi (pengamatan), wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar pengamatan aktivitas siswa, dan lembar pengamatan aktivitas guru, dan lembar tes. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Siklus tindakan pembelajaran dihentikan jika seluruh prosedur telah terlaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Sladi mengalami peningkatan. Pada kegiatan pra tindakan persentase nilai rata-rata siswa mencapai 51,9%, selanjutnya pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 17% menjadi 68,9%, dan pada siklus II meningkat lagi sebesar 15,3% menjadi 84,2% dan telah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. Selain peningkatan hasil belajar siswa, dampak lain yang terlihat adalah adanya peningkatan aktivitas siswa selama pembelajaran (kemampuan siswa berpikir kreatif). Pada kegiatan pra tindakan , persentase aktivitas siswa secara klasikal mencapai 26,6%, namun pada siklus I meningkat menjadi 53,3%, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 68,8%. Kemampuan guru dalam merancang RPP pada siklus I mendapatkan skor 94,1 dan meningkat pada siklus II menjadi 95,5 dengan kualifikasi ”Sangat Baik”. Kemampuan guru merumuskan rencana pembelajaran pada siklus I mendapatkan skor 88,2% dan meningkat pada siklus II menjadi 95,5% dengan kualifikasi ”Sangat Baik”. Selanjutnya, kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus I mendapatkan skor 84% dan meningkat pada siklus II menjadi 95,4%. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, beberapa saran diperkirakan dapat meningkatkan persentase dan kualitas model pembelajaran yang diteliti. Saran yang diajukan tersebut adalah: (1) bagi guru; agar dapat menggunakan model-model pembelajaran terbaru untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan kemampuan berpikir kreatif, (2) bagi Kepala Sekolah; agar hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan untuk memberikan supervisi dan bimbingan bagi guru, berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran, dan (3) bagi peneliti lain; agar dapat melakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan model pembelajaran ini, dengan modifikasi dan pengembangan yang lebih baik dan sempurna.

Penerapan prinsip kerja sama dalam wacana konsultasi medis di rumah sakit bersalin Malang jalan R. Panji Suroso 9 Malang oleh Wahyu Andayani

 

langsungd i tempat-tempapt elayananm edis.S ebagasi alahs atuk egiatanb ertutur, partisipank onsultasim edish arusm emperhatikanp rinsip pcrcakapany ang berupa prinsip kerja sama.Prinsipk erja samar nenlpakans ebuaha turany ang harusd itaati agar suatu percakapan dapat terus berialan baik. Permasalahayna ng diambil padap enelitiani ni adalahs ebagabi erikut. Penerapan prinsip kerja sama yang terdiri dari empat maksim, yaitu maksim kualitas, maksim kuantitas, maksim cara, dan maksim hubungan dalam konsultasi medis di RB Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif karenah anyam endeskripsikanh al yang adab ukanm enguji suatuh ipotesis. Penelitian dilaksanakan pada latar alamiah" tepatnya di RB Malang dengan partisipan petugas medis dan pasien yang sedang melaksanakan konsultasi, dengan bahasa Indonesia.Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa tape recorder. Dokumen dalam penelitian ini adalah transkrip percakapan dan catatan lapangan. Tahap analisis data terdiri dari transkrip data, identifika^sdi atap engodeand ata,k lasifikasid ata.d an penyimpulan.. Hasil penelitian ini mengungkapkan tentang penerapan prinsip kerja santa yang terdiri dari empat maksim, yaitu MKl, MKn. MH.dan MC. Penerapan keempatm aksimt ersebutt erdapatd alamt ahapp erkenaland, iagnosad, an penutup.P enerapanM KI ditandaib ila tuturany ang diucapkanb cnard an discrtai clenganb ukti-bukti,p enerapanM Kn terjadi bila tuturanp ast akarannyaa tau infbrmatif. penerapanM H terjadi bila tuturanP t dan Pn relevand engant opik penrbicaraantc,r akhirp encrapanM (l tcriadib ila tuturany angd iLrcapkan.iclas. tidak berbelit-belitd an tidak bermaknag anda.D enganm enerapkanP KS konsultasi medis dapat dilaksanakan dalam waktu singkat karena Pt dan Pn telah memperoleh informasi yang diperlukan dan tidak banyak terjadi pengulangan pertanyaanP. elanggarank eempatm aksimt ersebutjugat eriadi dalamw acana licnsultasi medis. Pelanggaran tersebut terjadi karena kesalahan praanggap, inferensi yang salah danjuga karena adanya keinginan peserta tutur untuk lebih mengakrabkand iri. Pelanggarany ang terhadape mpatm aksimt ersebutd apat dikategorikan pada pelanggaran .jenis pertama (to violate ). .', 1( ,i t r {,) l IL {l & :l T l l l Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang bermanfaat kepada pembaca mengenai cara bertutur yang baik di RB Malang. I{asil penelitian i ni diharapkanp ula bermanfaatb agi petugasm edisd an pasien sebagapi edomank onsultasim edis dan mahasiswas ebagabi ahanm akalah. Penelitil anjutand apatm emanfaatkante ori tindak tutur dalam penerapanp rinsip keriasama. l v

Diksi dan teknik persuasi dalam iklan kesehatan di televisi oleh Riris Maulidah

 

Penelitiand enganjudul Diksi dan teknik persuasdi alam iklan kesehatand i televisim empunyabi ebeberapma asalahp enelitiany, aitu (l) Bagaimanad eskipsi penggunaadni ksi dalam iklan kesehatand i televisi? dan (2) Bagaimanad eskripsi penggunaatne knik persuasdi alami klan kesehatand i televisi.P enelitianin i bertujuan(l ) mendeskripasikapne nggunaadni ksi dalami klan kesehatadni televisi, (2) mendeskripsikapne nggunaatenk nikp ersuasdia lami klank esehatadni televisi. Penelitianin i menggunakarna ncanganp enelitiank ualitatif Bahank ajian penelitiany angd igunakana dalahd iksi dant eknik persuasdi alami klan kesehatadni ielevisiD. alamp enelitianin i, sumbedr atap enelitiana dalahta yangaink lank esehatan di televisis elamab ulanM ei 2004y angb eqiumlah2 2 buahi klan kesehatan. Dalamp enelitianin i teknik pengumpuladna tay angd igunakana dalah merekamik lan denganm enggunakatna per ecorderd ant abelp engumpuladna ta. Datap enelitianin i dianalisisd enganla ngkah( 1) mengidentifikasdi ata(2) mengklasifikasdi ata,( 3) menyimpulkand ata. Berdasarkaann alisisd ata,h asilp enelitianin i dapatd isimpulkans ebagai berikutP. ertamaje, nisd iksi umumy angd igunakaunn tukm engungkapkasuna tuk ata yangr uangl ingkupnyale bih luas,u ntukm enyatakasnu perordinatD. iksi khusus digunakanu ntuk mengungkapkank ata yang ruangl ingkupnyal ebih sempit,u nruk minyatakan hiponim. Diksi yang bermakna denotasi adalah diksi yang digunakan untuk mengunlkapkanm aknak ata yang sebenarnya tau maknay ang menunjuk langsungp idaicuaotrya. Diksi yang bermaknak onotasia dalahd iksi yang digunakan *t"f -inguogkapkan kata yang memiliki makna tambahan atau nilai rasa. Diksi asli adalahd iksi yangb erasadl ari bahsaI ndonesiaD. iksi serapana dalahd iksi yang diserap d4ri bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Jawa, dan Bahasa Sansekerta. Kedua,t eknik pers"asiy ang digunakand alam iklan kesehatanu ntuk mempersuaskio nsumena dalahs ebagabi erikut. Teknik ketidaksesuaianp erilaku (cognitived issonance)yaitut eknik yang menyatakanb ahwam anusias ering perilakunyat idak sesuaid enganp endapats ertas ikapnyas eringb ertentangand engan hati nuraninya sendiri. Teknik dengan hadiah @ay offidea) yaitu mempersuasi konsumend enganm emberikanh adiah,t eknik tanpah adiah( fear arousing)a dalah teknikm empersuaskio nsumenta npam emberih adiahm elainkanm enunjukkan keungguland engans edikit ancaman.T eknik perhatian( empatlry)a dalahc ara mempersuasdi enganm embentukp ribadi khayal oleh seoramgk omunikator seandainyia menjadik omunikanT. eknik membungku(sp ocking)a dalahc ara memp€rsuaskio nsumend enganm enyajikanp esani klan dengans angatm enarik dan ,"ngutr "nu*un sehinggati dak mudahd ilupakanT. eknik mengelak(r ed herring) adiah cara. "petruasi lonsumend enganm enyajikanp esank omunikaski epada topik yangd ikehendakik omunikator.D an teknik menempel( assosrasiy) aitu cara mlmpersuaski onsumend enganm enggabungkaonb jeky angs edanga kluala tau menarik. Diksi yang paling menonjol adalah diksi asli, karena iklannya mayoritas menggunakabna hasaI ndonesia.T eknik persuasyi ang pali$ banyakd igunakan Calamik lan kesehatana dalaht eknik fear arousing dantekitlkpac,ting karenai klan yangb erhubungand engank esehatanb iasanyam empersuaski onsumen{ e1gan sedikit meriimbulkanr asat akut jika tidak mematuhii nformasi yang disajikan oleh iklan.

Code switching among Banjarese students in FKMB's formal meeting in Malang by Fauziah Syamsuddin

 

Penggunan bahasa persuasif oleh leader billionaires high desert dalam memotivasi distributor untuk meningkatkan target oleh Hamidatus Sa'dah

 

Pengembangan bahan ajar pecahan untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) berbasis konstruktivisme oleh Lely Pancaratna

 

Usaha untuk meningkatkan prestasi siswa telah banyak dilakukan, tetapi hasilnya memang masih belum memuaskan. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini, salah safunya adalah belum adanya bahan ajar yang rnampu membangun konsep siswa sehingga siswa mampu memecahkan setiap masalah yang mereka hadapi. Dalam rangka mengatasi masalah tersebut, penulis mengembangkan bahan ajar matematika dengan pokok bahasan pecahan untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) kelas I berbasis konstuktivisme. Dengan bahan ajar ini diharap-kan siswa bisa membangun konsep sehingga siswa menjadi mampu dan terampil dalam menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya, serta menjadikan konsep yang mereka terima melekat pada ingatan dalam jangka waklu yang lama. Dalam pengembangan bahan ajar ini dilakukan tiga langkah pokok, yaitu tahap analisis situasi awal, tahap pengembangan bahan ajar, dan tahap penuhsan bahan ajar. Kegiatan yang dilakukan pada tahap analisis situasi awal adalah analisis kebutuhan dengan melakukan kajian GBPP. Dari tahapan ini ditetapkan pokok bahasan yang dikembangkan adalah pecahan dengan sub pokok bahasan Pecahan dan Lambangnya,P ecahanS enilai,P ecahanC ampurand an Perbanding-and, an Operasi pada Pecahan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap pengembang-an bahan ajar adalah penentuan indikator pencapaian hasil belajar (IPHB), pengembangan isi pembelajaran, pengembangan kegiatan belajar, dan, penetapan alokasi waktu pembelajaran . Dari kegiatan ini dihasilkan rancangan bahan ajar sebagai pedoman penulisanb ahana jar. Setelahm elakukanp engembanganra ncanganb ahana jar, penulis menulis buku ajar yang berupa buku siswa. Bahan ajar yang ditulis dikonsultasikan kepada pembimbing dan direvisi berdasarkan saran dan masukan dari pembimbing. Selanjutnya bahan ajar yang telah direvisi ini dinilai oleh guru bidang studi matematika SLTP kelas l. Data yang diperoleh dari guru bidang studi matematika SLTP kelas I berupa data kualitatif yang berupa saran dan komentar. Data ini diperoleh dengan menggunakan angket. Dengan mempertimbangkan saran dan komentar dari guruguru pengajar, penulis melakukan revisi dalam rangka penyempurnuranb ahan ajar. Penulis mengharapkan agar bahan ajar ini dapat dikembangkan lebih lanjut" sehinggan antinyad apatd igunakang uru dan siswa dalamp rosesb elajarm engajar

Aplikasi barisan dan deret dalam bidang manajemen keuangan oleh Sitti Hadijah

 

Modul pembelajaran barisan aritmatika dan deret aritmatika untuk kelas I caturwulan III SMU oleh Nurul Faridah

 

ABSTRAK FaridahN, urul. 2002.M odul PembelajaranB airisanA ritmatiku dan Deret Aritmatika untuk Kilas I Caturwulan 3 Slvi{I. Skripsi, Jurusan PendidikanM atematikaF MIPA UniversitasN egeriM alang.P embimbing: (I) Drs.H .M.ShohibuKl ahfi,M .Pd, (ID Drs.SlameMt, 'Si Katak unci : Modul, PembelajaranB,a risanA ritmatika,D eretA ritmatika. Phobiam atematikam erupakane fekd ari ketersiksaasni swak arena kesulitand alamm emahamip elajaranm atematika,y ang di awali dengan ketidakpahamtsrins wad enganm ateriy angd iajarkang uru,s ehinggala makelamansi swat idak tertarikl agi untukb elajar,b ahkanm enganggappe lajaran matematiksae bagabi eban.U ntuk itulahp erlua danyak reativitasd ani novasig uru untukm engemUititanm inatb elajarm atematikaM. odul merupakans alahs atu carau ntukm embangkitkamn inatb elajars iswa,k arenad enganm enggunakan modulb ahasanm ateri lebih sistematist,e rarah,u ntuk guru dan srswa' Modul ini berisit entangp engertianb arisana ritmatika,s ukuk e-nb artsan aritmatikas,u kut engahb arisana ritmatika,s isipanp adab arisana ritmatika. Sedangkapna dad ereta ritmatika,d ijelaskanp engertiand ereta ritmatikaj,u mlah n sukup ertama,y ang disertai contoh soal dant ugasu ntuk mengetahutii ngkat p.ruhuran siiwa danl embart es untukp engukurti ngkatp emahamasni swa. Dengan mempelajari modul ini diharapkan konsep barisan aritmatika dan dereat ritmaiikab enar-benadri pahamoi leh siswa,s ehingggatid ak terjadi kerancuakno nsepd enganb arisand an deret geometria taub arisand an deret lainnya.Selaiitnu keteiitiand alamm enghitungd ani ntensitasla tihans oal-soal sangatlamh endukungd alamp enguasaamn aterii ni.

Perbandingan logika kabur zadeh, logika kabur klir-yuan I, dan logika kabur Kleene-Dienes pada beberapa hukum logika tradisional oleh Arik Harianto

 

Logikak aburb erkorespondendsei nganh impunank abur.N egasik abur, konjungsik abur, dan disjungsik abur masing-masingb erkorespondensdie ngan komplemenk abur,i risank abur,d and isjungski abur.O peraski omplemenk abur, irisank abur, dan disjungsik abw adab eberapajenisJ. enis-jenisk omplemenk abur antaralain komplemen kabur standar, komplemen kabur Sugeno, dan komplemen kabur Yager. Jenis-jenis irisan kabur antara lain irisan kabur standar, perkalian aljabard, ans elisiht erbatasJ. enis-jenisg abungank abura ntarala in gabungan kaburs tandar,p enjumlahana ljabar,d anj umlah terbatas. Logika kaburZ adeha dalahlo gika kabury angb erkorespondensi denganh impunank abur yang menggunakano perasik omplemenk abur standar, irisan kabur standar,d an gabungank abur standar.I mplikasi yang digunakan pada logika kabrx Zadeh adalah implikasiZadeb. Logika kabur Klir-Yuan I adalahl ogika kabur yangb erkorespondensdi enganh impunank abur yang menggunakano perasik omplemenk abur standar,p erkaliana ljabars ebagai irisank abur, dan penjumlahana ljabar sebagagi abungank abur. Implikasi yang digunakanp adal ogikak aburK lir-Yuan I adalahim plikasiK lir-Yuan I. Logika kaburK leene-Dienesa dalahl ogika kabur yang berkorespondensdi engan himpunank abur yang menggunakano perasik omplemenk abur standars ebagai komplemenk abur, selisiht erbatass ebagair isan kabur,j umlah terbatass ebagai gabunganka bur,s ertai mplikasiK leene-Dienes. Kajian ini bertujuanu ntuk membandingkanlo gika kabur Zadeh,l ogika kaburK lir-Yuan I, dan logika kabur Kleene-Dienesp adab eberapah ukum logrka tradisionald enganc aram embuktikank eberlakuanh ukum-hukuml ogika tradisionapl adam asing-masinjegn is logikak abur. Hasil yang diperoleh dari kajian ini yaitu: hukum negasi rangkap, komutasia, ssosiasdi,a nD e Morganb erlakup adal ogrkak aburZ adeh,l ogika kaburK lir-Yuan I, sertal ogika kaburKleene-Dienesh; ukum idempotensi, distnbusi,a bsorpsih, uk-urn(" - p v q) n (p v - q) = (- p t -- q) v (p n q), dan hukum (- p n q) v (p n -- q) = (-- p v -- q) n (p v q) hanya berlaku pada logika kaburZ adeh;h ukumk ontraposisik, ontradiksid, anh ukump enyisihanjalan tengahh anyab erlakup adal ogika kaburKleene-Dienesh; ukum p + q = -- p v q, eksportasid, ana bsorpsdi ari negasti idakb erlakup adak etiga jenis logika kabur.

Perbedaan prestasi belajar matematika siswa yang diajar dengan metode belajar kooperatif model STAD dengan siswa yang diajar dengan metode belajar konvensional pada pokok bahasan relasi, pemetaan, dan grafik siswa kelas II semester I MTS Negeri Wates Blitar

 

Kegialanp embel4iarand i kelss merupakanh al yaagcukup peutingdari keselunrban poscsp cndidikan Pencapaiantu juan psndidikan scbagianb esard itentukano lch keberhasilakne giaan pembelajarand i kelas.O leh karenai tu denganb erusaham eningkatkan mutup €mbelajarand i kclas,b erarti telah ikut meningkatkanm utu pendidikans ecarau mum. Metodeb elajark ooperatif model STAD adalahs alahs atum etodep embelajaranm atematika yangd apatm engaktifkans eluruhs iswa selamap rosesp embelajar.adne nganm emberikan kesempdn bet€rjasama arilar sisna png mcmpur5ai temampuan heterogeir Penelitian ini berhrjuan unA* (l) mengetahui apakah pestasi belajar matcrnatika' padap oko&b ahasanR elasi,P cmetaand, an Grafik sisn'ak elas I scmes0eIr M Ts Negeri WatesB litar yang diajar denganm enggunakanm etodeb elajar kooperatif model STAD lebih baikd ari padas isway ang diajar denganm etodeb elajar konvensional,( 2) mengetahui hgaimanatanggapans iswak elast r MTs NegCriW atesBlihrbrltadap penggmasnostode belajark ooperatif model STAD dalam bidang studi maternati{ak hususryad alam pokok bahasaRn elasi,P em€taand, an Grafik Penelitiani ni meruprkanp enelitian eksperimens emu Rancang;apne nelitiany ang dipilih adalah model posttest only group design Populasi penelitian adalah siswa kelas II MTsNW atesB litar tahun ajaran2003-2004y ang terdiri atasd ua kelas. Sampeld alam Wlitianini adalah semua populasi. Secara acakdipilih k€hs IIa sebagai kelas elsperimen dan kelas Ib s€bagai kelas kontrol. Denganm enggrmakanu ji satup ihak diperoleht Hn s > t uuuyr aitu 3,95 > 1,67, sehinggHa 1d iterima atauHod itolak yang berafi prestasib elajarm atematikap adap okok bahasaRn elasi,P emetaand, an Grafik sisway ang diajar denganm etodeb elajar kooperatif model STAD lebih baik dari pada sisua yang diajar fugpn metode belqiar konwnsioml. Perhitungapne rsentas€s kor rata-ratat anggapans iswat ertadap skor maksimald iperoleh 740los,e danglamr€ ntanganp srse{rtase7 lo/o snmpi dengan1 0(P/ob nggapans isuraa dalah ' positif.

Penggunaan pohon rentangan (spanning tree) untuk perancangan model jaringan yang efesien oleh Diah Yuni Permasari

 

Modelj aringanm erupakanm odelg raphb ermuatany angd igunakanu ntuk memodelkansu atup ermasalahakne mudiand icari penyelesaiannydae ngan bantuan-teorgi raph.S alahs atut eori graphy ang dapat{ igunakan untuk menyelesaikasnu atup ermasalahamn odelj aringana dalahp ohonr entangan. Pohonr entangany ang dimaksuda dalahp ohonr entanganm inimum dan pohon rentangamn aksimum. Skripsii ni merupakanh asilk ajianp ustakay angm embahams asalah (l) pengertianm odelj aringan,( 2) pengertianp ohonr entangand alamj aringan yangt erdiri dari pohonr entanganm inimum dan pohon rcntanganm aksimum, (3) algoritma yang digunakan untuk menentukan pohon rentangan minimum atau pohonr entanganm aksimum,d an (a) penerapanp ohon rentangand alam kehidupann yata.D ari pembahasamn asalah-masalainhi , diharapkand apatd ikaji dand ipahamip enggunaanp ohonr entanganu ntuk menentukanr ancangans uatu modeljaringany ange fisiens ebagasi alahs atua lternatifpenyelesaiadna ri suatu permasalahan. Dari penulisan skripsi ini, diperoleh kesimpulan bahwa dengan memodelkans uatup ermasalahayna ngs esuadi alamm odelj aringan,k emudian dicari penyelesaiannydae nganm enggunakanp ohonr entangand, apatd iperoleh suatur ancanganm odeljaringany ange fisiens ebagaai ntematifpenyelesaiadna ri permasalahante rsebut. Jaringany ange fis iena dalahja ringans ebagaai lternatifp enyelesaiasnu atu permasalahanya ngm erupakanp enyelesaiany ang tepat,t anpam embuang-buang waklu, tenaga, dan biaya dalam pelaksanaannya. l

Perencanaan jaringan kerja pada proyek pengerasan jalan hantar di Ampel Gading dengan metode lintasan kritis oleh Yovita Viandari

 

Network is a model of graph theory to plan and to control a project This thesihsa sg oalst o explaino f nltwork in RmpelG adingp rojectT' he methodu sedin n.ii"ort,J*uke the ioad be solid in Ampel -Gading Projecti s a critical.pathm ethod *t irtt r"*" in directedg raphu sings ymbol-symbonl amelya now' circle and principleb asico f independenlot gic' The critical pattri s iaentiied by usingf astestt ime of progressc onsideration andl atest ime of decreasceo nsiderationa ndb y usingf loat W-ec analso use ;;il;;;t programsli ke QSB+a ndM icrosoft.Projectto identiff critical path' From tr,",ir"rt orclrrticatp athi nalysis,w e aanf ind the total time finishing project, so the . ilri;;", the total workers a'nd the total cost can be minimized' Fromcriticalpathmethodofnetrvorkdiagram'rveknorvthatthetotaltimeto finish this project is 39 days in 8 work hours each day' By usrnq {o1tle orientation schedulecanbefoundthaitheprojecttotalcostli?s1R.6p7 9.200,00..5owecan makec onsideratiofnr om the resulia nalysisb y networkp lanninga ndt he result from the project have done.

Penerapan Lintasan Terpendek (shortest) Untuk Perancangan Model Jaringan oleh Muttaqin Eko Wirawan

 

Penerapajanr ingupada saati ni telahb anyakd igrrnakanH. al ini terlihat padab erbapi sisi dalamk ehidupanm, isalnyaja ringanl ishik, jaringan telckomonikasi,jaringnnjalarany a,jaringanr el keretaa pj danjaringank omputer. Modejla ringand irancangu ntukd apatm engoptimalkapne nggunaajanr ingan. Modelj aringanm erupakanm odelg mphb ermuatante rhubungy ang digunakanu ntukm emodelkasnu atup ermasalahakne mudiand icarip enyelesaian nyad enganb antuante ori graph.S alnhs afirt eori gaph yangd apatd igunakan untukm enyelesaikasnu atup errrasalahamn odelj aringana dalahli ntasan terpende(ks hortespt ath). Slcripsiin i nerupakanh asilk ajianp ustakay ang membahams asalah-masala(lh) pengertimja ringan,( 2) linasant erpendek (shortesptt h), (3) penelapanlin tasant erpendek(s hortespt ath) padak ehidupan nyata.

Penggunaan fenomena konflik kognitif untuk meningkatkan sikapbelajar biologi dan penguasaan materi konsep indera mata di SMUN I Batu oleh Dwi Edi Peni

 

Pemodelan matematika untuk rangkaian RLC seri oleh Yusman Septiono D

 

Mathematicsm odellingi s a descriptiono f an objecti s orderedin mathematicasl tatementw ith particular objective, sucha s to recognizet he attitude ofan object. In physicso neo f the describem odela RLC circuit seriesR. LC circuit seriesis a simplee lectricalc ircuit which onec onnectedo f resistorw ith resistance R, inductorw ith inductanceL , andc. apacitorw ith capacitanceC at the voltagee (r) accordintgo thes eries. Mathematicsm odellinso f RLC circuit seriesh asa commonf ormula r* , p!!t !i6 - e'(t) dt' dt C whichi s derivedb y applyingv oltageK irchoff law. The equation( *) is the second-ordenr on-homogeneoudsi fferential equation. Whena t the circuit therei s not free sourceo r engineeringfu nctione (/) : 0, then the circuit responsec all a natural responseA. nd if at the circuit there is frees ourceo r engineeringfu nctione (r),t hent he circuit responseca ll a forced responseT. here are somef ree sourceso f engineeringf unction will be studiedt he constanvt oltages ourcea, simples quarew avef unction,a simplet riangularw ave function, and a simple saw tooth wave function. The last section of the thesis is talkeda boutt he applicationo fRLC circuit seriesa st uner. One of method to determine the solution of RLC circuit series is by using Laplacetr ansform.T he resulto f the equation( *) canb e transformsa simple equation to get current equation l(r

Optimalisasi jaringan pada pendistribusian arus listrik oleh Hernik Sulasminingsih

 

PT. PLN (PerseroU) nit Bisnis( UB) JawaT imur are0P elayanadna n JaringanM alangU nit Pelayanand anJ aringan( UPJ)G ondanglegbi erupaya mempertahankapna sokanli strik kepadak onsumens ebaikm ungkin.M eskipun untukm embangkitkatne nagali strik danm enyalurkans ampaki e konsumen sampadi enganb ulanJ uni 2003 UPJG ondanglegmi enanggunbge bano perasional yangs angabt erats ehinggam engakibatkakne rugian.H al ini disebabkanka rena adanyam asalahte knik dan nont eknik dalamp endistribusiaanr usl istrik. Salah satup enyelesaiamna salahte kniky aitud enganc aram engkajui langk eoptimalan jaringanp endistribusiaanr usl istrik. Jaringanp endistribusiaanr usl istrik teganganm enengahU PJG ondanglegi digambarkadna lamb entuky angs cdcrhankae mudiand ianalisisc bagami odel transportasbi iasa( dengana lgoritmar ute terdekaty ang dimasukkank e dalamnya) adalahm odel transshipmentD. enganm enggunakanb antuank omputery aitu programQ SB (QuantitativeS ystemf or Businessu) ntukm enentukanse lesaian yango ptimal.D enganm etodet ersebutj,a ringanp endistribusiaanr usl istrik teganganm enengahp adaU PJG ondanglegai kano ptimala pabilal intasanJintasan pada(: l) PCTD s.B akalank e PenyulanBga kalan(,2 ) PCTD s.S ananrejkoe PenyulangB okor,( 3) PCT Ds. KedungP edaringanke PCT Ds. Bakalan,d an( 4) PCT Ds. Sananrejok e PCT Ds. Bakalant idak digunakand alamp endistribusian arus listrik.

Pengembangan bahan ajar aljabar untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertma (SLTP) berbasis konstruktivisme oleh Nurul Rakhmawati

 

Saati ni prestasbi elaiars isrvam asihb elum memenuhih arapanr,v alaupun telah banyak dilakukan usaha dalam rangka peningka@n prestasi belajarnya. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini, salah satunyaadalah belum adanya bahan ajar yang dapat membangun konsep siswa. Bahan ajar yang ada saat ini hanya mernberikan konsep dan contoh sehingga siswa akan sulit untuk menyelesaikanp ermasalahanb aru atau berbeda. Dalam rangkam engatasim asalaht ersebut,p enulis mengembangkanb ahan ajar Matematika dengan pokok bahasan Aljabar untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertarna(S LTP)k elas3 berbasisk onstruktivisrneD. enganb ahana iar ini diharapkan dapat rnernbimbing siswa dalarn membangun konsep sehingga siswa terarnpil untuk rnenyelesaikanp ennasalahany ang baru. Dalam pengembanganb ahan ajar ini dilakukan empat langkah pokok yaitu tahap analisiss ituasia wal, tahap pengembanganr ancanganb ahan ajar, tahap penulisan bahan ajar, dan tahap penilaian bahan ajar. Kegiatan dalarn tahap analisis situasi arval adalah analisis kebutuhan dan kajian GBPP. Dari analisis situasi awal ini ditetapkan pokok bahasan yang dikernbangkan adalah Aljabar dengans ub pokok bahasanU rutan PengoperasianA ljabar, Penjumlahand an PenguranganS uku Sejenis,P erkalian Suku Dua, Pernfaktoran,s erta MenyelesaikanP ersamaanL inier dan Kuadrat.S edangkank egiatand alatnt ahap pengembanganra ncanganb ahan ajar adalahp enetapans asarank egiatan, penetapanis i pembelajaranp, engembangank egiatanp embelajaran.d an penetapan alokasi waktu pembelajaranD. ari kegiatan ini dihasilkan rancanganb ahan ajar sebagai pedoman dalarn penulisan bahan aiar. Setelah melakukan pengernbangan rancanganb ahana jar,p enulism enulisb aharia jar yangt erdiri dari buku siswad an buku guru.B ahana iar yangt elah disusuni ni dikonsultasikank epadap ernbirnbing dand irevisib erdasarkasna rand an rnasukand ari pernbirnbingS. elanjutnyab ahan ajary angt elahd irevisii ni dinilai oleh ahli PendidikanM aternatikay aitr:g uru bidang studi Matematika SLTP kelas 3. Data yangd iperolehd ari ahli PendidikanM aternatikar nerupakand ata kualitatif yang berupa saran dan komentar. Data ini diperoleh dengan menggunakarar ngket.D engan mempertimbangkans arand an kornentard ari ahii Pendidikan Maternatika, penulis rnelakukan revisi dalam rangka penyempurnaan bahan a1ar. Penulism engharapkana gar bahan ajar ini dapat digr"rnakang uru dan siswa dalam prosesb elaiar rnengajar,d isel'larluaskanp enggunaannl,ad i SLTP, dan dikembangkanle bih lanjut untuk pokok bahasany angl ain

Grup hingga dan grup bagan oleh Danti Mindi Arini

 

salahs atuk onsepm atematikyaa ngp entingd alams trukt'r aljabara dalahg rup, karenag rupm erugakansu atus istemm atematikaya ngt erdiri cari satuh impunanlaf- \grory dans atuo perassi ertam emenuhsi ifat-sifat ertentus. ruktur dari g,up dibedakamn enjadid uay aitu gruph inggad ang up tak-hinggaG. dikatakang rup .tfnesajita uanyaknyuan surd ari G adalahh inggas edangkaGn dikatakanta khinggajikab anyaknyuan surd ari G adalahta k-hinggaB. anyaknyuan surd ari suatu himpunadni sebuot rder. Dalamp engembangasne lanjutnydai pelajario rderd ari gup dano rderd ari ynry di grup.o rder dari grupd ilambangkaIn c I ouno rderd ariu nsurd ilambangkan lel. Jika H grup baglan dai G maka H adalahgrup terhadap operasi yang didefinisikand i G. Dalam pembahasanse lanjutnyad ibahast intang uji grui bagian yaitu:u ji grupb agians atul angkahu, ji grupb agiand ual angkaho u'^r i:i-etupb agian hingga. l l l

Homomorfisma grup siklik oleh Anik Muflihah

 

Grup merupakan suatu sistem matematika yang terdiri dari suatu himpunan tidak kosong, satu operasi biner, serta memenuhi sifat tertutup, asosiatif, adanya elemen id€$igs, danafutya invers unrrk masing-sasitrg elemen di grup. Order dari trup G , I G I adalahU anyaknyau nsurd ari himprnan G, sedangkan mder dari msur g dalam crup G adalah n jika n bilangnn hrlat positif terkecil phi"ggu g' : e ditulis lg l: n Mi*arrran G suatu grup dan H himpunan bagian tidak kosong dari G yang memiliki operasi yang ssms dsnpl operasi Oi C -a*a tf aisetut grup bagiand ari G. suatu grup G disebutg rup siklik jika dan hanyaji ka terdapatg -ggo?,G sedemjkian hirggu g babon dad G- g babon dari G jika g di C dan 9: {d'ln di Z}. JikaG suatug rup,g unsurd i G danH :{gl In di Z}adalahg rup bgian dari G, lalrak^Hadzlahgrup bgian siktik dari C ae"gn Uaton g Suatup emetaBnf dari grup ( G *) ke grup ( H, #) disebuth omomorfisma grue jlka f (a * b): (a) # f(b) untuk setiap a, b di G.Misalkan H suatu grup dan G grup siklik dengan babon g maka pengaitan f(d): (f(g))' , unruk setiap ndi Z mendefrnisikans uatuh momorfisma grup dari G kc H, danj ika 6 431i1"x"1"h grup siklik yang memiliki babon berturut-turut adalah g dan h, dan lff lmembagi I C [ ' !!aka parg:ditan{ d): h", rmhrks etiapn di Z mendsfinisikane ptunorEsrngi nrp daxi GkeH.

Homomorfisme dan ideal semigrup oleh Tamyis Suliantoro

 

Semigrup dan monoid adalah sistem matematika yang lebih umum dibanding dengan grup. Namun kedua obyek itu, semigrup dan monoid, penting dipahami dalam mempelajari obyek-obyek dalam konsep aljabar lainnya. Semigrup adalah suatu himpunand engans atuo perasbi inery anga sosiatif,jikas emigrupte rsebut mempunyaui nsuri dentitasd isebutm onoid.M isalkan fungsif : S-+T, S danT masing-masinagd alahs emigrupF. ungsif disebuth omomorfismed ari (S,r,) ke (T,. ) jika f (a* b) = f (a). f (b) untuk semua a,b e S. Jika f fungsi bijektif (korespondensi satu-satud)i sebutis omorfsi me. Semigrupju ga mempunyaii deal, yaitu I disebuti deal dari sebr.rashe migrup S,j ika I merupakanid ealk anand ani dealk iri dari S. MisalkanJ , K ideal-ideal semigrupS . Maka himpunanJ + K: {u * v : u eJ danv eK} danJ nK ideald ari S. Misalkan I ideal dari semigrup S. Ideal I dikatakan ideal minimal dari S jika untuk setiap ideal J dari S dan Jc I, maka J - I. Jika S sebuah semigrup denganunsur nol-0.S dikatakan0 -sederhanajika3 2+ {0} danS hanyam empunyadi uai deal,{ 0} dan S sendiri. ut

Aplikasi Software maples 8 pada grup Cn dan grup Dn oleh Andik Setiawan

 

Dalam teori grup, grup siklis dan gup dihedratm erupakand uab uaht opik gup yangs eringd ibahasP. enyajiang fup siklis sertrag rup dihedrals ecatam anual, datrt dilakulffi denganb anyake lemeng rup hinggay angr elatif sedikit. Kenyataan ini yangm endorongp enulisu ntuk msnelaahg fup siklis dan gup dihedrald engnn menggunaftabna ntuans ofiware Maple. Sofiware Maple merupakans alah satu programap likasim atematikaya ngm enyediakafna silitasu ntukk omputasmi atematis wrtak emampuavni sualisasyi angs angact ocoku ntuk menelaahk onsepg rup siklis dan gup dihedral. Konsepg rups iklis dang up dihedrayl angd ikerjakand alamM apled ilakukan denganca ram encarri ealisaski eduag fup tenebut.G rups iklis (Cn) dapatd isajikan sebagahi impunanr otasi dari s€gl hnyak beraturann . Grup dihedral{ Dn) dapat disajikans ebagnhi impunanro tasid anr efleksid ari segtb anyakb eraturann . Dengan realisasrio tasi,g rups iklis mempunyaei lemenr otasi-rotassie jauh(3 60/n), dengekn = 0, 1,2, ... , (n-l). Grupd ihedraml empunyani elemenro tasdi alamg rups iklisd an n elemenre fleksip adas umbus imeti yangm elaluit itik sudutf , untukr t = 0, l, 2, .- . , n. Penulisaenl emenu ntukg rups iklis dang rupd iherald apatd ilakukand alamb entuk permutasi-permutaSsui.a tup ermutasni elemend apatd ipondangss bagnfiu ngpia tau pemetaans atu-satud an oAo yang mengaitkans etiap elemend engant epat satu elemen lain. Pada slripsi ini banyak elemen grup siklis dan gup dihedral untuk sofiwareMapldei batasui nhrkn S 500. Hasil tenebut dapatd igunakanu ntuk menampilkane lemeng rup, mencari elemenid entitasm, encari nversu ntuk setiape lemenm, encarhi asilp erkaliana ntar elemeqm enampilkavni sualisasim, enampilkatna belC ayleyd anm enentukaonr der darig rup siHis sertag rupd ihedral.S ehinggasl aipsii ni mengbasilkasnu atua plikasi sofiwareMapluen tukg rups iklis dang rupd ihedralB. erdasarkahns silt ers€butd apat disarankanu ntuk pengsmbangalenb ih laqjut mengenapi enyajianb ahasan+ahasan tentanga ljebar,m isalnyas ubgrupd ihedrald anh asilk ali grupd enganm enggunakan banttnnsofiwareM aple.

Program pembelajaran sistem persamaan linear dua peubah dengan pendekatan realistic mathematic education (RME) untuk siswa SLTP kelas II semester 2 oleh Dwi Tofiska Bp.

 

Kurangt epmya metoded anp endek*any angd igrrnakmo le'h-grrrdua lam nenyampa*ai "rt"ti p"tujor* menyebabkakne ciluyaketertarikans isrvatertadap m#ri tersetut. Hal inijqat€rjadi dalarn menpjar*an materi matematika Akibatnyap engro** Loitr"p oleh siswat erhadapm aterim atematikaa kal semakin rendahP. end€kaEtk onvensionayl ango asih kerapd iguoakmo leh gtru d"!m .e"yuryuft* materip elajarans eharusnydai pe6arui sedikitd ernis edftit dengan .""1*i'"U"*xUp."A*uL" t"i" yang uon konveusioual Salah satu p"*tfd-* v-e non konvensionayl ang saaug tayat dipe*atil

Strategi pembelajaran transformasi pada siswa kelas tiga sekolah lanjutan tingkat pertama oleh Arifin

 

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP 2006) untuk tingkat SMA memiliki beberapa cakupan dalam kemampuan bersastra yang salah satunya adalah memerankan dialog dan action tokoh dalam naskah drama. Hal ini memiliki arti bahwa naskah drama tidak hanya disikapi sebagai karya naskah baca saja, tetapi seharusnya juga disikapi sebagai karya pentas. Dalam praktik pembelajarannya, guru lebih sering menyikapinya sebagai karya naskah baca saja. Berdasarkan kesenjangan itulah, diadakan penelitian tentang kemampuan dialog dan action siswa dalam naskah drama. Adapun masalah dalam penelitian ini dibatasi pada lakon dan pemain saja. Tujuan penelitian ini secara khusus adalah untuk memperoleh deskripsi secara objektif tentang (1) kemampuan dialog drama siswa pada aspek intonasi, (2) kemampuan dialog drama siswa pada aspek artikulasi, (3) kemampuan dialog drama siswa pada aspek gesture, dan (4) kemampuan dialog drama siswa pada aspek business. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI bahasa SMA Negeri 2 Malang tahun 2007 yang berjumlah 11 siswa. Dengan metode deskriptif eksploratif diperoleh data tentang (1) kemampuan dialog drama siswa pada aspek intonasi, (2) kemampuan dialog drama siswa pada aspek artikulasi, (3) kemampuan dialog drama siswa pada aspek gesture, dan (4) kemampuan dialog drama siswa pada aspek business. Adapun teknik penelitian ini terbagi menjadi (1) tahap pengumpulan data, (2) teknik analisis data, dan (3) norma/kualifikasi. Kualifikasi dan norma penelitian ini dikategorikan mulai dari tingkatan kurang sekali, kurang, cukup, baik, baik sekali, hingga tingkat istimewa. Pembahasan dari kemampuan dialog dan action drama siswa ini meliputi 4 aspek, yaitu aspek intonasi, aspek artikulasi, aspek gesture, dan aspek business. Hasil dari pembahasan tersebut terperinci dalam bentuk persentase yang selanjutnya menjadi deskripsi kemampuan menurut kualifikasi. Hasil kemampuan dialog dan action drama siswa untuk kualifikasi istimewa antara lain: 18,2% untuk aspek intonasi, 27,3% untuk aspek artikulasi, 27,3% untuk aspek gesture, dan 0% untuk aspek business. Hasil kemampuan dialog dan action drama siswa untuk kualifikasi baik sekali antara lain: 27,3% untuk aspek intonasi, 9,1% untuk aspek artikulasi, 9,1% untuk aspek gesture, dan 45,4% untuk aspek business. Hasil kemampuan dialog dan action drama siswa untuk kualifikasi baik antara lain: 36,3% untuk aspek intonasi, 45,4% untuk aspek artikulasi, 45,4% untuk aspek gesture, dan 54,6% untuk aspek business. Hasil kemampuan dialog dan action drama siswa untuk kualifikasi cukup antara lain: 18,2% untuk aspek intonasi, 18,2% untuk aspek artikulasi, 18,2% untuk aspek gesture, dan 0% untuk aspek business. Berdasarkan keempat aspek kemampuan dari dialog dan action drama diperoleh rata-rata kualifikasi sebagai berikut. Untuk kualifikasi istimewa diperoleh rata-rata 18,2%. Untuk kualifikasi baik sekali diperoleh rata-rata 22,7%. Untuk kualifikasi baik diperoleh rata-rata 45,4%. Untuk kualifikasi cukup diperoleh rata-rata 13,6%. Penelitian ini diharapkan (1) guru Bahasa Indonesia mampu mengubah pola pikirnya terhadap cara dan teknik dalam memberikan materi pembelajaran khususnya drama dengan membuat variasi pengajarannya, selain itu mampu menyikapi naskah drama sebagai karya yang bisadipentaskan; (2) adanya penelitian lanjutan dari peneliti lain dengan tujuan untuk lebih menyempurnakan penelitian ini.

Rancangan dan implementasi paket program pengajaran transformasi bidang berbantuan komputer oleh Rakhmad Fajar Wijaya

 

Penentuan graph dan digraph hamilton serta aplikasinya oleh Novi Agustiningrum

 

Teori graph merupakan salah satu cabang ilmu matematika yang banyak manfaaatnyaS. alah satu bahasand alam teori graph adalah mengenai gfaph dan' digraphH amilton.G raphH amilton adalahg raphy angm emuats ikel Hamiltony aitu sikel yang memuat semua titik pada graph. Digraph Hamilton adalah digraph yang memuat sikel Hamilton yaitu sikel yang memuat semua titik pada digraph. Graph dan digaph Hamilton sangat berguna untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah untuk menyelesaikan Traveling Salesman Problem (TSP). Namun graph dan digraph Hamilton tidak merniliki karakteristik khusus sehingga sulit menemukan metode yang efektif untuk menentukannya.Olekha renai tu skripsi ini membahasm engenaip enentuang raphd an digraph Hamilton dengan dua metode yaitu metode matriks bentuk normal dan metode closure gaph dan aplikasinya pada TSP terutama pada graph dan digraph terhubungd an sederhana. Dari hasily angd iperoleht emyatam etodem atriksb entukn ormall ebih efektif dan pada metode closure graph untuk menentukan graph dan digtaph Hamilton terutamad alama plikasinyap adaT ravelingS alesmanP roblem( TSP

Efektifitas pembelajaran dengan modul matematika kelas v di SD Laboratorium UM oleh Neli Kusrini

 

Inti kegiatanp ernbelajaraand alaht erjadinyap rosesb elajarp adad iri siswa. Persoalarmyaad alahb agaimanam enciptakans ituasi dan kondisi belajar anak agar dapat berkernbangs ecarao ptimal sesuaid engank emampt'ony ang dirniliki siswa. Dalamm engoptimalkanp roses pembelajarant ersebut masih terdapat hambatanhambatayna ng dapat mengakibatkand iperolehnyah asil belajar siswa yang rendah. Salah satu Alternatif pemecahan masalah belajar yang dapat diterapkan oleh yaitu pembelajaran dengan modul, seperti yang telah dilaksanakan di LaboratoriuUmM . Penelitianin i bertujuanu ntukm enganalisi(sl:) perbedaahna silb clajara ntara siswak elompok atas dengan kelompok bawah pada pembelajarand enganm odul, (2) perbedaanh asil belajar antara siswa kelompok atas pada pembelajaranm odul dengank elompoka tasp adap embelajaratna npam odul,( 3) perbedaanh asil belajar antaras iswak elompokb awahp ada pembelajaramn odul dengank elompokb awah padap embelajaratna npa modul, (4) perbedaanh asil belajar antaras iswa pada pembelajaramn oduld enganh asilb elajars iswap adap embelajaratna npam odul. Penelitiani ni merupakanp enelitiane ksperfuneyna ng membandingkahna sil belajar siswa antara sebelum dengan sesudah diberikan perlakuan benrpa pembelajaradne nganb idang studi matematika.H ipotesisy ang diajukan terdiri dari hipotesisa khir dan hipotesisa wal. Hipotesis akhir yaitu ada perbedaany ang sipifikan terhadap hasil belajar siswa antara pembelajaran modul dengan pembelajaratann par nodul,y augd apatd ijabarkans ebagabi erikut:( l) Ada perbedaan yang sigrifikan terhadap hasil belajar antara kelompok atas dengan kelompok bawah padap embelajaradne nganm odul,( 2) Ada perbedaayna ng sigrrifikante rhadaph asil belajara ntarak elornpoka tas pada pernbelajaranm odul dengank elornpoka tas pada pernbelajaratann pam odul,( 3) Ada perbedaanya ng signifikmt erhaclahpa silb elajar antarak elompok bawah pada pembelajaranm odul dengank elompok bawah pada pembelajaratann pam odul,( 4) Ada perbedaayna ng signifikantc rhadaph asilb olajar siswaa ntarap embelajaramn oduld engans iswap adap embelajaratna npam odul. Sedangkanh ipotesisa wal yaitu (l) Tidak ada perbedaanh asil belajar antara kelompoka tasd engank elompokb awahp adap embelajaradne nganm odul,( 2) Tidak adap erbedaanh asil belaiara nlarak elompoka tasp adap embelaiaramn oduld engan kelompoka tasp adap embelajaratna npam odul,( 3) Tidaka dap erbedaahna silb elajar antarak elompokb awahp ada pembela.jaramno dul dengank elompokb awahp ada gufu SD pembelajaratann pam odul, (4) Tidak ada perbedaant erhadaph asil belajar siswa antarp'a e mbelajarmano duld enganp embelajaratna npam odul' Subjei penelitiani ni adalahs iswa kelas V-A SD LaboratoriurnU M tahun ajun 2003i2004S. iswa kelas V-A dibagi menjadi kelompok atas dan kelornpok bawah. sedangkan kelompok pembanding (konrol) dipilih sDN sumbenari IV !{alang dengan diterapkan pembelajaran tanpa modul. Tes diterapkan sebagai instunen pengumpuladna ta yang terlebih dahulu dilalokan uji validitas bltir soal, reliabilitas -butir soal, dan tingkat kesukaranb utir soal. Anatsis yang digrrnakan adalahte knik Anava satu arah yang sebelumnyad ilakukall uji normalitasd an uji homogenitas. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwa hipotesisa lfiir terbukti yaitu : (l) Ada perbedaayna ng sangats igrifikan terhadaph asil belajal antaras iswa kelompoka tas dengasni swak elompokb awahp adap embelajarand enganm odul,( 2) Ada perbedaan yangs ig'nifikaann tarah asilb elajark elompoka tasp adap ernbelajaramno duld engan letompota tasp adap embelajaralna npam odul,( 3) Ada perbedaanya ng signifikan terhadip hasil belajar antara kelompok bawah pada pembelajaranm odul dengan kelompbkb awahp adap embelajaranta npam odul,( 4) Ada perbedaany ang sigrifikan terhadaph asil belajar antaras iswa pada pembelajaranm odul denganp embelajaran tanpam odul.H al ini berarti bahwap embelajarand enganm odul matematikak elas V di SD LaboratoritunU M lebih et-ektifb ila dibandingkaud enganp embelajalanta npa modul,d enganh asilu ji efektifitasn ilai F1''6ul'e, bih besard aripadan ilai F66"1. Berdasarkanh asil penelitian,d iharapkanp enelitiani ni dapatb ermanfaabt agi pembacay ang berkepentingante, rutamak epadap ihak sekolaha gar penelitianin i dijadikand asarp ertimbanganm tuk penerapanp embelajaradne nganm odul pada birbagaim atapelajarans,e laini tu bagi peneliti lain, diharapkanh asil penelitianin i bisad ijadikans ebagadi asarp enelitiand an pengembangamno tlull ain sestradi engan matap elajarany angd iberikand i sekolah-sekolah.

Upaya guru dalam memotivasi belajar matematika siswa kelas V Sekolah Dasar se-Kepenilikan Kecamatan Klojen Kota Malang oleh Rusiati

 

Proses evaluasi mata pelajaran pendidikan jasmani SDNdi Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember oleh Heru Hendriyanto

 

Pelaksanaanp engajaranp endidikanj asmani di sekolahb erfungsis ebagai alatp endidikanm erupakantu juanm engembangkakne mampuajna smani, keterampilanja smani, pertumbuhanja smani dan pembenukanw atak.P endidikan jasmanim engembangkainn dividu secaraf isik, psikomotor,k ognitif dan afektif. Unhik mengetahusi eberapajauhtu juan-tujuant ersebutd i capai,m aka dilaksanakanp rosese valuasiy ang sesuaid enganp edomany angt elah ditetapkan. Padak enyataannyab ahwap rosese valuasiy ang dilaksanakand ilapangan tidak sesuai dengan prosedur evaluasi yang tercantum dalam kurikulum maupun buku pedomang urq sebabm enurutp engamatanp eneliti hanyap elaksanaand an pengumpuladna tas ertal aporan,s ehinggad alamp elaksanaaenv aluastie rdapat kesulitany ang dialami oleh guru. Kesalahany ang paling umumb erkenaand engan evaluasi yaitu guru hanya memberikan nilai saja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahupi rosese valuasim ata pelajaranp endidikanj asmani SDN di Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskiptif yang bersifat ekploratif bertujuanu ntuk menggambarkanke adaana tau statusf enomenaM. eliputi langkahlangkahs ebagabi erikut t) Penetiti mendatangsi emuag uru matap elajaran pendidikanj a smani2; ) Penelitim ewawancarami asing-masinggu rum ata pelajaran pendidikan ja5mani- Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran pendidikan jasmani SDN di Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember sebanyak3 6 orang. Setelahd itakukana nalisisd ata denganm enggunakanp ersentaseh"a sil penelitian ini menunjukkan bahwa yang melakukan proses evaluasi langkah persiapanp erencanaaans peky angd inilai sebanyak9 3,05%,p ersiapan pelaksanaand an pengrrmpuland atas ebanyak9 0,28%,p ersiapanp engolahand an penat-siradna ta sebanyak8 1, 1l ozir,danp ersiapanm embuatl aporans ebanyak 69,44%. Dengan ini didapat kesimpulan bahwa seluruh subjek telah melaksanakan setiapl angkahp rosese valuasi,t etapi dalamp elaksanaane valuasig urut idak mempunyaip erencanaanya ng matanga pay ang hendakd ievaluasi- Berdasarkanh asil penelitiani ni, dapatd isarankana garg uru matap elajaran pendidikanj asmani seyogyanyad iberi p€natarank hususnyate ntangp roses evaluasi.

Permainan tradisional sebagai media pembelajaran pendidikan jasmani Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo oleh Jaka Raharjo

 

Permainantr adisionaal dalahs alahs atub entukk egiatany angd ilakukan untukm engisiw aktul uangg unam encarik esenanganP.e rmainantr adisional memilikin ilai budayad aerahy angt inggi. Dan seringd ilakukano leha nak-anakd i daerahS itubondos ecarab erkelompokP. ermainantr adisionasl angate patjika dijadikans ebagasi alahs atum ediap embelajarapne ndidikanja smaniT K karena permainatnra disionaml engandunugn surb errnainu, nsurg erakd an nilai budava. Tujuanp enelitianin i adalahu ntukm engetahuai pakahp crmainan tradisionadl igunakans ebagami ediap embelajarapne ndidikanja smaniT K di KecamataPn anji KabupatenS itubondoA. pa sajaj enis permainantr adisionayl ang digunakanse bagami ediap embelajaranpendidikajans maniT K di Kecamatian Panji Kabupaten Situbondo. Metodey angd igunakand alamp enelitiana dalahm etodep enelitian deskiptif denganm enggunakanin strumena ngketd enganc heck list dan dokumentassi ebagapi elengkap. Hasil penelitiand ilakukand enganc araU ji statistikD eskiptif yaitu menghitungr ata-ratad an persentased ari keseluruhana ngketd an setiapb utir angket.F lasil penelitiand ari 40 respondermr enyatakan" YA" memberikan permainatnr adisionasl ebanyak3 7 respondend ans isanyam enyataka"nT IDAK". Permainatnra disionayl angd igunakana da | 0 macamd ana daj uga 17p ermainan tradisionayla ngd igunakans ebagami ediap embelajarapne ndidikanja smaniT K. Dengank esimpulapne nelitianya ngb erjuduIl' ernruinan!r udisionul sebagai media pembelajaran pendidikan jasmani TK di Kecamatan Panii KabupatenS itubondo,m enunjukkanb ahwap ermainant radisionald ijadikan mediap embelajarapne ndidikanja srnani' r-Kd i KecamatanP anjiK abupaten SitubondoT. erbuktid enganp ersentastee rbesadr ant erkccil,u ntukp erscntase terbesara dalahp ermainanB elenga tau engklek dan permainanA yunan sebesar 97,5% . Sedangkadne nganp ersentastee rkecila dalahp ermainanB entengand an Gobaks odors ebesa5r 7, 5 %. Dari hasilp enelitianin i telahj elasb ahwap ermainan tadisional sangatt epat unhrk dijadikan media pembelajtan pendidikanja smani tamank anak-kanak( TK) di KecamatanP anji KabupatenS itubondod an daerah sekitarnyaya ngl ebih kayaa kanp ermainantr adisionalnyaU. ntuk itu sebaiknya permainantr adisionadl iberikand and ikembangkadna lamp embelaajr an pendidikanjasmanTiK dand irancangs esuadi engank urikulumT K yangb erlaku saat ini.

Sistem informasi sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) Negeri 4 Pamekasan oleh Muftir

 

DmMyksaaaatatuy s?slsyat-sii ?ewia mt-greniasmny mgkef ietomkndb umerfiu beomptiunBrl.uaim tytheutesaus arhirdj susskikaaa.eauiasnyt nbnunaa di ustn urnahetfk kpogaka mdar ortnmurtirde aaasaindtgm ih sdejiu, iibsrir npmsili.aretep tppkribudu rauu"annJ Ntktk ,fu

Pemahaman kepala sekolah terhadap kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dalam mewujudkan penerapannya (stdi di SLTP Negei Kota Malang menurut persepsi Kepala Sekolah) oleh Ruth Bu'tu

 

Manajemen mutu pendidikan yang sekarang menjadi topik dan perdebatan hangatd i antarap raktisi dan pakarp endidikan,k hususnyad i Kota Malang adalah masalahp enerapanK urikulum BerbasisK ompetensi( KBK) yang rencananyaa kan diterapkanm ulai I Januari2 004.K BK dalam penerapannyam enuntutg uru dan kepala sekolah yang berkualitas dan profesional yaitu yang mampu memanajemen sumberdayap endidikany ang adau ntuk merancangm, enyusun,d an mengimplementasikaKnB K sampaip adat ahapp roses dan evaluasib elajar mengajar.P engaruhp aling besard alam suksesnyaim plementasik urikulum berbasis kompetensi di tingkat sekolah adalah seorang kepala sekolah. Siapkah para kepala sekolahm enerapkaknu rukilumb erbasisk ompetensiin i? Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalahu ntuk mengetahudi an mendiskripsikante ntangp emahamank epalas ekolahS LTPN egeri Kota Malang terhadapK urikulum BerbasisK ompetensid an penerapannya. Penelitiand irancangs ecarad eskriptif. Sedangkanp endekatany ang digunakan adalah metode survai, yaitu informasi dikumpulkan dari responden dengan menggunakana ngket.P opulasis ekaliguss ampeld alam penelitian ini adalahs eluruh Kepala Sekolah SLTP Negeri Kota Malang berjumlah 22 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket dalam bentuk skala Likert. Analisis statistika dengan carap ersentas€m asing-masingti ap item Wrtasyaan. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwap emahamakne palas ekolahS LTP Negeri Kota Malang terhadap Kurikulum Berbasis Kompetensi dan penerapannya termasukd alam kategorim emahami.N amun masiht erdapats ebagiank ecil kepala sekolah yang cukup mengerti sampai kurang mengerti mengenai KBK. Bertolak dari kesimpulan, maka saran yang dapat diberikan adalah meningkatkans osialisasmi engenaiK BK kepadak epalas ekolahS LTPN egeri Kota Malangt erutamay ang belum pernahm engikuti penataranK BK agarl ebih mengerti dan siap dalam menerapkanK BK di masing-masings ekolah.

Faktor-faktor yang melatarbelakangi pemilihan jurusan siswa kelas III SMU Erlangga Malang oleh Nurul Zahroh

 

ABSTRAK ZahohN, urul,? C03F aktor-faktory ang MelatarbelakangPi entilihanJ urwan Siswa KelasII t SMU ErtanggaM alang.Skipsi,J urusanB imbinganK onselingd an PsikologUi nivenitasN egeriM alang.P embimbing(l ) Drs. lksan Suwandi, M.Pd(. ll) Drs.M . Ramli,M .A. KataK unci: Falsor-faktorp, emilihanju ntsan,s iswaS MU Masalah pemilihan jurusan yang terjadi di sekolah di antaranya yaitu ketidaltepatadna lam pemilihanj urusany ang disebabkanh asil belajar siswat idak menggambarkmanin at atau kecenderungasni swap adas alahs atuj urusan.P adahal dalamp enjurusanb eberapas ekolahh anyab ertitik tolak dari hasil prestasbi elajar saj4s ehinggau ntuk memberikanb antuany angt epatd alamp enjurusans iswa,p erlu diketahufia ktor-faktory ang melatarbelakangpie milihanju rusan.B erdasarkanla tar belakang terscbut, dirumuskan masalah yaitu falctor'faktor apakah yang melatarbelakanpgeim ilihanju rusans isya kelasI II SMU ErlanggaM alang.P opulasi pnelitian ini adalahs eturuhs iswak elasI II tahun ajaran2 002/2003d enganju mlah keseluruhan8 8 siswa. Rancanganp enelitiany ang digunakana dalah penelitian deskriptif(menggambarkaapna adanya)te ntangs uatuv ariabel,g ejalaa tauk eadaan. Teknika nalisisy angd igunakana dalaht eknikp ersentase. Hasil analisis menunjukkan bahrva faktor-faktor yang melatarbelakangi pemilihan jurusan antara lain inteligensi, prestasi belajar, bakat, minat, cita-cita" keadaanfi sik, hobi, pengetahuano,r angt ua dan temans ebayaS. ertaa danyafa ktor lainJainy aitu faktory angd inyataLana taud isebutkans endirio leh siswa.F aktory ang palingb anyakr nelatarbelakanagdi alahf allor minat denganp ersentas5e9 ,77o /od an yangp aling sedikit melatarbelakangaid alahf aklor lain-lainy aitu 5,75o/oD. ari hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa dalam memilih jurusan, siswa telah menggunakapne rtimbangank emampuana pay ang adap adad irinya. Dengank ata lain dalamm emilihj urusan,s iswat elahm enyesuaikadne nganp otensiy angd imilikinya, Saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut; (1) Kepala Sekolah, hendaknya merumuskan kebijakan untuk menggali lebih lanjut faktor yang melanrbelakangpi emilihanj urusan yang pelaksanaannyma elalui rvakilnya,g urtr' dan staf yang lain. (2) Guru Pembimbing, hendaknyale bih banyakm emberikan layanank epadas iswad alam mengenaldi an mengarahkapno tensiy ang dimilikinya dalamp emilihajnu rusanW. ali kelasd ang urub idangs tudih endaknyma embantdua n berperana ktif dalam pelaksanaanp enjurusand iantaranya memberikanp enilaian yangt epatd alamh al prestasbi elajar.( 3) Sisrvah endaknyal ebih mengenalpi otensi yang dimiliki. Orang tua hendaknya lebih memahami putra-putrinva mengenai kelebihand an kelemahannyad,a n membenkanp engarahadna lamm emilihj urusan. (4) Peneliti selanjutnyay ang melakukanp enelitianm engenaif aktor-faktory ang melatarbelakanpger milihanju rusanh endaknyam emperlu,apso pulasdi an sampedl an memperbanyafak ktor-faktory angd iperkirakanm empengaruhpie milihanju rusan.

Efektifitas unit produksi sekolah (UPS) pada sekolah menengah kejuruan (SMK) di Mojokerto (Studi kasus pada SMK Negeri I Pungging Mojosari Kabupaten Mojokerto) oleh Yusuf Bahtiar

 

ABSTRAK Bahtiar, Yusuf. 2003. Efektrfitas (Jnit Produksi Seftolah (IIPS) Pade Sekalatt Menengah Kejuruan (SMK) di Mojokerto (Studi Kasw SMK Negeri I Pwgging Mojosari Kabupaten MopkertQ. Slripsi, Jurusan Teknik Sipil Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pemhimbing: (1) Drs. lvlade Wena, M.Pd, (2) Drs. Priyono. Kata Kunci: Unit Produksi Sekolah, Pendidikan Sistem Gand4 Smk lGlompok Teknologi dan Industri. Pendidikan Sistem Ganda (PSG) dilalsanakan di SekolahMenengah Kejunran Kelompok Telnologr dan Industri (SMK-TI), dalan rangka mewujudkan tujuan pembangunand ibidang pendidikans ebagaiu payau ntuk meningkattan kemanrpuanp rofesionals iswa,y aitu: (l) menghasiftant enagak erja yang memiliki keahlian profesional, yang memiliki pengetahua4 ketrampila& dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja" (2) memperkokoh link and msnch anlara sekolah dengan dunia kerja (3) meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan temga.keqayangberkualitas profesional, (a) memberi pengahlandao penghargaante rhadapp engalamank e{a sebagabi agiand ari prosesp endidikan. Unit Produksi Sekotah (UPS) sebagai suatu usaha kegiatm yang dilahrkan didalam sekolah (unit produksD, bersifat bisnis (profit oriented) &ngrn para pelaku wargas ekolahy angb erkesinambungadna lam mengolabs umberd ayas ekolahu nalk menghasilkanb ffang atauj asa yang a*aa dijual unh* rendnpadon kcuntrmgpn" TujuanU nii ProduksiS ekolah( UPS) ailalah untuk meningkatkank ualitas Frqtan dalarnb erbagais egi teruama dalan hal'pengtahuaad ao kefdnpilm; sehgai saranaprakteke rja langsungs iswa; untuk mengembangkasni kap mandiri.dan pacaya diri dalam pelalsanaan kegiatan praktek sisna; memberikan kes€mpdrn bagi siswad an guru untuk mengerjakanp ekqiaan prakteky ang berorientasip asar;s ebagdi wadah PSG bagi siswa yang tidak mendapdkan tempat pelatihan, dnn sebagainya ' Penelitian ini merupokan penelitian dmlaiptif yaitu penelitian yang b€rusaba mengungkapkanfe nomenas ebaggimana danya,d engant ujuan mengungkapkan EfelcifotasUnit Produksi Sekolah pada SMK Kelompdk Teknologi dan Industridi kota Mojokerto. Subyek dari penelitian ini adalah SMK Negeri I Pungging Mojosari Mojokerto denganju mlah respondcn6 0 renspondeny ang terdiri dari: (1) 20 respondeng uru dari bidang Otomotif dan Mesin Perka&asm asing-masing1 0 orang; dan( 2) 40 respondens iswad ari bidangO tomotif dan ltlesin Perlokas masing-masing 20 siswad enganp engambilanr espondens ecaraa cck Insbumenu mtuk pengumpulan dataa dalaha ngkeUk uesionery ang dibagkan kepradap arar espondenS cuai dengan tujuanp

Pengaruh penggunaan media kartu dalam pengajaran bahasa arab berbasis kosakata terhadap hasil belajar siswa di Mi Imami Kepanjen Malang oleh Binta Syathi'

 

Dalarnr angkam eningkatkank ualitasp engajarabna hasaA rab dilaksanakapne nelitiante ntangp engajaranb ahasaA rab berbasisk osnkatad engan menggunakamn ediak artu sebagasi uatua ltematifa pabilah asilnyab aik. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahupi engaruhp enggunaamn edia kartud alamp engajaranb ahasaA rab berbasisk osakatate rhadaph asilb elajar siswak elasI V MI IMAMI KepanjenD. enganr ancanganp enelitianp ra eksperirnenp,e nelitianin i ditujukanu ntukm emperolehin formasit entang( l) hasilb elajarb ahasaA rab siswak elasl V MI IMAMI Kepanjend alamp engajaran bahasaA rab berbasisk osakatad enganm enggunakamn ediak artu,( 2) pengaruh penggruaarnn ediak artud alamp engajarabna hasaArabe rbasikso sakata terhadaph asilb elajars iswak elasl V MI TMAMI KepanjenP. opulasdi alam penelitianin i adalahs emuas iswak elasI V MI IMAMI KepanjenM alangy ang berjumlahl3 sisway angs emuanydai jadikans arnpelD. atad. ikumpulkand aris kor nilai pret est,p ostt estd ano bservasyia ngk emudiand ianalisisd engan ruenggunakaunji -t. IJasilP enelitianin i menunjukkaand anyap eningkatanni lai rata-rata pelajaranb ahasaA rabs isway angd iajarm enggunakamne diak artud engan pengajaranb erbasisk osakatad ibandingkand engans isternp ernbelajaran sebelurnnyyaa ngb ersifakt onvensionaDl.e ngand emikianh ipotesisd alam penelitianir rid iterirnay, aitua dap engaruyha ngs ignilikanp enggunaarnn edia kartud irlamp engajaranb irha-sAar ab berbasisk osakatate rhadaph asilb elajar siswak clasI V MI IMAMI KepanjenM alang.O lehk arenait u pertgajarabna hasa Arabb crbasikso sakalcal crngarnne nggunakranne diak artup erlud itinclaklanjuli cland ikcnrtrangkaagna lh asiInylac bihn tnksinral.

Pemanfaatan mediapengajaran dalam mata kuliah DAM (durus'arabiyyah mukatstsafah) di jurusan bahasa arab Universitas Negeri Malang oleh Agus Purwanto

 

Berdasarkan observasi awal di SDN Sawojajar 5 Malang, diketahui bahwa hasil belajar siswa kelas IV masih relatif rendah. Hasil belajar yang masih rendah ini disebabkan oleh metode pembelajaran yang diterapkan masih menggunakan metode ceramah. Metode-metode ini membentuk siswa menjadi pasif dan kurang kreatif sehingga perlu adanya model pembelajaran yang dapat membuat siswa menjadi aktif. Model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk lebih dapat mengaktifkan siswa salah satunya adalah model pembelajaran Two Stay Two Stray. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus dengan subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Sawojajar 5 Malang dengan Kompetensi Dasar (KD) “Mengidentifikasi beberapa jenis hubungan khas (simbiosis) dan hubungan makan dan dimakan antar makhluk hidup (rantai makanan). Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan aktivitas guru dalam penerapan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray (TSTS) dalam meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV, 2) mendeskripsikan aktivitas siswa dalam pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray, 3) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray dapat meningkatkan: 1) aktivitas siswa dari pra tindakan ke siklus I, dan dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan ke arah baik (B), yaitu pada tingkat K dari siklus I (5,4%) menjadi (0,4%) ke siklus II. Tingkat C dari siklus I (14,15%) menjadi (7%) ke siklus II, dan tingkat B mengalami kenaikan sebesar 12,15% yaitu dari siklus I (80,45%) menjadi (92,6%) ke siklus II, dan 2) Ketuntasan belajar siswa dari pra tindakan ke siklus I mengalami peningkatan sebesar 48,94% dan dari siklus I ke siklus II juga mengalami peningkatan hasil belajar siswa sebesar 14,2%. Dari kegiatan pra tindakan, siklus I, dan ke siklus II dapat disimpulkan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif model TSTS dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Adapun saran untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti siswa ramai sendiri, guru dapat memberikan Lembar Kegiatan Kelompok pada tiap-tiap kelompok lebih dari satu lembar agar siswa lebih bertanggung jawab, namun dalam pelaksanaannya siswa tetap bekerjasama. Selain itu guru juga harus lebih merata dalam mengelola kelas supaya seluruh siswa memperoleh perhatian yang sama.

Kemampuan menterjemahkan teks Bahasa Arab SiswaKelas 2 Bahasa Madrasah Aliyah Negeri3Malang Tahun Ajaran 2003-2004 oleh Ratnawati

 

Dalam pengajaranbahasaas ing mene{emahm erupakank egiatany ang tidak dapatd iabaikan.S eU-agail at untuk memahamit eks, maka keterampilanm enerjemah mirupakana speky ang patut dipertimbangkanP. enelitiani ni bertujuanu ntuk r"ttgituhui tingkat tJmampuan siswa kelas 2 Bahasa MAN 3 Malang tahun 2003- 2004d alamm ene{emahkatne ksb ahasaA rab. Denganr ancanganp enelitiand eskripti{ diharapkanp enelitiani ni mampu memberikang ambarany angj elas terhadapm asalahy ang diangkal _Instrumeny ang digunakand alamp enelitian ini adalaht es,b erupa soalm enerjemalrkante ks yang difemas dalam bentuk pilihan ganda. Soal tes terdiri dari 3 tema , yakni teks bertema ibadahw, awasank eislamans, eJaradha nt emas osial.S elwuhs oalb erjumlah4 0 buah' Datay angt elah diperolehd ianalisd enganc arap ersentasek ompetensyi ang dikuasai' yahi aenganm embagik e dalamb eberapak ategori sesuaid engani nterval prosentase yang dicapai, mulai tingkat sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat ]

Pengembangan biah Arabiyah di Madrasah Aliyah eagamaan (MAK) Malang oleh Erfa Ainah

 

Penelitianin i bertujuan_unnmrke ngetahupie ngembangaBnia hA rabiyahd iIuadrasahA livah KeaeamaaQn {{K) lrtatangy angm etiputi:lt) htar belakang pengembangBania hA rabiyah,( 2) tujuanp engembangaBna i irabiyah, (3) ahifitas yangd ilakukanu nt'k pengembangaBnia hA r;biyah, (+; urattu-*ut u y-g iirukuk* untukp engembangnB iahA rabtyah( 5) faktor-frktorp enghamb.at uop .iar**g pengembangBania hA rabiyahd i MadrasahA riyahK eaga;aan( MAKirv{ararrg. Pe'nelitiainn i menggunakarna ncirngadne srcriptifkuatitatior.# yungu du diperolehd ari hasilw awancaftro, bse^aastei rlibat,t riaun aoku,n"n,a - -g;"t. gPuorpunb laahsainsyataau d aabl aMhsA eKlu rduahns pi sewmaMb inAaKa s yraamngiub Rerrj.u moltaeh7tr 2 ta orreanniigo,mi.po"gr"e infiietaNs :, populasim, akas ampedl iambild e3qanm enggunakatenl arikp urposir"iampUog. Pogr kondisis ampeyt angd emikianin i, makas ampedr iambirs esuadi ;"c- \ef{uhg neneliti,a rtinyaju mlah samperl idaka dak erentuanb aku.D ataa "amurt $ jwnta!$swa yanga da_padwaa ktup eneritianS. edangka*ne k.t v;g r".k *purrcf*Vrk sj gcket., yangb erasadl ari 50 siswa,I kepala-UeNi vfaani, : g*u bahasaA rab MAK. Analisisd atad ilaksanakapne nelitip adas aatp enelitians edangb erlangsundgi lapangadna ns €telahm eninggalkan'rapangtaann.g ka-rangkavh- g aiutut-" adalah(:l ) klasifikasid arra,(2p) en),arinenO ataO, "nt :) &nyiirpjan Hasilp enelitianin i menrurjukkabna hwa:( l ) pengembagna nR iahA rabiyahd t MAK-i ni dilatarbelakangoil ehp erlunyam otivasi,p eilunlu p"rii*u- tomuritasi pbeen$gaehmasbatau nagbBa bniaa ghiA s risawbiayd oahnd g i uMnAl pKe irnlui andyaaa lranhab gsfaersr y isawngi kb oisnadb uesribi da)t ra;ts;Aar ab lisand anh rlisargs iswam emahamkii tab,htab berbihasaA rab, siswa* .rnur,"ri el_ Qur'and anH adits,s iswam engu,asaagi amaIs lanr,m encetakc endehawanm usrim yangt anggulld anm encetakm ubalilg hin-mubaltighat, p) aktifitasy angd ilakukanu ntukp engembagnn biah Arahryahd i MAK adalah lrwar,kajinkrtab, tadribat,i dhaJi/ tutoial, nuhadharahu sbu,iyah,Aaino mUa_ Iombab alrasaA rab, (4) usatra-usaryraan gd ilakukanu nn* pengem'b,e * ii;h Arabiyahd i MAK adalatmr engadakapne raturanm, enggarangferjasaiad engan lembagala in' mengadakatne ss eleksmi asukM AK, *inghuditk- nathiqa sirt, m(5e) fnayketodrip aekangngu hrauyr nabnagtp nrayoadfe aslaiohnt earldb, aantam sennyag-azdoannkieaa phnh A laratibsiaysaih d,iL s"er-kgirtav"ra ,"sarauo,u. pembelajqand anp emanfaataruryk4u ranglryap eminatM AK, ku.-g,rryu-t"*gu pepajar di asrarnak' urangnyake sadarasni sw4 dank urangnyap enfirasaansi iwa terhadapm uJiada.t s edangkafna ktorp endukungnyaaa alatt'aaanyiuuL .,ng"n au,I lingkunganm"a yoritasp elajarand i MAK berbahasAar ab, adanyam otivasis iswa ymgk uat adanyafi gur yangm uta'qhhil dzlambatrasAar ab, adanyap artisipassi iswa dang uu dalams eminakr ebahasaadna na danyan alallah haittyaht nrran1. Berdasarkahna silp enelitiante rsebutd, isarankanse b@ berikut:1 i; siswa MAK: membangukne sadaraunn tuks elalub erbahasAar ab danm engoptimalkan pelaksanaapne raturany anga d4 (2) kepalas ekolahd anp embinaa srama; mempertahankdaann m eningkatkapne ngembangaBnia hA rabiyahd ank epala sekoladhi sarankamn enggurakabna trasaA rab ketikab erkomunikasdie ngans iswa MAK, sertam emperluakse rjasamad enganle mbagala in yangs edang mengembangkpaenm belajarabna hasaA rab, (3) parad oser\k trususnydao senb ahasa Arab:i knt berperans ertad alamp engembangaBnia h arabiyahd €nga;c aram embuat metode-metodyaen ge fektifd ane fesienu ntukp embelajaraBn Lmitaur aiah Arabiyah(, 4) penguruas srarnaM AK: mengoptim,alkapne lalsanaakne giatand an p€raturayna nga dad enganm embentutkim /srar rahasiay angt idak diketahuoi leh siswala in tanpam engubattrim jasusja ma 'r, (5) parag rru bahasaA rab: mengoptimalkapn€ nggunaamn ediap embelajaraang ars iswat ermotivasdi alam belajabr ahasaA rab.

Pengembangan media flash card untuk meningkatkan kemampuan mufrodat dalam pembelajaran Bahasa Arab siswa Kelas IV MI Sunan Kalijaga I Malang oleh Diah Eva Tauchida

 

Media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan di sekolah salah satunya adalah media flash card. Berdasarkan hasil observasi di M Sunan Karjaga I Malang kelas IV semester I di dalam menyampaikan materi pelajaren behasa Arab pokok bahasan Al-Mihnatun, guru mengalami kcsulitan tentang media apa yang bisa menarik siswa untuk meningkatkan kemampuan mufrodat dalam pembalajaranb ahasaA rab. Disamping itu siswa mengalamip ermasalahanse perti penjelasan guru yang membosankan, kesulitan memahami pesan verbal dan lemahnya siswa dalam menghafal muftodot bahasa Arab. Untuk itu pengembang mempunyai ide sebagai alternatif pemecahan masalah yaitu melalui pengembangamn ediaflash card, guru dapatm enambahk etertarikans iswa dalam pembelajaran mufrodat bahasa Arab dan meningkatkan prestasi hasil belajar siswa. Tujuan pengembangamn ediaflash card adalahm emproduksim ediaflash card yang memenuhi kriteria valid untuk digunakan dalam proses belajar mengajar, memproduksi media flash card yang dapat menambah ketertarikan siswad alam pembelajaranm ufrodat bahasaA rab dan meningkatkanp restasih asil belajar siswa,m embuktikanp erbedaana ntaras ebelumm enggunakanm ediaflash card dan sesudahm enggunakanm ediaflash card sertam emproduksim ediaflash card yang efektif digunakan dalam pembelajaran. Dalam merancang pengembangan media flash card, pengembang memodifikasi model pengembangan pembelajaran yang dikemukakan oleh Sadiman (2002:98) dengan langkahJangkah sebagai berikut 1) identifikasi kebutuhan,2 ) perumusant ujuan, 3) pengembanp materi, 4) pengembangaanl at evaluasi, 5) produksi, 6) penyusunan petunjuk pemanfaaun, 7) tanggapan ahli mediad an ahli materi,8 ) uji cobap erorangan9,) uji cobak elopokk ecil, 10) uji coba klasikal, 11) revisi produk. Subyek uji coba pengembangnm ediaf lash card pm&lajaran bahasa Arab ini adalah siswa kelas IV semester t di MI Sunan kalijaga I Malang sebanyak2 0 siswa.T eknik pengumpuland atam enggunakanin strumenb erbentuk angket untuk uji coba ahli media" ahli materi, audien peronrngan, audien kelompok kecil dan audien klasikal. Untuk mengukur hasil belajar siswa digunakan alat evaluasi dalam bentuk tes yang digunakan untuk pre tes dan post tes dari audien perorangana, udien kelompok kecil dan audien Hasikal. Analisis data yang digunakan untuk mengolah data dari hasil tanggapan ahli nredia, ahli materi, audien perorangan, audien kelompok kecil dan audien klaslftal adalafi prosentaseU. nhrk menguji hipotesisd igunakana nalisiss tatistik uji t. Hasil pengeinbangamn ediaf lash card pembelajaran__muliodat.bahwa Arab ini memen,ihj kriteria valid; yaitu: unn* ahli modia 89,4%; ahli matqi 90,8%oa; udienp erorangan9 1,7o/oa; udienk elompokk ecil 82,5o/od; an audien k6ikal 36%. U;ftk evaluashi asilb elaju yangd ilalo*an di MI SunanK alijagaI Malangk elas IV semecteIr dapatd iketahuib ahwae da perbedagnne m!-adgan ;Gffi menggunakamn dliaJiash card dans esudahm enggunakamn diaflash card. Bsdafftmhasil belajars isway ang diperolehd ari skor rall.tadtah asil tes keselunrhapna da( postt es p-erorangan8)6 ,? > 50 (pre tes p€roraogsn),-(potsets kelompok tecil) Ai > 48 (pre tes kelompok kecil), dan (post tes klasikal) 75,5 > 49,5 (pre tes klasikal). Dapat disimpulkan bahwa siswa yang belajar mdiaflash catdhusil belajqyalebih tinSg dibqdinglq 9qgt" hasit-Seujars ebelumm enggunakamn gdi6J lash cord. Berdasartanh asil belajar sisway ang diperolehd ari skor prosqrtaseh asil tes kesehuuhapna dap erorangan 86,7o iot,E tompot kecil 82 ,/o, danklasikal7 5,5% dari laiteria yangd itentukan, mdiaJtash oia a merne,lrullrsii t€ria (efcrktif),s &ing8Bd rpd.dikotakanb ahwa media'Sy'aarsahcn a rd efektif untukd igrrnakanse bagami ediapeinbelajaranyang dapat diberikan dalam pengembangamn edia flash card pembelajaraiun1 -aotA*tua Arabp okok bahwan,Al-Mihnatutnd alah:I ) unh* kepala Sekolahf, ,II Su"anK alijagai Malang, adanyap engembangamn edriaflash "oia nidapat dijadikana tt€rnatifdalamp engadams umbebr ela'jarP. engadaannya bisab ekerjasmi denganp SB (PusatS umberB elajar)U niversitasN egeriM alang utuu jo*iuo Teknoiogi pendidikan, 2) untuk guru bahasa.Arab, sebelum ot"ngg-ukutt m(iJiaf lash card hadafuya mempel4jarpi €{ilnjuk pemanfa*an d*ia; c€rmatd an melaksmakans esuadi e,ngapne tunjukp e'nanfaatan,3)-untuk penlembangb erikutnya hendaknyat idak hanya dikembangkand i MI sunan kAiJuguI vtalangs aja,t etapid apatju ga dikembangkadni MI atauS D yang.lain dan tiiak hanyaie rbatasp adam deri pembelajarabna hasaA rab saja tetapij uga dapat dikernbangkanp ada materi-materip embelajarany ang lain, serta lebih menyempumakapnro dukm ediay angn kand ikenrbangkan.

Penerapan model pembelajaran generatif pada pembelajaran matematika bagi Siswa Kelas I-2 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang oleh Ulfa Ni'matil Hasanah

 

aboratoriumU niversitasN eged Malang, diperolehi nformasib ahwa sebenamydai sMA ini sedangd icanangkanp embelajarand enganp elgefatan ,1osteryie arningataub elaiart untas,n amunu ntuk pelajaranm atematikab elum Oapairt tatcsanak* s"c*a pnuh. Dari hasil observasai wal saatm engikuti guru mengajard, and ari keterangang uru diperolehi nformasib ahwaa ntusiasd an siswa dalail mengikutlp elajarans angatr endah,s elaini tu pemahamansi swa lerhadap rnatertii dak bisa diketahuid enganb aik. Berdasarkank enyataanin i, perlu adanya modelp embelajaranya ngb isa meningkatkana ntusiasd an aktivitas siswad alam mengtkutpi elajamn,s ettad apatm engetahubi agaimanap ernahamansr swa' Penelitiani ni menggunakanp endekatank ualitatif denganje nis penelitian tindakanke last classroomic tion reseatch)T. indakany angd iujicobakand alam penelitianin i adalahp snerapanm odel pembelajarang eneratif,V aitl mg{e] pembelajarayna ngb erbasiJkonstruktivis.T ujuan dan penelitiani ni adalahu ntuk rnendesiripsikanp .lokr*u*t*odel pembelajarang eneratifd an mendeskripsikan suasankae lasy angt erjadi saatp embelajaranin i dilaksanakan' Hasil penelitiani ni menunjukkana danyap eningkatanp ersentase pelaksanaasnk enariop embelajaranb erdasarkanfo rmat observaspi embelajaran, yaitud ari 58,33o/paa dap ertemuanI hingga9 1,66% padaP €rtemuanv III, serta p.ttlngkut* persentaseL ualitass uasanak elasb erdasarkanfo rmat obsewasi iuasanak elai, dari kualitask urangp adap ertemuanI hinggam enjadik ualitas sangabt aik padap ertemuanW l. Hal ini menunjukkans uasanak elasm engarah padap ola sruaen l centeredt nstruction( pembelajarante rpusatp adas iswa),y ang dip.rk*t d"ngun hasil angket yang diberikan kepada siswa yang menunjukkan adioyur erponp ositif dari siswa Hasil yangl ain yaitu terdeteksinyak onsepsi siswa,s ehinggaa pabilaa dak onsepy ang salahd apats egerad iluruskan,h al ini akanb erakibatm eningkatnyap emahamans isway ang dibuktikan dengal meningtatnyas kor teit siswad ari rata-rata6 0,841p adas aatp retestm enjadi 69,932p adas aatp ostest. bari hasil penelitiant ersebutd isimpulkanb ahwap enerapanm odel pembelajaragne neratifd apatd ijadikan altematif pembelajaranm atematikab agi siswa kelas I-2 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang'

Re-design jembatan komposit pada jembatan Gunung Kawi Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang / Andri Rubianto

 

Rubianto, Andri. 2013. Re-Design Jembatan Komposit Pada Jembatan Gunung Kawi,Kecamatan Wonosari,Kabupaten Malang.Proyek Akhir, Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Adjib Karjanto, S.T., M.T. Kata Kunci: Komposit Baja-Beton, Penghubung geser, dan Pembebanan Pada dasarnya Jembatan Gunung Kawi ini di bangun sebagai sarana transportasi yang menghubungkan dua daerah yaitu daerah Wonosari – Sumber Tempur, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Dengan panjang bentang 16 m, dan lebar 5 m. Awalnya jembatan Gunung Kawi ini merupakan jembatan beton konvensional yang menggunakan mutu beton K-225. Kemudian pada proyek akhir ini saya desain ulang menjadi jembatan komposit baja beton dengan mutu beton K-300 serta pelebaran jalan untuk pembangunan trotoar. Tujuannya adalah untuk mengetahui perencanaan perhitungan kekuatan komponen jembatan komposit. Pembebanan dan komponen perhitungannya didasarkan menurut “Standar Pembebanan Untuk Jembatan, RSNI T-02-2005” dan beberapa peraturan lain. Dalam hal ini dipilihnya jembatan komposit baja beton karena dari pendimensian strukturnya yang relatif langsing dan hemat dan juga karena pada prinsipnya beton kuat menerima tekanan dan baja kuat menerima tarikan. Jembatan ini di rencanakan dengan panjang 16 m dan lebar 8 m yang terdiri dari lebar jalan 5 m dan 2 x 1,5m untuk trotoar. Struktur atas jembatan ini dibuat sistim komposit dari baja dengan beton. Hasil dari perencanaan ini didapatkan penulangan slab menggunakan tulangan 12 - 200 untuk tulangan lentur negatif dan 12 – 200 untuk tulangan lentur positif, untuk railing/sandaran menggunakan tulangan 14 - 50, bagian trotoar menggunakan tulangan 16 - 200. Untuk gelagar induk menggunakan baja profil WF 700 x 300 x 15 x 28 dan diafrgama menggunakan baja profil WF 300 x 200 x 8 x 12. Untuk penghubung geser menggunakan stud connector Ø7/8”.

Efektifitas pembelajaran kooperatif modelJigsaw dalam pembelajaran matematika Siswa III SLTP NU Pakis pokok bahasan volume dan luas permukaan bangun ruang oleh Putri Andhanasari

 

Pemilihanp endekatanp embelajarany ang tepatm entpakans uatuh al yang sangapt entingd alarnp embelaja.rank,a renak etepatante rsebutd apatm enunjang keberhasilakne giatanp ernbelajmans ehinggaa kanm eningkatkanp restasbi elajar siswa.S elanai ni pembelajaranm aternarikay angd igunakand i SLTP NU pakis adaal h pembelaaj rank onvensionaTl. emyata"p embelaaj rani ni kurangm ampu meningkatkanp restasbi elajarr natematikas iswa.B erdasarkanp ermasalalran tersebutm, akad iuji cobakanp embelaaj rank ooperatifr nodelj i gsaw. Tujuar dari penelitiani ni adalahu ntuk mengetahuai pakahp restasbi elajar matematikas iswak elasI II SLTP NU Pakisp adap okok bahasanv olumed an luas pennukaanb angunr uangy ang diajar denganp embelajarank ooperatifrnodel ligsaw lebiht inggi dibandingkanp restasib elajars isway ang diajar dengan pembelajarakno nvensional. Penelitianin i menrpakanp enelitiane ksperimentasl emud enganr ancangan "the posttest-oneg roup control design" Subjekp enelitiana dalahk elasI II SLTP NU Pakisy angt erdirid arik elast llA, IIIB, IIIC danI IID, yangr nanak elasI IIA sebagaki elask ontrol dan kelasI IIB sebagaki elase ksperimenD. alam pela ksanaannyak,e la s ekspermi en mendapatkmp embeal ja rank oope ratif model jigsaw dank elask ontrol mendapatkanp embelajarank onvensionalU. ji prasyarat analisisy angd igunakana dalah{ i nonnalitasd an uji homogenitasv arians. Sedangkaunj i hipotesism enggunakanu ji t satue kor pihak kanan. Dari analisisd iperoleh t n,a,n)e t nt "t. Hal ini berartip adap okok bahasan volurned anl uasp ermuftaanb angrn ruangp restasbi elajarr natenratikas iswak elas III SLTPN U Pakisy ang diajar denganp embelajarank ooperatifm odelj igsaw lebiht inggid aripadas isway angd iajard enganp embelajarakno nvensional. Dengand emikiand apatd ikatakanb ahwap embelajarank ooperatifr nodelj igsaw lebihe fektifd alamm eningkatkapnr estasbi elajarm aternatiksai swak elasI II SLTP NU Pakis.

Kemampuan membuat soal (problem posing) siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dan Siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran tradisional oleh Kusuma Diah Puspita

 

penelitianin i bertujuanu ntukm engetahusie kaligum embandingkan kemampuapnr oblemp osingd ant ingkatk Jsukaranso als isw4y angq Fju dcngnn menggunakamne tode'pembilajaranlooperattipif e STADd any angd iajard engan metodep embelajaratna disional. Penelitianin i merupakapne nelitiane ksperimesne mud enganm enggrrnaka2n kelasd i MTs.N egeriW atele fitar sebagaoi byekp enelitiq Kilut tersebuat dalah kelast A sebagalei hs eksperimedna nk elasI B sebagakie lask ontol' KegaLn awalp adap enelitianin i adalahp elaksanaakne giafanp e'nbel'ajaran dengan''i od, yangb irbedap ada2 kelompoky aitud engano'gtogp: embelajaraa koJperatitfi pe Sfnp untut kelase ksperimedna nm etodep embelajalltradisional untukk elask ontrol.s elanjutnyas etelahp elaksanaapne mbelajarapna oajua kelompokd, iberikante sp ioblemp osingT. esi ni dimaksudkaunr tuk melihat kemampuamn embua,to ul dunu ntut metitrati ngkatk esukarasno aly angd ibuat siswapada2kelompoktersebut. .. . , Setelahd idapatkahna silt esp roblemp osin&s elanjutnydaa tai ni rlianrlisi5 dengante knika naliiisk ualitatifd eslriptif. pirtacra-tanad aa ini dikelompokkan berJasarkajenn is respons iswa,k emudland ibuatt abelnyaD, ln tabelt enebut ,"f"r:rt"V" diaesnipiitcunb erapab anyakm ryin_g-FTlryjenisre spons iswa Setelah diketahuki emampuapnr oblemp osings iswab aik kelase ksperimemn aupunk elas k;rit;i, selanjutnydai analisisti ngkatk esr,katasoo als iswab erdasarkasntn rktur matematikany(ah ubungasne maniiknyaJ).e nisr espony angd ianalisisti ngl*t t"sutarannyaa dahhj enis responp ertanyaamn atematikaya ngd apatd iselesaihn Dari penelitianin i diplrolih kesimputabna hwak emampqapnr oblemp osing siswak elask ontrolk urangb aik dant ingkaik esukarasno alnyate rgolongre ndab' sedangkkaenm ampupaionb lempo sin{siswkao lu *speriruosudsoht tkubpa i!.dan ii"gtr:itir*aran soatnytac rgolongt {ry t{tSSl Siswak olasc krperimomn omiliki ii"fi"r"p"un membuast" oayt ing te-UiUtra ita anlingkakte sukarasno ayl anglc bih tinggi daripada siswa kelas kontol.

Efektivitas pemelajaran kooperatif model stad terhadap hasi belajar matematika siswa kelas I SMU Negeri I Yosowilangun Kabupaten Lumajang oleh Dwi Rahmawati

 

Kuatilasp embelajarayna ngd irencanakaonle hg unrm erupakakno mponen utu.u yaogr aogit nerirpmgairnik eberhasilasne kolahs cbagalei mb-aga.pendidikan' Salahia tu-indiEtory angm enunirrlkanke berhasilasne kolaha dalahh asilb elajar tiswa.O tet tarenaf u Curus ebagapre ngelolake lasd itrmtutr rntukl ebihk eatif dalamm e4ciptakasnu asankao ndusifd alamb etajar' MAoib pembelajareyna ngb erkembansga atin i sdalahm etodep embelajaran tooperatift cooderativiee arning.M etodep embelejarakno operatiSf P:.p.kry ."tlar pemUefalarayann gd aFi menciptakasnu asanyaa ngl ondusif dalamb elajar' Selainit ir metoiep etiUslaj&r;nk ooperatimf emungkiokasnis wam endapat kesimpaUnya ngl uasu ntuftm embentuske ndirik onsepa traup rinsipd ari materiy ang dipelajari. Penelitianin i mengkajpi embelajarakno operotimf odetI TAD Pdu pengajaramn atematikaA.l asin pemilihanm odelp embelajaraini .adalafk arena inoirisfep merupakamn odelp embelajarakno operatiyf angp alings ederhandaa n muaatOr ircrapfaina larn pembelajaramn atematikaT.u jgal rynelitiani ni adalatt *tot r"ng"tu,hoir *"bh y-g iebihb aik antarah asilb elajars isway urg diajar denganrr igg*uk* metodep embelajarakno operatimf odelS TADd and engan metodep embelaajr ant radisional. irenelitianin i merupakapne nelitiane ksperimesne mu( quasei xperiment) denganra ncangapne nelitianra nclomizecdo nlrolg roupo .7lyd esiglSubjek penilitiani ni adalahs iswak elasI SMUN egeri1 YosowilanguKn abupaten Lumajansge meste2r t ahuna jaran2 002.200y3a ng.te.rdidri" ti lryu kelasy ang temudai dipilih duak elass ecaraa cak.P enelitianin i menggunakadnu am acam instnrmeyna itui nstrumenp erlakuand ani nstrumenh asilb elajarm atematiks' Ujiprasyaraat nalisisy angd ieunakana dalahu ji normalitasu, ji homogenitas, danu ji kesamaadnu a rata-rall.u ii ,'-ipotesisnymae nggunakaunji t satulihak kanan. Berdasarkaann alisisd atad iperolehh in s > tbboyl aitu2 ,384> l'67 dengan dk = 82d anp eluang0 , g5. Jadillod itolaky angb erartih asilb elajars isway angd iajar dengapn" tnU"tni.tink ooperatifmodeSl TADl ebihb aik dibandingkahna silb elajar siswa-y angd iajard enganp embelajaratnra disional. Oii trasitp enititiand iperolehk esimpulabna 5wah asilb elajars isway ang diajard engnnp "mU"tuiraok obperatimf odelS TADl ebihb aik dibandingkahna sil Uefajasri sia iang drdard enganp embelajarafnia disionalB. erdasarkakne simpulan ' 4 i tersebust,a ran-sarayna ngd apatd isampaikaand alatr(:l ) Gurub idangs tudi matematikdaa pa*t r*p"rtilnb*gkan untukT enqgq+al metodep embelajaran kooperatmif odels TAD "* **hrryngkatkan-hasil belajars iswa("2 ) Populasi p""iiti* init erbatpaas oti is*i kelaIs S MUN eselr.iY yll1g'ilfl9uou*n l;"jd ;;r"ster 2 iahuna jwan2002-20s0e3h inggbaa gip enelitlia rnd apat ;fiffi;g." penetitiavna nss gr.una-napqoap utasitaidna ns ampeyla ng lebih uesui,Ol*-Jt"ripaaapeniitiininliei6atFas{$itray":f" gtt^P" Uurir* 6if*gutt dand eret sehinggab agip enelitil ain dapatm engembangKan finelitian deigan materi yanglebih luas dan kompleks'

Hubungan penguasaan strategi pembelajaran ilmu pengetahuan alam dengan penampilan mengajar guru-guru ilmu pengetahuan alam di Sekolah Dasar Negeri se Kota Malang oleh Heny Ambarwati

 

Latar belakang penelitian adalah rasa keingintahuan penulis tentang hubungan antara rasa keberhasilan akademik dengan prestasi belajar mahasiswa highachiever, achiever dan underachiever di kampus. Rasa keberhasilan di bidang akademik ialah penilaian diri seseorang akan kemampuannya untuk mengorganisir dan menjalankan rangkaian perilaku dalam mencapai tujuan pendidikan. (Bandura, 1997). Tujuan penelitian ini membuktikan hubungan antara academic self-efficacy dengan prestasi belajar bagi mahasiswa highachiever, achiever, dan underachiever. Populasi penelitian adalah mahasiswa fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Surabaya yang terdaftar pada tahun ajaran 2008-2009. Sampel penelitian adalah mahasiswa pendidikan matematika, pendidikan biologi, pendidikan fisika dan pendidikan kimia reguler di semester lima dengan teknik total sampling, sehingga dalam penelitian ini ditetapkan 154 orang. Hasil analisis deskriptif dan pengujian hipotesis memberikan beberapa kesimpulan sebagai berikut; (1) Hasil tabulasi silang (cross-tabulation) antara self-efficacy dengan prestasi belajar pada 154 mahasiswa menerangkan bahwa dari 42 mahasiswa dengan self-efficacy tinggi ada 13 (8,4%) mahasiswa yang berprestasi belajar tinggi dan 5 (3,2%) mahasiswa yang berprestasi belajar rendah. Pada 38 mahasiswa dengan self-efficacy rendah terdapat 9 mahasiswa (5,8%) yang berprestasi rendah dan 8 mahasiswa (5,2 %) berprestasi belajar tinggi; (2) Hasil analisis Chi-Square menerangkan hubungan antara rasa keberhasilan dengan prestasi belajar di fakultas MIPA UNESA adalah 7,567 dengan probabilitas 0,109 (lebih besar dari (0,05). Hal ini menerangkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara rasa keberhasilan akademik dengan prestasi belajar di fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya. Berdasarkan hasil penelitian ini memiliki implikasi (1) pada para pengajar (dosen) supaya memberikan pembelajaran yang banyak memberikan pengalaman keberhasilan bagi mahasiswa (deep- understanding); (2) pada profesi bimbingan dan konseling khususnya konselor perlu bekerjasama dengan guru untuk melihat isi pembelajaran sehingga bisa memberikan bantuan belajar yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Pengaruh strategi pembelajaran berbasis aktivitas terhadap ketrampilan kooperatif IPA pada siswa Kelas II SLTP yang berkemampuan awal tinggi di Malang oleh Idha Fitriana

 

Telahd ilakukanp enelitiant entangs trategpi embelajarabne rbasisa ktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalahm engetahupi erbedaank etrampilank ooperatifI PA siswaS LTPk elasI I yangd iajarm enggunakasnt rategpi embelajarabne rbasisa ktivitas dan strategip embelajarank onvensional. Penelitiani ni merupakanp enelitiane ksperimentadl enganr ancanganp enelitianpost- tesot nly controlg roup design.P opulasdi alamp enelitianin i adalahs iswak elas II SLTP Negeri 1 Malang dan SLTP Negeri 3 Malang. Sampet penelitian diambit secarap urposif atau sampelp ertimbanganQ turposives ampling)s ebanyak3 kelas, yaitu kelasI I D, II E, lI F untukk elompoke ksperimend ank elasI I E, II G, Il H untuk kelompokk ontroly angs eluruhnyab erjumlah2 68 sisway aitu 139s iswau ntukk elompoke ksperimen(S LTPN egeri 1 Malang)d an 129s iswau ntukk elompokk ontrol (SLTPN egeri3 Malang).D alamp rosesp embelajarank,e lompoke ksperimend iajar menggunakans trategip embelajaranb erbasisa ktivitas dan kelompokk ontrol diajar menggunakans trategip embelajarank onvensional.S etelahi tu keduak elompokd iberi angketk etrampilank ooperatiflPA dans elanjutnyad ilakukanu ji t terhadaph asilk etrampilank ooperatifI PA denganta raf signifikansi5 %. Dari hasila nalisisu ji hipotesisk etrampilank ooperatifI PA diketahubi ahwa \,1 : 2,28> I ,65 (tbb.l),b erartik etrampilank ooperatifI PA sisway angd iajarm enggunakans trategpi embelajarabne rbasisa ktivitasl ebih tinggi dibandingkanke trampilan kooperatif IPA sisway ang diajar menggwrakans trategip embelajarank onvensional. Dengand emikian dapatd ikatakanb ahwap engaruhs trategip embelajaranb erbasis aktivitas terhadapk etrampilank ooperatif IPA lebih tinggi dibandingkanp engaruh strategip embelajarank onvensional.

Pemahaman konsep konsentrasi larutan dan hubungan dengan prestasi belajar matematika siswa Kelas II SMUN 5 Malang oleh Nisfullaily Yuniarsih

 

Ilmu kimia merupakans alahs atuc abangd ari Ilmu PengetahuaAn lam. Sebagabia giand ari IPA, kimia tidak dapatb erdiri sendiri. Dalam mempelajari lmu kimiad iperlukanm ata pelajaranl ain sebagapi endukung.S alahs atu mata pelajaran yang diperlukan adalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (l) pemahamakno nsepk onsentraslai rutanp adas iswaS MUN 5 Malang;( 2)letak kesulitasni swad alamm emahamki onsepk onsentraslai rutan;( 3) prestasbi elajar matematikasi swaS MUN 5 Malang; (4) adat idaknya hubunganp ositif yang signifikana ntarap restasib elajarm atematikad enganp emahamank onsepk onsentrasi larutan. Penelitianin i menggunakamn etoded eskriptif-korelasionaPl.o pulasdi alam penelitianin i adalahs eluruhs iswak elasI I SMUN 5 Malang tahun ajaran2003/2004 yangb erjumlah3 72 siswad enganju mlah sampelI 13 siswa.P engambiladna ta prestasbi elajarm atematikad itempuhd enganm enggunakante knik dokumentasi, yaitud enganm erekamn ilai rapor matematikas iswa.D ata pemahamank onsep konsentraslai rutand iperolehd ari tes pemahamank onsepk onsentraslia rutan.T es yangd igunakand alam instrumeni ni disusuns endiri oleh peneliti denganv aliditas isi sebesa9r8 %d anr eliabilitass ebesa0r .621. Hasilp enelitianm enunjukkanb ahwa:( l) pemahamakno nsepk onsentrasi larutans iswak elasI I SMUN 5 Malang termasuks edangd, itunjukkano leh tercapainynal lai rata-ratah asil tes pemahamank onseps ebesa7r 3,86d engann ilai tertingg9i 6,67,terendah46,6d7a npersentasrea ta4atasiswayangmemberikan jawabansa lahp adak onsepp ersenv olumes ebesa2r 6oh,prsenm assas ebesa2r 40lo, molaritasse besalr8 %, normalitass ebesa6r 0Yom, olalitass ebesa2r 7%of,r aksim ol wbesalr2 o/o(; 2) letakk esulitans iswak elasI I SMUN 5 Malangd alamm engerjakan tesp emahamakno nsepk onsentraslia rutand itunjukkan dari jawaban salahd an lembahr itungans iswa,k esulitani tu disebabkano leh: (a) keterbatasans iswad alam operasim atematikay aitu penjumlaha4 pnguiangan, pembagian, perkaliasne besa2r 8%,161kurangnypae nguasaakno nseps ebesa5r l%, (c) kurang mampum ente{emahkans oal ke dalam bahasam atematikas ebesa4r 9%o, (d)ketidaktelitiasni swad alamm enggunakasna tuans ebesa2r 3%;( 3) prestasbi elajar matematiksai swak elasI I SMUN 5 Malang termasuks edangd engann ilai rapor ratarata untuk matematika adalah 65,90 dengan nilai tertinggi 90 dan terendah 50; (4)a dah ubunganp ositifyang signifikan antarap restasib elajarm atematikad engan pmahamanko nsepk onsentraslai rutand engank oefisienk orelasis ebesa0r ,694 denganp ersamaarne gresiY : 16,25+ 0,874X r. Hal ini berarti4 87op emahaman konsepk onsentraslia rutan siswad isumbango leh pemahamannytae ntangk onsep penjumlahanp, enguranganp, erkalian,d an pembagran. Sarany ang dapatd ikemukakanb erdasarkanh asil penelitiani ni adalahu ntuk membantus iswam engataski esulitan-kesulitany ang ada,h endaknyaG uru memberikanja m tambahand i luarj am pelajarany angadad engantu juan memberikanla tihan-latihank epadas iswau ntuk mengeq'akans oal-soalk onsep konsentraslia rutan.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 |