Perbedaan tingkat profesionalisme auditor berdasarkan gender pada KAP di Kota Malang / Fadilla Cahyaningtyas

 

ABSTRAK Cahyaningtyas, Fadilla. 2010. Perbedaan Tingkat profesionalisme Auditor berdasarkan Gender pada KAP di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, FE, UM. Pembimbing (1) DR. Nurika Restuningdiah, SE., M.Si., Ak. (2) Triadi Agung Sudarto, S.E., Ak., M.si. Kata Kunci: Profesionalisme, Auditor, Gender Profesionalisme menjadi syarat utama bagi orang yang ingin bekerja sebagai auditor eksternal di KAP. Gambaran seseorang yang profesional dalam profesi dicerminkan dalam lima dimensi, yaitu pengabdian terhadap profesi, kewajiban sosial, kemandirian, keyakinan terhadap profesi, dan hubungan dengan sesama profesi. Penelitian ini bertujuan unuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat profesionalisme antara auditor pria dan auditor wanita pada KAP di Kota Malang. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Kota Malang tahun 2010 yang berjumlah 45 auditor dan seluruhnya dijadikan sampel penelitian karena metode pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling, yaitu convenience sampling. Metode pengumlan data yang digunakan adalah metode survey, yaitu dengan mengirimkan kuesioner melalui pos (mail survey) yang disertai dengan surat permohonan untuk menjadi responden, diantar sendiri maupun menitipkan kuesioner pada contact person dari KAP tempat responden bekerja. Analisis data menggunakan Independent Sampel T test (uji T untuk dua sampel independen). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat profesionalisme auditor berdasarkan gender pada KAP di Kota Malang. Alasan yang mendasar berkaitan dengan tidak adanya perbedaan tingkat profesionalisme antara auditor wanita dengan pria adalah keunggulan wanita terletak pada kesabaranya, ketekunan, keuletan dan akurasi dalam penghitungan, tepat bagi karir sebagai seorang akuntan. Saran dari penelitian ini untuk penelitian selanjutnya diharapkan (1) melakukan wawancara pada Kantor Akuntan Publik, (2) memperluas area penelitian, (3) ditambah variabel-variabel lain seperti berdasarkan hierarki jabatan, lama pengalaman kerja, dan sebagainya, (4) memperluas sampel penelitian seperti akuntan pendidik, akuntan manajemen, ataupun akuntan pemerintahan. Bagi Kantor Akuntan Publik diharapkan (1) dapat memberikan peluang yang sama baik terhadap auditor pria ataupun auditor wanita dalam merekruitmen akuntan publik, (2) memberikan porsi dan kesempatan yang sama bagi auditornya baik itu wanita ataupun pria untuk mengembangkan kariernya.

Perbedaan keterampilan hubungan interpersonal antara siswa kelas olimpiade dan siswa kelas reguler di SMA Negeri 5 Malang / Fifi Setia Desianti

 

PERBEDAAN KETERAMPILAN HUBUNGAN INTERPERSONAL ANTARA SISWA KELAS OLIMPIADE DAN SISWA KELAS REGULER DI SMA NEGERI 5 MALANG Fifi Setia Desianti* ABSTRAK Keterampilan hubungan interpersonal merupakan kecakapan sosial yang perlu dimiliki oleh setiap anak. Kecakapan itu diperlukan untuk dapat melakukan interaksi dengan lingkungan sekitar. Sekolah merupakan lingkungan untuk mengembangkan keterampilan hubungan interpersonal karena siswa banyak menghabiskan waktu dan kesempatan untuk berinteraksi dengan sesama siswa, guru dan pihak sekolah lain. Tujuan penelitian adalah untuk: (1) Mengetahui tingkat keterampilan hubungan interpersonal siswa kelas olimpiade di SMAN 5 Malang, (2) Mengetahui tingkat keterampilan hubungan interpersonal siswa kelas reguler di SMAN 5 Malang, dan (3) Mengetahui adanya perbedaan keterampilan hubungan interpersonal antara siswa kelas olimpiade dan siswa kelas reguler di SMAN 5 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas olimpiade dan siswa kelas reguler SMAN 5 Malang. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas olimpiade dengan jumlah 65 siswa dan siswa kelas reguler kelas X dan XI berjumlah 127 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk siswa kelas olimpiade dan Stratified Random Sampling untuk siswa kelas reguler. Pengumpulan data menggunakan inventori keterampilan hubungan interpersonal dengan skala selalu, sering, kadang-kadang, dan tidak pernah. Teknik analisis yang digunakan adalah persentase dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) 8% siswa kelas olimpiade memiliki keterampilan hubungan interpersonal sangat tinggi, 82% tinggi, 10% sedang dan tidak ada siswa yang memiliki keterampilan hubungan interpersonal kurang dan sangat kurang, 2) 3% siswa kelas reguler memiliki keterampilan hubungan interpersonal sangat tinggi, 83% tinggi, 18% sedang dan tidak ada siswa yang memiliki keterampilan hubungan interpersonal kurang dan sangat kurang, 3) berdasarkan hasil analisis ujit, nilai t tabel adalah sebesar 1,980 dan nilai t hitung sebesar 0,045 dengan signifikansi (Sig) = 0,964. Karena nilai t hitung (0,045) < t tabel (1,980), dengan demikian hipotesis nihil diterima dan hipotesis alternative ditolak pada taraf signifikansi 95%. Dapat disimpulkan bahwa

Upaya pengelolaan kelas yang efektif oleh guru praktikan bidang studi sejarah: studi kasus di SMP Negeri 4 Kepanjen / Raberty Hary Jatmikaningsari

 

ABSTRAK Jatmikaningsari, Raberty, Hary.2010. Upaya Pengelolaan Kelas yang Efektif Oleh Guru Praktikan Bidang Studi Sejarah: Studi Kasus di SMP Negeri 4 Kepanjen. Skripsi, Jurusan Sejarah FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Hj. Siti Malikhah Towaf, M. A. Kata kunci: pengelolaan kelas, guru praktikan, bidang studi Sejarah Guru merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan proses pendidikan sehingga kualitas guru menjadi perhatian masyarakat. Sekolah menuntut universitas untuk dapat mempersiapkan calon guru yang siap bekerja secara produktif dalam dinamika sekolah yang unik. Masalah pokok yang dihadapi guru baik pemula maupun berpengalaman adalah kemampuan dalam mengelola kelas yang efektif. Pengelolaan kelas yang efektif adalah syarat bagi pengajaran yang efektif. Fungsi mengelola kelas sangat mendasar karena kegiatan guru dalam mengelola kelas meliputi kegiatan mengelola tingkah laku siswa, menciptakan sosio emosional dalam mengelola proses kelompok. Keberhasilan guru dalam menciptakan situasi belajar yang optimal menandakan proses belajar mengajar berlangsung secara efektif. Pentingnya penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru praktikan dalam menciptakan kondisi belajar yang kondusif guna mencapai tujuan pendidikan. Penelitian ini berangkat dari pertanyaan bagaimana upaya guru praktikan untuk melaksanakan pengelolaan kelas yang efektif. Dari hasil studi pendahuluan didapatkan empat fokus penelitian yaitu (1) upaya guru dalam pengelolaan kelas yang efektif, (2) pendekatan pengelolaan kelas, (3) efektifitas pengelolaan kelas, (4) faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan kelas. Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mengetahui upaya pengelolaan kelas yang dilakukan guru praktikan bidang studi Sejarah dalam mengelola kelas yang efektif, (2) mengetahui penerapan berbagai macam pendekatan pengelolaan kelas yang digunakan guru praktikan bidang studi Sejarah, (3) mengetahui efektifitas pengelolaan kelas yang dilakukan guru praktikan bidang studi Sejarah, (4) mengetahui faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi guru praktikan bidang studi Sejarah dalam mengelola kelas. Untuk menjawab permasalahan yang ada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) teknik observasi, (2) teknik wawancara, (3) teknik dokumentasi. Data yang diperoleh dari ketiga teknik tersebut diorganisasikan, ditafsirkan, dan dianalisis, guna menyusun dan mengabstraksi temuan lapangan. Keabsahan data diuji dengan (1) ketekunan pengamatan, (2) teknik triangulasi yaitu dengan memanfaatkan pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) upaya pengelolaan kelas yang efektif meliputi perencanaan pengelolaan kelas dengan jalan memerinci kondisi kelas yang ada serta merencanakan pengelolaan kelas yang dituangkan dalam RPP, dalam pelaksanaannya pengelolaan kelas dilakukan dengan menata lingkungan fisik kelas serta menciptakan hubungan yang baik dan terbuka antara siswa dengan guru, tindak lanjut pengelolaan kelas dilakukan dengan cara evaluasi oleh guru pamong, teman sejawat dan siswa, upaya-upaya pengelolaan kelas yang bersifat preventif (pencegahan) dilakukan dengan melakukan interaksi edukatif dan kuratif (penanggulangan) dilakukan dengan mengidentifikasi masalah yang terjadi dan bersama-sama mencari solusi, (2) guru praktikan menggunakan ketiga pendekatan pengelolaan kelas meliputi pendekatan pengubahan tingkah laku, pendekatan penciptaan iklim sosio emosional, pendekatan proses kelompok, (3) Efektifitas pengelolaan kelas dilakukan dengan cara menciptakan dan memelihara kondisi kelas, pembelajaran yang efektif, serta mengembangkan komunikasi yang efektif sehingga terjadi interaksi positif (4) faktor pendukung dan penghambat pengelolaan kelas berasal dari faktor manusia dan non manusia. Faktor manusia berasal dari input siswa dan guru, sedangkan non manusia berasal dari fasilitas IT yang dimililki sekolah. Dalam pelaksanaanya guru praktikan terkadangn juga mengalami kendala, yaitu adanya siswa yang belum siap menerima pelajaran. Fasilitas IT juga kurang bisa dimanfaatkan dengan maksimal, dan waktu pelajaran berkurang karena libur. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa guru praktikan sudah melaksanakan pengelolaan kelas dengan baik sesuai dengan prosedur pengelolaan kelas Dikdasmen . Dari kesimpulan tersebut peneliti menyarankan: (1) Kepala sekolah terus memberikan motivasi untuk mengembangkan upaya guru praktikan dalam pengelolaan kelas yang efektif, (2) Guru pamong meningkatkan bimbingan kepada guru praktikan sehingga terjadi hubungan timbal balik diantara keduanya, (3) Guru praktikan menambah kreatifitas dan model-model pengelolaan kelas yang efektif, (4) Jurusan Sejarah meperkaya kajian-kajian tentang pengelolaan kelas, (5) Dalam penelitian lebih lanjut peneliti lain dapat mengembangkan lebih dalam mengenai pengaruh pengelolaan pengajaran dalam pengelolaan kelas yang efektif.

Pembelajaran kooperatif model TAI (Team Assisted Individualization) berbasis eksperimen untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar fisika siswa kelas VII SMP Negeri 6 Malang / Koko Ardianto

 

ABSTRAK Ardianto, Koko. 2010. Pembelajaran Kooperatif Model TAI (Team Assisted Individualization) Berbasis Eksperimen untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil BelajarSiswa Kelas VII SMP Negeri 6 Malang.Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. PurboSuwasono, M.Si, (II) Dra. Chusnana Insjaf Yogihati M.Si. Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif TAI, motivasi, hasil belajar Pengalaman belajar yang diberikan guru dalam pembelajaran menentukan tingkat pencapaian keberhasilan proses dan hasil belajar siswa. Berdasarkanhasilwawancaradengan guru fisikadanobservasi yang telahdilaksanakan di SMP Negeri6 Malangdiperolehinformasibahwamulaidarikelas VII-1sampaikelas VII-8, kelas yang memilikimotivasidanhasilbelajar yang rendahadalahkelas VII-8. Indikatorrendahnyamotivasibelajarsiswayaitu: (1) 24 dari 40 anak yang tidaklengkapmengerjakantugas yang mengindikasikankurangnyapersiapansiswadalammengikutikegiatanpembelajaran, (2) siswatidakmemperhatikanketika guru sedangmenerangkanpelajaran, dan (3) tidakadasiswa yang menjawabpertanyaandari guru secarasukarela yang mengindikasikanrendahnyapartisipasisiswadalamkegiatanpembelajaran. Selainmotivasi yang rendahkelas VII-8 jugamempunyai rata-rata hasilbelajar yang rendah, yaitu 54.Rata-rata nilaiinilebihrendahdarinilai KKM (kriteriaketuntasan minimal) SMP Negeri 6 Malang yaitu 68.Berdasarkan permasalahan tersebut diterapkan model pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif selama proses pembelajaran dan saling membantu untuk memperoleh pemahaman Pembelajaran tersebut adalah model pembelajaran kooperatif TAI yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar fisika siswa. Model pembelajarankooperatif TAI dalampenelitianinimeliputitahapplacement test and team, teaching group, student creative, team study, whole class unit, fact test, team score and team recognition. Subjekpenelitianiniadalahsiswakelas VII-8 SMP Negeri 6 Malang.Penelitianinitermasukpenelitiantindakankelas yang berlangsungdalamduasiklus.Teknikpengumpulan data aktivitas guru selamapembelajaranberlangsungmelalui 1) keterlaksanaanpembelajarandanmotivasibelajarmelaluimenggunakanlembarobservasidan 2) data prestasibelajardiperolehdarites.Data tersebutdianalisisdenganperhitungan rata-rata danpersentase yang kemudiandiartikansecaradeskriptifkualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keterlaksanaan pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Motivasi siswa juga mengalami peningkatan. Perolehan persentase pencapaian aktivitas siswa secara klasikal pada siklus I 69,5 % dengan taraf baik pada siklus II meningkat menjadi 78% dengan taraf sangat baik. Hasil belajar siswa meningkat dari data awal sebesar 57,41 menjadi 72,33 pada siklus I dan 75,42 pada siklus II. Data awal menunjukkan siswa yang tuntas belajar sebanyak 9 orang, pada siklus I sebanyak 30 orang dan pada siklus II meningkat menjadi 34 orang. Dengandemikiandapatdisimpulkanbahwamodelpembelajarankooperatif TAI dapatmeningkatkanmotivasi dan hasilbelajarsiswakelas VII-8 SMP Negeri 6 Malang.

Penerapan pembelajaran finger painting sebagai suatu proses kreatif dalam menggambar dan mewarna siswa TK Halimah 05 Banjararum Singosari Malang / Ayung Candra Padmasari

 

ABSTRAK Padmasari, Ayung Candra. 2010. Penerapan Pembelajaran Finger Painting Sebagai Suatu Proses Kreatif Siswa dalam Menggambar dan Mewarna Siswa TK Halimah 05 Banjararum Singosari. Skripsi, Jurusan Seni Dan Desain Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Drs. Andi Harisman, (II) Fenny Rochbeind S.Pd, M.Sn Kata Kunci : Pembelajaran Finger Painting, Proses kreatif, Menggambar, Mewarna Penerapan Pembelajaran Finger painting Sebagai Suatu Proses Kreatif Siswa TK Halimah 05 Banjararum Singosari merupakan salah satu bentuk aplikasi lain dalam menggambar yang menjadi trend saat ini. Finger painting merupakan suatu gerakan motoris yang global bagi anak, seluruh badan seakan-seakan ikut terlibat melakukan gerakan itu. Pembelajaran finger painting diarahkan pada pengembangan kreativitas dan keterampilan anak serta pembentukan kepribadian anak sesuai dengan tingkat perkembangan usia dan karakter anak. Oleh karena itu peneliti tertarik menerapkan finger painting dalam pembelajaran menggambar dan mewarna sebagai suatu bentuk proses kreatif siswa dalam menuangkan ide dan gagasan dalam berkarya seni serta sebagai media untuk menyampaikan materi cara mencampur warna yang sangat efektif untuk anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam proses kreatif dalam menggambar dan mewarna siswa TK Halimah 05 Bajararum Singosari. Selain itu dalam penelitian ini juga dideskripsikan perencanaan dan juga proses kegiatan menggambar dan mewarna menggunakan pembelajaran finger painting. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah 15 anak dari siswa kelompok B TK Halimah 05 Banjararum Singosari Malang. Data dalam penelitian ini adalah hasil pretes dan postes, hasil kuesioner dan hasil observasi. Instrumen yang digunakan adalah angket, tes dan pedoman observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran finger painting dapat meningkatkan proses kreatif siswa dalam menggambar dan mewarna. Hal ini terbukti dari 10 siswa dari 15 siswa memperoleh skor dengan kategori sangat baik, dan 5 siswa dari 15 siswa tersebut memperoleh skor baik. Dari penilaian tersebut dapat dsimpulkan bahwa pembelajaran finger painting sangat efektif terutama ketika dimanfatkan dalam penyampaian materi mencampur warna dasar kepada anak. Oleh karena itu peneliti menyarankan kepada guru Taman Kanak -Kanak untuk menerapkan pembelajaran finger painting sebagai proses kreatif anak dalam penggalian ide pada kegiatan menggambar dan mewarna anak terutama sebagai media untuk pemahaman teori mencampur warna. Hal ini dikarenakan pembelajaran finger painting merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang lebih menciptakan kondisi anak untuk bermain sambil belajar. iii

Pengembangan bahan ajar IPA terpadu berbasis kontekstual tema pemuaian pada berbagai wujud zat untuk siswa SMP kelas VII / Khoirun Nisa

 

ABSTRAK Nisa, Khoirun . 2010. Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu berbasis kontekstual Tema Pemuaian pada berbagai wujud Zat untuk SMP kelas VII. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Lia Yuliati, M. Pd., (II) Drs. I Wayan Dasna, M.Si. M.Ed, Ph.D Kata Kunci: bahan ajar, IPA terpadu, pendekatan kontekstual Pembelajaran yang dianjurkan dalam pelaksanaan KTSP berdasarkan standar proses adalah dengan pendekatan kontekstual. Pada jenjang SMP/MTs mata pelajaran IPA adalah terpadu. IPA Terpadu merupakan perpaduan dua bidang kajian atau lebih yang berhubungan dan diajarkan dalam bentuk satu kesatuan tema. Salah satu kendalanya adalah bahan ajar IPA Terpadu yang disajikan dalam bentuk tema masih belum ada yang beredar di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar IPA Terpadu berbasis kontekstual dengan tema Pemuaian pada berbagai Wujud Zat untuk siswa SMP kelas VII. Pengembangan bahan ajar menggunakan desain penelitian pengembangan (Research and Development) oleh Borg dan Gall 1983. Langkah langkah yang dilakukan adalah studi pendahuluan, pengembangan produk, penilaian produk, revisi produk. Penilaian draf produk dilakukan oleh dosen fisika, dosen kimia dan guru SMP masing masing satu orang . Penilaian menggunakan dua instrumen yang berbeda yaitu angket penilaian bahan ajar IPA Terpadu dan instrumen penilaian bahan ajar.teknik analisis yang digunakan adalah analisis perhitungan rata-rata yang diadaptasi dari Arikunto. Hasil penelitian berupa bahan ajar IPA Terpadu berbasis kontekstual dengan tema pemuaian pada berbagai wujud zat untuk SMP kelas VII. Bahan ajar hasil penelitian berupa buku teks 82 halaman yang terdiri dari halaman muka, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, peta konsep, bagian isi dari bahan ajar yang terdiri materi bahan ajar dan lembar kegiatan siswa, rangkuman, soal evaluasi, kunci jawaban, glosarium, dan daftar pustaka. Hasil penilaian dari uji kelayakan adalah 3.27dari rentang nilai 1-4 dengan kriteria bahan ajar yang dikembangkan adalah sangat layak.

Pengaruh pemberian kompensasi terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja (Studi pada pegawai tidak tetap Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang) / Apsari Puspitaning Ati

 

ABSTRAK Ati, Apsari Puspitaning. 2010. Pengaruh Pemberian Kompensasi Terhadap Disiplin Kerja Melalu Motivasi Kerja (Studi pada Pegawai Tidak Tetap Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Konsentrasi Sumber Daya Manusia. Program studi S1 Manajemen Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Syihabudhin, S.E., M.Si. (2) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si. Kata kunci : kompensasi finansial, kompensasi non finansial, motivasi kerja, disiplin kerja. Salah satu bentuk perhatian yang dapat diberikan perusahaan kepada pegawai dalam mensejahterakan pegawainya adalah dengan pemberian kompensasi yang memadai. Kompensasi merupakan unsur yang dapat digunakan untuk memotivasi pegawai. Selain itu, kompensasi atau balas jasa dapat berperan penting dalam menciptakan disiplin kerja pegawai, artinya, semakin besar balas jasa yang diberikan kepada pegawai, maka semakin baik pula kedisiplinan pegawai tersebut. Adanya disiplin yang baik dalam perusahaan merupakan salah satu kunci suksesnya sebuah perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompensasi terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja pegawai tidak tetap Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini dilaksanakan di Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang pada bulan Januari-Februari 2010. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research yaitu menjelaskan hubungan kautsal antar variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai Depo Farmasi dengan status kepegawaian adalah pegawai tidak tetap (Non PNS) yang berjumlah 104 orang, sedangkan sampelnya diambil menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 83 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Random Sampling. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu kompensasi finansial (X1), kompensasi non finansial (X2), variabel intervening yaitu motivasi kerja (Z), dan variabel terikat yaitu disiplin kerja (Y). Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (Path Analysis). Tujuan dari analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian ini dapat diketahui : (1) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi finansial terhadap motivasi kerja sebesar 0,333. (2) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi finansial terhadap disiplin kerja sebesar 0,204. (3) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi non finansial tehadap motivasi kerja sebesar 0,438. (4) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi non finansial terhadap disiplin kerja sebesar 0,373. (5) terdapat signifikansi pengaruh langsung motivasi kerja terhadap disiplin kerja sebesar 0,340. (6) terdapat pengaruh tidak langsung kompensasi finansial terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja sebesar 0,113. (7) terdapat pengaruh tidak langsung kompensasi non finansial terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja sebesar 0,148. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan agar pihak pimpinan Depo Farmasi RSSA Malang perlu lebih memperhatikan hak-hak pegawai yang belum diberikan, diantaranya hak cuti tahunan yang sesuai UU Ketenagakerjaan, transparansi pemotongan insentif dan adil dalam pemberlakuan tata tertib di Depo Farmasi RSSA Malang. Sedangkan untuk absensi setiap datang dan pulang kerja, sebaiknya tetap dipertahankan dan ditingkatkan.

Profil Pengelolaan Usaha Dan Perilaku Ekonomi Pengrajin Gerabah Di Desa Karang Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Oleh Ro'ufah Inayati

 

Seiringd engans emakinm engglobalnyear a modemisasif,u ngsib arangbaransge macamge rabahte lahd igantikano leh barang-barandga ri plastik, alumuniumd,a nl ain sebagainyaS. ebagrabne sark onsumenju ga lebih menyukai baransgu bstitusinyiatu . Berdasarkafne nomenate rsebutta mpik sepintasb ahwa usahkae cilg erabahti dak mempunyapi rospeku ntukb erkembangy.a ng menjadi !€rtanyaana dalahm engapap arap engrajing erabahd i desaK arangk ecamatan Semandinkga bupatenT ubanm asihs etiam enekunui sahanyate rsebutp. enelitiani ni bertujuaunn tukm engkajis ecaram endalamd ank omprehensift entangp engrajin gerabadhi desaK arangk ecamatanS emandingk abupatenT uban.M otifapisaJa yangm endasamri erekau ntukt etaps etiap adau sahanyab,a gaimanas eluk-beluk kegatanu sahanyad,a nb agaimanam erekam engelolau sahanyah inggat etapb isa eksiss ampasi aati ni. Penelitianin i menggunakapne ndekatadne skriptifkualitatif.S edangkanjenis penelitiayna ngd igunakana dalahs tudik asus.o rientasit eoretisy angd igunakan bertumppua dap endekataent nometodologLi.o kasip enelitiani ni terletakd i desa Kanng( bagianu tara)k ecamatans emandingk abupatenT uban, tepatnyad i rumah BuR uminah( pengrajing erabahje nis kuali) danM bah Dasri( pengrajing erabahje nis perabortu maht angga)P. enelitianin i dilakukanp adaJ uni 2003-Juni 2004.y ang menjadsi ubyekd ani nformanp enelitiani ni adalahp engrajing erabahjenisk uali besertak aryawannyap, engrajing erabahje nis perabotr umah tangga, pedagang gcrabahm, asyarakapt enggunag erabah,d an kepalad esaK arang.D ata dijanng {:ngunt eknik bola salju( snowballs ampling)T. eknik pettgu-p.,lan datayang dipakaia dalahp engamatanb erperansertad an wawancaram endalam.A nalisis data yangd igunakana dalaha nalisisd atas ecarain duktifdenganp rosedurre duksid ata, penyajiand ata,d anm enarikk esimpulans. edangkanu ntukk eperluanp engecekan keabsahadna tad igunakanp erpanjangakne ikutsertaank,e tekunanp engamatand,a n triangulasi. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwau sahag erabahd i desaK arangt elaha da sejakp uluhant ahuny angl alu, danm erupakanu sahat urun-temurunp.e ngrajin termotivasmi endirikanu sahag erabahk arenaa lasane konomi.p engrajins angat tergantungp adap enyuplaid alam hal pengadaanb ahanb aku Tenagak e{a berasal dank eluargap engrajins endiri,d an sifatnyah anyam embantuM. odal usahab erasal darip engrajins endirid anp injamand ari tengkulaka pabilaa dak ekuranganU. ntuk satuk ali pembakaranm, odaly angd ibutuhkana ntaraR p 220.000,00-Rp3 00.000,00 tanpam emperhitungkatenn agas endiri,u paht enagak erja serumahd, anb iaya pemakaiapne ralatanT. eknik produksig erabahd ilakukans ecaram anuald engan tangank,a ki, dan dibantu alat-alats ederhanab, elum memanfaatkante knologi modemA. da2 jenis produkg erabahy angd ihasilkany, aitu kuali (sebagatie mpat pengawetaikna n)d ang erabahjenisp erabotr umaht anggaP. rosesp roduksig erabah meliput3i tahapany, aitu tahapp ersiapanp, embuatand, anp embakaranA. da perbedaadna lamp emasaragne rabahje nis kuali danj enis perabotr umaht anggab, aik daris egid aerahp emasarans,a lurand istribusi,k onsumenm, aupunk ebijakanh arga. Fahorp endukungd an penghambaut tama.usahag erabaha dalahm usim. Faktor pendukunlagi nnyal ebih bersifatk ekeluargaanS. edangkafna ktor penghambat lainnyale bihd isebabkaonl eh kurangnyak emampuanS DM, baik dalamh al penguasataenk nologim aupunm anajemenu sahaP. engrajing erabahte taps etia menekunuis ahanysaa mpasi aati ni karenaa danyak eajeganp ermintaank onsumen terhadagpe rabahm erekad ank esulitana lih profesi.P endapatayna ngd iperoleh pengrajidna ri usahag erabahd apatm emberikanm anfaate konomisb agi usahad an keluarganyaS. ampais aati ni belum adau payad ari pengrajinu ntuk mengatasi dampakn egatifu sahanya. Temuanp okokp enelitianm: asiha das ekelompokm asyaraka(tp engrajin gerabadhi desaK arang)y angm enganupt ola kehidupane konomit radisionadl i era modernisasini i, sehinggaa lasan-alasamne rekau ntukt etaps etiam enekunui sahanya adalahr asional( dikaitkan dengane konomi tradisionaly ang merekaa nut) dan adanya kecenderungapno la perilakue konomim erekam engarahp adat ingkatk ehidupan subsistensi. Berdasarkahna silp enelitiani ni, dapatd isarankana garP emda( melalui Depperindagd) apatm emberikanp embinaank epadap engrajing erabaht entang tekniku saham isalnyap erubahand esainp roduk.S elaini tu Pemda( melaluiD iknas) jugad iharapkand apatm enanganpi ola perubahanp erilakup engrajin( misalnya denganm emberikanp endidikanlu ar sekolah)a pabilas uatus aata dap embaharuan dalamu sahag erabahB. agi penuntutil mu disarankana gard apatm elakukan penelitianla njutan( kualitatif)t entangu sahak ecil dan lebih intensm elakukan penelitiante ntangp olak ehidupane konomit radisionaly angpadak enyataannya masiha dad alamm asyarakadt i zamanm odemi ni. Bagi pengrajind isarankana gar dapatm enemukanid e-ideb arug unam engembangkauns ahanyas,e misadl enganc ara membentukp erserikatanu ntuk mengataski endala-kendalay ang ada,d anjuga dapat meminimalisird ampakn egatify angt imbul akibatp embakaragne rabahd enganc ara menambajhu mlah tanamand i sekitamyaB. agi kalangana kademisdi isarankana gar senantiasma emberikanb imbingand anp embinaans ertam engenalkatne knologig una mempermudaphr osesu saham, isalnyam engenalkatne knologip embuatano ven pembakara(ns ederhanaa)g arp engrajint etapb isab erprodukspi adam usim penghujan,

Penerapan pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievement Divisions) untuk meningkatkan aktivitas belajar dan prestasi belajar biologi pada siswa kelas VIII SMP PGRI 02 Batu / Agus Samsul Huda

 

Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu Riyani selaku guru mata pelajaran biologi dan observasi yang telah dilakukan di SMP PGRI 2 Batu Jl. Raya Pandanrejo. No.1A Kecamatan Bumiaji Kota Batu pada tanggal 28 September dan 1 Oktober 2009, bahwa prestasi belajar siswa masih rendah, dengan rerata skor ketuntasan belajar siswa pada tes formatif Sistem Pencernaan pada Manusia yaitu 64.64 %. Berdasarkan SKBM (Standar Kelulusan Belajar Minimal) di SMP PGRI 2 Batu seorang siswa disebut tuntas belajar jika telah mencapai SKBM dengan nilai 65 dan daya serap klasikal 70 %. Hal ini menunjukkan masih banyak siswa yang masih belum mencapai SKBM (Standar Ketuntasan Belajar Minimal) yang ditentukan oleh sekolah. Selain itu, guru jarang menerapkan pembelajaran kooperatif dalam pengajaran di kelas, masih cenderung menggunakan metode ceramah dan merangkum. Penelitian ini menerapkan pembelajaran STAD yang tahapan pembelajarannya: 1) Penyajian kelas, 2) Belajar kelompok, 3) Tes atau kuis, 4) Skor peningkatan individu, dan 5) Penghargaan kelompok. Pada pembelajaran ini jumlah siswa sebanyak 39 orang yang terdiri dari 27 siswa perempuan dan 12 orang siswa laki-laki. Siswa dibentuk dalam 6 kelompok yang terdiri dari 4-6 siswa perempuan dan 2 siswa laki-laki. Pada saat diskusi 2 orang anggota kelompok mempunyai tanggung jawab terhadap 2 soal pada lembar diskusi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa serta mengetahui presepsi siswa terhadap pembelajaran kooperatif model STAD. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri atas lima tahap, yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi tindakan. Penelitian ini dilakukan pada kelas VIII SMP PGRI 02 Batu yang dilaksanakan pada tanggal 24 November sampai 15 Desember 2009. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah: lembar observasi aktivitas guru, lembar aktivitas siswa, soal tes, catatan lapangan, dan angket respon siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model STAD dapat meningkatkan aktivitas belajar dan prestasi belajar siswa. Pada siklus I aktivitas belajar siswa 52,69 %, sedangkan pada siklus II 74,91% dan peningkatan prestasi dapat dilihat dari peningkatan jumlah siswa yang mencapai SKBM. Pada siklus I mencapai SKBM sebesar 66,7%, dan siklus II sebesar 79,49 %.

Pengaruh strategi pengelolaan diri (self-management) terhadap peningkatan kedisiplinan siswa datang tepat waktu kelas VIII SMP Negeri 1 Malang / Gladys Exellsa

 

Abstrak : Kedisiplinan merupakan jalan bagi siswa untuk sukses dalam sekolah. Siswa yang disiplin akan mematuhi ketentuan-ketentuan sekolah sehingga mereka berkembang optimal dan berhasil studinya, sebaliknya siswa yang kerap melanggar ketentuan sekolah pada umumnya terhambat optimalisasi potensi dan prestasinya. Siswa yang sering datang terlambat masuk sekolah diartikan sebagai siswa yang tidak disiplin waktu. Siswa yang tidak disiplin waktu memerlukan pemahaman diri, sehingga ia perlu merubah perilaku tersebut agar disiplin datang tepat waktu di kelas sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan oleh sekolah. Dalam kasus ini, guru BK perlu memberikan bantuan agar siswa tersebut dapat membiasakan disiplin masuk kelas tepat waktu. Pengelolaan diri (self-management) adalah suatu kemampuan yang berkenaan dengan kesadaran diri dan keterampilan di mana individu mengarahkan pengubahan tingkahlakunya sendiri dengan pemanipulasian stimulus dan respon baik internal maupun eksternal. Dengan kata lain self-management merupakan kemampuan individu dalam mengelola potensi diri dan potensi lingkungan untuk mengubah perilakunya. Dalam penelitian ini menguji apakah strategi self management berpengaruh terhadap peningkatan kedisiplinan siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh strategi pengelolaan diri (self management) terhadap peningkatan kedisiplinan siswa. Rancangan penelitian ini adalah quasi experimental dengan jenis single case experimental design. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain A-B-A. Subyek adalah siswa kelas VIII di SMPN 1 Malang. Instrumen pengumpulan data adalah daftar cek kedisiplinan siswa dan self raport. Data dianalisis dengan rerata dan presentase. Berdasarkan hasil analisis data dari visual inspection pada saat sebelum perlakuan, perlakuan, dan sesudah perlakuan menunjukkan bahwa self management berpengaruh terhadap peningkatan kedisiplinan siswa. Hal ini tampak dari perbedaan jumlah frekuensi dari baseline I dan baseline II. Dari 6 subyek yang dianalisis, menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan yang dimilikinya. Masing-masing subyek mampu meningkatkan kedisiplinan datang tepat waktu di atas 50% dan terdapat 2 subyek yang dapat meningkatkan kedisiplinan datang tepat waktu hingga 100%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar (1) konselor menggunakan strategi self management untuk meningkatkan kedisiplinan siswa datang tepat waktu di kelas, (2) peneliti selanjutnya dapat mengembangkan design penelitian ini misalnya A-B-A-B atau melakukan penelitian tentang strategi tersebut dengan penelitian tindakan. Artinya perlu didesain strategi paska baseline II dan fase pemeliharaan perilaku. Kata kunci : Pengelolaan Diri (Self Management), Kedisiplinan Datang Tepat Waktu, siswa SMP

Efektifitas penggunaan bahan ajar IPA model integrasi terhadap prestasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 7 Malang / Ferdi Reza Fahrisal

 

ABSTRAK Fahrisal, Ferdi Reza. 2010. Efektifitas Penggunaan Bahan Ajar IPA Model Integrasi terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 7 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Lia Yuliati, M. Pd., (II) Drs. Agus Suyudi, M. Pd. Kata Kunci: efektifitas, bahan ajar IPA model integrasi, prestasi belajar. Wawancara dengan guru IPA di SMP Negeri 7 Malang diketahui bahwa pembelajaran IPA terpadu sudah diterapkan. Penyajian materi pada bahan ajar masih terpisah-pisah berdasarkan bidang-bidang kajiannya meskipun sudah disatukan dalam sebuah buku. Sebelumnya sudah ada hasil pengembangan bahan ajar IPA terpadu yang sesuai dengan kurikulum yang diberlakukan oleh pemerintah dengan tema perpindahan kalor dan akibat yang ditimbulkannya, namun penulisan yang dilakukan baru dalam tahap pengembangan belum diimplementasikan ke lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mendapat pembelajaran menggunakan bahan ajar IPA model integrasi dengan siswa yang mendapat pembelajaran menggunakan bahan ajar IPA konvensional dan menentukan efektifitas bahan ajar terhadap prestasi belajar siswa pada kelompok prestasi tinggi dan kelompok prestasi rendah yang menggunakan bahan ajar IPA model integrasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Populasi penelitian adalah siswa SMP Negeri 7 Malang kelas VII semester 2 tahun ajaran 2009/2010 yang terdiri dari 7 kelas. Sampel penelitian adalah kelas VII-A sebagai kelas eksperimen dan VII-B sebagai kelas kontrol, masing-masing kelas terdiri dari 43 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive cluster sampling, yaitu berdasarkan pertimbangan nilai rata-rata IPA yang hampir sama, yaitu 57 dan 54. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah (1) Instrumen perlakuan yang digunakan adalah bahan ajar IPA model integrasi tema perpindahan kalor dan akibat yang ditimbulkannya untuk kelas eksperimen. (2) Instrumen pengukuran penelitian berupa tes yang terdiri dari 23 soal pilihan ganda dengan r = 0,73 (nilai reliabilitas tinggi). Untuk mengetahui adanya perbedaan postes terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol digunakan Scheffe Test. Berdasarkan hasil uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah diberi perlakuan berupa pembelajaran menggunakan bahan ajar IPA model integrasi. Bahan ajar dikatakan efektif bila prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan bahan ajar IPA model integrasi lebih tinggi dari prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan bahan ajar IPA konvensional. Berdasarkan Scheffe Test untuk kelompok prestasi tinggi dan kelompok prestasi rendah memberikan hasil t_(A_1 B_2-A_2 B_2 )= 0,063 < 2,014 t_((45;0.05) )dan t_(A_1 B_1-A_2 B_1 )= 0,067 < 2,020 t_((41;0.05) ), menunjukkan bahwa bahan ajar IPA terpadu efektif diterapkan pada siswa kelompok prestasi tinggi maupun kelompok prestasi rendah.

Upaya pengembangan rasa nasionalisme di SDN Madyopuro 1 Kota Malang / Siti Choiriyah

 

Kata Kunci: Pengembangan, Nasionalisme, SD Upaya pengembangan rasa nasionalisme di SDN Madyopuro 1 Kota Malang dilatar belakangi oleh lunturnya rasa nasionalisme siswa pada saat ini. Pendidikan cenderung menekankan aspek kecerdasan otak sedangkan penekanan semangat nasionalisme melalui nilai-nilai luhur seperti tata krama dan kesantunan dilalaikan. Tujuan dari penelitian upaya pengembangan rasa nasionalisme di SDN Madyopuro 1 Malang ini, yaitu: (1) Mendeskripsikan upaya guru dalam mengembangkan rasa nasionalisme melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada siswa kelas V SDN Madyopuro 1 Kota Malang; (2) Mendeskripsikan peran sekolah dalam mendukung upaya pengembangan rasa nasionalisme pada siswa kelas V SDN Madyopuro 1 Kota Malang; (3) Mengetahui rasa nasionalisme siswa kelas V SDN Madyopuro 1 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, angket, catatan lapangan, dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis dalam beberapa tahap, dimulai dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Sementara pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengintegrasikan nilai nasionalisme dalam pembelajaran PKn. Sekolah juga turut berperan dengan memprogramkan pendidikan karakter nasionalisme pada kegiatan sekolah dan diketahui rasa nasionalisme siswa kelas V termasuk pada kategori tinggi. Pembahasan dari hasil penelitian tersebut, dinyatakan bahwa guru telah mengupayakan pengembangan rasa nasionalisme siswa dengan mengintegrasikan pendidikan karakter nasionalisme dalam pembelajaran PKn, pembiasaan, dan pemberian keteladanan, namun strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran masih kurang relevan dalam mengembangkan kemampuan afektif siswa. Peran sekolah dalam mengembangkan rasa nasionalisme siswa meliputi penyediaan fasilitas yang sudah mencukupi, namun dengan pemanfaatan fasilitas sekolah yang kurang optimal menyebabkan hasilnya kurang optimal. Diketahui rasa nasionalisme siswa kelas V SDN Madyopuro 1 tidak hanya diperoleh melalui sekolah namun juga diperoleh melalui peran keluarga dan masyarakat. Disimpulkan, guru telah mengintegrasikan pendidikan karakter nasionalisme dalam pembelajaran PKn, sekolah juga telah menjalankan perannya dalam mendukung pendidikan karakter nasionalisme, dan rasa nasionalisme siswa kelas V termasuk dalam kategori tinggi. Adapun saran penulis, guru hendaknya menggunakan strategi pembelajaran yang lebih menekankan pada peningkatan kemampuan afektif siswa daripada penekanan kemampuan kognitif siswa.

Membangun jaringan LAN berbasis Windows di Sekolah Dasar Negeri Blimbing 5 Malang / Laily Istiqomah

 

Kata Kunci : jaringan LAN, sistem operasi Jaringan LAN yang sebelumnya banyak terdapat di perkantoran yang mana digunakan untuk mendukung pekerjaan dan bisnis, saat ini jaringan LAN juga mulai dikembangkan di dalam ranah pendidikan yang memungkinkan pengguna jaringan dapat melakukan sharing data serta perangkat lainnya. Sekolah Dasar Negeri Blimbing 5 Malang merupakan salah satu institusi pendidikan dasar yang ada di kota Malang yang mana telah mempunyai sarana dan prasarana yang berperan penting salah satunya dengan telah terakses dengan internet. Akan tetapi belum secara keseluruhan sarana dan prasarana tersebut dapat terkoneksi dengan jaringan LAN, hal ini menyebabkan terbatasnya dalam hal mengkses data. Oleh karena itu dengan keberadaan jaringan LAN yang terhubung antara ruang administrasi dan kantor maka akan sangat membantu dan mendukung sekali dalam hal mengakses data, mendukung proses belajar mengajar, dan memperlancar proses administrasi sekolah. Komputer dalam pengoperasiannya juga membutuhkan sebuah sistem operasi untuk mendukung kinerja komputer itu sendiri termasuk dalam pengadaan jaringan LAN. Dalam hal membangun jaringan LAN di Sekolah Dasar Negeri Blimbing 5 Malang juga menggunakan salah satu sistem operasi yakni Windows. Sistem operasi Windows selain sudah familiar juga dapat membantu memudahkan dalam menjalankannya khususnya bagi orang yang awam tentang komputer sebelumnya. Bertitik tolak dari penulisan ini, dapat disimpulkan bahwa dengan adanya jaringan LAN berbasis Windows di Sekolah Dasar Negeri Blimbing 5 Malang, maka dapat digunakan sebagai perangkat yang dapat mendukung dalam proses tata administrasi sekolah dan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Di samping itu topologi yang digunakan dalam jaringan adalah topologi star, yang mana apabila salah satu kabel putus maka proses akses data yang lain tidak akan terganggu. Dengan adanya jaringan yang terhubung antara komputer satu dengan yang lain dapat saling berkomunikasi, saling bertukar data, dan dapat menggunakan koneksi internet secara bersamaan.

Pengembangan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema pemanasan global bagi siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Singosari / Haris Mahmudi

 

ABSTRAK Mahmudi, Haris. 2010. Pengembangan Paket IPA Terpadu Berbasis Konstruktivisme dengan Tema Pemanasan Global bagi Siswa Kelas IX di SMP Negeri 2 Singosari. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika. Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Supriyono Koes H., M.Pd, M.A, (2) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd Kata kunci : paket IPA Terpadu, konstruktivisme, tema pemanasan global Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 (2006) yang menyatakan bahwa substansi mata pelajaran IPA di SMP/MTs merupakan IPA Terpadu. Sedangkan pembelajaran IPA SMP/MTs di Malang Raya kebanyakan belum menerapkan pembelajaran terpadu. Hal ini disebabkan oleh kurang adanya buku yang menerapkan pembelajaran IPA Terpadu untuk SMP/MTs. Oleh sebab itu diperlukan pengadaan bahan ajar/paket IPA Terpadu untuk membantu penerapan pembelajaran IPA Terpadu. Pengembangan ini bertujuan (1) mengembangkan paket IPA Terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema pemanasan global bagi siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Singosari, (2) mengembangkan panduan pelaksanakan pembelajaran IPA Terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema pemanasan global bagi siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Singosari. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan lima langkah yaitu : (1) Studi Pendahuluan, (2) Perencanaan, (3) Pengembangan Bentuk Awal Produk, (4) Uji coba lapangan awal, (5) Revisi Produk Utama. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket kelayakan paket IPA Terpadu dan panduan pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu yang diisi oleh 4 validator yaitu: 2 dosen (fisika dan kimia) dan 2 guru mata pelajaran IPA (biologi dan fisika) SMP Negeri 2 Singosari. Selain itu, uji keterbacaan yang dilakukan oleh 6 siswa kelas IX SMP Negeri 2 Singosari. Jenis data berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari analisis nilai rata-rata angket skala Likert, sedangkan data kualitatif berupa tanggapan,saran, dan kritik dari validator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paket IPA Terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema pemanasan global memenuhi kriteria layak dengan nilai rata-rata sebesar 3,63. Sedangkan panduan pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema pemanasan global juga memenuhi kriteria layak dengan nilai rata-rata sebesar 3,52. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada peneliti lain untuk melakukan penelitian lebih lebih lanjut yaitu dengan melakukan kajian eksperimen dan uji coba yang lebih luas, sehingga diperoleh paket dan panduan pelaksanaan pembelajaran yang teruji secara empiris.

Pemaparan fisika pokok bahasan listrik statis dengan bantuan aplikasi Swishmax / Patilongan Suat

 

ABSTRAK Suat, Patilongan. 2010. Pemaparan Fisika Pokok Bahasan Listrik Statis dengan Bantuan Aplikasi Swishmax. Skripsi, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Asim. M. Pd. Kata Kunci : listrik statis, swishmax Listrik statis adalah listrik yang tidak mengalir atau listrik yang muatan-muatan listriknya berada dalam keadaan diam. Listrik statis merupakan bentuk listrik yang dihasilkan bila beberapa benda digosokkan satu sama lain. Sebuah benda netral dapat bermuatan listrik statis dengan jalan digosokkan. Contoh lainnya, yaitu ketika batang plastik digosok dengan kain wol, elektron-elektron dari kain wol berpindah ke batang plastik, sehingga batang plastik kelebihan elektron. Dengan demikian, batang plastik menjadi bermuatan negatif. Sebaliknya, ketika batang kaca digosok dengan kain sutera, maka elektron - elektron dari batang kaca berpindah ke kain sutera, sehingga batang kaca kekurangan elektron. Dengan demikian, batang kaca menjadi bermuatan positif. Dalam kehidupan terdapat aplikasi dan gejala yang sering kali dijumpai yang erat hubungannya dengan listrik statis. Seperti ilmu lainnya, Listrik statis juga mempunyai kegunaan dan dapat pula membahayakan manusia. Contohnya seperti percikan api adalah gejala listrik yang membahayakan manusia, sedangkan salah satu kegunaan listrik statis adalah mesin fotokopi. SwishMax merupakan pengembangan dari Program Swish v.2, yang kini telah memiliki 230 bulit-in efek seperti efek Explode, Vortex, 3D Spin, Snake dan banyak lainnya. Seperti halnya Swish, SwishMax juga memilki alat bantu untuk membuat garis, kotak, elips, kurva bazier, gerak animasi, sprite, tombol roll over dan lainnya. Format dasar SwishMax adalah swi file, namun dapat juga diekspor kedalam file flash (swf), movie (avi) ataupun execute(exe) program yang dapat dijalankan berdiri sendiri. Sehingga animasi Swishmax dapat diletakkan langsung di web, atapun diikutkan dalam presentasi Microsoft Powerpoint dan Microsoft Word. Saran yang dapat disampaikan adalah agar pembelajaran dengan menggunakan komputer dapat juga diterapkan pada bidang studi ataupun materi lainnya yang terdapat dalam fisika ataupun ilmu pengetahuan lainnya.

Hubungan antara tipe kepribadian dan kecenderungan penggunaan gaya mengajar pada guru Taman Kanak-kanak / Asy Nurida Rohmati'a

 

Kata kunci: tipe kepribadian, gaya mengajar Tipe kepribadian adalah keseluruhan pola tingkah laku yang relatif permanen dengan kecenderungan karakteristik khas yang stabil serta menjadi individualitas bagi perilaku seseorang. Kepribadian dalam diri seseorang dapat mempengaruhi tingkah laku individu tersebut. Dalam penelitian ini kepribadian yang diteliti, yaitu introvert dan ekstravert. Gaya mengajar adalah suatu cara melaksanakan pengajaran yang ditampilkan oleh guru dan cenderung konsisten. Gaya mengajar dalam penelitian ini yaitu teacher centered dan student centered. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tipe kepribadian dan kecenderungan penggunaan gaya mengajar pada guru Taman Kanak-kanak. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Subyek penelitian ini adalah guru yang mengajar di TK yang berada di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto sebanyak 56 orang. Teknik pengambilan sampel adalah cluster sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah EPI-A Adaptasi Indonesia dan skala gaya mengajar. EPI-A Adaptasi Indonesia terdiri dari 56 aitem dengan reliabilitas 0,862 dan skala gaya mengajar terdiri dari 32 aitem dengan reliabilitas 0,907. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis korelasi product moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru TK di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto lebih banyak yang memiliki tipe kepribadian ekstravert. Dan guru TK di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto lebih banyak yang memiliki kecenderungan menggunakan gaya mengajar student centered. Uji hipotesis menyimpulkan terdapat hubungan positif antara tipe kepribadian dan kecenderungan gaya mengajar pada guru TK di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto (rxy = 0,363; p = 0,006 < 0,05). Hal ini dapat diartikan bahwa guru dengan tipe kepribadian ekstravert memiliki kecenderungan menggunakan gaya mengajar student centered dan guru dengan tipe kepribadian introvert memiliki kecenderungan gaya mengajar teacher centered. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan: (1) bagi keilmuan, diharapkan untuk mengembangkan pembelajaran teacher centered (2) bagi sekolah, diharapkan mengadakan pelatihan mengenai pembelajaran yang sesuai dengan paradigma pendidikan saat ini, yaitu pembelajaran student centered, (3) bagi guru, diharapkan menggunakan gaya mengajar yang lebih sesuai dengan tuntutan dan kurikulum, agar pencapaian tujuan pembelajaran dapat ditingkatkan, (4) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan variabel yang diteliti, memperluas wilayah, dan tingkat sekolah yang berbeda, misal guru SD, SMP, atau SMA agar diperoleh keanekaragaman pengetahuan dari penelitian yang berbeda.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan Udang Di Desa Pantai Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan Oleh Salamah

 

Secara ekonomi tingginya ekspor udang dari Kabupaten Kotabaruakan sangat berpengaruh pada pendapatan nelayan setempat. Akan tetapi haltersebut sangat bertolak belakang dengan apa yang semestinya terjadi. Penjualan udnng di Kabupaten Kotabaru umumnya dan Desa pantaikhususnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan nelayan udang.Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan udang di DesaPantai Kecamatan Kelumpang Selatan dalam penelitian ini adalah besarnyamodal, jarak tangkapan, jenis alat tangkap, curahan waktu ke{a dan hargapemasaranu dang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruhmasing-masing faktor tersebut terhadap pendapatan nelayan udang di DesaPantai Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru KalimantanSelatan. Populasi dalam penelttian iai adalah keseluruhan nelayan udang yangada di Desa Pantai, sedangkan sampel penelitian diambil secara purposiveSampling. Penelitian ini dilakukan di Desa Pantai Kecamatan KelumpangSelatan. Rancangan penelitian yang digmakan adalah dengan pendekatansurvei yang menggunakan daftar pertanyaan. Analisis hasil penelitian yangdipakai adalah regresi dan tabulasi silang untuk faktorjenis alat.Hasil penelitian penunjukkan bahwa faktor modai deur faktor jaraktangkap tidak berpengaruh terhadap pendapatan nelayan udang. Sedangkanfaktor jenis alat, curahan waktu dan faktor harga pemasaran berpengaruhterhadap pendapatan nelayan udang. Namun secara simultan semua variabelbebas mempunyai pengaruh yang signifrkan terhadap faktor pendapatannelayan udang di Desa Pantai Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar informasimengenai letak aktivitas udang laut dapat dipertajam lagi, perlindunganterhadap nelayan lokal lebih diutamakan, pendirian koperasi nelayan danpengurangank etergantungante rhadapl anggan( pemilik modal).

Modifikasi circle pada busana pesta berbahan denim / Yustin Sagita Dwi C.

 

Kata kunci : Modifikasi Circle, Busana Pesta, Denim. Busana adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Segala sesuatu yang dikenakan seseorang mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki beserta pelengkapnya adalah termasuk busana. Dulu seseorang berbusana hanya untuk kebutuhan saja, namun sekarang seseorang lebih mementingkan trend pada saat berbusana. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk menggambarkan trend dan keinginan seseorang berbusana saat ini. Denim adalah jenis bahan yang biasanya digunakan untuk busana casual. Namun disini, penulis mencoba merubah image denim yang biasanya digunakan untuk busana casual menjadi denim untuk pembuatan busana pesta. Selain itu denim sangat mudah dibentuk sesuai keinginan seseorang. Untuk menjadikan denim sebagai bahan pembuatan busana pesta, perlu sesuatu yang membuat busana tersebut terlihat lebih indah dan mewah. Seperti penambahan payet swarosky dan bros, juga pada bentuk busana itu sendiri. Bentuk busana disini terlihat unik dan lain daripada yang lain karena busana ini merupakan busana khusus. Dengan memodifikasi circle akan membuat busana ini telihat unik dan menarik. Circle dimodifikasi menjadi a quarter of circle kemudian ditambahkan stand dan kain keras sebagai penyempurna bentuk a quarter of circle. Dari sini kita bisa melihat bahwa seseorang berbusana bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan, namun juga mengikuti trend. Seseorang berbusana ingin terlihat menarik dan lebih menonjol daripada yang lain terutama pada saat acara-acara khusus seperti pesta. Pembuatan modifikasi circle mencerminkan kepercayaan diri pada seseorang yang memakainya.

Pemutaran musik klasik sebagai upaya membangun konsentrasi belajar siswa dalam pembelajaran PKn di SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung (studi kasus di kelas X-D dan X-H tahun pelajaran 2009/2010) / Siti Baidah

 

Pembelajaran dengan pemutaran musik diduga mampu memfasilitasi suasana pembelajaran terutama dalam membangun konsentrasi belajar siswadalam pembelajaran termasuk dalam pembelajaran PKn. Pembelajaran yang kondusif memungkinkan siswa terlibat langsung secara aktif baik fisik maupun psikis. Konsentrasi dalam belajar merupakan salah satu yang mempengaruhi belajar siswa karena terkait dengan daya pikir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) latar pertimbangan pemutaran musik klasik dalam pembelajaran PKn di kelas X SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung, (2) jenis-jenis musik klasik yang digunakan dalam pembelajaran PKn di kelas X SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung, (3) pelaksanaan pemutaran musik klasik dalam pembelajaran PKn di kelas X SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung, (4) kendala yang ditemui dalam pemutaran musik klasik dalam pembelajaran PKn di kelas X SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Subyek penelitian adalah kelas X-H dan X-D. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 kedungwaru Tulungagung pada semester genap tahun pelajaran 2009/2010. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Latar pertimbangan pemutaran musik klasik dalam pembelajaran PKn di kelas X SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung meliputi beberapa faktor antara lain; faktor kebutuhan, factor kesesuaian, dan faktor kemanfaatan. Hal ini yang menjadikan alasan dalam pemilihan musik klasik untuk dijadikan sebagai variasi dalam pembelajaran di kelas, (2) Jenis-jenis musik klasik yang digunakan dalam pembelajaran PKn di kelas X SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung adalah Komposisi musik klasik yang berasal dan berkembang di negara barat (Eropa) sekitar tahun 1750-1825. Jenis musik klasik tersebut meliputi musik klasik Mozart, Kenny G, Beethoven, Barok, Jenis musik tersebut memiliki karakteristik yang hampir sama yang membedakan hanyalah pada instrumen yang dimainkan. Musik klasik Mozart instrumen yang dimainkan adalah piano, Kenny G instrumen yang dimainkan adalah alat musik tiup (terompet), Beethoven instrumen yang dimainkan adalah piano dan bass , sedangkan Barok instrumen yang dimainkan adalah alat musik gesek (biola), (3) Pelaksanaan pemutaran musik klasik dalam pembelajaran PKn di kelas X SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung telah dilaksanakan sesuai dengan pelaksanaan pembelajaran yang menekankan pada proses pembelajaran. Pemutaran musik klasik memberikan manfaat kepada pembelajaran antara lain: Menghilangkan kejenuhan dan kebosanan, menghidupkan suasana kelas, membangun konsentrasi belajar. Proses pembelajaran PKn yang berbasis pemutaran musik klasik menjadikan proses pembelajaran lebih menyenangkan, konsentrasi, dan penuh semangat. (4) Kendala yang ditemui dalam pemutaran musik klasik dalam pembelajaran PKn di kelas X SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung antara lain; (a) kendala teknis; listrik padam, alat rusak, alokasi waktu yang singkat, (b) kendala dari guru; kurang kesiapan dalam pelaksanaan dan persiapan, (c) kendala dari siswa; karakter siswa yang berbeda-beda antara siswa yang satu dengan yang lain, (d) kendala minimnya sarana prasarana sekolah, terbatasnya sarana dan banyaknya pengguna.

Pembuatan busana pesta dengan pewarnaan pelangi pada Denim / Mery Iswianti

 

Kata Kunci: Busana Pesta, Pewarnaan Pelangi, Denim Melihat dari tren busana 2010 yang masih mengacu pada denim, maka penulis ingin membuat sebuah busana berbahan baku denim. Dari masa ke masa denim masih menjadi sebuah tren. Namun selama ini denim hanya digunakan untuk busana sehari-hari atau casual, masih jarang ditemui denim digunakan untuk acara formal atau busana pesta. Hal inilah yang mendorong penulis untuk membuat sebuah busana berbahan denim dengan desain yang menarik dan elegan sehingga bisa digunakan untuk acara formal atau pun pesta. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas akhir ini adalah menciptakan suatu desain busana pesta dengan pewarnaan pelangi pada denim. Manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah dapat dijadikan sumber inspirasi bagi pembaca untuk membuat busana pesta dengan pewarnaan pelangi pada denim. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 259.000,- Hasil yang diperolah dari pembuatan busana pesta ini adalah berupa long coat dan gaun bersiluet A, yang keduanya menggunakan bahan denim, sedangkan untuk pewarnaan pelangi menggunakan teknik airbrush. Aksesories dan milineris yang digunakan adalah hiasan rambut dari bahan denim, sepatu, anting-anting dan legging. Saran yang dapat diberikan adalah pada saat menandai kain sebelum proses airbrush, sebaiknya menggunakan kapur jahit jangan menggunakan pensil. Hal ini karena goresan menggunakan pensil membekas pada kain dan susah untuk dihilangkan.

Pengembangan media pemahaman kepribadian berbentuk permainan monopoli dalam upaya mengembangkan perencanaan karir siswa SMP ditinjau dari perspektif teori Holland / Septinda Rima Dewanti

 

ABSTRAK Dewanti, Septinda Rima. 2010. Pengembangan Media Pemahaman Kepribadian Berbentuk Permainan Monopoli dalam Upaya Mengembangkan Perencanaan Karier Siswa SMP Ditinjau dari Perspektif Teori Holland. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, (II) Drs. Hariyadi Kusumo. Kata kunci: media, permainan monopoli, tipe kepribadian Holland. Dewasa ini sering kali ditemui permasalahan di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, dimana banyak siswa yang salah jurusan. Bahkan berdasarkan observasi yang dilakukan di salah satu Sekolah Menengah Tingkat Atas di kota Malang 1-10 orang siswa mengalami salah jurusan di setiap kelasnya. Permasalahan tersebut menunjukan bahwa siswa pada tingkat SMP masih belum dapat menentukan sekolah lanjutan yang sesuai dengan dirinya. Siswa SMP menurut Super berada pada tahap perkembangan karier “pengembangan/growth” dengan tugas perkembangan mengembangkan bakat-bakat, minat, kebutuhan, dan potensi, yang akhirnya dipadukan dalam struktur konsep diri (self-concept structure). Berdasarkan penjelasan tersebut ditarik kesimpulan bahwa diperlukan suatu inovasi yang dapat digunakan untuk membantu siswa mengembangkan karier sesuai dengan kepribadiannya. Menangggapi kebutuhan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media yang dapat digunakan untuk membantu siswa mengenali kepribadiannya sehingga siswa dapat mengembangkan karier dengan tepat terutama dalam menentukan sekolah lanjutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan media yang teruji validitasnya, mengetahui cara penggunaan media, dan mengetahui keterlaksanaan dari media ini. Kegiatan pengembangan yang dilakukan ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan Borg and Gall, yang dalam penerapannya dilakukan adaptasi, disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan penelitian. Langkah penelitian dilakukan mulai dari need assessment, kemudian penyusunan produk yang selanjutnya dilakukan validasi produk dengan melakukan uji ahli dan uji coba produk. Hasil dari kegiatan pengembangan ini adalah media pemahaman kepribadian berbentuk permainan monopoli. Hasil akhir menunjukan bahwa media ini telah memenuhi syarat keberterimaan sebagai media pemahaman tipe kepribadian berbentuk permainan monopoli. Media ini memiliki validitas konstruk dimana validasi dilakukan untuk mengetahui kesesuaian isi media dengan dasar teori yang digunakan, yaitu teori minat karier Holland. Validasi dilakukan dengan melakukan uji ahli kepada ahli teori, ahli media dan ahli bimbingan. Ketiga ahli tersebut selain menilai isi, bentuk media juga menilai buku pedoman penggunaan media. Penilaian ahli menunjukan rata-rata skor yang diberikan pada deskriptor masing-masing tipe kepribadian adalah “3”, hal ini menunjukan bahwa produk yang dihasilkan sesuai dengan teori yang digunakan. Untuk mengetahui kelayakan media pemahaman kepribadian berbentuk permainan monopoli ini juga di uji cobakan pada kelompok kecil dan pengguna. Kesimpulan dari hasil uji coba produk menunjukan bahwa media ini layak digunakan. Saran yang dapat disampaikan pada penelitian ini adalah sebagai berikut, (1) untuk konselor di SMP penggunaan media ini secara tuntas dapat dilakukan pada 2 atau 3 kali pertemuan sehingga proses permainan dan evaluasi dapat dilakukan secara maksimal. Pengkondisian siswa untuk mengikuti proses diskusi tidak hanya dilakukan pada akhir permainan saja. Pada saat permainan berlangsung konselor dapat mengarahkan diskusi misalnya dengan mendiskusikan pekerjaan yang terpilih, bagaimana pekerjaan itu dan keterampilan apa yang harus dimiliki untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. (2) untuk peneliti selanjutnya, pengembangan yang telah dilakukan dalam mengembangkan media permainan monopoli ini telah sampai pada tahap uji coba produk pada kelompok kecil namun belum sempat melakukan uji lapangan. Untuk itu saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan uji lapangan sehingga produk yang dikembangkan benar-benar efektif digunakan.

Pengembangan media layanan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba berbasis multimedia interaktif bagi siswa SMP Negeri 18 Malang / Susiati

 

ABSTRAK Susiati. 2010. Pengembangan Media Layanan Informasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Multimedia Interaktif bagi Siswa SMP Negeri 18 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Triyono, M.Pd. (II) Drs. Hariadi Kusumo Kata Kunci : Multimedia, Layanan Informasi, Narkoba Fenomena penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja semakin mengkhawatirkan. Hal tersebut sangat mempengaruhi perilaku remaja yang berada dalam masa transisi dan pencarian identitas diri. Bimbingan dan konseling sebagai bagian yang integral dari pendidikan harus dapat memberikan pemahaman yang memadai kepada para remaja mengenai dunia remaja, terutama penghindaran diri dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Namun, BK di SMP Negeri 18 Malang belum memiliki media dalam bentuk multimedia interaktif yang menunjang proses pemberian informasi bahaya penyalahgunaan narkoba yang termasuk dalam layanan informasi bidang bimbingan sosial. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk media layanan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba berbasis multimedia interaktif yang berterima baik (memenuhi aspek ketepatan, kejelasan, kegunaan dan kemenarikan) baik secara teoritik maupun praktis. Media ini berisi empat (4) menu utama yaitu profil pengembang, pendahuluan, petunjuk penggunaan dan informasi. Di dalam menu informasi terdapat empat (4) sub menu informasi antara lain: dunia remaja, fakta penyalahgunaan narkoba, bahaya penyalahgunaan narkoba dan remaja anti narkoba. Pengembangan media layanan informasi ini mengikuti tahapan model pengembangan Borg and Gall (1983). Tahapan yang diambil meliputi: 1) identifikasi kebutuhan, 2) perumusan tujuan bimbingan, 3) penyusunan produk, 4) uji coba produk, 5) revisi dan 6) produk akhir. Untuk mengetahui media yang berterima secara teoritik maupun praktis, dilakukan uji validitas produk kepada ahli media, ahli materi dan audiens/uji kelompok kecil yang berjumlah 10 orang. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data validitas adalah angket. Adapun hasil pengisian angket kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa keberterimaan multimedia interaktif dengan topik bahaya penyalahgunaan narkoba, menurut ahli media adalah sesuai (2,93), menurut ahli materi adalah sesuai (3,13) dan hasil uji audiens/kelompok kecil adalah sangat jelas (3,43). Kesimpulannya, media layanan informasi tersebut sesuai dari aspek kemenarikan, sesuai dari aspek ketepatan dan kegunaan, serta sangat jelas dari aspek kejelasan dan kemudahan sehingga dapat digunakan dalam pemberian layanan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba. Saran yang diberikan dalam hal ini adalah 1) media ini hendaknya digunakan oleh guru BK dalam pemberian layanan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, 2) terhadap peneliti selanjutnya, agar multimedia ini diteliti lebih lanjut hasil pengembangan dan efektivitasnya dengan melakukan penelitian tindakan (action research) dalam bimbingan.

Penerapan Manajemen Pemasaran Perusahaan Pengembang Perumahan Tipe Besar Di Malang / Oleh Wisnu Wijaya

 

ABSTRAK Wijaya, Wisnu. 2OO2P. enerapanM anajemen PemasaranP erusahaan Pengembang Perumshan Tipe Besar dl Malang. Skripsi, Program Studi PendidikanT eknik Bangunan.JurusaTne knik Sipil. UniversitasN egeriM alang. Pembimbing(I ) Drs. Ir. H. SudomoP, embimbing(I I) Drs. Priyono Manajemenp emasaranw, awasant erhadapp asar,p rosesd an perencanaanp emasarans, istemi nformasi dan penelitianp asar, pengembangti pe besar Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perusahaan pengembanpge rumahan'tipeb esard i Malang menerapkanm anajemenp emasaran yang di dalamnya mencakup wawasan terhadap pasar, proses dan perencanaan pemasarans ertas istemi nformasi dan penelitianp asar.A dapunr umusanm asalah yangd iajukan adalah( l) Bagaimanaw awasanp erusahaanp engembangtip e besar terhadapp asar? (2) Bagaimanap rosesd an perencanaanp emasaranyandgi lakukan oleh perusahaanp engembangti pe besar? (3) Bagaimanas istemi nformasi dan penelitianp emasarany ang dilakukan oleh perusahaanp engembangti pe besar? Penelitiani ni merupakanp enelitiand eskiptif. Desainp enelitiannyam etiputi perencanaa(np enentuans arnpel),s ampling( pengambilank eputusanm engenai subyek),p embuatanin strumenp engumpuld ata,p elaksanaans urveyd an pengolahan data.P opulasiy angm enjadi penelitian ini adalahp erusahaanp engembang perumahanti pe besard i Malang. Teknik samplingy ang digunakana dalaht eknik simpler andoms amplingd enganm engambils ampel5 perusahaanp engembangd an dari masing-masingp erusahaanp engembangp erumahante rsebutd iambil 5 respondenI.n strumenp enelitiany ang digunakana dalahk uesioner/angkeUt. ntuk mengumpulkand ata selainb erdasarkana ngkety ang diisi respondenju ga dilalrukan wawancarate rhadapr espondenU. ntuk analisisd ata dilalrukand enganc ara statistik deskriptif. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwap adau mumnyap erusahaanp engembang perumahanti pe besard i Malang mempunyaiw awasant erhadapp asary angb agus yakni 78,66% . Sedangkan2 1,34o cenderungm empunyawi awasany angr endah sehinggad iperkirakanp erusahaante rsebuta kank esulitanu ntuk bersaingd alam meraihk onsumenD. ari keseluruhansa mpejlu ga diperolehb ahwap erusahaan pengembandgi Malangs epakamt enghasilkamn utu dank inerjap erusahaatne rbalk, membuapt rodukt erbaikd anm elakukanp enyempurnaapnr oduks ecarate rusmenerusD. engand emikian dapatd ilihat bahwap erusahaanp engembangp erumahan vl tipe besar di Malang cenderungm enerapkank onsepb erwawasanp roduk..D alam menyusrmd an memprosesre ncanap emasaranp engembangp erumahanti pe besard i Malang juga mempunyai standart yang bagus. Hal ini dibuktikan dengan 87 ,28 o/o mempunyai standart yangjelas dan terarah yang meliputi analisis pasar, pertumbuhan pasard, ans istemo rganisaspi emasarayna ngjelas.S edangkan1 2,72%m empunyai kualitasp erencanaanp emasarany ang rendah.S edangkanu ntuk sistemi nformasid an penelitian pasar ini ditemukan hal yang penting untuk dijadikan catatan yaitu dari dari 4 perusatraa(n8 0 % ) dari 5 perusahaanp engembangd i Malangyangmenjadi sampel penelitian tidak pernah danjarang melakukan tes preferensi produk yang dihasilkan,2 perusahaanp engembang(4 0 %) dari 5 perusahaanp engembangya ng menjadis ampepl enelitiant idak pemahm elatihs umberd ayap emasaradna n2 perusahaapne ngembang(4 0 o/o)d ari 5 perusahaanp engembanjga rang melatih sumberd ayap emasarannyuan tuk melaporkank ondisi pemasarante rbaru,3 perusahaanp engembangd ari 5 perusahaanp engembangp erumahany angm enjadi sampel( 60 o/ot)i dak punyas istemi ntelijenp emasarand,a n6 0 7op erusahaan pengembang(3 perusahaant)i dak mempunyaip usats istemi nformasi internal. Tetapi dari skor ruta-rataa khir yang diperolehd ari seluruhp oint pertanyaanm engenai sistemi nformasi dan penelitianp asard iperolelt 52,827 op erusahaanp engembang perumahatnip e besarm empunyasi istemi nformasid anp enelitianp emasaradne ngan skalab agus.S edangfan4 7.18o/op erusahaanp engembangm empunyais istem informasid anp enelitiany angb erkualitasre ndah.

Perbedaan Persepsi Tentang Kenakalan Remaja Antara Siswa SMU Negeri 8 Dan Siswa SMK Negeri 2 Di Malang oleh Sri Wilujeng

 

Persepsmi erupakantn terpretasiin form.asyi angd atangd ari indra' pemberiana rtt stimuluisn drawi,a rtr rtu ;#;.k"";;iu*- ca.i"stlm"tusi ndrawid an sebagiand ari caras eseorang." nyrrrun--informasi tersebut,a tau dari pengetahuany ang sudah oti*t};HX' yang semakinm aju sepertii ni. ada kecenderungabne rbagaik enakaran vane dilakukan oleh ,"b;gi;;;a1a, telatr banvak diberitakan diberbagai media, ill?u]li];#k ,;ilt- kenakalanya ns mensarapha dab- entukk riminalb erupa keiahatdaann k ekerasaRne' majad alaghe neraps:i 1tt*, b-9111t::t1 vanga kan ffiffi;;;g" atu"i"rrt"" pengetahuamne ngenakie adaayna nga dad isekitarnva ffi; ;biffika, dapafr'" rpiti.i"t"t lebihm ajula gid anl ebihb aikl agi Remajaad ad i sekola;-i'IrnjN8 danS MKN2 , kiduanyam emplnylk urikulum vaneb erbeddai mungkinkamne mpunypa"i t'"p'i yangb erbedpau. l'uD ] St*I ? ffiilffi;ff ;;;s";'(sejenii) yuitu p"r".puan.b erdasarksaunr ver lapangadni SMKN 2 perkelass iswap erempuannytai0 % sedangka2n0 olonylaa ki'laki (._hansitial-dsiupravnelaio paanngg-aanap aridsaes ta

Eksistensi Pendidikan Moral Dalam Upaya Mengembangkan Kepribadian Para Santri Pondok Pesantren Salafiyah (Suatu Studi di desa Kebonsari Kota Malang) Oleh Nur Lailatul Mufidah

 

Pcndidikanm oralp adah akekatnyaad alahu sahas adary angd ilakukan denganse ngajas,i stematisu ntukm endorongm, embantud anm embimbing seseoranggu nam engembangkasne galap otensinyas ertam engubahd iri sendiri dari kualitas satu ke kualitas yang lain yang lebih tinggi. Pendidikan moral di jamanm odems epertis ekarangin i sudahm enjadis ahrf enomenak emasyarakatan yangu niversal,h ampir semuam asyarakamt oderna dak ecenderungaunn tuk menempatkapne ndidikanm oral sebagabi agiani ntegrald ari sistem pendidikannyaP. rosesp endidikant idak hanyad i sekolah-sekolauhm umt etapi juga di lingkunganp esantrenR. umusanm asalahd ari penelitiani ni adalah( l) Bagaimanbae ntukp endidikanm orald i PondokP esantreSn alafiyah(,2 ) Kendalakendalaa pas ajay angd ihadapiP ondokP esantrenS alafiyahd alamm elaksanakan pendidikanm oral, (3) Bagaimanap eranp endidikanm oral di PondokP esantren Salafiyahd alamu payam engembangkakne pribadianp aras antri. Sedangkan tujuand ari penelitiani ni adalahu ntuk mendekripsikanb entukp endidikanm oral di PondokP esantreSn alafiyahK ebonsarPi asuruaqm engetahukie ndala-kendala yangd ihadapPi ondokP esantreSn alafiyahd alamm elaksanakapne ndidikan moral,d anm endeskripsikanp eranp endidikanm oral di PondokP esantren Salafiyahd alamu payam engembangkakne pribadianp aras antri. Mengamatim asalahp endidikanm oral di pesantrenm, akat erlebih dahulu harusm engetahupi engertiann ilai, norma,m oral, pesantrenk, epribadiand an peranp endidikanp esantrend alamm engembangkakne pribadian.S alahs atu komponedna ri pendidikann on-formaal dalahn ilai karenan ilai merupakan realitasa bstraky ang dirasakand alamd iri orangm asing-masings ebagadi aya pendoronyga ngm enjadip edomanh idup.N ormay aitut atak elakuany ang terdapadt alamm asyarakats, ecarau mumn orma-normad alamm asyarakabt erakar padas uatus istemn ilai budayay angm empunyaki ekuatany ang berbedaM. oral seringd isinonimkand engane tikay angb erartin ilai-nilai.G ambaranp esantredni Indonesiam erupakanli ngkunganl embagay ang sulit diajak kerjasamam engenai perubahanse rtas ulit dipahamip andangand unianya.P erkembangakne pribadian seseorandgip engaruhoi leh( 1) warisanb iologis( 2) lingkunganfi sik (3) kebudayaa(n4 ) pengalamank elompokd an (5) pengalamany angu nik. Peran pendidikanp esantrend alamp erkembangakne pribadianp aras antri setidaknya akanm emperolephe ndidikany angb ermanfaadta lamm engahadappie rsoalan lingkungadna np erjalananh idupnya. Jenisp enelitianin i adalahs urveyd enganm enggunakanjendisa ta kualitatif.P engumpuland atam enggunakante knik observasiw, awancarad an dokumentasTi. eknik analisisd atad enganm enggunakanm odel interaktif yaitu (l) reduksdi ata(2)p enyajiand atad an( 3) penarikank esimpulanP. engecekan keabsahadna tam enggunakatne nik (1) perpanjangakne ikutsertaa(n2 ) ketekunan pengamata(3n) kecukupanre ferenssi erta( 4) trianggulasi. Hasilp enelitianm enunjukkanb ahwab entukk gitanp endidikanm orald i pondokp esantreSn alafiyaha dalahs ebagabi erikut:k egiatanm entauhidkaAn llah, kegiatanb eribadahk epadaA llah, kegiatanu khuwahI slamiyahk, egiatan kekeluargaadna n kebersamaank,e giatanp ersahabatayna ngt ulus, kegiatanh idup serasdi ans eimbangk,e giatanq ona'ahd ans ederhansae rtak egiatank eikhlasan danp engorbanaMn.a teri( isi) dari pendidikanm oralt ersebuat dalahs holat, puasat,a uhid,w irid, istighosahp, engajiank itab kuning,d iba', berjanji,t horiqoh, dans uluk.K endala-kendaylaa ngd ihadappi ondokp esantreSn alafiyahd alam melksanakapnr osesp endidikanm orala dalahf aktor( l) fasiltasy and imiliki pondokp esantren(2 ) kurannyat enagap engajar( 3) santri berasadl ari keluarga yangk urang( mampu)( 4) latar belakangs antriwatip ondokp esantrenP. eran pendidikanm oral dalamm engembangkakne pribadiand apatd itujukkand engan perilakus antriy angn ampakd alamk ehidupans ehari-harmi elalui tindakan,t utur kata,s ertab ahasay angd igunakand alamb erkomunikasdi enganl ingkungana tau orangy angs edangd ihadapinyaK. epribadiany ang ditampakkans antri adalah kepribadiank eagamaank,e pribadiany angt ercermind ari etosk erja yangt inggi, qona'ah,t idak kenal menyerahd an putusa sad alamm enghadapmi asalah, kepribadiany angm uaddib( sifat keguruan)s ertam empunyari asap ercayad iri yang tinggi. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan bahwa pola kehidupan yang mengintegrasianni lai-nilai agamisd alamb entukp elaksanaansp iritualitasy ang tinggi,d enganp enuhk edisiplinand anp enerapapne ndidikanm orald i pondok pesantreSn alafiyahm ampum embangucni tra diri individua taus antriy ang berkepribadiayna nga gamisb, erkepribadiamn uaddib( sifatk eguruan)d, an memiliki sifat atauk arakteristikk epercayaadni ri yang mantap.S arany angd apat dijadikanm asukanb agip ondokp esantreSn alafiyaha dalah(: l) hendaknydaa pat meningkatkanp rosesp endidikanm oral yanga dam elalui studi padap esantrenpesantrenla innya( 2) hendaknyam engembangkafna silitas dn mediap endidikan yangd irasak urangs elamai ni (3) dapatm encontohp esantreny ang lebih modem sehinggad apatd apatd ijadikana cuans ertad apatm emadukaann taraji wa atau nilai-nilaik epesantrenadne ngann ilai-nilaiy angl ebihm odern.S edangb agi lnstansPi emerintaKh ota Pasuruaand alah(: l) hendaknypae merintahle bihp eduli dengana danyap rosesp endidikand i pondokp esantrend, iharapkanb antuand ana untukm enunjangke giatan-kegiatayna nga dad i pondokp esantrenS alafiyah(2 ) diharapkanm elakukanp endekatany ang lebih baik dalamr angkap roses pendidikany angd iajarkand i pesantrens ehinggas esuadi enganh arapan masyarakaut mum.

Survey Kegiatan Ekstra Kurikuler Olahraga Berdasarkan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) di SMP Negeri Se-Kota Malang Oleh Sugiono

 

Manajemenp eningkatanm utu berbasiss ekolah( MPMBS) adalahm odel atau pola manajem"n yaog -"-berikan otonomi lebih besar kepada kepala sekolah dan mendorongp engambllank eputusanp artisipatif yang melibatkans ecarala ngsung ,"*uu *ur!u t"totatt (guru, siswa,k epalas ekolatUk aryawarU9 .ang tuu siswa,d an masyarakafu ntuk meningkatkanm utu sekolahb erdasarkank ebijakanp endidikan nasi-onalr.e gratan ekstrak urikuler olahragad i sMP diatw dalamM PMBS- MPMBS mengatur keliatan ekstra kurikuler olahraga di SMP sebagai berikut (l) kepala setotatrb erhakm enetapkank egiatane kstrak urikuler di sekolahnyab erdasarkan minat danbakat siswa,(2) sekolahh endaknyam engambilp elatih-pelatihd ari luar agard aptmemberikan pengajarany ang maksimal,d an (3) dalamm enyediakan saranad an prasaranay ang dibutuhkand i sekolah,k epalas ekolahd apatberke4as ama dengan pitrat-pihat< tiin ai tuar sekolah. Dengan demikian, kepala sekolah memiliki kem-andiriand alamm enetapkank egiatane kstrak urikuler olahrag4 penyediaan saranad an pmsaranao lahraga,s ertat enagap elatih. MPIvIBSs udahd isosialisasikan pada sekolah t^anjutan Tingkat Pertama (sNf) di Kota Malang sejak tahun 2001. tetapi belum dik;tahui secarajelasa pakahp engelolaane kstrak urikuler olahragad i SMPNegeri se-KotaM alang sudahd ilaksanakans esuaiM PMBS. Oleh karenai tu, pada penelitian ini akan dikaji tentang kegiatan ektra kurikuler olahraga berdasarkan lnunujeln"op eningkatanm utu berbasiss ekolah( MPMBS) di sMP Negeri se-Kota Malang. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahuki egiatane kstrak urikuler olahraga berdasarkanM anajemenP eningkatanM utu BerbasisS ekolah( MPMBS) di SMP Negeri se-KotaM alang. Rancanganp enelitiany ang digunakanp adap enelitiani ni adalahr ancanganp enelitiann on eksperimentadl anjenis penelitiani ni adalah penelitiand eskriptif. Penelitiand ilaksanakadni seluruhS MPN egeris e-KotaM alang.P engumpulan data dilaksanakanp adaB ulan lr{ei-Juni 2004.P opulasip adap enelitiani ni adalahS MP Negeris e-KotaM alangs ebanya2k 2 sekolahd, any angm enjadis ubyekp enelitian adalahk epalas ekolahJ. adi,p adap enelitianin i dilakukanp engambiland atatethadap 22Kepala SMP Negeri se-Kota Malang. 1V

Manajemen Kegiatan Ekstra Kurikuler di MAN 3 Malang oleh Aqidah Irbawati

 

sekolahs ebagalie mbagap endidikany ang menyelenggarakapnr osesb elajar mengajarm, em€gargperanapne ntingd alam rangkap embentukans ikapd an kepibadin serta budj pekerti subyek didik. Sebagai baglan dari manajimen pendidikar!m anajemenp esertad idik perlu mendapat'perhatiagnu !!am encapati ujuan pendidikandi sekoiah. Dalarnp rencapaiatnu juan atau saserante rsebutd i atas,s elain yel,yefenggarakapnr ogramp endidikan dan pngaiatan yang dise.budt engani nrra ykaunriglcd lpisreybkuotlda ehn gpaenrel ukj sutgraak mwieknuvleerl,e ynaguggam raekraupnpr eokgaransm ap laehns daidtuik kaengd iaantal endn agiqalmaran pengelolaakne siswaan. Kegiatane kstrak urikuler ini adalahw adah-wadah,v angd apat mengembangkasnu asanak epernudaayna ng sebatd an tanggapt erhadapt anrangan pembangunanM. elalui kegiatane kstrak urihrler imrah pembinaanp ,engembanlan bakatd amminast isva sebagabi agiand ari generasmi uda diupayakand an direalisasikadni sekolah. Penelitianin i mengungkapkante ntangM anajemenK egiatanE kstra Kwikuler di MAN 3 lv{alang Masalah penelitian ini adarah : l} bagaimanakah perencanaakne giatane kstrak urikuler di MAN 3 Malang, 2) bagaimanakah pengorganisaasni kegsatane kstrak urikuler di MAN 3 Malang5) bagaimanakah pngwatankegiatan ekstra kurikuler di MAN 3 Malang 4) bagaimanakah pengawasakne gratane kstrak urilruler di MAN 3 Malang. Tujuanp enelitiani ni secarau mum adalahu ntuk mengerahumi anajemen kegiatane k$rak urik?lsrdi MAN 3 Malang. Dengan inciatyaitu : l) untuk mengetahupie rencanaakne giatane kstrak urikuler di MAN 3 Matang,2 ) untuk mengetahupi engorganisasiakne giatane kstrak urikuler di MAN 3 Malang 3) untuk mengetahupie ngrarahakne giatane kstrak urikuler di MAN 3 Malang 4) untuk mengetahupie ngawasakne gSataenk straL -urj.kuledr j MAN 3 Malang. Popdasi penelitian ini adalah semua p€ngurus kegiatan ekstra kurikrder di l".fAli I Malang yang berjumlah 83 siswa, dan sampel yang diambil dalam penelitian ioi uguh pengurusk egiatane kstrak urikuler yang ditetaprians ebagapi opuiasi penelitiany angb erjumlah8 3 siswa. penelitian ini menggunatanp eneiitian deslriptif, teknik untuk menggallid atamenggunakaann gketd an Teknik analisisd atam enggunakapne rsentase. Hasil penelitian i ni menunjukkanb ahwa : l) perencanaanke giatane kstra kurikuler di MAN 3 lvlalang berada pada kualifikasi baik, 2) pengorganisasian kegiatane kstrak urikuler di MAN 3 Malangb eradap adak ualifika*sbi aik, 3) pengaohank egiatane kstrak urikuler di MAN 3 Malang beradap adak ualifikasi baik, 4) pengawasakne giatane kstrak urikuler di MAN 3 Malang beradap adak ualifikasi cukup,ja di dapatd itarik kesimpulanb ahrvam anajemenk egalan ekstrak urikuler di MAN 3 Malangberadpaa dat ingkatb aik. Dari hasilw awancardaa patd iperolehin formasit entang: I ) KepalaS ekolah dan wakilnya dalam kegiaan ekstra kurikuler di MAN 3 Malang berperan sebagai administnatodra ns upervisor,2 ) Guru dalamk egiatane kstrak urikuler di NtrAN- 3 Malangberperans ebagapi embina,3 ) terbentuknyak egiatane kstrak urikuler diawali dari inisialifsiswa sendiri,4) pembina kegiatan ekstra kurikuler di MAN 3 lvfalang selaind arig urujuga mendatangkapne mbinad ari luar sekolah. Berdasarkanke simpulante rsebutm aka disarankan:1 ) agar sistem manajeinenke giatane kstrak -urikulerd i MAN3 Malang lebih ditingkatkan.2 ) agar siswai kut serfad alamo rganisaski egiatane kstrak urikuler yang ada di sekolalr. karenate laht ersediab eftagai macamo rganisasyi ang disesuaikand enganb akat dan minatnya3, ) agarJurusanM ministrasi Pendidikaq menjadikanh asil penelitiani m sebagabi ahant ambahanre ferensip erpustakaand an materi tambahant ragi perkuliahan4.) agarP eneliti lain, menjadikant rasil penelitiani ni sebagabi ahan pe6andingaq apabila diadakan penelitian serupa pada kegiatan ekstra kurikuler di sekolahla in.

Pengaruh Kualitas Layanan Akademik Dan Administratif Terhadap Kepuasan Siswa Dalam Menggunakan Jasa Pendidikan (Studi Pada SMKN 1 Malang] Oleh Iis Dwiyantis

 

Gejala konsumerisme memberikan tantangan bagi suatu organisasi atau lembagad alamu paya meningkatkank ualitass umberd ayam anusianyase bagaai sser utamas, ehinggam ampum enghasilkank ualitasl ayananp rima.L embagaP endidikan Menengah Kejuruan sebagai wadah pembentukan sumberdaya manusia yang terampil,s ehinggad apatm enghasilkano utputy ang mempunyaki emampuans eperti yangd ibutuhkand unia usaha/industrMi. aka sudahm enjadik eharusana gar sukses dalam persaingan lembaga tersebut harus menciptakan dan mempertahankan pelanggan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran obyektif tentang (l) pengaruhk ualitasl ayananb ukti frsik akademikd an administratifterhadakpe puasan siswaS MK Negeri I Malang; (2) pengaruhk ualitasl ayanank ehandalana kademik dan administratif terhadap kepuasan siswa SMK Negeri 1 Malang; (3) pengaruh kualitasl ayananja minan akademikd an administratift erhadapk epuasans iswaS MK Negeri 1 Malang; (4). pengaruh kualitas layanan daya tanggap akademik dan administratitfe rhadapk epuasans iswaS MK Negeri 1 Malang;( 5) pengaruhk ualitas layanan empati akademik dan administratif terhadap kepuasan siswa SMK Negeri I Malang;( 6) pengaruhk ualitasl ayanana kademikd an administratifs ecarab ersamasamate rhadapk epuasans iswaS MK Negeri I Malang;( 7) Variabelk ualitasl ayanan akademikd an administratify ang dominan pengaruhnyate rhadapk epuasans iswa SMKNegeri l Malang. Populasi dalam penelitian ini adalahl086 siswa SMKN I Malang pada tahun ajaran 2003-2004. Subyek penelitian ini adalah siswa SMKN 1 Malang yang memanfaatkanja sa layanan akademik dan administratif. Teknik sampel yang digunakan adalah Proposional Stratified Random Sampling yang besar kecilnya sesuai dengan pendapat Arikunto yaitu apabila jumlah subyek lebih dari 1000 p€netapans ampelc ukup 10% sebesar1 00 respondenP. enelitiani ni mengunakan pendekatakna usalk omparatifdand atad iperolehd enganm enggunakaann gket. Setelahm elalui prosesp engolahand ata dan analisisr egresib ergandam aka diketahuhi asilp enelitiany angm enyatakan(l:) nilai B1:0,067; pengujiant: 2,009 dand enganta raf kepercayaa9n5 o/om akas ignifikansti nya- - 0,047;S E: 4,12o/od an SR= 5,29%m embuktikana dap engaruhy ang signifikansia ntarab ukti fisik dengan kepuasasni swap adaS MKN I Malang;( 2) nilai 92:0,179 ; pengujiant : 3,882d an denganta raf kepercayaan95om/oa kas ignifikansit nya: 0,000;S E: 13,83%d anS R = 17,75% membuktikana da pengaruhy ang signifikansia ntarak ehandaland engan kepuasasnis wap adaS MKN I Malang;( 3) nilai fu= 0,377; pengujiant: 6,190 dan dengatna raf \epercayaan9lYmoa kas ignihkansti n ya:0,000; SE: 28,94% dan SR = 37,14o/om -embuktikana da pengaruhy ang signifikansi antaraj aminan dengan kepuasasni swap adaS MKN 1 Malang;( 4) nilai B4: 0,085; pengujiant: 2,255 dan dengatna raf kepercayaan95mYoa kas ignifikansti nya: 0,026', SE: 5,11%d anS R = 6,56%m embukrikana da pengaruhy ang signifikansia ntarak etanggapand engan kepuasasni swap adaS MKN I Malang;( 5) Fs: 0,335; pengujiant: 5,734d an denganta raf kepercayaan9lom/oa kas ignifikansti nya: 0,000;S E = 25,91%d an SR = 33,26% membuktikan ada pengaruh yang signifikansi antara empati dengan kepuasasnis wap adaS MKN I Malang;( 6) nilai h:0,067', $2=0 ,179 fu:0,377; Fq = 0,085p; 5: 0,335;p engujianF :455,30 dand enganta raf kepercayaa9n5 %mo aka signifrkansFi nya: 0,000d anR Squares ebesa9r 67om embuktikans ampais aati ni bukti fisik, kehandalanj,a minan, ketanggapand, an empati secaraa kademikd an administratimf ampur nemberikank ontribusid alamm empengaruhik epuasans iswa pada SMKN I Malbng. Dari hasil penelitian diatas dapat diketahui bahwa Jaminan merupakavna riabely angd ominanp engaruhnytae rhadapk epuasanp elangganh, al ini dapadt ilihat SE sebesa3r 6Yo danS R sebesa3r 7, 5%. Berdasarkanh asil penelitiand i atas maka dapatd itarik kesimpulanb ahwa hipotesisy ang diajukan dalam penelitiani ni yaitu ada pengaruhy ang sig-nifikan antara kualitas layanan akademik dan administratif secara sendiri-sendiri dan bersama-samtear hadapk epuasans iswaS MKN I Malangt elaht erbukti Sarand ari penelitiani ni adalahS MKN 1 Malangs ebagalie mbagap endidikan yangb ergerakd alamb idangj asa pendidikanh endaknyab erorientaspi adak epuasan berbagai pihak yang terlibat didalamnya, utamanya kepuasan siswa. Kepuasan tersebudt apatd iperolehd ari kualitasl ayananb aik padab idang akademikm aupun administratifD. ari beberapait em dimensi kualitasa kademikm aupuna dministratif yang masih perlu mendapatkanp erhatianu ntuk ditingkatkanu tamanyap ada (1) Sebagai lembaga lebih meningkatkan layanan bukti fisik diantaranya penambahan dan perawatanp eralatan laboratorium, penataanu lang ruang perpustakaand isertai perbaikans istem manajemend an penambahans umberb elajar, sedangkanu ntuk tempatp arkir perlu perluasan,g edung-gedunpge rlu perbaikand iantaranyam encakup mengecadt an pelaburan,m enggantib agian-bagianya ng sudahu sanga tau lapuk, menyempurnakaank ustik ruangb elajar, menambahk amar mandi supayas iswat idak mengunakanfa silitas milik karyawa.r/guru(;2 ) Sebaiknyad ari kedua belah pihak baik pihak (guru, laboran, pustakawan, dan karyawan) dan pihak siswa harus saling bekerjas amaj ika siswa ada masalahs upayat idak menghambatte rcapainyak egiatan belajarm engajar;( 3) Disarankanm empertahankadna n memperbaiksi emuala yanan jasap endidikana garp ersepsai task epedulianle mbagak epadas iswat erjaga.

Penerapan Fungsi Manajemen Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Sekolah Menengah Atas Di Kota Malang Oleh Febria Dwi Kartika Sari

 

Program kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian yang integral dari kurikulum dan kedudukannya merupakan perpanjangan, petengkap atau untuk memperkuat kontribusi program intrakurikuler. Kegiatan ektrakurikuler diadakan sebagaiw adah untuk menyalurkanb akat serta mendororigp erkembanganp otensi rys|rta didik hingga mencapait araf optimal dan keikutsertaannyab enifat sukarela. Pada akhimya tujuan dari kegiatan ekstrakunkuler adalah untuk membentuk sDM seutuhnyay ang memiliki kemampuans eimbanga ntarak emampuank ognitif, afehif danp sikomotorikB. erdasarkanh al tersebutk egiatane kstrakurikulefrr lu dikelola dengan baik mulai dari perencan&rn, pengorganisasian, penggerakan, dan pengavasanA.p abila kegiatane kstrakunkulerd ikelola denganm enerapkanfu ngsi manajemedne nganb aik dan benarm aka kegiatana kan berjaland engant ertib dan tujuany angd irencanakaank ant ercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan kegiatan ekstrakurikuleSrM A di Kota Malangd enganm enerapkante orifungsi mbnaj-emen menurutT erry yang terdiri dari perencaruump, engorganisasianp, enggerakuna, an pengawasaPne. nelitianin i tergolongd alamje nis penelitiand eskriptif.D ita penelitian diperoleh-dengmane nggunakainn strumena ngkeim odelt ertutupy angd ikembangkan olehp enelitid alamb entukr ating scale.S ampepl enelitians euanyatt o sekolahy ang terdiri dari 2 respondeny aitu Kepala Sekolahd an wakil Kepila sekolahB i;hng Kesiswaans, ampel diambil dan 20yo dari jumlah populasi yaitu 50 sekolah. Pengambilansa mpelm enggunakante k',ik straiirteld proportional randoms ampling. lata yangt erkumpuld ianalisiss ecarad eskriptifd enganm enentukatne rlebihd ahulu intervaln ilai sebagaki ualifikasi penilaiand an perhitungante ndenssi entrald engan menggunakarnu mvsm ea n . Hasil penelitianm enunjukkanb ahwa secarau mum tingkat penerapanfu ngsi Sltajelen pada kegiatan ekstrakurikuler SMA di Kota Malang tergolong kategorl baik, dengan ntlai mean sebesar 4,063 berada pada intervit nii* rl+ - +,r. Kesimpulatne rsebudt idukungh asil penelitianp adas ubv ariabely angm enunjukkan bahwat ingkat penerapanfu ngsi perencaoaanp iaa kegiatane ksmkGkuler SMA di fota {atgq tergolongk ategorib aik dengann ./,ami ian sebesa4r ,06gb eradap ada intervaln ilai 3J - 4,1, tingkat penerapanfu ngsi pengorganisasiapna da kegiatan ekstrakurikulers MA di Kota Malang tergolong tategori iangat baiil dengann ilai mecns ebesa4r ,19 beradap ada interval nilai 4,2 - 5,0, tingkat penerapanfu ngsi penggerakapna dak egiatane kstrakurikulerS MA di Kota Malang tergolongk ategori baikd engann llai means ebesa4r ,023b eradap adai ntervaln ilai 3,4 - 4,1, penerapan fungsip engawasapna da kegiatane kstrakurikulerS MA di Kota Malangt ergolong kategorbi aikd engann llai means ebesa4r ,01b eradap adai ntervaln ilai 3,4- 4,1. Sarany angd iberikanh endaknyaK epalaS ekolahm eningkatkank emampuan menerapkafnu ngsim anajemend alamm engelolak egiatane kstrakurikuledr an lebih memperhatikasne rtam eningkatkanla gi kualitasp engelolaakne giatane kstrakurikuler terutama pace indikator yang masih tergolong reridah pada penerapan fungsi p€rencanaafnu,n gsi pengorganisasiafnu,n gsi penggerakind, an fungsip engawasan. selaini tu KepalaS ekolahh endaknyam engadakapne mbinaand an pelatihank epada gurup embinad an penguruso rganisasei kstrakurikulesr ecarar utin melalui Latihan DasarK epemimpinan( LDK), pengarahanm elalui pertemuanr utin, melakukans ecara rutin kegiatan monitoring dan juga melalui buku pedoman yang bisa digunakan sebagaaic uand alamm engelolak egiatane kstrakurikuler.

Motivasi Siswa Putra SLTP Negeri I Ambunten Kabupaten Sumenep Dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Sepakbola Oleh Anwar Rasyid

 

Dalam memasyarakatkaonl ahrag4 pendidikanj asmani telah dicauhrmkan dalamk urikulurn sebagami ata pelajaranu mum yaitu mata pelajaranP endididkan Jasmandi an KesehatanD. isampingi tu adak egiatand iluar jam pelajarany aitu kegiatan ekstrakurikuler secara garis besar kegiatan ekstrakurikuler terbagi menjadt dua macam yaitu kegiatan olahraga dan kegiatan non olahraga' Kegiatan ekstrakurikulero lahragat ersebutm isalnyas epakbol4b ola voli dan sebagainya. Denganm engikuti kegiatane kstrakurikulers epakbolad, iharapkans iswa akan dapatm elakukanp ermainans epakbolad enganb aik dan benars ehinggas iswa akan dapatm eraihp neJtasyi angb aik di bidango lahragas epakbolaH. al tersebutb isa difikukan apabila pada din siswa terdapt motivasi yang tinggt dan juga didorong oleh g- uru ataupunk eluarp dan sebagainya. Penelitiani ni menggunakanp endekatand eskriprtifk uantitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji tingkat motivasi siswa putra SLTPN I Ambunten dalamm engikuli kegiatane kstrakurikulers epakbolai,n strumeny ang digunakan untuk mengumpulkand ata adalaha ngketd an teknik analisisd atay ang digunakan adalah teknik statistik deslciptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi siswa putra SLTPN I Ambuntend alamm engikuti kegiatane kstrakurikulers epakbolaa dalahc ukup tinggi. Hal ini ditun$ukkano lehj awaban respondenm elalui angkets ebagabi erikut: 53,33% menyatakans elalua tautinggt padaa spekm otivasi instrinsik pemikiran, 58,33yo menyatakans elalua taut inggr padaa spekm otivasi intrinsik perasaan3, 9,17o/o menyatakans elalua taut ingsr padaa spekm otivasi intrinsik pengetahuan3, 8,33% menyatakans eringa tauc ukup tingg padaa spekm otivasi intrinsik keterampilarl 44,58o manyatakans elalua taut ingg padaa spekm otivasi intrinsik kedisiplinan, 29,67Vom enyatakans eringa tau cukuptinggi padaa spekm otivasi ekstrinsik penghargaan4, 0,560/mo enyatakans elalua taut inggr padaa spekm otivasi ekstrinsik persainpn/ kornpetisi,3 8,89o/om enyatakans elalua taut inggi padaa spekm otivasi ckSninsikp ujian" 35,00%m enyatakanja rang atauk urangt inggi padaa spekm otivasi ekstrinsikh ukuman,3 5,56o/omenyatakasne ringa tauc ukup tinggi padaa spek motivasi ekstrinsikh adiah,30,67o/omenyatakasne lalua taut inggi padaa spek motivasi ekstrinsik lingkungan.D an secarak eseluruhanh asil akhir dari pnelitian ini menunjukkanb ahwam otivasi siswap utra pengrkute kstrakurikulers epakbolaS LTPN I Ambuntend itinjau dari keseluruhana speka dalah7 1,15o /oyangartinyac ukup t-i-n-g*-g r. Kesimprlan dari hasit penelitian ini batrwa motivasi siswa putra SLTPN I tunbuntend al'amm engikuti tigotan ekstrak*rikuler sepakbolaa a*h gutttp tinegr' r*"U"si pon cirwaputras LiPN I AmbrmtoPn" ,*ry*q"F1o5glTt"'lut trroUutidt drFt nompsrt$snl.'n drn lobih mordnSlcstkrn1 89 mouv.'nyr. ii

Keefektifan Manajemen Layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SMA Negeri Di Kota Kediri Oleh Susanti Erithriana

 

Setiaps ekolahm emerlukana danyap rogram layanank esehatany ang baik. Setiap orangm empunyaih ak untuk hidup sehats ecarabadaniahr,o haniahd an sosial.A gar setiapo rangd apath idup sehat,d iperlukan upaya-upayayangsalahs atunyaa dalah layanank esehatanm asyarakatL. ayanans emacami ni di sekolahd isebutu sahak esehatan sekolahB. erhasitl idaknyak esehatanse kolahb anyakd itentukano leh bagaimana kecakapank,e adaans ekolahs ertab agaimanap ara pengelolam elakukank e{asamas ecara tim. Programp elayanand an pendidikank esehatand i sekolahm enengahd imaksudkan agar pelakanaan proses belajar mengajar dapat berjalan efektif dan efisien. pelayanan danp endidikank esehatand ilakukan oleh pembina UKS dari dinas kesehatany ang benangkutans, ertad idukung saranap rasaranay ang memadaid an pendanaany ang cukup. - Masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah : (l) bagaimana kondisi faktorfaktor yang mendukung keefektifan manajemen layanan UKS SMA Negeri di Kota Kediri, dan (2) sejauhmanati ngkat keefektifanm anajemenl ayananU KS SMA Negeri di Kota Kediri. Tujuand ari penelitiani ni adalahu ntuk mengetahui(:l ) kondisif aktor-fakxoyra ng mendukungk eefektifanm anajemenla yananU KS sMA Negerid i Kota Kediri yang meliputif aktors aranap rasarandaa n faktork euangand, an( 2) keefektifanm anajemen layananU KS SMA Negerid i Kota Kediri. Populaspi enelitianin i adalahp arap engelolala yananU KS sMA Negerid i Kota Kediri yangb erjumlah2 22 orangdant ersebapr ada8 SMA Negeri.T ekni[ sampling menggunakanp roportionalr andom samplingd an sampel2 5 o/od aipopulasi yaitu222 pengelola dari 8 sMA Negeri di Kota Kediri, dengan jumlah seluruhnya adalah 56 pengelolal.n strumenp engumpuland atay angd igunakana dalaha ngketd isusund alam butir-butirp emyataanT. eknik analisisd atay angd igunakana dalaha nalisisp ersentase denganm enggunakanp rogramK omputer SpSSfo r l(indows Release 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (l ) kondisi faktor-faktor yang mendukung keefektifanla yananU KS termasukp adak ualifikasib aik, hal ini dapatd ilihat dari hasil faktor saranap rasaranay ang termasukp adak ualifikasi baik dan faktpr keuanganjuga termasukp adak ualifikasi baik. Faktor saranap msarirnad apatd ikatakan padak ualifikasi baik karenas aranap rasaranay ang ada di UKS cukup memadaid an semuanyad apat dipergunakand and imanfaatkand enganb aik, begituj uga denganf aktork euangand apat dikatakanb aik karenaa ntarap endapatand an pengeluaranp adaU KS seimbang (2) keefektifanm anajemenla yananU KS termasukp adak ualifikasib aik, hat ini disebabkan karenas aranap rasar,rnad an keuangany ang adad i uKs baik sehinggam anajemen layananU KS dapatb erjaland engane fektif. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, dikemukakan beberapa saran yaitu bagi dinasp endidikann asionald an dinas kesehatand apatm eningkatkank erjasamad alam rrngrtotu layanank esehatand an dapat memberikanp elayanank esehatand enganl ebih baik-dano ptimal, bagi kepalas ekolaha gars elalu mengadakanb imbingand an monitoring ,*rto *"ndorong'p"rig"toio uKS agar mampu dan menguasapi rogram layananU KS' bagi pengelola U K Si apat-leb ih meningkatkanp eng etahu arrd a lam pengelola an layananU KS, Lagip enelitil ain untukm elaksanakapne nelitianl anju tan.

Studi Tentang Pelaksanaan Program Usaha Kegiatan Sekolah Di SMAN Se Kabupaten Tulungagung Oleh Dian Dwi Setiyoso

 

Pelaksanaauns ahaK esehatasne kolahy angb aik akans angabt erperand alam membinkae sehataann ggotam asyarakadti sekolahu, nhrk mewujudkakne sehatan anggotma asyarakaste kolahs, etiaps ekolahh arusm ernberikapne rhatiand an melaksanaapnro gramu sahaK esehatssne kolahd enganb aik danb enarB. erdasarkan latarb elakandgi atasm akad apatd inrmuskabne berapma asalahs ebagabi erikut: rumusamn asalahse carau mumy aitub agaimanakaphe laksanaapnro gramu saha KesehataSne kolahd i SMANs e-K abupatenT ulungagungR.u musanhasalashe cara khususb;a gaimanakaphe laksanaapnro gramp endidilianle sehatand i sMAN se- {uFpuF" Tulungagungb,a gaimanakaphe laksanaapnr ogamp elayanakne sehatan di SMANs e-K abupateTn ulungagungb,a gaimanakaphe iat

Kajian Terhadap Kebutuhan Guru Dan Gedung Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Ditinjau Dari Aspek Demografi Tahun 2000-2015 (Sebagai Upaya Dalam Perencanaan Pndidikan Di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan) Oleh Mahrini

 

Programw ajib belajar( Wajar)9 tahund i tetapkano lehp emerintahIndonesiab, ertujuanu ntukm eningkatkaSn umberD ayaM anusia( SDlvl)-yangberkualitasd alamr angkam enghadapeir aglobalisasPi.r ogramw ajar9 tahuny angditetapkanp ernerintamh eliputiS D danS LTP.N amuny angd iangkadt alampenelitianin i adalahS LTPy anga dad i KabupatenH ulu SungaUi tara'Penelitianin i mengkajti entangk ebutuhang urud an gedungS ekol$ .LanjutanT ingkatp ertamad itinjiu dari aspekd emografiy, aitu meliputif ertilitasdan-morAlitais ebagaui payad alamp erencanaapne ndidikan.M akap ermasalahan yangd iangkadt alamp enelitianin i meliputi:b erapakajhu mlah anaku siaS LTP,guil SI-TFy *g pensiung, uruS LTPy angm eninggadl unia,k ebutuhang uru-Slfp,a* l"Uutuhang edungS LTPt ahun2 000- 2015d i KabupatenH uluSungaUi taraK alimantanS elatan.Tujuanp enelitianin i untukm engetahujui mlah anaku siaS LTP,g uruS LTPyangp ensiung, uruS LTPy angm eninggadl unia'k ebututrang ruuS LTP,d anketutuhang edungS LTPt ahun2 000- 2015d i KabupatenH ulu SungaUi taraKalimantanS elatan. Penelitianin i mempunyasi ifatk uantitatifd eslaiptifd anj enisnyam erupakananalisad atas ekundedr engante knik analisad ata,d enganta hapan'tahapa(nl):proyeksjiu mlah anaku siaS L].p dengand emograftie knik,( 2) proyeksjiu mlahg'i SI-ip V''g pensiun engana lur cohort,( 3) proyeksjiu mtahg uruS LTPV anemeninggaOt uniaO enganlif e table,( 4) proyeksjiu mlah kebutuhang uruS LTPdengenm engbitungjw nlah gurut otal danj urnlahk ekurangang uruS LT?' (5)proleksijumlahk ebutuhang edungS LTPd engana sumsIi gedung= 240m uridtahun 2000 -2015. Hasil analisisd atad i perolehk esimpulanb ahwa:( 1) terdapapt eningkatanjunrlahm urid sLTP tahun2 000 -2015d enganm enggunakaans umsitetap(,z )Lrdapat peningkatajnu mlah guruS LTPy angp ensiunta hun2 000- 2015'( 3)terOapapte nunrnanjumlaghu ruS LTPy angm eninggadl uniat ahun2 000- 2015,(4) terdapakt enaikanjumlahg urus LTP tahun2 000- 2015d enganm enggunkanasumstie tap,( 5) terdapapt eningkatanjumlakhe butuhang edungS LTPt ahun2000- 2015d enganm enggunakaans umstie tap.

Pembinaan Kedisiplinan Bagi Siswa: Studi Kasus Di SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang Oleh Yusuf Setyawan

 

Dalammencetakkader-kaderbangsayangbermentaltinggidanmemilikirasa tanggungj awab yang tinlgi pula, qipertut

Pelaksanaan Evaluasi Hasil belajar Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Siswa SMU Negeri I Sukomoro Kabupaten Magetan Oleh Budhi Harto

 

Evaluasi hasil belajar merupakan hal yang penting dalam sistem pendidikan. oleh karena itu, evaluasi hasil belajar hendaknya dilaksanakan dengan baik dan benar.T ujuan dari penelitian untuk mengetahuip enggunaanp rinsip evaluasi,t eknik evaluasi dan bentuk tes yang digunakan dalam evaluasi hasil belajar dan penerapan lan-g kah-langkaehv aluashi asilb elajar. Penelitiani ni termasukd eskriptif eksploratif yang dilaksanakand i SMU Negeri I Sukomoro. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru mata pelajaran pprn dan siswa kelas I, Il, dan IIl. Sampel guru diambil dari semua guru yang dijadikan populasi sehingga disebut sampel total dan sampel siswa ditentukan dengan carap emiiitrant

Hubungan Antara Cara Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Di MAN 1 Situbondo Oleh Vivi Jamila

 

Prestasib elajar siswa dipengaruhi oleh bermacam-macamfa ktor' salah satunya adalah "u* 6"luior siswa.-Daiam usaha meningkatkan prlstasi belajar siswa yang optimal harus ditunjang dengan cara belajar yang blik yang-{apat mewujudkan t"g,;ur belajar siswa dapat-be{alan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh fruiit l.tuiu, lang maksimals esuadi engantu juany angi ngin dicapai.H al inilah yang mendorong AaOit an penelitian untuk mencari bukti empiris t"1qlq hubungan antara cara belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKn kelas II MAN I Situbondo tahun ajaran 200312004. Permasalahany ang akan diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimanakah carab elajars iswa?B agaiiranakahp restasbi elajars iswap adam atap elajaranP PKn? Apakah udu itubungut yang signifikan antara cata belajar dengan prestasi belajar siswap adam ataP elajaranP PKn? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antata cafa belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKn. Hipotesis yang diajukan dalim penelitian ini ;dahh ada hubungan yang sipifikan antara cara belajar dengan p' restasib elajarm ata pelajaranP PKn. Metode p"n"titi* yang digunakan adalah metode dokumentasi dan angket' Teknik analisis yang digrrnakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa data statistik yaitu dengan teknik korelasi product moment. Populasi dalam penelitian ini adalahs iswa kelas II MAN I Situbondoy ang terdiri dan n6 siswa"s edangkany ang diambil adalahs ebanyak5 0 siswa yang menggunakante knik randoms ampling. Hasil penelitiany ang diperolehm enunjukkan(:1 ) tingkat carab elajars iswa pada umumnya: I I siswa Qt %) termasuk 12 siswa dalam kriteria balk-,27 siswa (54 7o; termasuk dalam kriteriu ,"ilung, dan 12 siswa (24 %o) termasuk. d{am kriteria t *"g, (2) prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PfKn me.l-ip$i: 16 siswa (32 X) rn!-lfid prestasbi eiajary uttg Uuit, 34 siswa (68 o/o)m emiliki prestasib elajar yang cukup baik. (3) ada hubungan yang sigrrifikan antara cara _belajar dengan pr"Jtu"i UeL;ar siswa pada mata pelajaran PPKn kelas II semester II tahun ajaran 200312004. Berdasarkanh asil penelitian di atas,m aka dapat disimpulkand an disarankan bahwa cara belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Di samping itu diperlukan adanya motivasi orang tua dan guru. Guru selaku pendidik diharapkan lebih meningkatkan perhatiannya kepada siswa dalam menjalankan kegiatan belajar dan cara belatar siswa agar efektif terutama sekali bagi siswa yang mempunyai cara belajayr angk urangb aik bahkant idak baik. l l

Hubungan Tingkat Pendidikan Guru Dengan Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran PPKn Di SDN Sukun VI Kecamatan Sukun Malang Oleh Herlina Yusminingsih

 

Penelitianin i bertujuanu ntuk mendeskripsikatnin gkat pendidikang uru PPKn, prestasbie lajars iswa PPKn dan hubungant ingkat pendidikang uru denganp restasi belajasri swaP PKnd i SDN SukunV I KecamatanS ukunM alang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru dan siswa yang berada pada SDNS ukunV I KecamatanS ukunM alang.S ampely ang ditetapkand alamp enelitianin i adalaghu ruk elasl ll, IV, V danV I berjumlah4 orangg urud ans iswak elasI lI, IV, V dan VI berjumlah 166 siswa. Data untuk tingkat pendidikan guru dikumpulkan dengan kuesionedra nd atau ntuk prestasbi elajarP PKns iswad ikumpulkand engand okumentasi. Teknika nalisisy ang digunakana dalaha nalisiss kalar angking,s edangkante knik untuk menganalishisu bungant ingkat pendidikang uru denganp restasib elajar PPKn siswa drgunakarnu musR ankD ifferenceC orelationr ho Spearman. Padah asil penelitianm enunjukkanb ahwag uruy angm erniliki tingkatp endidikan Sl cenderungm emiliki siswa yang prestasib elajamyad alam mata pelajaranP PKn mendudukrai ngking3 , guru yang memilikr tingkat pendidikanD II cenderungm emiliki siswa yang prestasi belajamya dalam mata pelajaran PPKn menduduki rangking 2 sedangkagnu ru yang memiliki tingkatp endidikanS PGc enderungm emiliki sisway ang prestasbi elajamyad alam mata pelajaranP PKn mendudukir angking l. Untuk analisis korelasdi enganr umusr ho Spearmanm enunjukkanin deksk orelasin egatif Sedangkan dalamta belh argak ritik temyatau ntuk N : 5 denganta raf I kepercayaanglo/moe nunjuk angkak oefisienk orelasi1 ,000. Kesimpulan,b erdasarkanh asil penelitian yang telah diadakanm embuktikan bahwati ngkatp endidikang uru denganp restasbi elajars iswad alamm atap lajaran PPKn di SDN SukunV I KecamatanS ukun Malang ada hubungant ingkat kesejajarany ang berlawananarah.

Pelaksanaan Pembelajaran PPKn Berbasis Konstektual Menyongsong Kurikulum Berbasis Kompetensi Di SMP Sriwedari Malang Oleh Eko Setyowati

 

Permasalahanp endidikan di lndonesia dewasa ini adalatr (l) Bagaimana rnenemukanc ara yang terbaik agar siswa dapat menggunakand an mengin[at lebih lama konsep - konsep yang diajarkan di dalam suatu mata pelajaran lzibalaimana tiap - tiaq mata pelajaran dipahami sebagai bagran yang raling ueriruuungsn dan 3Tb*tuk satu pemahaman yang utuh (3) bagaimana seorang guru- dapat berkomunikassi ecarae fektif dengan.siswanyaya ng ielalu bertanyaj tuttyu rcntang alasand ari sesuatua, rti dari sesuatud, an hubungana ari apa yang merekap elajan (aj dan bagaimana guru dapat membuka wawasan berfikir yang blragam dari ieluruh siswa" sehingga dapat membuka berbagai pintu kesempatan saama hidupnya. Pembelajarabne rbasisk ontekstualm erupakans alah satu aitematif untuk mengatasi Tu.ulult tenebut yang sekarang sedang dilaksanakan di sMp Sriwedari \aatang khususnyad alam mata pelajaran ppKn. Berawal dari itu penelitian pelaksanaan Pembelajaran PPKn Berbasis Kontekstual Menyongsong rutikulu- Berbasis Kompetensdi i SMP SriwedariM alang dilaksanakan. _ Tujuan dari penelitian ini adalah: (l) Untuk mendeskripsikan perencanaan pernbelajaranP Pkn berbasis kontekstual, (2) untuk mendeskipsikan pelaksanaan pembelajaran PlKn berbasis kontekstual, (3) untuk mendeslripsidn penilaian penbelajaranP PIfu berbasisk ontekstual. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskiptif kualitatif dgean jenis penelitian interaktif di mana yang diteliti di sini uairrun intenksi trrS lqy dengan sisw4-siswa dengan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar P.PKru dengan model pembelajaran berbasis koniekstual. Jubyek dalam ry1eli{an ini adalah guru ppKn keras III, seruruh siswa kelas m, d;n Kepala sekolah. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitiL- ini adalah angket wawancarao, bservasid an dokumentasi.R natisis daa yang aigunaun aaum penelitian ini adalah analisis data kualitatif model interadivl Oiri trrtites Oan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: bahwa:( 1) Perencanaanp ernbelajarany ang dikerjakan guru sudah sesuai dengan kriteria p€rencaruEn pembelajaran berbasis kontekstuayl aitu, sudahd inyatakank egiatanu tama pembelajarannyat,u juan umum pembelajarannyas,k enariot ahap derni tahap kegiatan siswa dan penilaian bsbasis kelas. (2) Pclaksanaan pembelajaran PPKn berbasis kontekstual dengan menggunakanm etode penemurn konsep, metode cooperative learning dan teknik pelqorm yang dilakukan dengnn penplolaan kelas yang baik akan mernbantu siswa berfikir lritis, serta memberi kesernpatan kepada siswa untuk menyalurkan kemampuannya(.3 ) penilaian berbasisk ontekstrul ysng dilaksanakang um PPKn dilakukans elamad an sesudahp rosesp embelajaranb erlangsungD. alam hal ini yang dinilai adalah: a) Penilaian proses dan kinerja; b) Parilaian hasil kerja kelompok dan individu, serta portofolio yang dibuat siswa. Secara keseluruhan penilaian pcmbclajaran PPKn yang dilaksanakan guru PPKn sudah mcmenuhi kriteria penilaian berbasis kontekstual, yaitu bahwa penitaian dilaksanakan selama dan sesudahp rocesp embelajaranb erlangsung,b isa digumakanr mtuk formatif mauprm sumatif, tugas yang diberikan pada siswa mencerminkan bagran - bagian dalam kehidupans iswas ehari- hari. Berdasarkanh asil penelitian ini, dapat disarankank epada guru dan kepala sekolah agar mengembangkan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pernbelajaranb srbasisk ontekstual kargna barryakk eimtungany ang di dapat dalam rangkap eningkatamn utu belajarm engajard anh asilb elajar.

Hubungan Antara Prestasi Belajar PPKn Dengan Tingkat Kesadaran Moral Siswa Laki-Laki Dan Perempuan Kelas VI Di SDN Sumberagung II Kediri Oleh Galih Adi Putranto

 

Pendidikan merupakan hal yang penting bagi suatu bangsa karena kemajuansuatu bangsa dapat dilihat dari kualitas pendidikan pada negara tersebut. Mengingatberbagai taniangan yillg muncul mengharuskan pemerintah untuk mengatasinyasehingga tercapai tujuan pendidikan nasional. Selanjutnya untuk mewujudkan tu.luantersebut diperlukan sikap mental yang tingi dari para pelaksananyau, ntuk menanamkanmoralitas pada diri warganegara khususnya siswa maka PPKn dimasukkan dalamkurikglum sekolah dan diharapkan hal it1 akan mengarahkan siswa pada perkembangansikap dan trngkah laku sesuai dengan norma yang berlaku yang pada akhirnya bergunadalam meningkatkan prestasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) hubungan antara prestasi belajar PPItudengan tingkat kesadaran moral siswa yaitu kesadaran siswa untuk mematuhi normayang berlaku dalam masyarakat yaitu norma keagamaan, norrna hukum, normakesopanand, an norma kesusilaan,( 2) perbedaant ingkat kesadaranm oral antara siswalaki-laki dan siswa perempun. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas vI sDN SumberagungII Kediri berjumlah 40 siswa. Untuk memperoleh data prestasi belajar digunakan metodedokumentasi yaitu melihat nilai total dari ulangan harian, sikap, tugas, dan Ujian AkhirSemester pada Semester ganjil dan untuk memperoleh data tingkat kesadaran moral siswa digunakan metode kuesioner dengan instrumen berupa angket. Teknik analisisdata yang digunakan adalah (1) teknik analisis product moment, dan (2) teknik analisisujir. Dengan menggunakan teknik analisis product moment, hasil penelitianmenunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara prestasi belajar PPKn dengan tingkatkesadaran moral keagamaan siswa, tidak ada hubungan antara prestasi belajar PPKndengan fingkat kesadaran moral hukum siswa, tidak ada hubungan antara prestasi belajarPPKn dengan tingkat kesadaran moral kesopanan siswa, tidak ada hubungan antaraprestasi belajar PPKn dengan tingkat kesadaran moral kesusilaan siswa, sedangkanmenurut analisis uji t menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat kesadaran moralkeagamaan antara siswa laki-laki dan perempuan, ada perbedaan tingkat kesadaranmoral hukum antara siswa laki-laki dan perempuan, ada perbedaan tingkat kesadaranmoral kesopanan antara siswa laki-laki dan perempuan, ada perbedaan tingkat kesadaranmoral kesusilaan antala siswa laki-laki dan perempuan. Hasil yang diperoleh dalampenelitian ini kiranya dapat dijadikan pertimbangan bagi orang tua dan guru dalammeningkatkanp embinaank esadaranm oral sekaligusp restasib elajars iswa.

Peranan Kader Dalam Keberhasilan Posyandu (Studi Kasus Posyandu Apel RW. 02 Kelurahan Samaan Kecamatan Klojen Kota Malang) oleh Firdiana

 

Dalamr angkamenurunkaann gkak ematianb ayi darib alita,s erta meriingkatkank esehatanib u dan anak,p emerintahm erakukanu payap eningkatand an wt-nentaanp layanan kesehatanm praruip osyandup. osyandum erupatant empat pelayanand alam suatuw ilayah denganp rogram-programu ntuk mencapati ujuan keluargak ecil bahagiad ans ejahtera. Penelitianin i berusahma endeskripsikapne ranank aderp osyanduA pel RW 02 Kelurahans amaanK ota Malang,y angd ifokuskanp adap eraksanaapnro gram, perank ader,k emampuany angd iperlukank aderj,e nis usahak aders ertaia ktor ryld+ulg danp enghambadta ri setiapu sahay angd ilakukank aderd alamm encapar keberhasilamn embinap osyanduS. umberd atad alamp enelitianin i yaitu orang-orang yangt erlibatb aik secarala ngsungm aupunt idak langsungd enganfo kusk egiatand i * PosyanduA pel RW 02 KelurahanS amaans. ebagaiin formani dalah kaderd an anggotaP. engumpuladna tanyam enggunakatnig a macamt eknik,y aitu:w awancara, observasdi, and okumentasis. edangkanp engecekakne absahadna iad ilakukan denganc ara ketekunanp engamatant,r ianggulasi,k ecukupanr eferensiadl an pengecekaann ggotaT. eknik analisisy angd igunakana dalahr eduksi,d isplayd ata, pengambilakne simpuland anv erifikasi. Pelaksanaapnro gramp osyandmu eliputi:( l) keluargab erencan(a2, ) kpeeslaekhsaatnaianba uun ds aahnaa pn earkb,ad iakna( n5g )i zimi,( u3n)i pseanscip.e egraahnka arvdpeerd mablaemrak engtapia*"ntna ynpu oi.sity,1 a+n;du tersebuyt aitu sebagapi enanggunjga wab pelaksanaapno syanduo, bservator, fasilitatord ane valuatorK. emampuany angd iperlukan-kadeyra itu:( I ) kemampuan memimpjn,( 2) kemampuanm elaksanakapnr ogramk er1ad, an( 3) kemampuan menerapkafnu ngsim anajemenu sahay angd ilakukank ider meiiputi:( l) peryelenggaraapne rtemuanru tin, (2) kunjunganru mah,( 3) observasibi u balita,d an (4) observasbi alita.F aktorp endukungnyaad alaha danyaiempapt ertemuanya ng tetap,k reativitask aderm emberikanv ariasip enyutuhanS. edangkafna kror penghambaat,d anyabeberapaan ggotay angt idak bersikapte rbukam enghadapi masalahk esehatapnu tra-putrinya. sarany angd isampaikanya itu (l) kaderh endaknyam eneruskauns aha-usaha yangs udahd ilakukan,( 2) kaderh endaknyam engadakakne giatans tudib andingk e posyandula in yangjugab erhasil(, 3) intensitasp emantauainn stanstie rkaitt erh-adap perkembangapno syandud, an( 4) dukungans emuap ihaka garh al_hayl ang menghambadta patt eratasi.

Karakteristik Perkampungan Kumuh (Studi) Kasus Kampung Kumuh Di Daerah Aliran Sungai Brantas Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang Oleh Yuli Imam Anshori

 

ABSTRAK AnshoriY, uli Imam.2 003.K araheristikP erkampunganK umuh,S tudiK asu.sd i DAS Brantas Kelurahan Kotalama Kecamatan kedung Kandang Kota Malang. Skripsi,J urusanP endidikanG eografFi MIPA UniversitasN egeriM alang. Pembimbin(gI ) Prof Dr. H. M. ZainiH asanM, .Sc,( II) Drs.B udi HandoyoM .Si. Kata-kataK unci : KarakteristikP, erkampungaKnu muh Perkampunganku muh merupakanfe nomenau mumy ang banyakt erjadi di negarab erkembangk, hususnyap adak ota-kotab esara taum enengahD. i Kota Malang, perkampungaknu muhj uga dialami. Salahs atup erkampungank umuh yang terdapatd i KotaM alangy aitu di DAS BrantasK elurahanK otalamaK ecamatanK edungK andang. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahuki arakteristikp erkampungank umuh, yangm eliputik ondisif isik yaituk ondisib angunanja, ringanj alan, pola lokasip elayanan, jaringanli strik, carap embuangans ampahj,a ringan darinased an sanitasi.K arakteristik kondissi osiale konomim eliputit ingkatp endidikana, salp endudukl,a manyab ermukim, rnatap encaharianu tamad an tambahanp, endapatanra ta-ratad, an lokasi tempat kerja.karaktristiko ndisi pola pergerakanp endudukm eliputi jarak ke tempatk erja utamaja, rak ke tempatk erja tambahanj,a rak ke tempatb erbelanjad an jarak ke tempat pendidikan. Lokasip enelitiand i DaerahA liran SungaBi rantasK elurahanK otalama KecamataKne dungK andangk otaM alang.D alamp enelitianin i terdapapt opulasi sebanya2k5 6 kepalak eluargay angt ersebadr i lima rukunw arga.P engambilans ample penelitiainn i menggunakatne knikp roporsionarla ndoms amplingd enganp engambilan sampesle banya7k 5 respondenA. nalisay angd igunakand alamp enelitianin i adalah diskiptif. Hasilp enelitianm enunjukkanb,a hwak ondisif isik perkampungaknu muh cukupb aik.H al ini diketahudi arij umlah penduduky angs udahm emilikir umah permanesne banyak5 7,33%,j aringanja lan sudahb etons ebanya3k 0%,p enduduky ang sudahm enggunakajanr inganl istrik PLN sebanyak8 6,7%,d anp ola lokasif asilitas pelayanatne rdapadt i pinggirjalanr aya.P embuangasna mpahd i perkampungain i sebanya7k6 % penduduknyma asihm embuangs ampahk e sungaiJ. aringand rainase sebanya7k5 % sudahjaringant/tze knisd ant eknis.P enduduks udahm enggunakan sanitaspir ibadis ebanyak5 4,6Yow alaupund ialirkank e sungaiK. ondisis osiale konomi menunjukkasne banyak4 1,33%p endudukm erupakanlu lusanS D dand rop out di SLTP. Pendududk i perkampungain i merupakanm igrand ari luar Malangs ebanya7k 3%. Sebagianb esarp endudukb ermatap encaharians ebagapi edagangs ebanyak 33,33%D. ari keseluruhapne nduduky angb erprofessi ebagapi edagangs,e banya3k 2% diantaranybae rpendapatraant a-ratRa p.3 00.000-Rp4.0 0.000t iapb ulannyaK. ondisip ola pergerakapne ndudukm enunjukkans ebagiabne sarp endudukm emiliht empatb ekeda cukupd ekatd enganru mahnyay aitu sebanya6k 40/oJ. araky angd itempuhp endudukk e tempabt erbelanjac ukupd ekaty aituk urangd ari 1 km sebanya7k 8,670/o. Untuk menanggulangmi asalahp erkampungaknu muhd ipedukank erjasama daris egenafpih ak mulaid ari pihakp emerintahL, embagaS wadayaM asyarakati,n stansi terkait,d anp erdudukp erkampungank umuh.U payay ang diperlukana dalahp enataan

Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal Di Panti Asuhan (Studi Kasus Di Pantai Asuhan Nurul Abyadh Malang) Oleh Miftachul Janah

 

Panli asuhanm erupakans uatu lembagau saha kesejahleraans osial yang bertanggungja wab untuk memberikanp elayanank esejahteraans osial kepada anakt erlantarm, emberikanp elayananp engganti/perwaliaann akd alamm emenuhi kebutuhan fisik" mental dan sosial' pada anak asuh sehingga memperoleh kesempatayna ng luas, tepat dan memadaib agi perkembanganke pribadi-nya sesuai yang diharapkan. seorang pengasut\ terutama dalam panti asuhan harus mampu mengemban tugas sebagai orang tua, untuk itu pengasuh harus dapat mengarahkanp ada suatus ituasi dan kondisi yang posilifsesuai denganb akat dan kemampuaann ak. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mendeskripsikatne ntangp enyelenggaraan pendidikan di panri asuhan Nurul Abyadh Malang. pengumpulan data dilakukan melaluia ngketd anw awancaraya ngd ilakukanp adab ulanD esembe2r 003s ampai Bulan Januari 2004. Populasi dari perrelilian ini adalah pengasuh dan anak asuh. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis yang digrmakan yaitu (l) penyajian data dari angkit terbuka dan wawancara dilakukan dengan membaca, membandingkan kemudian menarik kesimpulan, (2) angkel tertuttrp dianalisis dalam bentuk distribusi frekuensi prosenlasdea ns tandaryt angd ipakaia dalaht abelp rosentrase. Hasil penelilian ini menunjukkan bahwa panti asuhan sudah memberikan layanany ang baik pada anak asuhy ailu: Iayanank esehatan,r ayanans osial, dan layananp endidikan.P engasuhm empunyaip engetahuand an pendapaty ang baik lengen{ penyelenggaraapne ndidikand i panti asuhany aitu melipuii materi yang disampaikan, karakteristik pengasuh dalam mernbimbing anak asuh, metode dan media yang digunaka4 evaluasi serta faktor pendukung dan penghambat dalam penyelenggaraapne ndidr'kans. elain itu, anaka suhs etujujika tlgiatan pendidikan dilaksanakasne tiaph ari.H al ini bertujuans elaink ewajibinjugaiupaya anaka suh terbiasa melaksanakan kegiaitan yang diadakan di panti asuhan. untuk panti asuhan sendiri diharapkan dapat memberikan pertolongan pelayanan kesejahteraans osial pada anak asuh sehinggam ereka bisa berkimbutrg oiogao _baik d3n berguna bagi nusa dan bangsa. sedangkan untuk jurusan pJnolctan Luar .Sekolahh endaknyam emperluusd an mengsmbangkanp enelitian yang berkaitand enganp endidikanlu ar sekolahy ang ada di masyarakaty, ang saati ni masihb anyakd ibutuhkan masyarakast ehinggap rogram-pro$am pendidikanl uar sekolahd apats emakinb erkembangd an dikenal masyarakaliu as terutamap anti asuhans ehagalie mbagak esejahteraasno sial.

Hubungan Sipil-Militer Dalam Transisi Menuju Demokrasi di Indonesia Oleh Santi Triretnowati

 

Triretnowati, Santi. 2002. Hubungan Sipil-Militer Dalam Transisi Menuju Demokrasi di Indonesia. Skripsi, Jurusan P endidikanP ancasilad an KewarganegaraaFnI P UniversitasN egeri Malang. Pembimbing:( 1) Drs. Setiadji,( II) Drs.EdiS uhartonoS H.M .Pd. Kata Kunci : HubunganS rpil-Militer,T ransisi,M enujuD emokrasi. Hubungan sipil-militer di Indonesia dimakrrai sebagainteraksi dan hubungan timbal balik antara Angkatan Bersenjata dengan berbagaik omponenm asyarakadt imana militer tersebutb erfungsi, Disamping itu hubungan sipil-militer diartikan sebagai relasi antara institusi penyelenggaran egara [golongan sipit] dengan institusi pertahanann egara [golonganm iliter] secaras inergis dan strategis yang dilandasi dengan fungsionalisasi serta spesialisasi diantara keduanya dalam sistern nasional. Dalam hubungan tersebut haruslah dilandasi oleh nilai moral dan sikap. mental yang mencerminkan adanya saling menghargai, mempercayai, saling menunjang scrta adanya kehendak yang kuat untuk bekerjasama dengan sebaikbaikrya. Pada masa transisi di Indonesia lahir adanya reformasi tentang makna" suprernasSi ipil", yakni denganm unculnyab erbagagi agasan serta p€ndapat baik dari dalam maupun dari luar negeri mertgenai supremasi sipil yang intinya meletakkan militer dibawah naungan sipil. IIal ini merupakan suatu dilema" bahwa dalam setiap fase transisi pasti akan terdapat konflik untuk saling mendominasi satu samal ain. Dimanam iliter menginginkanm embangunn egarad engan menggunakan pendekatan keamanan fuolitical securit,v approach] sementara sipil, menginginkan membangun negara dengan menggunakan demokratisasi yang menjadi sarana kehtdupan masyarakat madani yakni masyarakat berbudaya yang didalamnya terkandung prinsip egalitarianisme diantaranya persamaan derajat, kesetaraank, eadilans ertak eterbukaand an kebebasanm engemukakan pendapat dimasa depan. Pada .lasarnya menuju negara demokrasi diperlukan suatu sistemp emerintahany ang efektif sertap emerintahany ang legitimate, disampingi tu alam demokrasij uga memerlukanm asyarakaty ang mampu menerapkan nilalnilai demokratis seperti toleransi, kesetaraanm, embangunk onsensusd an lain sebagainya. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa "Supremasi sipil" adalah hubungan yang menunjukkan keterkaitan institusi sipil dan militer dalams istemn asionalK. arena pada hakekatnyaS ipil - Militer vru merupakan perangkat utama dalam sistem demokrasi, untuk itu menuju kehidupan demokrasi disamping dibutuhkan adanya proses diferensiasdi an spesialisasai tasp eranand an fungsi masing-masing institusi juga dibutuhkana danyap emahamana kan konsepd emokrasi. Dalam hal ini perjalanan demokratisasi bangsa perlu adanya pengawalaank anm asat ransisiy angd ilakukano leh pihak militer serta perlu adanya penataan kembali TNI Indonesia sesuai paradtgma baru secarak onsistenm elalui reposisi,r edifinisi, dan reaktualisaspi eran TNI, serta meningkatkank ualitas keprof-esionalianT NI dengan meningkatkanr asio kekuatanp ertahanand an keamanann egara. Berdasarkan hasil kajian ini, terdapat beberapa saran untuk lebih meningkatkanm utu dan kualitas skripsi, yakni diharapkank ajian in dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan yaitu dapat memperkayak ajian mengenais ipil-militer, sehinggaw acana mengenai sipil-militer dapat lebih berkembang dan diharapkan kajian ini dapat bermanfaat bagi pihak lain yaitu dapat digunakan sebagai bahan bacaan guna menambah wawasan tentang sipil-militer di Indonesia.S ertaa danyak ajial ataup enelitianl ebih lanjut mengenai peruoalan ini agar tidak menjadi batu sandungan menuju demokratisasbia ngsad imasad epan.

Perkembangan Peran Sosial Politik ABRI Menuju Format Baru Dwifungsi Dalam Sistem Politik Indonesia Di Masa Depan Oleh Rosyidah Chusnul Chotimah

 

Dwifungsi ABRI adalah peran ganda ABRI/TNI yang meliputi bidang pertahanank eatanan dan bidang sosial politik. Namun dalam kenyataannyap' eran sosial politiknya lebih menonjol dari pada peran utama yaitu periahanan keamanan' pada masa orde Baru, peran sosial politik diwujudkan dengan kekaryaan ABRI' p"iun ini sering mengalamid eviasi dalam implementasinyaB. erbagaik etimpangan dalam pemerittln*,-O.nrokrasi semu serta tidak terjaminnya stabilitas keamanan ur.iuuru a*vu dwifungsi ini memunculkanb erbapi tanggapand ari berbagaik alangan ir"tu"g dwifungsi. S-eba$an menginginkan dwifungsi dihapuskan, sebagian lagt *.iguiggup driifungsi iasih diperlukan untuk mendorong proses demokratisasi *"rtril'*Varat

Hubungan antara lokus kendali dan kematangan karier siswa MAN Malang 1 / Ameylia Prima Harining Praja

 

ABSTRAK Prima, Ameylia. 2010. Hubungan antara Lokus kendali dan Kematangan Karier Siswa MAN Malang 1. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Andi Mappiare AT, M.Pd (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata Kunci : lokus kendali, kematangan karier Kematangan karier berperan penting dalam pengambilan keputusan pilihan pekerjaan atau pendidikan lanjutan yang mempersiapkan seseorang untuk suatu pekerjaan tertentu secara realistik. Oleh karena itu, perlu adanya suatu pengukuran untuk mengetahui sejauhmana kematangan karier siswa dan sifat kepribadian yang dapat mempengaruhi kematangan karier tersebut. Lokus kendali yang mengarah pada anggapan individu tentang kendali dirinya terhadap peristiwa dalam hidup, yang cenderung internal atau eksternal merupakan salah satu variabel yang perlu diteliti sebagai salah satu variabel yang mempengaruhi kematangan karier. Siswa yang mempunyai lokus kendali internal lebih mandiri dalam pemilihan karier, karena siswa tersebut berusaha sendiri dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai apa yang diinginkan. Sebaliknya, siswa dengan lokus kendali eksternal lebih menyerahkan keputusan kariernya pada nasib/keberuntungan dan kekuatan lain di luar dirinya. Bertitik tolak dari latar belakang di atas, penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan variasi lokus kendali, (2) mendeskripsikan variasi kematangan karier, (3) mengetahui korelasi atau hubungan antara lokus kendali dan kematangan karier siswa MAN Malang 1. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI regular MAN Malang 1, yang berjumlah 207 siswa. Sedangkan yang digunakan sebagai sampel penelitian berjumlah 72 siswa berdasarkan pada teknik cluster sample yang dilakukan secara acak untuk tiap jurusan kelas XI di MAN Malang 1. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan skala lokus kendali dan skala kematangan karier. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara lokus kendali dan kematangan karier pada siswa kelas XI MAN Malang 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) secara umum siswa MAN Malang 1 mempunyai lokus kendali agak internal yang lebih banyak jika dibanding dengan lokus kendali sangat internal, agak eksternal dan sangat eksternal, (2) secara umum siswa MAN Malang 1 mempunyai matang karier yang lebih banyak jika dibanding dengan sangat matang karier, kurang matang karier dan belum matang karier, (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara lokus kendali dan kematangan karier pada siswa MAN Malang 1. Dari hasil penelitian ini, disarankan kepada siswa untuk mengembangkan lokus kendali internal demi pencapaian kematangan kariernya. Konselor diharapkan membantu kematangan karier siswa dengan mengembangkan materi bimbingan karier. Pihak sekolah juga perlu mendukung pelaksanaan layanan bimbingan karier. Sedangkan orang tua hendaknya dapat memberikan kebebasan yang terarah kepada anak dalam pemilihan kariernya.

Perpindahan Pusat Pemerintahan Dari Berbek Ke Nganjuk Tahun 1880 Oleh Napsriatun

 

Peristiwa perpindahan pusat pemerintahan dari Berbek ke Nganjuk merupakanra ngkaian^akibapte mbukaanjalanr aya danr el keretaa pi oleh Belanda V*Ji"."gf,*,ingkan daerahp erkebununtip edalamand enganp elabuhanP. enulisan i.nting p"-tpinautrupnu satp emerintahadna riBerbekk e Nganjukt ahun1 880p enting untuk iiungtapkan untuk melengkapi studi tentang Sejarah Nganluk' Rumusanmasalahdalam.penelitianiniadalah(l)faktorapakahyang melatarbelakangpi erpindah- p*ui pemerintahand ari Berbek ke Nganjuk tahun 1880 ? (2) mengapaN ganjuk dipilih sebagaip usat pemerintahanm enggantikan Berbekf '(i) Uaga]mana "arnpadt

Peranan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah (Studi Pada BAPPEDA Kota Malang) Oleh Wirawati

 

ABSTRAK Wirawati. 2003. Peranan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. H. Suko Wiyono, SH., MH; (I.I) Drs Yudi Batubara, SH.. MH Kata-kata Kunci : Peranan, Badan Perencanaan Pembangunan (BAPPEDA),OtonornDi aerah Daerah BAPPEDAm empunyati ugasm elakukand an mengkoordinasikakne giatan perencanaapne mbangunanP erencanaanp embangunany ang dirumuskant ersebut didasarkanp adaa spirasid an potensid aerah,d i sarnpingm empertimbangkadne ngan RencanaP embangunaDna erahP ropinsid anR encanaP embangunaNna sional. Penelitian ini bertujuan untuli mengetahui peranan Badan Perencanaan PembangunaDn aerah dalam rangka pelaksanaanO tonomi Daerah Kota Malang. Sedangkan hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi lembaga' masyarakat dan penulis sendiri untuk menambah wawasan tentang Pemerintah Daerahk hususnyBaA PPEDA I{asil penelitianin i menunjukkanb ahwa:( l ) mekanismep erencanaapnr ogram pembangunanB APPEDA melalui tiga tahap, yail.:.tp ertamrr, Musbang tingkat Desa/KelurahanT. uiuan Musbang ini yaitu mendorong adanya musyawarah sekaliguss ebagaui payam enyerapa spirasi-aspirabsie rbagaiu sulanp rogram/proyek di tingkaty ang palingb awah.H asil Musbangt ingkatD esa/Kelurahaonle h kepala Desa./Kelurahadni serahkank epada Camat setempat.K edua, Musbang tingkat Kccamatan. Tujuan Musbang ini adalah membahas kembali usulan rencana programiproyeky ang akan dibiayai oleh swadayam asyarakatm aka diserahkan kembali pada Desa/KelurahanS. edangkanu sulan rencanap rogram/proyeky ang dibiayai oleh APBD Propinsi, APBD Kota dan APBN oleh Camat disampaikan kepada Walikota Malang. Ketiga, Rakorbang Kota Malang. Tujuan Rakorbang ini adalahs ebagaui payam elengkapbi ahanp enyusunanu sulanr encanap rogram/proyek di Kota Malang.H asil Rakorbangb erupar umusanu sulanp rogranr/proyeyka nga kan dibiayai dengan APBD Propinsi dan APBN oleh Walikota Malang yang diserahkan kepadaG ubernurP ropinsiJ awa Timur. Sedangkanu sulanr encanap rogfam/proyek vang dibiayai denganA PBD Kota oleh Walikota tidak diserahkank epadaG ubemur karena dikelola sendiri oleh PemerintahD aerah; (2) perencanaanP rogram PembangunaBnA PPEDA Kota Malangd isusunb erdasarkasnk ala prioritasy ang

Hubungan Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah Dalam Pelaksanaan otonomi Darah Menurut UU No. 22 Tahun 1999 Oleh Mafruzah

 

Sistemp emerintahanse ntralistiky angd ilaksanakano leh Orde Baru dinilaigagald alamm emberikano tonomik epadad aeratrS. ehinggam enyebabkahnu bunganyang kurang harmonis antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. sebabmeskipun kedua lingkungan pemerintah dalam hal ini pemerintah pusat danpemerintahd aerahm erupakans atu kesatuans usunany ang mencerrninkanke utuhanbentuk negara kesatuan,t etapi karena masing-masingm empunyai lingkunganwewenang, tugas dan tanggung jawab yang berbeda maka tidak menutupkemungkinante rjadi semacamta rik menarik bahkank etegangand alam hubungankeduanyau. ntuk itu sebagaui payam enemukatnit ik keseimbangahnu bungana ntarapemerintahp usat dan pemerintahd aerah khususnyad alam pelaksanaano tonomipemerintahte lahm engeluarkaUnU No. 22 tahrm1 999. Tujuan dari kajian ini adalah mendiskripsikante ntangk eduduran,p eran,wewenang pemerintah pusat dan pemerintah drrah serta hubungan antara keduanyadalamr angkap elaksanaano tonomi daerahm erunutk etentuant ItJ No. 22 tahun 1999.Metodey angd igunakana dalahs tudi pustaka,d o&umentaski,o mparatif dan analisis.Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pclnerintah pusat yang berkedudukansebagai pembina dan pengawas mempunyai lima kewenangan pokok yang meliputikewenangan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradiian,moneterd an fiskal serta agama.s elain kelima kewenangante rsebuts eluruhnyamenjadi kewenanganp emerintahd aerah. sebab UU No. 22 tahun 1999 lebihmengutamakaanz asd esentralisassie hinggad aerahl ebih leluasam engembangkandiri. Mengingatk edudukanp emerintahp usatb rsebut diatas maka hubungany angseharusnytae {alin antarap emerintahp usatd anp emerintahd aeraha dalahh ub;g;yang mengarah pada pembinaan dan pengawasu dengan harapan pemerintah daerahakant erbebasd ari campurt anganp emerintahp rsat. Berdasarkan hasil kajian diatas maka disarankan kepada pemerintah daerahuntuk lebih meningkatkan kualitas dan krearifitas para aparatnya dengan tetapmemperhatikaunu No. 22 tahun 1999d alamr nenjalankarno dap emerintahannydaiera Otonomi.

Upaya Peningkatan Pendapatan AsliDaerah Dalam Rangka Menyongsong Pelaksanaan Otonomi Daerah (Studi di Pemerintah Daerah Kota Blitar) Oleh Anis Nurhayati

 

Negara Republik Indonesia (RI) sebagai negara kesatuan menganut asas desentralisasdia lam menyelenggarakapne merintahany, aitu dengan memberikan kesempatadna n kekuasaanke padad aerahu ntuk menyelenggarakaonto nomid aerah. Dalam hal ini sebagai tindak lanjutnya telah dikeluarkan Peratwan Pemerintahan (PP) No.8 tahun 1996 mengenai penyerahan sebagian urusan pemerintahan, p€nyempurnaapnr ogram kelembagaanp, eningkatans umberd aya manusia,p enataan sistemd an asetp emerintahd aerahs ertap eningkatank emampuanP endapataAn sli Daerah( PAD) daerah. UUD 1945m erupakanla ndasany angk uat untuk menyelenggarakaonto nomi denganm emberikank ewenangany ang luas, nyata dan bertanggungja wab kepada daerah sebagaimanate rtuang dalam ketetapanM PR No.XV/Ir4PR/1998D. alam undang-undang ini hal yang paling mendasar adalah mendorong untuk memberdayakamn asyarakatm, enumbuhkanp rakarsad an kreativitas,m eningkatkan p€rans ertam asyarakatm, engembangkapne rand an fungsi DPRD. Pengembangana tau pelaksanaand esentralisasdi i negara yang sedang berkembangp adad asamyam erupakans esuatuy ang tidak dapatd ihindarkan.P ada umumnyan egaray ang sedangb erkembangm emiliki derajat otonomi yang kecil dibandingkand engann egaram aju, ketergantungadne nganp usats angabt esars ebagai akibatb esamyak ontroly angd iberikanp usatk epasad aerahd, an faktor politik secara empirik sangadt ominanm enjadif aklor penyebabti mbulnyak ondisit ersebutF. aktorfaktor yang menentukan prospek otonomi daerah adalah: faktor manusia yang merupakan subyek penggerak dalam peyeleruggeraano tonomi daerah; faktor keuangany ang merupakant ulang punggungt erselanggaranyak tivitas pemerintahan daerah; fallor peralatan yang merupakan sarana pendukung aktivitas pemerintahan daerahd anf aktoro rganisassi ertam anajemen. Dari uraian di atas mmusan masalah yang ingin dibahas oleh penulis adalah;(l)b agaimanaA PBD pemerintahd aerahk oa Blitar ditetapkan;( 2) apa saja sumber-sumbepre ndapataans li daerahk ota Blitar, (3) bagaimanau sahap emerintah daerahk ota Blitar dalam rangkam eningkatkanp endapatana sli daerahnya. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah pendekatan kualitatif. Dimana pendekatan ini cenderung mengarah kepada metode penelitian secara dcskiptil sehinggaa rahd an latar belakangnyam empunyapi rosedurp enelitiany ang menghasilkand ata deskriptif, Tujuannya adalahu ntuk menggambarkans ecarau tuh penyelanggaraaonto nomi daerahd an implikasinya terhadapp eningkatanp endapatan aslid aerah(P AD). Sumber-sumbepre ndapataans li daerahk ota Blitar berasadl ari pajak daerah, retribusi daerah, bagian laba usaha daerah, penerimaan dari dinas-dinas dan lain-lain pendapataDn.a lamu saham eningkatkanP AD pernerintahk ota Blitar menempuhc ara intentsifikasdi an ekstensifikasiL. angkah-langkayha ng ditempuho leh pemerintah daerahko taB litar antaral ain: (l) memantapkakno ndisip ersonilp emungubt aik fisik maupunm ental sertam elaksanakapne ngendalians ecarae fektif, (2) melaksanakan upayain tensifikasid an ekstensifikasdi alam kegiatanp enjaringano byek pajak atau retribusi daerah maupun dalam kegiatan p€mungutan, (3) menyiapkan sarana operasional yang memadai dalam batas-batas kemampuan yang tersedia, (4) mengadakan pemutakhiran data WP/WR, (5) mengadakan peninjauan terhadap produk-produkh ukurn yang terkait denganp ajak atau retribusi daerahy ang tidak sesuai lagi, (6) melaksanakanp enyuluhan-penyuluhalann gsungW PAI/R agar pelaksanaapne mungutadna patb e{alan lancars esu4di engank etentuany angb erlaku, (7) menumbuhkembangkarna sah andarbendi ari warga di lingkup kota Blitar, bahwa pemerintahd aerahi tu memangm embutuhkand anay ang aka-rd ikembalikanu ntuk peningkatank esejahteraanw arga, (8) memantapkank oordinasi dengan unit-unit terkait,a garm asing-masinugn it penghasiml enghayattie rhadapr encanap enerimaan yangt elahd itetapkand i dalamA PBD.

Optimalisasi Kinerja Aparatur Pemerintah Untuk Pengembangan Kepariwisataan Dalam Rangka Otomi Daerah (Studi Kasus Pada Dinasn Pariwisata di Kabupaten Malang) Oleh Ika Irin Puji Astuti

 

Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang adalah salah satu unit kerja dibawah naungan Pemerintah Kota Malang yang mempunyai tugas Pokok dan Fungsi sebagai koordinator pungutan dibidang Pendapatan Asli Daerah. Adapun Visi dan Misi Dinas Pendapatan Kota Malang mengacu/mendukung kepada Visi dan Misi Pemerintah Kota Malang sehingga dalam pelaksanaan tugasnya baik program dan kegiatan dalam upaya memenuhi target penerimaan PAD dapat tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah realisasi pajak reklame telah sesuai dengan target yang dianggarkan serta bagaimana upaya optimalisai pemungutan pajak reklame di Dinas Pendapatan Daerah Pemkot Malang.Dari penelitian diperoleh informasi bahwa realisasi pajak reklame bersifat fluktuatif, hal ini dipengaruhi oleh keadaan masyarakat dimana kebutuhan masyarakat terhadap media promosi reklame yang relatif tidak sama dalam tiap tahunnya. Optimalisasi dalam upaya memenuhi target yang telah ditetapkan perlu diperhatikan, karena dengan upaya optimalisasi yang baik dan paling maksimal maka tujuan perusahaan dapat tercapai. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi. Dalam pemecahan masalah dilakukan metode pemecahan masalah dengan langkah-langkah penelahaan terhadap Analisi SWOT yang terdiri dari : Kekuatan (Strength); Kelemahan (Weakness); Peluang (Opportunity); serta Ancaman (Threat). Dari analisis yang dilakukan dapat diberikan rekomendasi dapat menganggu tercapainya tujuan Dinas. Rekomendasi ini antara lain dengan sosialisasi terhadap masyarakat untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab serta rasa sadar pajak, dimana perkembangan penerimaan reklame belum efektif dikarenakan faktor-faktor kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, serta ada rasa kurang percaya masyarakat terhadap aparatur yang berwenang. Operasi lapangan dilakukan lebih sering untuk mengetahui reklame yang tidak memenuhi syarat. Selain itu perlu diberikan diklat/pelatihan untuk meningkatkan kinerja pegawai tidak tetap maupun pegawai tetap yang pendidikannya kurang agar mampu mengimbangi kinerja pegawai yang memiliki pendidikan lebih tinggi. Tetap. Tidak hanya pengawasan dari BKD Pemprov, namun Kepala Dipenda juga perlu mengadakan sidak (inspeksi mendadak) kepada pegawai untuk mengetahui kinerja pegawai secara langsung. Kekuatan serta Peluang yang dimiliki Dipenda merupakan satu kelebihan dalam upaya peningkatan pendapatan pajak reklame.

Perjanjian Asuransi Antara Lembaga Asuransi Jiwa Dengan Pemegang Polis Asuransi AJB Bumiputra 1912 Di Kabupaten Bondowoso (Suatu Kajian Hukum) Oleh Sri Budi Kustiana

 

Padau mumnyam asad epanm anusiati daklahp astik arenati daks eorangp unmengetahukie mrurgkinan-kemungkinayann g akant erjadi atash idup manusia.Denganb erpedomanke padap engalamanm anusiam asal alu dan pengalamanse ndiridapatlahd iperkirakanp eristiwa-peristiwaa pas ajay angm ungkinm enimpam anusia danb agaimanam etoday angp erlu dilakukanu ntuk melindungid iri dari resikoh idupyangt ak berkepastianM.i salnyas ajar esikok ematianO. lehk arenaa danyare sikoyangd emikianm, akat imbul kesadaraunn tukb ekerjas amam enghindarkaanta uminimalm engurangai kibatd anr esikot ersebutD. alamh al ini, dapatd ikatakanb ahwaperusahaaans uransjiiw a memberpi roteksiu ntukm enggantki etidakpastiayna ngmaksimabl erartim elindungmi asad epans etiapo rangy angb erpartisipasdia lamasuranjsiwi a. Penelitiatne ntangb agairnanpae laksanaapne rjanjiaans uransjiiw a inimenggunakapne ndekataknu alitatif.U ntukk ehadiranp enelitid irasakans angatpentings, ebagasi urveya taup engumpuladna tas ebagabi erikut:w awancara,obsewasid, and okumentasDi. atad alamp enelitianin i diperolehs ecarala ngsungrnelaluwi awanciuad arip impinanp, aras tafA suransJi iwa Burniputera1 912d iBondowosod anj uga darip emeganpgo lis.A suransjii wa yangd apatm emberikantentangd atay angd iperlukand alarnp enelitianin i. Prosedupr engumpuladna tad anpengolahadna ta,p enulism enggunaka3n c ara,y aitu:w awancarap,e ngamatan,observasdia nd okumentasDi. atay angd iperolehd ari hasilp enelitiante rkumpuld, atatersebudt ianalisiss ecarari nci denganm emaparkadna nm enggambarkahna silpenelitianA. dapunp enelitianin i dilakukand i AsuransJi iwaB umiputera1 912d iBondowosop,a dab ulanA pril sampabi ulanM ei 2003. Perjanjiaans uransijiwdai buadt alatnb entukte rtulisy angd inamakadne nganpolis,d i manap ernbuatapne rjanjianin i bersifats epihakP. erjanjianin i dibuato lehperusahaaAns uransJi iwaB umiputeral9 l2 danp ihakc alonp emeganpgo lisi ni harusmenyetujujiik a ingin mendaftarkadni ri menjadai nggotad anp erjanjianin i bersifatcacath ukurn.D alamp elaksanaapne rjanjianin i danp elaksanaapne mbayaragna ntimgi sudahs esuadi engana pay angt elahd itentukand alamp erjanjiand and alamh alpengutipasna mpasi aati ni tidakp ernahm endapatte gurand ari pihakp emeganpgo lis.Dalamp elaksanaapne mbayarapnr emik epadaA suransJi iwaB umiputeral9l2ierdapapt erneganpgo lisy angm elakukantu nggakanp embayarapnr emia taud isebutdengalna pse.L apsei ni terjadia pabilap emeganpgo list idakm ampur nembayarpremsi elama3 kali bertutur-turut. Wanprestaasdi alahs uatuk eadaanya ngt erjadik arenati dakd ipenuhinyaperikatahnu kuma taus uatuk eadaand i manas alahs atup ihakl alai untukm emenuhi'.pteefrlajadni jian/prestyaasni gt elahd iperjanjikanD. i AsuransJi iwa Bumiputera1 9l2 jikalapre urakao tornatispolisnyaa kan'banaPl. olis dari pymegangp olis tidakdapabt erfungslia gi ataup olisnyaa kanb erubahrn enjadpi olisy angt idakd itentukan{anp adau mumnyajik a terjadid emikianp, erjanjiana kanb atald engang antir ugi.Tetappi adau mumnyap ihakA suransJi iwa Bumiputera1 912 memberikajna lankeluard enganja lan pemulihanp olis,y aitup olisy angt elahk adaluwarstae rsebutdifungsikakne mbalia garp olisnyat etapb isad igunakand enganw aktu5 tahun.Berdasarkapne nelitianin i disarankapni hakA suransJi iwaB umiputeral9 l2hendaknydaa lamp embuatanp erjanjian,p emegangp olis diberi kesempataunn tukmemenhrkanjugias i perjanjiana gart idak adap enyesaland i kemudianh ari dandalamp elaksanaannlyeab ihb aik lagi dalamm elaksanakahna k dank ewajibannya masing-masinagg art idakt erjadiw anprestaslai gi.

Pelaksanaan Perjanjian Sewa Beli Kendaraan Bermotor (Studi di Dealer Suzuki Abadi Megah Motor Jombang) oleh Lilik Nurchatin

 

Dewasa ini dengan kehidupan yang semakin kompetitif, manusia dituntut untuks elalub ergerakle bih cepats ehinggad ibutuhkans aranap enunaj ngyangb erupa benday angd apatd ipakaiu ntuk saranatr ansportasdi alamm emenuhik ebutuhannya, misalnykae ndaraabne nnotorK. arenak ebutuhanm asayarakuant tukm emilikis arana taransportassie makinm eningkat,s edangkand aya beli masyarakast angatt erbatas, makap ara pedagangk hususnyad ealer berusahau ntuk memberikanja lan keluar. Jalany angt erbaik untuk mengataspi ermasalahabna gi yang tidak mampum embeti barang yang dibutuhkan secara tunai yaitu dengan cara perjanjian sewa beli yang pembayarannydail akukans ecaraa ngsuranP. erjanjians ewab eli ini diatur dalam surakt eputusaMn entri Perdagangadna nK operasNi o. 34l KP/ l1/ 1980,T anggalI Februar1i 980t entangp erizinank egiatanu sahas ewab eli (Hire Purchase)H. at ini sesuadi engans isterrbr ukul ll KUII Perdatay angm enganusti stemt erbukaa taua zas kebebasabne rkontrak. Penelitiant entang pelaksanaanp erlanjian sewa beli ini menggunakan pendekataknu alitatit.U ntuk kehadiranp enelitid irasakans angatp enting,s ebagai realisasid ari pelaksanaanin terview maupuns urv€y.D alam hal ini interview dan survey atau pengumpulan data sebagai berikut wawancara, kajian pustaka dan pengamatanpaodbay ek bila memungkinkanD. ata dalam penelitiani ni diperoleh secarala ngsunmg elaluiw awancardaa n pimpinand ealerS uzukAi badiM egahM otor dan para pegawainyay ang dapatm emberikant entangd ata yang dipertukand alam penelitianin i. Disarnpingit u datat ersebudt iperolehs ecarati dakl angsungya itud ata yang berasald ari dokumentasyi ang ada padad ealer Suzuki Abadi Megah Motor. Prosedurp engumpuland an pengolahand ata, penulis menggunakan4 cara yaitu: rvawancarap, engamatans,t udi kepustakaand an dokumentasiD. ata yang diperoleh dari hasil penelitian terkumpul, data tersebut dianalisis secara rinci dengan memaparkadna nm enggambarkahna silp enelitianA. dapunp enelitianin i dilakukan di dealers uzukiA tradiM egahM otor,p adab ulano ktobers ampabi ulanN opember 2000. lv Pelaksanaapne rjanjians ewab eli kendaraabne rmotobr erlakup erjanjianb aku yangs egalak etentuand an kesepakatatne lah ditentukant erlebih dahuluo leh salah satup ihak,s edangkapni hak yangl ain rnenyetujuinyam akai a tinggalm enyetujuinya sajaP. arap ihaky angt erikat dalarnp erjanjiand ant elahm emenuhiis i dari per.lanjian sebagakio nsekuensinyma erekam empunyaih ak dan kewajiban.D isini kewajiban debitury ang paling pokok adalahm embayaru ang muka dan membayara ngsuran tepat pada waktunya, sedangkan haknya adalah menerima b4rang beserta hak miliknya. Sebaliknya kreditur berkewajiban menyerahkan barang beserta hak miliknyaa pabilaa ngsurante rakhird ibayarkand an berhaka tasp enbayaranu ang mukad ana ngsurannya. Wanprestaasdi alahs uatuk ealpaana tauk elalaiany angt idakd apatm emenuhi prestasyi ang harus dipenuhinyad alarn suatu perjanjian.S edangkanb entuk wanprestaysain gd apat erjadid alarnp erjanjians ewab eli kendaraabne rmotoar dalah debitutri dak membayahr argas eway angw ajib dibayarp adat anggald ant empaty ang telahd itentukand, ebiturt idak membayadr endaa task eterlambatamne mbayaur ang angsurand,e biturr nenjamina tau Inenjualb arangy ang dijadikano byeks ewab eli kepadap ihak ketrga.A pabila debiturt elah dinyatakanw anprestasmi, aka upaya penyelesaiayna ng dilakukano leh debitura dalahu payas ecarak ekeluargaadna n upayap engadilanN. amund alarnp rakteky ang dilakukana dalahu payak ekeluargaan karenau payai ni sudahc ukup mernbawah asil dan tidak perlu mengeluarkabna nyak biaya.B aru apabila cara kekeluargaanin i tidak rnembawah asil maka upaya pengadilatne rpaksad ilakukan.

Kedudukan Harta Bersama Dalam Perkawinan Setelah Terjadi Perceraian Ditinjau Dari Hukum Islam Dan Hukum Adat Madura Oleh Agus Setya Ningsih

 

Dalam kehidupanm anusiak ita dapatm elihat kenyataanb, ahwa seorang manusiad ari jenis kelamin yang berbeday aitu seorangw anita dan seorangp rii menjalani kehidupan bersama dalam suatu kesatuan rumah tangga yang disjbut suami-isteri yang berbentuk perkawinan. Adapun tujuan dari peikawinan itu sendiri adalah membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkanK etuhananY ang Maha Esa.p erkawinany ang bahagiad an kekal akan dapatt ercapaai pabilaa ntaras uami-istersi alingm embantud ani aling melengkapi dafam mgngembangkan kepribadiannya dan di daram mencapai iesejaht-raan spirituil dan materiil. Adakalanya dalam kehidupan rumah tangga itu terjadi suatu gejolak yang menyebabkan adanya keretakan dalam keluarga sehingga akan tumbuh suatu perceraian antara suami-isteri. Namun agama Islam tidak menginginkan sama sekali adanya perceraian, sehingga agar tidak menimbulkam suatu perceraian maka jalan keluamya adalah berpisah untuk sementara waktu saja kcmudian dalam jangka waktu satu minggu suami-isteri dapat kembali seperti semula. Mengamati masalah harta bersama perkawinan apabila te{adi perceraian, maka kita terlebih dahulu harus mengetahui fungsi dari harta bersama, kedudukan harta bersama serta ahbat dari harta benda perkawinan apabila te{adi perceraian yang ditinjau dari hukum Islam dan hukum adat madura. Adapun fungsi harta bersamait u sendiria dalahb ahwam enuruth ukum Islam yaitu berfrrngssi ebagai sarana kelangsungan hidup rumah tangga (keluarga) dan pendidikan anakanaknya, sedangkan menurut hukum adat madura yaitu untuk membiayai kebutuhanh idup sehari-harsi uami-isterdi an anak-anaknydaa lam suatuk eluarga serta untuk membiayai kebutuhan dari kerabatnya baik dari kerabat ibu maupun kerabatb apak. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati tentang kedudukan harta bersamad alam perkawinand i PengadilanA gama Bangkalan,s edangkanje nis penelitianin i termasukd alamp enelitianK ualitatif. Dalam pengumpulan data ini di gunakan teknik Observasi, Wawancara, Analisis Dokumentasi. Ada tiga komponen analisis data yaitu Reduksi data, Displayd ata,d anP engumpuladna tad an setelahs elesapi engumpuladna ta. Hasil penelitianm enunjukkans ebagabi erikut : (l). Mengenaik edudukan harta bersamaa pabilat e{adi perceraianm aka menurutH ukum Islam yaitu seimbang antara suami dan isteri , sedangkan menurut Hukum Adat Madura lebih banyak dikuasi oleh suami dari pada isteri. (2). untuk akibat dari hara benda perkawinan apabilat erjadi perceraianm aka menurut Hukum Islam harta bawaan, harta penghasilaank an tetep menjadim ilik masing-masingp ihak, dan harta bersama akan di bagi dua antara suami dan isteri. Sedangkan menurut Hukum Adat Madura harta bawaan akan kembali kepada pihak yang membawanya sepanjang dalam perkawinan tersebut tidak menghasilkan seorang anak, sedangkan harta penghasilan oleh masing-masing pihak akan kembali kepada yang menghasilkannyaD. an harta bersamaa kan di bagi antara suami-isteri dengan dengank etentuand ua untuk suamid an satuu ntuk isteri. Berdasarkan penelitian ini, di sarankan (l) Agar Pengadilan Agama, Badan Penasehat Perselisihan Perkawinan dan Perceraian (BP4) dapat mernberikan informasi kepada masyarakat terutama bagi calon suami-isteri tentangb eberapas egiy angb erkaitand enganh artab ersama(.2 ) Dalamp embagian harta bersama dalam perkawinan, hakim harus benar-benar. adil dalam memutuskanp erkara tersebut, sehinggap ara pihak bekas suami maupun isteri tidak sampai mengadakan banding. (3) Untuk meningkatkan kesadaran hukum yang tinggi, khususnya mengenai perkawinan maka sebaiknya di adakan kursuskursus tentang kesadaran hukum di lingkungan setempat, misalnya RT ketingkat Desa dan sebagainya.

Profil Partisipasi Masyarakat Terhadap Program Pembangunan Kasus Program Pemberdayaan daerah Dalam Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi (PDM-DKE) Di Desa Sumberingin Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar Oleh Heri Susilowati

 

Dalam rangka menanggulangki emiskinan dan pengganggurana kibat dari kisis ekonomi,m aka pemerintahm engambilk ebijakan sertal angkah-langkahd alam bentukp rogramP emberdayaaDn aerahd alam MengatasiD ampakK risis Ekonomi (PDM-DKE). Program ini mcrupakan salah salu banluan langsung kepada masyarakamt iskin dan jatuh miskin akibat kisis ekonomi.Tujuanp enelitiani ni adalah untuk (l) mendeskripsikan profil partisipasi masyarakal dalam tahap sosialisasi(,2 ) prohl partisipasim asyarakadt alam tahap perencaruurn(3, ) proFrl partisipasmi asyarakadt alam tahapp elaksanaand, an (4) profil partisipasim asyarakat dalamt ahapp ascap elaksanaadna ne val'rnsh asil- Jcnis penelitiani ni adalahd cskriptif.P opulasinyaa dalahm asyarakadt esa Sumberingind, enganp engambilans ampel menggunakanm etodes ampelw itayah yang diambil terdiri dari dua dusun yang terdiri dari dusun terdekat dengan pcmerintahand csa dan tcrjauh dcngan pcrbandingany ang sama. Analisa yang digunakana dalahm enggunakadne skriptifp rosentase. Hasil penelitianr nenunjukkabna hwa pada urrrurnnytain gkat partisipasi masyarakat dalam pcngelolaan PDM-DKE bctum mcrdta pada scmua tahapan progra.m. Pada tahap sosialisasi keikutsertaan masyarakat pada musbangdes I tergolongs edangp, ada sosialisastii ngkat dusun/kelompotke rgolongs edang,p ada pemilihan Fasilitator Desa tergolong tinggr. pada tahap percncanaanp artisipzui masyarakapt ada penggaliang agasanti ngkat dusun/kelompokte rgotongs edangp ada perumusan usulan tingkat dusun/kelompok tergolong rendah, pada penentuan prioritas usulan dalam Musbangdes II tergolong sedang dan ketidakikutsertaan masyarakadt alam pemilihan TPKd tergolong rendah,k etidakikutsertaanm asyarakat dalam penwsunan renc4na kerja tergolong tingg, ketidakikutsertaan masyarakat dalam pembuatan sPPB tergolong sedang ketidakikutsertaan masyarakat dalam rencana kerja rPK-d tergolong sangat tinggi, keikutsertaan masyarakat dalam penyusunauns ulan kegiatan fisik tergolong sedang, dan ketidakikutscrtaan masyarakdaat lam revisi kegiatant ergolongs angatt inggi. Padat ahap pelaksanaan partisipamsia syarakadta lamp endafbrante nagak erja tcrgolongs angati nggi, dalam pcnyrapaand ministrasit ergolong sedang,t lalam pengajuand ana proyek tergolong tinggik, etidakikutsertaamna syarkadt alamr ekruitment enagak erja tergolongs angat tinggi. Namun pada dua kegiatan lainnya, yaitq keikutsertaan masyarakat dalam pengdaan peralatan dan material tergolong sedang, dan keikutsertaan masyarakat dalamp engerjaanp royck PMDE-DKE tergolong sangatl inggi. Padat ahap evaluasi dan pemanfaatan hasil keikutsertaan masyarakat dalam pemanfaatan hasil pembangunatenr golongs angatt inggi, dan pada kelancaranp rosesP MD-DKE bidang sffanad anp rasarandai kctahuib ahwap artisipasmi asyarakatte rgolongs cdang.D an pailat ahapp engembangand an pelestarianP DM-DKE partisipasi masyarakatd alam pengembangapnro yek tergolong sedang,d, an dalam pelestarianh asit pembangunan saranad an prasaranate rgolong sangatt inggi. Ada dua alasany ang mempengaruhi partisipasmi asyarakayt aitu dari dalam diri sasarans endiri dan dari luar diri sasaran. Rendahnyap artisipasi ini disebabkano leb tingfiat pendidikan yang masih rendah siglifikan scrta berpengaruh pada tingkah laku seorang individu dalam menentukan sikap untuk berpartisipasi. Dari hasil penelitian di atas disarankan agax para pengambil kebijakan pada tahap sosialisasi bisa menyusun jadwal yang bertahap sehingga informasi dapat menjamashe luruhl apisanp, adat ahapp ercncanaapne ntingd iberikanp enjelasayna ng komprehensif dan terperinci tentang seluruh pencanangan serta memberikan penyuluhan secara intensif. Pada tahap pelaksanaan, pcmberitahuan kepada masyarakaht endaknyad ilakukanjauh sebelump royek dilaksanakand, an hendaknya melakukanp engaturanja dwal yang tidak berbenturand engank egiatan individu masyarakatP. ada tahap cvaluasi dan pemanfaatanh asil perlu adanyap eningkatan kontrol pada proses keterlibatan masyarakat secara menyeluruh. Dan pada tahap pelestariand an pengembangana, parafur desa hendaknya memompa inovasi masyarakat dalam menjaga hasil yang sudah dicapai sehingga masyarakat dapat meningkatkan rasa kepernilikan bersama dengan mernberikan pernikiran-pemikiran yangd apatm enopangp elestarianp royeki tu sendiri. ll

Pelaksanaan Pengucuran Dana Sapi Kereman Dalam Rangka Menunjang Pendapat Asli Daerah (PAD) Pada Era Otonomi Daerah di Kabupaten Magetan (Studi di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan) oleh Yustina Hastomo

 

Pembangunand aerahs ebagaib agian integral dari pembangunann asional dilaksanakanb erdasarkanp rinsip otonomi daerah dan pengaturans umber daya nasional yang memberikan kesempatan bagi peningkatan demolaasi dan kinerja daerahu ntuk meningkatkank esejahteraanm asyarakatm enuju masyarakatm adani yangb ebask orupsi, kolusi dan nepotismeP. enyelenggaraaPne merintahanD aerah sebagasi ub sistem PemerintahanN egara dimaksudkanu ntuk meningkatkand aya guna dan hasil guna penyelenggaraaPn emerintahand an pelayananm asyarakat. Sebagai daerah otonom, daerah mempunyai kewenanga.n dan tanggung jawab menyelenggarakakne pentinganm asyarakatb erdasarp rinsip keterbukaarqp artisipasi masyarakadta np ertanggunjga wabank epadam asyarakat. Dengan otonomi daerah yang diberikan kepada masyarakat daeiah, diharapkakne tergantungaPne merintahD aerahk epadaP emerintahP usatd apats edikit demi sedikit berkurang. Karena dalam otonomi daerah ini, Pemerintah Daerah dituntut untuk memenuhi kebutuhan daerahnya masing-masing dengan cara mehgelola berbagai aset alam dan sumber daya lain yang dapat meningkatkan PendapatanA sli Daerah meskipun PemerintahD aerah tetap mendapatkans ubsidi yangjumlahnyat erbatasd an disesuaikand engank eadaand aerahnyaS. ebabd alam pelaksanaano tonomi daerah ini, daerah yang tidak mampu menyelenggarakan otonomi daerah dapat dihapus atau digabung dengan daerah lain (pasal 6 UU No. 22 Tahun 1999). Dengan demikian kemandirian daerah menjadi tumpuan utama bagi kelangsungadna eraht ersebut. Penelitianin i bertujuanu ntuk mengetahupi elaksanaimpr ogramp engucurirn danas api keremand alam rangka menunjangP endapatanA sli Daerah( PAD) di KabupalenM agetan.S edangkanje nis penelitiani ni termasuk -dalam pbnelitian deskriptif kualitatif. Da'ta diperoleh dari informan yang berkompeten terhadap masalahp enelitianK, o,rrdinatorK egiatanP engembangaSna piK eremany aitu Drh. Kustinid an selcspi encegahadna n penrberantaspaenn ytkit hewany aitu Drh. Bu

Sumbangan Kantor Pariwisata Dan Seni Budaya Dalam Menunjang PAD Pada Era Otonomi di Kabupaten Lumajang Oleh Ini Puji Lestari

 

Dengan adanya otonomi daerah, maka setiap daerah dapat mengatur dan mengulls rumah tangganya sendiri, daerah membutuhkan kemampuan untuk menyediakaanta um enggalinot"nsiy aag adzd i daerahnyuan tukd ijadikans ebagpi sumbekr euangannysae rdiri. salah satunyaa dalahd enganm endmbangkand a" memanfaarkpaont ensdi aearahd alams ektorp ariwisata. Penelitianin i bertujuanr mtuk mengetahusi umbangakna ntorp ariwisatad an senib udayad alam menunjangp AD pada era otonomi di kabupaienL umajang, mangetahuip aya-upayyaa ng dilakukank antorp anwisatad an seni budayao alail menanganmi asalah-masalaphe ngembangapna riwisata,m engetahuie enivitas pelaksanaapnro gramp engembangapna riwisata. ' peneMliteiatonkd ueay laitnagtid fsigeuonraankagpn de anlealmitipb eenrteinlidtiaaknsin ei baadgaalpai ehpn egnuemlitpiaudnlk a utaa,lpi tealtgifa.D naallaismis data, penafsir data dan sebagaip enarik kesim-pulanh asii penelitian. Teknik pengumpuladna ta yang digunakand alam penelitian kualitatif ini adetah:( l) obsenasi/pengama(ta2n) wawancara( 3) Dokumentassi,e danglnnte knik analisii datanyma enggurukamn odela nalisisIn teraktifd ari Mlles & Hubberrnan Fokusp enelitiana dalahk antorp ariwisatad ans enib udayak abupateLnu majang sebagabi adany ang difunjuk oleh pemerintahd aerahb erdasarkaPn ERDA1 16:i Talun 2002 untuk meningkatkand an memberik onshibusit erhadapp eningkatan PADs ecaram aksimal. Temuanp enelitianm enunjul*anb ahwate mpat-tempawti sata/obyewki sab yang likelola kantorp ariwisatad ans enib udayam ampum emenuhtia rgetF ao y*g i"un diJetapkaonl eh pemerintahd aerah.T argett ahun 2000 seuesarts q.soo.ilooo apat direalisasikan2 01.283.200t,a hun 2001 sebesar2 1j.000.000d apard irealisasikan 290.915.31d0a n padat ahun2 002 arget yang barusd icapar3 bs.000.00d0a pat direalisasikasne besa4r 10.797.81s0e rtat ahun2 003s ebesa4r 52.947.50d0u od "irt direalisasikasne besa4r5 3.77.200. Kesimpulany ang diperolehd ari hasil penelitianb ahruas umbangakna ntor panwisatad an seni budayas udahm enrmjukkanh $il yangm aksimals eiuai target yangd itetapkano leh PEMDA denganp otensiw isatay ang ada, mengoptimalkan pengembangpaanr iwisatay mg adad enganm enyediakasna ranad anp rasaranyaa ng lengkap, adanya pembinaan pokdarwis dan adanya kerjasama antara kantor pariwisatad an senib udayad enganp ihak-pihakte rkait untuk memajukanp ariwisata yangaadadilumajang. i Berdasarkanp enelitian ini, maka saran yang disampaikan( l) peran kantor poriwisatad an seni budaya diopimalkan dalam bidang pengernbanganm aupun pembinaamn asyarakast adarw isata (2) adanyak erjasamaa ntar kantor pariwisatad an scnib udayad enganin stansit erkait lebih ditingkatkan.

Studi Tentang Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah Kantor Dinas Pengelola Keuangan Dan Kas Daerah Kabupaten Tuban Oleh utut Winangsih

 

Untuk mendukung penyelenggaraan otonomi daerah diperlukan kewenangan yang luas, nyaia dan bertanggung jawab. Secara opemsional di daerah diwujudkan dengan pengatumn, pembagian dan pemanfratan sumber daya nasional yang berkeadilan, serta perimbangan keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Sumber pembiayaan pemerintahan daerah dalam rangka perimbangan keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah dilaksanakan atas dasar desentralisasi, dekonsentrasdi an argasp cmbantuan. Sumber-sumber pernbiayaan pelaksaman des€nlralisasi terdiri dari pcndapatan asli daerall dana perimbangarq pinjaman daerah dan lainlain pendapatand aerahy ang sah. Sumberp endapatana sli daerahm erupakans umber keuangand aerahy ang digali wilayah daerahy ang bersangkutany ang terdiri dari hasil pajak da€ratr, hasil retribusi daerah, hasil perumbaan mitik daerah dan hasil pengelolaan da€xah yang dipisalrkan dan hin-lain pendapbn asli daerahyang sall Dalam mengelola sumber-surnber keuangan daerah, dinas daerah merupakan penyelenggara tugas-tugas tersebuL Salah satu dinas daerah yang perant ersebut,d alam meningkatkanp endapatand aeraha dalahd inas pengelola keungan dan kas dasrah Dalam rangka menyingkapi data yang faktual tentang pengelolaan PendapatanA sli Daerah (PAD) penulis melakukanp enelitian. Adapun rumusan masalahy ang ingin dibahasa dalah( l) apa saja sumber-sumbePr endapatanA sli Daerah Kabupalen Tuban, (2) bagaimanap engelolaanP endapatanA sli Daerah Kabupa&n Tuban, dan (3) apa saja faktor yang mempengaruhi pengelolaan PendapatanA sli Da€rahK abupten Tuban Penelitiani ni menggunakanp endekatank ualitatif. Penggunaanp endekatan kualitatif didasarkan atas pertimbangan telaah Gnomena-fenomena sosial fenomena yang berlangsung secara wqiar dan alamiah bukan dalam kondisi yang terkendali. Karena itulah pendekatan ini cenderuqg menprah pada metode penelitians ecarad eslriptif Data lapangan menegaskan bahua Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Tuban berasald ari pajak daerah,r etribusi daerah,h asil perusahaanm ilik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan (baSan laba usaha daerah) dan lain-lain pendapen asli daerah yang sah Pengelolaan sumber keuangan da€rah tenebut diperlukan manajemen keuangan daerah 1ang baik dan bertanggungja wab. Manajernenk euangand aerahP emsrintahD asratrK abupaten Tuban beroriertasi pada anggaran tahunan yang dalam hnl ini tertuang di dalam AnggaranP endapatand an Belanja Daerah (APBD), Perumusana nggarany ang diimplementasikan menga.cu pada keseluruhan proses alokasi sumber daya Pemerintah Daerah maupun pembuatan dokumen tertentu yang merumuskan angka penenmaan dan pengeluaran dalam I tahun anggaran Implementasi kebijakan peningkatan Pendapatan Asli Daerah ini sebagian besar dinas/instarxi/unit kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban terlibat dalam pengelolaanP endapatanA sli Daerahs esuaid engank ewenangannydaa n bertindak tidak hanya sebagaip enrilrs akan tetapi juga menglmplementasikanke btjakan tersebuts ecarab edeqiangs esuaid enPn struktur yang adad an benifat lop down. BerdasarkanU U NO.22 Tahun 1999 khususnyap asal69 yang berbunyi "Kepala Daerah menetapkan Peraturan Daerah atas persetujuan DPRD dalam rangka penyelenggaraanO tonomi Daerah dan penjabaranl ebih lanjut dari peraturan perundang-undangayna ng lebih tinggi". Kebijakan peningkatanP endapatanA sli Daerah dibuat set€lah APBD Kepala Daerah menetapkan Peraturan Daerah tentangA PBD atasp ersetujuanD PRD. lmplementasik ebijakani ni padad ammya adalahm erealisasikanre ncana( targeQp enerimaanP endapatanA sli Daerahy ang telah dirumuskan/direncanakanD. alam melakukan pengelolaanP endapatanA sli Daerah tersebut banyak sekali fbktor yang mempengaruhinyab aik faktor yang mendukungm aupuny ang menglrambatF. aktor-faktort ersebutd iantaranyaa dalah sumber daya (keuangan da€rah), partisipasi masyarakat dalam pembuatan/penetapaAnP BD, kekurangt aatan Wajib Pajak dan Wajib Retribusi dalam memenuhi kewajibannya ditambah lagi karena belum optimalnya penerapan sanksi hukum disamping terbatasnya kapasitas dan fasilitas, keierlambaian pengiriman &b dan penyetoran uang dari Satuan Kerja Pemungut jugp merupakank sndalay ang dihadapid alam melakulcanp engelolaanP endapatan Asli Daerah yang dilakukan oleh Dinas Pengelola Keuangan dan Kas Daerah Kabupaten Tuban.

Pengembangan Paket Bimbingan Pengenalan Karis Dengan Teknik Permainan Peran (Role Playing) Untuk Anak Sekolah Dasar (SD) Kelas Awal Oleh Yaningtyas Tri Ambarruli

 

ABSTRAK "AmbarruliY, aningtya'slr i. l)engembunguln)u kel BimhingunP engenalunK urir Dengan Teknik Permainan I'eran (Role Playing) Untuk Anak Sekolah Dasar ' (SD)K ela.Ac val. Skripsi.J urusanB imbinganK onselingd anP sikolog: FakultaIslm u PendidikanU nirersitasN egeriM alang.P embimbing(:l ) Dra. TatiekR omlahM, .A., (2) Drs. BlasiusB oli Lasan,M .Pd Krte Kunci: BimbinganP engenalanK arir, PermainanP eran (Role Playing), AnakS ekolahD asar( SD). Bimbingank arir sebagasi alahs atus aranap emenuhank ebutuhana kan individuy aitu pengetahuante ntangk arir harusd inilai sebagabi agian dariprogramB imbingand anK onselingd anp rogram.pengajaraSna. lahs atu li'-nik bimbingany angd apatd igunakans ebagami edia untuk menyampaikan bimbinganp engenalakna rir adalaht eknik permainanp eran-P emberianb imbingan pengenalakna rir derrgante knik permainanp eranr ni dimaksudkana garp emahaman urakt erhadapk arir lebih mudaht ercapai. Penelitjainn i bertujuanu ntukm enghasilkan'?akeBt imbinganP engenalan Karir denganT eknili PermainanP eranu ntuk Anak SD Kelas Awal". Rancangan peneliliayna ngdigunakaand alahd eskriptifkualitatif.P rosedurpengembangbaunk u paketi ni menggunakamn odelC oursewareD evelopmentP rocess( CDP). Adapun pros€dupre ngembangannmyeal iputi:( l ) tahapa nalisisQ, ) k}rapp erancangan(3, ) tahapp engembangadna,n ( 4) tahape valuasiU. ntuk uji cobap rodukm eliputi:( l ) desainu ji coba,( 2) subyeku ji ahli, (3) pelaksanaaunj i ahli, dan( 4)jenis data penilaianp roduk.I nstrumenp enilaianp roduk untuk subyeku ji ahli berupaa ngket skalap enilaiand anw awancarak onsultatif. Hasilp engembangapna ket ini adalah'?aket BimbinganP engenalanK arir dcngn TeknikP ermainanP eranu ntuk Anak SD Kelas Awal'- Berdasarkahna sil penelitian,s arany ang diberikan oleh peneliti adalah:( l) ogarp emanfaatabnu ku paket ini dapatb erhasilg una secarao ptimal, guru perlu hemahamdi anm enghayatsi ecaraje las prosedurp elaksanaanb imbinganp engenalan ' tuir dengante knik permainanp eranu ntuk anakS D kelas awal yang dipaparkan dalamb ukup aketi ni, (2) manfaatkanlahs umber,m edia/ala! dan fasilitas yang brsediad i kelass eoptimaml ungkiny angb isam enunjangk elancaranb uku paketi ni, (3) karenab ukup aketi ni hanyas ampaiu ji cobaa hli, makap adap engembangan produkb erikutnyar ancanganu ji cobanyad apatd ikembangkanle bih luasd an lebih dalamy aituuji cobak elompokk ecit danu ji cobal apangante rbatas.

Masalah Karier, Faktor Pnyebab, Dan Bantuan Konselor di SMK Negeri I Blitar Oleh Siti Avivah

 

Pasarb ebasd anp ersaingang lobal yang sudahm ulai diterapkand i Indonesia membawab erbagaia kibat yang banyak. Di antaranyac epatnyal aju perkembangan teknologid an informasi. Kedua hal ini mempunyaip engaruh.yangs angatb esarp ada sektor ekonomi khususnya pada dinamika dunia kerja. Kondisi yang selalu berubah setiap saat ini membuat dunia kerja juga berubah dengan cepat. perubahan yang cepat pada dunia ke{a membuat calon tenaga ket'a harus bekerja keras untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Contoh nyata hal yang selalu berubah dalamdunia kerja adalahm engenaib erbagaip ersyaratany ang harus dipenuhi oleh para calon tenagak erja. Persyaratatne rsebutd i antaranyaa dalahc alon tenagak e{a hendaknyap rofesiomadl i bidangnyam, empunyai keterampilany ang memadai,i novatif, kreatif dan banyak lagi persyaratanya ng lain. Semuap ersyaratani ni harus dihadapi oleh calon tenagak erja termaluk siswa SMK yang memang sejak awal sudah dipersiapkan untuk langsung siap bekerja.T idakjarang persyaratan- persyaratany ang terus menerusb erubahi ni menimbulkan masalah baru , khususnya bagi siswa sebagai calon tenaga kerja. Masalah yang timbul karena adanya perubahan yang berlangsung terus menerus dalam dunia kerja" misalnya persyaratan bagi calon tenaga ket'a yang terus berubah disebut sebagai masalahk arier.B erdasarkanh al di atasm akap erlu dilakukanp enelitianu ntuk lebih mendalamdi anm engetahulie bihjauh masalahk arier yangd ialami oleh siswa. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mendeskripsika(nl ) masalah-masalakha rier siswa (2) faktor penyebab yang menimbulkan masalah karier siswa. (3) bantuan yang dilaksanakaonl eh konselors ekolah. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas I, II, dan III di SMK Negeri I Blitar tahuna jaran2 004/2005s ertak onselory ang adad i SMKN I Blitar denganlumlahs iswa 1.152 orang dan jumlah konselor 4 orang. Sampel pada siswa berjumlah 2i6 siswa dan diambild enganm enggunakante kniksnailfiedproporsionar Randoms amplingyaint teknik pengambilans ampely angb iasad igunakanji ka populasia dalahg ol,ongutyt* g mempunyais usunanb ertingkat. Sampelp ada konselor ditentukan berdasarkans ampei populatif. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik persentase. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwa( l) Topik masalahk arier yangb anyak dialamio leh siswaS MKN I Blitar berturut-turuat dalahm asalahm inat$[%l,masalah pengetahuana wal siswa(45% o)d anm asalahc ita-cita masad epand an pekerjaans iswa (44%)- (2) Faktor yang menyebabkan timbulnya masalah karier siswa secaia beruntun {a1i yang paling berpengaruh adalah sebagai berikut: kondisi ekonomi orang tua yang tidak mendukung siswa meraih pilihannya(4 lyo), pola pergaulan siswa(39Yo), bimbingan orangnn(37%o), serta pendapat masyarakat terhadap pilihan cita-cita masa depan dan pekerjaan siswa(29%). (3) Bantuan yang sudah dilakukan konselor adalah sebagabie rikul pembuatanp rogramb imbinganp adat iap tahuna jaran(l00%),a nalisis kebutuhasni swad ijadikans ebagadi asarp embuatanp rogramb imbingan(100%), penyelenggaraalany anani nformasik hususnyain formasik arie(100%), layanan konselingb aik individua(100%)m aupunk elompok(50%),la yananp enempatand alam magangd anp ekerjaans etelahlu lus(l 00o/o),layanabni mbingank elompoky angt erdiri darip elaksanaakne giatanh omer oom (25Yo)r,o le playing (100%),s imulasi( 75%), semina(r1 00o/ot)e, s bakatm inat dant es IQ (100%). Bertitik tolak pada temuan penelitian tersebut maka ada beberapa saran,yaitu: (l) Konselor sekolah diharapkan bisa memanfaatkan waktu seefektif mungkin mengingatta k adajam BK di SMKN I Blitar. Selaini tu diharapkank onselorb erusaha menyelenggarakakne giatant es bakat dan minat secarab erkala dan memberikan keterangany ang memadaim engenaih asil tes pada siswa. Hal ini didasarkanp ada hasil penelitian yang menunjukkan bahwa masalah minat menempati urutan pertama masalah yangp aling banyak dialami siswa. (2) Guru kejuruan diharapkank erjasamanyay ang baikd alamm embantuk onselorm enyampaikanla yanani nformasid i kelas.( 3) Mengingat sangat pentingnya keterlibatan orang tua dalam penentuan arah pilihjabatan siswam aka sekolahh endaknyam enyelenggarakanla yanank onsultasi sebagaif asilitas bagio rangt ua untuk mengetahuid an memantaup erkembangank arier siswa. (4) Peneliti lanjutany angt ertarikm enelitim asalahk arier diharapkanb isam engulasle bih dalam berbagahi al yang bersangkutand enganm asalahk arier yang dialami siswa, misalnya penelitim embahasm engenafi aktor masalahd anp enyebaby ang lebih bervariasdi an lebihr inci. Selaini tu juga hendaknyap enelitim enelitim engapak egiatanr eferal sangat jarang dilaksanakan oleh para konselor serta meneliti tentang kaitan antara pelaksanaan konselingp adas iswad engank ejelasana rahp ilihjabatan padas iswa.

Perkembangan Karier Siswa Ditinjau Dari Tingkat Kelas di SMA Malang Oleh Farid Hanafi

 

Perkembangakna rierm erupakabna giany angt idakt erpisahkadna ri perkgmbangamna nusi4k arenait u prinsipprinsipy angb erlakub agip erkembangan manusiap adau mumnyab erlakup ulab agip erkembangakna rier.S isway angb erada padam asar emaj4S ekolahM enengahA tasm ulaim engenatel ntangk arierd iperoleh daril inglungank eluargal,i ngkunganm asyarakadta nl ingkungans ekolahP. angertian perkembangakna riera dalahs uatup rosesp erkembangasne panjanhgi dupy ang dipengaruhlai tarb elakangp endidikanp, ekerjaanp engalarnalani nnyad any ang mempengarukhei putusan-keputussaenti apin dividum engenakia rierd ang ayah idup. Tujuanp enelitianin i adalahl:) untukm engetahugia mbaraoni ri-ciri perkembangakna riers iswak elasI , kelasI I, dank elasI II antaras iswal aki-lakid an perempuan2.) untukm engetahupie rbedaapne rkembangakna riers iswak elasI , kelas II, dank elasI II antaras iswala ki-laki danp erempuan. Populasdi alamp enelitiana dalahs iswak clasI , kelasI l dans iswak elasI II SMAN7 lvlalangta huna jran20A32004y angs udahm endapalat yananb imbingan konselingd i sekolahS. ampeyl angd igunakana dalahs iswak elasL 3 sebesa4r0 orang siswak elasI I.3 sebesa3r6 orangd ans iswak elasI II. IPA 2 sebesa3r9 .T eknik pengambilasna mpeyl angd igunakana dalahr andom. Metodep enelitiany angd igunakana dalahm etoded eslaiptifk omparatif Instrumenp engumpuladna tam enggunakaann gketT. eknika nalisisd atayang digunakana dalahuji ANAVA denganp rogramk omputeSr PSSV er 10. t{asil penelitianm enunjukkabna hwap erkenrbangakna riers iswak elasI lakilaki danp erempuatne rdapapt erbedaayna ngs ignifikanp adab idangm inatk husus yaitu sebesa0r, 050s edangkaunn tukb idangk emampuabna kat,n ilai pribadi,d an hansisip ilihanp ekerjaatnid akb erbedas ecaras igrifikan.P erkembangakanr iers iswa kelasI I laki-laki danp erempuanjugtae rdapapt erbedaayna ngs ignifikanp adab idang minatk hususy aitu sebesa0r, 023s edangkaunn tukb idangk emampuabpa kat,n ilai pribadid ant ransisip ilihanp ekedaatnid ak berbedas ecaras ipifikan. Dan perkembangakna riers iswak elasI II laki-lakid anp erernpuatnid akt erdapat perbedaayna ngs ignifikand alamb erbagabi idang. Perkernbangakanr iera ntaras iswak elasI , kelasI I, dank elasI II terdapat perbedaayna ngs ignifikanp adab idangk emampuabna katy aitus ebesa0r, 044n amun untukb idangm inatk hususn, ilai pribadid ant ransispi ilihanp ekerjaantid akt erdapat perbedaayna ngs ignifikanD. ari hasilp enelitiand isarankapna dag uruu ntuk senantiasma emperhatikapno tensi-potenysai ngd imiliki oleha nakd idiknyas ehingga siswad apatm enentukacni ta-eitarry(ak ariernya)K. onselors ebaiknyma emberikan bimbinganke padas iswaa gard alamm enentukakna riernyas ecarab enars esuai denganm inatk hususk, emampuabna kat,n ilai pnbadid ant ransispi ilihanp ekerjaan. Sekolahd ihanapkamn uryediakansa rano-Sar0unnat ukm engembangkpaont ensyi ang dimiliki siswa. ii

Perempuan desa Dalam Aktivitas Ekonomi (Studi Pada Buruh Perempuan di Pabrik Rokok Sampurna Desa Jatipasar Trowulan Mojokerto) Oleh Cicik Wulandari

 

Masyarakadt i DesaJ atipasacr eriderungm emilikip eranD omesti'KehadiranPabrik Rokok Sampoma telah membawa pengaruh terhadap peran p€rempuan diDesa Jatipasar. penetitan- ilri t"ruptt* pJneKtian awal tentang peran buruh;illoffiT oesaJ atifasarv, a,L;u try'lq. untukm engetahtuein tangp eranperempunDl esaJ atrpasatfJ ii-"[anva Pabrik Rokok SampoernaP' enelitianin idiharapkaonu put tetot'i;;;;;;;" bahwa sosok perempuanm ampuu ntukbekerjsae jajadr enganla ki-laki' Penelitiante ntangP erempuanD esa Dalam Altivitas EkonomiP adaB uruhPeremouaPna brik Rokok ilil; *tngg*uftun konsep peran domestik' peranffi.sii;i o;i* dututop "tturuan)d, anp eranp ublik'pendekatanp .n"ridil-i"i'"a"r*rkualitatif, dan jenis penelitian adalahpenelitian deskriptif' s;;; autu Ut*pu data pnmer'rycdi:t""Y: melaluipengamatawna, wancara'-Janp encatatan'langsundgi lapangand' an sumberd atasekuder dengan rn"tunrl":tiin autu ttttt*t' ftt"ttt pegumpulan data berupaoengamatawna, wancarad and okumentas' iHasil dan penelitiil tt;**J"kkan bahwa dengan adanya Pabrik RokokSampoernma embawap erubahan peran perempuand es4 terutarnap eran domestiksetelaha da pabrik rokJp"'* tittttu'terf,okus pada peran 9uU]if'di sampingperubahatne rhadapp oru^pJn-eiuh- *L' *r"i buiaya iang ada dalamk elompokburuh.p erubahanp erani "In?rrit ke publik rnerupakank eingtnand ari.perempuan DesaJ atipasa*ro *.""ipu**-tingkat tae.iahteraanh idupy angl ebrh baik.Dari penelitianu ri disarankapne rempuan-DesJaa tipasadr alamb ekerjat anpamelalaikantu ga, utum;il;.fri ,;eorangiuu rumah tangga' walaupun telaht"*oo ."."nohi kebutuhane konomik eluarganya'

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Perpindahan Tenaga Kerja Wanita Dari Sektor Pertanian Ke Sektor Industri Kecil Kerajinan Sangkar Burung Di desa Dawuhan Mangli Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember Oleh Kiki Novianti

 

Besamyap eranant enagak erja wanita yang melahrkan perpindahand arisehorp edaniank e sektori ndustri keoil bertujr:ana garp endapatany ang diperolehnya{gnatm encukupik ebutuhanh idup keluarganya.P erpindahanjenisp ekeqaani nidilah*an dikarenakano leh rendahnyat ingkat pendapatand an sempitryi pemilikanlahan.S empitnyala hanp ertaniana kibat pertumbuhanju mlah penduduky angmengakibatkanse makins empitnyap eluangk erja di sektorp ertanian,p eranw anitatanim engalampi enururumd isebabkana danyak omersialisaspi ertaniand i @esaa4sehinggam enyebabkanp erungkatanju mlah rumah tanggadi pedesaante rlibat dalamkegiatan-kegiatadni sektorn on pertanian,s ehinggab anyakm mah tanggad i pedesaanmempwryai lebih dari satu sumber penghasilan. Penelitiani ni dimaksudkanu ntuk mengetahuki ecendenrnganh ubunganantara tingkat pendidikaq tingkat pendapataq dan pemilikan lahan peranian denganperpin&han tenaga kerja wanita dari sektor pertanian ke sektor industri kecilkerajinan sangkar burung di Desa Dawuhan Ivfangli Kecamatan SukowonoKabupatenJ errber. Pengambilans ampeld aerahd alam per.relitianin i menggunakante knikptrposive sanpling,yaitupengambilan sampely ang didasarkanp adaa lasan-alasantertentu.s edangkanp engambilans ampelr espondenm enggunakanm etoder qrdomsonpling. Penelitian rni pengumpulan datanya berasal dari data primer dan sekunder.Datap rimer diperolehd ari sampelr espondens ebanyak8 0 responden.Dari hasil analisisk orelasid ata ordinal SpearmanR ank diketahui: (l) terdapathubungan negatifyang signifikan antara tingkat pendidikan dengan perpindahantenaga kerja wanita dari sektor pertanian ke seklor industri keoil kemjinan sangkarbtrung, (2) terdapat hubungan positifyang signifikan antara tingkat pendapatandenganp erpindahante nagak erja wanita dari sektorp ertaniank e sektori ndustri kecilkerajinan sangkar burung, (3) terdapat hubungan negatifyang signifikan antaratingkat pemilikan lahanp ertaniand enganp erpindahante nagak erja wanita dari sektorpertanian ke sektor industri kecil kerajinan sangkar burung.

Hubungan Partisipasi Siswa di Koperasi Sekolah Dengan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Plajaran Ekonomi di Madrasah Aliyah Al-ANwar Diwek Jombang Oleh Bahrul Ulum

 

KoperasiS ekolaha dalahk operasiy mg anggotmyap aras iswaa taum urid-muriddui suatuiekolahy angb e'rfirnpi sebagawi adahu ntuk mendidikt umbuhnyak esadaranbe*operasdi i kalangm mggota.K operasis ekolahm erupakante mpatl atihanb erkoperasi( laboiatoriumd) anb erwirausahaK eberhasilank operasis ekolahs angatd itentukano lehpunti*putsi iswas ebagaei nggotad, isampingp embinaand ari parag rnus ecarain tensif.itrtisipasi nenrpakenk eikufrtaan siswas ebapi anggob dalamk egiatank operasi,b aikdi bidmgo rgeisasi, bidangu sahar nallpun,p ermodalanP. adak operassi ekolahd i[,freas"h Atiyatt Al.Anwar Diwek Jombangp artisipasmi enpakanp erwujudand ad hakitm kcwajibm siswa( anggpta)p attak operasiP. artisipasiin i diharapkanb erkembang,krena kopefasir nsntpakano rganisasyi angt umbuhb €rkembangte rgantungp artisipasiymga tihnjulikrmo leh mggotanya. Penelitianin i dilrksanakand i MadrasahA liyah Al-Anwar DiwekJombang.Populadsail amp enelitiani ni adalaha ngotak operasis ekolahy, aitu siswa-siswakelasI, tr tahun tjann2002f2003M a&asahA liyah Al-Anwar Dwek Jombangy angberjurnlah2 92 armg. Sampedl iambil 25 % dstrpl opulasi,y aiti 25o/ox292s iswa: 70sisw4s edangkapnr estasbi elajars iswad iambil dari dokumeng urub idangs tudiekonomik/ operasi,s ertam alisis datar nengunakma nalisisk orelasip roductm omentden- ganm enggunakaSn PSSl 0 For Windows. Berdasskm malisis datad apatd isirnpulkmb abwa: (l) Partisipassi iswad apatdikatagon'kacng kupa ktiq (2) Pfesasi belajars iswat ergolongk aagori cuktp baih danQ) Adanyah ubrmganp ositif antarap rtisipasi siswa denganp restasbi elajars iswap adapclajarane konomilk operasi.Dari hasilp enelitiand ikemukakanb eberapas arany aitu perlunyap eningkahtperank operasis ekolahs ebagwi adahu nhrkm endidiks iswaa kank esadaranb erkoperasidanm eningkadcakne ikusertaans iswas ecarala ngsungd alamk egiatank operasi.

Pengaruh Minat Belajar dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Bidang Studi Ekonomi Pada Siswa Madrasah Aliyah Negeri II Gresik Oleh Sutrami

 

Tujuan pendidikan adalah mewujudkan, manusia yang dapat menggunakansegalak emampuany ang adapadad irinya dalamm enghadaptia ntanganh idupmaupunm engataski esulitank esulitany ang timbul sepanjangh idupnya.U ntuk itulembagap endidikanb ukanlahs atus atunyay ang bertanggungja wab dalamm endidikmasyarakaMt. eskipund emikiany ang paling banyakm enaruhp erhatiant erhadapupayap eningkatans umberd ayam anusiaa dalahd unia pendidikan.Untuk mencapai tujuan pendidikan yang dikehendaki, guru harus jelimembacasi tuasi,k ondisi dan permasalahayna ng adap adaa nakd idiknya. Salahs atuyangh arusd itumbuhkembangkana dalah inat dan motivasi belajars iswq sebabminat dan motivasi belajarjuga punya peranan yang penting dalam menentukankeberhasilasnis wa. Tujuanp enelitianin i adalahu ntukm enganalisipse ngaruhm inatb elajard anmotivasi belajar terhadap prestasi belajar bidang studi Ekonomi pada siswa MadrasahAliyah Negeri II Gresik.Dalam pengumpulan datnya, penelitian ini menggunakanmeiodea ngketd an dokumentasiP. opulasinyas iswak elasI I A, IIB dan IIC MadrasahAliyah Neger{I I Gresik. Sampelnyap eneliti ambil sebesa3r 0% denganP roporsionalRandomS ampling.P enelitiannyad ilaksanakanm ulai 1 April sampaid engan3 l Mei.Untukm engetahuai dat idaknyap engaruh sertab esamyap engaruhm asingm asingvariabelp eneliti gUnakana nalisisr egresi,d engank etenilrant 5;6* lebih besard ari ttaueurn tuk uji masingm asingv ariabelX ( yaitu Xr minat danX z motivasi ) dan F 5i*olebih besar dari F 66.1 untuk uji variabel X secara bersama sama.Dari hasil analisis diketahui bahwa minat punya pengaruh sebesar 18,92 %terhadap restasbi elajar,m otivasip unyap engaruhs ebesa7r 2,38 o/ote rhadapp restasibelajar.M inat danm otivasi secarab ersamas amab erpengaruhte rhadapp restasibelajars ebesa9r 1,3Y o. Dengand emikianb isad isimpulkanb ahwam inatb elajard anm otivasib elajarpunya pengaruh yang sangat besar terhadap prestasi belajar. Oleh karena itudisarankank epadab apaki bu guru agarm enumbuhkembangkamn inat belajard anmotivasib elajars iswad emit ercapainyatu juanp endidikany angt elahd itentukan.

Dinamika Masyarakat Nelayan di daerah Gajah Mada Ruka Kota Tarakan (Kal-Tim) Dilihat Dari Aspek Ekonomi, Sosial, Budaya Oleh Ida Mardani

 

Masyarakat nelayan yangada di daerah Gajah Mada Ruka ini pada umumnya bermatapencahariasne bagain elayan,d an masyarakaty ang ada di daerahi ni berasal dari suku Tidung karena suku inilah yang pertama kali mendiami kota Tarakan dan bertempat inggal di daerahG ajah Mada Ruka. Denganp ekerjaans ebagani elayan maka mereka dipengaruhi oleh adanya suatu perubahan dalam bidang teknologi atau penangkapaink an di laut.P adaw aktuk risisd aerahG ajahM adaR ukai ni mengalami suatu lrrubahan karena banyak diantara nelayan-nelayany ang ada di daerah ini menggunakatne knologia taup erahuy angc anggih. Masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah; (l). Bagaimanakah keadaanm asyarakant elayand i daerahG ajah Mada Ruka Kota Tarakan( Kal-Tim) dilihat dari aspek ekonomi, sosial, budaya, (2). Faktor-faktor apa saja mendorongt erjadinyad inamika masyarakant elayand i daerahG ajah Mada Kota Tarakan( Kal-Tim). Penelitianin i bertujuanu ntuk( l ). Mengetahuki eadaanm asyarakante layand i daerahG ajahM adaR ukaK ota Tarakan( Kal-Tim) dilihat dari aspeke konomi,s osial, budaya,( 2). Mengetahufia ktor-faktora pa sajay angm endorongte {adinyad inamika masyarakant elayand i daerahG ajah Mada Ruka Kota Tarakan( Kal-Tim). Untuk memenuhit ujuan tersebutp €neliti menggunakanp endekatanp enelitiank ualitatif be{enis deskriptif. Peneliti juga rnenggunakano rientasi teoritik fenomenologis. Kehadiranp eneliti bersifati ngin tahu, ingin belajar,i ngin memperdalamm engenai keadaanm asyarakante layanS. elaini tu penelitim emanfaatkank ameraD. alamt ahap pra-lapangand idasarkanp adab eberapala ndasany aitu; (l). Menjajaki dan menilai keadaan lapangan, (2). Memilih dan memanfaatkan informan penelitian, (3). Menyiapkanp erlengkapanA. dapun prosedurd an pengumpuland ata dengant eknik sebagabi erikut; (l). Observas(i2, ). Wawancara(3, ). Dokumentas(i4, ).A nalisaD ata yang dilakukan secara terus menerus dari awal sampai akhir penelitian yang merupakanta hapan-tahapasne bagabi erikut : (a). Analisad atas elamap engumpulan data,( b).P engecekakne absahapne nemuadna ta. yang Ruka Hasil penelitian i ni menunjukkanb ahwad inamikam asyarakant elayany ang. berada di daerah Gajah Mada Ruka Kota Tarakan (Kal-Tim) mengalami suatu perubahans osiale konomi karena banyakd iantara merekay ang bermatapencaharian sebagai nelayan karena mereka mengalami suatu perubahan yang dulunya nelayan yangm iskin menjadin elayany angk ayak arenam erekam enggunakatne knologia tau perahu yang modem seiring dengan adanya krisis moneter. Hasil penelitian di lapangan dapat diperoleh kesimpulan bahwa dinamika dalamk ehidupanm asyarakant elayany ang adad i daerahG ajahM ada Ruka ini sangat dipengaruhoi leh adanya suatuk eadaans osiale konomik arenad engana danyak risis makam erekas angadt iuntungkank arenah asilt angkapanm erekab erupaik an maupun udange ksportd i jual di Malaysiad enganh itungand ollar.

Upaya Dinas Pendapatan Daerah Dalam Rangka Mngoptimalkan Tingkat Pendapatan Asli Daerah Dalam Pelaksanaan Oromi Daerah di Kabupaten Nganjuk Oleh Henny Indriasari

 

Pada masa orde lama sampai dengan orde baru, pemerintahan di daerah yang beqalans elamai ni terlihatj elas adanyas upremasbi adane ksekutif( Pemda)t erhadap badanle gistatif(DPRD).P ersoalaanla injuga teqadi terhadapp enggelolaanke kuasaan yangs entralistiky angm engakibatkakne tidakpuasadni berbagadi aerahd i Indonesiah, al ini dinilai karenat idak seimbangnya turanp emerintahp usatd an daerah.K elemahan potensiayla ngs entralistikin i diimbagid engans istemy angl ebihd esentralistdike ngan memperluaws ewenanga tauo tonomid enganm erombaks ebagianb esart bnome* dun kewenangadna erah.D aerahju ga diharapkanm enjadip usatl egitimasik ekuasaanya ng tinggi, baik akseptabilitasnyaa taupunk redibilitasnyad imata rakyat. Dimana tujuannya untuk memungkinkand aerahm engurusd an mengaturr umahtangganysae ncliria gar berdayag una dan berhasil guna dalam penyelenggaraapne merintahans. DM, SDA dan sumberd ayad anam erupakanp otensib esard alamp elaksanaaont onomid aerahs ebagai sumbePr endapataAns li Daerahy engm enrmjangA pBD. Mengamati masalah otonomi daerah maka terlebih dahulu harus mengetahui pengertian otonomi dan desentralisasi, Dinas pendapatan Daerah mulai dari pembentukand an tugas pokok sertap engertianp AD dan jenis-jenis pAD. otonomi merupakank ebebasanu ntuk memeliharad an memajukank epentingank hususd aerah dengan kewenangan, hukum dan pemerintahan sendiri yang diparJukan dengan desentralisassi ebagaip enyerahanw ewenangp emerintahano leh pusat atau daerah kepada daerah otonom untuk mengatur, mengunrs kepentingan masyarakat. PembentukaDn ispendad ilakukans ebagapi eranand alamm elaksanakapne mbangunan dan pembangunadna erahs ecarae fektifdan intensifsesuadi eganp eraturanp e*ndangundangan, begitu pula terhadap fungsinya yang melaksanakan sebagian urusan rurnahtanggad aerahd ibidang pendapatand an selaku koordinatork egiaian meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.P AD sebagais aranak ewenangand aerahu ntuk mengelolas umlrersumberp endapatadna erah yang digunakans ebagadi anap embangunadna eraha ntara lain pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaand aerah,/bagialna ba BUMD, penerimaadna ri dinas-dinase rtal ain-lainp Al) yangs ah. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati tentang peningkatan PAD di era otonomi daerah y ang dilaksanakano leh DispendaK abupatenN ganjuk, adapunj enis penelitian ini adalah Studi Kasw dengan menggunakan jenis data Kualitatif- Pengumpuladna tam enggunakatne knik observasiw, awancarad and okumentasiA. da 3 komponen dalam analisis data yait4 (l) Reduksi Data (2) Display Data dan (3) Verift kasi atau kesimpulan. Hasil penelitianm enunjukkans ebagabi erikut;( 1) Sumber-sumbePrA D berasal dari Pajak Daerah,R etribusiD aerah,P enerimaand ari Dinasdinas,H asil Perusahaan Daerah dan Lainlain PAD yang sah (2) Target dan Realisasi PAD yang berasal dari Pajak Daerah, Retribusi Daaerah dan Lain-lain PAD yang sah realisasi pencapaiannya lebih tinggi dari target yang ditetapkanP emerintahD aerah,s edangkanp adaB UMD dan Penerimaan dari Dinasdinas realisasi dan target pernah te{adi kenaikan atau perurunan (3) hambatan-hambatayna ng dialami yaitu belum stabilnya pertumbuhan ekonomi daerah dan kurang taatnya para wajib pajak dalaur memenuhi kewajibanuya (4) strategi yang dilakukan secara intemat salah satunya adalah membenahi sistem pendapatadna n merevisi perda-perdas edangkans ecaa eksternald enganm elakukan peningkatank eterpaduand an koordinasid engani nstansid ari dinas terkait (5) upaya yang dilakukan Dispenda untuk meningkatkan PAD dengan cara mengaktifkan penyuluhand an perijinan temlut usaha. Berdasarkanp enelitiani ni, disarankan(l ) Agar Dispendad apat menggali sumber-sumbePrA D yang potensionadl i era otonomi yang hal ini sangatt ergantung pada kreativitas dari aparatur Pemda dalarn mengkoondinasikalne mbaga-lembaga penghasil dan sumber-sumber PAD. Kreativitas ini tentunya sangar ditentukan oleh kualitas aparatumya" sehingga peningkaAn aparatur Dispenda dapat menjadi prioritas agar daerah benar-benar mampu menjadi daerah otonom (2) Kerjasama antar daerah lain agart idak te{adi ketidaks eimbangadna lamp engglian sumber-sumbePrA D antar daerah (3) Penerapan saksi hukum secara tegas hagi wajib pajak yang lalai dalam melaksanakakne rvajibannyah, al ini untuk mengantisipasmi asih cukup rendahnya tingkat kesadaranm asyarakadt alam membayarp ajak yang tentunyas angatb erpengaruh kepadap enerirnaaFnn dapatand aerahd i KabupatenN ganjuk.

Peranan Dispenda Dalam Rangka Pengintensifan Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Sebagai Sumber Pandapatan Daerah di Kabupaten Bojonegoro Oleh Anik Latifah

 

Pemberiaont onomid aerahm engakibatkadna erahh arusb enar-benamr €rmpu menggalpi otensyi anga dad i daerahnyam asing-masingP. emerintahd aerah berkewajibaunn tukm enyediakafna silitasu mum,s osial,k egamaank,e budayaand,a n sebagainyUa.n tukp enyelenggaraapne merintahatne rsebutm, akap emerintahd aerah membutuhkadna nay angc ukupb esary angd iperolehd ari sumberd ayay anga dad i daerahs epertsi ektorp ertambanganp,e rkebunanh,a sil laut, sertad ari sektorp ajak. Diantarab eberapsae ktort ersebutp, ajakm emberikank ontribusiy angc ukupb esar bagip endapatadna erahS. alahs atus umbery angs angatp otensiadl alamp enerimaan pajaka dalahs ektorp ajakb umi danb angunan. Pajakb umid anb angunanm emiliki per€lnapne ntingu ntukm eningkatkan pendapatadna erahd anp enyelenggaraapne mbangunanA. gar penerimaand ari sektor pajakb umi dan bangunanm eningkats etiapt ahunnya,m aka aparaturp emerintah daerahy angd iserahtiu gasu ntukm engelolas umberp endapatadna erahy aituD inas PendapataDna erah(D ispendab) erusahau ntukm engintensifkanp emungutapna jak bumid anb angunanU. payap engintensifapne mungutanp ajakb umi danb angunan sangapt entingu ntukd ilakukanm engingakt esadaranm asyarakayta ngm asihk urang dalamm elakukanp embayarapna jakb uni danb angunante patp adaw aktunya. Berdasarkanla tar belakangd i atas,m asalahd apatd irumuskans ebagai berikut:( l) Bagaimanpae rananD ispendad alamr angkap engintensifapne mungutan pajakb umi dan bangunans ebagasi umberp endapbtand aerahd i Kabupaten Bojonegoro(,2 ) Upaya-upayaap as ajay ,angd ilakukano leh Dispendad alamr angka pengintensifanp emungutanp ajak bumi dan bangunans ebagais umberp endapatan daerahd i KabupateBn ojonegoro(,3 ) Hambatan-hambataanp as ajay angd ihadapi olehD ispendad alamr angkap engintensifapne mungutanp ajakb umi danb angunan sebagasiu mberp endapatadna erahd i KabupatenB ojonegoro(, 4)tJpayaapas a3a yangd ilakukano lehD ispendau ntukm engatashi ambatand alamr angka pengintensifapne mungutapna jakb umi danb angunans ebagasi umberp endapatan daerahd i KabupateBn ojonegoro. Penelitianin i bertujuanu ntukm endeskripsika(n I ) PerananD ispendad alam rangkap engintensifapne mungutapna jakb umi dan bangunans ebagasi umber pendapatadna erahd i KabupatenB ojonegoro(,2 ) Upayay angd ilakukano leh Dispendad alamr angkap engintensifapne mungutanp ajakb umi danb angunan sebagasi umberp endapatadna erahd i KabupatenB ojonegoro(, 3) Hambatany ang dihadapi oleh Dispenda daram rangka pengintensifan pemungutan palak bumi dan bangunans ebagasi umberp endapatand aerahd i KabupatenS olon"g;-, (4) Upaya yang dilakukan oleh Dispenda untuk mengatasi hambatan dalam rangka ' rynctltgTifun pemunguranp ajak bumi dan bangunans ebagasi umbJrp endapatan daerahd i KabupateBn ojonegoro. _.. Metodologpi enelitianm enggunakapne ndekataknu arrtatifd enganje nis penelitians tudi kasus.Pengumpuladna tad ilakukand engant eknik waiancara, observasdi,a na nalisisd okumenA. nalisisd atad ilakukand enganm enggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan mengikuti tangtarr-unglin pengumpuladna ta,r cJuksid ata,p enyajiand ata,d anp enarikink esim-pulanu.n tuk keabsahadna tad ilakukank etekunanp engamatartlr ianggulasi,d an perpanjangan kehadirals, ehingghaa silp enelitiand apatd ipertanggungjawabkaienb enarannya. Hasilp enelitianm enunjukkanb ahwa( 1) dalamr angkap engintensifan pemungutapna lakb umid anb angunans ebagasi umberp endapatadna erahd i KalWat9nB ojonegoro,D ispendab erusaham eningkatkanp "iu*noyu r"cu* maksimalH. al ini dapatd ilihat dari peningkatapne nerimaanp ajakb umi dan l*+r- setiapt ahunnya.( 2) Dalam rangkap engintensifanp emungutanp ajak bumi danb angunaDn ispendam elakukanu payai ntinsifikasid ane lstensi-fikasi.' Intensifikasdii lakukanm elaluiu payap enagihansa mpaki e desa-desap,e nagrhan dengans urat,d anp enerbitanIn struksiB upiti. Ekstensifikasdi ilakukanm elalui T.ndl{r-rhng.olyek pajakd anr eklasifikasoi byekp ajak.( 3) Hambatany ang dihadapoi lehD ispendad alamr angkap engrntens;fapn" *ungutun palat

Profil Usaha Kecil Nasi Belut (Studi Kasus di Warung "Mekarsari") Jalan dr. ipto 39 Lawang - Malang) Oleh Misdi

 

Padad asarnyau sahak ecil telah banyakm embantup emerintahk hususnyadalamm enciptakanli pangank erja, sehinggaa kanm engurangjui mlah pengangguranvr"g"Ou-Nui"un perkembiangauns ahak ecil masihj auh dari yangd iharapkanH. al iniieUiTO.t anyatd iseLabkanm aialahk esulitanp ermodaland an manajemenp erusahaanyang turang baik, walaupun sebenamyap otensiu sahak ecil itu sendiric ukupb aik,lu.Jnu bidignya yangk ecil sehinggale bih fleksibeld aripadain dustriy angb erskalatresar.P enelitiani ni bertujuanu ntui mendeskripsikaanl asanp engusahan asi belut.,Mekarsariu" ntukm erantiu,l atarb elakangp emilihanje nis nasib elut" Mekarsari",dinamikau sahak ecil nasib elut "Mekarsari"d an peluange kspansui sahan asib elttt"Mekarsari" bagi profil usahak ecil juga disertai< leskripspi rofil unsury ang terkaityanga dad isekiftmyay aitul atarb elakangm erantaua,l asanm ernbukau sahad ibidangLsaf,an asib elut, alasanu ntuk mengadakane kspansil,a tar belakangp endidikanp aratenaga kerja dibidang usaha nasi belut dan alasan para tenaa kerja bekerja dibidangusahan asib elut. Penelitiani ni menggunakanra ncangank ualitatif denganp endekatans tudikasus.I nformanp enelitiani ni adalahp emilik dan dua orangk aryawanP' engambilandata dilakukan drogun pengamatand an wawancaraT. riangulasid igunakanu ntukpenelitianm enilaik eabsahadna ta,s edangkaann alisisd ata meliputir eduksid ata,pelnaparand atad anp engambilank esimpulan. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwap rofil usahak eoil merupakana lternatifuntuk memperbaiki keadaan atau kehidupan ekonomi. Sumbangan pendapatanpernilik usuhuy ang morantalld apatd igunakanu ntuk mencukupik ebutuhans ehariirari,sedangkanm anfaat yang diperoleh terhadapl ingkungannyaa dalah adanyatambahanp ersaudaraaMn.e ningkatkans tatuss osial merupakanh arapanb agis eorangperantauk arenap endidikanm erupakanh al yang paling penting,d enganp endidikantinggi rnakaa kanm endapatkanp ekerjaany angl ayak pula. Usahan asi belut tirnbulakibata danyap ergeseraank tivitase konomid ari sektorp ertaniank e sektoru sahan asibelut, karena sempitnya lahan dan kurangnya dana untuk mengolah lahan tersebut.Latar| elakangm emilihj enis usahan asi belut "Mekarsari"k arenaa danyain isiatifdari kakaknyaD. inamikau sahain i meliputi : (l) persepsmi engenaki eadaane konorni; (2) permodalan(;3 ) bahanb aku; (4) tempatu saha;( 5) prosesu saha;( 6) tenagakeria; (7) pendapatanP, eluang ekspansii ni metiputi alasan untuk mengadakanekspansia dalah untuk mempertahankalna ba yang telah diperolehnyas elama

Studi Tentang Peran Badan Keswadayaan Masyarakat Terhadap Pengembangan Usaha Pada Usaha kecil di Kelurahan Kota Lama Oleh Asri Agustin Kusuma Dewi

 

Krisis ekonomiy angm elandalndonesidai mulai pertengahaTna hun1 9 97 mengakibatkabna nyakk egiatanp roduksiy angg ulungt ikar, siliinggam enyebabkan munculnyap cngangguradna nb crdampakp adak cmiskinan'.l 'ingkati nflasry ang tinggim enyebabkasnu hup erekonomiamn emanasd ant idak kondusifu ntuk perkembangaenk onomid i sektorr iil dane konomiu mumnyaH. arga-hargma eningkat pesast ehinggam enimbulkank etidakpastiasni stemp roduksi,k arenab ahanb aku untukp roduksdi ank egiatane konomis emakinm ahalh arganyaH. al tersebut menyebabkakne giatanp roduksbi anyaky angg ugurd ang ulungt ikar, sehingga !*ryk munculp engangguradna nb erdampapk adak emiskinanT. ingkatE konomi jugab erpengaruthe rhadapb uruhd anm asyaraka*tm umnya,t erutamag orongan masyarakabta wah.u ntuk mengatashi al tersebudt irancanglahp rogramJ pS, PDM-DKE, P2KP, KP-TTGTaskin, dll. Dalam tulisan ini penelitilebih menitik beratkanp adap rogramP 2KP.P rogramk emiskinand i perkotaanin i terkait dengan bidangp erumahand anp emukimand alamb entukp royekp enanggulangakne miskinan di perkotaan(P 2KP).P rogramin i sudahd ilaksanakanse lat ralun 1999d ant elah menghasilkapne rkembangayna ngp ositif, khususnyad alamh al mengokohkan lembagam asyarakast etempats ebagadi asarp elaksanaanp embangunand i tingkat lokal.visi dari P2KPi ni adalahu ntukm embangusni nergidenganb erbagapi ihak untukm enanggulangki emiskinans ecaram andiri, efektif dan berkelanjutan. Penelitianin i merupakanp enelitians urvei.p enelitiani ni hendakm eneliti tentangP eranB KM "sejahtera" terhadapp engembangauns aha padau saha Kecil di KelurahanK ota Lama.P eranB KM "sejahtera"i ni meliputi;penyebaraanta u penyalurank redit kepadaK SM, pengawasankr edit dan pembinaank epadaK SM, s_edangkpaenn gembangauns ahad ilihat dari segip eningkatano mzetp enjualan, diversifikasi produk dan jangkauan pasar. Sampel yang digunakan 250 KSM, mengambi2l 5%d arij umlah tersebuyt aitu 50 KSM/LIsahaK ecil. Instrumeny ang digunakand alam penelitiani ni adalaha ngkett ertutupb an wawancaraJ. enisd ata yangd igunakana dalahd atap rimer.D alama nalisisd atap enelitim enggunakan analisisr egresis ederhana. Dari hasilp enelitiand iperoleht entangP eranB KM "Sejahterat"e rhadap Pengembanganusahpa dau sahaK ecil di KelurahanK ota Lamaa dalahs ebagai berikut:4 9,7%b esarnyap eningkatanu sahap adau sahak ecil ditentukano lehi danya PeranB KM, sedangkasni sanyas ebesa5r 0,3%d itentukano leh faktorl ain. lJubungan variabelb ebasP eranB KM "sejahtera"( x) danp engembangauns ahap adaU saha kecil (Y) dalamp ersamaarne gresia dalahY :23239 + 0,497X . Darih asilp engujiand iketahuiP :0,705 pengujiant hitungs ebesa6r ,886l ebih bcsadr arit tabeld engantz rafsignifikans5i% os,e hinggdaa patd isimpulkanb ahrvaF Io ditolakd anH a diterima( adanyaP eranB KM "Sejahtera"te rhadapp engembangan Usaha pada Usaha kecil di Kelurahan Kota Lama). PeranB KM "Sejahterad" alamm engembangkauns ahak ecil di Kelurahan KotaL amai ni, meliputi:d alamp emberiand ana,m engadakapne nyuluhand, apat melakukank egiatank emitraand engana gean-agenlo kal dan pembinaank epada KSM.D engana danyaB KM "Sejahtera"d i kelurahanK ota Lamai ni terjadi peningkatand alamo mzet penjualan,p engendaliank ualitas dan peningkatanp ada produky angd ijual, sedangkadna lamh al pemberianp elatihanp, enentuanp asar, pengelompokkapna sard an periklanank urangm engalamip eningkatan.

Analisis Balanced Scorecard Dalam Mengukur Kinerj Perusahaan (Studi Kasus PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur APJ Malang Periode tahun 1998-2002) Oleh Retno Sulistyo

 

Era persainganp asar bebas akan menjadi semakink etat diahun-tahun mendatansge hinggad iperlukanp enyusunasnt rategi-strategbi snisy ang lebih baik dalamr angkam emenangkapne rsdinganb ebas( the winning strategy).B alanced scorecard telah meqjadi alat alternatif dalam menyusun dan -mengevaluasi keberhasilasnt rategpi erusahaaqm engingaBt alancedS corecardm ampum embantu para manajer untuk meraih keunggulan bersaing yang terus menerus dapat dipertahankasne rtam enciptakanni lai masad epany angd itanamkanp adap elanggan, pemasolpge kerjap rosest,e knologdi ani novasi. Balanceds corecardp ertamak ali diperkenalkaonl ehK apland anN ortonp ada tafun. 1992 yang semula merupakan pendekatan dalam pengukuran kinerja manajemepne rusahaaBn.a lancedS corecartde rdiri dari empatp eapektifa ntarala in perspektif pelangganp, rosesb isnis internal, sera pembelajarand an pertumbuhanP.e rspektifk euangand alamB alanceds corecardm asiht etapm enjadi perhatian,k arenau kuran keuanganm erupalcans uatu ikhtisar dari konsekuensi :!9*ri yangt erjadi disebabkaonl eh keputuand ant indakany angd iambil (Teuku Mirza.U sahawaNn o. 06 TH )O(VI Juni 1997:1 4) PT. PLN (PerseroD) istibusi JawaT imw ApJ tvlalangm erupakansa lahs atu badanu saham ilik negaray ang bergerakd alamu saham erencanakamn,e mbangun, membangkitkadne nm endistribusikatne nagali strik bagi kepentingaunm um.s elain ituj uga mengusahakapne nyediaalnis tik dalamju mlahd anm utuy angm emadajui ga mencarik euntungan( profit) dari penjualanG naga lishik berdasarkanp rinsip pengolahapne rusahaan. Berdasarkana lasant ersebut,p enelitiani ni merumuskanm asalahs ebagai berikut;( 1) Bagaimanakakhin erJaP T. PLN (Penero)D istribusiJ awaT imur Area Pelayanadna nJ aringanlv lalangb ila dianalisisb erdasarkaBna lanceds corecard?(2, ) Kontribusia pa sajakahy ang mempengaruhkii nerja Balanceds corecardp adap r. PLN( Penero)D istribusiJ awaT imur AreaP elayanadna nJ aringanM alang?D an( 3) Bagaimanap engaruhk inerja BalancedS corecardn on keuangante rhadapti ngkat rentabilitasU? ntuk meng'anapbe rtanyaante rsebut,p enelitanin i dirancangd engan metodep enelitiand iskriptif dan berdasarkand ata yang diperolehd sri PT. PLN (Penero)D istribusi Jawa Timur Area Pelayanand an Jaringant vfalang.D imana perusahaatne rsebut dijadikan sampel penelitian. Sampel ini diambil dengan menggunaktaenk niks amplingy aitu sampepl urposived ans amperla ndomP. enelitian II ini menggunakan studi lapangan (kuisioner, wawancara, observasi, dokumentasi) sebagatie knik pengumpuland ata. Berdasarkan hasil analisis, menunjukkan bahwa kinerja PT. PLN (Persero) distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan Malang pada periode 1998-2001 menunjukkan kinerja yang cukup baik dimana dari tahun ketahun mengalami pertumbuhanb aik itu dari segi pendapatanp, ertunbuhan pelangganm, utu pelayanan yang diberikan terhadap pelanggan, danjuga perluasanjaringan. Namun pada tahun 2002 kineda PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur area Pelayanan dan Jaringan Malang mengalami sedikit penunrnan. Karena dengan sejumlah aktiva yang ada, perusahaabne lum dapat mengoptimalkant ingkat pendapatany ang harus diperoleh. Hal ini bisa terjadi karena semakin tingginya biaya yang harus dikeluarkan danjuga dipengaruhoi leh keadaanp erekonomianb anpa dan suhu politik yang sedangt erjadi saat ini. Untuk Diharapkan PT. PLN (Persero) Distibusi Jawa Timur Area Pelayanan dan JaringanM alang bisa lebih mengoptimalkanp enggunaana kliva selain itu juga perlu adanya peningkatan pelayanan terhadap pelanggan

Pengaruh kinerja keuangan perusahaan terhadap return dan risiko saham (Studi pada perusahaan food and beverages yang listing di BEI periode 2004-2008) / Santy Anggraeni Kusuma Wardhani

 

ABSTRAK Wardhani, SAK, 2010. Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan terhadap Return dan Risiko Saham (Studi pada Perusahaan Food and Beverages yang Listing di BEI periode 2004-2008). Skripsi, Jurusan Manajemen Konsentrasi Manajemen Keuangan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mugianto, S.E, M.Si, (II) Lulu Nurul Istanti, S.E, M.M Kata Kunci: kinerja keuangan, return, risiko Semakin kompleksnya permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan, juga mengakibatkan semakin ketatnya persaingan antar perusahaan. Untuk mengatasinya, perusahaaan harus memiliki kinerja keuangan yang baik, karena kinerja keuangan mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola operasional perusahaan. Kinerja keuangan juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi investor dalam berinvestasi. Kinerja keuangan dapat dinilai melalui analisis rasio keuangan seperti ROE, EPS, PER, DPR, dan CR. Informasi tentang rasio keuangan tersebut dapat dilihat pada laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan yang digunakan investor dalam melakukan proses penilaian saham yang mencerminkan hubungan antara return dan risiko. Semakin baik kinerja keuanagn suatu perusahaan maka semakin kecil kemungkinan risiko investasi yang akan ditanggung dan semakin besar kemungkinan return yang akan diperoleh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan prusahaan terhadap return dan risiko dan untuk mengetahui hubungan antara return dan risiko. Rancangan penelitian yang digunakan adalah korelasional yang bersifat kausalitas yang digunakan untuk menggambarkan pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel bebas ROE, EPS, PER, DPR, CR terhadap variabel terikat return dan risko, juga hubungan antara return dan risiko. Populasi dalam penelitian ini menggunakan perusahaan food and beverages yang listing di BEI tahun 2004-2008, dan dari populasi tersebut diambil 7 perusahaan secara purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda dan hubungan korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan ROE, EPS, PER dan DPR secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap return, hanya CR yang berpengaruh signifikan terhadap return, dan ROE, EPS, PER, DPR, CR secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap return, sedangkan ROE, EPS, PER, DPR, CR secara parsial maupun simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko. Hubungan antara return dan risiko menunjukkan hubungan yang kuat negatif. Pada penelitian selanjutnya disarankan agar dalam perhitungan return dan risko sebaiknya setelah laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan i i dipublikasikan dan menambah jumlah sampel agar penelitian lebih reliabel dan mengembangkan penelitian tentang pengaruh kinerja keuangan yang diwakili oleh rasio keuangan terhadap return dan risiko.

Pengaruh perlakuan awal penguapan dan penguapan-impregnasi menggunakan H2SO4 dan etanol terhadap hasil sakarifikasi ampas tebu secara enzimatis / Nurul Izzati

 

ABSTRAK Izzati, Nurul. 2010. Pengaruh Perlakuan Awal Penguapan dan Penguapan-Impregnasi Menggunakan H2SO4 dan Etanol terhadap Hasil Sakarifikasi Ampas Tebu secara Enzimatis. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Evi Susanti, S.Si., M.Si. (II) Drs. Sumari, M.Si. Kata Kunci : Perlakuan awal, Impregnasi, Hasil Sakarifikasi Produksi bioetanol saat ini menjadi sangat penting mengingat cadangan minyak bumi mulai menipis. Penggunaan bioetanol dapat mengurangi penggunaan biofosil seperti bensin. Salah satu bahan dasar yang digunakan untuk pembuatan bioetanol yang cukup berpotensi adalah selulosa khususnya dari ampas tebu. Ampas tebu mengandung selulosa hingga 52,7%. Ampas tebu dinilai berpotensi karena ketersediannya sangat melimpah terutama dihasilkan dari pabrik gula. Pemanfaatannya masih kurang dan belum memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Tetapi konversi ampas tebu menjadi bioetanol belum optimum karena lignin merupakan struktur terluar melindungi selulosa dan hemiselulosa cukup kuat. Untuk itu, diperlukan tahap perlakuan awal sebelum ampas tebu tersebut disakarifikasi. Perlakuan awal bertujuan untuk merusak struktur lignoselulosa sehingga lebih mudah tersakarifikasi menjadi glukosa. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui pengaruh lama penguapan terhadap hasil sakarifikasi ampas tebu secara enzimatis, (2) mengetahui pengaruh jumlah asam sulfat yang digunakan untuk impregnasi, (3) mengetahui pengaruh volume etanol yang digunakan untuk impregnasi, dan (4) mengetahui metode yang paling efektif sebagai tahap perlakuan awal. Tahap penelitian ini meliputi (1) preparasi ampas tebu, (2) penentuan waktu sakarifikasi optimum berdasarkan hasil sakararifikasi tertinggi, (3) pengaruh penguapan terhadap hasil sakarifikasi ampas tebu secara enzimatis, (4) pengaruh jumlah H2SO4 yang digunakan pada saat impregnasi ampas tebu yang telah diuapkan ditentukan berdasarkan hasil sakarifikasinya, dan (5) pengaruh volume etanol pada saat impregnasi ampas tebu yang telah diuapkan ditentukan berdasarkan hasil sakarifikasinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil sakarifikasi ampas tebu tanpa penguapan lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan awal penguapan. Hasil sakarifikasi ampas tebu tanpa penguapan, penguapan selama 15 dan 30 menit pada suhu 121oC masing-masing adalah 6,75; 1,76 dan 3,42%. Jumlah H2SO4 dan etanol yang digunakan untuk impregnasi ampas tebu yang telah diuapkan selama 15 menit kurang berpengaruh terhadap hasil sakarifikasinya sehingga rata-rata mengahasilkan ±7%. Penggunaan H2SO4 sebanyak 0,1; 0,25; dan 0,5 g untuk impregnasi ampas tebu yang telah diuapkan selama 30 menit memberikan hasil sakarifikasi masing-masing 3,39; 17,83; dan 6,22%. Penggunaan etanol sebanyak 100, 200, dan 250 mL masing-masing menghasilkan hasil sakarifikasi sebanyak 4,60; 5,34; dan 3,19%. Untuk metode perlakuan awal yang paling efektif adalah sakarifikasi ampas tebu yang diuapkan selama 30 menit kemudian diimpregnasi dengan 0,25 g H2SO4 atau sama dengan H2SO4 0,01 M sebanyak 255 mL.

Membangun sistem penerimaan siswa baru ujian online pada SMP Negeri 2 Gempol Kabupaten Pasuruan / Kukuh Tuhu Prasetyo

 

Kata Kunci : PHP, MySQL, Berbasis web SMP Negeri 2 Gempol merupakan salah satu Lembaga Pendidikan yang sedang berupaya untuk meningkatkan kualitas dalam dunia pendidikan. Dapat dilihat dalam setiap tahun pelajaran mengalami peningkatan siswa yang diterima. Dalam Penerimaan Siswa Baru setiap tahun pelajaran, mengalami lonjakan peminat. Penggunaan ujian online dalam Penerimaan Siswa Baru sangatlah membantu dalam peningkatan kualitas. Dan dapat membantu dalam pembagian siswa per kelas.. Untuk merancang aplikasi ujian online berbasis web digunakan PHP, yaitu bahasa pemrograman berbasis web. PHP mendukung akses ke beberapa database yang sudah ada, salah satunya adalah MySQL. Perancangan aplikasi ujian online berbasis web ini juga memanfaatkan teknologi intranet. Dengan adanya ujian online berbasis web yang ditunjang dengan teknologi pemanfaatan jaringan maka proses Penerimaan Siswa Baru lebih mudah dan efisien.

Matriks dan penerapannya untuk menyelesaikan sistem persamaan linear / Oktavina Rahanera

 

ABSTRAK Rahanera, Oktavina. 2010. Matriks dan Penerapannya Untuk Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear. Skripsi, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Prof. Drs. Purwanto,Ph.D Kata Kunci : matriks, invers matriks, determinan, sistem persamaan linear Beberapa ilmu dalam penerapannya sangat membutuhkan matematika sebagai bahasa simbol untuk menyederhanakan penyajian, pemahaman, analisis, dan penyeleaian suatu masalah. Sistem persamaan linear merupakan salah satu bidang matematika yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam model matematika. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis berusaha untuk mengkaji matriks dan penerapannya untuk menyelesaikan sistem persamaan linear. Dalam menyelesaikan suatu sistem persamaan linier digunakan cara – cara dan metode – metode yang sudah sering digunakan, seperti metode grafik, eliminasi dan substitusi Dalam skripsi ini dibahas tentang menyelesaikan sistem persamaan linear dengan menggunakan metode – metode matriks yaitu metode invers matriks dan metode determinan. Pada pembahasan ini dibatasi untuk sistem persamaan linear dua variabel dan sistem persamaan linear tiga variabel sehingga sistem persamaan linear yang akan diselesaikan dengan metode – metode pada matriks dibawa kedalam bentuk matriks kemudian diselesaikan dengan metode – metode tersebut.

Studi tentang kegiatan praktikum unit kalor bagi siswa kelas I Sekolah Menengah Umum IKIP MALANG / oleh Istianah

 

Dampak keberadaan mini market indomaret terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang kelontong di Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang / Irfany Wahyu Prasticha

 

ABSTRAK Prasticha, Irfany Wahyu. 2015. Dampak Keberadaan Minimarket Indomaret Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Kelontong di Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Soetjipto, T.H.,S.H.,M.Pd, (II) Drs. M. Yusuf Idris Kata Kunci: Minimarket Indomaret, kondisi sosial ekonomi, pedagang kelontong Minimarket Indomaret merupakan pasar modern dalam skala pelayanan dan dalam skala luas jangkauan termasuk pasar setempat.Persebaran minimarket Indomaret di Kabupaten Jombang tidak merata dan pertumbuhannya sangat pesat. Kecamatan Jombang memiliki jumlah minimarket Indomaret terbanyak yakni 20 minimarket. Banyaknya jumlah tersebut menyebabkan lokasi dan jarak minimarket Indomaret berdekatan dengan pedagang kelontong sehingga banyak yang memiliki jarak kurang dari 500 meter yang ada di pinggir jalan. Itu semua bertentangan dengan PERDA Kabupaten Jombang yang mengharuskan pembangunan pasar modern dengan jaringan waralaba hanya dibatasi 2 minimarket saja dalam satu Kecamatan dan jaraknya minimal 500 meter dari pedagang kelontong. Hal tersebut memberikan dampak bagi para pedagang kelontong. Oleh karena itu dibutuhkan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui dampak keberadaan minimarket Indomaret terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang kelontong di Kecamatan Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Teknik pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuesioner kepada pedagang kelontong yang berada dalam radius 500 meter dari minimarket Indomaret di Kecamatan Jombang. Analisis data menggunakan tabulasi tunggal dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 pedagang dari 36 pedagang menjadikan pedagang kelontong sebagai pekerjaan sampingan, karena hasil dari berdagang tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pada hasil pendapatan, terjadi penurunan. Total pendapatan seluruh pedagang kelontong yang semula Rp 79.425.00,00 menjadi Rp 64.025.000,00 per bulan. Lokasi pedagang kelontong yang sangat strategis yaitu dekat dengan pemukiman. Di lokasi tersebut terdapat selisih pendapatan tertinggi yaitu Rp 8.600.000,00 yang artinya paling banyak mengalami penurunan pendapatan, dan pada lokasi sangat strategis pedagang kelontong tersebut juga sudah pasti dijadikan pemilihan lokasi oleh minimarket Indomaret. Berdasarkan peta ring area Kecamatan Jombang dan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa lokasi, jarak dan keterjangkauan berdampak pada kondisi sosial ekonomi pedagang kelontong. Diharapkan kepada pemerintah setempat untuk mengatur lebih rinci penataan tata ruang pasar modern.

Kohesivitas dan tekanan kelompok pada remaja (studi interaksionisme simbolik pada pelaku merokok bareng siswa SMK) / Ika Fembriati

 

ABSTRAK Fembriati, Ika. 2010. Kohesivitas Dan Tekanan Kelompok Pada Remaja (Studi Interaksionisme Simbolik Pada Pelaku Merokok Bareng Siswa SMK). Skripsi. Bimbingan Konseling dan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Andi Mappiare A.T, M.Pd; (2) Dr. M. Ramli, M.A Kata Kunci: Kohesivitas Kelompok, Variasi Pertimbangan Keputusan Kelompok, Tekanan Kelompok Kelompok sebaya (peer group) dalam pergaulan remaja sehari-hari, dapat mempengaruhi perilaku anggota-anggota kelompoknya. Atas dasar tersebut, peneliti membuat rumusan masalah yang bertujuan untuk mengetahui: (1) apa bentuk-bentuk tekanan kelompok yang diterima oleh remaja, (2) bagaimana variasi pengambilan keputusan dalam tekanan kelompok para remaja, dan (3) bagaimana deskripsi kohesivitas kelompok remaja, sebagaimana tampak pada interaksi anggota-anggotanya? Penelitian dilakukan di salah satu SMK di Nganjuk. Fokusnya pada subyek remaja akhir berusia 16 tahun. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian kualitatif jenis interaksionisme simbolik. Hasil penelitian ini adalah: (1) Di dalam interaksi subyek dan teman-temannya terdapat penerapan tekanan kelompok dalam bentuk tekanan positif dan bentuk tekanan negatif, (2) Variasi pengambilan keputusan dalam tekanan kelompok ditunjukkan dengan subyek menerima dengan sukarela ajakan teman-temannya, menolak dengan keras ajakan teman-temannya serta menolak pada awalnya tetapi menerima pada akhirnya tuntutan teman-teman subyek, (3) Kohesivitas kelompok antara subyek dengan teman-temannya ditunjukkan dengan adanya ikatan persaudaraan antara subyek dengan teman-temannya, perasaan saling diterima dan disukai, perasaan nyaman dan mendapatkan pengetahuan tentang hal-hal di sekitar yang belum diketahui subyek sehingga membuat subyek cenderung untuk bertahan dalam kelompoknya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, disarankan kepada konselor untuk memberikan tindak lanjut melalui pengembangan program-program bimbingan dengan mengadakan latihan-latihan tentang cara mengembangkan keterampilan dalam hubungan dengan teman sebaya. Bagi orang tua, diharapkan untuk lebih mengawasi anak-anaknya dalam hal akademik maupun pergaulannya.

Pengaruh implementasi paket IPA tepadu berbasis konstruktivisme dengan tema energi terhadap kompetensi IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Singosari semester II tahun ajaran 2009/2010 / Idhatul Vera Ning Tyas

 

ABSTRAK Tyas, Idhatul Vera Ning. 2010. Pengaruh Implementasi Paket IPA Terpadu Berbasis Konstruktivisme dengan Tema Energi terhadap Kompetensi IPA Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Singosari Semester II Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang: (1) Drs. Supriyono Koes H., M.Pd, MA (II) Drs. Eddy Supramono. Kata Kunci: IPA Terpadu, Paket IPA Terpadu, Kompetensi IPA. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah secara tegas menyatakan, bahwa substansi mata pelajaran IPA pada SMP/ MTs merupakan IPA Terpadu. Berdasarkan hasil survey yang diselenggarakan oleh proyek MBE (2006) menunjukkan bahwa sebagian besar guru mengalami kesulitan untuk merancang pembelajaran IPA Terpadu berdasarkan Standar Isi untuk kurikulum IPA. Selain itu, hasil pengamatan di beberapa toko buku di Kota Malang menunjukkan bahwa belum ditemukan buku IPA SMP yang dirancang secara Terpadu. Pada tahun 2009 telah dikembangkan paket IPA Terpadu berbasis konstruktivisme dengan berbagai tema, salah satunya adalah tema energi oleh Mauladana yang telah diuji kelayakannya meliputi penilaian Paket IPA Terpadu oleh dosen dan guru serta uji keterbacaan buku panduan siswa oleh siswa SMP, tetapi belum diuji secara empirik untuk mengetahui keefektifannya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan implementasi paket IPA Terpadu yang dapat membantu proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi IPA (prestasi belajar, kerja ilmiah dan sikap ilmiah) pada tema energi antara siswa yang mendapat pembelajaran menggunakan paket IPA terpadu berbasis kontruktivisme dan siswa yang mendapat pembelajaran secara konvensional (pembelajaran IPA menggunakan paket IPA dari sekolah dan tidak dilaksanakan secara Terpadu). Rancangan eksperimen yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan eksperimen semu (Quasi Eksperimental Design). Jenis eksperimen semu yang digunakan adalah the pretest-postest nonequivalent control group design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji anakova dan uji lanjut LSD (Least Square Difference). Berdasarkan hasil uji analisis data menggunakan anakova, diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan Kompetensi IPA (prestasi belajar, kerja ilmiah dan sikap ilmiah) pada tema energi antara siswa yang mendapat pembelajaran menggunakan paket IPA Terpadu dan siswa yang mendapat pembelajaran secara konvensional. Hasil uji lanjut LSD menyatakan bahwa nilai rata-rata kompetensi IPA kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol.

Penerapan akuntansi pertanggung jawaban sebagai dasar penilaian kinerja pada RSUD Ngudi Waluyo Wlingi / Erna Kristiana

 

Kata kunci: Akuntansi Pertanggungjawaban, Pusat Pertanggungjawaban, Penilaian Kinerja Akuntansi pertanggungjawaban timbul dari adanya pelimpahan wewenang oleh pemimpin kepada para bawahannya karena pemimpin dituntut untuk dapat mengelola dan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki secara efektif dalam usaha mencapai sasaran perusahaan sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya. Dengan adanya pendelegasian wewenang maka muncul tanggung jawab atas pendelegasian wewenang tersebut dan pada akhirnya akan timbul tanggung gugat atau laporan atas hasil kerja kepada atasan yang berwenang. Pelaporan ini penting karena memungkinkan dilakukannya sejumlah pengukuran untuk menentukan sejauh mana tercapainya sasaran yang dinyatakan dalam satuan jumlah, mutu dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan akuntansi pertanggungjawaban pada RSUD Ngudi Waluyo Wlingi yang digunakan sebagai dasar dalam menilai kinerja. Untuk menilai kinerja ini, rumah sakit dapat melihat dari selisih menguntungkan atau merugikan antara pendapatan dengan biaya. Metode yang digunakan untuk pemecahan masalah ini adalah dengan menganalisis struktur organisasi, anggaran, penggolongan biaya, sistem akuntansi biaya, sistem pelaporan biaya dan dengan menggunakan pengukuran 3E, klasifikasi biaya dan laporan keuangan serta dampak penilaian kinerja berdasarkan laporan akuntansi pertanggungjawaban pada RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Setelah melakukan perhitungan kinerja keuangan pada bidang pengeluaran menunjukkan bahwa kinerja keuangan pada bidang belanja, penggunaan dana RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dikategorikan kurang efisien, kurang efektif dan ekonomis. Hasil penulisan ini adalah bahwa RSUD Ngudi Waluyo Wlingi sudah menerapkan akuntansi pertanggungjawaban yang sesuai dengan syarat-syarat penerapan akuntansi pertanggungjawaban hal itu misalnya ditandai dengan munculnya laporan keuangan akan tetapi laporan pertanggungjawaban tersebut bersifat semu karena tidak melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan. Saran yang dapat diberikan, hendaknya laporan pengukuran kinerja keuangan disajikan secara detail berdasarkan 3E.

Biografi Bima Sakti pemain ksebelasan Persema Malang (tinjauan motivasi dan kepemimpinan di tim Persema) / Sofie Imam Faizal

 

ABSTRAK Faizal, Sofie Imam. 2010. Biografi Bima Sakti Pemain Kesebelasan Persema Malang (Tinjauan Motivasi dan Kepemimpinan di Tim Persema Malang). Skripsi Fakultas Ilmu Keolahragaan Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan. Pembimbing: (1) Drs. Mardianto, M.Kes (2) Drs. I Nenggah Sudjana, M.Pd. Kata Kunci: Biografi, Motivasi dan Kepemimpinan. Biografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bios yang berarti hidup, dan graphien yang berarti tulis. Dengan kata lain biografi merupakan tulisan tentang kehidupan seseorang. Menceritakan perjalanan karier, motivasi untuk menjadi pemain profesional, dan kepemimpinan Bima Sakti bermain di Persema Malang. Penelitian ini bersifat Kualitatif Deskriptif yaitu berusaha mengungkapkan gejala secara menyeluruh sesuai dengan konteks melalui pengumpulan data dari latar alami dengan menfaatkan diri peneliti sebagai instrument kunci. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik wawancara dan survey. Subyek penelitian adalah Bima Sakti, sumber data penelitian adalah hasil wawancara, hasil pengamatan dan wawancara dengan orang terdekat dengan subyek penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2009. Hasil penelitian ini menunjukkan motivasi yang mempengaruhi Bima Sakti mencapai keberhasilan serta kesuksesan sebagai pemain sepakbola ada 3 macam, yaitu 1.Motivasi untuk berprestasi (n-ACH); 2.Motivasi untuk berkuasa (n-pow); 3.Motivasi untuk berafiliasi/bersahabat (n-affil). Dan tentang tipe kepemimpinan yang dimiliki Bima adalah: Tipe kepemimpinan Demokratis dan Paternalistik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa motivasi Bima Sakti yaitu: 1). Motivasi untuk berprestasi (n-ACH), Ia selalu menyibukkan untuk berlatih meskipun tim Persema memberikan libur. Dalam diri Bima dengan berlatih dengan giat akan membawah prestasi bagi dirinya, 2). Motivasi untuk berkuasa (n-pow), menjadi kapten yang memberikan motivasi dan dukungan saat pertandingan, 3.) Motivasi untuk berafiliasi/bersahabat (n-affil), sikap santunnya saat diluar lapangan juga telah menempatkan dalam status sosial yang tinggi dan dihormati masyarakat sekitarnya. Dan tentang tipe kepemimpinan yang dimiliki Bima adalah: Tipe kepemimpinan Demokratis dan Paternalistik. Bima Sakti dalam menjadi pemain sepakbola professional banyak mengalami hambatan cidera tetapi bisa teratasi berkat keluarga dan dukungan teman saat di Persema Malang serta tidak lupa semuanya itu atas kehendak ALLAH SWT. Saran bagi pembaca diharapkan mampu untuk menjadikan motivasi dan masukkan untuk dapat dijadikan teladan guna mencapai kesuksesan dan menambah wawasan baru dalam mengikuti perkembangan sepakbola Indonesia.

Analisis sistem penerimaan pendapatan asli daerah dari sektor pajak hiburan pada Dinas Pengelola Keuangan Daerah Kota Blitar tahun 2008 / Marini

 

Kata kunci: Sistem Penerimaan Pendapatan Asli Daerah, Pajak Hiburan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: sistem penerimaan pajak hiburan pada Dinas Pengelola Keuangan Daerah Kota Blitar dan tingkat efektivitas sistem penerimaan pajak hiburan pada Dinas Pengelola Keuangan Daerah Kota Blitar Tahun 2008. Metode pemecahan masalah yang dipergunakan dalam penelitian ini, yaitu dengan cara pendekatan deskriptif. Pendekatan ini adalah menggambarkan dan menguraikan tentang bagaimana sistem penerimaan pendapatan asli daerah Dinas Pengelola Keuangan Daerah Kota Blitar dari sektor pajak hiburan, kemudian menganalisis data-data yang relevan, seperti data tentang jumlah tempat hiburan di kota Blitar untuk mengetahui potensi yang ada dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah kota Blitar. Selain itu, menganalisis keefektifitasan sistem penerimaan pendapatan asli daerah. Hasil penelitian menunjukkan sistem penerimaan pajak hiburan pada Dinas Pengelola Keuangan Daerah Kota Blitar tahun 2008 dalam pendokumentasiannya sudah cukup efektif. Hal ini dibuktikan dengan adanya sistem otorisasi/ wewenang, prosedur pencatatan, dan pemisahan fungsi di DPKD Kota Blitar. Efektivitas sistem penerimaan pajak hiburan pada Dinas Pengelola Keuangan Daerah Kota Blitar tahun 2008 di kota Blitar sudah dapat dikatakan cukup optimal, hal ini dapat dilihat dari penilaian komponen input, proses, dan output dalam sistem pengendalian intern yang terdapat di DPKD Kota Blitar. Implikasi kebijakan yang harus dilakukan adalah DPKD selaku petugas pendataan dan perhitungan pajak seharusnya menetapkan tarif pajak yang sesuai dengan potensi pendapatan pajak hiburan. Hal ini dilakukan dengan cara pemantauan terhadap hiburan – hiburan yang secara intesif dan berkesinambungan. DPKD seharusnya meningkatkan sumber daya aparatur pemungut pajak sehingga kontrol pengawasan dalam pemungutan pajak tetap berjalan secara intensif. Selain itu pemberkasan setiap arsip yang digunakan harus dilakukan secara efektif pada pejabat berwenang.

Penerapan pendekatan esperiental learning untuk meningkatkan hasil belajar sifat cahaya di kelas V SDN Plososari III Pasuruan / Dwi Purwanto

 

ABSTRAK Purwanto, Dwi. 2010. Penerapan Pendekatan Experiential Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sifat Cahaya di Kelas V SDN Plososari III Pasuruan. Skripsi, Program Studi S1-PGSD, Jurusan KSDP, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sumato, M.Pd; (2) Dra. Hj. Sri Estu Winahyu, M.Pd. Kata kunci:Pendekatan Experiential Learning, Hasil Belajar, Sifat Cahaya Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang ditujukan untuk mempersiapkan generasi yang unggul sebagai sumber daya yang berkualitas. Salah satu ciri dalam pendidikan adalah adanya unsur guru yang memiliki kemampuan untuk mendidik dan melakukan inovasi dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. Kesulitan dan ketidaktuntasan belajar siswa di kelas V SDN Plososari III Pasuruan dalam menguasai materi sifat cahaya dikarenakan orientasi mengajar pada siswa hanya pada segi pencapaian akademik, metode mengajar masih secara konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) mendeskripsikan kegiatan belajar mengajar IPA materi sifat cahaya melalui pendekatan Experiential Learning, (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa tentang sifat cahaya dengan diterapkannya pendekatan Experiential Learning, dan (3) mendeskripsikan aktifitas siswa dan guru saat kegiatan belajar mengajar materi sifat cahaya melalui pendekatan Experiential Learning di kelas V SDN Plososari III Pasuruan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian tindakan kelas yang dirancang dua siklus, masing-masing siklus terdiri 4 tahap yaitu, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah 25 orang siswa kelas V SDN Plososari III semester 2 tahun ajaran 2009/2010. Setelah pengolahan data didapat analisa data penelitian ini siklus I dan siklus II pada kegiatan belajar mengajar materi sifat cahaya, (1) aktifitas siswa siklus I memiliki kategori aktif dengan prosentase 76%. Ada peningkatan pada siklus II dengan prosentase 100% siswa sudah aktif; (2) kegiatan guru dalam merumuskan RPP pada siklus I memiliki kategori lengkap dengan nilai 94,12 mengalami peningkatan pada siklus II dengan nilai 98,53 dengan kategori sangat lengkap; (3) kegiatan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada siklus I adalah cukup berhasil dengan nilai 81,82. Ada peningkatan pada siklus II dengan nilai 97,73 dengan kategori sangat berhasil; (4) Hasil rata-rata nilai evaluasi siswa dari siklus I sampai siklus II selalu meningkat, siklus I dengan nilai 77,60. Siklus II dengan nilai 94,80 dengan kategori semua siswa sudah tuntas menguasai materi sifat cahaya dan tidak ditemukan kendala apapun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kegiatan belajar mengajar materi sifat cahaya meggunakan pendekatan Experiential Learning di kelas V SDN Plososari III Pasuruan mampu membuat siswa aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar. Dan disarankan agar para guru mencoba menerapkan kegiatan belajar mengajar yang berbasis pendekatan Experiential Learning pada mata pelajaran IPA khususnya materi pokok sifat cahaya di kelas V.

Kajian pemahaman hukum kekekalan massa melalui gambaran mikroskopik siswa kelas XI IPA Negeri 1 Kepanjen tahun ajaran 2009/2010 / Nur Afni Widyanti

 

ABSTRAK Widyanti, Nur Afni. 2010. Kajian Pemahaman Hukum Kekekalan Massa melalui Gambaran Mikroskopik Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Kepanjen Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Effendy, Ph.D, (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si Kata kunci: pemahaman, hukum kekekalan massa, gambaran mikroskopik. Reaksi kimia merupakan proses perubahan dari zat-zat yang disebut reaktan menjadi zat-zat yang disebut produk. Dasar dari penulisan persamaan reaksi adalah hukum kekekalan massa yang menyatakan massa zat-zat sebelum dan setelah reaksi adalah selalu tetap. Driver et al. (dalam Dial et al., 2009:54) melaporkan bahwa siswa kesulitan dalam menjelaskan hukum kekekalan massa pada reaksi kimia yang melibatkan perubahan wujud zat karena menganggap massa zat berhubungan dengan wujud fisiknya, sehingga muncul beberapa konsep alternatif seperti keyakinan bahwa gas tidak memiliki massa, padatan memiliki massa yang lebih besar daripada cairan, atau zat dihancurkan saat dilarutkan. Oleh karena itu, Kind (2004:13, 44) menyarankan penggunaan model mikroskopik untuk menggali pemahaman siswa tentang hukum kekekalan massa dan persamaan reaksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pemahaman siswa mengenai hasil reaksi dalam fase gas berdasarkan gambaran mikroskopik, (2) pemahaman siswa mengenai hasil reaksi dalam larutan berdasarkan gambaran mikroskopik, (3) pemahaman siswa mengenai reaksi yang melibatkan padatan berdasarkan gambaran mikroskopik, (4) pemahaman siswa mengenai hukum kekekalan massa pada reaksi yang melibatkan padatan, (5) pemahaman siswa mengenai reaksi yang menghasilkan gas berdasarkan gambaran mikroskopik, (6) pemahaman siswa mengenai hukum kekekalan massa pada reaksi yang menghasilkan gas, (7) penyebab kesulitan siswa dalam memahami gambaran mikroskopik hasil reaksi kimia, dan (8) hal-hal yang mungkin menyebabkan kesalahan siswa dalam memahami hukum kekekalan massa. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Kepanjen tahun ajaran 2009/2010. Sampel penelitian adalah 32 siswa kelas XI IPA-1 dan 34 siswa kelas XI IPA-3 yang ditentukan dengan teknik sampling cluster, yaitu memilih sampel secara random dari kelompok-kelompok subjek dalam populasi, kemudian mengambil semua subjek dalam kelompok yang terpilih sebagai anggota sampel. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis dengan validitas isi sebesar 91,7% dan reliabilitas yang dihitung dengan persamaan Kuder Richardson-20 sebesar 0,57. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemahaman siswa mengenai hasil reaksi dalam fase gas berdasarkan gambaran mikroskopik termasuk dalam kriteria kurang, (2) pemahaman siswa mengenai hasil reaksi dalam larutan berdasarkan gambaran mikroskopik termasuk dalam kriteria sangat kurang, (3) pemahaman siswa mengenai reaksi yang melibatkan padatan berdasarkan gambaran mikroskopik termasuk dalam kriteria sangat kurang, (4) pemahaman siswa mengenai hukum kekekalan massa pada reaksi yang melibatkan padatan termasuk dalam kriteria baik, (5) pemahaman siswa mengenai reaksi yang menghasilkan gas berdasarkan gambaran mikroskopik termasuk dalam kriteria i sangat kurang, (6) pemahaman siswa mengenai hukum kekekalan massa pada reaksi yang menghasilkan gas termasuk dalam kriteria baik, (7) penyebab kesulitan siswa dalam memahami gambaran mikroskopik hasil reaksi kimia adalah tidak dipahami dengan baik konsep disosiasi atau ionisasi senyawa elektrolit oleh siswa, dan (8) hal-hal yang mungkin menyebabkan kesalahan siswa dalam memahami hukum kekekalan massa adalah: (a) menganggap pembentukan zat padat menyebabkan peningkatan massa sistem secara keseluruhan, serta (b) menganggap gas merupakan zat yang tidak memiliki massa sehingga pembentukan gas di dalam sistem terbuka dianggap tidak mempengaruhi massa sistem secara keseluruhan. 58 ii

Persepsi personil sekolah (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, kurikulum, wali kelas, guru bidang studi), konselor, dan siswa terhadap kinerja bimbingan dan konseling SMA Negeri se Kota Malang / Kristi Saputri

 

ABSTRAK Saputri, Kristi. 2010. Persepsi Personil Sekolah (Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Kurikulum, Wali Kelas, Guru Bidang Studi1), Konselor, dan Siswa terhadap Kinerja Bimbingan dan Konseling SMA Negeri Se Kota Malang. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si (II) Drs. Mohammad Bisri, M.Si Kata Kunci : Persepsi terhadap kinerja Bimbingan dan Konseling, personil sekolah, konselor, siswa Penelitian di Bandung (Murad, 2005) bahwa tingkat performansi aktual kompetensi konselor profesional secara keseluruhan berada pada kategori cukup 67.61%. Tetapi penelitian di Kediri (Sari, 2007) bahwa persepsi pimpinan sekolah, guru dan siswa tentang kinerja konselor berada pada kategori cukup banyak 60% yang mengkalsifikasikan kurang baik. Dua fakta tersebut bertolak belakang, dirasa penting melakukan penelitian tentang persepsi personil sekolah, konselor,dan siswa terhadap kinerja bimbingan dan konseling. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: 1) persepsi personil sekolah (Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Kurikulum, Wali Kelas, Guru Bidang Studi), 2) persepsi konselor, 3) persepsi siswa, dan 4) mengetahui adakah perbedaan persepsi antara personil sekolah, konselor dan siswa terhadap kinerja bimbingan dan konseling SMA Negeri se Kota Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif komparatif. Populasi penelitian ini adalah personil sekolah (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bidang kurikulum, wali kelas, guru bidang studi), konselor dan siswa. Teknik sampling menggunakan Multistage Cluster Random Sampling dengan sampel 28 personil pelaksana layanan bimbingan, 10 konselor dan 182 siswa. Data penelitian diperoleh menggunakan angket kinerja program bimbingan konseling. Insrumen dalam penelitian yaitu: 1) angket persepsi untuk personil pelaksana layanan bimbingan nilai validitas 0,385 – 0,815 dan reliabilitas sebesar 0,894, 2) angket persepsi untuk konselor nilai validitas 0,300 – 0,589 dan reliabilitas sebesar 0,978 dan 3) angket persepsi untuk siswa validitas 0,307 – 0,880 dan reliabilitas sebesar 0,915. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa: 1) persepsi personil sekolah terhadap kinerja bimbingan dan konseling klasifikasi sangat baik sebesar 50%, 2) persepsi konselor terhadap kinerja bimbingan dan konseling klasifikasi sangat baik sebesar 80%, 3) persepsi siswa terhadap kinerja bimbingan dan konseling klasifikasi baik sebesar 75,27%, 4) dan terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara personil sekolah, konselor dan siswa terhadap kinerja bimbingan dan konseling. Kepada personil sekolah lebih membantu untuk mewujudkan tujuan perkembangan optimal peserta didik dengan menjadi patner dan mengakui keberadaan BK. Konselor selalu meningkatkan kinerjanya, upaya untuk meningkatkan kinerja antara lain melalui seminar, MGBK dan pelatihan. Siswa dapat memahami peran BK secara keseluruhan, dengan aktif dalam pelaksana layanan bimbingan.

Peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA tentang pesawat sederhana dengan menggunakan pendekatan kontekstual di kelas V SDN Ngembal III Kecamatan Tutur Pasuruan / Zuliani

 

ABSTRAK Zuliani. 2010. Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA Tentang Pesawat Sederhana dengan Menggunakan Pendekatan Kontekstual di Kelas V SDN Ngembal III Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. FIP. Universitas Negeri malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si, (II) Dra. Hj. Sri Estu Winahyu, M.Pd. Kata Kunci: hasil belajar, IPA, pendekatan kontekstual Pembelajaran di sekolah-sekolah masih banyak yang menggunakan pembelajaran konvensional sehingga siswa belum terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Pada kenyataannya pembelajaran di SDN Ngembal III masih didominasi guru dengan metode ceramah, akibatnya aktivitas dan hasil belajar tidak sesuai dengan tujuan yang dharapkan. Untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran secara optimal diperlukan pendekatan pembelajaran yang memfokuskan pada keterlibatan siswa. Salah satu alternatif yaitu dengan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) penerapan pendekatan kontekstual pada pembelajaran Pesawat Sederhana, 2) aktivitas belajar siswa, dan 3) peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Ngembal III Kecamatan Tutur Pasuruan pada pembelajaran pesawat sederhana dengan pendekatan kontekstual. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan secara bersiklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini siswa kelas V SDN Ngembal III Kecamatan Tutur Tahun Pelajaran 2009/2010, yang berjumlah 20 siswa. Data diperoleh melalui observasi, tes tulis, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan pendekatan kontekstual yang menerapkan tujuh komponen utama kontekstual, aktivitas dan hasil belajar siswa meningkat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual yang dilaksanakan dengan menerapkan tujuh komponen utama yaitu: konstruktivisme, menemukan, bertanya, masyarakat-belajar, pemodelan , refleksi, dan penilaian yang sebenarnya, dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SDN Ngembal III Kecamatan Tutur Pasuruan. Karena pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual ini membutuhkan waktu yang banyak diharapkan dalam penerapannya harus diperhatikan penyusunan rencana pembelajaran dengan memperhatikan alokasi waktu secara cermat.

Penerapan pembelajaran tematik untuk meningkatkan hasil belajar calistung siswa kelas 1 MI Abdussalam berkacak kolursari Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan / Siti Muawanah

 

ABSTRAK Muawanah, Siti. Penerapan Pembelajaran Tematik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Calistung Siswa Kelas I MI Abdussalam Bekacak Kolursari Bangil Kabupaten Pasuruan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, FIP Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (1) Dr. Musa Sukardi, M. Pd. (2) Dra. Purwendarti, M. Pd. Kata Kunci : Pembelajaran Tematik, Hasil Belajar, calistung. Pembelajaran dengan pendekatan tematik perlu dilaksanakan pada kelas awal SD/ MI karena anak di kelas awal SD/ MI adalah anak yang berada pada rentangan usia dini yang sesuai perkembangannya, anak usia dini pengamatannya masih bersifat global, belum terdeferensiasi sehingga memerlukan pembelajaran terpadu. Selama pembelajaran calistung berlangsung, dijumpai siswa kurang berminat, kurang aktif banyak yang asyik bermain sendiri, bicara sesama teman bergurau dan membawa mainan ke dalam kelas, sehingga banyak siswa yang tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditentukan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan Penerapan pembelajaran tematik dalam pembelajaran calistung agar hasil belajar siswa dapat meningkat. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : (1) mendeskripsikan penerapan pembelajararan tematik dalam pembelajaran calistung pada siswa kelas 1 MI Abdussalam Bangil Kabupaten Pasuruan. (2) mendeskripsikan hasil belajar penerapan pembelajaran tematik dalam meningkatkan hasil belajar calistung siswa kelas 1 MI Abdussalam Bangil Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilakukan pada bulan Maret sampai akhir April 2010. Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas 1 MI Abdussalam Bangil yang berjumlah 29 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan teknis tes dan non tes (observasi). Sedangkan instrument pengumpulan data berupa : APKG I untuk menilai guru dalam merancang RPP, APKG II untuk menilai kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran, penilaian pedoman observasi pembelajaran calistung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pada siklus I hasil belajar siswa mengalami peningkatan (73,27%) dan meningkat pada siklus II (81,89%). Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan tematik telah berhasil meningkat dan mencapai target yang telah ditetapkan. Selanjutnya peneliti menyarankan agar guru dapat menerapkan pembelajaran tematik dikelas rendah SD/ MI.

Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar untuk meningkatkan hasil belajar PHn siswa kelas IV SDN. Klampisrejo Kecamatan Kraton - Pasuruan tentang globalisasi / Supaidah

 

ABSTRAK Supaidah. 2010. Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKn Siswa Kelas IV SDN. Klampisrejo Kecamatan Kraton – Pasuruan Tentang globalisasi. Skripsi, Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, M. Pd, 2) Dra. Nur Hanifah, M. Pd. Kata Kunci: Pemanfaatan Lingkungan, Sumber belajar, PKn SD Pendidikan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Hasil observasi awal ditemukan bahwa, pembelajaran PKn di SDN. Klampisrejo Kec. Kraton – Pasuruan masih didominasi oleh guru, guru dalam mengajar masih bergantung pada buku ajar, guru dalam mengajar masih menggunakan metode ceramah dan penugasan, dan guru dalam mengajar belum menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar sehingga siswa merasa bosan dan siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Ketidakaktifan siswa mempengaruhi pemahaman terhadap materi yang diberikan, dan berakibat pada hasil belajar yang kurang optimal. Hal ini terbukti dengan hasil pre test dengan rata-rata 52,14. Berdasarkan pada hal tersebut, pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar sangat tepat digunakan sebagai alternatif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran dangan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar membuat siswa tidak jenuh/ bosan, karena belajar diluar kelas serta siswa lebih aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan penerapan pembelajaran PKn materi pokok globalisasi dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar di SDN. Klampisrejo Kec. Kraton – Pasuruan, 2) mendeskripsikan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar PKn khususnya materi pokok globalisasi di SDN. Klampisrejo Kec. Kraton – Pasuruan, 3) mendeskripsikan pemanfaatan ligkungan sebagai sumber belajar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn khususnya materi pokok globalisasi di SDN. Klampisrejo Kec. Kraton – Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas dua kali pertemuan dan tiap-tiap pertemuan terdiri atas tahapan-tahapan: perencaaan, pelaksanaan, tindakan observasi, dan refleksi. Standart ketuntasan minimal adalah 70 dengan ketuntasan belajar kelas 80% dari jumlah subjek penelitian. Subyek penelitian ini adalah 26 siswa kelas IV SDN. Klampisrejo Kec. Kraton – Pasuruan sejumlah 28 siswa yang terdiri atas 11 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, test, dan dokumentasi. Instrumen penelitian data yang digunakan berupa pedoman observasi guru (APKG II), pedoman observasi keaktivan siswa, dan post test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) pembelajaran PKn materi pokok globalisasi dengan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar yang telah dilakukan guru sudah sesuai dengan RPP mencapai skor 96 dengan presentase 96%, 2) untuk keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran PKn materi pokok globalisasi dengan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar adalah siswa lebih aktif ikut berpartisipasi dalam kegiatan observasi dan wawancara dan siswa berani dalam mengutarakan pendapat dalam kegiatan diskusi., 3) hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn materi pokok globalisasi dengan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar meningkat, hal ini terbukti dari hasil belajar yang diperoleh siswa pada saat pra tindakan 21,43% siswa mencapai ketuntasan belajar, siklus I pertemuan ke-1 28,57% siswa mencapai ketuntasan belajar, siklus I pertemuan ke-2 35,71% siswa mencapai ketuntasan belajar, siklus II pertemuan ke-1 39,28% siswa mencapai ketuntasan belajar, siklus II pertemuan ke-2 85,71% siswa mencapai ketuntasan belajar. Saran yang disampaikan kepada guru kelas IV yaitu agar menerapkan pembelajaran dengan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar pada pembelajaran PKn dengan kompetensi ataupun mata pelajaran yang lain.model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini juga dapat digunakan dalam penelitian-penelitian sebagai bahan bandingan sehinggan dikemudian hari menjadi lebih baik.

Peningkatan prestasi belajar matematika tentang FPB da penggunaannya dengan model pembelajaran think pair share (TPS) pada siswa kelas IV SDN Kauman Bangil / Misnilnah

 

ABSTRAK Misnilnah. 2010. Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Tentang FPB dan Penggunaannya Dengan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Pada Siswa Kelas IV SDN Kauman Bangil. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimibng (I) Drs. Goenawan Roebyanto, M.Pd, (II) Dra. Endang Setyo Winarni, M.Pd. Kata Kunci : Matematika, FPB, TPS Matematika dapat dipadang sebagai suatu mata pelajaran yang menekankan pada kreativitas, sedangkan untuk mengembangkan daya kreativitas diperlukan beberapa aspek pemikiran diantaranya adalah penalaran. Salah satu ciri utama matematika terletak pada penalarannya. Untuk menanamkan konsep matematika kepada siswa beberapa faktor yang mendukung diantaranya adalah penguasaan akan materi pembelajaran, tersedianya materi pembelajaran, metode dan sumber-sumber belajar yang diperlukan. Berkaitan dengan matematika di kelas IV SDN Kauman Bangil yang merupakan permasalahan adalah materi FPB, masalahnya adalah rendahnya aktivitas dan pemahaman konsep siswa dalam materi FPB yang berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa dalam memahami konsep FPB dengan model pembelajaran TPS. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Kauman Bangil yang berjumlah 28 siswa. Penelitian ni dilaksanakan sebanyak 3 siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan dan refleksi yang dilaksanakan pada tanggal 25 Mei sampai tanggal 10 Juni 2010. Hasil penelitian yang diperoleh adalah siswa mengalami peningkatan hasil belajar dengan rata-rata 57 pada siklus I manjadi 69 pada siklus II. Kemudian dari 69 meningkat menjadi 78 pada siklus III. Secara keseluruhan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dan mencapai target yang telah ditetapkan. Penerapan model pembelajaran TPS dalam materi FPB di kelas IV SDN Kauman Bangil cukup efektif dalam meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa.

Penerapan pembelajaran model problem based learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mata pelajaran IPS siswa kelas IV SDN Lebak Winongan Pasuruan / Nafisah

 

ABSTRAK Nafisah. 2010. Penerapan Pembelajaran Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas IV SDN Lebak Winongan Pasuruan. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Progam Studi S1 PGSD. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Ruminiati, M.Si, (II) Drs. Toha Mashudi, S.Pd.,M.Pd. Kata kunci: Problem Based Learning, pemecahan masalah, IPS. IPS itu belajar mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan sekitar. Gejala yang ada di SD adalah siswa mengalami kesulitan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan penalaran. Bila keadaan ini berlangsung terus maka siswa akan mengalami kesulitan mengaplikasikan pengetahuan yang diperolehnya di kelas dengan kehidupan nyata. Dalam mengkaji seperangkat fakta yang terjadi di lingkungan sekitar harus melakukan sesuatu, mengetahui dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan masalah masalah yang dialami oleh siswa. Untuk hal ini bisa didapatkan melalui PBL (Problem Based Learning). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan pembelajaran model Problem Based Learning pada mata pelajaran IPS dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas IV SDN Lebak Winongan Pasuruan, (2) penerapan pembelajaran model Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran IPS siswa kelas IV SDN Lebak Winongan Pasuruan. Jenis rancangan penelitian ini adalah PTK model Hopkins dengan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan 2 siklus, setiap siklus 2 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Lebak sebanyak 36 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi, tes dan wawancara Hasil penelitian ini menyatakan bahwa penerapan pembelajaran model Problem Based Learning pada mata pelajaran IPS dapat meningkatkan aktivitas siswa siswa kelas IV SDN Lebak. Hal ini terbukti dari persentase aktivitas siswa pada siklus I pertemuan I 53,5% (cukup), pertemuan II 55,6% (cukup), pada siklus II pertemuan I 68,7% (baik), pertemuan II 85,4% (baik sekali). Penerapan pembelajaran model Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran IPS siswa kelas IV SDN Lebak Winongan terbukti dari rata-rata nilai hasil belajar siswa pada pratindakan adalah 57,4 (cukup) dan pada siklus I pertemuan I 63,3 (baik), pertemuan II 69,0 (baik). Pada siklus II pertemuan I nilai rata-rata hasil belajar siswa 78,6 (baik), pertemuan II rata-rata hasil belajar 83,6 (baik sekali). Berdasarkan hasil temuan di lapangan selama penelitian dilaksanakan, disarankan sekolah dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa hendaknya meningkatkan layanan fasilitas pembelajaran di SD. Guru dalam kegiatan pembelajaran IPS yang berkaitan dengan pemecahan masalah hendaknya menggunakan PBL dalam pembelajaran sehingga siswa lebih memahami konsep tentang pemecahan masalah. Peneliti selanjutnya dalam mengadakan penelitian hendaknya meneliti hal lain yang berkaitan dengan model pembelajaran IPS selain PBL. Misalnya model pembelajaran inquri dan cooperative learning.

Hubungan bakat mekanik dan motivasi keguruan dengan kompetensi pedagogik di bidang pemesinan Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin FT-UM / Abdul Qolik

 

ABSTRAK Qolik, Abdul. 2010. Hubungan Bakat Mekanik dan Motivasi Keguruan dengan Kompetensi Pedagogik di Bidang Pemesinan Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin FT- UM. Tesis Program Studi Pendidikan Kejuruan PPS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Mardi Wiyono, M. Pd. dan (2) Drs. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M. T. Kata kunci: bakat mekanik, motivasi keguruan dan kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik adalah bagian dari kompetensi guru yang diperlukan untuk menjadi guru yang profesional. Mahasiswa program studi Pendidikan Teknik Mesin diharapkan memiliki kompetensi pedagogik di bidang pemesinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui deskripsi bakat mekanik, motivasi keguruan, kom-petensi pedagogik di bidang pemesinan, dan hubungan bakat mekanik dan motivasi keguruan dengan kompetensi pedagogik di bidang pemesinan, hubungan bakat mekanik dan motivasi keguruan secara bersama-sama dengan kompetensi pedagogik di bidang pemesinan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitiannya mahasiswa program studi S1 pendidikan teknik mesin berjumlah 181orang. Sampel diambil dengan teknik proportional random sampling 65 orang. Pengumpulan data variabel bakat mekanik (X1) dan kompetensi pedagogik (Y) menggunakan tes pilihan ganda, varibel motivasi keguruan (X2) menggunakan kuesioner. Kajian deskriptif menyimpulkan bahwa: (a) X1 sebesar 53,8% baik, (b) X2 sebesar 18,46% sangat tinggi, (c) Y sebesar 18,46% sangat tinggi. Hasil uji hipotesis menyimpulkan: (a) terdapat hubungan antara X1 dengan Y sebesar (r1) = 0,264; sumbangan (kontribusi) X1 terhadap Ysebesar 7,0%,(b) terdapat hubungan antara X2 dengan Y sebesar (r2) = 0,562; sumbangan (kontribusi) X2 terhagap Y sebesar 31,5%, (c) terdapat hubungan antara X1 dan X2 secara simultan terhadapY sebesar R=0,615; kontribusi X1 dan X2 terhadap Ysebesar 61,5%, artinya bahwa 61,5% variabel bakat mekanik dan variabel motivasi keguruan memberi sumbangan (kontribusi) terhadap kompetensi pedagogik di bidang pemesinan, sedang sisanya 38,5 % dipengaruhi oleh variabel lain. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan (1) Jurusan Teknik Mesin perlu meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa melalui program-program pembelajaran yang dikemas melalui model-model yang mengaitkan bakat mekanik dan motivasi keguruan. (2) Bagi Dosen Teknik Mesin lebih meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa melalui penerapan dalam proses pembelajaran yang dikaitkan dengan bakat mekanik dan motivasi keguruan. (3) Peneliti berikutnya untuk melakukan penelitian lebih lanjut pada program studi dengan mengkaji faktor-faktor lain yang mempengaruhi kompetensi pedagogik di bidang pemesinan.

Peningkatan pemahaman konsep pecahan melalui pendekatan realistic mathematics education (RME) pada siswa kelas IV di SDN Sukoharjo, Kec.Bancar, Kab.Tuban / Yuyun Dwi Yuliana

 

ABSTRAK Yuliana, Yuyun Dwi. 2010. Peningkatan Pemahaman Konsep Pecahan Melalui Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada Siswa Kelas IV di SDN Sukoharjo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Prof.Dr.H. Akbar Sutawidjaja, M.Ed., Ph.D., dan (II) Dr.Hj. Cholis Sa’dijah, M.Pd., M.A. Kata kunci: peningkatan pemahaman, konsep, pecahan, pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Pecahan merupakan salah satu materi yang sangat penting dalam matematika dan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pemahaman terhadap konsep pecahan ini oleh siswa kelas IV SDN Sukoharjo masih tergolong rendah. Rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep pecahan ini antara lain disebabkan karena pembelajaran yang yang biasanyaditerapkan tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Guru memberikan penjelasan secara langsung tentang materi, memberikan contoh-contoh soal dan soal latihan, sehingga siswa hanya menghafal dan bekerja secara prosedural. Selain itu siswa juga tidak diberi kesempatan untuk menerapkan konsep pecahan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu perlu diciptakan suatu kondisi pembelajaran yang dapat membantu siswa menemukan sendiri konsep pecahan berdasarkan pengalaman dan realitas yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan rancangan pembelajaran melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas IV SDN Sukoharjo tahun ajaran 2009/2010, (2) Mendeskripsikan pelaksanaan rancangan pembelajaran melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) untuk meningkatkan pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas IV SDN Sukoharjo tahun ajaran 2009/2010, (3) Mendeskripsikan hasil dari pelaksanaan rancangan pembelajaran dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) untuk meningkatkan pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas IV SDN Sukoharjo tahun ajaran 2009/2010, dan (4) mendeskripsikan respon siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas pada siswa kelas IV di SDN Sukoharjo. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 (tiga) siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data penelitian diperoleh dari hasil tes awal dan tes akhir siswa, hasil pengamatan kegiatan mengajar guru dan kegiatan belajar siswa, serta hasil wawancara dengan siswa. Langkah-langkah pembelajaran matematika melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) yang dihasilkan dalam penelitian ini terdiri dari empat langkah, yaitu: (1) memberikan dan memahami masalah kontekstual, (2) menyelesaikan masalah kontekstual dengan bantuan benda-benda konkret, (3) membandingkan dan mendiskusikan jawaban, dan (4) membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan pengalaman siswa dan penggunaan benda-benda konkret dapat membangun pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas IV di SDN Sukoharjo. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan hal-hal sebagai berikut: (1) diperlukan sosialisasi lebih lanjut di sekolah sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan RME tidak menyimpang, (2) Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan RME guru hendaknya berperan sebagai fasilitator dan mediator, (3) Dalam kegiatan pembelajaran disarankan untuk membiasakan siswa dalam kegiatan belajar adalah dengan cara belajar kelompok, (4) guru harus menjelaskan tugas dari masing-masing anggota kelompok, dan (5) guru hendaknya memperhatikan pengelolaan waktu.

Pengaruh struktur penugasan dan balikan terhadap hasil belajar keterampilan praktik kerja kayu / Priyono

 

ABSTRAK Priyono. 2010. Pengaruh Struktur Penugasan dan Balikan terhadap Hasil belajar Keterampilan Praktik Kerja Kayu. Tesis, Pendidikan Kejuruan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dr. Waras, M.Pd., (II) Drs. Bambang Widarta, MT. Kata kunci: struktur penugasan, struktur balikan, hasil belajar, keterampilan kayu Penelitian ini bertujuan melakukan uji empirik untuk mengetahui pengaruh struktur penugasan dan struktur balikan yang dibedakan antara struktur terurai perbagian dan struktur utuh terhadap hasil belajar keterampilan praktik kerja kayu, yang meliputi: (1) kecermatan kerja, (2) kecepatan kerja dan (3) kemampuan aplikasi pada situasi baru. Rancangan penelitian adalah quasi eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Subyek penelitian, yaitu 48 mahasiswa Program Diploma-3 Teknik Sipil dan Bangunan - Universitas Negeri Malang dibagi menjadi 4 kelompok yang sepadan, untuk dikenai perlakuan proses pembelajaran berbeda, yaitu: penugasan perbagian-balikan perbagian, penugasan utuh-balikan perbagian, penugasan perbagian-balikan utuh, dan penugasan utuh-balikan utuh. Obyek kajian adalah praktik kerja kayu secara masinal. Skor hasil belajar dianalisis dengan anova, sampel independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan struktur penugasan dan struktur balikan dalam proses pembelajaran keterampilan praktik kerja kayu menyebabkan perbedaan pada hasil belajar. Secara lebih terinci data penelitian menunjukkan: (1) Penugasan atau balikan struktur terurai perbagian menghasilkan unjuk kerja praktikan dengan kecermatan kerja lebih tinggi daripada struktur utuh, sebaliknya penugasan atau balikan struktur utuh menghasilkan kecepatan kerja lebih tinggi daripada struktur terurai perbagian. (2) Penugasan struktur utuh menghasilkan kemampuan aplikasi baru lebih tinggi daripada penugasan struktur terurai perbagian. Perbedaan struktur balikan tidak menunjukkan perbedaan kemampuan aplikasi baru secara signifikan. (3) Terjadi interaksi sangat signifikan antara penugasan dan balikan pada hasil belajar aspek kognitif berupa kemampuan aplikasi pada situasi baru. Tidak terjadi interaksi signifikan pada hasil belajar psikomotorik berupa kecermatan dan kecepatan kerja. Berdasarkan penelitian ini, strategi pembelajaran efektif adalah menyajikan kedua bentuk struktur dalam satu kesatuan pembelajaran, yaitu: struktur utuh pada penugasan, sedang struktur terurai perbagian pada balikan atau sebaliknya struktur terurai perbagian pada penugasan, sedang struktur utuh pada balikan. Mengikuti kesimpulan penelitian ini, dikemukakan dua butir saran: Pertama diterapkan pertimbangan antara struktur terurai perbagian dan struktur yang utuh terhadap penugasan dan balikan dalam strategi pembelajaran keterampilan. Kedua adalah diterapkan tinjauan terhadap aspek kemampuan aplikasi pada situasi baru pada proses dan hasil belajar keterampilan.

Penerapan model pembelajaran telaah yurisprudensi inquiri untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Beji II Pasuruan / Nelma Voth

 

ABSTRAK Voth, Nelma. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Telaah Yurisprodensi Inquiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKn Siswa Kelas V SDN Beji II Kecamatan Beji Pasuruan. Skripsi, Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Ruminiati, M.Si,. (II) Drs. H. Sutrisno, S.Pd,.M.Pd,. Kata Kunci: Model pembelajara, telaah yurisprodensi inquiri, hasil belajar, PKn Pembelajaran konvensional dalam proses belajar mengajar, kurang memberi kesempatan siswa untuk bertanya dan mengutarakan pendapat. Model pembelajaran harus memberikan kesempatan kepada siswa terdorong untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) bagaimana proses pembelajaran PKn untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model Telaah Yurisprodensi Inquiri di kelas V SDN Beji II? (2) apakah terdapat peningkatan hasil belajar PKn pada siswa kelas V SDN Beji II dengan menerapkan model pembelajaran Telaah Yurisprodensi Inquiri? Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendiskripsikan proses pembelajaran PKn dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model telaah yurisprodensi inquiri; (2) meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Beji II Pasuruan dengan menerapkan model pembelajaran telaah yurisprodensi inquiri. Untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa secara optimal dalam pembelajaran PKn dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran telaah yurisprodensi inquiri khususnya pada siswa kelas V SDN Beji II. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan bersiklus model Kemmis dan McTaggart, meliputi : perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observation), dan refleksi (reflecting). Subjek dan lokasi penelitian adalah siswa kelas V SDN Beji II Pasuruan, berjumlah 29 orang dengan komposisi siswa laki-laki 17 dan 12 orang siswa perempuan. Instrumen pengumpulan data penelitian adalah dengan memberikan post-test pada setiap akhir siklus, dan observasi pada saat proses belajar mengajar berlangsung, serta wawancara setelah kegiatan belajar mengajar di kelas. Analisis data kuantitatif untuk mendiskripsikan karakteristik hasil tes belajar siswa, dan analisis kualitatif untuk hasil aktivitas siswa melalui lembar observasi. Hasil penelitian yang diperoleh dari data lapangan : (1) presentasi hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn kelas V SDN Beji II sebelum penelitian tindakan sebesar=62,75%, (2) presentasi rata-rata hasil belajar siswa pada siklus pertama=79,31%, (3) presentasi rata-rata hasil belajar siswa pada siklus kedua sebesar= 88,27% dari skor ideal 100. Semangat, partisipasi, dan aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dengan skor tertinggi=84,7% pada siklus I dengan kualitas baik dan meningkat menjadi=90,5% pada siklus II dengan kualitan sangat baik. Hasil skor aktivitas kemampuan guru dalam kegiatan belajar mengajar pada siklus I sebesar=92,9% meningkat menjadi=96,4% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran telaah yurisprodensi inquiri dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Beji II Pasuruan, disarankan agar guru dapat menerapkan model pembelajaran telaah yurisprodensi inquiri pada matapelajaran PKn dalan upaya peningkatan hasil belajar siswa di Sekolah Dasar.

Analisis pemahaman reaksi kimia melalui gambaran mikroskopik pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Aisah Agus Iriyanti

 

Ilmu kimia untuk sebagian siswa masih dianggap sebagai pelajaran yang sulit. Hal ini berkaitan dengan karakteristik dari ilmu kimia itu sendiri yang salah satunya adalah sebagian besar konsep kimia bersifat abstrak. Reaksi kimia merupakan suatu konsep kimia yang bersifat abstrak yang memerlukan pemahaman sampai pada tingkat molekuler atau mikroskopik. Untuk memahami reaksi kimia tidak hanya dibutuhkan pemahaman makroskopik saja tetapi juga pemahaman mikroskopik. Pemahaman makroskopik dapat diperoleh melalui percobaan, sedangkan pemahaman mikroskopik dapat dibantu dengan bantuan model yaitu melalui gambaran mikroskopik. SMA Negeri 5 Malang merupakan tempat peneliti melakukan penelitian. SMA ini merupakan salah satu sekolah berstatus RSBI. Pada sekolah berstatus RSBI ada beberapa macam sistem evaluasi untuk mengukur prestasi belajar siswa, yaitu Ujian sekolah, Ujian Nasional, Ujian RSBI dan Ujian Sertifikasi. Untuk persiapan menghadapi ujian-ujian tersebut, pada proses pengajaran, latihan-latihan soal serta ulangan perlu diberikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: (1) Pemahaman reaksi kimia melalui gambaran mikroskopik pada siswa kelas XI IPA SMA; (2) Kesalahan apa saja yang dialami siswa kelas XI IPA SMA dalam menyelesaikan soal pemahaman reaksi kimia melalui gambaran mikroskopik; (3) Kemampuan siswa kelas XI IPA SMA dalam menyelesaikan soal-soal dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris pada materi reaksi kimia melalui gambaran mikroskopik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Malang tahun ajaran 2009/2010 yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI IPA3 dan XI IPA4 yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling kelompok (cluster). Data penelitian ini adalah persentase siswa yang menjawab benar soal-soal yang berkaitan dengan reaksi kimia melalui gambaran mikroskopik yang diberikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa tes obyektif sebanyak 27 butir soal. Berdasarkan hasil uji coba, instrumen tersebut memiliki validitas isi sebesar 92,6% dan reliabilitas tes yang dihitung dengan persamaan Kuder Richardson-20 sebesar 0,70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pemahaman siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Malang mengenai reaksi kimia melalui gambaran mikroskopik adalah: (a) Pemahaman siswa dalam mengidentifikasi tanda-tanda reaksi kimia melalui gambaran mikroskopik termasuk dalam kriteria sangat tinggi; (b) Pemahaman siswa dalam memahami reaksi penggabungan melalui gambaran mikroskopik termasuk dalam kriteria tinggi; (c) Pemahaman siswa dalam memahami reaksi pembakaran melalui gambaran mikroskopik termasuk dalam kriteria tinggi; (d) Pemahaman siswa dalam memahami reaksi dekomposisi melalui gambaran mikroskopik termasuk dalam kriteria tinggi; (e) Pemahaman siswa dalam memahami reaksi pendesakan melalui gambaran mikroskopik termasuk dalam kriteria sangat rendah; (f) Pemahaman siswa dalam memahami reaksi uraian berganda melalui gambaran mikroskopik termasuk dalam kriteria sangat rendah. (2) Kesalahan yang dialami siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Malang dalam menyelesaikan soal pemahaman reaksi kimia melalui gambaran mikroskopik disebabkan karena: (a) siswa menganggap bahwa jumlah molekul sama dengan koefisien reaksi; (b) Siswa tidak memahami konsep dasar dari larutan elektrolit yaitu konsep disosiasi atau ionisasi sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memberikan gambaran mikroskopik yang tepat untuk menunjukkan perbedaan antara elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan nonelektrolit di dalam larutan; (c) siswa tidak dapat mengidentifikasi adanya reaktan berlebih; (d) siswa tidak dapat memahami pembentukan endapan dan gas setelah reaksi. (3) Tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Malang dalam menyelesaikan soal berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris mengenai reaksi kimia melalui gambaran mikroskopik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa tidak mengalami kendala bahasa dalam menyelesaikan soal-soal mengenai reaksi kimia melalui gambaran mikroskopik walaupun pemahaman siswa mengenai reaksi kimia ini masih termasuk dalam kategori cukup.

Peningkatan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PKn dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning (PBL) di SDN Cerme 2, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk / Moh. Saiqudin Hakim

 

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PKn DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DI SDN. CERME 2, KECAMATAN PACE, KABUPATEN NGANJUK. INCREASING THE LEARNERS ACHIEVEMENT IN CIVIC EDUCATION SUBJECT BY APPLYING THE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MODEL IN CERME 2, PUBLIC ELEMENTARY SCHOOL, KECAMATAN PACE, KABUPATEN NGANJUK. Oleh: Moh. Saiqudin Hakim ABSTRAK Key words: increasing, achievement, Civic Education, PBL. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PKn dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di SDN. Cerme 2, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk pada Semester II, TA. 2009/2010. Untuk itu, maka perlu dipelajari hal-hal terkait seperti: Hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran PBL tersebut. Selain itu, juga dipelajari pula tentang bagaimana penerapan pembelajaran model PBL tersebut sehingga, dapat meningkatkan belajar para siswa. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif, dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilakukan selama sekitar satu bulan. SDN Cerme 2 ini beralamatkan di Dusun Ngaglik, Desa Cerme, Kecamatan Pace. Data penelitiannya berasal dari hasil wawancara terhadap beberapa responden terkait, ditambah lagi dengan hasil dokumentasi, di mana instrumen dan prosedur yang digunakan dalam pengumpulannya adalah: (1). Evaluasi tertulis, (2). Angket, dan (3). Observasi/ pengamatan. Hasil Penelitian ini antara lain: (1). Hasil belajar siswa sebelum menerapkan Model Pembelajaran PBL masih rendah, yaitu sebesar 57,73 pada semester I sebelumnya. (2). Penerapan Model PBL pada poin 1) ini dilaksanakan dalam 3 (tiga) siklus. (3). Hasil belajar siswa pada poin 1) tersebut setelah menerapkan Model Pembelajaran PBL terbukti meningkat, misalnya pada siklus I, rerata hasil belajar siswa adalah 70,07, kemudian pada Siklus II meningkat menjadi 71,07, lalu pada Siklus III meningkat lagi menjadi 81.

Pengaruh implementasi paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema energi terhadap kompetensi IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Malang semester II tahun ajaran 2009/2010 / Bayu Rahendra Purbantoko

 

ABSTRAK Purbantoko, Bayu Rahendra. 2010. Pengaruh Implementasi Paket IPA Terpadu Berbasis Konstruktivisme dengan Tema Energi terhadap Kompetensi IPA Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Malang Semester II Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang: (1) Drs. Sumaryono (II) Drs. H. Parlan, M Si. Kata Kunci: IPA Terpadu, Paket IPA Terpadu, Kompetensi IPA. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah secara tegas dinyatakan bahwa substansi mata pelajaran IPA pada SMP/ MTs merupakan IPA Terpadu. Pada tahun 2009 telah dikembangkan paket IPA Terpadu berbasis konstruktivisme dengan berbagai tema salah satunya adalah tema energi oleh Mauladana yang telah diuji kelayakannya meliputi penilaian Paket IPA Terpadu oleh dosen dan guru serta uji keterbacaan buku panduan siswa oleh siswa SMP tetapi belum diuji secara empirik untuk mengetahui keefektifannya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan implementasi paket IPA Terpadu yang dapat membantu proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi IPA pada tema energi antara siswa yang mendapat pembelajaran menggunakan paket IPA terpadu berbasis kontruktivisme dan siswa yang mendapat pembelajaran secara konvensional. Rancangan eksperimen yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan eksperimen semu (Quasi Eksperimental Design). Jenis eksperimen semu yang digunakan adalah the pretest-postest nonequivalent control group design. Sampel pada penelitian ini adalah kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Instrumen perlakuan berupa pembelajaran menggunakan paket IPA Terpadu berbasis kontruktivisme tema energi dan panduan pelaksanaannya yang diberikan pada kelas eksperimen. Paket IPA Terpadu berbasis kontruktivisme tema energi dan panduan pelaksanaannya telah dibuat oleh Mauladana (2009). Sedangkan instrumen pengukuran yang digunakan berupa tes tertulis untuk mengukur prestasi belajar dan kerja ilmiah serta inventori untuk mengukur sikap ilmiah siswa. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan anakova, diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan Kompetensi IPA (prestasi belajar, kerja ilmiah dan sikap ilmiah) pada tema energi yang signifikan antara siswa yang mendapat pembelajaran menggunakan paket IPA Terpadu dan siswa yang mendapat pembelajaran secara konvensional. Dari analisis tersebut diperoleh bahwa skor rata-rata kompetensi IPA kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol.

Simulasi gerak otot bilik jantung pada elektrokardiograf menggunakan cellular automata / Rujuk Dwi Sariasih

 

ABSTRAK Sariasih, Rujuk Dwi. 2009. Simulasi Gerak Otot Bilik Jantung pada Elektrokardiograf Menggunakan Cellular Automata. Skripsi, Program Studi Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Johanis A. Rampisela, M. S, (II) Dr. Muhardjito, M. S. Kata kunci: simulasi, elektrokardiograf, cellular automata Elektrokardiografi adalah suatu cara untuk mendiagnosis penyakit jantung. Model dan simulasi proses pengaktifan untuk program jantung adalah digunakan untuk mengetahui cara kerja elektrokardiograf. Elektrokardiograf adalah alat yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit jantung. Cellular automata adalah sistem yang dinamis dalam ruang dan waktu yang diskrit. Simulasi gerak otot bilik jantung sudah pernah dilakukan oleh Kye Rok Jun dengan menggunakan cellular automata dua dimensi yang dipengaruhi oleh tiga keadaan dan empat tetangga terdekat dari sel yang ditinjau. Tiga keadaan sel tersebut adalah aktif, refraktori, dan pasif. Empat tetangga yang ditinjau adalah atas, bawah, kanan, dan bawah. Simulasi dari Kye Rok Jun digunakan untuk mengetahui proses pengaktifan bilik jantung. Model geometri dari bilik jantung adalah bentuk ellips dalam dua dimensi. Pada model ini, bilik jantung terdiri dari empat serat yang mana setiap sel mempunyai kesatuan tersendiri. Skripsi ini merupakan pengembangan dari simulasi Kye Rok Jun. Hasil pengembangan dalam skripsi ini adalah simulasi dilengkapi dengan tampilan sel yang tidak bekerja (penyakit) sehingga dapat dilakukan pengobatan yang tepat bagi penderita. Aturan yang digunakan dalam simulasi ini ada tiga tahap, yaitu tahap pertama keadaan awal sel, tahap kedua peletakan rangsangan dan sel tidak bekerja, dan tahap ketiga gerakan. Tahap pertama terdiri dari tahap untuk meletakkan sel serat-serat penyusun jantung yang meliputi serat purkinje, serat subendocard, serat midlevel, dan serat epicardial. Tahap ketiga meliputi tahap pemeriksaan kondisi sel tetangga, dan penentuan sel itu aktif atau tidak bekerja. Pada dasarnya sel akan menjadi aktif apabila ada rangsangan dan sel yang tidak bekerja akan mempengaruhi sel yang aktif karena rangsangan tidak dapat diteruskan. Rangsangan yang tidak dapat diteruskan akan menyebabkan sel mengalami kelainan. Tampilan akhir pada program adalah menampilkan sel atau serat yang ada penyakit. Tampilan penyakit ini nantinya dapat digunakan untuk mengalisis pengobatan yang akan dilakukan.

Pengaruh citra perusahaan terhadap keputusan pembelian konsumen (studi pada Toko Buku Diskon Toga Mas Malang) / Julaika Marjuki

 

Perkembangan dunia usaha dewasa ini telah diwarnai dengan berbagai macam persaingan di segala bidang. Perkembangan teknologi yang makin dinamis, manusia diharapkan dapat dengan cepat dan tepat untuk bertindak agar tidak kalah bersaing. Persaingan yang makin tinggi membuat antar perusahaan berlomba-lomba menduduki tingkat teratas di benak konsumen. Suatu citra perusahaan menjadi perhatuan khusus bagi para peritel untuk memenangkan persaingan bisnis. Citra perusahaan yang baik dapat memberikan banyak keuntungan perusahaan baik jangka panjang maupun jangka pendek. Persepsi konsumen terhadap suatu perusahaan dapat mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Perusahaan yang dapat menciptakan kesan baik pada konsumen, maka konsumen akan merasa puas dan loyal terhadap apa yang mereka rasakan terhadap perusahaan tersebut. Dari hal tersebut penulis mengadakan penelitian terhadap pengaruh citra perusahaan pada keputusan pembelian konsumen di Toko Buku Diskon Toga Mas Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi citra perusahaan di Toko Buku Diskon Toga Mas Malang, mengetahui pengaruh secara simultan maupun parsial pada masing-masing variabel citra perusahaan terhadap keputusan pembelian konsumen, serta mengetahui variabel yang berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian konsumen. Variabel bebas citra perusahaan yang digunakan adalah merchandise, harga, pelayanan, personel dan suasana toko. Sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian konsumen. Populasi dalam peneliatian ini adalah konsumen Toko Buku Diskon Toga Mas Malang sejumlah 29.607 orang/ bulan.data tersebut adalah jumlah rata-rata pembeli selama 3 bulan terakhir (April, Mei, Juni). Sampel yang diambil sebesar 110 responden dengan menggunakan ,rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling incidentally atau accidental sampling. Jenis data yang digunakan dalam penleitian ini adalah data primer dan data sekunder. Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah pelanggan atau konsumen dan bagian pemasaran Toko Buku Diskon Toga Mas Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, kuesioner, dan observasi. Teknik pengumpulan data secara kuesioner menggunakan skala likert. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah stastitika deskriptif, statistika inferensial yang terdiri atas uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multikolinieritas dan uji heterokesidastisitas. Sedangkan uji hipotesis terdiri dari regresi linier berganda, uji t dan uji F. Metode analisis data penelitian ini dibantu dengan menggunakan SPSS 16 for windows. Hasil dari penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh antara variabel citra perusahaan yang terdiri dari merchandise (X1), harga (X2), pelayanan (X3), personel(X4) dan suasana toko (X5) secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen pada Toko Buku Diskon Toga Mas Malang. (2) Terdapat pengaruh antara variabel perusahaan yang terdiri dari merchandise (X1), harga (X2), pelayanan (X3), personel (X4) dan suasana toko (X5) secara parsial terhadap keputusan pembelian konsumen pada Toko Buku Diskon Toga Mas Malang dan (3) Variabel harga merupakan variabel yang berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian konsumen pada Toko Buku Diskon Toga Mas Malang. Dari hasil penelitian tersebut dapat dijelaskan bahwa variabel citra perusahaan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Dengan demikian dibutuhkan perhatian khusus terhadap pembentukan citra perusahaan dalam menciptakan kepuasan konsumen dan loyalitas konsumen terhadap perusahaan tersebut. Dari hal itu peneliti memberikan saran pada Toko Buku Diskon Toga Mas Malang: sebaiknya Toga Mas lebih memperhatikan permintaan konsumen dengan menambah keragaman buku yang tersedia, dari segi harga Toga Mas dapat mempertahankan konsumen dan menarik lebih banyak konsumen dengan menambah potongan harga pada buku terbaru dan pada periode tertentu, selain itu Toga Mas memperhatikan pelayanan pramuniaga kepada konsumen agar dapat lebih bersahabat dan ramah yang dapat menciptakan keakraban dalam mempengaruhi proses keputusan pembelian konsumen, serta penataan merchandise untuk lebih diperhatikan agar konsumen lebih mudah dalam mencari buku yang dibutuhkan.

Peningkatan hasil belajar perkalian bilangan cacah melalui teknik perkalian suku dua pada kelas V SDN Lebak Kecamatan Winongan / Purnomo

 

ABSTRAK Purnomo, 2010. Peningkatan Hasil Belajar Perkalian Bilangan Cacah Melalui Teknik Perkalian Suku Dua Pada Kelas V SDN Lebak Kecamatan Winongan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. Program Studi S-1 PGSD FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Bambang Soeryono, M.Ed, (II) Dra. Harti Kartini, M.Pd Kata kunci : Hasil belajar, perkalian, teknik suku dua Matematika sekolah dasar khususnya pengembangan dasar ilmu matematika menuju jenjang pendidikan selanjutnya, dan umumnya membentuk pola pikir logis, rasional, kritis, cermat, jujur dan efektif. Rumusan masalah yang diambil adalah bagaimana penerapan dan teknik pelaksanaan perkailan suku dua. Dengan tujuan dari penelitian untuk mendeskripsikan penerapan dan hasil belajar pelaksanaan teknik perkalian suku dua. Landasan teori tentang hakikat belajar yang terdiri atas pengertian belajar, ciri-ciri belajar, pengertian belajar, tujuan hasil belajar, klasifikasi hasil belajar, bentuk prestasi belajar, teori belajar matematika dari Bruner dan Gagne, teori mengajar; dan tujuan matematika yang terdiri atas pengertian matematika, metode pembelajaran matematika, pembelajaran perkalian, sifat-sifat perkalian matematika, dan penerapan teknik perkalian suku dua. Rancangan penelitian mengadopsi dari Stephen Kemmis dan Robin Mc Taggart berupa siklus berbentuk spiral dengan populasi dan sampel siswa kelas V SDN Lebak Kecamatan Winongan Kabupaten Winongan berjumlah 38 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes lisan serta tulis dan non tes berupa angket, observasi dan wawancara untuk validitas data dengan analisis data kualitatif. Siklus I, pertemuan 1 Senin, 1-2-2010, pertemuan 2 Senin, 8 -2- 2010 dan pertemuan 3 Senin 15 -2- 2010 dianggap masih kurang dengan nilai rata-rata 6,38. Siklus II, pertemuan 1 Senin, 22 -2- 2010, pertemuan 2 Senin, 1 -3- 2010, dan pertemuan 3 Senin, 8 -3- 2010 dengan nilai rata-rata 8,06 sudah mencapai ketuntasan 97,36%. Kesimpulan bahwa penerapan perkalian balingan cacah melalui penerapan teknik perkalian suku dua dapat meningkatkan hasil belajar. Peningkatan hasil belajar dari 5,1 menjadi 6,38 pada siklus I dan 8,06 pada siklus II. Penerapan konsep penerapan suku dua dapat dijadikan salah satu teknik untuk meningkatkan pemahaman pada konsep perkalian dan dapat digunakan sebagai salah satu teknik dalam penanaman konsep perkalian.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 |