Pengaruh good corporate governance terhadap kinerja keuangan dan return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2005-2008 / Andika Widiarsa

 

Kata Kunci: Good Corporate Governance, Kinerja Keuangan, dan Return Saham. Perusahaan merupakan lembaga yang memiliki tujuan menghasilkan keuntungan untuk meningkatkan nilai perusahaan dan kesejahteraan pemegang saham selaku pemilik perusahaan. Saat ini perusahaan dituntut untuk dapat mengelola keuntungan atau laba secara optimal, karena besar kecilnya laba yang diperoleh perusahaan akan menentukan keberlangsungan perusahaan tersebut masa yang akan datang. Pengelolaan perusahaan yang baik akan menghasilkan manfaat bagi kinerja perusahaan dan pemegang saham baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh good corporate governance terhadap kinerja keuangan dan return saham secara langsung dan tidak langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif. Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik combine sampling (purposive random sampling), yaitu perusahaan manufaktur yang melaksanakan mekanisme good corporate governance berupa kepemilikan institusional selama empat tahun berturut-turut pada tahun 2005- 2008. Data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan keuangan yang dipublikasikan pada Indonesian Capital Market Directory 2006-2009. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis jalur (path analysis). Hasil analisis menunjukkan bahwa baik secara langsung maupun tidak langsung good corporate governance berpengaruh secara singnifikan terhadap kinerja keuangan dan return saham. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan good corporate governance membawa manfaat terhadap kondisi kinerja keuangan dan berakibat pada meningkatnya return saham. Selain itu, hasil pengujian juga menunjukkan bahwa kinerja keuangan mampu menjadi variabel moderator yang memperkuat pengaruh good corporate governance terhadap return saham. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menambah indikator pengukuran dan menggunakan data pada tahun yang normal atau stabil.

Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan hasil belajar ilmu pengetahuan sosial siswa kelas IV SDN Klampok III Singosari / Sri Soekarni

 

Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Numbered Heads Together (NHT), Hasil Belajar Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas IV SDN Klampok III Singosari tanggal 3 Mei 2010 sampai 8 Mei 2010, diketahui bahwa hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa masih rendah, diketahui bahwa rata-rata skor tes 67 dan ketuntasan klasikal hanya 60%. Ketentuan persentase ketuntasan belajar secara klasikal minimal 80% dari jumlah siswa yang mencapai daya serap ≤ 65%. Rendahnya hasil belajar disebabkan oleh beberapa dari tingkah laku siswa pada saat pembelajaran, antara lain 1) Pada saat pembelajaran mayoritas siswa menunjukkan sikap kurang berminat mengikuti pelajaran. Siswa kurang aktif bertanya, menjawab serta mengungkapkan pendapatnya selama kegiatan pembelajaran berlangsung walaupun guru sudah sering memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, 3) Pada saat diskusi, tidak semua antusias mengikuti pelajaran, hanya beberapa siswa yang aktif mengerjakan tugas sedangkan siswa yang lain banyak yang mengobrol di luar materi pelajaran, 4) Beberapa siswa tidak mendengarkan pendapat temannya dan tidak mendengarkan penjelasan guru. Guru sudah berusaha untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan beberapa metode pembelajaran misalnya dengan praktikum dan diskusi kelas tetapi belum menunjukkan hasil yang maksimal. Hal tersebut berdampak pada hasil belajar siswa yang masih rendah, yaitu rata-rata skor tes 67 dan ketuntasan klasikal hanya 60%. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa kelas IV SDN Klampok III Singosari melalui penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2010 sampai tanggal 19 Juni 2010. Data penelitian berupa penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) yang diperoleh melalui observasi selama penelitian, sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes setiap akhir siklus. Hasil penelitian penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari skor rata-rata kelas sebesar 67,00 dan ketuntasan klasikal 60% sebelum siklus I meningkat menjadi 76,40 dan ketuntasan klasikal 76,67% setelah siklus I dan meningkat lagi menjadi 83,60 dan ketuntasan klasikal 90% setelah siklus II.

Perencanaan perangkat roda gigi (gear box) untuk mesin gergaji kayu
oleh Mardianto

 

Kesulitan-kesulitan guru kelas I dan IV dalam menerapkan kurikulum 2013 di SD se-Kota Malang / Rohmaniyah

 

ABSTRAK Rohmaniyah. 2015. Kesulitan-Kesulitan Guru Kelas I dan IV dalam Menerapkan Kurikulum 2013 di SD Se-Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra.Harti Kartini, M.Pd, (2) Dra. Sri Harmini, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Kesulitan, guru SD, Kurikulum 2013 Berdasarkan wawancara pada tanggal 12 november 2014 di SDN Madyopuro 4 Malang ditemukan fakta bahwa dalam menerapkan Kurikulum 2013 guru mengalami kesulitan. Kesulitan yang dialami yaitu, dalam mengaktifkan siswa melalui pembelajaran berbasis saintifik dan dalam melakukan penilaian. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kesulitan-kesulitan guru Kelas I dan IV dalam menerapkan Kurikulum 2013 dan usaha yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi berjumlah 59orang, terdiri dari guru Kelas I dan IVSD rintisan pemerintah yang menerapkan Kurikulum 2013 danditetapkan sebagaisampel total. Data dikumpulkan dengan angket dan wawancara bebas. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan persentase dan disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh guru (93%) SD rintisan yang menerapkan Kurikulum 2013 telah mengikuti pelatihan bahkan 76% mengikuti lebih dari sekali, meskipun demikian hasil angket menunjukkan beberapa guru SD Kelas I dan IV masih menyatakan sulit dalam menerapkan Kurikulum 2013 yaitu, 40% dalam memahami Kurikulum 2013; 39% dalam merencanakan pembelajaran; 36% dalam melaksanakan pembelajaran; 41% dalam melakukan penilaian dan usaha yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan diantaranya mengikuti pelatihan implementasi Kurikulum 2013, sharing antar guru dalam KKG, dan mempelajari panduan teknis Implementasi Kurikulum 2013 SD. Berdasarkan temuan di atas dapat disimpulkan bahwa, kesulitan yang dialami guru SD Kelas I dan IV Se-Kota Malang dalam menerapkan Kurikulum 2013 masih cukup tinggi. Saran peneliti1) kepala sekolah, hendaknya melakukan kunjungan kelas secara intensif untuk memonitor guru dalam melaksanakan pembelajaran, penilaian dan penyusunan RPP dan 2) bagi guru, perlu menambah wawasan dari berbagai sumber untuk mengatasi kesulitan yang dialami melalui memperbaruhi informasi dan aturan-aturan terkait Implementasi Kurikulum 2013 di SD.

Perencanaan pompa sentrifugal
oleh Miskan

 

Perencanaan motor bensin dua langkah
oleh Edy Mustafa

 

Anak autis sebagai sumber inspirasi penciptaan karya seni lukis / Muhammad Agus Ramadhan

 

ABSTRAK Bagus Ramadhan, Muhammad. 2015. Anak Autis Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Triyono Widodo, M.Sn, (II) Drs. Andi Harisman. Kata Kunci: Anak Autis, Penciptaan, Seni lukis Representasional Anak autis merupakan anak dengan kebutuhan khusus yang mengalami kelainan pada otak, yang mempengaruhi interaksi sosial mereka, pola komunikasi, emosi, dan memiliki keterbatasan gerak. Anak autis merupakan anak dengan perkembangan yang unik sehingga perhatian dari orang-orang disekitar mereka sangat dibutuhkan untuk membantu tumbuh kembang mereka secara sempurna. Ide penciptaan karya lukis ini adalah anak autis sedangkan temanya adalah prilaku anak autis yang diwujudkan ke dalam karya seni lukis dekoratif. Pencipta memilih seni lukis dekoratif sebagai media berkreasi untuk mengekspresikan rasa jiwa melalui tampilan visual karya dua dimensional dengan menggunakan garis, bentuk, dan warna yang menghasilkan lukisan semi abstrak. Proses penciptaan karya seni lukis semi abstrak ini bermula dari perancangan konsep yang didalamnya terdapat ide, tema, dan objek yang akan diciptakan yaitu objek anak autis. Setelah itu menentukan karakteristik karya, teknik, alat, dan bahan yang akan digunakan. Langkah selanjutnya adalah proses visualisasi yaitu membuat sketsa di atas kertas lalu memindahkannya ke kanvas. Kemudian teknik yang digunakan dalam proses pewarnaan antara lain adalah teknik blok, sapuan kuas basah, dan teknik plakat. Setelah itu proses finishing karya. Penulis menampilkan 6 karya seni lukis representasional dengan media estetik berupa titik, garis, bentuk, dan warna, sebagai simbolisasi dari konsep. Karakteristik dari keenam lukisan yang diciptakan adalah, dominan menggunakan warna biru, wajah separuh yang datar, penggambaran ruang kosong dan datar, dan dekorasi pada objek. Berdasarkan hasil penciptaan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru kepada pencipta maupun orang lain dalam mempelajari karya seni lukis semi abstrak dekoratif. Mulai dari perancangan konsep, hingga proses visualisasi karya, dan diskripsi karya berdasarkan pengamatan pribadi penulis. Melalui keenam karya lukis ini dapat memberikan informasi berupa pesan moral bahwa anak autis perlu mendapat perhatian dan perlakuan selayaknya dari masyarakat. Karya penciptaan ini bisa menjadi wacana dan perenungan bagi masyarakat untuk menghargai hasil karya seni lukis semi abstrak sehingga yang muncul adalah persepsi positif terhadap anak autis. Manfaat bagi dunia pendidikan terkait tema prilaku anak autis yang diwujudkan ke karya lukis semi abstrak dapat menambah wawasan apresiasi bagi peserta didik dan memberi pemahaman kepada para pendidik tentang prilaku unik anak autis yang membutuhkan perlakuan khusus.

Pengaruh model pembelajaran herrmann whole brain terhadap kemampuan representasi dan prestasi belajar siswa SMA kelas X pada materi suhu dan kalor / Nichla Maimanata

 

Kata kunci : whole brain, kemampuan representasi, prestasi belajar fisika Model pembelajaran Herrmann Whole Brain adalah model pembelajaran yang didasarkan pada teori Whole Brain. Model pembelajaran Herrmann Whole Brain merupakan model pembelajaran yang dapat mengasah dan menstimulus kerja otak di keempat bagian. Representasi fisika merupakan proses yang mewakili kerja otak kanan dan kiri, sedangkan prestasi belajar merupakan bentuk pencapaian siswa setelah mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model pembelajaran Herrmann Whole Brain terhadap kemampuan representasi dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan nonequivalent comparison group: post only, dengan 1 kelompok eksperimen (N= 35) dan 1 kelompok kontrol (N=31). Selama perlakuan, kelompok eksperimen menerima model pembelajaran Herrmann Whole Brain dan kelompok kontrol menerima pembelajaran ceramah dan diskusi. Pada akhir pertemuan, tes kemampuan representasi dan prestasi belajar diberikan kepada kedua kelompok. Tes dilakukan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Herrmann Whole Brain terhadap kemampuan representasi dan prestasi belajar. Untuk mengetahui perbedaan antara kelompok eksperimen dan kontrol digunakan uji Mann-Withney U. Nilai mean rank digunakan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Herrmann Whole Brain terhadap kemampuan representasi dan prestasi belajar siswa. Hasil uji beda kemampuan representasi dengan uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai U sebesar 256,50. Hasil konversi nilai U ke nilai z menunjukkan nilai z sebesar 3,69, dengan taraf signifikansi 0,05 zkritis=1,65. Hasil uji beda prestasi belajar dengan uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai U sebesar 373,00. Hasil konversi nilai U ke nilai z menunjukkan nilai z sebesar 2,20, dengan taraf signifikansi 0,05 zkritis=1,65. Perolehan mean rank data kemampuan representasi pada kelompok eksperimen adalah 41,7, sedangkan perolehan mean rank data kemampuan representasi pada kelompok kontrol adalah 24,3. Perolehan mean rank data prestasi belajar pada kelompok eksperimen adalah 38,3, sedangkan perolehan mean rank data prestasi belajar pada kelompok kontrol adalah 28,0. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Herrmann Whole Brain berpengaruh terhadap kemampuan representasi dan prestasi belajar siswa. Hasil ini diperoleh karena tahap-tahap pembelajaran dalam model pembelajaran Herrmann Whole Brain dapat melatihkan kemampuan representasi serta prestasi belajar siswa. Kemampuan representasi siswa terlihat pada tahap discussion dan repeating. Prestasi belajar siswa terlihat pada tahap investigation, discussion dan repeating.

Perencanaan motor bakar dua langkah sebagai penggerak sepeda motor
oleh Joko Priyanto

 

Peningkatan social skill dan prestasi belajar fisika dengan pembelajaran model siklus belajar 5E (learning cycle) pada pokok bahasan kalor di kelas VII C SMP Negeri Satu Atap Merjosari Malang / Makhsunatul Laili

 

Kata Kunci : social skill, prestasi belajar, siklus belajar 5 E Social skill dan prestasi belajar fisika siswa di kelas VII C SMP Negeri Satu Atap Merjosari Malang pada umumnya masih rendah. Salah satu faktor penyebab rendahnya prestasi belajar fisika adalah guru jarang melakukan praktikum dan demonstrasi, siswa hanya mengahafalkan konsep. Siswa kelas VII C cenderung bersifat individu, walaupun dibentuk kelompok siswa tetap mengerjakan tugasnya sendiri-sendiri. Penelitian ini bertolak dari hasil pengamatan, sehingga ditemukan adanya permasalahan di SMP Negeri Satu Atap Merjosari Malang khususnya kelas VI C tentang masih rendahnya social skill dan prestasi belajar siswa. Salah satu upaya untuk meningkatkan social skill dan prestasi belajar fisika siswa kelas VII C SMP Negeri Satu Atap Merjosari Malang melalui model pembelajaran siklus belajar 5E. Model pembelajaran siklus belajar 5E merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan memiliki 5 tahapan, yaitu engagement (pendahuluan), eksploration (eksplorasi), explanation (eksplanasi), elaboration (elaborasi) dan evaluation (evaluasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model siklus belajar 5E dapat meningkatkan social skill dan prestasi belajar fisika siswa kelas VII C SMP Negeri Satu Atap Merjosari Malang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus dan bertujuan untuk memperbaiki suatu keadaan pembelajaran di dalam kelas. Setiap siklus PTK terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Tindakan pada penelitian ini adalah siklus belajar 5E. Penelitian ini dilakukan di kelas VII C SMP Negeri Satu Atap Merjosari Malang semester genap 2009/2010. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data prestasi belajar dan social skill siswa yang diambil dari hasil observasi baik sebelum maupun selama penelitian dilakukan. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran model siklus belajar 5E dapat meningkatkan prestasi belajar dan social skill siswa. Pada siklus I nilai rata-rata berdasarkan tes prestasi belajar adalah 66 dengan ketuntasan belajar 59%. Kemudian pada siklus II prestasi belajar rata-rata berdasarkan tes prestasi belajar adalah 72 dengan ketuntasan belajar 77%. Sedangkan persentase social skill pada siklus I adalah 56% dan pada siklus II menjadi 70%(naik14%). Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model siklus belajar dapat meningkatkan prestasi belajar dan social skill siswa kelas VII C SMP Negeri Satu Atap Merjosari Malang. Disarankan bagi guru fisika hendaknya berkenan menerapkan model pembelajaran siklus belajar 5 E karena terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar dan social skill siswa.

Stigmatisasi perempuan dalam lagu dewa / Anisa Nur Rohma

 

ABSTRAK Nur Rohma, Anisa. 2014. Stigmatisasi Perempuan dalam Lirik Lagu Dewa. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd, (II) Dr. Martutik, M.Pd. Kata Kunci: ketidakadilan gender, stigmatisasi perempuan, lirik lagu. Lirik lagu merupakan salah satu bagian dari karya sastra yang digemari oleh banyak kalangan masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Lirik lagu memiliki bahasa dan makna yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dijangkau oleh pemikiran masyarakat dari berbagai kalangan. Hampir seluruh lirik lagu yang ada di Indonesia mengandung ketidakadilan gender terutama tentang stigmatisasi perempuan. Misalnya pada lirik-lirik lagu Dewa, hampir seluruh lirik lagunya mengandung stigmatisasi perempuan yang berupa label-lebel negatif tentang anggapan bahwa perempuan adalah makhluk yang lembut, lemah, irasional, jahat, materialistis, dan sombong. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai hal tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup ketidakadilan gender khususnya tentang stigmatisasi unsur gender, bentuk stigmatisasi perempuan, dan strategi musisi menstigmatisasi perempuan dalam lirik lagu Dewa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan feminis. Sumber data pada penelitian ini yaitu lirik lagu Dewa yang terdapat pada Haiklip Dewa Risalah Lima Bintang edisi Februari 2001 yang diterbitkan oleh PT Penerbit Remaja Hai, Jakarta 2001, dengan tebal 80 halaman. Data penelitian berupa kalimat-kalimat dalam lirik lagu Dewa yang mengandung stigmatisasi perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumentasi. Instrumen kunci dalam penelitian adalah peneliti sendiri, namun peneliti menggunakan instrumen pembantu berupa panduan kodifikasi data dan tabel panduan analisis data. Untuk menjaga keabsahan temuan, dilakukan kegiatan triangulasi data dengan tiga langkah. Pertama, membaca teks lirik lagu Dewa yang diteliti secara berulang-ulang untuk dapat memahami teks-teks yang terdapat di dalamnya sehingga peneliti memperoleh keakuratan dan kevalidan data. Kedua, mengamati dan mengidentifikasi data dengan ketelitian, kesungguhan, dan kecermatan agar dapat diperoleh data yang relevan. Ketiga, melakukan pemeriksaan terhadap keabsahan dengan memanfaatkan sesuatu luar data itu, yaitu dengan konsultasi kepada dosen pembimbing dan berdiskusi dengan teman sejawat agar hasil analisis dapat dipertanggung jawabkan keakuratannya.. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap memilih dan mengodifikasi data, menganalisis data sesuai sesusi dengan rumusan masalah yang akan dikaji, dan tahap menarik kesimpulan serta verifikasi. Berdasarkan analisis data diperoleh tiga hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, stigmatisasi unsur gender. Dalam lirik lagu Dewa, stigmatisasi unsur gender berupa stigmatisasi peran gender, stigmatisasi identitas gender, dan stigmatisasi perilaku gender. Stigmatisasi peran gender berupa anggapan bahwa perempuan tidak memiliki peran yang penting. Stigmatisasi identitas gender berupa anggapan bahwa ciri-ciri yang dimiliki oleh perampuan patut untuk dipublikasikan. Stigmatisasi perilaku gender berupa anggapan bahwa perilaku perempuan adalah sebagai daya pikat lawan jenisnya. Kedua, bentuk stigmatisasi yang dialami oleh perempuan. Dalam lirik lagu Dewa bentuk-bentuk stigmatisasi tersebut berupa pelabelan negatif tentang perempuan yang lembut, lemah, jahat, tidak setia, matrealistis, dan sombong. Perempuan yang lembut adalah perempuan yang memiliki perilaku yang baik dan santun. Namun kelembutan perempuan membuat laki-laki mudah untuk menyakiti perempuan. Perempuan yang lemah adalah perempuan yang mudah disakiti dan tidak memiliki kekuatan untuk melawan. Perempuan yang jahat adalah perempuan yang suka bertindak kasar kepada laki-laki. Perempuan yang tidak setia adalah perempuan yang suka menduakan pasangannya. Perempuan materialistis adalah perempuan yang hanya suka pada kekayaan pasangannya. Perempuan sombong adalah perempuan yang angkuh tidak peduli kepada sekelilingnya. Ketiga, strategi Dewa menstigmatisasi perempuan. Dalam lirik lagu Dewa, strategi yang digunakan musisi adalah dengan pemilihan gaya bahasa, perulangan bunyi atau rima, serta pemilihan tema yang mengandung stigmatisasi perempuan. Dalam pemilihan gaya bahasa, Dewa menggunakan diksi konotatif, diksi denotatif dan bahasa figuratif untuk mencerminkan stigmatisasi perempuan. Pengulangan bunyi atau rima digunakan Dewa untuk memberikan keindahan dan penekanan makna pada lirik lagunya. Pemilihan tema dilakukan Dewa untuk menggambarkan tentang stigmatisasi perempuan. Berdasarkan ketiga hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa lirik lagu Dewa mengandung stigmatisasi yang dapat merugikan perempuan nantinya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada peneliti selanjutnya, penggemar lagu, serta para pencipta lagu lirik lagu.

Penerapan model pembelajaran kooperatif STAD untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII-B SMPN 1 Malang tahun pelajaran 2008/2009 / Hanik Umi Utari

 

ABSTRAK Utari, Hanik Umi. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif STAD untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas VIII-B SMP Negeri 1 Malang Tahun Pelajaran 2008/2009. Laporan Penelitian Tindakan Kelas, Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Melalui Jalur Pendidikan Profesi Guru IPA-SMP. FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumaryono, (II) Drs. H. Edi Supriana, M.Si. Kata kunci: Motivasi Belajar, Prestasi Belajar, STAD Berdasarkan observasi data lapangan dan wawancara dengan guru mitra di SMPN 1 Malang, diperoleh informasi bahwa dalam pembelajaran Fisika sebagian siswa aktif dan sebagian kurang antusias mengikuti kegiatan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Motivasi belajar dan prestasi belajar siswa masih bisa dioptimalkan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan motivasi dan prestasi belajar Fisika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif STAD pada materi Cahaya pada siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini dilak- sanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juli 2009. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa diperoleh melalui angket dan observasi, sedangkan prestasi belajar siswa diperoleh melalui tes akhir siklus. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar Fisika pada materi Cahaya siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Malang tahun pela- jaran 2008/2009. Dari hasil observasi motivasi belajar selama berlangsungnya proses pembelajaran pada siklus pertama dan kedua diperoleh data: (1) aspek frekuensi pertanyaan yang diajukan siswa meningkat dari 67,44% menjadi 74,93%, (2) aspek kualitas pertanyaan yang diajukan siswa meningkat dari 68,21% meningkat menjadi 73,56%, (3) aspek kerjasama antar siswa dalam menyelesaikan tugas meningkat dari 74,22% menjadi 78,88%, (4) aspek peningkatan sumber belajar yang dimanfaatkan oleh siswa meningkat dari 72,49% menjadi 78,65%. Berdasarkan hasil angket yang diisi siswa di setiap akhir siklus diperoleh data bahwa pada siklus pertama siswa yang bermotivasi belajar rendah sebesar 23,8%, siswa yang bermotivasi belajar sedang sebesar 57,2% dan siswa yang bermotivasi belajar tinggi sebesar 19%. Pada siklus kedua terjadi perubahan yang cukup signifikan, yakni terjadi pengurangan jumlah siswa yang bermotivasi belajar fisika rendah dari 10 orang menjadi 5 orang (berkurang 50%), jumlah siswa yang bermotivasi belajar Fisika sedang berkurang dari 24 menjadi 20 orang (turun 16%) dan jumlah siswa yang bermotivasi belajar Fisika tinggi meningkat dari 8 menjadi 17 orang (naik 53%) Dari hasil analisis evaluasi belajar akhir siklus, prosentase siswa yang me- menuhi KKM 71,43%) pada siklus pertama meningkat menjadi 85,71% pada siklus kedua.

Panorama reading strategy and second language content-area reading comprehension skill of students across cognitive styles and gender / Ika Fitriani

 

ABSTRAK Fitriani, Ika. 2015. Strategi PANORAMAterhadap Pemahaman Siswa dalam Membaca Konten Berbahasa Inggris ditinjau dari Gaya Kognitif dan Gender.Magister Tesis,Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Gunadi Harry Sulistyo, M.A., (II) Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A. Kata Kunci:PANORAMA, membaca konten, gaya kognitif, gender Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuasi dengan desain faktorial 2x2x2 yang bertujuan untuk menginvestigasi efek variabel bebasdari strategi membaca bernama PANORAMA yang terdiri atas Purpose, Adaptability, Need to pose questions, Overview, Read and Relate, Annotate, Memorize, danAssess,dibandingkan dengan strategi menerjemahkan dan membaca nyaring (yang kemudian disebut sebagai TRA)dalam memahami bacaan konten berbahasa Inggrisditinjau dari gaya kognitif dan gender siswa. Group Embedded Figure Test (GEFT), tes membaca berbentuk soal objektif, dan kuesioner digunakan sebagai instrumen dalam proses pengumpulan data. Subjek dari penelitian ini adalah kelas VIII-B dan VIII-C di SMPN 1 Batu.Diakhir proses eksperimen, dua kelompok diberipost-testyang hasilnya digunakan sebagai dasar dalam uji hipotesis. Jika nilai p hitung kurang dari .05 berarti kelompok eksperimen secara signifikan berbeda dengan kelompok kontrol. Setelah proses perhitungan statistik, diketahui bahwaperbedaan kelas eksperimenyangdiajar dengan menggunakan PANORAMA dan kelas kontrol yang yang diajar dengan menggunakan TRA tidak signifikan dengan nilai hitung.901,perbedaan siswa dengan gaya kognitif FD dan FI dalam hal membaca pemahaman konten juga tidak signifikan dengan nilai hitung .387, perbedaan tingkat membaca pemahaman dengan memperhatikan variabel gender (pria dan wanita) juga menunjukkan nilai yang tidak signifikan yaitudengan nilai hitung .100, serta tidak ada interaksi antar variabel (strategi membaca, gaya kognitif, dan gender) sebagaimana ditunjukkan oleh nilai hitung yaitu .347. Hasil yang tidak signifikan antara dua kelompok disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: langkah-langkah pengajaran membaca yang mirip antara kelompok eksperimental dengan kelompok kontrol yaitu dengan menggunakan tahap pre-reading, whilst-reading, dan post-reading. Tahap menanya dalam pre-reading juga mampu memfasilitasi siswa FD untuk mengaktivasi pengetahuan awal yang berperan besar dalam memahami teks. Kegiatan pembelajaran yang didesain secara berkelompok selama proses eksperimen juga memberikan keuntungan bagi siswa FD karena mereka akan mendapatkan hasil belajar yang lebih optimal jika bekerja dalam kelompok dibandingkan dengan kerja individu. Selanjutnya, gender juga tidak mempengaruhi kemampuan siswa dalam membacapemahaman, namun kualitas proses pembelajaran yang berperan dalam mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran. Pada proses analisis selanjutnyapada pengaruh masing-masing faktor, ditemukan bahwa diantara ketiga variabel bebas (strategi membaca, gaya kognitif, dan gender), gaya kognitif paling mendominasi dibandingkan dengan dua variabel bebas lainnya dengan nilai persentase 17,56%. Diketahui pula bahwa kombinasi faktor antara PANORAMA-wanita dan PANORAMA-FI merupakan kombinasi yang paling tinggi dominasinya dibandingkan dengan kombinasi antar faktor lain, yaitu dengan nilai 48% dan 23%. Selanjutnya, walaupun temuan menyatakan perbedaan yang tidak signifikan, berdasarkan hasil dari kuesioner siswa,ditemukan bahwa PANORAMA mendapatrespon positif dengan nilai keseluruhankuesioner 89.64. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwaPANORAMAdapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi membaca untuk membantu siswa memahami bacaan konten berbahasa Inggris, mengasosiasikan apa yang dibaca siswadengan pengetahuan awal, mengurangi kebosanan selama proses pembelajaran, meningkatkan rasa percaya diri siswa, memberikan pengalaman belajar yang bervariasi, serta menciptakan pembelajaran yang lebih hidup dan bermakna.

Perencanaan turbin uap Curtis satu tingkat tekanan dua tingkat kecepatan
oleh Udi Riyantri

 

Perencanaan motor diesel empat langkah sebagai penggerak generator
oleh R. Fauzaniar Sam S

 

Nilai-nilai pendidikan karakter religius dalam novel-novel karya Tere Liye / Khoirun Nifan

 

Perencanaan pompa sentrifugal single suction
tugas akhir utama
oleh Edy Santoso

 

Perencanaan perangkat roda gigi
Setijono

 

Upaya peningkatan kemampuan siswa menulis laporan hasil wawancara melalui pedoman wawancara di kelas V SDN Wedoro 1 Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan / Wensislaus Labok

 

Kata Kunci: kemampuan, menulis, pedoman, laporan, SD Keterampilan menulis itu sulit, tetapi peranannya dalam kehidupan manusia sangat penting dalam masyarakat sepanjang zaman. Kegiatan menulis dapat ditemukan dalam aktivitas manusia setiap hari, seperti menulis surat, laporan, buku, artikel, dan sebagainya. Dapat dikatakan, bahwa kehidupan manusia hampir tidak bisa dipisahkan dari kegiatan menulis. Menulis laporan hasil wawancara yang digunakan dalam penelitian ini melalui pedoman wawancara, karena kemampuan menulis siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SDN Wedoro I masih rendah. Tujuan dalam penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan aktivitas siswa kelas V SDN Wedoro 1 kecamatan Pandaan dalam menulis laporan hasil wawancara melalui pedoman wawancara pada pembelajaran Bahasa Indonesia, (2) mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menulis laporan hasil wawancara di kelas V SDN Wedoro 1 Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan, setelah pedoman wawancara diterapkan pada materi pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus di SDN Wedoro I kecamatan Pandaan kabupaten Pasuruan. Siklus I dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 26 Mei 2010 dan dilaksanakan siklus II pada hari Kamis, tanggal 3 Juni 2010. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dan mengacu pada rancangan penelitian desain PTK model Kemmis dan Taggart. Data yang telah terkumpul akan dianalisis secara deskriptif, baik deskriptif kualitatif maupun deskriptif kuantitatif. Hasil evaluasi kemampuan menulis dalam penelitian ini adalah Kemampuan menulis siswa yang diperoleh pada pra tindakan, secara klasikal adalah 59,78%. Sedangkan pada siklus I kemampuan menulis siswa secara klasikal meningkat menjadi 6,60%. Pada siklus II kemampuan menulis siswa secara klasikal meningkat menjadi 8,60%. Penggunaan pedoman wawancara dalam penelitian ini, dapat meningkatkan aktivitas dan kemampuan siswa kelas V SDN Wedoro I dalam menulis laporan hasil wawancara.

Perencanaan turbin uap curtis satu tingkat tekanan dua tingkat kecepatan
oleh Muchlish Siddiq

 

Analisis tokoh latar dan alur pada kisah Nabi Yusuf dalam Al-Qur'an
oleh Asyharul Muttaqin

 

Pengaruh keefektifan manajemen kelas terhadap partisipasi siswa dalam pembelajaran di SMPN se-kecamatan Talun Kabupaten Blitar / Nisaul Ummah

 

ABSTRAK Ummah, Nisaul. 2016. Pengaruh Keefektifan Manajemen Kelas terhadap Partisipasi Siswa dalam Pembelajaran di SMPN se-Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan. Dosen Pembimbing: (I) Drs. H. Burhanuddin, M.Ed, Ph.D, (II) Teguh Triwiyanto, S.Pd, M.Pd Kata kunci: manajemen kelas, partisipasi siswa Manajemen Mengelola kelas merupakan salah satu tugas guru yang perlu diperhatikan, karena penting bagi penciptaan situasi pendukung suasana pembelajaran. Suasana tersebut diharapkan mampu mendorong partisipasi siswa, sehingga siswa mampu mengikuti proses pembelajaran yang diberikan oleh guru secara optimal. Partisipasi siswa dalam pembelajaran, yaitu meliputi bertanya hal yang belum jelas, mencatat, mendengar, berfikir, membaca, dan segala kegiatan yang dilakukan yang dapat menunjang prestasi belajar. Keefektifan manajemen kelas diharapkan mampu memengaruhi siswa untuk aktif berpartisipasi dalam aktivitas pembelajaran. Tujuan penelitian ini: (1) Mengukur sejauh mana keefektifan manajemen kelas di SMPN se-Kecamatan Talun, (2) Sejauh mana partisipasi siswa dalam pembelajaran SMPN se-Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, (3) Menjelaskan sejauh mana pengaruh keefektifan manajemen kelas terhadap tingkat partisipasi siswa dalam proses pembelajaran di SMPN se-Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan metode penelitian ini berupa survei. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas VIII SMPN se-Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Penentuan sampel dengan teknik simple random sampling. Berdasarkan teknik tersebut, diperoleh sampel SMPN 1 Talun sebanyak 70 siswa dan SMPN 2 Talun sebanyak 65 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup. Uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach yang menunjukkan indeks reliabilitas 0,923 untuk manajemen kelas dan 0,727 untuk partisipasi siswa. Sebelum dilakukan analisis data, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas yang menunjukkan, bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh keefektifan manajemen kelas terhadap partisipasi siswa dalam pembelajaran di SMPN se-Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Hasil tersebut dapat ditunjukkan melalui uji hipotesis dengan uji t-Test dan dapat diketahui hasil perhitungan didapatkan nilai Thitung sebesar 0,379 dan Ttabel sebesar 1,656, nilai ttabel diperoleh dari df = 135 - 2 (variabel) - 1. Karena nilai Thitung< Ttabel, maka kesimpulan yang didapat yaitu terdapat pengaruh keefektifan manajemen kelas terhadap partisipasi siswa dalam pembelajaran di SMPN se-Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Implikasi penelitian ini, yaitu: (1) Pendekatan manajemen kelas sudah baik, akan tetapi perlu ditingkatkan lagi agar menjadi lebih baik dan lebih maksimal, (2) Perlu melatih guru dalam mendalami manajemen kelas untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, dan (3) Perlu adanya inovasi-inovasi tentang pelaksanaan manajemen kelas untuk membangkitkan kinerja guru dalam proses belajar-mengajar. Demikian saran penelitian ini yaitu (1) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, sebaiknya membuat kebijakan baru untuk memberikan pelatihan secara berkala tentang manajemen kelas yang baik untuk proses pembelajaran siswa di kelas. Selain itu, Kepala Dinas membina kepala sekolah tentang bagaimana melakukan manajemen kelas yang baik agar dapat membimbing guru secara langsung. (2) Kepala SMPN se-Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, sebaiknya lebih sering melakukan kunjungan kelas untuk memantau langsung bagaimana manajemen kelas yang dilakukan guru. Memberikan kesempatan seminar atau workshop kepada guru agar dapat memahami dan mendalami manajemen kelas yang baik secara lebih mendalam. (3) Mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan, sebaiknya mendalami manajemen kelas dengan maksimal agar dapat menciptakan inovasi manajemen kelas yang ideal untuk siswa dan mudah untuk dilaksanakan oleh guru pada saat proses pembelajaran. (4) Peneliti Lain sebaiknya melanjutkan penelitian tentang pengaruh manajemen kelas dengan bidang lainnya yang lebih relevan.

Perencanaan turbin mikrohidro type cross flow
disusun oleh Sucipto

 

Perencanaan pompa sentrifugal (tugas akhir utama)
Pamuji Joko Suharto

 

Kritik formalistik terhadap karya lukis Bara Widjaya yang berjudul mengusung hari depan dan menangkap dari belakang / Elok Santi Jesica

 

ABSTRAK Jesica, Elok Santi. 2015. Kritik Formalistik Terhadap Karya Lukis Bara Widjaya Yang Berjudul Mengusung Hari Depan dan Menangkap dari Belakang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triyono Widodo, M. Sn, (II) Drs. Eko Budi Winarno. Kata Kunci: karya lukis, kritik formalistik Karya lukis yang berjudul ”Mengusung Hari Depan” (2013) dan “Menangkap dari Belakang” (2009) merupakan karya dari Bara Widjaya yang memiliki perbedaan karakter dalam pemilihan bentuk, warna dan susunan. Hal tersebut membuatnya memiliki daya tarik dan menimbulkan keinginan untuk mendalami dari aspek pemvisualan objek, komposisi, penafsiran dan karakter pemilihan media estetik. Berkaitan dengan hal tersebut dilaksanakan penelitian yang mengkaji visual dari karya lukis “Mengusung Hari Depan” dan “Menangkap dari Belakang”. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk memaparkan pertimbangan penilaian formalisme mengenai karya lukis Bara Widjaya yang berjudul “Mengusung Hari Depan” dan “Menangkap dari Belakang” berdasarkan tahapan kritik formalistik yang mencakup deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif pendekatan kritik formalistik dengan instrumen berupa lembar wawancara, lembar observasi, dan peneliti. Pengumpulan data primer dilakukan dengan observasi yang didukung dengan wawancara dan dokumentasi. Data dari penelitian ini berupa data objektif (deskripsi dan analisis formal) dan data afektif (interpretasi). Kegiatan analisis data dilakukan dengan pendeskripsian, kemudian analisa formal dan interpretasi karya. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara triangulasi data dengan cara menghubungkan hasil paparan data dengan objek yang diteliti dan teori yang relevan. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil bahwa (1) lukisan “Mengusung Hari Depan” condong pada kesan “rasa ketimur-timuran”, sedangkan lukisan “Menangkap dari Belakang” condong pada kesan “rasa kebarat-baratan” (2) karya seni lukis “Menangkap dari Belakang” dominan menggunakan warna dengan intensitas tinggi, sedangkan karya “Mengusung Hari Depan” dominan menggunakan warna dengan value rendah (3) Lukisan “Mengusung Hari Depan” memaparkan sebuah gagasan mengenai harapan sedangkan lukisan “Menangkap dari Belakang” condong pada pengungkapan kegelisahan seniman mengenai suatu peristiwa yang sedang aktual pada masa lukisan tersebut diciptakan (4) Perbedaan pemilihan karakter media estetik dilakukan untuk mendukung gagasan yang ingin diungkapkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu bahan refleksi oleh seniman terhadap karya lukisnya yang berjudul “Mengusung Hari Depan” dan “Menangkap Dari Belakang”. Bagi peneliti yang akan melakukan kajian pada seniman yang sama dan karya yang sama disarankan untuk mengkaji dengan pendekatan holistik dan atau semiotik sehingga menambah kekayaan informasi.

Perencanaan konstruksi I
oleh I Dewa Gde Sukerta

 

Pengaruh model pembelajaran reciprocal teaching terhadap hasil belajar geografi siswa SMAK Santa Maria Malang / Maria Floriani Mongko

 

ABSTRAK Mongko, Maria Floriani. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Reciprocal Teaching terhadapHasilBelajarGeografiSiswaSekolahMenengahAtasKatolik (SMAK) Santa Maria Malang.Tesis. Program StudiPendidikanGeografi, Pascasarjana, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ach. Fatchan, M.Pd., M.P., (II) Dr. Budijanto, M.Sos. Kata Kunci: Reciprocal Teaching, EksperimenSemu, HasilBelajarGeografi Model pembelajaranReciprocal Teaching lebihmenekankanpada proses. Melaluikegiatanmembacauntukmembangunpemahamansiswaterhadapmaknatekskarenaempatkomponenutamadari model inidirancanguntukmengarahkansiswamemahamibacaan.Penggunaan model pembelajaranReciprocal Teaching memberikanmanfaat agar siswaberinteraksibaikdengan guru maupunantartemanuntukmendiskusikandanmengklarifikasipemahamansehinggasiswamampumemonitor, mengaturdanmengevaluasi proses belajarnyasendiri (self regulation). Dengandemikiandapatmenumbuhkan rasa tanggungjawabsiswasertamampubelajarsecaramandiri. Penelitianinibertujuanuntukmenganalisispengaruh model pembelajaranReciprocal Teaching terhadaphasilbelajargeografisiswa SMAK St. Maria Malang padamateridinamikadanmasalahkependudukan di Indonesia.Penelitiandirancangdengansuatupenelitianeksperimensemu.MelibatkanduakelompokpenelitianyaknikontroldaneksperimendengandesainNonequivalent Control Group Desain, menggunakanPretest danPostestuntukmengukurhasilbelajar.Subyekpenelitiansiswakelas XI IIS SMAK St. Maria Malang,kelas XI IIS4 sebagaikelaseksperimendankelas XI IIS2sebagaikelaskontrol. Analisisdata menggunakananalisisuji-t denganbantuan program SPSS 15.0 for windowsevaluation version. Berdasarkanhasilanalisis data denganmenggunakanuji-t menunjukkanbahwanilaiprobabilitas = 0.024atau p < 0,05. Artinya H0 ditolakdan H1diterima.Rata-rata perolehangain scoreuntukkelaseksperimen18.2 lebihbesardarikelaskontrol15.5.Dapatdiambilkesimpulanbahwa model pembelajaranReciprocal Teachingmemberikanpengaruh yang signifikanterhadaphasilbelajarsiswaSMAK St. Maria Malang.Berdasarkankesimpulan yang telahdiuraikan, maka saran yang dapatdiajukanadalah: (1) model pembelajaranReciprocal Teaching dapatmembantusiswameningkatkanhasilbelajar. Harapan agar guru menerapkan model inidalampembelajaran; (2) model Reciprocal Teaching inisangatcocokdigunakanuntuksetiappokokbahasan yang mengandungsubstansimateridenganbacaan yang banyakkarenadenganempatkegiatanpokok yang terkandungdalam model iniakansangatmembantusiswamemahamimateridenganbaikdandapatmengatasikejenuhansiswasaatmembaca; (3) model Reciprocal Teaching inidapatditelitipadavariabel-variabel lain sehinggamengetahuikelemahan-kelemahansiswasaatbelajar yang menyebabkanrendahnyaprestasiatauhasilbelajarsiswa; (4) model Reciprocal Teaching inimemilikikelemahanpadapenggunaanwaktu. Harapandalammenggunakan model ini agar dirancangsecarakhususdenganpenggunaanwaktu yang relatif lama.

Perencanaan mesin produksi pompa disel empat langkah sebagai penggerak pompa
oleh Eddy Sulistiyono

 

Perencanaan pompa sentrifugal
oleh Sumarli

 

Pengembangan model pembelajaran tematik berbasis membaca, menulis, dan berhitung kelas III sekolah dasar / Mohammad Ilyas

 

Kata Kunci: Pembelajaran Tematik, Membaca, Menulis, Berhitung. Pembelajaran tematik berbasis membaca, menulis, dan berhitung merupakan tuntutan sekaligus sebagai solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi siswa kelas-kelas awal/khususnya kelas III sekolah dasar. Pola pikir siswa kelas III masih cenderung melihat/memandang segala sesuatu sebagai satu keutuhan. Namun, cara belajarnya sudah dipolakan terpisah-pisah. Ketidaksesuaian antara karakteristik berpikir siswa dengan cara belajarnya cenderung mengakibatkan kemampuan berpikirnya kurang dapat berkembang secara maksimal yang akhirnya dapat menyebabkan kegagalan studinya. Pembelajaran tematik berbasis membaca, menulis, dan berhitung terbukti sejalan dengan karakteristik berpikir siswa. Melalui pembelajaran tematik berbasis membaca, menulis, dan berhitung, siswa dapat memahami berbagai konsep mata pelajaran sebagai satu keutuhan makna dalam teks/tema. Sejalan dengan masalah tersebut, tujuan penelitian pengembangan ini adalah mengembangkan model pembelajaran tematik melalui kegiatan membaca, menulis, dan berhitung untuk kelas III sekolah dasar. Fokus pengembangan adalah (1) bahan pembelajaran tematik yang dilengkapi dengan (2) perencanaan pembelajaran (silabus dan RPP), (3) petunjuk guru. Untuk memcapai tujuan tersebut digunakan desain model Reflective, Recursive Design and Development (R2D2). Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu tahap pendefinisian, tahap desain dan pengembangan, tahap deseminasi. Uji produk penelitian pengembangan ini dilakukan dengan dua cara, yaitu uji coba produk dengan validasi teoretik dan validasi empirik, dan uji eksperimentasi. Validasi teoretik melibatkan para ahli dan praktisi. Para ahli terdiri atas: ahli teknologi pembelajaran, ahli pembelajaran tematik dan pembelajaran Bahasa Indonesia sekolah dasar, ahli pembelajaran bahasa, Ahli kesekolahdasaran, ahli pembelajaran Matematika sekolah dasar, ahli pembelajaran IPA, ahli pembelajaran IPS sekolah dasar, ahli pembelajaran PKn. Para praktisi yang dilibatkan terdiri atas para guru kelas III sekolah dasar dan siswa kelas III sekolah dasar. Validasi empirik dilakukan secara berulang sampai ditemukan produk yang memadai. Uji eksperimentasi produk dilakukan dengan teknik praeksperimen. Data penelitian ini terdiri atas dua macam, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik (1) dokumentasi, (2) observasi, dan (3) tes/tugas. Data kualitatif terdiri atas: dokumen, catatan lapangan, dan saran/petunjuk para ahli. Data kualitatif tersebut dianalisis dengan teknik analisis domain dengan prinsip kritis, kreatif, dan reflektif. Data kuantitatif terdiri atas: data uji validitas dan reliabilitas butir soal, data uji kelompok terbatas, data uji lapangan, dan data uji efektivitas. Data kuantitatip tersebut dianalisis dengan metode statistik deskriptif untuk mengetahui persentase jawaban siswa, para ahli, dan guru. Data uji validitas dan reliabilitas butir soal terdiri atas: data butir soal uraian dan data butir soal pilihan ganda. Data butir soal uraian dianalisis dengan korelasi product moment dengan angka kasar melalui program SPSS 16.00 for windows. Data butir soal pilihan ganda dianalisis melalui program ‘Anates’ versi 4.0.2.Oktober 2003. Data uji lapangan dan uji efektivitas bahan pembelajaran dihitung dengan uji-t sampel berpasangan melalui program SPSS 16.00 for windows. Hasil pengembangan ini adalah perangkat pembelajaran tematik untuk kelas III sekolah dasar dan deskripsi efektifitasnya. Perangkat pembelajaran tematik tersebut meliputi (1) Bahan Pembelajaran Tematik Berbasis Membaca, Menulis, dan Berhitung; (2) Perencanaa Pembelajaran yang terdiri dari silabus dan RPP; (3) Petunjuk Guru (4) Alat penilaian. Bahan Pembelajaran Tematik Berbasis Membaca, Menulis, dan Berhitung efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III sekolah dasar. Bahan pembelajaran yang dikembangkan terdiri atas bahan bacaan dan bahan pembelajaran menulis. Bahan bacaan terdiri atas: teks, alat tes. Hasil uji coba menunjukkan bahwa bahan pembelajaran yang dikembangkan layak untuk siswa kalas III sekolah dasar. Teks yang dikembangkan layak untuk bahan bacaan siswa. Alat tes pemahaman isi teks juga layak untuk siswa. Hasil validasi para ahli dan praktisi menunjukkan layak untuk siswa. Hasil uji lapangan menunjukkan efektif untuk pembelajaran siswa. Hasil eksperimen juga menunjukkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil validasi silabus oleh para ahli menunjukkan layak. Hasil validasi guru kelas juga menyatakan mudah dipahami dan mudah dilaksanakan dalam pembelajaran kelas III sekolah dasar. Hasil validasi rencana pelaksanaan pembelajaran oleh para ahli menunjukkan layak dan guru kelas menyatakan mudah dipahami dan mudah dilaksanakan dalam pembelajaran kelas III sekolah dasar. Hasil validasi petunjuk guru pembelajaran tematik BMMB oleh para ahli menunjukkan layak dan guru kelas menyatakan mudah dipahami dan mudah dilaksanakan dalam pembelajaran kelas III sekolah dasar. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa produk pengembangan ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dari hasil analisis statistik keenam model menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor prates dengan skor postes. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran tematik berbasis membaca, menulis, dan berhitung efektif digunakan dalam pembelajaran siswa kelas III sekolah dasar.

Perencanaan mesin produksi motor diesel empat tak
oleh Suparni

 

Pengembangan media pembelajaran multimedia interaktif pokok bahasan reaksi redoks dan elektrokimia mata pelajaran kimia SMA kelas XII / Nur Kumala Sari

 

ABSTRAK Sari, Nur Kumala. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Pokok Bahasan Reaksi Redoks dan Elektrokimia Mata Pelajaran Kimia SMA Kelas XII. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Oktavia Sulistina, S.Pd., M.Pd., (2) Drs. H. Ridwan Joharmawan, M.Si. Kata kunci: kimia, media pembelajaran, reaksi redoks dan elektrokimia Reaksi redoks dan elektrokimia merupakan pokok bahasan dalam ilmu kimia yang bersifat kompleks, karena materinya yang rumit dan konsepnya yang abstrak. Hal ini yang menyebabkan peserta didik sering kali mengalami kesulitan dalam mempelajari materi tersebut. Berdasarkan studi pustaka yang dilakukan, ditemukan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam mempelajari materi reaksi redoks dan elektrokimia karena pembelajaran kimia umumnya hanya dihadapkan pada konsep makroskopis dan simbolis. Selain itu, sumber belajar yang digunakan belum mampu menggambarkan konsep sub-mikroskopis. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang mampu memberikan visualisasi fenomena kimia pada tingkat makroskopis, sub-mikroskopis, dan simbolis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran kimia berbasis flash pada pokok bahasan reaksi redoks dan elektrokimia. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan 4-D Thiagarajan yang terdiri dari empat tahap, yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Namun, tahap ke empat dari model pengembangan ini yaitu tahap penyebaran belum dilaksanakan. Penilaian terhadap produk penelitian dilakukan melalui validasi dan uji keterbacaan media. Validasi media dilakukan oleh 1 orang dosen dan 2 orang guru, sedangkan validasi soal dilakukan oleh 2 orang guru. Aspek yang dinilai dalam proses validasi meliputi tampilan desain, isi materi, dan kejelasan soal. Data hasil penelitian berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif merupakan nilai rata-rata angket dari validator dan subjek uji coba keterbacaan, sedangkan data kualitatif berupa tanggapan, kritikan, maupun saran terkait desain dan materi yang disajikan dalam media. Hasil penelitian pengembangan ini berupa media pembelajaran multimedia interaktif pada pokok bahasan reaksi redoks dan elektrokimia. Hasil validasi yang diperoleh dari segi desain media sebesar 4,66 (93,2%), dari segi isi materi sebesar 4,78 (95,6%), dan dari segi kejelasan soal sebesar 84,0%, yang memenuhi kriteria layak. Sedangkan hasil uji keterbacaan yang diperoleh sebesar 4,21 (84,3%) yang memenuhi kriteria layak. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu melakukan tahap penyebaran (disseminate) melalui uji efektivitas media pembelajaran.

Diagnosis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal pola bilangan dan pemberian scaffolding / Tatik Octiarsih Kartika Puji Rahayu

 

ABSTRAK Rahayu, Tatik Octiarsih Kartika Puji. 2015. Diagnosis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Pola Bilangan dan Pemberian Scaffolding. Tesis, Jurusan Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Abdur Rahman As’ari, M.Pd., M.A., (II) Dr. Sisworo, S.Pd., M.Si. Kata kunci: Diagnosis kesulitan, Scaffolding Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal pola bilangan dan pemberian scaffolding-nya. Sifat dari penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 orang siswa. Pemilihan subjek didasarkan pada kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal diagnostik. Soal diagnostik yang diberikan dalam penelitian ini adalah dua masalah yang berkaitan dengan pola bilangan. Proses diagnosis yang dilakukan mengacu pada langkah-langkah penyelesaian masalah oleh Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Pemberian scaffolding dalam penelitian ini mengacu pada level environmental provisions, level explaining, reviewing, dan restructuring, serta level developing conceptual thinking yang dikemukakan oleh Anghileri (2006). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa dalam menyelesaikan soal pola bilangan siswa mengalami beberapa kesulitan. Kesulitan tersebut diantaranya adalah kesulitan dalam menyatakan apa yang diketahui dan ditanyakan, kesulitan dalam mengkaitkan konsep matematika yang telah dipelajari, kesulitan dalam proses penentuan rumus fungsi suku ke-n, serta kesulitan dalam mengkomunikasikan jawaban. Scaffolding yang diberikan untuk mengatasi kesulitan siswa tersebut mengacu pada level 2 dan 3 yang dikemukakan Anghileri (2006) yaitu explaining, reviewing, dan restructuring, serta developing conceptual thinking. Untuk itu peneliti menyarankan kepada guru untuk melakukan diagnosis terhadap kesulitan yang dialami siswa dan memberikan solusi untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu solusi yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan scaffolding. Selain itu, guru hendaknya memberikan lebih banyak latihan soal kepada siswa berkaitan dengan materi pola bilangan.

Perencanaan perangkat roda gigi (gear box)
oleh Tri Budi Suprapto

 

Implementing snowball throwing teaching technique to enhance the fifth graders' vocabulary mastery of SDN Jombang 3 Jombang / Sakhi Herwiana

 

ABSTRAK Herwiana, Sakhi. 2015. Menerapkan Teknik Mengajar Snowball Throwing untuk Meningkatkan Penguasaan Kosa Kata Siswa Kelas Lima di SDN Jombang 3 Jombang. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sri Rachmajanti, Dip TESL., M.Pd., (II) Dr. Enny Irawati, M.Pd. Kata Kunci: kosa kata, snowball throwing, pembelajar muda. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana penggunaan teknik mengajar snowball throwing dapat diterapkan untuk meningkatkan penguasaan kosa kata pada siswa kelas 5 di SDN Jombang 3 Jombang. Desain penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dimana peneliti dan guru Bahasa Inggris bekerjasama dalam penelitian. Peneliti bertindak sebagai guru dan guru Bahasa Inggris sebagai pengamat. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus dengan menggunakan prosedur sebagai berikut: perencanaan, penerapan, pengamatan dan refleksi. Ada 5 pertemuan dalam satu siklus yaitu 4 pertemuan untuk penerapan teknik mengajar snowball throwing dan satu pertemuan untuk pelaksanaan tes kosa kata. Data penelitian diambil dari beberapa intrumen yaitu: tes kosa kata, angket siswa, lembar observasi dan catatan lapangan. Hasil temuan menunjukkan bahwa teknik pengajaran snowball throwing dapat meningkatkan penguasaan kosa kata pada anak. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil tes, keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran dan respon siswa. Hasil nilai rata-rata dari tes kosa kata pada siklus pertama adalah 93.6 dan sembilan puluh delapan persen(98%) siswa telah mencapai kriteria sukses. Sebelum penerapan, hanya tiga puluh empat (34%) siswa yang dapat mencapai KKM yaitu 68. Berdasarkan hasil angket siswa dan lembar observasi, semua murid terlibat aktif dalam pelaksanaan snowball throwing. Mereka menunjukkan sikap senang dan tertarik dalam belajar Bahasa Inggris dengan menggunakan teknik ini. Dalam mengajar, guru menggunakan tiga tahapan dalam kegiatan utama di Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Di awal kegiatan, guru memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan lagu audio-visual yang diberikan untuk mengarahkan pengetahuan dasar siswa. Kemudian, guru memberikan penjelasan dan pengucapan kata-kata berdasarkan gambar yang diikuti oleh siswa. Guru juga memberikan contoh penggunaan kata-kata dalam kalimat sederhana. Pada kegiatan inti, guru memberikan contoh bagaimana cara bermain snowball throwing. Kemudian, siswa mempraktekkan snowball throwing dengan berkelompok. Ketika siswa sedang melaksanakan teknik tersebut, guru mengamati jawaban siswa. Siswa diperbolehkan untuk bertanya kepada guru jika menemukan kesulitan, jadi peran guru adalah membimbing dan membantu para siswa. Di akhir kegiatan, siswa diberi kuis dan mereka mengerjakannya secara individu. Kesimpulannya, penggunaan teknik mengajar snowball throwing dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk mengingat kosa kata. Teknik ini juga mendorong siswa menjadi aktif di dalam kelas. Mereka menunjukkan kerjasama yang baik dalam kelompok. Strategi ini dianjurkan untuk guru Bahasa Inggris sebagai salah satu strategi alternatif dalam mengajar untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengingat kosa kata dengan cara yang menyenangkan. Selain itu, teknik ini dapat digunakan untuk peneliti selanjutnya, mereka bisa menggunakan penelitian ini sebagai referensi yang sesuai dalam melaksanakan penelitian untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengingat kosa kata dengan teknik snowball throwing di sekolah dasar. Selain itu, disarankan juga agar peneliti lainnya untuk menggunakan penelitian yang sama, untuk mengajar pembelajar muda dengan tingkatan siswa yang berbeda. Peneliti lain boleh meningkatkan dan mengkombinasikan teknik yang sesuai dengan siswa. Untuk pembuat kebijakan dan kurikulum pendidikan, mereka bisa menganjurkan teknik mengajar yang sesuai dengan siswa sekolah dasar dalam membuat rencana pengajaran dan buku Bahasa Inggris agar guru Bahasa Inggris mengetahui teknik mengajar yang sesuai dengan pembelajar muda. Selain manfaat, ada beberapa kendala dalam melaksanakan penelitian. Pertama adalah guru harus mempertimbangkan berapa banyak kosa kata yang akan digunakan dalam aktifitas. Semakin banyak kosa kata yang digunakan maka akan semakin banyak waktu yang diperlukan. Kedua, jumlah siswa dalam kelompok akan membawa dampak dalam keberhasilan pelaksanaan teknik ini. Akan lebih baik jika siswa bekerjasama tidak lebih dari sepuluh siswa dalam satu kelompok.

perencanaan motor bensin dua tak untuk penggerak generator
oleh I Gusti Putu Suranata

 

Pengembangan media animasi pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Jerman materi pokok penggunanaan kasus askusatif dan nominatif kelas XI SMA Negeri 1 Bantur / Dwi Lala Santi

 

Kata kunci: pengembangan, media, artikel Dalam suatu proses pembelajaran di sekolah, media merupakan salah satu komponen sumber belajar yang turut menentukan keberhasilan penyelenggaraan pembelajaran. Media sebagai bagian integral sistem pembelajaran maka kedudukannya tidak dapat dipisahkan. Atau dengan kata lain, kegiatan pembelajaran tidak akan berlangsung dengan baik tanpa media pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran yang dapat memberikan solusi bagi siswa dalam mempelajari materi bahasa Jerman khususnya, pada materi pokok penggunaan Artikel Akusatif dan Nominatif. Kegiatan pengembangan ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan dan kegiatan validasi pada ahli media, ahli materi, dan siswa. Hasil dari penelitian pengembangan ini adalah media dapat digunakan dalam pembelajaran dengan sedikit revisi. Menurut ahli media, media sudah valid dengan prosentase sebesar 93,75%. Ahli materi berpendapat bahwa media valid dengan prosentase sebesar 92,42%. Siswa juga berpendapat sama, yakni media valid dengan prosentase sebesar 82,50%. Selain itu nilai rata-rata siswa pada lembar latihan sebesar 89,05 dari 19 siswa. Hal ini menunjukkan media pembelajaran cukup memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan belajar siswa dalam memahami materi, maka dapat disimpulkan bahwa media animasi pembelajaran ini sangat efektif digunakan dalam pembelajaran siswa. Berdasarkan penelitian pengembangan yang telah dilakukan, pengembang menyarankan dalam pemanfaatan lebih lanjut dapat mengembangkan media pembelajaran menjadi lebih baik lagi, tepat guna sehingga, media yang dikembangkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.

Perencanaan pompa sentrifugal
oleh Sutikno

 

Sistem kendali ruang belajar berbasis smartphone dengan operating system android / Sudianto

 

ABSTRAK Sudianto. 2015. Sistem Kendali Ruang Belajar Berbasis Smartphone Dengan Operating System Android. Pembimbing (1) Dr. Eng. Siti Sendari, S.T., M.T. Pembimbing (2) Didik Dwi Prasetya, S.T., M.T. Kata Kunci: Sistem Kendali, Ruang Belajar, Mikrokontroler, Android, Bluetooth Pada umumnya kendali perangkat elektronik masih banyak dilakukan secara manual. Salah satunya yaitu mematikan atau menghidupkan lampu pada ruang belajar harus menuju lokasi untuk menekan saklar. Pada ruang belajar juga masih minim pengaturan perangkat elektronik untuk mengatur kondisi ruang belajar agar ruang belajar menjadi nyaman. Untuk mengatasi hal itu, dapat memanfaatkan peran teknologi smartphone Android sebagai kendali jarak jauh layaknya home automation. Tujuan dari pengembangan ini adalah merancang dan membuat sistem kendali ruang belajar berbasis smartphone dengan operating system Android, Smartphone dapat mengendalikan perangkat elektronik pada ruang belajar secara jarak jauh tanpa menggunakan kabel. Perangkat elektronik pada ruang belajar tersebut meliputi lampu, kipas angin, dan jendela. Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan sistem kendali ruang belajar mengadaptasi metode pengembangan waterfall dalam Sommerville (2011) yang meliputi: (1) Penentuan dan analisis spesifikasi, (2) Desain sistem dan perangkat, (3) Implementasi dan uji coba unit, (4) Integrasi dan uji coba sistem, dan (5) Operasi dan pemeliharaan. Produk yang dihasilkan dari sistem kendali ruang belajar ini, terdiri dari software dan hardware. Untuk pengujian pada sistem kendali dilakukan pengujian secara per blok dan fungsionalitas. Subjek dari uji fungsionalitas meliputi ahli rekayasa perangkat lunak, dan ahli kendali perangkat keras. Berdasarkan hasil uji coba fungsionalitas terhadap aplikasi Android oleh masing-masing subjek coba diperoleh (1) Ahli rekayasa perangkat lunak 100% (2) Ahli kendali perangkat keras 100%. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan sistem kendali ruang belajar yang dikembangkan guna mempermudah untuk mengakses perangkat elektronik pada ruang belajar dinyatakan baik dan sesuai.

Perencanaan perangkat roda gigi (gear box)
tugas akhir utama
oleh Bambang Sutejo

 

Kemampuan ketrampilan menulis karangan melalui pendekatan kontekstual (CTL) siswa kelas V SD Kartika IV-6 Kota Malang / Budi Indrawan

 

Pengaruh motif opportunistic, signaling, dan regulation terhadap praktik manajemen laba (studi empiris pada perbankan umum konvensional yang listing di BEI) / Rahadias Danar Muria

 

Kata kunci : Opportunistic, signaling, regulation, manajemen laba. Agency problem pada perusahaan terjadi karena masalah pemisahan kepemilikan dan pengendalian. Investor akhirnya mengandalkan laporan keuangan sebagai dasar keputusan investasi. Berdasarkan asumsi bahwa manusia memiliki sifat self interest, bounded rationality, dan risk adverse pada agency theory dan adanya peluang memberikan asimetri informasi. Hal ini mendorong manajer melakukan manajemen laba melalui rekayasa pelaporan keuangan. Manajemen laba dilakukan atas dasar motif opportunistic (bonus plan, debt covenant, dan political cost), signaling, serta regulation. Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris pengaruh motif opportunistic, signaling, dan regulation terhadap praktik manajemen laba. Penelitian ini menggunakan populasi perbankan yang listing di BEI pada periode 2008 – 2011. Menggunakan metode purposive sampling, didapat sampel sebanyak 15 bank. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan periode 2008 – 2011 dan ICMD (Indonesian Capital Market Directory). Variabel bonus plan diukur menggunakan logaritma bonus, debt covenant diukur menggunakan debt to equity ratio, political cost diukur menggunakan logaritma total aset, signaling diukur menggunakan net income before extraordinary items, regulation diukur menggunakan capital adequacy ratio, dan manajemen laba diukur menggunakan specific accruals model Beaver dan Engel. Pengujian dilakukan baik secara parsial dan simultan menggunakan metode analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan Uji – F, secara simultan motif opportunistic, signaling, dan regulation berpengaruh terhadap praktik manajemen laba. Sementara hasil Uji – t menunjukkan bahwa secara parsial bonus plan, political cost, dan signaling berpengaruh positif terhadap praktik manajemen laba, namun debt covenant dan regulation tidak berpengaruh terhadap praktik manajemen laba.

Perbedaan hasil belajar hidrolisis garam siswa SMAN 1 Malang antara yang diajar menggunakan guide scientific inquiry dengan yang diajar menggunakan ekspositori / Nur Amalina

 

ABSTRAK Amalina, Nur. 2015. Perbedaan Hasil Belajar Hidrolisis Garam Siswa SMAN 1 Malang antara yang Diajar Menggunakan Guided Scietific Inquiry dengan yang Diajar Menggunakan Ekspositori. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Muntholib, S.Pd., M.Si. (II) Drs. Dermawan Afandy, M.Pd. Kata kunci : guided scientific inquiry, ekspositori, hasil belajar, hidrolisis garam. Kimia merupakan bagian dari sains yang mempelajari struktur, sifat, perubahan, dan energi yang menyertai perubahan materi. Salah satu materi pokok mata pelajaran kimia yang diajarkan di SMA adalah hidrolisis garam. Pengajaran materi hidrolisis garam masih dilakukan menggunakan pendekatan teacher centered yang menekankan pada hafalan. Proses pembelajaran ini biasa disebut dengan ekspositori. Menurut Ausabel, siswa cenderung akan lebih mudah memahami materi yang berasal dari pengalamannya sendiri (konstruktivistik). Salah satu model pembelajaran yang menerapkan prinsip konstruktivistik dan sejalan dengan Kurikulum 2013 adalah guided scientific inquiry. Guided scientific inquiry merupakan penerapan prinsip-prinsip guided inquiry dan scientific inquiry dalam pengajaran, memanfaatkan scientific method sebagai pendekatan pengajaran, siswa sebagai peneliti dan guru sebagai pembimbing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran hidrolisis garam yang diajar menggunakan guided scientific inquiry dan ekspositori serta untuk mengetahui perbedaan hasil belajar hidrolisis garam siswa yang diajar menggunakan guided scientific inquiry dengan yang diajar menggunakan ekspositori. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasy experimental design dengan posttest only design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 2 dan XI MIA 3 SMAN 1 Malang yang diambil berdasarkan kesamaan rata-rata pada materi sebelumnya. Satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen dibelajarkan menggunakan guided scientific inquiry dan kelas kontrol dibelajarkan menggunakan ekspositori. Instrumen penelitian berupa instrumen perlakuan (silabus, RPP, LKS, dan lembar keterlaksanaan) dan instrumen pengukuran (tes kognitif). Instrumen pengukuran terdiri dari 25 soal dengan tipe soal C1-C5. Perbedaan hasil belajar kedua kelas ditentukan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan: 1) keterlaksanaan pembelajaran dengan guided scientific inquiry diperoleh rata-rata sebesar 95,74% dan keterlaksanaan pembelajaran dengan ekspositori diperoleh rata-rata sebesar 94,03%, keduanya termasuk dalam kategori sangat baik, dan 2) ada perbedaan hasil belajar hidrolisis garam siswa yang diajar menggunakan guided scientific inquiry dengan yang diajar menggunakan ekspositori dengan hasil signifikansi sebesar 0,024 < 0,05. Rata-rata nilai hasil belajar siswa yang diajar menggunakan guided scientific inquiry ( =86,5) lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang diajar menggunakan ekspositori ( =80).

Perencanaan turbin uap Curtis satu tingkat tekanan dua tingkat kecepatan
tugas akhir utama
oleh Suwito

 

Pengembangan media CD animasi pembelajaran sains untuk siswa kelas IV semester I SDN I Bunulrejo Malang tahun ajaran 2009/2010 / Donna Boedi Maritasari

 

Kata Kunci: Pengembangan, Media CD Animasi, Pembelajaran, Sains Media CD animasi merupakan perwujudan dari multimedia pembelajaran, karena penyampaiannya mengandung unsur audio, visual serta gambar bergerak, sehingga dapat menarik minat pengguna. Hal ini didasari oleh asumsi dua-saluran yaitu audio dan visual. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SDN I Bunulrejo Malang, pada mata pelajaran sains untuk kelas IV, dalam mengajar guru menerapkan metode ceramah dan menggunakan gambar diam (statis). Dengan menggunakan metode tersebut siswa cenderung sulit memahami materi yang diberikan. Tujuan pengembangan media CD animasi pembelajaran ini adalah mengahasilkan sebuah CD sebagai salah satu alternatife media pembelajaran sains kelas IV SD yang efektif dalam pembelajaran. Karakteristik dari media CD animasi pembelajaran ini adalah terdapat komunikasi yang interaktif antara pengguna media, sehingga akan mendorong tingkat keaktifan siswa dalam belajar. Subjek uji coba dalam pengembangan media CD animasi pembelajaran ini adalah siswa kelas IV SDN I Bunulrejo Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Angket diberikan kepada seorang ahli media, seorang ahli materi dan siswa kelas IV SDN I Bunulrejo Malang untuk mengukur tingkat kevalidan media yang telah diproduksi. Sedangkan untuk mengukur hasil belajar siswa terhadap materi yang telah disajikan, dilakukan pre-test sebagai evaluasi sebelum menggunakan media dan post-test sebagai evaluasi setelah menggunakan media. Hasil pengembangan media CD animasi pembelajaran ini memenuhi criteria valid dengan hasil validasi ahli media mencapai tingkat kevalidan 85%, ahli materi mencapai tingkat kevalidan 82,5% dan siswa perseorangan mencapai tingkat kevalidan 89,16%. Sedangkan untuk hasil belajar menunjukkan bahwa terjadi peningkatan belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media animasi pembelajaran ini. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah siswa yang memenuhi SKM, siswa uji coba lapangan dari 50%sebelum menggunakan media CD animasi pembelajaran, menjadi 86,66% sesudah menggunakan media CD animasi pembelajaran. Sehingga media CD animasi pembelajaran ini bias dikatan efektif dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. i

Perencanaan pompa centrifugal multistage (empat tingkat)
oleh Teguh Abdullah Taufan

 

Keironisan eksploitasi dan pelestarian ikan hiu sebagai sumber inspirasi penciptaan keramik ekspresi / Beni Saputra

 

ABSTRAK Saputra, Beni. 2015. Keironisan Eksploitasi dan Pelestarian Ikan Hiu sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Keramik Ekspresi. Skripsi, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Purwatiningsih, M.Pd., (II) Drs. Eko Budi Winarno. Kata Kunci: Keironisan, eksploitasi hiu, pelestarian hiu, penciptaan, seni keramik Fenomena alam yang terjadi di laut khususnya kerusakan populasi hiu yang ada di Indonesia membuat pencipta merasakan kegelisahan akan keadaan tersebut. Perburuan sirip hiu di Indonesia cukup besar, hal tersebut karena permintaan pasar terhadap aneka olahan sirip hiu, daging hiu, tulang rawan bahkan minyak hati. Dari fenomena alam yang terjadi di Indonesia, pencipta mengolah kegelisahan tersebut menjadi sebuah karya seni. Pada penciptaan ini, pencipta terinspirasi dari sebuah permasalahan yakni terjadinya kerusakan populasi hiu sebagai sumber ide dalam penciptaan karya seni keramik. Seni keramik dipilih oleh pencipta sebagai media komunikasi visual dengan mempresentasikan karya seni keramik tersebut ke dalam sebuah pameran. Penciptaan karyaseni keramik yang diawali dari perenungan sebuah ide yang meliputi kajian sumber ide dan kajian karya terdahulu sebagai acuan dalam penciptaan seni keramik ini. Selanjutnya adalah penyusunan sebuah konsep bentuk dan teknik yang digunakan. Kemudian masuk dalam tahap proses visualisasi awal yang meliputi pembuatan sketsa alternatif, tahap selanjutnya adalah pembentukan wujud dan proses pembentukan karya yang dikonstruksi dengan teknik pinching dan teknik mengurangi atau sculpt.Setelah semua karya sudah jadi, tahap selanjutnya adalah memberikan deskripsi pada setiap karya meliputi bentuk dan makna yang terkandung di dalam setiap karya. Tahap selanjutnya adalah presentasi karya berupa dipamerkannya seluruh karya yang sudah diciptakan untuk diapresiasi oleh para apresiator. Hasil karya yang divisualisasikan menampilkan 8 karya seni keramik dengan media fisik tanah liat dengan media estetik berupa bentuk dan ruang, serta tekstur. Menggunakankarakteristik karya seni figuratifdan menggunakan tanah liat putih sebagai bahan dasar dengan bentuk “sakit” karena dieksploitasi dan bentuk yang bersifat solusi “upaya pelestarian ikan hiu” yang diwujudkan ke dalam karya seni keramik. Dengan penciptaan karya seni keramik ini pencipta mendapatkan wawasan dan pengalaman baru yang dimulai dari permasalahan hingga solusi, serta memberikan sudut pandang kepada apresiator bahwa ikan hiu memiliki peranan yang penting dalam menjaga kesehatan ekosistem di laut. Dengan mengangkat tema kerusakan populasi hiu yang diwujudkan dalam karya seni keramik, diharapkan bisa menjadi pembelajarankhususnya pendidikan seni agar lebih menghargai kekayaan alam yang dimiliki Indonesia untuk dijaga keberadaannya. Selain itu, melalui penciptaan karya seni keramik ini diharapkan menjadi salah satu usaha dalam melestarikan ikan hiu dalam wujud karya seni keramik.

Perencanaan pompa sentrifugal
oleh Anang Turmudi

 

Kemampuan menulis puisi siswa kelas VII MTs. Ma'arif NU Kota Blitar tahun pelajaran 2013/2014 / Riska Kurniawati

 

ABSTRAK Kurniawati, Riska. 2009. Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VII MTs. Ma’arif NU Kota Blitar Tahun Pelajaran 2013/2014, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Roekhan, M.Pd, (2) Dewi Pusposari, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: kemampuan menulis puisi, peristiwa yang pernah dialami, puzzle diksi dan gambar. Tujuan umum penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan menulis puisi siswa kelas VII MTs. Secara khusus, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menulis puisi siswa dari aspek (1) memilih tema, (2) memilih kata (diksi), (3) menata rima, (4) menghadirkan imaji, dan (5) membentu majas. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif. Data berupa skor hasil kemampuan menulis puisi siswa dari aspek (1) memilih tema, (2) memilih kata (diksi), (3) menata rima, (4) menghadirkan imaji, dan (5) membentuk majas. Sumber data berupa puisi hasil karya siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan tes menulis puisi kepada siswa. Analisis data dilakukan dengan beberapa langkah analisis. Langkah tersebut meliputi persiapan, tabulasi, dan pengolahan data. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs. Ma’arif NU Kota Blitar. Jumlah keseluruhan siswa kelas VII MTs. Ma’arif NU Kota Blitar tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 190 siswa yang terdiri dari 5 kelas. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII ULA berjumlah 38 siswa. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa secara umum kemampuan siswa kelas VII MTs Ma’arif NU Kota Blitar tahun pelajaran 2013/2014 dalam menulis puisi masih kurang. Secara berurutan tingkat kemampuan menulis puisi per aspek yang dicapai siswa adalah (1) memilih tema, (2) memilih kata (diksi), (3) menata rima, (4) menghadirkan imaji, dan (5) membentuk majas. Pertama, pada aspek menata rima, hasil yang dicapai siswa sebesar 73,68% dengan kategori cukup. Kedua, pada aspek memilih kata (diksi) hasil yang dicapai siswa sebesar 68,42% dengan kategori cukup. Ketiga, pada aspek memilih tema, hasil yang dicapai siswa sebesar 65,78% dengan kategori cukup. Keempat, aspek menghadirkan imaji, hasil yang dicapai siswa sebesar 28,95% dengan kategori kurang. Kelima, pada aspek membentuk majas hasil yang dicapai siswa sebesar 15,78% dengan kategori kurang. Berdasarkan temuan penelitian disarankan kepada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia agar lebih memperhatikan siswa dalam membuat puisi. Memperhatikan kendala­kendala yang dihadapi siswa sehingga dapat memperdalam pemahaman siswa. Guru hendaknya melakukan remedial jika nilai yang didapat siswa di bawah KKM. Kepada peneliti selanjutnya hendaknya mengembangkan penelitian lebih lanjut mengenai peningkatan kemampuan menulis puisi atau pengembangan bahan ajar menulis puisi yang bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi.

Perencanaan motor bakar dua langkah
oleh Bendot Rumadji Utomo

 

Perencanaan turbin uap curtis satu tingkat tekanan dengan dua tingkat kecepatan
tugas akhir utama
Abdul Wahab

 

Perencanaan pompa sentrifugal
oleh Jing Wahono

 

Perencanaan perangkat roda gigi
oleh Djoko S. Wahyudi

 

Perencanaan motor bensin dua tak untuk motor penggerak motor (transportasi)
oleh Winarno

 

Perencanaan turbin uap Curtis satu tingkat tekanan dua tingkat kecepatan
oleh Widyo Winarso

 

Perencanaan motor bensin empat langkah penggerak pompa air
disusun oleh Mardi Wiyono

 

Pengaruh cuaca, motivasi dan pendidikan terhadap volume pekerjaan dan waktu kerja tukang pada proyek konstruksi di Kota Malang (studi kasus proyek perumahan Permata Jingga, Ijen Nirwana dan De Lavender Town House) / Tahsin Fadlulloh Azizi

 

ABSTRAK Azizi, Tahsin Fadlulloh. 2015. Pengaruh Cuaca, Motivasi dan Pendidikan Terhadap Volume Pekerjaan dan Waktu Kerja Tukang pada Proyek Konstruksi di Kota Malang Studi Kasus Proyek Perumahan Permata Jingga, Ijen Nirwana dan De Lavender Town House. Skripsi,Program Studi S1 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Made Wena, M.Pd., M.T, (2) Imam Alfianto, S.T., M.T. Kata Kunci: Cuaca, Motivasi, Pendidikan, Volume Pekerjaan, Waktu Kerja Setiap proyek konstruksi memiliki tujuan yang sama yaitu mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan usaha yang minimal. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap tujuan tersebut adalah produktivitas tukang. Banyak faktor yang mempengaruhi produktifitas kerja tukang pada proyek konstruksi. Cuaca yang kurang baik merupakan salah satu faktor yang menyebabkan produktivitas kerja tukang. Motivasi kerja dan tingkat pendidikan tukang juga merupakan faktor penting yang mempengaruhi produktifitas kerja tukang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh cuaca, motivasi dan pendidikan terhadap volume pekerjaan dan waktu pekerjaan tukang. Penelitian ini merupakan penelitian ex post fakto. Subjek dalam penelitian ini adalah semua tukang batu yang bekerja pada proyek pembangunan dan pengembangan perumahan Permata Jingga, Ijen Nirwana dan De Lavender Town House yang berjumlah 132 tukang batu, sementara sampel yang diambil berjumlah 55 tukang batu. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode angket, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis MANOVA. Hasil analisis data, diperoleh (1) kondisi cuaca cerah, mendung dan hujan berdasarkan suhu, kelembaban udara, tekanan udara, kecepatan angin dan curah hujan rata-rata normal, motivasi dari tukang masuk dalam kategori tinggi, pendidikan dari tukang batu rata-rata tamat SMP/sederajat, sedangkan untuk pendidikan non formal rata-rata tukang batu lebih dari 2 kali mengikuti pelatihan, volume pekerjaan tukang yang dihasilkan pada saat kondisi cuaca cerah termasuk kategori rendah, kondisi cuaca mendung termasuk kategori sedang dan pada saat kondisi cuaca hujan termasuk kategori rendah, sedangkan untuk waktu kerja tukang pada ketiga kondisi yaitu kondisi cuaca cerah, mendung dan hujan termasuk kategori sangat baik (2) ada pengaruh signifikan cuaca terhadap volume pekerjaan maupun waktu kerja, (3) tidak ada pengaruh signifikan motivasi terhadap volume pekerjaan maupun waktu kerja tukang (4) tidak ada pengaruh yang signifikan tingkat pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal terhadap volume pekerjaan maupun waktu kerja tukang.

Perencanaan silinder motor diesel empat - langkah
oleh Heri Yudiono

 

Pengembangan modul multimedia interaktif pelajaran IPS kelas V semester I SD Negeri 02 Condro Pasirian Kabupaten Lumajang / Farid Andi Prasetya

 

ABSTRAK Prasetiya, FaridAndi. 2014. PengembanganModulMultimediaInteraktifPelajaran IPS Kelas V Semester I di SDN 02 CondroPasirianKabupatenLumajang. Skripsi, JurusanTeknologiPendidikan, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sihkabuden, M.Pd, (II) HenryPraherdhiono, S.Si, M.Pd Kata kunci: pengembangan, modul, multimedia interaktif, ilmupengetahuansosial KegiatanbelajarmengajarIlmuPengetahuanSosialkelas V di SDNegeri02 Condro PasirianKabupaten Lumajangberlangsungmenjenuhkanbagisiswa.Kejenuhansiswadalammengikuti proses pembelajarandisebabkankarena guru menjadipusatpembelajaransehinggasiswakurangbereksplorasidalammengembangkanilmupengetahuan. Pada matapelajaranIlmuPengetahuanSosialterdapatmateri yang membutuhkancontoh - contohkejadianalamuntukmeningkatkanpenguasaanmaterisiswa. Penggunaan multimedia dapatmemungkinkansiswamenyaksikanrepresentasicontohkejadianalam yang tidakdapatdisaksikankarenaketerbatasanwaktu, alatdanruang.Pengembanganmodul multimedia interaktifmerupakansalahsatualternatifuntukmengatasimasalahpembelajarantersebut. Tujuan pengembanganiniadalah: menghasilkanproduk. ProdukberupaModulMultimediaInteraktifpelajaranIlmuPengetahuanSosialkelas V semester I materipokokKeragamanKenampakanAlam danBuatan di Indonesia.Selainitujugamengujikeefektifansertakevalidanproduk yang telahdikembangkan.Model pengembangan yang digunakandalampenelitianiniadalah modelSadiman yang terdiridari beberapa tahapan, meliputi1) analisiskebutuhan, 2) perumusantujuan, 3) perumuskanbutir-butirmateri, 4) perumusanalatevaluasi, 5) penulisannaskah media, 6) produksi, 7) petunjukpemanfaatan, 8) validasi 9) refisi 10) produksisiapdimanfaatkan. Teknik pengumpulan data yang digunakandalampengembanganiniberupaangketkuisioner yang disebarkankepadasatuahli media, satuahlimateri, ujicobaindividualdengan3siswa, ujicobakelompokkecildengan 10 siswa, ujikelompokbesardengan 25 siswa,sertamemberikantesbelajarsesudahmenggunakan media kepada 25 siswa. Penyempurnaan produk dilakukan berdasarkan sara-saran perbaikandari ahli media dan ahli materi, meliputi: 1) Penggunaan jenis huruf (font) pada media. 2) Penambahan kombinasi warna pada cover CD. 3) Penambahan materi dalam bentuk video. Berdasarkan hasil dan analisa diperoleh bahwa produk yang dihasilkan cukup valid/layak digunakan. Hal ini terbukti oleh rata-ratadari hasil validasiahli media mencapai75% (cukup valid), validasiahlimateri 78% (cukup valid), ujicobaperorangan 86% (valid), ujicobakelompokkecil 79% (cukup valid), kelompokbesar 80% (valid)danhasiltesbelajarsesudahmenggunakan media 88% (memenuhi KKM). Berdasarkan hasil pengembangan yang diperoleh, selanjutnya pengembang dapat memberi beberapa saran, diantaranya: 1) pemanfaatan media ini harus menggunakan seperangkat komputer/leptop sebagai pemutar VCD/DVD. 2) produk yang dihasilkan agar dijadikan media yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar. 3) pengembangan produk yang serupa agar diterapkan pada mata pelajaran yang lainnya.

Perencanaan pompa centrifugal single stage
tugas akhir utama
oleh Indah Yuliati

 

Pengembangan media pembelajaran CAI (Computer Assisted Instruction) berbasis problem solving pada materi laju reaksi tentang faktor-faktor penentu laju reaksi untuk SMA kelas XI / Eliya Belqis

 

ABSTRAK Belqis, Eliya. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran CAI (Computer Assisted Intruction) BerbasisProblem SolvingpadaMateriLajuReaksitentangFaktor-FaktorPenentuLajuReaksiuntuk SMA Kelas XI. Skripsi,JurusanKimia,FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, S.Pd.,M.Si(II) Drs. Muhadi Kata Kunci: Media PembelajaranCAI, Problem Solving, FaktorPenentuLajuReaksi Ilmukimiadapatdikajimelalui 3 level representasiyaitumakroskopik, mikroskopikdansimbolik, begitujugapadamaterilajureaksi. Studilapangan yang dilakukanterhadappemahamanpesertadidiksaatini, masihditemukanbanyakmiskonsepsidansulitnyamemahamimateriini. Hal tersebutbisaterjadikarena, bahan ajar yang digunakanbelummenggambarkanaktivitaspartikelsecaramikroskopisdengantepat. Denganpenggunaan media pembelajaranberbantuankomputer (CAI), materiinidapatdisajikandalam 3 level representasidenganbaik. Media pembelajaran yang dikembangkanditampilkandenganalurberbasispemecahanmasalah agar memudahkanpesertadidikmemahamimateriinisecaramendalamdenganmengkonstrukkonsepnyasendiri. Tujuanpenelitiandanpengembanganiniadalahmenghasilkanproduk media pembelajaranCAI berbasispemecahanmasalahpadabahasanfaktorpenentulajureaksiyang sudahtervalidasidanlayak. Model yang digunakandalampenelitianpengembanganmedia pembelajaraniniadalah model 4-D yang meliputi 4 tahap, yaitudefine, design, develop, dandisseminate. Namunpadapenelitianpengembanganini,tahapdisseminatetidakdilakukan. Padatahapdevelop,terdapatujivalidasiyangdilakukanolehdosenkimiadan 2 orang guru SMA. Dosenkimiamemvalidasiisimateridan media,sedangkan guru hanyamemvalidasiisimateri. Ujicobakelompokkecildilakukanterhadap 10 pesertadidikkelas XI SMA yangtelahmenempuhmaterilajureaksimelaluiangket. Hasilpenelitianpengembanganberupasoft file media pembelajaran yang dikemasdalam CD. Media pembelajaran yang dihasilkanmemilikibeberapabagian, yaituhalamanpembuka, petunjuk, kompetensidasar, materi, petakonsep, info unik, evaluasidanprofilpengembang. Materi yang disajikanmencakuppengaruhluaspermukaan, konsentrasi, suhudankatalisterhadaplajureaksi. Media pembelajaran yang dikembangkanbersifatinteraktifdenganalurpenyajianmateriberbasispemecahanmasalah.Hasilanalisis data ujivalidasi media,diperolehpersentasesebesar68.3% dengan kriteria layak dan uji validasi isi materi diperoleh persentase 87.6% dengan kriteria sangat layak. Sedangkan uji coba kelompok kecil diperoleh kriteriasangatlayakdenganpersentase sebesar 96.4%.Media hasilpengembangandapatdimanfaatkansebagaisumberbelajarmandiribagipesertadidikmaupununtukmembantu guru dalampembelajaran. Saran untukpengembanganproduklebihlanjutyaitu,pelaksanaanujiempirikterhadap media yang dikembangkan agar dapatdiketahuikeefektifan media.

Penerapan perpaduan model cooperative learning teknik numbered head together dan picture and picture untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPS di SDN Srimulyo 05 Dampit Kabupaten Malang / Azizah

 

ABSTRAK Azizah. 2015. Penerapan Perpaduan Model Cooperative Learning Teknik Numbered Head Together dan Picture and Picture untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran IPS di SDN Srimulyo 05 Dampit Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sulthoni, M.Pd, (II) Eka Pramono Adi, S.I.P., M.Si Kata kunci: Numbered Head Together, Picture and Picture, Keaktifan belajar, Hasil belajar Observasi awal terhadap pembelajaran IPS di kelas V SDN Srimulyo 05, teridentifikasi masalah pembelajaran, yakni:1) siswa tidak memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru, 2) siswa kurang aktif dalam pembelajaran, 3) ketuntasan siswa mata pelajaran IPS hanya mencapai 35,3%. Dari serangkaian masalah tersebut, yang menjadi akar masalah adalah guru menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi. Berdasarkan akar masalah, maka dilakukan perbaikan pembelajaran dengan judul “Penerapan Perpaduan Model Cooperative Learning Teknik Numbered Head Together dan Picture and Picture untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran IPS di SDN Srimulyo 05 Dampit Kabupaten Malang”. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan: 1) meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran IPS pokok bahasan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, 2) meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS pokok bahasan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan 2 siklus, setiap siklus dilakukan selama 2 pertemuan pembelajaran dengan empat langkah yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa. Persentase keaktifan belajar siswa secara klasikal pada siklus I pertemuan pertama mencapai 47,06% dan pertemuan kedua mencapai 64,71%, dan pada siklus II pertemuan pertama mencapai 88,24% dan pertemuan kedua mencapai 94,12%. Sedangkan untuk peningkatan hasil belajar siswa dihitung dari jumlah siswa yang mampu mencapai SKM. Pada siklus I jumlah siswa yang mampu mencapai SKM sebanyak 14 siswa, dan meningkat pada siklus II menjadi 16 siswa. Dari hasil penelitian terjadi peningkatan keaktifan dan hasil belajar pada mata pelajaran IPS setelah diterapkan perpaduan model Cooperative Learning teknik Numbered Head Together dan Picture and Picture. Penelitian Tindakan Kelas ini menghasilkan 2 saran terkait pelaksanaan perpaduan model Cooperative Learning teknik Numbered Head Together dan Picture and Picture, yaitu: 1) perlu adanya pengelolaan kelas yang lebih baik, sehingga pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan lancar , 2) pengelolaan waktu yang tepat agar penerapan model ini bisa terlaksana dengan baik.

Pengaruh kompetensi profesionalisme guru dan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (studi kasus pada SMK Muhammadiyah 3 Singosari) / Yudhi Pratama Putra

 

Kata Kunci: Kompetensi Profesionalisme Guru, Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kinerja Guru. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) serta Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dinyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan persyaratan memiliki kualifikasi akademik minimal S1 atau Diploma IV yang relevan dan menguasai kompetensi sebagai agen pembelajaran. Sebagai agen pembelajaran, seorang guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Gaya kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kualitas mutu sekolah. Seorang pimpinan baik di sekolah maupun di organisasi apapun dapat mempengaruhi moral, kepuasan kerja, keamanan, kualitas kehidupan kerja dan terutama tingkat prestasi suatu organisasi Penerapan gaya kepemimpinan kepala sekolah yang tepat akan mempunyai pengaruh yang berarti dalam pengambilan keputusan, maupun dalam mempengaruhi guru untuk melakukan pekerjaan yang lebih efisien dan efektif untuk mencapai kinerja guru yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi profesionalisme guru dan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru, baik secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional. Populasi yang dipilih adalah adalah seluruh guru di SMK Muhammadiyah 3 Singosari yang berjumlah 39 guru. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda (multiple regression). Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang positif antara kompetensi profesionalisme guru terhadap kinerja guru SMK Muhammadiyah 3 Singosari, thitung > ttabel (4,136 > 2,026) atau Sig t < 0,05 (0,000 < 0,05), (2) Terdapat pengaruh positif antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja guru SMK Muhammadiyah 3 Singosari, thitung > ttabel (3,501 > 2,026) atau Sig t < 0,05 9 (0,001 < 0,05), (3) Terdapat pengaruh positif secara simultan antara kompetensi profesionalisme guru dan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru SMK Muhammadiyah 3 Singosari Fhitung > Ftabel (9,100 > 3,259) atau Sig F < 0,05 (0,001 < 0,05), dan (4) Variabel bebas ii kompetensi profesionalisme guru menunjukkan pengaruh yang dominan terhadap variabel terikat kinerja guru, dibuktikan dengan Sumbangan Efektif (SE) 32%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka saran yang dapat diberikan; (1) Bagi Guru: Berusaha meningkatkan komponen kompetensi profesionalisme yang terdiri dari kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional dan sosial. Peningkatan tersebut dapat dengan cara mengikuti program diklat baik dari Diknas maupun umum yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi profesionalisme. Selain itu disarankan bagi para guru untuk melakukan assesmen melalui program sertifikasi guru untuk memperoleh pelatihan dan pengakuan yang formal terhadap kompetensi profesional yang dimiliki oleh masing-masing guru. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi profesional guru, maka hendaknya guru menguasasi materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran, para guru hendaknya menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran, mengembangkan materi dan penerapan metode pembelajaran yang diampu secara kreatif, mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan korektif serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.; (2) Bagi Kepala Sekolah: Untuk memperbaiki dan meningkatkan gaya kepemimpinan kepala sekolah yang berorientasi kepada tugas dan berorietasi pada hubungan manusia, hendaknya kepala sekolah memberikan arahan yang jelas sebelum dan sesudah melaksanakan tugas, kepala sekolah hendaknya memahami keadaan para guru, kepala sekolah hendaknya selalu memberikan contoh teladan yang baik kepada para guru, kepala sekolah hendaknya melarang para guru untuk melakukan perbuatan yang melanggar hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Kepala sekolah memberikan kesempatan para guru untuk mengerjakan tugas sesuai dengan kemauan tanpa paksaan, asalkan sesuai peraturan, hendaknya kepala sekolah memberikan informasi yang jelas dalam memberikan tugas kepada para guru, kepala sekolah hendaknya terbuka dalam kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan sekolah.; (3) Bagi Peneliti selanjutnya: Melihat kondisi di lapangan sebelum membuat angket, agar informasi yang diperoleh sesuai dengan kondisi nyata di lapangan sehingga, topik yang di angkat dapat dibahas dan disajikan dengan baik.

Hubungan pola asuh orang tua, kesehatan mental siswa dengan prestasi belajar siswa
(studi kasus di SD Pagedangan 1 Turen - Malang)
Hisbullah Huda

 

Mendeskripsikan faktor-faktor yang melatarbelakangi mahasiswa dalam memilih program studi S1 Pendidikan Tata Busana di Universitas Negeri Malang / Rini Choiria

 

Kata Kunci: Faktor-faktor, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana. Setiap individu memiliki latar belakang yang berbeda-beda dalam menentukan pemilihan program studi. Memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana di Universitas Negeri Malang dilatarbelakangi oleh beberapa faktor baik faktor yang timbul dari dalam diri individu maupun faktor yang timbul dari luar individu tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) Faktor yang melatarbelakangi mahasiswa dalam memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana di Universitas Negeri Malang (2) Faktor yang paling dominan yang melatarbelakangi mahasiswa dalam memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana di Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang angkatan 2007-2009 dengan sampel 30% dari populasi sebanyak 69 responden. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket. Pengolaan data dilakukan dengan teknik distribusi frekuensi dan analisis prosentase. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa (1) Faktor-faktor yang melatarbelakangi mahasiswa dalam memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana di Universitas Negeri Malang adalah faktor bakat, faktor minat, faktor motivasi, faktor sarana, faktor kebutuhan dan faktor prospek kerja. (2) Faktor yang paling dominan dalam memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana di Universitas Negeri Malang adalah faktor kebutuhan yang meliputi kebutuhan pengetahuan dan kebutuhan ketrampilan yaitu sebesar 90% dengan kualifikasi sangat butuh, setelah itu diikuti oleh faktor motivasi sebesar 62,3% dengan kualifikasi termotivasi, faktor prospek kerja sebesar 60,8% dengan kualifikasi sangat berprospek, faktor minat sebesar 47,9% dengan kualifikasi sangat berminat, faktor bakat sebesar 44,9% dengan kualifikasi berbakat dan faktor sarana sebesar 43,5% dengan kualifikasi terpenuhi. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan a)Agar Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang senantiasa mengembangkan ilmu pengetahuan bidang busana dengan mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat dalam bidang Tata Busana, agar lulusan Prodi S1 Pendidikan Tata Busana dapat diserap langsung di dunia kerja. b) Agar tim penyeleksi mahasiswa baru lebih memperketat dalam proses seleksi calon mahasiwa baru, tidak saja menjaring calon mahasiswa yang butuh akan ilmu pengetahuan dan ketrampilan, melainkan juga bisa menjaring calon mahasiswa yang memiliki bakat, minat dan motivasi yang tinggi untuk masuk pada Prodi S1 Pendidikan Tata Busana.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif model two stay two stray (TSTS) dengan learning cycle (LC) 5E untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Tumpang / Yeti Yuni Yatin

 

Kata kunci: Metode Two Stay Two Stray (TSTS), Learning Cycle (LC) 5E, Aktivitas Belajar, dan Hasil Belajar Kegiatan pembelajaran akuntansi kelas XI IPS di SMA Negeri I Tumpang masih menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas. Hal ini menyebabkan siswa kurang aktif dan hanya sedikit siswa yang bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Hal ini akan berdampak pada hasil belajar siswa yang menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang memperoleh skor rendah dan belum memenuhi standar ketuntasan minimum yang ditetapkan oleh sekolah yaitu ≥70. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray (TSTS)-Learning Cycle (LC) 5E diharapkan dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri I Tumpang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri I Tumpang, semester 1 tahun pelajaran 2010/2011. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus dengan materi Persamaan Dasar Akuntansi. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 3 yang terdiri dari 36 siswa. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, tes, angket, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan presentase skor aktivitas dan hasil belajar aspek kognitif dan aspek afektif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Persentase skor rata-rata aktivitas siswa mencapai 85,61%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, persentase rata-rata nilai aspek kognitif siswa mencapai 38,9%. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat dikemukakan antara lain (1) Bagi sekolah yang diteliti, Pembelajaran Kooperatif metode Two Stay Two Stray (TSTS)-Learning Cycle (LC) 5E dapat menjadi alternative pertimbangan dalam upaya perbaikan strategi pembelajaran yang ada di SMA Negeri I Tumpang (2) Bagi siswa, jangan pernah takut dan ragu mengajukan pertanyaan dan mengemukakan pendapat serta aktivitas belajar, dan mempersiapkan diri sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung (3) Bagi peneliti lain, lakukan penelitian serupa dengan subjek dan materi yang berbeda serta selain meneliti hasil belajar secara kognitif dan afektif teliti juga hasil belajar secara psikomotorik. i

Perbedaan penggunaan metode proyek dan metode ceramah bengkel terhadap hasil belajar praktek kayu I pada mahasiswa program PKT angkatan 1989 FPTK IKIP Malang
Dwi Yuniarti

 

Penerapan pembelajaran model siklus belajar dan think pair share (TPS) untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA-5 SMA Negeri 1 Gondang Kabupaten Tulungagung / Tuska Hestiningtyas

 

Partisipasi Badan Amil Zakat Infaq dan Shodakoh (Bazis) dalam pembangunan desa di Desa Putukrejo Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang
Islam Farhan Nurul

 

Persepsi guru tentang pemberlakuan sistem angka kredit dalam membangkitkan motivasi kerja mereka di SMA Negeri Kecamatan Batu
Anik Atifah

 

Pengaruh lama inokulasi Cowpea Mild Mottle Virus (CPMMV) terhadap ciri morfologi, agronomi dan ketahanan beberapa varietas kedelai (Glycine max L. (Merill)) / Happy Mayasari

 

Kata kunci: Karakter Morfologi, Agronomi, Sifat Ketahanan, Kedelai, CPMMV Kedelai merupakan salah satu tanaman sumber protein yang penting di Indonesia. Permintaan pasar untuk komoditas kedelai yang akan digunakan sebagai bahan konsumsi atau bahan baku kebutuhan industri sampai saat ini belum dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Salah satu penyakit kedelai yang sangat menurunkan hasil produksi yaitu disebabkan oleh virus, diantaranya yang cukup potensial adalah CPMMV (Cowpea Mild Mottle Virus). Serangan CPMMV dapat mengakibatkan penurunan hasil produksi tanaman kedelai. Tingkat penurunan hasil produksi tergantung pada tingkat infeksi (lama inokulasi) dan varietas, karena tiap¬tiap varietas memiliki respon ketahanan terhadap penyakit yang berbeda. Adapun tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk mengetahui varietas mana yang paling tahan terhadap serangan CPMMV sehingga dapat dijadikan sebagai sumber varietas unggul yang berdaya hasil tinggi dan tahan terhadap serangan CPMMV. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan rancangan percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) atau Split Plot Design. Terdapat dua faktor yang diteliti yaitu perlakuan petak utama (tanpa inokulasi, inokulasi 3 hari, inokulasi 6 hari, inokulasi 9 hari) dan perlakuan anak petak berupa varietas kedelai yang digunakan dalam penelitian (Anjasmoro, Burangrang, Grobogan, Kaba, Lokon, Mahameru, Malabar, Panderman, Ratai, Tanggamus). Inokulasi CPMMV dilakukan secara alami, yaitu didedahkan pada lokasi yang banyak terdapat serangga vektor CPMMV yaitu Bemisia tabaci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama inokulasi CPMMV berpengaruh terhadap ketahanan tanaman kedelai. Semakin lama waktu inokulasi CPMMV akan menyebabkan penurunan sebagian besar hasil tanaman kedelai. Hal ini dikarenakan CPMMV akan mengganggu proses metabolisme di dalam tubuh tanaman. Semakin lama waktu inokulasi maka semakin banyak B. tabaci yang menyerang, sehingga semakin banyak pula CPMMV yang ditularkan akibatnya akan semakin besar pula infeksi virus tersebut terhadap tanaman. CPMMV akan menyebabkan penurunan tinggi batang, jumlah cabang, persentase bunga yang menjadi polong, jumlah buku subur, jumlah total polong, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, jumlah polong utama, jumlah polong cabang, jumlah biji per tanaman dan berat biji per tanaman. Selain faktor lama inokulasi, faktor varietas kedelai juga berpengaruh terhadap ketahanan tanaman kedelai terhadap serangan CPMMV. Hal ini berkaitan dengan perbedaan respon ketahanan terhadap patogen yang dimiliki oleh masing-masing varietas tersebut. Mekanisme ketahanan tersebut meliputi beberapa cara, yaitu antixenosis (tidak disukai serangga vektor CPMMV), antibiosis (menghasilkan senyawa yang dapat membunuh vektor atau bahkan CPMMV), atau toleran (tahan terhadap serangan CPMMV). Pada penelitian ini varietas yang paling tahan yaitu Varietas Tanggamus, sedangkan varietas yang paling rentan yaitu Varietas Mahameru. Ketahanan varietas Tanggamus ini diduga karena varietas ini mempunyai ciri morfologi dan dapat menghasilkan senyawa, yang kurang disukai oleh serangga vektor CPMMV, yang dalam hal ini yaitu serangga B. Tabaci akibatnya intensitas serangan lebih kecil sehingga dapat tahan terhadap CPMMV. Interaksi antara lama inokulasi CPMMV dengan varietas mempengaruhi hasil persentase bunga menjadi polong dan berat 100 biji kedelai, dimana interaksi diantara keduanya menyebabkan persentase bunga menjadi polong dan berat 100 biji kedelai menjadi semakin menurun.

Peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi berjudul Asal-usul Candi Singasari dengan menggunakan media wayang beber pada siswa kelas VII-I SMPN 16 Malang / Fransisca Dara Ayu Pertiwi

 

ABSTRAK Pertiwi, Fransisca Dara Ayu. 2014. Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Berjudul “Asal-usul Candi Singasari “dengan Menggunakan Media Wayang Beber pada Siswa Kelas VII-I SMPN 16 Malang. Skripsi, Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. A. Syukur Ghazali, M.Pd., (II) Dwi Sulistyorini, S.S., M. Hum Kata kunci: Kemampuan menulis, teks eksplanasi, wayang beber. Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dengan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan spresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Salah satu kompetensi dasar kemampuan menulis untuk sekolah menengah pertama adalah menulis teks eksplanasi baik secara lisan maupun tulis. Pembelajaran menulis teks eksplanasi telah dilaksanakan di SMP Negeri 16 Malang, tetapi hasil yang diperoleh belum memenuhi standart ketuntasan minimal (SKM) yang ditetapkan, yaitu 75. Pada observasi diketahui adanya permasalahan yang dialami siswa kelas VII-I SMP Negeri 16 Malang dalam menulis teks eksplanasi permasalahan yang dialami yaitu permasalahan pada hasil dan proses pembelajaran. Dari permasalahan yang ditemukan, peneliti dan guru bahasa Indonesia kelasa VII-I SMP Negeri 16 Malang berkolaborasi untuk memecahkan permasalahan yang dialamni oleh guru dan siswa dengan merencanakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan media wayang beber. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa kelas VII-I SMPN 16 Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada tangal 02 April 2012 sampai dengan 24 April 2014 di SMP Negeri 16 Malang. Sumber data pada penelitian ini adalah siswa dan guru Bahasa Indonesia kelas VII-I, data penelitian ini adalah data produk hasil menulis teks eksplanasi dan catatan lapangan proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan ketuntasan pada pembelajaran menulis teks eksplanasi dari pratindakan (32,25%) ke siklus I (64,51%) dan silkus I (64,51%) ke siklus II (100%) dalam aspek isi dan aspek kebahasaan. Kualitas pembelajaran meningkat dalam hal keaktifan, kerjasama, dan keberanian. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa media wayang beber dapat meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VII-I. Berdasarkan penelitian peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi disarankan kepada guru Bahasa Indonesia untuk menggunakan media wayang beber dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi dan melaksanakan pembelajaran yang memotivasi siswa untuk aktif dan merasa senang dalam mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia, salah satunya dengan menggunakan media wayang beber.

Studi tentang kompetensi proposional penilik sekolah dasar dalam pembinaan profesional guru se wilayah Kabupaten Magetan
Purbo Rudhiasto

 

Improving reading comprehension using drama for english literature student / Adityas Nirmala

 

ABSTRAK Nirmala, Adityas. 2015. Upaya Meningkatkan Pemahaman Membaca Melalui Penggunaan Drama Bagi Mahasiswa Sastra Inggris. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A., (II) Dr. Johannes A. Prayogo, M.Pd, M.Ed. Kata Kunci: pemahaman membaca, peningkatan, drama. Penelitian ini diadakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pemahaman membaca melalui penggunaan drama. Strategi ini dipilih berdasarkan kelebihan yang dimiliki drama dalam menyemangati para mahasiswa agar terlibat lebih aktif lagi dalam proses belajar mengajar dengan tujuan agar kemampuan membaca mereka mengalamai peningkatan. Maka dari itu, rumusan masalah yang disusun dalam penelitian ini adalah “Bagaimana drama mampu meningkatkan kemampuan membaca mahasiswa tingkat semester 6 jurusan Sastra Inggris di Universitas Negeri Malang?” Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dimana peneliti berkolaborasi dengan dosen pengampu kelas drama di jurusan Sastra Inggris yang terlibat dalam aktifitas penelitian dari awal penelitian sampai akhir penelitian, baik mulai dari penyusunan rencana belajar, perumusan kriteria sukses penelitian, implementasi tindakan, pengamatan dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 6 jurusan Sastra Inggris tahun akademik 2014/2015 dengan jumlah sebanyak 31 orang. Penelitian ini dilakukan dalam 1 putaran dengan jumlah pertemuan kelas sebanyak 4 kali. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observation checklist, yang berguna untuk mengetahui informasi tentang aktifitas kegiatan dan penampilan mahasiswa selama proses pengimplementasian strategi, field notes, untuk mencatat data yang berada diluar jangkauan lembar observasi, serta penggunaan tes membaca, untuk mengidentifikasi peningkatan ketrampilan membaca mahasiswa. Temuan-temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan drama sangat berguna dalam upaya meningkatkan kemampuan baca mahasiswa. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan drama sebagai strategi dapat meningkatkan ketrampilan baca mahasiswa, baik dalam pemahaman literal, intrepetif dan juga aspek kritis dalam memahami sebuah teks. Strategi ini juga mampu memacu semangat keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar. Dalam penelitian ini bisa dijumpai adanya peningkatan signifikan akan ketrampilan baca mahasiswa. Peningkatan ini dapat dilihat dari perbandingan perolehan nilai ujian pada masa preliminasi dan nilai ujian pada saat penerapan strategi rampung dilaksanakan. Mahasiswa yang memperoleh nilai ≥70, pada saat preliminasi, hanya sebanyak 11 orang sedangkan jumlah mahasiswa yang memperoleh nilai≥70, saat setelah penerapan strategi, mengalami peningkatan sebanyak 26 orang. Hasil analisa data tentang aspek keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar pada saat proses penerapan strategi menunjukkan bahwa tidak ada mahasiswa yang masuk pada kategori “tidak aktif” (0% dari 31 mahasiswa). Disarankan bagi peneliti berikutnya untuk mengadakan penelitian sejenis baik dengan penggunaan aspek bahasan ketrampilan yang sama ataupun berbeda dengan setting yang berbeda. Penelitian ini juga diharapkan bisa menjadi bahan rujukan bagi penelitian serupa dengan penggunaan drama sebagai strategi dalam upaya meningktkan ketrampilan baca.

Studi tentang prestasi belajar siswa SD kelas I masukan taman kanak-kanak dan bukan taman kanak-kanak di Kecamatan Batu
Ana Mutiara

 

Studi hasil lukisan anak tunadaksa pada pembelajaran seni budaya di SMPLB-D Bhakti Luhur Malang / Elisabeth Devinnia Kusuma Adhi

 

Peningkatan hasil belajar siswa kelas II SDN Banjararum 03 Kecamatan Singosari Kab. Malang terhadap mata pelajaran IPA melalui penggunaan pendekatan pakem / M. Muntaroh

 

Kata kunci : Hasil Belajar, Pembelajaran IPA, Pendekatan PAKEM Dalam pelaksanaan pembelajaran IPA SD harus diciptakan proses belajar mengajar secara aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dengan pemanfaatan sarana dan media belajar yang relevan, serta didukung kompetensi guru untuk menciptakan dan menerapkan Pendekatan PAKEM. Tujuan menerapkan pendekatan PAKEM adalah untuk meningkatkan efektifitas dan hasil belajar khususnya dalam menemukan ciri-ciri benda padat pada siswa kelas II SDN Banjararum 03 Kec. Singosari Kab Malang. Penelitian Tindakan Kelas menggunakan metode deskriptif kualitatif model siklus dengan langkah : perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjeknya adalah siswa dan guru kelas II SDN Banjararum 03 Kec. Singosari Kab Malang. Waktunya semester II tahun 2010. Pengumpulan data dengan observasi langsung selama tindakan dan hasil belajar siswa, hasilnya :  Penerapan pendekatan PAKEM mendorong siswa lebih tertarik untuk belajar sehingga menambah efektifitas dan hasil belajar siswa.  Untuk pembelajaran IPA kelas II SDN Banjararum 03 Kec. Singosari Kab Malang dibutuhkan media nyata yang kontekstual berdasarkan KTSP 2007 sesuai usia siswa SD yang masih masa operasional benda kongkrit.  Perbaikan pembelajaran IPA kelas II SDN Banjararum 03 Kec. Singosari Kab Malang dapat dilakukan melalui PTK sehingga proses pembelajaran maupun hasilnya meningkat dan lebih bermutu.  Adapun kendalanya adalah keterbatasan waktu serta kemampuan guru dan siswa. Disarankan penanganan masalah yang dihadapi siswa kelas II SDN Banjararum 03 Kec. Singosari Kab Malang dalam menemukan ciri-ciri benda padat dengan menerapkan pendekatan PAKEM perlu dilakukan secara terncana, berkelanjutan sehingga secara bertahap siswa mudah memahami kompetensi yang berhubungan dengan cirri-ciri benda padat.

Hubungan antara keadaan sosial ekonomi orang tua dan prestasi belajar pada matakuliah mengetik I mahasiswa program studi Pendidikan Administrasi Perkantoran S-1 Jurusan PDU FPIPS IKIP Malang
oleh Resna Yuliawati

 

Implementasi kolaborasi pembelajaran kooperatif jigsaw dan pemberdayaan berfikir melalui pertanyaan (PBMP) untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar mata pelajaran mesin CNC / Tri Wibisono

 

Kata kunci: kooperatif jigsaw, PBMP, motivasi belajar, prestasi belajar. Pembelajaran merupakan suatu upaya guru menciptakan kondisi di mana siswa dapat belajar. Namun yang terjadi selama ini dalam pembelajaran, aktivitas siswa cenderung kurang. Adapun penyebab kurangnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran adalah (1) model pembelajaran yang selama ini dilakukan tidak diminati lagi oleh siswa, seperti pembelajaran yang dilakukan dengan ceramah, model pembelajaran ini membuat siswa jenuh dan tidak kreatif, dan (2) suasana pembelajaran yang terjadi selama ini terlalu terfokus kepada guru, sedangkan siswa terkesan seperti seorang anak yang harus patuh apa yang diperintahkan oleh guru tanpa diberikan kesempatan untuk berkreasi menurut kemampuannya. Berdasarkan fenomena tersebut maka alternatif pemecahan yang dipilih adalah implementasi kolaborasi pembelajaran kooperatif model jigsaw dan PBMP (pemberdayaan berfikir melalui pertanyaan). Ketertarikan peneliti mengambil model pembelajaran tipe Jigsaw dan PBMP, karena peneliti melihat dalam model pembelajaran kooperatif Jigsaw semua anggota kelompok diberi tugas dan tanggungjawab, baik individu maupun kelompok. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Nasional Malang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan metode deskriptif kualitatif, yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat tahapan untuk masing-masing siklus, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui: (1) observasi, (2) wawancara, (3) angket, (4) catatan lapangan, dan (5) dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: (1) reduksi data, (2) paparan data, dan (3) penyimpulan hasil analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa untuk setiap siklus. Dari angket motivasi diketahui siswa merasa senang dan termotivasi belajar dengan menggunakan strategi Kooperatif Jigsaw dan PBMP. Hal itu diketahui dari 27 pernyataan positif angket yang diberikan menunjukan 90% dinyatakan sangat positif dan 10% sisanya dinyatakan positif, sedangkan yang merespon negatif tidak ditemukan. Dari data hasil tes siswa, pada pre tes siklus I diketahui nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 35,28 sedangkan pada post test siklus I dapat diketahui nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 67,14 mengalami peningkatan sebesar 90,30%. Rincian dari hasil post test sebagai berikut: siswa yang tuntas belajar pada siklus I sebanyak 26 siswa (74,28%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 9 siswa (25,71%). Berdasarkan data hasil belajar pada siklus I dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang nilainya dikategorikan tuntas baik (TB) sebanyak 20 siswa (57,14%), kategori Tuntas (T) sebanyak 6 siswa (17,14%), kategori tidak (TT) sebanyak 9 siswa (25,71%). Berdasarkan deskripsi data yang telah diuraikan di atas dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa pada siklus I dikategorikan sudah mencapai ketuntasan belajar dengan kualifikasi baik. Prestasi belajar mengalami peningkatan pada siklus II. Dari data hasil tes siswa, pada pre test siklus II diketahui nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 45, sedangkan pada post test siklus II dapat diketahui nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 82,42, mengalami peningkatan sebesar 83,15%. Rincian dari hasil post test sebagai berikut: siswa yang tuntas belajar pada siklus II sebanyak 28 siswa (80%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 7 siswa (57,14%). Berdasarkan data hasil belajar pada siklus II dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang nilainya dikategorikan Tuntas baik (TB) sebanyak 26 siswa (74,28%), kategori Tuntas (T) sebanyak 2 siswa (5,71%), kategori tidak (TT) sebanyak 7 siswa (20%), Berdasarkan deskripsi data yang telah diuraikan diatas dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa pada siklus II meningkat dibandingkan pada siklus I dengan nilai rata-rata dari 67,14 menjadi 82,42. Saran yang dapat diberikan adalah: (1) bagi sekolah, diharapkan dapat mengimplementasikan strategi pembelajaran yang tepat, dan sesuai dengan masing-masing karakteristik mata pelajaran, (2) bagi guru, supaya mengimplementasikan Strategi Kooperatif Jigsaw dan PBMP sebagai alternatif model pembelajaran yang tepat, terutama pada mata pelajaran CNC, (3) bagi siswa, agar dapat belajar dengan giat, menghargai guru, menghargai teman, serta saling bekerjasama yang baik antar sesama teman, dan (4) bagi peneliti berikutnya, dapat melakukan kegiatan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan dan mengimplementasikan pembelajaran Kooperatif Jigsaw dan PBMP.

Diagnosis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita terkait pertidaksamaan kuadrat dengan menggunakan mapping mathematics dan scaffolding-nya / Marlin Blandy Mananggel

 

Mananggel, Marlin, Blandy, 2015. Diagnosis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita terkait Pertidaksamaan Kuadrat dengan Menggunakan Mapping Mathematics dan Scaffolding-nya. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Akbar Sutawidjaja, M.Ed., Ph.D., (II) Dr. I Nengah Parta, S.Pd., M.Si. Kata kunci: diagnosis, soal cerita, pertidaksamaan kuadrat, mapping mathematics, scaffolding     Diagnosis merupakan suatu proses penting dalam pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru. Dengan mendiagnosis kesulitan siswa secara tepat, guru dapat mengetahui lebih banyak faktor penyebab kesulitan siswa dan merancang bantuan yang dapat mengatasi kesulitan tersebut. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika, kesulitan yang sering dialami siswa adalah menyelesaikan soal cerita terkait pertidaksamaan kuadrat. Siswa seringkali salah dalam memahami masalah dan menentukan bentuk matematis yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkaji kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita terkait pertidaksamaan kuadrat; 2) mendiagnosis penyebab kesulitan siswa tersebut; dan 3) mendeskripsikan bentuk scaffolding untuk mengatasi kesulitan siswa tersebut.     Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif-kualitatif untuk menjawab pertanyaan di atas. Dalam hal ini, peneliti adalah instrumen utama. Data penelitian ini adalah pekerjaan tertulis dan ungkapan verbal subjek penelitian dalam wawancara dan pemberian scaffolding. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan lembar tes diagnostik dan tes pemahaman, pedoman wawancara, dan pedoman scaffolding, serta catatan lapangan. Dalam penelitian ini, triangulasi sumber data diterapkan untuk mengecek keabsahan data.     Scaffolding diberikan sesuai dengan penyebab kesulitan siswa. Bentuk scaffolding yang diberikan berupa explaining, reviewing dan restructuring, serta developing conceptual thinking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan scaffolding yang tepat kesulitan siswa telah berkurang, bahkan ada dua subjek yang sudah tidak mengalami kesulitan lagi, yaitu subjek dari kelompok tinggi. Sedangkan dua subjek lainnya mengalami kesulitan pada tahap ke-3, yaitu kesalahan dalam menentukan akar-akar persamaan kuadrat dan dua subjek lainnya lagi mengalami kesulitan pada tahap ke-4, yaitu kesalahan dalam menuliskan kesimpulan. Oleh karena kajian dalam penelitian ini masih terbatas, maka perlu adanya kajian yang lebih mendalam dengan semua level scaffolding Anghileri.

Berbagai aspek penilaian guru bidang studi pendidikan jasmani terhadap nilai pelajaran pendidikan jasmani siswa kelas II semester IV SMA se Kota Madya Malang tahun ajaran 1990/1991
oleh Khurun'in

 

Teknik-teknik supervisi kepala sekolah menurut persepsi guru dalam pengelolaan kelas di sekolah menengah umum negeri dan swasta Kodya Blitar / oleh Djasmani

 

Model analisis proyeksi kebutuhan guru pada jenjang pendidikan dasar (Studi pengembangan pada Dinas Pendidikan Kota Pasuruan) / Desi Eri Kusumaningrum

 

Gaya kepemimpinan dan hubungannya dengan model kecenderungan displin yang diterapkan dalam kelas oleh guru SMAN se-Kecamatan Gondanglegi
Endang Kristiana Ganti

 

Pola kalimat bahasa Indonesia dalam karangan pembelajar asing Program Darmasiswa di Center of Indonesian Studies BIPA Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang / Dwi Oktavianti Ningsih

 

Kata Kunci: pola kalimat, kalimat. Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting. Oleh karena itu, kalimat juga memegang peranan penting dalam proses komunikasi. Kalimat merupakan suatu bentuk bahasa yang digunakan oleh seseorang dalam menuangkan gagasan, ide, atau pesan baik secara tulis maupun lisan. Kalimat mengandung pesan yang akan disampaikan oleh penulis kepada pembaca. Sebuah karangan terbentuk dari susunan beberapa kalimat dalam bahasa tulis. Sebuah kalimat mempunyai pola-pola tertentu. Semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang, maka makin kompleks pula pola kalimat maupun kosa kata yang digunakannya. Salah satu kegiatan menuangkan gagasan, ide, atau pesan lewat kalimat (tulis) adalah mengarang. Mengarang berarti menggunakan bahasa untuk menyampaikan ide atau pesan yang terkandung dalam kalimat. Seorang penulis karangan harus memperhatikan pola kalimat yang digunakan karena pola kalimat akan berpengaruh pada kesempurnaan proses penyampaian dan penerimaan pesan. Dengan demikian, proses mengarang juga perlu memperhatikan pola kalimat. Seiring dengan pentingnya tatakalimat dalam bahasa tulis, maka perlu adanya sebuah usaha untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Dengan demikian, perlu diadakan penelitian tentang tatakalimat kepada pembelajar asing khususnya tentang kemampuan menyusun pola kalimat. Untuk itulah dalam penelitian ini dipilih masalah pola kalimat berdasarkan jumlah klausa dalam karangan pembelajar asing program Darmasiswa di CIS BIPA Fakultas Sastra UM serta pola kalimat berdasarkan sifat hubungan aktor dan aksi dalam karangan pembelajar asing program Darmasiswa di CIS BIPA Fakultas Sastra UM. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian ini berupa kalimat bahasa Indonesia dalam karangan pembelajar asing program Darmasiswa CIS BIPA FS UM. Data tentang kalimat bahasa Indonesia dalam karangan pembelajar asing program Darmasiswa CIS BIPA FS UM ini dikumpulkan oleh peneliti sendiri dengan cara memberikan tugas mengarang pada pembelajar asing dengan bantuan tutor. Pengambilan data dilakukan di luar jam kegiatan belajar mengajar, yaitu dengan tugas mengarang di rumah. Hasil penelitian ini berupa kalimat-kalimat yang menunjukkan pola-pola kalimat berdasarkan jumlah klausa dan pola kalimat berdasarkan sifat hubungan aktor aksi dalam karangan pembelajar asing. Jumlah pembelajar yang diteliti adalah 2 orang dengan latar belakang negara yang berbeda. Seorang dari Thailand dan seorang lagi dari Ethiopia. iv Hasil penelitian ini di uraikan sebagai berikut. Pertama, pola kalimat dalam karangan pembelajar asing program Darmasiswa CIS BIPA FS UM berdasarkan jumlah klausanya adalah (1) pola kalimat tunggal meliputi 8 pola, yaitu S-P, S-P-O, S-P-K, K-S-P-O, S-P-O-K, S-P-K-K, S-P-Pel dan S-P-O-Pel; (2) pola kalimat majemuk setara, yaitu kalimat majemuk setara penjumlahan dan kalimat majemuk setara perurutan; (3) pola kalimat majemuk bertingkat; dan (4) pola kalimat majemuk campuran. Sementara itu, pola kalimat dalam karangan pembelajar asing program Darmasiswa CIS BIPA FS UM berdasarkan sifat hubungan aktor dan aksi meliputi (1) pola kalimat aktif, yaitu kalimat aktif transitif dan kalimat aktif intransitif; (2) pola kalimat pasif; dan (3) pola kalimat resiprokal. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diajukan oleh penulis ditujukan kepada pengajar/tutor BIPA, peneliti selanjutnya, dan penulis buku teks. Kepada pengajar/tutor BIPA khususnya di CIS BIPA FS UM diharapkan untuk lebih banyak lagi memberikan latihan menulis. Selain itu, pengajar/tutor diharapkan memberikan contoh kalimat yang bervariasi sebagai pengayaan. Hal ini dimaksudkan agar perbendaharaan pola kalimat pembelajar asing lebih berkembang. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian yang serupa. Dari penelitian yang serupa diharapkan dapat mengungkap lebih dalam tentang macam-macam pola kalimat yang digunakan pembelajar asing. Hal ini bertujuan untuk perbandingan dan pendalaman. Sementara itu, untuk penulis buku teks diharapkan untuk mengintegrasikan materi tentang tatakalimat khususnya pola kalimat dalam pembelajaran menulis. Hal ini bertujuan untuk menambah wawasan pembelajar asing tentang tatakalimat bahasa Indonesia. Dengan begitu, pembelajar mempunyai banyak pengetahuan tentang tatakalimat khususnya macam-macam pola kalimat.

Pembelajaran menulis kreatif siswa kelas III SD Negeri Lowokwaru VI Malang Kotamadya Malang / oleh Sri Nuryati

 

Pengaruh kualitas input, kompetensi guru, sarana prasarana sekolah dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi SMAN di Situbondo tahun ajaran 2009/2010 / Dewi Endah Fajariana

 

Jurusan Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Bambang Banu Siswoyo, M.M, (II) Prof. Dr. F. Danardana Murwani, M.M. Kata Kunci: kualitas input, kompetensi guru, sarana prasarana sekolah, motivasi belajar, prestasi belajar. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Peningkatan mutu pendidikan selalu diupayakan agar dapat mencetak sumber daya manusia yang berguna bagi pembangunan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah prestasi belajar siswa di dalam lembaga pendidikan. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi dan menentukan proses prestasi belajar siswa di sekolah yaitu faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaruh langsung kualitas input terhadap motivasi belajar, (2) pengaruh langsung kompetensi guru terhadap motivasi belajar, (3) pengaruh langsung sarana prasarana sekolah terhadap motivasi belajar siswa. (4) pengaruh langsung kualitas input terhadap prestasi belajar, (5) pengaruh langsung kompetensi guru terhadap prestasi belajar (6) pengaruh langsung sarana prasarana sekolah terhadap prestasi belajar siswa, dan (7) pengaruh langsung motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi Sekolah Menengah Atas Negeri di Kabupaten Situbondo. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan hubungan antar variabel yang bersifat assosiatif kausalitas serta digambarkan berdasarkan analisis jalur. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri di Situbondo dengan sampel sebanyak 78 orang. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan instrumen berupa angket serta dokumentasi untuk variabel kualitas input dan prestasi belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur. Hasil penelitian dapat dipaparkan secara singkat sebagai berikut: 1) kualitas input siswa berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa, 2) kompetensi guru berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa, 3) sarana prasarana sekolah berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar, 4) motivasi belajar siswa tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar. Terkait dengan hasil penelitian ini, maka disarankan agar: 1) kualitas input siswa dapat dipertahankan dan ditingkatkan, 2) kompetensi guru SMAN di Situbondo harus dapat ditingkatkan, 3) sarana prasarana sekolah dan motivasi belajar dipertahankan dan ditingkatkan. Implikasinya, secara teoritis temuan penelitian ini memperkuat penjelasan dan pendapat bahwa faktor input, kompetensi guru dan sarana prasarana sekolah termasuk faktor yang secara langsung mempengaruhi prestasi belajar siswa tanpa dimediasi oleh motivasi belajar.

Pengaruh financial distress ratio model altman terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bei periode 2008-2010 / Mario wasio

 

Kata Kunci: Working Capital to Total Assets Ratio, Retained Earnings to Total Assets Ratio, Earning Before Interest and Taxes to Total Assets Ratio, Market Value of Equity to Total Liabilities Ratio, Sales to Total Assets Ratio, Harga Saham. Pergerakan harga saham menjadi perhatian utama setiap investor, meskipun memungkinkan investor dapat mengalami risiko kerugian. Hal tersebut menuntut investor perlu untuk mengolah lebih informasi yang tersedia dengan berbagai teknik analisis yang ada. Salah satu teknik analisis yang ada adalah model prediksi kebangkrutan dari Altman. Para investor yang menggunakan rasio-rasio Altman akan mempertimbangkan rasio-rasio tersebut dalam jual beli saham sehingga rasio-rasio tersebut memiliki pengaruh terhadap harga saham. Investor juga harus menggunakan signalling theory untuk melihat adanya sinyal baik (good news) atau sinyal buruk (bad news) yang diberikan oleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio-rasio keuangan Altman terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2008-2010. Data keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan perusahaan manufaktur di BEI periode 2008-2010. Rasio-rasio keuangan yang merupakan variabel independen adalah rasio-rasio yang digunakan Altman untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan yaitu: Working Capital to Total Assets Ratio(WC/TA), Retained Earnings to Total Assets Ratio(RE/TA), Earning Before Interest and Taxes to Total Assets Ratio(EBIT/TA), Market Value of Equity to Total Liabilities Ratio(MVE/TL) dan Sales to Total Assets Ratio(S/TA) dan harga saham sebagai variabel dependen.Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis regresi berganda melalui pengujian SPSS dengan mempertimbangkan uji asumsi klasik yaitu normalitas, multikolinieritas, heterokedastisitas dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel WC/TA, RE/TA, EBIT/TA, MVE/TL, S/TA secara bersama-sama berpengaruh terhadap harga saham dengan tingkat signifikansi 0,000. Hasil Analisis melalui uji parsial menunjukkan bahwa hanya rasio WC/TA dan rasio MVE/TA berpengaruh terhadap harga saham. Berdasarkan nilai adj.R2 variabel independen dapat mempengaruhi harga saham sebesar 35%. Saran yang dapat diberikan penulis dalam penelitian ini adalah: (1) untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah sampel penelitian tidak hanya pada perusahaan manufaktur. (2) Perusahaan harus selalu menjaga kinerja keuangan karena hal tersebut tersebut digunakan oleh investor sebagai bahan pertimbangan dalam berinvestasi.

Pemanfaatan remitensi keluarga TKW di daerah asal di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang / Sri Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Sri. 2009. Pemanfaatan Remitensi Keluarga TKW di Daerah Asal di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Budijanto, M.Si, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.si. Rendahnya penghasilan dan kesempatan kerja menyebabkan sebagian penduduk dari Desa Purwodadi melakukan migrasi ke luar negeri untuk menjadi tenaga kerja Wanita (TKW). Sehingga menghasilkan kiriman ke daerah asal (remiten) yang dialokasikan untuk kegiatan konsumtif dan produktif, sehingga membawa perubahan terhadap kondisi sosial ekonomi keluarga di daerah asal. Beberapa tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan jumlah remitensi di daerah asal di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang, (2) Mendiskripisikan karakteristik TKW, (3) Mendeskripsikan proporsi remitensi terhadap pendapatan total rumah tangga, (4) Mendeskripsikan hubungan antara jumlah remitensi dengan negara tujuan, jenis pekerjaan, lama bekerja, dan status migrasi, (5) Mendeskripsikan pemanfaatan remitensi, (6) Mendeskripsikan hubungan antara jumlah remitensi dengan kondisi sosial ekonomi keluarga di daerah asal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survey, cara memperoleh datanya dengan menggunakan angket (quesioner). Populasi dalam penelitian ini adalah anggota keluarga TKW di Desa Purwodadi yang bekerja di luar negeri berjumlah 75 orang dengan menggunakan purposive random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan perhitungan persentase dan analisis Chi square. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Karakteristik TKW di lihat dari pendidikan yang ditempuh TKW sangat rendah, sehingga jenis pekerjaan yang dimiliki TKW di luar negeri sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), negara tujuan bekerja yaitu negara Hongkong, dengan lama kerja > 6 tahun, serta pendapatan/gaji yang tinggi pula. Sedangkan remiten untuk keluarga di daerah asal sangat tinggi, cara mengirim remiten melalui jasa Bank, remiten lebih tinggi dimanfaatkan untuk makan-minum, pendidikan, membangun rumah, dan modal usaha, sedangkan bentuk rumah sesudah menjadi TKW yaitu permanen. Hubungan remitensi dengan negara tujuan yaitu remitensi yang paling tinggi bekerja di negara Hongkong sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), hubungan jenis pekerjaan dengan Gaji TKW yaitu gaji yang paling tinggi bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), hubungan lama kerja terhadap remitensi yaitu remitensi yang paling tinggi adalah yang bekerja >6 tahun, hubungan status migrasi terhadap remitensi yaitu remitensi yang paling tinggi adalah migrasi legal, dan hubungan remitensi terhadap gaya hidup yaitu pemanfaatan remitensi yang paling tinggi untuk kebutuhan makan-minum, biaya pendidikan dan membangun rumah serta untuk modal usaha.

Hubungan citra tubuh dengan penerimaan diri pada remaja cosplayer komunitas Cosuki di kota Malang / Cecilia Sarah Degreta Papuko

 

ABSTRAK Papuko, Cecilia Sarah Degretha. 2015. Hubungan Citra Tubuh dengan Penerimaan Diri Pada Remaja Cosplayer Komunitas Cosuki di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Hj. Tutut Chusniyah, M.Si. (II) Drs. H. Mohammad Bisri,M.Si Kata kunci : penerimaan diri, citra tubuh, remaja, cosplayer Pada remaja, bagaimana dirinya menilai bentuk tubuh sangat berpengaruh pada penerimaan diri. Bila citra tubuh yang dimilikinya baik maka akan lebih mudah untuk mengembangkan diri. Demikian pula halnya dengan penerimaan diri, remaja yang menerima diri sebagaimana adanya akan lebih mudah untuk memaksimalkan kelebihannya serta berusaha untuk memperbaiki kelemahannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan penerimaan diri pada remaja cosplayer. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yang berjumlah 40 orang remaja cosplayer anggota Cosuki dengan teknik tryout terpakai. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Citra Tubuh dan Skala Penerimaan Diri. Hasil uji validitas pada skala citra tubuh menunjukkan bahwa 30 aitem valid dari 50 aitem (reliabilitas = 0,885). Dan hasil uji validitas skala penerimaan diri menunjukkan bahwa 24 aitem valid dari 30 aitem (reliabilitas = 0,860). Analisis korelasional dengan menggunakan Pearson Product Moment, menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara citra tubuh dengan penerimaan diri pada remaja Cosplayer anggota Komunitas Cosuki di Kota Malang, (r)= 0,643, (p)= 0,000 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa, bila citra tubuh remaja cosplayer tinggi maka penerimaan dirinya juga tinggi, demikian sebaliknya bila citra tubuh remaja cosplayer rendah maka penerimaan dirinya juga rendah. Dari hasil penelitian ini disarankanremaja cosplayer anggota dapat meningkatkan citra tubuh dan penerimaan pada diri sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan mencintai dan menghormati diri serta menerima segala kekurangan yang dimiliki walaupun tidak sesuai dengan gambaran tubuh ideal. Serta mengembangkan segala kemampuan diri dan menjalankan hobi tanpa harus memaksakan diri menjadi sama persis dengan karakter idola. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih informatif dengan menggunakan metode penelitian lainnya seperti metode kualitatif, atau dengan memperluas populasi dan menambah jumlah sampel agar hasil yang didapatkan bisa digeneralisasi lebih luas.

Pengembangan model latihan man to man defense bolabasket menggunakan modifikasi permainan gobak sodor di ekstrakulikuler SMP Laboratorium UM Malang / Moh. Jerry Alfredo Metalian

 

ABSTRAK Metalian, Moh. Jerry Alfredo. 2015. Pengembangan Model Latihan Man To Man Defense Bolabasket Menggunakan Modifikasi Permainan Gobak Sodor di Ekstrakurikuler SMP Laboratorium UM Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M.Kes (II) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: Pengembangan, Modifikasi Permainan Gobak Sodor, Model Latihan Man To Man Defense Bolabasket. Teknik pertahanan atau yang biasa disebut dengan defense merupakan usaha mencegah tim lawan memasukkan bola kedalam keranjang, mencegah serangan lawan adalah sama pentingnya dalam mencetak angka. Semua pemain bolabasket hendaknya memiliki keterampilan yang sangat baik pada teknik defense, begitu pula dengan pemain yang ada di kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di SMP Laboratorium UM Malang. Modifikasi permainan gobak sodor digunakan dikarenakan adanya kesamaan antara keduanya yaitu untuk mempertahankan daerahnya agar tidak dapat dilewati oleh lawan. Kurangnya jadwal latihan adalah salah satu penghambat latihan bagi siswa. Pada penelitian awal peneliti memberikan angket analisis kebutuhan kepada pelatih ekstrakurikuler SMP Laboratorium UM Malang dan angket analisis kebutuhan kepada pemain. Diketahui bahwa, pelatih dan pemain membutuhkan pengembangan model latihan man to man defense yang nantinya dikemas dalam bentuk buku panduan. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan sebuah produk berupa buku yang berisi materi model latihan man to man defense di SMP Laboratorium UM Malang menggunakan modifikasi permainan gobak sodor. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (research and development). Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan research and development Borg and Gall. Dalam penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif berupa persentase, yang digunakan untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari penelitian awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil menggunakan 8 siswa dan uji coba kelompok besar menggunakan 30 siswa. Hasil penilaian atau evaluasi terhadap model latihan ini yaitu hasil ahli permainan bolabasket didapatkan persentase 95% (sangat baik), dari ahli permainan tradisional didapatkan persentase 75% (baik), dan dari ahli media didapatkan persentase 78%(baik). Dari hasil uji coba kelompok kecil didapatkan rata-rata persentase 94% (sangat baik) dan dari hasil uji coba lapangan (uji coba kelompok besar) didapatkan rata-rata persentase 98%(sangat baik). Dibuku ini terdapat 4 model latihan yaitu model permainan gobak sodor dengan penjagaan sistem 4 defense 1 sodor tanpa bola, menggunakan bola passing, menggunakan bola drible, dan penjagaan kolom sistem 4 defense 1 sodor menggunakan bola menempel. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat diuji cobakan pada kelompok yang lebih luas dan disosialisasikan sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Selain itu, diharapkan ada penelitian selanjutnya, untuk menguji tingkat efektivitas produk yang dikembangkan.

Kedudukan ahli waris menurut hukum waris adat dan hukum waris Islam
(suatu studi perbandingan)
oleh Marmi Eko Prasetioningsih

 

Penggunaan media pendidikan dalam kegiatan belajar mengajar matematika kelas V SD sekecamatan Sumbersari Kabupaten Jember
oleh Anita Theresia Elizabeth L.G

 

Pengaruh pendidikan foral dan penghasilan penghuni terhadap kondisi squatter di Gubeng Kota Madya Surabaya / oleh Yustinus Harris. EP

 

Kebutuhan akan pelatihan tambahan (in service training) untuk meningkatkan kemampuan konselor
survei pada konselor SMTA negeri se-Jawa Timur
oleh Akhmad Baidun

 

Perbedaan sifat fisik dan organoleptik sosis ayam substitusi nangka muda (Artocarpus heterohyllus lamk) dengan sosis ayam komersial / Maria Tri Yusita

 

ABSTRAK Yusita, Maria, Tri. 2015. Perbedaan Sifat Fisik & Organoleptik Sosis Ayam Dengan Sosis Ayam Substitusi Nangka Muda (Artocarpus heterophyllus Lamk). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd., (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Nangka Muda, Sosis Ayam. Sosis ayam adalah salah satu jenis olahan daging ayam yang dicincang kemudian dihaluskan dan diberi bumbu yang dimasukkan ke dalam selongsong kemudian dimasak. Sosis ayam pada umumnya mengandung lemak yang tinggi dan rendah serat. Pemanfaatan nangka muda sebagai bahan substitusi sosis ayam menjadikan sosis ayam substitusi nangka muda mengandung serat yang tinggi dan rendah lemak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sifat fisik warna dan mutu hedonik rasa dan tekstur sosis ayam substitusi nangka muda, sifat fisik warna, mutu hedonik rasa dan tekstur, kandungan lemak dan serat sosis ayam substitusi nangka muda terbaik dan sosis ayam komersial, uji sama/beda secara keseluruhan antara sosis ayam substitusi nangka muda terbaik dengan sosis ayam komersial. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Rancangan Penelitian Acak Lengkap (RAL) dua kali pengulangan. Analisis data menggunakan ANOVA dengan uji lanjut DMRT. Parameter yang diamati meliputi uji fisik warna dan uji mutu hedonik. Hasil sosis terbaik pada tahap ini dibandingkan dengan sosis ayam komersial menggunakan uji t. Parameter yang diamati pada uji t meliputi uji fisik warna, uji mutu hedonik, dan uji kimia. Hasil sosis yang lebih baik dari interpretasi keseluruhan parameter antara sosis ayam substitusi nangka muda 60%:40% dan sosis ayam komersial dianalisis secara deskriptif. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa rerata uji fisik warna sosis ayam substitusi nangka muda formula 80%:20%, 70%:30%, dan 60%:40% terdapat perbedaan yang signifikan pada taraf 5% terhadap warna kekuningan, namun pada tingkat kecerahan dan kemerahan tidak terdapat perbedaan, sedangkan terhadap mutu hedonik rasa dan tekstur terdapat perbedaan yang signifikan Hasil uji t sosis ayam substitusi nangka muda terbaik (60%:40%) dan sosis ayam komersial terdapat perbedaan yang signifikan pada taraf 5% terhadap tingkat kecerahan, warna kemerahan, dan kekuningan. Hasil rerata uji mutu hedonik rasa sosis ayam substitusi nangka muda terbaik yaitu 4,66% dan sosis ayam komersial 4,92%. Hasil rerata tekstur sosis ayam substitusi nangka muda terbaik yaitu 4,28% dan sosis ayam komersial 4,84%. Kandungan lemak pada sosis ayam substitusi nangka muda terbaik memiliki rerata (3,73%), sosis ayam komersial (17,49%), sedangkan kandungan serat pada sosis ayam substitusi nangka muda terbaik memiliki rerata (6,77%), sosis ayam komersial (2,42%).

Pengaruh feodalisme Mataram terhadap keberhasilan Sultan Agung dalam melaksanakan politik penyatuan wilayah / oleh Asnawi Susilo Wahono

 

Jumlah koloni dan macam bakteri dari berbagai sumber kontaminasi di rumah potong perusahaan daerah pembantaian" Kodya Malang / oleh Mohamad Amin"

 

Hubungan relasi atasan bawahan dan komitmen organisasi pada karyawan PTPN XII Wonosari Malang / Agustinus Setyo Budi

 

ABSTRAK Budi, Agustinus Setyo. 2015. Hubungan Relasi Atasan Bawahan dan Komitmen Organisasi Pada Karyawan PTPN XII Wonosari Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Drs. Fattah Hidayat, S.E, M.S (II) Diantini Ida Viatrie, M.Si. Kata kunci : kualitas hubungan atasan bawahan, komitmen organisasi, karyawan Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hubungan atasan bawahan, gambaran komitmen organisasi karyawan serta hubungan kualitas hubungan atasan bawahan dan komitmen organisasi karyawan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitas hubungan atasan dan bawahan sebagai variabel independen dan komitmen organisasi sebagai variabel dependen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantatif yang disajikan dalam bentuk deskripsi dan korelasi dengan menggunakan metode statistik. Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif korelasional yang bertujuan mendiskripsi secara sistematis terhadap suatu populasi tertentu, sifat dan faktor tertentu. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa sebesar 51. 25 % karyawan tetap PTPN memiliki komitmen organisasi yang tinggi dan kualitas hubungan atasan dan bawahan tinggi dengan persentase 52.5 %. Hasil uji analisis korelasi product moment pearson didapati nilai korelasi yakni 0. 239 dengan nilai signifikansi sebesar 0. 032 sehingga terdapat hubungan positif yang signifikan. Hal ini disebakan oleh beberapa faktor yang telah dipaparkan dalam penelitian di antaranya persepsi karyawan pada pekerjaan, professional respect karyawan terhadap atasan, dan keinginan kuat karyawan untuk tetap berada dalam organisasi.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |