Redesain corporate identity penerbit CV Sava Media Malang / oleh Arif Robby Cahyadi

 

Pengaruh strategi pembelajaran inkuiri terbimbing dan ekspositori terhadap hasil belajar pemahaman konsep IPA pada pebelajar SMO yang memiliki tingkat motivasi berprestasi berbeda / Totok Gunarto

 

ABSTRAK Gunarto, Totok. 2016. Pengaruh Strategi Pembelajaran (Inkuiri Terbimbing dan Ekspositori) Terhadap Hasil Belajar Pemahaman Konsep IPA Pebelajar SMP yang Memiliki Tingkat Motivasi Berprestasi Berbeda. Disertasi. Jurusan Teknologi Pembelajaran, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. I Wayan Ardhana, M.A., (2) Prof. Dr. H. Punadji Setyosari, M.Pd., (3) Dr. Sulton, M.Pd. Kata Kunci: Inkuiri terbimbing dan ekspositori, hasil belajar, motivasi berprestasi. Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat akan membuat pebelajar melakukan aktivitas secara bebas, menarik, menyenangkan dan bermakna dalam meraih hasil belajarnya. Agar pemilihan dan penerapan strategi pembelajaran dapat memperoleh hasil belajar yang optimal, maka diperlukan kecakapan guru dalam merancang dan menciptakan sebuah pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan pebelajar dalam memahami konsep dasar dan kemampuan memecahkan masalah secara kontekstual. Selain strategi pembelajaran, salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah motivasi berprestasi. Motivasi berprestasi memberikan andil yang cukup besar untuk meraih hasil belajar yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah menemukan pengaruh utama dan interaksi antara strategi pembelajaran inkuiri terbimbing dan ekspositori yang memiliki motivasi berprestasi berbeda terhadap hasil belajar pemahaman konsep IPA pebelajar SMP. Metode Penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain faktorial versi pretest-postest nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah pebelajar kelas VII SMP Negeri 7 Bangkalan kabupaten Bangkalan propinsi Jawa Timur semester gasal tahun pelajaran 2015/2016. Pemilihan sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Data diperoleh melalui angket motivasi berprestasi, pretest (data awal), dan postest (tes akhir). Jumlah pebelajar yang terlibat dalam penelitian sejumlah 80 pebelajar. Sebanyak 40 pebelajar dibelajarkan dengan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing sebagai kelas eksperimen dan 40 pebelajar lainnya dibelajarkan dengan strategi pembelajaran ekspositori sebagai kelas kontrol.Uji normalitas sebaran data menggunakan statistik Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. Uji homogenitas varians dan varians antar kelompok menggunakan Levene’s Test of Equality of Error Variances dan Uji hipotesis menggunakan Anava dua jalur. Hasil penelitian penelitian menunjukkan bahwa: 1) Hasil belajar pemahaman konsep IPA antara kelas pebelajar yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing dan strategi pembelajaran ekspositori berbeda secara signifikan. Strategi pembelajaran inkuiri terbimbing terbukti mempunyai pengaruh lebih baik terhadap hasil belajar pemahaman konsep IPA yang dicapai pebelajar dibandingkan dengan strategi pembelajaran ekspositori, 2) hasil belajar IPA antara kelas pebelajar yang memilki motivasi berprestasi tinggi dan rendah berbeda secara signifikan. Kelas pebelajar yang memiliki motivasi berprestasi tinggi memperoleh hasil yang lebih baik dari pada kelas pebelajar yang memiliki motivasi berprestasi rendah, dan 3) strategi pembelajaran dan motivasi berprestasi menunjukkan tidak ada pengaruh interaksi terhadap hasil belajar pemahaman konsep IPA.

Analisa dampak kemacetan lalu lintas terhadap biaya operasional kendaraan (BOK) kendaraan berat di Kabupaten Sidoarjo (studi kasus Jl. A. Yani, Gedangan Sidoarjo) / Moch. Syubbanul Muflikhin

 

ABSTRAK Muflikhin, Moch. Syubbanul. 2015. Analisa Dampak Kemacetan Lalu Lintas terhadap Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Kendaraan Berat di Kabupaten Sidoarjo (Studi Kasus Jl. A. Yani, Gedangan Sidoarjo). Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Bambang Supriyanto, S.T., M.T, (II) Ir. Henri Siswanto, M.T. Kata Kunci: Kemacetan lalu lintas, biaya operasional kendaraan, kendaraan berat, Jalan A. Yani Sidoarjo Kendaraan berat tidak lepas dari biaya operasional kendaraan (BOK). Biaya operasional kendaraan yang dikeluarkan sering meningkat seiring dengan kemacetan lalu lintas yang tinggi di Jl. A. Yani, Gedangan Sidoarjo. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai biaya operasional kendaraan terhadap kemacetan lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui BOK kendaraan berat saat lalu lintas normal dan lalu lintas macet, serta dampak kemacetan lalu lintas terhadap BOK kendaraan berat. Data penelitian yang diolah adalah data volume kendaraan yang melewati Jl. A. Yani, Gedangan, data kinerja ruas Jl. A. Yani, Gedangan Sidoarjo, serta data kelengkapan perhitungan BOK. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan perhitungan BOK PCI 1988 dan RSNI 2006. Sedangkan untuk kinerja ruas Jl. A. Yani, Gedangan Sidoarjo dianalisis sesuai MKJI 1997. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh hasil saat kondisi lalu lintas normal BOK truk 2 as dan 3 as metode PCI 1988 adalah Rp 7.154 rupiah/km dan Rp 9.489 rupiah/km. BOK truk 2 as dan 3 as metode RSNI 2006 adalah Rp 4.877 rupiah/km dan Rp 5.455 rupiah/km. Saat kondisi arus lalu lintas macet, BOK truk 2 as dan 3 metode PCI 1988 adalah Rp 7.998 rupiah/km dan Rp 10.597 rupiah/km. BOK truk 2 as dan 3 as metode RSNI 2006 adalah Rp 5.064 rupiah/km dan Rp 5.775 rupiah/km. Dampak dari kemacetan lalu lintas terhadap biaya operasional kendaraan (BOK) kendaraan berat truk 2 as dan 3 as adalah terjadi kenaikan BOK sebesar 10,55% dan 10,45% menurut perhitungan PCI 1988 dan 3,7% dan 5,5% menurut perhitungan RSNI 2006. Faktor terbesar kenaikan BOK adalah konsumsi bahan bakar dan oli.

Profil iklim sekolah dasar swasta di Kotamadya Malang / oleh Hiendarto Sukotjo

 

Analisis CAPM untuk mengetahui return saham : studi pada Perusahaan Indeks LQ-45 / oleh Ratih Agung Kusumastuti

 

Pengaruh strategi think pair share pada pembelajaran guided inquiry terhadap penguasaan konsep fisika dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA Negeri 1 Kawedanan / Agus Hadi Nuryanto

 

ABSTRAK Nuryanto, Agus Hadi. 2016. Pengaruh Strategi Think Pair Share pada Pem-belajaran Guided Inquiry terhadap Penguasaan Konsep Fisika dan Ke-mampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kawedanan. Te-sis. Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Parno, M.Si. (2) Dr. Wartono, M.Pd. Kata kunci: think pair share, guided inquiry, penguasaan konsep, kemampuan berpikir kritis. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa guided inquiry mampu me-ningkatkan penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis. Pembelajaran guided inquiry akan lebih efektif jika dilakukan secara kooperatif. Oleh karena itu penting memasukkan startegi think pair share ke dalam sintaks guided inquiry dalam upaya meningkatkan keaktifan siswa dan memaksimalkan hasil diskusi. Strategi think memberikan waktu untuk membangun kerangka pikir masalah yang akan diselidiki. Strategi pair memberikan kesempatan siswa men-curahkan hasil pemikiran secara verbal kepada pasangannya, dan strategi share memberikan waktu untuk menyampaikan kesimpulan hasil penyelidikan kepada seluruh siswa di dalam kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi think pair share pada pembelajaran guided inquiry terhadap penguasaan konsep fisika dan kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pretest and posttest control group design. Subyek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Ka-wedanan berjumlah 34 siswa setiap kelas. Pemilihan kelas dilakukan secara acak sehingga diperoleh satu kelas eksperimen satu yang diberi strategi think pair share pada pembelajaran guided inquiry, satu kelas eksperimen dua yang diberi pembelajaran guided inquiry tanpa strategi think pair share dan satu kelas kontrol yang diberi pembelajaran konvensional. Instrumen pengukuran dalam penelitian ini adalah tes penguasaan konsep fisika (r = 0,68) dan tes kemampuan berpikir kritis (α = 0,78) dan instrumen perlakuannya berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran materi suhu dan kalor. Uji prasyarat normalitas menggunakan uji Liliefors dan uji homogenitas varian menggunakan uji Bartlett. Pengujian hipotesis menggunakan MANOVA satu jalur dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa. Lebih lanjut didapatkan bahwa penguasaan konsep fisika siswa yang belajar dengan strategi strategi think pair share pada pembelajaran guided inquiry lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar tanpa strategi think pair share dan lebih tinggi dari siswa yang belajar dengan pem-belajaran konvensional. Kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar dengan strategi think pair share pada pembelajaran guided inquiry lebih tinggi dibanding-kan siswa yang belajar tanpa strategi think pair share dan lebih tinggi dari siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa stra-tegi think pair share pada pembelajaran guided inquiry mempunyai pengaruh positif terhadap penguasaan konsep fisika dan kemampuan berpikir kritis siswa.

Peranan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar siswa di SMAN 1 Malang / Ika Lestari

 

Kata Kunci: Peranan, Perpustakaan Sekolah, Sumber Belajar siswa. Perpustakaan sekolah sangat penting bagi siswa dalam pembelajaran di sekolah, selain itu perpustakaaan sekolaha juga berfungsi sebagai salah satu pusat informasi, sumber ilmu pengetahuan, penelitian, serta berbagai layanan jasa lainnya. Perpustakaan sekolah yang ideal diharapkan dapat menjadi salah satu sumber belajar siswa, seharusnya dimiliki oleh semua jenjang sekolah. Perpustakaan ideal tersebut harus nyata-nyata ada, dalam arti semua aspek kelengkapan perustakaan harus dipenuhi dalam perpustakaan, diantaranya koleksi buku lengkap, petugas perpustakaan profesional, tertib administrasi dan tertib sirkulasi. Apabila aspek-aspek tersebut mampu dipenuhi, maka perpustakaan sekolah akan mampu menjadi salah satu pusat sumber belajar bagi siswa. Demikian halnya dengan sekolah menengah atas (SMA) di Kota Malang, perpustakaan sekolah harus mampu dijadikan sebagai salah satu pusat sumber belajar siswa. Sehingga siswa dapat memperoleh pengetahuan, tidak hanya terbatas dari proses belajar-mengajar yang diperoleh di kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan profil perpustakaan sekolah yang ada di SMAN 1 Malang; (2) Mendeskripsikan program perpustakaan sekolah yang ada di SMAN 1 Malang; (3) Mendeskripsikan cara mengoptimalkan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar siswa di SMAN 1 Malang; (4) Mendeskripsikan kendala yang dihadapi dalam menjadikan perpustakaan sekolah sebagai basis sumber belajar siswa di SMAN 1 Malang; (5) Mendeskripskan cara mengatasi kendala dalam menjadikan perpustakaan sekolah sebagai basis sumber belajar siswa di SMAN 1 Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan dasar teori fenomenologis, dan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Lokasi penelitian di Perpustakaaan SMAN 1 Malang. Sumber data dalam penelitian ini berupa manusia (informan) yaitu bapak Widra, Ibu Hadiyanti, Bapak Ali Rabbani, Vira, Hanin dan Ahil, peristiwa dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa : (1) Profil Perpustakaan SMAN 1 Malang, di resmikan pada hari senin pahing, tanggal 17 April 1971, bertempat di ruang B. 3 (sekarang ruang kopsis). Data Perkembangan Jumlah Bahan pustaka Perpustakaan SMAN 1 Malang dari tahun 1971- sekarang mencapai 5000 eksemplar buku.(2) Program Perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar siswa di SMAN 1 Malang terdiri dari : a. Program kegiatan harian, b. Program kegiatan mingguan, c. Program kegiatan bulanan, d.Program kegiatan semester, e. Program kegiatan tahunan, f. Program kegiatan sesaat, g. Program kegiatan jangka pendek, h. Program kegiatan jangka panjang. Program-program tersebut merupakan suatu program pada SMAN 1 Malang untuk dapat memanfaatkan perpustakaan sekolah dengan sebaik-baiknya. (3) Peranan perpustakaan sekolah di SMAN 1 Malang sebagai pusat sumber belajar yaitu perpustakaan ini digunakan sebagai tempat belajar siswa, digunakan pula sebagai tempat diskusi antar siswa dan guru. Cara mengoptimalkan perpustakaan sekolah di SMAN 1 Malang sebagai pusat sumber belajar yaitu dilakukan dengan menambah koleksi buku perpustakaan, menambah sarana atau perabot perpustakaan.(4) Kendala yang dihadapi dalam menjadikan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar siswa di SMAN 1 Malang yaitu kurangnya fasilitas, koleksi buku kurang banyak, dan para siswa kurang disiplin. (5) Upaya mengatasi perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar di SMAN 1 Malang yaitu menambah koleksi buku-buku perpustakaan yang berkualitas, dan meningkatkan keprofesionalan petugas perpustakaan. Berdasarkan temuan penelitian di atas, saran yang di ajukan adalah sebagai berikut: (1) Bagi kepala sekolah, hendaknya lebih aktif dalam mengawasi dan mendorong pustakawan untuk lebih profesionalisme dalam menangani perpustakaan sekolah guna peningkatan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar siswa. (2) Bagi pustakawan perpustakaan SMAN 1 Malang, hendaknya lebih meningkatkan profesionalitas dalam mengelola perpustakaan sekolah, dan hendaknya aktif menjalankan kegiatan dengan menggunakan sarana perpustakaan sekolah. (3) Bagi Pemerintah, baik Pemerintah pusat dan Pemerintah daerah, hendaknya lebih memberi dukungan bagi perkembangan perpustakaan sekolah, terutama dalam hal penambahan koleksi buku, kelengkapan sarana dan prasarana perpustakaan sekolah yang akan mendukung bagi proses belaja siswa.

Pengaruh latihan aerobik teratur siang hari dan malam hari terhadap perubahan kadar leukosit dalam darah pada tikus putih (Rattus norvegicus wistar) / Chandra Sucahyadi

 

Kata Kunci: latihan aerobik teratur, siang hari, malam hari, leukosit. Aktivitas fisik merupakan kegiatan hidup yang dikembangkan dengan harapan dapat memberikan nilai tambah berupa peningkatan kualitas, kesejahteraan dan martabat manusia. Pengaruh aktifitas fisik terhadap fungsi biologis dapat berupa pengaruh positif yaitu memperbaiki maupun pengaruh negatif yaitu menghambat atau merusak. Pada atlit dalam pemberian beban maksimal saat pelatihan fisik atau kelelahan yang berat ditemukan adanya perubahan jumlah leukosit pada darah tepi, yang diduga menyebabkan meningkatnya kejadian infeksi saluran nafas, karena terjadi penekanan fungsi imunitas, sehingga terjadi penurunan penampilan. kelelahan akibat aktifitas fisik maksimal akan menyebabkan terjadinya perubahan komponen seluler dari imunitas yang dapat dilihat pada darah tepi. Beban maksimal juga menyebabkan menurunnya produksi antibodi dan penurunan fungsi limfosit secara umum. Sehingga kerja sistem imun menurun. Dalam olahraga, sistem kerja imun sangat berpengaruh. Latihan meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang sehat oleh berkurangnya kerentanan tubuh terhadap penyakit, sedangkan meningkatkan kekuatan sistem kekebalan tubuh itu sendiri. sehingga memungkinkan tubuh untuk melawan infeksi lebih berhasil dan peningkatan suhu tubuh akibat aktivitas fisik atas dapat membantu dalam menahan pertumbuhan bakteri. Sehingga peneliti ingin mengetahui apakah ada pengaruh latihan aerobik teratur pada saat siang hari dan malam hari terhadap peningkatan jumlah leukosit dalam darah. Penelitian ini menggunakan experimental laboratories dengan rancangan penelitian Randomized Control Group Postest Design. Sampel penelitian menggunakan tikus putih jenis rattus norvegicus strain wistar berjenis kelamin jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 5 ekor. kelompok kontrol, kelompok yang diberi perlakuan renang pada siang hari, kelompok yang diberi perlakuan renang pada malam hari. Pengaruh latihan diketahui dengan cara mengukur kadar leukosit dalam darah. Pengukuran leukosit dalam darah menggunakan HORIBAABX Diagnostics. Berdasarkan analisis data tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan aerobik teratur pada saat siang hari dan latihan aerobik teratur pada saat malam hari terhadap peningkatan leukosit. Tetapi dilihat dari nilai rata-rata kontrol = 7380, siang = 7880, malam = 6180, terdapat perbedaan jumlah kadar leukosit pada tikus. Kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang tidak nyata latihan aerobik teratur yang dilakukan terhadap peningkatan jumlah kadar leukosit. Saran berdasarkan hasil penelitian ini, perlu diadakan penelitian yang serupa dengan jumlah sampel dan bentuk latihan yang berbeda. Perlu diadakan penelitian dengan sampel manusia mengenai pengaruh latihan aerobik teratur siang hari dan malam hari.

Telaah nilai-nilai ajaran dalam kitab Bhagawadgita sebagai landasan konseling
oleh Bambang Triyanto

 

Tugas dan kinerja konselor tinjauan kompetensi dan analisis diri
oleh Siti Sutarmi Fadhilah

 

Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif berbasis komputer pada mata diklat dasar-dasar mesin / Wanda Ramansyah

 

Kata Kunci: Pengembangan, Multimedia Pembelajaran, Interaktif, Komputer, Dasar-Dasar Mesin, Model Kemp dan Dayton. Mata diklat dasar-dasar mesin adalah mata diklat yang diberikan kepada seluruh siswa SMK kelas 1 jurusan Teknik Otomotif. Pembelajaran dalam mata diklat dasar-dasar mesin ini membahas materi-materi yang meliputi pengenalan komponen-komponen mesin 2 tak dan 4 tak, cara kerja mesin 2 tak dan 4 tak, sistem pelumasan, dan sistem pendinginan mesin. Ditinjau dari karakteristik pembelajaran mata diklat dasar-dasar mesin tersebut maka pembahasan lebih banyak mengupas tentang pergerakan di dalam mesin. Permasalahan timbul karena pembelajaran menggunakan buku cetak atau modul tentu saja dirasakan kurang, hal ini karena buku cetak atau modul hanya dapat menyajikan gambar diam saja. Tujuan pengembangan ini adalah untuk mengatasi permasalahan belajar siswa dengan menciptakan media belajar berupa multimedia pembelajaran interaktif berbasis komputer pada pembelajaran mata diklat dasar-dasar mesin yang bertujuan untuk membantu memudahkan dan memotivasi siswa SMK khususnya jurusan Teknik Otomotif untuk memahami materi dalam mata diklat dasar-dasar mesin. Metode pengembangan multimedia pembelajaran interaktif berbasis komputer ini adalah menggunakan model Kemp dan Dayton, di mana langkah-langkahnya adalah menentukan: (1) ide atau tujuan umum pembelajaran, (2) tujuan khusus pembelajaran, (3) karakteristik audiens, (4) isi materi (content outline), (5) treatment, (6) storyboard, (7) naskah (script), (8) developing, editing, and mixing, dan (9) testing and revising. Dari hasil uji validasi produk pengembangan didapat data sebagai berikut: ahli isi atau materi menyatakan produk multimedia pembelajaran interaktif berbasis komputer mencapai kualifikasi “tinggi” dengan prosentase jawaban 87,14%, ahli media pembelajaran menyatakan produk multimedia pembelajaran interaktif berbasis komputer mencapai kualifikasi “tinggi” dengan prosentase jawaban 83 %, dan ahli desain pembelajaran menyatakan produk multimedia pembelajaran interaktif berbasis komputer mencapai kualifikasi “tinggi” dengan prosentase jawaban 88%. Dari hasil uji coba perorangan mengenai produk multimedia pembelajaran interaktif berbasis komputer didapat rata-rata prosentase jawaban 90 % yang berarti produk berada pada kualifikasi “sangat tinggi”. Kemudian dari uji coba kelompok kecil didapat rata-rata prosentase jawaban 87 % yang berarti produk berada pada kualifikasi “tinggi”. Langkah terakhir pada uji coba kelompok besar didapat rata-rata prosentase jawaban 88 % yang berarti produk berada pada kualifikasi “tinggi”. Saran desiminasi produk pengembangan ini adalah agar produk ini dapat disebarluaskan dan digunakan oleh siswa SMK secara luas, khususnya siswa SMK jurusan teknik otomotif. Namun penyebaran produk juga harus disertai dengan penyediaan fasilitas-fasilitas teknologi yang memadai seperti komputer atau laptop beserta sound system dan proyektor untuk memfasilitasi produk ini.

Penerapan perolehan belajar baca tulis fungsional dalam kegiatan sehari-hari warga belajar program kejar paket A di Kecamatan Kedungkandang Kotamadya Malang
oleh Imam Hambali

 

Kompetensi mahasiswa praktikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang / Halimatus Sa'diyah

 

Kata kunci: Kompetensi, mahasiswa praktikan, dan Bimbingan dan Konseling Kompetensi menunjuk pada perbuatan (performance) yang bersifat rasional dan memenuhi spesifikasi tertentu dalam melaksanakan layanan Bimbingan dan Konseling (BK). Dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) kompetensi yang dimaksud adalah performance mahasiswa praktikan dalam melaksanakan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah sebagai salah satu latihan dalam mempersiapkan diri menjadi konselor profesional. Praktik pengalaman lapangan dilaksanakan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang dengan tujuan mempersiapkan mahasiswa menjadi konselor profesional. Namun fenomena yang dapat diamati dalam pelaksanaan PPL tidak jarang mahasiswa hanya sekedar menggugurkan kewajiban sebagai seorang mahasiswa yang menempuh matakuliah PPL. Hal ini tidak sesuai dengan tujuan jurusan yaitu mempersiapkan mahasiswa Bimbingan dan Konseling sebagai calon konselor yang berkompeten di bidang Bimbingan dan Konseling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) penguasaan mahasiswa praktikan Bimbingan dan Konseling tentang kompetensi pedagogik menurut konselor pamong, (2) penguasaan mahasiswa praktikan Bimbingan dan Konseling tentang kompetensi kepribadian menurut konselor pamong, (3) penguasaan mahasiswa praktikan tentang kompetensi sosial menurut konselor pamong (4) penguasaan mahasiswa praktikan Bimbingan dan Konseling tentang kompetensi profesional menurut konselor pamong. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa praktikan Program Studi Bimbingan dan Konseling dalam kegiatan PPL pada tahun ajaran 2009/2010. Yang menjadi sumber informasi adalah konselor pamong di sekolah tempat praktikan melaksanakan PPL. Sampel penelitian ini adalah seluruh konselor pamong yang ada di sekolah tempat berpraktik atau sampel total. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase. Hasil yang diperoleh dari penelitian sebagai berikut: (1) berkaitan dengan kompetensi pedagogik menunjukkan sangat sedikit (11,09%) konselor pamong yang sangat setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi pedagogik, banyak (63,47%) konselor pamong yang setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi pedagogik, sangat sedikit (21,19%) konselor pamong yang kurang setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi pedagogik, dan sangat sedikit (4,18%) konselor pamong yang tidak setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi pedagogik. (2) berkaitan dengan kompetensi kepribadian menunjukkan bahwa sangat sedikit (16,36%) konselor pamong yang sangat setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi kepribadian, i   banyak (81,12%) konselor pamong yang setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi kepribadian, sedikit (29,17%) konselor pamong yang kurang setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi kepribadian, dan sangat sedikit (4,38%) konselor pamong yang tidak setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi kepribadian. (3) Berkaitan dengan kompetensi sosial bahwa sangat sedikit 9,84% konselor pamong sangat setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi sosial, banyak (65,53%) konselor pamong yang setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi sosial, sangat sedikit (19,15%) konselor pamong yang kurang setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi sosial, dan sangat sedikit (4,36%) konselor pamong yang tidak setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi sosial. (4) Berkaitan dengan kompetensi profesional bahwa sangat sedikit (11,82%) konselor pamong yang sangat setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi profesional, banyak (63,86%) konselor pamong yang setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi profesional, sangat sedikit (17,51%) konselor pamong yang kurang setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi profesional, dan sangat sedikit (4,86%) konselor pamong tidak setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi profesional. Berdasarkan hal tersebut, disarankan kepada: (1) Jurusan BKP, hendaknya hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu bahan masukan bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan kompetensi kepribadian mahasiswa yaitu dengan cara merekonstruksi topik-topik atau matakuliah yang berhubungan dengan pengembangan kepribadian mahasiswa. (2) Dosen Pembimbing PPL, hasil penelitian ini hendaknya dijadikan masukan dalam membimbing mahasiswa, yaitu yang berkaitan dengan pemeriksaan daftar hadir mahasiswa di sekolah, dan pemeriksaan program BK yang sudah dilaksankan oleh masing-masing mahasiswa praktikan. (3) Peneliti lanjutan yang melakukan penelitian serupa hendaknya menggunakan mahasiswa secara langsung sebagai subyek penelitian, menggunakan wawancara dan observasi sebagai salah satu teknik pengumpulan data.

Pengembangan multimedia pembelajaran pokok bahasan luas belah ketupat dan volume prisma segitiga pada mata pelajaran matematika kelas VI SDN Condro II Pasirian Lumajang / Kurniawan Widigdo Aji

 

Aji, Kurniawan Widigdo. 2014. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Pokok Bahasan Luas Belah Ketupat dan Volume Prisma Segitiga pada Mata Pelajaran Matematika Kelas VI Sekolah Dasar Negeri Condro 02, Pasirian. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. H. Sulton, M.Pd. (II) Henry Praherdhiono, S.Si, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Multimedia pembelajaran, Matematika     Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat kompleks dengan konsep-konsep dan membutuhkan kemampuan guru dalam mengelola kelas, terutama kemampuan guru dalam memanfaatkan media yang bisa memenuhi 3 tahapan materi luas belah ketupat dan volume prisma segitiga. Terhubung dan terkait dengan 3 tahapan materi yaitu pengertian, contoh, dan penerapan sehingga perlu multimedia pembelajaran untuk menyajikan ke-3 tahapan materi dan untuk penerapan yang dibutuhkan animasi untuk menerapkan perubahan bentuk dari bangun datar ke bangun dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil observasi di SDN hasil bahwa pada SDN Condro 02, Pasirian tersedia fasilitas LCD proyektor sehingga perlu pengembangan multimedia pembelajaran untuk kelas 6 mata pelajaran matematika dengan materi luas belah ketupat dan volume prisma segitiga sebagai inovasi pembelajaran matematika di sekolah tersebut.         Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia pembelajaran di kelas VI SDN Condro 02, Pasirian tentang luas belah ketupat dan volume prisma segitiga yang sesuai dengan karakter kebutuhan siswa. Diharapkan multimedia pembelajaran ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang dapat menunjang pembelajaran Matematika. Hasil akhir dari kegiatan pengembangan ini adalah produk multimedia pembelajaran dalam mata pelajaran Matematika untuk siswa kelas 6 SD, yaitu berupa CD dan terdiri dari, (1) materi, (2) petunjuk pemanfaatan, (3) gambar, (4) animasi sederhana, dan (5) audio. Secara teknis pengembangan media pembelajaran ini tidak sama dalam hal penerapannya dalam penyampaian materi pengajaran yang akan diberikan kepada siswa. Pengembangan media pembelajaran ini menyangkut materi-materi Matematika yang telah diringkas sedemikian rupa sehingga mudah untuk dipahami oleh siswa-siswi kelas 6 SD.     Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ADDIE yang terdiri dari lima tahapan : (1) analisis dan penilaian, (2) desain, (3) pengembangan (4) implementasi, dan (5) evaluasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam pengembangan ini berupa angket kuisioner yang disebarkan kepada satu ahli media, satu ahli materi, uji coba perorangan dengan 2 orang siswa, dan uji coba kelompok kecil dengan 10 orang siswa, uji lapangan dengan 30 orang siswa.          Hasil uji coba pengembangan multimedia pembelajaran pada ahli media dan materi sebesar 80% (valid) dan 96% (valid). Sedangkan, data hasil uji coba kevalidan dan pengembangan metode multimedia pembelajaran pada audiens atau responden sebesar 92% (valid), dan hasil uji coba audiens kelompok kecil sebesar 89% (valid) uji lapangan rata-rata pretest (55%) dan post test (81%), peningkatan hasil belajar secara keseluruhan dengan persentase (25,33 %). Secara keseluruhan berdasarkan kriteria kelayakan produk dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran tersebut masuk dalam keterangan valid, sehingga layak digunakan dalam pembelajaran Matematika untuk siswa kelas 6 SD. Saran dalam pengembangan multimedia pembelajaran diantaranya diharapkan dalam pengembangan multimedia lebih memperhatikan dalam pemberian navigasi audio akan menentukan kualitas suara. Saran dalam pemanfaatan bagi guru daharapkan sebelum pembelajaran terlebih dahulu membaca petunjuk pemanfaatan agar selama pembelajaran dapat sesuai dengan petunjuk pemanfaatan. Saran desiminasi yaitu diharapkan media pembelajaran matematika dapat dimanfaatkan pula di sekolah atau di daerah lain. Saran pengembangan produk lebih lanjut yaitu kepada pengembang lain yang akan membuat topik pengembangan yang sama dengan media pembelajaran ini disarankan untuk mengkaji materi yang akan digunakan untuk pengembangan serta mengobservasi terlebih dahulu tempat supaya lebih cermat dalam penentuan dan pemanfaatan sehingga akan lebih efektif dan efisien.

Pembuatan nasi kuning instan dan uji organoleptik / oleh Dwiyanti Ervinningsih

 

Perbandingan pendekatan keterampilan proses dengan pendekatan biasa terhadap hasil belajar konsep dan keterampilan intelektual suatu studi kuasi eksperimen pada bidang studi IPA di Sekolah Dasar / oleh Moh. Shochib

 

Pembuatan busana pesta modifikasi baju terate pengantin Palembang / oleh Stevanie Ambarwati

 

Pembuatan busana pesta dari tenun ikat NTT / oleh Rifka Dewi Nurlaila

 

Penerapan ornamen bulu ayam pada busana pesta malam / oleh Zulhi Ravillia Indra

 

Pengaruh atribut produk, dan kebutuhan mencari variasi terha- dap perpindahan merek air minum dalam kemasan Aqua ke Cleo (studi pada pelanggan agen AMDK UD. Inti Jaya di Kab. Lumajang) / Mochammad Ariful Syahdan

 

ABSTRAK Syahdan, Mochammad Ariful, 2016.PengaruhAtributProduk dan KebutuhanMencariVariasiTerhadapPerpindahanMerek Air MinumDalamKemasan Aqua ke Cleo(StudiPadaKonsumenAgen AMDK UD.Inti Jaya diKab.Lumajang).Skripsi, Jurusan, Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. (I) Dr. Aniek Indrawati S.Si.,(II) Dr. Titis Shinta Dewi, S.P, M,M. Kata Kunci: AtributProduk, KebutuhanMencariVariasidan PerpindahanMerek Analisis terhadap perpindahan merek dapat dikaitkan dengan atribut produk, dimana faktor ini terkait secara langsung dengan kualitas produk yang ditawarkan oleh perusahaan sehingga produk yang dikonsumsi benar-benar mampu menjamin kepuasan konsumen. Perpindahanmerekdapatmunculkarenaadanyakebutuhanmencarivariasidankeputusankonsumenuntukberpindahmerektidakhanyadipengaruhiolehkebutuhanmencarivariasi, namunjugadipengaruhiolehatributproduk. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana deskripsi atribut produk, kebutuhan mencari variasi,dan keputusan perpindahan merek air minum dalam kemasan Aqua ke Cleo ? 2) Apakah atribut produk dan kebutuhan mencari variasi berpengaruh secara parsial terhadap keputusan permindahan merek air minum dalam kemasan Aqua ke Cleo ? 3) Apakah atribut produk dan kebutuhan mencari variasi berpengaruh secara simultan terhadap keputusan permindahan merek air minum dalam kemasan Aqua ke Cleo ? 3) Variabel atribut produk ataukah kebutuhan mencari variasi yang mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan permindahan merek air minum dalam kemasan Aqua ke Cleo? Penelitian ini merupakanjenis penelitian deskriptif dan explanatory yaitu mengenai pengaruhatribut produk dan kebutuhan mencari variasiyang merupakanvariabelindependentdenganvariabeldependentnyayaitukeputusan permindahan merek air minum dalam kemasan Aqua ke Cleo. Populasi pada penelitian ini adalah konsumen pada agen Air MinumDalamKemasan (AMDK) UD. Inti Jaya di Kabupaten Lumajang yangmengkonsumsi Cleo, namunpadaperiodesebelumnyatelahmengkonsumsi Aqua terlebihdahulu. Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi linier berganda. Kesimpulan hasil penelitian yaitu 1) atribut produk menunjukkan baik, kebutuhan mencari variasi tinggi dan keputusan perpindahan merek air minum dalam kemasan Aqua ke Cleo tinggi. 2) Atribut produk dan kebutuhan mencari variasi berpengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan permindahan merek air minum dalam kemasan Aqua ke Cleo. 3) Atribut produk, dan kebutuhan mencari variasi berpengaruh signifikan secara simultan terhadap keputusan permindahan merek air minum dalam kemasan Aqua ke Cleo. 4) Atribut produk mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan permindahan merek air minum dalam kemasan Aqua ke Cleo.  

Penggunaan batik Madura pada pembuatan busana muslim untuk pesta / oleh Fatimatus Zahroh

 

Pengaruh eksplorasi karier terhadap kematangan perencanaan karier siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Wlingi Kabupaten Blitar / Adityawarman

 

ABSTRAK Adityawarman. 2016. Pengaruh Eksplorasi Karier terhadap Kematangan Perencanaan Karier Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Wlingi Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Widada, M.Si, (II) Dra. Elia Flurentin, M. Pd. Kata Kunci: eksplorasi karier, kematangan perencanaan karier, siswa SMP Kematangan perencanaan karier merupakan tingkat kesesuaian antara individu dengan proses yang terjadi selama pembuatan keputusan untuk memilih suatu pekerjaan tertentu. Tingkat kematangan perencanaan karier individu ditunjukkan dengan adanya sikap konsistenitas terhadap pemilihan karier tertentu. Kematangan perencanaan karier meliputi indikator sikap dan kompetensi, sehingga dapat diukur kematangannya. Klasifikasi kematangan perencanaan karier dibagi menjadi 4 (empat) klasifikasi yang meliputi perencanaan karier matang, perencanaan karier cukup matang, perencanaan karier kurang matang, dan perencanaan karier tidak matang. Tingkat kematangan perencanaan karier dapat ditingkatkan dengan menggunakan beberapa metode pelatihan, yang selanjutnya disebut sebagai pemberian layanan eksplorasi karier.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kematangan perencanaan karier siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Wlingi Kabupaten Blitar, dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh eksplorasi karier terhadap kematangan perencanaan karier siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Wlingi Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen tidak sebenarnya (pre experiment). Peneliti menggunakan one group pre-test and post-test design. Subjek penelitian diambil sebanyak ± 21,9% dari keseluruhan populasi yang dibagi menjadi 2 (dua) kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik statistik non-parametrik uji Wilcoxon Signed Rank Test (WSRT) yang terdapat di dalam SPSS 21.0 for Windows. Dari hasil analisis data disimpulkan bahwa; (1) kematangan perencanaan karier siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Wlingi Kabupaten Blitar sebanyak 22 atau sebesar 30,1% (sedikit) orang memiliki kategori perencanaan karier matang, 49 atau sebesar 67,1% (banyak) orang memiliki perencanaan karier cukup matang, dan 2 atau sebesar 2,8% (sangat sedikit) orang memiliki perencanaan karier kurang matang, dari keseluruhan subjek penelitian sebanyak 73 orang siswa, (2) pemberian layanan bimbingan berupa pelatihan eksplorasi karier dapat meningkatkan kematangan perencanaan karier siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Wlingi Kabupaten Blitar. Berdasarkan hasil penelitian ini, (1) konselor hendaknya memberikan layanan bimbingan eksplorasi karier berupa assesment diri, diskusi, dan problem solfing untuk meningkatkan kematangan perencanaan karier siswa SMP, (2) peneliti selanjutnya diharapkan menguji keefektifan pemberian layanan eksplorasi karier dengan menggunakan kelompok kontrol dan pemilihan subjek penelitian ditentukan secara random.

Akuntabilitas pengelolaan dana BOS berdasarkan persepsi pengguna di SD negeri se-kecamatan Kedung Kandang Kota Malang / Efi Gunawati

 

Kata Kunci: Akuntabilitas, Sekolah Dasar Negeri, Dana BOS Pembangunan Ilmu pengetahuan dan teknologi diarahkan agar pemanfaatan, pengembangan serta penguasaannya dapat mempercepat peningkatan kecerdasan dan kemampuan bangsa. Dalam UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 5, Ayat (1) menyatakan, bahwa "Setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu", dan Pasal 11, Ayat (1) menyatakan "Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Ini tidak menjamin bahwa setiap warga mendapat pendidikan, maka dicetuskanlah program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagai upaya untuk meningkatkan akses masyarakat khususnya siswa dari keluarga miskin atau kurang mampu. Untuk mencapai tujuan program BOS tersebut, maka diperlukan Akuntablitas yang tinggi, yaitu harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dengan sepenuhnya oleh semua pihak yang terlibat dalam program tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul ‘Akuntabilitas Pengelolaan Dana BOS Se-Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang’. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, (1) Apakah pengelolaan dana BOS berdasar persepsi pengguna di SD Negeri Se-Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang sudah memenuhi standar akuntabilitas laporan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)?; (2) Apa kesimpulan opini audtor yang diberikan atas hasil akuntabilitas pengelolaan dana BOS berdasarkan persepsi pengguna di SD Negeri se-Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang?; (3) Kendala-kendala apa saja yang muncul dalam proses pengelolaan dana BOS berdasarkan persepsi pengguna di SD Negeri se-Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang? Tujuan penelitian ini adalah, (1) Untuk mengevaluasi pengelolaan dana BOS berdasarkan persepsi pengguna; (2) Memberikan opini auditor atas hasil akuntabilitas pengelolaan dana BOS berdasarkan persepsi pengguna; (3) Untuk mengidentifikasi beberapa kendala yang dihadapi dalam proses pengelolaan dana BOS berdasarkan persepsi pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif, untuk menggambarkan gejala dan fakta mengenai akuntabilitas pengelolaan dana BOS. Populasi penelitian adalah para Kepala sekolah dan bendahara sekolah di SDN Se-Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang dengan responden berasal dari 45 sekolah negeri. Sampel penelitian mengambil 45 sekolah dengan jumlah responden 90 orang karena sampel yang diambil adalah para Kepala Sekolah dan Bendahara sebagai penanggungjawab pengelolaan dana BOS. Teknik pengambilan sampel dengan cara Purposive Sampling yaitu sampel diambil berdasarkan ciri tertentu yang dianggap memiliki keterkaitan dengan sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Instrumen pengumpulan data adalah dengan teknik angket atau kuesioner tertutup yaitu angket yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih alternatif jawaban dan dianggap sesuai dengan memberikan tanda silang (X) pada kolom yang sudah disediakan. Penganalisisan data menggunakan analisis kuantitatif dan menggunakan tabulasi frekuensi. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah (1) Untuk pengelolaan dana BOS berdasarkan persepsi pengguna di seluruh Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang sudah memenuhi standar Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) karena dalam pengelolaannya berdasarkan pada ketentuan-ketentuan yang berlaku dan dalam penyalurannya sudah tepat sasaran; (2) Opini atas hasil akuntabilitas dapat disimpulkan, dalam pengelolaan dana BOS berdasarkan persepsi pengguna di SDN Se-Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang sudah memenuhi standar akuntansi auditor karena dalam pengelolaan dana BOS dapat dikatakan hasil auditnya sudah mencakup Wajar Tanpa Pengecualian, dan dalam standar auditing juga sudah mencakup tentang stándar umum, stándar pekerja lapangan, dan stándar pelaporan; (3) Untuk kendala-kendala dalam proses pengelolaan dana BOS berdasarkan persepsi pengguna dapat disimpulkan bahwa masih ada beberapa kendala kepala sekolah dan bendahara tentang informasi Tim Manajemen Kab/Kota belum dipahami oleh sekolah, masih terdapat masalah dalam pengalokasian Tim Manajemen tiap sekolah Kab/Kota, dengan adanya kendala ini kepala sekolah dan bendahara harus lebih memahami tentang informasi Tim Manajemen guna untuk kelancaran pengelolaan dana BOS. Berdasarkan kesimpulan, saran ditujukan kepada: (1) Kepala Sekolah dan Bendahara sekolah, yaitu kepala sekolah dan bendahara hendaknya dapat mensiasati masalah/kendala dalam pengelolaan dana BOS; (2) Dinas Pendidikan Kota Malang, yaitu hendaknya dapat mengkritisi celah-celah penyimpangan pengelolaan dana BOS (3) Akademisi Jurusan Administrasi Pendidikan, yaitu hendaknya mengembangkan suatu metode investigasi secara mudah guna menemukan celah-celah penyimpangan dana BOS sehingga dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan norma-norma audit menajemen; (4) Peneliti lain, yaitu hendaknya bisa mengetahui informasi manajemen keuangan yang didasarkan pada LAKIP dan stándar akuntansi.

Menghias gaun malam dengan tusuk jelujur dan tusuk rantai / oleh Atik Wardiningsih

 

Pengembangan menulis teks drama dengan menggunakan media kartu naskah drama kelas XI Bahasa SMA Negeri 4 Berau / Masduki Zakaria

 

ABSTRAK Zakaria, Masduki. 2016. Pengembangan Menulis Teks Drama dengan Menggunakan Media Kartu Naskah Drama untuk Siswa Kelas XI Bahasa SMA Negeri 4 Berau. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd, (II) Musthofa Kamal, S.Pd,M.Sn. Kata Kunci: media, menulis teks drama, kartu naskah drama Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari KTSP dan berfungsi sebagai acuan utama dalam penyelenggaraan pembelajaran. Perbedaan yang mencolok terdapat pada standar kompetensi lulusan. Kriteria dalam standar kompetensi lulus mencakup sikap, pengetahuam, dan keterampilan. Pada pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan kurikulum 2013 menerapkan pembelajaran berbasis teks. Salah satu teks yang diajarkan jenjang SMA adalah teks drama. Teks drama merupakan satu-satunya teks sastra yang diajarkan di kelas XI. Pembelajaran menulis teks drama kurang mendapat perhatian oleh peserta didik karena kurangnya apresiasi pendidik terhadap kegiatan pembelajaran ini. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Berau, diperoleh bahwa minat peserta didik pada kegiatan menulis teks drama masih kurang. Hasil wawancara dengan peserta didik pun menunjukan bahwa sebenarnya peserta didik menginginkan suasana pembelajaran menulis teks drama yang menyenangkan. Peserta didik menginginkan tersedianya media yang menyenangkan yang dapat mengatasi kesulitan mereka dalam belajar sehingga mereka juga lebih bersemangat. Kesulitan menemukan tema, alur cerita, dan cara mengembangkan cerita merupakan salah satu kendala siswa dalam menulis drama. Tujuan penelitian dan pengembangan ini secara umum adalah menghasilkan teks drama yang sesuai materi dengan menggunakan media pembelajaran berdasarkan kartu naskah drama untuk siswa SMA. Produk media yang dihasilkan secara khusus dikembangkan dengan memperhatikan muatan materi isi, bahasa, dan tampilan. Media yang dihasilkan berupa kartu naskah drama untuk kegiatan menulis teks drama. Terdapat materi pemodelan teks drama dan petunjuk penggunaan media yang disusun pada buku petunjuk media kartu naskah drama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Rancangan penelitian diadaptasi dari prosedur penelitian pengembangan Plomp yang dimodifikasi menjadi empat yakni (1) fase investigasi awal, (2) fase desain, (3) fase realisasi /kontruksi, (4) fase tes, evaluasi, dan revisi. Uji kelayakan produk media ini melibatkan (1) ahli materi pembelajaran drama, (2) ahli media pembelajaran, (3) praktisi pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu pendidik bahasa Indonesia, dan (4) siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 4 Berau sebagai subjek uji lapangan. Wujud data dalam penelitian ini berupa data numerik dan verbal. Data numerik diperoleh melalui angket penilaian produk kepada ahli materi pembelajaran drama, ahli media, praktisi pembelajaran bahasa Indonesia, dan subjek uji lapangan. Data verbal berupa catatan komentar, kritik maupun saran yang dituliskan dalam angket penilaian. Data verbal selanjutnya dianalisis sebagai salah satu acuan revisi produk. Berdasarkan hasil uji diketahui hasil penelitian produk dari ahli materi sebesar 85,8% ahli media sebesar 82,5% praktisi pembelajaran bahasa Indonesia sebesar 86,8% dan uji lapangan sebesar 80,8%. Berdasarkan penilaian ahli materi, produk pembelajaran tergolong layak meskipun masih perlu direvisi. Berdasarkan uji ahli media, produk tergolong layak dan perlu direvisi. Berdasarkan uji praktisi pembelajaran bahasa Indonesia, produk tergolong layak. Hasil uji lapangan kepada siswa kelas XI Bahasa SMA digunakan peneliti untuk mengetahui respon peserta didik terhadap media pembelajaran sebagai penunjang kegiatan pembelajaran menulis teks drama. Kesimpulan penelitian dan pengembangan ini adalah media pembelajaran menulis teks drama kelas XI Bahasa SMA dengan kartu naskah drama tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, pendidik disarankan untuk menggunakan media pembelajaran ini sebagai penunjang kegiatan menyusun teks drama. Penggunaan media ini mampu mengatasi problematika peserta didik dalam kegiatan penulisan teks drama. Penggunaan media ini diharapkan menjadi alat evaluasi bagi pendidik sehingga mengembangkan media pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif. Prosedur penelitian pengembangan ini dapat menjadi pedoman bagi peneliti lain untuk mengembangkan media dengan topik yang berbeda. Pengembang lain disarankan untuk mengikuti langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian ini. Penyebarluasan media ini dapat dilakukan dengan dua cara (1) melalui MGMP Guru bahasa Indonesia, dan (2) melalui peserta didik yang telah menggunakan media.

Penerapan aplikasi bordir batik Pekalongan pada busana pesta / oleh Suci Indi Ani

 

Peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui media buku harian (diary) pada siswa kelas VII D SMP Negeri 19 Malang tahun ajaran 2015/2016 / Dhita Pinatih

 

ABSTRAK Pinatih, Dhita. 2016. Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen melalui Media Buku Harian pada Siswa Kelas VII D SMP Negeri 19 Malang Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd., (II) Dra. Hj. Ida Lestari, M.Pd. Kata Kunci: menulis cerpen, media buku harian Keberhasilan pembelajaran menulis kreatif ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor pemilihan media pembelajaran yang tepat. Media pembelajaran juga bermanfaat agar siswa lebih antusias dan termotivasi untuk belajar. Pada pembelajaran menulis cerpen media yang dapat digunakan sangat bervariasi, serta bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan. Selama ini pembelajaran menulis cerpen sering terkendala masalah ide dalam memulai menulis cerpen, biasanya siswa mencari ide terlalu muluk-muluk seperti pemerintahan di Indonesia, kebakaran, banjir dsb. Padahal mereka bisa menulis cerpen mengunakan ide-ide sederhana seperti pengalaman pribadi yang ditulis dalam buku harian mereka yang berkesan, latar belakang inilah yang mendasari penelitian dengan judul “Peningkatan Menulis Cerpen melalui Media Buku Harian pada Siswa Kelas VII D SMP Negeri 19 Malang Tahun ajaran 2015/2016”. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 19 Malang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, siklus I dirancang berdasarkan interpretasi dan refleksi dari kegiatan studi pendahuluan. Siklus II atau siklus selanjutnya dirancang berdasarkan informasi dari siklus I atau siklus sebelumnya. Keputusan tentang berakhirnya suatu siklus bergantung pula pada kebutuhan lapangan. Penelitian ini dilakukan untuk (1) memaparkan peningkatan proses pembelajaran menulis cerpen dengan media buku harian pada siswa kelas VII SMP Negeri 19 Malang pada tahap (a) pratulis, (b) tulis, dan (c) pascatulis, (2) memaparkan peningkatan hasil menulis cerpen dengan media buku harian pada siswa kelas VII SMP Negeri 19 Malang pada subkemampuan mengembangkam (a) unsur tema, (b) unsur tokoh dan penokohan, (c) unsur latar, (d) unsur alur, dan unsur sudut pandang. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan media buku harian dalam pembelajaran menulis cerpen dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa kelas VII D SMP Negeri 19 Malang. Secara keseluruhan peningkatan kemampuan menulis cerpen terlihat pada peningkatan pemahaman dan juga peningkatan nilai dari siklus I ke siklusII. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan acuan bagi guru mata pelajaran bahasa Indonesia, terutama dalam pembelajaran menulis cerpen dengan media buku harian sebagai media pembelajaran, serta penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi peneliti berikutnya pada pembelajaran menulis puisi, menulis drama, dan keterampilan berbahasa yang lain dengan media buku harian.

Pengaruh penempatan kerja terhadap kinerja karyawan (Studi pada keryawan bagian produksi PT. agar sehat Makmur Lestari, Pasuruan) / Ahmad Gilang Ramadhan

 

Kata Kunci : Penempatan Karyawan, Kinerja Karyawan Sumber daya manusia dalam organisasi atau dalam perusahaan merupakan salah satu asset berharga bagi perkembangan organisasi. Dikatakan demikian karena sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan itulah yang nantinya akan menentukan apakah perusahaan akan berkembang atau mengalami kemunduran. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan sumber daya manusia agar dapat diberdayakan secara optimal. Pengelolaan sumberdaya manusia diantaranya rekeutment, seleksi, pelatihan, dan penempatan karyawan yang sesuai. Dari serangkaian kegiatan itu, penempatan karyawan yang tepat merupakan hal yang sangat penting dan sangat berpengaruh terhadap tercapainya tujuan perusahaan, salah satunya adalah meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian ini dilakukan di PT Agar Sehat Makmur Lestari (ASML) Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penempatan karyawan terhadap kinerja karyawan. Varibel bebas dalam penelitian ini terdiri dari kesesuaian pengetahuan dengan pekerjaan (X1) dan kesesuaian keterampilan dengan pekerjaan (X2). Sedangkan variable terikatnya adalah kinerja karyawan (Y). jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini berjumlah 93 orang. Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah simple random sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa regresi linear berganda dan menggunakan program SPSS for Windows versi 13.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Penempatan karyawan yang terdiri dari kesesuaian pengetahuan dengan pekerjaan (X1) dan kesesuaian keterampilan dengan pekerjaan (X2) pada karyawan bagian produksi di PT Agar Sehat Makmur Lestari tergolong sangat baik. (2) Karyawan bagian produksi PT Agar Sehat Makmur Lestari memiliki kinerja yang baik. (3) Secara parsial ada pengaruh yang signifikan antara kesesuaian pengetahuan dengan pekerjaan (X1) dan kesesuaian keterampilan dengan pekerjaan (X2) terhadap kinerja karyawan dalam pelaksanaan penempatan karyawan bagian produksi PT Agar Sehat Makmur Lestari. (4) Secara simultan ada pengaruh signifikan antar penempatan karyawan (variabel kesesuaian pengetahuan dengan pekerjaan (X1) dan variabel kesesuaian keterampilan dengan pekerjaan (X2)) terhadap kinerja karyawan bagian produksi PT Agar Sehat Makmur Lestari. Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian yang didapatkan adalah: (1) Adanya kesesuaian pengetahuan dengan pekerjaan pada karyawan bagian produksi PT Agar Sehat Makmur Lestari maka manajemen harus lebih memperhatikan proses penempatan karyawan, mulai dari perkrutan dan seleksi karyawan, mengadakan pendidikan dan pelatihan, dan tentunya menempatkan karyawan pada pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (2) Agar kinerja karyawan dapat lebih dioptimalkan hendaknya selain adanya kesesuaian pengetahuan dan keterampilan dengan pekerjaan, perusahaan harus lebih memperhatikan kesejahteraan, meningkatkan kepuasan karyawan itu sendiri dengan memperhatikan fasilitas-fasilitas kerja yang memuaskan dan adanya kontribusi yang baik terhadap kinerja karyawan, meningkatkan motivasi kerja, semangat kerja karyawan, mental kerja, bahkan kreativitas kerja karyawan.

Pengaruh gaya kognitif dan perancangan pengajaran berdasarkan component display theory terhadap perolehan belajar, retensi dan sikap / oleh Suhardjono

 

Penerapan ornamen pelepah pisang pada busana pesta wanita dari kain batik gedog Tuban / oleh Irma Tri Yunita

 

Penerapan think pair share menggunakan media puzzle untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas 1 SDN 2 Ngelo Kecamatan Cepu Kabupaten Blora / Dia Roro Fadila

 

ABSTRAK Fadila, Dian Roro. 2016. Penerapan Model Think Pair Share Menggunakan Media Puzzle untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Siswa Kelas I SDN Ngelo 2 Cepu Kabupaten Blora. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Rumidjan, M.Pd. (II) Drs. Sutrisno, S.Pd.M.Pd. Kata Kunci: Model Think Pair Share, keterampilan membaca. kelas I SD. Siswa kelas I mampu membaca kata ataupun kalimat sederhana. Namun, hampir separuh siswa tidak bisa membaca kata ataupun kalimat sederhana. Hal ini dikarenakan tidak adanya media pembelajaran penunjang untuk memaksimalkan hasil membaca yang dilaksanakan di kelas. Kurang aktifnya siswa dalam pembelajaran membaca sebagai faktor penunjang penyebab ketidakmampuan siswa untuk membaca kata ataupun kalimat sederhana. Media yang kurang bervariasi hanya menggunakan lembar kerja siswa (LKS) juga menyebabkan pembelajaran membaca di kelas menjadi kurang aktif. Pembelajaran yang didominasi dengan metode ceramah dan pemberian tugas menjadikan siswa hanya menerima materi secara langsung tanpa harus menemukan permasalahan yang akan dibahas dalam materi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil penerapan model pembelajaran Think Pair Share menggunakan media puzzle untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas I. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus secara bertahap yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan evaluasi serta refleksi. Hasil penelitian ini dengan penerapan model Think Pair Share menggunakan media puzzle menunjukkan bahwa keterampilan membaca menggunakan media puzzle mengalami peningkatan yang cukup baik. Peningkatan mencapai prosentase 83% (20 anak dari 24 orang siswa) mampu membaca kata ataupun kalimat sederhana. Siklus I menunjukkan angka 73 dengan kategori cukup baik dan siklus II menunjukkan angka 83 dengan kategori baik. Berdasarkan pada penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Think Pair Share menggunakan media puzzle dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas 1 SDN 2 Ngelo Kecamatan Cepu Kabupaten Blora yang terbukti dengan adanya peningkatan perolehan skor penilaian pada setiap pertemuan di seluruh siklus.

Kesesuaian manajemen laboratorium teknologi pada pendidikan teknik FPTK IKIP Medan / oleh Salman Bintang

 

Teknik aplikasi dengan sekang Makasar / oleh Lutfi Rosidah

 

Pengembangan media pembelajaran berbasis web pada mata pelajaran administrasi server untuk kelas XII TKJ di SMK Islam Batu / Ervan Arisdianto

 

ABSTRAK Arisdianto, Ervan.2016.Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web Pada Mata Pelajaran Administrasi Server Pada Kelas XII TKJ di SMK Islam Batu. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, pembimbing: (1) Dr. Ir. H Syaad Patmanthara, M.Pd. (2) Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom. Kata Kunci: Administrasi Server, Media, Web. Pembelajaran menggunakan media pembelajaran berbasis web pada materi administrasi server yang diterapkan di SMK bertujuan untuk mencari solusi dari permasalahan. Permasalahan yang dimaksudsebagai berikut : (1) sumber belajar yang digunakan adalah buku dan e-book (.pdf), dimana belum terdapat animasi, kuis evaluasi dan simulasi yang mendukung pemahaman siswa terhadap materi, sehingga hasil belajar siswa tidak maksimal; (2) siswa hanya dapat mempelajari buku yang disediakan pada waktu disekolah saja, pada saat ada tugas rumah atau ingin mengulang materi yang telah disampaikan atau dipelajari disekolah siswa tidak memiliki buku panduan, sehingga hasil belajar siswa tidak maksimal; (3) Di SMK Islam Batu terdapat fasilitas internet yang belum dimanfaatkan dengan maksimal, dengan adanya internet siswa dapat mencari sumber belajar tambahan yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa; (4) karakteristik siswa TKJ kelas XII menggunakan gaya belajar visual dan kinestetik, yang berlawanan dengan cara penyampaian materi dengan menggunakan metode ceramah di mana proses pembelajaran yang berpusat pada Guru sehingga membuat siswa tidak dapat mengeksplorasi diri. Pengembangan yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu Analysis, Design, Development, dan Implementation, yaitu analisis, desain, pengembangan, dan implementasi. Selanjutnya dilakukan ujicoba produk dan pengumpulan data menggunakan instrument angket. Mediapembelajaran administrasi server berbasis web ini akan diujicoba kepada ahli materi, ahli media, 10 siswa SMK, dan 28 siswa SMK. Produk yang dihasilkan pada pengembangan ini berupa media pembelajaran berbasis web. Setelah dilakukan analisis data diperoleh hasil persentase kelayakan media dari ahli media sebesar 89%, ahli materi sebesar 94%, dan ujicoba kelompok kecil sebesar 89,2%, dan uji coba kelompok besar sebesar 90,6%. Berdasarkan kriteria kelayakan menurut Akbar, media pembelajaran dinyatakan sangat valid dan layak (dapat digunakan tanpa revisi) karena telah mencapai kriteria kelayakan lebih dari 85,01%.

Pembuatan busana pesta dari bahan tenun ikat lurik / oleh Amalia Nikmatus Zahro

 

Penggunaan limbah cangkang kelapa sawit sebagai filler4 pada campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) terhadap karakteristik Marshall / Muhammad Yusuf Mitra Perdana

 

ABSTRAK Yusuf, Muhammad. 2016. Penggunaan Limbah Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Filler pada Campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) Terhadap Karakteristik Marshall. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Bambang Supriyanto, S.T., M.T., (II) Pranoto, S.T., M.T. Kata Kunci: abu cangkang kelapa sawit, filler, AC-BC, karakteristikmarshall Jalan merupakan salah satu prasarana transportasi darat yang merupakan penunjang kegiatan masyarakat. Kerusakan jalan dapat berdampak pada mobilitas masyarakat. Melihat prasarana transportasi jalan penunjang kegiatan masyarakat maka diperlukan peningkatan kualitas konstruksi jalan. Salah satu cara peningkatan kualitas konstruksi jalan, bahan filler ditambah materialyang lain. Pemanfaatan limbah abu cangkang kelapa sawit menjadi salah satu alternatif sebagai bahan filler untuk peningkatan kualitas campuran (AC-BC) karena mempunyai kandungan silikon oksida yang bersifat reaktif yang bisa bereaksi menjadi bahan yang keras dan kaku (Hutahaean, B. 2007) Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui karakteristik marshall campuran (AC-BC) yang menggunakan filler abu cangkang kelapa sawit. (2) Mengetahui kadar penambahan filler abu cangkang kelapa sawit yang terbaik terhadap karakteristik marshall. Metode Penelitian dibagi menjadi dua tahap. Pengujian bahan, kemudian perencanaan benda uji, pembuatan benda uji dibagi atas dua, yang pertama mencari KAO dengan kadar aspal rencana 4%, 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, kedua penggunaan filler ditambah dengan abu cangkang kelapa sawit dengan kadar 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, 12%, 14%, dan 20%. Hasil penelitian: (1) Karakteristik marshall campuran AC-BC dengan penambahanabu cangkang kelapa sawit sebagai berikut: stabilitas meningkat pada kadar 2%-12% kemudian turun pada kadar 14% dan 20%, nilai flow mengalami penurunan dari 2%-12%, cenderung meningkat pada kadar 14% dan 20%. Nilai VIM menurun dari 2%-12% kemudian meningkat pada kadar 14% dan 20%, nilai VMA menunjukkan penurunan dari 2%-12% kemudian meningkat pada kadar 14% dan 20%, nilai Marshall Quotient cenderung meningkat dari 2%-12% kembali menurun pada kadar 14% dan 20%. (2)Penambahanabu cangkang kelapa sawit sebagai filler yang terbaik pada campuran AC-BC ditinjau dari karakteristikmarshall yaitu pada kadar 8%.

Modifikasi gaun pesta dari songket Palembang dengan rangkaian pita-pita / oleh Ika Oktaviartini

 

Pengembangan modul ajar untuk mata pelajaran pemrograman grafik kelas XII RPL semester 1 di SMK Negeri 12 Malang / Wildan Mochamad Arif Kadafi

 

ABSTRAK Kadafi, Wildan Mochamad Arif. 2016. Pengembangan Modul Ajar untuk Mata Pelajaran Pemrograman Grafik Kelas XII RPL Semester 1 di SMK Negeri 12 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd. (II) Didik Dwi Prasetya, S.T., M.T. Kata Kunci: Modul, Pemrograman Grafik, SMK RPL, Semester I, Kelas XII. Pelajaran pemrograman grafik merupakan pelajaran peminatan pada setiap kelas XII untuk bidang keahlian RPL di SMKN 12 Malang yang berpedoman pada Kurikulum 2013. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru serta observasi, selama ini belum adanya sumber belajar pegangan yang sesuai. Hal ini dikarenakan mata pelajaran ini masih dikategorikan dalam mata pelajaran baru untuk Jenjang SMK. Selama ini sumber materi yang diajarkan masih terpecah-pecah dari berbagai sumber, baik dari buku maupun internet. Dengan ketidak adaan sumber belajar seperti halnya modul pegangan siswa, dan keterbatasan kelengkapan alat penunjang siswa mengakibatkan kurang tertariknya minat siswa dalam mempelajari pemrograman grafik. Sehingga dibutuhkan eksperimen berupa pengembangan yang dibuat guna mengembangkan modul ajar mata pelajaran pemrograman grafik. Pengembangan modul ajar pemrograman grafik SMK kelas XII semester 1 ini menggunakan model pengembangan dick and carey yang terdiri dari 9 tahap, yaitu: a. Mengidentifikasi tujuan bahan ajar; b. Melakukan analisis bahan ajar; c. Mengidentifikasi kemampuan awal; d. Menentukan tujuan performansi; e. Mengembangkan kriteria untuk uji produk; f. Mengembangkan strategi pembelajaran; g. Mengembangkan dan menyeleksi bahan ajar; h. Merancang dan melaksanakan penilaian formatif; i. Revisi. Hasil dari pengembangan ini berupa modul cetak pemrograman grafik untuk guru dan siswa. Setelah dilakukan uji coba, didapatkan hasil persentase sebesar 86,8% dari ahli media, 89,8% dari ahli materi, 87,3% dari uji kelompok kecil, dan 88,4% dari uji kelomok besar. Sehingga persentase rata-rata menurut ahli didapatkan nilai persentase sebesar 88,3%. Sedangkan persentase rata-rata oleh responden berupa siswa dari kelompok kecil dan kelompok besar siswa sebesar 87,9%. Maka menurut kriteria kelayakan oleh Akbar dan Sriwiyana (2011:207), modul ini dinyatakan sangat valid dan layak digunakan.

Pengelolaan dana pada paerguruan tinggi negeri di Jawa Timur (studi kasus tentang perencanaan, strategi, sumber, penerimaan dan penggunaan, serta pertanggungjawaban dana masyarakat) oleh A. Supriyanto

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih perguruan tinggi swasta pada jurusan ekonomi dn teknik di Kotamadya Malang ditinjau dari elemen bauran pemasaran telah diuji pada tanggal 8 Desember 1997 / oleh Sugeng Listyo Prabowo

 

Studi kenyamanan akustik pada pondokan mahasiswa : studi kasus ruang-ruang tidur pada pondok mahasiswa di sekotar kampus Universitas Negeri Malang / oleh Ira Puspitasari

 

Penggunaan teknologi informasi sebagai sumber belajar mandiri bahasa Jerman oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Malang / Adam Budiansyah

 

ABSTRAK Budiansyah, Adam. 2016. Penggunaan Teknologi Informasi sebagai Sumber Belajar Mandiri Bahasa Jerman oleh Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Malang.Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Rizman Usman, M.Pd. Kata Kunci:Teknologi informasi, sumber belajar mandiri, mahasiswa program studi pendidikan bahasa Jerman Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan teknologi informasi sebagai sumber belajar mandiri bahasa Jerman oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Malang. Data pada penelitian ini berupa angka sehingga peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Variabel pada penelitian ini adalah variabel tunggal yang diturunkan menjadi lima indikator antara lain; (1) penggunaan perangkat teknologi informasi untuk belajar bahasa Jerman;(2) cara mahasiswa mendapatkan akses internet untuk belajar bahasa Jerman; (3) penggunaan sarana internet Mediothek untuk belajar bahasa Jerman; (4) penggunaan media website untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Jerman; dan (5) penggunaan media perangkat lunak untuk meningktakan keterampilan berbahasa Jerman. Untuk menguji validitas dan reliabilitas lembar kuesioner peneliti menggunakan aplikasi SPPS for Windows 23. Analisis data menggunakan teknik analisis data deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) sebagian besar mahasiswa menggunakan telepon pintar sebagai perangkat teknologi informasi merekauntuk belajar bahasa Jerman (90%); (2)sebagian besar mahasiswa berlangganan paket data belajar bahasa Jerman di internet (87%); (3)mahasiswa sangat sering menggunakan fasilitas internet di Mediothek untuk belajar bahasa Jerman (83%); (4) persentase paling banyak pada penggunaan media website oleh mahasiswa adalah untuk meningkatkan keterampilan berbicara (64%); (5) persentase terbanyak pada penggunaan media perangkat lunak atau aplikasi adalah digunakan untuk meningkatkan keterampilan berbicara (70%).

Remidiasi kesulitan siswa kelas II dalam menyelesaikan soal cerita di sekolah dasar negeri Klojen 1 Kodya Malang / oleh I Made Suarjana

 

Robot pemotong rumput dengan kaypad dan remote control radio frequency berbasis mikrokontroller / oleh Yunifa Miftachul Arif dan Dhadhang Setiya Budi Winarto

 

Robot berkamera pemadam api berbasis PC (Personal Computer) oleh Sholikhudin dan Ibnu Saifudin

 

Analisis penilaian membaca dan menulis dalam soal ulangan harian bahasa Indonesia implementasi kurikulum 2013 kelas VIII SMP Negeri 4 Malang / Winda Primasanti

 

ABSTRAK Primasanti, Winda. 2017. Analisis Penilaian Membaca dan Menulis dalam Soal Ulangan Harian Bahasa Indonesia Implementasi Kurikulum 2013 Kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. TitikHarsiati, M.Pd., (II) Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd. Kata Kunci: penilaian, membaca, menulis, ulangan harian Kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia dilakukan pada setiap jenjang pendidikan, salah satunya adalah sekolah menengah pertama (SMP). Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia nomor 104 tahun 2014 tentang penilaian hasil belajar oleh pendidik dasar dan menengah. Pasal 2 menyebutkan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik dilaksanakan dalam bentuk penilaian autentik dan non-autentik. Bentuk penilaian autentik yang dimaksud mencakup penilaian berdasarkan pengamatan, tugas ke lapangan, portofolio, proyek produk, jurnal, unjuk kerja, dan penilaian diri. Bentuk penilaian non-autentik yang dimaksud mencaku ptes, ulangan, dan ujian. Berdasarkan telaah kurikulum, penilaian hasil belajar oleh pendidik berfungsi untuk memantau kemajuan belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi kebutuhan perbaikan hasil belajar siswa secara berkesinambungan. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilaksanakan menggunakan instrument penilaian yang memuat komponen materi, konstruksi, dan bahasa. Sasaran hasil belajar oleh pendidik terhadap kompetensi pengetahuan meliputi tingkatan pembelajaran mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk-bentuk penilaian membaca, bentuk-bentuk penilaian menulis, dan proses penyusunan perangkat penilaian membaca dan menulis. Penilaian hasil belajar siswa dilakukan secara terencana dan berkesinambungan melalui ulangan, ujian, tugas mandiri atau kelompok. Dalam penelitian ini, penilaian yang dianalisis adalah penilaian ulangan harian. Ulanganharian merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang dan perilaku yang dapat diamati. Data penelitian ini berupa soal-soal tes ulangan harian membaca dan menulis dengan kompetensi dasar, yaitu memahami, membandingkan, menangkap makna, dan menyusun. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara antara narasumber (guru) dan peneliti, hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung, dan analisis dokumen RPP. Data yang sudah dianalisis kemudian dikelompokkan dalam tabel sesuai dengan tabel pedoman analisis data sehingga dapat diketahui bentuk penilaian membaca, bentuk penilaian menulis, dan proses penyusunan penilaian membaca dan menulis dalam soal ulangan harian Bahasa Indonesia kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Hasil dalam penelitian ini, yaitu pertamabentuk-bentuk penilaian membaca dalam soal ulangan harian Bahasa Indonesia kelas VIII SMP Negeri 4 Malang ditemukan dua bentuk, yaitu tes pilihan ganda dan tes uraian. Masing-masing tes mencapai sasaran penilaian membaca berdasarkan keterampilan mikro maupun makro. Itu berarti bahwa masih banya ktes yang dibuat oleh guru yang berbentuk pilihan ganda. Padahal tes pilihan ganda tersebut banyak memiliki kekurangan. Kedua, bentuk-bentuk penilaian menulis dalam soal ulangan harian Bahasa Indonesia implementasi kurikulum 2013 kelas VIII SMP Negeri 4 Malang ditemukan hanya ada satu bentuk, yaitu tes menulis dengan berbagai rangsang. Kedua jenis rangsangannya yaitu, video dan bacaan. Masing-masing tes tersebut sudah mencapai sasaran keterampilan makro dan mikro penilaian menulis. Minimnya jenis rangsangan menulis yang diberikan membuat siswa kurang mengembangkan kemampuan menulisnya. Ketiga, proses penyusunan perangkat penilaian membaca dan menulis ditemukan lima tahap. Kelima tahap tersebut, yaitu guru menentukan kompetensi dasar, guru menjabarkan indikator sesuai dengan kompetensi dasar, guru menentukan tujuan pembelajaran, guru menyusun kisi-kisi penilaian, dan guru menyusun alat penilaian. Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara, hasil pengamatan, dan analisis RPP.

Keefektifan program bimbingan dan konseling (studi kasus pengembangan program bimbingan dan konseling di Kediri) / oleh Susiati Alwy

 

Perencanaan sistem pendingin udara (AC) pada kendaraan panser V-150 commando / oleh Ponco Srihartono

 

Pengembangan media pembelajaran interaktif pada mata pelajaran pemrograman web bagi siswa SMK Program Keahlian RPL kelas X / Iin Choiriyawati

 

ABSTRAK Choiriyawati, I. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Pada Mata Pelajaran Pemrograman Web Bagi Siswa SMK Program Keahlian RPL Kelas X. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd., (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T.,M.Kom. Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran, pemrograman web Media pembelajaran interaktif merupakan aplikasi yang menggabungkan beberapa media (teks, suara dan gambar) dan dilengkapi dengan menu navigasi yang dapat dikontrol oleh pengguna dengan tujuan untuk menyampaikan informasi atau pesan serta merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan pengguna untuk belajar sehingga terjadi proses pembelajaran yang terkendali dan sesuai dengan tujuan bidang keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMK Negeri 11 Malang, menyatakan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan dengan cara guru menjelaskan materi dan siswa mencatat poin penting materi, kemudian siswa diminta untuk menyelesaikan suatu study kasus dan mempresentasikan hasil pekerjaan mereka. Selain itu, implementasi study kasus diterapkan melalui media komputer dengan cara praktik langsung. Namun tidak semua siswa dapat menerima materi yang diajarkan dan praktik yang dilakukan secara langsung pada saat pembelajaran berlangsung. Hal tersebut berakibat tidak semua siswa memahami materi yang diajarkan dikelas. Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan media pembelajaran ini adalah model R & D menurut Sugiyono, terdapat langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai hasil yang diharapkan adapun tahap – tahapannya adalah : 1) Potensi dan Masalah, 2) Pengumpulan Data, 3) Desain Produk, 4) Validasi Desain, 5) Uji Coba Pemakaian, 6) Revisi produk, 7) Uji Coba Produk, 8) Revisi Desain, 9) Revisi Produk, 10) Produksi Massal. Subjek uji coba dalam pengembangan yaitu ahli media, ahli materi dan siswa SMK Negeri 11 Malang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa kuisioner rating scale dan dihitung menggunakan rumus menurut Akbar. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data maka didapat presentase validitas 85,3% dari ahli media, 86,8% dari ahli materi, 83,4% dari hasil uji coba kelompok kecil dan 85,1% dari hasil uji coba kelompok besar. Didapatkan rata-rata uji validasi sebesar 86% dan rata-rata uji coba media sebesar 84.2% dengan total rata-rata keseluruhan 85.1% yang berarti layak dari batas minimal presentase sebesar 85%. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pemrogrman web valid dan layak digunakan sebagai media bantu dalam pembelajaran di kelas maupun digunakan secara individu.

Perencanaan model pembelajaran Air Conditioner (AC) mobil / oleh Sugeng Haryanto

 

Pengaruh latihan kekuatan otot lengan dengan push up terhadap lemparan ke dalam (throw in) pada siswa SSB Putra Yudha Malang usia 20-21 tahun / Achmad Faiz Fauzan Ghifari

 

ABSTRAK Ghifari, Achmad. 2016. PengaruhLatihanKekuatanOtotLenganDenganPush UpTerhadapLemparankeDalam(Throw In) PadaSiswa SSB Putra Yudha Malang Usia 20-21 Tahun. Skripsi, JurusanPendidikanKepelatihanOlahraga, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Imam Hariadi, M.Kes., (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd Kata Kunci: sepakbola, push up,lemparankedalam. Sepakbolaadalaholahraga yangbertandinguntukmemasukkan bola kedalamgawanglawan. Akan tetapiapabilaserangantersebutmengalamikebuntuandan bola lebihseringkeluarlapangandaripadakearahgawang, halini yang menjadikanbetapapentingnyalemparankedalamapabiladilakukandekatgawanglawandandapatdimaksimalkanmenjadisebuahpeluangmencetakgol. Tujuandaripenelitianiniadalahuntukmengetahuipengaruhlatihankekuatanototlengandenganpush upterhadaplemparankedalampadasiswa SSB PutraYudha Malang usia 20-21 tahundanuntukmengetahuiperbedaan yang signifikanantarapengaruhlatihankekuatanototlengandenganpush updibandingkandengankelompokkontrolterhadaplemparankedalampadasiswa SSB Putra Yudha Malang usia 20-21 tahun. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitianeksperimenmurni “true eksperimental”. Jumlah sampel penelitian20 siswa SSB Putra Yudha Malang usia 20-21tahunyang dibagi dalam dua kelompok dengan teknik ordinal pairing matchingyang membagisampeldalamduakelompok, kelompokeksperimenlatihanpush up berjumlah 10 orang dankelompokkontrolberjumlah 10 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes throw in. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansatujalurdengantarafsignifikasi 5%. Hasilpengujianhipotesismenunjukkanbahwapengaruhlatihankekuatanototlengandenganpush up memberikanhasil yang signifikanterhadaplemparankedalampermainansepakbola di SSB Putra Yudha Malang denganFhitung19.5005969>Ftabel4.41danperbandinganpengaruh yang signifikanantaralatihankekuatanototlengandenganpush updengankelompokkontrolterhadaplemparankedalampermainansepakbola di SSB Putra Yudha Malang Fhitung29.38457597>Ftabel4.41. Berdasarkanhasilpenelitiantersebut, dapatdisimpulkanbahwalatihankekuatanototlengandenganpush up menunjukkanadanyaperbedaanpengaruhyang signifikanterhadaptesawaldantesakhirlemparankedalamdanmempunyaiperbedaan yang signifikanantarapengaruhlatihankekuatanototlengandenganpush up dibandingkandengankelompokkontrolterhadaplemparankedalampadasiswa SSB Putra Yudha Malang usia 20-21 tahun.

Studi tentang iklim organisasi dan kaitan dengan unjuk kerja dosen di Universitas Cenderawasih Jayapura / oleh Mathias Gemnafle

 

Peningkatan hasil belajar subtema Keindahan Alam Negeriku melalui media pohon pintar pada siswa kelas IV SDN 5 Ngunut Kabupaten Tulungagung / Fitria Andriyani

 

Andriyani, Fitria. 2015. Peningkatan Hasil Belajar Subtema Keindahan Alam Negeriku Melalui Media Pohon Pintar pada Siswa Kelas IV SDN 5 Ngunut Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Tri Murti, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Hj. Sri Murdiyah, M.Pd. Kata kunci: peningkatan hasil belajar, keindahan alam negeriku, pohon pintar. Berdasarkan observasi ditemukan bahwa proses pembelajaran masih bersifat konvensional, tergolong teacher centered dimana guru hanya menjelaskan saja dengan bantuan buku paket serta papan tulis dan guru tidak menggunakan media yang menarik, sehingga kondisi kelas ramai, siswa kurang aktif, dan siswa bermain sendiri. Dari permasalahan di atas mengakibatkan hasil belajar siswa rendah, sehingga dapat diatasi dengan pembelajaran melalui media pohon pintar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan media pohon pintar untuk meningkatkan hasil belajar siswa, (2) mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran pohon pintar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada subtema Keindahan Alam Negeriku di SDN 5 Ngunut Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilakukan dengan 2 siklus dan setiap siklusnya dilaksanakan 2 kali pertemuan. Setiap siklus dilakukan dalam 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, tes akhir, catatan lapangan, dan dokumentasi sedangkan instrumennya berupa lembar observasi, lembar wawancara, lembar catatan lapangan, soal tes akhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan media pohon pintar dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Dalam proses pembelajaran siswa terlibat aktif dalam penggunaan media sehingga keaktifan, tanggung jawab, percaya diri, kerja sama, ketepatan penggunaan media, dan kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan mengalami peningkatan serta hasil belajarnya juga meningkat. Hal ini dapat diketahui pada tahap pratindakan nilai rata-rata siswa mencapai 73.74 dengan ketuntasan klasikal sebesar 44.4%, pada pelaksanaan siklus I mencapai 66.76 dengan ketuntasan klasikal 46.15%, dan pada pelaksanaan siklus II mencapai 83.37 dengan ketuntasan klasikal 88.9%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah dengan penggunaan media pohon pintar dapat melibatkan aktif siswa dalam pembelajaran sehingga keaktifan, tanggung jawab, percaya diri, kerja sama, ketepatan penggunaan media, dan kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan mengalami peningkatan serta hasil belajarnya juga meningkat. Dari penelitian ini disarankan bahwa guru hendaknya menggunakan media pohon pintar untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran sehari-hari baik pada subtema Keindahan Alam Negeriku maupun subtema yang lain dan 3 siswa yang belum tuntas perlu diadakannya program remidial

Affective constraints of IKIP PGRI freshmen in reference to their oral performance / by Joko Pranowo

 

Kepuasan kerja guru di SMP Negeri Kabupaten Pemekasan dilihat dari tingkat pendidikan dan jenjang kepangkatan / oleh Imam Gusnadi Dahlan

 

Penerapan model pembelajaran group investigation untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V tema Sejarah Peradaban Indonesia di SDN Sawojajar 02 Malang / Moh Farid Nurul Anwar

 

Anwar, Moh Farid Nurul. 2015. Penerapan Model pembelajaran Group Investigation Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas V Tema Sejarah Peradaban Indonesia di SDN Sawojajar 02 Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Ruminiati, M.Si, (II) Drs. Imam Nawawi, M.Si. Kata Kunci: model pembelajaran group investigation, aktivitas dan hasil belajar Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Group Investigation , aktivitas belajar, dan hasil belajar siswa. Pendekatan penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan rancangan PTK yang terdiri dari 3 tahap yaitu perencanaan, perlakuan dan pengamatan, refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 1 pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Sawojajar 02 Malang yang terdiri dari 42 siswa, 23 laki-laki dan 19 perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran group investigation pada tema Sejarah Peradaban Indonesia, subtema Peninggalan-Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia, pembelajaran 1 kelas V semester 2 di SDN Sawojajar 02 Malang sesuai dengan RPP dan memeproleh skor APKG sangat baik. Aktifitas belajar siswa pada observasi awal yaitu 8 siswa aktif, meningkat pada siklus 1 manjasi 24 siswa, dan pada siklua 2 meningkat menjadi 33 siswa aktif. Hasil belajar aspek pengetahuan pada siklus 1 memperoleh nilai rata-rata A- dan meningkat pada siklus 2 dengan memperoleh nilai rata-rata A. aspek keterampilan siklus 1 yaitu 12 siswa mendapat B, 6 siswa mendapat nilai A-, dan 22 mendapat nilai A, sedangkan pada siklus 2 semua siswa mendapatkan nilai A. pada aspek sikap yaitu sikap spiritual siklus 1 dan siklus 2 sama, siswa berdoa dan bersalaman, sedangkan sikap sosial pada siklus 1 terdapat 24 siswa aktif, dan 33 siswa aktif pada siklu 2. Pembahasan pada penelitian memperoleh faktor pendukung keberhasilan dari tujuan penelitian yaitu, (1) semua siswa bertanggung jawab atas tugas kelompok yang telah diberikan oleh peneliti, sehingga pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan RPP, (2) moderator (peneliti) memberikan kesempatan untuk bertanya, menjawab, dan atau menyanggah kepada siswa dari suatu kelompok yang belum berpartisipasi, sehingga aktivitas belajar siswa meningkat, (3) adanya suatu media pembelajaran. pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami, sehingga hasil belajar meningkat. Kesimpulan yaitu penerapan model pembelajaran group investigation sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran memeproleh skor APKG sangat baik selama penelitian. Aktivitas belajar siswa meningkat 25 siswa aktif dari observasi awal sampai siklus 2. Hasil belajar siswa meningkat dari siklus 1 ke siklus 2, baik sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Saran dalam pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran group investigation, (1) diasarankan pembagian anggota kelompok merata antara yang lemah dan yang pandai, hal tersebut bertujuan agar kelompok optimal dalam mengerjakan tugas kelompok, (2) disarankan agar aktivitas belajar menjadi optimal yaitu memberikan kesempatan kepada siswa yang belum bertanya, menjawab, dan atau menyanggah. (3) disarankan agar hasil belajar pada aspek pengetahuan menjadi optimal yaitu khususnya pada muatan mata pelajaran matematika, disarankan agar siswa diberikan banyak latihan dengan menggunakan alat bantu media pembelajaran.

Persepsi pembimbing praktek pengalaman lapangan terhadap kompetensi profesionalnya sebagai supervisor dalam praktek keguruan FKIP Universitas Pattimura Ambon / oleh B. Pattiselanno

 

Developing online ESP-based supplementary reading materials for multimedia program students of SMKN 10 Malang / Luki Emiliya Hidayat

 

ABSTRAK Hidayat, LukiEmiliya, 2016. PengembanganMateriTambahanMembacaBahasaInggris Online Berbasis ESP untukSiswa Program Keahlian Multimedia di SMKN 10 Malang. Tesis. JurusanPendidikanBahasaInggris, Program PascaSarjana, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sri Rachmajanti, Dip. TESL., M.Pd., (2) Dr. EnnyIrawati, M.Pd. Keywords: material development, ESP, reading PenelitianinibertujuanuntukmengembangkanmateritambahanmembacaBahasaInggrisberbasis ESP untuksiswakelassebelas program keahlian Multimedia di SMKN 10 Malang. Produk yang bernamaVocational Reading inidapatdiaksesmelaluilamanwww.vocaread.comdandapatdigunakanolehsiswaselamamelaksanakankegiatanPraktekKerjaIndustri (Prakerin) di luarsekolah. ProdukinidikembangkanuntukmemenuhhikebutuhansiswaPrakerinuntukmemilikimaterimembacaBahasaInggris yang akanmembantumeningkatkanpemahamanmerekadalammembaca manual yang berhubunganeratdengankeahliankerjamereka. Penelitianinimengadaptasidesainpenelitiandanpengembangan yang digagasoleh Gall et al. (2003) dan Lee & Owens (2004), yang meliputilangkah-langkahberikut: 1) analisiskebutuhan, 2) desainproduk, 3) pengembangandanimplementasiproduk, 4) evaluasidan 5) produkakhir. Padatahapanalisiskebutuhan, penelitianinimelibatkan 62 siswaPrakerin, tiga guru BahasaInggris, danseorangpemilikusaha. Padatahapvalidasi, penelitianinimelibatkanseorang validator ahli di bidangpengajaranmembacaBahasaInggrisdanpengembanganbahan ajar, sertaseorang validator ahli di bidang multimedia danteknologipembelajaran. Padafaseujicoba, penelitianinimelibatkan 20 siswaPrakerindanseorang guru BahasaInggris. Data yang dikumpulkanberupaobservasi, wawancara, kuesioner, tesmembacaBahasaInggris, danceklis. Jenisbacaandantopik yang terdapatdalamprodukinidisesuaikandenganhasilanalisiskebutuhan yang diadopsidari model analisiskebutuhanpengembanganbahan ajar ESP yang digagasolehBasturkmen (2010). BahanbacaandalamprodukinidianalisaberdasarkankriteriamaterimembacaBahasaInggris yang baikmenurutNuttal (1996), sedangkanaktivitas-aktivitasdalamprodukinidisusunberdasarkan model yang dikembangkanoleh Brown (2007) dan Rudder (2007). Untukmengetahuikemampuanmembacapemahamansiswa, produkinijugamenyertakantahapevaluasi yang disusunberdasarkanmatrikskemampuanmembaca yang dikembangkanolehSulistyo (2008). HasilvalidasiolehpakarpengajaranmembacaBahasaInggrisdanpengembanganadalah 88, yang menunjukkanbahwaprodukinitermasukkategorisangatbaik; sedangkanhasilvalidasiolehpakar multimedia adalah 82, yang menunjukkanbahwaprodukinitermasukkategoribaik. Padatahapujicoba, hasilkuesionersiswaadalah 81, yang menunjukkanbahwaprodukinitermasukkategoribaik; sedangkanhasilkuesioner guru adalah 87.5, yang menunjukkanbahwaprodukinitermasukkategorisangatbaik. Hasilujicobajugamenunjukkanbahwatopikbacaanproduk yang sesuaidengankeahliankerjasiswadapatmeningkatkanminatdanmotivasimembacasiswa, jugameningkatkanpemahamanmembaca manual siswadenganstrategimembaca yang berbeda-bedamelaluiaktivitas yang bervariasi. Produkinijugamelatihsiswauntukbelajarmandirimelaluiaktivitas-aktivitas yang disediakanpadalaman internet. Penelitianinimenganjurkanbeberapa saran untuk guru, pengembangmateridanpenelitiselanjutnya. Untukpara guru di SMK, sangatdianjurkansupayamerekamengembangkanpengetahuanmengenai ESP denganmengikutiberbagaipelatihanmengenaipembelajaran ESP. Untukpengembangmateriselanjutnya, disarankanuntukmengembangkanmaterimembacauntukkelompokjurusan SMK yang lain sehingga guru akanmemilikipilihanmateri yang bervariasidandapatdijadikaninspirasiuntukmengembangkanmaterisendiri yang sesuaidengankebutuhansiswamereka. Sedangkanuntukpenelitiselanjutnya, disarankanuntukmelakukanpenelitianeksperimentaldantindakankelasuntukmengukurefektivitasprodukinidanpengaruhnyadalammeningkatkanhasilbelajarsiswa.

Studi tentang pelaksanaan microteaching di FKIP Universitas Mulawarman Samarinda Kalimantan Timur / oleh Wiwik Haryani

 

Penerapan pembelajaran hypothetical inquiry untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi bangun ruang sisi lengkung / Endah Dwi Hapsari

 

Hapsari, E.D. 2015. Penerapan Pembelajaran Hypothetical Inquiry untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Subanji, M.Si, (II) Dr. Swasono Rahardjo, M.Si. Kata kunci: Hypothetical Inquiry, Hasil Belajar, Bangun Ruang Sisi Lengkung.     Perhatian utama yang mendasari penelitian ini adalah permasalahan yang muncul di kelas, yaitu rendahnya hasil belajar siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung dan kecenderungan siswa pasif selama proses pembelajaran di kelas berlangsung. Salah satu pembelajaran yang bisa mengatasi masalah tersebut adalah pembelajaran Hypothetical Inquiry.     Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran Hypothetical Inquiry yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek data siswa kelas IX C SMP Negeri 2 Curup Timur, Rejang lebong Bengkulu. Rancangan penelitian tindakan ini mengacu pada model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart yaitu terdiri dari 4 (empat) tahapan dasar yang saling terkait dan berkesinambungan, (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan (action), (3) pengamatan (observation), (4) refleksi (reflection).      Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran Hypothetical Inquiry yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung melalui langkah-langkah pembelajaran berikut: (1) Observasi untuk menemukan masalah yaitu guru mengajak siswa mengenal fenomena terkait luas permukaan dan volume tabung, kerucut dan bola, (2) merumuskan hipotesis, guru dengan menggunakan pancingan pertanyaan seperlunya membantu siswa membuat konjektur tentang tabung, kerucut dan bola, (3) merancang dan melaksanakan pemecahan masalah, yaitu kegiatan bereksperimen melalui LKS, guru mengenalkan pembelajaran menggunakan model tabung, model kerucut dan bola (4) pengumpulan data, guru meminta siswa bekerja untuk mengumpulkan dan mencatat semua hasil temuannya, (5) analisis data, masih menggunakan LKS, guru mengarahkan siswa untuk mengolah dan menggabungkan semua data temuannya sehingga diperoleh rumus luas permukaan dan volume tabung, kerucut dan bola, (6) penarikan kesimpulan dan penemuan, guru memberikan penegasan terhadap kesimpulan yang diambil siswa yaitu menemukan rumus luas permukaan dan volume tabung, kerucut dan bola. Peningkatan hasil belajar siswa terlihat dari perolehan skor hasil tes yaitu dari 72,2 % manjadi 83,3 % berdasarkan banyaknya siswa yang mencapai nilai sekurang-kurangnya 75.

Transformasi budaya dan implikasinya terhadap pendidikan anak remaja (studi kasus di lingkungan masyarakat kumuh kelurahan Bendokerep Kecamatan Kedungkandang Kotamadia Malang) / oleh Suwarno

 

Penerapan pembelajaran kontekstual metode role playing untuk meningkatkan minat dan hasil belajar pada mata pelajaran penanganan tamu dan telepon (studi pada siswa kelas X APK II Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 6 Malang) / Maria Ulfa

 

Kata kunci: Pembelajaran Kontekstual, Metode Role Playing, Minat Belajar, Hasil Belajar Peneliti pada saat pelaksanaan PPL,metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru khususnya mata diklat Penanganan Tamu dan Telepon menggnakan metode ceramah dan terkadang guru menunjuk beberapa peserta didik untuk menjawab pertanyaan. Peserta didik cenderung mendengar materi yang disampaikan oleh guru dan kurang mempunyai keinginan untuk menyampaikan ide kreatifitasnya. Hal ini yang mendorong Peneliti untuk mengadakan Penelitian tentang penerapan metode Role playing agar peserta didik lebih bersemangat untuk berpartisipasi aktif dalam mata diklat Penanganan Tamu dan Telepon. Penelitian ini berusaha untuk mendiskripsikan pembelajaran kontekstual dengan pandangan kontekstual dengan mata diklat Penanganan Tamu dan Telepon pada peserta didik untuk mendiskripsikan proses pembelajaran ini Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yaitu mengumpulkan data berupa nilai pretest dan postest, lembar observasi,wawancara, angket minat dan catatan lapangan. Data-data yang terkumpul tersebut akan dipaparkan sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Selain itu Peneliti sebagai instrumen utama karen Peneliti yang merencanakan pembelajaran kontekstual dengan menggunakan metode role playing, melaksanakan, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan dan membuat laporan akhir. Prosedur pengumpulan data menggunakan lima cara sesuai kebutuhan, yaitu: 1). Observasi, 2). Wawancara, 3). Tes, 4). Angket minat peserta didik, 5). Catatn lapangan. Kegiatan analisis meliputi observasi aktivitas peserta didik siklus I dan II menggunakan skor rata-rata. Temuan penelitian pelaksanaan pada kriteria data kegiatan sosialisasi dikualifikasikan baik sedangkan temuan penelitian pelaksanaan alat dan bahan ajar yang dirumuskan dalam pembelajaran kontekstual metode role playing pada mata diklat penanganan tamu dan telepon adalah buku teks atau literatur lain yang menunjang pembelajaran, lembar skeneraio cerita pemeranan, lembar pengamatan oleh kelompok pengamat, lembar pesan telepon, buku tamu, lembar janji temu dan pesawat telepon. Praktek dengan menggnakan pesawat telepon, lembar pesan telepon, buku tamu dan lembar janjitemu diharapkan peserta didik lebih memahami apa yang dipelajari dan memiliki gambaran kegiatan yang sebenarnya. Kriteria keberhasilan tindakan yang digunakan adalah Penilaian Acuan Patokan (PAP) jika 80% peserta didik mempunyai skor ≥ 70. nilai yang disapat peserta didik kemudian dihubungkan dengan tingkat pencapaian penguasaan materi peserta didik terhadap materi pengajaran sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Penentuan tersebut dilakukan dengan cara membandingkan bukti-bukti hasil belajar yang diperoleh setiap siswa yang ditetapkan pada standart kompetensi. Pada pretest 1 hasil belajar peserta didik rata-rata 52,62 dan pretest 2 rata-rata 83,43, sedangkan pada posttest 1 hasil belajar siswa diperoleh rata-rata sebesar 55,24 dan posttest 2 rata-rata 85,57. Hal ini menunjukkan bahwa ketuntasan belajar tercapai karena peserta didik memperoleh nilai ≥ 70 lebih baik dari 80%, yang sesuai dengan PAP. Adapun saran yang dapat Penulis sampaikan demi peningkatan hasil belajar siswa khususnya dalam mata diklat Penangan Tamu dan telepon ini adalah : 1). Untuk penerapan pembelajaran pembelajaran kontekstual metode role playing berikutnya sebaiknya alokasi waktu dikaji dengan cermat karena setiap kelompok memiliki kemampuan peran yang berbeda dalam menarik perhatian kelompok pengamat, partisipan dan audience dalam memberikan pendapat dan masukan, 2). Prasarana dan sarana utuk proses pembelajaran metode role playing dapat ditingkatkan agar sesuai dengan stadart kurikulum. 3). Dalam penelitian ini, Peneliti menggunakan dokumentasi audio visual dengan kamera digital untuk mempermudah pembahasan setiap langkah dan karakteristik peserta didik dalam pemeranan dan akan lebih baik jika pengambilan dokumentasi dilakukan oleh pihak lain sehingga Peneliti dapat konsentrasi penuh dalam proses tersebut.

Linguistic taboo in Simalungun a sociolinguistic study / by Ridwin Purba

 

Group investigation untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi kelas VIII di MTs Al Istiqomah Dungus Kabupaten Madiun / Bhadra Sukakara

 

ABSTRAK Sukakara, Bhadra. 2016. Group Investigation Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi Kelas VIII A Di MTs Al Istiqomah Dungus Kabupaten Madiun. Skripsi. Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H Syaad Patmanthara, M.Pd. (II) M. Zainal Arifin S.SI, M.Kom. Kata Kunci : Group Investigation, Hasil Belajar, Teknologi Informasi dan Komunikasi Permasalahan dalam pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di MTs Al Istiqomah Dungus Kabupaten Madiun kelas VIII A antara lain: (a) materi dalam pembelajaran cenderung disampaikan dengan metode ceramah, (b) hasil belajar siswa masih rendah. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran Group Investigation, melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan menggunakan model siklus Kemmis dan Taggart. Dimana pada setiap siklusnya terdiri dari 4 tahapan meliputi: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini berupa hasil observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa ranah kognitif dengan rata-rata nilai hasil belajar yang sebelumnya sebesar 75,46% pada awal siklus I menjadi 85,56% di akhir siklus II. Pada ranah afektif mengalami peningkatan menjadi 93,17% pada akhir siklus II. Sedangkan pada ranah psikomotor juga mengalami peningkatan menjadi 91,33% pada akhir siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A di MTs Al Istiqomah Dungus Kabupaten Madiun. Peneliti menyarankan agar dalam penelitian tindakan kelas selanjutnya menggunakan tiga siklus, sehingga didapatkan hasil yang relevan.

Hubungan antara tingkat pendidikan, motif belajar dan hasil belajar ibu-ibu dalam program bika keluarga balita di Kotamadya Malang / oleh Ketty Nurhayati

 

Peningkatan kualitas proses dan hasil belajar Biologi siswa SMAN 5 Malang kelas X semester II melalui pendekatan belajar berbasis masalah / oleh Lailatul Maghfiroh

 

Hubungan antara work-family conflict dengan kepuasan kerja karyawati di PT. Ongkowidjojo-Malang / Fidya Hidayati

 

ABSTRAK Hidayati, Fidya. 2016. Hubungan antara Work-Family Conflict dengan Kepuasan Kerja Karyawati di PT. Ongkowidjojo-Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si (II) Ninik Setiyowati, S.Psi., M.Psi Kata Kunci :work-family conflict, kepuasan kerja, PT. Ongkowidjojo-Malang Penelitian ini didasari oleh adanya fakta di lapangan, dimana sekitar 65% pekerja di PT. Ongkowidjojo-Malang sering terlambat, absensi, juga tidak memiliki keinginan untuk meningkatkan kinerjanya. Hal tersebut diperoleh dari hasil observasi dan wawancara awal terhadap kepala HRD PT. Ongkowidjojo-Malang. Fakta-fakta tersebut menjadi indikator mengenai adanya ketidakpuasan atau kepuasan yang rendah pada para pekerja. Peneliti bertujuan mengetahui hubungan antara work-family conflictdengan kepuasan kerja karyawati di PT. Ongkowidjojo-Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasi. Populasi sebanyak 38 karyawati dengan jumlah sampel 38 karyawati. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Menggunakan instrumen penelitian skala work-family conflict dengan reliabilitas 0,967 dan skala kepuasan kerja dengan reliabilitas 0,964.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawati di PT. Ongkowidjojo-Malang memilikiwork-family conflict yang rendah, yaitu sebesar 57,89% dan karyawati yang memiliki work-family conflict yang tinggi sebesar 42,10%. karyawati yang memiliki kepuasan kerja yang rendah sebesar 39,47% dan karyawati yang memiliki kepuasan kerja yang tinggi sebesar 60,53% . terdapat hubungan negatif antara work-family conflict dengan kepuasan kerja dengan angka korelasi -0,501 dan p<0,05. Bagi karyawati yang memiliki work-family conflict tinggi diharapkan dapat mengatur atau memanajemen waktu denga baik agar tetap bisa menyeimbangkan kedua perannya yaitu sebagai ibu rumah tangga maupun peran sebagai seorang pekerja. Bagi pihak perusahaan diharapkan dapat menangani masalah pada karyawati dengan work-family conflict yang tinggi karena dapat berdampak buruk bagi kinerja organisasi.

Partisipasi Politik Pada Elit Agama di Pondok Pesantren Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik (Suatu Kajian Antropolgi Politik) oleh Nur Mahmudiyah

 

Bergulirnya reformasi 1998 sekaligus menandakan runtuhnya rezim pemerintahan Soeharto. Kondisi ini memberikan peluang yang sangat besar bagi kebebasan politik di Indonesia, tidak terkecuali umat Islam. Berangkat dari kebebasan itulah umat Islam mulai melakukan manuver politik. Salah satu jalan yang ditempuh adalah dengan mendirikan partai politik yang menggunakan Islam sebagai identitas, ideologi, atau hanya sebagai simbol. Seiring dengan itu, elite-elite organisasi keagamaan di Indonesia juga mulai berkecimpung dalam dunia politik praktis. Keteralibatan elite agama dalam ranah politik semakin meramaikan kompetisi politik yang terjadi di tingkat nasional ataupun lokal. Pengaruh kekuatan elite agama dalam politik di Indonesia setelah terjadinya reformasi 1998 lebih dominan ditemukan pada masyarakat yang bersifat paternalistik. Kecendrungan politik yang ditunjukkan para elite organisasi keagamaan ini memberikan pengaruh yang tidak kecil terhadap perilaku politik masyarakat yang ada di daerahnya. Sehingga keberadaan mereka memberikan corak politik yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Penelitian ini termasuk dalam kajian sejarah lokal, dimana penelitian ini dilakukan di daerah Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini mencoba menguraikan beberapa permasalahan dalam kajian sejarah politik di tingkat lokal setelah terjadinya pergeseran orientasi politik pasca pemerintahan Orde Baru. Beberapa permasalahan yang ingin di uraikan antara lain: (1) Bagaiman kondisi sosial politik Nahdlatul Wathan (NW) di Lombok Timur periode 1998-2008? (2) Bagaimana peranan elite Nahdlatul Wathan (NW) terhadap perilaku politik Masyarakat Lombok Timur periode 1998-2008? Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan kondisi sosial politik Nahdlatul Wathan (NW) di Lombok Timur periode 1998-2008. (2) Mengetahui peranan elite Nahdlatul Wathan (NW) terhadap perilaku politik Masyarakat Lombok Timur periode 1998-2008. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitaif. Metode yang digunakan adalah metode historis analisis deskriptif, yaitu mengkonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan, menganalisa dan melakukan sintesis terhadap fakta. Sumber yang digunakan adalah dengan memanfaatkan sumber tertulis berupa data dokumentasi dari surat kabar, dokumen organisasi, buku dan sumber lisan yang berupa wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan elite NW dan Tuan Guru dalam politik formal di Lombok Timur memberikan pengaruh terhadap perilaku warga NW dalam menentukan arah politiknya. Pemberian dukungan warga NW ini menunjukkan bahwa Tuan guru dan elite NW masih memiliki karisma meskipun terjun ke dalam dunia politik. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk ketaatan masyarakat terhadap ulama. Dengan kata lain ulama tidak hanya mampu berperan sebagai penasihat spiritual masyarakat, akan tetapi juga mampu berperan sebagai panutan dalam kehidupan politik. Peran tersebut menunjukkan bahwa medan kharisma ulama di Lombok Timur bukan hanya berada pada wilayah keagamaan saja, akan tetapi sudah merambah ke semua lini kehidupan masyarakat, termasuk kehidupan politik. Hal tersebut berbeda dengan hasil temuan penelitian Maliki (2004) yang menunjukkan bahwa medan kharisma ulama akan mengalami penyusutan dengan terlibat ke dalam wilayah politik formal. Salah satu penyebabnya adalah sifat praktis dan pragmatisme masyarakat yang semakin tinggi, dimana ulama tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sehingga konsep sosial-politik yang semula merupakan terjemahan langsung dari kaidah nilai keagamaan mulai bergeser kearah konsep sosial-politik yang didasarkan pada kepentingan sosial-ekonomi. Faktor lain adalah kekeliruan pemahaman masyarakat tentang konsep politik dalam Islam, mereka melihat bahwa ulama hanya memiliki kepentingan dengan urusan keagamaan dan sosial, bukan pada tataran politik formal. Hal tersebut berbeda dengan masyarakat Lombok Timur yang masih memberikan loyalitas kepada ulama, karena mereka melihat bahwa antara ulama dan politik adalah satu kesatuan, dimana dunia politik merupakan salah satu sarana dalam mengemban misi keagamaan. Selain itu, ikatan emosional yang merupakan basis solidaritas masyarakat masih kental, sehingga kesatuan sosial antara ulama dan masyarakat masih terjalin dengan baik.

Hubungan karakteristik individu dan karakteristik lingkungan dengan stres kerja guru di Sulawesi Selatan / oleh Arismunandar

 

Perbandingan tingkat pencemaran air di Muara Sungai Gembong dan Muara sungai Rejoso, Pasuruan ditinjau dari keanekaragaman fitoplankton / oleh Ardhiana Yuni Astuti

 

Kinerja campuran aspal beton dengan bahan tambah styrofoam ditinjau dari parameter masrshall / Mas Alif Agustin

 

Agustin, Mas Alif. 2014. Kinerja Campuran Aspal Beton Dengan Bahan Tambah Styrofoam Ditinjau Dari Parameter Marshall. Proyek Akhir, Prodi D3 Teknik Sipil dan Bangunan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Boedi Rahardjo, M. Pd, M. T, (II) Pranoto, S. T ., M. T. Kata Kunci : Styrofoam, Aspal Beton, Parameter Marshall Styrofoam merupakan salah satu jenis polimer plastik yang memiliki sifat termoplastik, yaitu menjadi lunak jika dipanaskan dan mengeras kembali setelah dingin. Selain itu juga memiliki sifat tahan terhadap asam, basa dan sifat korosif lainnya seperti garam. Penggunaan styrofoam sebagai bahan tambah diharapkan mampu menambah daya rekat antara agregat dengan aspal, karena sifatnya yang thermoplastic dan bisa menjadi perekat jika bercampur dengan hidrocarbon aromatic seperti aspal. Tujuan dari penelitian in adalah untuk mengetahui : (1) berapa kadar aspal optimum (KAO) pada campuran aspal beton, (2) bagaimana pengaruh penambahan Styrofoam pada campuran aspal beton. Pengujian dilakukan di Laboratorium Jalan Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang dengan Marshall test dari tiap benda uji sesuai dengan penambahan kadar styrofoam pada kadar aspal optimum atau KAO. Untuk mengetahui nilai tanpa penambahan styrofoam dan dengan penambahan styrofoam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengujian sifat fisik agegat dan aspal memenuhi syarat untuk digunakan campuran aspal beton, dan campuran aspal beton tersebut menghasilkan nilai kadar aspal optimum (KAO) sebesar 5,75%, (2) pengaruh penambahan styrofoam pada campuran aspal beton sebesar 0%; 2%; 2,5%; 3% ; 3,5% dan 4% telah memenuhi standar sesuai spesifikasi Bina Marga (3) pengaruh penambahan styrofoam pada kadar aspal optimum atau KAO menghasilkan nilai parameter Marshall yang lebih baik.

Strategi pelaksanaan pendidikan dengan model belajar sambil bekerja di pesantren Hidayatut Thullab Kamulan Durenan Trenggalek / oleh Siswadi

 

Identifikasi kebutuhan siswa akan layanan bimbingan dan konseling di sekolah menengah kejuruan (SMK) / oleh Rasimin

 

Analisis stimulus dan fungsi gambar dalam buku teks IPS dan IPA sekolah dasar di SIntang / oleh Azwar

 

Peningkatan hasil belajar IPS melalui pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together (NHT) pada siswa kelas V SDN Gejugjati I Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan / Khoirul Anwar

 

Kata kunci: hasil belajar, pembelajaran kooperatif NHT, IPS SD Berdasarkan observasi awal dan wawancara singkat dengan guru kelas V yaitu Ibu Misliha, S. Pd, yang dilaksanakan pada minggu pertama bulan Maret 2010 menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi sejarah. Sebagian siswa tidak menyukai IPS karena banyak hafalan-hafalan. Dalam pembelajaran guru masih menerangkan secara klasikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa dan penggunaan model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilakukan atas dasar data yang diperoleh di lapangan. Rancangan penelitian ini mengacu kepada model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 (empat) tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah (a) pedoman observasi, (b) angket, (c) pedoman wawancara, dan (d) tes tertulis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran menggunakan pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Gejujgjati I. Evaluasi pra tindakan, diperoleh hasil pembelajaran dengan 8 siswa atau 22 % siswa yang tuntas dalam belajarnya. Data yang telah diperoleh dari hasil tes pada siklus I menunjukkan ada kesamaan antara siswa yang tuntas dan siswa yang belum tuntas yaitu: siswa yang tuntas 18 siswa atau 50 %. Data yang diperoleh dari hasil tes pada siklus II, siswa yang berhasil dalam belajar meningkat dari 18 siswa menjadi 28 siswa atau 78 % yang tuntas . Rata-rata hasil belajar meningkat dari 64,3 % menjadi 72,8 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) dalam proses pembelajaran siswa aktif bekerja dalam kelompok. Mereka bertanggungjawab penuh terhadap soal yang diberikan. Artinya Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, dan (2) dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered heads Together (NHT) hasil belajar IPS pada materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dapat ditingkatkan.

Pengaruh visualisasi dan gaya kognitif terhadap perolehan belajar / oleh Hadi Soekamto

 

Penggunaan problem-based learning untuk meningkatkan mutu pembelajaran kimia dalam materi sistem koloid pada siswa kelas II SMA Negeri 1 Ngunut Kabupaten Tulungagung tahun ajaran 2004/2005 / oleh Swisstyn Rianita

 

Analisis kekuatan tarik dan struktur mikro sambungan las baja ST 37 dengan variasi waktu post treatment pengelasan SMAW / Firman Abidin

 

ABSTRAK Abidin, Firman. 2016. Analisis Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Sambungan Las Baja ST 37 dengan Variasi Waktu Post Treatment Pengelasan SMAW. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr, Waras, M.Pd., (II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D. Kata Kunci: post treatment, pengelasan SMAW, kekuatan tarik, struktur mikro, baja ST 37 Proses penyambungan logam dengan pengelasan sudah sering diaplikasikan dalam industri fabrikasi. Salah satu jenis pengelasan yang banyak dipakai adalah Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Namun harus diakui bahwa sambungan las juga memiliki kelemahan diantaranya adalah timbulnya lonjakan tegangan yang besar disebabkan oleh perubahan struktur mikro pada daerah sekitar las. Oleh karena itu diperlukan aplikasi post treatment untuk mengurangi tegangan sisa yang terkunci didalam suatu struktur sebagai akibat proses fabrikasi. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui berapa kekuatan tarik baja ST 37 hasil pengelasan SMAW akibat variasi waktu post treatment; (2) untuk mengetahui bagaimana struktur mikro baja ST 37 hasil pengelasan SMAW akibat variasi waktu post treatment; dan (3) untuk mengetahui keterkaitan kekuatan tarik, struktur mikro, dan jenis patahan baja ST 37 hasil pengelasan SMAW akibat variasi waktu post treatment. Spesimen uji yang digunakan pada penelitian ini adalah hasil lasan baja ST 37 mengunanakan las SMAW. Proses post treatment pasca pengelasan menggunakan temperatur tinggi 6500C dengan variasi waktu (holding time) 60, 120, dan 180 menit. Analisis penelitian berupa hasil kekuatan tarik dan struktur mikro yang dijelaskan dalam bentuk deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa: (1) nilai kekuatan tarik tertinggi dimiliki oleh kelompok spesimen pengelasan baja ST 37 tanpa perlakuan sebesar 46.95 kg/ ; (2) nilai kekuatan tarik terendah dimiliki kelompok spesimen pengelasan baja ST 37 yang mengalami post treatment 180 menit sebesar 41.85 kg/ dengan persentase penurunan sebesar 12.1%; dan (3) pada kelompok spesimen pengelasan baja ST 37 yang mengalami post treatment 180 menit memiliki nilai regangan tertinggi sebesar 22.29% dengan persentase kenaikan 147,9%, hal ini terjadi karena dengan post treatment 180 menit struktur mikro bentuk dan ukuran butir ferrit pada baja ST 37 semakin membesar dan diikuti juga dengan perubahan ferrit widmanstatten menjadi accicular ferrit pada daerah HAZ (Heat Affected Zone) yang menandakan material tersebut ulet. Penemuan yang penting dalam penelitian adalah semakin lama waktu post treatment yang diberikan membuat material tersebut semakin ulet. Hal ini berkaitan dengan jenis patahan nampak kasar berwarna kelabu berserabut (fibrous), nilai regangan yang tinggi dan struktur mikro ferrit yang semakin besar diikuti juga dengan perubahan ferrit widmanstatten menjadi accicular ferrit pada daerah HAZ.

Intensitas penggunaan media IPA kelas V di beberapa SD wilayah Kodya Yogyakarta / oleh C. Asri Budiningsih

 

Pengaruh penerapan pembelajaran dengan Problem-Based Learning terhadap mutu pembelajaran kimia dan prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Kedungwaru Kabupaten Tulungagung pada pokok bahasan minyak bumi dan Petrokimia / oleh Eny Kurniasari

 

Pemanfaatan program siaran televisi pendidikan sekolah TPI sebagai sumber be;ajar proses belajar mengajar fisika oleh guru SMP Negeri di Kotamadya Malang / oleh Betty Marisi Turnip

 

Pengembangan paket permainan simulasi bimbingan belajar untuk meningkatkan motivasi belajar siswa / oleh Abdul Hadis

 

Pemberian pensintesis dalam pengajaran dan pengaruhnya terhadap perolehan belajar, retensi, dan motivasi / Dwi Agus Sudjimat

 

Akulturasi kebudayaan pada kompleks Masjid Makam Kanjeng Sepuh Sidayu Gresik / oleh Eko Prasetyo Hidayat

 

Evaluasi potensi mata air geger (C4, F12) sebagai suplai kebutuhan air bersih penduduk Kecamatan Sendang Tulungagung / Aisyah Trees Sandy

 

Kata kunci: potensi mata air, kebutuhan air bersih, evaluasi potensi mata air Kecamatan Sendang merupakan salah satu kecamatan di Tulungagung yang memanfaatkan potensi sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk yang dikelola oleh PDAM Kabupaten Tulungagung dengan dibantu cabang pembantu PDAM Kecamatan Sendang yaitu mata air Geger (C4, F12), namun distribusi air PDAM di Kecamatan Sendang, mulai tahun 2007 mengalami hambatan, yaitu distribusinya belum merata di seluruh desa di Kecamatan Sendang, misalnya air yang mengalir hanya tiap dua hari sekali sehingga diperlukan penelitian untuk membantu menyelesaikan permasalahan berkenaan dengan kebutuhan air bersih oleh PDAM. Penelitian ini memfokuskan pada potensi mata air (kuantitas dan kualitas), jumlah kebutuhan air penduduk setiap hari, serta membandingkan kebutuhan air penduduk dengan debit mata air Geger. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahuai kuantitas mata air Geger (C4,F12) Kecamatan Sendang. 2) Mengetahui kebutuhan air bersih penduduk Kecamatan Sendang. 3) Mengevaluasi potensi mata air Geger (C4,F12) dalam memenuhi kebutuhan air bersih penduduk Kecamatan Sendang. Jenis penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey berdasarkan data debit mata air selama 6 bulan dari PDAM Kecamatan Sendang. Objek dari penelitian ini terdiri dari obyek fisik (mata air) dan obyek sosial (penduduk) dengan pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Pengambilan sampel terbagi menjadi dua yaitu pengambilan sampel daerah dan pengambilan sampel penduduk sesuai dengan mata pencaharian. Analisis data dilakukan dengan membandingkan kebutuhan air penduduk setiap hari dengan debit mata air Geger (C4,F12). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Debit mata air Geger yang bersumber dari C4 selama satu tahun rata-rata (musim penghujan) sebesar 3 liter/detik sedangkan F12 sebesar 4 liter/detik sedangkan pada musim kemarau sebesar 2,5 liter/detik (C4) dan 3,5 liter/detik (F12). Adapun Jalur pendistribusian air dari sumber mata air sampai ke penduduk memiliki perbedaan ukuran pipa di beberapa desa. 2) Kebutuhan air bersih penduduk Kecamatan Sendang dalam sehari berdasarkan data primer yang diperoleh dari wawancara sebesar 278.122,282 liter/detik sedangkan debit mata air pada musim penghujan sebesar 604.800 liter/hari (bulan September 2011-Maret 2012) sedangkan apda muism kemarau sebesar 518.400 liter/hari (bulan April 2011-Agustus 2011) . 3) Hasil perbandingan kebutuhan air bersih penduduk dengan debit mata air Geger menunjukkan bahwa mata air Geger dapat memenuhi kebutuhan air bersih penduduk setiap hari yaitu pada musim kemarau debit mata air sebesar 518.400 liret/hari dan pada musim penghujan sebesar 604.800 liter/hari sedangkan kebutuhan air bersih penduduk sebesar 278.122,282 liter/hari.

Pengembangan modul pembelajaran soal cerita matematika kontekstual berbahasa Inggris untuk siswa kelas X / Eka Lestari

 

Lestari, Eka. 2013. Pengembangan Modul Pembelajaran Soal Cerita Matematika Kontekstual Berbahasa Inggris Untuk Siswa Kelas X. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Matematika, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Abdur. Rahman As’ari, M. Pd., M. A. Kata Kunci: modul, soal cerita, persamaan kuadrat     Pada saat ini mayoritas guru lebih sering menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran yang terpusat pada guru ini mengakibatkan kreativitas siswa terhambat. Siswa juga akan kehilangan motivasi belajar. Selain itu, buku teks yang digunakan belum dapat mendukung guru dan siswa mencapai tujuan belajar. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan modul dalam kegiatan pembelajaran. Modul dapat meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa karena siswa diberi kesempatan untuk belajar mandiri. Salah satu materi dalam matematika yang dianggap siswa sarat akan rumus adalah persamaan kuadrat. Materi ini belum diajarkan secara maksimal khususnya dalam menyelesaikan masalah sehari-hari. Oleh karena itu, masalah yang dituliskan dalam modul berupa soal cerita matematika kontekstual.     Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan suatu modul pembelajaran soal cerita matematika kontekstual berbahasa Inggris. Modul ini diharapkan dapat membantu siswa belajar secara aktif dan mandiri. Modul ini juga dapat membantu siswa dalam mempelajari soal cerita persamaan kuadrat yang ada di kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa dapat belajar bahasa Inggris matematika dengan menggunakan modul ini.     Modul ini dikembangkan dengan menggunakan model ADDIE yang memiliki lima tahap. Kelima tahap itu adalah analyze, design, develop, implement, and evaluate. Pada tahap analyze dilakukan analisis pembelajaran dan materi soal cerita persamaan kuadrat. Pada tahap design dirancang format modul soal cerita yang akan dikembangkan. Pada tahap develop, rancangan yang diperoleh dari tahap design dikembangkan menjadi modul soal cerita. Pada tahap implement, modul yang dikembangkan diujicobakan kepada dosen, guru, dan siswa. Pada tahap evaluate, hasil uji coba dievaluasi dan dilakukan revisi pada bagian-bagian dari modul yang perlu diperbaiki. Produk pengembangan diujicobakan melalui beberapa tahap, yaitu: (1) validasi modul oleh dosen dan guru matematika, (2) validasi bahasa Inggris yang digunakan dalam modul, dan (3) uji keterbacaan modul oleh delapan siswa kelas X billingual. Data kualitatif maupun kuantitatif dikumpulkan dengan menggunakan angket.     Persentase hasil penilaian dari kegiatan validasi modul oleh dosen dan guru matematika adalah 91 % . Hal ini menunjukkan bahwa modul pembelajaran soal cerita matematika kontekstual berbahasa Inggris berada pada kriteria sangat valid. Persentase hasil penilaian guru bahasa Inggris adalah 75 %. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Inggris yang digunakan dalam modul berada pada kriteria valid. Hasil dari uji keterbacaan modul menunjukkan bahwa modul dapat memotivasi belajar siswa karena menyajikan masalah soal cerita yang menantang dan bahasa Inggris matematika yang membutuhkan pemahaman lebih. Modul direvisi dengan menuliskan check your readiness, mini dictionary, dan mengganti kalimat pasif menjadi kalimat aktif berdasarkan saran atau komentar dari subjek uji coba.     Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan, modul pembelajaran ini terdiri dari bagian pendahuluan, isi, dan penutup. Modul memberikan tantangan baru kepada siswa dalam belajar. Hal ini dikarenakan soal cerita persamaan kuadrat nonverbal yang dituliskan dalam bahasa Inggris dan berkaitan dengan permasalahan kontekstual belum pernah dibaca siswa. Modul ini juga memotivasi siswa untuk belajar matematika berbahasa Inggris. Selain itu, siswa dapat belajar secara mandiri dengan menggunakan modul ini. Hal ini dikarenakan oleh modul ini dilengkapi langkah-langkah sistematis yang dapat membimbing siswa. Saran dari penelitian ini adalah peneliti selanjutnya sebaiknya melakukan uji keefektifan modul dalam pembelajaran. Selain itu, modul soal cerita pada materi yang lain dengan bahasa Inggris yang komunikatif, desain yang menarik, dan ekonomis perlu dikembangkan.

Strategi penyampaian pengajaran teknik belajar berkelompok do sekolah dasar : suatu studi kualitatif / oleh Atrup

 

Peningkatan hasil belajar PKn melalui model kooperatif tipe jigsaw bagi siswa kelas IV SDN Turi 02 Kota Blitar / Pelif Laim

 

Laim, Pelif. 2014. Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui Model Kooperatif Tipe Jigsaw bagi Siswa Kelas IV SDN Turi 02 Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Widayati, M. H, (II) Dra. Hj. Sri. Murdiyah, M.Pd. Kata kunci : model kooperatif tipe jigsaw, hasil belajar, pkn sekolah dasar. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di kelas IV pada waktu pembelajaran PKn terdapat: (1) guru menggunakan metode ceramah yang dominan, sehingga siswa kurang aktif, (2) siswa kurang berkonsentrasi dalam belajar, terbukti pada waktu pembelajaran ada yang bermain sendiri, mengantuk pada saat guru menjelaskan materi, (3) guru tidak menggunakan media pembelajaran, (4) suasana belajar kurang menyenangkan, terlihat siswa malas mengikuti pembelajaran, (5) selama pembelajaran siswa tidak belajar secara berkelompok melainkan belajar secara individu, sehingga tidak ada diskusi, (6) hasil belajar yang diperoleh yaitu nilai ≤ 70 ada 20 siswa dan nilai ≥ ada 19 siswa. Pada pembelajaran PKn, KKM yang ditentukan yaitu 70. Ada 20 siswa dari jumlah keseluruhan 39 siswa yang hasil belajarnya di bawah KKM, sehingga mereka belum tuntas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tentang penerapan pembelajaran PKn melalui pembelajaran kooperatif tipe jigsaw di kelas IV SDN Turi 02 Kota Blitar, (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn melalui model kooperatif tipe jigsaw di kelas IV SDN Turi 02 Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian tindakan kelas. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumennya terdiri dari lembar observasi, lembar wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan aktivitas siswa dengan baik terlihat kenaikan disetiap siklus. Hasil nilai akhir siswa pada pra tindakan mencapai 61%, siklus I pertemuan 1 mencapai 65% dan pertemuan 2 mencapai 71%. Pada siklus II pertemuan 1 mencapai 74% dan pertemuan 2 mencapi 75%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I pertemuan 1 yang tuntas 20 siswa, dan yang belum tuntas 19 siswa, dan pada siklus I pertemuan 2 yang tuntas 26 siswa dan 13 siswa belum tuntas. Sedangkan siklus II pertemuan 1 yang tuntas 32 siswa dan yang belum tuntas 7 siswa, pada siklus II pertemuan 2 yang tuntas 39 siswa. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model koopertif tipe jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Peningkatan hasil belajar operasi hitung campuran bilangan bulat melalui model numbered heads together siswa kelas IV SDN Karangtengah 4 Kota Blitar / Retno Manggali

 

Manggali, Retno. 2015. Peningkatan Hasil Belajar Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat Melalui Model Numbered Heads Together Siswa Kelas IV SDN Karangtengah 4 Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Ke-pendidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Dosen dan Pembimbing: (I) Drs. H. Suhel Madyono, S.Pd., M. Pd, (II) Dra. Yuliwidiarti, S. Pd. Kata kunci: hasil belajar, operasi hitung campuran bilangan bulat, model nht Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas IV SDN Karangtengah 4 menunjukkan bahwa hasil belajar sebagian siswa masih rendah, hal ini bisa dilihat dari 36 siswa sebanyak 24 siswa (67%) yang belum tuntas belajar dan hanya 12 siswa (33%) yang tuntas belajar. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa kurang memahami materi pelajaran. Pada saat belajar kelompok, siswa yang pandai cenderung egois dan tidak mau membantu teman yang kesulitan. Banyak siswa yang diam, terlihat bosan dan ramai sendiri. Sehingga hasil belajarnya kurang baik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penerapan model NHT pada mata pelajaran matematika materi operasi hitung campuran bilangan bulat siswa kelas IV SDN Karangtengah 4 Kota Blitar dan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran matematika operasi hitung campuran bilangan bulat siswa kelas IV SDN Karangtengah 4 Kota Blitar melalui model NHT. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah PTK yang terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi, dokumentasi, wawancara dan catatan lapangan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV. Dalam penelitian ini peneliti sebagai guru dan guru kelas sebagai observer. Hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut: nilai rata-rata observasi aktivitas guru pada siklus I sebesar 85% dan meningkat pada siklus II sebesar 94%. Sedangkan nilai rata-rata observasi siswa pada siklus I sebesar 83% dan meningkat pada siklus II sebesar 92%. Nilai hasil rata-rata siswa pada pratindakan adalah 49 dengan ketuntasan belajar sebesar 33%. Setelah dilaksanakan siklus I, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 63 dengan ketuntasan belajar sebesar 64%. Selanjutnya pada siklus II, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 74 dengan ketuntasan belajar sebesar 89%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model NHT pada mata pelajaran matematika materi operasi hitung campuran bilangan bulat sudah sangat baik, berjalan dengan lancar, dan sesuai dengan rancangan langkah-langkah model NHT. Untuk itu disarankan guru dapat mengembangkan model NHT pada mata pelajaran lainnya, siswa hendaknya dapat saling bertukar pendapat saat belajar kelompok dan sekolah hendaknya memberikan fasilitas yang lengkap.

Analisis tingkah laku sebagai teknik bimbingan untuk mengubah off-task behavior siswa sekolah dasar / oleh Edy Legowo

 

Pemecahan masalah dinamika partikel melalui strategi problem solving - conflict map untuk menganalisis perubahan konseptual siswa / Issi Anissa

 

Anissa, Issi. 2015. Pemecahan Masalah Dinamika Partikel Melalui Strategi Problem solving-Conflict map untuk Menganalisis Perubahan Konseptual Siswa. Tesis. Pendidikan Fisika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Arif Hidayat, M.Si (II) Dr. Lia Yuliati, M.Pd. Kata kunci: Problem solving - Conflict map, perubahan konseptual, pemecahan masalah Tuntutan untuk menjadikan siswa mampu memecahkan masalah dengan baik telah menjadi tema sentral dalam pembelajaran fisika. Pemecahan masalah menjadi aspek penting dalam pembelajaran karena berhubungan dengan kemampuan menerapkan konsep yang telah diperoleh dan wahana mengkonstruk pengetahuan baru. Strategi Problem solving-Conflict map membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir dalam memecahkan masalah dan menganalisis perubahan konseptual. Penggunaan Conflict map membawa perubahan konseptual karena membantu siswa dalam konsistensi pemahaman antara kerangka konseptual yang telah dimiliki dengan informasi baru yang didapatkan untuk mencari konsepsi ilmiah yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemecahan masalah dan menganalisis perubahan konseptual siswa pada konsep Dinamika partikel. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan embedded experimental design dan dilakukan pada kelas X MIA F SMAN 1 Probolinggo tahun ajaran 2014/2015. Instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi instrumen perlakuan berupa RPP dan LKS serta instrumen pengukuran meliputi tes pemecahan masalah, pedoman wawancara, dan lembar angket persepsi siswa pada pembelajaran. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji Paired sampled t test. Data kualitatif disajikan secara deskriptif terhadap respon jawaban siswa pada tes pemecahan masalah dan hasil Conflict map siswa. Wawancara dan angket dilakukan untuk mengevaluasi pembelajaran dan mengidentifikasi perubahan konseptual yang dialami siswa. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan Problem solving-Conflict map. Rata-rata sekor pemecahan masalah berubah dari 46,25 menjadi 72; 2) Terdapat peningkatan level kemampuan pemecahan siswa setelah pembelajaran berlangsung yang dianalisis dengan taksonomi SOLO (Structured of Learning Outcomes). Siswa mengalami peningkatan dari level unistruktural menjadi level multistrutural dan relasional; 3) Terdapat perubahan konseptual siswa, dari pemahaman pada konsep yang salah menjadi konsep ilmiah yang benar dalam konsep Dinamika partikel setelah pembelajaran dengan Problem Solving-Conflict map.

Pengaruh lama sintering terhadap pembentukan fase 2223, parameter kisi, kualitas kristal dan suhu kritis pada superkonduktor BSCCO-2223 / oleh Farida Amini

 

Pengaruh model pembelajaran Teams Assisted Individualization (TAI) terhadap kemampuan berpikir analitis pada mata pelajaran geografi SMAN 7 Malang / Romauli BR Sitinjak

 

ABSTRAK Sitinjak, Romauli. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) terhadap Kemampuan Berpikir Analitis pada Mata Pelajaran Geografi SMAN 7 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si. (II) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si Kata Kunci: Team Assisted Individualization, Kemampuan Berpikir Analitis Model pembelajaran Team Assisted Individualization adalah pembelajaran kooperatif yang memadukan dengan pengajaran tutor sebaya untuk dapat melatih keterampilan sosial dalam kelompok dan melatih kemampuan berpikir analitis peserta didik. Model pembelajaran TAI memiliki berbagai kelebihan dan sintaknya mampu melatih kemampuan berpikir analitis peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Team Assisted Individualization terhadap kemampuan berpikir analitis peserta didik kelas XI SMAN 7 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan desain pretest posttest group design. Subjek dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelas yaitu XI IIS 2 sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran Team Assisted Individualization dan XI IIS 1 sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dengan soal uraian. Analisis data menggunakan uji-t dengan SPSS 16.0 for Windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir analitis peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Dari hasil uji-t terhadap kemampuan berpikir analitis peserta didik didapatkan bahwa nilai probabilitas adalah 0,000. Dari hasil tersebut nilai probabilitas < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima atau diinterpretasi bahwa terdapat pengaruh kemampuan berpikir analitis peserta didik kelas XI yang mengikuti model pembelajaran Team Assisted Individualization. Model pembelajaran Team Assisted Individualization memiliki kelebihan yang mampu melatih kemampuan berpikir analitis. Oleh karena itu, disarankan untuk digunakan dalam melatih kemampuan berpikir analitis peserta didik khususnya pada kompetensi dasar yang menuntut kemampuan berpikir analitis sehingga menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik.

Ragam dan pola penyelesaian konflik mahasiswa kos putri di sekitar kampus Universitas Negeri Malang (UM) / Ami Kusnawartiningsih

 

Mahasiswa adalah sebuah komunitas yang dicirikan oleh pemilikan intelektual tinggi, dinamis, idealis, dan kaya kreativitas. Mahasiswa suatu perguruan tinggi biasanya tinggal di sekitar kampus. Mereka tinggal dengan cara kos atau kontrak. Tinggal di kos-kosan bukanlah tanpa masalah, bahkan disitulah awal munculnya berbagai konflik yang dialami mahasiswa. Berkaitan dengan itulah dilakukan penelitian tentang ragam konflik yang dialami mahasiswa dan pola penyelesaiannya dengan tujuan untuk mengetahui: (1) ragam konflik, (2) penyebab timbulnya konflik, (3) pola penyelesaian konflik, (4) kendala-kendala yang dihadapi dalam penyelesaian konflik yang terjadi pada mahasiswa kos (kos-kosan putri) di sekitar kampus Universitas Negeri Malang (UM). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan jenis penelitian adalah studi kasus. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, pengamatan dan dokumentasi serta kuesioner untuk mendukung hasil wawancara dan observasi. Sedangkan analisis data menggunakan model interaktif, yaitu melalui reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, pengumpulan data dilakukan secara teliti dan cermat, triangulasi, perpanjangan kehadiran dan pembahasan sejawat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) ragam konflik yang dihadapi mahasiswa kos putri di sekitar kampus Universitas Negeri Malang adalah konflik pertengkaran, konflik perkelahian, konflik pencurian; (2) penyebab timbulnya konflik tersebut adalah perbedaan kebutuhan, nilai, dan tujuan, langkanya sumber daya, persaingan; (3) pola penyelesaian konflik tersebut adalah menarik diri (withdrawing), memaksa (forcing), melunak (smoothing), kompromi (compromising), dan konfrontasi (confronting); dan (4) kendala dalam penyelesaian konflik tersebut adalah kurangnya kesadaran, gengsi, tidak adanya saling pengertian. Berdasarkan temuan penelitian tersebut disarankan: (1) anak kos perlu bersosialisasi dengan sesama penghuni kos, pemilik kos, dan lingkungan sekitar, (2) kontrol terhadap anak kos perlu dilakukan dengan tegas, (3) perlu diadakan seminar atau lokakarya tentang manajemen konflik kos-kosan, (4) diadakan pendataan terhadap mahasiswa yang tinggal di kos, (5) penelitian ini perlu dikembangkan ke sasaran yang lebih luas.

Studi tentang kebutuhan pelatihan bagi guru Pendidikan Jasmani SMP Negeri se- Kecamatan Sukun dalam upaya melaksanakan kurikulum 2004 / oleh Fitri Kusuma Wardhani

 

Analisis Cara Produksi Makanan yang Baik (CPMB) pada proses pengolahan makanan (studi kasus di My baby Rental Catering Malang) / Rizki Alfi Nugrahani

 

ABSTRAK Nugrahani, Rizki Alfi. 2017. Analisis Cara Produksi Makanan yang Baik (CPMB) pada Proses Pengolahan Makanan (Studi Kasus di My Baby Rental Catering Malang). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Rina Rifqie Mariana, M.P, (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd. Kata Kunci: CPMB, My Baby Rental Catering Malang Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan cara produksi makanan yang baik (CPMB) pada pengolahan makanan bayi di My Baby Rental Catering Malang meliputi (1) pemilihan bahan; (2) penyimpanan bahan makanan (3) proses pengolahan makanan; (4) pengangkutan makanan. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah tenaga pengolah makanan dan bagian purchasing di My Baby Rental Catering Malang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah pemilihan bahan di My Baby Rental Catering Malang meliputi cara pemilihan bahan segar, cara pemilihan makanan olahan pabrik, dan tidak menggunakan bahan tambahan pangan (BTP) sesuai dengan Pedoman CPMB Permenkes RI Nomor 1096 Tahun 2011. Penyimpanan bahan makanan belum dilengkapi dengan tanda first in first out (FIFO) dan first expired first out (FEFO) serta belum memperhatikan suhu penyimpanan bahan makanan. Pengolahan makanan di My Baby Rental Catering Malang yaitu pengolahan bubur halus, nasi tim, dan sayur, teknik pengolahan yang digunakan merebus dan mengetim, belum menggunakan resep standar, masih menggunakan garam dan gula dalam pengolahan makanan bayi usia 6-12 bulan, pengolah makanan tidak menggunakan sarung tangan, celemek, penutup kepala saat mengolah makanan. Pengangkutan makanan di My Baby Rental Catering Malang menggunakan sepeda motor dan belum menggunakan box khusus untuk pengangkutan makanan. Kegiatan sebelum pengangkutan makanan adalah pengemasan makanan. Pengemasan di My Baby Rental Catering Malang menggunakan 3 jenis kemasan, semua bahan kemasan yang digunakan belum food grade, pengemasan makanan belum disertai dengan label makanan yang memuat keterangan produk yang dijual oleh My Baby Rental Catering Malang.

Kajian nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam serat Wedhatama dan sumbangannya bagi landasan budaya bimbingan dan konseling / oleh Soetarno

 

Zona sebaran populasi kumbang kubah (Curinus coeruleus) pada tanaman teh (Camellia sinensis L.O.K.) di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang / Anggeria Oktavisa Denta

 

Kata Kunci : Zona Migrasi, Kumbang Kubah, Tanaman Teh Pengendalian hama terpadu merupakan salah satu cara pengendalian hama tanpa merusak lingkungan. Salah satu pengendalian hama terpadu adalah pengendalian yang bersifat alami dengan membiarkan musuh-musuh alami (predator) agar tetap hidup. Kepik atau kumbang kubah (Curinus coeruleus) adalah serangga yang terkenal sebagai pemangsa (predator) serangga hama Empoasca sp dan sangat menguntungkan. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui perbedaan jumlah anggota populasi kumbang kubah (Curinus coeruleus )dan faktor abiotik yang berpengaruh terhadap jumlah anggota populsi kumbang kubah antar klon TRI 2024, TRI 2025, dan Asamicca, 2) Untuk mengetahui perbedaan jumlah anggota populasi kumbang kubah (Curinus coeruleus) dan faktor abiotik yang berpengaruh terhadap jumlah anggota populsi kumbang kubah antar zona A, zona B, dan zona C, 3) Untuk mengetahui perbedaan jumlah anggota populasi kumbang kubah (Curinus coeruleus) dan faktor abiotik yang berpengaruh terhadap jumlah anggota populsi kumbang kubah antar waktu pagi, siang, dan sore pada tanaman teh (Camellia sinensis L.O.K) di area Kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Tempat penelitian dilakukan di Kebun Teh Wonosari Kabupaten Malang dan Ruang Ekologi Universitas Negeri Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kumbang kubah yang terdapat pada klon TRI 2024, TRI 2025, dan Asamicca pada Kebun Teh Wonosari Singosari Kabupaten malang, dan sampel pada penelitian ini adalah kumbang kubah yang teramati pada titik pencuplikan tegakan teh pada klon TRI 2024, TRI 2025, dan Asamicca. Pengambilan data dilakukan pada 8 titik yang telah dijadikan sampel dan data diambil pada waktu pagi(06.00 – 08.00), siang(11.00 – 13.00) dan sore (15.00 – 17.00). Pengamatan jumlah kumbang kubah dilakukan di 3 zona, yaitu zona A, zona B, dan zona C. Faktor-faktor abiotik yang diukur meliputi kecepatan angin, suhu, kelembapan udara, dan intensitas cahaya.Untuk mengetahui anggota populasi kumbang kubah pada tiap zona, waktu dan klon dianalisis secara diskriptif dengan menggunakan diagram batang. Untuk mengetahui hubungan lingkungan dan populasi kumbang kubah dianalisis dengan regresi stepwise backward Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1). Terdapat perbedaan jumlah anggota populasi kumbang kubah antar zona A, zona B, dan zona C. Jumlah anggota populasi terbesarnya ditemukan pada zona C klon TRI 2024 dengan nilai jumlah anggota populasi sebesar 11. Ada pengaruh faktor lingkungan terhadap jumlah anggota populasi kumbang kubah. Untuk zona A faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah kelembapan udara, zona B faktor yang paling ii berpengaruh adalah kelembapan udara, dan zona C faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah suhu. 2). Terdapat perbedaan jumlah anggota populasi kumbang kubah antar klon TRI 2024, TRI 2025, dan Asamicca. Jumlah anggota populasi kumbang terbesar ditemukana pada TRI 2024, dengan nilai jumlah anggota populasi sebesar 31. Sedangkan untuk jumlah anggota populasi kumbang kubah terkecil ditemukan pada klon Asamicca dengan nilai jumlah anggota populasi sebesar 16. Untuk klon TRI 2024 faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah intensitas cahaya. Klon TRI 2025 faktor yang berpengaruh adalah suhu. Klon TRI Asamicca faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah intensitas cahaya. 3). Terdapat perbedaan jumlah anggota populasi kumbang kubah antar waktu pagi, siang, dan sore hari. Jumlah anggota populasi terbesarnya ditemukan pada waktu siang hari klon TRI 2024 dengan nilai jumlah anggota populasi sebesar 19. Pada waktu pagi hari faktor lingkungan yang berpengaruh adalah intensitas cahaya. Pada siang hari faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah kecepatan angin. Pada waktu sore hari faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah intensitas cahaya.

Sintesis linalil asetat dari linalool dan anhidrida asetat melalui reaksi esterifikasi / Falasifah Firdaus

 

Kata kunci: Sintesis, Linalil Asetat, Esterifikasi, Linalool, Anhidrida Asetat Ester dapat disintesis melalui reaksi esterifikasi alkohol dengan suatu asam karboksilat atau turunannya seperti anhidrida asam atau halida asam. Pengembangan konsep ester dilakukan dengan modifikasi pereaksi yang melibatkan alkohol dengan rantai alkil panjang dan asam karboksilat atau turunannya dengan rantai alkil pendek, yang sebelumnya diketahui konsep ester dengan melibatkan alkohol dengan rantai alkil pendek dan asam karboksilat atau turunannya dengan rantai alkil panjang. Keberhasilan sintesis ester berbasis alkohol rantai alkil panjang dan asam karboksilat atau turunannya dengan rantai alkil pendek, yakni neril asetat dari nerol dengan anhidrida asetat oleh Rofidah (2008) mendorong untuk dilakukan penelitian tentang sintesis ester berbasis modifikasi pereaksi yang lain, yakni linalil asetat dari linalool dengan anhidrida asetat yang diharapkan dapat menambah keanekaragaman senyawa organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sintesis senyawa ester berbasis alkohol rantai panjang dan asam karboksilat rantai pendek untuk memperoleh senyawa yang selama ini belum banyak dieksplorasi baik melalui isolasi maupun sintesis. Penelitian ini merupakan penelitian survei laboratoris yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu: (1) sintesis linalil asetat dari linalool dan anhidrida asetat melalui reaksi esterifikasi, (2) karakterisasi sifat fisik senyawa hasil sintesis meliputi: uji organoleptik (warna, wujud, dan bau), berat jenis, indeks bias, titik didih, dan uji kelarutan, (3) dan identifikasi senyawa hasil sintesis dengan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa linalil asetat dapat disintesis dari linalool dan anhidrida asetat dengan katalis asam klorida pekat dengan kondisi reaksi pada tekanan kamar dan suhu 50 oC dan diperlakukan selama 1 jam. Setelah diperlakukan selama 1 jam, dilakukan ekstraksi dengan air untuk memisahkan hasil samping (asam asetat) dan kelebihan pereaksi (anhidrida asetat) dari esternya (linalil asetat). Sisa air dari proses ekstraksi dikeringkan dengan magnesium sulfat anhidrat. Pengontrolan jalannya reaksi dan identifikasi awal dilakukan dengan KLT dengan eluen kloroform. Selanjutnya dilakukan karakterisasi sifat fisik dan identifikasi dengan GC-MS. Senyawa hasil sintesis yang diperoleh memiliki rendemen sebesar 12,156% dan kemurnian sebesar 49,45%, berwujud cairan berwarna kuning muda jernih, berbau harum, mempunyai indeks bias 1,487 pada suhu 20 oC, berat jenis 0, 672 g/mL, titik didih 146 °C-148 °C pada 735 mmHg, larut dalam etanol, kloroform dan n-heksana, tetapi tidak larut dalam air.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |