Laporan praktek kerja nyata di Trijaya Motor Kediri
oleh Tri Tugas Prasetyo

 

Pengaruh implementasi asesmen formatif pada pembelajaran berbasis inquiry lab terhadap penguasaan konsep fisika siswa materi suhu dan kalor / Kasiyama Lukitasari

 

Peningkatan kemampuan bersosialisasi anak melalui metode sosiodrama pada kelompok A di Taman Kanak-kanak Pelita Hati Sukun Pondok Indah Malang / Nur Ana Fatimah

 

Kata kunci : Metode Sosiodrama, Kemampuan, Bersosialisasi Soiodrama merupakan kegiatan anak untuk berekspresi dan mengungkapkan perasaan dalam bentuk percakapan, ekspresi wajah, penghayatan dan gerakan anggota badan. Dari observasi yang telah dilakukan, diketahui masalah penelitian adalah kemampuan bersosialiasi anak kelompok A TK Pelita Hati Malang masih rendah. Anak kurang memiliki keberanian untuk bercakap-cakap dengan teman lain sedangkan metode yang digunakan oleh guru adalah pemberian tugas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka peneliti memilih metode yang tepat untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi anak yaitu menggunakan metode sosiodrama. Dengan menggunakan metode sosiodrama, anak-anak dapat mengungkapkan ekspresinya melalui gerak, perasaan dan ekspresi wajah. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dapat dirumuskan tujuan penelitian yaitu 1) untuk mendiskripsikan penerapan aktifitas permainan sosiodrama yang dapat meningkatkan proses kemampuan bersosialisasi siswa kelompok A TK Pelita Hati Malang, 2) untuk mendiskripsikan peningkatan kemampuan bersosialisasi siswa kelompok A TK Pelita Hati Malang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif interaktif dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas dalam dua siklus (siklus 1 dan siklus II). Pada setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik Pengumpulan datanya melalui observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Juli 2010 di TK Pelita Hati Malang dengan subyek penelitian sebanyak 20 anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil tindakan siklus 1 menunjukkan indikator peningkatan kemampuanbersosialisasi anak sejumlah 17 % dengan skor rata-rata sebesar 65 %, selanjutnya pada tindakan siklus II mengalami peningkatan sejumlah 18 % dengan skor rata-rata sebesar 83 %. Meskipun tidak mencapai hasil 100 % namun bagi peneliti hasil ini sudah sangat memuaskan. Dengan terselesaikannya penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode sosiodrama merupakan metode yang tepat untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi anak kelompok A TK Pelita Hati Malang. Ada beberapa saran yang dapat peneliti kemukakan diantaranya agar para guru hendaknya menggunakan metode sosiodrama, bagi kelas yang ingin mengatasi permasalahan sosial, mengubah pembelajaran dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada anak, dan pengembangan situasi kearah yang lebih kondusif, maka disarankan untuk menggunakan metode sosiodrama dalam pembelajaran.

Laporan kerja praktek di PT Faroka SA Malang dari tanggal 4 Pebruari 1980 s/d tanggal 4 April 1980
oleh Moch. Syamsul Hadi

 

Penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran administrasi humas dan keprotokolan kelas XI APK 2 di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto / Ineke Deno Wahyuningtias

 

i ABSTRAK Wahyuningtias, Ineke Deno, 2015. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Administrasi Humas Dan Keprotokolan Kelas XI APK 2 Di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto. Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dr. Agus Hermawan, M.Si, GradDipMgt, MBuS, (2) Drs. Sarbini. Kata Kunci : PBL (Problem-Based Learning), hasil belajar. Dalam proses pembelajaran, guru masih menggunakan ceramah dan belum pernah menggunakan model pembelajaran apapun dalam penyampaian materinya. Kebanyakan para siswa hanya akan mampu berkonsentrasi kurang lebih selama satu jam pelajaran (45 menit), setelah itu para siswa akan mulai bosan dengan proses pembelajaran yang monoton, beberapa diantaranya terlihat mengantuk hal ini mengakibatkan hasil belajar siswa menjadi kurang. Dalam penelitian ini metode pembelajaran kooperatif yang digunakan adalah model pembelajaran problem-based learning. Model pembelajaran ini menjadikan siswa untuk berpikir secara kritis. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi, dan refleksi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI APk 2 SMKN 1 Sooko Mojokerto yang berjumlah 36 siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui penerapan model pembelajaran problem-based learning; (2) untuk mengetahui kondisi kelas ketika problem-based learning diterapkan; (3) untuk mengetahui tingkat hasil belajar siswa pada penerapan model pembelajaran problembased learning; (4) untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran problem-based learning. Hasil penerapan model pembelajaran problem-based learning ini mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus 1 hasil belajar kognitif siswa sebesar 94,44%, sedangkan pada siklus 2 naik menjadi 100% sehingga terjadi peningkatan sebesar 5,56%. Selain itu siswa juga memberikan respon positif terhadap penerapan model pembelajaran problem-based learning ini. Saran yang diberikan kepada Kepala SMKN 1 Sooko Mojokerto dan seluruh guru, khususnya guru mata pelajaran Administrasi Humas dan Keprotokolan untuk mencoba menerapkan model pembelajaran problem-based learning pada pokok bahasan yang sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian siswa akan termotivasi untuk belajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya. Bagi peneliti lain yang ingin mengembangkan penelitian ini disarankan untuk menerapkan model pembelajaran problem-based learning pada mata pelajaran yang berbeda.

Laporan kerja praktek di PT Rothmans of Pall Mall Indonesia Malang
disusun Slamet Hariono

 

Upaya meningkatkan keterampilan teknik dasar passing bawah bola voli dengan model latihan kecepatan reaksi bagi peserta ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 1 Ambulu Kabupaten Jember / Roman Bagus Widya Utama

 

i ABSTRAK Utama, Roman Bagus Widya. 2015. Upaya meningkatkan keterampilan teknik dasar passing bawah bolavoli dengan model latihan kecepatan reaksi bagi peserta Ekstrakurikuler bolavoli di SMA Negeri 1 Ambulu Kabupaten Jember, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E. Winarno, M.Pd. (II) Usman Wahyudi, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Passing Bawah, Permainan Bolavoli, Model Latihan Kecepatan Reaksi. Passing bawah adalah salah satu teknik dasar permainan bolavoli yang paling sering digunakan. Untuk melakukan passing bawah diperlukan tahap tahap, yaitu: (1) sikap awal, (2) perkenaan, (3) sikap akhir. Pada observasi awal dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 25 Januari 2014 pukul 15.00-17.15 WIB, hari Sabtu tanggal 08 Februari 2014 pukul 15.00-17.00 WIB, dan hari senin tanggal 24 Maret 2014 pukul 15.00-17.00 WIB, peserta Ekstrakurikuler permainan bolavoli di SMA Negeri 1 Ambulu Kabupaten Jember mendapatkan hasil, teknik passing bawah pada saat pertandingan memiliki persentase kesalahan tertinggi 31,58%. Instrumen yang digunakan diantaranya: Tahap persiapan (1) Berdiri, kaki dibuka selebar bahu, salah satu kaki tumpuan berada di depan, (2) Kedua lutut ditekuk. Tahap perkenaan bola (1) Perkenaan bola di atas Pergelangan tangan, (2) Perkenaan bola menyentuh ke dua tangan. Tahap akhir (1) Tumit terangkat dari lantai, (2) Pandangan mengikuti arah gerakan bola. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknik passing bawah menggunakan model latihan kecepatan reaksi bagi peserta Ekstrakurikuler permainan bolavoli di SMA Negeri 1 Ambulu Kabupaten Jember, Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah model latihan, lembar observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Olahraga (PTO). Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler permainan bolavoli di SMA Negeri 1 Ambulu Kabupaten Jember. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan). Setelah dilakukan perlakuan melalui 2 siklus masing-masing 3 kali pertemuan setiap siklusnya, dari 14 peserta hampir semua mengalami peningkatan. Persentase kebenaran passing bawah setelah dilakukan tindakan mencapai nilai 95%. Dari hasil penelitian data tingkat keberhasilan peserta ekstrakurikuler dalam melakukan teknik passing bawah bolavoli yang telah diperoleh pada tindakan siklus 2, maka tujuan dari penelitian ini telah tercapai dan tidak perlu diadakan tindak lanjut pada siklus berikutnya. Berdasarkan hasil pelaksanaan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa penerapan latihan passing bawah bolavoli dengan model latihan kecepatan reaksi dapat meningkatkan teknik passing bawah. Juga saran yang dapat diberikan yaitu: pendekatan model latihan kecepatan reaksi passing bawah dapat digunakan untuk meningkatkan teknik passing bawah bolavoli, bagi pembina ekstrakurikuler permainan bolavoli, penelitian ini bermanfaat sebagai pedoman untuk menentukan dan memilih latihan yang baik dan bervariasi, Penelitian tindakan kelas ini bisa dijadikan referensi bagi peneliti yang lain untuk meningkatkan teknik passing bawah bolavoli dengan menggunakan model latihan kecepatan reaksi passing bawah yang lebih bervariasi agar peserta tidak mudah jenuh atau bosan pada saat latihan.

Laporan praktek otomotip II
oleh Andiex Tobroni

 

Laporan praktek kerja di pabrik tepung tapioka PT Saritani Nusantara Gondanglegi Malang
disusun oleh Waskito

 

Studi eksplorasi ekspektasi pekerjaan para santri di Pondok Pesantren APIS (Asrama Perguruan Islam Salafiyah) Sanan Gondang Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar / Bayu Candra Eka Putra

 

i ABSTRAK Putra, Bayu Candra Eka. 2015. Studi Eksplorasi Ekspektasi Pekerjaan Para Santri di Pondok Pesantren APIS (Asrama Perguruan Islam Salafiyah Sanan Gondang Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Bambang Setyadin, M.Pd, (II) Dr. Asep Sunandar, S.Pd, M.AP. Kata kunci: ekspektasi pekerjaan, santri pondok pesantren Pesantren atau pondok pesantren adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam berbasis masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan diniyah atau secara terpadu dengan jenis pendidikan lainnya. Meskipun pesantren merupakan pendidikan yang bersifat tradisional, tetapi tetap dipadukan dengan jenis pendidikan lainnya secara umum. Hal tersebut untuk menjadikan para santri mampu berkontribusi di lingkungan masyarakat dengan tetap berlandaskan pada Agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan ekspektasi pekerjaan para santri Pondok Pesantren APIS Sanan Gondang berdasarkan jenis kelamin, kategori pekerjaan orangtua, jabatan orangtua, dan wilayah asal santri, (2) Menemukan perbedaan ekspektasi pekerjaan santriwan dan santriwati Pondok Pesantren APIS Sanan Gondang, (3) Menemukan perbedaan ekspektasi pekerjaan santriwan dan santriwati berdasarkan pekerjaan orangtua, (4) Menemukan perbedaan ekspektasi pekerjaan santriwan dan santriwati berdasarkan jabatan orangtua, dan (5) Menemukan perbedaan ekspektasi pekerjaan santriwan dan santriwati berdasarkan wilayah asal. Metode penelitian yang digunakan, yaitu pendekatan kuantitatif deskriptif komparasi. Penelitian ini mengungkap ekspektasi santri terhadap pekerjaan berdasarkan jenis kelamin, kategori pekerjaan orangtua, jabatan orangtua, dan wilayah asal. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 483 santri yang terdiri dari 273 santriwan dan 210 santriwati. Sedangkan sampelnya diambil dengan menggunakan teknik proportional simple random sampling dan menggunakan Formula Slovin, sehingga diperoleh sampel 218 yang terdiri dari 123 santriwan dan 95 santriwati. Selain itu, diperoleh hasil reliabilitas pada uji coba instrumen sebesar 0,814. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif (menentukan frekuensi dan persentase) dan menggunakan Teknik Analisis One Way Analysis of Variance (ANOVA) untuk komparasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: (1) Sebagian santriwan Pondok Pesantren APIS Sanan Gondang memilih menjadi Kiai dan sebagian besar santriwati memilih menjadi Hafidz, sedangkan sebagian besar santri yang orangtuanya bekerja sebagai PNS, pegawai swasta, maupun wirausaha/wiraswasta memilih menjadi Hafidz, sedangkan santri yang orangtuanya menjabat sebagai Ketua RT memilih menjadi Hafidz, pengurus pondok pesantren, dan Ulama’, santri yang orangtuanya menjabat sebagai Ketua RW memilih menjadi Da’i, Kiai, Ustadz Diniyah, Ustadz, Hafidz, Ulama’, mendirikan warnet, dan mendirikan usaha photo copy, santri yang orangtuanya sebagai warga biasa memilih menjadi

Laporan perencanaan bangunan pengairan
oleh Tamsir

 

Laporan praktek kerja nyata di PT Faroka SA Malang dari tanggal 4 Desember 1978 s/d 4 Pebruari 1979
disusun oleh I Ketut Sumita

 

Laporan kerja praktek di Perusahaan Jawatan Kereta Api Malang
oleh Imam Ghozali

 

Laporan praktek otomotip II
oleh Bambang Hendro Wiyoso

 

Laporan praktek otomotip I
oleh Bambang S. Wiratno

 

Laporan kerja praktek di bengkel Dinas Pekerjaan Umum Kotamadya Dati II Malang
oleh Tri Haryoto

 

Laporan praktek kerja nyata di PT PG Rejo Agung Baru Madiun
oleh Chusnul Zabidi

 

Identifikasi pemahaman representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik siswa kelas XI IPA SMA Negeri Klakah pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan / Teguh Adi Satrionegoro

 

ABSTRAK Satrionegoro, Teguh. 2015. Identifikasi Pemahaman Representasi Makroskopik, Mikroskopik, dan Simbolik Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri Klakah pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Oktavia Sulistina, S.Pd., M.Pd., (2) Dr. Nazriati, M.Si Kata-kata kunci: pemahaman representasi, makroskopik, mikroskopik, simbolik, kelarutan dan hasil kali kelarutan Kelarutan dan hasil kali kelarutan adalah salah satu materi dalam pelajaran kimia yang diajarkan pada siswa SMA kelas XI IPA. Pembelajaran materi kelarutan dan hasil kali kelarutan harus menekankan pada ketiga level representasi yaitu makroskopik, mikroskopik, dan simbolik. Pemahaman yang baik pada ketiga level representasi akan membantu siswa memahami materi lebih baik. Namun, pembelajaran kelarutan dan hasil kali kelarutan di sekolah cenderung hanya menekankan pada pemahaman representasi makroskopik dan simbolik. Hal ini ditunjukkan dengan pengukuran hasil belajar yang didominasi oleh soal-soal yang berkaitan dengan representasi makroskopik dan simbolik, sehingga membuat pemahaman representasi mikroskopik siswa cenderung lebih rendah dari pemahaman representasi makroskopik dan simbolik. Oleh karena itu penelitian tentang pemahaman representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik siswa pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan perlu untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemahaman representasi makroskopik, mikroskopik dan simbolik siswa pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah kelas XI IPA SMA Negeri Klakah. Sampel penelitian adalah kelas XI IPA 1 yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Data penelitian ini adalah skor hasil belajar kognitif yang berkaitan dengan pemahaman representasi makroskopik, mikroskopik dan simbolik siswa. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes yang memiliki nilai reliabilitas 0,87. Data yang diperoleh dianalisi dengan menggunakan analisis deskriptif dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa tentang representasi simbolik termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai 75,7%. Tingkat pemahaman siswa tentang representasi makroskopik termasuk dalam kategori sedang dengan nilai 58%. Sedangkan tingkat pemahaman siswa tentang representasi mikroskopik termasuk dalam kategori kurang dengan nilai 33,3%.

The inferential comprehension acheivement of the high school graduates of different major fields of study who are studying at the English Departement of IKIP Malang in reading english texts / by Dyah Rochmawati

 

Pengaruh kecerdasan emosional (EQ), dan perhatian orang tua siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IIS SMA Negeri 1 Singosari / Moh. Andri

 

ABSTRAK Andri, Moh, 2015. Pengaruh Kecerdasan Emosional (EQ), dan Perhatian Orang Tua Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IIS SMA Negeri 1 Singosari. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Agung Haryono, S.E, M.P, Ak, (2) Drs. Prih Hardinto M.Si. Kata Kunci : Kecerdasan Emosional (EQ), Perhatian Orang Tua, Hasil Belajar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosinal dan perhatian orang tua siswa terhadap hasil belajar siswa baik secara parsial maupun simultan. Kecerdasan Emosional adalah kemampuan seorang siswa dalam mengendalikan emosinya untuk melakukan tindakan, sehingga siswa mendapatkan sesuatu yang diharapkan siswa. Perhatian orang tua siswa adalah cara orang tua siswa untuk memperhatikan siswa dalam belajar dan memenuhi kebutuhan siswa di sekolah. Hasil belajar siswa merupakan pencapaian belajar siswa dalam mata pelajaran ekonomi yang diambil dari nilai ujian tengah semester mata pelajaran ekonomi kelas XI IIS SMA Negeri 1 Singosari tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif eksplanasi, karena bertujuan menjelaskan ada tidaknya pengaruh dan besaran pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu kecerdasan emosional (X1) dan perhatian orang tua siswa (X2) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah SMA Negeri 1 Singosari kelas XI IIS yang berjumlah 103 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sensus yaitu semua populasi dijadikan sampel. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanasi dengan teknik analisis regresi berganda, teknik pengambilan data menggunakan angket dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa dan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel perhatian orang tua siswa terhadap hasil belajar siswa kelas XI IIS SMA Negeri 1 Singosari, Secara simultan kecerdasan emosional dan perhatian orang tua siswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IIS SMA Negeri 1 Singosari.

Laporan praktek kerja di PT PG Krebet Baru I Bululawang
disusun oleh Mulyadi Stephanus Ekaseputra

 

Laporan praktek kerja nyata di PG Kebonagung Malang
oleh Sriani

 

Tahlil at-tasybuah fi kitab Tajul Arus al-Hawiy litahdzib an-nufus li al-Imam Tajuddin Ahmad Ibnu Athoillah as-Sakandary al-bahts al-ilmiy / Dicky Darma Andrivian

 

Laporan praktek otomotip II
disusun oleh Fatkhur Rozaq

 

Persepsi siswa Sekolah Menengah Umum (SMU) Negeri se-Kodia Malang terhadap mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan / oleh Qomaruddin

 

Implementasi strategi bauran pemasaran jasa pada Lembaga Bimbingan Belajar Primagama Malang / Ahmad Taufik

 

ABSTRAK Taufik, Ahmad 2015. Implementasi Strategi Bauran Pemasaran Jasa Pada Lembaga Bimbingan Belajar Primagama Malang. Tugas Akhir Program Studi D-III Manajemen Pemasaran, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing : Dr. Ely Siswanto, S.Sos.,M.M. Kata Kunci : Implementasi, Strategi, Bauran Pemasaran Jasa Strategi pemasaran adalah cara yang ditempuh perusahaan untuk merealisasikan misi, tujuan dan sasaran yang telah ditentukan dengan cara menjaga dan mengupayakan adanya keserasian antara berbagai tujuan yang ingin dicapai, kemampuan yang dimiliki serta peluang dan ancaman yang dihadapi di pasar produknya. Strategi pemasaran ini sangat penting dalam pemasaran produk jasa lembaga bimbingan belajar Primagama Malang kepada konsumen. Lembaga bimbingan belajar Primagama Malang merupakan satu-satunya lembaga bimbingan belajar dengan cabang terbanyak yang tersebar di Kota maupun Kabupaten Malang. Berbagai teknik analisis bisnis dapat digunakan dalam proses untuk mencapai hasil dari strategi pemasaran ini, termasuk menggunakan teknik analisis bauran pemasaran jasa yang meliputi 7P yaitu Product, Place, Price, Promotion, People, Process, Physical Evidence. Implementasi strategi pemasaran yang baik dapat dilihat pada lembaga bimbingan belajar Primagama Malang. Tujuan penelitian yang dilakukan pada lembaga bimbingan belajar Primagama Malang yaitu, (1) untuk mengetahui implementasi strategi bauran pemasaran yang dilakukan oleh lembaga bimbingan belajar Primagama Malang, (2) untuk mengetahui maslah yang dihadapi oleh lembaga bimbingan belajar Primagama Malang berkaitan dengan implementasi strategi bauran pemasaran jasa, (3) untuk memberikan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi lembaga bimbingan belajar Primagama Malang berkaitan dengan implementasi strategi bauran pemasran jasa. Bauran pemasaran jasa adalah seperangkat alat pemasaran terhadap produk-produk jasa yang digunakan perusahaan jasa untuk mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran dan untuk mendapatkan keuntungan yang memuaskan. Hal ini dapat dilihat pada lembaga bimbingan belajar Primagama Malang yang telah menerapkan strategi bauran pemasaran dengan cukup baik. Berdasarkan hasil laporan penelitian yang penulis lakukan ini, diharapkan menjadi salah satu bahan pertimbangan oleh seluruh cabang lembaga bimbingan belajar Primagama Malang dalam menerapkan strategi bauran pemasaran jasa agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Laporan kerja praktek di Perda Keramika Tulungagung
oleh Wahono

 

Laporan praktek kerja di bengkel Dinas Pekerjaan Umum Kodya Dati II Malang
oleh Agus Setya Budi

 

Laporan kerja praktek di bengkel Dinas Pekerjaan Umum Kotamadya Dati II Malang
oleh Edy Wasito

 

Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan kemampuan sains permulaan pada anak didik kelompok A TK Negeri Pembina Kota Blitar / Anis Masriyah

 

Kata kunci : Sains Permulaan, Metode Eksperimen, Anak TK Pemilihan judul tersebut dengan latar belakang adanya penerapan metode yang kurang tepat, yaitu metode pemberian tugas yang tidak melibatkan anak secara langsung, sehingga penguasaan anak tentang sains sangat rendah, untuk itu peneliti mencoba menggunakan metode eksperimen dalam pembelajaran sains permulaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan sains permulaan anak melalui penerapan metode pembelajaran eksperimen. Penelitian yang dilakukankan peneliti hanya meneliti kegiatan sains permulaan pada pembelajaran kognitif di area sains untuk Kelompok A yang dilakukandi TK Negeri Pembina Kota Blitar. Peneliti menggunakan pedoman penilaian Unjuk kerja yang dilakukan anak dan observasi. Penelitian ini dirancang dengan penelitian tindakan kelas (PTK) pada setiap siklusnya terdiri dari planing (perencanaan), acting & observasing (tindakan & pengamatan), reflecting (refleksi) dan revise plan (revisi rencana). Berdasarkan hasil penelitian tindakan yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan sains permulaan dengan penerapan metode pembelajaran eksperimen. Pada siklus I peningkatan mencapai 22,342% dan diperoleh rata-rata penilaian anak dalam sains permulaan sebesar 70,353%. Pada siklus II peningkatan mencapai 17,202% dan diperoleh rata-rata penilaian sebesar 87,555%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan metode pembelajaran eksperimen, kemampuan sains anak meningkat. Pembelajaran dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada anak, perubahan penilaian ke arah yang komprehensif yang tidak hanya dengan hasil kerja anak, dan pengembangan situasi pembelajaran ke arah yang lebih kondusif, maka disarankan untuk menggunakan metode eksperimen dalam kegiatan pembelajaran sains permulaan pada bidang pengembangan Kognitif.

Laporan perhitungan tugas bangunan pengairan
disusun oleh Parwoko

 

Pengaruh strategi reading, questioning, answering dipadu think pair share terhadap keterampilan metakognitif, hasil belajar kognitif dan retensi siswa SMA N di Kota Ambon / Monica Hetharia

 

ABSTRAK Hetharia, Monica. 2015. Pengaruh Strategi Reading, Questioning, Answering Dipadu Think Pair Share Terhadap Keterampilan Metakognitif, Hasil Belajar Kognitif dan Retensi Siswa SMA N Di Kota Ambon. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Aloysius Duran Corebima, M.Pd, (II) Dr. H. Abdul Gofur, M.Si. Kata Kunci :Reading Questioning Answering, Think Pair Share, keterampilan metakognitif, hasil belajar kognitif, retensi. Pendidikan merupakan suatu modal besar suatu bangsa untuk bias berkembang dan maju. Pendidikan IPA memegang peranan penting dalam mengembangkan pengetahuan siswa, melalui pendidikan IPA siswa dapat mengenal, menyikapi dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri. Kecenderungan pembelajaran IPA khususnya biologi pada masa kini adalah peserta didik hanya mempelajari biologi sebagai produk, menghafalkan konsep, teori dan hukum. Fakta di lapangan juga didapatkan guru belum memberdayakan potensi siswa. Akibatnya keterampilan metakognitif, hasil belajar kognitif dan retensi siswa rendah. Dibutuhkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan dan memberdayakan potensi siswa. Penerapan strategi pembelajaran Reading Questioning and Answering dipadu Think Pair Share diharapkan dapat meningkatkan keterampilan metakognitif, hasil belajar kognitif dan retensi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekpserimen semu (quasi experiment) dengan rancangan pretest-posttest non equivalent control group design. Analisis data diawali dengan melakukan uji normalitas dan uji homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan analisis kovarian (anacova). Bila hasil analisis signifikan (variable bebas berpengaruh pada variable terikat) maka analisis dilanjutkan dengan ujil anjutLSD dengan menggunakan program SPSS for Windows dengan taraf signifikansi 0,05. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2014/2015 pada tingkat SMA di Kota Ambon. Penerapan pada tiga sekolah adalah sebagai berikut: SMA N 4 Ambon: RQA, SMA N 5 Ambon: RQA dipadu TPS, SMA N 14 Ambon: konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh model pembelajaran RQA dipadu TPS terhadap keterampilan metakognitif siswa SMA N di Kota Ambon, (2) pengaruh model pembelajaran RQA dipadu TPS terhadap hasil belajar kognitif siswa SMA N di Kota Ambon, (3) pengaruh model pembelajaran RQA dipadu TPS terhadap retensi siswa SMA N di Kota Ambon. Hasil penelitian ini menunjukakan bahwa ada pengaruh model pembelajaran RQA dipadu TPS terhadap keterampilan metakognitif, ada pengaruh model pembelajaran RQA dipadu TPS terhadap hasil belajar kognitif, namun tidak ada pengaruh model pembelajaran RQA dipadu TPS terhadap retensi siswa. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan yakni penggunaan model pembelajaran Reading Questioning Answering dipadu Think Pair Share dapat diterapkan oleh guru untuk memberdayakan keterampilan metakognitif, hasil belajar kognitif dan retensi siswa.

Laporan praktek kerja nyata di NV Adam Malang
disusun oleh M. Adi Suprianto Ismail

 

Pengembangan modul limnoligi: struktur komunitas perifiton sebagai bioindikator kualitas sungai Brantas / Agus Kusnandi

 

Laporan perhitungan tugas pengairan
disusun oleh Sunardi

 

Laporan kerja praktek di bengkel Dinas Pekerjaan Umum Kotamadya Dati II Malang
oleh Sugeng Winarso

 

Penerapan metode pembelajaran proyek memasak untuk mengembangkan kemampuan kognitif pada kelompok A di TK. Arjuno 2 Kota Batu / Elni Disna Windri

 

Kata kunci: kemampuan kognitif, metode proyek. Kemampuan kognitif setiap anak berbeda, ada anak yang sudah mampu dan ada anak yang belum mampu. Namun pada kenyataannya di TK Arjuno 02 Batu banyak anak yang kurang dalam bidang kognitif, terutama dalam mengenal ukuran berat atau ringan. Seorang anak akan mengalami kesulitan membaca angka pada timbangan yang jarumnya bergoyang-goyang oleh karena itu timbangan yang paling baik untuk anak adalah timbangan tua yang sederhana atau timbangan neraca.Dengan pembelajaran melalui metode proyek memasak bertujuan mengembangkan kemampuan kognitif dalam mengenal ukuran berat. Penelitian ini di lakukan di TK Arjuno 02 Batu, tanggal 21 September 2010 sampai dengan 14 Oktober 2010. Metode penelitian yang di gunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penilaian yang di gunakan adalah lembar observasi. Dengan di terapkannya metode pembelajaran proyek masak ini, terbukti anak lebih mengenal mana yang berat dan yang ringan, anak apat menimbang secara seimbang dengan timbangan neraca, anak tahu satuan, gelas, sendok. Berasar hasil penelitian ini di sarankan agar guru dapat menerapkan metode ini guna meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam mengenal ukuran berat ringan, banyak sedikit, menimbang benda dan mengenal satuan wadah. Selain itu juga dapat meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.

Laporan praktek kerja di PT Boma Stork Pasuruan
oleh Abu Hasan

 

Pesan edukatif cerita Sudamala pada Candi Tewangi di Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri / Dyah Mutia Ramadhania

 

ABSTRAK Ramdhania, Dyah Mutia. 2015. Pesan Edukatif Relief Cerita Sudamala pada Candi Tegawangi di Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati., M.Hum, (II) Deny Yudo Wahyudi S.Pd., M.Hum. Kata Kunci: pesan edukatif, relief cerita, Sudamala, Candi Tegawangi. Penelitian ini dilatari oleh adanya pesan edukatif yang tersirat pada salah satu karya sastra tekstual yang juga terpahat dalam bentuk relief cerita pada beberapa bangunan suci masa Majapahit, yaitu cerita Sudamala, khususnya yang berada pada Candi Tegawangi. Pemilihan sebuah cerita sebagai karya sastra visual berupa relief terutama pada bangunan suci seperti candi tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Seorang pemahat diharuskan memiliki intuisi mengenai apa saja adegan kunci yang dapat diletakkan, sekaligus mampu menyampaikan pesan edukatif yang terkandung dalam karya sastra yang dipilih dalam bentuk relief. Kidung Sudamala merupakan salah satu cerita bertema lukat yang populer pada masa Majapahit. Kepopuleran Sudamala terbukti dengan dipahatnya sastra ini pada beberapa bangunan suci dari masa Majapahit, yaitu Candi Sukuh, pendopo teras II Candi Panataran, dan Candi Tegawangi. Diantara ketiga bangunan suci dari masa Majapahit tersebut, Candi Tegawangi memiliki adegan relief cerita Sudamala paling runtut dan lengkap, serta masih menempel pada dinding candi. Berdasar dari kelengkapan adegan inilah, Candi Tegawangi dipilih untuk diteliti lebih lanjut untuk dapat mengetahui pesan edukatif yang terkandung dalam relief cerita Sudamala. Permasalahan yang diteliti adalah (1) latar belakang sejarah Candi Tegawangi, (2) latar belakang dipahatnya relief cerita Sudamala pada Candi Tegawangi, dan (3) pesan edukatif yang terdapat pada relief cerita Sudamala pada Candi Tegawangi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui latar belakang sejarah dibangunnya Candi Tegawangi, (2) mengetahui latar belakang dipahatnya relief cerita Sudamala pada Candi Tegawangi, dan (3) mengetahui pesan edukatif yang terdapat pada relief cerita Sudamala pada Candi Tegawangi. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan bantuan ilmu arkeologi. Dalam penelitian ini peneliti merupakan kunci dalam menentukan keberhasilan dari penelitian. Ilmu arkeologi digunakan sebagai pembantu penelitian deskriptif karena berhubungan dengan peninggalan bersejarah berupa budaya material. Hasil penelitian ini pertama adalah Candi Tegawangi merupakan salah satu candi pendharmaan keluarga kerajaan, yaitu Bhre Matahun yang termasuk dalam golongan dharma dalm. Kedua, relief cerita Sudamala dipahat pada dinding Candi Tegawangi berkaitan erat dengan fungsi dari relief tersebut sebagai sarana penyucian jiwa, mempercepat proses dari orang yang didharmakan dalam candi tersebut mencapai moksa. Ketiga, dalam relief cerita Sudamala memiliki beberapa kandungan nilai edukatif, yaitu nilai umum yang berhubungan dengan nilai keagamaan agama Hindu yang terdiri dari karmapala, samsara, yajna (sacrifice), dharma, dan adharma. Sedangkan nilai edukatif khususnya, terdapat pada tiap panil yang terbagi menjadi dua yaitu nilai yang memiliki muatan positif yaitu nilai yang menuturkan kebajikan, serta nilai yang memiliki muatan negatif yaitu memberi contoh sesuatu yang harusnya tak dilakukan. Saran yang dapat diberikan adalah menggunakan relief cerita pada Candi Tegawangi sebagai salah satu media pembelajaran, terutama dari sisi kesejarahannya, serta menjabarkan pesan edukatif yang terkandung dalam setiap panil. Pesan yang terkandung dalam relief cerita ini bersifat universal dan tak lekang oleh waktu, sehingga dapat digunakan untuk menanamkan nilai-nilai positif pada masyarakat maupun peserta didik sehingga dengan kebijakan dari masa lalu ini, dapat tercetak generasi muda penerus bangsa yang cerdas sekaligus bijak dalam memilih langkah ke depannya.

Laporan praktek kerja lapangan di PJKA Jember
oleh Edy Sulistiono

 

Struktur komunitas mollusca pada substrat berlumpur dan berpasir di perairan pantai Pede Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat sebagai pengembangan modul ekosistem pantai kelas X SMA / Eufrasia Jeramat

 

ABSTRAK Jeramat, Eufrasia. 2015. Struktur Komunitas Mollusca pada Substrat Berlumpur dan Berpasir Di perairan Pantai Pede Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat Sebagai Pengembangan Modul Ekosistem Pantai Kelas X SMA. Tesis. Jurusan Pendidikan Biologi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fathur Rohman, M.Si., (II) Dr. Istamar Syamsuri,M.Pd. Kata kunci: struktur komunitas, substrat berlumpur dan berpasir, modul ekosistem pantai Mollusca merupakan makhluk invertebrata yang kehidupannya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, kadang ada yang resisten terhadap perubahan lingkungan ada juga yang mengalami kematian sesuai kemampuan adaptasinya. Hal ini akan mempengaruhi kemampuannya dalam bereproduksi sehingga berefek terhadap tingkat keanekaragamannya dalam sebuah ekosistem. Selain itu substrat memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kehidupan Mollusca baik dari persebarannya maupun cara hidupnya. Hal ini dikarenakan setiap spesies memiliki kecenderungan untuk hidup pada kondisi yang sesuai untuk tubuhnya. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengungkap jenis Mollusca yang ditemukan diperairan pantai Pede Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat. (2) Menghitung kelimpahan, keanekaragaman, kemerataan dan dominansi Mollusca yang ditemukan di perairan pantai Pede Labuan Bajo kabupaten Manggarai Barat. (2) Mengembangkan hasil penelitian sebagai modul ekosistem pantai yang akan memberikan pengalaman belajar kepada siswa yang mengkaji struktur komunitas Mollusca pada substrat berlumpur dan berpasir di pantai Pede Labuan Bajo”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Dalam hal ini, peneliti sebagai instrumen utama. Hasil penelitian ini adalah data yang diambil dari pengambilan sampel hewan Mollusca di pantai Pede Labuan Bajo yang dilakukan pada saat air laut surut dan diidentifikasi spesies Mollusca di Museum Zoologi Frateran Vianney, BHK (Scientia Ad Laborem) Jln. Raya Karangwidodo 07 Malang Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi Mollusca yang ditemukan di perairan pantai Pede terdiri dari kelas Gastropoda sebesar 67%, kelas Bivalvia ditemukan sebesar 33%. Total secara keseluruhan Mollusca yang ditemukan sebanyak 608 individu dari kelas Gastropoda dan Bivalvia. Pada substrat berlumpur (stasiun I) hasil perhitungan indeks keanekaragaman (H) sebesar 3,22; indeks kemerataan (E) 0.99 dan indeks dominansi (C) adalah 0.061. Sedangkan pada substrat berpasir (stasiun II) hasil perhitungan indeks keanekaragaman (H) sebesar 3,53; indeks kemerataan (E) 1,05 dan indeks dominansi (C) sebesar 0,034. Kondisi substrat suatu wilayah tempat organisme hidup akan mempengaruhi spesies apa saja yang memiliki preferensi terhadapnya. Dengan kata lain setiap substrat memiliki organisme spesifik yang menempatinya. Berdasarkan hasil pengamatan, tekstur substrat kedua stasiun penelitian memiliki perbedaan yakni pada stasiun I dominan berlumpur 80.8% sedangkan stasiun II cendrung berpasir yakni 88.9%; Dari hasil penelitian di pantai Pede ini maka dikembangkan modul pembelajaran eksositem pantai yang terdiri dari materi ekosistem pantai, individu dan populasi dan komunitas. Hasil validasi para ahli materi, media dan praktisi lapangan diperoleh nilai 89% dengan kualifikasi sangat baik dan tidak perlu direvisi sehingga modul layak dipakai dalam uji kelompok kecil dan diperoleh hasil 85% dengan kualifikasi sangat baik dan layak untuk dikembangkan dan digunakan.

Laporan praktek kerja di Dinas Pekerjaan Umum Kotamadya Dati II Malang mulai tanggal 12 Maret 1984 sampai dengan tanggal 12 Mei 1984
oleh Bambang Wiyono

 

Peningkatan kemampuan menggambar bentuk benda melalui metode deill pada siswa kelas VII A SMP Negeri 3 Bagor Kabupaten Nganjuk / Sukarti

 

Developing the honey comb challenge multimedia game courseware to improve the fourth graders' speaking skill at SDN Purwantoro II Malang / Ridhia Rizki Anugraini

 

Keywords: speaking, EYL, multimedia/media, courseware. This study focused on developing The Honey Comb Challenge multimedia game courseware to improve the fourth graders’ speaking skill especially in answering the teacher’s questions dealing with location (preposition of place) at SDN Purwantoro II Malang. Multimedia game courseware that is used for foreign language teaching and learning will make young learners actively participate to speak, in addition, the children would learn to communicate and express their creativity by using multimedia (Lee, 2009). This research and development (R&D) adopts the framework of Taba cited in Dubin and Olhstain (1986: 2). The materials were developed based on the basic competence of teaching speaking for the fourth graders in the syllabus used at SDN Purwantoro II Malang. The courseware consists of two themes which contains pictures dealing with location (preposition of place), music, and a music video. The courseware was assembled in the form of CD-ROM which was completed with autorun CD-ROM. The researcher also developed a guidance book of the courseware which covers the ways to navigate the courseware, the rules of the game, questions and answers for each theme in the game, and speaking scoring rubric to assess the students’ speaking skill. In courseware try-out, the students liked and enjoyed the activities in the courseware. They were really attracted and interested in the multimedia application which consists of animation and audio so that they could perform their ability in speaking skill well. Therefore the use of The Honey Comb Challenge multimedia game courseware is expected to meet the needs of media in teaching and learning speaking skill for the fourth graders at SDN Purwantoro II Malang, with the hope that it can improve their speaking skill.

Pengembangan media pembelajaran teks cerita moral berbasis pendidikan karakter / Elih Herlina

 

Pengembangan paket bimbingan pengendalian emosi bagi siswa sekolah menengah pertama / Elok Nur Khoirisami

 

Katakunci:paketbimbingan,pengendalianemosi,siswaSMP. SiswaSMPsebagaikelompokusiaremaja,tidaklepasdarifenomenayangterjadipadasetiapremaja.SiswaSMPtermasukdalamkategoriremajaawalataumasatransisi,yangterkadangintensitasmunculnyaproblememosiseringdibandingkandenganremajaakhir.Selamamasatransisiini,remajamengalamikrisisidentitas.Krisisidentitaspadasaat-saattertentuseringkalimenimbulkanketidakstabilanemosicemas,bingung,danmerasatidakbahagia.Problememosiyangdialamiremaja,bilatidaksegeradipecahkanakanmenghambatremajadalammelakukanpenyesuaiandenganlingkungansosialdanjugadengandirinyasendiri.Konselorperlumemberikanbimbingankarenapengendalianemosibukanlahsesuatuyangdimilikisecaraalamiolehindividu,melainkanmerupakansesuatuyangdipelajari. TujuanseperangkatpengembanganpaketbimbinganpengendalianemosiadalahuntukmenghasilkanPaketBimbinganPengendalianEmosibagiSiswaSMPyanglayak,tepat,berguna,danmenarikbagisiswaSMP.ProdukyangdihasilkandaripengembanganiniadalahPaketBimbinganPengendalianEmosiyangterdiriatas(1)panduanPaketBimbinganPengendalianEmosiuntukkonselor,(2)materiPaketBimbinganPengendalianEmosiuntuksiswa,dan(3)bukukerjapengendalianemosiuntuksiswa;yangterdiriatastigapenggalan,yaitu:(I)HakikatEmosi,yangterdiriatas(a)PengertiandanJenis-jenisEmosidan (b) PerkembanganEmosipadaRemaja,(II)PengaruhEmosi,dan(III)CaraPengendalianEmosi,yangterdiriatas(a)PengaturanDiri(selfregulation)dan(b)PengaturanEmosi(emotionalregulation).Paketinidisusundenganmenggunakanmodelpembelajaranexperientiallearning. Penelitianinimerupakanpenelitianpengembanganyangmenggunakanlangkah-langkahpengembangandariBorg&Gall(1983)yangterdiriatastahapperencanaan,tahappengembanganproduk,dantahapujicoba.Subyekujicobaadalahahli,yaituahlibimbingandankonselingdanahlibahasa;ujicalonpenggunaproduk,yaitukonselor;danujikelompokkecil,yaitusatukelassiswaSMP.Datadikumpulkanmelaluiformatujiahlidanujicalonpenggunaberupaskalapenilaian,datayangdiperolehadalahdatakuantitatifdankualitatif.Sedangkanujikelompokkecilberupadatakualitatif.Datakuantitatifdianalisisdenganmenggunakananalisisreratadandatakualitatifdianalisisdenganmenggunakananalisisdeskriptif. BerdasarkanpenilaianahliBK,PaketBimbinganPengendalianEmosibagiSiswaSMPinisangatbergunauntuksiswadankonselordalammemberikanbimbingantentangpengendalianemosidenganrerata3,9.Dilihatdariaspekkelayakan,paketinisangatlayakdiberikankepadasiswadenganrerata3,56.Dariaspekketepatan,paketinitepatuntukdigunakanolehsiswadankonselordalam i memberianbimbinganpengendalianemosidenganrerata3.Adapunaspekkemenarikan,paketinimenarikdenganrerata3,sedangkanmenurutahliBahasa,PaketBimbinganPengendalianEmosibagiSiswaSMPsangattepat,dilihatdarikejelasan,kesesuaian,hubungankalimatsatudenganyanglain,danbahasayangdigunakanuntuksiswadenganrerata3,8.Berdasarkanujicalonpengguna(konselor);dilihatdariaspekkegunaan,paketinisangatbergunadenganrerata3,67;aspekkelayakan,paketinisangatlayakdenganrerata3,63;aspekketepatan,paketinisangattepatdenganreratata3,52;danaspekkemenarikan,paketinisangatmenarikdenganrerata3,75.Berdasarkanujikelompokkecil(siswa),PaketBimbinganPengendalianEmosimenarikdanpenjelasannyacukupjelas. Berdasarkanhasilpenelitiantersebut,saranyangdiberikanadalah:(1)konselorharusmemahamiprosedurbimbingandanmateribimbinganagarsiswadapatmencapaitujuanbimbinganyangdikehendaki,(2)konselorharuskreatifdalammengaturwaktukarenamengingatminimnyajamtatapmuka,(3)bagipenelitiselanjutnya,dapatmelakukanujiefektivitaspaketbimbinganpengendalianemosiuntukmengetahuikeefektivitasandankelayakanpenerapanpaketpengendalianemosidenganmenggunakanekperimensemu,dan(4)paketpengendalianemosiinidikembangkandenganmelakukanpenelitihandiSMPNegeri1PucukLamongan,sehinggaapabiladilakukanuntukSMPlain,makaperludilakukanpenyesuaian-penyesuaiandenganmenganalisiskembalikebutuhansiswaterhadappaketpengendalianemosi.

Laporan kerja praktek di perusahaan aneka jasa dan permesinan unit pabrik mesin konstruksi dan pengecoran Sumber Mas Malang
oleh Taufan Purwanto Yudha Ugi

 

Pengaruh massa Fe3O4 terhadap karakteristik nanokomposit Fe3O4@TiO2 core-sheel sebagai fotokatalis degradasi rhodamin B / Ulfatien Mufarriha

 

ABSTRAK Mufarriha, Ulfatien. 2015. Pengaruh Massa Fe3O4 terhadap Karakteristik Nanokomposit Fe3O4@TiO2 Core-Shell sebagai Fotokatalis Degradasi Rhodamin B. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Nandang Mufti, S.Si., M.T., Ph.D., (II) Drs. Abdulloh Fuad, M.Si. Kata Kunci : nanokomposit Fe3O4@TiO2 core-shell, presipitasi, morfologi, fotokatalis, persentase degradasi. Limbah zat warna yang dihasilkan industri tekstil merupakan salah satu penyebab pencemaran lingkungan terutama lingkungan perairan. Limbah zat warna tekstil memiliki struktur aromatik yang sulit terdegradasi. Untuk mengolah limbah zat warna secara baik dibutuhkan bahan yang lebih efektif, murah dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama yaitu dengan fotokatalis. Serbuk TiO2 merupakan bahan fotokatalis yang efektif untuk menghancurkan zat organik pada polutan atau zat warna. Dengan penggabungan bahan magnetik Fe3O4 fotokatalis dapat dikumpulkan dan dapat digunakan lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massa Fe3O4 terhadap sifat stuktur, morfologi pada nanokomposit Fe3O4@TiO2 core-shell dan aplikasinya sebagai fotokatalis degradasi Rhodamin B. Metode kropesipitasi digunakan untuk sintesis Fe3O4 sedangkan untuk mengkapsulasi TiO2 pada nanopartikel Fe3O4 menggunakan metode presipitasi. Fase kristal dan ukuran butir yang terbentuk dikarakterisasi dengan XRD. Morfologi yang terbentuk dapat dilihat dengan uji SEM. Untuk mengetahui unsur yang terkandung pada nanokomposit Fe3O4@TiO2 core-shell maka dilakukan pengujian EDAX. Degradasi Rhodamin B diuji dengan penyinaran sinar UV pada beberapa variasi waktu kemudian larutan Rhodamin B diuji menggunakan spektrofotometer UV-Vis untuk didapatkan nilai absorbansinya. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan nanopartikel Fe3O4 telah berhasil disintesis dengan metode kopresipitasi dengan ukuran butir kristal 15,51 nm, fase TiO2 pada nanokomposit Fe3O4@TiO2 core-shell merupakan fase anatase pada bidang kristal 101. Hasil citra Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan partikel nanokomposit Fe3O4@TiO2 core-shell tidak terdistribusi secara merata atau teraglomerasi. Nilai rata-rata diameter partikel masing-masing nanokomposit Fe3O4@TiO2 core-shell dengan variasi massa Fe3O4 adalah 38,504 nm; 40,608 nm dan 72,802 nm. Komposisi unsur Fe/Ti dari karakterisasi EDAX adalah 0,070 At%; 1,124 At% dan 1,484 At%. Pengujian degradasi Rhodamin B dengan variasi lama penyinaran UV menunjukkan bahwa semakin lama waktu penyinaran semakin banyak zat warna Rhodamin B yang terdegradasi. Pada penelitian ini lama waktu penyinaran otimum dicapai pada 120 menit oleh fotokatalis nanokomposit Fe3O4@TiO2 core-shell dengan massa Fe3O4 paling sedikit. Semakin bertambahnya massa Fe3O4 maka persentase degradasi Rhodamin B semakin menurun.

Laporan praktek kerja di PT Rothmans of Pall Mall Indonesia Malang (8 Juni s/d 4 Agustus 1987)
oleh Sunaryo

 

Persepsi siswa kelas VI SD Negeri se Kecamatan Klojen Malang terhadap seks / Mila Husnatin Nihaya

 

Kata Kunci: Persepsi, Siswa kelas VI SD, Seks. Saat ini banyak dijumpai siswa kelas VI SD yang sudah mulai datang bulan (bagi anak perempuan) dan mengalami mimpi basah (bagi anak laki-laki). Hal ini tidak terlepas dari semakin berkembangannya teknologi informasi misalnya banyaknya acara TV yang memperlihatkan pergaulan bebas dan banyaknya situs porno atau majalah porno yang mudah didapat oleh anak. Perkembangan teknologi itulah yang menyebabkan banyak anak cepat matang. Anak yang mengalami cepat matang, kematangan seksualnya berkembang lebih cepat dari pada rata-rata anak yang lain. Perubahan yang begitu cepat ini menimbulkan anak penasaran atas apa yang terjadi pada dirinya. Mereka akan mencari informasi tentang seks dari mana saja, misal dari guru, teman, orangtua, media masa, dll. Informasi yang tepat akan memberikan dampak yang baik bagi anak sedangkan informasi yang tidak tepat akan memberikan dampak yang buruk bagi anak. Untuk mengetahui bagaimana pengetahuan siswa tentang seks, dilaksanakan penelitian mengenai persepsi siswa kelas VI SD Negeri Se Kecamatan Klojen Malang terhadap seks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa kelas VI SD Negeri Se Kecamatan Klojen Malang terhadap seks. Tujuan persepsi siswa kelas VI terhadap seks dapat dijabarkan sebagai berikut: (1) mengetahui persepsi siswa tentang pengertian seks, (2) mengetahui persepsi siswa tentang perkembangan seksual, (3) mengetahui persepsi siswa tentang sumber belajar seks, (4) mengetahui persepsi siswa tentang etika bergaul. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri Se Kecamatan Klojen Malang. Sampel penelitian sebanyak 117 orang siswa kelas VI SD Negeri Se Kecamatan Klojen Malang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah multiple stage sample yaitu dengan menggunakan area probability sampel dan simple random sampling. Data dikumpulkan dengan angket yang dianalisis dengan teknik persentase. Hasil penelitian mengenai persepsi siswa kelas VI SD Negeri Se Kecamatan Klojen Malang Terhadap Seks, menunjukkan bahwa banyak siswa cukup paham tentang pengertian seks. Banyak siswa yang sangat paham tentang perkembangan seksual. Cukup banyak siswa yang sangat paham tentang sumber belajar seks. Cukup banyak siswa yang cukup paham tentang etika bergaul. Secara umum dapat disimpulkan bahwa banyak siswa yang sangat paham tentang seks, sedikit siswa yang cukup paham tentang seks, dan tidak ada siswa yang tidak paham tentang seks. Penelitian ini hendaknya dapat digunakan oleh guru kelas sebagai acuan dalam menyusun program bimbingan dan konseling. Penelitian ini hendaknya juga dapat dijadikan masukan peneliti lanjut untuk lebih memperluas populasinya dan mengembangkan instrumentnya sehingga diketahui hasil penelitian di lain populasi yang lebih dalam.

Laporan praktek kerja di perusahaan mesin dan cor Antarlina jl. Sempalwadak Bululawang Malang
oleh Achmad Lestari

 

Manajemen karier fungsional guru pada tiga sekolah dasar negeri di Kabupaten Sukoharjo / Ahmad Fathoni

 

MANAJEMEN KARIER FUNGSIONAL GURU PADA TIGA SEKOLAH DASAR NEGERI DI KABUPATEN SUKOHARJO Ahmad Fathoni Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Surakarta Pucangan 02/13 Kartasura, Sukoharjo Indonesia Telp: 081229726126 Email: fathoni1957@yahoo.com Abstrak:Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menemukan teori substantif tentang: 1) Perencanaan; 2) Pelaksanaan; 3) Penilaian; dan 4).Tindak lanjut hasil penilaian karier fungsional guru pada tiga Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Sukoharjo. Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multisitus. Pengumpulan data dengan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik induksi analitik yang dimodifikasi. Hasil penelitian meliputi: 1) Perencanaan: (a) kepala sekolah bersama guru membuat perencanaan peningkatan karier fungsional guru dan langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan; (b) kepala sekolah bekerjasama dengan kepala UPTD membuat rencana kegiatan pembinaan; (c) kepala sekolah dan kepala UPTD menginformasikan kriteria penilaian. 2) Pelaksanaan: (a) kepala sekolah bersama kepala UPTD melakukan pembinaan guru dalam rangka sosialisasi kebijakan, motivasi, dan menertibkan administrasi karier fungsional guru; (b) guru melakukan penilaian diri dan melapor kepada kepala sekolah untuk diusulkan kenaikan karier fungsionalnya; (c) kepala sekolah mengkoordinir pengajuan usul, melakukan penilaian pada tingkat satuan pendidikan dan mengirim usul kenaikan karier fungsional ke panitia PAK setelah mendapat rekomendasi kepala UPTD. 3) Penilaian: (a) kepala sekolah melakukan penilaian kelayakan pengajuan usul kenaikan karier fungsional guru bersama guru senior; (b) kepala sekolah bersama kepala UPTD melakukan penilaian berkas pengajuan karier fungsional guru. 4) Tindak lanjut hasil penilaian: (1) kepala sekolah bekerjasama dengan kepala UPTD menindak lanjuti hasil penilaian dan menyusun perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Kata kunci: manajemen, pengembangan program, karir fungsional guru

Peningkatan hasil belajar IPS menggunakan metode pembelajaran mind mapping siswa kelas IV SDN Plosorejo 01 Kabupaten Blitar / Umi Saadah

 

Kata kunci: hasil belajar, pembelajaran IPS, Mind Mapping. Pada kenyataannya pendidikan IPS saat ini merupakan mata pelajaran yang mengajarkan seperangkat konsep yang diberikan secara terpisah. Konsep-konsep IPS tidak diberikan secara berkaitan antara konsep satu dengan yang lain sehingga sulit untuk mengingatnya. Hal ini mempengaruhi terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil ulangan tengah semester I, hasil belajar IPS kelas IV SDN Plosorejo 01 masih banyak yang mendapat nilai di bawah KKM yaitu nilai 65. Dari 20 siswa, terdapat 6 siswa yang mendapat nilai ≥ 65, dan 14 siswa mendapat nilai < 65 dan nilai rata-rata kelas adalah 54,5. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan metode pembelajaran yang lebih memberdayakan siswa mengingat materi pelajaran yang telah dipelajarinya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pembelajaran IPS melalui metode pembelajaran Mind Mapping kelas IV SDN Plosorejo 01 Kabupaten Blitar, (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Plosorejo 01 dengan menggunakan metode pembelajaran Mind Mapping. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian ini adalah 20 siswa kelas IV SDN Plosorejo 01. Instrumen penelitian ini meliputi lembar observasi, lembar tes, dan lembar angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data secara kualitatif. Penelitian ini dilakukan 2 siklus dengan tahapan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan terhadap pelaksanaan pembelajaran dari pra tindakan kurang baik atau mencapai 47,65%, siklus I cukup baik atau mencapai 69,6%, pada siklus II menjadi sangat baik atau mencapai 85,1% dari jumlah siswa 20. Sedangkan hasil belajar siswa meningkat dari pra tindakan terdapat 25% siswa yang tuntas, siklus I terdapat 75% siswa yang tuntas belajar, dan pada siklus II menjadi 100% siswa yang tuntas belajar dari jumlah siswa 20. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar guru menerapkan metode pembelajaran Mind Mapping ini untuk materi pelajaran yang lain agar siswa senang dalam mengikuti pembelajaran. Guru hendaknya juga menciptakan pembelajaran yang inovatif dengan metode Mind Mapping ini agar hasil belajar siswa dapat meningkat. Dalam menggunakan metode ini perlu ditingkatkan penggunaan warna dan gambar agar siswa senang dalam belajar.

Laporan praktek kerja nyata di PT Antarlina Bululawang Malang
oleh Zunadi

 

Penggunaan media kartu gambar untuk meningkatkan kemampuan berbahasa pada anak kelompok B di RA Miftahul Khoir / Indrarti Yhuaningsih

 

Kata kunci: media kartu gambar, kemampuan berbahasa, Roudhatul Athfal. Kemampuan bahasa sangat penting bagi anak usia dini, karena merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki anak sebagai persiapan membaca dan menulis untuk memasuki jenjang Sekolah Dasar. Untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak, perlu adanya media pembelajaran yang dapat menarik dan menyenangkan pada saat pelaksanaan pelajaran membaca. Hasil observasi awal ditemukan bahwa anak RA Miftahul Khoir Grati Pasuruan masih rendah sebelum menggunakan kartu gambar. Sebagian anak belum mampu mencapai kriteria ketuntasan yang ditentukan oleh sekolah yaitu 60% dari ketuntasan individu. Berdasarkan hal ini, penggunaan media kartu gambar sangat tepat digunakan sebagai alternatif dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan penggunaan media kartu gambar yang dapat meningkatkan kemampuan membaca anak kelompok B di RA Miftahul Khoir, 2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca anak kelompok B di RA Miftahul Khoir setelah diterapkan atau dibelajarkan dengan media kartu gambar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan 2(dua) siklus. Masing-masing siklus terdiri atas 4 tahapan: perencanaan, pelaksanaan , observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah anak kelompok B di RA Miftahul Khoir sebanyak 20 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi secara langsung terhadap kegiatan anak. Hasil penelitian ini menunjukkan menggunaan media kartu gambar dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak kelompok B di RA Miftahul Khoir, terbukti dari hasil yang diperoleh anak dapat dilihat dari rata-rata hasil observasi anak mulai dari pratindakan (46) dengan prosentase (10%), meningkat pada siklus I (66) dengan prosentase (45%), dan meningkat lagi pada siklus II (84,15) dengan prosentase (90%) yang terus mengalami peningkatan. Dari penggunaan media kartu gambar ini dapat meningkatkan kemampuan berbahasa pada kegiatan membaca dan nilai ketuntasan belajar anak. Saran yang disampaikan yaitu penggunaan media kartu gambar dengan cara menunjukkan obyek/bendanya akan memudahkan, memotivasi dan menarik minat anak dalam pelaksanaan kegiatan membaca, sehingga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa pada saat pembelajaran.

Laporan praktek kerja pembangunan student centre Universitas Brawijaya Malang
disusun oleh Mugianto

 

Perbedaan belajar kogbitif siswa kelas XI IPA semester II SMA Negeri 9 Malang pada materi koloid antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran konvensional / Erlita Lakapu

 

Laporan tugas perencanaan pengairan
oleh Slamet

 

Pemahaman mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang tentang kehidupan berkeluarga / Deka Wahyu K.

 

Key Word: Comprehension, student, family life. Family life is a fact which is very complex, where the family life starts by way a marriage. Marriage is a formal bound between women and men as a husband or wife spouse, which can unite both of personal adult in a comprehensive manner. Family life is something which bound state, in the bound state consists in responsible and commitment toward the couple, which if it collide, the consequences family will not harmonious. The Student’s comprehend about family life is a think how the student understand, know, conmprehend and recognize a family life. The purpose of this research to know the level of student’s comprehend Faculty Of Training Education University Of Malang About Family Life. The design of this research uses descriptive quantitative method. The population of the reasearch is the students of Faculty Training Education University Of Malang, The sample of research is 10% from totality the students of Faculty of Training Education with the total 410 people. Technique which get the sample use Stratified Random Sampling. The collect data uses measurer inventory the sudent’s comprehend about family life with very appropriate, appropriate, less appropriate, and not appropriate classify. Technique of analysis which used descriptive percentage. The result of research shows that the student’s comprehend Faculty Training Education University Of Malang about family life had known from the percentage result and description as from BKP,TEP,AP,PLS,PAUD, and PGSD 2007 forces ascertainable that the student’s Faculty of training education more comprehend about family life is in PGSD department, but to 2008 forces from Faculty of training education the student’s comprehend about family life more in the student’s PGSD department. To 2009 forces the comprehension about family life more understand by the student BK department and PLS. And to 2010 forces which most comprehend about family life is in BKP department and Education Technology Department. According the result of this research, so the researcher advised to various party :1) BK UPT party to give guidance about readiness in choose endure family life. This case need given either in information form either guidance directly to the students. 2) For the students ought to more prepare their self to endure family life will their endure in the next future. So it need get information about family life to personal ripeness will determine the selection to marriage early or delay their want to marriage, 3) For the researcher to further researcher hopeable continue this research becomes a research which more deep again.

Laporan praktek kerja pada gedung PPPG - IPS Jatim di Malang
Any Asmoro

 

Laporan praktek kerja di perusahaan karoseri Adi Putro Malang
disusun oleh Tuwoso

 

Asesmen pembelajaran bahasa Arab dalam implementasi kurikulum 2013 siswa kelas XI SMAN 8 Malang / Nur Atmim Kholisina

 

ABSTRAK Kholisina, Nur, Atmim. 2015. Asesmen Pembelajaran Bahasa Arab dalam Implementasi Kurikulum 2013 Siswa Kelas XI SMAN 8 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Moh. Ainin, M. Pd., Ali Ma’sum, S.Pd, M.A Kata kunci: Asesmen, pembelajaran bahasa Arab, kurikulum 2013, penilaian sikap, penilaian pengetahuan, penilaian keterampilan. Asesmen merupakan proses mengumpulkan data-data dari peserta didik tentang perkembangan peserta didik dan aspek-aspek dalam pembelajaran dengan kriteria tertentu yang telah disepakati oleh guru dan peserta didik. Asesmen dapat dikatakan sebagai proses yang digunakan untuk mengukur keberhasilan, kemampuan, dan prestasi peserta didik. Asesmen dalam implementasi kurikulum 2013 mencakup penilaian ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan asesmen dalam implementasi kurikulum 2013 siswa kelas XI Bahasa SMAN 8 Malang yang dijabarkan menjadi: (1) pelaksanaan asesmen dalam ranah, (2) pelaksanaan asesmen dalam ranah pengetahuan siswa, dan (3) pelaksanaan asesmen dalam ranah keterampilan. Rancangan yang digunaan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa data deskriptif tentang waktu pelaksaan, teknik, dan instrumen asesmen dalam pelaksanaan asesmen. Sumber data diperoleh dari guru dan siswa kelas XI jurusan Bahasa SMAN 8 Malang. Instrumen utama dalam penenlitian ini adalah peneliti sendiri, sedangkan instrumen bantunya adalah panduan observasi, panduan wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu asesmen pembelajaran bahasa Arab dalam implementasi kurikulum 2013 yang digunakan di kelas XI Bahasa SMAN 8 Malang meliputi asesmen dalam ranah sikap, ranah pengetahuan, dan ranah keterampilan. Asesmen dalam ranah sikap dilakukan pada setiap pertemuan menggunakan teknik observasi dengan instrumen skala penilaian disertai rubrik. Asesmen dalam ranah pengetahuan dilakukan pada setiap akhir tema dengan teknik tes tulis berupa ulangan harian dengan instrumen pilihan ganda, jawaban benar salah, uraian dan jawab singkat. Ranah keterampilan dilakukan dalam empat kemahiran berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Waktu pelakasanaan asesmen kemahiran adalah satu kemahiran pada setiap pertemuan. Teknik yang digunakan dalam penilaian ranah keterampilan adalah tes tulis dan tes lisan dengan instrumen berupa menjodohkan, benar salah, dan skala penilaian disertai rubrik.

Laporan kerja praktek di PT Faroka SA Malang (dari tanggal 4 Pebruari 1980 s/d 4 April 1980)
disusun oleh Naziruddin

 

Laporan praktek kerja di Dipo Lokomotip PJKA Malang
disusun oleh Agus Kuntjoro

 

Praktek otomotip II
disusun oleh Kasiyanto

 

Laporan praktek otomotip 3
oleh Soemarsono

 

Laporan praktek kerja nyata proyek pembangunan gedung SPG (P3G) FKG IKIP Malang
oleh Suherman

 

Laporan perhitungan perencanaan tugas pengairan
oleh Heri Riswanto

 

Penerapan metode struktural analitik sintetik untuk meningkatkan keterampilan membaca menulis permulaai pada siswa kelas II SDN Penanggungan Kota Malang / Ery Ervyna Vadia Frinda

 

ABSTRAK Frinda, Ery Ervyna Vadia.2015.Penerapan Metode Struktural Analitik Sintetik untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Menulis Permulaan Pada Siswa Kelas II SDN Penanggungan Kota Malang. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Rumidjan, M.Pd.(II) Muh. Arafik, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: metode struktural analitik sintetik, keterampilan membaca menulis permulaan, SD Pembelajaran membaca dan menulis permulaan (MMP) merupakan sajian utama untuk siswa kelas I-II di sekolah dasar. Kenyataannya pembelajaran MMP di SDN Penanggungan Malang kelas II masih mengalami kendala. Hasil observasi menunjukkan bahwa 15 siswa (50%) memperoleh nilai dibawah nilai rata-rata kelas dalam pembelajaran MMP. Berdasarkan hasil wawancara metode SAS belum pernah digunakan dalam pembelajaran MMP, untuk itu peneliti menawarkan penerapan metode SAS untuk meningkatkan keterampilan MMP pada siswa kelas II SDN Penanggungan Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode SAS pada pembelajaran keterampilan MMP di kelas II SDN Penanggungan Malang. Mendeskripsikan peningkatan hasil pembelajaran MMP melalui penerapan metode SAS pada siswa kelas II SDN Penanggungan Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II SDN Penanggungan Malang sejumlah 30 siswa. PTK ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil tes keterampilan MMP. Kegiatan penelitian diawali dengan menunjukkan tulisan bergambar kepada siswa lalu membaca tulisan dengan nyaring.Siswa diminta untuk membaca di depan kelas sebagai tes keterampilan membaca. Selanjutnya siswa diberi contoh menulis menggunakan huruf tegak bersambung kemudian guru melakukan dikte sebagai tes ketrampilan menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode SAS meningkatkan aktivitas siswa dan guru. Peningkatan nilai rata-rata membaca yang diperoleh saat observasi sampai siklus I sebanyak sebanyak 3,05 angka. Pada siklus II terjadi peningkatan sebanyak 11,67 angka. Perolehan nilai rata-rata kelas menulis permulaan dari kegiatan observasi sampai pada siklus I mengalami peningkatan sebanyak 3,5 angka lalu sampai siklus II mengalami peningkatan sebanyak 12,5 angka. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode SAS dapat meningkatkan keterampilan MMP siswa kelas II SDN Penanggungan Kota Malang. Saran bagi guru, metode SAS dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan MMP pada siswa kelas II dalam kondisi tertentu.Saran bagi sekolah, agar memperkaya media tulisan bergambar untuk menunjang pembelajaran MMP.

Laporan perhitungan tugas pengairan
oleh Subagyo Utomo

 

Laporan praktek di Dipo Lokomotip PJKA Malang
oleh Sabar Sugiyanto

 

Komunikasi interpersonal kepala sekolah berbasis nilai-nilai budaya Jawa (studi multisitus pada SMP Negeri 1 Juwiring, SMP Negeri 1 Pedan, dan SMP Negeri 1 Cawas di Kabupaten Klaten) / Ahmad Muhibbin

 

Peningkatan kemampuan membaca melalui membaca pemahaman pada siswa kelas V SDN Gledug 01 Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar / Zakiyah Rokhmahwati

 

Kata kunci: membaca, membaca pemahaman Pengambilan judul penelitian di atas berdasarkan permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran membaca di SDN Gledug 01 Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar yang masih menggunakan metode ceramah dan pembelajaran yang monoton. Berdasarkan hasil observasi, guru menyuruh siswa membaca buku paket, kemudian disuruh menjawab pertanyaan tanpa tahapan kegiatan membaca yang runtut. Akibatnya siswa kurang memahami isi bacaan dan siswa mudah bosan sehingga nilai hasil belajar menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran membaca melalui membaca pemahaman, dan (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca melalui membaca pemahaman. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Lokasi penelitian di SDN Gledug 01, subjek penelitian siswa kelas V dengan jumlah siswa 13 laki-laki dan 10 perempuan. Teknik pengumpulan data adalah observasi, tes, dan angket. Teknik analisis data berupa teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh data adanya peningkatan pemahaman siswa dari tiap siklusnya. Pelaksanaan pembelajaran membaca melalui membaca pemahaman dilaksanakan dalam 3 siklus. Untuk mengetahui tingkat kemamapuan dasar siswa dalam pembelajaran dilakukan pra tindakan. Pada pra tindakan hasil belajar siswa mencapai 26.08%, hal ini disebabkan guru menggunakan metode ceramah saja, dan kegiatan belajar yang kurang menarik. Pada siklus I perolehan hasil belajar mencapai 30,4%, siklus II mendapat 47.82%. Dan pada siklus III siswa yang mendapat nilai di atas 65 menjadi 95.65%. Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan membaca melalui metode membaca pemahaman dapat dilakukan dengan kegiatan membaca bacaan, mengadakan tanya jawab, melanjutkan bacaan atau cerita yang rumpang, memerankan lakon dalam isi bacaan, dan mencari permasalahan dalam bacaan, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Semula dari pra tindakan perolehan nilai sebesar 60.43 meningkat menjadi 62.60 pada siklus I. Pada siklus II perolehan nilai meningkat menjadi 64.78, serta pada siklus III nilai meningkat drastis menjadi 81.30. Berdasarkan penelitian ini, guru disarankan untuk memilih dan menerapkan metode yang tepat disesuaikan dengan materi yang diajarkan agar tercapai hasil belajar yang optimal.

Laporan praktek kerja pada perusahaan tenun Fa. Sartimbul Pulosari - Ngunut - Tulungagung mulai tgl. 27 Mei 1985 s/d 27 Juli 1985
disusun oleh Kusnindar

 

Peningkatan kemampuan kognitif melalui bermain puzzle kreatif pada anak kelompok B di RA Mamba'ul Huda Mlaten Nguling Pasuruan / Saudah

 

Kata kunci : peningkatan kemampuan kognitif, bermain Puzzle Kreatif Kemampuan kognitif bertujuan untuk mengembangan kemampuan berfikir anak yang dapat mengolah perolehan belajarnya dengan memecahkan masalah untuk meningkatkan kemampuan kognitif melalui bermain Puzzle Kreatif, perlu adanya kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan persiapan bermain Puzzle Kreatif untuk meningkat dan lebih baik. Hasil observasi ditemukan bahwa siswa RA Manba’ul Huda belum menerapkan metode bermain Puzzle Kreatif, sebagaian siswa belum mampu mencapai kriteria ketuntasn belajar siswa yang ditemukan oleh siswa yaitu 75 ketuntasan individu. Berdasarkan hal ini, metode bermain Puzzle Kreatif sangat tepat digunakan sebagai alternative dalam pembelajaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1). Mendeskripsikan pelaksanaan metode bermain Puzzle Kreatif yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak RA Manba’ul Huda Mlaten. 2) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan kognitif melalui metode bermain Puzzle Kreatif di RA Manba’ul Huda Mlaten. 3) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan kognitif melalui bermain Puzzel Kreatif yang dapat meningkatkan kognitif anak kelompok B RA Mamba’ul Huda Mlaten Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan : perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, subyek penelitian ini adalah siswa kelompok B RA Manba’ul Huda Mlaten sebanyak 20 siswa. Tehnik pengumpulan data yang diggunakan adalah observasi. Hasil analisis data setelah pelaksanaan metode bermain Puzzle Kreatif menunjukkan bahwa : hasil pengamatan observasi siswa dalam melaksanakan kegiatan bermain Puzzle Kreatif mencapai nilai 80,00 dengan kategori A, ketuntasan belajar 100 %. Hasil penelitian ini menunjukkan pelaksanaan metode bermain Puzzle Kreatif kelompok B RA Manba’ul Huda Mlaten dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa, terbukti dari hasil yang diperoleh siswa dapat dilihat dari rata-rata hasil tes mulai dari pra tindakan (53,50) dengan presentase (15 %), meningkat siklus I (65,00) dengan presentase (45 %), dan meningkat lagi siklus ke II (80,00) dengan presentase (100 %) yang terus mengalami peningkatan. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kemampuan kognitif melalui bermain puzzel kreatif anak harus bisa mengatasi masalah ketergantungan guru pada buku paket, mengubah pembelajaran dari panduan guru menuju ke permainan, sehingga perubahan penilaian ke arah yang lebih kondusif dan menyenangkan, maka disarankan mensosialisasikan ke guru-guru untuk menggunakan metode bermain sambil belajar.

Laporan praktek kerja lapangan pada pembangunan gedung garasi, bengkel dan gudang proyek induk kali Brantas di Jalang Surabaya 2A Malang
oleh Murdomo

 

Kinerja guru tersertifikasi dalam pembelajaran (studi multisitus pada SMP Negeri 1, 2, 3 Teras di Kabupaten Boyolali) / Muh. Fakhrudin Suryana

 

Laporan praktek kerja nyata di PJKA Dipo Lok Blitar
disusun oleh W. Suhariono

 

Atmospheric Perpustakaan SMAN 8 Malang / Siti Maimunah

 

ABSTRAK Maimunah, Siti. Atmospheric Perpustakaan SMAN 8 Malang. Tugas Akhir. Prodi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pemimbing: (I) Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd, (II) Drs. Hari Santoso, S.Sos. Kata Kunci: Perpustakaan sekolah, atmospheric. Perpustakaan sekolah merupakan bagian integral sekolah sebagai sumber belajar dan mendukung tercapainya tujuan pendidikan sekolah. Atmospheric yang sesuai standar perlu untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna. Atmospheric perpustakaan meliputi, tata ruang, penataan sirkulasi udara, pencahayaan, dekorasi, dan fasilitas. Tujuan penulisan Tugas Akhir ini untuk (a) mendeskripsikan atmospheric Perpustakaan SMAN 8 Malang, (b) mendeskripsikan kendala yang dihadapi pengelola terkait atmospheric Perpustakaan SMAN 8 Malang, (c) mendeskripsikan tindakan yang dilakukan pihak SMAN 8 untuk memaksimalkan atmospheric Perpustakaan SMAN 8 Malang. Metode yang digunakan peneliti dalam penulisan tugas akhir dengan metode kualitatif deskriptif, yaitu mendeskripsikan data sesuai dengan kondisi di lapangan. Dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara sebagai penguat data yang diperoleh dari sumber data yaitu perabot, fasilitas dan pengelola. Instrumen yang digunakan peneliti untuk pengambil data di lapangan adalah pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian dalam tugas akhir ini (a) atmospheric perpustakaan SMAN 8 Malang masih kurang sesuai dengan standar perpustakaan sekolah, (b) kendala yang dihadapi pengelola perpustakaan SMAN 8 Malang yaitu kurangnya luas ruangan serta perabot dengan jumlah yang banyak dengan ukuran yang terlalu besar, (c) tindakan yang dilakukan pihak SMAN 8 Malang dengan melakukan perubahan tata ruang pada ruang petugas dan ruang baca, hal lain yang dilakukan dengan melakukan penataan koleksi atau penyiangan pada bahan pustaka. Hasil penelitian ini dapat menjadi evaluasi kerja dan diharapkan dapat membantu pengelola perpustakaan SMAN 8 Malang dalam mengatasi kendala terkait atmospheric Perpustakaan SMAN 8 Malang.

Laporan kuliah kerja praktek di perusahaan tenun Fa. Sartimboel Ngunut - Tulungagung
oleh Yulia Rini P.

 

Manajemen kurikulum PAUD (studi kasus di PG-TK Islam Plus Qurrota A'yun Kelurahan Gadang Kecamatan Sukun, Kota Malang) / Hesti Maihani

 

ABSTRAK Maihani, Hesti. 2015. Manajemen Kurikulum PAUD (Studi Kasus di PG-TK Islam Plus Qurrota A’yun Kel. Gadang, Kec. Sukun, Kota Malang). Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Zulkarnain, M.Pd, M.Si (II) Drs. Ahmad Mutadzakir, M. Pd. Kata kunci: manajemen kurikulum, PAUD Manajemen atau pengelolaan merupakan komponen integral dan tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan karena tanpa manajemen tidak mungkin tujuan pendidikan dapat diwujudkan secara optimal, efektif, dan efisien. Manajemen kurikulum merupakan suatu kegiatan yang dirancang secara terorganisir untuk memudahkan pengelola pendidikan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar tercapai tujuan yang diinginkan. Sistem desentralisasi pendidikan di era sekarang ini memberikan peluang kepada sekolah untuk menyusun kurikulum sesuai dengan kondisi sekolah yang bersangkutan. Hal itu juga terlihat pada PG-TK Islam Plus Qurrota A’yun yang telah menggabungkan kurikulum standar Kemendiknas dan kurikulum plus Qurrota A’yun. Berpijak pada latar belakang itulah penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kurikulum di PG-TK Islam Plus Qurrota A’yun meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Responden dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan dua orang guru. Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisa data dilakukan dengan langkah-langkah: reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan metode triangulasi dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen kurikulum di PG TK Islam Plus Qurrota A’yun yang meliputi perencanaan kurikulum, pelaksanaan kurikulum dan evaluasi kurikulum telah berjalan dengan baik meskipun masih ditemui sedikit kendala antara lain adanya guru yang masih bingung dalam pembuatan rencana kegiatan belajar serta peserta didik yang bosan dalam proses kegiatan belajar-mengajar. Perencanaan kurikulum dilakukan secara keseluruhan pada tiap pergantian semester pada tingkat yayasan dan setiap minggu pada tingkat sekolah. Pelaksanaan kurikulum di PG-TK Islam Plus Qurrota A’yun tercermin pada kegiatan pembelajaran sehari-hari. Sedangkan untuk evaluasinya ada evaluasi terhadap siswa dan juga evaluasi terhadap guru. Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran yaitu: (1) Bagi seluruh warga PG-TK Islam Plus Qurrota A’yun, baik Kepala Sekolah, para guru, dan siswa hendaknya selalu berupaya untuk ikut serta dalam meningkatkan kualitas pendidikannya semaksimal mungkin. (2) Bagi peneliti lanjutan, hendaknya hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan referensi dan diharapkan dapat melakukan penelitian yang lebih baik dan lebih sempurna tentang manajemen kurikulum PAUD.

Laporan praktek kerja di bengkil Gajah Mada Malang (Januari - Pebruari 1982)
oleh A.A.M.D. Sudarsana

 

Using movie strips to improve students' of VIII A SMP Negeri 1 Mojokerto speaking skill / Lidwina Cyntia Rigiota

 

ABSTRACT Rigiota, Lidwina Cyntia. 2015. Using Movie Strip to Improve Students’ of VIII A SMP Negeri1 Mojokerto Speaking Skill. Thesis, English Department, Faculty of Letter, State University of Malang. Advisor: (I) Prof. H.M. Adnan Latief, M.A., Ph.D. (II) Dra. Nunung Suryati, M.Ed., Ph.D. Key Words: Movie strip, speaking skill, SMP Negeri 1 Mojokerto Speaking is an interactive process of constructing meaning that involves producing, receiving and processing information. Speaking is not only useful for a formal activity, such as speech and debate, but also for informal activity for example to talk with friends, parents and teacher at school. By having a good speaking skill, the students will get easier to communicate with others. The students will be able to deliver their opinion or idea, express an agreement or disagreement, and give a solution to the problems that they face. That abilities can be mastered by the students by learning speaking intensively in the classroom. This research uses design named Classroom Action Research involves repeated cycles, in which each cycle consisted of planning, acting, observing, and reflecting. The central idea of the action part of Action Research is to intervene in a deliberate way in the problematic situation in order to bring about changes and, even better, improvement in practice. This study focused in particular class which the students had difficulty in improving their speaking skill because they had lack motivation to speak English. The research instruments to obtain data used in this research are field notes, interview guide, questionnaire, students’ participation checklist, and speaking rubric. Students’ of VIII A SMP Negeri 1 Mojokerto speaking skill was improved after the researcher implemented this strategy. 82% of students reached at least score 15 out of 20 in their speaking performance. The aspects that were scored were clarity, pronunciation, fluency, responses, and confidence. 50% of the students actively participated during the learning process using movie strip in the classroom. The students were considered actively involved in the action when they actively raised their hand to answer the teacher’s questions, to ask the teacher questions, to deliver their opinion, to interupt another students’ answer, or to add information to complete another students’ answer or opinion. Based on the result of the questionnaire, 70% of students experienced improvement in their speaking skill, especially in their pronunciation and intonation after they learned using movie strip. 76% of students thought that this strategy is needed to be implemented by the teacher in another material. There are five ideal steps to use this strategy to improve students’ of VIII A SMP Negeri 1 Mojokerto speaking skill using movie strips. The first step is watching a movie without subtitle, the second is watching a movie with subtitle, the third is listening to audio part of movie strip, the fourth is making a simple conversation using three words from the movie strip, andthe last is practising with classmates.

Laporan kerja praktek di CV. Gajah Mada Malang selama bulan Januari dan Pebruari
olrh Paryono

 

Tindak tutur konstatif dalam tayangan Mario Teguh the Golden Ways di MetroTV / Dwi Sulistiyowati

 

Penerapan model pembelajaran talking stick untuk meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas V SDN Blitar Kecamatan Sukorejo Kota Blitar / Tatik Darlia

 

Kata kunci: IPS, hasil belajar, model talking stick. Selama ini pelajaran IPS dianggap sebagai pelajaran yang kurang penting, membosankan dan kurang menarik. Hal ini disebabkan karena mata pelajaran IPS tidak termasuk pelajaran UAN dan sebagian besar materi IPS menuntut siswa untuk menghafal. Selain berasal dari faktor siswa, peran guru juga mendukung ketidak menarikan pembelajaran IPS. Guru lebih banyak mendominasi kegiatan pembelajaran di kelas, dengan kata lain guru sebagai pusat pembelajaran. Guru cenderung hanya menyampaikan materi apa adanya tanpa berusaha bagaimana agar siswanya tidak pasif dalam pembelajaran. Kadang guru tidak menyadari bahwa hal ini akan berdampak pada hasil belajar siswa yang kurang memuaskan. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan tentang pelaksanaan pembelajaran IPS Kelas V di SDN Blitar Kecamatan Sukorejo Kota Blitar dengan model pembelajaran talking stick. (2) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Kelas V dengan penggunaan model pembelajaran talking stick di SDN Blitar Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Tujuan penelitian pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran IPS di kelas V SDN Blitar Kecamatan Sukorejo Kota Blitar adalah mendeskripsikan tentang pelaksanaan pembelajaran IPS Kelas V di SDN Blitar Kecamatan Sukorejo Kota Blitar dengan model pembelajaran talking stick dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Kelas V dengan penggunaan model pembelajaran talking stick di SDN Blitar Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model talking stick dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Dalam setiap siklus ketuntasan hasil belajar pada proses belajar siswa mengalami peningkatan yaitu pra siklus (27,7%), siklus I (50%) dan siklus II (100%). Dalam setiap siklus ketuntasan hasil belajar pada tes akhir siswa mengalami peningkatan yaitu pra siklus (30,6%), siklus I (63,9%) dan siklus II (100%). Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu dengan menggunaan model talking stick dalam pembelajaran terbukti dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Maka disarankan menggunakan model talking stick dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa.

Laporan praktek kerja di bengkel Gajah Mada Malang
disusun oleh Djoko Sugiono

 

Efektivitas video membaca ekspresi wajah dalam menmingkatkan kemampuan mengenal emosi pada anak autis / Karina Risti Pradipta

 

ABSTRAK Pradipta, R. Karina. 2014.Efektifitas Video Membaca Ekspresi Wajah dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Emosi Pada Anak Autis. Skripsi. Jurusan Psikologi. Fakultas Pendidikan Psikologi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Diyah Sulistiyorini, S.Psi, M.Psi, (2) Farah Farida Tantiani, S.Psi, M.Psi. Kata kunci: kemampuan mengenal emosi, anak dengan autisme, video membaca ekspresi wajah Autisme merupakan salah satu bentuk gangguan tumbuh kembang, berupa sekumpulan gejala akibat adanya kelainan syaraf-syaraf tertentu yang menyebabkan fungsi otak tidak bekerja secara normal sehingga mempengaruhi tumbuh kembang, kemampuan komunikasi, dan kemampuan interaksi sosial seseorang. Secara khas gangguan yang termasuk dalam kategori ini ditandai dengan distorsi perkembangan fungsi psikologis dasar majemuk yang meliputi perkembangan ketrampilan sosial dan berbahasa, seperti perhatian, persepsi, daya nilai terhadap realitas, dan gerakan-gerakan motorik. Video Membaca Ekspresi Wajah adalah sebuah video yang berisikan sepuluh gambar ekspresi wajah yang berbeda-beda. Ekspresi yang digunakan adalah marah, sedih, bahagia/senang, takut, bersalah, bersemangat, terkejut, lelah, bingung, dan bosan. Pada setiap dibawah gambar wajah yang ditunjukkan akan tampil pilihan jenis emosi yang mungkin beserta jawabannya. Video ini dirancang dengan tujuan dapat meningkatkan kemampuan mengenal emosi. Yang dimaksud dengan mengenal emosi dalam penelitian ini adalah anak mampu membedakan jenis emosi sekalipun dari ekspresi wajah yang berbeda, serta mampu melabeli setiap emosi yang muncul baik dalam diri sendiri maupun orang lain. Jenis-jenis emosi yang diharapkan mampu mengenali kesepuluh emosi yang ditunjukkan dalam video tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas media Video Membaca Ekspresi Wajah dan meningkatkan kemampuan mengenal emosi pada anak dengan autisme. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen kuasi. Desain penelitian eksperimen kuasi dipilih karena dalam pemilihan subyek tidak dilakukan randomisasi. Jumlah subyek dalam penilitian ini anak n kecil yakni n =3. Subyek yang telah dipilih selanjutnya diberi pretest¸ perlakuan, kemudian posttest, Hasil pretest dan posttest yang didapat kemudian dilakukan uji statistik nonparametrik Wilcoxon untuk melihat perubahan sebelum dan sesudah perlakuan serta melihat keefektifan media. Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0.102 dengan signifikansi p<0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa video membaca ekspresi wajah efektif dalam meningkatkan kemempuan mengenal emosi pada anak autis tetapi tidak signifikan.Diharapkan pada penelitian selanjutnya jumlah subyek diperbanyak sehingga mampu melihat keefeitifan video ini dalam populasi. Temuan penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan media dalam belajar mengenal emosi pada anak dengan autisme.

Penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan proses dan prestasi belajar materi sistem indera siswa kelas XI IPA SMA Negeri 11 Malang / Yohana Hariyono

 

Kata kunci: keterampilan proses, pembelajaran inkuiri terbimbing, prestasi belajar Observasi awal yang dilakukan di kelas XI-IPA SMA Negeri 11 Malang pada saat pembelajaran Biologi, peneliti menemukan beberapa fakta antara lain: (a) pengajaran berbasis keterampilan proses belum pernah dilakukan, (b) prestasi siswa belum mencapai target yang diinginkan berdasarkan Standar Ketuntasan Belajar Mengajar (SKBM) dengan nilai 70. Masalah yang dapat diidentifikasi berdasarkan fakta dan permasalahan tersebut adalah rendahnya keterampilan proses dan prestasi belajar siswa, sehubungan dengan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) meningkatkan keterampilan proses siswa, 2) meningkatkan prestasi belajar siswa. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam 2 siklus pembelajaran inkuiri terbimbing. Dalam setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Setiap siklus melibatkan tahapan inkuiri terbimbing yang meliputi observasi, bertanya, perumusan masalah, pengamatan dan pengumpulan data, kesimpulan, dan refleksi. Sedangkan untuk keterampilan proses meliputi: 1) melakukan observasi, 2) mengajukan hipotesis atau dugaan sementara, 3) memprediksi, 4) menemukan pola atau hubungan, 5) melakukan komunikasi secara efektif, 6) merencanakan investigasi, dan 7) melakukan pengukuran dan penghitungan. Subjek penelitian tindakan ini adalah siswa kelas XI-IPA SMA Negeri 11 Malang yang berjumlah 40 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2008. Jenis data dalam penelitian ini berupa data 1) keterampilan proses siswa dan 2) prestasi belajar siswa Hasil dari penelitian ini adalah (1) Penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing meliputi beberapa tahapan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Pada kegiatan awal diberikan pengajaran berupa pemberian pertanyaan pengarah agar siswa mampu menemukan sendiri arah dan tindakan yang harus dilakukan untuk memecahkan permasalahan yang disodorkan oleh guru. Penerapan inkuiri terbimbing yang benar dapat digunakan dalam meningkatkan keterampilan proses siswa untuk pencapaian kompetensi dasar 3.6 pada materi sistem indera siswa kelas XI IPA SMA Negeri 11 Malang, (2) Penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing meliputi beberapa tahapan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Pada kegiatan awal diberikan pengajaran berupa pemberian pertanyaan pengarah agar siswa mampu menemukan sendiri arah dan tindakan yang harus dilakukan untuk memecahkan permasalahan yang disodorkan oleh guru. Penerapan inkuiri terbimbing yang bebar dapat digunakan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa untuk pencapaian kompetensi dasar 3.6 pada materi sistem indera siswa kelas XI IPA SMA Negeri 11 Malang, (3) Penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing untuk pencapaian kompetensi dasar 3.6 pada materi sistem indera sehubungan dengan keterampilan proses siswa kelas XI IPA SMA Negeri 11 Malang mengalami peningkatan dari 54.62% pada siklus I menjadi 71.43% pada siklus II, (4) penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing untuk pencapaian kompetensi dasar 3.6 pada materi sistem indera sehubungan dengan prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 11 Malang mengalami peningkatan dari nilai rata-rata 73 pada siklus I menjadi 89 pada siklus II, (5) Penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing pada pokok bahasan sistem indera dapat digunakan untuk meningkatan keterampilan proses dan prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 11 Malang. Untuk mengetahui lebih baik lagi penerapan pembelajaran inkuiri di kelas, maka dapat dilakukan pada materi lain. Untuk mengetahui keberhasilan setiap siswa hendaknya waktu yang

Laporan praktek kerja nyata di bengkel Gajah Mada Malang
disusun oleh Diah Susilowati

 

Pengembangan paket pelatihan "Konselor" sebaya pada kalangan siswa SMA / Rani Kentriana

 

ABSTRAK Kentriana, Rani. 2015. Pengembangan Paket Pelatihan Konselor Sebaya pada Kalangan Siswa SMA. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, dan (II) Dr. Andi Mappiare, A.T, M.Pd Kata kunci: pelatihan, konselor sebaya, SMA Siswa SMA dalam perkembangannya berada pada masa remaja, sering mengalami masalah mencangkup masalah pribadi, sosial, belajar, dan karir. Dalam memecahkan masalahnya, remaja membutuhkan orang atau pihak lain untuk membantunya. Pihak lain di sekolah yang bertugas memberikan layanan bantuan adalah konselor. Akan tetapi terbatasnya jumlah konselor dan banyaknya siswa menyebabkan layanan konseling tidak dirasakan oleh siswa. Di samping itu banyaknya siswa yang enggan berkonseling dengan konselor dan lebih senang menceritakan masalahnya kepada teman dan sahabatnya. Mereka menggangkap orang dewasa tidak bisa memahami dan mengerti masalah yang dialaminya. Melihat hal itu maka perlu adanya pelatihan konselor sebaya. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Borg and Gall (1983). Adapun prosedur yang pengembangan yang dilakukan sebagai berikut: 1) tahap pertama perencanaan: melakukan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan konselor; 2) tahap kedua pengembangan produk: merancang media paket pelatihan, menyusun media, dan menyusun instrumen penilaian; 3) tahap ketiga uji coba produk: uji ahli (uji ahli BK, uji ahli bahasa, dan uji ahli media); revisi produk hasil penilaian ahli; calon pengguna produk; kelompok kecil; produk akhir paket pelatihan konselor sebaya pada kalangan siswa SMA. Produk yang dihasilkan pada penelitian pengembangan ini adalah 1) panduan paket pelatihan konselor sebaya pada kalangan siswa SMA untuk siswa, dan 2) paket pelatihan konselor sebaya pada kalangan siswa SMA untuk konselor. Berdasarkan penilaian dari ahli materi bimbingan dan konseling menyatakan bahwa paket pelatihan konselor sebaya (peer counselor) memiliki keberterimaan isi sangat tepat, berguna, dan mudah sedangkan untuk keberterimaan format sangat tepat, berguna, mudah dan menarik. Dari ahli bahasa menyatakan bahwa paket pelatihan konselor sebaya (peer counselor) ini memiliki keberterimaan isi sangat baik. Selanjutnya memiliki keberterimaan format sangat tepat, berguna, mudah, dan menarik. Penilaian ahli media menyatakan bahwa paket pelatihan konselor sebaya berdasarkan isi sangat tepat, mudah dan menarik dan berdasarkan format menyatakan bahwa paket pelatihan konselor sebaya memiliki keberterimaan format sangat tepat, berguna, mudah dan menarik. Calon pengguna produk menyatakan bahwa paket pelatihan konselor sebaya memiliki keberteriaan isi sangat tepat, mudah dan berguna. Penilaian berdasarkan format yaitu sangat tepat, berguna dan menarik. Penilaian dari kelompok kecil menyatakan bahwa paket pelatihan konselor sebaya sangat tepat, berguna, mudah dan menarik. Kesimpulannya paket pelatihan konselor sebaya pada kalangan siswa SMA telah berterima secara teori dan praktis. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan ini, dapat disarankan bagi konselor hendaknya menggunakan paket pelatihan konselor sebaya pada kalangan siswa SMA ini dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. Sedangkan untuk peneliti selanjutnya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektifitas paket pelatihan ini.

Laporan praktek kerja di CV Gajah Mada Malang
oleh Ivan Chudhory

 

Perancangan Buku Ilustrasi 9 Bulan Penuh Kejutan: Panduan Persiapan Persalinan Anak Pertama Dalam Sudut Pandang Medis, Mitos, dan Tradisi / Masrur Khusairi

 

Pengembangan paket bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan penyesuaian diri siswa SMA / Evi Fitriah

 

Key words: guidance packet, social personal, adaptation Students in Senior High have been center age adolescence and start to find out self identify. In this teen age happen change of physical or psychological. The change of physical sometimes make disadvantage at partly adolescent so this disadvantage make adolescent become less could to adaptation. Adolescent who have low acclimatization will do the thing which can disadvantages for their self, like imitate, played truant and collide with the rule of school. Concerned with acclimatization, conselor has duty to guidance the students in make their positive acclimatization ability. One of effort which can do with give guidance servive about acclimatization. The purpose of this development is produce social personal packet development to improve the acclimatization the students in Senior High School Class X which in theoritical and practical manner can used by conselor in Senior High School as a media which give information about acclimatization. Development packet of social personal guidance to improve acclimatization adapt the steps of model development instructional Dick and Carey which consists of step (1) do need assesment, (2) arrange of guidance packet of acclimatization,(3) Experiment expert of BK and media expert, (4) revision from experiment expert of BK and media expert, (5)experiment candidat of consumer, (6) revision from the experiment result of consumer that is conselor. The assessment do by expert of counseling guidance and expert media of learning. Data which get from qualitativeand quantitative data. Technique of collect data in this research is interview and questionnaire to assessment of experiment expert and candidat consumer. Technique of analysis data which used is technique of descriptive analysis mode central mainstream. Product which developed is Social Personal Packet Guidance To Improve Acclimatization The Student In Senior High School which consists of (1) hand book of acclimatization packet guidance to conselor, and (2) the material of social personal guidance for students, which consists of three cut-off that is: (1) basic concept of acclimatization, (2) acclimatization of adolescent, (3) adjusment in daily life. The result of development shows valid level packet guidance of acclimatization at function aspect get 4 score (expert experiment and candidat of consumer) with the criteria is very useful. In practical aspoect get 3 score (expert experiment and candidat of consumer) with practical aspect.In accuracy aspect get 3 score ( expert experiment and candidat of consumer) with accuracy criteria. In conspicuousness aspect get 4 score (expert experiment and candidat of consumer) with interest criteria. The result of data analysis qualitative shows that there are some of packet components which must revision : (1) physical screen (size/ book dimension, colouring, lay-out for too formal), (2) cover design and icons in text book BPS had better refer to audience segment that is students, (3) colour screen which not too strong in acclimatization packet had better make more soft (4) text font in hand book cover to conselor had better formal (font calibri, arial or times new roman), (5) instruction to answer the quistionnaire must more clear so answer refer to questionnaire directly, (6) the wrong process of writing and language must refer to orthographic not contamination with javanese. According the experiment result, so advise which given : (1) conselor as lecture must understand guidance of procedur and material to the students can get the purpose of guidance what they want, (2) conselor can add the other media to can make students interest in comprehend the material of acclimatization, (3) further to this research so need experiment the product to the target that is the student in order to know product earnings effectively.

Perhitungan thermodinamika turbin uap
tugas akhir pilihan
oleh Bambang Pramudjo

 

Meningkatkan efektivitas pembelajaran meroda dengan menggunakanb part-whole pada siswa kelas X RPL-1 SMK Negeri 5 Malang / Vilan Argo Panatas

 

ABSTRAK Panatas, Vilan Argo. 2015. Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Meroda dengan Menggunakan Metode Part-Whole pada Siswa Kelas X RPL-1 SMK Negeri 5 Malang, Jurusan Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes. Kata Kunci: metode part-whole, efektivitas, meroda. Senam lantai merupakan salah satu materi yang terdapat dalam mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Salah satu Kompetensi dasar kelas X yaitu mempraktikkan rangkaian senam lantai tanpa alat serta nilai percaya diri, kerjasama dan tanggungjawab. Materi senam lantai yang diajarkan pada siswa kelas X RPL-1 SMK Negeri 5 Malang yaitu meroda. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara di kelas X RPL-1 SMK Negeri 5 Malang diketahui bahwa kondisi atau realita guru pendidikan jasmani dalam materi senam lantai meroda dalam proses belajar mengajar kurang maksimal. Hal itu dikarenakan metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran menggunakan demonstrasi dan dril. Sehingga banyak siswa yang tidak dapat memahami dan mempraktikkan materi dari guru dengan baik. Oleh karena itu diperlukan metode yang dapat memudahkan siswa melakukan gerakan meroda. Dan metode yang dirasa tepat untuk masalah tersebut adalah dengan menerapkan metode part-whole. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran meroda dengan menggunakan metode part-whole pada siswa kelas X RPL-1 SMK Negeri 5 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus, pada setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X RPL-1 SMK Negeri 5 Malang. Pada siklus 1 didapat hasil keterampilan siswa yaitu pada indikator sikap awal sebanyak 29 siswa (96,66%) sudah melakukan gerakan dengan benar. Pada indikator saat melakukan yang benar sudah dilakukan oleh 16 siswa (53,33%). Pada indikator sikap akhir yang benar sudah dilakukan oleh 25 siswa (83,33%). Hasil siklus 2 diketahui siswa yang benar melakukan sikap awal sebanyak 30 siswa (100%) sehingga masuk kategori baik. Pada indikator saat melakukan yang benar sudah dilakukan oleh 26 siswa (86,66%) sehingga masuk kategori baik. Pada indikator sikap akhir yang benar sudah dilakukan oleh 28 siswa (93,33%) sehingga masuk kategori baik dan tidak perlu diadakan tindak lanjut pada siklus berikutnya. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah penerapan metode part-whole dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran meroda pada siswa kelas X RPL-1 SMK Negeri 5 Malang. Saran yang dapat diberikan yaitu: metode part-whole dapat diterapkan pada kelas yang mengalami permasalahan sama karena terbukti dapat meningkatkan keterampilan gerak siswa, penelitian tindakan kelas ini bisa dijadikan referensi bagi peneliti yang lain untuk meningkatkan gerakan meroda.

Penerapan permainan susun kata untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak kelompok B Taman Kanak-kanak PKK Kelurahan Klampok Kecamatan Sananwetan Kota Blitar / Winarsih

 

Kata kunci : Permainan Susun Kata, Kemampuan Berbahasa, TK PKK Klampok Kota Blitar. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui rangsangan pendidikan untuk membantu partumbuhan baik jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki jenjang pendidikan selanjutnya (Wijana, dkk, 1989:25). Dari hasil pengamatan yang dilakukan di TK PKK Kelurahan Klampok di temukan bahwa anak kelompok B masih kesulitan dalam berbahasa, hal ini di tandai adanya lima anak yang diam saja, anak yang sulit menemukan kata-kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan dari guru, anak kurang mengerti setiap kata dalam hal ini mengartikan dan menyampaikan secara utuh kepada orang lain, anak yang sering keluar masuk kelas, anak yang tidak pernah selesai dalam mengerjakan kegiatan. Hal ini disebabkan karena belum ditemukannya kegiatan yang tepat untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, kemampuan dalam berkomunikasi dengan guru, teman dan orang lain. Tujuan kenapa penelitian tindakan kelas ini dilakukan adalah untuk mendeskripsikan penerapan permainan susun kata dalam mengembangkan kemampuan berbahasa pada anak kelompok B TKK PKK Klampok dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan berbahasa anak kelompok B TK PKK Klampok setelah diberi permainan susun kata. Desain penelitian ini adalah menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Elliot (1992:69) menyatakan bahwa penelitian tindakan dapat didefinisikan sebagai penelitian situasi sosial dengan pandangan untuk meningkatkan kulaitas aksi yang ada dalam penelitian tersebut. PTK untuk pembelajaran bahasa ditujukan pada penemuan strategi belajar dan mengajar yang cocok dengan gaya pembelajar dan strategi dalam belajar bahasa (Latief, 2003:99). Berdasarkan Kemmis and McTaggart (1988:6), istilah aksi dan penelitian menggarisbawahi fitur penting dari sebuah pendekatan: uji coba ide dalam melatih sebagai alat peningkatan dan sebagai alat perbaikan pengetahuan tentang kurikulum, pengajaran, dan pengajaran. Desain penelitian tindakan kelas pada penelitian ini ditujukan untuk mengembangkan sebuah strategi untuk memecahkan masalah dan meningkatkan kemampuan anak berbahasa. Kemampuan berbahasa yang ada dalam penelitian tindakan kelas yang memiliki fungsi sebagai alat komunikasi menurut Nelson Francis (1957:12) didiskusikan peningkatannya sehingga dapat diketahui bahwa pada kemampuan awal anak berbahasa 51,67 rata-rata nilai kelompok B TK PKK Klampok Kota Blitar kemudian meningkat dengan diterapkannya metode permainan susun kata menggunakan kartu huruf dan kartu suku kata. Peningkatan pada siklus I penelitian tindakan kelas ini meningkat dengan rata-rata 73,33 dengan tidak adanya anak yang beerkemampuan bahasa sedang. Dalam pembuktian peningkatan kemampuan bahasa anak, peneliti dan kolaborator melaksanakan siklus II untuk melakukan upaya peningkatan yang lebih dari penerapan metode permainan susun kata yang mana kemudia hasil nilai rat-rata anak menjadi 88, 33. Deskrisi peningkatan kemampuan tersebut diatas dikombinasikan dengan deskripsi penerapan metode permainan susun kata yang meningkatkan komponen bahasa anak dalam hal penguasaan perbendaharaan kata. Dari hasil yang didapat, penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas proses belajar da mengajar dan memotivasi guru dalam melakukan peningkatan kualitas pembelajran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.

Perencanaan motor dua langkah sebagai penggerak potong rumput
oleh Sri Panganti

 

Pengembangan paket pelatihan kesadaran multikultural untuk siswa Jawa / Sri Subekti Dwi Anjarwati

 

ABSTRAK Anjarwati, Sri Subekti Dwi. 2015. Pengembangan Paket Pelatihan Kesadaran Multikultural Untuk Siswa Jawa. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Dr. Andi Mappiare A.T, M.Pd. Kata Kunci:Paket Pelatihan, Kesadaran Multikultural, Siswa Jawa Kesadaran multikultural dipahami sebagai kepekaan terhadap keragaman budaya, latar belakang, sikap dan nilai. Kesadaran multikultural yaitu kesediaan untuk menerima dan menghargai perbedaan. Fenomena yang banyak ditemui yaitu masih banyaknya remaja yang kurang memiliki kesadaran akan keragaman dan perbedaan budaya yang ada di lingkungannya, akibatnya menimbulkan masalah-masalah yang dapat mengganggu perkembangan dirinya sehingga dapat dikembangkan paket pelatihan kesadaran multikultural. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan paket pelatihan kesadaran multikultural untuk siswa Jawa. Rancangan penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan prosedural dengan mengadaptasi langkah-langkah dari Borg dan Gall (1983) yang meliputi: menentukan potensi dan masalah penelitian, mengumpulkan data, mendesain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk dan revisi produk. Produk pengembangan ini dibuat berdasarkan ruang lingkup kesadaran multikultural yaitu: kesadaran multikultural, kesadaran pada budaya sendiri, kesadaran pada ras, seksisme, dan kemiskinan, kesadaran pada perbedaan individu, kesadaran pada budaya yang berbeda. Langkah-langkah dalam pelaksanaan paket pelatihan sesuai tahapan-tahapan Structur Learning Approach. Penilaian produk dilakukan oleh beberapa ahli yaitu ahli materi, ahli bahasa, ahli media, calon pengguna produk, dan kelompok kecil. Aspek penilaian produk berdasarkan ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Berdasarkan penilaian yang dilakukan mulai dari uji ahli sampai dengan uji kelompok kecil menyatakan bahwa paket pelatihan kesadaran multikultural ini sangat tepat, berguna, mudah dan menarik digunakan sebagai panduan untuk melatih meningkatkan sikap kesadaran multikultural pada siswa SMA. Kesimpulannya, paket pelatihan kesadaran multikultural untuk siswa Jawa ini telah berterima secara teoritis dan praktis. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan ini, dapat disarankan pada konselor hendaknya memahami dan mengaplikasikan paket pelatihan kesadaran multikultural ini dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Bagi sekolah agar memanfaatkan paket pelatihan kesadaran multikultural dengan cara memperbanyak paket pelatihan sehingga siswa memiliki pegangan paket pelatihan secara individu. Bagi peneliti selanjutnya, agar penelitian pengembangan ini dilanjutkan ke penelitian eksperimen, sehingga akan diketahui keefektifan dan kelayakan penerapan paket pelatihan kesadaran multikultural untuk siswa Jawa.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 |