Penerapan pembelajaran berbasis multiple intelligences untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi relasi dan fungsi kelas VIII MTs Muhammadiyah 2 Gandusari / Yuniek Fauzanin Mahmudah

 

Kata kunci: multiple intelligences, relasi dan fungsi, prestasi belajar. Berdasarkan data prestasi belajar matematika siswa MTsM 2 Gandusari, kelas VIII-C semester I tahun ajaran 2010/2011 pada materi relasi dan fungsi ternyata prestasi belajar siswa tergolong masih rendah. Sesuai data yang diperoleh dari nilai ulangan harian pada materi ini, masih banyak siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan. Terdapat 83,33% siswa yang belum tuntas. Dengan kata lain, secara klasikal ketuntasannya hanya 16,67% dengan rata-rata kelas 51,83. Dari hasil wawancara dengan guru matematika di kelas ini dapat diketahui bahwa prestasi siswa di bidang non akademik sebenarnya termasuk membanggakan. Menurut teori multiple intelligences, kesulitan siswa dalam memahami suatu konsep dapat diatasi jika proses pembelajaran dilakukan dengan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan tetap memperhatikan berbagai aspek kecerdasan yang dimiliki siswa. Penerapan multiple intelligences ini diharapkan mampu mengatasi kesulitan siswa dalam memahami materi relasi dan fungsi. Tipe kecerdasan yang dipilih dalam penelitian ini adalah kecerdasan verbal-matematis, kecerdasan visual-matematis, dan kecerdasan interpersonal¬matematis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain pembelajaran berbasis multiple intelligences yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi relasi dan fungsi di kelas VIII. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan di MTsM 2 Gandusari Trenggalek dan subjek penelitiannya adalah siswa kelas VII-C tahun ajaran 2010/2011. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2010 dan berlangsung dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu (1) tahap perencanaan, (2) tahap tindakan, (3) tahap observasi, dan (4) tahap refleksi. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah pembelajaran berbasis multiple intelligences yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi relasi dan fungsi di kelas VIII meliputi tiga aspek. Pertama, aspek verbal-matematis, siswa menyusun cerita narasi yang memuat data, siswa menyusun laporan kelompok dengan dibimbing dan diberi penjelasan mengenai hal-hal terkait keruntutan, sistematika penulisan, dan kerapian, siswa mempresentasikan laporan kelompok di depan kelas dengan terlebih dahulu diberikan modeling serta tata cara presentasi yang baik, siswa mengajukan/ menanggapi pertanyaan pada kegiatan presentasi, siswa membuat kesimpulan tentang pengertian relasi dan fungsi. Kedua, aspek visual-matematis, siswa menyatakan data ke dalam bentuk diagram panah, diagram Cartesius, dan himpunan pasangan berurutan pada media kertas karton dan hasilnya dipasang di depan kelas. Ketiga, aspek interpersonal-matematis, siswa pertanyaan-pertanyaan pada lembar diskusi kelompok, siswa bekerjasama dalam penyusunan laporan kelompok, dan siswa memberikan penilaian aktivitas kelompok. Peningkatan prestasi belajar pada siklus I yakni sebesar 38%, sedangkan pada siklus II sebesar 60%. Pada siklus I ketuntasan belajar siswa yakni 55,56% dengan rata-rata kelas 65,07, sedangkan pada siklus II ketuntasan belajar belajar siswa sebesar 77,76% dengan rata-rata kelas 70,90.

Strategi manajemen pembelajaran terpadu dalam membentuk kepribadian siswa (studi kasus di Sekolah Dasar Islam Surya Buana) / Umi Hurliyah

 

Kata Kunci : manajemen pembelajaran, pembelajaran terpadu, kepribadian siswa Proses pembelajaran merupakan sarana untuk meningkatkan prestasi siswa baik secara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Terkait dengan hal itu perlu ada telaah lebih jauh tentang strategi manajemen pembelajaran terpadu dalam membentuk kepribadian siswa, karena sekolah alam saat ini merupakan faktor penting dalam memberikan kontribusi di dunia pendidikan. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah: 1) kurikulum apa yang menjadi fokus pembelajaran di SDI Surya Buana, 2) bagaimana manajemen pembelajaran yang diterapkan di SDI Surya Buana, 3) bagaimana strategi pembelajaran terpadu yang dapat membentuk kepribadian siswa di SDI Surya Buana. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yaitu mengungkapkan gejala menyeluruh dan sesuai dengan konteks (holistik-kontekstual) melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian ini dilakukan secara langsung dengan menggunakan catatan lapangan, alat perekam dan kamera untuk memperoleh data dan komunikasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk mengecek keabsahan data, penelitian ini menggunakan perpanjangan kehadiran peneliti, ketekunan pengamatan dan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini yaitu: pertama, kurikulum yang digunakan di SDI Surya Buana adalah kurikulum KTSP dan dikombinasikan dengan kurikulum dari DEPAG berupa kurikulum keagamaan, kurikulum yang dijalankan oleh SDI Surya Buana berjalan dengan cukup baik. Kedua, manajemen pembelajaran yang diterapkan di SDI Surya Buana, dimulai dari proses perencanaan meliputi pembuatan RPP dan kegiatan lain yang dipersiapkan untuk para siswa pada tahun ajaran baru dan proses perencanaan pembelajaran di SDI Surya Buana dilaksanakan setiap tahun ajaran baru. Pengorganisasian yang dilaksanakan di SDI Surya Buana diserahkan oleh Kepala SDI Surya Buana kepada guru masing-masing kelas. Pelaksanaan pembelajaran di SDI Surya Buana berjalan sesuai dengan yang tercantum dalam RPP yang telah disusun oleh pihak guru. Pelaksanaan pembelajaran di sekolah terlaksana dari jam 7 sampai jam 8 yaitu kegiatan yang dilakukan semuanya berkaitan dengan keagamaan. Untuk waktu pembelajaran berikutnya dilakukan proses belajar mengajar di kelas seperti biasa sesuai dengan acuan atau pedoman yang telah ditetapkan. Pengawasan meliputi mengawasi jalannya kegiatan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh para guru di sekolah, selain itu pihak sekolah juga melakukan kegiatan pengawasan terhadap proses pembelajaran di kelas untuk mengawasi jalannya kegiatan belajar para siswa. Kegiatan pengawasan tersebut berlangsung pada satu tahun ajaran yang dilaksanakan 2 kali. Ketiga, strategi pembelajaran terpadu yang dapat membentuk kepribadian siswa, meliputi kegiatan mengaji surat-surat pendek alqur’an; asmaul husna serta shalat dhuha secara bersama-sama, berikutnya dilanjutkan dengan pemberian materi matapelajaran dan dilanjutkan dengan pengamatan disekitar sekolah yang berhubungan dengan materi pelajaran.

Tingkat pendidikan guru dan persepsinya tentang angka kredit kenaikan pangkat pada SD di kaotamadya Palangkaraya Kalimantan Tengah / oleh Yohanes Ngga

 

Peningkatan kecepatan efektif membaca siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 3 Malang dengan strategi P3K / Indra Mardiyana

 

Kata kunci: kecepatan efektif membaca, penghambat kecepatan membaca, Strategi P3K. Salah satu kompetensi membaca yang diukur adalah kecepatannya. Kecepatan membaca harus dibarengi pemahaman isi bacaan. Kecepatan tertentu yang diperoleh dari kegiatan membaca yang disesuaikan dengan pemahaman isi bacaan ini disebut kecepatan efektif membaca. Strategi P3K diduga dapat meningkatkan kecepatan efektif membaca. Strategi ini merupakan rangkaian latihan memperluas jangkauan mata, mempercepat gerak mata, mempersempit bidang baca, dan mengurangi regresi. Strategi ini digunakan pada kelas XI IPS 2 SMA Negeri 3 Malang, karena kecepatan dan pemahaman bacaannya rendah. Tujuannya agar hasil dan proses kecepatan efektif membaca siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 3 Malang dengan Strategi P3K meningkat. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian ini terdiri atas persiapan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, analisis dan refleksi. Persiapan tindakan berupa penyusunan RPP berdasarkan kompetensi dasar tentang membaca cepat yaitu KD 11.1 menemukan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kpm. Pelaksanaan tindakan terdiri atas dua siklus. Siklus 1 dilaksanakan tanggal 18 Mei 2010 dan siklus 2 dilaksanakan tanggal 25 Mei 2010. Untuk memudahkan merekam data dari tahap ini maka digunakan lembar pengamatan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 3 Malang yang berjumlah 27 siswa. Instrumen yang digunakan berupa instrumen tes dan nontes. Teknik pengumpulan data terdiri dari teknik tes dan nontes. Data teknik tes diperoleh dari hasil tes membaca. Data nontes penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik diskriptif kuantitatif dan teknik diskriptif kualitatif. Hasil penelitian terdiri atas hasil studi pendahuluan, Siklus 1, dan Siklus2. Hasil studi pendahuluan yaitu rata-rata kecepatan efektif membaca siswa satu kelas adalah 79,68% atau termasuk dalam kriteria hasil kurang, tidak ada siswa yang memperoleh kriteria hasi sangat baik (>300 kpm), baik (251–300kpm), maupun cukup (201 –250 kpm). Seluruh siswa (100%) hasil kecepatan efektif membacanya adalah kurang (≤ 200 kpm). Kecepatan efektif membaca pada Siklus 1 yang menunjukkan hasil sangat baik (> 300 kpm) berjumlah 2 siswa (8%), yang menunjukkan hasil baik (251–300 kpm) berjumlah 9 siswa (36%), yang menunjukkan hasil cukup (201–250 kpm) berjumlah 8 siswa (32%), dan yang menunjukkan hasil kurang (≤ 200 kpm) berjumlah 6 siswa (24%). Rata-rata kecepatan efektif membaca siswa satu kelas adalah 249,9 kpm. Temuan di siklus 1 yaitu: (1) siswa masih melakukan kebiasaan penghambat kecepatan membaca, khususnya menggerakkan bibir, 2) siswa menggunakan alat bantu untuk mencari jawaban, 3) siswa tampak jenuh dengan teks pada latihan. Hasil tersebut belum memenuhi tujuan penelitian sehingga dilakukan Siklus 2. Hasil kecepatan efektif membaca Siklus 2 yang menunjukkan hasil sangat baik (300 kpm ) berjumlah 9 siswa (36%), yang menunjukkan hasil baik (251–300 kpm) berjumlah 10 siswa (40%), yang menunjukkan hasil cukup (201–250 kpm) berjumlah 6 siswa (24%), dan tidak ada siswa yang menunjukkan hasil kurang (≤ 200 kpm). Rata-rata kecepatan efektif membaca Siklus 2 adalah 326,2 kpm. Selain itu, kebiasaan penghambat kecepatan membaca yang dilakukan siswa berkurang tiap siklusnya. Hasil penelitian Siklus 2 sudah memenuhi tujuan penelitian sehingga tidak perlu dilaksanakan siklus selanjutnya. Kesimpulan dari penelitian ini yang pertama, terjadi peningkatan kecepatan efektif membaca. Hasil studi pendahuluan menunjukkan rata-rata kecepatan membaca 132 kpm, meningkat di Siklus 1 menjadi 358,2 kpm, dan di siklus 2 meningkat menjadi 428,6 kpm. Persentase peningkatan kecepatan membaca dari studi pendahuluan ke Siklus 1 adalah 63%, dan persentase peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 16,4%. Pemahaman bacaan pada studi pendahuluan adalah 59,48%, meningkat di siklus 1 sebesar menjadi 69,2%, dan di siklus 2 meningkat menjadi 74%. Persentase peningkatan pemahaman dari studi pendahuluan ke siklus 1 adalah 14% dan peningkatan pemahaman dari siklus 1 ke siklus 2 adalah 6,5%. Kecepatan efektif membaca pada studi pendahuluan adalah 79,68 kpm meningkat di siklus 1 menjadi 249,9 kpm dan meningkat di siklus 2 menjadi 326,2 kpm. Persentase peningkatan kecepatan efektif membaca dari studi pendahuluan ke Siklus 1 sebesar 68% dan peningkatan dari Siklus 1 ke siklus 2 sebesar 23,4%. Kesimpulan kedua, terjadi peningkatan proses kecepatan membaca dan pemahaman bacaan siswa kelas XI IPS Negeri 3 Malang dengan Strategi P3K. Peningkatan mencakup strategi pembelajaran, penampilan guru, dan keadaan siswa. Pada studi pendahuluan diketahui bahwa keaktifan siswa dalam pembelajaran kurang, dan guru kurang menggunakan strategi untuk meningkatkan keepatan efektif membaca. Pada Siklus 1 terjadi peningkatan proses berupa digunakannya strategi dan media, guru kurang menguasai kelas dan menejemen waktu kurang, serta keaktifan siswa meningkat, tapi masih melakukan penghambat kecepatan membaca. Pada Siklus 2 terjadi peningkatan berupa modifikasi latihan memudahkan siswa, menejemen waktu oleh guru baik, dan penggunaan alat bantu mampu mengurangi kebiasaan penghambat kecepatan membaca siswa. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu Strategi P3K diharapkan diujicobakan di jenjang lain. Ragam latihan bisa dimodifikasi asal sesuai dengan konsep strategi P3K. Teks yang digunakan untuk latihan lebih bervariasi sesuai tingkat pemahaman siswa. Jika terjadi kesulitan dalam menerapkan Strategi P3K, maka latihan-lathannya dapat dimodifikasi sesuai teori membaca cepat. Dalam menghitung detik saat membaca, bisa menggunakan deret angka dengan interval tertentu, sebagai pengganti stopwatch.

Prototipe scada untuk pengaturan frekuensi pada generator sinkron tiga fasa / Vania Aprilia Ukhti

 

ABSTRAK Aprilia U, Vania. 2015. Prototipe SCADA Untuk Pengaturan Frekuensi Pada Generator Sinkron Tiga Fasa. Tugas Akhir, jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) M. Rodhi Faiz, S.T, M.T.. (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. Kata Kunci : Prototipe, SCADA, Labview, NI-USB 6008, Generator Sinkron Tiga Fasa. SCADA memiliki fungsi sebagai telemeteri dan telekontrol. Dengan fungsi-fungsi tersebut, sistem SCADA memiliki kelebihan dapat melakukan pengawasan sekaligus pengendalian banyak plant yang letaknya berjauhan. Sistem SCADA terdiri dari 3 bagian utama yaitu Master (MTU, Master Terminal Unit), Slave (RTU,Remote Terminal Unit), dan media komunikasi. Seiring dengan perkembangan teknologi yang dirancang serba otomatis, maka sistem ini mulai banyak digunakan diberbagai perusahaan dan industri. Pada prototipe ini dibuat sebuah rancang bangun sistem SCADA dengan menerapkan fungsinya, yaitu sebagai pengendali dan pengukuran jarak jauh sebuah generator sinkron tiga fasa. Dalam prototipe SCADA ini digunakan NI-USB 6008 sebagai pembentuk komponen Master dan Slave. Komunikasi antara Master dan Slave menggunakan komunikasi serial RS485. Sistem SCADA yang digunakan dalam prototipe ini adalah sistem kontrol open loop. Prototipe SCADA akan memudahkan dalam pemahaman dan pengembangan sistem baik dari konsep pemrograman Labview maupun perancangannya. Prototipe SCADA yang dibuat bertujuan untuk mempermudah dalam memahami prinsip kerja generator sinkron tiga fasa dengan menggunakan software Labview, serta mempermudah praktikan dalam pengambilan data dan pengontrolan pada generator sinkron tiga fasa. Pengujian alat dilakukan dengan cara menguji tiap blok komponen dan pengujian sistem keseluruhan. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa rangkaian op-amp non inverting dapat berjalan dengan baik, serta power supplay yang dapat mengeluarkan ±12 V DC . Sedangkan sensor tegangan dapat mendeteksi tegangan PLN sampai 2 volt dan dapat berfungsi sesuai perancangan. Plan yang dibuat dapat bekerja sesuai dengan prinsip kerja yang dirancang. Dengan demikian prototipe SCADA yang dibuat dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan perancangan.

Pengaruh metode pengajaran dan waktu peberian balikan terhadap hasil belajar ketrampilan psikomotor / oleh Riyanto

 

Pengembangan sistem informasi pelaksanaan praktik industri berbasis WEB di SMK PGRI 3 Malang / Yanuar Setyoningsih

 

ABSTRAK Setyoningsih, Yanuar. 2014. Pengembangan Sistem Informasi Pelaksanaan Praktik Industri Berbasis Web di SMK PGRI 3 Malang. Proposal Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Triyanna Widiyaningtyas, ST. MT. Pembimbing (II) Utomo Pujianto, S.Kom. M.Kom. Kata Kunci: Sistem Informasi, pengembangan, jurnal, online, praktek industri Selama berlangsungnya kegiatan praktek kerja industri, dibutuhkan sebuah jurnal harian siswa untuk memantau kegiatan siswa yang saat ini masih dilakukan secara manual. Berdasarkan latar belakang tersebut, sistem informasi kegiatan prakerin ditujukan untuk mempermudah penyusunan jurnal yang diadaptasi dari buku jurnal siswa prakerin di SMK PGRI 3 Malang. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem informasi untuk mencatat kegiatan harian dari siswa yang melaksanakan prakerin di seluruh Indonesia untuk memudahkan pendidik di sekolah dalam melakukan pengawasan jarak jauh dan juga mampu memecahkan masalah-masalah yang terjadi pada penulisan jurnal secara manual, sehingga sistem informasi ini dapat membuat kinerja siswa lebih terstruktur dan memudahkan pembimbing sekolah maupun pembimbing industri menilai karakter dan penguasaan kompetensi siswa. Metode pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan waterfall. Model waterfall mempunyai 4 proses pengembangan tahapan, yaitu: (1) analisis kebutuhan, (2) desain sistem dan perangkat lunak, (3) implementasi, dan (4) pengujian produk. Pengujian terhadap sistem informasi pelaksanaan prakerin ialah pengujian usabilitas dan fungsionalitas. Berdasarkan pengujian fungsionalitas ahli rekayasa web terhadap pengguna administrator, BKA, siswa, pembimbing sekolah dan pembimbing industri mendapatkan persentase skor kelayakan 100%. Pada pengujian usabilitas, persentase hasil uji coba administrator mendapatkan 93%, BKA 95%, pembimbing sekolah 89%, pembimbing prakerin 92%, siswa 92%, dan rata-rata dari hasil uji coba usabilitas adalah 92,2%. Berdasarkan hasil uji coba fungsionalitas dan usabilitas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi pelaksanaan prakerin valid dan layak untuk digunakan.

Studi pengembangan variasi bolu kemojo jas Pekanbaru dengan buah sebagai penambah rasa dan aroma / Endang Sri Hastuti

 

Kata kunci : Pengembangan, Bolu Kemojo, buah Bolu Kemojo adalah kue khas Pekanbaru yang terbuat dari terigu, santan, telur, margarin, pewarna dari daun pandan dan daun suji, garam dan vanili. Bolu Kemojo memiliki bentuk menyerupai bunga kemboja dan rasa yang manis dan legit. Tujuan penelitian ini adalah menemukan apakah dengan penambahan buah pada Bolu Kemojo khas Pekanbaru akan meningkatkan aroma dan rasa, komposisi buah dan jenis buah dalam Bolu Kemojo khas Pekanbaru yang disukai masyarakat sebagai penambah rasa dan aroma. Pengujian terhadap aroma, rasa dan kesukaan dengan menggunakan format penilaian terhadap subjek uji coba, kemudian hasil uji coba dianalisis menggunakan persentase dan dijabarkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan aroma dan rasa pada Bolu Kemojo. Penilaian aroma buah tertinggi adalah produk B sangat beraroma sebesar 53,3%, penilaian rasa buah tertinggi adalah produk D berasa buah sebesar 63,3%, penilaian terhadap kesukaan tertinggi adalah produk A sebesar 56,7% responden menyatakan suka. Komposisi buah yang banyak untuk tambahan bahan pada Bolu Kemojo tidak menjadi jaminan disukai oleh konsumen. Oleh karena itu pemilihan jenis buah yang akan digunakan sangat penting. Diantara dua jenis buah yang digunakan pada penelitian, buah nangka adalah yang paling disukai sebagai penambah rasa dan aroma. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan buah pada Bolu Kemojo khas Pekanbaru meningkatkan aroma dan rasa produk variasi B dan produk variasi D. Komposisi buah dalam Bolu Kemojo yang disukai masyarakat adalah dengan penambahan buah nangka 5% dan penambahan buah pisang 20%. Jenis buah yang paling disukai masyarakat pada Bolu Kemojo khas Pekanbaru sebagai penambah rasa dan aroma adalah buah nangka. Maka dapat disarankan penambahan buah pada variasi Bolu Kemojo harus memperhatikan tingkat kematangan buah, jenis buah, teknik pemotongan buah dan pemerataan taburan buah pada adonan. Pemerintah Kota Pekanbaru dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk menambah variasi produk Bolu Kemojo. Masyarakat wirausaha (pengusaha) dapat menjadikan Bolu Kemojo khas Pekanbaru sebagai prospek usaha makanan di kota Malang pada khususnya. Peneliti selanjutnya yang juga tertarik untuk melakukan pengembangan produk Bolu Kemojo khas Pekanbaru dapat menambahkan kajian untuk mengembangkan bauran pemasaran.

Pengukuran kinerja menggunakan balanced scorecard bagi manajemen (studi kasus pada McDonald's Kayutangan Malang) / Evana Widayanti

 

ABSTRAK Widayanti, Evana. 2013. Pengukuran Kinerja Menggunakan Balanced Scorecard bagi Manajemen McDonald’s Kayutangan Malang . Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Program Studi S1 Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1: Bapak Dr. Cipto Wardoyo, SE, M.Pd, M.Si, Ak. Pembimbing 2 : Ibu Dr. Dyah Aju Wardhani, SE, M.Si, Ak. Penguji Utama : Bapak Dr. Dodik Juliardi, SE, M.M., Ak. Kata Kunci: Balanced Scorecard, Pengukuran Kinerja.     Penelitian ini mengenai “Pengukuran Kinerja Menggunakan Balanced Scorecard bagi Manajemen “( Studi Kasus pada McDonald’s Kayutangan Malang)”. Dengan adanya Balanced Scorecard sebagai pengukuran kinerja dalam perusahaan McDonald’s Kayutangan Malang dapat membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Hal ini sesuai dengan tujuan Balanced Scorecard adalah sebagai tolak ukur yang tidak hanya menilai dari aspek keuangan tetapi juga dari aspek non keuangan, melalui empat perspektif yaitu: keuangan, pelanggan, internal bisnis, dan pembelajaran dan pertumbuhan.          Pengumpulan data dilakukan melalui metode kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif yaitu dengan adanya data penyebaran kuesioner pada pelanggan dan karyawan, kuantitatif yaitu dengan menggunakan rasio-rasio dari empat perspektif Balanced Scorecard.          Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja dari perspektif keuangan dapat diukur dengan baik dan sempurna karena peningkatan penjualan tiap tahun. Kinerja dari perspektif pelanggan secara umum sudah sesuai dengan yang diharapkan, hal ini dapat dilihat dari kepuasan pelanggan yang mengisi kartu saran yang merasa puas ketika berada di McD. Pada perspektif proses bisnis internal diperoleh gambaran bahwa McD dalam memproduksi baranganya secara efesiensi dan efektif. Pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dapat dilakukan dengan baik karena dari hasil Crew opinion survey terdapat adanya kepuasan dari karyawan. Dari empat perspektif dapat dinilai bahwa ukuran kinerja manajemen McD Kayutangan Malang sudah cukup baik.

Informasi pemberhentian otomatis pada prototype kereta api berbasis Arduino / Era Risna Dewi

 

ABSTRAK RisnaDewi, Era, 2015. InformasiPemberhentianOtomatisPada Prototype KeretaApiBerbasisArduino. TugasAkhir, Program Studi D3 TeknikElektronika.JurusanTeknikElektroFakultasTeknik.UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muladi, S.T., M.T. (II) I Made Wirawan, S.T., M.T. Kata kunci :KeretaApi, Arduino, InformasiPemberhentian, ModulSD Card, LCD. KeretaApimerupakansalahsatusaranatransportasidarat yang sangatdominandandiandalkan di Indonesia. Hal inidikarenakankeretaapimemilikibanyakkelebihandariangkutan lain terutamasebagaisolusimasalahkemacetan yang terjadi di Indonesia. Namunpeningkatanjumlahpenumpangkeretaapibelumdiiringidenganpeningkatanpelayananbagipenumpangkeretaapi. Informasitentangposisipemberhentiankeretaapi yang tidakterdapat di dalamkeretaapimembuatpenumpangbingungposisiberhentidarikeretaapitersebut. Olehkarenaitudibuatsebuahalatuntukmengatasimasalahtersebut. Tujuanpembuatantugasakhiriniadalahmembuatalat yang dapatmemberikaninformasipemberhentianotomatispadaprototypekeretaapiberbasisArduino yang ditampilkanpadaliquid crystal display (LCD) dandilengkapidengan audio yang akanberbunyijikakeretaapiberhenti. Mengetahuicarakerja sensor photodiodedalammengambil data yang nantinyaakandikirimdandiprosesolehArduino, laludikirimolehArduinokepada LCD danModul Audio sebagaioutput.MengetahuicarakerjaMikrokontrolerberbasisArduinosebagaipusatkendalidariseluruhalatdalamtugasakhirini. Hasildaripembuatantugasakhiriniadalahsebuahalat yang menggunakanphotodiodesebagai sensor utama. Modulaudio dengan SD carddan LCD Karakter16x2 digunakansebagai media informasi audio dan visual. Arduino Mega 2560 sebagaipusatpengendalinya. Sistem yang dibuattelahmampumenampilkannamastasiunpada LCD danmengeluarkansuarapadaspeaker.

Pengembangan matakuliah dasar-dasar administrasi pendidikan dengan menerapkan rancangan sistem pengajaran model Dick dan Carey / oleh Syarifuddin

 

Pembuatan busana pesta muslim anak berbahan dasar kain sarung dengan hiasan sulam pita / Ririn Handayani

 

Pembuatan busana avantgarde "gandrung in fashion" dari bahan lurik dan prada Bali / Chyntia Yuana Christanty

 

ABSTRAK Christanty, Chyntia Yuana. 2012. Pembuatan Busana Avantgarde “Gandrung in Fashion” dari Bahan Lurik dan Prada Bali. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Anik Dwiastuti, ST., MT, (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. Kata Kunci: Busana Avantgarde, Gandrung in Fashion, Lurik, Prada Bali Busana avantgardebiasa disebut sebagai busana fantasi atau busana kreasi yaitu busana yang dibuat sebagai hasil daya cipta, khayalan atau angan-angan, gagasan, ide atau inspirasi seseorang yang bentuk busananya menyerupai benda aslinya, serta dapat juga menggunakan bahan-bahan yang tidak lazim untuk pembuatan busana. Pada desain busana avantgarde yang dibuat, penulis membutuhkan bahan yang bersifat transparan, tebal dan lebar. Bahan yang digunakan yaitu plastik mika sebagai salah satu bahan material dalam busana ini. Inspirasi busana Avantgarde “Gandrung in Fashion” adalah dari busana tarian Gandrung Banyuwangi. Perpaduan nilai-nilai budaya Jawa (khususnya Banyuwangi)dan Bali dalam busana ini sangat kuat mewarnai tampilan busana ini,sehingga dipilihlah kain lurik dan prada Bali sebagai material utama busana tersebut. Lurik adalah kain tradisional Jawa tengah. Sedangkan Kain prada Bali adalah kain yang dihiasi dengan lempengan tipis yang terbuat dari serbuk emas pada permukaan kain yang kemudian dibentuk menurut motif-motif ragam hias berbentuk flora dan fauna. Detail desain busana initerdiri dari 3 bagian, yaitu rompi beserta dengan ornamen kerucut sebagai center point, blus yang menyambung denganpiasdan rok. Metode pembuatan busana ini melalui langkah-langkah berikut:; (1) Desain; (2) Pembuatan pola dan draft; (3) Fitting draft; (4) Merubah kain draft ke ukuran model; (5) Cutting; (6) Sewing; (7) FinalFitting dan perbaikan; (8) Menghias Busana; (9) Pelengkap Busana; (10) Finishing. Tingkat kesulitan pada busana ini,yaitu; (1) Pada saat mengolah kain lurik yang membutuhkan ketelatenan dan waktu panjang; (2) Pada saat pemasangan kawat pada pias yang membutuhkan kesabaran dan mengkondisikan tangan supaya tetap bersih dan tidak lembab; (3) Pada saat pemasangan kawat pada pias harus berhati-hati karena dapat menyebabkan pias menjadi sobek karena tertusuk kawat; (4) Menjahit rok berbahan plastik yang tidak boleh salah karena apabila terjadi kesalahan, jahitan yang didedel dan dijahit kembali menyebabkan plastik berlubang.

Kematangan karier siswa dalam hubungannya dengan karakteristik sosiologis orang tua siswa SMA pembauran di kotamadya Medan / oleh Kemali Syarif

 

Identifikasi lapisan akuifer dangkal di kawasan Universitas Negeri Malang menggunakan geolistrik flashres64 61-channel / Nur Isyana Rizkiarti

 

Kata kunci : Air Tanah, Akuifer, Geolistrik, FlashRES64 61-Channel, Surfer 9.0 Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi lapisan akuifer dangkal dan memperkirakan besar potensi akuifer di kawasan Universitas Negeri Malang berdasarkan prosentase luas kontur. Proses penentuan keberadaan akuifer dilakukan dengan mengaplikasikan metode geolistrik tahanan jenis (resistivitas) konfigurasi bebas. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan informasi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui wawancara dan studi pustaka yang berkaitan. Pengukuran resistivitas dilakukan menggunakan alat geolistrik FlashRES64 yang terdiri dari 61-Channel, Free Configurasi, multi-elektroda, pengumpulan data gelombang elektrik penuh dan sistem inversi. Proses inversi data menggunakan inverse 2.5 dimensi. Analisis dan interpretasi data dilakukan menggunakan software Surfer 9.0 untuk mengetahui kedalaman dan ketebalan akuifer secara tidak langsung di bawah titik pengukuran. Berdasarkan hasil analisis dan interpretasi data, diperoleh dua kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, kawasan Universitas Negeri Malang mempunyai sebaran akuifer dangkal dengan kedalaman berkisar antara 2–13 meter dari posisi elektroda di tancapkan. Kedua, akuifer ini mempunyai potensi yang besar. Hal ini dapat dilihat dari presentase luas kontur yang mengandung air tanah. Lintasan pertama terletak pada posisi antara 7º57'36.64"LS-7º57'39.76"LS, pada garis bujur antara 112º37'08.70"BT-112º37'07.01"BT, pada lintasan ini ditemukan lapisan yang mengandung air tanah. Lintasan kedua terletak pada posisi antara 7º57'39.79"LS-7º57'39.07"LS, pada garis bujur antara 112º37'02.67"BT-112º37'03.05"BT luas kontur yang mengandung air tanah adalah 631,1 m² dengan presentase sebesar 68,37%. Lintasan ketiga terletak pada posisi antara 7º57'45.65"LS-7º57'43.64"LS, pada garis bujur antara 112º37'00.61"BT-112º37'01.66"BT luas total kontur yang mengandung air tanah adalah 326,8 m² dengan presentase sebesar 35,4%. Lintasan keempat terletak pada posisi antara 7º57'54.07"LS-7º57'55.34"LS, pada garis bujur antara 112º36'59.51"BT-112º37'01.73"BT luas kontur yang mengandung air tanah adalah 83,9 m² dengan presentase sebesar 9,08%.

Pengaruh jenis pekerjaan orang tua terhadap minat berwirausaha siswa SMK di Kota Malang / Nugraheni Vickytasari

 

ABSTRAK Vickytasari, Nugraheni. 2015. Pengaruh Jenis Pekerjaan Orang Tua terhadap Minat Berwirausaha Siswa SMK di Kota Malang. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Wasito, Dip. Ed, M. Pd, (II) Drs. Mujiyono, M. Pd. Kata Kunci: jenis pekerjaan, minat berwirausaha Lingkungan keluarga merupakan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi minat anak. Salah satu faktor dalam lingkungan keluarga adalah jenis pekerjaan orang tua, pada pembentukan masa depan anak dimungkinkan anak masih meniru pekerjaan orang tua. Pekerjaan orang tua terbagi menjadi beberapa jenis yaitu wirausaha, PNS, ABRI, BUMN dan karyawan. Minat anak dalam berwirausaha tergantung pada lingkungan disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh jenis pekerjaan orang terhadap minat berwirausaha siswa SMK di kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 6 Malang dan SMK Nasional yang memprogram kmpetensi keahlian teknik bangunan dengan sampel sebanyak 73 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan menggunakan skala likert. Analisis dalam penelitian ini menggunakan Koefisien Kontingensi (Contingency Coefficient). Hasil analisis penelitian adalah terdapat pengaruh antara jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha siswa SMK di kota Malang dengan Koefisien Kontingensi (Contingency Coefficient) sebesar χ^2hitung = 11,587 ≥ χ^2tabel = 3,84. Berdasarkan penelitian ini diharapkan pada penelitian selanjutnya untuk meneliti lebih detail jenis pekerjaan orang tua yang masuk dalam kategori wiraswata. Kepada guru pengajar pendidikan kewirausahaan diharapkan mampu memberikan motivasi pada siswa dalam beriwirausaha sehingga minat siswa dalam berwirausaha meningkat, agar minat berwirausaha yang relevan sesuai bidang keahliannya meningkat maka guru pengajar dan orang tua perlu memperhatikan lingkungan keluarga siswa. Sedangkan kepada pihak sekolah diharapkan mampu merancang pembelajaran pendidikan kewirausahaan untuk meningkatkan minat siswa dalam berwirausaha sesuai dengan bidang keahliannya.

Persepsi guru tentang orientasi kepemimpinan kepala sekolah dan hubungannya dengan tingkat disiplin guru di SMPN Nganjuk kecamatan Nganjuk kabupaten Nganjuk / oleh AR. Indra Dekrijanti

 

Dampak pengembangan desa wisata Kresek terhadap pembangunan ekonomi masyarakat Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun / Dian Bayu Permana

 

ABSTRAK Bayu, Dian P.2015.Dampak Pengembangan Desa Wisata Kresek Terhadap Pembangunan Ekonomi Masyarakat Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun.Skripsi, Ekonomi PembangunanFakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Mit Witjaksono, M.Ed. (2) Drs. H. Achamad Ali Wafa, M.Pd Kata Kunci : Dampak, Pengembangan Desa Wisata, Ekonomi Masyarakat Pada dasarnya sektor pariwisata berkaitan dengan sektor ekonomi karena tujuan pengembangkan wisata juga meningkatkan kemakmuran masyarakat sekitar daearah wisata. Dengan adanya Pengembangan Desa Wisata di Desa tidak hanya untuk memberikan kesan kepada wisatawan tetapi disini yang dimaksud kemakmuran meliputi peningkatan pertumbuhan ekonomi jadi masyarakat ikut terlibat dalam kegiatan wisata Kresek dan diharapkan akan meningkatkan kemakmuran masyarakat desa Kresek dan juga akan memberikan dampak terhdap masyarakat baik dampak positif maupun negatif yang akan dirasakan masyarakat. Pera Pemerintah di sini sebagai perencana, pelaksana, dan evaluasi. Pemerintah juga tidak bekerja sendiri mereke bekerja sama dengan instansi yang terkait dan juga masyarakat desa Kresek untuk Pengembangan desa Wisata ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pengembangan desa wisata kresek terhadap ekonomi masyarakat di desa kresek kecamatan wungu. Dengan adanya pengembangkan desa wisata ini diharapkan masyarakat sekitar dapat meningkatkan kehidupannya dari segi ekonomi, pendidikan, dan lain – lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi langsung ke obyek penelitian. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dengan adanya pengembangan desa wisata ini memberikan dampak langsung yag dirasakan masyarakat desa kresek sendiri dan juga memberikan dampak tidak langsung juga. Dampak langsung yang di rasakan masyarakat desa kresek sendiri pertama adanya peningkatan SDM(Sumber Daya Manusia) dengan adanya penyuluhan/sosialisasi dan juga ketrampilan, kedua banyak lapangan pekerjaan baru bermunculan di desa kresek mulia dari jadi kuli bangunan, kemudian juru pakir, dan lain – lain, kedua adanya percepatan pembangunan di desa kresek baik dari segi sarana dan prasarana sepert pembangunan jalan, peleberan jalan, pembangunan MCK dan lain – lain. Kemudian dampak tidak langsung dengan adanya pengembangan kawasan desa wisata ini pertama yaitu pemerintah akan mendapatkan pajak retribusi lebih baik lagi sebelum adanya pengembangan desa wisata, kedua dengan adanya pengembangan desa wisata ini merangsang tumbuhnya usaha–usaha baru di desa kresek seperti rumah makan, toko/kios, outlet sovenir, serta usaha–usaha lain. Karena itu peran pemrintah di sini sangat penting sekali dari segi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan bekerja sama dengan instansi – instani terkait dan juga pihak swasta untuk terus mengembangan kawasan ini.

Perbedaan hubungan antara bentuk dan penyusunan tata ruang kantor dengan efisiensi kerja pegawai di Kantor Taman Kanak-kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang / Ndetta Wingkasa

 

Kata kunci: tata ruang kantor, efisiensi kerja Kedudukan dan peranan kantor berkembang dengan pesat dan sangat menentukan keberhasilan suatu organisasi dalam rangka mencapai tujuan. Dalam kehidupan organisasi yang berorientasi pada masa depan, dalam arti bahwa penyelenggaraan kegiatan perkantoran memerlukan pimpinan dan staf yang mengerti akan tugasnya dan bersemangat mencurahkan perhatiannya secara sungguh-sungguh, dan berusaha untuk dapat mengolah informasi, sehingga dapat menjadi sesuatu yang berdaya guna. Berkenaan dengan penataan ruang kantor yang ideal untuk menghindari main coba-coba yang berkali-kali dan keraguan, maka sebuah perencanaan tata ruang kantor yang baik sangat diperlukan, rencana tata ruang itu hendaknya diuji menyeluruh oleh arus kerja normal, arus manusia dan dokumen sebelum ditetapkan dengan pasti. Penataan tata ruang kantor tersebut meliputi bentuk tata ruang kantor dan penyusunan tata ruang kantor, sehingga pengaturan susunan tempat kerja yang baik akan menentukan arus kerja kantor dan berdampak pada efesiensi kerja. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimanakah kondisi tata ruang kantor di Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang?, (2) bagaimanakah tingkat efisiensi kerja pegawai di Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang?, (3) apakah terdapat hubungan antara kondisi tata ruang kantor (bentuk tata ruang kantor dan penyusunan tata ruang kantor) secara parsial dengan efisiensi kerja pegawai di Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang?, (4) apakah terdapat hubungan secara simultan antara kondisi tata ruang kantor dengan efisiensi kerja pegawai di Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang?. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Untuk variabel bebasnya yakni Tata Ruang Kantor (X) yang terdiri dari variabel Bentuk Tata Ruang Kantor (X1), Penyusunan Tata Ruang Kantor (X2). Sedangkan variabel terikatnya adalah Efisiensi Kerja Pegawai (Y). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 26 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Sampel Total (Total Sampling), yaitu jumlah populasi keseluruhan dijadikan sampel penelitian. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif dan regresi berganda. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Secara deskriptif tata ruang kantor (X) yang terdiri dari bentuk tata ruang (X1) dan penyusunan tata ruang kantor (X2) di Kantor Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang berada pada klasifikasi sangat baik; (2) Secara deskriptif tingkat efisiensi kerja pegawai (Y) di Kantor Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas negeri Malang berada pada klasifikasi sangat baik; (3) Secara parsial masing-masing subvariabel tata ruang kantor memiliki pengaruh yang berbeda terhadap efisiensi kerja pegawai. Subvariabel bentuk tata ruang kantor (X1) secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efisiensi kerja pegawai (Y), sedangkan subvariabel penyusunan tata ruang kantor (X2) secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap efisiensi kerja pegawai (Y); (4) Tata ruang kantor (X) secara simultan (bersama-sama) berpengaruh secara signifikan terhadap efisiensi kerja pegawai (Y). Berdasarkan kesimpulan penelitian ini, peneliti mengajukan saran: (1) bagi Kepala Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang untuk mempertahankan atau meningkatkan kualitas penataan tata ruang kantor yang telah dimiliki sehingga dapat memotivasi pegawai dalam meningkatkan kinerja atau prestasi di Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang. Sedangkan bentuk tata ruang kantor yang telah ada hendaknya perlu diperhatikan lagi pemilihannya, karena pemilihan bentuk tata ruang kantor rancangan terbuka kurang bisa memaksimalkan tingkat efisiensi kerja pegawai di kantor Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang. Bentuk tata ruang kantor yang dapat dijadikan pertimbangan ketika rekonstruksi ulang tata ruang kantor adalah bentuk kantor bersel, karena jenis kantor ini dapat memberikan ruangan yang terpisah sesuai dengan kebutuhannya; (2) bagi Kepala Bagian Tata Usaha Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang agar hasil penelitian ini digunakan untuk bahan tambahan referensi dalam melaksankaan rekonstruksi ulang tata ruang kantor pada waktu yang akan datang dalam rangka meningkatkan efisiensi kerja pegawai (3) bagi Jurusan Administrasi Pendidikan diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan referensi dan sumber pengkajian lebih lanjut mengenai manajemen perkantoran.

Studi tentang pelaksanaan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) siswa tata busana SMK Negeri Tegalsari di Banyuwangi / Siti Julaikhah

 

ABSTRAK Julaikhah, Siti. 2015. Studi tentang Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) Siswa Tata Busana SMK Negeri Tegalsari di Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd., (2) Dra. Rosanti Rosmawati, M.Sn. Kata kunci: Studi, Pelaksanaan, Praktik Kerja Industri, Banyuwangi. Pelaksanaan praktik kerja industri (prakerin) di SMK Negeri Tegalsari merupakan kegiatan yang wajib ditempuh oleh siswa Tata Busana. Tuntutan peningkatan kemampuan siswa dalam menghadapi pasar kerja atau setelah lulus benar-benar bekerja di dunia usaha/dunia industri, maka siswa sebelum lulus perlu diperkenalkan dengan dunia kerja. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kegiatan pelaksanaan prakerin yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyelenggaraan, dan evaluasi (controlling). Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini berjumlah 15 responden yang terdiri dari 5 guru pembimbing dan 10 instruktur industri. Jenis sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket tertutup. Uji validitas menggunakan validitas konstruk, sedangkan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan bantuan program SPSS 16.0.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan presentase. Hasil penelitian ini yaitu: (1) pelaksanaan prakerin dari aspek perencanaan (planning) memiliki kategori baik (60%), (2) pelaksanaan prakerin dari aspek pengorganisasian (organizing) memiliki kategori baik (60%), (3) pelaksanaan prakerin dari aspek penyelenggaraan memiliki kategori sangat baik (80%), (4) pelaksanaan prakerin dari evaluasi (controlling) memiliki kategori sangat baik (80%). Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka pelaksanaan prakerin dapat disimpulkan bahwa perencanaan berjalan baik dengan terpenuhinya prasyarat prakerin sebelum pelaksanaan prakerin. Pengorganisasian yang dilakukan sudah baik dengan terjalinnya kerjasama secara efektif dalam usaha mencapai tujuan. Penyelenggaraan yang dilaksanakan oleh siswa dapat berjalan dengan baik karena peserta prakerin dapat menaati peraturan yang ada dan dapat menyelesaikan tugas yang dibebankan. Evaluasi atas keterlaksanaan perencanaan, pengorganisasian, dan penyelenggaraan sudah berjalan dengan sangat baik. Saran penelitian yang diberikan adalah (1) pihak sekolah diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan lagi pelaksanaan prakerin karena pelaksanaan dapat berjalan dengan sangat baik jika kerjasama yang dilakukan antara sekolah, industri, orang tua, dan siswa dapat dilaksanakan dengan baik pula. (2) bagi pihak industri diharapakan tetap bisa mempertahankan dan meningkatkan produktifitas perusahaan agar tetap bisa bekerjasama dengan pihak sekolah, sehingga dari tahun ketahun industri dapat menambah jumlah peserta prakerin yang diterima dalam perusahaanya, karena sulit mencari industri yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan.

Perbedaab prestasi belajar dalam mata pelajaran pemrograman dasar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dan model pembelajaran berbasis proyek pada siswa kelas X TKJ di SMK Negeri 4 Malang / Cahya Wahyuning Ilahi

 

Studi tentang titik pas (fitting factor) jas pria ukuran S, M, L menggunakan pola diatas bahan / Vina Safitri

 

ABSTRAK Safitri, Vina, 2015. StudiTentangTitik Pas (Fitting Factor) Jas PriaUkuran S, M, LMenggunakan“PolaDiatasBahan”. Skripsi, JurusanTeknologiIndustri, FakultasTeknikUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sri EkoPujiRahayu, M.Si., (II) NurulHidayati, S.Pd., M.Sn. Kata kunci: Titik Pas/ Fitting factor, jaspriaukuran S, M, L menggunakan “poladiatasbahan”sistem di San Tailor. Pembuatanjascukuprumitkarenamemerlukanwaktudalampengerjaannya, ketepatanukuran, kenyamanan, kerapihan yang tinggi, tertibkerja yang baikdanbenar.Teknikpembuatanpolajasberbedaantaratailorsatudengan yang lain, masing-masingtailormemilikiteknikataucaracepatmembuatpolajaspria, sehinggabisadihasilkanjas yang nyaman. Salah satuteknikpembuatanjaspriaadalahpembuatanpola yang dilakukandiatasbahan yang tidakmembutuhkankertasuntukmembuatpola, dandikerjakanpadabagianburukkain, sehinggapembuatanpolalebihpraktisdancepat.Padapembuatanpolajaspriadiperlukanukurantubuhseseorang yang diukursecaralangsungataumenggunakanukuranstandar S, M, L. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuititik pas/ fitting factorjaspriaukuran S, M, L menggunakan “poladiatasbahan”.Penelitianinitermasukpenelitiandekriptifdenganmenggunakanpendekatankuantitatif, yaitupenelitian yang datanyaberupaangka-angkadananalisadatanyamenggunakanstatistikdeskriptif.Obyekpadapenelitianinijaspriadenganpoladiatasbahanmenggunakansistem di San Tailor yang diujicobakanpadaukurantubuhpria S, M, L. Penelitianinimenggunakanmetodeobservasi, yaitudenganpengamatan yang dilakukanoleh 3 panelisahlidibidangbusanakhususnyajas.Jenis data, berupa data ordinal denganalternatiftepat, kurangtepat, dantidaktepat.Instrumenpenelitianberupalembarpengamatan yang berjumlah 19 item kriteriapenilaiandanteknikanalisadatanyaberupapersentase. Hasiltitik pas/ fitting factorjaspriaukuran S, M, L menggunakan “poladiatasbahan”sistem di San Tailor persentasepadaukuran S dinyatakantepatsebanyak 80,70%, kurangtepat 12,28% dantidaktepat7,02%. Padaukuran M persentasedinyatakantepatsebanyak 78,95%, kurangtepat 12,28% dantidaktepat 8,77%. Padaukuran L persentasedinyatakantepatsebanyak 66,67%, kurangtepat 17,54% dantidaktepat 15,79%. Dari ketigajaspriadengan“poladiatasbahan”menggunakansistem di San Tailor yang dinilaiolehtigapanelissecarakeseluruhansudahtepat, namunsebaiknyadiperhatikanpadalingkarpinggang, lebarpunggungbawah, panjangpunggung, panjangbelahandanlebarsaku dada (vest). Kesimpulantitik pasjaspriaukuran S, M, L menggunakan“poladiatasbahan”sistem di San Tailorsudahtepatdigunakanuntuksemuaukuran, namun proses pengukuranketikapembuatanpola yang tepatdantelitiharusdiperhatikankarenasangatmempengaruhihasilakhirjaspria, untukpenelitianlanjutansebaiknyadilakukanpercobaandenganmembuat media pembelajarannyaataudiujicobakanlagidenganmelakukanpercobaanpadasistempola yang lainnyadenganmenggunakanukuran yang berbedadariukuran yang sudahditeliti, misalnyamenggunakanpersonal size.

Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan lingkungan sekitar untuk meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPS kelas VIII SMPN Satap 3 Tanjung Jabung Timur / Siswadi Adnin

 

ABSTRAK Adnin, Siswadi. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Lingkungan Sekitar untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII SMPN Satap 3 Tanjung Jabung Timur. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar IPS, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. F.Danardana Murwani, M.M (II) Dra. Siti Malikhah Towaf, M.A, Ph.D Kata Kunci: Problem Based Learning, motivasi belajar dan keterampilan berpikir kritis. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di SMPN Satap 3 Tanjung Jabung Timur di kelas VII semester genap 2014/2015 terlihat bahwa motivasi belajar siswa masih rendah sebab siswa relatif belum aktif dalam merespon kegiatan umpan balik yang dilakukan guru pada saat kegiatan tanya jawab dikelas dan data hasil belajar juga menunjukkan kriteria keberhasilan yang belum dapat dicapai yaitu 64% dari jumlah siswa secara keseluruhan belum mencapai nilai KKM. Permasalahan lingkungan yang terjadi pada kehidupan keseharian siswa belum dapat diakomodir pada kegiatan pembelajaran di kelas sehingga siswa tidak kritis terhadap permasalahan tersebut. Perlu adanya variasi model pembelajaran yang bersifat student centre dan menekankan pembelajaran yang kontekstual sehingga menjadi latar belakang penulis untuk meneliti penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan mortivasi belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan penerapan model problem based learning yang dilakukan sebanyak dua siklus dengan empat kali pertemuan disetiap siklusnya. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII semester genap tahun 2015/2016 yang berjumlah 22 siswa. Adapun peneliti bertindak sebagai guru model dan dibantu oleh tiga orang observer untuk mengamati keterlaksanaan model pembelajaran yang diterapkan. Selanjutnya teknik pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi, tes keterampilan berpikir kritis, angket motivasi belajar dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus satu pertemuan satu pada saat diskusi dan presentasi hanya sedikit siswa yang bertanya dan mengalami peningkatan pada pertemuan akhir, bantuan dari teman satu kelompok pada saat bertanya dan menjawab juga dapat diminimalisir pada akhir pertemuan. Pada siklus dua yaitu pada akhir pertemuan sudah ada beberapa siswa menanggapi jawaban dari teman dan memberikan pertanyaan yang bersifat analisis. Penerapan model PBL berbantuan lingkungan sekitar yang diramu dengan penambahan gambar, fitur-fitur menarik pada lembar kerja siswa, pemberian reward dan bimbingan yang lebih intensif dalam membahas dan menghubungkan permasalahan lingkungan yang kontekstual dirasakan cukup berarti dalam meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil analisis berdasarkan angket dan tes menunjukkan bahwa motivasi belajar dan keterampilan berpikir kritis sudah memenuhi kriteria keberhasilan yaitu 78.74% dan 65.23% pada siklus dua.

Pengaruh peningkatan pelibatan warga belajar dalam pengelolaan interaksi belajar terhadap keaktifan dan prestasi belajarnya studi eksperimen pada kejar paket B setara SMTP di kabupaten Blitar Jawa Timur / oleh Supriyono

 

Pengaruh variasi penambahan H2SO4 pada sintesis toner terhadap bentuk, ukuran partikel dan suseptibilitas magnetik / Yuni Chairun Nisa

 

ABSTRAK Nisa, Yuni Chairun. 2015. Pengaruh Variasi Penambahan H2SO4 pada Sintesis Toner terhadap Bentuk, Ukuran Partikel dan Suseptibilitas Magnetik. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Zulaikah M.Si (II) Nandang Mufti M.T, Ph.D Kata Kunci: Variasi H2SO4, Sintesis Toner, Bentuk dan Ukuran Partikel, Suseptibilitas Magnetik. Toner merupakan serbuk tinta kering yang digunakan dalam printer laser maupun mesin fotokopi (Yang, J., dkk. 2003). Beberapa tahun terakhir telah banyak dilakukan penelitian tentang pembuatan toner baik dari luar maupun dalam negeri. Salah satunya adalah penelitian Sukma (2014) tentang sintesis dan karakterisasi toner berbasis pasir besi dengan metode polimerisasi emulsi. Namun hasil penelitian menunjukkan bentuk dan ukuran partikel toner yang masih kurang seragam. Penelitian ini diadakan dengan tujuan untuk memperbaiki bentuk dan ukuran partikel toner dengan menggunakan polimer dari sterofoam, karbon dan pasir besi hasil ekstraksi abu letusan Gunung Kelud karena bahan bakunya sederhana. Perbedaannya adalah pada metode polimerisasi emulsi yang akan dilakukan dengan menggunakan dua fasa, fasa air dan fasa minyak. Fasa air berisi larutan karbon dan pasir besi dan fasa minyak merupakan larutan polimer. Variasi yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah variasi penambahan H2SO4 sebanyak 50, 60 dan 70 ml pada fasa minyak. Berdasarkan hasil penelitian, toner hasil sintesis memiliki bentuk yang masih tidak seragam dan ukuran partikel sekitar 5 - 20 µm. Penambahan larutan H2SO4 atau asam sulfat memberikan pengaruh pada toner sintetik berupa kandungan Fe yang semakin sedikit. Terlihat pada hasil EDX masing-masing toner dengan penambahan 50, 60, dan 70 ml H2SO4 adalah 33,24; 20,8 dan 7,41. Nilai suseptibilitas magnetik terbesar dimiliki oleh toner dengan penambahan 60 ml H2SO4 yaitu 11,0059 〖x 10〗^(-6) m^3 kg^(-1). Diketahui pula dari hasil uji FTIR bahwa toner dengan penambahan 60 ml H2SO4 memiliki persentase transmittansi paling tinggi. Dari hasil penelitian dapat disimpukan bahwa variasi penambahan H2SO4 sebanyak 50, 60 dan 70 ml pada pembuatan polimer tidak berpengaruh terhadap bentuk, ukuran dan nilai suseptibilitas magnetik toner.

Analisa pengaruh penambahan dinding geser terhadap kinerja struktur gedung beton bertulang (studi kasus: Gedung Rektorat Universitas Negeri Malang) / Melanton Uky

 

ABSTRAK Uky, Melanton. 2015. Analisa Pengaruh Penambahan Dinding Geser Terhadap Kinerja Struktur Gedung Beton Bertulang (Studi Kasus: Gedung Rektorat Universitas Negeri Malang). Skripsi, Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Ir. Edi Santoso, M.T, (2) Puput Risdanareni, S.T., M.T. Kata Kunci: Dinding geser, Corewall, Push-Over, SNI 03-1726-2002, FEMA 356, ATC-40 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja struktur gedung Rektorat Universitas Negeri Malang dengan perkuatan corewall saja dibandingkan dengan struktur gedung dengan perkuatan corewall dan dinding geser dilihat dari peraturan berbasis kinerja, yaitu SNI 03-1726-2002, FEMA 356 dan ATC-40. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ETABS v9.5.0, dengan analisa beban gempa rencana menggunakan analisa statik ekuivalen berdasarkan SNI 03-1726-2002, yang dilanjutkan dengan analisa statik Push-Over. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penambahan dinding geser mampu mengurangi simpangan antar tingkat sebesar 12,50%-50,00%, (2) penambahan dinding geser mampu mengurangi simpangan antar tingkat maksimum sebesar 12,50%-28,75%, (3) penambahan dinding geser mampu meningkatkan daktilitas struktur sebesar 14,43%-16,16%, (4) penambahan dinding geser mampu mengurangi drifts akibat kombinasi pembebanan terbesar sebesar 60,75%-70,72%, (5) penambahn dinding geser mampu mengurangi target peralihan struktur sebesar 0%-12,56%, (6) penambahan dinding geser tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada kategori desain struktur yaitu, Damage Control (DC), (7) kinerja struktur gedung tidak dapat dianalisa lebih lanjut dengan ATC-40, dengan atau tanpa dinding geser, (8) Desain struktur Gedung Rektorat Universitas Negeri Malang dengan elemen penahan gempa corewall saja sudah memenuhi kriteria desain bangunan tahan gempa. Penambahan dinding geser mampu meningkatkan kinerja struktur gedung berton bertulang.

Telaah kompetensi dasar membaca dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah / Lukman Hakim

 

Kata Kunci : kompetensi dasar membaca, pembelajaran bahasa Indonesia. Kurikulum merupakan salah satu komponen penting dari sistem pendidikan, karena kurikulum merupakan komponen pendidikan yang dijadikan acuan oleh setiap satuan pendidikan, baik oleh pengelola maupun penyelenggara; khususnya oleh guru dan kepala sekolah. Dalam kaitannya dengan KTSP, Depdiknas telah menyiapkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD) berbagai mata pelajaran untuk dijadikan acuan oleh para pelaksana (guru) dalam mengembangkan KTSP pada satuan pendidikan masing-masing. Standar kompetensi dan kompetensi dasar merupakan arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan aspek-aspek kompetensi dasar membaca yang diajarkan dari SD sampai SMA, (2) mendeskripsikan kesinambungan aspek-aspek kompetensi dasar membaca dari SD sampai SMA, (3) mendeskripsikan gradasi aspek-aspek kompetensi dasar membaca dari SD sampai SMA, dan (4) mendeskripsikan pengulangan aspek-aspek kompetensi dasar membaca dari SD sampai SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan metode penelitiannya adalah deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kompetensi dasar membaca yang terdapat dalam standar isi. Sumber data dalam penelitian ini adalah standar isi yang diterbitkan oleh BSNP. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa Aspek-aspek kompetensi dasar membaca di SD antara lain: (1) membaca nyaring, (2) membaca lancar, (3) membaca puisi, (4) membaca dalam hati, (5) membaca intensif, (6) membaca dongeng, (7) membaca sekilas, (8) membaca memindai, (9) membaca pantun, (10) membaca cepat, (11) membaca teks percakapan, (12) membaca cerita, dan (13) membaca teks drama. Kemudian aspek-aspek kompetensi dasar membaca di SMP antara lain: (1) membaca memindai, (2) membaca cepat, (3) membaca teks perangkat upacara, (4) membaca intensif, (5) membaca ekstensif, (6) membaca nyaring, (7) membaca cerita (cerpen), (8) membaca puisi, (9) membaca teks drama, dan (10) membaca novel. Selanjutnya aspek-aspek kompetensi dasar membaca di SMA antara lain: (1) membaca cepat, (2) membaca ekstensif, (3) membaca memindai, (4) membaca intensif, (5) membaca nyaring, (6) membaca puisi, (7) membaca cerpen, (8) membaca hikayat, (9) membaca novel, dan (10) membaca buku biografi. Kompetensi dasar membaca di kelas I terdapat kesinambungan, di kelas II terdapat kesinambungan, di kelas III terdapat kesinambungan, di kelas IV tidak terdapat kesinambungan, di kelas V tidak terdapat kesinambungan, di kelas VI tidak terdapat kesinambungan, di kelas VII terdapat kesinambungan, di kelas VIII terdapat kesinambungan, di kelas IX terdapat kesinambungan, di kelas X terdapat kesinambungan, di kelas XI terdapat kesinambungan, dan di kelas XII terdapat kesinambungan. Kompetensi dasar membaca aspek membaca nyaring dari SD sampai SMA terdapat kesinambungan, aspek membaca puisi terdapat kesinambungan, aspek membaca intensif terdapat kesinambungan, aspek membaca memindai terdapat kesinambungan, aspek membaca cepat terdapat kesinambungan, aspek membaca teks sastra terdapat kesinambungan, dan aspek membaca ekstensif tidak terdapat kesinambungan. Gradasi aspek-aspek kompetensi dasar membaca di kelas I lebih sulit semester 2, di kelas II lebih sulit semester 1, di kelas III lebih sulit semester 2, di kelas IV tidak bisa digradasikan, di kelas V tidak bisa digradasikan, di kelas VI tidak bisa digradasikan, di kelas VII lebih sulit semester 2, di kelas VIII lebih sulit semester 1, di kelas IX lebih sulit semester 2, di kelas X lebih sulit semester 2, di kelas XI lebih sulit semester 2, dan di kelas XII lebih sulit semester 2. Kompetensi dasar membaca aspek membaca nyaring dari SD sampai SMA lebih sulit di SMA, aspek membaca puisi lebih sulit di SMA, aspek membaca intensif lebih sulit di SMA, aspek membaca memindai lebih sulit di SMA, aspek membaca cepat lebih sulit di SMA, aspek membaca teks sastra lebih sulit di SMA, dan aspek membaca ekstensif lebih sulit di SMP. Kompetensi dasar membaca di kelas I tidak terdapat pengulangan, di kelas II terdapat pengulangan, di kelas III tidak terdapat pengulangan, di kelas IV terdapat pengulangan, di kelas V tidak terdapat pengulangan, di kelas VI tidak terdapat pengulangan, di kelas VII terdapat pengulangan, di kelas VIII terdapat pengulangan, di kelas IX tidak terdapat pengulangan, di kelas X tidak terdapat pengulangan, di kelas XI terdapat pengulangan, dan di kelas XII terdapat pengulangan. Kompetensi dasar membaca aspek membaca nyaring dari SD sampai SMA terdapat pengulangan, aspek membaca lancar tidak terdapat pengulangan, aspek membaca puisi terdapat pengulangan, aspek membaca intensif terdapat pengulangan, aspek membaca memindai terdapat pengulangan, aspek membaca cepat terdapat pengulangan, aspek membaca prosa terdapat pengulangan, aspek membaca teks drama tidak terdapat pengulangan, dan aspek membaca ekstensif terdapat pengulangan. Berdasarkan temuan penelitian tersebut dapat disarankan bagi peneliti selanjutnya perlu mengadakan penelitian lanjutan dengan fokus yang berbeda, misalnya mengenai keterampilan berbahasa yang lain. Bagi pengembang hendaknya dalam penyusunan komponen kurikulum lebih operasional lagi sehingga mudah dilaksanakan oleh pengguna kurikulum.

Pemerintah kota dan masyarakat bumiputra, Kota Malang 1914-1950 / R. Reza Hudiyanto

 

Korelasi antara prestasi belajar mahasiswa dalam matakuliah stenografi bahasa Indonesia dengan matakuliah stenografi bahasa Inggris pada Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Jurusan PDU FPIPS IKIP Malang
oleh Titik Prastiwi

 

Hubungan intensitas interaksi dengan komputer dan prestasi belajar bidang produktif terhadap rencana pemilihan karier siswa Jurusan TKJ SMK Katolik Blitar / Candra Kurniawan

 

Kata Kunci: intensitas interaksi dengan komputer, prestasi belajar bidang produktif, rencana pemilihan karir. Kegiatan keseharian yang dilakukan oleh siswa jurusan TKJ adalah berinteraksi dengan komputer. Dengan berinteraksi dengan komputer, maka siswa akan memperoleh informasi dan pengetahuan serta dapat meningkatkan keterampilannya dalam penggunaan komputer. Hal ini tentunya akan sangat mempengaruhi pemiliham karier siswa yang kemungkinan besar akan memilih pekerjaan atau bidang pendidikan yang lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan tingkat interaksi dengan komputer, tingkat prestasi belajar di bidang produktif, dan tingkat perencanaan pemilihan karier, (2) mencari hubungan antara tingkat interaksi dengan komputer dengan tingkat perencanaan pemilihan karier, (3) mencari hubungan antara tingkat prestasi belajar dalam bidang produktif dengan tingkat perencanaan pemilihan karier, dan (4) mencari hubungan secara simultan antara tingkat intensitas interaksi dengan komputer dan tingkat prestasi belajar dalam bidang produktif dengan tingkat rencana pemilihan karier Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI jurusan TKJ SMK Katolik Blitar. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 59 siswa yang terdiri dari siswa kelas XI Jurusan TKJ. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket instrumen intensitas interaksi dengan komputer, rencana pemilihan karier, dan dokumentasi nilai bidang produktif. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan korelasi ganda. Hasil penelitian ini ialah (1) siswa kelas XI jurusan TKJ SMK Katolik Blitar memiliki tingkat intensitas interaksi dengan komputer cenderung berada dalam kategori tinggi sebanyak 22 responden (37,29%), tingkat prestasi belajar bidang produktif cenderung berada dalam kategori sedang sebanyak 19 responden (32,20%), dan tingkat rencana pemilihan karier cenderung berada dalam kategori rendah sebanyak 21 responden (35,59%), (2) hasil korelasi antara intensitas interaksi dengan komputer dengan rencana pemilihan karier sebesar 0,691 dan sig.=0,000 < 0.05, berarti ada hubungan signifikan antara interaksi dengan komputer dengan rencana pemilihan karier siswa, (3) hasil korelasi antara prestasi belajar bidang produktif dengan rencana pemilihan karier sebesar 0,693 dan sig.=0,000 < 0.05, berarti ada hubungan signifikan antara prestasi belajar bidang produktif dengan rencana pemilihan karier siswa, dan (4) hasil korelasi antara intensitas interaksi dengan komputer dan prestasi belajar bidang produktif dengan rencana pemilihan karier sebesar 0,717 dan sig.=0,000 < 0.05, berarti ada hubungan secara simultan signifikan antara intensitas interaksi dengan komputer dan prestasi belajar bidang produktif dengan rencana pemilihan karier siswa

Pengembangan media slide pembelajaran sejarah dan quiz team pada materi pergerakan kebangsaan Indonesia untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 21 Malang / Silviany Ayu Siti Fatimah

 

Kata Kunci: media pembelajaran, quiz team, PowerPoint, motivasi, hasil belajar Guru profesional harus memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi un- tuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah-satunya dengan menggunakan media pembelajaran beprogram PowerPoint. Menurut hasil observasi di SMPN 21 Malang, sarana dan prasarana untuk pembelajaran sejarah menggunakan PowerPoint sudah memadai, namun siswa kelas VIII memiliki motivasi rendah dan sebagian besar memperoleh nilai di bawah SKM. Salah satu alasannya, karena keterbatasan pengetahuan guru sejarah dalam mengembangkan media pembelajaran berprogram PowerPoint. Oleh karena itulah dilakukan penelitian dan pengembangan media pembelajaran berprogram PowerPoint yang inovatif dan interaktif, guna meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Rumusan masalah dalam penelitian dan pengembangan ini, yaitu: 1) bagaimana pengembangan produk media slide pembelajaran sejarah dan quiz team berprogram PowerPoint 2010?; 2) bagaimana penerapan pengembangan media slide pembelajaran sejarah dan quiz team berprogram PowerPoint 2010?; dan 3) bagaimana motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 21 Malang dengan menggunakan media slide pembelajaran sejarah dan quiz team berprogram PowerPoint 2010 pada materi pergerakan kebangsaan Indonesia?. Metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan yang diadaptasi dari Sadiman dan Sukmadinata, yaitu studi pendahuluan, analisis kebutuhan, perumusan tujuan, perumusan materi, perumusan evaluasi, desain media, produksi, petunjuk penggunaan, validasi produk, dan uji coba produk. Validasi produk divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, sedangkan uji coba produk, terdiri dari uji coba perseorangan, kelompok kecil, dan lapangan. Ketiga subjek uji coba ini digunakan untuk menilai media dan motivasi melalui angket, serta mengukur hasil belajar melalui pengujian soal pretest dan posttest. Hasil penelitian menyatakan bahwa media pembelajaran ini mendapatkan persentase 88,93% (valid) dari ahli materi dan 77,81% (cukup valid) dari ahli media, sedangkan penilaian siswa terhadap media mendapatkan persentase 93,79% (valid) dari siswa uji coba kelompok kecil dan 91,636% (valid) dari siswa uji coba lapangan. Untuk hasil motivasi mengalami peningkatan sebesar 26,412%, yang pada awalnya 55,1% dengan kategori sedang menjadi 81,512% dengan kategori tinggi. Media pembelajaran terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Pada uji coba lapangan menunjukkan bahwa t (hitung) > t (tabel), yaitu 15,08 > 2,04. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah supaya mendesain tutorial pembuatan media pembelajaran, karena akan membantu para guru maupun pemula untuk membuat dan mengembangkan media pembelajaran yang inovatif.

Efektivitas pelaksanaan lesson study pada Program Praktik Pengalaman Lapangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang di Sekolah Menengah Kejuruan / Qoirus Sabilatul Qusna

 

ABSTRAK Qusna, Qoirus, Sabilatul. 2014. Efektifitas Pelaksanaan Lesson Study Pada Program Praktik Pengalaman Lapangan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang Di Sekolah Menengah Kejuruan. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Made Wena, M. Pd, M.T., (II) Drs. Hadi Wasito, Dip. Ed. M. Pd. Kata Kunci: Efektifitas, Lesson Study, Program Praktik Pengalaman Lapangan. Universitas Negeri Malang yang berupaya membentuk lulusan pendidik profesional melalui pelaksanaan PPL berbasis lesson study. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa dapat bekerja secara berkolaboratif antar mahasiswa dan guru pamong dalam mengelola kelas untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan pemahaman siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan lesson study pada program praktik pengalaman lapangan mahasiswa program studi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang di Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa PPL program studi pendidikan teknik bangunan tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah 110 mahasiswa dan guru pamong yang berjumlah 43 guru. Pengambilan sampel menggunakan cluster sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 40 mahasiswa dan 20 guru pamong. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Teknik analisis data menggunakan deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah 1) pemahaman mahasiswa tentang lesson study sebanyak 40% paham dan pemaham guru pamong sebanyak 70% paham. 2) Pelaksanaan lesson studymenurut mahasiswa dan guru pamong pada kategori sering dilaksanakan, 3) Hambatan mahasiswa PPL dalam pelaksanaan lesson study yaitu kesiapan mahasiswa menjadi guru model, perencanaan pembelajaran, fasilitas sekolah dan sangat menghambat partisipasi pihak sekolah. Maka dapat pelaksanaan lesson study pada program PPL mahasiswa prodi PTB di SMK dalam kategori efektif. Berdasarkan penelitian tersebut saran yang dapat diberikan adalah UPT PPL diharapkan lebih meningkatkan pembekalan tentang lesson study terhadap mahasiswa dan guru pamong, mahasiswa diharapkan lebih serius dalam melaksanakan lesson study saat PPL.

Pengembangan modul pembelajaran tema lingkungan sahabat kita untuk peserta didik kelas V sekolah dasar / Astari Ulfa

 

ABSTRAK Ulfa, Astari. 2015. Pengembangan Modul Pembelajaran Tema Lingkungan Sahabat Kita untuk Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Harmini, S.Pd, M.Pd., (2) Dra. Sri Sugiharti, M.Pd. Kata kunci: Modul, tematik, lingkungan, sekolah dasar Salah satu faktor pendukung terselenggaranya pembelajaran yang baik yaitu ketersediaan bahan ajar yang sesuai. Dalam melaksanakan kurikulum 2013 dikeluarkan buku siswa dan buku guru sebagai bahan ajar. Namun pembelajaran dengan menggunakan buku tersebut cenderung dilaksanakan secara klasikal. Penggunaan buku siswa dan buku guru belum mengakomodasi kecepatan pembelajaran peserta didik yang berbeda satu dengan yang lain. Untuk mengakomodasi keberagaman kecepatan belajar peserta didik dapat digunakan modul pembelajaran. Oleh karena itu pada penelitian ini dikembangkan modul pembelajaran tematik untuk kelas V sekolah dasar. Tujuan penelitian dan pengembangan ini yaitu untuk menghasilkan modul yang valid sesuai hasil validasi, layak menurut pengguna, dan efektif bagi peserta didik. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini mengambil sembilan dari sepuluh langkah penelitian dan pengembangan milik Dick dan Carey. Pada penelitian dan pengembangan ini dilakukan uji validitas modul, uji kelayakan menurut pengguna, dan uji efektifitas modul. Uji validitas dilakukan oleh ahli modul dan ahli materi. Uji kelayakan pengguna dilakukan menurut respon guru dan peserta didik. Sedangkan uji keefektifan dilakukan dengan melakukan uji lapangan di SDN Clumprit 3. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data validitas modul dan kelayakan modul berupa angket. Sedangkan instrumen yang digunakan untuk mengambil data efektivitas berupa soal tes. Teknik analisis yang digunakan berupa deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil validasi oleh ahli modul dan ahli materi mendapatkan persentase sebesar 92,5 yang berarti produk dinyatakan sangat valid dan dapat langsung digunakan tanpa revisi. Hasil uji kelayakan modul oleh guru mendapatkan persentase sebesar 87,5 yang berarti produk dinyatakan sangat layak dan dapat langsung digunakan tanpa revisi, dan hasil uji kelayakan modul oleh peserta didik mendapatkan persentase sebesar 97,5 yang berarti produk dinyatakan sangat efektif dan dapat langsung digunakan tanpa revisi. Selain itu uji keefektifan menunjukkan persentase sebesar 77,75 yang berarti produk dinyatakan sangat efektif dan dapat langsung digunakan tanpa revisi. Dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan valid, layak, dan efektif, serta dapat langsung digunakan tanpa revisi. Oleh karena itu, dalam pembelajaran disarankan menggunakan modul untuk mendapatkan hasil belajar peserta didik yang optimal.

Pengembangan wireless sensor network untuk memantau kondisi ruangan / Ibrahim Eka Negara

 

ABSTRAK Negara, Ibrahim Eka.2015. Pengembangan Wireless Sensor Networkuntuk Memantau Kondisi Ruangan. Tugas Akhir. D3 Teknik Elektronika. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muladi, S.T., M.T., (II) Dr. Eng. Anik Nur Handayani, S.T., M.T. Kata Kunci: Akuisi Data, WSN(Wireless Sensor Network),Decision Tree. WSN(Wireless Sensor Network)merupakan suatu sensor yang terhubung menggunakan jaringan nirkabel.WSN dapat diaplikasikan pada beberapa kebutuhan antara lain, untukmemantauaktivitas gunung berapi, kondisi jembatan, mendeteksi kebocoran pipa gas, kebakaran hutan dan berbagai aplikasi lainnya. Tujuan dari pembuatan alat ini adalah merangcang, mambangun dan menguji Wireless Sensor Network menggunakan ESP8266 untuk mengukur, mencatat dan menampilkan data melalui halaman web, serta memberikan kesimpulan kondisi ruangan menggunakan metode Decision Tree. Terdapat beberapa sensor yang digunakan dalam pembuatan alat ini, yaitu sensor gas karbon monoksida, sensor cahaya, sensor suhu, sensor kelembaban dan sensor suara. Metode perancangan meliputi perancangan perangkat keras dan perancangan perangkat lunak. Perancangan perangkat keras terdiri dari rangkaian ESP8266 menggunakan catu daya 3,3 Volt, rangkaian sensor MQ-7, DHT-11, OPT-101 dan sensor suara menggunakan catu daya 5 Volt, yang diperoleh dari port USB menggunakan komputer ataupower bank. Perancangan perangkat lunak yaitu membangun sebuah server yang terdiri dari Apache, MySQL dan PHP. Apache berfungsi sebagai web server, MySQL berfungsi sebagai database, dan PHP berfungsi untuk membuat koneksi dengan database, mengambil danmenyimpan data sensor. Kesimpulan dari hasil pengujian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa alat yang dibuat menggunakan ESP8266 dan dapat bekerja dengan baik. Kondisi saat pengiriman data sensor, ESP8266 mampu mengirim lima data sensor sekaligus dalam satu waktu. Konfigurasi ESP8266 dilakukan dengan menggunakan perintah AT-Command melalui program yang telah dibuat pada Arduino agar dapat membuat koneksi dengan router serta mengirim data sensor ke dalam komputer server. Rule Decision Tree yang telah dibuat dapat berjalan dengan baik menggunakan 5 parameter sensor dan mampu menentukan kondisi ruangan sesuai dengan kondisi ruangan yang dipantau. Pengujian kinerja alat pemantau kondisi ruangan berbasis Wireless Sensor Network dengan menggunakansensor gas karbon monoksida, sensor suhu dan kelembaban, sensor cahaya,sensor suara, berfungsi dengan baik dan normal.

Kekuatan sambungan balok solid-kolom kayu hollow menggunakan sambungan lidah dengan pasak bambu / Ahmad Rizky Ardiansyah

 

ABSTRAK Ardiansyah, Ahmad Rizky. 2015KekuatanSambunganBalok Solid – KolomKayu Hollow MenggunakanSambunganLidahdenganPasakBambu. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr. Ir. B. Sri Umniati, M.T.(II) Ir. Edi Santoso, M.T. Kata kunci:Kekuatan,Sambungan Lidah, Balok Solid – KolomHollow, Pasak Bambu. Kayu merupakan hasil hutan yang mudah diproses untuk berbagai keperluan bahan bangunan. Sebagai bahan konstruksi bangunan diperlukan kayu dengan ukuran penampang yang berdiameter besar atau kayu berkualitas tinggi yang biasanya berasal dari hutan alam, maka diperlukan rekayasa kayu, seperti halnya penggunaan kolom kayu hollow.Bangunan yang terbuat dari bahan kayu masih tetap berdiri kokoh paska terjadinya gempa.Tujuanpenelitianiniuntukmengetahuikekuatansambunganlidahmenggunakanpasakbambubilamanakolomnyahollow. Benda uji dalam penelitian ini adalah balok dan kolom yang terbuat dari kayu meranti yang dijual dipasaran. Dimensi balok 5 cm x 10 cm dan kolom hollow 9 cm x 9 cm dengan tebal dinding 3,5 cm dan pasak bambu dengan diameter 10 mmdanjugamenggunakanlem.Sambungan balok solid - kolom kayu hollow menggunakan sambungan lidah dengan lem (kelompok kontrol) Sambungan balok solid - kolom kayu hollow menggunakan sambungan lidah dengan pasak bambu (kelompok eksperimen).Penelitianinidilakukan di LaboratoriumStrukturUniversitasNegeri Malang untuk proses pembuatankolomhollow, dan di uji di LaboratoriumStrukturUniversitasBrawijaya Malang. Nilai kekuatan kelompok kontrol lebih lemah dari pada kelompok eksprimen dimana memiliki prosentase turun sebesar 53,79 % ditinjau dari hasil momen ultimit (Mu). Untuk nilai kekakuan dari kelompok kontrol lebih besar dari pada kelompok eksperimen, pada kekakuan menahan rotasi pada area elastis (kθe) kelompok eksperimen memiliki prosentase turun sebesar 71,43 %. Dan kekakuan menahan rotasi dalam keadaan plastis (kθp) kelompok eksperimen memiliki prosentase turun sebesar 67,98%. Akan tetapi nilai daktilitas pada kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok kontrol,kelompok kontrol memiliki prosentase turun sebesar 15,88 %. Maka kelompok eksperimen lebih daktail dibandingkan kelompok kontrol, yang mana pada kelompok kontrol lebih getas atau kaku. Sambungankelompokeksperimenmemilikinilaikekuatan yang lebihbaikdaripadakelompokkontrol, begitu pula dengannilaidaktilitasnya, sambunganlidahmenggunakanpasakbambulebihbaikdaripadasambungan yang menggunakanlem.

Pengaruh penggunaan variasi jenis corak telapak ban pada jalan aspal bebatuan dan tanah terhadap efisiensi konsumsi bahan bakar pada sepeda motor Yamaha Mio Soul / Yogandhi Raenando

 

Perancangan animasi tiga dimensi tentang rukun Islam untuk anak usia 6-8 tahun / Fuad Amsyari Kooskurniawan

 

ABSTRAK Kooskurniawan, FuadAmsyari. 2015. Perancangan Animasi 3D tentangRukun Islam untukAnakUsia 6-8 Tahun. Tugas Akhir. Program Studi D3 Animasi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Andy Pramono, S.Kom, MT (II) MitraIstiarWardana, S.Kom, MT. Kata Kunci: Perancangan, Rukun Islam, Animasi 3D Rukun Islam merupakanlandasandasaruntukumat yang beragama Islam.Rukun Islam ada 5 yaitusyahadat, sholat, puasa, zakat, danhaji.Penulismengangkattemarukun Islam karenainginmembantupara orang tuadidikdalammemberikanpendidikan agama padaanak.Media pembelajaranuntukanakdiantaranyamelaluipendidikan formal, bukumodul,dan video pembelajaran.Tujuanpenulismembuat video pembelajaranmenggunakanaudio visual,khususnyaanimasi, karenaminatanakuntukmenonton film animasisangatbesar. Animasi 3 dimensimerupakansebuahteknikmenghidupkankarakterfantasimenjadibentuknyatadanrealistissertauntukmencaripendekatandengankarakter yang adasesungguhnya.Proses perancanganmeliputi1) ide cerita, 2) pengumpulan data, 3) pencarianreferensi, 4) pembuatanjudul, 5) storyboard, 6) desainkarakter, 7) desain background, 8) audio, 9) animating, 10) editing, 11) Rendering, dan 12) Publishing. Proses pembuatanfilminimengunakansoftwareblendersebagaimodeling, texsturing, animating, editing,dan rendering.Pemilihansoftware blenderbertujuanmemudahkan proses danmemaksimalkandalampenggunaannya.Proses pembuatanaudiomenggunakansoftware sound recorder. Hasilakhirdari proses iniyaituoutput file darianimasi 3 dimensitentangrukun Islam untukanakusia 6-8 tahundengan format MP4H.264.Tahapanterakhir,film yang sudahjadidi burningkedalamCDblank yang kemudiandimasukankedalamcoverCDdandikemasmenarikuntukdipasarkan.Penulis berharap perancangan animasiinidapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaranuntuk menyampaikan suatu informasi dengan cepat, praktis, dinamis dan mudah dipahami kepada masyarakat.

Analisis penerapan akuntansi pertanggungjawaban sebagai alat penilaian kinerja pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang / Ridwan Prabawa

 

ABSTRAK Prabawa, Ridwan. 2015. Analisis Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Sebagai Alat Penilaian Kinerja Pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang.TugasAkhir, JurusanAkuntansiFakultasEkonomiUniversitasNegeri Malang. Pembimbing:Diana Tien Irafahmi S.pd., M. Ed. Kata Kunci:Akuntansi Pertanggungjawaban, Penilaian Kinerja. Akuntansipertanggungjawabanmerupakansuatusistem yang disusunsedemikianrupadenganmenyesuaikansifatdankegiatanperusahaandengantujuan agar masing–masing unit yang bekerjadapatmempertanggungjawabkanhasilkegiatan unit yang berada di bawahpengawasannya. Dengansistemini, unit-unit yangadadalamorganisasi di bagimenjadipusat-pusatpertanggungjawaban, dankeseluruhanpusatpertanggungjawabanmembentukjenjanghirarkidalamorganisasi. PenelitianlapanganinidilakukanUntukmengetahuipenerapanakuntansipertanggungjawaban Kantor PengawasandanPelayanan Bea danCukaiTipeMadyaCukai Malang. Sertamengetahuifungsilaporanakuntansipertanggungjawabanuntukpenilaiankinerja Kantor PengawasandanPelayanan Bea danCukaiTipeMadyaCukai Malang denganmenggunakan 3E (Efisiensi, Efektivitas, danEkonomis). Analisis yang digunakan adalah prosedur kuantitatif, dimana analisis yang dilakukan atas dasar Laporan Pertanggungjawaban yang dibuat oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang. Tolak ukur yang digunakan untuk menentukan baik atau tidaknya berdasarkan teori akuntansi pertanggungjawaban dan pemikiran yang logis. Kesimpulandaripenelitianiniadalahpenerapan akuntansi pertanggungjawaban pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang berdasarkan teori yang saya kemukakan belum sempurna. Pada bagian pengklasifikasian biaya dengan menggunakan kode rekening Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipr Madya Cukai Malang belum menerapkan pengklasifikasian biaya menurut pusat-pusat pertanggungjawaban, tetapi menurut kebijakan kantor yang telah disetujui oleh kepala kantor. Selanjutnya penilaian kinerja menggunakan Laporan Pertanggungjawaban dan Neraca Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipr Madya Cukai Malang menghasilkan hasil yang baik. Agar penerapan akuntansi pertanggungjawabanmenjadisempurnamakapenulismemberikan saran berdasarkanteori yang telahdipelajari. Padabagian pengklasifikasian biayadengankoderekeningsebaiknyamenggunakanpengklasifikasianberdasarkanpusatpertanggungjawaban. Denganbegitupihakmanajemenakancepatmengetahuidandapatcepatmengambilkeputusanjikaterdapatkesalahanataupenyimpangan yang terjadi. Selainitu, penerapanakuntansipertanggungjawabanjugabisaberjalandengansempurna.

Pendekatan vsepr alternatif pengganti pendekatan hibridisasi pada pengajaran bentuk molekul di SMA / oleh Susiwi

 

Pengaruh pengalaman praktik kerja industri dan prestasi uji kompetensi produktif terhadap kesiapan memasuki dunia kerja siswa kelas XII Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Malang / Madinatul Munawaroh

 

Kekuatan puntir balok I (I-Joist) dari kayu sengon / Fatmario Agus Pandaki

 

ABSTRAK Pandaki, Fatmario Agus. 2015.Kekuatan Puntir Balok I (I-Joist) dari Kayu Sengon. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I)Dr. Nindyawati S.T., M.T.(II)Drs. Eko Suwarno, M.Ed., M.Pd. Kata kunci: kekuatan puntir, balok I(I-joist), kayu sengon, Dalam kontruksi bangunan material kayu sudah sejak lama digunakan sebagai bahan strukturmaupun non-struktur dari rumah tinggal sampai bangunan publik. Balok adalah bagian yang penting dalam suatu bangunan, karena itu banyak yang berupaya melakukan rekayasa untuk mendapatkan balok dengan mutu yang baik.Contoh dari balok laminasi adalah balok I atau balok I (I-Joist).Bentuk balok ini seperti huruf “I” yang terdiri dari bagianatasdanbawah arah horizontalyaitu sayapatauflange. Sedangkan bagiantengah arah vertikal yaitu badanatauweb.Perilaku torsi pada struktur adalah momentorsiyang bekerjapadasuatukomponenstrukturbalok tepi.Salah satu contoh elemenstrukturnya adalah balok tepi(edge beam) yangmemikulkanopi. Balok tepi harus dirancang terhadap momen torsi luar rencana total yang disebabkan oleh beban slab, jika tidak demikian maka kemungkinan besar akan terjadi collapss. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui (1) besar kekuatan balok I (I-Joist)dari kayu sengon apabila dibebani puntir dengan variasi panjang balok dan luas penampang yang sama namun ketebalan sayap dan badannya berbeda. (2) pola kerusakan yang terjadi pada balok I (I-Joist) dari kayu sengon apabila dibebani puntir dengan variasi panjang balok dan luas penampang yang sama namun ketebalan sayap dan badannya berbeda.Penelitian ini adalah penelitian percobaan (eksperimen), teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yaitu data yang didapat dari hasil pengujian pada bab IV, kemudian disajikan dalam grafik. Hasil dari pengujian sifat fisik sudah memenuhi kadar air untuk kayu kontruksi yaitu 12-16 % dan kadar air keseimbangan untuk daerah Kota Malang yaitu 11-17 %. Untuk berat jenis sudah mencapai berat jenis untuk kayu sengon sebesar 0,33 gr/cm3. Hasil dari pengujian puntir menunjukkan bahwa variasi balok I.62.62.15.20 paling tinggi momen puntirnya daripada variasi balok yang lain.Berdasarkan analisa perkiraan variasi balok yang memiliki momen puntir paling tinggi yaitu I.67,46.67,46.13.18. Hasil tersebut menunjukkan terjadi penyimpangan data.Disebabkan karena penggunaan bagian kayu antara hati kayu dan kayu gubal yang berbeda-beda.Hasil pengujian puntir menunjukkan bahwa hanya empat buah sampel yang dapat dianalisa pola kerusakaannya. Sedangkan untuk sampel lain yang tidak dapat dianalisa pola kerusakaanya menunjukkan pada saat beban sudah mencapai puncak balok tidak pecah/retak. Penyebabnya adalah arah serat kayu cenderung lebih lurus yang berarti kekuatannya lebih besar daripada arah serat kayu yang miring. Hasil pengujian dengan analisa perkiraan juga menunjukkan perbandingan yang sangat signifikan, karena disebabkan penggunaan alat sambung yaitu sekrup kayu yang terbukti dapat meningkatkan kekuatan puntir balok I(I-Joist) menjadi lebih besar.

Analisis sistem penagihan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara / Nuzul Arieska

 

ABSTRAK Arieska, Nuzul. 2015. Analisis Sistem Penagihan Pajak Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Hj. Yuli Widi Astuti, S.E, M.Si, CA Kata kunci : Sistem Pengendalian Internal, Prosedur Penagihan Pajak Penagihan Pajak adalah tindakan yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pajak Malang Utara untuk melakukan penagihan terhadap Wajib Pajak yang memiliki Utang Pajak atau Tunggakan Pajak. Kegiatan penagihan diawali dengan penerbitan Surat Teguran, Surat Paksa, SPMP, dan diakhiri dengan tindakan Pelelangan. Untuk menciptakan Prosedur Penagihan Pajak yang baik, maka diperlukan sistem yang baik pula dalam proses Penagihan Pajak, dan untuk menciptakan Sistem Penagihan Pajak yang baik, perlu dilakukan Pengendalian Internal terhadap Sistem Penagihan Pajak. Tugas Akhir ini membahas tentang Analisis Sistem Penagihan Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk mengetahui prosedur penagihan pajak dan kendala yang timbul selama penagihan pajak beserta solusinya. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam tugas akhir ini yaitu dengan terjun langsung ke lapangan berupa wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa prosedur penagihan pajak telah berjalan dengan baik, tetapi perlu diadakan perbaikan terhadap Bagan Alir Sistem Penagihan Pajak. Pengendalian Internal yang diterapkan pada Sistem Penagihan Pajak sudah diterapkan dengan baik, namun ada satu unsur yang belum diterapkan yaitu Pemeriksaan Mendadak (Surprised), masalah internal lain yang timbul adalah kurangnya tenaga Juru Sita Pajak dan tidak adanya Pelatihan Kepegawaian untuk para pegawai secara berkala. Saran yang diberikan dari Tugas Akhir ini adalah sebaiknya dilakukan pembaharuan terhadap Bagan Alir Sistem Penagihan Pajak agar lebih jelas, mengadakan sosialisasi terhadap Wajib Pajak akan pentingnya membayar pajak, menambah tenaga Juru Sita Pajak atau memaksimalkan Juru Sita yang sudah ada dengan cara melakukan Pelatihan Kepegawaian yang dilaksanakan secara berkala yang berguna untuk menambah wawasan Juru Sita Pajak dan para pegawai di seksi penagihan.

Strategi memukiman kaum miskin (kasus:pemukiman di keluarahan Sukorejo kecamatan Gunungpati, Kodya Semarang / oleh Tri Joko Raharjo

 

Muatan nilai karakter dalam teks anekdot karya siswa kelas X SMK Negeri 1 Malang / Rizsky Ariani Rahayu

 

ABSTRAK Rahayu, Rizsky Ariani. 2015. Muatan Nilai Karakter dalam Teks Anekdot Karya Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd., (II) Karkono, S.S., M.A. Kata Kunci: muatan nilai karakter, teks anekdot, karya siswa Dewasa ini keadaan moral siswa SMA/SMK Kota Malang semakin mengkahawatirkan. Kekhawatiran itu ditandai dengan munculnya jenis-jenis kenakalan remaja yang terjadi di kalangan siswa SMA/SMK. Penyimpangan yang terjadi tersebut akibat kurangnya penanaman nilai karakter dalam diri siswa. Peran sekolah sebagai jenjang pendidikan formal harus mampu menanamkan nilai karakter ke dalam aspek pembelajaran khususnya bahasa Indonesia. Untuk mengetahui kualitas pemahaman siswa terhadap nilai karakter dapat melalui bahasa tulisan mereka. Teks anekdot sebagai teks sastra pada kelas X menjadi media yang tepat untuk mengajarkan nilai karakter pada siswa. Teks anekdot juga menjadi media yang tepat untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengintegrasikan nilai karakter ke dalam bentuk karya yang memuat nilai karakter. Penelitian ini dilakukan untuk mendeksripsikan muatan nilai karakter dalam teks anekdot karya siswa kelas X SMK Negeri 1 Malang. Nilai karakter tersebut meliputi nilai karakter dalam hubungannya dengan (1) Tuhan YME, (2) diri sendiri, (3) sesama, (4) lingkungan, dan (5) kebangsaan. Selanjutnya, penelitian ini dilakukan untuk mendeksripsikan cara pengintegrasian nilai karakter yang dapat dilihat dalam struktur isi teks anekdot, yaitu (1) abstraksi, (2) orientasi, (3) krisis, (4) reaksi, dan (5) koda. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deksriptif kualitatif. Lokasi penelitian adalah SMK Negeri 1 Malang. Sumber data penelitian ini yaitu kelas X Jurusan Akuntansi dan Usaha Perjalanan Wisata. Data penelitian berupa teks anekdot karya siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi. Instrumen kunci dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri serta instrumen penunjang berupa panduan pengambil data danpanduan analisis data. Analisis data dilakukan mulai tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penyimpulan data. Untuk menjaga keabsahan data dan temuan, penelitimenggunakan triangulasi sumber dan ketekunan pengamatan. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan hasil sebagai berikut. Pertamaterdapat lima nilai karakter yang diintegrasikan dalam teks anekdot yang diproduksi siswa kelas X SMK Negeri 1 Malang, yaitu (1) nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa yang berisi religius, (2) nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri yang berisi jujur, tanggung jawab, bergaya hidup sehat, disiplin, kerja keras, percaya diri, berjiwa wirausaha, kreatif, mandiri, ingin tahu, dan cinta ilmu, (3) nilai karakter dalam hubungannya dengan sesamameliputi menghargai prestasi dan bersahabat, (4) nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan meliputi peduli sosial dan peduli lingkungan, dan (5) nilai karakter dalam hubungannya dengan kebangsaan meliputi nasionalis, semangat kebangsaan, dan menghargai keberagaman. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil sebagai berikut. Karakter paling banyak termuat pada teks anekdot karya siswa adalah karakter peduli sosial (15 data). Selanjutnya, nilai karakter jujur (13 data), kreatif dan nasionalis (11 data), disiplin (10 data), peduli lingkungan (9 data), dan religius (8 data). Setelah itu, nilai karakter tanggung jawab, kerja keras, percaya diri, dan menghargai keberagaman sebanyak 7 data, bergaya hidup sehat (5 data), cinta ilmu, bersahabat, dan semangat kebangsaan (4 data), mandiri dan ingin tahu (3 data), serta berjiwa wirausaha dan menghargai prestasi (1 data). Berdasarkan kelima karakter yang diintegrasikan siswa dalam teks, terdapat karakter yang paling banyak muncul, yaitu nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan yang dijabarkan dalam nilai karakter peduli sosial dan peduli lingkungan. Dalam praktiknya, siswa kelas X SMK Negeri 1 Malang lebih mudah merealisasikan nilai karakter yang dipahami dan sering diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, konsep nilai karakter yang kurang dipahami siswa sulit muncul dalam teks anekdot yang diproduksi. Kedua, terdapat lima cara yang dipilih siswa dalam mengintegrasikan nilai karakter dalam teks anekdot yang diproduksi. Siswa mengintegrasikan nilai karakter ke dalam lima bagian teks anekdot, yaitu abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai karakter yang diintegrasikan pada bagian: (1) abstraksi sebanyak 13 karakter, (2) orientasi sebanyak 31 karakter, (3) krisis sebanyak 50 karakter, (4) reaksi sebanyak 21 karakter, dan (5) koda sebanyak 7 karakter. Berdasarkan hasil tersebut, siswa paling banyak mengintegrasikan muatan nilai karakter pada bagian krisis dan orientasi. Kedua bagian itu merupakan bagian yang esensialdalam teks anekdot karena merupakan bagian inti munculnya sindiran, kritik, atau keunikan cerita. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dalam satu teks terdapat satu atau lebih muatan nilai karakter dalam struktur isi teks anekdot yang berbeda misalnya pada satu teks memuat nilai karakter yang diintegrasikan pada bagian abstraksi dan koda. Berdasarkan hasil penelitian tentang muatan nilai karakter dalam teks anekdot karya siswa kelas X SMK Negeri 1 Malang dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) teks anekdot yang diproduksi siswa memuat nilai karakter yang beragam, (2) siswa lebih mudah merealisasikan nilai karakter yang dipahami dan sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, (3) nilai karakter dalam teks anekdot karya siswa mayoritas diintegrasikan pada bagian orientasi dan krisis, serta (4) dalam satu teks memungkinkan terdapat lebih dari satu nilai karakter bergantung siswamengolah bahasa yang dituangkan pada teks yang ditulis. Berkaitan dengan penelitian ini, disarankan kepada beberapa pihak berikut. Pertama bagi praktisi pendidikan (guru) diharapkan agar mengajarkan nilai-nilai karakter pada semua aspek pembelajaran, khususnya bahasa Indonesia. Guru sebagai model harus mampu menjadi model karakter yang baik bagi siswa. Nilai karakter seperti berjiwa wirausaha, menghargai prestasi, ingin tahu, dan lain sebagainya perlu ditumbuhkembangkan pada siswa sehingga bisa terinternalisasi dengan baik dalam diri siswa tersebut. Kedua, bagi peneliti lain diharapkan untuk meneliti penelitian serupa terkait dengan nilai karakter dalam teks sastra.

Perancangan buku landscape berbasis fotografi sebagai media pengenalan Air Terjun Kabupaten Malang / Firman Turohmi

 

ABSTRAK Turohmi, Firman. 2015. Perancangan Buku Landscape Sebagai Media Pengenalan Air Terjun Kabupaten Malang. Skripsi. Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sarjono, M.Sn, (II) Moch. Abdul Rohman, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci : Buku, Landscape, Media, Air Terjun, Kabupaten Malang Kabupaten Malang merupakan salah satu bagian dari wilayah Kota Malang di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, Kota Batu, dan Kabupaten Pasuruan di utara, Kabupaten Lumajang di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri di barat. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang sengaja berkunjung ke Kabupaten Malang untuk menikmati wisata-wisata alamnya yang sudah terkenal. Akan tetapi, wisatawan tersebut hanya sekedar mengunjungi obyek wisata alam Kabupaten Malang yang sudah terkenal. Kabupaten Malang sesungguhnya masih menyimpan berbagai keindahan wisata alam yang masih belum dikenal oleh masyarakat atau wisatawan. Kurangnya media promosi menjadi penyebab kurang berkembangnya beberapa potensi wisata alam di Kabupaten Malang. Model perancangan yang digunakan dalam perancangan ini adalah model perancangan prosedural. Model perancangan yang prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif yang menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk secara sistematis dan bertahap dalam menghasilkan sebuah karya desain. Hasil perancangan ini adalah buku landscape berbasis fotografi tentang air terjun Kabupaten Malang yang belum dikenal yang ditujukan untuk kalangan berjenjang Remaja-Dewasa dengan rentang usia mulai dari 16 sampai dengan 40 tahun. Buku landscape berbasis fotografi tentang air terjun Kabupaten Malang ini menggunakan gaya desain yang dipakai dalam perancangan ini adalah menggunakan gaya desain Beggarstaff. Ciri-ciri desain ini adalah tanpa hiasan dan untuk menghemat waktu proses produksi. Warna yang dipakai untuk warna dasar hanya dibatasi dua atau 3 warna dasar. Desain-desainnya kebanyakan asimetris dengan typeface tebal untuk mengimbangi ilustrasi.

Pengembangan media pembelajaran kearsipan berbasis adobe flash CS 6 untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas X APK di SMK PGRI 6 Malang / Ika Indah Prihatin

 

ABSTRAK Prihatin, Ika Indah. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Kearsipan Berbasis Adobe Flash CS6 untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas X APK di SMK PGRI 6 Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Suharto SM., M.M., M.Pd, (II) Drs. H. Mohamad Arief, M. Si. Kata kunci : media pembelajaran, kearsipan, keaktifan, hasil belajar Media pembelajaran sebagai salah satu sarana meningkatkan mutu pendidikan sangat penting dalam proses pembelajaran. Selain itu penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan atau minat yang baru, rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa. Salah satu mata pelajaran yang diajarkan di SMK PGRI 6 Malang adalah Kearsipan. Melalui media pembelajaran Kearsipan berbasis Adobe Flash CS6 ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kondisi obyektif, yaitu metode pembelajaran yang dibutuhkan oleh siswa, (2) menghasilkan produk media pembelajaran Kearsipan berbasis Adobe Flash CS6, dan melakukan uji coba, serta (3) implementasi produk media pembelajaran Kearsipan berbasis Adobe Flash CS6 terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian dan pengembangan dilakukan dengan menggunakan model Borg and Gall melalui 7 langkah dalam pelaksanaan metode penelitian dan pengembangan, yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) pengembangan produk, (3) uji coba validator, (4) revisi desain, (5) uji coba kelompok terbatas, (6) revisi akhir, dan (7) uji coba produk. Validitas media pembelajaran dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Uji coba media diujikan kepada siswa SMK PGRI 6 Malang kelas X Program Administrasi Perkantoran. Hasil validasi ahli materi mencapai 97,5% yang menyatakan media pembelajaran layak untuk digunakan dan hasil validasi ahli media mencapai 92,5 % yang menyatakan bahwa media layak untuk digunakan untuk proses pembelajaran. Hasil dari keaktifan siswa sebelum dan sesudah menggunakan media menunjukkan adanya perbedaan, dimana keaktifan siswa sebelum menggunakan media sebesar 60,7% naik menjadi 90,8% setelah media digunakan. Hasil Pre-test dan post-test siswa menunjukkan perbedaan, di mana rata-rata hasil pre-test siswa sebesar 78,1 sedangkan rata-rata hasil posttest sebesar 84,7. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran Kearsipan berbasis Adobe Flash CS6 efektif karena dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas X APK SMK PGRI 6 Malang.

Keefektifan konseling realita untuk menegakkan disiplin / Ninda Wahyu P

 

Kata kunci: Konseling realita, Perilaku disiplin Banyaknya kasus siswa SMP yang tidak disiplin, membuat siswa yang tidak disiplin ini mengalami hambatan dalam menjalankan kewajibannya sebagai siswa di sekolah. Hal ini tentu akan berakibat pada proses belajar mengajar dan prestasi mereka di sekolah. Salah satu alasan tidak disiplin adalah faktor intern yaitu kepribadian dari siswa tersebut. Bimbingan bagi siswa yang tidak disiplin ini diperlukan untuk membantu menyelesaikan permasalahan mereka dan membuat mereka agar dapat mengikuti proses belajar mengajar secara baik. Dalam hal ini, siswa yang tidak disiplin diberikan bantuan dengan konseling realita dengan menggunakan prosedur WDEP. Penyelenggaraan konseling ini digunakan untuk merubah tingkah laku tidak disiplin sehingga dilakukan eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan konseling realita dalam menegakkan perilaku disiplin siswa SMP. Hipotesis dari penelitian ini adalah konseling realita efektif untuk menegakkan perilaku disiplin siswa SMP. Rancangan penelitian ini adalah single-subject eksperimental design jenis A-B-A’. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah tiga orang siswa yang tidak disiplin di sekolah. Data awal dari penelitian ini peneliti peroleh dari studi dokumentasi dan observasi awal. Tingkah laku yang diobservasi adalah 1) Tidak memakai seragam lengkap, 2) menggobrol dengan teman sebangku saat pelajaran berlangsung, 3) bermain Hp, 4) tidak mengerjakan PR, 5) bolos sekolah, 6) terlambat masuk kelas, 7) membuang sampah tidak pada tempatnya. Prosedur penelitian dimulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan analisis data melalui fase A, fase B, dan fase A’. Hanya ada satu (1) macam data yang diambil dalam penelitian ini yaitu data frekuensi melalui sistem pencatatan observasi (observational recording system) sebagai instrumen untuk pengambilan data. Teknik observasi ini menggunakan pedoman observasi. Berdasarkan perhitungan reliabilitasnya, dapat dijelaskan bahwa hasil analisis reliabilitas instrument penelitian menunjukkan koefisien reliabilitas 80% ke atas. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan visual inspection. Atas dasar Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perubahan tingkah laku dari siswa yang tidak disiplin yang dimunculkan oleh ketiga subjek penelitian setelah diberikan treatment, hampir semuanya mengalami penurunan perilaku tidak disipilin 80 % sampai 100%. Persentase perubahan tersebut mengandung pengertian bahwa konseling realita efektif untuk penegakkan perilaku dispilin. Dari hasil penelitian ini disarankan kepada konselor dapat memberikan bantuan kepada siswa yang tidak disiplin dengan menggunakan konseling realita dengan prosedur WDEP agar permasalahan siswa tersebut bisa cepat teratasi dan tugas perkembangan mereka dapat berjalan sebagaimana mestinya. Konselor juga sebaiknya dapat bekerjasama dengan guru atau wali kelas dalam penanganan siswa yang tidak disiplin. Hal ini disebabkan guru atau wali kelas yang lebih banyak mengetahui tingkah laku siswanya saat proses pembelajaran. Kepala sekolah diharapkan dapat memberikan fasilitas dan bekerjasama dengan konselor sekolah untuk mengembangkan program Bimbingan dan Konseling, agar kerja konselor sekolah dapat lebih optimal. Penelitian eksperiment ini hendaknya dapat dikembangkan dengan meningkatkan desain yang ada, misalnya dengan menggunakan desain A-B-A’-B’, ataupun A-B-A’-B’-C. Sebaiknya tidak hanya diterapkan bagi siswa yang tidak disiplin saja, tetapi lebih dikembangkan pada permasalahan siswa yang lainnya agar penelitian ini dapat lebih berkembang. Subjek yang diteliti bisa lebih ditambah agar mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.

Pergeseran bentuk dan makna dalam latihan penerjemahan buku Sanah Ula 'z-Zawaj karya Amir Abu Samiyyah / Wiwit Rahma Wati

 

ABSTRAK Wati, Wiwit, Rahma. 2015. Pergeseran Bentuk dan Makna dalam Latihan Penerjemahan Buku Sanah Ûla`z-Zawâj Karya ‘Âmir Abû Samiyyah. Skripsi. Jurusan Satra Arab. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Dr. Nurul Murtadho, M.Pd (2) Ali Ma’sum, S.Pd, M.A. Kata Kunci: prosedur penerjemahan, pergeseran bentuk, pergeseran makna. Penerjemahan menurut Newmark (1988: 5) adalah upaya mengubah makna atau pesan suatu teks dari suatu bahasa dengan makna atau pesan yang sama atau sepadan dalam bahasa yang lain. Namun dalam rangka menemukan kesepadanan ini, seorang penerjemah dihadapkan pada berbagai kesulitan, diantaranya adalah dari segi bahasa yang berbeda antara BSu dengan BSa karena sifat dari bahasa yang unik (Kridalaksana, 1990: 3). Untuk mengatasi kesulitan tersebut digunakan prosedur tertentu, diantaranya adalah prosedur transposisi dan modulasi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pergeseran bentuk (transposisi) yang terjadi dalam latihan penerjemahan buku Sanah Ûla`Z-Zawâj karya ‘Âmir Abû Samiyyah, dan (2) pergeseran makna (modulasi) yang terjadi dalam latihan penerjemahan buku Sanah Ûla`Z-Zawâj karya ‘Âmir Abû Samiyyah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, sesuai dengan data yang berupa kata, frasa dan kalimat yang bersumber pada dokumen hasil penerjemahan buku Sanah Ûla`Z-Zawâj karya ‘Âmir Abû Samiyyah oleh Wiwit Rahma Wati (2014). Sesuai dengan hasil penelitian, ditemukan pergeseran bentuk atau transposisi yang meliputi (1) transposisi wajib dan otomatis, dilakukan dengan mengubah bentuk jamak BSu kedalam bentuk tunggal dalam BSa, (2) transposisi sistem dan kaidah, dilakukan dengan mengubahan urutan fungsi BSu, (3) transposisi kewajaran, berkaitan dengan perbedaan kelas kata antara BSu dan BSa, dan (4) transposisi kerumpangan, dilakukan dengan menambahkan kosakata tertentu dalam BSu. Keempat macam transposisi ini dilakukan untuk memperoleh padanan yang paling wajar, berterima, dan mudah bagi pembaca BSa untuk menyerap maksud yang terkandung dalam BSu secara tepat. Adapun pergeseran makna (modulasi) yang terjadi meliputi: (1) modulasi wajib atau linguistik, dilakukan dengan mengubah pola aktif menjadi pasif dan sebaliknya, mengubah kata khusus kedalam kata umum, serta mengubah pola negatif menjadi positif, dan (2) modulasi bebas atau non linguistik, dilakukan dengan mengeksplisitkan kata-kata yang masih implisit dan mencari padanan yang paling alami dalam BSa. Kedua jenis modulasi ini dilakukan untuk memperoleh padanan makna yang paling sesuai dan wajar, serta memperoleh kesan yang langsung kepada pembaca BSa. Oleh karena itu disarankan bagi peneliti sejenis selanjutnya untuk memperluas cakupan penelitiannya mengenai prosedur penerjemah, tidak hanya pada prosedur transposisi dan modulasi melainkan prosedur yang lain yang terdapat dalam teks terjemahan. Selain itu disarankan juga bagi peneliti untuk memperdalam cakupan penelitian terhadap bentuk-bentuk transposisi dan modulasi pada kata, frasa, dan kalimat.

Pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah terhadap guru bimbingan konseling di sekolah menengah atas / oleh Sosthenes Malioy

 

Analisis pemahaman konseptual dan algoritmik materi larutan asam basa, buffer dan larutan garam siswa kelas XI SMAN 3 Mojokerto serta upaya perbaikannya dengan pendekatan mikroskopik / Mustofa

 

Kata kunci : pemahaman konseptual, pemahaman algoritmik, pendekatan mikroskopik Tujuan pembelajaran kimia di SMA adalah untuk membekali pengetahuan, pemahaman dan sejumlah kemampuan peserta didik yang dipersyaratkan untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ada dua kategori pemahaman dalam ilmu kimia yaitu pemahaman konseptual dan pemahaman algoritmik. Pemahaman konseptual adalah kemampuan dalam menjelaskan teks, diagram, dan fenomena yang melibatkan konsep-konsep pokok yang bersifat abstrak dan teori-teori dasar sains. Pemahaman algoritmik adalah kemampuan dalam menjelaskan bagaimana cara menyelesaikan suatu permasalahan dengan menggunakan rumus atau perhitungan untuk mendapatkan hasil yang berupa angka-angka. Selama ini evaluasi dalam pembelajaran kimia cenderung ditekankan pada soal-soal algoritmik dibandingkan soal-soal konseptual dengan anggapan bahwa kemampuan algoritmik siswa adalah menunjukkan kemampuan konseptualnya. Dalam kenyataan hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konseptual siswa cenderung tertinggal dibandingkan pemahaman algoritmiknya. Banyak siswa memiliki kemampuan memecahkan masalah algoritmik meskipun mereka tidak memahami konsep dasarnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal konseptual dan soal-soal algoritmik pada materi larutan asam-basa, buffer, dan larutan garam; (2) mengukur hubungan antara kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal algoritmik dengan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal konseptual tentang larutan asam basa, buffer, dan larutan garam; dan (3) menidentifikasi keefektifan pendekatan mikroskopik sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal konseptual pada materi larutan asam basa, buffer, dan larutan garam. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan rancangan penelitian eksperimen semu. Rancangan penelitian deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan pemahaman konseptual dan algoritmik siswa. Rancangan penelitian eksperimen semu, yaitu nonequivalent control group design digunakan untuk mengidentifikasi keefektifan penggunaan pendekatan mikroskopik untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI semester dua program IPA SMAN 3 Mojokerto tahun pelajaran 2009/2010 yang telah menerima materi larutan asam basa, buffer, dan larutan garam yang terdiri dari 4 kelas paralel dengan jumlah siswa untuk setiap kelas 35 atau 36 siswa. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang diambil secara acak dari empat kelas yang ada. Satu kelas merupakan kelas eksperimen dan diberi pembelajaran ulang dengan pendekatan mikroskopik, sedangkan kelas yang lain merupakan kelas kontrol dan diberi pembelajaran ulang tanpa menggunakan pendekatan mikroskopik. Pemahaman siswa diukur dengan tes pilihan ganda yang terdiri dari 10 item untuk tes pemahaman algoritmik dan 10 item untuk tes pemahaman konseptual. Dari hasil uji coba instrumen tes diperoleh validitas isi sebesar 93,3% dan reliabilitas tes, dihitung dengan menggunakan rumus Spearman-Brown, sebesar 0,77. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji statistik korelasi dan anacova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan siswa kelas XI IPA SMA Negeri 3 Mojokerto dalam menyelesaikan soal-soal konseptual dan soal-soal algoritmik pada materi larutan asam-basa, buffer, dan larutan garam termasuk dalam kategori rendah. Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal algoritmik lebih baik daripada kemampuannya dalam menyelesaikan soal-soal konseptual, (2) korelasi antara kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal algoritmik dengan soal-soal konseptual tentang larutan asam-basa, buffer, dan larutan garam adalah sangat lemah, (3) pembelajaran ulang materi larutan asam- basa, buffer, dan larutan garam dengan menggunakan pendekatan mikroskopik meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal konseptual dan soal-soal algoritmik lebih tinggi dibandingkan pembelajaran ulang tanpa menggunakan pendekatan mikroskopik.

Perancangan film animasi 3D untuk menanamkan sikap hemat energi p[ada anak sekolah dasar / Rudi Suhariyanto

 

ABSTRAK Suhariyanto, Rudi. 2015. Perancangan Film Animasi 3D Untuk Menanamkan Sikap Hemat Enegi Pada Anak Sekolah Dasar. Skripsi Program Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Sarjono, M.Sn (II) Andreas Syah Palevi, S.Sn, M.Sn Kata Kunci : Perancangan, Film Animasi 3D, Hemat Energi, Anak Sekolah Dasar Indonesia merupakan Negara yang memiliki banyak sumber daya alam. Setiap orang meggunakan sumberdaya alam tersebut untuk melalukan kegiatan sehari-hari, termasuk menggunakan energi. Pendidikan tentang penggetahuan energi, temasuk “Bagaimana untuk menghemat energi” perlu untuk diajarkan pada semua orang. Pendidikan sejak sekolah dasar sangat penting untuk membanggun karakter dalam penghematan sumber daya alam dan energi. Perancangan film animasi 3D bertemakan penghematan energi dapat menambahkan pengetahuan bagi anak-anak sekolah dasar kelas VI, selain itu sebagai bahan pengetahuan dan pentingnya penghematan energi listrik didalam rumah tangga. Membantu upaya guru dalam mendidik murid-muridnya supaya selalau menghemat energi dan bisa dijadikan mendia pendukung edukasi pengetahuan umum tentang penghematan energi pada anak sekolah dasar kelas VI. Perancangan film animasi 3D yang bertemakan penghematan energi ini menggunakan model perancangan prosedural yang menjelaskan secara deskritif serta diiringi dengan langkah-langkah yang sistematis, terstruktur dan logis. Perancangan ini dibuat berdasarkan data primer dan data sekunder yang terkait dengan penghematan energi listrik yang didapat melalui observasi, wawancara dan dokumentasi pada SDN Bandulan II dan SDN Bandulan III. Hasil dari perancangan ini berupa film animasi 3D tentang penghematan energi dengan durasi 4.44 menit, di dalam film animasi 3D ini terdapat nilai-nilai tentang bagaimana penghematan energi listrik di dalam rumah tangga selain itu juga di antaranya terdapat media yang berkaitan dengan film animasi 3D tersebut. Disarankan bagi perancang film animasi 3D berikutnya agar lebih kreatif dalam menciptakan video pendidikan penghematan energi lainya (Animasi 3D), sehingga lebih menarik audien.

Pengaruh teknik peta konsep dan teknik permainan terhadap hasil belajar dan motivasi belajar akuntansi siswa kelas XI Jurusan IPS SMA Negeri 6 Malang / Iis Ristianingsih

 

ABSTRAK Ristianingsih, Iis. 2014. Pengaruh Teknik Peta Konsep dan Teknik Permainan Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI Jurusan IPS SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak., CA. (2) Bety Nur Achadiyah, S.Pd, M.Sc. Kata Kunci: Teknik peta konsep, teknik permainan, hasil belajar, motivasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan pengaruh teknik peta konsep dan teknik permainan terhadap hasil belajar akuntansi siswa, dan (2) perbedaan pengaruh teknik peta konsep dan teknik permainan terhadap motivasi belajar akuntansi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh siswa SMA Negeri 6 Malang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik cluster random sampling, sebanyak 32 orang siswa pada kelas XI IPS 5 untuk diberikan treatment teknik peta konsep dan 32 orang siswa pada kelas XI IPS 4 untuk diberikan treatment teknik permainan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui dokumen, tes dan angket. Instrumen penelitian berupa tes kinerja, tes tertulis dengan bentuk objektif, dan angket motivasi belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial bentuk uji beda independent sample t test dan Mann Whitney U dengan menggunakan software SPSS versi 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pengaruh secara signifikan penggunaan teknik peta konsep dan teknik permainan terhadap hasil belajar akuntansi siswa, dan (2) tidak terdapat perbedaan pengaruh secara signifikan penggunaan teknik peta konsep dan teknik permainan terhadap motivasi belajar akuntansi siswa. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengaruh penggunaan teknik peta konsep dengan teknik permainan tehadap hasil belajar akuntansi siswa dan tidak ada perbedaan pengaruh penggunaan teknik peta konsep dengan teknik permainan tehadap motivasi belajar akuntansi siswa.

Pengembangan media puppet sebagai media pembelajaran kemahiran berbicara bahasa Arab siswa kelas XI Madrasah Aliyah / Nor Asrofatin

 

ABSTRAK Asrofatin, Nor. 2015. Pengembangan Media Puppet sebagai Media Pembelajaran Kemahiran Berbicara Bahasa Arab Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Irhamni, M.Pd, (II) Dr. Ahmad Munjin Nasih, M.Ag Kata kunci : media puppet, kemahiran berbicara, bahasa Arab Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di berbagai sekolah, metode pengajaran bahasa Arab khususnya kemahiran berbicara sering terkesan monoton dan membosankan. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mengembangkan media yang kreatif dan inovatif untuk menarik minat siswa agar mereka berani dan percaya diri untuk berbicara bahasa Arab. Media Puppet ini unik dan jarang ditemui dalam proses pembelajaran bahasa Arab yang dirancang dengan sistem bermain dan berdialog dengan cara yang mudah, siswa dituntut untuk berimaginasi tentang karakter suara seseorang sesuai dengan lakon yang akan diperankannya, berlatih cara bercerita bahasa Arab dengan intonasi yang tepat, karena siswa dituntut untuk kreatif dalam mengolah suara, baik suara nada rendah, tinggi, pelan maupun cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menghasilkan media Puppet sebagai media pembelajaran kemahiran berbicara bahasa Arab siswa kelas XI MA, 2) mendeskripsikan cara pengggunaan media Puppet, dan 3) mendeskripsikan tingkat kevalidan media Puppet siswa kelas XI MA Matholi’ul Anwar Lamongan. Pengembangan media Puppet ini telah mengacu pada tahap pengembangan Borg & Gall yang telah dimodifikasi sebagai berikut melalui beberapa tahap dalam proses pengembangannnya, yaitu: 1) analisis kebutuhan, 2) desain produk, 3) pengumpulan bahan, 4) pengembangan produk, 5) uji validasi oleh ahli materi dan ahli media, 6) revisi produk , 7) uji coba lapangan oleh guru dan siswa, dan 8) hasil akhir produk. Hasil penelitian ini berupa seperangkat media Puppet yang terdiri atas 5 komponen penting yaitu naskah cerita, gambar Puppet, panggung (sebagai latar belakang atau sebagai dekorasi jika gambar dimainkan), buku petunjuk penggunaan dan dalang (orang yang memperagakan media Puppet). Produk ini memiliki kelayakan 68,7% (ahli media), 90,6% (ahli materi), 90% (praktisi) dan 80,4% (uji lapangan). Hal ini berarti media pembelajaran tersebut efektif digunakan untuk pembelajaran kemahiran berbicara bahasa Arab. Berdasarkan hasil penelitian media ini disarankan kepada guru mata pelajaran bahasa Arab untuk menggunakan media Puppet ini sebagai sarana untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan pengembang selanjutnya hasil ini dapat digunakan sebagai bahan referensi dan mengembangkan lagi variasi Puppet yang berbeda, baik dari tampilan media, materi/naskah cerita, teknis penggunaan, penggunaan keterampilan berbahasa , dll sehingga bisa disebarluaskan kepada masyarakat.

Pengaruh motivasi dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar siswa Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK PGRI 6 Malang / Febrina Sari Pratiwi

 

Pengembangan alat evaluasi pembelajaran materi gerak, level dan pola lantai tari melalui permainan up and down pada siswa kelas VII SMPN 2 Pakisaji / Bella Resti Meryza

 

ABSTRAK Meryza, Bella Resti. 2015. Pengembangan Alat Evaluasi Pembelajaran Materi Gerak, Level dan Pola Lantai Tari Melalui Permainan Up and Down Pada Siswa Kelas VII SMPN 2 Pakisaji. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ida Siti Herawati,M.Pd (II) Tri Wahyuningtyas, S. Pd, M. Si. Kata Kunci:Permainan up and down, gerak, level, pola lantai tari, SMPN 2 Pakisaji. Pelaksanakan evaluasi pembelajaran seni tari, memerlukan media yang menarik dan memberikan stimulus motivasi anak belajar seni tari. Ketersediaan media evaluasi pembelajaran yang selama ini kurang menarik perhatian siswa kelas VII menyebabkan kurang maksimalnya pembelajaran seni tari di SMPN 2 Pakisaji. Sesuai dengan kebutuhan, pengembangan media dikemas dalam permainan yang menyampaikan materigerak, level dan pola lantai tari disusun secara menarik, efektif, dan efisien sehingga tujuan pembelajaran yang dirumuskan dapat tercapai. Penelitian dan pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan (1) mengembangkan evaluasi pembelajaran melalui permainan up and down untuk membantu guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran seni budaya. Sebagai media evaluasi tentunya memicu siswa untuk mempelajari materi seni budaya dan mencapai tujuan belajar yang ditentukan. Penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi prosedur penelitian Borg&Gall (Sugiyono 2011) yang terdiri dari tahapan-tahapan sebagai berikut (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desan ahli materi, (5) revisi produk I, (6) validasi desain ahli media, (7) revisi produk II, (8) uji coba lapangan terbatas, (9) revisi produk III. Subjek coba pada penelitian ini adalah3 ahli materi, 3 ahli media, dan 5 siswa SMPN 2 Pakisaji sebagai uji coba lapangan terbatas. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan skala likert. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dan persentase. Data yang bersifat kualitatif dianalisis dan dipertimbangkan sebagai bahan revisi produk, sedangkan data kuantitatif dari uji kelayakan produk dianalisis dengan rumus dan persentase. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah (1) perangkat permainan up and down dan buku panduannya(2) produk yang telah dikembangkan adalah perangkat permainan up and down dan buku panduannya yang berisi materi gerak, level dan pola lantai tari, (3) hasil uji coba produk dapat disimpulkan sebagai berikut,berdasarkan penilaian ahli materi menunjukkan produk layak dengan persentase 96,8%, penilaian ahli media menunjukkan produk layak dengan persentase 89,7%, sedangkan berdasarkan uji coba lapangan menunjukkan persentase 90% bahwa produk yang dihasilkan layak digunakan sebagai bahan ajar pada pembelajaran tari di sekolah. Terkait dengan hasil pengembangan ini diharapkandapat membantu siswa untuk belajar sambil bermain dan menggali informasi gerak, level dan pola lantai lebih mendalam. Sedangkan untuk guru buku panduan digunakan sebagai media evaluasi yang membantu guru dalam menyampaikan materi melalui kegiatan evaluasi dengan permainan berupa gerak, level dan pola lantai tari.

Visualisasi kaligrafi karya Misbahul Munir periode bulan Januari 2015 / Yunur Mawan

 

ABSTRAK Mawan, Yunur. 2015. Visualisasi Kaligrafi Misbahul Munir Periode Bulan Januari 2015. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyanto, M.Hum, (II) Ike Ratnawati, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: Visualisasi, kaligrafi, Misbahul Munir, Januari. Misbahul Munir adalah seorang kaligrafer Kota Malang. Ia masih eksis berkarya meski usianya sudah 47 tahun. Peneliti menyadari bahwa dalam kurun waktu terakhir ini minat serta kemampuan generasi muda terhadap seni kaligrafi menurun, menyikapi peristiwa itu peneliti melakukan pengkajian visualisasi karya Misbahul Munir periode bulan Januari 2015 dengan harapan bisa membangkitkan minat generasi muda yang mulai menurun dan memotivasi mereka supaya lebih meningkatkan kualitas karya kaligrafinya. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan visualisasi karya Misbahul Munir periode bulan Januari 2015. Secara khusus bertujuan untuk mendiskripsikan jenis visualisasi kaligrafi, visualisasi iluminasi kaligrafi, dan visualisasi tulisan kaligrafi Misbahul Munir periode bulan Januari 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah karya kaligrafi Misbahul Munir periode bulan Januari 2015. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Langkah-langkah analisis data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi teori dan metode. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. (1) jenis visualisasi kaligrafi Misbahul Munir periode bulan Januari 2015 adalah hiasan mushaf, mempunyai komposisi simetris, menggunakan warna sekunder, dengan pewarnaan monokromatik, analogus, dan komplementer. Kesatuan, keharmonian, dan irama dicapai dengan warna dan bidang. Iluminasi yang mengelilingi ayat dan surat dari Al Quran menjadi pusat perhatian; (2) bunga, daun, sulur-suluran yang digunakan adalah hasil deformasi dan stilasi dari bunga nyata. Bidang geometris pada karya tersebut kebanyakan berupa persegi panjang. Garis yang digunakan pembuat sangat beragam, mulai dari garis lurus, lengkung, horisontal, vertikal, diagonal, nyata, semu, ataupun imajiner. Warna iluminasi mempunyai value, dengan teknik blok; (3) kaligrafi Misbahul Munir periode bulan Januari 2015 berbentuk geometris berupa persegi panjang dan lingkaran yang penulisannya disusun secara berbaris. Jenis kaligrafi yang digunakan hanya dua jenis dari delapan jenis yang dibakukan MTQ Indonesia yaitu naskhi dan sulus.

Perancangan film dokumenter membangun kepedulian masyarakat terhadap masalah sampah plastik / Poki Bangkit Haryanto

 

ABSTRAK Haryanto, PokiBangkit. 2014. Perancangan Film DokumenterMembangunKepedulianMasyarakatterhadapMasalahSampahPlastik. Skripsi, JurusanSenidanDesain, Fakultas Sastra,UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (1) Drs. Iriaji, M.Pd, (2) GunawanSusilo, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci: perancangan, film dokumenter,kepedulianmasyarakat, sampahplastik. Kurangnyakepedulianmasyarakatterhadapmasalahsampahplastiksaatinimembuatjumlah sampah plastikterusmeningkat.Proses penguraianplastik yang memakanwaktuhinggaratusantahunmembuatplastikmenjadisalahsatupolemikdewasaini. Di satusisimemilikibanyakkelebihannamundisisilainmemiliki dampaknegatifbagilingkungandanjiwa. Film dokumenter memiliki fungsi sebagai media informasi dan edukasi yang dapat digunakan sebagai media untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap masalah sampah plastik. Filmdokumenter dipilih sebagai mediakarena mempresentasikan kenyataan dikemas dengan media audio dan visual. Perancanganinimengunakanmetodeprosedural.Mengembangkan metode yangdiadaptasi dariEffendy dengan tahapan dasar praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Kemudian dikembangkan dan disesuaikandengankebutuhanproduk yang akandirancanguntukmenghasilkansebuahprodukbarusebagaijawabandarimasalah yang ada. Pengumpulan data dilakukandenganteknikwawancara,kajianpustakadanobsevasi.Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis untuk menghasikan sebuah kesimpulan sebagai strategi pemecahan masalah. Perancanganmenghasilkan film dokumenter berjudul PLASTIK, berdurasi 20 menit, isi dari film bertujuan untukmembangunkepedulianmasyarakatterhadapmasalahsampahplastik.Dalam proses promosi maupun pameran dibutuhkan media pendukung yang dapat menginformasikan sekilas tentang produk utama. media pendukung yang digunakan dalam perancangan film dokumenter ini yaitu poster, sticker,blocknotes, xbanner, kaos, cover cd, label cd. Manfaat film dokumenter ini yaitu sebagai media edukasi, hiburan dan sebagai referensi untuk perancangan produk sejenis.

Peningkatan pemahaman konsep nilai tempat bilangan melalui model pembelajaran aktif, kreatif efektif dan menyenangkan (Pakem) pada anak kelas III SDN Plosoarang 02 Blitar / Ali'ul Choriyah

 

Kata Kunci: nilai tempat bilangan, media, PAKEM. Pada proses pembelajaran Matematika tentang nilai tempat bilangan di SDN Plosoarang 02, terjadi beberapa hambatan antara lain: beberapa anak mengantuk, ramai, guru menggunakan metode yang monoton dan anak kurang antusias serta aktif saat proses pembelajaran. Dari hasil evaluasi banyak anak mengalami kegagalan mengerjakan soal tentang nilai tempat bilangan, 4 anak mengerjakannya keliru dengan nilai bilangan, dan 3 anak yang lain keliru karena kurang teliti. Hanya ada 1 anak yang berhasil mengerjakan dengan benar. Atas dasar latar belakang di atas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran nilai tempat bilangan melalui Model PAKEM pada anak kelas III SDN Plosoarang 02 Blitar dan mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep nilai tempat bilangan melalui Model PAKEM pada anak kelas III SDN Plosoarang 02 Blitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik analisa data kualitatif dilakukan dengan menelaah seluruh data, mereduksi data, menafsirkan data, dan memberikan pemaknaan hasil. Berdasarkan data penelitian, ada peningkatan ketuntasan belajar pada pratindakan secara klasikal yaitu 17.5% meningkat menjadi 41.6% pada siklus I dan 66% pada siklus II . Sehingga ada 7 anak yang tidak tuntas pada pratindakan dan semua anak mengalami ketuntasan pada siklus II. Hal ini di dukung dengan data wawancara anak yang merasa selalu letih dan takut akan pelajaran Matematika mengaku senang mengikuti pelajaran setelah siklus II.Serta hasil observasi selama siklus I dan II yang menunjukkan peningkatan keaktifan dan kreatif anak selama proses pembelajaran. Bertolak dari data diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan pembelajaran nilai tempat bilangan melalui model PAKEM bilangan mampu meningkatkan pemahaman konsep anak terhadap nilai tempat bilangan pada kelas III SDN Plosoarang 02. Oleh karena itu, disarankan dalam proses pembelajaran hendaknya guru menentukan model pembelajaran dan media yang tepat, sehingga pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Upaya anggota Sanggar Restu Budoyo dalam mempertahankan eksistensi kesenian jaranan kreasi di Desa Bendosari Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar / Revita Helviana

 

ABSTRAK Helviana, Revita. 2015. Upaya Anggota Sanggar Restu Budoyo Dalam Mempertahankan Eksistensi Kesenian Jaranan Kreasi Di Desa Bendosari Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ninik Harini M.Sn. ; (II) Hartono S.Sn, M.Sn Kata kunci: upaya anggota sanggar, mempertahankan eksistensi, kesenian jaranan kreasi. Bangsa yang besar adalah bangsa yang berbudaya. Bangsa Indonesia memiliki budaya, yakni sebuah kesenian. Kesenian yang masih ada di Indonesia memiliki banyak hambatan ditengah jaman modern seperti sekarang ini misalnya kesenian jaranan. Teknologi informasi yang semakin canggih, biasanya banyak memberi tawaran hiburan dan informasi yang lebih menarik dan beragam dibandingkan dengan kesenian kita. Kondisi yang seperti ini semakin membuat tersisihnya kesenian di Indonesia dari kehidupan masyarakat Indonesia khususnya saja pada generasi muda yang saat ini masih banyak kurang peduli terhadap kesenian. Tujuan dari penelitian adalah (1) mendeskripsikan eksistensi kesenian jaranan kreasi sanggar Restu Budoyo di Desa Bendosari Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar; (2) mendeskripsikan upaya anggota sanggar Restu Budoyo dalam mempertahankan eksistensi kesenian jaranan kreasi di Desa Bendosari Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan informan, foto, kata-kata dan tindakan. Prosedur pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Prosedur analisis data yang digunakan yaitu tahap reduksi, tahap penyajian data, tahap penarikan kesimpulan dan verifikasi. Uji keabsahan data dalam penelitian ini adalah kehadiran peneliti di lapangan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Tahap penelitian ini meliputi tahap persiapan penelitian, tahap pelaksanaan penelitian, dan tahap penyusunan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan eksistensi kesenian jaranan kreasi sanggar Restu Budoyo sedikit memprihatinkan dan kurang bagus. Sedangkan upaya mempertahankan eksistensi kesenian jaranan kreasi sanggar Restu Budoyo adalah melalui intensitas pelatihan dan pemberian motivasi. Sedangkan, faktor-faktor yang berpengaruh yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang dapat diberikan oleh peneliti antara lain, yaitu bagi pihak sanggar agar penelitian ini dapat menjadi perhatian dan pemahaman terutama generasi muda dalam pelestarian terhadap kesenian, dan diharapkan bagi mahasiswa agar mampu melanjutkan penelitian tentang upaya angota sanggar Restu Budoyo dalam mempertahankan eksistensi kesenian jaranan kreasi yang dapat menghasilkan penelitian baru di sanggar lain yang ada di kabupaten Blitar.

Pengajaran pencerminan dengan alat geoboard untuk siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Sumbersari III Kodya Malang / oleh Dudung Priatna

 

Penerapan model pembelajaran problem posing untuk meningkatkan minat dan hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 1 Purwosari / Muflihatul Lailiyah

 

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal di SMA Negeri I Purwosari, dapat diketahui minat siswa dalam pelajaran Biologi masih kurang. Hal ini dapat diketahui dari kurangnya perhatian, keingintahuan, dan keaktifan siswa ketika proses belajar mengajar. Siswa masih banyak yang ngantuk, tidak memperhatikan penjelasan guru, mencontek pekerjaan teman, dan tidak berani bertanya ataupun berpendapat. Metode yang digunakan guru ketika proses belajar mengajar adalah ceramah dan tanya jawab, sehingga dapat membuat siswa bosan dan kurang berminat terhadap pelajaran Biologi. Selain minat belajar, berdasarkan hasil observasi menunjukkan hasil belajar Biologi juga rendah yaitu 69.4 dan persentase ketuntasan kelas 42.5% pada materi Animalia. Dengan demikian perlu diterapkan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan minat dan hasil belajar Biologi, salah satuya dengan menggunakan model pembelajaran problem posing. Problem posing merupakan suatu model pembelajaran yang mengharuskan siswa untuk membuat pertanyaan. Pengajuan pertanyaan/soal merupakan suatu kegiatan yang menantang bagi siswa sehingga dapat memacu minat siswa dalam belajar, selain itu dengan problem posing siswa akan mengkonstruksi pikiran-pikirannya dalam rangka pemahaman baru berdasarkan informasi yang tersedia sehingga terbentuk suatu pemahaman konsep dan mendorong siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-5 SMA Negeri I Purwosari semester genap dengan jumlah 26 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki. Materi yang digunakan adalah Ekosistem, Kerusakan Lingkungan, dan Limbah. Instrumen yang digunakan terdiri atas lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran guru, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran siswa, catatan lapangan, lembar observasi minat belajar, tes hasil belajar kognitif dan tes hasil belajar afektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan model pembelajaran problem posing dapat meningkatkan minat belajar Bologi siswa kelas X SMA Negeri I Purwosari. Minat belajar meliputi tiga aspek yaitu perhatian, keingintahuan, dan keaktifan. Aspek perhatian meningkat dari 81.9% pada siklus I menjadi 95.6% pada siklus II, keingintahuan meningkat dari 74.7% pada siklus I menjadi 83.9% pada siklus II, keaktifan meningkat dari 62.2% pada siklus I menjadi 81.1% pada siklus II. (2) Penerapan model pembelajaran problem posing dapat meningkatkan hasil belajar Biologi siswa kelas X SMA Negeri I Purwosari. Hasil belajar yang diukur meliputi hasil belajar kognitif dan hasil belajar afektif. Persentase ketuntasan hasil belajar kognitif menurun dari 42.5% sebelum tindakan, menjadi 40% pada siklus I, dan meningkat menjadi 72.5% pada siklus II. Hasil belajar afektif diukur menggunakan sikap yang meliputi tiga komponen yaitu kognisi, afeksi, dan konasi. Komponen kognisi meningkat dari 95% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II, komponen afeksi meningkat dari 97.5% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II, dan komponen konasi meningkat dari 87.5% pada siklus I menjadi 97.5% pada siklus II. Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran problem posing dapat meningkatkan minat dan hasil belajar Biologi siswa kelas X SMA Negeri I Purwosari. Saran untuk pembelajaran selanjutnya sebaiknya guru menyuruh siswa untuk membuat pertanyaan di rumah dan pertanyaan yang dibuat siswa boleh lebih dari satu pertanyaan supaya keingintahuan siswa dalam bertanya dapat tersalurkan dengan baik, selain itu diharapkan guru lebih memberikan perhatian kepada siswa mengenai keterampilan mengajukan pertanyaan sekaligus pemecahannya supaya siswa tidak hanya mampu dalam membuat pertanyaan tetapi juga mampu dalam pemecahannya.

Membaca "green programme" dan "for earth" karya lukis Djoeari Soebardja / Deny Kusumaningtyas

 

ABSTRAK Kusumaningtyas, Deny. 2015. Membaca “Green Programme” Dan “For Earth” Karya Lukis Djoeari Soebardja. Skripsi, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Lilik Indrawati M.Pd, (II) Fenny Rochbeind, S.Pd, M.Sn. Kata Kunci: Green Programme dan For Earth, Karya Lukis, Djoeari Soebardja. Di dalam penelitian ini memaparkan kritik terhadap karya lukis Djoeari Soebardja pada tahun 2010 yang berjudul “Green Programme”dan “For Earth”. Pada karya lukis ini divisualkan dengan perbedaan karakter dalam pemilihan bentuk, warna, dan susunan. Hal tersebut memiliki daya tarik untuk mendalami kandungan nilai-nilai di dalamnya. Jika dikaji dari proses pembelajaran seni rupa, dapat mengetahui karakter dan perwujudan dari karya seni lukis Djoeari Soebardja yang satu dengan yang lainnya serta dapat mendeskripsikan nilai–nilai dari karya seni lukis tersebut. Sedangkan jika dikaji dari segi pendidikan seni rupa, maka penelitian ini penting karena suatu kritik seni pada dasarnya memiliki fungsi dan tujuan. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalam visual karya Djoeari Soebardja. Agar penikmat seni dapat memahami segala yang ada dalam suatu karya seni sehingga ditemukan suatu kepuasan dalam menikmati karya seni tersebut kemudian dapat berbagi ke orang lain tentang segala yang telah dimengerti tersebut. Dengan mencakup deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan sintesa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, pendekatan kritik holistik. Sumber data diperoleh dari wawancara, observasi, dan analisa dokumen. Data dari penelitian ini berupa paparan hasil observasi terhadap wujud visual karya lukis. Kegiatan analisis data dilakukan dengan pendeskripsian, kemudian analisa formal, interpretasi, dan sintesa. Dalam pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi data. Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa setiap karya lukis Djoeari Soebardja, memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya yaitu: nilai sosial dan budaya. Nilai-nilai ini dapat dilihat dari visualisasi dan perwujudan objek-objek, serta warna yang digunakan pada karya-karyanya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan refleksi oleh seniman terhadap karya lukisnya. Bagi mahasiswa Seni Dan Desain Universitas Negeri Malang dapat menjadikan sebagai motivasi dan edukasi atas pentingnya mencintai dan menjaga kelestarian lingkungan serta diharapkan adanya penelitian lebih lanjut terhadap karya lukis Djoeari Soebardja yang lainnya. Bagi Lembaga Perguruan Tinggi Negeri diharapkan dapat mendukung segala bentuk kegiatan ilmiah yang dilakukan mahasiswa yang berupa penciptaan dan penghayatan tentang seni serta mengkajinya lebih lanjut secara ilmiah demi peningkatan mutu akademis.

Studi tentang kultur organisasi Universitas Harapan Negara / oleh Jadikan Siswohartono

 

Perancangan film animasi "Damar Kurung" sebagai identitas khas Daerah Gresik / Muhammad Khalid Mawardi

 

Abstract Mawardi, Muhammad Khalid. 2015. Perancangan Film Animasi “Damar Kurung” Sebagai Identitas Khas Daerah Gresik. Skripsi Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Pujiyanto, M.Sn., (II) Joko Samudra, M.T Kata Kunci:Perancangan, Film Animasi, Damar Kurung, Gresik Kabupaten Gresik adalah sebuah daerah yang terletak di sebelah barat laut Kota Surabaya. Selain sebagai daerah perdagangan Kabupaten Gresik juga sebagai pintu masuk Islam pertama di Jawa. Salah satu kerajinan khas Kabupaten Gresik yang memiliki nuansa islam adalah “Damar Kurung”. “Damar Kurung” adalah kerajinan lampion dari kertas dengan kerangka terbuat dari bilah bambu yang saling berhadapan dengan membentuk persegi yangpada gambar-gambarnya menyerupai bentuk wayang dengan menggunakan warna cerah yang mencerminkan sebuah tradisi Masyarakat yang kental dengan kehidupan religi. Untuk menjaga kelestarian “Damar Kurung” di era perkembangan teknologi.Perlu dirancang sebuah Film Animasi sebagai media informasi yang menghibur dan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Gresik. Model Perancangan yang dipakai dalam perancangan Animasi Damar Kurung Sebagai Media Pengenalan dan Ikon Daerah Gresik menggunakan metode perancangan model prosedural. Kerangka perancangan diadopsi dari dari kerangka perancangan Sadjiman Ebdi Sanyoto yang dimodifikasi sesuai kebutuhan. Hasil dari perancangan ini berbentuk film animasi pendek dengan durasi enam menit tiga puluh tiga detikyang menggabungkan animasi Motion Graphicdananimasi 3d dengan judul “Dibalik Damar Kurung” yang mengulas tentang “Damar Kurung”, dengan memasukan berbagai aspek yang terkandung didalam kesenian tradisional tersebut.Film animasi merupakan salah satu media informasi yang dapat digunakan sebagai salah satu media untuk melestarikannya. Abstract Mawardi, Muhammad Khalid. 2015. Film Animated Design “Damar Kurung” as An Identity TypicalCraft for Gresik Regency. Thesis, Visual Communication Design Study Program, Department of Arts and Design, Faculty of Letters.State University of Malang. Advisor: (I) Drs. Pujiyanto, M.Sn., (II) Joko Samudra, M.T Keywords: Design, Film Animated, Damar Kurung, Gresik Gresik Regency is a regency that is located in the northwest ofSurabaya city. Apart from being atradingarea, Gresik was also a regency in which the entranceof introducing Islam religion inJava. Onetypical craft of Gresikwhichhas the feel ofIslamis is "Damar Kurung". "Damar Kurung" is thecraftofpaperlanterns with framemade ofbamboos that face each other formed in a squareshape and has some pictures in it such as the pictures of puppet in rightcolors which once reflectasocietywith a strongtradition ofreligious life. To preserve the "Damar Kurung" in the era of technological development, the researchcer try to design an animated featured film as a medium of information that is entertaining and useful for people especially those who live in Gresik. The design models used in designing Animated Damar Kurung for Media Recognition as well as an Icon for Gresik Regency use procedural modeling of design method. The design frame work was adopted by SadjimanEbdi Sanyoto and had already been modified as needed. The results of this design was in the form of short animation film with a duration of six minutes and thirty three second that combined animation 3D Motion Graphic animation titled "Behind Damar Kurung" to review about "Damar Kurung",by entering some various aspects of traditional arts. Animated film is one medium of information that can be used as a medium to preserve it.

Penerapan metode permainan simulasi pada mata pelajaran PKn untuk meningkatkan aktivitas belajar siswakelas IX di SMPN 1 Kauman Ponorogo / Rizki Wahyunita W.

 

Kata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, permainan simulasi, aktivitas belajar Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang secara umum bertujuan untuk mengembangkan potensi individu warga negara Indonesia, sehingga memiliki wawasan, sikap, dan keterampilan kewarganegaraan yang memadai dan memungkinkan untuk berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam berbagai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendidikan Kewarganegaraan menuntut siswa menunjukkan sikap yang baik, kreatif, dan bertanggungjawab. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, diketahui bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, metode yang digunakan masih berpusat pada guru (teacher centered), siswa sering pasif dalam kegiatan pembelajaran, jarang bertanya maupun menjawab atau dengan kata lain siswa kurang terlibat secara optimal dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini merupakan salah satu penyebab kurangnya aktivitas belajar siswa. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: (1) bagaimana penerapan metode permainan simulasi untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IX di SMPN 1 Kauman Ponorogo?, (2) apakah metode permainan simulasi dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IX di SMPN 1 Kauman Ponorogo? Untuk mengatasi permasalahan seperti diuraikan diatas, maka peneliti mencoba menerapkan metode permainan simulasi dan menganalisis dampaknya terhadap aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Tahap-tahap dalam penelitian ini meliputi 4 tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini berlangsung dalam 2 tahap, yaitu tindakan I dan tindakan II. Subyek penelitian adalah siswa kelas IX A SMPN 1 Kauman Ponorogo. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan analisis data terdiri atas beberapa kegiatan yang diantaranya yaitu klasifikasi data, penyajian data, dan penilaian keberhasilan tindakan. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa metode permainan simulasi yang diterapkan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran PKn. Peningkatannya adalah dari hasil analisis siklus I, aktivitas belajar siswa sebesar 67.44%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 89.41%. Hasil ini diharapkan akan bermanfaat sebagai informasi bahwa penerapan metode permainan simulasi dapat meningkatkan aktivitas siswa di SMP. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran yang bisa peneliti sampaikan sehubungan dengan metode permainan simulasi adalah bagi guru Pendidikan Kewarganegaraan dianjurkan menerapkan pembelajaran menggunakan metode permainan simulasi pada mata mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan karena siswa memberikan respon yang positif terhadap pembelajaran menggunakan metode ini dan bagi siswa sekolah menengah disarankan agar selalu meningkatkan aktivitas belajarnya agar terbiasa untuk aktif dalam pembelajaran di kelas supaya proses belajar dapat berjalan dengan baik dan menarik

Penyajian tari jaranan turangga yaksa pada grup Satrio Manggala di Kabupaten Trenggalek / Cindy Lestari

 

ABSTRAK Lestary, Cindy. 2015.PenyajianJarananTuranggaYaksa padaGrupSatrioManggala di KabupatenTrenggalek. Skripsi, JurusanSenidanDesainFakultasSastraUniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (1) Dra. Ida S. Herawati, M.Pd,(2)Tutut Pristiati, S.Sn Kata kunci: Penyajian, TariJarananTurangga Yaksa Grup Satrio ManggalaTrenggalek. TariJarananTurangga Yaksa merupakankesenian khasKabupatenTrenggalek. Tari jaranan JarananTurangga Yaksa berasal dari desa Dongko. Sistem penyajiannya telah mengalami perkembangan dari zaman dahulu yang monoton hingga dikreasikan oleh beberapa seniman daerah Kabupaten Trenggalek. Salah satunya yaitu pagelaran atau pertunjukan oleh grup Satrio Manggala yang sering membawa tropi kejuaraan setiap ajang festifal.Karena itu, penelitiinginmengetahuilebihmendalammengenaipenyajian tariJaranan Turangga Yaksayang dilakukanseniman, sehinggaterciptastruktur dan bentuk penyajianJarananTurangga Yaksadi Grup Satrio Manggala. Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikan1) strukturpenyajiantariJarananTurangga Yaksa Grup Satrio Manggaladi Kabupaten Trenggalek; 2) bentuk penyajiantariJarananTurangga Yaksa Grup Satrio Manggaladi Kabupaten Trenggalek. Penelitianinimenggunakanjenispenelitiankualitatifdeskriptif.Lokasipenelitianberada di DesaSumbergedongKecamatanTrenggalek Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur, karenaberdasarkanpengetahuanbahwa di DesaSumbergedongKecamatanTrenggalek Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timurterdapatpaguyubanatau grup keseniantariJarananTurangga Yaksayang mengembangkan penyajiannya dalam setiap penampilannya yang menarik sehingga sering membawa pulang tropi kejuaran disetiap penyajiannya. Grup inisering mengadakan pentas seni yang diadakan di desanya. NarasumberdalampenelitianiniadalahJoko Purwita,danDjamingan.Teknikpengumpulan data dalampenelitianinimelaluiobservasi, wawancaradandokumentasi. Kegiatananalisis data dimulaidaritahapreduksi data, penyajian data danpenarikankesimpulan.Padapengecekankeabsahantemuanmenggunakantekniktriangulasisumberdanmetode. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa: 1)strukturpenyajian tari JarananTurangga Yaksa Grup Satrio Manggalaterdapatpembuka yaitu iringan musik, doa bersama, penghormatan sesepuh, inti maju gawang, perangan, rangkaian ragam danpenutup ucapan terimakasih, musik iringan penutup. 2) bentuk penyajian tari Turangga Yaksa Grup Satrio Manggala terdapat unsur gerak ada ragam gerak, unsur kepala,tangan,badan dan kaki, tata busana penari jaranan, sesepuh, pemusik, penari celeng, penari barongan dan tata rias penari jaranan, penari celengyang dikenakan oleh paguyuban atau grup Satrio Manggala. SaranpenulisuntukmasyarakatDesaPojokSumbergedongKecamatanTrenggalekKabupatenTrenggalek Provinsi Jawa Timur agar lebihmelestarikanbudayadaerahnya.Sertadapatmengajak yang lain untuklebihpedulidanmencintaibudayalokaldaerahnyasertakeseniantariTurangga Yaksa.

Penggunaan paket program eksplorasi penyesuaian diri (paket Pepd) sebagai teknik eksplorasi diri siswa / oleh Nabisi Lapono

 

Hubungan antara interaksi anak dalam keluarga dengan solidaritas teman sebaya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang / Ayang Erlian Madya Putri

 

ABSTRAK Putri, Ayang E rlian Madya. 2015. Hubungan antara Interaksi Anak dalam Keluarga dengan Solidaritas Teman Sebaya pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Andi Mappiare AT M.Pd, (II) Dra. Elia Flurentin M.Pd Kata Kunci: Interaksi anak dalam keluarga, solidaritas teman sebaya Seseorang pertama kali melakukan interaksi dengan keluarganya, kemudian meluas ke lingkungan sosialnya. Keluarga memberikan pengaruh terhadap aspek perkembangan seorang remaja termasuk perkembangan sosialnya. Interaksi yang baik dalam keluarga akan memberikan dampak yang baik dalam perkembangan sosial remaja. Menginjak dewasa, remaja akan lebih sering menghabiskan waktu dengan teman-temannya Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) interaksi anak dalam keluarga pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang, (2) solidaritas teman sebaya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang, (3) hubungan antara interaksi anak dalam keluarga dengan solidaritas teman sebaya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 150 orang siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala interaksi anak dalam keluarga dan solidaritas teman sebaya. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dan teknik korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) banyak siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang memiliki interaksi dalam keluarga yang tinggi dan hasil penelitian menunjukkan siswa mempunyai hubungan yang lebih dekat dengan ibu, (2) cukup siswa memiliki solidaritas teman sebaya tinggi dan sikap solidaritas yang menonjol ialah siswa tidak membeda-bedakan dalam berteman dan siswa dapat membedakan ajakan teman yang tidak sesuai dengan dirinya (3) hal ini menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antar interaksi anak dalam keluarga dengan solidaritas teman sebaya dengan korelasi antara interaksi anak dalam keluarga dengan solidaritas teman sebaya sebesar 0.563 dan p=0.000<0.05,. Berdasarkan hasil penelitian disarankan (1) bagi konselor diharapkan dapat merencanakan secara sistemastis pemberian program bimbingan khususnya pribadi sosial secara khususnya solidaritas teman sebaya agar siswa tidak salah mengartikan makna dari solidaritas teman sebaya dan nantinya tidak terjerumus dalam pertemanan yang negatif dan merugikan bagi dirinya dan orang-orang disekitarnya (2) bagi siswa agar dapat memanfaatkan program bimbingan dan konseling yang ada disekolah untuk nantinya dapat memberikan informasi maupun membantu dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi oleh siswa di dalam bidang pribadi sosial.

Kreativitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran PKn melalui pendekatan pembelajaran tematik (studi di SDN Petungsewu II kelas 1) Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / Agus Setiyawan

 

Kata Kunci: Kreativitas, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendekatan tematik. Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi, atau unsur-unsur yang ada. Yang dimaksud dengan data, informasi, atau unsur-unsur yang ada adalah dalam arti sudah ada sebelumnya, yaitu segala pengalaman yang diperoleh seseorang selama hidupnya, baik selama dibangku sekolah maupun yang dipelajarinya dalam keluarga dan masyarakat. Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang bertujuan membentuk warga Negara yang baik, demokratus, cerdas, religius, dan bertanggungjawab Pembelajaran tematik sebagai pendekatan pembelajaran termasuk salah satu pendekatan pembelajaran terpadu, Istilah pendekatan pembelajaran tematik pada dasarnya adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengkaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui sejauh mana wawasan guru PKn SDN Petungsewu II terhadap pendekatan pembelajaran tematik (2) Untuk mengetahui bagaimana kreativitas guru PKn dalam menyusun rancangan pembelajaran PKn melalui pendekatan pembelajaran tematik dikelas 1 SDN Petungsewu II Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, (3) Untuk mengetahui bagaimana kreativitas guru PKn dalam pelaksanaan pembelajaran PKn melalui pendekatan pembelajaran tematik di SDN Petungsewu II Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, (4) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran PKn melalui pendekatan pembelajaran tematik di SDN Petungsewu II Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, dan (5) Untuk mengetahui bagaimana usaha-usaha yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi hambatan yang timbul dalam pelaksanaan pembelajaran PKn melalui pendekatan pembelajaran tematik di SDN Petungsewu II Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Untuk mencapai tujuan tersebut, data dikumpulkan dengan cara observasi partisipatif, studi dokumentasi serta wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Penelitian dilakukan di SDN Petungsewu II Kelas 1 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang dengan objek penelitian adalah pelaksanaan pembelajaran PKn SD melalui pendekatan pembelajaran tematik. Dari hasil temuan peneliti dilapangan, dalam pelaksanaan pembelajaran PKn melalui pendekatan tematik di SDN Petungsewu II kelas 1 antara lain sebagai berikut ; 1). Rancangan pembelajaran, dalam tahap ini guru PKn Kelas 1 SDN Petungsewu II menyiapkan media pembelajaran tematik yang berupa gambar-gambar yang berhubungan dengan tema yang akan diajarkan kepada siswa. Disini peneliti tidak menemukan guru menentukan tema pembelajaran tematik, karena untuk pelaksanan pembelajaran tematik di SD kelas 1 sampai kelas III pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional memberikan buku panduan pelaksanaan pembelajaran tematik dimana sudah dilengkapi dengan tema pembelajaran untuk masing-masing mata pelajaran. Dengan demikian, guru hanya tinggal menentukan tema penghubung antar mata pelajaran berdasar kesamaan indikator pencapaian dari masing-masing kompetensi dasar. Estela itu guru membuat RPP pembelajaran tematik, 2). Pelaksanaan pembelajaran, dari hasil pengamatan, peneliti melihat bahwa guru bidang studi PKn kelas 1 di SDN Petungsewu II kurang kreatif khususnya dalam hal pengelolaan pembelajaran. Hal ini dikarenakan kurangnya pengalaman guru dalam mengajar, sehingga guru tidak bisa mengelola proses pembelajaran dengan baik. Selain itu media yang dipakai juga kurang bervariasi, yang mengakibatkan siswa tidak antusias dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. . Berdasarkan hasil penelitian di SDN Petungsewu II Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, maka dapat disarankan : 1. Perlu tersedianya media pembelajaran untuk pelaksanaan pembelajaran PKn melalui pendekatan pembelajaran tematik. 2. Guru hendaknya membuat dan menyiapkan sendiri media pembelajaran sebagai sarana pendukung dalam pelaksanaan pembelajarn PKn melalui pendekatan pembelajaran tematik. Media pembelajaran tidak harus mahal, akan tetapi efisien dan lentur (bisa dipakai atau mudah digunakan oleh siswa dan guru). 3. Dalam membuat RPP, guru PKn kelas 1 agar lebih lengkap lagi. Mengingat RPP itu sebagai pedoman mengajar dimana fungsinya agar guru tidak keluar dari materi pembelajaran yang diajarkan. 4. Diharapkan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pelakasanaan pembelajaran PKn melalui pendekatan pembelajaran tematik. Hal ini dikarenakan, dalam penelitian ini banyak kekurangan yang mungkin perlu untuk disempurnakan dan ditindak lanjuti.

Studi tentang kandungan ion nitrit air sumur gali dalam wilayah perusahaan tempe di Sanan Kotamadya Malang / oleh I Wayan Sarman

 

Pemanfaatan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri oleh kelompok tani mandiri di Desa Sekarputih Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi / Ahmad Hario Saputro

 

ABSTRAK Hario Saputro, Ahmad. 2015. Pemanfaatan Dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri oleh Kelompok Tani Mandiri di Desa Sekarputih Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mit Witjaksono, M.S, Ed, (II) Dr. Imam Mukhlis, S.E, M.Si. Kata Kunci: Kelompok Tani, PNPM Mandiri, mesin tlaser, pemberdayaan Kelompok Tani Mandiri yang berada di Desa Sekarputih merupakan salah satu kelompok usaha yang memanfaatkan dana PNPM mandiri jenis Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Kelompok yang terbentuk atas prakarsa para anggota tersebut merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana PNPM Mandiri yang dapat dikatakan berhasil. Dalam kurun waktu yang relatif singkat, Kelompok Tani Mampu mewujudkan kesejahteraan para anggotanya. Oleh karena itu, peneliti memiliki ketertarikan untuk membahas bagaimana kegiatan usaha yang dilakukan oleh kelompok tersebut sehingga mencapai keberhasilan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membahas beberapa hal yaitu latar belakang berdirinya kelompok, pengorganisasian kelompok, pengelolaan dana oleh kelompok, faktor pendukung maupun faktor penghambat kelompok dalam memanfaatkan dana, dan dampak yang dirasakan oleh kelompok dengan adanya dana. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian dituangkan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara peneliti terjun secara langsung ke lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan karakteristik khasnya, dalam penelitian kualitatif ini peneliti sekaligus berperan sebagai intrumen manusia. Untuk keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan uji kredibilitas, uji transferabilitas, depenabilitas, dan konfirmabiliti. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, hingga verifikasi data. Berdasarkan analisi data yang telah dilakukan, peneliti memperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, latar belakang didirikannya Kelompok Tani Mandiri adalah (1) kondisi lahan pertanian di Kecamatan Widodaren yang luas dan produktif, (2) bentuk kepedulian terhadap masyarakat di Desa Sekarputih yang sejak dahulu selalu meminjam mesin tlaser dari desa lain saat panen tiba, (3) mempercepat waktu pekerjaan petani ketika musim panen tiba, dan (4) menghemat biaya buruh yang dikeluarkan ketika pengerjaan dilakukan secara manual. Kedua, untuk mengorganisasikan kelangsungan kelompok, Kelompok Tani Mandiri didirikan dengan beranggotakan masyarakat di lingkup 1 RT. Kelompok mengadakan rapat anggota yang dibedakan menjadi dua, yaitu rapat anggota umum dan rapat anggota khusus. Ketiga, pengelolaan dana yang dilakukan oleh Kelompok Tani Mandiri dibagi ke dalam 3 bagian, yaitu (1) alokasi dana awal, (2) pembagian hasil pengoperasian harian mesin tlaser, dan ( 3) pengalokasian hasil akhir pendapatan kelompok selama tutup buku dilakukan. Keempat, faktor pendukung lancarnya kegiatan adalah keanggotaan yang mudah dikoordinasikan. Kendala yang sering dihadapi oleh Kelompok Tani Mandiri dalam menjalankan kegiatannya adalah (1) anggota yang sering salah paham kepada pengurus harian, (2) adanya tenaga buruh yang terbatas, dan (3) persaingan usaha di bidang yang sama. Kelima, dampak yang dirasakan oleh anggota Kelompok Tani Mandiri setelah adanya bantuan dana PNPM Mandiri antara lain (1) terwujudnya target awal kelompok untuk melunasi pinjaman dana PNPM Mandiri, (2) anggota kelompok tidak lagi meminjam tlaser ke desa lain sehingga waktu memanen padi lebih singkat, dan (3) upah yang diberikan kepada buruh menjadi berkurang karena panen dibantu oleh tenaga mesin dengan waktu yang lebih cepat. Dengan dampak tersebut, pendapatan anggota bertambah jika dibandingkan sebelum mereka memiliki tlaser.

Kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran menggambar dan mewarna di PAUD Nawa Kartika 4 Trenggalek / Dewy Yuhsinu Adna

 

ABSTRAK Adna, Dewy Yuhsinu. 2015. Kompetensi Pedagogik Guru DalamPembelajaran MenggambardanMewarnaDi PAUD Nawa Kartika 4 Trenggalek.Skripsi, Jurusan Seni Dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Tjitjik Sriwardhani, M.Pd., (II) Ike Ratnawati, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci:Kompetensi pedagogik,menggambar danmewarna, PAUD Trenggalek Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan untuk membentuk penyelenggaraan pendidikan yang terarah pada perkembangan dan pertumbuhan anak. Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh kinerja guru dalam lingkup suatu lembaga dan kompetensi pembelajarannya. Salah satu kompetensi pembelajaran anak yaitu kompetensi pedagogik. Dalam penelitian ini diarahkan kepada pendidik yaitu guru, bahwasanya guru yang mengajar di PAUD Nawa Kartika 4 Trenggalek mampumengaktualisasikan potensi peserta didik melalui pembelajaran menggambar dan mewarna. Bardasarkanhaltersebutpenelitiinginmengungkapkanbagaimanakompetensipedagogik guru dalampembelajaranmenggambardanmewarna di sekolahtersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1) kompetensi pedagogik guru dalam merencanakan pembelajaran menggambar dan mewarna; (2) kompetensi pedagogik guru dalam melaksanakan pembelajaran menggambar dan mewarna;dan(3) kompetensi pedagogik guru dalam evaluasi yang dilakukan dalam pembelajaran menggambar danmewarna. Penelitianinimenggunakanpendekatanpenelitiandeskriptifkualitatifdenganmenggunakanwawancara, observasidandokumentasidalam proses pengumpulan data. Respondendalampenelitianiniadalah guru PAUD NawaKartika 4 Trenggalekpadakompetensipedagogikdalampembelajaranmenggambardanmewarna, untukpengecekankeabsahan data di lakukandengantrianggulasi.Sedangkan proses analisis data yang dapatpenelitilaksanakanyaitudengan(1) reduksi data, dengan cara merangkum data sertamemilah-milah data yang diperoleh; (2) penyajian data, dengan pengujian data; (3) penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkandarihasilanalisis data dapatdidiskripsikanbahwa (1) kompetensipedagogik guru dalammerencanakanpembelajaran yang meliputi, kompetensidasar, pembelajaranseniuntukanak PAUD, metodepembelajaran,dan media pembelajaran (2) kompetensi guru dalammelaksanakanpembelajaranmenggambardanmewarnayaitudenganmelihatketrampilandasarmengajar guru berdasarkankurikulum yang di gunakan (3) kompetensipedagogikdalamevaluasi yang dilakukandalampembelajaranmenggambardanmewarna, guru menerapkan penilaian berupa penilaian hasil karya, penilaian unjuk kerja,danpenilaian penugasan atau projek,untukmengetahui perkembangan yang telah di capai oleh peserta didik. Serta disarankanjuga agar kepalasekolahmampumemotifasiuntukmeningkatkantanggungjawab guru sebagaimanadalammerencanakan, melaksanakandanmengadakanevaluasidalampembelajaranmenggambardanmewarnasesuaidengantujuan yang hendakdicapai.

Hubungan antara sikap terhadap praktikum dengan prestasi belajar praktikum mahasiswa jurusan Pendidikan Bangunan pada laboratorium jurusan PTB FPTK IKIP MALANG
oleh Mujib Edikara

 

Pengaruh metode Glen Doman terhadap kemampuan komunikasi anak autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang / Evi Meilina Triastutik

 

Meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan kecepatan melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) pada siswa kelas V SDN Tepas 03 Kabupaten Blitar / Anang Winariyanto

 

Kata Kunci: Pembelajaran Matematika, Kooperatif Tipe STAD, Hasil Belajar Proses pembelajaran matematika di SDN Tepas 03 pada umumnya masih menggunakan metode tradisional. Hal ini dapat diliat dari cara membelajarkan siswa kelas V guru hanya mengandalkan ceramah pada seluruh materi yang diberikan. Sehingga dalam proses kegiatan belajar mengajar terdapat ketimpangan-ketimpangan yang seharusnya tidak ada yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Ketimpangan dalam proses belajar mengajar tersebut antara lain siswa pasif, saat ditanya siswa apakah telah paham terhadap materi yang diberikan guru hanya diam saja dan setelah diberi soal hasilnya tidak sesuai dengan kriteria minimal ketuntasan belajar hal ini dapat diliat dari hasil belajar siswa dari 38 siswa hanya ada 8 siswa yang memperoleh skor nilai 70 atau 20% dan siswanya yang 30 siswa hanya memperoleh skor nilai antara 25 s/d 55 siswa atau skitar 80% siswa mendapat nilai rendah atau tidak sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal belajar matematika. Adanya hal tersebut diatas maka perlu diadakan upaya perbaikan dalam pembelajaran supaya hasil belajar siswa dapat meningkat maka penulis akan menggunakan dan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division). Model ini dipilih karena sesuai dengan keadaan siswa di SDN Tepas 03 yang sangat beraneka ragam mulai dari jenis kelamin, agama, kemampuan akademik, budaya dan lain-lain. Selain itu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat memotivasi siswa khususnya dalam hal bertanya, mengeluarkan pendapat serta mampu bersosialisasi bersama temanya. Dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing individu pada akhirnya dapat saling mengisi antara kekurangan dan kelebihan siswa satu dengan yang lain sehingga siswa dapat lebih mudah memahami materi dan hasil belajar dapat meningkat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) bagai-manakah pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas V SDN Tepas 03 pada pra-tindakan? (2) bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas V SDN Tepas 03 dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD? (3) bagaimanakah peningkataan hasil belajar matematika di kelas V SDN Tepas 03 dari pra-tindakan, siklus I dan siklus II dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD?. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas V SDN Tepas 03 pada tahap pra-tindakan, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dan hasil belajar matematika dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siklus I dan siklus II, (3) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar matematika dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dari pra-tindakan/observasi yang kemudian diimplementasikan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran I yang selanjutnya bila diketemukan hal-hal yang dirasa dapat menghambat kegiatan pembelajaran dan harus perlu diperbaiki maka selanjutnya dapat dibuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran II yang digunakan untuk memperbaiki hasil belajar pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebelumnya dengan mengacu pada permasalahan yang didapat dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran I. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualititatif. Rancangan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga tahap yaitu pra-tindakan, siklus I dan siklus II. Masing-masing tahap terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi dan (4) refleksi. Data dan sumber yang dibutuhakan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar siswa yang meliputi produk dan keterlaksanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara (1) teknik observasi, (2) teknik kuis, (3) teknik kuisioner/angket. Instrumen yang digunakan berupa (1) lembar observasi, (2) kuisioner/angket, (3) kuis/tes, (4) catatan lapangan (field note). Teknik analisa data dipilah menjadi 4 kelompok data, (1) data hasil belajar siswa, (2) data pengamatan pembelajaran kooperatif tipe STAD, (3) data kegiatan mengajar guru, dan (4) data yang diperoleh dari angket siswa. Hasil belajar siswa yang diperoleh pada aktivitas guru pada siklus I memperoleh skor 83,50 atau kualfikasi nilai baik, dan aktivitas guru pada siklus II memperoleh skor 94,50 atau kualifikasi nilai sangat baik. Kesimpulan berdasarkan temuan dari peneliatian ini, diketahui bahwa kegiatan pembelajaran selama pra-tindakan, siklus I dan siklus II dengan mene-rapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika, serta dapat meningkatkan aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam mengembangkan keterampilan kooperatif dalam hal (1) menghargai pendapat orang lain, (2) mengambil giliran dan berbagi tugas, (3) mengundang orang lain untuk bicara, (4) bertanya, (5) mendengarkan dengan aktif, (6) tidak berbeda dalam tugas, (7) bersama-sama memeriksa jawaban. Saran yang diberikan adalah (1) bagi siswa, setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat mengaplikasikan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan kehidupan sehari-hari khususnya dalam hal bekerjasama dan mengeluarkan pendapat, (2) bagi guru, dapat mengembangkan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran lainnya, (3) bagi peneliti lain, penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD perlu dikembangkan lebih lanjut dan lebih bervariasi untuk memperbaiki kekurangan dan memperoleh hasil yang memuaskan.

Fungsi dan kegiatan sumber belajar di beberapa IKIP Negeri / oleh Abdul Karim H. Ahmad

 

Studi perbandingan performansi penyusunan perencanaan tahunan sekolah, antara kepala SMA Negeri dan kepala SMA swasta disamakan di kotamadya Surabaya / oleh Ratna Wahjoeny S.

 

Beberapa faktor kompetensi tutor berdasarkan persepsi warga belajar dan hubungannya dengan prestasi belajar warga belajar kejar paket B setara SLTP di kabupaten Blitar / oleh Agn. I Wayan Suwatra

 

Peningkatan motivasi dan ketuntasan belajar anak TK melalui pemberian hadiah di TK Al Hidayah Sumberjo Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar / Arina Hidayati

 

Kata kunci : Motivasi, motivasi belajar, aktivitas belajar, pemberian hadiah Berdasarkan kenyataan di lapangan, dalam penelitian awal ditemukan bahwa motivasi belajar anak Kelompok B TK Al-Hidayah Sumberjo masih sangat rendah. Hal itu terlihat pada saat proses kegiatan pembelajaran berlangsung, anak kurang memperhatikan penjelasan guru tentang tema yang disampaikan. Anak berbicara terus dengan temannya, tidak mencoba mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Anak terlambat mengumpul tugas atau lembar kerja karena terlalu banyak berbicara dengan temannya. Selain itu ada juga anak yang tidak mau menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru padahal sebelumnya guru sudah memberi petunjuk pengerjaan dan memberi contoh cara mengerjakan . Dari hasil observasi awal, didapat 3 rumusan masalah yang berhubugan dengan masalah-masalah peningkatan motivasi dan ketuntasan belajar anak TK, yaitu (1) bagaimana langkah-langkah kegiatan pemberian hadiah untuk meningkatkan motivasi anak TK; (2) apakah pemberian hadiah dapat meningkatkan motivasi belajar anak TK; dan (3) apakah pemberian hadiah dapat meningkatkan ketuntasan belajar anak TK di TK Al Hidayah Sumberjo Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Penelitian ini dilakukan di TK Al Hidayah Sumberjo Kelompok B yang berjumlah 15 anak, mulai bulan Nopember-Desember 2010. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Adapun tahap-tahap penelitiannya terdiri dari 2 siklus, yaitu meliputi: siklus 1 dan siklus 2 yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan (plan), pelaksanaan (act), pengamatan (observe), refleksi (reflect). Siklus 1 dilaksanakan berdasarkan hasil pengamatan pada kegiatan pra siklus. Siklus 2 dilaksanakan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada pada siklus 1. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, penilaian perkembangan anak dan dokumentasi. Hasil penelitian;(a) guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sudah sangat baik maksudnya sebelum guru memberikan tugas guru menjelaskan cara pengerjaan secara bertahap dan jelas, (b) pada saat kegiatan, guru menggunakan hadiah untuk menstimulus anak mengerjakan kegiatan yang diberikan agar motivasi dan ketuntasan belajar anak meningkat. Hadiah ternyata mampu meningkatkan motivasi dan ketuntasan belajar anak, terbukti 97,5% rata-rata anak sudah tuntas belajar. Hal ini berarti, pembelajaran sudah berhasil. Dari penelitian ini dapat disimpulkan 3 hal, yaitu; 1). Adanya langkah-langkah kegiatan pemberian hadiah;(a) Guru memberi modal 1 tanda bintang kecil pada papan bintang prestasi untuk setiap anak, (b) Anak yang berhasil menyelesaikan kegiatan mendapatkan 1 tanda bintang kecil, (c) Anak yang berperilaku baik juga akan mendapatkan tanda bintang kecil, (d) Anak yang tidak mampu menyelesaikan kegiatan tanda bintangnya akan berkurang, (e) Anak yang berperilaku kurang baik, bintangnya akan berkurang , (f) Tanda bintang akan dihitung pada kegiatan akhir untuk mengetahui siapa yang mendapatkan tanda bintang paling banyak, (g) Anak yang mendapatkan tanda bintang paling banyak berhak menerima hadiah bintang besar. 2). Peningkatan motivasi belajar anak TK melalui pemberian hadiah baik berupa verbal maupun non verbal ternyata sangat efektif digunakan. Hal ini terlihat dari hasil belajar anak rata-rata di kelas mencapai 97,5%. 3). Ketercapaian ketuntasan belajar anak dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan hadiah akan dapat dicapai dengan maksimal, karena anak cenderung ingin meraih hadiah yang akan diterimanya meskipun hadiah yang diperebutkan tidak begitu berharga dari pandangan orang dewasa, namun tanda bintang merupakan suatu tanda keberhasilan dan kebanggaan bagi anak usia dini. Dengan membawa pulang hadiah tanda bintang dia merasa sangat bangga dan bisa menunjukkan hasil kerjanya tersebut kepada orang tua mereka. Diharapkan hasil penelitian ini dapat diteliti lagi kepada kelompok yang lebih luas dan dapat disosialisasikan kepada sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan yang terkait sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Selain hal tersebut karena penelitian ini hanya terbatas pada penelitian tindakan kelas, diharapkan ada penelitian selanjutnya, untuk memperbaiki dan menguji efektifitas hadiah untuk memotivasi belajar anak.

Penerapan media peta untuk meningkatkan hasil belajar IPS kelas IV SDN Wrati II Kecamatan Kejayan Kabupaten Psuruan / Leksono Minto Utomo

 

Kata Kunci : Media Peta, Hasil Belajar, Sumberdaya Alam dan Kegiatan Ekonomi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar ditekankan pada siswa dapat mensistematisasikan bahan, informasi dan atau kemampuan yang telah dimiliki tentang manusia dan lingkungannya menjadi lebih bermakna, lebih peka dan tanggap terhadap berbagai masalah sosial dan bertanggung jawab meningkatkan rasa toleransi dan persaudaraan dilingkungannya sendiri dan antar manusia. Proses pembelajaran yang berjalan di SDN Wrati II secara umum masih menempatkan peserta didik sebagai obyek kegiatan pembelajaran. Proses pembelajaran di kelas diarahkan kepada kemampuan anak untuk menghafal informasi. Otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya. Berdasarkan observasi awal yang peneliti lakukan pada saat proses belajar mengajar di kelas IV SDN Wrati II Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan pada tanggal 06 Agustus 2010, diketahui terdapat beberapa permasalahan pada pembelajaran IPS di kelas tersebut. Dari permasalahan tersebut mengakibatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV kurang optimal yaitu 61,54. Padahal kriteria ketuntasan minimalnya adalah 65. Oleh karena itu, pada penelitian ini dicoba untuk menangani kurang optimalnya hasil belajar IPS dengan menerapkan media peta, melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Ibrahim, dkk (2000:38) peta adalah penyajian visual yang merupakan gambaran datar dari permukaan bumi atau sebagian dari padanya dengan menggunakan titik-titik, garis-garis dan simbol visual lainnya, sehingga dapat menggambarkan lokasi suatu tempat, luas, jarak antar tempat, dan keadaan dalam bentuk perbandingan dengan menggunakan skala tertentu. Sedangkan Latuheru (1988:1) menyatakan bahwa peta adalah gambaran konvensional dari pada permukaan bumi serta fenomena-fenomena yang diperkecil di atas bidang datar yang disesuaikan terhadap skala. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa materi pokok sumberdaya alam dan kegiatan ekonomi dengan menerapkan media peta. Penelitian ini menggunakan desain PTK dengan model Kemmis dan Taggart yang terdiri atas empat fase, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan media peta (peta sumberdaya alam hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan pertambangan di Jawa Timur) dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Wrati II Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan. Hal ini terbukti dari data yang memaparkan hasil belajar pada siswa meningkat dari pra tindakan ke siklus I yaitu dari 61,54 menjadi 70,58 dan dari siklus I ke siklus II yaitu dari 70,58 menjadi 94,23. Semua siswa telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan penerapan media peta (peta sumberdaya alam hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan pertambangan di Jawa Timur) di kelas IV SDN Wrati II Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan pada siklus I berjalan dengan baik meskipun ada beberapa kendala. Namun, hal itu dapat diperbaiki pada siklus II. Adapun saran yang diberikan antara lain yaitu: (1) guru bisa menerapkan media peta (peta sumberdaya alam hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan pertambangan di Jawa Timur) dalam pembelajaran IPS di kelas IV, (2) selain dengan penerapan media peta (peta sumberdaya alam hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan pertambangan di Jawa Timur), guru perlu menerapkan media pembelajaran lain sehingga hasil belajar siswa kelas IV dapat lebih ditingkatkan lagi, (3) penerapan media peta (peta sumberdaya alam hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan pertambangan di Jawa Timur) dalam pembelajaran pada penelitian ini dapat digunakan oleh peneliti-peneliti lain.

Urutan pemerolehan struktur kalimat bahasa Indonesia tulis siswa sekolah dasar di kota Singaraja yang berbahasa ibu bahasa Bali / oleh I Nyoman Merdhana

 

Pendekatan sains-teknologi-masyarakat untuk mencapai literasi sains dan teknologi di sekolah dasar / oleh H. Muhammad Zaini

 

Pengaruh tingkat motivasi terhadap produktivitas kerja pegawai di Universitas Widya Gama Malang oleh Rachma Dewi Wulansari

 

Motivasi kerja dapat mempengaruhi kinerja pegawai, seorang manajer diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara motivasi kerja dengan kinerja tenaga administrasi sekolah yang ada di sekolah. Bila keseimbangan keduanya terjaga dengan baik dan motivasi kerja terus ditingkatkan maka kinerja tenaga administrasi sekolah akan cenderung untuk meningkat. Kinerja itu penting, sebab kinerja pegawai yang optimal akan menghasilkan keluaran (output) yang diharapkan oleh organisasi dan akan mendukung pencapaian tujuan organisasi. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini dilakukan, yaitu untuk mengetahui tingkat motivasi kerja pegawai dan tingkat kinerja tenaga administrasi sekolah pada SMA Negeri di Kota Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-korelasional dengan variabel bebas motivasi kerja (X) dan variabel terikat kinerja tenaga administrasi sekolah (Y). Populasi penelitian ini berjumlah 85 (delapan puluh lima) orang. Jumlah sampelnya adalah 70 (tuju puluh) orang. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan proportional random sampling dengan instrumen kuesioner. Skalanya adalah likert dengan 5 (lima) opsi pilihan jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. ateknik analisis yang dipilih adalah deskriptif persentase dan korelasi product moment. Analisis data dilakukan dengan bantuan komputer yaitu program SPSS 12.00 for windows. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai rhitung sebesar 0,493 (nol koma empat ratus Sembilan puluh tiga). Dari keterangan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi kerja dengan kinerja tenaga adminstrasi sekolah pada SMA Negeri di Kota Malang. Dari kesimpulan tersebut disarankan pada kepala sekolah agar terus meningkatkan kinerja tenaga administrasinya serta terus momotivasi tenaga administrasinya agar kinerja tenaga administrasi sekolah tidak menurun melainkan terus meningkat secara berkesinambungan. Bagi Universitas Negeri Malang dan jurusan Administrasi Pendidikan hendaknya mengadakan kegiatan-kegiatan pelatihan tenaga administrasi sekolah atau seminar mengenai kinerja tenaga administrasi sekolah agar pekerjaan yang dilaksanakan oleh tenaga administrasi sekolah dijalankan dengan baik dan penuh semangat untuk memperoleh hasil kerja yang maksimal. Bagi peneliti lain apabila ingin melakukan penelitian yang sejenis sebaiknya penelitian ini lebih dikembangkan dengan subjek yang bebeda dan lebih mengembangkan variabel dan sub variabelnya serta indikatornya karena IPTEK berkembang dengan sangat cepat.

Studi tentang sikap dan kemampuan wirausaha siswa di SMK PGRI 3 Kota Malang / Andang Nova

 

ABSTRAK Nova, Andang. 2014. “Studi Tentang Sikap dan Kemampuan Wirausaha Siswa di SMK PGRI 3 Kota Malang”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. (II) Drs. Partono, M.Pd. Kata Kunci: Sikap dan Kemampuan, Wirausaha Siswa. Mata pelajaran kewirausahaan bertujuan agar peserta didik dapat mengaktualisasikan diri dalam perilaku wirausaha. Dalam hal ini mata pelajaran kewirausahaan difokuskan kepada perilaku wirausaha sebagai fenomena empiris yang terjadi di lingkungan peserta didik. Sehubungan dengan hal tersebut, peserta didik dituntut lebih aktif untuk mempelajari peristiwa-peristiwa ekonomi yang terjadi di lingkungannya. Dengan adanya pembelajaran kewirausahaan dapat menghasilkan perilaku wirausaha dan jiwa kepemimpinan yang sangat terkait dengan cara mengelola usaha untuk membekali peserta didik agar dapat berusaha secara mandiri. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan : (1) Untuk mendiskripsikan sikap wirausaha siswa di SMK PGRI 3 Kota Malang. (2) Untuk mendiskripsikan kemampuan wirausaha siswa di SMK PGRI 3 Kota Malang. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian deskriptif dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai sikap dan kemampuan wirausaha siswa SMK PGRI 3 Kota Malang. Sampel yang digunakan penelitian ini sebanyak 61 siswa dengan metode Total Sampling. Pengambilan data yang digunakan menggunakan angket. Hasil penelitian diperoleh data bahwa:(1) Siswa memiliki sikap wirausaha berkategori sangat tinggi dengan presentase 29,51%, berkategori tinggi dengan presentase 67,21%, dan berkategori sedang 3,28%. (2) Siswa memiliki kemampuan wirausaha berkategori sangat tinggi dengan presentase 34,43%, berkategori tinggi 62,30%, dan berkategori sedang 3,28%. Kesimpulan yang diperoleh : (1) Sikap wirausaha siswa SMK PGRI 3 Kota malang dikategorikan tinggi, hal ini mengacu pada interval berkategori tinggi pada variabel sikap wirausaha siswa memiliki skor persentasi terbesar . (2) Kemampuan wirausaha siswa SMK PGRI 3 Kota malang dikategorikan tinggi, hal ini mengacu pada interval berkategori tinggi pada variabel sikap wirausaha siswa memiliki skor persentasi terbesar .

Persepsi mahasiswa mengenai jenis-jenis kebutuhan aktualisasi diri studi perbandingan antar berbagai jenis jenjang program diploma,sarjana dan pascasarjana IKIP MALANG / oleh Kasmiati

 

Die fahigkeit der deutschstudent innen im funften semester der ataatlichen universitat Malang zum deklinieren der deutschen worter / Asriyatul Faizah

 

Schlüsselwörter: Beherrschung, Deklination, deutsche Wörter Deklination ist im Deutschen eine der Grammatikmaterialien. Sie ist für Deutschlernende wichtig zu erlernen, weil sie eine große Rolle beim Satzbilden spielt und die vier deutschen Sprachfertigkeiten beeinflussen, nämlich Leseverstehen, Hörverstehen, schriftlichen Ausdruck und mündlichen Ausdruck. Deklination ist eine Formveränderung der bestimmten deutschen Wortarten, und zwar Nomen, Artikel, Adjektiv und Pronomen, nach dem Kasus, Genus und Numerus. In dieser Untersuchung werden nur die Deklination von Nomen, Artikel und Adjektiv untersucht. Diese Untersuchung hat zwei Ziele, nämlich den Grad der Beherrschung der DeutschstudentInnen bei der Deklination der deutschen Wörter zu ermitteln und die Faktoren, die die Beherrschung der DeutschstudentInnen bei der Deklination der deutschen Wörter beeinflussen, herauszufinden. Die Untersuchung wurde an der staatlichen Universität Malang durchgeführt. Die Datenquelle in dieser Untersuchung ist die DeutschstudentInnen des Jahrgangs 2008 im fünften Semester in der regulären Klasse, die an den Vorlesungen Deutsch I, II, III, IV, Struktur und Wortschatz I sowie Deutsche Morphologie teilnahmen. Die verwendete Untersuchungsmethode ist die deskriptive qualitative Methode. Die Verfasserin als Hauptinstrument dieser Untersuchung gebrauchte zwei Hilfsinstrumente, um Daten zu sammeln. Das sind Testsinstrument und Interviewsanweisung. Die Untersuchungsergebnisse zeigen, dass die Beherrschung der DeutschstudentInnen bei der Deklination der Adjektive besser ist als die bei der Deklination der Nomen und Artikel. Der Beherrschungsgrad der Studenten bei der Nomendeklination ist 59, 79 %, bei der Artikeldeklination 64, 94 % und bei der Adjektivdeklination 69, 35 %. Dazu gibt es viele Gründe. Das sind (1) die Eile zum Antworten, (2) Müdigkeit, (3) schwache Konzentration, (4) wenige Sorgfalt beim Antworten, (5) Vergesslichkeit, (6) Unverständlichkeit der Testsaufgabe, (7) Missverständnis mit dem Zweck des Tests, (8) die niedrige Frequenz des Lernens, (9) zu viele Lernmaterialien, (10) keine Erkenntnis über die Bezeichnung der Veränderung von Nomen und Artikel nach dem Kasus, Genus und Numerus als Deklination, (11) Verwirrung mit den Endungen nach dem Kasus, Genus und Numerus, (12) schlechte Beherrschung der Studenten bei der Deklination. Basierend auf den Untersuchungsergebnissen wird es vorgeschlagen: (1) den DeutschstudentInnen, auf die Materialien der deutschen Grammatik, besonders Deklination, mehr zu achten und die Deklination mehr zu üben, (2) den DeutschdozentInnen der Vorlesungen Deutsch I, II, III, IV, Struktur und Wortschatz I sowie Deutsche Morphologie, die besseren Methoden beim Unterrichten der Deklination zu benutzen, (3) den nächsten VerfasserInnen, die Kata kunci: Penguasaan, Deklinasi, Kata Bahasa Jerman Deklinasi adalah salah satu materi Gramatik dalam bahasa Jerman. Deklinasi penting untuk dipelajari, karena deklinasi mempunyai peran penting dalam pembentukan kalimat bahasa Jerman dan mempengaruhi empat keterampilan berbahasa Jerman, yakni Membaca, Mendengar, Menulis, dan Berbicara. Deklinasi adalah perubahan bentuk kelas kata tertentu, yaitu Nomen (Kata Benda), Artikel (Kata Sandang), Adjektiv (Kata Sifat), dan Pronomen (Kata Ganti) berdasarkan Kasus, Genus, dan Numerus. Penelitian ini hanya dilakukan pada deklinasi Nomen, Artikel, dan Adjektiv. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan mahasiswa terhadap deklinasi kata Bahasa Jerman dan untuk menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi penguasaan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang. Sumber data yang digunakan adalah mahasiswa Jurusan Sastra Jerman semester 5 angkatan 2008 kelas reguler yang telah menempuh mata kuliah Deutsch I, II, III, IV, Struktur und Wortschatz I, dan Deutsche Morphologie. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Untuk memperoleh data, peneliti sebagai instrumen utama dalam penelitian ini menggunakan dua instrumen bantuan, yaitu perangkat tes dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguasaan mahasiswa Jurusan Sastra Jerman terhadap deklinasi Adjektiv lebih baik daripada penguasaan terhadap deklinasi Nomen dan Artikel. Tingkat penguasaan mahasiswa terhadap deklinasi dari Nomen adalah 59, 79 %, deklinasi dari Artikel 64, 94 %, dan deklinasi dari Adjektiv 69, 35 %. Ada banyak sebab yang mempengaruhi penguasaan tersebut, antara lain: (1) terburu-buru dalam menjawab, (2) kelelahan, (3) kurang konsentrasi, (4) kurang teliti dalam menjawab, (5) lupa, (6) tidak mengerti perintahnya, (7) salah paham dengan tujuan tes, (8) rendahnya frekuensi untuk belajar, (9) terlalu banyak materi, (10) ketidaktahuan tentang istilah deklinasi untuk perubahan dari Nomen dan Artikel berdasarkan Kasus, Genus dan Numerus, (11) kebingungan mahasiswa terhadap akhiran dari Nomen, Artikel, dan Adjektiv berdasarkan Kasus, Genus, dan Numerus, (12) kurangnya penguasaan mahasiswa terhadap deklinasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka disarankan beberapa hal sebagai berikut: (1) mahasiswa Jurusan Sastra Jerman seharusnya lebih memperhatikan materi gramatika bahasa Jerman, terutama deklinasi, dan lebih banyak belajar deklinasi, (2) dosen-dosen bahasa Jerman mata kuliah Deutsch I, II, III, IV, Struktur und Wortschatz I, dan Deutsche Morphologie hendaknya menggunakan metode yang lebih bagus dalam mengajarkan materi deklinasi,

Strategi mengajar membaca permulaan murid-murid kelas I sekolah dasar tahun ajaran 1992/1993 / oleh Nyoman Suendra

 

Pengembangan bahan ajar berbasis learning cycle 5E dengan mengoptimalkan kecerdasan majemuk untuk siswa kelas X SMA Negeri 1 Malang / Ika Kusmiyati

 

Pengembangan model latihan pembalikan untuk renang gaya ganti perorangan di klub renang Amarta Aquatic Malang / Rahmitha Salsabilla

 

ABSTRAK Salsabilla, Rahmitha 2016. Pengembangan Model Latihan Pembalikan untuk Renang Gaya Ganti Perorangan di Club Renang Amarta Aquatic Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sulistyorini, M.Pd (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd Kata Kunci: Pengembangan, Model Latihan, Gaya Ganti Perorangan, Media Video. Berdasarkan hasil observasi latihan di klub renang Amarta Aquatic Malang,terdapat kesimpulan bahwa pelatih tidak pernah menerapkan program latihan untuk meningkatkan kemampuan pembalikan guling belakang dari gaya punggung ke gaya dada pada nomor gaya ganti perorangan, sehingga atlet juga kurang bisa melaksanakan, bahkan banyak atlet yang masih belum mengetahui adanya pembalikan guling belakang untuk nomor gaya ganti perorangan. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan model latihan pembalikan guling belakang menggunakan media video pada club renang Amarta Aquatic Malang. Model yang digunakan dalam penelitian ini berupa model prosedural dengan langkah-langkah pengembangan merujuk pendapat Borg and Gall. Langkah pengembangan dalam penelitian ini menggunakan 8 langkah. Subjek uji coba meliputi tiga orang ahli, dan atlet renang di club renang Amarta Aquatic Malang. Jenis data berupa data kualitatif dan data kuantitatif dan instrument yang digunakan berupa angket. Teknik analisis data berupa analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari hasil analisis kebutuhan, pelatih dan atlet membutuhkan pengembangan model latihan pembalikan untuk gaya ganti perorangan menggunakan media video. Hasil saran tiga orang ahli menyatakan media dapat digunakan. Hasil uji coba kelompok kecil 93,25% hasilnya cukup valid dan dapat digunakan dengan revisi kecil, sedangkan dari uji coba kelompok besar diperoleh hasil 93,47% artinya sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Berarti penelitian dan pengembangan tentang model latihan pembalikan untuk gaya ganti perorangan menggunakan video dapat diterapkan pada Kegiatan Latihan Klub Renang Amarta Aquatic Malang. Kesimpulan hasil penelitian bahwa model latihan pembalikan untuk gaya ganti perorangan menggunakan media video dapat digunakan pada kegiatan latihan di klub renang Amarta Aquatic Malang. Saran bagi pelatih hasil dari penelitian dan pengembangan model latihan pembalikan untuk gaya ganti perorangan menggunakan video dapat dijadikan salah satu alternatif latihan renang, latihan lebih menarik dan bervariasi

Adressing terms in English translation of Negeri 5 Menara / Rohma Mustika Hayu

 

ABSTRAK Hayu, R.M. 2015. Kata Sapaan pada Novel Terjemahan Bahasa Inggris Negeri 5 Menara. Skripsi. Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aulia Apriana, S.S., M.Pd.; (II) Maria Hidayati, S.S., M.Pd. Kata kunci: kata sapaan, terjemahan, negeri 5 menara Sebagai salah satu novel Indonesia, Negeri 5 Menara menjadi novel yang istimewa karena telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Menganalisis novel terjemahan bahasa Inggris dari Negeri 5 Menara sangatlah menarik karena novel ini menceritakan kehidupan enam anak laki-laki yang berasal dari enam daerah yang berbeda di Indonesia dan mempunyai adat istiadat yang berbeda pula. Salah satu aspek yang menarik dalam novel ini adalah penerjemahan kata sapaan yang digunakan oleh enam tokoh utamanya. Kata sapaan dalam bahasa Indonesia umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dalam bentuk yang paling sederhana. Hal ini disebabkan karena cukup sulit menerjemahkan kata sapaan ke dalam bahasa lain yang mempunyai adat istiadat dan aturan yang berbeda dalam penggunakan kata sapaan tersebut. Dengan demikian, sangat diperlukan strategi yang tepat dalam menerjemahkan kata sapaan untuk memberikan kemudahan bagi para pembaca yang mempunyai latar belakang budaya, adat istiadat serta bahasa yang berbeda. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Proses analisis data dimulai dari pengumpulan data diikuti dengan mengelompokkan, menganalisis dan mendiskusikan temuan dan yang terakhir menarik kesimpulan. Dalam melaksanakan penelitian ini, penulis menganalisis jenis-jenis kata sapaan dan prosedur penerjemahan yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan kata sapaan pada novel Negeri 5 Menara. Negeri 5 Menara dan terjemahan bahasa Inggrisnya yang berjudul The Land of Five Towers dipilih sebagai objek penelitian karena novel ini memiliki keanekaragaman kata sapaan, beberapa diantaranya sulit untuk ditemukan kata padanannya pada bahasa target. Penelitian ini memaparkan enam prosedur penerjemahan yang ditemukan dalam percakapan langsung oleh enam tokoh utama yang menggunakan kata sapaan dalam percakapan mereka. Enam prosedur penerjemahan yang ditemukan pada novel adalah Literal Translation, Transliteration, Componential Analysis, Transference, Adaptation, dan Cultural Equivalent. Dari hasil menganalisis data, ditemukan beberapa kata sapaan dalam novel terjemahan bahasa Inggris yang tidak sesuai dengan padanannya dalam bahasa Indonesia. Beberapa kata sapaan dalam bahasa Indonesia memang sulit untuk ditemukan padanannya ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, sehingga penerjemah menggunakan padanan kata yang paling mendekati maknanya dalam bahasa target. Menggunakan padanan kata yang paling mendekati maknanya merupakan metode yang bisa digunakan penerjemah untuk membantu pembaca memahami konteks dengan lebih mudah. Namun demikian, pada beberapa kasus ada baiknya apabila penerjemah menggunakan prosedur yang disebut borrowing untuk menerjemahkan kata sapaan yang susah ditemukan padanannya dalam bahasa target tersebut. Dengan menggunakan prosedur borrowing, nilai budaya dan sosial yang terkandung dalam kata sapaan tersebut tetap bisa dipertahankan sehingga tidak mengubah nilai budaya dan kekhasan cerita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur yang digunakan oleh penerjemah adalah Literal Translation, Transference, Adaptation, Transliteration, Cultural Equivalent dan Componential Analysis. Dengan demikian, berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan prosedur penerjemahan oleh penerjemah disesuaikan dengan kebutuhan pembaca yang berdasarkan pada latar belakang budaya atau disesuaikan menurut padanannya dalam bahasa target. Pada penelitian ini peneliti juga memberikan beberapa saran. Pertama untuk mahasiswa linguistic penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi tambahan mengenai kata sapaan dan prosedur penerjemahan. Kedua untuk peneliti selanjutnya penelitian ini bisa menjadi referensi untuk melakukan penelitian tentang kata sapaan. Terakhir untuk penulis diharapkan dengan adanya penelitian ini penulis bisa menghasilkan berbagai macam karya yang menggunakan banyak istilah dan kata sapaan dari bahasa daerah di Indonesia.

Pengaruh pemberian pensintesis dan rangkuman dalam pembelajaran IPS terhadap hasil belajar pemahaman konsep di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Teladan MINT) Pontianak / oleh Samion AR.

 

Hubungan persepsi siswa atas kreatifitas guru dan pemanfaatan media pembelajaran dengan hasil belajar kearsipan siswa kelas X APK di SMK Negeri 1 Malang / Nuril Istiqomah

 

ABSTRAK Istiqomah, Nuril. 2015. Hubungan Persepsi Siswa atas Kreatifitas Guru dan Pemanfaatan Media Pembelajaran dengan Hasil Belajar Kearsipan Siswa Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Heri Pratikto, M.Si (2) Drs. H. Mohammad Arief, M.Si Kata Kunci : Persepsi, Kreatifitas Guru, Media Pembelajaran, Hasil Belajar Kreatifitas guru merupakan salah satu upaya untuk memaksimalkan tujuan pembelajaran khususnya di bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan persepsi siswa atas kreatifitas guru dengan hasil belajar siswa, (2) hubungan persepsi siswa atas pemanfaatan media pembelajaran dengan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 142 siswa dengan sampel 100 siswa. Pengambilan sampel ini menggunakan teknik Simple Random Sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa atas kreatifitas guru dengan hasil belajar siswa, (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pemanfaatan media pembelajaran dengan hasil belajar siswa. Saran yang direkomendasikan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah: (1) bagi guru, dapat digunakan sebagai informasi untuk meningkatkan kreatifitas sebagai pedoman di dalam pengajaran dan penemuan metode yang tepat untuk mengontrol cara belajar siswa, (2) bagi siswa, dapat digunakan sebagai informasi dan acuan untuk meningkatkan hasil belajar dengan mencari referensi yang berkaitan dengan materi kearsipan, (3) bagi orang tua, dapat digunakan sebagai informasi untuk memperhatikan kelengkapan dan menyediakan fasilitas belajar siswa, (4) untuk penelitian selanjutnya hendaknya melakukan penelitian dengan variabel lain yang berhubungan dan dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.

Implementasi metode six sigma pada analisis kemampuan proses produksi pol nira encer berbasis distribusi weibull (3p) / Wida Tri Pramita Sari

 

i ABSTRAK Sari, Wida Tri Pramita. 2015. Implementasi Metode Six Sigma pada Analisis Kemampuan Proses Produksi Pol Nira Encer Berbasis Distribusi Weibull (3P), (Studi kasus PG Kebon Agung Malang). Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Susiswo, M.Si. Kata Kunci: pol nira encer, grafik pengendali induvidual distribusi weibull (3P), analisis kemampuan proses, metode Six sigma. Nira encer adalah nira yang telah mengalami proses defikasi dan sulfitasi yang akan masuk ke dalam bejana pengendapan (door clarifer), nira yang keluar dari bejana pengendapan itu merupakan nira jernih atau nira encer. Nira encer yang dihasilkan terdapat beberapa kendala yang mengakibatkan proses produksi nira encer tidak terkendali. Penyebab diantaranya, tebu yang terlalu lama berada di stasiun penerimaan, penambahan susu kapur yang tidak sesuai dan mesin yang belum beroperasi secara maksimal. Sehingga diperlukan pengendalian kualitas agar proses produksi bisa memenuhi spesifikasi pabrik. Dalam penelitian ini digunakan tiga metode dalam menganalisis data pol nira encer. Alternatif solusi yang digunakan diantaranya, grafik pengendali individual berbasis distribusi weibull (3P), analisis kemampuan proses, dan Six sigma. Berdasarkan grafik pengendali pol nira encer CL (Center Line) sebesar 36,312, UCL (Upper Control Line) sebesar 38,4150 dan LCL (Lower Control Line) sebesar 34,445. Hasil analisis kemampuan proses diperoleh, Pp sebesar 1,00 menunjukkan bahwa sebaran pengamatan atau lebar proses sama dengan lebar spesifikasi, Ppk sebesar 1,00 menunjukkan bahwa salah satu ujung dari variasi proses pol nira encer berada dalam batas spesifikasi, dan PPL = PP menunjukkan bahwa proses produksi nira encer baik serta tidak melanggar batas spesifikasi atas maupun batas spesifikasi bawah. Nilai PPM > USL sebesar 1353,73, dan nilai PPM Total sebesar 2698,91 yang berarti bahwa indeks kemampuan dan tingkat kesalahan sebesar 2698,91 produksi nira encer setiap satu juta produksi yang dihasilkan. Proses produksi pol nira encer berada dalam kondisi yang kurang baik dan rata-rata sebagian hasil produksi berada diluar batas spesifikasi. Hasil analisis menggunakan metode Six sigma diperoleh nilai DPO sebesar 7,483 dan nilai DPMO dari hasil produksi pol nira encer sebesar 0,007483 dan nilai sigma 5,38. Hal ini berarti bahwa dalam satu juta produk terdapat 0,007483 produk yang mengalami penyimpangan dan besar kerugian 10 % sampai dengan 15 % dari biaya produksi. Dari hasil analisis diharapkan PG Kebon Agung Malang meninjau proses produksi yang masih belum memenuhi spesifikasi pabrik dan meninjau penyimpangan yang terjadi agar meminimalisir kegagalan pada proses produksi pol nira encer.

Kesalahan siswa dalam menyelesaikan permasalahan Peluang berdasarkan prosedur kesalahan Newman beserta scaffolding-nya / Media Rahmawati

 

ABSTRAK Rahmawati, Media. 2015.Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Permasalahan Peluang Berdasarkan Prosedur Kesalahan Newman Beserta Scaffolding- nya. Skripsi, Pendidikan Matematika. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H Makbul Muksar, S. Pd, M. Si. Kata Kunci: kesalahan siswa, prosedur kesalahan Newman, scaffolding. Keterbatasan kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan berbentuk soal cerita pada materi peluang menjadi alasan siswa melakukan kesalahan sehingga siswa mendapatkan nilai yang rendah pada tes.Salah satu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesalahan-kesalahan siswa tersebut adalah Prosedur Kesalahan Newman. ProsedurKesalahan Newman mencakup (1)kesalahan membaca, (2) kesalahan pemahaman, (3) kesalahan transformasi, (4) kesalahan proses, dan (5) kesalahan penulisan jawaban. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesalahan beserta faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal peluang berdasarkan prosedur Newman.Tujuan lainnya yaitu mengetahui kriteria scaffoldingyang digunakan untuk meminimalkan kesalahan siswa dan yang sesuai dengan Prosedur Newman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif serta jenis penelitian yaitu studi kasus. Dengan menggunakan metode tes dan interview, semua data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan. Penelitian ini menggambil 6 subjek dari 54 siswa kelas sebelas SMA Negeri 3 Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, siswa melakukan kesalahan terbanyak dalam tahap transformasi. Sebanyak 29.63% dari total semua kesalahan dilakukan siswa dalam tahap transformasi. Beberapa penyebabnya adalah salah dalam memodelkan informasi kedalam bentuk matematika, memilih rumus yang tidak tepat, kurang memahami materi kombinasi dan peluang ketika kedua materi tersebut muncul secara bersamaan. Dalam tahap penulisan jawaban akhir, 29.63% kesalahan dilakukan oleh siswa dan penyebabnya adalah jawaban akhir bernilai salah atau akibat dari kesalahan pada tahap sebelumnya. Kesalahan lebih sedikit dilakukan siswa pada tahap keterampilan proses dan tahap memahami. Secara berurutan yaitu sebesar 22.22% dan 18.52% dari semua total kesalahan. Penyebab siswa melakukan kesalahan dalam tahap keterampilan proses adalah siswa ceroboh dalam proses perhitungan sedangkan dalam tahap memahami adalah siswa tidak tepat dalam menentukan hal yang diketahui atau ditanyakan dalam soal. Tidak ada satupun subjek penelitian melakukan kesalahan dalam tahap membaca. Kriteria scaffolding yang bersesuaian degan kategori dalam analasis kesalahan Newman yang digunakan adalah (1) reviewing, (2) explaining, (3) restructuring, dan (4) developing conceptual thinking.Scaffolding diberikan untuk mengurangi banyaknya kesalahan yang dilakukan oleh siswa dan membantu meningkatkan daya pikir siswa sehingga mendapatkan hasil akhir yang lebih baik.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) untuk meningkatkan komunikasi matematis tertulis siswa kelas X KPR-2 SMKN 13 Malang / Nadya Alvi Rahma

 

ABSTRAK Rahma, Nadya Alvi. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) untuk Meningkatkan Komunikasi Matematis Tertulis Siswa Kelas X KPR-2 SMKN 13 Malang. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Makbul Muksar, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: komunikasi matematis tertulis, model pembelajaran kooperatif tipe think talk write Kemampuan komunikasi matematis merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dikuasai siswa karena kemampuan itu merefleksikan pemahaman matematika mereka. Siswa mempelajari matematika seakan-akan mereka berbicara dan menulis tentang apa yang sedang mereka kerjakan. Siswa dilibatkan secara aktif dalam mengerjakan matematika, ketika mereka diminta untuk memikirkan ide-ide mereka atau berbicara dengan mendengarkan siswa lain, dalam berbagi ide, strategi dan solusi. Indikator kemampuan komunikasi matematis tertulis yang akan diukur pada penelitian ini adalah kemampuan siswa menggunakan istilah, tabel, diagram, notasi atau rumus matematis untuk menyatakan hubungan dan gagasan dalam memecahkan masalah matematika secara logis dan lengkap.Salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang memenuhi indikator komunikasi matematis adalah Think Talk Write (TTW). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas sebanyak 2 siklus dimulai dari bulan Oktober sampai dengan bulan Desember. Subjek penelitian adalah siswa kelas X KPR-2 SMKN 13 Malang sebanyak 27 orang tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi matematis tertulis siswa kelas X KPR-2 SMKN 13 Malang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write. Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe think talk write mampu meningkatkan komunikasi matematis tertulis siswa kelas X KPR-2 SMKN 13 Malang. Peningkatan pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write, yaitu aktivitas guru meningkat dari 80,83% pada siklus I menjadi 93,3% pada siklus II dan aktivitas siswa meningkat dari 74.3% pada siklus I menjadi 87,92% pada siklus II. Kemampuan komunikasi matematis tertulis siswa meningkat, yaitu hasil LJW dari 56,13% pada siklus I menjadi 73,75% dan hasil tes akhir siklus dari 59% pada siklus I menjadi 70,3% pada siklus II. Disarankan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write dapat dikembangkan lebih lanjut pada pokok bahasan lain dalam upaya meningkatkan komunikasi matematis tertulis siswa dengan memperhatikan kemampuan prasyarat siswa.

Hubungan antara karakteristik kader kesehatan desa dengan peran aktif mereka dalam melaksanakan tugasnya di kecamatan Lawang, kabupaten Malang / oleh Purwani Tirahiningrum

 

Kinerja pelayanan angkutan bus penumpang umum antar kota pada trayek Madiun-Ponorogo / Dio Natra Pratama

 

Perbedaan hasil belajar dan motivasi belajar materi Larutan Elektrolit-Non Elektrolit antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E dan Learning Cycle 5E-Think Talk Write (TTW) pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Batu / Neni Triwidayanti

 

ABSTRAK Triwidayanti, Neni. 2015. Perbedaan Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Materi Larutan Elektrolit-Non elektrolit antara Siswa yang Dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E dan Learning Cycle 5E-Think Talk Write (TTW) pada Siswa Kelas X SMANegeri2 Batu. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Dr. Hj. Endang Budiasih, M.S., Pembimbing II: Dra. Dedek Sukarningsih M.Pd, M.Si Kata Kunci : Model Pembelajaran Learning Cycle 5E, Think Talk Write, Hasil Belajar, motivasi belajar. Ilmu kimia tumbuh dan berkembang berdasarkan eksperimen–eksperimen yang menghasilkan konsep–konsep, teori, dan hukum. Pembelajaran ilmu kimia sebaiknya dilakukan dengan memberikan fakta–fakta konkrit dalam kehidupan sehari–hari, sehingga dapat menimbulkan proses berpikir siswa untuk memperoleh pengetahuan secara mandiri.Proses berpikir siswa sebaiknya ditunjang dengan pengelolaan pembelajaran yang memposisikan siswa untuk aktif, sesuai dengan paradigma konstruktivis. Model pembelajaran yang sejalan dengan paradigma konstruktivis adalah Learning Cycle. Model pembelajaran Learning Cyclemensyaratkan adanya kerja kelompok. Namun, selama ini kerja kelompok yang digunakan tidak menggunakan pola tertentu. Salah satu model kerja kelompok yaitu model pembelajaran Think Talk Write (TTW)yang memungkinkan untuk di padu dengan Learning Cycle.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui keterlaksanaan pembelajaran, hasil belajar, dan motivasi belajar pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E,dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Think Talk Write (TTW) pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dengan modelpost test only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Batu. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dan diperoleh dua kelas, yaitu kelas X-MIA 3 sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Think Talk Write (TTW), dan kelas X-MIA 2 sebagai kelas kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Instrumen penelitian divalidasi dengan tingkat validasi 74% dengan kriteria baik.Analisis data hasil penelitian dilakukan secara deskriptif dan statistik. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis keterlaksanaan pembelajaran, nilai afektif, dan motivasi belajar siswa.Analisis statistikdengan uji-t independent sample test digunakan untuk menguji perbedaan hasil belajar kognitif siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil keterlaksanaan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Think Talk Write memiliki rata-rata sebesar 89,53% dan hasil keterlaksanaan model pembelajaranLearning Cycle 5E memiliki rata-rata sebesar 89,06%. (2) Ada perbedaan hasil belajar kognitif materi larutan elektrolit dan non elektrolit antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Think Talk Write (TTW),dansiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Rata-rata nilai hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Think Talk Write ( =73,06) lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E ( =65,41). Hasil belajar afektif siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Think Talk Write ( =86,76) lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E ( =85,00), dan (3) Motivasi belajar pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Think Talk Write ( =82,70)lebih tinggi daripada motivasi belajar siswa yang dibelajarkan denganmodel pembelajaran Learning Cycle 5E ( =80,47).

Pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share terhadap minat dan prestasi belajar siswa kelas X SMAN 7 Malang pada materi Reaksi Redoks dan tata Nama Senyawa Kimia / Mukhamad Nasir

 

ABSTRAK Nasir, Mukhamad. 2015. PengaruhPenerapan Model PembelajaranKooperatifTipe Think Pair Share TerhadapMinatdanPrestasiBelajarSiswaKelas X SMAN 7 Malang padaMateriReaksiRedoksdan Tata NamaSenyawa Kimia.Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc, Ph.D.(II) Drs. Muhadi. Kata Kunci: model Think Pair Share, prestasibelajar, minatbelajar, reaksi redoksdantatanamasenyawakimia Pembelajarankimia di SMAN 7 Malang umumnyamasihmenggunakan model konvensionalyang mengakibatkanminatbelajarsiswarendah, keaktifandanketerlibatansiswadalam proses pembelajarankurangsehinggaprestasibelajarmerekatidakmemenuhiharapan, untukmeningkatkankualitasbelajarsiswadiperlukansuatuinovasidalam proses pembelajaran, guru harusbisamemilihdanmenerapkan model pembelajaran yang sesuaidengankebutuhan di kelas. Salah satu model pembelajaran yang dapatdigunakanadalah model pembelajarankooperatiftipeThink Pair Share.Model Think Pair Sharemendorongsiswauntuklebihaktifdanberperandalam proses pembelajaran. Penelitianinidilaksanakanbertujuan (1) mengetahuiketerlaksanaanpenerapan model pembelajarankooperatiftipeThink Pair Sharedan model pembelajaranceramahdantanyajawabpadamaterireaksiredoksdantatanamasenyawakimia, (2) mengetahuipengaruhpenerapanmodel pembelajarankooperatiftipeThink Pair Sharedan model pembelajaranceramahdantanyajawabterhadapminatdanprestasibelajarsiswa. Rancanganpenelitian yang digunakanadalaheksperimentalsemudenganpost-test only control group design. Populasipenelitianadalahseluruhkelas X SMAN 7 Malang.PengambilansampeldilakukandenganteknikCluster Random Sampling.Sampel yang digunakanadalah 2 kelasyaitukelas X-MIA 4 sebagaikelaskontroldankelas X-MIA 5 sebagaikelaseksperimen.Waktupelaksanaanpenelitianadalah 19 Januari 2015 sampai 23 Februari 2015.Instrumen yang digunakanyaituinstrumenperlakuanberupasilabus, rencanapelaksanaanpembelajaran(RPP), handout, danlembarkerjasiswa(LKS) daninstrumenpengukuranberupasoaltes, soalkuis, lembarobservasi, danangket. Teknikanalisis data penelitiandilakukandengancaraanalisisstatistikdandeskriptif. Analisisstatistikdilakukandenganbantuan program SPSS 16 for Windows. Pengujianhipotesismenggunakanindependent samples t-testpadatingkatsignifikansi 0,05. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa(1) keterlaksanaan model pembelajarankooperatiftipeThink Pair Sharedan model pembelajaranceramahdantanyajawabberlangsungsangatbaik, (2) adaperbedaanprestasibelajarantarakelas yang dibelajarkanmenggunakan model pembelajarankooperatiftipeThink Pair Sharedankelas yang dibelajarkanmenggunakan model pembelajaranceramahdantanyajawab, (3)adaperbedaanminatbelajarantarakelas yang dibelajarkanmenggunakan model pembelajarankooperatiftipeThink Pair Sharedankelas yang dibelajarkanmenggunakan model pembelajaranceramahdantanyajawab.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |