Penerapan pakem untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas III SDN Sindurejo 01 Kabupaten Malang / Anggun Eko Ferianto

 

ABSTRAK Ferianto, A E. 2009. Penerapan PAKEM untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas III SDN Sindurejo 01 Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan S 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd.M.Pd. (II) Dra. Hj. Endang Setyo Winarni, M.Pd Kata kunci: PAKEM, aktivitas belajar, hasil belajar, perkalian. Pemilihan model dalam pembelajaran akan menentukan bagaimana proses pembelajaran di dalam kelas. Untuk mengembangkan model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dan menyenangkan dalam pembelajaran, yaitu dengan penerapan pembelajaran PAKEM. Penelitian ini dilakukan di SDN Sindurejo 01 Kabupaten Malang dengan rancangan penelitian tindakan kelas yang meliputi: 1) Perencanan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan 4) refleksi. Hasil observasi terhadap aktivitas belajar siswa yang dilakukan tanpa bimbingan guru atau dengan kemauannya sendiri dalam pembelajaran PAKEM pada siklus 1 diperoleh data sebagai berikut, yaitu keaktifan 32,2%, keberanian 25,8%, kerjasama 35,4%, dan penugasan 38,7% mengalami peningkatan pada siklus 2 mencapai keaktifan 43,3%, keberanian 40%, kerjasama 46,6%, dan penugasan 60%. Sedangkan pada siklus 3 mengalami peningkatan yang signifikan yaitu keaktifan 68,7%, keberanian 65,6%, kerjasama 71,8%, dan penugasan 75% tabel (4.22) Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar matematika pokok bahasan perkalian siswa kelas III SDN Sindurejo 01. Peningkatan terlihat pada nilai individu siswa, nilai rata-rata awal (pre-test) siswa hanya 29,4 (tabel 4.1), masih dibawah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan guru sebesar 65. Setelah dilaksanakan tindakan pada siklus 1 nilai rata-rata siswa menjadi 54,53 (tabel 4.7), Setelah dilakukan tindakan pada siklus 2 didapat nilai rata-rata 81,33 (tabel 4.15), dan pada siklus 3 nilai rata-rata menjadi 90,62 (tabel 4.23). Guru tidak lagi mendominasi dalam pembelajaran, dapat terlihat dari terpenuhinya indikator keberhasilan pemecahan masalah (tabel 4.26) dengan kriteria sangat baik. Secara keseluruhan pelaksanaan pembelajaran PAKEM di kelas III SDN Sindurejo 01 Kabupaten Malang berhasil diterapkan. Hal ini dapat dilihat dari kualifikasi keberhasilan pelaksanaan pembelajaran PAKEM setelah dilaksanakan tindakan pada siklus 1, siklus 2, dan siklus 3. Kualifikasi keberhasilan pelaksanaan pembelajaran PAKEM mengalami peningkatan, dari 58 % dengan kriteria kurang (tabel 4.10) pada siklus 1, menjadi 76,3% pada siklus 2 dengan kriteria baik (tabel 4.18) dan memenuhi kategori sangat baik pada siklus 3 (88,75%) tabel (4.26). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran PAKEM di SDN Sindurejo 01 berjalan dengan baik. Disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan dengan penerapan pembalajaran PAKEM dengan materi dan pembelajaran yang lain.

Analisis perbandingan biaya sekolah pada siswa sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) di Kota Batu / Inmro'atul Ajizah

 

ABSTRAK Ajizah, Imro’atul. 2009. Analisis Perbandingan Biaya Sekolah pada Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Kota Batu. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Bambang Setyadin, M.Pd, (II) Sunarni, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: biaya pendidikan, siswa SLTP, status sekolah, dan jenis kelamin Pendidikan adalah hal yang paling penting bagi setiap manusia untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Hal ini dapat terwujud dengan bantuan dari berbagai pihak salah satu yang paling berpengaruh adalah orangtua siswa, serta peran pembiayaan, sehingga dapat dikatakan bahwa tanpa biaya proses pendidikan tidak akan berjalan. Berkaitan dengan program pemerintah tentang wajib belajar sembilan tahun yang ditetapkan di Indonesia dan kebijakan tentang sekolah gratis, pemerintah meringankan sebagian dari beban orangtua, yaitu membantu dalam pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan bemberikan pinjaman buku di perpustakaan. Sejalan dengan UU No.33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, Pasal 1 Ayat 3 berdampak pada penyerahan sebagian wewenang dari pusat ke daerah. Pemerintah menyerahkan masalah pendidikan ke daerah dan ke masing-masing lembaga pendidikan, sehingga masalah pembiayaan menjadi wewenang lembaga pendidikan tersebut. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2007 terdapat 4 daerah di Jawa Timur yang alokasi anggaran pendidikannya kurang dari 20% dan salah satunya adalah Kota Batu. Rumusan masalah: (1) apa sajakah rincian variabel biaya pendidikan yang dipungut oleh pihak SLTP kepada orangtua untuk pendidikan anaknya di Kota Batu? (2) apa sajakah rincian variabel biaya pendidikan di luar pungutan sekolah, yang harus dikeluarkan oleh orangtua untuk menunjang kegiatan pendidikan anaknya pada jenjang SLTP di Kota Batu? (3) apakah ada perbedaan biaya di antara variasi siswa dan sekolah SLTP di Kota Batu? Hipotesis dalam penelitian ini adalah: ada perbedaan yang signifikan pembiayaan pendidikan antara variasi siswa dan sekolah SLTP di Kota Batu. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Batu. Subjek penelitian adalah siswa SLTP yang jumlahnya 26 sekolah baik SLTP Negeri maupun swasta. Biaya yang diteliti meliputi besarnya biaya langsung yang dipungut oleh pihak sekolah, biaya tidak langsung yaitu biaya penunjang kegiatan pendidikan berdasarkan status sekolah dan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah orangtua siswa SLTP di Kota Batu yang berjumlah 6.969. Teknik penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik proporsional stratified random sampling, jumlah sampel dari populasi tersebut peneliti menggunakan kesalahan 5% sesuai dengan pernyataan Stephen Issac dan Maher Michael W bahwa jumlah populasi 6969 dengan kesalahan 5%, maka sampel yang diambil sesuai dengan pernyataan Issac dan Michael pada tabel adalah 332 siswa. Penelitian ini subjeknya berjenjang mulai Kelas I, II, dan III dan masing-masing jumlah siswanya berbeda.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis komparatif (Anova Satu Jalur/One Way Anova). Komponen biaya yang dikeluarkan oleh pribadi/individu/keluarga siswa SLTP atau dikenal dengan pengeluaran rumah tangga (house hold expenditure) terdiri dari biaya langsung dan biaya tidak langsung. Jenis biaya langsung yang dikeluarkan antara lain: (1) biaya pokok pendidikan yang terdiri dari: pendaftaran ketika masuk SLTP, uang pangkal sekolah/uang pembangunan gedung, daftar ulang pada waktu kenaikan kelas, Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), biaya praktikum, ujian teori dan ujian praktek, (2) biaya untuk membeli perlengkapan studi yang terdiri dari: buku pelajaran/latihan/Lembar Kerja Siswa (LKS), alat tulis, langganan majalah, sewa buku teks, (3) biaya penyelesaian tugas/Pekerjaan Rumah (PR): membeli kertas, pengetikan, penjilidan, foto copy, (4) biaya transportasi yaitu pulang dan pergi sekolah, (5) biaya wawasan ilmu: akses internet, kegiatan intra/ekstra sekolah, biaya kursus/les pelajaran/privat, remidi/mengulang mata pelajaran yang nilainya tidak baik, serta (6) biaya kelulusan: uang wisuda, pengambilan ijazah, dan legalisir. Biaya pendidikan merupakan hasil penjumlahan antara biaya langsung dan biaya tidak langsung, di atas telah dikemukakan mengenai biaya langsung. Selanjutnya, berdasarkan hasil penelitian pada Bab IV jenis biaya tidak langsung atau biaya penunjang kegiatan pendidikan antara lain: (1) biaya asrama atau kos, (2) makan/minum/jajan, (3) biaya komunikasi: telephon, Short Massage Sent (SMS), surat-menyurat, chatting, (4) biaya rekreasi atau tamasya kelas/study tour, (5) biaya kesehatan, yaitu periksa ke dokter/beli obat/olah raga, (6) biaya perawatan: membeli produk kosmetik, dan (6) biaya belanja yang terdiri dari: baju, aksesoris, sepatu. Hasil analisis One Way Anova tentang sub-variabel biaya tidak langsung berdasarkan status sekolah, biaya tidak langsung dan biaya pendidikan menunjukkan, bahwa Ho tak ditolak atau dengan kata lain, tidak ada perbedaan yang signifikan biaya tidak langsung, biaya tidak langsung dan biaya pendidikan antara siswa SLTP Negeri dan Swasta di Kota Batu, sedangkan untuk mengetahui perbedaan biaya pendidikan berdasarkan jenis kelamin, untuk sub-variabel biaya tidak langsung dan biaya pendidikan, bahwa Ho ditolak dengan kata lain ada perbedaan biaya tidak langsung dan biaya pendidikan antara laki-laki dan perempuan. Hasil perhitungan rata-rata diperoleh data, bahwa biaya tidak langsung dan biaya pendidikan antara laki-laki dan perempuan lebih besar perempuan, sedangkan untuk biaya langsung, bahwa Ho tak ditolak atau tidak ada perbedaan biaya langsung antara siswa laki-laki dan perempuan. Penelitian ini mendapatkan hasil, bahwa rata-rata biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh siswa perempuan selama 1 tahun ± Rp 5.618.000,00 dan dalam 3 tahun diperoleh jumlah rata-rata ± Rp 16.854.000,00 dan siswa laki-laki dalam 1 tahun rata-rata biaya pendidikan yang dikeluarkan ± Rp 4.900.550,00 dan dalam 3 tahun diperoleh jumlah rata-rata ± Rp 14.701.600,00 . Biaya pendidikan untuk SLTP Negeri dan Swasta dalam penelitian ini diperoleh jumlah rata-rata yang hampir sama, yaitu untuk SLTP Negeri dalam 1 tahun ± Rp 5.271.900,00 dalam menempuh pendidikan selama 3 tahun biaya yang harus disiapkan oleh orangtua siswa ± Rp 15.815.700,00 dan untuk SLTP Swasta dalam 1 tahun ± Rp 5.246.600,00 dan rata-rata biaya yang harus dipersiapkan orangtua selama 3 tahun ± Rp 15.739.900,00.

Penerapan metode guided note taking untuk meningkatkan proses dan hasil belajar PKn pokok bahasan peraturan pusat dan peraturan daerah siswa kelas V SDN Mulyoagung 04 / Iva Yulia Wahyuning Tyas

 

ABSTRAK Tyas, Iva Yulia Wahyuning. 2009. Penerapan Metode Guided Note Taking Untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar PKn Pokok Bahasan Peraturan Pusat dan Peraturan Daerah Siswa Kelas V SDN Mulyoagung 04. Skripsi Program S1 PGSD Jurusan KSDP Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Sutarno, M. Pd, (2) Dra. Nur Hanifah, M. Pd. Kata Kunci: Metode Guided Note Taking, Proses, Hasil Belajar, PKn, Peraturan Pusat dan Peraturan Daerah Berdasarkan observasi dan wawancara dengan murid kelas lima diketahui bahwa terdapat beberapa permasalahan pada pembelajaran PKn di kelas lima tersebut. Permasalah tersebut antara lain: (1) terjadi kejenuhan peserta didik dengan metode yang digunakan; (2) dominasi guru masih tinggi sehingga proses belajar siswa kurang optimal; (3) hasil belajar siswa masih rendah. Oleh karena itu peneliti untuk menangani permasalahan yang ada dan rendahnya hasil belajar siswa dengan menerapkan metode guided note taking dalam pembelajaran PKn pokok bahasan peraturan pusat dan peraturan daerah pada kelas V SDN Mulyoagung 04. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskrpsikan penerapan metode guided note taking dalam pembelajaran PKn pada siswa kelas V SDN Mulyoagung 04; (2) mendeskripsikan penerapan metode guided note taking dalam meningkatkan hasil belajar siswa PKn siswa kelas V SDN Mulyoagung 04 dan; (3) mendeskripsikan penerapan metode guided note taking dalam meningkatkan proses belajar PKn siswa kelas V SDN mulyoagung 04. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Prosedur tindakan kelas (PTK) terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus menggunakan langkah-langkah: (1) planing-perencanaan; (2)acting & observing-tindakan & pengamatan; (3) reflecting dan; (4) revisi plan-perbaikan rencana. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN Mulyoagung 04 yang berjumlah 32 orang siswa. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah guru sebagai peneliti dan wali kelas V sebagai observer sedangkan instrumen penunjang menggunakan: (1) pedoman observasi; (2) panduan wawancara; (3) dokumentasi dan; (4) soal-soal tes. Hasil penelitian menyimpulkan pembelajaran PKn pokok bahasan peraturan pusat dan peraturan daerah dengan menggunakan metode guided note taking telah berhasil meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas V SDN Mulyoagung 04 yang dapat di tunjukkan dari adanya peningkatan nilai rata-rata dari tes pratindakan sebesar 61,22. Dengan metode guided note taking nilai siswa meningkat pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 71,25 dan Siklus II nilai rata-rata sebesar 85,16. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar penerapan metode guided note taking untuk ditindak dilanjuti oleh guru dan dapat menerapkan yang lebih bervariatif.

Pengaruh leverage dan dividend payout terhadap risiko investasi saham pada perusahaan manufaktur yang listing di bursa efek Indonesia / Erna Mayasari

 

. ABSTRAK Mayasari, Erna. 2010. Pengaruh Leverage dan Dividend Payout Terhadap Risiko Investasi Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi, Jurusan S1 Akuntansi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Bambang Sugeng, M.A., M.M. Ak, Pembimbing (2) Ika Putri Larasati, S.E. M Com. Kata kunci : leverage, dividend payout, risiko Investor yang melakukan invetasi di pasar modal memerlukan pertimbangan-pertimbangan seperti informasi keuangan untuk pengambilan keputusan investasinya. Investasi selalu berkaitan dengan return dan risiko sehingga informasi keuangan diharapkan berguna untuk menilai risiko investasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh leverage dan dividend payout terhadap risiko investasi saham secara parsial. Penelitian ini berupa penelitian asosiatif untuk mengetahui pengaruh leverage dan dividend payout terhadap risiko investasi saham. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur periode 2006-2008. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu yang bertujuan untuk mendapatkan sampel yang representatif. Dengan demikian sampel dalam penelitian adalah seluruh saham perusahaan manufaktur, mengeluarkan laporan keuangan, memperoleh laba, membagikan dividen dan tidak melakukan merger/akuisisi selama periode pengamatan yaitu tahun 2006-2008. Data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan keuangan, harga saham bulanan (closing price) dan indeks manufaktur. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan menggunakan signifikansi 5% secara parsial variabel leverage berpengaruh terhadap risiko investasi saham, sedangkan variabel dividend payout tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk penelitian selanjutnya (1) menggunakan variabel lain seperti asset growth, liquidity dan asset size. Selain dari variabel mikro diatas, juga dipertimbangkan variabel makro seperti suku bunga, inflasi dan nilai tukar yang akan mempengaruhi besar kecilnya risiko sistematis (â) saham di pasar modal, (2) investor hendaknya mempertimbangkan variabel yang signifikan yaitu leverage sebagai bagian dari risiko investasi saham yang akan mempengaruhi besar kecilnya risiko investasi di pasar modal.

Penggunaan pendekatan problem posing untuk penguasaan konsep nilai tempat siswa kelas III di SDN Karangmalang 2, Kec. Kasreman, Kab. Ngawi tahun ajaran 2009/2010 / Sintya Estie Ika Purnama

 

ABSTRAK Purnama, S.E.I. 2009. Penggunaan Pendekatan Problem Posing untuk Penguasaan Konsep Nilai Tempat Siswa Kelas III di SDN Karangmalang 2, Kec. Kasreman, Kab. Ngawi Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Program Studi S1 PGSD Jurusan KSDP Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: 1) Dra. Hj. Endang Setyo Winarni, M.Pd 2) Dra. Sri Harmini, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: Pendekatan Problem Posing, Penguasaan Konsep, Nilai Tempat, Siswa Kelas III SDN Karangmalang 2 Pada penelitian ini penulis bermaksud untuk mendeskripsikan: 1) Penggunaan pendekatan problem posing untuk memperbaiki konsep nilai tempat dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas III SDN Karangmalang 2 Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi; 2) Hasil belajar matematika dari penggunaan pendekatan problem posing terhadap aktivitas belajar siswa kelas III SDN Karangmalang 2 Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian didapat bahwa dari siklus I sampai siklus III prosentase rata-rata penguasaan nilai tempat siswa mengalami peningkatan. Pembelajaran matematika dengan pendekatan problem posing dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Rata-rata hasil belajar matematika siswa sebelum tindakan 45,56. Setelah pelaksanaan tindakan rata-rata prestasi belajar matematika siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II, yaitu dari 65,18 menjadi 68,51 dan mengalami peningkatan dari siklus II ke siklus III, yaitu dari 68,51 menjadi 86,29. Prosentase ketuntasan klasikal sebelum tindakan 0%. Setelah pelaksanaan tindakan meningkat dari siklus I ke siklus II, yaitu dari 33,3% menjadi 94,4% dan mengalami peningkatan lagi dari siklus II ke siklus III, yaitu dari 94,4% menjadi 100%. Bagi guru matematika hendaknya dapat menerapkan pembelajaran konstruktivis dengan pendekatan problem posing karena terbukti dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa dan hasil belajar matematika siswa. Selain itu pembelajaran hendaknya selalu berorientasi pada siswa (student centered) sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan bagi peneliti lain, jika ingin melakukan penelitian yang menggunakan pembelajaran konstruktivis dengan pendekatan problem posing.

Kajian tentang Pemahaman aspek mikroskopis konsep wujud zat melalui model penggambaran mikroskopis pada siswa kelas 1 SMU A. Wahid Hasyim Tebuireng Diwek Jombang Tahun Pelajaran 2002/2003 oleh Ahsanuddin

 

ABSTRAK Ahsanuddin2.0 03.K aiian TentangP emahamanA spekM ilcroskapisK orcep l(uiud ht Melalui Model Penggimbaran Milcroskapu pada Siswa Kelas I SMU A. I4/AHIDH ASYIM TebuirengD iwek JombangT ahunP elajaran 2002/2003. Skripsi.P rogramS tudiP enaidikanK imia FMIPA UniversitasN egeriM alang' lem'bimUing(:l ) Dra. FauziatuFl ajarotrM, 'S, (D' Dra' Nazriati'M 'Si' Katak unci: PenggambaraMni kroskopis,W ujudZ at' BerdasarkanG aris-GarisB esarP rogramP engajaran(G BPP)K wikulum 1994' salahs atut ujuan pengajarank imia di SMUA4A adalaha gars iswam enguasaki onsep konsepk imia dansaltg keterkaitannyas ertap enerapannybaa ikdalam kehidupan sehari-hamri aupund alamt eknologi. secarag aris besar,k onsepkonsepd alam ilmu tiriu Arcto*firtt* dalam dua aspelq yaitu aspek makoskopis dan aspek mikoskopis.e spek makroskopisd igeneralisasikand ari pengamatanla ngsung terhadapg ejalaa lam atauh asif eksp"ti*.n' sepertik onsept entanqwujyd zat' Aspek ;.kt"ri,6ir umumnya dapat diamati oleh panca indera. Aspek mikoskopis adalah *p* y*! beradap uAut ingkut molekulera utt aiUungund ari hal-hal mendasars eperti utio,, iorr,-O^ motitut. fo-nsepm ikroskopisc enderungd apatd inahami^densabna ik oi.tr inai"iAo y*g telah mengembangkakne mampuanb glpiki1 formal Salahs atu ;;k d"ri k"fup-*"jud zat idatah aspek mikroskopis. Oleh karena i@ diperlukan ,*to.od"l sebagai gambaran mikroskopis untuk memahami konsep tersebut. Penelitianin i bertujuanu ntuk:( l) mengetahupi ersentassei swak elasI SMU yang dapatm emberikang ambaranm ikroskopisz at datamw ujudtertentu' dan (2) untuk mengetahupi "tr"nti.. sisway ang dapatm enerapkanp emahamanm ikroskopisd alam menjelaskang ejalam akroskopisp erubahanz at. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Populasi penelitianini adalah siswak elasI sMU A.WahidH asyimT ebuirengD iwek JombangT ahunP elajaran 20o2t2o03yanrge rdiri dari 8 (deiapank) elas,k elasl -l - 1-8.s ampelp enelitian adalahk elas t-s dengan3 5 siswad an kelas l-6 dengan3 7 sisw4 yan-gd iambil secara acakd ari populasi yeIflga da"In strulnenp enelitianb erupat 'eso byektif bentukp ilihan g*au V*g Grdiri dari-l4 butir soal dan pedoman wawancara' Dari hasil verifikasi i'nstnrmen-

Peningkatan kemampuan mendeskripsikan benda melalui media benda konkret pada siswa kelas II MI Al Hikmah Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Nafidah

 

ABSTRAK Nafidah. 2009. Peningkatan Kemampuan Mendeskripsikan Benda Melalui Media Benda Konkret Pada Siswa Kelas II MI AL Hikmah Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar dan Pra sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. H. Rumidjan, M. Pd, (II) Drs. Sjafruddin A.R, S. Pd, M.Pd Kata kunci : Peningkatan Kemampuan, mendeskripsikan benda, benda konkret, Siswa kelas II MI. Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan agar siswa terampil dalam berkomunikasi secara lisan dan tulisan serta menghidupkan karya cipta bangsa Indonesia. Pembelajaran Bahasa Indonesia terdiri dari empat aspek keterampilan utama yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Pada Kurikulum Tingkat Satuan (KTSP) salah satu Kompetensi Dasar yang diajarkan adalah mendeskripsikan benda. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) Mendeskripsikan proses pembelajaran melalui media benda konkret . (2) Mendeskripsikan peningkatan keaktifan belajar siswa dalam mendeskripsikan benda melalui media benda konkret. (3) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan mendeskripsikan benda melalui media benda konkret pada siswa kelas II MI AL Hikmah Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus dilaksanakan satu kali pertemuan dengan durasi waktu 4 x 35 menit. Subjek penelitian siswa kelas II yang berjumlah 15 orang, terdiri dari 8 laki-laki dan 7 perempuan. Instrumen pengumpul data utama adalah lembar observasi dan panduan wawancara untuk guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mendeskripsikan benda siswa kelas II MI AL Hikmah Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan mengalami peningkatan. Pada siklus I hasil yang diperoleh mencapai rata-rata 27% dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan hasil rata-rata 80%. Hasil penilitian menunjukkan kesesuaian dengan hipotesis penelitian yaitu jika siswa kelas II MI AL Hikmah Kecamata Beji Kabupaten Pasuruan dibelajarkan mendeskripsikan benda melalui media benda konkret maka kemampuannya akan meningkat. Berdasarkan hasil dan temuan Penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media benda konkret maka kemampuan siswa dalam mendiskripsikan benda mengalami peningkatan. (1) untuk mempermudah pembelajaran mendeskripsikan benda, disarankan kepada guru untuk menggunakan media benda konkret sebagai media pembelajaran. (2) bagi peneliti, penelitian ini dapat digunakan sebagai langkah awal untuk melanjutkan penelitian serupa.

Peningkatan hasil belajar IPA pada pembelajaran sifat-sifat cahaya melalui eksperimen di kelas V MI Bahrul Ulum Sebani Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan / Maskur

 

Pembelajaran IPA seringkali disampaikan secara konvensional artinya guru masih menerapkan pembelajaran dengan metode ceramah dan pemberian tugas saja, anak tidak diberi kesempatan untuk mengidentifikasi dan menemukan sendiri konsep IPA sehingga peserta didik menjadi malas dan jenuh dan hal ini berakibat terhadap prestasi belajar anak menjadi menurun. Hal ini didukung dari hasil ulangan harian dan hasil tes standarisasi mutu pada semester yang lalu. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran sifat-sifat cahaya melalui eksperimen di kelas V MI Bahrul Ulum Sebani Pandaan Pasuruan; 2) Untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa dengan penggunaan metode eksperimen dalam pembelajaran IPA di kelas V MI Bahrul Ulum Sebani Pandaan Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 2 (dua) siklus . Masing-masing siklus terdiri atas tahapan : Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Standar nilai ketuntasan minimal 70 dengan ketuntasan belajar klasikal 80% dari jumlah subyek penelitian. Subyek penelitian ini adalah guru dan peserta didik kelas V MI Bahrul Ulum. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dan tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa pre tes, pengamatan proses PBM guru, alat penilaian kemampuan eksperimen siswa, pedoman observasi partisipasi peserta didik dalam eksperimen, pedoman kerjasama peserta didik dalam kelompok, dan post tes. Hasil analisis data setelah penerapan pembelajaran dengan eksperimen menunjukkan bahwa : 1) pembelajaran IPA dengan eksperimen, kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran mencapai skor 93,75 dengan prosentase keberhasilan 93,75%; 2) untuk aktivitas belajar secara klasikal mencapai nilai rata-rata kelas 86,67%, dan peningkatan kemampuan eksperimen mencapai 82,67; 3) hasil belajar siswa mencapai nilai rata-rata 86,25 dengan ketuntasan belajar kelas mencapai 86,67%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pelaksanaan eksperimen pada pembelajaran IPA ini mampu meningkatkan semangat belajar anak dalam rangka mengembangkan sikap kritis dan ilmiah dan juga menunjukkan penerapan eksperimen pada pembelajaran IPA siswa kelas V MI Bahrul Ulum mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik, terbukti dari hasil yang diperoleh peserta didik sebelum dan sesudah penerapan metode eksperimen, post tes siklus I dan post tes siklus II yang terus mengalami peningkatan. Saran kepada guru hendaknya menerapkan metode eksperimen dalam pembelajaran IPA dan bidang studi lain yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan sebagai inovasi dalam pembelajaran.

Penerapan model Polya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah matematika di kelas II SDN Tunggul Wulung I Pandaan Pasuruan / Ike Indah Kurniawati

 

ABSTRAK Ike Indah Kurniawati. 2009. Penerapan Model Polya Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Pemecahan Masalah Matematika Di Kelas II SDN Tunggul Wulung Pandaan Pasuruan. Program S1 PGSD. Jurusan KSDP. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Goenawan Roebyanto, M. Pd, (2) Drs. Sutarno, M. Pd Kata Kunci : Model Polya, Pemecahan Masalah Soal pemecahan masalah matematika dirasakan sulit oleh siswa. Untuk menyelesaikan soal pemecahan matematika digunakan model polya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal pemecahan masalah matematika dengan menggunakan model polya. Model polya terdiri dari empat langkah yaitu memahami masalah, merencanakan rencana penyelesaian, menyelesaikan rencana penyelesaian dan melihat kembali hasil yang telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan di SDN Tunggul Wulung I Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan, pada tanggal 9 Nopember sampai 5 Desember 2009. Subyek penelitian adalah kelas II yang terdiri dari 21 siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Kreteria keberhasilan yang digunakan yaitu 80% untuk prosentase nilai rata-rata aktifitas guru dan siswa saat pembelajaran, dan Standar ketuntasan matematika  65 untuk Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan Prosentase nilai rata-rata aktifitas siswa dan guru sudah mencapai > 80%. Dan 21 siswa sudah mencapai ketuntasan sesuai dengan kreteria keberhasilan kemampuan pemecahan masalah yang ditentukan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model polya untuk meningkatkan kemampuan penyelesaian soal pemecahan masalah matematika berhasil dilakukan dan dapat disarankan hendaknya guru lebih membiasakan siswa untuk menyelesaikan soal pemecahan matematika dengan langkah yang runtut sesuai tahapan pemecahan masalah model polya.

Pemanfaatan media mock-up timbangan bilangan untuk meningkatkan hasil belajar operasi hitung pembagian pada siswa kelas II SD Negeri Cobanjoyo I Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Usep Dwi Andrianto

 

ABSTRAK D. Andrianto, Usep. 2009. Pemanfaatan Media Mock-up Timbangan Bilangan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Operasi Hitung Pembagian Pada Siswa Kelas II SDN Cobanjoyo I Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan. Skripsi. Prodi S I PGSD Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn., (II) Drs. Tomas Iriyanto, M.Pd Kata Kunci: Pembelajaran, Media Mock-up Timbangan Bilangan, Hasil Belajar, SD. Matematika merupakan salah satu pendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Rendahnya hasil belajar matematika salah satu penyebabnya adalah daya tarik siswa terhadap mata pelajaran matematika masih kurang. Asumsi yang didapat bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dan membingungkan, terutama dalam menyelesaikan soal-soal pembagian. Peneliti berasumsi bahwa dengan media mock-up timbangan bilangan siswa akan bersemangant dalam mengikuti pembelajaran matematika tentang operasi hitung pembagian sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pembelajaran media mock-up timbangan bilangan untuk meningkatkan hasil belajar matematika operasi pembagian bilangan siswa kelas II SDN Cobanjoyo I, (2) peningkatan hasil belajar materi operasi hitung pembagian pada siswa kelas II SDN Cobanjoyo I setelah dilaksanakan pembelajaran materi operasi hitung pembagian dengan menggunakan media mock-up timbangan bilangan. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK. Subyek penelitian ini ialah siswa kelas II SDN Cobanjoyo I sebanyak 22 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes, lembar observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang dipakai adalah rata-rata dan persentase. Hasil penelitian ini (1) Pelaksanaan pembelajaran operasi hitung pembagian dengan media mock-up timbangan bilangan dapat dilaksanakan dengan baik sesuai RPP yang dibuat, (2) media mock-up timbangan bilangan dapat secara efektif dan efisien digunakan dalam membelajarkan operasi hitung pembagian, (3) membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan siswa lebih termotivasi untuk menyelesaikan soal evaluasi, dan (4) media mock-up timbangan bilangan dapat secara tepat dan mudah dibelajarkan sehingga membuat pembelajaran lebih mengarah ke konsep materi operasi hitung pembagian Simpulan penelitian ini adalah: (1) media mock-up timbangan bilangan dapat meningkatkan hasil belajar operasi pembagian bilangan siswa kelas II SDN Cobanjoyo I, (2) peningkatan hasil belajar dapat di lihat dari nilai rata-rata pretest dan postest pada siklus I meningkat dari 4,27 menjadi 5,72. Sedangkan nilai postest pada siklus II juga meningkat dibanding pada siklus I yaitu dari 5,72 menjadi 6,45. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan: (1) guru dalam pelajaran matematika hendaknya menggunakan media pembelajaran yang efektif bagi siswa yaitu media mock-up timbangan bilangan agar tujuan belajar matematika tercapai, (2) sekolah dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan hendaknya menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menunjung pelaksanaan pembelajaran matematika dengan media pembelajaran, (3) peneliti lain diharapkan dapat melanjutkan untuk mendapatkantemuan yang lebih signifikan.

Peningkatan hasil belajar PKn melalui pembelajaran tematik siswa kelas III di SDN Kedungmlaten Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk / Pristiwana Tri Wilujeng

 

ABSTRAK Wilujeng, Pristiwana Tri. 2009. Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui Pembelajaran Tematik Siswa Kelas III di SDN Kedungmlaten Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Widayati, M.H, (II) Suwarti S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran, Hasil belajar. Model pembelajaran terintegrasi lebih tepat digunakan bagi siswa SD kelas I-III. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III terutama pada mata pelajaran PKn, maka perlu diterapkan suatu inovasi dalam kegiatan pembelajaran yaitu penerapan pembelajaran tematik. Kegiatan Pembelajaran Tematik ini menggabungkan mata pelajaran PKn dengan Bahasa Indonesia. Pada mata pelajaran PKn mempelajari tentang aturan sekolah, sedangkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia mempelajari tentang membuat paragraf. Penelitian ini dilakukan di SDN Kedungmlaten Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk, tanggal 1 November sampai 31 Desember 2009. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Kriteria ketuntasan yang digunakan yaitu ketuntasan individu 65% dan ketuntasan klasikal 70% dengan kategori tingkat keberhasilan belajar siswa yaitu skor 85-100 = sangat baik; 70-84 = baik; 55-69= cukup; 45-54= kurang; dan skor 0-44 masuk kategori sangat kurang. Dengan adanya kriteria tersebut maka dengan mudah akan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa sebelum menerapkan pembelajaran tematik dan setelah menerapkan pembelajaran tematik pada mata pelajaran PKn di kelas III. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa melalui pembelajaran tematik terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini dapat diketahui dari data mulai dari pra tindakan sampai siklus II. Pada pra tindakan dan siklus I terjadi peningkatan ketuntasan individu 22% dan ketuntasan klasikal 6%, kemudian dilanjutkan siklus II terjadi peningkatan ketuntasan individu 19% dan ketuntasan klasikal 4%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan pembelajaran tematik hendaknya dilakukan oleh semua guru, khususnya di kelas rendah yaitu kelas I-III, karena disesuaikan dengan usia siswa.Bagi guru atau peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam melakukan penelitian. Guru ataupun peneliti lain diharapkan untuk melakukan penelitian terhadap penerapan model pembelajaran yang lain agar dapat memberikan inovasi dalam kegiatan pembelajaran dan dapat lebih meningkatkan hasil belajar siswa.

Kapasitas gaya geser maksimum model portal bertulang bambu yang dikekang di jalur gaya takannya dengan penambahan dinding geser / Novidya Indah Sari Suwito

 

ABSTRAK Suwito, Novidya Indah Sari. 2009. Kapasitas Gaya Geser Model Portal Bertulang Bambu yang Dikekang Dijalur Gaya Tekannya dengan Penambahan Dinding Geser, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Prijono Bagus Susanto, S.T., M.T., (2) Muhammad Sulton, S.T., M.T. Kata Kunci: Kapasitas Gaya Geser, Portal Bertulang Bambu, Jalur Gaya Tekan, Dinding Geser Pemanfaatan bambu sebagai alternatif pengganti baja pada portal sangat menarik untuk diteliti, selain keberadaan bambu yang melimpah juga karena bambu mempunyai kuat tarik yang cukup tinggi. Dengan perencanaan portal yang baik dapat menghasilkan struktur portal yang kuat sekaligus daktail. Struktur yang kuat dan daktail dapat diperoleh dengan cara pengekangan (Detailing Confinement). Dengan adanya pengekangan dapat mengurangi bahaya pecah beton (splitting) serta meningkatkan daktilitas penampang beton bertulang. Pada penelitian ini, pengekangan dilakukan pada jalur gaya tekan balok dan kolom. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui gaya geser maksimum dan simpangan maksimum pada model portal bertulang bambu yang dikekang dijalur gaya tekannya dengan penambahan dinding geser saat diberi gaya horisontal tekan dan tarik, (2) untuk mengetahui hubungan gaya geser dan simpangan yang terjadi pada model portal bertulang bambu yang dikekang dijalur gaya tekannya dengan penambahan dinding geser, (3) untuk mengetahui pada daerah zona gempa mana portal bertulang bambu yang dikekang dijalur gaya tekannya dengan penambahan dinding geser mampu menahan gaya geser. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskripsi. Parameter yang digunakan dalam mendeskripsikan data pengujian adalah pembacaan beban horisontal tekan dan beban horisontal tarik, pembacaan besar simpangan yang terjadi akibat pemberian beban tersebut, serta besar gaya geser yang mampu diterima oleh model portal bertulang bambu yang dikekang dijalur gaya tekannya dengan penambahan dinding geser. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: (1) gaya geser maksimum model portal bertulangan bambu yang dikekang dijalur gaya tekannya dengan penambahan dinding geser saat diberi gaya horisontal tekan adalah 3240 kg dan tarik adalah 2508 kg serta simpangan maksimum saat diberi gaya horisontal tekan adalah 56,41 mm dan saat diberi gaya horisontal tarik adalah 39,45 mm, (2) sesuai dengan grafik hubungan gaya geser dan simpangan model portal bertulang bambu yang dikekang dijalur gaya tekannya dengan penambahan dinding geser dapat dsimpulkan bahwa semakin besar gaya geser maka semakin besar pula simpangannya, (3) portal bertulangan bambu yang dikekang dijalur gaya tekannya dengan penambahan dinding geser dapat digunakan pada semua daerah zona gempa di Indonesia. Beberapa saran yang dianjurkan untuk penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut: (1) diperlukan adanya penelitian lebih lanjut tentang kapasitas geser portal bertulangan bambu dengan jumlah benda uji lebih banyak, (2) perlu dilakukan penelitian tentang pondasi bertulangan bambu.

Penerapan lesson study berbasis sekolah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X Penjualan pada mata diklat melakukan negosiasi di SMK PGRI 02 Malang / Sudiana

 

Lesson Study merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan, dalam merencanakan, melaksanakan, mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. Lesson Study bukan sebuah proyek sesaat, tetapi merupakan kegiatan terus menerus yang tiada henti dan merupakan sebuah upaya untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam Total Quality Management, yakni memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terus-menerus, berdasarkan data. Dalam praktiknya di Indonesia Lesson Study dilaksanakan dalam dua bentuk yaitu Lesson Study Lesson Study berbasis Sekolah dan Lesson Study berbasis Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Lesson Study dilakukan berdasarkan tahapan-tahapan secara siklik, yang terdiri dari: (1) perencanaan (plan); (b) pelaksanaan (do); refleksi (check/see). Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa, maka dilakukan observasi (pengamatan) dengan menggunakan instrumen lembar observasi Lesson Study, sedangkan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa ditinjau dari aspek kognitif maka dilakukan perhitunngan selisih persentase ketuntasan belajar secara keseluruhan berdasarkan nilai pre-test dan post-test pada tiap akhir siklus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Lesson Study Berbasis Sekolah pada Proses Pembelajaran Melakukan Negosiasi di SMK PGRI 02 Malang semester I tahun ajaran 2009/2010, yaitu fokus pada kompetensi dasar “Memberikan Tangapan Terhadap Keberatan yang Muncul dari Calon Pelanggan”. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMK PGRI 02 Malang semester I tahun ajaran 2009/2010 yang beralamatkan di Jl. Janti Barat Blok A Malang, pada tanggal 19-31 Oktober 2009. Siswa yang menjadi subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Penjualan (X Pj) program keahlian Penjualan di SMK PGRI 02 Malang yang berjumlah 31 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar observasi,soal tes, angket, wawancara, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan cara membandingkan persentase ketuntasan belajar siswa secara keseluruhan sebelum tindakan diberikan dan setelah tindakan diberikan pada tiap-tiap siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Lesson Study Berbasis Sekolah dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar belajar siswa pada mata diklat Melakukan Negosiasi kelas X Pj di SMK PGRI 02 Malang. Peningkatan aktivitas belajar tersebut ditunjukkan dengan aktifnya siswa ketika kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung, hal membuat siswa tidak bergantung pada gurunya saja dalam menerima pelajaran. Peningkatan hasil belajar dari aspek kognitif sebesar 5,7%, sedangkan peningkatan ketuntasan belajar secara keseluruhan (klaksikal) dari siklus I ke siklus II sebesar 11,5 %. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan pada guru mata diklat lain dan atau pihak sekolah untuk melaksanakan Lesson study Berbasis Sekolah dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Sebelum melaksanakan sebaiknya kegiatan Lesson Study Berbasis Sekolah ini lebih dahulu disosialisasikan kepada guru agar guru-guru di sekolah lebih mengenal kegitan Lesson Study khususnya Lesson Study Berbasis Sekolah.

Pengelolaan pembelajaran IPS kelas VII dalam KTSP di SMP Negeri 10 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Ryke Asriana

 

ABSTRAK Asriana, Ryke. 2009. “Pengelolaan Pembelajaran IPS Kelas VII dalam KTSP di SMP Negeri 10 Malang tahun ajaran 2009/2010”. Skripsi, Jurusan Sejarah FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Joko Sayono, M.Pd., M.Hum. (II) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A. Ph.D Kata kunci: Pengelolaan, IPS, KTSP. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi luas pada setiap satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, tuntutan, dan kebutuhan masing-masing. KTSP sebagai inovasi terbaru dalam rangka peningkatan kualitas kurikulum tidaklah mudah diterapkan secara universal dan instant, bahkan Departemen Pendidikan Nasional menargetkan paling lambat tahun 2009/2010 semua sekolah telah melaksanakan KTSP secara menyeluruh. SMP Negeri 10 Malang merupakan salah satu dari sekolah yang telah menerapkan KTSP sejak dua tahun lalu. Sekolah yang berlokasi di perbatasan paling timur antara Kota Malang dan Kabupaten Malang ini telah menerapkan KTSP pada seluruh mata pelajaran, termasuk IPS. Dalam pelaksanaan pembelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 10 Malang, siswa cenderung pasif dalam mengikuti pelajaran. Karakteristik siswa yang heterogen membuat guru lebih banyak menggunakan metode ceramah dan mengerjakan LKS. Ketika pelajaran berlangsung, siswa tidak memperlihatkan ketertarikan untuk belajar, bahkan ada siswa yang mengatakan sejarah IPS itu membosankan karena lebih banyak menghafalkan. Akibatnya banyak siswa yang pada waktu ulangan harian mendapatkan nilai di bawah KKM yang telah ditentukan sekolah yaitu 68. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 10 Malang bahwa pelaksanaan pembelajaran IPS masih belum maksimal. Banyak permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan pembelajaran, salah satunya yaitu guru mengajar pelajaran yang bukan bidangnya. Rumusan masalah pada penelitian ini, diantaranya (1) Bagaimana pemahaman guru IPS kelas VII di SMP Negeri 10 Malang dalam KTSP . (2) Bagaimana perencanaan pembelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 10 Malang dalam KTSP. (3) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 10 Malang dalam KTSP. (4) Bagaimana penilaian dan monitoring terhadap pelaksanaan pembelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 10 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi yaitu suatu naratif deskriptif yang bersifat menyeluruh disertai penafsiran seluruh aspek-aspek kehidupan dan mendeskripsikan kompleksitas kehidupan dalam hal ini adalah tentang pengelolaan pembelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 10 Malang yang melibatkan bagian kurikulum, guru, dan para siswa. Untuk memperoleh data digunakan metode observasi partisipatif pasif (passive participation), wawancara mendalam (in dept interview), studi dokumentasi. Untuk menguji objektivitas dan keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman guru IPS di SMP Negeri 10 Malang mengenai KTSP sebagian besar masih terbatas hanya mengetahui secara garis besarnya. Dalam perencanaan pembelajaran guru IPS telah menyusun program-program sesuai dengan acuan dalam KTSP. Pengembangan silabus oleh guru IPS masih mengadopsi model silabus dari Depdiknas, selanjutnya model silabus tersebut ditelaah dan disesuaikan dengan kondisi sekolah. Dalam hal penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru IPS diberi kebebasan untuk mengubah, memodifikasi, dan menyesuaikan RPP dengan kondisi sekolah dan karakteristik peserta didik. Pada awal pembelajaran guru IPS melakukan kegiatan apersepsi mengadakan pre-test atau me-review materi yang sebelumnya. Dalam pembelajaran guru telah menerapkan berbagai metode, sumber belajar serta media yang variatif. Evaluasi hasil belajar dilakukan guru melalui penilaian berbasis kelas untuk mengetahui kemampuan siswa dalam aspek penguasaan konsep dan penerapan konsep. Dari hasil penelitian tersebut maka disarankan, (1) Guru hendaknya selalu meningkatkan pemahamannya tentang KTSP dan menerapkannya secara profesional, (2) Guru hendaknya dapat mengembangkan kreatifitasnya sendiri dalam menyusun silabus dengan menyesuaikan kondisi dan potensi sekolah, (3) Guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam penggunaan metode pembelajaran, (4) Bagi pihak sekolah hendaknya secara berkala mengadakan kegiatan seminar, workshop serta rapat kerja mengenai KTSP, sehingga pemahaman guru tentang KTSP akan semakin meningkat.

Manfaat pendidikan dan pelatihan keterampilan tata busana bagi warga belajar paket B dan C (studi kasus di SKB Kota Malang) / Mistianah

 

ABSTRAK Mistianah. 2009. Manfaat Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Tata Busana bagi Warga belajar Paket B dan C (Studi Kasus di SKB Kota Malang). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Anik Dwiastuti, ST,MT (2) Dra. Idah Hadijah Kata-kata Kunci: Manfaat Pendidikan dan Pelatihan, Keterampilan Tata Busana Warga belajar Paket B dan C. Keterampilan tata busana merupakan salah satu program keahlian yang diselenggarakan oleh SKB kota Malang melalui program pendidikan dan pelatihan keterampilan paket B dan C. Tujuan dari program ini adalah menyiapkan tenaga terampil dan siap kerja dibidang busana dan mampu mengelola usaha busana. Pengetahuan, sikap, keterampilan serta pengalaman yang berkaitan dengan keterampilan tata busana diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai kesiapan untuk bekerja atau mencari nafkah khususnya dibidang busana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) Manfaat diklat keterampilan tata busana terhadap peningkatan lifeskills, (2) Manfaat diklat keterampilan tata busana sebagai sumber pendapatan, dan (3) Manfaat diklat keterampilan tata busana dalam membangun jiwa wirausaha bagi warga belajar paket B dan C di SKB kota Malang tahun 2008. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian dilakukan pada seluruh populasi penelitian yaitu warga belajar paket B dan C lulusan diklat keterampilan tata busana tahun 2008 di SKB kota Malang sebanyak 15 responden. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan teknik distribusi frekwensi dan analisis prosentase. Hasil analisa data validitas dalam penelitian tersebut adalah 0,514 dengan reliabilitas 0,931. Hasil penelitian diperoleh bahwa hasil pendidikan dan pelatihan keterampilan tata busana yang berkaitan dengan peningkatan lifeskills sangat bermanfaat dalam peningkatan kognitif, afektif dan psikomotorik yaitu 53,33%. Sedangkan diklat untuk sumber pendapatan bermanfaat 40 %. Diklat untuk menumbuhkan jiwa wirausaha busana sangat bermanfaat 40 %. Hasil penelitian tersebut mengandung implikasi bahwa pendidikan dan pelatihan keterampilan memberikan manfaat bagi warga belajar lulusan diklat keterampilan tata busana yang meliputi peningkatan life skills, sumber pendapatan dan menumbuhkan jiwawirausaha dibidang tata busana. Rekomendasi ini diharapkan warga belajar dapat mempertahankan, meningkatkan dan mengembangkan keterampilan tata busana.

Hubungan antara kepercayaan diri dengan keterampilan komunikasi interpersonal siswa SMA Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar / Dyanita Ratnasari

 

ABSTRAK Ratnasari, Dyanita. 2009. Hubungan antara Kepercayaan Diri dengan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa SMA Negeri 1 Srengat Blitar. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. M. Ramli, M.A. (2) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata kunci: Kepercayaan diri, Keterampilan komunikasi, interpersonal. Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek yang sangat penting bagi remaja dalam pelaksanaan tugas-tugas perkembangan yang berhubungan dengan penyesuaian sosial. Hal ini yang sering menjadi permasalahan. Remaja yang mempunyai tingkat kepercayaan diri yang tinggi maka kemungkinan besar dalam berkomunikasi akan lancar dan remaja tersebut tidak akan menghindari situasi komunikasi. Sebalikanya apabila kepercayaan diri yang dimiliki remaja tersebut rendah maka kemungkinan remaja tersebut akan cenderung kurang terampil dalam berkomunikasi dan cenderung menghindari situasi komunikasi. Dalam hal ini remaja tersebut tidak mau terlibat dalam situasi percakapan, menarik diri dari pergaulan, merasa tidak aman dan hanya berbicara apabila terdesak saja. Keadaan tersebut akan berdampak buruk bagi perkembangan kepribadian remaja baik di ingkungan sosial maupun pada pencapaian hasil studi di lingkungan sekolah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) gambaran kepercayaan diri siswa SMA Negeri 1 Srengat Blitar, (2) gambaran keterampilan komunikasi interpersonal siswa SMA Negeri 1 Srengat Blitar, (3) hubungan antara kepercayaan diri dengan keterampilan komunikai interpersonal siswa SMA Negeri 1 Srengat Blitar. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional, dengan populasi penelitian siswa SMA Negeri 1 Srengat Blitar kelas X dan Kelas XI. Teknik pengambilan sampel yang digunakan teknik Random Sampling. Adapun Pengumpulan data menggunakan instrumen Skala Kepercayaan Diri dan Skala Keterampilan Komunikasi Interpersonal. Teknik Analisis Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis Deskriptif dan teknik Korelasi Product Moment dari Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sangat sedikit (19,81%), siswa SMA Negeri 1 Srengat yang memiliki tingkat kepercayaan diri pada klasifikasi sangat tinggi, banyak (76,42%) siswa SMA Negeri 1 Srengat yang memiliki tingkat kepercayaan diri pada klasifikasi tinggi, dan sangat sedikit (3,77%) siswa SMA Negeri 1 Srengat yang memiliki tingkat kepercayaan diri pada klasifikasi rendah. Adapun untuk keterampilan komunikasi interpersonal menunjukkan bahwa sangat sedikit (6,60%) siswa yang memiliki tingkat keterampilan komunikasi interpersonal pada klasifikasi sangat tinggi, banyak (83,96%) siswa SMA Negeri 1 Srengat yang memiliki keterampilan komunikasi interpersonal pada klasifikasi tinggi, dan sangat sedikit (9,43%) siswa SMA Negeri 1 Srengat yang memiliki tingkat keterampilan komunikasi interpersonal pada klasifikasi rendah. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan program SPSS 13.00 for windows dapat diketahui probabilitas error (Sig.) hubungan antara kepercayaan dengan keterampilan komunikasi interpersonal yaitu sebesar 0,000 dan r hitung sebesar 0,646. Karena nilai probabilitas (sig,)<0,05 maka hipotesis nihilnya (Ho) ditolak dan hipotesa penelitian diterima secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara kepercayaan diri dengan keterampilan komunikasi interpersonal siswa SMA Negeri 1 Srengat. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bahwa konselor hendaknya membantu siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah dan keterampilan komunikasi interpersonal rendah dengan fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat pengentasan, diantaranya dengan memberikan layanan konseling kelompok bagi siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi rendah. Sebaliknya konselor hendaknya membantu siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi dan keterampilan komunikasi interpersonal tinggi dengan memberikan layanan bimbingan dan konseling dengan fungsi bimbingan yang bersifat pengembangan, yang dalam hal ini menjadikan siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi interpersonal tinggi menjadi sangat tinggi dan tidak cenderung ketingkat yang lebih rendah lagi.

Analisis proses afiksasi dalam pembentukan kata bahasa Jerman pada buku Studio d A1 / Rattih Ariyantini

 

ABSTRAK Ariyantini, Rattih. Analisis Proses Afiksasi dalam Pembentukan Kata Bahasa Jerman pada Buku Studio d A1. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tiksno Widyatmoko, M.A (II) Dewi Kartika Ardiyani, S.Pd, M.Pd Kata kunci: Morfologi, Pembentukan kata, Afiksasi, Studio d A1 Afiksasi adalah salah satu jenis pembentukan kata yang proses morfologi pembentukan katanya dengan cara menggabungkan afiks pada kata dasar sehingga memungkinkan membentuk kata dan makna kata yang baru. Selama ini mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami proses pembentukan kata dan perubahan makna kata yang mengalami proses afiksasi. Melalui matakuliah morfologi mahasiswa dapat belajar teori dan konsep pembentukan kata dan proses afiksasi dari sebuah kata. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui proses pembentukan kata bahasa Jerman melalui proses afiksasi yang terdapat pada buku Studio d A1. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan mengetahui proses afiksasi kata berafiks yang terdapat pada buku Studio d A1 yang sedang digunakan sebagai bahan ajar dalam matakuliah Deutsch 1. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori O’Grady, dkk yang menggunakan analisis diagram pohon Bornstein. Teori O’Grady, dkk tersebut memudahkan mahasiswa dalam mengidentifikasi kata berafiks bahasa Jerman dengan sederhana dan lebih jelas apabila dibandingkan dengan teori yang lain. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah buku Studio d A1. Data dalam penelitian ini adalah kata yang mengalami proses afiksasi pada buku Studio d A1. Peneliti sebagai instrumen utama juga dibantu oleh instrumen pemandu yang berupa tabel dan diagram. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) proses pembentukan kata bahasa Jerman yang terdapat pada buku Studio d A1 dibedakan atas tiga yaitu proses pembentukan kata benda/Nomina, pembentukan kata kerja/Verba, dan pembentukan kata sifat/Adjektiva, (2) dari data temuan sufik –er, -isch, -e, -in, -en, -lich, dan –ung adalah data yang mendominasi, (3) kata berprefik be- dan ver- mendominasi data kata yang ditemukan, sebagian besar data kata berprefik termasuk kedalam jenis kata kerja (verba), dan (4) semua kata bersirkumfik yang ditemukan termasuk kedalam jenis kata benda (nomina).

Penerapan pembelajaran CTL untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi bagian-bagian utama tumbuhan bagi siswa kelas II MI Miftahul Ulum 2 Nguling Kec. Nguling Kab. Pasuruan / Susriati

 

ABSTRAK Susriati. 2009. Penerapan Pembelajaran CTL Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Bagian-Bagian Utama Tumbuhan Bagi Siswa Kelas II MI Miftahul Ulum 2 Nguling Kec. Nguling Kab. Pasuruan. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Musa Sukardi, M.Pd, (II) Drs. Imam Nawawi, M.Si. Kata kunci: Penerapan Pembelajaran CTL, hasil belajar, IPA, Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan dan wawancara peneliti dengan guru kelas II MI Miftahul Ulum 2 Nguling yang mendapatkan: (1) hasil belajar IPA siswa kelas II Nguling secara klasikal menunjukkan rata-rata 55,6 kurang dari KKM yang dtentukan yaitu 70, (2) pada RPP yang dibuat guru tentang materi Bagian-bagian Utama Tumbuhan media yang digunakan hanya berupa gambar, dan (3) guru tidak mengajak siswa melakukan pengamatan di luar kelas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran CTL dengan memanfaatkan benda sekitar agar hasi belajar siswa dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar siswa dengan diterapkannya CTL pada pembelajaran IPA. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian tindakan kelas pada semester gasal tahun pelajaran 2009/2010, tepatnya pada bulan Oktober-Desember 2009. Prosedur penelitian menggunakan siklus Kemmis dan Taggart yang tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas II MI Miftahul Ulum 2 Nguling sebanyak 13 siswa, terdiri dari 6 laki-laki dan 7 perempuan. Data penelitian diperoleh dari hasil observasi dan hasil tes. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan CTL mampu meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Pada pratindakan rata-rata hasil belajar yang dicapai siswa sebesar 47,3, pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa secara klasikal meningkat menjadi 70,15, dan pada siklus II rata-rata hasil belajar secara klasikal meningkat menjadi 83,85. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya siswa kelas II MI Miftahul Ulum 2 Nguling. untuk itu disarankan bagi guru IPA SD/MI untuk menerapkan CTL pada materi yang sesuai, misalnya materi Bagian-bagian Utama Tumbuhan sehingga dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran. Bagi sekolah diharapkan dapat menciptakan suasana yang kondusif dengan menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran seperti media sebenarnya agar penerapan CTL pada pembelajaran IPA dapat berlangsung lebih efektif. Bagi peneliti lanjut disarankan untuk dapat menerapkan CTL pada mata pelajaran lainnya yang disesuaikan dengan isi materi sehingga materi yang disampaikan mudah dipelajari, lebih bermakna, dan mudah diingat oleh siswa.

Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI tentang proses pemilu mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di SDN Kebon Waris Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan / Sukri

 

ABSTRAK Sukri,2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Metode Jigsaw Untuk Mening katkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI Tentang Pemilu Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ( Studi di SDN Kebonwaris Kec.Pandaan Kab.Pasuruan ) Skripsi ,Program Studi S.1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP,Universitas Negeri Malang Pembimbing Pembimbing ( 1 ) Drs.Imam Nawawi,M.Pd , (2) Dra.Sri Sugiharti,M.Pd Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw,Hasil Belajar,PKn. Disetiap sekolah dan berbagai jenis tingkatan lembaga pendidikan khusus Sekolah Dasar maupun Madrasah Ibtidaiyah masih banyak dalam penyam paian materi yang dilakukan guru dengan konvensional yang membuat siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar . Penyampaian materi yang dilaku kan guru dengan metode konvensional khusus tentang kompetensi dasar proses Pemilu yang membuat siswa kurang aktif. Pembelajaran konvensional ini membuat siswa menjadi pasif karena sebagian besar aktivitas didominasi oleh guru. Dengan demikian perlu dilakukan pembelajaran yang dapat meningkat kan aktivitas maupun hasil belajar siswa tentang Pemilu salah satunya dengan pembelajaran kooperatif model jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur penerapan metode jigsaw , aktivitas belajar siswa dan peningkatan hasil belajar tentang kompeten si dasar Pemilu bagi siswa kelas VI mata pelajaran PKn di SDN Kebonwaris Kecamatan Pandaan dengan jumlah siswa 36 yang terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data meliputi: tes di awal dan akhir siklus, observasi aktivitas dan keterampilan kooperatif siswa, wawancara dan catatan lapangan. Langkah pembelajaran yang berorientasi pada metode pembelajaran kooperatif model jigsaw adalah (1) menyajikan rencana dan tujuan pembela jaran dan memotivasi siswa, (2) menyajikan informasi, (3) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar, (4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, (5) evaluasi, dan (6) penghargaan kelompok. Hasil penelitian menunjukkan data aktivitas siswa mengalami pening katan yaitu pada siklus I dengan rata-rata 50,0 % dengan taraf keberha silan "cukup" sedangkan pada siklus II dengan rata-rata 86,1 % dengan taraf keber hasilan "baik". Sedangkan peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari peningkatan rata-rata kelas tiap siklus. Pada siklus I rata-rata kelas meningkat dari 66,8 % menjadi 82,0 % pada siklus II , dan prosentase siswa pada siklus I tuntas belajar yaitu 8,3 % menjadi 100 % pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pembela jaran kooperatif model jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar tentang Pemilu Mata pelajaran PKn siswa kelas 6 SDN Kebonwaris Kecamatan Pandaan , sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternative model pembelajaran PKn dan dapat disarankan kepada guru untuk menerapkan pembelajaran kooperatif model jigsaw karena dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa.

Peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran PKn menggunakan metode role playing pokok bahasan sistem pemerintahan desa dan kecamatan di kelas IV SDN Kebonagung 05 Kab. Malang / Tri Istikhomah

 

ABSTRAK Istikhomah, Tri. (2009), Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran PKn Pokok Bahasan Sistem Pemerintahan Menggunakan Metode Pembelajaran Role Playing Pada Siswa Kelas IV SDN Kebonagung V Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn, Pembimbing (II) Drs. Imam Nawawi, M.Si. Kata Kunci: Metode Role Playing, Hasil Belajar, PKn SD. Pembelajaran PKn diSDN masih menggunakan pembelajaran yang masih tradisional. Dalam pembelajaran guru sering menggunakan metode ceramah, Tanya jawab dan penugasan secara mandiri. Dengan demikian pembelajaran masih di dominasi oleh guru dan dalam penyampaian materi pelajaran, sedangkan siswa hanya dituntut untuk mendengarkan secara tertib dan tenang tanpa terlibat langsung dalam pembelajaran tesebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) perencanaan metode Role Playing dalam pembelajaran PKn, (2)penerapan metode Role Playing dalam pembelajaran PKn, (3)peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode Role Playing pada pelajaran PKn. Pada peningkatan hasil pemmbelajaran PKn pada materi sistem pemerintahan yang menggunakan metode role playing pada penelitian ini terdiri atas perencanaan, penerapan, dan peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu pendekatan dalam penelitian yang berbasis kelas atau sekolah untuk melakukan pemecahan berbagai permasalahan yang digunakan dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan. Penelitian Tindakan Kelas adalah bentuk praktis yang dilaksanakan oleh guru untuk menemnukan solusi dari permaslahan yang timbul dari kelasnya agar dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran dikelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas IV SDN Kebonagung V Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang mengalami peningkatan dari siklus I menjadi 59,1 dan pada siklus II 78,2 dari hasil siklus ke siklus II mengalami peningkatan menjadi 5,20 atau 19,1% setelah digunakan metode pembelajaran role playing. Peningkatan hasil belajar siswa SDN Kebonagung V Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang pada mata pelajaran PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) perlu peningkatan lagi melalui upaya-upaya yang berkesinambungan, dan pembelajaran hendaknya selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk memunculkan gagasan-gagasan maupun pertanyaan-pertanyaan, baik secara lisan maupun tulisan, hal ini dapat hasil belajar siswa lebih meningkat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa metode role playing dapat meningkatkan hasil belajar.Berikut adalah kesimpulan dari hasil penelitian ini, Perencanaan pembelajaran bermain peran (role-playing) pada pelajaran PKn pada pokok bahasan sistem pemerintahan dikelas IV dapat menumbuhkan semangat belajar siswa

Meningkatkan kemampuan berbicara dengan pembelajaran kooperatif model struktural pada siswa kelas IV SDN Rebalas Grati Pasuruan / Muhammad Arifin

 

ABSTRAK Arifin, Muhammad. 2009. Meningkatkan Kemampuan Berbicara dengan Pembelajaran Kooperatif Model Struktural pada Siswa Kelas IV SDN Rebalas Grati Pasuruan. Skripsi, Program Studi S1-PGSD, Jurusan KSDP, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, M.Pd; (2) Drs. Harry Poerwanto, M.Pd. Kata kunci: kemampuan berbicara, pembelajaran kooperatif struktural. Dalam rangka mengembangkan perbaikan paradigma siswa belajar saat ini dikembangkan pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning). Model kooperatif dirancang agar setiap individu dapat bekerja sama dan saling bergantung satu sama lain dalam suatu struktur dan tujuan. Pembelajaran kooperatif model struktural dapat membentuk keterampilan siswa, dimana siswa dapat berkomunikasi dengan baik dalam mengekspresikan kepada lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil survey terhadap siswa kelas IV SDN Rebalas Grati Pasuruan kemampuan berbicara anak masih tergolong rendah, hal itu dapat dilihat dari segi pelafalan, intonasi, pilihan kata, struktur kalimat, penguasaan naskah atau materi, dan kesungguhan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Berdasarkan hal tersebut peneliti mengangkat judul “Meningkatkan Kemampuan Berbicara dengan Pembelajaran Kooperatif Struktural pada Siswa Kelas IV SDN Rebalas Grati Pasuruan. Metode penelitan yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbentuk tindakan kelas dan direncanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian siswa kelas IV SDN Rebalas Grati Pasuruan. Instrumen penelitian (1) panduan observasi, (2) panduan wawancara, (3) lembar kerja siswa (LKS), (4) lembar tes/soal, (5) refleksi. Analisis data terdiri dari reduksi data, sajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian, adanya peningkatan hasil kemampuan berbicara siswa kelas IV SDN Rebals Grati Pasuruan. Hal itu dapat dilihat dari presentase ketuntasan pada siklus I sebesar 47%, siswa yang tuntas sebanyak 11 siswa dan 12 siswa belum tuntas, meningkat pada siklus II menjadi 78%, 18 siswa tuntas dan 5 siswa belum tuntas. Kesimpulan implementasi pembelajaran kooperatif model struktural dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas IV SDN Rebalas Grati Pasuruan. Saran bagi guru penelitian pembelajaran kooperatif model struktural dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam teknik pembelajaran bahasa Indonesia untuk meningkatkan hasil belajar siswa di dalam kemampuan berbicara. Bagi peneliti lain dapat dijadikan acuan untuk mengadakan penelitian yang sejenis dengan permasalahan yang lain.

Kapasitas gaya geser model portal bertulang bambu yang dikekang di jalur gaya tekan Kotsovos / Ningsih Fitriani

 

ABSTRAK Fitriani, Ningsih. 2009. Kapasitas Gaya Geser Model Portal Bertulang Bambu yang Dikekang Dijalur Gaya Tekan Kotsovos, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Prijono Bagus Susanto, S.T., M.T., (2) Drs. Boedya Djatmiko, S.T., M.T. Kata Kunci: Kapasitas Gaya Geser, Portal Bertulang Bambu, , Jalur Tekan Kotsovos. Penggunaan bambu sebagai alternatif pengganti baja pada portal sangat menarik untuk diteliti, karena bambu mempunyai kuat tarik yang cukup tinggi. Perencanaan yang baik pada portal bertulang bambu akan menghasilkan struktur yang kuat dan daktail. Untuk memperoleh struktur yang daktail dapat diperoleh dengan pengekangan yang baik (Detailing Confinement). Pengekangan dapat mengurangi bahaya pecah beton (splitting) dan meningkatkan daktilitas penampang beton bertulang. Pada penelitian ini, pengekangan dilakukan dijalur gaya tekan Kotsovos. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui gaya geser maksimum dan simpangan maksimum pada model portal bertulang bambu yang dikekang dijalur gaya tekan Kotsovos saat diberi gaya horisontal tekan dan tarik, (2) untuk mengetahui hubungan gaya geser dan simpangan yang terjadi pada model portal bertulangan bambu yang dikekang dijalur gaya tekan Kotsovos, (3) untuk mengetahui dizona gempa manakah portal bertulang bambu yang dikekang dijalur gaya tekan Kotsovos Rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode deskripsi. Untuk mendeskripsikan data hasil pengujian, parameter yang digunakan adalah pembacaan beban horisontal tekan dan beban horisontal tarik, pembacaan besar simpangan yang terjadi akibat pemberian beban tersebut, serta besar gaya geser yang mampu diterima oleh model portal bertulangan bambu yang dikekang dijalur gaya tekan Kotsovos. Dari hasil penelitian diperoleh: (1) gaya geser maksimum model portal bertulangan bambu yang dikekang dijalur gaya tekan Kotsovos saat diberi gaya horisontal tekan dan tarik adalah 483 kg dan simpangan maksimum saat diberi gaya horisontal tekan adalah 64,212 mm dan saat diberi gaya horisontal tarik adalah 38,313 mm, (2) dari garfik hubungan gaya geser dan simpangan model portal bertulangan bambu yang dikekang dijalur gaya tekan Kotsovos dapat dsimpulkan bahwa semakin besar gaya geser semakin besar simpangannya, (3) portal bertulangan bambu yang dikekang dijalur gaya tekan Kotsovos dapat diaplikasikan di semua zona gemap di Indonesia. Beberapa saran yang diharapkan untuk penelitian selanjutnya adalah: (1) perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang kapasitas geser portal bertulangan bambu dengan jumlah benda uji lebih banyak, (2) perlu dilakukan penelitian tentang pondasi bertulangan bambu.

Perbandingan perhitungan volume tanah secara manual dan berbasis komputer untuk pekerjaan galian dan urugan / Arista Ardiana

 

ABSTRAK Ardiana, Arista. 2009. Perbandingan Perhitungan Volume Tanah Secara Manual dan Berbasis Komputer untuk Pekerjaan Galian dan Urugan. Skripsi. Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Titi Rahayuningsih, M.Si., (II) Drs. Eko Setyawan, S.T., M.T. Kata kunci: Volume ,Perhitungan Manual, Berbasis Komputer, Galian, Urugan Perhitungan volume tanah banyak diperlukan dalam Pekerjaan Teknik Sipil, khususnya untuk proyek pembangunan yang memerlukan penggalian dan pengukuran. Semua kegiatan menggali, mengangkut, menimbun dan memadatkan tanah harus diperhitungkan secara benar sehingga mencapai keseimbangan. Keseimbangan volume tanah galian dan urugan dapat memperkecil biaya yang dibutuhkan. Biaya tersebut dapat dirancang apabila perencana dapat menghitung lebih dahulu berapa volume tanah yang dibutuhkan atau yang dipindahkan secara tepat. Untuk menghitung volume galian dan urugan menggunakan metode manual dan berbasis komputer dengan Software Land Desktop. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk (1) mengetahui hasil perhitungan volume tanah galian dan urugan dengan menggunakan perhitungan manual (2) mengetahui hasil perhitungan volume tanah galian dan urugan dengan menggunakan Software (3) mengetahui perbedaan hasil perhitungan volume tanah dari perhitungan manual dengan Software. Perhitungan volume galian dan urugan tanah pada skripsi ini menggunakan data hasil pengukuran di daerah Bandulan. Jumlah data yang digunakan sebanyak 140 data. Volume dihitung dengan metode manual dan menggunakan Software. Hasil perhitungan volume galian dan urugan dari kedua metode tersebut menunjukkan adanya perbedaan. Perbedaan ini disebabkan karena skala peta yang digunakan dan ketepatan penempatan titik apung (floating mark) pada saat merunut (mengikuti) garis kontur sebagai batas pengukuran luas. Semakin besar skala peta yang digunakan, semakin tinggi tingkat keakuratannya. Hasil perhitungan volume tanah secara manual, yaitu: galian pada area I (elevasi tanah 3,20 sampai 3,80) sebesar 713,932 m3, galian pada area II (elevasi tanah 0,40 sampai 2,00) sebesar 932,943 m3 dan urugan pada area III (elevasi tanah -3,00 sampai -6,20) sebesar 506,250 m3. Hasil perhitungan volume tanah menggunakan Software, yaitu: galian pada area I sebesar 697,682 m3, galian pada area II 915,672 m3 dan urugan pada area III 499,248 m3. Persentase perbedaan hasil perhitungan volume tanah secara manual dan menggunakan Software, yaitu: galian pada area I sebesar 0,817%, galian pada area II 0,849% dan urugan pada area III 0,362%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa volume tanah yang dihasilkan dengan menggunakan Software lebih kecil dari pada perhitungan dengan metode manual.

Penerapan metode pembelajaran kolaborasi think pair share-talking stick untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di kelas X AK 3 SMK Negeri 2 Blitar / Noviana Tria Vamela

 

ABSTRAK Tria Vamela, Noviana. 2009. Penerapan Metode Pembelajaran Kolaborasi Think Pair Share-Talking Stick Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi di Kelas X Ak 3 SMK Negeri 2 Blitar. Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si., Ak. Pembimbing (2) Dr. Dyah Aju Wardhani, M.Si., Ak Kata Kunci: Metode Pembelajaran Kolaborasi Think Pair Share-Talking Stick, Prestasi Belajar Masalah yang sering dijumpai dalam proses belajar mengajar adalah siswa yang masih bersikap pasif dalam menerima pelajaran dan cenderung kurang berani dalam mengemukakan ide serta presentasi di depan kelas. Hal ini mengakibatkan prestasi belajar siswa menjadi kurang optimal. Salah satu alternatif metode pembelajaran yang bisa digunakan guru dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa adalah metode pembelajaran kolaborasi Think Pair Share-Talking Stick. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan metode pembelajaran kolaborasi Think Pair Share-Talking Stick dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di kelas X Ak 3 SMK Negeri 2 Blitar. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Ak 3 SMK Negeri 2 Blitar. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah soal tes, rubrik penilaian, lembar observasi, pedoman wawancara, dan catatan lapangan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa penerapan metode pembelajaran kolaborasi Think Pair Share-Talking Stick dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Siklus I pada aspek kognitif yaitu 85% siswa sudah tuntas belajar, aspek afektif yaitu 60% siswa sudah tuntas belajar, dan aspek psikomotorik yaitu 55% siswa sudah tuntas belajar. Sedangkan prestasi belajar siswa pada siklus II mengalami peningkatan dari aspek kognitif yaitu 100% siswa tuntas belajar, aspek afektif yaitu 100% siswa sudah tuntas belajar, dan aspek psikomotorik yaitu 100% siswa tuntas belajar. Saran yang diajukan adalah (1) Guru yang akan menerapkan metode pembelajaran ini harus mempunyai persiapan yang baik. (2) Guru yang ingin menerapkan metode ini hendaknya memperhatikan alokasi waktu, aktivitas siswa, tahapan-tahapan dalam pembelajaran, dan standar kompetensi yang sesuai. (3) Siswa diharapkan mempersiapkan terlebih dahulu segala sesuatunya sebelum pelaksanaan kegiatan belajar di kelas. (4) Bagi sekolah hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam upaya memperbaiki penerapan strategi pembelajaran di kelas.

Sistem informasi penggunaan ruang kuliah berdasarkan jadwal kuliah berbasis mikrokontroler Atmega32 / Monalisa Siregar

 

Jadwal kuliah adalah rangkaian susunan kegiatan belajar mengajar yang diterima mahasiswa tiap semester berdasarkan KRS yang telah diajukan sebelumnya. Dimana waktu dan ruang kuliahnya telah diatur oleh jurusan. Biasanya dalam penggunaan suatu ruangan di kampus untuk memulai dan mengakhiri kegiatan belajar mengajar para mahasiswa dan dosen harus dengan melihat informasi dari jadwal yang tertempel di dinding. Hal tersebut kurang efektif dan efisien yang mengakibatkan para mahasiswa maupun dosen jarang memperhatikan jadwal penggunaan ruangan tersebut. Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dibutuhkan suatu sistem yang dapat menginformasikan tentang jadwal penggunaan ruang kuliah secara terperinci dan menarik. Maka dibuatlah sistem informasi penggunaan ruang kuliah berdasarkan jadwal kuliah berbasis mikrokontroler ATmega32. Dalam perancangan sistem ini terdiri dari beberapa rangkaian yaitu: (1) minimum sistem mikrokontroler ATmega32 untuk menyimpan dan menjalankan semua sistem mulai dari input sampai output; (2) Rangkaian RTC sebagai pewaktu; (3) Rangkaian LCD sebagai bantuan display awal untuk mempermudah melakukan penyetingan semua data; (4) Rangkaian komunikasi data serial RS232 untuk dihubungkan pada modul dot matrix. Dari hasil perancangan dan pengujian keseluruhan alat diperoleh yaitu: (1) Untuk melakukan penyetingan jadwal dapat digunakan keyboard dan LCD; (2) Status ruangan akan tampil jika jadwal yang telah tersimpan pada EEPROM sama dengan waktu pada RTC, dengan delay sekitar 4 menit untuk menunggu proses pengosongan dan pengiriman karakter; (3) Pada modul dot matrix jadwal akan tampil bergeser dari kiri ke kanan , jika pada waktu itu tidak ada jadwal yang tersimpan maka pada modul akan tampil informasi ruangan kosong. Dari hasil pengujian ini disarankan adanya pengembangan lagi, yaitu menggunakan EEPROM eksternal agar dapat menyimpan data jadwal lebih banyak lagi dan menggunakan jenis mikrokontroler yang sama anatara sistem denagn modul dot matrix sehingga dalam proses pengosongan dan pengiriman karakter tidak membutuhkan waktu lebih dari 4 menit.

Hubungan tingkat pengenalan terhadap komik Jepang (manga) dengan tingkat motivasi siswa kelas VIII pada mata pelajaran seni budaya materi gambar ilustrasi di SMP Manbaul Ulum Gresik / La'atul Umniyah

 

ABSTRAK Umniyah, La’atul. 2009.Hubungan Tingkat Pengenalan Terhadap Komik Jepang (manga) Dengan Tingkat Motivasi Siswa Kelas VIII Pada Mata Pelajaran Seni Budaya Materi Gambar Ilustrasi di SMP Manbaul Ulum Gresik. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Tjitjik Sri Wardhani, M.Pd, (2) Drs. Andi Harisman. Kata kunci: Komik Jepang (manga), motivasi, ilustrasi, Seni Budaya. Komik Jepang (manga) merupakan komik asal negara Jepang yang dibuat oleh komikus-komikus Jepang. Dengan ciri khas gambar yang lucu serta cerita yang sederhana membuat komik ini menjadi bacaan yang paling digemari di kalangan remaja di dunia maupun di Indonesia. Dengan datangnya komik Jepang (manga) tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung nampaknya bisa memberi motivasi siswa di sekolah ketika mengikuti mata pelajaran Seni Budaya, khususnya pada materi gambar ilustrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan sejauh apa tingkat pengenalan siswa terhadap komik Jepang (manga), (2) mendeskripsikan sejauh apa tingkat motivasi siswa pada mata pelajaran Seni Budaya materi gambar ilustrasi, dan (3) mendeskripsikan seberapa jauh hubungan tingkat pengenalan terhadap komik Jepang (manga) dengan tingkat motivasi siswa kelas VIII pada mata pelajaran Seni Budaya materi gambar ilustrasi. Variabel bebas penelitian ini adalah tingkat pengenalan siswa terhadap komik Jepang (manga) (X), dan variabel terikatnya berupa tingkat motivasi siswa (Y). Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif korelasional dengan pemilihan sample menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis prosentase dan korelasi product moment dari Karl Pearson. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 87 siswa yang diambil dari populasi siswa kelas VIII A dan VIII C di SMP Manbaul Ulum Gresik. Hasil dari penelitian menunjukkan hal-hal berikut: (1) tingkat pengenalan siswa terhadap komik Jepang (manga) termasuk pada kategori sedang (58,6%), (2) tingkat motivasi siswa pada mata pelajaran Seni Budaya materi gambar ilustrasi termasuk pada kategori sedang (43,6%), dan (3) tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengenalan terhadap komik Jepang (manga) dengan tingkat motivasi siswa kelas VIII pada mata pelajaran seni budaya materi gambar ilustrasi (r hitung = 0,276 < r tabel dengan N : 87, Sig. 5% = 1,662). Maka dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengenalan terhadap komik Jepang (manga) dengan tingkat motivasi siswa kelas VIII pada mata pelajaran gambar ilustrasi di SMP Manbaul Ulum Gresik. Sehingga penulis menyarankan agar guru pendidik hendaknya lebih meningkatkan motivasi siswanya dalam mengikuti mata pelajaran Seni Budaya, dengan cara memberikan beberapa contoh gambar ilustrasi sebagai bahan referensi pada saat akan memberikan tugas praktik menggambar ilustrasi, serta memberikan kebebasan berkarya kepada siswa, sehingga hasil gambar siswa juga tidak hanya mengacu pada komik-komik Jepang (manga) saja.

Analisis wacana iklan operator seluler di Jawa Pos - Radar Malang / Michael Eliantono Adiseputra Lie

 

ABSTRAK Adiseputra, Lie Michael Eliantono. 2009. Analisis Wacana Iklan Operator Seluler di Jawa Pos-Radar Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd. Kata Kunci: analisis wacana, iklan cetak, operator seluler Iklan adalah setiap bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk mempromosikan suatu produk dan memotivasi pembeli potensial. Pada umumnya iklan tak lepas dari penggunaan bahasa agar pesan dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Penggunaan bahasa dalam iklan membuat iklan dapat digolongkan sebagai wacana. Oleh karena itu, iklan juga memiliki struktur seperti wacana pada umumnya. Salah satu tema iklan adalah iklan operator seluler. Iklan ini menarik diteliti karena sektor usaha ini tengah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) diksi, (2) piranti kohesi, dan (3) struktur wacana iklan operator seluler. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan metode dokumentasi. Sumber data penelitian ini adalah iklan operator seluler Jawa Pos-Radar Malang bulan Januari—Juni 2009. Data penelitian berupa satuan wacana yang meliputi kata, frase, dan kalimat yang berasal dari pengamatan iklan. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis wacana deskriptif kualitatif. Data yang terkumpul adalah 93 buah iklan. Hasil penelitian ini adalah deskripsi diksi, piranti kohesi, dan struktur wacana iklan operator seluler. Diksi yang digunakan dalam iklan operator seluler adalah diksi nonkhas dan diksi khas iklan tulis. Sementara itu, diksi khas iklan tulis berupa diksi yang menunjukkan narator dan sasaran iklan, diksi aspek tutur (deiksis, fitur prosodi, aksen, pengalihan topik, informasi bersama dan informasi baru, serta gaya akrab) dan diksi intertekstualitas. Piranti kohesi yang digunakan dalam iklan cetak operator seluler ialah piranti kohesi gramatikal dan leksikal. Piranti kohesi gramatikal yang digunakan berupa referensi (anafora dan katafora), substitusi (anafora), dan konjungsi (penambahan, sebab-akibat, simpulan, contohan, dan tegasan). Piranti kohesi leksikal yang digunakan adalah pengulangan (pengulangan penuh, pengulangan dalam bentuk lain, dan pengulangan penggantian). Struktur wacana yang digunakan dalam iklan cetak operator seluler sama dengan iklan pada umumnya, yaitu dibangun oleh butir utama (BU), subbutir utama (SBU), badan (B), dan penutup (P). Unsur ini tidak selalu digunakan dengan lengkap. Ada enam pola struktur yang digunakan dalam iklan cetak operator seluler, yaitu (1) BU + SBU, (2) BU + SBU + B, (3) BU + SBU + P, (4) BU + SBU + B + P, (5) BU + SBU + P, dan (6) BU + P. Dari hasil penelitian ini dapat disampaikan beberapa saran sebagai berikut. Pertama, pembuat iklan hendaknya menggunakan kata-kata khusus, dapat memaksimalkan penggunakan jenis diksi yang lebih emotif, memanfaatkan aksen pada butir utama iklan, dan memanfaatkan diksi intertekstualitas dalam iklan. Calon konsumen hendaknya mencermati kata khusus yang digunakan untuk menekankan keuntungan berlebih. Para pendidik dapat memanfaatkan iklan untuk pengajaran tentang diksi. Kedua, pembuat iklan dapat menggunakan substitusi untuk meringkas iklan dan hendaknya lebih sering menggunakan piranti konjungsi contohan dalam iklan, dan menggunakan piranti konjungsi tegasan untuk lebih meyakinkan calon konsumen. Ketiga, pembuat iklan hendaknya menampilkan informasi yang penting untuk diketahui calon konsumen dan menggunakan struktur iklan BU + SBU + B + P. Calon konsumen hendaknya lebih mencermati penutup iklan karena pada umumnya pembuat iklan meyajikan informasi cukup penting pada bagian ini.

Penggunaan buku kontak halus sebagai suplemen untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaan pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas II SDN Gadingkulon 03 Dau Malang / Riza Tri Astutik

 

ABSTRAK Astutik, Riza Tri 2009 Penggunaan Buku Kotak Halus Sebagai Suplemen Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II SDN Gadingkulon 03 Dau Malang. Skripsi. Program Pendidikan SI PGSD Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si, (II) Drs. Sjafruddin. A.R, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Menulis Permulaan, Buku Kotak Halus, Hasil Belajar. Pembelajaran menulis yang dilaksanakan di kelas I dan kelas II disebut pembelajaran menulis permulaan. Pembelajaran menulis permulaan yang dilaksanakan di kelas 2 yaitu materi menulis tegak bersambung penekanannya pada ukuran tulisan, tebal tipisnya tulisan, spasi, kerapian dan tanda baca titik pada saat siswa menulis. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SDN Gadingkulon Dau-Malang, siswa kelas II mengalami kesulitan dalam pembelajaran menulis permulaan terutama pada saat menyalin huruf tegak bersambung. Padahal teori dasar menulis tegak bersambung sudah diberikan di kelas I, namun kemampuan menulis mereka kurang dari Standar Ketuntasan Minimal(SKM) yang ditentukan. Oleh karena itulah peneliti menawarkan buku kotak halus dengan harapan permasalahan tersebut dapat segera diatasi. Buku Kotak Halus adalah buku yang didesain dengan memadukan antara buku kotak dan buku halus. Perbedaannya dapat dilihat dari garis pada buku yang berbentuk kotak, yaitu terdiri dari kotak besar dan kotak kecil di bawahnya. Penelitian dilaksanakan di kelas II SDN Gadingkulon 03, yang bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan Buku Kotak Halus dalam pelaksanaan pembelajaran menulis permulaan di kelas II Sekolah Dasar (SD), (2) mendeskripsikan aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis permulaan dengan menggunakan Buku Kotak Halus, (3) mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis permulaan pada pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas II SDN Gadingkulon 03 Dau-Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan model penelitian tindakan kelas (PTK). Langkah-langkah PTK ini meliputi 2 siklus, pada setiap siklus terdiri atas: perencanaan tindakan (planning), pelaksanaan tindakan (acting)/pengamatan (observing), refleksi (reflecting), dan perbaikan rencana. Subyek penelitian adalah siswa kelas 2 SDN Gadingkulon 03 kabupaten Malang yang berjumlah 8 siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan indikator keberhasilan kelas sebesar 85% dan indikator individu setiap siswa mempunyai nilai ≥70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Buku Kotak Halus dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II. Hal ini dapat dilihat dari perolehan skor tes formatif yang meningkat, dari nilai klasikal sebelumnya (pre tes) 12,5% siswa yang tuntas menjadi 50% pada siklus 1, dan pada siklus 2 sudah dicapai indikator keberhasilan kelas 87,5% siswa mempunyai nilai ≥70.

Perancangan redesign system taman rekreasi Selecta / Aprillia Suswandari ... [et al.]

 

Taman Rekreasi Selecta terletak di Desa Tulungrejo, Kota Batu, Jawa Timur dengan dikelilingi oleh Gunung Arjuno, Welirang dan Anjasmoro. Taman Rekreasi Selecta merupakan obyek wisata yang menawarkan konsep tatanan wisata, keindahan alamnya dan kesejukan pegunungan, serta bangunan sejarahnya. Perancangan sign system Taman Rekreasi Selecta ini dilakukan dengan latar belakang kebutuhan sign system. Kini cukup penting keberadaannya dan tidak hanya digunakan untuk lalu lintas dan tanda bangunan tetapi juga berkembang menjadi tanda di tempat-tempat umum seperti tempat wisata. Oleh karena itulah sebuah sign system perlu dirancang sebaik mungkin sehingga menjadi sign system yang efektif dalam menyampaikan pesan atau informasi namun tetap memiliki tingkat estetika yang tinggi sehingga dapat menarik perhatian serta harus memiliki kesinambungan antar signage yang ada, namun keseragaman yang diciptakan tidak menimbulkan kejenuhan. Tujuannya untuk mempermudah pengunjung dalam menggunakan fasilitas yang disediakan oleh Taman Rekreasi Selecta dan juga melakukan promosi untuk menarik para wisatawan baik lokal maupun internasional. Metode perancangan yand digunakan adalah model prosedural dengan menetapkan langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk berupa rancangan media dan disertai deskripsi konseptual, meliputi : (1) latar belakang masalah, (2) pengunpulan data, (3) analisis data, (4) konsep kreatif desain, (5) visualisasi desain, (6) hasil desain. Perancangan ini menghasilkan beberapa media komunikasi visual, yaitu ; sign system, landmark, guide sign, extrance sign, identity sign, roof sign, symbol sign, dan advertising sign. Dalam pembuatan sign system ini diharapkan pengunjung Taman Rekreasi Selecta dapat mengetahui keberadaan tempat dan sekiranya menjadi tempat yang akan dituju, oleh karena itu sarana yang ada perlu adanya, papan petunjuk yang biasa digunakan sebagai sarana pemberitahuan.

Meningkatkan pemahaman konsep nilai tempat suatu bilangan dengan menggunakan media abacus biji kelas IV di SDN Tundosoro Kabupaten Pasuruan / Elis Ratna Dewi

 

ABSTRAK Ratna, Elis dewi. 2009. Meningkatkan Pemahaman Konsep Nilai Tempat Suatu Bilangan Dengan Menggunakan Media Abacus Biji Kelas IV di SDN Tundosoro Kabupaten Pasuruan. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang Pembimbing: ( I ) Drs. Goenawan Roebyanto,M.Pd., ( II ) Drs.H.Syaiful Imam, M.Pd Kata Kunci: Media Abacus Biji, Konsep Nilai Tempat Matematika merupakan salah satu pendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Rendahnya hasil belajar matematika salah satu penyebabnya antara lain daya tarik siswa terhadap mata pelajaran matematika masih kurang. Asumsi yang didapat matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dan membingungkan, terutama dalam penguasaan konsep nilai tempat suatu bilangan. Peneliti berasumsi dengan media abacus biji siswa akan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran matematika tentang konsep nilai tempat suatu bilangan sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan prestasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pembelajaran “media abacus biji” untuk meningkatkan pemahaman konsep nilai tempat suatu bilangan siswa kelas IV SDN Tundosoro, (2) peningkatan hasil belajar matematika menentukan nilai tempat suatu bilangan pada siswa kelas IV SDN Tundosoro setelah dilaksanakan pembelajaran matematika menggunakan “media abacus biji”. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN Tundosoro sebanyak 30 siswa.. Instrumen yang digunakan yaitu tes, lembar observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang dipakai yaitu rata-rata dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media abacus biji untuk meningkatkan pemahaman konsep nilai tempat suatu bilangan pada siswa kelas IV SDN Tundosoro dilakukan dengan cara siswa mengisi lembar tes akhir tentang menentukan nilai tempat suatu bilangan dengan menggunakan media abacus biji. Peningkatan hasil belajar siswa ditunjukkan dari nilai rata-rata pretest dan postest, pada siklus I meningkat dari 5,2 menjadi 6,76, sedangkan pada siklus II ditunjukkan dari nilai postest meningkat dibandingkan pada siklus I yaitu 6,76 menjadi 8,5. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini yaitu: (1) Pembelajaran menggunakan media abacus biji dapat meningkatkan pemahaman konsep nilai tempat suatu bilangan pada siswa kelas IV SDN Tundosoro, (2) peningkatan hasil belajar dapat di lihat dari nilai rata-rata postest pada siklus I meningkat dari 5,2 menjadi 6,76. Sedangkan nilai postest pada siklus II juga meningkat dibanding pada siklus I yaitu dari 6,76 menjadi 8,5. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan: (1) guru dalam pelajaran matematika hendaknya menggunakan media yang efektif bagi siswa yaitu ”media abacus biji” agar tujuan belajar matematika tercapai, (2) sekolah dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan hendaknya menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menunjung pelaksanaan pembelajaran matematika dengan media pembelajaran, (3) peneliti lain diharapkan dapat melanjutkan untuk mendapatkan temuan yang lebih signifikan.

Kajian metode perhitungan volume cut and fill tanah metode kriging dan metode inverse distance to a power berbasis to a power berbasis komputer / Eka Fauziah Anwar

 

ABSTRAK Fauziah, Eka. 2009. Kajian Perhitungan Volume Cut and Fill Tanah Metode Kriging dan Metode Inverse Distance To a Power Berbasis Komputer. Skripsi. Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Titi Rahayuningsih, M.Si., (II) Drs. Eko Setyawan, S.T., M.T. Kata kunci: Volume Cut and Fill, Metode Kriging, Metode Inverse Distance To a Power, Berbasis Komputer Perhitungan volume tanah banyak diperlukan dalam Pekerjaan Teknik Sipil, baik untuk pekerjaan galian maupun timbunan. Keseimbangan volume galian dan timbunan sedapat mungkin menggunakan tanah yang terdapat pada lokasi pekerjaan agar biaya yang dibutuhkan lebih hemat. Biaya tersebut dapat dirancang apabila perencana dapat menghitung lebih dahulu berapa volume tanah yang dibutuhkan atau yang dipindahkan secara tepat. Salah satu program yang dapat digunakan untuk menghitung volume galian dan timbunan adalah Software Surfer7.0. Perhitungan volume galian dan timbunan tanah pada skripsi ini menggunakan data hasil pengukuran di Dareah Bandulan Kota Malang sebanyak 457 data. Data koordinat dari hasil penelitian diubah menjadi file grid dengan proses gridding menggunakan Software Surfer 7.0. Metode yang digunakan dalam proses gridding adalah metode Kriging dan metode Inverse Distance To a Power. Setelah melakukan proses gridding dibuat peta kontur dari hasil gridding kedua metode tersebut kemudian dihitung volume galian dan timbunan. Hasil galian dan timbunan dari kedua metode tersebut dibandingkan manakah yang lebih baik dan mendekati kenyataan di lapangan. Selain itu, data juga dihitung jumlah residu pada masing-masing metode. Hasil perhitungan volume galian dan timbunan dari kedua metode tersebut menunjukkan adanya perbedaan. Pada metode Kriging jumlah seluruh galian pada masing-masing bidang referensi adalah 6875696.118 , jumlah timbunan adalah 5281035.0797 . Sedangkan metode Inverse Distance To a Power jumlah seluruh galian pada masing-masing bidang referensi adalah 5808879.8637 , jumlah timbunan adalah 6506992.4903 . Perbedaan ini disebabkan karena dalam proses gridding batas-batas interval grid yang diperoleh dari kedua metode berbeda sehingga peta kontur yang dihasilkan berbeda. Perbedaan peta kontur ini akan mempengaruhi nilai volume galian dan timbunan. Hasil analisis diperoleh jumlah residu untuk metode Kriging sebesar 0.063580996 sedangkan untuk metode Inverse Distance To a Power sebesar 0.051609345. Dari data hasil pengukuran didaerah Bandulan nilai residu untuk metode Inverse Distance To a Power lebih kecil, sehingga metode ini lebih cocok digunakan karena lebih mendekati kenyataan di lapangan.

Gaya bahasa "Geguritan" dalam majalah "Penyebar Semangat" edisi Januari 2009 / Maria Ulfa

 

ABSTRAK Ulfa, Maria. 2009. Gaya Bahasa “Geguritan” dalam Majalah “Penyebar Semangat” Edisi Januari 2009. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Sunoto, M.Pd. Kata-kata kunci: Gaya bahasa, geguritan Gaya bahasa merupakan style yang diciptakan untuk mencapai efek keindahan tertentu pada karya sastra. Gaya bahasa pada geguritan mengandung makna yang sangat dalam. Hal ini bisa dirasakan melalui surasaning tembung yang ada pada geguritan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis gaya bahasa yang digunakan dalam geguritan di majalah Penyebar Semangat edisi Januari 2009 dan mendeskripsikan makna konotasi gaya bahasa yang digunakan sesuai dengan interpretasi peneliti. Latar belakang dilakukannya penelitian ini karena di dalam geguritan di majalah Penyebar Semangat terdapat banyak gaya bahasa kias. Gaya bahasa yang dideskripsikan adalah (1) gaya bahasa perbandingan, (2) gaya bahasa pertentangan, (3) gaya bahasa pertautan dan (4) gaya bahasa perulangan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian ini berupa teks paparan bahasa Jawa dalam geguritan di majalah Penyebar Semangat edisi Januari 2009. Data ini dijaring dari 16 puisi yang diambil dari lima majalah Penyebar Semangat edisi Januari 2009. Dari 16 puisi itu, ditemukan 9 puisi yang kaya akan gaya bahasa dan syarat makna. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sendiri sebagai instrumen kunci dengan teknik dokumentasi dan dibantu tabel pengumpul data. Analisis data dilakukan dengan pendekatan stilistika. Cara kerja dalam analisis ini yang pertama dilakukan adalah menterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia larik atau bait puisi berbahasa Jawa (geguritan) yang akan dianalisis. Ini dilakukan untuk memudahkan pembaca yang kurang menguasai bahasa Jawa. Analisis data tetap merujuk pada puisi yang menggunakan bahasa asli (berbahasa Jawa), bukan hasil terjemahannya. Setelah diketahui jenis gaya bahasa yang digunakan, data dikaji makna konotasinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam geguritan di majalah Penyebar Semangat edisi Januari 2009 ditemukan pemakaian 11 gaya bahasa, yaitu (i) gaya bahasa perumpamaan, (ii) gaya bahasa metafora, (iii) gaya bahasa personifikasi, (iv) gaya bahasa hiperbola, (v) gaya bahasa paradoks, (vi) gaya bahasa inversi, (vii) gaya bahasa metonimia, (viii) gaya bahasa sinekdoke, dan (ix) gaya bahasa erotesis, (x) gaya bahasa aliterasi, dan (xi) gaya bahasa anafora. Gaya bahasa ini digunakan pengarang untuk menimbulkan efek keindahan tertentu. Makna konotatif yang terkandung di dalamnya beragam. Peneliti memaknai setiap gaya bahasa berdasarkan interpretasi peneliti sendiri. Berkaitan dengan hasil penelitian ini disajikan saran berikut. Kepada peneliti bahasa, disarankan untuk mengadakan penelitian terhadap sastra Jawa selain yang ada di majalah Penyebar Semangat. Penelitian selanjutnya hendaknya lebih diperluas lagi kajiannya, mengingat penelitian terhadap sastra Jawa ini masih jarang dilakukan. Kepada guru dan pembelajar bahasa Indonesia, disarankan agar menggunakan temuan penelitian ini sebagai salah satu materi pelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SD dan SLTP. Hal ini diajukan dalam rangka mengembangkan kreatifitas siswa di bidang sastra, terutama sastra Jawa. Kepada pembaca dan masyarakat umum, disarankan agar lebih mencintai budaya Jawa daripada budaya asing. Budaya Jawa termasuk bahasanya merupakan akar dari budaya nasional yang harus dijaga kelestariannya, sehingga diperlukan partisipasi pembaca untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan berbahasa Jawa dengan baik dan benar. Kemudian yang terakhir, saran disampaikan kepada pengarang puisi berbahasa Jawa agar selalu menggunakan gaya bahasa kias yang meliputi gaya bahasa perbandingan, gaya bahasa pertentangan, gaya bahasa pertautan, dan gaya bahasa perulangan di dalam karyanya untuk menimbulkan efek keindahan terhadap karya sastra yang dihasilkan.

Penerapan metode inquiry untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas IV SDN Tunggulwulung I Kec. Pandaan Kab. Pasuruan / Moh. Samsul Arifin

 

ABSTRAK MOH. SAMSUL ARIFIN. 2009. “Penerapan Metode Inquiry Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS di Kelas IV SDN Tunggulwulung 1 Kec. Pandaan Kab. Pasuruan". Fakultas Ilmu Pendidikan. Jurusan KSDP. Program Studi S1 PGSD. Pembimbing : 1) Muchtar, S.Pd., M.Si 2) Hj. Murtiningsih, S.Pd., M.Pd Kata kunci: penerapan, inquiry, prestasi belajar, IPS, SD IPS merupakan pelajaran yang memegang peranan penting karena berhubungan dengan sikap atau mental anak dimasa datang. Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran IPS harus mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Hasil observasi awal ditemukan bahwa siswa SDN Tunggulwulung 1 Kec. Pandaan Kab. Pasuruan belum menerapkan metode pembelajaran inquiry. Sebagian siswa belum mampu mencapai kriteria ketuntasan kelas 80 dan ketuntasan individu 75 dari materi. Berdasarkan hal ini, metode pembelajaran inquiry sangat tepat digunakan sebagai alternatif dalam proses pembelajaran, karena dapat mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran inquiry dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas IV SDN Tunggulwulung 1 Kec. Pandaan Kab. Pasuruan; 2) mendeskripsikan dampak penerapan metode pembelajaran inquiry terhadap aktifitas dan partisipasi siswa kelas IV SDN Tunggulwulung 1 Kec. Pandaan Kab. Pasuruan; 3) mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar IPS pada pokok bahasan Sumber Daya Alam melalui metode pembelajaran inquiry. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc Tanggart dengan 2 (dua) siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan: Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Standar nilai ketuntasan minimal 75 dengan ketuntasan belajar kelas 80 dari jumlah subyek penelitian. Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SDN Tunggulwulung 1 Kec. Pandaan Kab. Pasuruan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan tes. Instrument pengumpulan data yang digunakan berupa pedoman wawancara, APKG II, alat penilaian aktifitas belajar siswa, pedoman observasi partisipasi siswa dalam inquiry, dan post test. Hasil analisis data setelah penerapan metode pembelajaran inquiry menunjukkan bahwa: 1) pembelajaran IPS dengan penerapan metode pembelajaran inquiry, kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP mencapai skor 97 dengan prosentase keberhasilan 97%; 2) untuk aktivitas belajar secara klasikal mencapai nilai rata-rata pada kegiatan pembukaan sebesar 2,0, kegiatan inti sebesar 5,04, dan kegiatan penutup sebesar 1,0, dan; 3) hasil belajar siswa mencapai nilai rata-rata 83,04 dengan ketuntasan belajar kelas sudah tercapai 91,30%. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan metode pembelajaran inquiry pada pembelajaran IPS siswa kelas IV SDN Tunggulwulung 1 Kec. Pandaan Kab. Pasuruan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, terbukti dari hasil yang diperoleh siswa sebelum dan sesudah penerapan metode pembelajaran inquiry, post test siklus I dan post test siklus II yang terus mengalami peningkatan. Saran yang disampaikan kepada guru yaitu agar dapat menerapkan metode pembelajaran inquiry pada pembelajaran IPS dengan kompetensi lain ataupun mata pelajaran lain. Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini juga dapat digunakan dalam penelitian-penelitian lain sebagai bahan bandingan sehingga dikemudian hari menjadi lebih baik.

Kapasitas gaya geser maksimum pada model portal beton bertulang bambu sistem ganda dengan penempatan dinding geser dibentang tepi yang dikekang di jalur gaya tekan kotsovos dengan modifikasi / Achmad Supriyanto

 

ABSTRAK Supriyanto, Achmad. 2009. Kapasitas Gaya Geser Maksimum pada Model Portal Bertulang Bambu Sistem Ganda dengan Penempatan Dinding Geser Dibentang Tepi yang Dikekang Dijalur Gaya Tekan Kotsovos dengan Modifikasi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Adjib Karjanto, S.T., M.T. (2) Drs. Eko Setyawan, S.T., M.T. Kata Kunci: Tulangan Bambu, Gaya Geser, Jalur Pengekangan Kotsovos. Bambu merupakan sumber bahan bangunan yang banyak dijumpai dan dapat diperbaharui dan banyak tersedia di Indonesia. Penggunaan bambu sebagai tulangan beton pada struktur sederhana bertujuan untuk mengetahui kapasitas gaya geser maksimum beton bertulangan bambu sistem ganda dengan penempatan dinding geser tepi yang dikekang dijalur gaya tekan Kotsovos. Sehingga mampu menahan beban lateral akibat gempa untuk konstruksi sederhana dan menghasilkan biaya konstruksi yang lebih ekonomis. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui besar gaya geser maksimumdan simpangan maksimum pada kondisi dorong kanan dan dorong kiri portal bertulangan bambu sistem ganda dengan penempatan dinding geser dibentang tepi yang dikekang dijalur gaya tekan Kotsovos modifikasi (2) untuk mengetahui bagaimana grafik hubungan antara gaya geser dengan simpangan yang terjadi akibat beban gempa. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen, sedangkan data yang diperoleh dari hasil pengujian dideskripsikan. Data diperoleh dari hasil pengujian 2 buah model portal bertulangan bambu. Untuk mendeskripsikan data hasil pengujian, parameter yang digunakan adalah pembacaan beban horisontal dorong kanan dan beban horisontal dorong kiri, pembacaan besar simpangan yang terjadi akibat pemberian beban tersebut, serta besar gaya geser yang mampu diterima oleh model portal bertulangan bambu. Hasil penelitian membuktikan bahwa pengekangan dijalur gaya tekan Kotsovos dengan modifikasi mampu meningkatkan kapasitas geser portal. Hal ini terlihat dari hasil pengujian 2 buah model portal bertulangan bambu. Berdasarkan hasil pengujian ini didapat gaya geser maksimum sebesar 1.980 kg lebih besar dibandingkan analisis statik ekuivalen berdasarkan Standar Nasional Indonesia tahun 2002 sebesar 588,88 kg untuk gempa zona 6. Simpangan maksimum yang terjadi sebesar 36,658 mm lebih besar dibanding perhitungan simpangan yang disyaratkan sebesar 18 mm. Meskipun simpangan yang terjadi besar, tetapi model portal masih tetap berdiri dan tidak mengalami keruntuhan. Dari hasil gaya geser dan simpangan tersebut dapat disimpulkan bahwa portal bertulangan bambu sistem ganda dengan penempatan dinding geser dibentang tepi yang dikekang dijalur gaya tekan Kotsovos dengan modifikasi mampu meningkatkan kapasitas geser portal dan dapat digunakan sebagai struktur penahan gempa untuk struktur bangunan sederhana diberbagai wilayah/zona gempa di Indonesia.

Penerapan giliran maju meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar logaritma siswa kelas X SMA Panjura Malang / Rani Pramudya Wardhani

 

ABSTRAK Wardhani, Rani, Pramudya. 2009. Penerapan Giliran Maju untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Logaritma Siswa Kelas X SMA Panjura Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc., (II) Drs. H. Imam Supeno, M.S. Kata Kunci: Giliran Maju, Hasil Belajar, Motivasi Belajar,Logaritma Hasil observasi awal yang dilakukan peneliti wawancara dengan guru matematika kelas X-1 SMA Panjura Malang diperoleh kesimpulan bahwa hampir setengah dari jumlah siswa kurang serius pada saat mengikuti pembelajaran dan motivasi siswa dalam belajar matematika masih kurang. Berdasarkan tes awal juga diperoleh informasi bahwa ada siswa yang masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan logaritma sehingga berdampak pada hasil belajar yang masih rendah. Untuk itu diperlukan suatu pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil dan motivasi belajar matematika siswa khususnya pada materi logaritma. Salah satu alternatif pembelajaran adalah pembelajaran yang menerapkan giliran maju. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran yang menerapkan giliran maju, (2) meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi logaritma dengan pembelajaran yang menerapkan giliran maju, (3) meningkatkan motivasi belajar matematika siswa dengan pembelajaran yang menerapkan giliran maju,(4) mengetahui hambatan dalam pembelajaran yang menerapkan giliran maju dan bagaimana cara mengatasinya. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan penedekatan kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai pengumpul, penganalisis data serta sebagai pengajar. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-1 SMA Panjura Malang tahun ajaran 2009/2010. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan meliputi kegiatan wawancara, observasi, pencatatan lapangan, tes, dan pengisian angket. Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang menerapkan giliran maju dapat meningkatkan hasil dan motivasi belajar matematika pada materi logaritma. Rata-rata kelas juga mengalami peningkatan secara bertahap, dari nilai tes awal dengan rata-rata nilai 64,25 kemudian mengalami peningkatan menjadi 71,72 pada nilai tes akhir siklus I dan pada tes akhir siklus II nilai rata-rata kelas menjadi 81.Pada saat sebelum diberi tindakan diperoleh skor motivasi berdasarkan angket sebesar 3,19 kemudian mengalami peningkatan menjadi 3,6 pada akhir sikus I, dan pada akhir siklus II skor motivasi berdasarkan angket menjadi 4,12. Berdasarkan hasil penelitian dan temuan dalam penelitian dapat disampaikan beberapa saran, yaitu guru lebih memantapkan pemahaman siswa terhadap materi prasyarat, agar siswa tidak mengalami kesulitan pada saat mengerjakan soal-soal selanjutnya.

Pemanfaatan sampah menjadi pupuk organik padat dengan teknologi fermentasi: suatu uji coba produksi kompos dari sampah di Kampus UM / Widiarti

 

ABSTRAK Widiarti. 2009. Pemanfaatan Sampah Menjadi Pupuk Organik Padat dengan Teknologi Fermentasi: Suatu Uji Coba Produksi Kompos dari Sampah di Kampus UM. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Subandi, M.Si., (II) Ir. H. Santosa Soengkono. Kata kunci: kompos, sampah organik, EM5, dekomposisi. Sampah merupakan salah satu masalah yang dihadapi di setiap kota, terutama kota-kota besar. Kenaikan jumlah penduduk dan meningkatnya taraf hidup masyarakat menyebabkan jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari semakin meningkat. Demikian pula dalam lingkungan kampus Universitas Negeri Malang (UM), produksi sampah yang besar menjadi masalah yang memerlukan penanganan khusus. Dari survei awal yang dilakukan, lingkungan kampus UM setiap harinya mampu menghasilkan sampah sebanyak ± 6,5 m3. Ketiadaan sistem pengelola sampah menimbulkan permasalahan tersendiri, baik permasalahan kesehatan maupun sosial. Atas dasar pemikiran tersebut, maka perlu pengelolaan sampah di lingkungan kampus UM melalui langkah alternatif pengolahan sampah menjadi barang bernilai ekonomis yaitu kompos atau pupuk organik padat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris yang dilakukan di lingkungan Universitas Negeri Malang dan di laboratorium kimia tanah Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Tahapan-tahapan penelitian adalah sebagai berikut: (1). Pembuatan kompos dari sampah organik secara aerobik, (2). Karakterisasi kompos yang dihasilkan termasuk aplikasinya pada tanaman sawi (Brassica juncea L.) dan kailan (Brassica oleracea), (3). Analisis hasil usaha kompos dari sampah produk kampus UM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 9,6 Kg sampah organik UM dengan bantuan superdegra (EM5) dan lama fermentasi selama empat hari diperoleh 7,65 Kg kompos padat. Kompos yang dihasilkan berwarna coklat tua dengan tekstur lapuk, tidak berbau, pH sebesar 6,8; C organik 13,75%; N total 2,20%; phospor 0,35%; kalium 1,11%; rasio C/N 6 dan KTK 46,66 me/100g. Penggunaan kompos hasil penelitian memberikan pengaruh lebih baik terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.) dan kailan (Brassica oleracea) daripada kompos pembanding, hal tersebut ditunjukkan dengan nilai thit pada parameter yang diamati memiliki nilai yang lebih besar daripada ttabel dan nilai p-level < 0,05. Berdasarkan studi analisis usaha produksi kompos menggunakan sampah organik UM sebagai bahan baku, dapat diketahui kapasitas produksi kompos per bulan sebanyak 432 kemasan dengan berat 5 Kg per kemasannya. Harga penjualan per kemasannya sebesar Rp 5.000,00 (Rp 1.000,00/Kg) dan harga pokok pejualan per bulan sebesar Rp 1.237.607,35, dari harga penjualan tersebut akan diperoleh laba sebesar Rp 922.392,65 per bulan. BEP volume produksi dicapai setelah penjualan 248 kemasan dan BEP harga produksi dicapai dengan harga penjualan Rp 2.864,83 per kemasan. Usaha produksi kompos ini akan kembali modal dalam jangka waktu sekitar satu tahun setelah produksi.

Peningkatan hasil belajar IPS melalui pembelajaran kooperatif tipe stad (Student teams achievement division) kelas V SDN Tawangrejo I Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan / Muslimin

 

ABSTRAK Muslimin. 2009. Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Kelas V SDN Tawangrejo Kec. Pandaan Ka. Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Murtiningsih, M.Pd; (II). Drs. Imron Rosyadi. H.Sy, M.Pd Kata kunci : Hasil Belajar IPS, Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil pengamatan di SDN Tawangrejo I kec. Pandaan kab. Pasuruan. Pada pengamatan tersebut ditemukan berbagai permasalahan, yaitu (1) siswa kurang tertarik pada pembelajaran IPS, nampak siswa kurang memperhatikan guru (2) Dalam mengerjakan tugas siswa masih bekerja sendiri – sendiri, tidak ada interaksi antara siswa (3) Sebagian siswa tidak semangat mengikuti pelajaran, bahkan ada yang bermain sendiri dan bergurau dengan temannya (4) Dalam pembelajaran IPS guru hanya memberi tugas mengerjakan soal – soal evaluasi IPS (5) Nilai yang diperoleh siswa yang berjumlah 28 siswa, nilai tertinggi yang mencapai 80-90 sebanyak 2 siswa, nilai sedang atau 60-79 sebanyak 9 siswa, sedangkan nilai kurang atau 40-59 sebanyak 17 siswa. Dengan demikian nilai tersebut tergolong kurang. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu strategi pembelajaran yang dapat membuat siswa tertarik dan senang dalam pembelajaran IPS. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan agar siswa tertarik, senang, aktif, dan dapat mengembangkan nilai bekerja sama pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar IPS dengan diterapkannya pembelajaran kooperatif Tipe STAD dalam pembelajaran IPS. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan Penelitian Tindakan Kelas pada semester ganjil tahun ajaran 2009-2010, tepatnya pada bulan Agustus – Nopember 2009 subyek penelitian ini adalah siswa kelas V sebanyak 28 siswa, terdiri dari 10 Putra dan 18 Putri. Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara bersiklus dengan menggunakan model Kemmis & Taggart. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian juga menunjukkan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar. Rata – rata hasil belajar siswa pada Pra Tindakan sebesar 58,71, pada Siklus I sebesar 63,78, dan Siklus II sebesar 71,07, sehingga mengalami peningkatan sebesar 5,07 dari Pra tindakan ke siklus I, dan peningkatan sebesar 7,29 dari Siklus I ke Siklus II. Penelitian ini menyarankan bahwa guru sekolah dasar dapat menerapkan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Bagi sekolah hasil penelitian ini bisa dijadikan acuan untuk menyusun program sekolah khususnya dalam bidang kurikulum dan pembelajaran.

Penerapan media E-Mail briefe dalam pembelajaran menulis bahasa Jerman di SMA Negeri 8 Malang / Bobby Stefanus

 

ABSTRAK Stefanus, Bobby 2009. Penerapan Media E-mail Briefe Dalam Pembelajaran Menulis Bahasa Jerman di SMA Negeri 8 Malang. Skripsi. Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Edy Hidayat S.Pd, M.Hum, (II) Dewi Kartika Ardiyani S.Pd, M.Pd Kata Kunci : media, E-mail Briefe, keterampilan menulis Keterampilan menulis akan semakin baik apabila sering dilatih. Latihan menulis akan semakin menarik dan efektif jika menggunakan media yang efektif dan efisien. E-mail adalah salah satu media yang paling efektif dan efisien sebagai media berlatih menulis bahasa asing khususnya bahasa Jerman, oleh karena itu dalam pembelajaran menulis bahasa Jerman di kelas ekstrakurikuler SMA Negeri 8 digunakan media E-mail Briefe. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan media Email Briefe dalam pembelajaran menulis bahasa Jerman, dan (2) pengaruh penerapan media E-mail Briefe terhadap motivasi belajar dan kemampuan menulis siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah 17 siswa yang mengikuti kelas ekstrakurikuler pelajaran bahasa Jerman. Data dikumpulkan dengan teknik kuesioner, dokumentasi, dan pengamatan aktifitas guru dan siswa (observasi). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Penerapan media E-mail Briefe dalam pembelajaran menulis bahasa Jerman sudah cukup efektif dan efisien namun masih ada beberapa kendala, yaitu kemampuan bahasa Jerman siswa masih kurang. Dari data angket dapat dilihat, bahwa 88,89% siswa menyatakan penerapan media E-mail Briefe sudah efektif. (2) Pengaruh terhadap motivasi belajar siswa dan kemampuan menulis siswa: (a) sebagian besar siswa merasa termotivasi dan tertarik belajar bahasa Jerman dengan menggunakan media E-mail Briefe. (b) keterampilan menulis bahasa Jerman siswa belum mengalami peningkatan yang cukup signifikan, karena 50% e-mail siswa saling mirip antar satu dengan yang lainnya. Hal ini karena siswa belum mempunyai dasar- dasar bahasa Jerman yang kuat. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media E-mail Briefe dapat diterapkan pada pembelajaran bahasa Jerman. Disarankan kepada guru hendaknya memperhatikan kemampuan berbahasa Jerman siswa agar siswa tidak menemui kesulitan ketika menulis e-mail. Guru juga dapat mengajak siswa untuk menulis dalam bahasa Jerman pada ”Wall (Wand) di Facebook, sehingga seluruh siswa dapat memberi tanggapan.

"Proyek kreativitas masyarakat mandiri di Puskesmas Dinoyo" / Bryan Andika M.D. ... [et al.]

 

PKMM (Proyek Kreativitas Masyarakat Mandiri), dalam kurikulum jurusan seni dan desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang sesuai dengan status dan jenis mata kuliah, adalah sebagai berikut: kegiatan belajar mahasiswa yang dilakukan dan atau di peruntukkan bagi masyarakat, secara terbimbing dan terpadu dalam keahlian bidang studi sebagai wahana menerapkan kemampuan akademik, sesuai keahlian bidang studi. Proyek Kreatifitas Masyarakat Mandiri (PKMM), merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan seni dan desain dalam kehidupan bermasyarakat, kegiatannya di wujudkan dalam bentuk merancang, dan mengimplementasikan karya IPTEKS yang inofatif, kreatif, dan terintegrasi sesuai dengan bidang keilmuannya, dalam bentuk pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian sesuai dengan kebutuhan dan diperuntukkan bermasyarakat. Latar belakang permasalahan dari penulisan ini adalah bagaimana membuat media promosi dan publikasi untuk UPTD. Puskesmas Dinoyo guna mendukung mutu pelayanannya kepada masyarakat. Tidak sampai disitu saja, dengan menggunakan media yang bagaimana nantinya UPT. Puskesmas Dinoyo pada tahun 2010 akan menuju sertifikasi ISO. Tujuan perancangan ini adalah untuk menghasilkan produk komunikasi visual yang dapat membantu meningkatkan mutu dan pelayanan Puskesmas Dinoyo pada masyarakat dan untuk mendukung kinerja Puskesmas yang nantinya akan mendapatkan sertifikasi ISO. Merumuskan jenis media apa saja dan media yang bagimana yang sesuai dengan kebutuhan klien dan target audiens. PKMM ini menggunakan metode prosedural yang bersifat deskriptif. Garis-garis besar langkah yang harus diikuti adalah: (1) observasi klien, (2) proses analisa data, (3) penyusunan konsep desain, (4) perancangan media. Metode pengumpulan data dilakukan melalui (1) observasi, (2) wawancara dengan beberapa pihak Puskesmas. Kesimpulan laporan ini adalah kegiatan PKMM di Puskesmas Dinoyo, dengan bentuk dengan bentuk kegiatan berupa perancangan media komunikasi visual dan memberi pelatihan pada karyawan Puskesmas tentang cara pembuatan media promosi dan publikasi dengan menggunakan software CorelDraw dan Microsoft PowerPoint. visualisasi berupa warna, ilustrasi, fotografi, tipografi serta media yang digunakan sebagai bentuk pemecahan masalah. Media yang digunakan meliputi Sign system, Flow chart,Poster, ILM, Brosur, Wall Chart, Sticker tempat sampah. Saran yang dapat diajukan yaitu Dalam meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas dibutuhkan media komunikasi visual dan media promosi yang komunikatif serta menarik. Sehingga masyarakat merasa nyaman dan puas atas pelayanan Puskesmas Dinoyo.

Penerapan model pembelajaran problem solving pada muatan lokal seni tari siswa kelas V SDN Tlogosari 03 Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang / Ike Feris Andriyanah

 

Manusia selalu berhadapan dengan berbagai hal yang berhubungan dengan kejadian dan persoalan sehari-hari yang ada di lingkungan. Hal ini menjadi pijakan awal untuk membuat tari. Persolan tari salah satunya adalah persoalan bagaimana menggerakkan tubuh untuk membuat bermacam-macam gerakan yang menarik dan sesuai yang diinginkan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SDN Tlogosari 03 Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang, Seni Tari termasuk dalam muatan lokal setelah Bahasa Daerah. Sedangkan Seni Budaya dan Keterampilan masuk dalam KTSP. Alasan inilah yang melatarbelakangi penelitian Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Pada Muatan Lokal Seni Tari. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran problem solving pada muatan lokal seni tari di SDN Tlogosari 03 Kabupaten Malang, (2) mendeskripsikan kesulitan yang dihadapi guru dalam penerapan muatan lokal seni tari di SDN Tlogosari03, (3) mendeskripsikan peningkatan kemampuan menari siswa kelas V SDN Tlogosari 03 Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang dengan diterapkannya model pembelajaran problem solving. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SDN Tlogosari 03 Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas V SD dengan jumlah siswa tiga puluh delapan. Instrumen penelitiannya berupa lembar observasi, angket yang diberikan pada siswa, dan lembar wawancara yang ditujukan pada guru. Hasil yang didapat adalah kemampuan siswa dalam menari plataran meningkat. Hal ini terbukti dengan meningkatnya rata-rata kelas yang dibahas dalam analisis siklus satu dan siklus dua. Siswa lebih bersemangat dan antusias dalam mengikuti pembelajaran seni tari. Kesimpulannya adalah Penerapan pembelajaran seni tari dengan model problem solving berjalan dengan baik. Kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru dalam membelajarkan tari plataran adalah sebagai berikut: (1) kualitas penari tidak seimbang, (2) kurangnya intensitas latihan, (3) tidak mempunyai gamelan sendiri, (4) biaya minim, (5) kurangnya sarana dan prasarana.Model pembelajaran problem solving sangat sesuai diterapkan dalam pembelajaran seni tari, karena dengan problem solving kemampuan siswa meningkat. Guru seni tari, diharapkan dapat mengembangkan model-model pembelajaran lain selain problem solving untuk membelajarkan seni tari dan Sekolah dapat melengkapi sarana dan prasarana yang mendukung kelancaran pembelajaran seni tari.

Penerapan media teka-teki silang untuk meningkatkan hasil belajar IPS kelas 5 SDN Lebakrejo 03 Purwodadi Pasuruan / Setyo Budi Hartanto

 

ABSTRAK Hartanto, Setyo Budi . 2009. Penerapan Media Teka-Teki Silang untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa kelas 5 SDN Labakrejo 03 Purwodadi, Pasuruan. Skripsi, Prodi PGSD Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar Dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Toha Mashudi, S.Pd, M. Pd (II) Dra. Hj. Murtiningsih, M.Pd, Kata Kunci : Media Teka-Teki Silang, Hasil Belajar, IPS SD Berdasarkan observasi awal siswa kelas V SDN Lebakrejo 03 Puwodadi, Pasuruan ditemukan beberapa permasalahan pada pembelajaran IPS materi Keanekaragaman Suku dan Budaya Indonesia , yaitu: (1) siswa kurang tertarik pada pelajaran; (2) siswa cenderung pasif dalam pembelajaran; (3) siswa merasa bosan untuk belajar; (4) rendahnya hasil belajar siswa. Hal tersebut dikarenakan pembelajaran tidak menggunakan media, guru hanya menggunakan metode ceramah sehingga guru berperan aktif dalam pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut perlu diadakan pembaharuan dalam hal media pembelajaran. Media pembelajaran yang sesuai adalah Media Teka-Teki Silang, yaitu suatu permainan di mana harus mengisi ruang-ruang kosong (berbentuk kotak-kotak) dengan huruf sehingga berbentuk sebuah kata sesuai dengan petunjuk. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan media Teka-Teki Silang dalam pembelajaran Keragaman Suku dan Budaya Indonesia kelas V SDN Lebakrejo 03 Puwodadi, Pasuruan; (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Keragaman Suku dan Budaya Indonesia dengan diterapkannya media Teka-Teki Silang di kelas V SDN Lebakrejo 03 Puwodadi, Pasuruan. Rancangan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah PTK ini dilaksanakan 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan dan observasi, refleksi dan perbaikan rencana. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Lebakrejo 03 Puwodadi, Pasuruan yang berjumlah 27 siswa yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media Teka-Teki Silang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Lebakrejo 03 Puwodadi, Pasuruan. Perolehan rata-rata hasil belajar siswa meningkat, dari rata-rata pra tindakan ke siklus I sebesar (3,88) dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar (10,06) dengan ketuntasan belajar sebesar (92,60%). Peningkatan aktivitas siswa dari siklus 1 ke siklus 2 untuk kompenen visual activities (14,81), oral activities (33,33%), listening activities (5,56%), writing activities (16,67%)mental activities (18,51%), emotional activities (14,81%). Berdasarkan hasil penilitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan media Teka-Teki Silang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SDN Lebakrejo 03 Puwodadi, Pasuruan. Disarankan agar guru dapat menciptakan variasi dalam pembelajaran dan dapat menerapkan media Teka-Teki Silang pada materi lain yang sesuai.

Penerapan metode SQ3R untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas XI SMA Negeri 6 Malang / Diah Setyo Utami

 

ABSTRAK Utami, Diah Setyo. 2009. Penerapan Metode SQ3R untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas XI SMA Negeri 6 Malang. Skripsi., Jurusan Sastra Jerman , Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Sri Prameswari Indriwardhani S.Pd, M.Pd, (2) Dewi Kartika Ardiyani S.Pd, M.Pd Kata kunci : keterampilan membaca, kemampuan membaca pemahaman, Metode SQ3R Dalam mempelajari bahasa, terdapat empat keterampilan yang harus dibina dan dikembangkan. Salah satu keterampilan yang diajarkan dalam pembelajaran bahasa Jerman adalah keterampilan membaca. Pembelajaran keterampilan membaca bahasa Jerman di SMA Negeri 6 Malang telah diberikan sejak kelas X. Kenyataannya, pada kelas XI siswa masih mengalami banyak kesulitan dalam membaca. Oleh karena itu diperlukan metode untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Salah satu metode yang bisa digunakan adalah metode SQ3R yang terdiri dari Survey, Question, Read, Recite dan Review. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas XI dalam hal menentukan makna kata, menentukan maksud kalimat, menemukan ide pokok paragraf setelah penerapan metode SQ3R. Metode yang digunakan adalah penelitian pra-ekperimental dengan jenis Design One Group Pretest-Posttest. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 6 Malang angkatan 2008-2009 yang mengambil bahasa Jerman sebagai bahasa asing pilihan. Sampel adalah siswa kelas XI 3-4 angkatan yang berjumlah 26 orang. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa kelas XI meningkat setelah penerapan metode SQ3R. Dalam menentukan makna kata rerata nilai siswa meningkat dari 4,8 menjadi 7,2. Rerata nilai siswa dalam menentukan maksud kalimat pada pretest adalah 4,3 dan pada posttest nilai siswa meningkat menjadi 6,3. Kemudian dalam menentukan ide pokok paragraf rerata nilai siswa dari pretest ke posttest mengalami peningkatan yakni dari 1,5 menjadi 2,5. Peningkatan kemampuan siswa juga dapat dilihat dari peningkatan jumlah siswa yang tuntas belajar dari pretest ke posttest yaitu dari 3 orang atau 11,53% menjadi 16 orang atau 61,53%. Hasil -t hitung menggunakan rumus paired sample t-test pada taraf signifikan 5% sebesar -5,142 dan harga -t tabel -2,060. Dengan demikian dapat v disimpulkan, ada pengaruh yang signifikan dari penerapan metode SQ3R pada kemampuan membaca pemahaman. Dari hasil penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan metode SQ3R dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dalam hal menentukan makna kata, maksud kalimat dan menentukan ide pokok paragraf. Oleh karena itu disarankan kepada guru untuk menerapkan metode ini pada pembelajaran bahasa Jerman.

Hubungan antara kematangan emosi dengan perilaku agresi pada siswa kelas X di SMK Muhammdiyah 1 Malang / Fitriana Naimatu Jannah

 

ABSTRAK Naimatu Jannah, Fitriana. 2009. Hubungan antara Kematangan Emosi dengan Perilaku Agresi pada Siswa di SMK Muhammadiyah 1 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Triyono, M. Pd, (2) Drs. Harmiyanto. Kata kunci: Kematangan Emosi, Perilaku Agresi Perilaku agresi sangat marak di lingkungan pendidikan. Hal ini dapat kita ketahui dari fenomena tawuran antarpelajar yang menjadi masalah yang sangat merugikan bagi pihak sekolah maupun masyarakat di sekitarnya. Fenomena ini juga terjadi di SMK Muhammadiyah 1 Malang yang mayoritas siswanya berada pada masa remaja awal. Remaja yang melakukan perilaku agresi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah kematangan emosi akan berpengaruh dalam membentuk perilaku agresi. Selain itu remaja yang belum stabil dan kurang matang emosinya dapat lebih mudah muncul perilaku agresinya daripada yang telah matang emosinya. Penelitian dilakukan pada siswa kelas X di SMK Muhammadiyah 1 Malang yang berjumlah 93 orang. Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala kematangan emosi dan skala perilaku agresi dengan menggunakan skala likert dengan klasifikasi selalu, sering, kadang, dan tidak pernah. Data dianalisis dengan teknik deskriptif dan teknik analisis korelasi product moment dari pearson dengan bantuan SPSS 13 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan emosi kelas X dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 68% siswa. Perilaku agresi pada siswa kelas X termasuk dalam kategori rendah sebesar 42% siswa. Ada hubungan negatif antara kematangan emosi dengan perilaku agresi (r = -0,538). Artinya ada hubungan negatif (-0,538) dan kuat (karena > 0,5) antara variabel x (Kematangan Emosi) dan y (Perilaku Agresif). Semakin tinggi X (kematangan emosi) maka Y (perilaku agresi) akan semakin rendah. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan remaja dapat mengontrol emosi terhadap segala perilakunya dengan lebih aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler; bagi orang tua hendaknya lebih menjadi model atau contoh dalam berperilaku dan lebih mencurahkan perhatiannya kepada putra dan putrinya yang sedang beranjak remaja, karena pada masa ini remaja sedang mencari identitas dirinya dan cenderung memiliki emosi yang belum matang (masih labil); bagi konselor, sebagai fasilitator dapat membimbing siswa dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karier, utamanya dalam pencapaian kematangan emosi yang maksimal sehingga siswa yang memiliki perilaku agresi dapat termotivasi untuk mengurangi tindakan agresinya. Selain itu konselor juga dapat memberikan informasi yang tepat sehubungan dengan kematangan emosi yang dimiliki oleh siswa dan pengendalian emosi serta dapat meminimalisir perilaku agresi misalnya dengan mengadakan role playing, social skill training atau game problem solving yang melibatkan banyak siswa.

Pentingnya motivasi belajar untuk meraih prestasi belajar bagi siswa program keahlian teknik konstruksi bangunan di SMKN 1 Singosari Malang / Nugraha Pratama

 

Abstrak: Mutu pendidikan di sekolah merupakan masalah yang senantiasa menjadi bahan pembicaraan masyarakat, hal itu ditandai dengan menurunnya mutu lulusan yang merata pada setiap jenjang pendidikan, termasuk mutu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan. Menurunnya mutu lulusan sekolah salah satunya disebabkan kurangnya siswa dalam memahami materi pelajaran karena kurangnya motivasi belajar dalam diri siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motivasi belajar dan prestasi belajar siswa jurusan teknik konstruksi bangunan serta mengukur hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa program keahlian teknik konstruksi bangunan di SMKN 1 Singosari. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI program keahlian teknik konstruksi bangunan di SMKN 1 Singosari yang totalnya adalah 33 siswa. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi product moment spearman’s karena jenis data pada penelitian ini adalah ranking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar. Besarnya korelasi antara motivasi belajar dan prestasi belajar adalah 0,904 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Motivasi instrinsik dapat mengarah pada timbulnya motivasi berprestasi, semakin tinggi motivasi belajar seorang siswa, maka semakin tinggi pula prestasi belajarnya begitu juga sebaliknya. Dari hasil penelitian disarankan kepada guru untuk semakin meningkatkan motivasi belajar siswanya agar memperoleh prestasi belajar yang lebih baik, dan diharapkan kepada sekolah untuk menyediakan fasilitas belajar yang lebih lengkap dan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar. Penelitian yang berkaitan dengan prestasi belajar siswa yang dikaitkan dengan faktor lain seperti tingkat kecerdasan, bakat, kurikulum, sarana dan prasarana, serta faktor-faktor lain belum diteliti. Hasil penelitian-penelitian sejenis akan sangat bermanfaat sebagai dasar pengembangan model pembelajaran dan upaya lainnya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Kata Kunci: motivasi belajar, prestasi belajar

Aplikasi transaksi penjualan dan pembelian barang pada mini market / Sholihul Huda

 

Market, menggunakan Visual Basic 6.0 dan Microsoft Access. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama di bidang komputer membawa perubahan besar dengan memberikan berbagai macam program yang dapat mempermudah segala macam aktifitas manusia. Penekanan pada faktor kemudahan operasional serta kepraktisan membuat peralihan teknologi dari sistem analog ke sistem digital, sehingga dapat meminimalisir terjadinya human error. Sistem kerja administrasi Market U2D yang sebelumnya melakukan perhitungan data jual beli barang dengan cara manual, misal penghitungan jumlah barang yang tersedia atau stok barang, penentuan dan penghitungan berbagai macam barang yang secara seksama, tidak efisien waktu dan membutuhkan banyak tenaga. Dengan adanya program ini diharapkan mampu mengurangi kerugian sekecil mungkin, terutama di bidang transaksi penjualan dan pembelian barang, sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi pemilik. Dengan alasan tersebut di atas, maka akan dirancang dan dibuat suatu sistem yang dapat membantu memperlancar proses transaksi pada Market U2D yang berjudul “Aplikasi Transaksi Penjualan dan Pembelian Barang”. Untuk sistem transaksi penjualan dan pembelian barang ini, dalam perancangan sistem digunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 sebagai interfacing antara manusia dengan komputer. Program database yang digunakan adalah Microsoft Access. Kesimpulan yang dapat diambil dari perancangan dan hasil pengujian adalah sistem ini dapat membantu pekerjaan admin dalam mengatur data transaksi dan penjualan, sehingga dalam pengimplementasian dari sistem administrasi penjualan barang sangat membantu admin dan pembeli. Perancangan sistem yang dibuat memiliki keamanan sistem lebih terjamin, karena hanya pemilik dan karyawan memiliki password yang dapat mengakses sistem ini, tingkat kesalahan dalam melakukan transaksi penjualan dan pembelian barang kecil, karena masingmasing customer menerima nomor transaksi yang berbeda, sehingga dapat meminimalisir kesalahan pada laporan.

Prototype tempat penitipan barang bagi pelanggan dengan menggunakan smart cart / Afifah

 

Kemajuan teknologi yang berkembang dengan pesat selain memberikan dampak positif juga memberikan dampak negatif bagi kehidupan masyarakat. Salah satu dampak negatif yang terasa adalah meningkatnya tindak kriminalitas, khususnya tindakan pencurian. Tindak kriminalitas pencurian yang semakin meningkat dapat merugikan dan membuat orang semakin tidak nyaman dalam menggunakan ‘area pribadinya’. Pada saat ini tempat penitipan barang seringkali menggunakan sistem manual, dengan pelayanan orang atau pegawai untuk mengawasi barang-barang yang dititipkan oleh pelanggan. Hal ini menyebabkan terkadang pengguna jasa merasa tidak nyaman untuk meninggalkan barang bawaannya untuk waktu yang lama. Selain itu kerugian dari tempat penitipan barang dengan sistem manual yakni tidak efisien, seperti tidak efisien waktu, membutuhkan tenaga kerja lagi serta menambah pengeluaran bagi instansi yang bersangkutan untuk setiap bulan. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini. Hal tersebut memberikan ide bagi penulis untuk membuat sebuah alat yakni tempat penitipan barang dengan menggunakan smart card. Keuntungan dari smart card adalah menghindari terjadinya pemalsuan kartu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, kartu ini bisa menambah, menghapus, mengubah informasi yang terkandung di dalamnya.

Produktivitas tenaga kerja dalam pekerjaan kolom pada pembangunan gudang Indomart Jl. Mayjen. Sungkono Buring Malang / Suharto Hidayat

 

Tenaga kerja bangunan mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu proses pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Agar suatu pekerjaan konstruksi dapat berjalan dengan lancar, maka seorang tenaga kerja harus mempunyai tingkat produktivitas yang tinggi. Pengukuran produktivitas tenaga kerja merupakan salah satu informasi penting untuk mengawali kegiatan yang mengarah pada efisiensi dan efektivitas pelaksanaan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) secara garis besar bagaimana tingkat produktivitas tenaga kerja; (2) profil tenaga kerja; (3) tingkat produktivitas tenaga kerja dilihat dari profil tenaga kerja. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tenaga kerja pada proyek pembangunan gudang Indomart. Sampel diambil secara total yang terdiri 6 orang tukang dan serta 14 orang pekerja. Teknik pengambilan data menggunakan angket yang digunakan sebagai pedoman wawancara. Hasil penelitian diperoleh data bahwa: (1) produktivitas kerja tukang dengan dibantu beberapa pekerja dalam 1 hari rata-rata mampu menyelesaikan 0,745 m3 kolom; (2) rata-rata tingkat pendidikan yang ditempuh tukang adalah sampai tingkat SD; (3) pengalaman yang dimiliki tukang rata-rata lebih dari 10 tahun; (4) rata-rata tingkat motivasi yang dimiliki tenaga kerja pada tingkat sedang; (5) tingkat pendidikan bukan merupakan faktor utama yang mempengaruhi produktivitas kerja; (7) pengalaman kerja adalah faktor utama yang mempengaruhi produktivitas; (8) tingkat motivasi mempengaruhi tingkat produktivitas tenaga kerja tetapi bukan merupakan faktor utama yang mempengaruhi produktivitas kerja. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja pada dasarnya meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Pengalaman merupakan faktor utama dalam peningkatan produktivitas tenaga kerja. Hendaknya pengalaman kerja seorang tenaga kerja harus diperhatikan sehingga nantinya dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Sistem pengendalian suhu, monitoring kelembaban dan pengunci pintu kandang reptil ber password berbasis mikrokontroler / Dony Prasetya

 

ABSTRAK Prasetya, Dony.2015. SistemPengendalianSuhu, Monitoring KelembabandanPen-gunciPintuKandangReptilBer-password Berbasis Mikrokontroler. Tugas Akhir,Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro.Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs.Suwasono, M.T. (II) Ahmad Fahmi, S.T., M.T. Kata Kunci : SHT11, password,ular, Mikrokontro-ler,pengendalisuhudankelembaban PerancanganSistemPengendalianSu-hu,MonitoringKelembabandanPengunciPintuKandangReptilBer-password Berbasis Mikrokontrolermerupakan media yang tepatuntukperawatanreptil. Alati-nidapatdigunakanuntukmempermudahperawatanreptil, khususnyaular.Suhu, ke-lembaban, sertapenjemuran yang sesuaiakanmembuatulartumbuhdenganbaik. Keamananpintukandangjugaharusdijagadenganbenar, demi memberi rasa aman-bagimanusiadanular. Tujuan pembuatan Tugas Akhir ini antara lain: (1)Merancang SistemPen-gendalianSuhu,MonitoringKelembabandanPengunciPintuKandangReptilBer-password Berbasis Mikrokontroler; (2) membuat SistemPengendalianSu-hu,MonitoringKelembabandanPengunciPintuKandangReptilBer-password Berbasis Mikrokontroler; (3)menguji SistemPengendalianSu-hu,MonitoringKelembabandanPengunciPintuKandangReptilBer-password Berbasis Mikrokontroler. Metode perancangan terdiri dari beberapa tahapan yang meliputi : (1)proses perancangan sistem (2) pembuatan alat (3) pengujian rangkaian alat tiapblok dan (4) pengujian rangkaian alat keseluruhan sistem. Kesimpulan dari perancangan sistem : (1) sensor suhudankelemba-banSHT11 yang dapat mendeteksi suhudankelembaban pada kandang yang berukuran panjang 30cm, lebar 20cm, tinggi 50cm dengan range suhu 250C-330Cdanrangekelembaban 60%-70%; (2) Rangkaiankeypad memasukkankarak-terberupaangkasebagaipassword danditampilkanmelalui LCD; (3)rangkaianoutput yang terdiridarirangkaian solenoid lock door akanaktifketikapassword benar, rangkaianpendinginakanaktifketikasuhudiatas 33˚C, rangkaianpemanasakanaktif-ketikasuhudibawah 25˚C, rangkaianpenyuplai air akanaktifketikakelembaban yang terdeteksi dibawah 60%danaktifselama 10 detik; (4) rangkaian LCD seba-gaipenampilpembacaan sensor SHT11 danpenampilpassword yang akandimasuk-kan.

Mitivasi belajar ditinjau dari segi pengelolaan kelas pada siswa kelas X dan kelas XI program keahlian teknik konstruksi bangunan di SMKN 1 Singosari Malang / Dyah Ayu Paramita Tunggadewi

 

ABSTRAK Tunggadewi, Dyah Ayu Paramitha. 2009. Motivasi Belajar Ditinjau dari segi Pengelolaan Kelas Pada Siswa Kelas X dan Kelas XI Program Keahlian Teknik Konstruksi Bangunan Di SMKN 1 Singosari. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Dian Ariestadi, M.T. (II) Drs. Boedi Rahardjo, M.Pd, M.T. Kata Kunci : pengelolaan kelas, motivasi belajar. Guru adalah salah satu faktor penentu bagi keberhasilan siswa dalam belajar, sebagai tenaga profesional seorang guru dituntut mampu mengelola kelas untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi belajar yang optimal bagi tercapainya tujuan pembelajaran. Kemampuan seorang guru dalam mengelola kelas dengan baik dapat mempengaruhi motivasi siswa dalam belajar. Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat intelektual dan peranannya yang khas, yaitu menumbuhkan gairah, merasa senang, dan semangat dalam belajar, yang pada akhirnya dapat meningkatkan perolehan belajar. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa kondisi ruang kelas teknik konstruksi bangunan terasa panas dan pengap, akibatnya siswa terlihat kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengelolaan kelas terhadap motivasi belajar siswa di program keahlian teknik konstruksi bangunan di SMKN 1 Singosari. Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh siswa kelas X dan kelas XI program keahlian teknik konstruksi bangunan di SMKN 1 Singosari yang totalnya adalah 90 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik angket. Untuk uji hipotesis digunakan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pengelolaan kelas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar. Motivasi belajar siswa kelas X dan kelas XI program keahlian teknik konstruksi bangunan di SMKN 1 Singosari Malang sebanyak 56,9% dipengaruhi oleh pengelolaan kelas sedangkan sebanyak 43,1% dipengaruhi oleh variabel lain, diantaranya latar belakang siswa dan keluarga, minat, lingkungan tempat tinggal siswa dan hubungan antar siswa. Sebanyak 90% siswa menyatakan bahwa pengelolaan kelas secara fisik sudah baik dan 95% siswa menyatakan bahwa pengelolaan kelas secara psikis sudah baik. Dari hasil penelitian disarankan: (1)Kepada pihak sekolah untuk lebih memperhatikan kondisi pengelolaan kelas baik secara fisik maupun psikis untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, (2) Guru hendaknya membantu siswa dalam memahami dan memanfaatkan potensi yang ada pada diri siswa secara optimal untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, (3) Penelitian yang berkaitan dengan motivasi belajar siswa yang dikaitkan dengan faktor lain seperti latar belakang siswa, minat belajar siswa dan juga lingkungan belajar siswa. Hasil penelitian sejenis akan sangat bermanfaat sebagai dasar pengembangan model pembelajaran dan upaya lainnya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

Hubungan anatara kompetensi guru dan ketersediaan sarana prasarana belajar dengan sikap beretika TIK siswa pada kelas XII program keahlian teknik komputer dan jaringan di SMKN 6 Malang / Dewi Susiana

 

ABSTRAK Susiana, Dewi. 2009. Hubungan Antara Kompetensi Guru dan Ketersediaan Sarana Prasarana Belajar dengan Sikap Beretika TIK Siswa Pada Kelas XII Program Keahlian TKJ di SMKN 6 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Setiadi C.P., M.T., M.Pd., (II) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom. Kata kunci: sikap beretika TIK, kompetensi guru, ketersediaan sarana prasarana. Sikap beretika TIK siswa merupakan pemahaman, perasaan dan kecenderungan bertindak dari dalam siswa terhadap komponen-komponen etika dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Guru adalah salah satu pihak yang mempunyai peranan penting dalam memberikan pengetahuan, nilai/sikap dan ketrampilan kepada siswa-siswinya. Ketersediaan sarana prasarana TIK merupakan tersedianya fasilitas yang meliputi semua peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dan tidak langsung dapat menunjang belajar TIK secara umum dan TKJ khususnya baik di sekolah maupun di luar sekolah yang sesuai dengan kurikulum dalam standar nasional pendidikan (komputer dan internet). Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan kompetensi guru TIK kelas XII program keahlian TKJ di SMKN 6 Malang, (2) Mendeskripsikan ketersediaan sarana prasarana belajar TIK pada kelas XII program keahlian TKJ di SMKN 6 Malang, (3) Mendeskripsikan sikap beretika TIK siswa pada kelas XII program keahlian TKJ di SMKN 6 Malang, (4) Mengungkap hubungan antara kompetensi guru dengan sikap beretika TIK siswa kelas XII program keahlian TKJ di SMKN 6 Malang, (5) Mengungkap hubungan antara ketersediaan sarana prasarana belajar TIK dengan sikap beretika TIK siswa kelas XII program keahlian TKJ di SMKN 6 Malang, dan (6) Mengungkap hubungan antara kompetensi guru dan ketersediaan sarana prasarana belajar TIK secara simultan dengan sikap beretika TIK siswa kelas XII program keahlian TKJ di SMKN 6 Malang. Objek penelitian adalah siswa kelas XII program keahlian TKJ di SMKN 6 Malang sejumlah 113 siswa dari 174 siswa. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu proporsional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket. Analisis diperoleh dengan menggunakan teknik regresi ganda, yaitu untuk mengetahui besarnya Hubungan Kompetensi Guru (X1) dan Ketersediaan Sarana Prasarana TIK (X2) dengan Sikap Beretika TIK Siswa (Y) Pada Kelas XII Program Keahlian TKJ di SMKN 6 Malang. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS for Windows release 17. Hasil penelitian ini adalah (1) Kompetensi guru kelas XII program keahlian TKJ di SMKN 6 Malang berada dalam kategori tinggi sebesar 48,57%, (2) Ketersediaan sarana prasarana belajar kelas XII program keahlian TKJ di SMKN 6 berada dalam kategori sedang sebesar 46,9% dan (3) Sikap beretika TIK siswa pada kelas XII program keahlian TKJ di SMKN 6 berada dalam kategori sedang sebesar 39.82%. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Kompetensi guru kelas XII program keahlian TKJ di SMKN 6 Malang berada dalam kategori tinggi, (2) Ketersediaan sarana prasarana belajar kelas XII program keahlian TKJ di SMKN 6 Malang berada dalam kategori sedang, (3) Sikap beretika TIK siswa pada kelas XII program keahlian TKJ di SMKN 6 Malang berada dalam kategori sedang, (4) Ada hubungan positif antara kompetensi guru dengan sikap beretika TIK siswa pada kelas XII program keahlian TKJ di SMKN 6 Malang, (5) Ada hubungan positif antara ketersediaan sarana prasarana belajar dengan sikap beretika TIK siswa pada kelas XII program keahlian TKJ di SMKN 6 Malang, dan (6) Ada hubungan positif antara kompetensi guru dan ketersediaan sarana prasarana belajar dengan sikap beretika TIK siswa pada kelas XII program keahlian TKJ di SMKN 6 Malang.

Asosiasi antara set kesempatan investasi (IOS) dengan realisasi pertumbuhan perusahaan serta perbedaan perusahaan tumbuh dan tidak tumbuh berdasarkan kebijakan pendanaan dan dividen pada industri manufaktur yang lesting di BEI periode 2006-2007

 

ABSTRAK Kofsoh, Yuliana. 2009. Asosiasi antara Set Kesempatan Investasi (IOS) dengan Realisasi Pertumbuhan Perusahaan Serta Perbedaan Perusahaan Tumbuh dan Tidak Tumbuh Berdasarkan Kebijakan Pendanaan dan Dividen pada Industri Manufaktur yang Listing di BEI Periode 2006- 2007. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Agung Winarno, M.M., (II) Yuli Soesetio, S.E., M.M. Kata kunci: Set Kesempatan Investasi (IOS), Perusahaan Tumbuh dan Tidak Tumbuh, Kebijakan Pendanaan dan Dividen, Industri Manufaktur. Konsep baru dalam menilai suatu perusahaan adalah dengan mengkombinasikan antara aset yang dimiliki perusahaan dengan opsi investasi dimasa depan. Konsep ini dikenal dengan istilah Set Kesempatan Investasi/Investment Opportunity Set (IOS). IOS perusahaan merupakan sesuatu yang secara melekat bersifat tidak dapat diobservasi, oleh karena itu IOS memerlukan sebuah proksi. Proksi IOS yang digunakan dalam penelitian ini adalah Market Value of Equity to Book Value of Equity (MVEBVE), Market Value of Asset to Book Value of Asset (MVABVA), Price Earning Ratio (PER), Capital Expenditure to Book Value of Asset (CEBVA), dan Capital Expenditure to Market Value of Asset (CEMVA). Tujan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) korelasi antara Set Kesempatan Investasi (IOS) yang meliputi MVEBVE, MVABVA, PER, CEBVA, dan CEMVA dengan semua unsur realisasi pertumbuhan perusahaan pada industri manufaktur, (2) perbedaan kebijakan pendanaan yang meliputi Book Debt Equity (BD/E) dan Market Debt Equity (MD/E) antara perusahaan kategori tumbuh dan tidak tumbuh pada industri manufaktur, (3) perbedaan kebijakan dividen yang meliputi Divident Payout (DP) dan Dividen Yield (DY) antara perusahaan kategori tumbuh dan tidak tumbuh pada industri manufaktur. Teknik samplingnya purposive sampling dengan alat uji yang digunakan adalah Analisis Faktor, Analisis Korelasi Pearson, analisis Kolmogorov Smirnov, Uji t Beda Rata-rata, dan Uji U-Mann Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Set Kesempatan Investasi (IOS) yang meliputi MVEBVE, MVABVA, PER, CEBVA, dan CEMVA tidak berkorelasi positif signifikan dengan semua unsur realisasi pertumbuhan perusahaan, sehingga dapat dikatakan bahwa semua proksi IOS dalam penelitian ini tidak bisa digunakan untuk memprediksi pertumbuhan perusahaan, (2) terdapat perbedaan antara perusahaan kategori tumbuh dan tidak tumbuh dilihat dari Market Debt Equity (MD/E), perusahaan tumbuh lebih mengutamakan sumber pendanaan internal, sedangkan perusahaan tidak tumbuh lebih mengutamakan sumber pendanaan eksternal (3) tidak terdapat perbedaan antara perusahaan kategori tumbuh dengan tidak tumbuh dalam hal pengambilan kebijakan dividen. Saran bagi penelitian mendatang, menambah jenis rasio individual Set Kesempatan Investasi (IOS), menambah masa periode, dan menambah jumlah sampel penelitian.

Pengembangan paket permainan koopeartif dalam upaya menstimulasi kecerdasan interpersonal anak Taman Kanak-kanak / Nila Zaimatus Septiana

 

Abstrak Masa kanak-kanak merupakan masa golden age di mana perkembangan untuk masing-masing kecerdasan dapat dioptimalkan. Salah satu kecerdasan yang mempunyai peranan penting pada masa kanak-kanak yakni kecerdasan interpersonal yang terkait dengan ketrampilan anak dalam hubungan sosial sehingga anak dapat bersosialisasai ssecara efektif dan dapat diterima dalam kelompoknya. Pada masa kanak-kanak sebagian besar aktifitasnya dilakukan dengan bermain. Bermain merupakan cara yang paling baik untuk mengembangkan kemampuan anak. Dalam satu permainan yang dapat mengembangkan kecerdasan interpersonal yakni permainan kooperatif. Dengan bermain secara kooperatif anak dapat mengembangkan kemampuan mereka dalam bersosialisasi tanpa meninggalkan dunia mereka yakni dunia bermain. Sesuai latar belakang di atas, maka tujuan pengembangan dalam penelitian ini adalah adalah untuk menghasilkan paket permainan yang dapat di gunakan untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal anak TK dan untuk mengetahui keguanaan (utility), keterlaksanaan (visibility), kejelasan, keefektifan, kemenarikan dan ketepatan (accuracy) paket permainan yang akan dikembangkan dalam menstimulasi kecerdasan interpersonal anak TK. Rancangan penelitian adalah penelitian pengembangan prosedural dengan mengadaptasi langkah-langkah dari Dick and Carey. Langkah-langkah dari Dick and Carey yang diadaptasi penulis dalam penelitian ini meliputi tahap pra pengembangan, pengembangan, dan tahap pasca pengembangan. Paket permainan ini telah dinilai oleh dua ahli dan seorang calon pengguna produk. Secara kuantitatif, hasil penilaian dari dari para ahli untuk spesifikasi produk memperoleh nilai rerata 3,16 yang berarti produk ini sangat berguna, tepat, jelas, efektif, terlaksana, dan menarik, khususnya dalam menstimulasi kecerdasan interpersonal anak TK, sedangkan untuk penilaian terhadap pedoman pengembangan paket memperoleh nilai rerata 3,2 yang berarti buku paket pengembangan permainan kooperatif ini mempunyai pedoman yang sangat jelas sehingga mudah dilaksanakan. Selain dari penilaian ahli, setelah produk direvisi kemudian dilakukan uji coba kepada calon pengguna produk. Secara kuantitatif, hasil penilaian dari dari calon pengguna produk untuk spesifikasi produk memperoleh nilai rerata 3,2 yang berarti produk ini sangat berguna, tepat, jelas, efektif, terlaksana, dan menarik, pada intinya produk ini dapat dilaksanakan / dipraktikkan untuk anak TK dalam menstimulasi kecerdasan interpersonalnya. Sedangkan untuk penilaian terhadap pedoman pengembangan paket memperoleh nilai rerata 3,6 yang berarti buku paket pengembangan permainan kooperatif ini mempunyai pedoman yang sangat jelas sehingga mudah dilaksanakan sesuai dengan tahapan-tahapan pelaksanaannya. 1 Saran untuk penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Bagi guru TK, karena kegiatan bermain tidak terjadi dengan sendirinya oleh karena itu untuk memberikan permainan kepada anak, guru TK juga disarankan untuk memiliki kemampuan dalam memahami teknik-teknik bermain,(2) Sekolah TK, agar selalu dapat mengikuti perkembangan pendidikan sesuai dengan kurikulum yang terbaru. Sekolah TK diharapkan dapat mendatangkan ataupun mengadakan tenaga bimbingan khusus di sekolah yang mempunyai kualifikasi pendidikan bimbingan dan konseling mengingat dalam BK juga mempelajari tentang BK di TK / SD (c) mengingat penelitian pengembangan ini hanya sampai pada uji ahli maka disarankan pada peneliti selanjutnya untuk melakukan uji kelompok kecil dan uji lapangan untuk melihat keefektifan dan validitas Pengembangan Paket Permainan Kooperatif untuk Menstimulasi Kecerdasan Interpersonal Anak TK. Kata Kunci : pengembangan, paket permainan kooperatif, kecerdasan interpersonal.

Hubungan antara sikap belajar dan kompetensi guru dengan prestasi belajar TIK siswa kelas VIII di MTs. Negeri Kunir Kabupaten Blitar / Joko Nugroho

 

ABSTRAK Nugroho, Joko. 2009. Hubungan Antara Sikap Belajar dan Kompetensi Guru dengan Prestasi Belajar TIK Siswa Kelas VIII di MTs. Negeri Kunir Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Setiadi C.P., M.T., M.Pd., (II) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom Kata Kunci: sikap belajar, kompetensi guru, prestasi belajar TIK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gambaran objektif tentang: (1) Hubungan antara sikap belajar dengan prestasi belajar TIK, (2) Hubungan kompetensi guru dengan prestasi belajar, dan (3) Hubungan antara sikap belajar dan kompetensi guru secara simultan dengan prestasi belajar TIK. Penelitian ini dilakukan di MTs. Negeri Kunir Kabupaten Blitar. Objek penelitian adalah siswa kelas VIII di MTs. Negeri Kunir Kabupaten Blitar, dengan sampel sebanyak 162 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proporsional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis regresi linier ganda untuk mengungkap besarnya hubungan sikap belajar dan kompetensi guru dengan prestasi belajar. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS for Windows release 17. Penelitian ini berhasil mengungkap (1) Sikap belajar (X1) memiliki kategori tinggi sebesar 64,2%, (2) Kompetensi guru (X2) memiliki kategori sangat tinggi sebesar 56,2%, dan (3) Prestasi belajar TIK (Y) memiliki kategori sedang sebesar 60,5%, hasil analisis uji hopotesis: (1) Ada hubungan yang cukup kuat antara sikap belajar dengan prestasi belajar TIK siswa kelas VIII MTs. Negeri Kunir Kabupaten Blitar. (2) Ada hubungan yang cukup kuat antara kompetensi guru dengan prestasi belajar TIK siswa kelas VIII MTs. Negeri Kunir Kabupaten Blitar, dan (3) Ada hubungan yang cukup kuat antara kedua prediktor yaitu sikap belajar dan kompetensi guru secara simultan dengan prestasi belajar TIK siswa kelas VIII MTs. Negeri Kunir Kabupaten Blitar. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Sikap belajar siswa berada dalam kategori tinggi, (2) Kompetensi guru TIK berada dalam kategori sangat tinggi, (3) Prestasi belajar TIK berada dalam kategori sedang, (4) Ada hubungan positif dan signifikan antara sikap belajar dengan prestasi belajar TIK, (5) Ada hubungan positif dan signifikan antara kompetensi guru dengan prestasi belajar TIK, dan (6) Ada hubungan positif dan signifikan antara sikap belajar TIK dan kompetensi guru secara simultan dengan prestasi belajar TIK. Saran penelitian ini adalah (1) Siswa diharapkan untuk tetap memperhatikan sikap belajarnya dan selalu memperbaiki sikap belajar ketika mengikuti pelajaran TIK, (2) Guru TIK diharapkan untuk tetap memperhatikan dan meningkatkan kompetensinya dan hendaknya ikut serta dalam pengembangan sikap belajar siswa-siswanya, (3) Orangtua hendaknya ikut serta dalam meningkatkan pengembangan sikap belajar anaknya agar terbentuk sikap belajar yang baik, dan (4) Sekolah diharapkan dapat melaksanakan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru TIK serta diharapkan memperhatikan sikap belajar siswa-siswanya.

Komparasi metode ceramah dengan metode jigsaw dalam pembelajaran sejarah siswa kelas XI IPA SMAN 8 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Hartutik

 

ABSTRAK Hartutik. 2009. Komparasi Metode Ceramah Dengan Metode Jigsaw Dalam Pembelajaran Sejarah Siswa Kelas XI IPA SMA N 8 Malang Tahun Ajaran 2009/ 2010. Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, (II) Drs. Joko Sayono, M.Pd, M.Hum. Kata kunci: Komparasi, Metode Ceramah, Metode Jigsaw Penelitian ini membahas mengenai komparasi penggunaan metode belajar yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah. Hal ini dilatarbelakangi karena selama ini dalam mata pelajaran sejarah guru cenderung hanya menerapkan metode ceramah. Dengan metode ceramah siswa hanya mendapatkan pengetahuan dari guru saja, sehingga guru cenderung aktif sedangkan siswanya bersifat pasif. Berbeda dengan penerapan metode jigsaw, siswa dituntut agar aktif dalam proses belajar karena setiap individu mempunyai tanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing. Dengan metode jigsaw disamping pengetahuan diperoleh dengan jalan mencari sendiri siswa juga mendapatkan pengetahuan dari teman-teman diskusinya yang lain. Dengan metode jigsaw siswa juga mampu meningkatkan kepekaan sosial terhadap sesama teman misalnya dapat meningkatkan sikap saling menghargai atas perbedaan pendapat orang lain, meningkatkan sikap tenggang rasa, meningkatkan keyakinan atas ide/ gagasan sendiri, meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik dari idenya dan lain sebagainya. Maka dari itu peneliti melakukan penelitian di SMA N 8 Malang mengenai komparasi metode ceramah dengan metode jigsaw untuk mengetahui hasil belajar sejarah siswa kelas XI-IPA dalam hal ini adalah kelas XI-IPA I dan XI-IPA II. Dengan hipotesis terdapat perbedaan hasil belajar sejarah siswa dari adanya komparasi penerapan dua metode yang berlainan yaitu metode ceramah dengan metode jigsaw. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana rata-rata hasil belajar sejarah siswa kelas XI-IPA II yang diajar dengan metode ceramah di SMA N 8 Malang tahun ajaran 2009/2010, (2) bagaimana rata-rata hasil belajar sejarah siswa kelas XI-IPA III yang diajar dengan metode jigsaw di SMA N 8 Malang tahun ajaran 2009/2010, (3) apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode ceramah dan metode Jigsaw dalam pembelajaran sejarah siswa kelas XI IPA di SMA N 8 Malang tahun ajaran 2009/2010. Dengan hipotesis bahwa terdapat perbedaan hasil belajar sejarah siswa dari adanya komparasi metode ceramah dan metode jigsaw, maka kriteria pengujian Ho diterima jika sig (2-tailed) atau signifikansi > 0.05 dan Ho ditolak jika sig (2-tailed) atau signifikansi < 0.05 atau Ho diterima jika t hitung < t tabel dan Ho ditolak jika t hitung > t tabel, sedangkan nilai t tabel diperoleh dengan melihat acuan nilai pada tabel yang telah ditentukan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi eksperiment). Peneliti menggunakan dua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pada kedua kelas ini diberikan perlakuan yang berbeda. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling karena ada pertimbangan tertentu, yaitu dipastikan bahwa kemampuan awal kedua kelas adalah ekuivalen. Selain itu dilakukan uji validitas dan reliabilitas, normalitas, homogenitas, uji kesamaan rata-rata kemampuan awal, dan uji hipotesis untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar sejarah dari adanya komparasi metode ceramah dengan metode jigsaw. Hasil dari penelitian adalah terdapat perbedaan hasil belajar dari adanya komparasi metode ceramah dengan metode jigsaw, ini terbukti dari hasil belajar siswa yang menunjukkkan bahwa nilai rata-rata kelas untuk kelompok kontrol sebesar 59.44 dan kelompok eksperimen sebesar 81.11. Uji hipotesis yang menunjukkan perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu nilai sig (2-tailed) atau signifikansi 0.000 < 0.05 dan t hitung (6,053) > t tabel 0.05(df=70) (1,994). Berdasarkan hasil penelitian maka guru dapat menggunakan metode jigsaw dalam pembelajaran sejarah sebagai variasi dari metode belajar yang selama ini diterapkan dalam hal ini adalah metode ceramah. Dengan tujuan untuk melibatkan keaktifan siswa dalam proses kegiatan belajar sejarah serta hasil belajar yang diperoleh siswa diharapkan juga dapat maksimal. Saran-saran yang dapat disumbangkan sebaiknya guru juga tidak boleh mengesampingkan metode ceramah karena belum tentu ceramah merupakan suatu metode yang jelek, melainkan guru harus bisa memilih metode yang relevan untuk digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian maka hasil belajar dapat sesuai dengan apa yang diharapkan.

Perencanaan turbin air untuk flurida aliran bebas / Ahmad Najahuddawam, Dwi Ali Mashudi

 

Perencanaan turbin ini bertujuan untuk merancang suatu turbin yang digunakan untuk mengubah energi kinetik aliran air menjadi energi dalam bentuk yang lain misalnya energi mekanik. Perencanaan ini juga ditujukan untuk mengetahui mekanisme atau cara kerja dari turbin dan kinerjanya. Metode atau cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut pertama diambil data sungai. Sungai yang digunakan yaitu sungai Amprong di Desa Kedung Kandang Malang. Pengambilan data meliputi kecepatan arus, kedalaman, dan lebar sungai yang nantinya akan digunakan sebagai pertimbangan dalam merencanakan turbin seperti dalam perencanaan dimensi dan konstruksi turbin. Dari perencanaan tersebut dihasilkan sebuah produk turbin air jenis free flow atau aliran bebas dengan kecepatan arus sedang. Mekanisme atau cara kerja turbin tersebut yaitu dengan mengarahkan aliran arus sungai ke sudu turbin. Energi kinetik air yang terjadi akibat aliran arus sungai diubah menjadi energi mekanik oleh poros sehingga menimbulkan putaran. Dari pengujian yang telah dilakukan, dihasilkan kecepatan arus sungai mencapai 2,01 m/det, putaran turbin 56 rpm dan menghasilkan daya sebesar 0,0017 kW.

Pengukuran kinerja manajemen pada SDK Santa Maria I Malang menggunakan metode balance scorecard / Benhard Adi Pradipta Hermawan

 

Sekolah Dasar Katolik Santa Maria I adalah salah satu instansi yang bergerak di bidang pendidikan. Sekolah ini termasuk salah satu sekolah dasar swasta yang ada di kota malang. Sekolah ini dibentuk untuk misi sosial yang didirikan oleh suster – suster dari kongregasi Santa Perawan Maria. Sekolah ini mempunyai misi salah satunya bertekat mendampingi warga sekolah menjadi berkualitas dalam pengembangan standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, pembiayaan, pengelolaan dan penilaian. Untuk mencapai misi yang di cita-citakan sekolah ini membutuhkan alat pengukuran kinerja yang tepat. Balanced scorecard adalah alat para eksekutif untuk menerjemahkan visi dan strategi perusahaan ke dalam seperangkat ukuran kinerja yang terpadu. Dalam metode balanced scorecard itu sendiri ada empat perspektif yaitu perspektif finansial, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Tujuan Penulisan Tugas Akhir ini adalah mengetahui kinerja manajemen SDK Santa Maria I Malang jika dilakukan pengukuran kinerja menggunakan metode balanced Scorecard. Metode pemecahan masalah yang digunakan dalam pembahasan ini adalah dengan menggunakan metode balanced scorecard. Data pengukuran kinerja dengan metode ini meliputi perspektif keuangan yaitu value for money, perspektif pelanggan yaitu customer aquisition dan kepuasan pelanggan, perspektif bisnis internal yaitu kecepatan dan kualitas jasa, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan studi pustaka dan studi lapangan . Hasil pembahasan Tugas Akhir ini bahwa pengukuran kinerja menggunakan empat perspektif balanced scorecard di SDK Santa Maria I Malang adalah BAIK. SDK Santa Maria I diharapkan mempertimbangkan metode balanced scorecard sebagai salah satu acuan pengukuran kinerja.

Implementasi model peta konsep untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV mata pelajaran IPA di SDN Kandung Winongan Pasuruan / Novi Ariyanti

 

ABSTRAK Ariyanti, N. 2009. Implementasi Model Peta Konsep Untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas IV Mata Pelajaran IPA di SDN Kandung Winongan Pasuruan. Skripsi. Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Kata Kunci: Pembelajaran IPA, Peta Konsep, Hasil Belajar. Pembelajaran IPA di sekolah dasar diharapkan ada penekanan pembelajaran salingtemas (sains, teknologi, dan masyarakat) yang diarahkan pada pengalaman belajar siswa. Ilmu pengetahuan alam bertujuan agar siswa dapat mengembangkan pengetahuan dan persamaan konsep-konsep IPA yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari–hari, selain itu juga bertujuan mengembangkan rasa ingin tahu dan bersikap positif terhadap lingkungan teknologi dan masyarakat Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi di kelas IV SDN Kandung Pasuruan menunjukkan hasil belajar siswa dalam memahami dan menguasai konsep rangka manusia masih rendah. Data hasil tugas siswa menunjukkan rata-rata perolehan hasil belajar siswa kelas IV pada materi Rangka Manusia adalah 32,34 atau tidak ada siswa yang mencapai standar ketuntasan belajar minimal (SKBM) yang ditetapkan oleh SDN Kandung yakni 65 Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran model peta konsep di kelas IV SDN Kandung Pasuruan, (2) Untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran model peta konsep di kelas IV SDN Kandung Pasuruan, (3) Untuk mendeskripsikan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran model peta konsep di kelas IV SDN Kandung Pasuruan, (4) Untuk mendeskripsikan tanggapan siswa selama mengikuti pembelajaran model peta konsep di SDN Kandung Pasuruan. Jenis dan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dan bersifat kolaborasi partisipatorik. Sedangkan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan selama dua siklus dengan dua kali pertemuan pada setiap siklusnya, yang melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, Observasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa penerapan pembelajaran dengan peta konsep dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan Perolehan hasil belajar siswa dengan rata-rata pre tes 32,34, siklus I 60 dan siklus II 70,8. Sedangkan keberhasilan klasikal siswa telah mencapai 81,25 % yaitu 26 dari 32 siswa telah mencapai SKBM yang telah ditentukan di SDN Kandung yakni 65. Peningkatan ini juga disertai dengan peningkatan aktivitas siswa dengan rata-rata siklus I 41,6 dan siklus II 59,04. Dengan demikian kesimpulan pada penelitian ini adalah bahwa penerapan model peta konsep dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta mengoptimalkan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA. Hasil penelitian ini memiliki harapan agar guru dapat menerapkan pembelajaran yang lebih mengutamakan pengembangan diri siswa dengan memberikan kesempatan yang cukup bagi siswa untuk mengaktualisasikan diri dan lebih berpusat pada siswa. Dan hendaknya dapat digunakan sebagai acuan dalam memperbaiki kondisi atau kesulitan belajar siswa.

Penerapan penekatan komunikatif untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita pengalaman siswa kelas V di MI Miftahul Falah Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan / Mariyah Ulfa

 

ABSTRAK Ulfa, M. 2010. Penerapan Pendekatan Komunikatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerita Pengalaman Siswa Kelas V di MI Miftahul Falah Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Sugiharti, M.Pd (2) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd. Kata Kunci: Pendekatan Komunikatif, Menulis Cerita, Bahasa Indonesia SD. Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar diharapkan ada penekanan pembelajaran komunikatif yang diarahkan pada siswa belajar berkomunikasi bukan pengetahuan tentang bahasa. Pembelajaran bahasa bertujuan agar siswa memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis. Namun tujuan tersebut belum sepenuhnya berhasil. Berdasarkan hasil observasi dan tes pra tindakan yang dilaksanakan di kelas V MI Miftahul Falah Capang Pasuruan, menunjukkan minat dan kemampuan siswa dalam menulis cerita pengalaman masih rendah. Data hasil tugas siswa menunjukkan rata-rata perolehan hasil belajar siswa kelas V pada materi menulis cerita pengalaman adalah 56,8. Data tersebut menunjukkan bahwa hanya 33,33 % atau 10 siswa yang mencapai standar ketuntasan belajar minimal (SKBM) bahasa Indonesia yakni 70. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penerapan pendekatan komunikatif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerita pengalaman di kelas V MI Miftahul Falah. (2) mendeskripsikan penerapan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerita pengalaman di kelas V MI Miftahul Falah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan bersifat kolaborasi partisipatorik. Sedangkan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian adalah siswa kelas V MI Miftahul Falah yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, tes, wawancara, dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pemberian tindakan pada tiap siklusnya. Teknik analisis data adalah teknik analisisi deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan dua kali pertemuan pada setiap siklusnya, yaitu melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian penerapan pendekatan komunikatif dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerita pengalaman. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan yaitu pra tindakan 56,8, siklus I 67,6, dan siklus II 74,7. Dari penjelasan tersebut dapat dikemukakan bahwa penerapan pendekatan komunikatif dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerita pengalaman. Saran bagi pendidik hendaknya menyosialisasikan hasil penelitian untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerita pengalaman.

Penerapan pola pemberdayaan berfikir melalui pertanyaan (PBMP) dengan metode think pair share (TPS) untuk meningkatkan prestasi belajar akuntansi kelas X AK 1 di SMK Negeri 2 Blitar / Bayu Mukaromah A.

 

ABSTRAK Mukaromah A, Bayu. 2009. Penerapan Pola Pemberdayaan Berfikir Melalui Pertanyaan (PBMP) dengan Metode Think Pair Share (TPS) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Akuntansi Kelas X Ak 1 Di SMK Negeri 2 Blitar. Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Triadi Agung S., S.E., M.Si., Ak. Pembimbing (2) Drs. H. Sumadi, S.E., M.M., Ak. Kata Kunci: Pola Pemberdayaan Berfikir Melalui Pertanyaan (PBMP), Metode Think Pair Share (TPS), Prestasi Belajar. Metode pembelajaran yang diterapkan di SMK Negeri 2 Blitar adalah metode konvensional dimana guru lebih mendominasi kegiatan pembelajaran sehingga siswa cenderung pasif dan pemberian tugas kepada siswa tidak terstruktur. Hal ini mengakibatkan prestasi belajar siswa kurang maksimal. Salah satu metode pembelajaran yang bisa digunakan guru dalam upaya meningkatkan prestasil belajar siswa adalah pola Pemberdayaan Berfikir Melalui Pertanyaan (PBMP) dengan metode Think Pair Share (TPS). Metode ini diawalai dengan pembagian LS PBMP kepada siswa beberapa hari sebelum pelaksanaan pembelajaran, dilanjutkan dengan siswa berfikir sendiri(think), kemudian berdiskusi secara berpasangan untuk saling membantu satu sama lain (pair), dan diakhiri dengan berbagi jawaban dalam satu kelas (share).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan pola PBMP dengan metode TPS dalam meningkatkan prestasi belajar akuntansi siswa kelas X Ak 1 SMK Negeri 2 Blitar Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dan dilakukan dalam dua siklus, yaitu selama bulan September-Oktober 2009. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data adalah observasi, dokumentasi, wawancara, tes tertulis, rubrik penilaian, dan catatan lapangan. Sedangkan teknik analisis data terdiri dari tahap reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan prestasi belajar aspek kognitif dari sebelum tindakan 72,5% menjadi 85% pada siklus I dan 92,55 pada siklus II. Aspek afektif dan aspek psikomotorik sebelum pelaksanaan tindakan tidak dinilai. Setelah pelaksanaan tindakan, aspek afektif siswa meningkat dari 82,5% pada siklus I menjadi 90% pada siklus II. Aspek psikomotorik pada siklus I 77,5% manjadi 87,5% pada siklus II. Dalam penerapan pola PBMP dengan metode TPS disarankan agar guru meningkatkan kegiatannya untuk mengamati dan membimbing siswa pada tahap pair, dan memberikan bimbingan kepada siswa yang memiliki kemampuan berbeda dengan siswa yang lain dengan membentuk kelompok khusus untuk diberikan penjelasan secara intensif. Untuk peneliti berikutnya, disarankan untuk melakukan penelitian tentang pola PBMP dengan metode TPS pada materi yang lain ditempat yang berbeda dan subyek penelitian diperluas tidak hanya menggunakan satu kelas.

Peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran matematika melalui metode latihan di kelas IV SDN Bareng 5 Kecamatan Klojen kota Malang / Ganti Udin Rumauw

 

ABSTRAK Rumauw. G. U 2009. Peningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Matematika Melalui Metode Latihan di Kelas IV SDN Bareng 5 Kec. Klojen Malang. Skripsi, Program S1 Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Bambang Soejono, M.Ed, (II) Drs. Kentar Budhojo, M.Pd. Kata kunci: pembelajaran matematika, latihan, hasil belajar. Matematika merupakan pengetahuan yang berhubungan secara tersusun, untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari, yang dapat didefenisikan secara logika. Dalam pembelajaran matematika, perluh menggunakan pendekatan yang bukan saja dapat meningkatkan hasil pembelajaran, tetapi juga dapat mengajarkan keterampilan bekerjasama antar siswa, agar kelak mereka mampu bersosialisasi di lingkungan masyarakat dengan baik. Permasalahan yang terjadi di kelas IV SDN Bareng 5 Malang adalah rendahnya hasil belajar siswa. Sehingga perlu adanya tindakan yang inovatif dalam pembelajaran. Penelitian tindakan kelas ini diterapkan untuk mencapai tujuan pembelajaran, yaitu meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Bareng 5 Kec. Klojen Kota Malang yang mencakup pemahaman konsep kelipatan. Metode yang digunakan adalah metode Latihan. Metode latihan dianggap mampu meningkatkan hasil belajar siswa karena di dalamnya siswa berlatih secara terstruktur. Penelitian dikhususkan pada mata pelajaran matematika khususnya materi pokok kelipatan bilangan. Rencana penelitian dengan menggunakan jenis pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Bareng 5 Kec. Klojen Malang yang berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi selama proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut; hasil belajar siswa yang merupakan pemahaman konsep matematika materi pokok kelipatan bilangan secara klasikal mengalami peningkatan dari 52.27% pada pra siklus menjadi 66.23% pada siklus I, kemudian menjadi 79.73% pada siklus II. Kemampuan kerja sama yang diseting dalam metode latihan terjalin dengan baik. Secara keseluruhan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dan mencapai target SKM yang ditetapkan (65%) setelah pembelajaran dengan metode latihan diterapkan. Dari hasil penelitian ini disarankan agar guru selalu menerapkan metode latihan dalam mengajarkan mata pelajaran Matematika.

Pengaruh faktor psikologis terhadap proses keputusan pembelian laptop Acer (studi pada pengguna laptop Acer di area hotspot Perpustakaan Kota Malang) / Devi Ari Puspita

 

ABSTRAK Puspita, Devi Ari. 2009. Pengaruh Faktor Psikologis Terhadap Proses Keputusan Pembelian Laptop Acer (Studi pada ¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬pengguna laptop Acer di area hotspot Perpustakaan Kota Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Muhamad Arief, M.Si (2) Madziatul Churiyah, S.Pd.,MM. Kata kunci: Faktor Psikologis, Proses Keputusan Pembelian Persaingan bisnis dewasa ini semakin ketat. Hal ini terjadi akibat adanya globalisasi dan perdagangan bebas. Perusahaan dituntut untuk memenangkan persaingan dengan cara mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya serta mempertahankan pelanggan yang telah dimiliki agar terus loyal. Guna mendukung hal tersebut, perusahaan harus mampu memahami dan mempelajari tentang perilaku konsumen agar dapat memahami bagaimana karakteristik konsumen yang sesungguhnya. Perilaku konsumen dapat memberikan penjelasan tentang apa yang sesungguhnya menjadi kebutuhan konsumen, alasan konsumen memutuskan untuk melakukan pembelian serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen didalam proses keputusan untuk melakukan pembelian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh faktor psikologis yang terdiri dari: motivasi, persepsi, pembelajaran, serta keyakinan dan sikap Terhadap Proses Keputusan Pembelian Laptop Acer, baik secara parsialmaupun simultan. Penelitian ini mempunyai dua variabel yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motivasi(X1), persepsi (X2), pembelajaran (X3), serta keyakinan dan sikap (X4), sedangkan variabel terikatnya adalah Proses Keputusan Pembelian (Y). Penelitian ini dilakukan di di area hotspot Perpustakaan Kota Malang. Menggunakan rumus dari Daniel dan Terrel, diperoleh sample sebanyak 174 responden. Metode pengambilan sample yang dipakai adalah accidental sampling. Analisis data penelitian yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan uji t dan uji F untuk menguji hipotesisnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang signifikan faktor motivasi terhadap proses keputusan pembelian laptop Acer; (2) terdapat pengaruh yang signifikan faktor persepsi terhadap proses keputusan pembelian laptop Acer; (3)terdapat pengaruh yang signifikan faktor pembelajaran terhadap proses keputusan pembelian laptop Acer; (4) terdapat pengaruh yang signifikan faktor keyakinan dan sikap terhadap proses keputusan pembelian laptop Acer; (5) terdapat pengaruh yang signifikan faktor motivasi, persepsi, pembelajaran, serta keyakinan dan sikap secara simultan atau bersama-sama terhadap proses keputusan pembelian laptop Acer. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini. Penulis memberikan saran agar sebaiknya perusahaan dalam hal ini Acer selalu melakukan berbagai kreasi inovasi dalam mengeluarkan produk laptopnya. Desain laptop yang menarik, tersedia berbagai macam tipe dan warna, serta dilengkapi dengan fitur-fitur yang terkini tentunya akan mampu mempengaruhi terutama dalam hal ini faktor psikologis konsumen sehingga terdorong untuk melakukan proses keputusan pembelian laptop Acer. Selain itu bagi penelitian selanjutnya mengharapkan meneliti tentang variabel bebas lain yang mempengaruhi proses keputusan konsumen dalam membeli seperti faktor budaya, faktor sosial dan faktor pribadi.

Alat tambal ban menggunakan pemanas listrik dengan timer switch otomatis / Muhamad Adi Sujito, Zainul Arifin

 

Ban dalam seringkali mengalami kebocoran, sehingga dibutuhkan suatu alat yang mampu melakukan proses penambalan dengan hasil yang baik dan proses yang cepat. Tujuan pembuatan alat ini untuk menghasilkan suatu alat tambal ban menggunakan pemanas listrik dengan timer switch otomatis yang praktis digunakan dan prosesnya cepat. Metode pembuatan meliputi : analisis produk, pemilihan bahan dan perhitungan konstruksi. Hasil pembuatan berupa alat tambal ban menggunakan pemanas listrik dengan timer switch otomatis dengan dimensi 300 mm x 230 mm x 250 mm dan harga jual alat tambal ban ini sebesar Rp 900.000,-

Pengembangan model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio untuk meningkatkan sikap dan kompetensi wirausaha siswa SMK (SMEA) di Kota Malang / Mohammad Maskan

 

ABSTRAK Maskan, Mohammad*. 2009. Pengembangan Model Pembelajaran Kewirausahaan Berbasis Portofolio untuk Meningkatkan Sikap dan Kompetensi Wirausaha Siswa SMK (SMEA) di Kota Malang, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Salladien, (II) Prof. Dr. Wahjoedi, ME, dan (III) Prof. Dr. Armanu Thayib, SE, M.Sc. Kata kunci: pengembangan model pembelajaran, kewirausahaan, model pembelajaran berbasis portofolio, sikap wirausaha, kompetensi wirausaha. Model pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan selama ini di SMK masih bersifat klasikal yang bercirikan teacher centered learning sehingga obyektif pembelajaran yang tercapai hanyalah aspek kognitif, sedangkan aspek afektif dan psikomotorik tidak tercapai. Untuk itu, maka model pembelajaran ini tidak sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai dalam mata pelajaran kewirausahaan. Bertititik tolak dari masalah tersebut, maka model pembelajaran kewirausahaan di SMK harus diubah menjadi model pembelajaran yang bercirikan student centered learning, yaitu model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio, dimana model pembelajaran ini menggunakan pendekatan siswa aktif, multi metode pengajaran dan multi sumber pembelajaran. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menemukan model mata pelajaran Kewirausahaan berbasis portofolio yang bercirikan siswa aktif, kooperatif, partisipatif, demokratis, reaktif dan menyenangkan. (2) untuk meningkatkan pencapaian domain afektif dan psikomotorik dalam pembelajaran kewirausahaan siswa SMK di Kota Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengadaptasi pendapat Dick and Carey (1990) yang terdiri atas lima tahap. Populasi penelitian ini adalah seluruh SMK (SMEA) Jurusan Manajemen dan Administrasi Bisnis di Kota Malang, sample penelitian ini adalah berasal dari siswa SMK dari SMK Negeri 1 Kota Malang, SMK PGRI 02 Malang dan SMK Wisnu Wardhana dengan jumlah keseluruhan sampel sebanyak 102 orang. Desain uji coba menggunakan Randomized Subject, Pre-Test-Post test Control Group Design. Jenis data berupa data primer berupa angket, yang berasal dari guru, ahli media pembelajaran, ahli rancangan dan siswa yang berupa tanggapan, saran dan masukan. Sedangkan data sekunder berupa SAP, silabus, jumlah kelas, jumlah siswa dan guru kewirausahaan di SMK yang digunakan sebagai subyek penelitian. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah: a) Analisis Isi, yang digunakan untuk mengolah data dari wawancara dan diskusi dari para ahli, guru, siswa serta hasil uji coba perorangan dan kelompok kecil, b) Analisis Deskriptif digunakan untuk mengetahui tanggapan dari guru, ahli media pembelajaran, ahli rancangan pembelajaran dan siswa tentang kualitas hasil produk pengembangan model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio dan c) Analisis Komparatif, yang digunakan untuk mengetahui perbedaan sikap dan kompetensi wirausaha siswa antara model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio dan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk hasil pengembangan model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio adalah baik. Artinya, hasil pengembangan model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio layak digunakan dalam proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan di SMK. Hal ini didasarkan pada hasil uji coba pengembangan model pembelajaran tersebut yang merujuk pada Dick & Carey (1971) dan Kusumo & Willis, dengan 6 indikator, yaitu: 1) kegiatan pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio adalah menarik yang ditunjukkan dengan skor uji coba sebesar 84,15%, 2) model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan lebih banyak tentang materi yang diajarkan, yang ditunjukkan dengan skor sebanyak 78,36%, 3) hubungan antara tujuan pembelajaran dan materi yang diajarkan di dalam model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio adalah relevan yang ditunjukkan dengan skor sebesar 78,6%, 4) Item tes dapat mengukur performansi yang dinyatakan dalam tujuan yang dinyatakan dalam skor pencapaian skor sikap kewirausahaan siswa sebesar 3,6202 dan skor kompetensi kewirausahaan siswa sebesar 3,5238, 5) Model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio dapat memberikan umpan balik, baik kepada guru maupun kepada siswa terhadap proses dan hasil pembelajaran siswa yang ditunjukkan dengan skor sebanyak 79,28%, 6) Model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio memungkinkan adanya perbaikan materi dan pengajaran yang memuaskan dengan ditunjukkan skor sebesar 79,10%. Disamping itu, berdasarkan uji beda dalam pembentukan sikap wirausaha, ternyata model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio hasilnya lebih tinggi, yaitu sebesar 3,6197 daripada model pembelajaran klasikal, yaitu sebesar 3,503. Demikian juga pada pembentukan kompetensi wirausaha siswa, ternyata model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio hasilnya lebih tinggi, yaitu sebesar 3,619 daripada model pembelajaran klasikal, yaitu sebesar 3,005. Namun demikian, berdasarkan kajian statistik, apabila dilihat berdasarkan kemampuan akademis siswa ternyata model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio ini hasilnya akan optimal apabila diterapkan pada siswa berkemampuan akademis menengah ke atas. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, beberapa rekomendasi agar pelaksanaan model pembelajaran berbasis portofolio dapat mencapai hasil optimal, adalah 1) memberikan pembekalan kepada guru pengampu mata pelajaran kewirausahaan tentang model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio, 2) secara internal harus ada koordinasi dengan sesama guru yang mengampu mata pelajaran kewirausahaan, 3) guru perlu membuat lembar kerja siswa dengan baik, 4) siswa memiliki hasil portofolio yang tiap hari Sabtu dibawa pulang sebagai bukti kerja dan ditandatangani orang tua, 5) Perusahaan yang dipilih untuk tempat observasi diusahakan yang dekat dengan tempat tinggal siswa agar dapat menghemat biaya. Untuk pengembangan lebih lanjut, maka model pembelajaran kewirausahaan ini dapat berupa e-portofolio yang berbasis internet dan untuk lebih memvalidasi model pembelajaran portofolio ini, maka dapat diterapkan pada mata pelajaran yang lain.

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V MI Al Hikmah Beji Pasuruan / Nanik Badriyah

 

ABSTRAK Badriyah, Nanik. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Kelas V MI Al Hikmah Beji Pasuruan. Skripsi. SI, PGSD, Jurusan KSDP, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas negeri Malang. Pembimbing I: MUCHTAR, S.Pd, M.Si. Pembimbing II: Dra. WIWIK DWI HASTUTI, M.Pd. Kata-kata kunci : Kooperatif, Tipe STAD, Hasil Belajar, IPS,SD. Madrasah Ibtidaiyah Al Hikmah Beji Pasuruan adalah salah satu sekolah yang bercirikan agama Islam. Berdasarkan wawancara dengan siswa-siswi kelas V, diketahui bahwa terdapat permasalahan yang cukup kompleks pada pembelajaran IPS di kelas tersebut yaitu hasil belajar siswa yang rendah, sulitnya materi pokok pada pembelajaran IPS, kurangnya komunikasi diantara mereka baik antara siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru dan juga proses pembelajaran yang belum berdasarkan pendekatan konstektual. Oleh karena itu pada penelitian ini dicoba untuk menangani masalah rendahnya hasil belajar dengan model pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD melalui tindakan kelas (PTK) Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif mempunyai kelebihan yang pada dasarnya dapat mengatasi permasalahan yang ditemukan pada MI Al Hikmah Beji Pasuruan, sehingga pembelajaran kooperatif tipe STAD digunakan dalam pembelajaran di sekolah tersebut. Diharapkan dengan pembelajaran yang diterapkan melalui penelitian ini dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas V MI Al Hikmah Beji Pasuruan. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan sejak Oktober sampai Desember 2009. tindakan kelas dilaksanakan sejak akhir nopember dan awal Desember. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari empat fase, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V MI Al Hikmah Beji Pasuruan yang terdiri dari 25 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas V MI Al-Hikmah Beji Pasuruan. Terbukti dari nilai rata-rata kelas yang semakin meningkat yaitu pada saat pra tindakan 44,5, pada siklus I adalah 66,2 dan pada siklus II 80,4. begitu juga pada saat proses pembelajaran minat, partisipasi dan kerjasama semakin baik terlaksana.

Penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII untuk mata diklat kewirausahaan di SMK Islam di Kota Batu / Shelynda Dwi Putri Deviani

 

ABSTRAK Shelynda, D. 2009. Penerapan Metode Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XII Untuk Mata Diklat Kewirausahaan Di SMK Islam Batu. Skripsi, Jurusan Manajemen. Program Studi Pendidikan Tata Niaga, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Agung Winarno, M. M, (2) Hj. Ita Prihatining Wilujeng, S.E., M. M. Kata kunci: problem based learning, prestasi belajar Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan Nasional di Indonesia, Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan beberapa kebijakan. Salah satu kebijakan tersebut dirumuskan pada tahun 2006. Pada tahun 2006 tersebut, Departemen Pendidikan Nasional merumuskan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP merupakan penyempurnaan kurikulum 2004. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus, (PP No.19 Tahun 2005). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan Hasil belajar mata diklat Kewirausahaan siswa kelas XII Penjualan SMK Islam Batu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: (1) perencanaan; (2) tindakan; (3) pengamatan; dan (4) refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII Penjualan SMK Islam Batu pada semester ganjil tahun ajaran 2009/ 2010, yang berjumlah 29 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, tes, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning hasil belajar siswa dapat meningkat. Peningkatan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dimana rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I adalah 79,82 dan pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa adalah 82,41 Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII Penjualan SMK Islam Batu. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan, disarankan kepada guru mata diklat Kewirausahaan untuk menerapkan Problem Based Learning sebagai alternatif pembelajaran dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa.

Mesin penggiling biji jagung / Moh. Agus Sholahudin, Wahyu Tirta Saputra

 

Biji jagung merupakan salah satu bahan pangan dimana biji jagung sering kali digunakan sebagai campuran beras dengan cara biji jagung dihancurkan terlebih dahulu menjadi butiran lebih kecil melalui proses penggilingan, untuk itu dibutuhkan suatu alat yang mampu melakukan proses penggilingan dengan hasil yang baik dan praktis. Tujuan pembuatan alat ini untuk menghasilkan suatu alat Penggiling Biji Jagung yang mudah digunakan. Metode pembuatan meliputi : analisis produk, pemilihan bahan dan perhitungan konstruksi. Hasil pembuatan berupa alat Mesin Penggiling Biji Jagung dengan dimensi 525 mm x 125 mm x 400 mm dan harga jual alat Mesin Penggiling Biji Jagung ini sebesar Rp 2.000.000,-

Membangun e-learning di SMP Negeri 3 Karangan Trenggalek dengan menggunakan moodle / Gaguk Dwi Saputro, Nuur Hafizhah Kariim

 

Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Karangan memiliki dua buah komputer di ruang administrasi serta sepuluh buah komputer di ruang media untuk pembelajaran siswa. Pada waktu pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), keterbatasan jumlah komputer menyebabkan siswa harus bergantian masuk ke ruang komputer. Keaadaan seperti ini tentu saja kurang efektif untuk Proses Belajar Mengajar (PBM) di SMP Negeri 3 Karangan, khususnya mata pelajaran TIK. Berdasarkan paparan di atas, maka peneliti melakukan penelitian di SMP Negeri 3 Karangan dengan judul “ Membangun E-Learning di SMP Negeri 3 Karangan Trenggalek dengan Menggunakan Moodle “. Penelitian ini didahului dengan pembangunan jaringan lokal kemudian dilanjutkan dengan desain dan instalasi sistem e-learning dengan software Moodle 1.8. sebagai alat bantu pembelajaran di SMPN 3 Karangan. Hasil pengujian jaringan menunjukkan bahwa semua komputer di ruang komputer terhubung dengan komputer server yang ada di ruang TU. Jaringan yang dibangun menggunakan topologi star, dengan menggunakan IP kelas C. Sedangkan E-learning yang dibuat adalah menggunakan aplikasi moodle 1.8 dengan hanya mengimplementasikan 1 (satu) mata pelajaran, yaitu Teknologi Komunikasi dan Informasi (TIK). Jaringan LAN yang dibangun untuk mengimplementasikan e-learning telah berhasil sehingga e-learning yang telah dibuat dapat diakses oleh komputer client di ruang komputer. Moodle tidak hanya digunakan untuk upload / download file, memberikan kuis / tugas dalam bentuk tulisan, akan tetapi dapat diterapkan untuk pembelajaran yang lebih interaktif, seperti misalnya aplikasi sebuah sistem persamaan linear pada mata pelajaran Matematika. Penerapan e-learning perlu dikembangkan tidak hanya sebatas pada jaringan Lokal / Local Area Network (LAN), tetapi perlu media wirreless sehingga dapat diakses oleh siapapun tanpa menggunakan kabel penghubung. Jumlah jenis kursus / mata pelajaran juga perlu ditambah lagi.

Proyek kreatif mandiri mahasiswa pada instansi Sekolah Menengah Atas Laboratorium Universitas Negeri Malang / Andika Agung S. ... [et al.]

 

Karakteristik local genius dalam animasi masih sangat minim. Penyebabnya adalah kurangnya kepedulian terhadap kebudayaan lokal untuk mengangkat dan membuat cerita yang mengandung nilai budaya terlebih pada unsur pembentukkan karakter yang kebanyakkan muncul dimedia saat ini dipengaruhi dengan menjiplak dari kebudayaan asing. Permasalahan yang muncul yaitu bagaimana mencari dan menentukan karakter local genius sebagai keunikan. Hendaknya perguruan tinggi memulai dari dini memberikan pengetahuan dalam pengenalan karakter local genius yang diaplikasikan ke dalam breakdown character adalah penyederhanaan bentuk objek yang dijadikan karakter yang didapat dari foto ataupun referensi lain, dan dapat disederhanakan dengan cara deformasi (penyederhanaan dari objek asli), transformasi (penyederhanaan dengan menambahkan unsur lain). Perancangan ini bersifat multimedia interaktif berbasis local genius sebagai ide berkarya animasi untuk mahasiswa Desain Komunikasi Visual. Multimedia sebagai kegiatan memanfaatkan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafis, audio dan gambar bergerak dengan link dan tool yang memungkinkan pengguna dapat berinteraksi dan komunikatif. Perancangan multimedia ini memuat karakter local genius yang diaplikasikan dalam bentuk breakdown character dengan mengangkat budaya Jawa Timur sebagai unsur local geniusnya. Saran yang dapat diajukan yaitu untuk dapat menjadikan multimedia ini sebagai sebuah media informasi bagi mahasiswa Desain komunikasi Visual

Evaluasi prosedur akuntansi penjualan secara tunai bahan bakar minyak (BBM) pada PT Pertamina Depot Malang / Niken Tri Stiyowati

 

Kegiatan utama akuntansi yaitu pengidentifikasian, pemrosesan data, dan pengkomunikasian informasi. Prosedur merupakan bagian dari suatu sistem. Prosedur penjualan merupakan bagian dari sistem akuntansi penjualan yang terbentuk pada PT Pertamina Depot Malang. Penerapan sistem penjualan yang baik akan mampu memberikan perlindungan, pengendalian dan pengawasan terhadap akuntansi penjualan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui prosedur penjualan tunai BBM pada PT Pertamina Depot Malang (2) mengetahui evaluasi terhadap analisis prosedur penjualan BBM pada PT Pertamina Depot Malang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah: (1) wawancara (2) observasi (3) dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisa data yang telah dikumpulkan penulis menggunakan (1) analisa kualitatif yang menghubungkan sistem akuntansi dan prosedur penjualannya (2) bagan alir (flowchart) Berdasarkan hasil evaluasi dapat disimpulkan; prosedur penjualan tunai BBM pada Pertamina Depot Malang tidak membuat laporan keuangan karena sifatnya hanya membantu ISG, akan tetapi tetap melakukan kegiatan utama akuntansi yakni identifikasi dan pencatatan. Mekanisme prosedur penjualan BBM Depot Malang terbagi menjadi tiga prosedur antara lain: prosedur order penjualan, prosedur pengiriman, dan prosedur rekonsiliasi. Pada prosedur penjualan BBM Depot Malang secara keseluruhan sudah memenuhi urutan kegiatan klerikal (clerical operation) yang terdiri dari: menulis, menggandakan, menghitung, memberi kode, mendaftar, memilih, memindah, membandingkan. Sistem pengendalian intern Depot Malang secara keseluruhan sudah sangat baik terhadap sistem akuntansi penjualannya, salah satunya adalah pemisahan fungsi terhadap bagian yang akan terlibat dalam transaksi penjualan, baik dalam hal pencatatan, pengelolaan maupun pengawasan. Adapun penilaian terhadap pengendalian intern terhadap penjualan dapat dilihat dari unsur pengendalian intern, antara lain dari segi personil yang kompeten dalam bidangnya, pemisahan fungsi yang dalam prosesnya kadangkala masih terjadi double job deskription karena terbatasnya karyawan, otorisasi transaksi yang baik, pencatatan transaksi dan dokumen yang cukup, adanya pengawasan fisik terhadap kekayaan, dokumen dan catatan, dan pemeriksaan intern yang dilakukan secara berkala. Saran yang dapat penulis berikan adalah: (1) dibuat sistem absen yang lebih baik (2) perlu memberikan proteksi yang cukup agar data-data dapat tersimpan di dalam komputer lebih teratur dan aman sehingga dapat menghindari hilangnya data karena virus maupun kesalahan penggunaan. (3) sebaiknya diadakan pembaharuan password sehingga hanya diketahui oleh karyawan yang bersangkutan saja.

Pengembangan media foto untuk pembelajaran IPS (Sejara) siswa kelas IX SMP Negeri 2 Ampelgading Kabupaten Malang (Materi pertempuran di Surabaya (10 November 1945) ) / Nita Resita

 

ABSTRAK Resita, Nita. 2009. Pengembangan Media Foto untuk Pembelajaran IPS (Sejarah) Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Ampelgading Kabupaten Malang (Materi Pertempuran di Surabaya (10 November 1945)). Skripsi, Progran Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., (2) Drs. Marsudi, M.Hum. Kata kunci: pengembangan media, foto, dan hasil belajar Mata pelajaran (IPS) Sejarah identik dengan peristiwa yang terjadi pada masa lalu. Peristiwa dalam sejarah hanya terjadi satu kali dan sulit untuk diulang kembali. Untuk menghadirkan kembali peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi pada masa lalu, salah satunya dapat dilakukan melalui media foto. Untuk meningkatkan hasil belajar serta pemahaman siswa tentang sejarah dan juga membantu guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar di kelas, dilakukan penelitian pengembangan media foto. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah proses pengembangan media foto yang baik untuk pembelajaran IPS (Sejarah) pada materi pertempuran di Surabaya (10 November 1945), (2) Bagaimanakah hasil belajar IPS (Sejarah) siswa kelas IX yang menggunakan media foto dalam proses pembelajaran, (3) Bagaimanakah hasil belajar IPS (Sejarah) siswa kelas IX yang tidak menggunakan media foto dalam proses pembelajaran, (4) Apakah ada perbedaan hasil belajar antara siswa kelas IX yang menggunakan media foto dalam proses pembelajaran dengan siswa yang tidak menggunakan media foto dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 2 Ampelgading. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui proses pengembangan media foto yang baik untuk pembelajaran sejarah pada materi pertempuran di Surabaya (10 November 1945), (2) mengetahui hasil belajar IPS (Sejarah) siswa kelas IX yang menggunakan media foto dalam proses pembelajaran, (3) mengetahui hasil belajar IPS (Sejarah) siswa kelas IX yang tidak menggunakan media foto dalam proses pembelajaran, (4) mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa kelas IX yang menggunakan media foto dalam proses pembelajaran dengan siswa yang tidak menggunakan media foto dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 2 Ampelgading. Di dalam pengembangan media foto untuk pembelajaran IPS (Sejarah) dilakukan beberapa tahapan pengembangan yaitu (1) analisis kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) analisis tujuan pembelajaran, (3) pengembangan materi pembelajaran, (4) pengembangan alat evaluasi, (5) penyusunan naskah, (6) produksi, (7) penyusunan petunjuk pemanfaatan dan (8) uji coba produk. Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan menggunakan media foto dengan siswa yang diajar dengan tidak menggunakan media foto digunakan rancangan eksperimen. Populasinya adalah siswa kelas IX SMP Negeri 2 Ampelgading Kabupaten Malang. Objek penelitian adalah 58 siswa yaitu kelas IX A sebagai kelas eksperimen dan kelas IX B sebagai kelas kontrol. Data berupa hasil belajar dikumpulkan melalui tes hasil belajar sebagai instrumen pengumpulan data. Media foto pembelajaran IPS yang dikembangkan, diproduksi dalam bentuk buku yang terdiri dari: sampul (cover) buku, petunjuk penggunaan, tujuan pembelajaran, peta konsep, materi pembelajaran, balikan (tugas/kerja mandiri, diskusi bersama), rubrik info, dan rangkuman. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen untuk aspek kognitif sebesar 84,45 dan nilai rata-rata untuk aspek afektif sebesar 77,24. Sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol untuk aspek kognitif sebesar 74,90 dan nilai rata-rata untuk aspek afektif sebesar 65,17. Hal ini menunjukkan kelas yang diajar dengan menggunakan media foto mempunyai hasil belajar yang lebih tinggi daripada kelas yang diajar dengan tidak menggunakan media foto. Dengan kata lain hasil belajar siswa yang memanfaatkan media foto dalam pembelajaran berbeda secara signifikan dengan hasil belajar siswa yang tidak memanfaatkan media foto dalam pembelajaran IPS (Sejarah). Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi guru untuk menghasilkan media yang lebih menarik lagi. Bagi peneliti lain diharapkan dapat melakukan pengembangan yang lebih baik lagi, baik media pembelajaran yang akan dikembangkan, instrumen, prosedur serta pengambilan sampel yang lebih luas sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik lagi.

Pengembangan perilaku senang bekerja melalui pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar PKn pada siswa kelas II SDN Puspo V Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan / Erwan Kurniadi

 

ABSTRAK Kurniadi, Erwan. (2009), Pengembangan Perilaku Senang Bekerja Melalui Pemanfaatan Lingkungan sebagai Sumber Belajar PKn di Kelas II SDN Puspo V Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Program Studi S1 PGSD, FIP Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs.Muchtar, S.Pd,M.Si, (II) Drs. H. Sutarno, M.Pd. Kata Kunci: Perilaku Senang Bekerja, Lingkungan, Sumber Belajar, SD Kelas II Pembelajaran yang menginternalisasikan konsep-konsep PKn pada siswa serta mengimplementasikan hakikat pendidikan nilai, sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari belum optimal. Hal ini disebabkan oleh konsep pembelajaran yang kurang menarik dan berorientasi pada ranah kognitif dengan sumber belajar buku teks. Akibatnya siswa kurang termotivasi untuk berpartisipasi aktif dan tidak tampaknya pengembangan ranah afektif dan psikomotor dalam kegiatan pembelajaran. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar PKn dilaksanakan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah akan membantu siswa mengembangkan perilaku senang bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran yang mengembangkan perilaku senang bekerja melalui pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar PKn dan mengembangkan perilaku senang bekerja siswa melalui pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar PKn di kelas II SDN Puspo V Kecamatan Puspo. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, yaitu (1) siklus I. Pembelajaran dilaksanakan dengan memberi perlakuan terhadap lingkungan di dalam kelas dalam bentuk penugasan secara kelompok dan dilanjutkan diskusi kelompok untuk mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan, (2) siklus II. Pembelajaran dilaksanakan sama dengan siklus sebelumnya, tetapi sumber belajarnya adalah lingkungan sekitar sekolah. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas II SDN Puspo V Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan dengan jumlah siswa 22 anak. Pengumpulan data dalam penelitian adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar dapat mengembangkan perilaku senang bekerja siswa kelas II SDN Puspo V Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan. Nilai perilaku kerja siswa meningkat dari rata-rata 66,7 pada refleksi awal menjadi 70,0 pada siklus I dan 87,9 pada siklus II. Pembelajaran PKn dengan memanfaatkan lingkungan yang ada di sekitar siswa sebagai sumber belajar dapat mengembangkan perilaku senang bekerja pada siswa. Saran pada penelitian ini adalah guru hendaknya pandai memanfaatkan sumber belajar yang tersedia dalam melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran yang mengembangkan perilaku senang bekerja pada siswa hendaknya memanfaatkan lingkungan sekitar siswa. Pembelajaran lebih bermakna dengan memanfaatkan lingkungan yang dekat dengan anak sebagai sumber belajar.

Pengembangan sistem pengelolaan bandwidth, filtrasi akses, dan pengaturan akses wireless berbasis mikrotik di SMK Negeri 2 Bojonegoro / Dian Lentera Buana, Dwi Nanti Budi Mutiarani

 

Perkembangan Internet saat ini sangat pesat dalam hal mencari informasi. Seiring dengan kemajuan tersebut perlu adanya pengembangan jaringan agar guru, siswa maupun pengguna dapat dengan mudah mengakses informasi melalui Internet. Supaya terkoneksi secara optimal diperlukan suatu sistem untuk pengelolaan bandwidth, filtrasi akses dan pengaturan akses Wireless berbasis Router Mikrotik. Mikrotik mempunyai beberapa fungsi yang dapat digunakan diantaranya pengelolaan bandwidth, filtrasi akses, dan pengaturan akses Wireless. Pengelolaan bandwidth bertujuan untuk mengoptimalkan bandwidth. Filtrasi akses bertujuan untuk memberikan batasan mengakses situs-situs yang terlarang. Dan akses Wireless bertujuan agar memberikan keamanan jaringan dari serangan hacker. Berdasarkan hasil pengembangan jaringan diharapkan dapat memberikan solusi permasalahan dalam pengembangan sistem pengelolaan bandwidth, filtrasi akses, dan pengaturan akses Wireless berbasis RouterOS Mikrotik sehingga berguna bagi guru, siswa maupun pengguna jaringan Internet.

Perancangan dan implementasi infrastruktur hotspot di SMK Yasmu Manyar Gresik / Muhammad Syaifullah

 

Jaringan kabel di SMK Yasmu Manyar Gresik pada saat ini sudah tertata baik.Namun jaringan kabel memiliki kekurangan yakni mobilitas. Perancangan hotspot ini diharapkan dapat menunjang mobilitas guru, karyawan dan siswa akan informasi yang cepat dan aktualdalam pembelajaran di sekolah. SMK Yasmu Manyar Gresik berencana memberikan fasilitas hotspot untuk para guru dan siswa dimana hamper semua guru dan siswa memiliki notebook/laptop atau bahkan sebuah handphone yang memiliki fasilitas koneksi wireless dan tidak dipusingkan lagi dengan banyaknya kabel. Implementasi dari hotspot ini terdiri dari satu buah access point, satu buah antena E-goen, switch serta modem ADSL Speedy. Untuk antena kentongan E-Goen dilakukan dengan membuat sendiri dengan cara yang sederhana dengan menggunakan peralatan dan bahan yang sederhana namun tetap menghasilkan antena yang baik dan rapi serta memiliki performansi yang handal. Antena kentongan E-goen berfungsi untuk memperluas coverage area hingga beberapa kilometer. Meski ketika membeli access point sudah dilengkapi antenna omni, namun belumlah cukup karena hanya berkekuatan sekitar 3-5dB, untuk itu bisa membuat sendiri antena Omni eksternal, yang rata-rata berkekuatan 15dB yang berupa antena kentongan E-Goen. Antena kentongan E-Goen ini memiliki pancaran atau radiasi 360 derajat, jadi cocok bisa menjangkau client dari arah mana saja dengan biaya yang lebih murah. Berdasarkan perancangan dan implementasi hotspot antena kentongan E-Goen diperoleh hasil bahwa sinyal yang dihasilkan masih belum maksimal sehingga dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut Dengan adanya hal tersebut maka akan memberikan peluang atau kesempatan dalam bagi pengembang sistem untuk melakukan pengembangan sistem lanjutan yang menuju ke arah yang lebih baik.

Pemanfaatan APS untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dan pemahaman konsep nilai tempat pada penjumlahan bersusun kelas II MI Miftahul Huda I Kenep Beji Pasuruan / Nursaidah

 

ABSTRAK Saidah, Nur, 2009. Pemanfaatan Media APS untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dan pemahaman konsep nilai tempat pada penjumlahan bersusun bilangan cacah kelas II MI Miftahul Huda I Kenep Beji. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Pembimbing 1) Dra. Sri Harmini, S.Pd, 2) Dr. H. Sa’dun Akbar, M.Pd Kata Kunci : Media APS, Aktivitas dan Pemahaman Konsep Aktivitas belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor penggunaan media antara lain, 1) Pemanfaatan media APS dapat meningkatkan pemahaman konsep nilai tempat siswa kelas II MI Miftahul Huda I, 2) Pemanfaatan media APS dapat meningkatkan pemahaman konsep nilai tempat siswa kelas II MI Miftahul Huda I, 3) Pemanfaatan media APS dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas II MI Miftahul Huda I. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pemanfaatan media APS terhadap aktivitas belajar siswa dan pemahaman konsep kelas II MI Miftahul Huda I. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran di kelas, atau memecahkan masalah pembelajaran di kelas / penelitian yang dilakukan secara bersiklus. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian kualitatif kolaboratif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas II MI Miftahul Huda Kenep Beji yang berjumlah 32 siswa, 14 laki-laki dan 18 perempuan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes tertulis. Berdasarkan deskripsi data hasil penelitian ini, data hasil belajar siswa yang diajar tanpa memanfaatkan media APS terdiri skor rata-rata lebih rendah, bila dibandingkan dengan siswa yang diajak dengan memanfaatkan media APS. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media APS berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa dan pemahaman konsep dalam pembelajaran matematika di MI Miftahul Huda I Kenep Beji.

Perancangan dan implementasi infrastruktur hotspot di SMK Yasmu Manyar Gresik / Nisfil Mafidah

 

Jaringan kabel di SMK Yasmu Manyar Gresik pada saat ini sudah tertata baik.Namun jaringan kabel memiliki kekurangan yakni mobilitas. Perancangan hotspot ini diharapkan dapat menunjang mobilitas guru, karyawan dan siswa akan informasi yang cepat dan aktualdalam pembelajaran di sekolah. SMK Yasmu Manyar Gresik berencana memberikan fasilitas hotspot untuk para guru dan siswa dimana hamper semua guru dan siswa memiliki notebook/laptop atau bahkan sebuah handphone yang memiliki fasilitas koneksi wireless dan tidak dipusingkan lagi dengan banyaknya kabel. Implementasi dari hotspot ini terdiri dari satu buah access point, satu buah antena E-goen, switch serta modem ADSL Speedy. Untuk antena kentongan E-Goen dilakukan dengan membuat sendiri dengan cara yang sederhana dengan menggunakan peralatan dan bahan yang sederhana namun tetap menghasilkan antena yang baik dan rapi serta memiliki performansi yang handal. Antena kentongan E-goen berfungsi untuk memperluas coverage area hingga beberapa kilometer. Meski ketika membeli access point sudah dilengkapi antenna omni, namun belumlah cukup karena hanya berkekuatan sekitar 3-5dB, untuk itu bisa membuat sendiri antena Omni eksternal, yang rata-rata berkekuatan 15dB yang berupa antena kentongan E-Goen. Antena kentongan E-Goen ini memiliki pancaran atau radiasi 360 derajat, jadi cocok bisa menjangkau client dari arah mana saja dengan biaya yang lebih murah. Berdasarkan perancangan dan implementasi hotspot antena kentongan E-Goen diperoleh hasil bahwa sinyal yang dihasilkan masih belum maksimal sehingga dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut Dengan adanya hal tersebut maka akan memberikan peluang atau kesempatan dalam bagi pengembang sistem untuk melakukan pengembangan sistem lanjutan yang menuju ke arah yang lebih baik.

Pembangunan sistem informasi data pembayaran tabungan wisata di SMP Negeri 2 Balen Kabupaten Bojonegoro / Muhammad Abdul LAtif, Lisnawati

 

Pengolahan data tabungan wisata SMP Negeri 2 Balen masih dilakukan secara manual, sehingga sering terjadi kekeliruan pencatatan tabungan oleh petugas, selain itu sering terjadi ketidakcocokan antara catatan petugas dengan bukti pembayaran yang dimiliki oleh Siswa, karena ada beberapa siswa yang memalsukan tanda tangan dan stempel di bukti pembayaran tersebut. Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi khusunya dibidang komputer, maka kegiatan administrasi yang masih dilakukan secara manual diganti ke sistem elektronik. Hal ini akan sangat membantu pekerjaan manusia, mengurangi tingkat kesalahan dan waktu yang diperlukan. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan terhadap siswa dan masyarakat. Dengan adanya sistem informasi data pembayaran tabungan wisata tersebut dan tersediaanya jaringan LAN, sehingga memungkinkan program ini dijalankan lebih dari satu komputer. Diharapkan Kepala sekolah, Guru, Wali kelas, Siswa, dan Wali siswa dapat memperoleh informasi tentang pembayaran tabungan wisata dengan benar, cepat, dan mudah. Sistem informasi data pembayaran tabungan wisata dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 dan program database Microsoft Access dengan menggunakan topologi jaringan Star. jaringan sebagai penghubung komputer utama dengan komputer client. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa Sistem Informasi Data Pembayaran Tabungan Wisata yang telah di-share dari komputer utama dapat berjalan menampilkan informasi pembayaran tabungan wisata di komputer client, dan sudah diterapkan di tempat penelitian.

Hubungan antara iklim sekolah dan kompensasi kerja dengan motivasi berprestasi guru SMAN di Kabupaten Bondowoso / Suradi

 

ABSTRAK Suradi.2009. Hubungan antara Iklim Sekolah dan Kompensasi Kerja dengan Motivasi Berprestasi Guru SMAN di Kabupaten Bondowoso. Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (1) Prof.Dr.H.Ibrahim Bafadal, M. Pd., (2) Prof. Dr. Salladien. Kata kunci: iklim sekolah, kompensasi kerja, dan motivasi berprestasi guru. Memasuki abad ke-21, era yang penuh dengan persaingan dunia sebagai dampak dari globalisasi, bangsa Indonesia di tuntut untuk dapat meningkatkan keunggulan menuju tingkat produktivitas yang tinggi, agar mampu bersaing dengan negara-negara lain. Agar mampu menghadapi tantangan dan bersaing dengan negara –negara maju, bangsa Indonesia dituntut meningkatkan sumber daya manusia Indonesia khususnya generasi muda pada jenjang pendidikan sekolah. Generasi muda diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan wawasan keunggulan, baik secara komparatif maupun secara kompetetif, keahlian yang profesional serta peningkatan keterampilan melalui pendidikan dan pelatihan.Hal ini, karena pendidikan merupakan salah satu sektor pembangunan yang penting dalam era globalisasi dan pelaksanaan otonomi daerah, sehingga dalam pembangunan dan pengembangannya perlu dukungan yang memadai. Kondisi pendidikan sekarang ini masih belum memenuhi harapan pemerintah sehingga masih diperlukan berbagai upaya dan strategi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan dan motivasi berprestasi guru dengan harapan akan berdampak positif pada peningkatan perilaku pembelajaran di kelas. Iklim sekolah dan kompensasi kerja merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap motivasi berprestasi guru termasuk motivasi guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di kabupaten Bondowoso. Untuk mengkajinya, penelitian ini dilakukan dengan rumusan sebagai berikut; 1) bagaimanakah iklim sekolah SMA Negeri di kabupaten Bondowoso, 2) bagaimanakah kompensasi kerja di SMA Negeri di kabupaten Bondowoso, 3) bagaimanakah motivasi berprestasi guru SMA Negeri di kabupaten Bondowoso, 4) apakah ada hubungan yang signifikan antara iklim sekolah dengan motivasi berprestasi guru SMA Negeri di kabupaten Bondowoso, 5) apakah ada hubungan yang signifikan antara kompensasi kerja dengan motivasi berprestasi guru SMA Negeri di kabupaten Bondowoso, 6) apakah ada hubungan yang signifikan antara iklim sekolah dan kompensasi kerja secara bersama-sama dengan motivasi berprestasi guru SMA Negeri di kabupaten Bondowoso. Untuk menjawab rumusan masalah di atas, peneliti melakukan penelitian dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2008 pada 10 SMA Negeri di kabupaten Bondowoso dengan populasi 385 orang dan sampel sebanyak 188 orang guru. Sampel diambil secara random proporsional. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner atau angket skala Likert sebagai instrumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) tingkat iklim sekolah SMA Negeri di kabupaten Bondowoso termasuk katagori tinggi yaitu sebesar 55,3%, (2) tingkat kompensasi kerja SMA Negeri di kabupaten Bondowoso termasuk katagori sedang yaitu sebesar 57,4%, (3) tingkat motivasi berprestasi guru SMA Negeri di kabupaten Bondowoso termasuk katagori tinggi sebesar 50,5%, (4) hasil analisis korelasi parsial terdapat hubungan yang signifikan antara iklim sekolah dengan motivasi berprestasi guru SMA Negeri di kabupaten Bondowoso dengan sig r 0,00 < 0,05, hal ini berarti ada hubungan yang signifikan, (5) tidak ada hubungan yang signifikan antara kompensasi kerja dengan motivasi berprestasi guru SMA Negeri di kabupaten Bondowoso dengan sig r 0,407> 0,05, (6) terdapat hubungan yang signifikan antara iklim sekolah dan kompensasi kerja dengan motivasi berprestasi guru SMA Negeri di kabupaten Bondowoso dengan sig r sebesar 0,001< 0,05. Sedangkan berdasarkan hasil analisis product moment dari Person (7) terdapat hubungan yang signifikan antara iklim sekolah dengan motivasi berprestasi guru SMA Negeri di kabupaten Bondowoso dengan sig r 0,00 < 0,05, (8) terdapat hubungan yang signifikan antara kompensasi kerja dengan motivasi berprestasi guru SMA Negeri di kabupaten Bondowoso dengan sig r 0,045<0,05, (9) terdapat hubungan yang signifikan antara iklim sekolah dan kompensasi kerja dengan motivasi berprestasi guru SMA Negeri di kabupaten Bondowoso dengan sig r sebesar 0,000 < 0,05. Hasil analisis regresi dengan metode enter pada anova, terdapat hubungan yang signifikan antara iklim sekolah dan kompensasi kerja dengan motivasi berprestasi guru SMA Negeri di kabupaten Bondowoso dengan F sebesar 16,515 dan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 , sedangkan hasil analisis regresi dengan metode stepwise, terdapat hubungan yang signifikan antara iklim sekolah dan kompensasi kerja dengan motivasi berprestasi guru SMA Negeri di kabupaten Bondowoso dengan F sebesar 32,394 dengan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan mengenai iklim sekolah dan kompensasi kerja dan motivasi berprestasi guru SMA Negeri di kabupaten Bondowoso dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut; 1) kepada para kepala sekolah disarankan kiranya memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bahan informasi yang berguna dalam rangka meningkatkan kepemimpinan dan supervisi kepala sekolah yang mampu menciptakan iklim sekolah yang lebih baik dan kondusif serta pemberian kompensasi yang wajar sesuai dengan tugas, tanggung jawab, dan kewenangannya sehingga para guru tetap berupaya meningkatkan motivasi berprestasi, 2) kepada guru disarankan dan diharapkan memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bahan masukan untuk memperbaiki diri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan sehingga di hari-hari berikutnya terjadi peningkatan profesionalisme diri sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mampu menciptakan kondisi sekolah yang lebih baik, 3) hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai informasi dan referensi serta disikapi dengan bijak untuk memanfaatkan hasil penelitian ini oleh kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso serta instansi terkait dalam memberikan amanah dan penilaian kepada kepala sekolah sehingga mampu memberikan kepemimpinan yang lebih baik pada lembaga sekolah yang dikelolanya, 4) dalam penelitian ini masih banyak hal-hal yang perlu diteliti berkaitan dengan iklim sekolah, kompensasi kerja, bahkan motivasi berprestasi guru sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terutama bagi mereka yang berminat untuk mengkaji iklim sekolah, kompensasi kerja, dan motivasi berprestasi guru dengan variabel-variabel lain yang layak dan memang perlu diteliti yang memungkinkan mempengaruhi iklim sekolah atau kompensasi kerja maupun motivasi berprestasi seperti latar belakang pendidikan calon kepala sekolah, motivasi siswa dan lain-lain.

Peningkatan kemampuan mengarang dongeng dengan teknik "Mancatat dan menukar informasi" pada siswa kelas VII / Nurdiana Eka Novianjani

 

ABSTRAK Novianjani, Nurdiana Eka. 2009. Peningkatan Kemampuan Mengarang Dongeng dengan Menggunaan Teknik “Mencatat dan Menukar Informasi” pada Siswa Kelas VII. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd. . Kata kunci: mengarang dongeng, teknik “Mencatat dan Menukar Informasi”. Kurang terstrukturnya kegiatan siswa dalam melaksanakan tiap tahap mengarang, yaitu tahap pramenulis, menulis, dan pascamenulis menyebabkan siswa sulit mengarang termasuk mengarang kembali dongeng. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan sebuah teknik pembelajaran baru, yaitu teknik “Mencatat dan Menukar Informasi”. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan mengarang pada tahap pramenulis, menulis, dan pascamenulis dengan teknik tersebut. Teknik ini dilaksanakan dengan langkah-langkah siswa: (1) berkelompok dan berbagi tugas mencatat unsur-unsur dongeng, (2) mendengar atau membaca dongeng, (3) mencatat unsur dongeng, (4) bertukar informasi dengan anggota kelompok, dan (5) membuat kerangka karangan. Setelah itu, barulah siswa mengarang dan merevisi karangan. Penelitian ini berjenis kualitatif. Rancangan penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VII D SMP Ar-Rohmah Batu dan dilaksanakan pada tanggal 10, 13, 17, dan 20 November 2009. Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa kemampuan mengumpulkan bahan karangan berupa unsur dongeng pada tahap pramenulis siswa sebesar 68,2%. Kemampuan mengembangkan unsur-unsur dongeng pada tahap menulis dan pascamenulis masing-masing adalah sebesar 45,5% dan 68,2%. Selama proses pembelajaran minat siswa sudah muncul akan tetapi keseriusan dan keaktifan kurang muncul. Dari kegiatan refleksi dinyatakan bahwa siklus I kurang berhasil. Keberhasilannya adalah siswa dapat: (1) dapat mencatat unsur cerpen secara sederhana, (2) mengembangkan karangan, dan (3) tumbuh minat siswa. Kegagalannya karena karangan siswa kurang: (1) menggambarkan keruntutan peristiwa, (2) sesuai dengan dongeng yang didengar, (3) dapat menggunakan bahasanya sendiri, (4) tepat ejaannya, dan (5) kurang pengaturan waktu pembelajaran. Berdasarkan kegagalan tersebut perlu adanya perbaikan pada siklus II. Pada siklus II kemampuan mengumpulkan bahan karangan berupa unsur dongeng pada tahap pramenulis sebesar 86,4%. Kemampuan mengembangkan unsur-unsur dongeng pada tahap menulis dan pascamenulis masing-masing adalah sebesar 72,7, dan 90,9%. Berdasarkan pengamatan, minat, keseriusan, dan keaktifan siswa mulai meningkat. Dari hasil siklus I dan II dapat disimpulkan bahwa dengan teknik “Mencatat dan Menukar Informasi” kemampuan mengarang siswa mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan tentang penggunaan teknik “Mencatat dan Menukar Informasi” pada pembelajaran bahasa dan sastra lainnya. Selain itu, diharapkan adanya penelitian sejenis dengan subjek penelitian yang berbeda dan pengembangan teknik “Mencatat dan Menukar Informasi” agar teknik ini layak digunakan.

Penggunaan media pembelajaran gambar berseri untuk meningkatkan motivasi belajar bahasa arab siswa kelas V MI Sunan Kalijaga Karangbesuki Malang / Hadid Afiat Imansyah

 

ABSTRAK Imansyah, Hadid Afiat. 2009. Penggunaan Media Pembelajaran Gambar Berseri Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Sunan Kalijaga Karangbesuki Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Muhaiban. Keyword: Penggunaan, Media, Gambar Berseri, Madrasah Ibtidaiyah . Pada dasarnya penggunaan media pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan dan melancarkan tercapainya hasil belajar siswa. Demikian juga penggunaan media-media gambar berseri dalam pembelajaran adalah untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan penerapan/penggunaan media gambar berseri dalam pembelajaran BA siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Sunan Kalijaga Karangbesuki Malang, (2) Mendeskripsikan proses peningkatan motivasi belajar bahasa Arab siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Sunan Kalijaga Karangbesuki Malang dengan menggunakan media gambar berseri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus. Setiap siklus dilakukan dalam satu kali pertemuan. Perencanaan pembelajaran pada siklus ke-1, ke-2, dan ke-3 disusun berdasarkan masalah-masalah yang ditemukan di lapangan. Perencanaan tersebut berupa pemilihan materi atau fokus pembelajaran yang disesuaikan dengan hasil observasi awal. Dalam penelitian ini digunakan instrumen sebagai berikut : (1) Lembar Format Observasi, (2) Pedoman Interview, (3) Form Pencatat Dokumen. Di samping itu pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode : (A) Observasi, (B) Wawancara, (C) Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar berseri efektif dalam meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran bahasa Arab. Tujuan penerapan media gambar berseri untuk meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Arab dapat dikatakan telah tercapai. Hasil observasi siklus I, siklus II, dan siklus III menunjukkan bahwa mereka mengalami peningkatan motivasi per siklus. Ini dibuktikan melalui indikator motivasi belajar yaitu a) konsentrasi belajar sangat tinggi, (b) bergairah membaca teks percakapan, (c) Tidak suka membuang waktu, (d) aktif bertanya, (e) aktif menjawab pertanyaan yang mengalami peningkatan dari siklus I sampai dengan siklus III . Hasil observasi antara motivasi belajar siklus I dan siklus II terjadi peningkatan rata-rata motivasi belajar sebesar 3,3 % . Dan hasil observasi antara motivasi belajar siklus II dan siklus III terjadi peningkatan rata-rata motivasi belajar sebesar 5,6 %..

Penerapan model pembelajaran deep dialog/critical thinking (DD/CT) untuk meningkatkan proses dan hasil belajar PKn kelas V di SDN Pakisaji 2 tahun pelajaran 2009/2010 / Dita Sari Handariyanti

 

ABSTRAK Handariyanti, Dita Sari. 2009. Penerapan Model Pembelajaran DeepDialog/Critical Thinking (DD/CT). Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H.Sutarno, M. Pd, (2) Drs. Usep Kustiawan, M. Sn Kata Kunci: Pembelajaran deep dialog/critical thinking, proses belajar, hasil belajar PKn. Berdasarkan observasi di kelas V SDN Pakisaji 2 kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang terdapat beberapa permasalahan pada pembelajaran PKn, diantaranya adalah siswa cenderung pasif dan siswa merasa bosan dalam pembelajaran PKn, nilai rata-rata kelas siswa kelas V pada hasil belajar 66 masih kurang dari kriteria yang ditentukan yaitu nilai 70. Hal ini dikarenakan metode yang dipergunakan pada pembelajaran PKn adalah konvensional.Oleh karena itu, pada penelitian ini dicoba untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran DD/CT untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa melalui Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Deep Dialogue/Critical Thinking pada kelas V SDN Pakisaji 2. (2) mendeskripsikan peningkatan proses belajar PKn melalui model pembelajaran Deep Dialogue/Critical Thinking pada kelas V SDN Pakisaji 2. (3) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar pada pembelajaran PKn dengan menggunakan Deep Dialogue/Critical Thinking pada kelas V SDN Pakisaji 2. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang terdiri dari: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan (observasi), (4) refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Pakisaji 2 yang berjumlah 20 siswa terdiri atas 13 siswa perempuan dan 7 siswa laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan Deep Dialog/Critical Thinking (DD/CT) pada mata pelajaran PKn dapat meningkatkan proses belajar siswa yaitu dapat diketahui bahwa prosentase siswa berani bertanya dengan kemauan sendiri meningkat 10%, yaitu prosentase pada siklus I mencapai 40% dan prosentase pada siklus II mencapai 50%. Prosentase berani mengungkapkan pendapat dengan kemauan sendiri mengalami peningkatan 15%, yaitu prosentase pada siklus I mencapai 30% dan prosentase pada siklus II mencapai 45%. Prosentase kerjasama dengan kemauan sendiri mengalami peningkatan 10%, yaitu prosentase pada siklus I mencapai 20% dan prosentase pada siklus II mencapai 30%.(2) Penerapan Deep Dialog/Critical Thinking (DD/CT) pada mata pelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu prosentase pada Siklus I sebesar 75%, sedangkan prosentase pada siklus II meningkat menjadi 80%, hasil belajar mengalami peningkatan sebesar 5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka peneliti menyimpulkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran Deep Dialog/Critical Thinking dapat meningkatkan proses belajar siswa paa mata pelajaran PKn.(2) menerapkan model pembelajaran Deep Dialog/Critical Thinking dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn. Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti memberikan saran antara lain: (1) Bagi guru kelas disarankan untuk menggunakan model pembelajaran Deep Dialog/Critical Thinking sebagai suatu alternative proses pembelajaran siswa di kelas, karena hasil penelitian membuktikan bahwa model pembelajaran Deep Dialog/Critical Thinking dapat meningkatkan proses dan hasil belajar khususnya pada mata pelajaran PKn di SD.(2) Bagi peneliti selanjutnya, mengingat adanya keterbatasan dalam penelitian ini yaitu mengenai pokok bahasan, maka untuk mengetahui lebih jelas tentang model pembelajaran Deep Dialog/Critical Thinking dalam pembelajaran PKn maka perlu dilakukan penelitian pada pokok bahasan PKn yang lain.(3) Penerapan Deep Dialog/Critical Thinking (DD/CT) dalam pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini dapat diterapkan pada penelit-peneliti selanjutnya sesuai dngan kompetensi dasar yang ingin dicapai

Pengembangan media video pembelajaran mata tataran supervisi pendidikan di Departemen Edukasi PPPPTK/VEDC Malang / Fanny Suraya Novliana

 

ABSTRAK Novliana, Fanny Suraya. 2009. Pengembangan Media Video Pembelajaran Mata Tataran Supervisi Pendidikan di Departemen Edukasi PPPPTK/VEDC Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Mohammad Efendi, M.Pd., M.Kes, (II) Yerry Soepriyanto, ST, MT Kata Kunci: video pembelajaran, supervisi pendidikan, PPPPTK/VEDC Malang. Mata tataran supervisi pendidikan biasanya mencakup kepemimpinan, management kelas, supervisi pendidikan, didaktik metodik, teori organisasi. Yang menjadi permasalahannya adalah para peserta kurang bisa menangkap materi yang diberikan oleh pemateri. Hal ini dikarenakan media yang digunakan untuk menyajikan materi adalah makalah dan power point, sedangkan materi yang harus disampaikan sangat banyak sehingga model pemberian materi menjadi kurang efektif. Untuk itu diperlukan suatu model pengembangan yang lebih efektif yaitu dengan pengembangan media video pembelajaran agar materi dapat diserap oleh peserta. Tujuan pengembangan media video untuk memberikan variasi pembelajaran terhadap peserta didik yang mengikuti mata tataran supervisi pendidikan di departemen edukasi PPPPTK/VEDC Malang, selain dari penyampaian lewat power point dan makalah. Agar suasana pembelajaran lebih menarik, variatif, dan komunikatif sehingga secara tidak langsung dapat memudahkan para peserta didik untuk menyerap materi yang disampaikan. Dalam pengembangan media video pembelajaran Mata Tataran Supervisi Pendidikan menggunakan model Sadiman. Subjek uji coba pengembangan media ini adalah peserta pelatihan yang mengikuti mata tataran supervisi pendidikan di departemen edukasi PPPPTK/VEDC Malang. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket yang diuji coba oleh ahli media, ahli materi, dan peserta pelatihan. Untuk mengukur hasil belajar menggunakan tes berbentuk pilihan ganda berupa pra-tes dan pasca-tes. Analisis data angket menggunakan teknik analisis deskriptif dengan teknik persentase, sedangkan untuk melihat perbandingan antara pra-tes dan pasca-tes menggunakan teknik diagram. Hasil pengembangan media video pembelajaran ini berdasarkan analisis data dari hasil uji coba yang diperoleh dari angket 2 orang ahli media dan 1 orang ahli materi, dan kelompok peserta pelatihan, kemudian dianalisis berdasarkan atas tabel spesifikasi sudjana, memenuhi kriteria valid menurut ahli media, ahli materi, audien. Sedangkan untuk tes hasil belajar menunjukkan media video ini terbukti efektif. Saran yang diajukan adalah sebagai berikut: (1) Bagi peserta pelatihan, sebaiknya mendengarkan penjelasan dari instruktur, bagaimana cara menggunakan media video pembelajaran dan membaca petunjuk cara menjawab soal, (2) Bagi instruktur, media ini dapat digunakan untuk mempermudah penyampaian materi agar tampak lebih menarik, variatif dan komunikatif, (3) Bagi jurusan teknologi pendidikan, media ini dapat dijadikan referensi dalam pengembangan media pendidikan.

Peningkatkan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran IPA kelas V SDN Mergosono I Kecamatan Kedungkandang kota Malang / Eni Candrawati

 

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penulisan skripsi dengan judul “ Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV Mata Pelajaran IPA di MI Senden Tahun Ajaran 2007/2008” dapat diselesaikan tepat waktu. Skripsi ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya karena ada bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis sampaikan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M. Pd selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. 2. Bapak Drs. Ahmad Samawi, M. Hum selaku Ketua Jurusan KSDP Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian. 3. Bapak Drs. H. Sutarno, M. Pd selaku Ketua program Studi S1 PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. 4. Bapak Drs. Sunyoto, S. Pd, M. Si selaku Koordinator Pelaksana Program III Blitar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. 5. Bapak Drs. Dr. Sa’dun Akbar, M. Pd selaku penguji yang telah meluangkan waktunya untuk menguji serta memberikan saran dan bimbingan kepada penulis sehingga skripsi ini menjadi lebih baik. 6. Bapak Drs. Ir. Endro Wahyuno, M. Si selaku Dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, saran, dan motivasi kepada penulis sehingga skripsi dapat terselesaikan tepat pada waktunya. 7. Ibu Dra. Lilik Bintartik, M. Pd selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, motivasi, saran dan kritik, serta pengetahuan tentang cara penulisan skripsi dengan benar. 8. Bapak Abu Sopyan, S. Ag selaku kepala sekolah MI Senden yang telah memberikan ijin dan mendukung pelaksanaan PTK di sekolah ini. 9. Bapak dan Ibu Guru MI Senden yang telah mendukung dan membantu terselesainya pelaksanaan PTK. 10. Siswa - siswi kelas IV MI Senden selaku subyek penelitian dalam penyusunan skripsi ini. 11. Terima kasih yang sebesar-besarnya penulis haturkan kepada Bapak dan Ibu yang selalu berdoa, memberikan dukungan baik moril maupun materiil tanpa batas demi ilmu yang penulis peroleh. Penulis akan selalu mengingat dan menyayangi beliau berdua. 12. Rekan-rekan mahasiswa S1 PGSD angkatan 2005 yang telah memberikan dukungan dan semangat kepada peneliti demi selesainya penulisan skripsi ini. 13. Semua pihak yang telah membantu terselesainya skripsi ini, yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Segala bantuan yang telah diberikan semoga menjadi amal baik di dunia hingga akhirat. Penulisan skripsi ini, masih jauh dari sempurna untuk itu saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga penulisan skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Blitar, 24 Desember 2008 Penulis ABSTRAK Cahyarini, Naning, Dwi. 2008. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV Mata Pelajaran IPA di MI Senden Tahun Ajaran 2007/2008. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M. Si (2) Dra. Lilik Bintartik, M.Pd. Kata kunci: penerapan, model pembelajaran inkuiri, prestasi belajar siswa, mata pelajaran IPA, Madrasah Ibtidaiyah. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang membahas tentang gejala alam yang bersifat empirik. Gejala alam tersebut menjadikan pembelajaran IPA tidak hanya verbal tetapi juga faktual. Pada kenyataannya pembelajaran IPA di MI Senden belum mencerminkan pembelajaran yang empirik dan faktual. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap pelaksanaan pembelajaran IPA di MI Senden diperoleh permasalahan sebagai berikut: (1) prestasi belajar siswa yang berupa pemahaman konsep masih kurang, yaitu dengan rata-rata 61, 5%, (2) prestasi belajar siswa yang berupa keterampilan mengkomunikasikan hasil kerja siswa masih perlu dikembangkan, yaitu dengan rata-rata 67, 03%, (3) prestasi belajar siswa yang berupa berpikir kritis belum mencapai target yang ditetapkan, yaitu dengan rata-rata 61, 55%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan penerapan pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran IPA kelas IV di MI Senden Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek, mendiskripsikan peningkatan prestasi belajar siswa yang berupa pemahaman konsep, keterampilan mengkomunikasikan hasil kerja dan sikap berpikir kritis. Perlu adanya inovasi dalam pembelajaran sebagai upaya untuk mengatasi permasahan tersebut. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran inkuiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitiannya adalah siswa kelas IV MI Senden yang berjumlah 38 orang siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi, tes dan dokumentasi selama proses pembelajaran. Analisis data dilakukan setelah pemberian tindakan pada masing-masing siklus. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Analisis kuantitatif dalam penelitian ini dilakukan terhadap hasil tes yang dilaksanakan pada akhir siklus. Analisis deskriptif kualitatif dalam penelitian ini menggunakan sistem Penilaian Acuan Patokan (PAP) dan dilakukan terhadap prestasi belajar siswa secara keseluruhan. Penelitian dilaksanakan selama 2 siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi serta refleksi. Instrumen yang digunakan adalah soal tes, pedoman observasi dan skala bertingkat. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: prestasi belajar siswa yang berupa pemahaman konsep IPA secara klasikal mengalami peningkatan dari 61, 5% pada pra tindakan menjadi 72, 89% pada siklus I, kemudian menjadi 77, 5% pada siklus II. Prestasi belajar yang berupa keterampilan proses mengkomunikasikan hasil kerja mengalami peningkatan dari 67, 03% pada pra tindakan menjadi 72, 37% pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 77, 97% pada siklus II. Prestasi belajar yang berupa sikap berpikir kritis mengalami peningkatan dari 61, 55% pada pra tindakan menjadi 67, 39% pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 75, 78% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA dengan materi pokok Energi dan Perubahannya, keterampilan mengkomunikasikan hasil kerja dan sikap berpikir kritis siswa di MI Senden Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan guru menerapkan model pembelajaran inkuiri dalam pembelajaran IPA dan pembelajaran yang berpusat pada siswa, sehingga prestasi belajar siswa meningkat dan pembelajaran yang dilakukan lebih bermakna. Bagi peneliti lain diharapkan untuk meneliti model pembelajaran inkuiri pada materi yang lain dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran IPA. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Manfaat Penelitian E. Ruang Lingkup dan Batasan Masalah F. Definisi operasional BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pembelajaran IPA di SD B. Prestasi Belajar C. Model-model Pembelajaran D. Model Pembelajaran Inkuiri E. Kajian Materi Energi dan Perubahannya F. Kerangka Berfikir Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian B. Lokasi dan Waktu Penelitian C. Subyek Penelitian D. Data dan Sumber Data E. Teknik Pengumpulan Data F. Instrumen Penelitian G. Teknik Analisis Data H. Validitas Instrumen Tes I. Reliabilitas Instrumen Tes BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan dan Analisis Data B. Temuan Hasil Penelitian BAB V PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR RUJUKAN LAMPIRAN DAFTAR TABEL 1. Tabel 4.1 Hasil Tes Akhir untuk Mengetahui Pemahaman Konsep Siswa Pada Pra Tindakan. 2. Tabel 4.2 Hasil Observasi Keterampilan Mengkomunikasikan Hasil Kerja Siswa Pada Pra Tindakan 3. Tabel 4.3 Hasil Observasi Sikap Berpikir Kritis Siswa Pada Pra Tindakan 4. Tabel 4.4 Hasil Tes Akhir untuk Mengetahui Pemahaman Konsep Siswa Pada Siklus I 5. Tabel 4.5 Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Inkuiri Pada Siklus I 6. Tabel4.6 Hasil Observasi Keterampilan Mengkomunikasikan Hasil Kerja Siswa Pada Siklus I 7. Tabel 4.7 Hasil Observasi Sikap Berpikir Kritis Siswa Pada Siklus I 8. Tabel 4.8 Hasil Tes Akhir untuk Mengetahui Pemahaman Konsep Siswa Pada Siklus II 9. Tabel 4.9 Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Inkuiri Pada Siklus II 10. Tabel 4. 10 Hasil Observasi Keterampilan Mengkomunikasikan Hasil Kerja Siswa Pada Siklus II 11. Tabel 4. 11 Hasil Observasi Sikap Berpikir Kritis Siswa Pada Siklus II DAFTAR GAMBAR 1. Gambar 4. 1 siswa sedang melakukan kerja kelompok dan mengerjakan lembar kerja kelompok. 2. Gambar 4. wakil dari kelompok “melon” sedang melaporkan hasil pekerjaannya. 3. Gambar 4. 3 siswa sedang melakukan kerja kelompok dan mengerjakan lembar kerja kelompok. 4. Gambar 4. 4 siswa sedang melaporkan hasil pekerjaannya. 5. Gambar 4. 5 anak sedang membuat parasut sesuai dengan hasil rancangan yang telah dibuat. 6. Gambar 4. 6 anak sedang menguji hasil rancangannya 7. Gambar 4. 7 anak sedang melakukan percobaan. 8. Gambar 4. 8 anak sedang mempresentasikan hasil rancangannya. 9. Gambar 4. 9 siswa sedang melakukan kerja kelompok dan mengerjakan lembar kerja kelompok. 10. Gambar 4. 10 siswa sedang melaporkan hasil kerja kelompok. 11. Gambar 4. 11 siswa sedang melakukan diskusi kelompok. 12. Gambar 4. 12 siswa sedang melaporkan hasil diskusi kelompok. 13. Gambar 4. 13 anak sedang membuat parasut sesuai dengan hasil rancangan yang telah dibuat. 14. Gambar 4. 14 anak sedang menguji hasil rancangannya. 15. Gambar 4. 15 anak sedang melakukan percobaan. 16. Gambar 4. 16 anak sedang mempresentasikan hasil rancangannya. 17. Gamabr 4. 17 diagram batang peningkatan pemahaman konsep siswa. 18. Gambar 4. 18 diagram batang keterampilan mengkomunikasikan hasil kerja siswa. 19. Gambar 4. 19 diagram batang sikap berpikir kritis siswa.

Penerapan pembelajaran kooperatif model TAI (Team Assisted Individualization) pada mata pelajaran sejarah kelas XI IPA SMA Negeri 4 Bojonegoro / Lina Widyawati

 

ABSTRAK Widyawati, Lina. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model TAI (Team Assisted Individualization) Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI IPA SMA Negeri 4 Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Marsudi, M.Hum. Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Model TAI, Hasil Belajar Pembelajaran merupakan bagian atau elemen yang memiliki peran sangat dominan untuk mewujudkan kualitas proses maupun lulusan (output) pendidikan. Pembelajaran juga memiliki pengaruh terhadap rendahnya kualitas pendidikan. Artinya pembelajaran sangat tergantung dari kemampuan guru dalam melaksanakan atau mengemas proses pembelajaran. Pembelajaran sejarah di SMAN 4 Bojonegoro pada saat observasi adalah menggunakan metode tanya jawab (siswa kepada guru). Penggunaan metode tanya jawab yang terjadi tidak berjalan lancar. Guru kebanyakan harus menunjuk dengan cara menyebutkan nama baru mereka bertanya. Bagi siswa yang bertanya pemahaman materinya bertambah. Guru hanya menjelaskan jawaban pertanyaan kepada siswa yang bertanya saja, bukan menjelaskan ke seluruh siswa. Dengan sikap guru yang tidak memperhatikan siswa yang tidak bertanya pada waktu pembelajaran berlangsung, membuat siswa yang tidak bertanya menjadi ngantuk atau ngobrol dengan teman. Dari permasalahan di atas, guru bersama peneliti mencari model yang tepat untuk masalah tersebut sekaligus mengatasi masalah hasil belajar siswa yang belum maksimal. Dengan penerapan model TAI diharapkan hasil belajar meningkat dan siswa menjadi lebih aktif. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana proses pembelajaran Sejarah setelah menggunakan model TAI? (2) Bagaimana hasil belajar (kognitif, afektif, dan psikomotorik) menggunakan model TAI? dan (3) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat menggunakan model TAI?. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui proses pembelajaran Sejarah setelah menggunakan model TAI, (2) Mengetahui hasil belajar (kognitif, afektif, dan psikomotorik) menggunakan model TAI, dan (3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat menggunakan model TAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan ditopang pendekatan kuantitatif untuk menganalisis hasil belajar kognitif siswa dan jenis penelitiannya adalah tindakan kelas. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 3 Bojonegoro yang berjumlah 40 orang siswa, laki-laki berjumlah 13 dan perempuan berjumlah 27. Data yang diperoleh berasal dari data berupa hasil belajar (pre test dan post test) dan penilaian proses (afektif dan psikomotorik) dalam pelaksanaan model TAI. Prosedur Pengumpulan data dengan cara (1) Kegiatan Pra penelitian, (2) observasi, (3) Catatan lapangan, (4) Tes, dan (5) Wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TAI dapat meningkatkan hasil belajar Sejarah siswa kelas XI IPA 3 Bojonegoro. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil belajar siswa. Aspek kognitif pada penelitian ini dihitung dengan SPSS. Rata-rata post test siklus I sebesar 69.3421 lebih tinggi daripada rata-rata pre test sebesar 47.6316 dengan t value sebesar -10.165. Sedangkan pada siklus II, rata-rata post test sebesar 82.5641 lebih tinggi daripada rata-rata pre test sebesar 60.256 dengan t value sebesar -11.535. Kenaikan yang terjadi pada setiap siklus dikarenakan adanya action atau tindakan berupa penerapan model TAI. Pada siklus I aspek afektif siswa sebesar 55,28 termasuk dalam kategori C menjadi 62,5 termasuk kategori B pada siklus II. Sedangkan pada siklus I aspek psikomotorik siswa sebesar 39,51termasuk dalam kategori D kemudian pada siklus II menjadi 58,32 termasuk dalam kategori C. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan menerapkan model TAI dengan pokok bahasan yang lain, serta lebih banyak memberikan penghargaan (seperti memberikan tepuk tangan) kepada siswa. Penggunaan media LCD atau OHP pada waktu guru menjelaskan materi atau siswa presentasi. Bagi peneliti lain yang tertarik melanjutkan penelitian seperti ini hendaknya lebih kreatif.

Pengaruh insektisida botani minyak biji jarak pagar (Jatropha curcas Linn) dan campuran minyak biji jarak pagar dengan ekstrak biji mimba (Azadirachta indica A. Jussieu) terhadap mortalitas ulat grayak (Spodoptera litura Fabricius) / Iffan Estu Raharjo

 

ABSTRAK Raharjo, Iffan Estu. 2009. Pengaruh Insektisida Botani Minyak Biji Jarak Pagar (Jatropha curcas Linn) dan Campuran Minyak Biji Jarak Pagar dengan Ekstrak Biji Mimba (Azadirachta indica A. Jussieu) terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera litura Fabricius). Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fatchur Rohman, M.Si. (II) Ir. Tukimin SW. Kata kunci: Insektisida botani, Biji jarak, Mortalitas, Ulat grayak Insektisida botani merupakan insektisida yang berasal dari material yang ramah lingkungan berbahan organik untuk menekan populasi hama tanaman yang relatif aman terhadap ekosistem lingkungan. Tujuan penelitian adalah 1) mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi larutan insektisida botani minyak jarak pagar (J. curcas) terhadap mortalitas ulat grayak (S. litura), 2) mengetahui pengaruh waktu terhadap mortalitas ulat grayak (S. litura), dan 3) mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi larutan insektisida botani minyak jarak pagar (J. curcas) dan waktu terhadap mortalitas ulat grayak (S. litura). Jenis penelitian ini adalah eksperimen faktorial. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Entomologi Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (BALITTAS) Karangploso Malang bulan April - Oktober 2009. Objek dalam penelitian ini berupa larva instar-2. Pengambilan data mortalitas ulat grayak yang diperoleh setiap hari setelah perlakuan. Perlakuan terdiri atas dua aksesi jarak pagar (aksesi SP 8 dan SM 81) dengan berbagai konsentrasi yaitu: (1) 0 ml minyak biji jarak pagar (MJP)/liter air (kontrol), (2) 5 ml MJP/liter air, (3) 10 ml MJP/liter air, (4) 20 ml MJP/liter air, (5) 40 ml MJP/liter air, (6) 5 ml MJP+2 ml ekstrak biji mimba (EBM)/liter air, (7) 10 ml MJP+2 ml EBM/liter air, (8) 20 ml MJP+2 ml EBM/liter air. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok, diulang 3 kali. Pengamatan dilakuan setiap hari dengan variabel pengamatan mortalitas, berat larva instar terakhir, berat pupa, imago, jumlah telur, dan persentase telur tetas. Analisis data menggunakan anava ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) konsentrasi larutan insektisida botani minyak jarak pagar (J. curcas) berpengaruh terhadap mortalitas ulat grayak (S. litura). Perlakuan dengan minyak biji jarak pagar (MJP) aksesi SP 8 dengan campuran ekstrak biji mimba (EBM) menunjukkan angka mortalitas yang lebih tinggi dibanding perlakuan yang lain dan kontrol, sedang perlakuan dengan MJP aksesi SM 81 tanpa campuran menunjukkan angka mortalitas yang lebih tinggi dibanding konsentrasi yang lain dan kontrol. 2) waktu berpengaruh terhadap mortalitas ulat grayak (S. litura). Hal ini berdasarkan terjadinya fluktuasi kematian pada S. litura. 3) interaksi antara konsentrasi larutan insektisida botani minyak biji jarak pagar (aksesi SP 8 dan SM 81) dengan campuran ekstrak biji mimba (EBM) dan waktu pengaruh terhadap mortalitas ulat S. litura.

Penerapan model pembelajaran learning community tema lingkungan pada pembelajaran tematik guna meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Mulyoagung Kecamatan Dau Kabupaten Malang / Luluk Ika Wahyuni

 

ABSTRAK Wahyuni, Ika, Luluk. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Learning Community Tema Lingkungan pada Pembelajaran Tematik Guna Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III SDN Mulyoagung Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.Skripsi, Jurusan KSDP/S1 PGSD FIP Universitas Negeri Malang.Pembimbing( I ) : Prof. Dr. H.Sa’dun Akbar, M.Pd, Pembimbing( II ) : Dra. Sri Sugiharti M. Pd. Kata Kunci : Learning Community, Tematik, Tema Lingkungan, Hasil Belajar Permasalahan yang muncul pada pembelajaran tematik di kelas III SDN Mulyoagung 04 adalah:kurangnya minat belajar siswa didalam kelas, sehingga siswa merasa bosan, jenuh dan guru kurang kreatif dalam penerapan model–model pembelajaran di kelas, media pembelajaran kurang bervariasi dan menarik monoton pada buku paket serta kurang bagus dalam pengelolaan manajemen kelas, sehingga berpengaruh pada hasil belajar siswa terutama pada pembelajaran tematik. Model pembelajaran Learning Community, merupakan suatu komunitas belajar dilingkungan sekolah yang didalamnya berlangsung proses belajar membelajarkan antara siswa–siswa, guru–siswa, guru–guru–kepala sekolah, sekolah–masyarakat.dalam proses pembelajaran siswa akan lebih dekat dengan lingkungan sekitarnya, Berdasarkan rumusan masalah penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendiskripsikan penerapan model pembelajaran Learning Community tema lingkungan pada pembalajaran tematik dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas Tiga SDN Mulyoagung 04 (2) Mendiskripsikan dampak peningkatan prestasi belajar siswa kelas Tiga SDN Mulyoagung 04 (3) Mendiskripsikan dampak peningkatan aktivitas belajar siswa pada model pembelajaran Learning Community tema lingkungan pada pembelajaran tematik di kelas III SDN Mulyoagung 04. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan model penelitian tindakan kelas ( PTK ). Langkah PTK ini meliputi 2 siklus, pada siklus I dilaksanakan selama dua hari sedangkan pada siklus II dilaksanakan selama empat hari. Subjek penelitian ini dibatasi pada siswa kelas III SDN Mulyoagung Kecamatan Dau, kabupaten Malang yang berjumlah 40 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Sedangkan evaluasi yang dilakukan terfokus pada proses dan hasil dengan menggunakan tehnik tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Learning Community tema lingkungan pada pembelajaran tematik dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Mulyoagung 04. Hal ini dapat dilihat pada perolehan skor uji kompetensi yang meningkat tajam, dari rata – rata sebelummnya 80,37 pada siklus I dan meningkat 87,63 pada siklus II. Pada siklus II ketuntasan belajar mencapai di atas 75 % jadi siklus dihentikan. Dampak penerapan model pembelajaran Learning Community tema lingkungan pada pembelajaran tematik dapat meningkatkan aktivitas, rasa senang dan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah guru dann sekolah dapat memberikan dukungan baik berupa sumber pembelajaran ataupun media pembelajaranyang mendukung penerapan model pembelajaran Learning Community dikelas rendah sekolah dasar. Penerapan pembelajaran tematik sebaiknya dilaksanakan secara utuh pada semua mata pelajaran sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ).

Perbandingan efektifitas pembelajaran konvensional dengan pembelajaran kooperatif model numbered heads together (NHT) pada mata pelajaran IPS-Sejarah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP N 17 Malang / Uswatun Hasanah

 

ABSTRAK Hasanah, Uswatun. 2009. Perbandingan Efektifitas Pembelajaran Konvensional Dengan Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Heads Together (NHT) Pada Mata Pelajaran IPS-Sejarah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP N 17 Malang. Skripsi, Jurusan Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dra. Hj. Siti Malikah Towaf M.A P.hD Kata Kunci: Model Numbered Heads Together (NHT), Metode Ceramah dan Tanya Jawab, Hasil Belajar Salah satu masalah pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah masih adanya pola pembelajaran teoritis dan kurang bervariasi. Selain itu, kegiatan pembelajaran di kelas sering textbook oriented dan kurang mengaitkan dengan lingkungan dan situasi dimana siswa berada. Berdasarkan hasil observasi, dalam proses pembelajaran IPS-sejarah di SMPN 17 Malang masih sering menggunakan model ceramah dan pernah menggunakan diskusi sederhana yang kurang bervariasi, sehingga siswa sering merasa bosan dan jenuh pada akhirnya hasil belajarnya pun kurang maksimal. Namun karena perkembangan zaman, maka metode konvensional dengan ceramah dan tanya jawab sudah tidak relevan digunakan. Oleh karena itu peneliti memperkenalkan metode yang bisa digunakan sebagai inovasi pembelajaran di SMPN 17 Malang yaitu Numbered Heads Together (NHT). Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) bagaimana hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS-Sejarah siswa kelas VIII SMP N 17 Malang yang diajarkan dengan menggunakan metode konvensional, (2) bagaimana hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS-Sejarah siswa kelas VIII SMP N 17 Malang yang diajarkan dengan menggunakan metode kooperatif model Numbered Heads Together (NHT), (3) bagaimana perbandingan efektifitas metode konvensional dan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) pada mata pelajaran IPS-Sejarah siswa kelas VIII SMP N 17 Malang dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS-Sejarah siswa kelas VIII SMP N 17 Malang yang diajarkan dengan menggunakan metode konvensional, (2) mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS-Sejarah siswa kelas VIII SMP N 17 Malang yang diajarkan dengan menggunakan metode kooperatif model Numbered Heads Together (NHT), (3) mengetahui perbandingan efektifitas metode konvensional dan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) pada mata pelajaran IPS-Sejarah siswa kelas VIII SMP N 17 Malang dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “Ada perbedaan hasil belajar antara siswa kelas VIII yang mendapat perlakuan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) sebagai kelas eksperimen dengan yang mendapat pembelajaran konvensional model ceramah dan tanya jawab sebagai kelas kontrol pada mata pelajaran IPS-Sejarah kelas VIII SMP N 17 Malang”. ii Penelitian ini adalah penelitian eksperimental (Experimental Research) dengan jenis penelitian eksperimen ini adalah Eksperimen Kuasi (Quasi Experimental design). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar siswa dengan pembelajaran konvensional model ceramah dan tanya jawab lebih rendah dibandingkan hasil belajar siswa dengan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT). (2) adanya peningkatan belajar dari siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) sebesar 28,79%. (3) pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) lebih efektif jika dibandingkan dengan pembelajaran konvensional model ceramah dan tanya jawab Kesimpulan dari penelitian ini: (1) hasil belajar siswa yang diajarkan dengan metode ceramah cenderung lebih rendah dibandingkan dengan hasil siswa yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT). (2) sesuai yang telah dilakukan peneliti dilapangan bahwa pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) jauh lebih efektif dari pada pembelajaran konvensional terkait dengan hasil pembelajaran siswa. Saran pada penelitian ini: (1) perlu adanya literatur mata pelajaran IPS yang lebih lengkap di sekolah. (2) pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) sebagai alternatif pilihan pembelajaran dikelas untuk meningkatkan hasil belajar siswa. (3) selanjutnya dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan kompetensi dan subjek yang berbeda. (4) siswa hendaknya lebih meningkatkan kreatifitas mereka untuk berfikir lebih maju dan berani mengungkapkan pendapat.

Penerapan lesson study dalam proses pembelajaran IPS (Sejarah) kelas VII di MTs Surya Buana Malang / Ika Rudyharti

 

ABSTRAK Rudyharti, Ika. 2009. Penerapan Lesson Study dalam Proses Pembelajaran IPS (Sejarah) Kelas VII di MTs Surya Buana Malang. Skripsi Jurusan Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Mashuri, M.Hum. Kata Kunci: Lesson Study, Pembelajaran IPS (Sejarah). Berbagai latar belakang siswa dan kebijakan sekolah membuat guru, terutama guru IPS, harus melaksanakan inovasi model pembelajaran. Namun, dalam kenyataannya guru masih banyak yang menggunakan metode konvensional (seperti ceramah) yang sudah tidak relevan untuk diterapkan dan kurang memancing keaktifan siswa. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan, berbagai metode kooperatif diterapkan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti, proses pembelajaran yang terjadi di MTs Surya Buana Malang menggunakan metode konvensional, terutama pada mata pelajaran IPS. Untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar, salah satunya dapat dilakukan dengan penerapan metode-metode kooperatif yang dilaksanakan dalam kegiatan Lesson Study. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana penerapan kegiatan Lesson Study dalam pembelajaran IPS (Sejarah) di MTs Surya Buana Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan kegiatan lesson study dalam pembelajaran IPS (Sejarah) di MTs Surya Buana Malang. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif. Dalam penelitian ini selain memaparkan kegiatan lesson study, juga berusaha untuk menggambarkan profesionalisme guru IPS dengan adanya pelaksanaan lesson study tersebut. Tindakan yang diberikan pada penelitian ini berupa penerapan Lesson Study yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu plan (perencanaaan), do (pelaksanaan), dan see (refleksi). Subyek dalam penelitian ini adalah guru IPS, siswa kelas VII-A, dan ruang kelas VII MTs Surya Buana Malang dengan jumlah 24 siswa, yang terdiri dari 11 siswa putri dan 13 siswa putra. Pokok bahasan yang dibelajarkan adalah tentang perkembangan masyarakat masa Hindu-Budha di Indonesia. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi kegiatan Lesson Study, dokumen, catatan lapangan dan pedoman wawancara. Instrumen tindakan yang digunakan meliputi LKS, kartu soal, dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tahapan Lesson Study (plan, do, dan see) dilaksanakan dengan baik bersama pihak guru dan observer lainnya serta dapat digunakan untuk perbaikan pada kegiatan Lesson Study selanjutnya, (2) nilai rata-rata siswa kelas VII A mengalami peningkatan dari 47,22 menjadi 54,04 atau sekitar 13%. Penerapan Lesson Study pada pelajaran IPS (Sejarah) dengan metode NHT (Number Head Together) di kelas VII A MTs Surya Buana Malang telah terlaksana dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan terlaksananya seluruh tahapan dalam Lesson Study yang diikuti adanya peningkatan nilai hasil belajar siswa setelah post test dilaksanakan. Kesimpulan dari penelitian ini: (1) Kegiatan Lesson Study dilaksanakan satu persatu berdasarkan 3 tahapan, yaitu plan, do, dan see. Ketiga tahapan tersebut bisa dilaksanakan dengan baik dan dapat dilanjutkan untuk kegiatan pembelajaran selanjutnya, (2) Kendala yang dihadapi adalah konsistensi guru-guru yang tergabung dalam kelompok Lesson Study untuk hadir dalam setiap tahapan Lesson Study. Selain itu, pengetahuan yang lebih mengenai pelaksanaan Lesson Study dan metode kooperatif lain juga diperlukan sehingga pelajaran IPS dapat disajikan semenarik mungkin serta mampu meningkatkan motivasi siswa untuk belajar, (3) Pelaksanaan kegiatan Lesson Study yang telah dilaksanakan memunculkan efek samping berupa peningkatan nilai siswa. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata siswa kelas VII A dari 47,22 menjadi 54,04. Jumlah siswa yang memenuhi SKM (65 ke atas) juga bertambah, dari 6 siswa menjadi 13 siswa. Saran pada penelitian ini: (1) bagi guru, penerapan kegiatan Lesson Study dengan berbagai metode menarik lainnya dapat dilanjutkan sebagai alternatif pembelajaran IPS, (2) bagi sekolah, hendaknya menyediakan sarana dan prasarana yang dapat menunjang terlaksananya kegiatan pembelajaran seperti menambah buku paket dan sumber belajar lain, (3) bagi peneliti, semua aspek yang dapat mengganggu proses pembelajaran sebaiknya dihindari, (4) bagi peneliti selanjutnya dengan tema sejenis sebaiknya memilih sekolah lain yang memiliki kompetensi dan mendukung agar hasil penelitian lebih maksimal.

Studi penggunaan teknik dasar komunikasi konseling pada konselor di SMP Negeri 2 Sukodono Kabupaten Lumajang / Miranti Widi Andriani

 

ABSTRAK Andriani, M. W. 2009. Studi Penggunaan Teknik Dasar Komunikasi Konseling pada Konselor di SMP Negeri 2 Sukodono Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M. Pd, (II) Dr. M. Ramli, M. A. Kata kunci: Teknik dasar komunikasi, konseling, konselor. Salah satu program bimbingan konseling di sekolah adalah layanan konseling. Teknik yang seharusnya digunakan konselor dalam memberikan layanan konseling adalah teknik dasar komunikasi konseling. Penggunaan teknik dasar komunikasi konseling dapat melancarkan proses konseling, sehingga tujuan utama konseling yaitu membantu siswa memahami potensi diri akan tercapai. Namun, di lapangan banyak konselor yang belum menggunakan teknik dasar komunikasi konseling. Untuk mengetahui penggunaan teknik dasar komunikasi konseling pada konselor dilakukan pengumpulan data di lapangan. Tujuan penelitian ini mengetahui teknik dasar komunikasi yang digunakan oleh konselor, mendeskripsikan alasan konselor menggunakan teknik dasar komunikasi tersebut, mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi penggunaan teknik dasar komunikasi konseling pada konselor, mendeskripsikan peran konselor dalam membantu konseli menyelesaikan masalah, dan mendeskripsikan respon konseli terhadap peran konselor dalam membantu konseli menyelesaikan masalah. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sukodono Kabupaten Lumajang dengan konselor sebanyak empat orang dan telah menempuh pendidikan khusus S1 Bimbingan dan Konseling. Jenis penelitian ini adalah kualitatif menggunakan desain penelitian studi kasus. Data jenis penelitian studi kasus berupa kata-kata dan tindakan, data tertulis, dan foto. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sukodono Kabupaten Lumajang adalah, teknik dasar komunikasi konseling yang digunakan oleh konselor: teknik opening, acceptance, lead, dan advice. Alasan konselor menggunakan teknik tersebut adalah mudah digunakan, tidak membutuhkan waktu yang banyak serta dapat mengarahkan pembicaraan konseli pada alur pembicaraan yang dikehendaki. Faktor yang mempengaruhi penggunaan teknik dasar komunikasi konseling pada konselor: karakteristik konseli, emosi konseli, dan waktu proses konseling. Peran konselor dalam konseling adalah memberikan alternatif pemecahan masalah, serta memberikan saran saat konseli akan mengambil keputusan. Respon konseli mengenai peran konselor, terbentuk persepsi bahwa konselor sebagai pemberi nasehat dan hukuman bagi siswa yang bermasalah, selebihnya konseli lebih banyak diam walaupun merasa bosan saat mendapat nasehat. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi peneliti selanjutnya agar memperdalam hasil penelitian dengan menambah waktu penelitian. Bagi siswa disarankan lebih terbuka dalam menceritakan masalahnya dan bagi konselor hendaknya mengasah kembali keahlian dengan menerapkan teknik dalam konseling.

Sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Lombok abad XVI-XVIII (sebuah kajian sejarah lokal dan pembelajaran dalam IPS Sejarah) / Anggun Zamzani

 

i ABSTRAK Zamzani, Anggun. 2009. Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Lombok Abad XVI-XVIII (Sebuah Kajian Sejarah Lokal dan Pembelajaran dalam IPS Sejarah). Skripsi, Jurusan Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Hariyono M.Pd Kata Kunci: Masuknya Islam di Lombok, Pembelajaran Sejarah Pulau Lombok mempunyai sejarah panjang dan menduduki posisi penting dalam hubungannya dengan perkembangan Sejarah Nasional. Agama Islam mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan sejarah pulau ini baik itu dibidang sosial, budaya, pemerintahan, hukum dan lain-lain. Kurangnya penulisan terhadap sejarah lokal Islam semacam ini membuat penulis tergugah untuk menyumbangnkan sebuah karya ilmiah yang diharapkan dapat memperkenalkan sejarah lokal yang masih belum terungkap dan jarang diketahui orang. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa permasalahan tentang keadaan masyarakat Lombok sebelum masuknya agama Islam? Bagaimana awal masuknya agama Islam di Lombok? Bagaimana perkembangan agama Islam di Lombok pada abad XVI-XVIII? Bagaimana menerapkan sejarah Islam di Lombok dalam pembelajaran sejarah di sekolah? Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang dilakukan dalam beberapa langkah yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Adapun heuristik dilakukan dengan cara pengumpulan sumber baik berupa sumber lisan (wawancara) maupun tulisan serta sumber-sumber yang berupa benda-benda peninggalan sejarah. Kritik dilakukan dengan cara kritik ekstern dan intern, kemudian interpretasi dilakukan dengan cara menafsirkan atau menganalisis sumber-sumber yang telah dikritik kemudian yang terakhir adalah penyusunan hasil penelitian yang disebut dengan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa agama Islam masuk ke pulau Lombok dibawa pada abad XVI melalui misi yang dipimpin oleh Sunan Prapen putera Sunan Giri. Mengenai bukti-bukti berkembangnya Islam di Lombok dapat dilihat dari adanya peninggalan masjid kuna yang ada di Bayan lombok Utara yang disebut dengan masjid Bayan Beleq dan masjid kuna yang ada di Pujut dan Rembitan Lombok Tengah. Selain itu juga terdapat makam raja-raja Selaparang yang ada di Lombok Timur. Selain bukti arkeologi juga terdapat bukti lain yakni dalam bidang seni sastra baik itu seni tabuh, seni suara maupun seni tulisan. Dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa agama Islam dapat berkembang di Lombok selain karena peranan para penyebar agama Islam seperti Sunan Prapen juga adanya peranan dari raja-raja yang ada di Lombok sendiri. Pada perkembangan selanjutnya agama Islam berkembang di Lombok lebih diprakarsai oleh adanya Tuan Guru. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, materi mengenai masuk dan berkembangnya Islam di Lombok abad XVI-XVIII dapat dimasukkan dalam materi pembelajaran di sekolah yang tentunya berkaitan dengan sejarah lokal Lombok ataupun peristiwa sejarah yang ada diberbagai daerah. Materi ini dapat diberikan ke beberapa jenjang pendidikan yaitu ditingkat Universitas, tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Pertama (SMP), bahkan Sekolah Dasar (SD). ii Ditingkat Universitas materi ini dapat diberikan pada Sejarah Indonesia Baru I. Sedangkan ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) materi ini dapat diberikan pada kelas XI semester satu, untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) materi ini dapat diberikan pada kelas VII semester dua yakni mengenai perkembangan masyarakat pada masa Islam di Indonesia. Dari hasil penelitian ini, disarankan agar pemerintah daerah Lombok perlu lebih memperhatikan kurikulum muatan lokal yang ada di sekolah-sekolah karena disadari atau tidak materi pembelajaran sejarah pada lembaga pendidikan formal masih lebih banyak memperkenalkan peristiwa-peristiwa maupun objek-objek peninggalan sejarah yang ada di pulau Jawa. Peneliti berharap agar penelitian selanjutnya tidak ragu-ragu untuk mengkaji sejarah lokal karena masih banyak peristiwa-peristiwa sejarah di Lombok terutama mengenai sejarah Islam yang mungkin saja belum terungkap dan masih belum tersentuh oleh penelitian.

Penerapan metode pembelajaran repeat and payment (RnP) untuk meningkatkan keterampilan bercerita siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kedungwaru, Tulungagung / Dwi Ernawati

 

ABSTRAK Ernawati, Dwi. 2009. Penerapan Metode Pembelajaran Repeat and Payment (RnP) untuk Meningkatkan Keterampilan Bercerita Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Sunaryo HS, S.H., M.Hum, (II) Drs. Masnur Muslich, M.Si. Kata Kunci: bercerita, repeat and payment, pembelajaran Dalam kegiatan berkomunikasi, baik saat pembelajaran di sekolah maupun di lingkungan masyarakat, seseorang pasti memerlukan keterampilan meyimak-berbicara. Seseorang tidak dapat terlepas dari kegiatan menyimak dan berbicara. Oleh karena itu, sekolah sebagai tempat pengembangan kemampuan siswa, perlu mengoptimalkan pembelajaran pada dua keterampilan tersebut. Akan tetapi kenyataannya, dalam pembelajaran bercerita, siswa masih banyak yang merasa canggung, malu, tidak percaya diri saat bercerita, menganggap bahwa bercerita tidaklah penting, dan kurang menarik. Dari pihak guru, juga masih kurang optimal dalam pelaksanaan pembelajaran menyimak-berbicara yang kreatif, efektif, dan menyenangkan. Kelemahan itu terdapat dalam metode pembelajaran, kurangnya motivasi pada siswa, sarana dan prasarana yang kurang pula. Hal seperti itulah yang juga dialami oleh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kedungwaru, Tulungagung. Dalam pembelajaran bercerita, metode yang digunakan guru monoton. Siswa hanya diminta bercerita ke depan kelas secara bergiliran. Pembelajaran yang monoton menyebabkan siswa bosan dan kurang tertarik. Siswa hanya akan merasa tertekan. Akibatnya, penampilan mereka dalam bercerita buruk seperti tidak percaya diri, gugup, dan tidak konsentrasi. Dari pihak siswa sendiri, terutama siswa baru sangat membutuhkan metode pembelajaran yang membantu menyenangkan serta dapat mendukung mereka dalam beradaptasi, baik dengan lingkungan sekolah maupun pertemanan. Kegiatan belajar-mengajar akan sangat produktif jika guru dapat menciptakan suatu metode yang menyenangkan dan efektif. Suasana yang menyenangkan tersebut dapat diciptakan dengan membuat berbagai permainan atau aturan yang menantang, menuntut keterampilan, dan bisa meningkatkan gairah belajar siswa. Metode pembelajaran dikatakan efektif diterapkan dalam kelas jika mampu memberikan lebih banyak pengalaman belajar yang mencakup beberapa aspek keterampilan, tidak membuang-buang waktu, dan memberikan hasil maksimal. Hal-hal seperti itulah yang akan ditawarkan metode Repeat and Payment (RnP). Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan metode pembelajaran Repeat and Payment (RnP) untuk meningkatkan kemampuan bercerita siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung. Adapun tujuan penelitian adalah mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran Repeat and Payment (RnP) untuk meningkatkan kemampuan bercerita siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung dalam dua siklus. Jenis data yang dikumpulkan adalah data verbal dan nonverbal. Data verbal berupa hasil rekaman tuturan siswa pada kemampuan menyimak-berbicara saat bercerita. Data nonverbal berupa rekaman tindakan siswa dalam foto dan tindakan yang ditranskripkan dan dimasukkan dalam pedoman observasi dan catatan lapangan. Data tersebut diperoleh melalui instrumen utama yaitu peneliti dan instrumen pendukung seperti pedoman observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi untuk mengetahui proses dan hasil keterampilan bercerita siswa. Berdasarkan tindakan yang telah dilaksanakan pada siklus I dan II, dapat dideskripsikan proses penerapan metode Repeat and Payment (RnP) dalam kegiatan bercerita, yaitu diawali dengan pembentukan kelompok, penetapan pangkat setiap anggota, pendiskusian megadis setiap kelompok, penulisan pokok-pokok cerita dan dialog dalam cerita, latihan bercerita dalam kelompok, dan pelaksanaan perputaran Repeat and Payment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan bercerita siswa mengalami peningkatan, baik pada subaspek keterampilan berbahasa menyimak maupun bercerita. Pada siklus I memang masih terdapat siswa yang memperoleh nilai di bawah SKM yaitu pada aspek ketepatan intonasi, tetapi pada siklus II 100% siswa sudah dapat mengulang cerita dengan intonasi yang tepat. Pada siklus II 50% siswa telah mengulang cerita secara runtut dengan kriteria nilai sangat baik, dan sisanya memperoleh nilai baik. Pada siklus ini tidak ada siswa yang mendapatkan nilai di bawah SKM. Kemampuan pada aspek keutuhan pengulangan cerita pada siklus II, sebanyak 93,7% siswa telah mendapatkan nilai dengan kriteria baik, bahkan sisanya masuk dalam kriteria sangat baik. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada hasil evaluasi siklus II. Sebanyak 62,5% siswa telah dapat menggunakan mimik muka dengan kriteria baik dan sisanya mendapat kriteria baik saat mengulang cerita. Dalam pemakaian gestur, sebanyak 93,7% siswa juga telah dengan baik menggunakannya pada saat mengulang cerita. Sisanya sangat baik menggunakan gestur dalam pengulangan cerita. Pada siklus II sebanyak 68% siswa telah dapat bercerita secara utuh dengan kriteria sangat baik. Keruntutan cerita juga telah dilakukan dengan sangat baik oleh 63,6% siswa. Dalam hal penggunaan intonasi, sebanyak 86% siswa dapat bercerita dengan intonasi yang tepat. Sisanya mendapatkan kriteria sangat baik, sehingga tidak ada siswa yang mendapatkan nilai di bawah SKM. Siswa telah bisa bercerita dengan mimik muka dan gestur yang tepat. Hal tersebut terlihat dari jumlah siswa yang memperoleh kriteria nilai baik dalam penggunaan gestur sebanyak 72,7% siswa, sisanya memperoleh nilai sangat baik, dan untuk kesesuaian mimik sebanyak 54,5% siswa menperoleh kriteria nilai sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian di atas, secara umum disarankan kepada pembaca untuk menerapkan metode Repeat and Payment (RnP) ini sebagai salah satu alterlatif dalam peningkatan keterampilan bercerita siswa. Sebagai pemegang dan pengambil kebijakan, kepala sekolah memberikan dukungan baik moril maupun fasilitas pada guru yang ingin menerapkan metode Repeat and Payment (RnP) dalam peningkatan kualitas belajar. Bagi guru, harus memiliki sikap kritis, aktif, dan peka terhadap masalah-masalah yang terjadi pada pembelajaran yang dilakukan. Diharapkan pula peneliti lanjut melakukan penelitian mengenai metode Repeat and Payment (RnP) pada jenjang pendidikan lain dan kompetensi berbahasa yang terkait, sehingga dapat menambah pengetahuan dan manfaat yang lebih banyak dari penerapan metode baru ini.

Membangun wesite SMK Al-Azhar Menganti Gresik menggunakan CMS Joomla dengan memafaatkan domain dan hosting gratis / Syukron Ma'mun

 

Semakin berkembangnya teknologi zaman sekarang, maka akan bertambah canggih juga dalam hal penyebaran informasi, khususnya melalui media website. Dalam hal ini, kebutuhan website hampir dikatakan suatu kebutuhan yang penting, karena keefektifan waktu yang digunakan sampai manfaat yang dirasakan sangat besar. Terkait dengan hal tersebut di atas, maka SMK Al - Azhar Menganti Gresik perlu mengembangkan cara penyebaran informasinya. Untuk itu perlu dikembangkan suatu sistem yang berfungsi sebagai alat bantu untuk memberikan informasi yang lengkap mengenai profil sekolah, visi dan misi, kegiatan sekolah, berita-berita terbaru mengenai sekolah, dan lain - lain yang diwujudkan dalam website sekolah, sehingga dapat memberikan informasi secara cepat, lengkap dan akurat mengenai SMK Al - Azhar Menganti Gresik. Sistem ini adalah sistem berbasis web dinamis yang dibuat dengan alat bantu menggunakan Joomla sebagai database-nya dan pemanfaatan jaringan internet sebagai pengakses website. Dengan berbasis web, akan memungkinkan pengoperasian sistem ini dengan multiuser, agar peyebaran informasi dapat lebih efisiensi, tepat, cepat dan akurat. Pembangunan website SMK Al-Azhar Menganti Gresik ini dilakukan di laboratorium KKPI SMK Al-Azhar Menganti Gresik dengan beberapa tahap, yaitu (1) tahap pendaftaran domain gratis di www.co.cc. (2) tahap pendaftaran hosting gratis di www.000webhost.com (3) tahap Konfigurasi Domain dan Hosting. (4) tahap Konfigurasi Website SMK Al-Azhar Menganti Gresik. dan (5) adalah tahap Proses pemasukan data-data yang diperlukan. Hasil pembangunan website SMK Al-Azhar Menganti Gresik ini menunjukkan bahwa hanya dengan biaya yang relatif kecil, yaitu hanya biaya pemakaian internet saja dengan memanfaatkan domain dan hosting gratis serta tanpa harus mengerti lebih jauh mengenai bahasa pemrograman website, setiap orang bisa membangun sebuah website yang dinamis. Berdasarkan hasil pembangunan ini, dapat disarankan agar dilakukan pengembangan lebih lanjut misalnya telah menggunakan domain khusus untuk sekolah yaitu sch.id, menggunakan hosting yang lebih handal dan lebih lengkap fasiltasnya. Dari segi penambahan informasi yang lebih lengkap tentang sekolah dan dari segi tampilan yang lebih mearik. Dengan adanya hal tersebut maka akan memberikan peluang atau kesempatan bagi pengembang sistem untuk melakukan pengembangan sistem lanjutan menuju ke arah yang lebih baik.

Penerapan model number head together untuk meningkatkan hasil belajar pokok bahasan sejarah kerajaan Hindu, Budha dan Islam di Indonesia siswa kelas V IPS MI Hubbul Wathon Pasuruan / Robi'atul Muharromah

 

ABSTRAK Muharromah, Robi’atul 2009. Penerapan Model Number Head Together Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pokok Bahasan Sejarah Hindu, Budha Dan Islam Di Indonesia Siswa Kelas V IPS Di MI Hubbul Wathon Pasuruan Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Murtiningsih,M.Pd, (2) Dra. Sri Sugiharti, M.Pd Kata kunci : Number Head Togather, Hasil Belajar, IPS SD Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas V MI Hubbul Wathon ditemukan fakta bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan menguasai materi IPS. Dari hasil wawancara guru diketahui asil ulangan harian siswa menunjukkan bahwa rata-rata dibawah Stnadart Ketuntasan Minimal mata pelajaran IPS yaitu 7,00. Rendahnya hasil belajar siswa dan proses interaksi siswa dengan guru dan temannya pada mata pelajaran IPS diduga karena guru kurang tepat dalam pemilihan model pembelajaran.Dari pemasalahan yang dihadapi oleh peneliti dalam pembelajaran IPS. ini, maka pembelajaran Kooperatif dengan model Number Head Together (NHT) dapat menjadi salah satu alternatif pemecahan masalah yang dihadapi oleh peneliti dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Sejarah Kerajaan Hindu, Budha dan Islam di Indonesia mata pelajaran IPS kelas V di MI Hubbul Wathon Kab Pasuruan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1). mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Number Head Together (NHT) pokok bahasan Sejarah Kerajaan Hindu, Budha dan Islam di Indonesia mata pelajaran IPS pada kelas V di MI Hubbul Wathon 2). mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Number Head Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pokok bahasan Sejarah Kerajaan Hindu, Budha dan Islam di Indonesia mata pelajaran IPS pada kelas V di MI Hubbul Wathon. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat fase, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas V di MI Hubbul Wathon yang terdiri dari 19 siswa.Sumber data yang digunakan dari hasil observasi, skor aktifitas belajar siswa dan skor hasil belajar yang diperoleh dengan observasi, test, wawancara, catatan lapangan oleh teman sejawat dan dokumentasi. .Data yang ada dianalisa dengan aanalisis diskriptif kuantitatif dan diskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh guru (peneliti), maka penerapan pembelajaran Number Head Togather (NHT) pada mata pelajaran IPS di kelas V MI Hubbul Wathon Pandaan dapat dikatakan berhasil dengan adanya peningkatan aktifitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung, berdasarkan prosentase rata-rata keberhasilan tindakan sebesar 23,3 sebelum tindakan (pretest) menjadi 45% pda siklus I dan siklus II sebesar 80%. Rata-rata hasil belajar siswa secara keseluruhan terjadi peningkatan sebagai berikut: pada pretest 1 rata-rata hasil belajar siswa 53,95. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa 61,18.Pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa 71,32. Adapun peningkatan pada pretest ke siklus I sebesar 7,24 dan siklus I ke siklus II sebesar 10,13 Dari hasil pembahasan penelitian maka disimpulkan bahwa 1). penerapan pembelajaran Number Head Togather (NHT) pada mata pelajaran IPS di kelas V MI Hubbul Wathon Pandaan dapat dikatakan berhasil dengan adanya peningkatan aktifitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Bahwasannya ada peningkatan aktifitas pembelajaran yang meliputi 3 aspek yaitu keaktifan, kedisiplinan dan kegiatan berkelompok yang signifikan berdasarkan prosentase rata-rata keberhasilan tindakan sebesar 35% dari siklus I sebesar 45% dan siklus II sebesar 80%. 2). dari hasil analisis rata-rata hasil belajar siswa secara keseluruhan terjadi peningkatan sebagai berikut: pada pretest 1 rata-rata hasil belajar siswa 53,95. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa 61,18.Pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa 71,32. Adapun peningkatan pada pretest ke siklus I sebesar 7,24 dan siklus I ke siklus II sebesar 10,13. Merujuk pada hasil penelitian, maka disarankan: 1) bagi guru, untuk menggunakan pembelajaran tersebut pada mata pelajaran lain dengan improvisasi sesuai karakteristik dari mata pelajaran tersebut agar pembelajaran yang dilakukan mencapai tujuan yang diinginkan, 2).bagi kepala sekolah, dukungan dari kepala sekolah kepada guru untuk senantiasa dimotivasi untuk menerapkan model pembelajaran yang inovatif guna meningkatkan kualitas pembelajaran pada sekolah yang sedang di pimpin. 3).bagi peneliti lanjutan, dapat dijadikan rujukan dan perbaikan untuk penelitian untuk penelitian lainnya yang serumpun.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS (Sejarah) siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang / Aulia Okta Vrigati

 

ABSTRAK Vrigati, Aulia Okta. 2009. Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil BelajarIPS (Sejarah) Siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Sejarah FIS Universaitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Legawa M.Si. (II) Drs. Mashuri M.Hum Kata kunci: hasil belajar, motivasi belajar, model pembelajaran kooperatif Jigsaw Berdasarkan hasil observasi, pembelajaran di SMP Negeri 8 Malang menggunakan metode ceramah, diselingi tanya jawab dan diskusi yang pembentukan kelompoknya tanpa memperhatikan kemampuan akademik sehingga dalam proses pembelajaran siswa cenderung belajar dengan teman sebangku atau teman bermain. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut dilaksanakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw yang merupakan suatu model pembelajaran yang dirancang supaya siswa mempelajari informasi divergen dan tingkat tinggi melalui kerja kelompok. Setiap kelompok mendapatkan suatu topik bahasan dan setiap anggota kelompok mencari informasi tantang isi satu sub topik yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif Jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa SMP Negeri 8 Malang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Malang pada bulan Juli-Agustus 2009. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIH SMP Negeri 8 Malang berjumlah 36 siswa terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Data penelitian ini berupa motivasi dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar siswa diketahui dari hasil angket dan lembar observasi, sedangkan hasil belajar siswa dapat diketahui dari selisih skor prates dan pascates. Ketuntasan belajar dianalisis dengan menggunakan skor postes menggunakan kriteria ketuntasan belajar. Ketuntasan belajar siswa diketahui jika telah mencapai ≥75 dan daya serap klasikal 80% siswa yang mencapai skor ≥75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada siklus II terjadi peningkatan apabila dibandingkan dengan siklus I. Skor motivasi rata-rata hasil angket sebelum dilaksanakan tindakan sebesar 3,22, meningkat menjadi 3,53 setelah dilakukan pelaksanaan tindakan. Hasil belajar juga mengalami peningkatan, pada siklus I sebesar 30,44 dan pada siklus II meningkat sebesar 37,46 dengan persentasi peningkatan 23,06%. Ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I sebesar 77,78% dan pada siklus II meningkat sebesar 91,67%. Jadi, ketuntasan belajar mengalami peningkatan sebesar 13,89%. Metode pembelajaran merupakan salah satu cara untuk mengatasi kebosanan dalam belajar, sehingga untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa disarankan guru melaksanakan metode pembelajaran yang variatif, misalnya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw.

Peningkatan keterampilan berbicara dengan menggunakan metode role playing di kelas IV SDN Blitar Kecamatan Sukorejo Kota Blitar / Khoirun Ni'mah

 

ABSTRAK Ni’mah, Khoirun. 2010. Peningkatan Keterampilan Berbicara dengan Menggunakan Metode Role Playing di Kelas IV SDN Blitar Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sutansi, M.Pd, (II) Drs. Suhel Madyono, M.Pd. Kata kunci: berbicara, siswa, metode role playing. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan penerapan metode role playing dalam upaya meningkatkan keterampilan berbicara, (2) mendeskripsikan peningkatan kelancaran berbicara siswa, (3) mendeskripsikan peningkatan kejelasan berbicara siswa, dan (4) mendeskripsikan peningkatan ketepatan berbicara siswa kelas IV dengan penerapan metode role playing di SDN Blitar Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode role playing dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa, yaitu pada aspek kelancaran hasil yang diperoleh pada tahap pra tindakan rata-rata nilai siswa 69,33%, pada siklus I naik menjadi 75,67%, dan pada siklus II naik menjadi 86%. Pada aspek kejelasan berbicara hasil yang diperoleh pada tahap pra tindakan rata-rata nilai siswa 72,67%, pada siklus I naik menjadi 81%, dan pada siklus II naik menjadi 87,33%. Pada aspek ketepatan berbicara hasil yang diperoleh pada tahap pra tindakan rata-rata nilai siswa 71,33%, pada siklus I naik menjadi 78%, dan pada siklus II naik drastis menjadi 87%. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu dengan menggunaan metode role playing dalam pembelajaran terbukti dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Maka disarankan menggunakan metode role playing dalam pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa.

Penyelenggaraan kegiatan kepelatihan seni lukis di Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Minat Universitas Negeri Malang / Didik Sudarwanto

 

Penelitin ini bertujuan untuk mendeskripksikan penyelenggaraan kegiatan kepelatihan seni lukis di Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Minat Universitas Negeri Malang. Dua fokus masalah yang diteliti yaitu (1) manajemen penyelenggaraan kegiatan kepelatihan seni lukis di Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Minat Universitas Negeri Malang, (2) Faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat dan pendukung dalam pelatihan seni lukis di Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Minat Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Minat Universitas Negeri Malang. Subjek yang diteliti meliputi, ketua umum, sie bidang kepelatihan, instruktur, anggota atau peserta kepelatihan seni lukis di Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Minat Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan pada penelitian metode studi kasus. Sedangkan untuk pengumpulan datanya dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Proses analisis data penelitian ini adalah (1) data dikelompokkan menurut katagorinya, (2) data dianalisis langsung dan dikaitkan dengan data sejenis pada kelompok katagori yang sama, (3) hasil penelitian dideskripsikan, serta (4) data diinterprestasi dan disimpulkan. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan sebagai berikut (1) manajemen penyelenggaraan kegiatan kepelatihan seni lukis di Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Minat sepenuhnya dikelola oleh ketua umum beserta pengurus-pengurusnya, serta sie-sie kegiatan yang terbagi menjadi beberapa sie kegiatan seperti, sie kepelatihan, sie sie rumah tangga dan usaha, sie penalaran, sie kesejahteraan, sie kemitraan dan pameran, sie seksi keliteraturan. Setiap sie mempunyai tanggung jawab sendiri-sendiri sesuai dengan program kerja yang diberikan oleh ketua umum. Sedangkan dalam kegiatan pelatihan seni lukis di UKM Sanggar Minat diadakan sesuai dengan jadwal yang disepakati oleh peserta, instruktur, sie bidang kepelatihan, dan ketua umum yang sebelumnya telah dibahas dalam rapat anggota UKM Sanggar Minat. Kegiatan kepelatihan seni lukis diadakan seminggu dua kali dalam dua bulan berturut-turut.,namun terkadang dalam masalah jadwal sering kali terjadi bentrokan dengan jadwal kuliah di kampus. Dalam kegiatan kepelatihan yang diadakan di Sanggar Minat, selain praktek melukis dan teori yang diberikan oleh instruktur juga diadakan apresiasi dari hasil karya para peserta sebagai pertanggung jawaban dari hasil karyanya, (2) dalam kegiatan kepelatihan seni lukis di UKM Sanggar Minat terdapat faktor-faktor pendukung dan penghambatnya antara lain adanya kebijakan UKM Sanggar Minat dalam menentukan jadwal kepelatihan seni lukis yang terkadang masih sering bermasalah dengan kegiatan para peserta di luar kegiatan kepelatihan, pengadaan sarana dan prasarana untuk kepelatihan seni lukis di UKM Sanggar Minat juga masih belum optimal, keadaan ini menjadi salah satu penghambat kegiatan pelatihan, sedangkan salah satu faktor pendukung kegiatan pelatihan seni lukis ini dikarenakan adanya instruktur yang tepat memiliki pengetahuan seni lukis, dan keinginan peserta untuk belajar dan mengembangkan keahlian mereka dalam bidang melukis, sehingga kegiatan kepelatihan seni lukis di UKM Sanggar Minat masih bisa berjalan meski masih terdapat hambatan-hambatan dalam pelaksanaannya.

Peningkatan pemahaman nilai moral melalui pembelajaran PKN berbasis VCT (Value Clarification Technique) pada siswa kelas III SDN Sukorejo 2 Kota Blitar / Lilik Nurkholidah

 

ABSTRAK Nurkholidah, Lilik. 2009. Peningkatan Pemahaman Nilai Moral Melalui Pembelajaran PKN Berbasis VCT (Value Clarification Technique) pada Siswa Kelas III SDN Sukorejo 2 Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Widayati, (II) Drs. Sunyoto, S.Pd. M.Si. Kata kunci: PKn, VCT (Value Clarification Technique), Meningkatkan Pemahaman Nilai Moral. Pembelajaran PKn merupakan mata pelajaran yang lebih identik dengan pembentukan sikap dan nilai moral. Tidak semua model pembelajaran dapat diterapkan dalam pembentukan sikap dan nilai moral. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembentukan sikap dan nilai moral Value Clarification Technique (VCT) yaitu tehnik mengklasifikasikan nilai (TMN). VCT merupakan suatu model pendekatan sarana belajar mengajar khusus untuk pendidikan nilai dan moral atau pendidikan afektif. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui penerapan model pembelajaran berbasis VCT dengan permainan kotak ajaib dalam pelajaran PKn dapat meningkatkan pemahaman nilai moral siswa Kelas III SDN Sukorejo 2 Kec. Sukorejo Kota Blitar, (2) untuk mengetahui peningkatan pemahaman nilai moral siswa Kelas III SDN Sukorejo 2 Kec. Sukorejo Kota Blitar dengan penerapan model pembelajaran berbasis VCT dengan permainan kotak ajaib dalam pelajaran PKn. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan Penelitin Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Instrumen yang digunakan adalah (a) observasi, (b) angket, (c) pedoman wawancara, (d) tes. Hasil peneliti ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berbasis VCT (Value Clarification Technique) dapat meningkatkan pemahaman nilai moral siswa, yaitu dari rerata skor 57 dengan daya serap klasikal 11,8 % pada pra tindakan, dan setelah diadakan siklus 1 rerata meningkat menjadi 62 dan dengan daya serap klasikal 35,2%. Jumlah tersebut mengalami peningkatan lagi dari siklus 2 yaitu rerata 68 dan dengan daya serap klasikal 70,6 %. Kesimpulan (1) penggunaan model pembelajaran VCT dapat meningkatkan pemahaman nilai moral siswa mata pelajaran PKn Kelas III SDN Sukorejo 2 Kota Blitar, (2) Peningkatan pemahaman nilai moral pada pembelajaran PKn diperoleh dari penilaian proses pembelajaran dan hasil tes evaluasi.

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe "dua tinggal dua tamu" pada materi fungsi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar / Nosa Putri Djumaliningsih

 

ABSTRAK Djumaliningsih, Nosa Putri. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe ”Dua Tinggal Dua Tamu” pada Materi Fungsi untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar. Skripsi, Jurusan Matematika Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Cholis Sa’dijah, M.Pd, M.A, (II) Dr. I Nengah Parta, M.Si. Kata kunci: pembelajaran kooperatif tipe “dua tinggal dua tamu”, motivasi belajar, hasil belajar. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SMP Negeri 5 Madiun diketahui bahwa dalam pembelajaran matematika, guru menggunakan metode ekspositori dan dilanjutkan dengan penugasan. Selama ini, siswa kurang tertarik untuk belajar matematika karena pembelajaran membosankan. Selain itu pelajaran matematika masih kurang diminati oleh siswa. Hal ini didukung oleh hasil pengamatan yang dilakukan peneliti di kelas VIII A SMPN 5 Madiun. Berdasarkan pengamatan, motivasi untuk belajar matematika sangat kurang dan sekitar 47,22% siswa memperoleh nilai ujian matematika pada bulan Oktober 2009 di bawah SKM (Standar Ketuntasan Minimal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe “dua tinggal dua tamu” pada pembelajaran Fungsi yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Pendekatan yang digunakan kualitatif dan jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 5 Madiun pada bulan Oktober sampai November 2009. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dan membutuhkan delapan pertemuan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe “dua tinggal dua tamu” yang dapat meningkatkan motivasi maupun hasil belajar yaitu: (1) Siswa diberi gambaran tentang materi yang akan dipelajari, (2) Siswa dibentuk dalam kelompok yang beranggotakan empat siswa yang heterogen, (3) Setiap siswa dalam kelompok diberi masalah, (4) Siswa berdiskusi dalam kelompok awal, (5) Dua siswa tetap tinggal di kelompok awal dan dua siswa yang lain bertamu ke kelompok lain untuk mencari informasi, (6) Siswa yang bertamu kembali ke kelompok asal dan menjelaskan hasil temuan saat bertamu, (7) Siswa melakukan presentasi dan dilanjutkan penguatan dari guru, (8) kelompok yang aktif dan memperoleh nilai tinggi mendapatkan hadiah. Perangkat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu RPP dan LKS, sedangkan instrumen dalam penelitian ini yaitu lembar validasi, angket, lembar pengamatan, format perekaman situasi pembelajaran dan tes. Peningkatan motivasi belajar ditunjukkan dari hasil pengamatan aktivitas siswa dan angket motivasi mencapai kriteria “baik” sedangkan peningkatan hasil belajar ditunjukkan dengan persentase ketuntasan belajar siswa mencapai 88,89% dan rata-rata nilai LKS saat proses pembelajaran mencapai kriteria “baik”. Dari hasil angket juga diperoleh bahwa respon siswa senang dan memberikan tanggapan yang positif terhadap model pembelajaran kooperatif tipe “dua tinggal dua tamu”.

Harapan orang tua pada pembelajaran anak usia dini (studi kasus di Kelompok Bermain Restu 2 Malang) / Moch. Ilham Al Rachman

 

Pendidikan Anak Usia Dini merupakan suatu upaya pengembangan segala potensi anak usia dini yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional melalui proses pembelajaran sistematis di Kelompok Bermain sebagai salah satu satuan Pendidikan Non Formal. Dalam pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini peran serta orang tua sangat penting sebagai satu kesatuan komponen penunjang perkembangan anak. Harapan orang tua terhadap pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini melatarbelakangi terjadinya hubungan yang penting antara orang tua dan Kelompok Bermain. Tujuan penelitian ini adalah pertama, ingin mengetahui harapan orang tua dalam pembelajaran anak usia dini, kedua, ingin mengetahui pembelajaran anak usia dini dalam rangka memenuhi harapan orang tua, ketiga, ingin mengetahui keterkaitan antara harapan orang tua dengan pembelajaran anak usia dini, keempat, ingin mengetahui latar belakang terjadinya keterkaitan antara harapan orang tua dengan pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Tehnik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah orang tua wali murid dan guru Kelompok Bermain Restu 2. Analisis data menggunakan reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dengan perpanjangan kehadiran peneliti, ketekunan pengamatan dan proses triangulasi. Hasil penelitian ini adalah pertama, harapan orang tua dalam pembelajaran anak usia dini di Kelompok Bermain Restu 2 adalah anak mampu menghadapi masalah-masalah perkembangannya. Kedua, pembelajaran yang diselenggarakan Kelompok Bermain Restu 2 yang awalnya menggunakan metode area berubah menjadi metode BCCT dengan SKM dan SKH terstruktur lebih baik. Ketiga, keterkaitan antara harapan orang tua dengan pembelajaran anak usia dini di Kelompok Bermain Restu 2 terjadi dengan baik menciptakan hubungan yang harmonis. Keempat, terjadinya keterkaitan antara harapan orang tua dengan pembelajaran anak usia dini di Kelompok Bermain Restu 2 disebabkan adanya hubungan saling membutuhkan yaitu orang tua sebagai tim evaluasi kegiatan anak usia dini di rumah dan guru sebagai tim pelaksana pembelajaran di lembaga PAUD. Peran serta Kelompok Bermain Restu 2 dalam pembelajaran anak usia dini harus terstruktur dengan baik tetap mengedepankan nilai-nilai terpenting pertumbuhan perkembangan anak. Jurusan PLS khususnya program pendidikan anak usia dini mampu mengembangkan pengelolaan lembaga PAUD sesuai dengan harapan lingkungan masyarakat. Peran serta kedua orang tua dalam pembelajaran anak usia dini seharusnya lebih dirasakan oleh anak tidak terfokus kepada ibu. Mahasiswa mampu mengembangkan pengelolaan satuan Pendidikan Non Formal khususnya dalam pembelajaran pendidikan anak usia dini pada lembaga Kelompok Bermain sesuai dengan harapan orang tua.

Penerapan model pembelajaran jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas III B SDN Karangsari 3 Kota Blitar / Lutfi Rahmawati

 

ABSTRAK Rahmawati, Lutfi. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPS Kelas III B SDN Karangsari 3 Kota Blitar. Skripsi, Jurusan KSDP, S1 PGSD. Dosen pembimbing I Suminah, S. Pd, M. Pd, dosen pembimbing II Drs. Hadi Mustofa, M. Pd Kata-kata kunci: model pembelajaran kooperatif jigsaw, hasil belajar, pembelajaran IPS Pemilihan model pembelajaran kooperatif jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III B SDN Karangsari 3 Kota Blitar dalam pembelajaran IPS dilatarbelakangi oleh masalah rendahnya hasil belajar siswa kelas III yang di bawah rata-rata. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa aspek, salah satu diantaranya karena selama ini guru menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran IPS dan selama ini belum pernah diterapkan model pembelajaran kooperatif jigsaw dalam pembelajaran, sehingga aktivitas dan motivasi siswa tidak bisa meningkat yang berakibat pada rendahnya hasil belajar. Penulisan skripsi ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw dalam pembelajaran IPS di kelas III B SDN Karangsari 3 Kota Blitar, (2) Untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Jigsaw dalam meningkatkan proses pembelajaran IPS di kelas III B SDN Karangsari 3 Kota Blitar, (3) Untuk mendeskripsikan model pembelajaran kooperatif jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di kelas III B SDN Karangsari 3 Kota Blitar Penelitian ini dirancang dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian disusun dalam dua siklus penelitian. Setiap siklus secara berdaur meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Kegiatan refleksi dilakukan setiap akhir siklus dan dijadikan sebagai penentuan tindakan pada siklus berikutnya. Tahap pelaksanaan penelitian dilakukan secara kolaboratif dengan guru pembimbing yang ditunjuk oleh sekolah sebagai observer. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif. Dalam penerapannya model pembelajaran kooperatif jigsaw dapat meningkatkan proses pembelajaran IPS di kelas III SDN Karangsari 3 Kota Blitar yaitu sebesar 61% kemudian siklus I 77% dan siklus II sebesar 88%. Penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw yang sesuai dengan prosedur, dapat meningkatkan hasil belajar siswa baik itu secara kelompok maupun individu. Hal ini terbukti dengan meningkatnya persentase ketuntasan belajar dari masing-masing siklus pembelajaran yang telah dilakukan yaitu 40% kemudian meningkat pada siklus I 64% dan pada siklus II menjadi 100%. Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw aktivitas dan motivasi siswa dapat meningkat, hal ini terbukti dengan meningkatknya persentase hasil belajar siswa baik secara kelompok maupun secara individu. Berdasarkan simpulan tersebut, maka saran yang dapat diberikan adalah Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan penarikan kesimpulan adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif jigsaw pada pembelajaran IPS di kelas III B SDN Karangsari 3 Kota Blitar dapat meningkatkan hasil dan proses pembelajaran pada siswa, sehingga model pembelajaran ini hendaknya dapat diterapkan oleh guru untuk meningkatkan hasil dan proses pembelajaran pada siswa baik pada mata pembelajaran IPS maupun pada pembelajaran lainnya, sehingga akan menambah referensi guru dalam memfasilitasi siswa mencapai tujuan pembelajaran.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 |