Pengembangan modul pebelajaran matematika model siklus belajar (Learning Cycle)-5E / Nurul Qomariyah

 

ABSTRAK Qomariyah, Nurul. 2009. Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Model Siklus Belajar (Learning Cycle) – 5E. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Ipung Yuwono, M. S, M.Sc (2) Indriati Nurul Hidayah, S.Pd, M.Si. Kata kunci: Modul, Model Siklus Belajar (Learning Cycle)-5E Salah satu model pembelajaran yang menekankan siswa untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuannya adalah model sikus belajar (learning cycle)-5E. Agar konstruksi pengetahuan lebih banyak dilakukan oleh siswa dan proses belajar mengajar lebih efektif dan efisiensi diperlukan adanya suatu media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan tersebut. Salah satu media pembelajaran yang sesuai adalah modul. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dikembangkan suatu modul yang menggunakan model siklus belajar (learning cycle)-5E. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Dalam penelitian ini akan disusun suatu modul dengan model siklus belajar (learning cycle) – 5E, modul dengan model siklus belajar (learning cycle) – 5E yang disusun dalam penelitian ini adalah modul pada materi bangun ruang sisi lengkung siswa kelas 5 SD/MI. Penelitian ini mempunyai tujuan: (1) untuk mendeskripsikan bagaimana proses pengembangan modul pembelajaran matematika model siklus belajar (learning cycle)-5E pada pokok bahasan bangun ruang sisi lengkung siswa kelas 5 SD/MI, (2) menghasilkan modul pembelajaran matematika model siklus belajar (learning cycle)-5E pada pokok bahasan bangun ruang sisi lengkung siswa kelas 5 SD/MI. Pengembangan modul ini berdasarkan langkah-langkah pengembangan yang dilakukan oleh Brog dan Gall. Dari 10 langkah diambil 3 langkah karena keterbatasan waktu dan biaya. Adapun langkah-langkah yang dilakukan yaitu perencanaan pengembangan, pengembangan produk awal dan uji coba awal di lapangan. Desain validasi pengembangan modul menggunakan validasi isi. Validator terdiri dari 2 dosen matematika dan 2 guru matematika SD/MI, sedangkan uji coba yang dilakukan adalah uji keberterimaan modul di mana subyek uji cobanya adalah 5 siswa kelas 5 SD/MI yang mewakili tingkat kemampuan yang berbeda-beda, terdiri atas 2 siswa dengan kemampuan tinggi, 2 siswa dengan kemampuan sedang dan 1 siswa dengan kemampuan rendah. Jenis data yang dihasilkan dari validasi dan uji coba keberterimaan berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari analisis nilai rata-rata dan nilai persentase angket skala Likert, sedangkan data kualitatif berupa tanggapan dan saran dari validator serta hasil wawancara kelima siswa. Hasil dari penelitian ini adalah tersusunnya suatu modul pembelajaran matematika model siklus belajar (learning cycle) – 5E. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat dikemukakan adalah (1) dapat digunakan sebagai suatu alternatif pembelajaran yang inovatif. (2) pembaca yang berminat dapat mengembangkan modul lainnya dengan materi lain yang menggunakan model pembelajaran siklus belajar (learning cycle) – 5E .

Hubungan antara pengendalian emosi dengan penyesuaian sosial siswa kelas X SMA Negeri 2 Malang / Riesta Ary Sulistyowati

 

ABSTRAK Sulistyowati, Riesta Ary. 2009. Hubungan antara Pengendalian Emosi dengan Penyesuaian Sosial Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Adi Atmoko M.Si (2) Drs. Djoko Budi Santoso Kata Kunci : Pengendalian Emosi, Penyesuaian sosial. Kemampuan penyesuaian sosial yang ditunjang dengan pengendalian emosi sangat diperlukan dalam pergaulan remaja. Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) pengendalian emosi, (2) penyesuaian sosial, dan (3) hubungan pengendalian emosi dengan penyesuaian sosial siswa kelas X SMA Negeri 2 Malang. Penelitian dilakukan dengan rancangan korelasional pada subyek sebanyak 280 siswa. Data pengendalian emosi dikumpulkan dengan skala pengendalian emosi (koefisien validitas item antara 0,382 sampai 0,787; koefisien reliabilitas instrumen 0,943). Data penyesuaian sosial dikumpulkan dengan skala penyesuaian sosial (koefisien validitas item antara 0,437 sampai 0,609; dan koefisien reliabilitas instrumen 0,909). Data dianalisis dengan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sangat sedikit (3,9%) siswa yang memiliki tingkat pengendalian emosi yang sangat tinggi, sangat banyak (91,8%) siswa yang memiliki tingkat pengendalian emosi yang tinggi, dan sangat sedikit (4,3%) siswa yang memiliki pengendalian emosi yang sedang, (2) sedikit (24,3%) siswa yang memiliki tingkat penyesuaian sosial yang sangat tinggi, banyak (68,2) siswa yang memiliki tingkat penyesuaian yang tinggi, sangat sedikit (7,5%) siswa yang memiliki tingkat penyesuaian sosial yang sedang, dan (3) ada hubungan positif pengendalian emosi dengan penyesuaian sosial siswa (rxy = 0,483, sig = 0,000). Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: (1) konselor untuk menyelenggarakan layanan bimbingan strategi self regulation dan emotional regulation untuk mengendalikan emosi misalnya dengan teknik relaksasi dan meditasi, dan menyelenggarakan layanan orientasi dan bimbingan kelompok untuk melatih siswa dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya, (2) siswa menerapkan strategi self regulation dan emotional regulation untuk mengendalikan emosinya dalam rangka proses penyesuaian sosial, dan (3) peneliti selanjutnya diharap melakukan penelitian kualitatif tentang implementasi pengendalian emosi remaja dalam lingkungan pendidikan.

Pengaruh perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa (Studi kasus pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung) / Dhiayu Pitra Hermawati

 

ABSTRAK Hermawati, Dhiayu Pitra. 2010. Pengaruh Perhatian Orang Tua Dan Fasilitas Belajar Di Rumah Terhadap Prestasi Balajar Siswa (Studi Kasus Pada Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Bambang Pranowo, S.E., M.Pd., Ak. (2) Drs. Ir. Yohanes Hadi Soesilo, S.Th., M.Div., M.Si Kata Kunci: Perhatian Orang Tua, Fasilitas Belajar Di Rumah, Prestasi Belajar Siswa. Dalam meningkatkan hasil belajar yang optimal, perlu diperhatikan faktor atau kondisi yang dapat mempengaruhi proses kegiatan belajar. Faktor tersebut ada kalanya dari dalam individu atau bahkan dari luar individu siswa. Adanya dugaan bahwa ada pengaruh kondisi perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah, maka muncul ide yang mendorong diadakannya penelitian ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi perhatian orang tua siswa, indikator yang dominan dalam perhatian orang tua siswa, kondisi fasilitas belajar di rumah siswa, indikator yang dominan dalam fasilitas belajar di rumah siswa, pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa, pengaruh fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa, serta pengaruh perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode diskiptif kuantitatif. Instrumen dalm penelitian ini berupa angket, kemudian hasilnya dianalisis dengan menggunakan teknik regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah 165 siswa kelas XI IPS 1, 2, 3 dan 4 SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung tahun ajaran 2009/2010. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 siswa. Teknik sampel yang digunakan adalah proporsional random sampling. Kemudian sampel penelitian ditentukan secara proporsional dari masing-masing kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perhatian orang tua siswa tergolong baik dengan prosentase 40,82% siswa menyatakan sering mendapat perhatian dari orang tua mereka. Indikator perhatian orang tua yang paling dominan adalah perannya sebagai teacher atau pendidik, sebesar 86,6% siswa menyatakan mendapat bimbingan yang baik dari orang tuanya. Fasilitas belajar siswa tergolong baik, sebesar 42,86% siswa menyatakan sering mendapat fasilitas belajarnya di rumah. Indikator fasilitas belajar di rumah yang dominan adalah tersedianya ruang belajar tersendiri di rumah, sebesar 77% siswa menyatakan mempunyai ruang belajar sendiri di rumah. Prestasi belajar siswa juga tergolong tinggi, sebesar 89,80% siswa mendapat nilai tinggi. Dari analisis regresi diketahui (1) Terdapat pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa, (2) Terdapat pengaruh fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa, (3) Terdapat pengaruh perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa. Prestasi belajar dapat dijelaskan oleh variabel bebas i (perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah) masing–masing sebasar sebesar 43,1% untuk perhatian orang tua dan 36,9% untuk fasilitas belajar di rumah, sedangkan prosentase sisanya disebabkan oleh variabel lain. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perhatian orang tua merupakan variabel yang efektif mempengaruhi prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa perhatian orang tua, fasilitas belajar di rumah, dan prestasi siswa tergolong kategori baik. Indikator yang dominan dalam variabel perhatian orang tua adalah peranan sebagai teacher atau pendidik. Indikator yang dominan dalam variabel fasilitas belajar di rumah adalah tersedianya ruang belajar tersendiri di rumah. Terdapat pengaruh yang simultan dan parsial antara perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa. Saran yang bisa diberikan (1)Kepada pihak sekolah hendaknya selalu memperbaiki dan meningkatkan sarana dan prasarana belajar yang ada. Dengan mengoptimalkan penggunaan dana BOS dari pemerintah, dan bekerjasama dengan masyarakat. (2) Kepada para guru hendaknya dapat memanfaatkan fasilitas di sekolah secara optimal untuk melengkapi fasilitas belajar yang tidak tersedia di rumah siswa dan memberikan perhatian lebih pada siswa. Hal tersebut dilakukan dengan cara sesering mungkin menggunakan fasilitas pada aktifitas pembelajaran. (3)Kepada orang tua diharapkan hendaknya memberikan perhatian lebih pada anak, dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas komunikasi. (4)Kepada para siswa hendaknya dapat ikut serta meningkatkan pemanfaatan penggunaan sarana dan prasarana belajar yang tersedia dengan semaksimal mungkin dan ikut serta menjaga sarana dan prasarana belajar yang telah ada dengan tidak merusak atau menggunakannya secara sembarangan.(5)Kepada para peneliti yang bermaksud mengadakan penelitian yang berkaitan dengan topik atau tema penelitian ini, maka hendaknya menambah variabel.

Refleksi dunia kebatinan Jawa dalam novel bilangan FU karya ayu utami (Sebuah kajian sosiologi sastra) / Tsabit Nur Pramita

 

ABSTRAK Pramita Tsabit Nur. 2009. Refleksi Dunia Kebatinan Jawa dalam Novel Bilangan Fu Karya Ayu Utami (Sebuah Kajian Sosiologi Sastra). Skripsi Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr.Soedjijono, M.Hum Kata Kunci: Kebatinan, Refleksi, Novel, Sosiologi Novel merupakan salah satu bentuk sastra yang berbentuk prosa. Kejadian yang terdapat dalam novel merupakan khayalan atau rekaan yang diceritakan oleh pengarang. Novel memiliki unsur-unsur pembagian cerita. Unsur tersebut berupa unsur intrinsik dan ekstrinsik. Novel sebagai sebuah karya fiksi menawarkan sebuah dunia, dunia yang berisi model kehidupan yang diidealkan, dunia imajinatif, yang dibangun melalui berbagai unsur intrinsiknya seperti peristiwa, plot, tokoh (dan penokohan), latar, sudut pandang, dan lain-lain yang kesemuanya tentu saja, bersifat imajinatif. Karya sastra merupakan cerminan dari masyarakat. Cerminan atau refleksi dari sebuah kehidupan sosial masyarakat dapat terekam dalam sebuah karya fiksi yang menarik . Sosiologi sastra merupakan penggabungan dua disiplin ilmu yang berbeda yaitu sosiologi dan sastra. Perbedaan antara keduanya, adalah bahwa sosiologi melakukan analisis alamiah yang obyektif, sedangkan Sastra mencoba memahami setiap kehidupan sosial dari relung perasaan yang terdalam. Yang satu beranjak dari hasil pemikiran sedangkan yang satu lagi beranjak dari hasil pergulatan perasaan yang merupakan dua kutub yang berbeda. Seandainya ada dua orang melakukan penelitian sosiologi dengan obyek yang sama, hasil penelitian itu besar kemungkinan mendapatkan hasil yang sama. Sedangkan, seandainya ada dua orang penulis novel membuat sebuah cerita dengan setting tempat dan obyek masyarakat yang sama, hasil yang didapatkan cenderung berbeda sebab cara-cara manusia menghayati masyarakat dengan perasaannya berbeda-beda menurut pandangan orang-seorang. Penelitian ini secara umum bertujuan memperoleh deskripsi tentang dunia kebatinan jawa dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami. Adapun tujuan khusus penelitian ini, yakni mendeskripsikan (1) kebatinan jawa dari unsur ajaran agama, (2) kebatinan jawa dari unsur animisme-dinamisme, dan (3) kebatinan jawa dari unsur falsafah hidup yang terkandung dalam novel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Sosiologi Sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks novel Bilangan Fu karya Ayu Utami. Data berupa unit-unit teks yang berisi deskripsi kebatinan jawa dalam paparan bahasa berbentuk monolog, dialog, dan narasi. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca sumber data dan peneliti berperan sebagai instrument (human instrument). Peneliti melakukan identifikasi, klasifikasi, dan kodifikasi data berdasarkan permasalahan yang dikaji. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi atau studi kepustakaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menyeleksi, mengklasifikasi, menafsirkan, dan memaknai data kemudian mengambil kesimpulan. i Berdasarkan hasil analisis data diperoleh beberapa kesimpulan, Pertama, kebatinan jawa dari unsur ajaran agama dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami, memiliki empat tahapan mistik yang diyakini oleh masyarakat Jawa, salah satunya masyarakat desa Watugunung. Empat tahapan mistik tersebut antara lain : syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat. Keempat tahapan mistik tersebut dimunculkan dalam ritul-ritul mistik yang dilakukan oleh tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel tesebut. Selain dapat dilihat dari sikap tokoh, hal tersebut juga terdapat dalam alur, setting, dan unsur-unsur cerita yang lain. Kedua, kebatinan jawa dari unsur animisme-dinamisme, yaitu pelaksanaan ritual slametan sebagai ritual pokok yang selalu ada dalam setiap peristiwa yang dialami oleh orang jawa, Slametan dilakukan sebagai wujud rasa hormat dan menghargai makhluk lain yang hidup di jagad raya Ritual ini telah menjadi tradisi yang mutlak dilakukan oleh masyarakat Jawa, termasuk warga desa Watugunung. Bentuk kedua adalah kepercayaan terhadap adanya makhluk halus dan arwah nenek moyang. Masyarakat desa watugunung sangat percaya bahwa arwah-arwah nenek moyang yang pernah menjadi tetua di desa tersebut, masih tinggal di tempat-tempat tertentu di desa tersebut. Untuk itu mereka selalu menghormati dengan tidak mengusik tempat tinggal roh-roh halus tersebut. Jika manusia tidak mengusik kehidupan makhluk-makhluk halus tersebut, maka roh-roh tersebut tidak akan mengusik kehidupan manusia. Ketiga, kebatinan jawa dari unsur Falsafah Hidup, terdiri dari empat aspek, yaitu pasemon atau ungkapan, petungan jawa, wayang, sebagai lambang simbolisme kehidupan, dan pemahaman Mamayu Hayuning Bawana. Ketiga aspek-aspek dalam Falsafah Hidup yang terdapat dalam novel Bilangan Fu tersebut, diwujudkan pada sikap saling menghormati sesama makhluk Tuhan, baik sesama manusia, maupun makhluk halus. Sikap hormat terhadap makhluk halus dilakukan dalam bentuk tidak mengusik tempat tinggal mereka, yaitu pohonpohon yang dianggap keramat. Dengan demikian akan terwujud keseimbangan kosmos.Saran-saran yang dapat disimpulkan berdasarkan kesimpulan tersebut, yakni (1) peneliti berikutnya yang melakukan penelitian yang sejenis, diharapkan dapat menggunakan penelitian ini sebagai referensi penelitian dan disertai pengembangan masalah dari sudut pandang yang berbeda, (2) bagi pemerhati Sastra, penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran tentang dunia kebatinan yang desawa ini semakin jarang menyentuh kesusastraan Indonesia dan (3) bagi pendidik, penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk melakukan apresiasi Sastra pada siswa-siswi dalam mengkaji karya Sastra.

Perbedaan motivasi belajar siswa berdasarkan penerimaan soisal oleh teman sebaya dalam kelompok belajar di SMA Negeri 2 Malang / Lina Andriani

 

2 ABSTRAK Andriani, Lina. 2009. Perbedaan Motivasi Belajar Siswa Berdasarkan Penerimaan Sosial oleh Teman Sebaya dalam Kelompok Belajar di SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si. (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata Kunci: Motivasi Belajar, Penerimaan Sosial Perimaan sosial oleh teman sebaya dan motivasi belajar merupakan dua aspek penting bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:(1) bentukbentuk penerimaan sosial, (2) motivasi belajar intrinsik, dan (3) motivasi belajar ekstrinsik, (4) perbedaan motivasi belajar intrinsik, dan (5) perbedaan motivasi belajar ekstrinsik siswa berdasarkan penerimaan sosial oleh teman sebaya dalam kelompok belajar di SMA Negeri 2 Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan desain deskriptif komparatif pada siswa kelas X dan XI. Sampel diambil dengan random sampling menggunakan teknik undian. Data penerimaan sosial dan motivasi belajar diambil dengan menggunakan angket, kemudian dianalisis dengan teknik persentase dan anava satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerimaan sosial oleh teman sebaya dalam kelompok belajar adalah kategori star (5,6%), accepted (5,8%), climber (7,7%), fringer (20,8%), neglectee (35,7%), dan isolate (24,4%), (2) tingkat motivasi belajar intrinsik siswa kelompok star (54,9%), accepted (68,8%), dan fringer (54,3%) adalah tinggi. Siswa kelompok climber (52,4%) dan isolate (51,4%) adalah sedang, sedangkan siswa kelompok neglectee (45,7%) adalah sedang dan tinggi, (3) tingkat motivasi ekstrinsik siswa kelompok star (45,1%), accepted (56,2%), climber (52,4%), fringer (42,9%), neglectee (62,9%), dan isolate (60%) adalah sedang, (4) ada perbedaan motivasi belajar intrinsik siswa yang ditunjukkan dengan nilai Sig 0,00<0,05, (5) tidak ada perbedaan motivasi belajar ekstrinsik siswa yang ditunjukkan dengan nilai Sig 0,058>0,05. Berdasarkan hasil penelitian, hendaknya guru dan konselor berusaha agar siswa terisolir memiliki keterampilan dalam bergaul misalnya dengan mengadakan kegiatan diskusi kelompok, konseling kelompok atau bimbingan kelompok. Mereka juga perlu mempertahankan dan meningkatkan motivasi belajar intrinsik siswa, misalnya dengan menerapkan metode pembelajaran yang bevariasi, mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa, memberi kebebasan kepada siswa untuk memperluas materi dan memanfaatkan sumber belajar yang ada di sekolah. Sejalan dengan hal itu, siswa terisolir perlu bersikap lebih terbuka kepada siswa lain dan meningkatkan motivasi belajar intrinsiknya dengan cara mengikuti kegiatan yang diadakan oleh guru dan konselor dengan baik. Peneliti lain dapat melaksanakan penelitian kualitatif tentang faktor-faktor yang menyebabkan remaja diterima atau ditolak oleh teman sebaya.

Pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 7 Kediri / Metha Ika Rachmawati

 

ABSTRAK Rachmawati, Metha Ika. 2009. Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 7 Kediri. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S1 Ekonomi dan Koperasi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Bambang Pranowo, SE.M.P.Ak, (II) Farida Rahmawati, SE.ME. Kata Kunci: Faktor Internal, Faktor Eksternal, Prestasi Belajar Ekonomi. Faktor-faktor yang memperngaruhi prestasi belajar siswa ada 2 diantaranya adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor-faktor yang berasal dari dalam diri siswa, sedangkan faktor eksternal adalah faktor – faktor yang berasal dari luar diri siswa. Faktor internal terdiri atas faktor fisiologis dan psikologis, sedangkan faktor eksternal terdiri atas faktor keluarga, sekolah dan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan faktor internal dan eksternal harus saling mendukung serta dapat meningkatkan faktor internal dan eksternal siswa demi tercapainya prestasi belajar ekonomi yang maksimal. Penelitian bertujuan (1) untuk memberikan gambaran umum mengenai kondisi faktor fisiologis, psikologis, keluarga, sekolah, masyarakat (internal dan eksternal)) dan prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 7 Kediri, (2) untuk mengetahui pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA negeri 7 Kediri. Variabel bebas penelitian ini terdiri dari faktor fisiologis (X1), faktor psikologis (X2), faktor keluarga (X3), faktor sekolah (X4), dan faktor masyarakat (X5). Sedangkan variabel terikatnya prestasi belajar ekonomi (Y). Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional. Analisis korelasional digunakan untuk mengetahui dan mencari ada tidaknya hubungan antar (X1), (X2), (X3), (X4), (X5), dan prestasi belajar ekonomi siswa (Y). Metode regresi berganda digunakan untuk menentukan besarnya pengaruh faktor fisiologis, psikologis, keluarga, sekolah dan masyarakat terhadap prestasi belajar ekonomi siswa (Y) di SMA Negeri 7 Kediri. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 7 Kediri yang berjumlah 160 siswa dan sampelnya berjumlah 56 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan menggunakan instrumen kuesioner, skala yang digunakan skala Likert dengan 5 alternatif jawaban. Uji kualitas data yang digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Jenis data menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner, sedangkan data sekunder berupa nilai rapor siswa kelas XI IPS semester ganjil tahun ajaran 2009/2010. Hasil penelitian di SMA Negeri 7 Kediri menunjukkan bahwa analisis pengaruh faktor fisiologis terhadap prestasi belajar ekonomi diperoleh nilai t hitung 2,273 > t tabel 2,008. dengan sig 0,027 < 0,05, maka faktor fisiologis berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Untuk faktor psikologis t hitung 2,493> t tabel 2,008. dengan sig 0,016 < 0,05, maka faktor psikologis berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Untuk faktor keluarga t hitung 2,552> t tabel 2,008. dengan sig 0,014 < 0,05, maka faktor keluarga berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Untuk faktor sekolah t hitung 2,176> t tabel 2,008. dengan sig 0,034 < 0,05, maka faktor sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Dan untuk faktor masyarakat t hitung 2,108> t tabel 2,008. dengan sig 0,040< 0,05, maka faktor masyarakat berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Analisis pengaruh faktor tersebut diatas (internal dan faktor eksternal) terhadap prestasi belajar ekonomi diperoleh nilai Fhitung 25,497> Ftabel 2,400. dengan sig 0,000 < 0,05 maka faktor fisiologis, psikologis, keluarga, sekolah, dan masyarakat (internal dan faktor eksternal) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Besar Adjusted R Square adalah 0,690. Hal ini berarti prestasi belajar ekonomi (Y) dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut sebesar 69,0% sedangkan sisanya 30,9% disebabkan oleh faktor lain diluar penelitian. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor internal siswa dan faktor eksternal siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 7 Kediri. Saran (1) Orang Tua diharapkan dapat lebih memperhatikan perkembangan dan kebutuhan belajar anak agar anak dapat beprestasi lebih baik lagi, dapat diwujudkan dalam bentuk pemberian perhatian ketika anak sedang mengalami kesulitan dalam belajar, mendidiknya anak agar selalu rajin belajar setiap hari, memantau /mengontrol perkembangan dan kemajuan belajar anaknya serta selalu memperhatikan kebutuhan sekolah anaknya. (2) bagi guru, hendaknya meningkatkan kondisi faktor eksternal siswanya agar lebih baik lagi sehingga anak didiknya memperoleh prestasi belajar ekonomi yang maksimal dengan cara membaca materi sehingga pada saat mengajar guru dapat menguasai materi serta menyampaikan materi dengan jelas dan sistematis sehingga siswa dapat memahami materi pelajaran. Selain itu guru diharapkan memberikan tugas rumah agar siswa lebih sering belajar tetapi dengan porsi yang berlebihan agar tidak membebani siswa. (3) bagi siswa, diharapkan untuk membaca materi pelajaran ekonomi sebelum mengikuti pelajaran, memperhatikan pelajaran ekonomi sehingga siswa mudah mempelajari, mengulang kembali pelajaran ekonomi yang telah disampaikan guru demi tercapainya prestasi belajar ekonomi yang maksimal. (4) Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya menggunakan penelitian sampel dengan wilayah populasi yang lebih luas dan mengembangkan permasalahan yang terkait dengan prestasi belajar siswa. Dengan demikian hasil yang diharapkan dapat mengungkap lebih banyak permasalahan dan memberikan hasil temuan penelitian yang lebih berarti dan bermanfaat bagi banyak pihak.

Penerapan model pembelajaran learning cycle (Siklus belajar) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran IPS-Ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Malang / Mila Isnaningtyas

 

ABSTRAK Isnaningtyas, Mila. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle (Siklus Belajar) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS-Ekonomi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 18 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universiras Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Lisa Rokhmani, M.Si, (II) Dr. Nasikh, S.E. M.P, M.Pd Kata kunci: Model Pembelajaran Learning Cycle (Siklus Belajar), Aktivitas Belajar Siswa, Hasil Belajar Siswa Seiring dengan berjalannya waktu dan proses perubahan yang cepat dalam lingkungan pendidikan, maka hal tersebut juga berdampak pada perubahan kurikulum pendidikan saat ini, yaitu dengan diterapkannya kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada sekolah-sekolah sebagai penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yang cenderung teacher-oriented dari pada student-oriented dalam proses belajar mengajar. Untuk mengetahui tuntutan dan target dari kurikulum tersebut, maka diperlukan strategi atau model pembelajaran yang menyenangkan dalam upaya meningkatkan pola pikir peserta didik serta potensi siswa agar berhasil dalam proses belajar mengajar. Untuk mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar yang diharapkan, upaya atau usaha yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan cara memperhatikan siswa, menguasai materi pelajaran dan memilih metode pembelajaran yang tepat, dengan adanya penggunaan metode yang tepat proses belajar mengajar dapat memperoleh hasil yang memuaskan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran, selain itu baik murid maupun guru harus memiliki sikap kemampuan dan keterampilan yang mendukung proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) men-deskripsikan penerapan model Learning Cycle dalam pembelajaran ekonomi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Malang, (2) meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Malang setelah penerapan model Learning Cycle dalam pembelajara ekonomi, (3) meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Nege-ri 18 Malang setelah penerapan model Learning Cycle dalam pembelajaran eko-nomi, (4) mengetahui persepsi siwa kelas VIII SMP Negeri 18 Malang terhadap penerapan model Learning Cycle dalam pembelajaran ekonomi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif den-gan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini berlangsung selama dua siklus dengan pokok bahasan Kebutuhan Manusia dan Kelangkaan Sumber Daya. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMPN 18 Malang yang berjum-lah 40 siswa, selanjutnya siswa tersebut dibagi ke dalam 5 kelompok heterogen. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, angket, cata-tan lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penari-kan kesimpulan. Hasil penelitian menunukkan bahwa presentase keterlaksanaan pembela-jaran model Learning Cycle yang dilakukan oleh guru pada siklus I sebesar 83,33% dan pada siklus II sebesar 100%. Dengan demikian terjadi peningkatan keterlaksanaan pembelajaran dari siklus I ke siklus II sebesar 16,67%. Untuk vari-abel aktivitas belajar siswa diketahui terjadi peningkatan aktivitas dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I keaktifan siswa bertanya sebesar 46,67% dan meningkat pada siklus II sebesar 70%; keaktifan siswa merespon pertanyaan pada siklus I sebesar 49,58% dan meningkat pada siklus II sebesar 73,75%; kemampuan siswa bekerja dalam kelompok meningkat dari 82,08% pada siklus I menjadi 91,35% pada siklus II; ketepatan dalam menyelesaikan tugas juga meningkat dari siklus I sebesar 88,75% menjadi 93,75% pada siklus II. Hasil belajar siswa juga men-galami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 73 dan pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 7,19% sehingga nilai rata-rata hasil belajar paad siklus II sebesar 78,25. Selain itu, berdasarkan angket yang telah dijawab siswa dapat diketahui bahwa respon siswa terhadap penerapan model Learning Cycle adalah positif, ini ditunjukkan dari skor perhitungan angket respon siswa yang diperoleh sebesar 82,5%. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Learning Cycle dapat meningkatkan aktivitas dan hasil bela-jar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas VIII A SMP Negeri 18 Malang. Sis-wa kelas VIII A memberikan respon yang positif terhadap penerapan model Learning Cycle pada mata pelajaran ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan beberapa hal: (1) model pembelajaran Learning Cycle dapat di-jadikan salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk me-ningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi, (2) pe-nerapan model pembelajaran Learning Cycle hendaknya dilakukan secara ber-tahap sesuai dengan fase-fase yang terdapat dalam pembelajaran Learning Cycle, (3) bagi peneliti selanjutnya sebaiknya penelitian ini dilaksanakan lebih dari dua siklus sehingga hasil penelitian yang diperoleh lebih maksimal.

Aplikasi pembelajaran kolaboratif problem-based learning dan cooperatiive learning tipe group investigation untuk meningkatkan partisipasi dan prestasi belajar ekonomi siswa kelas X-D MAN Malang 1 / Choiru Umatin

 

ABSTRAK Umatin, Choiru. 2010. Aplikasi Pembelajaran Kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation Untuk Meningkatkan Partisipasi dan Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas X-D MAN Malang I. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Achmad Ali Wafa, (II) Dr. Imam Mukhlis, SE, M.Si Kata kunci: PBL (Problem Based Learning), GI (Group Investigation), Partisipasi dan Prestasi Belajar. Seiring berjalannya waktu dan proses perubahan yang pesat dalam lingkungan pendidikan, maka hal tersebut juga berdampak pada perubahan kurikulum pendidikan saat ini yaitu dengan diterapkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pelaksanaan KTSP telah mengubah tata cara pembelajaran yang telah ada disekolah yang salah satunya mengubah paradigma dalam proses pembelajaran, dari yang bersifat teacher centered (berpusat pada guru) menjadi student centered (berpusat pada siswa) adalah penggunaan strategi atau model pembelajaran yang menyenangkan (pembelajaran yang aktif, kreatif dan efektif) agar pengetahuan dan keterampilan yang diberikan oleh pengajar benar-benar menjadi milik siswa. Untuk mencapai target dalam proses belajar mengajar yang diharapkan, upaya atau usaha yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan cara memperhatikan siswa, menguasai materi pelajaran dan memilih metode pembelajaran yang tepat, dengan adanya penggunaan metode yang tepat, proses belajar mengajar dapat memperoleh hasil yang memuaskan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan masalah dalam penelitian ini adalah (1)” Untuk mendeskripsikan dan menganalisis aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation (GI) dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa kelas X-D MAN Malang I. (2)Untuk mendeskripsikan dan menganalisis aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation (GI) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X-D MAN Malang I. (3)Untuk mendeskripsikan dan menganalisis respon siswa pada mata pelajaran ekonomi terhadap aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation (GI) kelas X-D MAN Malang I Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian maka penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan analisis pendekatan induktif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap-tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah kelas X-D MAN Malang 1 tahun ajaran 2009-2010. Alat pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan soal tes, lembar observasi, angket untuk siswa, lembar catatan lapangan, dan pedoman wawancara. Data untuk partisipasi belajar ekonomi siswa dapat diperoleh nilai rata-rata pada siklus pertama sebesar 56,09% dan pada siklus kedua meningkat menjadi 76,47%. Sedangkan prestasi belajar ekonomi siswa juga mengalami peningkatan dimana siklus pertama rata-rata sebesar 67,56% dan pada siklus kedua menjadi sebesar 76,88% Dari penelitian aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation dapat diambil kesimpulan yaitu (1) aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation pada siswa kelas X-D MAN Malang 1 dapat meningkatkan partisipasi belajar ekonomi siswa. (2) aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation pada siswa kelas X-D MAN Malang 1 dapat meningkatkan prestasi belajar ekonomi siswa. (3) respon siswa yang positif pada mata pelajaran ekonomi terhadap aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation kelas X-D MAN Malang 1. Beberapa saran yang dapat dikemukakan diantaranya: (1) untuk MAN Malang 1 diharapkan aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembelajaran selanjutnya; (2) untuk guru ekonomi dapat menambah wawasan dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar-mengajar sehingga tercipta pembelajaran yang efektif dan sesuai standart kompetensi yang diharapkan; (3) bagi peneliti hendaknya dapat digunakan sebagai pengetahuan dan pengalaman dalam mengajar nantinya; (4) bagi siswa diharapkan dapat memandang pengetahuan secara konstruktif dan memiliki hubungan interpersonal dalam proses kelompok secara efektif; (5) bagi Universitas Negeri Malang (UM) dapat digunakan sebagai referensi dalam karya ilmiah mahasiswa selanjutnya.

Perancangan desain media promosi LBIH mandiri Malang / Mohammad Indra Wicaksono ... [et al.]

 

Penggunaan internet mulai menyebar ke pengguna individu dengan dikembangkannya world wide web (web atau www), yaitu suatu koleksi sumber informasi yang kaya dengan gambar yang saling berhubungan dalam internet yang lebih luas. Menurut Boone & Kurtz (dalam Anwar, 2002:20), internet telah menjadi salah satu cara yang paling populer bagi perusahaan untuk mempromosikan produk dan jasa yang dihasilkan. Semakin banyak tanggapan orang-orang terhadap promosi di situs web yang disediakan, bahkan melebihi jumlah target yang telah ditentukan dalam kurun waktu tertentu, maka promosi di internet tersebut telah sukses menarik minat calon konsumen. Tujuan perancangan ini adalah membuat desain web untuk memberi informasi kepada target audience tentang gambaran PT. Radjawali Aero Service, memperkenalkan kepada target audience website PT. Radjawali Aero Service sebagai media promosi baru perusahaan, dan menarik minat audience untuk menggunakan jasa PT. Radjawali Aero Service. Disamping desain web, dirancang juga media pendukung web lainnya seperti iklan surat kabar, baliho, X-banner, company profile catalouge, dan promotion mobile company. Media komunikasi visual yang dirancang terdiri dari dua jenis yaitu media utama yang berbentuk website dan media pendukung yang merupakan media untuk mempromosikan media utama. Model perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural yaitu bersifat deskriptif, menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan suatu produk, dengan desain strategi berputar (cyclic strategy). Strategi tersebut menerapkan urutan logis pada tahapan perancangan yang sederhana dan komponen relatif mudah dipahami, hanya kadang suatu tahap perlu diulang kembali untuk menampung umpan balik (feed back) sebelum tahap selanjutnya dilaksanakan (Sarwono dan Lubis, 2007:28). Media promosi yang dirancang dan didesain harus sesuai dengan strategi promosi yang sudah dipilih. Hasil perancangan dan desain adalah paduan media yang berupa: website PT. Radjawali Aero Service (sarana personal selling), baliho dan stiker mobil (sarana advertising), X-Banner (sarana sales promotion), dan company profile catalouge (sarana direct marketing dan public relation). Kesimpulan, perancangan desain web dan media pendukung ini secara khusus dapat menjadi sarana promosi yang efektif bagi PT. Radjawali Aero Service, dan secara umum dapat menjadi acuan desain bagi perusahaan lain yang sejenis.

Profil Arif Suyono pemain klub Arema Malang (Ditinjau dari aspek motivasi berprestasi, perilaku dan jiwa sosial) / Yayang Rismamanto

 

ABSTRAK Rismamanto, Yayang. 2009. ”Profil Arif Suyono Pemain Klub Arema Malang (Ditinjau Dari Aspek Motivasi Prestasi, Perilaku dan Jiwa Sosial)”. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan. Pembimbing: (1) Dra. Siti Nurrochmah, M.Kes (2) Dra. Sri Purnami, M.Pd. Kata Kunci: Motivasi Berprestasi, Perilaku dan Jiwa Sosial Diera globalisasi seperti saat ini dengan semakin maju pesatnya perkembangan dunia sepakbola, banyak menjadikan dunia sepakbola sebagai ladang bisnis yang menguntungkan. Mulai dari produk sponsor serta atribut yang dipakai oleh seorang pemain, semuanya adalah produk perusahaan. Seperti kompetisi di Indonesia sendiri dibiayai oleh sebuah produk perusahaan ternama. Arif Suyono merupakan salah satu pemain muda berbakat yang ada dipersepakbolaan tanah air, yang mempunyai teknik dan kemampuan diatas rata-rata. Selain itu juga Arif dikenal pemain dengan talenta yang luar biasa walaupun bertubuh kurus tetapi sering membuat kagum penonton ditribun melalui akselarisinya diatas rumput hijau. klub profesional pertama Arif Suyono adalah arema junior, dengan motivasi yang tinggi untuk menjadi seorang pemain yang sukses, dan jiwa sosial yang tinggi terhadap sesama serta didukung dengan perilaku yang baik didalam lapangan maupun diluar lapangan. Penelitian ini difokuskan pada bagaimana motivasi berprestasi Arif Suyono sebagai pemain klub Arema Malang, bagaimana perilaku Arif Suyono sebagai pemain klub Arema Malang, bagaimana jiwa sosial Arif Suyono sebagai pemain klub Arema Malang. Tujuan Penelitian dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji motivasi Arif Suyono sebagai pemain klub Arema Malang, untuk mengetahui dan mengkaji perilaku Arif Suyono sebagai pemain klub Arema Malang, untuk mengetahui dan mengkaji jiwa sosial Arif Suyono sebagai pemain klub Arema Malang. Ditinjau dari fokus penelitian (rumusan penelitian) maka, penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif berbentuk studi kasus yang mengemukakan hal-hal khusus tentang latar belakang pada individu tertentu yaitu seorang pemain sepakbola bernama Arif Suyono. Ia sebagai seorang pemain sepakbola yang cukup banyak pengalamannya sejak dari usia 14 tahun hingga 25 tahun. Pendekatan tersebut dipilih karena peneliti ingin mengetahui profil Arif Suyono pemain klub Arema Malang ditinjau dari aspek motivasi berprestasi, perilaku, dan jiwa sosial. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Motivasi Arif Suyono memiliki motivasi berprestasi analisis teori ini ternyata juga didukung oleh hasil tes psikologi yang menunjukkan bahwa motivasi berprestasi Arif Suyono termasuk kategori sangat baik dengan skor 81. Ini menunjukkan bahwa Arif Suyono memiliki motivasi dan dorongan yang cukup kuat untuk mencapai prestasi dan hasil kerja yang sebaik-baiknya. Motivasi berprestasi yang sangat baik ini juga didukung oleh tingginya skor ketekunan dan keteraturan kerja Arif Suyono yang meraih skor 83. Ini menunjukkan bahwa Arif Suyono memiliki kecenderungan untuk bekerja dengan tekun dan teratur. Terlebih lagi aspek komitmennya juga sangat baik yaitu 80 yang membuatnya selalu konsekuen dalam melaksanakan komitmen seperti perjanjian kerja atau kontrak sehingga memungkinkannya dapat bekerja dengan sebaik-baiknya. Ketiga aspek tes perilaku tersebut yaitu motivasi berprestasi yang sangat baik, ketekunan dan keteraturan dalam bekerja, serta komitmen yang juga sangat baik menjadi sebuah modal yang cukup besar bagi Arif Suyono untuk meraih prestasi dan keberhasilan secara maksimal. Hasil tes psikologi juga mendukung kesimpulan bahwa Arif Suyono termasuk ke dalam golongan orang berperilaku flegmatis yaitu ketekunan dan keteraturan kerja yang ditunjukannya dengan suka bekerja keras dan disiplin menggunaklan waktu, komitmen yang berarti konsekuen untuk melaksanakan tugas sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, mempunyai motivasi berprestasi untuk mencapai prestasi yang lebih baik. Hubungan Arif Suyono dengan orang sekitarnya menunjukkan tingkat kematangan sosial yang sangat menguntungkan baginya. Sebagai seorang pemain sepakbola hubungan tersebut dibutuhkan pada kondisi tertentu yang biasanya menguras emosi seperti pada saat suasana dalam tim mengalami goncangan atau mendapat tekanan dari supporter maupun pihak lawan.

Pengaruh investasi dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia periode 1990-2007 / Abid Muhtarom

 

ABSTRAK Muhtarom, Abid. 2009. Pengaruh Investasi, dan Tenaga Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Periode 1992-2008. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hari Wahyono, M. Pd. (II) Dr. Imam Mukhlis, S.E., M. Si. Kata Kunci: Investasi, Tenaga Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi. Pembangunan merupakan suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap-sikap masyarakat dan institusi-institusi nasional di samping terus mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan, serta pengentasan kemiskinan atau perubahan total suatu masyarakat/penyesuaian system sosial secara keseluruhan menuju kondisi yang lebih baik (Todaro, 2004:17). Pertumbuhan Ekonomi dan investasi pada tahun 1990-1996 tidak terjadi perubahan yang signifikan. Berdasarkan data dari Asian Development Bank untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 9,0% ditahun 1990 dibutuhkan nilai investasi US$ 64.790. Pertumbuhan ekonomi 8,9% ditahun 1991 dibutuhkan investasi US$ 80.028. Pada tahun 1992 untuk pertumbuhan ekonomi 7,2%. dibutuhkan investasi US$ 91.512 dan juga 1993 yang tumbuh 7,3% dibutuhkan investasi US$ 97.213. Pada tahun 1994 untuk pertumbuhan ekonomi 7,5%. dibutuhkan investasi US$ 118.707. Pertumbuhan ekonomi 8,2% ditahun 1995 dibutuhkan investasi US$ 145.118, dan juga tahun 1996 pertumbuhan ekonomi sebesar 7,8% dibutuhkan investasi US$ 163.453. Terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1998 memberikan dampak yang sangat besar bagi bangsa Indonesia, banyak pihak yang merasakan dampak buruk. Walaupun ada beberapa pihak yang merasa diuntungkan dan merasakan dampak positif, namun secara keseluruhan krisis ekonomi memberikan dampak yang negatif bagi bangsa Indonesia. Berdasarkan data dari Asian Development Bank pada tahun 1998 angka invetasi menujukan angka US$ 160.327. Sedangkan pada tahun 1998 tenaga kerja mencapai 92.735 ribu orang. Tingkat tenaga kerja yang terus menurun akibat terjadinya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terjadi pada tahun 1998. Mengakibatkan pendapatan nasional yang menurun, sehingga pemerintah sulit untuk mengatur perekonomian pada saat itu. Pada tahun 1998 pertumbuhan ekonomi mencapai -13,1%, angka ini menunjukkan adanya penurunan pertumbuhan ekonomi. Krisis ekonomi tahun 1998 berdampak pada terpuruknya perekonomian Indonesia. Kondisi situasi moneter, politik, dan keamanan pada masa itu memicu terjadinya capital flight (penarikan modal kembali) secara besar-besaran dari para investor dan lembaga keuangan. Selain itu, krisis ekonomi dan krisis multidimensi (krisis pada beberapa aspek kehidupan) menyebabkan perubahan pada pola pembangunan di Indonesia dengan bergantinya sistem sentralisasi menjadi sistem desentalisasi, yang akhirnya merubah era orde baru menjadi era reformasi. Era reformasi merupakan suatu era baru pembangunan nasional dengan adanya UU No. 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Dimana, pelaksanaan pembangunan di Indonesia diarahkan untuk mencapai cita-cita bangsa, yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur baik materiil maupun spiritual berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945, salah satu upaya yang ditempuh untuk mencapai cita-cita bangsa adalah pembangunan ekonomi. Berdasarkan fakta maka, pemerintah tentu memiliki tugas yang sangat berat dalam mengendalikan tingkat kestabilan harga untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi. Salah satu kriteria pengukuran keberhasilan pembangunan ekonomi adalah tingkat pendapatan nasional yang tinggi. Hal ini berarti jumlah barang dan jasa yang dihasilkan besar yang dibarengi dengan tingkat kesempatan kerja yang tinggi. Dengan demikian pembangunan ekonomi dianggap berhasil dengan tingginya tingkat pendapatan nasional, maka memungkinkan terciptanya pertumbuhan ekonomi nasioanal yang tinggi dan tidak lepas dengan adanya pembentukan/penanaman investasi dalam jumlah yang besar. Tenaga kerja menjadikan permasalah tersendiri pada bagi pemerintah untuk menigkatkan pertumbuhan ekonomi karena pada masa krisis ekonomi 1998. Berdasar rumusan yang ada, maka dapat dikemukakan tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui : (1) Untuk mengetahui pengaruh investasi dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia periode 1990-2007. (2) Untuk mengetahui faktor investasi dan tenaga kerja mana yang lebih dominan dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia periode 1990-2007. Penelitan ini menggunakan penelitian eksplanatori, yaitu hasil yang diperoleh dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan penjelasan tentang bagaimana pengaruh Investasi dan Tenaga Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Husaini, 2008:5). Dalam pengumpulan datanya, penelitian ini menggunakan Jenis data sekunder. Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah sampel yang diambil melalui Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, ADB (Asian Development Bank). Metode pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah dokumentasi. Dari hasil pengolahan data atau analisis data dapat diketahui : (1) Berdasarkan hasil ECM dengan menggunakan logaritma, secara parsial dapat diketahui bahwa investasi terhadap pertumbuhan ekonomi berpengaruh secara signifikan baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek. (2) Dari uji signifikansi secara parsial, diketahui bahwa tenaga kerja dalam jangka pendek tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi, sedangkan tenaga kerja dalam jangka panjang berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Tenaga Kerja dalam jangka panjang berpengaruh signifikan secara negatif merupakan faktor dominan yang mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia periode 1990-2007. Oleh karena itu peneliti dapat memberikan saran pada Pemerintah sebaiknya juga memperhatikan banyaknya pengangguran disebabkan karena lapangan pekerjaan yang rendah dibandingkan jumlah penduduk yang tiap tahun terus bertambah.

Penerapan konsep SBI (Sekolah Bertaraf International) pada mata pelajaran menggambar busana (Fashion Drawing) di kelas X jurusan Tata Busana SMK Negeri 3 Malang tahun ajaran 2008/2009 / Ainun Nikmah Prawitasari

 

ABSTRAK Prawitasari, Ainun Nikmah. 2010. Penerapan Konsep SBI Pada Mata Pelajaran Menggambar Busana (Fashion Drawing) Dikelas X Jurusan Tata Busana SMK Negeri 3 Malang Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi. Program Studi Pendidikan Tata Busana Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing I Dra. Anti Asta Viani, M.Pd. Pembimbing II Dra. Endang Prahastuti, M.Pd Kata Kunci : Konsep SBI, Menggambar Busana, Penerapan Penerapan konsep SBI diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan memiliki pengetahuan secara global agar setingkat dengan para lulusan luar negeri lainnya dan dapat diunggulkan dalam era globalisasi, dimana peserta didik diarahkan kepada lingkungan masyarakat dengan menempatkan IPTEK dan ilmu pengetahuan. Menggambar busana (Fashion Drawing) merupakan salah satu mata pelajaran produktif yang melatih siswa untuk cara menggambar dan mengembangkan ide-idenya tentang busana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) penerapan materi, (2) penerapan media, (3) penerapan metode pembelajaran, dan (4) penerapan evaluasi dalam konsep SBI pada mata pelajaran Menggambar Busana di kelas X Jurusan Tata Busana SMK Negeri 3 Malang Tahun Ajaran 2008/2009. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan secara kualitatif. Jenis rancangan yang digunakan secara deskriptif. Kehadiran penelitian adalah peneliti secara langsung. Sumber data primer adalah peneliti sebagai pengumpul data, data sekunder adalah Ketua Jurusan, guru, dan siswa. Data penguat yang disertakan adalah dokumentasi dan foto-foto dilapangan, teknik yang digunakan adalah snowball sampling. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawacara, dokumentasi dan observasi, tahap dalam analisis data menggunakan reduksi data, paparan data, dan kesimpulan data. Pengabsahan data menggunakan triangulasi, ketekunan pengamatan dan kecukupan referensial . Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan konsep SBI adalah (1) penerapan materi menunjukkan bahwa pelaksanaan hard skill dan life skill saat menyampaikan berbasis materi (PTD) ini telah menerapkan konsep kecakapan hidup (life skill). Adapun pelaksanaan PTD, khususnya kelas X belum terlaksana, (2) penerapan media berbasis IT, telah menggunakan media berbasis IT dalam PBM dan pelaksanaan bilingual system hanya digunakan sebagai pengenal istilah-istilah busana dalam bahasa inggris dan belum digunakan sebagai bahasa pengantar dalam belajar (3) guru telah menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dalam menyampaikan materi. Adapun penerapan metode pembelajaran PAIKEM belum diterapkan secara utuh oleh guru kepada siswa, dan (4) hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengambilan nilai akhir dalam proses belajar mengajar mengacu pada SKL yang telah sesuai dengan SNP dan standar pada SBI. Saran yang dapat diberi berdasarkan hasil penelitian adalah sebagai berikut (1) guru menyampaikan materi dasar PTD kepada siswa sehingga siswa berada di v i kelas XI dapat mengembangkan materi tersebut dengan menyesuaikan jurusan yang telah ditentukan, (2) sekolah meningkatkan sarana pembelajaran berupa LCD dan laptop sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar lain yang membutuhkan dan dalam penerapan bilingual system ini, guru maupun siswa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa inggris, dan (3) sekolah sering mengadakan pelatihan atau mengikuti pelatihan/seminar dan baik guru maupun pihak sekolah selalu mengikuti perkembangan informasi tentang pelatihan /seminar tentang pembelajaran berbasis SBI, terutama tentang metode PAIKEM.

Pengaruh prestise siswa terhadap sekolah, persepsi siswa tentang variasi metode pembelajran dan fasillitas sekolah terhadap motivasi belajar akuntansi (Studi pada siswa kelas XI IPS di MAN Malang 1) / Trida Nurwijayanti

 

ABSTRAK Nurwijayanti, Trida. 2010. Pengaruh Prestise Siswa terhadap Sekolah, Persepsi Siswa tentang Variasi Metode Pembelajaran dan Fasilitas Sekolah terhadap Motivasi Belajar Akuntansi (Studi pada Siswa Kelas XI IPS 1 di MAN Malang 1). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dyah Aju Wardhani, S.E, M.Si, Ak. (II) Dra. H. Endang Sri Andayani, S.E, M.Si, Ak. Kata Kunci: Prestise Siswa terhadap Sekolah, Persepsi Siswa, Variasi Metode Pembelajaran, Fasilitas Sekolah, dan Motivasi Belajar Pendidikan merupakan kebutuhan mendasar dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor yang menentukan berhasil tidaknya pendidikan siswa dalam proses belajar mengajar adalah motivasi belajar. Motivasi belajar siswa didorong oleh berbagai macam faktor diantaranya, prestise siswa terhadap sekolah, persepsi siswa tentang variasi metode pembelajaran, dan persepsi siswa tentang fasilitas sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh antara prestise siswa terhadap sekolah, persepsi siswa tentang variasi metode pembelajaran dan persepsi siswa tentang fasilitas sekolah terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan populasi seluruh siswa kelas XI IPS1 di MAN Malang 1. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif dan regresi linier ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prestise siswa terhadap sekolah berpengaruh secara positif terhadap motivasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS 1 di MAN Malang 1, persepsi siswa tentang variasi metode pembelajaran berpengaruh secara positif terhadap motivasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS 1 di MAN Malang 1, dan persepsi siswa tentang fasilitas sekolah berpengaruh secara positif terhadap motivasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS 1 di MAN Malang 1. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka saran yang diberikan, (1) Sekolah hendaknya mampu meningkatkan nilai sekolahnya dan diharapkan selalu memantau pembenahan-pembenahan fasilitas sekolah, (2) Guru hendaknya lebih bervariasi dalam menggunakan metode pembelajaran, (3) Siswa hendaknya dapat memanfaatkan dan memelihara fasilitas sekolah yang sudah disediakan,dan (4) Peneliti selanjutnya sebaiknya mengembangkan variabel-variabel serta memperluas populasi dan menggunakan teknik pengumpulan data yang lebih bervariasi agar hasil penelitian lebih akurat dan objektif.

Pengaruh body image dan self esteem terhadap perilaku diet pada remaja putri program keahlian usaha jasa paeiwisata SMK Negeri 2 Malang / Korrota Aini

 

ABSTRAK Aini, Kurrota. 2009. Pengaruh Body Image dan Self-Esteem Terhadap Perilaku Diet Pada Remaja Putri Program Keahlian Usaha Jasa Pariwisata SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si, (II) Ika Andrini Farida, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci : Body Image, Self-esteem, Perilaku Diet Sejak dahulu di dalam masyarakat sudah terlihat pola-pola, bahwa yang memiliki wajah cantik dan bertubuh langsing, akan lebih populer dan disukai oleh orang lain, sehingga mampu mendapatkan peluang lebih banyak daripada yang biasa-biasa saja. Akibatnya, tidak sedikit remaja putri yang merasa khawatir atau kecewa dengan perubahan fisik yang terjadi pada dirinya, karena pada umumnya remaja dinilai melalui penampilan diri yang sesuai dengan image masyarakat. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada sejumlah remaja wanita di Indianapolis-USA, tampaknya kelebihan berat badan pada remaja perempuan mengakibatkan menderita harga diri rendah, citra tubuh yang negatif, mereka akan cenderung melaukan usaha seperti diet yang berlebih (Jones dkk, 2000). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) body image pada remaja putri, (2) self-esteem pada remaja putri, (3) perilaku diet pada remaja putri, (4) pengaruh body image terhadap perilaku diet pada remaja putri, (5) pengaruh self-esteem terhadap perilaku diet pada remaja putri, (6) pengaruh body image dan self-esteem terhadap perilaku diet pada remaja putri, (7) manakah pengaruh paling signifikan antara body image ataukah self-esteem terhadap perilaku diet pada remaja putri. Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan regresi dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Tingkat body image diukur dengan skala body image, tingkat self-esteem diukur dengan skala self-esteem, dan perilaku diet diukur dengan skala perilaku diet. Subyek penelitian adalah 68 siswi Program Keahlian Usaha Jasa Pariwisata SMK Negeri 2 Malang. Data yang terkumpul dianalisa dengan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat 47,06% siswi dengan tingkat body image kategori tinggi, (2) terdapat 39,71% siswi dengan tingkat self-esteem kategori tinggi, (3) terdapat 52,94% siswi dengan perilaku diet kategori diet sehat, (4) terdapat pengaruh body image terhadap perilaku diet (R2 = 0,135; p = 0,002 < 0,05), (5) terdapat pengaruh self-esteem terhadap perilaku diet (R2 = 0,181; p = 0,000 < 0,05), (6) terdapat pengaruh signifikan antara body image dan self-esteem terhadap perilaku diet (F = 10,260; p = 0,000 < 0,05), (7) self-esteem (adjusted R2 = 0,169) berpengaruh paling dominan terhadap perilaku diet. Berdasarkan hasil penelitian, remaja putri diharapkan untuk lebih mampu berpikir positif dan menerima diri sendiri apa adanya. Orangtua dan pihak sekolah diharapkan mampu mendorong remaja putri untuk meningkatkan citra tubuh positif dan harga diri yang baik serta mampu mengajak remaja untuk mengajarkan pola hidup sehat.

Pengembangan fotometer sederhana berbasis Led dan CdS fotosel detektor serta aplikasinya pada penetapan fosfat dalam limbah diterjen / Nenny Beta Kartika

 

ABSTRAK Kartika, Nenny Beta. 2010. Pengembangan Fotometer Sederhana Berbasis LED dan CdS Fotosel Detektor serta Aplikasinya pada Penetapan Fosfat dalam Limbah Deterjen. Skripsi. Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. M. Shodiq Ibnu, M.Si (2) Dra. Hayuni Retno Widarti, M.Si Kata Kunci : LED, CdS Fotosel Detektor, Limbah Deterjen, Fotometer Deterjen juga dapat mencemari lingkungan yaitu dengan adanya senyawa fosfat yang akan menyuburkan enceng gondok, sehingga dapat mengurangi pasokan oksigen terlarut bagi makhluk hidup yang ada di air. Dalam jangka waktu panjang dapat mengakibatkan eutrofikasi dalam lingkungan yang disebabkan oleh limbah fosfat (PO43-). Pengukuran fosfat dapat menggunakan metode spektrofotometri dengan pewarnaan ammonium molibdovanadat dalam suasana asam yang menghasilkan warna kuning. Dalam penelitian dikembangkan perangkat fotometer sederhana berbasis LED dan CdS Fotosel Detektor. Fotometer sederhana berbasis LED dan CdS Fotosel Detektor terdiri LED sebagai sumber sinar monokhromatik yang dikembangkan sebagai sumber listrik searah tegangan rendah (3V). Detektor digantikan “CdS Fotosel Detektor” yang dapat mengeluarkan hambatan sebagai sinyal keluaran. Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengetahui apakah fotometer sederhana berbasis LED dan CdS Fotosel Detektor dapat mengantikan spektrofotometri untuk mengukur fosfat. (2) Membandingkan pengukuran fosfat dalam limbah deterjen dengan spectronic-20 dan fotometer sederhana. Hal ini ditunjukkan dengan mengetahui hubungan signifikan dalam hasil pengukuran dengan spektronik sinar tampak dengan fotometer sederhana CdS Fotosel Detektor. Langkah-langkah pelaksanaan dalam penelitian adalah mengembangkan fotometer sederhana menggunakan LED sebagai sumber cahaya dan CdS Fotosel Detektor sebagai detektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fotometer Sederhana Berbasis LED dan CdS Fotosel Detektor dapat dipakai untuk menggantikan fungsi Spektrofotometri dalam pengukuran fosfat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya hubungan yang signifikan dan kuat antara absorbansi (Spektrofotometri) dengan hambatan (CdS Fotosel Detektor) yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi Rxy = 0,964 dan perbandingan aplikasi antara pengukuran menggunakan CdS Fotosel Detektor dan Spektrofotometri adalah tidak ada beda yang signifikan antara pengukuran dengan CdS Fotosel Detektor dan Spektrofotometri. Dari hasil pengukuran konsentrasi sampel dengan CdS Fotosel Detektor dan Spektrofotometri masing-masing diperoleh konsentrasi sebesar 4,51 ppm untuk sampel pertama dan 20,70 ppm untuk sampel kedua yang diperoleh persentase kesalahan masing-masing untuk sampel pertama sebesar 0,22% dan sampel kedua sebesar 1,93%.

Analisis perbedaan kinerja keuangan bank pemerintah dan bank swasta dengan metode eagles pada periode 2004-2007 / Ratih Indra novianti

 

ABSTRAK Nofianti, Ratih Indra. 2010. Analisis Perbedaan Kinerja Keuangan Bank Pemerintah dan Bank Swasta dengan Metode EAGLES pada Periode 2004-2007. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mohammad Hari, M.Si., (II) Lulu Nurul Istanti, S.E, M.M. Kata kunci: Kinerja Keuangan bank, EAGLES Kinerja keuangan bank merupakan gambaran kondisi keuangan bank pada suatu periode waktu tertentu baik menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana yang biasanya diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas dan profitabilitas bank. Penelitian ini menggunakan analisis EAGLES, karena analisis ini dapat mengukur dan membandingkan kinerja bank-bank secara lebih tepat, obyektif dan konsisten. Rasio-rasio EAGLES yang digunakan adalah ROA, ROE, Asset Quality, DGR, LGR, Liquidity, CAR, CCR SRQ by out interest dan SRQ by personalia. Di Indonesia, keberadaan bank milik pemerintah dan bank milik swasta lebih dominan dibanding dengan bank lainnya. Namun semenjak adanya krisis 1997 kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional menurun drastis, sehingga bank pemerintah dianggap dapat memberikan jaminan keamanan yang lebih baik. Oleh karena itu, objek penelitian ini yaitu bank pemerintah dan bank swasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan bank pemerintah dan bank swasta melalui rasio EAGLES. Data yang digunakan bersumber dari laporan keuangan bank. Sampel penelitian ini sebanyak 6 bank.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik statistik parametrik dengan metode uji-t pada program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tidak terdapat perbedaan kinerja keuangan bank pemerintah dan bank swasta ditinjau dari rasio ROA (Return On Asset), ROE (Return On Equity), DGR (Deposite Growth Rate), Liqudity, CAR (Capital Adequcy Ratio), CCR (Core Capital Ratio), SRQ by personalia, (2) terdapat perbedaan kinerja keuangan bank pemerintah dan bank swasta ditinjau dari aspek Asset Quality, LGR (Loan Growth Rate), SRQ by out interest. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan dalam penelitian lebih lanjut untuk menambah sampel penelitian yang dibutuhkan pada peneliti selanjutnya agar mendapat sampel dapat mewakili kondisi perbankan yang diteliti. Bagi pihak perbankan, nasabah serta masyarakat penelitian ini dapat dijadikan informasi hasil kinerja bank pemerintah dan bank swasta ditinjau dari rasio EAGLES sehingga perbankan, nasabah serta masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat.

Penerapan teknik peer group discussion untuk meningkatkan konsep diri positif siswa kelas xii s1 di man malang 1 / Binti Isrofin

 

ABSTRAK Isrofin, Binti. 2009. Penerapan Teknik Peer Group Discussion untuk Meningkatkan Konsep Diri Positif Siswa XII S1 di MAN Malang I. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. M. Ramli, M.A. (II) Drs. M. Bisri, M.Si. Kata Kunci: Teknik Peer Group Disscussion, Konsep Diri Penelitian ini didasarkan atas fenomena yang terjadi di lapangan yang mengindikasikan adanya pelayanan Bimbingan dan Konseling yang belum maksimal serta adanya sikap dan perilaku yang mengarah pada gejala-gejala konsep diri yang negatif pada siswa kelas XII S1 MAN Malang I tahun ajaran 2009/2010. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan teknik peer group discussion untuk meningkatkan konsep diri positif siswa kelas XII S1 di MAN Malang I. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan dalam Bimbingan dan Konseling. Subjek penelitian ini sebanyak sebelas siswa kelas XII S1 di MAN Malang I yang memiliki konsep diri yang rendah di antara teman-teman sekelasnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus- September 2009 dalam 2 tahap, yaitu (1) tahap pratindakan dan (2) tahap tindakan. Tahap tindakan terdiri dari tindakan I dan tindakan II. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, inventori konsep diri yang terdiri dari 38 item, wawancara, dokumentasi dan cacatan lapangan. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan peneliti, aktivitas anggota kelompok yang mengarah pada perilaku konsep diri positif siswa pada observasi awal sebesar 21.33% (Kurang), pada tindakan I sebesar 32.45% (Sedang) dan pada tindakan II sebesar 58.74 % (Baik). Dengan demikian peningkatan aktivitas anggota kelompok yang mengarah pada perilaku konsep diri positif dari observasi awal ke tindakan II sebesar 37,41%. Berdasarkan inventori konsep diri yang telah dilancarkan dapat diketahui bahwa rata-rata konsep diri positif anggota kelompok sebelum tindakan adalah 51.32% berada pada kategori “ Sedang”, sedangkan ratarata konsep diri positif anggota kelompok pada tindakan I adalah 57. 89% berada pada kategori “sedang” dan rata-rata konsep diri positif siswa pada tindakan II adalah 68. 42% berada pada kategori “tinggi”. Dengan demikian peningkatan konsep diri positif siswa dari sebelum tindakan ke tindakan II sebesar 17.10%. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa teknik peer group discussion dapat meningkatkan konsep diri positif siswa kelas XII S1 MAN Malang I Tahun Pelajaran 2009/2010. Dari hasil penelitian tersebut mengarahkan rekomendasi agar konselor MAN Malang I hendaknya bisa memberikan pelayanan yang efektif terhadap siswa terutama yang berkaitan dengan konsep diri siswa, salah satunya melalui teknik peer group discussion. i

Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa (Studi komparasi di sma unggulan dan sma reguler di kota probolinggo) / Dwi Retno Palupi

 

ABSTRAK Retno. Dwi Palupi. 2009. Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa (Studi Komparasi Di SMA Unggulan dan SMA Reguler Di Kota Probolinggo). Program Studi Ekonomi Koperasi. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Sugeng Hadi Utomo, M.Ec (II) Dr. Agung Haryono, S.E, M.P, Ak Kata Kunci : Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Keberhasilan siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah motivasi belajar. Motivasi belajar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sebab siswa akan belajar dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. Motivasi juga senantiasa dapat menentukan intensitas usaha belajar dan prestasi belajar bagi siswa. Dalam hal ini lingkungan juga memiliki pengaruh terhadap peningkatan motivasi siswa dalam belajar. Lingkungan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sekolah. Sekolah disini dibedakan menjadi dua yaitu sekolah unggulan dan sekolah regular. Tujuan dari pembedaaan sekolah disini adalah peneliti ingin melihat bagaimana motivasi belajar di masing-masing sekolah dan apakah terdapat perbedaan diantara kedua sekolah tersebut. Motivasi yang ingin diteliti dalam penelitian ini juga dibedakan menjadi dua yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 (SMA Unggulan) dan SMAN 4 (SMA Reguler) di kota Probolinggo. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatori dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Populasi penelitian adalah siswa X SMAN 1 dan SMAN 4 dan sample yang digunakan sebanyak 73 responden dari masing-masing sekolah dimana setiap kelas diwakili oleh 12 dan 13 responden untuk SMAN 1 sedangkan di SMAN 4 masing-masing kelas diwakili 14 dan 15 responden. Data diperoleh dengan menyebar angket dan dokumentasi dari guru wali kelas X. Dari hasil analisis statistic deskriptif diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (a) motivasi intrinsik di SMA Unggulan yang tergolong memiliki motivasi tinggi sebesar 21 siswa (28,77%) dan sisanya sebanyak 52 siswa (71,23%) memiliki motivasi intrinsik sedang. (b) motivasi ekstrinsik di SMA Unggulan sebanyak 58 siswa (79,45%) memiliki motivasi ekstrinsik yang tinggi, sedangkan sebanyak 15 siswa (20,55%) memiliki motivasi intrinsik sedang. (c) di SMA Reguler menunjukkan siswa yang memiliki motivasi intrinsik tinggi sebanyak 52 siswa (71,23%) dan sebanyak 21 siswa (28,77%) memiliki motivasi intrinsik yang sedang. (d) untuk motivasi ekstrinsik di SMA Reguler yang termasuk dalam klasifikasi tinggi sebanyak 58 siswa (79,45%) dan sebesar 20,55% (15 siswa) memiliki motivasi ekstrinsik yang sedang. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa (a) motivasi belajar (motivasi intrinsik) memberikan pengaruh yang signifikan sebesar 0,045 terhadap prestasi siswa di SMA Unggulan kota Probolinggo. Dan secara simultan motivasi belajar memberikan pengaruh sebesar 53,7% terhadap prestasi siswa di SMA Unggulan, sedangkan sisanya sebesar 46,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar penelitian. (b) Motivasi belajar siswa (motivasi intrinsik) secara signifikan berpengaruh terhadap prestasi siswa di SMA Reguler sebesar 0,044. Sedangkan secara simultan motivasi belajar memberikan pengaruh sebesar 84,3% terhadap prestasi siswa di SMA Reguler di kota Probolinggo. Dan sisanya sebesar 15,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar penelitian ini. (c) tidak terdapat perbedaan pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi siswa di SMA Unggulan dan di SMA Reguler. Motivasi belajar (motivasi intrinsik) sama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa.

Penetapan kadar kalium permanganat menggunakan fotometer sederhana bebasis led dan cds fotosel detektor / Devy Agusyaningsih

 

ABSTRAK Agustyaningsih, Devy. 2010. Penetapan Kadar Kalium Permanganat Menggunakan Fotometer Sederhana Berbasis LED dan CdS Fotosel Detektor. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. M Sodiq Ibnu, M.Si, (II) Dra. Hayuni Retno Widarti, M.Si. Kata Kunci : Fotometer, LED, CdS Fotosel Detektor, Kalium Permanganat Fotometer sederhana merupakan hasil pengembangan peneliti menggunakan CdS fotosel detektor sebagai detektor dan LED sebagai sumber cahaya. CdS fotosel detektor mengeluarkan sinyal hambatan (Ω) yang berbeda jika intensitas cahaya yang mengenai permukaannya berbeda. Sumber cahaya menggunakan LED yang mengeluarkan cahaya berwarna hijau yang diperkirakan dapat digunakan untuk mengukur permanganat dengan tingkat ketelitian mirip pengukuran dengan menggunakan spectronic-20. Penelitian pengembangan fotometer sederhana bertujuan untuk menemukan perangkat murah yang dapat digunakan untuk menggantikan spectronic-20 dalam mengukur konsentrasi larutan berwarna. Pelaksanaan penelitian adalah mengembangkan hasil pengukuran kalium permanganat menggunakan spectronic-20 dan fotometer sederhana. Tujuan penelitian adalah (1) Mengetahui hubungan keluaran (Ω) dengan konsentrasi (C) kalium permanganat dan (2) Mengetahui hubungan hasil pengukuran menggunakan metode fotometer sederhana berbasis LED dan CdS Fotosel Detektor dengan spektrofotometri sinar tampak. Hal ini diketahui dengan mencari hubungan signifikan dari hasil pengukuran menggunakan metode fotometer sederhana berbasis LED dan CdS Fotosel Detektor dan spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hasil keluaran (Ω) berbanding lurus dengan konsentrasi (C) kalium permanganat. Hal ini diketahui dari persamaan regresi linier y = 0,1x dengan nilai koefisien korelasi (R) = 1. (2) Fotometer sedehana dapat menggantikan fungsi metode spektrofotometri dengan lebih sederhana dan murah. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis kedua metode yang menunjukkan hubungan korelasi yang signifikan antara absorbansi dan hambatan seperti ditunjukkan dengan persamaan regresi linier y = 7,587x – 0,0997 dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,999 dan hampir mendekati linier (Rxy) = 1. Hasil pengukuran dengan metode fotometer sedehana menghasilkan hambatan antara: 1 – 6 (kΩ) sedangkan dengan metode spektrofotometri menghasilkan absorbansi antara 0,151 – 0,802 (A).

Pengaruh leverage, roi (Return on investment), dan roe (Return on equity) terhadap return sahan pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di bei periode 2005-2008 / Dhika Rosiana

 

ABSTRAK Rosiana, Dhika. 2010. Pengaruh Leverage, ROI (Return On Investment), dan ROE (Return On Equity) terhadap Return Saham pada Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di BEI Periode 2005 – 2008. Skripsi, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Drs. Mugianto, S.E., M.Si., (II) Dr.H. Heri Pratikto, M.Si. Kata Kunci: Sistem Du Pont, Leverage, ROI, ROE, Return Saham Setiap perusahaan dituntut untuk meningkatkan kinerja perusahaannya agar investor tertarik masuk dalam pengembangan usaha. Sumber informasi yang digunakan untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan adalah melalui data keuangan. Data keuangan yang dipergunakan, diambil dari laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut dianalisis dengan mengaplikasikan berbagai teknik atau alat analisis laporan keuangan. Analisis ratio merupakan teknik analisis yang paling sering dipakai dalam praktik. Salah satu cara analisis ratio adalah System Du Pont. Pada penelitian ini, yang akan diteliti adalah pengaruh antara Leverage, ROI, dan ROE terhadap return saham. Rumusan masalah pada penelitian in adalah bagaimana kondisi kinerja keuangan perusahaan Food and Beverages berdasarkan Leverage, ROI, ROE dan return saham pada periode 2005-2008. Selain itu juga apakah ada pengaruh Leverage, ROI, dan ROE, secara simultan dan parsial terhadap return saham. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi kinerja keuangan perusahaan Food and Beverages berdasarkan Leverage, ROI, ROE dan return saham pada periode 2005-2008 serta untuk mengetahui apakah ada pengaruh Leverage, ROI, dan ROE, secara simultan dan parsial terhadap return saham. Jumlah perusahaan Food and Beverages yang dijadikan sampel adalah 14 perusahaan yang diambil dari 19 perusahaan Food and Beverages. Periode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah periode 2005- 2008. Return saham yang diteliti adalah return saham harian. Data pada penelitian ini adalah data kuantitatif. Uji yang dilakukan untuk menganalisis adalah uji regresi berganda serta uji asumsi klasik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa variabel Leverage,ROI, dan ROE , berpengaruh secara secara simultan terhadap return saham. Sedangkan hasil uji secara parsial hanya variabel ROE yang mempunyai pengaruh terhadap return saham. Berdasarkan hasil penelitian ini perusahaan diharapkan untuk lebih meningkatkan kinerja keuangan terutama yang berkaitan dengan ROE, sedangkan bagi para investor, diharapkan dalam menganalisis investasinya tetap mempertimbangkan faktor-faktor dari kinerja keuangan perusahaan daripada faktor-faktor diluar kinerja keuangan terutama spekulasi, bagi peneliti selanjutnya, diharapkan untuk melibatkan variabel pengukur kinerja keuangan yang lebih banyak, periode waktu yang berbeda dan subyek penelitian yang lebih luas

Tidak lanjut program pelatihan (Study kasus pada kursus para profesi (kkp) tepadu di sangar kegiatan belajar koto malang) / Habiba Mussalama

 

ABSTRAK Mussalama, Habiba. 2009. Tindak Lanjut Program Pelatihan (Studi Kasus pada Kursus Para Profesi (KPP) Terpadu di Sangar Kegiatan Belajar Kota Malang). Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Djauzi Mudzakir, M. A. (II) Drs. H. Nurhadi, M. Pd. Kata Kunci: Tindak lanjut, kursus para-profesi, sangar kegiatan belajar Dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan mutu sumber daya manusia masyarakat Kota Malang, maka Sangar Kegiatan Belajar(SKB) sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kota Malang di bidang pendidikan luar sekolah, melaksanakan sebuah program Kursus Para Profesi (KPP) Terpadu. Dimana dalam sistem pelatihan terdapat lima komponen, yaitu tujuan, materi, metode, evaluasi, dan tindak lanjut. Tindak lanjut merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tercapainya tujuan pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan mengkaji secara lebih dalam, bagaimana pola tindak lanjut program KPP Terpadu di SKB Kota Malang. Pola tindak lanjut yang diamati tidak sebatas kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari program pelatihan KPP Terpadu, akan tetapi bagaimana persepsi penyelenggara pelatihan memandang tindak lanjut yang telah dilaksanakan, serta faktor pendukung dan penghambat apa saja yang ada dalam proses tindak lanjut pelatihan yang dilaksanakan oleh SKB Kota Malang. Penelitian ini dilakukan pada lokasi pelaksanaan pelatihan KPP Terpadu, yang dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Malang, Jalan Laksda Adi Sucipto gang Makam no.30 Kalisari Malang, dan pada bengkel-bengkel dan salon-salon tempat peserta pelatihan magang dan ditempatkan bekerja. Metode penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus deskriptif. Peneliti berupaya mendiskripsikan secara jelas pola tindak lanjut pelatihan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Prosedur analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, display data, dan pengambilan keputusan atau verifikasi. Untuk pemeriksaan keabsahan data peneliti melakukan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, kecukupan referensi, dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Dalam program KPP Terpadu yang dilaksanakan oleh SKB Kota Malang kegiatan-kegiatan tindak lanjut yang dilaksanakan adalah: magang, penempatan kerja, pendampinggan dan pemberian bantuan modal usaha. (2) Persepsi penyelenggara program KPP Terpadu mempersepsikan baik terhadap pola tindak lanjut pelatihan KPP berupa magang, pendampingan dan pemberian bantuan modal usaha yang menurut mereka sangat bermanfaat bagi peserta pelatihan. (3) Faktor pendukung program tindak lanjut pelatihan KPP terpadu adalah adanya kerjasama yang baik dengan berbagai pihak dunia usaha dalam hal ini pihak bengkel dan salon spa, adanya dana yang mendukung kegiatan tersebut misalnya dana untuk pendampingan, transport peserta, dana bantuan modal usaha, dan adanya motivasi dan kemauan yang tinggi dari peserta magang untuk bekerja serta untuk memperbaiki kehidupannya. (4) Faktor penghambat program tindak lanjut pelatihan KPP terpadu dapat disimpulkan adalah adanya bengkel yang memutuskan kerjasama, sarana dan prasarana, prototipe, pelatihan dalam hal ini pelatihan otomotif yang masih kurang memenuhi standart dunia kerja, minimnya peralatan praktek dan kurangnya penguasaan materi pelatihan baik otomotif maupun salon spa sehingga hal tersebut menyulitkan mereka ketika memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar bagi pihak SKB Kota Malang selaku penyelenggara program KPP, perlu adanya upaya-upaya perbaikan untuk lebih mempersiapkan kegiatan tindak lanjut pelatihan dengan baik, agar setelah pelatihan peserta pelatihan dapat terserap sepenuhnya dalam dunia kerja, perlunya penambahan kuota bagi penerima bantuan modal usaha sehingga peserta pelatihan dapat membuka usaha mandiri, perlunya penambahan sarana prasarana belajar yang lebih lengkap serta memenuhi standart dunia kerja. Bagi pihak jurusan pendidikan luar sekolah, sebagai salah satu pusat keilmuan bidang pendidikan luar sekolah di Kota Malang, hendaknya bisa memberikan masukan dan bimbingan kepada penyelenggara-penyelenggara program pelatihan, untuk dapat melakukan kegiatan tindak lanjut, sehingga program pelatihan yang dilaksanakan dapat mencapai hasil yang baik.Bagi pihak-pihak penyelenggara pelatihan perlu melaksanakan program tindak lanjut pasca pelatihan guna meningkatkan mutu pelatihan serta mengoptimalkan hasil pelatihan agar berdampak nyata bagi peserta pelatihan dalam memasuki dunia kerja serta meningkatkan taraf hidup.Pihak Pemerintah Kota Malang diharapkan semakin menggalakkan program – program pelatihan keterampilan hidup yang disertai dengan program tindak lanjut kepada masyarakat usia produktif yang masih belum bekerja atau menganggur sebagai upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan mutu SDM masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran.

Pengaruh inflasi, nilai tukar rupiah dan jumlah uang beredar terhadap indeks harga saham gabungan (ihsg) di bursa efek indonesia (bei) periode 2006-2008 / Agustina Dwi Merawati

 

ABSTRAK Merawati, A. D. 2010. Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar Rupiah dan Jumlah Uang Beredar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2006 – 2008. Skripsi, Jurusan S1 Manajemen Konsentrasi Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Mohammad Hari, M. Si. (2) Fadia Zen. S.E., M.M. Kata kunci: Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, Jumlah Uang Beredar dan Indeks Harga Saham Gabungan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan indeks harga saham yang mampu menunjukkan harga dari semua saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG juga merupakan indikator yang banyak digunakan oleh investor untuk melihat kondisi pasar modal yang terjadi. Apabila terdapat faktor makro yang menurun atau kinerja pasar modal menurun akibat berbagai faktor makro, maka hal ini akan menyebabkan turunnya harga saham, kemudian akan memicu turunnya kinerja pasar modal. Selanjutnya akan mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan. Faktor makro yang dapat mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan dalam penelitian ini adalah inflasi, nilai tukar rupiah dan jumlah uang beredar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel Inflasi, Nilai Tukar Rupiah dan Jumlah Uang Beredar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baik secara parsial dan secara simultan. Data yang digunakan bersumber dari www.bi.go.id, www.duniainvestasi.com dan data dari statistik ekonomi keuangan (Laporan Keuangan BI) tahun 2006 – 2008. Populasi yang diambil untuk Indeks Harga Saham adalah enam macam Indeks Harga Saham yang terdaftar di BEI yaitu: Indeks Harga Saham Individu (IHSI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks LQ 45, Indeks Harga Saham Sektoral, Indeks Syariah (JII) dan Indeks Papan Utama atau Main Board Indeks (MBI) dan Indeks Papan Pengembangan atau Development Board Indeks (DBI). Sedangkan sampel yang digunakan adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS 16. Uji yang digunakan adalah Uji F dan Uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial inflasi, nilai tukar rupiah dan jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap indeks harga saham gabungan namun inflasi dan nilai tukar berpengaruh negatif. Secara simultan ketiga variabel bebas berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Berdasarkan penelitian ini maka akan disarankan dalam penelitian lebih lanjut untuk menambah variabel bebas yang lain yang dapat diindikasikan berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan meneliti jenis indeks lain. Bagi investor penelitian ini dapat dijadikan gambaran tentang pengaruh Inflasi, Nilai Tukar dan Jumlah Uang Beredar terhadap Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat sebelum berinvestasi.

Pengaruh earning per share (eps), return on equity (roe) dan dividend payout ratio (dpr) terhadap price to book value (pbv) pada perusahaan manufaktur yang listing di bursa efek indonesia tahun 2005-2008 / Rizky Juliana

 

ABSTRAK Juliana, Rizky. 2010. Pengaruh Earning Per Share (EPS), Return On Equity (ROE) dan Devidend Payout Ratio (DPR) terhadap Price To Book Value (PBV) pada perusahaan Manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008. Skripsi, Jurusan S1 Manajemen Konsentrasi Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Lulu Nurul Istanti, S.E., M.M., (2) Subagyo, S.E., S.H., M.M. Kata kunci: Earning Per Share (EPS), Return On Equity (ROE), Devidend Payout Ratio (DPR), Price To Book Value (PBV) Price To Book Value (PBV) merupakan rasio perbandingan antara harga pasar saham dengan nilai buku per saham. Untuk melihat apakah harga pasar saham lebih tinggi dai nilai bukunya maka diperlukan analisis yang tepat. Dalam penelitian ini menggunakan analisis fundamental karena analisis ini melakukan pendekatan ekternal dan internal perusahaan. Kondisi internal perusahaan bisa dilihat dari kinerja keuangannya yang diukur dengan rasio keuangan. Rasio-rasio keuangan yang digunakan adalah EPS, ROE dan DPR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel EPS, ROE dan DPR terhadap PBV baik secara parsial dan secara simultan. Data yang digunakan bersumber dari ICMD (Indonesian Capital Market Directory) tahun 2008. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang listing di BEI yakni sebanyak 153 perusahaan, namun setelah digunakan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 15 perusahaan, dengan periode pengamatan selama 4 tahun (2005-2008). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS. Uji yang digunkan adalah Uji F dan Uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial hanya ROE yang berpengaruh terhadap PBV sedangkan EPS dan DPR tidak berpengaruh. Secara simultan ketiga variabel bebas berpengaruh terhadap PBV. Berdasarkan penelitian ini maka akan disarankan dalam penelitian lebih lanjut untuk menambah variabel bebas yang lain yang dapat diindikasikan berpengaruh terhadap PBV dan meneliti jenis perusahaan lain. Bagi investor penelitian ini dapat dijadikan gambaran tentang pengaruh EPS, ROE dan DPR terhadap PBV sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat sebelum berinvestasi.

Penerapan model pembelajaran kooperatif numbered heads together (nht) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas vii smp kertanegara malang / Fajar Muhlis Nugroho

 

ABSTRAK Nugroho, Fajar Muhlis. 2009. “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VII SMP Kertanegara Malang”.Skripsi, Jurusan Biologi Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Soedjono Basoeki, M.Pd dan (II) Balqis, S.Pd, M.Si Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT), motivasi belajar, hasil belajar Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas VII SMP Kertanegara Malang, peneliti menemukan beberapa fakta yaitu, 1) Kurangnya motivasi siswa, selama pembelajaran. Indikator motivasi antara lain: a) Proses pembelajaran yang monoton dan kurang bervariasi sehingga, kurang menarik minat dan perhatian (5560%). b) Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, siswa lebih suka duduk mendengarkan dan mencatat materi yang disampaikan oleh guru, hanya siswa tertentu saja yang aktif mencatat (58 siswa). c) Ketika guru menyampaikan materi pelajaran di depan kelas, tidak semua siswa memperhatikan(3540%). d) Sekitar 30% siswa tidak mempunyai buku pelajaran, mereka hanya mempunyai LKS dan buku catatan, mereka juga kurang mau berusaha untuk meminjamnya di perpustakaan. 2) Hasil belajar siswa rendah, ditunjukkan dari nilai hasil belajar siswa sebelum tindakan (pra siklus) yaitu siswa yang tuntas belajar sebanyak 18 siswa dari 45 siswa, skor ratarata kelas sebesar 54,68 dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 40% (SKM = 65). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus (siklus I dan siklus II). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Kertanegara Malang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas VII SMP Kertanegara Malang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada pra siklus sebesar 39% (kategori sangat kurang), siklus I sebesar 49,34% (kategori kurang) meningkat menjadi 67,95% (kategori cukup) pada siklus II. Sedangkan hasil belajar siswa dari aspek kognitif pada pra siklus skor ratarata kelas sebesar 54,68 dengan ketuntasan secara klasikal sebesar 40% (SKM = 65), pada siklus I skor ratarata kelas sebesar 59,36 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 64,44% (belum tuntas) pada siklus II meningkat menjadi 74,94 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 86,66% (tuntas). Sehingga kriteria ketuntasan belajar (SKM = 65) kelas VII secara keseluruhan (≥ 85%) dapat tercapai. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas VII SMP Kertanegara Malang. Dalam model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together diharapkan dapat mengatasi siswa pada kelaskelas yang dirasa motivasi dan hasil belajar kurang.Guru dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together pada pokok bahasan yang lain.Bagi peneliti selanjutnya hendaknya dalam penilaian hasil belajar sebaiknya meliputi tiga ranah menurut Taksonomi Bloom yaitu ranah kognitif, ranah psikomotorik, dan ranah afektif.

Code switching used by the video jockeys of "mtv ampuh" / Aga Deta Anditya

 

ABSTRACT Anditya, Aga Deta. 2010. Code Switching Used by the Video Jockeys of “MTV Ampuh”. S-1 Thesis, English Department, State University of Malang. Advisor: Aulia Apriana, S.S., M.Pd. Keywords: code switching, video jockeys, MTV Ampuh This study aims at investigating the code switching used by the video jockeys of “MTV Ampuh” in television. “MTV Ampuh” is the musical program on television which the video jockeys always do code switching in each episode as their style. There are two problems that are presented in this study, namely: what are the types of code switching used by the video jockeys of “MTV Ampuh” and what are the probable reasons for the use of code switching by the video jockeys of “MTV Ampuh”. The design of this study is descriptive qualitative and the subjects of this study are the video jockeys of “MTV Ampuh”. The data of the study is the form of written recording utterances when the video jockeys are presenting the programs from October 15 to November 11, 2009. The results show that there are three types which are used by the video jockeys of “MTV Ampuh”. They are: intra-sentential switching, inter-sentential switching, and emblematic switching. Intra-sentential switching is the highest frequency of the occurrence from the data. This type of code switching occurs in the form of a phrase, insertion a single lexical item, and a clause. The video jockeys of “MTV Ampuh” like to do this type of code switching because they are familiar with the words from their second language, which is English. There are twelve probable reasons for the use of code switching by the video jockeys of “MTV Ampuh”. They are: interjection or inserting sentence fillers or sentence connectors, talking about particular topics, intention of clarifying the speech content for the interlocutor, expressing group identity, softening or strengthening request or command, quoting somebody else, repetition used for clarification, real lexical need, showing empathy about something. The probable reason of interjection or inserting sentence fillers or sentence connector is in the highest frequency of the occurrence from the data. The video jockeys of “MTV Ampuh” as a bilingual tend to use the sentence fillers “okay” or “anyway” while presenting the program. In this study there are three probable reasons as the new findings. They are: showing greeting, showing parting, and expressing felicitation. It is suggested that the sociolinguistics students should apply the correct form code switching to avoid ungrammatical code switching. The linguist can use code switching as the solution for the lacking of equivalent meaning in Bahasa Indonesia for some terms in musical environment. It is also suggested that the results of this study can be used as the reference for the future researchers in exploring and expanding the investigation of some other phenomena of code switching in television show.

Analisis pengaruh nilai tukar rupiah/us$ dan tingkat suku bunga sertifikat bank indonesia (sbi) terhadap indeks harga saham gabungan (ihsg) di bursa efek indonesia (bei) tahun 1998. 1-2008. 12 / Dwi Retno Palupi

 

ABSTRAK Retno,Dwi Palupi.2009. Analisis Pengaruh Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 1998.1-2008.12. Program Studi Keuangan Perbankan. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing(I) Drs. Mardono, M.Si, (II) Dr.Imam Mukhlis,M.S.i Kata Kunci: Nilai Tukar Rupiah/US$, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG merupakan cerminan dari kegiatan pasar modal secara umum. Peningkatan IHSG menunjukkan kondisi pasar modal dalam keadaan bullish dan sebaliknya apabila IHSG mengalami penurunan hal tersebut menunjukkan pasar dalam keadaan bearish. Pergerakan IHSG tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor makroekonomi yang mempunyai peranan penting dalam mempengaruhi keadaan perekonomian suatu negara. Faktor makroekonomi yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai tukar rupiah/US$ dan Tingkat suku bunga SBI. Namun kebenaran argumen ini masih perlu dibuktikan melalui kegiatan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah Nilai Tukar Rupiah/USD dan Tingkat Suku Bunga SBI secara partial dan simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tahun 1998.1-2008.12. (2)Apakah faktor dominan yang perpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tahun 1998.1-2008.12. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh Nilai Tukar Rupiah/USD dan Tingkat Suku Bunga SBI secara partial dan simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tahun 1998.1-2008.12. (2) Menganalisis faktor dominan yang perpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tahun 1998.1-2008.12. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan Bank Indonesia. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kausal eksplanatori dengan menggunakan statistic deskriptif dan analisis data menggunakan uji stasioneritas (uji akar-akar unit, uji derajat integrasi), uji ECM (Error Correction Model), uji F, uji t dengan menggunakan program E-views.3 sedangkan uji asumsi klasik (SPSS). Data dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif dalam model time series yang diperoleh melalui studi pustaka. Data yang digunakan adalah data bulanan dalam kurun waktu sebelas tahun yaitu tahun 1998.1 hingga 2008.12. Dari hasil analisis data dengan menggunakan uji akar unit, pada ordo 0 (nol) dari data kurs dan tingkat suku bunga SBI sudah berada pada kondisi stasioner. nilai hitung mutlak ADF dari variable nilai tukar dan tingkat suku bunga yang lebih besar dari nilai kritis mutlak MC Kinnon pada tingkat alpha 10%. Nilai hitung ADF mutlak nilai tukar rupiah sebesar 3,41753 sedangkan nilai suku bunga SBI sebesar 2,752046 dengan nilai kritis mutlak pada tingkat alpha 10% adalah 2,5788. Berbeda dengan variable IHSG yang mempunyai nilai hitung mutlak ADF yang lebih kecil dari nilai kritis mutlak MC Kinnon yaitu 1,266576 sehingga data untuk variable tingkat suku bunga belum stasioner pada ordo 0 (nol). Keadaan tersebut dapat diatasi dengan uji derajat integral atau mengulang kembali uji stasioneritas menggunakan uji ADF pada ordo 1. Pada ordo 1 (satu) semua data berada kondisi stasioner. ordo 0 (nol) dari data nilai tukar rupiah dan tingkat suku bunga SBI dan IHSG sudah berada pada kondisi stasioner. Hal tersebut dapat dilihat pada nilai hitung mutlak ADF dimana nilai hitung mutlak nilai tukar rupiah sebesar 4,989182, tingkat suku bunga SBI sebesar 2,603820 dan IHSG sebesar 8,058165 yang lebih besar dari nilai kritis mutlak MC Kinnon pada tingkat alpha 10% sebesar 2,5788. Berdasarkan dari hasil analisis data yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa (1) secara simultan nilai tukar rupiah/US$ dan tingkat suku bunga SBI secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal ini terbukti dari besarnya nilai F¬hitung sebesar 7,913970 dengan signifikansi sebesar 0,000002 yang mana tingkat signifikansi tersebut < dari angka signifikan yang ditolerir (0,05) dan nilai R-square sebesar 0,24194. (2) secara parsial nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika tidak berpengaruh secara signifikan baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi nilai tukar rupiah dalam jangka pendek sebesar 0,5213 dan besarnya signifikansi nilai tukar rupiah dalam jangka panjang sebesar 0,3650. Sedangkan suku bunga SBI jangka pendek tidak berpengaruh secara signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,467, sedangkan dalam jangka panjang SBI memberikan pengaruh yang signifikan sebesar 0,0485 Berdasarkan dari hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa tingkat suku bunga SBI dalam jangka panjang merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Adanya pengaruh yang signifikan tersebut terhadap IHSG pada Tahun 1998.1-2008.12 dapat dijadikan sebagai acuan dalam membuat keputusan investasi di Bursa Efek Indonesia pada tahun-tahun berikutnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para investor, pemerintah maupun bagi peneliti selanjutnya. Investor sebaiknya memperhatikan informasi tingkat suku bunga SBI untuk memprediksi IHSG di BEI yang kemudian dapat dijasikan acuan untuk mengambil keputusan apakah akan melalukan investasi dalam bentuk saham atau valuta asing. Pemerintah sebaiknya juga memperhatikan faktor-faktor tingkat suku bunga SBI melalui kebijakan-kebijkan yang diambil, sehingga dapat mendatangkan investor baik domestik maupun asing. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar dan juga dapat dikembangkan secara luas lagi dengan menggunakan faktor-faktor makroekonomi yang lain, selain nilai tukar rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI.

Pengaruh faktor-faktor kepemilikan saham terhadap nilai perusahaan (Studi kasus pada industri real estate dan propeti yang listing di bei periode 2005-2007) / Dewi Tanjung

 

ABSTRAK Tanjung, Dewi. 2009. Pengaruh Faktor–Faktor Kepemilikan Saham Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Kasus pada industri Real Estate dan Properti yang listing di BEI tahun 2005-2007). Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dyah Aju Wardhani, S.E., M.Si., Ak. (II) Hj. Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: Kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kepemilikan publik, nilai perusahaan. Penelitian ini untuk mengukur nilai perusahaan pada industri Real Estate dan Properti yang listing di BEI pada periode 2005-2007 melalui kepemilikan saham yaitu kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kepemilikan publik. Memilih perusahaan Real Estate disebabkan besarnya potensi jumlah penduduk yang besar dengan rasio pemilikan rumah yang cukup rendah. Sehubungan dengan kondisi yang terjadi dalam industri Real Estate Indonesia seperti saat ini, maka perusahaan tersebut sebenarnya dihadapkan pada suatu keputusan penting dalam bidang keuangan yaitu masalah pendanaan dalam rangka pengembangan usaha untuk memenuhi permintaan dan untuk bersaing dengan industri Real Estate dan Properti lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yaitu struktur kepemilikan saham yang terdiri dari kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kepemilikan publik terhadap variabel terikat yaitu nilai perusahaan yang diukur dengan menggunakan rasio PBV. Obyek penelitian ini adalah industri Real Estate dan Properti Indonesia yang listing di BEI. Populasi dari penelitian ini sebanyak 30 perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling yang didasarkan pada kriteriakriteria tertentu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 sampel yang didapatkan dari kombinasi data time series dan data cross section. Periode pengamatan dilakukan antara tahun 2005 sampai dengan tahun 2007 dengan sumber data yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Pengujian secara statistik dilakukan dengan menggunakan analisa regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan variabel-variabel bebas yang diteliti tidak mempengaruhi nilai perusahaan dan secara parsial variabel kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kepemilikan publik tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan penelitian selanjutnya bisa dikembangkan dengan melakukan penambahan terhadap jumlah sampel penelitian serta tahun penelitian. Dengan dilakukan penambahan tersebut diharapkan dapat diperoleh kesimpulan hasil penelitian yang lebih akurat dan memiliki tingkat generalisasi yang lebih tinggi. i

Tanggapan pemain sekolah sepakbola (ssb) usia 12-14 tahun terhadap ballnastic (senam bola) dalam permainan sepakbola di kabupaten malang / Agus Budiono

 

ABSTRAK Budiono, Agus. 2009. ”Tanggapan Pemain Sekolah Sepakbola (SSB) Usia 12-14 Tahun Terhadap Ballnastic (Senam Bola) Dalam Permainan Sepakbola Di Kabupaten Malang”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mahmud Yunus, M,Kes., (II) Drs. I Nengah Sudjana, M.Pd. Kata kunci: tanggapan pemain usia 12-14 tahun, ballnastic (senam bola). Banyak orang yang tidak mengerti bagaimana cara berolahraga yang aman dan bermanfaat. Salah satunya adalah dengan melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum beraktivitas olahraga. Seorang pemain disarankan melakukan pemanasan dengan harapan otot-otot tubuhnya tidak tegang. Jadi dengan otot-otot tubuh yang rileks kemungkinan terjadi cedera saat barmain sangat kecil. Dengan pemanasan yang bervariasi dan menyenangkan seorang pemain akan merasa senang. Dari hasil tanya jawab yang peneliti lakukan dengan pemain usia 12-14 tahun dibeberapa sekolah sepakbola (SSB) di Kabupaten Malang yaitu 6 sekolah sepakbola (SSB), pemain malas melakukan pemanasan dengan alasan memberikan alasan materi pemanasan yang diberikan pelatih selama latihan tidak bervariasi hanya melakukan pemanasan tanpa menggunakan bola. Dengan bentuk pemanasan yang monoton dapat membuat pemain menjadi malas-malasan melakukan pemanasan dan saat bermain mudah terjadi cedera. Pada usia dini sangat diperlukan adanya penanaman sikap disiplin terutama saat melakukan aktivitas pemanasan sebelum memulai latihan. Ballnastic (senam bola) merupakan salah satu bentuk pemanasan dengan bola yang menarik dan menyenangkan khususnya untuk pemain usia dini. Untuk itu peneliti tertarik untuk mengetahui tanggapan pemain sekolah sepakbola (SSB) usia 12-14 tahun terhadap ballnastic (senam bola) dalam permainan sepakbola di Kabupaten Malang. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana tanggapan pemain sekolah sepakbola (SSB) usia 12-14 tahun terhadap ballnastic (senam bola) dalam permainan sepakbola di Kabupaten Malang dilihat dari segi pemahaman pemain terhadap ballnastic (senam bola), senang atau tidak dengan ballnastic (senam bola), mudah atau sulit melakukan gerakan ballnastic (senam bola), dan bermanfaat atau tidak ballnastic (senam bola) bagi pemain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemain sekolah sepakbola (SSB) usia 12-14 tahun memahami ballnastic (senam bola), senang dengan ballnastic (senam bola), mudah melakukan gerakan ballnastic (senam bola), dan bermanfaat ballnastic (senam bola) bagi pemain. Penelitian ini dilakukan di 6 sekolah sepakbola (SSB) di Kabupaten Malang, yaitu: SSB Vanris, SSB Sinar Mas, SSB Kanjuruhan, SSB AMS, SSB Sumber Pucung, SSB Taruna Bhakti. Ditinjau dari tujuan penelitian, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya disertai data yang berupa angka. Instrumen yang digunakan berupa instrumen non tes berbentuk angket. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tanggapan pemain dari 6 sekolah sepakbola (SSB) usia 12-14 tahun dengan ballnastic (senam bola) dalam permainan sepakbola di Kabupaten Malang, dapat dejelaskan bahwa total jawaban “sangat setuju” sebanyak 3254 pemain dengan rata-rata prosentasi 61,63%, sedangkan total jawaban “setuju” sebanyak 2008 pemain dengan rata-rata prosentasi 38,03%, sedang total jawaban “tidak setuju” sebanyak 18 pemain dengan prosentasi 0,34%, dan total jawaban “sangat tidak setuju” sebanyak 0 pemain dengan rata-rata prosentasi 0%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari 6 sekolah sepakbola (SSB) usia 12-14 tahun menyatakan “sangat setuju” dan memahami bahwa ballnastic (senam bola) adalah rangkaian latihan pemanasan untuk mengembangkan atau meningkatkan kemampuan tubuh terhadap bola, balnastic (senam bola) adalah bentuk rangkaian latihan pemanasan yang menyenangkan, balnastic (senam bola) adalah bentuk rangkaian latihan pemanasan yang mudah dilakukan, balnastic (senam bola) adalah bentuk rangkaian latihan pemanasan yang bermanfaat.

Penerapan model pembelajaran latihan inkuiri untuk meningkatkan keteranpilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas vii-3 smpn 1 tanjunganom, nganjuk / Reny Widyawati

 

ABSTRAK Widyawati, Reny. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Latihan Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII-3 SMPN 1 Tanjunganom, Nganjuk. Skripsi Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Suyudi, M.Pd, (II) Drs. Sumarjono. Kata kunci: latihan inkuiri, keterampilan proses sains, hasil belajar Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SMPN 1 Tanjunganom, Nganjuk, ditemukan bahwa metode yang sering digunakan adalah metode konvensional. Guru jarang sekali mengajak siswa melakukan kegiatan praktikum. Penerapan pembelajaran seperti ini mengakibatkan keterampilan proses sains (mengamati, memprediksi, mengukur, mengklasifikasi, menyimpulkan dan mengkomunikasikan) dan hasil belajar (penguasaan ranah kognitif, penguasaan ranah afektif dan penguasaan ranah psikomotorik) yang ada pada diri siswa rendah yaitu di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum). Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas VII-3 SMPN 1 Tanjunganom, Nganjuk dengan menerapkan model pembelajaran Latihan Inkuiri. Model pembelajaran Latihan Inkuiri terdiri atas lima tahap, yaitu: menghadapkan pada masalah, pengumpulan data-verifikasi, pengumpulan data-eksperimentasi, mengorganisasi, merumuskan penjelasan dan menganalasis proses inkuiri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-3 SMPN 1 Tanjunganom, Nganjuk dengan jumlah 35 siswa, yang terdiri atas 20 siswa putri dan 15 siswa putra. Pokok bahasan yang digunakan pada penelitian ini adalah wujud zat dan massa jenis zat. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi keterampilan proses sains, penguasaan ranah afekfif, penguasaan ranah psikomotor dan keterlaksanaan pembelajaran, serta catatan lapangan. Instrumen tindakan yang digunakan meliputi LKS dan RPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa secara keseluruhan. Peningkatan keterampilan proses sains pada keterampilan mengamati sebesar 9.05% , keterampilan memprediksi sebesar 8,14%, keterampilan mengukur sebesar 10,52%, keterampilan mengklasifikasi sebesar 2,86%, keterampilan menyimpulkan sebesar 14,29% dan keterampilan mengkomunikasikan sebesar 4,28%. Peningkatan hasil belajar pada ranah afektif sebesar 8,21% dan pada ranah psikomotor sebesar 7,96%. Pada ranah kognitif mengalami penurunan sebesar 5%. Mengenai keterlaksanaan pelaksanaan model pembelajaran Latihan Inkuiri, dapat dikatakan bahwa terjadi peningkatan yaitu sebesar 31,87%.

Hubungan antara motifasi kerja dengan kedisiplinan kerja pegawai di kantor DINAS pendidikan kabupaten Gresik / Ani Shofiyyah

 

ABSTRAK Shofiyyah, Ani. 2009. Hubungan Antara Motivasi Kerja dengan Kedisiplinan Kerja Pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Timan, M.Pd; (II) Drs. H. Sultoni, M.Pd. Kata kunci: motivasi kerja, kedisiplinan kerja Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin banyak ragam teknologi modern yang dimanfaatkan untuk kepentingan organisasi baik di lingkungan pemerintah maupun swasta. Manusia merupakan salah satu aspek sumber daya yang terpenting di dalam organisasi. Sebagai halnya di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik sebagai suatu organisasi dalam usahanya mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan, tidak dapat mengabaikan faktor manusia sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi tercapai tidaknya tujuan organisasi untuk mencapai tujuan dan keberhasilan dalam organisasi tersebut secara baik diperlukan sumber daya manusia (pegawai) yang memiliki kemampuan dan keterampilan guna pencapaian hasil yang lebih baik. Seperti diketahui bahwa masalah motivasi kerja dan disiplin pegawai merupakan masalah yang umum terjadi pada semua perusahaan atau organisasi tak terkecuali di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: seberapa tingkat motivasi kerja pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, seberapa tingkat kedisiplinan kerja pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, adakah hubungan antara motivasi kerja dengan kedisiplinan pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Adapun tujuan dalam penelitian ini mendiskripsikan tingkat motivasi kerja pegawai, mendiskripsikan tingkat kedisiplinan kerja pegawai, dan mendiskripsikan ada tidaknya hubungan antara motivasi kerja dengan kedisiplinan pegawai. Adapun variabel tersebut adalah: variabel bebas: motivasi kerja dan variabel terikat: kedisiplinan kerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini dilakukan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Dengan jumlah sampel 86 orang pegawai. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jenis proposional random sampling. Adapun teknik pengumpulan data adalah menggunakan angket sebagai instrumen utama dan observasi serta dokumentasi sebagai teknik pelengkap sedangkan analisa data menggunakan analisa presentase dengan rumus standar devisiasi dan analisis korelasi Product Moment. Hasil analisis data di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik menunjukkan bahwa: (1) tingkat motivasi kerja pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik berada pada kualifikasi yang tinggi, (2) tingkat kedisiplinan kerja pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik berada pada kualifikasi yang tinggi, (3) ada hubungan yang signifikan antara motivasi kerja pegawai dengan kedisiplinan kerja pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis menyajikan beberapa saran diantaranya: (1) Kepala Dinas hendaknya lebih dipertahankan dan ditingkatkan lagi dalam memberikan motivasi kerja kepada bawahannya dengan adanya motivasi yang baik dapat meningkatkan kedisiplinan kerja pegawai karena pegawai merasa dipantau dan diperhatikan dalam segala aktivitas kerjanya, (2) Pegawai Dinas hendaknya lebih mempertahankan dan meningkatkan lagi disiplin kerjanya karena dengan adanya disiplin kerja pegawai yang baik maka seluruh aktivitas kerja dapat terselesaikan secara efektif dan efisien, (3) Ketua Jurusan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pengayaan pada matakuliah yang berhubungan dengan manajemen personalia khususnya dalam hal motivasi kerja dengan kedisiplinan kerja pegawai, (4) Peneliti lain dari hasil ini dapat dipergunakan sebagai acuan apabila peneliti lain berminat lebih lanjut meneliti tentang motivasi kerja dengan kedisiplinan kerja pegawai dengan variabel, populasi dan latar belakang yang berbeda.

Analisis faktor-faktor motivasi Siswa memilih SMKN 1 Pujon / Fitriana Yuliati

 

ABSTRAK Yuliati, Fitriana. 2009. Analisis Faktor-Faktor Motivasional Siswa Memilih SMKN I Pujon. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Sultoni, M. Pd. Pembimbing (II) Dr. Bambang Budi Wiyono, M. Pd. Kata kunci : motivasi siswa, memilih sekolah. Motivasi adalah suatu hal yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan. Tindakan yang dilakukan terdorong dari adanya motivasi untuk mencapai tujuan. Motivasi bisa berasal dari diri seseorang dan luar diri seseorang. Motivasi memilih sekolah adalah hal keinginan untuk memilih sekolah yang disebabkan oleh pihak luar seseorang ataupun diri seseorang tersebut. Berkaitan dengan motivasi memilih sekolah maka penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa sajakah faktor-faktor motivasional siswa memilih SMKN 1 Pujon dan seberapa besar kontribusi faktor-faktor motivasional siswa memilih SMKN 1 Pujon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis faktor eksplotarorik dan analisis deskriptif. Variabel dalam penelitian ini motivasi memilih SMKN 1 Pujon. Populasi penelitian berjumlah 610 siswa sedangkan sampelnya berjumlah 86 siswa dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Stratifield Proportional Random Sampling dan angket sebagai instrumen penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian dengan menggunakan pengujian validitas data dan reliabilitas data melalui teknik korelasi product moment, untuk melengkapi penelitian digunakan dokumentasi data dan wawancara. Analisi data diolah dengan menggunakan sistem komputerisasi melalui program SPSS 14.00 for windows release. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 12 faktor baru antara lain: (1) faktor menggapai cita-cita, (2) faktor kondisi fisik sekolah, (3) Faktor lingkungan sekolah, (4) faktor biaya sekolah, (5) faktor kegiatan humas sekolah, (6) faktor rencana diri, (7) faktor lokasi strategis, (8) faktor dukungan orang tua, (9) faktor kesesuaian jurusan, (10) faktor kebahagiaan batin, (11) faktor karyawan yang handal, (12) faktor perhatian orang tua. Dari faktor-faktor tersebut mempunyai kontribusi yang berbeda dalam memotivasi siswa memilih SMKN 1 Pujon antara lain: (1) faktor menggapai cita-cita dan dukungan orang tua memiliki kontribusi yang sangat tinggi dalam motivasional siswa memilih SMKN 1 Pujon. (2) faktor biaya sekolah, kesesuaian jurusan, kebahagiaan batin, karyawan yang handal, dan perhatian orang tua memiliki kontribusi yang tinggi dalam memotivasi siswa memilih SMKN 1 Pujon dan (3) faktor kondisi fisik sekolah, lingkungan sekolah, kegiatan humas sekolah, rencana diri, dan lokasi strategis memiliki kontribusi yang rendah dalam menentukan motivasi siswa memilih SMKN 1 Pujon. Dari hasil penelitian penulis memberikan saran (1) bagi Kepala SMKN 1 Pujon agar memberikan perubahan dan inovasi agar SMKN 1 Pujon bisa lebih diminati oleh masyarakat luas. (2) bagi pimpinan Jurusan Adminstrasi Pendidikan agar memperhatikan hal-hal yang bisa meningkatkan motivasi masyarakat untuk memilih SMKN 1 Pujon. (4) bagi peneliti lain yaitu sebagai tambahan teori untuk menelaah atau meneliti lebih jauh lagi secara rinci tentang identifikasi faktor-faktor yang memotivasi siswa memilih sekolah.

Pengaruh personal selling dan citra toko terhadap keputusan pembelian konsumen / Jazairotin Nikma

 

ABSTRAK Nikma, J. 2009. Pengaruh Personal Selling dan Citra Toko terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Studi pada Three Second). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Hermawan, M.Si, M.Bus, (II) Titis Sinta Dewi S.P, M.M Kata Kunci: Personal Selling, Citra Toko, dan Keputusan Pembelian Konsumen Perekonomian dunia yang semakin pesat serta kemajuan teknologi saat ini membuat persaingan dalam dunia usaha tidak dapat dihindarkan. Semua negara berusaha untuk memperkuat perekonomian negaranya agar dapat memenuhi kemakmuran rakyatnya, salah satu caranya adalah dengan globalisasi. Globalisasi atau biasa disebut dengan perdagangan bebas ini membuat perdagangan antar negara semakin mudah. Pada kenyataannya dewasa ini perusahaan akan ketinggalan jaman apabila semata-mata hanya memproduksi barang menurut keinginan atau ukuran perusahaan sendiri, tetapi tidak memenuhi kebutuhan konsumen. Dalam pemasaran modern, pemasar tidak hanya dituntut untuk bisa mengembangkan ide dan gagasan tentang produk agar nantinya produk yang dihasilkan memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage). Dari fakta tersebut dapat dipahami pula bahwa dalam istilah pemasaran tercakup semua kegiatan perusahaan, untuk menyelaraskan bidang usahanya dengan kebutuhan konsumen. Dengan demikian melalui konsep pemasaran, diharapkan bagi pihak perusahaan untuk berorientasi pada kebutuhan dan keinginan konsumen yang ditujukan untuk menciptakan keuntungan bagi perusahaan. Dalam promosi penjualan personal selling atau penjualan tatap muka sangatlah penting. Begitupun Citra sebagai bagian dari komunikasi pemasaran adalah sangat penting dilakukan untuk meningkatkan penjualan. Three Second adalah toko ritel yang menerapkan kualitas pelayanan dari personal selling agar nantinya menciptakan citra toko yang positif yang sesuai dengan pasar sasarannya, yaitu anak muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan personal selling dan citra toko terhadap keputusan pembelian konsumen di Three Second Malang, untuk mengetahui pengaruh personal selling dan citra toko secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen, untuk mengetahui pengaruh personal selling secara parsial terhadap keputusan pembelian konsumen, untuk mengetahui pengaruh citra toko secara parsial terhadap keputusan pembelian konsumen, untuk mengetahui dimensi variabel manakah yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif koresional, dengan variabel bebas personal selling (X1), citra toko (X2) dan variabel terikat keputusan pembelian konsumen (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung yang melakukan pembelian selama bulan Maret 2009. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin, penyebaran kuesioner menggunakan teknil accidental sampling. Pengambilan data primer dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner, instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan 4 skala pengukuran. Hasil penelitian ini adalah: (1) Berdasarkan hasil uji ANOVA, diperoleh nilai F sebesar 34,532 dengan tingkat signifikansi 0.000 lebih kecil dari nilai α = 0.05 hal ini membuktikan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara personal selling dan citra toko secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen, (2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara personal selling terhadap keputusan pembelian konsumen, hal ini dapat diketahui dari nilai sig t = 0.000 lebih kecil dari nilai signifikansi α = 0.05. (3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara citra toko terhadap keputusan pembelian konsumen, hal ini dapat diketahui dari nilai sig t = 0.000 lebih kecil dari nilai signifikansi α = 0.05 (4) Variabel bebas yang paling dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen adalah variabel citra toko, dengan nilai SE 21,9%. Saran yang dikemukakan, yaitu letak kasir yang berada dilantai 2 sebaiknya di pindah di lantai 1 karena banyak yang mengeluh kesulitan melakukan pembayaran, dalam melayani pembeli wiraniaga lebih sabar dalam menghadapi, karena konsumen mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, kebijakan harga di harapkan lebih diperhatikan supaya pangsa pasarnya lebih luas, sebaiknya di Three Second Jl. Soekarno-Hatta Malang dalam melakukan perekrutan karyawan seharusnya dilakukan standart kualitas pelayanan yang sesuai, karena dari penelitian yang dilakukan kebanyakan responden mengeluh dari kualitas pelayanan yang dilakukan di Three Second Malang. Bagi peneliti yang ingin meneliti lebih jauh lagi tentang citra toko dan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian konsumen hendaknya mencoba untuk menggabungkan citra toko, citra merek dan citra perusahaan secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian, sehingga nantinya dapat dilihat pengaruh citra secara lengkap terhadap keputusan pembelian konsumen.

Kecenderungan rencana pilihan karier siswa status sosial ekonomi orangtua dan pemberian layanan informasi karier pada siswa kelas XI SMA Negeri di kabupaten Pacitan / Dini Widiatama

 

ABSTRAK Widiatama, Dini. 2009. Kecenderungan Rencana Pilihan Karier Siswa Berdasarkan Status Sosial Ekonomi Orangtua Dan Pemberian Layanan Informasi Karier Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pacitan. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Henny Indreswari, M.Pd (II) Drs.Djoko Budi Santoso. Kata kunci: pilihan karier, status sosial ekonomi orangtua, pemberian layanan informasi karier Salah satu tugas perkembangan masa remaja adalah memilih dan menyiapkan pekerjaan. Untuk mencapai pekerjaan yang diinginkan diperlukan pendidikan, keahlian tertentu, dan informasi. Pilihan karier siswa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah status sosial ekonomi orangtua dan pemberian layanan informasi karier di sekolah. Masalah yang sering ditemui oleh para remaja pada tahap perkembangan ini, antara lain orangtua yang memaksakan kehendaknya kepada anak untuk memilih jurusan dan pendidikan atau mempersiapkan pekerjaan tertentu yang sebenarnya bukan kehendak atau pilihan anak, di samping itu remaja juga kurang mendapatkan informasi terkait dengan karier sehingga dalam menentukan karier tidak berdasarkan pertimbangan yang matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) profil status sosial ekonomi orangtua, (2) pemberian layanan informasi karier siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pacitan, (3) rencana pilihan karier siswa, (4) hubungan antara status sosial ekonomi orangtua dan pemberian layanan informasi karier dengan pilihan karier siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pacitan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Penelitian ini mengambil populasi sebanyak 424 orang siswa kelas XI SMA Negeri Pacitan tahun ajaran 2009/2010, sedangkan sampel penelitian sebanyak 131 orang siswa yang ditentukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Teknik analisis yang digunakan persentase dan analisis data non parametrik Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) status sosial ekonomi orangtua siswa kelas XI SMA Negeri Pacitan tergolong menengah (51,9%), (2) pemberian layanan informasi karier di sekolah termasuk dalam kategori sangat sering diberikan (79,38%), (3) pilihan karier siswa tentang: (a) rencana siswa setamat SMA paling banyak melanjutkan ke perguruan tinggi (95,41%), (b) pilihan bidang karier yang paling banyak diminati siswa adalah bidang jasa (45,03%), (c) pilihan jenjang karier yang paling banyak dipilih siswa adalah pekerjaan profesional (67,93%), (4) ada hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi orangtua dan pemberian layanan informasi karier dengan pilihan karier siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pacitan. Saran yang dapat diajukan (1) konselor hendaknya selalu memberikan informasi karier yang up to date terkait dengan rencana siswa setamat SMA, informasi tentang perguruan tinggi/lembaga kursus, serta melakukan kerjasama Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com ii dengan pihakpihak tertentu yang relevan untuk memberikan informasi karier yang dibutuhkan siswa, ( 2) kepala sekolah dapat bekerjasama dengan konselor menjelaskan kepada guruguru dan orangtua siswa mengenai programprogram bimbingan yang dilaksanakan di sekolah, (3) peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadikan penelitian lebih lanjut dengan menambahkan variabel yang belum diteliti yang berkaitan dengan karier. Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com

Using process approach to improve the ability of intermediate-level students in w3riting argumentative paragraphs / Maria Hidayati

 

ABSTRACT Hidayati, Maria. 2009. Using Process Approach to Improve the Ability of Intermediate-Level Students in Writing Argumentative Paragraphs. Unpublished Thesis. Malang: English Language Education Department, Graduate Program, State University of Malang. Advisor I: A. Effendi Kadarisman, M.A., Ph.D., Advisor II: Dra. Utami Widiati, M.A., Ph.D. Key words: process approach, argumentative paragraphs, toulmin’s model of arguments. Saxenian (1988), Brown (2001), Harmer (2002) and Richard (2002) clearly state that the ability to write effectively is not innate, but it must be learned and practiced. It means that the ability to write is acquired through a learning process as a result of certain characteristics that a written product should have. Nevertheless, despite the problems and difficulties, writing has several benefits and advantages as what the students of Intermediate One responded to the questionnaires given by the teacher-researcher. They could recognize the importance of writing in communicating their ideas, writing a scientific paper, proposal or even a thesis, explaining their opinions and getting good marks. The students’ understanding on the importance of writing was quite contrary to their written products during preliminary study, which was intended to find out the students’ problems in writing by assigning them to write three types of writing. After analyzing their written products, the teacher-researcher noticed that the students’ ability in writing was low since their average scores in writing narrative and descriptive paragraphs were 2.8 within the range of 0-5. Meanwhile, the students’ average score in writing argumentative paragraphs was 2.0. These findings were confirmed by the teacher-researcher’s colleague that most of the time, it was very hard for the teachers (her colleagues) to understand the students’ argumentative paragraphs. Therefore, the teacher-researcher conducted a collaborative classroom action research to improve the students’ ability at Intermediate-level in writing argumentative paragraphs using Process Approach. In this study, the teacher-researcher worked together with her collaborator through the four stages of action research, namely: planning, implementing, observing and reflecting. The subjects of the study are students at Intermediate One, LBPP LIA Malang, term I from January to May 2009 which comprises 17 students altogether in the class. Through the implementation of Process Approach to improve the students’ ability in writing argumentative paragraphs, the teacher-researcher introduced the four elements of Toulmin’s model of arguments (1969), namely: (1) claim: the proposition or assertion an arguer wants another to accept, (2) data: the proof or evidence an arguer offers, (3) warrant: a chain of reasoning that connects the data to the claim, and (4) backing: additional justification for the warrant. The teacher-researcher chose this model of arguments since argumentative modes of writing has certain characteristics than other modes of writing; that is to convince other parties. The study was carried out in one cycle following the stages suggested in classroom action research. This study was conducted in four meetings. The data obtained through the students’ three written products, the observation sheets and the questionnaires showed that Process Approach could improve the students’ ability in writing argumentative paragraphs. It was indicated through their average score which was 3.9. (within the range of 0-5). Based on the descriptor provided, the students’ ability in writing argumentative paragraphs was in the level of good. The students were able to improve their ability in writing argumentative paragraphs under the following sequence of procedures: (1) giving claim of the provided topics, (2) generating ideas using clustering based on their claim, (3) planning their writing by making a sentence outline, (4) testing their outline by having peer-editing, (5) writing their first draft based on their sentence outline, (6) having peer-editing and conferencing with the teacher, (7) revising their argumentative paragraphs based on the inputs and suggestions from the peer-editor and the teacher. Based on the findings, some suggestions were proposed as follows: (1) students practice writing argumentative paragraphs since this mode of writing would be widely used in their academic life, (2) teachers implement Process Approach in teaching argumentative paragraphs based on Toulmin’s model of arguments, (3) teachers at LBPP LIA Malang not only implement Process Approach in their teaching but also use the writing rubric which was based on Toulmin’s model of arguments, (4) future researchers conduct other researches in different context or in a more homogeneous population.

Hubungan antara pengalaman penataran dan pengetahuan keselamatan kerja dengan kompetensi guru teknik dalam mengelolah bengkel pratik / Saleh Rifadi

 

ABSTRAK Rifadi, Saleh. 2009. Hubungan antara Pengalaman Penataran dan Pengetahauan tentang Keselamatan Kerja dengan Kompetensi Guru Teknik dalam Mengelola Bengkel Praktik. Tesis, Program Studi Pendidikan Kejuruan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Haris Anwar Syafrudie, M.Pd, (II) Drs. Ir. I Wayan Jirna, M.T. Kata kunci: pengalaman penataran, Keselamatan kerja, kompetensi mengelola bengkel. Sekolah Menengah kejuruan (SMK) bertujuan untuk menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang produktif, adaptif, dan kreatif. Tenaga kerja tersebut merupakan produk dari Lembaga Pendidikan Teknik, Sekolah Menengah Kejuruan dan sejenisnya. SMK banyak menekankan pada pelajaran praktik, sehingga keberadaan fasilitas yang berupa bengkel praktik sangat penting. Pengelolaan bengkel praktik dilakukan untuk memperlancar proses pembelajaran bagi siswa, sehingga guru produktif diharapkan memiliki kompetensi yang memadai dalam pengelolaan bengkel praktik. Keberadaan bengkel praktik bagi SMK adalah sebagai sarana melatih dan meningkatkan kompetensi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan lama penataran yang pernah diikuti oleh guru, tingkat pengetahuan guru tentang keselamatan kerja, dan kompetensi guru teknik dalam mengelola bengkel praktik di SMK Wilayah Madura. Mengetahui hubungan antara pengalaman penataran dengan kompetensi guru dalam mengelola bengkel praktik, hubungan antara pengetahuan tentang keselamatan kerja dengan kompetensi guru dalam mengelola bengkel praktik, serta hubungan antara pengalaman penataran dan pengetahuan tentang keselamatan kerja dengan kompetensi guru teknik dalam mengelola bengkel praktik. Penelitian dilakukan pada SMK Negeri dan SMK Swasta di Wilayah Madura dengan melibatkan 52 guru Teknik Mesin dan Bangunan. Pengambilan data dilaksanakan dengan menggunakan angket. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif, korelasi parsial dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat pengalaman penataran guru SMK di Wilayah Madura dari segi jumlah penataran pada umumnya cenderung kurang, jenis penataran sebagian besar cenderung pada bidang praktik, sedangkan pada bidang pengelolaan bengkel praktik masih sangat kurang, ini berarti perlu adanya peningkatan jenis penataran yaitu bidang pengelolaan bengkel praktik, (2) guru SMK di Wilayah Madura pada umumnya cenderung sangat setuju untuk menciptakan keselamatan kerja, melakukan pencegahan dan penanganan terhadap keselamatan kerja, serta memiliki pemahaman tentang keselamatan kerja, (3) Kompetensi guru SMK di Wilayah Madura dalam mengelola bengkel pada umumnya cenderung selalu melaksanakan pengelolaan bengkel sesuai dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki, (4) terdapat hubungan yang signifikan dan negatif antara pengalaman penataran dengan kompetensi guru teknik dalam mengelola bengkel praktik sebesar -0,378 tetapi rendah atau lemah tapi pasti, (5) terdapat hubungan yang tidak signifikan antara pengetahuan tentang keselamatan kerja dengan kompetensi guru teknik dalam mengelola bengkel praktik sebesar 0,102 tetapi sangat rendah atau lemah sekali, (6) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengalaman penataran dan pengetahuan tentang keselamatan kerja dengan kompetensi guru teknik dalam mengelola bengkel praktik dengan t hitung 3,00 lebih besar dari t tabel 2,011. Saran yang diajukan dari penelitian adalah: (1) dalam hal pengembangan kompetensi guru teknik, pihak sekolah hendaknya memperhatikan jenis penataran apa yang akan diikuti oleh guru, serta kompetensi apa yang akan didapat, (2) perlu adanya peningkatan kerja sama dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Teknologi dalam upaya peningkatan kompetensi guru teknik khususnya dalam pengelolaan bengkel praktik, (3) agar guru teknik selalu meningkatkan kompetensinya sesuai dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, baik melalui penataran dan/atau kajian pustaka, maupun studi lanjut, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kinerja guru, dan hasil belajar siswa, (4) agar diadakan tindak lanjut penelitian sejenis untuk pengembangan khasanah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Pengembangn bahan ajar ilmu pengetahuan sosial multimedia interaktif untuk siswa kelas VII di SMPN 3 Kediri / Randy Putro Cahyo Buono

 

ABSTRAK Buono, Randy Putro Cahyo. Pengembangan Bahan Ajar Ilmu Pengetahuan Sosial Multimedia Interaktif Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII Semester I di SMP Negeri 3 Kediri. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr Punadji Setyosari, M. Pd., (2) Drs. H. Zainul Abidin, M. Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Multimedia Interaktif, IPS Bahan ajar dengan konsep multimedia interaktif yang dikembangkan dalam penelitian ini juga berasumsi sama dengan konsep multimedia interaktif. Multimedia interaktif merupakan sebuah sajian, permainan atau aplikasi yang menggabungkan audio (suara), gambar, animasi dan teks serta dapat mengendalikan tombol-tombol seperti pemacu CD-ROM yang dapat di kendalikan sendiri oleh peserta didik. Berdasarkan hasil observasi di SMP Negeri 3 Kediri, penggunaan bahan ajar multimedia interaktif dalam penyampaian materi pelajaran khususnya Ilmu Pengetahuan Sosial masih kurang. Hal ini dibuktikan dengan hanya adanya bahan ajar cetak sebagai penunjang siswa dalam memahami materi. Karena itu, pengembang membuat alternatif pilihan bahan ajar melalui pengembangan bahan ajar multimedia interaktif. Tujuan pengembangan bahan ajar multimedia interaktif ini adalah menghasilkan sebuah multimedia interaktif sebagai salah satu alternatif bahan ajar Ilmu Pengetahuan Sosial kelas VII SMP yang efektif dalam pembelajaran. Subyek uji coba dalam pengembangan ini adalah siswa kelas VII semester I Tahun 2009 di SMP Negeri 3 Kediri. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen angket ahli media, ahli materi, dan siswa. Sedangkan untuk mengukur hasil belajar siswa digunakan evaluasi dalam bentuk tes, yaitu pre-test dan post-test. Hasil pengembangan bahan ajar multimedia interaktif ini memenuhi kriteria valid/layak yakni, ahli media 72,5%, ahli materi 87,5%, audiens perseorangan 81,6%, dan audiens lapangan 84,2%. Sedangkan untuk hasil belajar pada uji coba lapangan, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa, ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah siswa yang memenuhi SKM, dari 23,3% sebelum penggunaan bahan ajar multimedia interaktif, menjadi 66,6% setelah penggunaan bahan ajar multimedia interaktif, sehingga bahan ajar multimedia interaktif ini bisa dikatakan efektif, dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Saran yang diajukan kepada pengembang selanjutnya adalah, hendaknya hasil produk bahan ajar multimedia interaktif ini ditindak lanjuti dengan memperbaiki layout dari multimedia interaktif.

Hubungan pemberdayaan psikologi dengan burnout pada rumah sakit umum DR. Wahidin Sudirohusodo Makassar / Rizki Indah Pujihastuty

 

ABSTRAK Pujihastuty, Rizki Indah. 2009. Hubungan Pemberdayaan Psikologis dengan Burnout Pada Perawat Rumah Sakit Umum Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Skripsi. Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prastuti M.Si, (2) Ika Andrini Farida S.Psi, M.Psi, Kata kunci : pemberdayaan psikologis, burnout, perawat Perawat merupakan salah satu profesi yang selalu berinteraksi langsung dengan pasien, baik itu pasien sebagai individu, keluarga, maupun masyarakat. Oleh karena itu, perawat dalam memberikan pelayanan keperawatannya dituntut untuk memahami dan berperilaku sesuai dengan etik keperawatan. Banyaknya tekanan-tekanan dalam pekerjaan yang berasal dari hubungan antara perawat dengan pasien, rekan kerja, keluarga dan lingkungan sosial akan sangat mempengaruhinya. Sangat besarnya peranan dan tanggung jawab yang harus diemban oleh perawat memungkinkan perawat berada dalam kondisi kerja yang dapat memicu burnout. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui tingkat pemberdayaan psikologis perawat RSU Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar; (2) Untuk mengetahui tingkat burnout perawat RSU Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar; (3) Untuk mengetahui hubungan antara pemberdayaan psikologis dengan burnout perawat RSU Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Penelitian ini dilakukan di RSU Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Subjek yang dijadikan sampel sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk sampel unit rumah sakit ditentukan secara purposive; (2) Sampel responden menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala pemberdayaan psikologis dan skala burnout. Analisis deskriptif dilakukan berdasarkan nilai mean, standar deviasi, dan teknik persentase. Sementara, analisis korelasional menggunakan korelasi product moment Pearson dengan bantuan SPSS 15.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan: (1) 69 perawat (69%) memiliki tingkat pemberdayaan psikologis tinggi; (2) 80 perawat (80%) memiliki tingkat burnout yang rendah; (3) Ada hubungan negatif antara pemberdayaan psikologis dengan burnout (rxy= -0,219; p = 0,028; p < 0,05). Hal ini berarti bahwa semakin tinggi pemberdayaan psikologis maka akan semakin rendah tingkat burnout perawat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan disarankan: (1) Perawat selalu berupaya meningkatkan pemberdayaan psikologis sehingga dapat mencegah dan atau mengurangi burnout yang dialami; (2) Pihak rumah sakit diharapkan dapat membantu perawat untuk lebih meningkatkan pemberdayaan psikologis dengan memberikan otonomi atau kemandirian, juga keyakinan atas pekerjaannya; (3)Bagi peneliti selanjutnya dapat menyempurnakan dengan penggunaan teknik pengumpulan data yang lebih bervariasi, wilayah penelitian yang lebih luas dan meneliti variabel lain yang berpengaruh terhadap burnout.

Penerapan model Latihan inkuiri dengan alat peraga sederhana untuk meningkatkan keterampilan proses ilmiah dan pemahaman konsep fisika siswa MTs 01 pondok modern Muhammadiyah Paciran Lamongan tahun ajaran 2009/2010 / Hulailatur Roihah

 

ABSTRAK Roihah, Hulailatur. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Latihan Inkuri dengan Alat Peraga Sederhana untuk Meningkatkan Keterampilan proses dan Pemahaman Konsep Fisika Siswa MTs 01 Pondok Modern Muhammadiyah Paciran lamongan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Lia Yuliati, M.Pd (2) Drs. H. Edi Supriana, M. Si Kata Kunci: alat peraga sederhana, ketrampilan proses, latihan inkuiri, pemahaman konsep. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti di MTs 01 Pondok Modern Muhammadiyah Paciran Lamongan, ditemukan bahwa guru sering melakukan metode ceramah. Guru hanya satu kali melakukan kegiatan praktikum sampai UTS berlangsung. Penerapan pembelajaran seperti ini mengakibatkan keterampilan proses yang ada pada diri siswa seperti kemampuan melakukan pengamatan, merumuskan hipotesis, menggunakan alat, mengumpulkan data dan membuat kesimpulan tidak tampak. Pemahaman konsep fisika siswa kelas VII-A ini juga tergolong rendah terlihat dari nilai ulangan harian siswa yang banyak dibawah KKM. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Pokok bahasan yang digunakan pada penelitian ini adalah muai panjang zat padat, muai volum zat gas, peristiwa melebur dan perpindahan kalor. Instrumen penelitian yang digunakan berupa rubrik penilaian keterampilan proses siswa, rekaman data, dan catatan lapangan. Instrumen pembelajaran yang digunakan meliputi LKS, Soal evaluasi dan RPP. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan proses siswa meningkat. Peningkatan keterampilan proses tersebut dari siklus I ke siklus II adalah 8,34% untuk keterampilan melakukan pengamatan, 24,00% untuk keterampilan menyusun hipotesis, 15,83% untuk keterampilan melakukan percobaan, 19,17% untuk keterampilan mengumpulkan data , dan 24,19% untuk keterampilan membuat kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa keterampilan proses siswa mengalami peningkatan melalui penerapan pembelajaran model latihan inkuiri dengan siklus I sebesar 20% dan siklus II sebesar 85% terdapat kenaikan persentase 65%. Pada penelitian ini didapat persentase pemahaman konsep fisika pada observasi awal 55% sedangkan pada siklus I sebesar 70,00% dan pada siklus II sebesar 85,00% disini terjadi peningkatan kenaikan persentase 15% sehingga didapat kesimpulan bahwa model latihan inkuiri dengan alat peraga sederhana dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa MTs 01 Pondok Modern Muhammadiyah Paciran Lamongan. Pada keterlaksanaan pembelajaran didapat persentase 64,13% pada siklus I dan 79,34% pada siklus II

Hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan kepercayaan diri siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Danny Bakti Harianto

 

ABSTRAK Hariyanto, Danny Bakti. 2009. Hubungan antara Status Sosial Ekonomi Orang Tua dengan Kepercayaan Diri Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Ella Faridati Zen. M.Pd. (II) Drs. Hariadi Kusumo Kata kunci: Status sosial ekonomi orang tua, kepercayaan diri, siswa SMA Lingkungan sosial tempat remaja berinteraksi terdiri dari berbagai tingkat status sosial ekonomi. Tingkat status sosial ekonomi yang dimiliki remaja tidak lepas dari tingkat status sosial ekonomi orang tua sebab status sosial ekonomi orang tua selalu mengiringi perkembangan kepribadian anak. Lingkungan yang mendukung/menerima keberadaan individu akan dapat membantu individu untuk mengembangkan kepercayaan diri. Kepercayaan diri merupakan suatu pandangan seseorang atas kemampuan dirinya yang terdiri dari kepercayaan diri lahir dan batin yang meliputi sikap lebih positif terhadap dirinya sendiri maupun terhadap lingkungan atau situasi yang dihadapinya dengan mencintai, dan memahami dirinya, memiliki tujuan hidup yang jelas, berpikir positif, memiliki kemampuan berkomunikasi, memiliki ketegasan, penampilan diri yang baik, serta pengendalian perasaan.. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: 1) status sosial ekonomi orang tua siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang 2) kepercayan diri siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang 3) hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan kepercayaan diri siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang dengan jumlah populasi 172 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Random sampling sehingga jumlah total sampel 122 responden. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket status sosial ekonomi dan skala kepercayaan diri. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) banyak (62,30%) orang tua siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang yang memiliki status sosial ekonomi menengah. Sedikit (16,39%) orang tua siswa yang memiliki status sosial ekonomi tinggi, serta ada sedikit (21,31%) orang tua siswa yang memiliki status sosial ekonomi rendah. 2) banyak (42,62%) siswa yang memiliki kepercayaan diri yang sedang. Sedikit (20,49%) siswa yang memiliki kepercayaan diri tinggi dan sedikit (20,49%) siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah. Sedikit sekali (9,02%) siswa yang memiliki kepercayaan diri sangat rendah dan sedikit sekali (7,38%) siswa yang memiliki kepercayaan diri sangat tinggi. 3) Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi orang tua dengan kepercayaan diri siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang sebesar 0,549 pada taraf signifikansi 0,000 < 0,05 berarti H0 ditolak, artinya semakin tinggi tingkat status sosial ekonomi maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan diri siswa dan semakin rendah tingkat status sosial ekonomi maka semakin rendah pula tingkat kepercayaan diri pada siswa kelas XI SMA Lab UM Malang. Berdasar hasil penelitian dapat disarankan 1) bagi konselor hendaknya Melakukan layanan bimbingan kelompok bagi siswa yang mengalami kepercayaan diri rendah, serta dapat merancang layanan bimbingan sosial dan pribadi kepada siswa dalam membantu siswa yang kepercayaan dirinya rendah agar ia tidak merasa terkucilkan dan bisa diterima oleh teman-temannya. 2) hendaknya seorang guru dapat menjalin kerjasama dengan konselor dalam membantu siswa mengembangkan kepercayaan diri, misalnya memberikan pujian atau penghargaan yang sama kepada siswa yang berprestasi dan memantau siswa yang berprestasi ataupun kurang berprestasi tanpa membedakan tingkat status sosial ekonomi yang dimiliki oleh orang tuanya. 3) bagi peneliti lain hendaknya mengadakan penelitian secara berkesinambungan yang lebih komprehensif tentang aspek-aspek yang berkaitan dengan kepercayaan diri siswa dan menambah instrumen yang akan digunakan misalnya, dengan wawancara dan menambah butir instrumen sehingga hasil penelitian akan lebih sempurna lagi.

Pengaruh pelayanan purna jual terhadap kepuasan konsumen produk sepeda motor merek suzuki ( studi pada PT. HERO SAKTI MOTOR Malang) / Nuraidya Fajariah

 

ABSTRAK Fajariah, Nuraidya. 2010. Pengaruh Pelayanan Purna Jual Terhadap Kepuasan Konsumen Produk Sepeda Motor Merek Suzuki (Studi Pada PT. Hero Sakti Motor Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si, (II) Drs. Agus Hermawan, M.Si, M.Bus. Kata Kunci: Pelayanan Purna Jual, Kepuasan Konsumen Dalam proses pembelian, konsumen tidak hanya berakhir pada proses konsumsi, melainkan juga melakukan proses evaluasi setelah konsumsi. Dari proses evaluasi tersebut terbentuklah perasaaan puas dan tidak puas oleh konsumen terhadap produk yang telah dikonsumsinya. Untuk meningkatkan kepuasan konsumen terhadap produk perusahaan, perusahaan dapat menyertakan jasa pelengkap, seperti pelayanan purna jual. Pelayanan purna jual dimaksudkan sebagai jaminan bagi konsumen terhadap pemakaian produk perusahaan, agar kinerja produk sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelayanan purna jual terhadap kepuasan konsumen produk sepeda motor merek Suzuki pada PT. Hero Sakti Motor Malang baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional yaitu suatu metode penelitian yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan dan apabila ada, seberapa eratnya hubungan serta berarti atau tidaknya hubungan itu. Penelitian ini mempunyai dua variabel, yaitu pelayanan purna jual (penyerahan barang, garansi, fasilitas jasa perbaikan (servis), dan fasilitas jasa konsultasi) sebagai variabel bebas dan kepuasan konsumen sebagai variabel terikat. Populasi penelitian ini adalah seluruh konsumen yang telah membeli sepeda motor merek Suzuki di PT. Hero Sakti Motor pada bulan Januari 2009 hingga Sptembar 2009 yaitu sebanyak 392 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Untuk menguji kelayakan kuesioner digunakan uji validitas dan reliabilitas dari data hasil kuesioner uji coba yang telah dilakukan dengan hasil yang valid dan reliabel. Pada pengujian hipotesis, digunakan teknik analisis regresi berganda yaitu melalui uji t dan uji f, menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS seri 16 for Windows. Dalam penelitian ini diperoleh: (1) pengaruh penyerahan barang terhadap kepuasan konsumen dengan thitung = 4,805, dan β1= 0,550. (2) pengaruh garansi terhadap kepuasan konsumen dengan thitung = 5,284, dan β2 = 0,301. (3) pengaruh fasilitas perbaikan (servis) terhadap kepuasan konsumen dengan thitung = 2,917, dan β3= 0,271. (4) pengaruh fasilitas jasa konsultasi terhadap kepuasan konsumen dengan thitung = 2,101, dan β4= 0,264. (5) pengaruh pelayanan purna jual secara simultan terhadap kepuasan konsumen dengan fhitung = 47,107. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan pelayanan purna jual pada PT.Hero Sakti Motor sudah cukup baik dan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. (2) Ada pengaruh yang signifikan pelayanan purna jual (penyerahan barang, garansi, fasilitas perbaikan (servis), dan jasa konsultasi) terhadap kepuasan konsumen PT. Hero Sakti Motor Malang secara parsial. (3) Ada pengaruh yang signifikan pelayanan purna jual (penyerahan barang, garansi, fasilitas perbaikan (servis), dan jasa konsultasi) terhadap kepuasan konsumen PT. Hero Sakti Motor Malang secara simultan. (4) Pelayanan purna jual mempunyai pengaruh terhadap kepuasan konsumen sebesar 65,1% sedangkan 34,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. (5) Variabel yang dominan mempengaruhi kepuasan konsumen pada PT.Hero Sakti Motor Malang adalah pemberian garansi dengan pengaruh sebesar 23,1%. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan pada PT.Hero Sakti Motor Malang adalah (1) Pihak manajemen hendaknya memberikan motivasi kepada karyawan tentang kedisiplinan agar termotivasi untuk menyerahkan barang dengan tepat waktu, dan konsisten guna menciptakan kepuasan konsumen, (2) Peningkatan kualitas garansi dapat ditingkatkan melalui beberapa cara, seperti peningkatan servis dengan memberikan tune up besar untuk seluruh sepeda motor merek Suzuki yang dalam masa akhir garansi 3 tahun, mempermudah proses klaim, dan ketepatan waktu dalam pemberian servis gratis 5 kali, (3) Pihak manajemen perlu meningkatkan aktifitas servis dengan pemberian pelatihan rutin kepada mekanik dan adm.service counter mengenai strategi kerja, serta penambahan persediaan suku cadang, dan (4) Perlu memberikan pengetahuan kepada karyawan mengenai penaggulangan keluhan dengan informasi-informasi yang diperlukan konsumen tentang produk, saran perbaikan, dan saran pemeliharaan.

Penentuan resistivitas rembesan limbah tekstil dengan metode geolistrik konfligurasi wenner / Diah Ratna Mayasari

 

ABSTRAK Mayasari, Diah Ratna. 2009. Penentuan Resistivitas Rembesan Limbah Tekstil Dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner . Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Burhan Indriawan, M.Si, (II) Drs. Sutrisno, M.T Kata Kunci : Geolistrik Resistivitas, konfigurasi Wenner, Sounding Mapping, Tekstil Metode geolistrik tahanan jenis adalah salah satu metode geofisika yang memanfaatkan distribusi resistivitas untuk mengetahui struktur geologi di bawah permukaan bumi. Metode ini banyak digunakan untuk pencarian air tanah, monitoring pencemaran air tanah, eksplorasi geothermal, aplikasi geoteknik dan penyelidikan di bidang arkeologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode geolistrik konfigurasi Wenner dengan teknik mapping-sounding. Untuk medium sebelum dimasukkan pasir, proses pengambilan datanya adalah menentukan titik-titik elektroda arus dan potensial. Kemudian, menginjeksikan arus beberapa kali dengan jarak dan lintasan tertentu. Setelah itu, memasukkan air limbah ke dalam medium pasir dan mengambil data seperti pada proses sebelumnya. Kemudian dilakukan variasi lagi dengan menambahkan air yang berbeda-beda volumenya. Pengolahan dan interpretasi data menggunakan software Res2Dinv untuk mengetahui pencitraan penampang anomali. Dari hasil interpretasi, menunjukkan bahwa distribusi nilai resistivitas semu dapat ditentukan rembesan limbah tekstil dari model Fisik Laboratorium. Nilai resistivitas pasir setelah diinjeksi Air Limbah dari ketiga percobaan tersebut dapat ditentukan, yaitu percobaan pertama dengan volume 500 mL nilai resistivitasnya 135-370 -m, percobaan kedua dengan volume 1000 mL nilai resistivitasnya 123-295 -m, percobaan ketiga dengan volume 1500 mL nilai resistivitasnya 93,1-263 -m. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai resistivitas dari ketiga percobaan diatas dapat di dicocokan pada table resistivitas batuan dan bahan pencemar maka nilai resistivitas tanah di atas dapat di golongkan dalam bahan pencuci pakaian atau cairan dan pewarna. Jadi melalui penelitian ini diharapkan memberi informasi ke masyarakat tentang penyebaran rembesan limbah yang dapat merugikan masyarakat tersebut.

Pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja (studi kasus pada karyawan PT. Bank Bukopin Card Center Surabaya ) / Yulista Wuri Rahmi

 

The Influence of Organization Culture toward Work Satisfaction (A study on employees in Bank Bukopin Company Card Centre in Surabaya). Thesis, Management Department, Faculty of Economy, State University of Malang. Advisors: (1) Drs. I Nyoman Suputra M.Si, (II) Elfia Nora, S.E, M.Si. Key words: organization culture, work satisfaction One of national problems faced by Indonesia nowadays is the handling of the low quality of human resources. The plentiful of human resources today obligated us to think accurately; it is how to utilize human resources optimally. The problem here is that how to create human resources that can result optimum work so that the purposes of company can be reach. If human resources get work satisfaction in their work, then there would be a good result. In discussing work satisfaction would be not disconnected by the existence of factors that can influence somebody’s work satisfaction. The problem of work satisfaction would be implemented and fulfilled if the influence variables is fully supporting. One of the variables is culture. The purposes of this study are to know: (1) the descriptive condition of organization culture in Bank Bukopin Card Centre in Surabaya. (2) The level of work satisfaction among employee in Bank Bukopin Card Centre in Surabaya. (3) The significant influences between organization culture that includes work challenges, communication, belief, innovation and cohesiveness of organization partially toward work satisfaction among employee in Bank Bukopin Card Centre in Surabaya. (4) The significant influences between organization culture that includes work challenges, communication, belief, innovation and cohesiveness of organization simultaneously toward work satisfaction among employee in Bank Bukopin Card Centre in Surabaya. The design of this study is reconstructive; it relies the model on the previous studies. The population in this study is all employees in Bank Bukopin Card Centre, 60 persons. This study involves two variables; they are two independent variables (X1) and dependent variables (Y). Independent variable includes (X1) organization culture while (Y) is work satisfaction. The collected data is by respondents by using questionnaire. Data analysis here is doubled regression analysis and using computer software SPSS 16.0 for Windows. The result of this study can be included as follows: (1) organization culture (X1) simultaneously has significant influence toward work satisfaction in Bank Bukopin Card Centre in Surabaya (Y). (II) It is that organization culture (X1) has significant influence toward work satisfaction among employee in Bank Bukopin Card Centre in Surabaya (Y). (III) Communication (X2) has dominant influence toward work satisfaction among employee in Bank Bukopin Card Centre in Surabaya. Based on the results of study, it can be suggested that (1) by culturing the value by company toward all employees can be conducted by informing it into chosen language by all employees. The informed value meaning that is wanted in utilization should be perceived by the members of employee. Spirit of employees by positive statement about their abilities in burdening the value should be supported by anyone. By knowing organization culture, it will easier for management to make decision whether it is strategically or even operationally. (II) Local culture also needs to be adapt or being colored by the existence of regional, national and global culture do develop environmental quality that more interesting for the user of terminal services (think globally, act locally), so that the changes today should be better than yesterday, and tomorrow should be better than today. (III) For strengthen all hypothesis and concept model that is proved empirically then there would be needed further studies in different organization, whether it is using the same concept model or by adding several other variables that perhaps has capability in drawing phenomenon in such business to explain aspects to increase work satisfaction among employee.

Keefektifan metode "turn the arrow" dengan pembelajaran bahasa inggris di Paud Kusuma Mulya desa Gadungan kecamatan Puncu kabupaten Kediri / Tri Wahyuni

 

ABSTRAK Wahyuni, Tri. 2010. Keefektifan Metode Turn The Arrow dengan Pembelajaran Bahasa Inggris di PAUD Kusuma Mulya Desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri. Skripsi, Program Pendidikan Luar Sekolah. FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Kentar Budhojo, M.Pd, Pembimbing (II) Ellin Sugeng Desyanti, M.Pd Kata kunci : Keefektifan, Metode Turn The Arrow, Pembelajaran Bahasa Inggris, dan Pendidikan Anak Usia Dini Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pembelajaran Bahasa Inggris secara konvensional, proses pembelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan metode turn the arrow, hasil pembelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan metode konvensianal, hasil pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode turn the arrow, perbedaan hasil belajar menggunakan metode turn the arrow dengan metode konvensional. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan Kuantitatif. Pada penelitian ini terdapat tiga variabel sebagai bahan penelitian yaitu Metode Klasik sebagai variabel bebas 1 (X1), Metode Turn The Arrow sebagai variabel bebas 2 (X2), dan kemampuan menghafal sebagai variabel terikat (Y). Penelitian dilakukan bulan oktober sampai november 2009. Hasil penelitian pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional pada PAUD Kusuma Mulya menunjukkan bahwa peserta didik yang mendapatkan nilai 1 sebanyak 6,7% dengan jumlah frekuensi 2 anak. Sebanyak 3,3% dengan jumlah frekuensi 1 anak mendapatkan nilai 2. Sedangkan sebanyak 20% dengan jumlah frekuensi 6 anak mendapatkan nilai 4, 6, dan 7. Dan sebanyak 13,3% dengan jumlah frekuensi 4 anak mendapatkan nilai 5. Serta sebanyak 16,7% dengan jumlah frekuensi 5 anak mendapatkan nilai 8. Dari penghitungan mean diperoleh mean sebesar 5,53. Hasil pembelajaran dengan menggunakan metode turn the arrow pada PAUD Kusuma Mulya menunjukkan bahwa peserta didik yang mendapatkan nilai 2 sebanyak 10,0% dengan jumlah frekuensi 3 anak. Sebanyak 6,7% dengan jumlah frekuensi 2 anak mendapatkan nilai 3 dan 6. Sedangkan sebanyak 3,3% dengan jumlah frekuensi 1 anak mendapatkan nilai 4. Dan sebanyak 23,3% dengan jumlah frekuensi 7 anak mendapatkan nilai 5. Serta sebanyak 16,7% dengan jumlah frekuensi 5 anak mendapatkan nilai 7. Sebanyak 33,3 dengan jumlah frekuensi 10 anak mendapatkan nilai 9. Dari penghitungan mean diperoleh mean sebesar 6,27. Kemampuan anak didik, terutama kemampuan berbahasa di dalam kelas tidak berbeda. Uji hipotesis menunjukkan hasil tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil metode pembelajaran bahasa Inggris di PAUD Kusuma Mulya yang menggunakan metode konvensional dengan metode turn the arrow. Untuk menentukan kriteria penolakan H0 digunakan taraf signifikan 5% dengan N sebanyak 30 diperoleh Ftab= 4,183. Dari hasil perhitungan uji Fhit = 0,989 pada taraf signifikan 5% maka Ftab= 4,183 dengan demikian Fhit < Ftab.. Dengan kata lain pada taraf signifikan 5% hipotesis alternatif (H0) diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil metode pembelajaran bahasa Inggris di PAUD Kusuma Mulya yang menggunakan metode konvensional dengan metode turn the arrow. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan para pendidik kelompok bermain hendaknya memahami pendidikan untuk anak usia dini. Karena masa anak-anak adalah masa emas dalam perkembangan individu yang akan menjadi pondasi untuk kehidupan di masa mendatang. Seperti halnya pendidik kelompok bermain, para orang tua hendaknya juga banyak mempelajari perkembangan dan pendidikan untuk anak-anak. Karena sebagian besar waktu anak dihabiskan bersama keluarganya. Peneliti berharap penelitian ini dapat menjadi inspirasi untuk penelitian-penelitian lain mengenai pendidikan anak usia dini, khususnya mengenai metode pengajaran bagi anak usia dini.

Flaming on facebook: impolistensess strategies in online groups / Eko Rahayu Apriliana

 

ABSTRACT Apriliana, Eko Rahayu. 2009. Flaming on Facebook: Impoliteness Strategies in Online Groups. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Dr. Yazid Basthomi, M.A. Key words: Facebook, flaming, impoliteness, online group The aim of this study is to investigate how language is used in an impolite way. Thus, the theoretical framework of Culpeper’s (1996) impoliteness theory is taken into account. According to Culpeper (2005: 38), impoliteness comes about when: “(1) the speaker communicates face-attack intentionally, or (2) the hearer perceives behavior as intentionally face-attacking, or a combination of (1) and (2).” This present study concentrates on the impoliteness strategies applied in the computer-mediated communication. The data in this study were taken from online group discussions which were featured on a social networking site called Facebook (www.facebook.com). The form of the data was written messages, also called as posts, which were posted by Facebook users in certain groups and considered as flaming or containing impoliteness strategies. One group was chosen as the main source of the data where a number of different topics were discussed by the participants. The group was “Edward Cullen Can Eat My Shorts – The Original Anti-Twilight Series Group” with the selected topic “Before you criticize the books, make sure you have read them.” Culpeper’s (1996) classification of impoliteness strategies, consisting of bald on record impoliteness, positive impoliteness, negative impoliteness, sarcasm, and withhold politeness was used to classify the data without neglecting any possibilities of new findings or classifications found in this research. The data analysis showed that among all of the impoliteness strategies applied in the group discussion, the one which is mostly used by the participants of the chosen group is Positive Impoliteness (40.9%) followed by Negative Impoliteness (18.2%), Sarcasm or Mock Politeness (18.2%), Attribute-based Impoliteness (13.6%), Bald-on-Record Impoliteness (9.1%), and the only strategy with no occurrence is Withhold Impoliteness (0%). Attribute-based Impoliteness strategy was categorized as new finding since Culpeper (1996) did not put it in his theory, yet the occurrence of such impoliteness was noticed in the present study. Whereas the strategy of Withhold Politeness was not found in the group since the characteristics of this strategy are mainly applicable to face-to-face interaction.

Peningkatan hasil belajar matematika soal cerita mulalui model cooperative lerning, tipe jigsaw pada siswa kelas IV SDN Kecubung 2, Nganjuk / Nova Nur Aini

 

ABSTRAK Aini, Nova Nur. 2010. Peningkatan Hasil BelajarMatematika Soal Cerita Melalui Model Cooperative Learning, Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas IV SDN Kecubung 2, Nganjuk. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, FIP, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dr. H. M. Zaenudin, M. Pd, (II) Drs. Imam Hanafi, M. M Kata Kunci: hasil belajar, soal cerita, cooperatif learning tipe jigsaw Hasil observasi yang dilakukan di Kecubung 2, Kabupaten Nganjuk pada tanggal 9 – 23 November 2009 pembelajaran yang dilakukan di kelas IV kurang memotivasi siswa untuk meningkatkan aktivitas dalam pelajaran. Pada jam pelajaran ke – 1 sampai jam pelajaran ke – 3 siswa belajar matematika dalam kegiatan belajarnya guru menggunakan metode ceramah dan penugasan. Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil dan memberikan tugas pada setiap kelompoknya. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya ketrampilan kooperatif masih belum terlihat. Terbukti dari siswa yang pandai selalu mendominasi tugas yang diberikan guru, sedangkan siswa yang kurang pandai hanya menurut saja dan menyalin jawaban dari tugas yang dikerjakan oleh siswa yang lebih pandai. Motivasi siswa dalam mengerjakan tugas juga kurang terlihat, dibuktikan pada saat siswa menyatakan pendapat masih ragu-ragu karena masih mempunyai rasa takut. Untuk mengatasi masAlah tersebut, maka dalam pembelajaran di kelas dapat diterapkan model kooperatif learning tipe jigsaw. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan pelaksanaan model cooperative learning tipe jigsaw meningkatkan hasil belajar soal cerita yang melibatkan uang pada siswa kelas IV (2) untuk mendeskripsikan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa matematika di kelas IV. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas(PTK). Sedangkan rancangan penelitian ini mengacu pada model spiral dari Kemmis dan Taggart. Model penelitian ini adalah kolaboratif dimana penulis bertindak sebagai pengamat dan juga sebagai guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan berdiskusi siswa kelas IV SDN Kecubung 2 Nganjuk yang ditunjukkan dari peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa pada setiap siklus. Pada siklus I persentase ketuntasan diskusi sebesar 40 % dan siklus II pada proses diskusi diperoleh ketuntasan klasikal sebesar 90 %. Sedangkan hasil belajar siswa pada siklus I ketuntasan klasikal sebesar 56,67 % dan pada siklus II diperoleh ketuntasan klasikal sebesar 93,33 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model cooperative learning tipe jigsaw dalam pembelajaran soal cerita maka dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Kecubung 2 Nganjuk.

Pengembangan model pembelajaran pengenalan air olahraga renang di sekolah dasar Negeri Bareng IV kota Malang / Anggara Yudiputra

 

ABSTRAK Yudiputra Anggara. 2009. Pengembangan Model Pembelajaran Pengenalan Air Olah Raga Renang Di Sekolah Dasar Negeri Bareng IV Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Sulistyorini, M.Pd, (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M. Kes. Kata kunci: Pengembangan, model pengenalan air Berdasarkan observasi yang dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Bareng IV Kota Malang kurang dilakukan latihan pengenalan air untuk siswa 7-12 tahun. Maka, peneliti ingin membuat model latihan pengenalan air di Sekolah Dasar Negeri Bareng IV Kota Malang, sehingga siswa senang dan tidak takut lagi untuk berenang. Pengenalan air merupakan latihan yang dilakukan untuk menghilangkan rasa takut akan air dan mengenal sifat air seperti dingin, basah, dan tahanan air. Selain itu pengenalan air juga sebagai dasar dari gaya-gaya yang ada pada renang berikutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model latihan pengenalan air dalam pembelajaran renang. Untuk menghilangkan rasa takut di dalam air, perlu dilakukan suatu strategi pembelajaran yang dapat membuat siswa mempunyai keberanian dan tidak takut tenggelam di dalam air dengan aktivitas pengenalan air yang bervariasi dan menyenangkan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Pengembangan tersebut yang mempunyai 10 langkah, yaitu: (1) Melakukan Analisis kebutuhan informasi, (2) Melakukan perencanaan, (3) Mengembangakan produk awal, (4) Melakukan uji coba kecil, (5) Revisi produk awal, (6) Melakukan uji kelompok besar, (7) Revisi produk, (8) Uji lapangan, (9) Revisi produk akhir, (10) Penyebaran dan membuat laporan dalam bentuk jurnal. Subyek uji coba dalam pengembangan latihan pengenalan air ini terdiri dari (1) Tinjauan ahli, terdiri dari 2 orang ahli renang, (2) 1 orang ahli pembelajaran pendidikan jasmani, dan (3) Siswa Sekolah Dasar Negeri Bareng IV Kota Malang Malang sebagai kelompok uji coba, kelompok kecil 6 orang dan uji coba kelompok besar 14 orang. Teknik pengumpulaan data menggunakan instrumen angket dan analisis data yang digunakan adalah persentase. Diharapkan siswa tertarik, mudah dan senang melakukan aktivitas akuatik tersebut. Namun dari pengembangan ini yang disusun mempunyai kekurangan yaitu perlu dikembangkan pada subyek yang lebih luas lagi, sehingga pengembangan yang telah disusun dapat disosialisasikan ke sekolah.

Pengembangan VCD pembelajaran teknik dasar pukulan drive, loop, dan smash di perkuliahan tenis meja fakulitas ilmu keolahragaan Universutas Negeri malang / Pandu Eko Adhi Wijaya

 

ABSTRAK Wijaya, Pandu Eko Adhi. 2009. Pengembangan VCD Pembelajaran Teknik Dasar Pukulan Drive, Chop, Loop dan Smash Tenis Meja Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Heru Widijoto, M.S. (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd Kata kunci: pengembangan, VCD pembelajaran, Drive, Chop, Loop dan Smash tenis meja. Tenis meja merupakan salah satu cabang olahraga individu yang dipelajari diperkuliahan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pukulan drive, chop, loop dan smash merupakan materi pokok yang dipelajari. Berdasarkan hasil observasi, peserta mata kuliah tenis meja banyak yang mengalami kesulitan karena pada saat di SMP dan SMA belum pernah mendapatkannya. Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan peneliti di perkuliahan tenis meja Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang, diketahui materi tenis meja yang diberikan oleh dosen yaitu teknik dasar pukulan drive, chop, loop dan smash. Sebanyak 68,2% merasa kesulitan dengan gerakkan teknik dasar pukulan tenis meja, dan dari hasil analisis didapat 92,3% setuju jika dalam perkuliahan tenis meja juga ditayangkan VCD tentang teknik dasar pukul tentang teknik dasar pukulan drive, chop, loop dan smash tenis meja dan 7,7% tidak setuju karena merasa senang bila langsung melakukan praktek. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengembangan VCD pembelajaran teknik dasar drive, chop, loop dan smash untuk mata kuliah tenis meja di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Tujuan pengembangan ini adalah untuk membuat VCD pembelajaran teknik dasar drive, chop, loop dan smash tenis meja dan diharapkan dengan adanya VCD pembelajaran teknik dasar drive, chop, loop dan smash tenis meja ini dapat mempercepat pemahaman tentang teknik dasar tenis meja secara baik dan benar Perancangan pengembangan VCD pembelajaran teknik dasar drive, chop, loop dan smash tenis meja, adalah sebagai berikut:(1) Analisis kebutuhan, dilakukan dengan angket yang ditujukan kepada dosen dan mahasiswa, observasi lapangan.(2)Mengembangkan bentuk produk awal berupa rancangan produk.(3)Evaluasi para ahli dengan menggunakan dua ahli tennis meja dan satu ahli media.(4)Revisi produk pertama, revisi produk berdasarkan hasil dari evaluasi ahli. Revisi ini digunakan untuk perbaikan terhadap produk awal yang dibuat peneliti. (5)Uji coba kelompok kecil dengan menguji cobakan produk awal yang sudah dievaluasi ahli.(6)Revisi produk, revisi produk berdasarkan hasil dari evaluasi ahli dan hasil uji coba kelompok kecil. (7)Uji lapangan (kelompok besar). Hasil akhir produk. Penelitian dilakukan di perkuliahan tenis meja Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Subyek uji coba terdiri dari (1) tinjauan ahli, terdiri dari 4 orang ahli yaitu 2 ahli tenis meja, 1 ahli pembelajaran dan 1 ahli media. (2) uji coba kelompok kecil adalah menggunakan 15 mahasiswa peserta mata kuliah tenis meja Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang yang diambil secara random sampling, dan (3) uji coba kelompok besar atau uji coba lapangan yang terdiri dari 30 mahasiswa peserta mata kuliah tenis meja Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil pengembangan yang berupa VCD pembelajaran teknik dasar pukulan drive, chop, loop dan smash tenis meja yang dapat digunakan diperkuliahan tenis meja Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang sebagai media belajar untuk mempercepat pemahaman tentang teknik dasar tenis meja secara baik dan benar. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan uji coba secara berulang-ulang serta penggunaan subyek yang lebih besar dan diharapkan dapat disosialisasikan. Hasil pengembangan ini hanya sampai tersusun sebuah produk, belum sampai pada tingkat efektivitas produk yang dikembangakan. Jadi sebaiknya dilanjutkan pada penelitian mengenai efektifitas produk yang dikembangkan.

Meningkatkan kemampuan menulis melalui media audio visual pada siswa kelas V SDN Sutojayan 01 kecamatan Sutojayan kabupaten Blitar / Ika Bekti Tina Lestari

 

ABSTRAK Lestari, Ika, Bekti, Tina. 2010. Meningkatkan Kemampuan Menulis Melalui Media Audio Visual pada Siswa Kelas V SDN Sutojayan 01 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suhel Madyono, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Sri Nuryati, M.Pd Kata kunci: kemampuan menulis, media, audio visual. Penggunaan media pembelajaran yang tepat membantu siswa dalam menuangkan ide-ide, pikiran, dan perasaan secara logis dan sistematis dalam bentuk tertulis. Maka dari itu dilakukan penelitian yang mengangkat tentang meningkatkan kemampuan menulis melalui media audio visual pada siswa kelas V SDN Sutojayan 01 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis dan hasil belajar menulis melalui media audio visual pada siswa kelas V SDN Sutojayan 01 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Pelaksanaan pembelajaran menulis pada pratindakan dilakukan dengan cara mengingat kembali pengalaman yang pernah dilalui kemudian menuliskannya dalam bentuk karangan. Sedangkan pelaksanaan pembelajaran menulis pada siklus I dan siklus II dilakukan dengan cara pemberian tugas, kemudian mengamati tayangan film anak, dilanjutkan menuliskan hasil pengamatannya dalam bentuk kerangka karangan dan pengembangan karangan, dan dilanjutkan presentasi dan mengevaluasi tes kinerja siswa. Ternyata pelaksanaan pembelajaran menulis dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas V SDN Sutojayan 01 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Hasil belajar menulis pada pratindakan secara individual sebanyak 5 siswa atau 25 % dari jumlah siswa kelas V telah melakukan proses belajar secara tuntas dan sebanyak 15 siswa atau 75 % dari jumlah siswa kelas V belum tuntas belajar. Hasil belajar menulis siswa pada siklus I, secara individual sebanyak 6 anak atau 30 % dari jumlah siswa kelas V telah melakukan proses belajar secara tuntas dan sebanyak 14 anak atau 70 % dari jumlah siswa kelas V belum tuntas belajar. Hasil belajar menulis siswa pada siklus II, secara individual sebanyak 20 anak atau 100% dari jumlah siswa kelas V telah melakukan proses belajar secara tuntas dan tidak ada siswa kelas V belum tuntas belajar. Secara klasikal mereka ini sudah dapat dinyatakan tuntas belajar, karena secara keseluruhan sudah lebih dari 80 %. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa pembelajaran menulis melalui media audio visual pada siswa kelas V SDN Sutojayan 01 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar menulis siswa.

Pengaruh capital adequacy ratio (car), return on risked assets (rora) , net profit margin (npm), biaya operasional pendapatan operasional (bopo), dan loan to deposit ratio (ldr) terhadap profitabilitas pada bank yang listing di BEI periode 2006-2008

 

ABSTRAK Sinawati, Okta. 2009. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Risked Assets (RORA), Net Profit Margin (NPM), Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), dan Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Profitabilitas pada Bank yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2006-2008. Skripsi, Jurusan Manajemen FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Agung Winarno, MM, (II) Fadia Zen, SE, MM. Kata kunci: CAR, RORA, NPM, BOPO, LDR, Profitabilitas (ROA) Untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik bank harus, pertama diperlukan modal yang cukup (Capital Adequacy Ratio) sebagai sumber untuk menanggung risiko kredit macet yang sewaktu-waktu harus di hapus bukukan, Kedua, kualitas aktiva produktif (Quality Assets produktive) harus tinggi, indikatornya kredit macetnya kecil. KAP harus berkualitas tinggi karena fungsi aset produktif adalah sebagai mesin bank yang harus mampu menghasilkan imbal hasil (return) yang cukup. Ketiga, manajemen bank sebagai pengendali jalannya operational bank harus solid, penuh kehatian-hatian dan cukup berpengalaman. Keempat, Earnings, laba yang diperoleh bank harus memadai sebagai alat pemacu pertumbuhan modal dan asset. Kelima, Liquidity atau likuiditas harus terjaga baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, supaya kepercayaan (trust) masyarakat meningkat. Kelima pilar ini sering disebut dengan CAMEL. Kelima pilar tersebut merupakan faktor yang menentukan kondisi suatu bank. Disamping itu juga digunakan sebagai penilaian tingkat kinerja dan penilaian tingkat kesehatan bank di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variabel CAR, RORA, NPM, BOPO, dan LDR terhadap profitabilitas. Jenis penelitian ini adalah kausalitas dan teknik purposive sampling digunakan dalam pengambilan sampel. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data di Bursa Efek Indonesia. Ada 30 populasi perusahaan perbankan yang listing di BEI selama tahun 2006-2008. Dimana 10 perusahaan perbankan dijadikan sampel penelitian. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dan uji asumsi klasik Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa RORA, NPM, LDR mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas dan CAR tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Sedangkan BOPO mempunyai pengaruh berlawanan arah terhadap profitabilitas. Variabel CAR, RORA, NPM, BOPO, dan LDR secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, beberapa saran untuk peneliti selanjunya adalah: diharapkan menambah atau mengganti variabel penelitian yang dirasa lebih dominan untuk dapat mengetahui laba yang terjadi pada perusahaan perbankan, memperpanjang waktu periode penelitian atau menambah jumlah sampel penelitian sehingga dapat diketahui hasil yang lebih signifikan tentang variabel yang mempengaruhi profitabilitas pada perusahaan perbankan.  

Pengaruh iklan media televisi terhadap keputusan konsumen dalam membeli sepeda motor yamaha (study pada pemilik motor yamaha di desa Baye, kecamatan Kayen Kidul, kabupaten Kediri) / Susi Retno Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Susi Retno. 2009. Pengaruh Iklan Media Televisi Terhadap keputusan Pembelian Konsumen Dalam Membeli Sepeda Motor Yamaha(Studi Pada Pemilik Motor Yamaha di Desa Baye, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri)” Skripsi, Jurusan Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Suwarni, M.Si (II)Drs. I Nyoman Suputra, M.Si Kata Kunci: Iklan Televisi, Keputusan Pembelian Sepeda Motor. Pada saat ini dunia bisnis ditandai dengan adanya pola bisnis yang memiliki persaingan yang tajam. Hal ini disebabkan banyaknya produk-produk yang dihasilkan dan beredar di pasar. Salah satu produk yang menjadi kebutuhan manusia saat ini adalah sepeda motor, banyak dijumpai merek lama yang sudah semenjak dulu eksis. Tingginya penggunaan sarana transportasi saat ini tidak saja karena fungsinya, namun sudah merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi oleh berbagai sektor. Dewasa ini perkembangan penggunaan sepeda motor sangat pesat sekali sesuai dengan perkembangan teknologi di dunia otomotif, sehingga tidak mengherankan jika persaingan dalam usaha sepeda motor berlangsung dengan sangat ketat dan harga yang ditawarkan pun menjadi kompetitif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Persepsi masyarakat terhadap iklan sepeda motor Yamaha melalui media Televisi (isi pesan, struktur pesan, format pesan, dan sumber pesan) di masyarakat Desa Baye, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri.Kondisi Keputusan pembelian konsumen di masyarakat Desa Baye, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. Mengetahui pengaruh isi pesan, struktur pesan, format pesan dan sumber pesan iklan sepeda motor Yamaha melalui media Televisi secara Persial terhadap proses keputusan pembelian masyarakat Desa Baye, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. Untuk mengetahui pengaruh isi pesan, struktur pesan, format pesan dan sumber pesan iklan sepeda motor yamaha melalui media televisi secara Simultan terhadap proses keputusan pembelian masyarakat Desa Baye, Kecamatan Kayen Kidul, kabupaten Kediri. Mengetahui Variabel iklan media televisi yang terdiri dari isi pesan, struktur pesan, format pesan, dan sumber pesan, yang dominan mempengaruhi proses pembelian pada masyarakat Desa Baye, Kecamatan Kayen Kidul, kabupaten Kediri. Populasi dalam penelitian ini adalah para pemilik sepada motor Yamaha di desa Baye kecamatan Kayen Kidul kabupaten Kediri adalah sebesar 513 orang. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode propotional sampel yaitu dilakukan untuk melakukan penyempurnaan penggunaan teknik sampel berstrata atau sampel wilayah. Sedangkan metode pengumpulan data adalah dengan menyebarkan angket/kuisioner. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS for windows release 13.0, dengan taraf signifikan 5% atau 0,05. Setelah melakukan proses pengolahan data dan analisis regresi linear berganda di ketahui hasil penelitian menyatakan bahwa (1) Isi pesan= 0,321 (2) Struktur pesan= 0,353 (3) Format pesan= 0,299 (4) Sumber pesan= 0,291. Hasil penelitian menyimpulkan : (1) Rata-Rata responden setuju dengan faktor-faktor pembentuk pesan iklan di televisi (2) Rata-Rata responden setuju dengan faktor-faktor pembentuk keputusan pembelian (3) ada pengaruh yang positif signifikan pesan iklan(isi pesan, struktur pesan, format pesan dan sumber pesan) secara parsial terhadap keputusan pembelian sepeda motor Yamaha (4) ada pengaruh yang positif signifikan pesan iklan(isi pesan, struktur pesan, format pesan dan sumber pesan) secara simultan terhadap keputusan pembelian sepeda motor Yamaha (5) faktor iklan yang dominan mempengaruhi keputusan pembelian adalah isi pesan. Saran yang dapat dikemukakan berkaitan dengan temuan yang diperoleh selama ini adalah (1) Bagi Perusahaan hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan dalam memutuskan pelaksanaan bauran promosinya khususnya periklanan sehingga produk yang dipasarkan lebih mengena dan mudah diingat oleh konsumen (2) Hendaknya perusahaan bisa mempertahankan kegiatan periklanan baik itu melalui leaflet, baliho,media cetak karena kegiatan periklanan memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian. (3) Untuk pihak Divisi Pemasaran Yamaha Indonesia, untuk Meningkatkan kualias produk serta tema iklan sehingga akan menambah kepercayaan pemirsa terhadap Minat beli Produk.

Analisa kesesuaian perlakuan akuntansi aset dan kewajiban sesuai standar akuntansi pemerintah pada neraca pemerintah kabupaten Probolinggo / Iwan Adinata

 

ABSTRAK Adinata, Iwan. 2009. Analisis Kesesuaian Perlakuan Akuntansi Aset Dan Kewajiban Sesuai Standar Akuntansi Pemerintah Pada Neraca Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Tugas Akhir. Program Studi Diploma III. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Yuli Widi Astuti SE, M. Si., Ak Kata Kunci : Perlakuan Akuntansi, Aset, Kewajiban Laporan keuangan daerah yang baik yaitu laporan yang disusun dengan menggunakan pedoman yang berlaku. Penyusunan laporan keuangan yang berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintah sesungguhnya dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mewujudkan good governance. Alasannya adalah terpenuhinya tiga elemen good governance yaitu akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi.Oleh karena itu, laporan keuangan harus disusun sesuai dengan SAP. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini yaitu untuk mengetahui kesesuaian perlakuan akuntansi atas aset dan kewajiban Pemerintah Kabupaten Probolinggo dengan SAP. Adapun cara yang digunakan untuk mengetahui kesesuaian perlakuan akuntansi pemerintah dengan standar akuntansi pemerintah yaitu membandingkan cara pengakuan, pengukuran dan pengungkapan yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dengan Standar Akuntansi Pemerintah Nomor 05, 06, 07 dan 09 Tahun 2005 Berdasarkan analisis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengakuan aset dan kewajiban Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah sesuai dengan SAP yang berlaku, pengukuran aset dan kewajiban Pemerintah Kabupaten Probolinggo kurang sesuai dengan SAP yang berlaku, pengungkapan aset dan kewajiban Pemerintah Kabupaten Probolinggo kurang sesuai dengan SAP yang berlaku. Saran yang dapat diberikan yaitu Pemerintah Kabupaten Probolinggo membuat penyusutan untuk aset tetap, sehingga dapat ditentukan nilai buku aset tetap pada akhir periode, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menambahkan keterangan lebih lanjut mengenai persediaan dan kondisi persediaan pada catatan atas laporan keuangan yang dibuat, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menambahkan perubahan harga pasar dan perubahan pos investasi pada catatan atas laporan keuangan yang dibuat, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menambahkan informasi mengenai penyusutan dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo menambahkan keterangan mengenai konsekuensi pelunasan sebelum jatuh tempo pada catatan atas laporan keuangan yang dibuat.

Interaksi berpikir siswa dalam mengkonstruksi konsep persamaan garis lurus pada pembelajaran kooperative model TPS ( Think-pair-share ) kelas VIII SMP Negeri 4 SAWOO Ponorogo / Meita Popy Fradila

 

ABSTRAK Fradila, Meita Popy. 2009. Interaksi Berpikir Siswa dalam Mengkonstruksi Konsep Persamaan Garis Lurus pada Pembelajaran Kooperatif Model TPS (Think Pair Share) Kelas VIII SMP Negeri 4 Sawoo Ponorogo. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matematika. Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Subanji, S. Pd, M. Si. (2) Drs. Slamet, M.Si. Kata kunci: think pair share, interaksi berpikir, kooperatif, konstruktivisme Proses belajar merupakan pengaitan pengetahuan baru pada struktur kognitif yang telah dimiliki siswa. Pengetahuan dan pengertian dikonstruksi bila seseorang terlibat secara sosial dalam dialog dan aktif dalam percobaan-percobaan dan pengalaman. Hal ini berarti dari interaksi antar siswa dalam kelompok, siswa dapat mengkonstruksi dan mengembangkan pengetahuan mereka. Seorang guru harus mampu menciptakan kondisi belajar yang dapat mengembangkan pola pikir siswa dan menjadikan belajar menjadi bermakna, dimana siswa bisa mengkonstruksi konsep dengan sendirinya. Salah satunya dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share (TPS). Pembelajaran model TPS sangat efektif diterapkan. Namun untuk mengoptimalkan diskusi pada kelompok perlu kajian lebih mendalam tentang proses interaksi berpikir siswa dalam diskusi. Oleh karena itu penelitian ini mengkaji proses interaksi berpikir siswa dalam mengkonstruksi konsep persamaan garis lurus pada pembelajaran kooperatif model Think Pair Share. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 4 Sawoo, Ponorogo kelas VIIIA dengan subjek penelitian sekelompok siswa beranggotakan 4 orang dengan kemampuan heterogen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data diambil dari wawancara sebelum pembelajaran, rekaman saat diskusi, catatan lapangan selama pembelajaran serta wawancara setelah pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses interaksi berpikir siswa dalam mengkonstruksi konsep Persamaan Garis Lurus pada pembelajaran kooperatif model TPS (Think Pair Share) kelas VIII SMP Negeri 4 Sawoo Ponorogo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam diskusi kelompok terjadi interaksi multiarah antar anggota kelompok dan LKS sebagai media pembelajaran. Interaksi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kemampuan tinggi cenderung aktif berdiskusi, lebih banyak memberikan pengetahuan kepada temannya. Siswa berkemampuan sedang, baik sedang 1 maupun sedang 2 cenderung seimbang antara menerima dan menyumbangkan pengetahuan. Sedangkan siswa berkemampuan rendah cenderung pasif dalam berdiskusi, dan lebih banyak menerima pengetahuan daripada menyumbangkan pengetahuan. Selain itu siswa berkemampuan tinggi dapat memahami materi pada LKS lebih banyak dibandingkan siswa lain. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disarankan dalam membentuk kelompok belajar sebaiknya dengan komposisi kemampuan heterogen. Dalam kegiatan diskusi hendaknya memotivasi siswa terutama siswa berkemampuan rendah untuk aktif dalam kegiatan diskusi kelompok. Selain itu penelitian ini masih terbatas pada pembelajaran kooperatif model Think Pair Share, sehingga perlu diteliti lagi dengan model pembelajaran kooperatif yang lain.

Pengaruh disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan: studi kasus pada perusahaan sepatu Yokohama Surabaya oleh Mila Rusiyana

 

Suatup erusahaadni dirikan untukm encapatiu juany angt elahd itetapkan. Tujuanp erusahaadna patd ikalakans uksesa pabilak eluaranle bih besard an misukand enganjalamn elakukana ktrvitasy angp roduLtifdanb erdayag una Hal ini dapatd icapaia pabilas etiapk aryawany angm erupakanm odalp entingd alam perusahaamne ngertia kanh ak dank ewajibannyaM. engertia kanh ak dan kewajibannyma erupakans atuw ujud dari tindakand isiplin kerjay angb aik. Adanyap radugab ahwaa dap engaruha ntarad isiplin kerja denganp roduktivitas kerjak aryarvanm, akap enelitii ngin mengkajim asalah(:l ) Bagaimanak ondisi kedisiplinakne rjak aryawand i perusahaasne patuY okohamaS urabaya(.2 ) Bagaimankao ndisip roduktivitask erjak aryawand i perusahaasne patuY okohama Surabaya(3. ) Seberapbae sarp engaruhd isiplin ker.1tae rhadapp roduktivitask erja karyawan. Rancangapne nelitiany angd igunakand alamp enelitiani ni adalahe xpost factat le$gn . E,xprls.lli tc:lod esign adalahp enyelidikans ecarae mpirisy ang sistematidk imanap enelitit idak mempunyaki ontrol langsungte rhadapv ariabelvariabebl ebask arenam anivestasfie nomenate laht edadi atauf enomenas ukar dimanipulasikan. Subyekp enelitianin i adalahs eluruhk aryawanp erusahaasne patu YokohamaS urabayaya ngb erjumlah3 5 orang.S edangkatne knik pengumpulan datayangd igunakand alamp enelitiani ni adalaht eknik angket,w awancarad an dokumentasIin, strumenu ntukv ariabeld isiplin kerja danp toduktivitask erja karyawand igunakana ngketD. an wawancarad igunakanu ntukm enanyakan tentangg ambaranp erusahaasna mpapi adap rosesp roduksis epatuit u sendiri. Sedangkaunn tukd okumentasdi igunakanu ntukm enjaringd atat entang kedisiplinakne rja. Teknika nalisisd atayangd igunakana dalaha nalisisd eskripttfdan pengqianh ipotesisB. erdasarkahna sila nalisisd ata,d iperolehk esimpulan(l: ) Disiplink eqak aryawanp erusahaasne patuY okohamaS urabavam enunjukkan kriteriat inggi denganp resentassee besa6r 8"57%(,2 ) Produktivitask erja karyawanp erusahaasne patuY okohamaS urabayam enunjukkank riteriab aik denganp resentasme aing-masingkl asifikasis ebesa1r 00%Y aitu 8 orang karyawa(n2 2,86%),15o rangk arvawan4 2,86%),4o rangk aryarva(n1 1,43%d) an 8 orangk aryawan( 22.86%),( 3) Ada pengaruhp ositif yangs igniiikana ntara disiplink erjad enganp roduktivitask erjak aryawanp adap erusaherasne patu YokohamSa uraba_ydai,m anah al inr dapatd ilihat dari nilai F hitung: 122.890> I Tabe4l 14 padat araf signifikansi5 -c/n. Dari hasil penelitiant ersebut,m aka sarany ang dapatd ikemukakany ailu. (l)Keadaand isiplin kerja yangm enuniukkank rileria tinggi, hendaknya dipertahankadna n d.imungkinkanu ntuk lebih ditingkatkan. (2) Untuk produktivitakse rlak aryarvany angm enunjukkank riteria baik hendakn-vlae bih ditingkatkalna gi denganja lan memberikanp endidikand an latihank cpada karyawaunn tukm eningkatkank eterampilannya( 3) Hendaknyat tnlrrkk aryarvan harusm engetahuih ak dan keu'alibannya,s ehinggat ujuan yang diharapkano leh perusahaadna patm emenuhit arget

Pengaruh standar kelulusan minimum UN dan fasilitas beljar terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XII IPS di SMA Negeri 1 Singosari tahun ajaran 2009/2010 / Moh. Hari Santoso

 

ABSTRAK Santoso, Moh. Hari. 2009. Pengaruh Standar Kelulusan Minimum UN dan Fasilitas Belajar terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas XII IPS SMA Negeri 1 Singosari Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Drs. Mardono, M.Si, (2) Farida Rahmawati SE.ME. Kata Kunci : Standar Kelulusan Minimum UN, Fasilitas Belajar, Prestasi Belajar. Untuk mengontrol kualitas pendidikan di Indonesia menetapkan beberapa kebijakan salah satunya kebijakan mengenai evaluasi tahap akhir belajar atau disebutUjian Nasional. Salah satu komponen yang tidak bisa lepas dari kegiatan belajar-mengajar adalah fasilitas belajar. Dengan adanya fasilitas belajar yang memadai akan sangat menunjang prestasi belajar siswa. Sehingga dapat dikatakan tingginya niali standar kelulusan minimum Ujian Nasional akan menjadi acuan motivasi bagi siswa untuk lebih meningkatkan prestasinya, serta dengan semakin lengkapnya fasilitas belajar hal itu juga akan mendukung keberhailan siswa dalam belajar. Berdasarkan paparan di atas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh standar kelulusan minimum UN dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XII IPS di SMA Negeri 1 Singosari. Berdasarkan hal tersebut di atas penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut. (1) Bagaimakah tingkat Standar Kelulusan Minimum Ujian Nasional pada siswa kelas XII IPS SMAN 1 Singosari? (2) Bagaimanakah tingkat fasilitas belajar siswa kelas XII IPS SMAN 1 Singosari? (3) Seberapa besar pengaruh Standar Kelulusan Minimum UN dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XII IPS SMAN 1 Singosari? Untuk menjawab pertanyaan di atas, penelitian ini dirancang dengan rancangan deskriptif serta dilaksanakan di SMA Negeri 1 Singosari dengan populasi seluruh siswa kelas XII IPS yang berjumlah sebanyak 97 siswa dan terbagi menjadi 3 kelas. Instrument yang digunakan adalah angket dan studi dokumentasi dalam pengumpulan data. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) Standar Kelulusan Minimum UN pada siswa kelas XII IPS di SMA Negeri 1 Singosari berada dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 47% atau sebanyak 46 responden yang mendukung SKM UN ini; (2) Fasilitas belajar pada siswa kelas XII IPS di SMA Negeri 1 Singosari berada dalam kategori tinggi hal ini terbukti dari 97 responden yabg diteliti terdapat 44 responden dengan persentase sebesar 45% yang memiliki tingkat klasifikasi tinggi; (3) Prestasi Belajar siswa kelas XII IPS di SMA Negeri 1 Singosari berada dalam kategori cukup hal ini terbukti dari 97 responden sebanyak 46 responden atau sebesar 47% memiliki tingkat klasifikasi cukup; (4) Secara parsial ada pengaruh standar kelulusan minimum UN terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XII IPS SMAN 1 Singosari yaitu sebesar 87.7%; (5) Secara parsial ada pengaruh fasilitas belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XII IPS SMAN 1 Singosari yaitu sebesar 63.9%; (6) Secara simultan ada pengaruh standar kelulusan minimum UN ii dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XII IPS SMAN 1 Singosari yaitu sebesar 75.3%. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah standar kelulusan minimum UN dan fasilitas belajar baik disekolah maupun dirumah memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas XII IPS pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Singosari. Saran dalam penelitian ini antara lain: (1) Bagi pihak sekolah diharapkan untuk terus meningkatkan dan meyediakan fasilitas belajar yang akan membentu mempermudah siswa dalam mencapai keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran, (2) Bagi pihak siswa hendaknya kenaikan nilai standar kelulusan minimum UN hendaknya di jadikan acuan untuk meningkatkan prestasi belajarnya, (3) Bagi pihak pemerintah diharapkan lebih meningkatkan dan memperhatikan mutu pendidikan, peningakatan mutu pendidikan tidak hanya dilakukan dengan cara menaikkan nilai standar kelulusan minimum UN tiap tahunnya, tetapi harus juga memperhatikan dampak dari kebijakan ujian nasional tersebut agar tidak terjadi polemik di dunia pendidikan khususnya mengenai ujian nasional.

Pembelajaran persamaaan garis lurus melalui Pendekatan problem posing bagi siswa kelas VII-C SMP Negeri 1 Pulung kabupaten Ponorogo / Yekti Nurfarida

 

ABSTRAK Nurfarida, Yekti. 2009. Pembelajaran Persamaan Garis Lurus Melalui Pendekatan Problem Posing bagi Siswa Kelas VIII-C SMP Negeri 1 Pulung Kabupaten Ponorogo. Skripsi Program Studi Pendidikan Matematika. Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Edy Bambang Irawan, M. Pd (2) Drs. Eddy Budiono, M.Pd Kata kunci: persamaan garis lurus, problem posing. Pembelajaran dengan pendekatan problem posing merupakan salah satu bentuk model pembelajaran yang menuntut siswa untuk membuat masalah atau soal berdasarkan informasi yang diberikan. Pendekatan problem posing ini terdiri dari dua tahapan kognitif yaitu tahap accepting dan tahap challenging. Kegiatan membuat masalah atau soal dapat melatih siswa untuk aktif, kreatif dan dapat mengembangkan daya pikir. Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas VIII-C SMP Negeri 1 Pulung proses pembelajaran yang berlangsung masih menggunakan metode ceramah serta sesekali dengan tanya jawab dan siswa terlihat masih sangat pasif dalam mengikuti proses pembelajaran. Berdasarkan nilai Ujian Tengah Semester (UTS), nilai siswa kelas ini masih banyak yang berada dibawah 61. Berdasarkan kenyataan tersebut, perlu diterapkan pendekatan pembelajaran yang dapat membuat situasi berbeda di dalam proses pembelajaran, pendekatan yang dimaksud yaitu pendekatan problem posing. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-C SMP N 1 Pulung dengan jumlah 38 siswa. Pokok bahasan yang digunakan pada penelitian ini adalah persamaan garis lurus, karena berdasarkan hasil tes yang diberikan kepada 6 siswa hanya satu siswa yang memperoleh nilai 75 dan yang lainnya hanya memperoleh nilai dibawah 60. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan pembelajaran persamaan garis lurus melalui pendekatan problem posing bagi siswa kelas VIII-C SMP Negeri 1 Pulung Kabupaten Ponorogo. Penerapan pembelajaran dengan pendekatan problem posing dimulai dengan tahapan accepting dan siswa diminta mengerjakan tahapan ini secara individu berdasarkan arahan dari guru. Kemudian siswa diminta berpasangan berdasarkan kelompok yang telah dibentuk secara heterogen untuk membuat soal berdasarkan informasi yang diberikan. Aktivitas ini dilakukan pada tahap chalenging. Kemudian siswa diminta menukar hasil pengerjaan membuat soal dengan pasangan lain untuk dikerjakan, namun jika kedua pasangan ini dapat saling berdiskusi dalam menyelesaikan soal yang telah mereka buat jika ada yang mengalami kesulitan. Selanjutnya perwakilan siswa diminta menampilkan hasil diskusi di depan kelas serta menjelaskannya. Siswa lain diminta menanggapi hasil penjelasan teman mereka. Berdasarkan hasil pembelajaran dengan pendekatan problem posing ini siswa dapat melaksanakan rangkaian tahapan problem posing dengan baik dan lebih aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari wawancara kepada 4 siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah, mereka lebih menyukai proses pembelajaran seperti ini.

Analisis hak dan kewajiban dalam mengimplementasikan hubungan industrial pada PT usaha tani maju Kediri / Malikah

 

ABSTRAK Malikah. 2010. Analisis Hak Dan Kewajiban Dalam Mengimplementasikan Hubungan Industrial Pada PT Usaha Tani Maju Kediri. Program S1 Manajemen Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si, Pembimbing (II) Drs. M. Arief, M.Si. Kata Kunci: Hak, Kewajiban, Hubungan Industrial. Sekarang ini, banyak industri yang tidak bisa berkembang secara pesat. Hal ini bisa disebabkan adanya masalah dalam hubungan industrial. Suatu hubungan yang terbentuk antara penguasa dan pekerja secara mendalam berdasarkan perjanjian kerja yang mempunyai unsur pekerjaan, upah dan perintah. Proses terjadinya hubungan kerja diketahui bahwa pekerja melakukan pekerjaan kepada pengusaha dengan mengadakan perjanjian kerja. Hal ini menimbulkan hak dan kewajiban bagi kedua belah pihak.hak karyawan ini meliputi berserikat, upah, cuti, Jamsostek, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sarana transportasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dan Tunjangan Hari Raya (THR). Hak karyawan tersebut merupakan suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan. Sedangkan hak perusahaan adalah memberikan pekerjaan, menetapkan peraturan, melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), menetapkan jam kerja, dan hak tersebut merupakan kewajiban pekerja yang harus dipenuhi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran deskriptif mengenai hak dan kewajiban dalam mengimplementasikan hubungan industrial pada PT Usaha Tani Maju Kediri. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh dari data primer berupa wawancara dan data sekunder berupa Perjanjian Kerja Bersama/ Kesepakatan Kerja Bersama. Hasil penelitian menyimpulkan hak dan kewajiban dalam mengimplementasikan hubungan industrial pada PT Usaha Tani Maju Kediri. Implementasi hubungan industrial mengenai hak karyawan dan hak perusahaan di PT Usaha Tani Maju sudah dijalankan dengan baik, kecuali dalam hal upah pekerja harian karena belum sesuai dengan UMK Kabupaten Kediri. Hak karyawan meliputi, menerima upah, menerima cuti, keselamatan dan kesehatan kerja, mendapatkan jamsostek, memperoleh Tunjangan Hari Raya. Sedangkan hak perusahaan meliputi memberikan pekerjaan, menetapkan peraturan, memutuskan hubungan kerja, menetapkan jam kerja. Implementasi hubungan industrial mengenai kewajiban karyawan dan kewajiban perusahaan pada PT Usaha Tani Maju sudah dijalankan dengan baik. Kewajiban karyawan meliputi, melaksanakan Pekerjaan, mematuhi peraturan, masuk kerja sesuai dengan peraturan kerja di perusahaan. Sedangkan kewajiban perusahaan meliputi, memberikan upah, memberikan cuti, memberikan keselamatan dan kesehatan kerja, memberikan jamsostek, memberikan Tunjangan Hari Raya.. Dari analisis yang didapat dapat disimpulkan mengenai hak dan kewajiban mengenai berserikat selama 18 tahun belum dipenuhi, hak dan kewajiban menganai upah yang berstatus harian dari pihak perusahaan belum bisa menyesuaikan dengan upah minimum Kabupaten Kediri, hak dan kewajiban mengenai saran transportasi dari pihak perusahaan tidak memberikan tunjangan ini dan hal ini juga tidak tertuang dalam perjanjian kerja bersama, hak dan kewajiban mengenai keselamatan dan kesehatan kerja sudah diterapkan dengan baik karena pekerjaan pada PT Usaha Tani Maju pekerjaan tidak terlalu berbahaya, hak dan kewajiban megenai Tunjangan Hari Raya sudah baik tidak ada masalah selama ini, hak dan kewajiban mengenai cuti sejauh ini sudah diterapkan sesuai dengan peraturan, hak dan kewajiban mengenai Jamsostek sudah diterapkan cukup baik, hak dan kewajiban mengenai pekerjaan, peraturan, hubungan kerja, waktu kerja dari analisis yang dilakukan sudah baik. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti berkaitan dengan hasil yang ada dalam penelitian mengenai hak dan kewajiban dalam mengimplementasikan hubungan industrial pada PT Usaha Tani Maju Kediri diharapkan dari pihak perusahaan dapat memberikan upah kepada pekerja yang berstatus harian sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten Kediri agar tidak timbul masalah dan perselisihan. Selain itu hak dan kewajiban dalam mengimplementasikan hubungan industrial harus tetap dipertahankan agar hak dan kewajiban dapat lebih ditingkatkan demi kemajuan perusahaan.

Pengembangan media vcd pembelajaran metode iqro' jilid 1 sebagai upaya meningkatkan kemampuan para santri dalam membaca al-qur'an di TPA-I miftahul khoirot kota malang / Muhammad Izzuddin

 

ABSTRAK Izzuddin, Muhammad. 2009. Pengembangan Media VCD Pembelajaran Metode Iqro’ Jilid 1 sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Para Santri Dalam Membaca Al-Qur’an di TPA-I Miftahul Khoirot Kota Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. M. Ishaq Maulana, M.Pd, (II) Drs. Urib Urbiyanto, M.S. Kata Kunci: Pengembangan, Media VCD Pembelajaran, Kemampuan Para Santri Media VCD pembelajaran merupakan salah satu bentuk media pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Media VCD pembelajaran mampu menyajikan pesan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan menarik bagi para santri. Disamping itu, dengan media VCD santri dapat dengan mudah menerima pesan melalui visualisasi yang ditampilkan dalam media VCD pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi di TPA-I Miftahul Khoirot Kota Malang dalam pembelajaran metode iqro’ selama ini masih menggunakan metode ceramah dan menjelaskan huruf-huruf Al-Qur’an dengan cara menuliskannya di papan tulis kemudian dibacakan, setelah itu para santri diminta untuk menirukan dan menulis ulang seperti yang ada di papan tulis. Untuk memvariasikan pembelajaran metode iqro’ maka pengembang mengembangkan media VCD pembelajaran metode iqro’ sebagai media pembelajaran. Tujuan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan media VCD pembelajaran metode iqro’ jilid 1 yang dapat digunakan untuk mengetahui serta meningkatkan kemampuan hasil belajar santri dalam membaca Al-Qur’an di TPA-I Miftahul Khoirot Kota Malang. Kegiatan pengembangan meliputi analisis kebutuhan, analisis tujuan, pengembangan materi pembelajaran, pengembangan alat evaluasi, penulisan naskah, produksi hasil pengembangan, menyusun petunjuk pemanfaatan, komentar ahli media dan ahli materi, revisi dan produksi penyempurnaan, dan uji coba. Subjek coba pengembangan media VCD pembelajaran adalah santri TPA-I Miftahul Khoirot Kota Malang yang berusia 7-12 tahun. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket untuk ahli media, ahli materi, dan santri. Sedangkan untuk mengetahui hasil belajar santri menggunakan rumus rata-rata (mean). Hasil validasi media VCD pembelajaran sebelum media tersebut di revisi menunjukkan bahwa: (1) ahli media, secara keseluruhan dapat disimpulkan memenuhi kriteria sangat valid dengan prosentase nilai 80%, (2) ahli materi, secara keseluruhan dapat disimpulkan memenuhi kriteria sangat valid dengan prosentase nilai 90%, (3) audiens/santri. Uji coba perseorangan, secara keseluruhan dapat disimpulkan memenuhi kriteria sangat valid dengan prosentase nilai 87%. Uji coba kelompok kecil, secara keseluruhan memenuhi kriteria sangat valid dengan prosentase nilai 81%. Uji coba lapangan, secara keseluruhan memenuhi kriteria valid dengan prosentase nilai 77%. Sedangkan media VCD pembelajaran yang sudah di revisi menunjukkan bahwa: (1) ahli media, secara keseluruhan dapat disimpulkan memenuhi kriteria valid dengan prosentase 75%, (2) ahli materi, secara keseluruhan dapat disimpulkan memenuhi kriteria sangat valid dengan prosentase 91%, (3) audiens/santri. Uji coba perseorangan, secara keseluruhan dapat disimpulkan memenuhi kriteria sangat valid dengan prosentase 81%. Uji coba kelompok kecil, secara keseluruhan memenuhi kriteria sangat i valid dengan prosentase 83%. Uji coba lapangan, secara keseluruhan memenuhi kriteria sangat valid dengan prosentase 86%. Media VCD pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan belajar santri. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan rata-rata skor santri dari hasil tes masing-masing tahap, yaitu pada rata-rata skor hasil pre-test perseorangan 39,7 meningkat menjadi 98, pada post-test rata-rata skor sudah dapat mengalami peningkatan sebesar 58,3. Kemudian rata-rata skor hasil pre-test pada kelompok kecil 37 meningkat menjadi 87, pada post-test rata-rata skor sudah dapat mengalami peningkatan sebesar 50. Pada rata-rata skor hasil pre-test kelompok lapangan 51 meningkat menjadi 91, pada post-test rata-rata skor sudah dapat mengalami peningkatan sebesar 40. Berdasarkan hasil pengembangan ini, beberapa saran disampaikan sebagai berikut: (1) sebelum pembelajaran, Sebelum menggunakan media VCD pembelajaran dalam proses pembelajaran, hendaknya para fasilitator yang dalam hal ini adalah seorang ustadz terlebih dahulu menyiapkan beberapa peralatan yang nantinya akan digunakan untuk menyajikan media VCD pembelajaran. Selain itu, sebelum memutar media VCD pembelajaran, santri sebaiknya dikondisikan terlebih dahulu sampai mereka siap dan tenang sehingga proses pembelajaran dengan menggunakan media VCD pembelajaran dapat berjalan dengan tertib dan lancar dan sajian materi yang ditampilkan lewat media VCD pembelajaran dapat terserap dengan baik oleh para santri, (2) selama proses pembelajaran, Selama dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan media VCD pembelajaran, hendaknya para ustadz mengawasi aktivitas santri agar tidak mengganggu dalam proses pembelajaran sehinga proses pembelajaran menjadi lancar dan tertib. Di samping itu jika para santri dirasa masih belum lancar betul dalam belajar membaca Al-Qur;an jika hanya diputarkan sekali saja, maka media VCD pembelajaran bisa diputar ulang sampai para santri benar-benar lancar dalam belajar membaca Al-Qur’an, (3) sesudah proses pembelajaran, hendaknya para ustadz bersama-sama para santri mengevaluasi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan dengan menggunakan media VCD pembelajaran. Harapannya adalah pada saat menggunakan media VCD pembelajaran dapat segera diketahui tingkat kemampuan para santri dalam belajar membaca Al-Qur’an dengan menggunakan metode iqro’ jilid 1. Disamping itu pada proses produksi media VCD pembelajaran juga terdapat beberap kendala diantaranya sebagai berikut: (1) biaya yang dibutuhkan sangat mahal, (2) memerlukan beberapa fasilitas pendukung yang harganya relatif mahal dan jumlahnya tidak sedikit, (3) proses editing yang membutuhkan waktu yang cukup lama, (4) media VCD yang dikembangkan harus di sesuaikan dengan karakteristik sasaran yang akan di tuju, (5) proses produksi harus sesuai dengan naskah, (6) pemberian suara narasi atau dubbing harus dilakukan pada ruangan kedap suara, (7) membutuhkan komputer yang memiliki fasilitas Adop Primer Pro 2.0, Movie Maker, dan Ulead Video Studio 11, (8) isi daripada media VCD pembelajaran tidak boleh menyimpang dari media yang di kembangkan. Produksi media VCD pembelajaran isinya tidak boleh menyimpang dari bahan ajar yang di kembangkan. Hal ini dikarenakan, produksi media VCD pembelajaran disini sifatnya hanya mengembangkan dan memvisualisasikan media atau bahan ajar yang sudah ada tanpa menambah dan mengurangi isi yang terdapat dalam suatu media bahan ajar tersebut. ii

Pengaruh struktur kepemilikan saham, struktur modal, dan DPR terhadap nilai perusahaan (Studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2006-2008) / Arinda Yulia Prasnti

 

ABSTRAK Yulia, Arinda Prasanti. 2010. Pengaruh Struktur Kepemilikan Saham, Struktur Modal, dan Dividend Payout Ratio (DPR) terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI periode 2006- 2008). Skripsi, Jurusan Manajemen Keuangan FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Agung Winarno, M.M, (II) Dr. H. Heri Pratikto, M.Si. Kata kunci: struktur kepemilikan saham manajerial, longterm debt to equity ratio (LDER), debt to total asset ratio (DAR), dividend payout ratio (DPR), nilai perusahaan (PBV) Tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan kemakmuran pemilik atau para pemegang saham. Nilai perusahaan dapat ditingkatkan dengan melakukan pengaturan kegiatan manajemen yang salah satunya melalui manajemen keuangan. Keputusan penting yaitu berkaitan dengan fungsi mendapatkan dana, adalah menentukan seberapa besar hutang yang digunakan melalui struktur modal. Pembuatan keputusan struktur modal dalam perusahaan tidaklah mudah karena melibatkan banyak pihak yang memiliki kepentingan masing-masing. Hal ini dapat menimbulkan adanya konflik kepentingan yang menyebabkan dikeluarkannya biaya untuk mengurangi konflik tersebut. Biaya keagenan dapat dikurangi dengan meningkatkan struktur kepemilikan saham, meningkatkan nilai hutang, dan meningkatkan rasio pembayaran dividen (DPR). Rancangan penelitian ini adalah penelitian asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel struktur kepemilikan saham manajerial, LDER, DAR, dan DPR terhadap nilai perusahaan.. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2006-2008. Dengan teknik purposive sampling diperoleh sampel sejumlah 9 perusahaan. data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan keuangan yang dipublikasikan pada Indonesian Capital Market Directory (ICMD) 2008 dan www.bei.co.id. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial selama periode 2006-2008 mengalami peningkatan. LDER periode 2006-2008 nilainya cenderung naik karena setiap tahunnya penggunaan hutang berbeda-beda sesuai dengan kepentingan operasional perusahaan, sedangkan rasio DAR mengalami peningkatan dari tahun 2006-2008 dengan ditunjukkan dari besarnya persentase. Besarnya nilai dividen tahun 2006-2008 cenderung naik dan nilai PBVnya cenderung turun. Pengaruh secara simultan menunjukkan adanya pengaruh negatif antara struktur kepemilikan saham manajerial terhadap nilai perusahaan. LDER berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. DAR tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. DPR tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Secara simultan variabel struktur kepemilikan saham manajerial, LDER, DAR, dan DPR berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan pada perusahaan untuk dapat menggunakan hutang secara efisien agar manfaat dari hutang dapat 3 meningkatkan nilai perusahaan. selain itu perusahaan juga harus memperhatikan besarnya komposisi kepemilikan saham manajerial dimana dapat meningkatkan atau menurunkan nilai perusahaan. Bagi investor dengan memperhatikan kondisi modal, kepemilikan saham dan rasio pembayaran dividen yang sesuai dengan preferensi risiko. Sedangkan untuk peneliti lebih lanjut yaitu disarankan untuk menambah sampel dengan karakteristik perusahaan yang lebih beragam, jumlah sampel yang lebih banyak, serta periode pengamtan yang lebih lama untuk mendapatkan hasil yang representatif.

Pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap presentasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi ( Studi kasus pada kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kedungwaru) / Retnowati

 

Retnowati. 2009. Pengaruh Faktor Internal Dan Eksternal Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi (Studi Kasus Pada Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kedungwaru). Skripsi, Program Studi Pendidikan, Ekonomi Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.Ec, (2) Dr. Hadi Sumarsono, S.T, M.Si. Kata Kunci: Faktor internal, faktor eksternal, prestasi Kemampuan yang dimiliki oleh setiap siswa berbeda antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Hal ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh situasi dan kondisi yang bersifat internal dan eksternal yang berasal dari siswa. Faktor internal merupakan faktor yang bersasal dari dalam diri siswa. Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri siswa. Masa remaja yang penuh dengan problema yang dialami oleh siswa dapat mengganggu belajar siswa. Oleh karen aitu faktor internal dan faktor eksternal harus saling mendukung untuk menghasilkan prestasi belajar ekonomi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor jasmani terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Kedungwaru, (2) mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor psikologi terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Kedungwaru, (3) mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Kedungwaru, (4) mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Kedungwaru, (5) mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan masyarakat terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Kedungwaru. Variabel bebas penelitian ini terdiri dari faktor jasmani (X1), faktor psikologi (X2), lingkungan keluarga (X3), lingkungan sekolah (X4), dan lingkungan masyarakat (X5). Sedangkan variabel terikatnya prestasi belajar (Y). Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan kondisi variabel bebas dan variabel terikat dalam bentuk perhitungan persentase. Metode regresi linier berganda digunakan untuk menentukan besarnya pengaruh faktor jasmani (X1), faktor psikologi (X2), lingkungan keluarga (X3), lingkungan sekolah (X4), dan lingkungan masyarakat (X5) terhadap prestasi belajar ekonomi (Y) siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kedungwaru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kedungwaru yang berjumlah 167 siswa dan sampelnya berjumlah 44 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Random Sampling dengan menggunakan instrumen kuesioner. Jenis data menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner dan data sekunder berupa nilai ulangan ekonomi siswa. Hasil penelitian di SMA Negeri 1 Kedungwaru menunjukkan bahwa analisis pengaruh pengaruh faktor jasmani terhadap prestasi belajar ekonomi diperoleh nilai t hitung 3.122 dengan signifikansi 0,003 < 0,05, maka faktor jasmani berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Analisis pengaruh faktor psikologi terhadap prestasi belajar ekonomi diperoleh nilai t hitung 2.528 dengan signifikansi 0,013 < 0,05, maka faktor psikologi berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Analisis pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar ekonomi diperoleh nilai t hitung 2,550 dengan signifikansi 0,015 < 0,05, maka lingkungan keluarga berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Analisis pengaruh lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar ekonomi diperoleh nilai t hitung 3,111 dengan signifikansi 0,004 < 0,05, maka lingkungan sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Analisis pengaruh lingkungan masyarakat terhadap prestasi belajar ekonomi diperoleh nilai t hitung 2,982 dengan signifikansi 0,021 < 0,05, maka lingkungan masyarakat berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi.Analisis faktor internal dan faktor eksternal terhadap prestasi belajar ekonomi diperoleh nilai F hitung 7,859 dengan signifikansi 0.000 < 0.05, maka faktor internal dan faktor eksternal secara simultan berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Besar R square adalah 0.508. Hal ini berarti prestasi belajar ekonomi (Y) dapat dipengaruhi oleh faktor jasmani (X1), faktor psikologi (X2), lingkungan keluarga (X3), lingkungan sekolah (X4), dan lingkungan masyarakat (X5) sebesar 50.8% sedangkan sisanya 49.2% disebabkan oleh faktor lain. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor internal dan faktor eksternal siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kedungwaru. Saran bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengembangkan penelitian sejenis diharapkan meneliti faktor lain seperti intelegensi, kurikulum, kebijakan penilaian, dan lain-lain.

Hubungan antara kecerdasan emosional dengan perilaku agresi siswa SDN Lesanpuro 4 Malang / Erlita Yunias

 

ABSTRAK Yunias, Erlita. 2009. Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Perilaku Agresi Siswa SDN Lesanpuro 4 Malang. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Triyono, M.Pd, (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata kunci: kecerdasan emosional, perilaku agresi. Kecerdasan emosional merupakan salah satu faktor yang turut berperan dalam menentukan keberhasilan seseorang dalam hidupnya. Hal ini dapat diketahui dari konsep tentang kecerdasan emosional yang diungkapkan oleh Goleman (1999). Individu yang memiliki kecerdasan emosional yang baik mampu berempati, berkolaborasi dengan pihak lain secara baik, memiliki tingkat kesabaran yang tinggi dalam menghadapi kegagalan dan selalu optimis dalam hidup. Individu tersebut akan dapat mengendalikan emosinya secara alami sehingga tidak melakukan perilaku agresi. Penelitian deskriptif korelasional ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan kecerdasan emosional pada siswa SDN Lesanpuro 4 Malang, (2) Mendeskripsikan perilaku agresi pada siswa SDN Lesanpuro 4 Malang, (3) Mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan perilaku agresi siswa SDN Lesanpuro 4 Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SDN Lesanpuro 4 Malang yang berjumlah 619 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 91 orang siswa yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala kecerdasan emosional dan skala perilaku agresi. Tehnik analisis yang digunakan adalah presentase dan product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang tergolong memiliki kecerdasan emosional tinggi yaitu 69 siswa (80.2 %), siswa yang tergolong memiliki kecerdasan emosional sedang yaitu 17 siswa (19.8 %), siswa yang tergolong memiliki kecerdasan emosional rendah yaitu 0 (0 %), siswa yang tergolong memiliki perilaku agresi tinggi yaitu 1 siswa (1.2 %), siswa yang tergolong memiliki perilaku agresi sedang yaitu 27 siswa (31.4 %), dan yang tergolong memiliki perilaku agresi rendah yaitu 58 siswa (67.4 %). Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan yang negatif antara kecerdasan emosional dan perilaku agresi pada siswa SDN Lesanpuro 4 Malang. Sehingga hipotesis yang berbunyi “ada hubungan negatif antara kecerdasan emosional denganperilaku agresi siswa SDN Lesapuor 4 Malang” diterima. Berdasakan temuan peneliti, maka saran yang disampaikan, yaitu: (1) bagi kepala sekolah, diharapkan dapat lebih memperhatikan program-program yang ada di sekolah khususnya program BK, (2) bagi konselor, sebaiknya dapat lebih meningkatkan pemberian layanan bimbingan pasa siswa pada layanan informasi dan pengembangan, (3) bagi guru, hendaknya dapat lebih berperan dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa, (4) bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan kualitas penelitian dengan menggunakan teknik dan metode penelitian yang lebih bervariasi dan komprehensif.

The implementation of the english curriculum in the international class at SMP negeri 04 Kepanjen / Dianar Tribuwana Sayekti

 

Abstract Sayekti, Daniar Tribuwana, 2009, The Implementation of the English Curriculum in the International Class at SMP Negeri 04 Kepanjen, Malang. Thesis, Program of Study of English Language Education, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Prof. DR. H. Ali Saukah, M.A, Ph.D Key words: English curriculum, International Standard Class Various methods and strategies have been applied to develop language competence. One of the government strategies to achieve that goal is by establishing international standard classes which implements English curriculum in Junior High School. Using this strategy, the selected schools have to apply English as the main language in Science, Mathematics, and ICT classes. Therefore, it is interesting to investigate how international standard school program which uses English in teaching three lessons above develops students’ language competence. This study was intended to describe the teaching and learning process of English curriculum in the international standard classes at SMP Negeri 4 Kepanjen. It was expected that the description of this study would be valuable as a feedback for the teacher and school in evaluating whether the goal of the program has been achieved or not. This study was a descriptive qualitative research. The subjects were the seventh grade of International Standard Classes of SMP Negeri 4 Kepanjen. The data were obtained from the teacher and the students of international standard school program. The main instruments are observation and interview. From the findings, it could be concluded that the teacher of international standard class implements English Curriculum that is SNP + X. The teacher uses English as a medium of instruction in teaching English, Mathematics, Science and Technology, and as a means as communication outside the classroom. The English learning process involves topics about Mathematics, Science and Technology, and related with cross cultural understanding. The teacher uses ICT media such as LCD, laptop, and internet to support her teaching. This supports the development of the students’ multiple intelligences. Based on the research findings, some suggestions were given for the improvement of the teaching and learning processes in international standard classes. The school, especially the headmaster and coordinator of international standard school program, they have to give more support to the teachers of English, Mathematics, and science of international standard school program to use English consistently during the class and develop good and complete teaching preparation. For the English teacher of international standard school program, she should try harder to increase the quality of the teaching and learning of English by developing a well-arranged module for a semester, enhancing her teaching techniques, keeping her effort in using English consistently during the class, and perfecting the way she administers the implementation of English curriculum.

Hubungan tingkat kemampuan pengendalian konflik oleh manajer dengan kinerja karyawan di fajar teaching restaurant Universitas Negeri Malang / Amy Fatimah

 

ABSTRAK Fatimah, Amy. 2010. Hubungan Tingkat Kemampuan Pengendalian Konflik Oleh Manajer Dengan Kinerja Karyawan Di Fajar Teaching Restaurant Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M. Pd, (2) Dra. Wiwik Wahyuni, M. Pd Kata Kunci: pengendalian, konflik, kinerja, FTR. Konflik dapat terjadi dimanapun, termasuk di lingkungan mahasiswa. Salah satu contohnya yaitu di Fajar Teaching Restaurant Universitas Negeri Malang (FTR UM). FTR UM merupakan laboratorium praktikum untuk matakuliah Manajemen Usaha Restoran (MUR) bagi mahasiswa Usaha Jasa Restoran (UJR), dimana mahasiswa UJR berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Berkumpulnya individu dalam suatu kelompok dengan latar belakang status, tujuan, persepsi yang berbeda untuk bekerjasama pasti akan menimbulkan konflik, baik yang besar maupun yang kecil. Konflik dapat mempengaruhi kinerja, dan sebagai pimpinan tertinggi dalam organisasi, manajer dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang harmonis agar tidak terjadi konflik yang akan berdampak negatif pada kinerja. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian konflik untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: tingkat kemampuan pengendalian konflik oleh manajer pada saat pengelolaan FTR UM periode Agustus 2008 hingga Oktober 2009, kinerja karyawan di FTR UM pada periode Agustus 2008 hingga Oktober 2009, hubungan antara tingkat kemampuan pengendalian konflik oleh manajer dengan kinerja karyawan di FTR UM. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional, dilaksanakan di FTR UM dengan populasi sebanyak 26 orang,teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa UJR yang telah melaksanakan praktik mengelola FTR UM pada periode Agustus 2008 hingga Oktober 2009. Penelitian ini menggunakan angket sebagai instrumen dalam pengumpulan data penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: tingkat kemampuan pengendalian konflik oleh manajer ada pada kategori sangat tinggi dengan prosentase skor sebanyak 88,46%, kualitas kinerja karyawan termasuk pada kategori tinggi dengan prosentase skor sebesar 73,08%, dan ada hubungan antara tingkat kemampuan pengendalian konflik oleh manajer dengan kinerja karyawan di FTR UM yang dinyatakan dengan koefisien korelasi sebesar 0,523. Terdapat beberapa saran untuk penelitian ini, diantaranya: diharapkan kepada manajer FTR UM untuk tetap berusaha mempertahankan kemampuan dalam mengendalikan konflik di lingkungan kerja, kepada para karyawan FTR UM diharapkan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas kinerjanya dengan cara banyak mengikuti pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan/skill masing-masing, sehingga dapat mewujudkan tujuan organisasi bersama-sama dengan manajer. Bagi jurusan Teknologi Industri diharapkan untuk memberikan pembekalan pada para mahasiswa UJR terutama mahasiswa Tata Boga baik secara teori maupun praktik untuk memberikan tambahan mata kuliah ataupun mengundang para praktisi/konsultan di bidang restoran yang dapat menambah pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola restoran atau usaha-usaha sejenis lainnya. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut agar diperoleh informasi yang lebih lengkap dan luas dengan menjadikan penelitian ini sebagai referensi.

Penerapan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa SMPN 1 Geger kabupaten Madiun / Nuke Edy Wardhani

 

ABSTRAK Wardhani, Nuke Edy. 2009. Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa SMPN 1 Geger Kabupaten Madiun. Skripsi, Jurusan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Cholis Sa’dijah, M.Pd., M.A., (2) Drs. Dwiyana, M.Pd. Kata kunci: Penerapan, Pembelajaran Berbasis Masalah, Prestasi Belajar Dalam kegiatan pembelajaran di kelas, aktivitas belajar siswa SMPN 1 Geger Kabupaten Madiun masih kurang, hanya beberapa siswa tertentu saja yang aktif ketika pembelajaran berlangsung. Siswa kurang tertarik dengan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan sehingga prestasi belajar rendah. Untuk mengatasi hal itu diperlukan suatu perubahan dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu pembelajaran yang dapat digunakan adalah pembelajaran berbasis masalah. Suatu pembelajaran yang mengajak siswa membangun pengetahuan melalui kegiatan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa SMPN 1 Geger Kabupaten Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di SMPN 1 Geger Kabupaten Madiun dengan subjek penelitian yaitu 32 siswa kelas VII E SMPN 1 Geger Kabupaten Madiun tahun 2009/2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah dilakukan melalui langkah-langkah berikut. (1) Orientasi siswa kepada masalah yaitu menyampaikan tujuan, pemberian apersepsi, motivasi serta pemberian masalah. (2) Mengorganisasi siswa untuk belajar yaitu membantu siswa mendefinisikan permasalahan, mengorganisasikan tugas belajar serta meminta siswa untuk memahami masalah. (3) membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, proses dimana penyelesaian masalah dilakukan. (4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya atau presentasi hasil kerja siswa, dilakukan dari satu kelompok ke kelompok lain. (5) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Penerapan pembelajaran berbasis masalah menunjukkan hasil yang positif, yaitu dari aktivitas siswa yang tergolong baik dan prestasi belajar siswa yang mengalami peningkatan. Peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat dari peningkatan nilai hasil tes dimana banyaknya siswa yang tuntas belajar pada siklus I sebanyak 71,88% meningkat menjadi 81,25% pada siklus II. Selain itu, respon positif juga ditunjukkan siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan.

Pengaruh pembelajaran organisional budaya organisasi sekolah, kepemimpinan terhadap motivasi dan perubahan organisional dalam peningkatan kinerja SMAN di Jawa Timur / Bambang Setyadin

 

ABSTRAK Setyadin, Bambang. 2009. Pengaruh Pembelajaran Organisasional, Budaya Organisasi Sekolah, Kepemimpinan Terhadap Motivasi dan Perubahan Organisasional Dalam Peningkatan Kinerja SMAN di Jawa Timur. Disertasi, Program Pascasarjana (S3) Program Studi Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H.A. Sonhadji KH, MA. PhD; (II) Prof. Dr. Salladien; (III) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd Kata kunci: perubahan organisasional, kinerja, pembelajaran organisasional, kepemimpinan, budaya organisasi, motivasi kerja Secara strategis suatu organisasi bisa bertahan, berkompetisi, dan berorientasi global harus dapat memanfaatkan fungsi organisasinya dengan pembelajaran organisasional agar supaya terjadi perubahan organisasional yang pada muaranya dapat meningkatkan kinerja organisasi. Sekolah sebagai organisasi, agar bisa maju-berkembang sepatutnya melakukan konsolidasi diri dengan melakukan perubahan-perubahan organisasional. Untuk melakukan perubahan organisasional harus dimulai dari pembelajaran organisasional yang dibingkai dalam suasana kepemimpinan sekolah yang kondusif dengan tetap berpegang pada budaya organisasi sekolah. Selain itu juga harus meningkatkan motivasi para stakeholder sekolah yang pada akhirnya bisa melakukan perubahan organisasional sekolah dan pada ujungnya dapat meningkatkan kinerja sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan hubungan multivariat pembelajaran organisasional, budaya organisasi, kepemimpinan sekolah, serta motivasi kerja personel sekolah dengan perubahan organisasional sekolah dan kinerja SMAN di Jawa Timur (Jatim). Selain itu juga untuk menjelaskan pengaruh faktor-faktor pembelajaran organisasional, budaya organisasi, kepemimpinan sekolah, terhadap motivasi kerja personel SMAN di Jatim. Sebagai landasan untuk mengkonstruksi hipotesis penelitian digunakan Grand Theory Kurt Lewin (1922), dengan pendekatan Teori Kinerja, Teori Perubahan, Teori Motivasi, Teori Kepemimpinan, Teori Pembelajaran Organisasional, dan Teori Budaya Organisasi yang dikemukakan beberapa ahli seperti Luthans (1995), Sergiovanni (1991), Hanson (1991), Steers (1985), Robbins (1984), McClelland (1976), Senge, (1996), dan lain sebagainya. Berdasar atas upaya pencapaian tujuannya, desain penelitian ini merupakan causal explanation, yaitu bermaksud menjelaskan keterkaitan hubungan antar multivariat, sehingga akhir dari proses penelitian ini adalah menguji dan mengembangkan model hubungan multivariat tersebut. Populasi penelitian ini adalah SMAN se Jatim yang berjumlah 329 sekolah dari 38 daerah Kota dan Kabupaten yang ditetapkan areanya. Jumlah sampel sekolah ditetapkan sebanyak 179 sekolah berdasarkan Tabel Krejcie 2 dan Morgan. Sedangkan responden terdiri atas Kepala Sekolah, Ketua Komite Sekolah, Guru, Staf Administrasi, Murid dari 179 unit SMA, sehingga jumlah responden keseluruhannya adalah 895 orang. Untuk menentukan anggota sampel penelitian dilakukan berdasar jumlah sekolah dan murid sehingga dapat disebut Area Random Sampling. Instrumen untuk mengumpulkan data penelitian adalah angket yang teruji validitas dan reliabilitasnya sebesar 0,685. Adapun unit analisis yang dijadikan dasar untuk pengolahan data adalah unit sekolah, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan Structural Equation Modeling (SEM). Studi ini pada akhirnya menyimpulkan, bahwa: 1) Taraf Kinerja, Perubahan Organisasional, Motivasi Kerja, Kepemimpinan, Budaya Organisasi, dan Pembelajaran Organisasional pada SMAN di Jatim termasuk dalam kategori ‘sedang’ atau cukup, 2) Kinerja SMAN di Jatim hanya dipengaruhi secara langsung derajat motivasi kerja para personel sekolah dan secara tidak langsung dipengaruhi oleh upaya pembelajaran organisasional dan situasi kepemimpinan yang kondusif berlatar budaya organisasi sekolah, 3) Perubahan organisasional SMAN di Jatim akan terwujud bilamana secara langsung ataupun tidak langsung ada upaya pembelajaran organisasional dalam situasi kepemimpinan yang berbasis budaya organisasi dan dilandasi oleh motivasi kerja para personel sekolah, 4) Upaya pembelajaran organisasional dan suasana kepemimpinan sekolah yang dilandasi langsung oleh budaya organisasi, berpengaruh langsung secara signifikan terhadap derajat motivasi kerja para personel SMAN di Jatim, 5) Budaya organisasi sekolah menjadi akar kultural bagi kepemimpinan SMAN di Jatim. Atas dasar kesimpulan tersebut, peneliti menyampaikan rekomendasi kepada: 1) Para akademisi hendaknya mengembangkan teori kepemimpinan, budaya organisasi, pembelajaran organisasional, dan kinerja organisasi dalam perspektif dinamika organisasi yang memuat tahapan-tahapan prosesnya melalui praktik riset yang mendalam dan kritis terhadap asumsi-asumsi teoretiknya, 2) Para pejabat Depdiknas/Disdik Propinsi Jatim, hendaknya lebih memfokuskan pada peningkatan fungsi pelayanan kordinasi, mereduksi regulasi, memberi diskresi dan solusi atas segala permasalahan yang dihadapi oleh SMAN di Jatim, 3) Para Kepala SMAN hendaknya menjabarkan visi dan misinya ke dalam rencana kerja, beserta parameter keberhasilannya, sehingga para personel sekolah memahami dan tergerak untuk bertanggung jawab secara kolektif; 4) Para stakeholder sekolah, agar supaya membangun kesadaran kolektif untuk pro aktif dalam memajukan dan mengembangkan sekolah berbasis budaya lokal dengan mendarmabhaktikan dana, tenaga, dan pikiran kepada sekolah, khususnya demi masa depan anak bangsa

Pembangunan jaringan komputer dengan koneksi internet speedy pada yayasan pendidikan islam raden paku Trenggalek / Slamet Riadi, Nikmah Arie Rhisma Putri

 

ABSTRAK Riadi, Slamet dan Arie Rhisma Putri, Nikmah. 2009. Pembangunan Jaringan Komputer Dengan Koneksi Internet Speedy Pada Yayasan Pendidikan Islam Raden Paku Trenggalek. Tugas Akhir, Teknik Elektronika, Program Pendidikan D-III Teknisi Komputer dan Jaringan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing : (I) I Made Wirawan, S.T., S.S.T., (II) Anik Nur Handayani, S.T., M.T. Kata Kunci : Jaringan, Internet Speedy Dengan adanya komputer yang telah ada pada Yayasan Pendidikan Islam Raden Paku Trenggalek dimana di Kantor MTs, Kantor MA, Laboratorium Komputer dan Perpustakaan yang belum terbangun jaringan komputer, oleh sebab itu sangatlah perlu dibangun jaringan untuk menyatukan komputer satu dengan yang lain. Sementara akses internet sangatlah dibutuhkan oleh instansi tersebut maka akan dibangunnya sebuah jaringan internet dari PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk yang telah meluncurkan layanan internet berbasis ADSL dengan Telkom Speedy menggunakan Router Modem Aztech DSL605EU yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek. Tujuan dari pembuatan tugas akhir ini adalah Membangun LAN dengan Router Modem Aztech DSL605EU, Mengkonfigurasi Local Area Network (LAN), Mengkonfigurasi Router Modem Aztech DSL605EU serta pengamanan menggunakan Wired Equivalent Privacy (WEP), Menguji hasil perancangan LAN dan pengamanan jaringan menggunakan Router Modem Aztech DSL605EU. Pada Yayasan Pendidikan Islam Raden Paku Trenggalek mempunyai permasalahan tersebut diatas. Maka Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dijelaskan bagaimana cara membangun LAN yang terkoneksi dengan internet speedy yang menggunakan fasilitas Router Modem Aztech DSL605EU sebagai jembatan antara modem dengan user menggunakan sistem operasi Windows XP. Metode perancangan jaringan komputer dengan koneksi internet speedy ini meliputi Mempelajari buku, artikel, dan situs yang terkait dengan pembangunan LAN dan konfigurasi koneksi internet, peta lokasi jaringan beserta dengan alat-alatnya, serta juga cara kerja sistem. Perancangan perangkat keras (hardware) meliputi perancangan pengkabelan dan instalasi menggunakan kabel Unshielded Twisted Pair (UTP). Untuk perancangan perangkat lunak (software) meliputi setting Local Area Network (LAN) serta setting Router Modem Aztech DSL605EU sehingga semua komputer dapat terkoneksi baik menggunakan koneksi UTP.. Setelah dibangunnya Local Area Network (LAN) dengan menggunakan Router Modem Aztech DSL605EU, maka diharapkan pada Yayasan Pendidikan Islam Raden Paku Trenggalek bisa mengakses data mereka tanpa harus menambah data yang sama di komputer yang berbeda sehingga beban data pada tiap komputer dapat berkurang dengan menggunakan fasilitas berbagi pakai. Penggunaan Router Modem Aztech DSL605EU, diharapkan komputer yang terdapat pada kantor MTs, kantor MA, laboratorium komputer dan perpustakaan dapat terkoneksi jaringan internet dengan menggunakan fasilitas koneksi kabel UTP.

Pebandingan penggunaan squid proxy server dengan dansguardain proxy server sebagai filter situs terlarang di SMA negeri 1 Tugu Trenggalek / Harsono, Titik Suharyanti

 

Abstrak Ilmu pengetahuan dan teknologi setiap periode selalu berkembang. Dengan berkembangnya teknologi informatika menyebabkan masyarakat (khususnya masyarakat sekolah) sangat membutuhkan informasi yang sangat cepat, akurat dan efisien karena informasi merupakan bagian yang sangat penting untuk tetap menjalin komunikasi. Teknologi informasi yang semakin mudah diakses oleh siapa pun, kapan pun, dan dimana pun, karena didukung media komunikasi yang canggih. Pesatnya kemajuan teknologi informasi mengharuskan para siswa, pendidik dan tenaga kependidikan untuk lebih tanggap dalam mengikuti kemajuan dan menguasainya. Namun demikian kemajuan teknologi informasi khususnya internet mwmpunyai dampak positif dan negatif. Dampak positif internet bagi siswa, pendidik dan tenaga kependidikan yaitu dapat memperoleh informasi dengan mudah dan cepat, sedangkan dampak negatifnya internet, siswa dapat mengakses dengan bebas situs-situs yang tidak layak (situs porno, situs perjudian online). Sehingga kalau dibiarkan terus akan berpengaruh terhadap perkembangan moral para siswa Untuk mengatasi dampak negatif dari bebasnya pengaksesan situs-situs tidak layak, maka diperlukan suatu pembatas akses (filtering). Pada proyek tugas akhir ini dibangun sistem filtering dengan squid dan dansguardian proxy server sebagai filter situs terlarang di SMA Negeri 1 Tugu Trenggalek. Langkah yang di kerjakan adalah membuat proxy server dengan menggunakakan Sistem Operasi Ubuntu Desktop 9.04, setelah Ubuntu terinstall di server kemudian mengaktifkan program squid dan dansguardiannya. Squid dan dansguardian di ubah konfigurasinya di sesuaikan dengan kebutuhan. Sesudah itu menyeting IP komputer-komputer client yang akan dihubungkan dengan server proxy agar bisa berkomunikasi dengan jaringan Internet. Langkah berikutnya adalah melakukan pengujian di setiap client di jaringan dengan jalan melakukan ping ke gateway maupun ke alamat url/web yang diinginkan. Setelah dilakukan pembangunan (pemasangan) sistem filtering ini apabila siswa sedang praktek di lab. Komputer bisa lebih fokus pada materi pelajaran dan para pendidik pun tidak was-was lagi mengajar. Dengan adanya Sistem Filtering ini diharapkan dapat membantu proses belajar siswa dan menambah keterampilan serta pengetahuan siswa khususnya siswa SMA Negeri 1 Tugu Trenggalek.

Hubungan antara kepribadian tipe A dengan kecenderungan penyakit jantung pada pemeran pembarong di pementasan kesenian reyog kecamatan ponorogo / Yussida oktaviana Murty

 

ABSTRAK Murty, Yussida Oktaviana. 2009. Hubungan antara Kepribadian Tipe A dengan Kecenderungan Penyakit Jantung Pada Pemeran Pembarong di Pementasan Kesenian Reyog Kecamatan Ponorogo. Skripsi. Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (2) Fattah Hidayat, S. E, S. Psi, M. Si. Kata kunci: kepribadian tipe A, kecenderungan penyakit jantung Penyakit jantung terjadi ketika pembuluh koroner yang menyuplai darah ke jantung mengalami penyempitan selama masa dewasa tengah. Selain factor usia, hal yang memiliki peran bahwa seseorang berkecenderungan menderita penyakit jantung ialah dari kepribadian. Dalam masyarakat terdapat berbagai macam individu dengan berbagai macam pula kebiasaan, pola perilaku, tabiat, karakteristik serta berbagai macam kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkap hubungan antara kepribadian tipe A dan kecenderungan penyakit jantung pada pemeran pembarong di pementasan kesenian Reyog kecamatan Ponorogo. Kepribadian tipe A adalah tipe kepribadian dengan karakteristik yaitu ambisius, agresif, terburu-buru dalam aktivitas, perfeksionis, terdapat persaingan yang tinggi, polyphasic (dapat mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu), serta tidak bersahabat dengan orang lain. Kecenderungan penyakit jantung adalah gejala-gejala yang dirasakan oleh seseorang, antara lain: nyeri dari aorta yang dirasakan di sekitar leher bagian belakang, diantara bahu, punggung sebelah bawah atau di perut; sesak nafas; kelelahan atau kepenatan; palpitasi (jantung berdebar-debar); serta pusing dan pingsan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Ponorogo, dengan jenis penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Subjek yang dijadikan sampel penelitian adalah pemeran pembarong di pementasan kesenian Reyog kecamatan Ponorogo sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala kepribadian tipe A dengan menggunakan model penskalaan Likert dan pengukuran denyut jantung dengan alat EKG serta wawancara. Dari hasil uji coba diperoleh 36 butir aitem valid dengan reliabilitas sebesar 0,94. Analisis deskriptif menggunakan mean dan standar deviasi. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi product moment Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan kepribadian tipe A pemeran pembarong sebagian besar hanya berkecenderungan memiliki kepribadian tipe A yaitu sebesar 67,5% (27 orang), dan kecenderungan penyakit jantung juga berada di kategori sedang sebesar 60% (24 orang). Dari hasil analisis korelasional diketahui bahwa terdapat hubungan positif yang lemah antara kepribadian tipe A dengan kecenderungan penyakit jantung pemeran pembarong (rxy= 0,377, keofisien rendah; p=0,016 < 0,05), hal ini berarti bahwa hipotesis awal penelitian ini diterima. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan pemeran pembarong dapat memperhatikan kepribadian tipe A yang dimiliki yang selanjutnya akan mempengaruhi kecenderungan penyakit jantung. Pemeran pembarong diharapkan mampu memperhatikan kembali perilaku sebagai bentuk kepribadian tipe A untuk tujuan jangka panjang, dapat menghindari kecenderungan penyakit jantung yang merugikan.

Hubungan konsep diri dan kecemasan dengan penyesuaian diri menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan / Sendy Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Sendy. 2009. Hubungan Konsep Diri dan Kecemasan dengan Penyesuaian diri Menantu Perempuan yang Tinggal Serumah dengan Mertua Perempuan. Program Studi Psikologi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Weni Utami M.Si. (II) Anies Syafitri M.Psi, Psikolog Kata kunci: konsep diri, kecemasan, penyesuaian diri, menantu perempuan Berdasarkan penelitian yang dilakukan Landis (1984) terhadap istri di New Jersey mengemukakan bahwa ketika terjadi konflik dengan keluarga suami, masalah yang paling banyak disebut adalah dengan mertua perempuan dengan presentase 50% (Stinnet,1984). Masalah tersebut seringkali berdasar pada persamaan peran baik dalam hal mengurus rumah tangga atau dalam hal perawatan anak. Hal ini menyebabkan timbulnya perasaan cemas pada menantu perempuan, dimana perasaan cemas ini dapat mempengaruhi penyesuaian diri menantu perempuan terhadap dirinya sendiri, keluarga maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui: (1) gambaran konsep diri, kecemasan dan penyesuaian diri menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan (2) hubungan konsep diri dengan penyesuaian diri menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan, (3) hubungan kecemasan dengan penyesuaian diri menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan, (4) hubungan konsep diri dan kecemasan dengan penyesuaian diri menantu perempuan tinggal serumah dengan mertua perempuan. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif korelasional Populasi penelitian ini adalah menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan di kecamatan Tugu kabupaten Trenggalek sejumlah 188 orang dan sampel sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel adalah proporsional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala: Konsep Diri (reliabilitas 0,941), Kecemasan(reliabilitas 0,853) dan Penyesuaian Diri (reliabilitas 0,944). Teknik analisis data untuk mengetahui gambaran konsep diri, kecemasan, dan penyesuaian diri adalah analisis deskriptif, sedangkan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan kecemasan terhadap penyesuaian diri adalah dengan analisis regresi ganda. Hasil yang diperoleh menunjukkan: (1) ada hubungan yang positif dan signifikan antara konsep diri dengan penyesuaian diri (r = 0,432; p = 0,003 < 0,05), (2) ada hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan dengan penyesuaian diri (r = - 0,381; p = 0,008 < 0,05), (3) ada hubungan antara konsep diri dan kecemasan dengan penyesuaian diri menantu perempuan (r= 0,287, F = 7,460, p = 0,002 < 0,05). Sesuai hasil penelitian dapat disarankan: (1) agar menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan lebih mengembangkan konsep diri positif untuk meningkatkan penyesuaian diri terhadap keluarga dan lingkungan sosial, (2) agar keluarga suami khususnya mertua perempuan menciptakan suasana hangat dan penerimaan yang baik kepada menantu perempuan, (3) peneliti selanjutnya agar menggunakan faktor lain misalnya kecerdasan emosional, tingkat stress, budaya dan lain-lain yang dapat mempengaruhi penyesuaian diri menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan.

Perbedaan penyesuaian sosial remaja ditinjau dari kelahiran di MAN 3 Malang / Alif Clasitia Ramadhani

 

ABSTRAK Ramadhani, Alif Calistia. 2009. Perbedaan Penyesuaian Sosial Remaja Ditinjau dari Urutan Kelahiran di MAN 3 Malang. Program Studi Psikologi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed. (II) Fattah Hidayat, S.E., S.Psi., M.Si. Kata kunci: urutan kelahiran, penyesuaian sosial, remaja Penelitian terhadap anak-anak, remaja-remaja, dan orang dewasa dari berbagai urutan kelahiran, menunjukkan betapa posisi urutan dapat menjadi faktor yang kuat dalam menentukan jenis penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial yang harus dilakukan individu sepanjang rentang kehidupan (Hurlock, 1990). Hal tersebut berhubungan dengan bagaimana orang tua memperlakukan seorang anak di dalam lingkungan keluarga. Pada umumnya, perlakuan orang tua kepada anak berbeda berdasarkan urutan kelahirannya. Hal ini menimbulkan perbedaan karakteristik kepribadian anak dan bagaimana dia menjalani kehidupan sosialnya. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui perbedaan penyesuaian sosial remaja pada anak sulung, anak tengah, dan anak bungsu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan komparatif, sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis hipotesis yang digunakan adalah teknik one way anova. Jumlah subjek berjumlah 90 orang, dengan anak sulung sebanyak 30 subjek, anak tengah sebanyak 30 subjek, dan anak bungsu sebanyak 30 subjek. Penelitian menggunakan skala penyesuaian sosial yang dikembangkan oleh peneliti, yang disusun berdasarkan aspek penyesuaian sosial dari Schneiders (1955). Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan tentang penyesuaian sosial remaja bila ditinjau dari urutan kelahiran, yaitu pada anak sulung, anak tengah, dan anak bungsu di MAN 3 Malang, dilihat dari hasil perhitungan p sebesar 0,003 < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi siswa untuk meningkatkan penyesuaian sosial dan kemampuan interaksi sosial dengan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat agar dapat membentuk penyesuaian sosial yang lebih baik. Untuk peneliti selanjutnya dengan tema yang sama, agar membuat alat pengukur data penelitian dengan item-item pernyataan yang lebih cermat, memperluas wilayah penelitian, mempertimbangkan subyek yang akan diteliti apakah sudah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dan juga memperbanyak jumlah sampel penelitian. Dan untuk pihak sekolah dapat meningkatkan layanan psikologi di sekolah agar dapat digunakan para siswa untuk mendiskusikan permasalahan sosial dengan guru di sekolah.

Membangun PC router menggunakan freeBSD dan p[engembangan akses internet melalui akses nirkabel di UPT SDN Karangketug II kota pasuruan / Maulana Akbar Kalamsyah

 

ABSTRAK Kalamsyah, Maulana, Akbar. 2009. Membangun PC Router menggunakan FreeBSD dan pengembangan Akses Internet Melalui Akses Nirkabel di UPT SDN Karangketug II Kota Pasuruan Tugas Akhir, Program Studi Teknik Komputer dan Jaringan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muladi, S.T.,M.T, (II) Drs. Setiadi C.P, M.Pd, M.T. Kata kunci: FreeBSD, Firewall, NAT Dalam Pengelolaan Sistem Informasi antara ruang TU dan Lab. Komputer, dibutuhkan sarana yang dapat membantu para guru dan siswa untuk mengelola informasi serta memudahkan siswa untuk mengakses informasi yang berkaitan dengan kegiatan sekolah Tujuan Pada Proyek Tugas Akhir ini bagi mahasiswa adalah : (1) sebagai tanda bukti bahwa mahasiswa telah melaksanakan kegiatan Proyek Tugas Akhir. (2). Sebagai sarana evaluasi pelaksanaan kegiatan Proyek Tugas Akhir. (3) Sebagai alat ukur keberhasilan mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan Proyek Tugas Akhir. (4). Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mahsiswa untuk menjadi tenaga kerja yang Profesional. Tujuan bagi UPT SDN Karangketug II adalah memberikan kesempatan kepada semua karyawan untuk mendapatkan akses internet yang mudah dan murah. Metode perancangan dibuat PC Router dengan menggunakan operating system FreeBSD dan akses internet melalui akses nirkabel. PC Router ini berfungsi untuk mendukung Akses Internet dan Firewall. Hasil yang diperoleh yaitu karyawan dan Kepala Sekolah dapat menikmati akses Internet dari tempatnya masing-masing dengan menggunakan notebook. Kesimpulan dari Proyek Tugas Akhir ini adalah : (1). Jaringan Internet menggunakan PC Router FreeBSD yang dibangun pada UPT SDN Karangketug II berfungsi dengan baik dan sesuai dengan rencana yang diterapkan. (2). PC Router FreeBSD dapat memberikan perlindungan, baik menyaring, membatasi atau bahkan menolak paket data yang tidak sesuai dengan konfigurasi. (3). Sistem Firewall yang membatasi Client yang tidak berhak mengakses Internet.

Hubungan pola asuh permisif dan slef ekteem dengan perilaku seksual pranikah pada siswa-siswi kelas XI di SMK 2 Malang / Hidayatul Fathiyah

 

ABSTRAK Fathiyah, Hidayatul. 2009. Hubungan Pola Asuh Permisif dan Self Esteem dengan Perilaku Seksual Pranikah pada Siswa-siswi kelas XI di SMK 2 Malang. Skripsi. Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prastuti M.Si, Pembimbing: (2) Dyah Sulistiyorini, S.Psi, M.Psi. Kata kunci : Pola Asuh Permisif, Self Esteem, Perilaku Seksual Pranikah Perilaku seksual pranikah sering terjadi di kalangan remaja saat ini. Terdapat beberapa faktor, diantaranya adalah faktor pola asuh orang tua dan self esteem. Pola asuh Orang tua permisif cenderung memberikan kebebasan pada anak tanpa kontrol sama sekali, sehingga seorang anak lebih mudah jatuh pada perilaku yang negatif, salah satunya perilaku seksual pranikah.faktor kedua adalah self esteem. Remaja dengan self esteem yang tinggi cenderung dapat memfilter dirinya dari pengaruh negatif yang datang dari dalam dirinya maupun dari luar dirinya, begitupun sebaliknya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran: (1) pola asuh permisif pada siswa-siswi kelas XI di SMK 2 Malang, (2) self esteem pada siswa-siswi kelas XI di SMK 2 Malang, (3) perilaku seksual pranikah pada pada siswa-siswi kelas XI di SMK 2 Malang, (4) hubungan pola asuh permisif dengan perilaku seksual pranikah pada siswa-siswi kelas XI di SMK 2 Malang, (5) hubungan self esteem dengan perilaku seksual pranikah pada siswa-siswi kelas XI di SMK 2 Malang, (6) hubungan pola asuh permisif dan self esteem dengan perilaku seksual pranikah pada siswa-siswi kelas XI di SMK 2 Malang. Penelitian ini dilakukan pada siswa-siswi kelas XI di SMK 2 Malang, dengan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Sampel penelitian adalah siswa-siswi kelas XI di SMK 2 Malang 70 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis koresional menggunakan Analisis korelasional menggunakan analisis statistik Pearson correlation dengan taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang positif antara pola asuh permisif dengan perilaku seksual pranikah( rxy= 0,501, p = 0,000 < 0,05). Ada hubungan negatif antara self esteem dengan perilaku seksual pranikah(rxy = -0.449, p = 0,000 < 0,05), Serta ada hubungan antara pola asuh orang tua permisif dan self esteem dengan perilaku seksual pranikah(R= 0,582, p = 0,000 < 0,05,) Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada (1) Remaja lebih mampu menilai dirinya secara positif akan keberadaan dirinya atau mengubah self esteemnya agar menjadi lebih positif. (2) Untuk pihak orang tua agar meminimalkan pola asuh permisif supaya mencegah perilaku seksual pranikah (3) bagi pihak sekolah melalui guru bimbingan konseling (BK) misalnya pelatihan pengembangan self esteem pada diri siswa.(4)bagi peneliti selanjutnya, diharapkan menambah jumlah sampel penelitian dan diusahakan untuk mewakili seluruh tingkatan kelas dalam suatu wilayah, dan disarankan pula untuk melakukan penelitian lanjutan serupa dengan menggunakan metode kualitatif sehingga nantinya bisa dijadikan pelengkap maupun bisa dibandingkan hasilnya.

Penerapan model pembelajaran berbasis masalah ( Problem based learning ) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA laboratorium Malang / Dwi Putra lalena

 

ABSTRAK Putra Lelana, Dwi. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X-1 SMA LABORATORIUM MALANG. Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing : (I) Drs. Prih Hardinto, M. Si (II) Mardono, M. Si. Kata Kunci : Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), Kemampuan Berpikir Kritis, Hasil Belajar Model pembelajaran yang sering dipakai dalam proses pembelajaran di sekolah-sekolah sangat mempengaruhi kondisi siswa. Dari hasil observasi di SMA LABORATORIUM Malang, dalam proses belajar mengajar seringkali terlihat siswa pasif. Terlihat bahwa banyak siswa yang hanya mendengarkan pada waktu guru menerangkan, banyak siswa yang sibuk membuka catatan dan mengobrol dengan teman sebangkunya apabila guru mengajukan pertanyaan. Hal ini dikarenakan dalam proses belajar mengajar, siswa hanya menerima materi pelajaran dari guru saja. Tentu saja hal tersebut mempengaruhi kondisi siswa dalam menanggapi permasalahan-permasalahan yang diberikan oleh guru. Hal ini juga berpengaruh pada hasil belajar siswa, dapat dilihat bahwa presentase rata-rata nilai kelas masih di bawah standar kelulusan minimum sebesar 58,28%. Dengan keadaan siswa yang seperti itu, maka dapat diketahui bahwa kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa tersebut masih rendah. Sehingga perlu adanya suatu model pembelajaran yang bisa membuat siswa mampu menanggapi dan mengatasi permasalahan yang diberikan oleh guru. Salah satu model pembelajaran yang bisa dipakai dalam upaya meningkatkan kondisi siswa agar mampu menanggapi dan mengatasi masalah-masalah yang diberikan oleh guru adalah Pembelajaran Berbasis Masalah. Pembelajaran dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah merupakan salah satu penerapan pembelajaran yang menghadirkan suatu permasalahan dunia nyata ke dalam kelas. Latar belakang tersebut memunculkan permasalahan yang dirumuskan sebagai berikut.(1) bagaimanakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah untuk menigkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMA LABORATORIUM Malang, (2) bagaimanakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMA LABORATORIUM Malang. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA LABORATORIUM Malang setelah penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran ekonomi, (2) untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas X SMA LABORATORIUM Malang setelah penerapan model pembelajaran berbasis masalah. i ii Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas secara deskriptif kualitatif, yaitu dengan menggambarkan kondisi yang sebenarnya di dalam kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purpossive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif prosentase, yaitu untuk memperoleh gambaran tentang kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas X SMA LABORATORIUM Malang. Hasil penelitian menunjukkan persentase ketercapaian guru dalam menerapkan langkah-langkah model pembelajaran berbasis masalah pada siklus I sebesar 83,33%, sedangkan ketercapaian guru dalam menerapkan langkah-langkah model pembelajaran berbasis masalah pada siklus II yaitu sebesar 90,91%. Hal ini dapat terlihat adanya peningkatan prosentase sebesar 7,58%. Sedangkan dari observasi kegiatan siswa pada siklus I dalam ketercapaian siswa dalam menerapkan langkah-langkah model pembelajaran berbasis masalah sebesar 75%, dan pada siklus II ketercapaian siswa dalam menerapkan langkah-langkah model pembelajaran berbasis masalah sebesar 87,5%. Tampak bahwa ketercapaian siswa dalam menerapkan langkah-langkah model pembelajaran berbasis masalah mengalami peningkatan sebesar 12,05%. Pada data kemampuan berpikir kritis pada siklus I prosentasenya sebesar 46,05%, sedangkan pada siklus II sebesar 73,09%. Dapat dilihat bahwa kemampuan berpikir kritis siswa meningkat sebesar 27,04% dari siklus I ke siklus II. Hasil belajar siswa berdasarkan lembar penilaian hasil belajar siklus I sebesar 76,58% dan siklus II sebesar 79,21%. Hal ini mengalami peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 2,63%. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan, maka dapat dikatakan bahwa model pembelajaran melalui metode Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 27,04 %, dan hasil belajar siswa sebesar 2,63%, dalam proses belajar mengajar siswa menjadi lebih tertarik karena guru memberikan variasi-variasi dalam proses belajar mengajar sehingga siswa tidak lagi merasa bosan. Selain itu, dalam proses pembelajaran siswa lebih berperan aktif dalam menanggapi permsalahan-permasalahan yang diberikan oleh guru. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan : (1) Guru mata pelajaran Ekonomi disarankan untuk menerapkan model pembelajaran melalui metode Pembelajaran Berbasis Masalah sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. (2) Dalam pelaksanaan masing-masing fase pembelajaran, hendaknya guru perlu mempertimbangkan pembagian waktu secara efektif dan efisie. (3) Bagi peneliti yang berikutnya ingin meneliti hal yang sama, bisa mencobakan pembelajaran melalui metode Pembelajaran Berbasis Masalah untuk materi Ekonomi lainnya yang lebih melibatkan aktivitas siswa sehingga menuntut adanya kreatifitas siswa yang lebih.

Pembelajaran kooperatif tipe stad dengan media pohon matematika pada materi persamaan garis lurus untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII MTs MA'ARIF Bangil / Siti Aisyah

 

ABSTRAK Aisyah, Siti. 2009. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Media Pohon Matematika pada Materi persamaan Garis Lurus untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII MTs Ma’arif Bangil. Skripsi, Program Studi S1-Pendidikan Matematika, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Makbul Muksar, S.Pd, M.Si (2) Dra. Tri Hapsari Utami, M.Pd. Kata kunci: kooperatif tipe STAD, media pohon matematika dan prestasi belajar. Rendahnya prestasi belajar siswa dibeberapa jenjang pendidikan, salah satunya disebabkan oleh proses pembelajaran matematika. Paradigma mengajar di Indonesia yang cenderung teacher center learning menyebabkan siswa tidak terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Pandangan konstruktivis memberikan perbedaan yang tajam terhadap paradigma mengajar yang cenderung teacher center learning, sehingga perlu dilakukan perubahan paradigma mengajar yang sesuai dengan KTSP. Pembelajaran yang sesuai dengan KTSP dan konstruktivis adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa dan melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Dalam proses belajar mengajar, guru mempunyai tugas untuk memilih model pembelajaran berikut media pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang disampaikan demi terciptanya tujuan pembelajaran serta dapat melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Berdasarkan permasalahan di atas, maka dalam penelitian ini digunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media pohon matematika. Metode Penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dan dirancang dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observation) dan refleksi (reflection). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-C MTs Ma’rif Bangil yang berjumlah 45 siswa yang terdiri dari 15 putri dan 30 putra. Penelitian dilaksanakan mulai 17 Nopember 2009 sampai 1 Desember 2009. Hasil penelitian setelah dilaksanakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media pohon matematika menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa dari siklus I dengan rata-rata tes siswa 47 ke siklus II meningkat rata-ratanya menjadi 63. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media pohon matematika yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap awal, (1) menyampaikan tujuan pembelajaran, (2) memberikan motivasi, (3) apersepsi kemampuan prasyarat, dan (4) membentuk kelompok, kemudian tahap inti yang terdiri dari (1) diskusi kelompok dengan media pohon matematika, (2) menjelaskan maksud LKS dan media pohon matematika, dan (3) mengarahkan siswa untuk aktif dalam pembelajaran, serta tahap akhir yang terdiri dari (1) presentasi kelas, (2) refleksi, dan (3) kuis.

Pola pendamping anak jalanan (studi kasus LSM jaringan kemanusiaan Jawa Timur di kota Malang ) / Anisatul Mardiyyah

 

ABSTRAK Anisatul Mardiyyah, 2009. Pola Pendampingan Anak Jalanan (Studi Kasus LSM Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur di Kota Malang), Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M Djauzi Mudzakir, MA (II) Drs. Ahmad Mutadzakir, M. Pd Kata kunci: Pendampingan, Anak jalanan, pola Pendampingan anak jalanan yang dilakukan oleh Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) sebagai wujud kepedulian terhadap nasib anak jalanan yang juga merupakan anak bangsa yang berhak memperoleh kehidupan yang layak. Pendampingan anak jalanan berupaya pengentasan anak jalanan dari jalanan dan menjadikan mereka mandiri serta mempunyai harkat dan martabat sebagai manusia. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pola pendampingan anak jalanan yang dilakukan oleh JKJT meliputi penjangkauan anak jalanan, proses pendampingan anak jalanan, pendekatan-pendekatan yang dilakukan dalam pendampingan anak jalanan, kegiatan motivasi yang diberikan kepada anak jalanan dan hasil dari pendampingan tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi kasus tunggal dengan metode deskriptif kualitatif, dan menggunakan analisis data induktif, pembentukan abstraksi berdasarkan bagianbagian yang telah dikumpulkan kemudian dikelompokkan didasarkan pada observasi situasi yang wajar dan natural setting, dengan demikian keutuhan objek dipertahankan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber datanya ketua JKJT, para relawan dan anak jalanan yang berada di JKJT. Analisis data dengan reduksi data, display data, mengambil kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan, Secara umum JKJT bisa dikatakan sebagai rumah singgah karena menampung beberapa anak jalanan untuk tinggal di tempat tersebut. JKJT tidak mau disebut sebagai rumah singgah. Tetapi visi dan misinya adalah untuk memberdayakan anak jalanan. JKJT mempunyai cara yang berbeda dalam mendampingi anak jalanan mereka lebih melihat lebih jelas kondisi anak jalanan baik fisik maupun psikis sehingga pendampingan yang mereka lakukan seperti layaknya keluarga. Penjangkauan yang dilakukan sama halnya dengan penjangkauan yang dilakukan oleh rumah singgah yang berpedoman pada buku pembinaan kesejahteraan anak jalanan (1991), yaitu dengan mendatangi anak jalanan di tempat-tempat yang biasa disinggahi anak jalanan. Proses pendampingan anak jalanan yang unik membuat JKJT sangat dikenal di kalangan anak jalanan. Pendampingan dilakukan dengan masuk sepenuhnya dalam dunia anak jalanan. Lewat pembelajaran dan kegiatan seharihari, mereka dibina untuk menjadi manusia yang berguna, dimana kemampuan mereka juga dimunculkan lewat kegiatan-kegiatan yang dilakukan. JKJT lebih mengedepankan ajaran untuk mensyukuri hidup, menghargai sesama, dan peduli pada sesama meskipun mereka dalam keterbatasan. Pendekatan-pendekatan yang dilakukan banyak yang bersifat disiplin, kasih sayang yang dilakukan lewat kegiatan diskusi dan kegiatan anak jalanan sehari-hari selama berada di JKJT. Motivasi yang diberikan adalah motivasi agar mereka mau maju dan berjuang ii untuk hidup. Motivasi lewat slogan cukup efektif karena mereka ternyata mau berusaha untuk menjadikan slogan tersebut sebagai dasar kegiatan mereka selama berada di JKJT. Dari hasil pendampingan yang dilakukan JKJT ada 13 anak jalanan yang tinggal di JKJT yang dibina secara intensif, Anak jalanan yang berada di JKJT berhasil dimotivasi untuk berjuang demi hidup yang lebih baik. Ada 1 anak jalanan yang sudah bersekolah di sekolah formal, 5 anak jalanan yang mengikuti pembelajaran Paket B, 4 anak jalanan yang mengikuti pembelajaran Paket A dan sisanya belajar dengan home schooling. Saran-saran dari penelitian ini adalah sebagai organisasi yang bergerak dibidang sosial, JKJT khususnya komunitas Aku Juga Anak Bangsa (AJAB) yang bergerak dibidang penaganan anak terlantar hendaknya memilki kegiatan yang terinci dan memiliki waktu yang ditetapkan bukan hanya sekedar kegiatan yang bersifat spontanitas, sehingga kegiatan yang dilaksanakan bisa mempunyai persiapan yang lebih baik dan dapat dievaluasi untuk kegiatan selanjutnya agar berjalan dengan baik. Pendampingan anak jalanan yang dilakukan hendaknya dipertahankan, mengingat kegiatan yang dilakukan adalah untuk mengentaskan anak jalanan dari kehidupan yang tidak jelas sehingga mereka memiliki tujuan hidup. Upaya pemberdayaan anak jalanan lewat pendidikan formal (sekolah) dan nonformal (Paket A, Paket B, Paket C, Home Schooling, bimbingan belajar dan ujian persamaan, pendidikan watak dan agama, pelatihan seni dan kreatifitas, dll) yang diberikan perlu untuk dipertahankan. Penyelenggaraanya seyogyanya menerapkan partisipasi maksamal. Anak jalanan juga merupakan warga negara yang berhak memilih agama dan kepercayaan yang mereka anut. Seyogyanya anak jalanan juga diberikan bekal agama sesuai dengan keyakinan mereka. JKJT sangat diperlukan untuk memberikan pelayanan perlindungan dalam menangani kasus-kasus penganiayaan yang menimpa anak jalanan. Anak-anak jalanan juga masih banyak yang mengalami penganiayaan baik dari aparat maupun dari warga masyarakat lainnya. Karena itu perlu program penanaman pandangan dan sikap bersahabat (setia kawan) kepada semua anak tanpa pandang bulu. Sedangkan untuk Jurusan Pendidikan Luar sekolah sebagai sistem yang bersentuhan dengan wilayah pemberdayaan anak jalanan untuk mengangkat memberikan masukan atau menciptakan sistem pemberdayaan anak jalanan yang kongkrit dan sesuai serta mengacu pada kondisi psikologis anak jalanan. Kepada peneliti lanjutan disarankan untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam untuk mengetahui hasil dari pendampingan agar bisa terlihat lebih nyata dengan menggunakan penelitian kuantitatif.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif Group Investigation ( GI ) untuk meningkatkan motifasi dan hasil belajar siswa pada mata diklat siklus akuntansi kelas X ak SMK PGRI 6 Malang / Silvia Nurdiana

 

ABSTRAK Nurdiana, Silvia. 2009. Penerapan Metode Pembelajaran Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar pada Mata Diklat Siklus Akuntansi Siswa kelas X AK SMK PGRI 6 Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Triadi Agung S, S.E., M.Si, Ak (II) Dr. Bambang Sugeng, S.E., M.A., M.M., Ak. Kata kunci: Group Investigation, Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Kegiatan pembelajaran pada mata diklat siklus akuntansi di kelas X Ak SMK PGRI 6 Malang masih didominasi oleh model pembelajaran konvensional yaitu menggunakan ceramah dan tanya jawab, sehingga siswa mengalami kejenuhan dan merasa bosan di kelas. Siswa kurang aktif dalam kelas dan guru kurang memberi kesempatan pada siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Hal ini menyebabkan hasil belajar yang diperoleh siswa belum memenuhi Standar Ketuntasan Minimal (SKM) secara keseluruhan. Salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk mengaktifkan siswa sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar di dalam proses pembelajaran adalah salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif yaitu model Group Investigation. Dengan model pembelajaran ini, siswa dapat bekerja sama antar anggota kelompok, saling menyumbangkan pikiran, dan adanya sikap tanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar secara individu maupun kelompok. Pembelajaran model Group Investigation yaitu kelompok kecil untuk mendorong dan menuntun siswa dalam keterlibatan belajar secara aktif di dalam kelas, dengan komunikasi secara terbuka dan kerjasama dalam merencanakan serta memilih topik investigasi. Hasil akhir dari kelompok merupakan sumbangan ide tiap anggota, dengan demikian belajar kelompok lebih mengasah intelektual siswa sehingga siswa dapat mencapai hasil belajar yang lebih efisien daripada belajar secara individu. Penelitian ini dilaksanakan di SMK PGRI 6 Malang pada semester gasal tahun pelajaran 2009/20010 dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Ak SMK PGRI 6 Malang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Group Investigation, untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Group Investigation dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siwa dengan penerapan model pembelajaran Group Investigation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar siswa berdasarkan lembar observasi pada siklus I motivasi siswa belum cukup baik, sebagian siswa masih banyak yang tidak mengikuti kegiatan pembelajaran, sedangkat pada siklus II antusias mengikuti pembelajaran sangat baik, hal ini terlihat dari siswa sangat aktif dalam jalannya diskusi kelas. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan terlihat dari nilai ratarata siswa sebesar 82,67 pada siklus I menjadi 87,11 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X Ak SMK PGRI 6 Malang. Penerapan pembelajaran ini disarankan sebaiknya guru menggunakan model pembelajaran yang lebih bervariasi dalam kegiatan pembelajaran agar motivasi dan hasil belajar meningkat. Salah satu model yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah model pembelajaran Group Investigation, sehingga model pembelajaran ini disarankan untuk diterapkan dikelas. Bagi peneliti berikutnya disarankan untuk menerapkan model pembelajaran Group Investigation pada mata diklat yang berbeda.

Studi tentang penangan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakulikuler di SMA negeri se-kota Blitar / Agnes Yoga Wicaksono

 

ABSTRAK Wicaksono, Agnes Yoga. 2009. Studi tentang Penanganan Cedera Olahraga pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA Negeri Se-Kota Blitar. Skripsi. Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (2) dr. Hartati Eko Wardani, M.Si. Med. Kata kunci : penanganan, cedera olahraga, ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler olahraga adalah suatu program yang digunakan untuk membina siswa yang berminat terhadap salah satu atau beberapa cabang olahraga tertentu. Dalam melakukan aktivitas olahraga pasti tidak lepas dari permasalahan yang namanya cedera olahraga. Penanganan yang kurang tepat pada penderita cedera olahraga bisa berakibat fatal. Namun, dari pengamatan awal di SMAN Se-Kota Blitar, peneliti melihat pada kenyataannya tidak semua pelatih/pembina ekstrakurikuler olahraga menguasai keterampilan penanganan cedera olahraga. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui frekuensi cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMAN Se-Kota Blitar, (2) untuk mengetahui upaya pencegahan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMAN Se-Kota Blitar, (3) untuk mengetahui upaya pertolongan pertama cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMAN Se-Kota Blitar, (4) untuk mengetahui upaya pengobatan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMAN Se-Kota Blitar, dan (5) untuk mengetahui upaya pemulihan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMAN Se-Kota Blitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh anggota kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMAN Se-Kota Blitar yang berjumlah 285 siswa dan 10 orang pelatih/pembina ekstrakurikuler olahraga di SMAN Se-Kota Blitar. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) 47,13% responden menyatakan selalu/sering mengalami cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga, (2) 62,55% responden menyatakan selalu/sering melakukan upaya pencegahan cedera olahraga, termasuk dalam kategori cukup baik, (3) 59,15% responden menyatakan selalu/sering melakukan upaya pertolongan pertama cedera olahraga, termasuk dalam kategori cukup baik, (4) 49,34% responden menyatakan selalu/sering memberikan pengobatan cedera olahraga, termasuk dalam kategori kurang baik, dan (5) 48,1% responden menyatakan selalu/sering melakukan upaya pemulihan cedera olahraga, termasuk kategori kurang baik. Saran berdasarkan hasil penelitian ini: (1) sebaiknya pelatih/pembina ekstrakurikuler olahraga di SMAN Se-Kota Blitar memperhatikan kondisi fisik peserta dan kondisi sarana prasarana sebelum kegiatan ekstakurikuler dimulai, (2) melakukan pengobatan cedera olahraga dengan merujuk ke rumah sakit/dokter serta tidak membawa/menganjurkan menggunakan pengobatan tradisional (non medis), (3) meningkatkan upaya pemulihan/rehabilitasi cedera olahraga dengan selalu melakukan terapi pemulihan cedera, dan (4) perekrutan tenaga pelatih harus benar-benar selektif dengan memilih orang yang memiliki latar belakang dan kemampuan untuk menjadi pelatih demi mendapatkan hasil yang terbaik.

Identifikasi kesulitan siswa kelas VII semester 1 SMP negeri 1 GUDO JOMBANG dalam memahami kosep unsur, senyawa, dan campuran tahun ajaran 2008/2009 / Kistiyah Ika Wahyuni

 

ABSTRAK Wahyuni, Kistiyah Ika. 2009. Identifikasi Kesulitan Siswa Kelas VII Semester 1 SMP Negeri 1 Gudo Jombang dalam Memahami Konsep Unsur, Senyawa, dan Campuran Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Parlan, M.Si., (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd, M.Si. Kata kunci: kesulitan belajar, materi unsur, senyawa, dan campuran, SMPN 1 Gudo. Dalam kurikulum 2004, Kimia dimasukkan dalam mata pelajaran IPA SMP. Alasan bahan kajian kimia dimasukkan dalam mata pelajaran IPA SMP adalah untuk memberikan pemahaman konsep dan penerapannya tentang materi dan sifat-sifatnya sehingga siswa dapat mengaplikasikan kemampuannya dalam memecahkan masalah sehari-hari. Dalam suatu pembelajaran, yang menjadi harapan semua pihak adalah setiap siswa dapat mencapai hasil belajar yang baik. Dalam kenyataannya, prestasi belajar siswa kurang memuaskan. Seringkali terdapat siswa yang tidak dapat mengikuti pelajaran dengan lancar karena adanya hambatan misalnya materi prasyarat yang belum dikuasai dan situasi belajar yang kurang mendukung. Hal ini menunjukkan adanya kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian yang mengkaji kesulitan belajar siswa dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan siswa. Tingkat kesulitan tersebut dapat diketahui dengan cara melihat data prestasi belajar yang dicapainya. Apabila prestasi belajar di bawah standar kompetensi, maka dapat dikatakan siswa tersebut mengalami kesulitan belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kesulitan siswa sebelum dan setelah pembelajaran materi unsur, senyawa, dan campuran diberikan guru dengan memberikan pretest dan postest dan menggunakan soal yang sama. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran tentang kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal-soal. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal subyektif sebanyak 20 soal. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B dan VII E SMP Negeri 1 Gudo Jombang Tahun Ajaran 2008/2009 yang berjumlah 58 siswa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kesulitan siswa terhadap materi unsur, senyawa, dan campuran berkurang setelah dilakukan kegiatan pembelajaran oleh guru. Berkurangnya kesulitan siswa ditunjukkan dengan berkurangnya rata-rata persentase kesulitan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal. Rata-rata Persentase kesulitan siswa sebelum materi diberikan oleh guru untuk konsep pertama yakni nama unsur dan rumus kimia sederhana adalah sebesar 43,72% dan persentase kesulitan siswa setelah materi tersebut diajarkan oleh guru adalah sebesar 21,18%. Pada konsep kedua yakni sifat unsur, senyawa, dan campuran, persentase kesulitan siswa sebelum materi diberikan adalah sebesar 42,53% dan persentase kesulitan siswa setelah materi tersebut diberikan menjadi sebesar 35,06%. Letak kesulitan siswa paling tinggi dalam menyelesaikan soal-soal unsur, senyawa, dan campuran yaitu siswa belum memahami tentang cara penulisan simbol kimia, siswa belum mengetahui cara pemahaman dan penghafalan tentang simbol dan nama unsur kimia dengan baik, Siswa belum memahami sifat-sifat unsur, senyawa, dan campuran, siswa belum memahami perbedaan senyawa, dan campuran.

Hubungan antara self disclosure dengan psychologial well being pada remaja penyandang tuna daksa di panti rehabilitas sosial bina daksa ( PRSBD ) Suryatama Bangil, Pasuruan / Resqi Brillianti

 

ABSTRAK Brillianti, Rezqi. 2009. Hubungan antara Self Disclosure dengan Psychological Well Being Pada Remaja Penyandang Tuna Daksa di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Daksa Suryatama Bangil Pasuruan. Skripsi. Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (2) Drs. Mohammad Bisri, M. Si. Kata kunci: Self Disclosure, Psychological Well Being Tuna daksa secara etiologis merujuk kepada gambaran seseorang yang diidentifikasikan mengalami kesulitan untuk mengoptimalkan fungsi anggota tubuh sebagai akibat dari luka, penyakit, pertumbuhan salah bentuk sehingga menurunkan fungsi anggota tubuh yang berdampak secara fisik maupun psikologis dan cenderung menjadi tertutup. Self disclosure (membuka diri) sangat penting untuk meningkatkan psychological well being (kesejahteraan psikologis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkap hubungan antara Self Disclosure dengan Psychological Well Being Pada Remaja PRSBD Suryatama Bangil Pasuruan. Self Disclosure merupakan tindakan dengan sengaja untuk megungkapkan masalah yang bersifat pribadi kepada orang lain. Psychological well being merupakan hasil evaluasi seorang individu terhadap dirinya sendiri yang merupakan evaluasi atas pengalamanpengalaman hidup dan harapanharapannya. Penelitian ini dilakukan di PRSBD Suryatama Bangil Pasuruan, dengan jenis penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Penelitian ini merupakan penelitian populasi, yaitu menggunakan seluruh populasi yang ada. Hal ini disebabkan karena jumlah subyek terbatas, yaitu sebanyak 47 orang. Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala Self Disclosure dan Psychological Well Being dengan menggunakan model penskalaan Likert serta wawancara. Analisis deskriptif menggunakan mean dan standar deviasi. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan self disclosure remaja penyandang tuna daksa sebagian besar berada di kategori sedang yaitu sebesar 78,72% (37 orang) hali ini membuktikan bahwa remaja tuna daksa sudah cukup mampu melakukan self disclosure, dan Psychological Well Being juga berada di kategori sedang sebesar 74,5% (35 orang). Dari hasil analisis korelasional diketahui bahwa terdapat hubungan positif antara Self Disclosure dan Psychological Well Being pada remaja penyandang tuna daksa(rxy= 0,973; p=0,000), hal ini berarti bahwa hipotesis awal penelitian ini diterima. Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti menyarankan kepada beberapa pihak yaitu: (1) pengelola PRSBD, hendaknya terus berusaha meningkatkan kualitas rehabilitasi sosial karena akan sangat membantu remaja tuna daksa kearah prilaku yang lebih positif; (2) diharapkan remaja penyandang tuna daksa dapat mencintai diri sendiri dengan menerima segala kelebihan dan kekurangan diri sehingga bisa lebih terbuka kepada orang lain dan mengoptimalkan self disclosurenya dan diharapkan mampu mencapai kondisi psychological well being yang baik.

Improving the speaking skill of grade VIII students of MTs NURUK JADID PATION PROBOLINGGO through imformation gap activities / Miftahul Huda

 

ABSTRACT Huda, Miftahul. 2009. Improving the Speaking Skill of Grade VIII Students of MTs Nurul Jadid Paiton Probolinggo through Information Gap Activities. Thesis. Graduate Program in English Language Education, the State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Sri Rachmajanti, Dip.TESL., M.Pd, (2) Dr. Yazid Basthomi, M.A. Keywords: speaking skill, information gap activities, find your friend strategy Speaking is one of the four language skills that must be mastered by Indonesian students, who are learning English as a foreign language. However, the preliminary study that the researcher carried out toward the Grade VIII students of MTs Nurul Jadid Paiton Probolinggo in December 2008 showed that they scored 52 point for the speaking skill, i.e. thirteen points lower than the predetermined minimum passing grade of 65, indicating that they still had poor English oral proficiency. This study was, therefore, conducted to improve the students’ speaking skill through information gap activities called “Find your Friend Strategy.” The study employed collaborative Classroom Action Research (CAR) in which the researcher and a teacher-collaborator worked as a team in carrying out the cyclical procedure of the study: planning, implementing, observing, and reflecting on the action. The research, which took two cycles, was conducted in a class of twenty students. Through the implementation of the action, the students were supposed to reach the predetermined criteria of success, those are (1) every student gets a minimum score of 65, and (2) 75% of the class has positive attitude toward the information gap activities. The data on the two aspects were collected through several instruments, i.e. interaction task and oral presentation tests, questionnaire, and fieldnotes. The findings of this study revealed that the information gap activities successfully improved the students’ speaking skill as their final scores exceeded 65. With the lowest score of 66 and the highest one of 87, the students were regarded to have “fair” to “good” speaking ability and that they, in general, could produce effective communication with quite good range of vocabulary and occasional grammar slips. Besides, instead of 75% of the students, all of them (100%) had favorable attitude toward the activities. The information assembled from the questionnaire demonstrated that the activities were pleasing and useful for he students in improving their speaking skill in the way that the activities offered wide opportunity for speaking. The students felt that the activities could raise their self-confidence, enrich their vocabulary, and improve their grammatical mastery. They also gave positive response on the use of the media and support on the application of the activities in future teaching of speaking. As this study suggests, the information gap activities are effectively implemented through the following procedure: (1) eliciting the students’ background knowledge on the topic, (2) explaining the linguistic features to be used, (3) inviting the students, either in pair or in group, to discuss the typical structure of several spoken expressions, (4) grouping the students, (5) modeling the activities, (6) drilling the students with the pronunciation, as well as the meaning, of the vocabulary items, (7) assigning the students to move around the class, ask several questions to their friends and answer their questions, and write the result of the conversation, (8) asking every student to give individual oral report, and (9) giving feedback on the students’ oral performance. In reference to the result of the study, it is recommended that the English teachers apply the information gap activities in the teaching of speaking skill, especially in a classroom suffering from low motivation, poor proficiency, and high degree of anxiety or reluctance. Furthermore, it is also suggested that other researchers verify and strengthen the findings of this study, by carrying out a research on different subjects, setting, and design, on a particular gap-based-method other than “Find your Friend Strategy”, and on levels of education

Pengaruh pembelajaran modul dan kooperatif (Jigsaw), tingkat inteligesi terhadap hasil belajar ekonomi siswa negeri 1 Lawang tahun 2009-2010 / Surwiyati

 

ABSTRAK Surwiyati. 2010. Pengaruh Pembelajaran Modul dan Kooperatif (Jigsaw), Tingkat Inteligensi Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa SMA Negeri 1 Lawang Tahun 2009-2010. Pembimbing: ( I ) Prof. Dr. J.G. Nirbito, M.Pd., ( II ) Prof. Dr. Bambang Banu S., M.M. Kata kunci: Pengaruh, Pembelajaran Ekonomi dengan Modul, Kooperatif (Jigsaw), Hasil Belajar, Tingkat Inteligensi. Dalam KTSP seperti yang telah dilaksanakan oleh tiap Satuan Pendidikan, mensyaratkan adanya perubahan paradigma guru dalam proses belajar mengajar. Berkaitan dengan hal tersebut, guru perlu menerapkan pembelajaran inovatif yang mampu dan memperkaya pengalaman belajar sehingga aktivitas siswa dalam belajar akan meningkat, sehingga akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya dalam pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Lawang. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) pembelajaran dengan modul yaitu model pembelajaran yang lebih menonjolkan kegiatannya secara individu, dan (2) model kooperatif (jigsaw) yaitu model pembelajaran yang dicapai secara kooperatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis 1) perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan melalui modul dan kooperatif (jigsaw) pada siswa yang memiliki tingkat inteligensi berbeda, 2) perbedaan hasil belajar siswa yang memiliki inteligensi tinggi, sedang dan rendah melalui pembelajaran modul dan kooperatif (jigsaw), 3) menjelaskan interaksi antara strategi pembelajaran, inteligensi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini termasuk kuasi eksperimen, dengan rancangan faktorial, bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran ekonomi dengan modul dan kooperatif (jigsaw) terhadap hasil belajar siswa kelas XII IPS dengan kontrol tingkat Inteligensi di SMA Negeri 1 Lawang, semester 1 tahun 2009-2010. Pengambilan sampel digunakan teknik Cluster Random Sampling yaitu dilakukan secara acak dengan mengelompokkan kelas yang diperlakukan sebagai kelas modul dan kelas kooperatif (jigsaw) dengan inteligensi tinggi, sedang dan rendah. Pengambilan data tentang hasil belajar dilakukan dengan mengadakan pre tes dan pos tes, sedang pengambilan data tentang tingkat inteligensi digunakan data dokumenter. Analisis data digunakan analisis variansi (Anova). Hasil penelitian berdasarkan deskripsi data, siswa yang mempunyai inteligensi tinggi, mean hasil belajar ekonomi pada pembelajaran modul 9,54, pada pembelajaran kooperatif (jigsaw) 5,14. Pada tingkat inteligensi sedang, mean hasil belajar pada pembelajaran modul 13,38 dan pada pembelajaran kooperatif (jigsaw) 8,84. Sedang untuk inteligensi rendah, mean hasil belajar pada pembelajaran modul 12,41 dan pada pembelajaran kooperatif (jigsaw) 12,10. Berarti berdasarkan deskripsi data pembelajaran modul lebih sesuai untuk digunakan pada pembelajaran akuntansi perusahaan dagang. Dari hasil uji hipotesis dengan teknik Anova ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan modul dan kooperatif jigsaw terhadap hasil belajar ekonomi dengan taraf signifikan 0,042 dan t hitung 2,049 sedang t tabel 1,645, tetapi jika dibedakan antar tingkat inteligensi tidak ada perbedaan secara signifikan. Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran modul terhadap hasil belajar antar tingkat inteligensi, digunakan uji t dengan hasil hipotesis tidak signifikan pembelajaran modul dengan hasil belajar baik untuk inteligensi tinggi dengan sedang, tinggi dengan rendah, dan sedang dengan rendah. Tetapi ada perbedaan yang tinggi yaitu antara tinggi dan sedang dengan tingkat kepercayaan 79,6 %. Dan berdasarkan deskripsi data, modul lebih sesuai digunakan untuk siswa yang ber inteligensi sedang. Sedang pada kooperatif (jigsaw) ada perbedaan yang signifikan dengan hasik belajar pada siswa yang berinteligensi tinggi dengan rendah, taraf signifikan 0,032 dan t hitung -2,211. Berdasarkan deskripsi data, pembelajaran kooperatif (jigsaw) lebih sesuai digunakan pada siswa yang berinteligensi rendah. Antara strategi pembelajaran, tingkat inteligemsi terhadap hasil belajar tidak ada interaksi yang signifikan, namun jika dilihat pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar dan pengaruh tingkat inteligensi terhadap hasil belajar mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi yaitu 91,5 % dan 92,9 %. Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka tingkat intelegensi berpengaruh terhadap perolehan hasil belajar. Oleh karena itu, dalam penggunaan model pembelajaran akuntansi perusahaan dagang dapat disesuaikan berdasarkan tingkat inteligensi Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, maka unutuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran ekonomi dan hasil belajar siswa, diajukan saran – saran bahwa, dalam pembelajaran ekonomi khususnya pada kompetensi dasar akuntansi perusahaan dagang, hendaknya guru ekonomi dapat mengefektifkan penggunaan pembelajaran dengan modul; bagi siswa yang berinteligensi rendah, maka guru dapat menggunakan model kooperatif (jigsaw); untuk memperoleh hasil belajar ekonomi yang diinginkan, maka dalam kegiatan belajar mengajar hendaknya siswa tidak mendapatkan perlakuan yang sama dari suatu model pembelajaran, tetapi perlakuan yang diberikan kepada siswa dikelompokkan atau dibedakan berdasarkan tingkat inteligensi; persepsi siswa yang positif tentang pembelajaran yang digunakan oleh guru hendaknya mendapatkan pembinaan sehingga persepsi itu terbentuk dalam perolehan hasil belajar yang lebih baik, guru ekonomi harus selalu berupaya untuk membelajarkan materi kepada siswa melalui pendekatan kontekstual, dan mengkaitkan dengan fakta / fenomena kehidupan sehari-hari agar dapat membentuk siswa yang melek ekonomi, tercipta pembelajaran yang inovatif, kreatif dan menyenangkan, serta bagi peneliti lain dapat mengadakan penelitian lanjutan dengan subyek dan variabel yang lebih luas.

Pengaruh rasio keuangan terhadap perubahan Laba pada perusahaan perbankan yang Listing di BEI tahun 2005-2007 / Atika Violeta Hanum

 

ABSTRAK Hanum, Atika Violeta. 2010. Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba pada Perusahaan Perbankan yang Listing di BEI Tahun 2005-2007. Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Makaryanawati, S.E.Ak, M.Si. (II) Sawitri Dwi Prastiti, M.Si., S.E.,Ak. Kata Kunci: Rasio Keuangan, Perubahan Laba Perubahan laba pada perusahaan perbankan merupakan salah satu kinerja perusahaan yang menjadi pusat perhatian para investor. Para investor dalam menilai perusahaan tidak hanya melihat laba yang dihasilkan dalam satu periode melainkan terus memantau perubahan laba dari tahun ke tahun. Salah satu cara memprediksi perubahan laba adalah dengan menggunakan analisis rasio keuangan diantaranya adalah CAR, ROA, ROE, BOPO, LDR. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh rasio keuangan (CAR, ROA, ROE, BOPO, LDR) terhadap perubahan laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI secara parsial. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode 2005-2007. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 17 yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial CAR, ROA, ROE, LDR berpengaruh positif signifikan terhadap perubahan laba masing-masing sebesar (0,023; 0,038; 0,003; 0,000). Sedangkan BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap perubahan laba, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,026. Saran yang dapat diberikan penulis dalam penelitian ini adalah: (1) untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan rasio keuangan lain dalam mengukur kinerja keuangan perbankan, menambah periode observasi, dan menambah sampel penelitian, misalnya untuk semua perusahaan perbankan yang go public di BEI. (2) Perusahaan harus selalu menjaga kinerja keuangan yang terdiri dari CAR, ROA, ROE, BOPO, LDR, karena rasio tersebut digunakan oleh investor sebagai bahan pertimbangan sebelum berinvestasi. i

Persepsi siswa tentang pengaruh pengelolaan kelas terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi do SMA negeri 2 Nganjuk / Restina Dwi Astha

 

ABSTRAK Astha, Dwi Restina. 2010. Persepsi Siswa Tentang Pengaruh Pengelolaan Kelas Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XII SMA Negeri 2 Nganjuk. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, S1 Pendidikan Ekonomi. Fakultas EkonomiUniversitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nasikh, S.E, M.P.,M.Pd (II) Drs. Prih Hardinto. M.Si Kata Kunci : Pengelolaan Kelas, Prestasi Belajar Pendidikan merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting dalam kehidupan manusia itu sendiri, karena pendidikan dapat membentuk pribadi manusia seutuhnya dan berlangsung seumur hidup. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dalam masyarakat mempunyai peranan sangat penting yaitu ikut serta dalam membentuk manusia seutuhnya, baik secara pribadi, moral, sosial, dan segala eksistensinya. Disini guru perlu mendapat prioritas karena berperan sebagai pengelola dalam suatu proses pembelajaran di kelas. Pengelolaan kelas merupakan tindakan guru untuk menciptakan, membantu pembentukan tingkah laku siswa dan mempertahankan kondisi belajar yang optimal agar tercipta kelas yang kondusif, nyaman dalam proses pembelajaran. Pengelolaan kelas berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Masalah dalam penelitian ini adalah. (1) Bagaimanakah pengelolaan kelas di SMA Negeri 2 Nganjuk pada mata pelajaran ekonomi serta prestasi belajarnya. (2) Bagaimanakah pengaruh pengelolaan kelas terhadap prestasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Nganjuk pada mata pelajaran ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah. (1) Untuk mengetahui pengelolaan kelas di SMA Negeri 2 Nganjuk pada mata pelajaran ekonomi serta prestasi belajarnya. (2) untuk menganalisis pengaruh pengelolaan kelas terhadap prestasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Nganjuk pada mata pelajaran ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dimana dengan metode ini dapat diketahui fakta dan masalah yang terjadi serta pengaruh dari suatu fenomena. Data penelitian ini berupa angket yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan variabel pengelolaan kelas beserta dokumentasi dari nilai ujian tengah semester. Sampel yang digunakan adalah responden yang diperoleh dari 4 kelas XII IPS di SMA Negeri 2 Nganjuk. Analisis dilakukan dengan menggunkan model analisis regresi linier sederhana dan dilanjutkan dengan adanya pengujian hipotesis yang terjadai dari uji normalitas dan uji t. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 128 siswa kelas XII IPS SMA Negeri 2 Nganjuk, dan diambil sebanyak Proportional Random Sampling sebanyak 20% yaitu sebanyak 28 siswa untuk sampel. Teknik memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan angket atau kuesioner dan dokumentasi. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dan dianalisis menggunakan metode regresi linier sederhana dengan bantuan komputer SPSS For Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengelolaan kelas guru ekonomi adalah baik. Hal ini ditunjukkan dengan tiga pendekatan (1) pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru ekonomi dengan menggunkan pendekatan perubahan tingkah laku adalah baik yaitu sebesar 57.14% (2) pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru ekonomi dengan menggunkan pendekatan sosio4 emosional adalah 35.71 % (3) sedangkan pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru ekonomi dengan menggunkan pendekatan proses kelompok adalah 60.71%. dan besarnya tingkat prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi dapat disimpulkan baik yaitu sebesar 35.71% siswa tuntas dan berpredikat sangat baik, sebesar 25% siswa tuntas dan berpredikat baik, dan sebasar 28.57% siswa tuntas dan memiliki prestasi belajar yang cukup dalam pelajaran ekonomi. Baiknya prestasi belajar siswa tersebut disebabkan karena dipengaruhi oleh pengelolaan kelas yang dilakukan guru dalam mengajar. (4) ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pengelolaan kelas terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaraan ekonomi. Hal ini ditunjukkan oleh hasil pengujian hipotesis dengan menggunkan regresi yaitu nilai thitung = 15.156 > t tabel = 2.055 dan signifikansi (0.000) < 0.05, jadi H0 ditolak dan H1 diterima. Pengelolaan yang baik akan mendorong terciptanya prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi yang lebih baik, karena dalam pengelolaan kelas itulah akan meningkatkan motivasi siswa untuk lebih meningkatkan belajarnya sehingga prestasi belajar siswa juga akan meningkat. Saran-saran yang diberikan dari penelitian ini adalah melakukan penelitian serupa untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada pada penelitian ini dan diharapkan dapat memasukkan variabel yang lain atau dengan populasi dan sampel yang berbeda misalnya faktor lingkungan maupun kehidupan sosial ekonomi serta sarana dan prasaran sahingga hasilnya lebih reliabel dan dapat memperkuat teori dan penemuan yang ada sebelumnya. Bagi guru ekonomi hendaknya dapat menggunakan pendekatan-pendekatan peneglolaan kelas dengan baik sehingga dapat mendorong minat serta motivasi belajar dan berpengaruh terhadap proses belajar siswa.

Pengaruh bauran promosi terhadap keputusan pembelian produk minuman coca cola ( Studi kasus pada mahasiswa jurusan D-III akuntansi politeknik negeri Malang ) /Astrid Kusuma Putri

 

ABSTRAK Putri, Astrid Kusuma. 2009. Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Produk Minuman Coca Cola (Studi Kasus pada Mahasiswa Jurusan D-III Akuntansi Politeknik Negeri Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Agus Hermawan, M.Si, Grad Did MGT., M. Bus, (2) Titis Shinta Dewi, S.P., M.M. Kata Kunci: bauran promosi, keputusan pembelian, Coca Cola, D-III Akuntansi Politeknik Negeri Malang. Perkembangan usaha yang bergerak pada bidang minuman akhir-akhir ini berkembang semakin pesat. Mereka berlomba-lomba untuk menciptakan produk yang baru, inovatif dan diminati konsumen. Salah satu perusahaan minuman yang merupakan market leader adalah The Coca Cola Company, sebuah perusahaan yang memproduksi minuman berkarbonansi Coca Cola. Belum ada satupun perusahaan minuman sejenis yang berhasil mengeser posisi Coca Cola di pasaran. Usaha promosi penting bagi perusahaan atau badan usaha. Dengan adanya promosi, perusahaan dapat memperkenalkan produknya dengan baik sehingga dapat diketahui oleh masyarakat serta menarik perhatian masyarakat untuk dapat menggunakan produk tersebut. Bauran promosi terdiri dari berbagai macam cara dalam melakukan promosi, diantaranya yaitu: periklanan, promosi penjualan dan hubungan masyarakat. Berbagai promosi yang telah dilakukan The Coca Cola Company, terutama dalam mempromosikan produk Coca Cola, sedikit banyak turut andil dalam mempengaruhi keputusan mahasiswa jurusan D-III Akuntansi Politeknik Negeri Malang untuk membeli Coca Cola. Dugaan sementara tersebut perlu dibuktikan melalui penelitian yang akurat dengan data-data yang valid. Untuk itulah penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran bauran promosi produk minuman Coca Cola dan keputusan pembelian konsumen. Pengaruh bauran promosi terhadap keputusan pembelian minuman Coca Cola baik secara simultan maupun parsial. Disamping itu juga untuk mencari unsur bauran promosi yang dominan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian konsumen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah bauran promosi (X) yang terdiri dari: periklanan (X1), promosi penjualan (X2) dan hubungan masyarakat (X3). Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah Keputusan pembelian konsumen (Y). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dengan metode korelasional, untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antar variabel. Populasi sebanyak 688 orang dan sampel 92 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Untuk menguji kelayakan kuesioner digunakan uji validitas dan reliabilitas dari data hasil kuesioner uji coba yang telah dilakukan dengan hasil yang valid dan reliabel. Pada pengujian hipotesis, digunakan teknik analisis regresi yaitu melalui uji t dan uji f, menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS seri 13 for Windows. Dalam penelitian ini diperoleh: (1) pengaruh periklanan terhadap keputusan pembelian produk minuman Coca Cola dengan thitung = 3,756 dan β1 = 0,376. (2) pengaruh promosi penjualan terhadap keputusan pembelian produk minuman Coca Cola dengan thitung = 2,273 dan β2 = 0,223 (3) pengaruh hubungan masyarakat terhadap keputusan pembelian produk minuman Coca Cola dengan thitung = 2,017 dan β4 = 0,203 (4) pengaruh bauran promosi secara simultan terhadap keputusan pembelian produk minuman Coca Cola dengan Fhitung = 23,893. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu ada pengaruh yang signifikan secara simultan dan parsial an-tara bauran promosi (X) yang terdiri dari: periklanan (X1), promosi penjualan (X2) dan hubungan masyarakat (X3) terhadap keputusan pembelian produk minuman Coca Cola, diterima. Sehingga dugaan awal bahwa bauran promosi yang dilakukan The Coca Cola Company dalam mempromosikan produk minuman Coca Cola terbukti mempengaruhi keputusan mahasiswa jurusan D-III Akuntansi Politeknik Negeri Malang dalam membeli produk minuman Coca Cola dengan kontribusi sebesar 43%. Hal ini dilihat dari hasil Adjuster R Square = 0,430. Unsur variabel bauran promosi yang memiliki pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk minuman Coca Cola adalah periklanan. Hal ini dapat dilihat dari hasil β1 = 0,376, yang diikuti oleh variabel promosi penjualan sebesar β2 = 0,223 dan variabel hubungan masyarakat sebesar β3 = 0,203. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ke-putusan pembelian mahasiswa jurusan D-III Akuntansi Politeknik Negeri Malang dalam membeli produk minuman Coca Cola dipengaruhi oleh bauran promosi yang dilakukan The Coca Cola Company selaku produsen minuman berkarbonansi Coca Cola sebesar 43% dan sisanya sebesar 57% dipengaruhi oleh hal-hal lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Periklanan merupakan unsur bauran promosi yang dominan kemudian promosi penjualan dan hubungan masyarakat. Saran yang bisa dikemukakan penulis dari hasil penelitian ini kepada The Coca Cola Company selaku produsen minuman berkarbonansi Coca Cola adalah meningkatkan keefektifan promosi penjualan yang dilakukan oleh Coca Cola, dapat dilakukan dengan cara pemberian hadiah (produk baru pada ukuran mini) secara cuma-cuma kepada konsumen.

Membangun E-Learning sebagai prasarana pendidikan di SMK negeri 2 Trenggalek / Susanti

 

ABSTRAK Susanti, Dian. 2009. Membangun E-learning sebagai Prasarana Pendidikan di SMK Negeri 2 Trenggalek. Tugas Akhir, Teknik Elektronika, Program Pendidikan D-III Teknisi Komputer dan Jaringan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Hari Suswanto, S.T. , M.T., Ahmad Fahmi S.T., M.T. Kata Kunci : Intranet, E-learning, Moodle SMK Negeri 2 Trenggalek telah menggunakan komputer sebagai media pembelajaran yaitu untuk mata pelajaran KKPI saja. Untuk memaksimalkan fasilitas yang ada dan memudahkan kegiatan belajar mengajar perlu dibangun e-learning. E-learning adalah sebuah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dengan memanfaatkan jaringan. Sedangkan komputer yang ada di laboratorium masih stand alone. Oleh karena itu perlu dibangun jaringan komputer intranet agar komputer saling terhubung sehingga bisa dimanfaatkan untuk media pembelajaran e-learning. Metode perancangan meliputi identifikasi, instalasi dan konfigurasi. Indentifikasi meliputi identifikasi jaringan, server, client, serta Access Point. Installasi yang dilakukan meliputi instalasi perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (software), mulai dari perancangan hardware jaringan seperti 1 Server, 15 Client, sebuah AP serta 1 Switch/HUB, dan juga instalasi OS (Operating System) yaitu Windows Server 2003 untuk server dan Windows XP untuk client, sampai dengan aplikasi yang digunakan untuk e-learning yaitu Moodle. Sedangkan konfigurasi yang dilakukan adalah IP address, Domain Name System (DNS) dan Wireless yang meliputi pengaturan mode yang digunakan serta sistem keamanan yang diberikan, serta pada Moodle meliputi pengaturan halaman depan, pendaftaran pengguna dan pengelolaan nilai. Hasil perancangan, komputer di laboratorium SMKN 2 Trenggalek telah terbentuk jaringan intranet. Telah terhubung antara komputer client dengan komputer server yang telah terinstal Moodle. Siswa atau pendidik dapat mengambil atau menyimpan bahan-bahan belajar. Pengguna didaftarkan dan masing-masing diberi hak akses yang berbeda, dimana admin yang mempunyai hak akses sepenuhnya dapat mengubah seluruh isi dari situs Moodle. Pengajar bisa meng-upload mata pelajaran, mengubah isi dari bahan pelajaran serta membuat kuis. Dan siswa hanya bisa membaca, men-download bahan pelajaran serta menjawab soal dari kuis. Di dalam situs Moodle berisi bahan pelajaran, kuis, pengumuman, dan tugas yang diberikan untuk siswa. Kesimpulan perancangan e-learning yang digunakan sebagai prasarana pendidikan dapat menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilaksanakan di SMK Negeri 2 Trenggalek. Dengan demikian proses pembelajaran dapat terus berjalan dengan lancar, sehingga dapat meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) serta pendidikan yang ada di SMK Negeri 2 Trenggalek. Kedepannya diharapkan proses pembelajaran menggunakan fasilitas e-learning dapat diperluas dengan koneksi internet, sehingga dapat diakses dimanapun dan kapanpun, tetapi juga harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang dapat mengontrol fasilitas tersebut.

Membangun jaringan internet sebagai prasarana pendidikan di SMK 2 Trenggalek / Syukron Masymin Thohari

 

ABSTRAK Thohari, Syukron Masymin. 2009. Membangun Jaringan Intranet Sebagai Prasarana Pendidikan di SMK Negeri 2 Trenggalek. Tugas Akhir, Teknik Elektronika, Program Pendidikan D-III Teknisi Komputer dan Jaringan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Hary Suswanto, S.T, M.T., Ahmad Fahmi S.T, M.T. Kata Kunci : Intranet, Wireless (Access Point) SMK Negeri 2 Trenggalek telah menggunakan komputer sebagai media pembelajaran yaitu untuk mata pelajaran KKPI saja. Untuk memaksimalkan fasilitas yang ada dan memudahkan kegiatan belajar mengajar perlu dibangun jaringan Intranet. jaringan Intranet adalah sebuah jaringan komputer pada suatu area tertentu. Sedangkan komputer yang ada di laboratorium masih stand alone. Oleh karena itu perlu dibangun jaringan Intranet agar komputer saling terhubung sehingga bisa dimanfaatkan untuk media pembelajaran. Jaringan komputer yang akan dibangun di SMK Negeri 2 Trenggalek adalah jaringan lokal yang menggunakan fasilitas Wireless. Untuk membangun sebuah jaringan komputer lokal dan jaringan wireless maka digunakan fasilitas Access Point sebagai pusat jaringannya. Access point dalam jaringan komputer ini digunakan sebagai penghubung antara jaringan kabel (LAN) dan jaringan tanpa kabel (Wireless), oleh karena itu Access point disini disebut sebagai pusat jaringan karena mampu melayani client yang termasuk dalam jaringan dengan media kabel atau tanpa kabel. Metode perancangan jaringan LAN dan Wireless ini meliputi identifikasi, installasi dan konfigurasi. Indentifikasi meliputi indentifikasi jaringan, identifikasi Server, identifikasi client serta identifikasi Access point dan peralatan lain yang digunakan dalam perancangan jaringan wireless ini. Installasi yang dilakukan meliputi installasi perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (software), mulai dari perancangan hardware jaringan seperti 1 Server, 15 Client, sebuah AP serta 1 Switch/HUB, dan juga installasi OS (Operating System) sampai dengan aplikasi yang digunakan. OS yang digunakan untuk perancangan jaringan Intranet ini adalah Windows Server 2003 dan Windows XP Professional. Sedangkan konfigurasi yang dilakukan adalah konfigurasi IP address, konfigurasi Domain Name System (DNS) serta Konfigurasi pada access point meliputi pengaturan mode yang digunakan serta sistem keamanan yang diberikan. Sehingga jaringan Wireless di SMK Negeri 2 Trenggalek bisa digunakan secara maksimal dan aman. Dengan hasil perancangan jaringan Wireless, siswa atau pendidik dapat melaksanakan pembelajaran dengan lancar walaupun tidak ada pertemuan antara pendidik dengan siswa. Hal itu bisa terjadi karena jaringan Intranet yang dirancang di SMK Negeri 2 Trenggalek dapat menghubungkan client yang mempunyai peralatan wireless dengan server. Oleh karena itu setiap siswa atau pendidik dapat mengambil atau menyimpan bahan-bahan belajar didalam server setiap saat dan berulang-ulang sesuai dengan hak akses masing-masing. Kesimpulan Perancangan jaringan intranet yang digunakan sebagai salah satu prasarana pendidikan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilaksanakan di SMK Negeri 2 Trenggalek. Dengan demikian Proses pembelajaran yang dilaksanakan di SMK Negeri 2 Trenggalek dapat terus berjalan dengan lancar, sehingga dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) serta pendidikan yang ada di SMK Negeri 2 Trenggalek.

Studi tentang pembelajaran pengenalan air pada renang untuk siswa pemula di perkumpulan class Malang / Eka Agus Setyawarti

 

ABSTRAK Setyawarti, Eka Agus. 2009. Studi Tentang Pembelajaran Pengenalan Air Pada Renang untuk Siswa Pemula di Perkumpulan Renang CLASS Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Agus Gatot S, M. Kes, (II) Dr. Slamet Raharjo, M. Or. Kata kunci: Pembelajaran Renang, Pengenalan Air, Siswa Pemula Proses pembelajaran yang baik dilakukan secara intensif, konsisten dan kontinyu, serta tidak menimbulkan rasa jenuh pada siswa. Maka seorang pelatih harus pandai memilih dan memberikan pembelajaran yang sesuai dengan siswa yang bertujuan untuk peningkatan penguasaan teknik dalam suatu materi renang yang akan dilatihkan.. “Salah satu bentuk permainan yang akan membantu mengembangkan gerak dasar renang dan nilai-nilai pengiring lainnya dan dikembangkan” (Sukintaka, 1983:69). Adanya perasaan takut tenggelam yang menyebabkan rasa tidak percaya diri pada siswa terhadap pelatihnya. Walaupun hanya berupa pengenalan air, tetapi tidak semua siswa mempunyai keinginan untuk turun ke kolam renang dikarenakan beberapa hal, misalnya variasi latihan yang monoton sehingga penggunaan waktu latihan kurang efesien. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pembelajaran pengenalan air pada renang untuk siswa pemula di Perkumpulan Renang CLASS Malang. Tujuan penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, karena isinya menggambarkan secara obyektif tentang pembelajaran pengenalan air. Jenis data bersifat kuantitatif, yaitu hasil penelitian ini berupa angka-angka yang menggambarkan tingkat keseringan. Penelitian ini dilaksanakan di Perkumpulan Renang CLASS Malang, dengan jumlah reponden sebanyak 59 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini berupa angket,. Untuk menarik kesimpulan penelitian, maka data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis persentase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui sebanyak 75% siswa tidak dapat melakukan pembelajaran pengenalan air dengan baik, siswa sulit menerima materi renang dikarenakan adanya bayangan rasa takut tenggelam dibenak mereka. Dengan diketahuinya hasil penelitian ini, maka penulis menyarankan kepada pelatih untuk lebih meningkatkan pembelajaran pengenalan air, terutama terkait dengan bentuk variasi-variasi pada pengenalan air yang menyenangkan, sehingga siswa tidak takut lagi untuk belajar renang lebih lanjut.

Penerapan pembelajaran kooperatif dengan model numbered head together dalam upaya meningkatkan aktivitas dan minat belajar akuntansi pada soswa kelas X ak 1 Shalahuddin Malang / Ratna Yulia

 

ABSTRAK Yulia, Ratna, 2009. Penerapan Pembelajaran dengan Model Numbered Head Together dalam Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Minat Belajar Akuntansi pada Siswa Kelas X Ak 1 SMK Shalahuddin Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi Pendidikan Akuntansi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Sawitri Dwi Prastiti, S.E, M.Si, Ak, (II) Makaryanawati, S.E, M.Si, Ak. Kata kunci : Pembelajaran Kooperatif, Model Numbered Head Together, Aktivitas Belajar, Minat Belajar Siswa. Fenomena praktik kegiatan pembelajaran akuntansi di SMK Shalahuddin Malang masih didominasi oleh metode konvensional sehingga siswa mengalami kejenuhan. Metode ceramah yang digunakan guru kurang menarik minat siswa yang berakibat siswa tergantung pada guru, peran siswa pada pembelajaran ini hanya sebagai penerima informasi (pasif) dan guru sebagai pemberi informasi. Model pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran dalam mengatasi lemahnya aktivitas belajar juga akan mempengaruhi minat siswa dalam proses belajar. Cara yang dianggap tepat dalam meningkatkan aktivitas dan minat belajar siswa adalah melalui pembelajaran kooperatif model numbered head together, yang mana model pembelajaran ini memberikan kesempatan penuh pada siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar. Sehingga penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model numbered head together dalam upaya meningkatkan aktivitas dan minat belajar siswa kelas X AK 1 SMK Shalahuddin Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase skor rata-rata aktivitas belajar dari empat elemen kooperatif yang diamati pada siklus 1 sebesar 60,46% dimana siswa masih belum terbiasa dengan model numbered head together sehingga antusias siswa saat pembelajaran masih kurang. Sedangkan pada siklus 2 meningkat sebesar 87,54% dimana siswa antusias karena melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar; dari hasil angket persentase rata-rata minat belajar siswa meningkat sebesar 18,05%. Aktivitas belajar siswa melalui aktivitas belajar secara kooperatif berlangsung dengan baik, dimana siswa saling bekerjasama dengan baik, siswa saling memberi tahu dan mengajarkan pada anggota kelompoknya yang belum tahu, dan tidak membandingkan kemampuan akademik, latar belakang sosial, tetapi lebih dengan adanya rasa tanggungjawab mereka dalam menyelesaikan tugas; secara keseluruhan siswa tertarik atau senang belajar dengan model numbered head together karena siswa dapat saling bekerjasama dengan siswa lain yang memiliki perbedaan kemampuan dan latar belakang sosial, mereka lebih menyukai belajar secara kooperatif daripada belajar secara individu karena siswa dilibatkan langsung dalam belajar. Berdasarkan hasil penelitian saran yang diajukan adalah metode numbered head together sangat bermanfaat bagi siswa karena metode tersebut telah terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan minat belajar siswa, sehingga bagi guru lainnya dapat menggunakan metode ini pada materi yang memiliki kaitan secara langsung dengan lingkungan dan kehidupan sehari-hari.

Pengaruh profitabilitas terhadap retrunt saham melalui deviden payout ratio (DPR) pada perusahaan LQ35 periode 2006-2007 / Reny Eka Kurniawati

 

ABSTRAK Kurniawati, Rheny Eka. 2009. Pengaruh Profitabilitas terhadap Return Saham Melalui Deviden Payout Ratio pada Perusahaan LQ45 Peride 2006-2008. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M. (II) Drs. Mohammad Hari, M.Si. Kata Kunci: Return On Asset, Return On Equity, Deviden Payout Ratio, Return Saham Investasi pada asset keuangan mengandung banyak ketidakpastian, sehingga investor perlu melakukan penilaian terhadap saham yang akan dipilihnya. Para investor hendaknya mampu menganalisa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba untuk memberikan return kepada investor. Kemampuan atau kinerja suatu perusahaan tercermin dalam laporan keuangan, yang dapat diukur dengan menggunakan rasio. Rasio tersebut antara lain rasio profitabilitas (ROA, ROE), dan DPR yang mengukur seberapa besar bagian dari laba per lembar saham yang dibagikan dalam bentuk deviden. Oleh karena itu penting untuk mengetahui seberapa besar pengaruh rasio profitabilitas terhadap return saham melalui DPR. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat ROA, ROE, DPR, dan return saham, serta untuk mengatahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan antara ROA, ROE secara parsial dan simultan terhadap DPR dan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan antara ROA, ROE, DPR secara parsial dan simultan terhadap return. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui fungsi variabel DPR sebagai moderator atau mediator dalam pengaruh profitabilitas terhadap return. Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasionalitas kausalitas yang bertujuan mencari hubungan antara variabel-variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar dalam LQ45. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 10 perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis), dan analisa data menggunakan bantuan SPSS 16.0 for windows dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa ROA dan ROE tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap DPR, baik secara parsial maupun simultan. Sedangakan untuk pengaruh terhadap return, hanya variabel DPR yang secara parsial berpengaruh signifikan terhadap return, sedangkan variabel ROA, ROE, tidak memiliki pengaruh secara parsial yang signifikan terhadap return. Secara simultan variabel ROA, ROE, dan DPR berpengaruh signifikan terhadap return. DPR bukan merupakan variabel mediator maupun moderator karena tidak terdapat pengaruh langsung maupun pengaruh tidak langsung variabel ROA dan ROE terhadap return saham. Saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan penelitian ini adalah, untuk investor hendaknya tetap memperhatikan faktor fundamental perusahaan terutama untuk Deviden Payout Ratio (DPR) dan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan yang lain, seperti likuiditas dan leverage. Selain itu, investor juga harus memperhatikan faktor makro yang terjadi, seperti inflasi, kurs, rumor, dan tingkat suku bunga agar tidak salah dalam menentukan investasi selanjutnya. Bagi perusahaan atau emiten, hendaknya tetap menjaga kebijakan deviden dan kondisi fundamental perusahaan, karena kinerja perusahaan tetap menjadi kriteria investor dalam memilih investasi. Penelitian berikutnya sebaiknya menggunakan jumlah sampel yang lebih banyak, variabel-variabel lain, dan periode yang lebih panjang, sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.

Analisis sistem transaksi kartu ATM dan manajemen kas ATM dalam upaya meminimalis terjadinya fraud pada PT. Bank Indonesia (Persero) cabang martadita Malang / Atik Ula Sholihati

 

PT. Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk di Cabang Martadinata terus meningkatkan pelayanannya terhadap nasabah, salah satunya dalam bentuk kartu ATM BRI yang saat ini sudah banyak digunakan oleh masyarakat dalam bertransaksi. ATM ini memerlukan manajemen pada sistem dan kas yang baik guna meningkatkan kenyamanan nasabah dan mencegah terjadinya fraud. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui sistem transaksi kartu ATM dan manajemen kas ATM untuk meminimalisir terjadinya fraud pada PT. Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk di Cabang Martadinata Malang. Metode yang digunakan untuk pemecahan masalah ini adalah deskriptif kualitatif, deskriptif kualitatif adalah metode pemecahan masalah dengan cara memberikan penjelasan terhadap data data yang diperoleh dari bahan pustaka yang relevan untuk mendeskripsikan mengenai sistem transaksi kartu ATM dan manajemen kas ATM pada PT. Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk Cabang Martadinata-Malang. Mekanisme transaksi pada mesin ATM dimulai dengan memasukkan kartu ATM serta PIN nasabah dan selanjutnya adalah melakukan transaksi yang dikehendaki sesuai dengan menu yang terdapat pada layar monitor mesin ATM. Tetapi gangguan pada ATM disebabkan karena sering terjadinya off-line pada jaringan ATM, mesin ATM yang kehabisan uang dan tindakan penipuan/fraud pada nasabah. Jenis penipuan yang dilakukan bermacam-macam dari cara yang paling sederhana seperti pencurian dan penodongan sampai dengan penggunaan alat canggih seperti skimmer, slot card, dan tombol palsu untuk mengelabui nasabah. Untuk mengatasi masalah ini pihak manajemen perlu melakukan evaluasi ulang dan perbaikan terhadap sistem jaringan dan sistem keamanan pada mesin ATM. Selain itu pemberian informasi yang akurat terhadap nasabah juga dapat digunakan sebagai langkah awal dalam melakukan pencegahan terjadinya penipuan/fraud. Manajemen kas ATM merupakan kegiatan pengelolaan kas ATM yang meliputi kegiatan tambahan kas dan opname kas. Kegiatan tambahan kas dilakukan untuk memenuhi jumlah uang kas dalam ATM dan jumlah uang kas untuk kegiatan operasional yang diserahkan sepenuhnya oleh perusahaan kepada petugas ATM (teller, supervisor,custumer service). Agar pengelolaannya lebih optimal perusahaan perlu bekerja sama dengan perusahaan penyedia jasa pengelolaan ATM.

Perbedaan hasil belajar antara pengguna model Group Investigation (GI) dan pengguna cara konvensional pada kompetensi dasar menganalisis fomena antroposfer di SMA Negeri 1 Badegan Ponorogo / Mita Ratnasari

 

ABSTRAK Ratnasari, Mita. Perbedaan Hasil Belajar Antara Penggunaan Model Group Investigation (GI) dan Penggunaan Cara Konvensional pada Kompetensi Dasar Menganalisis Fenomena Antroposfer Di SMA Negeri 1 Badegan Ponorogo. Jurusan Geografi, FIS Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Budi Handoyo, M.Pd, (2) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd. Kata Kunci: Model Pembelajaran Group Investigation (GI), Hasil Belajar Pembelajaran merupakan aktualisasi kurikulum yang menuntut keaktifan guru dalam menciptakan dan menumbuhkan kegiatan peserta didik sesuai dengan rencana yang telah diprogramkan. Dalam proses pembelajaran, pemilihan suatu model sangat menentukan kualitas pembelajaran. Salah satu pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa aktif adalah pembelajaran yang bersifat konstruktivis. Model pembelajaran yang dipilih oleh guru harus disesuaikan dengan materi yang disampaikan. Dalam pembelajaran kooperatif Model Group Investigation (GI) ini siswa dilatih melakukan analisis, sintesis, dan mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam proses belajar dengan guru hanya sebaga fasilitator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan menggunakan model Group Investigation (GI) dengan siswa yang diajarkan menggunakan strategi konvensional pada kompetensi dasar Menganalisis Fenomena Antroposfer di SMA Negeri 1 Badegan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan mengambil subjek penelitian eksperimen yaitu kelas XI IPS1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS2 sebagai kelas kontrol. Instrument penelitian berupa tes uraian untuk pratest dan pretest yang dapat diselesaikan dengan bantuan SPSS 14.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata kelas eksperimen dan kontrol. Hasil analisis data mengatakan bahwa hasil belajar siswa pada kelas eksperimen memiliki rata-rata sebesar 40,952, sedangkan pada kelas kontrol memiliki rata-rata 35,625 dengan nilai probabilitas (Sig) 0,015. Oleh karena nilai probabilitas < 0,05, maka Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap hasil belajar geografi siswa pada Kompetensi Dasar Menganalisis Antroposfer. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bagi guru geografi dapat menggunakan model Group Investigation (GI) sebagai alternative dalam merencanakan proses pembelajaran karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk megembangkan penelitian dengan model Group Investigation (GI) pada materi selain materi Antroposfer.

Identifikasi kesulitan yang ditemui guru dalam pembelajaran geografi berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada SMP negeri se-kabupaten Gowa / Haslita Rahmawati Hasan

 

ABSTRAK Haslita Rahmawati Hasan, 2009. Identifikasi Kesulitan yang Ditemui Guru dalam Pembelajaran Geografi Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada SMP Negeri Se-Kabupaten Gowa. Tesis, Jurusan Pendidikan Geografi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Ach. Fatchan, M.Pd., M.Si., (2) Prof Dr. Edy Purwanto, M.Pd. Kata Kunci: kesulitan guru, pembelajaran geografi, kurikulum tingkat satuan pendidikan. Sukses tidaknya implementasikan kurikulum sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru yang akan menerapkan dan mengaktualisasikan kurikulum tersebut dalam pembelajaran. Kemampuan guru tersebut terutama berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman mereka terhadap implementasi kurikulum, serta tugas yang dibebankan padanya. Tidak jarang kegagalan implementasi kurikulum di sekolah disebabkan kurangnya pemahaman guru terhadap tugas-tugas yang harus dilaksanakannya. Penyebab terjadinya kesulitan guru dalam pembelajaran geografi dikarenakan: (1) proses sosialisasi kurikulum yang berlaku belum dilaksanakan secara menyeluruh; (2) pembinaan dan pengembangan terhadap sumber daya guru belum memadai, akibatnya pemahaman dan penafsiran mengenai KTSP sangat terbatas; dan (3) masih dijumpai disparitas fasilitas pendidikan antar sekolah, hal ini tentunya akan menghambat keterlaksanaan implementasi KTSP, karena KTSP lebih berorientasi pada kemampuan praktik (skill) daripada segala teori dan konsep pengetahuan. Kenyataan ini mengakibatkan pembelajaran yang dilaksanakan masih bersifat konvensional, di mana keterlibatan guru dalam menanamkan konsep pembelajaran masih sangat diperlukan. Akibatnya, dominasi guru dalam pembelajaran tidak dapat dihindari guna mencapai tingkat kompetensi yang diharapkan. Metode ceramah tetap menjadi pilihan, sehingga pembelajaran yang berpusat pada siswa. Hal ini mengakibatkan fungsi guru sebagai fasilitator dan motivator dalam mengawasi, membimbing serta mengarahkan pemahaman siswa terhadap suatu konsep pembelajaran tidak dapat terlaksana secara optimal. Dengan adanya KTSP diharapkan celah kelemahan dan kekurangan yang terdapat dalam kurikulum sebelumnya bisa diperbaiki, baik pada tatanan perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi. Penelitian deskriptif ini bertujuan mengidentifikasi dan memperoleh gambaran tentang kesulitan yang dialami para guru dalam pelaksanaan KTSP yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah guru geografi di SMP Negeri se-Kabupaten Gowa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dengan validitas 98%. Teknik analisis data yang digunakan adalah mendeskripsikan tiap deskriptor, indikator, dan sub variabel dalam instrumen penelitian yang dibandingkan dengan skor rata-rata harapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru geografi di SMP Negeri Se-Kabupaten Gowa mengalami kesulitan dengan kualifikasi sedang dalam melaksanakan KTSP yang mencakup perencanaan pembelajaran mengalami kesulitan sebesar 66,21%, pelaksanaan pembelajaran mengalami kesulitan sebesar 77,40%, dan evaluasi pembelajaran mengalami kesulitan sebesar 67,89%. Kurangnya persiapan dalam menyiapkan materi dan skenario pembelajaran (perangkat pembelajaran/RPP), serta pengalokasian waktu dalam perencanaan pembelajaran; kurangnya waktu dan sarana prasarana dalam menerapkan metode pembelajaran pada pelaksanaan pembelajaran; juga dalam melaksanakan evaluasi guru sulit menyusun instrumen penilaian terutama tes tertulis. Hal tersebut mengakibatkan para guru mengalami kesulitan dalam melaksanakan KTSP. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa penyebab kesulitan yang dialami guru SMP Negeri se-Kabupaten Gowa dalam melaksanakan KTSP selama proses pembelajaran yang mendominasi adalah waktu yang kurang memadai, sehingga para guru mengalami kesulitan dalam perencanaan proses pembelajaran yang berimbas pada pelaksanaan pembelajaran dan juga evaluasinya. Untuk memaksimalkan pelaksanaan KTSP hendaknya dikembangkan secara sinergis antara siswa, guru, dan sekolah. Oleh sebab itu, disarankan bagi guru untuk meningkatkan pemahaman tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), meningkatkan kemampuan dalam mengajar sehingga terciptanya suasana yang lebih kondusif dalam proses pembelajaran. Karena adanya beberapa guru yang belum mengadakan program remedial, pengayaan, maupun evaluasi program, diharapkan agar para guru melaksanakannya sesuai dengan ketentuan sekolah, serta mengingat adanya keterbatasan waktu, maka diharapkan para guru mau membuat hand out untuk siswa, dan lebih banyak memberikan tugas rumah pada siswa.

Pengguna lagu untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar bahasa arab siswa kelas V SDI Surya Buaya Malang / Fulan Dwi Kurnia

 

ABSTRAK Kurnia, Fulan Dwi. 2010. Penggunaan Lagu Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas V SDI Surya Buana Malang. SKRIPSI. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Moh. Ainin, M.Pd. Kata Kunci: lagu, motivasi, hasil belajar, pembelajaran bahasa Arab, SDI. Mengadakan variasi merupakan keterampilan yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran, untuk mengatasi kebosanan peserta didik agar selalu antusias, tekun, dan penuh partisipasi. Variasi dalam pembelajaran adalah perubahan dalam proses kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik, serta mengurangi kejenuhan dan kebosanan. Variasi dalam penggunaan media dan sumber belajar salah satunya adalah dengan menggunakan lagu, karena dunia anak-anak identik dengan nyanyian sebagai wahana ekspresi diri. Oleh karena itu, penggunaannya sebagai media sangat dianjurkan. Selama ini guru yang mengajar mata pelajaran BA kelas V belum pernah menggunakan media lagu dalam mengajar BA. Permasalahan yang dihadapi oleh guru adalah motivasi dan hasil belajar BA siswa yang kurang memuaskan dan masih di bawah rata-rata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penggunaan lagu dalam PBA untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar BA Siswa Kelas V SDI Surya Buana Malang, (2) peningkatan motivasi belajar bahasa Arab siswa kelas V SDI Surya Buana Malang melalui penggunaan lagu di SDI Surya Buana Malang, dan (3) peningkatan hasil belajar bahasa Arab siswa kelas V melalui penggunaan lagu di SDI Surya Buana Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 24 Nopember 2009-15 Desember 2009. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilakukan melalui tiga siklus dan terdiri dari 4 tahap, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Sebelum proses tindakan dilakukan kajian awal terlebih dulu. Penelitian ini dilakukan di SDI Surya Buana yang terletak di Jl. Simpang Gajayana Malang. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas V SDI Surya Buana yang berjumlah 27 siswa. Data penelitian ini berupa penggunaan lagu dalam PBA di kelas V, motivasi, dan hasil belajar BA siswa kelas V SDI Surya Buana Malang dengan menggunakan lagu. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, sedangkan instrumen penunjangnya berupa lembar observasi pembelajaran dengan menggunakan lagu, lembar observasi motivasi belajar siswa, catatan lapangan, dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penggunaan lagu merupakan usaha untuk mengadakan perbaikan terhadap masalah yang dihadapi guru, yaitu rendahnya motivasi dan hasil belajar BA siswa kelas V. Dalam penelitian ini, lagu digunakan sebagai variasi dan juga materi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar BA siswa kelas V SDI Surya Buana, (2) penggunaan lagu dalam PBA ii dapat meningkatkan motivasi belajar BA siswa kelas V SDI Surya Buana. Tingkat motivasi belajar BA siswa mengalami peningkatan dengan adanya lagu, yaitu dengan taraf keberhasilan sebesar 77% dan termasuk dalam kategori baik, (3) lagu dalam pembelajaran BA juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDI Surya Buana dalam mata pelajaran BA. Dengan adanya lagu, nilai rata-rata yang dicapai oleh siswa kelas V sebesar 75 dan berada di atas rata-rata kelas. Berdasarkan hasil penelitian di atas, disarankan kepada kepala sekolah SDI Surya Buana untuk mengembangkan media lagu sebagai media dalam pembelajaran BA dan juga menambah media pembelajaran sebagai fasilitas penunjang belajar siswa dalam PBA. Kepada guru, disarankan untuk mengembangkan media lagu dan metode dengan lebih bervariatif dalam PBA agar siswa tidak mudah bosan dan jenuh dengan pelajaran BA. Kepada Prodi Pendidikan Bahasa Asing, diharapkan dapat mengembangkan lagu sebagai bahan atau materi dalam perkuliahan untuk meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulis.

Implementasi pembelajaran kooperatif model Think Pair Share ( TPS ) untuk meningkatkan kemampuan afektif dan kemampuan kognitif fisika siswa kelas VIII C SMP Taman Dewasa Malang / Fitrin Adriani

 

ABSTRAK Andriadi, Fitrin. 2010. Implementasi Pembelajaran Kooperatif Model TPS (Think Pair Share) Untuk Meningkatkan Kemampuan Afektif dan Kemampuan Kognitif Fisika Siswa Kelas VIII C SMP Taman Dewasa Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarjono, (II) Drs. Edi Supriana, M.Si Kata Kunci: Kemampuan Afektif, Kemampuan Kognitif, Model Think Pair Share Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SMP Taman Dewasa Malang, ditemukan dalam pembelajaran fisika siswa masih terlihat kurang aktif dan cenderung bersikap acuh terhadap pelajaran fisika. Berdasarkan keterangan guru yang bersangkutan minat siswa terhadap mata pelajaran fisika tidak terlalu banyak jika dipersentase hanya sekitar 60 % dari keseluruhan jumlah siswa kelas VIII C. Nampak pula adanya siswa yang bersifat tertutup dan malu bertanya kepada guru mengenai materi pelajaran yang belum dimengerti. Hal itu mengakibatkan siswa merasa kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru. Kesulitan dalam memahami materi menyebabkan rendahnya prestasi belajar siswa kelas VIII C SMP Taman Dewasa Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlaksanaan implementasi model Think Pair Share agar dapat meningkatkan kemampuan afektif dan kemampuan kognitif. Jenis penelitian ini adalah termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dengan dua siklus, masing-masing siklus dengan dua kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMP Taman Dewasa Malang dengan jumlah siswa 38 siswa. Instrumen dalam penelitian berupa tes evaluasi untuk mengetahui kemampuan kognitif dan lembar observasi untuk mengetahui kemampuan afektif siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa implementasi model Think Pair Share dapat meningkatkan kemampuan afektif siswa dalam pembelajaran fisika siswa kelas VIII C SMP Taman Dewasa Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan afektif tahap think pada siklus I 59,51% dan siklus II 65,80%, tahap pair pada siklus I 55,45% dan siklus II 62,85%, tahap share pada siklus I 64,04% dan siklus II 73,65%. Sedangkan kemampuan kognitif juga mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II. Pada siklus I nilai rata-rata sebesar 58.97 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 18 siswa (46.20%) dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 86.66 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 38 siswa (97.40%). Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan afektif dan kemampuan kognitif siswa kelas VIII C SMP Tamana Dewasa Malang mengalami peningkatan melalui implementasi model Think Pair Share .

Penerapan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI-IPS 1 pada mata pelajaran geografi di MAN kota Blitar / Himia Umami

 

ABSTRAK Umami, Himia. 2010. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas XI IPS1 pada Mata Pelajaran Geografi di MAN Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M. Pd (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M. Si. Kata Kunci: pembelajaran kooperatif model TGT, motivasi belajar Berdasarkan hasil observasi awal, dalam pelaksanaan pembelajaran, guru geografi di MAN Kota Blitar kurang variatif dan cenderung monoton. Biasanya pembelajaran yang dilakukan menggunakan metode ceramah, sehingga siswa hanya duduk, mencatat, dan mendengarkan apa yang disampaikannya. Sedikit peluang bagi siswa untuk bertanya, sehingga mereka menjadi jenuh dan bosan terhadap pembelajaran. Hal tersebut dapat dilihat dari perilaku mereka saat belajar di kelas, misalnya mereka menggambar sendiri, bicara bersama teman sebangkunya, bahkan tertidur. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa terhadap pelajaran geografi rendah. Hal ini berakibat pada nilai ratarata siswa pada mata pelajaran geografi khususnya di kelas XIIPS 1 tergolong rendah. Standar Ketuntasan Minimal (SKM) pelajaran Geografi di MAN Kota Blitar adalah 70. Hanya 32,6% siswa yang mampu mencapai ketuntasan belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) diaplikasikan sebagai bentuk tindakan. TGT merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat melatih siswa untuk bekerjasama dan lebih mengaktifkan mereka dalam proses pembelajaran, terutama aktif bertanya, mengerjakan LKS, dan tugas yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran TGT. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Dalam penelitian tindakan kelas ini, peneliti terlibat langsung dalam seluruh proses penelitian, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan data. Kegiatan pembelajaran terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa yang diperoleh melalui angket motivasi belajar. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XIIPS 1 semester 1 di MAN Kota Blitar Tahun Ajaran 2009/2010, dengan jumlah siswa 43 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari persentase motivasi belajar siswa pada siklus I berada pada tingkat keberhasilan cukup, yakni mencapai 63,74% dan pada siklus II persentase motivasi belajar siswa menjadi 85,66% dengan tingkat keberhasilan sangat baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model TGT dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sebesar 21,92%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan model TGT dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XIIPS 1 MAN Kota Blitar. Adapun saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah: 1) Penerapan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) dapat dijadikan alternatif dalam pembelajaran geografi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. 2) Bagi peneliti lain dapat melakukan penelitian tentang Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com ii penerapan pembelajaran kooperatif model TGT dalam pembelajaran geografi dengan KD yang lain. Sebelum menggunakan pembelajaran model TGT perlu memperhatikan karakteristik kompetensi yang harus dicapai dalam suatu mata pelajaran khususnya geografi. Dimana kompetensi yang digunakan harus berisi materi yang dapat dijadikan sebagi bahan diskusi siswa. 3) Untuk melaksanakan pembelajaran kooperatif model TGT guru harus mampu mengelola kelas dengan baik agar tidak terjadi kegaduhan saat proses pembelajaran. Selain itu Guru harus bisa memberikan penjelasan cara bekerja pembelajaran kooperatif model TGT dengan jelas kepada siswa dan memotivasi siswa supaya belajar di rumah untuk persiapan turnamen. 4) Untuk pembagian kelompok diskusi maupun turnamen sebaiknya ditulis di papan tulis, dan juga tempat duduk masingmasing kelompok sudah ditentukan sebelumnya, sehingga siswa tidak bingung dengan pembagian kelompok dan tempat duduk masingmasing kelompok. Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com

Pengaruh kecerdasan emosional ( Emotional Quotient ) dan kecerdasan spiritual ( Spiritual Quotient ) tehadap motivasi kerja karyawan ( Studi pada karyawan KPSP setia kawan Nongkojajar ) / Lidyana Nirmala Dewi

 

ABSTRAK Nirmala Dewi, Lidyana. 2009. Pengaruh Kecerdasan Emosional (Emotional Quetiont) dan Kecerdasan Spiritual (spiritual Quetiont) Terhadap Motivasi Kerja Karyawan KPSP Setia Kawan Nongkojajar. Skripsi. Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si (II) Drs. Sarbini Kata kunci: Kecerdasan Emosional (EQ), Kecerdasan Spiritual (SQ), Motivasi Kerja Semakin mengglobalnya arus informasi dan transportasi yang disertai makin meningkatnya pula perdagangan diberbagai belahan dunia mengakibatkan banyak terjadinya perpindahan tenaga kerja asing dari negara maju menuju negara lain di Asia termasuk di Indonesia. Agar perusahaan-perusahaan nasional dapat bersaing dengan perusahaan asing, maka harus melakukan kegiatan efisiensi dan efektivitas. Diantara salah satu aspek yang berkenaan dengan modal manusia yang harus diperhatikan oleh perusahaan adalah motivasi kerja para karyawan. Dalam perkembangan untuk menciptakan peningkatan motivasi kerja kemampuan intelektual (IQ) saja tidaklah cukup tanpa disertai dengan kecerdasan (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui kondisi motivasi kerja karyawan KPSP Setia Kawan Nongkojajar. (2) Untuk mengetahui kondisi kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual karyawan KPSP Setia Kawan Nongkojajar. (3) Untuk mengetahui pengaruh variabel kecerdasan emosional terhadap motivasi kerja karyawan KPSP Setia Kawan Nongkojajar. (4) Untuk mengetahui pengaruh variabel kecerdasan spiritual terhadap motivasi kerja karyawan KPSP Setia Kawan Nongkojajar. (5) Untuk mengetahui pengaruh variabel kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual secara simultan terhadap motivasi kerja karyawan KPSP Setia Kawan Nongkojajar. (6) Untuk mengetahui variabel mana diantara kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yang lebih dominan pengaruhnya terhadap motivasi kerja karyawan KPSP Setia Kawan Nongkojajar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan KPSP Setia Kawan Nongkojajar yang berjumlah 175 karyawan dan diambil sampelnya sejumlah 122 orang karyawan. Skala yang digunakan adalah Skala Likert dengan 5 (lima) pilihan jawaban. Uji validitas dan uji realibilitas digunakan untuk menguji kelayakan instrument. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, wawancara dan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Sedangkan untuk menguji kelayakan regresi dilakukan uji asumsi klasik dan hasil dari analisis data responden diolah menggunakan SPSS 12,0 For Windows. Hasil penelitian ini adalah: (1) Berdasarkan hasil analisis deskriptif kondisi motivasi karyawan adalah tinggi. (2) Berdasarkan hasil analisis deskriptif kondisi kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual karyawan adalah tinggi. Berdasarkan hasil analisis regresi secara parsial, diperoleh variabel kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual berpengaruh positif yang signifikan terhadap motivasi kerja karyawan. Berdasarkan nilai SE, kecerdasan emosional berpengaruh dominan terhadap motivasi kerja karyawan Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada KPSP Setia Kawan Nongkojajar untuk memberikan tambahan pelatihan guna untuk lebih memberdayakan kecerdasan emosional, memberikan pelatihan ESQ atau pencerahan spiritual untuk peningkatan pemberdayaan kecerdasan spiritual dalam dunia kerja

Pengembangan media buku bergambar mata pelajaran sains kelas 4 pokok bahasan perubahan kenampakan permukaan bumi dan langit di MIN kepatihan Bojonegoro / Masruchin Islamic

 

ABSTRAK Islamic, Masruchin. 2009. Pengembangan Media Buku Bergambar Mata Pelajaran Sains Kelas 4 Pokok Bahasan Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Langit di MIN Kepatihan Bojonegoro. Skripsi. Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Mohammad Effendi M.Pd. M.Kes., (II) Dr. Anastasia Widjajantin M.Pd. Kata kunci: pengembangan media pembelajaran, buku bergambar, perubahan kenampakan bumi dan langit. Media buku bergambar merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di sekolah khususnya mata pelajaran Sains pokok bahasan perubahan kenampakan bumi dan langit. Berdasarkan hasil observasi di MIN Kepatihan Bojonegoro, penyampaian materi perubahan kenampakan bumi dan langit masih menggunakan metode ceramah. Padahal dengan metode tersebut siswa cenderung sulit memahami materi yang diberikan dan cepat bosan karena proses pencernaan begitu kompleks dan memiliki banyak istilah-istilah yang sulit dihafalkan dan dipahami. Tujuan dari pengembangan media animasi pembelajaran ini adalah mengembangkan suatu media buku bergambar yang efektif dan efisien untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran, sehingga bisa memberikan salah satu alternatif bagi guru dalam menyampaikan materi pokok bahasan kenampakan bumi dan langit. Subjek uji coba dalam pengembangan media animasi ini adalah siswa kelas 4 MIN Kepatihan Bojonegoro. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket validasi pengembangan media animasi kepada ahli media, ahli materi, dan siswa atau audiens. Analisis data yang digunakan untuk mengolah hasil validasi ahli media, ahli materi dan audiens adalah prosentase. Hasil pengembangan media animasi pembelajaran ini memenuhi kriteria valid dengan hasil uji ahli media mencapai tingkat kevalidan 92,5%, ahli materi mencapai tingkat kevalidan 92,55%, dan audiens mencapai tingkat kevalidan 95%. Berdasarkan hasil pengembangan telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa media buku bergambar yang disajikan secara variatif dapat merangsang minat siswa dalam mempelajari mata pelajaran Sains pokok bahasan kenampakan bumi dan langit, serta dapat digunakan sebagai alternatif sumber belajar bagi siswa. Saran yang diberikan berdasarkan hasil pengembangan media buku bergambar ini adalah diharapkan adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektifitas penggunaan media buku bergambar yang telah dikembangkan. Sehingga pengembang berikutnya dapat menghasilkan media buku bergambar yang lebih efektif dan efisien.

Pengaruh persepsi siswa tentang efikasi diri terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa jurusan akuntansi di SMK negeri 1 Turen / Dwi Susiani

 

ABSTRAK Susiani, Dwi. 2009. Persepsi Siswa tentang Efikasi Diri terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Jurusan Akuntansi di SMK Negeri I Turen. Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Yuli Widi Astuti, SE, M.Si, Ak (2) Sawitri Dwi Prastiti, SE, M.Si, Ak . Kata kunci: Efikasi Diri, Motivasi Belajar, dan Prestasi Belajar Siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain: perhatian, minat, kematangan/pertumbuhan, latihan/ujian, motivasi belajar, sifat kepribadian seseorang, keadaan keluarga, teknik belajar, lingkungan dan kesempatan. Dan satu lagi faktor yang penting dalam meningkatkan motivasi berprestasi seorang siswa adalah efikasi diri. Efikasi diri mengacu pada keyakinan akan kemampuan individu untuk menggerakkan motivasi, kemampuan kognitif, serta tindakan yang diperlukan untuk memenuhi tuntutan situasi. Keyakinan individu mengenai kemampuan berperan sebagai perangkat faktor penentu individu dalam berperilaku, cara berpikir, reaksi emosional dalam mengatasi suatu masalah tertentu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya pengaruh secara langsung persepsi siswa tentang efikasi diri terhadap motivasi belajar siswa, dan untuk mengetahui besarnya pengaruh secara tidak langsung persepsi siswa tentang efikasi diri terhadap prestasi belajar siswa melalui motivasi belajar di SMK Negeri I Turen. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian Eksplanasi (Explanatory Research). Populasi dalam rencana penelitian ini adalah meliputi seluruh siswa jurusan akuntansi di SMK Negeri 1 Turen. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purpossive sampling, sampel seluruhnya berjumlah dua kelas yaitu 80 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh langsung antara persepsi siswa tentang efikasi diri terhadap prestasi belajar siswa Jurusan Akuntansi di SMK Negeri I Turen. (2) Terdapat pengaruh tidak langsung antara persepsi siswa tentang efikasi diri terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar siswa Jurusan Akuntansi di SMK Negeri I Turen. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan 1) bagi orang tua meningkatkan perhatiannya terhadap perkembangan anak yang terpenting adalah memberikan dorongan spiritual sebagai motivasi yang kuat; 2) peran pihak sekolah yaitu untuk memberikan perhatian terhadap tingkah laku siswa di sekolah agar ada keinginan siswa untuk lebih meningkatkan belajar yang; 3) siswa sebaiknya lebih perhatian terhadap lingkungan sekitar yang memacu siswa untuk belajar.

Pengaruh soft music terhadap depresi lansian di panti Wredha Santoso Yosep Kediri / Fitaroni Srihastuti

 

ABSTRAK Srihastuti, F. 2010. Pengaruh Soft Music Terhadap Lansia di Panti Wredha Santo Yoseph Kediri. Skripsi, Program Studi Psikologi Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si, (II) Fattah Hidayat, S.Psi, M.Si. Kata Kunci: depresi, lansia, soft music Depresi merupakan suatu gangguan keadaan tonus perasaan yang secara umum ditandai oleh rasa kesedihan, apatis, pesimisme, dan kesepian yang mengganggu aktivitas sosial dalam sehari-hari. Depresi biasanya terjadi pada saat stress yang dialami seseorang tidak kunjung reda, sebagian besar individu pernah merasa sedih atau jengkel, kehidupan yang penuh masalah, kekecewaan, kehilangan dan frustasi yang dengan mudah menimbulkan ketidakbahagiaan dan keputusasaan. Kesehatan fisik yang menurun pada lansia berpengaruh pada kesehatan psikis. Dengan berubahnya penampilan, menurunnya fungsi panca indera menyebabkan lansia merasa rendah diri, mudah tersinggung dan merasa tidak berguna lagi. Emosi-emosi negatif yang muncul pada lansia semacam itu dapat menimbulkan depresi. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh soft music terhadap depresi lansia di Panti Wredha Santo Yoseph Kediri. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, dengan menggunakan desain penelitian randomized matched two-group design. Subyek penelitian sebanyak 12 orang adalah wanita lansia di Panti Wredha Santo Yoseph Kediri dengan tingkat depresi sedang dan ringan. Subyek dibagi menjadi dua kelompok penelitian dengan cara matching tingkat depresi dan random assigment. Dua kelompok penelitian mendapatkan perlakuan yang berbeda, yaitu kelompok eksperimen diberi perlakuan mendengarkan soft music berupa instrument lagu Jawa dan kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan. Perlakuan diberikan secara bersama-sama dalam sebuah ruangan selama tiga jam tiga puluh menit seminggu, tujuh kali diputar pada hari yang berbeda dan diputar dua kali dalam sehari dengan durasi 15 menit. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode statistik non parametrik, uji beda sample berpasangan (Wilcoxon). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Zhitung = -2,003 (nilai mutlak); p = 0,045 (p<0,05), uji dua arah, berarti ada perbedaan yang signifikan pada D skor depresi antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian soft music dengan mendengarkan instrumen lagu Jawa terhadap depresi lansia di Panti Wredha Santo Yoseph Kediri. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan; (1) Memberikan hiburan berupa memperdengarkan soft music kepada lansia untuk mengantisipasi atau mengurangi depresi. (2) Untuk peneliti yang tertarik untuk meneliti soft music hendaknya, menggunakan subyek penelitian yang memiliki minat musik yang berbeda dengan minat subyek yang digunakan dalam penelitian ini sehingga hasil penelitiannya bisa dibandingkan dengan hasil penelitian ini.

Pengaruh pemanfaatan media CD pembelajaran macromedia flash mx pada topik sejarah pembentukan bumi terhadap hasil belajar geografi siswa kelas X SMA negeri 8 Malang / Dimas Ardianto

 

ABSTRAK Ardianto, Dimas. 2010. Pengaruh Pemanfaatan Media CD Pembelajaran Macromedia Flash MX pada Topik Sejarah Pembentukan Bumi terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si., (II) Drs. Yusuf Suharto. Kata kunci: Media CD pembelajaran Macromedia Flash MX, hasil belajar. Kondisi saat ini terkadang sulit untuk mengelola kelas dengan baik, apalagi dengan karakteristik siswa dan materi yang terus berkembang. Cara inovatif untuk mengatasi keadaan tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran yang dapat digunakan salah satunya adalah media CD pembelajaran Macromedia Flash MX. Media ini digunakan karena memiliki beberapa kelebihan, seperti mampu menampilkan animasi bergerak, dilengkapi dengan audio dan gambar-gambar yang tampilannya menarik. Media ini juga dapat membuat cara berpikir siswa lebih konkrit dan nantinya dengan sendirinya akan lebih meningkatkan pemahaman materi, dari pada apabila di dalam kegiatan pembelajarannya menggunakan ceramah tanpa adanya kehadiran media. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan media CD pembelajaran Macromedia Flash MX pada topik sejarah pembentukan bumi terhadap hasil belajar geografi siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan mengambil subjek penelitian dua kelas yaitu kelas X8 sebagai kelas eksperimen dan kelas X4 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes untuk prates dan pascates. Teknik analisis yang digunakan adalah uji t tidak berpasangan yang diselesaikan dengan bantuan komputer program SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil analisis data diketahui bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 47,25 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 37,63 dengan nilai probabilitas (sig) pada t hitung adalah 0,001. Berdasarkan analisis data diambil kesimpulan bahwa hasil belajar geografi pada kelas yang menggunakan media CD pembelajaran Macromedia Flash MX lebih baik dari pada kelas yang tidak menggunakan media CD pembelajaran Macromedia Flash MX. Merujuknhasil analisis data maka dapat disimpulkan pemanfaatan media CD pembelajaran Macromedia Flash MX pada topik sejarah pembentukan bumi berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang. Saran yang diajukan untuk guru bidang studi Geografi adalah menjadikan media CD pembelajaran macromedia Flash MX sebagai media pembelajaran agar hasil belajar siswa lebih baik. Bagi peneliti lain disarankan untuk mengembangkan penelitian dengan media CD pembelajaran macromedia Flash MX pada materi selain sejarah pembentukan bumi atau menggunakan metode dan media yang berbeda serta aspek yang diukur adalah aspek yang lainnya.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 |