Strategi mengajar membaca permulaan murid-murid kelas I sekolah dasar tahun ajaran 1992/1993 / oleh Nyoman Suendra

 

Pengembangan bahan ajar berbasis learning cycle 5E dengan mengoptimalkan kecerdasan majemuk untuk siswa kelas X SMA Negeri 1 Malang / Ika Kusmiyati

 

Pengembangan model latihan pembalikan untuk renang gaya ganti perorangan di klub renang Amarta Aquatic Malang / Rahmitha Salsabilla

 

ABSTRAK Salsabilla, Rahmitha 2016. Pengembangan Model Latihan Pembalikan untuk Renang Gaya Ganti Perorangan di Club Renang Amarta Aquatic Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sulistyorini, M.Pd (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd Kata Kunci: Pengembangan, Model Latihan, Gaya Ganti Perorangan, Media Video. Berdasarkan hasil observasi latihan di klub renang Amarta Aquatic Malang,terdapat kesimpulan bahwa pelatih tidak pernah menerapkan program latihan untuk meningkatkan kemampuan pembalikan guling belakang dari gaya punggung ke gaya dada pada nomor gaya ganti perorangan, sehingga atlet juga kurang bisa melaksanakan, bahkan banyak atlet yang masih belum mengetahui adanya pembalikan guling belakang untuk nomor gaya ganti perorangan. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan model latihan pembalikan guling belakang menggunakan media video pada club renang Amarta Aquatic Malang. Model yang digunakan dalam penelitian ini berupa model prosedural dengan langkah-langkah pengembangan merujuk pendapat Borg and Gall. Langkah pengembangan dalam penelitian ini menggunakan 8 langkah. Subjek uji coba meliputi tiga orang ahli, dan atlet renang di club renang Amarta Aquatic Malang. Jenis data berupa data kualitatif dan data kuantitatif dan instrument yang digunakan berupa angket. Teknik analisis data berupa analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari hasil analisis kebutuhan, pelatih dan atlet membutuhkan pengembangan model latihan pembalikan untuk gaya ganti perorangan menggunakan media video. Hasil saran tiga orang ahli menyatakan media dapat digunakan. Hasil uji coba kelompok kecil 93,25% hasilnya cukup valid dan dapat digunakan dengan revisi kecil, sedangkan dari uji coba kelompok besar diperoleh hasil 93,47% artinya sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Berarti penelitian dan pengembangan tentang model latihan pembalikan untuk gaya ganti perorangan menggunakan video dapat diterapkan pada Kegiatan Latihan Klub Renang Amarta Aquatic Malang. Kesimpulan hasil penelitian bahwa model latihan pembalikan untuk gaya ganti perorangan menggunakan media video dapat digunakan pada kegiatan latihan di klub renang Amarta Aquatic Malang. Saran bagi pelatih hasil dari penelitian dan pengembangan model latihan pembalikan untuk gaya ganti perorangan menggunakan video dapat dijadikan salah satu alternatif latihan renang, latihan lebih menarik dan bervariasi

Pengaruh pemberian pensintesis dan rangkuman dalam pembelajaran IPS terhadap hasil belajar pemahaman konsep di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Teladan MINT) Pontianak / oleh Samion AR.

 

Hubungan persepsi siswa atas kreatifitas guru dan pemanfaatan media pembelajaran dengan hasil belajar kearsipan siswa kelas X APK di SMK Negeri 1 Malang / Nuril Istiqomah

 

ABSTRAK Istiqomah, Nuril. 2015. Hubungan Persepsi Siswa atas Kreatifitas Guru dan Pemanfaatan Media Pembelajaran dengan Hasil Belajar Kearsipan Siswa Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Heri Pratikto, M.Si (2) Drs. H. Mohammad Arief, M.Si Kata Kunci : Persepsi, Kreatifitas Guru, Media Pembelajaran, Hasil Belajar Kreatifitas guru merupakan salah satu upaya untuk memaksimalkan tujuan pembelajaran khususnya di bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan persepsi siswa atas kreatifitas guru dengan hasil belajar siswa, (2) hubungan persepsi siswa atas pemanfaatan media pembelajaran dengan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 142 siswa dengan sampel 100 siswa. Pengambilan sampel ini menggunakan teknik Simple Random Sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa atas kreatifitas guru dengan hasil belajar siswa, (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pemanfaatan media pembelajaran dengan hasil belajar siswa. Saran yang direkomendasikan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah: (1) bagi guru, dapat digunakan sebagai informasi untuk meningkatkan kreatifitas sebagai pedoman di dalam pengajaran dan penemuan metode yang tepat untuk mengontrol cara belajar siswa, (2) bagi siswa, dapat digunakan sebagai informasi dan acuan untuk meningkatkan hasil belajar dengan mencari referensi yang berkaitan dengan materi kearsipan, (3) bagi orang tua, dapat digunakan sebagai informasi untuk memperhatikan kelengkapan dan menyediakan fasilitas belajar siswa, (4) untuk penelitian selanjutnya hendaknya melakukan penelitian dengan variabel lain yang berhubungan dan dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.

Implementasi metode six sigma pada analisis kemampuan proses produksi pol nira encer berbasis distribusi weibull (3p) / Wida Tri Pramita Sari

 

i ABSTRAK Sari, Wida Tri Pramita. 2015. Implementasi Metode Six Sigma pada Analisis Kemampuan Proses Produksi Pol Nira Encer Berbasis Distribusi Weibull (3P), (Studi kasus PG Kebon Agung Malang). Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Susiswo, M.Si. Kata Kunci: pol nira encer, grafik pengendali induvidual distribusi weibull (3P), analisis kemampuan proses, metode Six sigma. Nira encer adalah nira yang telah mengalami proses defikasi dan sulfitasi yang akan masuk ke dalam bejana pengendapan (door clarifer), nira yang keluar dari bejana pengendapan itu merupakan nira jernih atau nira encer. Nira encer yang dihasilkan terdapat beberapa kendala yang mengakibatkan proses produksi nira encer tidak terkendali. Penyebab diantaranya, tebu yang terlalu lama berada di stasiun penerimaan, penambahan susu kapur yang tidak sesuai dan mesin yang belum beroperasi secara maksimal. Sehingga diperlukan pengendalian kualitas agar proses produksi bisa memenuhi spesifikasi pabrik. Dalam penelitian ini digunakan tiga metode dalam menganalisis data pol nira encer. Alternatif solusi yang digunakan diantaranya, grafik pengendali individual berbasis distribusi weibull (3P), analisis kemampuan proses, dan Six sigma. Berdasarkan grafik pengendali pol nira encer CL (Center Line) sebesar 36,312, UCL (Upper Control Line) sebesar 38,4150 dan LCL (Lower Control Line) sebesar 34,445. Hasil analisis kemampuan proses diperoleh, Pp sebesar 1,00 menunjukkan bahwa sebaran pengamatan atau lebar proses sama dengan lebar spesifikasi, Ppk sebesar 1,00 menunjukkan bahwa salah satu ujung dari variasi proses pol nira encer berada dalam batas spesifikasi, dan PPL = PP menunjukkan bahwa proses produksi nira encer baik serta tidak melanggar batas spesifikasi atas maupun batas spesifikasi bawah. Nilai PPM > USL sebesar 1353,73, dan nilai PPM Total sebesar 2698,91 yang berarti bahwa indeks kemampuan dan tingkat kesalahan sebesar 2698,91 produksi nira encer setiap satu juta produksi yang dihasilkan. Proses produksi pol nira encer berada dalam kondisi yang kurang baik dan rata-rata sebagian hasil produksi berada diluar batas spesifikasi. Hasil analisis menggunakan metode Six sigma diperoleh nilai DPO sebesar 7,483 dan nilai DPMO dari hasil produksi pol nira encer sebesar 0,007483 dan nilai sigma 5,38. Hal ini berarti bahwa dalam satu juta produk terdapat 0,007483 produk yang mengalami penyimpangan dan besar kerugian 10 % sampai dengan 15 % dari biaya produksi. Dari hasil analisis diharapkan PG Kebon Agung Malang meninjau proses produksi yang masih belum memenuhi spesifikasi pabrik dan meninjau penyimpangan yang terjadi agar meminimalisir kegagalan pada proses produksi pol nira encer.

Kesalahan siswa dalam menyelesaikan permasalahan Peluang berdasarkan prosedur kesalahan Newman beserta scaffolding-nya / Media Rahmawati

 

ABSTRAK Rahmawati, Media. 2015.Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Permasalahan Peluang Berdasarkan Prosedur Kesalahan Newman Beserta Scaffolding- nya. Skripsi, Pendidikan Matematika. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H Makbul Muksar, S. Pd, M. Si. Kata Kunci: kesalahan siswa, prosedur kesalahan Newman, scaffolding. Keterbatasan kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan berbentuk soal cerita pada materi peluang menjadi alasan siswa melakukan kesalahan sehingga siswa mendapatkan nilai yang rendah pada tes.Salah satu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesalahan-kesalahan siswa tersebut adalah Prosedur Kesalahan Newman. ProsedurKesalahan Newman mencakup (1)kesalahan membaca, (2) kesalahan pemahaman, (3) kesalahan transformasi, (4) kesalahan proses, dan (5) kesalahan penulisan jawaban. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesalahan beserta faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal peluang berdasarkan prosedur Newman.Tujuan lainnya yaitu mengetahui kriteria scaffoldingyang digunakan untuk meminimalkan kesalahan siswa dan yang sesuai dengan Prosedur Newman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif serta jenis penelitian yaitu studi kasus. Dengan menggunakan metode tes dan interview, semua data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan. Penelitian ini menggambil 6 subjek dari 54 siswa kelas sebelas SMA Negeri 3 Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, siswa melakukan kesalahan terbanyak dalam tahap transformasi. Sebanyak 29.63% dari total semua kesalahan dilakukan siswa dalam tahap transformasi. Beberapa penyebabnya adalah salah dalam memodelkan informasi kedalam bentuk matematika, memilih rumus yang tidak tepat, kurang memahami materi kombinasi dan peluang ketika kedua materi tersebut muncul secara bersamaan. Dalam tahap penulisan jawaban akhir, 29.63% kesalahan dilakukan oleh siswa dan penyebabnya adalah jawaban akhir bernilai salah atau akibat dari kesalahan pada tahap sebelumnya. Kesalahan lebih sedikit dilakukan siswa pada tahap keterampilan proses dan tahap memahami. Secara berurutan yaitu sebesar 22.22% dan 18.52% dari semua total kesalahan. Penyebab siswa melakukan kesalahan dalam tahap keterampilan proses adalah siswa ceroboh dalam proses perhitungan sedangkan dalam tahap memahami adalah siswa tidak tepat dalam menentukan hal yang diketahui atau ditanyakan dalam soal. Tidak ada satupun subjek penelitian melakukan kesalahan dalam tahap membaca. Kriteria scaffolding yang bersesuaian degan kategori dalam analasis kesalahan Newman yang digunakan adalah (1) reviewing, (2) explaining, (3) restructuring, dan (4) developing conceptual thinking.Scaffolding diberikan untuk mengurangi banyaknya kesalahan yang dilakukan oleh siswa dan membantu meningkatkan daya pikir siswa sehingga mendapatkan hasil akhir yang lebih baik.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) untuk meningkatkan komunikasi matematis tertulis siswa kelas X KPR-2 SMKN 13 Malang / Nadya Alvi Rahma

 

ABSTRAK Rahma, Nadya Alvi. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) untuk Meningkatkan Komunikasi Matematis Tertulis Siswa Kelas X KPR-2 SMKN 13 Malang. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Makbul Muksar, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: komunikasi matematis tertulis, model pembelajaran kooperatif tipe think talk write Kemampuan komunikasi matematis merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dikuasai siswa karena kemampuan itu merefleksikan pemahaman matematika mereka. Siswa mempelajari matematika seakan-akan mereka berbicara dan menulis tentang apa yang sedang mereka kerjakan. Siswa dilibatkan secara aktif dalam mengerjakan matematika, ketika mereka diminta untuk memikirkan ide-ide mereka atau berbicara dengan mendengarkan siswa lain, dalam berbagi ide, strategi dan solusi. Indikator kemampuan komunikasi matematis tertulis yang akan diukur pada penelitian ini adalah kemampuan siswa menggunakan istilah, tabel, diagram, notasi atau rumus matematis untuk menyatakan hubungan dan gagasan dalam memecahkan masalah matematika secara logis dan lengkap.Salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang memenuhi indikator komunikasi matematis adalah Think Talk Write (TTW). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas sebanyak 2 siklus dimulai dari bulan Oktober sampai dengan bulan Desember. Subjek penelitian adalah siswa kelas X KPR-2 SMKN 13 Malang sebanyak 27 orang tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi matematis tertulis siswa kelas X KPR-2 SMKN 13 Malang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write. Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe think talk write mampu meningkatkan komunikasi matematis tertulis siswa kelas X KPR-2 SMKN 13 Malang. Peningkatan pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write, yaitu aktivitas guru meningkat dari 80,83% pada siklus I menjadi 93,3% pada siklus II dan aktivitas siswa meningkat dari 74.3% pada siklus I menjadi 87,92% pada siklus II. Kemampuan komunikasi matematis tertulis siswa meningkat, yaitu hasil LJW dari 56,13% pada siklus I menjadi 73,75% dan hasil tes akhir siklus dari 59% pada siklus I menjadi 70,3% pada siklus II. Disarankan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write dapat dikembangkan lebih lanjut pada pokok bahasan lain dalam upaya meningkatkan komunikasi matematis tertulis siswa dengan memperhatikan kemampuan prasyarat siswa.

Hubungan antara karakteristik kader kesehatan desa dengan peran aktif mereka dalam melaksanakan tugasnya di kecamatan Lawang, kabupaten Malang / oleh Purwani Tirahiningrum

 

Kinerja pelayanan angkutan bus penumpang umum antar kota pada trayek Madiun-Ponorogo / Dio Natra Pratama

 

Perbedaan hasil belajar dan motivasi belajar materi Larutan Elektrolit-Non Elektrolit antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E dan Learning Cycle 5E-Think Talk Write (TTW) pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Batu / Neni Triwidayanti

 

ABSTRAK Triwidayanti, Neni. 2015. Perbedaan Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Materi Larutan Elektrolit-Non elektrolit antara Siswa yang Dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E dan Learning Cycle 5E-Think Talk Write (TTW) pada Siswa Kelas X SMANegeri2 Batu. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Dr. Hj. Endang Budiasih, M.S., Pembimbing II: Dra. Dedek Sukarningsih M.Pd, M.Si Kata Kunci : Model Pembelajaran Learning Cycle 5E, Think Talk Write, Hasil Belajar, motivasi belajar. Ilmu kimia tumbuh dan berkembang berdasarkan eksperimen–eksperimen yang menghasilkan konsep–konsep, teori, dan hukum. Pembelajaran ilmu kimia sebaiknya dilakukan dengan memberikan fakta–fakta konkrit dalam kehidupan sehari–hari, sehingga dapat menimbulkan proses berpikir siswa untuk memperoleh pengetahuan secara mandiri.Proses berpikir siswa sebaiknya ditunjang dengan pengelolaan pembelajaran yang memposisikan siswa untuk aktif, sesuai dengan paradigma konstruktivis. Model pembelajaran yang sejalan dengan paradigma konstruktivis adalah Learning Cycle. Model pembelajaran Learning Cyclemensyaratkan adanya kerja kelompok. Namun, selama ini kerja kelompok yang digunakan tidak menggunakan pola tertentu. Salah satu model kerja kelompok yaitu model pembelajaran Think Talk Write (TTW)yang memungkinkan untuk di padu dengan Learning Cycle.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui keterlaksanaan pembelajaran, hasil belajar, dan motivasi belajar pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E,dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Think Talk Write (TTW) pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dengan modelpost test only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Batu. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dan diperoleh dua kelas, yaitu kelas X-MIA 3 sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Think Talk Write (TTW), dan kelas X-MIA 2 sebagai kelas kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Instrumen penelitian divalidasi dengan tingkat validasi 74% dengan kriteria baik.Analisis data hasil penelitian dilakukan secara deskriptif dan statistik. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis keterlaksanaan pembelajaran, nilai afektif, dan motivasi belajar siswa.Analisis statistikdengan uji-t independent sample test digunakan untuk menguji perbedaan hasil belajar kognitif siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil keterlaksanaan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Think Talk Write memiliki rata-rata sebesar 89,53% dan hasil keterlaksanaan model pembelajaranLearning Cycle 5E memiliki rata-rata sebesar 89,06%. (2) Ada perbedaan hasil belajar kognitif materi larutan elektrolit dan non elektrolit antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Think Talk Write (TTW),dansiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Rata-rata nilai hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Think Talk Write ( =73,06) lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E ( =65,41). Hasil belajar afektif siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Think Talk Write ( =86,76) lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E ( =85,00), dan (3) Motivasi belajar pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Think Talk Write ( =82,70)lebih tinggi daripada motivasi belajar siswa yang dibelajarkan denganmodel pembelajaran Learning Cycle 5E ( =80,47).

Pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share terhadap minat dan prestasi belajar siswa kelas X SMAN 7 Malang pada materi Reaksi Redoks dan tata Nama Senyawa Kimia / Mukhamad Nasir

 

ABSTRAK Nasir, Mukhamad. 2015. PengaruhPenerapan Model PembelajaranKooperatifTipe Think Pair Share TerhadapMinatdanPrestasiBelajarSiswaKelas X SMAN 7 Malang padaMateriReaksiRedoksdan Tata NamaSenyawa Kimia.Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc, Ph.D.(II) Drs. Muhadi. Kata Kunci: model Think Pair Share, prestasibelajar, minatbelajar, reaksi redoksdantatanamasenyawakimia Pembelajarankimia di SMAN 7 Malang umumnyamasihmenggunakan model konvensionalyang mengakibatkanminatbelajarsiswarendah, keaktifandanketerlibatansiswadalam proses pembelajarankurangsehinggaprestasibelajarmerekatidakmemenuhiharapan, untukmeningkatkankualitasbelajarsiswadiperlukansuatuinovasidalam proses pembelajaran, guru harusbisamemilihdanmenerapkan model pembelajaran yang sesuaidengankebutuhan di kelas. Salah satu model pembelajaran yang dapatdigunakanadalah model pembelajarankooperatiftipeThink Pair Share.Model Think Pair Sharemendorongsiswauntuklebihaktifdanberperandalam proses pembelajaran. Penelitianinidilaksanakanbertujuan (1) mengetahuiketerlaksanaanpenerapan model pembelajarankooperatiftipeThink Pair Sharedan model pembelajaranceramahdantanyajawabpadamaterireaksiredoksdantatanamasenyawakimia, (2) mengetahuipengaruhpenerapanmodel pembelajarankooperatiftipeThink Pair Sharedan model pembelajaranceramahdantanyajawabterhadapminatdanprestasibelajarsiswa. Rancanganpenelitian yang digunakanadalaheksperimentalsemudenganpost-test only control group design. Populasipenelitianadalahseluruhkelas X SMAN 7 Malang.PengambilansampeldilakukandenganteknikCluster Random Sampling.Sampel yang digunakanadalah 2 kelasyaitukelas X-MIA 4 sebagaikelaskontroldankelas X-MIA 5 sebagaikelaseksperimen.Waktupelaksanaanpenelitianadalah 19 Januari 2015 sampai 23 Februari 2015.Instrumen yang digunakanyaituinstrumenperlakuanberupasilabus, rencanapelaksanaanpembelajaran(RPP), handout, danlembarkerjasiswa(LKS) daninstrumenpengukuranberupasoaltes, soalkuis, lembarobservasi, danangket. Teknikanalisis data penelitiandilakukandengancaraanalisisstatistikdandeskriptif. Analisisstatistikdilakukandenganbantuan program SPSS 16 for Windows. Pengujianhipotesismenggunakanindependent samples t-testpadatingkatsignifikansi 0,05. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa(1) keterlaksanaan model pembelajarankooperatiftipeThink Pair Sharedan model pembelajaranceramahdantanyajawabberlangsungsangatbaik, (2) adaperbedaanprestasibelajarantarakelas yang dibelajarkanmenggunakan model pembelajarankooperatiftipeThink Pair Sharedankelas yang dibelajarkanmenggunakan model pembelajaranceramahdantanyajawab, (3)adaperbedaanminatbelajarantarakelas yang dibelajarkanmenggunakan model pembelajarankooperatiftipeThink Pair Sharedankelas yang dibelajarkanmenggunakan model pembelajaranceramahdantanyajawab.

Hubungan antara latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar dan pembuatan instruksional desain instruktional dengan kemampuan membelajarkan siswa di kelas bagi guru-guru SD di Kodya Malang / oleh Zainul Abidin

 

Pengaruh etika auditor, kompetensi auditor, dan idependensi auditor terhadap kualitas hasil audit / Dini Wahyu Ningsih

 

ABSTRAK Ningsih, DiniWahyu. 2015. PengaruhEtika Auditor, Kompetensi Auditor, danIndependensi Auditor. Skripsi, JurusanAkuntansi, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. CiptoWardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak, C.A. (II) Dr. Hj. PujiHandayati, S.E., M.M., Ak., C.A., C.M.A. KataKunci: Etika Auditor, Kompetensi Auditor, Independensi Auditor, KualitasHasil Audi Perusahaan harusmenyajikanlaporankeuangan yang relevandandapatdiandalkan, sehinggauntukmendapatkanlaporankeuangan yang relevandandapatdiandalkan, manajemenmembutuhkanjasa auditor independenuntukmengauditlaporankeuanganperusahaan. Auditor harusmenjagakualitashasil audit agar tetapbaiksebagaitanggungjawabuntukmenjagakepercayaanpenggunalaporankeuangan. Kualitashasil audit dapatdipengaruhiolehbeberapafaktor, baikfaktor internal maupuneksternal. Faktortersebutadalahetika auditor, kompetensi auditor, danindependensi auditor.Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuipengaruhetika auditor, kompetensi auditor, danindependensi auditor terhadapkualitashasil audit secaraparsial. Penelitianinidilakukanpada auditor yang bekerja di Kantor AkuntanPublik (KAP) di wilayah Kota Malang denganjumlahpopulasi 35 orang auditor yangtergabungdalanempat KAP. Pengumpulan data dilakukandenganmenggunakankuesioner.Data yang telahterkumpuldianalisisdenganteknikanalisisregresi linear berganda. Hasilpenelitianmenujukanbahwasecaraparsialetika auditor, kompetensi auditor, danindependensi auditor berpengaruhpositifdansignifikanterhadapkualitashasil audit.Etikaauditotmemberikanpengaruhsebesar 25,3% terhadapkualitashasil audit, kompetensi auditor memberikanpengaruhsebesar 28,4% terhadapkualitashasil audit, danindependensi auditor memberikanpengaruhsebesar 60,5% terhadapkualitashasil audit. Untukpenelitian dimasa yang akandatang, penelitimenyarankan agar menambahjumlahsampeldenganmemperluaslokasipenelitiansertamenambahkanvariabelbebas yang dapatmempengaruhikualitashasil audit. Saran bagiKAp agar senantiasamengikutsertakanparaanggotanyadalampendidikanberkelanjutan yang diselenggarakanoleh IAI sehinggadapatmeningkatkankompetensi auditor.

Pengembangan bahan ajar Kurikulum 2013 materi Termokimia berbasis Inkuiri Terbimbing / Holistiana Sasmitariji

 

ABSTRAK Sasmitariji, Holistiana. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Kurikulum 2013 Materi Termokimia Berbasis Inkuiri Terbimbing. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S., (II) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S. Kata Kunci: bahan ajar, inkuiri terbimbing, kurikulum 2013, termokimia. Kurikulum 2013 merupakan produk dari penyempurnaan dan pengembangan kurikulum lama yang kini lebih menekankan pada keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik. Seiring dengan berubahnya kurikulum menjadi kurikulum 2013, secara otomatis semua komponen penyusun dari kurikulum itu sendiri pun juga ikut berubah. Salah satunya adalah bahan ajar. Bahan ajar yang digunakan harus sesuai dengan kurikulum 2013. Faktanya, bahan ajar yang selama ini digunakan masih bersifat informatif dengan menyajikan konsep dan tidak menuntut siswa untuk berinkuiri. Untuk itu perlu adanya pengembangan bahan ajar yang sesuai dengan standar kurikulum 2013 sebagai perbaikan penanaman konsep bagi peserta didik dan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi dan melatih keterampilan siswa untuk berinkuiri. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti melakukan pengembangan bahan ajar berbasis inkuiri terbimbing. Tujuan dari pengembangan bahan ajar ini adalah menghasilkan bahan ajar termokimia yang sesuai dengan standar kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing, dan mengetahui kelayakan bahan ajar yang dihasilkan. Pengembangan ini dilakukan menggunakan model pengembangan 4D-Model dari Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahapan yakni define (pembatasan), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Namun, pengembangan bahan ajar ini hanya dilakukan hingga pada tahap ketiga yaitu develop. Validasi isi produk dilakukan oleh satu orang dosen kimia dan dua orang guru kimia. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi berupa angket dan lembar komentar atau saran validator terhadap bahan ajar. Uji keterbacaan dilakukan pada siswa MAN 2 Kota Batu. Data hasil validasi dan uji keterbacaan kemudian dianalisis menggunakan jenjang kriteria presentase kelayakan dari bahan ajar yang dikembangkan. Berdasarkan hasil analisis data, bahan ajar dinyatakan layak dengan kriteria 77,5 % oleh validator dan 75% pada uji keterbacaan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar dikategorikan layak dengan sedikit revisi berdasarkan komentar dan saran oleh validator dan siswa. Pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan melalui uji empirik bahan ajar dengan sampel yang lebih luas untuk mengetahui keefektifan bahan ajar dalam pembelajaran.

Identifikasi kesulitan siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung dalam menyelesaikan soal-soal Stoikiometri menggunakan Analisis Langkah penyelesaian Soal / Fitriana Rizqi Amalia

 

ABSTRAK Amalia, Fitriana Rizqi. 2015. Identifikasi Kesulitan Siswa Kelas XI MIA SMA Negeri 1 Kauman Tulungangung dalam Menyelesaikan Soal-soal Stoikiometri Menggunakan Analisis Langkah Penyelesaian Soal. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Muntholib, S.Pd., M.Si, (II) Dr. Yahmin, S.Pd., M.Si. Kata Kunci : identifikasi, kesulitan, stoikiometri, analisis langkah Stoikiometri merupakan salah satu materi kimia yang terdiri dari banyak hitungan serta konsep yang memerlukan algoritma dan pemahaman konsep untuk menyelesaikannya, sehingga siswa merasa kesulitan untuk memecahkan masalah stoikiometri. Kesulitan yang dialami siswa sangat beragam, sehingga sulit dideteksi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang dapat mengidentifikasi kesulitan siswa dalam memecahkan masalah stoikiometri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kesulitan siswa pada langkah-langkah penyelesaian soal konsep-konsep stoikiometri, (2) tingkat kesulitan siswa pada masing-masing langkah penyelesaian soal konsep-konsep stoikiometri, dan (3) penguasaan konsep siswa terhadap konsep-konsep stoikiometri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah 59 siswa kelas XI MIA 7 dan XI MIA 8 SMA Negeri 1 Kamuan Tulungagung yang dipilih dengan teknik acak kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15 soal uraian dan wawancara tidak terstruktur. Data kesulitan siswa diperoleh dengan menentukan besarnya persentase siswa yang menjawab benar pada setiap langkah penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kesulitan siswa pada langkah-langkah penyelesaian soal konsep-konsep stoikiometri tergolong cukup (45,9%), (2) tingkat kesulitan siswa pada masing-masing langkah penyelesaian tergolong tinggi (37,3%), dan (3) penguasaan konsep siswa terhadap konsep-konsep stoikiometri secara umum tergolong cukup (45,9%).

Persepsi kepala sekolah dan guru tentang peran kepala sekolah dasar negeri di kotamadya Ambon / oleh Rudolf Kempa

 

Pengaruh TGT (Teams Games Tournament) terhadap hasil belajar materi laporan keuangan perusahaan jasa siswa kelas XI AK-1 pada mata pelajaran akuntansi di SMK Muhammadiyah 3 Singosari / Octa Dwi Christiawan

 

ABSTRAK Christiawan, Octa Dwi. 2015. Pengaruh TGT (Teams Games Tournament) Terhadap Hasil Belajar Materi Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Siswa Kelas XI AK-1 Pada Mata Pelajaran Akuntansi Di SMK Muhammadiyah 3 Singosari. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.H.Sumadi,S.E,MM (II) Sriyani Mentari, S.Pd, M.M Kata kunci:Model Teams Games Tournament, Hasil Belajar Berdasarkan kegiatan praktik pengalaman lapangan yang telah dilakukan peneliti di SMK Muhammadiyah 3 Singosari, peneliti menemukan guru masih menggunakan metode pembelajaran konvensional, dimana dominasi guru yang lebih utama (teacher centered). Alasan utama penggunaan metode ini adalah sederhan, mudah diterapkan dan tidak menyita banyak waktu. Dan peneliti juga melihat masih banayak siswa yang masih kurang memenuhi Standart Kelulusan Minimum. Berbagai model dan metode pembelajaran telah dikembangkan dalam rangka meningkatkan keterlibatan siswa dalam menguasai pelajaran. Salah satu pembelajaran yang berkembang adalah pembelajaran koopertif (Cooperative Learning). Jenis penelitian ini adalah termasuk penelitian kuantitatif yang dirancang sebagai penelitian eksperimen dengan bentuk eksperimen semu (quasi experimental design ). Adapun subyek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI AK SMK Muhammadiyah 3 Singosari yang karakteristik siswanya mempunyai kemampuan yang homogen. Sehingga peneliti menggunakan kelas XI AK 1 sebagai kelas eksperimen sedangkan XI AK 2 sebagai kelas kontrol. Jumlah siswa di kelas XI AK 1 28 siswa dan XI AK 2 berjumlah 31 siswa di SMK Muhammadiyah 3 Singosari. Teknis pengumpulan data melalui lembar observasi, wawancara, tes penguasaan materi. Dan anlisis datanya menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) bagi Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 3 Singosari dapat menjadi pertimbangan untuk memperbaiki sistem pembelajaran agar terjadi perbaikan pada kualitas pembelajaran yang inovatif dan kreatif serta dapat membuat hasi belajar lebih baik. (2) untuk guru sebaiknya dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Tipe Games Tournament (TGT) yang disertai dengan adanya permainan dalam pembelajaran dan adanya suatu kompetisi antar kelompok membuat hasil belajar siswa dapat meningkat. (3) untuk siswa harus lebih mandiri dan bisa membangun pengetahuannya sendiri serta dapat berpikir cepat dan tepat untuk menghadapi kompetisi di kelas. (4) penelitian selanjutnya agar mengukur hasil belajar dalam ranah afektif. Dan melakukan penelitian melalui nilai kelompok juga tidak hanya gainscore saja.

Pengembangan bahan ajar menggunakan Pendekatan Saintifik untuk mengeksplisitkan Hakikat Sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi Hidrokarbon dan Minyak Bumi / Valentine Indah Febrylian

 

ABSTRAK Febrylian, Valientine Indah. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Pendekatan Saintifik untuk Mengeksplisitkan Hakikat Sains (NOS) dan Berpikir Kritis pada Materi Hidrokarbon dan Minyak Bumi. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Prayitno, M.Pd. (II) Dra. Sri Rahayu, M.Ed., Ph.D. Kata Kunci: bahan ajar, literasi sains, pendekatan saintifik, hakikat sains (NOS), berpikir kritis, model 4D. Literasi sains merupakan tujuan utama pada pendidikan sains. Kebermaknaan pembelajaran sains dapat dicapai jika siswa memiliki kemampuan literasi sains yang baik. Hasil penelitian PISA (Programme for International Student Assessment) menunjukkan bahwa literasi sains siswa Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan negara lain. Hal tersebut merupakan permasalahan pendidikan yang harus diselesaikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberi penekanan pada komponen utama literasi sains dalam pembelajaran, yakni hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis belumditekankan secara eksplisit dalam bahan ajar, termasuk bahan ajar kimia. Oleh karena itu, perlu dikembangkan bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan prototipe bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi hidrokarbon dan minyak bumi dan mengetahui tingkat kelayakannya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dikembangkan dengan model 4D yang terdiri dari 4 tahap, yaitu define (pembatasan), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Namun dalam pengembangan bahan ajar ini terbatas dilakukan sampai tahap develop tanpa melakukan tahap disseminate. Pada penelitian pengembangan ini diperoleh data kuantitatifberdasarkan skor angket tanggapan yang disusun berdasarkan skala Likert, serta data kualitatif berdasarkan tanggapan dan saran perbaikan yang diisi oleh 2 validator ahli, yaitu dosen dan 2 validator praktisi, yaitu guru kimia SMA/MA. Hasil penelitian pengembangan ini berupa prototipe bahan ajar yang berupa buku siswa dan buku guru. Buku siswa berisi materi hidrokarbon dan minyak bumi, sementara buku guru memuat profil bahan ajar, petunjuk penggunaan bahan ajar, silabus, RPP, dan instrumen penilaian. Hasil validasi menunjukkan bahwa buku siswa sangat layak untuk digunakan dengan memenuhi persentase sebesar 88,44%. Begitu pula dengan buku guru yang juga sangat layak untuk digunakan dengan memenuhi persentase sebesar 93,40%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar menggunakanpendekatan saintifik untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi hidorkarbon dan minyak bumi hasil pengembangan ini telah layak untuk dilakukan uji lapangan. ABSTRACT Febrylian, Valientine Indah. 2015. Development of Learning Material Using Scientific Approach to Make The Nature of Science (NOS) and Critical Thinking Explicit on Hydrocarbon and Petroleum Topic. Thesis, Chemistry Department, Faculty of Mathematics and Science, State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Prayitno, M.Pd. (II) Dra. Sri Rahayu, M.Ed., Ph.D. Key word: learning material, scientific literacy, scientific approach, Nature of Science (NOS), critical thinking, 4D models. Scientific literacy is a main purpose in science education. Learning process will be meaningfull when students have a good scientific literacy. The results of PISA research (Programme for International Student Assessment) show that scientific literacy of Indonesian students are lower compared than the result from other countries. This is an important problem that must be resolved. One effort that can be done to improve the scientific literacy is emphasize the Nature of Science (NOS) and critical thinking as main component of scientific literacy in learning process. In fact, the Nature of Science (NOS) and critical thinking are components that less explicitly in chemistry learning material. Therefore, we need to develop a learning material to make the Nature of Science (NOS) and critical thinking explicit. The purpose of this research was produce a prototype of learning material using scientific approach to make the Nature of Science (NOS) and critical thinking explicit on hydrocarbon and petroleum topics andto know the level of feasibility. 4D model was used as development model in this research and development. 4D model included the define, design, develop, and disseminate phases. In this development, we acquire quantitative data based on questionnaire which be filled by 2 experts and 2 practitioners’ and arranged in Likert scale. Qualitative data were acquired from 2 experts and 2 chemistry teachers on responses and suggestion. The results of this research and development were learning material prototype that consisted of students’ book and teacher’s book. The students’ book contain hydrocarbon and petroleum topics and teacher’s book contain learning material profile, guide of usage of learning material, syllabus, RPP, and assessment instrument. Validation result showed that student’s book was very feasible with average score 88,44% and the teacher’s book was very feasible with average score 93,40%. It can be concluded that the prototype of learning material using scientific approach to make the Nature of Science (NOS) and critical thinking explicit on hydrocarbon and petroleum topic had been feasible to be examined empirically.

Pengaruh penggunaan media Boneka Barbie terhadap kemampuan Bina Diri siswa tuagrahita ringan kelas 1 SDLB Marsudi Utomo Kesamben Blitar / Arista Surya Ningsih

 

ABSTRAK Ningsih, Arista Surya. 20015. Pengaruh Penggunaan Media Boneka Barbie Terhadap Kemampuan Bina Diri Siswa Tunagrahita Ringan Kelas I SDLB Marsudi Utomo Kesamben Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (II) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si. Kata Kunci: tunagrahita, kemampuan bina diri, media boneka barbie Tunagrahita adalah individu yang memiliki intelegensi dibawah rata-rata dan memiliki kelemahan dalam berfikir. Kemampuan Bina Diri merupakan modal dasar dalam membentuk kepribadian yang mandiri. Peneliti menentukan permasalahan seorang tunagrahita yang memiliki kemampuan Bina Diri yang masih kurang serta pembelajaran Bina Diri yang biasanya dilakukan tanpa menggunakan media. Kondisi yang terjadi adalah anak yang belum bisa menggunakan pakaian sendiri. Kemandirian yang dapat terbentuk karena adanya latihan dan pembiasaan baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari penggunaan media boneka Barbie terhadap kemampuan Bina Diri berpakaian pada siswa tunagrahita ringan kelas I SDLB Marsudi Utomo Kesamben Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan penelitian experiment bentuk Single Subject Research (SSR) dengan model desain penelitian A-B-A. Desain A-B-A digunakan untuk mengukur perubahan target behavior pada kondisi baseline -1 (A1) hingga baseline -2 (A2). Subjek penelitian ini adalah siswa tunagrahita ringan kelas I di SDLB Marsudi Utomo Kesamben Blitar yaitu SE (10 tahun). Analisis data dilakukan pada dua kondisi yaitu analisis data dalam kondisi dan analisis data antar kondisi, dengan menghitung mean level, kecenderungan estimasi arah, kecenderungan stabilitas dan persentase overlap. Hasil penelitian menunjukan ada peningkatan kemampuan yang dapat dilihat dari perolehan hasil kemampuan siswa pada kondisi baseline -1 berkisar antara 49,5%-60,75% dengan persentase stabilitas 75% dikatakan tidak stabil atau variabel, meningkat pada kondisi intervensi dengan perolehan hasil 85,5%-94,75% dengan persentase stabilitas 100% dikatakan stabil dan pada kondisi baseline-2 dengan perolehan hasil 72%-84% dan persentase stabilitas 80% dikatakan stabil. Kesimpulan penelitian bahwa terdapat pengaruh penggunaan media boneka Barbie dengan kemampuan Bina Diri berpakaian siswa tunagrahita ringan. Saran yang diberikan, kepada guru dapat memberikan metode dan media pembelajaran yang sesuai dan mengakomodir siswa dalam mengolah informasi serta mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki siswa. Kepada kepala sekolah sebagai pihak yang berwenang dalam mengambil kebijakan hendaknya dapat meningkatkan fasilitas kebutuhan untuk Bina Diri.

Pengaruh penggunaan metode "Jarimagic" terhadap kemampuan berhitung perkalian siswa tunarungu kelas IV SD di Pendidikan Khusus Negeri Seduri Mojosari Mojokerto / Willi Febrian Prayugo

 

ABSTRAK Prayugo, Willi F. 2015. Pengaruh Penggunaan Metode Jarimagic Terhadap Kemampuan Berhitung Perkalian Siswa Tunarungu Kelas IV SD Di Pendidikan Khusus Negeri Seduri Mojosari Mojokerto. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Moh. Effendi, M.Pd, M.Kes, (II) Drs. Tomas Iriyanto, M.Pd. Kata Kunci: Tunarungu, kemampuan berhitung, metode jarimagic. Tunarungu yang mengalami kesulitan pada proses pembelajaran khususnya pada operasi hitung, dikarenakan gangguan mendengar yang dialami anak tunarungu menyebabkan terhambatnya perkembangan bahasa dalam memahami dan menerima materi pelajaran. Pembelajaran matematika dalam hal berhitung perkalian masi cenderung menggunakan metode lama yaitu dengan cara bersusun. Kondisi ini menyebabkan pembelajaran kurang menarik, siswa menjadi jenuh sehingga pembelajaran kurang bermakna. Operasi hitung yang dimaksud adalah pembelajaran operasi hitung perkalian pada bilangan 1-20. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana hasil belajar perkalian matematika sebelum diterapkan metode jarimagic pada siswa tunarungu kelas IV SD di Pendidikan Khusus Negeri Seduri Mojosari Mojokerto?, (2) Bagaimana hasil belajar perkalian matematika setelah diterapkan metode jarimagic pada siswa tunarungu kelas IV SD di Pendidikan Khusus Negeri Seduri Mojosari Mojokerto?, dan (3) Adakah pengaruh penerapan metode “jarimagic” terhadap peningkatan kemampuan berhitung menggunakan operasi perkalian pada siswa tunarungu kelas IV SD di Pendidikan Khusus Negeri Seduri Mojosari Mojokerto?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar perkalian sebelum diterapkan metode Jarimagic dan sesudah diterapkan metode Jarimagic pada siswa tunarungu kelas IV SD di Pendidikan Khusus Negeri Seduri Mojosari Mojokerto. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan jenis pendekatan Pre-Eksperimen Design dengan desain One Group Pre-Test and Post-Test. sampel dalam penelitian ini berjumlah 8 siswa dengan subjek penelitian siswa tunarungu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes (pre-test dan post-test). data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji tanda dengan bantuan SPSS 17.0 For Windows. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa penggunaan metode jarimagic berpengaruh terhadap kemampuan berhitung perkalian siswa tunarungu kelas IV SD di Pendidikan Khusus Negeri Seduri Mojosari Mojokerto. Hal ini dinyatakan dalam perhitungan presentase dari tabel distribusi frekuensi dengan hasil rata-rata pre-test sebesar 37 dan masuk dalam kategori gagal dan hasil rata-rata post-test sebesar 87 dan masuk dalam kategori sangat baik. Perhitungan tersebut menyatakan bahwa ada pengaruh sebelum mengguanakan metode jarimagic dan sesudahnya menggunakan metode jarimagic. Disarankan bagi guru untuk menggunakan metode jarimagic dalam pembelajaran berhitung perkalian dan bagi peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian eksperimen dengan desain One Group Pre-Test and Post-Test karena desain ini dapat mengetahui antara pengaruh tidaknya penggunaan sebuah metode yang diterapkan dalam pembelajaran.

Peningkatan kemampuan menyimak cerpen dengan metode tim investigasi siswa kelas XI SMA Kertanegara Malang / Fina Ristanti

 

Kata Kunci: kemampuan menyimak, cerpen, metode Tim Investigasi. Kemampuan menyimak merupakan salah satu aspek yang harus dikuasai oleh siswa pada jenjang SMA. Salah satu kompetensi dasar yang terdapat pada siswa SMA kelas XI adalah menyimak cerpen. Menyimak cerpen termasuk kegiatan mengapresiasi sastra. Melalui pembelajaran menyimak cerpen, diharapkan siswa mampu mengapresiasi sastra lebih dalam. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMA Kertanegara Malang, diperoleh data bahwa kompetensi menyimak sastra terutama cerpen belum pernah diajarkan oleh guru. Guru cenderung mengabaikan kompetensi bidang sastra. Selama ini, guru menggunakan media teks berita untuk bahan menyimak. Guru menganggap cerpen terlalu sulit dan panjang untuk dijadikan bahan menyimak. Hal itu mempengaruhi cara pikir siswa yang juga menganggap cerpen terlalu sulit untuk dipelajari. Oleh karena itu, siswa menjadi asing dengan teks sastra terutama cerpen. Penelitian Tindakan Kelas ini, digunakan untuk mengatasi masalah¬masalah yang dihadapi berdasarkan hasil studi pendahuluan. Penelitian ini difokuskan untuk mengatasi masalah terutama pada pembelajaran menyimak cerpen. Oleh karena itu, diadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul Peningkatan Kemampuan Menyimak Cerpen dengan Metode Tim Investigasi Siswa Kelas XI SMA Kertanegara Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Pembelajaran menyimak cerpen dilakukan dalam dua siklus. Data utama pada penelitian ini adalah data verbal. Sebagai data pendukung digunakan data numerik yang berupa angka-angka untuk memperkuat uraian dari data verbal. Pengukuran peningkatan kemampuan dijelaskan ke dalam data-data verbal untuk melihat sejauh mana peningkatan yang terjadi dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam hal menyimak cerpen dengan dua aspek hasil yaitu, (1) kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerpen yang meliputi alur, tokoh, perwatakan, latar, tema, dan amanat (tulis), dan (2) kemampuan mengungkapkan isi simakan secara lisan dan menjawab kuis adu cepat (lisan). Instrumen yang digunakan meliputi RPP, kartu-kartu unsur intrinsik, dan lembar kerja kelompok. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Kertanegara Malang. Data dalam penelitian ini meliputi data proses dan data hasil. Data proses penelitian berupa rekaman kegiatan guru dan siswa selama pembelajaran. Data hasil penelitian itu berupa hasil identifikasi unsur intrinsik cerpen yang tertuang dalam kartu-kartu unsur dan lembar kerja kelompok. Hasil penelitian diperoleh berdasarkan pembelajaran menyimak cerpen, yang meliputi kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerpen pada siklus I dan siklus II. Dasar analisis proses dan hasil pembelajaran didasarkan pada nilai SKM (Standar Ketuntasan Minimal) sekolah yaitu sebesar 70. Pada siklus I, diketahui dari jumlah siswa sebanyak 24 orang terdapat 12 siswa (50%) yang dinyatakan berhasil. Sedangkan 12 siswa lain (50%) dinyatakan belum berhasil. Pada siklus II, mengalami peningkatan yaitu dari jumlah siswa sebanyak 24 orang keseluruhan (100%) dinyatakan berhasil. Jadi, berdasarkan data tersebut dari siklus I dan siklus II mengalami peningkatan sebesar (50%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menyimak cerpen dengan metode Tim Investigasi dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas XI SMA Kertanegara Malang. Metode Tim Investigasi dapat membantu siswa untuk bekerja secara kelompok dengan tetap ada tanggung jawab masing-masing anggota kelompok. Metode ini melatih siswa untuk lebih efektif dalam bekerja secara kelompok, menemukan hasil gagasan dan kemudian mengorganisasikan menjadi skemata yang utuh. Selain itu, metode ini juga melatih kemampuan siswa dalam mengungkapkan isi simakan secara lisan melalui presentasi individu dan pemberian kuis adu cepat. Hal terpenting adalah melatih siswa untuk lebih akrab dengan teks sastra terutama cerpen.

Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) untuk meningkatkan pemahaman sistem persamaan linear dua variabel siswa kelas X-G smester I MAN Trenggalek / Samsul Bakri

 

Bakri, Samsul. 2014. Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Untuk Meningkatkan Pemahaman Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Siswa Kelas X - G Semester I MAN Trenggalek. Tesis. Jurusan Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Akbar Sutawidjaja,Ph.D., (II) Dr. Sisworo,S.Pd.,M.Si. Kata Kunci : Pembelajaran kooperatif tipe NHT, Pemahaman konsep sistem persamaan linear dua variabel.          Pemahaman siswa tentang konsep sistem persamaan linear dua variabel masih belum baik. Pemahaman siswa masih lemah. Hal ini terlihat dari hasil wawancara, tes awal dan hasil pengamatan di lapangan. Pada umumnya tahapan pembelajaran di kelas, yaitu (1) Mempersiapkan dan memotivasi siswa untuk belajar, (2) menjelaskan materi, (3) memberi contoh soal dan latihan. Di kelas siswa tidak aktif. Menurut peneliti untuk menyelesaikan permasalahan di atas dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran ini bernaung dalam teori konstruktivis. Pembelajaran kooperatif tipe NHT dikembangkan untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam review materi dan untuk memeriksa pemahaman siswa.     Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul “Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Siswa Kelas X-G Semester I MAN Trenggalek”. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian menggunakan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe NHT yang dapat meningkatkan pemahaman konsep sistem persamaan linear dua variabel untuk siswa kelas X-G semester I MAN Trenggalek.     Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan pemahaman konsep sistem persamaan linear dua variabel. Respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif ini juga sangat positif.

Alur cerita pendek karya siswa kelas XI SMK Negeri 2 Malang / Daryanti

 

ABSTRAK Daryanti. 2016. Alur Cerita Pendek Karya Siswa Kelas XI SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Roekhan, M.Pd., (II) Dra. Hj. Ida Lestari, M.Si. Kata Kunci: alur cerpen, siswa kelas XI, SMK Negeri 2 Malang Alur merupakan rangkaian peristiwa yang saling berkaitan dan diemban oleh tokoh tertentu sehingga membentuk suatu cerita. Alur adalah salah satu unsur intrinsik cerpen sekaligus merupakan hal penting yang sangat berpengaruh terhadap cerita. Ada cerpen yang mempunyai struktur alur lengkap dan tidak lengkap. Kategori alur yang digunakan masing-masing siswa untuk penulisan cerita tentu berbeda. Sejauh ini, yang banyak diketahui adalah penggunaan alur maju, alur sorot balik, dan alur campuran. Namun, ternyata masih terdapat kategori alur lain dalam cerpen yang perlu diketahui. Alur cerita yang ditulis oleh siswa perlu diketahui atau digambarkan. Hal tersebut penting guna mengetahui bagaimana siswa dalam mengembangkan alur sehingga menghasilkan cerpen yang menarik. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui struktur alur cerpen yang ditulis siswa kelas XI SMK Negeri 2 Malang dan kategori alur yang ditemukan dalam cerpen karya siswa kelas XI SMK Negeri 2 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, dengan instrumen pembantu berupa tabel pedoman analisis. Prosedur pengumpulan data berupa dokumentasi. Penelitian menggunakan tiga tahap analisis data, yaitu (1) tahap persiapan, (2) penganalisisan, dan (3) penyimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan (1) memeriksa ulang hasil kodifikasi dan hasil penelitian sesuai dengan teori, (2) membaca dan menganalisis teks cerpen secara berulang-ulang dan cermat, dan (3) melakukan diskusi dengan teman sejawat. Tahap yang dilalui dalam penelitian ini adalah (1) tahap persiapan, (2) pelaksanaan, dan (3) penyelesaian. Temuan penelitian menunjukkan adanya (1) cerpen dengan struktur alur lengkap dan cerpen dengan struktur alur tidak lengkap; (2) cerpen dengan alur progresif dan cerpen dengan alur sorot balik; (3) cerpen dengan alur tunggal dan cerpen dengan alur paralel; (4) cerpen dengan alur padat dan cerpen dengan alur longgar; dan (5) cerpen dengan alur peruntungan, cerpen dengan alur tokohan, dan cerpen dengan alur pemikiran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak semua cerpen mempunyai struktur alur yang lengkap. Pada umumnya, siswa menggunakan alur dengan struktur (pengenalan, konflik, komplikasi, klimaks, peleraian, penyelesaian). Pada kategori alur berdasarkan urutan waktu, siswa cenderung menggunakan alur progresif. Pada kategori alur berdasarkan jumlah, penggunaan alur tunggal dan paralel cenderung seimbang. Pada kategori alur berdasarkan kepadatan, siswa cenderung menggunakan alur padat. Pada kategori alur berdasarkan isi, siswa lebih cenderung menggunakan alur peruntungan dan alur tokohan.

Al-Anashirul balaghiyah min surotil Qori'ah
oleh Muhammad Subhan

 

Swadaya masyarakat dalam pembangunan Desa Bulukerto Kecamatan Bumiaji Kota Batu / Sofyan Andri Yono

 

ABSTRAK Yono, Sofyan Andri. 2015. Swadaya Masyarakat Dalam Pembangunan Desa Bulukerto Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mit Witjaksono, M.S, Ed, M.Si, (II) Drs. Prih Hardinto, M. Si. Kata Kunci : Swadaya Masyarakat, Pembangunan Desa Di desa Bulukerto dalam membangunan desanya tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah saja, ada sumber dana lain yang didapatkan dalam proses pembangunan, kebanyakan sumber dana pembangunan berasal dari swadaya masyarakat. Swadaya masyarakat merupakan kemampuan yang diri yang dimilik masyarakat dalam melakanakan pembangunan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan beberapa hal yaitu kapasitas masyarakat dalam pembangunan desa , partispasi masyarakat dalam pembangunan desa dan dampak ekonomi dari pembangunan desa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif . Data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara peneliti terjun secara langsung ke lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, hingga verifikasi data. Berdasarkan analisi data yang telah dilakukan, peneliti memperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, partispasi masyarakat dalam pembangunan desa. Partispasi masyarakat dalam pembangunan di Desa Bulukerto yaitu: a) partipasi dalam bentuk tenaga, b) partisipasi masyarakat dalam bentuk pikiran, c) partipasi masyarakat dalam bentuk materi Kedua, kapasitas masyarakat dalam pembangunan di Desa Bulukerto yaitu: a) Himpunan Pemakai Air Minum (HIPAM) merupakan suatu kelompok yang bertugas mengelolan dana yang berasl dari sumber air gemulo untuk proses pembangunan b) Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Mulyo Raharjo yang berfungsi mengelola dana dari Program Nasional Pemberdayan Masyarakat (PNPM). Ketiga, dampak ekonomi dari swadaya masyarakat dalam pembangunan yang berupa kapasitas dan partispasi masyarakat yaitu mudahnya masyarakat dalam proses pengangkutan hasil pertanian dan bertambahnya pemasukan kas dusun yang berasl dari penyewaan Balai Dusun.

Pengaruh permainan dadu terhadap kermampuan berhitung penjumlahan anak tunagrahita kelas I SLB Arya Satya Hati Pasuruan / Rahmalia Yunita Wardani

 

ABSTRAK Wardani, Rahmalia Yunita. 2015. Pengaruh Permainan Dadu Terhadap Kemampuan Berhitung Penjumlahan Anak Tunagrahita Kelas I SLB Arya Satya Hati Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si Kata kunci: kemampuan berhitung penjumlahan, permainan dadu, tunagrahita Penelitian ini berlatar belakang pada kurangnya kemampuan berhitung penjumlahan anak tunagrahita kelas I SLB Arya Satya Hati Pasuruan. Hal ini disebabkan kondisi anak tunagrahita yang memiliki IQ rendah sejak masa perkembangan, sehingga mengalami hambatan dalam berfikir, berperilaku, dan berinteraksi. Anak tunagrahita yang cenderung cepat bosan memerlukan pembelajaran yang lebih aktif dan kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan sebuah permainan yang dapat mengatasi permasalahan berhitung penjumlahan pada anak tunagrahita yaitu permainan dadu. Permainan tersebut dapat dijadikan pilihan untuk menentukan permainan yang tepat bagi pembelajaran matematika khususnya penjumlahan. Pelaksanaan permainan ini dapat mengatasi kejenuhan dan kebosanan anak yang sebelumnya hanya mendengarkan guru menjelaskan di depan kelas. Permainan dadu mampu membuat anak menjadi lebih aktif dan tidak pasif dalam belajar karena mereka mampu melihat, mendengar, dan mencoba apa yang dihadapinya secara langsung dan nyata. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk Single Subject Research (SSR). Terdapat tiga fase dalam penelitian ini, yaitu fase baseline-1 (A1), intervensi (B), baseline-2 (A2). Dalam fase baseline-1 (A1) dilakukan lima sesi penelitian, fase intervensi (B) dilakukan lima sesi penelitian, dan fase baseline-2 (A2) dilakukan lima sesi penelitian. Penelitian ini menggunakan satu jenis ukuran variabel terikat, yaitu persentase. Dalam hasil penelitian, kemampuan berhitung penjumlahan anak dalam jenis ukuran persentase memperoleh nilai yang cenderung tidak ada perubahan pada fase baseline-1 (A1), yakni 58% ke 58%. Nilai siswa meningkat pada fase intervensi (B), yakni 86% ke 88%. Kemudian, nilai siswa menurun pada fase baseline-2 (A2), yakni 78% ke 76%. Sementara itu, persentase overlap memperoleh hasil 0% yang menunjukkan bahwa intervensi berupa permainan dadu memiliki pengaruh yang baik terhadap kemampuan berhitung penjumlahan anak tunagrahita. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa permainan dadu dapat berpengaruh pada kemampuan berhitung penjumlahan anak tunagrahita kelas I SLB Arya Satya Hati Pasuruan. Pembelajaran matematika untuk anak tunagrahita disarankan menggunakan permainan dadu. Sedangkan bagi peneliti selanjutnya disarankan agar penggunaan permainan dadu tidak hanya digunakan untuk meningkatkan kemampuan berhitung penjumahan pada anak tunagrahita tetapi juga untuk subjek penelitian dan target behavior yang berbeda pula.

Pengembangan media gambar untuk layanan informasi karier di SMU / oleh I Ketut Widiada

 

Pengaruh metode drill berbantuan video terhadap kemampuan bina diri siswa tunagrahita kelas 1 di SLB C Negeri Tulungagung / Rosiana Febri Jayanti

 

ABSTRAK Jayanti, Rosiana Febri. 2015. Pengaruh Metode Drill Berbantuan Video terhadap Kemampuan Bina Diri Siswa Tunagrahita Kelas 1 SLB C Negeri Tulungagung. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M. Si., (2) Drs. Abdul Huda, M. Pd. Kata kunci : Metode Drill Berbantuan Video, Bina Diri, Tunagrahita. Rendahnya tingkat kecerdasan serta keterlambatan kemampuan perilaku adaftif pada anak tunagrahitaberimplikasipada rendahnya kemampuan bina diri. Kemampuan bina diri adalah kemampuan anak tunagrahita dalam melakukan aktivitas merawat diri sendiriseperti makan, minum, berpakaian, dll. Siswa mengalami kesulitan karena guru hanya menggunakan metode ceramah tanpa adanya praktek dan tidak penggunakan media yang membantu pembelajaran, sedangkan anak tunagrahitatidak cukup mampu untuk mengembangkan kemampuannya. Pengembangan kemampuannya harus bersandar pada kebiasaan dan latihanrutin. Berdasarkan masalah tersebut diperlukan metode yang sesuai salah satunya metode drill. Metode drill merupakan merupakan langkah- langkah yang digunakan untuk melatih suatu keterampilan secara bertahap dan berulang. Selain iu diperlukan bantuan media video sebagai demonstrasi langkah- langkah bina diri. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang: (1) kemampuan bina diri siswa tunagrahita kelas 1 saat fase baseline (A1)? kemampuan bina diri siswa tunagrahita saat fase intervensi (B)? pengaruh metode drill berbantuan video terhadap kemampuan bina diri siswa tunagrahita kelas 1? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain Single Subject Research (SSR) menggunakan model A-B-A dan menggunakan pengukuran persentase. Subjek penelitian ini adalah siswa tunagrahita kelas 1 SLB C Negeri Tulungagung pada tahun pelajaran 2014/2015. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik non tes yaitu obeservasi dalam bentuk task analysis. Analisis data yang digunakan adalah analisis visual data grafik pada analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan bina diri siswa tunagrahita fase baseline 1 (A1) masih rendah dengan rentang nilai 63,5%-68,7%, kemampuan bina diri siswa tunagrahita fase intervensi (B) cenderung lebih tinggi berkisar antara 83,3%-96,8%, sementara fase baseline 2 (A2) lebih rendah dari fase intervensi tetapi lebih tinggi dari fase baseline 2 yaitu 84,3%-88,5%. Metode drill berbantuan video memiliki pengaruh terhadap kemampuan bina diri siswa tunagrahita kelas 1 SLB C Negeri Tulungagung dibuktikan dengan persentase overlap sebesar 0%. Semakin kecil persentase overlap maka semakin baik pengaruh intervensi terhadap target behavior. Adapun saran bagi guru berdasarkan hasil penelitian ini adalah guru dapat menerapkan metode ini dengan menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik siswa.  

Hubungan kinerja instruktur dan motivasi berprestasi peserta dengan efektivitas pelatihan di Balai Pengaderan Pembinaan Masyarakat Desa Malang / oleh Kahar Pary

 

Pengukuran ketinggian gunung kawah Aristoteles pada permukaan bulan yang diamati dari Laboratorium Astronomi Fisika UM / oleh Hamidah Dian Oktaviani

 

Students' motivation in learning speaking skill at SMA Negeri 1 Madiun / Yulia Prastiana

 

Pengembangan media pembelajaran berbasis kuis interaktif bertingkat untuk latihan membaca huruf Al-Quran siswa tunarungu kelas X SMALB YPTB Malang / Isna Walidah

 

ABSTRAK Walidah, Isna. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Kuis Interaktif Bertingkat untuk Latihan Membaca Huruf Al-Qur’an Siswa Tunarungu Kelas X SMALB-B YPTB Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Luar Biasa, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mohammad Efendi, M.Pd., M.Kes., (II) Henry Praherdhiono, S.Si., M.Pd. Kata Kunci: Kuis Interaktif Bertingkat, Latihan Membaca Huruf Al-Qur’an, Tunarungu Pelajaran Agama Islam yang berkaitan erat dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an merupakan salah satu pelajaran wajib bagi semua siswa tunarungu yang memeluk Agama Islam di Indonesia. Siswa tunarungu yang tidak memiliki pengalaman dalam mendengarkan bunyi ayat-ayat Al-Qur’an mengalami hambatan dalam mengucapkan huruf-huruf Al-Qur’an. Hal tersebut menyebabkan pengajar kesulitan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam membaca huruf Al-Qur’an. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan melalui angket dan pengamatan langsung kepada siswa kelas X SMALB-B YPTB Malang, diperoleh data sebagai berikut: (1) semua siswa belum pernah berlatih membaca huruf Al-Qur’an menggunakan media kuis interaktif, (2) sebanyak 100% siswa menyatakan membutuhkan media kuis yang menarik seperti kuis interaktif untuk berlatih membaca huruf Al-Qur’an, (3) sebanyak 100% siswa membutuhkan kuis interaktif yang menarik dengan jenis soal yang variatif. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis kuis interaktif bertingkat untuk latihan membaca huruf Al-Qur’an siswa tunarungu kelas X SMALB-B YPTB Malang. Sedangkan Model pengembangan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan Research and Development (R & D) dari Borg dan Gall. Subjek uji coba produk adalah ahli materi, ahli media, ahli praktisi, dan kelompok kecil yang terdiri dari 4 siswa SMALB-B YPTB Malang. Hasil pengembangan produk media pembelajaran berbasis kuis interaktif bertingkat untuk latihan membaca huruf Al-Qur’an siswa tunarungu kelas X SMALB-B YPTB Malang diperoleh data sebagai berikut: (1) validasi ahli materi 91,67 (sangat baik), (2) validasi ahli media 96,25% (sangat baik), dan (3) validasi ahli praktisi 65,6% (baik), (4) uji coba kelompok kecil 81,125% (sangat baik). Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa produk kuis interaktif bertingkat latihan membaca huruf Al-Qur’an telah layak menjadi media pembelajaran untuk melatih daya ingat dan pemahaman siswa terhadap bacaan huruf Al-Qur’an. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang diajukan adalah: (1) guru hendaknya memahami isi materi setiap tahap dalam kuis interaktif bertingkat dan melakukan pendampingan secara individual terhadap siswa yang mengalami kesulitan, (2) peneliti selanjutnya mengembangkan kuis interaktif dengan memperbanyak keragaman populasi dan keragaman penelitian.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif model cooperative script untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar akuntansi (pada siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 2 Blitar) / Dita Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Dita. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Cooperative Script untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Akuntansi (Pada Siswa Kelas X AK 1 SMK Negeri 2 Blitar). Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Prof. Dr. Bambang Sugeng, S.E, M.A, M.M, Ak (II) Dr. Sunaryanto, M.Ed Kata Kunci: Pembelajaran Cooperative Script, Aktivitas, Hasil Belajar, Blitar. Penelitian ini dilaksanakan semester ganjil tahun2014/2015 dengan subjek siswa kelas X AK 1 SMKN 2 Blitar. Penelitian ini berdasarkan permasalahan yang muncul bahwa selama ini pembelajaran akuntansi dilakukan cenderung menggunakan konsep pembelajaran terpusat pada guru sedangkan siswa menerima pembelajaran secara pasif. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa adalah model pembelajaran cooperative script, dimana dalam pembelajaran ini siswa dikelompokkan secara berpasangan untuk saling menjelaskan materi secara bergantian sehingga terjadi adanya ketergantungan positif. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus. Siklus pertama dengan materi Jurnal Umum dan siklus kedua dengan materi Buku Besar. Analisis data yang digunakan secara kualitatif dan kuantitatif diperoleh dari wawancara, tes, observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Prosedur penerapan pembelajaran cooperative script ini dimulai dengan membentuk kelompok secara berpasangan. Selanjutnya guru memberikan penjelasan dan siswa secara bergantian mengikhtisarkan kembali secara lisan kepada pasangannya.Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X AK 1 meningkat.

Pengembangan modul kearsipan dengan metode demonstrasi pada kompetensi dasar mengidentifikasi alat dan bahan kearsipan (studi pada siswa kelas X APK 2 SMK PGRI 1 Tulungagung) / Rika Shofiana

 

ABSTRAK Shofiana, Rika. 2015. Pengembangan modul Kearsipan dengan Metode Demonstrasi pada Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Alat dan Bahan Kearsipan (Studi Pada Siswa Kelas X APK 2 SMK PGRI 1 Tulungagung). Skripsi. Jurusan Manajemen, Program Studi Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd. M.M., (II) Handri Dian Wahyudi, S.E., S.Pd., M.Sc. Kata Kunci: Modul, Metode Demonstrasi, Mengidentifikasi Alat dan Bahan Kearsipan. Penelitian Pengembangan ini didasari oleh terbatasnya bahan ajar mata pelajaran Kearsipan. Bahan ajar Kearsipan yang mengembangkan kemampuan proses berpikir siswa belum dikembangkan sebelumnya. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa bahan ajar Kearsipan masih terbatas, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran juga masih rendah. Salah satu penyebab rendahnya keaktifan siswa adalah kurangnya bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik bagi siswa. Pembelajaran Kearsipan dengan menggunakan modul yang diintegrasikan dengan metode demonstrasi diharapkan dapat membuat siswa dapat lebih memahami materi dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah 1) menghasilkan modul pembelajaran Kearsipan dengan metode demonstrasi pada kompetensi dasar mengidentifikasi alat dan bahan kearsipan siswa kelas X SMK Program Keahlian Administrasi Perkantoran, 2) mengetahui kelayakan modul yang telah dikembangkan melalui hasil validasi. Rancangan penelitian ini diadaptasi dari model ADDIE dengan 5 tahap penelitian, yaitu analisis (analysis), desain (design), pengembangan (develop), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Validasi dilakukan oleh 1 orang dosen jurusan manajemen program studi administrasi perkantoran Universitas Negeri Malang sebagai validator ahli modul pembelajaran, 1 orang guru mata pelajaran Kearsipan SMK PGRI 1 Tulungagung sebagai validaor ahli materi, dan 30 siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK PGRI 1 Tulungagung sebagai validator user. Produk yang dikembangkan berupa modul pembelajaran Kearsipan pada materi alat dan bahan kearsipan dengan menggunakan metode demonstrasi. Kompetensi dasar yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi alat dan bahan kearsipan dan 2) mempersiapkan alat dan bahan kearsipan. Sajian dan analisis data pada penelitian ini dibedakan menjadi empat aspek, yaitu (1) aspek kelayakan isi, (2) aspek kelayakan penyajian, (3) aspek kelayakan bahasa, dan (4) aspek kelayakan kegrafikan. Berdasarkan penilaian pada keempat aspek tersebut diperoleh data bahwa modul ini termasuk kategori valid dengan hasil persentase rata-rata uji validasi 85%. Saran pemanfaatan bagi guru mata pelajaran Kearsipan disarankan untuk memanfaatkan modul ini disertai dengan penerapan metode demonstrasi sebagai alternatif penunjang pembelajaran pada materi alat dan bahan kearsipan.

Pengembangan model latihan teknik dasar dribble dan shooting (under ring dan lay up) bolabasket menggunakan tangan kiri dengan media video di ekstrakurikuler SMA Charis National Academy Malang / Niki Pancasila Nastiti

 

Nastiti, Pancasila, Niki. 2014. Pengembangan Model Latihan Teknik Dasar Dribble dan Shooting (Under ring dan Lay up) Bolabasket Menggunakan Tangan Kiri Dengan Media Video di Ekstrakurikuler SMA Charis National Academy Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes, (II) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Model Latihan, Under Ring, Lay up, Tangan kiri Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan siswa sekolah yang dilakukan diluar jam sekolah untuk mengasah bakat dan potensi yang diinginkan. Di dalam kegiatan ekstrakurikuler siswa bebas memilih bidang ekstrakurikuler yang mereka inginkan beberapa dari pilihan siswa yaitu olahraga. Bolabasket olahraga bola besar yang mudah dimainkan, permainan bolabasket yang bersifat dinamis, untuk dapat mencetak point (angka) tidaklah mudah harus menguasai teknik dasar permainan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model latihan teknik dasar dribble dan shooting bolabasket menggunakan tangan kiri di ekstrakurikuler SMA Charis National Academy Malang. Dengan adanya video model latihan teknik dasar ini membantu siswa untuk berlatih dan terampil menggunakan tangan kiri dalam bermain bolabasket. Peneliti menggunakan prosedur pengembangan Borg dan Gall yang dimodifikasi menjadi model yang lebih sederhana yaitu: (1) Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi dengan memberikan instrumen analisis kebutuhan kepada siswa ekstrakurikuler bolabasket SMA Charis National Academy Malang, (2) Pembuatan rancangan produk awal Video Model latihan Teknik Dasar Dribble dan Shooting Menggunakan Tangan Kiri, (3) Evaluasi para ahli dengan kualifikasi yaitu, 1 orang ahli media dan 1 orang ahli bolabasket (4) Revisi produk pertama, (5) Uji coba kelompok kecil, (6) Revisi produk kedua, (7) Uji coba lapangan (kelompok besar) (8) Revisi produk akhir (apabila ada masukan atau saran dari dan uji coba lapangan), (9) Hasil akhir produk pengembangan. Berdasarkan hasil tinjauan para ahli, terdapat beberapa revisi terhadap rancangan produk yang telah dikembangkan, yaitu: (1) Hasil evaluasi ahli media adalah suara dan pengambilan gambar diperbaiki kembali (2) Hasil evaluasi ahli bolabasket adalah cover kurang NIM dan kelengkapan nama lembaga. Hasil persentase uji coba kelompok kecil adalah 94,4% dan hasil persentase uji coba kelompok besar adalah 94,8%. Hasil persentase tersebut menyatakan bahwa produk ini dapat digunakan untuk ekstrakurikuler di SMA Charis National Academy Malang. Karena penelitian ini hanya terbatas pengembangan produk, diharapkan ada penelitian selanjutnya yang menguji tingkat efektivitas produk yang telah dikembangkan ini.

Ketrampilan berkomunikasi dosen-dosen FIP IKIP Surabaya dalam kegiatan pembelajaran ditinjau dari latar: masa kerja, jabatan / golongan, pendidikan dan jenis kelamin / oleh Karti Soeharto

 

Pengaruh pemanfaatan smartphone, kecerdasan intelektual (IQ), dan kecerdasan emosional (EQ) terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi kelas X IPS 2 di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang tahun ajaran 2014/2015 / Eliza Silviana Miftakh

 

ABSTRAK Miftakh, Eliza Silviana. 2015. Pengaruh pemanfaatan smartphone, kecerdasan intelektual ( IQ ), dan kecerdasan emosional ( EQ ) terhadap hasil belajar siswa kelas X IPS 2 mata Pelajaran Ekonomi SMA Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing ( I ) Drs. PrihHardinto, M.Si.,( II ) Dr. HadiSumarsono, S.T., M.Si. Kata kunci : Pemanfaatan smartphone, kecerdasan intelektual ( IQ ), kecerdasan emosional ( EQ ), hasil belajar. Teknologi merupakan suatu alat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia, salah satunya teknologi yang sekarang ini menjadi tren dimasyarakat yaitu smartphone. Smartphone memberikan fasilitas dapat mengakses berbagai informasi dengan mudah, efektif dan efisien. Dalam dunia pendidikan alat ini dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran siswa, selain dari kemampuan dari diri siswa itu sendiri berupa IQ dan EQ. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara variabel terikat dan variabel bebas secara simultan maupun parsial. Dengan mengambil subjek penelitian kelas X IPS 2 di SMA Laboratorium UM. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan korelasi yang bersifat deskriptif kuantitatif, dan menggunakan analisis regresi berganda, uji t, uji F, serta mengunakan aplikasi spss for windows versi 16.0. Hasil dari analisis regresi berganda yaitu diperoleh bahwa distribusi data bersifat normal, dan berhubungan signifikan, yaitu : ( 1 ) terdapat pengaruh yang sigifikan antara pemanfaatan smartphone terhadap hasil belajar sebesar 22,4 %, ( 2 ) terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan intelektual ( IQ ) terhadap hasil belajar sebesar 25,0% . ( 3 ) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kecerdasan emsional ( EQ ) sebesar 21, 9%. Dari ketiga variabel yaitu smartphone, kecerdasan intelektual ( IQ ), dan kecerdasan emosional ( EQ ) mempunyai sumbangan efektif sebesar 69,3 % terhadap variabel hasil belajar.

Pengembangan media software interaktif sebagai suplemen pembelajaran kosakata bahasa Jerman untuk siswa kelas X SMA Lab UM / Arica Imbardo Setiawan

 

KataKunci: pengembangan, media software interaktif, suplemen, pembelajaran bahasa Jerman mandiri. Media softwareinteraktif merupakan salah satu media pembelajaran yang menarik, dan dapat difungsikan sebagai media belajar mandiri di luar kelas tanpa bantuan dari guru. Selain itu, media ini juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pengguna. Karena kelebihannya itulah, peneliti tertarik untuk mengembangkan media sejenis sebagai alternatif pemecahan masalah yang ditemukan peneliti pada saat observasi dan wawancara dengan guru bidang studi. Beberapa masalah tersebut terdiri dari : 1) nilai siswa yang buruk, 2) kurangnya perbendaharaan kosakata siswa, 3) serta kurangnya minat siswa untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru, dan 4) kurangnya minat siswa untuk mengulang kembali materi yang telah diajarkan di dalam kelas. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah mengembangkan media softwareinteraktif yang menarik dari segi desain media, tepat dari segi ejaan dan tata bahasa materi yang disampaikan, sesuai dengan sistem pembelajaran di dalam kelas, dan dapat digunakan sebagai suplemen pembelajaran kosakata bahasa Jerman di dalam kelas. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung oleh datadata kuantitatif. Sedangkan metode pengembangan yang digunakan adalah metode pengembangan dari Sadiman. Data dari penelitian ini diperoleh dari hasil angket dan Tes. Hasil angket diperoleh dari angket ahli materi, angket ahli media, angket guru bidang studi, dan angket siswa. Hasil tes diperoleh dari tes siswa. Tes siswa terdiri dari dua jenis yaitu pretes dan postes. Hasil tes kemudian digunakan sebagai data pendukung hasil angket siswa. Setelah dilakukan beberapa tahap uji coba dan revisi diperoleh hasil bahwa menurut ahli media, media ini sangat menarik dan interaktif, dengan tingkat validitas sebesar 90,79%. Menurut ahli materi, media ini juga sangat tepat dari segi ejaan dan tata bahasa, dengan tingkat validitas sebesar 97,91%. Menurut guru bidang studi, media ini dinyatakan sesuai dengan sistem pembelajaran di dalam kelas, dengan tingkat validitas sebesar 83,33%. Selain itu ahli media, ahli materi dan guru bidang studi juga menyatakan stuju, bahwa media ini dapat digunakan sebagai suplemen pembelajaran kosakata bahasa Jerman di dalam kelas. Adapun dari hasil angket pendapat siswa dapat diketahui bahwa media dapat di terima dengan baik.

Efektivitas program penanggulangan kemiskinan perkotaan di Desa Jombang Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang / Widiya Arie Pradana

 

ABSTRAK Pradana, Widiya Arie. 2015. Efektivitas Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) di Desa Jombang Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang. Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Imam Mukhlis, S.E., M.Si. (2) Dr. Farida Rahmawati, S.E., M.E. Kata Kunci: Kemiskinan, Efektivitas P2KP, Kelompok Swadaya Masyarakat Salah satu kebijakan pemerintah dalam mengatasi masalah kemiskinan adalah melalui Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP). P2KP merupakan program yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat miskin, masyarakat miskin dihimpun kedalam kelompok yang disebut dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Anggota KSM inilah yang berhak menerima dana bantuan modal dengan sistem pinjaman bergulir. Selain itu ada institusi lokal sebagai wadah masyarakat dalam pengelolaan P2KP yang disebut dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), namun dalam pengelolaan P2KP Desa Jombang terdapat kredit macet. Berdasarkan dari hal tersebut maka permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah penggunaan dana bantuan modal P2KP di Desa Jombang dilihat dari aspek pendapatan, dan aspek produksi, kemudian kendala-kendala yang dialami dalam pengelolaan P2KP Desa Jombang. Subyek penelitian ini adalah anggota KSM di Desa Jombang sebagai sasaran Program Pengentasan Kemiskinan Perkotaan. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif, untuk teknik pengumpulan data melalui wawancara, angket dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis persentase untuk hasil angket, analisis data wawancara dan dokumen dilakukan dengan pemeriksaan data, pengelompokkan data, dan penyajian data. Hasil penelitian ini menunjukkan sasaran penerima bantuan modal P2KP ialah KSM, KSM penerima bantuan beranggotakan minimal lima orang yang berasal dari keluarga yang berbeda, berpenghasilan rendah dan mempunyai usaha atau akan memulai usaha. Sasaran bantuan tidak harus masyarakat miskin, masyarakat yang kurang mampu boleh mangajukan bantuan, asalkan benar-benar membutuhkan bantuan modal usaha. Penggunaan dana bantuan modal P2KP Desa Jombang dilihat dari aspek pendapatan dikatakan kurang efektif. Hal ini dikarenakan perubahan pendapatan tidak meningkat terlalu besar. Sedangkan Penggunaan dana bantuan modal P2KP Desa Jombang dilihat dari aspek produksi dikatakan efektif. Hal ini dikarenakan proses produksinya berlangsung baik, dengan kata lain penerima bantuan telah berhasil meningkatkan omzet usaha mereka. Adapun saran yang dapat diberikan: (1) Perlu adanya kerjasama yang baik diantara perangkat pemerintah (RT dan RW), (2) Perlu adanya penambahan tim monitoring dan pengurus P2KP, dan (3) Perlu adanya sanksi yang tegas terhadap nasabah yang masuk dalam daftar kredit macet.

Pengaruh dimensi kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan (studi pada cafe Ria Djenaka Malang) / Khoirul Huda

 

ABSTRAK Huda, Khoirul. 2014. Pengaruh Dimensi Kualitas Layanan terhadap Loyalitas Pelanggan (Studi Pada Cafe Rya Jenaka Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Heri Praktikto, M.Si. (II) Dr. Titis Shinta Dhewi S.P, M.M. Kata Kunci : Kualitas Layanan, Loyalitas Pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui presepsi pelanggan terhadap variabel kualitas layanan Cafe Rya Jenaka Malang, untuk mengetahui pengaruh signifikan kualitas layanan (kualitas interaksi, kualitas lingkunagan fisik dan kualitas hasil) terhadap loyalitas pelanggan Cafe Rya Jenaka Malang baik itu secara parsial maupun simultan, serta untuk mengetahui presepsi pelanggan tentang dimensi kualitas layanan (kualitas interaksi, kualitas lingkungan fisik, dan kualitas hasil) yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap loyalitas pelanggan Cafe Rya Jenaka Malang. Penelitian ini memakai Brady & Cronin (2011) yang telah dikembangkan dari Rust & Oliver (1994) dimana tempat dilakukan penelitiannya juga pada perusahaan jasa pengiriman barang. Teori ini membagi kualitas menjadi tiga dimensi yaitu kualitas interaksi, kualitas lingkungan fisik dan kualitas hasil. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Cafe Rya Jenaka Malang yang berkunjung lebih dari dua kali. Teknik sampling menggunakan teknik aksidental sampling dan penentuan sampel memakai rumus Slovin sehingga didapatkan sampel sejumlah 270 responden. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknis analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Kualitas interaksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitsa pelanggan (2) Kualitas lingkungan fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitsa pelanggan (3) Kualitas hasili berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitsa pelanggan (4) terdapat pengaruh positif dan signifikan kualitas layanan secara simultan terhadap loyalitas pelanggan. Saran yang diberikan pada penelitian ini adalah (1) Konsumen. pelanggan hendaknya selektif dalam memilih jenis produk di Cafe Rya Jenaka Malang, sehingga seorang pelanggan tidak hanya memburu keuntungan semata tetapi juga harus memperhatikan kualitas produk yang diharapakan.(2) Cafe Rya Jenaka Malang, diharapkan untuk memperhatikan kualitas interaksi, kualitas lingkungan fisik dan kualitas hasil para pelanggan untuk tetap loyal pada Cafe Rya Jenaka Malang; (3) Peneliti Selanjutnya diharapkan untuk menggunakan variabel bebas diluar variabel kualitas interaksi, kualitas lingkungan fisik dan kualitas hasil, seperti keragaman produk, daya tahan atau ketahanan, dan lainnya yang berhubungan dengan loyalitas pelanggan Cafe Rya Jenaka Malang. Sebaiknya peneliti harus mampu mengidentifikasi apakah responden adalah benar-benar pelanggan loyal Cafe Rya Jenaka.

Pengaruh periklanan terhadap proses keputusan pembelian sepeda motor Honda melalui brand image (studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / M. Nur Abdillah

 

ABSTRAK Abdillah, Muhammad Nur. 2015. Pengaruh Periklanan Terhadap Proses Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda Melalui Brand Image (Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si (II) Dr. Wahju Wibowo, A.Md, S.E., M.Si Kata Kunci : Periklanan, Proses Keputusan Pembelian, Brand Image Persaingan otomotif roda dua di Indonesia sangat menarik. Honda, Yamaha dan Suzuki adalah pemain utama perusahaan otomotif roda dua. Berbagai strategi digunakan oleh ketiga perusahaan tersebut seperti periklanan. Honda sebagai pemimpin pasar pada segmen roda dua menerapkan strategi periklanan agar masyarakat mengetahui produk-produk baru pabrikan ini atau sekedar mengingatkan masyarakat agar tidak berpindah ke kompetitor. Periklanan yang gencar dalam efek jangka panjang akan membuat brand semakin diingat oleh masyarakat. Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat cenderung membeli produk dari perusahaan yang mempunyai brand image yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Periklananterhadap Proses Keputusan Pembelian secara langsung atau melalui Brand Image. Variabel yang diteliti adalahPeriklanan, Proses Keputusan Pembelian dan Brand Image. Penelitian ini menggunakan instrument berupa kuisioner yang kemudian dianalisis dengan analisis jalur, Populasi dalam peneitian ini adalah seluruh pengguna sepeda motor Honda pada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling dan sample berjumlah 100 orang dan data di analisis menggunakan SPSS 16.0. Hasilanalisis path dapat diketahui bahwa periklanan dan brand image terhadap proses keputusan pembelian sepeda motor Honda pada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang adalah positif. Terdapat pengaruh positif dan signifikan periklanan terhadap proses keputusan pembelian. Terdapat pengaruh positif dan signifikan periklanan terhadap Brand Image. Terdapat pengaruh positif dan signifikanbrand image terhadap proses keputusan pembelian. Terdapat pengaruh positif dan signifikan periklanan secara tidak langsung berpengaruh signifikan dan positif terhadap proses keputusan pembelian melalui brand image. Namun variabel intervening dikatakan lemah karena nilai beta yang kecil dari pada pengaruh langsung. Berdasarkan hasil analisis penelitian ini, peneliti menyarankan bagi PT Astra Honda Motor memperhatikan periklanan, brand image dan inovasi produk. Bagi pemerintah agar membuat regulasi untuk membatasi jumlah populasi motor. Bagi konsumen agar bijaksana dalam membeli sepeda motor. Juga bagi penelitian selanjutnya agar menggunakan sampel lebih besar dan memperkecil persen ketidaktelitian.

Sikap dan perilaku masyarakat penambang batu apung dalam pelestarian lingkungan di kelurahan Ijobalit Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur / oleh Radenroro Tiyas Kiki Ciptaningrum

 

Pengaruh lingkungan belajar dan disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X bidang keahlian bisnis dan manajemen SMK PGRI Turen / Muhammad Fariz Najib

 

ABSTRAK Najib, Muhammad Fariz. Pengaruh Lingkungan Belajar dan Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen SMK PGRI Turen. Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sutrisno, M.M., (II) Dr. Aniek Indrawati, S.Si., M.M. Kata Kunci: Lingkungan Belajar, Disiplin Belajar, Hasil Belajar Siswa. Pendidikan nasional memiliki peranan yang penting untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, pendidikan hendaknya dikelola dengan optimal agar memperoleh hasil yang maksimal. Pencapaian hasil belajar siswa dipengaruhi oleh banyak faktor. Lingkungan belajar dan disiplin belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhihasil belajar siswa. Lingkungan yang baik dan positif akan berpengaruh baik terhadap hasil belajar siswa. Begitu juga dengandisiplin belajar, semakin tinggi dan positif disiplin belajar yang dimiliki siswa maka akan meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Deskripsi lingkungan belajar, disiplin belajar, danhasil belajar siswa kelas Xbidang keahlian Bisnis dan Manajemen SMK PGRI Turen. (2) Pengaruh lingkungan belajar terhadap hasil belajar siswa kelas Xbidang keahlian Bisnis dan Manajemen SMK PGRI Turen. (3) Pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa kelas Xbidang keahlian Bisnis dan Manajemen SMK PGRI Turen. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda. Variabel bebas dari penelitian ini adalah lingkungan belajar (X1) dan disiplin belajar (X2) dengan variabel terikatnya adalah hasil belajar (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X bidang keahlian Bisnis dan Manajemen SMK PGRI Turentahun ajaran 2014/2015 sebanyak 62 siswa dengan sampel yang digunakan sebanyak 54 siswa. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah probability sampling dengan jenis proportional random sampling.Instrumen dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan Kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)Hasil belajar siswa kelas X bidang keahlian Bisnis dan Manajemen SMK PGRI Turen memiliki rata-rata nilai kognitif, afektif, dan psikomotorik yang baik. Hasil belajar yang baik dikarenakan siswa memiiliki lingkungan belajar yang baik dan disiplin belajar yang tinggi. (2) Lingkungan belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas X bidang keahlian Bisnis dan Manajemen di SMK PGRI Turen. (3) Disiplin belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas X bidang keahlian Bisnis dan Manajemen di SMK PGRI Turen. Berdasarkan uraian diatas peneliti menyarankan: (1) siswa diharapkan lebih mampu memanfaatkan waktu luang yang dimiliki untuk melakukan kegiatan yang positif seperti membaca buku pelajaran, mengerjakan tugas, dan lain-lain; (2) pihak sekolah diharapkan lebih memperhatikan dan melakukan kontrol sarana dan prasarana belajar yang ada di sekolah secara berkala;(3) peran orang tua tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan materi sekolah kepada anak, tetapi harus bisa mengontrol dan memperhatikan anaknya agar waktu anak dapat digunakan untuk belajar secara efektif dan efisien; (4) untuk peneliti lain yang tertarik dengan penelitian ini, sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut tentang variabel lain yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.

Pengaruh atmosfer toko dan kebijakan harga terhadap impulse buying (studi pada Giant Mall Malang Olympic Garden) / Ingka Agilia

 

ABSTRAK Agilia, Ingka. 2015. Pengaruh Atmosfer Toko dan Kebijakan Harga terhadap Impulse Buying (Studi pada Giant Mall Malang Olympic Garden). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si (2) Dr. H. Sutrisno, M.M. Kata kunci : Atmosfer Toko, Kebijakan Harga, Impulse Buying. Toko ritel modern menyediakan tempat belanja yang dibutuhkan oleh masyarakat modern saat ini, yaitu tempat belanja yang aman, nyaman, dan memiliki produk yang berkualitas. Keberadaan toko ritel yang sangat banyak, pihak manajemen ritel harus selalu berinovasi terhadap perubahan-perubahan yang ada di pasar. Giant Mall Malang Olympic Garden memiliki inovasi berbeda dalam hal penataan produk, dan kebijakan harga di Giant Mall Malang Olympic Garden ditetapkan dengan berbagai penyesuaian harga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh atmosfer toko dan kebijakan harga terhadap impulse buying pada Giant Mall Malang Olympic Garden secara parsial dan mengetahui variabel yang dominan mempengaruhi impulse buying konsumen Giant Mall Malang Olympic Garden. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Giant Mall Malang Olympic Garden. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling terhadap 196 responden wanita. Sebelum menyebar instrumen penelitian, dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk mengetahui apakah instrumen yang akan disebar ke responden tersebut valid dan reliabel terhadap variabel yang diteliti. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda dan uji asumsi klasik. Hasil dari penelitian ditemukan adanya pengaruh secara parsial antara atmosfer toko terhadap impulse buying dan kebijakan harga terhadap impulse buying. Kebijakan harga lebih dominan mempengaruhi impulse buying dibandingkan atmosfer toko. Berdasarkan hasil analisis dan temuan dalam penelitian ini, penulis menyarankan: (1) Bagi Giant Mall Malang Olympic Garden, pihak manajemen sebaiknya lebih cepat mengganti harga yang di label produk dengan harga kasir agar tidak terjadi perbedaan harga di label dengan dikasir. Sebaiknya pihak manajemen lebih membatasi minimal pembelian produk yang mendapatkan potongan harga, agar konsumen yang mendapatkan potongan harga tersebut lebih terdisitribusi secara merata (2) Bagi peneliti selanjutnya, apabila peneliti selanjutnya menggunakan penelitian yang berbasis latar belakang profil pelanggan sebagai bahan rujukan, peneliti diharapkan juga meneliti responden laki-laki dewasa yang berusia lebih dari 40 tahun, karena usia tersebut merupakan usia mapan secara ekonomi, dan mencantumkan penghasilan responden pada kuesioner (3) Bagi konsumen, apabila konsumen ingin mengetahui produk-produk yang mendapatkan potongan harga atau harga khusus, sebaiknya konsumen melihat katalog terlebih dahulu, sehingga lebih mudah untuk mencari barang dan menjadi konsumen yang cerdas.

Perancangan kemasan produk Java Atsiri sebagai media pembangun brand image dengan segmen menengah / Erik Armayuda

 

Kata kunci : desain kemasan, media, brand image, segmen menengah, atsiri Pada dasarnya sebuah kemasan memiliki fungsi selain sebagai pelindung juga sebagai pemberi informasi tentang produk yang dikemas. Namun seiring perkembangan jaman, fungsi kemasan telah berkembang hingga mampu menjadi ‘penjual’ dari produk itu sendiri. Bahkan secara lebih luas, kemasan juga dapat merepresentasikan produknya. Sebagaimana sebuah brand yang kini bukan lagi hanya sekedar nama, melainkan sebuah kebutuhan yang justru di cari. Brand adalah sebuah janji pada konsumen, dengan menyebut namanya timbul harapan bahwa brand tersebut akan memberikan kualitas yang baik, kenyamanan, status, dan hal yang menjadi pertimbangan konsumen untuk memebeli (Terence A. Shimp.2000:8) Di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pemda setempat sedang menggalakan upaya pemberdayaan produk UKM yang salah satunya menangani bidang Atsiri dengan nama Java Atsiri. Produk dari olahan Atsiri ini sendiri telah banyak dimintai masyarakat, meskipun pemasaranya hanya melalui pameran dan promosi mulut ke mulut. Di luar itu semua produk Java Atsiri merupakan sebuah komoditi dagang yang dapat memberikan sumbangan bagi pembangunan Pemkab Blitar. Untuk itulah perhatian ke arah branding sudah harus mulai dipikirkan. Java Atsiri belumlah memiliki sebuah brand image yang dapat dikenal oleh audience, dan sejauh ini produknyapun juga belumlah memiliki kemasan yang sesuai dengan karakter produnya. Sehingga solusi yang dapat ditawarkan melalui perancangan ini adalah solusi perancangan brand image melalui media kemasan. Karena hal ini akan membantu memcahkan kedua masalah tersebut.

Pengaruh pelayanan purna jual terhadap loyalitas pelanggan (studi pada pelanggan sepeda motor merek Honda CV. Sumber Mitra Sejati Jombang) / Ricky Janitra

 

ABSTRAK Janitra, Ricky. 2015. Pengaruh Pelayanan Purna Jual terhadap Loyalitas Pelanggan (Studi Kasus pada Pelanggan Sepeda Motor Merek Honda CV. Sumber Mitra Sejati). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Agus Hermawan, M.Si, GradDipMgt, Mbus (II) Dr. Titis Shinta Dhewi, S.P, M.M Kata Kunci : Pelayanan Purna Jual, Loyalitas Pelanggan. Dalam kondisi persaingan yang ketat antar perusahaan baik sejenis dan kompetitor lain, hal utama yang harus diprioritaskan adalah loyalitas pelanggan (Customer loyalty), sehingga perusahaan dapat bertahan, bersaing, dan menguasai pangsa pasar.Agar tujuan perusahaan untuk meningkatkan hasil penjualan serta mempertahankan loyalitas pelanggan maka perusahaan harus memiliki cara-cara atau strategi pemasaran yang digunakan. Disini lah metode pelayanan purna jual sebagai strategi yang tepat digunakan oleh perusahaan. Dalam penelitian ini pelayanan purna jual yang digunakan adalah garansi, pelayanan servis pemeliharaan atau keandalan operasional, serta penanganan keluhan konsumen Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Diskripsi pelaksanaan pelayanan purna jual di CV. Sumber Mitra Sejati (2) perngaruh garansi, pemeliharaan, dan jasa konsultasi dan layanan keluhan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan secara parsial dan simultan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrument berupa kuisioner yang kemudian dianalisis dengan analisis regresi berganda, populasi dalam peneitian ini adalah seluruh pelanggan yang menggunakan jasa maupun membeli jasa dan produk CV. Sumber Mitra Sejati. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random samplingdan berjumlah 270 orang. Dalam mengolah data analisis ini menggunakan SPSS 16.0. Dari analisis regresi dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan garansi, pemeliharaan, dan jasa konsultasi dan layanan keluhan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan secara parsial. Terdapat pengaruh positif dan signifikan garansi, pemeliharaan, dan jasa konsultasi dan layanan keluhan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan secara simultan. Berdasarkan hasil analisis penelitian ini, peneliti menyarankan bagi CV. Sumber Mitra Sejati memperhatikan serta memantau ketersediaan stok spare part terhadap semua lini produk sepeda motor secara menyeluruh supaya bisa memberikan pelayanan yang diharapkan pelanggan. Juga bagi penelitian selanjutnya agar membuat peneltian lebih mengarah kepada variabel lain seperti relation marketing dan kualitas produk dalam menciptakan loyalitas pelanggan.

Pengembangan model pelatihan akting dan dialog dengan strategi 4M (melihat-meniru, mengembangkan, mengreasikan) untuk naskah drama Pengejaran karya Emil Sanossa / Tenri Farizatul Warda

 

Kata kunci: model pelatihan akting dan dialog, strategi 4M (Melihat-Meniru, Mengembangkan, Mengreasikan), naskah drama Pengejaran. Pelatihan akting dan dialog difokuskan pada proses pelatihan bagi aktor untuk membentuk dan menciptakan karakter pada watak dan emosi tokoh. Model pelatihan akting dan dialog perlu dimunculkan sebagai upaya pembelajaran aktor untuk mencapai kemampuan berakting dan berdialog yang baik. Model pelatihan akting dan dialog tersebut berupa strategi, yaitu rancangan yang dengan sengaja dibuat untuk mewujudkan hasil belajar untuk mencapai sebuah kemampuan akting dan cara berdialog yang baik. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan yang bersifat des-kriptif kualitatif. Melalui penelitian pengembangan ini, diperkenalkan model pelatihan akting dan dialog dengan strategi 4M. Strategi 4M adalah strategi yang dikembangkan dari teori pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) komponen pemodelan. Setiap tahapan strategi tersebut terdiri atas kegiatan terstruktur sebagai model pelatihan akting dan dialog. Pertimbangan pokok dalam menentukan strategi pembelajaran terletak pada keefektifan proses pelatihan akting dan dialog melalui tahap melihat-meniru, mengembangkan, dan meng-reasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan: (1) model pelatihan akting dan dialog dengan strategi 4M (Melihat-Meniru, Mengembangkan, Mengreasikan) tahap melihat-meniru, (2) model pelatihan akting dan dialog dengan strategi 4M (Melihat-Meniru, Mengembangkan, Mengreasikan) tahap mengembangkan, (3) model pelatihan akting dan dialog dengan strategi 4M (Melihat-Meniru, Mengembangkan, Mengreasikan) tahap mengreasikan. Subjek dalam penelitian ini adalah anggota teater Keong SMA Negeri 7 Malang yang telah lolos casting. Dari 17 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler teater, dipilih 5 orang calon aktor yang lolos berdasarkan karakteristik tokoh pada naskah drama Pengejaran karya Emil Sanossa. Lima aktor tersebut mengikuti pelatihan akting dan dialog selama 9 kali pertemuan sesuai tahapan strategi 4M (Melihat-Meniru, Mengembangkan, Mengreasikan). Pada tahap akhir diadakan pementasan fragmen naskah drama Pengejaran sebagai hasil tahap mengreasikan. Spesifikasi produk yang dihasilkan berupa buku panduan pengembangan model pelatihan akting dan dialog dengan strategi 4M (Melihat-Meniru, Mengembangkan, Mengreasikan) pada naskah drama Pengejaran karya Emil Sanossa yang telah diujicobakan pada ahli pembelajaran drama, ahli pelatihan akting, uji praktisi yaitu pelatih, dan uji lapangan yaitu aktor. Buku panduan pengembangan model pelatihan akting dan dialog ini terdiri atas 3 bagian yaitu; Persiapan aktor dalam pementasan fragmen naskah drama Pengejaran karya Emil Sanossa dengan strategi 4M (Melihat-Meniru, Mengembangkan, Mengreasikan); Analisis naskah drama Pengejaran karya Emil Sanossa sebagai persiapan awal pemahaman naskah; Perencanaan model pelatihan akting dan dialog dengan strategi 4M pada pementasan fragmen naskah drama Pengejaran karya Emil Sanossa Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi 4M dapat digunakan untuk model pelatihan akting dan dialog karena berdasarkan analisis proses dan hasil kreasi pada pementasan fragmen seluruh tahapan kegiatan menunjukkan bahwa aktor dapat berakting dan berdialog dengan baik. Analisis proses dan hasil kreasi tersebut dapat disimpulkan bahwa aktor telah mampu mengembangkan kemampuan akting dan dialog baik pada aspek gerak/lakuan yang mencakup gesture, motivasi, movement, blocking, gerak bawah, gerak atas, gerak tengah, bussines, dan posisi tubuh serta aspek cara berdialog yang mencakup volume suara, artikulasi, intonasi nada, tempo suara, dan intensitas emosi.

Struktur komunitas dan distribusi temporal serangga pada persemaian mangrove Cengkrong Watulimo Trenggalek / Yendra Pratama Setyawan

 

ABSTRAK Setyawan, Yendra Pratama. 2015. Struktur Komunitas dan Distribusi Temporal Serangga pada Persemaian Mangrove Cengkrong Watulimo Trenggalek. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Hadi Suwono, M.Si (II) Drs. H. Agus Dharmawan, M.Si Kata kunci: Struktur komunitas, Distribusi temporal, Serangga, Persemaian mangrove Cengkrong. Ekosistem mangrove merupakan salah satu tipe ekosistem yang tumbuh di daerah pasang surut, ekosistem ini memiliki fungsi yang sangat penting. Selain berfungsi sebagai kawasan konservasi pesisir, ekosistem mangrove juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga perlu adanya konservasi yang berkelanjutan.Rendahnya kualitas bibitmangrove di kawasan mangrove Cengkrong diakibatkan olehserangan serangga yang merugikan,hal tersebut menjadi latar belakang dari peneliti untuk melakukan penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitiandeskripsi eksplorasi. Pengumpulan data menggunakanAspirator dan Swing net, pengambilan datadengan tiga kali ulangan. Penentuan kuadran dengan Purpossive sampling dengan tiga kali pengambilan. Kuadran memiliki ukuran 1m x 1m dengan sisi ditutupi jaring. Berdasarkan sampel serangga yang ada, maka diperoleh 7 ordo, 14 famili, 16 genus, dan 18 spesies serangga.Terdapat tigajenis serangga yang memiliki peranan penting dalam keberhasilan persemaian mangrove, yaitu Dendroctonus pseudotsugae, Atractomorpha crenulata, dan Patanga japonica, ketiga spesies tersebut bersifat merugikan (fitofagus). Data distribusi temporal menunjukkan jumlah kunjungan serangga yang paling tinggi dijumpai pada pengamatan siang hari. Dari hasil regresi antara INP dengan abiotik menunjukkan tidak ada hubungan antara faktor abiotik dengan INP serangga pada persemaian, faktor utama yang mempengaruhi adalah melimpahnya bibit mangrove sebagai makanan serangga.

Materi, metode, dan penggunaan bahasa dalam buku teks bahasa dan sastra Indonesia kelas VIII terbitan Yudhistira / Yety Purvitasari

 

Kata kunci: materi, metode, penggunaan bahasa, buku teks Buku teks memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar terutama pada pengajaran bahasa Indonesia, baik untuk guru maupun peserta didiknya. Oleh karena itu, buku teks tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan. Setiap tahun ajaran baru cenderung dibarengi dengan buku pelajaran baru. Buku-buku tersebut berasal dari penerbit-penerbit yang terkenal dan sudah berpe-ngalaman dalam memenuhi kebutuhan akan buku teks pelajaran, terutama dari pulau Jawa. Beberapa penerbit tersebut di antaranya: Erlangga, Yudhistira, Rineka Cipta, Bumi Aksara. Berdasarkan pengamatan awal dan wawancara dengan siswa dan guru di daerah Blitar misalnya, banyak menggunakan buku terbitan Yudhis-tira. Alasan dipilihnya buku teks terbitan Yudhistira ini karena Yudhistira merupa-kan salah satu penerbit buku terbesar di Indonesia. Beberapa sekolah mengguna-kan buku ini karena buku ini dianggap dapat menumbuhkan minat siswa Sekolah Menengah Pertama dalam mempelajari bahasa Indonesia. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah deskripsi isi dalam buku teks Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP kelas VIII terbitan Yudhistira pada aspek materi, metode, dan penggunaan bahasa. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan isi dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas VIII kuriku-lum KTSP terbitan Yudhistira pada aspek materi, metode, dan penggunaan baha-sa. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian kualitatif. Penelitian ini meliputi beberapa tahap (1) tahap persiapan penelitian yang meliputi pemilihan judul, konsultasi judul, dan studi pustaka, (2) tahap pe-laksanaan penelitian, meliputi pengumpulan data dan analisis data dengan mem-berikan kode-kode atau catatan-catatan pada setiap data yang berkaitan dengan penelitian, (3) tahap penyelesaian ini meliputi kegiatan penulisan laporan, revisi, penggandaan laporan, dan penyerahan laporan. Sumber data penelitian ini adalah buku teks Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas VIII terbitan Yudhistira. Data dalam penelitian ini adalah penyajian materi, metode belajar, dan penggunaan bahasa dalam buku teks Bahasa dan Sastra Indonesia kelas VIII terbitan Yudhistira. Ins-trumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, dalam hal ini peneliti adalah alat atau instrumen kunci dalam penelitian. Secara langsung peneliti terlibat dalam kegiatan pengumpulan, penyeleksian, serta pada penganalisisan data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dasar yang tersaji dalam buku teks sudah sesuai dengan kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum. Ke-giatan pembelajaran yang tersaji dalam buku teks Bahasa dan Sastra Indonesia kelas VIII terbitan Yudhistira juga sudah sesuai dengan kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum yang berlaku. Bahan pembelajaran yang tersaji dalam buku teks Bahasa dan Sastra Indonesia kelas VIII terbitan Yudhistira juga sudah sesuai dengan kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum. Metode belajar dalam buku teks sudah bervariasi. Bahasa yang digunakan sudah baik dan benar sesuai dengan ketentuan EYD serta menggunakan kalimat-kalimat yang efektif, tetapi masih ditemukan sedikit kesalahan penggunaan bahasa. Kesalahannya yaitu kesalahan penggunaan huruf kapital, kesalahan penggunaan tanda baca petik (“), serta masih ditemukan beberapa penggunaan kalimat yang kurang hemat. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, saran yang dapat diberi-kan peneliti pada guru bidang studi Bahasa dan Sastra Indonesia dan pengguna buku adalah agar dapat menggunakan metode belajar dan materi pengajaran selain yang terdapat dalam buku teks agar lebih bervariasi. Saran untuk penulis agar da-pat memberikan metode belajar dan bahan pengajaran yang lebih banyak dan bervariasi, sehingga bisa menjadi pilihan bagi pengguna buku.

Pengembangan perangkat pembelajaran biologi materi sistem ekskresi melalui model inkuiri terbimbing dengan pendekatan saintifik untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA / Ary Maf'ula

 

ABSTRAK Maf’ula, Ary. 2015. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Biologi Materi Sistem Ekskresi melalui Model Inkuiri Terbimbing dengan Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA. Skripsi. Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Amy Tenzer, M.S, (2) Nuning Wulandari, S.Si., M.Si. Kata Kunci: perangkat pembelajaran, sistem ekskresi, inkuiri terbimbing, pendekatan saintifik, hasil belajar. Hasil wawancara dengan guru biologi di MAN Sidoarjo pada tanggal 24 dan 28 November 2014, menunjukkan bahwa pembelajaran di MAN Sidoarjo menggunakan metode diskusi, dan ceramah. Hasil wawancara juga diketahui bahwa sistem ekskresi merupakan salah satu materi kelas XI IPA Semester 2 yang diduga merupakan materi yang sulit bagi siswa, terlihat dari nilai ketuntasan belajar klasikal materi sistem ekskresi pada tahun ajaran 2013/2014 sebesar 43 %. Hal ini diduga disebabkan kegiatan pembelajaran yang kurang variatif, dan media yang digunakan tidak dapat membantu siswa memahami sistem ekskresi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yakni mengembangkan perangkat pembelajaran dengan sintaks pembelajaran kombinasi pendekatan saintifik dan inkuiri terbimbing serta didukung dengan media pembelajaran berupa video animasi. Penelitian ini bertujuan: 1) mengembangkan perangkat pembelajaran biologi materi sistem ekskresi melalui model inkuiri terbimbingdengan pendekatan saintifik untuk meningkatkan hasil belajar siswa, 2) mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan, 3) mengetahui kepraktisan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model ADDIE Dick and Carey (1996). Data penelitian terdiri dari data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari skor hasil validasi perangkat pembelajaran, skor angket uji kepraktisan, skor hasil belajar aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Data kualitatif berupa saran dan komentar dari validator dan siswa. Validasi dilakukan oleh dosen ahli perangkat pembelajaran, ahli media, ahli materi, dan praktisi lapangan. Uji keefektifan dilakukan dengan mengimplementasi¬kan perangkat pembelajaran di kelas XI IPA 8 MAN Sidoarjo dengan jumlah 34 siswa, sedangkan uji kepraktisan dilakukan terhadap 5 orang siswa. Hasil validasi perangkat pembelajaran menunjukkan kriteria sangat valid, dengan rincian nilai validitas silabus, RPP, LKS, dan media pembelajaran berturut-turut 97,13 %, 94,65 %, 90,65 %, dan 93,03 %. Keefektifan pembelajaran terlihat dari hasil belajar aspek pengetahuan, aspek sikap, dan aspek keterampilan berturut-turut adalah 86,17 %, 78 %, 85%, dan 85 %. Hasil uji coba kepraktisan menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran sangat praktis dengan persentase 95,26 %. Perangkat pembelajaran dapat meningkat¬kan hasil belajar dengan nilai ketuntasan belajar klasikal 94 % dibandingkan nilai ketuntasan belajar klasikaltahun ajaran 2013/2014 yaitu 43%. Berdasarkan hasil tersebut memperlihatkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah layak, efektif dan praktis digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Peranan alat permainan edukatif dalam mengembangkan kemampuan motorik anak usia dini di PAUD Narusysyamsi Tanggung Turen Malang / Nomi Prabekti

 

Kata Kunci: peranan alat permainan edukatif, kemampuan motorik, anak usia dini. Usia dini pada anak merupakan masa keemasan anak (golden age) karena pada masa ini anak mengalami perkembangan fisik dan non fisik terutama kemampuan secara pesat yang sangat berpengaruh terhadap sikap dan sifatnya dimasa yang akan datang. Alat permainan edukatif adalah salah satu alat belajar yang bersifat mendidik di PAUD. Karena tanpa alat permainan ini anak akan merasa bosan dan jenuh bersekolah. Jadi para guru dan orang tua haruslah memilih jenis alat permainan edukatif yang tepat untuk anak-anak. Dalam proses pembelajaran di PAUD mengembangkan beberapa aspek perkembangan pada anak, dimana salah satunya yaitu kemampuan motorik pada anak yang ternyata dalam bermain sambil belajar alat permainan edukatif dapat mengembangkan motorik anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peranan alat permainan edukatif dalam mengembangkan kemampuan motorik anak usia dini di PAUD Nurusysyamsi Turen Tanggung Malang, dan mendeskripsikan jenis-jenis alat permainan edukatif yang dapat mengembangkan kemampuan motorik anak usia dini di PAUD Nurusysyamsi Tanggung Turen Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasinya adalah seluruh guru di PAUD Nurusysyamsi sebanyak 8 orang. Sedangkan sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel dengan jumlah 8 orang. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis-jenis alat permainan edukatif (jungkat-jungkit, jombatan dari ban bekas, komedi putar, irama musik, perosotan, tangga berundak, kolam renang, menara gelang, papan pasak, tali, pensil, kertas, anyaman, meronce, play dough, balok kubus, gunting dan puzzle) di PAUD Nurusysyamsi dapat mengembangkan motorik anak usia dini. Peranan alat permainan edukatif dalam mengembangkan kemampuan motorik anak usia dini di PAUD Nurusysyamsi menurut para guru PAUD Nurusysyamsi pada umumnya sangat baik. Hal ini ditunjukan dengan tercapainya seluruh indikator kemampuan motorik anak usia dini. Saran dari peneliti adalah (1) bagi orangtua, diharapkan mampu memilih jenis-jenis alat permainan edukatif apa saja yang sesuai dan bermanfaat dengan kebutuhan dalam mengembangkan kemampuan motorik anak usia dini (2) bagi lembaga PAUD Nurusysyamsi, diharapkan mampu memilih merancang alat permainan edukatif apa saja yang sesuai dan bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan motorik anak usia dini (3) bagi peneliti selanjutnya, diharapkan untuk melengkapi kekurangan yang ada untuk mengembangkan ilmu tentang pendidikan anak usia dini khususnya dalam mengembangkan kemampuan motorik anak usia dini dan dapat digunakan untuk penelitian-penelitian lanjutan (4) bagi jurusan Pendidikan Luar Sekolah, hendaknya menambah referensi kepustakaan mengenai PAUD khususnya tentang peranan alat permainan edukatif dalam mengembangkan kemampuan motorik anak usia dini.

Pengaruh lama maturasi pada sintesis komposit hydroxyapatite-polyethylene glycol terhadap kristalinitas dan kekerasan / Atika Rahmawati

 

ABSTRAK Rahmawati, Atika. 2015. Pengaruh Lama Maturasi pada Sintesis Komposit Hydroxyapatite-Polyethylene Glycol Terhadap Kristalinitas dan Kekerasan. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra.Hartatiek, M.Si. (II) Nandang Mufti, S.Si, M.T, Ph.D Keyword: lama maturasi, calcite, hidroksiapatit, kopresipitasi, kristalinitas, kekerasan. Hydroxyapatite (Ca10(PO4)6(OH)2) merupakan salah satu jenis biokeramik yang banyak digunakan dalam aplikasi medis karena sifat-sifatnya yang unggul. Keunggulan dari hidroksiapatit adalah kemiripannya dengan struktur kimia tulang dan jaringan keras pada tulang manusia. Material ini dapat mendorong pertumbuhan tulang baru, serta mempercepat proses penyatuan tulang. Batuan Calcite Puger berpeluang sebagai bahan dasar pembuatan HA, karena calcite Puger mengandung kalsium sebesar 98,36% yang berpotensi untuk digunakan pada produksi HA. Untuk memenuhi syarat sebagai material substitusi tulang, HA harus didesain dalam bentuk komposit dengan polimer, karena tulang merupakan komposit alami yang terdiri dari bahan organik dan inorganik. Polyethylene Glycol merupakan salah satu polimer yang dapat digunakan sebagai komposit HA-PEG karena memilki sifat spesifik, yaitu tidak beracun, osteokonduktif, biocompatible, biodegradable, dan hidrofilik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama maturasi terhadap kristalinitas dan kekerasan. Mensintesis HA dengan menggunakan bahan dasar Ca(OH)2 dari calcite Puger, H3PO4, dan NH4OH sebagai pengontrol pH. Metode kopresipitasi digunakan untuk mempreparasi komposit HA-PEG dengan perbandingan 80:20% berat. Ukuran kristal, fasa dan kristalinitas dikarakterisasi menggunakan XRD, Fotografi mikrostruktur diamati dengan SEM, perbandingan Ca/P dengan menggunakan EDX, dan kekerasan menggunakan vickers hardness. Lama Maturasi komposit HA-PEG adalah 12, 24 dan 36 jam. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah HA dengan perbandingan Ca/P sebesar 1,68 dan ukuran kristal sebesar 22,87 nm. Hasil yang diperoleh dari karakterisasi XRD menunjukkan bahwa bertambahnya lama maturasi mempengaruhi ukuran kristal dan kekerasan, namun tidak mempengaruhi kristalinitas komposit HA-PEG. Kekerasan komposit HA-PEG hasil sintesis untuk lama maturasi 12, 24 dan 36 jam adalah 43,1, 71,2 dan 64,1 kg/mm2.

Penerapan metode pembelajaran pada mata pelajaran seni budaya bidang studi seni tari siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Malang / Widya Amalia Pradikta

 

Kata Kunci : Penerapan Metode Pembelajaran, Seni Tari, SMP Penggunaan metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar harus efektif dan selektif sesuai dengan pokok bahasan yang diajarkan. Pemilihan metode pembelajaran merupakan salah satu tugas guru sebagai fasilitator yang bertugas menyediakan lingkungan belajar bagi siswa. Ketidaksesuain metode yang dipilih oleh guru dalam pembelajaran akan berdampak pada prestasi siswa di sekolah terutama sekolah menengah pertama (SMP). Penerapan metode pembelajaran di sekolah yang dilakukan guru terutama pembelajaran seni tari masih belum maksimal, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah metode yang digunakan guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pembelajaran yang digunakan pada mata pelajaran seni budaya bidang studi seni tari siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Malang dan untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran pada mata pelajaran seni budaya bidang studi seni tari pada siswa kelas VIII di SMP Negeri Malang. Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pada penelitian deskriptif, bermaksud mengetahui keadaan sesuatu mengenai fenomena-fenomena yang terjadi sekarang di lapangan. Sumber data penelitian ini adalah guru seni budaya bidang studi seni tari dan siswa kelas VIII khususnya VIIIG. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan tentang penerapan metode pembelajaran pada apresiasi maupun ekspresi seni tari. Metode pembelajaran yang digunakan guru pada apresiasi seni tari adalah sebagai berikut: (1) metode ceramah, (2) metode penugasan atau pemberian tugas.Sedangkan, penerapan metode pembelajaran pada ekspresi seni tari adalah sebagai berikut: (1) metode demonstrasi, (2) metode drill, (3) metode mencontoh atau imitasi. Dalam penerapan metode pembelajaran seni tari tidak terlepas juga dari interaksi antara guru dengan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Dengan adanya interaksi inilah, proses penyampaian materi ajar akan lebih mudah dan komunikatif. Dalam pembelajaran apresiasi maupun kreasi seni tari, guru dalam menyampaikan materi dengan menggunakan metode pembelajaran kepada siswa sudah sesuai dengan yang diharapkan. Media pembelajaran yang digunakan guru pada apresiasi seni tari adalah sebagai berikut: (1) media berbasis cetakan (buku paket atau LKS), media berbasis visual (gambar). Media gambar digunakan sebagai pendukung pembelajaran, (2) media audio visual, yaitu TV, (3) media audio berupa VCD player dan kaset CD. Sedangkan pada ekspresi seni tari, guru menggunakan media pembelajaran, yaitu sebagai berikut: (1) media berbasis manusia, guru berperan sebagai instruktur. (2) media audio, guru dalam mengajar menggunakan media antara lain: tape recorder, VCD player, dan kaset. Dan menggunakan gamelan sebagai musik iringan tari.

Penerapan jurnal terbimbing dalam pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) untuk mendukung kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII-A SMP Negeri 2 Malang / Anggraini Eka Pramestasari

 

ABSTRAK Pramestasari, Anggraini Eka. 2015. Penerapan Jurnal Terbimbing dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) untuk Mendukung Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII-A SMP Negeri 2 Malang. Skripsi. Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Abdul Qohar, M.T. Kata Kunci : Jurnal Terbimbing, Team Assisted Individualization,Komunikasi Matematis Berdasarkan observasi awal dan wawancara guru serta siswa pada tanggal 6Desember 2014 di SMP Negeri 2Malang diketahui bahwa beberapa siswa kelas VIII-Aberperan aktif selama pembelajaran namun mayoritas siswa memilih pasif selama pembelajaran. Selain itu, siswa juga jarang membuat catatan ketika pembelajaran sehingga hanya beberapa siswa yang menuliskan langkah-langkah pengerjaan soal dengan sistematis dan lengkap. Hal ini juga menyebabkan siswa kurang tepat dalam menuliskan simbol dan notasi matematika. Oleh karena itu diperlukan pembelajaran yang menuntut siswa untuk memperbaiki komunikasi matematis secara individu. Pembelajaran yang diterapkan adalah penerapan jurnal terbimbing pada pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization (TAI). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang mendeskripsikan tentang langkah-langkah penerapan jurnal terbimbing pada pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization yang dapat mendukung kemampuan komunikasi matematis. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-A SMP Negeri 2 Malang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi: 1) hasil observasi selama proses pembelajaran yang berpedoman pada lembar observasi, 2) hasil catatan lapangan, 3) jurnal terbimbing, 4) kuis, dan 5)hasil tes akhir siklus. Penerapan jurnal terbimbing pada pembelajaraan kooperatif tipe team assisted individualization (TAI) pada materi sistem persamaan linier dua variabelyang dapat mendukung kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII-A SMP Negeri 2 Malang dengan langkah-langkah sebagai berikut yaitu (1) placement test, (2) teams, (3) student creative, (4) team study method,(5) teaching groups, (6) whole-class units, (7) fact test.

Hubungan antara keterampilan metakognisi dengan hasil belajar konsep mol siswa kelas X SMA Negeri 2 Mejayan Madiun / Rini Wijayanti

 

ABSTRAK Wijayanti, Rini. 2015. Hubungan antara Keterampilan Metakognisi dengan Hasil Belajar Konsep Mol Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Mejayan Madiun. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Suhadi Ibnu, M.A., Ph.D (II) Muntholib, S.Pd., M.Si. Kata kunci: keterampilan metakognisi, hasil belajar, konsep mol. Metakognisi adalah suatu kesadaran yang dimiliki oleh siswa mengenai apa yang mereka pikirkan dan apa yang dikerjakan pada saat proses pembelajaran maupun saat memecahkan masalah. Metakognisi memiliki dua komponen yaitu pengetahuan metakognisi dan pengalaman metakognisi (keterampilan metakognisi). Keterampilan metakognisi merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan perencanaan (planning skill), memonitor setiap kegiatan yang dilakukan (monitoring skill), dan menilai setiap apa yang teah dilakukan (evaluation skill). Adanya keterampilan metakognisi akan menyebabkan pikiran seseorang menjadi terstruktur dan lebih fungsional. Apabila ketiga komponen tadi dilaksanakan dengan baik maka hasil belajar siswa akan naik. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui 1) keterampilan metakognisi siswa, 2) hasil belajar siswa pada materi konsep mol, dan 3) hubungan antara kedua variabel. Penelitian ini juga berguna untuk melakukan verifikasi terhadap hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan desain korelasional, yang menghubungkan antara variabel keterampilan metakognisi dengan variabel hasil belajar. Data penelitian berupa data hasil belajar, dan data keterampilan metakognisi. Data hasil belajar diperoleh dari pengerjaan instrumen berupa soal uraian tentang konsep mol, sedangkan data keterampilan metakognisi diperoleh dari instrumen Metacognitive Awareness Inventory (MCI). Dari kedua data ini kemudian dicari hubungannya dengan person corelation dalam aplikasi SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) nilai rata-rata keterampilan metakognisi siswa adalah 73,68, 2) nilai rata-rata hasil belajar siswa pada materi konsep mol adalah 58,87, dan 3) terdapat hubungan antara keterampilan metakognisi dengan hasil belajar dengan kategori cukup dan nilai person corelation sebesar 0,609. Evaluation skill memiliki pengaruh paling kuat terhadap hasil belajar dibandingkan planning skill dan monitoring skill.

Pengembangan bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi struktur atom dan tabel periodik unsur / Ayu Rahmania

 

ABSTRAK Rahmania, Ayu. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Pendekatan Saintifik untuk Mengeksplisitkan Hakikat Sains (NOS) dan Berpikir Kritis pada Materi Struktur Atom dan Tabel Periodik Unsur. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Rahayu, M.Ed., Ph.D, (II) Drs. Prayitno, M.Pd. Kata kunci: bahan ajar, literasi sains, pendekatan saintifik, hakikat sains (NOS), berpikir kritis Pada abad ke-21, perlu dipersiapkan masyarakat yang berliterasi sains (scientific literacy) untuk menghadapi berbagai isu-isu sosial sains (socioscientific issues) yang muncul sebagai dampak perkembangan sains dalam kehidupan. Namun, menurut penilaian OECD melalui PISA, literasi sains siswa Indonesia masih tergolong rendah dengan menduduki peringkat ke 64 dari 65 negara. Salah satu penyebab rendahnya literasi sains siswa Indonesia dimungkinkan karena sebagian besar buku pelajaran yang ada termasuk buku ajar Kimia SMA/MA hanya memuat secara implisit aspek hakikat sains (NOS) dan kurang melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu, perlu dikembangkan bahan ajar yang mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan prototipe bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi struktur atom dan tabel periodik unsur, serta mengetahui validitas atau kelayakan prototipe bahan ajar melalui validasi ahli (2 orang dosen) dan praktisi (2 orang guru mata pelajaran Kimia SMA/MA). Penelitian pengembangan ini menggunakan model 4D, yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Pengembangannya hanya terbatas pada tahap define, design, serta develop. Dalam pengembangan ini, diperoleh data kuantitatif berdasarkan skor angket tanggapan dari validator ahli dan praktisi yang disusun dalam skala Likert, serta data kualitatif berdasarkan tanggapan dan saran-saran perbaikan yang diisi oleh validator ahli dan praktisi. Hasil pengembangan ini berupa prototipe bahan ajar yang terdiri dari buku siswa dan buku pedoman guru. Buku siswa memuat materi struktur atom dan tabel periodik unsur dan buku pedoman guru berisi profil bahan ajar, petunjuk penggunaan bahan ajar, silabus, RPP, dan instrumen penilaian. Berdasarkan hasil validasi bahan ajar secara keseluruhan, buku siswa memperoleh kriteria sangat layak (90,7%), begitu juga halnya buku panduan guru yang memperoleh kriteria sangat layak (93,59%). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa prototipe bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi struktur atom dan tabel periodik unsur sangat layak untuk diuji lapangan.

Pengaruh kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan yang dimoderasi oleh kebijakan dividen (studi pada perusahaan sektor property, real estate, dan building construction yang listing di BEI periode 2012-2013) / Intan Larasati

 

ABSTRAK Larasati, Intan. 2015. Pengaruh Kepemilikan Institusional Terhadap Nilai Perusahaan Yang Dimoderasi oleh Kebijakan Dividen (Studi Pada Perusahaan Sektor Property, Real Estate, dan Building Construction yang Listing di BEI Periode 2012 – 2013). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ely Siswanto S. Sos., M.M., (II) Yuli Soesetio, S.E., M.M Kata Kunci: Kepemilikan Institusional, Kebijakan Dividen, Nilai Perusahaan. Tujuan utama yang ingin dicapai perusahaan adalah memaksimumkan kesejahteraan pemegang saham dengan meningkatkan nilai perusahaannya. Dalam meningkatkan nilai perusahaan dipengaruhi oleh beberapa keputusan penting yang diambil oleh manajer diantaranya adalah kebijakan dividen, selain itu juga dipengaruhi oleh bagaimana pengelolaan perusahaan. Adanya pemisahan antara fungsi pengelolaan perusahaan dengan fungsi kepemilikan akan menimbulkan agency problem. Agency problem dapat diminimalisasi dengan mekanisme monitoring oleh kepemilikan institusional dan mekanisme kontrol dengan bonding melalui kebijakan dividen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan yang dimoderasi oleh kebijakan dividen. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya ketidakkonsistenan hasil penelitian mengenai pengaruh kepemilikan institusinal terhadap nilai perusahaan. Oleh karena itu, penulis meyakini bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara keduanya. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan property, real estate dan building construction yang listing di BEI periode 2012 – 2013 sebanyak 53 perusahaan. Teknik pengambilan sample dengan teknik purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 21 perusahaan. Penelitian ini menggunakan analisis regresi moderasi dengan menggunakan uji pure moderator. Analisis data menggunakan bantuan software SPSS 16.0 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kepemilikan Institusional berpengaruh positif signifikan terhadap Nilai Perusahaan, 2) Kebijakan Dividen memoderasi pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap Nilai Perusahaan. Dengan demikian, dalam penelitian ini Kebijakan Dividen berperan sebagai variabel moderator. Saran yang diberikan berkaitan dengan hasil penelitian ini, sebagai berikut. 1) Bagi perusahaan, sebaiknya perusahaan lebih berhati-hati dalam menentukan kebijakan dividennya di masa depan 2) Bagi investor, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, sebaiknya memperhatikan faktor fundamental, likuiditas dan kepemilikan saham perusahaan agar kesejahteraaan pemilik dapat tercapai. 3) Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya menambah variabel lain yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan, menambah sample penelitian dari sektor lain yang lebih luas sehingga diperoleh hasil yang lebih baik dan lebih akurat.

Perencanaan dan penggulungan belitan stator motor induksi 3 fasa, 0,5HP, 50HZ, 220/380V, 24 alur, double layer, 4 pole / Adhe Tri Wira Pradhana

 

ABSTRAK Pradhana, A.T.W. 2015. Perencanaan dan Penggulungan Belitan Stator Motor Induksi 3 Fasa, 0,5HP, 50Hz, 220/380V, 24 Alur, Double Layer, 4 Pole. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Elektro, Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M. Pd. (2) M Rodhi Faiz, S.T.,M.T. Kata kunci: Perencanaan, Penggulungan belitan stator motor induksi tiga fasa, double layer Dalam dunia kelistrikan, alat atau perangkat listrik pasti akan mengalami kerusakan pada masanya. Namun beberapa dapat diperbaiki sehingga dapat digunakan kembali tanpa harus membeli alat baru. Motor induksi rotor sangkar tiga fasa ketika mengalami kerusakan dapat diperbaiki dengan cara menggulung ulang atau mengganti spare part yang rusak. Gangguan pada motor induksi rotor sangkar tiga fasa banyak dialami pada belitan stator yang terbakar. Terbakarnya belitan stator sebagian besar disebabkan karena beban lebih atau penempatan motor yang kurang tepat sehingga suhu motor terus meningkat. Beban lebih terjadi disebabkan oleh besarnya beban yang ditanggung motor lebih besar dari kapasitas motor. Kerusakan belitan stator ini dapat mengganggu operasional dan kinerja proses produksi yang memanfaatkan motor tersebut. Dalam gangguan semacam ini maka langkah yang dapat dilakukan adalah membeli motor yang baru dengan spesifikasi yang sama. Cara ini membutuhkan biaya lebih mahal dan cukup lama untuk mencari motor dengan spesifikasi yang sama dengan motor yang lama. Metode lain yang dapat dilakukan adalah membelit ulang kumparan yang terbakar dengan kumparan yang baru. Tapi yang perlu diperhatikan untuk melakukan membelit ulang kumparan diperlukan keterampilan-keterampilan yang baik dan teknik yang tepat, sehingga motor listrik hasil penggulungan ulang dapat berfungsi seperti semula. Melihat pentingnya keahlian menggulung motor induksi dalam industri bagi peserta didik jurusan teknik elektro, maka perlu implementasi pengerjaan secara nyata untuk dapat lebih memahami bagaimana merencanakan dan menggulung belitan stator motor induksi khususnya motor induksi tiga fasa. Penggunaan motor induksi tiga fasa dikarenakan effisiensi motor yang tinggi jika dibandingkan motor induksi satu fasa. Faktor lainnya kurangnya pengalaman dalam merencanakan dan menggulung motor induksi tiga fasa dengan teknik penggulungan double layer. Double layer yaitu memiliki ciri dalam satu alur terdapat dua lapis kumparan.Sehingga dengan adanya pengerjaan perencanaan dan penggulungan belitan stator motor induksi tiga fasa akan dapat membantu menambah keahlian dan pemahaman mengenai keahlian tersebut. Metode pengerjaan pada pekerjaan perencanaan dan penggulungan belitan stator motor induksi tiga fasa dengan double layer ini menggunakan beberapa tahapan yang meliputi: (1) Persiapan pekerjaan; (2) Pembongkaran motor; (3) Perencanaan penggulungan motor; (4) Pelaksanaan penggulungan; dan (5) Pengujian. Pemilihan tahapan ini dikarenakan setiap prosesnya dapat membantu pekerjaan dan memudahkan untuk pemahaman mengenai pekerjaan tersebut.

Perbedaan tingkat kesehatan bank antara bank konvensional dan bank syariah periode sebelum dan setelah krisis ekonomi global / Ralengga Soqmanoreqa

 

Kata kunci: tingkat kesehatan bank, bank konvensional, bank syariah, krisis ekonomi global, CAMELS. Tingkat kesehatan perbankan Indonesia sebelum krisis ekonomi global menunjukkan kondisi perbankan yang sehat dengan CAR di atas 8%, profitabilitas dan efisiensi perbankan Indonesia sangat baik serta jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) berada di atas kredit yang diberikan. Namun saat krisis ekonomi global bank konvensional mengalami kesulitan likuiditas dan meminta bantuan likuditas kepada Bank Indonesia. Keadaan sebaliknya terjadi pada bank syariah Indonesia. Kinerja pertumbuhan pembiayaan bank syariah tetap tinggi sampai Februari 2009. Hal ini dikarenakan perbedaan dalam sistem operasi perbankan konvensional dan perbankan syariah. Untuk mengetahui perbedaan tingkat kesehatan bank konvensional dan bank syariah periode sebelum dan setelah krisis ekonomi global digunakan analisis tingkat kesehatan bank yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu analisis CAMELS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan bank konvensional dan bank syariah periode sebelum dan setelah krisis ekonomi global dan untuk mengetahui perbedaan tingkat kesehatan antara bank konvensional dan bank syariah periode sebelum dan setelah krisis ekonomi global. Populasi dalam penelitian ini adalah bank konvensional dan bank syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan Bank Indonesia sebanyak 29 bank konvensional dan 5 bank syariah. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan dihasilkan 23 bank konvensional dan 3 bank syariah yang memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai sampel penelitian. Analisis data yang digunakan adalah uji beda menggunakan Independen Sample T-Test dan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan CAMELS tingkat kesehatan bank konvensional dan bank syariah periode sebelum dan setelah krisis ekonomi global berada pada kondisi perbankan yang sehat. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kesehatan bank konvensional periode sebelum dan setelah krisis ekonomi global. Pada bank syariah pun tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kesehatan bank periode sebelum dan setelah krisis ekonomi global. Berdasarkan rasio CAR, KAP(1), KAP(2), NPM, ROA, dan NIM tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kesehatan bank antara bank konvensional dan bank syariah. Berdasarkan rasio ROE, BOPO, dan LDR terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kesehatan bank antara bank konvensional dan bank syariah. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi perbankan konvensional agar menjaga efisiensi penggunaan biaya operasional seperi penghematan biaya administrasi dan umum. Untuk perbankan syariah Indinesia disarankan dapat lebih menyeleksi nasabah peminjam untuk menghindari risiko gagal bayar. Bagi Bank Indonesia diharapkan adanya pergantian format dan transparasi pada laporan keuangan perbankan Indonesia dalam perhitungan rasio CAMELS serta penjelasan mengenai kriteria penilaian tingkat kesehatan bank sehingga penilaian analisis CAMELS dengan pola Bank Indonesia dapat dilakukan sepenuhnya. Bagi peneliti selanjutnya disarankan dapat melibatkan penilaian dari aspek Management dan Sensitivity to Market Risk sesuai dengan komponen penilaian yang telah ditetapkan Bank Indonesia agar diperoleh kinerja keuangan yang relevan.

Pengaruh penggunaan metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan ekspositori terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 8 Malang tahun ajaran 2010/2011 / Dian Kumalasari Karuna Bawana

 

Tesis, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Bambang Banu Siswoyo, M.M, (II) Prof. Dr. Bambang Sugeng,M.A, M.M. Kata Kunci: metode inkuiri terbimbing, metode ekspositori, motivasi berprestasi, hasil belajar. Permasalahannya sekarang, khususnya di SMAN 8 Malang peneliti melihat bahwa interaksi belajar mengajar lebih didominasi oleh peran guru, di lain pihak siswa hanya menyimak dan mendengarkan informasi atau pengetahuan dari gurunya. Permasalahan lainnya yang terjadi adalah proses pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah (ekspositori), tanya jawab, dan penugasan. Meskipun sudah melibatkan siswa dalam proses pembelajaran akan tetapi siswa kurang optimal dalam mengkonstruksi pengetahuannya. Akibatnya guru sangat aktif sedangkan siswa menjadi kurang aktif, tidak kreatif, dan kurang dapat mengembangkan potensinya (menurut pengamatan peneliti). Selain itu keadaan siswa yang tergolong mempunyai kemampuan tinggi sangatlah bagus apabila diterapkannya metode yang mengajak siswa untuk belajar dengan memanfaatkan keingintahuannya untuk berpikir dan bertindak sehingga meningkatkan berpikir kritis, melalui pertanyaan/permasalahan yang ada. Salah satu alternatif pemecahannya adalah dengan penggunaan metode pembelajaran yang tepat antara lain metode inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk menguji (1) perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang dikenai metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan ekspositori pada mata pelajaran Ekonomi di SMAN 8 Malang (2) perbedaan motivasi berprestasi yang signifikan antara kelompok siswa yang yang dikenai metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan ekspositori pada mata pelajaran Ekonomi di SMAN 8 Malang (3) pengaruh yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan metode pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi di SMAN 8 Malang (4)pengaruh yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan metode pembelajaran ekspositori terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi di SMAN 8 Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen yaitu penelitian yang melihat dan meneliti adanya akibat setelah subyek dikenai perlakuan pada variabel bebas. Penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan versi rancangan penelitian dari nonequivalent control group design (Tuckman, 1999) factorial 2 x 2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X sebanyak 304 dengan pembagian 8 kelas di SMAN8 Malang. Dalam penelitian ini teknik yang dipakai untuk pengambilan sampel adalah random sampling. Secara random pula, peneliti memilih siswa kelas X-6 (dikenai metode pembelajaran inkuiri terbimbing) dan X-7 (dikenai metode pembelajaran ekspositori) di SMAN 8 Malang sebagai sampel dalam penelitian ini. Data di analisis dengan Uji Persyaratan dengan uji-t, yaitu uji normalitas dan homogenitas untuk hipotesis 1 dan 2 , Analisis Regresi Linier Sederhana untuk hipotesis 3 dan 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan hasil belajar terhadap penggunaan metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan ekspositori secara bersama-sama. Karena, pencapaian hasil belajar siswa dengan penggunaan metode pembelajaran inkuiri terbimbing jauh berbeda daripada kelompok siswa dengan metode pembelajaran ekspositori (2) ada perbedaan skor motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa. Karena, pencapaian skor motivasi berprestasi kelompok siswa yang dikenai metode pembelajaran inkuiri terbimbing juga jauh berbeda dibandingkan skor motivasi berprestasi siswa yang dikenai metode pembelajaran ekspositori (3) ada pengaruh yang signifikan antara skor motivasi berprestasi siswa yang dikenai metode pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar siswa yang dikenai metode pembelajaran inkuiri terbimbing pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 8 Malang (4) tidak ada pengaruh yang signifikan antara skor motivasi berprestasi siswa yang dikenai metode pembelajaran ekspositori terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 8 Malang. Berdasarkan temuan penelitian, untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi di SMAN 8 Malang dengan pokok bahasan Konsumsi, Investasi dan Tabungan diharapkan guru dapat menggunakan metode pembelajaran inkuiri terbimbing; untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa diharapkan guru dapat menggunakan metode inkuiri terbimbing agar pelaksanaan proses belajar mengajar dapat meningkatkan keaktifan siswa di kelas;karena dengan penerapan metode inkuiri terbimbing terlihat tingkat motivasi berprestasi siswa yang tinggi, maka diharapkan metode tersebut dapat diterapkan; karena tidak ada pengaruh yang signifikan antara skor motivasi berprestasi siswa yang dikenai metode pembelajaran ekspositori terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 8 Malang. Maka, disarankan ada perubahan metode pembelajaran di kelas dengan alternatif pilihan metode inkuiri terbimbing. Implikasinya, secara teoritis temuan penelitian ini memperkuat penjelasan dan pendapat bahwa penggunaan metode pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar dan motivasi berprestasi siswa pada mata pelajaran ekonomi.

Pengaruh sikap terhadap gejala-gejala fisis yang terjadi di lingkungan sekitar pada motivasi belajar fisika siswa kelas 1 SMAN 2 Lumajang / oleh Suep

 

Tingkat perhatian warga belajar dan iklim sosial kelompok dalam hubungannya dengan tingkat penerapan kelompok belajar usaha di kotamadya Malang / oleh Moh. Ishom Ihsan

 

Peningkatan hasil belajar menggambar ragam hias nusantara melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe stad pada siswa kelas VIII-D SMP Negeri 1 Wilangan-Nganjuk / Saridin

 

Efektifitas tingkat kompetensi tutor dalam pembelajaran pendidikan kesetaraan oaket C se kota Malang / MA Chandra Wiharta P

 

Kata Kunci :Program Paket C, kompetensi tutor, pembelajaran paket C, Pendidikan luar sekolah Paket C adalah program pendidikan menengah pada jalur pendidikan nonformal setara SMA/MA bagi siapapun yang terkendala ke pendidikan formal atau berminat dan memilih Pendidikan Kesetaraan untuk ketuntasan pendidikan. Efektifitas tutor dalam pembelajaran dapat dilihat dari kompetensinya yaitu kompetensi andragogi, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas tingkat kompetensi tutor dalam pembelajaran pendidikan kesetaran paket C se kota Malang Jenis penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatif yaitu mendeskrispsikan efektifias tingkat kompetensi tutor. Populasi dalam penelitian ini adalah tutor pendidikan kesetaraan paket C se kota Malang yang berjumlah 142 tutor yang tersebar di 6 PKBM dan 1 SKB dengan sampel 35 tutor yang masing-masing diambil 5 orang tutor dengan cara kuota random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dengan Teknik analisis data prosentase menggunakan rumus : 1. = X100% dengan kualifikasi tertinggi sangat efektif, 2. = X100% hampir semua. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini : (1) Kondisi tutor, sebagian besar sudah memiliki pengalaman mengajar sekitar satu tahun bahkan lebih, lebih dari separo sudah pernah mengikuti pelatihan atau penataran tutor paket C, gaji tutor masih sedikit sekali yang terpenuhi, tutor paket C sebagian besar berpendapat gaji yang diterima masih mampu untuk memotifasi meraka untuk mengajar, masih sedikit tutor yang tidak berpengaruh terhadap jarak dalam kegiatan belajar pembelajarannya, (2) Kompetensi andragoginya, tutor paket C se kota Malang sudah efektif dalam pembelajaran, (3) Kompetensi kepribadian, tutor paket C se kota Malang sudah efektif dalam pembelajarannya, (4) Kompetensi social, para tutor paket C se kota Malang sudah efektif dalam pembelajarannya, (5) Bila dilihat dari kompetensi profesionalnya tutor paket C se kota Malang sudah efektif dalam pembelajarannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan saran sebagai berikut : (1) Bagi penyelenggara, hendaknya lebih memperhatikan tentang kesejahteraan tutor, (2) Bagi peneliti berikutnya, hendaknya dapat melakukan pengembangan terhadap hasil penelitian ini dengan melakukan penelitian menggunakan variabel lain yang mempengaruhi efektifitas tingkat kompetensi tutor dan populasi yang lebih luas, (3) Bagi tutor hendaklah tutor yang masih belum memenuhi standar kompetensi lebih meningkatkan tingkat kompetensi dalam pembelajaran pendidikan kesetaraan paket C

Penerapan model problem based learning untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Menggunakan Hasil Pengukuran (MHP) kelas X-TIPTL SMK Negeri 2 Probolinggo / Muhammad Andi Bahtiar

 

ABSTRAK Bahtiar, Muhammad Andi. 2015. Penerapan Model Problem Based Learning UntukMeningkatkanMotivasidanHasilBelajarSiswapada Mata PelajaranMenggunakanHasilPengukuran (MHP) Kelas X-TIPTL SMK Negeri 2 Probolinggo. Skripsi. Program StudiPendidikanTeknikElektro, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Ir. H. SyaadPatmanthara, M.Pd. (2) YuniRahmawati, S.T., M.T. Kata Kunci : Model Problem Based Learning (PBL), MotivasiBelajardanHasilBelajar. Model pembelajaranProblem Based Learning (PBL) merupakansalahsatu model pembelajaran yang membuatsiswabelajarmelaluipenyelesaianpermasalahandunianyatasecaraterstrukturuntukmengonstruksipengetahuansiswa. Di SMK Negeri 2 Probolinggo ada berbagai mata pelajaran umum dan mata pelajaran produktif. Khususnya pada jurusan Teknik Listrik terdapat beberapa mata pelajaran dasar yang wajib ditempuh oleh siswa kelas X Teknik Instalasi dan Pemanfaatan Tenaga Listrik (TIPTL). Salah satu mata pelajaran dasar yang membutuhkan pemahaman lebih dari siswa yaitu mata pelajaran Menggunakan Hasil Pengukuran (MHP). Model yang digunakan pada saat proses pembelajaran adalah masih berpusat pada guru. Sehinggamembuatsiswakurangtermotivasidalampembelajarandanberdampakpadahasilbelajarsiswa yang masihbelumtuntas. Dalampenelitianini, telahditerapkan model Problem Based Learning (PBL) untukmeningkatkanmotivasidanhasilbelajarsiswa. Metodepenelitiankelas yang digunakanadalah model Kemmis&Mc.Taggart yang memanfaatkansiklussebagaitolakukurpenelitian. Padasetiapsiklusberisikantahapan-tahapanyaitu :perencanaan, tindakan, pengamatan, danrefleksi. Padapenelitianinidilaksanakansebanyak 2 siklusdengansubjekpenelitianadalahsiswakelas X TIPTL-2 SMKN 2 Probolinggo. Hasilpenelitian yang telahdilaksanakandiperoleh model keterlaksanaanpembelajaranpadasiklus I sebesar 74,16 %, meningkatpadasiklus II sebesar 89,99 %. Kemudianhasilbelajarsiswa yang tuntaspadasiklus I sebesar 70,37 %, lalumeningkatpadasiklus II sebesar 100 %. Tingkat motivasibelajarsiswapadasaat proses pembelajaranmenggunakan model Problem Based Learning (PBL)memilikipersentase rata-rata sebesar 84,25 % dengankualifikasi “Termotivasi”. Hasiltersebutmenunjukkankeberhasilanpenerapan model Problem Based Learning (PBL)yang telahdilaksanakanbermanfaatuntukmenjadikansiswalebihaktifdankomunikatifdalam proses pembelajaran. Serta dapatmeningkatkanhasilbelajardanmotivasibelajarsiswa.

Tingkat partisipasi orang tua dalam pelaksanaan program pendidikan anak usia dini di PAUD Nurusysyamsi desa Tanggung Kecamatan Turen Kabupaten Malang / Gary Budhi Putranto

 

Kata Kunci: Partisipasi, Orang Tua, Program, Pendidikan Anak Usia Dini Suatu program tidak akan berjalan dengan lancar dan baik jika tidak ada peran serta dari orang tua murid sasaran program. Begitu juga halnya dengan pelaksanaan program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) juga membutuhkan partisipasi dari orang tua yang merupakan bagian kecil dari orang tua murid yang juga ikut andil dalam menentukan berhasil tidaknya suatu program yang direncanakan dan dilaksanakan oleh lembaga pendidikan anak usia dini. Mengingat begitu penting peranan orang tua murid dalam setiap pelaksanaan program lembaga maka perlu adanya suatu kajian tingkat partisipasi orang tua dalam pelaksanaan program lembaga. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan di deskripsikan mengenai pemahaman orang tua murid terhadap pelaksanaan program pendidikan anak usia dini, keterlibatan atau partisipasi orang tua murid dalam pelaksanaan program pendidikan anak usia dini, dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat partisipasi orang tua murid dalam program pendidikan anak usia dini di PAUD Nurusysyamsi Desa Tanggung Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan angket dan wawancara sebagai metode untuk menjaring data. Angket berisi 30 pertanyaan dan diberikan kepada 30 orang tua murid sebagai sampel dari populasi yang berjumlah 120 orang. Selain itu instrumen penelitian juga berupa dokumentasi dan observasi. Selanjutnya data dianalisis dengan statistik deskriptif menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) tingkat partisipasi orang tua pada pendidikan anak usia dini yang meliputi partisipasi orang tua dalam bentuk buah pikir atau pendapat memilki skor 1132 dengan prosentase 78,7% maka dapat dikategorikan dengan kategori tinggi, b) tingkat partisipasi orang tua dalam bentuk tenaga memiliki skor 527 dengan prosentase 73,2% maka dapat dikategorikan dengan kategori sedang, c) tingkat partisipasi dalam bentuk uang atau material memiliki skor 471 dengan prosentase 65,5% maka dapat dikategorikan dengan kategori sedang. Secara keseluruhan tingkat partisipasi orang tua dalam pelaksanaan program pendidikan anak usia dini baik dalam bentuk pendapat, tenaga dan uang memilki skor 2130 dengan prosentase 74% maka dapat dikategorikan dengan kategori sedang. d) faktor pendukung dan penghambat partisipasi orang tua murid dalam program pendidikan anak usia dini di PAUD Nurusysyamsi dapat disimpulkan bahwa faktor pendukung partisipasi i orang tua murid terhadap program-program lembaga yaitu, 1) adanya elit lokal yang berperan sebagai motivator sekaligus fasilitator dalam pelaksanaan program lembaga, 2) solidaritas sosial yang tinggi dalam diri orang tua murid di sekitar lembaga yang didasari karena rasa tanggung jawab serta kecintaan terhadap anak mereka sendiri yang sedang menempuh pendidikan di lembaga. Sedangkan faktor penghambat partisipasi orang tua murid dalam pelaksanaan program lembaga yaitu, 1) faktor sosial ekonomi, setiap orang tua murid yang sebagian besar yang apabila ditinjau dari tingkat pendapatan tergolong menengah ke bawah, 2) terdapat beberapa orang tua yang kurang mendukung pelaksanaan program lembaga. Bertolak dari keseluruhan proses hasil penelitian ini, direkomendasikan hal-hal sebagai berikut: 1) lebih ditingkatkan lagi hubungan silaturahmi dan kerjasama antara lembaga dengan orang tua murid, terutama dalam hal perencanaan program agar tujuan dari program bisa dicapai secara maksimal dan meningkatkan peranan orang tua murid dalam pelaksanaan program-program lembaga, 2) berdasarkan pada temuan penelitian ini, lebih lanjut sebaiknya dilakukan melalui studi dan diskusi yang lebih luas dengan bahan pustaka maupun temuan penelitian lainnya yang relevan, 3) Penelitian ini masih bersifat studi pendahuluan sehingga masih perlu adanya penelitian tindak lanjut terutama dengan pendekatan kualitatif.

Pengembangan trainer gerbang logika dan flip flop pada mata pelajaran teknik elektronika dasar siswa kelas X Jurusan Teknik Elektronika Industri di SMK Negeri 2 Singosari / Moh. Ali Irfan

 

ABSTRAK Moh. Ali Irfan. 2015. Pengembangan Trainer Gerbang Logika dan Flip Flop pada Mata Pelajaran Teknik Elektronika Dasar Siswa Kelas X Jurusan Teknik Elektronika Industri di SMK Negeri 2 Singosari. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd, (2) Drs. Suwasono, M.T. Kata Kunci: Pengembangan, Trainer,Gerbang Logika dan Flip Flop Gerbang logika dan flip flop merupakan materi yang harus ditempuh oleh siswa Jurusan Teknik Elektronika Industri. Dalam kegiatan praktikum siswa dituntut untuk memahami, dan merangkai rangkaian gerbang logika dan flip flop. Pada hasil observasi pada mata pelajaran Teknik Elektronika Dasar materi gerbang logika dan flip flop di SMK Negeri 2 singosari dapat disimpulkan : (1) pembelajaran praktikum materi Gerbang Logika dan Flip Flop di SMK Negeri 2 Singosari masih menggunakan project board yang mempunyai kelemahan yaitu tidak ada visualisasi mengenai rangkaian yang akan dipraktekkan sehingga pemahaman siswa akan materi yang dibahas berkurang, (2) dalam kegiatan praktikum waktu yang digunakan terlalu lama karena siswa harus menyiapkan komponen sebelum praktikum dan harus bongkar pasang komponen sesuai dengan percobaan yang dipraktekkan, (3) dalam kegiatan praktikum, guru memberi contoh kegiatan yang akan dilakukan menggunakan media simulasi karena tidak adanya benda nyata seperti trainer sehingga pencapaian Kompetensi Dasar yang telah dituliskan pada silabus belum semuanya dapat terlaksana dengan baik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan sebuah media yang dapat membantu siswa dalam memahami materi yang diberikan. Maka untuk membantu pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan, diperlukan sebuah media yaitu trainer. Trainer merupakan media berbentuk nyata guna mengilustrasikan materi yang dibahas. Trainer yang dikembangkan sesuai dengan materi yang diajarkan disertai jobsheet dan buku petunjuk penggunaan. Model pengembangan Trainer Gerbang Logika dan Flip Flop menggunakan model pengembangan ADDIE. Model pengembangan ADDIE terdiri dari 5 tahapan yaitu: (1) Analisis, (2) Desain, (3) Pengembangan, (4) Implementasi, (5) Evaluasi. Proses validasi dilaksanakan oleh ahli media, ahli materi, dan melakukan implementasi pada uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Validasi bertujuan untuk mengukur kelayakan produk yang dikembangkan. Validasi menggunakan angket rating scale yang kemudian dianalisis. Analisis digunakan untuk menentukan kelayakan media sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Produk yang dikembangkan pada penelitian ini adalah Trainer Gerbang Logika dan Flip Flop yang disertai dengan jobsheet, dan buku petunjuk penggunaan. Tahap pertama melakukan validasi oleh ahli dilanjutkan dengan mengujicobakan trainer pada siswa. Sampel sasaran ujicoba adalah siswa kelas X Jurusan Teknik Elektronika Industri yang sedang menempuh mata pelajaran Teknik Elektronika Dasar materi gerbang logika dan flip flop. Persentase hasil validasi ahli media 86.72%, ahli materi dosen 97.06%, validasi ahli materi guru SMK 98.53%, dan hasil uji coba pada kelompok kecil 93.89%, kelompok besar 92.24%. Dari hasil validasi dan uji coba tersebut dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria valid secara keseluruhan. Dari kriteria yang didapatkan menunjukkan produk dinyatakan layak dan sangat baik digunakan serta dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran.

Gaya kepemimpinan dan pelaksanaan supervisi pengajaran kepala Sekolah Dasar Negeri Lampung Tengah / oleh Juhri A.M.

 

Analisis cerpen Qalbu Al Ummi karya Abdul Razaq Al Kailani / Lutfi Ulfah Faridah

 

ABSTRAK Faridah, Lutfi Ulfah. 2015. Perempuan dalam Cerpen Qalbu Al Ummi Karya Abdul Razaq Al Kailani. Skripsi, JurusanSastra Arab FakultasSastraUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. HanikMahliatussikah, M. Hum, (2) IbnuSamsul Huda, S.S, M.A Kata kunci: feminis, kân yâ mâ kân, qalbu al ummi, cerpen, nilai-nilai Cerpen Qalbu Al Ummimembahas tentang kehidupan seorang ibu. Berbagai macam cerita yang mengacu pada satu tema, pengorbanan seorang ibu demi kesejahteraan dan kebahagiaan anaknya. Cerpen ini merupakan bagian dari kumpulan cerpen dalam buku Kân Yâ Mâ Kânyang didalamnya berisi kisah-kisah inspiratifdengan tujuan untuk memperbaiki moral pembaca muda. Berkaitan dengan itu diperlukan pembahasan pembahasan untuk memperkenalkan cerpen Qalbu Al Ummikepada masyarakat dan untuk menunjukkan sikap yang seharusnya dilakukan oleh perempuan dalam menjalani kehidupan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tema-tema dan tokoh dan penokohan yang ada dalam cerpen Qalbu Al Ummi, pencitraan perempuan dalam cerpen tersebut, nilai-nilai yang muncul dalam cerpen Qalbu Al Ummi. Penelitian ini menggunakan pendekatandeskriptifkualitatif. Jenispenelitiannyaadalahpenelitiankepustakaanataustudipustaka.Sumber data penelitian ini adalah teks cerpen Qalbu Al Ummi dalam buku Kân Yâ Mâ Kân. Adapun data penelitian ini adalah tema, tokoh dan penokohan, pencitraan perempuan, dan nilai-nilai dalam cerpen Qalbu Al Ummi. Instrumen yang digunakan adalah human instrument. Setelah didapatkan data dari cerpen Qalbu Al Ummi, peneliti melakukan pengkajian terhadap semua kalimat yang mengandung tokoh dan penokohan, pencitraan perempuan, dan nilai-nilai. Teknik pengumpulan data dalam peneliti ini adalah studi dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan teknik pemeriksaan meliputi membaca ulang teks, melakukan ketekunan pengamatan, melakukan diskusi, dan melaksanakan konsultasi. Hasil penelitian dipaparkan sebagai berikut, tema yang ada dalam cerpen Qalbu Al Ummiadalah jasa-jasa dan pengorbanan seorang ibu. Tokoh dan penokohan dalam cerpen ini meliputi tokoh utama, tokoh bawahan dengan karakter protagonis dan antagonis. Tokoh utama dalam cerpen ini adalah ibu dengan karakter protagonis. Tokoh bawahan dalam cerpen ini adalah anak laki-laki, menantu, nabi sulaiman, bayi, perempuan bukan ibu kandung, dan orang shalih. Pencitraan perempuan dalam cerpen ini meliputi pencitraan positif dan negatif. Nilai-nilai yang muncul dalam cerpen ini adalah nilai moral, budaya, sosial, dan religius. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti berharap akan adanya penelitian lain mengenai nilai moral ataupun nilai yang lain dalam cerpen Qalbu Al Ummi. Peneliti ini memiliki keterbatasan baik yang berkaitan dengan data, teknik penulisan, dan metodenya. Oleh karena itu disarankan kepada pihak yang berkompeten dalam bidang sastra untuk memberi masukan tentang penelitian ini, demi perbaikan penelitian-penelitian selanjutnya.

Pengembangan permainan sirkuit pohon ajaib dalam pembelajaran fisik motorik anak kelompok A di TK PKK Bandulan Malang / Fitri Aniz Zahroh

 

ABSTRAK Zahroh, Fitri, Aniz. 2015. Pengembangan Permainan Sirkuit Pohon Ajaib Dalam Pembelajaran Fisik Motorik Anak Kelompok A di TK PKK Bandulan Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Pembimbing (1) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M.Pd, (2) Muhammad Arafik, S.Pd, M,Pd. Kata kunci: Permainan Sirkuit, Pohon Ajaib, Fisik Motorik Berdasarjkan hasil pengamatan melalui observasi terhadap anak kelompok A di TK PKK Bandulan Malang, pembelajaran fisik motorik masih terbatas didalam kelas dan pengembangan kegiatan belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah pengembangan permainan sirkuit pohon ajaib diharapkan dapat memfasilitasi perkembangan fisik motorik anak, serta mengembangkan aspek lain yaitu kognitif dan bahasa anak usia 4 sampai 5 tahun dengan permainan yang mudah, menyenangkan, serta aman untuk anak. Penelitian dan pengembangan menggunakan model Dick&Carey, 9 langkah yang digunakan antara lain (1) Identifying an instrutional goal(analisis kebutuhan dan tujuan), (2) Conducting an instructional analysis(analisis pembelajaran), (3) Identifying entry behaviors and characteridtics(analisis pembelajaran dan konteks), (4) Writing performance objectives(merumuskan tujuan performasi), (5) Developing criterion-referenced tests(pengembangan instrumen), (6) Developing an instructional strategy (mengembangkan strategi pembelajaran), (7) Developing and selecting instruction(mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran), (8)Designing and conducting the formative evaluation(merancang dan melakukan evaluasi formatif), (9)Conducting summative evaluation(melakukan revisi). Hasil data uji lapangan kelompok besar, diperoleh persentase yaitu (1) 81,25% anak sangat aman melakukan permainan, (2) 83,4% anak mudah melakukan permainan, (3) 82,5% anak senang melakukan permainan. Maka produk yang dikembangkan tanpa adanya revisi, sehingga menjadi produk akhir yang yang dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang menarik serta membantu anak aktif, aman serta menyenangkan dalam kegiatan pengembangan fisik motorik anak di TK PKK Bandulan Malang. Berdasarkan data hasil pengembangan permainan sirkuit pohon ajaib maka dapat disimpulkan bahwa (1) permainan sirkuit pohon ajaib mudah dilakukan, aman serta menyenagkan bagi anak, (2) permainan mampu mengembangkan fisik motorik anak. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat diujicobakan kepada kelompok yang lebih luas dan dapat disosialisasikan kepada sekolah-sekolah serta lembaga yang terkait, sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Selain itu penelitian hanya sebatas pengembanga produk, diharapkan ada penelitian lanjutan untuk menguji tingkat keefektifan dari produk yang dikembangkan.

Hubungan tingkat pendidikan, pengalaman mengajar dan intensitas mengikuti penataran dengan kemampuan mengajar guru akuntansi SMU Negeri di Kodya Malang / oleh Herdi Ramon

 

Metode pembelajaran program pendidikan kesetaraan paket B di SKB Kota Malang / Danang Krisnanda Pribadi

 

ABSTRAK Krisnanda Pribadi, Danang.. 2014. “Metode Pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan Paket B di SKB Kota Malang Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Dr. Zulkarnaen Nasution, M.Pd, (2) Dr. Endang Sri Redjeki,M S Kata Kunci :.Metode Pembelajaran, Pendidikan Kesetaraan Paket B Program Pendidikan Kesetaraan Paket B setara SMP merupakan program pendidikan tingkat SMP bagi warga masyarakat yang putus sekolah SMP atau lulusan SD yang tidak dapat melanjutkan ke SMP. SKB Kota Malang merupakan salah satu penyelenggara program pendidikan kesetaraan Paket B sebagai bentuk kegiatan pendidikan Luar Sekolah. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, di SKB banyak ditemui permasalahan pada proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi penyampaian isi bahan pelajaran yang meliputi metode dan evaluasi yang digunakan pada program paket B di SKB Kota Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan dirancang dalam bentuk kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisa yang digunakan adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan berdasarkan analisis teori – teori pembelajaran, pendapat para pakar dan temaua data. Hasil dari penelitian ini adalah, pada pembelajaran program Paket B di SKB Kota Malang metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, parkatek, diskusi, melakukan review pelajaran sebelumnya dan memberikan latihan sebagai feed back. Berbagai metode pembelajaran tersebut dipilih berdasarkan karakteristik peserta didik dan tujuan pembelajaran. Sedangkan untuk dapat mengetahui apakah program diadakan sudah sesuai dengan kebutuhan peserta didik diadakan evaluasi yang bersifat sumatif dan formatif. Saran dari penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Bagi SKB Kota Malang, para tutor perlu melakukan identifikasi untuk mengetahui kebutuhan belajar peserta didik, (2) Bagi Jurusan Pendidikan Luar sekolah hendaknya dapat selalu menjalin hubungan dalam hal pembinaan dan penyelenggaraan pendiikan kesetaraan paket B dengan SKB Kota Malang sebagai bentuk kegiatan Pendidikan Luar Sekolah, dan (3) Bagi Peneliti Lain diharapkan untuk dapat mengembangkan penelitian ini dengan metode serta fokus yang lain, sehingga dapat secara berkelanjutan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan pengembangan kegiatan pendidikan luar sekolah di masyarakat khususnya pendiidkan kesetaraan paket B.

Pengaruh dari dampak pelatihan perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi terhadap pengembangan karir guru STM di Kotamadya Surabaya / oleh Sergius Simangunsong

 

Pengembangan media fun recycle sircuit untuk pembelajaran aspek fisik motorik di Taman Kanak-kanak kelompok B / Chonia Via Khurniawati

 

ABSTRAK Khurniawati, Chonia Via. 2015. Pengembangan Media “Fun Recycle Sircuit” Untuk Pembelajaran Aspek Fisik Motorik Di Taman Kanak-Kanak Kelompok B. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Program S1 Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd, (II) Dra. Harti Kartini, M.Pd. Kata kunci: Pengembangan, media, fisik motorik, fun recycle sircuit. Kegiatan pembelajaran fisik motorik pada anak kelompok B di TK An-Nur Sawojajar Malang selalu monoton dan kurang bervariasi. Gerakan seperti berjalan, berlari, melompat, meloncat, dan gerakan lainnya yang tergolong gerakan kasar yaitu gerakan yang menggunakan otot besar jarang dilakukan dan kurang diperhatikan. Ketika senam hanya menggunakan media tape recorder. Padahal bisa menggunakan media yang berada di lingkungan sekitar sekolah yaitu dengan memanfaatkan bahan bekas yang ada. Untuk itu perlu adanya pengembangan media fun recycle sircuit yaitu sebuah media yang bervariasi, menyenangkan, dan berangkai pada pembelajaran fisik motorik anak yang terbuat dari bahan-bahan bekas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan suatu media yang melatih kebugaran jasmani pada anak, dan efisien karena terbuat dari bahan-bahan bekas yang inovatif untuk pembelajaran fisik motorik anak secara efektif dan valid. Pengembangan media “fun recycle sircuit” ini mengacu pada model pengembangan dari Dick & Carey. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain: 1) analisis kebutuhan dan tujuan, 2) analisis pembelajaran, 3) analisis pembelajar atau anak dan konteks, 4) merumuskan tujuan khusus, 5) mengembangkan instrumen, 6) mengembangkan strategi pembelajaran, 7) mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran, 8) merancang dan melakukan evaluasi formatif, 9) melakukan revisi. Media ini dikembangkan melalui saran dan evaluasi para ahli, yaitu ahli pembelajaran anak usia dini, ahli fisik motorik, dan ahli media pembelajaran. Hasil analisis data uji lapangan kelompok besar, diperoleh skor yaitu (1) 92, 7% penggunaan media fun recycle sircuit yang efektif dilakukan anak, (2) 96, 7% penggunaan media membuat anak efisien dalam melakukan kegiatan, dan (3) 100% penggunaan media menarik untuk anak. Kelebihan dari media yang dihasilkan adalah (1) digunakan untuk fisik motorik kasar yang bertujuan untuk melatih kebugaran jasmani, (2) dapat melatih kemampuan bahasa, agama dan moral, fisik, dan sosial emosional. Media ini dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran fisik motorik untuk anak kelompok B setelah penyempurnaan produk dilakukan. Untuk pengembangan lebih lanjut disarankan perlu adanya kajian untuk mengetahui keefektifan media fun reycle sircuit.

Hubungan antara tipe-tipe kepribadian big five dengan empati pegawai di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Malang / Junita Risa Megawati

 

ABSTRAK Megawati, Junita Risa. 2015. Hubungan antara tipe-tipe Kepribadian Big Five dengan Empati Pegawai di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si. (2) Gamma Rahmita U.H, M.Psi. Kata kunci : empati, big five, lembaga pemasyarakatan Empati adalah kemampuan seseorang untuk memahami bagaimana perasaan orang lain, mampu memahami perspektif orang lain, menumbuhkan hubungan saling percaya dan menyelaraskan diri dengan berbagai macam orang. Kepribadian seseorang akan mempengaruhi bagaimana ia berempati kepada orang lain. Kepribadian big five adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk menggambarkan kepribadian seseorang ke dalam lima trait kepribadian, lima trait tersebut terdiri dari extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, dan openness. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan menggunakan penelitian deskriptif korelasional. Delapan puluh tiga Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Malang menjadi subjek dalam penelitian ini. Kepribadian diukur menggunakan Big Five Inventory (BFI) (reliabilitas = 0,844) dan empati diukur dengan menggunakan skala empati yang dibuat sendiri oleh peneliti (reliabilitas = 0,879). Sebaran data dalam penelitian ini berdistribusi normal dengan p = 0,378 untuk variabel kepribadian big five dan p = 0,430 untuk variabel empati. Kedua variabel memiliki linieritas sebesar p = 0,008. Korelasi parsial digunakan dalam melakukan analisis pada penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan, dari ke lima trait pada big five hanya satu trait yang memiliki hubungan yang positif dan signifikan, yaitu hubungan antara openness dengan empati Pegawai Lapas Klas 1 Malang dengan r= 0.213 atau (p<0,05). Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara extraversion, agreeableness, conscientiousness, dan neuroticism dengan empati Pegawai Lapas Klas 1 Malang. Pegawai Lapas Klas 1 Malang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan empati dengan baik. Karena dengan memiliki empati dengan baik akan memudahkan dalam bekerja terutama pekerjaan yang berkecimpung di ranah sosial. Dengan berempati, individu akan mampu memahami dan mengerti apa yang dialami oleh individu lain. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memberikan variasi hasil yang lebih kompleks lagi mengenai kepribadian big five dan empati. Mungkin dapat mengembangkan penelitian ini dengan metode penelitian lainnya, seperti metode kualitatif atau eksperimen sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik lagi, serta memperluas aspek-aspek ataupun dimensi dari empati. Dan diharapkan mampu untuk memperluas populasi dan jumlah sampel agar didapatkan hasil generalisasi yang luas dan kemungkinan hasil yang berbeda.

Analisis terhadap perilaku individu berdasarkan teori motivasi McGregor sebagai dasar mengoptimalkan disiplin kerja pegawai (studi pada pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pare) / Dyah Qurratu 'Ayunin

 

ABSTRAK A’yunin, Dyah Qurratu. 2015. Analisis terhadap Perilaku Individu berdasarkan Teori Motivasi McGregor sebagai Dasar Mengoptimalkan Disiplin Kerja Pegawai (Studi Pada Pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pare. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Wahju Wibowo,A.Md, S.E, M.Si. (II)Dr.Syihabudhin,S.E, M.Si. Kata Kunci: perilaku individu, teori motivasi McGregor, disiplin kerja pegawai. Perilaku pada dasarnya berorientasi pada tujuan dengan perkataan lain perilaku pada umumnya dimotivasi oleh suatu keinginan untuk mencapai tujuan tertentu namun perilaku antar individu berbeda satu dengan yang lainnya. Perbedaan inilah yang memunculkan adanya perilaku yang bersifat positif dan negatif.Perilakuindividu yang bersifatpositifdannegatiftersebut dapat dilihat pada teori perilaku yang dipaparkan oleh Douglas McGregor (1983) yaitu teori X dan Y. Teori X mengasumsikan individucenderung bersifat negatif karena pada dasarnya pegawai cenderung malas dan tidak suka bekerjasehingga harus dikontrol secara ketat dan seringkali dipaksa untuk mencapai tujuan organisasi sedangkan teori Y mengasumsikan individu bersifat positif karena pegawai bersifat self-directed dalam pekerjaannya.Dari kedua karakteristik perilaku tersebut dapat diketahui bahwa perbedaan perilaku individu berdasarkan teori McGregor ini berdampak kepada tingkat disiplin kerja pegawai. Berangkat dari masalah tersebut, peneliti memiliki kuriositas yang lebih untuk meneliti tentang bagaimana perilaku individu berdasarkan teori motivasi McGregor sebagai dasar mengoptimalkan disiplin kerja pegawai di Pegawai KPP Pratama Pare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku pegawai di KPP Pratama Pare berdasarkan teori motivasi McGregor serta upaya yang telah dilakukan oleh pihak KPP Pratama Pare dalam mengoptimalkan disiplin kerja pegawai. Jenis penelitian yang digunakan adalah fenomenologi, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif karena penelitian ini bersifat sifat non hipotesis melainkan untuk mengekslorasi keadaan yang sebenarnya terjadi. Hasil dari penelitian ini terdapat adanya perbedaan perilaku pegawai diKPP Pratama Pare berdasarkan teori motivasi McGregor. Dari dua belas responden terdapat tujuh pegawai yang cenderung pada tipe X dan lima pegawai yang cenderung pada tipe Y, perbedaan perilaku pegawai tersebut tampak dari komitmen pegawai, tanggung jawab pegawai, kreativitas pegawai, disiplin waktu pegawai serta disiplin sikap pegawai. Ciri perilaku pegawai KPP Pratama Pare yang bertipe X berdasarkan komitmen pegawai pegawai tidak menyukai pekerjaannya dan lebih memilih insentif keuangan dibanding pengembangan karir, berdasarkan tanggung jawab pegawai dalam upaya penyelesaian pekerjaan dan pemenuhan target di motivasi oleh adanya sanksi dan pemotongan tunjangan, berdasarkan kreativitas pegawai dalam menggunakan waktu luangnya adalah dengan berbincang bincang dengan rekan kerja, membuka portal kepegawaian, atau pergi ke kantin untuk sarapan, minum kopi, berdasarkan disiplin waktu pegawai datang dan pulang kerja tepat waktu di motivasi oleh adanya sanksi potongan tunjangan, berdasarkan disiplin sikap pegawai masih melanggar tata tertib seperti tidak menggunakan name tag, kaos kaki, dan sepatu. Ciri perilaku pegawai yang bertipe Y berdasarkan komitmen pegawai menyukai pekerjaan karena sesuai dengan karakter dan dapat memberi manfaat bagi organisasi, pegawai juga lebih memilih pengembangan karir di banding insentif keuangan, berdasarkan tangung jawab pegawai dalam upaya menyelesaikan pekerjaan dan pemenuhan target di motivasi oleh adanya kepuasan pribadi apabila tugas dan target terselesaikan, berdasarkan kreativitas pegawai dalam mengisi waktu luang digunakan untuk membaca peraturan-peraturan perpajakan, mereview pekerjaan, membaca buku, atau sharing non formal dengan rekan kerja, berdasarkan disiplin waktu pegawai pegawai datang dan pulang kerja tepat waktu di motivasi oleh kesadaran diri pegawai, berdasarkan disiplin sikap pegawai mentaati peraturan-peraturan yang ada karena di motivasi oleh kesadaran diri untuk melakukan yang terbaik. Upaya yang dilakukan oleh pihak KPP Pare dalam mengoptimalkan disiplin kerja pegawai yaitu dengan menggunakan kebijakan, aturan dan kode etik yang berasal dari kantor pusat, pegawai yang cenderung pada tipe X mentaati kebijakan-kebijakan tersebut untuk menghindari sanksi dan pemotongan tunjangan sedangkan pegawai cenderung pada tipe Y mentaati kebijakan-kebijakan yang berlaku karena pegawai memiliki kesadaran diri dalam melaksanakan tugasnya. Proses pengawasan di bebankan kepada masing masing Kepala Seksi, namun KPP Pratama Pare memiliki seksi Pemeriksaan dan Kepatuhan Internal yang mengawasi disiplin pegawai bagi pegawai yang cenderung pada tipe X pengawasan atasan sangat penting sedangkan pegawai yang cenderung pada tipe Y tidak bergantung pada pengawasan atasan. Instrumen yang digunakan untuk melakukan pengawasan disiplin menggunakan fingerprint untuk absen, CCTV untuk mengawasi perilaku pegawai serta buku izin keluar, bagi pegawai yang cenderung pada tipe X masih melakukan tindakan tidak disiplin sedangkan pegawai yang cenderung pada tipe Y pada dasarnya tidak membutuhkan pengawasan yang melekat karena pegawai dapat memenuhi tanggung jawabnya. Laporan hasil pengawasan disiplin pegawai berupa LBKP bagi pegawai yang cenderung pada tipe X LBKP ini yang digunakan sebagai dasar pemberian sanksi pemotongan tunjangan sedangkan untuk pegawai yang cenderung pada tipe Y dapat digunakan sebagai laporan yang dapat menunjang penilaian kinerja yang nantinya akan berdampak pada kenaikan karir Saran untuk pihak KPP Pare adalah perlu adanya pengawasan yang tegas dari Kepala Kantor kepada pegawai yang cenderung pada tipe X, memberikan peluang kepada pegawai yang cenderung pada tipe Y untuk mengembangkan keahlian serta karir dan mengembangkan media fingerprint yang telah ada agar dapat mengawasi kehadiran pegawai di saat jam kerja pagi, siang dan sore.

Mengatasi kesulitan siswa pada operasi pembagian bersusun bilangan cacah di kelas III Sekolah Dasar Negeri Percobaan Kotamadya Malang / oleh Monawati

 

Hubungan antara kematangan emosi dengan penyesuaian sosial pada siswa SMP Negeri 18 Malang / Meinar Kurnia Ramadhan

 

Kata Kunci: kematangan emosi, penyesuaian sosial, siswa SMP Sekolah pada dasarnya merupakan lembaga pendidikan formal yang mengembangkan segala potensi siswa secara optimal, termasuk pengembangan kematangan emosi dan kematangan sosial siswa. Sekolah menengah pertama (SMP) merupakan lembaga kedua yang meletakkan dasar-dasar pengetahuan yang dapat digunakan oleh para siswa sebagai titik tolak pengembangan diri siswa di kemudian hari. Di sekolah menengah pertama dikembangkan proses penyesuaian sosial. Untuk dapat melakukan penyesuaian sosial yang baik, maka emosi mempunyai peranan yang sangat penting. Siswa yang matang secara emosional lebih dapat diterima dalam lingkungan sosialnya. Mengajarkan keterampilan emosional dan sosial pada siswa dapat membentuk kematangan emosional yang selanjutnya memudahkan siswa dalam melakukan penyesuaian sosial. Atas dasar ini maka perlu diteliti secara empiris hubungan antara kematangan emosi dan penyesuaian pada siswa SMP Negeri 18 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tingkat kematangan emosi dan mendiskripsikan tingkat penyesuaian sosial siswa SMP Negeri 18 Malang. Di samping itu penelitian ini juga bermaksud untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan penyesuaian sosial siswa SMP Negeri 18 Malang Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Instrumen penelitian yang digunakan untuk memperoleh data adalah angket, yaitu angket kematangan emosi dan angket penyesuaian sosial. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Malang yang berjumlah 280 siswa, sedangkan sampel penelitian diambil secara proportional random sampling. Sampel diambil 25% dari populasi, yaitu sebanyak 72 orang siswa. Analisis dilakukan dengan menggunakan persentase dan korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kematangan emosi siswa SMP Negeri 18 Malang pada katagori tinggi sebanyak 75%, sedangkan sisanya (25%) berada pada katagori sedang; (2) sebagian besar penyesuaian sosial siswa SMP Negeri 18 Malang berada pada katagori tinggi (80,6%), katagori sangat tinggi 8,3% dan katagori sedang 11,1%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kematangan emosi dan penyesuaian sosial dengan rhitung 0,713 dan probabilitas 0,00. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan kepada berbagai pihak, yaitu: (1) kepala sekolah diharapkan dapat memberikan kebijakan yang dapat meningkatkan kematangan emosional dan penyesuaian sosial siswa terutama melalui kegiatan ekstra kurikuler; (2) konselor sekolah diharapkan dapat mempertahankan tingkat kematangan emosi dan penyesuaian sosial siswa dengan mengajak siswa untuk mengikuti berbagai aktivitas intra dan ekstra kurikuler yang dapat meningkatkan kematangan emosi dan penyesuaian sosial siswa. Konselor juga diharapkan dapat memberikan berbagai layanan dasar yang relevan dengan upaya belajar untuk menggunakan katarsis emosi untuk menyalurkan dan mengungkapkan emosinya secara tepat dan dapat diterima oleh kelompok sosial, seperti kegiatan kesenian, olah raga, kepramukaan dan sebagainya; (3) bagi peneliti berikutnya hendaknya memperluas populasi, sehingga hasilnya lebih memperlihatkan keadaan kematangan emosi dan penyesuaian remaja pada umumnya.

Pengembangan bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi larutan penyangga / Riska Viana Kurniawati

 

ABSTRAK Kurniawati, Riskaviana. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Pendekatan Saintifik untuk Mengeksplisitkan Hakikat Sains (NOS) dan Berpikir Kritis pada Materi Larutan Penyangga. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Prayitno, M.Pd. (II) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S. Kata Kunci: bahan ajar, literasi sains, pendekatan saintifik, hakikat sains (NOS), berpikir kritis, model 4D Bahan ajar pada materi larutan penyangga yang ada saat ini kecenderungannya masih bersifat informatif dan menuntut siswa untuk menghafal rumus. Hal demikian ini dapat membuat siswa mengalami kesulitan dalam mengkonstruks konsep. Rendahnya pemahaman konsep sains siswa Indonesia tercermin pada hasil PISA. Hasil PISA pada tahun 2009 (ranking 38 dari 40 negara) dan pada tahun 2012 (ranking 64 dari 65 negara). Keadaan demikian sebagai salah satu alasan pemerintah melakukan reformasi kurikulum yang bertujuan menjadikan masyarakat yang berliterasi sains. Literasi sains dapat ditingkatkan dengan menerapkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis. Fakta yang ada di lapangan, bahan ajar kimia yang ada masih belum mengeksplisitkan hakikat sains (NOS). Oleh karena itu, dalam pembelajaran larutan penyangga perlu dikembangkan bahan ajar yang menerapkan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dan mengajarkan secara eksplisit aspek hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis. Bahan ajar ini dapat mengarahkan siswa memahami hakikat sains (NOS) melalui pernyataan langsung dan melatih siswa dalam berpikir kritis sehingga akan meningkatkan literasi sains mereka. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan prototipe bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi larutan penyangga serta mengetahui kelayakan prototipe bahan ajar yang dikembangkan. Penelitian pengembangan yang dilakukan menggunakan model 4D yang terdiri dari empat tahap yaitu, tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan diseminasi (disseminate). Namun model 4D yang digunakan dalam penelitian ini hanya terbatas sampai tahap develop. Bahan ajar yang telah dikembangkan divalidasi oleh dua orang dosen serta dua orang Guru Kimia SMA. Validasi dilakukan untuk memperoleh data berupa penilaian dan saran-saran dari validator. Hasil penelitian pengembangan terdiri dari buku siswa dan buku guru yang menggunakan pendekatan saintifik untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi larutan penyangga. Dari hasil validasi bahan ajar secara keseluruhan diperoleh nilai rata-rata sebesar 90,46% untuk buku siswa dengan kriteria sangat layak dan 90,40% untuk buku guru dengan kriteria sangat layak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar pendekatan saintifik untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi larutan penyangga telah layak untuk dilakukan uji lapangan.

A Analysis of the dialect of hucklebery finn / by Mas'ud Sulaiman

 

Pengembangan website informasi studi lanjut untuk mendukung pengambilan keputusan karir siswa MAN Malang 1 / Atik Andriana

 

ABSTRAK Andriana, Atik. 2015. Pengembangan Website Informasi Studi Lanjut untuk Mendukung Pengambilan Keputusan Karir Siswa MAN Malang 1. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. H. Widada, M.Si, (II) Hj. Muslihati, S.Ag, M.Pd Kata Kunci : website, informasi studi lanjut, pengambilan keputusan karir. Pengambilan keputusan karir siswa perlu mendapat perhatian demi pencapaian tugas-tugas perkembangan pada bidang karir. Tugas perkembangan pada tataran tindakan pada siswa SMA sederajat yaitu siswa dapat mengembangkan alternative perencanaan karir dengan mempertimbangkan kemampuan, peluang dan ragam karir. Pemilihan teknik dalam pemberian layanan bimbingan karir dirasa sangat penting untuk menunjang ketercapaiannya tujuan pelaksanaan pemberian layanan bimbingan karir. Salah satu teknik yang dimaksud adalah pemberian layanan informasi karir. Layanan informasi bertujuan untuk memberikan informasi secara lengkap tentang studi lanjut, dengan harapan agar siswa dapat merencanakan atau mengambil keputusan secara tepat dan mantap sesuai dengan potensi yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media layanan informasi studi lanjut bagi siswa MAN Malang 1 yang akan disajikan melalui website dengan memenuhi syarat dari aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan, serta menghasilkan produk lain berupa pedoman penggunaan media website bagi konselor untuk memudahkan konselor dalam penggunaan maupun memberi penjelasan kepada siswa. Strategi yang digunakan untuk mengembangkan produk penelitian merujuk pada model pengembangan Borg & Gall (1983). Tahap penyusunannya menggunakan tujuh tahapan, yaitu (1) melakukan penelitian dan pengumpulan data, (2) melakukan perencanaan, (3) mengembangkan produk awal, (4) melakukan uji coba lapangan permulaan, (5) merevisi produk utama, (6) melakukan uji lapangan utama pada kelompok kecil, (7) melakukan revisi terhadap produk. Hasil uji produk website layanan informasi studi lanjut dan pedoman penggunaan media website menunjukkan bahwa media ini memiliki tingkat ketepatan dengan skor 4.43 artinya sangat tepat, pada kriteria kegunaan mengasilkan skor 4.53 artinya sangat berguna, pada kriteria kemudahan dengan skor 4.19 artinya mudah untuk digunakan, serta pada kriteria kemenarikan dengan skor 4.11 artinya produk tersebut menarik. Hasil penelitian ini disarankan kepada 1). Konselor sebagai pelaksana dalam memberikan layanan informasi karir, hendaknya selalu memberikan layanan yang terbaru dan terpercaya untuk disampaikan kepada siswa. 2). Kepala sekolah perlu memberikan dukungan yang optimal dalam proses aplikasi website layanan informasi karir, 3). Penelitian lanjutan, penelitian ini hanya sampai pada tahap ketujuh, perlu untuk dilanjutkan mencapai tahap ke-sepuluh dari Borg & Gall (1983).

Perbedaan hasil belajar dan motivasi belajar materi reaksi redoks pada penerapan model pembelajaran learning cycle 5 fase dan learning cycle 5 fase-jigsaw bagi siswa kelas X SMAN 4 Malang / Silma Nur Asriya

 

ABSTRAK Asriya, Silma Nur.2015. PerbedaanHasilBelajardanMotivasiBelajarMateriReaksiRedokspadaPenerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5 Fasedan Learning Cycle 5 Fase-Jigsaw bagiSiswaKelas X SMAN 4 Malang,Skripsi, Jurusan Kimia, FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam,UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. EndangBudiasih, M.S. (2) Dra. DedekSukarianingsih, M.Pd.,M.Si. Kata Kunci: Learning Cycle 5Fase, Jigsaw, hasilbelajar, motivasibelajar, reaksiredoks. Strategi yang digunakandalamkegiatanpembelajaransebaiknyadapatmembuatsiswasenang, interaktifdankondusif. Salah satu model pembelajaran yang sesuaidandapatmengkonstrukspengetahuansiswaadalahmodel pembelajaranLearning Cycle 5 fase (LC 5E). Model pembelajaranLC 5E terdiridaritahap-tahappembelajaranyaituengagement, exploration, explanation, elaboration dan evaluation. Faseexploration, explanationdanelaboration, seringdiisidengankegiatandiskusikelompokdengantujuanuntukmemudahkansiswadalammengkonstrukpemahamannya. Selamainidiskusikelompok yang dilakukanpadapembelajaranLC 5Ekurangberpola, sedangkansaatinitelahbanyakberkembang model pembelajarankooperatif yang berpola. Salah satu model pembelajarankooperatif yang menekankanpertanggungjawabanindividu yang tinggiadalahmodel pembelajarankooperatiftipejigsaw.Penelitianinibertujuanuntukmengetahui: keterlaksanaanpembelajaran, perbedaanhasilbelajardanmotivasibelajarsiswa yang dibelajarkandenganmenggunakan model pembelajaranLC 5Edansiswa yang dibelajarkandengan model pembelajaranLC 5E-Jigsaw. Penelitianinimenggunakanrancanganeksperimentalsemudengandesainposttest only control group design.Populasipenelitianiniadalahsiswakelas X SMAN 4 Malang.Sampelpenelitianditentukandenganteknikcluster random sampling.Instrumenpenelitianmeliputiinstrumenpembelajaran (silabus, RPP, handoutdan LKPD)daninstrumenpengukuran (soaltes, angketdanlembarobservasi). Analisis data dilakukandengananalisisdeskriptifdanuji-t padasignifikansi α = 0,05. HasilPenelitianmenunjukkanbahwa: (1) Pembelajaran model LC5E danLC 5E-Jigsaw telahterlaksanadengansangatbaikdengan rata-rata persentaseketerlaksanaanmasing-masing 91,30% dan 93,75%. (2) Ada perbedaanhasilbelajarantarasiswa yang dibelajarkanmenggunakan model pembelajaranLC 5E-Jigsaw(rerata 2,84) dengansiswa yang dibelajarkanmenggunakan model pembelajaranLC 5E(rerata 2,54). (3) Siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran LC 5E-Jigsaw memiliki motivasi belajar lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran LC 5E. Persentase siswa yang sangat termotivasi pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC 5E-Jigsaw adalah 42 %, sedangkan pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC 5E adalah 25 %.

Perancangan media event ulang tahun TK Senaputra Malang dalam rangka promosi / Aprilia Suswandari

 

Kata kunci: perancangan, media event, TK Senaputra. TK Senaputra adalah TK yang mengutamakan pendidikan formal dengan kurikulum yang bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat anak. TK Senaputra memiliki keunggulan yang patut untuk diinformasikan kepada masyarakat diantaranya mengenai sarana dan prasarana yang menunjang untuk memenuhi kebutuhan belajar anak didik serta dapat mengembangkan minat dan bakatnya baik dalam kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Saat ini banyak didirikan sarana pendidikan taman kanak-kanak yang menawarkan fasilitas-fasilitas dengan program pendidikan yang beragam. Konsep media pembelajarannya juga tidak lagi bermain dan belajar di dalam kelas tetapi juga dengan kegiatan berupa kunjungan ke lembaga-lembaga lain yang dapat memperkaya wawasan anak didik. Semakin banyaknya lembaga pendidikan taman kanak-kanak maka semakin meningkat pula persaingannya sehingga perlu adanya media komunikasi visual sebagai media promosi yang memberikan semua informasi mengenai produk dan keunggulan dari TK Senaputra. Perancangan ini menggunakan model perancangan prosedural yang bersifat deskriptif. Dimana data yang dianalisis yaitu mencakup data klien, target audience, target market dan kompetitor dari TK Senaputra. Penelitian ini digunakan sebagai referensi dalam menentukan perancangan media komunikasi visual yang tepat sasaran. Hasil dari perancangan ini berupa media untuk event Ulang Tahun TK senaputra yaitu billboard, brosur, backdroop acara, spanduk, banner, ID Card, signboard, stage, stand pendaftaran siswa baru, kartu nama, map, formulir pendaftaran siswa baru, notebook, dan souvenir. Kesimpulan penelitian adalah perancangan media komunikasi visual sebagai media promosi TK Senaputra Malang dengan bentuk dan ciri khas warna, ilustrasi, fotografi, visualisasi yang sesuai dengan media yang digunakan. Saran yang dapat diberikan kepada lembaga yaitu perlu meningkatkan kegiatan promosi diwujudkan dengan media komunikasi visual yang lebih menarik, inovatif dan tepat sasaran agar dapat mempertahankan citra positif dari TK Senaputra sehingga perancangan media promosi ini merupakan suatu solusi yang tepat.

beberapa faktor yang berpengaruh terhadap motivasi masyarakat naik bus patas di Jawa Timur / oleh Nurul Handayani

 

Pengaruh variasi pemanasan bahan bakar melalui upper tank radiator terhadap daya dan konsumsi bahan bakar pada mesin Suzuki SJ410 / Surya Aditama

 

i ABSTRAK Aditama, Surya. 2015. Pengaruh Variasi Pemanasan Bahan Bakar Melalui Upper Tank Radiator Terhadap Daya Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Mesin Suzuki SJ410. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Paryono S.T M.T. (II) Drs. Ir. Mustaman, M.Pd. Kata Kunci : Pemanasan Bahan Bakar, Daya Mesin ,Konsumsi Bahan Bakar Pemanasan bahan bakar merupakan suatu treatment terhadap bahan bakar premium dengan memanaskan bahan bakar tersebut melalui pipa tembaga yang dipasang pada upper tank radiator, sehingga diharapkan memperoleh suatu kondisi dimana bahan bakar tersebut suhunya dapat meningkat, campuran bahan bakar yang memiliki suhu tinggi tersebut dengan udara diharapkan kesempurnaan pembakaran akan tercapai sehingga dapat meningkatkan daya mesin dan mengurangi jumlah penggunaan bahan bakar. Proses perlakuan pemanasan bahan bakar dilakukan dengan memanfaatkan fluida di radiator yang berada pada upper tank radiator yaitu dengan membuat saluran pemanas yang terbuat dari pipa tembaga melalui upper tank radiator. Kemudian bahan bakar bensin tersebut dialirkan melalui pipa tembaga tersebut Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pemanasan bahan bakar melalui upper tank radiator terhadap daya mesin dan konsumsi bahan bakar pada mesin Suzuki SJ410. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Autotronik VEDC Malang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik menggunakan metode One-Way Anova dengan bantuan SPSS 18 For Windows. Hasil penelitian yang didapat pada penelitian tersebut ialah, mesin dengan menggunakan pemanas bahan bakar dengan panjang pipa 900 mm memiliki daya 29,90 HP pada 4500 rpm, mesin dengan menggunakan pemanas bahan bakar dengan panjang pipa 450 mm memiliki daya 29,27 HP pada 4600 rpm dan mesin tanpa menggunakan pemanas bahan bakar memiliki daya 28,73 HP pada 4600 rpm. Selanjutnya, konsumsi bahan bakar mesin dengan menggunakan pemanas bahan bakar dengan panjang pipa 900 mm memiliki rata – rata catatan waktu paling lama dalam menghabiskan 50 ml bensin selama 33,27 detik, sedangkan pemanasan bahan bakar menggunakan pipa dengan panjang 450 mm rata – rata menghabiskan 50 ml bensin selama 31,90 detik dan dalam kondisi standar rata – rata menghabiskan 50 ml bensin selama 26,03 detik. Berdasarkan hasil penelitian diatas dan setelah dilakukan analisis data dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan penggunaan variasi pemanasan bahan bakar terhadap daya dan konsumsi bahan bakar pada mesin Suzuki SJ410. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan variasi diameter pipa pemanas yang lebih besar atau lebih kecil dan panjang pipa yang memiliki panjang yang lebih bervariasi. Selain itu, pada penelitia berikutnya disarankan untuk menggunakan jenis bahan bakar yang berbeda semisal menggunakan pertamax dan dikembangkan pada kendaraan berbasis EFI. ii ABSTRACT Aditama, Surya. 2015. The Influence Of Fuel Heating Variation Through The Upper Tank Radiator To Power And Fuel Consumption On Suzuki SJ410 Engine. Thesis, Department Of Mechanical Engineering, Faculty Of Engineering, State University Of Malang. Supervisor: (I) Drs. S. Paryono M.T. (II) Drs. Ir. Mustaman, M. Pd. Keywords: Fuel Heating, Engine Power, Fuel Consumption The fuel heating is a treatment of premium fuel to heat the fuel through a copper pipe that was installed on the upper radiator tanks, so the expected gain a condition in which the fuel temperatures can rise, fuel mixture that has such a high temperature air combustion with expected perfection will be achieved so that it can increase the power of the machine and reduce the amount of fuel use. The heating fuel treatment process is carried out by making use of fluid in the radiator which is at the upper tank radiator that is by making a heating duct made of copper pipe through the upper radiator tank. Then the petrol fuel was piped through the copper pipe. This research aims to know the influence of the variation of the fuel heating through the upper tank radiator to engine power and fuel consumption on Suzuki SJ410 engine. This research was carried out in the laboratory of Autotronik VEDC Malang. Data analysis technique used is the statistical analysis using the One-Way ANOVA with SPSS 18 For Windows. The research results obtained in the study is that the engine heater using the fuel pipe with a length of 900 mm has power 29.90 HP at 4500 rpm, the engine using a heating fuel pipe with a length of 450 mm has power 29,27 HP at 4600 rpm and the engine without using fuel heaters have 28,73 HP at 4600 rpm. Furthermore, fuel consumption engine using a fuel heater pipe with a length of 900 mm has a flat the longest average time records in spending 50 ml of petrol for 33.27 seconds, while fuel heating pipe with a length of 450 mm average spending 50 ml petrol for 31.90 seconds under standard conditions and the average - average spending 50 ml of petrol for 26.03 seconds. Based on the results of the above research and data analysis can be done once it is concluded that there are significant differences in the use of the heating fuel variations of power and fuel consumption on a Suzuki SJ410 engine. For further research are advised to use the heater pipe diameter variation is greater or smaller and the length of pipe which has a more varied in length. In addition, the following penelitia recommended to use different fuel types such as use pertamax and developed based on the vehicle EFI.

Pengembangan modul kesetimbangan kimia menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach) untuk siswa SMA kelas XI / Latifah Camelia Ratnaningtyas

 

ABSTRAK Ratnaningtyas, Latifah Camelia. 2015. Pengembangan Modul Kesetimbangan Kimia Menggunakan Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) Untuk Siswa SMA Kelas XI. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs.I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed, Ph.D, (2) Drs. Darsono Sigit, M.Pd. Kata kunci: Modul Pembelajaran, Pendekatan Ilmiah, Kesetimbangan Kimia. Kurikulum 2013 yang sedang disiapkan pemerintah memerlukan bahan ajar yang sesuai dengan pendekatan kurikulum tersebut yaitu pendekatan ilmiah (Scientific Approach). Bahan ajar yang tersedia saat ini di sekolah masih mengacu pada kurikulum sebelumnya yaitu KTSP. Untuk mengatasi hal tersebut, maka perlu dikembangkan suatu modul yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum 2013. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan modul kesetimbangan kimia menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach) dan mengetahui kelayakan modul yang telah dikembangkan melalui hasil validasi. Modul dikembangkan berdasarkan model 4-Dyangterdiri atas empat tahapan, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Namun pada pengembangan modul ini hanya dilakukan sampai pada tahap ketiga yaitu develop (pengembangan). Desain validasi terdiri dari validasi isi dan uji keterbacaan pada peserta didik. Validasi menggunakan angketyang dilakukan oleh validator yang terdiri dari dua dosen kimia Universitas Negeri Malang dan dua guru kimia SMA/MA. Uji keterbacaan dilakukan pada siswa sebagai pengguna modul untuk mengetahui tingkat keterbacaan modul. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif berdasarkan angket penilaian dan data kualitatif melalui komentar, saran, dan kritik dari validator. Analisis data menggunakan teknik persentase.Tingkat validasi menggunakan standar yang dikemukakan oleh Akbar (2013). Modul hasil pengembangan terdiri dari bagian pendahuluan, isi, dan penutup. Bagian isi terdiri dari tiga submateri yaitu: (1) Kesetimbangan Dinamis; (2) Tetapan Kesetimbangan (Kc dan Kp); dan (3) Pergeseran Kesetimbangan. Setiap submateri (kegiatan belajar) disajikan sesuai dengan tahapan pendekatan ilmiah. Berdasarkan hasil validasi modul ini telah memenuhi kriteria sangat layak dengan rata-rata persentase sebesar 88,1 % dan pada uji coba terbatas pada siswa didapatkan rata-rata persentase sebesar 84,9 % dengan kriteria layak.

Pengembangan bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berfikir kritis pada materi larutan elektrolit-nonelektrolit dan reaksi redoks / Eva Siska Metalia

 

ABSTRAK Metalia, Eva S. 2015. Pengembangan Bahan Ajar MenggunakanPendekatanSaintifikuntuk Mengeksplisitkan HakikatSains (NOS) dan Berpikir Kritis pada Materi Larutan Elektrolit-Nonelektrolit dan Reaksi Redoks. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang.Pembimbing : (I) Dra. Sri Rahayu, M.Ed., Ph.D, (II) Drs. Prayitno, M.Pd. Kata kunci: bahan ajar, literasi sains, pendekatansaintifik, hakikat sains, berpikir kritis, model 4D. Hasil PISA 2012 menunjukkan bahwa literasi sains siswa di Indonesia masihtergolong rendah dibandingkan negara-negara lain.Hal tersebutmerupakanpermasalahanpendidikan yang harusdiselesaikan. Salah satuupaya yang dapatdilakukanuntukmengatasimasalahtersebutadalahdenganmenekankankomponenutamaliterasisains, yaituhakikatsainsdanberpikirkritis. Fakta di lapanganmenunjukkanbahwahakikatsainsdanberpikirkritiskurangditekankansecaraeksplisitdalambahan ajar kimia. Olehkarenaitu, diperlukanbahan ajar yang secarategasmengeksplisitkanhakikatsainsdanberpikirkritis. Penelitianinibertujuanuntukmenghasilkanprototipebahanajar menggunakanpendekatansaintifikuntukmengeksplisitkanhakikatsainsdanberpikirkritispadamaterilarutanelektrolit-nonelektrolitdanreaksiredoksdanmengetahuikelayakannya. Penelitian pengembangan ini menggunakan model 4D yang sudah dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan, yang meliputitahapmembatasi (define), merancang (design), mengembangkan (develop), dan menyebarkan (disseminate).Namun, model 4D yang digunakandalampenelitianinihanyaterbatassampaitahapmengembangkan.Validasiprototipe bahan ajar dilakukan oleh duadosen dan duaguru kimia SMA. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwabukusiswasecarakeseluruhan, baikpadamaterilarutanelektrolitdannonelektrolitmaupunreaksiredokssudahmencapaikriteriasangatlayak, denganpersentase 89,7% untukbukusiswamaterilarutanelektrolitdannonelektrolitdan 90,5% untukbukusiswamaterireaksiredoks. Buku guru baikpadamaterilarutanelektrolitdannonelektrolitmaupunreaksiredoksjugamencapaikriteriasangatlayakdenganpersentase 91,8% untukbuku guru materilarutanelektrolitdannonelektrolitdan 92,1% untukbuku guru materireaksiredoks.Berdasarkanhasilvalidasitersebut, makadapatdisimpulkanbahwaprototipebahan ajar yang telahdikembangkandenganmenggunakanpendekatansaintifikuntukmengeksplisitkanhakikatsains (NOS) danberpikirkritispadamaterilarutanelektrolit-nonelektrolitdanreaksiredoksinitelahlayakuntukdilakukanujilapangan.

Korelasi antar intelegensi dengan kemampuan memahami wacana bahasa Arab mahasiswa JPBA/Arab FPBS IKIP MALANG tahun 1989/1990
oleh Saiful Adhim

 

Pengaruh strategi pembelajaran guided discovery terhadap hasil belajar dan motivasi belajar peserta didik SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM) pada pokok bahasan reaksi oksidasi-reduksi / Istiqomah

 

ABSTRAK Istiqomah. 2015. Pengaruh Strategi Pembelajaran Guided Discoveryterhadap Hasil Belajar dan Motivasi BelajarPeserta Didik SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM)pada Pokok Bahasan Reaksi Oksidasi-Reduksi. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing(I) Prof.Dra Srini M Iskandar, M.Sc.,Ph.D (II) Drs. Muhammad Su’aidy, M.Pd Kata Kunci: guided discovery, reaksi oksidasi reduksi, hasil belajar dan motivasi belajar Pelajaran kimia diperkenalkan secara umum sebagai mata pelajaran IPA terpadu di SMP dan dijadikan matapelajaran di SMA. Hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 15 September 2014 di SMA Laboratorium UM menunjukkan bahwa motivasi belajar peserta didik untuk belajar kimia kurnag termotivasi dalma belajar. Hasil observasi juga ditemukan bahwa pada saat mengikuti pelajaran kimia, peserta didik kurang fokus dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi tersebut, nampaknya perlu dilakukan upaya untuk memperbaiki proses pembelajaran kimia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru adalah menerapkan strategi pembelajaran konstruktivis yaitu strategi Guided Discovery. Melalui strategi pembelajaran ini, peserta didik dilatih agar terampil memecahkan persoalan dengan mengumpulkan data, menganalisis data dan belajar menemukan sesuatu. Dengan demikian diharapkan peserta didik memilki ingatan yang lebih tahan lama tentang materi pelajaran yang dapat menyebabkan hasil belajar kognitif peserta didik dan motivasi belajar peserta didik menjadi lebih baik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitianquasy experimental postest only design. Penelitian dilakukan di SMA Laboratorium UM mulai 19 Januari 2015 – 13 Februari 2015. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas X peminatan IPA di SMA Laboratorium UM dan sampel yang digunakan adalah peserta didik kelas X IPA 2 dan X IPA 4.Penentuan sampel dilakukan berdasarkan hasil dari undian. Instumen penelian terdiri dari 2 yaitu instrumen perlakukan yang terdiri dari (1) silabus, (2) RPP, (3) LKPD, (4) modul SMA Laboratorium UM dan instrumen untuk mengukur hasil belajar kognitif serta instrumen untuk mengukur motivasi belajar. Hasil belajar kognitif peserta didik diukur menggunakan 25 butir soal objektif pada saat tes evaluasi dan 3 kali kuis berbentuk uraian. Hasil belajar kognitif, diperoleh dari rata-rata nilai tes evaluasi dan nilai 3 kali kuis. Angket untuk mengukur motivasi belajar terdiri dai 30 pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tidak ada perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran Guided Discoverydengan peserta didik yang dibelajarkan menggunakan strategi Ekspositori; (2) Ada perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang memiliki kemampuan awal tinggi yang dibelajarkan menggunakan strategi Guided Discoverydengan peserta didik yang memiliki kemampuan awal tinggi yang dibelajarkan menggunakan strategi ekspositori ; (3) Tidak ada perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang memiliki kemampuan awal tinggi yang dibelajarkan menggunakan strategi Ekspositori dengan peserta didik yang memiliki kemampuan awal rendah yang dibelajarkan menggunakan strategi ekspositori; (4) Tidak ada perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang memiliki kemampuan awal tinggi yang dibelajarkan menggunakan strategi Ekspositoridengan peserta didik yang memiliki kemampuan awal rendah yang dibelajarkan menggunakan strategiGuided Discovery(5) Ada perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang memiliki kemampuan awal rendah yang dibelajarkan menggunakan strategi Ekspositori dengan peserta didik yang memiliki kemampuan awal tinggi yang dibelajarkan menggunakan strategi Guided Discovery; (6) Tidak ada perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang memiliki kemampuan awal rendah yang dibelajarkan menggunakan strategi Ekspositori dengan peserta didik yang memiliki kemampuan awal rendah yang dibelajarkan menggunakan strategi Guided Discovery(7) Ada perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang memiliki kemampuan awal tinggi yang dibelajarkan menggunakan strategi Guided Discoverydengan peserta didik yang memiliki kemampuan awal rendah yang dibelajarkan menggunakan strategi Guided Discovery(8) Rata-rata motivasi belajar kelas eksperimen 3,03 dan kelas kontrol 3,15 dengan kriteria sangat termotivasi. Pada kelas eksperimen ada 16 dari 30 peserta didik sangat termotivasi dan 10 dari 30 peserta didik kelas kontrol sangat termotivasi.

Studi perbandingan kemampuan membaca kritis wacana ilmiah bahasa Arab antara mahasiswa program pendidikan bahasa Arab JPBA FPBS IKIP MALANG dan mahasiswa Jurusan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang / oleh Aini Masruroh

 

Sikap belajar siswa yang berminat menggambar pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan siswa kelas IV, V, dan VI SDN Keleyan 3 Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan / Indah Suci Kartikawati

 

Kata Kunci : Sikap belajar, minat menggambar, seni budaya, SD Sikap merupakan suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan mendukung atau menolak terhadap sesuatu sehingga timbul derajat efek positif dan negatif. . Minat seseorang dapat dilihat dari kemauan dan keinginannya untuk lebih tahu dan lebih banyak belajar dan kemauan untuk lebih melibatkan diri dalam kegiatan yang berkaitan dengan sesuatu hal tersebut. Dalam bidang pendidikan minat siswa merupakan suatu masalah yang perlu diketahui, sebab minat merupakan suatu bagian penting yang ikut berpengaruh terhadap tercapainya prestasi atau cita-cita yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) mendeskripsikan siswa yang berminat menggambar pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan siswa kelas IV, V, dan VI, 2) mendeskripsikan sikap belajar siswa yang berminat menggambar pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan siswa kelas IV, V, dan VI. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dalam pengumpulan data menggunakan angket terstruktur. Sedangkan dalam teknik analisis data menggunakan teknik prosentase. Populasinya adalah siswa kelas IV, V, dan VI SDN Keleyan 3. Peneliti menggunakan penelitian populasi karena subjek penelitian kurang dari 100 maka diambil semua subjeknya. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 84 siswa yang terdiri dari kelas IV 25 siswa, kelas V 29 siswa, dan kelas VI 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan: (a) siswa yang berminat menggambar pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan pada kelas IV dengan kategori sangat tinggi (36%) dan tinggi (44 %), pada kelas V dengan kategori sangat tinggi (10,3 %) dan tinggi (31 %), pada kelas VI dengan kategori sangat tinggi (33,3 %) dan tinggi (20 %), (b) sikap belajar siswa yang berminat menggambar pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan pada kelas IV dengan prosentase (55 %) siswa memiliki tingkat sikap belajar tinggi, pada prosentase (41,7 %) siswa kelas V memiliki tingkat sikap belajar rendah, dalam prosentase (31,3 %) siswa kelas VI memiliki tingkat sikap belajar rendah. Mengingat pentingnya minat yang muncul dari diri siswa maka perlu upaya untuk mengetahui, meningkatkan, dan mengembangkan minat tersebut untuk lebih baik lagi dan membangun komunikasi yang baik antara guru dengan orang tua murid supaya ikut andil dalam menjaga dan memperhatikan sikap dan prestasi siswa sesuai dengan minat yang telah dimilikinya.Untuk itu pada penelitian selanjutnya diharapkan untuk diterapkan variabel lain atau menambah lebih banyak variabel dan indikator agar penelitian tersebut diperoleh hasil yang lebih akurat.

Pengembangan modul pembelajaran IPA untuk anak tunarungu kelas IV SDLB / Ahmad Marzuqi

 

ABSTRAK Marzuqi, Ahmad. 2015. Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Untuk Anak Tunarungu Kelas IV SDLB. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sihkabuden, M.Pd., (II) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si. Kata Kunci : Modul, IPA, tunarungu. Bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak dalam kegiatan pembelajaran mutlak diperlukan, khususnya anak tunarungu. Modul merupakan jenis bahan ajar cetak yang disusun secara lengkap, sistematis dan disertai gambar gambar yang mendukung materi serta disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik agar mempermudah mereka dalam belajar mandiri sesuai dengan kecepatan belajarnya masing masing. Hasil observasi di SDLB Negeri Bandaran III didapatkan bahwa pada pembelajaran mata pelajaran IPA, guru masih menggunakan bahan ajar buku teks sekolah reguler. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk mengembangkan bahan ajar yang berupa modul pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis Research and Development dengan mengadaptasi model dari Sugiyono yang telah dimodifikasi menjadi 8 langkah yaitu (1) identifikasi masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) produk akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa modul bergambar mata pelajaran IPA untuk anak tunarungu kelas IV SDLB Negeri Bandaran III serta menguji keefektifan penggunaannya. Hasil validasi ahli materi, media, dan praktisi mendapatkan kriteria sangat valid dengan skor 97%, 85%, dan 93%. Hasil keefektifan modul berdasarkan hasil belajar siswa mendapatkan kriteria efektif dengan skor 75%. Dari hasil validasi ketiga ahli dan hasil belajar siswa menunjukkan modul layak untuk digunakan. Disarankan kepada guru agar tetap memberikan bimbingan kepada siswa saat modul digunakan. Guru dapat mengembangkan modul pembelajaran pada materi yang lain, serta bagi peneliti lain dapat mengujikan produk lebih lanjut.

Pengaruh pembelajaran matematika realistik terhadap kemampuan operasi hitung penjumlahan pada siswa tuna grahita kelas II SDLB B/C Kepanjen / Raedix Desta Kusuma

 

ABSTRAK Kusuma, Raedix Desta. 2015. Pengaruh Pembelajaran Matematika Realistik Terhadap Kemampuan Operasi Hitung Penjumlahan Pada Siswa Tunagrahita Kelas II SDLB B/C Kepanjen. Skripsi., Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (II) Dra. Wiwik Dwi Hastuti S.Pd. M.Pd. Kata kunci: pembelajaran matematika realistik, operasi hitung penjumlahan dan anak tunagrahita. Anak tunagrahita mengalami hambatan dalam perkembangan kognitif khususnya bidang akademik pada pelajaran matematika sehingga memerlukan layanan pendidikan dan bimbingan khusus. Matematika merupakan bahasa simbolis yang mampu melakukan pencatatan serta mengomunikasikan ide-ide berkaitan dengan elemen-elemen dan hubungan-hubungan kuantitas.Dengan belajar matematika dapat mengembangkan kemampuan operasi hitung penjumlahan. Pada dasarnya dalam pembelajaran matematika sebaiknya diajarkan dalam bentuk konkret sehingga lebih dipahami oleh anak tunagrahita. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan operasi hitung penjumlahan anak tunagrahita adalah menggunakan pembelajaran matematika realistik. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan hasil belajar berhitung penjumlahan siswa sebelum diterapkan pembelajaran matematika realistik, (2) mendeskripsikan hasil belajar berhitung penjumlahan siswa sesudah diterapkan pembelajaran matematika realistik, (3) pengaruh implementasi pembelajaran matematika realistik terhadap kemampuan operasi hitung penjumlahan siswa tunagrahita di SDLB B/C Kepanjen Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian pre-eksperimental, dan one-group pretest-posttest design. Sampel penelitiannya adalah siswa tunagrahita kelas II SDLB C Kepanjen Malang yang berjumlah 10 orang. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar. Analisis data menggunakan rumus uji tanda (sign test). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata kemampuan operasi hitung penjumlahan sesudah diberikan pembelajaran matematika realistik pada siswa tunagrahita kelas II SDLB C Kepanjen dari 45,8 pada saat pretest menjadi 67,4 pada saat posttest. Peningkatan rata-rata nilai tersebut disebabkan penerapan pembelajaran matematika realistik terhadap siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikan penggunaan pembelajaran matematika realistik terhadap kemampuan operasi hitung penjumlahan siswa tunagrahita kelas II SDLB C Kepanjen Malang. Berdasarkan hal tersebut, maka disarankan kepada guru dan siswa untuk menggunakan metode pembelajaran matematika realistik dalam kegiatan operasi hitung penjumlahan untuk mengatasi kesulitan anak tunagrahita dalam proses pembelajaran matematika.

Penerapan strategi konflik kognitif dengan demonstrasi untuk meluruskan salah konsep pokok bahasan suhu dan kalor siswa kelas I SMU IKIP / oleh Kasduki

 

Pengaruh pembelajaran kooperatif terhadap kecakapan vokasional garnishing food siswa tunarungu kelas VII SMPLB Panggung Sari Trenggalek / Neny Dwi Irawati

 

ABSTRAK Irawati, Neny Dwi. 2015. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Terhadap Kecakapan Vokasional Garnishing Food Siswa Tunarungu Kelas VII SMPLB Panggung Sari Trenggalek.Skripsi.JurusanPendidikanLuarBiasa, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Abdul Huda, M.Pd. (2) Henry Praherdhioono, S.Si,M.Pd. Kata kunci : Pembelajaran Kooperatif, Kecakapan Vokasional Garnishing Food, Tunarungu. Tunarungu adalah hilangnya pendengaran atau hambatan pendengaran pada seseorang sejak dilahirkan atau sejak anak-anak yang mengakibatkan hambatan dalam berkomunikasi karena keterbatasan dalam mendengar. Keadaan tersebut membuat siswa tunarungu mengalami hambatan dalam berinteraksi dengan oranglain, sehingga mereka mengalami kesulitan ketika terjun kedunia kerja, maka diperlukan pendidikan kecakapan vokasional untuk siswa tunarungu. Salah satu kecakapan vokasional dalam dunia tata boga adalah Garnishing Food. Untuk melatih siswa tunarungu dalam berinteraksi diperlukan model pembelajaran yang tepat yaitu pembelajaran kooperatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pembelajaran kooperatif terhadap kecakapan vokasional siswa tunarungu dalam membuat garnishing food. Subjek pada penelitian ini terdiri dari 6 siswa tuarungu kelas VII SMPLB Panggung Sari Trenggalek dengan kemampuan yang berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra eksperimen dengan bentuk “one group pre test post test design”. Analisis data menggunakan non paramatric. Instrumen penelitian menggunakan tes unjuk kerja dengan teknik pengumpulan data observasi. Hasil penelitian menunjukan perubahan yang signifikan antara pre test dan post test pada kecakapan vokasional garnishing food menggunakan model pembelajaran kooperatif siswa tunarungu kelas VII SMPLB Panggung Sari Trenggalek. Dengan rumus uji tanda 5% untuk pengujian 1 sisi (1,64) dan dua sisi (1,96) menunjukan bahwa nilai Z yang diperoleh dalam hitung (2,9) lebih besar dari pada nilai Z dalam tabel atau dapat disimpulkan Zh>Z tabel. Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kecakapan vokasional garnishing food siswa tunarungu kelas VII SMPLB Paggung Sari dengan menggunakan pembelajaran kooperatif. Kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kecakapan vokasional garnishing food siswa tunarungu kelas VII SMPLB Panggung Sari Trenggalek. Saran yang diajukan adalah untuk peneliti selanjutnya mengembangkan jenis kecakapan vokasional yang lainya, agar bisa menjadi bekal siswa tunarungu dalam memasuki dunia kerja.

Analisis perbedaan tingkat kepatuhan wajib pajak dan penerimaan pajak sebelum dan sesudah penerapan Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2013 (studi pada KPP Pratama Singosari Malang) / Ayu Poernawati

 

ABSTRAK Poernawati, Ayu. 2015. Analisis Perbedaan Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak dan Penerimaan Pajak Sebelum dan Sesudah Penerapan Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2013 (Studi Pada KPP Pratama Singosari Malang).Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Bambang Sugeng, S.E, M.A, M.M, Ak, (II) Dr. H.Cipto Wardoyo, S.E, M.Pd, M.Si, Ak, C.A. Kata Kunci : Kepatuhan Pajak, Penerimaan Pajak, Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2013, KPP Pratama Singosari Malang Pajak merupakan salah satu sumber pembiayaan negara sebagaimana yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan penerimaan pajak yaitu dengan memperluas basis pajak salah satunya dari wajib pajak usaha mikro kecil menengah (UMKM). Banyaknya jumlah umkm yang ada di negara Indonesia tidak disertai dengan besarnya penerimaan pajak dari umkm, menyikapi hal tersebut sejak 1 juli 2013 pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 yang ditetapkan untuk meningkatkan kepatuhan sukarela wajib pajak kecil yang memiliki peredaran bruto tidak lebih dari 4,8 miliar/tahun. Penelitian ini menggunakan variabel kepatuhan wajib pajak yang termasuk dalam jenis kepatuhan formal yang dinilai dari jumlah SPT masa dilaporkan secara tepat waktu. Variabel kedua yaitu penerimaan pajak yang merupakan penerimaan pajak yang berasal dari wajib pajak yang tergolong dalam kriteria PP No 46 tahun 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan tingkat kepatuhan wajib pajak dan penerimaan pajak sebelum dan sesudah diterapkan PP No. 46 tahun 2013 pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Singosari Malang. Teknik pemilihan sampel yang digunakan adalah purposive samplingdengan kriteria yaitu wajib pajak yang tergolong wajib pajak umkm atau yang memiliki peredaran bruto dibawah 4,8 miliar yang konsisten membayar pajak selama masa pajak Juli 2012-Juni 2014. Berdasarkan kriteria tersebut, maka terpilih sampel sebanyak 166 wajib pajak. Hasil penelitian menyatakan bahwa variabel kepatuhan wajib pajak dan penerimaan pajak masing-masing terdapat perbedaan yang signifikan sesudah diterapkannya PP No. 46 tahun 2013. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah (1) gunakan kepatuhan material sebagai penilaian dari tingkat kepatuhan wajib pajak (2) gunakan beberapa Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sebagai tempat pengambilan data agar dapat dijadikan perbandingan (3) gunakan seluruh wajib pajak umkm yang terdaftar di KPP agar memberikan hasil penelitian yang lebih akurat.

Pengaruh kepemilikan institusional, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage terhadap corporate social responsibility pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode tahun 2008-2011 / Debyan Yolla Samberra

 

ABSTRAK Samberra, Debyan Yolla. 2014. “Pengaruh Kepemilikan Institusional, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas dan Leverage Terhadap Corporate Social Responsibility (CSR) Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2011”. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Ika Putri Larasati, S.E., Mcom (II) Dr Puji Handayati, S.E, M.M., Ak. Kata Kunci: Kepemilikan Institusional, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, Corporate Social Responsibility Corporate social responsibility adalah kegiatan sosial perusahaan terhadap kelompok-kelompok tertentu seperti karyawan, masyarakat sekitar dan lingkungan sebagai akibat kegiatan ekonomi perusahaan. Tujuan perusahaan melakukan corporate social responsibility adalah untuk mendapat legitimasi dari masyarakat, citra yang baik dimata stakehoders dan pemenuhan peraturan seperti Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas. Berdasarkan teori keagenan dan legitimasi maka kepemilikan institusional, ukuran perusahaan, profitabilitas dan leverage dapat mempengaruhi corporate social responsibility. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kepemilikan institusional, ukuran perusahaan, profitabilitas dan leverage terhadap corporate social responsibility. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang didapat dari data sekunder dari laporan keuangan yang diperoleh berdasarkan publikasi Bursa Efek Indonesia, Indonesia Capital Market Directory (ICMD) atau situs perusahaan. Pemilihan sampel ditentukan dengan metode purposive sampling dan menggunakan pool time series, sehingga diperoleh sebanyak 26 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2011. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda (multiple regression) dengan program SPSS. Hasil Penelitian berdasarkan analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel kepemilikan institusional, profitabilitas dan leverage tidak berpengaruh terhadap corporate social responsibility. Variabel ukuran perusahaan menunjukkan hasil yang berbeda, yaitu berpengaruh positif terhadap corporate social responsibility. Berdasarkan hasil penelitian, saran untuk penelitian selanjutnya adalah untuk mengukur corporate social responsibility tidak hanya menggunakan data atau laporan corporate social responsibility dari perusahaan saja tapi mengamati langsung ke perusahaan yang dijadikan sampel penelitian sehingga akurasi pengukuran variabel corporate social responsibility lebih baik.

Peningkatan kemampuan mengidentifikasi unsur cerpen yang diperdengarkan dengan metode peta-pikiran siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang tahun 2010/2011 / Riadi Suhendra

 

Kata kunci: Pembelajaran Menyimak Cerpen, Metode Peta-Pikiran Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X, terdapat Kompetensi Dasar (KD) mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita pendek. Melalui KD ini, dimaksudkan siswa menentukan dan menunjukan unsur cerita pendek. Untuk meningkatkan pembelajaran mengidentifikasi unsur cerita pendek diperlukan strategi dan metode pembelajaran yang tepat. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran mengidentifiasi unsur cerita pendek. Dengan metode peta-pikiran ini, siswa dapat memetakan pikirannya dan membuat rute yang hebat bagi ingatan siswa, juga memungkinkan siswa menyusun fakta dan pikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Secara umum penelitian ini berupaya menjawab masalah tentang proses dan hasil pembelajaran mengidentifikasi unsur cerita pendek yang diperdengarkan dengan metode peta-pikiran siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang. Sesuai dengan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan meningkatkan pembelajaran mengidentifikasi unsur cerita pendek yang dipedengarkan. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sesuai dengan rancangan itu, penelitian disusun dalam siklus yang meliputi perencanaan (penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penetapan subjek didasarkan pada hasil analisis studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti. Subjek yang akan diberi tindakan adalah seluruh siswa kelas X-1 SMA Negeri 8 Malang yang berjumlah 38 siswa. Penelitian dilasanakan pada tanggal 28 Oktober 2010 sampai dengan 6 November 2010 dalam dua siklus. Data penelitian meliputi data verbal yang berwujud tuturan lisan dan nonverbal yang berupa rekaman tindakan siswa dalam foto dan tindakan yang ditraskripkan yang ditulis kedalam pedoman observasi, pedoman wawancara dan catatan lapangan. Bertolak dari proses dan hasil tindakan kelas, dapat ditemukan bahawa penggunaan media audio dan metode peta-pikiran dapat meningkatkan pembelajaran siswa SMA Negeri 8 Malang dalam mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita pendek. Hal ini, dapat dilihat dari nilai yang diperolah siswa di atas SKM (Standar Ketuntasa Minimal) yang telah ditetapkan sekolah. Mendengarkan rekaman cerita kemudian mengidentifikasi usnur intrinsik dan ekstrinsik, dari hasilnya siswa mengalami peningkatan dan dari peroses siswa menyimak juga mengalami peningkatan terlihat dari tingkat kesungguhan, kesiapan dan konsentrasi siswa Peningkatan hasil pembelajaran siswa dalam mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita terlihat dari nilai rata-rata yang diperoleh siswa yang telah mencapai nilai Standar Ketuntasan Minimal SMA Negeri 8 malang untuk mata pelajaran Bahasa Indoesia. Pada siklus I nilai rata-rata yang diproleh 61.7. sedangkan siklus II nilai rata-rata yang diperoleh 90.45. berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada sisklus I dan siklus Ii mengalami peningkatan, presentase kenaikan sebesar 46.6%, dapat dikemukakan bahawa presentasi kenaikan dari nilai rata-rata siswa dikatakan telah melebihi Standar Ketuntasan Minimal 75 untuk pelajaran Bahasa Indonesia SMA Negeri 8 malang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode peta-pikiran dapat meningkatkan pembelajaran mengidentifikasi unsur cerita yang diperdengarkan melalui rekaman. Berdasarkan hasil pnelitian ini disarankan kepada guru untuk menggunakan metode peta-pikiran dengan lebih kreatif dan inovatif dalam upaya meningkatkan pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya mengidentikasi unsur cerita yang diperdengarkan melalui rekaman. Untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang inovatif dan ktratif. Kepada kepala sekolah SMA Negeri 8 Malang, disarankan agar memberikan dukungan kepada guru untuk mengembangkan Strategi pembelajaran yang lebih variatif dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia di sekolah. Kepada penekiti berikutnya yang melakukan penelitian sejenis, diharapkan dapat menggunakan dan mengembangkan Strategi pembelajaran dan pengguaan metode peta-pikiran sebagai dasar untuk melakukan penelitian lain dengan cara yang lebih kreatif.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |