Kajian struktural semiotik terhadap cerpen Al-'Audah Murtajilan dan Sab'u Wa'isyruna Daqiqatan dalam antologi Madinah Adz-Dzuqun al-Kabirah karya Usamah Gharib 'Abdu al-Athi / Niken Amalia

 

ABSTRAK Amalia, Niken, 2015. Kajian Struktural Semiotik terhadap Cerpen “Al-‘audah Murtajilan dan Sab’u Wa ‘Isyrûna Daqîqatan” dalam Antologi Madînah adz-Dzuqûn al-Kabîrah Karya Usâmah Gharîb Abdul Âthî, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Hanik Mahliatussikah, S. Ag., M.Hum. (2) Ibnu Samsul Huda, S.S., M.A Kata Kunci : Kajian Struktural, Kajian Semiotik, Cerpen, Al-‘audah Murtajilan, Sab’u Wa ‘Isyrûna Daqîqatan, “Madînah adz-Dzuqûn al-Kabîrah” Usâmah Gharîb ‘Abdul ‘Âthî. Sastra merupakan sistem tanda tingkat kedua yang kedudukannya di atas bahasa (sistem tanda tingkat pertama). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur instrinsik dan keterkaitan antar unsur dalam cerpen Al-‘audah Murtajilan dan Sab’u Wa ‘Isyrûna Daqîqatan dalam Antologi cerpen Madînah adz-Dzuqûn al-Kabîrah Karya Usâmah Gharîb Abdul Âthî Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan kualitatif menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan struktural semiotik. Dalam penelitian kualitatif, peneliti menjadi instrumen utama. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks cerpen yang memuat aspek struktur dan semiotik. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah dua cerpen yang berjudul "al-'Audah Murtajilan dan Sab'u wa 'isyrûna Daqîqatan" dalam kumpulan cerpen " Madinah adz-Dzuqûn al-Kabîrah” karya Usamah Gharîb Abdul ‘Athi. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka dan catat. Adapun analisis data dilakukan dengan 1). Pengolahan data . 2). Pengorganisasian data, dan 3). Penemuan hasil berkaitan. Berdasarkan hasil data yang dipaparkan, penelitian ini menghasilkan temuan yaitu (1) tema dalam cerpen, a) bermabuk-mabukan dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain, dan b) mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya tanpa mengharap banyak pujian. (2) tokoh dalam cerpen a). tokoh utama dalam cerpen AM, yaitu Chifni Afandi dan tokoh-tokoh tambahan : teman-teman kaya Chifni Afandi, Si Gendut, Si Tinggi Kurus, Penari, Pejalan kaki, Pengguna Tongkat, Para anak kecil, Wanita tua, Prajurit, Tuan Chifni Bik dan sebagian saksi b). Tokoh dalam cerpen SID, yaitu Syaukat Afandi sebagai tokoh utama dan tokoh-tokoh tambahan: menteri elektronik, direktur, teman-teman sekantor Syaukat Afandi, teman-teman Syaukat Afandi yang pemalas, penasehat gukum, dan meneri ekonomi. (3) alur/plot kedua cerpen yaitu alur maju. (4) latar/setting pada cerita meliputi latar tempat di perkotaan, latar waktu dan latar suasana. (5) sudut pandang kedua cerpen adalah author observer mnggunakan kata "dia" disebut juga sebagai metode dalang. (6) gaya bahasa yang digunakan berdasarkan tinjauan ilmu ma'ani adalah kalam khobar (kalimat berita), kalam insya' (kalimat non berita). Data semiotik dihasilkan melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik mengacu pada teori Pierce yang indeksnya mengandung hubungan sebab akibat dan simbol yang memiliki hubungan makna dengan apa yang ditandakan bersifat manasuka (arbitrer). Kajian semiotik ini menghasilkan makna a). Larangan menggunakan jalan dalam keadaan mabuk dan b) ambisius dalam pekerjaan untuk mencapai hasil yang diperlihatkan dan dihargai oleh orang lain. Penelitian ini memiliki kontribusi penting untuk dijadikan sebagai salah satu contoh kajian struktural semiotik dalam pembelajaran telaah prosa di JSA. Setelah melakukan penelitian ini, penulis menyarankan kepada mahasiswa/i JSA untuk menjadikan penelitian ini sebagai salah satu alternatif rujukan pembelajaran yang berhubungan dengan struktural dan semiotik.

Penelitian tentang cara belajar serta hambatan-hambatannya pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Rupa FPBS IKIP Malang angkatan 1990/1992 / oleh Budi Winaryo

 

Perancangan dan implementasi perangkat ajar geometri SMTA
oleh Mimiep Setyowati Madja

 

Peran serta wanita dalam mencapai keberhasilan pelaksanaan Program Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (studi di Desa Torongrejo Kecamatan Batu Kabupaten Daerah Tingkat II Malang)
oleh A. Syaichu Isnaini

 

Hubungan antara indeks prestasi (IP) mata kuliah Bidang Studi Teknologi Pendidikan dengan kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan PPL
disusun oleh Hastutiningsih

 

Pengaruh metode student teams achievement division (STAD) dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar bidang studi sistem pemindah tenaga / Yeni Ratih Pratiwi

 

Kata kunci : STAD, Motivasi Berprestasi, Sistem Pemindah Tenaga Sistem pemindah tenaga sebagai salah satu bidang studi di SMK yang menuntut siswa untuk berpikir rasional yang dibutuhkan dalam jurusan teknik kendaraan ringan dan sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Namun, belakangan ditemui hasil belajar bidang studi sistem pemindah tenaga yang tidak memenuhi SKM (Standar Ketuntasan Minimal). Tidak terpenuhinya standart ketuntasan minimal dari bidang studi ssitem pemindah tenaga ini tidak terlepas dari motivasi berprestasi yang dimiliki siswa dalam belajar, kemampuan siswa untuk menerima pelajaran dan kemampuan guru mengelola dan menggunakan metode yang tepat dalam pembelajaran. Salah satu solusi pemecahan tersebut adalah melalui metode pembelajaran yang tepat antara lain dengan pembelajaran STAD (Students Teams Achievement Division). Penelitian ini bertujuan untuk menguji (1) keefektifan dua metode pembelajaran (pembelajaran STAD dan pembelajaran konvensional), (2) ada tidaknya perbedaan motivasi berprestasi siswa yang terdiri dari motivasi berprestasi tinggi dan motivasi berprestasi rendah, (3) ada tidaknya interaksi antara penerapan metode pembelajaran (pembelajaran STAD dan pembelajaran konvensional) dengan tingkat motivasi berprestasi (tinggi dan rendah). Tujuan-tujuan tersebut diatas dicapai dengan melakukan penyusunan rancangan pembelajaran, perangkat pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, serta melakukan penelitian. Rancangan pembelajaran dikembangkan. Dengan perangkat pembelajaran berupa LKS dan tes formatifnya. Penelitian dilakukan dengan menerapkan pembelajaran STAD dan pembelajaran konvensional dengan menggunakan rancangan penelitian quasy exsperiment (eksperimen semu) faktorial 2 x 2 populasi penelitian adalah SMKN 12 Malang. Sampel penelitian ditetapkan dengan teknik acak (undi). Penetapan kelompok subjek dilakukan secara random assignment to groups (Campbell and Stanley dalam Mukhadis, 2003). Subjek penelitian adalah siswa kelas XII sebanyak 2 kelas, satu kelas dengan pembelajaran STAD dan satu kelas dengan pembelajaran konvensional Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar dan self inventory motivasi berprestasi. Tes hasil belajar terdiri dari 15 butir soal dengan indeks validitas butir bergerak dari r = 0,057 s.d 0,654 dengan indeks korelasi alpha (α = 0,706). Angket motivasi berprestasi terdiri dari 20 butir pertanyaan dengan indeks validitas butir bergerak dari r = 0,489 s.d 0,829 dengan indeks korelasi alpha (α = 0,941). Teknik analisis data dilakukan dengan analisis diskriptif dan statistik Anova faktorial 2 x 2. Uji Anova menggunakan SPSS 15 for windows. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5 % . Hasil analisis data dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: nilai signifikansi untuk metode diperoleh 0,004, nilai signifikansi untuk motivasi 0,000, dan nilai signifikansi untuk metode*motivasi 0,038. Hal ini dapat diinterpretasikan, pertama ada perbedaan hasil belajar bidang studi sistem pemindah tenaga antara kelompok siswa yang diberi perlakuan menggunakan metode pembelajaran STAD dan kelompok siswa yang diberi perlakuan menggunakan metode pembelajaran konvensional. Kedua ada perbedaan hasil belajar bidang studi sistem pemindah tenaga antara kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dengan kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Dan ketiga ada interaksi antara metode pembelajaran STAD dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar bidang studi sistem pemindah tenaga. Berdasarkan uji scheffe untuk melihat keunggulan dari tiap kelompok diperoleh hasil kelompok yang signifikan adalah kelompok P2B2 atau kelompok yang diberi perlakuan menggunakan metode pembelajaran STAD dan memiliki motivasi berprestasi tinggi. Dari deskripsi umum hasil penelitan, pengujian hipotesis, dan pembahasan, didapat kesimpulan penelitian sebagai berikut. Pertama, keunggulan metode pembelajaran STAD terhadap metode pembelajaran konvensional dalam hasil belajar bidang studi sistem pemindah tenaga ditentukan oleh kondisi motivasi berprestasi siswa. Hasil belajar dalam kelompok STAD lebih unggul daripada kelompok konvensional hanya pada motivasi berprestasi tinggi. Pada motivasi berprestasi rendah metode pembelajaran STAD terhadap metode pembelajaran konvensional hasil belajar siswa tidak lebih unggul. Kedua, keunggulan motivasi berprestasi tinggi terhadap motivasi berprestasi rendah dalam hasil belajar bidang studi sistem pemindah tenaga ditentukan oleh jenis metode pembelajaran. Hasil belajar dalam kelompok siswa yang bermotivasi tinggi lebih unggul daripada yang bermotivasi rendah hanya pada jenis metode pembelajaran STAD, pada metode pembelajaran konvensional motivasi berprestasi tinggi tidak lebih unggul daripada motivasi berprestasi rendah.

Dasar-dasar pertimbangan guru bidang studi Pendidikan Jasmani dalam memberi nilai pelajaran Pendidikan Jasmani siswa SMP se Kotamadya Pasuruan pada tahun ajaran 1992/1993
oleh Heri Sri Wahyudi

 

Penerapan pendekatan pakem untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas VI SDN Watukosek Gempol Pasuruan / Danang Fatkhur Rohman

 

Kata kunci: Pendekatan PAKEM, Pembelajaran IPA, Hasil Belajar. Pendekatan PAKEM merupakan salah satu pendekatan yang memberikan suasana belajar aktif berpengalaman kepada peserta didik sehingga materi yang dipelajari dapat dipahami peserta didik, serta dapat meningkatkan hasil belajar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Bedasarkan fakta dilapangan bahwa hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam peserta didik masih belum mencapai Standard Ketuntasan Belajar Mengajar (SKBM) dengan materi pokok Konduktor dan Isolator Panas. Hal ini dibuktika oleh guru kelas dengan menunjukkan dokumen nilai hasil ulangan harian (ke-3) tentang materi konduktor dan isolator panas menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik kelas VI adalah 68.14. Tujuan penelitian ini adalah, (1) Untuk mendiskripsikan penerapan pendekatan PAKEM pada pembelajaran IPA di kelas VI SDN Watukosek Gempol Pasuruan tentang materi konduktor dan isolator panas. (2) Untuk mendiskripsikan aktivitas peserta didik kelas VI SDN Watukosek Gempol Pasuruan dalam pembelajaran IPA tentang materi konduktor dan islator panas dengan menggunakan pendekatan PAKEM. (3) Untuk mendiskripsikan penerapan pendekatan PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik Kelas VI SDN Watukosek Gempol Pasuruan dalam pembelajaran IPA tentang materi konduktor dan isolator panas. Jenis dan pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan bersifat kolaborasi partisipatorik. Sedangkan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VI SDN Watukosek yang berjumlah 28 peserta didik. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, tes, wawancara dan dokumentasi. Analisis data adalah teknik deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan dua pertemuan pada setiap siklusnya, yang melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa penerapan pembelajaran pendekatan PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar serta aktivitas belajar peserta didik. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan hasil belajar peserta didik dengan rata-rata pre tes 53.92, siklus I pertemuan 1 dengan nilai rata-rata 61.25, dan siklus I pertemuan 2 dengan nilai rata-rata 66.03 sedangkan ketuntasan belajar menurut SKBM di SDN Watukosek 70, hasil belajar peserta didik pada siklus 1 pertemuan 1 dan siklus I pertemuan 2 dinyatakan belum tuntas, akan dilakukan perbaikkan pada siklus II. Pada siklus II pertemuan 1 perolehan hasil belajar peserta didik dengan nilai rata-rata 69.46 dan siklus II pertemuan 2 dengan nilai rata-rata 78.21, keberhasilan klasikal peserta didik telah mencapai 78.5% atau 22 dari 28 peserta didik telah mencapai SKBM yang telah ditentukan di SDN Watukosek Gempol Pasuruan yakni 70. peningkatan ini juga disertai dengan peningkatan aktivitas peserta didik dengan rata-rata siklus I pertemuan 1 = 54.8 dan siklus I pertemuan 2 = 63.6 sedangkan siklus II pertemuan 1 = 67.1 dan siklus II pertemuan 2 = 76.9. Dari penjelasan tersebut dapat dikumukakan bahwa pendekatan pembelajaran PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik serta mengoptimalkan aktivitas peserta didik dalam mengikuti pembelajaran IPA. Berdasarkan hasil penelitian dan temuan-temuan yang diperoleh maka disarankan: a) selama proses pembelajaran dengan pendekatan PAKEM berlangsung, guru lebih banyak memberikan motivasi dan perhatian kepada peserta didik. b) bagi kepala sekolah hendaknya hasil penelitian ini dapat dijadikan untuk rujukan untuk menyediakan sumber belajar dan sarana prasarana yang menunjang penggunaan pendekatan pembelajaran inovatif khususnya pendekatan PAKEM.

Eksistensi dan prospek aliran kepercayaan di Indonesia
oleh Agus Widodo

 

Hubungan latar belakang pendidikan dan disiplin karyawan dengan prestasi kerja karyawan Koperasi Unit Desa (KUD) se Kodya Malang
oleh Ni Made Selati

 

Hubungan antara pola asuh orang tua dengan ketrampilan interpersonal siswa kelas II SMP Negeri Sidayu Gresik
oleh Sholahuddin

 

Alienasi pada unsur penokohan dalam kumpulan cerpen Orang-orang Terasing karya Panusuk Eneste
suatu tinjauan eksistensialisme
oleh Primma Russanti

 

Pengaruh relationship marketing terhadap loyalitas konsumen sepeda motor Yamaha (studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Liza Amalia Rezka

 

Kata kunci: Relationship marketing, loyalitas konsumen Relationship Marketing akan berlangsung dengan baik jika para pelanggan mempunyai kebutuhan yang bersifat jangka panjang atau dengan kata lain Relationship Marketing ini akan sangat efektif pada pelanggan yang tepat, yaitu pelanggan yang sangat terikat pada sistem tertentu dan mengharapkan pelayanan yang konsisten dan tepat waktu. Konsep Relationship Marketing juga berusaha membangun hubungan dan perhatian yang lebih terhadap pelanggan di dalam mempertahankan pelanggannya, karena mereka sadar bahwa biaya yang dikeluarkan untuk menarik pelanggan baru di perkirakan 5 kali lebih besar dibandingkan dengan mempertahankan pelanggan lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) ada tidaknya pengaruh relationship marketing (keuntungan bersama atau mutual benefit, komitmen atau commitment, kebenaran atau authenticity, komunikasi atau communication) secara parsial terhadap loyalitas pelanggan pengguna sepeda motor yamaha pada mahasiswa Fakultas Ekonomi UM, 2) ada tidaknya pengaruh secara simultan relationship marketing terhadap terhadap loyalitas pelanggan pengguna sepeda motor yamaha pada mahasiswa Fakultas Ekonomi UM. Desain penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Desain deskriptif untuk mendeskripsikan variabel realationship marketing dan loyalitas konsumen. Sedangkan metode korelasional untuk mengetahui ada tidanya pengaruh realationship marketing terhadap loyalitas konsumen. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi UM yang menggunakan sepeda motor Yamaha. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Jumlah sampel sebanyak 66 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket relationship marketing dan angket loyalitas konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel relationship marketing (keuntungan bersama, kebenaran, komitmen dan komunikasi) secara parsial terhadap loyalitas konsumen sepeda motor Yamaha, 2) terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel relationship marketing (keuntungan bersama, kebenaran, komitmen dan komunikasi) secara simultan terhadap loyalitas konsumen sepeda motor Yamaha, 3) komunikasi PT Yamaha terhadap konsumen sepeda motor Yamaha merupakan variabel dominan dalam membentuk loyalitas konsumen. Berdasarkan kesimpulan di atas, maka diajukan saran-saran yaitu :1) kepada PT Yamaha Motor Kencana Indonesia agar memanfaatkan prinsip relational marketing dengan jalan menjalin komunikasi secara lisan maupun tulisan untuk mengetahui kebutuhan, ataupun ketidakpuasan konsumen, sehingga bisa menyediakan kebutuhan dan menghindarkan ketidakpuasan konsumen, dan 2) kepada para peneliti selanjutnya yang tertarik untuk mendalami tema relational marketing agar melakukan peneltian sejenis untuk jenis-jenis produk yang lain, misalnya pengaruh Relational Marketing terhadap loyalitas konsumen produk makanan, minuman dan jasa

Studi tentang pelaksanaan penilaian performansi mengajar guru SMA Kotamadya Malang oleh kepala sekolah
oleh Matias Sinaga

 

Pemanfaatan media ritatoon untuk meningkatkan hasil belajar SBK bidang seni rupa kelas IV MU Hubbul Wathon Kec. Pandaan Kab. Pasuruan / Novia Irmawati

 

Kata Kunci : Ritatoon, Hasil Belajar, Seni rupa Berdasarkan observasi saat pembelajaran seni rupa materi menggambar di kelas IV MI Hubbul Wathon, ditemukan fakta bahwa materi menggambar kurang dilaksanakan. Untuk pembelajaran menggambar diberikan waktu akhir ujian semester. Saat pembelajaran guru menggunakan metode ceramah dan tanpa menggunakan media. Guru hanya menggunakan buku paket kesenian sebagai sumber belajar. Evaluasi akhir dihasilkan skor rata-rata kelas sebesar 65, yaitu dari 23 siswa hanya 10 siswa yang mencapai nilai di atas SKBM (Standar Ketuntasan Belajar Minimal) 70,00 dan 13 siswa lainnya tidak mencapai SKBM yang ditetapkan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan proses pembelajaran seni rupa materi menggambar ilustrasi dengan memanfaatkan media ritatoon di kelas IV MI Hubbul Wathon; (2) Mendeskripsikan aktivitas pembelajaran seni rupa materi menggambar ilustrasi dengan memanfaatkan media ritatoon di kelas IV MI Hubbul Wathon; (3) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar seni rupa materi menggambar ilustrasi dengan memanfaatkan media ritatoon di kelas IV MI Hubbul Wathon. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV di MI Hubbul Wathon sebanyak 23 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa penggunaan media ritatoon pada pembelajaran seni rupa di kelas IV MI Hubbul Wathon, sudah dapat dikatakan berhasil dengan adanya peningkatan proses pembelajaran pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Penggunaan media ritatoon juga telah meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal itu ditunjukkan dengan adanya peningkatkan aktivitas siswa yang terjadi pada saat pembelajaran. Taraf peningkatan aktivitas siswa pada siklus 1 yaitu sebesar 64,37 dan pada siklus 2 sebesar 73,11. Untuk hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari refleksi awal dengan pencapaian rata-rata kelas sebesar 65,00; pada siklus I meningkat menjadi 67,50; dan pada siklus 2 meningkat lagi menjadi 68,94. Peningkatan hasil belajar siswa tidak hanya terfokus pada aspek ketrampilan kognitif tapi juga pada aspek keterampilan afektif dan keterampilan psikomotorik. Kesimpulannya adalah penggunaan media ritatoon pada pembelajaran seni rupa materi menggambar ilustrasi di kelas IV MI Hubbul Wathon sudah dapat meningkatkan proses pembelajaran, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa. Saran ditujukan bagi guru untuk menggunakan media ritatoon dalam pembelajaran seni rupa agar proses pembelajaran, aktivitas dan hasil belajar siswa dapat meningkat; bagi kepala sekolah dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai pengayaan pengembangan profesi guru dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi siswa putri memilih program A2 dibanding program A1 pada SMA Negeri di Kodya Malang
oleh Aminulah Patriadi

 

Pengaruh konsep diri terhadap penyesuaian sosial pada remaja tuna daksa di Panti Sosial Bina Daksa Suryatama Bangil Pasuruan / oleh Noor Fadhillah Hidayah

 

Efektifitas pelaksanaan kerja mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin dalam mengacu pada petunjuk teknis praktikum matakuliah kerja praktik FPTK IKIP Malang
oleh Suharto

 

Penerapan pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran matematika untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XI RPL 2 SMK Negeri 9 Malang / Neni Hanifa Lutfiana

 

Kata Kunci: contexstual teaching learning, aktivitas belajar siswa Berdasarkan observasi awal dan wawancara informal yang dilakukan pada tanggal 11 Oktober 2010 dengan guru Matematika kelas XI RPL 2 SMK Negeri 9 Malang diketahui bahwa sebagian besar proses pembelajaran masih didominasi guru dan siswa masih pasif. Dari 34 siswa hanya 4 siswa saja yang bertanya, sedangkan siswa yang lain hanya mendengarkan saja bahkan ada beberapa siswa yang berbicara dengan teman sebangkunya dan tidak mendengarkan penjelasan guru dan pertanyaan temannya. Saat presentasi kelas, sebanyak 12 siswa tidak mendengarkan teman yang presentasi, kebanyakan berbicara dengan teman sebangkunya dan ada yang melamun sendiri, bahkan ada yang mengerjakan tugas mata pelajaran lain. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa yaitu dengan menggunakan pembelajaran kontekstual (Contexstual Teaching Learning). Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 9 Malang, dengan subjek siswa kelas XI RPL 2 yang berjumlah 34 siswa. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data aktivitas belajar siswa menggunakan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan langkah-langkah pembelajaran kontekstual (CTL) pada kelas XI RPL 2 SMKN 9 Malang. Pada penelitian ini, aktivitas belajar siswa meningkat dari siklus I yang hanya mencapai 67,64% atau 23 siswa yang aktif menjadi 76,47% atau 26 siswa aktif pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kontekstual (Contexstual Teaching Learning) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XI RPL 2 SMKN 9 Malang.

Perencanaan motor empat langkah empat silinder sebagai penggerak mobil
oleh Marta Ery Iskandar

 

Pengaruh penggunaan komputer sebagai alat bantu pengajaran aljabar di kelas satu SMA Negeri Batu Malang
oleh Agus Sulistiyono

 

Figures of speech in the jingles of children's snack commercial on television / Nita Mardiani

 

Key words : jingle, snack, stylistics, figure of speech Designing a jingle for children’s commercial is one challenging activity that advertisers must do. Since children’s perceptions are not yet well-developed, it makes advertisers have to work extra hard to create effective commercials by using jingles. Snack commercial is one commercial which has a certain market and viewers who are children. In order to create a good jingle, the advertisers need to use certain style that would make the jingle catchy, easy to understand and repeat (Kirkpatrick, 1964). This research deals with the figures of speech in the jingles of children’s snack commercials on television. The objectives of the study are to find the kinds of figures of speech in the jingles of children’s snack commercials on television and to identify the meaning of each figure of speech that is used in the jingles of children’s snack commercials on television. As stylistics is the product of abstractions, the researcher used the stylistics theories by Widdowson (1975), and Shaw (1972), which explain on the figures of speech and the categorization of kinds of figures of speech. According to the related theories, this study used the review of advertising procedure by Kleppner (1966) for the principles of jingles in the commercials. The research design of this study was descriptive-qualitative. The data were fifteen jingles of children’s snack commercials on television. The commercials were taken in January-October 2010 randomly which were broadcast in INDOSIAR, RCTI, TRANS7, TRANS TV and GLOBAL TV. The researcher found that the kinds of figures of speech existing in the jingles of children’s snack commercials were: personification, synecdoche, hyperbole, and parallelism and figures of sound were: assonance, repetition, and alliteration. The frequencies of each kind of figures of speech and figures of sound were various. The first rank is repetition. The number was 13 out of 41 jingles (31,7%). The second rank is assonance. It appeared 11 times out of 41 jingles (26,8%). The third rank was hyperbole which appeared 7 out of 41 jingles (17.0%). From the result it can be inferred that repetition is mostly used in the jingles of children’s snack commercials on television. Finally it is suggested the advertisers in generating the jingles of children’s snack commercials should be more effective, persuasive, interesting, convincing and educating. It is also suggested that educational practitioners can apply the use of figures of speech from a real context that is a jingle as material for teaching. By giving material from the real context, the educational practitioners are to be able to help their students understand the materials more easily. For the other researchers, they are suggested that they use the results of this study as their reference.

Pengaruh pengembangan produk terhadap volume penjualan tegel pada perusahaan tegel PT Lantai Indah Malang tahun 1987 - 1991
oleh Romelan

 

Fungsi kepadatan dan distribusi profitabilitas pada laju kematian dan percepatan mortalitas di asuransi jiwa / Anita Hermaningtyas

 

Peningkatan kemampuan menulis teks pidato siswa kelas X di MAN Malang I melalui media artikel / Nanik Yuniarti

 

Kata kunci: menulis, teks pidato, media artikel. Salah satu ragam keterampilan menulis yang diajarkan di SMA/MA adalah menulis teks pidato. Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006, pembelajaran menulis teks pidato menjadi salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa SMA/MA secara maksimal. Oleh karena itu peran guru dan siswa sangat besar selama proses pembelajaran menulis teks pidato. Guru dituntut dapat menggunakan strategi dan media pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan menulis teks pidato. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pada studi pendahuluan di MAN Malang I, diketahui bahwa strategi dan media yang digunakan dalam menulis teks pidato masih konvensional. Kondisi seperti ini menyebabkan kegiatan belajar siswa tidak aktif dan hasil belajar siswa belum maksimal. Selain itu, siswa juga mengalami kendala dalam menulis teks pidato. Kendala yang dialami siswa dalam menulis teks pidato adalah (1) kurangnya konsentrasi siswa dalam mendengarkan penjelasan dari guru, (2) siswa kesulitan menulis pidato sesuai dengan unsur-unsur teks pidato yaitu pembuka, isi, dan penutup, (3) menulis teks pidato dengan memperhatikan ejaan yang benar. Hambatan ini muncul karena media yang digunakan dalam pembelajaran kurang menarik sehingga mengakibatkan suasana pembelajaran yang membosankan dan kurang menarik konsentrasi siswa sehingga hasil yang dicapai dalam pembelajaran kurang maksimal. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dicarikan sebuah strategi dan media pembelajaran yang menarik dan inovatif untuk mengatasi masalah tersebut. Peneliti dan guru mata pelajaran sepakat untuk menggunakan media artikel sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan menulis teks pidato. Pemilihan artikel sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis teks pidato ini disebabkan oleh mudahnya untuk mendapatkan artikel. Siswa dapat memperoleh artikel melalui media massa, misalnya, koran atau majalah dan saat ini siswa juga bisa memperoleh artikel melalui internet. Selain itu, dalam artikel permasalahan di kupas dan dibahas secara tuntas dengan alasan yang logis dan gagasan yang cemerlang. Dengan itu, diharapkan dapat membantu siswa dalam menulis teks pidato. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis teks pidato pada 4 aspek yaitu (1) aspek pembuka, (2) aspek isi, (3) aspek penutup, dan (4) aspek ejaan. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif karena penelitian ini berusaha menggambarkan fakta, objek, dan data-data sebagaimana adanya. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK), pemilihan rancangan ini sesuai dengan karakteristik PTK, yaitu permasalahan yang diangkat untuk dipecahkan bermula dari permasalahan pembelajaran sehari-hari. Penelitian ini meliputi empat langkah pokok yaitu (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi/pengamatan, dan (4) refleksi hasil tindakan. Penelitian ini berlokasi di MAN Malang I yang terletak di jalan Baiduri Bulan 40 kota Malang. Penelitian ini lebih dikhususkan pada kelas XE. Kelas X di MAN Malang I terdiri atas 7 kelas, yaitu kelas XA--XG. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan 22 siswa kelas XE MAN Malang I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan siswa menulis teks pidato dilakukan dengan menggunakan media artikel. Peningkatan kemampuan menulis pembuka dilakukan dengan proses membaca, mencermati, dan menganalisis contoh teks pidato dengan memperhatikan unsur-unsur teks pidato , membaca artikel baru untuk memantapkan pemahaman siswa terhadap pemanfaatan artikel sebagai media, mendata dan menentukan topik dan tujuan pidato, kemudian menulis kerangka teks pidato berdasarkan inspirasi dari artikel yang telah dibaca dan mengembangkan kerangka yang telah dibuat menjadi pembuka pidato yang baik. Peningkatan kemampuan menulis isi pidato dilakukan dengan proses mengembangkan kerangka isi teks pidato yang telah dibuat dengan memperhatikan topik dan tujuan pidato. Mengembangkan latar belakang, butir-butir pembahasan, dan klimaks pidato. Peningkatan kemampuan menulis penutup dilakukan dengan proses menjelaskan cara menulis penutup yaitu dengan memberikan kesimpulan dan salam penutup pada akhir pidato dengan memperhatikan isi dan pembuka pidato. Peningkatan aspek ejaan dilakukan dengan cara menjelaskan ejaan yang benar, penggunaan tanda baca, penulisan kata, dan penulisan huruf kapital sebelum kegiatan tes dimulai. Peningkatan kemampuan menulis teks pidato juga ditunjukkan dengan bertambahnya persentase kemampuan menulis teks pidato dari studi pendahuluan ke tahap siklus I dan siklus II. Pada studi pendahuluan, persentase jumlah siswa yang mencapai nilai sesuai dengan SKM adalah 6 (27,27%) siswa. Itu berarti sebanyak 16 (72,72%) siswa memperoleh skor dibawah SKM. Pada tahap siklus I, persentase jumlah siswa yang mencapai skor sesuai SKM sebanyak 20 (90,90%) siswa. Siswa yang belum mencapai nilai sesuai SKM hanya 2 (9,09%) siswa. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks pidato siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahap siklus II, persentase jumlah siswa yang mencapai nilai sesuai SKM sebanyak 22 (100%) siswa. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang memperoleh nilai di bawah SKM dan kemampuan siswa menulis pidato sudah baik. Oleh karena itu, disarankan kepada guru untuk menggunakan media artikel dalam pembelajaran menulis teks pidato. Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan media artikel dalam pembelajaran menulis teks pidato pada jenjang yang berbeda misalnya SMP atau menggunakan media artikel untuk kompetensi menulis yang lain. Dengan demikian, hasil penelitian selanjutnya dapat memperkaya pengetahuan mengenai upaya meningkatkan kemampuan menulis siswa.

Perbedaan nilai prestasi belajar pendidikan jasmani antara siswa yang ikut ekstra kurikuler olahraga dengan siswa yang tidak ikut ekstra kurikuler olahraga di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Kotamadya Malang kelas II dan III semester genap tahun a

 

Pengaruh solvabilitas dan laba/rugi perusahaan terhadap audit report lag pada perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia selama periode 2009-2013 / Fransiska Marselina Dwi Saputro

 

ABSTRAK Saputro, Fransiska Marselina Dwi. 2015. Pengaruh Solvabilitas dan Laba/Rugi terhadap Audit Report Lag pada Perusahaan Manufaktur yang Terdapat Pada Bursa Efek Indonesia selama Periode 2009-2013. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M. Ak.,CA, (II) Dr. Sri Pujiningsih, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: audit report lag, solvabilitas, laba/rugi Dalam proses audit pada laporan keuangan, para auditor diberi batas waktu untuk menghasilkan laporan keuangan yang sudah diaudit. Informasi yang ada dalam laporan keuangan harus disampaikan secara tepat waktu. Proses audit yang lama mengakibatkan laporan keuangan audit yang diterbitkan akan semakin lama, dan hal ini berdampak pada informasi yang disajikan tidak relevan. Audit report lag adalah lamanya jangka waktu penerbitan laporan keuangan yang telah diaudit sejak tahun tutup buku sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan audit. Lamanya waktu penyelesaian audit ini dapat mempengaruhi ketepatan waktu informasi yang dipublikasikan sehingga berdampak pada reaksi pasar terhadap informasi dari laporan keuangan tersebut dan mempengaruhi ketidakpastian keputusan oleh pemakai laporan keuangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh solvabilitas dan laba/rugi terhadap audit report lag. Pemilihan sampel ditentukan dengan menggunakan purposive sampling method. Berdasarkan pemilihan sampel diperoleh sebanyak 30 perusahaan. Penelitian ini dilakukan selama 5 tahun yaitu periode 2009-2013, maka jumlah keseluruhan sampel adalah 150 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hanya 1 variabel yang berpengaruh terhadap audit report lag yaitu variabel solvabilitas yang memiliki tingkat signifikansi 0,000. Sedangkan variabel laba/rugi tidak berpengaruh terhadap audit report lag. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan agar auditor lebih meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam melakukan auditor dan dapat lebih berhati-hati dalam mengaudit faktor-faktor yang memiliki pengaruh dominan terhadap audit report lag.

Korelasi antara disiplin kerja karyawan dan tingkat produktivitas di PT Wijaya Karya Bojolali
oleh Lita Herwanti

 

Absurditas penokohan novel Lho karya Putu Wijaya
sebuah sajian dengan pendekatan eksistensialisme
disusun oleh Rato

 

Hubungan antara proses belajar mengajar dalam mata pelajaran praktikum kejuruan dengan prestasi belajar siswa Jurusan Mesin STM Karya Dharma Trenggalek
oleh Maryam Endang Setyawati

 

Perbedaan ketahanan kayu meranti terhadap jamur pelapuk antara yang diawetkan dengan proses pelaburan dan perendaman menggunakan larutan cengkeh / Vidya Yulianingtyas

 

ABSTRAK Yulianingtyas, Vidya. 2015. Perbedaan Ketahanan Kayu Meranti Terhadap Jamur Pelapuk Antara Yang Diawetkan Dengan Proses Pelaburan Dan Perendaman Menggunakan Larutan Cengkeh. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Wasito, Dip. Ed., M.Pd, (II) Drs. Heru Muryanto. Kata Kunci: ketahanan kayu, pelaburan, perendaman, jamur pelapuk, larutan cengkeh Kayu merupakan bahan dari alam. Kayu dapat mengalami kerusakan disebabkan oleh berbagai macam faktor. Faktor perusak kayu adalah jamur, serangga, dan binatang laut. Serangan oleh serangga sering terlihat, tetapi kerusakan yang disebabkan oleh jamur lebih besar. Cengkeh merupakan bahan pengawet alami kayu terhadap serangan jamur. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui ketahanan kayu meranti yang diawetkan dengan proses pelaburan dan proses perendaman, serta persentase ideal larutan cengkeh pada proses pengawetan dengan pelaburan dan perendaman. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Data penelitian ini berupa hasil luas permukaan kayu meranti yang terserang jamur. Analisis data penelitian ini menggunakan statistik t-test. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diperoleh lima kesimpulan. Pertama, terdapat perbedaan yang signifikan antara kayu meranti yang diawetkan dengan cara pelaburan dan perendaman menggunakan larutan cengkeh dengan konsentrasi 10% terhadap luas permukaan kayu meranti yang terserang jamur. Kedua, tidak ada perbedaan yang signifikan antara kayu meranti yang diawetkan dengan cara pelaburan dan perendaman menggunakan larutan cengkeh dengan konsentrasi 20%, 30%, 40% dan 50% terhadap luas permukaan kayu meranti yang terserang jamur. Ketiga, larutan cengkeh dapat digunakan sebagai bahan pengawet tradisional untuk menghambat pertumbuhan jamur pelapuk. Dilihat dari luas permukaan kayu meranti terserang jamur pelapuk 34,35 cm2 (0%) dapat menurun menjadi 28,53 cm2 (10%), 4,89 cm2 (20%), 3,46 cm2 (30%), 4,52 cm2 (40%) dan 2,67 cm2 (50%) cara pelaburan, sedangkan untuk perendaman turun menjadi 12,45 cm2 (10%), 5,87 cm2 (20%), 8,79 cm2 (30%), 15,35 cm2 (40%) dan 8,33 cm2 (50%). Keempat, Konsentrasi larutan cengkeh yang ideal untuk bahan pengawet pada proses pelaburan adalah konsentrasi 50%, sedangkan pada proses perendaman pada konsentrasi 20%.

Studi tentang hubungan kapasitas aerobik maksimal (VO2 Max) dengan prestasi lari 5000 meter mahasiswa putra Program Pendidikan Olahraga dan Kesehatan FIP IKIP Malang angkatan tahun 1992/1993
oleh Sunarko

 

Peningkatan keaktifan dan hasil belajar dalam mata pelajaran instalasi penerangan listrik menggunakan model pembelajaran (Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas XI Prodi Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik SMK Negeri 1 Bangil Kabupaten Pasuruan / Muhammad

 

Penerapan pembelajaran berbasis multiple intelligences untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi relasi dan fungsi kelas VIII MTs Muhammadiyah 2 Gandusari / Yuniek Fauzanin Mahmudah

 

Kata kunci: multiple intelligences, relasi dan fungsi, prestasi belajar. Berdasarkan data prestasi belajar matematika siswa MTsM 2 Gandusari, kelas VIII-C semester I tahun ajaran 2010/2011 pada materi relasi dan fungsi ternyata prestasi belajar siswa tergolong masih rendah. Sesuai data yang diperoleh dari nilai ulangan harian pada materi ini, masih banyak siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan. Terdapat 83,33% siswa yang belum tuntas. Dengan kata lain, secara klasikal ketuntasannya hanya 16,67% dengan rata-rata kelas 51,83. Dari hasil wawancara dengan guru matematika di kelas ini dapat diketahui bahwa prestasi siswa di bidang non akademik sebenarnya termasuk membanggakan. Menurut teori multiple intelligences, kesulitan siswa dalam memahami suatu konsep dapat diatasi jika proses pembelajaran dilakukan dengan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan tetap memperhatikan berbagai aspek kecerdasan yang dimiliki siswa. Penerapan multiple intelligences ini diharapkan mampu mengatasi kesulitan siswa dalam memahami materi relasi dan fungsi. Tipe kecerdasan yang dipilih dalam penelitian ini adalah kecerdasan verbal-matematis, kecerdasan visual-matematis, dan kecerdasan interpersonal¬matematis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain pembelajaran berbasis multiple intelligences yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi relasi dan fungsi di kelas VIII. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan di MTsM 2 Gandusari Trenggalek dan subjek penelitiannya adalah siswa kelas VII-C tahun ajaran 2010/2011. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2010 dan berlangsung dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu (1) tahap perencanaan, (2) tahap tindakan, (3) tahap observasi, dan (4) tahap refleksi. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah pembelajaran berbasis multiple intelligences yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi relasi dan fungsi di kelas VIII meliputi tiga aspek. Pertama, aspek verbal-matematis, siswa menyusun cerita narasi yang memuat data, siswa menyusun laporan kelompok dengan dibimbing dan diberi penjelasan mengenai hal-hal terkait keruntutan, sistematika penulisan, dan kerapian, siswa mempresentasikan laporan kelompok di depan kelas dengan terlebih dahulu diberikan modeling serta tata cara presentasi yang baik, siswa mengajukan/ menanggapi pertanyaan pada kegiatan presentasi, siswa membuat kesimpulan tentang pengertian relasi dan fungsi. Kedua, aspek visual-matematis, siswa menyatakan data ke dalam bentuk diagram panah, diagram Cartesius, dan himpunan pasangan berurutan pada media kertas karton dan hasilnya dipasang di depan kelas. Ketiga, aspek interpersonal-matematis, siswa pertanyaan-pertanyaan pada lembar diskusi kelompok, siswa bekerjasama dalam penyusunan laporan kelompok, dan siswa memberikan penilaian aktivitas kelompok. Peningkatan prestasi belajar pada siklus I yakni sebesar 38%, sedangkan pada siklus II sebesar 60%. Pada siklus I ketuntasan belajar siswa yakni 55,56% dengan rata-rata kelas 65,07, sedangkan pada siklus II ketuntasan belajar belajar siswa sebesar 77,76% dengan rata-rata kelas 70,90.

Analisa kesalahan gramatikal bahasa Indonesia tulis siswa kelas VI SDN Percobaan Kotamadya Malang
oleh Suwandi

 

Pengembangan media pembelajaran computer assisted instruction tipe tutorial berbasis problem solving pada materi sistem koordinasi untuk meningkatkan hasil belajar dan berpikir kritis siswa / Ikhda Ria Andini

 

i ABSTRAK Andini, Ikhda Ria. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Computer Assisted Instruction Tipe Tutorial Berbasis Problem Solving pada Materi Sistem Koordinasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Berpikir Kritis Siswa. Skripsi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd, (II) Dr. H. Abdul Gofur, M.Si. Kata Kunci: Media pembelajaran computer assisted instruction tipe tutorial, problem solving, sistem koordinasi, hasil belajar, berpikir kritis. Pembelajaran melalui media komputer dapat menyajikan visualisasi materi, latihan soal, dan informasi materi. Permasalahan di SMAN 1 Lamongan yaitu pembelajaran masih menggunakan metode ceramah, sikap siswa yang tidak siap belajar, dan kesulitan siswa belajar biologi materi sistem koordinasi. Sehingga dengan dikembangkan media pembelajaran menggunakan Computer Assisted Instruction (CAI) Tipe Tutorial Berbasis Problem Solving, materi tersebut bisa disampaikan secara interaktif dan menyenangkan dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) menghasilkan produk pengembangan CAI tipe tutorial yang berbasis Problem Solving pada materi sistem koordinasi, (2) mengetahui peningkatkan hasil belajar, dan kemampuan berpikir kritis siswa setelah dilakukan pembelajaran menggunakan media pembelajaran CAI tipe tutorial berbasis problem solving pada materi sistem koordinasi. Penelitian ini menggunakan model pengembangan four D yang dikemukakan oleh Thiagarajan, dkk (1974) yang meliputi langkah-langkah define, design, develop, dan disseminate. Tahap define meliputi analisis awal akhir, analisis pebelajar, analisis konsep dan tujuan instruksional khusus. Tahap design meliputi pemilihan media, pemilihan format dan desain awal. Tahap develop meliputi penilaian ahli dan uji kelompok kecil. Tahap disseminate dimodifikasi menjadi quasi eksperimen. Data yang didapatkan berupa data kuantitatif dan kulitatif deskriptif. Data kuantitatif berasal dari uji validasi produk dari ahli materi dan media, uji kelompok kecil dan hasil quasi eksperimen untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan berpikir kritis siswa. Data kualitatif deskriptif diperoleh dari kritik dan saran dari validator dan respondens uji kelompok kecil. Media pembelajaran yang dihasilkan sangat valid. Hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan sebagai berikut: (1) hasil validasi materi diperoleh prosentase 96,42 %, sehingga media dikategorikan sangat valid, (2) hasil validasi media diperoleh persentase 100 % sehingga media dikategorikan sangat valid, (3) hasil uji produk kelompok kecil diperoleh prosentase 86,24% dikategorikan sangat valid, (4) hasil quasi eksperimen pengaruh media Computer Assisted Instruction tipe tutorial berbasis problem solving yaitu berpengaruh terbukti dengan peningkatan hasil belajar sebanyak 51,6 persen dan tidak ada perbedaan kemampuan berfikir kritis kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen.

Peningkatan kecepatan efektif membaca siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 3 Malang dengan strategi P3K / Indra Mardiyana

 

Kata kunci: kecepatan efektif membaca, penghambat kecepatan membaca, Strategi P3K. Salah satu kompetensi membaca yang diukur adalah kecepatannya. Kecepatan membaca harus dibarengi pemahaman isi bacaan. Kecepatan tertentu yang diperoleh dari kegiatan membaca yang disesuaikan dengan pemahaman isi bacaan ini disebut kecepatan efektif membaca. Strategi P3K diduga dapat meningkatkan kecepatan efektif membaca. Strategi ini merupakan rangkaian latihan memperluas jangkauan mata, mempercepat gerak mata, mempersempit bidang baca, dan mengurangi regresi. Strategi ini digunakan pada kelas XI IPS 2 SMA Negeri 3 Malang, karena kecepatan dan pemahaman bacaannya rendah. Tujuannya agar hasil dan proses kecepatan efektif membaca siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 3 Malang dengan Strategi P3K meningkat. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian ini terdiri atas persiapan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, analisis dan refleksi. Persiapan tindakan berupa penyusunan RPP berdasarkan kompetensi dasar tentang membaca cepat yaitu KD 11.1 menemukan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kpm. Pelaksanaan tindakan terdiri atas dua siklus. Siklus 1 dilaksanakan tanggal 18 Mei 2010 dan siklus 2 dilaksanakan tanggal 25 Mei 2010. Untuk memudahkan merekam data dari tahap ini maka digunakan lembar pengamatan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 3 Malang yang berjumlah 27 siswa. Instrumen yang digunakan berupa instrumen tes dan nontes. Teknik pengumpulan data terdiri dari teknik tes dan nontes. Data teknik tes diperoleh dari hasil tes membaca. Data nontes penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik diskriptif kuantitatif dan teknik diskriptif kualitatif. Hasil penelitian terdiri atas hasil studi pendahuluan, Siklus 1, dan Siklus2. Hasil studi pendahuluan yaitu rata-rata kecepatan efektif membaca siswa satu kelas adalah 79,68% atau termasuk dalam kriteria hasil kurang, tidak ada siswa yang memperoleh kriteria hasi sangat baik (>300 kpm), baik (251–300kpm), maupun cukup (201 –250 kpm). Seluruh siswa (100%) hasil kecepatan efektif membacanya adalah kurang (≤ 200 kpm). Kecepatan efektif membaca pada Siklus 1 yang menunjukkan hasil sangat baik (> 300 kpm) berjumlah 2 siswa (8%), yang menunjukkan hasil baik (251–300 kpm) berjumlah 9 siswa (36%), yang menunjukkan hasil cukup (201–250 kpm) berjumlah 8 siswa (32%), dan yang menunjukkan hasil kurang (≤ 200 kpm) berjumlah 6 siswa (24%). Rata-rata kecepatan efektif membaca siswa satu kelas adalah 249,9 kpm. Temuan di siklus 1 yaitu: (1) siswa masih melakukan kebiasaan penghambat kecepatan membaca, khususnya menggerakkan bibir, 2) siswa menggunakan alat bantu untuk mencari jawaban, 3) siswa tampak jenuh dengan teks pada latihan. Hasil tersebut belum memenuhi tujuan penelitian sehingga dilakukan Siklus 2. Hasil kecepatan efektif membaca Siklus 2 yang menunjukkan hasil sangat baik (300 kpm ) berjumlah 9 siswa (36%), yang menunjukkan hasil baik (251–300 kpm) berjumlah 10 siswa (40%), yang menunjukkan hasil cukup (201–250 kpm) berjumlah 6 siswa (24%), dan tidak ada siswa yang menunjukkan hasil kurang (≤ 200 kpm). Rata-rata kecepatan efektif membaca Siklus 2 adalah 326,2 kpm. Selain itu, kebiasaan penghambat kecepatan membaca yang dilakukan siswa berkurang tiap siklusnya. Hasil penelitian Siklus 2 sudah memenuhi tujuan penelitian sehingga tidak perlu dilaksanakan siklus selanjutnya. Kesimpulan dari penelitian ini yang pertama, terjadi peningkatan kecepatan efektif membaca. Hasil studi pendahuluan menunjukkan rata-rata kecepatan membaca 132 kpm, meningkat di Siklus 1 menjadi 358,2 kpm, dan di siklus 2 meningkat menjadi 428,6 kpm. Persentase peningkatan kecepatan membaca dari studi pendahuluan ke Siklus 1 adalah 63%, dan persentase peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 16,4%. Pemahaman bacaan pada studi pendahuluan adalah 59,48%, meningkat di siklus 1 sebesar menjadi 69,2%, dan di siklus 2 meningkat menjadi 74%. Persentase peningkatan pemahaman dari studi pendahuluan ke siklus 1 adalah 14% dan peningkatan pemahaman dari siklus 1 ke siklus 2 adalah 6,5%. Kecepatan efektif membaca pada studi pendahuluan adalah 79,68 kpm meningkat di siklus 1 menjadi 249,9 kpm dan meningkat di siklus 2 menjadi 326,2 kpm. Persentase peningkatan kecepatan efektif membaca dari studi pendahuluan ke Siklus 1 sebesar 68% dan peningkatan dari Siklus 1 ke siklus 2 sebesar 23,4%. Kesimpulan kedua, terjadi peningkatan proses kecepatan membaca dan pemahaman bacaan siswa kelas XI IPS Negeri 3 Malang dengan Strategi P3K. Peningkatan mencakup strategi pembelajaran, penampilan guru, dan keadaan siswa. Pada studi pendahuluan diketahui bahwa keaktifan siswa dalam pembelajaran kurang, dan guru kurang menggunakan strategi untuk meningkatkan keepatan efektif membaca. Pada Siklus 1 terjadi peningkatan proses berupa digunakannya strategi dan media, guru kurang menguasai kelas dan menejemen waktu kurang, serta keaktifan siswa meningkat, tapi masih melakukan penghambat kecepatan membaca. Pada Siklus 2 terjadi peningkatan berupa modifikasi latihan memudahkan siswa, menejemen waktu oleh guru baik, dan penggunaan alat bantu mampu mengurangi kebiasaan penghambat kecepatan membaca siswa. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu Strategi P3K diharapkan diujicobakan di jenjang lain. Ragam latihan bisa dimodifikasi asal sesuai dengan konsep strategi P3K. Teks yang digunakan untuk latihan lebih bervariasi sesuai tingkat pemahaman siswa. Jika terjadi kesulitan dalam menerapkan Strategi P3K, maka latihan-lathannya dapat dimodifikasi sesuai teori membaca cepat. Dalam menghitung detik saat membaca, bisa menggunakan deret angka dengan interval tertentu, sebagai pengganti stopwatch.

Hubungan antara training dengan produktivitas kerja karyawan pada PT. Asuransi Jiwa Central Asia Raya Cabang Bandung
oleh Yuli Widhi Astutik

 

Pengaruh posisi likuiditas perusahaan, kebutuhan dana untuk membayar hutang, tingkat pertumbuhan perusahaan dan pengawasan perusahaan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index periode 2009-2013 / Iis Ristianingsih

 

ABSTRAK Ristianingsih, Iis. 2015. Pengaruh Posisi Likuiditas Perusahaan, Kebutuhan Dana untuk Membayar Hutang, Tingkat Pertumbuhan Perusahaan dan Pengawasan Perusahaan terhadap Kebijakan Dividen pada Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index Periode 2009-2013. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Bambang Sugeng, S.E., M.A., M.M., Ak. (2) Dr. H. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: Posisi likuiditas perusahaan, kebutuhan dana untuk membayar hutang, tingkat pertumbuhan perusahaan, pengawasan perusahaan, kebijakan dividen. Kebijakan dividen merupakan suatu kebijakan dalam memutuskan berapa bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen dan yang ditanamkan kembali pada perusahaan sebagai laba ditahan untuk reinvestasi. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penetapan kebijakan dividen kepada para pemegang saham. Berdasarkan pendapat Riyanto (2001) bahwa kebijakan dividen itu dipengaruhi oleh posisi likuiditas perusahaan, kebutuhan dana untuk membayar hutang, tingkat pertumbuhan perusahaan dan pengawasan perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen tersebut, yaitu posisi likuiditas perusahaan, kebutuhan dana untuk membayar hutang, tingkat pertumbuhan perusahaan dan pengawasan perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang baru masuk dan atau menetap dalam indeks JII pada periode 2009 lalu bersifat konsisten atau secara berturut-turut terdaftar sebagai anggota indeks JII hingga periode 2013 dan membagikan dividen secara konsisten selama periode penelitian 2009-2013. Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 12 perusahaan. Data diperoleh dari Laporan Keuangan Tahunan (Annual Report) Indonesian Capital Market Directory (ICMD) periode 2009-2013 melalui Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dan uji hipotesis menggunakan uji t untuk menguji koefisien regresi parsial pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi likuiditas perusahaan, kebutuhan dana untuk membayar hutang dan tingkat pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen, sedangkan pengawasan perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap kebijakan dividen. Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan obyek penelitian selain indeks JII yang dimaksudkan untuk menguji konsistensi atas hasil penelitian ini.

Korelasi antara penguasaan tata bahasa Indonesia dan kemampuan menulis B1 siswa kelas II SMA Negeri 2 Madiun 1992/1993
oleh Erni Wulan

 

Studi pengembangan variasi bolu kemojo jas Pekanbaru dengan buah sebagai penambah rasa dan aroma / Endang Sri Hastuti

 

Kata kunci : Pengembangan, Bolu Kemojo, buah Bolu Kemojo adalah kue khas Pekanbaru yang terbuat dari terigu, santan, telur, margarin, pewarna dari daun pandan dan daun suji, garam dan vanili. Bolu Kemojo memiliki bentuk menyerupai bunga kemboja dan rasa yang manis dan legit. Tujuan penelitian ini adalah menemukan apakah dengan penambahan buah pada Bolu Kemojo khas Pekanbaru akan meningkatkan aroma dan rasa, komposisi buah dan jenis buah dalam Bolu Kemojo khas Pekanbaru yang disukai masyarakat sebagai penambah rasa dan aroma. Pengujian terhadap aroma, rasa dan kesukaan dengan menggunakan format penilaian terhadap subjek uji coba, kemudian hasil uji coba dianalisis menggunakan persentase dan dijabarkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan aroma dan rasa pada Bolu Kemojo. Penilaian aroma buah tertinggi adalah produk B sangat beraroma sebesar 53,3%, penilaian rasa buah tertinggi adalah produk D berasa buah sebesar 63,3%, penilaian terhadap kesukaan tertinggi adalah produk A sebesar 56,7% responden menyatakan suka. Komposisi buah yang banyak untuk tambahan bahan pada Bolu Kemojo tidak menjadi jaminan disukai oleh konsumen. Oleh karena itu pemilihan jenis buah yang akan digunakan sangat penting. Diantara dua jenis buah yang digunakan pada penelitian, buah nangka adalah yang paling disukai sebagai penambah rasa dan aroma. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan buah pada Bolu Kemojo khas Pekanbaru meningkatkan aroma dan rasa produk variasi B dan produk variasi D. Komposisi buah dalam Bolu Kemojo yang disukai masyarakat adalah dengan penambahan buah nangka 5% dan penambahan buah pisang 20%. Jenis buah yang paling disukai masyarakat pada Bolu Kemojo khas Pekanbaru sebagai penambah rasa dan aroma adalah buah nangka. Maka dapat disarankan penambahan buah pada variasi Bolu Kemojo harus memperhatikan tingkat kematangan buah, jenis buah, teknik pemotongan buah dan pemerataan taburan buah pada adonan. Pemerintah Kota Pekanbaru dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk menambah variasi produk Bolu Kemojo. Masyarakat wirausaha (pengusaha) dapat menjadikan Bolu Kemojo khas Pekanbaru sebagai prospek usaha makanan di kota Malang pada khususnya. Peneliti selanjutnya yang juga tertarik untuk melakukan pengembangan produk Bolu Kemojo khas Pekanbaru dapat menambahkan kajian untuk mengembangkan bauran pemasaran.

Pengukuran kinerja menggunakan balanced scorecard bagi manajemen (studi kasus pada McDonald's Kayutangan Malang) / Evana Widayanti

 

ABSTRAK Widayanti, Evana. 2013. Pengukuran Kinerja Menggunakan Balanced Scorecard bagi Manajemen McDonald’s Kayutangan Malang . Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Program Studi S1 Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1: Bapak Dr. Cipto Wardoyo, SE, M.Pd, M.Si, Ak. Pembimbing 2 : Ibu Dr. Dyah Aju Wardhani, SE, M.Si, Ak. Penguji Utama : Bapak Dr. Dodik Juliardi, SE, M.M., Ak. Kata Kunci: Balanced Scorecard, Pengukuran Kinerja.     Penelitian ini mengenai “Pengukuran Kinerja Menggunakan Balanced Scorecard bagi Manajemen “( Studi Kasus pada McDonald’s Kayutangan Malang)”. Dengan adanya Balanced Scorecard sebagai pengukuran kinerja dalam perusahaan McDonald’s Kayutangan Malang dapat membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Hal ini sesuai dengan tujuan Balanced Scorecard adalah sebagai tolak ukur yang tidak hanya menilai dari aspek keuangan tetapi juga dari aspek non keuangan, melalui empat perspektif yaitu: keuangan, pelanggan, internal bisnis, dan pembelajaran dan pertumbuhan.          Pengumpulan data dilakukan melalui metode kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif yaitu dengan adanya data penyebaran kuesioner pada pelanggan dan karyawan, kuantitatif yaitu dengan menggunakan rasio-rasio dari empat perspektif Balanced Scorecard.          Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja dari perspektif keuangan dapat diukur dengan baik dan sempurna karena peningkatan penjualan tiap tahun. Kinerja dari perspektif pelanggan secara umum sudah sesuai dengan yang diharapkan, hal ini dapat dilihat dari kepuasan pelanggan yang mengisi kartu saran yang merasa puas ketika berada di McD. Pada perspektif proses bisnis internal diperoleh gambaran bahwa McD dalam memproduksi baranganya secara efesiensi dan efektif. Pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dapat dilakukan dengan baik karena dari hasil Crew opinion survey terdapat adanya kepuasan dari karyawan. Dari empat perspektif dapat dinilai bahwa ukuran kinerja manajemen McD Kayutangan Malang sudah cukup baik.

Hubungan tinggi badan, tinggi raihan dengan prestasi smash penuh bulutangkis pada mahasiswa putera peserta matakuliah Bulutangkis off. A semester genap tahun akademik 1991/1992 POK FIP IKIP Malang
oleh Bahrun Imron

 

Pengembangan modul kontrol diri dalam berpacaran bagi siswa SMP / Tri Mei Kusumawati

 

ABSTRAK Kusumawati, Tri Mei. 2015. Pengembangan Modul Kontrol Diri dalam Berpacaran bagi Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, FIP Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd, (2) Dr. Hj. Muslihati, S.Ag. M.Pd. Kata Kunci: pengembangan modul, kontrol diri, berpacaran. Permasalahan saat ini banyak dijumpai remaja tingkat SMP yang berpacaran. Sebagian besar mereka berpacaran di luar batas pacaran seusia mereka. Berdasarkan informasi yang dilakukan peneliti, siswa mengatakan kalau pacaran tidak hanya dengan bergandengan tangan akan tetapi berciuman dan berganti-ganti pasangan. Lemahnya kontrol diri dalam masa remaja sangat perlu diperhatikan. Maka remaja ini perlu memiliki kontrol diri yang baik agar perilaku berpacaran yang mereka lakukan tidak melanggar batasan yang ada. Penyampaian informasi kontrol diri dapat dioptimalkan dengan menggunakan media. Media tersebut adalah modul, sehingga siswa akan lebih tertarik untuk membacanya. Dan tidak lupa isi modul akan diberikan gambar, warna yang menarik perhatian supaya siswa lebih interaktif dalam membaca dan mempelajarinya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul kontrol diri dalam berpacaran bagi siswa SMP dengan harapan konselor dapat memberikan layanan informasi kepada siswa untuk bisa meningkatkan kontrol diri dalam perilaku berpacarannya yang memenuhi kriteria keberterimaan. Empat kriteria keberterimaan yaitu kriteria ketepatan, kegunaan, kemenarikan, dan kemudahan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari sepuluh langkah. Pada penelitian tersebut sampai di langkah keenam yaitu melakukan uji lapangan utama. Subjek penelitian terdiri dari ahli bimbingan dan konseling, ahli media, dan calon pengguna produk (konselor dan siswa) SMP 7 Malang. Instrumen pengumpulan data adalah skala penilaian. Modul kontrol diri dalam berpacaran bagi siswa SMP adalah bahan bimbingan berbasis cetakan yang disusun dalam bentuk satuan tertentu. Modul berisi materi, penugasan, rangkuman, dan evaluasi yang didesain guna memperlancarkan pelaksanaan layanan yang diberikan serta dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk agar siswa dapat belajar secara mandiri. Isi modul terdiri dari kumpulan materi yang menjelaskan tentang kontrol diri dalam berpacaran bagi siswa SMP. Berdasarkan hasil analisis data penilaian ahli dan calon pengguna serta revisi-revisi yang dilakukan sesuai dengan saran dan masukan terhadap produk ini dapat disimpulkan bahwa modul kontrol diri dalam berpacaran bagi siswa SMP sudah memenuhi kriteria keberterimaan. Saran bagi konselor dalam menggunakan modul kontrol diri hendaknya digunakan untuk semua kelas. Siswa diharapkan dapat mempelajari materi secara mandiri sehingga siswa dapat meningkatkan kontrol diri dalam berpacaran. Peneliti selanjutnya hendaknya melakukan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan modul kontrol diri dalam berpacaran bagi siswa SMP.

Peradilan tata usaha negara sebagai upaya memperoleh keadilan hukum bagi warga negara
oleh Eko Volasoohy

 

Analisa perbandingan Fourier dan Vogel dengan uji keoptimuman indeks matriks pada masalah transportasi kendala campuran / Solichah Isti Ainiyah

 

ABSTRAK Ainiyah, SolichahIsti.2015. Analisis Perbandingan Fourier dan Vogel dengan Uji Keoptimuman Indeks Matriks pada Masalah Transportasi Kendala Campuran. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I :Dra. Susy Kuspambudi A.,M.Kom. Kata kunci: Masalah Transportasi, Kendala Campuran, Metode Fourier Masalahtransportasimerupakan salahsatumasalahkhusus dalamRisetOperasi.Masalahtransportasi dengan kendala campuranadalah suatu masalah untuk mengangkut barang produksi dari berbagai sumber ke berbagai tujuan dengan biaya angkut seminimal mungkin dengan kendala persediaan dan permintaan berbentuk persamaan dan pertidaksamaan. Untuk menyelesaikan masalah transportasi dengan kendala campuran terdapat dua tahap yang dilakukan yaitu tahap solusi awal dan tahap optimum. Untuk tahap solusi awal metodevogelmerupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebutdengan syarat semua kendala- kendala dari persediaan dan permintaan harus diubah ke dalam persamaan sehingga dapat diselesaikan. Oleh karena itu disini akan diberikan metode alternatif untuk menyelesaikan masalah transportasi dengan kendala campuran di mana kendala – kendalanya tidak perlu diubah ke dalam bentuk persamaan tetapidiubahmenjadipertidaksamaankurangdariatausamadenganyaitu metode Fourier. Cara kerja metodeFourierdimulai dengan memilih variabel dari kendala yang berbentuk persamaan dan mengubah dengan cara mengurangi variabel yang tidak dipilih pada kedua ruas. Selanjutnya ubah kendala campuran menjadi bentuk pertidaksamaan kurang dari atau sama dengan. Selanjutnya mereduksi kembali fungsi tujuan dan fungsi kendala sesuai dengan teorema pada metode Fourier. Selanjutnya diperoleh fungsi tujuan yang bersesuaian dengan masalah transportasi kendala campuran, lakukan eliminasi menggunakan tabel yang disebut dengan tabel eliminasi Fourier. Jika semua variabel sudah dieliminasi kecuali variabel dari fungsi tujuan, ditentukan batas atas terkecil dari semua nilai maksimum yang mungkin dari variabel fungsi tujuan. Selanjutnya nilai batas atas terkecil tersebut adalah solusi awal dari masalah transportasi kendala campuran. Untuk menentukan alokasi pada setiap pendistribusian digunakan metode subtitusi pada kendala dan aturan pengalokasian sel pada masalah transportasi kendala campuran. Untuk menyelesaikan masalah kendala campuran baik menggunakan metode Fourier maupun Vogel diperoleh solusi awal yang sama akan tetapi untuk metode Fourierdapat dilakukan tanpa alokasi tabel awal dan mengubah ke dalam bentuk pertidaksamaan urang dari atau sama dengan, sedangkan Vogel harus mengisi alokasi tablo awal dan semua kendala diubah ke dalam bentuk persamaan. Selanjutnya pada uji optimum menggunakan metode indeks matriks variabel dual apabila tidak terdapat index negatif maka solusi optimal.

Kemampuan memahami bahasa dan kemampuan memahami isi wacana tulis bahasa Indonesia siswa kelas III SMP 7 Blitar tahun ajaran 1992/1993 serta hubungan antara keduanya
oleh Heni Andik Listiawan

 

Dampak pengembangan desa wisata Kresek terhadap pembangunan ekonomi masyarakat Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun / Dian Bayu Permana

 

ABSTRAK Bayu, Dian P.2015.Dampak Pengembangan Desa Wisata Kresek Terhadap Pembangunan Ekonomi Masyarakat Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun.Skripsi, Ekonomi PembangunanFakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Mit Witjaksono, M.Ed. (2) Drs. H. Achamad Ali Wafa, M.Pd Kata Kunci : Dampak, Pengembangan Desa Wisata, Ekonomi Masyarakat Pada dasarnya sektor pariwisata berkaitan dengan sektor ekonomi karena tujuan pengembangkan wisata juga meningkatkan kemakmuran masyarakat sekitar daearah wisata. Dengan adanya Pengembangan Desa Wisata di Desa tidak hanya untuk memberikan kesan kepada wisatawan tetapi disini yang dimaksud kemakmuran meliputi peningkatan pertumbuhan ekonomi jadi masyarakat ikut terlibat dalam kegiatan wisata Kresek dan diharapkan akan meningkatkan kemakmuran masyarakat desa Kresek dan juga akan memberikan dampak terhdap masyarakat baik dampak positif maupun negatif yang akan dirasakan masyarakat. Pera Pemerintah di sini sebagai perencana, pelaksana, dan evaluasi. Pemerintah juga tidak bekerja sendiri mereke bekerja sama dengan instansi yang terkait dan juga masyarakat desa Kresek untuk Pengembangan desa Wisata ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pengembangan desa wisata kresek terhadap ekonomi masyarakat di desa kresek kecamatan wungu. Dengan adanya pengembangkan desa wisata ini diharapkan masyarakat sekitar dapat meningkatkan kehidupannya dari segi ekonomi, pendidikan, dan lain – lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi langsung ke obyek penelitian. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dengan adanya pengembangan desa wisata ini memberikan dampak langsung yag dirasakan masyarakat desa kresek sendiri dan juga memberikan dampak tidak langsung juga. Dampak langsung yang di rasakan masyarakat desa kresek sendiri pertama adanya peningkatan SDM(Sumber Daya Manusia) dengan adanya penyuluhan/sosialisasi dan juga ketrampilan, kedua banyak lapangan pekerjaan baru bermunculan di desa kresek mulia dari jadi kuli bangunan, kemudian juru pakir, dan lain – lain, kedua adanya percepatan pembangunan di desa kresek baik dari segi sarana dan prasarana sepert pembangunan jalan, peleberan jalan, pembangunan MCK dan lain – lain. Kemudian dampak tidak langsung dengan adanya pengembangan kawasan desa wisata ini pertama yaitu pemerintah akan mendapatkan pajak retribusi lebih baik lagi sebelum adanya pengembangan desa wisata, kedua dengan adanya pengembangan desa wisata ini merangsang tumbuhnya usaha–usaha baru di desa kresek seperti rumah makan, toko/kios, outlet sovenir, serta usaha–usaha lain. Karena itu peran pemrintah di sini sangat penting sekali dari segi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan bekerja sama dengan instansi – instani terkait dan juga pihak swasta untuk terus mengembangan kawasan ini.

Perbedaan hubungan antara bentuk dan penyusunan tata ruang kantor dengan efisiensi kerja pegawai di Kantor Taman Kanak-kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang / Ndetta Wingkasa

 

Kata kunci: tata ruang kantor, efisiensi kerja Kedudukan dan peranan kantor berkembang dengan pesat dan sangat menentukan keberhasilan suatu organisasi dalam rangka mencapai tujuan. Dalam kehidupan organisasi yang berorientasi pada masa depan, dalam arti bahwa penyelenggaraan kegiatan perkantoran memerlukan pimpinan dan staf yang mengerti akan tugasnya dan bersemangat mencurahkan perhatiannya secara sungguh-sungguh, dan berusaha untuk dapat mengolah informasi, sehingga dapat menjadi sesuatu yang berdaya guna. Berkenaan dengan penataan ruang kantor yang ideal untuk menghindari main coba-coba yang berkali-kali dan keraguan, maka sebuah perencanaan tata ruang kantor yang baik sangat diperlukan, rencana tata ruang itu hendaknya diuji menyeluruh oleh arus kerja normal, arus manusia dan dokumen sebelum ditetapkan dengan pasti. Penataan tata ruang kantor tersebut meliputi bentuk tata ruang kantor dan penyusunan tata ruang kantor, sehingga pengaturan susunan tempat kerja yang baik akan menentukan arus kerja kantor dan berdampak pada efesiensi kerja. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimanakah kondisi tata ruang kantor di Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang?, (2) bagaimanakah tingkat efisiensi kerja pegawai di Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang?, (3) apakah terdapat hubungan antara kondisi tata ruang kantor (bentuk tata ruang kantor dan penyusunan tata ruang kantor) secara parsial dengan efisiensi kerja pegawai di Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang?, (4) apakah terdapat hubungan secara simultan antara kondisi tata ruang kantor dengan efisiensi kerja pegawai di Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang?. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Untuk variabel bebasnya yakni Tata Ruang Kantor (X) yang terdiri dari variabel Bentuk Tata Ruang Kantor (X1), Penyusunan Tata Ruang Kantor (X2). Sedangkan variabel terikatnya adalah Efisiensi Kerja Pegawai (Y). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 26 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Sampel Total (Total Sampling), yaitu jumlah populasi keseluruhan dijadikan sampel penelitian. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif dan regresi berganda. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Secara deskriptif tata ruang kantor (X) yang terdiri dari bentuk tata ruang (X1) dan penyusunan tata ruang kantor (X2) di Kantor Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang berada pada klasifikasi sangat baik; (2) Secara deskriptif tingkat efisiensi kerja pegawai (Y) di Kantor Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas negeri Malang berada pada klasifikasi sangat baik; (3) Secara parsial masing-masing subvariabel tata ruang kantor memiliki pengaruh yang berbeda terhadap efisiensi kerja pegawai. Subvariabel bentuk tata ruang kantor (X1) secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efisiensi kerja pegawai (Y), sedangkan subvariabel penyusunan tata ruang kantor (X2) secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap efisiensi kerja pegawai (Y); (4) Tata ruang kantor (X) secara simultan (bersama-sama) berpengaruh secara signifikan terhadap efisiensi kerja pegawai (Y). Berdasarkan kesimpulan penelitian ini, peneliti mengajukan saran: (1) bagi Kepala Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang untuk mempertahankan atau meningkatkan kualitas penataan tata ruang kantor yang telah dimiliki sehingga dapat memotivasi pegawai dalam meningkatkan kinerja atau prestasi di Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang. Sedangkan bentuk tata ruang kantor yang telah ada hendaknya perlu diperhatikan lagi pemilihannya, karena pemilihan bentuk tata ruang kantor rancangan terbuka kurang bisa memaksimalkan tingkat efisiensi kerja pegawai di kantor Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang. Bentuk tata ruang kantor yang dapat dijadikan pertimbangan ketika rekonstruksi ulang tata ruang kantor adalah bentuk kantor bersel, karena jenis kantor ini dapat memberikan ruangan yang terpisah sesuai dengan kebutuhannya; (2) bagi Kepala Bagian Tata Usaha Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang agar hasil penelitian ini digunakan untuk bahan tambahan referensi dalam melaksankaan rekonstruksi ulang tata ruang kantor pada waktu yang akan datang dalam rangka meningkatkan efisiensi kerja pegawai (3) bagi Jurusan Administrasi Pendidikan diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan referensi dan sumber pengkajian lebih lanjut mengenai manajemen perkantoran.

Studi kasus kesulitan siswa STM Sinar Bhakti Trenggalek dalam belajar mata pelajaran Praktek Kerja Bangku
oleh Ichwanu

 

Perbedaab prestasi belajar dalam mata pelajaran pemrograman dasar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dan model pembelajaran berbasis proyek pada siswa kelas X TKJ di SMK Negeri 4 Malang / Cahya Wahyuning Ilahi

 

Peningkatan kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan strategi webbing siswa kelas X SMA Muhammadiyah 2 Kertosono / Puji Astuti R.E.

 

Kata kunci: peningkatan kemampuan, pembelajaran, menulis cerpen, strategi webbing Menulis cerpen merupakan salah satu kompetensi dasar menulis sastra yang wajib dikuasai oleh siswa di kelas X. Tujuannya agar siswa mampu mengekspresikan pikiran, ide, gagasan, pengalaman, dan imajinasinya melalui menulis cerpen. Kenyataannya, ditemukan permasalahan dalam pembelajaran menulis cerpen di kelas X SMA Muhammadiyah 2 Kertosono. Beberapa permasalahan tersebut adalah, siswa sulit menemukan ide yang kreatif dan segar, sulit mengaplikasikan unsur-unsur pembangun cerpen, sulit menggunakan pilihan kata, dan mengaplikasikan pengalaman pribadi siswa ke dalam cerpen. Dalam proses pembelajaran, guru tidak memberikan materi yang cukup tentang menulis cerpen dan belum membimbing siswa selama proses menulis. Akibatnya, siswa mengalami kesulitan ketika menulis cerpen dan isi ceritanya kurang hidup. Untuk mengatasi masalah tersebut, dirancang penelitian tindakan kelas dengan menggunakan strategi webbing. Dipilihnya strategi webbing karena: pertama, strategi webbing didasari pada teori yang memudahkan dan menyenangkan anak untuk mengembangkan pengetahuan dan pengalaman yang ada di pikirannya dalam bentuk visualisasi gambar dan tulisan; dan kedua, webbing merupakan alat untuk membantu siswa berpikir secara sistematis dan terorganisasi dengan baik karena ide-ide di otak yang sifatnya masih abstrak dapat divisualisasikan secara konkrit dalam bentuk kata-kata kunci yang diletakkan dalam bulatan-bulatan webbing sehingga siswa dengan mudah dapat mengembangkan kata-kata kunci tersebut menjadi kalimat, paragraf, dan akhirnya menjadi sebuah cerpen yang utuh. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing tiga pertemuan. Tujuannya adalah meningkatnya kemampuan siswa menulis cerpen dengan menggunakan strategi webbing pada tahap pemunculan ide, pengembangan ide, penulisan draf awal cerpen, dan penyempurnaan cerpen. Sumber data berasal dari pelaksanaan pembelajaran menulis cerpen siswa kelas X SMA Muhammadiyah 2 Kertosono dengan menggunakan strategi webbing. Data penelitian meliputi data kuantitatif berupa nilai tes awal kemampuan siswa menulis cerpen, nilai kemampuan siswa menulis cerpen setelah diterapkan tindakan, dan data penilaian proses aktivitas guru dan siswa selama pelaksanaan tindakan. Selain itu, juga data kualitatif berupa data hasil observasi dan wawancara tahap studi pendahuluan, catatan pengamatan aktivitas guru dan siswa selama pelaksanaan tindakan, serta data hasil wawancara dengan guru dan siswa pada setiap akhir tindakan. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Adapun analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan pengambilan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan siswa pada tahap pemunculan ide, pengembangan ide, penulisan draf awal cerpen, dan penyempurnaan cerpen. Pada tahap pemunculan ide siklus I, guru menampilkan gambar-gambar peristiwa dan aktivitas siswa. Hal ini mengakibatkan pemunculan ide yang banyak namun kurang beragam, yaitu hanya mengangkat seputar peristiwa dan aktivitas siswa di sekolah. Pada siklus II, guru menampilkan gambar-gambar peristiwa yang tidak hanya berisi peristiwa dan aktivitas siswa di sekolah, tapi juga menampilkan gambar-gambar peristiwa dan kejadian dalam masyarakat yang lebih luas. Hasilnya, ide-ide yang diangkat siswa semakin beragam, tidak hanya seputar dunia remaja namun juga mengangkat masalah-masalah dalam kehidupan masyarakat secara luas, seperti kemiskinan, bencana alam, pengemis tua, dan sebagainya. Pada tahap pengembangan ide, yaitu pengembangan webbing tema, sub-subtema yang merupakan rincian dari tema semakin mendukung atau mencerminkan tema utama, serta rumusan subtema tidak lagi hanya sekedar penjabaran cerita saja dari tema yang diangkat, namun sudah menunjukkan perincian ide dasar tambahan. Pada pengembangan webbing alur, sudah adanya konsistensi antara peristiwa dalam tahapan dengan rincian peristiwa-peristiwanya, adanya ketepatan dalam penentuan peristiwa tiap tahapan, pengembangan alur dan tahapan alur lebih dirinci dalam unit-unit peristiwa, dan adanya perincian pada tahap konflik. Pada tahap pengembangan webbing tokoh, siswa sudah menentukan tokoh-tokohnya, baik tokoh utama protagonis, antagonis, dan tokoh tambahan. Keadaan fisik dan sifat tokoh pun semakin dapat dideskripsikan secara detail. Pada tahap pengembangan webbing latar, baik latar tempat, waktu, maupun suasana sudah dirinci, lengkap dengan karakteristik dan sifat khasnya. Pada tahap pengembangan webbing sudut pandang, siswa telah merinci dengan masing-masing jenis sudut pandang dengan ciri khasnya, serta sudah menentukan sudut pandang yang dipakai dalam pengisahan cerpennya. Pada tahap penulisan draf awal cerpen, siswa menunjukkan kemampuan dalam menulis pembuka cerpen, pendeskripsian karakter tokoh, pendeskripsian latar, pemunculan konflik, pemberian peleraian, dan penutup cerpen, yang secara umum tulisan siswa semakin baik dan menarik, sehingga kualifikasinya meningkat dari kualifikasi cukup pada siklus I ke kualifikasi baik pada siklus II. Pada tahap penyempurnaan cerpen siklus I, siswa menunjukkan kemampuan dalam menyunting dan merevisi cerpen, yang secara umum siswa dapat menyunting pembuka cerpen, pendeskripsian tokoh, pendeskripsian latar, pengembangan alur, penutup cerpen, pemilihan kata, penggunaan bahasa, dan penggunaan ejaan dan tanda baca, sehingga kualifikasinya meningkat dari kualifikasi cukup pada siklus I ke kualifikasi baik pada siklus II. Berdasarkan peningkatan hasil dan produk tersebut, kemampuan siswa dalam menulis draf akhir cerpen mengalami peningkatan, baik dari segi pemilihan tema, pengembangan alur, penggambaran karakter tokoh, penggambaran latar, penggunaan gaya bahasa, maupun ejaan dn tanda baca, sehingga dapat disimpulkan pembelajaran menulis cerpen dapat ditingkatkan dengan strategi webbing.

Potensi dramatik naskah drama Sumur tanpa dasar" karya Arifin C. Noer
oleh Yoyok Agus Prasetya"

 

Pengaruh variasi penambahan H2SO4 pada sintesis toner terhadap bentuk, ukuran partikel dan suseptibilitas magnetik / Yuni Chairun Nisa

 

ABSTRAK Nisa, Yuni Chairun. 2015. Pengaruh Variasi Penambahan H2SO4 pada Sintesis Toner terhadap Bentuk, Ukuran Partikel dan Suseptibilitas Magnetik. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Zulaikah M.Si (II) Nandang Mufti M.T, Ph.D Kata Kunci: Variasi H2SO4, Sintesis Toner, Bentuk dan Ukuran Partikel, Suseptibilitas Magnetik. Toner merupakan serbuk tinta kering yang digunakan dalam printer laser maupun mesin fotokopi (Yang, J., dkk. 2003). Beberapa tahun terakhir telah banyak dilakukan penelitian tentang pembuatan toner baik dari luar maupun dalam negeri. Salah satunya adalah penelitian Sukma (2014) tentang sintesis dan karakterisasi toner berbasis pasir besi dengan metode polimerisasi emulsi. Namun hasil penelitian menunjukkan bentuk dan ukuran partikel toner yang masih kurang seragam. Penelitian ini diadakan dengan tujuan untuk memperbaiki bentuk dan ukuran partikel toner dengan menggunakan polimer dari sterofoam, karbon dan pasir besi hasil ekstraksi abu letusan Gunung Kelud karena bahan bakunya sederhana. Perbedaannya adalah pada metode polimerisasi emulsi yang akan dilakukan dengan menggunakan dua fasa, fasa air dan fasa minyak. Fasa air berisi larutan karbon dan pasir besi dan fasa minyak merupakan larutan polimer. Variasi yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah variasi penambahan H2SO4 sebanyak 50, 60 dan 70 ml pada fasa minyak. Berdasarkan hasil penelitian, toner hasil sintesis memiliki bentuk yang masih tidak seragam dan ukuran partikel sekitar 5 - 20 µm. Penambahan larutan H2SO4 atau asam sulfat memberikan pengaruh pada toner sintetik berupa kandungan Fe yang semakin sedikit. Terlihat pada hasil EDX masing-masing toner dengan penambahan 50, 60, dan 70 ml H2SO4 adalah 33,24; 20,8 dan 7,41. Nilai suseptibilitas magnetik terbesar dimiliki oleh toner dengan penambahan 60 ml H2SO4 yaitu 11,0059 〖x 10〗^(-6) m^3 kg^(-1). Diketahui pula dari hasil uji FTIR bahwa toner dengan penambahan 60 ml H2SO4 memiliki persentase transmittansi paling tinggi. Dari hasil penelitian dapat disimpukan bahwa variasi penambahan H2SO4 sebanyak 50, 60 dan 70 ml pada pembuatan polimer tidak berpengaruh terhadap bentuk, ukuran dan nilai suseptibilitas magnetik toner.

Studi perbandingan strategi penentuan harga jual pada pedagang sayur-mayur di lingkungan pasar Dinoyo dan pasar Klojen Malang
oleh Hendro Winarso

 

Telaah kompetensi dasar membaca dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah / Lukman Hakim

 

Kata Kunci : kompetensi dasar membaca, pembelajaran bahasa Indonesia. Kurikulum merupakan salah satu komponen penting dari sistem pendidikan, karena kurikulum merupakan komponen pendidikan yang dijadikan acuan oleh setiap satuan pendidikan, baik oleh pengelola maupun penyelenggara; khususnya oleh guru dan kepala sekolah. Dalam kaitannya dengan KTSP, Depdiknas telah menyiapkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD) berbagai mata pelajaran untuk dijadikan acuan oleh para pelaksana (guru) dalam mengembangkan KTSP pada satuan pendidikan masing-masing. Standar kompetensi dan kompetensi dasar merupakan arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan aspek-aspek kompetensi dasar membaca yang diajarkan dari SD sampai SMA, (2) mendeskripsikan kesinambungan aspek-aspek kompetensi dasar membaca dari SD sampai SMA, (3) mendeskripsikan gradasi aspek-aspek kompetensi dasar membaca dari SD sampai SMA, dan (4) mendeskripsikan pengulangan aspek-aspek kompetensi dasar membaca dari SD sampai SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan metode penelitiannya adalah deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kompetensi dasar membaca yang terdapat dalam standar isi. Sumber data dalam penelitian ini adalah standar isi yang diterbitkan oleh BSNP. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa Aspek-aspek kompetensi dasar membaca di SD antara lain: (1) membaca nyaring, (2) membaca lancar, (3) membaca puisi, (4) membaca dalam hati, (5) membaca intensif, (6) membaca dongeng, (7) membaca sekilas, (8) membaca memindai, (9) membaca pantun, (10) membaca cepat, (11) membaca teks percakapan, (12) membaca cerita, dan (13) membaca teks drama. Kemudian aspek-aspek kompetensi dasar membaca di SMP antara lain: (1) membaca memindai, (2) membaca cepat, (3) membaca teks perangkat upacara, (4) membaca intensif, (5) membaca ekstensif, (6) membaca nyaring, (7) membaca cerita (cerpen), (8) membaca puisi, (9) membaca teks drama, dan (10) membaca novel. Selanjutnya aspek-aspek kompetensi dasar membaca di SMA antara lain: (1) membaca cepat, (2) membaca ekstensif, (3) membaca memindai, (4) membaca intensif, (5) membaca nyaring, (6) membaca puisi, (7) membaca cerpen, (8) membaca hikayat, (9) membaca novel, dan (10) membaca buku biografi. Kompetensi dasar membaca di kelas I terdapat kesinambungan, di kelas II terdapat kesinambungan, di kelas III terdapat kesinambungan, di kelas IV tidak terdapat kesinambungan, di kelas V tidak terdapat kesinambungan, di kelas VI tidak terdapat kesinambungan, di kelas VII terdapat kesinambungan, di kelas VIII terdapat kesinambungan, di kelas IX terdapat kesinambungan, di kelas X terdapat kesinambungan, di kelas XI terdapat kesinambungan, dan di kelas XII terdapat kesinambungan. Kompetensi dasar membaca aspek membaca nyaring dari SD sampai SMA terdapat kesinambungan, aspek membaca puisi terdapat kesinambungan, aspek membaca intensif terdapat kesinambungan, aspek membaca memindai terdapat kesinambungan, aspek membaca cepat terdapat kesinambungan, aspek membaca teks sastra terdapat kesinambungan, dan aspek membaca ekstensif tidak terdapat kesinambungan. Gradasi aspek-aspek kompetensi dasar membaca di kelas I lebih sulit semester 2, di kelas II lebih sulit semester 1, di kelas III lebih sulit semester 2, di kelas IV tidak bisa digradasikan, di kelas V tidak bisa digradasikan, di kelas VI tidak bisa digradasikan, di kelas VII lebih sulit semester 2, di kelas VIII lebih sulit semester 1, di kelas IX lebih sulit semester 2, di kelas X lebih sulit semester 2, di kelas XI lebih sulit semester 2, dan di kelas XII lebih sulit semester 2. Kompetensi dasar membaca aspek membaca nyaring dari SD sampai SMA lebih sulit di SMA, aspek membaca puisi lebih sulit di SMA, aspek membaca intensif lebih sulit di SMA, aspek membaca memindai lebih sulit di SMA, aspek membaca cepat lebih sulit di SMA, aspek membaca teks sastra lebih sulit di SMA, dan aspek membaca ekstensif lebih sulit di SMP. Kompetensi dasar membaca di kelas I tidak terdapat pengulangan, di kelas II terdapat pengulangan, di kelas III tidak terdapat pengulangan, di kelas IV terdapat pengulangan, di kelas V tidak terdapat pengulangan, di kelas VI tidak terdapat pengulangan, di kelas VII terdapat pengulangan, di kelas VIII terdapat pengulangan, di kelas IX tidak terdapat pengulangan, di kelas X tidak terdapat pengulangan, di kelas XI terdapat pengulangan, dan di kelas XII terdapat pengulangan. Kompetensi dasar membaca aspek membaca nyaring dari SD sampai SMA terdapat pengulangan, aspek membaca lancar tidak terdapat pengulangan, aspek membaca puisi terdapat pengulangan, aspek membaca intensif terdapat pengulangan, aspek membaca memindai terdapat pengulangan, aspek membaca cepat terdapat pengulangan, aspek membaca prosa terdapat pengulangan, aspek membaca teks drama tidak terdapat pengulangan, dan aspek membaca ekstensif terdapat pengulangan. Berdasarkan temuan penelitian tersebut dapat disarankan bagi peneliti selanjutnya perlu mengadakan penelitian lanjutan dengan fokus yang berbeda, misalnya mengenai keterampilan berbahasa yang lain. Bagi pengembang hendaknya dalam penyusunan komponen kurikulum lebih operasional lagi sehingga mudah dilaksanakan oleh pengguna kurikulum.

Korelasi antara prestasi belajar mahasiswa dalam matakuliah stenografi bahasa Indonesia dengan matakuliah stenografi bahasa Inggris pada Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Jurusan PDU FPIPS IKIP Malang
oleh Titik Prastiwi

 

Hubungan intensitas interaksi dengan komputer dan prestasi belajar bidang produktif terhadap rencana pemilihan karier siswa Jurusan TKJ SMK Katolik Blitar / Candra Kurniawan

 

Kata Kunci: intensitas interaksi dengan komputer, prestasi belajar bidang produktif, rencana pemilihan karir. Kegiatan keseharian yang dilakukan oleh siswa jurusan TKJ adalah berinteraksi dengan komputer. Dengan berinteraksi dengan komputer, maka siswa akan memperoleh informasi dan pengetahuan serta dapat meningkatkan keterampilannya dalam penggunaan komputer. Hal ini tentunya akan sangat mempengaruhi pemiliham karier siswa yang kemungkinan besar akan memilih pekerjaan atau bidang pendidikan yang lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan tingkat interaksi dengan komputer, tingkat prestasi belajar di bidang produktif, dan tingkat perencanaan pemilihan karier, (2) mencari hubungan antara tingkat interaksi dengan komputer dengan tingkat perencanaan pemilihan karier, (3) mencari hubungan antara tingkat prestasi belajar dalam bidang produktif dengan tingkat perencanaan pemilihan karier, dan (4) mencari hubungan secara simultan antara tingkat intensitas interaksi dengan komputer dan tingkat prestasi belajar dalam bidang produktif dengan tingkat rencana pemilihan karier Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI jurusan TKJ SMK Katolik Blitar. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 59 siswa yang terdiri dari siswa kelas XI Jurusan TKJ. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket instrumen intensitas interaksi dengan komputer, rencana pemilihan karier, dan dokumentasi nilai bidang produktif. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan korelasi ganda. Hasil penelitian ini ialah (1) siswa kelas XI jurusan TKJ SMK Katolik Blitar memiliki tingkat intensitas interaksi dengan komputer cenderung berada dalam kategori tinggi sebanyak 22 responden (37,29%), tingkat prestasi belajar bidang produktif cenderung berada dalam kategori sedang sebanyak 19 responden (32,20%), dan tingkat rencana pemilihan karier cenderung berada dalam kategori rendah sebanyak 21 responden (35,59%), (2) hasil korelasi antara intensitas interaksi dengan komputer dengan rencana pemilihan karier sebesar 0,691 dan sig.=0,000 < 0.05, berarti ada hubungan signifikan antara interaksi dengan komputer dengan rencana pemilihan karier siswa, (3) hasil korelasi antara prestasi belajar bidang produktif dengan rencana pemilihan karier sebesar 0,693 dan sig.=0,000 < 0.05, berarti ada hubungan signifikan antara prestasi belajar bidang produktif dengan rencana pemilihan karier siswa, dan (4) hasil korelasi antara intensitas interaksi dengan komputer dan prestasi belajar bidang produktif dengan rencana pemilihan karier sebesar 0,717 dan sig.=0,000 < 0.05, berarti ada hubungan secara simultan signifikan antara intensitas interaksi dengan komputer dan prestasi belajar bidang produktif dengan rencana pemilihan karier siswa

Jenis-jenis kesalahan yang dibuat oleh siswa kelas III MAN Mojokerto dalam menulis karangan sederhana berbahasa Arab / oleh Nurhayati

 

Hubungan antara gaya kepemimpinan dan prestasi kerja pegawai Kantor Kejaksaan Negeri Malang
oleh Titik Samsistini

 

Analisis variasi bahan pengikat terhadap hasil coran, kekuatan tarik, dan kekerasan pada logam aluminium / Royan Wicaksono

 

ABSTRAK Wicaksono, Royan. 2015. Analisis Variasi Bahan Pengikat terhadap Hasil Coran, Kekuatan Tarik, dan Kekerasan pada Logam Aluminium. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tuwoso, M.P. (II) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T. Kata kunci: pengecoran, bahan pengikat, hasil coran, kekerasan, uji tarik Pengecoran logam adalah salah satu cara membuat sebuah produk dengan cara mencairkan logam kemudian dituang ke dalam cetakan. Dalam pengecoran, ada beberapa jenis cetakan yaitu cetakan pasir, high preasure dess casting (HPDC), sentrifugal, dan lain-lain. Dalam pengecoran menggunakan cetakan pasir biasanya ditambahkan bahan-bahan pengikat khusus seperti tanah liat, bentonit, air kaca, semen, resin furan, resin fenol atau minyak pengering dan lain sebagainya. Disini peneliti memfokuskan menggunakan bahan pengikat tanah liat 12%, bentonit 12%, dan resin 12%. Selain itu peneliti menggunakan logam aluminium karena pada komponen kendaraan bermotor logam aluminium banyak sekali digunakan. Dari perbedaan pengikat ini peneliti ingin mengetahui apakah ada perbedaan sifat mekanis hasil coran. Maka tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah ingin mengetahui cacat hasil coran, besar kekuatan tarik, dan nilai kekerasan dari variasi bahan pengikat pada logam aluminium. Metode penelitian ini menggunakan metode pre-experimental dengan menggunakan model one-shot case study. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskripif. Pertama menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk hasil uji tarik dan kekerasan. Kedua, analisis deskriptif kualitatif untuk pengamatan hasil coran pada logam aluminium. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil coran terbaik yaitu hasil coran dengan menggunakan variasi bahan pengikat resin 12%. Nilai uji tarik tertinggi adalah hasil coran dengan menggunakan variasi bahan pengikat tanah liat 12% yaitu 212,621 MPa, di bawahnya 190,255 MPa yaitu variasi bahan pengikat resin 12%, sedangkan uji tarik terendah adalah variasi bahan pengikat dengan menggunakan bentonit 12% sebesar 189,078 MPa. Kekerasan tertinggi adalah hasil coran dengan menggunakan variasi pengikat resin 12% yaitu 316,7 HV, di bawahnya 311,4 HV yaitu variasi dengan menggunakan bahan pengikat bentonit 12%, sedangkan kekerasan terendah adalah variasi bahan pengikat dengan menggunakan tanah liat 12% sebesar 249,7 HV.

Bentuk simbolik dalam cerpen 'Rintik' , 'Kecubung Pengasihan' , 'Nostalgia dan Asmaradana' karya Danarto ditinjau dari nilai religius
Arie Sriwilujeng"

 

Pengaruh penggunaan variasi jenis corak telapak ban pada jalan aspal bebatuan dan tanah terhadap efisiensi konsumsi bahan bakar pada sepeda motor Yamaha Mio Soul / Yogandhi Raenando

 

Korelasi beberapa faktor sosial ekonomi dan kesehatan terhadap kematian bayi di Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang / oleh Suhandoko

 

Studi tentang kemungkinan perluasan pemasaran oleh Koperasi Mahasisawa IKIP Malang untuk melayani masyarakat sekitar kampus
oleh Irmina Sri Sutiani

 

Pengaruh pengalaman praktik kerja industri dan prestasi uji kompetensi produktif terhadap kesiapan memasuki dunia kerja siswa kelas XII Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Malang / Madinatul Munawaroh

 

Hubungan antara kecepatan lari, fleksibilitas, kelincahan dengan prestasi dribble zig-zag melewati rintangan dalam permainan bola basket mahasiswa putra POK FIP IKIP Malang angkatan 1992-1993 off A
oleh Agus Ahmadi

 

Tinjauan tentang penerapan cara belajar siswa aktif dalam pengajaran IPA di kelas VI SD Negeri se Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang / oleh Amin Tri Khasanah

 

Muatan nilai karakter dalam teks anekdot karya siswa kelas X SMK Negeri 1 Malang / Rizsky Ariani Rahayu

 

ABSTRAK Rahayu, Rizsky Ariani. 2015. Muatan Nilai Karakter dalam Teks Anekdot Karya Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd., (II) Karkono, S.S., M.A. Kata Kunci: muatan nilai karakter, teks anekdot, karya siswa Dewasa ini keadaan moral siswa SMA/SMK Kota Malang semakin mengkahawatirkan. Kekhawatiran itu ditandai dengan munculnya jenis-jenis kenakalan remaja yang terjadi di kalangan siswa SMA/SMK. Penyimpangan yang terjadi tersebut akibat kurangnya penanaman nilai karakter dalam diri siswa. Peran sekolah sebagai jenjang pendidikan formal harus mampu menanamkan nilai karakter ke dalam aspek pembelajaran khususnya bahasa Indonesia. Untuk mengetahui kualitas pemahaman siswa terhadap nilai karakter dapat melalui bahasa tulisan mereka. Teks anekdot sebagai teks sastra pada kelas X menjadi media yang tepat untuk mengajarkan nilai karakter pada siswa. Teks anekdot juga menjadi media yang tepat untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengintegrasikan nilai karakter ke dalam bentuk karya yang memuat nilai karakter. Penelitian ini dilakukan untuk mendeksripsikan muatan nilai karakter dalam teks anekdot karya siswa kelas X SMK Negeri 1 Malang. Nilai karakter tersebut meliputi nilai karakter dalam hubungannya dengan (1) Tuhan YME, (2) diri sendiri, (3) sesama, (4) lingkungan, dan (5) kebangsaan. Selanjutnya, penelitian ini dilakukan untuk mendeksripsikan cara pengintegrasian nilai karakter yang dapat dilihat dalam struktur isi teks anekdot, yaitu (1) abstraksi, (2) orientasi, (3) krisis, (4) reaksi, dan (5) koda. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deksriptif kualitatif. Lokasi penelitian adalah SMK Negeri 1 Malang. Sumber data penelitian ini yaitu kelas X Jurusan Akuntansi dan Usaha Perjalanan Wisata. Data penelitian berupa teks anekdot karya siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi. Instrumen kunci dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri serta instrumen penunjang berupa panduan pengambil data danpanduan analisis data. Analisis data dilakukan mulai tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penyimpulan data. Untuk menjaga keabsahan data dan temuan, penelitimenggunakan triangulasi sumber dan ketekunan pengamatan. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan hasil sebagai berikut. Pertamaterdapat lima nilai karakter yang diintegrasikan dalam teks anekdot yang diproduksi siswa kelas X SMK Negeri 1 Malang, yaitu (1) nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa yang berisi religius, (2) nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri yang berisi jujur, tanggung jawab, bergaya hidup sehat, disiplin, kerja keras, percaya diri, berjiwa wirausaha, kreatif, mandiri, ingin tahu, dan cinta ilmu, (3) nilai karakter dalam hubungannya dengan sesamameliputi menghargai prestasi dan bersahabat, (4) nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan meliputi peduli sosial dan peduli lingkungan, dan (5) nilai karakter dalam hubungannya dengan kebangsaan meliputi nasionalis, semangat kebangsaan, dan menghargai keberagaman. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil sebagai berikut. Karakter paling banyak termuat pada teks anekdot karya siswa adalah karakter peduli sosial (15 data). Selanjutnya, nilai karakter jujur (13 data), kreatif dan nasionalis (11 data), disiplin (10 data), peduli lingkungan (9 data), dan religius (8 data). Setelah itu, nilai karakter tanggung jawab, kerja keras, percaya diri, dan menghargai keberagaman sebanyak 7 data, bergaya hidup sehat (5 data), cinta ilmu, bersahabat, dan semangat kebangsaan (4 data), mandiri dan ingin tahu (3 data), serta berjiwa wirausaha dan menghargai prestasi (1 data). Berdasarkan kelima karakter yang diintegrasikan siswa dalam teks, terdapat karakter yang paling banyak muncul, yaitu nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan yang dijabarkan dalam nilai karakter peduli sosial dan peduli lingkungan. Dalam praktiknya, siswa kelas X SMK Negeri 1 Malang lebih mudah merealisasikan nilai karakter yang dipahami dan sering diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, konsep nilai karakter yang kurang dipahami siswa sulit muncul dalam teks anekdot yang diproduksi. Kedua, terdapat lima cara yang dipilih siswa dalam mengintegrasikan nilai karakter dalam teks anekdot yang diproduksi. Siswa mengintegrasikan nilai karakter ke dalam lima bagian teks anekdot, yaitu abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai karakter yang diintegrasikan pada bagian: (1) abstraksi sebanyak 13 karakter, (2) orientasi sebanyak 31 karakter, (3) krisis sebanyak 50 karakter, (4) reaksi sebanyak 21 karakter, dan (5) koda sebanyak 7 karakter. Berdasarkan hasil tersebut, siswa paling banyak mengintegrasikan muatan nilai karakter pada bagian krisis dan orientasi. Kedua bagian itu merupakan bagian yang esensialdalam teks anekdot karena merupakan bagian inti munculnya sindiran, kritik, atau keunikan cerita. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dalam satu teks terdapat satu atau lebih muatan nilai karakter dalam struktur isi teks anekdot yang berbeda misalnya pada satu teks memuat nilai karakter yang diintegrasikan pada bagian abstraksi dan koda. Berdasarkan hasil penelitian tentang muatan nilai karakter dalam teks anekdot karya siswa kelas X SMK Negeri 1 Malang dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) teks anekdot yang diproduksi siswa memuat nilai karakter yang beragam, (2) siswa lebih mudah merealisasikan nilai karakter yang dipahami dan sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, (3) nilai karakter dalam teks anekdot karya siswa mayoritas diintegrasikan pada bagian orientasi dan krisis, serta (4) dalam satu teks memungkinkan terdapat lebih dari satu nilai karakter bergantung siswamengolah bahasa yang dituangkan pada teks yang ditulis. Berkaitan dengan penelitian ini, disarankan kepada beberapa pihak berikut. Pertama bagi praktisi pendidikan (guru) diharapkan agar mengajarkan nilai-nilai karakter pada semua aspek pembelajaran, khususnya bahasa Indonesia. Guru sebagai model harus mampu menjadi model karakter yang baik bagi siswa. Nilai karakter seperti berjiwa wirausaha, menghargai prestasi, ingin tahu, dan lain sebagainya perlu ditumbuhkembangkan pada siswa sehingga bisa terinternalisasi dengan baik dalam diri siswa tersebut. Kedua, bagi peneliti lain diharapkan untuk meneliti penelitian serupa terkait dengan nilai karakter dalam teks sastra.

Pengaruh kegiatan organisasi intra kampus mahasiswa terhadap prestasi akademik bagi mahasiswa FPTK PTM IKIP Malang
oleh Tuji Parmasi

 

Pengembangan media pembelajaran kearsipan berbasis adobe flash CS 6 untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas X APK di SMK PGRI 6 Malang / Ika Indah Prihatin

 

ABSTRAK Prihatin, Ika Indah. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Kearsipan Berbasis Adobe Flash CS6 untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas X APK di SMK PGRI 6 Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Suharto SM., M.M., M.Pd, (II) Drs. H. Mohamad Arief, M. Si. Kata kunci : media pembelajaran, kearsipan, keaktifan, hasil belajar Media pembelajaran sebagai salah satu sarana meningkatkan mutu pendidikan sangat penting dalam proses pembelajaran. Selain itu penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan atau minat yang baru, rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa. Salah satu mata pelajaran yang diajarkan di SMK PGRI 6 Malang adalah Kearsipan. Melalui media pembelajaran Kearsipan berbasis Adobe Flash CS6 ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kondisi obyektif, yaitu metode pembelajaran yang dibutuhkan oleh siswa, (2) menghasilkan produk media pembelajaran Kearsipan berbasis Adobe Flash CS6, dan melakukan uji coba, serta (3) implementasi produk media pembelajaran Kearsipan berbasis Adobe Flash CS6 terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian dan pengembangan dilakukan dengan menggunakan model Borg and Gall melalui 7 langkah dalam pelaksanaan metode penelitian dan pengembangan, yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) pengembangan produk, (3) uji coba validator, (4) revisi desain, (5) uji coba kelompok terbatas, (6) revisi akhir, dan (7) uji coba produk. Validitas media pembelajaran dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Uji coba media diujikan kepada siswa SMK PGRI 6 Malang kelas X Program Administrasi Perkantoran. Hasil validasi ahli materi mencapai 97,5% yang menyatakan media pembelajaran layak untuk digunakan dan hasil validasi ahli media mencapai 92,5 % yang menyatakan bahwa media layak untuk digunakan untuk proses pembelajaran. Hasil dari keaktifan siswa sebelum dan sesudah menggunakan media menunjukkan adanya perbedaan, dimana keaktifan siswa sebelum menggunakan media sebesar 60,7% naik menjadi 90,8% setelah media digunakan. Hasil Pre-test dan post-test siswa menunjukkan perbedaan, di mana rata-rata hasil pre-test siswa sebesar 78,1 sedangkan rata-rata hasil posttest sebesar 84,7. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran Kearsipan berbasis Adobe Flash CS6 efektif karena dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas X APK SMK PGRI 6 Malang.

Keefektifan konseling realita untuk menegakkan disiplin / Ninda Wahyu P

 

Kata kunci: Konseling realita, Perilaku disiplin Banyaknya kasus siswa SMP yang tidak disiplin, membuat siswa yang tidak disiplin ini mengalami hambatan dalam menjalankan kewajibannya sebagai siswa di sekolah. Hal ini tentu akan berakibat pada proses belajar mengajar dan prestasi mereka di sekolah. Salah satu alasan tidak disiplin adalah faktor intern yaitu kepribadian dari siswa tersebut. Bimbingan bagi siswa yang tidak disiplin ini diperlukan untuk membantu menyelesaikan permasalahan mereka dan membuat mereka agar dapat mengikuti proses belajar mengajar secara baik. Dalam hal ini, siswa yang tidak disiplin diberikan bantuan dengan konseling realita dengan menggunakan prosedur WDEP. Penyelenggaraan konseling ini digunakan untuk merubah tingkah laku tidak disiplin sehingga dilakukan eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan konseling realita dalam menegakkan perilaku disiplin siswa SMP. Hipotesis dari penelitian ini adalah konseling realita efektif untuk menegakkan perilaku disiplin siswa SMP. Rancangan penelitian ini adalah single-subject eksperimental design jenis A-B-A’. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah tiga orang siswa yang tidak disiplin di sekolah. Data awal dari penelitian ini peneliti peroleh dari studi dokumentasi dan observasi awal. Tingkah laku yang diobservasi adalah 1) Tidak memakai seragam lengkap, 2) menggobrol dengan teman sebangku saat pelajaran berlangsung, 3) bermain Hp, 4) tidak mengerjakan PR, 5) bolos sekolah, 6) terlambat masuk kelas, 7) membuang sampah tidak pada tempatnya. Prosedur penelitian dimulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan analisis data melalui fase A, fase B, dan fase A’. Hanya ada satu (1) macam data yang diambil dalam penelitian ini yaitu data frekuensi melalui sistem pencatatan observasi (observational recording system) sebagai instrumen untuk pengambilan data. Teknik observasi ini menggunakan pedoman observasi. Berdasarkan perhitungan reliabilitasnya, dapat dijelaskan bahwa hasil analisis reliabilitas instrument penelitian menunjukkan koefisien reliabilitas 80% ke atas. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan visual inspection. Atas dasar Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perubahan tingkah laku dari siswa yang tidak disiplin yang dimunculkan oleh ketiga subjek penelitian setelah diberikan treatment, hampir semuanya mengalami penurunan perilaku tidak disipilin 80 % sampai 100%. Persentase perubahan tersebut mengandung pengertian bahwa konseling realita efektif untuk penegakkan perilaku dispilin. Dari hasil penelitian ini disarankan kepada konselor dapat memberikan bantuan kepada siswa yang tidak disiplin dengan menggunakan konseling realita dengan prosedur WDEP agar permasalahan siswa tersebut bisa cepat teratasi dan tugas perkembangan mereka dapat berjalan sebagaimana mestinya. Konselor juga sebaiknya dapat bekerjasama dengan guru atau wali kelas dalam penanganan siswa yang tidak disiplin. Hal ini disebabkan guru atau wali kelas yang lebih banyak mengetahui tingkah laku siswanya saat proses pembelajaran. Kepala sekolah diharapkan dapat memberikan fasilitas dan bekerjasama dengan konselor sekolah untuk mengembangkan program Bimbingan dan Konseling, agar kerja konselor sekolah dapat lebih optimal. Penelitian eksperiment ini hendaknya dapat dikembangkan dengan meningkatkan desain yang ada, misalnya dengan menggunakan desain A-B-A’-B’, ataupun A-B-A’-B’-C. Sebaiknya tidak hanya diterapkan bagi siswa yang tidak disiplin saja, tetapi lebih dikembangkan pada permasalahan siswa yang lainnya agar penelitian ini dapat lebih berkembang. Subjek yang diteliti bisa lebih ditambah agar mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.

Kemampuan menyelesaikan soal-soal Matematika peserta didik SMA kelas II A-1
oleh Peny Yudawati

 

Pengembangan media video pembelajaran filmstrip untuk kelas X APK SMK PGRI 6 Malang pada mata pelajaran pengantar administrasi perkantoran / Prilladio N.P.

 

Analisis pemahaman konseptual dan algoritmik materi larutan asam basa, buffer dan larutan garam siswa kelas XI SMAN 3 Mojokerto serta upaya perbaikannya dengan pendekatan mikroskopik / Mustofa

 

Kata kunci : pemahaman konseptual, pemahaman algoritmik, pendekatan mikroskopik Tujuan pembelajaran kimia di SMA adalah untuk membekali pengetahuan, pemahaman dan sejumlah kemampuan peserta didik yang dipersyaratkan untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ada dua kategori pemahaman dalam ilmu kimia yaitu pemahaman konseptual dan pemahaman algoritmik. Pemahaman konseptual adalah kemampuan dalam menjelaskan teks, diagram, dan fenomena yang melibatkan konsep-konsep pokok yang bersifat abstrak dan teori-teori dasar sains. Pemahaman algoritmik adalah kemampuan dalam menjelaskan bagaimana cara menyelesaikan suatu permasalahan dengan menggunakan rumus atau perhitungan untuk mendapatkan hasil yang berupa angka-angka. Selama ini evaluasi dalam pembelajaran kimia cenderung ditekankan pada soal-soal algoritmik dibandingkan soal-soal konseptual dengan anggapan bahwa kemampuan algoritmik siswa adalah menunjukkan kemampuan konseptualnya. Dalam kenyataan hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konseptual siswa cenderung tertinggal dibandingkan pemahaman algoritmiknya. Banyak siswa memiliki kemampuan memecahkan masalah algoritmik meskipun mereka tidak memahami konsep dasarnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal konseptual dan soal-soal algoritmik pada materi larutan asam-basa, buffer, dan larutan garam; (2) mengukur hubungan antara kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal algoritmik dengan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal konseptual tentang larutan asam basa, buffer, dan larutan garam; dan (3) menidentifikasi keefektifan pendekatan mikroskopik sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal konseptual pada materi larutan asam basa, buffer, dan larutan garam. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan rancangan penelitian eksperimen semu. Rancangan penelitian deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan pemahaman konseptual dan algoritmik siswa. Rancangan penelitian eksperimen semu, yaitu nonequivalent control group design digunakan untuk mengidentifikasi keefektifan penggunaan pendekatan mikroskopik untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI semester dua program IPA SMAN 3 Mojokerto tahun pelajaran 2009/2010 yang telah menerima materi larutan asam basa, buffer, dan larutan garam yang terdiri dari 4 kelas paralel dengan jumlah siswa untuk setiap kelas 35 atau 36 siswa. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang diambil secara acak dari empat kelas yang ada. Satu kelas merupakan kelas eksperimen dan diberi pembelajaran ulang dengan pendekatan mikroskopik, sedangkan kelas yang lain merupakan kelas kontrol dan diberi pembelajaran ulang tanpa menggunakan pendekatan mikroskopik. Pemahaman siswa diukur dengan tes pilihan ganda yang terdiri dari 10 item untuk tes pemahaman algoritmik dan 10 item untuk tes pemahaman konseptual. Dari hasil uji coba instrumen tes diperoleh validitas isi sebesar 93,3% dan reliabilitas tes, dihitung dengan menggunakan rumus Spearman-Brown, sebesar 0,77. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji statistik korelasi dan anacova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan siswa kelas XI IPA SMA Negeri 3 Mojokerto dalam menyelesaikan soal-soal konseptual dan soal-soal algoritmik pada materi larutan asam-basa, buffer, dan larutan garam termasuk dalam kategori rendah. Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal algoritmik lebih baik daripada kemampuannya dalam menyelesaikan soal-soal konseptual, (2) korelasi antara kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal algoritmik dengan soal-soal konseptual tentang larutan asam-basa, buffer, dan larutan garam adalah sangat lemah, (3) pembelajaran ulang materi larutan asam- basa, buffer, dan larutan garam dengan menggunakan pendekatan mikroskopik meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal konseptual dan soal-soal algoritmik lebih tinggi dibandingkan pembelajaran ulang tanpa menggunakan pendekatan mikroskopik.

Pemanfaatan siaran TPI sebagai sumber belajar bidang studi Biologi kelas I SMP Negeri se-Kotamadya Malang
oleh Atik Suwartiningsih

 

Pengaruh teknik peta konsep dan teknik permainan terhadap hasil belajar dan motivasi belajar akuntansi siswa kelas XI Jurusan IPS SMA Negeri 6 Malang / Iis Ristianingsih

 

ABSTRAK Ristianingsih, Iis. 2014. Pengaruh Teknik Peta Konsep dan Teknik Permainan Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI Jurusan IPS SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak., CA. (2) Bety Nur Achadiyah, S.Pd, M.Sc. Kata Kunci: Teknik peta konsep, teknik permainan, hasil belajar, motivasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan pengaruh teknik peta konsep dan teknik permainan terhadap hasil belajar akuntansi siswa, dan (2) perbedaan pengaruh teknik peta konsep dan teknik permainan terhadap motivasi belajar akuntansi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh siswa SMA Negeri 6 Malang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik cluster random sampling, sebanyak 32 orang siswa pada kelas XI IPS 5 untuk diberikan treatment teknik peta konsep dan 32 orang siswa pada kelas XI IPS 4 untuk diberikan treatment teknik permainan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui dokumen, tes dan angket. Instrumen penelitian berupa tes kinerja, tes tertulis dengan bentuk objektif, dan angket motivasi belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial bentuk uji beda independent sample t test dan Mann Whitney U dengan menggunakan software SPSS versi 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pengaruh secara signifikan penggunaan teknik peta konsep dan teknik permainan terhadap hasil belajar akuntansi siswa, dan (2) tidak terdapat perbedaan pengaruh secara signifikan penggunaan teknik peta konsep dan teknik permainan terhadap motivasi belajar akuntansi siswa. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengaruh penggunaan teknik peta konsep dengan teknik permainan tehadap hasil belajar akuntansi siswa dan tidak ada perbedaan pengaruh penggunaan teknik peta konsep dengan teknik permainan tehadap motivasi belajar akuntansi siswa.

Perbedaan tingkat penyesuaian sosial antara anak-anak yang ibunya bekerja dan tidak bekerja di Play Group Bina Lendika Malang
oleh Ida Kristianingsih

 

Pengaruh motivasi dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar siswa Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK PGRI 6 Malang / Febrina Sari Pratiwi

 

Pandangan siswa terhadap masalah kenakalan remaja di SMA Negeri se Kotamadya Malang
oleh Nurkhafidloh

 

Studi rentang kualitas bata merah yang siap dipasarkan hasil industri di wilayah Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan
oleh Didik Syawirul Alim

 

Klausa relatif dalam bahasa Indonesia
oleh Mangkung Yosef

 

Peningkatan pemahaman konsep nilai tempat bilangan melalui model pembelajaran aktif, kreatif efektif dan menyenangkan (Pakem) pada anak kelas III SDN Plosoarang 02 Blitar / Ali'ul Choriyah

 

Kata Kunci: nilai tempat bilangan, media, PAKEM. Pada proses pembelajaran Matematika tentang nilai tempat bilangan di SDN Plosoarang 02, terjadi beberapa hambatan antara lain: beberapa anak mengantuk, ramai, guru menggunakan metode yang monoton dan anak kurang antusias serta aktif saat proses pembelajaran. Dari hasil evaluasi banyak anak mengalami kegagalan mengerjakan soal tentang nilai tempat bilangan, 4 anak mengerjakannya keliru dengan nilai bilangan, dan 3 anak yang lain keliru karena kurang teliti. Hanya ada 1 anak yang berhasil mengerjakan dengan benar. Atas dasar latar belakang di atas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran nilai tempat bilangan melalui Model PAKEM pada anak kelas III SDN Plosoarang 02 Blitar dan mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep nilai tempat bilangan melalui Model PAKEM pada anak kelas III SDN Plosoarang 02 Blitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik analisa data kualitatif dilakukan dengan menelaah seluruh data, mereduksi data, menafsirkan data, dan memberikan pemaknaan hasil. Berdasarkan data penelitian, ada peningkatan ketuntasan belajar pada pratindakan secara klasikal yaitu 17.5% meningkat menjadi 41.6% pada siklus I dan 66% pada siklus II . Sehingga ada 7 anak yang tidak tuntas pada pratindakan dan semua anak mengalami ketuntasan pada siklus II. Hal ini di dukung dengan data wawancara anak yang merasa selalu letih dan takut akan pelajaran Matematika mengaku senang mengikuti pelajaran setelah siklus II.Serta hasil observasi selama siklus I dan II yang menunjukkan peningkatan keaktifan dan kreatif anak selama proses pembelajaran. Bertolak dari data diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan pembelajaran nilai tempat bilangan melalui model PAKEM bilangan mampu meningkatkan pemahaman konsep anak terhadap nilai tempat bilangan pada kelas III SDN Plosoarang 02. Oleh karena itu, disarankan dalam proses pembelajaran hendaknya guru menentukan model pembelajaran dan media yang tepat, sehingga pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Pengaruh alat peraga sebagai alat bantu terhadap pelaksanaan pengajaran Konstruksi Bangunan I di Jurusan PTB-FPTK IKIP Malang
oleh Salmah Unaizatin

 

Validasi buku teks geografi SMA kelas X terbitan Erlangga karangan K. Wardiyatmoko pada kompetensi dasar menganalisis dinamika planet bumi sebagai ruang kehidupan / Pitana Nur Kumalasari

 

ABSTRAK Kumalasari, Pitana Nur. 2015. Validasi Buku Teks Geografi SMA Kelas X Terbitan Erlangga Karangan K. Wardiyatmoko Pada Kompetensi dasar Menganalisis Dinamika Planet Bumi Sebagai Ruang Kehidupan. Skripsi, Jurusan Geografi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd. (II) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd. Kata kunci: Validasi buku teks, Dinamika planet bumi, kesesuaian isi dengan kurikulum, kebenaran konsep, kebenaran bahasa, fungsi media Buku teks penting dalam pembelajaran, terlebih bagi guru yang tidak mampu membuat bahan ajar sendiri berdasarkan standar kompetensi dalam kurikulum yang berlaku, sehingga juga mendukung keberhasilan siswa dalam belajar. Buku teks yang berkualitas memuat aspek-aspek penting, seperti kesesuaian isi dengan kurikulum, kebenaran konsep, bahasa, dan penyajian grafik/gambar. Pentingnya buku teks sebagai sumber belajar mengharuskan seorang guru lebih cermat dan teliti dalam memilih buku teks yang berkualitas. Tujuan penelitian secara umum adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian isi denga kurikulum, serta untuk mengetahui tigkat kebenaran konsep dan bahasa yang terdapat dalam buku teks geografi SMA kelas x terbitan Erlangga. Selain untuk mengetahui ketiga hal tersebut penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peranan penggunaan media untuk menjelaskan suatu konsep. Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi yang bertujuan untuk mengungkapkan atau menggambarkan suatu masalah sesuai dengan fakta. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku teks geografi kelas X kurikulum 2013 karangan K.Wardiyatmoko terbitan Erlangga. Materi yang dikaji dalam penelitian ini terdapat pada kompetensi dasar menganalisis dinamika planet bumi sebagai ruang kehidupan. Instrumen penelitian yang dipilih berupa pedoman analisis kualitas teks yang disusun dalam tabel berdasarkan kriteria-kriteria penilaian. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, kesesuaian isi materi dengan kurikulum tergolong cukup. Kedua, kebenaran konsep konkret tergolong rendah sedangkan konsep terdefinisi tergolong cukup. Ketiga, kebenaran bahasa tergolong rendah karena masih banyak mengandung tata bahasa yang salah.Keempat, fungsi media dalam buku teks tergolong cukup, berfungsi sebagai peningkatan pemahaman siswa. Oleh karena itu, disarankan penggunaan buku teks yang sudah ada hendaknya ditelaah terlebih dahulu agar kesalahan yang ada dalam bahan ajar tidak disajikan saat pembelajaran. Penulisan buku teks hendaknya memperhatikan penggunaan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan kaidah baku Bahasa Indonesia.

Studi tentang faktor-faktor yang menghambat dalam penyelesaian mata kuliah tugas akhir yang diperoleh bagi mahasiswa Jurusan PTM-FPTK IKIP Malang
oleh Mukaryadi

 

Gaya hidup komunitas punk ditinjau dari perspektif nilai-nilai Pancasila di daerah Dringu Kabupaten Probolinggo / Muhammad Erva Sugi Sugiarto

 

ABSTRAK Sugiarto, Muhammad Erva Sugi. 2015.Gaya Hidup Komunitas Punk di Tinjau dari Perspektif Nilai-Nilai Pancasila di Daerah Dringu Kabupaten Probolinggo, Jurusan Hukum Dan Kewarganegaraan, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FIS, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si, (II) Drs. Margono M.Pd, M.Si. Kata Kunci : Gaya Hidup, Komunitas Punk, Nilai-Nilai Pancasila. Punk merupakan subkultur yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir pada awal tahun 1970-an. Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohak ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui latar belakang terbentunya komunitas punk di kabupaten Probolinggo, (2) untuk mengetahui gaya hidup komunitas punk di Dringu kababupaten Probolinggo, (3) untuk mengetahui gaya hidup komunitas punk di Dringu kabupaten Probolinggo di tinjau dari perspektif nilai-nilai pancasila. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif, dengan mengandalkan peneliti sebagai instrument kunci dan dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Sumber data ini di peroleh dari anggota komunitas punk itu sendiri yaitu Hevid, Fantri, Inung, Bayu, Heni, Rio. Data dikumpulkan dengan teknik 1) wawancara, 2) observasi, 3) dokumentasi. Teknik analisis data meliputi beberapa tahap yaitu (1) tahap editing (2) tahap klasifikasi (3) tahap penafsiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahirnya komunitas punk yang ada di Probolinggo yaitu di daerah Brak yang letaknya di lampumerah brak. Gaya hidup komunitas punk ini lebih di dasarkan atas kebebasan setiap individu tidak ada aturan yang menekan kebebasan mereka. Gaya hidup komunitas punk ini jika di tinjau dari perspektif nilai-nilai Pancasila di mulai dari sila pertama sampai sila terakhir hampir semua tidak mencerminkan nilai-nilai yang ada. Hanya sila ke dua yang bisa dikatakan bahwa komunitas punk ini masih perduli terhadap masyarakat yang tidak mampu dengan memberikan sumbangan berupa sembako. Bagi komunitas punk, hendaknya lebih memperhatikan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Sehingga komunitas punk sendiri tidak lagi di pandang sebelah mata oleh banyak masyarakat yang mengetahui punk itu menyimpang. Untuk pemerintah kabupaten Probolinggo diharapkan mengadakan penertiban dan pelatihan untuk komunitas punk, sehingga komunitas punk ini tidak lagi menyimpang dari nilai-nilai Pancasila. Dan bagi pembaca untuk lebih memperhatikan gaya hidup kita sehingga tidak menyimpang dari nilai-nilai pancasila dan norma yang ada di dalam masyarakat. Sehingga kita dapat menjadi orang yang berkualitas dan berguna bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Keterbacaan bahan bacaan buku teks Bahasa Indonesia Jilid V-C bagi siswa kelas V SDN se-Kecamatan Lowokwaru Kotamadya Malang tahun ajaran 1992/1993
oleh Istiqomah

 

Penerapan metode permainan simulasi pada mata pelajaran PKn untuk meningkatkan aktivitas belajar siswakelas IX di SMPN 1 Kauman Ponorogo / Rizki Wahyunita W.

 

Kata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, permainan simulasi, aktivitas belajar Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang secara umum bertujuan untuk mengembangkan potensi individu warga negara Indonesia, sehingga memiliki wawasan, sikap, dan keterampilan kewarganegaraan yang memadai dan memungkinkan untuk berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam berbagai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendidikan Kewarganegaraan menuntut siswa menunjukkan sikap yang baik, kreatif, dan bertanggungjawab. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, diketahui bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, metode yang digunakan masih berpusat pada guru (teacher centered), siswa sering pasif dalam kegiatan pembelajaran, jarang bertanya maupun menjawab atau dengan kata lain siswa kurang terlibat secara optimal dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini merupakan salah satu penyebab kurangnya aktivitas belajar siswa. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: (1) bagaimana penerapan metode permainan simulasi untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IX di SMPN 1 Kauman Ponorogo?, (2) apakah metode permainan simulasi dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IX di SMPN 1 Kauman Ponorogo? Untuk mengatasi permasalahan seperti diuraikan diatas, maka peneliti mencoba menerapkan metode permainan simulasi dan menganalisis dampaknya terhadap aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Tahap-tahap dalam penelitian ini meliputi 4 tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini berlangsung dalam 2 tahap, yaitu tindakan I dan tindakan II. Subyek penelitian adalah siswa kelas IX A SMPN 1 Kauman Ponorogo. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan analisis data terdiri atas beberapa kegiatan yang diantaranya yaitu klasifikasi data, penyajian data, dan penilaian keberhasilan tindakan. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa metode permainan simulasi yang diterapkan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran PKn. Peningkatannya adalah dari hasil analisis siklus I, aktivitas belajar siswa sebesar 67.44%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 89.41%. Hasil ini diharapkan akan bermanfaat sebagai informasi bahwa penerapan metode permainan simulasi dapat meningkatkan aktivitas siswa di SMP. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran yang bisa peneliti sampaikan sehubungan dengan metode permainan simulasi adalah bagi guru Pendidikan Kewarganegaraan dianjurkan menerapkan pembelajaran menggunakan metode permainan simulasi pada mata mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan karena siswa memberikan respon yang positif terhadap pembelajaran menggunakan metode ini dan bagi siswa sekolah menengah disarankan agar selalu meningkatkan aktivitas belajarnya agar terbiasa untuk aktif dalam pembelajaran di kelas supaya proses belajar dapat berjalan dengan baik dan menarik

Pengaruh kegiatan ekstrakurikuler terhadap prestasi belajar siswa SMA Negeri se - Kotamadya Malang / oleh Jumi'ati

 

Perbandingan prestasi belajar Aljabar antara siswa yang diberi tes formatif dengan siswa yang diberi tugas terstruktur dikelas II A-2 dan kelas III A-2 SMA Negeri 8 Malang / oleh Solikin Hadi Cahyono

 

Persepsi pengusaha swasta sektor informal terhadap program KB Mandiri di Kecamatan Klojen Kabupaten Malang
oleh Puspo Wardoyo

 

Hubungan antara interaksi anak dalam keluarga dengan solidaritas teman sebaya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang / Ayang Erlian Madya Putri

 

ABSTRAK Putri, Ayang E rlian Madya. 2015. Hubungan antara Interaksi Anak dalam Keluarga dengan Solidaritas Teman Sebaya pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Andi Mappiare AT M.Pd, (II) Dra. Elia Flurentin M.Pd Kata Kunci: Interaksi anak dalam keluarga, solidaritas teman sebaya Seseorang pertama kali melakukan interaksi dengan keluarganya, kemudian meluas ke lingkungan sosialnya. Keluarga memberikan pengaruh terhadap aspek perkembangan seorang remaja termasuk perkembangan sosialnya. Interaksi yang baik dalam keluarga akan memberikan dampak yang baik dalam perkembangan sosial remaja. Menginjak dewasa, remaja akan lebih sering menghabiskan waktu dengan teman-temannya Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) interaksi anak dalam keluarga pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang, (2) solidaritas teman sebaya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang, (3) hubungan antara interaksi anak dalam keluarga dengan solidaritas teman sebaya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 150 orang siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala interaksi anak dalam keluarga dan solidaritas teman sebaya. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dan teknik korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) banyak siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang memiliki interaksi dalam keluarga yang tinggi dan hasil penelitian menunjukkan siswa mempunyai hubungan yang lebih dekat dengan ibu, (2) cukup siswa memiliki solidaritas teman sebaya tinggi dan sikap solidaritas yang menonjol ialah siswa tidak membeda-bedakan dalam berteman dan siswa dapat membedakan ajakan teman yang tidak sesuai dengan dirinya (3) hal ini menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antar interaksi anak dalam keluarga dengan solidaritas teman sebaya dengan korelasi antara interaksi anak dalam keluarga dengan solidaritas teman sebaya sebesar 0.563 dan p=0.000<0.05,. Berdasarkan hasil penelitian disarankan (1) bagi konselor diharapkan dapat merencanakan secara sistemastis pemberian program bimbingan khususnya pribadi sosial secara khususnya solidaritas teman sebaya agar siswa tidak salah mengartikan makna dari solidaritas teman sebaya dan nantinya tidak terjerumus dalam pertemanan yang negatif dan merugikan bagi dirinya dan orang-orang disekitarnya (2) bagi siswa agar dapat memanfaatkan program bimbingan dan konseling yang ada disekolah untuk nantinya dapat memberikan informasi maupun membantu dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi oleh siswa di dalam bidang pribadi sosial.

Kreativitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran PKn melalui pendekatan pembelajaran tematik (studi di SDN Petungsewu II kelas 1) Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / Agus Setiyawan

 

Kata Kunci: Kreativitas, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendekatan tematik. Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi, atau unsur-unsur yang ada. Yang dimaksud dengan data, informasi, atau unsur-unsur yang ada adalah dalam arti sudah ada sebelumnya, yaitu segala pengalaman yang diperoleh seseorang selama hidupnya, baik selama dibangku sekolah maupun yang dipelajarinya dalam keluarga dan masyarakat. Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang bertujuan membentuk warga Negara yang baik, demokratus, cerdas, religius, dan bertanggungjawab Pembelajaran tematik sebagai pendekatan pembelajaran termasuk salah satu pendekatan pembelajaran terpadu, Istilah pendekatan pembelajaran tematik pada dasarnya adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengkaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui sejauh mana wawasan guru PKn SDN Petungsewu II terhadap pendekatan pembelajaran tematik (2) Untuk mengetahui bagaimana kreativitas guru PKn dalam menyusun rancangan pembelajaran PKn melalui pendekatan pembelajaran tematik dikelas 1 SDN Petungsewu II Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, (3) Untuk mengetahui bagaimana kreativitas guru PKn dalam pelaksanaan pembelajaran PKn melalui pendekatan pembelajaran tematik di SDN Petungsewu II Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, (4) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran PKn melalui pendekatan pembelajaran tematik di SDN Petungsewu II Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, dan (5) Untuk mengetahui bagaimana usaha-usaha yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi hambatan yang timbul dalam pelaksanaan pembelajaran PKn melalui pendekatan pembelajaran tematik di SDN Petungsewu II Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Untuk mencapai tujuan tersebut, data dikumpulkan dengan cara observasi partisipatif, studi dokumentasi serta wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Penelitian dilakukan di SDN Petungsewu II Kelas 1 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang dengan objek penelitian adalah pelaksanaan pembelajaran PKn SD melalui pendekatan pembelajaran tematik. Dari hasil temuan peneliti dilapangan, dalam pelaksanaan pembelajaran PKn melalui pendekatan tematik di SDN Petungsewu II kelas 1 antara lain sebagai berikut ; 1). Rancangan pembelajaran, dalam tahap ini guru PKn Kelas 1 SDN Petungsewu II menyiapkan media pembelajaran tematik yang berupa gambar-gambar yang berhubungan dengan tema yang akan diajarkan kepada siswa. Disini peneliti tidak menemukan guru menentukan tema pembelajaran tematik, karena untuk pelaksanan pembelajaran tematik di SD kelas 1 sampai kelas III pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional memberikan buku panduan pelaksanaan pembelajaran tematik dimana sudah dilengkapi dengan tema pembelajaran untuk masing-masing mata pelajaran. Dengan demikian, guru hanya tinggal menentukan tema penghubung antar mata pelajaran berdasar kesamaan indikator pencapaian dari masing-masing kompetensi dasar. Estela itu guru membuat RPP pembelajaran tematik, 2). Pelaksanaan pembelajaran, dari hasil pengamatan, peneliti melihat bahwa guru bidang studi PKn kelas 1 di SDN Petungsewu II kurang kreatif khususnya dalam hal pengelolaan pembelajaran. Hal ini dikarenakan kurangnya pengalaman guru dalam mengajar, sehingga guru tidak bisa mengelola proses pembelajaran dengan baik. Selain itu media yang dipakai juga kurang bervariasi, yang mengakibatkan siswa tidak antusias dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. . Berdasarkan hasil penelitian di SDN Petungsewu II Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, maka dapat disarankan : 1. Perlu tersedianya media pembelajaran untuk pelaksanaan pembelajaran PKn melalui pendekatan pembelajaran tematik. 2. Guru hendaknya membuat dan menyiapkan sendiri media pembelajaran sebagai sarana pendukung dalam pelaksanaan pembelajarn PKn melalui pendekatan pembelajaran tematik. Media pembelajaran tidak harus mahal, akan tetapi efisien dan lentur (bisa dipakai atau mudah digunakan oleh siswa dan guru). 3. Dalam membuat RPP, guru PKn kelas 1 agar lebih lengkap lagi. Mengingat RPP itu sebagai pedoman mengajar dimana fungsinya agar guru tidak keluar dari materi pembelajaran yang diajarkan. 4. Diharapkan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pelakasanaan pembelajaran PKn melalui pendekatan pembelajaran tematik. Hal ini dikarenakan, dalam penelitian ini banyak kekurangan yang mungkin perlu untuk disempurnakan dan ditindak lanjuti.

Pengaruh pemberitahuan tujuan instruksional khusus terhadap prestasi belajar Geometri siswa kelas II SMP Winongan Kabupaten Pasuruan
oleh Khoirul Faizin

 

Pemanfaatan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri oleh kelompok tani mandiri di Desa Sekarputih Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi / Ahmad Hario Saputro

 

ABSTRAK Hario Saputro, Ahmad. 2015. Pemanfaatan Dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri oleh Kelompok Tani Mandiri di Desa Sekarputih Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mit Witjaksono, M.S, Ed, (II) Dr. Imam Mukhlis, S.E, M.Si. Kata Kunci: Kelompok Tani, PNPM Mandiri, mesin tlaser, pemberdayaan Kelompok Tani Mandiri yang berada di Desa Sekarputih merupakan salah satu kelompok usaha yang memanfaatkan dana PNPM mandiri jenis Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Kelompok yang terbentuk atas prakarsa para anggota tersebut merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana PNPM Mandiri yang dapat dikatakan berhasil. Dalam kurun waktu yang relatif singkat, Kelompok Tani Mampu mewujudkan kesejahteraan para anggotanya. Oleh karena itu, peneliti memiliki ketertarikan untuk membahas bagaimana kegiatan usaha yang dilakukan oleh kelompok tersebut sehingga mencapai keberhasilan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membahas beberapa hal yaitu latar belakang berdirinya kelompok, pengorganisasian kelompok, pengelolaan dana oleh kelompok, faktor pendukung maupun faktor penghambat kelompok dalam memanfaatkan dana, dan dampak yang dirasakan oleh kelompok dengan adanya dana. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian dituangkan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara peneliti terjun secara langsung ke lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan karakteristik khasnya, dalam penelitian kualitatif ini peneliti sekaligus berperan sebagai intrumen manusia. Untuk keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan uji kredibilitas, uji transferabilitas, depenabilitas, dan konfirmabiliti. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, hingga verifikasi data. Berdasarkan analisi data yang telah dilakukan, peneliti memperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, latar belakang didirikannya Kelompok Tani Mandiri adalah (1) kondisi lahan pertanian di Kecamatan Widodaren yang luas dan produktif, (2) bentuk kepedulian terhadap masyarakat di Desa Sekarputih yang sejak dahulu selalu meminjam mesin tlaser dari desa lain saat panen tiba, (3) mempercepat waktu pekerjaan petani ketika musim panen tiba, dan (4) menghemat biaya buruh yang dikeluarkan ketika pengerjaan dilakukan secara manual. Kedua, untuk mengorganisasikan kelangsungan kelompok, Kelompok Tani Mandiri didirikan dengan beranggotakan masyarakat di lingkup 1 RT. Kelompok mengadakan rapat anggota yang dibedakan menjadi dua, yaitu rapat anggota umum dan rapat anggota khusus. Ketiga, pengelolaan dana yang dilakukan oleh Kelompok Tani Mandiri dibagi ke dalam 3 bagian, yaitu (1) alokasi dana awal, (2) pembagian hasil pengoperasian harian mesin tlaser, dan ( 3) pengalokasian hasil akhir pendapatan kelompok selama tutup buku dilakukan. Keempat, faktor pendukung lancarnya kegiatan adalah keanggotaan yang mudah dikoordinasikan. Kendala yang sering dihadapi oleh Kelompok Tani Mandiri dalam menjalankan kegiatannya adalah (1) anggota yang sering salah paham kepada pengurus harian, (2) adanya tenaga buruh yang terbatas, dan (3) persaingan usaha di bidang yang sama. Kelima, dampak yang dirasakan oleh anggota Kelompok Tani Mandiri setelah adanya bantuan dana PNPM Mandiri antara lain (1) terwujudnya target awal kelompok untuk melunasi pinjaman dana PNPM Mandiri, (2) anggota kelompok tidak lagi meminjam tlaser ke desa lain sehingga waktu memanen padi lebih singkat, dan (3) upah yang diberikan kepada buruh menjadi berkurang karena panen dibantu oleh tenaga mesin dengan waktu yang lebih cepat. Dengan dampak tersebut, pendapatan anggota bertambah jika dibandingkan sebelum mereka memiliki tlaser.

Studi tentang kandungan ion nitrit air sumur gali dalam wilayah perusahaan tempe di Sanan Kotamadya Malang / oleh I Wayan Sarman

 

Pengaruh prestasi belajar dan praktik kewirausahaan di sekolah terhadap minat berwirausaha siswa kelas X setelah lulus SMK Muhammadiyah 3 Singosari / Umi Khusnul Khotimah

 

ABSTRAK Khotimah, Umi Khusnul. 2015. Pengaruh Prestasi Belajar dan Praktik Kewirausahaan di Sekolah Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas X Setelah Lulus Smk Muhammadiyah 3 Singosari. Skripsi. Jurusan Manajemen, Program Studi S1 Pendidikan Tata Niaga, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suwarni, M.si (II) Drs. Agus Hermawan, M.Si, Grad Dip MGT., M.Bus. Kata Kunci: Prestasi Belajar, Praktik Kewirausahaan, dan Minat Berwirausaha. Untuk membentuk siswa yang memiliki semangat wirausaha, terlebih dahulu perlu ditanamkan minat berwirausaha dalam diri mereka. Minat juga memegang peranan penting dalam menentukan arah dan pemikiran seseorang dalam segala tindakannya termasuk juga dalam belajar dan berprestasi. Pada penelitian ini terdapat 3 variabel yang diteliti yaitu prestasi belajar (X1) dan praktik kewirausahaan (X2) sebagai variabel independen serta minat berwirausaha (Y) sebagai variabel dependen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui variabel prestasi belajar dan veriabel praktik kewirausahaan yang mempengaruhi minat berwirausaha siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanasi. Populasi yang dipilih adalah siswa kelas X SMK Muhammadiyah 3 Singosari sebesar 233 siswa dan sampelnya sebesar 70 siswa. Pengambilan sampel digunakan dengan metode proportional random sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuisioner dan observasi. Hasil uji validitas dan reliabelitas menunjukkan lima puluh item pernyataan dinyatakan valid dan reliabel. Berdasarkan uji asumsi klasik, model regresi memenuhi asumsi normalitas dan layak pakai, tidak terjadi multikolinieritas,dan tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) prestasi belajar siswa kelas X SMK Muhammadiyah 3 Singosari tergolong baik, praktik kewirausahaan siswa kelas X SMK Muhammadiyah 3 Singosari tergolong Sangat baik, serta minat berwirausaha siswa kelas X SMK Muhammadiyah 3 Singosari tergolong baik, 2) terdapat pengaruh positif tidak signifikan antara prestasi belajar dan minat berwirausaha siswa kelas X SMK Muhammadiyah 3 Singosari, 3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara praktik kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa kelas X SMK Muhammadiyah 3 Singosari, 4) terdapat pengaruh yang positif signifikan antara prestasi belajar dan praktik kewirausahaan secara simultan terhadap minat berwirausaha siswa kelas X SMK Muhammadiyah 3 Singosari. Berdasarkan hasil penelitian,dapat disarankan: 1) bagi siswa SMK Muhammadiyah 3 Singosari diharapkan meningkatkan belajar dan meningkatkan prestasi pada mata pelajaran kewirausahaan dan bersungguh-sungguh melaksanakan praktik kewirausahaan, 2) bagi guru SMK Muhammadiyah 3 Singosari senantiasa lebih berinovasi dalam melakukan pengajaran kewirausahaan untuk merangsang minat berwirausaha siswa, 3) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menyempurnakan dan menambah hal-hal yang masih kurang dalam penelitian ini.

Penggunaan piranti kohesi antar kalimat Bahasa Indonesia dalam karangan narasi siswa kelas V Sekolah dasar Pinggir Papas Kabupaten Sumenep tahun ajaran 1992 - 1993
oleh Rahmad

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |