Hubungan pendapatan dan tanggungan rumah tangga dengan pendidikan formal anak di wilayah transmigrasi Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan oleh Ria Ciptani

 

Krisis ekonomiy angd ialami Indonesias aati ni semakinh ari semakin bertambatqd eng;aand anyak risis multidimensiy angm elandab angsaIn donesias ejak tahun1 997.K ondisi tersebumt embawa& mpak negatifb agid uniap endidikand i Indonesiaa, ntaral ain mengakibatkamn enunmnyati ngkatk ernampuaenk onomi orangt ua untuk menyekolahkaann aknyam, eningkafirya nakp utuss ekolahd an semakinb anyaknyaa naku sias ekolahy angt idak mandapatkapne layanan pendidikan. Penelitiani ni bersifatd eskiptif korelasionadt itaksanakadni lokasi PemukimanT ransmigrasDi esaA bumbunJ ayaK ecamatans ungair abuk Kabupaten BanjarK alimantanS elatan.U ntuk mencapatiu juanp enelitian,d igunakan pcnlek{an Survey Sebagapi opulasia dalahk epalak eluarga( KK) yangm empunyai anak usia sekolah. Teknik pengumpuland ata,y aitu obsewasiw, awancarad and okomentasi. Analisisd atad enganm enggunakaann alisist abulasid an statistik Berdasarkanb asil analisad apatd ikemukakaq; laitu : (l) hubungana ntara pendapatatnra nsmigrand enganp endiditanf ormal anakt idak signifikan.S emakin meningkahyap endapatanna nsmigranti dak selalud iikuti oleh sernakin meningkatryap endidikanf ormal anab (2) hubungana naraj umlah tanggungan rumaht anggat ansmigrand enganp endidikanf ormal anaka dalahs ipifikan. Semakinm eningkatryaju mlah anggunganr umahr umaht anggat ransmigrans elalu diikuti oleh semakinm eningkatnyap endidikanf ormal anak,d an( 3) pengarutar nara . pendapatadna njumlaht anggunganru maht anggat ransmigrante rhadapp endidikan formal anak. _ Saran-sarayna ngd ikemukakany, aitu : (l) Padap emerintahD aerahT ingkatI I KubupateBn anjarK alimantanS elatm dapatm enigka&anu payap emberdayaan kehidupanm asyarakattr ansmigraski hususunydaa lams osiale konomid an pendidikanfo rmal analq( 2) perlu dilakulon penelitinl anjutany angl ebih dalamd an komprehensiftentanmg asalahp endidikanfo rmal anak,d an( 3) sebagarie ferensbi agi pengembangailnm u geograf.i

Peningkatan kemampuan menarasikan teks hasil wawancara dengan menggunakan metode mind mapping siswa kelas VII-A SMP Negeri 1 Ambunten Kabupaten Sumenep / Kusmellyati

 

Kata kunci : Kemampuan Mengubah Teks Hasil Wawancara, Narasi dan Metode Mind Mapping, Menulis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam seluruh proses belajar yang dialami siswa selama menuntut ilmu sekolah. Dengan tulisan, mereka dapat mengungkapkan berbagai informasi, pengetahuan, dan gagasan yang mereka miliki. Dengan banyaknya latihan pembelajaran menulis, diharapkan keterampilan siswa dalam menulis bisa lebih meningkat. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran menulis yang menarik bagi siswa untuk memaksimalkan kemampuan siswa dalam keterampilan menulis. Berdasarkan observasi awal, diperoleh suatu gambaran bahwa pembelajaran mengubah teks wawancara menjadi narasi yang dilakukan oleh guru masih cenderung teacher centered. Guru masih memiliki peran dominan dalam proses pembelajaran dibandingkan dengan siswanya. Pada umumnya proses pembelajaran Bahsa Indonesia di kelas masih menggunakan metode yang konvensional, seperti ceramah, Tanya jawab atau mengerjakan lembar kerja siswa (LKS) sehingga seringkali belajar dan proses belajar tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sedangkan dari sudut pandang siswanya, siswa kurang termotivasi untuk mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh metode pembelajaran yang digunakan guru masih kurang menarik sehingga siswa merasa jenuh, malas, dan tidak terangsang untuk aktif dalam melaksanakan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran menarasikan teks hasil wawancara dengan menggunakan Mind Mapping siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Ambunten Kabupaten Sumenep. Kemampuan menarasikan teks hasil wawancara adalah kemampuan dialog dalam teks hasil wawancara menjadi sebuah cerita dengan mengubah kalimat langsung menjadi kalimat taklangsung. Metode Mind Mapping merupakan sebuah metode yang dimaksudkan untuk membentu siswa dalam pembelajaran mengubah teks hasil wawancara menjadi narasi. Langkah pertama yang harus dilakukan terkait dengan pembelajaran menarasikan teks wawancara dalam metode ini yaitu memetakan ide atau gasasan yang terdapat dalam teks hasil wawancara. Kemudian pokok-pokok penting yang terdapat dalam teks hasil wawancara tersebut ditulis dalam lingkaran-lingkaran kecil yang dihubungkan oleh cabang-cabang dari lingkaran ide atau gagasan. Setelah Mind Mapping terbentuk, barulah siswa melanjutkan dengan membuat kerangka karangan berdasarkan Mind Mapping. Hal tersebut dimaksudkan agar karangan yang dibuat lebih lengkap dan rinci. Masing-masing ide tersebut dijabarkan siswa menjadi penjabaran yang lebih jelas dan lengkap. Langkah yang terakhir adalah mengembangkan kerangka karangan menjadi narasi. Melalui pembuatan Mind Mapping dan kerangka karangan, maka siswa dapat mengikat ide sehingga menghasilkan tulisan narasi yang tepat, lengkap dan terstruktur. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan selama dua siklus. Penelitian ini meliputi dua tahap, yaitu (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan tindakan, (3) pelaksanaan tindakan, (4) observasi dan evaluasi, dan (5) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kemampuan siswa dalam mengubah teks hasil wawancara menjadi narasi. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari pemerolehan skor siswa. Pada siklus I, presentase kemampuan siswa dalam memetakan ide atau gagasan rata-rata nilai yang diperoleh yakni 4,2 sedangkan pada siklus II rata-rata nilai siswa mencapai 5. Pada tahap mengembangkan ide atau gagasan yang terdapat dalam teks hasil wawancara menjadi kerangka karangan narasi siswa juga mengalami peningkatan pada tiap siklusnya. Pada siklus I rata-rata nilai yang diperoleh yakni 4,2 sedangkan pada siklus II rata-rata nilai siswa mencapai 5,3. Sedangkan pada kemampuan menarasikan teks wawancara dilihat dari aspek ketepatan isi, pada siklus I rata-rata nilai yang diperoleh siswa adalah 2,6 sedangkan pada siklus II rata-rata nilai siswa mencapai 2,8. Pada kemampuan menarasikan teks hasil wawancara pada aspek kelengkapan isi rata-rata nilai yang diperoleh siswa pada siklus I adalah 2,6 sedangkan pada siklus II rata-rata nilai yang diperoleh siswa adalah 2,8. Pada aspek keruntutan isi narasi rata-rata nilai yang diperoleh siswa pada siklus I adalah 2,5 sedangkan pada siklus II rata-rata nilai yang diperoleh adalah 2,8. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Mind Mapping dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VII A SMP Negeri Ambunten Kabupaten Sumenep dalam menarasikan teks hasil wawancara pada matapelajaran Bahasa Indonesia. Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata siswa tiap siklus yang meningkat.

Sejarah kerajaan gunung tabur periode 1833-1950 oleh Syahdan

 

Pada abad ke-15 muncul Kerajaan Berau yang terletak di Sungai Berau. KerajaanBerauadalahs ebuahk erajaany ang terletak di KalimantanT imur bagian Utara. Pada awal abad ke-19 Kerajaan Berau terpecah menjadi duq yaitu Kerajaan GunungT abur dan KerajaanS ambaliungP. erpecahante rjadi karenak eduap utra mahkotad ari raja kesembilanK erajaanB eraui ngin menjadir aja.P enelitianin i menarik untuk dikaji dan belum ada yang menulis. Rumusanm asalahd alam penelitia n ini adaJah(1 ).Bagaimanala tat belakang berdirinya Kerajaan Gunung Tabur? (2). Bagaimana keadaan Kerajaan Gunung Tabur 1833-1950? Penelitianin i merupakanp enelitianh istorisd enganla ngkahJangkah. Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Selain itu dalam penelitian ini digunakans ejarahl isan dengann arasumberp uti kerajaand an KepalaM useum Batiwakkal yaitu Hj. Aji Putru Nural Aini, Hj. Aji Putri Kannik Barrau Sanifah dan Drs. H. Achmad Maulana. Sumber lisan diperoleh dengan wawancara dan sumber datat ertulis dengane ksplorasid i perpustakaanD aerahK ahmantanT imur dan PerpustakaaUn niversitasN egeri Malang. Selanjutnyas umberd ata lisan dan tulisan diuji dengank ritik sejarahd an kemudianh asilnyad iinterpretasikanH. asil interpretasi dituangkan dalam historiografi . Hasil penelitianin i menunjukan(1 ). BerdirinyaK erajaanG unungT aburp ada tahun 1833 karenak eturunanA ji PangeranD ipati tidak menepatip erjanjiany ang telah disepakatid enganK eturunanA ji PangeranT ua dalam mengangkast eorangr aja. Akibat dari kejadiani nr, keturunanA ji PangeranT ua mendirikan kerEaans endiri dengann amaK erajaanS ambaliungd ank eturunanA ji PangeranD ipati mendirikan kerajaan dengan nama Kerajaan Gunung Tabur. (2) Kerajaan Gunung Tabur berlangsungdaritahunl833-l950,sejakberdirinKyae rajaanGunungTaburtelah dikuasaoi lehB elandaP. adam asaP emerintahaBne landab anyakk esengsaraayna ng dirasakano leh masyarakaKt erajaanG unungT abur.P adat ahun 1942K erajaan GunungT aburd ik,,asaoi leh Jepangp adap endudukanJe pangb anyakr akyaty ang menderita. Tahun 1945 Kerajaan Gunung Tabur pada masa merdeka. Berakhirnya sistem kerajaan di Kerajaan Gunung Tabur pada tahun 1950, setelah Achmad MaulanaM uhammadC halifatullahJ alaluddind iangkatm enjadiK epalaD aerah IstimewaB erau. Pemerintahd aerahp erlu melakukanp enyusunans ejarahk era.laan-kerajaadni Kalimantan Timur, dan memelihara cagar budaya yangada. Dan perlunya kurikulum muatan lokal yang didalamnya terdapat materi sejarah lokal

Penerapan model pembelajaran kooperatif teams games tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar operasi hiyung pecahan kelas V SDN Puewodadi 3 kota Malang / Lidya Trie Maharani

 

Kata Kunci: Hasil belajar, operasi hitung pecahan, Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Matematika merupakan salah satu pembelajaran yang wajib dibelajarkan pada peserta didik di sekolah khususnya Sekolah Dasar. Matematika adalah salah satu ilmu yang bersifat pasti yang terkandung di dalamnya antara lain berhitung (Aritmatika), Aljabar, Ilmu Ukur, Geometri dan lain-lain. Belajar Matematika bukan hanya sekedar usaha untuk menghitung bilangan melainkan juga usaha untuk menumbuh kembangkan sikap, ketrampilan berpikir serta memperluas kemampuan dalam pemecahan masalah. Oleh karena itu, dalam belajar matematika diperlukan strategi, model, metode maupun media belajar yang memungkinkan siswa melatih ketrampilan serta memperluas kemampuannya dalam memecahkan masalah matematika. Salah satu materi dalam pembelajaran matematika SD khususnya berhitung (aritmatika) adalah operasi hitung pecahan. Agar anak mudah memahami materi yang diberikan oleh guru maka diperlukan model pembelajaran yang tepat. Dengan model pembelajaran yang tepat dapat diharapkan meminimalisir kejenuhan bahkan ketakutan siswa pada pembelajaran matematika. Model pembelajaran disni berfungsi sebagai acuan atau tolak ukur bagi guru untuk merencanakan pembelajaran maupun implementasinya di dalam kelas. Peneliti menemukan berbagai masalah dalam pembelajaran Matematika di SDN Purwodadi 3. Dalam pembelajaran operasi hitung, siswa kelas V kurang mampu menguasai apa yang disampaikan guru karena guru terlalu monoton dalam memberikan materi pembelajaran. Guru terlalu banyak menggunakan ceramah dengan contoh-contoh yang panjang dan rumit, sehingga siswa kurang tertarik bahkan bersikap acuh dalam pembelajaran. Selain itu nilai siswa kelas V dalam pembelajaran Matematika khususnya operasi hitung pecahan masih kurang, terbukti dengan hasil nilai pre tes yang masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Kooperatif TGT (Team Games Tournament) untuk meningkatkan hasil belajar operasi hitung pecahan siswa Kelas V SDN Purwodadi 3 Kota Malang, (2) Mendeskripsikan apakah penggunaan model pembelajaran Kooperatif TGT (Team Games Tournament) dapat meningkatkan hasil belajar operasi hitung pecahan siswa Kelas V SDN Purwodadi 3 Kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas V SDN Purwodadi 3 Kota Malang. Materi operasi hitung pecahan semester II Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tahun 2006. Data yang diperoleh peneliti yaitu dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti menemukan bahwa penggunaan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar matematika khususnya operasi hitung pecahan. Hasil penelitian dikemukakan sebagai berikut. (1) Nilai rata-rata hasil belajar pada pra tindakan adalah 62,96, siklus I mencapai 71,48 atau mengalami peningkatan skor sebesar 8,52 (13,53%) dan siklus II sebesar 82,59 atau mengalami peningkatan skor pada siklus II sebesar 16,77 (23,52%), (2) Rata-rata keaktifan siswa pada siklus I 67% dengan kriteria cukup, kemudian mengalami peningkatan 33%, sehingga rata-rata skor keaktifan siswa pada siklus II mencapai 100% dengan kriteria sangat baik. Dari uraian yang telah dipaparkan sebelumnya, hasil belajar operasi hitung pecahan dapat diukur melalui tes evaluasi pada akhir pembelajaran. Model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) mampu membuat siswa untuk turut aktif dalam pembelajaran, karena model tersebut sangat sesuai dengan karakteristik anak-anak usia sekolah dasar yaitu senang bermain. Dengan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) siswa dapat memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh guru serta dapat menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan operasi hitung pecahan dengan hasil yang maksimal. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran Matematika, operasi hitung pecahan Kelas V SDN Purwodadi 3 Kota Malang mengalami peningkatan. Sebagai saran kepada guru dan sekolah sebaiknya lebih meningkatkan hasil belajar pembelajaran matematika khususnya operasi hitung pecahan dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT).

Perbedaan prestasi belajar sejarah pergerakan nasional siswa kelas II antara yang aktif dan tidak aktif pramuka di Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum Putukrejo Gondanglegi Malang oleh Nizar

 

Pendidikamn erupakasnu atus aranaya ngs ampasi aati ni rnen.regapnegr anan pe..tjlqb agik ehidupasnu atub angsad ann egaraT. idaks atupunn .gorulongs arnpasra at ini tidakm engenaple ndidikanP.a das aati ni pendidikarnrr crupakarihyaat ngs angavt ital sekalki arenad uniak itam enunjukkapna daz amany angb erteinotogci anggihta npa didasaoril ehs aranap endidikayna ngd isesuaikadnb ngink eadaa,nla rnan"maskat u langkakhi tat erringgadla rinya. L.atabr elakangp ennasarahannmyae ngingabt ahwap endidikanm enjadip eranan pertingd alarnk ehidupabne rbangsdaa nb emegarap.e ndidrkaanp apuna kanm embawa nilapi erubahayna ngb aikb ilah asilnyran engandunnigla i-ntlaki ehidupaSn.i stemT anda Kecakapamne rupakapnr insipd asarp endidikakne p-ramukasaens uaci lengakne tentuan AnggaraDn asadr anA nggaranR umahr anggaG erakanp ramukad, imanis rstemta nda kecakapaand alahs rratuta tac aray ung."nggunakanta nda-tanduan tukm enandacil an mengakukie cakapan-kecakaupnatnu km enghargjaeir ih payahnyau,s ahad anh asil karyanyaP. enghargaaitnu dapatb erwu.iudp ujiana taup enghargaabne rupab enday ang menandasit atusp ribadinydai bandingkaonr angl ain. GerakanP ramukam enyelenggarakapne ndidikank epramukaabna gia nakr emaja, pemudab aikp uteram aupunp utri, setiapa nggotag erakanp iamukah arusinengalamiai n merasakapnr osesp endidikank epramukaaintu . oGh karenait u sernuak egiatanh arus dilaksanakasne suadi engajne nisp esertdai dik. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mencarip erbedaanp restasbi elajars ejarah Pergerakanna sionasl iswak erasI r antaray ang aktil'dan iiout aktif piamuka. Metodep enelitiani ni menggunakanp endekatank uantitatifd enganp enelitian komparatifkarenau ntuk mencari perbedaanp restasib elajar sej-arahp ergerakan nasionasl iswak elasI l yang aktif dan tidak aktil.pramuka.s edangkanp roses pengumpuladna tad ilakukand enganm enggunakante s,d okum"ntusid an interview sertap engujiand ata. _ Hasil yang diperoleh bahwa ada perbedaan prestasi berajar Sejarah Pergerakanna sionals iswak elasI I antaray ang aktif dan yangi lout unir PramukaD. ari hasil pengolahand atam endapaht asil t hitung-sebesa0r, 740d an t tabef 0,304 dengan taral'signifikan l%o. Karena t hiturrg lebih besar dari t tabel. makah ipotesisn ihil ini diterima,a rtinyaa da perbedaany ang signifikanp restasr belajars iswak elasI I yang aktif pramukad engany ang tiaat akt]f pramukad alam SejarahP ergerakanN asional

Penggunaan media ritatoon untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi cara hewan menyusaikan diri dengan lingkungan kelas V SDN Tambak Kalisogo I Sidoarjo / Arofatul Azizah

 

Kata kunci : Media ritatoon, Hasil belajar, Cara hewan menyesuaikan diri dengan lingkungan. SDN Tambak Kalisogo I Sidoarjo merupakan salah satu sekolah yang berada di ujung timur kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan observasi di kelas V yang berjumlah 8 siswa terdiri dari 6 siswa laki-laki dan 2 siswa perempuan, kegiatan pembelajaran pada umumnya dilakukan dengan ceramah, dan kegiatan pembelajaran kurang menarik karena guru tidak menggunakan media pembelajaran, sehingga berdampak pada hasil belajar yang siswa kurang optimal, hasil belajar siswa rendah yaitu 58,1 padahal kreteria ketuntasan minimal (KKM) adalah 70. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan proses penggunaan media ritatoon dalam pembelajaran IPA kelas V SDN Tambak Kalisogo I Sidoarjo (2) Mendeskripsikan Aktivitas siswa pada penggunaan media ritatoon dalam pembelajaran IPA kelas V SDN Tambak Kalisogo I Sidoarjo (3) Mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Tambak Kalisogo I Sidoarjo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan rancangan penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Hopkins yang tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data penelitian diperolah dari hasil observasi dan hasil tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media ritatoon di SDN Tambak Kalisogo I Sidoarjo membuat siswa menjadi lebih aktif, kreatif, serta pembelajaran menjadi menyenangkan dan bermakna bagi siswa (2) Aktivitas belajar siswa dengan menggunakan media ritatoon di SDN Tambak Kalisogo I Sidoarjo mengalami peningkatan (3) Hasil belajar IPA dengan menggunakan media ritatoon di SDN Tambak Kalisogo I Sidoarjo dapat meningkat. peningkatan ini dapat diketahui dari hasil belajar siswa kelas V terbukti Pada observasi awal nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 58,1 siklus I 67,5, dan pada siklus II 76,5. Sehingga mengalami peningkatan dari observasi awal ke siklus I sebesar 9,2 dan dari siklus I ke siklus II sebesar 9. Prosentase siswa yang tuntas belajar pada siklus I 62,5 % dan siklus II adalah 87,5 % atau lebih dari 80 % sehingga pembelajaran dikatakan berhasil. Berdasakan hasil penelitian, disarankan pada guru Mata Pelajaran IPA di kelas V untuk melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) Dalam pembelajaran IPA disarankan menggunakan media ritatoon, agar siswa menjadi lebih aktif, kreatif, serta pembelajaran menjadi menyenangkan dan bermakna bagi siswa (2) Apabila aktivitas belajar siswa rendah, maka perlu ditingkatan lagi melalui upaya yang terencana dan berkesinambungan. Penggunaan media ritatoon merupakan salah satu alternatif dalam pembelajaran yang memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran. (3) Untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran, hendaknya selalu memberi kesempatan pada siswa untuk memunculkan gagasan-gagasan maupun pertanyaan-pertanyaan, baik secara lisan maupun tertulis.

Proses berpikir kritis mahasiswa melalui perkulihan penyelesaian masalah program liner / Nur Farida

 

Kata-kata Kunci: Proses Berpikir Kritis, Perkuliahan Penyelesaian Masalah, Penyelesaian Masalah, Program Linear. Untuk mengukur berpikir kritis, peneliti merumuskan “bagaimanakah proses berpikir kritis mahasiswa melalui perkuliahan penyelesaian masalah program linear?” Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan terjadinya proses berpikir kritis mahasiswa melalui pembelajaran penyelesaian masalah program linear bagi mahasiswa semester II offering A Program Studi Pendidikan Matematika di Universitas Kanjuruhan Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Proses berpikir kritis memiliki 4 indikator antara lain: proses berpikir kritis dilacak melewati langkah-langkah berikut. Pertama, identifikasi unsur-unsur yang diketahui dan ditanyakan, mahasiswa diberikan permasalahan program linear berbentuk soal cerita, sedangkan dosen berperan sebagai fasilitator dengan memberikan permasalahan. Kedua, penerapan strategi untuk penyelesaian masalah, mahasiswa mendiskusikan cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Dosen berperan sebagai mediator dalam kegiatan diskusi. Ketiga, perumusan masalah ke bentuk matematis, mahasiswa dengan dalam kelompoknya bekerjasama untuk merumuskan masalah menjadi bentuk matematis. Keempat, interpretasi, mahasiswa membuat laporan dari hasil diskusinya dan dapat menjelaskan kepada teman-temannya. Dosen melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar. Hasil penelitian ini diperoleh dari observasi dan tes akhir penelitian. Dari hasil observasi perkuliahan pada siklus I diperoleh untuk pertemuan I aktivitas mahasiswa berdasarkan pengamatan P1 sebesar 81% sehingga dalam kriteria baik. Sedangkan pengamatan P2 sebesar 86% sehingga dalam kriteria baik, maka dapat disimpulkan aktivitas mahasiswa pada pertemuan I dalam kriteria baik. Observasi perkuliahan pada pertemuan II aktivitas mahasiswa berdasarkan pengamatan P1 sebesar 87% sehingga dalam kriteria baik. Sedangkan pengamatan P2 sebesar 88% sehingga dalam kriteria baik, maka dapat disimpulkan aktivitas mahasiswa pada pertemuan II dalam kriteria baik. Dari hasil observasi perkuliahan pada siklus II diperoleh untuk pertemuan I aktivitas mahasiswa berdasarkan pengamatan P1 sebesar 85% sehingga dalam kriteria baik. Sedangkan pengamatan P2 sebesar 87% sehingga dalam kriteria baik, maka dapat disimpulkan aktivitas mahasiswa pada pertemuan I dalam kriteria baik. Observasi perkuliahan pada pertemuan II aktivitas mahasiswa berdasarkan pengamatan P1 sebesar 95% sehingga dalam kriteria sangat baik. Sedangkan pengamatan P2 sebesar 91% sehingga dalam kriteria sangat baik, maka dapat disimpulkan aktivitas mahasiswa pada pertemuan II dalam kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil tes akhir penelitian terungkap persentase ketuntasan klasikal (TB) sebesar 91%. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa bentuk perkuliahan yang dikembangkan dalam penelitian ini berhasil sebagai suatu bentuk perkuliahan yang dapat mengembangkan proses berpikir kritis mahasiswa melalui perkuliahan penyelesaian masalah program linear. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar bagi peneliti berikutnya hendaknya lebih memberi kesempatan kepada mahasiswa berinteraksi dalam belajar matematika, serta menghilangkan kekhawatiran bahwa mahasiswa yang berkemampuan rendah tidak dapat melakukan kegiatan mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui dan ditanyakan, merumuskan masalah ke bentuk matematik, menerapkan strategi penyelesaian masalah, serta melakukan interpretasi. Untuk penelitian selanjutnya, data dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pijakan dasar dalam rangka menentukan permasalahan penelitian akan datang, sehingga hasil penelitian datang memiliki makna yang lebih tinggi bagi upaya peningkatan perkuliahan matematika.

Pengaruh penerapan pendekatan problem posing terhadap prestasi belajar siswa dalam materi pH larutan Asam basa oleh Dian Nyawang Wulandari

 

pH larutana samb asaa dalahm aterik imia SMA kelasI I semeste2r yang banyakm eli batkano perasmi atematikaK. esuIi tans iswam emahammi ateri terslbutt idak hanyad isebabkaonl ehs ulitnyas iswab ekerjad engana ngkaa taupun karenao byeky anga bstrakt,e tapijugad isebabkaonl ehc arag urum enyampaikan materip eL;aranF. endekatapna nbelajarayna ngt epata kanm embantus iswa memahamimaterpie lajarand enganm udahP. enelitianin i bertujuanu ntuk mengetahupie ngaruhp enerapapne ndekatapne mbelajarapnr oblemp osing. terhJdapp r.rtur'i belajars iswad alamm aterip H larutana sam-basaP. enelitian dilaksanakadne nganr ancangaenk sperimentasel mu.P opulasdi alamp enelitianin i adalahs iswak elai tt SMA Negeri1 Malang,y angt erdirid ari 7 kelas.S ampel yangt erpilihm elaluir andoma dalahk elasI I-2 sebagaki elase ksperim_deann k elas it-O-seUagkaei lask ontrol.H asilp enelitianin i menunjukkabna hwa:( l) pembelajaradne nganp endekatapnr ob lemp osing,memilikpi engaruhya ngl ebih taik terhadapp restasbi elajars iswad aripadap embelajaranta npap endekatan. problemp osingpadam aterpi H larutana sam-basa(2, ) Kemampuansi swad alam merumuskasno ala dalahb aik,h al ini dapatd ilihatd ari 379r espony ang didapatkand,i peroleh8 4,69%re sponb erupap ertanyaamn atematikyaa ngt idak mengandunign formasib aru,1 4,?8orhe sponb erupap ertanyaamn atematikyaa ng mengandunign formasbi aru,d anh anya0,53Yboe rupap ertanyaanno n matematika. (

Kontroler solar cell berbasis kalender masehi menggunakan mikrokontroler / Andi Lukito

 

Kata kunci: Solar cell, Kalender, Kontroler Solar cell merupakan energi alternatif yang didapat dari cahaya matahari yang diubah menjadi energi listrik altenatif. Solar cell dapat mengeluarkan daya listrik maksimal pada saat cahaya matahari tegak lurus mengenai panel. Untuk memaksimalkan daya listrik diperlukan sebuah kontrol. Kontrol tersebut mengatur arah solar cell sehingga dapat mengarah tepat kepada matahari. Kontrol yang baik ialah tidak terpengaruh terhadap perubahan cuaca sehingga dapat mengarahkan dengan tepat. Tujuan pembuatan Tugas Akhir yang berjudul Kontroler Solar cell Berbasis Kalender Masehi Mikrokontroler Menggunakan Mikrokontroler antara lain: (1) merancang rangkaian kontroler solar cell agar dapat memaksimalkan penerimaan intensitas cahaya matahari, (2) merancang sofware kontroler untuk mengontrol pergerakan solar cell, (3) menguji sistem pengontrol pergerakan solar cell terhadap matahari. Metode perancangan meliputi: (1) perancangan sistem, (2) perancangan tiap blok (Hardware), (3) perancangan perangkat lunak (Software), (4) perancangan mekanik alat. Kontroler memiliki sistem mekanik yang dapat bergerak mengatur posisi kemiringan. Posisi kemiringan digerakkan 2 motor stepper yang berputar step demi step. Putaran step demi step didapat dari mikrokontroler yang terhubung dengan komputer sebagai informasi kalender. Informasi yang dikirim menuju mikrokontroler menggunakan komunikasi serial. Setiap pergantian waktu posisi kemiringan akan berbeda sesuai kalender. Hasil yang didapat adalah posisi kemiringan sesuai dengan informasi waktu pada komputer. Melalui komputer pula dapat menginformasikan posisi kemiringan mekanik. Posisi kemiringan mekanik akan menghadap matahari sesuai dengan informasi waktu yang dikirimkan menuju kontroler. Kesimpulan(1) Rancangan rangkaian kontroler solar cell dapat bekerja secara optimal dengan menggunakan komputer sebagai sumber informasi waktu yang terhubung dengan mikrokontroler sebagai kendali yang berhubungan dengan mekanik kontroler. (2) Software yang dibuat untuk kontroler solar cell ini terdiri dari 2 yaitu Delphi dan Code Vision AVR. Dua sofware ini adalah kombinasi dari sistem kontroler solar cell yang dibuat agar semua sistem dapat bekerja sama sehingga sistem dapat optimal. (3) Pengujian sistem berhasil sesuai dengan metode perancangan dan didapatkan sistem yang teruji dan siap untuk dipakai.

Efektivitas metode karyawisata sebagai metode pembelajaran sejarah: studi kasus di SMU Widya Dharma Turen Malang oleh Awika Lendriani

 

Keberhasilapno sesb elajarmengajadri kelasd itentukano lehk etrampilang uru n€ttggunafamn etoded alamm enyampaikabna hanp elajaranP. enggunaamne tode pcnbclqiarahnc ndaknyme cmilihm etodey angd qpatm elibatkans iswau ntuki kut borportisipaastia uterlibalta ngpundga lamk egiatanb elajarm enpjar. Proses dcngmm cnggurakamn etodek aryawisatdai harapkamn emiliki motivasi belqiarmandidria nn eninglarkank eterlibatanm entals iswas ecarao pimal dalam mctodep embelajarans ejarahm endukungd alam penyampaianm ateri sehinggsr iswale bih,mudamh emahampie lqiarans ecarala ngsungt{. asil penelitianin i diharapkadna part nenjadiin formasyi angp entingb agig urum atap etajarans ejarah, bohwapenggrmamaent odek aryawisatdaa lamp embelajarasne jarahle bihe fektif daripadpae nggunaamnc tod€c eramah" Tuju,and alan penelitianin i adalahu ntukm engetahueif ektivitasm etode karyawisatsae bagemi etodep embclajarasne jaratrP. opulasdi alamp enelitianin iadalah seluruhs iswak elass atuS MUW idyaD harmaT uren-MalangD.e ngante knikc luster samplintge nebutd ianbil 2 tolas sebagasia mpepl enelitiany aituk elas1 .7d an 1.8. Jenisp enelitianin i adalahe ksperimeqy aituk elompoke ksperimedna lam posesb elajr menggmakpmn etodclc aryawisastae dangkakne lompokk ontol sn€osstmlonm etodsc €rdmahP. emberiatn€ sd ilakukans etelahk eduak elasd iberi dcapnpcmbclqiannd uam etodcyangb qteda- Tess oalb erjumlah2 0 butir ffi* pilihm Fndr. Ihri 20 sooly angd igunakoand a3 soaly angd inyatakan rnlid $ficlshd iqii wliditrs dengrnm enggunalffriu musk orelasPi roducMt oment ruliabiliusnpn €nggunskmn rnus SpeamranfrownA. nalisisd atad alamp enelitian ncaggunakuajni. t. Hagila nalisisd atam enunjrrkkapne rtedaann ilai meana ntarak elasy angd iajar datgnnm enggnnaknectrt o& kar5,"awisada nm etodec eramahB. erdasarkanni lai tes yangd ihasilkanu ntukm engu&ukre berhasilapne ng$maamn etodek aryawisatian i, menunjukkabna hwan ilai meank elas metodek aryawisataad alah1 3.25y ang menunjuklahna sill ebiht inggid aripadas isway angd iajard enganm enggunakamne rode ccramadhe ,ngnnnil ai mcan9 .63.D alamp embelajarasne jarahd ayas eraps iswad engan n€nggunalcmane todek aryawisatlae biht inggid aripadad ayas eraps isway angd iajar draganmengguralomna orlcc eramalrtl.a l tenebutm enunjukkabna hwam etode karyawisatma erupatamn etodep embelajarayna nge fekrifd ipergunakadna lam penbelajarasne jarah.

Penerapan peta konsep disertai eksperimen dalam pembelajaran fisika untuk meningkatkan motivasi dan prestasi beloajar siswa kelas II semester 1 MTsN I Malang oleh Siti Fatimah

 

Perbedaan prestasi belajar fisika siswa yang diajar dengan menggunakan lembar kerja siswa dan siswa yang diajar tanpa mengguanakan lembar kerja siswa kelas I MA Assulaimanah Mojoagung Jombang tahun 2002-2003 oleh Karmidi

 

ABSTRAK 2003. Perbedaan prestasi belajor fisika Siswa yang diajar dengan menggunakanle mbar kerja siswa (LKS) dan sisway ang clialar dengan tanpam enggunakanle mbar kerja siswi (.KS) kelasI MA Assulaimaniah Mojo agungJ ombangT ahun2 0 02 - 2 003.S kripsi,J urusanP endidikanF isika, FMIPA UNIVERSITASN EGERIM ALANG. Pembimbing( I) Drs. Sutrisno,lnff GD Drs. Dwi Haryoto, MPd Ksts-katak unci: perbedaanlk s,prestasbi elajar. Rendahnyaku alitasp endidikanb ukank arenaf aktor potensis aja,t etapi salahs atup enyebabp enting adalahf aktor guru yaitu guru yang kurangm enguasai bahana jar dan kurangc akapd alam membimbings iswa.A kibatnya siswa banyak menemukakne sulitank etikab elajarf isika sehinggap restasinyrae ndah.o leh karena itu perlu adanya usaha untuk meningkatkan prestasi belajar fisika siswa. Saah satu usahate rsebuta ddah penggunaanL KS dalam menyampaikanm ateri pelajaran. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahu(il ) Perbedaapnr estasbi elajar fisikas isway ang diajar denganm enggunakanL KS dan yangtanpal-Ks (2) Mana prestasinyyaa ng lebih baik antaram etodey ang menggunakanL KS dan yang tidak menggunakaLnK S untuk meningkatkanp restasis iswa. Rancanganp enelitiand isusuns ebagabi erikut mula-mula diadakanp rates pada kelompok eksperimen dan kontrol kemudian setelah diberi perlakuanpada kelompok eksperimen diadakan pasca tes pada kedua kelompok. Dalam pelaksannanp enelitiank elase lsperimen diberi perlakuand engan menggunakaLnK S dan kelas kontrol diajar dengant anpaL KS. Setelahp erlakuan beraklrir maka diadakar postes bagi kedua kelas. setelah diadalananalisa dengan uji bedap restasmi enggunakaunj i-t (uji hipotesis)d iperoleht 6 : 8,31> tta*r: 1,666,I ni berartih ipotesisd iterima. Berdasarkahna sil uji hipotesisp restassi isway angd iajard engan menggunakaLnK S berbedad aripaday angd iajart anpaL KS. Dalamh al ini prestasi yangd iajarm enggunakaLnK S lebih baik dari yangt anpaL KS.

Permainan anak-anak usia 2-5 tahun: studi kasus terhadap anak-anak yang tidak masuk dalam lembaga PADU di desa Bataan Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso oleh Rosita Yeni S.

 

Perbandingan prestasi belajar siswa kelas II yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif model STAD dengan konvensionalpada materi koloid diSMA Negeri 1 Lawang oleh Subiyanto

 

Kimia merupakanil mu pengetahuayna ngb ersifata bstrakk arenak onsepkonsepnyma emerlukank emampuanb erFrkirs ecaraa bstrakK. emampuanb erfikir secara bstrakd apatt ercapabi ila siswad ihadapkanp adao byeka taug ambaran diskriptify angm embanguns uatuk onsep/kesimpuladna, ni ni dicapaid engan menerapkamn etodep embelajaratne rtentuy angs esuaiM. etodep embelajaran yangd igunakand alamp enelitianin i adalahm etodep embelajarakno operatif modelS TAD.Tujuanp enelitianin i untukm engetahupi erbedaapnr estasbi elajar dane felctivitams odelp embelajaraSn TAD dibandingkand enganm odel pembelajarakno nvensional. Penelitianin i merupakanp enelitiane ksperimentaml urni (True lixperimental)d, enganr ancanganp enelitiany angd ipilih adalahl) ttst 'l'esto nly (lontroll Groupd esign Waktup enelitiand ilaksanakapna dab ulanA pril-Mei 2003.U ji prasyaraat nalisisy angd igunakanm eliputiu ji normalitasu, ji homogenitasd,a nu ji hipotesisD. alamp enelitianin i disertakajnu ga analisis deskriptift entanga ktivitass iswas elamap rosesp embelajaranA.n alisisi ni bertujuanu ntukm engelolas ikaps iswas elamap rosesp embelajarakno operatif. Hasil penelitianin i menunjukkanb ahwa:( l) sisway angd iajard engan pembelajarakno operatimf odelS TADm emilikip restasyia ngl ebiht inggi( 57,68) dibandingkansi sway angd iajard enganm etodep embelajarakno nvensional (55,63),( 2) metodeS TAD tidak lebih efektif bila dibandingkand enganm etode konvensional,(3In) teraksis iswad alamk elimaa spekp embelajaraSn TAD tergolongre ndahy aitu:a .salingk etergantungapno sitif1 9%,b .interakslai ngsung antars iswa1 9,25%c, . pertanggungiawabainnd ividu l8%, d. keefektifan kelompok1 4,25%e, . keterampilanb erinteraksai ntari ndividud ank elompok 13.25o1o.

Daya anti bakteri ekstrak daun sirih (Piper betle) dan daun sirih merah (Piper erocantum) terhadap pertumbuhan bakteri stphylococcus aureus secara in vitro sebagai materi praktikum mikrobiologi / Robertus Bellarminus Edy Haryadi

 

Tesis, jurusan Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (II) Dr. Dra. Endang Kartini Ariati Murwani, Apt., M.S. Kata Kunci: Ekstrak daun sirih dan daun sirih merah, daya antibakteri, S. aureus, petunjuk praktikum. Daun sirih (Piper betle) dan daun sirih merah (Piper crocatum) secara empirik banyak digunakan sebagai bahan obat, untuk mengobati berbagai penyakit seperti: batuk, astma, radang hidung dan radang tenggorokan. Daun sirih dan daun sirih merah mengandung senyawa-senyawa antibakteri antara lain: tanin, flavonoid, polifenol dan saponin. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak daun sirih dan ekstrak daun sirih merah terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri S. aureus secara in vitro, (2) mengetahui pengaruh perbedaan macam bahan ekstrak daun sirih dan ekstrak daun sirih merah terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri S. aureus secara in vitro, (3) mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi dan macam ekstrak daun sirih dengan ekstrak daun sirih merah terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri S. aureus secara in vitro, dan (4) mengetahui konsentrasi ekstrak daun sirih dan ekstrak daun sirih merah yang paling efektif menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus secara in vitro. (5) mengetahui bagaimana hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber belajar Mikrobiologi dalam bentuk Petunjuk Praktikum Mikrobiologi. Ekstrak daun sirih dan daun sirih merah dibuat dengan melakukan maserasi daun segar yang telah dihaluskan menggunakan pelarut alkohol 96%, selanjutnya rendaman disaring, lalu filtrat dikeringkan. Ekstrak kering kemudian dibuat larutan dalam 12 macam konsentrasi, yaitu: 1%, 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, 12%, 14%, 16%, 18% dan 20% menggunakan pelarut solutio petit. Jenis penelitian ini ialah penelitian eksperimen yang dilakukan dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dilakukan di Lab. Mikrobioloigi FMIPA jurusan Biologi Universitas Negeri Malang pada bulan Februari sampai dengan bulan Mei tahun 2010. Pengujian dalam penelitian ini dilakukan dengan metode difusi agar (Kartikasari, Soelistiono, dan Prihatiningsih, 2008). Lubang sumuran pada medium Nutrient Agar (NA) dalam cawan petri dibuat dengan memakai bor gabus steril berukuran diameter 0,6 cm, yang masing-masing telah diinokulasi dengan bakteri uji. Ekstrak daun sirih dan daun sirih merah yang telah diencerkan dengan larutan solutio petit dalam berbagai konsentrasi tersebut diteteskan ke dalam lubang sumuran sebanyak 0,05 ml. Daya antibakteri ditentukan berdasarkan hasil pengukuran zona hambat pertumbuhan bakteri S. aureus pada medium NA. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa: (1) ada pengaruh perbedaan konsentrasi yang signifikan ekstrak kedua daun sirih tersebut terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri S. aureus secara in vitro. (2) ada pengaruh perberbedaan macam daun sirih yang signifikan antara daun sirih dan daun sirih merah terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri S. aureus secara in vitro. (3) ada perbedaan pengaruh interaksi yang signifikan antara konsentrasi dengan macam ekstrak daun sirih dan ekstrak daun sirih merah terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri S. aureus secara in vitro. (4) Konsentrasi ekstrak daun sirih (P. betle) yang paling efektif dapat mempengaruhi penghambatan pertumbuhan bakteri S. aureus ialah konsentrasi 10%, adapun konsentrasi paling efektif ekstrak daun sirih merah (P. crocatum) ialah pada konsentrasi 18%. (5) Hasil penelitian ini dapat diterapkan dalam matakuliah Mikrobiologi dalam bentuk Petunjuk Praktikum Mikrobiologi. Hasil penelitian ini oleh karena dapat diharapkan menjadi sumber bahan bagi penyusunan Petunjuk Praktikum Mikrobiologi, maka disampaikan saran sebagai berikut: (1) Bagi guru dan dosen matakuliah Mikrobiologi serta mahasiswa perlu menggunakan petunjuk praktikum dari hasil penelitian ini untuk diterapkan dalam kegiatan praktikum di kelas Mikrobiologi. (2) bagi para peneliti yang lain, disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan bagian-bagian tanaman sirih yang lain serta menggunakan spesies bakteri patogen yang lain. (3) perlu dikembangkan penelitian yang secara khusus memanfaatkan spesies tanaman sirih yang lain, dan secara lebih luas dapat menggunakan tanaman berkhasiat obat yang lain. (4) bagi masyarakat, perlu dijelaskan tentang kemampuan dan khasiat obat tanaman sirih, bahwa daun sirih (P. betle) memiliki daya antibakteri lebih baik dibandingkan dengan daun sirih merah (P. crocatum), karena hasil penelitian ini dapat membuktikan bahwa, konsentrai yang paling efektif pada ekstrak daun sirih (P. betle) pada 10% rerata zona hambat bakteri uji = 2,05 mm, sedangkan konsentrasi ektrak daun sirih merah (P. crocatum) pada 18% baru mencapai rerata zona hambat = 1,42 mm..

Pengaruh model pembelajaran dan modalitas belajar serta kemampuan berpikir formal terhadap hasil belajar dan higher order thinking ability siswa kelas XI IPA MAN Sumenep / Lina Arifah Fitriyah

 

Kata kunci: modalitas belajar, kemampuan berpikir formal, inkuiri terbimbing, hasil belajar kimia, kemampuan berpikir tingkat tinggi Pembelajaran kimia mencakup pembelajaran proses dan produk dimana pembelajaran proses sangat dianjurkan dalam pelaksanaan KTSP. Peningkatan kualitas pembelajaran yang menekankan pembelajaran proses dapat dilakukan dengan memberi pengalaman kerja ilmiah kepada siswa. Pengalaman kerja ilmiah siswa yang diterapkan melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa (kemampuan HOT). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa dengan mengakomodasi aspek-aspek kemampuan berpikir formal, modalitas belajar dan higher order thinking ability pada siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing dan konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimen dengan desain faktorial 2 × 3 × 2. Penelitian dilaksanakan di MAN Sumenep, sampel penelitian dipilih dengan teknik cluster random sampling terdiri atas 2 kelas yaitu kelas XI IPA 1 (41 siswa) sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing dan kelas XI IPA 3 (43 siswa) sebagai kontrol yang dibelajarkan dengan model konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes Burney, angket modalitas belajar dan tes hasil belajar. Hasil uji coba instrumen menunjukkan bahwa 29 soal valid dengan validitas isi dari instrumen tersebut sebesar 93,6% dan reliabilitas 0,899. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan program Statistical Package for Social Sciences versi 16.0 for windows pada taraf signifikan α = 0,05 dengan uji anova dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar dan kemampuan HOT siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing dan konvensional dengan memperhatikan modalitas belajar, (2) ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar dan kemampuan HOT siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing dan konvensional dengan memperhatikan kemampuan berpikir formal. Selain itu, hasil uji hipotesis gabungan/interaksi hasil belajar dan kemampuan HOT antara model pembelajaran, modalitas belajar dan kemampuan berpikir formal menunjukkan bahwa (1) tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing dan konvensional dengan memperhatikan modalitas belajar dan kemampuan berpikir formal, (2) ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan HOT siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing dan konvensional dengan memperhatikan modalitas belajar dan kemampuan berpikir formal.

Peningkatan kualitas pembelajaran pada konsep tetapan kesetimbangan dengan pendekatan problem posing siswa kelas II SMU Panjura Malang oleh Dwi Indrayanti

 

Materi tetapan kesetimbangan merupakan materi yang dianggap sulit oleh siswa SMU Panj ura Malang. Nilai rata-rata ulangan harian II siswa kelas II semester 1200212 003 sebesa5r 5,6.D alam materi ini dipelajarit etapank esetimbangan berdasarkank onsentrasi,d erajatd isosiasi,d an tetapank esetimbanganb erdasarkan tekanan parsial untuk reaksi fasa gas. Berdasarkan kenyataan tersebut. perlu adanya pendekatan pembelajaran yang baru untuk meningkatkan kualitas pembela.jaran sisway aitu denganp endekatanproblempo sing (pengajuans oal).Y ang menjadi permasalahannyaa dalaha pakahd enganp endekatanp roblem posing dapal meningkatkan kualitas pembelajaran siswa kelas II SMU Panjura Malang. Subyek penelitiana dalahs iswak elasI I-2 SMU PanjuraM alang sebanyak3 0 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang menggunakan dua siklus. SiklusI siswam embuats oalk emudiand iselesaikans endiri.H asil yang diperoleh dari siklus I adalahn ilai rata-ratate s kemampuanp roblemp osfug sebesa5r .33 sedangkann ilai rata-ratate s pemahamans iswas ebesarI 1,9 dari nilai tes pemahaman siswa antara 9 sampai dengan I 7, nilai maksimum 2l . Siklus II siswa membuat soal kemudiand iselesaikano leh siswal ain. Hasil yang diperolehd ari siklus II adalah nilai rata-rata tes kemampuanproblem poslng sebesar 6,67 sedangkan nilai rata-rata tesp emahamank onseps iswas ebesar1 8,53,d ari nilai tes pemahamans iswaa ntara 15 sampai dengan 25, nilai maksimum 28. Pada siklus II siswa lebih aktif dibandingkan siklus I. Dengan demikian pendekatanproblem posing dapal meningkatkan kualitas pembelajaran yang ditunjukkan adanya peningkatan pemahamank onseps iswa.

Pengaruh penggunaan media audio-visual terhadap motivasi belajar fisika siswa kelas II SMU Negeri 7 Malang tahun pelajaran 2002/2003 oleh Harun Al Rasyid

 

Penelitiani ni dilakukanu ntuk mengetahuai pakahp enggunaanm ediaa udioyiyat_!11a1tegiatan pembelajarand apatm eningkatkanm otivasi belajar fisika siswa kelasI I SMU Negeri 7 MalangTahun pelajaran 2002/2003H. al ini dilaksanakankarena motivasi belajar fisika siswa di sMU Negeri 7 Malang sangat rendah danperlu penangananysae caras eriuss ertam encaria lternatif pem"caliantrya.Rancanganp enelitiany ang digunakana dalahe ksperimens e-u yang bersifatperbandingan(c omparativeq uasi exsperimenrm) enggunakand isain pretest-posttestd:ng1n satuk elompok(one-groupp retest-posttest)F. opulasid alamp enelitiani niadalahs iswak elasr I SMU Negeri 7 MaligTahun pelajaran 2002/i003 sebanyak7kelas.S edangkans ampely ang diambil terdiri dari dua klhs. sebelumk eciatanpembelajarand enganm enggunakanm edia audio-visuals ampel dibenpritestberupaangketm otivasi belajar.K emudians etelahk egiatanp embelajarand enganmenggunakanm edia audio-visual berakhir sampel di&i pisttesr berupaa ngketSglivasi belaiar.S elanjutnyad arihar'ilpretestd anp ottt"it ffi*etmotivasi belajarfisika siswad ianalisisd enganm enggunakaunj i-t situ pihakk airan. Hasil analisis data penelitian menunjukkan balrwa kegiatan pembelajarandgnganm enggunakanm edia audio-visuald apatm eningkatkin motivsi belajarf isikasiswa kelas II SMU Negei 7 Malang Tahun pelajann2002/2003.

Evaluasi proses organisasi Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) pengurus Kota Malang periode 2008-2012 dalam rangka menciptakan atlet berprestasi / Andika Fence H.A.

 

Kata Kunci: evaluasi organisasi, ISSI, latar belakang, PORPROV Jatim II Prestasi merupakan tujuan utama dalam pembinaan olahraga. Faktor pendukung pencapian sebuah prestasi olahraga salah satunya dengan baiknya faktor manajemen dalam sebuah wadah pembinaan. Pembinaan olahraga balap sepeda yang ada di kota Malang yakni dalam naungan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Pengkot Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen ISSI Pengkot Malang dalam menghadapi PORPROV Jatim II tahun 2009, penelitian dilakukan pada ISSI pengkot Malang pada bulan April sampai Mei 2010, subyek penelitian ini adalah 11 pengurus dan 10 atlet ISSI Pengkot malang periode tahun 2008-2012. Pengambilan data pada penelitian ini berbentuk angket dan dokumentasi, dengan validasi instrument dilakukan oleh tiga orang ahli. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik persentase. Hasil penelitian ditemukan bahwa perencanaan yang dilakukan oleh ISSI Pengkot Malang dengan subyek pengurus, perolehan persentasenya adalah 89,84%, dengan perolehan persentase tersebut maka perencanaan dengan subyek atlet dapat dikatogorikan berjalan sangat baik . Variabel perencanaan dengan subyek atlet, perolehan persentasenya adalah 84,4%, dengan perolehan persentase tersebut maka perencanaan dengan subyek atlet dapat dikatagorikan berjalan sangat baik. Pengorganisasian dengan subyek pengurus memperoleh persentase penilaian sebesar 87,27%, dengan perolehan persentase tersebut maka dapat disimpulkan tentang pengorganisasian di ISSI Pengkot Malang dengan subyek pengurus dapat dikatagorikan sangat baik. Pengorganisasian dengan subyek atlet memperoleh persentase penilaian sebesar 90,22%, dengan perolehan persentase tersebut maka dapat disimpulkan tentang pengorganisasian dengan subyek atlet dikatagorikan sangat baik. Pelaksanaaan dengan subyek pengurus memperoleh persentase penilaian sebesar 87,27%, dengan perolehan persentase tersebut maka dapat disimpulkan tentang pelaksanaan dengan subyek pengurus yaitu sangat baik. Variabel pelaksanaan memperoleh persentase penilian 85%, persentase tersebut berasal dari penilian atlet yang dapat disimpulkan sangat baik. Pengawasan dengan subyek pengurus memperoleh persentase penilaian sebesar 85,09%, dengan perolehan persentase tersebut maka dapat disimpulkan tentang pengorganisasian dengan subyek pengurus yaitu sangat baik. Variabel pengawasan dengan subyek atlet memperoleh persentase sebesar 82%, dengan perolehan tersebut maka dapat disimpulkan sangat baik. Pemaparan diatas dapat ditarik kesimpulan tentang manajeme ISSI Pengkot Malang masuk dalam kategori sangat baik, hasil rata-rata persentase tersebut sebesar 86,36%. Hal ini didapat dari rata-rata hasil persentase setiap komponen manajemen setiap subyek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan untuk ISSI Pengkot Malang secara keseluruhan agar mempertahankan manajemen yang telah berjalan secara baik.

Pemakaian kosa kata bahasa jawa dan aleh kode dalam sketsa-sketsa "sugih tanpa banda" karya Umar Kayam: sebuah kajian sosiolinguistik dalam teks sastra oleh Ety Nahdliyatin

 

Kosa kata bahasa Jawa merupakan satuan bahasa yang memiliki satu pengertiany ang digunakan dalam pernbentukanti ngkat tutur dalam sistem tingkat tuturb ahasaJ awa-K osa kata itu" meliputi ngoko, madyq dan kama. Kemudian,a lih kode adalah peristiwa peralihan dari kode satu ke kode yang lain, atau dari bahasa satuk e bahasala in. Untuk mengetahubi agaimanap emakaiank osa kata batrasaJ awa dan alih kode yang terdapat dalam sketsa "Sugih Tanpa Banda" karya Umar Kayam, maka dilahrkan analisis data yang berupa kutipan-kutipan tutwan para tokoh yang berupad ialog maupunp aparann arasi. Penelitian ini berujuan rmtuk memperoleh deslripsi wujud alih kode intem dan ekstern, faktor-falilor sosial penyebab tedadinya alih kode, bentuk pemakaiank osak ata bahasaJ awa,s ertaf ungsi pemakaiank osak ata batrasaJ awa,d an diharapkan dapat memeperluas pemahaman tentang alih kode sebagai fenomena bilingualisme,m embantum enjelaskana spekb ahasay ang tidak dapatd ijangkaul ewat deskripsi sintaksis, morfologi, fonologi, dan semantik dala studi sosiolinguistik, serta memperkayakh asanahk epustakaans osiolinguistik Subjek penelitian ini adalah sketsa"Sugih Tanpa Banda" karya Umar Kayam, yang sudah dibulokan, terbit tahun 1994. Sketsa tersebut, berisi 113 judul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Lrntuk pengrrmpuland ata digunakant eknik observasi.T ehrik analisisy ang digunakana dalaht eknik analisisk ualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemakaian kosa kata bahasa Jawa dan alih kode dalam sketsa 'Sugih Tanpa banda" karya Umar Kayam, berupa (l) wujud alih kode intern dan ekstern. Wujud alih kode intern terbagi menjadi tiga bagian, yaitu (a) alih kode intern campruan, O) alih kode intern dari bahasa Jawa ke bahasa krdonesia, dan (c) alih kode inorn dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa. Wujud alih kode etstern" terpilah mer{adi empat bagian, yaitu (a) alih kode ekstem dari bahasa Jawa ke bahasa lnggis, (b) alih kode ekstern dari bahasa Inggris ke bahasa Jawa, (c) alih kode ekstern dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggns, dan (d) alih kode ekstern dari bahasa Inggrrs ke bahasa lndonesia. (2) faktor-faktor sosial penyebab terjadinya alih kode, yaitu (i) perbedaan status sosial; (ii) penghalusan tuturan, (iii) pengutipan tuturan. Pengutipan tuturan ini terbagi menjadi dua subbagian, yaitu a) pengutipan tutwan orang lain, dan b) pengutipan tuturan diri sendiri. (3) bentuk penggunaanb ahasa Jawa,t erdapatt iga bentuk, yakni (i) bentuk kosa kata, bentuk ini terbagi atas (ia) kosa kata Ngoko, terbagi Ngoko Lugu (Ngl) dan l IV Antya Basa (ABs), (ib) kosa kata Madya, terbagr Madya Ngoko (Md Ng) dan Madya Krama (Md Kr), dan (ic) kosa kata lkarna, terbagi Kramantara (Kr An), Muda Krama (MKr), dan Wreda Krama (WKr). (ii) bentuk frasa, serta (iii) bentuk klausa. (4) fungsi pemakaian kosa kata bahasa Jawq meliputi (a) bermaksud menghormat, (b) sebagai penghubung, (c) memudahkan pemahaman, (d) efek keindahan, dan (e) pengulangapne rtanyaan. Berdasarkan hasit penetitian ini, disarankan agar paxa pengarang terus memperdalamek sistenski emampuanb ahasanyas, epertib ahasaJ awa"b ahasaIn ggrs, bnhasaB elanda,r lan lain-lain, supayap emakaianb ahasad alam karya sastrai tu lebih variatif. Bagi para peneliti lain bentuk kosa kata, dan frasa supaya ditindaklanjuti secarak uantitatif.

Tema dan penokohan dalam cerita ludruk kelompok kesenian "Rukun Famili" di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep oleh Ernawati

 

Penokohan merupakan salah satu unsur pembangUn dalam struktur karya sastra. Penokohan dalam karya sastra mencakup dua aspek. Aspek isi -mencakup iotot Outu. cerita ludruk, wbtat< tokoh, dan gambaran watak tokoh dalam cerita. PenvamDaiawn atak tokoh dalam cerita ludruk dijelaskans ecarab erangsur-ansuart au befilahad sampai membentuk watak yang utuh, aspek bentuk mencakup teknik nerwuiridannviC. erital udruk kelompoftk esenian"R ukun Famili" diantaranya dalah itt "p-anseraTnr unoioyo"(.2 ) "KendiW asiaf'. D"alamk eduac iriti tuArut tersebut erkandungte may angm erupakanb agian dari unsur-unsur pembangun. Tema dalam cerita luilruk_disamp{kan oleh tokohio[ oh tertentu yaig sesu;i untuk mendukungt,e manya. Tema.dalam cerita ludruk Madura menydmpiikan amanat orang Ma-dura y-a\g se-quadi.e ngan nilai-nilai oendidikan orans'Madura. Adapun hal:hal yang dikaji meliputi tema dalam cerita ludrut::paneerai'Trunoiovo"p, enokohand al-am-ceritaiudru"Pk angeranT runojoyo", tema dalamlerita ludnik-"Keirdi Wasiat", penokohand alam cerita ludruk " Kendi Wasiat" kelompok kesenian "Rukun Famili" di desa Tanjung kecamatan Saronggi kabu' oatenS umenep. Penelitiani * aitat utan untuk mendeskripsikante ma dalam cerita ludruk "PanseranT runoiovo"v ansm eliputi.( l ) temau tarira(; 2) temat ambahanS. edangkan oenofohand alarirl enti lu-

Hubungan motivasi dari orang tua, minat dan fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajr siswa kelas X pada mata pelajaran produktif program keahlian teknik permesinan SMK "Teknologi" Nasional Malang / Ageng Feri Priyadi

 

Kata kunci: Motivasi dari Orang Tua, Minat, Fasilitas, Prestasi. Motivasi dari orang tua dapat mendorong siswa dari luar untuk mengarahkan ananknya dalam peningkatan prestasi. Minat belajar merupakan suatu keinginan atau kemauan yang disertai perhatian dan keaktifan yang disengaja yang akhirnya melahirkan rasa senang dalam perubahan tingkah laku, baik berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan. Fasilitas belajar juga merupakan dorongan dari luar siswa yang diberikan orang tua maupun lingkungan masyarakat dan sekolah dalam bentuk pemberian sarana maupun kelengkapan peralatan belajar. Prestasi belajar adalah suatu gambaran dari penguasaan kemampuan para peserta didik sebagai mana telah ditetapkan untuk suatu pelajaran tertentu. Prestasi belajar siswa dalam penelitian ini diambil dari nilai rata-rata raport siswa. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif korelasional yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh informasi dan untuk menemukan ada tidaknya suatu hubungan tentang variabel-variabel yang sudah ditentukan sebelumnya. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini populasinya terdiri dari 81 siswa dengan sampel 58 siswa. Dari hasil penelitian ini deketahui: (1) Motivasi dari orang tua siswa siswa kelas X TPm SMK “Teknologi” Nasional Malang tergolong kategori baik sebesar 41,38% dengan 24 siswa. (2) Minat belajar siswa kelas X TPm SMK “Teknologi” Nasional Malang tergolong kategori kurang baik sebesar 37,93% dengan 22 siswa. (3) Fasilitas siswa kelas X TPm SMK “Teknologi” Nasional Malang tergolong kategori sangat baik sebesar 55,17% dengan 32 siswa. (4)Ada hubungan yang signifikan motivasi dari orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas X TPm SMK “Teknologi” Nasional Malang. (5) Ada hubungan yang signifikan minat belajar siswa dengan prestasi belajar siswa kelas X TPm SMK “Teknologi” Nasional Malang. (6)Ada hubungan yang signifikan fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar siswa kelas X TPm SMK “Teknologi” Nasional Malang. (7) Ada hubungan yang signifikan antara motivasi dari orang tua, minat dan fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar siswa kelas X TPm SMK “Teknologi” Nasional Malang

Efektivitas pelasaknaan praktek kerja industri di SMK Negeri 3 kelompok pariwisata kota Malang / I Komang Ariana

 

Kata kunci: Efektifitas, Pelaksanaan, Prakerin Kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia semakin meningkat, khususnya pada bidang pariwisata sangat dibutuhkan SDM yang terampil yang mampu bersaing dan memiliki kualitas yang memadai. Melalui pelaksanaan program prakerin diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja berkualitas serta profesional pada bidang pekerjaannya masing-masing. Dalam rangka mengetahui kondisi pelaksanaan Prakerin di SMK Negeri 3 Kelompok Pariwisata Kota Malang, maka perlu dilakukan suatu penelitian mengenai perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program prakerin. Penelitian ini penting untuk dilaksanakan agar diperoleh deskripsi yang jelas mengenai Efektivitas Pelaksanaan Program Prakerin Di Smk Negeri 3 Kelompok Pariwisata Kota Malang, sehingga dapat dijadikan acuan bagi pihak sekolah dalam perbaikan pelaksanaan program prakerin yang sudah ada. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan model penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru Program Keahlian Jasa Boga, Siswa kelas XII Program Keahlian Jasa Boga, dan Instruktur Prakerin. Jumlah guru yang dijadikan subjek penelitian adalah 15 orang, siswa kelas XII sebanyak 98 orang, dan instruktur prakerin sebanyak 15 orang. Penelitian ini mengunakan angket sebagai instrumen dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektifitas pelaksanaan praktek kerja industri di SMK Negeri 3 kelompok pariwisata kota Malang sebagai berikut: a) perencanaan program prakerin di SMK Negeri 3 Malang berada pada kategori baik/efektif , b) pelaksanaan program prakerin di SMK Negeri 3 Malang berada pada kategori baik/efektif, dan c) evaluasi program prakerin di SMK Negeri 3 Malang berada pada kategori baik/efektif. Berdasarkan hasil penelitian ini, ada tiga saran yang dapat diberikan sebagai berikut: 1) bagi Guru SMK Negeri 3 Malang diharapkan lebih meningkatkan perencanaan program prakerin yang telah ada, sehingga dengan demikian proses pelaksanaan pembelajaran praktek di industri dapat ditingkatkan kualitasnya, 2) bagi Instruktur Industri pelaksanaan pembelajaran praktek industri yang dilakukan instruktur perlu lebih dioptimalkan, sehingga siswa-siswa SMK yang telah selesai mengikuti praktek industri benar-benar memiliki kemampuan profesional yang memadai, 3) bagi Peneliti selanjutnya perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai Efektifitas Pelaksanaan Praktek Kerja Industri di SMK Kelompok Pariwisata Kota Malang. Hal tersebut penting untuk dilaksanakan mengingat begitu luasnya ruang lingkup masalah dalam pelaksanaan PRAKERIN.

Sejarah koperasi batik Tulungagung (BTA) tahun 1953-2005 / Dimas Agung Brahmana I.

 

Kata kunci: Koperasi, Batik, Sejarah, Kesenian. Batik adalah kesenian asli Indonesia yang sudah ada sejak zaman dahulu. Batik adalah sebuah lembaran kain yang digambari dengan zat-zat tertentu untuk mendapatkan motif-motif tertentu. Banyak yang beranggapan bahwa seni batik bukan berasal dari Indonesia misalna saja dari Turki, Mesir, Persia, dan India. Banyak anggapan juga batik merupakan kebudayaan asli Indonesia seperti halnya keris dan wayang yang telah mengalami sejarah perkembangan yang cukup lama.Dalam penelitian ini meneliti tentang (1) Bagaimana sejarah berdirinya koperasi batik, (2) Kemajuan-kemajuan yang diperoleh Koperasi Batik Tulungagung (BTA),(3) Apa penyebab kemunduran dari koperasi batik tersebut, dan (4) Bagaimana upaya melestarikan budaya membatik ditingkat satuan pendidikan terutama di Sekolah Menengah Atas ( SMA) Penelitian ini dilakukan di Koperasi Batik Tulungagung (BTA) pada tahun 2010 dengan menggunakan pendekatan Historis. Jenis penelitian yang digunakan kualitatif. Teknik pengumpulan data memakai (1) observasi langsung; (2) wawancara mendalam; (3) dokumentasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dapat diketahui awal mula dari pendirian koperasi dan beberapa hal yang berguna bagi masyarakat serta pemerintah daerah Kabupaten Tulungagung, dampak kemunduran yang terjadi pada koperasi batik yang disebabkan oleh faktor ekonomi negara pada saat itu, manajemen dalam kenggotaan koperasi yang tidak mengalami pembaharuan pada kegiatan koperasi. Tindakan pemerintah untuk menghidupkan kembali koperasi batik adalah dengan mengadakan berbagai kerjasama dilakukan pemerintah salah satunya dengan memasukkan kesenian membatik pada Mata Pelajaran Kesenian yang diajarkan di SMA. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang diajukan sebagai berikut: (1) pengembangan usaha koperasi seharusnya dilakukan dengan manajemen yang lebih baik. Banyak koperasi yang mengalami gulung tikar lantaran manajemen kegiatan dalam berkoperasi kurang memahami dan kurang mampu bersaing dengan usaha yang lain dan lebih maju. (2) Pemerintah perlu lebih membantu dalam bentuk pelatihan-pelatihan bagi setiap anggota koperasi agar mereka dapat berkoperasi dengan baik dan benar. (3) Pemerintah khususnya Pemeritah Daerah perlu memperbanyak para ahli dalam birokrasi pemerintahan dengan tugas khusus pembinaan koperasi agar dapat membantu para anggota koperasi dalam melakukan kegiatan perkoperasian.

Pengaruh program sertifikasi guru terhadap kinerja guru sejarah di SMA Negeri se-Kabupaten Blitar / Dewi Susanti Purba

 

Kata Kunci: Program Sertifikasi Guru, Kinerja Guru Sejarah Mutu pendidikan di Indonesia masih rendah dan tertinggal dari Malaysia maupun Brunei Darussalam. Salah satu penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia adalah mutu guru. Salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru melalui program sertifikasi guru. Pemberian sertifikat guru ini bertujuan agar guru dapat meningkatkan kinerjanya, dan dampak yang diharapkan dari meningkatnya kinerja guru ini adalah tercapainya peningkatan mutu hasil pendidikan dan tercapainya tujuan pendidikan nasional. Kinerja guru secara konseptual adalah gambaran hasil kerja seorang guru dalam mengelola dan melaksanakan tanggungjawab profesional yang dimiliki. Ada pendapat yang berkembang bahwa sesungguhnya sertifikasi adalah alat untuk meningkatkan kesejahteraan guru saja. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa peningkatan kinerja guru yang sudah lolos sertifikasi masih belum memuaskan. Motivasi kerja yang tinggi justru ditunjukkan oleh guru-guru yang belum mengikuti sertifikasi dengan harapan segera dapat disertifikasi. Berkaitan dengan adanya berita yang berkembang di masyarakat, peneliti ingin membuktikan apakah benar program sertifikasi tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja guru. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana kinerja guru sejarah di SMA Negeri se-kabupaten Blitar. (2) Bagaimana pengaruh program sertifikasi guru terhadap kinerja guru sejarah di SMA Negeri se-kabupaten Blitar. Tujuan penelitian ini untuk: (1) Menjelaskan kinerja guru Sejarah SMA Negeri se-Kabupaten Blitar. (2) Menjelaskan pengaruh program sertifikasi terhadap kinerja guru Sejarah SMA Negeri se-Kabupaten Blitar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru sejarah SMA Negeri se-kabupaten Blitar, baik yang telah sertifikasi maupun guru yang belum menempuh sertifikasi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksplanasi (explanation research), dengan pendekatan kuantitatif. Analisis yang digunakan uji-t. Program sertifikasi sebagai variabel bebas dan kinerja guru sejarah sebagai variabel terikat. Kinerja guru terdiri dari sub variabel: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner. Kuesioner disebarkan kepada responden yaitu siswa, teman sejawat guru dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru sejarah di SMA Negeri se-kabupaten Blitar, baik guru yang telah sertifikasi maupun guru yang belum sertifikasi memiliki kinerja yang baik. Berdasarkan hasil analisis uji-t diketahui ii bahwa program sertifikasi guru berpengaruh terhadap kinerja guru sejarah SMA Negeri se-kabupaten Blitar Berdasarkan hasil penelitian ini, guru yang telah sertifikasi sebaiknya tetap meningkatkan kinerjanya agar guru selalu kreatif dan inovati sehingga guru akan tampil sebagai guru yang benar-benar berkompeten di bidangnya. Sedangkan untuk guru yang belum menempuh sertifikasi sebaiknya harus juga selalu terpacu untuk meningkatkan kinerjanya misalnya dengan membekali diri dengan berbagai program pendidikan agar mereka dapat segera disertifikasi.

Perencanaan dan pembuatan sistem otomatisasi pembeyaran parkir di tempat pembelajaran menggunakan smartcart / Rio Andriyono

 

Kata kunci: Smartcard, Parkir, Tempat Pembelanjaan, Sistem Otomatisasi Tempat pembelanjaan adalah tempat orang berbelanja aneka kebutuhan hidup dan merupakan tempat tujuan orang untuk sekedar jalan-jalan yang berada di pusat kota-kota besar. Seiring dengan semakin banyaknya orang yang berbelanja mengakibatkan tempat pembelanjaan menjadi ramai, kebanyakan orang yang ingin berbelanja membawa kendaraan pribadi mereka, maka untuk itu dibutuhkan tempat parkir untuk memarkir kendaraan yang ada di sebuah tempat pembelanjaan. Kenyamanan dan keamanan dalam memarkir kendaraan dalam hal ini merupakan sebuah layanan yang disediakan pihak parkir, agar tidak terjadi antrian yang panjang dan bermenit-menit sebelum masuk ke parkiran. Tujuan dari pembuatan Tugas Akhir ini adalah : (1) Bagaimana merancang sensor dan interface untuk monitoring tempat parkir, (2) Bagaimana membuat sistem kontrol palang pintu parkir secara otomatis dengan smartcard. (3) Bagaimana membuat sistem akses rekam dan baca dengan database yang ada untuk mengidentifikasi pembayaran dan monitoring tempat parkir, Metode perancangan meliputi : (a) Perancangan sistem, (b) Perancangan tiap blok (Hardware), (c) Perancangan perangkat lunak (Software), (d) Perancangan mekanik alat. Prinsip kerja alat ini ialah men-digital-kan sistem pembayaran manual yang ada ada saat ini dan setelah sampai di tempat parkir diharapkan pengendara dapat dengan cepat mencari tempat parkir yang kosong, sehingga mempercepat dan memperkecil antrian yang terjadi. Hasil dari analisis tersebut antara lain: (1) Smartcard dapat diisi berupa kode pelanggan yang nantinya untuk proses pencocokan data. (2) Pengiriman dan penerimaan data dari serial berupa karakter. (3) Input tegangan dari sensor parkir dan sensor portal yaitu 4,20 volt. (4) Tegangan keluaran dari minimum sistem atau mikrokontroler yaitu 3.18 volt (5) Output tegangan dari optocoupler menuju transistor untuk menggerakkan motor yaitu 0,75 volt. (6) Hasil keseluruhan pengujian yang di dapat yaitu kondisi motor akan bergerak ke kiri jika ada karakter dari Program Parkir dan kondisi motor akan bergerak ke kanan jika sensor terhalang, bersamaan dengan proses tersebut kondisi warna indikator di Program Parkir yaitu kondisi warna merah jika sensor terhalang dan tersebut kondisi warna putih jika sensor tidak terhalang. Sistem pembayaran smartcard di buat masa berlaku bulanan berbayar, jika masa masih berlaku maka pelanggan dapat masuk dan menerima bukti parkir, jika masa berlaku habis maka pelanggan dapat tidak dapat masuk, jika data belum terdaftar atau teridentifikasi maka pelanggan tidak dapat masuk dan dianggap ilegal.

Pelaksanaan sistem akuntansi penggajian sebagai salah satu pendukung pengandalian intern pada PT. Sucofindo (Persero) cabang Surabaya / Prima Yulia Rendy

 

Kata Kunci : Sistem, Prosedur Penggajian, Pengendalian Intern. PT. SUPERTENDING COMPANY OF INDONESIA disingkat PT. SUCOFINDO (PERSERO) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang inspeksi, supevisi, pengkajian dan pengujian yang tidak terbatas hanya di sektor agribisnis atau perdagangan, melainkan juga merambah ke sektor- sektor lain seperti industri, perminyakan dan gas bumi, pertambangan, kehutanan dan kelautan. Seiring bertambah banyaknya perusahaan lain yang bergerak pada sektor yang sama, maka manajemen harus meningkatkan kinerja untuk memenuhi kepuasan pelanggan, sehingga agar perusahaan dapat mencapai tujuan usaha diperlukan suatu sistem akuntansi. Sistem penggajian merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan karyawan. Keberhasilan suatu perusahaan dapat dilihat dari kinerja perusahaan itu sendiri, oleh sebab itu adanya sistem akuntansi penggajian yang baik sangat menunjang keberhasilan suatu perusahaan ini. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem dan proses penggajian, serta sistem akuntasi penggajian yang diterapkan pada PT. SUCOFINDO Cabang Surabaya telah mencapai tujuan dari pengendalian Intern. Metode pemecahan masalah dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah metode kualitatif, yaitu analisa dalam bentuk kalimat untuk memperoleh kesimpulan. Data penelitian yang dihasilkan adalah uraian kata-kata yang berbentuk uraian kalimat baik menggunakan teori-teori maupun pemikiran yang logis. Hasil penilitian menunjukkan sistem dan prosedur penggajian yang dilakukan oleh PT. SUCOFINDO Cabang Surabaya dapat disimpulkan pelaksanaanya sudah berjalan dengan baik, hal tersebut didukung dengan sistem dan prosedur yang dinilai sesuai dengan unsur- unsur pengendalian intern perusahaan. Saran yang dapat dikemukakan dengan penelitian ini adalah (1) Mengganti sistem absensi yang berbasis manual dengan sistem absensi otomatis yang langsung terintegrasi langsung ke kantor pusat (2) Membuatkan bagan alir penggajian supaya tidak terjadi kesalahpahaman antar fungsi dalam menjalankan tugasnya (3) Memberi sanksi kepada karyawan yang diketahui melakukan kecurangan.

Peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Kedung Banteng 02 kecamatan Rembang melalui penerapan model peta konsep / Dingi Tresnawati

 

Kata Kunci: Hasil Belajar, IPA, Model Peta Konsep Penelitian ini dilatar belakangi oleh observasi terhadap pembelajaran siswa kelas V SDN Kedung Banteng 02 Rembang, yang menunjukkan (1) pembelajaran masih terpusat pada guru, kegiatan pembelajarannya banyak didominasi dengan pencatatan materi karena keterbatasan buku paket, (2) Siswa yang merasa bosan selama kegiatan pembelajaran yang menyebabkan siswa cenderung mengganggu temannya, (3) hasil belajar siswa yang menunjukkan rata-rata 42,17. Hal ini dibawah standar ketuntasan belajar siswa yang telah ditetapkan SDN Kedung Banteng 02 yaitu apabila 80% siswa mencapai nilai 60 . Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran model peta konsep, aktivitas dan hasil belajar siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif yang bersifat tidakan. Jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek yang dikenakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang terdiri dari 23 siswa SDN Kedung Banteng 02 Kecamatan Rembang. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa dari penilaian penerapan model peta konsep dengan menggunakan APKG 1 dan 2 adalah 3,22 dan 3,25 serta dalam kriteria baik. Sedangkan aktivitas siswa pada siklus I berkriteria baik, dan hasil belajar siswa menunjukkan rata-rata 54,13 dan ada 13 siswa yang belum mencapai standar ketuntasan belajar. Hal ini menunjukkan adanya perubahan hasil belajar bila dibandingkan dengan kegiatan pra tindakan yang hanya mencapai rata-rata 42,17 siswa dan ada 18 siswa yang tidak mencapai standar ketuntasan belajar. Namun demikian, hasil perolehan siklus I belum mencapai standar ketuntasan belajar yang telah ditetapkan yaitu bila 80% siswa mencapai nilai 60. Sedangkan pada siklus II kembali menunjukkan adanya perubahan. Hasil dari penilaian APKG 1 dan 2 pada siklus II menunjukkan perolehan nilai rata-rata 3,53 dan 3,38 serta dalam kriteria sangat baik. Dari perolehan nilai rata-rata APKG 1 dan 2 pada siklus I dan siklus II terjadi peningkatan sebesar 0,31 pada APKG 1 dan 0,13 pada APKG 2. Sedangkan aktivitas belajar siswa menunjukkan peningkatan kriteria menjadi sangat baik. Untuk hasil belajar pada siklus II, 23 siswa memperoleh rata-rata 73,13 dan hanya 1 siswa yaitu AN yang tidak mencapai standar ketuntasan belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model peta konsep pada standar kompetensi “mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan” pada siswa kelas V SDN Kedung Banteng 02 Kecamatan Rembang dapat meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa.

Upaya meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN Tangkilsari 1 Kecamatan Tajinan melkalui model group investigation / Aslu Wahidah

 

Kata kunci : hasil belajar, matematika, group investigation Berdasarkan hasil observasi awal di SDN Tangkilsari I pada saat pembelajaran, guru sudah berusaha menerangkan materi dengan sejelas-jelasnya, bahkan guru juga selalu melibatkan siswa aktif dalam pembelajaran, dengan cara mengadakan tanya jawab dengan siswa, menyuruh beberapa siswa secara bergantian untuk maju ke depan mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru. Akan tetapi pada waktu guru memberikan soal ternyata ada beberapa siswa yang bingung mengerjakan soal tersebut. Dan ternyata hasil nilai rata-rata 4,7 sedangkan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) adalah 60. Penelitian ini bertujuan (1) mendiskripsikan penerapan model pembelajaran group investigation pada pembelajaran matematika kelas V SDN Tangkilsari I kecamatan Tajinan, (2) mendiskripsikan peningkatan hasil belajar matematika kelas V SDN Tangkilsari I Kecamatan Tajinan setelah diterapkan model pembelajaran group investigation. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rancangan penelitian diskriptif kualitatif, karena data yang dicari dalam bentuk kualitatif dan dilaporkan dalam bentuk diskriptif. Dan rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas model PTK dari Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penerapan model group investigation yang dilaksanakan oleh guru sudah menunjukkan keberhasilan pada siklus I 71%, pada siklus II 89%. Hasil penelitian pada siklus I, siswa sudah mencapai ketuntasan dengan nilai rata-rata 60,4, sedangkan pada siklus II, siswa memperoleh nilai rata-rata 75,2. Sehingga dilihat dari hasil belajar siswa, dari siklus I sampai pada siklus II, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) penerapan model pembelajaran group investigation dapat membantu siswa dalam pembelajaran matematika, (2) penerapan model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa SDN Tangkilsari I Kecamatan Tajinan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti, ada beberapa saran yang seharusnya dilakukan, antara lain : (1) hendaknya guru matematika, dalam menerapkan model pembelajaran dengan model pembelajaran group investigation, perlu dikembangkan, untuk membantu motivasi belajar siswa supaya lebih aktif, (2) hendaknya penerapan model pembelajaran dengan model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga siswa mencapai kompetensi yang telah ditetapkan oleh guru dan memperoleh nilai sesuai dengan KKM yang diharapkan guru.

Penerapan model quantum teaching untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Parangargo 1 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / Selvy Krisnasari

 

Kata Kunci : Model Quantum Teaching, hasil belajar siswa. Pada observasi awal yang dilakukan peneliti mendapatkan data tindakan guru yang kurang ramah dan kurang menghargai siswa, guru belum optimal dalam mengendalikan laju komunikasi dalam pembelajaran, ketika kelas merespon negatif terhadap siswa yang salah menjawab pertanyaan, dan ketika siswa kurang memperhatikan penjelasan ataupun tugas, hasil belajar siswa pun rendah. Nilai rata-rata tes hanya 5,6, dan dari 28 orang siswa, 12 orang siswa yang lulus 42,85%, sedangkan sisanya 16 atau 57,15% mendapatkan nilai di bawah KKM yang disepakati oleh pihak sekolah untuk Mata Pelajaran IPA yaitu 6,5. Ini berarti sebagian besar siswa mendapatkan nilai rendah. Hal-hal tersebut melatarbelakangi penelitian ini. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan penelitian tindakan kelas melalui tindakan penerapan model quantum teaching dan dilakukan di SDN Parangargo 1 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang di Kelas V mulai tanggal 5 Maret sampai dengan 29 April 2010. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model quantum teaching siswa kelas V tentang gaya gesek, mendeskripsikan aktivitas siswa dengan menggunakan model quantum teaching, mendeskripsikan hasil peningkatan hasil belajar siswa kelas V setelah penerapan model pembelajaran quantum teaching, mendeskripsikan persepsi guru dan siswa tentang pembelajaran dengan model quantum teaching. Desain penelitian yang digunakan model spiral dari Kemmis dan Taggart, dengan instrumen penelitian berupa lembar observasi, wawancara, catatan lapangan, LKS dan lembar tes. Penerapan model quantum teaching dapat mengoptimalkan kondisi sosio emosional di kelas sehingga meningkatkan hasil belajar siswa kelas V tentang gaya gesek. Kondisi sosio emosional di kelas yang optimal menyebabkan kenyamanan, kerjasama, sikap menghargai, dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat. Pada penelitian awal kenyamanan 65.48%, kerjasama 58.33%, sikap menghargai 52.38%, dan keaktifan 59.52%, pada siklus I yaitu kenyamanan 70.24%, kerjasama 66.67%, sikap menghargai 65.48%, dan keaktifan 71.43%. Maka pada siklus II mengalami peningkatan kenyamanan menjadi 82.14%, kerjasama 78.57%, sikap menghargai 78.57%, dan keaktifan 73.81%. Berdasarkan perbandingan hasil belajar siswa pada penelitian awal, siklus I dan siklus II, dilihat dari perbandingan nilai rata-rata, pada penelitian awal nilai rata-rata tes kelas 5,64, pada siklus I rata-rata kelas menjadi 6,42, dan pada siklus II rata-rata kelas menjadi 8,17. Pada penelitian awal jumlah siswa yang lulus hanya 12 orang (42,85%), dan 16 orang lainnya (57,15%) tidak lulus. Pada siklus I jumlah siswa yang lulus bertambah menjadi 21 orang (75%) siswa yang tidak lulus 7 orang (25%). Peningkatan jumlah siswa yang lulus juga terlihat pada siklus II jumlah siswa yang lulus 28 orang (100%) atau dengan kata lain seluruh siswa lulus. Persepsi guru dan siswa merasa senang dan tertantang untuk lebih baik lagi dalam mengajar, dengan menjadi seorang quantum teacher maka pembelajaran dipastikan akan lebih menyenangkan dan menggairahkan,.selain itu guru juga berpendapat bahwa kondisi sosio emosional di kelas berpengaruh besar terhadap kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa

Peningkatan kemampuan membuat pantun menggunakan media kartu kalimat pada siswa kelas IV SDN Kolursari I Bangil Pasuruan / Nur Anisah

 

Kata Kunci : Peningkatan, Kemampuan Membuat Pantun, Media Kartu Kalimat. Bahasa Indonesia digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi.Karena Bahasa Indonesia sangat penting tujuan dan fungsinya maka diberikan mulai Kelas I sampai dengan Kelas VI di Sekolah Dasar. Untuk mencapai tujuan dan fungsinya maka pembelajaran yang dilaksanakan hendaknya membuat siswa senang,menarik, efektif , efisien dan hasil belajar yang bermutu tinggi. Berkaitan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas IV SDN Kolursari I Bangil yang merupakan permasalahan adalah siswa masih mengalami kesulitan membuat pantun yang mengakibatkan hasil belajar siswa rendah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan pembelajaran membuat pantun menggunakan media kartu kalimat pada siswa kelas IV SDN Kolursari I Bangil Pasuruan dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa dalam membuat pantun menggunakan media kartu kalimat siswa kelas IV SDN Kolursari I Bangil Pasuruan dapat meningkat. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan PTK yang dilakukan selama satu semester. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Kolursari I Bangil yang berjumlah 29 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus melalui tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penerapan pembelajaran membuat pantun menggunakan media kartu kalimat pada siswa kelas IV SDN Kolursari I Bangil Pasuruan adalah dari hasil APKG 1 dan APKG 2 pada siklus 1 menunjukkan perolehan skor 3, 22 pada APKG 1 dan 3,25 pada APKG 2. Sedangkan pada siklus II APKG 1 menunjukkan perolehan skor 3,53 dan 3,38 pada APKG 2 Dari hasil penelitian ternyata cara yang tepat dalam meningkatkan kemampuan membuat pantun adalah dengan menggunakan media kartu kalimat, ini terbukti terjadi peningkatan keaktifan ini telah memenuhi target dari yang diharapkan yaitu 80%. Terjadi peningkatan kemampuan membuat pantun dari 8 siswa (72%) yang dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal yang telah ditentukan menjadi 27 siswa (93%) yang mencapai ketuntasan. Peningkatan kemampuan membuat pantun ini juga telah memenuhi indikator dari yang diharapkan yaitu 70%. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan dalam proses pembelajaran agar guru menggunakan media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis Bahasa Indonesia.

Metode pembelajaran penemuan (learning by discovery) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA-1 MAN Gondanglegi tahun pelajaran 2009/2010 pada materi limit fungsi trigonometri / Sugeng Hariyono

 

Kata Kunci: Metode Pembelajaran Penemuan, Limit Fungsi Trigonometri Limit fungsi trigonometri mempunyai peranan penting dalam bidang matematika. Oleh sebab itu, penguasaan terhadap limit fungsi trigonometri perlu mendapatkan perhatian yang serius sejak awal. Meskipun demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa penguasaan siswa terhadap limit fungsi trigonometri masih rendah. Siswa cenderung menghafal prinsip dasar yang ada pada limit fungsi trigonometri, tidak terlibat proses memperolehnya. Oleh karena itu diperlukan usaha yang sungguh-sungguh dalam membangun penguasaan siswa terhadap limit fungsi trigonometri dengan metode penemuan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan pembelajaran dengan metode penemuan yang dapat meningkatkan penguasaan konsep limit fungsi trigonometri, dan (2) menjelaskan peningkatan hasil belajar siswa pada konsep limit fungsi trigonometri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas XI IPA-1 MAN Gondanglegi Kabupaten Malang.Subyek wawancara 4 siswa yang terdiri dari 1 siswa berkemampuan tinggi, 2 siswa berkemampuan sedang, dan 1 siswa berkemampuan rendah. Pemilihan subyek wawancara berdasarkan hasil tes awal dan pertimbangan bahwa siswa-siswa tersebut lancar dalam berkomunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penemuan dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas XI IPA-1 MAN Gondanglegi. Metode penemuan terbagi menjadi 6 tahap, yaitu (1) pemberian stimulus, (2) problem statement, (3) data collection, (4) data prosessing, (5) verification, dan (6) generalization. Bagi peneliti lain yang berminat mengadakan penelitian serupa hendaknya melakukan penelitian pada sekolah lain sehingga akan diperoleh gambaran lebih lanjut mengenai efektifitas pembelajaran dengan metode penemuan pada materi limit fungsi trigonometri.

Pengaruh persepsi siswa tentang kompetensi guru terhadap motivasi belajar siswa di SMK Negeri 6 Malang / Dwi Rinasari

 

Kata Kunci : persepsi, kompetensi guru, motivasi belajar Persepsi adalah pendapat, kesan atau tanggapan, yang selama ini telah dimiliki atau ada pada masing-masing responden terhadap situasi yang diajukan dalam kuisioner, ataupun yang selama ini telah dilakukan atau dikerjakan responden. Dalam hal ini kompetensi guru yang meliputi kompetensi kepribadian guru, kompetensi pedagogik guru, kompetensi profesional guru, dan kompetensi sosial guru merupakan objek yang dipersepsi siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kompetensi keahlian gambar bangunan SMK Negeri 6 Malang. Teknik pengumpulandata menggunakan angket. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang kompetensi guru terhadap motivasi belajar siswa dan mengetahui faktor manakah yang paling berpengaruh terhadap motivasi belajar. Faktor tersebut adalah persepsi siswa tentang kompetensi kepribadian guru, kompetensi pedagogik guru, kompetensi profesional guru, dan kompetensi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru, kompetensi pedagogik guru, kompetensi profesional guru, dan kompetensi sosial guru terhadap motivasi belajar siswa baik secara parsial maupun simultan. Dari hasil analisis data sumbangan efektif secara parsial diketahui bahwa persepsi siswa tentang kepribadian guru merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada guru agar mempertahankan kompetensi kepribadian yang sudah dianggap baik oleh siswa, berusaha untuk terus meningkatkan kompetensi di bidang pedagogik keilmuan, dan metode keilmuan sehingga diharapkan dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Guru juga hendaknya mengembangkan kompetensi sosial dengan bersosialisasi dan berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua peserta didik dan masyarakat sekitar, sehingga akan tercipta hubungan dan komunikasi yang baik. Sedangkan para pembaca yang berminat meneliti kasus sejenis, sebaiknya menggunakan penelitian sample dan wilayah populasi yang lebih luas dan mengembangkan permasalahan terkait dengan motivasi belajar siswa. Dengan demikian hasil yang diharapkan dapat mengungkap lebih banyak permasalahan dan memberikan hasil temuan penelitian yang lebih berarti dan bermanfaat bagi banyak pihak.

Pengaruh informasi rasio profitabilitas terhadap harga saham pada perusahaan real estate and property di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2009 / Rani Cholifaturrohma

 

Kata kunci: Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), Earning Per Share (EPS), Harga Saham. Investasi adalah menempatkan uang atau dana dengan harapan untuk memperoleh tambahan atau keuntungan tertentu atas uang atau dana tersebut. Salah satu bentuk dari investasi ialah dalam bentuk saham. Saham merupakan surat berharga sebagai bukti penyertaan atau pemilikan individu maupun institusi dalam suatu perusahaan. Untuk mengukur dan mengetahui tingkat efektifitas kinerja perusahaan maka digunakan harga saham. Faktor yang dapat mempengaruhi harga saham salah satunya ialah kinerja keuangan perusahaan yang dapat berupa rasio profitabilitas. Rasio profitabilitas terdiri dari Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM) dan Earning Per Share (EPS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio profitabilitas (Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM) dan Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham pada perusahaan Real Estate and Property di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2009. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan Real Estate and Property di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2009 yang berjumlah 55 perusahaan. Teknik pengambilan sampel ialah metode purposive sampling sehingga diperoleh sampel penelitian berjumlah 33 perusahaan. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda dengan uji t dan uji F. Hasil penelitian yang diperoleh ialah secara parsial terdapat pengaruh signifikan variabel Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham. Secara simultan terdapat pengaruh signifikan variabel Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM) dan Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham. Disarankan untuk peneliti selanjutnya supaya menambah jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian yang berhubungan dalam mempengaruhi harga saham, menambah periode penelitian dan variabel penelitiannya ditambah, serta disarankan kepada para investor agar terlebih dahulu menganalisis kinerja keuangan perusahaan dan memperhatikan faktor-faktor fundamental maupun faktor eksternal dalam berinvestasi.

Penerapan CTL melalui benda manipulatif dalam upaya meningkatkan hasil belajar luas daerah trapesium siswa kelas V SDN Senggowar 3 Gondang Nganjuk tahun pelajaran 2009/2010 / Pendik Dwi Setiyadi

 

Keywords: learning, CTL approach (contextual teaching and learning), manipulative objects, trapezoid area Actually, the students have difficulties in understanding the trapezoid material. The difficulties in understanding the materia exist, because of the unsuitable strategy used by the teacher. The unsuitability in choosing the learning strategy will affect the knowledge process formation of the students. The effort to build the students’ understanding towards the trapezoid area can be done through the CTL learning approach by using the manipulative materials related to trapezoid. This study aimed to describe the instruction of trapezoid area by using the contextual teaching learning approach through the manipulative material of trapezoid to build the students’ understanding towards the trapezoid area. The researcher used the qualitative approach in the form of participant class room action research. Based on the process and product assessment in every session, it can be known that the instruction conducted based on the contextual teaching and learning approach through the manipulative objects trapezoid can give the more understanding for the students about the trapezoid area. The students’ responses towards the trapezoid instruction were very positive.

Pembelajaran konsep refleksi dengan penajaman ciri questioning & clarifying bagi mahasiswa / Kristiani

 

Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Edy Bambang Irawan, M.Pd (II) Dr. Sri Mulyati, M.Pd Kata Kunci: Konsep Refleksi, Questioning, Claryfying Pembelajaran di Perguruan Tinggi menuntut mahasiswa untuk memahami konsep-konsep dasar matematika. Salah satu matakuliah wajib di jurusan pendidikan Matematika STKIP PGRI Blitar adalah Geometri Transformasi. Salah satu materi dalam matakuliah ini adalah konsep refleksi. Pada materi ini mahasiswa cenderung menghafal rumus dan tidak mampu menerapkannya dalam pemecahan masalah. Oleh karena itu diperlukan suatu prosedur pembelajaran yang dapat membangun pemahaman terhadap konsep refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan prosedur pembelajaran konsep refleksi dengan penajaman ciri questioning& claryfying bagi mahasiswa tingkat I kelas IB jurusan Pendidikan Matematika STKIP PGRI Blitar tahun ajaran 2009/2010. Pembelajaran dengan penajamam ciri questioning& claryfying ini merupakan pembelajaran dengan strategi reciprocal teaching tetapi dilakukan penajaman pada dua ciri strategi tersebut. Pada pembelajaran ini mahasiswa melakukan questioning dan jawaban terhadap questioning tersebut pada kelompok kecil yaitu kelompok dengan posisi tempat duduk yang berdekatan, selanjutnya dalam kelompok juga melakukan clarfying jika terdapat pertanyaan ataupun materi yang ambigu. Setelah dilakukan questioning& claryfing dalam kelompok perwakilan mahasiswa mempresentasikan hasil questioning& claryfing dikelas,selanjutnya mahasiswa yang lain mengklarifikasi jika terdapat pertanyaan atau materi yang ambigu atau keliru. Pada pembelajaran ini dosen hanya sebagai fasilitator. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh tiga validator diperoleh instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran dalam kategori baik sehingga dapat digunakan dalam penelitian. Sedangkan dari pengamatan oleh observer bahwa aktivitas dosen dan mahasiswa dalam kategori baik. Sedangkan dari hasil tes akhir tindakan diperoleh hasil tes mahasiswa juga dalam kategori baik. Berdasarkan hal ini dapat disimpulkan bahwa prosedur pembelajaran konsep refleksi dengan penajaman ciri questioning& claryfying adalah (1) Mahasiswa secara berkelompok melakukan questioning yaitu mahasiswa menyusun pertanyaan dan jawaban berdasarkan bahan ajar tentang konsep refleksi pada LKM, (2) Mahasiswa secara berkelompok melakukan clarifying yaitu mengklarifikasi terhadap pertanyaan atau jawaban dari pertanyaan baik dalam kelompok maupun dalam presentasi di kelas. Sedangkan dampak penerapan prosedur pembelajaran konsep refleksi dengan penajaman ciri questioning& claryfying dapat memperbaiki hasil belajar konsep refleksi yaitu hasil belajar mahasiswa 86,7 % yang memperoleh nilai lebih dari sama dengan 65.

Pengaruh kondisi tata ruang kantor tata usaha dan karakteristik pekerjaan terhadap kinerja karyawan pada sekolah menengah kejuruan kelompok bisnis dan manajemen di kota malang oleh Sulistiyaningsih

 

Tata ruang kantor tata usaha merupakan salah satu hal yang turut menentukan lancar tidaknya suatu aktivitas pada suatu instansi dalam mencapai tujuan, selain adanyas uatup enggunaante nagak erja yang efektif dan terarah.P engaturanru ang kantor tata usaha yang baik akan mendorong karyawan beraklivitas dan dengan penggunaatne nagak erja yang efektif dan terarah,m aka akan terciptak inerja yang baik. Tujuan dari pelaksanaapne nelitiani ni adalahu ntuk mendeskipsikank ondisi obyektif tata ruang kantor tata usaha dan karakteristik pekerjaan terhadap kinerja karyawan pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kelompok Bisnis dan Manajemend i Kota Malang,s ertam enganalisise carap arsiald an simulan pengaruh kondisi tata ruang kantor tata usahad an karakteristikp ekerjaant erhadapk inerja karyawan pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kelompok Bisnis dan Manajemend i Kota Malang. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah melalui angket yang dilaksanakanp ada bulan Juli 2003 dengans ampels .ebesa5r0 dari 210 populasi. Pengambilans ampelb erdasarkana cak non proposionalb erdasarkans ekolah,k arena jumlahnya beragam. Dalam penelitian ini pengolah data dilakukan dengan menggunakatne knik analisisD eskriptifp rosentasdea ns tatistiki nferensial. Dari hasil analisisd ata diperolehh asil penelitians ebagabi erikut: (a) Kondisi tata ruang kantor tata usaha Sekolah Menengah Kejuruan (Slnff() Kelompok Bisnis dan Manajemen di Kota Malang ada dalam keadaan baih terbukti 40% menyatakan baik, 22% menyatakan cukup baik, 20Yo rnenyatakan sangat baik dan 18% menyatakan kurang baik. (b) Karakteristik Pekerjaan pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kelompok Bisnis dan Manajemen di Kota Malang cukup baik, terbukti 48% respondenm enyatakanb aik, 38% menyatakanc ukup baik dan l0Va menyatakanku rangb aik, sedangkan2Ydoa ri respondenm enyattkans angatb aik dan 2o/om enyatakatnid ak baik. (c) Kondisi Kinerja Karyawan,a dad alamk eadaany ang baik terbukti 50% menyatakanb aik, 36% menyatakanc ukup baik, 8% responden menyath{

Perbedaan prestasi belajar matematika siswa keras VIII SMP Negeri 1 Tingas dengan pembelajaran pemecahan masalah dan pembelajaran ekspositori / Heri Purnomo

 

Kata kunci: prestasi belajar, pembelajaran pemecahan masalah, dan pembelajaran ekspositori. Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah pemilihan pembelajaran yang digunakan dalam penyampaian materi. Selama ini pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru pengajar matematika di SMP Negeri 1 Tongas bukan pembelajaran pemecahan masalah. Hal tersebut dilihat dari rencana pembelajaran yang dibuat oleh guru pengajar. Padahal, menurut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) salah satu kemahiran matematika yang ingin dicapai adalah pemecahan masalah sehingga siswa diharapkan mempunyai keterampilan dalam memecahkan masalah. Berdasarkan masalah di atas, dalam penelitian ini diujicobakan pembelajaran yang mampu melatih siswa terampil dalam memecahkan masalah yaitu pembelajaran pemecahan masalah. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri I Tongas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri I Tongas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tongas dengan pembelajaran pemecahan masalah lebih tinggi dari pada prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tongas dengan pembelajaran ekspositori. Data prestasi belajar diperoleh dari tes prestasi belajar pada pokok bahasan kubus dan balok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tongas dengan pembelajaran pemecahan masalah lebih tinggi daripada prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tongas dengan pembelajaran ekspositori.

Pengembangan aplikasi mobile learning sebagai media pembelajaran matematika pada materi bangun ruang untuk siswa sekolah menengah pertama kelas VIII dan IX / Septian Enggar Sukmana

 

Kata Kunci: Aplikasi, Mobile Learning, media pembelajaran, matematika, bangun ruang Matematika merupakan pelajaran bersifat basic science. Namun tidak semua siswa SMP mampu memahami matematika dengan mudah. Matematika masih terasa sulit bagi siswa karena siswa perlu belajar lebih sering. Terkadang pemberian materi di kelas juga dinilai kurang sehingga perlu adanya media bantu yang lebih praktis dan menyenangkan sehingga menambah intensitas waktu belajar siswa dan membantu meningkatkan pemahaman siswa SMP terhadap matematika. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan menggunakan mobile learning. Dengan menggunakan mobile learning, maka pembelajaran dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun. Mobile learning di Indonesia juga memiliki potensi yang besar akibat penetrasi teknologi yang tinggi. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Sugiyono (2008) yang telah dimodifikasi. Jumlah langkah – langkah pengembangan 9 (sembilan) langkah, langkah – langkah tersebut antara lain : (1) Potensi, Masalah, dan Pengumpulan Data (2) Desain – Produk dan Materi, (3) Validasi Desain dan Materi, (4) Revisi Desain dan Materi , (5) Uji Coba Produk, (6) Revisi Produk, (7) Uji Coba Pemakaian , (8) Revisi Produk, (9) Produksi Massal. Teknik pengujian yang digunakan teknik evaluasi media pembelajaran oleh Sadiman (2009). Pengumpulan data dilakukan dengan mengggunakan kuesioner. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket yang bersifat tertutup. Pengolahan data hasil uji coba menggunakan rumus persentase. Berdasarkan hasil uji kelayakan yang dilakukan, didapatkan data akhir sebesar 92,31% untuk validasi dari ahli media, 90, 28% untuk validasi dari ahli materi, 90,20% untuk uji coba perseorangan, 89,29% untuk uji coba kelompok kecil, dan 91,52% untuk uji coba lapangan. Rata – rata persentase uji coba adalah 90,72%. Dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran berbasis mobile learning ini sudah valid dan tidak perlu revisi sesuai dengan pedoman kriteria tingkat kelayakan serta media pembelajaran ini layak digunakan.

Analisis penerapan sistem akuntansi keuangan daerah pada bagian keuangan pemerintah daerah Kabupaten Pacitan oleh Diana Tien Irafahmi

 

Otonomi daerahy ang membawak onsekuenslio gis terhadapp engelolaan keuangand aerahy ang terdesentralisasdi i daerahm erupakant ahap awal perkernbangasni stema kuntanski euangand aerah.S istema kuntanski euangan daerah yang lama dengan single entry dan basis kas dipandang kurang memadai untuk tujuana kuntabilitasp ublik. OIeh karenai tu telahd ikembangkans istem akuntansi keuangan daerah yang baru dengan double entry dan basis akrual. Pemdas eluruh lndonesia diharapkans egeram engimplementasikans istemb aru tersebut untuk menghasilkan laporan keuangan daerah sesuai dengan KepmendagrNi o. 29 Tahun 2002lPPN o. 105T ahun2 000/UU No. 17 Tahun 2003. Penelitiani ni bernrjuan untuk mengetahuip enerapans istema kuntansi keuangan daerah pada Bagian Keuangan Pernda Kabupaten Pacitan sena kendala menujup enerapans istemy ang baru,d anh asilnyad iharapkand apatm emberikan kontribusi yang cukup bermakna bagi pihak-pihak terkait. Penelitian ini dilakukan di Bagian Keuangan Pemda Kabupaten Pacitan. Pendekatayna ng digunakana dalahp endekatand eskriptifk ualitatif Teknik pengumpuland atanyam enggunakant eknik wawancarao, bservasid an dokurnentasiA. nalisisd atad ilakukand engana lur pengumpuland ata,r eduksi dat4 poryajian dat4 dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitiani ni menunjukkanb ahwa sistema kuntanski euangan daerah yang diterapkan Bagian Keuangan Pemda Kabupaten Pacitan masih menggunakansi steml ama( dengans ingle entry danb asisk as) sehinggam asih berkisar pada tataran terminologi tata pembukuan. Upaya untuk mengimplernentasikasnis ternb aru telahm ulai dilakukanr neskipunr nasihp ada tarafpelatihan dan penyusunank ode rekening. Kendalam enuju penerapans istem baru adalahm asalahm inimnya SDM, sulitnya beradaptasdi engans isternb aru karena sistem lama telah membudaya, belum adanya perda, serta belum adanya kepastians isterny ang dianut (model BPK ataum odel IAI). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar: ( I ) segera diupayakanp eningkatanS DM lewatp rosesr ekruitmena taupunle wat pendidikan&pelatihan dan konsultasi dengan pak:r; (2) segera diupayakan keluarnya Perda yang mengatur tentang sistem akuntansi keuangan daerah yang baru; (3) bagiank euanganP emdas egeram crrgimplementasikasni stemb aru denganm emilih model sistemy ang dianuts erta( 4) penilaiana seth aruss egera dilaktrkan dalam rangka menyusun neraca daerah untuk pertama kalinya

Penerapan metode inkuiri sosial untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas III SDN Petung I Kecamatan Pasrepan Pasuruan / Nikmatul Luailik

 

Kata kunci : metode inkuiri sosial, hasil belajar PKn sekolah dasa. SDN Petung I adalah salah satu Sekolah Dasar Negeri yang terletak di Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan merupakan SD terpencil guslah timur di Kecamatan Pasrepan. Berdasarkan observasi di kelas III dan wawancara terhadap guru kelas, kepala sekolah dan siswa kelas III yang dilakukan pada 15 Oktober 2009 diketahui bahwa terdapat permasalahan pada pembelajaran PKn di kelas tersebut. Secara umum permasalahan tersebut terdapat pada proses belajar mengajar yang sering didominasi oleh kesibukan guru, guru lebih sering menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan penugasan. . Hal ini berimbas pada hasil belajar siswa yang jauh dari standar ketuntasan minimal yang ditentukan. Oleh karena itu pada penelitian ini dicoba untuk menangani masalahmasalah tersebut dengan menggunakan metode inkuiri sosial, melalui penelitian tindakan kelas (PTK).Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penerapan metode inkuiri sosial dan peningkatan hasil belajar siswa kelas III SDN Petung I pada mata pelajaran PKn. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan mulai bulan Oktober sampai akhir Desember 2009. Tindakan kelas dilaksanakan bulan November sampai Desember 2009. Dengan menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus, tiap siklus terdapat dua pertemuan. Model siklus yang digunakan adalah model Kemmis dan Mc Taggart. Setiap siklus terdiri atas empat fase, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah siswa kelas III SDN Petung I Kecamatan Pasrepan Pasuruan yang terdiri dari 34 siswa. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode inkuiri sosial pada pembelajaran PKn siswa kelas III SDN Petung I Kecamatan pasrepan Pasuruan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Persentase keberhasilan klasikal hasil belajar siswa aspek kognitif dari 61,21% meningkat menjadi 89,41%. Sedangkan hasil belajar aspek afektif dari 77,56% meningkat menjadi 83,57%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran PKn di kelas III SDN Petung I Kecamatan Pasrepan Pasuruan dengan materi pokok Peraturan di Masyarakat dengan menggunakan metode inkuiri social mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya keterampilan guru dan hasil belajar siswa aspek kognitif dan aspek afektif. Dan disarankan pada guru agar pada pembelajaran PKn hendaknya menggunakan metode inkuiri sosial pada khususnya dan menyesuaikan dengan materi yang akan disampaikan, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hendaknya kepala sekolah memberi informasi atau bimbingan khusus mengenai inovasi pembelajaran kepada para guru dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di vi SD. Dan hendaknya bagi peneliti lain dapat menjadikan penelitian ini sebagai acuan dan dapat menerapkan metode inkuiri sosial pada mata pelajaran PKn dengan materi pokok yang berbeda.

Manajemen pendidikan nilai (studi multikasus SMAK Yos Sudarso Kepanjen dan SMK Cor Jesu Malang) / Lusia Suwartini

 

Tesis (Tidak dipublikasikan). Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, pembimbing: (I) Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M. Pd, dan (II) Prof. Dr. Salladien. Kata kunci: aspek nilai, implementasi, pendidikan nilai, Penelitian ini berawal dari fenomena-fenomena yang nampak pada obyek menyangkut pendidikan nilai pada SMAK Yos Sudarso dan SMK Cor Jesu. Pendidikan di sekolah merupakan upaya yang dilakukan secara sadar oleh masyarakat, bangsa, dan negara dengan tujuan menyiapkan generasi muda agar menjadi warga negara yang berkualitas dan meneruskan cita-cita bangsa. Namun untuk mewujudkannya banyak menemui kendala. Situasi umum pendidikan kita banyak menyemai perilaku tidak adil dan kekerasan, baik karena intervensi dari pihak luar maupun dari kalangan insan pendidikan sendiri.Sekolah yang semestinya memberikan harapan yang optismis malah menjadikan peserta didik kita trauma dan putus harapan, bahkan sampai bunuh diri, ini akibat bullying. Seorang peserta didik SD yang bunuh diri, karena merasa malu belum melunasi pembayaran buku pelajaran. Pembinaan pendidikan di sekolah perlu melibatkan berbagai komponen yang saling mendukung dan menunjang mencapai tujuan pendidikan. Setiap individu dituntut memiliki keuletan, memiliki kedisplinan, memiliki etos kerja yang tinggi, pandai menangkap peluang, serta memiliki semangat untuk terus belajar. Sering ada keluhan bahwa baik orang muda atau orang tua tidak memiliki suatu kerangka kerja, suatu pedoman untuk memilih dan berpegang pada nilai-nilai yang bertahan lama. Nilai-nilai yang bertahan lama, adalah nilai spiritual; nilai inilah yang dijadikan aspek Pendidikan Nilai: iman, kasih, peduli, toleran, dan disiplin. Untuk penanaman, pelatihan, dan pembiasaan nilai-nilai tersebut perlu didukung dengan strategi perencanaan kurikulum Pendidikan Nilai, agar pengimplementasiannya tepat guna dan effektif, dan pentingnya melakukan pengawasan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan nilai-nilai tersebut. Pendidikan nilai adalah hakikat dan tujuan pendidikan itu sendiri, yakni penanaman dan pengembangan nilai-nilai pada diri seseorang dan sebagai bantuan terhadap peserta didik agar menyadari dan mengalami nilai-nilai serta menempatkannya secara integral dalam keseluruhan hidupnya, dan nilai nurani yang ada dalam diri menjadikan perilaku serta cara, memperlakukan diri sendiri dan sesama. Permasalahan peneliti ini mengkaji tentang manajemen pendidikan nilai dengan fokus penelitian (1) Nilai-nilai yang dijadikan aspek dalam Pendidikan Nilai, (2) strategi perencanaan kurikulum Pendidikan Nilai, (3) implementasi kurikulum pendidikan nilai , dan (4) pengawasan pendidikan nilai di SMAK YS dan SMK CJ. Tujuan penelitian ini, mendeskrisikan tentang: (1) aspek-aspek Pendidikan Nilai di SMAK YS dan SMK CJ, (2) strategi perencanaan, (3) Implementasi, (4) Pengawasan . Penelitian ini menggunakan metode metode induksi analitis termodifikasi (modified analytic induction) sebagai suatu cara untuk mengembangkan teori dan mengujinya. Peneliti, mutlak diperlukan, berperan sebagai instrumen penelitian, informannya ditetapkan mereka yang mengetahui atau terlibat langsung dengan fokus penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan bantuan tape recorder, kamera perekam dan foto. Penelitian ini menggunakan rancangan multikasus, yaitu kasus pertama SMAK Yos Sudarso Kepanjen dan kasus kedua, SMK Cor Jesu Malang. Prosedur analisis data dengan cara: (1) kasus pertama dianalisis untuk memperoleh temuan semen-tara dalam bentuk proposisi, begitu pula kasus kedua. (2) Temuan sementara kasus satu dianalisis dengan temuan kasus dua, sehingga diperoleh temuan akhir analisis multikasus yang menghasilkan teori baru dalam bentuk model manajemen pendidikan nilai. Temuan hasil penelitian Aspek-aspek Nilai dalam Manajemen Pendidikan Nilai: Nilai keimanan,banyak membantu perilaku peserta didik dalam kehidupan keagamaan yang semakin teguh. Nilai kasih, sangat membantu peserta didik untuk mengembangkan perilaku yang mengarah pada penghayatan hidup rohani yang lebih manusiawi. Nilai peduli, banyak membantu peserta didik dalam hal kepeka-an sosial. Nilai toleransi, amat membantu peserta didik bersikap toleran. Nilai disiplin untuk membantu peserta didik kearah kualitas hati atau berkembang men-jadi pribadi yang utuh. (2) Strategis Perencanaan Program Pendidikan Nilai, da-lam hal ini, penetapan kebijakan sekolah masih didominasi kepala sekolah, se-hingga misi yang diemban belum terinternalisasi ke dalam hati warga sekolah, dengan demikian, tujuan pendidikan nilai masih memerlukan penanganan yang lebih baik lagi; agar sasaran semakin mudah dicapai pada akhir manajemen pendidikan nilai menjadi sistem yang semakin fleksibel. (3) Pendidikan nilai telah diimplementasikan, namun belum efektif, di mana sistem kerja yang mengguna-kan manajemen partisipatif belum optimal, karena upaya motivasi kepada sekolah terhadap para pendidik masih rendah. Dengan demikian jalinan kerja sama belum efektif walaupun penyatuan perintah sudah semakin terarah, namun keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab belum nampak sehingga kinerja yang diharapkan belum terlaksana sepenuhnya. (4) Kepengawasan yang dilakukan dengan memantau, mengamati, mensupervisi, mengkomunikasi, dan melalui laporan serta evaluasi belum maksimal, sehingga sikap dan perilaku peserta didik belum semuanya mencerminkan nilai-nilai spiritual secara utuh. Penelitian ini merekomendasikan (1) pada orang tua peserta didik supaya tetap menanamkan dan membiasakan sejak dini nilai-nilai kerohanian, sosial dan kemanusiaan, agar terbentuk kepribadian utuh dan seimbang, sehingga manusiawi dalam bertindak(2) pada lembaga sekolah agar menata manajemen pendidikan nilai, supaya informasi mengenai lembaga lebih transparan, (3) pada kepala sekolah melakukan pelatihan –pelatihan yang berhubungan dengan strategi manajemen pendidikan nilai yang melibatkan seluruh pendidik , (4) hasil ini dapat dipakai untuk penentu kebijakan oleh diknas, yayasan, kepala sekolah untuk menjadi pertimbangan, (5) perlu ada penelitian yang lebih mendalam sehingga dapat menjadi bahan pembanding karya ilmiah ini.

Kebijakan sumber dan penggunaan modal kerja untuk menkaga tingkat likuiditas dan meningkatkan tingkat profitabilitas pada PT Indofood sukses makmur Tbk. oleh Sulastri

 

Modal kerjam €megangp erananp entingd alams uatup erusahaadna n digunakaunn tukm enjalankakne giatano perasiB. esark ecrlnyam odalk erja tergantunpga dajenisu sahap erusahaanS.a lahs atub entukp erusahaayna ng membutuhkamn odalk erjay angb esara dalahp erusahaainn dustri.J umlahm odal kerjay angb aik bagis uatup erusahaaand alahm odalk erjay angb ukup.U ntuk memperolemho dolk eriav angc ukupd ibutuhkokne biinkanv angb aikd alam ntcnentukasnu mbcdr anp cnggunaamno dalk crja,K cbijakanin i mcrupakacna ra yangd apadt igunakounn tukn rcrrlagtoin gkalti kuiditadsa rrn rcuirtgkatktairntg kat profitabilis. Penelitianin i adalahp enelitiand enganm enggunakadrart as ekundedra n dilaksanakapna daP T IndofoodS uksesM akmurT bk, denganm enggunakan mctoded okumcntasTi.c knika nalisisy angd igunakaand alahs nalisiss umbedr an p€nggunaamno dalk et'a sertaa nalisisr atio yangt erdiri dan likuiditasd an profitabilitas Dari hasil penelitianm enunjukans umberm odal kerja perusahaanp ada tahun2 000s ebesaRr p 3.314.084,-s,e dangkapne ngguruun rodalk erjas ebesar Rp 1.509.362T,-a. hun2 001s umbemr odalk erjap erusahaasne besaRr p |.844.604,s-e, dangkapne nggunaamno dalk erjas ebesaRr p 3.960.728,T-.a hun 2002s umbemr odalk erjap erusahaasne besaRr p 5.514,105,s-e, dangkan penggunaamno dalk erja sebesaRr p L898.577,-T, ahun2 000d an2 001 pendekatayna ngd igunakano lehp erusahaadna lamr nenentukakne bijakans umber danp enggunaamn odalk erjaa dalahp endekataang resifsedangkapne ndekatan yangd igunakand alarnm cnentukanke bijakans umbcrd anp cnggunaamn odal kefa tahun2 002a dalahp endekauakno nservatif. Tingkatl ikuiditasy angd icapaio lehp erusahaasne lamata hun2 000-2002 adalaha went ralio sebesalr3 0,4lo/o,86,65%1, 64,63yoA. cid test/ a/lo sebesar 70,39o/o,34,41o/o,76,R7c5c%c.iv ahlteu rn overs ebesa1r0 ,81k ali, 12,26k ali, 12,15k ali.I nventorytu n, overs cbcsa5r ,40k ali, 5,25k ali, 5,08k ali. lVorking <:apitul"tucrrnv esr ebesa1r0 ,34k ali,- 18,12k ali.5 ' 87 kali. Tingkatp rofitabilitasy rcrusahaasne lamata hun2 000-2002a dalahp ro/it margins ebesa5r, 09o/o,5,104%,8, 7n/oO.p erutingra iio sebesa8r1 ,13%8, 6,1l%. 88,58%R. eturn< tne quitys ebesa2rl ,13%,2 0,95%?" -1,91oR/oe.t urno n asse! sebesa5r, 15 %,5 ,75 %,5 ,260/o. Tahun2 000r erjadki enaikamn odakr efias cbesaRr p 1.g04.722T,-a. hun 2001te [adip enurunarnno dakle {a sebesaRrp i .t te.tz+,-t.t 'ohu2n0 02r erjadi kenaikamno dakl erias ebesaRrp 3 .615.52g,- Berdasarkahna silp enelitiana,g arp erusahaadna paml enentukan I:ttl** surnbedra np e.nggunamryo dakl i:rjay angd apant rctrjagtain gkat ilKurgrradsa nm enrngkatktainng katp rofrtabilitapse rusahaahna rusm ampu meningkatktainng katp erputarapniu tangu sahap, ersediaamn,o datl "rju, Aun pnjualanse rtale bihm engefektifkhaang ianp emilsoran.

Pola pembelajaran yang digunakan di kejar paket C setara SMU Srikandi Kota Malang oleh Siti Habibah

 

u, me,reka& t*tut agard apatm eningkatkand anm engentbangkadnir i ke u"uf, y-glUrh berkualitas. Sahfr "atu care yang dilakukan unluk-hal jersebut yaitu a"ngi" ti"*uuat d.a jalur psndidikaa jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar"sekolahH. al ini OitanLn pernerintahb ertujuana gard apatm ernbanguns ikap

Hubungan komponen sistem pendidikan dengan kepuasan peserta didik lembaga kursus bahasa: studi di Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris "Mahesa Institute" Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri oleh M. Komarudin

 

Keberhasilan program pendidikan dan pelatihan sebagai suatu sistem banyak tergantung pada faktor berfungsi-tidal$ya komponen-komponend alam penyelenggaraapne ndidikany ang ada. Komponent ersebutt erdiri atas komponen raw inpat, instrumentali nput, enviranmentailn put, other input, process,d an outpttt. Secarau mum,k eberhasilanle mbagap endidikand an pelatihant ermasukd idalamnya lembaga kursus, diukur dari keberhasilannya dalam memberikan pelayanan pendidikany ang baik dan memuaskans, ehinggad apatm embantup esertad idiknya unhrk menguasasi eperangkakte mampuand an keahliand ibidangt ertentu,K epuasan adalah merupakan tujuan akhir dan harapan yang ingin dicapai oleh peserta didik ketika ia memutuskan untuk belajar di suatu lembaga pendidikan. Kemampuan lembagap endidikand alamm emberikanp elayananb elajard apatm embentukp ersepsi peserta didik dan atau partisipan terhadap lembaga pendidikan yang pada akhirnya akan membenhrkim age (citra) lembagas ertab erpengaruhte rhadapp erkembangan dan kelangsunganle mbagap endidikany ang bersangkutand imasay ang akan datang. Karenak epuasanp esertad idik terhadaple mbagap endidikanm empunyapi erany ang sangapt entingd alamp rosesp embelajaranm, akak omponenp endidikany angd imiliki oleh lembagat ersebuth arus senantiasad ikontol, dikendalikan,d an dioptimalkan fungsinya dalam mendukung proses dan hasil pembelajaran yang bark dan memuaskanb agi semuaf ihak, baik pesertad idik, partisipan,m asyarakast ekitard an lembagap endidikani tu sendiri.P enelitiani ni bertujuanu nhrk mengetahuhi ubungan komponens istemp endidikand engank epuasanp esertad idik LembagaK ursusB ahasa Inggris "MahesaI nstrtute" Tulungrejo Pare KabupatenK ediri, dan seberapab esar kontribusik omponens istemp endidikant erhadapk epuasanp esertad idik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-korelasional. Variabel penelitian terdiri atas enam variabel prediktor yang terdiri atas raw input, instrumental input, environmental input, other input, leorning plocess dan outpu; sertas atuv ariabelk riterium yaitu kepuasanp esertad idik. Populasip enelitiana dalah seluruh peserta didik Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris "Mahesa Institute" Pare berjumlah 611 orang pada semua level program. Sampel diambil menggunakan te}rrtk stratified random sampling dengan jumlah 100r espondenP. engumpuland ata menggunakaonb servasni on partisipatorid an kuisionert ertutup.U ji normalitasd ata menggunakanu ji Kolmogorov-smimovG odnesso f Fit Testt erhadapm asing-masing variabel.D eskripsi data menggunakand iskripsi frekuensi dan persentaseA. nalisis datam enggunakante lrrik analisisr egresil inier bergandaa, nalisisk orelasi berganda dan determinasbi ergandaD. an untuk menguji hipotesisd igunakanu ji F dan uji t denganta raf sigrrifikansi5 %. llasil penelitian menunjukkan bahwa; (l) terdapat hubungan secara simultqn (serentak) yang sigrrifikan atas komponen sistem pendidikan dengan kepuasanp esertad idik lembagak ursus bahasa;( 2) tidak terdapath ufungan yang sigrifikan antara komponen rqw input dengan kepuasan peserta didik Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris "Mahesa Institute" Pare; (3) terdapat hubungan yang signrfikan antara komponen masukan dat (instrumental input) dengan kepuasan pesertad idik LembagaP endidikanB ahasaI nggrs "MahesaI nstitute" Pare;( 4) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara komponen masukan lingkungan (environmentatln put) dengank epuasanp esertad idik LembagaP endidikdnB ahasa Inggris "Mahesa Institute" Pare; (5) terdapat hubungan yang signifikan antara komponen masukan lain (other input) dengan kepuasan peserta didik Lembaga PendrdikanB ahasaln ggrs "Mahesal nstitute" Pare;( 6) tidak terdapath ubungany ang signifikana ntarak omponenp rosesp embelajaran(e arning process)d engank epuasan pesertad idik LembagaP endidikanB ahasah rggrs "MahesaI nstitute" Pare;( 7) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara komponen hasil pembelajaran (output) durgan kepuasan peserta didik Lembaga Pendidikan Bahasa Inggrs "Mahesa Institute"P are.S umbangane fektif semrnp rediktort erhadapk riterium sebesa0r ,712 atau 71,2o/oS. edangkans ecarap arsial, komponeni nstrumentali npzf memiliki sumbangarne latifterbesarp adak epuasanp esertad idik lembagak ursus. Saran yang dapat diberikan pada lembaga adalatr; (l) Kualitas komponen pendidikany ang dimiliki oleh lembagah endaknyate rusd itingkatkan,d ikembangkan, dikontrol dan difungsikan secara optimal. (2) Dalam proses belajar secara klasikal dan tutorial perlu diperhatikank omposisi keseimbanganp esertrad idik berdasarkan jenis kelamin dan usia. (3) Perlu dijaga dan ditingkatkan kualitas proses pembelajarannybaa ik dari faktor instruktur, metoded an teknik pembelajarans, erta kedisiplinan; dan (a) perlu dijaga dan ditingkatkan sinergi hubungan yang harmonis antara lembaga dengan masyarakat sekitar, lembaga mitra, dan dengan lembaga kursus sejenis disekitarnya.

Pendidikan dalam perspektif budaya lokal: studi kasus praktek pendidikan informal di Desa Kaduran Timur Kabupaten Sumenep Madura oleh Rini Aristin

 

Pendidikainn formala dalahp endidikayna ngd iperolehs eseorandga ri pengalamasne hari-hariP. endidikanin formali ni disadaria taut idak dapat membentuks uatuk epribadiana taui dentitasb udayad alamm asyarakat. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahupi elaksanaapne ndidikan intbrmaly angd ilaksanakadni desaK aduaraT imur denganm enggunakanni lainilai budayalo kal yangb erkembandgi desat ersebutA. dapunk egunaanp enelitian ini bagii lmu pengetahuayna itu untukm engenalkakne padam asyarakabta hwa pendidikanti dak terbatasp adat ingkats ekolahf ormal sajam elainkand isadari ataut idak pendidikanjugab isad idapatkand ari pergaulans ehari-haris, erta sebagaai cuanp enelitiana taur eferensui ntukp ermasalahasne rupa. Penelitianin i dilakukand i desaK aduaraT imur denganm enggunakan pendekataknu alitatif.J enisp enelitiany angd igunakana dalahs tudik asus. Penelitianin i menggunakatne knik pengumpuladna tab erupat eknik observasi, teknik wawancaram endalamd, ant eknik dokumentasAi. nalisisd ata menggunakatne knik domaind ant aksonomiA. dapunp egecekakne absahadna ta menggunakatnig a langkahy aitu memperpanjanwga ktup enelitiant,r iangulasi, dan konfirmabilitas. Dari hasilp enelitianin i ditemukanb ahwap elaksanaapne ndidikan informal di desaK aduaraT imur ini nampakd alamb entuk petuah-petuahk,a jiankajianr utin, dank ebiasaan-kebiasayaann gm erekal akukan.P endidikanin formal ini berlangsundga laml ingkungank eluargajugad alamp ergaulanh idup seharihari yangm eliputil ingkunganp erkumpulanp emudau, pacara-upacara keagamaanh, ubungana ntart etangga,p ekerjaaand, an pertunjukan-pertunjukan seniy angk esemuanyma encerminkani lai-nilaib udayalo kal yanga dad i desa KaduaraT imur KecamatanP ragaanK abupatenS umenepA. dapunje nis seniy ang adad i desaK aduaraT imur ini adalahs enim acapadt ans enil udruk.

Pengaruh kulaitas pelayanan terhadap kepuasan tamu pada hotel Lotus Garden Kediri oleh Ana Rahmawati

 

Bisnisp erhotelany angt ermasukd alamp erusahaajna sa,p adad asamya mempunyatui juanu ntukm emuaskatna mu,j ika tamum erasap uasm akaa kan membenturke komendasdia ri mulut ke mulut (wordo f mour@s ebagasi arana promosyia nge fektif untukm enambahtin gkath unianh otel.S emakinb anyaknya jumlahh otel,m engakibatkanp erusahaand ituntut untuk membedakanla yanand engan parap esaingS. ertak einginant amu terhadapp elayanany ang baik menjadi semakin tinggi.T amus ebagaki onsumenja sap erhotelanti dak hanyai ngin memenuhi kebutuhatnid ur dan beristirahats aja,m elainkanj uga kebersihank, enyamanan, makanand an minumany ang berkualitasd an keamananA. gar dapatm emberikan kepuasakne padat amu,H otel Lotus Gardenh arusm emahamik ualitasl ayanany ang akanm emberikank erangkak erjat entangin dikatorp enilaiank ualitasl ayanano leh tamu.H asilp enelitianin i diharapkand apatb ergunab agip ihakH otel LotusG arden Kediri, sebagami asukanu ntuk menentukank ebijakans elaqiutnyad alam usaha pemenuhadna n keprmsanta mu. Variabely angdiang$atdatampe nelitianin i adalahv ariabelb ebask, ualitas layanany ang meliputi bukti fisilq keandalarud ayat anggapj,a minan, dan empati, sertav ariabelt erikat, yaitu kepuasanta mu. Penelitianin i bertujuanu ntukm endapatkagna mbarante ntang(: 1) pengaruh buhi fisik (tangibles)t erhadapk epuasanta mu Hotel Lotus GardenK ediri; (2) pengaruhk eandalan( reliability) terhadapk epuasanta mu Hotel Lotus GardenK ediri; (3) pengaruhd ayaT anggap( responsivenesste) rhadapk epuasanta mu Hotel Lotus GardenK ediri; (4) pengaruhja minan( assurancet)e rhadapk epuasatna muH otel LotusG ardenK ediri; (5) pengaruhe mpati( empatlryt)e rhadapk epuasatna muH otel LotusG arden(; 6) pengaruhb ukti fisik, keandaland, ayat anggapj,a minan,e mpati, secarab ersama-samtae rhadapk ep"asapl snu Hotel Lotus GardenK ediri; (Z) variabely ang dominanp engaruhnyate rhadapk epuasanta mu Hotel Lotus Garden Kediri. Populaspi enelitiana dalahs eluruht amuH otel LotusG ardeny angb erjumlah 680o rang,d enganjumlahs ampesl ebanyak7 0 orangr espondenT. eknik pengambilan sampeld engans ampler andomd an teknik penyebarana ngketa dalaha ksidental. Penelitiani ni dilaksanakand i Hotel Lotus GardenK ediri padab ulan Januari2 004. Rancanganp enelitiany ang digunakana dalah korelasional.T eknik analisisy ang digunakana dalaha nalisisr egresil inier bergandad enganu ji hipotesism enggunika.t uji t danu ji F. Instrumeny angd igunakanu ntuk memperolehd ataa dalah angket/kuesioner. Hasilp enelitianm enunjukkanb ahwas ecarau mumk ualitasl ayananp ada HotelLotusG ardenK ediri dipersepsikabna ik. Dari hasild anu ji hipotesis menunjukkabna hwas ecarap arsiald an simultan ada pengaruhy ang signifikan antara kualitasla yanand engank epuasanta mu Hotel Lotus GardenK ediri. Bukti fisik merupakaknu alitasl ayanany ang mempunyaip engaruhd ominant erhadapk epuasan hmu Hotel Lotus Garden Kediri. BerdasarkanH asil penelitiani ni pengelolaH otel Lotus GardenK ediri disarankaunn tuk: (l) lebih meningkatkank ualitas layanans epertip elayanan pemesanakna mar,l ayananb arang-barangta mu, layanani nformasi, kebersihank amar, layanabni natu,m akanand anm inumany angd isajikans ertal ayananla in yang melibatkafna ktor manusiaa gart ercipta kep""ssn tamq (2) mempertahankadna n memperbaifkai silitasf isik, denganc aram enambahfa silitasf isik yangb elumt ersedia seprti bar, kolam renang,m emperluasa realh otel sertam enjagak ebersihanf asilitas danp erlengkapayna ngt ersedia(;3 )karenap adak ualiasjaminan5 0%r esponden memberikapne nilaiank urangb aik , maka pihak hotel disarankanu ntuk mengadakan pmberdayaand an pelatihank epadap egawai,y ang berupap elatihant entang hospitality,yaihtfront desk,food and beverage service, house keeping, security, dan fransportassi,e laini tu pihak hotel harusm eningkatkank ejujuranp arap egawai, meningkatkakne amanand an kenyamananH otel Lotus Garden,a gart erbentuk persepsyia ngb aik sehinggata mu hotelm erubahp enilaiannytae rhadapk ualitas jaminan pada Hotel lntus Garden. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan variabeyl ang samat etapi padao byek yang berbeda.

Karakterisasi dan kajian awal difusi larutan berwarna dalam silika so-gel berpori secara spektrofotometri sinar tampak oleh Wiwin Puspita Hadi

 

Silika sol-gely angb erupam aterialr igid,tidak berwarnad, anb erpori terbentumk elaluir eaksih idrolisisd and ilanjutkanp olimerisaski ondensaspi ada senyawteat uethoxysilane(T EOS).S ilika sol-gelb anyakd imanfaatkanu ntuk berbagakei perluanm isalnyas ebagasi ensoyr aitu menempatkasnu atus enyawa dengamn emanfaatkapno rositass ilika sol-gelm elaluim etodea dsorpsiA. dsorpsi yangte rjadid iasurnsikatnid ak pennanend and apatm engalamdi esorpsiP. enelitian yangd ilakukanR usdi( 2004),A ndrianid anD amayant(i 2002)t entanga dsorpsiio n logamm enggunakaand sorbens ekamp adi dank arbona ktifmenrurjukkana danya peristiwdae sorpsiP. enelitianin i bertujuanm engetahudi ifusi larutanb erwamap ada silikas ol-gedl enganb erbagavi ariasip erlakuans aatp rosesp embentukasni lika solgel. Penelitianin i bersifate ksperimentadle nganm enggunakasne nyawaT EOS (tetraetlrcxysilanyea)n gd ireaksikand enganH 2O,m etanol,d anH CI untuk menghasilkasnil ika sol-geld ans ilika sol-gely angm engandunog- fenantrolina. Faktopr ertamay angd iteliti adalahp enurunanb erats ilika sol-geld ari awal terbentuknylaar utans ampami enjadis uatum aterialg elasp adab erbagapi erlakuan, meliputpi erbedaakna dara ir yangd inyatakand enganP .ratio danl amap engadukan. Tahaps elanjutnyad alahm engetahuai dsorpsil arqtanb erwarnam elaluip engukuran absorbandsei nganrn enggunakasnp ektronikG enesyusn tukb erbagavi ariaswi aktu danp erlakuasni likas olg el.T ahapt erakhira dalahm engetahuaid sorpssii likas ol-gel yangte lahd itambahli gan o-fenantrolinate rhadapio n besi(Il).U sia silika sol-gel yangd igunakana dalah3 0 hari. Hasil penelitiany angd iperoleha dalah:( l) semakinb esark adara ir dan Iamaw aktup engadukamn akal aju pen\rnmanb erats ilika sol-gels emakinb esar: (2)d enganm eningkatnyaka dara ir dalams ilika sol-gelm akaR ralio semakinb esar sehingglaa ju difusi larutanb envarnas emakinc epat;( 3) semakinb esarl amaw aktu pengadukapna dap rosesp embentukasni lika sol-gelm akal aju difusi larutan berwamap adas ilika sol-gels emakink ecil; (4) laju difusi larutanb erwarnaH CI ditambahin dikatorm etil merahp adas ilika sol-gell ebih cepatd aripadas enyawa komplekstr is(o-fenantrolina-i/,N')besi(IsI)u lfat.

Kajian pemahaman konsep sifat koligatif larutan non elektrolit siswa kelas III IPA SMUN I Kepanjen oleh Siti Nur Samsiah

 

Kefektifan kerjasama Madrasah dan orang tua siswa di Madrasah Tsanawiyah Negerise Kota Malang oleh Nurul Yuliani

 

Kerjasamaa ntaram adrasahd an orangt ua merupakans uatug agasany ang dikomunikasikanse carate rus-meneruasn tarat iap pribadia nggotap ersonils ekolah untuk menciptakank e{asamay ang baik antaram adrasaho, rangt ua dan siswad alam memajukanre ncanap endidikanB. erkatk erjasamaa ntarao rangt ua danm adrasah, makae ndidika kanl ebih efektif bila dia mengetahulia tarb elakangd anp engalaman anakd idik di rumah,d ana naka kanm emperolehb imbingany angt egas,t eliti dan hati-hati. Rumusanm asalahd alamp enelitianin i adalahb agaimanake efektifan kerjasamaa ntaram adrasahd ano rangt ua siswad i MTs. Negeris e-KotaM alang? Rumusan masalah tersebut dapat dirinci sebagai berikut. (1) Bagaimana tingkat intensitasp enggunaamn ediak omunikasdi alamk erjasama ntaram adrasahd ano rang tua siswad i MTs. Negeris e-KotaM alang?d an( 2) Bagaimanati ngkati ntensitas penggunaatne knik komunikasdi alamk erjasamaa ntaram adrasahd ano rangt ua siswa di MTs. Negeri se-Kota Malang? Penelitianim bertujuanu ntukm engetahuki eefektifank erjasama ntara madrasahd ano rangt ua siswad i MadrasahT sanawiyahN egeris e-KotaM alang, secarar inci yaitu untuk mengetahuin tensitasp enggunaanm edia komunikasid an teknik komunikasdi alamk erjasamam adrasahd ano rangt ua siswad i Madrasah TsanawiyahN egeris e-KotaM alang. Jenisp enelitiana dalahd eskriptifd enganp opulaspi enelitians eluruh MadrasahT sanawiyahN egeris e-KotaM alangy angb erjumlah2 buahm adrasah dengan2 orangk epalam adrasah2, orangw akil kepalam adrasahb agianH umasd an 122 orangg uru.J umlahr espondend ari keseluruhapno pulasia dalah49r esponden, yaitu 2 orangk epalam adrasah2, orangw akil kepalam adrasahb agianH umasd an 45 orangg uru.P engambilans ampeul ntukr espondend idasarkanp adat eknik pengambilans ampebl ertujuanT. eknik pengumpuladna tam enggunakaann gket, denganjenisa ngkett erbuka,d ant ertutup.T eknik analisisd atadilakukand engan menggunakatne knik analisisd eskriptifd ant eknik persentase. Berdasarkahna sila nalisisd apatd isimpulkanb ahwat ingkatk eefektifan kerjasama ntaram adrasahd ano rangt ua siswad i MTs. Negeris e-KotaM alang memiliki kecenderungapna dat ingkatanc ukup efektif. Kesimpulani ni dapatd irinci sebagabi erikut.( 1) tingkati ntensitasp enggunaamn ediad alamk erjasamam adrasah dano rangt ua siswad i MTs. Negeri se-KotaM a\ang memi\iki kecendetunganp ada tingkatancu kupi ntensif,d an(2)t ingkati ntensitasp enggunaatne knik komunikasi dalamk erjasamam adrasahd ano rangt ua siswad i MTs. Negeris e'KotaM alang memiliki kecenderungapna dat ingkatanc ukup intensif. Sarany angd iberikans ebagabi ahanp ertimbanga(n1 ) agarl ebih mensosialisasikapne ntingnyau payam eningkatkank erjasamaa ntara sekolalr/madrasadha n orangt ua, khususnyate ntangm edia dan tekmk komunikasi yangbisad ilaksanakanu ntuk meningftatkanke4asamaan tara sekolah/madrasadha n orang tua, baik dalam bentuk Pendidikan dan Latihan (Dikla0, maupun dalam bentuk simposiuma tau seminary ang diprakarsaio leh JurusanA dministrasi Pendidikan dengans asaranp arak epalas ekolah/madrasadha n guru sertao rangt ua khususnyad an masyarakapt adau mumnya,b aik padat atananS trataP endidikand i tingkat PendidikanD asar,P endidikanM enengah,m aupunP endidikanT inggi; (2) dapat mempertahankapne nggunaanm ediat elevisi, radio, dan buletin yang selamai ni telah intensifd an lebih meningkatkanp enggunaanm edia suratd an telepon,s ertat eknik laporan kepada orang tua siswa, kegiatan ekstrakurikuler, "open house", kunjungan ke sekolafumadrasahd,a n pamerans ekolahy'madrasyaahn g.belumi ntensif dalam kerjasamaa ntaras ekolah/madrasadha n orangt ua; (3) parao ftIngt ua siswaa kan lebih mengetahumi anfaat-manfaatyanbgi sa didapatd engana danyak erjasamay ang baik antarap ihak sekolah/madrasadha n orangt ua siswa sehinggaa kant erwujud keinginan paruo iungtua yaitu bertumbuhd an berkembangnyap otensia nak secaram aksimal; dan (4) agard iadakanp enelitianl ebih lanjut denganm engembangkavna riabel,d an populaspi enelitrand, anjenjangp endidikany angl ain.

Efektifitas metode pembelajaran kooperatif teknik STAD pendekatan problem posing terhadap prestasi belajar kimia siswa kelas II SMA Negeri 5 Malang pada pokok bahasan termokimia oleh Indah Lutfiatin

 

Kimia merupakanb idang studi yang terdiri dari konsep-konsepy ang bersifat abstrak. Konsep tersebut dapat dipelajari dengan cara mengembangkan kemampuanb erfikir abstrak.K emampuani ni dapatd ibangunm elalui interaksi positif antar siswa. Interaksi positif ini antara lain diperoleh dari pembelajaran kelompok. Dengan metode pembelajaran kelompok diharapkan dapat membantu siswam embenfukp urgetahuardr ala m pikirannya.I vletodep embelaaj ran kelompokm erupakanm etodey angm elibatkans iswab elajard alamk elompokkelompokk ecil. Penelitiany ang dilakukano leh Susanto( 1999) menunjukkan bahwap embelajarakno operatifm ampum endorongs iswau ntuk meningkatkan motivasi belajar. Disamping itu penelitian tentang problem posing oleh As'ari (2000)m ounjukkan bahwah asil tesy ang diperolehk elompoky angd iaju dengan pendekatapnr oblemp osingl ebih baik dari kelompoks isway ang diajard engan cara konvensional. Berdasarkanh asil penelitiartle rsebuti mbul masalaha pakahm etode pembelaiarank ooperatif teknik STAD durgan menggunakanp endekatanp roblem posingd apatm eningkatkanp restasbi elajars iswad alamm atap elajarank imia. Oleh kmena itu masalatry ang akan dicari jawabannyam elalui penelitiani ni adalahb agaimanakahk eefektifan metode pembelajarank ooperatif teknik STADpendekatanp roblemp osingj ika dibandingkand enganm etodep embelajaran kelompok biasa. Berdasarkanin formasid ari guru kirnia di SMA Negeri5 Malangb ahwa metodep embelajarakno operatift eknik STAD-pendekatapnr oblemp osingb elum pemahd iterapkand i SMA Negeri 5 Malangm akad alamp enelitiani ni dipilih SMA Negeri 5 Malang sebagai tempat penelitian dan penelitiau dilaksanakan padat anggal2 9 Agustus-29S eptembe2r 003. Populaspi enelitianin i adalahs iswa kelasI I dan sampeyl ang dipilih sebarryadk uak elasy aittt kelas1 1.5d anI 1.4. Penelitianin i merupakanp enelitiane ksperimentasle mu( r7aa.y experimenlal)D. enganr ancauganp orelitiany angd ipililt adaltllp' rel csl-poslcll control group design.U ji prasyaraat nalisisy angd igrrnakanm eliputi uji normalitash, omogenitasd an qji hipotesis.D alamp enelitiani ni disertakanju ga analisisd eskriptift entanga ktivitass iswad alamp rosesp embelajaranA. nalisisi ni berhduanu ntuk mengontrols ikaps iswad alamp rosesp embelajmanko operatif. Hasilp enelitianin i me;rur'jukkanb ahwas isway angd iajar dengan pernbelajarakno operatift eknik STAD-pendekatapnr oblemp osingm emiliki prestasbi elajary ang lebih tinggi dibandingkans isway ang diajar dengan punbelajarankelompokbiasHa.a l ini dibuktikand engand iperolehnyath n> ttub yutu2,691 > 2,02. Berdasarkahna sil penelitianin i, dapatd isarankana gard ilakukanp enelitian lebihl anjutm isalnyad enganm enggunakatne knik pernbelajarakno operatify ang lain,s epertjii gsaw,T GT, leaming together,r ound table, numberedh eaddengan variasip endekatalna in, ataud enganm enerapkanp embelajarakno operatifpada pokokb ahasanla in.

Pengaruh tayangan iklan axe di televisi terhadap keputusan pembelian konsumen: studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas negeri Malang oleh Lilik Rianasari

 

Persaingan dalam dunia perdaganpn saat ini semakin ketat saja, hal ini disebabkan oleh banyaknya produk-produk yang ditauarkan, baik produk yang berupa barang ataupun jasa. Di dalam usaha memasarkan produk barang atau jasa tidak terlepas dari kegiatan promosi. Kegiatan promosi dilakukan untuk menarik minat konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan. Sebagai contoh, promosi yang sering kita tihat adalahpromosi melalui berbagai media periklanan. Konsumen pada umumnya dihadapkan pada aneka pilihan produk barang atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Tindakan dalam pemilihan dan pembelian suatu produk tidak hanya didasarkan untuk memenuhi kebutuhannya semata, akan tetapi banyak sekali faktor-faktor lain yang mendorong seorang konsumen dalam mengambil keputusan membeli. Masing-masing omng mempunyai pertimbangan yang berbeda-beda dalam usaha pemenuhan kebutuhan dan keinginannya.P ada intinya seseorangit u ingin mendapatkank epuasana tas barang atauja sayangm enjadip ilihannya. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh tayangan iklan parfum Axe di televisit erhadapk eputusanp embeliank onsumenJ. enisp enelitiani ni adalah ex- post facto dimana permasalahank eputusanp embelian konsumena kan ditinjau melaluiv ariabel-variabeyla ngm empegaruhinya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Malang yang pemah menggunakan parfum Axe, yang menggunakan parfum Axe dan baru akan menggunakanp arfum Axe. Sampeld alam penelitian ini adalah 100 orang responden yang diambil melalui dua tahapan teknik pengambilan sampel. sampel diambil berdasarkan tujwn Qrurposive sampling) terkait dengan keterbatasan peneliti, sedangkan pengambilan jumlah sampel dilakukan dengan teknik sampel acak (random sampling) yang diambil dari sejumlah jurusan yang ada dalam Fakultas Ekonomi tersebut. Penelitiani ni mengkajip engaruhv ariabelb ebas( X) iklan di televisi dengan sub variabel (Xr) komponen pelaku, Q(2) komponen alur cerita, (X3) komponen suasana, (&) komponen penunjang terhadap variabel terikat (Y) keputusan pembeliank onsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh yang signifikan antara komponen petatcu dalam tayangan iklan parfum Axe di televisi terhadap keputusan pembelian ionsu-en pada mahasiswa FE UM dalam membeli parfum Axe, Q) ada pengaruyha ng signiftkan antarak omponena lur cerita dalam tayangani klan parfum Axe di televisi terhadap keputusan pembelian konsumen pada mahasiswa FE UM dalam membeli parfum Axe, (3) ada pengaruh yang sigtifikan antara komponen suilsandaa lamt ayangani klan parfum Axe di televisi terhadapk eputusanp embelian konsumenp ada mahasiswaF E UM dalam membeli parfum Axe, (4) ada pengaruh yang signifikan komponen penunjang dalam tayangan iklan parfum Axe di televisi hrhadap keputusan pembelian konsumen, (5) ada pengaruh yang signifikan antara komponen pelaku, komponen alur cerita, komponen suasana dan komponen penunjang dalam tayangan iklan parfum Axe secara bersama-sama di televisi terhadapk eputusanp embelian konsumenp ada mahasiswaF E UM dalam membeli 'pmaermfupmeA nxgea druehnig ann ilai sumbangans ebesar5 4,399o /o(, 6) variabely ang paling kuat keputusan pembelian konsumen adalah komponen pelaku. Saran-saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian yangt elah diperoleh adalah:( 1) knususu ntuk perusahaanp emasangik lan, sebaiknya parap emasangik lan lebih memperhatikank omponenp elaku tayangani klan seperti dari kalangan yang sudah dikenal oleh masyarakat luas, pelaku harus pandai akting dan mempunyai wajah tampan/cantik, (2) para produsen harus mempertimbangkan dalamp enggunaante levisi sebagami edia penyampaip esanl ewat tayanganik lan, (3) sebuahp erusahaanb isa bersaingj ika produk yang ditawarkan mempunyaic iri khas tenendiri (unik) dari merek lairL (4) untuk penelitian yang akan datang sebaiknyale bih banyakm elibatkank onsumenk arenap ada saat ini hampir seluruh masvarakamt elihat iklan di televisi.

Pengaruh pH dan volume terhadap adsorsi ion Cd2+ oleh sekam padi dan arangnya serta arang komersial oleh Rivone Septa Wijayanti

 

Penelitiant entanga dsorpsis emakinb erkembangs eiring berkembangnya ilmu kimia permukaanB. erbagaip enelitiant entanga dsorpsia ntaral ain, penelitian yang telah dilakukan oleh Devi (2001) dan Andriani (20U\ membulrikan bahwa sekampadei fekif mengadsorpsioi n Pbz*d ani on Cr3*d enganp ersentasPeb 2* danC r'- teradsorpsoi ptimums eb€sa9r 9,43o/doa n9 9,98%.K eefektifans ekam padis ebagaai dsorbenjugate rbuktip adah asilp enelitianR usdi( 2004)y ang mengadsorpisoin Cf- sebesa9r 6,140/oN.a mun,p adap enelitian-penelitian tersebuat lurana dsorpsyi angd iperoleht idak mengikutip ola isoterma dsorpsi. Setelahm encapapi ersentasoep timuma lurana dsorpstii dak konstanm elainkan turun secara tajam, bahkan pada hasil penelitian Andriani (2002) persentase adsorpsyi ang diperolehs etelahk eadaano ptimum mencapami inus.D an pada penelitian-penelitiatenr sebubt elumd ijelaskans ecarad etailp enyebabte rjadinya fenomenate rsebutS. edangkapne nelitiany angt elahd ilakukano leh Yuliastuti (1999)m embuktikanb ahwaa rangs ekamp adi mempunyaik emampuand alam mengadsorpslai rutani odium danzat wama tekstil ProcionH . Oleh karenai tu dalam penelitian ini ingin diketahui pola adsorpsi sekam pdi, arangnya serta arang komersial dengan variasi pH dan volume larutan. Penelitiani ni bersifate ksperimentadl enganm enggunakanm etodeb atch untuk mengetahuki emampuans ekamp adi dalamm engadsorpsioi n Cd*. Massa sekam padi, arangnya serta arang komersial yang digunakan berturut-turut adalah 2 grtm;0,93 gramd an I gram.U kurans ekamp adi, lqnarangnyaa dalah20-50 mesh.S ampeyl angd igunakana dalahla rutani on Cd'* denganv ariasip H t; 2,5; 5,1; dan 7. Adsorben yang telah melalui pedakuan awal dimasukkan ke dalam Erlenmeyeyr angt elahb erisi larutans ampeCl d2*p H l;2,5, 5,1.,d an7 dengan variasi volume 30, 50 dan 70 mL, prosesp erendamand isertaip egadukand engan kecepatan1 00r pm selama2 0 menitl alu disaringd elgank ertass aringw hatman 42. Filtrat yang diperoleh diukur kandungan ion Cd'* dengan Spektrofotometer SerapanA tom. Hasil penelitianin i menunjukkanb ahwas emakinb esarp H yang digunakan,m aka persentaseio n Cd-'teradsorpsij uga semakinb esar.S edangkan variasi volume menunjukkanb ahwas ecarau mum semakinb ertambahnvav olume larutanC d2*p adat iaptiap pH, qaka persentasieo n Cd2*t eradsorpsaik an semakink ecil. Persentaseio n Cd* teradsorpsdi ari yang paling besarb erturutturut adalaha rangk omersial,s ekamp adi dan arangnyaB. eberapate ori mengenai prosesa dsorpsid apatd ikembangkand ari datay ang telah diperoleh.

Studi tentang burung yang diperdagangkan di wilayah kota dan kabupaten Malang oleh Yuli Chasanah

 

Burungm emiliki peranand i alams ebagasi umberp lasman utfahd an komponene kosistema lam.S elaini tu burungm erupakans alahs atus atway ang mempunyaid ayat arik tersendiri,a ntaral ain kicauan,p enampakanw arnab ulu dan kelezatand aglngnyaA. kibatnya banyakd ilakukan perburuand an perdagangan secarali ar yangm enyebabkakne punahanP. erdagangabnu rungi ni dilakukand i pasar burung seperti wilayah Kota dan Kabupaten Malang. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahu(il ) spesiesb urung( 2) asal burung,( 3) statusb urung( 4) hal-haly angm endorongp araW nggernabr urung membelib urung,d an( 5) nilai ekonomisb urungy angd iperdagangkadni wilayah Kota danK abupatenM alang. Penelitianin i merupakanp enelitiand eskriptify angd ilaksanakapna da bulanN ovember-Desemb2e0r 01.M etodep engambiland atad ilakukand engan carap engamatalna ngsungte rhadapo byekp enelitiand ilokasip enelitiand ans tudi literatur. Obyekp enelitiani ni adalahs emuas pesiesb urung yang diperdagalgkan di beberapap asarw ilayahK ota danK abupatenM alang,m eliputi pasarS ingosari, KepanjenT, umpangd anK lojen. Carap e.ngumpuladna taa dalah( 1) surveid an observasit,e rhadapo byekp enelitiand i setiapl okasip enelitiand anm encatat semuad atad ari hasilp engamatayna ngm eliputi nama,c iri morfologi,h arga,d an jumlah burungy angl aku setiapb ulan,( 2) dokumentasmi, embandingkadna ta hasil penelitiand enganp enelitians ebelumnya,(3w) awancarate rstruktur,t erhadap pedagangd an penggemarb urung yang meliputi harga,a salb urung dan alasan memeliharab urung.D atay angd iperolehd ianalisiss ecarak ualitatifd engan menggunakand ukunganb eberapali teratur. Hasil penelitianin i menunjukkanb ahwat erdapa6t 8 spesiesb urungy ang diperdagangkadni wilayahK ota danK abupatenM alang.A sal burungy ang diperdagangkadni wilayahK ota danK abupatenM alangd iperolehd ari beberapa daerahy aitu lokal danluar daerahMalangd, an import,s ertad ari hasilp enangkaran burung. Statusb urung yang diperdagangkand i wilayah Kota dan Kabupaten Malang2 7 spesiesd ilindungi,1 4 spesiesd iperhatikand, an27 spesiesb urung yangb erstatusti dak dilindungit IU. Hal-haly angm endorongp arap cnggemar burungm embelib urungy angd iperdagangkadni wilayahK ota danK abupaten Malangadalah5 0% bisnis,3 8% hobi, 8% iseng,d ann ilai magis4 %. Nilai ekonomisb urungy angd iperdagangkadni wilayahK ota danK abupatenM alang mempunyahi argay angs angabt ervariasmi ulai hargam urahs ampaim ahal, misalnyah arga1 000s /d ratusanju ta rupiah. Berdasarkahna silp enelitianin i dapatd isarankana gard ilakukan penelitianle bih lanjut danm onitoringo lehD inast erkaitd anL embagaS wadaya Masyarakatte rhadapb urungy angd iperdagangkans,e rtau sahap enangkaraunn tuk mencegahke punahans uatus pesiebs urungd i alam.

Pengaruh infusa pegagan (centella asiatica Urb.) terhadap perkembangan folikel ovarium mencit (mus musculus) galur a/j oleh Meylisa Ika A.P

 

Penelitiante ntangp engaruhin fusap egagan(C entellaa siuticaU rb.) terhadapp erkembangafno likel ovariumm encit( Musm u.sculusG) alurA /J telah dilakukan.T ujuand ari penelitianin i adalahm engetahupi engaruhin fusap egagan ((entella asiaticaU rb.) terhadapp erkembangafno likel ovariumm encit( Mus musculusg) alurA /J danm engetahuki onsentrasiin fusap egagan(C entella asiatic(rU rb.) yangb erpengaruthe rhadapp erkembangafno likel ovariumm encit (Mus musculus) galur A/J. Penelitiand ilakukand i LaboratoriumB iologi FMIPA UniversitasN egeri Malangp adab ulanD esembe2r 003s ampaAi pril 2004.R ancanganP enelitian yangd igunakana dalahR ancangaAn cak Kelompok( RAK) dana nalisish asil penelitiany angd igunakana dalaha nalisisv arianst unggal.M encit betinab erumur l0-12 minggud enganb eratb adanl 8-20 gram,d iberi infusap egagans ecarao ral selamad uas ikluse strus.K onsentrasiin fusap egagany angd iberikans ebesar 26%,36% dan4 60/os ebanya0k ,5 ml/ekor,s edangkamn encitk ontrold iberi pelarutnyaB. eratb adanm encitd itimbangs etiapk ali perlakuand and igunakan sebagaiin dikatort oksisitasin fusaW gagand engank onsentrasyi angt elah ditentukanM. encit dibunuhp adah ari ke-11d enganc arad islokasil eher.O varium diambil,d ibersihkand alaml arutanN aCL 0,9%k emudiand itimbangd and ifiksasi dalaml arutanB ouin. Sediaanh istologisd ibuatd enganm etodep arafin,d iiris dengank etebalan8 mp dand iwamaid enganH aematoxylin-E osin. Indikator perkembangafno likel adalahju mlah folikel primer,s ekundedr ant ersier. Hasil penelitiany angd ianalisiss ecaras tatistikm enunjukkanb ahwa jumlah folikel primer,s ekunderd, ant ersierp adak elompokp erlakuanti dak berbedas ecaras ignifikand engank elompokk ontrol.H al ini ditunjukkanp ula denganb erato variumk elompokp erlakuany angt idak berbedas ecaras ignifikan dengank elompokk ontrol,s ehinggad ikatakanb ahwai nfusap egagan(C entella asiaticaU rb.,/d engank onsentras2i 6oh,36ohd an460/otid ak berpengaruthe rhadap perkembangafno likel ovariumm encit( Musm usculusg) alurA /J.

Pengaruh infus sambiloto (andrographis paniculata Ness) terhadap berat testis dan persentase kecacatan spematozoa mencit(mus musculus) galur balb c oleh Nadhifa Indriati

 

Programk eluargab erencanan asionalm enrpakanu sahal angsungy ang ditujukan untuk mengurangti ingkat kelahiranm elalui penggunaana lat dan bahan kontrasepsi.A da berbagaia lat kontrasepsi misalnyas pira! kondorn selain itu dapatj ugamempergunakanb ahank ontnasepsyi aitu lrormon steroids intetis. Altematif lain adalah bahan kontrasepsi oral yang berasal dari tumbuhan. sambiloto merupakantu mbuhany ang berkhasiats ebagaiin tifertilitas. Herba ini rasanyap ahit. Rasap ahit ini disebabkano leh kandunganz at aktifrya yaitu andrografolid. Ekstrak herba sambiloto (Androgaphis paniculat a Ness) menggunakane kstraksie tarrold engand osis 60 mg/kg bb dan 120 mg/kgbb mengakibatkante rjadinya penurunanju mlah spermatogoniurns,p ermatosit, spermatidd an spermatozoap adam encit (Studiawan,1 995). Penelitiani ni bertujuanu ntuk l) nrengetahuai dat idaknyap engaruhi nfi:s sambiloto (Andrographis paniculata Ness) terhadap berat testis mencit, 2) mengetahui ada tidaknya pengaruh infus sambiloto (Andrographis paniculata Ness)t erhadapp ers€ntasek ecacatans p€rmatozo43 ) naengetahukio nsentrasi infus sambiloto( Andrographisp aniculataNess)y ang mulai berpengaruhte rhadap berat testis mencit, 4) mengetahui konsentrasinfus sambiloto (Andrographis paniculata Ness)y ang mulai berpengaruhte rhadapp ersentaseke cacatan spermatozoa. Penelitiani ni dilaksanakanm ulai bulan November2 003 sampaid engan bulan Pebruari 2004 di laboratorium Biologi universitas Negeri Malang. Metode yang digunakand alamp enelitian ini adalahe kspedmentalp. emberiani nfrrs sambilotod ilakukan selama3 6 hari sebanyak0 ,5 mv20 g bb perhari secarao ral dengana lat gavage.K onsentrasiy ang digunakana dalah0 o/o,ZV/o4, 0 vo, 6ff/o, 80yo,l 00y' Data yang diperolehd ianalisisd enganm enggunakana nalisisv ariansi satu jalur dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) infus sambiloto (Andrographis paniculataNess)y ang diberikan kepadam encit dengank onsentras2i 0 yo,4}yo, 60oh,$U/o1, 00%t idak berpengaruthe rhadapb eratt estis,2 ) infuss ambiloto (Andrographis paniculata Ness) yang diberikan kepada mencit berpengaruh meningkatkanp ersentasek ecacatans permatozoa3, ) konsentrasiin fus sambiloto (Andrographis paniculataNess)y ang mulai berpengaruhte rhadapp ersentase kecacatans permatozoam encit adalahk onsentras2i 0o/o.

Pengaruh seduhan teh hijau (camellia sinensis) terhadap lama waktu kematian mencit (mus muscullus) akibat bisa ular kobra jawa (naja sputatrix) oleh Fatkhul Arif

 

Ular kobra jawa (Naja spututnx) termasuk kelompok reptil yang sering menyebabkakno rbanm engalamki ematian.-Dlii ngkungan-ma-sy-axa\at i"#*iilp"A"saan, korban-gigitanu lar cenderungb erobatk e dukun/pawangu lar ataud iobati sendiri dengan-minyat,e kstrakd aun,p il, ataut ulang-ular.T. eh hijau (Camellia sinensis)termasuska lahs atub ahany ang digunakans ebagai ;il;bfu attematif tortan gigitan ular. Beberapa kandungan.zat dalam teh hijau v*E t OJtit*gkap diantaranyaa dalaha samp cntanoatt,a nnin, kafein' dan uituittinC dosist inggi. Vtasing-masinzga t dalamt eh hijau ini berpotenssi ebagai p"""ttuf bisa,t etapi-Jaaitn i be'iuma da-kajiant entangt eh hijau Sbgai penetral tisa ular sehinggap erlu pengujiante ntange fek teh hijau terhadapb isa ular. penelitian i* oeriujuanu ntuk mengetahupi engaruht eh hijau terhadap lama waktu kematianm encit (Mus musculusa) kibat bisa ular kobraj awa dan untrk mengetahui dosis teh hijau yang efektif' Jenis penelitian 1"i "d"lq eksperimend enganm enggunakanm etoqgn alcTean e9a1tf 9l^ornno-k!$ rl' peuUahb ebasu dauna oJii seduhante h hijau 0, 5, 10, 15,d an2 0 mC/kCbbd engan p"rg"r-g* sebanyak5 kali. seduhante h oib"riLanp adamencits ebanya0k ,5 ml i;G;;;"rat setiaph ari selama2 minggu' Bisa ular sebanyak0 '01 ml dib&kan secaras untikanp adap ahak aki Uetat

Pengaruh infus daun sembung (bluma balsamifera Linn.Dc) terhadap perkembangan folikel ovarium mencit betina (mus muscullus) galur balb c oleh Indriayuni Prahastuti

 

Telahd jlakukanp enelitiant entangp engaruhin fus dauns embung (Blumeab alsamiferaL inn. D.c.) terhadapp erkembangafno likel ovarium mencit( Mus musculzs) Galur balb c. Tujuanp enelitiani ni adalahu ntuk mengetahupi engaruhin fus dauns embungte rhadapp erkembangafno likel ovariumm encit( Mus musculns) Galur balb c. Hewanc obay a-ngd igunakan adalahm encitb etinau mur 10-12m inggud enganb eratb adan2 l-24 gram diberi infusd auns embungs ecarao ral selama6 hari berturut-turutd, engan dosis infus daun sembungZ}4 mglkgbb,ZZ4\ mg/kgbb, 6720 mgkgbb, dan 20160m g&gbbs ebanyak0 ,5 ml/ekor,s edangkamn encitk ontrofdiberi pelarutnyaM. encit di bunuhp adah ari ke 7 secarad ilokasil eher.o varium diambild ibersihkand alaml arutanN acl 0,9%k emudiand itimbangd an difiksasi dalam larutan Bouin. sediaan histologis ovarium dilakukan dengan menggunakamn etodep arafin,d isayatd engank etebalang pm, dand iwamai 9.ng* Haematoxyinl -Eosin.ln {ikqtgy perkembaqgafno likel adalahj umlah folikel primer,f olikel skunderd, anf olikei'teriier.A nalisiss tatistik menunjukkajnu mlah folikel primer,s kunderd, ant ersierp adak elompok perlakuanti dak berbedas ecaran yatad ibandingk elompokk ontrol, ditunjukkanp ula denganb erato variumk elompokp erlakuany angt idak berbedan yatad engank elompokk ontrol.K esimpuranp enelitiani ni adalah dosisi nfusd auns embungti dak berpengaruthe rhadapp erkembangafno likel ovariumm encit.

Perbedaan prestasi blajar fisika antara yang diberi tugas pekerjaan rumah secara kelompok dan individu siswa kelas I SMUN I Gondang Tulungagung tahun pelajaran 2002/2003 oleh Elis Triastutik

 

Frosesb elajarm engajary ang dipersiapkano leh guru sangatb €rperand alem usaham eningkatkanp restasib elajars iswa.P eningkatanp restasbi elajars iswad apat dilakukan denganm enggunakanm etodem engajary ang tepat oleh guru. Salahs atu metde yang digunak n oleh guru adalatr metode pemberian tugas pekerjaan rumah baik yang dikerjakans ecarain dividu maupuns ecan kelompok.D enganm etode pemberian tugas pekerjaan rumah ini skan dikstahui manakah metode yang lebih baik untuk menungkatkanp restasbi elajar siswe. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahumi etoden ranay ang lebih baik untuk meningkatkanF estasi belajar fisika siswayangd iberi tugasp ekerjaanr umahs ecara individu dan yangd iberi tugasp ekerjaanr umahs ecarak elompok. Populasi dalam penelitian ini adalatr siswa kelas I SMU Negeri I Gondang Tulungagungta hunp elajaran2 A0U2W3.S ampeld alam penelitiani ni diambil secara undian dan didapatkan siswa kelas Ic yang diberi tugas pekerjaan rumah secara kelompokd an siswak elas 15y ang diberi tugasp ekerjaanr unah secarain dividu. Setelatre }sperimenb eraktrirk eduak elompok diberi tes prestasib elajarf isika dengan soal yang sama. Dari tes prestasi t€rsebut akan didapatkan data prestasi siswa. Selanjuttya datad ianalisisd cnganm enggunakanu ji-t dengant araf sipifikansi 5%. Dari hasil penelitian dengan uji-t pada tarafsignifikansi 5% menunjukkan bahwa 166,,, 2,3046 > lt"ur 1,9901. Jadi dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar fisika sisunay angd iberi tugasp ekerjaanr umahs ecarnin dividu lebih baik daripada sisway ang diberi tugnsp ekerjaanr umehs ecarak elompok. Berdasarkanh asil penelitiani ni, dapatd isarankana garg uru bidangs tudi fisika lebih meningkatkank ualitass iswanyad enganm ernberikantu gasp ekerjaan rumahb aik secarain dividu maupuns ecarak elompok.Dsarankanp ula bagi peneliti yang berminat untuk dapat melakukan penelitian yang sejenis pada kelas yang lebih tiuggi (kclas II dan kelas III) sertap adap okok bahasany ang berbeda.

Studi tentang pengaruh umur tanaman tembakau (nicotiana tabacum) terhadap kadar nikotin daun tembakau Madura oleh M. Zainullah

 

Tembakausd 8l8hs 8l8hs atuk omoditosp ertaniana ndalany angd apat memberikakne sempstaknc rjay angl uasd anm emb€rikapne nghasilebna gt .r.Vu*"t U"gi *ti"p "giUi.ni.oy:" Dalamf "Iia"p"q setrari-tralrei {akau banVak ;6;.krrllttnlk batuin6 ;ku pembuatanrokolkre tef doni nsektisidaP. enelitianin i dimaksudkaunn tukm engetahupie ngqfutul murt anamante mbakaute rhadapk adar nikotind aunt cmbakauld a&ra Penelitianin i menggunakamne todee ksperimeyna ngd ilalrukan$ LaboratoriumJu nrsanP endidikanK imia FMIPAU niversitaNs egeriM alang. Ekstaksid ilalnrkonte rhadapd aunt embakauM aduray angb erumur3 :3',5;4 dmr4 ,5 buland imanap adau murtei:ebuts ecarafi sik mutud aunt embakeuM adurak elihatan baik dalrb iasadilalnrkapne metikano lehm asyarakaMt adgrad enganm asing-masing umurd iulang3 kali. Hasiiyangd iperolehd ari penelitianin i adalah( l) kadarn ikotinu ntuku mur tanamafn Uutanb,t3t7oq,n ur 3,5b ulan0 ,193oluom, ur4 bulan0 ,223od/oa nu mur 4,5b ulan0 ,218o/o(zpl.a ti keempautm rtrt onamadni atasu mur4 bulanm erupakan urn,r y"ng palingb aik untukm elakukanJ remetikakna renas ecarafi sik mutud aun tembaicau-ya6n-gih asilkamn asihb aik dank adarn ikotinnyam endekatsi tandarmt utu yangd iinginkanya itu0 ,1-5%.

Aplikasi SMS untuk mendukung layanan informasi nilai semester di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang Berbasis microsoft visual basic 6.0 dan mysql / Widya Wahyu Permadi

 

Kata kunci: sistem informasi, vb 6.0, mysql, sms, nilai Perkembangan teknologi di era modern saat ini sangatlah berperan penting, manusia memerlukan komunikasi untuk saling bertukar ataupun mencari informasi dimana saja. Salah satu sistem komunikasi yang merupakan andalan bagi terselenggaranya integrasi sistem telekomunikasi secara global adalah dengan ditemukannya teknologi HP yang sesuai dengan kebutuhan manusia, yaitu mampu berkomunikasi jarak jauh dan dimanapun mereka berada. Masalah yang ditangani dalam tugas akhir ini adalah bagaimana merancang dan merealisasikan aplikasi informasi nilai semester yang dapat diakses via SMS dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0 sebagai interface-nya dan MySQL sebagai database-nya Metode perancangan tugas akhir ini meliputi: (1) diagram blok keseluruhan, sistem ini menggunakan seperangkat komputer (2) Data Flow Diagram, yaitu alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk menggambarkan analisis maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program. (3) Entity Relationship Diagram. (4) struktur tabel. (5) diagram alir program. Hasil yang didapat adalah aplikasi SMS untuk informasi nilai semester di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang berbasis Microsoft Visual Basic 6.0 dan MySQL untuk menggantikan sistem manual dalam mendapatkan suatu informasi nilai semester. Aplikasi SMS otomatis merupakan sebuah server yang menyediakan informasi nilai akademik dalam database-nya yang dapat diakses menggunakan HP via SMS. Mahasiswa yang ingin melihat nilai semester yaitu dengan mengirimkan CHEK NIM Semester lalu dikirim ke 089680682067 atau nomor tujuan. Tujuan dengan dibuatnya program aplikasi SMS informasi nilai semester di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang berbasis Microsoft Visual Basic 6.0 dan MySQL ini adalah, untuk menggantikan suatu sistem manual dalam melihat nilai semester yang ditempelkan atau dipublikasikan dalam papan pengumuman. Sehingga mahasiswa tidak perlu lagi untuk mengantri dan untuk melihat informasi mengenai nilai semester. Hanya membutuhkan sebuah HP, dan yang dapat dilakukan hanyalah mengetikkan beberapa karakter SMS sesuai dengan yang telah ditentukan, mengirim ke server tersebut, dan mendapatkan hasilnya dengan mudah. Sistem ini merupakan suatu layanan yang diberikan oleh operator untuk kebutuhan pengguna handphone dalam mengakses informasi. Kesimpulan dari pembuatan tugas akhir ini adalah (1) perancangan sistem informasi nilai semester. (2) dengan aplikasi sistem informasi nilai semester dalam bentuk SMS dapat menjadikan penyampaian informasi yang praktis.

Pengembangan paket bahan ajar mata pelajaran bahasa inggris bermedia interaktif dengan model addie / Ahmad Bahruddin

 

ABSTRAK Bahruddin, Ahmad, 2010. Pengembangan Paket Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Inggris Bermedia Interaktif dengan Model ADDIE. Tesis, Jurusan Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., (2) Dr. Moeljadi Pranata, M.Pd. Kata kunci : Pengembangan, Bahan Ajar, Bermedia Interaktif, Model ADDIE Salah satu agenda nasional adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh agar mampu menghasilkan manusia-manusia yang berkemampuan dalam melaksanakan pembangunan nasional secara berkelanjutan. Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sedang dan terus dilaksanakan adalah melalui pendidikan. Pendidikan masih dipercaya sebagai wahana efektif dalam meningkatkan kualitas hidup manusia melalui penyelenggaraan pembelajaran yang berkualitas. Pembelajaran merupakan kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh pembelajar dan pebelajar yang mengikuti cara-cara tertentu dalam rangka memberikan informasi, memberikan pengetahuan, penanaman perilaku sebagai upaya untuk membantu pebelajar mencapai tujuannya. Dalam arti sempit, pembelajaran dapat juga didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru. Pembelajaran adalah kegiatan pebelajar secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat pebelajar belajar secara aktif, dengan mengupayakan pemenuhan kebutuhan belajar yang diperlukan, salah satunya dengan menyediakan sumber belajar yang relevan. Masalah yang sering muncul dalam proses pembelajaran adalah ketersediaan bahan ajar yang cukup. Di sisi lain, bahan ajar yang ada dewasa ini belum sepenuhnya dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik pebelajar. Sehingga, para pebelajar masih belum termotivasi dan terangkat minatnya untuk menggali pengetahuan lebih dalam melalui bahan ajar yang ada. Menyikapi salah satu permasalahan mendasar tersebut, maka pengembang mencoba untuk mengembangkan bahan ajar yang didasari oleh kebutuhan dan karakteristik pebelajar, khususnya pebelajar di SMA Negeri 4 Berau yang secara umum memiliki keunikan dan kemampuan akademik lebih menonjol jika dibandingkan dengan kebanyakan pebelajar lain di wilayah kabupaten Berau. Bahan ajar yang dikembangkan ini juga dilengkapi dengan latihan-latihan soal yang dikemas dalam bentuk interaktif berbasis Flash. Alasan utama mengapa bahan ajar ini dilengkapi dengan latihan interaktif adalah mepertimbangkan karakteristik dan ketersediaan sarana pendukung pembelajaran berbasis informasi dan teknologi yang sudah ada di lingkungan SMA Negeri 4 Berau. Berdasarkan hasil uji coba kelompok yang telah dilakukan, maka diperoleh rekapitulasi data sebagai berikut : 1. Jumlah keseluruhan (rata-rata persentase) siswa yang memilih opsi jawaban 1 sebesar 74,80 % 2. Jumlah keseluruhan (rata-rata persentase) siswa yang memilih opsi jawaban 2 sebesar 21,60 % 3. Jumlah keseluruhan (rata-rata persentase) siswa yang memilih opsi jawaban 3 sebesar 3,60 % 4. Tidak ada siswa yang memilih opsi jawaban 4 (00,00%) Melihat hasil yang telah diperoleh, maka mayoritas siswa memilih opsi jawaban 1 (74,80 %), jika hasil tersebut dikonsultasikan dengan tabel konversi (Bab III halaman 78) maka nilai tersebut masuk kategori BAIK, sehingga produk bahan ajar ini BISA dan LAYAK dipergunakan sebagai salah satu sumber belajar Mata Pelajaran bahasa Inggris bagi kelas X Semester 1 (ganjil) SMA Negeri 4 Berau Kalimantan Timur. Agar bahan ajar ini bisa dimanfaatkan bukan hanya oleh pebelajar di SMA Negeri 4 Berau, namun bisa juga dimanfaatkan oleh pebelajar lain, maka diperlukan kajian dan analisis kebutuhan serta karakteristik pebelajar lain yang lebih mendalam. Di samping itu, diperlukan dukungan dari semua pihak, baik birokrasi maupun pihak dunia usaha agar bahan ajar ini nantinya bisa diproduksi secara masal dan didistrubusikan kepada seluruh pebelajar, khususnya kelas X di sekolah-sekolah lain di wilayah kabupaten Berau secara gratis. Bahan ajar ini diharapkan bisa dijadikan sebagai motivasi dan inspirasi bagi pengembang lain untuk mengembangkannya lebih baik, sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman, di lain kesempatan.

Penerapan hiasan busana bunga imitasi berbahan dasar batik pada busana pesta / Insani Suciati

 

Kata kunci : Hiasan Busana, Bunga Imitasi, Batik, Busana Pesta. Busana adalah segala sesuatu yang dikenakan seseorang mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki beserta pelengkapnya. Berdasarkan kesempatannya busana dapat dibedakan menjadi berbagain macam antara lain busana pesta. Busana pesta adalah busana yang dikenakan saat menghadiri acara resepsi pernikahan, ulang tahun, dan pesta formal atau informal lainnya Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk menjelaskan tentang busana pesta dan hiasan busana bung imitasi. Busana pesta berdasarkan waktu pemakaian dapat dibagi menjadi tiga yanitu busana pesta pagi, sore, dan malam.Untuk menjadikan busana pesta terlihat mewah maka perlu diatmbahkan sesuatunyang dapat memperindah busana itu sendiri atau yang biasa disebut dengan hiasan busana. Hiasan busana memiliki berbagai macam bentuk dari yang berupa berbagai macam sulaman, korsase maupun bentuk bentuk yang lain. Hiasan busana yang dipakai pada busana pesta ini menggunakan hiasan busana berbentuk bunga. Bunga yang dipakai pada busana pesta terbuat dari kain batik yang dibentuk menyerupai bunga yang kemudian disusun secara a- simetris pada busana pesta. Pemakaian kain batik itu sendiri memiliki tujuan untuk memberikan kesan tradisional pada busana pesta. Busana pesta yang penulis buat merupakan busana pesta malam one piece dengan model gaun siluet “I” dan terdapat belahan pada sebelah kanan busana pesta yang dihiasi dengan hiasan busana bunga imitasi tiga ukuran yang disusun pada bagian kanan gaun dan dengan potongan leher A simetris dari leher sebelah kanan sampai bawah ketiak sebelah kiri. Gaun siluet “I” termasuk gaun pas badan yang menambah kesan feminim dan seksi. Busana ini cocok dipakai oleh orang yang tinggi dan kurus karena busana tersebut menonjolkan bentuk atau lekuk tubuh pemakainnya. Hasil pembuatan laporan ini menunjukkan bahwa dalam pembuatan busana pesta perlu dipikirkan perhitungan waktu dalam menyelesaikan hiasan busana karena hiasan busana dibuat dengan menggunakan tangan atau hand made. Dalam laporan ini juga menunjukkan bahwa draft yang dibuat tidak muat pada tubuh model. Hal itu disebabkan karena ukuran model lebih besar dari ukuran paspop, sehingga pada saat akan memotong bahan utama draft busana harus diperbaiki dan disesuaikan dengan ukuran model. iii Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan Dalam membuat bunga imitasi perlu diperhitungkan waktunya dengan sebaik-baiknya sebelum dirangkai pada busana pesta agar hasil bunga imitasi yang dibuat lebih maksimal. Selain itu Dalam pembuatan draft perlu dipikirkan ukuran model yang akan mengenakan busana tersebut. Agar draft yang akan dikenakan pada model sesuai dengan ukuran model, atau apabila ada perubahan ukuran tidak terlalu besar.

Perbedaan antara nilai bidang studi geografi siswa yang tinggal di pondok pesantren dengan siswa yang tinggal di luar pondok pesantren di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari Malang oleh Taukhid

 

Pendidikana dalahu sahas adaru ntukm engembangkakne mampuan, ketrampiladna nk epribadiand i dalamm aupund i luar sekolahA. dapunp erbedaan tinggir endahnynai lai belajars iswad isebabkaonl e[faktor yangb erasadl ari dalarn diri siswa( intemal),f aktorl ingkungan(e kternal)d anf ahor pendekatabne lajar. Di MadrasahA liyah Almaarif SingosarMi alangd itemukank ekhususan dilihatd ari siswanyate rutamad alamh al lingkungante mpatt inggal.S ebagian bertempatitn ggald i PondokP esantredna ns ebagianla gi bertempatti nggald i luar pondokP esantrenS.e hinggati mbul masalahp enelitianin i yaitu:( a) Kondisi karakristikl okasia tauo byekp enelitian(,b ) Ada perbedaanni lai bidangs tudi geografai ntaras isway angt inggald i pondokd engans isway angt inggald i luar pondokP esantrend, an (c) Faktor-faktory ang menyebabkann ilai bidangs tudi geografsi iswa.D engand emikiant ujuanp enelitianin i meliputi:( a) Mengetahui kondiski araktristiklo kasia tauo byekp enelitian(,b ) Mengetahupi erbedaanni lai belajasr isway angt inggald i pondohP esantredne ngans isway angt inggald i luar pondokP esanfiend,a n( c) Mengetahufia ktor-faktory angm empengaruhnii lai belajar siswa.a pakaha dap erbedaann ilai belajarg eografia ntaras iswey angt inggal di PondokP esantredna ns isway angt inggald i luar PondokP esantrenU. ntuki tulah dalamp enelitianb ertujuanu nrukm engetahuia dap erbedaann ilai belajarg eografi antaras isway angt inggal di PondokP esantrend an sisway angt inggal di luar Pondok Pesantren. Metodep enelitiani ni menggunakanp endekatand eskriptif kuantitatif dengan satuv eriabelt unggaly aitu nilai bidangs tudi geografis emestegr enapd ibedakan antaras isway angt inggal di pondokP esansend engans isway angt inggal di luar pondokp esantrePn.o pulasinyaad alahs iswak elasd uaM sdrnsaAh liyahA lmaarif Singosaryia ngb erjumlah2 87 siswa.S ampedl i ambil 30 % dsrip opulasyi aitu 86 orangs isw4 unhrkm engujih ipotesad enganm enggunakaann alisisu ji t tes,d engan bantuank omputerp rogam SPSS1 0.00/0r lI/indaws. Hasila nalisisd atam enunjukkan ilai belajar geografsi isway angt inggald i PondokP esantretenr dapajut mlahn ilait erenda4h0 ,j umlahn ilait ertingg7i 3d an jumlahn ilai rata-rata5 3,59.N ilai belajarg eografis isway angt inggald i luar Pondok Pesantente rdapajtu mlah nilai terendah2 7,j umlah nilai tertinggiT0d. anj umlah nilai rata-rat5aI ,36.B erdasarkaann alisisu ji -t diperoleht hitung= 1,287. D enganta raf signifikan0 ,026,p robabilitas(P ) < 0,05 berartiH o ditolakd anH l diterima.H al ini menunjukkeand ap erbedaanni lai belajara ntaras isway ongt inggald i Pondok Pesantredna ns isway angt inggald i luar PondokP esanlrgnd,i mar,an ilai belajar Gengrasfii sway angt inggald i PondokP csuntrcnnr cnrilikni iluiy ungl uhihb aik dibandingkadne ngans isway angt inggald i luar Pondol PcsantrenA. dapunl 'aklorfaktoryangm empengaruhaid anyap erbedaani lai belajarg eogratai dalah( l) lingkungan(2; ) motivasi(;3 )j adualk egiatan. Berdasarkahna silp enelitianin i, dapatd isarankana garo rangt ua memberi motivaski epadaa naknyas upayam engikutik egiatan-kegiatadni PondokP esantren danl ebih memperhatikana ktivitas anaknyab aik di rumahm aupund i lingkungan masyarakaAt.d apuns aranu ntuks iswaa dalah( l) agarm enyusunjaduakle giatan sehari-hasriu payad apetm engatuwr aktu;( 2) egu tidak mudaht erpengaruohl eh kegiatan-kegiatyaann gt idak baik dant idak bermant'aadta ri temand an lingkungannya. v l l

Peningkatan kemampuan menulis puisi melalui model CTL (Contextual Teaching and Learning) pada siswa kelas V SDN Andonosari III Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan / Ida Irianti

 

Kata Kunci: Model CTL, menulis puisi SD. Dasar penelitian ini adalah observasi yang dilakukan peneliti di SDN Andonosari III Kec.Tutur Kab.Pasuruan. Dari hasil observasi diperoleh informasi bahwa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya menulis puisi, guru masih menggunakan gaya lama dengan orientasi lebih banyak pada ceramah, tanya jawab, dan pemberian contoh. Sehingga suasana pembelajaran cenderung monoton dan membosankan. Dampaknya, siswa belum bisa mengaplikasikan unsur-unsur materi yang telah dipelajari. Berdasarkan dokumentasi tes tulis pada materi menulis puisi yang dilakukan oleh guru kelas V SDN Andonosari III pada 17 Maret 2010, diperoleh informasi bahwa nilai kemampuan menulis puisi siswa kelas V masih rendah. Pada materi tersebut, dari 12 siswa hanya 2 orang siswa yang mencapai nilai diatas 80 sesuai syarat ketuntasan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah CTL pada menulis puisi dikelas V SDN Andonosari III, mendiskripsikan peningkatan menulis puisi melalui CTL. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus dengan tahapan (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi tindakan dan, (4) refleksi. Langkah-langkah model CTLyang digunakan pada penelitian ini meliputi observasi/pengamatn, menemukan tema untuk menulis puisi, pemilihan kata tang tepat, mengkomunikasikan hasil menulis puisi melalui model CTL. Aspek belajar siswa yang diamati dalam pembelajaran menulis puisi melalui model CTL yaitu, (1) siswa diajak keluar kelas untuk melakukan pengamatan lingkungan, (2) menggunakan lingkungan sekitar sekolah sebagai media, (3) menulis puisi sesuai tema, (4) diskusi kelompok dalam kelas, (5) melaporkan hasil menulis puisi. Hasil penelitisn menunjukkan bahwa pembelajaran menulis puisi melalui model CTL terlaksana 70,5% pada siklus I dan 74,2% pada siklus II. Pembelajaran melalui model CTL dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi pada siswa. Dari hasil tersebut diatas dapat diperoleh bahwa pembelajaran menulis puisi siswa kelas V SDN Andonosari III aktiv dan menyenangkan. Disarankan pada guru untuk melakukan pembelajaran menulis puisi melalui model CTL sebagai salah satu alternatif dalam proses pembelajaran. Pihak sekolah disarankan mengembangkan pembelajaran menulis puisi melalui model CTL sebagai upaya pengembangan sekolah, utamanya dalam peningkatan kualitas proses pembelajaran menulis puisi disekolah.

Peristiwa Tanjungpriok 1984 (Sejarah kajian sejarah sosial) / Umi Kholisya

 

Kata Kunci: Peristiwa Tanjungpriok, Sejarah Sosial. Indonesia merupakan negara yang berdasarkan Pancasila. Pemerintah Orde Baru pada era tahun 1980-an menginginkan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi di Indonesia sehingga pemerintah saat itu mensosialisasikan Rancangan Undang-Undang (RUU) no 5/1985 tentang pemberlakuan asas tunggal Pancasila. Selain itu indonesia juga dikenal sebagai negara hukum. namun kenyataannya, penegakan hukum di Indonesia masih lemah. Hal ini dapat dilihat dari kasuskasus pelanggaran HAM yang belum mampu ditangani oleh pemerintah khususnya kasus-kasus pada masa Orde Baru. Salah satu kasus tersebut adalah Peristiwa Tanjungpriok 1984. Penelitian ini mengangkat tema Peristiwa Tanjungpriok 1984 (Sebuah Kajian Sejarah Sosial) sebagai objek penelitian. mengingat peristiwa ini merupakan salah satu kasus pelanggaran HAM yang dampaknya berkelanjutan hingga saat ini. Peristiwa Tanjungpriok 1984 berhubungan dengan (RUU) no 5/1985 .Peristiwa ini sebenarnya banyak menarik minat penelitian terdahulu. Namun kajian Peristiwa Tanjungpriok 1984 dikaji dari sudut pandang kajian sejarah sosial nampaknya belum banyak digali. Rumusan masalah dalam penelitian adalah 1. Bagaimana gambaran umum daerah Tanjungpriok pada tahun 1984? 2. Bagaimana Peristiwa Tanjungpriok 1984? 3. Bagaimana Dampak Peristiwa Tanjungpriok tahun 1984 terhadap masyarakat Tanjungpriok ? Metode yang digunakan adalah penelitian sejarah deskriptif analisis yang terdiri dari beberapa tahap yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber yang digunakan adalah sumber lisan dan sumber tertulis. Hasil penelitian ini merupakan Peristiwa Priok 1984 merupakan sebuah peristiwa yang diawali dengan hubungan antara negara dan Islam yang pada saat itu kurang sehat. Gambaran umum wilayah Tanjungpriok mengenai daerah Tanjungpriok sebagai salah satu daerah penting di Jakarta yang dengan segala persoalan kompleks yang telah memanas karena berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat yaitu keadaan sosial ekonomi yang susah didukung oleh taraf pendidikan rendah dan kondisi keagamaan yang minim namun digerakkan oleh para mubaligh yang bersikap radikal serta watak masyarakat pelabuhan yang tercermin pada masyarakat Tanjungpriok sehingga solidaritas keberagamaan menjadi solid dalam menghadapi masalah keagamaan. Pada pembahasan selajutnya merupakan sebuah ringkasan Peristiwa Priok 1984. Dalam penelitian ini diterangkan mengenai kelanjutan kasus peristiwa Priok hingga saat ini dengan segala tindakan penyelesaiannya secara hukum sampai adanya perjanjian damai atau Ishlah. Pemaknaan sejarah bagi para korban juga menjadi pembahasan dalam penelitian ini. Untuk membedakan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya, terdapat diskusi hasil penelitian. Peristiwa Priok 1984 tidak terlepas dengan yang vi disebutkan dalam teori strukturasi Anthony Giddens sebagai sebuah dualitas struktruk. Dimana antara agen yang menghasilkan tindakan dengan struktur sebagai sebuah aturan tidak dapat dipisahkan melainkan saling ketergantungan. Begitu pula dengan peristiwa Priok 1984 merupakan sebuah dualitas struktur yang saling berkaitan antara masyarakat yang tergabung dalam kelompok pengajian Tanjungpriok sebagai agen yang menghasilkan tindakan perlawanan kepada struktur pemerintah. Untuk penelitian selanjutnya mengenai Peristiwa Tanjungpriok 1984 diharapkan lebih pada pembahasan mengenai komponen-komponen yang terkait pada Peristiwa Tanjungpriok 1984 secara lebih dalam. Masih minimnya sumber primer pada penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan pada penelitian selanjutnya demi mendapatkan keobyektifan berbagai sudut pandang mengenai Peristiwa Tanjungpriok 1984.

Analisis pengaruh produk domestik regional bruto terhadap penyerapan tenaga kerja di kota Malang tahun 2000 - 2008 / Winda Ayu Hadriyanti

 

Kata kunci: PDRB sektor primer, PDRB sektor sekunder, PDRB sektor tersier dan penyerapan tenaga kerja. Dalam setiap pembangunan ekonomi nasional maupun daerah selalu diwujudkan pada usaha pencapaian tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Indikator ekonomi yang digunakan untuk melihat pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Pembangunan ekonomi harus berdampak pada kesejahteraan masyarakat melalui tingginya penyerapan tenaga kerja. Seringkali pertumbuhan ekonomi tidak mendorong penyerapan tenaga kerja. Pembangunan ekonomi Kota Malang masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan dan permasalahan di bidang ketenagakerjaan. Pertumbuhan angkatan kerja selalu lebih cepat jika dibandingkan dengan pertumbuhan kesempatan kerja. Sehingga masalah pengangguranpun tidak dapat dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Produk Domestik Regional Bruto sektor primer dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Kota Malang tahun 2000-2008 (2) Produk Domestik Regional Bruto sektor sekunder dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Kota Malang tahun 2000-2008 (3) Produk Domestik Regional Bruto sektor tersier dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Kota Malang tahun 2000-2008 (4) pengaruh simultan Produk Domestik Regional Bruto sektor primer, Produk Domestik Regional Bruto sektor sekunder dan Produk Domestik Regional Bruto sektor tersier terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Malang tahun 2000-2008 (5) variabel bebas yang memberikan pengaruh terbesar dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Kota Malang tahun 2000-2008. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif regresi yang bertujuan untuk menjelaskan pengaruh PDRB sektor primer, sektor sekunder dan sektor tersier terhadap penyerapan tenaga kerja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Peneliti melaksanakan wawancara dengan Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang, Dinas Pekerjaan Umum Kota Malang, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Malang, Dinas Pertanian Kota Malang, Dinas Perhubungan Kota Malang serta Dinas Tenaga Kerja Kota Malang. Sedangkan dokumentasi data diperoleh dari BPS Kota Malang. Analisis data dilakukan dengan uji parsial (Uji t), uji simultan (Uji F) dan uji asumsi klasik meliputi uji multikolinearitas, uji autokorelasi, uji heterokedastisitas dan uji normalitas. Hasil analisis penelitian ini yakni (1) PDRB sektor primer berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan penyerapan angkatan kerja, sehingga apabila terjadi peningkatan pertumbuhan PDRB sektor primer tidak diikuti dengan peningkatan persentase pertumbuhan penyerapan angkatan kerja, (2) PDRB sektor sekunder berpengaruh positif terhadap pertumbuhan penyerapan angkatan kerja, sehingga apabila terjadi perubahan pertumbuhan PDRB sektor sekunder akan dapat menaikkan persentase pertumbuhan penyerapan angkatan kerja, (3) variabel pertumbuhan PDRB sektor tersier berpengaruh positif terhadap pertumbuhan penyerapan angkatan kerja, sehingga apabila terjadi perubahan pertumbuhan PDRB sektor tersier akan dapat meningkatkan persentase pertumbuhan penyerapan angkatan kerja, (4) semua variabel bebas secara bersama-sama (simultan) mempengaruhi variabel terikat yaitu penyerapan angkatan kerja, (5) variabel yang memberikan pengaruh terbesar dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja adalah variabel PDRB sekunder. Saran dari peneliti (1) Bagi Pemerintah Daerah Kota Malang: yakni (a) upaya menyerap tenaga kerja dengan meningkatkan pertumbuhan sektor primer yakni menerapkan intensifikasi pertanian dan pemberian bantuan TTG (teknologi tepat guna), kemudahan akses permodalan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, (b) upaya menyerap tenaga kerja dengan meningkatkan pertumbuhan nilai tambah sektor sekunder yakni meningkatkan jalur pemasaran, meningkatkan investasi serta menyediakan fasilitas-fasilitas pendukung yang berkaitan dengan peningkatan aktivitas ekonomi sekor sekunder, (c) upaya menyerap tenaga kerja dengan meningkatkan pertumbuhan nilai tambah sektor tersier melalui kemudahan akses permodalan, peningkatan kualitas SDM dan kualitas produk dan layanan/jasa, peningkatan pemasaran serta perbaikan infrastruktur sarana prasana. (2) Bagi peneliti lain: (a) diharapkan dalam penelitian selanjutnya dapat melaksanakan kegiatan wawancara dengan seluruh pihak dari masing-masing dinas dalam PDRB, (b) dapat memperluas lokasi penelitian bukan hanya di wilayah Kota Malang tetapi di wilayah-wilayah lain di Indonesia.

Pembelajaran melalui penemuan terbimbing untuk membangun pemahaman konsep irisan bangun ruang siswa SMAN I Paiton / Zaini

 

Kata Kunci : Matematika, Geometri, Pembelajaran melalui Penemuan Terbimbing Matematika sebagai mata pelajaran yang sudah dikenal dan dipelajari siswa sekolah dasar sampai sekolah menengah mempunyai tujuan agar siswa mampu memahami dan menguasai dengan baik sehingga dapat merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Belajar matematika sebenarnya belajar tentang cabang-cabangnya yaitu aritmetika, aljabar, geometri, dan analisis. Siswa belajar geometri seharusnya dapat dengan mudah memahami dan menguasai dibandingkan dengan cabang matematika yang lain karena geometri telah dikenal dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun berdasarkan fakta yang ada menunjukkan penguasaan, prestasi siswa terhadap geometri masih rendah dan menempati posisi yang sangat memperhatikan. Oleh sebab itu diperlukan penanganan yang serius dari guru sebagai pelaksana pembelajaran di kelas. Salah satu usaha tersebut adalah memperbaiki pembelajaran yang dilaksanakan. Diantara berbagai solusi yang ditawarkan dan hasilnya tidak diragukan lagi adalah penerapan metode penemuan terbimbing. Penelitian yang akan dilaksanakan berfungsi sebagai usaha membantu guru dalam memperbaiki pembelajaran pada geometri khususnya materi irisan kubus dan limas. Untuk itu tujuan penelitian yang akan dicapai adalah memperbaiki pembelajaran dengan menerapkan metode penemuan terbimbing yang dapat membangun pemahaman konsep siswa pada materi irisan bangun ruang di SMA N I Paiton. Pemahaman konsep matematika dalam penelitian yang akan dibangun meliputi translasi, interpretasi, dan ekstrapolasi. Masing-masing aspek pemahaman tersebut dilakukan secara construction, contrast and variation, dan conectivity. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan di SMA N I Paiton dengan subyek penelitian adalah X3 sebanyak 24 siswa. Seluruh siswa tersebut kemudian dibuat kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan masing-masing 4 siswa. Anggota masing-masing kelompok terdiri dari 1 siswa memiliki kemampuan tinggi, 2 siswa memiliki kemampuan sedang, dan 1 siswa memiliki kemampuan rendah. Selanjutnya dari kelompok yang telah terbentuk kemudian dipilih 1 kelompok sebagai subyek wawancara. Penentuan derajat kemampuan akademik siswa berdasarkan hasil tes awal. Sedangkan subyek wawancara merupakan siswa yang dapat dengan mudah di ajak berkomunikasi. Hasil penelitian dilihat dari hasil observasi aktivitas guru, observasi aktivitas siswa, dan hasil tes akhir siklus. Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I dan siklus II berada pada kategori baik dan sangat baik. Sedangkan aktivitas siswa pada siklus I dan siklus II berada pada kategori sangat baik. Hasil tes akhir dari setiap siklus menunjukkan bahwa pencapaian ketuntasan belajar pada siklus I adalah 95.7%. Sedangkan pencapaian ketuntasan belajar pada siklus II adalah 91.67%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa kegiatan pembelajaran dengan menerapkan metode penemuan terimbing dapat membangun pemahaman konsep siswa pada materi irisan bangun ruang di SMA N I Paiton. Oleh sebab itu, bagi guru matematika di SMA N I Paiton yang mengajar di kelas X dapat menggunakan metode penemuan terbimbing dalam pembelajaran irisan bangun ruang selanjutnya.

Improving the speaking skill of second semester biology students of IAIN Ambon through information gap activities / Nurlaila Wattiheluw

 

ABSTRACT Wattiheluw, Nurlaila. 2010. Improving the Speaking Skill of Second Semester Biology Students of IAIN Ambon Through Information Gap Activities. Thesis, Graduate Program in English Language Education, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. Nur Mukminatien, M.Pd, (II) Prof. Kasihani KES., M.A., Ph.D. Key Words: speaking skill, information gap activities (IGA) This study was designed to improve the second semester of Biology students’ speaking skill through information gap activities, at State Institute of Islamic Studies (IAIN) Ambon. The research problem is,” How can information gap activities technique be implemented to improve students’ speaking skill?” The research design was classroom action research consisting of four stages, namely planning the action, implementing and observing the action, and reflecting on the action. The stages were preceded by a preliminary study, to find out the problems in the teaching and learning of speaking. The findings in preliminary study showed that 20 out of 40 students (50%) considered that speaking was the most difficult language skill to master among the four skills. In addition none of 40 students reached the level fair in speaking classification. The appropriate procedures in implementing IGA were: (1) put the students into pairs, (2) hold up an example of the two sheets and give each pair an “A” sheet and “B” sheet, (3) distribute the papers, (4) write a simple example on the board or display it using slide projector, (5) survey students’ activities during the process of information exchange in order to keep them concentrate on the process and (6) give feedback. The findings of the study indicated that in Cycle 1 the study has not met the criteria of success. Concerning the first criterion, 60 % of students reached at least at the level fair speaking performance qualification; in fact, only 2 students (5%) reached the fair classification. In contrast to the first criterion of success, the students’ responses of teaching speaking using information gap activities technique was given good with the minimum percentage of 75%. Based on to the result of Cycle 1 in which the criteria of success were not meet, the researcher had decided to re-plan the next Cycle, and the result showed that, 34 students (85 %) reached the fair classification or more. Meanwhile, students’ responses to the implementation of the technique was good with the minimum percentage answer to the statement was of 80%, and for maximum percentage answer was 97.5%. In conclusion, the study had already met the criteria of success, and the action was stopped. English lecturers of non-English department students are suggested to utilize the technique in the teaching and learning of speaking skill. The materials that contain Biology major hopefully can be beneficial for future researchers with the same major of the students.

Nilai budaya dan sikap ,asyarakat dalam tembang sawer pengantin sunda oleh Muhammad Lailaussarif

 

Analisa konsep teori dan prinsip akuntansi menurut Islam oleh Zaenal Ma'arif

 

Ilmu pengetahuanb erkembangs ejaland engann ilai-nilai yang mempengaruhi. Akuntansi sebagaib agian dari ilmu pengetahuand alam bidang ekonomi juga berkembang sesuai dengan nilai-nilai ideologi dan moral masyarakat yang melandasinya. Akuntansi konvensional yang tumbuh dan berkembang dari dunia Barat dipengaruhi oleh ideologi kapitalisme yang bercirikan kepemilikan pribadi. Dalam lslam akuntansIis lam mengandungn ilai-nilai syari'ahI slam yangb ercirikan keseimbangakne pemilikanp ribadi dan sosialy ang bersumbepr adaa lQur'an yang berkaitan dengan masalah Hisab atau Muhasabah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep teori tentang kepemilikan dan prinsip akuntansi paradigma akuntansi konvensional dan akuntansi Islam dengan mengambijlu dtl "AnalisisK gnsepT eorid anP rinsipA kuntansMi enurutI slam". Penelitiani ni dilakukan denganm enggunakanra ncanganp enelitiand eskriptif yang dipakai sebagai strategi untuk memperoleh dan menjelaskan data yang tepat sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. Sumber dan jenis data penelitian ini diperoleh dari bahan pustaka seperti buku, jurnal ilmiah dan majalah yang berbentukd ata kualitatifberupa konsep,i de dan pernyataanp araa hli akuntansi. Untuk memperoleh data-data digunakan tekrrik studi pustaka dan dokumentansi, sedangkana nalisis data yang digunakana dalaha nalisad iskripsi, komparasid an sintesis. Hasil penelitiani ni menjelaskanb ahwaa l:undnsik onvensionaml enganggap kepemilikan yang belandaskan ideologi kapitalisme mempunyai karakteristik pengakuan hak klaim pribadi yang bersifat absolut dengan tujuan untuk pemupukan kekayaans ebesar-besamyaP.e rbedaand asar kepemilikan paradigma konvensional terletak pada ekuitas yang mempunyai klaiin, di mana dalam proprietory theory klairn kepemilikan ditanganp emilik perusahaans edangd alam entity theory terletak pada perusahaanit u sendiri. Akuntansi Islam menyatakanb ahwa konsep teori kepemilikans ebagaki laim yangm empunyasi ifatmetaforaa manahy angd idalami ni mengandung nilai bahwa kepemilikan dalam Islam tidak bersifat absolut karena kepemilikan yang absolut merupakan milik Allah SWT sedang manusia adalah pelaksanaa manahA llah selakuk halifatullahf il Ardl, sehinggak epemilikand alam Islam mengandunkge seimbangaknl aim kepemilikanp ribadi dan klaim kepemilikan sosial. Klaim kepemilikan sosial dalam paradigma Islam dianggap sebagai hak masyarakayt ang melekatp adah ak pribadi secarap roporsionald alamb entukz akat. l l l Prinsip akuntanssi ebagalia njutand ari konsept eori akuntansmi empunyai tujuan yang searah dengan konsep teori itu sendrri. Paradigma akuntansi konvensional menyatakan bahwa prinsip akuntansi ditujukan sebagai pertanggungjawaban(a ccountability) yang ditujukan kepada pemilik perusahaan dalam usaha untuk pengambilan keputusan, sehingga orientasi akuntansi konvensionaal dalahp engambilank eputusan(D ecitionm akingo riented).P aradigma akurtansi Islam menyatakan bahwa tujuan akuntansi adalah pertanggungjawaban yangd itujukans ecarah orisontakl epadap emilik, masyarakadt,a n pihaky angt erkait, dan secara fertikal ditujukan kepada pemberi amanah Allah swr dalam bentuk laporan dan pembayaran zakat yang ditujukan untuk distribusi kekayaan, sehingga orientasi akuntansi Islam bukan pada pengambilan keputusan tetapi pada pertanggungjawaban(Accountaboilirtiye nted)y angm engandunngi lai kebenaradna n keadilans ertam empunyatiu juanu ntukm encarir idla Allah SWT. Sintesis antara paradigma akuntansi konvensional dan Islam diharapkan menjadi rekonstruksi bangunan konsep teori akuntansi yang sempwna dan sesuai dengann ilai di manaa kuntansi tu diterapkan,t erutamap adam asyarakamt uslim. Akwrtansi mainstream yang diambil dari sintesis kedua paradigma ini seharusnya mengambils isi posistifrryad an menghilangkansi si negatifnyaD. alam kepemilikan, akuntanssi eharusnyma enyeimbangkaann tarak laim kepemilikanp ribadid an klaim kepemilikans osial dengant ujuan untuk mewujudkank esejahteraanp emilik dan kesejahteraamn asyarkats erta lingkungan.D alam prinsip, akuntansim ainstream seharusnyab erorientasik ppadap ertanggungiawaba(na ccountability oriented) yang menyeluruh yang digunakan sebagai pengambilan keputusan (Decition making oriented), sehingga prinsip akuntansi mainslream adalah pengambilan keputusan yang bertanggungiawabd enganp rinsip keadilan dan kebenaranu ntuk mencarir idla Atlah SWT. Berdasarkahna sil penelitiand iatasd apatd iketahuib ahwaa kuntanstiu mbuh dan berkembang sejalan dengan nilai moral dan ideologi masyarakat yang melingkupinyam, akap aras arjanam wlim seharusnyma elakukanr evolusit eori dan prinsipa kuntansIis lam denganc aram erekonstrukskie mbalia kuntanski onvensional yangb eraliranB arats esuadi engans yari'ahI slam melalui penulisan-penulisakna rya danj umal ilmiah sehinggaa kuntansyi angd ipakais eorangm uslim adalaha kuntansi yangb ersumbepr adan ilai-nilai Islams endiri. iv

Pengaruh pmbelajaran konstektual terhadap pencapaian tujuan pengajaran akuntansi: studi kasus di Madrasah Aliyah Al-Amien Putra Prenduan Sumenep oleh Mahsul

 

Pembelajaramn erupakans uatuk ondisi yang diciptakanu ntuk mencapai hrjuanp endidikanS. alahs atua lternatifpendekatany ang diperlukana dalah prnhl-ajarank ontekstuayl ang merupakank onsepk urikulum berbasisk ompetensi lXff; denganp endekatany ang berorientaspi adak egiatann yata.D i mana. mekanismpee laksanaannyma engakomodasria nahk ogritil afektif dan psikomotorik secarian tegfatif,g uru bebasm elakukani mprovisasid alam desainp embelajaran, pnggunaamn edii yang mendukungt erciptanyap embelajarany ang kondusif' dinamiOs anp enerapanva riasi metodem engajary ang relevand enganm ateri ajar yrngs esuadie ngank enyataanli ngkungans ekitar. Penerapapne mbelajarakno ntekituald alamp enelitianin i meliputip roblem bwedle arning,a utentic instruction,i nquiry basedl earning, work bqsedl earning, semiclee arning,t lan cooperativel earning sebagavi ariabelb ebas,s edangkan pncapaiatnu juanp engajarana kuntansis ebagavi ariabelt erikat. Penelitianin i bertujuanu ntuk:( l) Kegiatanp embelajarakno nstehual( 2) Pencapaitaunju anp engajaranA kuntansi( 3) Ada tidaknya pengaruhy ang signifikan antar-aP-poepmulbaes[ia jatroanns tett rA terhadapp encapaiant ujuan penpjaran Akuntansi. penelitiani ni adalahs iswak elasI I dam kelasI II MadrasahA liyah Al-Amien Putra sebanyak 39 siswa. Sedangkan sampel sebanyak 39 siswa dengan tehnikp engambilansa mpelp opulasi. Meiode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metodew awancara.S edangkant eknik analisa data menggunakanr egresi ganda dengobna ntuanp rogramS PSS1 0.00f or windows. Hasil penelitiani ni menunjukkan( l) Keadaanp etaksanaanproblemba sed leamrngMadrasaAhli yah Al-Amien PutraP renduanS umenepb eradap ada klasifikassia ngabt aik sebesa4r 6,17ok, lasifikasib aik sebesa3r 8,5Vok,l asifikasi cukups ebesar5l ,4o/o,(Z)KeadaaPne laksanaaanu tentici nstructionM adrasatAr liyah Al-Amien Pufa Prenduan Sumenep b€rada pada klasifrkasi sangat baik sebesar 53,8%k,l asifikasbi aik sebesa3r 8,5o/ok,la sifikasic ukups ebesa7r ,1o/o,(3K) eadaan pelaksanatannq uiryb asedle arningM adrasahA liyah Al-Amien PutraP renduan Sumenebpe radap adak lasifikasis angabt aik sebesalr2 ,8Yok, lasifikasib aik sebesar 58%k, lasifikasci ukups ebesa2r 5,6VLd, ank lasifikasik urangs ebesa2r ,6%,( 4) Keadaapne laksanaawn ork based leurningMadrasahA liyah Al-Amien Putra PrenduaSnu menebpe radap adak lasifikasis angabt aik sebesa2r 0,5%'k lasifikasi I hiksebesa7r4 ,4%k, lasifikasci ukups ebesa5r, lYo,(5)K eadaanp elaksanaasne rvice lewntngMadrasAalhiy ah Al-Amien PutraP renduanS umenepb eradapada tlasifikasia ngabt aik 10,2%,k lasifikasib aik sebesa8r 7,2yok, lasifikasic ukup , *sar 2,6%,(6)K eadaanc ooperuitf learning MadrasahA liyah Al-Amien Putra PrenduSanu menebpe radap adak lasifikasis angabt aik sebesa5r ,1%,k lasifikasib aik sebes9a2r, 3%k, lasifikasic ukups ebesa2r ,60/o(7, ) Pencapaiatnu juanp engajaran skuntanbsei radap adak lasifikasi lulus, yaitu sebesar1 00%. Darid atad i atasd apatd isimpulkanb ahwav ariabelb ebasy angt erdiri dari problemba sedle arning, autenlic instruction, inquiry basedl earning work based learnings,e rvicel earning, dan cooperativel earningberpengaruhs ecaras ignifikan terhadappe ncapaiatnu juanp engajaraank untansiy, aitu sebesa8r 8,7%. Berdasahra silp enelitiante rsebudt isarankan(l ) Bagi bapak atau ibu guru ag&sr elalum enerapkanp endekatank ontekstuald alams etiapk egiatanb elajar mengajakrh, ususnydaa lamp encapaiatnu juanp engajaraank untansi(,2 ) Bagi yang bcrminamt engadakapne nelitians ejenis,a garm enambahp opulasi,s ampeld an menggunakpaonk okb ahasayna ngb erbedase hinggajikah asilnyam asihl ebihb aik menggunakpaenn dekatakno ntekstualm akac ara mengajartersebudta pat dilanjutkaunn tuk menunjangt erhadapp encapaiantu juan pengajaran(,3 ) Bagi bapak atauib up embuakte putusanh,a silp enelitianin i semogad apatd ijadikan prtimbanganu ntuk kebijaksanaanle bih lanjut. Denganh arapana garp endekatan kontekstuyaal ngt elah ada desainnyad isempurnakand an kualitasnyad itingkatkan

Automatic transfer switch untuk back up daya berbasis PLC / Mohamad Adif

 

Kata kunci: ATS, PLC, Genset, PLN Perancangan sistem Automatic Transfer Switch untuk bakup daya berbasis PLC untuk menjaga kontinuitas penyaluran daya ke beban. Selain itu, untuk membantu tempat-tempat yang sering mengalami pemadaman PLN sehingga memerlukan secara cepat sumber cadangan untuk mensuplainya dalam waktu cepat. Automatic Transfer Switch dalam penyuplaian beban diatur agar genset tidak terjadi pembebanan penuh. Perancangan Automatic Transfer Switch berdasarkan standart yang berlaku guna memenuhi keamanan peralatan listrik. Automatic Transfer Switch ini dirancangan berdasarkan teori-teori yang relevan dan diakui. Perancangan Automatic Transfer Switch untuk bakup daya berbasis PLC terdiri dari dua bagian yaitu: hardware dan software. Perancangan hardware terdiri dari relai sebagai sensor tegangan, pendeteksi kestabilan tegangan output genset, kendali utama Automatic Transfer Switch berupa PLC Omron CPM1A-20CDR-A-V1, dan kontaktor sebagai penghubung daya sedangakan software berupa diagram ledder dari PLC. Dasar kerja alat ini adalah pendeteksi tegangan pada jaring PLN adalah relai AC 220V. Relai akan mendeteksi tegangan pada jala-jalan PLN apakah ada tegangan fasa R, S, T ada atau tidak. Jika salah satu tegangan fasa mati secara otomatis PLC akan menonaktifkan kontaktor utama kemudian menyalakan genset selama 5 detik kemudian membuka kontaktor genset. Jika dalam waktu 120 detik tidak terjadi pemadaman PLN maka genetaor akan mati secara otomatis. Namun jika PLN kembali padam maka genset tetap starting. Jika beban di suplai oleh genset maka sensor tegangan pada relai akan memantau apakah ada tegangan fasa R, S, T ada atau tidak. Jika ada tegangan yang mati makan genset akan stop sehingga terjadi kekosongan suplai ke beban. Saat beban disuplai oleh genset pendeteksi tegangan akan bekerja apabila tegangan genset stabil yaitu tegangan 210V kemudian akan mengaktifkan kontaktor beban secara bertahap. Jika tegangan genset belum stabil makan kontaktor tetap non aktif. Bedasarkan uji coba secara keseluruhan sistem Automatic Transfer Switch untuk back up daya berbasis PLC jika PLN padam kemudian pindah ke genset atau sebaliknya memerlukan waktu ± 8 detik.

Pengaruh iklim organisasi sekolah dan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru ekonomi di Sekolah Menengah Atas se-malang Raya / Durinta Puspasari

 

Kata kunci: iklim organisasi sekolah, gaya kepemimpinan kepala sekolah, kepuasan kerja guru. Pendidikan memiliki peran utama dalam pembangunan suatu bangsa. Dengan pendidikan, seseorang dibekali dengan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan keahlian. Oleh karena itu, sangat wajar dan tepat jika bidang pendidikan diprioritaskan di negara kita ini. Salah satu konteks pembaharuan pendidikan yang perlu disoroti adalah meningkatkan kinerja guru yang ada di sekolah yang ditunjukkan dengan cara guru dapat bekerja secara maksimal karena puas dalam bekerja. Dalam hal ini, guru akan merasa puas dalam bekerja apabila sekolah sebagai tempat guru dalam memberikan berbagai bekal pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan bermacam-macam tatanan hidup baik yang berupa norma-norma kepada siswa mampu mendukung suasana atau keadaan sekolah yang tenang dan nyaman yang dapat terciptanya iklim organisasi sekolah yang kondusif. Di samping iklim organisasi sekolah, kepala sekolah juga mempunyai peranan penting dalam menciptakan kepuasan kerja guru. Kepala sekolah dianggap sebagai seseorang yang dapat merencanakan, mengorganisasikan, dan mengawasi proses pembelajaran yang ada di sekolah. Sehingga dalam hal ini gaya kepemimpinan kepala sekolah yang bersahabat, bisa beradaptasi dengan guru, penuh pengertian, simpati, dan percaya dengan guru akan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif yang dapat membuat guru merasa terpanggil hati nuraninya untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan guru akan merasa puas dalam bekerja. Berdasarkan uraian di atas, peneliti terdorong untuk mengkaji lebih dalam tentang “Pengaruh Iklim Organisasi Sekolah dan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kepuasan Kerja Guru Ekonomi di Sekolah Menengah Atas se-Malang Kota”. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) pengaruh iklim organisasi sekolah terhadap kepuasan kerja guru ekonomi di Sekolah Menengah Atas Se-Malang Kota, (2) pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru ekonomi di Sekolah Menengah Atas se-Malang Kota, dan (3) pengaruh iklim organisasi sekolah dan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru ekonomi di Sekolah Menengah Atas se-Malang Kota. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian eksplanatori. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 60 guru ekonomi. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan dengan instrumen berupa kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda (multiple regression). Hasil penelitian dapat dipaparkan secara singkat sebagai berikut: (1) iklim organisasi sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja guru ekonomi di Sekolah Menengah Atas se-Malang Kota, (2) gaya kepemimpinan kepala sekolah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja guru ekonomi di Sekolah Menengah Atas se-Malang Kota, dan (3) iklim organisasi sekolah dan gaya kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja guru ekonomi di Sekolah Menengah Atas se-Malang Kota. Terkait dengan hasil penelitian ini maka disarankan agar: (1) iklim organisasi sekolah yang dirasakan oleh guru hendaknya dapat lebih menciptakan hubungan antarrekan kerja (sesama guru) maupun personil sekolah (kepala sekolah, tata usaha, dan siswa) yang baik di sekolah seperti dengan diadakannya kegiatan rekreasi dan outbond bersama di sekolah, (2) gaya kepemimpinan kepala sekolah hendaknya dapat diterapkan sesuai dengan kondisi yang ada di sekolah sehingga guru akan merasa puas dalam melaksanakan segala aktivitas pekerjaan yang ada di sekolah, dan (3) iklim organisasi sekolah dan gaya kepemimpinan kepala sekolah hendaknya dapat lebih mendukung terciptanya hubungan yang harmonis antarwarga sekolah, baik itu antara kepala sekolah, guru, siswa, maupun tata usaha.

Penerapan model TGT untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V SDN Banjarejo 02 Kecamatan Pakis / Nanik Purwa Ningtiyas

 

Kata Kunci : Metode Teams Games and Tournament, Hasil Belajar IPS Hasil studi awal pada siswa kelas V SDN Banjarejo 02 Kecamatan Pakis menunjukkan hasil belajar dan aktivitas siswa yang belum maksimal. Dalam upaya meningkatkan hasil belajar IPS kelas V maka dlakukanlah penelitian proses pembelajaran dengan menggunakan model Teams Games and Tournament, yaitu model pembelajaran yang menekankan melibatkan siswa aktif dan mampu belajar IPS dengan sekaligus belajar hidup dilingkungan sosial yang sebenarnya. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk: (1) Mendeskripsikan penerapan model TGT dalam pembelajaran IPS Kelas V SDN Banjarejo 02, Kecamatan Pakis (2) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan model TGT pada Mata Pelajaran IPS Kelas V SDN Banjarejo 02, Kecamatan Pakis . Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah PTK ini meliputi 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan dan observasi, refleksi dan perbaikan rencana. Empat tahap tersebut merupakan langkah berurutan dalam satu siklus dan berhubungan dengan siklus berikutnya. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Banjarejo 02 Kecamatan Pakis yang berjumlah 39 anak dengan menerapkan model Teams Games and Tournament. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dari penelitian tersebut diperoleh data yang rata-rata sebelumnya (63,90) mengalami peningkatan pada siklus I dengan rata-rata kelas sebesar (68,46) dan prosentase ketuntasan belajar kelasnya yaitu (69,23%) .Hasil tersebut meningkat lagi di siklus 2 dengan rata-rata kelasnya sebebsar (81,41) dan prosentase ketuntasan belajar kelasnya sebesar (94,87%). Pada siklus 2 data sudah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal yaitu perolehan rata-rata kelasnya sudah mencapai di atas 85%, sehingga siklus pembelajaran dihentikan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa model Teams Games and Tournament dilakukan dengan 5 tahap yaitu presentasi kelas pembentukan team, games, turnamen, pengharagaan yang telah terbukti dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas V SDN Banjarejo 02 Kecamatan Pakis. Karena masih ada keterbatasan peneliti maka disarankan untuk melakukan penelitian lagi tentang model Teams Games and Tournament dengan pengelolaan kelas yang lebih optimal.

Penggunaan kartu kata bergambar untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B di TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar / Arini Milla Chanifa

 

ABSTRAK Chanifa, Arini Milla.2016. Penggunan Kartu Kata Bergambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelompok B di TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M. Pd, (II) Drs. H. Suhel Madyono, S. Pd, M. Pd. Kata Kunci: kartu kata bergambar, kemampuan membaca permulaan Berdasarkan observasi yang dilakukan di dalam kelas B1 TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar peneliti menemukan permasalahan ketika pelajaran berlangsung, yaitu ketika anak disuruh membaca kata yang diberikan oleh guru, dari 24 anak dalam satu kelas, hanya 4 anak (16,7%) yang mampu membaca kata yang ditunjukkan oleh guru, sedangkan yang 9 anak (37,5%) bisa membaca tapi dengan diarahkan dulu oleh guru dan yang 11 anak (45,8%) hanya diam dan tidak menjawab sama sekali. Kondisi ini mempengaruhi kesiapan membaca permulaan anak. Tujuan penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan penggunaan kartu kata bergambar untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B1 TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar, (2) mendeksripsikan peningkatan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B1 TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar dengan menggunakan kartu kata bergambar. Penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) sebanyak 2 siklus. Pada setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian yaitu anak kelompok B1 TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar dengan jumlah 24 anak. Teknik analisis data penelitian meliputi redukksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran pada kemampuan membaca permulaan. Hal ini dapat diketahui dari hasil penelitian pada pra tindakan sebesar 16,7% meningkat pada penelitian siklus I pertemuan pertama memperoleh persentase ketuntasan sebesar 22,72%. Pada pertemuan kedua persentase ketuntasan hasil membaca permulaan meningkat sebesar 13,64% sehingga menjadi 36,36%. Kemudian dilanjutkan pada siklus II pertemuan pertama meningkat menjadi 63,63%. Pada pertemuan kedua, kemampuan membaca permulaan anak mengalami peningkatan sebesar 22,73% sehingga menjadi 86,36% dan dapat dikatakan sudah memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang ditentukan. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan kartu kata bergambar dapat meningkatkan kemapuan membaca permulaan anak Disarankan pada guru kelompok B untuk menggunakan kartu kata bergambar dengan lebih bervariasi dan kreatif sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak.

Improving the reading comprehension skills of the students of Kanjuruhan University through question-answer relationship (QAR) strategy / Teguh Sulistyo

 

Key Words: QAR strategy, reading comprehension skills. Reading is one of the four language skills that should be mastered in language learning. It is usually taught in integration with one of the other language skills (listening speaking, and writing) in the new trends of language instruction. Generally, the teaching of reading as a foreign language (EFL reading) in Indonesia aims at enabling students to read and comprehend texts and other materials written in English. More specifically, students are expected to master skills in the levels of literal, inferential, and evaluational comprehension. Unfortunately, Indonesian students are still lack of skills in reading comprehension. The results of the preliminary study conducted at English Department of Kanjuruhan University Malang shows that students in this institution got difficulties in answering questions related to English texts given to them. Besides, the students’ average score of reading achievements conducted in the preliminary study was 59.00.Furthermore, from informal interviews with English lecturers of the English Department, it was found that in general, students had low skills in comprehending English texts and had low participation in the teaching-learning process. This study was conducted to overcome the students’ difficulties in reading comprehension and encourage students to actively participate in the teaching-learning process through Question-Answer Relationship (QAR) strategy. This strategy offers four levels of questions (i.e., Right There, Think and Search, Author and Me, and On My Own) to help students answer each level of questions. This strategy comprises three phases: prereading, during-reading, and post reading activities. It is applicable for teaching reading comprehension since it can help and guide the students in comprehending a text well based on the levels of questions. This study was designed for collaborative classroom action research in which the researcher (acted as the teacher) and his collaborator (acted as the observer) worked together with him on the procedures of the study, namely: preliminary study, planning, implementing the plan, observing the action, and reflecting the result of the action. The subjects of the study were 30 students of Class A of the second semester who took Reading Comprehension II class in the academic year 2009/2010 at English Department of Kanjuruhan University Malang. For data collection, this study employed observation checklist, field notes, and test. All the data were analyzed descriptively, and the results of the analysis were compared with the criteria of success determined in this study to see whether the criteria of success had been achieved or not. The findings of the research that were conducted in two cycles showed that QAR strategy was worthy to improve the students’ reading skills, especially critical and scanning skills, and activate students to participate in the teaching-learning process of reading. The students’ average score developed significantly from 59.00 in the preliminary study to 71.33(equal to 20.89%) in Cycle 1. It developed to 74.33 (equal to 25.98%) in Cycle 2 in the scale of 0 – 100. The total numbers of the students who got score ≥ 70 in the preliminary study developed from 7 (equal to 23.33%) to 17 (equal to56.67%) out of 30 students in the Cycle 1. It developed to 24 (equal to 80.00%) in Cycle 2. Moreover, the findings of the study also described that this strategy improved the students’ participation. The students’ participation was 87.18% (equal to very good) in Cycle 1 and 87.42% (equal to very good) in Cycle 2. On the basis of the findings, the research showed that the appropriate procedure of QAR used the following steps: (1) dividing the class in groups of three, (2) introducing the concept of QAR strategy using a short paragraph, (3) modeling and explaining each type of questions using a visual aid, (4) activating the students’ schemata related to the text, (5) asking the students to read the text silently, (6) asking each group to answer the questions based on the levels of questions, (7) asking the groups to show the answers, (8) determining the correct answers with the whole class, (9) Giving feedback, (10) giving conclusion of the benefits of QAR strategy, and (11) implementing a test. Related to the research findings, some suggestions are addressed to English lecturers, chairperson of English department, and future researchers. For English lecturers, it is suggested that they apply QAR strategy in the teaching – learning process of reading since it is able to improve the students’ skills and the level of participation in the teaching-learning process. The English teachers should also pay attention on the stages of reading: prereading, during-reading, and post reading. Last but not least, this strategy should be conducted in groups of three or small groups since the students have an opportunity to work together and help each other. For the chairperson of English department, it is suggested that he/she inform the strengths and benefits of QAR strategy in improving the reading comprehension skills of the students to the colleagues. He/she is also suggested to provide facilities to improve the students’ skills in reading as, for the students of universities, proficiency in English particularly in reading skill is generally assumed to be essential for a successful study due to the reason that most of good academic textbooks in Indonesia are still written in English. For future researchers, it is suggested that they use the findings of this research as a reference in conducting similar studies in reading comprehension using different settings, such as levels of the students or difficulties of the reading materials.

Struktur komunitas lamun (Seagrass) pada perairan pantai serta implikasinya bagi pembelajaran masyarakat Desa Suli Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah / Prelly M.J. Tuapattinaya

 

Kata Kunci: struktur komunitas lamun, pembelajaran masyarakat. Lamun adalah kelompok tumbuhan berbunga (angiospermae) yang berbiji tertutup (Angiospermae), berkeping tunggal (monokotil) dan mempunyai akar rimpang, daun, bunga dan buah serta mampu hidup secara permanen di bawah permukaan air laut. Kehadiran jenis tumbuhan lamun pada suatu lingkungan perairan sangat dipengaruhi oleh faktor biologis, fisika dan kimia lingkungan perairan dan penyebarannya hampir di seluruh zona intertidal dan zona subtidal, sepanjang masih dapat dijangkau oleh cahaya matahari. Lamun sangat bermanfaat baik secara ekologis maupun ekonomis. Perairan pantai desa Suli memiliki topografi pantai yang landai dengan padang lamun yang cukup luas Struktur Komunitas lamun pada perairan pantai desa Suli belum diungkapkan. Untuk mengungkapkan hal tersebut penelitian tentang struktur komunitas lamun (seagrass) pada perairan pantai serta implikasinya bagi pembelajaran masyarakat Desa Suli Kabupaten Maluku Tengah telah dilakukan pada bulan Januari-Februari 2010. Daerah yang ditetapkan sebagai lokasi pengambilan data adalah Perairan pantai Desa suli Kabupaten Maluku Tengah, pada Zona intertidal (stasiun I) dan Zona subtidal (stasiun II). Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode transek. Macam analisis yang digunakan antara lain analisis deskriptif yang terkait dengan parameter keanekaragaman, untuk mengetahui hubungan antara indeks keanekaragaman, kemerataan dan kekayaan lamun dengan faktor fisik kimia lingkungan digunakam ANAREG, sedangkan untuk melihat perbedaan keanekargaman, kemerataan, dan kekayaan lamun pada kedua stasiun penelitian di perairan pantai Desa suli digunakan uji-t Tujuan utama dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui; (1) kondisi fisika-kimia lingkungan (suhu, salinitas, pH, dan tingkat kecerahan air laut) dan jenis-jenis lamun, (2) Perbedaan indeks keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan lamun, (3), hubungan faktor fisika-kimia lingkungan (suhu, salinitas, pH dan tingkat kecerahan air laut) dengan indeks keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan lamun, dan (4) implikasi dari hasil penelitian ini akan dikemas dalam bentuk leaflet, untuk disebarkan kepada masyarakat Desa Suli. Hasil penelitian menunjukan bahwa lamun yang ditemukan pada zona intertidal sebanyak 7 jenis dan zona subtidal sebanyak 6 jenis. Kondisi fisika kimia lingkungan perairan berdasarkan hasil pengukuran menunjukan bahwa suhu air laut di perairan pantai Desa Suli berkisar antara 30-270C, salinitas air laut berkisar antara 29-33º/oo, pH air laut berkisar antara 7 - 8, sedangkan kisaran tingkat kecerahan air laut adalah 0,5 - 1,6m. Indeks keanekaragaman jenis Lamun pada zona intertidal sebesar 1,45 pada zona subtidal sebesar 1,22. Indeks kemerataan dan kekayaan lamun di perairan pantai Desa Suli pada zona intertidal sebesar 0,75 dan 0,04 sedangkan pada zona subtidal sebesar 0,68 dan 0,08. Formasi padang lamun di perairan pantai Desa Suli dibentuk oleh formasi Potamogetona- Hydrocharitaceae pada zona middle dekat upper (bagian depan) dan zona middle dekat lower (bagian tengah) sedangkan Hydrocharita-Hydrocharitaceae membentuk formasi pada lower intertidal (bagian belakang). Hasil Analisis regresi menunjukkan secara simultan ada hubungan yang signifikan antara faktor fisika-kimia lingkungan (suhu, salinitas, pH, dan tingkat kecerahan air laut) dengan keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan Lamun di perairan pantai Desa Suli Kabupaten Maluku Tengah. Hasil Analisis uji-t menunjukan ada perbedaan yang signifikan indeks keanekaragaman dan kemerataan lamun pada Zona intertidal dan zona subtidal di perairan pantai Desa Suli sedangkan untuk indeks kekayaan tidak ada perbedaan yang signifikan antara zona intertidal dan subtidal. Berdasarkan hasil penelitian ini, perlu disarankan beberapa hal antara lain: (1) perlu dilakukan kajian yang lebih spesifik dan berkesinambungan terkait dengan pertumbuhan populasi lamun dan hubungannya dengan faktor-faktor biologi dan fisika lainnya seperti kadar nutrien, kadar fosfat, oksigen terlarut, kecepatan arus, kedalaman, substrat, dll sebagai upaya untuk memonitoring populasi lamun di perairan pantai Desa Suli sehingga dapat dikembangkan format pengembangan wilayah yang memperhatikan karakteristik potensi padang lamun, (2) perlu dilakukan upaya pembelajaran masyarakat wilayah pesisir secara berkesinambungan sehingga akan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang fungsi dan peran padang lamun, sekaligus juga mengurangi perilaku masyarakat yang dapat berdampak pada kerusakan ekosistem padang lamun, (3) Perlu dilakukan upaya konservasi terhadap populasi lamun dengan mengoptimalkan fungsi local wisdom (kearifan lokal) berupa penerapan sistem sasi dalam rangka menjaga kelestarian sumberdaya hayati.

Penerapan model Dick and Carey untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas V SDN Masangan Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan / Sapira Gurgurem

 

Kata Kunci: Hasil Belajar, Model Dick and Carey Ilmu Pengetahuan Sosial bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi,dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun menimpa masyarakat. Permasalahan yang terjadi di kelas V SDN Masangan adalah rendahnya hasil belar siswa dan kerja sama siswa dalam proses belajar. Sehingga perlu adanya tindakan yang inovatif dalam pembelajaran. Model Dick and Carey adalah salah satu dari model prosedural. Yaitu model yang menyarankan agar penerapan prinsip desain pembelajaran disesuaikan dengan langkah-langkah yang harus di tempuh secara berurutan. Alasan dalam memakai model Dick and Carey ini adalah karena pada SDN Masangan dalam pembelajaran dikelas guru pada proses pembelajaran tidak biasanya menggunakan model atau strategi pembelajaran,hanya guru memperbiasakan siswa untuk selalu belajar dengan cara mengerjakan tugas-tugas yang terdapat pada buku LKS masing-masing tanpa ada penjelasan apapun dari guru.Oleh karena itu dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Model Dick and Carey agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada siswa kelas V SDN Masangan Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Model MC Kernan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes selama proses pembelajaran. Data yang telah diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP). Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut; hasil pratindakan rata-rata hasil belajar siswa 55,68%, Setelah titerapkan pembelajaran model Dick and Carey pada siklus I dan siklus II maka, pada hasil pos tes siklus I hanya 10 (45,45 %) siswa yang mampu memperoleh nilai di atas standar keberhasilan yang ditetapkan (70 %) dan 12 (54,54%) siswa lainya belum mencukupi standar yang ditetapkan dengan rata-rata kelas adalah 68,63 %. Sedangkan pada siklus dua rata-rata kelas meningkat menjadi 20 (90 %) siswa, dan tingkat keberhasilan siswa berkurang menjadi 2 (9,91 %) siswa. Oleh karena itu secara klasikal rata-rata nilai siswa dalam kelompok maupun individu siswa belum berhasil, karena masi ada 2 siswa belum berhasil dalam proses pembelajaran, sedangkan yang berhasil hanya 20 siswa. . Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan rujukan dan menambah wawasan pengetahuan bagi peneliti lain, sebagai upaya dalam meningkatkan hasil belajar siswa melalui model Dick and Carey baik dalam pembelajaran IPS maupun pada pembelajaran yang lain.

Pengaruh bauran promosi terhadap keputusan pembelian konsumen pada Pizza Hut Malang / Triani

 

Kata kunci: Bauran promosi, keputusan pembelian, Pizza Hut. Persaingan dalam dunia bisnis saat ini semakin ketat dan kompetitif, hal tersebut mengakibatkan setiap perusahaan harus berusaha agar dapat tetap bertahan dalam dunia bisnisnya. Pada situasi demikian hal terpenting yang harus dilakukan perusahaan adalah bagaimana caranya mengkomunikasikan barang dan jasa yang dimiliki kepada konsumen, agar konsumen dapat mengetahui keberadaan produk tersebut dan tertarik untuk membelinya. Pizza Hut sebagai salah satu usaha restoran melakukan bauran promosi yang meliputi periklanan, promosi penjualan, hubungan mayarakat, penjualan personal dan pemasaran langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui deskripsi bauran promosi pada Pizza Hut Malang, (2) Mengetahui deskripsi keputusan pembelian konsumen pada Pizza Hut Malang, (3) Mengetahui pengaruh antara bauran promosi terhadap keputusan pembelian konsumen pada Pizza Hut Malang secara parsial, (4) Mengetahui pengaruh antara bauran promosi terhadap keputusan pembelian konsumen pada Pizza Hut Malang secara simultan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda, populasi dalam penelitian ini adalah konsumen pada Pizza Hut Malang, sedangkan jumlah sampel yang telah ditentukan menggunakan rumus slovin adalah sebanyak 100 responden, dan metode pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode accidental sampling. Setelah dilakukan pengolahan data diperoleh temuan (1) Pelaksanaan kegiatan bauran promosi yang dilakukan Pizza Hut Malang melalui periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, penjualan personal dan pemasaran langsung rata-rata berada dalam kategori cukup baik, (2) Keputusan pembelian konsumen yang ada pada Pizza Hut Malang berada dalam kategori cukup baik, (3) Ada pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial antara periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, penjualan personal dan pemasaran langsung terhadap keputusan pembelian konsumen pada Pizza Hut Malang, dan (4) Ada pengaruh yang positif dan signifikan secara simultan antara periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, penjualan pribadi dan pemasaran langsung terhadap keputusan pembelian konsumen pada Pizza Hut Malang. Diketahui sebesar 73,9% keputusan pembelian konsumen pada Pizza Hut Malang dipengaruhi oleh bauran promosi, sedangkan sisanya yaitu sebesar 26,9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil temuan yang diperoleh dalam penelitian ini, maka saran yang dapat disampaikan adalah: (1) pemasaran langsung yang dilakukan oleh Pizza Hut harus tetap dipertahankan, dengan cara melakukan promosi lewat penyebaran katalog ataupun daftar menu-menu yang dapat dipesan kepada para pelanggan agar para konsumen lebih mudah dalam melakukan pemesanan (2) penjualan personal yang dilakukan dapat lebih ditingkatkan dengan lebih memprioritaskan kualitas pelayanan dan penawaran menu kepada konsumen, karena pelayanan yang baik dan penawaran menu lebih kondusif dalam menjual produk dari industri restoran.

Sejarah upaya penerapan Syariat Islam di Kabupaten Pamekasan tahun 1998-2002 / Khotim Ubaidillah

 

Kata Kunci: Syariat Islam, Gerbang Salam, Pamekasan. Pergulatan antara Islam dan negara di Indonesia telah berlangsung lama dalam kurun waktu yang cukup panjang, sejak negara ini mulai menuju pintu kemerdekaan sampai ke era reformasi seperti sekarang ini. Seiring perkembangan berbangsa dan bernegara, ekspresi dan aktualisasi hubungan agama dan negara di Indonesia muncul sangat variatif dan beraneka ragam. Pada masa reformasi, banyak bermunculan aspirasi dan tuntutan sebagian kelompok Islam untuk mewacanakan kembali pentingnya penerapan syariat Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini ditandai dengan munculnya beberapa partai Islam yang memiliki platform untuk menjadikan hukum (syariat) Islam berlaku dalam kehidupan di Indonesia, termasuk juga perkembangan politik di daerah yang banyak “memanfaatkan” otonomi daerah dan pemberdayaan politik lokal untuk mengeluarkan berbagai kebijakan yang sarat anasir Syariat Islam, seperti yang terjadi di Kabupaten Pamekasan. Dalam penelitian ini penulis mengangkat dua rumusan masalah. Pertama adalah mengenai perkembangan sosial politik di Kabupaten Pamekasan tahun 1998-2002. Sedangkan rumusan masalah yang kedua adalah mengenai bagaimana sejarah upaya penerapan Syariat Islam di Kabupaten Pamekasan dalam kurun waktu 1998-2002. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah dengan menggunakan metode sejarah yang secara hirarkies terdiri dari pemilihan topik, pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Titik tekan dari sumber yang digunakan adalah sumber lisan dan sumber tertulis, dan keduanya saling melengkapi, mengingat peristiwa ini tergolong sejarah kontemporer, yakni antara tahun 1998-2002. Hasil dari penelitian ini memaparakan tentang sejarah upaya penerapan Syariat Islam di Kabupaten Pamekasan, yang dikenal kemudian dengan nomenklatur Gerbang Salam atau Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami. Gerbang Salam di proklamirkan melalui dinamika yang cukup panjang, sarat persentuhan; antara instrumen politik, kekuasaan, kultur keagamaan; dimana yang satu dengan lainnya saling berkelindan dan mempengaruhi. Diawali dengan keberhasilan menetapkan dan memberlakukan Peraturan Daerah mengenai pelarangan minuman beralkohol, kemudian di bentuknya lembaga think tanks LP2SI, maka tepat tanggal 4 November 2002 dideklarasikanlah Gerbang Salam di Masjid Asy-Syuhada Pamekasan. Hal ini berangkat dari keberhasilan sinergi yang cukup massif antara LP2SI, Ormas Islam, Pemerintah Daerah, DPRD, MUI, Ulama-ulama Pesantren dan berbagai stakeholders pegiat Syariat Islam yang lain, sehingga pada akhirnya penerapan Syariat Islam di Pamekasan merupakan conditio sine quanon (tuntutan mutlak) bagi masyarakat Pamekasan mengingat potensi umat Islamnya sangat luar biasa. iv Kiranya penting untuk melengkapi penelitian ini dengan penelitian lanjutan yang lebih mendalam; terutama dalam mengungkap faktor-faktor politik yang ikut mempengaruhi penerapan Syariat Islam di Kabupaten Pamekasan, sehingga masyarakat tidak hanya dihadapkan pada hal-hal yang sifatnya artifisial dan simbolitik belaka, tetapi akar sejarah mengenai dinamika sosial-politik seputar penerapan Syariat Islam di Kabupaten Pamekasan juga bisa dikonsumsi secara umum dan merata.

Sistem informasi geografi kondisi jalan berbasis visual basic 2005 di Kabuoaten Bojonegoro / Popy Cahya Harmianto

 

Kata kunci: sistem informasi geogafi, kondisi jalan Jalan adalah sarana transportasi yang paling penting dalam kehidupan. Salah satu faktor yang penting adalah keadaan jalan tersebut, maka dibutuhkan suatu sistem informasi untuk mengetahuinya secara mudah dan nyaman. Tujuan pembuatan tugas akhir ini untuk menciptakan suatu sistem informasi keadaan jalan sehingga dapat membantu untuk mengetahui informasi keadaan jalan yang didalamnya terdapat prioritas jalan sehingga dapat membantu dalam menentukan prioritas pembangunan. Metode perancangan software meliputi: (1) Use Case Diagram, (2) DFD (Data Flow Diagram), (3) ERD (Entity Realitionship Diagram), (4) Perancangan database, (5) Perancangan interfacing dan perancangan Networking. Hasil yang didapat adalah suatu informasi kondisi jalan dengan cara memilih suatu jalan yang telah disediakan dan output berupa informasi kondisi jalan yang telah dipilih oleh user. Kesimpulan dari pembuatan tugas akhir ini adalah (1) Map View yang memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi kondisi jalan secara mudah dan jelas. (2) Gambar jalan serta tanggal memudahkan dinas PU dalam menentukan prioritas perbaikan jalan.

Penerapan model pembelajaran learning cycle untuk meningkatkan kemampuan bertanya siswa kelas XI IPA SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang pada mata pelajaran matematika / Siti Rochana

 

Kata Kunci : Learning Cycle, Kemampuan Bertanya. Interaksi positif antara guru dan siswa merupakan kunci keberhasilan dari suatu pembelajaran. Hal ini dapat terlihat dari kemauan siswa dalam mengajukan pertanyaan. Tetapi seringkali siswa tidak mau untuk mengajukan pertanyaan dengan berbagai alasan yaitu malu, sungkan, takut ditertawakan dan sebagainya. Hal ini menyebabkan kemampuan bertanya siswa menjadi rendah dan berakibat hasil belajar siswa juga rendah. Terkait dengan itu guru harus mampu memilih strategi yang tepat untuk dapat memfasilitasi siswa dalam mengajukan pertanyaan. Salah satu model pembelajaran tersebut yaitu model pembelajaran Learning Cycle. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Learning Cycle yang dapat meningkatkan kemampuan bertanya siswa pada mata pelajaran matematika. Learning Cycle yang diterapkan terdiri dari 5 fase yaitu engagement, exploration, explanation, elaboration/extention, dan evaluation. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Tingkat keberhasilan dapat dilihat dengan mengamati peningkatan kemampuan bertanya yang dilihat dari indikator kemampuan bertanya yang diperoleh dari awal pertemuan, akhir siklus I dan akhir siklus II. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan bertanya siswa adalah indikator kemampuan bertanya yaitu tingkat pertanyaan, relevansi terhadap materi, bahasa yang digunakan, dan keberanian dalam mengajukan pertanyaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Learning Cycle dapat meningkatkan kemampuan bertanya siswa. Hasil rata-rata kemampuan bertanya siswa dari awal pertemuan ke akhir siklus I dan ke akhir siklus II meningkat 15,5 poin dan 13,5 poin. Pada awal pertemuan rata-rata kemampuan bertanya siswa yaitu 23,75%, pada siklus I rata-rata kemampuan bertanya siswa sebesar 39,25% sedangkan pada siklus II rata-rata kemampuan bertanya siswa sebesar 52,75%. Dengan pembelajaran ini siswa menjadi lebih tertantang untuk memahami sendiri materi yang disampaikan dan mengerjakan sendiri soal-soal yang diberikan. Rasa percaya diri siswa juga bertambah dalam menyampaikan jawaban dan pendapat saat diskusi kelas. Motivasi siswa untuk bertanya semakin bertambah karena siswa merasa senang mengikuti pembelajaran dengan adanya pemberian reward bagi yang bersedia mengajukan pertanyaan.

Perbedaan prestasi belajar siswa pada materi trigonometri yang pembelajarannya menggunakan cooperative learning dan pembelajaran ekspositori di kelas X SMA Negeri 2 Batu / Vivi Wijayanti

 

Kata kunci: prestasi belajar, cooperative learning, pembelajaran ekspositori. Pembelajaran yang dilakukan di SMA Negeri 2 Batu seringkali berupa ceramah dan tanya jawab sehingga siswa cenderung pasif dan hanya menunggu informasi yang diberikan oleh guru. Jika guru mengadakan diskusi kelompok di kelas, siswa tidak dikelompokkan secara heterogen sehingga ada kelompok yang kesulitan menyelesaikan tugas. Aktifitas siswa dalam kelompok pun cenderung mengobrol dan tidak belajar. Siswa juga mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep trigonometri pada masalah yang diberikan. Salah satu model pembelajaran yang secara teoritis dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan siswa SMA negeri 2 Batu adalah cooperative learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 2 Batu yang pembelajarannya menggunakan cooperative learning lebih baik daripada pembelajaran ekspositori pada materi trigonometri. Penelitian ini termasuk penelitian semu karena hanya ada postes setelah perlakuan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling. Ada dua kelas yang digunakan sebagai sampel pada penelitian ini, yaitu kelas X-1 sebagai kelas kontrol yang diberi pembelajaran ekspositori, kelas X-3 sebagai kelas eksperimen yang diberi cooperative learning. Instrumen pada penelitian ini adalah soal tes yang berupa soal uraian. Sebelum soal tes digunakan untuk mengukur prestasi belajar, soal tes diujicobakan pada kelas lain dan didapatkan hasil semua butir soal tes digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata prestasi kelas kontrol adalah 72.62 dan rata-rata prestasi kelas eksperimen adalah 81.26. Hal ini berarti prestasi kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Hasil uji hipotesis dengan uji t menunjukkan nilai p = 0.003 atau p < 0.05 yang berarti tolak H0. Hasil ini merupakan pengaruh dari perlakuan berbeda yang diberikan kepada kedua kelas yang memiliki kemampuan awal yang sama. Jadi, kesimpulan penelitian ini adalah prestasi belajar siswa kelas X yang pembelajarannya menggunakan cooperative learning lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran ekspositori.

Perbedaan pemanfaatan media gambar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa padamata pelajaran IPA kelas III Cawu I pokok bahasan tumbuhan antara siswa yang memanfaatkan media gambar dan siswa yang tidak memanfaatkan media gambar di SDN Merjosari 02 Malang oleh Nurul I

 

Menyadarpi entingnypae rananm ediad alamp embelajara9nilt llut ldanya kemampuanp rofesionailu ii liuru guru dalam memanfaatkanm edia pembelajaran ;i"k" ;;;;"jung -r."o".r,uri lan pro-scsb clalarT glga.iar,b aik m,cdiay ang..sudah iiiiOiuf

Hubungan bimbingan belajar orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas IV mata pelajaran IPA di SDN se kepengawasan Sukun VII Kota Malang tahun pelajaran 2003-2004 semester II oleh Pratiknyo

 

Keefektifan teknik behavioral untuk meningkatkan motivasi belajar berhitung siswa kelas IV SD oleh Anis Hindarti

 

Motivasi belajar berhitung mempunyai peran penting dalam proses belajar mengajadr i kelas.M otivasi belajarb erhitun$d ipengeruhoi leh faktor yang berasal dari dilam diri siswa dan fahor yang berasal dari lingkungan. Faktor lingkungan yang dimaksud adalah guru. Guru sebagai menager conditiow. of learning harvs memperhatikakno ndisi belajar. Namun pada kenyataans ehari-harig uru kurang memperhatikasnit uasid an kondisi belajar,m isalnyay aitu guru memulai pelajaran dengink ondisik elasy angk otor dan gurut idak segeram enilai hasilp eke{aans iswa' periLku gurut ersebudi apatm engakibatkansi swam enunjukkanp erilakuy angt idak aktif di k--elaKs.o ndisi yang terburuk adalahs iswa suka membolos.P erilakus iswa y' an-g y- angd emikiant tapatd iubahd enganm enggunakatne knik behavioral. Birdasarkanp ermasalahatne riebut maka tujuan penelitiani ni adalahu ntuk mengetahusie jauhm anak eefektifant eknik behavioralu ntuk meningkatkanm otivasi behjL berhitungs iswaI V SD. Teknik behaviorayl angd imaksudd alamp enelitianin i adalah penggabungan antara peraturan kelas, interaksi guru-siswa, pengajaran sistematis, a^n p"*O"tiun reiiforcemenl. Teknik behavioral mcrupakan variabel bebas,s edangkaunn tuk variabelt erikatnyaa dalahm otivasib elajarb erhitung.Y ang dimaksud motivasi belajar dalam penelitian ini adalah keaktifan siswa dalam proses bela-j arp- Peemnbeeliltaiajanr adni kelas. ini termasuk penelitian eksperimen dengan menggunakan desam quasie xsperimenta(l ekspeimens emu)d engank ategonp re-test.andp ost test group ,lerign atauO ne GrolupP retest-PostlesrH. ipotesis dalam penelitiani ni adalaht eknik behavioral efektif untuk meningkatkan motivasi belajar berhitung siswa kelas IV SD. Dalam penelitian ini, dilalsanakan uji ahli dan uji lapangan. Uji lapangan bertujuan untuk mengetahuvi aliditas dan reliabilitas inventori yang telah disusun.U ji validitas rn.nggUoafunru musP rodzct Momentd an uji reliabiliAs menggunakanrw tts Alpha. Untrli mengetahui keefektifan teknik behavioral untuk msningkatkan motivasi belajar berhitung siswa kelas IV SD digunakan analisis l4/ilcoxon Signed Rank Test WinD Hasil perhitungand enganm enggunakana nalisis WilcoxonS ignedR ank Test yangb ertujuan-untuukn tukm engetahudi ua kondisi,k ondisi sebelumt reatmentd zn iesudah tbatuent. Dari hasil analisis data yaitu beda antara sesudah dan sebelum treatment diperoleh sebesar I pada signifikansi ( I > 0,05). Dengan demikian hipotesisy angd iajukand alamp enelitianin i ditolak' Hipotesidsi tolakm enunjukkabna hwate knikb ehavioraklu range fektifu ntuk meningkatkmano tivasbi elajarb erhitungs iswak elasI V SD.K urange fektifyate knik ini dikarenakabne beraphaa l, diantaranyyaa itu:a ) situasdi ank ondisip elaksanaan teknikb ehaviorayl ang kurang tepat, b) kemampuans iswa utamanyad alam penguasapaenr kaliand anp embagiand an ini terkaitd engank eterbatasasna ranad an prasatanyaa ngd imiliki siswa,c ) pengidentifikasiakna rakteristiks isway angt idak secarma enyelurudtt), penyampaiatunj uanp engajarayna ngh anyas ecarali sant idak ditulisd i papantu lis, ej pemberianto kenr einforcery angk urangt epatu tamanypaa da saatp enukaanto ken denganb ack-upr einfocer,d an f) jumlah sampeal taus ubyek p' eneiitiayna ogt erlaluk ecil sehinggan ilai rank yangd iperolenk egit'. . geidas-artahna sil penelitiani ni, dapatd isarankana gard ilalarkanp enelitian lebihl a-njumt, isalnyate kttikb "huuioraul ntukm eningkatkamn otivasbi elajarI PS' buf* "pr"gg,-.- teknik behavioral utatnanya tindakan ipsajaran perlu Aiperftutitun-fruf-hyaanl g mempengaruhmi otivasib elajars prya,{ ianjalanyay aitu: mbtiuasiin strinsik,w at

Pengukuran kadar zat pewarna nata de coco warna merah dengan metode penginderaan laser He-ne oleh Endang Puji Rahayu

 

Zat pewarna banyak digunakan di masyarakat dalam beberapa produk makanan dan minuman diantarJnya pada produk nata de coco yang ai1'*t outu* kemasanc up/gelasp. emerintahm elaiui menterik esehatante lah *",i"tuitun r.uou. bahan-pewarnyaa ng terkandungd alam produk minumarrs e.lenls-n-ata--'oe yaitu 70 ms{I, {au 70 ppm. Akan tetapi ke(yataannyab anyal proousenn actao dceo coco yang tidak mematuhinyad engant idak-mencantumkanje nis pewama dan jumlah kadarp ewarnanyau- ntuk itu perlu dilakukanp "oriti#p"-ffi*L ua* pewarnad- alam produk y-ta de coco. Tuiuan dari penelitiani ni:Jurur, *t"t mengetahui produk-produk nata de co"o y-g menyimpang dari aturan pemerintahte rsebut. sampel yang digunakan daram penelitian ini diperoreh dari pasar dan toko yanga t di masyarakayt ang merknyaa ntarar ain Mitra, Borobuduri* cir-ry Penelitian ini dilakukan di raboratorium Fisika Modem rurusan Fisika universitas Negeri Malang, dari bulan Mei sampai Juni 2003. n**g* penelitian yang digunakan percobaantu rbidimeter.A nafrfiastirs haseitls pneenreimliteiann-m A leant gygaunnga dkiagnu nakanlLtun .o program kompuer excel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semwl pro

Perbedaan prestasi belajar biologi antara siswa yang memiliki gaya belajar visual, auditorial, dan kinestik siswa kelas II SMU Negeri 2 Malang oleh Emilia Rustian

 

Beberapas trategip embelajarand irancango leh pengajard alamr angka meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun sebaik apapun suafu rancangan pembelajarant,i dak akan berhasild engano ptimal apabilat idak memperhatikan karakteristiks isway ang berbeda,d alam hal ini adalahg ayab elajar.A da tiga jenis gaya belajar, yaitu: visual, auditorial, dan kinestetik yang setiap siswa memiliki kecenderungany ang kuat pada salah satu gaya belajar walaupun dimungkinkan untuk memiliki lebih dari satu gaya belajar. Dengan mengetahui gayabelajar siswa maka guru dapat dengan mudah menyampaikan informasi dan siswapun dapat menenma informasi dengan mudah yang nantinya akan meningkatkan prestasi belajar mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan prestasi belajar biologi antara siswa yang bergaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Penelitiani ni termasukp enelitiane x-po.sfat clo atauk ausalk omparatif.P opulasiy ang digunakan adalah siswa kelas Il SMU Negeri 2 Malang. Sampel yang digunakan sebanyakd uak elasd enganju mlah siswa7 8 orang. Fengelornpokans iswab erdasarkang ayab elajamyad ilakukand engan pemberiana ngkety ang dirujuk dari buku QuantumT eaching,s edangkand atap restasi belajard iperolehd ari tes akhr semestery ang telah dibuat oleh Departemen PendidikanN asional,t ingkat daerah.B erdasarkanp erhitungana ngket,d iperoleh pengelompokang ayab elajar sisway aitu: 48 siswa bergayab elajarv isual, 15 siswa b"tgayabelajar auditorial, dan 15 siswab ergayab elajark inestetik.B erdasarkanu ji hipotesisy ang dilakukan denganm enggunakanu ji Anova dapatd isimpulkanb ahwa adap erbedaanp restasib elajarb iologi antaras iswa yangbergayab elajarv isual, auditorial. dan kinestetik.

Hubungan anatara bimbingan orang tua dan motivasi belajar dengan prestasi belajar biologi siswa kelas II semester II SLTP Negeri I Pare Kediri tahun ajaran 2002/2003 oleh Febriyani Purwaningtyas

 

ABSTRAK PurwaningtyasF, ebryani. 2003 Hubungan antara Bimbingan Orang 'l'ua dan Motivasi Belajar denganP restasiB elajar Biologi SiswaK elasI I SemesteIrI SLTPN egeriI Pare Kediri TahunA jaran 2002/2003S. kripsi,J urusanB iologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (l) Drs. Soewolo, M. Pd, (2)Dra. SusnyatMi ahanal,M . Pd Katak unci:BimbinganO rangT ua,M otivasi,d anP restasBi elajar. Pendidikand alam keluargam erupakanfo ndasia tau dasaru ntuk pendidikan selanjutnyaK. eluargam erupakans uatut empatt erbaik untuk memulai pendidikan.D i sinilah kesempatanp ertamay ang dimanfaatkana nak untuk mengembangkabna kat dan kreativitas mereka. Prestasi seorang siswa banyak dipengaruhi oleh beberapa faklor antara lain bimbingan orang tua dan motivasi belajar. Tujuanp enelitiani ni adalahs ebagabi erikut:(l) mengetahuhi ubungana ntara bimbingan orang tua dengan motivasi belajar siswa kelas II SLTP Negeri I Pare Kediri tahun ajaran2002l2003; (2) mengetahui hubungan antara bimbingan orang tua denganp restasbi elajarB iologi siswak elasn SLTPN egeriI PareK ediri tahuna jaran 200212003(3; ) mengetahuhi ubungana ntaram otivasib elajard enganp restasbi elajar Biologi siswa kelas II SLTP Negeri I Pare Kedin tahun ajaran 200212003(;4 ) mengetahui hubungan antara bimbingan orang tua dan motivasi belajar dengan prestasi belajar Biologi siswa kelas II SLTP Negeri I Pare Kediri tahun ajaran 2002t2003. Jenisp enelitiani ni adalahd eskriptifk orelasionalP. opulasid alamp enelitian ini adalah siswa kelas II semester Il SLTP Negeri I Pare Kediri tahun ajaran 200212003J. umlah populasi sebanyak2 51. Teknik pengambilans ampel secara randomS amplingJ. umlah sampelp enelitiana dalah6 3. lnstrumenp enelitiany ang digunakan untuk bimbingan orang tua dan motivasi belajar adalah kuesioner dan untuk prestasib elajar adalah studi dokumentasyi ang berupan ilai hasil ulangan umum Biologi semesteIrI . Teknik pengolahand ata denganm enggunakaann alisis korelasi product moment dan regresi ganda. Atasd asarp engujiante rhadaph ipotesism akah asilp enelitiand apatd isimpulkan sebagabi erikut:(l) adah ubungana ntarab imbingano rangt ua siswad enganm otivasi belajars iswak elasI I SLTPN egeriI PareK ediri tahuna jaran2 0021200d3e nganr: A,6a3,Q)a dah ubungana ntarab imbingano rangt ua siswad enganp restasbi elajar Biologi siswak elasI l SLTPN egeri I PareK ediri tahuna jaran2 00212003d enagnr : 0,962,(3)a dah ubungana ntaram otivasib elajard enganp restasbi elajarB iologi siswa kelasI I SLTPN egeriI PareK ediri tahuna jaran2 0021200d3e nganr: 0,582;(4)a da hubungana ntarab imbingano rangt ua danm otivasib elajar denganp restasbi elajar Biologi siswak elasI I SLTPN egeriI PareK edin tahuna jaran2 0021200d3e nganr : 0,973. Adapun sarany ang diajukan adalah :(1) pihak sekolahs eharusnyad apat menciptakan iklim sekolah yang sehat dan dapat meningkatkan layanan program bimbingan dan konseling di sekolahu ntuk membantum engembangkanp otensia nak didik seoptimalm ungkin;( 2) orangt ua hendaknyam ampum emberikanb imbingan yang baik bukan hanyas ekedarm enyerahkana nak pada lembagap endidikank arena bimbingan yang baik dan motivasi yang ada pada diri seorang siswa tidak dapat dipisahkan dengan prestasi yang diharapkan; (3) anak didik sebaiknya mampu meningkatkan motivasi belajar yang ada dalam dirinya sendiri untuk mencapai prestasyi angd iharapkan. ii

Gaya bahasa dalam terjemahan syair Diwan Syafi'i oleh Amien Wangsilaja dan Mahbub Jamaluddin oleh Ahmad Fadilahtur Rahman

 

setiap manusia pasti mempunyai gaya tutur yang berbeda dan bersifat ktras, begitujuga dengan paparan bahasa syair. Syair yang diungkapkan penyair yatrg satu dengan yarrg lain,juga mempunyai gaya bahasa yang berbeda' ierjemahan syair Diwan Syaf i oleh Amien Wangsiklaja dan Mahbub Jamaluddin mempunyai gaya bahasa yang bersifat khas. Hal inilah yang melatarbelakangi-penelitiinain. Tujuanp enelitianin i untukm emperolehd eskripsi tentang( l) gayau ihasap €rbandinga(na ntitesiss, imile,d iln personifikasi)(,2 ) gayab ahasap ertentangan(h iperbotad an litotes)' (3) gayab ahasap ertautgn (eiotcsisa taup ertanyaanre toris),( 4) gayab ahusap crulangan(r cpcti,si)S. ebapi pendukungt ujuan penelitiani ni, diuraikanlaht eori-teori berkenaand engang aya bahasate rsebut. Penelitiani ni dilakukan denganm enggunakanp endekatank ualitatif. Untuk menjawabk e tujuh permasalahanp eneliti menetapkand atab erupap aparan bahasas yair yang mengandungg ayab ahasat ersebut.D ata dikumpulkand engn carap eneliti membacam, emberi kode sesuaik andungang ayab ahasak, emudian mengelompokkasne suadi enganp crmasalahayna ngd irumuskanP. eneliti merupakanin strumenk unci dalamp enelitianin i denganb antuanta bel:( I ) pengumpuladna tad an( 2) analisisg ayab ahasa. Dari hasilp enelitianin i ditemukang ayab ahasaa ntitesiss ebanyak2 5 data (3|%),gayab ahasare petisli0 data( 12,5%)g, ayab ahasali totes3 data( 3'8%)' gayab ahasaE rotesis5 dxta(6,3Yo)g. ayab ahasah iperbola 12 data(15%)' gaya bahasas imile I 3 data( 16%),d ang ayab ahasap ersonifki asi I 2 data( l 5%)' Gaya bahasa antitesis merupalon gaya bahasa terbanyak digunakan oleh penyair. Hal ini dipengaruhoi leh isi dari syairt crjemahanD iwan Syaf i yangb anyakb erisi tentangn asihat-nasihayat ngm empertentangkaann taran olrna-norrnak hlak dengank enyataan.P enyaird alam mengungkapkang ayab ahasaa ntitesisa dad ua cara yaitu dengan kata-kata dan kclompok kata yang mempunyai perbedaan makna. Jadi, dapat disimpulkan bahwa gaya bahasa antitesis banyak dipergunakan dalam nasihat-nasihat. Gayab ahasar epetisi digunakanu ntuk menegaskans uatum aksud.G aya bahasali totes digunakanu ntuk maksudm erendahkand iri. Gayab ahasae rotesis ataup ertanyaanre torik digunakanu ntuk memperkuapt engaruha rgumen.G aya bahasah iperbolad igunakanu ntuk mernbesar-besarkasnu atuh al. Gayab ahasa simile digunakanu ntuk menyamakans esuatud engany ang lain, dan ditandai denganL ,atas ama,s epetti, mirip, seolah-oloh,d an serupa.G ayab ahasa personifikasid igunakanu ntuk memberikans uasanain dah dan hidup' lll

Karakteristik penggunaan bahasa puisi remaja di tabloid gaul oleh Rahmi Yulianti

 

Rernajas eringm eluapkane mosi, pikiran dan perasaaannyma elalui tulisan. Lebihd alaml agi, kepekaanp erasaanm erekajuga diungkapkand alam bentuk karya sastrab,a ik berupac erpenm aupunp uisi. Puisi bagi remajaa dalahm edia yang paling tepaut ntuk mengungkapkans egalab entuk curahanp eras€uudla n pikiran. Oleh karena itulah,d i setiape disi, Tabloid Gaul sebagabi ahanb acaany ang dikhususkanb agi remajam enyediakanru brik khususu ntuk memberi wadahb agi remajay ang gemar berpuisiP. enelitiani ni akan menguraikank arakteristikp enggunaanb ahasad alam puisi remaja. Sesuai dengan tujuan tersebut, masalah yang diteliti dalam penelitian ini rneliputpi emakaiand iksi dang ayab ahaia. Penelitianin i rnenggunakarna ncangank ualitatif. Datap enelitianin i berupa paparanke bahasaayna ng berkaitand engand iksi dan gaya bahasay ang bersumber dari puisi-puisi remaja yang ada di Tabloid Gaul edisi 15-19 tahun Il, April-Mei 2003.D alarnm engurnpulkand ata,p eneliti membacad enganc ermat puisi-puisi yang adaJ. ikad alams atup uisi dicurigait erdapamt inimald uaj enis diksi dan gayab ahasa, makap uisit ersebudt ijadikans umberd ata.P engumpuland atad ilakukano lehp eneliti dibantud engani nstrument ambahanb erupat able penjaringd ata.D alam menganalisis digunakanla ngkah-langkah(:l ) penyeleksian(, 2) pengkodean(, 3) pengklasifikasian, (4) penginterpretasiand,a n (5) penyimpulan. Berdasarkanh asil analisisd ata,d isimpulkanb ahwad alam puisi remajad i TabloidG aul penggunaand iksi yang dominan adalahd iksi konotatif, dengant ujuan penggunaaunn tuk memperhalusm aupunm empertegasu ngkapan.D iksi konl

Persepsi dan partisipasi masyarakat nelayan dalam bidang pendidikan formal di desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo oleh Mis Endang Sutin

 

ABSTRAK Sutin, Mis Endang. 2002. Persepsi dan Partisipasi Masyarakat Nelayan dalarn Bidang t eiaiaifan Formal di Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumherusilt KabupatenP robolinggo.s kripsi, JurusanP endidikanS ejarahF, akultasS astra UnivirsitasN egeri[ A"t"ng. Pembimbing: (1) Drs. KasimanuddinIs main,( 2) Drs. Slamet Sujud P.J, M. Hum. Kata Kunci : PersepsMi asyarakaNt elayan,P artisipasMi asyarakaNt elayan, Pendidikan Formal Padah akekatnyap endidikand alam aspek-aspekte rtentu merupakans osialisasi yangb erfungsim emeliharak eutuhand an kelanjutanh idup masyarakatnyaF. enomena i,*i *i"ai di Desa Gili Ketapang Yaitu masyarakat kurang peduli terhadap p"niiaidn formal sehinggam asyarakast edikit yang menyekolahkaann ak-anaknya, 'meskipun mereka tergolong orang mampu dari segi ekonomi. Masyarakat Gili Ketapangm ernilih menyekolahkana nak-anaknyad i Madrasahd ari pada di Sekolah Dasar. ialaupun mereka disekolahkan di Sekolah Dasar kebanyakan hanya sampai kelas tiga, r.Ltutr itu mereka di pondokkand i Pondok Pesantreny ang ada di Pulau Gili KeLpang atau di kobolinggo. Masyarakat Gili Ketapang mempunyai kebiasaan menikahkana nak-anaknyad i usia muda. Penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut (1) Bagaimanakah kehidupan sosial budaya masyarakat nelayan di Gili Ketapang?, (2) Bagaimanakah p.rr"prl masyarakant lluy- Gili Ketapangd alam bidang pendidikanf ormal?,( 3) 'gugaiu,n"nkah partisipasi masyarakat nelayan Gili Keiapang dalam bidang p"i6amn formal?. Ldapun tujuan penelitian ini adalah : (1) mendeskipsikan lehidupan sosialb udayam asyarakant elayanG ili Ketapang,( 2) Menje]askanp ersepsi masyarakant elayanG iti fetapang dalamb idangp endidikanf o*1!, (3) Menjelaskan partisipasim asyarakant elayanG ili Keapang dalam bidangp endidikanf ormal. ' Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu-pmsedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif tertulis atau lisan, fakta dari latar alami sebagai sumber langsung dari peneliti sendiri' Landasan teori yang digunakan adalah orientasi teoritik fenomena yaitu melihat objek penelitian-datain satu kontek natural dan menghendaki bersatunya subjek peneliti i"ng^ subjek pendukung objek penelitian serta adanya keterlibatan subjek peneliti di iapangan r'*ls p"n-titian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat deskiptif yaitu menggambarkank ehidupan sosial budaya masyarakatn elayan Gili Keta'pHaanilg t erutamad alamb idangp endidikan. penelitianm enunjukkanb ahwam asyarakact iti !9tag1e_lebih memilih menyekolahian anak-anaknya di Madrasah dari pada di Sekolah Dasar. Hal ini disebabkan masyarakat yang mempunyai persepsi yang kurang baik terhadap pendidikand i SelolahD asar.-Merekam engatakanilm u pengetahuayna ngd iperoleh di SekolahD asart idak akand i bawak e akheratt etapik alau pendidikand i Madrasah ;;;;;;r-p"i akheratp. ersepsyi angs alahi tu dilatarbelakangoil ehb eberapafa ktor *Jo r"i" yuitu , ltl ranor psitis, misyarakatp ernahm engalampi endidikany angd i masala lu metibatkanu nrui k"k".usand an masyarakattid ak ingin pcngalanraintu dialami oleh anaknya;( z) iaLtor fungsional, masyarakatl ebih m.enitikberatkanp ada ;G;;;b"b oenganb et

Studi komparasi tingkat pendidikan anak antara akseptor KB dan non Akseptor KB di Desa Bangkes Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan oleh Achmad Zaini

 

ABSTRAK Zaini,A chmad.2 003,StudKi omparasiT ingkatP endidikanA nak ontora AkseptorK B dan non Alcseptor KB di Desq Bangkes Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan..SkripsJi unrsanPendidikanG eografi Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuaAnl am,UniversitaNs egeriM alang.Pembimbing ( 1) .Drs.Budijanto,pembimbi(n tg I) Drs.M arhadiS lametK istiyanto,MS. i' Kata-KataK unci: TingkatP endidikanA nak,AkseptoKr B,Non AkseptorK B. Salah satu tujuan dari sistem Pendidikan Nasional adalah usaha untuk mencerdaskank ehidupan bangsa .dan mengengembangkanm anusia lndonesia seutuhnya,yanbge rbudi pekerti luhur,memiliki pengetahuand an ketrampilan,serta mempunyai rasa tanggung jawab guna membawa generasi muda dalam suatu lingkunganke tarabp erkembanganya ng lebih tinggi PendidikanA nak dalams uatuk eluargat idak mungkina kant erpenuhi,apabila dalam satu keluarga jumlah anggota keluarga besar,artinya kemungkinan menyekolahkan akk e tingkaty angl ebih tinggi itu rendah,sebaliknyaap abilad aiam satuk eluargaju mlah anggotak eluargak ecil,kemungkinanm enyekolahkaann akk e tingkayt angl ebih tinggi akant erpenuhi. Masalah kependudukany ang dihadapi oleh BangsaI ndonesiaa dalah jumlahP enduduky ang banyak,pertambahapne nduduky ang cepats ertap enyebaran penduduky ang tidak seimbanga ntara pulau yang satu dan pulau lainya, maka pro$amK B menjadis olusi pemerintahy ang secarala ngsunga kan mengatujra rak kelahirana nak. Populasdi an sampled alamp enelitiani ni adalahp arai bu rurnaht anggay ang adad i DesaB angkesK ecamatanK adur KabupatenP amekasan,baeyka ng Akseptor KB maupunn on Akseptor KB.sedangkanp engambilans ampelnyad enganc ara random samplings ecaras ederhana.Jumlasha mpeld alam penelitiani ni berjumlah 100o rangy angt erdirid ari 6l nonA kseptoKr B dan3 9 AkseptoKr B. Penelitianin i bersifadt eskriptif,yanbge rtuluanu ntukm engetahupie rbedaan tingkat pendidikan anak antara akseptor KB dan non akseptor KB.dalam pengumpulan datanya peneliti menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi,dalapmen golahadna tau renggunakatn-T estd anp ersentase. Dari hasil analisis data dalam penelitian ini didapatkan suatu kesimpulan bahwa":A daP erbedaayna ngs ignifikanTingkaPt endidikanA nak antaraA kseptorK B dann onA kseptoKr B di DesaB angkesK ecamatanK adur KabupatenP amekasan.

The effectiveness of collaborative strategic reading (CSR) on the reading comprehension achievement of the fourth semester students of PGSD IAILM Suryalaya-West Java / Fitri Annisa

 

Thesis. English Language Education. Graduate Program of State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Monica Djoehana D.Oka, M.A. (II) Prof. Dr. Michael Soenardi Djiwandono. Key words: effective, collaborative strategic reading (CSR), reading comprehension, conventional teaching reading activities This study was conducted to investigate whether the students who are taught using collaborative strategic reading (CSR) score significantly better in reading comprehension achievement than those who are taught using conventional teaching reading activities. The problem of the study is “Do students who are taught using collaborative strategic reading (CSR) score significantly better in reading comprehension achievement than those who are taught using conventional teaching reading activities?” as tentative answer to problem stated above, the hypothesis for this study stated a null hypothesis (Ho). The null hypothesis was formulated as follows: “Students who are taught by collaborative strategic reading (CSR) do not score significantly better in reading comprehension achievement than those who are taught using conventional teaching reading activities”. The design of the study was quasi-experimental with non-randomized pretest-posttest control group. The samples of this study were taken from the population of the fourth semester students of PGSD (Primary Teacher Training Programme), Institute for Islamic Studies “Latifah Mubarrokiyah” Suryalaya in the 2009/2010 academic year. The population was relatively large; there were three classes; class A was 30 students, class B was 26 students and class C was 32 students. In the present study, the cluster random sampling technique was done since the population was too large. The cluster random sampling in the study was taken by using lottery. The lottery was done toward the three groups of the population. Hence, basically, each of the groups had the same possibility to be the sample of the research and the result of lottery showed that class B was chosen as the experimental group and class A as the control group. In collecting data, the instrument was in the form of short answer test which covered the subject of matter of reading comprehension. Both of the experimental and control groups were given pretest; the experimental group was, then, taught reading comprehension using collaborative strategic reading (CSR) .Meanwhile, control group was taught with conventional teaching reading activities. After that, both groups were given a posttest, which was also used as the pretest. The data gained through pretest and posttest were analyzed statistically by using independent t-test. T-test analysis in pretest reveal that t-value for df 54 is 3.180 is greater than t-table (2.0105) at the level of significance of 0.05 for a two tailed test (t-value: 3.180 > t-table: 2.0105). This indicates that the subjects of experimental and control groups have significantly different before the experiment in their pretest scores of reading comprehension test. Based on the statistical computation for posttest using independent t-test, it is reveal that t-value for df 54 is 3.466 is greater than t-table (2.0105) at the significance of 0.05 for a two tailed test (t-value: 3.466 > t-table: 2.0105). This indicates that there is a significant difference means scores between students who are taught using collaborative strategic reading (CSR) and those who are taught using conventional teaching reading activities. Based on the result of research findings, it can be concluded that collaborative strategic reading (CSR) given to the experimental group is proved to be effective in increasing students` reading comprehension achievement. Thus, it is suggested that English teacher/ instructor utilize collaborative strategic reading (CSR) in the teaching of reading comprehension. Besides, for future study it is suggested to use other instrument such as questionnaire and interview to get the data on students` responses toward the implementation of collaborative strategic reading (CSR), the experiment study related to collaborative strategic reading (CSR) can be conducted to different academic levels of students , for example students of junior high school. Moreover, the findings of this research had provided the basis for future research in the same area.

Writing I syllabus of English language education program at State Institute of Islamic Studies Sulthan Thaha Saifuddin Jambi / Monalisa

 

Thesis. Graduate Program in English Langauge Education, the State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. Nur Mukminatien, M. Pd. (II) Prof. Ali Saukah, M.A., Ph.D. ABSTRACT Key words: Writing, Syllabus, Instructional material. Since each component of the present Writing I syllabus used by English Language Education Program at State Institute of Islamic Studies Sulthan Thaha Saifuddin Jambi is considered less related to each other and not easily interpreted, it is necessary to provide a precise guideline for this course. The result of a preliminary survey in this program shows that the syllabus is not revised yet; the teacher only follows the guideline available in the writing coursebook entitled Writing Academic English. It can be noted further that this guideline is not sufficient to meet the needs of novice writers because most academic writing is expository in nature that is suitable for intermediate to advanced students. Therefore, a need for designing a syllabus and some instructional materials that are appropriate for the teaching of Writing I course for second semester students of English Language Education Program at this institution is inevitable. The Research and Development (R&D) procedure is employed in this study. The model used for designing the syllabus and developing some instructional materials follow Yalden’s model known as Language Program Development (1987) with a bit modification. It covers nine stages: (1) need survey, (2) description of the purpose, (3) selection of syllabus type, (4) production of proto-syllabus, (5) production of pedagogical syllabus and instructional materials for five meetings, (6) expert validation, (7) field testing, (8) revision, and (9) final product. The developed syllabus which is designed to have skills in writing through process writing is categorized as skills and process syllabus because this type of syllabus emphasizes on organizing writing course around skills and process such as generating ideas, organizing ideas, and revising. The skills to master in Writing I are the abilities to create sentences, and composing narrative and descriptive paragraphs. The topics to cover are the types of sentences and the organization of paragraphs, and narrative and descriptive paragraphs. The grammar to follow is the differences between phrases, clauses, and sentences, and the mechanics involved are on the punctuation and capitalization. The developed syllabus then was validated by an expert and tried-out to see its effectiveness. Later, the syllabus was used as the basis to develop instructional materials for five meetings. The materials were also validated by another expert and tried-out. Based on the suggestions from the expert and the result of try-out, the materials were revised. Therefore, the final products of this study are a Writing I syllabus and the instructional materials for five meetings. The syllabus also provides five models of lesson plan. Both syllabus and instructional materials have been empirically tested in the try-out stage. Therefore, it will be easy for the users to make the other lesson plans and instructional materials by referring to those models. Both products can optimally achieve their better quality when they are supported with more time and resources as well as by more people.

Studi tentang pengaruh latar belakang sosial ekonomi dan perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa di Madrasah Aliyah "Sunan Bonang" Parengan Tuban oleh Mohamad Sahlan

 

ABSTRAK SahlaMn,o hamad2. 003.S tudit entangP engaruhL atar BelakangS osialE konomi Llan l)erhatian Orang tua !'erhadap Prestasi Belajar Siswa di MA. SunanB onangP arengun! 'uban.J urusanPendidikaEnk onomi KoperasiP. rogramS tudiE konomiK operasiU. niversitasN egeri MalangP. embimbinIg: Prof.D r JGN irbito,M .Pd.,P embimbnIgI: Drs.S ugengH adiU tomo,M .Ec. IGtaK unci: Latarb elakangs osiale konomi,P erhatianP, restasi. Pendidikanm erupakanh al yangs angapt entingd alamk ehidupanP. endidikan berlangsusnegu murh idupd ilaksanakadni lingkungank eluargam, asyarakadt,a n sekolahD.a lamu saham eningkatkanm utup endidikand iperlukans aranap rasana yangm emadai. Suatuk enyataadna larnd uniap endidikabna hwat ujuany angd iinginkanti dak dapadti capasi ecaram enyeluruhd, alama rti subyekp endidikany aitu siswad alam suatsue kolahU. ntuk mencapasi uatut ujuand iperlukana danyas aranab elajary ang memaduani tukm encapapi restasbi elajarb agi siswa.P emenuhasna ranab elajar sangatet rgantungd ari keadaans osiale konomid anp erhatiano rangt ua terhadap belajarrn erekaB, agi sisrvay angk uranga taut idak terpenuhai kana danyas arana belajadra np erhatiano rangt ua,m akap restasmi erekaa kanm engalaminh ambatan. Untukm engungkapkaisni tersebupt enelitianin i merumuskamn asalah sebagbaei rikut(: l) Bagaimanlaa tarb elakangso siael konomoi rangt uas iswa MadrasaAhli yah ParenganT uban;( 2) Bagaimanap erhatiano rangt ua dalamk aitan padasa ranab elajars iswaM A. SunanB onangP arenganT uban;( 3) Bagaimana prestabsei lajars iswad i MA. SunanB onangP arenganT uban;( 4) Bagaimana pengarulaht arb elakangs osiale konomio rangt ua terhadapp restasbi elajars iswaM A SunaBno nangP arenganT uban. Populasdi ari penelitianin i berjumlah2 46 siswas edangs ampeyl ang digunaka5n0 o/od af,p opulaspi erjumlah1 23s iswas edangkatne knik analisad atanya menggunaksatna tistikd eskriptifu ntukm enggambarkalant arb elakangs osial ekonomdia np erhatiano rangt ua sertaa nalisisr egresig anda. Hasilp enelitiana dalah(: I ) Latarb elakangs osiale konomio rangt ua meliputi: 50s iswam empunyalia tarb elakangs osiale konomit inggi (40,65%),43s iswa mempunylaait arb elakangs osiale konomrs edang(3 4,95o/od)a n3 0 siswam empunyai latabr elakangs osiale konomir endah( 24,39%):( 2) Perhatiano rangt ua meliputi: 15 siswam empunyapi erhatians angatti nggi (12.200/o),2s0i swam empunyapi erhatian tingg(i1 6.26%)4, 8 siswam empunyapi erhatians edang(3 9.02%)d an4 0 siswa mempunypaei rhatianre ndah( 32.52%);( 3) Prestasbi elajarm eliputi:8 5 siswa mempunyparie stasbi elajarb aik( 69.10%)3, 8 siswam empunyapir estasbi elajar cukubpa ik( 30.90%). IV

Peranan media slide dalam pelatihan di Balai Latihan Instruktur dan pengembangan pertanian Singosari Malang oleh Ach. Fauzi Effendy

 

mMydmaiaeeenlddnagiiyamaa pakS s iiejna lilikmisdndate edbrmnu, mie tkakeletaetulerijmtraurip i pra pemaameldnakelpia ta liBuithnpihaaa.u;annlatani i.ln ia.p PLs \estaerrauntaitkehuntlam uaitnirnea,i m ndntisii ennatdig np iatreaakkm thsa bl'naiede m*feli ase,ij mea[p"nr*u"asina,niny gt ,rap"iaa.n*supi"g" *m. dtpu*a_i*rp,p *ra .rLatd mie"im ne.hoa "inay.bfa saatnaitogatkeM nda s inaemu ysbniaaaltinl,kgakgiahi ppmeeellaldlhtiiaahPs nalei,nd kneee mdliatainam ndhp eausmaknbrm iapettadifnii na yi a sbnlideger td,u-ikajuelaammnma i medpnaudlaaemnsin k msiptersumikkataunnrf :app aeetlrakaatnihnama nmne ,d etiindagi asks laildtid eee fid dsaaiellaanmsmi nAen'anlgifgsMa dematotbadaleark naygpanden irggau nndaaingk,ua knnaa argad katleardh updlea*r ns eknipmteaansmdeee lpintuiaganan n m imneie ndgaiagd uasnllaiadhke a dndse uasblkaynmepk tpp ife enlaetyrihiatainangn, SdT p.l"tihanp, esertpae latihadna nl embaiap "iltr;1il-gLp-p"n-ion Singosari Malang. ---e- rv'Et"rw' rsrr.. ' nsBpcecllcnnPajy-erPeamsPHeb isebarattarsaeraaatinmlan nnpinaaage aintn knni.smH eedt a tlaa5ei rtllaldia ,a7 iimninan5s d bio tsirekhlutdiene dkattretaubnu hkuwr -ud gh daiaai eb wlmanaaaghmbnaawa crnraipa n p merryeart7aaesa t7esdtai,irihi Sadt-aa ao%sp nnllaei .d smhteaea etbdnrnhai mgiognauaa,t tniamu mfs a:ivukea uentdkrmpiraaguan mdmd kaioepflrmnauoymaruaenn pidh iitea kalyanaams tmi pih eaaaylanntaerc dnu.aiigi ldn ..yrt itu dirunjang. oreii kemami"* -i*o"tt* mfuejunaynsae jibkeasnan8ry5 Daoa.l 0ra. m pelatihan,m edia sride memiliki tindgaklaamt . nmrie#mi propdeunkcsai pdaaiann lydpcaaobrndpg.uti p epkeKresbremisma notaeadnnysdailfa.i laaanyas gatlma indngaen dm.y iwkhapuaa urdlm aaanuepgpmi a oupdpnrato rilmedamuhakk lb uskaisri argeenarnttg eaa trm e klrieasnmieitm dmbinaaeygnmaay p maildei keariamn plaailr ptiokaeiyn nfe kogkoteotlmoegrkrbs asaaif n,mmrsg epeabadpnaiir 6 aog dasuuial nidklaiestt,i upaya untuk mengatasi kesulitan tersebut adalah bekerja sama dengan lembaga atauin dividu yang mampum emproduksim edia slide. saran yang dapat diberikan antara lain lembaga harus menyediakan dana pengembangamne dia,m engirim beberapap ersonil ke lembagap elatihanf otografi untuk meningkatkakne mampuanm emproduksim edia slide dan menambahp eralatanf otografi yang memadai sehingga dapat meningkatkan produksi media slide serta meningkatkan kualitapse latihand i BllP-Pertanian.

Identifikasi kesulitan belajar siswa dalam mata pelajaran gambar dasar bangunan kelas X di SMK Negeri 6 Malang / Ratih Kristananegara

 

Kata Kunci : Identifikasi, Kesulitan Belajar, Gambar Dasar Bangunan Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan siswa kelas X yang belum memiliki dasar dalam menggambar bangunan khususnya dalam hal memahami konsep dan penerapan konsep gambar dasar bangunan ke dalam kertas gambar. Siswa kelas X merupakan kelas baru dan peralihan dari SMP yang mulai beradaptasi dengan materi gambar dasar bangunan di sekolah kejuruan, sehingga dalam proses pembelajaran dapat mempengaruhi pemahaman, penguasaan materi dan perolehan hasil belajar siswa pada awal semester di kelas X. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor kesulitan siswa dalam memahami konsep menggambar dasar bangunan dan mengetahui faktor-faktor kesulitan siswa menerapkan/menuangkan konsep menggambar dasar bangunan ke dalam kertas gambar. Pemilihan identifikasi kesulitan belajar menggambar dasar bangunan dilakukan pada siswa SMK, khususnya pada semester satu. Dengan menentukan siswa kelas X sebagai sampel untuk menentukan kesulitan pada awal-awal sekolah di SMK, dengan menitik beratkan pada kajian mata pelajaran menggambar. Hal ini dikarenakan tidak adanya panduan menggambar dasar yang baku pada waktu mereka di SMP. Identifikasi kesulitan belajar pada siswa ini akan berpengaruh positif terhadap siswa maupun guru. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam hal pemahaman konsep, siswa belum begitu paham tentang konsep menggambar dasar bangunan yang dijelaskan di dalam mata pelajaran menggambar. Begitu pula dalam hal penerapan konsep menggambar dasar bangunan, siswa banyak yang tidak paham cara menerapkan konsep menggambar dasar bangunan ke dalam kertas gambar. Untuk mengatasi kesulitan tersebut maka dalam hal pemahaman konsep, diperlukan model pembelajaran yang kontekstual sehingga pembelajaran akan lebih menarik dan siswa akan lebih mudah dalam memahami konsep dasar menggambar bangunan. Dalam hal penerapan konsep diperlukan media pembelajaran sebagai alat peraga untuk menyampaikan materi yang diajarkan. Alat perga tersebut dapat berupa gambar detail yang membuat siswa lebih memahami dan bisa menerapkannya ke dalam media gambar, berupa kertas gambar.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 |