Peningkatan kemampuan mengarang dongeng dengan teknik "Mancatat dan menukar informasi" pada siswa kelas VII / Nurdiana Eka Novianjani

 

ABSTRAK Novianjani, Nurdiana Eka. 2009. Peningkatan Kemampuan Mengarang Dongeng dengan Menggunaan Teknik “Mencatat dan Menukar Informasi” pada Siswa Kelas VII. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd. . Kata kunci: mengarang dongeng, teknik “Mencatat dan Menukar Informasi”. Kurang terstrukturnya kegiatan siswa dalam melaksanakan tiap tahap mengarang, yaitu tahap pramenulis, menulis, dan pascamenulis menyebabkan siswa sulit mengarang termasuk mengarang kembali dongeng. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan sebuah teknik pembelajaran baru, yaitu teknik “Mencatat dan Menukar Informasi”. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan mengarang pada tahap pramenulis, menulis, dan pascamenulis dengan teknik tersebut. Teknik ini dilaksanakan dengan langkah-langkah siswa: (1) berkelompok dan berbagi tugas mencatat unsur-unsur dongeng, (2) mendengar atau membaca dongeng, (3) mencatat unsur dongeng, (4) bertukar informasi dengan anggota kelompok, dan (5) membuat kerangka karangan. Setelah itu, barulah siswa mengarang dan merevisi karangan. Penelitian ini berjenis kualitatif. Rancangan penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VII D SMP Ar-Rohmah Batu dan dilaksanakan pada tanggal 10, 13, 17, dan 20 November 2009. Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa kemampuan mengumpulkan bahan karangan berupa unsur dongeng pada tahap pramenulis siswa sebesar 68,2%. Kemampuan mengembangkan unsur-unsur dongeng pada tahap menulis dan pascamenulis masing-masing adalah sebesar 45,5% dan 68,2%. Selama proses pembelajaran minat siswa sudah muncul akan tetapi keseriusan dan keaktifan kurang muncul. Dari kegiatan refleksi dinyatakan bahwa siklus I kurang berhasil. Keberhasilannya adalah siswa dapat: (1) dapat mencatat unsur cerpen secara sederhana, (2) mengembangkan karangan, dan (3) tumbuh minat siswa. Kegagalannya karena karangan siswa kurang: (1) menggambarkan keruntutan peristiwa, (2) sesuai dengan dongeng yang didengar, (3) dapat menggunakan bahasanya sendiri, (4) tepat ejaannya, dan (5) kurang pengaturan waktu pembelajaran. Berdasarkan kegagalan tersebut perlu adanya perbaikan pada siklus II. Pada siklus II kemampuan mengumpulkan bahan karangan berupa unsur dongeng pada tahap pramenulis sebesar 86,4%. Kemampuan mengembangkan unsur-unsur dongeng pada tahap menulis dan pascamenulis masing-masing adalah sebesar 72,7, dan 90,9%. Berdasarkan pengamatan, minat, keseriusan, dan keaktifan siswa mulai meningkat. Dari hasil siklus I dan II dapat disimpulkan bahwa dengan teknik “Mencatat dan Menukar Informasi” kemampuan mengarang siswa mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan tentang penggunaan teknik “Mencatat dan Menukar Informasi” pada pembelajaran bahasa dan sastra lainnya. Selain itu, diharapkan adanya penelitian sejenis dengan subjek penelitian yang berbeda dan pengembangan teknik “Mencatat dan Menukar Informasi” agar teknik ini layak digunakan.

Penggunaan media pembelajaran gambar berseri untuk meningkatkan motivasi belajar bahasa arab siswa kelas V MI Sunan Kalijaga Karangbesuki Malang / Hadid Afiat Imansyah

 

ABSTRAK Imansyah, Hadid Afiat. 2009. Penggunaan Media Pembelajaran Gambar Berseri Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Sunan Kalijaga Karangbesuki Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Muhaiban. Keyword: Penggunaan, Media, Gambar Berseri, Madrasah Ibtidaiyah . Pada dasarnya penggunaan media pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan dan melancarkan tercapainya hasil belajar siswa. Demikian juga penggunaan media-media gambar berseri dalam pembelajaran adalah untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan penerapan/penggunaan media gambar berseri dalam pembelajaran BA siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Sunan Kalijaga Karangbesuki Malang, (2) Mendeskripsikan proses peningkatan motivasi belajar bahasa Arab siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Sunan Kalijaga Karangbesuki Malang dengan menggunakan media gambar berseri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus. Setiap siklus dilakukan dalam satu kali pertemuan. Perencanaan pembelajaran pada siklus ke-1, ke-2, dan ke-3 disusun berdasarkan masalah-masalah yang ditemukan di lapangan. Perencanaan tersebut berupa pemilihan materi atau fokus pembelajaran yang disesuaikan dengan hasil observasi awal. Dalam penelitian ini digunakan instrumen sebagai berikut : (1) Lembar Format Observasi, (2) Pedoman Interview, (3) Form Pencatat Dokumen. Di samping itu pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode : (A) Observasi, (B) Wawancara, (C) Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar berseri efektif dalam meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran bahasa Arab. Tujuan penerapan media gambar berseri untuk meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Arab dapat dikatakan telah tercapai. Hasil observasi siklus I, siklus II, dan siklus III menunjukkan bahwa mereka mengalami peningkatan motivasi per siklus. Ini dibuktikan melalui indikator motivasi belajar yaitu a) konsentrasi belajar sangat tinggi, (b) bergairah membaca teks percakapan, (c) Tidak suka membuang waktu, (d) aktif bertanya, (e) aktif menjawab pertanyaan yang mengalami peningkatan dari siklus I sampai dengan siklus III . Hasil observasi antara motivasi belajar siklus I dan siklus II terjadi peningkatan rata-rata motivasi belajar sebesar 3,3 % . Dan hasil observasi antara motivasi belajar siklus II dan siklus III terjadi peningkatan rata-rata motivasi belajar sebesar 5,6 %..

Penerapan model pembelajaran deep dialog/critical thinking (DD/CT) untuk meningkatkan proses dan hasil belajar PKn kelas V di SDN Pakisaji 2 tahun pelajaran 2009/2010 / Dita Sari Handariyanti

 

ABSTRAK Handariyanti, Dita Sari. 2009. Penerapan Model Pembelajaran DeepDialog/Critical Thinking (DD/CT). Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H.Sutarno, M. Pd, (2) Drs. Usep Kustiawan, M. Sn Kata Kunci: Pembelajaran deep dialog/critical thinking, proses belajar, hasil belajar PKn. Berdasarkan observasi di kelas V SDN Pakisaji 2 kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang terdapat beberapa permasalahan pada pembelajaran PKn, diantaranya adalah siswa cenderung pasif dan siswa merasa bosan dalam pembelajaran PKn, nilai rata-rata kelas siswa kelas V pada hasil belajar 66 masih kurang dari kriteria yang ditentukan yaitu nilai 70. Hal ini dikarenakan metode yang dipergunakan pada pembelajaran PKn adalah konvensional.Oleh karena itu, pada penelitian ini dicoba untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran DD/CT untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa melalui Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Deep Dialogue/Critical Thinking pada kelas V SDN Pakisaji 2. (2) mendeskripsikan peningkatan proses belajar PKn melalui model pembelajaran Deep Dialogue/Critical Thinking pada kelas V SDN Pakisaji 2. (3) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar pada pembelajaran PKn dengan menggunakan Deep Dialogue/Critical Thinking pada kelas V SDN Pakisaji 2. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang terdiri dari: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan (observasi), (4) refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Pakisaji 2 yang berjumlah 20 siswa terdiri atas 13 siswa perempuan dan 7 siswa laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan Deep Dialog/Critical Thinking (DD/CT) pada mata pelajaran PKn dapat meningkatkan proses belajar siswa yaitu dapat diketahui bahwa prosentase siswa berani bertanya dengan kemauan sendiri meningkat 10%, yaitu prosentase pada siklus I mencapai 40% dan prosentase pada siklus II mencapai 50%. Prosentase berani mengungkapkan pendapat dengan kemauan sendiri mengalami peningkatan 15%, yaitu prosentase pada siklus I mencapai 30% dan prosentase pada siklus II mencapai 45%. Prosentase kerjasama dengan kemauan sendiri mengalami peningkatan 10%, yaitu prosentase pada siklus I mencapai 20% dan prosentase pada siklus II mencapai 30%.(2) Penerapan Deep Dialog/Critical Thinking (DD/CT) pada mata pelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu prosentase pada Siklus I sebesar 75%, sedangkan prosentase pada siklus II meningkat menjadi 80%, hasil belajar mengalami peningkatan sebesar 5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka peneliti menyimpulkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran Deep Dialog/Critical Thinking dapat meningkatkan proses belajar siswa paa mata pelajaran PKn.(2) menerapkan model pembelajaran Deep Dialog/Critical Thinking dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn. Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti memberikan saran antara lain: (1) Bagi guru kelas disarankan untuk menggunakan model pembelajaran Deep Dialog/Critical Thinking sebagai suatu alternative proses pembelajaran siswa di kelas, karena hasil penelitian membuktikan bahwa model pembelajaran Deep Dialog/Critical Thinking dapat meningkatkan proses dan hasil belajar khususnya pada mata pelajaran PKn di SD.(2) Bagi peneliti selanjutnya, mengingat adanya keterbatasan dalam penelitian ini yaitu mengenai pokok bahasan, maka untuk mengetahui lebih jelas tentang model pembelajaran Deep Dialog/Critical Thinking dalam pembelajaran PKn maka perlu dilakukan penelitian pada pokok bahasan PKn yang lain.(3) Penerapan Deep Dialog/Critical Thinking (DD/CT) dalam pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini dapat diterapkan pada penelit-peneliti selanjutnya sesuai dngan kompetensi dasar yang ingin dicapai

Pengembangan media video pembelajaran mata tataran supervisi pendidikan di Departemen Edukasi PPPPTK/VEDC Malang / Fanny Suraya Novliana

 

ABSTRAK Novliana, Fanny Suraya. 2009. Pengembangan Media Video Pembelajaran Mata Tataran Supervisi Pendidikan di Departemen Edukasi PPPPTK/VEDC Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Mohammad Efendi, M.Pd., M.Kes, (II) Yerry Soepriyanto, ST, MT Kata Kunci: video pembelajaran, supervisi pendidikan, PPPPTK/VEDC Malang. Mata tataran supervisi pendidikan biasanya mencakup kepemimpinan, management kelas, supervisi pendidikan, didaktik metodik, teori organisasi. Yang menjadi permasalahannya adalah para peserta kurang bisa menangkap materi yang diberikan oleh pemateri. Hal ini dikarenakan media yang digunakan untuk menyajikan materi adalah makalah dan power point, sedangkan materi yang harus disampaikan sangat banyak sehingga model pemberian materi menjadi kurang efektif. Untuk itu diperlukan suatu model pengembangan yang lebih efektif yaitu dengan pengembangan media video pembelajaran agar materi dapat diserap oleh peserta. Tujuan pengembangan media video untuk memberikan variasi pembelajaran terhadap peserta didik yang mengikuti mata tataran supervisi pendidikan di departemen edukasi PPPPTK/VEDC Malang, selain dari penyampaian lewat power point dan makalah. Agar suasana pembelajaran lebih menarik, variatif, dan komunikatif sehingga secara tidak langsung dapat memudahkan para peserta didik untuk menyerap materi yang disampaikan. Dalam pengembangan media video pembelajaran Mata Tataran Supervisi Pendidikan menggunakan model Sadiman. Subjek uji coba pengembangan media ini adalah peserta pelatihan yang mengikuti mata tataran supervisi pendidikan di departemen edukasi PPPPTK/VEDC Malang. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket yang diuji coba oleh ahli media, ahli materi, dan peserta pelatihan. Untuk mengukur hasil belajar menggunakan tes berbentuk pilihan ganda berupa pra-tes dan pasca-tes. Analisis data angket menggunakan teknik analisis deskriptif dengan teknik persentase, sedangkan untuk melihat perbandingan antara pra-tes dan pasca-tes menggunakan teknik diagram. Hasil pengembangan media video pembelajaran ini berdasarkan analisis data dari hasil uji coba yang diperoleh dari angket 2 orang ahli media dan 1 orang ahli materi, dan kelompok peserta pelatihan, kemudian dianalisis berdasarkan atas tabel spesifikasi sudjana, memenuhi kriteria valid menurut ahli media, ahli materi, audien. Sedangkan untuk tes hasil belajar menunjukkan media video ini terbukti efektif. Saran yang diajukan adalah sebagai berikut: (1) Bagi peserta pelatihan, sebaiknya mendengarkan penjelasan dari instruktur, bagaimana cara menggunakan media video pembelajaran dan membaca petunjuk cara menjawab soal, (2) Bagi instruktur, media ini dapat digunakan untuk mempermudah penyampaian materi agar tampak lebih menarik, variatif dan komunikatif, (3) Bagi jurusan teknologi pendidikan, media ini dapat dijadikan referensi dalam pengembangan media pendidikan.

Peningkatkan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran IPA kelas V SDN Mergosono I Kecamatan Kedungkandang kota Malang / Eni Candrawati

 

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penulisan skripsi dengan judul “ Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV Mata Pelajaran IPA di MI Senden Tahun Ajaran 2007/2008” dapat diselesaikan tepat waktu. Skripsi ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya karena ada bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis sampaikan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M. Pd selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. 2. Bapak Drs. Ahmad Samawi, M. Hum selaku Ketua Jurusan KSDP Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian. 3. Bapak Drs. H. Sutarno, M. Pd selaku Ketua program Studi S1 PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. 4. Bapak Drs. Sunyoto, S. Pd, M. Si selaku Koordinator Pelaksana Program III Blitar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. 5. Bapak Drs. Dr. Sa’dun Akbar, M. Pd selaku penguji yang telah meluangkan waktunya untuk menguji serta memberikan saran dan bimbingan kepada penulis sehingga skripsi ini menjadi lebih baik. 6. Bapak Drs. Ir. Endro Wahyuno, M. Si selaku Dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, saran, dan motivasi kepada penulis sehingga skripsi dapat terselesaikan tepat pada waktunya. 7. Ibu Dra. Lilik Bintartik, M. Pd selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, motivasi, saran dan kritik, serta pengetahuan tentang cara penulisan skripsi dengan benar. 8. Bapak Abu Sopyan, S. Ag selaku kepala sekolah MI Senden yang telah memberikan ijin dan mendukung pelaksanaan PTK di sekolah ini. 9. Bapak dan Ibu Guru MI Senden yang telah mendukung dan membantu terselesainya pelaksanaan PTK. 10. Siswa - siswi kelas IV MI Senden selaku subyek penelitian dalam penyusunan skripsi ini. 11. Terima kasih yang sebesar-besarnya penulis haturkan kepada Bapak dan Ibu yang selalu berdoa, memberikan dukungan baik moril maupun materiil tanpa batas demi ilmu yang penulis peroleh. Penulis akan selalu mengingat dan menyayangi beliau berdua. 12. Rekan-rekan mahasiswa S1 PGSD angkatan 2005 yang telah memberikan dukungan dan semangat kepada peneliti demi selesainya penulisan skripsi ini. 13. Semua pihak yang telah membantu terselesainya skripsi ini, yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Segala bantuan yang telah diberikan semoga menjadi amal baik di dunia hingga akhirat. Penulisan skripsi ini, masih jauh dari sempurna untuk itu saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga penulisan skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Blitar, 24 Desember 2008 Penulis ABSTRAK Cahyarini, Naning, Dwi. 2008. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV Mata Pelajaran IPA di MI Senden Tahun Ajaran 2007/2008. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M. Si (2) Dra. Lilik Bintartik, M.Pd. Kata kunci: penerapan, model pembelajaran inkuiri, prestasi belajar siswa, mata pelajaran IPA, Madrasah Ibtidaiyah. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang membahas tentang gejala alam yang bersifat empirik. Gejala alam tersebut menjadikan pembelajaran IPA tidak hanya verbal tetapi juga faktual. Pada kenyataannya pembelajaran IPA di MI Senden belum mencerminkan pembelajaran yang empirik dan faktual. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap pelaksanaan pembelajaran IPA di MI Senden diperoleh permasalahan sebagai berikut: (1) prestasi belajar siswa yang berupa pemahaman konsep masih kurang, yaitu dengan rata-rata 61, 5%, (2) prestasi belajar siswa yang berupa keterampilan mengkomunikasikan hasil kerja siswa masih perlu dikembangkan, yaitu dengan rata-rata 67, 03%, (3) prestasi belajar siswa yang berupa berpikir kritis belum mencapai target yang ditetapkan, yaitu dengan rata-rata 61, 55%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan penerapan pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran IPA kelas IV di MI Senden Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek, mendiskripsikan peningkatan prestasi belajar siswa yang berupa pemahaman konsep, keterampilan mengkomunikasikan hasil kerja dan sikap berpikir kritis. Perlu adanya inovasi dalam pembelajaran sebagai upaya untuk mengatasi permasahan tersebut. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran inkuiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitiannya adalah siswa kelas IV MI Senden yang berjumlah 38 orang siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi, tes dan dokumentasi selama proses pembelajaran. Analisis data dilakukan setelah pemberian tindakan pada masing-masing siklus. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Analisis kuantitatif dalam penelitian ini dilakukan terhadap hasil tes yang dilaksanakan pada akhir siklus. Analisis deskriptif kualitatif dalam penelitian ini menggunakan sistem Penilaian Acuan Patokan (PAP) dan dilakukan terhadap prestasi belajar siswa secara keseluruhan. Penelitian dilaksanakan selama 2 siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi serta refleksi. Instrumen yang digunakan adalah soal tes, pedoman observasi dan skala bertingkat. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: prestasi belajar siswa yang berupa pemahaman konsep IPA secara klasikal mengalami peningkatan dari 61, 5% pada pra tindakan menjadi 72, 89% pada siklus I, kemudian menjadi 77, 5% pada siklus II. Prestasi belajar yang berupa keterampilan proses mengkomunikasikan hasil kerja mengalami peningkatan dari 67, 03% pada pra tindakan menjadi 72, 37% pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 77, 97% pada siklus II. Prestasi belajar yang berupa sikap berpikir kritis mengalami peningkatan dari 61, 55% pada pra tindakan menjadi 67, 39% pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 75, 78% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA dengan materi pokok Energi dan Perubahannya, keterampilan mengkomunikasikan hasil kerja dan sikap berpikir kritis siswa di MI Senden Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan guru menerapkan model pembelajaran inkuiri dalam pembelajaran IPA dan pembelajaran yang berpusat pada siswa, sehingga prestasi belajar siswa meningkat dan pembelajaran yang dilakukan lebih bermakna. Bagi peneliti lain diharapkan untuk meneliti model pembelajaran inkuiri pada materi yang lain dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran IPA. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Manfaat Penelitian E. Ruang Lingkup dan Batasan Masalah F. Definisi operasional BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pembelajaran IPA di SD B. Prestasi Belajar C. Model-model Pembelajaran D. Model Pembelajaran Inkuiri E. Kajian Materi Energi dan Perubahannya F. Kerangka Berfikir Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian B. Lokasi dan Waktu Penelitian C. Subyek Penelitian D. Data dan Sumber Data E. Teknik Pengumpulan Data F. Instrumen Penelitian G. Teknik Analisis Data H. Validitas Instrumen Tes I. Reliabilitas Instrumen Tes BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan dan Analisis Data B. Temuan Hasil Penelitian BAB V PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR RUJUKAN LAMPIRAN DAFTAR TABEL 1. Tabel 4.1 Hasil Tes Akhir untuk Mengetahui Pemahaman Konsep Siswa Pada Pra Tindakan. 2. Tabel 4.2 Hasil Observasi Keterampilan Mengkomunikasikan Hasil Kerja Siswa Pada Pra Tindakan 3. Tabel 4.3 Hasil Observasi Sikap Berpikir Kritis Siswa Pada Pra Tindakan 4. Tabel 4.4 Hasil Tes Akhir untuk Mengetahui Pemahaman Konsep Siswa Pada Siklus I 5. Tabel 4.5 Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Inkuiri Pada Siklus I 6. Tabel4.6 Hasil Observasi Keterampilan Mengkomunikasikan Hasil Kerja Siswa Pada Siklus I 7. Tabel 4.7 Hasil Observasi Sikap Berpikir Kritis Siswa Pada Siklus I 8. Tabel 4.8 Hasil Tes Akhir untuk Mengetahui Pemahaman Konsep Siswa Pada Siklus II 9. Tabel 4.9 Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Inkuiri Pada Siklus II 10. Tabel 4. 10 Hasil Observasi Keterampilan Mengkomunikasikan Hasil Kerja Siswa Pada Siklus II 11. Tabel 4. 11 Hasil Observasi Sikap Berpikir Kritis Siswa Pada Siklus II DAFTAR GAMBAR 1. Gambar 4. 1 siswa sedang melakukan kerja kelompok dan mengerjakan lembar kerja kelompok. 2. Gambar 4. wakil dari kelompok “melon” sedang melaporkan hasil pekerjaannya. 3. Gambar 4. 3 siswa sedang melakukan kerja kelompok dan mengerjakan lembar kerja kelompok. 4. Gambar 4. 4 siswa sedang melaporkan hasil pekerjaannya. 5. Gambar 4. 5 anak sedang membuat parasut sesuai dengan hasil rancangan yang telah dibuat. 6. Gambar 4. 6 anak sedang menguji hasil rancangannya 7. Gambar 4. 7 anak sedang melakukan percobaan. 8. Gambar 4. 8 anak sedang mempresentasikan hasil rancangannya. 9. Gambar 4. 9 siswa sedang melakukan kerja kelompok dan mengerjakan lembar kerja kelompok. 10. Gambar 4. 10 siswa sedang melaporkan hasil kerja kelompok. 11. Gambar 4. 11 siswa sedang melakukan diskusi kelompok. 12. Gambar 4. 12 siswa sedang melaporkan hasil diskusi kelompok. 13. Gambar 4. 13 anak sedang membuat parasut sesuai dengan hasil rancangan yang telah dibuat. 14. Gambar 4. 14 anak sedang menguji hasil rancangannya. 15. Gambar 4. 15 anak sedang melakukan percobaan. 16. Gambar 4. 16 anak sedang mempresentasikan hasil rancangannya. 17. Gamabr 4. 17 diagram batang peningkatan pemahaman konsep siswa. 18. Gambar 4. 18 diagram batang keterampilan mengkomunikasikan hasil kerja siswa. 19. Gambar 4. 19 diagram batang sikap berpikir kritis siswa.

Penerapan pembelajaran kooperatif model TAI (Team Assisted Individualization) pada mata pelajaran sejarah kelas XI IPA SMA Negeri 4 Bojonegoro / Lina Widyawati

 

ABSTRAK Widyawati, Lina. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model TAI (Team Assisted Individualization) Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI IPA SMA Negeri 4 Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Marsudi, M.Hum. Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Model TAI, Hasil Belajar Pembelajaran merupakan bagian atau elemen yang memiliki peran sangat dominan untuk mewujudkan kualitas proses maupun lulusan (output) pendidikan. Pembelajaran juga memiliki pengaruh terhadap rendahnya kualitas pendidikan. Artinya pembelajaran sangat tergantung dari kemampuan guru dalam melaksanakan atau mengemas proses pembelajaran. Pembelajaran sejarah di SMAN 4 Bojonegoro pada saat observasi adalah menggunakan metode tanya jawab (siswa kepada guru). Penggunaan metode tanya jawab yang terjadi tidak berjalan lancar. Guru kebanyakan harus menunjuk dengan cara menyebutkan nama baru mereka bertanya. Bagi siswa yang bertanya pemahaman materinya bertambah. Guru hanya menjelaskan jawaban pertanyaan kepada siswa yang bertanya saja, bukan menjelaskan ke seluruh siswa. Dengan sikap guru yang tidak memperhatikan siswa yang tidak bertanya pada waktu pembelajaran berlangsung, membuat siswa yang tidak bertanya menjadi ngantuk atau ngobrol dengan teman. Dari permasalahan di atas, guru bersama peneliti mencari model yang tepat untuk masalah tersebut sekaligus mengatasi masalah hasil belajar siswa yang belum maksimal. Dengan penerapan model TAI diharapkan hasil belajar meningkat dan siswa menjadi lebih aktif. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana proses pembelajaran Sejarah setelah menggunakan model TAI? (2) Bagaimana hasil belajar (kognitif, afektif, dan psikomotorik) menggunakan model TAI? dan (3) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat menggunakan model TAI?. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui proses pembelajaran Sejarah setelah menggunakan model TAI, (2) Mengetahui hasil belajar (kognitif, afektif, dan psikomotorik) menggunakan model TAI, dan (3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat menggunakan model TAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan ditopang pendekatan kuantitatif untuk menganalisis hasil belajar kognitif siswa dan jenis penelitiannya adalah tindakan kelas. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 3 Bojonegoro yang berjumlah 40 orang siswa, laki-laki berjumlah 13 dan perempuan berjumlah 27. Data yang diperoleh berasal dari data berupa hasil belajar (pre test dan post test) dan penilaian proses (afektif dan psikomotorik) dalam pelaksanaan model TAI. Prosedur Pengumpulan data dengan cara (1) Kegiatan Pra penelitian, (2) observasi, (3) Catatan lapangan, (4) Tes, dan (5) Wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TAI dapat meningkatkan hasil belajar Sejarah siswa kelas XI IPA 3 Bojonegoro. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil belajar siswa. Aspek kognitif pada penelitian ini dihitung dengan SPSS. Rata-rata post test siklus I sebesar 69.3421 lebih tinggi daripada rata-rata pre test sebesar 47.6316 dengan t value sebesar -10.165. Sedangkan pada siklus II, rata-rata post test sebesar 82.5641 lebih tinggi daripada rata-rata pre test sebesar 60.256 dengan t value sebesar -11.535. Kenaikan yang terjadi pada setiap siklus dikarenakan adanya action atau tindakan berupa penerapan model TAI. Pada siklus I aspek afektif siswa sebesar 55,28 termasuk dalam kategori C menjadi 62,5 termasuk kategori B pada siklus II. Sedangkan pada siklus I aspek psikomotorik siswa sebesar 39,51termasuk dalam kategori D kemudian pada siklus II menjadi 58,32 termasuk dalam kategori C. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan menerapkan model TAI dengan pokok bahasan yang lain, serta lebih banyak memberikan penghargaan (seperti memberikan tepuk tangan) kepada siswa. Penggunaan media LCD atau OHP pada waktu guru menjelaskan materi atau siswa presentasi. Bagi peneliti lain yang tertarik melanjutkan penelitian seperti ini hendaknya lebih kreatif.

Pengaruh insektisida botani minyak biji jarak pagar (Jatropha curcas Linn) dan campuran minyak biji jarak pagar dengan ekstrak biji mimba (Azadirachta indica A. Jussieu) terhadap mortalitas ulat grayak (Spodoptera litura Fabricius) / Iffan Estu Raharjo

 

ABSTRAK Raharjo, Iffan Estu. 2009. Pengaruh Insektisida Botani Minyak Biji Jarak Pagar (Jatropha curcas Linn) dan Campuran Minyak Biji Jarak Pagar dengan Ekstrak Biji Mimba (Azadirachta indica A. Jussieu) terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera litura Fabricius). Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fatchur Rohman, M.Si. (II) Ir. Tukimin SW. Kata kunci: Insektisida botani, Biji jarak, Mortalitas, Ulat grayak Insektisida botani merupakan insektisida yang berasal dari material yang ramah lingkungan berbahan organik untuk menekan populasi hama tanaman yang relatif aman terhadap ekosistem lingkungan. Tujuan penelitian adalah 1) mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi larutan insektisida botani minyak jarak pagar (J. curcas) terhadap mortalitas ulat grayak (S. litura), 2) mengetahui pengaruh waktu terhadap mortalitas ulat grayak (S. litura), dan 3) mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi larutan insektisida botani minyak jarak pagar (J. curcas) dan waktu terhadap mortalitas ulat grayak (S. litura). Jenis penelitian ini adalah eksperimen faktorial. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Entomologi Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (BALITTAS) Karangploso Malang bulan April - Oktober 2009. Objek dalam penelitian ini berupa larva instar-2. Pengambilan data mortalitas ulat grayak yang diperoleh setiap hari setelah perlakuan. Perlakuan terdiri atas dua aksesi jarak pagar (aksesi SP 8 dan SM 81) dengan berbagai konsentrasi yaitu: (1) 0 ml minyak biji jarak pagar (MJP)/liter air (kontrol), (2) 5 ml MJP/liter air, (3) 10 ml MJP/liter air, (4) 20 ml MJP/liter air, (5) 40 ml MJP/liter air, (6) 5 ml MJP+2 ml ekstrak biji mimba (EBM)/liter air, (7) 10 ml MJP+2 ml EBM/liter air, (8) 20 ml MJP+2 ml EBM/liter air. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok, diulang 3 kali. Pengamatan dilakuan setiap hari dengan variabel pengamatan mortalitas, berat larva instar terakhir, berat pupa, imago, jumlah telur, dan persentase telur tetas. Analisis data menggunakan anava ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) konsentrasi larutan insektisida botani minyak jarak pagar (J. curcas) berpengaruh terhadap mortalitas ulat grayak (S. litura). Perlakuan dengan minyak biji jarak pagar (MJP) aksesi SP 8 dengan campuran ekstrak biji mimba (EBM) menunjukkan angka mortalitas yang lebih tinggi dibanding perlakuan yang lain dan kontrol, sedang perlakuan dengan MJP aksesi SM 81 tanpa campuran menunjukkan angka mortalitas yang lebih tinggi dibanding konsentrasi yang lain dan kontrol. 2) waktu berpengaruh terhadap mortalitas ulat grayak (S. litura). Hal ini berdasarkan terjadinya fluktuasi kematian pada S. litura. 3) interaksi antara konsentrasi larutan insektisida botani minyak biji jarak pagar (aksesi SP 8 dan SM 81) dengan campuran ekstrak biji mimba (EBM) dan waktu pengaruh terhadap mortalitas ulat S. litura.

Penerapan model pembelajaran learning community tema lingkungan pada pembelajaran tematik guna meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Mulyoagung Kecamatan Dau Kabupaten Malang / Luluk Ika Wahyuni

 

ABSTRAK Wahyuni, Ika, Luluk. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Learning Community Tema Lingkungan pada Pembelajaran Tematik Guna Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III SDN Mulyoagung Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.Skripsi, Jurusan KSDP/S1 PGSD FIP Universitas Negeri Malang.Pembimbing( I ) : Prof. Dr. H.Sa’dun Akbar, M.Pd, Pembimbing( II ) : Dra. Sri Sugiharti M. Pd. Kata Kunci : Learning Community, Tematik, Tema Lingkungan, Hasil Belajar Permasalahan yang muncul pada pembelajaran tematik di kelas III SDN Mulyoagung 04 adalah:kurangnya minat belajar siswa didalam kelas, sehingga siswa merasa bosan, jenuh dan guru kurang kreatif dalam penerapan model–model pembelajaran di kelas, media pembelajaran kurang bervariasi dan menarik monoton pada buku paket serta kurang bagus dalam pengelolaan manajemen kelas, sehingga berpengaruh pada hasil belajar siswa terutama pada pembelajaran tematik. Model pembelajaran Learning Community, merupakan suatu komunitas belajar dilingkungan sekolah yang didalamnya berlangsung proses belajar membelajarkan antara siswa–siswa, guru–siswa, guru–guru–kepala sekolah, sekolah–masyarakat.dalam proses pembelajaran siswa akan lebih dekat dengan lingkungan sekitarnya, Berdasarkan rumusan masalah penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendiskripsikan penerapan model pembelajaran Learning Community tema lingkungan pada pembalajaran tematik dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas Tiga SDN Mulyoagung 04 (2) Mendiskripsikan dampak peningkatan prestasi belajar siswa kelas Tiga SDN Mulyoagung 04 (3) Mendiskripsikan dampak peningkatan aktivitas belajar siswa pada model pembelajaran Learning Community tema lingkungan pada pembelajaran tematik di kelas III SDN Mulyoagung 04. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan model penelitian tindakan kelas ( PTK ). Langkah PTK ini meliputi 2 siklus, pada siklus I dilaksanakan selama dua hari sedangkan pada siklus II dilaksanakan selama empat hari. Subjek penelitian ini dibatasi pada siswa kelas III SDN Mulyoagung Kecamatan Dau, kabupaten Malang yang berjumlah 40 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Sedangkan evaluasi yang dilakukan terfokus pada proses dan hasil dengan menggunakan tehnik tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Learning Community tema lingkungan pada pembelajaran tematik dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Mulyoagung 04. Hal ini dapat dilihat pada perolehan skor uji kompetensi yang meningkat tajam, dari rata – rata sebelummnya 80,37 pada siklus I dan meningkat 87,63 pada siklus II. Pada siklus II ketuntasan belajar mencapai di atas 75 % jadi siklus dihentikan. Dampak penerapan model pembelajaran Learning Community tema lingkungan pada pembelajaran tematik dapat meningkatkan aktivitas, rasa senang dan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah guru dann sekolah dapat memberikan dukungan baik berupa sumber pembelajaran ataupun media pembelajaranyang mendukung penerapan model pembelajaran Learning Community dikelas rendah sekolah dasar. Penerapan pembelajaran tematik sebaiknya dilaksanakan secara utuh pada semua mata pelajaran sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ).

Perbandingan efektifitas pembelajaran konvensional dengan pembelajaran kooperatif model numbered heads together (NHT) pada mata pelajaran IPS-Sejarah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP N 17 Malang / Uswatun Hasanah

 

ABSTRAK Hasanah, Uswatun. 2009. Perbandingan Efektifitas Pembelajaran Konvensional Dengan Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Heads Together (NHT) Pada Mata Pelajaran IPS-Sejarah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP N 17 Malang. Skripsi, Jurusan Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dra. Hj. Siti Malikah Towaf M.A P.hD Kata Kunci: Model Numbered Heads Together (NHT), Metode Ceramah dan Tanya Jawab, Hasil Belajar Salah satu masalah pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah masih adanya pola pembelajaran teoritis dan kurang bervariasi. Selain itu, kegiatan pembelajaran di kelas sering textbook oriented dan kurang mengaitkan dengan lingkungan dan situasi dimana siswa berada. Berdasarkan hasil observasi, dalam proses pembelajaran IPS-sejarah di SMPN 17 Malang masih sering menggunakan model ceramah dan pernah menggunakan diskusi sederhana yang kurang bervariasi, sehingga siswa sering merasa bosan dan jenuh pada akhirnya hasil belajarnya pun kurang maksimal. Namun karena perkembangan zaman, maka metode konvensional dengan ceramah dan tanya jawab sudah tidak relevan digunakan. Oleh karena itu peneliti memperkenalkan metode yang bisa digunakan sebagai inovasi pembelajaran di SMPN 17 Malang yaitu Numbered Heads Together (NHT). Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) bagaimana hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS-Sejarah siswa kelas VIII SMP N 17 Malang yang diajarkan dengan menggunakan metode konvensional, (2) bagaimana hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS-Sejarah siswa kelas VIII SMP N 17 Malang yang diajarkan dengan menggunakan metode kooperatif model Numbered Heads Together (NHT), (3) bagaimana perbandingan efektifitas metode konvensional dan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) pada mata pelajaran IPS-Sejarah siswa kelas VIII SMP N 17 Malang dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS-Sejarah siswa kelas VIII SMP N 17 Malang yang diajarkan dengan menggunakan metode konvensional, (2) mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS-Sejarah siswa kelas VIII SMP N 17 Malang yang diajarkan dengan menggunakan metode kooperatif model Numbered Heads Together (NHT), (3) mengetahui perbandingan efektifitas metode konvensional dan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) pada mata pelajaran IPS-Sejarah siswa kelas VIII SMP N 17 Malang dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “Ada perbedaan hasil belajar antara siswa kelas VIII yang mendapat perlakuan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) sebagai kelas eksperimen dengan yang mendapat pembelajaran konvensional model ceramah dan tanya jawab sebagai kelas kontrol pada mata pelajaran IPS-Sejarah kelas VIII SMP N 17 Malang”. ii Penelitian ini adalah penelitian eksperimental (Experimental Research) dengan jenis penelitian eksperimen ini adalah Eksperimen Kuasi (Quasi Experimental design). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar siswa dengan pembelajaran konvensional model ceramah dan tanya jawab lebih rendah dibandingkan hasil belajar siswa dengan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT). (2) adanya peningkatan belajar dari siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) sebesar 28,79%. (3) pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) lebih efektif jika dibandingkan dengan pembelajaran konvensional model ceramah dan tanya jawab Kesimpulan dari penelitian ini: (1) hasil belajar siswa yang diajarkan dengan metode ceramah cenderung lebih rendah dibandingkan dengan hasil siswa yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT). (2) sesuai yang telah dilakukan peneliti dilapangan bahwa pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) jauh lebih efektif dari pada pembelajaran konvensional terkait dengan hasil pembelajaran siswa. Saran pada penelitian ini: (1) perlu adanya literatur mata pelajaran IPS yang lebih lengkap di sekolah. (2) pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) sebagai alternatif pilihan pembelajaran dikelas untuk meningkatkan hasil belajar siswa. (3) selanjutnya dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan kompetensi dan subjek yang berbeda. (4) siswa hendaknya lebih meningkatkan kreatifitas mereka untuk berfikir lebih maju dan berani mengungkapkan pendapat.

Penerapan lesson study dalam proses pembelajaran IPS (Sejarah) kelas VII di MTs Surya Buana Malang / Ika Rudyharti

 

ABSTRAK Rudyharti, Ika. 2009. Penerapan Lesson Study dalam Proses Pembelajaran IPS (Sejarah) Kelas VII di MTs Surya Buana Malang. Skripsi Jurusan Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Mashuri, M.Hum. Kata Kunci: Lesson Study, Pembelajaran IPS (Sejarah). Berbagai latar belakang siswa dan kebijakan sekolah membuat guru, terutama guru IPS, harus melaksanakan inovasi model pembelajaran. Namun, dalam kenyataannya guru masih banyak yang menggunakan metode konvensional (seperti ceramah) yang sudah tidak relevan untuk diterapkan dan kurang memancing keaktifan siswa. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan, berbagai metode kooperatif diterapkan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti, proses pembelajaran yang terjadi di MTs Surya Buana Malang menggunakan metode konvensional, terutama pada mata pelajaran IPS. Untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar, salah satunya dapat dilakukan dengan penerapan metode-metode kooperatif yang dilaksanakan dalam kegiatan Lesson Study. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana penerapan kegiatan Lesson Study dalam pembelajaran IPS (Sejarah) di MTs Surya Buana Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan kegiatan lesson study dalam pembelajaran IPS (Sejarah) di MTs Surya Buana Malang. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif. Dalam penelitian ini selain memaparkan kegiatan lesson study, juga berusaha untuk menggambarkan profesionalisme guru IPS dengan adanya pelaksanaan lesson study tersebut. Tindakan yang diberikan pada penelitian ini berupa penerapan Lesson Study yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu plan (perencanaaan), do (pelaksanaan), dan see (refleksi). Subyek dalam penelitian ini adalah guru IPS, siswa kelas VII-A, dan ruang kelas VII MTs Surya Buana Malang dengan jumlah 24 siswa, yang terdiri dari 11 siswa putri dan 13 siswa putra. Pokok bahasan yang dibelajarkan adalah tentang perkembangan masyarakat masa Hindu-Budha di Indonesia. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi kegiatan Lesson Study, dokumen, catatan lapangan dan pedoman wawancara. Instrumen tindakan yang digunakan meliputi LKS, kartu soal, dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tahapan Lesson Study (plan, do, dan see) dilaksanakan dengan baik bersama pihak guru dan observer lainnya serta dapat digunakan untuk perbaikan pada kegiatan Lesson Study selanjutnya, (2) nilai rata-rata siswa kelas VII A mengalami peningkatan dari 47,22 menjadi 54,04 atau sekitar 13%. Penerapan Lesson Study pada pelajaran IPS (Sejarah) dengan metode NHT (Number Head Together) di kelas VII A MTs Surya Buana Malang telah terlaksana dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan terlaksananya seluruh tahapan dalam Lesson Study yang diikuti adanya peningkatan nilai hasil belajar siswa setelah post test dilaksanakan. Kesimpulan dari penelitian ini: (1) Kegiatan Lesson Study dilaksanakan satu persatu berdasarkan 3 tahapan, yaitu plan, do, dan see. Ketiga tahapan tersebut bisa dilaksanakan dengan baik dan dapat dilanjutkan untuk kegiatan pembelajaran selanjutnya, (2) Kendala yang dihadapi adalah konsistensi guru-guru yang tergabung dalam kelompok Lesson Study untuk hadir dalam setiap tahapan Lesson Study. Selain itu, pengetahuan yang lebih mengenai pelaksanaan Lesson Study dan metode kooperatif lain juga diperlukan sehingga pelajaran IPS dapat disajikan semenarik mungkin serta mampu meningkatkan motivasi siswa untuk belajar, (3) Pelaksanaan kegiatan Lesson Study yang telah dilaksanakan memunculkan efek samping berupa peningkatan nilai siswa. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata siswa kelas VII A dari 47,22 menjadi 54,04. Jumlah siswa yang memenuhi SKM (65 ke atas) juga bertambah, dari 6 siswa menjadi 13 siswa. Saran pada penelitian ini: (1) bagi guru, penerapan kegiatan Lesson Study dengan berbagai metode menarik lainnya dapat dilanjutkan sebagai alternatif pembelajaran IPS, (2) bagi sekolah, hendaknya menyediakan sarana dan prasarana yang dapat menunjang terlaksananya kegiatan pembelajaran seperti menambah buku paket dan sumber belajar lain, (3) bagi peneliti, semua aspek yang dapat mengganggu proses pembelajaran sebaiknya dihindari, (4) bagi peneliti selanjutnya dengan tema sejenis sebaiknya memilih sekolah lain yang memiliki kompetensi dan mendukung agar hasil penelitian lebih maksimal.

Studi penggunaan teknik dasar komunikasi konseling pada konselor di SMP Negeri 2 Sukodono Kabupaten Lumajang / Miranti Widi Andriani

 

ABSTRAK Andriani, M. W. 2009. Studi Penggunaan Teknik Dasar Komunikasi Konseling pada Konselor di SMP Negeri 2 Sukodono Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M. Pd, (II) Dr. M. Ramli, M. A. Kata kunci: Teknik dasar komunikasi, konseling, konselor. Salah satu program bimbingan konseling di sekolah adalah layanan konseling. Teknik yang seharusnya digunakan konselor dalam memberikan layanan konseling adalah teknik dasar komunikasi konseling. Penggunaan teknik dasar komunikasi konseling dapat melancarkan proses konseling, sehingga tujuan utama konseling yaitu membantu siswa memahami potensi diri akan tercapai. Namun, di lapangan banyak konselor yang belum menggunakan teknik dasar komunikasi konseling. Untuk mengetahui penggunaan teknik dasar komunikasi konseling pada konselor dilakukan pengumpulan data di lapangan. Tujuan penelitian ini mengetahui teknik dasar komunikasi yang digunakan oleh konselor, mendeskripsikan alasan konselor menggunakan teknik dasar komunikasi tersebut, mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi penggunaan teknik dasar komunikasi konseling pada konselor, mendeskripsikan peran konselor dalam membantu konseli menyelesaikan masalah, dan mendeskripsikan respon konseli terhadap peran konselor dalam membantu konseli menyelesaikan masalah. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sukodono Kabupaten Lumajang dengan konselor sebanyak empat orang dan telah menempuh pendidikan khusus S1 Bimbingan dan Konseling. Jenis penelitian ini adalah kualitatif menggunakan desain penelitian studi kasus. Data jenis penelitian studi kasus berupa kata-kata dan tindakan, data tertulis, dan foto. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sukodono Kabupaten Lumajang adalah, teknik dasar komunikasi konseling yang digunakan oleh konselor: teknik opening, acceptance, lead, dan advice. Alasan konselor menggunakan teknik tersebut adalah mudah digunakan, tidak membutuhkan waktu yang banyak serta dapat mengarahkan pembicaraan konseli pada alur pembicaraan yang dikehendaki. Faktor yang mempengaruhi penggunaan teknik dasar komunikasi konseling pada konselor: karakteristik konseli, emosi konseli, dan waktu proses konseling. Peran konselor dalam konseling adalah memberikan alternatif pemecahan masalah, serta memberikan saran saat konseli akan mengambil keputusan. Respon konseli mengenai peran konselor, terbentuk persepsi bahwa konselor sebagai pemberi nasehat dan hukuman bagi siswa yang bermasalah, selebihnya konseli lebih banyak diam walaupun merasa bosan saat mendapat nasehat. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi peneliti selanjutnya agar memperdalam hasil penelitian dengan menambah waktu penelitian. Bagi siswa disarankan lebih terbuka dalam menceritakan masalahnya dan bagi konselor hendaknya mengasah kembali keahlian dengan menerapkan teknik dalam konseling.

Sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Lombok abad XVI-XVIII (sebuah kajian sejarah lokal dan pembelajaran dalam IPS Sejarah) / Anggun Zamzani

 

i ABSTRAK Zamzani, Anggun. 2009. Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Lombok Abad XVI-XVIII (Sebuah Kajian Sejarah Lokal dan Pembelajaran dalam IPS Sejarah). Skripsi, Jurusan Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Hariyono M.Pd Kata Kunci: Masuknya Islam di Lombok, Pembelajaran Sejarah Pulau Lombok mempunyai sejarah panjang dan menduduki posisi penting dalam hubungannya dengan perkembangan Sejarah Nasional. Agama Islam mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan sejarah pulau ini baik itu dibidang sosial, budaya, pemerintahan, hukum dan lain-lain. Kurangnya penulisan terhadap sejarah lokal Islam semacam ini membuat penulis tergugah untuk menyumbangnkan sebuah karya ilmiah yang diharapkan dapat memperkenalkan sejarah lokal yang masih belum terungkap dan jarang diketahui orang. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa permasalahan tentang keadaan masyarakat Lombok sebelum masuknya agama Islam? Bagaimana awal masuknya agama Islam di Lombok? Bagaimana perkembangan agama Islam di Lombok pada abad XVI-XVIII? Bagaimana menerapkan sejarah Islam di Lombok dalam pembelajaran sejarah di sekolah? Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang dilakukan dalam beberapa langkah yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Adapun heuristik dilakukan dengan cara pengumpulan sumber baik berupa sumber lisan (wawancara) maupun tulisan serta sumber-sumber yang berupa benda-benda peninggalan sejarah. Kritik dilakukan dengan cara kritik ekstern dan intern, kemudian interpretasi dilakukan dengan cara menafsirkan atau menganalisis sumber-sumber yang telah dikritik kemudian yang terakhir adalah penyusunan hasil penelitian yang disebut dengan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa agama Islam masuk ke pulau Lombok dibawa pada abad XVI melalui misi yang dipimpin oleh Sunan Prapen putera Sunan Giri. Mengenai bukti-bukti berkembangnya Islam di Lombok dapat dilihat dari adanya peninggalan masjid kuna yang ada di Bayan lombok Utara yang disebut dengan masjid Bayan Beleq dan masjid kuna yang ada di Pujut dan Rembitan Lombok Tengah. Selain itu juga terdapat makam raja-raja Selaparang yang ada di Lombok Timur. Selain bukti arkeologi juga terdapat bukti lain yakni dalam bidang seni sastra baik itu seni tabuh, seni suara maupun seni tulisan. Dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa agama Islam dapat berkembang di Lombok selain karena peranan para penyebar agama Islam seperti Sunan Prapen juga adanya peranan dari raja-raja yang ada di Lombok sendiri. Pada perkembangan selanjutnya agama Islam berkembang di Lombok lebih diprakarsai oleh adanya Tuan Guru. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, materi mengenai masuk dan berkembangnya Islam di Lombok abad XVI-XVIII dapat dimasukkan dalam materi pembelajaran di sekolah yang tentunya berkaitan dengan sejarah lokal Lombok ataupun peristiwa sejarah yang ada diberbagai daerah. Materi ini dapat diberikan ke beberapa jenjang pendidikan yaitu ditingkat Universitas, tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Pertama (SMP), bahkan Sekolah Dasar (SD). ii Ditingkat Universitas materi ini dapat diberikan pada Sejarah Indonesia Baru I. Sedangkan ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) materi ini dapat diberikan pada kelas XI semester satu, untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) materi ini dapat diberikan pada kelas VII semester dua yakni mengenai perkembangan masyarakat pada masa Islam di Indonesia. Dari hasil penelitian ini, disarankan agar pemerintah daerah Lombok perlu lebih memperhatikan kurikulum muatan lokal yang ada di sekolah-sekolah karena disadari atau tidak materi pembelajaran sejarah pada lembaga pendidikan formal masih lebih banyak memperkenalkan peristiwa-peristiwa maupun objek-objek peninggalan sejarah yang ada di pulau Jawa. Peneliti berharap agar penelitian selanjutnya tidak ragu-ragu untuk mengkaji sejarah lokal karena masih banyak peristiwa-peristiwa sejarah di Lombok terutama mengenai sejarah Islam yang mungkin saja belum terungkap dan masih belum tersentuh oleh penelitian.

Penerapan metode pembelajaran repeat and payment (RnP) untuk meningkatkan keterampilan bercerita siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kedungwaru, Tulungagung / Dwi Ernawati

 

ABSTRAK Ernawati, Dwi. 2009. Penerapan Metode Pembelajaran Repeat and Payment (RnP) untuk Meningkatkan Keterampilan Bercerita Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Sunaryo HS, S.H., M.Hum, (II) Drs. Masnur Muslich, M.Si. Kata Kunci: bercerita, repeat and payment, pembelajaran Dalam kegiatan berkomunikasi, baik saat pembelajaran di sekolah maupun di lingkungan masyarakat, seseorang pasti memerlukan keterampilan meyimak-berbicara. Seseorang tidak dapat terlepas dari kegiatan menyimak dan berbicara. Oleh karena itu, sekolah sebagai tempat pengembangan kemampuan siswa, perlu mengoptimalkan pembelajaran pada dua keterampilan tersebut. Akan tetapi kenyataannya, dalam pembelajaran bercerita, siswa masih banyak yang merasa canggung, malu, tidak percaya diri saat bercerita, menganggap bahwa bercerita tidaklah penting, dan kurang menarik. Dari pihak guru, juga masih kurang optimal dalam pelaksanaan pembelajaran menyimak-berbicara yang kreatif, efektif, dan menyenangkan. Kelemahan itu terdapat dalam metode pembelajaran, kurangnya motivasi pada siswa, sarana dan prasarana yang kurang pula. Hal seperti itulah yang juga dialami oleh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kedungwaru, Tulungagung. Dalam pembelajaran bercerita, metode yang digunakan guru monoton. Siswa hanya diminta bercerita ke depan kelas secara bergiliran. Pembelajaran yang monoton menyebabkan siswa bosan dan kurang tertarik. Siswa hanya akan merasa tertekan. Akibatnya, penampilan mereka dalam bercerita buruk seperti tidak percaya diri, gugup, dan tidak konsentrasi. Dari pihak siswa sendiri, terutama siswa baru sangat membutuhkan metode pembelajaran yang membantu menyenangkan serta dapat mendukung mereka dalam beradaptasi, baik dengan lingkungan sekolah maupun pertemanan. Kegiatan belajar-mengajar akan sangat produktif jika guru dapat menciptakan suatu metode yang menyenangkan dan efektif. Suasana yang menyenangkan tersebut dapat diciptakan dengan membuat berbagai permainan atau aturan yang menantang, menuntut keterampilan, dan bisa meningkatkan gairah belajar siswa. Metode pembelajaran dikatakan efektif diterapkan dalam kelas jika mampu memberikan lebih banyak pengalaman belajar yang mencakup beberapa aspek keterampilan, tidak membuang-buang waktu, dan memberikan hasil maksimal. Hal-hal seperti itulah yang akan ditawarkan metode Repeat and Payment (RnP). Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan metode pembelajaran Repeat and Payment (RnP) untuk meningkatkan kemampuan bercerita siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung. Adapun tujuan penelitian adalah mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran Repeat and Payment (RnP) untuk meningkatkan kemampuan bercerita siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung dalam dua siklus. Jenis data yang dikumpulkan adalah data verbal dan nonverbal. Data verbal berupa hasil rekaman tuturan siswa pada kemampuan menyimak-berbicara saat bercerita. Data nonverbal berupa rekaman tindakan siswa dalam foto dan tindakan yang ditranskripkan dan dimasukkan dalam pedoman observasi dan catatan lapangan. Data tersebut diperoleh melalui instrumen utama yaitu peneliti dan instrumen pendukung seperti pedoman observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi untuk mengetahui proses dan hasil keterampilan bercerita siswa. Berdasarkan tindakan yang telah dilaksanakan pada siklus I dan II, dapat dideskripsikan proses penerapan metode Repeat and Payment (RnP) dalam kegiatan bercerita, yaitu diawali dengan pembentukan kelompok, penetapan pangkat setiap anggota, pendiskusian megadis setiap kelompok, penulisan pokok-pokok cerita dan dialog dalam cerita, latihan bercerita dalam kelompok, dan pelaksanaan perputaran Repeat and Payment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan bercerita siswa mengalami peningkatan, baik pada subaspek keterampilan berbahasa menyimak maupun bercerita. Pada siklus I memang masih terdapat siswa yang memperoleh nilai di bawah SKM yaitu pada aspek ketepatan intonasi, tetapi pada siklus II 100% siswa sudah dapat mengulang cerita dengan intonasi yang tepat. Pada siklus II 50% siswa telah mengulang cerita secara runtut dengan kriteria nilai sangat baik, dan sisanya memperoleh nilai baik. Pada siklus ini tidak ada siswa yang mendapatkan nilai di bawah SKM. Kemampuan pada aspek keutuhan pengulangan cerita pada siklus II, sebanyak 93,7% siswa telah mendapatkan nilai dengan kriteria baik, bahkan sisanya masuk dalam kriteria sangat baik. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada hasil evaluasi siklus II. Sebanyak 62,5% siswa telah dapat menggunakan mimik muka dengan kriteria baik dan sisanya mendapat kriteria baik saat mengulang cerita. Dalam pemakaian gestur, sebanyak 93,7% siswa juga telah dengan baik menggunakannya pada saat mengulang cerita. Sisanya sangat baik menggunakan gestur dalam pengulangan cerita. Pada siklus II sebanyak 68% siswa telah dapat bercerita secara utuh dengan kriteria sangat baik. Keruntutan cerita juga telah dilakukan dengan sangat baik oleh 63,6% siswa. Dalam hal penggunaan intonasi, sebanyak 86% siswa dapat bercerita dengan intonasi yang tepat. Sisanya mendapatkan kriteria sangat baik, sehingga tidak ada siswa yang mendapatkan nilai di bawah SKM. Siswa telah bisa bercerita dengan mimik muka dan gestur yang tepat. Hal tersebut terlihat dari jumlah siswa yang memperoleh kriteria nilai baik dalam penggunaan gestur sebanyak 72,7% siswa, sisanya memperoleh nilai sangat baik, dan untuk kesesuaian mimik sebanyak 54,5% siswa menperoleh kriteria nilai sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian di atas, secara umum disarankan kepada pembaca untuk menerapkan metode Repeat and Payment (RnP) ini sebagai salah satu alterlatif dalam peningkatan keterampilan bercerita siswa. Sebagai pemegang dan pengambil kebijakan, kepala sekolah memberikan dukungan baik moril maupun fasilitas pada guru yang ingin menerapkan metode Repeat and Payment (RnP) dalam peningkatan kualitas belajar. Bagi guru, harus memiliki sikap kritis, aktif, dan peka terhadap masalah-masalah yang terjadi pada pembelajaran yang dilakukan. Diharapkan pula peneliti lanjut melakukan penelitian mengenai metode Repeat and Payment (RnP) pada jenjang pendidikan lain dan kompetensi berbahasa yang terkait, sehingga dapat menambah pengetahuan dan manfaat yang lebih banyak dari penerapan metode baru ini.

Membangun wesite SMK Al-Azhar Menganti Gresik menggunakan CMS Joomla dengan memafaatkan domain dan hosting gratis / Syukron Ma'mun

 

Semakin berkembangnya teknologi zaman sekarang, maka akan bertambah canggih juga dalam hal penyebaran informasi, khususnya melalui media website. Dalam hal ini, kebutuhan website hampir dikatakan suatu kebutuhan yang penting, karena keefektifan waktu yang digunakan sampai manfaat yang dirasakan sangat besar. Terkait dengan hal tersebut di atas, maka SMK Al - Azhar Menganti Gresik perlu mengembangkan cara penyebaran informasinya. Untuk itu perlu dikembangkan suatu sistem yang berfungsi sebagai alat bantu untuk memberikan informasi yang lengkap mengenai profil sekolah, visi dan misi, kegiatan sekolah, berita-berita terbaru mengenai sekolah, dan lain - lain yang diwujudkan dalam website sekolah, sehingga dapat memberikan informasi secara cepat, lengkap dan akurat mengenai SMK Al - Azhar Menganti Gresik. Sistem ini adalah sistem berbasis web dinamis yang dibuat dengan alat bantu menggunakan Joomla sebagai database-nya dan pemanfaatan jaringan internet sebagai pengakses website. Dengan berbasis web, akan memungkinkan pengoperasian sistem ini dengan multiuser, agar peyebaran informasi dapat lebih efisiensi, tepat, cepat dan akurat. Pembangunan website SMK Al-Azhar Menganti Gresik ini dilakukan di laboratorium KKPI SMK Al-Azhar Menganti Gresik dengan beberapa tahap, yaitu (1) tahap pendaftaran domain gratis di www.co.cc. (2) tahap pendaftaran hosting gratis di www.000webhost.com (3) tahap Konfigurasi Domain dan Hosting. (4) tahap Konfigurasi Website SMK Al-Azhar Menganti Gresik. dan (5) adalah tahap Proses pemasukan data-data yang diperlukan. Hasil pembangunan website SMK Al-Azhar Menganti Gresik ini menunjukkan bahwa hanya dengan biaya yang relatif kecil, yaitu hanya biaya pemakaian internet saja dengan memanfaatkan domain dan hosting gratis serta tanpa harus mengerti lebih jauh mengenai bahasa pemrograman website, setiap orang bisa membangun sebuah website yang dinamis. Berdasarkan hasil pembangunan ini, dapat disarankan agar dilakukan pengembangan lebih lanjut misalnya telah menggunakan domain khusus untuk sekolah yaitu sch.id, menggunakan hosting yang lebih handal dan lebih lengkap fasiltasnya. Dari segi penambahan informasi yang lebih lengkap tentang sekolah dan dari segi tampilan yang lebih mearik. Dengan adanya hal tersebut maka akan memberikan peluang atau kesempatan bagi pengembang sistem untuk melakukan pengembangan sistem lanjutan menuju ke arah yang lebih baik.

Penerapan model number head together untuk meningkatkan hasil belajar pokok bahasan sejarah kerajaan Hindu, Budha dan Islam di Indonesia siswa kelas V IPS MI Hubbul Wathon Pasuruan / Robi'atul Muharromah

 

ABSTRAK Muharromah, Robi’atul 2009. Penerapan Model Number Head Together Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pokok Bahasan Sejarah Hindu, Budha Dan Islam Di Indonesia Siswa Kelas V IPS Di MI Hubbul Wathon Pasuruan Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Murtiningsih,M.Pd, (2) Dra. Sri Sugiharti, M.Pd Kata kunci : Number Head Togather, Hasil Belajar, IPS SD Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas V MI Hubbul Wathon ditemukan fakta bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan menguasai materi IPS. Dari hasil wawancara guru diketahui asil ulangan harian siswa menunjukkan bahwa rata-rata dibawah Stnadart Ketuntasan Minimal mata pelajaran IPS yaitu 7,00. Rendahnya hasil belajar siswa dan proses interaksi siswa dengan guru dan temannya pada mata pelajaran IPS diduga karena guru kurang tepat dalam pemilihan model pembelajaran.Dari pemasalahan yang dihadapi oleh peneliti dalam pembelajaran IPS. ini, maka pembelajaran Kooperatif dengan model Number Head Together (NHT) dapat menjadi salah satu alternatif pemecahan masalah yang dihadapi oleh peneliti dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Sejarah Kerajaan Hindu, Budha dan Islam di Indonesia mata pelajaran IPS kelas V di MI Hubbul Wathon Kab Pasuruan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1). mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Number Head Together (NHT) pokok bahasan Sejarah Kerajaan Hindu, Budha dan Islam di Indonesia mata pelajaran IPS pada kelas V di MI Hubbul Wathon 2). mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Number Head Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pokok bahasan Sejarah Kerajaan Hindu, Budha dan Islam di Indonesia mata pelajaran IPS pada kelas V di MI Hubbul Wathon. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat fase, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas V di MI Hubbul Wathon yang terdiri dari 19 siswa.Sumber data yang digunakan dari hasil observasi, skor aktifitas belajar siswa dan skor hasil belajar yang diperoleh dengan observasi, test, wawancara, catatan lapangan oleh teman sejawat dan dokumentasi. .Data yang ada dianalisa dengan aanalisis diskriptif kuantitatif dan diskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh guru (peneliti), maka penerapan pembelajaran Number Head Togather (NHT) pada mata pelajaran IPS di kelas V MI Hubbul Wathon Pandaan dapat dikatakan berhasil dengan adanya peningkatan aktifitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung, berdasarkan prosentase rata-rata keberhasilan tindakan sebesar 23,3 sebelum tindakan (pretest) menjadi 45% pda siklus I dan siklus II sebesar 80%. Rata-rata hasil belajar siswa secara keseluruhan terjadi peningkatan sebagai berikut: pada pretest 1 rata-rata hasil belajar siswa 53,95. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa 61,18.Pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa 71,32. Adapun peningkatan pada pretest ke siklus I sebesar 7,24 dan siklus I ke siklus II sebesar 10,13 Dari hasil pembahasan penelitian maka disimpulkan bahwa 1). penerapan pembelajaran Number Head Togather (NHT) pada mata pelajaran IPS di kelas V MI Hubbul Wathon Pandaan dapat dikatakan berhasil dengan adanya peningkatan aktifitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Bahwasannya ada peningkatan aktifitas pembelajaran yang meliputi 3 aspek yaitu keaktifan, kedisiplinan dan kegiatan berkelompok yang signifikan berdasarkan prosentase rata-rata keberhasilan tindakan sebesar 35% dari siklus I sebesar 45% dan siklus II sebesar 80%. 2). dari hasil analisis rata-rata hasil belajar siswa secara keseluruhan terjadi peningkatan sebagai berikut: pada pretest 1 rata-rata hasil belajar siswa 53,95. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa 61,18.Pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa 71,32. Adapun peningkatan pada pretest ke siklus I sebesar 7,24 dan siklus I ke siklus II sebesar 10,13. Merujuk pada hasil penelitian, maka disarankan: 1) bagi guru, untuk menggunakan pembelajaran tersebut pada mata pelajaran lain dengan improvisasi sesuai karakteristik dari mata pelajaran tersebut agar pembelajaran yang dilakukan mencapai tujuan yang diinginkan, 2).bagi kepala sekolah, dukungan dari kepala sekolah kepada guru untuk senantiasa dimotivasi untuk menerapkan model pembelajaran yang inovatif guna meningkatkan kualitas pembelajaran pada sekolah yang sedang di pimpin. 3).bagi peneliti lanjutan, dapat dijadikan rujukan dan perbaikan untuk penelitian untuk penelitian lainnya yang serumpun.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS (Sejarah) siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang / Aulia Okta Vrigati

 

ABSTRAK Vrigati, Aulia Okta. 2009. Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil BelajarIPS (Sejarah) Siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Sejarah FIS Universaitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Legawa M.Si. (II) Drs. Mashuri M.Hum Kata kunci: hasil belajar, motivasi belajar, model pembelajaran kooperatif Jigsaw Berdasarkan hasil observasi, pembelajaran di SMP Negeri 8 Malang menggunakan metode ceramah, diselingi tanya jawab dan diskusi yang pembentukan kelompoknya tanpa memperhatikan kemampuan akademik sehingga dalam proses pembelajaran siswa cenderung belajar dengan teman sebangku atau teman bermain. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut dilaksanakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw yang merupakan suatu model pembelajaran yang dirancang supaya siswa mempelajari informasi divergen dan tingkat tinggi melalui kerja kelompok. Setiap kelompok mendapatkan suatu topik bahasan dan setiap anggota kelompok mencari informasi tantang isi satu sub topik yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif Jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa SMP Negeri 8 Malang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Malang pada bulan Juli-Agustus 2009. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIH SMP Negeri 8 Malang berjumlah 36 siswa terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Data penelitian ini berupa motivasi dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar siswa diketahui dari hasil angket dan lembar observasi, sedangkan hasil belajar siswa dapat diketahui dari selisih skor prates dan pascates. Ketuntasan belajar dianalisis dengan menggunakan skor postes menggunakan kriteria ketuntasan belajar. Ketuntasan belajar siswa diketahui jika telah mencapai ≥75 dan daya serap klasikal 80% siswa yang mencapai skor ≥75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada siklus II terjadi peningkatan apabila dibandingkan dengan siklus I. Skor motivasi rata-rata hasil angket sebelum dilaksanakan tindakan sebesar 3,22, meningkat menjadi 3,53 setelah dilakukan pelaksanaan tindakan. Hasil belajar juga mengalami peningkatan, pada siklus I sebesar 30,44 dan pada siklus II meningkat sebesar 37,46 dengan persentasi peningkatan 23,06%. Ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I sebesar 77,78% dan pada siklus II meningkat sebesar 91,67%. Jadi, ketuntasan belajar mengalami peningkatan sebesar 13,89%. Metode pembelajaran merupakan salah satu cara untuk mengatasi kebosanan dalam belajar, sehingga untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa disarankan guru melaksanakan metode pembelajaran yang variatif, misalnya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw.

Peningkatan keterampilan berbicara dengan menggunakan metode role playing di kelas IV SDN Blitar Kecamatan Sukorejo Kota Blitar / Khoirun Ni'mah

 

ABSTRAK Ni’mah, Khoirun. 2010. Peningkatan Keterampilan Berbicara dengan Menggunakan Metode Role Playing di Kelas IV SDN Blitar Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sutansi, M.Pd, (II) Drs. Suhel Madyono, M.Pd. Kata kunci: berbicara, siswa, metode role playing. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan penerapan metode role playing dalam upaya meningkatkan keterampilan berbicara, (2) mendeskripsikan peningkatan kelancaran berbicara siswa, (3) mendeskripsikan peningkatan kejelasan berbicara siswa, dan (4) mendeskripsikan peningkatan ketepatan berbicara siswa kelas IV dengan penerapan metode role playing di SDN Blitar Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode role playing dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa, yaitu pada aspek kelancaran hasil yang diperoleh pada tahap pra tindakan rata-rata nilai siswa 69,33%, pada siklus I naik menjadi 75,67%, dan pada siklus II naik menjadi 86%. Pada aspek kejelasan berbicara hasil yang diperoleh pada tahap pra tindakan rata-rata nilai siswa 72,67%, pada siklus I naik menjadi 81%, dan pada siklus II naik menjadi 87,33%. Pada aspek ketepatan berbicara hasil yang diperoleh pada tahap pra tindakan rata-rata nilai siswa 71,33%, pada siklus I naik menjadi 78%, dan pada siklus II naik drastis menjadi 87%. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu dengan menggunaan metode role playing dalam pembelajaran terbukti dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Maka disarankan menggunakan metode role playing dalam pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa.

Penyelenggaraan kegiatan kepelatihan seni lukis di Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Minat Universitas Negeri Malang / Didik Sudarwanto

 

Penelitin ini bertujuan untuk mendeskripksikan penyelenggaraan kegiatan kepelatihan seni lukis di Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Minat Universitas Negeri Malang. Dua fokus masalah yang diteliti yaitu (1) manajemen penyelenggaraan kegiatan kepelatihan seni lukis di Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Minat Universitas Negeri Malang, (2) Faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat dan pendukung dalam pelatihan seni lukis di Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Minat Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Minat Universitas Negeri Malang. Subjek yang diteliti meliputi, ketua umum, sie bidang kepelatihan, instruktur, anggota atau peserta kepelatihan seni lukis di Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Minat Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan pada penelitian metode studi kasus. Sedangkan untuk pengumpulan datanya dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Proses analisis data penelitian ini adalah (1) data dikelompokkan menurut katagorinya, (2) data dianalisis langsung dan dikaitkan dengan data sejenis pada kelompok katagori yang sama, (3) hasil penelitian dideskripsikan, serta (4) data diinterprestasi dan disimpulkan. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan sebagai berikut (1) manajemen penyelenggaraan kegiatan kepelatihan seni lukis di Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Minat sepenuhnya dikelola oleh ketua umum beserta pengurus-pengurusnya, serta sie-sie kegiatan yang terbagi menjadi beberapa sie kegiatan seperti, sie kepelatihan, sie sie rumah tangga dan usaha, sie penalaran, sie kesejahteraan, sie kemitraan dan pameran, sie seksi keliteraturan. Setiap sie mempunyai tanggung jawab sendiri-sendiri sesuai dengan program kerja yang diberikan oleh ketua umum. Sedangkan dalam kegiatan pelatihan seni lukis di UKM Sanggar Minat diadakan sesuai dengan jadwal yang disepakati oleh peserta, instruktur, sie bidang kepelatihan, dan ketua umum yang sebelumnya telah dibahas dalam rapat anggota UKM Sanggar Minat. Kegiatan kepelatihan seni lukis diadakan seminggu dua kali dalam dua bulan berturut-turut.,namun terkadang dalam masalah jadwal sering kali terjadi bentrokan dengan jadwal kuliah di kampus. Dalam kegiatan kepelatihan yang diadakan di Sanggar Minat, selain praktek melukis dan teori yang diberikan oleh instruktur juga diadakan apresiasi dari hasil karya para peserta sebagai pertanggung jawaban dari hasil karyanya, (2) dalam kegiatan kepelatihan seni lukis di UKM Sanggar Minat terdapat faktor-faktor pendukung dan penghambatnya antara lain adanya kebijakan UKM Sanggar Minat dalam menentukan jadwal kepelatihan seni lukis yang terkadang masih sering bermasalah dengan kegiatan para peserta di luar kegiatan kepelatihan, pengadaan sarana dan prasarana untuk kepelatihan seni lukis di UKM Sanggar Minat juga masih belum optimal, keadaan ini menjadi salah satu penghambat kegiatan pelatihan, sedangkan salah satu faktor pendukung kegiatan pelatihan seni lukis ini dikarenakan adanya instruktur yang tepat memiliki pengetahuan seni lukis, dan keinginan peserta untuk belajar dan mengembangkan keahlian mereka dalam bidang melukis, sehingga kegiatan kepelatihan seni lukis di UKM Sanggar Minat masih bisa berjalan meski masih terdapat hambatan-hambatan dalam pelaksanaannya.

Peningkatan pemahaman nilai moral melalui pembelajaran PKN berbasis VCT (Value Clarification Technique) pada siswa kelas III SDN Sukorejo 2 Kota Blitar / Lilik Nurkholidah

 

ABSTRAK Nurkholidah, Lilik. 2009. Peningkatan Pemahaman Nilai Moral Melalui Pembelajaran PKN Berbasis VCT (Value Clarification Technique) pada Siswa Kelas III SDN Sukorejo 2 Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Widayati, (II) Drs. Sunyoto, S.Pd. M.Si. Kata kunci: PKn, VCT (Value Clarification Technique), Meningkatkan Pemahaman Nilai Moral. Pembelajaran PKn merupakan mata pelajaran yang lebih identik dengan pembentukan sikap dan nilai moral. Tidak semua model pembelajaran dapat diterapkan dalam pembentukan sikap dan nilai moral. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembentukan sikap dan nilai moral Value Clarification Technique (VCT) yaitu tehnik mengklasifikasikan nilai (TMN). VCT merupakan suatu model pendekatan sarana belajar mengajar khusus untuk pendidikan nilai dan moral atau pendidikan afektif. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui penerapan model pembelajaran berbasis VCT dengan permainan kotak ajaib dalam pelajaran PKn dapat meningkatkan pemahaman nilai moral siswa Kelas III SDN Sukorejo 2 Kec. Sukorejo Kota Blitar, (2) untuk mengetahui peningkatan pemahaman nilai moral siswa Kelas III SDN Sukorejo 2 Kec. Sukorejo Kota Blitar dengan penerapan model pembelajaran berbasis VCT dengan permainan kotak ajaib dalam pelajaran PKn. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan Penelitin Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Instrumen yang digunakan adalah (a) observasi, (b) angket, (c) pedoman wawancara, (d) tes. Hasil peneliti ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berbasis VCT (Value Clarification Technique) dapat meningkatkan pemahaman nilai moral siswa, yaitu dari rerata skor 57 dengan daya serap klasikal 11,8 % pada pra tindakan, dan setelah diadakan siklus 1 rerata meningkat menjadi 62 dan dengan daya serap klasikal 35,2%. Jumlah tersebut mengalami peningkatan lagi dari siklus 2 yaitu rerata 68 dan dengan daya serap klasikal 70,6 %. Kesimpulan (1) penggunaan model pembelajaran VCT dapat meningkatkan pemahaman nilai moral siswa mata pelajaran PKn Kelas III SDN Sukorejo 2 Kota Blitar, (2) Peningkatan pemahaman nilai moral pada pembelajaran PKn diperoleh dari penilaian proses pembelajaran dan hasil tes evaluasi.

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe "dua tinggal dua tamu" pada materi fungsi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar / Nosa Putri Djumaliningsih

 

ABSTRAK Djumaliningsih, Nosa Putri. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe ”Dua Tinggal Dua Tamu” pada Materi Fungsi untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar. Skripsi, Jurusan Matematika Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Cholis Sa’dijah, M.Pd, M.A, (II) Dr. I Nengah Parta, M.Si. Kata kunci: pembelajaran kooperatif tipe “dua tinggal dua tamu”, motivasi belajar, hasil belajar. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SMP Negeri 5 Madiun diketahui bahwa dalam pembelajaran matematika, guru menggunakan metode ekspositori dan dilanjutkan dengan penugasan. Selama ini, siswa kurang tertarik untuk belajar matematika karena pembelajaran membosankan. Selain itu pelajaran matematika masih kurang diminati oleh siswa. Hal ini didukung oleh hasil pengamatan yang dilakukan peneliti di kelas VIII A SMPN 5 Madiun. Berdasarkan pengamatan, motivasi untuk belajar matematika sangat kurang dan sekitar 47,22% siswa memperoleh nilai ujian matematika pada bulan Oktober 2009 di bawah SKM (Standar Ketuntasan Minimal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe “dua tinggal dua tamu” pada pembelajaran Fungsi yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Pendekatan yang digunakan kualitatif dan jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 5 Madiun pada bulan Oktober sampai November 2009. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dan membutuhkan delapan pertemuan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe “dua tinggal dua tamu” yang dapat meningkatkan motivasi maupun hasil belajar yaitu: (1) Siswa diberi gambaran tentang materi yang akan dipelajari, (2) Siswa dibentuk dalam kelompok yang beranggotakan empat siswa yang heterogen, (3) Setiap siswa dalam kelompok diberi masalah, (4) Siswa berdiskusi dalam kelompok awal, (5) Dua siswa tetap tinggal di kelompok awal dan dua siswa yang lain bertamu ke kelompok lain untuk mencari informasi, (6) Siswa yang bertamu kembali ke kelompok asal dan menjelaskan hasil temuan saat bertamu, (7) Siswa melakukan presentasi dan dilanjutkan penguatan dari guru, (8) kelompok yang aktif dan memperoleh nilai tinggi mendapatkan hadiah. Perangkat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu RPP dan LKS, sedangkan instrumen dalam penelitian ini yaitu lembar validasi, angket, lembar pengamatan, format perekaman situasi pembelajaran dan tes. Peningkatan motivasi belajar ditunjukkan dari hasil pengamatan aktivitas siswa dan angket motivasi mencapai kriteria “baik” sedangkan peningkatan hasil belajar ditunjukkan dengan persentase ketuntasan belajar siswa mencapai 88,89% dan rata-rata nilai LKS saat proses pembelajaran mencapai kriteria “baik”. Dari hasil angket juga diperoleh bahwa respon siswa senang dan memberikan tanggapan yang positif terhadap model pembelajaran kooperatif tipe “dua tinggal dua tamu”.

Harapan orang tua pada pembelajaran anak usia dini (studi kasus di Kelompok Bermain Restu 2 Malang) / Moch. Ilham Al Rachman

 

Pendidikan Anak Usia Dini merupakan suatu upaya pengembangan segala potensi anak usia dini yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional melalui proses pembelajaran sistematis di Kelompok Bermain sebagai salah satu satuan Pendidikan Non Formal. Dalam pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini peran serta orang tua sangat penting sebagai satu kesatuan komponen penunjang perkembangan anak. Harapan orang tua terhadap pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini melatarbelakangi terjadinya hubungan yang penting antara orang tua dan Kelompok Bermain. Tujuan penelitian ini adalah pertama, ingin mengetahui harapan orang tua dalam pembelajaran anak usia dini, kedua, ingin mengetahui pembelajaran anak usia dini dalam rangka memenuhi harapan orang tua, ketiga, ingin mengetahui keterkaitan antara harapan orang tua dengan pembelajaran anak usia dini, keempat, ingin mengetahui latar belakang terjadinya keterkaitan antara harapan orang tua dengan pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Tehnik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah orang tua wali murid dan guru Kelompok Bermain Restu 2. Analisis data menggunakan reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dengan perpanjangan kehadiran peneliti, ketekunan pengamatan dan proses triangulasi. Hasil penelitian ini adalah pertama, harapan orang tua dalam pembelajaran anak usia dini di Kelompok Bermain Restu 2 adalah anak mampu menghadapi masalah-masalah perkembangannya. Kedua, pembelajaran yang diselenggarakan Kelompok Bermain Restu 2 yang awalnya menggunakan metode area berubah menjadi metode BCCT dengan SKM dan SKH terstruktur lebih baik. Ketiga, keterkaitan antara harapan orang tua dengan pembelajaran anak usia dini di Kelompok Bermain Restu 2 terjadi dengan baik menciptakan hubungan yang harmonis. Keempat, terjadinya keterkaitan antara harapan orang tua dengan pembelajaran anak usia dini di Kelompok Bermain Restu 2 disebabkan adanya hubungan saling membutuhkan yaitu orang tua sebagai tim evaluasi kegiatan anak usia dini di rumah dan guru sebagai tim pelaksana pembelajaran di lembaga PAUD. Peran serta Kelompok Bermain Restu 2 dalam pembelajaran anak usia dini harus terstruktur dengan baik tetap mengedepankan nilai-nilai terpenting pertumbuhan perkembangan anak. Jurusan PLS khususnya program pendidikan anak usia dini mampu mengembangkan pengelolaan lembaga PAUD sesuai dengan harapan lingkungan masyarakat. Peran serta kedua orang tua dalam pembelajaran anak usia dini seharusnya lebih dirasakan oleh anak tidak terfokus kepada ibu. Mahasiswa mampu mengembangkan pengelolaan satuan Pendidikan Non Formal khususnya dalam pembelajaran pendidikan anak usia dini pada lembaga Kelompok Bermain sesuai dengan harapan orang tua.

Penerapan model pembelajaran jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas III B SDN Karangsari 3 Kota Blitar / Lutfi Rahmawati

 

ABSTRAK Rahmawati, Lutfi. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPS Kelas III B SDN Karangsari 3 Kota Blitar. Skripsi, Jurusan KSDP, S1 PGSD. Dosen pembimbing I Suminah, S. Pd, M. Pd, dosen pembimbing II Drs. Hadi Mustofa, M. Pd Kata-kata kunci: model pembelajaran kooperatif jigsaw, hasil belajar, pembelajaran IPS Pemilihan model pembelajaran kooperatif jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III B SDN Karangsari 3 Kota Blitar dalam pembelajaran IPS dilatarbelakangi oleh masalah rendahnya hasil belajar siswa kelas III yang di bawah rata-rata. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa aspek, salah satu diantaranya karena selama ini guru menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran IPS dan selama ini belum pernah diterapkan model pembelajaran kooperatif jigsaw dalam pembelajaran, sehingga aktivitas dan motivasi siswa tidak bisa meningkat yang berakibat pada rendahnya hasil belajar. Penulisan skripsi ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw dalam pembelajaran IPS di kelas III B SDN Karangsari 3 Kota Blitar, (2) Untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Jigsaw dalam meningkatkan proses pembelajaran IPS di kelas III B SDN Karangsari 3 Kota Blitar, (3) Untuk mendeskripsikan model pembelajaran kooperatif jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di kelas III B SDN Karangsari 3 Kota Blitar Penelitian ini dirancang dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian disusun dalam dua siklus penelitian. Setiap siklus secara berdaur meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Kegiatan refleksi dilakukan setiap akhir siklus dan dijadikan sebagai penentuan tindakan pada siklus berikutnya. Tahap pelaksanaan penelitian dilakukan secara kolaboratif dengan guru pembimbing yang ditunjuk oleh sekolah sebagai observer. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif. Dalam penerapannya model pembelajaran kooperatif jigsaw dapat meningkatkan proses pembelajaran IPS di kelas III SDN Karangsari 3 Kota Blitar yaitu sebesar 61% kemudian siklus I 77% dan siklus II sebesar 88%. Penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw yang sesuai dengan prosedur, dapat meningkatkan hasil belajar siswa baik itu secara kelompok maupun individu. Hal ini terbukti dengan meningkatnya persentase ketuntasan belajar dari masing-masing siklus pembelajaran yang telah dilakukan yaitu 40% kemudian meningkat pada siklus I 64% dan pada siklus II menjadi 100%. Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw aktivitas dan motivasi siswa dapat meningkat, hal ini terbukti dengan meningkatknya persentase hasil belajar siswa baik secara kelompok maupun secara individu. Berdasarkan simpulan tersebut, maka saran yang dapat diberikan adalah Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan penarikan kesimpulan adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif jigsaw pada pembelajaran IPS di kelas III B SDN Karangsari 3 Kota Blitar dapat meningkatkan hasil dan proses pembelajaran pada siswa, sehingga model pembelajaran ini hendaknya dapat diterapkan oleh guru untuk meningkatkan hasil dan proses pembelajaran pada siswa baik pada mata pembelajaran IPS maupun pada pembelajaran lainnya, sehingga akan menambah referensi guru dalam memfasilitasi siswa mencapai tujuan pembelajaran.

Media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan mengarang siswa kelas IV SDN Sokowiyono 02 Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung / Handari Winingsih Salit

 

ABSTRAK Salit, H. W. 2009. Media Gambar Seri untuk Meningkatkan Kemampuan Mengarang Siswa Kelas IV SDN Sukowiyono 02 Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung. Skripsi. Jurusan KSDP Program S1 PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Rumidjan, M. Pd. (2) Drs. I Made Seken, M. Pd. Kata Kunci: Media Gambar Seri, Kemampuan Mengarang Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SDN Sukowiyono 02 Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung diperoleh data rata-rata nilai kelas dari 10 siswa adalah 64,5 dan masih ada 7 siswa yang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 67. Siswa mengalami kesulitan diantaranya: (1) kesulitan memunculkan ide/gagasan dalam mengarang, (2) kesulitan mengkaitkan antara gagasan dalam mengarang, hal ini terlihat dari isi karangan dengan judul yang ditulis siswa belum sesuai, dan (3) siswa kesulitan dalam mengembangkan gagasan ke dalam bentuk karangan, hal ini terlihat dari siswa belum dapat menggunakan bahasa dan ejaan yang sesuai. Keadaan demikian disebabkan karena guru langsung menyuruh siswa untuk mengarang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengarang dengan menggunakan media gambar seri. Gambar seri merupakan gambar yang menunjukkan ilustrasi kegiatan atau cerita yang dilakukan secara runtut. Adapun tahapan mengarang meliputi pramengarang, mengarang, dan pascamengarang. Jenis penelitian ini adalah termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dengan dua siklus. Subjek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas IV SDN Sukowiyono 02 Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung sebanyak 10 siswa. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes evaluasi proses dan hasil untuk mengetahui kemampuan mengarang siswa, lembar observasi aktifitas guru dan siswa, dan pedoman wawancara. Hasil dari penelitian pada siklus I nilai rata-rata siswa adalah 66,4, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata siswa adalah 74,5. Ketuntasan belajar pada siklus I adalah 60 %. Sedangkan ketuntasan belajar pada siklus II adalah 90%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan media gambar seri telah berhasil diterapkan di kelas IV SDN Sukowiyono 02 Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung karena telah memenuhi kriteria keberhasilan tindakan. Penggunaan media gambar seri dapat meningkatkan kemampuan mengarang siswa kelas IV SDN Sukowiyono 02 Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung yang dapat ditunjukkan dari adanya peningkatan nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II sebesar 8,1 dan 90% siswa telah mencapai KKM. Sehingga dapat diajukan saran dalam proses pembelajaran guru hendaknya menggunakan media gambar seri.

Meningkatkan pemahaman siswa tentang aturan di masyarakat melalui permainan kata berantai pada mata pelajaran PKN kelas III di SDN Tegalwaru Kecamatan Dau Kabupaten Malang / Titik Restuningsih

 

ABSTRAK Restuningsih, Titik. 2009. Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Aturan Di Masyarakat Melalui Permainan Kata Berantai Pada Mata Pelajaran Pkn Kelas III Di SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Skripsi. Program Studi S1 PGSD. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Ahmad Samawi, M. Hum, dan (2) Dra. Hj. Murtiningsih, M. Pd. Kata Kunci: permainan kata berantai, pemahaman, mata pelajaran PKn. Brdasarkan observasi dalam proses pembelajaran PKn kelas III SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang, peneliti menemukan fakta bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajarn dan siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar-mengajar. Guru dalam pelaksanaan pembelajaran hanya menggunakan metode konvensional (ceramah) yang membuat peserta didik merasa jenuh dan tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu data menunjukkan bahwa kemampuan rata-rata peserta didik SDN Tegalweru, Kec. Dau kurang dari 65. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan penerapan pelaksanaan pembelajaran tentang aturan di masyarakat melalui permainan kata berantai pada mata pelajaran PKn kelas III SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang. (2) Untuk Mendiskripsikan peningkatan aktivitas balajar siswa dalam pembelajaran pemahanan tentang aturan di masyarakat melalui permainan kata berantai pada mata pelajaran PKn kelas III SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang. (3) Untuk mendeskripsikan apakah pemahaman siswa kelas III SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang dalam pembelajaran PKn tentang aturan di masyarakat dapat ditingkatkan melalui permainan kata berantai. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian adalah peserta didik kelas III SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang sebanyak 28 anak. Pelaksanaan PTK ini terdiri dari 2 siklus. Setiap tindakan meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket dan tes keaktifan peserta didik serta kemampuan guru melakukan pembelajaran dengan permainan kata berantai. Teknik analisa data yang digunakan adalah aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran dan hasil belajar peserta didik Kemampuan awal tentang aturan di masyarakat peserta didik rata-rata adalah 48,39. Setelah diberikan tindakan pada siklus I nilai rata-rata peserta didik menjadi 65,29. Dari hasi pelaksanaan siklus I menunjukkan peningkatan rata-rata 5,21. Pelaksanaan siklus II, menunjukkan nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 80,71. Peningkatan skor rata-rata dari siklus I ke siklus II adalah 5,46. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan kata berantai dengan memanfaatkan media gambar dan metode diskusi kelompok meningkatkan keterampilan menulis deskripsi peserta didik. Peningkatan pemahaman peserta didik tentang aturan di masyarakat dapat dilihat dari kenaikan rata-rata yang diperoleh dari hasil belajar dan aktivitas belajar peserta didik. Saran yang diberikan kepada para guru dan peneliti lain adalah (1) Guru dapat mengembangkan penerapan permainan kata berantai pada pokok bahasan lain, (2) Pembuatan RPP, pengelolaan kelas yang baik, disertai komponen pelengkap pembelajaran lain, (3) Penerapan permainan kata berantai perlu dikembangkan lebih lanjut dan lebih bervariasi untuk memperbaiki kekurangan (baik masalah waktu yang digunakan, media pembelajaran dan pengelolaan kelas yang maksimal) dan memperoleh hasil yang maksimal, dan (4) Dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam melakukan penelitian lebih lanjut dan sejenis dengan materi atau cakupan yang lebih luas. Melalui penelitian-penelitian serupa akan diperoleh berbagai ragam permainan yang sesuai dengan ragam sub pokok bahasan mata pelajaran PKn.

Aplikasi sistem pendaftaran siswa baru berbasis WEB / Catur Indarto

 

Pembangunan dunia pendidikan dewasa kini selalu mengalami perkembangan pesat seiring dengan laju perkembangan teknologi informasi yang beraneka ragam. Munculnya media internet akan sangat memudahkan dalam pembelajaran sesuatu yang baru tanpa dibatasi ruang, jarak dan waktu, karena dengan mengakses media internet segala informasi dapat dilakukan. Banyak sekali media internet yaitu situs-situs yang memberikan beberapa fasilitas misalnya Google, Yahoo, MSN, dan web hosting sejenisnya terutama bagi sekolah yang telah menerapkan teknologi media internet. Dalam hal ini, penerimaan siswa baru merupakan kondisi yang sering dihadapi oleh setiap instansi atau lembaga pendidikan /sekolah dalam menerima calon siswa pada tahun ajaran baru, dimana selama ini masih ada lembaga pendidikan/sekolah melaksanakan sistem pendaftaran siswa baru secara manual mulai dari registrasi pendaftaran, penyelenggaraan dan penyeleksian penerimaan siswa tersebut. Dengan adanya sistem online ini, diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi panitia pendaftaran siswa baru dalam mengolah data, mengambil keputusan,dan menginformasikan kepada public. Pendaftaran cukup dengan mengakses aplikasi sistem pendaftaran ini dalam bentuk website dan mengikuti petunjuk yang ada. Hal ini juga menguntungkan bagi para calon siswa, karena proses registrasi pendaftarannya dilakukan dalam bentuk website dengan system komputasi yang menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL.

Optimalisasi bandwidth jaringan internet berbasis mikrotik di SMK Negeri 1 Baureno / Saiful Arif

 

Perkembangan internet saat ini sangat pesat baik untuk mencari informasi, artikel, pengetahuan terbaru atau sebagai media pembelajaran online. Seiring dengan kemajuan teknologi sekarang ini, hendaknya tiap sekolah memiliki sarana untuk mendapatkan berbagai informasi. Khususnya bagi SMK Negeri 1 Baureno adalah salah satu SMK kejuruan yang mempunyai program keahlian teknik komputer jaringan yang mana akses internet sangat dibutuhkan. Maka dari itu akan dibuat jaringan internet yang dapat memenuhi fasilitas yang lebih memadai, dengan cara mengoptimalkan bandwidth internet. Dengan adanya internet guru dan siswa dapat memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan yang baru, serta sistem pengajaran yang ada di SMK Negeri 1 Baureno khusunya di program keahlian teknik komputer jaringan. Langkah yang di tempuh dalam mengoptimalkan bandwith adalah membangun sebuah jaringan dengan dua buah ISP (Internet Service Provider) yang nantinya akan di distribusikan ke seluruh jaringan komputer yang ada di SMK Negeri 1 Baureno khusnya di laboratorium komputer. Untuk memanajemen bandwith yang ada maka di lengkapi pula sebuah konfigurasi dalam sebuah router mikrotik yang berfungsi untuk membagi rata bandwidth yang untuk komputer yang ada. Dalam pengembangan sistem jaringan ini akan membahas lebih rinci bagaimana cara membuat jaringan dengan dua buah input ISP (internet service provider) dalam satu router mikrotik. Langkah pertama dengan memasang router board di tower yang ada di SMK Negeri 1 Baureno dengan dilengkapi dua buah wireless mini PCI dan dua buah antena grid yang nantinya untuk menerima akses internet dari masing-masing ISP (Internet Service Provider) yaitu ISP Telkom Speedy dan Jardiknas. Dengan menggunakan konfigurasi failover dan manajemen bandwidth yang ada di router mikrotik, maka akses internet pun lebih baik. Apabila ada salah satu jaringan ISP (Internet Service Provider) yang down maka jaringan tidak akan sampai putus di karenakan failover dalam mikrotik dapat berfungi sebagai pengatur akses internet yang secara otomatis akan berpindah ke jaringan ISP (Internet Service Provider) yang masih up, dan kalau ISP sudah up kembali maka jaringan akan bekerja pada masing-masing jalur. Dan untuk manajemen bandwidth yang ada maka setiap komputer dengan menggunakan di batasi download 64 kbps dan upload 64 kbps pada setiap komputer di laboratorium SMK Negeri 1 Baureno. Kesimpulan yang dapat diambil dari perancangan dan hasil pengujian adalah konfigurasi failover yang nantinya secara otomatis dapat mengatur jaringan dengan cara mengarahkan jaringan ke jaringan yang masih up dan mengembalikan ke jaringan asal apabila jaringan sudah kembali normal. Untuk sistem manajemen bandwidth, menggunakan simple queues untuk membatasi bandwidth internet download 64 Kbps dan Upload 64 Kbps setiap komputer di laboratorium Komputer SMK Negeri 1 Baureno tidak melebihi batas yang ditentukan. Dengan melihat hasil yang dicapai, untuk pengembangan lebih lanjut disarankan untuk mendapatkan hasil yang lebih sempurna maka sangat diperlukan penambahan firewall mikrotik jaringan yang ada pada router mikrotik dan dalam pembagian bandwidth untuk mendapatkan hasil yang diharapkan maka harus dapat menyeimbangkan antara bandwidth dengan jumlah client.

Penerapan pembelajaran kooperatif model team games tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata diklat kewirausahaan (Studi pada kelas X pemasaran SMK Islam Batu) / Nuril Hidayati

 

ABSTRAK Hidayati, Nuril. 2010. Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Teams Games tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMK Islam Kota Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Tata Niaga FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Agung Winarno, M.M, (II) Imam Bukhori, S.Pd, M.M. Kata Kunci: metode pembelajaran kooperatif model teams games tournament (TGT), hasil Belajar Siswa. Metode pembelajaran kooperatif memiliki Sembilan model pembelajaran yang bervariasi dalam mengkonstruk pemikiran siswa selama belajar. Salah satu model pembelajaran kooperatif yakni model Teams Games Tournament (TGT). Pembelajaran model Team Games Tournament (TGT) adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement sehingga dapat membangkitkan semangat belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model TGT terhadap hasil belajar untuk mata diklat kewirausahaan pada kelas X di SMK Islam kota batu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif model TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMK Islam Batu Malang mata diklat Kewirausahaan. Peningkatan ketuntasan belajar secara keseluruhan (klasikal) pada siklus 1 ke siklus 2 sebesar 18.95% untuk aspek kognitif, Peningkatan ketuntasan belajar secara keseluruhan (klasikal) sebesar 53.85% untuk aspek afektif, dan Peningkatan ketuntasan belajar secara keseluruhan (klasikal) sebesar 72.23% untuk aspek psikomotorik. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada guru-guru mata diklat kewirausahaan lainya agar mencoba menerapkan pembelajaran kooperatif model TGT dalam proses pembelajaran kewirausahaan di kelas. Sebelum pelaksanaan pembelajaran kooperatif model TGT sebaiknya guru mempersiapkan perangkat dan media penunjang pembelajarannya terlebih dahulu. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penerapan metode pembelajaran kooperatif model TGT dalam pembelajaran mata diklat lainya agar diperoleh hasil penelitian yang representatif.

Penggunaan team games tournament dalam pembelajaran PKn tentang pelaksanaan pemeliharaan lingkungan alam dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II di SDN Lambangkuning I Kecamatan Kerosono Kabupaten Nganjuk / Yan Kurniawan

 

ABSTRAK Kurniawan, Yan. 2009. Penggunaan Team Games Tournament Dalam Pembelajaran PKn Tentang Pelaksanaan Pemeliharaan Lingkungan Alam Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas II di SDN Lambangkuning I Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan KSDP S1 PGSD, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Widayati, M.H (II) Suwarti, S.Pd, M.Pd Kata kunci : penggunaan model time games tournament, hasil belajar siswa, pkn sekolah dasar. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan ilmu yang memfokuskan pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak dan kewajiban warga negara dengan ketentuan yang ditekankan pengalaman sehari-hari serta meningkatkan kesadaran dan wawasan akan hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Berdasarkan penelitian terhadap pelaksanaan pembelajaran PKn di SDN Lambangkuning I Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk diketahui adanya permasalahan hasil nilai siswa dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan model Team Games Tournament dalam pembelajaran PKn kelas II di SDN Lambangkuning I Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian siswa kelas II SDN Lambangkuning I Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk dengan jumlah 15 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan test dan observasi selama proses belajar mengajar berlangsung. Analisis data dilakukan setelah pemberian tindakan pada masing-masing siklus yang telah dilakukan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah hasil belajar siswa kelas II mata pelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament. Hal ini dapat terlihat dengan adanya peningkatan hasil belajar yang lebih baik dari nilai ulangan yang diperoleh sebelum menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament adalah 60,5 dan pada siklus I dengan menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament mencapai nilai rata-rata 72. Pada siklus II meningkat menjadi 88,33. Jumlah siswa yang mengalami ketuntasan belajar juga meningkat dengan pelaksanaan model Team Games Tournament ini, hal ini terbukti adanya peningkatan jumlah siswa yang tuntas dalam siklus II. Pada siklus I siswa yang tuntas ada 53,33%, pada siklus II ada 86,67% dan sudah diatas kriteria ketuntasan yaitu 80% untuk klasikal. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Team Games Tournament tersebut dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II di SDN Lambangkuning I Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk pada mata pelajaran PKn. Hal ini terbukti bahwa setiap pembelajaran yang dilakukan pada siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan yang baik. Hasil penelitian ini diharapkan agar guru dapat menerapkan pembelajaran model Team Games Tournament dalam mata pelajaran PKn pada khususnya.

Penerapan metode mendongeng untuk meningkatkan proses dan hasil belajar PKN materi pokok hidup gotong royong siswa kelas II SDN Karangbesuki 1 Malang / Alfi Lailatin

 

ABSTRAK Lailatin, Alfi. 2009. Penerapan Metode Mendongeng untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Pkn Materi Pokok Hidup Gotong Royong Siswa Kelas II SDN Karangbesuki 1 Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar Dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Sutarno, M. Pd, (2) Drs. Imam Nawawi, M. Si Kata kunci: metode mendongeng, proses belajar, hasil belajar, PKn SD Rendahnya nilai proses dan hasil belajar PKn materi pokok gotong royong siswa kelas II dari pemerolehan data observasi awal peneliti menjadi masalah yang perlu dikaji penyebab dan menemukan solusi untuk mengatasinya.Salah satu karakteristik siswa kelas II adalah suka mendengarkan dongeng. Sehingga hal tersebut perlu diujicobakan penerapannya. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah. (1) Bagaimana proses belajar PKn yang dilakukan guru dengan menerapkan metode mendongeng dalam membelajarkan pokok bahasan gotong royong siswa kelas II SDN Karangbesuki 1 Malang?, (2) Apakah penggunaan metode pembelajaran mendongeng dapat meningkatkan proses belajar PKn siswa kelas II SDN Karangbesuki 1 Malang?, (3) Apakah penggunaan metode pembelajaran mendongeng dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas II SDN Karangbesuki 1 Malang? Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan model penelitian tindakan kelas (PTK). Langkah PTK ini meliputi 2 siklus pada siklus I dilaksanakan selama dua hari sedangkan pada siklus II dilaksanakan selama satu hari. Subjek penelitian Subyek penelitian dibatasi pada siswa kelas II SDN Karaangbesuki 1 Malang Malang yang berjumlah 45 siswa. Instrumen yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Sedangkan evaluasi yang dilakukan terfokus pada proses dan hasil dengan menggunakan teknik tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode mendongeng dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDN Karangbesuki 1 Malang. Hal ini dapat dilihat pada hasil belajar yang meningkat tajam, dari rata-rata sebelumnya 56,66 pada pretes, 74,44 pada siklus I dan meningkat 85,07 pada siklus II. Sedangkan untuk nilai proses individu 69,8 pada siklus I meningkat 83,56 pada siklus II, dan nilai proses kelompok 73 pada siklus I meningkat 80,22 pada siklus II. Pada siklus II ketuntasan belajar mencapai diatas 75 % sehingga siklus dihentikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan metode mendongeng dapat meningkatkan hasil dan proses pembelajaran PKn. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada guru khususnya guru kelas II bahwa dalam membelajarkan PKn, yang hakikatnya adalah pembelajaran yang berlandaskan pada nilai, guru hendaknya dapat memilih metode pembelajarn yang sesuai dengan karakteristik siswa, materi pembelajaran, dan tujuan yang telah direncanakan. Sehingga pada akhirnya diharapkan pembelajaran yang berlangsung dapat meningkatkan proses dan hasil belajar, puncaknya adalah dapat memfasilitasi siswa menjadi manusia yang dewasa.

Kepimpinan kepala kantor perpustakaan, kearsipan dan dokumentasi dalam meningkatkan mutu layanan perpustakaan (Studi kasus di Perpustakaan Umum Kabupaten Tuban) / Deddy Frisdiansyah Akhmad Farieh Ridwan

 

ABSTRAK Ridwan, Deddy F. A. F. 2009. Kepemimpinan Kepala Kantor Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi dalam Meningkatkan Mutu Layanan Perpustakaan (Studi Kasus di Perpustakaan Umum Kabupaten Tuban). Skripsi Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (I) Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd. Dosen Pembimbing (II) Dr. Ali Imron, M.Pd, M.Si Kata kunci: kepemimpinan kepala kantor perpustakaan, kearsipan dan dokumentasi, peningkatan mutu layanan perpustakaan Pada jaman ini yaitu era globalisasi memungkinkan banyaknya akses untuk mencari informasi dari segala penjuru dunia salah satunya adalah melalui perpustakaan yang sudah banyak didirikan. Dengan adanya perpustakaan pemustaka juga dapat mencari, mengolah ataupun menyimpan data. Dalam dunia pendidikan khususnya, perpustakaan dijadikan sebagai sarana informasi yang diperlukan sebagai sumber belajar maupun laboratorium belajar yang memungkinkan para tenaga pendidik dan peserta didik meningkatkan kualitasnya. Perpustakaan umum adalah perpustakaan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial-ekonomi. Peran seorang pimpinan perpustakaan dalam melakukan serangkaian inovasi dan improvisasi program atau kegiatan perpustakaan sangatlah perlu dalam rangka meningkatkan daya minat dan gairah masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan. Reforrmasi program dan layanan harus berkesinambungan ditunjang dengan pelatihan dan kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam struktural organisasi maupun kinerja pegawai perpustakaan. Kepala Kantor Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi (KPKD) dalam pengelolaan lembaga tidak sekedar dilandasi kemampuan mengatur dan menjalankan mekanisme kepemimpinan saja, tetapi juga harus mampu memimpin dan mengembangkan organisasi tersebut. Berdasarkan uraian konteks penelitian yang telah dikemukakan di atas, maka fokus penelitian ini adalah: (1) karakteristik kepemimpinan Kepala KPKD dalam meningkatkan mutu layanan perpustakaan. (2) deskripsi tipe kepemimpinan yang diterapkan Kepala KPKD dalam meningkatkan mutu layanan perpustakaan. (3) fungsi-fungsi kepemimpinan yang diterapkan Kepala KPKD dalam meningkatkan mutu layanan perpustakaan. (4) kegiatan-kegiatan Kepala KPKD dalam meningkatkan mutu layanan perpustakaan. Penelitian ini dilakukan di KPKD Kabupaten Tuban dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) wawancara mendalam; (2) observasi; dan (3) studi dokumentasi. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut diorganisasi, ditafsirkan, dan dianalisa secara berulang-ulang guna penyusunan konsep dan abstraksi temuan lapangan. Kredibilitasi sumber dengan menggunakan teknik trianggulasi data dan trianggulasi sumber data. Temuan penelitian ini yaitu karakteristik kepemimpinan Kepala KPKD dalam meningkatkan mutu layanan perpustakaan, yakni memiliki karakteristik kepemimpinan yang karismatik dan terbuka. Tipe kepemimpinan demokratis yang dimilikinya, semakin membuat perpustakaan umum terus berkembang dan maju karena semua pegawai baik atasan dan bawahan yang terdapat di lembaga ikut terlibat langsung dan memiliki tanggung jawab bersama untuk melayani masyarakat. Pada fungsi kepemimpinan, Kepala KPKD mempunyai fungsi instruksi, fungsi konsultasi, fungsi partisipasi, fungsi delegasi dan fungsi pengendalian. Pemimpin juga berusaha membantu terciptanya suasana persaudaraan, kerjasama dengan penuh rasa kebebasan. Di samping itu juga membantu kelompok untuk mengorganisir diri, bertanggung jawab dalam mengambil keputusan bersama dengan kelompok dan bertanggung jawab dalam mengembangkan dan mempertahankan eksistensi organisasi. Kegiatan-kegiatan Kepala KPKD dalam meningkatkan mutu layanan adalah sebagai berikut: (1) Kepala KPKD mengembangkan idenya bersama dengan pegawainya, Pemerintah Daerah, Instansi Pendidikan, dan masyarakat, secara partner untuk mengadakan kegiatan secara bersama; (2) mengelola sumberdaya pegawai dalam meningkatkan peranan terhadap peningkatan Perpustakaan; (3) bekerjasama dengan United States Agency International Development (USAID) melalui program Decentralized Basic Education/DBE1 (Pendidikan Dasar Terdesentralisasi) meresmikan Kafe Internet yang bekerjasama dengan dua perusahaan lokal, PT. Tridata Cakrawala dan CV Samodra dalam mengembangkan Kafe Internet dan piranti lunak Sistem Informasi Perpustakaan (SIPUS). Program ini dimaksudkan untuk mendorong masyarakat menggunakan perpustakaan dan internet sebagai sumber informasi dan pembelajaraan; (4) meningkatkan optimalisasi peran masyarakat dan sekolah dalam memahami pentingnya membaca untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam menghadapi perkembangan jaman. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan kepada Kepala KPKD Kabupaten Tuban untuk menjalankan kepemimpinan secara lebih profesional terutama kegiatan-kegiatan yang bertujuan meningkatkan mutu layanan perpustakaan serta terus meningkatkan dan membina kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah dan instansi lainnya sehingga mutu layanan perpustakaan dapat terus ditingkatkan.

Penggunaan pendekatan paikem pada pembelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di SDN Tlumpu kota Blitar / Reni Uba Permatasari

 

PKn merupakan usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan siswa agar mereka secara lahir dan batin dapat menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam segala aspek kehidupan. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap pelaksanaan pembelajaran PKn di SDN Tlumpu Kota Blitar diketahui adanya permasalahan dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan pendekatan Paikem dalam bidang studi PKn kelas IV di SDN Tlumpu Kota Blitar. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian siswa kelas IV SDN Tlumpu Kota Blitar dengan jumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan test, dokumentasi dan observasi selama proses belajar mengajar berlangsung. Analisis data dilakukan setelah pemberian tindakan pada masing-masing siklus yang telah dilakukan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran PAIKEM dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di SDN Tlumpu Kota Blitar. Ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil belajar dari nilai rata-rata kelas pada siklus I adalah 74,55 dan pada siklus II meningkat menjadi 82,73. Jumlah siswa yang mengalami ketuntasan belajar pada siklus II juga meningkat dibandingkan dengan dengan siklus I. Siklus I ada 23 atau 69,7% siswa yang tuntas dan siklus II ada 30 siswa atau 90,9% yang mengalami ketuntasan dalam belajar. Sedangkan siswa yang belum tuntas pada siklus I ada 10siswa atau 30,3% dan siklus II ada 3 siswa atau 9,09% siswa yang belum tuntas dalam belajar. Dengan menggunakan pendekatan pembelajaran PAIKEM ada peningkatan jumlah siswa yang tuntas dalam siklus I dan siklus II. Selain peningkatan nilai individu, hasil nilai belajar kelompokpun juga mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata kelompok pada siklus I adalah 76,67 dan siklus II rata-rata nilai kelompok adalah 86,67. Ini terbukti bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran PAIKEM dapat meningkatkan hasil nilai siswa baik insividu maupun kelompok.

Membangun dan mengimplementasikan jaringan internet serta server proxy clark connect di SMP Negeri 1 Balen Bojonegoro / Kastawi, Eko Winarno

 

Salah satu cara yang dapat ditempuh guna meningkatkan pengembangan di dunia pendidikan adalah dengan memperkenalkan teknologi informasi sejak dini, khususnya teknologi jaringan komputer. Seiring dengan kemajuan teknologi sekarang ini, hendaknya tiap sekolah memiliki sarana untuk mendapatkan berbagai informasi. Khususnya bagi SMP Negeri 1 Balen adalah salah satu Sekolah Menengah Tingkat Pertama yang sangat memerlukan akses internet dalam kegiatan belajar mengajar. Maka dari itu penulis membuat jaringan internet yang dapat memenuhi fasilitas yang lebih memadai, dengan cara mengoptimalkan membuat proxy server. Dengan adanya internet guru dan siswa dapat memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan yang baru, serta sistem pengajaran yang ada di SMP Negeri 1 Balen. Langkah pertama membuat Server Proxy Clark Connect adalah menyediakan komputer dengan spesifikasi Processor 1.7 Ghz Pentium 4, memory minimal 128 GB, harddisk minimal 10 GB, 2 buah Land Card, Keyboard dan CD-ROM serta menyiapkan software instalasi Clark Connect. Selanjutnya memasang dua NIC (Network Interfaace Card) yang nantinya berfungsi sebagai input dan Out put data dengan menggunakan media transmisi kabel UTP (Unshielded Twisted Pair). Kesimpulan yang dapat diambil dari pembuatan dan hasil pengujian adalah (1) Server proxy Clark Connect yang ada di laboratorium SMP Negeri 1 Balen dapat mengoptimalkan browsing internet pada semua komputer client yang terhubung ke internet; (2) Selain itu dapat digunakan untuk membatasi layanan akses ke internet terhadap situs yang mengandung unsur SARA dan pornografi. Sehingga siswa terhindar dari pengaruh negatif yang disebabkan oleh situs-situs tersebut.

Penjaminan mutu proses pembelajaran di rintisan sekolah bertaraf internasional (studi kasus di SMA Negeri 3 Malang) / Lucan Wahyu Hariman

 

ABSTRAK Hariman, Lucan Wahyu. 2009. Penjaminan Mutu Proses Pembelajaran di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (Studi Kasus di SMA Negeri 3 Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Mustiningsih, M.Pd, (2) Sunarni, S.Pd, M.Pd Kata kunci: rintisan sekolah bertaraf internasional, proses pembelajaran, penjaminan mutu Penjaminan mutu proses pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar yang terdiri dari indikator kinerja kunci minimal dan indikator kinerja kunci tambahan. Indikator kinerja kunci minimal terdiri atas penjaminan mutu perencanaan proses pembelajaran, penjaminan mutu pelaksanaan proses pembelajaran, penjaminan mutu penilaian proses dan hasil pembelajaran, dan penjaminan mutu pengawasan proses pembelajaran. Penjaminan mutu proses pembelajaran ini dilakukan untuk kelas MIPA/hard science (Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi). Semua indikator tersebut baik indikator kinerja kunci minimal maupun indikator kinerja kunci tambahan merupakan suatu hal yang harus ada pada SBI. Ketercapaian indikator kinerja kunci minimal maupun tambahan, akan semakin menunjukkan adanya upaya penjaminan mutu proses pembelajaran. Berdasarkan fakta tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui penjaminan mutu proses pembelajaran di RSBI SMA Negeri 3 Malang, dengan fokus penelitian yaitu bagaimanakah: (1) penjaminan mutu perencanaan proses pembelajaran? (2) penjaminan mutu pelaksanaan proses pembelajaran? (3) penjaminan mutu penilaian proses dan hasil pembelajaran? (4) penjaminan mutu pengawasan proses pembelajaran? dan (5) pencapaian indikator kinerja kunci tambahan? Adapun tujuan penelitian penjaminan mutu proses pembelajaran di RSBI SMA Negeri 3 Malang yaitu tentang: (1) penjaminan mutu perencanaan proses pembelajaran; (2) penjaminan mutu pelaksanaan proses pembelajaran; (3) penjaminan mutu penilaian proses dan hasil pembelajaran; (4) penjaminan mutu pengawasan proses pembelajaran; dan (5) pencapaian indikator kinerja kunci tambahan. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Malang menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Dalam penelitian ini, peneliti sendiri yang berperan sebagai instrumen kunci, dengan subjek penelitian adalah Kepala Sekolah, Ketua UPM, guru dan siswa SMA Negeri 3 Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) wawancara mendalam; (2) observasi; dan (3) dokumentasi. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut dianalisis selama pengumpulan data dan setelah pengumpulan data. Pada saat pengumpulan data, peneliti melakukan pengerjaan dan pengorganisasian data, dan setelah pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah mengklasifikasi data, menyaring data, dan menarik kesimpulan. Kredibilitas data dicek dengan menggunakan teknik triangulasi dengan sumber dan triangulasi dengan metode. Hasil penelitian di RSBI SMA Negeri 3 Malang menunjukkan penjaminan mutu perencanaan proses pembelajaran dilakukan dengan penyusunan program tahunan, program semester, silabus, dan RPP. Sementara itu untuk penjaminan mutu pelaksanaan proses pembelajaran terdiri dari persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran. Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran dilakukan dengan memenuhi jumlah siswa per kelas maksimal 32 siswa, beban kerja guru minimal 24 jam tiap minggunya, dan penggunaan berbagai macam variasi sumber belajar. Untuk pelaksanaan pembelajaran terdapat 3 kegiatan yaitu, kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Adapun untuk kegiatan inti dibedakan menjadi eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Penjaminan mutu penilaian proses dan hasil pembelajaran di RSBI SMA Negeri 3 Malang dilakukan dengan menggunakan standar penilaian pendidikan. Dalam penilaian terdapat buku nilai, terdapat hasil penilaian, pengolahan nilai, dan adanya tindak lanjut remedial. Teknik yang dipakai berupa tes, observasi, maupun penugasan baik perorangan maupun kelompok. Penjaminan mutu pengawasan proses pembelajaran di SMA Negeri 3 Malang dilakukan dengan melaksanakan pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut. Pencapaian indikator kinerja kunci tambahan di RSBI SMA Negeri 3 Malang terdiri dari: (1) proses pembelajaran pada semua mata pelajaran menjadi teladan bagi sekolah lainnya dalam pengembangan akhlak mulia, budi pekerti luhur, kepribadian unggul, kepemimpinan, jiwa entrepreneural, jiwa patriot, dan jiwa innovator; (2) menerapkan model sekolah unggul dari negara anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) dan/atau negara maju lainnya yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan; (3 menerapkan pembelajaran berbasis TIK pada semua mata pelajaran; dan (4) menggunakan Bahasa Inggris dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bagi: (1) Kepala Sekolah RSBI SMA Negeri 3 Malang agar terus meningkatkan pengawasan proses pembelajaran di RSBI SMA Negeri 3 Malang dan memotivasi para guru/mengirimkan guru untuk melanjutkan studi ke S-2/S-3 agar lebih meningkatkan kualitas guru; (2) Ketua Unit Penjaminan Mutu agar terus mempertahankan dan meningkatkan penjaminan mutu proses pembelajaran di SMA Negeri 3 Malang. Selain itu UPM diharapkan dapat menjamin mutu dari objek penjaminan mutu lainnya yang meliputi: akreditasi, kurikulum, penilaian, pendidik, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan agar dapat menunjang lancarnya pelaksanaan proses pembelajaran; (3) pendidik RSBI SMA Negeri 3 Malang agar terus meningkatkan kinerja dan proses pembelajaran yang dilakukan, sehingga hasil dari proses pembelajaran menjadi lebih bagus dari yang sebelumnya. Pendidik juga lebih meningkatkan profesionalisme dan semangat kerja keras untuk menerapkan program bilingual yang ada di sekolah agar siswa dapat lebih termotivasi dalam belajar dan pendidik dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi lagi agar dapat meningkatkan kualitas sekolah; dan (4) peneliti lain terus melanjutkan penelitian yang sejenis pada berbagai aspek lain yang bermanfaat dari penjaminan mutu proses pembelajaran. Aspek yang bermanfaat untuk diteliti misalnya, peningkatan manajemen sarana prasarana dalam menunjang penjaminan mutu proses pembelajaran.

Kepemimpinan kepala sekolah dalam mengimplementasikan rintisan sekolah bertaraf internasional (studi multisitus di SMA Negeri 3 Malang dan SMA Negeri 5 Malang) / Sukarji

 

ABSTRAK Sukarji. 2009. Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengimplementasikan Rintisan SMA Bertaraf Internasional: Studi Multisitus di SMA Negeri 3 Malang dan SMA Negeri 5 Malang. Tesis, Jurusan Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pem¬bimbing: (I) Prof. H.A. Sonhadji K.H., M.A., Ph.D., (II) DR. H. Imron Arifin, M.Pd. Kata kunci: kepemimpinan kepala sekolah, mengimplementasikan, rintisan SMA bertaraf internasional Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) merupakan upaya peningkatan mutu pendidikan yang diharapkan dapat mening¬kat¬kan kualitas SDM Indonesia. Dalam abad ke-21 atau era global, kualitas SDM sangat penting sebab hanya negara-negara yang memiliki SDM berkua¬litas dan menguasai ilmu penge-tahuan dan teknologi khususnya tekno¬lo¬gi komuni¬kasilah yang akan mampu me-menangkan persaingan. Oleh sebab itu, peneli¬tian tentang RSBI sebagai program yang relatif masih baru ini sangat penting dan perlu dila¬ku¬kan agar dapat membe¬ri-kan sumbangan pemi¬kiran khususnya kepada kepala sekolah dan para stakehol¬der sehingga mereka dapat mengim¬ple¬mentasikan RSBI dengan lebih baik. Fokus utama penelitian ini adalah kepemimpinan kepala sekolah dalam mengimplementasikan Rintisan SMA Ber¬taraf Internasional. Fokus tersebut dija-barkan ke dalam empat sub¬fokus, yaitu: (1) strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam menggerakkan seluruh personil untuk mengimplementasikan Rin¬tisan SMA Bertaraf Interna¬sional; (2) nilai kepemimpinan kepala sekolah dalam meng-implementasikan RSBI; (3) upaya kepemimpinan kepala seko¬lah memberda¬yakan sum¬berdaya sekolah; (4) strategi kepe¬mim¬pinan kepala sekolah mengatasi kendala pengimplemen¬tasian RSBI. Penelitian ini berlokasi di SMA Negeri 3 Malang dan SMA Negeri 5 Malang karena kedua SMA tersebut merupakan SMA Negeri yang secara resmi ditunjuk oleh Pemerintah (Depdiknas Jakar¬ta) untuk me¬nyeleng¬garakan RSBI di Kota Malang. Pe¬ne¬litian ini mengguna¬kan pendekat¬an kuali¬tatif dengan rancangan multisitus karena kedua situs memiliki latar belakang yang hampir sama dan diha-rapkan akan diperoleh hasil yang lebih kompre¬hen¬sif. Teknik pe¬ngumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yaitu: (1) wa¬wan¬cara mendalam seba¬gai teknik utama; (2) ob¬¬ser¬¬¬va¬si berperan serta pasif; (3) studi dokumentasi. Pemilihan infor¬man di-laku¬kan dengan menggu¬na¬kan teknik purposive sampling dan snow¬ball sampling. Data yang terkum¬pul di¬analisis secara deskriptif dengan alur: (1) reduk¬si data; (2) penyajian data; (3) penarikan simpulan; (4) analisis data tiap situs; dan (5) analisis data lintas situs. Untuk memperoleh keabsahan data diguna¬kan empat kriteria: (1) kredibilitas; (2) transferabilitas; (3) dependa¬bilitas; dan (4) konfir¬ma¬bilitas. Berdasarkan paparan data penelitian ditemukan sebagai berikut. Pertama, strategi kepala sekolah dalam menggerakkan seluruh personil ada¬lah: (1) memba-ngun hubungan positif dengan Depdiknas Pusat dan daerah; (2) penyusunan pro-posal RPS; (3) pengembangan SDM; (4) menyem¬¬¬¬pur¬nakan visi-misi;(5) me¬nyusun KTSP Plus adaptif kuriku¬lum Cambridge; (6) pengembangan PBM dan pe¬nilaian; (7) melengkapi sarana dan prasarana; (8) mening¬katkan pengelo¬la¬an sekolah; (9) pembiayaan; (10) mem¬berikan motivasi; (11) sosialisasi program untuk membangun kebersamaan. Kedua, nilai kepemimpinan kepala sekolah dalam mengimplementasikan RSBI adalah: (1) kejujuran; (2) keterbu¬kaan; (3) de-mokratis; (4) keke¬luargaan; (5) pres¬ta¬si;(6) keaga¬maan; (7) pe¬duli ling¬kungan; (8) ke¬te¬¬ladan¬an; (9) keber¬sa¬maan; (10) kerja ikhlas dan komitmen tinggi; (11) visioner. Ketiga, upaya kepemimpin¬an kepala seko¬lah memberda¬yakan sumber-daya sekolah adalah: (1) Sebagai Centre of CIE; (2) pengem¬bang¬an menjadi seko-lah rujukan/ sekolah unggul; (3) pengembangan manaje¬men seko¬lah; (4) pengem-bang¬an SDM; (5) anggaran dan sarana dan prasara¬na; (6) budaya dan iklim seko-lah. Keempat, strategi kepe¬mim¬pinan kepala sekolah mengatasi kendala pengim-ple¬men¬tasian RSBI adalah: (1) Sikap dan SDM: kerja keras, kursus, IHT, work-shop; (2) Kurikulum dan pembela¬jaran: meng¬adop¬si dan meng¬adap¬tasi kuri¬kulum Cam¬bridge dengan kurikulum nasional, pe¬rangkat pembelajaran, PBM, dan alat eva¬luasi bilingual dan berbasis IT; (3) Ang¬garan dan sarpra: moving class, pen¬jad-walan, kerja¬sama dengan pihak ketiga; (4) Fasilitator kurang aktif: sharing dengan fasilitator yang aktif; (5) Kesen¬jangan komunikasi: sharing dan memang¬gil staf khu¬sus; (6) Mengubah pola pikir: memperbaiki PBM, Kepala Sekolah bersikap infor¬ma¬tif dan ter¬buka; (7) Perubah¬an kebijakan sekolah: komitmen yang tinggi dari tim RSBI sekolah. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini disarankan sebagai berikut: (1) kepada Depdiknas Pusat diharapkan dapat meningkatkan dukungan baik dalam bentuk dana blockgrand, sarana dan prasarana, peningkatan SDM, maupun kebi-jakan sehingga pengimplementasian RSBI dapat berhasil dengan baik;(2) Dinas Pendidikan Kota Malang: sebagai pengambil kebijakan dan penanggung jawab bidang pendidikan di tingkat kota diharapkan dapat menyusun ke¬bi¬jakan yang dapat mendukung berkembangnya sekolah RSBI; (3) sekolah khususnya kepala sekolah yang diteliti: dengan menjadikan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya sebagai nilai ber¬sa¬ma, kepala sekolah diharapkan secara bertahap dapat mening-katkan pengimple¬men¬tasian RSBI dengan tetap berpijak pada sum¬berdaya sekolah dan kendala yang ada; (4) Komite sekolah:diharapkan dapat memberikan dukung-an baik dalam bentuk pendanaan maupun dalam mem¬ba¬ngun kerjasama dengan pihak ketiga sehingga proses pembelajaran dan kualitas lulusan yang memiliki unsur plus dapat diwujudkan; (5) guru: sebagai ujung tombak pelaksanaan pem¬bel-ajaran dan upaya peningkatan mutu pendidikan diha¬rapkan terus meningkatkan kemampuannya melalui kursus, inhouse training, workshop, seminar, penataran, dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sehingga dapat mening-katkan profesi¬onalismenya; (6) sekolah lain: kepada sekolah lainnya yang meng-inginkan output/lulus¬annya mampu bersaing di era global ini pengimplementasian RSBI merupakan alternatif yang perlu segera dilaksanakan dengan cara menjalin kemitraan dengan sekolah yang telah melaksanakan program RSBI; (7) peneliti lainnya: bila penelitian ini menekankan pada aspek kepemimpinannya, peneliti selan¬jut¬nya disarankan melakukan penelitian lebih lanjut pada aspek manaje¬men dalam pengimplementasi RSBI; (8) pengembangan ilmu pengetahuan: sebagai program yang relatif masih baru, RSBI masih perlu pengkajian lebih lanjut untuk mengembangkannya. Penelitian ini me¬rupakan salah satu upaya untuk mengem-bangkan program itu. Oleh sebab itu, penelitian lainnya me¬nyangkut berbagai aspek dalam RSBI perlu terus dilakukan agar dapat mem¬per¬kaya referensi dalam bidang pengembangan RSBI.

Penerapan pendekatan contextual teaching and learning (CTL) untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Plandirejo 02 Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar / Yeni Pusnawati

 

ABSTRAK Pusnawati, Yeni. 2010. Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN Plandirejo 02 Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Heru Agus Tri Widjaja, M. Pd, (2) Dra. Hj. Sukamti, M. Pd Kata Kunci : CTL, Hasil Belajar, IPA Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan di kelas IV SDN Plandirejo 02 Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar pada waktu pembelajaran IPA adalah sebagai berikut: (a) metode yang digunakan guru adalah ceramah, (b) guru belum menggunakan suatu pendekatan dalam pembelajaran dengan optimal, (c) kegiatan siswa saat pembelajaran adalah mendengarkan kemudian mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku pegangan, (d) pemanfaatan media pembelajaran sangat minim. Berdasarkan rekapitulasi nilai raport matapelajaran IPA semester II tahun pelajaran 2008/2009 menunjukkan ketuntasan klasikal hanya 60% sedangkan ketuntasan klasikal yang ditetapkan sekolah untuk matapelajaran IPA adalah 75% dan nilai rata-rata kelas adalah 68 . Untuk itu agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan tercapainya tujuan pembelajaran dalam matapelajaran IPA perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan CTL. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)mendeskripsikan penerapan pendekatan CTL pada matapelajaran IPA materi pokok Perubahan Wujud Benda di kelas IV, (2)mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPA siswa melalui penerapan pendekatan CTL, (3)mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar IPA siswa melalui penerapan pendekatan CTL, (4)mendeskripsikan tanggapan guru terhadap penerapan pendekatan, (5)mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan pendekatan CTL. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif model kolaboratif partisipatoris. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Plandirejo 02 kecamatan Bakung Kabupaten Blitar. Dalam penelitian ini peneliti sebagai observer dan guru kelas (mitra peniliti) sebagai pengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan CTL pada matapelajaran IPA di kelas IV SDN Plandirejo 02 kecamatan Bakung kabupaten Blitar dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Nilai rata-rata siswa pada pratindakan adalah 51,2 pada siklus I adalah 70,6 dan pada siklus II adalah 88,04. Ketuntasan belajar klasikal pada pratindakan adalah 20%, pada siklus I adalah 53,33% dan pada siklus II adalah 86,66%. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada guru kelas IV SDN Plandirejo 02 agar menerapkan pendekatan CTL dalam pembelajaran IPA sehingga pembelajaran yang dilaksanakan melibatkan aktivitas siswa secara penuh baik fisik maupun mental.

Proyek kreativitas masyarakat mandiri di TK. Tunas Rimba / Andik Wicaksono ... [et al.]

 

PKMM (Proyek Kreativitas Masyarakat Mandiri), dalam kurikulum jurusan seni dan desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang sesuai dengan status dan jenis mata kuliah, adalah sebagai berikut: kegiatan belajar mahasiswa yang dilakukan dan atau diperuntukkan bagi masyarakat, secara terbimbing dan terpadu dalam keahlian bidang studi sebagai wahana menerapkan kemampuan akademik, sesuai keahlian bidang studi. Proyek Kreativitas Masyarakat Mandiri (PKMM), merupakan salah satu kegiayan yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan seni dan desain dalam kehidupan bermasyarakat, kegiatannya di wujudkan dalam bentuk merancang, dan mengimplementasi karya IPTEKS yang inofatif, pengajaran, penelitian serta pengabdian sesuai dengan kebutuhan dan diperuntukkan bermasyarakat. Latar belakang permasalahan dari penulisan ini adalah bagaimana membuat media promosi dan media pembelajaran untuk TK. Tunas Rimba. Yang bertujuan untuk mendukung proses belajar mengajar serta mempromosikan TK. Tunas Rimba kepada masyarakat luas. PKMM ini menggunakan metode prosedural yang bersifat deskriptif. Garis-garis besar langkah yang harus diikuti adalah : (1) observasi klien, (2) proses analisa data, (3) penyusunan konsep desain, (4) perancangan media. Metode pengumpulan data dilakukan melalui (1) observasi), (2) wawancara dengan beberapa pihak TK. Tunas Rimba. Kesimpulan laporan ini adalah kegiatan PKMM di TK. Tunas Rimba, dengan bentuk kegiatan berupa perancangan media pembelajaran, media komunikasi visual serta pelatihan dan pengenalan media interaktif kepada guru pengajar dengan menggunakan software Microsoft Word, Microsoft Powerpoint. Media pembelajaran yang dibuat meliputi : Alat Peraga (Proses Gunung Meletus, Proses Terjadinya Hujan, Pengenalan Antariksa, Macam Kendaraan, Keluarga), Mock up Kebun binatang. Mural dinding depan dengan tema Perhutani, mural dinding kelas dengan tema olahraga, cita-cita dan kehidupan bawah laut dan membuat Spanduk . Saran yang diajukkan yaitu Dalam meningkatkan proses belajar mengajar dibutuhkan media pembelajaran dan media promosi yang komunikatif serta menarik. Sehingga dapat menambah pengetahuan para murid, guru pengajar dan masyarakat, disamping itu dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat bisa lebih dekat dan mengenal para pengajar serta TK Tunas Rimba itu sendiri.

Pengaruh pengumuman pemecahan saham (stock split) dan pengumuman penawaran umum terbatas (right issue) terhadap trading volume activity (TVA) (studi pada perusahaan go public yang melaksanakan sekali stock split dan right issue) / Maylinda Ika Nuriyanti

 

ABSTRAK Nuriyanti, Maylinda Ika. 2009. Pengaruh Pengumuman Pemecahan Saham (Stock Split) dan Pengumuman Penawaran Saham Terbatas (Right Issue) terhadap Trading Volume Activity (TVA) pada Perusahaan Go Public yang Melaksanakan Sekali Pengumuman Stock Split dan Right Issue. Skripsi, Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.H.Tuhardjo, S.E,M.Si,Ak, (II) Dra.Hj.Sutatmi, S.E, M.Pd, M.Si,Ak. Kata Kunci: Stock Split, Right Issue, Trading Volume Activity (TVA) Keputusan investasi untuk menentukan apakah akan melakukan transaksi di pasar modal ditentukan oleh berbagai informasi yang dimiliki, baik informasi yang tersedia di public maupun informasi private. Informasi tersebut bernilai bagi investor jika keberadaannya menyebabkan investor melakukan transaksi di pasar modal yang tercermin pada perubahan aktivitas volume perdagangan saham. Salah satu bentuk informasi yang mempengaruhi keputusan investor tersebut adalah pengumuman stock split dan right issue. Populasi yang digunakan sebanyak 21 perusahaan go public yang melakukan kebijakan stock split dan kebijakan right issue. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah pengumuman stock split berpengaruh terhadap trading volume activity (TVA) dan apakah pengumuman right issue berpengaruh terhadap trading volume activity (TVA). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apakah terdapat perbedaan trading volume activity (TVA) antara sebelum dan setelah pengumuman stock split, serta untuk menjelaskan perbedaan trading volume activity (TVA) sebelum dan setelah pengumuman right issue. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif dan analisis statistik. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis uji t sampel berpasangan (paired sample t-test). Agar dihasilkan hasil yang valid maka sebelum melakukan analisis paired sample t-test maka harus di uji normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara trading volume activity (TVA) antara sebelum dan sesudah pengumuman stock split. Hasil uji t secara keseluruhan menunjukkan prob (asympt sig 2-tailed) sebesar 0.0125< 0.025 yang berarti Ho ditolak atau Ha diterima. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara trading volume activity (TVA) antara sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Hasil uji t secara keseluruhan menunjukkan prob (asympt sig 2-tailed) sebesar 0.062 > 0.025 yang berarti hipotesa nol (H0) diterima atau menolak hipotesa alternative (Ha). Disarankan bagi penelitian selanjutnya untuk mempertimbangkan (1) variabel-variabel lain yang mempengaruhi trading volume activity (TVA), (2) untuk menambah periode penelitian sehingga hasilnya akan lebih presentatif.

Pengembangan bahan ajar bahasa jawa untuk siswa SMP kelas VIII semester 1 / Zuli Arofah

 

Pembelajaran bahasa Jawa pada tingkat Sekolah Menengah Pertama memuat empat aspek pokok yang meliputi aspek menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dengan aspek apresiasi sastra yang terangkum di dalamnya. Keempat aspek ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, sehingga dalam pembelajaran bahasa Jawa harus diajarkan secara berkesinambungan. Pembelajaran Bahasa Jawa di SMP, materi pelajaran dari empat aspek baik menyimak, berbicara, membaca, maupun menulis dianggap kurang dalam segi penyajian, waktu belajar, dan media belajar. Jam pelajaran yang relatif sedikit yaitu 2 jam pelajaran perminggu mengakibatkan penyampaian materi kurang maksimal. Dari berbagai kondisi tersebut, solusi yang ingin ditawarkan adalah bahan ajar yang mampu membantu siswa dalam pembelajaran bahasa Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa yang meliputi aspek pemilihan materi, aspek penyajian materi, dan aspek bahasa dan keterbacaan sehingga dapat memberikan pengalaman belajar bahasa Jawa yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Peneliti mendeskripsikan pembelajaran menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dan mengembangkannya dalam bentuk bahan ajar pada pembelajaran bahasa Jawa di SMP kelas VIII semester 1. Metode pengembangan ini terdiri atas model pengembangan, prosedur pengembangan, dan uji coba produk yang meliputi desain uji coba, subjek coba, jenis data, instrument pengumpulan data, dan teknik analisis data. Model pengembangan ini dirumuskan dengan tahapan analisis pendahuluan, analisis kurikulum, dan mengkaji kajian teori dan teknik pembelajaran menyimak, berbicara, membaca, dan menulis yang dilanjutkan dengan penyusunan rancangan pembelajaran, kemudian menyusun dan menulis draft bahan ajar. Dari metode penelitian yang dikembangkan dihasilkan bahan ajar bahasa Jawa untuk SMP kelas VIII semester 1 yang sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kemudian dilanjutkan dengan mengujikan bahan ajar kepada dosen Bahasa Jawa Universitas Negeri Malang serta guru bahasa Jawa SMP Negeri 1 Malang. Hasil uji ahli dan guru dijadikan sebagai bahan revisi untuk selanjutnya diujikan kepada siswa SMP Negeri 1 Malang dan SMP Negeri 1 Srengat sejumlah 20 siswa dari masing-masing sekolah. Uji coba produk dilakukan untuk mendapatkan masukan berupa penilaian, komentar, dan saran yang relevan sebagai bahan untuk revisi. Dari proses dan hasil pengembangan dihasilkan wujud pengembangan bahan ajar yaitu produk bahan ajar bahasa Jawa SMP keas VIII yang mencakup aspek menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Produk bahan ajar sesuai dengan aspek pemilihan materi meliputi: (1) kesesuaian materi dengan kurikulum, (2) kesesuaian materi dengan tujuan pendidikan, (3) kebenaran materi ditinjau dari segi ilmu bahasa dan ilmu sastra, (4) kesesuain materi dengan perkembangan kognitif siswa. Produk bahan ajar sesuai dengan aspek penyajian materi meliputi: (1) tujuan pembelajaran, (2) penahapan pembelajaran, (3) penyajian yang menarik minat dan perhatian siswa, (4) kemudahan bahan untuk dipahami siswa, (5) keaktifan siswa, (6) hubungan antarbahan, (7) latihan, dan (8) soal. Produk bahan ajar sesuai dengan aspek bahasa dan keterbacaan meliputi: (1) penggunaan bahasa Jawa yang baik dan benar, (2) penggunaan bahasa yang dapat meningkatkan daya nalar dan daya cipta siswa, (3) penggunaan kalimat yang sesuai dengan tingkat penguasaan bahasa siswa dan tingkat kognitif siswa, (4) penggunaan paragraf, dan (5) ilustrasi visual. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan bahan ajar ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan bahasa Jawa. Dengan menggunakan bahan ajar yang berfungsi sebagai alternatif bahan pembelajaran bahasa Jawa, diharapkan pembelajaran bahasa Jawa lebih bermakna dan menarik bagi siswa. Siswa dituntut untuk dapat melaksanakan setiap kegiatan dalam proses menyimak, berbicara, membaca, dan menulis yang ada dalam bahan ajar ini. Bahan ajar ini hanya sebagai alternatif dan bukan satu-satunya bahan pembelajaran yang dapat digunakan sehingga guru bahasa Jawa disarankan dapat memadukan bahan ajar dengan media belajar yang lain sehingga siswa termotivasi dalam belajar bahasa Jawa.

Pemberian motivasi melalui kerja kelompok pada pembelajaran PKn untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SDN Segaran I Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang tahun ajaran 2009/2010 / Ninik Sriwihayati

 

ABSTRAK Sriwihayati, Ninik. Pemberian Motivasi Melalui Kerja Kelompok Pada Pembelajaran PKn Untuk meningkatkan Prestasi Belajar Siswa kelas V SDN Segaran I Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, FIP Universitas Negeri Malang, Pembimbing: 1) Drs.Ir.Endro Wahyuno, M.Si. 2) Dra. Nur Hanifah, M.Pd Kata Kunci: Motivasi, Kerja kelompok, PKn, Prestasi belajar Dalam setiap proses belajar mengajar, pasti terlihat adanya tingkah laku belajar siswa yang berbeda dan diantaranya adalah motif yang ada dalam diri masing-masing siswa. Dalam kenyataan sehari-hari masih banyak siswa yang kurang menunjukkan motivasi dan minat yang tinggi terhadap mata pelajaran yang diberikan oleh guru. Oleh karena itu guru sebagai pengajar harus bias memberikan motivasi dan membangkitkan motivasi belajar siswanya agar mereka mau belajar dan memiliki keinginan untuk belajar secara lebih kontinu. Guru tidak semata-mata menstranfer ilmu pengetahuan saja, tetapi juga sebagai pendidik dan pembimbing yang sering terjadi di sekolah-sekolah, banyak siswa yang tidak masuk mengikuti pelajaran dan kadang-kadang tidak memperhatikan penjelasan dari guru apabila mata pelajaran PKn sedang berlangsung, karena mereka banyak yang m,enganggap pelajaran PKn juga kurang bahkan sama sekali tidak ada. Berdasarkan hal tersebut maka permasalahan yang diangkat oleh peneliti yaitu Pemberian Motivasi dalam Kegiatan Pembelajaran PKn Untuk meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. Rumusan masalah dalam penelitian adalah (1) Bagaimana penerapan pemberian motivasi guru kepada siswa kelas V SDN Segaran I Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang Tahun ajaran 2009/2010 di dalam kegiatan pembelajaran PKn dengan menggunakan metode pembelajaran kerja kelompok?, (2) Bagaimana dampak pemberian motivasi melalui kerja kelompok terhadap aktivitas belajar siswa kelas V SDN Segaran I Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang Tahun ajaran 2009/2010?, dan 3) Apakah pemberian motivasi melalui kerja kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SDN Segaran I Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang Tahun ajaran 2009/2010 di dalam kegiatan pembelajaran PKn? Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dengan model penelitian tindakan kelas (PTK). Langkah PTK ini meliputi 2 siklus, siklus tindakan pembelajaran dihentikan jika telah mencapai standar nilai standar minimal 80 dengan ketuntasan belajar kelas 80 % dari jumlah subjek penelitian. Subyek penelitian dibatasi pada siswa kelas V SDN Segaran I yang berjumlah 22 siswa. Instrument yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sedangkan evaluasi yang dilakukan terfokus pada proses dan hasil dengan menggunakan teknik tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pemberian motivasi melalui kerja kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SDN Segaran I. Hal ini dapat dilihat pada hasil belajar yang meningkat tajam, dari rata- ii rata sebelumnya 58,18 pada pre tes, 73,64 pada siklus I dan meningkat 80 pada siklus II, Sedangkan untuk nilai proses individu 80,31 pada siklus I meningkat 85,98 pada siklus II, dan nilai evaluasi kelompok 81,25 pada siklus I meningkat 85 pada siklus II. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa mencapai di atas 80 % sehingga siklus dihentikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pemberian motivasi melalui kerja kelompok dapat meningkatkan hasil dan proses pembelajaran PKn. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pemberian motivasi melalui kerja kelompok berhasil dilaksanakan dengan baik dan meningkatkan prestasi belajar serta motivasi belajar PKn siswa kelas V SDN Segaran I. Disarankan kepada guru khususnya guru kelas V agar melaksanakan pemberian motivasi melalui kerja kelompok sebagai salah satu pilihan dalam pembelajaran PKn agar prestasi belajar dan motivasi belajar siswa meningkat. Sekolah dan lingkungan diharapkan berperan aktif dalam memfasilitasi kegiatan belajar siswa.

Analis pemanfaatan media buku sekolah elektronik (BSE) sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran di SMAN se-Kota Malang / Atika Widya Kusuma Wardani

 

ABSTRAK Wardani, Atika Widya Kusuma. 2009. Analisis Pemanfaatan Media Buku Sekolah Elektronik (BSE) sebagai Sumber Belajar dalam Proses Pembelajaran di Sekolah Menengah Atas Negeri se- Kota Malang. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M. Pd, Pembimbing (2) Sunarni, S. Pd. M. Pd. Kata kunci: sumber belajar, media buku sekolah elektronik, dan proses pembelajaran Pendidikan merupakan kunci keberhasilan dan kesuksesan suatu bangsa. Dalam melaksanakan program pendidikan diperlukan peran guru dalam proses pembelajaran agar tercapai tujuan pendidikan. Dalam proses pembelajaran sumber belajar yang ada di lingkungan sekolah atau di luar sekolah dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai sumber belajar alternatif bagi guru dan siswa. Sumber belajar yang dapat dimanfaatkan salah satunya adalah media BSE, yaitu sumber belajar berupa file yang dapat di unduh melalui internet/buku yang sudah berbentuk buku cetak yang berlebelkan BSE. BSE dapat digunakan guru dan siswa sebagai buku pendamping atau sumber belajar alternatif. Sumber belajar media BSE ini sudah disosialisasikan oleh Depdiknas ke sekolah-sekolah, salah satunya adalah di SMAN se- Kota Malang. Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: a) pemanfaatan media BSE sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran, b) matapelajaran yang sudah dimanfaatkan menggunakan media BSE, c) prosedur penggunaan media BSE, d) sumber belajar yang efektif dan efisien digunakan dalam proses pembelajaran, e) kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan media BSE dan cara mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian ini adalah guru dan siswa di SMAN se-Kota Malang, sampel yang digunakan berjumlah 265 orang yang terdiri dari 36 guru matapelajaran dan 229 siswa baik kelas X, XI, XII. Analisis yang digunakan adalah dengan persentase dan deskriptif kualitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu pemanfaatan media BSE sebagai sumber belajar, sedangkan data yang berhubungan dengan pemanfaatan media BSE sesuai dengan rumusan masalah dapat diukur dengan menarik kesimpulan dari fakta-fakta yang ada. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner kombinasi terbuka dan tertutup dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah: Sebagian kecil 7,88% guru dan siswa di SMAN se- Kota Malang telah mengetahui media BSE dan 5,09% tidak mengetahui adanya media BSE sebagai sumber belajar dalam proses pembelajarannya. Pemanfaatan media BSE sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran di SMAN se-Kota Malang sebesar 7,86%. Sedangkan yang memanfaatkan sebesar 5,09%. Sebesar 8,90% tiap sekolah menyediakan area hotspot sebagai sarana pendukung dalam memanfatkan media BSE. Alasan tidak memanfaatkan media BSE yaitu sebagian besar karena tidak mengetahui adanya BSE tersebut, karena tidak mempunyai laptop/komputer, lebih memilih buku yang dijual diluar (lebih praktis dan efektif), fasilitas kurang mendukung, karena malas, dan belum disosialisasikan secara menyeluruh. Dalam (1 bulan), sebesar 5,05% atau 1-5 kali guru dan siswa memanfaatkan media BSE, matapelajaran yang dapat diperoleh dari media BSE adalah Matematika, BHS Inggris, BHS Indonesia, Geografi, Sejarah, Ekonomi, Biologi, Agama, Antropologi, IPA, Sosiologi, Fisika, Kimia, SAINS, MIPA, Kewarganegaraan, Kewirausahaan, dan Akuntansi, sedangkan yang tidak ada dalam BSE adalah matapelajaran BK dan Keolahragaan. Prosedur penggunaan media BSE ini yaitu melalui dounload di internet, pertama; log in yang menyediakan buku elektronik melalui web www.BSE.Depdiknas.com, www.ensiklopedia.com, www.insiv.com, kedua; pilih jenjang pendidikan, ketiga; pilih matapelajaran, keempat; langsung melihatnya dan bisa membacanya, kelima; bisa di print. Sedangkan prosedur penggunaan di kelas dengan cara menampilkannya dengan LCD, tinggal membaca PDFnya saja, persentasi di kelas, sebagai tugas mandiri siswa, ada yang berbentuk buku jadi dan tinggal membacanya saja. Sedangkan cara mendapatkan matapelajaran BSE tersebut yaitu dapat pinjaman perpustakaan, guru matapelajaran, diklat Diknas, dan membeli buku yang sudah jadi. Isi dari materi BSE baik tetapi masih harus diperbaiki lagi dengan menambah isi materi, pembahasan, soal-soal latihan diharapkan dapat diperluas lagi sehingga tujuan utama dari pusat untuk mempermudah siswa dalam memperoleh materi pelajaran dapat berjalan dengan baik dan didukung dengan jaringan internet yang lancar agar dalam pemanfaatan media BSE ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar alternatif. Sumber belajar yang efektif dan efisien dalam pemanfaatan media BSE sebagai sumber belajar yaitu tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, sumber belajar yang mudah didapat dan tidak membebani siswa, sesuai dengan kemampuan siswa dan kemampuan pengajar yang profesional, didukung oleh suasana belajar yang nyaman dan didukng oleh jaringan internet yang cepat agar dalam memperoleh materi dapat diperoleh dengan mudah. Permasalahan utama dalam pemilihan sumber belajar adalah karena kurangnya penyediaan sarana dan prasarana, kurangnya kemampuan staf pengajar, dari siswa sendiri yang kurang semangat dan kemampuan siswa dalam belajar, kurangnya media pembelajaran dan juga waktu yang terbuang karena moving kelas dan juga suasana kelas yang kurang nyaman. Cara memecahkan masalah dalam pemanfaatan sumber belajar adalah dengan mentraining SDM, menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap sesuai kebutuhan, penyediaan website/hotspot yang mudah dijangkau, dilaksanakan sosialisasi lebih lanjut untuk pemanfaatan media BSE, dan juga mengefektifkan waktu KBM agar siswa tidak merasa kelelahan dan mudah memahami materi yang diajarkan. Dari hasil penelitian penulis memberikan saran (1) Bagi siswa, hendaknya siswa dapat memanfaatan sumber belajar yang ada di sekolah maupun di luar sekolah, karena hal ini sangat mempengaruhi siswa dalam menerima materi pelajaran, (2) Bagi orangtua, hendaknya para orangtua berupaya dalam memenuhi kebutuhan sekolah bagi anaknya, (3) Bagi guru, hendaknya guru dapat memanfaatkan sumber belajar yang ada baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah guna memenuhi kebutuhan anak didiknya agar dapat menerima materi pelajaran dengan baik, dan mengikuti pelatihan tentang media BSE (3) Bagi Kepala Sekolah, hendaknya Kepala Sekolah dapat memberikan fasilitas sekolah yang memadai dan juga menyediakan jaringan internet yang lancar, (4) Bagi Dinas Kota Malang, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tindakan lebih lanjut mengenai sumber belajar alternatif yaitu media BSE dapat disosialisasikan kembali tentang manfaat dan kelebihan media BSE ini agar tujuan utama dari Pusat dapat berjalan sesuai yang diharapkan, (5) Bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan menambah kajian pustaka tentang pemanfaatan sumber belajar khususnya dalam manajemen sekolah dan pembelajaran bagi peserta didik, (6) Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi oleh peneliti lain untuk dikembangkan pada pokok permasalahan dan variabelnya.

Upaya meningkatkan prestasi belajar IPA kelas V melalui strategi pembelajaran inquiri (SPI) di MI Roudlotul Hikmah II Sumurlecen Kedawang - Nguling - Pasuruan / Sri Wahyuni Hidayati

 

ABSTRAK Hidayati, Sri, Wahyuni. 2009. Upaya Meningkatan Prestasi Belajar IPA Kelas V Melalui Strategi Pembelajaran Inquiri (SPI) Di MIRoudlotul Hikmah II Sumurlecen Kedawang - Nguling – Pasuruan. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sri Sugiharti, M.Pd (2) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si. Kata Kunci: strategi pembelajaran inkuiri, prestasi belajar, IPA MI IPA adalah salah satu mata pelajaran di SD/MI yang memiliki struktur dan berkaitan erat dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, baik yang menyangkut makhluk hidup maupun benda mati. Pada prinsipnya IPA diajarkan untuk membekali siswa agar mempunyai pengetahuan dan keterampilan yag dapat membantu siswa untuk memahami gejala alam secara mendalam. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan terhadap proses pelaksanaan pembelajaran di MI Roudlotul Hikmah II didapat data bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas V MI Roudlotul Hikmah II Kedawang Nguling adalah 35 kurang dari kriteria ketuntasan minimal yang telah ditentukan sekolah yaitu 65 sedangkan ketuntasan belajar klasikal yang diperoleh adalah 45% kurang dari kriteria ketuntasan klasikal yang ditentukan sekolah 75%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan pelaksanaan pembelajaran IPA, memaparkan aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA serta upaya untuk meningkatkan prestasi belajar IPA. Perlu adanya suatu strategi pembelajaran sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut. Strategi pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah SPI. Penelitian ini merupakan jenis deskriptif kealitatif. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas V MI Roudlotul Hikmah II yang berjumlah 18 orang siswa. Metode pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi, wawancara dan hasil evaluasi/tes. Analisis data dilakukan setelah pemberian tindakan pada masing-masing siklus. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan selama 2 siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi serta refleksi. Instrument yang digunakan adalah pedoman observasi, pedoman wawancara dan soal tes. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: rata-rata prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA secara klasikal mengalami peningkatan dari 52,78 pada pratindakan menjadi 63,33 pada siklus I, kemudian menjadi 83,61 pada siklus II. Aktivitas belajar siswa juga mengalami peningkatan, hal ini terlihat dari prosentase keaktifan siswa dari 60% pada siklus I menjadi 78, 8%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa SPI dapat meningkatkan prestasi belajar IPA, aktivitas siswa MI Rudlotul Hikmah II lebih aktif dari pada sebelumnya. Berdasarkan penelitian ini hendaknya guru memperhatikan karakteristik siswanya serta menerapkan SPI dalam pembelajaran IPA dan pembelajaran yang berpusat pada siswa, sehingga prestasi belajar siswa meningkat dan pembelajaran yang dilakukan menyenangkan dan bermakna.

Pengaruh kompensasi terhadap kinerja melalui kepuasan kerja karyawan pada PG. Djombang Baru / Fepy Diaz Suhartini

 

ABSTRAK Suhartini, Fepy Diaz. 2009. Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Pada PG. Djombang Baru. Skripsi. Jurusan Manajemen S1 Universitas Negeri Malang. Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia. Pembimbing (1) Dr. Sopiah, M.Pd, M.M, (II) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si. Kata Kunci : Kompensasi, Kepuasan Kerja, Kinerja Karyawan Keberhasilan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia yang dimilikinya. Sumber Daya Manusia merupakan aset yang palling penting dalam perusahaan. Banyak cara untuk mendapatkan SDM yang qualified, diantaranya dengan memberikan kompensasi yang adil kepada karyawan. Dengan memberikan kompensasi yang adil diharapkan para karyawan akan meningkatkan kinerjanya sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Kinerja karyawan akan lebih baik lagi jika perusahaan memberikan kepuasan kerja bagi para karyawan. Perusahaan harus mengoptimalkan kebutuhan-kebutuhan karyawan di perusahaan agar karyawan memperoleh kepuasan kerja. Kepuasan kerja ini nantinya akan mampu menggerakkan karyawan untuk bekerja lebih giat dalam mencapai hasil yang maksimal Penelitian ini dilaksanakan di PG. Djombang Baru pada bulan Oktober sampai November 2009. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan bagian traktor/remise, kendaraan, pengolahan, instalasi, tebang dan angkut, tanaman, serta bagian Administrasi, Keuangan dan Umum (A, K & U) yang berjumlah 164 orang karyawan. Teknik pengambilan sample menggunakan proportionate stratified random sampling . Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (path analysis) yang merupakan suatu bentuk terapan dari analisis regresi berganda (multiple regression analysis) Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kompensasi (X), variabel intervening adalah kepuasan kerja (Z) dan variabel terikatnya adalah kinerja (Y). data diperoleh dari beberapa cara meliputi angket/kuesioner, dokumentasi, observasi dan wawancara. Sedangkan untuk uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji kevalidan dan kerelliabelan data yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi kompensasi finansial dan non finansial karyawan yang meliputi gaji, upah, bonus, asuransi jiwa dan tunjangan-tunjangan, tantangan pekerjaan, tanggungjawabserta rekan kerja telah benar-benar di perhatikan dan direalisasikan oleh PG. Djombang Baru. Sedangkan untuk kondisi kepuasan kerja karyawan serta kinerja karyawan dapat dikatakan baik. Berdasarkan analisis regresi berganda hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan PG. Djombang Baru. 2) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan PG. Djombang Baru. 3) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan kompensasi terhadap kinerja karyawan PG. Djombang Baru. 4) Terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan kompensasi terhadap kinerja melalui kepuasan kerja karyawan PG. Djombang Baru. Diharapkan agar perusahaan mempertahankan atau lebih meningkatkan pemberian kompensasi kepada karyawan dan memenuhi semua kebutuhan-kebutuhan karyawan diperusahaan agar karyawan mendapatkan kepuasan kerja yang maksimal sehingga karyawan akan lebih giat bekerja dan kinerja karyawan akan meningkat. Selain itu, Manajer Sumber Daya Manusia harus benar-benar memperhatikan desain pekerjaan yang harus dikerjakan oleh karyawan, agar tercapai kesinambungan pekerjaan antara musim giling tahun yang bersangkutan dengan tahun yang akan datang.

Membuat proxy server berbasis mikrotik di SMK Negeri 1 Baureno / Rahma Aditya Puspita Sari

 

Perkembangan internet saat ini sangat pesat sekali baik untuk mencari informasi, artikel, pengetahuan terbaru atau sebagai media pembelajaran online. Seiring dengan kemajuan tekhnologi sekarang ini, hendaknya tiap sekolah memiliki sarana untuk mendapatkan berbagai informasi. Khususnya bagi SMK Negeri 1 Baureno adalah salah satu SMK kejuruan yang mempunyai program keahlian teknik komputer jaringan yang mana akses internet sangat dibutuhkan. Maka dari itu dibuat jaringan internet yang dapat memenuhi fasilitas yang lebih memadai, dengan cara mengoptimalkan membuat proxy server. Dengan adanya internet guru dan siswa dapat memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan yang baru, serta sistem pengajaran yang ada di SMK Negeri 1 Baureno khusunya di program keahlian teknik komputer jaringan. Langkah yang di tempuh dalam mengoptimalkan internet adalah membuat proxy server dengan menggunakan system operasi mikrotik, dan mengkonfigurasi semua komputer yang ada di laboratorium komputer SMK Negeri 1 Baureno. Agar semua komputer yang ada dapat menggunakan proxy sebagai penyimpan chace yang nantinya dapat menyimpan chace yang baru di download oleh komputer client, dan nantinya di saat komputer client itu mencari alamat yang sudah pernah di buka maka secara otomatis proxy server sudah menyediakan, maka browsing internet lebih ringan. Dalam pengembangan sistem jaringan ini dibahas lebih rinci bagaimana cara membuat proxy server mikrotik. Langkah pertama dengan menyediakan komputer yang sekiranya bagus. Memasangan dengan dua NIC (Network Interfaace Card) yang nantinya digunakan sebagai jalan masuk dan keluarnya data dengan menggunakan media transmisi kabel UTP (Unshielded Twisted Pair). Dan untuk interface yang kedua digunakan sebagai jaluar hotspot dengan menggunakan wireless router Blue-Link. Dalam pembuatan proxy server mikrotik juga di fungsikan sebagai block situs, untuk memblock situs-situs tertentu yang sekiranya dapat merugikan orang lain dan diri sendiri. Kesimpulan yang dapat diambil dari pembuatan dan hasil pengujian adalah dengan adanya proxy server mikrotik yang ada di laboratorium SMK Negeri 1 Baureno sangat membantu mengoptimalkan browsing internet pada semua komputer client yang terhubung ke internet. Jadi apa bila jaringan internet terjadi trober maka proxy server dapat membantu client mengatasi permasalahan terutama dalam browsing. Proxy server juga di gunakan dalam block situs yang nantinya dapat berfungsi sebagai pembatas siswa dalam mengakses situs-situs terlarang.

Pengaruh kesesuaian tempat PSG, minat, dan motivasi siswa terhadap keberhasilan pelaksanaan PSG siswa kelas XII Akuntansi SMK Shalahuddin 1 Malang / Dian Safitri

 

ABSTRAK Safitri, Dian. 2009. Pengaruh Kesesuaian Tempat PSG, Minat, dan Motivasi Siswa Terhadap Keberhasilan Pelaksanaan PSG Siswa Kelas XII Akuntansi SMK Shalahuddin 1 Malang. Skripsi, Jurusan Akuntasi Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: 1) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E, Ak, M.Si 2) Drs. H. Sumadi, S.E, M.M. Kata kunci : kesesuaian tempat PSG, minat, motivasi siswa dan keberhasilan pelaksanaan PSG. PSG adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan kehlian profesional, yang memadukan secara sistematis dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung didunia kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional. Keberhasilan pelaksanaan PSG berhubungan erat dengan kesesuaian penempatan siswa dalam jurusan atau program kehliannya yang tidak terlepas dari peran instansi atau DU/DI. Selain itu minat dan motivasi siswa untuk melaksanakan PSG juga memiliki peran penting dalam menentukan berhasil tidaknya tujuan PSG dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesesuaian tempat PSG, minat dan motivasi siswa baik secara parsial maupun simultan terhadap keberhasilan pelaksanaan PSG. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi (explanatory research) dengan pendekatan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMK Shalahuddin 1 Malang Jurusan Akuntansi, sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling . Instrumen dalam penelitian ini menggunakan angket (kuesioner) dan dokumentasi. Sedangkan untuk uji validitas menggunakan Pearson Product Moment uji reliabilitas digunakan Alpha Cronbach dan teknik analisis datanya menggunakan regresi berganda untuk mengetahui pengaruh baik secara parsial maupun simultan dari variabel-variabel dalam penelitian ini. Dari hasil analisis data diketahui bahwa (1) kesesuaian tempat PSG memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan pelaksanaan PSG (2) minat siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan pelaksanaan PSG (3) motivasi siswa dalam melaksanakan PSG memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan pelaksanaan PSG (4) kesesuaian tempat PGS, minat dan motivasi siswa memiliki pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap keberhasilan pelaksaan PSG. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kesesuaian tempat PSG, minat dan motivasi siswa baik secara parsial maupun simultan berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan PSG siswa kelas XII Akuntansi SMK Shalahuddin 1 Malang. Berdasarkan hasil penelitian disarankan: (1) sekolah dalam hal ini SMK Shalahuddin 1 Malang dan intansi pasangan (DU/DI) diharapkan bekerja sama meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan sebagai bekal untuk terjun ke dunia kerja. 2) bagi peneliti selanjutnya diharapkan menambah variabel-variabel lain misalnya kesiapan siswa melaksanakan PSG, penguasaan mata pelajaran/ diklat, penilaian di DU/DI

Pengaruh motivasi belajar dan sarana prasarana belajar terhadap prestasi belajar siswa kels X di SMK Negeri 3 Balikpapan / Desak Putu Putri Sartini

 

ABSTRAK Sartini, Desak Putu Putri. 2009. Pengaruh Motivasi Belajar dan Sarana Prasarana Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa SMK Negeri 3 Balik¬papan. Skripsi, Jurusan Manajemen, Pro¬gram Studi Pendidikan Tata Niaga, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Suwarni, M.Si dan (2) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si. Kata Kunci: Motivasi Belajar Siswa, Sarana Prasarana Belajar, Prestasi Belajar Siswa. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa diperlukan motivasi belajar yang baik dan fasilitas yang mencukupi kebutuhan belajar siswa. Terdapat dua faktor motivasi belajar yaitu faktor dari dalam (intrinsik) dan faktor dari luar (ekstrinsik). Fasilitas belajar digunakan untuk menunjang praktik siswa yang telah diberi teori oleh guru dalam kelas. Dan bagi orang tua seharusnya menyediakan sarana prasarana belajar yang memadai bagi anak-anaknya. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis signifikansi pengaruh antara motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. (2) menganalisis signifikansi pengaruh antara sarana prasarana belajar terhadap prestasi belajar siswa, (3) menganalisis signifikansi pengaruh secara simultan antara motivasi belajar siswa dan sarana prasarana belajar terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Balikpapan. Penelitian ini mempunyai tiga variabel yaitu: variabel independen (X1) motivasi belajar siswa, variabel independen (X2) sarana dan prasarana belajar dan variabel dependen (Y) prestasi belajar siswa. Populasi dalam penelitian ini 556 siswa kelas X, jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan studi korelasional, model yang digunakan adalah koesioner tertutup dan terbuka serta metode dokumentasi untuk mendapatkan data dari prestasi belajar siswa, data kemudian dianalisis dengan mengggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS for windows release 15.00. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Analisis persentase dari 141 siswa menunjukkan sebesar 46,80% memperoleh prestasi belajar dengan kategori cukup pada seluruh mata diklat, sebesar 37,60% dalam kategori baik pada seluruh mata diklat. Sebesar 14,90% dalam kategori kurang pada seluruh mata diklat. Sebesar 0,7% dalam kategori sangat baik pada seluruh mata diklat. Analisis regresi linier berganda dengan menggunakan taraf kesalahan 5% secara parsial dapat diketahui bahwa variabel motivasi belajar (X1) mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar (Y). Hal ini terlihat dari signifikansi t variabel motivasi belajar adalah 0,000 yang mana angka tersebut lebih kecil dari α = 0,05, sedangkan terdapat hubungan secara parsial, ini dilihat dari nilai thitung untuk variabel X1 bernilai 5,043 sedangkan ttabel sebesar 1,656. Variabel sarana prasarana belajar (X2) juga mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar (Y). Hal ini terlihat dari signifikansi t variabel sarana prasarana belajar adalah 0,000 yang mana angka tersebut lebih kecil dari α = 0,05, sedangkan terdapat hubungan secara parsial, ini dilihat dari nilai thitung untuk variabel X2 bernilai 4,441 sedangkan ttabel sebesar 1,656. Dari uji regresi linier berganda diketahui bahwa variabel motivasi belajar dan sarana prasarana belajar secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMK Negeri 3 Balikpapan. Hal ini dibuktikan dengan signifikansi F sebesar 0,000 < 0,05 dengan nilai Fhitung = 30.772, nilai koefisien regresi (Multiple R) = 0,298 dan nilai koefisien determinasi = 0,308. Disimpulkan bahwa variabel X1 (motivasi belajar) dan variabel X2(sarana prasarana belajar) berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar baik secara parsial maupun secara simultan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa melalui peningkatan motivasi belajar melalui pengajaran yang bervariasi dan peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana belajar.

Pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas X di SMK Negeri 2 Balikpapan / Herma Hidayana

 

ABSTRAK Hidayana, Herma. 2009. Pengaruh Gaya Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMK Negeri 2 Balikpapan. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr Suwarni, M.Si, (2) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si. Kata kunci : Gaya Belajar (Learning Styles), Visual, Auditori, Kinestetik, Prestasi Belajar. Perubahan zaman yang begitu dinamis dan cepat secara tidak langsung menuntut dunia Pendidikan Nasional untuk mampu menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki skill serta kompetitif di era global dan reformasi. Berbicara mengenai pendidikan tentunya juga tidak lepas dari proses kegiatan belajar mengajar untuk mencapai hasil belajar yang diharapkan. Dalam sebuah proses pembelajaran, unsur belajar memegang peranan yang sangat penting, dimana kegiatan mengajar dianggap bermakna apabila terjadi kegiatan belajar siswa. Gaya belajar (Learning Styles) dianggap memiliki peranan penting dalam proses kegiatan belajar mengajar. Siswa yang kerap dipaksa belajar dengan cara-cara yang kurang cocok dan berkenan bagi mereka tidak menutup kemungkinan akan menghambat proses belajarnya terutama dalam hal berkonsentrasi saat menyerap informasi yang diberikan. Pada akhirnya hal tersebut juga akan berpengaruh pada hasil belajar yang belum maksimal sebagaimana yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya belajar siswa kelas X SMK Negeri 2 Balikpapan, untuk mengetahui prestasi belajar siswa kelas X SMK Negeri 2 Balikpapan, mengetahui dan menguji pengaruh secara parsial gaya belajar yang meliputi gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMK Negeri 2 Balikpapan, dan untuk mengetahui serta menguji pengaruh secara simultan gaya belajar yang meliputi visual, auditori, dan kinestetik terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMK Negeri 2 Balikpapan Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif korelasional. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas X SMK Negeri 2 Balikpapan tahun ajaran 2008/2009 yang berjumlah 472. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional Random Sampling dengan persentase 25% sehingga diperoleh sampel sebanyak 119 orang. Kuesioner yang digunakan sebagai instrumen penelitian ini adalah kuesioner tertutup yang menggunakan skala Likert dengan 5 alternatif pilihan jawaban. Sedangkan untuk menguji kelayakan instrumen dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan sampel uji coba 30 orang responden. Proses pengolahan data menggunakan bantuan software SPSS 15 for Windows. Berdasarkan penelitian ini hasil yang diperoleh adalah : (1) Sebagian besar siswa memiliki ciri - ciri gaya belajar auditori yang paling banyak daripada gaya belajar visual dan kinestetik, (2) Prestasi belajar siswa kelas X SMK Negeri 2 Balikpapan termasuk lulus dalam kriteria baik, (3) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan gaya belajar visual terhadap prestasi belajar siswa, (4) Terdapat pengaruh yang signifikan gaya belajar auditori terhadap prestasi belajar siswa, (5) Terdapat pengaruh yang signifikan gaya belajar kinestetik terhadap prestasi belajar siswa. (6) Secara simultan terdapat pengaruh positif yang signifikan gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas, (7) Variabel gaya belajar kinestetik merupakan variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa. Dari hasil penelitian diperoleh Adjusted R Square sebesar 0,558. Artinya bahwa 55,8% pestasi belajar siswa kelas X SMK Negeri 2 Balikpapan dipengaruhi oleh variabel gaya belajar (X) yang terdiri dari gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Sedangkan sisanya 44,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah : (1) siswa sebaiknya dapat mengenali gaya belajar yang dimilikinya dengan mengenali konsep diri terkait dengan kesulitan belajar yang dialami, misalnya saja apakah ia termasuk tipikal yang individu atau dapat bersosialisasi dalam memenuhi kebutuhan belajarnya dan lain sebagainya. Karena dengan mengenali gaya belajar sendiri siswa mampu menentukan bagaimana atau seperti apa cara belajar yang optimal bagi dirinya, (2) Guru hendaknya memperhatikan gaya belajar siswa yang berbeda-beda pada saat proses belajar mengajar. Karena hal tersebut dapat membantu serta memudahkan guru dalam menentukan metode pengajaran yang tepat serta penyampaian materi yang dapat diterima oleh siswa. Sehingga siswa dengan gaya belajar yang berbeda-beda juga dapat dengan mudah menerima dan memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru, (3) Selain gaya belajar, terdapat faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Maka, hendaknya pihak SMK Negeri 2 Balikpapan juga memperhatikan faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa, baik yang sifatnya intern maupun ekstern. (4) Bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian sejenis, disarankan untuk memilah dan mengelompokkan siswa berdasarkan gaya belajarnya, yaitu gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik.

Upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada bidang studi PKn dengan menggunakan model pembelajaran jigsaw materi keputusan bersama di kelas V ADN Bareng 5 / Basri Rumadaul

 

ABSTRAK Basri Rumadaul. 2009. Upaya meningkatkan Hasi Belajar Siswa Pada bidang Studi PKn dngan menggunakan model pembelajaran Jigsaw Materi Keputusan Bersama di Kelas V SDN Bareng 5 Kecamatan Klojen Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs H. Ahmad. Samawi, M. Hum. (2) Dra. H, Murtiningsi. M.Pd. KATA KUNCI: Pembelajaran Jigsaw, Hasil Belajar PKn. Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti tentang mata peajaran PKn kelas V SDN Bareng 5 kecamatan klojen kabupaten Malang dapat diketahui bahwa siswa memiliki minat belajar yang rendah meskipun guru sudah menerapkan pendekatan ketrampilan proses namun minat siswa untuk mempelajari PKn belum juga menunjukkan adanya peningkatan. Usaha lain untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan berbagai metode pengajaran, tetapi hasil yang dicapai juga masih jau dari yang diharapkan. Guna mengatasi keadaan tersebut diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar siswa dalam mempelajari PKn. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Jigsaw. Penelitian ini bertujuan; 1) mendiskripsikan penerapan model pembelajaran Jigsaw; 2) untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti model pembelajaran Jigsaw; 3) untuk mengetahui dampak siswa setelah mengikuti pembelajaran Jigsaw. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, meliputi 2 siklus tindkan. Dalam 1 siklus tindakan kelas, meliputi 2 siklus tindakan. Setiap siklus tindakan meliputi 2 tahap perencanaan pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN bareng 5 kecamatan klojen kabupaten Malang propinsi Jawa Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi untuk siswa selama pelaksanaan pembelajaran, angket siswa, tes hasil belajar dan dokumen. Analisis data secara deskriktif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 30 oktober 2009. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan ketuntaan hasil belajar siswa. Setelah adanya hasil penelitian yang menerapkan model pembelajaran Jigsaw, dapat meningkatkan hasil ketuntasan belajar siswa. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya peresentase ketuntasan belajar dari 52,4% pada siklus I menjadi 73,12% pada siklus II. Pendapat siswa terhadap model pembelajaran Jigsaw sangat positif, sebab dengan model pembelajaran ini siswa sangat aktif mengemukakan pendapat. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti mengharapkan, bahwa tidak hanya mata pelajaran PKn saja yang mencoba menggunakan model pembelajaran Jigsaw tetapi juga untuk mata pelajaran yang lain dapat menggunakn model pembelajaran Jigsaw

Persepsi pegawai tentang gaya kepimpinan kepala balai pendidikan pelatihan (Diklat) dan hubungannya dengan etos kerja di Balai Diklat Keluarga Berencana Nasional Malang / Yohan Toro

 

ABSTRAK Toro, Yohan. 2009. Persepsi Pegawai tentang Gaya Kepemimpinan Kepala Balai Pendidikan Pelatihan dan Hubungannya dengan Etos Kerja di Balai Diklat Keluarga Berencana Nasional Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. A. Supriyanto, M. Pd. M. Si, (II) Dra. Maisyaroh, M. Pd. Kata Kunci: persepsi, gaya kepemimpinan, etos Kerja Suatu organisasi tidak hanya melibatkan sekumpulan orang saja, namun juga melibatkan sumber daya yang ada. Diharapkan sumber daya yang ada dapat berdaya guna. Peran seorang pemimpin dalam suatu organisasi adalah sebagai pengatur, pengarah, dan pendayagunaan dari sumber yang ada dalam suatu organisasi. Gaya kepemimpinan adalah perilaku yang ditunjukkan oleh seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku bawahannya dalam berbagai situasi kepemimpinan. Persepsi adalah usaha seseorang untuk memahami orang lain atau sekitar lingkunganya baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Dapat disimpulkan persespi pegawai tentang gaya kepemimpinan adalah usaha seseorang pegawai untuk memahami perilaku pemimpin dalam mempengaruhi pegawai baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Dengan adanya gaya kepemimpinan diharapkan dapat mempengaruhi etos kerja pegawai. Etos kerja adalah suatu sikap yang timbul pada diri seorang pegawai yang diwujudkan dengan disiplin kerja dan kerjasama, untuk melakukan tugas sesuai dengan peraturan yang ada dalam usahanya untuk mencapai tujuan dari pekerjaan yang dijalankan. Fitria (2006) mengemukakan bahwa gaya kepemimpinan yang efektif digunakan di lembaga pendidikan menggunakan gaya kepemimpinan instruktif, partisipatif, konsultatif dan delegatif. Dari pendapat diatas, peneliti ingin mengetahui gaya kepemimpinan yang paling cocok diterapkan di Balai Diklat KB Nasional Malang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan persepsi pegawai tentang gaya kepemimpinan Kepala Balai Diklat, mendeskripsikan etos kerja pegawai dan mengetahui hubungan antara persepsi pegawai tentang gaya kepemimpinan Kepala Diklat dan hubungannya dengan etos kerja di Balai Diklat KB Nasional Malang. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui persepsi pegawai tentang gaya kepemimpinan Kepala Diklat dan hubungannya dengan etos kerja di Balai Diklat KB Nasional Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai Balai Diklat KB Nasional Malang, dan populasinya berjumlah 35 pegawai. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket tertutup. Analisis yang digunakan adalah analisis korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi gaya kepemimpinan kepala balai diklat menurut perspesi pegawai termasuk kualifikasi baik. Skor rata-rata yang diperoleh pada variabel persepsi pegawai tentang gaya kepemimpinan adalah sebesar 150,20 yang termasuk pada kualifikasi baik, karena pada interval 131-160. Hasil pengujian hipotesis ditemukan bahwa r yang diperoleh adalah 0,403 dengan taraf signifikansi 0,01 berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi ini berarti ada hubungan yang signifikan antara persepsi pegawai tentang gaya kepemimpinan Kepala Balai Diklat dengan etos kerja pegawai di Kantor Balai Diklat KBN Malang. Saran bagi pimpinan dalam memimpin pegawai masih terlalu memberikan pengawasan dan komando yang ketat kepada pegawai, maka hendaknya pegawai diberikan keleluasaan dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Pegawai juga hendaknya bersikap aktif dalam mengerjakan tugas tanpa menunggu instruksi atau komando dari pimpinan. Hal ini agar semua komponen yang ada dalam lembaga dapat berjalan dengan baik, karena komponen yang ada di balai diklat KBN Malang baik itu pegawai atau pimpinan dan komponen yang lainnya saling mempengaruhi.

Hubungan kematangan emosi dengan ketepatan arah pilihan jurusan siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri Malang 1 / Mega Leo Juli Anto

 

ABSTRAK Anto, Mega LJ. 2009. Hubungan antara Kematangan Emosi dengan Ketepatan Arah Pilihan Jurusan Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Negeri Malang 1. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pndidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Widada M.Si, (II) Dr. Andi Mappiare AT., M.Pd. Kata Kunci : kematangan emosi, arah pemilihan jurusan Kematangan emosi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi ketepatan arah pilihan jurusan pada siswa. Remaja dikatakan sudah mencapai kematangan emosi bila pada akhir masa remajanya tidak sembarangan dalam meluapkan emosinya dihadapan orang lain, akan tetapi dengan menempatkannya secara tepat dan dengan cara-cara yang dapat diterima oleh orang lain. Kematangan emosi juga dapat ditunjukkan dengan kemampuan individu untuk menilai suatu situasi secara kritis terlebih dahulu sebelum bereaksi secara emosional dan memberikan reaksi emosional yang stabil, tidak berubah-ubah Penelitian ini dilakukan pada kelas X di Madrasah Aliyah Negeri Malang 1 pada tanggal 26 Oktober sampai 3 Nopember 2009. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan ketepatan arah pilihan jurusan siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri Malang 1. Rancangan penelitian yang digunakan adalah korelasional. Analisis data penelitian yang dipakai adalah analisis rerata, analisis presentasi, uji normalitas, dan uji hipotesis. Subjek penelitian berjumlah 232 siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri Malang 1 dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala kematangan emosi dan angket ketepatan arah pilihan jurusan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri Malang 1 rata-rata mempunyai kematangan emosi yang “Cukup Matang”, (2) siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri Malang 1 kebanyakan mempunyai ketepatan arah pilihan jurusan yang “Cukup Tepat”, (3) Adanya hubungan yang positif antara kematangan emosi dengan arah pilihan jurusan yang berarti semakin tinggi kematangan emosi siswa maka arah pilihan jurusannya semakin tepat. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menambah jumlah item pada angket ketepatan arah pilihan jurusan agar diperoleh hasil yang lebih optimal dan menambah variabel yang berkaitan serta menggunakan populasi lebih dari satu sekolah dengan harapan hasil yang didapat bisa jauh lebih optimal.

Sifat organoleptik yoghurt susu kambing dengan lama fermentasi yang berbeda / Mega Leo Juli Kurniasari

 

Susu kambing mempunyai aroma prengus sehingga kurang diminati. Salah satu cara agar susu tersebut menjadi produk yang mempunyai nilai tambah dan masa simpan yang lebih lama dapat dilakukan fermentasi dengan menggunakan bakteri.Yoghurt adalah produk susu fermentasi berbentuk semi solid yang dihasilkan melalui proses fermentasi susu dengan menggunakan bakteri asam laktat. Salah satu faktor yang berperan pada kualitas yoghurt adalah fermentasi. Fermentasi yang terlalu lama mengakibatkan terjadinya pemisahan whey. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen pembuatan yoghurt susu kambing dengan lama fermentasi yang berbeda yaitu 3 jam, 4 jam dan 5 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat organoleptik yoghurt susu kambing yang meliputi rasa, flavour susu kambing dan konsistensi melalui uji mutu hedonik dan uji hedonik. Analisis yang digunakan yaitu analisis sidik ragam dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil uji mutu hedonik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata terhadap rasa, flavour dan konsistensi. Hasil uji mutu hedonik menunjukkan bahwa rasa asam (3,48) diperoleh pada perlakuan yang menggunakan lama fermentasi 5 jam. Flavour susu kambing semakin berkurang dengan proses fermentasi yang semakin lama yaitu pada perlakuan yang menggunakan lama fermentasi 5 jam dengan skor 1,65. Konsistensi yoghurt susu kambing yang terbaik diperoleh pada perlakuan yang menggunakan lama fermentasi 5 jam dengan skor 3,55 yaitu berkonsistensi kental. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa yoghurt susu kambing dengan lama fermenentasi berbeda akan menghasilkan tingkat kesukaan panelis terhadap rasa, flavour, dan konsistensi yang berbeda sangat nyata. Rasa yang disukai panelis (3,35) adalah yoghurt yang mempunyai rasa asam yaitu yoghurt dengan lama fermentasi 5 jam. Flavour yang disukai panelis (3,35) adalah yoghurt dengan lama fermentasi 5 jam karena flavour susu kambing semakin berkurang pada fermentasi 5 jam. Konsistensi yang disukai panelis (3,25) yoghurt dengan lama fermentasi 5 jam yang mempunyai konsistensi kental. Saran bagi peneliti selanjutnya, agar meneliti flavour susu kambing pada yoghurt susu kambing. Untuk minimalkan flavour susu kambing tersebut dapat ditambahkan dengan buah segar atau sari buah.

Sifat organoleptik stick susu tempe dengan perbandingan air dan tempe yang berbeda / Laili Mufidah

 

Stick adalah makanan ringan (makanan camilan) yang digoreng dengan rasa gurih, aroma kuat, teksturnya renyah, berbentuk batang panjang dan dengan warna kuning keemasan. Stick yang banyak dipasarkan saat ini mempunyai aneka macam rasa gurih. Stick gurih yang beredar saat ini sebagian besar menggunakan penyedap rasa sebagai penguat rasa, yang mempunyai pengaruh kurang baik untuk kesehatan. Bahan lain yang dapat digunakan yaitu tempe dalam bentuk susu tempe. Susu tempe merupakan sumber protein dan mempunyai rasa yang positif, dari sejumlah asam amino kandungan glutamatnya tertinggi diduga dapat memberikan rasa gurih dan aroma, kandungan lemak dan proteinya dapat membentuk tekstur dan warna stick jika bereaksi dengan panas. Dalam penelitian ini yang digunakan adalah perbandingan ekstraksi susu tempe (air dan tempe) 3:1, 5:1 dan 7:1.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat organoleptik stick susu tempe yang meliputi rasa, aroma, tekstur dan warna. Data hasil penelitian diperoleh dari uji mutu hedonik dan uji hedonik. Data akan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan Duncan’s Mutiple Range Test (DMRT). Hasil uji mutu hedonik menunjukkan bahwa rasa stick susu tempe yang cukup gurih (2, 90) diperoleh pada perlakuan perbandingan air dan tempe 3:1. Aroma stick susu tempe tidak berbeda nyata dari ketiga perlakuan, secara umum skor aroma stick susu tempe (2,72) yaitu cukup kuat. Tekstur renyah diperoleh dari perlakuan perbandingan air dan tempe 5:1 (3,43) dan 7:1 (3,55). Warna kuning keemasan agak cerah (2,97) diperoleh dari perlakuan perbandingan air dan tempe 3:1. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa stick dengan perlakuan perbandingan air dan tempe yang berbeda menghasilkan tingkat kesukaan panelis terhadap rasa yang disukai panelis (3,00) adalah stick dari perlakuan perbandingan air dan tempe 3:1. Aroma stick susu tempe tidak berbeda nyata dari ketiga perlakuan, secara umum skor aroma (2,17) yaitu cukup disukai oleh panelis. Tekstur yang disukai panelis adalah stick dari perlakuan perbandingan air dan tempe 5:1 (3,07) dan 7:1 (3,16). Warna yang cukup disukai panelis (2,97) adalah stick dari perlakuan perbandingan air dan tempe 3:1. Saran bagi peneliti selanjutnya, untuk meneliti tentang aroma stick susu tempe agar aroma stick susu tempe menjadi lebih kuat, misalnya dengan menambahkan hancuran tempe. Selain itu untuk mendapatkan hasil yang mempunyai rasa gurih, aroma cukup kuat dan warna kuning keemasan akan tetapi tekstur agak keras disarankan menggunakan perbandingan air dan tempe 3:1 dan untuk menghasilkan, aroma cukup kuat, tekstur renyah akan tetapi rasa agak gurih dan warna mudah gosong disarankan menggunakan perbandingan air dan tempe 7:1.

Pengaruh struktur modal terhadap return saham melalui earning per share (EPS) pada perusahaan LQ 45 periode 2007-2008 / Immanuel Setiawan Siregar

 

ABSTRAK Setiawan Siregar, Immanuel. Pengaruh Struktur Modal terhadap Return Saham melalui Earning Per Share (EPS) Pada Perusahaan LQ 45 Periode 2007-2008. Skripsi program Studi Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M. (2) Drs. H. Gatot Isnani, M.Si. Kata Kunci: Struktur Modal, Earning Per Share (EPS) dan Return Saham Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai investor dalam melakukan investasi. Salah satu tujuan tersebut adalah untuk meningkatkan kemakmuran investor di masa depan. Tujuan tersebut dalam praktik investasi bisa juga diterjemahkan sebagai tujuan untuk memaksimalkan return investasi. Di dalam pasar modal, untuk mendapatkan return yang maksimal investor tidak begitu saja melakukan pembelian saham sebelum melakukan analisa terhadap kondisi keuangan perusahaan. Salah satu aspek penting yang menjadi bahan penilaian bagi investor adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan profit / laba. Laba yang diperoleh perusahaan tentunya tidak terlepas dari struktur permodalannya yang merupakan perimbangan antara hutang dengan modal sendiri yang berada pada sisi pasiva untuk membiayai sisi aktiva perusahaan. Struktur modal yang optimal diharapkan bisa meningkatkan nilai perusahaan yang tercermin pada peningkatan laba. Alat analisis yang dapat digunakan untuk menganalisa struktur modal perusahaan adalah Debt to Equity Ratio (DER) dan Equity to Asset Ratio (EAR). Bagi pemegang saham keuntungan yang tinggi terdiri dari laba per lembar saham (EPS) yang tinggi dan deviden yang besar dan mudah untuk direalisasikan, serta adanya kenaikan pada nilai pasar saham di atas nilai nominal. Tingkat pendapatan per lembar saham (EPS) salah satunya dipengaruhi oleh besarnya laba dan jumlah saham yang beredar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh antara variabel eksogen (X) yaitu: debt to equity ratio (X1) dan equity to asset ratio (X2), variabel perantara yaitu: earning per share (X3) terhadap variabel endogen (Y) yaitu return saham pada Perusahaan LQ 45 periode 2007-2008. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif yang bersifat kausalitas, yaitu peneliti ingin mengetahui pengaruh antara dua variabel atau lebih. Variabel eksogen (X) yaitu struktur modal yang diwakili oleh: debt to equity ratio (X1) dan equity to asset ratio (X2), variabel perantara yaitu: earning per share (X3) terhadap variabel endogen (Y) yaitu return saham. Untuk mengetahui pengaruh atau peran dari variabel moderator dapat dilakukan dengan uji koefisien path. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 15 perusahaan LQ 45 periode 2007-2008 yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah kuantitatif dan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) tahun 2007-2008, dan uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji normalitas dan uji heteroskedastisitas. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan bantuan software statistik SPSS ver 16.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap Return Saham melalui Earning per Share (EPS), Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap Return Saham, Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap Earning Per Share (EPS), Earning Per Share (EPS) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham, Debt to Equity Ratio (DER) dan Equity to Asset Ratio (EAR) secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap Earning Per Share (EPS), Equity to Asset Ratio (EAR) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham melalui Earning per Share (EPS), Equity to Asset Ratio (EAR) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham, Equity to Asset Ratio (EAR) tidak berpengaruh signifikan terhadap Earning per Share (EPS), Debt to Equity Ratio (DER), Equity to Asset Ratio (EAR), dan Earning Per Share (EPS) secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Bagi Investor sebaiknya harus tetap menggunakan analisis fundamental sebagai acuan utama dalam mengambil keputusan investasi dengan tujuan untuk meminimalisasi resiko. Bagi perusahaan disarankan sebagai emiten harus tetap mempertahankan nilai perusahaan dengan optimal, salah satu caranya ialah melalui kebijakan struktur modal, hal ini dikarenakan bauran pendanaan (financing mix) akan mempengaruhi nilai perusahaan secara langsung dan hal inilah yang akan memotivasi pihak manajemen untuk mencari suatu struktur modal yang optimal untuk perusahaan. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk meningkatkan cara mengukur atau mendeteksi faktor-faktor yang mempengaruhi return saham saham serta mengamatinya untuk periode waktu yang berbeda dengan jangka waktu pengamatan yang lebih lama dari penelitian ini dan memperbanyak jumlah perusahaan yang dijadikan sampel sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih akurat dan valid, sehingga bisa dijadikan suatu informasi yang sangat berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan, khususnya manajemen dan investor.

Sistem informasi database siswa SMK dirgahayu Kedungadem Bojonegoro berbasis client server / Purwati

 

Sistem informasi database siswa khususnya sekolah menengah kejuruan umumnya masih berupa nominatif dalam bentuk selembar kertas atau pembagian raport pada semester, dengan menggunakan sistem manual permasalahan banyak muncul seperti kurang cepatnya penyebaran informasi data siswa, pada saat pendaftaran hasil nilai siswa di akhir semester, pengembalian hasil nilai akhir semester pada wali siswa. Untuk itu perlu adanya suatu sistem yang dapat mengatasi permasalahan tersebut, salah satu metode yang penulis tawarkan adalah dengan merancang Informasi Database Siswa berbasis Client Server sehingga dapat memberikan kemudahan bagi siswa yang menghendaki pengaksesan di jaringan sekolah. Sistem akses data siswa terdiri dari dua unit utama yaitu unit sentral yang terdiri dari komputer, jaringan sebagai penghubung komputer server ke komputer client. Client berfungsi sebagai pengambil informasi dari komputer server. Unit kedua Software merupakan penghubung perangkat keras komputer yang satu dengan yang lainnya sehingga membentuk suatu perintah yang dapat menghasilkan suatu keluaran (output), Software pemograman yang digunakan PHP dan MySQL sebagai pengolah database. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa Sistem Informasi Database yang telah dishare dari komputer server dapat berjalan menampilkan database siswa di komputer client, dan sudah diterapkan di tempat penelitian,dari pengunjung sistem informasi yang menyatakan sistem informasi tersebut memudahkan dalam pencarian informasi database siswa.

Pengaruh variabel sosial dan variabel psikologis terhadap keputusan menginap (studi pada tamu hotel Pelangi I Malang) / Andriyan Febriyanto

 

ABSTRAK Febriyanto, Andriyan. 2009. Pengaruh Variabel Sosial dan Variabel Psikologis terhadap Keputusan Menginap (Studi pada Tamu Hotel Pelangi I Malang). Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Hermawan, M.Si, M.Bus. (II) Drs. Mohammad Arief, M.Si. Kata kunci: variabel soisal, variabel psikologis, keputusan menginap Pelanggan atau konsumen merupakan hal yang sangat menentukan kelangsungan perusahaan, oleh karena itu diharapkan produsen dan pemilik jasa usaha mengetahui karakter dan latar belakang konsumen melalui perilaku konsumen. Dalam mempelajari perilaku konsumen terdapat banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam hal melakukan keputusan pembelian sebuah produk. Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari luar diri konsumen (external influence) dan juga berasal dari dalam diri konsumen (psychological influence). Penelitian ini dilakukan dengan studi pada tamu yang menginap di Hotel Pelangi I Malang sebagai populasi dan 100 responden sebagai sampel dengan menggunakan accidental sampling yaitu memberikan kuesioner setiap bertemu responden yang termasuk dalam sampel. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup, dimana jawabannya sudah disediakan dan responden tinggal melilih jawaban yang telah disediakan oleh peneliti melalui 23 item pertanyaan yang sebelumnya telah melalui tahap reliabilitas dan validitas. Metode analisis yang dipakai adalah regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel sosial berpengaruh positif yaitu sebesar 7,433 dan untuk varibe psikologis sebesar 5,036. Nilai dari Adjusted R Square dari penelitian ini adalah 0,571, yang mengindikasikan bahwa 57% keputusan menginap dari tamu di Hotel Pelangi Malang adalah di pengaruhi oleh variabel sosial dan variabel psikologis. Dari penelitian ini, dapat di ketahui betapa pentingnya bagi perusahaan untuk mengenal karakter dari tamu dan apa saja yang bisa membuat tamu memutuskan untuk menginap di Hotel Pelangi I Malang. Jadi penting untuk selalu di ingat bahwa perencanaan strategi yang di jalankan oleh hotel harus tepat sasaran dan berkesinambungan, peningkatan kualitas layanan, fasilitas kamar maupun fasilitas publik juga wajib untuk selalu di tingkatkan.

Hubungan keterampilan pembiakan tanaman secara sambung dan pengetahuan kewirausahaan dengan sikap kewirausahaan peserta didik di SMK Negeri 2 Barabai / Norta Dewi Yuniati

 

Yuniati, Norta Dewi, 2015. Hubungan Keterampilan Pembiakan Tanaman Secara Sambung dan Pengetahuan Kewirausahaan dengan Sikap Kewirausahaan Peserta Didik di SMK Negeri 2 Barabai. Tesis. Program Studi Pendidikan Kejuruan Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si, (II) Dr. Rina Rifqie Mariana, M.P. Kata Kunci: keterampilan pembiakan tanaman secara sambung, pengetahuan kewirausahaan, sikap kewirausahaan. Lulusan SMK yang tidak terserap di dunia kerja dan dunia industri sebenarnya bukan hanya karena terbatasnya kesempatan kerja, tetapi di¬sebabkan ketidakmampuan lulusan memenuhi persyaratan atau kualifikasi yang diminta. Oleh karena itu lulusan perlu dibekali pengetahuan, keterampilan dan sikap tertentu. Sikap yang diperlukan oleh semua orang baik yang akan berwirausaha maupun sebagai pencari kerja adalah sikap kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keterampilan pembiakan tanaman secara sambung, pemgetahuan kewirausahaan, dan sikap kewirausahaan, serta hubungan keterampilan pembiakan tanaman secara sambung dan pengetahuan kewirausahaan dengan sikap kewirausahaan pada peserta didik Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan di SMK Negeri 2 Barabai. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian korelasional. Populasi pada penelitian adalah peserta didik kelas X dan XI Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan di SMK Negeri Barabai. Sampel penelitian sebanyak 53 orang. Pengambilan sampel dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang dipakai adalah tes dan angket. Uji analisis yang digunakan adalah uji regresi ganda dan korelai parsial pada taraf signifikansi 5% dengan alat bantu program IBM SPSS Statistics 22. Hasil penelitian adalah: 1) Keterampilan pembiakan tanaman secara sambung, pengetahuan kewirausahaan, dan sikap kewira¬usahaan peserta didik Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan di SMK Negeri 2 Barabai berada pada kategori sedang, 2) Keterampilan pembiakan tanaman secara sambung dan pengetahuan kewirausahaan secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan sikap kewirausahaan peserta didik Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan di SMK Negeri 2 Barabai, dengan determinasi sebesar 18,2%, 3) Keterampilan pembiakan tanaman secara sambung tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan sikap kewirausahaan peserta didik Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan di SMK Negeri 2 Barabai,, dan 4) Pengetahuan kewirausahaan memiliki hubungan yang signifikan dengan sikap kewirausahaan peserta didik Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan di SMK Negeri 2 Barabai.

Kapasitas gaya geser maksimum pada model portal beton bertulangan bambu sistem ganda yang dikekang dilokasi jalur gaya tekan kostcovos / Rian Rahmat Indranata

 

ABSTRAK Indranata, Rian Rahmat. 2009. Kapasitas Gaya Geser Maksimum Pada Model Portal Bertulangan Bambu yang Dikekang Di Lokasi Jalur Gaya Tekan Kostcovos. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Mohammad Sulton, S.T., M.T. (II) Drs. Boedya Djatmika, S.T., M.T. Kata Kunci: kapasitas gaya geser, portal terkekang, tekan kostcovos, tulangan bambu. Struktur beton mempunyai kekuatan tekan yang cukup besar, namun sangat lemah terhadap tarik. Karena itu penggunaan beton selalu dipadukan dengan bahan yang mempunyai kuat tarik tinggi yaitu baja. Namun,baja yang selama ini dijadikan sebagai tulangan merupakan bahan tambang yang tidak dapat diperbaharui, sehingga keberadaannya suatu saat akan habis. Dalam upaya pencarian alternatif, dilakukan penelitian-penelitian, antara lain terhadap material pengganti berupa hasil alam yaitu bambu. Selain itu, bambu juga merupakan sumber daya alam yang murah, dan memiliki kuat tarik yang menyamai kuat tarik baja tulangan. Dengan model portal bertulang bambu yang dikekang dijalur gaya tekan kostcovos diharapkan mampu dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam peningkatan kedaktailitasan konstruksi beton dengan pemberian gaya geser pada model portal. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui besar gaya geser maksimum pada saat portal diberikan gaya horizontal, 2) Mengetahui besar simpangan maksimum pada saat portal diberikan gaya horizontal, 3) Gaya geser Maksimum (Vmaks) yang ditahan oleh beton bertulangan bambu sistem ganda dapat memenuhi zona wilayah gempa berapa?. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil pengujian gaya geser model portal pada saat pemberian bebannhorisontal dengan menggunakan kapasitas proving ring sebesar 10 ton dan 25 ton didapatkan gaya geser maksimum 2025 kg. Simpangan maksimum pada saat portal diberikan gaya horizontal tekan dengan menggunakan Digital Dial dihasilkan adalah sebesar 9,740 mm. Untuk uji simpangan maksimum yang dihasilkan pada kondisi tarik adalah simpangan maksimum yang dihasilkan oleh LVDT diperoleh hasil sebesar 7,447 mm. Berdasarkan grafik 4.1 dan 4.4, menunjukkan hubungan antara gaya geser dengan simpangan yang dihasilkan berdasarkan LVDT atau Digital Dial. Kedua benda uji tersebut sama-sama daktail dan mampu mencapai siklus yang sama yaitu siklus 5, hanya saja memiliki simpangan yang berbeda. Model struktur ini dapat diterapkan diseluruh zona wilayah gempa yang ada di Indonesia yang didasarkan dari hasil data yang diperoleh serta sesuai dengan SNI- 1726- 2002, dan hasil perhitungan gaya geser nominal statistik ekuivalen model perencanaan struktur ini memenuhi dan dapat diaplikasikan pada wilayah gempa zona 6.

Pengaruh model pembelajaran (modifikasi direct instruction dan menggambar konvensional) dan tingkat kreativitas terhadap perolehan belajar menggambar ornamen kelas V Sekolah Dasar / Hetty J. Tumurang

 

ABSTRAK Tumurang Hetty, J. 2009. Pengaruh Model Pembelajaran (Modifikasi Direct Instruction dan Menggambar Konvensional) dan Tingkat Kreativitas Terhadap Perolehan Belajar Menggambar Ornamen Kelas V Sekolah Dasar. Disertasi, Jurusan Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., (II) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Ed., (III) Prof. Dr. I Wayan Ardhana, MA. Kata Kunci : model modifikasi direct instruction, model menggambar konvensional, tingkat kreativitas. Pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) di sekolah dasar selama ini masih terbatas pada materi buku paket dan kegiatan berolah senirupa yang masih terpusat pada contoh gambar yang ada pada buku paket tanpa melakukan elaborasi. Pembelajaran yang dimaksud dikenal dengan sebutan pembelajaran menggambar konvensional. Jenis pembelajaran ini belum mampu memfasilitasi potensi kreativitas anak dalam kegiatan menggambar. Pembelajaran menggambar konvensional diterapkan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) menyampaikan tujuan pembelajaran, (2) kegiatan apersepsi, (3) penyajian materi, (4) kegiatan demonstrasi, (5) memberikan latihan terbimbing, (6) memberikan umpan balik, dan (7) evaluasi. Pembelajaran dengan model tersebut tidak menumbuhkan potensi kreativitas anak dalam menggambar ornamen. Dengan demikian dibutuhkan sebuah model pembelajaran yang inovatif yang dapat menciptakan suasana menyenangkan dan mampu mengembangkan potensi kreativitas pada anak. Pembelajaran inovatif yang dimaksud adalah model modifikasi Direct Instruction yang terdiri atas sepuluh langkah, yaitu: (1) menyampaikan tujuan, (2) riview dan perkenalan, (3) menanamkan nilai-nilai estetis, (4) mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan, (5) memberikan latihan bebas, (6) kegiatan ekspresi, (7) mengecak pemahaman dan memberikan umpan balik, (8) memamerkan hasil karya, (9) memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan dan penerapan, dan (10) evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh utama dan pengaruh interaksi variabel perlakuan terhadap perolehan belajar menggambar ornamen kelas V sekolah dasar. Kegunaan atau manfaat penelitian ini dipilah menjadi dua yaitu: (1) manfaat teoritis berhubungan dengan pelaksanaan kebijakan dalam pendidikan dan (2) manfaat praktis yakni untuk menambah pengetahuan guru seni terhadap model-model pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah anak-anak kelas V SD yang terdiri dari empat SD. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sampel kelompok acak, di mana yang diacak adalah empat sekolah di lokasi penelitian. Dari hasil kelompok yang diacak maka ditentukan subjek perlakuan eksperimen SD GMIM II Tomohon (20 anak) dan SD Katolik 1 St.Yohanes Tomohon (20 anak) sebanyak 40 anak, dan perlakuan kontrol SD GMIM VII Tomohon (20 anak) dan SD Gmim IV Tomohon (20 anak) sebanyak 40 anak (40 anak untuk perlakuan eksperimen dan 40 anak untuk perlakuan kontrol). Pengambilan data dilakukan dengan pretes kreativitas dan postes perolehan belajar menggambar ornamen pada model modifikasi direct instruction dan model menggambar konvensional. Data yang dikumpulkan diolah secara statistik inferensial dengan menggunakan teknik analisis varian (ANAVA) dua jalur 2 x 2. Pengujian hipotesis nol dilakukan pada taraf signifikansi  = 0.05 Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kelompok anak-anak yang menggunakan model modifikasi direct instruction berbeda perolehan belajar menggambar ornamen motif cengkih dengan kelompok anak-anak yang menggunakan model menggambar konvensional kelas V SD, dengan nilai probabilitas 0.000 (<0.05). (2) Kelompok anak-anak yang memiliki kreativitas tinggi berbeda perolehan belajar menggambar ornamen motif cengkih dengan kelompok anak-anak yang memiliki kreativitas rendah kelas V SD, dengan nilai probabilitas 0.009 (<0.05) (3) Model pembelajaran (modifikasi direct instruction dan menggambar konvensional) dan tingkat kreativitas tidak menunjukkan adanya interaksi terhadap perolehan belajar menggambar ornamen motif cengkih kelas V SD, dengan nilai probabilitas 0,823 (> 0.05). Saran yang disampaikan, dalam penelitian ini adalah bagi guru seni sebaiknya menggunakan model modifikasi direct instruction dalam kegiatan pembelajaran menggambar ornamen motif cengkih kelas V SD agar pembelajaran dapat lebih menyenangkan dan dapat mengembangkan potensi kreativitas anak.

Pengembangan media animasi untuk pembelajaran sains kelas V semester 1 pokok bahasan alat peredaran darah pada manusia di SD Negeri Kauman II Malang / Lianita Hamdayani

 

Bahasa sebagai dasar intelektual manusia, merupakan kapabilitas yang membuat kita mampu berkomunikasi, belajar, berpikir, berkarya, memberikan penilaian, dan mengembangkan nilai-nilai.Sebagai bahasa yang digunakan oleh lebih dari separuh penduduk dunia, Bahasa Inggris siap berperan sebagai bahasa global yang mampu menjembatani segala kepentingan di berbagai bidang. Di samping berperan sebagai bahasa ilmu, pengetahuan, teknologi dan seni. Bahasa Inggris dapat menjadi alat untuk mencapai tujuan ekonomi, perdagangan, tujuan antar bangsa, sosial budaya, pendidikan dan tujuan pengembangan karir. Pembelajaran bahasa Inggris bukan semata-mata sebaiknya menyenangkan, tetapi seharusnya menyenangkan. Mengingat esensi pembelajaran bahasa adalah komunikasi, yaitu kemampuan menyampaikan dan menerima pesan dalam bahasa target yang dipelajari sehingga selain program individual dan kelompok, pengelolaan pembelajaran diarahkan pada kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, untuk mendorong terjadinya interaksi antar siswa dan memupuk penggunaan bahasa secara kreatif. Pembelajaran unsur-unsur bahasa ditujukan untuk mendukung penguasaan dan pengembangan keterampilan bahasa dan bukan untuk penguasaan unsur-unsur bahasa itu sendiri.Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan media pembelajaran berupa animasi pembelajaran yang telah melalui proses validasi pada mata pelajaran Pembelajaran sains kelas V semester 1 di SD Negeri Kauman II Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket validasi pengembangan media animasi pembelajaran kepada ahli media dan ahli materi kemudian data tersebut diolah untuk mengetahui tingkat kevalidan media animasi pembelajaran. Hasil pengembangan media animasi pembelajaran untuk mata pelajaran pembelajaran sains kelas V semester 1 SD ini memenuhi criteria valid dengan hasil uji ahli media mencapai tingkat kevalidan 82,7% dan ahli materi mencapai tingkat kevalidan 89,28%, sementara dari hasil audiens/siswa mencapai tingkat kevalidan 91,6%, dan menurut data dari hasil belajar skor pre-test dan post-test mencapai tingkat keefektifan 100%. Berdasarkan hasil pengembangan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa media animasi pembelajaran untuk mata pelajaran pembelajaran sains kelas V semester 1 SD ini layak/valid digunakan sebagai media pembelajaran. Saran bagi guru adalah Media animasi pembelajaran ini hanya memakai materi pelajaran bahasa Inggris pokok bahasan Things at Class and Home, sehingga hanya cocok sebagai media tambahan untuk materi tersebut. Saran bagi siswa media animasi pembelajaran ini dapat dipakai sebagai media alternative pembelajaran selain buku pelajaran. Dan bagi pengembang selanjutnya media ini telah valid, oleh karena itu dalam pengembangan media selanjutnya sebaiknya mengganti materi pelajaran yang akan dipakai, seperti bahasa Jerman, Jepang, dll.

Penerapan media pembelajaran ritatoon untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV mata pelajaran IPS di MI Darul Ulum Rowogempol Kecamatan Lekok / Lima Melati

 

ABSTRAK Melati, Lima. 2010. Penerapan Media Pembelajaran Ritatoon Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Mata Pelajaran IPS Di MI Darul Ulum Rowogempol Kecamatan Lekok. Skripsi. Jurusan KSDP, FIP, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn (2) Dra. Hj. Murtiningsih, M.Pd. Kata kunci: Ritatoon, Hasil Belajar, IPS, MI Hasil observasi ditemukan bahwa siswa di MI Darul Ulum Rowogempol Kecamatan Lekok jarang menerapkan pembelajaran dengan menggunakan media. Sebagian siswa merasa bosan dan kurang bergairah dalam pembelajaran sehingga siswa belum mampu mencapai kriteria ketuntasan kelas 70%. Berdasarkan hal tersebut, pembelajaran dengan menggunakan media sangat tepat dan dianjurkan sebagai alternatif proses pembelajaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan penerapan media pembelajaran ritatoon dalam pembelajaran IPS di kelas IV MI Darul Ulum Rowogempol Kecamatan Lekok. 2) Mendeskripsikan dampak penggunaan media ritatoon terhadap aktivitas belajar siswa kelas IV MI Darul Ulum Rowogempol Kecamatan Lekok. 3) Mendeskripsikan adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas IV MI Darul Ulum Rowogempol Kecamatan Lekok setelah menggunakan media ritatoon. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 (dua) siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV MI Darul Ulum Rowogempol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan tes. Sedangkan instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa pedoman wawancara, pengamatan guru dan postes. Hasil dari penelitian setelah dilakukan tindakan data menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa pada pra tindakan rata-rata 47,50. Pada siklus I mencapai rata-rata kelas 66,25, sedangkan pada siklus II mencapai rata-rata 97,50, sehingga ketuntasan belajar mencapai 100%. Kesimpulan isi sesuai dengan bab VI dari penelitian ini yaitu penggunaan media ritatoon dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa serta hasil belajar siswa dari pra tindakan mendapat rata-rata 47,50 menjadi 66,25 pada siklus I. Kemudian mengalami peningkatan yang signifikan lagi pada siklus II menjadi 97,50 dengan ketuntasan belajar 100%. Selanjutnya peneliti menyarankan kepada guru, agar dapat menggunakan media pada pembelajaran IPS, dengan demikian siswa dapat mengembangkan potensi diri. Alokasi waktu untuk pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media perlu diperhatikan karena hal itu yang menentukan keberhasilan dari pembelajaran tersebut. Pembelajaran dalam penelitian ini juga dapat digunakan dalam penelitian-penelitian lain sebagai bahan perbandingan sehingga dikemudian hari menjadi lebih baik.

Hubungan aktivitas supervisi pendidikan kepala sekolah dan kepuasan kerja guru di SMP Negeri se-kecamatan Srengat Kabupaten Blitar / Evi Setyoningtyas

 

ABSTRAK Setyoningtyas, Evi. 2009. Hubungan Aktivitas Supervisi Pendidikan Kepala Sekolah dan Kepuasan Kerja Guru SMP Negeri Se-Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Maisyaroh, M.Pd, (II) Sunarni, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: supervisi pendidikan, kepuasan kerja Pendidikan adalah usaha untuk membentuk manusia yang mampu bertanggung jawab pada dirinya serta membentuk pribadi manusia seutuhnya yang diselenggarakan di sekolah, di rumah, dan di masyarakat. Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mencapai tujuan pendidikan yang telah direncanakan, banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam pencapaian tujuan tersebut. Faktor yang mempengaruhi tersebut antara lain, aktivitas supervisi pendidikan kepala sekolah dan kepuasan kerja guru. Pada dasarnya supervisi merupakan bantuan dari para pemimpin sekolah, yang tertuju kepada perkembangan kemampuan guru-guru dan personil sekolah lainnya di dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Dengan demikian semua kekurangan, hambatan maupun kesulitan yang dihadapi oleh guru dapat diatasi dan diperbaiki, yang akan berpengaruh terhadap kepuasan kerja guru dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru. Masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah tingkat aktivitas supervisi pendidikan kepala sekolah di SMP Negeri Se-Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, (2) bagaimanakah tingkat kepuasan kerja guru di SMP Negeri Se-Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, (3) apakah ada hubungan tingkat aktivitas supervisi pendidikan kepala sekolah dan tingkat kepuasan kerja guru SMP Negeri Se-Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan tingkat aktivitas supervisi pendidikan kepala sekolah SMP Negeri Se-Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, (2) mendeskripsikan tingkat kepuasan kerja guru SMP Negeri Se-Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, (3) mengetahui hubungan aktivitas supervisi pendidikan kepala sekolah dan tingkat kepuasan kerja guru SMP Negeri Se-Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri Se-Kecamatan Srengat Kabupaten Blitaryang berjumlah 165 orang guru, dan penelitian ini mengambil sampel 25% dari populasi, sehingga yang menjadi sampel penelitian sebanyak 42 orang guru dari total jumlah guru. Adapun data penelitian dikumpulkan dengan teknik angket, kemudian teknik penentuan sampel menggunakan teknik stratified proporsional random sampling, kemudian dianalisis dengan teknik korelasi product moment. Hasil analisis data menunjukkan bahwa untuk tingkat aktivitas supervisi pendidikan kepala sekolah termasuk pada kategori tinggi, dan kepuasan kerja guru berada pada tingkat cukup. Hasil analisis product moment pada taraf signifikan 5% menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan aktivitas supervisi pendidikan kepala sekolah dengan kepuasan kerja guru. Berdasarkan hasil penelitian disarankan meningkatkan kemampuannya dalam menguasai teknik evaluasi hasil belajar mengajar dan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan yang ada. Aktivitas supervisi kepala sekolah dan peran serta guru juga perlu ditingkatkan dalam aktivitas supervisi pendidikan, sehingga mutu pendidikan menjadi lebih baik. Kepuasan kerja guru lebih ditingkatkan agar guru lebih bersemangat dalam menyelesaikan tugas.

Peningkatan hasil belajar PKn dan pemahaman nilai moral melalui model problem based learning kelas V SDN Papungan 01 Blitar / Ratna Hayu

 

PKn merupakan pelajaran untuk membekali siswa dengan budi pekerti yang luhur, pengetahuan, dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta pendidikan bela negara dan penanaman nilai dalam kehidupan. Pembelajaran PKn dapat menerapkan pembelajaran yang berbasis pemecahan masalah yaitu suatu model pembelajaran yang dimulai dengan menghadapkan siswa pada suatu masalah dan siswa dibimbing untuk mencari pemecahannya. Dengan demikian hasil pembelajaran lebih bermakna bagi siswa dan dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Implementasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Laboratorium Teknik Pemesinan pada siswa SMK Negeri 1 Singosari (sekolah bertaraf interasional) / Hasanuddin

 

i ABSTRAK Hasanuddin. 2009. Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Laboratorium Teknik Pemesinan pada Siswa SMK Negeri 1 Singosari (Sekolah Bertaraf Internasional). Pembimbing: (I) Dr. Mardi Wiyono, S.T., M.Pd., (II) Dra. Anny Martiningsih, M.Kes. Kata kunci: pemahaman tentang K3, fasilitas K3, implementasi K3. Berbagai macam kecelakaan sering kita jumpai dalam kehidupan seharihari. Hal ini akan menjadi ancaman yang sangat berarti dalam setiap aktifitas kegiatan. Oleh karena itu usaha pencegahannya tidak boleh diabaikan begitu saja tanpa adanya tindak lanjut untuk mengatasinya. Sejalan dengan berbagai pengalaman akan terjadinya kecelakaan khususnya didunia kerja, kita harus mengetahui akan pentingnya K3 baik itu ditempat industri maupun didunia pendidikan yang pola pengembangan pendidikannya berbasis industri, misalnya di SMK Negeri 1 Singosari yang sudah mengantongi sekolah bertaraf internasional. Untuk mengetahui implementasi K3 di Laboratorium Teknik Pemesinan pada siswa SMK Negeri 1 Singosari (Sekolah Bertaraf Internasional) dilakukan dengan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pemahaman siswa terhadap K3 di dalam melaksanakan praktikum, Mengetahui keadaan fasilitas K3, dan Mengetahui implementasi K3 di Laboratorium Teknik Pemesinan pada siswa SMK Negeri 1 Singosari. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2009 kepada siswa kelas X TPm, X TPMI1 dan X TPMI2 mengenai pemahaman siswa terhadap K3 di dalam melaksanakan praktikum dan implementasi K3 di Laboratorium Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Singosari. Selain itu juga di Laboratorium Teknik Pemesinan yang meliputi Laboratorium Kerja Mesin, Laboratorium Kerja Bangku, dan Laboratorium Kerja Las untuk fasilitas K3. Hasil penelitian diperoleh: (1) pemahaman siswa terhadap K3 di dalam melaksanakan praktikum di Laboratorium Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Singosari adalah sekitar separuhnya lebih memiliki pemahaman yang baik sebesar 82%, pemahamannya yang cukup baik sebesar 11,96% dan kurang sebesar 3,99% serta kurang sekali sebesar 2,05%, (2) fasilitas K3 di Laboratorium Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Singosari adalah kurang sekali sebesar 40,13%, kurang memadai sebesar 3,47%, cukup memadai sebesar 1,19%, dan memadai sebesar 55,21%, (3) implementasi K3 di Laboratorium Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Singosari adalah: (a) untuk Laboratorium Kerja Mesin adalah kurang sekali sebesar 49,38%, kurang sebesar 0,62% dan baik sebesar 50%. (b) untuk Laboratorium Kerja Bangku adalah kurang sekali sebesar 50% dan baik sebesar 50%. (c) untuk Laboratorium Kerja Las adalah kurang sekali sebesar 35,72% dan baik sebesar 64,28%. Saran yang diajukan yaitu (1) bagi siswa disarankan untuk mematuhi peraturan dan juga pedoman khususnya mengenai K3 di dalam melaksanakan praktikum di Laboratorium Teknik Pemesinan agar dalam pelaksanaannya tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya kecelakaan sehingga dapat melakukan praktikum dengan baik. (2) bagi guru praktikum disarankan untuk mematuhi peraturan dan juga pedoman khususnya mengenai K3 di dalam ii melaksanakan pengajaran praktikum di Laboratorium Teknik Pemesinan agar dalam pelaksanaannya guru dapat membantu siswanya agar tidak mengalami halhal yang tidak diinginkan. (3) bagi Laboratorium Teknik Pemesinan disarankan dapat menfasilitasi peralatan dan perlengkapan khususnya mengenai K3 dapat di gunakan dengan baik dan yang memadai. (4) bagi SMK Negeri 1 Singosari disarankan agar dapat menjadikan acuan bagi sekolah untuk dapat memperhatikan akan pentingnya K3 di sekolah. (5) bagi Universitas Negeri Malang disarankan agar membekali mahasiswa khususnya program studi pendidikan teknik mesin untuk mengembangkan ilmunya mengenai K3 di SMK. (6) bagi peneliti berikutnya disarankan untuk melakukan penelitian tentang K3 dalam jumlah sampel yang banyak disertai dengan tempat laboratorium dan sekolah yang berbeda.

Pelatihan pembuatan media promosi sederhana dan pembuatan desain web untuk UPT Pelatihan Kesehatan MAsyarakat Murnajati Lawang / Mahendra Purna S. ... [et al.]

 

Proyek Kreatifitas Masyarakat Mandiri dilaksanakan di sebuah instansi pelatihan untuk kesehatan yaitu UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati Lawang. Pelaksanaan kegiatan ini adalah pendampingan peserta pelatihan pada sub materi tentang perancangan iklan media cetak berupa poster iklan layanan masyarakat, banner dan poster, dan leaflet. Adanya pendampingan ini bertujuan membantu proses pelatihan mulai dari proses sampai pada hasil. Peserta pelatihan adalah petugas penyuluh kesehatan yang secara keseluruhan masih awam atau belum mengenal tentang software aplikasi dalam perancangan desain cetak tersebut. Namun UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati sebagai lembaga penyelenggara pelatihan kesehatan di wilayah Jawa Timur belum memiliki media informasi berupa data yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat dan khususnya oleh petugas kesehatan di lingkup Jawa Timur sendiri. Maka dari permasalahan tersebut, kami menggunakan perancangan web design online sebagai proyek utama selain pendampingan peserta pada pelatihan. Dalam hal ini, tujuan khusus dari Proyek Kreatifitas Masyarakat Mandiri (PKMM) ialah memberikan pendampingan kepada peserta pelatihan dalam membuat media promosi sederhana dengan program photoshop dan coreldraw mulai pada tahap pengenalan, perencanaan, evaluasi sampai pada tahap eksekusi. Selain itu juga perancangan desain web UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati Lawang untuk memudahkan akses informasi terhadap masyarakat melalui internet. Ruang lingkup dalam hal ini merupakan batasan dalam proses kegiatan PKMM yaitu melakukan pendampingan pada peserta pelatihan berdasar basic ilmu desain yang dimiliki mahasiswa. Dalam hal ini, proses pelatihan terbatas pada penggunaan dan aplikasi program desain corel draw dan photoshop saja.

Membangun PC router mikrotik untuk manajemen akses internet pada UPT SDN Bugul Kidul 2 PAsuruan / Fauzia Mulyati

 

Internet merupakan salah satu sarana akses jaringan skala internasional, tanpa ada batasan waktu dan wilayah yang sudah berkembang di segala bidang antara lain bidang pendidikan. Peredaran situs porno pun juga semakin berkembang, hal ini berdampak negatif jika siswa mengakses situs porno tersebut, maka diperlukan suatu sistem yang dapat membatasi akses porno baik browsing maupun searching. Disamping itu untuk mengkoneksikan internet pada setiap PC di laboratorium komputer UPT SDN Bugul Kidul 2 Pasuruan dan manajemen bandwidth agar bandwidth yang diterima setiap client sama rata. Upaya untukmenanggulangi permasalahan di atas adalah Membangun PC Router Mikrotik untuk Managemen Internet Pada UPT SDN Bugul Kidul 2 Pasuruan yang dapat membatasi akses situs porno, dan membagi bandwidth secara merata PC Router Mikrotik merupakan alternatif untuk menekan biaya pembelian router pabrikan seperti Cisco, Juniper dan BayNetwork yang harganyamasih mahal. Digunakannya mikrotik sebagai sistem operasi karena lisensinya murah, tidakmembutuhkan spesifikasi hardware yang besar, instalasi tidak rumit dan administrasinya mudah, bisa diakses melalui console, Webbox (web browser) dan Winbox (windows application). Perancangan PC router berbasis mikrotik ini diawali instalasi mikrotik, dilanjutkan konfigurasi IP address, konfigurasi bandwidth management menggunakan tipe PCQ (Peer Connection Queue) sehingga bandwidth speedy sebesar 285,50 kbps dibagi secara merata setiap client dari 3 client yang aktif, kemudian mengkonfigurasi mikrotik sebagai pusat filterisasi situs porno dengan cara memasukkan alamat situs dan keyword yang mengandung unsur pornografi/pornoaksi pada web proxy access list. Dari hasil pengujian PC router berbasis mikrotik secara keseluruhan diperoleh hasil bahwa piranti sesuai dengan rancangan, yaitu: (1) Membagi bandwidth internet secara merata sesuai dengan jumlah client yang sedang aktif, dan (2) Membatasi akses situs porno berdasarkan daftar blacklist situs porno. Kesimpulan yang dapat diambil dari perancangan dan hasil pengujian adalah sebagai berikut: (1) Sistem manajemen bandwidth tipe PCQ (Peer Connection Queue) membagi bandwidth internet sama rata sesuai dengan jumlah client yang aktif, bandwidth speedy sebesar 285,50 kbps dibagi 3 client sehingga setiap client mendapatkan bandwidth rata-rata 274 kbps (2) Sistem filterisasi situs porno membatasi pencarian informasi baik menggunakan alamat situs maupun keyword yang terdaftar di blacklist sehingga jika siswa mengakses situs porno muncul keterangan access denied. Dengan melihat hasil yang dicapai, untuk pengembangan lebih lanjut disarankan: (1) Memperbarui daftar filterisasi alamat situs dan keyword seiring dengan perkembangan dari situs porno tersebut, (2) Perlu dilakukan upgrade mikrotik ke versi yang terbaru agar mendapatkan penyempurnaan sistem dan stabilitas dari PC Router.

Manajemen WAN ( Wide Area Network) menggunakan router mikrotik di Dinas Pendidikan Kota Pasuruan / Dayinta Nawa Oktavia

 

ABSTRAK Krisna W, Aditya. 2010. Perancangan Komik Digital “Mujizat Isa Almasih” Dalam Injil Lukas Untuk Anak Remaja Awal. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moeljadi Pranata, M.Pd. Kata kunci: perancangan, komik digital, Mujizat Isa Almasih dalam Injil Lukas, remaja awal. Anak remaja awal tertarik dengan bacaan komik dan tehnologi komputer. Diharapkan dengan kemajuan media tersebut anak remaja mampu mengaplikasikan untuk meningkatkan moral dan iman mereka. Untuk memenuhi keperluan tersebut, perlu media yang dapat menggabungkan komik dengan tehnologi komputer tentang cerita rohani yang menarik untuk remaja awal berupa media komik digital bernuansa kerohanian yang diambil dari Alkitab tentang mujizat Isa Almasih dalam Injil Lukas. Tujuan perancangan ini ialah menghasilkan komik digital bernuansa religi tentang mujizat Isa Almasih dalam Injil Lukas. Komik tersebut ditujukan kepada anak remaja awal dirancang dengan menggunakan software grafis sebagai visualisasi yang mudah dioperasikan. Perancangan ini dikembangkan berdasarkan model prosedural. Agar produk perancangan efektif, proses perancangan dikembangkan berdasarkan cerita pada Alkitab dengan secara konseptual maupun empirik berdasar dari data pustaka maupun data lapangan yang dirancang berdasarkan rumusan konsep perancangan untuk menghasilkan sebuah cerita yang benar-benar suatu mujizat yang ajaib yang divisualisasikan dalam bentuk digital. Proses finishing visual perancangan komik digital menggunakan software adobe photoshop 8, corel draw X3, dan macromedia flash 8. Perancangan ini menghasilkan 2 cerita yang dikemas menjadi satu komik berserta media pendukungnya. Produk utama berupa komik digital, disajikan 2 cerita dalam satu komik masing-masing berjudul (a) angin ribut diredakan (b) perwira Kapernaum. Selain itu dihasilkan beberapa produk pendukung berupa (a) poster (b) banner (c) pembatas buku (d) stiker, (e) mousepad, dan (f) pin. Secara teoritik hasil perancangan ini efektif karena telah dirancang dengan menggunakan pendekatan ilmiah sesuai dengan metodologi perancangan yang lazim. Meskipun demikian dibutuhkan ujicoba keefektifannya agar diperoleh hasil empirik sesuai dengan kebutuhanan fungsinya.

Analisis biaya ekstra belanja peserta didik di SDN Girimoyo 01 Karangploso / Sinta Arianingtias

 

ABSTRAK Arianingtias, Sinta. 2009. Analisis Biaya Ekstra Belanja Peserta Didik di SDN Girimoyo 01 Karangploso. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Bambang Setyadin, M. Pd, (II) Drs. H. Sultoni, M. Pd. Kata Kunci: analisis biaya, ekstra belanja, peserta didik Sekolah adalah rumah kedua dari para peserta didik, oleh karena itu sekolah mempunyai peranan yang sangat penting bagi peserta didik. Selain tempat belajar, sekolah juga merupakan tempat untuk bersosialisasi para peserta didik. Sekolah menjadi sentra utama manajemen pada tingkat strategis dan operasional dalam kerangka penyelenggaraan program pendidikan dan pembelajaran (Danim Sudarwan, 2006:30). Orang tua setiap harinya mengeluarkan biaya untuk ekstra belanja anak dalam arti untuk jajan anaknya. Biaya atau uang yang diberikan orang tuanya tersebut dibelikan makanan, minuman ataupun mainan yang mereka inginkan. Uang saku yang diberikan orang tuanya kadang kala masih kurang untuk membeli sesuatu yang ia inginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Besar biaya ekstra belanja yang dikeluarkan orangtua untuk peserta didik dalam satu tahun; (2) Besar biaya keseluruhan ekstra belanja yang dikeluarkan orangtua untuk peserta didik dalam satu tahun; (3) Besar rata-rata biaya ekstra belanja yang dikeluarkan orangtua untuk peserta didik dalam satu tahun; (4) Menemukan perbedaan biaya belanja ekstra di antara variasi jenis kelamin, usia, dan tingkatan kelas peserta didik di SDN Girimoyo 01 Karangploso. Rancangan penelitian ini adalah deskripsi yang bertujuan untuk mendeskripsikan suatu fenomena pada waktu penelitian dilakukan. Populasi penelitian siswa SDN Girimoyo 01 Karangploso yang berjumlah 158 siswa, sedangkan untuk menentukan besarnya sampel penelitian digunakan rumus Sample Size Formula Slovin, dengan menggunakan rumus tersebut diperoleh sampel penelitian berjumlah Kelas I sebanyak 28 siswa dari 47 siswa, untuk Kelas II 26 siswa dari 45 siswa, untuk Kelas III 27 siswa 46 siswa, untuk Kelas IV 28 siswa dari 47 siswa, untuk Kelas V 27 siswa dari 46 siswa, dan untuk Kelas VI 22 siswa dari 37 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik angket. Analisis datanya menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa rata-rata besar biaya yang dikeluarkan oleh orangtua dalam 1 tahun adalah Rp 115.275.00,-. Sedangkan, rata-rata besar biaya keseluruhan ekstra belanja yang dikeluarkan oleh orangtua dalam 1 tahun adalah Rp 123.220.200,-. Selain itu hasil penelitian yang lain adalah tidak ada perbedaan yang signifikan biaya ekstra belanja peserta didik berdasarkan variasi jenis kelamin. Sedangkan dilihat dari segi tingkatan kelas, ada perbedaan yang signifikan biaya ekstra belanja peserta didik. Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka implikasi penelitian ini adalah perlu upaya kontrol uang saku yang dibelanjakan peserta didikdi sekolah, sekaligus perlu usaha sekolah mengelola uang yang beredar di sekolah secara tepat bagi kemaslahatan bersama. Berdasarkan dari implikasi tersebut, maka disarankan kepada agar dilakukan pengambangan penelitian jenjang yang sama, akan tetapi sumber datanya yang lebih luas, misalnya siswa, penjual di koperasi, teman peserta didik, guru, dan pegawai TU (Tata Usaha).

Peningkatkan kemampuan berbicara melalui kegiatan bermain peran siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar dengan menggunakan media rekaman iklan televisi / Radin Indra Pradikta

 

Keterampilan berbicara diajarkan di sekolah diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi secara individu maupun kelompok. Dalam kehidupan sehari-hari siswa tidak hanya sebagai individu, tetapi juga bagian dalam kelompok, untuk itulah siswa juga harus berkomunikasi dalam kelompok. Salah satu standar kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran berbicara adalah mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan bermain peran. Pernyataan tersebut mengacu pada aspek berbicara yang harus dikuasai siswa dalam pembelajaran yakni bermain peran sesuai dengan naskah yang ditulis siswa. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara melalui kegiatan bermain peran pada aspek dialog, ekspresi, vokal dan penghayatan. Dalam hal ini, peneliti membuat strategi dalam pembelajaran berbicara serta memperbaiki beberapa kesalahan dalam strategi pembelajaran ini melalui proses pembelajaran. Dalam meningkatkan kemampuan berbicara melalui kegiatan bermain peran dengan menggunakan media rekaman iklan televisi ini melalui dua tahap, yaitu tahap pembuatan naskah dan tahap pementasan naskah. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan media rekaman iklan televisi untuk meningkatkan kemampuan berbicara melalui kegiatan bermain peran. Beberapa langkah yang dilakukan oleh siswa adalah (1) menyaksikan rekaman iklan televisi, (2) membentuk kelompok, (3) membuat naskah iklan televisi, (4) penyuntingan naskah, dan (5) mementaskan naskah iklan televisi. Rincian prosedur penelitian ini meliputi (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan tindakan, (3) pelaksanaan tindakan, (4) observasi dan evaluasi, dan (5) refleksi. Data dari penelitian ini adalah hasil tindakan pembelajaran berupa data proses dan data hasil. Data proses berupa aktifitas siswa selama pembelajaran bermain peran dengan menggunakan media rekaman iklan televisi. Data hasil berupa data yang berupa pementasan sederhana dari naskah yang ditulis siswa dalam bentuk rubrik penilaian. Sumber data untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Srengat. Data proses diperoleh dari hasil observasi dan catatan lapangan. Data hasil diperoleh dengan mengukur kemampuan berbicara siswa dalam bermain peran pada aspek dialog, ekspresi, vokal dan penghayatan berdasarkan rubrik penilaian yang telah ditetapkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media rekaman iklan televisi dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam bermain peran pada aspek dialog, ekspresi, vokal dan penghayatan. Penggunaan media rekaman iklan televisi cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan berbicara. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil penilaian pementasan siswa berdasarkan aspek dialog, ekspresi, vokal dan penghayatan. Prosentase hasil ketuntasan siswa diperoleh dari jumlah siswa yang tuntas belajar dibagi dengan jumlah siswa yang belum tuntas belajar dikalikan 100%. Pada tahap pratindakan, siswa yang tuntas belajar sebanyak 8 siswa, sedangkan siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 30 siswa. Prosentase ketuntasannya adalah 21%. Pada tahap tindakan siklus I, siswa yang tuntas belajar sebanyak 22 siswa, sedangkan siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 16 siswa. Prosentase ketuntasannya adalah 58%. Pada tahap tindakan siklus II, siswa yang tuntas belajar sebanyak 30 siswa, sedangkan siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 8 siswa. Prosentase ketuntasannya adalah 79%. Peningkatan kemampuan berbicara siswa pada pratindakan meningkat setelah diberikan tindakan dengan menggunakan dua tahap, yaitu tahap membuat naskah iklan televisi dan tahap pementasan pada siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar selektif dalam memilih media rekaman televisi. Pemilihan media rekaman televisi yang kurang tepat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran. Pada tahap penulisan naskah perlu diadakan evaluasi secara mendalam agar kualitas naskahnya semakin baik. Dalam pembelajaran berbicara di kelas, disarankan kepada guru untuk mengunakan media pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam bermain peran sesuai dengan naskah yang ditulis siswa.

Manajemen peningkatan profesionalisme guru: Studi kasus di SDN Percobaan I Malang / Indah Tri Estanty

 

Guru merupakan pelaksana lapangan yang keberadaannya sangat menentukan keberhasilan program pendidikan di sekolah. Keberadaan guru profesional akan memberikan dukungan maksimal terhadap semua komponen sekolah misalnya materi, media, sarana dan prasarana, ataupun dana pendidikan. Agar menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas profesionalisme guru sangat diperlukan, oleh karena itu upaya-upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru yang dilaksanakan secara maksimal tentunya harus melalui pengelolaan yang sistematis dalam arti harus melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan yang taat asas dan dievaluasi secara objektif. Oleh karena itu, peran manajemen dalam peningkatan profesionalisme guru perlu dilaksanakan dengan sebaik mungkin sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Fokus penelitian secara umum adalah bagaimana manajemen peningkatan profesionalisme guru di SDN Percobaan I Malang. Fokus rinci dan tujuan penelitian memaparkan tentang (1) bagaimanakah perencanaan yang dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme guru di SDN Percobaan I Malang; (2) bagaimanakah pelaksanaan peningkatan profesionalisme guru di SDN Percobaan I Malang; (3) bagaimanakah evaluasi peningkatan profesionalisme guru di SDN Percobaan I Malang; (4) apa sajakah faktor penunjang upaya peningkatan profesionalisme guru di SDN Percobaan I Malang; (5) apa sajakah faktor penghambat upaya peningkatan profesionalisme guru di SDN Percobaan I Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian ini terletak di Jalan Magelang No.4 Malang. Peneliti berperan sebagai instrumen kunci, dengan subjek penelitian kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bendahara sekolah, bendahara komite sekolah serta guru-guru SDN Percobaan I Malang baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) ataupun Guru Tidak Tetap (GTT). Data diperoleh melalui wawancara, observasi serta dokumentasi. Data yang diperoleh dari ketiga teknik tersebut diorganisasikan, direduksi apabila tidak relevan dengan fokus penelitian, dianalisis guna menyusun dan mengabstraksikan, serta menyimpulkan temuan lapangan. Keabsahan data diuji dengan: (1) memperpanjang kehadiran peneliti di lapangan; (2) triangulasi sumber dan metode; (3) member check; (4) berusaha menyajikan hasil penelitian secara lengkap dan rinci; (5) pengumpulan data dengan tidak mengandalkan kepada pihak lain; dan (6) pemeriksaan oleh auditor (audit trail). Hasil penelitian ini meliputi (1) perencanaan peningkatan profesionalisme guru yang terdiri dari (a) pengadaan tenaga guru yang kompeten dan berkualitas; ii (b) mengidentifikasi masalah guru; (c) menganalisis masalah yang sudah teridentifikasi; (d) menentukan alternatif pemecahan, kepala sekolah membentuk forum kepanitiaan. Kegiatan-kegiatan yang dijadikan sebagai alternatif pemecahan masalah tertuang pada program kerja sekolah dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Orangtua siswa sebagai penyandang dana dilibatkan untuk menjaga keterbukaan dan transparansi. (2) pelaksanaan peningkatan profesionalisme guru di SDN Percobaan I Malang dilakukan dengan menggunakan teknik supervisi individual yang meliputi kunjungan kelas, percakapan pribadi dan mengikutsertakan guru-guru untuk mengikuti program sertifikasi serta menggunakan teknik supervisi kelompok yang meliputi kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) mini, rapat guru, gugus sekolah, pelatihan komputer dan Teknologi Informasi (TI), serta pelatihan Bahasa Inggris. (3) evaluasi peningkatan profesionalisme guru SDN Percobaan I Malang dilaksanakan oleh (a) kepala sekolah dengan mengawasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas, memberikan self evaluation cheklist, menilai guru, mencocokkan hasil penilaian dari guru dengan penilaian dan hasil pengamatan kepala sekolah selama ini; (b) orangtua pada akhir semester diundang sekolah untuk memberikan masukan sekaligus mengevaluasi kinerja guru dan program sekolah (c) hasil evaluasi: kegiatan dilaksanakan sesuai perencanaan, guru mampu menerapkan pembelajaran menarik dan menjalin kekeluargaan, kebersamaan, dan keterbukaan dalam kehidupan sehari-hari serta kepala sekolah berperan sebagai motivator bagi guru; (d) setelah mengetahui hasil, penentuan tindak lanjut didiskusikan oleh kepala sekolah, guru dan orangtua siswa. (4) faktor yangmenjadi penunjang berasal dari (a) guru yang sudah memiliki dedikasi tinggi; (b) sarana dan prasarana sekolah yang memadai; (c) peran orangtua siswa; (d) kepemimpinaan kepala sekolah. Faktor penunjang diberdayakan dengan menjaga hubungan harmonis dengan seluruh stakeholders sekolah. (5) faktor yang menjadi penghambat berasal dari (a) perbedaan kebutuhan dan permasalahan guru; (b) sebagian guru cepat merasa puas dengan keadaan yang dimiliki; (c) nara sumber tidak kompeten dalam menyampaikan materi pada pelaksanaan seminar. lokakarya atau semiloka; (d) keterbatasan waktu dalam mengajar; (e) biaya pendidikan bagi guru. Hambatan diatasi dengan mengambil tema yang menjadi kebutuhan mayoritas guru, membicarakan program dengan sebaik mungkin, memberikan motivasi dan pendekatan persuasi bagi guru, serta menambah jam pelajaran dan latihan soal. Berdasarkan kesimpulan penelitian dapat disarankan bagi: (1) Kepala SDN Percobaan I Malang untuk mengefektifkan gugus sekolah secara optimal serta mengembangkan teknik supervisi bagi guru SDN Percobaan I Malang; (2) guru SDN Percobaan I Malang untuk tetap mengembangkan dan meningkatkan potensi yang dimiliki, tidak merasa cepat puas dengan keadaan yang dimiliki saat ini, serta turut mengembangkan teknik supervisi di SDN Percobaan I Malang; (3) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang agar menginformasikan hasil penelitian ini kepada mahasiswa, sehingga dapat menginspirasi mahasiswa untuk meneliti hal yang berkaitan dengan profesionalisme guru dengan lebih baik; (4) peneliti lain untuk melakukan penelitian lanjutan misalnya peningkatan profesionalisme pendidik dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia unggul, atau pelaksanaan supervisi pendidikan sebagai upaya peningkatan profesionalisme guru.

Membangun wireless local area network (WLAN) menggunakan router mikrotik di SMP Negeri 2 Cerme / Muchibbin, Laili Islakha

 

Jaringan Komputer pada SMP N 2 Cerme pada struktur jaringannya masih membutuhkan penyempurnaan-penyempurnaan dari segi teknis dan non teknis. Secara teknis, jaringan komputer masih dalam tahap pembangunan Local Area Network (LAN) yang menggunakan standart pengalamatan komputer (Subnetting) yang sederhana. Konektifitas komputer satu dengan yang lain masih terbatas pada hubungan antar komputer dan belum mencapai taraf kemudahan dalam koneksi ke jaringan WLAN Router merupakan salah satu media pada jaringan komputer yang bisa difungsikan sebagai penghubung antara jaringan komputer yang satu dengan jaringan komputer yang lain, seperti misalnya jaringan lokal (LAN) dan Jaringan WLAN (Wireless Local Area) yang ada pada setiap ruangan kelas di SMP Negeri 2 Cerme. Sehingga dengan menggunakan media router dapat mempermudah komunikasi antar jaringan lokal tersebut, baik dengan LAN maupun WLAN . Selain itu menggunakan router merupakan salah satu cara untuk menjaga kestabilan dan keamanan pada sistem jaringan komputer yang ada di SMP Negeri 2 Cerme . Dengan adanya jaringan WLAN di SMP Negeri 2 Cerme menggunakan router mikrotik maka akan dapat membantu proses dalam pembelajaran. Dalam jaringan WLAN, mikrotik merupakan sistem operasi dan perangkat lunak yang digunakan untuk menjadikan komputer agar menjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang lengkap untuk network dan wireless. Berdasarkan perancangan dan implementasi Wireless Local Area Network dengan menggunakan router mikrotik diperoleh hasil setiap ruangan dan kelas bisa terkoneksi jaringan internet sehingga dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut. Dengan adanya hal tersebut, maka akan memberikan peluang atau kesempatan bagi pengembang sistem untuk melakukan pengembangan sistem lanjutan yang menuju ke arah yang lebih baik. Pemanfaatan wireless network atau WLAN dapat digunakan sebagai media pembelajaran di SMP Negeri 2 Cerme. Router yang dibangun pada SMP Negeri 2 Cerme berfungsi dengan baik,100 % sesuai dengan rencana yang diterapkan

Harapan dunia usaha/industri dan SMK terhadap soft skill lulusan jurusan Teknik Mesin FT UM / Muhammad Sulton

 

ABSTRAK Sulton, Muhammad. 2009. Harapan Dunia Usaha/Industri dan SMK Terhadap Soft Skill Lulusan Jurusan Teknik Mesin FT UM. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd, (2) Drs. H. Sunomo, M.Pd. Kata Kunci: harapan, dunia usaha, SMK, soft skill Saat ini perguruan tinggi tengah dihadapkan pada tantangan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya mempunyai kemampuan keilmuan (hard skills) yang memadai, tetapi juga diharuskan mempunyai kemampuan kepribadian (soft skills) yang mumpuni. Jika pada tahun 1990-an serapan tenaga kerja oleh perusahaan berorientasi pada tangible asset saat ini berubah menjadi intangible asset. Akibat perubahan ini tentunya berdampak pada lulusan perguruan tinggi yang akan memasuki pasar kerja. Orientasi mutu lulusan perguruan tinggi yang selama ini hanya berorientasi pada hard skill kini mengalami perubahan dengan dimasukkannya unsur pengembangan soft skill. Soft skill adalah kecakapan fundamental (kecakapan untuk maju dalam pekerjaan: mengelola informasi, berpikir dan menyelesaikan masalah); kecakapan intrapersonal (keyakinan diri dan kemampuan personal dalam mengatur diri sendiri); dan kecakapan interpersonal (kesadaran sosial dan kemampuan sosial dalam berhubungan dengan orang lain) yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan harapan dunia usaha/ industri (DU/DI) dan mendeskripsikan harapan SMK terhadap soft skill lulusan Jurusan Teknik Mesin FT UM. Penelitian ini dijalankan dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif, dan dianalisis dengan statistik deskriptif. Data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik angket. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa harapan pimpinan DU/DI atau Pusdiklat mengharapkan lulusan Jurusan Teknik Mesin FT UM memiliki soft skill yang sangat tinggi sebesar (66,67%) dan tinggi (33,33%), sedangkan harapan SMK mengharapkan lulusan Jurusan Teknik Mesin FT UM memiliki soft skill yang sangat tinggi sebesar (62,50%) dan tinggi (37,50%). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar penelitian lebih lanjut misalnya tanggapan dunia usaha/industri dan SMK terhadap soft skill lulusan Jurusan Teknik Mesin FT UM.

Pengaruh pola asuh orang tua dan persepsi siswa tentang kondisi fisik sekolah terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XII IPS SMAN 3 Bojonegoro / Ambhika Mustika Sari

 

ABSTRAK Sari, Ambhika Mustika. 2010. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dan Persepsi Siswa Tentang Kondisi Fisik Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas XII IPS SMAN 3 Bojonegoro. Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diana Tien Irafahmi, S. Pd, M.Ed (II) Makaryanawati, SE, M.Si, Ak Kata kunci: Pola Asuh Orang Tua, Persepsi, Kondisi Fisik Sekolah, Prestasi Belajar Istilah prestasi digunakan untuk menunjukkan mengenai pencapaian suatu tingkat keberhasilan dari suatu usaha yang telah dilakukan. Prestasi belajar dipengaruhi oleh banyak faktor, beberapa diantaranya adalah pola asuh orang tua dan kondisi sekolah. Pola asuh orang tua berarti cara orang tua dalam mendidik dan mengerahkan anak di dalam kehidupan sehari-hari. Pola asuh orang tua dapat dibagi menjadi tiga tipe yaitu pola asuh permisif, otoriter, autoritatif. Persepsi adalah suatu proses individu dalam penginderaan yang mengarah kepada pemberian makna terhadap lingkungannya. Dalam hal ini kondisi fisik sekolah yang meliputi sarana dan prasarana merupakan objek yang dipersepsi oleh siswa khususnya siswa kelas XII IPS SMAN 3 Bojonegoro. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XII IPS SMAN 3 Bojonegoro. (2) Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan persepsi siswa tentang kondisi fisik sekolah terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XII IPS SMAN 3 Bojonegoro. (3) Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan pola asuh orang tua dan persepsi siswa tentang kondisi fisik sekolah terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XII IPS SMAN 3 Bojonegoro. Rancangan penelitian ini adalah penelitian eksplanasi dengan pendekatan kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi berganda (uji t dan uji F) dengan tingkat signifikansi 5%. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS SMAN 3 Bojonegoro tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 140. Dengan sampel sebesar 49 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah proportional random sampling. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah kuesioner atau angket dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan terdapat pengaruh secara signifikan antara pola asuh orang tua dan persepsi siswa tentang kondisi fisik sekolah terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XII IPS SMAN 3 Bojonegoro. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Sig t < alpha pada taraf kepercayaan 95% (0,05) dan Sig F < 0,05 sehingga Ha diterima atau Ho ditolak. Berhubung R Square adalah sebesar 53,2%, ini berarti bahwa sisanya 46,8% dipengaruhi oleh variabel diluar variabel yang digunakan dalam penelitian ini, maka disarankan untuk peneliti selanjutnya hendaknya lebih bisa mencari variabel-variabel lain diluar variabel penelitian ini yang berkaitan dengan prestasi belajar. Sehingga penelitian yang selanjutnya akan bisa lebih dikembangkan lagi.

Aspirasi dan makna karier santri kelas XII Sekolah Menengah Tingkat Atas di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo / Diniy Hidayatur Rahman Rahman

 

ABSTRAK Rahman, Diniy Hidayatur. 2009. Aspirasi dan Makna Karier Santri Kelas XII Sekolah Menengah Tingkat Atas di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd., (II) Dra. Hj. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata Kunci: aspirasi karier, makna karier, santri. Setiap individu memiliki pandangan dan pemaknaan yang berbeda terhadap sesuatu, termasuk terhadap karier. Perbedaan ini banyak dipengaruhi oleh pengetahuan, nilai-nilai individual (values) yang dianut, serta latar belakang budaya dan sosial. Dalam hal ini, pandangan dan pemaknaan seseorang mengenai karier akan mengantarkannya untuk memilih pekerjaan tertentu yang dianggap sesuai dengan frame of referencenya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa nilai (value) adalah salah satu faktor penentu dalam memilih karier dan pekerjaan. Mengkaji tentang nilai yang membingkai pola pikir seseorang, komunitas santri tampak memiliki pandangan yang unik dan berbeda dari komunitas lain tentang karier dan pekerjaan. Keunikan ini terkait dengan nilai-nilai yang mereka anut sebagai individu yang mengkhususkan diri untuk mempelajari agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi yang jelas dan rinci mengenai: (1) aspirasi karier santri, (2) makna karier santri, (3) peran karier dalam kehidupan santri, dan (4) latar belakang pandangan santri mengenai karier. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif dengan rancangan survai dan studi kasus. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk memperoleh data berupa persentase aspirasi karier, sedangkan pendekatan kualitatif dimaksudkan untuk menemukan data deskriptif mengenai: makna karier, peran karier, dan latar belakang pandangan mengenai karier. Subyek penelitian ini adalah santri kelas XII Sekolah Menengah Tingkat Atas di Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) Paiton Probolinggo. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Angket Aspirasi Karier, wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Mengacu pada pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang digunakan dalam penelitian, dipilihlah dua teknik sampling, yaitu: proportional random sampling dan snowball sampling. Angket Aspirasi Karier mula-mula disebarkan pada 165 sampel (20 persen dari populasi). Dari 165 sampel tersebut, kemudian dipilih 17 informan kunci berdasarkan jawaban mereka (dalam Angket Aspirasi Karier) mengenai alasan memilih karier tertentu. Penggalian data kemudian dilanjutkan hingga data menjadi jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para santri bercita-cita untuk menekuni bidang-bidang pekerjaan sebagai: guru/dosen (34,29 %), wiraswasta (16,00 %), dokter (12,00 %), politikus/pejabat pemerintahan (10,86 %), TNI/POLRI (6,86 %), bidan (2,86 %), kiai/tokoh agama (2,29 %), desainer grafis (0,57 %), penerjemah (0,57 %), ibu rumah tangga (khusus santri putri) (0,57 %), karyawan perusahaan (0,57 %), penyiar radio (0,57 %), dan sekretaris (0,57 %). Para santri memaknai karier secara instrumental dan secara intrinsik. Secara instrumental, karier dimaknai sebagai: cara mendapatkan uang, sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan usaha untuk memberikan nafkah pada keluarga. Secara intrinsik, karier dimaknai sebagai media untuk mencari pengalaman dan mengasah keahlian, serta media untuk memenuhi tanggung jawab sebagai khalifah Allah di bumi. Bagi para santri, karier memiliki peran yang sangat signifikan dalam kehidupannya. Peran karier ini banyak terkait dengan pemaknaan mereka terhadap karier. Menurut para santri, karier berperan sebagai: cara untuk memperoleh penghasilan, mensejahterakan lingkungan sosial, media berdakwah dan pengamalan ilmu, sarana untuk menambah pengalaman, mengasah keahlian dan unjuk kreativitas, serta cara meningkatkan status sosial ekonomi. Pandangan para santri tentang makna dan peran karier dilatarbelakangi oleh: (1) keyakinan bahwa harta dan kekayaan merupakan ujian dan harus dipertanggungjawabkan kepada Allah, dan (2) orientasi hidup untuk berdakwah dan dapat berguna bagi lingkungan sekitar. Selain dilatarbelakangi oleh kedua filosofi tersebut, secara khusus, pandangan santri putri terhadap karier dilandasi oleh nilai: (1) dalam hal mencari nafkah, isteri adalah tanggung jawab suami, dan (2) tugas utama isteri adalah di wilayah domestik dan suami di wilayah publik. Berdasarkan temuan-temuan penelitian, disarankan beberapa hal untuk pengurus PPNJ, konselor di PPNJ, dan peneliti selanjutnya. Untuk pengurus PPNJ disarankan untuk: (1) menyelenggarakan program pemantapan karier santri, (2) memberikan informasi karier secara lebih luas dan komprehensif, (3) menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga/perusahaan (swasta maupun negeri) untuk menyalurkan tenaga kerja santri, dan (4) mengadakan seminar, pelatihan, atau kegiatan sejenis tentang pekerjaan dan nilai-nilai kerja Islami bagi para santri. Untuk konselor di PPNJ disarankan untuk dapat mempertimbangkan nilai-nilai khas santri dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling karier. Kepekaan akan nilai santri ini dapat diwujudkan dengan menyusun dan memberikan program bimbingan dan konseling karier yang didasari oleh nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan. Untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk: (1) melakukan penelitian multisitus terhadap topik sejenis, (2) melakukan penelitian kuantitatif dan kualitatif untuk menemukan nilai-nilai khas pondok pesantren salaf dan khalaf, dan (3) melakukan penelitian kuantitatif untuk mengukur seberapa besar kontribusi pondok pesantren, keluarga, dan lingkungan lainnya dalam membentuk pandangan santri mengenai karier.

Pengaruh metode pembelajaran (Penemuan terbimbing Vs ekspositori) dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas IX SMP / Bendot Tri Utomo

 

ABSTRAK Tri Utomo, Bendot. 2009. Pengaruh Metode Pembelajaran (Penemuan Terbimbing vs Ekspositori), dan Motivasi Berprestasi terhadap Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas IX SMP. Disertasi. Program Studi Teknologi Pembelajaran PPS Universitas Negeri Malang. Promotor Utama: Prof. Dr. H.M. Dimyati, Ko-Promotor I: Prof. Dr. I Wayan Ardhana, M.A, Ko-Promotor II: Prof. Dr. H. Punadji Setyosari, M.Ed. Kata Kunci: Metode penemuan terbimbing, metode ekspositori, motivasi berprestasi, hasil belajar. Keprihatinan yang peneliti temui di lapangan berkenaan dengan pembelajaran mata pelajaran matematika di Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah (1) hasil belajar siswa untuk memecahkan soal matematika masih rendah, (2) guru lebih menekankan pada siswa untuk menerima apa yang disampaikan dan tidak memberikan kesempatan pada siswanya untuk memproses apa yang diterimanya, (3) guru matematika di SMP dalam mengajar di kelas jarang menggunakan media pembelajaran. Kenyataan tersebut mencerminkan bahwa hasil belajar mata pelajaran matematika yang diperoleh oleh siswa ketika selesai mengikuti pelajaran kurang memuaskan sehingga masih perlu ditingkatkan. Salah satu alternatif pemecahannya adalah dengan penggunaan metode pembelajaran yang tepat antara lain dengan metode penemuan terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk menguji (1) perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang diajar dengan metode penemuan terbimbing dan kelompok siswa yang diajar dengan metode ekspositori (2) perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dengan kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah (3) interaksi antara penerapan pembelajaran (metode penemuan terbimbing dan metode ekspositori) dengan tingkat motivasi berprestasi terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas IX SMP. Penelitian ini termasuk penelitian kuasi eksperimen. Dengan desain eksperimen nonequivalent control group design. Rancangan pembelajaran dikembangkan oleh peneliti berupa program pelaksanaan pembelajaran beserta LKS dan tes. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan menerapkan pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing dan metode ekspositori dengan menggunakan rancangan penelitian kuasi eksperimen factorial 2 x 2. Subjek penelitian ini adalah SMP Negeri 1 Rambipuji Jember dan SMP Negeri 3 Tanggul Jember. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling, dimana yang dirandom adalah kelas. Sampel penelitiannya adalah siswa kelas IXA SMP Negeri 1 Rambipuji dan kelas IXB SMP Negeri 3 Tanggul ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing, sedang kelas IXD SMP Negeri 1 Rambipuji dan kelas IXD SMP Negeri 3 Tanggul ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan penerapan metode ekspositori. Jumlah sampel yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 145. Data dikumpulkan diolah secara statistik inferensial dengan menggunakan teknik analisis varian (anava) dua jalur 2 x 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar siswa berbeda secara signifikan jika diajar dengan menggunakan metode penemuan terbimbing dari pada metode ekspositori, (2) hasil belajar siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi berbeda secara signifikan dari pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, (3) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa. Statistik diskriptif menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan metode penemuan terbimbing (rerata 76.00) terhadap hasil belajar siswa dibandingkan dengan penerapan metode ekspositori (rerata 70.07). Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa metode penemuan terbimbing dan tingkat motivasi berprestasi berpengaruh terhadap perolehan hasil belajar matematika SMP. Berdasarkan temuan penelitian, disarankan kepada para guru untuk menggunakan metode penemuan terbimbing dalam mata pelajaran yang diampu pada pokok bahasan tertentu untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini motivasi berprestasi berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar, untuk itu perlu penelitian lebih lanjut terkait dengan adanya variabel moderator selain motivasi berprestasi (misalnya minat, bakat, gaya kognitif, intelegensi, sikap dan lain-lain) yang juga berpengaruh terhadap hasil belajar.

Tuturan persuasif wiraniaga dalam berbahasa Indonesia: Kajian etnografi komunikasi / Thontjie Makmara

 

ABSTRAK Thontjie Makmara, 2009. Tuturan Persuasif Wiraniaga dalam Berbahasa Indonesia: Kajian Etnografi Komunikasi. Disertasi. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Abdul Syukur Ibrahim, (2) Prof. Dr. H. Dawud, M.Pd, (3) Dr. Djoko Saryono, M.Pd. Kata kunci: tuturan persuasif, wujud, fungsi, strategi, interaksi jual-beli Tuturan persuasif wiraniaga merupakan tindak perlokusi yang mempunyai wujud, fungsi dan strategi yang sangat beragam. Keragaman dimaksud dipengaruhi oleh konteks penggunaannya dalam pranegosiasi, negosiasi dan transaksi, termasuk norma sosial dan norma budaya penuturnya. Oleh karena itu, wujud, fungsi dan strategi tuturan persuasif dapat bervariasi pada tempat satu dengan tempat lain. Berdasarkan hal tersebut, kajian terhadap tuturan persuasif wiraniaga dalam berbahasa Indonesia dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tuturan persuasif wiraniaga dalam berbahasa Indonesia yang meliputi (1) wujud tuturan persuasif wiraniaga, yaitu wujud tuturan persuasif wiraniaga berupa tindak perlokusi yang diekspresikan dengan tuturan bermodus (a) pernyataan, (b) pertanyaan, (c) perintah; (2) fungsi tuturan persuasif wiraniaga yaitu fungsi direktif tuturan persuasif wiraniaga yang diekspresikan dengan tuturan bermodus (a) pernyataan, (b) pertanyaan, (c) perintah; (3) strategi penyampaian tuturan persuasif wiraniaga yaitu strategi penyampaian tuturan persuasif wiraniaga dengan modus (a) pernyataan, (b) pertanyaan, (c) perintah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan ancangan etnografi komunikasi. Ada tiga komponen tutur yang digunakan untuk menyoroti wujud, fungsi dan strategi penyampaian tuturan persuasif wiraniaga, yaitu latar, partisipan dan tujuan tutur. Terkait dengan kajian fungsional, teori persuasi digunakan untuk melihat kadar persuasif tuturan wiraniaga dalam memengaruhi nalar dan emosi calon pembeli sebagai bagian dari budaya tutur wiraniaga. Data penelitian ini terdiri dari data rekaman, observasi dan wawancara. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik perekaman elektronik, observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif. Prosedur analisis data dilakukan melalui tahap (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data dan (4) penyimpulan temuan penelitian. Berdasarkan analisis data, diperoleh temuan penelitian yang mencirikan budaya tutur wiraniaga sebagai berikut. Tindak perlokusi digunakan untuk menyampaikan tuturan persuasif bermodus pernyataan berdiatesis aktif, pasif dan nondiatesis. Tindak perlokusi juga digunakan untuk menyampaikan pertanyaan ya-tidak, pertanyaan dengan kata tanya apa, berapa, mana dan bagaimana. Tindak perlokusi digunakan pula untuk menyampaikan perintah biasa, persilaan, ajakan dan larangan. Tuturan persuasif wiraniaga sebagai tindak perlokusi, ia memerankan fungsi direktif. Fungsi tuturan persuasif wiraniaga merupakan fungsi direktif tuturan bermodus pernyataan untuk menarik perhatian, memberi komentar, menyatakan kesetujuan dan menyatakan ketidaksetujuan. Fungsi tuturan persuasif wiraniaga juga merupakan fungsi direktif tuturan bermodus pertanyaan ya-tidak, pertanyaan dengan kata tanya apa, berapa, mana dan bagaimana. Fungsi tuturan persuasif wiraniaga juga merupakan fungsi direktif tuturan bermodus perintah biasa, persilaan, ajakan dan larangan. Strategi penyampaian tuturan persuasif bermodus pernyataan, menggunakan strategi tindak tutur langsung untuk menarik perhatian, memberi komentar, menyatakan kesetujuan dan menyatakan ketidaksetujuan. Strategi penyampaian tuturan persuasif bermodus pernyataan juga menggunakan strategi tindak tutur tidak langsung untuk menyatakan ketidaksetujuan. Strategi penyampaian tuturan persuasif bermodus pertanyaan menggunakan stratetegi tindak tutur langsung untuk menarik perhatian, memberi komentar, dan menyatakan ketidaksetujuan. Strategi penyampaian tuturan persuasif bermodus pertanyaan juga menggunakan strategi tindak tutur tidak langsung untuk menyatakan ketidaksetujuan. Strategi penyampaian tuturan persuasif bermodus perintah mengunakan strategi tindak tutur langsung untuk menarik perhatian, menyatakan kesetujuan dan menyatakan ketidaksetujuanm. Dari deskripsi temuan penelitian ini, dapat ditarik simpulan berikut. Tuturan persuasif wiraniaga merupakan bagian integral kajian budaya. Tuturan wiraniaga dipengaruhi oleh dimensi-dimensi sosial budaya dalam membangun tuturan persuasif wiraniaga. Wujud, fungsi dan strategi penyampaian tuturan merupakan representasi budaya tutur yang mencirikan identitas wiraniaga. Tuturan persuasif wiraniaga memengaruhi nalar dan emosi khalayak sasaran. Terkait dengan tindak tutur, tuturan persuasif wiraniaga merupakan tindak perlokusi sebagai cerminan budaya tutur wiraniaga. Dalam konteks wacana, tuturan persuasif wiraniaga merupakan representasi ideologi wiraniaga yaitu upaya mendapatkan keuntungan. Sesuai dengan temuan penelitian ini, disampaikan saran sebagai berikut. Bagi mahasiswa, hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dalam perkuliahan S1 untuk kajian pragmatik. Dalam kajian pragmatik, mahasiswa dapat mengidentifikasi keragaman wujud, fungsi dan strategi penyampaian tuturan sebagai budaya setempat dalam aktivitas perkuliahan. Dapat pula didentifikasi simbol budaya persuasif dalam aktivitas perkuliahan berdasarkan latar, partisipan dan tujuan tutur. Bagi praktisi bisnis, temuan penelitian ini dapat dijadikan acuan berkaitan dengan keragaman wujud, fungsi dan strategi penyampaian tuturan persuasif sebagai budaya persuasi setempat dalam memengaruhi nalar dan emosi khalayak sasaran di pasar tradisional dan pasar kaki lima. Pembuktian digunakan untuk memengaruhi nalar sedangkan kesantunan sosiolinguistik digunakan untuk memengaruhi emosi. Bagi peneliti berikutnya yang tertarik dengan substansi penelitian ini, temuan penelitian ini memberikan masukan dalam merancang penelitian. Tentang substansi masalah, peneliti berikutnya dapat meneliti keragaman wujud, fungsi dan strategi penyampaian tuturan yang sama atau yang lain sehingga dapat diperoleh gambaran yang mungkin dapat mendukung atau menolak hasil penelitian ini. Tentang situs penelitian, peneliti berikutnya dapat mengambil situs penelitian yang lebih beragam lagi. Tentang ancangan penelitian, peneliti berikutnya dapat menggunakan ancangan penelitian yang mensinergikan ancangan yang berbasis aspek kebahasaan dan ancangan penelitian yang memerhatikan dimensi-dimensi sosial budaya dalam membangun teori dan model analisisnya.

Laporan akhir PKMM meseum zoologi FR. M. Vianney, BHK / A. Yoseph I.R. ... [et al.]

 

Kayu merupakan kebutuhan bahan baku yang sangat penting dan diperlukan oleh masyarakat dalam berbagai bidang, seperti pembuatan APE (Alat Peraga Edukasi) dengan bahan dasar kayu. Pengrajin APE (Alat Peraga Edukasi) dengan bahan dasar kayu selama ini kebanyakan masih menggunakan pahat tangan konvensional untuk membuat media belajar tersebut. Untuk mengerjakan atau membuat Alat Peraga Edukasi dengan tingkat kedetailan desain yang cukup rumit, para pengrajin biasanya melimpahkan pekerjaan kepada perusahaan yang memiliki mesin lebih canggih, atau bahkan membeli sendiri mesin dengan harga yang cukup mahal dan dimensi yang cukup besar. Dengan diciptakannya mesin ini, diharapkan mampu menekan biaya produksi dan peningkatan devisa dari seni kriya kayu yang menjanjikan seperti sakarang ini. Proses pembuatan APE (Alat Peraga Edukasi) pada dasarnya memerlukan berbagai macam peralatan. Dimana peralatan itu untuk berbagai proses pemotongan, penghalusan, pengecatan, serta kegiatan kerajinan yang lainnya. Pembuatan APE dilakukan dengan beberapa tahap, diawali dari proses pengumpulan bahan baku yaitu kayu. Kayu yang dipilih merupakan kayu yang memiliki serat halus, lurus, tidak berlubang dan tidak ada lendutan atau tidak bergelombang. Pemilihan jenis kayu ini dimaksudkan untuk mendapatkan finishing yang halus dan memiliki serat indah serta untuk memperoleh hasil produk yang berkualitas. Dari permasalahan diatas maka dibuat mesin gergaji profil kayu yang berfungsi untuk menggergaji bentuk profil kayu itu sendiri. Penulis membuat mesin gergaji profil kayu yang lebih efektif dan efisien dengan hasil atau luaran keunggulan sebagai berikut: mesin ini memiliki variasi dalam membuat bentuk profil, selain dapat membuat profil luar dapat juga membuat profil dalam seperti: huruf O, A, B. Hal ini dibuktikan dengan meja kerja pada mesin yang penulis rencanakan dapat dimiringkan hingga membentuk sudut 45°, sehingga bisa membuat profil bersudut. Dimensi mesin juga cukup kecil (dengan Panjang Mesin (p) = 0,52 m; Lebar Mesin (l) = 0,48 m; dan Tinggi Mesin (h) = 0,5 m ) sehingga tidak menyita ruang kerja cukup besar dan mudah dipindah-pindah. Mesin ini juga dapat membuat profil berlubang tanpa merusak desain yang hendak dibuat.

Pemanfaatan benda-benda sekitar lingkungan kelas untuk peningkatan pembelajaran menulis deskripsi bagi siswa kelas IV MI.Ma'arif Ngering Legok Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan / Azkiyah

 

ABSTRAK Azkiyah, 2009. Pemanfatan Benda – Benda Sekitar Lingkungan Kelas Untuk Peningkatan Pembelajaran Menulis Deskripsi Bagi Siswa Kelas IV MI.Ma’arif Ngering Desa Legok Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Sjafruddin A. Rahman,S.Pd.M.Pd. (2) Drs. Harry Poerwanto, S.Pd.M.Pd Kata kunci : Benda – benda lingkungan kelas, pembelajaran bahasa Indonesia, menulis deskripsi. Di sekolah dasar keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan yang ditekankan pembinaannya, di samping membaca dan berhitung. Pembelajaran menulis menuntut kerja keras guru untuk membuat pembelajarannya di kelas menjadi kegiatan yang menyenangkan, sehingga siswa tidak merasa dipaksa untuk dapat membuat sebuah karangan, tetapi sebaliknya, siswa merasa senang karena diajak untuk mengarang dan menulis. Penelitian ini berlatar belakang kekurangberhasilan pembelajaran Bahasa Indonesia pada aspek keterampilan menulis jenis karangan deskripsi berdasarkan pengalaman di sekolah, khususnya di MI.Ma'arif Ngering Gempol Pasuruan. Kekurangberhasilan tersebut disebabkan siswa tidak semangat dan kurang tertarik kepada pembelajaran menulis karangan deskripsi. Penyebabnya adalah Siswa belum mampu mengembangkan karangan sesuai dengan cirri karangan deskripsi. Dan siswa belum dapat memilih kosa kata yang tepat dalam mempertajam karangan Deskripsinya. Kwalitas tulisan yang dihasilkan siswa masih rendah dan kemampuan siswa dalam menggunakan tanda baca pun masih belum maksimal. Masalah yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah pengefektifan pembelajaran menulis karangan deskripsi dengan memanfaatkan benda – benda lingkungan kelas sebagai sumber belajar pada siswa kelas IV semester 1 MI.Ma’arif Ngering tahun pelajaran 2009/2010. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan benda – benda lingkungan kelas untuk meningkatkan pembelajaran menulis Deskripsi pada siswa kelas 4 MI.Ma'arif Ngering dan penerapan pembelajaran dengan memanfatkan benda – benda lingkungan kelas dapat meningkatkan keterampilan menulis Deskripsi siswa kelas 4 MI.Ma'arif Ngering. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dua siklus. Data yang diperoleh dianalisis secara deskripsi kuantitatif dan deskripsi kualitatif. Pemerolehan data kuantitatif dilakukan dengan melakukan tes hasil kerja siswa dan data secara kualitatif dilakukan dengan melakukan observasi atau pengamatan. Hasil analisis data menunjukkan tingkat ketuntasan pada pra-Siklus sebesar 36,4 %, Siklus I 68,2 %, dan pada akhir siklus II mencapai 90,9 %. Hal ini berarti bahwa kemampuan siswa kelas IV dalam menulis karangan deskripsi dengan memanfaatkan benda – benda lingkungan kelas mengalami peningkatan serta dapat menciptakan suasana pembelajaran yang baru dan menyenangkan bagi siswa.

Perancangan instalasi listrik pada gedung A3 Universitas Negeri Malang / Nurul Huda Ramadhani

 

Instalasi listrik mempunyai fungsi untuk menyalurkan energi listrik ke titik-titik beban seperti lampu, peranti, perlengkapan, mesin atau motor listrik. Secara umum instalasi listrik dapat digolongkan menjadi dua yaitu instalasi penerangan dan instalasi tenaga. Gedung A3 Universitas Negeri Malang sebagai pusat layanan mahasiswa harus memiliki sistem penerangan dan instalasi listrik yang baik dan memenuhi syarat untuk mendukung kelancaran aktivitas pengguna di dalamnya. Kurangnya perawatan dan usia komponen yang terlalu tua dapat mengurangi efisiensi dan faktor keamanan dari instalasi listrik itu sendiri. Oleh karena itu perlu dilakukan perancangan sesuai dengan standar-standar yang berlaku antara lain PUIL 2000 dan ketentuan-ketentuan lain yang mendukung. Perancangan yang dilakukan antara lain perancangan instalasi penerangan, perancangan instalasi tenaga, perancangan sirkit cabang dan sikit utama serta perancangan sistem pentanahan. Perancangan instalasi penerangan meliputi perancangan jumlah titik cahaya, perancangan tata letak titik cahaya dan perancangan sirkit akhir. Perancangan jumlah titik cahaya bergantung pada fungsi ruangan yang akan menentukan intensitas penerangan yang dibutuhkan. Perancangan instalasi tenaga yaitu perancangan sirkit akhir tenaga pada masing-masing lantai. Perancangan sirkit akhir instalasi tenaga meliputi pemilihan penampang penghantar dan arus pengenal gawai proteksi. Pemilihan penampang penghantar dilakukan dengan dua metode yaitu metode rapat arus dan metode rugi tegangan. Pemilihan gawai proteksi disesuaikan dengan penampang penghantar yang digunakan. Pada masing-masing lantai terdapat sirkit cabang penerangan, sirkit cabang tenaga dan sirkit cabang lantai yang menyuplai sirkit cabang penerangan dan tenaga. Perancangan sirkit cabang dan sirkit utama disesuaikan dengan beban yang ditanggung. Perancangan sistem pentanahan dilakukan dengan memperhatikan resistans jenis tanah di sekitar bangunan. Jumlah elektrode pentanahan yang dibutuhkan ditentukan dengan menyesuaikan resistans jenis tanah dengan resistans pembumian yang diinginkan. Hasil perancangan yang sesuai dengan standar diharapkan dapat dipakai sebagai pedoman apabila dikemudian hari diadakan kegiatan perawatan dan perbaikan instalasi listrik pada gedung A3 Universitas Negeri Malang.

Implementasi squid proxy server pada pc router berbasis linux mandriva di UPT SDN Mandaranrejo I Kota Pasuruan / Dendy Trisna Wijaya

 

Dampak negatif internet seperti situs porno, serta penggunaan bandwidth yang tidak merata merupakan kendala ketika memasukan internet sebagai bagian dari mata pelajaran di sekolah. Untuk itu diperlukan sebuah sistem untuk memblokir situs porno, dan untuk mengoptimalkan koneksi internet, maka diperlukan sebuah sistem manajemen bandwidth. Tugas akhir ini memiliki tujuan untuk membuat Squid Proxy Server yang berfungsi untuk memblokir situs porno dan manajemen bandwidth. Salah satu aplikasi porxy server yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah Squid V2.6 stable 13 yang memiliki lisensi GNU, kompatibel dengan linux, dan konfigurasinya yang relatif mudah. Perancangan dan pembuatan squid proxy server diawali dengan menginstal squid di PC-router berbasis linux mandriva, mengonfigurasi squid sebagai transparan proxy, mengonfigurasi delay pool sehingga setiap klien memperoleh bandwith 6 KB/s, mengonfigurasi squid untuk memfilter situs porno. Pengujian dilakukan dengan cara browsing ke internet untuk menguji transparan proxy dan filterisasi situs porno, mengukur bandwidth klien dengan bandwidth meter untuk menguji manajemen bandwidth. Dari hasil pengujian alat diperoleh data sebagai berikut: klien tidak dapat mengakses internet tanpa melalui proxy, bandwidth yang diterima oleh masing-masing klien sebesar 6 KB/s, klien relatif tidak dapat mengakses situs porno. Berdasarkan hasil yang dicapai maka dapat disimpulkan bahwa : Transparan proxy membelokkan akses internet dari klien melalui proxy server, delay pool membatasi bandwidth untuk masing-masing klien 6 KB/s, filterisasi situs porno untuk membatasi akses situs porno. Untuk pengembangan lebih lanjut disarankan: memperbarui daftar alamat situs porno seiring dengan perkembangan dan perubahan dari alamat situs porno tersebut.

Membangun WEB lokal pada server linux redhat 9.0 di Dinas Pendidikan Kota Pasuruan / Akhmad Nasikhuddin

 

Server linux RedHat merupakan server tercepat dibandingkan dengan linux server lainnya, RedHat juga dapat digunakan sebagai client maupun PC desktop/PC standalone. Melalui server semua data-data itu bisa terorganisir dengan baik, setelah itu komputer di setiap ruangan yang terhubung dengan server akan bisa melakukan download atau pengambilan data tanpa harus meminta ke ruangan lain. Dalam membangun server RedHat dapat diketahui kecepatan akses dan kinerja web lokal pada server di Dinas Pendidikan Kota Pasuruan. Proses pengembangan membangun server linux RedHat dilakukan dengan mengidentifikasi jaringan yang ada, perancangan hardware, instalasi system operasi sampai dengan setting IP address, DNS, FTP, samba serta web server. Dari perancangan dihasilkan server yang dibangun melalui program linux. Server ini mampu melewatkan paket data pada jaringan untuk kantor Dinas Pendidikan. Jaringan tersebut akan dibatasi dengan pengalamatan IP yang sudah di konfigurasi. Untuk melakukan aktifitas download dan Upload. Tiap komputer bisa melakukan download saja dan dibatasi masing-masing 128 Kbps. Sedangkan untuk komputer server di sini bisa melakukan download dan Upload.

Membangun PC router berbasis linux mandriva di UPT SDN Mandaranrejo I Kota Pasuruan / Dewi Masita

 

Dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat, komputer dan internet semakin marak dimasukkan sebagai bagian dari mata pelajaran di sekolah. Untuk itu diperlukan jaringan lokal dan koneksi internet yang handal. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang, membangun dan menguji PC Router Berbasis Linux Mandriva serta merancang, membangun dan menguji jaringan lokal yang terhubung ke PC Router di UPT SDN Mandaranrejo 1 Kota Pasuruan yang diharapkan dapat menunjang dunia pendidikan. Upaya untuk menanggulanginya agar dapat menghubungkan jaringan lokal tersebut dibuat sebuah PC router berbasis Linux Mandriva sebagai alternatif pengganti dedicated router yang sangat mahal. Pada perancangan dan pembuatan PC-router berbasis linux mandriva ini dimulai dengan instalasi sistem operasi linux mandriva, dilanjutkan dengan konfigurasi ethernet, konfigurasi IP forward, konfigurasi NAT (Network Address Translation), kemudian konfigurasi DHCP (Dinamic Host Configuration Protocol) server. Metode yang digunakan untuk mengetahui koneksi jaringan adalah menggunakan tes ping pada masing-masing klien dan untuk membuktikan koneksinya dilakukan browsing ke internet. Dari hasil perancangan, pembuatan dan pengujian menunjukkan bahwa jaringan lokal, koneksi antara PC Router dengan masing-masing klien terhubung dengan baik dan benar sesuai dengan masing-masing paket yaitu yang terkirim sebanyak 4, yang diterima sebanyak 4, dan yang hilang sebanyak 0 dengan replay time masing-masing

Miniatur sistem monitoring menggunakan CCTV didukung timing control traffic light berbasis SMS / Firman

 

Perkembangan teknologi pada bidang transportasi darat yaitu traffic light yang hingga kini masih menggunakan sistem manual maka cara seperti ini cukup menghabiskan waktu terutama untuk daerah yang memiliki banyak traffic light. Pada negara-negara maju contohnya Singapore, traffic light yang digunakan tidak lagi menggunakan sistem manual melainkan sudah menggunakan sistem otomatis dengan disertai kamera pemantau. Dimana untuk mengontrol traffic light. Maka operator tidak perlu melakukannya secara langsung pada lokasi traffic light tetapi bisa dari lokasi yang berbeda. Berdasarkan permasalahan di atas maka dirancang Miniatur Sistem Monitoring Menggunakan CCTV Didukung Timing Control Traffic Light Berbasis SMS yang mempunyai banyak keunggulan antara lain: biaya operasional yang relatif murah, jangkauan pengontrolan mengikuti operator selular, serta dapat melihat kepadatan arus lalu lintas secara langsung tanpa turun kelapangan. Tujuan dalam tugas akhir ini sebagai berikut: (1) Merancang timing control traffic light dengan menggunakan mikrokontroler Atmega16, (2) Merancang miniatur sistem traffic light, (3) Merancang sistem yang dapat melakukan pengendalian terhadap traffic light berbasis SMS dan Camera. Rangkaian timing control traffic light berbasis SMS terdiri atas: (1) HP pengirim dan penerima; (2) Database PC; (3) Mikrokontroler; (4) LED; (5) Max232; (5) Camera. User memasukkan data yang terdiri dari kode setting, jam, tanggal, bulan, tahun dan data tersebut disimpan dalam database PC. Apabila data (jam, tanggal, bulan, tahun) PC sama dengan data (jam, tanggal, bulan, tahun) yang diinputkan dalam database maka PC memerintahkan HP pengirim untuk mengirimkan SMS ke HP penerima yang berisi kode setting. Data yang diterima oleh HP penerima akan disalurkan pada IC Max232 melalui konektor RS-232. IC Max232 digunakan sebagai pengubah level tegangan pada konektor RS-232 menjadi level Transistor-Transistor Logic (TTL). Ketika mikrokontroler menerima sinyal (data setting) dari HP penerima, mikrokontroler terlebih dahulu memeriksa nomor HP pengirim. Apabila nomor HP pengirim benar, selanjutnya mikrokontroler melakukan eksekusi program sesuai dengan kode setting yang dikirimkan HP pengirim.

Rancang bangun sistem voip pada UPT SMK Negeri 1 Pasuruan / Mochamad Lukman

 

Seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih, khususnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan untuk dapat saling bertukar informasi dan data, baik berupa gambar, video atau melewatkan jalur suara melalui jaringan komputer yang biasa disebut VoIP (Voice Over Internet Protocol). Layanan internet Jardiknas yang tersedia pada UPT SMK Negeri 1 Pasuruan sekaligus sebagai ICT Center Kota Pasuruan dapat digunakan sebagai alternatif untuk melakukan komunikasi suara yaitu dengan memanfaatkan teknologi VoIP. Dalam pembangunan sistem VoIP ini penulis akan membahas lebih rinci mengenai bagaimana merancang Sistem VoIP, mengkonfigurasi VoIP Server, dan mengkonfigurasi VoIP Client. Langkah pertama dengan menginstall VoIP Server Asterisk@Home 2.8, Konfigurasi IP Address pada VoIP Server, konfigurasi modul Asterisk, pembuatan SIP Extension, dan konfigurasi Video Call. Langkah kedua yaitu menginstall aplikasi X-Lte 3.0 pada VoIP Client dan registrasi VoIP Client pada VoIP Server. Dari langkah-langkah tersebut, dapat dihasilkan sistem VoIP dapat digunakan sebagai jalur komunikasi lokal antar ruang di lingkungan UPT SMK Negeri 1 Pasuruan, baik komunikasi audio mupun video call melalui koneksi internet Jardiknas yang telah ada. Kesimpulan yang dapat diambil dari perancangan dan hasil pengujian adalah jaringan VoIP dengan Sistem Operasi Asterisk@Home 2.8 sebagai Aplikasi VoIP Server dan X-Lite 3.0 sebagai Aplikasi VoIP Client, dapat digunakan sebagai jalur komunikasi lokal di lingkungan UPT SMK Negeri 1 Pasuruan, baik komunikasi audio maupun video call dengan jumlah VoIP Client yang telah teregister ke VoIP Server berjumlah 10 Client dengan batas maksimal 252 Client sesuai dengan subnet pada jaringan yang telah dibangun. Dengan melihat hasil yang dicapai, untuk pengembangan lebih lanjut di sarankan dapat dilakukan analisis performansi VoIP dengan VoIP monitoring yang baik, dan dapat dilakukan komunikasi ke PSTN atau seluler, serta adanya koneksi internet dengan kapasitas bandwith yang memadai agar komunikasi yang dilakukan menghasilkan suara yang jernih tanpa adanya jitter dan delay yang signifikan.

Pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI program keahlian akuntansi di SMK Negeri 1 Malang / Eka Hardiyanti

 

ABSTRAK Hardiyanti, Eka . 2010. Pengaruh Faktor Internal dan Faktor Eksternal Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI Program Keahlian Akuntansi di SMK Negeri 1 Malang . Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonmi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sri Pujiningsih , S.E, M.Si.AK (II) Triadi Agung .S, S.E, M. Si, AK Kata Kunci : Pengaruh, Faktor Internal dan Faktor Eksternal, Prestasi Belajar Dari pengamatan peneliti dan data empiris yang telah dikumpulkan sementara menunjukkan indikasi bahwa siswa kurang aktif selama proses pembelajaran dan keberhasilan siswa dalam kegiatan belajar masih kurang memuaskan. Hal ini ditunjukkan dengan masih banyak siswa yang tidak memenuhi standar kelulusan dalam ulangan harian dan harus melakukan pelaksanaan remidial.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi adanya faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Jenis penelitian kuantitatif eksplanasi dan dengan rancangan penelitian korelasional. Sampel penelitian menggunakan sampling porpusive yaitu seluruh siswa kelas XI program keahlian akuntansi tahun ajaran 2009/2010. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Malang, pada tanggal 19 Oktober 2009. Untuk analisis data penelitian yang digunakan adalah analisis statistik Deskriptif dan analisis Statistik Inferensial dengan , analisis regresi berganda dan uji hipotesis . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan antara faktor internal dan faktor eksternal terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI program keahlian akuntansi di SMK Negeri 1 Malang., ditunjukkan dengan hasil bahwa Prestasi belajar siklus akuntansi (Y) rata-rata naik sebesar 0,044 X1 untuk peningkatan satu skor faktor minat (X1). Prestasi belajar siklus akuntansi (Y) rata-rata naik sebesar 0,046X2 untuk peningkatan satu skor faktor motivasi (X2). Prestasi belajar siklus akuntansi (Y) rata-rata naik sebesar 0,056X3 untuk peningkatan satu skor faktor bakat (X3). Prestasi belajar siklus akuntansi (Y) rata-rata naik sebesar 0,025X4 untuk peningkatan satu skor faktor kesehatan jasmani (X4). Prestasi belajar siklus akuntansi (Y) rata-rata naik sebesar 0,039X5 untuk peningkatan satu skor faktor Kebiasaan Belajar (X5). Prestasi belajar siklus akuntansi (Y) rata-rata naik sebesar 0,034X6untuk peningkatan satu skor faktor Aktivitas Belajar (X6). Prestasi belajar siklus akuntansi (Y) rata-rata naik sebesar 0,033X7 untuk peningkatan satu skor faktor Lingkungan Keluarga (X7). Prestasi belajar siklus akuntansi (Y) rata-rata naik sebesar 0,065X8 untuk peningkatan satu skor faktor Lingkungan Sekolah (X8). P restasi belajar siklus akuntansi (Y) rata-rata naik sebesar 0,039(X9 )untuk peningkatan satu skor faktor Lingkungan Masyarakat (X9). Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan baik peneliti, siswa-siswi dan guru sebaiknya mengoptimalkan baik faktor internal dan faktor sksternal agar tercapainya prestasi belajar yang maksimal dan optimal. Faktor internal tetap diperlukan dalam memilih sekolah menengah. Untuk itu kita perlu tahu tentang diri siswa tersebut. Kita coba untuk menggali hal-hal yang diinginkan siswa tersebut, agar orang tua maupun orang lain (sebagai faktor eksternal) dapat benar-benar mengarahkan, dan bukan memberikan suatu pendapat atau argumen yang nantinya akan memberikan kesan pemaksaan terhadap siswa tersebut, sehingga siswa merasa nyaman, termotivasi, memiliki minat dan bakat, kebiasaan dan aktivitaas belajar yang baik dalam pelaksanaan proses belajar dan prestasinya pun akhirnya dapat diperoleh dengan maksimal. iv

Sistem kontrol suhu dan kadar air tanah pada tanaman anthurium / Kamilatul Amanah

 

Anthurium adalah tanaman yang bersifat epifit, yaitu mudah tumbuh pada media batang pepohonan yang membusuk atau tumbuh di pepohonan sehinggi pembudidayaan tanaman ini tidaklah sulit. Akan tetapi pembudidayaan tanaman ini yang baik perlu dikuasai untuk menghasilkan tanaman yang baik sehingga mampu menampilkan keindahan yang prima.. Dengan adanya alat yang bekerja secara otomatis pada ruangan miniatur anthurium ini, diharapkan dapat mempermudah para pengguna dalam bercocok tanam, agar tanaman tumbuh secara optimal dan mendapat hasil tanam yang sesuai dengan harapan. Prinsip kerja dari alat ini yaitu: Sensor kadar air berfungsi untuk mendeteksi tingkat kadar air tanah pada anthurium, yang kemudian tingkat kadar air yang telah terdeteksi dan dikonversikan menjadi sinyal digital oleh rangkaian ADC yang telah menjadi satu modul dengan mikrokontroler AVR ATmega8 yan kemudian diproses dan dikontrol oleh Mikrokontroler. Mikrokontroler tersebut berfungsi untuk mengontrol kipas satu, kipas dua dan media pengairan, dengan menggunakan driver relay untuk mengaktifkan pompa air driver transistor untuk mengaktifkan kipas. Sehingga dapat menentukan tingkat suhu dan kadar air tanah yang diinginkan untuk pertumbuhan anthurium. Jika tingkat suhu udara pada miniatur ruangan terlalu tinggi dari yang diharapkan, maka kipas akan aktif sampai tingkat suhu yang diharapkan. Sedangkan jika tingkat kadar air tanah kurang dari yang diharapkan, maka media pengairan, akan aktif atau bekerja sampai dengan kadar air yang diharapkan. Display (LCD) pada alat tersebut berfungsi untuk menampilkan tingkat suhu dan kadar air tanah yang terukur dan dapat memudahkan pengguna dalam pengecekan tingkat suhu dan kadar air tanah pada miniatur ruangan anthurium. Hasil dari pengujian yaitu: output tegangan rata-rata pada pengujian pertama sensor kadar air dengan kondisi tanah kering adalah 2,19 V; kondisi tanah normal adalah 1,8 V. Rata-rata suhu yang dihasilkan dari keempat sensor suhu pada pengujian pertama adalah 27,56% dengan rata-rata eror 0,89%.

Data logging pemakaian air PDAM pada konsumen menggunakan SMS / Hance Stenly Sambuaga

 

Untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan merupakan keinginan dari setiap perusahaan yang bergerak di semua bidang jasa termasuk perusahaan air yang ada di Indonesia yaitu PDAM. PDAM masih menggunakan cara manual sehingga dirasa kurang efektif karena petugas pencatat data meteran air, sering kali tidak bisa mencatat data meteran air disebabkan karena letak meteran air di dalam rumah yang terkunci pagar, sehingga menyulitkan petugas pencatat data meteran air. Selain itu juga mengganggu privasi pelanggan sehingga dalam kenyataan di lapangan akan timbul kekurangan-kekurangan yang dapat merugikan perusahaan air itu sendiri, seperti: keakuratan data yang tidak maksima, keaslian data, human error, dan waktu yang tidak effisien. Kelemahan ini mengakibatkan petugas harus datang pada hari selanjutnya hanya untuk mengetahui data meteran air pada setiap rumah tersebut. Cara kerja alat hampir sama dengan meteran air sebelumnya yang berbentuk analog yang mana alat ini menampilkan tarif harga pemakaian air. Yang kemudian dikembangkan dengan Proses pengirman dimulai dari keluaran mikrokontroler yang berupa data pemakaian air masuk ke handphone logging melalui komunikasi serial menggunakan ATCommand untuk pengkodean di handphone logginghandphone server data pemakaian air dimasukan ke database di PC. Pada tampilan database di monitor PC akan terlihat tabel data meteran air dari semua kelas, dimana pada tabel tersebut terlihat pemakaian-pemakaian air para pelanggan. Pada tampilan monitor PC juga bisa dilihat lebih spesifik ke kelas-kelas pelanggan yang terbagi dalam 16 kelas. Yang mana pengiriman data pemakian air dikirimkan setiap seminggu sekali data .pemakaian air akan di kirimkan ke kantor PDAM. Kesimpulan dari pengujian dan hasil analisis alat yaitu : Rangkaian peralatan yang dirancang dapat mencatat dan mengirimkan data pemakaian air para pelanggan menggunakan handphone. SMS yang dikirimkan oleh pencatat data meteran air dapat dibaca oleh PC Software yang dirancang dapat memonitor pemakaian air pelanggan Mikrokontroler dapat mengirimkan data pemakaian air setiap 1 bulan sekali. Aplikasi database pada PC dapat menerima data pemakian air yang ditampilkan dalam b

Upaya peningkatan pemahaman tentang budaya sedekah bumi siswa kelas V SDN Galih II melalui permainan ular tangga / Utami Dewi

 

ABSTRAKSI Utami Dewi. Upaya Peningkatan Pemahaman Tentang Budaya Sedekah Bumi Siswa Kelas V SDN Galih II Melalui Permainan Ular Tangga Skripsi. Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, FIP Universitas Negeri Malang, pembimbing : (1) Drs .Ahmad Samawi M.Hum, (2) Drs. Toha Mashudi, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci : Peningkatan pemahaman, Budaya sedekah bumi, Permainan ular tangga, IPS, SD Guru sebagai pelaksana dan pengembang pembelajaran harus mampu memilih dan menetapkan berbagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep pada siswa. Hasil observasi awal diketahui bahwa pembelajaran IPS siswa kelas V di SDN Galih II Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan belum menggunakan metode dan media pembelajaran yang tepat, sehingga sebagian besar siswa belum mampu mencapai kriteria ketuntasan belajar individu yang ditetapkan yaitu skor 70. Hasil belajar yang diperoleh pada mata pelajaran IPS semester I rata-rata kelas hanya 61,16. Berdasarkan hal itu maka permainan ular tangga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif dalam proses pembelajaran, karena siswa dapat melihat dan melihat secara langsung media pembelajaran, sehingga dalam proses pembelajaran dapat menyenangkan dan meningkatkan aktivitas siswa. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan penggunaan pemainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan siswa kelas V semester I SDN Galih II dalam memahami keanekaragaman budaya setempat “Upacara Tradisional Sedekah Bumi”. (2) Untuk mendeskripsikan peningkatan pemahaman siswa kelas V SDN Galih II tentang keanekaragaman budaya setempat melalui permainan ular tangga. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis Taggart, siklus tindakan ini dihentikan jika telah mencapai kriteria ketuntasan belajar individu dengan skor 70. Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V sebanyak 24 siswa di SDN Galih II Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan. Sedangkan instrument penelitian yang digunakan berupa panduan observasi mengenai : aktivitas siswa dalam pembelajaran, penggunaan permainan ular tangga dalam pembelajaran, kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran, dan soal-soal tes untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS dengan memanfaatkan permainan ular tangga dalam pembelajaran. Dari hasil analisis data pada siklus I dan siklus II dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan permainan ular tangga menunjukkan bahwa : (1) Hasil observasi pada aktivitas siswa mengalami peningkatan dari jumlah keaktifan siswa yang diperoleh sebanyak 19 siswa (79,16%), sudah mendapatkan kriteria aktif menjadi 20 siswa (83,33%) sudah mendapatkan kriteria aktif.(2) Hasil observasi kegiatan guru dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan dari 60,76 % dengan kategori C menjadi 81,53 % dengan kategori B. (3) Hasil belajar i siswa pada waktu pra tindakan hanya 61,16 dengan kriteria cukup mengalami sedikit peningkatan pada tindakan siklus I yaitu 69,16 , dan mengalami kenaikan lagi pada siklus II yaitu 79,16 dengan kriteria baik, meskipun ada 4 siswa yang tidak mencapai ketuntasan individu yang disebabkan oleh beberapa faktor. Peneliti sudah merasa puas dengan hasil siklus II maka peneliti menghentikan siklus ini. (4). Penggunaan permainan ular tangga pada siklus II terbukti efektif dan mampu meningkatkan keaktifan dan juga hasil belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah : (1) Pembelajaran dengan menggunakan permainan ular tangga pada siswa kelas V SDN Galih II Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan telah berhasil meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran. (2) Perlakuan atau tindakan yang diberikan dengan penggunaan permainan ular tangga juga telah berhasil meningkatkan perolehan hasil belajar siswa. Sementara 4 siswa yang belum bisa mencapai kriteria ketuntasan belajar disebabkan beberapa faktor antara lain, 2 orang sedang sakit dan 2 orang lainnya mengalami lambat belajar. Selanjutnya peneliti menyarankan untuk para guru agar dapat memanfaatkan permainan ular tangga yang populer dikalangan siswa dan menyesuaikannya pada setiap proses pembelajaran, sehingga hasil belajar diharapkan akan lebih baik. Sekolah diharapkan dapat menyediakan media pembelajaran yang dibutuhkan agar pembelajaran berlangsung menyenangkan bagi siswa. Kepala Sekolah hendaknya selalu memberikan dukungan dan motivasi kepada para guru untuk mengembangkan pengetahuan yang telah diperoleh.

Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan hasil belajar IPA konsep benda dan sifatnya siswa kelas IV SDN Plososari III Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan / Nurul Ulum

 

ABSTRAK Ulum, Nurul. 2009. Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan hasil belajar IPA konsep benda dan sifatnya Kelas IV SDN Plososari III Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Program Studi S1 pendidikan guru sekolah dasar, Jurusan kependidikan sekolah dasar dan prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dra. Sukamti, M.Pd. (2) Drs. H. Syaiful Imam, M.Pd. Kata kunci : Kerja ilmiah, hasil belajar kognitif, siklus belajar, eksperimen. Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan pendidikan di masa yang akan dating. Kondisi ini menuntut adanya perbaikan sistem pendidikan nasional. Salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah adalah menyempurnakan kurikulum. Kurikulum yang disempurnakan saat ini adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang mengembangkan satuan pendidikan, potensi sekolah / daerah, karakteristik sekolah / daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan karakteristik peserta didik. Berdasarkan observasi dan dokumentasi siswa kelas IV SDN Plososari III diketahui bahwa hasil belajar siswa masih rendah. Pembelajaran yang mengaktifkan siswa belum banyak digunakan misalnya eksperimen, hal ini dikarenakan guru khawatir materi yang disampaikan tidak selesai sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Berdasarkan permasalahan diatas maka dalam penelitian ini digunakan metode eksperimen. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah berbentuk tindakan kelas dan dirancang dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan (Planning), pelaksanaan tindakan(action), pengamatan (observation) dan refleksi(reflection). Subyek dalam penelitian ini siswa kelas IV SDN Plososari III Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. Yang berjumlah 24 siswa yang terdiri dari 10 putri dan 14 putra. Hasil penelitian setelah diterapkan metode eksperimen pada mata pelajaran IPA konsep benda dan sifatnya menunjukkan adanya peningkatan kerja ilmiah siswa dari siklus I dengan rata-rata 67,5% ke siklus II meningkat rata-ratanya menjadi 70%. Sehingga dapat diketahui bahwa ada peningkatan kerja ilmiah sebesar 2,5%. Begitu juga dengan hasil belajar kognitif siswa meningkat dari siklus I dengan rata-rata 71,87 ke siklus II meningkat rata-ratanya menjadi 76,25. persentase ketuntasan kelas pada siklus I adalah 71%, dan pada siklus II meningkat menjadi 93%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan agar di dalam pembelajaran IPA dapat menerapkan metode eksperimen untuk meningkatkan kerja ilmiah dan hasil belajar kognitif siswa.

Implemenatasi manajemen bandwidth pada jaringan WAN menggunakan PC router mikrotik di Dinas Pendidikan Kota Pasuruan / Kukuh Tri Yulianto

 

Peningkatan layanan teknologi informasi dan komunikasi di Dinas Pendidikan kota Pasuruan telah diimplementasikan dengan adanya WAN (Wide Area Network) yang merupakan pengembangan dari ICT (Information and Comunication Technology) untuk Pustekom (Pusat Teknologi dan Komunikasi) Kota Pasuruan. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan pelayanan optimal dan kemudahan kepada UPT (Unit Pelaksana Teknis) khususnya yang sudah terhubung dalam WAN Pustekom Kota Pasuruan. Namun, dalam penerapannya WAN yang sudah dibangun dan dikembangkan di Dinas Pendidikan Kota Pasuruan dengan Router Mikrotik masih belum begitu optimal. Penggunaan bandwidth internet yang bebas tanpa ada batasan dalam proses download maupun upload dan banyaknya situs porno yang semakin berkembang.Oleh sebab itu, perlu adanya evaluasi terhadap fasilitas dan layanan Router Mikrotik yang sudah ada dengan melakukan manajemen WAN menggunakan PC Router Mikrotik di Dinas Pendidikan Kota Pasuruan. Dalam pengembangan sistem jaringan ini penulis akan membahas lebih rinci bagaimana memanajemen WAN menggunakan Mikrotik. Langkah pertama mengkonfigurasi PC Router pada menu queue dan memasukan daftar situs pada acces list di web proxy mikrotik. Berdasarkan langkah-langkah tersebut, maka diperoleh menajemen bendwidth dengan batasan download 256 Kbps dan upload 128 Kbps pada setiap komputer di sekolah - sekolah yang sudah terkoneksi jardiknas. Untuk membatasi user dalam mengakses situs yang sudah di blacklist pada web proxy di PC Router Mikrotik. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil pengujian adalah sistem manajemen bandwidth menggunakan queue membatasi bandwidth internet download 512 Kbps dan Upload 128 Kbps setiap komputer di sekolah - sekolah yang sudah terkoneksi jardiknas tidak melebihi batas yang ditentukan. Access list pada web proxy PC Router Mikrotik di dapat membatasi akses browsing dan searching menggunakan alamat situs dan kata kunci (keyword) yang terdaftar di blacklist web proxy, jika diakses situs dan keywod tersebut muncul keterangan access denied. Dengan melihat hasil yang dicapai, untuk pengembangan lebih lanjut disarankan memperbarui daftar filterisasi alamat situs dan keyword, dan perlu dilakukan upgrade Mikrotik ke versi yang terbaru agar mendapatkan penyempurnaan sistem dan stabilitas dari PC Router Mikrotik di Dinas Pendidikan Kota Pasuruan.

Penerapan pendekatan keterampilan proses (PKP) untuk meningkatkan hasil belajar IPA konsep sifat benda cair, padat dan gas siswa kelas IV SDN Bareng V Kecamatan Klojen Kota Malang tahun pelajaran 2009-2010 / Jefri Rumodar

 

ABSTRAK Rumodar, Jefri. 2009. Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) Untuk meningkatkan Hasil Belajar IPA Konsep Sifat-Sifat Benda Cair Siswa Kelas IV SDN Bareng V Kecamatan Klojen kota Malang”. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj Sukamti, M.Pd, (II) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn. Kata Kunci: Hasil belajar, PKP, sifat benda cair, padat dan gas Penelitian ini di latar belakangi oleh kenyataan bahwa nilai ulangan harian kurang dari standar ketuntasan individu maupun klasikal, pembelajaran cenderung berpusat kepada guru dan metode pembelajaran masih bersifat informatif. Sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa perlu adanya penerapan pendekatan pembelajaran yang inovatif. Salah satunya adalah pendekatan keterampilan proses. Karena PKP dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan memproses perolehan, sehingga anak akan mampu menemukan dan mengembangkan sikap dan nilai secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran IPA konsep sifat benda di kelas IV semester I SDN Bareng V Kecamatan kota Malang, (2) mendeskripsikan hasil belajarr siswa kelas IV SDN Bareng V Kecamatan Klojen Kota Malang dalam pembelajaran IPA konsep sifat benda melalui penerapan pendekatan keterampilan proses Rancanagan penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan diskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan melalui tiga siklus. Masing-masing siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Bareng V dengan jumlah siswa 22 yang terdiri dari 13 perempuan dan 9 laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian dari siklus I, siklus II dan siklus III menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I hasil belajar siswa memiliki nilai rata-rata sebesar 56,3 dengan ketuntasan belajar 50%, siklus II memiliki nilai rata-rata sebesar 64 dengan ketuntasan belajar 54,5% dan pada siklus III memiliki nilai rata-rata sebesar 80.2 dengan ketuntasan belajar 95%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Bareng V. Oleh karena itu disarankan hendaknya guru lebih banyak memberikan motivasi dan perhatian kepada siswa melalui metode yang bervariasi dan inovatif. Salah satunya pendekatan keterampilan proses (PKP).

Proses penerimaan siswa baru studi kasus di rintisan sekolah bertaraf internasional SMP Negeri 2 Pare Kabupaten Kediri / Putri Septikasari

 

ABSTRAK Septikasari, Putri. 2009. Proses Penerimaan Siswa Baru Studi Kasus di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SMP Negeri 2 Pare Kabupaten Kediri. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M. Pd, (II) Dr. H. Imron Arifin, M. Pd. Kata kunci: Proses, Penerimaan Siswa Baru, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional Pendidikan memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam proses pembangunan nasional, oleh karena itu upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah merupakan upaya strategis dalam meningkatkan sumber daya manusia. Sejalan dengan peru¬bahan dan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) serta dinamika global yang begitu cepat menuntut agar setiap sekolah mampu menyesuaikan diri. Salah satu program yang dilaksanakan pemerintah agar perubahan dan perkembangan tersebut dapat direspon dengan cepat adalah dengan meningkatkan kualitas/mutu sekolah dengan mengembangkan sekolah bertaraf internasional.Setiap menjelang tahun ajaran baru, sekolah menyelenggarakan penerimaan siswa baru mulai dari pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) sampai dengan pendidikan Sekolah Menengah. Persyaratan yang ditetapkan oleh masing-masing sekolah dalam menerima siswa baru pun berbeda-beda. Siswa yang bisa masuk sekolah SBI tersebut adalah mereka yang dianggap sebagai bibit-bibit unggul yang telah diseleksi secara ketat. Sehingga penelitian ini difokuskan pada proses penerimaan siswa baru di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Penelitian ini menggunakan metode/pendekatan kualitatif, yang berlokasi di SMPN 2 Pare. Fokus penelitian ini antara lain: (1) Bagaimana kebijakan penerimaan siswa baru Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SMP Negeri 2 Pare, (2) Bagaimana sistem penerimaan siswa baru Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SMP Negeri 2 Pare, (3) Bagaimana prosedur penerimaan siswa baru Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SMP Negeri 2 Pare. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) teknik wawancara, (2) teknik observasi, (3) teknik dokumentasi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan alat bantu berupa catatan lapangan, alat perekam, dan alat dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini dilakukan secara snowball sampling, dengan informan terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, kepala TU, dan penjaga sekolah. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan melakukan pengorganisasian data, pengelompokan data, pemaparan data, dan perumusan temuan. Untuk memperoleh keabsahan data, dilakukan uji triangulasi sumber data dan metode pengumpulan data. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini untuk masing-masing fokus penelitian diinformasikan sebagai berikut: (1) kebijakan penerimaan siswa baru RSBI yaitu berdasarkan acuan dari surat keputusan direktorat pembinaan sekolah menengah pertama dan sekolah yang kemudian mengembangkannya sendiri. (2) sistem penerimaan siswa baru RSBI yaitu menggunakan sistem tes antara lain tes tulis, tes praktek, dan tes wawancara, dan sistem olimpiade. (3) prosedur penerimaan siswa baru yaitu langkah-langkah yang harus ditempuh oleh sekolah dalam penerimaan siswa baru mulai dari pembentukan panitia dan rapat penerimaan siswa baru, pembuatan dan pemasangan pengumuman, pendaftaran, pennyelenggaraan tes (seleksi), penentuan siswa yang diterima sampai dengan pengumuman dan pendaftaran ulang siswa yang diterima. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah bahwa proses penerimaan siswa baru di RSBI sangat sistematis dan ketat karena dalam setiap perencanaan, pelaksanaan seleksi sampai dengan penentuan siswa yang diterima harus sesuai dengan prosedur yang telah direncanakan oleh sekolah. Saran dalam penelitian ini ditujukan bagi kepala SMP Negeri 2 Pare, orang tua siswa, guru dan karyawan, Dinas Pendidikan, dan bagi peneliti lain.

Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS siswa kelas V SDN Bareng V Kota Malang / Mustafa Wahid

 

Abstrak : Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa hasil belajar siswa yang masih rendah dan jauh dibawah SKBM yang ditetapkan oleh sekolah maupun standar ketuntasan yang ditetapkan pada mata pelajaran IPS mdi SDN Bareng V kota Malang. Siswa dalam pembelajaran masih pasif sehingga berdampak pada hasil akhir yang diperoleh siswa. Sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Bareng V yang dapat dijadikan alternatif pemecahan masalah diatas perlu adanya penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw, pembelajaran ini dapat meningkatkan keaktifan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPS di kelas V SDN Bareng V. (2) Mendeskripsikan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V SDN Bareng V dengan pembelajaran kooperatif model jigsaw. Kata Kunci : Kata kunci: Penerapan, Pembelajaran Model Jigsaw, Hasil Belajar, IPS, SD.

Meningkatkan kemampuan memahami isi bacaan dengan teknik jigsaw pada siswa kelas II di Sekolah Dasar Negeri Kotalama I Kota Malang / Pandu Bayu Cita

 

Dalam proses pembelajaran guru masih belum efektif melaksanakan metode pembelajaran dan hanya menggunakan metode penugasan dan ceramah. Hal ini, membuat siswa bosan dan hanya beberapa siswa saja yang aktif mengerjakan tugas dari guru. Namun, ada juga yang bergantung pada temannya yang dianggap mempunyai kemampuan lebih. Jadi, ketika siswa yang mampu mengerjakan selesai, siswa yang kurang mampu langsung menyalin jawaban yang ada. Maka siswa yang mempunyai kemampuan lebih semakin pandai sedangkan siswa yang mempunyai kemampuan kurang akan semakin lemah. Siswa yang pandai dikhawatirkan semakin lama cenderung lebih mementingkan kepentingan pribadi. Untuk itulah penerapan membaca secara berkelompok yang terdiri dari 4-5 siswa digunakan untuk memecahkan suatu masalah atau topik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan : (1) penerapan teknik membaca berkelompok dalam meningkatkan kemampuan membaca anak kelas II SDN Kotalama 1,(2) peningkatan kemampuan membaca dengan teknik membaca berkelompok pada anak kelas II SDN Kotalama 1Kota Malang. Rancangan penelitian yang berupa tindakan kelas. Penelitian ini adalah (a) membaca, (b) jenis-jenis membaca, (c) teknik membaca, (d) pembelajaran membaca dengan teknik membaca berkelompok pada siswa SD, (e) pelaksanaan pembelajaran membaca berdasarkan pendelkatan proses. Sedangkan instrument yang digunakan adalah : (1) lembar observasi guru, (2) lembar observasi siswa, (3) lembar formatif siswa. Analisa data berkaitan dengan menentukan nilai kemampuan membaca diadaptasi dari Depdiknas 2004 dan standar kualitas atau kualifikasi kemampuan siswa dalam proses belajar diadaptasi dari Nurhakiki (1999). Dalam penelitian ini menggunakan 2 siklus, siklus II merupakan perbaikan dari siklus I. Kesimpulan yang diperoleh adalah dengan penerapan teknik membaca berkelompok dapat meningkatkan kemampuan membaca dan kerjasama siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan peningkatan nilai yaitu pada pra tindakan dengan rata – rata 66, mengalami kenaikan pada siklus I meningkat menjadi 66,3 dan pada siklus II meningkat menjadi 74 dengan kualifikasi nilai baik. Peningkatan kemampuan membaca dan membaca secara berkelompok dari siklus I dengan rata – rata 74 menjadi 79,3 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada guru kelas II SDN Kotalama I Kota Malang untuk hendaknya perlu latihan tentang teknik perpindahan kelompok, perlu penyediaan kartu berwarna untuk mempermudah mengingat kelompok. Selain itu peneliti diharapkan dapat meningkatkan pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan (PAKEM) dalam segala mata pelajaran.

Penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode two stay two stray (TS-TS) untuk meningkatkan kemampuan bertanya, kemampuan menjawab, dan hasil belajar pada mata pelajaran akuntansi siswa kelas XI Ak 1 di SMK Negeri 1 Turen / Subrotun Nafsiah

 

ABSTRAK Nafsiah, Subrotun. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Two Stay Two Stray (TS-TS) untuk Meningkatkan Kemampuan Bertanya, Kemampuan Menjawab Pertanyaan, dan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Akuntansi Siswa Kelas XI Ak 1 di SMK Negeri 1 Turen. Skripsi. Jurusan Akuntansi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, FE, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Tuhardjo. S.E., M.Si., Ak (II) Makaryanawati.S.E., M.Si., Ak Kata kunci: Metode Two Stay Two Stray (TS-TS), Kemampuan bertanya, Kemampuan menjawab pertanyaan, dan Hasil belajar Kegiatan pembelajaran akuntansi di SMK Negeri 1 Turen masih menggunakan metode konvensional. Kemampuan bertanya, menjawab dan hasil belajarnyapun rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah melalui penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode Two Stay Two Stray (TS-TS) diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bertanya, kemampuan menjawab, dan hasil belajar pada mata pelajaran akuntansi siswa kelas XI Ak 1 SMK Negeri 1 Turen. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Turen, semester 1 tahun pelajaran 2009/2010. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan materi persediaan. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Ak 1 terdiri dari 38 siswa. Teknik Pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, tes, angket, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan persentase skor hasil kemampuan bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan dan hasil belajar tiap-tiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode Two Stay Two Stray (TS-TS), dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam bertanya, menjawab pertanyaan, dan hasil belajar siswa. Persentase skor rata-rata kemampuan bertanya siswa meningkat sebesar 10,47%, dari 71,6% pada siklus I menjadi 82,07% pada siklus II, sedangkan persentase skor rata-rata kemampuan menjawab pertanyaan siswa mengalami peningkatan sebesar 5,36%, dari 78,75% pada siklus I menjadi 84,11%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, persentase rata-rata nilai siswa meningkat dari 81,58% pada siklus I, pada siklus II menjadi 89,39% atau meningkat sebesar 7,81%. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat dikemukakan antara lain (1) Bagi Sekolah yang diteliti, Pembelajaran kooperatif dengan metode Two Stay Two Stray (TS-TS) dapat menjadi alternatif pertimbangan dalam upaya perbaikan strategi pembelajaran yang ada di SMK Negeri 1 Turen (2)Bagi guru mata pelajaran akuntansi, metode Two Stay Two Stray (TS-TS) dapat menjadi pilihan variasi metode pembelajaran untuk diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar (3) Bagi siswa, tingkatkan kemampuan bertanya, menjawab pertanyaan, dan persiapkan diri sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung (4) Bagi peneliti lain, Lakukan penelitian serupa secara bertahap dan perhitungkan alokasi waktu yang disediakan, kembangkan penelitian serupa dengan subjek dan materi yang berbeda serta selain meneliti hasil belajar secara kognitif teliti juga hasil belajar secara afektif dan psikomotorik.

Penerapan pembelajaran kooperatif model think pair share (TPS) untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab siswa kelas XI Bahasa I MAN Lamongan / Siti Mutmainah

 

semuanya. ABSTRAK Mutmainah, Siti. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share (TPS) Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Siswa Kelas XI Bahasa I MAN Lamongan. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs.Muhaiban. Ibnu Syamsul Huda, S.S, MA. Kata kunci: TPS, keterampilan berbicara, MAN Lamongan. Pembelajaran berbicara bahasa Arab sering kali kurang menarik, kurang merangsang partisipasi siswa, dan bersuasana kaku sehingga kegiatan berbicara kadang-kadang menjadi fakum. Keterampilan berbicara bahasa Arab siswa kelas XI Bahasa I MAN Lamongan masih rendah. Hal ini dikarenakan guru belum menggunakan model pembelajaran yang sesuai bagi siswa. Guru dituntut lebih kreatif dalam penyampaian materi baik dari metode pembelajaran, maupun model-model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang fungsional untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa adalah pembelajaran kooperatif model TPS. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penerapan model TPS dalam pembelajaran bahasa Arab siswa kelas XI Bahasa I MAN Lamongan, dan (2) proses peningkatan keterampilan berbicara bahasa Arab dengan menerapakan pembelajaran kooperatif model TPS pada siswa kelas XI Bahasa I MAN Lamongan. Penelitian ini dilakukan di MAN Lamongan pada bulan September sampai Nopember tahun pelajaran 2009/2010 pada saat pembelajaran bahasa Arab dilaksanakan dengan subjek penelitian siswa kelas XI Bahasa I MAN Lamongan.. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Tahap-tahap penelitian meliputi perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observation) dan refleksi (reflection). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) tes. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrument utama. Peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatan pengumpulan, penyelesaian, serta penganalisisan data penelitian. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan dimulai sejak pengumpulan data sampai penyusunan laporan. Keabsahan data dalam penelitian ini diperiksa melalui trianggulasi, yaitu membandingkan antara hasil observasi, wawancara, dan tes. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran bahasa Arab dengan pembelajaran kooperatif model TPS dilakukan dengan menyiapkan RPP, lembar observasi guru dan siswa, rubrik penilaian keterampilan berbicara, rubrik penilaian aspek afektif dan psikomotorik. Kemudian pelaksanaannya disesuaikan dengan RPP yang telah disusun. Peningkatan keterampilan berbicara bahasa Arab siswa setelah dilaksanakan pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif model TPS mengalami peningkatan yang cukup baik. Hal ini membuktikan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model TPS i dalam pengajaran bahasa Arab dapat meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi kepala sekolah agar menjadikan pembelajaran kooperatif model TPS sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas. Karena dapat meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab siswa dan siswa tidak hanya memperoleh kecakapan akademik saja akan tetapi juga kecakapan sosial. Bagi guru pengajar diharapkan bisa meningkatkan profesionalisme dan kualitas PBA dengan menciptakan inovasi model pembelajaran yang kreatif dan inovatif yang sesuai dengan karakteristik siswa untuk diterapkan dalam KBM yang akan dilaksanakan. Sedangkan untuk peneliti yang mengadakan penelitian sejenis diharapkan lebih memperluas cakupannya dengan mengembangkan materi yang diajarkan dan dengan waktu yang lebih lama, sehingga hasil penelitian jauh lebih sempurna yang nantinya bisa dijadikan masukan bagi guru-guru bahasa Arab untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Penerapan pembelajaran kooperatif model think pair share untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi siswa kelas V di SDN Ploso 03 Selopuro Kabupaten Blitar / Dyah Retno Novieni

 

Keprihatinan yang peneliti temui di lapangan berkenaan dengan pembelajaran mata pelajaran matematika di Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah (1) hasil belajar siswa untuk memecahkan soal matematika masih rendah, (2) guru lebih menekankan pada siswa untuk menerima apa yang disampaikan dan tidak memberikan kesempatan pada siswanya untuk memproses apa yang diterimanya, (3) guru matematika di SMP dalam mengajar di kelas jarang menggunakan media pembelajaran. Kenyataan tersebut mencerminkan bahwa hasil belajar mata pelajaran matematika yang diperoleh oleh siswa ketika selesai mengikuti pelajaran kurang memuaskan sehingga masih perlu ditingkatkan. Salah satu alternatif pemecahannya adalah dengan penggunaan metode pembelajaran yang tepat antara lain dengan metode penemuan terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk menguji (1) perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang diajar dengan metode penemuan terbimbing dan kelompok siswa yang diajar dengan metode ekspositori (2) perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dengan kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah (3) interaksi antara penerapan pembelajaran (metode penemuan terbimbing dan metode ekspositori) dengan tingkat motivasi berprestasi terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas IX SMP. Penelitian ini termasuk penelitian kuasi eksperimen. Dengan desain eksperimen nonequivalent control group design. Rancangan pembelajaran dikembangkan oleh peneliti berupa program pelaksanaan pembelajaran beserta LKS dan tes. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan menerapkan pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing dan metode ekspositori dengan menggunakan rancangan penelitian kuasi eksperimen factorial 2 x 2. Subjek penelitian ini adalah SMP Negeri 1 Rambipuji Jember dan SMP Negeri 3 Tanggul Jember. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling, dimana yang dirandom adalah kelas. Sampel penelitiannya adalah siswa kelas IXA SMP Negeri 1 Rambipuji dan kelas IXB SMP Negeri 3 Tanggul ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing, sedang kelas IXD SMP Negeri 1 Rambipuji dan kelas IXD SMP Negeri 3 Tanggul ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan penerapan metode ekspositori. Jumlah sampel yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 145. Data dikumpulkan diolah secara statistik inferensial dengan menggunakan teknik analisis varian (anava) dua jalur 2 x 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar siswa berbeda secara signifikan jika diajar dengan menggunakan metode penemuan terbimbing dari pada metode ekspositori, (2) hasil belajar siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi berbeda secara signifikan dari pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, (3) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa. Statistik diskriptif menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan metode penemuan terbimbing (rerata 76.00) terhadap hasil belajar siswa dibandingkan dengan penerapan metode ekspositori (rerata 70.07). Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa metode penemuan terbimbing dan tingkat motivasi berprestasi berpengaruh terhadap perolehan hasil belajar matematika SMP. Berdasarkan temuan penelitian, disarankan kepada para guru untuk menggunakan metode penemuan terbimbing dalam mata pelajaran yang diampu pada pokok bahasan tertentu untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini motivasi berprestasi berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar, untuk itu perlu penelitian lebih lanjut terkait dengan adanya variabel moderator selain motivasi berprestasi (misalnya minat, bakat, gaya kognitif, intelegensi, sikap dan lain-lain) yang juga berpengaruh terhadap hasil belajar.

Penerapan pembelajaran fisika berbasis observasi gejala fisis untuk mengembangkan kompetensi aspek psikomotorik pada siswa kelas XI B, SMAK Diponegoro Blitar / Akik Tri Wanti

 

ABSTRAK Wanti, Akik, Tri. 2009. Penerapan Pembelajaran Fisika Berbasis Observasi Gejala Fisis untuk Mengembangkan Kompetensi Aspek Psikomotorik pada Siswa Kelas XI B1 SMAK Diponegoro Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Fisika, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Sutarman, (II) Drs. Subani. Kata kunci : berbasis observasi gejala fisis, aspek psikomotorik Berdasarkan observasi awal diketahui bahwa aspek psikomotorik siswa tidak atau belum dapat berkembang karena siswa hanya belajar teori saja, tidak dapat berinteraksi langsung dengan obyek kongkret. Pembelajaran fisika tidak hanya belajar teori tetapi juga disertai dengan percobaan. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan pembelajaran, yaitu pembelajaran yang mengacu pada teori konstruktivisme dengan model Pembelajaran Fisika Berbasis Observasi Gejala Fisis sebagai pengembangan model belajar generative Osborne. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembelajaran fisika berbasis observasi gejala fisis yang dapat mengembangkan aspek psikomotorik siswa kelas XI B1 SMAK Diponegoro Blitar dan mengetahui dampak pembelajaran ini terhadap perkembangan aspek psikomotorik siswa kelas XI B1 SMAK Diponegoro Blitar dalam kegiatan merencanakan percobaan, menggunakan alat dan bahan, serta mengamati gejala fisis. Penelitian ini dilaksanakan di SMAK Diponegoro Blitar semester ganjil tahun ajaran 2009/2010. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI B1 SMAK Diponegoro Blitar dengan jumlah 40 siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas dengan pemberian tindakan Pembelajaran Fisika Berbasis Observasi Gejala Fisis, yang terdiri dari tiga siklus. Siklus III diterapkan untuk memperbaiki siklus II dengan berbagai perbaikan. Pada proses pembelajaran dilakukan observasi terhadap proses pembelajaran, untuk mengetahui kesesuaian antara pembelajaran yang dilakukan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah rubrik observasi penguasaan aspek psikomotorik serta format observasi pembelajaran berbasis observasi gejala fisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran fisika berbasis observasi gejala fisis yang terdiri atas empat tahap yaitu tahap observasi, tahap pengajuan masalah, tahap pemecahan masalah dan tahap pemantapan konsep dapat berjalan dengan baik. Dengan keterbatasan alat dan bahan percobaan ternyata pembelajaran ini dapat diterapkan di kelas XI B1 SMAK Diponegoro Blitar. Pembelajaran fisika berbasis observasi gejala fisis ini juga dapat mengembangkan aspek psikomotorik yang dimiliki siswa selama pembelajaran berlangsung. Perkembangan hasil rerata aspek psikomotorik siswa pada siklus I sebesar 46,92%, pada siklus II sebesar 62,83% dan pada siklus III sebesar 60,75%. Selain itu, penerapan pembelajaran ini membuat siswa senang karena siswa dapat berinteraksi secara langsung dengan obyek kongkret.

Redesain corporate identity Indoadmin Dot Net sebagai identitas perusahaan pelayanan website / Zhaki Ambara

 

ABSTRAK Ambara, Zhaki. 2009. Redesain Corporate Identity Indoadmin Dot Net Sebagai Identitas Perusahaan Pelayanan Website. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual Jurusan Seni dan Desain FS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Moch. Abdul Rohman, M.Sn (II) Mohammad Sigit, S.Sn Kata kunci: desain, redesain, Corporate Identity, Indoadmin dot Net. Indoadmin dot net merupakan salah satu perusahaan pelayanan website yang cukup terkemuka di Indonesia, sebagai perusahaan terkemuka Indoadmin dot net mempunyai Corporate Identity yang kurang kompeten dan spesifik. Corporate Identity adalah logo apabila dirancang dengan baik, dan diaplikasikan secara konsisten, baik kandungan warna, tipografi, komposisi, dan tata letaknya maka dinamakan Corporate Identity atau identitas kelembagaan. Hal ini tentu disayangkan dikarenakan Indoadmin dot net memiliki kantor cabang yang banyak namun Corporate Identity yang dimiliki kurang kompeten. Sehingga Indoadmin dot net membutuhkan Corporate Identity yang mampu merepresentasikan sejarah, latar belakang, visi,dan misi Perusahaan. Redesain Corporate Identity Indoadmin dot net ditujukan untuk merubah dan merancang ulang logo Indoadmin dot net serta pengaplikasian logo terhadap sarana perusahaan agar Corporate Identity Indoadmin dot net menjadi lebih baik, menarik dan spesifik dari sebelumnya. Model perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural yaitu menerangkan langkah-langkah yang dilakukan untuk menghasilkan produk. Untuk mengetahui permasalahan yang ada maka dilakukan analisis dari data-data yang telah terkumpul. Berdasarkan analisis data ini nantinya akan menjadi acuan dalam proses perancangan redesain Corporate Identity bagi perusahaan Indoadmin dot net. Hal tersebut dilakukan agar nantinya redesain Corporate Identity yang dirancang dan dihasilkan dapat benar-benar sesuai dengan karakteristik dan bisa memecahkan/menjawab masalah yang ada di perusahaan. Data yang dipakai sebagai acuan berupa data-data yang bersumber dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Merujuk dari permasalahan yang ada dapat diketahui bahwa Indoadmin dot net membutuhkan Corporate Identity yang dapat merepresentasikan sejarah, latar belakang, visi, misi serta karakter perusahaan sehingga dapat memberikan kesan yang baik dan berkompeten. Berdasarkan perancangan ini, saran penulis adalah perlunya desain Corporate Identity yang menarik dan konsisten agar tujuan untuk dapat memaksimalkan fungsi identitas dapat terwujud, sehingga diharapkan nantinya Corporate Identity baru ini dapat mewujudkan sebuah perusahaan jasa pelayanan website yang spesifik, kuat dan berkompeten.

Pengembangan pembelajaran blended berbasis web platform opensource pada matakuliah komputer pembelajaran S-1 Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang / Henry Praherdhiono

 

ABSTRAK Praherdhiono, Henry. 2009. Pengembangan pembelajaran blended berbasis web platform opensource pada matakuliah komputer pembelajaran S-1 jurusan teknologi pendidikan Universitas Negeri Malang. Tesis, Program Studi setingkat Jurusan Teknologi Pembelajaran Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sulton. M.Pd dan Pembimbing (II) Dr. Waras Kamdi. M.Pd Kata Kunci : blended, komputer pembelajaran. Mahasiswa secara berkelanjutan membutuhkan pemahaman dan pengalaman agar bisa memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai media pembelajaran secara optimal dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman dan menyadari implikasinya bagi pribadi maupun masyarakat. Pengembangan media pembelajaran berbasis web platform opensource pada matakuliah komputer pembelajaran S-1 jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang menerapkan prinsip (1) didasarkan pada pemecahan masalah dan kebutuhan yang sesuai dengan karakteristik sumber belajar, konten pembelajaran, strategi pembelajaran dan metode pembelajaran yang diterapkan untuk melayani mahasiswa, (2) penggunaan perangkat lunak sistem operasi server dan web yang digunakan dalam pengembangan, merupakan aplikasi platform opensource yang distandarisasi untuk kepentingan pembelajaran pada Jurusan Teknologi Pendidikan Univesitas Negeri Malang dan (3) Pembelajaran model blended menjembatani prilaku dan budaya penggunaan pembelajaran berbasis web berupa prilaku individulistis sehingga terintegrasi dengan pembelajaran berbasis tatap muka berupa prilaku kolaboratif pada Jurusan Teknologi Pendidikan S-1 Univesitas Negeri Malang. Matakuliah yang dijadikan model adalah komputer pembelajaran atau Pembelajaran Berbasis Komputer. Pengembangan pembelajaran blended berbasis web platform opensource pada matakuliah komputer pembelajaran s-1 jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang menghasilkan beberapa spesifikasi produk yaitu, (1) Model Web Pembelajaran matakuliah Komputer Pembelajaran, (2)Material Objek Pembelajaran Komputer Pembelajaran, (3) Panduan Standar Operasional Administrator, (4) Panduan Standar Operasional Dosen Pengampu dan (5) Panduan Standar Operasional Mahasiswa. Prosedur pengembangan pembelajaran blended berbasis web melalui beberapa tahap yaitu : (1) Analisis; (2) Rencana Evaluasi (3) Fase serentak yang meliputi desain, pengembangan sistim, ujicoba dan Implementasi dan evaluasi Formatif. Fase ini dapat dilakukan bekali-kali hingga batas waktu yang tidak ditentukan; (4) Implementasi Menyeluruh dan (5) Kajian Implementasi. Berdasarkan hasil implementasi secara menyeluruh produk pembelajaran melalui penerapan atau implementasi model blended dengan melalui web dapat memberikan keuntungan-keutungan: (1) variasi media, secara umum mahasiswa menggunakan media pembelajaran yang beragam; (2) informasi baru, selain menyediakan informasi melalui lingkup server lokal, adalah bahan ajar dapat diperkaya melalui kegiatan akses internet yang terintegrasi; (3) pengembangan navigasi teknologi level user. Pada setiap tingkatan level akan memperoleh hak akses yang berbeda dan (4) sistem dapat memfasilitasi komunikasi dan interaksi antara mahasiswa dengan dosen/nara sumber, meningkatkan kolaborasi antar mahasiswa untuk membentuk komunitas belajar. (5) perlu adanya evaluasi beberapa aspek sebelum diterapkan pada matakuliah kain. Berdasarkan tinjauan ahli disimpulkan (1) Produk Pengembangan Pembelajaran Model Blended sebaiknya diuji cobakan juga untuk matakuliah yang lain. (2) Produk pengembangan pembelajaran blended berbasis web memiliki keefektifan, efisiensi dan kemenarikan

Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar IPA siswa kelas VI SDN Sidorejo 02 Kecamatan Jabung Kabupaten Malang / Rendi Agus Triono

 

ABSTRAK Triono, Rendi Agus. 2010. Penerapan Metode Eksperimen untuk Meningkatkan Hasil dan Aktivitas Belajar IPA Siswa Kelas VI SDN Sidorejo 02 Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program Studi S1 PGSD Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd., (II) Dra. Hj. Sukamti, M.Pd. Kata Kunci: Metode Eksperimen, Aktivitas, Hasil Belajar, IPA Pengamatan yang telah dilaksanakan di SDN Sidorejo 02 Kecamatan Jabung Kabupaten Malang dapat diketahui beberapa permasalahan yang timbul pada mata pelajaran IPA. Adapun rincian dari permasalahan yang timbul: (1) nilai rata-rata siswa berdasarkan ulangan harian dan formatif mencapai 34%. Nilai rata-rata tersebut masih di bawah Standar Ketuntasan Minimal yang ditentukan oleh sekolah tersebut, yaitu 75%; (2) guru cenderung masih mendominasi dalam proses pembelajaran; (3) siswa kurang diberi kesempatan untuk mengalami dan memperoleh sendiri pengetahuan yang didapat, sehingga siswa cenderung pasif dalam proses pembelajaran. Adapun penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki siswa dengan jalan meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa dengan menerapkan metode eksperimen. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis Taggart yang terdiri dari 5 siklus dan 4 tahapan, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN Sidorejo 02 Kecamatan Jabung Kabupaten Malang yang terdiri dari 24 siswa dengan rincian 13 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil dan aktivitas belajar siswa. Indikasi adanya dampak yang baik terhadap hasil belajar adalah adanya kenaikan rata-rata skor dari nilai siswa yang sebelumnya mencapai 62,2 meningkat menjadi 76,5. selain itu dampak tersebut dapat dilihat dari hasil nilai tes evaluasi pada siklus I mencapai 52%, meningkat pada siklus II menjadi 65%, meningkat pada siklus III menjadi 78%, pada siklus IV sama dengan siklus III yaitu 78%, dan meningkat pada siklus V menjadi 91% serta semakin berkurangnya domiasi guru dalam proses pembelajaran, hal tersebut dapat dibuktikan dari pencapaian guru dalam menerapkan metode eksperimen, yaitu pada siklus I mencapai 64% meningkat pada siklus II menjadi 73%, meningkat pada siklus III menjadi 82%, meningkat pada siklus IV menjadi 87%, dan meningkat pada siklus V menjadi 96%. Untuk dampak terhadap peningkatan aktivitas belajar siswa dapat dilihat dari semakin meningkatnya berbagai komponen aktivitas belajar siswa mulai dari komponen keaktifan, kerjasama, mengeluarkan pendapat, dan bertanya menunjukkan adanya peningkatan yang cukup baik dari siklus I sampai siklus V. Berdasarkan hasil penelitian di atas disarankan agar guru senantiasa dapat menerapkan metode eksperimen yang terbukti dapat meningkatkan hasil dan aktivitas belajar IPA siswa kelas VI di SDN Sidorejo 02 Kecamatan Jabung Kabupaten Malang.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 |