Pengaruh dimensi kualitas jasa terhadap loyalitas melalui kepuasan pekanggan (studipada siswa lembaga pendidikan bahasa asing EF English First Malang)

 

ABSTRAK Lisnasari, Iftitah. 2008. Pengaruh Dimensi Kualitas Jasa Terhadap Loyalitas Melalui Kepuasan Pelanggan (Studi Pada Siswa Lembaga Pendidikan Bahasa Asing EF English First Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mohammad Arief, M.Si. (II) Titis Shinta Dhewi, S.P., M.M. Kata kunci: Kualitas Jasa, Kepuasan Pelanggan, Loyalitas. Dengan berkembangnya Lembaga Pendidikan Bahasa Asing dikota Malang, membuat setiap lembaga menentukan berbagai strategi untuk dapat bersaing dengan kompetitor. Sebagai salah satu alternatif untuk meraih pelanggan, lembaga berusaha memperbaiki kualitas jasa (service quality), yang akhir-akhir ini dianggap sebagai sesuatu yang vital harus dimiliki perusahaan/lembaga, karena dengan pelayanan yang baik setelah produk/jasa yang berkualitas, perusahaan/lembaga beranggapan dapat membuat pelanggan puas, dan setelah itu mengharapkan agar pelanggan tersebut akan loyal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Jumlah sampel sebanyak 85, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mendeskripsikan variabel bebas kualitas jasa yang terdiri dari bukti fisik (X1), keandalan (X2), daya tanggap (X3), jaminan (X4), empati (X5), variabel intervening kepuasan pelanggan (Y), serta variabel terikat loyalitas pelanggan (Z). untuk menentukan besar pengaruh secara langsung dan tidak langsung dari variabel kualitas jasa, kepuasan pelanggan, dan loyalitas menggunakan teknik analisis jalur (path analysis). Hasil perhitungan pada pengujian simultan diperoleh bahwa F hitung (9,648) > dari F tabel (5,79), sedangkan signifikansi (0,000) < dari alpha pada taraf 5 % atau 0,05, artinya variabel kualitas jasa (X) berpengaruh secara simultan terhadap variabel kepuasan pelanggan (Y). sedangkan untuk koefisien determinan (Adjusted R Square) sebesar 0,379 atau 37,9 %. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial variabel bukti fisik (X1) memiliki t hitung X1 0,639 < t tabel 1,990, X1 tidak berpengaruh secara parsial. Variabel keandalan (X2) didapat t hitung 2,603 > t tabel 1,990, X2 berpengaruh secara parsial. Variabel daya tanggap (X3) didapat t hitung -1,200 < t tabel 1,990, X3 tidak berpengaruh secara parsial. Variabel jaminan (X4) didapat t hitung 3,365 > t tabel 1,990, X4 berpengaruh secara parsial. Variabel empati (X5) didapat t hitung 3,081 > t tabel 1,990, X5 berpengaruh secara parsial. Variabel Kualitas Jasa (X) dan kepuasan pelanggan (Y) memiliki pengaruh sebesar 41,1 % terhadap variabel loyalitas (Z). Dari hasil penelitian ini, disarankan kepada Lembaga Pendidikan Bahasa Asing EF English First Malang agar melakukan survei berkala yang dapat dilakukan tiap triwulan atau tiap semester untuk mengukur tingkat harapan dan persepsi siswa mengingat tumtutan konsumen terhadap kualitas jasa terus berkembang seiring kemajuan jaman dan menghadapi persaingan antar lembaga pendidikan bahasa asing, selanjutnya untuk mencapai loyalitas perlu meningkatkan kepuasan siswa dengan cara pemberian reward kepada siswa yang berprestasi.

Membangun sistem informasi pelanggan siswa menggunakan PHP dan database MySQL pada MTS N 1 Bojonegoro / Faerry Dwi Laksono

 

Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat menyebabkan setiap aktifitas manusia tidak dapat dipisahkan dari penggunaan teknologi. Komputer, dan jaringan salah satu teknologi yang cepat berkembang dan merupakan sarana cara mendapatkan informasi dengan cepat, mudah dan efisien. Hal ini berpengaruh terhadap aktifitas antara lain pada sektor pendidikan. Pelanggaran terhadap peraturan sekolah merupakan kondisi yang sering dihadapi setiap instansi atau lembaga sekolah dalam menegakkan disiplin. MTS Negeri 1 Bojonegoro adalah salah satu lembaga sekolah yang sering menemui pelanggaran yang di lakukan oleh siswa. Dengan banyaknya pelanggaran yang di lakukan maka di tuntut pula dengan sistem manajemen yang baik. Hal ini akan memudahkan dalam pengambilan tindakan apabila terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh siswa. Sehingga masalah dapat segera di selesaikan. Oleh karena itu perlu di buat sistem informasi tentang pelanggaran di sekolah yang nantinya akan memudahkan guru untuk mengambil tindakan dan memudahkan orang tua untuk memantau anaknya di sekolah. Untuk memudahkan pemberitahuan kepada orang tua maka di dalam tugas akhir ini di buat sistem informasi pelanggaran siswa, yang dapat diakses melalui internet dalam memberikan informasi pelanggaran siswa kepada orang tua. Perancangan sistem informasi pelanggaran siswa yang di buat ini terdiri dari dua unit utama yaitu, unit Hardware yang terdiri dari jaringan internet sebagai media penghubung komputer lokal ke komputer server Web hosting. Dan Software berupa Bahasa pemrograman PHP 5.2.9 dan PHPMyAdmin 3.1.2, dan MySQL 5.0.5 sebagai pengolah database informasi pelanggaran siswa. Dengan adanya sistem informasi pelanggaran siswa ini. Orang tua dapat aktif memantau perkembangan anaknya. Sehingga di harapkan siswa dapat disiplin di Sekolah. Dan nantinya akan berdampak pada prestasi siswa tersebut.

Pengaruh persepsi siswa tentang mata pelajaran ekonomi terhadap prestasi belajar siswa SMAN 5 Malang / Indra Syahidi Kurniawan

 

ABSTRAK Kurniawan, Indra Syahidi. 2010. Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Mata Pelajaran Ekonomi Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA Negeri 5 Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Mit Witjaksono, M.S. Ed (II) Drs. Moch. Ichsan SE. M.Pd. M.Si, Kata Kunci : Persepsi Belajar, Prestasi Belajar Suatu proses belajar mengajar dapat berjalan secara efektif bila seluruh komponen yang berpengaruh dalam proses belajar mengajar saling mendukung dalam rangka mencapai tujuan. Semua komponen yang dimaksud akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di dalam pelaksanaannya, proses belajar mengajar tidak seluruhnya berjalan secara efektif dan efisien seperti apa yang diharapkan. Salah satu masalah yang muncul yaitu seringkali terdapat siswa yang tidak suka mengikuti mata pelajaran tertentu. Siswa yang tidak suka mengikuti proses belajar mengajar mata pelajaran tertentu misalnya ekonomi salah satunya disebabkan karena tingkat persepsi yang rendah sehingga tidak suka terhadap mata pelajaran ekonomi itu sendiri. Persepsi disini bukan hanya sebagai kesan maupun tanggapan saja setelah proses pembelajaran ekonomi dilakukan tetapi persepsi ini juga mencakup dari pokok pikiran siswa di dalam mempelajari ilmu ekonomi. Hal inilah yang mendasari penelitian ini dilakukan, dalam rangka menjawab masalah : (a) Bagaimana persepsi siswa terhadap mata pelajaran ekonomi, (b) Bagaimana prestasi siswa dalam mata pelajaran ekonomi, dan (c) Bagaimana pengaruh persepsi siswa terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran ekonomi di SMAN 5 Malang. Dengan menggunakan analisis Chi-Square diperoleh hasil bahwa secara parsial persepsi siswa berbeda secara signifikan antara mereka yang mempersepsi “tinggi” terhadap mata pelajaran ekonomi dengan mereka yang mempersepsi “rendah”. Beda persepsi ini juga ditunjukkan pada latar belakang prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi. Kesimpulan pokok hasil penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan bahwa siswa yang persepsinya “tinggi” pada mata pelajaran ekonomi cenderung memiliki prestasi yang “tinggi” pula. Saran yang penting untuk ditindaklanjuti adalah bahwa guru perlu meningkatkan motivasi siswa di dalam belajar ekonomi sesuai dengan indikator persepsi yang tergolong tinggi.

The villian in spiderman movie I: a deconstructive analysis / Tino Agus Salim

 

ABSTRACT Salim, Tino Agus. 2009. The Villain in Spiderman Movie I: A Deconstructive Analysis. Thesis. English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Arif Subiyanto, M.A. Key Words: Deconstruction, Undecidable Meaning, Spiderman, Green Goblin Nowadays, analyzing movie is an important study to do as we can gain a lot of advantages from the movie such as ideas, concepts, and values of life. The literary criticism no longer limits its study in canonical works such as Dickens’ novels, Shakespeare’s dramas, or Lord Byron’s poems. This idea is also strengthened in Key Concepts in Literary Theory (2002) that a criticism is the act of analyzing and evaluating literary texts, films and images, cultural forms and phenomena. One and the first most successful film based on a comic book is Spiderman Movie I with the villain named Green Goblin. This movie tells about Spiderman in being a hero by helping others in New York City and defeating Green Goblin. This study focuses on analyzing Green Goblin’s characterizations from the perspective of Deconstruction. The character of Green Goblin will be observed by using Propp’s Morphology of Folk Tale and later dismantled by deconstructive reading strategy. The analysis of this study has demonstrated that even Spiderman Movie I still uses the idea of traditional plot of folk tale. However, it is very worthwhile to show how the deconstructive reading strategy applies because the boundary of being a hero and a villain is obviously exposed. Green Goblin, in this particular movie, is always considered as a bad guy. Viewers are forced to munch roughly how this idea is given from the director and producer of the movie. Ignoring the motives or causes of being Green Goblin leads viewers to judge that he is a villain in New York City and must be eliminated. Nevertheless, by using deconstructive reading strategy, the idea of Green Goblin will be dismantled and built again to find some undecidable meanings.

Pengaruh kadar beban kognitif dan gaya belajar terhadap hasil belajar pada pembelajaran multimedia / Francisca Haryanti Chandra

 

ABSTRAK Chandra, F.H. 2009, Pengaruh Kadar Beban Kognitif dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar pada Pembelajaran Multimedia, Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Promotor Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., Co-Promotor I, Prof. Dr. I Wayan Ardhana, M.A., Co-Promotor II, Prof. Dr. Punadji Setyosari, M.Ed., M.Pd. Kata-kata kunci: Pembelajaran Multimedia, Beban Kognitif, Gaya Belajar, PowerPoint Pembelajaran multimedia memanfaatkan dua saluran modalitas visual dan auditori. Dalam pembelajaran multimedia sering dijumpai kondisi dimana terjadi kelebihan beban kognitif. Salah satu media yang saat ini banyak dipakai oleh pengajar adalah PowerPoint. Dalam pembelajaran menggunakan PowerPoint sering dijumpai keadaaan dimana slide hanya berisi tulisan saja atau tulisan dengan gambar yang tidak relevan, hal ini tentunya menimbulkan kelebihan beban kognitif. Tujuan penelitian ini untuk menginvestigasi pengaruh kadar beban kognitif dan gaya belajar VAK (Visual, Auditori, Kinestetik) terhadap hasil belajar baik secara secara sendiri-sendiri maupun dalam pembelajaran multimedia, yang dalam hal ini menggunakan PowerPoint. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi-eksperimen, Nonequivalent Alternate Groups Posttest-Only Design. Subjek adalah mahasiswa STTS (Sekolah Tinggi Teknik Surabaya) semester IV yang sedang mengambil mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen (SIM), yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen masing-masing mempelajari modul PowerPoint dengan kadar beban kognitif tinggi (hanya berisi tulisan), dan modul PowerPoint dengan kadar beban kognitif rendah (berisi tulisan dan gambar). Pada awal eksperimen dilakukan tes untuk mengetahui gaya belajar VAK dari subjek. Modul PowerPoint digunakan untuk belajar mandiri (self-paced learning). Hasil belajar adalah hasil tes retensi yang dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer. Hasil belajar dianalisa dengan metode Analisa Varians (ANAVA) Dua Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang siginifikan hasil tes retensi antara kelompok yang mempelajari PowerPoint dengan kadar beban kognitif rendah dan kadar beban kognitif tinggi. Sedangkan berdasarkan gaya belajar VAK perbedaan hasil tes retensi tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Selanjutnya secara bersama-sama kadar beban kognitif dan gaya belajar keduanya mempengaruhi hasil belajar dalam hal ini hasil tes retensi. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, berikut beberapa saran yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran multimedia dengan menggunakan PowerPoint adalah (1) Dalam mendesain pembelajaran menggunakan PowerPoint seyogyanya pengajar mengimplementasikan teori beban kognitif. (2) Menyusun buku panduan bagi pengajar untuk mendesain modul PowerPoint sesuai dengan teori kognitif pada pembelajaran multimedia, (3) Untuk penelitian selanjutnya diukur pengetahuan sebelumnya (prior knowledge), (4) Hasil belajar yang diukur bukan hanya hasil tes retensi tetapi hasil tes transfer, (5) Hasil belajar yang diukur ditinjau dari segi efficiency (efisiensi) yang biasanya diukur melalui rasio antara keefektifan dan jumlah waktu yang dipakai pebelajar dan/atau jumlah biaya pembelajaran yang digunakan, (6) Untuk mengakomodasi pebelajar dengan gaya belajar auditori dalam penelitian selanjutnya menggunakan modul PowerPoint yang menggunakan narasi.

Studi kelayakan busbar gardu trafo tiang 20 Kv (baru) pada jurusan teknik Universitas Negeri Malang / Nuril Anwar

 

Adanya beban puncak secara tidak menentu yang berasal dari gedung-gedung kuliah khususnya di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, akan menimbulkan pengaruh dari kinerja busbar yang ada dalam Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah (PHB) TR gardu trafo tiang 20 kV dengan daya 100 kVA di Jurusan Teknik Elektro. Oleh karena itu, diperlukan adanya penghitungan dan analisis terhadap beban dari gedung-gedung yang akan dialiri arus dan daya dari sebuah gardu trafo tiang, khususnya yang ada di Jurusan Teknik Elektro agar kinerja dari gardu trafo tiang khususnya pada busbar dapat bekerja sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai pengumpulan arus dari sumber dan membagi-bagikannya ke beban. Hasil analisis perhitungan beban dan penentuan ukuran busbar bertujuan dapat membuktikan hasil teori dan praktek di lapangan khususnya dalam bidang elektro. Metode yang digunakan dalam pembuatan tugas akhir ini adalah (1) pengambilan data lapangan; (2) pengolahan data; (3) analisis data dan melakukan penghitungan untuk menentukan ukuran busbar; (4) melakukan simulasi dengan software Edsa Technical 2005; dan (5) menganalisis data hasil simulasi. Data lapangan diperoleh dengan pendataan arus pada setiap gedung. Dengan melakukan analisis perancangan pada busbar yang akan dipasang pada gardu trafo tiang khususnya yang ada di Jurusan Teknik Elektro, maka dapat diketahui sebelum dipilih ukuran dan bahan busbar yang akan dipasang harus dilakukan analisis dan perhitungan terlebih dahulu dengan mengacu pada aturan-aturan yang di pakai di Indonesia, dengan harapan umur pemakaian suatu alat dapat bertahan lama. Kesimpulan hasil analisis, busbar yang berukuran 40mm x 5mm maupun busbar yang berukuran 12mm x 5mm mampu memikul gaya tekanan (stressing) akibat dari arus beban penuh, arus beban 50%, arus hubung singkat maksimum, dan arus hubung singkat minimum karena gaya tekan yang muncul lebih kecil atau sama dengan kekuatan mulur busbar (yield strenght)

Pemanfaatan fasilitas pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 01 Srengat / Fifin Lailatul Masrurah

 

ABSTRAK Masrurah, Fifin. L. 2010. Pemanfaatan Fasilitas Pembelajaran Ekonomi Di SMA Negeri 01 Srengat. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Mit Witjaksono. MS.Ed., (II) Dr. Nasikh, S.E.,M.P.,M.Pd. Kata Kunci : Pemanfaatan Fasilitas Pembelajaran Ekonomi Dalam proses belajar mengajar di sekolah perlu adannya fasilitas belajar yang menunjang. Fasilitas belajar ini dapat berupa ruang kelas, ruang media,perpustakaan, buku-buku pelajaran, alat tulis menulis, laboratorium dan masih banyak lagi penyediaanya. Fasilitas belajar merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu agar dapat mencapai tujuan secara maksimal maka sekolah perlu melengkapi fasilitas belajar.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan fasilitas belajar ekonomi, pemanfaatan fasilitas belajar ekonomi, dan hasil pemanfaatan fasilitas belajar ekonomi yang ada di sekolah, di lingkungan sekolah dan di lingkungan tempat tinggal siswa. Penelitian ini di lakukan di SMA Negeri 01 Srengat. Jln. Raya bagelanan Srengat Blitar. Waktu penelitian mulai tanggal 16 November 2009 -4 Januari 2010. Rancangan penelitian ini dilakukan dengan dua tahap melalui survei yang dilakukan oleh peneliti yaitu survei awal dan survei lanjutan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga yaitu: angket, observasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Dari hasil penelitian bahwa pemanfaatan fasilitas belajar oleh guru dan siswa masih sebagian, dan yang banyak dimanfaatkan adalah fasilitas belajar yang ada di sekolah hal ini terbukti untuk guru kelas X dan kelas XI serta siswa kelas X dan kelas XI selama proses belajar mengajar menggunakan buku paket dan buku penunjang. Kesan dalam memanfaatkan fasilitas belajar guru dan siswa kesannya bermanfaat karena fasilitas belajar dapat menunjang proses belajar mengajar. Hambatan yang dialami dalam pemanfaatan fasilitas belajar oleh guru dan siswa dikarenakan jumlah fasilitas belajar yang terbatas. Jadi dalam pemanfaatan fasilitas belajar guru dan siswa masih memanfaatkan sebagian fasilitas belajar karena keterbatasan jumlah fasilitas belajar, dan dalam pemanfaatannya fasilitas belajar bermanfaat dalam proses belajar mengajar karena guru lebih mudah menyampaikan materi dan siswa lebih mudah memahami materi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar melakukan penelitian lebih lanjut tentang fasilitas belajar misalnya seberapa penting manfaat fasilitas belajar bagi guru dan siswa. Bagi sekolah untuk menyediakan fasilitas belajar yang beragam dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa, sehingga dapat dimanfaaatkan oleh siswa dan guru dalam proses belajar mengajar sebagaimana mestinnya. Untuk guru dan siswa sebaiknya memanfaatkan fasilitas belajar yang ada di sekolah, di lingkungan sekolah, dan di lingkungan tempat tinggal siswa yang sesuai dengan pokok bahasan ekonomi. Agar proses belajar mengajar berjalan lebih optimal.

Pengembangan bahan ajar kimia SMA kelas XI pada pokok bahasan gaya antarmolekuldengan menggunakan model 4-D / Rizky Annisa Kusumastuti

 

ABSTRAK Kusumastuti, Rizky Annisa. 2010. Pengembangan Bahan Ajar Kimia SMA/MA kelas XI pada Pokok Bahasan Gaya Antarmolekul dengan Menggunakan Model 4-D. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. H. Effendy, Ph.D, (2) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D Kata kunci: pengembangan, bahan ajar, gaya antarmolekul, model 4-D. Salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran adalah bahan ajar yang digunakan. Bahan ajar memiliki peranan yang penting antara lain sebagai pedoman bagi guru untuk mengarahkan semua aktivitasnya dalam pembelajaran dan sebagai sumber belajar utama bagi siswa. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang merupakan badan standarisasi, penjamin, dan pengendali mutu pendidikan Indonesia mengeluarkan suatu pedoman untuk menelaah buku teks pelajaran yang meliputi kelayakan isi (kesesuaian materi dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar, keakuratan materi, materi pendukung pelajaran) dan kelayakan penyajian (teknik penyajian, penyajian pembelajaran, kelengkapan penyajian). Oleh karena itu, bahan ajar harus memenuhi persyaratan tersebut agar layak pakai. Salah satu pokok bahasan yang diajarkan di SMA/MA adalah pokok bahasan gaya antarmolekul. Pokok bahasan gaya antarmolekul memiliki keluasan dan kedalaman materi yang dikembangkan berdasarkan standar isi KTSP 2006. Hasil pengkajian terhadap beberapa buku teks pelajaran kimia SMA/MA menunjukkan bahwa buku-buku tersebut masih memiliki kelemahan-kelemahan dari segi keluasan dan kedalaman materi gaya antarmolekul. Berdasarkan temuan tersebut, maka diperlukan perbaikan terhadap bahan ajar pokok bahasan gaya antarmolekul. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk menghasilkan suatu produk berupa bahan ajar untuk SMA/MA kelas XI pada pokok bahasan gaya antarmolekul yang sesuai dengan butir instrumen penilaian buku teks pelajaran yang diterbitkan oleh BNSP, (2) untuk mengetahui validitas bahan ajar yang telah dikembangkan menurut para ahli pembelajaran kimia dan guru sebagai pengguna produk. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4-D (define, design, develop, disseminate) yang direkomendasikan oleh Thiagarajan, dkk (1974). Namun, tahapan yang dilakukan hanya meliputi tiga tahap yaitu define, design, dan develop. Langkah yang dilakukan pada tahap define yaitu: (1) mengkaji kurikulum, (2) analisis kebutuhan siswa, (3) analisis tugas, dan (4) analisis konsep. Langkah yang dilakukan pada tahap design yaitu: (1) merumuskan indikator, (2) menyusun bahan ajar, dan (3) revisi oleh pembimbing. Langkah yang dilakukan pada tahap develop yaitu: (1) validasi, (2) revisi, dan (3) memproduksi bahan ajar. Validasi isi bahan ajar dilakukan oleh dua orang dosen dan satu orang guru mata pelajaran kimia SMA. Instrumen yang digunakan berupa angket yang mengadaptasi butir instrumen penilaian buku teks pelajaran yang dikeluarkan oleh BSNP. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa perhitungan rata-rata dan persentase yang diperoleh dari hasil penskoran yang kemudian diterjemahkan kevalidannya, sedangkan data kualitatif berupa tanggapan/saran dari validator terhadap bahan ajar yang dikembangkan. Hasil validasi isi terhadap bahan ajar menunjukkan hasil yang valid dengan perhitungan rata-rata dari keseluruhan skor angka perhitungan rata-rata yaitu 3,5 dan rata-rata skor persentase kevalidan sebesar 88,3%. Hasil pengembangan bahan ajar yang telah direvisi meliputi: (1) silabus yang memuat standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar, (2) bahan ajar yang terdiri dari komponen-komponen yaitu halaman depan (cover), kata pengantar, panduan bagi pengguna bahan ajar, standar isi 2006, daftar isi, indikator pembelajaran, uraian materi, “chem-info”, soal latihan, tugas, rangkuman, soal evaluasi, dan glosarium.

Pengaruh indikasi income smoothing, earning per share dan price earning ratio terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang listing di bursa efek indonesia periode 2006-2008 / Dwi Handoyo

 

ABSTRAK Handoyo, Dwi. 2009. Pengaruh Indikasi Income Smothing, Earning Per Share, Price Earning Ratio Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia periode 2006 – 2008. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Dyah Aju Wardhani, S.E., M.Si., Ak., (2) Ika Putri Larasati, S.E., M.Com. Kata Kunci: Income Smothing, Earning Per Share, Price Earning Ratio, Harga Saham. Saham merupakan instrumen investasi yang banyak dipilih para investor karena mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik. Banyaknya investor yang bersedia menanamkan dananya pada sekuritas (saham) dan perusahaan yang bersedia menerbitkan sekuritas setelah go public merupakan faktor yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan berjalannya transaksi jual beli sekuritas (saham) di pasar modal. Sebelum menentukan saham mana yang akan dipilih sebagai wahana investasi, para investor tentunya telah mempertimbangkan berbagai aspek yang ada pada saat itu. Salah satunya adalah dengan melihat ada tidaknya income smoothing dalam penyajian laba akuntansi perusahaan, selain itu juga dapat mempertimbangkan nilai laba yang terkandung ke dalam lembar saham atau lebih dikenal dengan Earning Per Share kemudian rasio yang menggambarkan apresiasi pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam mengahasilkan laba yang biasa di sebut Price Earning Ratio. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara Income Smoothing, Earning Per Share dan Price Earning Ratio terhadap Harga Saham. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data saham, penjualan, laba bersih dan EPS. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008 sebanyak 135 perusahaan. Sampel yang digunakan adalah sebagian dari jumlah populasi berjumlah 72 perusahaan. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel Income Smoothing, Earning Per Share dan Price Earning Ratio mempunyai pengaruh terhadap Harga Saham pada periode penelitian. Sedangkan secara parsial hanya variabel Earning Per Share dan Price Earning Ratio yang mempunyai pengaruh terhadap harga saham Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel-variabel lain yang potensial memberikan kontribusi terhadap perubahan variabel harga saham, menambah periode observasi, dan jumlah sampel penelitian, misalnya untuk semua perusahaan yang go public di Bursa Efek Indonesia, sehingga hasilnya lebih mencerminkan keadaan pasar modal di Indonesia yang sesungguhnya.

Perbedaan hasil belajar penerapan pembelajaran kontekstual model react dan pembelajaran konvensional mata pelajaran geografi kelas XI SMA Negeri 7 Malang / Elly Mulia

 

ABSTRAK Mulia, Elly. 2009. Perbedaan Hasil Belajar Penerapan Pembelajaran Kontekstual Model REACT dan Pembelajaran Konvensional Mata Pelajaran Geografi Kelas XI SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si. Kata kunci: Pembelajaran Kontekstual model REACT, hasil belajar. Pembelajaran mempunyai peran yang penting dalam perbaikan mutu Sumber Daya Manusia (SDM). Memajukan kemampuan anak didik tidaklah mudah, karena sifat pembelajaran yang semakin kompleks. Guru, siswa, kurikulum, sarana dan prasarana yang termasuk di dalam proses pembelajaran saling berhubungan.Guru mempunyai tugas memilih metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik siswa serta materi yang disampaikan demi tercapainya tujuan pendidikan, khususnya belajar geografi. Model pembelajaran merupakan salah satu komponen yang sangat penting untuk peningkatan kemampuan anak didik dalam proses belajar mengajar. Model pembelajaran REACT merupakan singkatan dari Relating (menghubungkan), Experiencing (mengalami), Applying (Mengaplikasikan), Cooperating (bekerjasama, Transfering (memindahkan). Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk membuktikan adanya perbedaan hasil belajar antara penerapan pembelajaran kontekstual model REACT denngan pembelajaran konvensional mata pelajaran geografi kelas XI SMA Negeri 7 Malang. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 7 Malang semester Genap tahun ajaran 2008/2009. Penelitian ini mengambil dua kelas, satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Data penelitian dikumpulkan dengan cara pemberian tes kemampuan awal (prates) dan tes kemampuan akhir (pascates). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata tes kemampuan awal (prates) kelas eksperimen sebesar 49,428 dan nilai rata-rata tes kemampuan akhir (pascates) sebesar 79. Selisih skor hasil kemampuan awal (prates) dan kemampuan akhir (pascates) atau gain score sebesar 29,571. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil belajar Geografi siswa yang menggunakan pembelajaran kontekstutual model REACT lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil belajar untuk kelas eksperimen adalah 29,5714, sedangkan rata-rata untuk kelas kontrol adalah 17,8571. tesAnalisis data dilakukan dengan uji Paired Sample Test dengan bantuan SPSS 14.0 for Windows.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan pembelajaran kontekstual model REACT berpengaruh terhadap hasil belajar Geografi.Saran yang diajukan bagi guru bidang studi Geografi hendaknya menggunakan pembelajaran kontekstual model REACT agar hasil belajar siswa lebih baik.

Peningkatan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika kelas 1 SDN Krapyakrejo 1 melalui media penjumlahan sederhana / Anik Trihariani

 

Pembelajaran matematika Di SDN Kademangan 05 pada umumnya masih menggunakan metode konvensional. Apabila ada kesulitan siswa terlihat diam saja dan tidak mempunyai keinginan untuk bertanya dengan gurunya maupun ber-tukar pendapat dengan temannya. Selain itu media yang digunakan tidak menarik dan sulit dipahami oleh siswa. Akibatnya hasil belajar matematika pada pra tinda-kan sangat rendah yaitu dari 20 siswa hanya ada 1 siswa yang memperoleh skor 70 atau 5% dari jumlah siswa dan 19 siswa lain memperoleh skor antara 20 - 60. Berbagai kekurangan dan kelemahan tersebut perlu diadakan upaya per-baikan untuk pembelajaran selanjutnya dengan menerapkan model pembelajaran yang bisa meningkatkan hasil belajar siswa yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions). Model ini dipilih karena sesuai dengan keadaan siswa di SDN Kademangan 05 yang pada umumnya hete-rogen baik kemampuan individunya maupun jenis kelaminnya, selain itu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat memotivasi siswa khususnya dalam hal bertanya dan mengeluarkan pendapat sehingga siswa dapat memahami materi dengan mudah dan hasil belajar dapat meningkat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) bagai-manakah pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas IV SDN Kademangan 05 pada pra tindakan? (2) bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas IV SDN Kademangan 05 dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada tiap siklus? (3) bagaimanakah peningkataan hasil belajar matematika di kelas IV SDN Kademangan 05 dari pra tindakan, siklus I dan siklus II dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD?. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas IV SDN Kademangan 05 pada tahap pra tindakan, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dan hasil belajar matematika dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siklus I dan siklus II, (3) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar matematika dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dari pra tindakan, siklus I dan silklus II. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualititatif. Rancangan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga tahap yaitu pra tindakan, siklus I dan siklus II. Masing-masing tahap terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi dan (4) refleksi. Data dan sumber yang dibutuhakan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar siswa yang meliputi produk dan keterlaksanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara (1) teknik observasi, (2) teknik kuis, (3) teknik kuisioner/angket. Instrumen yang digunakan berupa (1) lembar observasi, (2) kuisioner/angket, (3) kuis/tes, (4) catatan lapangan (field note). Teknik analisa data dipilah menjadi 4 kelompok data, (1) data hasil belajar siswa, (2) data pengamatan pembelajaran kooperatif tipe STAD, (3) data kegiatan mengajar guru, dan (4) data yang diperoleh dari angket siswa. Hasil belajar siswa yang diperoleh pada saat pos tes pra tindakan adalah 49 kualifikasi nilai kurang, pada siklus I adalah 71,65 kualifikasi nilai baik, sedang-kan pada siklus II adalah 85,5 kualifikasi nilai sangat baik. Dari hasil belajar ter-sebut dapat diketahui peningkatan dari pra tindakan ke siklus I sebesar 22,65%, sedangkan dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 13,85%. Aktivitas siswa pada pra tindakan memperoleh skor 9,42 atau kualifikasi nilai sangat kurang, aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor 76,42 atau kualifikasi nilai baik, dan aktivitas siswa pada siklus II memperoleh skor 95,28 atau kualifikasi nilai sangat baik. Sedangkan aktivitas guru pada pra tindakan memperoleh skor 19,1 atau kualifikasi nilai sangat kurang, aktivitas guru pada siklus I memper-oleh skor 83,50 atau kualfikasi nilai baik, dan aktivitas guru pada siklus II memperoleh skor 94,50 atau kualifikasi nilai sangat baik. Kesimpulan berdasarkan temuan dari peneliatian ini, diketahui bahwa kegiatan pembelajaran selama pra tindakan, siklus I dan siklus II dengan mene-rapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika, serta dapat meningkatkan aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam mengembangkan keterampilan kooperatif dalam hal (1) menghargai pendapat orang lain, (2) mengambil giliran dan berbagi tugas, (3) mengundang orang lain untuk bicara, (4) bertanya, (5) mendengarkan dengan aktif, (6) tidak berbeda dalam tugas, (7) bersama-sama memeriksa jawaban. Saran yang diberikan berdasarkan kesimpulan diatas adalah (1) bagi siswa, setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat mengapli-kasikan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan kehidupan sehari-hari khususnya dalam hal bekerjasama dan mengeluarkan pendapat, (2) bagi guru, dapat mengembangkan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran lainnya berdasarkan hasil peningkatan yang telah dicapai pada mata pelajaran matematika, (3) bagi peneliti lain, penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD perlu dikembangkan lebih lanjut dan lebih bervariasi untuk memperbaiki keku-rangan dan memperoleh hasil yang memuaskan, (4) bagi peneliti, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD perlu dikembangkan lebih lanjut dan lebih bervariasi untuk memperbaiki kekurangan dan memperoleh hasil yang memuaskan.

Meningkatkan hasil belajar siswa kelas III tentang pecahan sederhana melalui manipulasi benda konkret di UPT SDN Panggungrejo Kota Pasuruan / Lik Anah

 

ABSTRAK Lik’anah, 2009, Meningkatkan hasil belajar siswa kelas III tentang pecahan sederhana melalui manipulasi benda konkret di UPT SDN Panggungrejo Kota Pasuruan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Jurusan KSDP. Program PJJ-S1 PGSD. Pembimbing : Sri Harmini, M.Pd Kata Kunci : pecahan sederhana, manipulatif benda konkret, aktivitas siswa. Pendidikan matematika pada jenjang pendidikan dasar, mempunyai peranan yang sangat penting. Sebab jenjang ini merupakan pondasi yang sangat menentukan dalam membentuk sikap, kecerdasan dan kepribadian anak, yang akan digunakan dalam kehidupan sehari – hari maupun untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Adapun tujuan penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut : 1. Untuk mendapatkan data empiris tentang pembelajaran siswa kelas 3 SDN Panggungrejo khususnya pada pembelajaran matematika pokok bahasan mengenal pecahan sederhana dengan menggunakan manipulasi benda konkret; 2. Untuk mendeskripsikan aktivitas siswa selama pembelajaran matematika pada pokok bahasan mengenal pecahan sederhana dengan menggunakan manipulasi benda konkret. 3. Untuk mendapatkan data empiris tentang peningkatkan hasil belajar siswa kelas 3 SDN Panggungrejo khususnya pada pembelajaran matematika pokok bahasan mengenal pecahan sederhana dengan menggunakan manipulasi benda konkret; Penanaman konsep pecahan pada anak kelas III sekolah dasar dengan manipulasi benda konkret dapat kita lakukan dengan cara sebagai berikut : Kita akan menunjukkan contoh bahwa 1 = 2 = 4 dengan menggunakan 3 lembar kertas yang berbentuk persegipanjang Dalam Perbaikan Pembelajaran ini dilakukan di UPT SDN Panggungrejo yang terletak di Jl. Letjen S.Parman No. Kecamatan bugul Kidul Kota Pasuruan. Secara geografis, sekolah ini terletak di daerah pinggir pantai ( + 3 kilometer dari pusat kota ). Dengan mata pencaharian penduduk sekitar adalah nelayan, kebanyakan masyarakatnya kurang mampu dan tingkat kepedulian orang tua terhadap pendidikan anak kurang. Hasil pengolahan tes formatif siklus II yang dibandingkan dengan siklus I serta kriteria ketuntasan minimal didapatkan adanya peningkatan dari siklus I rata-rata nilai 6,15. Setelah diadakan perbaikan pembelajaran nilai rata-rata menjadi 7,95. Nilai perbaikan siklus II dapat melampaui kriteria ketuntasan minimal yaitu 6,5. Sedangkan jumlah siswa yang tuntas dalam belajar dari siklus I 50% terjadi peningkatan menjadi 95%, yang telah melebihi harapan peneliti Dalam pembelajaran hendaknya selalu menggunakan alat peraga yang lebih berfariatif dan menarik diharapkan dapat menarik perhatian siswa dalam belajar, merencanakan penggunaan fasilitas pembelajaran secara sistematis dan terarah sehingga akan berfungsi sebagaimana mestinya, dan agar suasana tidak tegang, berilah sedikit humor dari guru untuk menciptakan suasana yang menyenangkan

Peningkatan hasil belajar matematika konsep pengukuran melalui pembelajaran kontekstual metode inkuirisiswa kelas III SDN Kobonagung Pasuruan / Ida Herlina Hari Suwati

 

ABSTRAKSI Peningkatan Hasil Belajar Matematika Konsep Pengukuran melalui Pembelajaran Kontekstual Metode Inkuiri Siswa Kelas III SDN Kebonagong Pasuruan Oleh : Ida Herlina Hari Suwati Permasalahan umum di bidang pendidikan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah rendahnya kualitas pendidikan, khususnya pendidikan dasar. Saat ini, pemerintah melalui Menteri Pendidikan Nasional(Permendiknas) yang mengatur standar isi pendidikan di Indonesia, tidak tanggung-tanggung pemerintah mengeluarkan tiga permendiknas sekaligus, yaitu Permendiknas RI No 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi, Permendiknas RI No 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan, dan Permendiknas RI No 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan kedua Permendiknas di atas. Terbitnya Permendiknas tersebut merupakan angin segar dalam dunia pendidikan di Indonesia, khususnya bagi mata pelajaran matematika. Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut : (1) memahami konsep matamatika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.; (2) menggunakan penalaran pada pola atau dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika ; (3) memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh; (4) mengkomunikasikan gagasan dalam simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah ; (5) memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Sementara itu dalam kehidupan sehari-hari matematika masih dipandang sebagai suatu mata pelajaran yang sulit, menakutkan dan membosankan bagi siswa. Begitu pula dengan siswa kelas III D SDN Kebonagung Pasuruan, selama pembelajaran matematika di kelas, menurut pengamatan penulis selaku guru kelas dirasakan hasil belajarnya sangat kurang memuaskan Terbukti setelah usai pembelajaran materi menyelesaikan masalah yang berkaitan menggunakan alat ukur dalam pemecahan masalah diadakan tes tertulis secara individu dengan jumlah soal 5 butir. Dari 31 orang siswa, hasil tes diperoleh nilai rata-rata 59 dengan perincian nilai sebagai berikut : 2 orang siswa memperoleh nilai 100, 4 orang siswa memperoleh nilai 90, 4 orang siswa memperoleh nilai 80, 5 orang siswa memperoleh nilai 60, dan 16 orang siswa memperoleh nilai 40. Dari 10 butir soal yang paling banyak siswa yang salah adalah soal nomor 2 dan 4 tentang hubungan antar satuan panjang. Bertitik tolak dari latar belakang permasalahan tersebut di atas maka dalam penelitian ini penulis mengambil judul “Peningkatan Hasil Belajar Matematika Konsep Pengukuran melalui Pembelajaran Kontekstual Metode Inkuiri Siswa Kelas III SDN Kebonagung Pasuruan” Mengingat metode inkuiri mempunyai kelebihan-kelebihan, maka metode inkuiri digunakan dalam pembelajaran matematika untuk lebih mudah menanamkan konsep pengukuran di kelas III SDN Kebonagung Pasuruan. Pembelajaran dengan metode inkuiri tidak selalu menggunakan sarana dan prasarana yang dibeli dengan harga mahal, akan tetapi lingkungan di sekitar daat digunakan sebagai penunjang pembelajaran matematika. Diharapkan dengan pembelajaran yang diterapkan melalui penelitian ini dapat meningkatkan hasil belajar matematika konsep pengukuran pada siswa kelas III SDN Kebonagung Pasuruan.

Penerapan pakem dengan menggunakan tabel prediksi akar pangkat tiga untuk meningkatkan proses dan hasil belajar matematika siswa kelas VI SDN Paggungrejo KOta Pasuruan / Hasan Bisri

 

ABSTRAK PENERAPAN PAKEM DENGAN MENGGUNAKAN TABEL PREDIKSI AKAR PANGKAT TIGA UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VI SDN PANGGUNGREJO KOTA PASURUAN HASAN BISRI SDN. Panggungrejo Kec.Bugul Kidul Kota Pasuruan adalah satu-satunya sekolah yang terletak di wilayah pesisir paling utara,mempunyai cirii khusus yang bernafas islami. Berdasarkan observasi di kelas VI pada tahun ajaran 2007/2008 menunjukkan nilai ulangan harian/semester matematika rata-rata 5,8 (lima,delapan) di bawah KKM ( 6,0). Permasalahan tersebut sebenarnya cukup kompleks pada pembelajaran matematika di kelas VI,akan tetapi secara umun dapat diidentifikasi menjadi beberapa masalah yaitu proses belajar dan hasil belajar siswa sangat rendah terhadap pelajaran matematika. Pembelajaran konvensional yang selalu didominasi oleh guru,cenderung ceramah, dan tidak memberi kesempatan untuk bertanya,sementara siswa hanya sebagai pendengar yang baik,sehingga kurang termotivasi untuk berfikir aktif dan kreatif terhadap materi pelajaran matematika.Oleh karena itu penulis mencoba untuk menangani masalah pembelajaran tersebut dengan strategi yang tepat dan metode pembelajaran yang sesuai sehingga penulis perlu mengadakan penelitian tindakan kelas PTK). Melihat berbagai hasil penelitian tentang strategi PAKEM dengan menggunakan tabel prediksi menentukan akar pangkat tiga penulis optimis bahwa dengan mengubah pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran yang aktif,kreatif,dan inovatif akan dapat meningkatkan proses belajar dan hasil belajar siswa,sehingga nilai pelajaran matematika terutama pada kompetensi dasar bilangan kubik dan akar pangkat tiga meningkat mencapai nilai di atas KKM .

Survei tingkat kebugaran jasmani calon mahasiswa baru prodi pjk fakultas ilmu keolahragaan Universitas Negeri Malang input SNMPTN tahun 2009 / Novi Erista Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Novi Erista. 2009. ”Survei Tingkat Kebugaran Jasmani Bagi Calon Mahasiswa Baru Prodi PJK Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang Input SNMPTN Tahun 2009” Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I). Dra. Siti Nurrochmah, M.Kes, (II) dr. Rias Gesang Kinanti, M.Kes Kata kunci: Kebugaran Jasmani, Calon Mahasiswa Baru Prodi PJK Pencapaian tingkat kebugaran jasmani saat ini menjadi salah satu tujuan pembelajaran pada bidang pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (penjasorkes). Artinya melalui pembelajaran pendidikan jasmani seseorang akan memperoleh tingkat kebugaran jasmani yang sesuai dengan yang diharapkan. Calon mahasiswa baru yang mengikuti seleksi melalui jalur SNMPTN adalah siswa-siswa yang baru lulus dari tngkat pendidikan SMA atau sederajat, para calon mahasiswa tersebut jarang dan bahkan kadang kala tidak banyak melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Berkurangya aktivitas fisik yang dilakukan berdampak pada berkurangnya tingkat kebugaran jasmani para calon mahasiswa tersebut. Tingkat kebugaran jasmani yang rendah akan menjadi masalah, karena aktivitas jasmani tidak dapat dilakukan de ngan baikdan maksimal. Untuk mengetahui keadaan tingkat kebugaran jasmani calon mahasiswa baru input SNMPTN tahun 20009 perlu dilakukan pengkajian. Peneliti tertarik untuk mengkaji permasalahan tentang kebugaran jasmani calon mahasiswa baru input SNMPTN tahun 2009. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mengkaji tingkat kebugaran jasmani calon mahasiswa baru Jurusan PJK Fakultas Ilmu Keolahragan Universitas Negeri Malang Input SNMPTN tahun 2009. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survei, survei adalah salah satu jenis pendekatan penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya dengan maksud untuk mengetahui status gejala dan juga bermaksud untuk menentukan keamanan status dengan standart yang sudah ditentukan. Subyek dalam penelitian ini adalah calon mahasiswa baru input SNMPTN tahun 2009 sebanyak 531 orang mahasiswa, sedangkan dalam pengumpulan data ini peneliti menggunakan teknik observasi berbentuk tes yang dilengkapi dengan petunjuk pelaksanaaan tes. Tes tersebut adalah tes versi TKJI untuk remaja umur 16 sampai 19 tahun yang dikeluarkan oleh pusat Kebugaran Jasmani dan Rekreasi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta tahun 1992, yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani mahasiswa tersebut. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa tingkat kebugaran jasmani calon mahasiswa baru input SNMPTN tahun 2009 berada pada kategori sedang. Hal ini ditunjukan pada hasil tes dengan menggunakan versi tes TKJI dengan 38 orang mahasiswa atau 7,95% tingkat kebugaran jasmani berada pada kategori baik, 269 orang mahasiswa atau 56,28% tingkat kebugaran jasmani berada pada kategori sedang, 157 orang mahasiswa atau 32,84% tingkat kebugaran jasmani berada pada kategori kurang, sedangkan pada tingkat kebugaran jasmani kurang sekali terdapat 14 orang mahasiswa atau 2,93% dan pada tingkat kebugaran jasmani baik sekali tidak terdapat satupun mahasiswa yang berada pada kategori ini. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran jasmani calon mahasiswa baru input SNMPTN tahun 2009 berada pada kategori sedang yaitu 56,28% atau 269 orang mahasiswa dari 478 mahasiswa.

Penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing melalui model pembelajaran kooperatif GI (Group Investigation) untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas X-1 SMA Negeri 2 Malang pada topik ruang lingkup biologi / Triana Endahsari

 

ABSTRAK Endahsari, Triana. 2009. Penerapan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing melalui Pembelajaran Kooperatif GI (Group Investigation) untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Program Studi Biologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono, M. Si., (II) Drs. Fathurrachman, M. Si. Kata kunci: inkuiri terbimbing, GI (Group Investigation), keterampilan proses sains, hasil belajar. SMA Negeri 2 Malang menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sejak tahun ajaran 2007/2008. Upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan di sekolah melalui adanya perubahan orientasi pembelajaran, dari belajar yang terpusat pada guru menjadi belajar yang terpusat pada siswa. Hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti di SMA Negeri 2 Malang pada tanggal 14 dan 21 Juli 2009, sebagian siswa di kelas X kurang menyukai pelajaran Biologi yang cenderung menghafal dan membosankan serta penuh dengan istilah-istilah yang masih asing. Siswa juga belum dibiasakan untuk melakukan keterampilan proses, hal ini dibuktikan dengan ketidaktahuan siswa tentang apa yang dimaksud dengan keterampilan proses itu. Hasil belajar siswa juga masih rendah, rata-rata di bawah ketuntasan klasikal. Hal ini disebabkan siswa merasa kurang senang dalam mengikuti pembelajaran yang dianggap membosankan dan kurang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas X-1 SMA Negeri 2 Malang melalui pembelajaran inkuiri terbimbing dengan model pembelajaran GI. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek siswa kelas X-1 SMA Negeri 2 Malang. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Malang selama bulan Juli hingga Agustus 2009. Penelitian tindakan kelas dilakukan selama 2 siklus. Sebelum dilaksanakan siklus 1 terlebih dulu dilakukan tahap observasi awal dan refleksi awal. Setelah pelaksanaan tindakan dilakukan, semua data akan dianalisis untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pada siklus pertama. Kelebihan akan dipertahankan, sedangkan kekurangan akan diperbaiki pada siklus kedua. Data penelitian yang dikumpulkan adalah keterlaksanaan pembelajaran yang berupa skor yang diperoleh melalui lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan untuk memonitor keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan peneliti; data keterampilan proses sains yang berupa skor yang diperoleh melalui lembar observasi keterampilan proses sains siswa yang diisi oleh observer selama pembelajaran berlangsung serta data hasil belajar kognitif siswa yang berasal dari hasil tes awal dan tes akhir yang dilaksanakan di awal dan akhir siklus. Data tentang keterampilan proses terdiri dari tiga komponen, yaitu merencanakan investigasi, melaksanakan investigasi, serta mengkomunikasikan hasil investigasi. Komponen mengkomunikasikan hasil investigasi terdiri dari dua jenis, yaitu secara lisan yang dinilai dengan menggunakan lembar observasi, dan secara tertulis dengan menggunakan rubrik penilaian laporan kelompok. Data penunjang lain berupa angket pembelajaran i ii yang digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa mengenai metode dan model pembelajaran yang dilakukan. Angket pembelajaran diberikan pada siswa pada akhir siklus 1 agar hasilnya juga dapat digunakan sebagai bahan refleksi siklus 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing dengan model pembelajaran kooperatif Group Investigation dapat meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar kognitif siswa. Peningkatan keterampilan proses terjadi pada komponen“merencanakan penyelidikan ilmiah” pada siklus 1 sebesar 55,74 %dan pada siklus 2 sebesar 65,15 %. Pada komponen “melaksanakan penyelidikan ilmiah” siklus 1 mencapai 70,03 % dan pada siklus 2 mencapai 80,13 %. Sedangkan pada komponen “mengkomunikasikan hasil penyelidikan ilmiah” siklus 1 tercapai persentase keberhasilan sebesar 58,91 % dan pada siklus 2 sebesar 87,71 %. Perolehan nilai rata-rata laporan hasil investigasi secara tertulis pada siklus 1 adalah sebesar 67,56 sedangkan untuk siklus 2 mengalami peningkatan sebesar 12,9 menjadi 80,46. Hasil belajar kognitif mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2, hal ini tampak melalui nilai tes awal dan tes akhir yang dilakukan oleh siswa pada siklus 1 dan siklus 2. Perolehan skor hasil belajar siswa yang dilakukan melalui tes awal dan tes akhir mengalami peningkatan dari siklus 1 dan siklus 2, dengan peningkatan skor untuk hasil belajar kognitif dari tes awal ke tes akhir pada siklus 1 adalah sebesar 14,59, dan pada siklus 2 adalah sebesar 8,25. sedangkan persentase siswa yang tuntas pada siklus 1 adalah 75,60 %, dan di siklus 2 sebesar 100 %. Tanggapan siswa mengenai metode dan model pembelajaran yang dilakukan adalah 82,18 % dari 41 siswa memberikan tanggapan positif terhadap pembelajaran yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing melalui pembelajaran kooperatif GI dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitif siswa kelas X-1 SMA Negeri 2 Malang.

Pengaruh kemampuan (kompetensi) guru dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas XI jurusan akuntansi SMK Negeri 1 Turen / Nasrullah Helmy Dwi Putra

 

ABSTRAK Helmy, Nasrullah D. P. 2009. Pengaruh Persepsi Siswa tentang Kemampuan (Kompetensi) Guru dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Akuntansi SMK Negeri 1 Turen. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Prodi S1 Pendidikan Akuntansi. Pembimbing: (I) Dr. H. Tuhardjo, S.E., M.Si.Ak. (II) Sriyani Mentari, S.Pd, M.M. Kata Kunci: Persepsi Siswa tentang Kemampuan (Kompetensi) Guru, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar. Masalah pendidikan seringkali dikaitkan dengan kemampuan guru sebagai ujung tombak dunia pendidikan yang secara langsung berinteraksi dalam mengajar, mendidik, dan membimbing siswa di sekolah. Ada faktor lain yang harus diperhatikan selain kompetensi guru yaitu motivasi belajar siswa. Kedua hal ini harus berjalan seimbang agar prestasi belajar siswa dapat dicapai secara optimal. Tujuan penelitian: (1) untuk mengetahui kemampuan (kompetensi) guru dalam mengajar, (2) untuk mengetahui motivasi belajar siswa kelas XI jurusan akuntansi, (3) untuk mengetahui pengaruh secara parsial kompetensi guru dan motivasi belajar terhadap prestasi siswa kelas XI Jurusan Akuntansi, (4) untuk mengetahui pengaruh secara simultan kompetensi guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Jurusan Akuntansi. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI Jurusan Akuntasi SMK Negeri 1 Turen tahun ajaran 2009/2010 yaitu sebanyak 78 siswa. Teknik sampling adalah teknik acak sederhana (simple random) sehinga sample berjumlah 39 siswa. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kompetensi guru (X1), motivasi belajar (X2), dan variabel terikatnya prestasi belajar siswa (Y). Analisis data dengan regresi linear berganda dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows Releasa 16,0 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil yang diperoleh: variabel kompetensi guru (X1) berpengaruh positif signifikan dengan nilai B=0,402 thitung 4,278 dengan Sig t 0,000. Variabel motivasi belajar (X2) berpengaruh positif signifikan dengan nilai B=0,524 thitung 5,418 dengan Sig t 0,000. selain itu didapat juga nilai Fhitung sebesar 21,924 dengan Sig t 0,000 serta nilai koefisien determinan (Adjuster R2) sebesar 0,524 yang berarti bahwa variabel kompetensi guru dan motivasi belajar mempengaruhi prestasi belajar siswa kelas XI Jurusan Akuntansi SMK Negeri 1 Turen sebesar 52,4% sedangkan sisanya sebesar sisanya 47,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Disarankan bagi pihak sekolah terutama guru, untuk terus mempertahankan profesionalitasnya sebagai guru agar persepsi siswa tetang kompetensinya dalam mengajar, baik kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Pihak sekolah khususnya para guru harus mampu mencari solusi agar siswa lebih termotivasi dalam belajar. Baik dengan melakukan model pembelajaran yang inovatif, maupun dengan memberikan stimulus berupa penghargaan kepada siswa yang berprestasi di kelas dan memberi hukuman kepada siswa yang berperilaku kurang baik. Pihak sekolah tidak boleh hanya memperhatikan dari satu sisi, baik kompetensi guru maupun motivasi belajar siswa. Maka dari itu perlu dipertimbangkan keselarasan antara kemampuan (kompetensi) guru dalam mengajar dan motivasi belajar siswa agar pembelajaran dapat terlaksana secara optimal. Saran untuk penelitian selanjutnya yang sejenis hendaknya peneliti menambah bahasan mengenai kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional. Sehingga dari penelitian tersebut dapat dilihat seberapa besar kontribusi tingkat kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional dalam hubungannya dalam pencapaian prestasi belajar siswa.

Peranan MGMP pendidikan kewarganegaraan (Pkn) dalam meningkatkan profesionalisme guru SMA di Kota Malang / Sudirman

 

ABSTRAK Sudirman. 2009. Peranan MGMP Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru SMA di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Drs. H. Suparlan, M. Si, Pembimbing (II): Drs. H. Edi Suhartono, SH., M. Pd Kata Kunci: MGMP, Profesionalisme Guru, Pendidikan Kewarganegaraan. Guru mempunyai peran yang sangat strategis dalam upaya mewujudkan tujuan pembangunan nasional, khususnya di bidang pendidikan, sehingga perlu dikembangkan sebagai tenaga profesi yang bermartabat dan profesional. Guru profesional akan menghasilkan proses dan hasil pendidikan yang berkualitas dalam rangka mewujudkan manusia Indonesia yang cerdas dan kompetitif, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Oleh karena itu, peningkatan kemampuan profesional guru harus segera dilakukan. Salah satu terobosan yang sedang dilakukan adalah pemberdayaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). MGMP merupakan suatu wadah yang disediakan bagi para guru mata pelajaran sejenis untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi dalam upaya peningkatan kualitas profesionalnya. Untuk mewujudkan peran MGMP dalam pengembangan profesionalisme guru, maka peningkatan kinerja MGMP merupakan masalah yang mendesak untuk dapat direalisasikan. Demikian halnya dengan MGMP PKn SMA yang ada di Kota Malang. Peranan MGMP PKn SMA Kota Malang sebagai wadah bagi guru PKN untuk meningkatkan profesionalnya harus segera direalisasikan. Oleh karena itu, penulis mengangkat judul “Peranan MGMP dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru PKn SMA Kota Malang” untuk kembali mempertegas eksitensi MGMP sebagai organisasi profesi yang benar-benar mampu meningkatkan profesionalisme guru. Berdasarkan permasalahan yang dijabarkan di atas, ditarik suatu rumusan masalah yaitu (1) bagaimana eksistensi MGMP PKn dalam berperanserta meningkatkan profesionalisme guru SMA di Kota Malang? (2) mengapa MGMP PKn harus berperan serta dalam meningkatkan profesionalisme guru SMA di Kota Malang? (3) apa kendala yang dihadapi MGMP PKn dalam berperanserta meningkatkan profesionalisme guru SMA di Kota Malang? (4), bagaimana upaya memecahkan masalah MGMP PKn dalam meningkatkan profesionalisme guru SMA di Kota Malang? Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) mendiekripsikan eksistensi Musyawarah MGMP PKn dalam berperanserta meningkatkan profesionalisme guru SMA di Kota Malang, (2) mendeskripsikan alasan MGMP harus berperan serta dalam meningkatkan profesionalisme guru PKn SMA di Kota Malang, (3) mendeskripsikan kendala yang dihadapi MGMP dalam berperanserta meningkatkan profesionalisme guru PKn SMA di Kota Malang, (4) mendeskripsikan upaya memecahkan masalah yang dihadapi MGMP PKn dalam meningkatkan profesionalisme guru SMA di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dasar teori fenomenologis. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yaitu berusaha mengungkapan dan menelaah kasus yang terjadi pada MGMP PKn Kota Malang dalam meningkatkan profesionalisme guru PKn. Dalam penelitian ini lokasi penelitian ditetapkan di Organisasi MGMP Pkn SMA di Kota Malang. Jenis data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Sedangkan pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu: tahap persiapan penelitian, tahap pelaksanaan, tahap pelaporan Dari hasil penelitian diketahui bahwa MGMP PKn SMA Kota Malang pada pengurusan periode 2006-2009 dapat dikatagorikan sebagai organisasi yang aktif. Kegiatan yang direncanakan mampu dilaksanakan dengan baik berupa kegiatan rutin, maupun kegiatan pengayaan. Kegiatan yang dilaksanakan diantaranya: (1) pembahasan perangkat pembelajaran berupa (silabus, dan RPP), (2) model-model pembelajaran, (3) media pembelajaran. Sedangkan kegiatan pengayaan yang dilakukan MGMP PKn Kota Malang diantaranya: (1) Studi banding ke Jakarta, (2) Studi banding ke Yogyakarta, (3) studi banding ke Surabaya, (4) kunjungan Dubes Finlandia, dan (5) Lomba Cerdas Cermat Keterlibatan di forum MGMP PKn SMA Kota Malang berdampak pada baiknya kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar ditunjukkan dari baiknya kemampuan guru dalam mempersiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pengajaran. Baiknya kemampuan guru dalam mempersiapkan pembelajaran ditunjukkan dari pengetahuan guru tentang garis-garis besar program pengajaran secara baik serta kemampuan guru dalam menyusun analisis materi pengajaran, menyusun program pengajaran tahunan, menyusun program semester, membuat rencana pembelajaran, memahami tujuan pengajaran yang hendak dicapai serta mempersiapkan alat evaluasi untuk penilaian guna mencapai tujuan pembelajaran secara baik pula. Namun, MGMP PKn Kota Malang tidak mendapatkan alokasi dana dari pemerintah. Sehingga untuk membiayai kegiatan dan operasional organisasi diperoleh dari sumbangan anggota. Kondisi keuangan yang sulit menjadikan MGMP PKn Kota Malang kesulitan dalam mengadakan kegiatan-kegiatan yang menunjang peningkatan profesionalsme guru. Solusi yang dilakukan untuk mensiasati kesulitan dana dengan mencari sponsor terhadap perusahaan-perusahaan dan instansi-instansi. Solusi lain yang dilakukan adalah menjalin kerjasama dengan universitas-universitas yang ada di Kota Malang. Saran dalam skripsi ini sebagai berikut: (1) bagi pemerintah, perlu adanya dukungan dana terhadap MGMP, dan pemberian penghargaan, (2) bagi universitas-universitas yang ada di Kota Malang untuk menjalin kerjasama dan akses networking dengan para anggota MGMP, pengarahan dan pembinaan dalam bidang Ilmu pengetahuan dan teknologi, (3) bagi mahasiswa, perlu ditingkatkan kajian yang mendalam mengenai MGMP, (4) bagi guru PKn sebagai anggota MGMP harus terus meningkatkan keaktifannya dalam forum-forum MGMP, (5) bagi kepala sekolah, harus lebih aktif dalam mengawasi dan mendorong guru PKn untuk aktif dalam forum MGMP.

Dampak aktivitas neurobik terhadap kecepatan impuls saraf pada cerebrum untuk anak-anak usia dini / M. Nur Fafa

 

ABSTRAK Fafa, M. Nur. 2009. Dampak Aktivitas Neurobik Terhadap Kecepatan Impuls Saraf Pada Cerebrum Untuk Anak-Anak Usia Dini. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Saichudin, M. Kes., (2) dr. Hartati Eko Wardani, M. Si.Med Kata kunci : Neurobik, Kecepatan Impuls Saraf, Anak Usia Dini Aktivitas olahraga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dengan berolahraga tidak hanya membuat tubuh bugar dan sehat, dan diyakini dengan berolahraga mampu meningkatkan kemampuan otak membangun sel-sel yang baru. Otak manusia memiliki bermilyar-milyar neuron yang akan terus tumbuh bila sering digunakan. Sejumlah teori menyatakan bahwa sel otak akan terus tumbuh sampai usia berapapun, sehingga peluang untuk mengoptimalkan potensi otak sejak dini seolah tidak ada batasnya. Otak selalu beradaptasi terhadap lingkungan terlebih lagi hingga usia 2 tahun adalah masa peluang emas untuk mengoptimalkan fungsi dan jumlah sel pada anak-anak. Otak memegang peranan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Karena organ ini merupakan pusat pengendali berbagai aktivitas fisik maupun mental. Otak memiliki sistem komunikasi yang dapat bereaksi cepat dalam mengorganisasikan dan merencanakan respons terhadap informasi atau rangsangan yang masuk, pada anak-anak rangsang informasi yang masuk akan memicu suatu reaksi kimia dari neurotransmiter. Reaksi ini mendukung terjadinya proses plastisitas pada otak, sehingga kemampuan otak dapat ditingkatkan Namun seringkali juga informasi yang diterima otak tidak dapat diekspresikan kembali secara utuh, akibatnya ketidakmampuan untuk mengungkapkan apa yang telah dipelajari akan menimbulkan perasaan gagal dan stres, sehingga kemampuan belajar pada anak-anak berkurang. Bila terjadi, tentu prestasi yang akan didapat kian merosot dan perasaan gagal akan terus mendera. Karena itulah, otak perlu juga diajak beraerobik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan sampel siswa sekolah dasar usia 6-8 tahun. Sampel dalam penelitian ini diambil dari SDN Tompokersan 3 Lumajang, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan tes kecepatan reaksi yang diukur berdasarkan lama waktu untuk merespon stimulus pada seluruh sampel yang diambil sebagai kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol. Hasil tes pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan hasil tes pada kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu bereaksi pada kelompok perlakuan sebesar 0.836 detik, sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata waktu yang diperoleh sebesar 1.729 detik. Oleh karena itu untuk memaksimalkan fungsi otak perlu dilakukan suatu aktivitas yang menstimulus fungsi otak melalui aktivitas neurobik atau minimal berolahraga untuk meningkatkan asupan nutrisi pada otak.

Penerapan pembelajaran kooperatif numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas VIII SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang / Yeni Ernawati

 

ABSTRAK Ernawati, Yeni. 2010. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Susetyoadi Setjo, M.Pd dan (II) Dra. Hawa Tuarita, M.S. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Numbered Heads Together (NHT), Motivasi Belajar, Hasil Belajar Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas VIII-D SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang mulai bulan Juli 2009 sampai bulan Agustus 2009 menunjukkan bahwa motivasi dan hasil belajar siswa masih rendah. Rendahnya motivasi belajar siswa dapat diketahui dari tingkah laku siswa pada saat kegiatan pembelajaran, antara lain 1) pada saat pembelajaran sebagian besar siswa menunjukkan sikap kurang berminat mengikuti pelajaran. Siswa kurang aktif bertanya, menjawab serta mengungkapkan pendapatnya selama kegiatan pembelajaran berlangsung walaupun guru sudah sering memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, 2) ada beberapa siswa yang memicu kegaduhan misalnya mengganggu temannya, celometan sehingga memicu kegaduhan kelas, 3) pada saat kegiatan diskusi, tidak semua siswa antusias mengikuti pelajaran, hanya beberapa siswa yang aktif mengerjakan tugas sedangkan siswa yang lain banyak yang mengobrol dan bergurau di luar materi pelajaran, 4) beberapa siswa tidak mendengarkan pendapat temannya dan tidak mendengarkan penjelasan guru. Guru sudah berusaha untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan beberapa metode pembelajaran misalnya dengan praktikum dan diskusi kelas tetapi belum menunjukkan hasil yang maksimal. Hal tersebut berdampak pada hasil belajar siswa yang masih rendah, yaitu rata-rata skor tes 69,27 dan ketuntasan klasikal hanya 68,29%. Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut, untuk mengatasinya diperlukan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif NHT. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas VIII SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang melalui penerapan pembelajaran kooperatif NHT. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2009 sampai tanggal 18 November 2009. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa yang diperoleh melalui observasi selama penelitian, sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes setiap akhir siklus. Hasil penelitian penerapan pembelajaran kooperatif NHT dapat: (1) meningkatkan motivasi belajar siswa dari sebesar 62,46% (kategori cukup) pada siklus I menjadi 80,77% (kategori baik) pada siklus II; (2) meningkatkan hasil belajar siswa dari skor rata-rata kelas sebesar 69,27 dan ketuntasan klasikal 68,29% sebelum siklus I meningkat menjadi 77,93 dan ketuntasan klasikal 82,93% setelah siklus I dan meningkat lagi menjadi 83,78 dan ketuntasan klasikal 92,68% setelah siklus II.

Pengaruh larva plutella xylostella L yang terparasit dan tidak terparasit oleh diadegmasemiclausum (Hellen) terhadap luas kerusakan daun kubis (Brassica oleracae L.) / Novy Kurniasih

 

ABSTRAK Kurniasih, Novy. 2009. Pengaruh Larva P. xylostella yang Terparasit dan Tidak Terparasit oleh D. semiclausum Terhadap Luas Kerusakan Daun Kubis (Brassicca oleraceae). Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sofia Ery Rahayu, S. Pd., M.Si, (II) Ir. Handoko, M.Sc. Kata kunci: Diadegma semiclausum, Plutella xylostella, kerusakan daun kubis. Parasitoid Diadegma semiclausum merupakan musuh alami dari larva P. xylostella. Gejala yang ditimbulkan oleh serangan larva P. xylostella pada kubis adalah adanya lubang pada daun kubis. Untuk mengetahui pengaruh D. semiclausum pada larva P. xylostella terhadap kerusakan daun kubis dilakukan dengan jalan menghitung luas kerusakan daun kubis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh tingkat instar larva Plutella xylostella yang berbeda terhadap kerusakan daun kubis (Brassica oleraceae), (2) pengaruh tingkat instar larva Plutella xylostella yang terparasit dan tidak terparasit oleh Diadegma semiclausum terhadap kerusakan daun kubis (Brassica oleraceae) dan (3) hubungan antara tingkat instar larva Plutella xylostella yang berbeda dengan kondisi terparasit dan tidak terparasit oleh Diadegma semiclausum terhadap kerusakan daun kubis (Brassica oleraceae). Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 6 perlakuan yaitu larva P. xylostella instar 2,3 dan 4 yang terparasit oleh D. semiclausum serta larva P. xylostella instar 2,3 dan 4 yang tidak terparasit oleh D. semiclausum. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2009 dan Lokasi Penelitian di laksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman BPTP Jatim dan di Screen BPTP Jatim Jl. Raya Karangploso Malang. Obyek dalam penelitian ini adalah larva P. xylostella instar 2,3 dan 4 sebanyak 150 larva. Perlakuan dalam penelitian ini dengan cara meletakkan selembar daun kubis pada cawan petri kemudian diberi 5 larva P. xylostella yang terparasit oleh D. Semiclausum dan larva P. xylostella yang tidak terparasit pada setiap cawan petri perlakuan. Setelah aplikasi selama 24 jam kemudian lubang kerusakan pada daun kubis dijiplak pada kertas yang sudah ditentukan berat dan luasnya, hasil jiplakan tersebut ditimbang. Data berupa luas kerusakan dianalisis dengan menggunakan uji analisis variansi ganda (ANAVA GANDA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat instar P. xylostella berpengaruh terhadap kerusakan daun kubis (B. oleraceae). Tingkat instar pada kondisi larva P. xylostella yang terparasit dan tidak terparasit oleh D. semiclausum berpengaruh terhadap kerusakan daun kubis (B. oleraceae) dan tidak ada hubungan antara tingkat instar larva P. xylostella yang terparasit dan tidak terparasit oleh D. semiclausum terhadap kerusakan daun kubis (B. oleraceae).

Pengaruh return on equity (ROE), Earning Per Share (EPS), Dividen Payout Ratio (DPR), terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang listing di bei periode 2005-2007 / Taufiq Fatkhur Rahman

 

ABSTRAK Rahman,Taufiq, F. 2009. Pengaruh Return On Equity (ROE), Earning Per Share(EPS) dan Devidend Payout Ratio (DPR) terhadap Harga Saham pada perusahaan Manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2007. Skripsi, Jurusan S1 Manajemen Konsentrasi Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mohammad Hari, M.Si, (2) Ely Siswanto, S.Sos, M.M. Kata kunci: Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), Devidend Payout Ratio (DPR), Harga Saham Harga Saham Merupakan nilai dari penyertaan atau kepemilikan seseorang dalam suatu perusahaan.Untuk melihat nilai buku, nilai pasar, dan nilai instrinsik saham maka diperlukan analisis yang tepat. Dalam penelitian ini menggunakan analisis fundamental karena analisis ini melakukan pendekatan ekternal dan internal perusahaan. Kondisi internal perusahaan bisa dilihat dari kinerja keuangannya yang diukur dengan rasio keuangan. Rasio-rasio keuangan yang digunakan adalah ROE, EPS dan DPR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel ROE, EPS dan DPR terhadap Harga saham baik secara parsial dan secara simultan. Data yang digunakan bersumber dari ICMD (Indonesian Capital Market Directory) tahun 2008. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang listing di BEI yakni sebanyak 152 perusahaan, namun setelah digunakan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 10 perusahaan, dengan periode pengamatan selama 3 tahun (2005-2007). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS. Uji yang digunakan adalah Uji F dan Uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial ROE tidak berpengaruh terhadap harga saham, secara parsial EPS berpengaruh terhadap harga saham, dan DPR tidak berpengaruh terhadap harga saham. Secara simultan ketiga variabel bebas berpengaruh terhadap Harga saham. Berdasarkan penelitian ini maka akan disarankan dalam penelitian lebih lanjut untuk menambah variabel bebas yang lain yang dapat diindikasikan berpengaruh terhadap Harga saham dan meneliti jenis perusahaan lain. Bagi investor penelitian ini dapat dijadikan gambaran tentang pengaruh ROE, EPS dan DPR terhadap Harga saham sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat sebelum berinvestasi.

Perbedaan pendapatan dan aktivitas pekerja songkok perkotaan dan perdesaan di Kabupaten Gresik / Syafitri Rahmadina Purima

 

ABSTRAK Rahmadina, Syafitri. 2009.Perbedaan Aktivitas dan Pendapatan Pekerja Industri Songkok di Perkotaan dan Perdesaan di Kabupaten Gresik. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing : (I) Drs. Budi handoyo M.Si (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si. Kata Kunci : aktivitas,pendapatan, pekerja industri Songkok. Industri songkok beroperasi dengan didukung tenaga kerja atau pekerja yang tetap. Pekerja memiliki aktivitas kerja yang bervariasi sehingga pendapatannya bervariasi pula. Pendapatan mereka yang berbeda ditiap jenis pekerjaan dan juga masih tergolong rendah. Hal ini berpengaruh pada sumbangan pendapatan yang diberikan pada keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan aktivitas pekerja songkok yang meliputi: aktivitas dan pendapatan. Rancangan Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan Pengambilan sampel responden menggunakan teknik purposive random sampling, seluruhnya 100 responden diantaranya 50 responden pedesaan dan 50 responden perkotaan dengan menggunakan metode angket sebagai alat pengumpul data. Pengambilan datan menggunakan 3 metode yaitu: observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis uji-t. Lokasi penelitian yang diambil pada Kelurahan Kroman dan Kecamatan Bungah Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Aktivitas pekerja industri songkok di pedesaan dan perkotaan meliputi pembuat sekaligus menjahit hiasan, dengan jam kerja rata-rata 7 sampai 8 jam perhari. Pengalaman pekerja songkok lebih dari 10 tahun dan paling sedikit adalah kurang dari 1 tahun dan mempelajari jenis pekerjaan sebagian besar adalah dari tetengga dan saudara sendiri, hal ini dapat dilihat dari banyaknya pekerja yang berusia muda yaitu 20 sampai 30 tahun.Hasil analisis uji- t dengan bantuan program SPSS 14 for windows diperoleh nilai t hitung sebesar 1,501 dengan signifikan 0,137 maka dapat diambil kesimpulan jenis pekerjaan yang dilakukan pekerja songkok di perkotaan maupun pedesaan sama saja. Artinya jenis pekerjaan yang dilakukan tergantung pekerja. (2) Pendapatan perkotaan lebih tinggi yang rata-ratanya Rp 25.000,00. sedangkan pendapatan yang dimiliki responden pedesaan berpendapatan rendah yaitu rata-rata Rp 20.000,00. pekerja songkok di Kabupaten Gresik memiliki pendapatanpokok perhari, sedangkan pendapatan sampingan yang mereka peroleh tidak dapatdihitung, Dari hasil analisis uji t test diperoleh nilai t hitung sebesar 2,208, t tabel 1,984 dengan signifikan 0,030, karena thitung > t tabel dengan signifikan <0,05 yaitu 2,208 > 1,984 dengan signifikan 0,030 < 0,05. Perlunya meningkatkan keahlian pekerja songkok untuk dapat bisa belajar melakukan semua aktivitas pembuatan songkok karena hal itu akan meningkatkan pendapatan mereka. Diharapkan dari inisiatif dan meningkatnya motivasi kerja dapat menentukan produktivitas kerja para pekerja songkok di perkotaan dan pedesaan Kabupaten Gresik. i

Meningkatkan kemampuan membaca intensif melalui metode SQ3R di kelas V MI Riyadlul Ulum Bangil Pasuruan / Siti Hidayatul Mukaromah

 

ABSTRAK Mukaromah Hidayatul, Siti. 2010. Meningkatkan Kemampuan Membaca Intensif melalui Metode SQ3R di Kelas V MI Riyadlul Ulum Bangil Pasuruan.Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. FIP. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Dr. Muhana Gipayana M.Pd, (2)Drs. Bambang Soerjono, M.Ed Kata kunci : Metode SQ3R, Kemampuan Membaca Intensif, MI Riyadlul Ulum MI Riyadlul Ulum Bangil adalah salah satu Madrasah Ibtidaiyah swasta yang terletak di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan observasi di kelas V dan wawancara terhadap guru kelas, kepala sekolah dan siswa kelas V yang dilakukan pada 10 Agustus 2009 diketahui bahwa terdapat permasalahan yang cukup kompleks pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas tersebut. Secara umum permasalahan tersebut dapat diidentifikasi menjadi beberapa masalah, yaitu kemampuan belajar, kemampuan berpikir dan sikap siswa terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia yang dapat berimbas pada hasil belajar siswa yang diperoleh rendah. Oleh karena itu pada penelitian ini dicoba untuk menangani masalah-masalah tersebut dengan menggunakan penerapan membaca intensif dengan metode SQ3R, melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini bertujuan; (1) mendiskripsikan bagaimana penerapan membaca intensif melalui metode SQ3R (survey, question, reading, recite dan review) di kelas V MI Riyadlul Ulum Bangil, (2) mendiskripsikan apakah penerapan membaca intensif melalui metode SQ3R (survey, question, reading, recite dan review) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas V MI Riyadlul Ulum Bangil. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan mulai Nopember 2009 sampai awal Pebruari 2010. Tindakan kelas dilaksanakan bulan Desember 2009 sampai Januari 2010. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri atas 2 pertemuan dan setiap pertemuan terdapat empat fase, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas V MI Riyadlul Ulum Bangil yang terdiri dari 15 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan membaca intensif melalui metode SQ3R pada mata pelajaran bahasa Indonesia ternyata dapat meningkatkan kemampuan belajar, meningkatkan kemampuan berfikir siswa dan juga dapat meningkatkan rasa senang siswa kelas V MI Riyadlul Ulum Kecamatan Bangil Pasuruan pada pembelajaran bahasa Indonesia. Dengan melalui 5 tahapan yaitu: (1) siswa membaca dan mengamati dahulu bacaan yang diberikan sehingga menemukan istilah-istilah yang sulit dimengerti, (2) siswa membuat pertanyaan, (3) siswa membaca kembali bacaan yang diberiakan serta mencari jawaban dari pertanyaan yang dibuat, (4) siswa merecall atau menceritakan inti dari setiap paragraf, dan (5) siswa melihat kembali apakah kesimpulan yang diambil dari setiap paragraf sudah sesuai. Kemampuan belajar siswa sesuai dengan tahapan SQ3R meningkat dari 71.25% menjadi 98.75%, kemampuan berpikir dari membuat pertanyaan pada setiap siklus mengalami peningkatan dan penurunan, pada kategori pertanyaan menurun 25%, pada kategori pertanyaan 2 menurun 11.25%, pada kategori pertanyaan 3 meningkat 21.25%, pada kategori pertanyaan 4 meningkat sebesar 5.25% dan pada kategori pertanyaan 5 juga meningkat sebesar 9.75%, sedangkan kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan juga mengalami peningkatan dan penurunan pada setiap siklus yakni, kategori jawaban 1 mengalami peningkatan 2%, kategori pertanyaan 2 mengalami penurunan 32%, kategori jawaban 3 naik 23% dan kategori pertanyaan 4 naik 7%, akan tetapi pada kategori jawaban 5 tidak mengalami perubahan, dan juga rasa senang siswa terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia rata-rata nilai menunjukkan nilai 4 dan 5 yang berarti siswa melakukan sesuai deskriptor rasa senang pada instrument.Dengan penerapan membaca intensif melalui metode SQ3R pada mata pelajaran bahasa Indonesia juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V MI Riyadlul Ulum Kecamatan Bangil Pasuruan peningkatan hasil belajar sebesar 24.8 poin (dari siklus I dengan siklus II). Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada kepala sekolah agar dapat memotifasi guru-gurunya untuk menerapkan metode ini dan juga memperhatikan kelebihan dan kekurangannya, sehingga bisa disesuaikan dengan kondisi siswanya. serta dapat meningkatkan mutu pencapaian tujuan pendidikan

Penerapan pakem melalui pencari pasangan untuk meningkatkan motivasi dan hasil balajar IPA pada siswa kelas III SDN Pengetahuan I Kota Pasuruan / Iskandar

 

Berdasarkan hasil pengamatan dan studi dokumenter terhadap siswa kelas III pada awal tahun pelajaran 2009 / 2010 menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada saat ulangan harian / formatif yang dilakukan penulis hanya mencapai 68 ( enam puluh delapan ) dibawah KKM (71). Guru melakukan pendekatan pembelajaran konvensional yang selalu dii dominasi oleh guru, sementara siswa hanya sebagai pendengar yang baik, sehingga siswa kurang memahami konsep-konsep materi pelajaran. Penggunaan strategi dan metode pembelajaran yang kurang sesuaii dengan kebutuhan siswa. Karena siswa seusia itu masih membutuhkan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, sehingga anak tidak cepat bosan dan jenuh. Hal ini membuat siswa kesulitan memahami materi pelajaran. Mengingat pentingnya metode pembelajaran yang tepat, agar pembelajaran menjadi aktif, kreatif dan menyenangkan, sehingga prestasi belajar siswa meningkat perlu segera di aplikasikan, salah satunya dengan Metode Pakem dan Mencari Pasangan dalam pembelajaran IPA dikelas III SDN Petahunan. Bertolak dari apa yang disampaikan, maka penulis mengajukan usulan penelitian tindakan kelas (PTK). Tindakan pembelajaran dalam PTK ini dilaksanakan dua siklus, selama 3 bulan dengan menggunakan kompetensi dasar makhluk hidup.Kurikulum acuan dalam melaksanakan PTK ini adalah kurikulum 2006

Strategi coorperatif learning (CL) dalam pembelajaran matematika untuk meningkatan pemahaman pengubinan di kelas V C SDN Gadang 1 Malang / Veronica Eti Yuli Herawati

 

The quality of science learning on the subject form of objects at the 4th grade students of SDN Bendomungal II Bangil is still low. Based on the learning outcomes of 16, only 44% (7 students) had learning mastery with an average score 63. This research was conducted with the aim to: 1) Describing the application of discovery approach in the science learning on the subject identifying the form of solids, liquids and gases have certain properties at the 4th grade students of SDN Bendomungal II Bangil, 2) Describing the increase in student learning activities in science learning on the subject identifying the form of solids, liquids and gases have certain properties at the 4th grade students of SDN Bendomungal II Bangil through discovery approach, 3) Describing the learning outcomes in the science learning on the subject identifying the form of solids, liquids and gases have certain properties at the 4th grade students of SDN Bendomungal II Bangil through discovery approach. The problem solving was done by classroom action research (CAR), collaboratively between researcher and collaborator by using discovery approach. The reseacher takes the 4th grade students of SDN Bendomungal II Bangil, on the first semester that consists of 16 students as the subject of the research. In gathering the data, the researcher does some ways to collect the data, such as doing tests, observation, and documentation. The data were analyzed by descriptive percentages and descriptive qualitative. The results of this study were: (1) Step-by-step implementation of the science learning on the subject the form of objects through discovery approach at the 4th grade students of SDN Bendomungal II Bangil in this study are as follows: a) Formulate the problem, b) Collecting the data, c) Analyzing the data, d) Presenting the data, e) Communicating the data, and f) Conclusions. (2) Level of student learning activities in the first cycle of the first meeting was 65.3% and in the first cycle of the second meeting increased to 73.3% or an increase of 8%. In the second cycle of the first meeting, students' learning activity increased again to 80% or an increase of 6.7%. In the second cycle of the second meeting, students' learning activity increased again 84% or an increase of 4%. (3) Student learning outcomes during the pre action, who scored ≥ 70 only 44% or 7 students with an average score of 63. In the first cycle of the first meeting, the average score increased to 68.1 (up 5.1 points) with learning completeness 62.5% (an increase of 18.5%). In the first cycle of the second meeting, the average score increased to 69.4 (up 1.3 points) with learning completeness 68.75% (up 6.25%). In the second cycle of the first meeting, the average score increased to 72.5 (up 3.1 points) with learning completeness 75% (up 6.25%). In the second cycle of the second meeting, the average value increased to 76.9 (up 4.4 points) with learning completeness 81.25% (an increase of 6.25%). The test results obtained in the second cycle of the second meeting in compliance with the indicators of research success, so this research was discontinued in the second cycle of the second meeting. Researchers suggest that the discovery approach can be applied as a variation of learning in the classroom so that students do not feel bored in lessons and more active and creative. In the implementation of discovery approach undertaken in this study, there are 3 students (18.75%), which has not been thoroughly studied individually, therefore, expected that other researchers conducting research through the same approach to improve the result even better.

Pengaruh lingkungan keluarga dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa SMK program studi akutansi di SMK Ardjuna 1 Malang / Wahyu Angga Tugas Kurniafindi

 

ABSTRAK Kurniafindi, Wahyu Angga Tugas. Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi belajar siswa SMK progran studi akuntansi di SMK Ardjuna 1 Malang. Skripsi, Program Studi Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ekonomi Konsentrasi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Suparti, MP., (II).Dr. H. Tuhardjo, SE., M.Si., Ak. Kata Kunci: Lingkungan Keluarga, Motivasi belajar, Prestasi belajar Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, diantaranya adalah lingkungan keluarga. Keluarga adalah tempat dan sumber pendidikan awal bagi seorang anak. Sifat dan kebiasaan orang tua dapat mempengaruhi sikap anak dan mempengaruhi prestasi anak. Faktor lain yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa disamping lingkungan keluarga adalah motivasi belajar sangat membantu dan mutlak dibutuhkan, semakin baik motivasi belajar siswa maka prestasinya juga semakin baik pula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Kondisi lingkungan keluarga siswa-siswi SMK Program Studi Akuntansi semetser genap tahun ajaran 2008/2009, (2) Motivasi belajar siswa-siswi SMK Program Studi Akuntansi semester genap tahun ajaran 2008/2009, dan (3) Pengaruh lingkungan keluarga dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa di SMK Program Studi Akuntansi tahun ajaran 2008/2009. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kausalis. Analisis deskriptif digunakan untuk mendiskripsikan kondisi lingkungan keluarga sebagai variabel (X1), motivasi belajar(X2) dan prestasi belajar siswa (Y). Metode regresi linier berganda digunakan untuk menentukan basarnya pengaruh lingkungan keluarga sebagai variabel (X1), motivasi belajar(X2) dan prestasi belajar siswa (Y) di SMK Ardjuna 1 Malang. Populasi dalam penelitian adalah siswa SMK Ardjuna 1 Malang. Sampel dari penelitian ini adalah siswa Program Studi Akuntansi yang berjumlah 44 siswa. Sample dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Program Studi Akuntansi yang ada di kelas XI semester genap tahun ajaran 2008/2009 yang berjumlah 44 siswa. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam yaitu angket dan dokumentasi data. Data angket diperoleh dari lembar kuisoner yang diisi oleh siswa sedangkan dokumentasi data yang berupa keterangan mengenai jumlah siswa dan nilai rapor yang diperoleh dari arsip data Tata Usaha SMK Ardjuna 1 Malang. Lingkungan keluarga siswa SMK Ardjuna 1 Malang berdasarkan pada penilaian siswa secara umum (41%) menunjukkan lingkungan keluarga mendukung keberhasilan belajar siswa. Motivasi belajar secara umum (34,5%) menunjukkan kondisi yang mendukung prestasi belajar siswa.

Implementasi model pembelajaran kolaborasi Jigsaw dan team games turnament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata diklat kewirausahaan (studi pada siswa kelas XI program keahlian pemasaran SMK Negeri 1 Turen) / Iftitah Lisnasari

 

ABSTRAK Lisnasari, Iftitah. 2009. Implementasi Model Pembelajaran Kolaborasi Jigsaw dan Teams Games Tornament (TGT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Diklat Kewirausahaan (Studi Pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Turen). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Tata Niaga, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Hermawan, M.Si., M.Bus. (II) Madziatul Churiyah, S.Pd., M.M. Kata kunci: Model pembelajaran Jigsaw, Team Games Tournament (TGT), Hasil Belajar Salah satu upaya yang harus dilakukan pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia hingga saat ini adalah melalui perbaikan kurikulum. Dengan perbaikan kurikulum, diharapkan kualitas proses pembelajaran akan meningkat yang diikuti dengan peningkatan hasil belajar siswa. Tetapi kurikulum bukanlah satu-satunya faktor pendukung keberhasilan pendidikan di Indonesia. Guru juga memegang peranan yang penting dalam proses pembelajaran, sehingga guru sering disebut sebagai ujung tombak dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu guru dituntut untuk dapat menyampaikan materi pelajaran kepada siswa dengan metode dan pendekatan yang relevan dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dilaksanakan pada bulan Desember. Dalam setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dan melalui 4 tahapan yaitu tahap perencanaan tindakan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap pengamatan dan tahap refleksi. Subyek yang diteliti adalah kelas XI Program Keahlian Pemasaran di SMK Negeri 1 Malang, sebanyak 40 siswa. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer yang bersumber langsung pada subyek yang diteliti. Tehnik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara, catatan lapangan, rubrik penilaian, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran kolaborasi Jigsaw dan TGT dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Analisis hasil belajar menunjukkan hasil belajar siswa pada aspek kognitif pada hasil nilai pre test dan post test pada siklus I dan siklus II. Dalam siklus I nilai rata-rata pre test dan post test meningkat dari 62,12 menjadi 73,37 sebesar 18%. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata pre test dan post test meningkat dari 67,12 menjadi 75,25 dengan persentase kenaikan 12%. Hasil belajar pada aspek afektif menunjukkan peningkatan pada tiap siklusnya yaitu pada siklus I sebesar 68,8% menjadi 74% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran kolaborasi Jigsaw dan TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun saran yang dapat diberikan yaitu: 1) Bagi Guru, Guru di SMK Negeri 1 Turen disarankan untuk mencoba mengimplementasikan model pembelajaran kolaborasi Jigsaw dan TGT serta model-model pembelajaran kooperatif yang lain sebagai alternatif pilihan dalam praktek pembelajaran di kelas untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dalam menerapkan model pembelajaran kolaborasi Jigsaw dan TGT serta model pembelajaran kooperatif lainnya, guru perlu mengatur waktu, mempersiapkan rencana kegiatan dan media yang tepat, sehingga pembelajaran yang dilakukan dapat berlangsung secara optimal, efektif dan efisien. 2) Bagi Peserta Didik, dengan implementasi pembelajaran model kolaborasi Jigsaw dan TGT diharapkan siswa dapat bekerjasama dengan baik antar peserta didik, saling menghargai, berani mengungkapkan ide dan pendapatnya serta dapat saling membantu antar peserta didik dalam belajar. Peserta didik hendaknya mempelajari materi sebelum proses pembelajaran berlangsung, sehingga peserta didik mempunyai kesiapan kognitif yang baik. 3) Bagi Peneliti Selanjutnya, dapat melakukan penelitian lebih lanjut dengan implementasi model pembelajaran Jigsaw dan Team Games Tournament (TGT) dengan menggunakan mata diklat dan subyek penelitian yang berbeda.

Pengembangan bahan ajar kimia pada materi sifat fisika zat dengan menggunakan strategi pembelajaran react untuk smk program keahlian analisis kimia / Endang Sunarni

 

ABSTRAK Sunarni, Endang. 2010. Pengembangan Bahan Ajar Kimia pada Materi Sifat Fisika Zat dengan Menggunakan Strategi Pembelajaran REACT untuk SMK Program Keahlian Analisis Kimia. Skiripsi, Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Darsono Sigit, M.Pd, (II) Dra. Nazriati, M.Si. Kata kunci: SMK, bahan ajar, strategi pembelajaran REACT, model pengembangan. Kualitas hasil belajar di SMK yang masih rendah merupakan masalah yang sering dibicarakan dalam dunia pendidikan saat ini, terutama dalam pembelajaran kimia sehingga guru berupaya untuk meningkatkan hasil belajar dengan mengembangkan bahan ajar yang digunakan. Bahan ajar merupakan bahan-bahan atau materi kegiatan pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan siswa dan guru dalam proses pembelajaran yang berupa buku siswa dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebagai pelengkap dari bahan ajar yang dikembangkan. Pengembangan bahan ajar dengan menggunakan strategi pembelajaran REACT yang terdiri dari fase relating, experiencing, applying, cooperating and transferring. Tujuan dari pengembangan bahan ajar untuk mengetahui: (1) bentuk dan isi bahan ajar kimia yang berupa buku siswa di SMK serta Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebagai pelengkap dari pengembangan bahan ajar kimia pada materi sifat fisika zat, (2) kelayakan bahan ajar kimia yang berupa buku siswa di SMK dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebagai pelengkap dari pengembangan bahan ajar kimia pada materi sifat fisika zat dengan strategi pembelajaran REACT. Model pengembangan bahan ajar yang digunakan adalah model pengembangan menurut Borg and Gall. Ada tiga langkah pelaksanaan yang digunakan dalam pengembangan bahan ajar yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan data (research and information colleting), (2) perencanaan (planning), (3) pengembangan draf produk (develop preliminary form of product). Instrumen pengumpulan data berupa angket. Angket yang diberikan terdiri dari 2 bagian yaitu angket penilaian buku siswa dan angket penilaian untuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang diberikan ke guru. Teknik analisis data menggunakan analisis persentase rata-rata, data hasil validasi diperoleh dari 3 validator melalui angket yang telah diberikan. Hasil pengembangan bahan ajar berupa buku siswa dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebagai pelengkap dari pengembangan bahan ajar kimia di SMK. Buku siswa yang dikembangkan terdiri dari halaman sampul/cover, kata pengantar, tahap-tahap penggunaan buku siswa, strategi pembelajaran, petunjuk guru, petunjuk siswa, standar kompetensi, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, indikator hasil belajar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, peta konsep, kegiatan belajar yang menggunakan strategi REACT, ringkasan materi, suplemen materi, soal evaluasi, daftar pustaka, kunci jawaban. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terdiri dari identitas mata diklat, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi ajar, uraian materi, metode pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran yang disusun dengan strategi pembelajaran REACT, sumber/alat/bahan belajar, penilaian Berdasarkan hasil analisis dengan teknik persentase rata-rata diperoleh persentase rata-rata hasil validasi terhadap buku siswa sebesar 88,46% sehingga buku siswa dikatakan valid yang berarti tidak perlu direvisi tetapi jika ada komentar dan saran dari masing-masing validator sebaiknya digunakan acuan untuk merevisi buku siswa yang telah dikembangkan, sedangkan persentase rata-rata hasil validasi terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebesar 82,72% yang berarti valid. Hal ini menunjukkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dikembangkan telah layak dan tidak perlu revisi tetapi jika ada saran dan komentar dari validator sebaiknya digunakan sebagai pertimbangan untuk memperbaiki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dikembangkan. Dengan demikian bahan ajar yang dikembangkan telah layak diuji cobakan atau dilakukan validasi empirik di sekolah.

Percampuran budaya Islam, Jawa, dan Cina dalam membangun kolaborasi sosial pada masyarakat daerah gunung kawi kabupaten Malang / Ahmad Badri

 

ABSTRAK Badri, Ahmad. 2009. Percampuran Budaya Islam, Jawa, dan Cina Dalam Membangun Kolaborasi Sosial Pada Masyarakat di Daerah Gunung Kawi Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suwarno Winarno (2) Drs.Suparlan Al – Hakim, M.Si Kata kunci : percampuran budaya, islam, jawa, cina, masyarakat, Percampuran budaya pada masyarakat Gunung Kawi antara budaya Islam, Jawa, dan Cina merupakan fenomena yang unik. Percampuran tersebut terjadi sejak dulu kala, dan merupakan suatu tradisi sehingga perlu untuk dilestarikan keberadaannya. Tentu saja bukan hanya dari segi budayanya saja yang perlu dilestarikan tetapi juga nilai – nilai moral yang terkandung di dalamnya. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah trejadinya percampuran budaya antara Islam, Jawa, dan Cina, mengetahui bentuk percampuran budaya Islam, Jawa, dan Cina pada masyarakat Gunung Kawi, mengetahui dampak apa saja yang muncul dari adanya percampuran budaya, serta mengetahui persepsi yang muncul dari masyarakat dari adanya proses percampuran budaya. Dengan tujuan tersebut, penelitian ini dianggap penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan yaitu untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang adanya percampuran budaya yang muncul di masyarakat, sedangkan bagi pihak pemerintah daerah merupakan bahan penunjang dan sumber acuan bagi pengembangan kebudayaan tersebut, bagi masyarakat sebagai sumber yang dapat menunjang proses pembangunan budaya daerah, dan bagi peneliti sendiri sebagai sarana untuk mendapatkan pengalaman baru dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti memperoleh data dari masyarakat Desa Wonosari Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang, dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan metode observasi, wawancara tak berstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara analisis domain dan analisis taksonomi. Dari hasil analisis ditemukan jawaban bahwa percampuran budaya antara Islam, Jawa, dan Cina disikapi positif oleh masyarakat sekitar Gunung Kawi. Percampuran budaya tersebut meliputi banyak hal, mulai dari bentuk tempat peribadatan, pertunjukan seni, kepercayaan, dan sebagainya. Semuanya itu mengandung nilai-nilai luhur yang perlu dilestarikan dan dikembangkan yaitu nilai keanekaragaman, nilai religius, nilai gotong royong, nilai kebersamaan, nilai kerukunan, dan nilai persatuan. Hal yang mendorong terwujudnya percampuran budaya Islam, Jawa, dan Cina pada masyarakat Gunung Kawiadalah perasaan cinta, hormat, dan bakti kepada leluhur mereka. Percampuran budaya merupakan hasil pengendapan dari pengalaman hidup dan penghayatan luhur dari nilai – nilai yang terkandung dan dapat menjamin kerukunan dan ketentraman kehidupan sosial.

Pengaruh aspek kompetensi professionalisme terhadap kinerja guru ekonomi (Studi pada guru bersertifikasi di kota kediri) / Suprapti Ningsih

 

ABSTRAK Ningsih, Suprapti.2009. “Pengaruh Aspek Kompetensi Profesionalisme Terhadap Kinerja Guru Ekonomi (Studi Pada Guru Bersertifikasi di kota Kediri)”. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hari Wahyono, M.Pd (2) Farida Rachmawati S.E,M.E Kata Kunci: aspek kompetensi profesionalisme, kinerja guru Sertifikasi guru merupakan suatu upaya dari pemerintah untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan, meningkatkan martabat guru, meningkatkan profesionalitas guru, dan meningkatkan kesejahteraan guru. Hal ini dengan harapan bahwa dengan sertifikasi guru maka kinerja guru juga akan semakin meningkat sehingga mutu pendidikan juga semakin baik. Guru dikatakan profesional jika memiliki aspek kompetensi profesionalisme yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Dengan kompetensi yang dimiliki tersebut akan berdampak pada kinerja guru untuk menambah kualitas pendidikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kinerja guru ekonomi yang lulus sertifikasi khususnya di kota Kediri. Terutama pengaruh aspek kompetensi profesionalisme yang dimiliki oleh guru yang lulus sertifikasi terhadap kinerja mereka, apakah ada perubahan antara sebelum dan sesudah lulus sertifikasi. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah Aspek Kompetensi Profesionalisme (X) dan Kinerja Guru Ekonomi (Y). penelitian ini dilakukan kepada para guru ekonomi yang bersertifikasi di SMA Negeri se-kota Kediri. Respondennya adalah kepala sekolah atau wakil kepala sekolah dan para siswa dari guru yang diteliti. Dalam penelitian ini guru yang diteliti sebanyak 30 orang yang tersebar dalam 8 Sekolah Menengah Atas Negeri se-kota Kediri. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kuesioner/angket tertutup yang sebelumnya telah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan uji t dan uji F pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat profesionalisme guru yang dilihat dari aspek kompetensi profesionalisme yang dimiliki cukup baik. Hal ini terbukti dari penyebaran kuesioner/angket dengan masing-masing aspek kompetensi yaitu: 56,7% (17 orang guru) memiliki tingkat kompetensi kepribadian yang tinggi, 40% (12 oarang guru) memiliki tingkat kompetensi pedagogik yang tinggi, 80% (24 orang guru) memiliki tingkat kompetensi profesional yang tinggi, dan 53,3% (16 orang guru) memiliki tingkat kompetensi sosial yang tinggi. Sedangkan untuk kinerja guru ekonomi yang bersertifikasi di kota Kediri diketahui 59,4% (19 orang guru) memiliki tingkat kinerja yang tinggi. Secara parsial kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial tidak berpengaruh yang signifikan secara statistik terhadap kinerja guru ekonomi di kota Kediri meskipun guru ekonomi di kota Kediri rata-rata mempunyai tingkat kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial yang tinggi, sedangkan untuk kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional mempunyai pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap kinerja guru ekonomi bersertifikasi di kota Kediri. Secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara aspek kompetensi profesionalisme terhadap kinerja guru ekonomi bersertifikasi di Kediri. Terbukti dari hasil analisis menunjukkan bahwa besaran probabilitas (Sig.) 0,043 < 0,05 dan Fhitung (2,889) > Ftabel (2,76). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan guru ekonomi yang lulus sertifikasi di SMA Negeri se-kota Kediri hendaknya dapat mencerminkan 4 kompetensi yang ada dalam kegiatan belajar mengajar agar mutu pendidikan di Indonesia dapat meningkat. Bagi guru yang kurang memenuhi keempat kompetensi tersebut hendaklah merubah diri agar keempat kompetensi tersebut dapat dipenuhi, sehingga kinerja guru dalam proses belajar mengajar juga akan meningkat. Jika kinerja seorang guru meningkat maka output yang dihasilkan, disini yang dimaksud adalah peserta didik, tentu juga akan lebih baik. Dengan begitu cita-cita bangsa untuk mencerdaskan masyarakatnya juga akan terpenuhi. Selain itu, berbagai program untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dan kinerjanya, hendaknya tidak berhenti begitu saja setelah sertifikat pendidik didapatkan, melainkan tetap membekali diri dengan berbagai program peningkatan pendidikan seperti pelatihan dan seminar di dalam maupun di luar area guru tersebut berada.

Meningkatkan pemahaman konsep pembagian bilangan bulat di kelas V SDN Karanganyar kota Pasuruan melalui pohon matematika / Sri Cahyaniati

 

SDN Karangayar Pasuruan suatu sekolah dasar negeri di Kecamatan Gadingrejo kota Pasuruan yang merupakan SD Inti gugus 05. Berdasarkan observasi di kelas V diketahui bahwa permasalahan yang sering dikeluhkan oleh siswa mata pelajaran matematika tentang perkalian dan pembagian bilangan bulat, akan tetapi secara umum dapat diidentifikasi menjadi beberapa masalah, yaitu motivasi belajar dan kemampuan berpikir siswa yang masih rendah, yang kemudian berdampak pada masalah hasil belajar siswa yang masih rendah. Masalah terakhir yang perlu mendapat perhatian sangat serius yaitu suatu proses pembelajaran yang belum dilakukan berdasarkan filosofi konstruktivisme. Oleh karena itu pada penelitian ini dicoba untuk menangani masalah rendahnya kemampuan berpikir, hasil belajar, dan motivasi belajar siswa dengan menggunakan pembelajaran pohon matematika melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran pohon matematika dapat mengatasi permasalahan yang ditemukan pada kelas V SDN Karanganyar, sehingga model pembelajaran ini digunakan di sekolah tersebut. Diharapkan dengan pembelajaran yang diterapkan melalui penelitian ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir , hasil belajar dan motivasi belajar matematika pada siswa kelas V SDN Karanganyar Pasuruan. Penelitian ini dilakukan selama enam bulan sejak bulan Agustus 2009 sampai Januari 2010. Tindakan kelas dilaksanakan sejak 4 Nopember sampai 18 Nopember 2009. Peneliti menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dengan model pohon matematika , yang terdiri dari empat fase yaitu perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN Karanganyar Pasuruan yang terdiri dari 25 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran pohon matematika dapat meningkatkan kemampuan berpikir, hasil, moivasi belajar matematika pada siswa kelas V SDN Karanganyar Pasuruan. Namun demikian nampaknya masih sangat diperlukan upaya-upaya lebih lanjut dalam memberdayakan kemampuan berpikir motivasi dan hasil balajar siswa di sekolah tersebut. Kata-kata kunci: pemahaman konsep, perkalian, pembagian,

Studi kawasan agribisnis berbasis agropolitan sebagai pendorong pembangunan ekonomi di kabupaten Kediri tahun 2004-2008 / Agus Pramono

 

Pengembangan Kawasan Agribisnis berbasis Agropolitan yang dijalankan oleh pemerintah Kabupaten Kediri dengan menetapkan 3 kecamatan sebagai pusat pertumbuhan ( Growth Center ) diharapakan dapat meningkatkan tingkat aksesibilitas komoditi yang ada di wilayah sekitar agar bisa menjadi komoditi unggulan sehingga dinamika pembangunan di sektor pertanian dari waktu ke waktu terus berkembang dengan cepat dan kompleks. Program pembangunan di sektor pertanian dititikberatkan pada agribisnis dan ketahanan pangan. Pengembangan agibisnis tidak mengenal batas-batas administrasi wilayah, sehingga sudah waktunya strategi pengembangan sistem dan usaha agribisnis ditingkatkan menjadi strategi yang mensinergikan pengembangan agribisnis dengan pendekatan wilayah, dalam hal ini dapat dilakukan dengan pendekatan pembentukan dan pengembangan kawasan agropolitan. Tujuan Pengembangan Kawasan Agribisnis Berbasis Agropolitan adalah untuk menentukan wilayah yang sesuai untuk dijadikan sebagi pusat kawasan agropolitan dan mendeskripsikan perkembangan kontribusi sektor agribisnis dalam mendorong perekonomian di Kabupaten Kediri. Langkah dalam mengetahui Pengembangan Kawasan Agribisnis Berbasis Agropolitan di Kabupaten Kediri dalam penelitian ini adalah Data sekunder, yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung dari objek penelitian. Data sekunder merupakan data yang tidak diperoleh dari sumbernya langsung, melainkan sudah dikumpulkan oleh pihak lain sedangkan metode pengumpulan data dilakukan dengan 2 cara yaitu teknik dokumentasi dan wawancara. Sedangkan analisis data menggunakan LQ dari PDRB Kabupaten Kediri dengan Perbandingan PDRB Jawa Timur untuk mengetahui sektor tersebut basis tau non basis agar bisa melihat keadaan ekonomi wilayah dan potensinya dimasa yang akan datang. Hasil Penelitian Pengembangan Kawasan Agribisnis Berbasis Agropolitan di Kabupaten Kediri yang terbagi menjadi 3 pusat pertumbuhan (Growth Center ) dapat meningkatkan tingkat aksesibilitas sektor pertanian yang disesuaikan dengan produk unggulan di masing-masing kecamatan menggambarkan bahwa konsep agropolitan berusaha menciptakan pembangunan yang diinginkan oleh masyarakat dan menuntut partisipasi masyarakat. Keikutsertaan masyarakat dalam pembangunan akan membentuk suatu pola pemberdayaan masyarakat di tingkat bawah. Dengan demikian kualitas SDM di seluruh lapisan dapat meningkat. Sesuai dengan konsep agropolitan yang dikemukakan oleh Friedmann, bahwa konsep agropolitan tidak hanya menyentuh pada sektor pertanian saja tetapi juga menekankan pada sifat pemerintahan yang desentralistik dan demokratis, yang mana menuntut keterlibatan masyarakat untuk menciptakan social welfare. Saran yang diajukan sebagai berikut: (1) Untuk meningkatkan perkembangan sektor agribisnis di Kabupaten Kediri hal yang selama ini dirasakan kurang adalah kurangnya persedian peralatan pertanian maupun teknologi pertanian yang masih kurang khusunya di daerah puncu dan kepung. Hal ini dirasakan penting karena daerah tersebut penyumbang terbesar di Kabupaten Kediri melalui sektor hortikultura. (2) Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar dapat mengembangkan permasalahan-permasalahan yang lebih luas dari permasalahan dalam penelitian ini, juga hendaklah menambah beberapa faktor atau variabel-variabel yang diperkirakan cocok atau sesuai dengan permasalahan yang sering dihadapi tiap tahun di lapangan.

Penerapan metode kooperatif model team games tournament (TGT) sebagai alternatif meningkatkan prestasi belajar ilmu pengetahuan sosial pada siswa kelas I semester I SDN Bunulrejo I Kec.Blimbing kota Malang tahun pelajaran 2009-2010 / Yuliati

 

Berbagai dampak negative dalam menggunakan metode kerja kelompok tersebut seharusnya bisa dihindari jika saja guru mau meluangkkan lebih banyak waktu dan perhatian dalam mempersiapkan dan menyusun metode kerja kelompok. Yang diperkenalkan dalam metode kooperatif learning bukan sekedar kerja kelompok, melainkan pada penstrukturannya. Jadi, sistem pengajaran kooperatif learning biasanya didefenisikan sebagai kerja belajar kelompok yang terstruktur. Yang termasuk didalam struktur ini adalah lima unsure pokok (Johnson & Johnson, 1993). Yaitu saling ketergantungan yang positif, tanggung jawab individual, interaksi personal. Keahlian bekerja sama, dan proses kelompok. Penelitian ini berdasarkan permasalahan : (a) Apakah pembelajaran kooperatif model TGT berpengaruh terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan social? (b) seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran ilmu pengetahuan social dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model TGT? Tujuan dari penelitian ini adalah : (a) Untuk mengungkapkan pengaruh pembelajaran kooperatif model TGT berpengaruh terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan social. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model TGT. Penelitian ini mengunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Bunulrejo 1 Kecamatan Blimbing Kota Malang. Data yang diperolah berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai III yaitu, siklus I (51, 00%), siklus II (74, 00%), siklus III (91.00 %). Simpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model TGT dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa SDN Bunulrejo Kecamatan Blimbing Kota Malang, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative ilmu pengetahuan social.

Pengaruh dimensi kualitas jasa terhadap kepuasan peserta didik di lembaga bimbingan balajar Kasyful Aqli Malang / Ubaidillah

 

Tumbuhnya berbagai bimbingan belajar menjadi satu fenomena menarik dan menjadi catatan tersendiri bagi dunia pendidikan di Indonesia. Ketidakpuasan terhadap kondisi pembelajaran di sekolah diyakini sebagai salah satu penyebab tumbuh suburnya berbagai bimbingan belajar tersebut. Sekolah yang memiliki otoritas sebagai tempat untuk menyelenggarakan pendidikan sering dipertanyakan perannya. Hal ini adalah salah satu masalah yang ada dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sebagai alternatif belajar di luar sekolah banyak siswa yang menggantungkan harapannya pada bimbingan belajar untuk mendapatkan materi yang tidak diajarkan di sekolah atau mengulang kembali materi yang telah diajarkan di sekolah. Apalagi beberapa tahun belakangan ini muncul standar nilai kelulusan melalui UN (ujian nasional) yang dibuat oleh Depdiknas. Hal tersebut mendorong lembaga bimbingan belajar banyak diminati. Adanya celah dalam sistem penyelenggaraan pendidikan nasional tersebut menjadi alasan munculnya lembaga bimbingan belajar, di mana perkembangan dunia pendidikan menjadi “project” tersendiri bagi para pemilik modal untuk mendirikan lembaga bimbingan belajar karena investasi dan bisnis di bidang pendidikan memberikan prospek yang cukup menjanjikan. Lembaga Bimbingan Belajar KASYFUL AQLI Malang merupakan salah satu organisasi jasa pada bidang pendidikan non formal yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didiknya. Lembaga Bimbingan Belajar KASYFUL AQLI Malang menawarkan program-program bimbingan belajar mulai tingkat SMP sampai SMA dan lembaga ini berusaha memberikan kualitas jasa yang terbaik bagi para peserta didiknya. Peningkatan kualitas jasa akan mendorong setiap lembaga untuk memberikan pelayanan yang sebaik mungkin kepada para pelanggannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dimensi kualitas jasa terhadap kepuasan peserta didik di Lembaga Bimbingan Belajar KASYFUL AQLI Malang. Variabel yang diangkat dalam penelitian ini meliputi dimensi kualitas jasa sebagai variabel bebas dan kepuasan peserta didik sebagai variabel terikat. Dimensi kualitas jasa sebagai variabel bebas memiliki sub variabel yang terdiri atas bukti fisik (tangible), keandalan (reliability), daya tanggap (responsible), jaminan (assurance) dan empati (empathy). Penelitian ini dilakukan di Lembaga Bimbingan Belajar KASYFUL AQLI Malang dengan responden para peserta didik di Lembaga Bimbingan Belajar KASYFUL AQLI Malang sebagai populasinya. Penelitian yang dilakukan termasuk penelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini merupakan penelitian populasi sehingga data penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuisioner kepada seluruh responden yang berjumlah 70 orang yaitu seluruh peserta didik tingkat SMP dan SMA yang mengikuti Lembaga Bimbingan KASYFUL AQLI Malang. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS for Windows Versi16 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa distribusi frekuensi responden yang dominan adalah perempuan, tingkat kelas responden yang dominan adalah SMA. Pada hasil analisis regresi linear berganda, uji t menunjukkan bahwa bukti fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan peserta didik dengan koefisien regresi 0,132 dan signifikansi 0,001. Variabel keandalan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan peserta didik ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi 0,311 dan signifikansi 0,077. Variabel daya tanggap berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan peserta didik ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi 0,051 dan signifikansi 0,387. Variabel jaminan berpengaruh positif dan signifikan ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi 0,210 dan signifikansi 0,007. Sedangkan variabel empati berpengaruh negatif dan signifikan ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi -0,177 dan nilai signifikansi 0,315. Uji F menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel dimensi kualitas jasa berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan peserta didik ditunjukkan dengan nilai F sebesar 15,461 dan signifikansi 0,000. Variabel yang mempunyai pengaruh dominan terhadap loyalitas peserta didik adalah variabel keandalan ditunjukkan dengan beta (β) yang paling besar dibandingkan variabel lain yaitu sebesar 3,452. Diketahui pula hasil regresi model Summary bahwa nilai Adjusted R Square = 0,807 yang artinya proporsi perubahan total variabel kepuasan peserta didik ditentukan oleh keseluruhan variabel bebas dimensi kualitas jasa yang terdiri atas bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati sebesar 80,7%. Sedangkan sisanya sebesar 19,3% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan temuan-temuan tersebut maka penulis memberikan saran yang dapat dijadikan pertimbangan yaitu sebaiknya Lembaga Bimbingan Belajar KASYFUL AQLI Malang lebih memperhatikan para tutornya agar lebih bisa membantu peserta didiknya dalam menyelesaikan masalah belajar yang dihadapi, dan sebaiknya Lembaga Bimbingan Belajar KASYFUL AQLI Malang menambahkan fasilitas fisik berupa ruang baca atau rak buku yang berisi buku-buku bacaan agar peserta didik tidak merasa bosan saat menunggu bimbingan belajar dimulai.

Penerapan peta konsep untuk meningkatkan hasil belajar siswa X administrasi perkantoran pada mata diklat keterampilan komputer dan pengelolaan informasi (KKPI) di SMK Muhammadiyah 2 Malang / Mia Fajarwati

 

ABSTRAK Fajarwati, Mia. 2009. Penerapan Peta Konsep Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa X Administrasi Perkantoran pada Mata Diklat Ketrampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) di SMK Muhammadiyah 2 Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Sarbini (2) Hj. Madziatul Churiyah, S.Pd, MM. Kata Kunci : Model pembelajaran Peta Konsep, Hasil Belajar Penerapan pembelajaran yang bersifat konvensional dengan menggunakan metode ceramah secara terus menerus masih banyak diterapkan dalam proses belajar mengajar. Proses pembelajaran yang seperti ini lebih banyak di dominisasi oleh guru dan jarang melibatkan siswa sehingga mengakibatkan siswa cenderung pasif selama proses belajar mengajar. Dalam pembelajaran ini kegiatan siswa lebih banyak duduk diam, mendengarkan, mencatat dan mengerjakan soal, sehingga siswa terkesan malas dan jarang berpikir aktif. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu cara guru dalam memberikan ilmu pada siswa secara aktif untuk perlu mendapat perhatian khuaus. Salah satu pendekatan pembelajaran yang memperhtikan hal tersebut adalah pembelajaran model peta konsep. Penerapan pembelajaran ini menekankan keaktifan dan kemandirian siswa baik secara fisik maupun mental, siswa diberi kesempatan untuk belajar berpikir, menghapal, menghayati, bekerjasama, berinteraksi, kretif dan terampil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan pembelajaran model peta konsep pada mata diklat Ketrampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dilaksanakan pada bulan Oktober sampai awal November. Dalam setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dan melalui 4 tahapan yaitu tahap perencanaan tindakan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap pengamatan dan tahap refleksi. Subyek yang diteliti adalah kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 2 Malang, dengan sebanyak 34 siswa. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer yang bersumber langsung pada subyek yang diteliti. Tekhnik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara, catatan lapangan, rubrik penilaian, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa penerapan pembelajaran model peta konsep dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Analisis hasil belajar menunjukkan hasil belajar siswa pada aspek kognitif pada hasil nilai pre test dan post test pada siklus 1 dan siklus 2. Dalam siklus 1 nilai rata-rata pre test dan post test meningkat dari 56,62 menjadi 75,91 sebesar 34%. Sedangkan pada siklus 2 nilai rata-rata pre test dan post test meningkat dari 82,21 menjadi 89,62 dengan persentase kenaikan 9%. Hasil belajar yang terdiri dari aspek psikomotorik menunjukkan peningkatan dari siklus 1 dan 2 yaitu dari siklus 1 sebanyak 33 (97,06%) siswa yang mengalami ketuntasan belajar, pada siklus 2 peningkatan ketuntasan belajar mencapai 34 siswa (100%). Sedangkan pada aspek afektif menunjukkan peningkatan pada tiap siklusnya yaitu pada siklus 1 ketuntasan belajar mencapai 25 siswa (73,53%), dan siklus 2 ketuntasan belajar juga mencapai 34 siswa (100%). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran model peta konsep dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun saran yang dapat diajukan yaitu: 1) Bagi sekolah, diharapkan dapat menerapkan pembelajaran peta konsep dalam pola pembelajaran bervariasi, 2) Bagi guru, dapat mengimplementasikan pembelajaran peta konsep pada mata diklat lain selain KKPI yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhannya, 3) Bagi peserta didik, dapat bekerjasama yang baik antar sesama teman, membantu dalam penyempurnaan ingatan siswa, dapat membantu siswa belajar dengan efisien, 4) Bagi peneliti berikutnya, dapat melakukan penelitian dengan penerapan model pembelajaran peta konsep dengan menggunakan kompetensi dan subyek penelitian yang berbeda selain itu dapat menerapkan metode pembelajaran bervariasi yang menarik lainnya yang dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan hasil belajar.

Pengembangan local area network menggunakan PC router di SMP Negeri @ Padaan / M. Idrus Afandi, Ikhfadz Amdi Alwaaly

 

Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, peralatan-peralatan pendukung jaringan komputer masih sangat diperlukan. Peralatan tersebut pun kini menjadi komponen penting dalam pembangunan jaringan komputer. Server adalah salah satu komponen pada jaringan komputer yang memberikan layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan. Dengan mahalnya harga suatu server maka perlu adanya pemikiran alternatif untuk mengembangkan jaringan di SMPN 2 Pandaan ini, yaitu memfungsikan Router Mikrotik sebagai server. Menggunakan PC Router Mikrotik karena PC Router Mikrotik memberikan kemudahan dalam pengkofigurasian jaringan dan memiliki fitur yang lengkap untuk network, dengan tujuan PC Router Mikrotik sebagai server dan bandwidth limiter. Pendekatan yang digunakan di dalam perancangan ini adalah menambah jaringan lokal baru di SMPN 2 Pandaan dan melakukan uji coba performa jaringan yang baru dengan menggunakan PC Router Mikrotik tersebut. Maka, dalam pembahasan ” Pengembangan Local Area Network Menggunakan PC Router Di SMPN 2 Pandaan ” penulis menitik beratkan pada perancangan Local Area Network yang baru serta penggunaan dan konfigurasi Mikrotik Router OS sebagai server dan bandwidth limiter. Dengan adanya Local Area Network yang baru dan server di SMPN 2 Pandaan, dapat sedikit membantu kondisi jaringan di instansi tersebut, dengan hasil mudahnya penkonfigurasian jaringan dan banwidth manajemen.

Efek pemberian pakan: biji kacang panjang, kacang hijau dan kedelai terhadap umur dan kematian kepik coklat (riptortus sp.) oleh Lenny Wirawati

 

Kacang-kacangabna nyakd ikonsumsim asyarakast ebagabi ahanp anganb aik dalam bentuko lahanm aupund alamb entukm entah.U ntuk meningkatkanp roduksik acangkacanganp, emerinAhb erusaham eningkatkannydae nganc ara ekstensifikasim aupun intensifikasi.D ari keduap rogramt ersebutf aktor hamas eringm enjadis alahs atuk endala utamanyay angs erangAnnydaa patm engakibatkanm enurunnyah asil yang cukup besar, bahkand apatm enggagalkapna nen.S alahs atuh amap enyebabm enurunnyap rodukst kacang-kacangaand alatrK epik coklst(Riptortus sp.) yangm ampum erusakp olongd an biji denganc aram englsp Kepik coklat (Riptortuss p.) berpotensmi enjadih amak arenas ejak nimfa sampaim agom akanannyas amay aitu polong dan biji, selaini tu kepik coklat (Riptortu sp.) ini juga berpotensmi enjadiv ektor penyakit.Untukm engetahupi akany ang palings esuaui ntuk kepik aoklat( Riptortls sp.), dilakukan denganja lan memberikanje nis pakany angb erbedap adak epik coklat (Rrprorfass p.) Tujuand ari penelitiani ni adalahu ntuk mengetahuai dat idaknya efek pemberian pakant erhadapu mur nimfa dan kematiann imfa kepik coKat (Riptortus sp.). Penelitiani ni adalahp enelitiane ksperimentadl enganR ancanganA cak kngkap (RAL). Sampely ang digunakadna lamp enelitianin i adalahn imfa kepik coklat( Riptortzss p.)s ebanya3k 00e kor Sebagapi erlakuand igunakanti ga macamp akany aitu biji kacangp anjang,k acangh ijau dank edelai.Tiappe rlakuand iulangl ima kali dant iap ulangans ebanya2k 0 ekorn imfa. Pengamatadnit akukans etiaph ari terhadapw alctup ergantiank ulit dani ndividuy angm ati. Penelitianin i dilakukand i RuangP enelitianJ urusanB iologi FMIPA UniversitasN egen Malangs ejakb ulanO ktober- November2 002.Datay angd iambil adalahu murd an kematiann imfa kepikc oklat( Rrptorlass p.).A nalisisy angd igunakana dalahA rava denganu ji BNT 5%. Hasilp enelitianin i menunjukkanb ahwar eratau murn imfa denganp erlakuan kacangp anjangdanka cangh ijau berbedan yatad enganp erlakuank edelai.T idak adae fek pemberiapna kant erhadapk ematiann imfa Kepik Coklat( l?iptortuss p.)k arenad iperoleh F6x**( 1,058l)e bihk ecil daripadaF 66"1(3,88K)i.s aranu murn imfa berturut-turuat dalah denganp erlakuank acangp anjangd engank isaran1 7-24hari, kacangh ijau dengank isaran l9 - 23 hari dan kedelai densan kisaran 20 -23 hari. l -

Peningkatan hasil belajar pada pembelajaran PKn melalui metode demostrasi di kelas VI SDN. Suru II Kec. Ngetos Kab. Nganjuk / Widha Hartanti

 

ABSTRAK Hartanti, Widha. 2010. Peningkatan Hasil Belajar Pada Pembelajaran PKn Melalui Metode Demonstrasi di Kelas VI SDN. Suru II Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan KSDP S1 PGSD, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Suwarti, S.Pd, M.Pd., (II) Dra. Widayati, M.H. Kata kunci: hasil belajar siswa, pembelajaran PKn, metode demonstrasi Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman selama ini, siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar PKn. Anak cenderung tidak begitu tertarik dengan mata pelajaran PKn karena selama ini pelajaran PKn dianggap sebagai pelajaran yang hanya mementingkan hafalan semata, kurang menekankan aspek penalaran sehingga hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn masih kurang. Selain itu penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran juga membuat siswa bosan mengikuti pembelajaran. Tujuan diadakan penelitian di SDN. Suru II Kab. Nganjuk antara lain: mendeskripsikan metode demonstrasi pada pembelajaran PKn di kelas VI SDN. Suru II Kab. Nganjuk dapat meningkatkan hasil belajar dan mendeskripsikan metode demonstrasi pada pembelajaran PKn di kelas VI SDN. Suru II Kab. Nganjuk dapat meningkatkan aktivitas siswa Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian siswa kelas VI SDN Suru II Kab. Nganjuk dengan jumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, dokumentasi dan pengamatan selama pembelajaran berlangsung. Analisis data dilakukan setelah pemberian tindakan pada masing-masing siklus yang telah dilakukan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDN. Suru II Kab. Nganjuk. Ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil belajar dan keaktifan siswa pada tiap siklusnya. Peningkatan aktivitas siswa pada pra siklus yaitu 18 % meningkat menjadi 65% pada siklus I dan 79% pada siklus II. Peningkatan rata-rata hasil belajar siswa pada pra siklus sebesar 55,6, meningkat menjadi 61,8 pada siklus I dan 73,6 pada siklus II. Peningkatan ketuntasan kelas pada pra siklus sebesar17,5%, meningkat menjadi 28% pada siklus I dan 79% pada siklus II. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa pembelajaran PKn dengan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas siswa selama pembelajaran. Hal ini tampak dari peningkatan nilai rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal seperti yang dipaparkan di atas. Adanya variasi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran sangat diperlukan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan adanya metode demonstrasi siswa menjadi tertarik dengan pembelajaran dan aktif mengikuti pembelajaran.

Pengaruh latihan variasi lateral cone hops terhadap peningkatan kemampuan kelincahan pada siswa ekstrakurikuler sepak bola SMA Negeri 2 Nganjuk / Ade Yudha Nugroho

 

ABSTRAK Nugroho, Ade, Yudha. 2015. Pengaruh Latihan Variasi Lateral Cone Hops Terhadap Peningkatan Kemampuan Kelincahan Pada Siswa Ekstrakurikuler Sepakbola SMA Negeri 2 Nganjuk. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd Kata kunci: latihan lateral cone hops, kelincahan. Latihan pliometrik merupakan salah satu bentuk latihan untuk meningkatkan daya ledak, kekuatan, kecepatan dan kelincahan. Berdasarkan observasi dan pengamatan di ekstrakurikuler sepakbola SMAN 2 Nganjuk pada saat bertanding maupun pada latihan, peneliti menemukan bahwa kelincahan siswa masih terlihat kurang dan harus ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan kelincahan adalah dengan latihan lateral cone hops, yaitu salah satu jenis latihan pliometrik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kelincahan, kecepatan, dan kekuatan otot tungkai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pengaruh latihan lateral cone hops terhadap kelincahan siswa ekstrakurikuler sepakbola. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan sampel penelitian sebanyak 24 siswa ekstrakurikuler sepakbola SMAN 2 Nganjuk. Sampel dibagi dalam dua kelompok dengan cara ordinal pairing matching. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian adalah tes kelincahan Illinois atau Illinois agility test. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian adalah Analisis Varian (ANAVA) satu jalur. Dari pengujian hipotesis hasil tes kenlicahan masing-masing kelompok telah dihitung melalui uji anava menggunakan uji F, skor keterampilan tes awal dengan tes akhir kelompok latihan lateral cone hops diperoleh hasil yang signifikan yaitu, (Fh = 4,72 > Ft 0,05 = 4,30) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap perlakuan yang diberikan, kemudian kelompok konvensional diperoleh hasil yaitu, (Fh = 0,071 > Ft 0,05 = 4,30) menunjukkan tidak adanya pengaruh terhadap latihan yang diberikan dari pelatih, dan selisih skor keterampilan tes akhir masing-masing kelompok diperoleh hasil yang signifikan yaitu, (Fh = 17,38 > Ft 0,05 = 4,30), disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kelompok latihan lateral cone hops dengan kelompok konvensional. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih ekstrakurikuler sepakbola SMAN 2 Nganjuk, sebaiknya menggunakan latihan lateral cone hops sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan kelincahan, karena perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan ternyata latihan lateral cone hops memberikan pengaruh yang lebih baik daripada latihan konvensional terhadap peningkatan kelincahan siswa ekstrakurikuler sepakbola SMAN 2 Nganjuk.

Pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap kinerja karyawan departemen produksi perusahaan rokok H. Fathurrahman Prima Malang / Mahfudz Fauzi

 

ABSTRAK Fauzi, Mahfudz. 2009. Pengaruh Kompensasi dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan Departemen Produksi pada Perusahaan Rokok HF PRIMA Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen Sumber daya Manusia Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sutrisno, M.M, (II) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si. Kata kunci: Kompensasi, motivasi, kinerja. Keberhasilan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh sumberdaya manusia yang dimilikinya. Sumber daya manusia merupakan asset yang paling vital dalam perusahaan. Banyak sekali cara untuk mendapatkan sumber daya manusia yang qualified, diantaranya dengan memberikan kompensasi yang adil kepada karyawan. Dengan memberikan kompensasi yang adil diharapkan para karyawan akan meningkatkan kinerjanya sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Kinerja karyawan akan lebih baik lagi jika perusahaan memberikan motivasi kepada karyawannya. Perusahaan akan menggerakkan karyawan sesuai yang dikehendaki, selain itu, hendaknya dipahami motivasi manusia didalam perusahaan tersebut karena motivasi inilah yang menyebabkan, menyalurkan dan menentukan perilaku karyawan supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil optimal. Tujuan dari tindakan menggerakkan karyawan (motivasi) adalah tercapainya kinerja (performance) perusahaan yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan di Perusahaan Rokok HF PRIMA Malang mulai bulan Juli-Desember 2009. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan bagian pengepakan Perusahaan Rokok HF PRIMA Malang yang berjumlah 67 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel random atau sampel acak. Analisis data yang dipakai adalah analisis regresi berganda (multiple regression analysis) Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kondisi deskriptif kompensasi, motivasi dan kinerja karyawan bagian produksi Perusahaan Rokok HF PRIMA Malang (2) untuk mengetahui pengaruh faktor kompensasi secara parsial terhadap kinerja karyawan (3) untuk mengetahui faktor motivasi secara parsial terhadap kinerja karyawan (4) untuk mengetahui faktor kompensasi dan motivasi terhadap kinerja karyawan. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas kompensasi (X1) dan motivasi (X2) dan variabel terikat adalah kinerja karyawan (Y). Data diperoleh dari beberapa cara meliputi angket/ kuesioner, dokumentasi dan wawancara sedangkan untuk uji validitas & reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas & reliabilitas data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 47 responden (70%) menyatakan bahwa pemberian kompensasi oleh PR. HF. PRIMA Malang adalah baik, sebanyak 47 responden (70%) menyatakan bahwa motivasi kerja karyawan PR. HF. PRIMA Malang adalah sangat tinggi, sedangkan dari penilaian kinerja yang dilakukan oleh supervisor dapat diketahui bahwa 52 responden (78%) karyawan dari PR. HF. PRIMA Malang kinerjanya sangat tinggi. Sedangkan berdasarkan teknik analisis regresi berganda dengan menggunakan taraf kesalahan 5% secara parsial dapat diketahui: Variabel kompensasi diperoleh nilai signifikansi t (0,00) < (0,05). Maka dapat disimpulkan ada pengaruh positif yang signifikan antara kompensasi (X ) terhadap kinerja karyawan (Y). Variabel Motivasi (X ) diperoleh nilai signifikansi t (0,01) < (0,05), maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh positif yang signifikan antara motivasi (X ) terhadap kinerja karyawan (Y) bagian pengepakan PR HF PRIMA Malang. Adapun saran yang dapat diberikan peneliti kepada PR. HF. PRIMA Malang adalah pihak manajemen lebih meningkatkan pemberian kompensasi kepada karyawannya agar karyawannya lebih termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya.

Improving the reading ability of the eleventh year students of man Malang I through small-group discussion / Yayuk Khisbiyah Wiryaningsih

 

ABSTRACT Wiryaningsih, Yayuk Khisbiyah. 2009. Improving the Reading Ability of the Eleventh Year Students of MAN Malang I through Small-Group Discussion. Thesis, English language Education, Graduate Program of State University of Malang. Advisors: (1) Dra. Hj. Utami Widiati, M.A., Ph.D. (2) Dr. Arwijati W. Murdibjono, M. Pd, Dip. TESL. Key words: Improving, reading ability, Small-Group Discussion From the preliminary study, it was found that the result of the reading comprehension of the students of MAN Malang I was still unsatisfactory. The problem was caused by these facts: the students’ vocabulary was low, they had trouble with basic reading skills and strategies, and the content of the text was not accessible to the students. These facts were caused by the teacher who instructed the students to do the tasks individually in which the activities in small group work were never applied. Dealing with the condition, an appropriate strategy was needed to improve the students’ reading ability. Accordingly, with the endeavor of improving the students’ reading ability, a small-group discussion strategy was applied in this study. This study was conducted to improve the reading ability of the students of MAN Malang I through small-group discussion. The problem was: How can small-group discussion improve the reading ability of the eleventh year students of MAN Malang I? This study utilized a Collaborative Classroom Action Research through the self-reflexive spiral comprising four steps, namely: planning, implementing, observing, and reflecting. The subjects of the study were the second-semester XI A3 students of MAN Malang I of the 2008/2009 academic year. This study was implemented to 31 students and it was conducted in two cycles where each cycle consisted of two meetings for the teaching and learning process and a meeting for a test. The instruments used to collect the data were observation checklist, interview guide, field note, and reading comprehension tests. The data taken from the two tests were analyzed and presented quantitatively. Meanwhile, the data derived from checklists, field notes, and interview guide were analyzed and presented qualitatively. The findings of this study indicated that the appropriate model of small-group discussion strategy for teaching reading consisted of the following procedures: (1) grouping students heterogenously, (2) determining the roles for the group’s members, (3) activating the students’ background knowledge before reading, (4) showing pictures related to the topic, (5) connecting the picture with the topic, (6) asking the students to work in group, (7) asking the students to read the text silently, (8) asking the students to discuss the questions and the generic structure of hortatory exposition (9) asking te students to share the answers with the class, (10) recalling the content of the text by stating the statements with true or false, and (11) writing the results of the discussion. Both the process and product of the teaching and learning were improved by using this strategy. The improvement of the process was indicated with the students’ positive responses. It was indicated by their interest in the teaching and learning process. They participated actively in learning activities, worked cooperatively in doing the tasks, and were involved actively in sharing ideas, debating, asking, and answering the questions during the discussion. Meanwhile, the improvement of the students’ reading ability was indicated by both the increasing mean score and the number of students who obtained scores equal to or greater than 70. The mean score increased from 60.97 in the Preliminary study to 68.55 in Cycle 1 and 73.87 in Cycle 2. The number of the students getting higher scores increased from 15 students (48%) in Cycle 1 to 24 students (74%) in Cycle 2. Based on the findings, some suggestions are addressed to the English teachers and the future researchers. It is recommended that the English teachers who have similar problems in reading class apply small-group discussion to improve their students’ reading ability by following the given strategy. For future researchers, it is recommended that further research by using small-group discussion strategy be applied in the other skills, such as in speaking or writing. They can also apply small-group discussion strategy to teach not only hortatory exposition but also the other text types, namely spoof, report, or others. The strategy might be implemented in different levels, at twelveth year or tenth year to investigate the effectiveness of the small-group strategy. It is also recommended that future researchers plan the action well, prepare the lesson plan and the student’s worksheet more carefully, provide the reading comprehension texts and the instructional media appropriately, socialize the strategy to the subjects and the collaborator before conducting the action, and create good relationship with the subjects.

Penerapan model pembelajaran teams games tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi belajar siswa bidang geografi di SMA Negeri 10 Malang / Okvita Tri Mardhiyah

 

ABSTRAK Mardhiyah, Okvita Tri. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Bidang Studi Geografi di SMA Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Budi Handoyo, M.Si, (II) Drs. Yusuf Suharto. Kata kunci: Motivasi belajar geografi siswa, Teams Games Tournament Hasil observasi awal di kelas XI IPS 4 SMA Negeri 10 Malang menunjukkan motivasi siswa kelas XI SMA Negeri 10 Malang pada saat mengikuti pelajaran geografi sangat rendah yaitu diketahui bahwa pada saat pembelajaran siswa yang catatannya lengkap sebanyak 42,11%, yang mendengarkan penjelasan guru dengan seksama 47,37%, siswa yang tidak berbicara di luar konteks materi 28,95%, yang bertanya hanya 13,16%, dan yang mengerjakan tugas yang diberikan guru 60,53%. Apabila guru melontarkan pertanyaan hanya 18,42% yang berebut menjawab pertanyaan dari guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar geografi siswa kelas XI SMA Negeri 10 Malang dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif Teams Geam Tournament (TGT). Pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) dalam penelitian ini diterapkan pada materi kelas XI semester 1 pada indikator menghitung tingkat kelahiran, kematian, dan migrasi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak 2 siklus, di mana setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini yaitu siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 10 Malang sebanyak 38 siswa. Motivasi siswa diukur dengan 4 indikator motivasi yaitu attention (perhatian), relevance (relevansi), convidence (percaya diri) dan satisfaction (kepuasan). Untuk mengukur motivasi siswa digunakan instrumen berupa angket dan lembar observasi. Angket motivasi siswa dianalisis menggunakan rumus persentase sedangkan lembar observasi dianalisis dengan menggunakan rumus keberhasilan tindakan. Data mengenai motivasi belajar geografi siswa dalam penelitian ini dianalisis secara klasikal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar geografi siswa dari sebelum, setelah pelaksanaan siklus 1 dan setelah pelaksanaan siklus 2. Peningkatan motivasi belajar geografi siswa ini dilihat dari peningkatan persentase baik tiap deskriptor maupun indikator motivasi yang mengalami peningkatan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan motivasi belajar geografi di kelas XI IPS 4 SMA Negeri 10 Malang. Saran yang dapat kami berikan setelah melaksanakan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) yaitu: (1) bagi guru geografi agar dapat menggunakan model pembelajaran TGT pada kompetensi lain untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, (2) bagi sekolah agar dapat dijadikan referensi untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran di sekolah.

Pengaruh kinerja keuangan dan variabel makbo terhadap return saham pada industri perbankan di BEI tahun 2003-2007 / George S Bernando

 

ABSTRAK Bernando, George. 2009. Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Dan Variabel Makro Terhadap Return Saham Pada Industri Perbankan Di BEI tahun 2003-2007. Skripsi, Jurusan S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sutatmi. S.E., M.Pd, M.Si, Ak. (II) Eka Ananta Sidarta, SE, M.M, Ak. Kata Kunci: Kinerja Keuangan,Tingkat Inflasi, Suku Bunga, Nilai Tukar Rupiah Dan Return Saham. Industri perbankan adalah industri yang akhir-akhir ini sangat marak diperbincangkan karena banyak fenomena yang berbeda dengan perusahaan lain. Berbicara return saham tentu tidak lepas dari pengaruh makro ekonomi dan kinerja keuangan perusahaan. Kedua kondisi ini yang secara tidak langsung mempengaruhi return saham. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan ROE, PER, EPS dan Variabel Makro yang diukur Tingkat Inflasi, Suku Bunga, Nilai Tukar Rupiah terhadap return saham. Tujuan utama selanjutnya untuk mengetahui diantara variabel diatas manakah yang paling berpengaruh return saham. Populasi penelitian adalah perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEJ Periode 2003-2007. Pada pengambilan populasi terdapat 25 bank yang ada pada sekitar tahun 2003-2007. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu adalah perusahaan perbankan yang mengeluarkan laporan keuangannya secara berturut-turut dan sehingga diperoleh 23 sampel bank. Data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan keuangan yang dipublikasikan pada Indonesian Capital Market Directory 2004-2008. Metode statistik yang digunakan adalah regresi linear berganda. Pengujian secara parsial hanya PER, dan suku bunga yang berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hal ini menunjukkan bahwa kedua variabel ini merupakan faktor-faktor yang akan dijadikan pertimbangan bagi pemegang saham dalam menetapkan investasi dalam perusahaan perbankan sehingga di peroleh selisih harga jual dan beli yang baik. Dengan menggunakan signifikansi sebesar 5% secara parsial PER, dan suku bunga berpengaruh signifikan, sedangkan ROE, EPS, Tingkat Inflasi, dan Nilai Tukar Rupiah tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk penelitian berikutnya menggunakan variabel bebas lain seperti ukuran perusahaan, resiko, pertumbuhan dan lainnya. Disarankan juga dilakukan penelitian pada perusahaan lainnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan memperpanjang periode penelitian.

Pengaruh pembelian gel lidah buaya (aloe barbadensis mill) terhadap mortalitas fasciola hepatica secara in vitro / Windaniyah Sri Rahayu

 

Penyakit Fascioliasis pada hewan ternak, bisa menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi peternak. Penanggulangan fascioliasis ini dilakukan dengan pemberian obat sintesis. Penggunaan obat-obat sintetis dapat menimbulkan efek samping yang merugikan, maka pengobatan tradisional menjadi salah satu alternatif yang digunakan oleh masyarakat. Dan salah satunya adalah dengan memanfaatkan tanaman TOGA yakni lidah buaya. Lidah buaya merupakan tanaman yang memiliki banyak khasiat, antara lain sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit. Seiring perkembangannya, tanaman lidah buaya juga dimanfaatkan sebagai tanaman obat, yaitu menurunkan kadar gula, menurunkan kolesterol, dan bagian gelnya digunakan sebagai obat cacingan secara tradisional. Kandungan kimia yang ada pada gel lidah buaya adalah tanin,aloin, flavonoid saponin, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh pemberian gel Lidah buaya terhadap mortalitas Fasciola hepatica; (2) mengetahui konsentrasi pemberian gel yang efektif dalam mortalitas Fasciola hepatica. Jenis penelitian eksperimen dalam RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan jumlah ulangan sebanyak 6, dan jumlah taraf perlakuan sebanyak 6 yakni 0%, 1%, 2% 3%, 4%, 5%. Penelitian ini dilakukan di laboratorium biologi ruang BIO 307, mulai dari bulan Juni-September 2008. Obyek penelitian adalah cacing Fasciola hepatica sebanyak 216 ekor. Mortalitas Fasciola hepatica dihitung berdasarkan jumlah cacing yang mati dibagi dengan jumlah cacing yang digunakan dalam penelitian kemudian dikalikan seratus persen. Data mortalitas cacing dianalisis dengan analisis varian tunggal untuk mengetahui pengaruh pemberian gel lidah buaya terhadap mortalitas Fasciola hepatica dan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fhitung (9,536) lebih besar dari Ftabel (3,86) yang berarti bahwa ada pengaruh pemberian gel Lidah buaya terhadap mortalitas Fasciola hepatica. Dari hasil uji lanjut BNT menunjukkan konsentrasi 5 % memiliki rerata mortalitas paling besar dibanding konsentrasi lain.

Isolasi dan karakterisasi minyak biji alpukat (persea americana mill) varietas ijo panjang dan varietas ijo bundar serta indentifikasi asam lemak penyusunan / R.M. Helmy Sujana

 

ABSTRAK Helmy, Sujana, RM.2008. Isolasi dan Karakterisasi Minyak Biji Alpukat (Persea Americana Mill) Varietas Ijo Panjang dan Varietas Ijo Bundar serta Identifikasi Asam Lemak Penyusunnya . Dosen Pembimbing I : Drs. Dermawan Afandi, M.Pd, Pembimbing II : Dra. Dedek Sukarianingsih, MPd, M.Si Kata kunci : isolasi, karakterisasi, minyak biji alpukat, asam lemak Alpukat merupakan tanaman yang dapat tumbuh subur di daerah tropis seperti Indonesia. Sebagian besar masyarakat menfaatkan tanaman alpukat hanya pada buahnya saja sedangkan bagian tanaman alpukat yang lain kurang begitu dimanfaatkan. Buah alpukat merupakan buah yang kaya akan zat gizi seperti lemak yaitu 2,45 gram minyak/lemak per 5 gram berat kering alpukat (Suparmi, 2000:12). Bagian lain dari buah alpukat yang dapat dimanfaatkan adalah biji alpukat. Di Indonesia potensi buah alpukat tersebut dapat ditingkatkan karena di Indonesia tanaman alpukat dapat tumbuh subur. Beberapa varietas diantaranya yang dapat tumbuh subur adalah alpukat varietas ijo panjang dan alpukat varietas ijo bundar. Kedua varietas ini tergolong alpukat unggulan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang isolasi minyak biji alpukat tersebut untuk mengetahui karakteristik, komponen, dan komposisi asam lemak minyak biji alpukat kedua varietas tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris yang terdiri dari tiga tahap yaitu: 1)Ekstraksi minyak dari biji alpukat varietas ijo panjang dan varietas ijo bundar dengan metode Soxhletasi lalu menghitung rendemen minyak yang dihasilkan ;2)Karakterisasi minyak biji alpukat meliputi indeks bias, berat jenis, bilangan penyabunan, bilangan iod, dan bilangan asam; 3)Mengidentifikasi komposisi asam lemak penyusun minyak biji alpukat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak biji alpukat varietas ijo panjang sebesar 3,457 % atau 3,457 gram dari 100 gram berat kering biji, berwujud cairan kental dan berwarna kuning kehijauan, sedangkan rendemen minyak biji alpukat varietas ijo bundar adalah 3,83 % atau 3,83 gram dari 100 gram berat biji, berwujud cairan kental berwarna kuning kecoklatan. Karakteristik minyak biji alpukat varietas ijo panjang yaitu indeks bias sebesar 1,475, bilangan penyabunan sebesar 119,392, bilangan iod sebesar 126,49, bilangan asam sebesar 8,77, dan berat jenis sebesar 0,672, sedangkan minyak biji alpukat varietas ijo bundar memiliki karakteristik yaitu indeks bias sebesar 1,474, bilangan penyabunan sebesar 132,010, bilangan iod sebesar 137,73, bilangan asam sebesar 5,41, dan berat jenis sebsar 0,567. Identifikasi komponen dan komposisi asam lemak penyusunnya diperoleh minyak biji alpukat varietas ijo panjang mengandung asam palmitat sebanyak 12,75 %, asam linoleat sebanyak 20,72 % dan asam oleat sebanyak 21,86 %, sedangkan minyak biji alpukat varietas ijo bundar mengandung asam lemak asam palmitat sebanyak 14,79 % dan asam linoleat sebanyak 45,14% .

Pembelajaran sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) dengan pendekatan problem based learning (PBL) pada siswa SMP Negeri II Pujon kelas VIII / Hanik

 

ABSTRAK Hanik. 2009. Pembelajaran Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) Dengan Pendekatan Problem Based Learning (PBL) Pada Siswa SMP Negeri II Pujon Kelas VIII. Jurusan Matematika, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. M. Shohibul Kahfi, M.Pd (II) Dra. Tri Hapsari utami, M.Pd Kata kunci: Problem Based Learning (PBL), Prestasi Belajar, Peningkatan Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri II Pujon sering mengalami kekeliruan mentransfer suatu masalah terutama masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari kedalam pemodelan matematika. Sehingga ketika menjumpai soal SPLDV mereka tidak tahu bagaimana langkah yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Guru juga belum pernah menggunakan variasi metode pembelajaran untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pembelajaran yang dilakukan selama ini berpusat pada guru dan apa yang diajarkan bersifat prosedural tanpa upaya membangkitkan kepekaan siswa dalam belajar. Penelitian ini mendeskripsikan rancangan dan pelaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan PBL untuk melihat aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri II Pujon pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Proses pelaksanaan pembelajaran di awali dengan orientasi siswa kepada masalah, selanjutnya guru mengorganisasi siswa untuk belajar dan membimbing dalam penyelidikan individual maupun kelompok kemudian diakhiri dengan penyajian hasil karya dan evaluasi serta refleksi. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa pada siklus 1 presentase banyaknya siswa yang tuntas belajar dengan subpokok bahasan membuat dan menyelesaikan model matematika dari suatu SPLDV adalah 77,78% sedangkan pada siklus 2 presentase banyaknya siswa yang tuntas belajar dengan subpokok bahasan membuat dan menyelesaikan model matematika dari suatu SPLDV adalah 100%. Aktivitas siswa selama pembelajaran dengan pendekatan PBL pada siklus I skor rata-rata 51 dan skor rata-rata pada siklus II adalah 57,25. Dalam analisis skor rata-rata tersebut bahwa aktivitas siswa termasuk kategori sangat baik. Aktivitas guru selama pembelajaran dengan pendekatan PBL pada siklus I skor rata-rata 56,5 dan skor rata-rata pada siklus II adalah 58,75. Dalam analisis skor rata-rata tersebut bahwa aktivitas guru termasuk kategori sangat baik. Menurut ketuntasan pembelajaran yang ditetapkan SMP Negeri II Pujon, pelaksanaan pembelajaran dikatakan mendukung atau berhasil apabila sekurangkurangnya 85% siswa mendapat nilai minimal 65 sehingga dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan PBL dalam penelitian ini berhasil. Sehingga pembelajaran dengan pendekatan PBL yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dilaksanakan sesuai tahapan PBL serta memberikan penghargaan kepada setiap aktivitas siswa yang positif.

Perbedaan hasil belajar siswa kelas X SMAN 10 Kota Malang yang diajar model problem posing berbantuan bahan ajar dengan yang berbantuan media audio visual pada materi stoikiometri tahun ajaran 2007/2008 / R.M. Helmy Sujana

 

Penelitian ini mengkaji penerapan model pembelajaran problem posing berbantuan berbantuan bahan ajar dan berbantuan media audio visual dan pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) untuk mengetahui dampak penerapan problem posing berbantuan bahan ajar terhadap hasil belajar siswa kelas X SMAN 10 kota Malang pada materi Stoikiometri tahun ajaran 2007/2008, (2) untuk mengetahui dampak penerapan problem posing berbantuan media audio visual terhadap hasil belajar siswa kelas X SMAN 10 kota Malang pada materi Stoikiometri tahun ajaran 2007/2008, dan (3)untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran problem posing berbantuan bahan ajar dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran problem posing berbantuan media audio visual Rancangan penelitian ini adalah eksperimental semu yaitu adanya kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. masing – masing kelompok diberi pretes dan postes yang sama Kelompok kontrol diberi model pembelajaran problem posing berbantuan bahan ajar sedangkan kelompok eksperimen diberi perlakuan model pembelajaran problem posing berbantuan media audio visual. Kelompok kontrol adalah kelas X-2 dan kelas eksperimen adalah kelas X-5 SMAN 10 Kota Malang. Instrumen yang dipakai berupa instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Instrumen perlakuan berupa Silabus, RPP, LKS, Bahan Ajar, dan Media Audio Visual. Instrumen pengukurannya berupa soal obyektif sebanyak 20 buah yang sebelumnya sudah divalidasi terlebih dahulu dengan tingkat realibilitas tes sebesar 0,801. Analisis data menggunakan analisis statistic uji – t dua pihak dengan α = 0,01 Berdasarkan dari nilai uji t, maka H0 ditolak dan H1 diterima yaitu terdapat perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan model problem posing berbantuan bahan ajar dengan siswa diajar dengan menggunakan model pembelajaran problem posing berbantuan media audio visual. Perbedaan prestasi belajar ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu kebutuhan dan ciri (sifat) siswa, kecocokan dengan materi yang diajarkan, tingkat kesulitan pengoperasian media, interaktivitas media, ketersediaan bahan media,biaya pengadaan media, kualitas dan daya tarik media, keluasan materi , fleksibelitas, dan daya serap siswa terhadap materi. Dari penelitian ini diperoleh nilai rata – rata kemampuan awal kelompok kontrol sebesar 38,5 sedangkan kelompok eksperimen 37,87. Hasil perhitungan menunjukkan kemampuan awal siswa adalah homogen dan nilai uji t menunjukkan tidak ada perbedaan

Pengaruh tingkat petumbuhan kredit dan tingkat non performing loan (NPL) terhadap profitabilitas pada bank umum swasta nasional periode 2006-2008 / Dyah Mustikha Wati

 

ABSTRAKSI Wati, Dyah Mustikha. 2009, Pengaruh Tingkat Pertumbuhan Kredit Dan Tingkat Non Performing Loan Terhadap Profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Periode 2006 - 2008. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. Hadi sriwiyana, MM. (2) Drs. Mohammad Hari, M.Si. Kata Kunci: Tingkat Pertumbuhan Kredit, Tingkat NPL (Non Performing Loan), Profitabilitas Kredit merupakan usaha pokok dari Lembaga Keuangan Bank, semakin besar volume kredit yang diterima bank maka semakin besar kemungkinan laba yang akan diperoleh. Juka pertumbuhan kredit meningkat maka hasil usaha atau laba yang diperoleh akan meningkat juga. Peningkatan laba dengan jumlah asset tertentu kemudian akan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Peningkatan laba perbankan juga dipengaruhi oleh tingkat NPL (Non Performing Loan) karena semakin tinggi angka NPL suatu bank maka laba yang diperoleh juga akan rendah sehingga hal ini dapat menurunkan profitabilitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan kredit, tingkat NPL, kondisi profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Periode Triwulan Tahun 2006-2008, serta untuk mengetahui apakah tingkat pertumbuhan kredit dan tingkat NPL baik secara simultan maupun parsial berpengaruh terhadap Profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Periode 2006-2008. Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik analisa regresi berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa tingkat pertumbuhan kredit dan tingkat NPL berpengaruh terhadap perubahan ROA baik secara parsial maupun simultan. Begitu pula dengan ROE, baik secara simultan maupun parsial pertumbuhan kredit dan NPL memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan ROE. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh disarankan kepada pihak bank untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan pengelolaan kredit secara lebih efektif, selain itu pihak bank juga harus selektif dalam memilih calon nasabah agar dapat menekan angka NPL serendah mungkin. Kepada investor penulis menyarankan agar tidak memilih bank yang memiliki anggak kredit macet yang tinggi.

Sintesis dan karakterisasi zink oleat dari asam oleat dengan zink klorida / Diah Chandra Kirana

 

ABSTRAK Kirana, Diah Chandra. 2009. Sintesis dan Karakterisasi Zink Oleat dari Asam Oleat dengan Zink Klorida. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sutrisno, M. Si., (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M. Pd., M. Si. Kata kunci: zink oleat, asam oleat, zink klorida, trans-saponifikasi. Pada awalnya, konsep sabun dimaknai sebagai garam natrium dari asam karboksilat suku tinggi. Namun, adanya perkembangan ilmu pengetahuan membawa perubahan konsep tentang sabun. Sabun yang semula merupakan garam dari logam natrium atau kalium digantikan oleh logam lain misalnya aluminium dan zink. Keberhasilan sintesis aluminium oleat dan aluminium stearat melalui reaksi trans-saponifikasi dan keberhasilan uji potensinya sebagai pengental pelumas mendorong untuk dilakukan penelitian tentang sintesis zink oleat dari asam oleat dan zink klorida. Penelitian ini merupakan survai laboratoris. Tahapan-tahapan dalam penelitian ini meliputi: (1) sintesis natrium oleat melalui reaksi saponifikasi asam oleat dengan natrium hidroksida, (2) sintesis zink oleat melalui reaksi trans-saponifikasi natrium oleat dengan zink klorida, (3) pemurnian senyawa hasil sintesis dengan pencucian menggunakan aquades, (4) karakterisasi senyawa hasil sintesis yang meliputi: uji kelarutan, penentuan titik lebur, degradasi dengan asam nitrat 2 M dan asam klorida pH 1, 2, dan 3, analisis kualitatif ion Zn2+ dan Cl- secara kimiawi, analisis kuantitatif logam zink dan natrium menggunakan metode spektrofotometri serapan atom, (5) identifikasi gugus fungsi senyawa hasil sintesis dengan metode spektrofotometri inframerah. Data yang digunakan untuk mengetahui karakter senyawa hasil sintesis didasarkan pada data-data yang diperoleh dari tahap-tahap penelitian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zink oleat dapat disintesis dari asam oleat dengan zink klorida melalui reaksi saponifikasi yang dilanjutkan dengan reaksi trans-saponifikasi. Zink oleat hasil sintesis berupa serbuk putih, dapat larut dalam pelarut benzena sebanyak 0,03 g/mL dan dalam pernis sebanyak 0,02 g/mL, tidak larut dalam aquades, etanol absolut, aseton, kloroform, n-heksana, petroleum eter dan oktanol. Zink oleat hasil sintesis memiliki titik lebur 68-74 ºC, terdegradasi dalam asam nitrat 2M dan dalam asam klorida pH 1 dan pH 2. Pada identifikasi gugus fungsi dengan spektrofotometri IR menunjukkan bahwa zink oleat hasil sintesis mengandung anion karboksilat.

Penerapan pembelajaran kooperatif model team games tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar ips-geografi siswa kelas VIII-D SMP Muhammadiyah Kediri / Arizza Rusita

 

ABSTRAK Rusita, Arizza. 2010. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Team Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPSGeografi Siswa Kelas VIII-D SMP Muhammadiyah Kediri. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwiyono Hari U, M.Pd, M.Si (II) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd Kata Kunci: Model Team Games Tournament (TGT), Hasil Belajar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru bidang studi, metode yang sering digunakan adalah metode ceramah dan pemberian tugas individual. Di SMP Muhammadiyah Kediri tidak mempunyai kelas unggulan, kemampuan akademik siswa di dalam kelas heterogen. Hanya 47,6% dari 42 siswa pada kelas VIII-D memenuhi standar ketuntasan minimum, sehingga dapat dikatakan kelas VIII-D belum tuntas. Suatu kelas dikatakan tuntas belajarnya jika dikelas tersebut terdapat 85% siswa telah mencapai ketuntasan individual. Metode pembelajaran yang digunakan guru Geografi membuat siswa di dalam kelas belum memiliki team work, sehingga hubungan personal antar siswa belum terbangun atau bisa dikatakan siswa memiliki sikap individualis. Sikap siswa ini mengakibatkan tingkat pemahaman siswa dalam kelas berbeda-beda. Dengan penerapan pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) diharapkan semua siswa secara merata dapat memahami materi yang diajarkan oleh guru, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPSGeografi siswa kelas VIII-D SMP Muhammadiyah Kediri melalui penerapan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus tindakan. Dalam penelitian ini data yang diperoleh adalah berupa data pelaksanaan penerapan tindakan yang dilakukan oleh guru, data hasil belajar siswa tiap siklus, catatan lapangan dan lembar observasi proses pembelajaran. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal turnamen, format dokumentasi, lembar observasi pelaksanaan penerapan tindakan guru, catatan lapangan dan lembar observasi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament dalam bidang studi IPS-Geografi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Kediri. Hasil belajar siswa meningkat pada Siklus I ke Siklus II. Berdasarkan penelitian ini, bagi para guru disarankan untuk menerapkan pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament pada pokok bahasan selain Penyimpangan Sosial dan Hubungan Sosial sebagai alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran. Para guru hendaknya juga lebih mendorong dan memotivasi siswa agar lebih giat belajar baik di rumah maupun di sekolah.

Hubungan perilaku kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah, dan motivasi kerja guru dengan kinerja guru SMK Negeri di kota Malang / Rofiq Zianudin

 

ABSTRAK Zainudin, Rofiq. 2010. Hubungan Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Iklim Sekolah, dan Motivasi Kerja Guru dengan Kinerja Guru SMK Negeri di Kota Malang. Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang,. Pembimbing (I) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd., (II). Prof. Dr. Salladien. Kata kunci: perilaku kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah, motivasi kerja, dan kinerja guru Peningkatan kualitas pendidikan nasional merupakan kebutuhan untuk mensejajarkan Indonesia dengan negara lain. Kebutuhan ini akan terpenuhi bila proses pendidikan mampu menghasilkan sumberdaya manusia yang handal,. Fenomena dimaksud tentu menjadi tanggung jawab banyak pihak terutama dunia pendidikan dimana unjung tombaknya adalah guru. Guru adalah sebuah profesi intelektual yang menuntut berbagai kecakapan, kompetensi dan kemampuan komprehensif. Kondisi dewasa ini belum menunjukkan harapan yang maksimal sehingga masih diperlukan berbagai upaya dan strategi yang tepat guna meningkatkan kinerja guru dengan harapan akan berdampak pada peningkatan pembelajaran di kelas. Perilaku kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah, motivasi kerja merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap kinerja guru termasuk guru SMK Negeri di Kota Malang. Untuk mengkajinya, penelitian ini dilakukan dengan rumusan masalah sebagai berikut: (1) bagaimana perilaku kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah dan motivasi kerja guru SMK Negeri di Kota Malang, (2) Apakah ada hubungan yang signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru SMK Negeri di Kota Malang, (3) apakah ada hubungan yang signifikan antara iklim sekolah dengan kinerja guru SMK Negeri di Kota Malng, (4) apakah ada hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja guru SMK Negeri di Kota Malang, (5) apakah ada hubungan yang signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah, dan motivasi kerja secara bersama-sama dengan kinerja guru SMK Negeri di Kota Malang. Guna menjawab rumusan masalah di atas, penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di dua belas SMK Negeri di Kota Malang dengan populasi sebesar 154 orang dan sampel 105 orang. Sampel diambil secara random proporsional. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner atau angket sebagai instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat perilaku kepemimpinan kepala sekolah SMK Negeri di Kota Malang termasuk kategori tinggi (efektif) yakni mencapai 44,8 %, (2) tingkat iklim sekolah SMK Negeri di Kota Malang termasuk kategori sedang 65,7%, (3) tingkat motivasi kerja SMK Negeri di Kota Malang termasuk kategori sangat tinggi 50,5%, (4) tingkat kinerja guru SMK Negeri di Kota Malang termasuk kategori tinggi 94,3%, (5) terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah, dan motivasi kerja dengan kinerja guru SMK Negeri di Kota Malang dengan sig t 0,000<0,05 berarti ada hubungan yang signifikan, (6) terdapat hubungan yang signifikan antara iklim sekolah dengan kinerja guru SMK Negeri di Kota Malang dengan sig t 0,009<0,05 berarti ada hubungan yang signifikan, (7) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja guru SMK Negeri di Kota Malang dengan sig t 0,002<0,05 berarti ada hubungan yang signifikan, dan (8) terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah, dan motivasi kerja dengan kinerja guru SMK Negeri di Kota Malang sig F 0,000<0,05 berarti ada hubungan yang siginifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut: (1) para guru mendapat bahan masukan untuk memperbaiki diri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diembankan sehingga terjadi peningkatan profesionalisme diri sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, (2) kepala sekolah menjadikannya sebagai informasi yang berguna dalam rangka perbaikan perilaku kepemimpinan dengan menciptakan iklim sekolah yang kondusif sehingga para guru tetap berupaya meningkatkan kinerja mereka, (3) diharapkan ada langkah yang disikapi oleh Dinas Pendidikan Kota Malang serta instansi terkait lain terhadap penilaian kinerja kepala sekolah dan peningkatan motivasi kerja sebagai upaya mempertahankan dan meningkatkan kinerja mereka, (4) perlu dilakukan penelitian lanjut untuk mengetahui kinerja guru selain variable perilaku kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah, dan motivasi kerja sehingga dapat memperoleh informasi lain tentang upaya peningkatan kinerja guru.

Penerapan model pembelajaran cooperative Script dengan Picture and picture untuk meningkatkan hasil beljar biologi dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA SMA negeri 6 Malang / Windaniyah Sri Rahayu

 

ABSTRAK Rahayu,Sri Windaniyah. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script dan Picture and picture untuk meningkatkan Hasil Belajar Biologi dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 6 Malang . Skripsi. Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. M.Noviar Darkuni, M.Kes, (II) Dra. Sri Rahayu Lestari, M.Si. Kata kunci: Cooperative Script, Picture and picture, hasil belajar biologi, kemampuan berpikir kritis Berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan di SMA Negeri 6 Malang, diketahui bahwa KBM Biologi masih didominasi oleh guru dan model pembelajaran yang digunakan masih menggunakan metode ceramah sehingga siswa terlihat kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran serta hasil belajarnya rendah. Rendahnya hasil belajar ini menyebabkan kemampuan berpikir kritis siswa SMA Negeri 6 Malang cenderung rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran Cooperative Script dengan Picture and picture. Model Pembelajaran Cooperative Script membantu siswa untuk lebih aktif, lebih bertanggung jawab, memiliki kemampuan berpendapat, menarik kesimpulan, dan meningkatkan daya ingat. Sedangkan model pembelajaran Picture and picture membantu siswa untuk lebih teliti, dan memberikan gambaran yang nyata tentang materi yang dipelajari, sehingga bisa meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan (1) Sebagai upaya peningkatan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 6 Malangmelalui penerapan model pembelajaran Cooperative Script dengan picture and picture, (2) Sebagai upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA SMA Negeri 6 Malang melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Script dengan Picture and picture. Penelitian ini merupakan PTK yang dilaksanakan dalam 2 siklus tindakan. Subyek penelitian adalah siswa XI IPA 3, dengan jumlah siswa 27 orang. Sumber data pada penelitian ini adalah nilai pretes, nilai tes akhir siklus I dan II, hasil analisis jawaban siswa pada tes, kemampuan afektif, dan keterlaksanaan tindakan guru. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 17,32 pada siklus I dan II, terjadi peningkatan kemampuan afektif sebesar 2,59, peningkatan kemampuan berpikir kritis sebesar 27,19, dan peningkatan keterlaksanaan tindakan guru sebesar 0,955. Kesimpulan yang diperoleh bahwa penerapan model pembelajaran Cooperatif script dengan Picture and Picture meningkatkan hasil relajar dan kemampuan berpikir iritis. Dari hasil penelitian disarankan perlu adanya penerapan dan pengembangan model pembelajaran Cooperative Script dengan Picture and picture sebagai salah satu model alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan kemampuan berpikir kritis sehingga dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah.

Penggunaan teknik modeling dengan fokus transfer model Dalam pembelajaran menulis untuk meningkatkan kemampuan menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP negeri 1 sukodono Lumajang / Priyanto Tri Laksono

 

Dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMP/MTs, disebutkan bahwa menulis teks berita merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai siswa, khususnya siswa kelas VIII. Keterampilan menulis teks berita harus dibina secara intensif dan berulang-ulang. Hal ini dikarenakan pembelajaran menulis merupakan kegiatan yang bersifat rekursif, artinya kegiatan menulis harus dilakukan berulang-ulang, diperlukan perbaikan, dan tidak langsung sekali jadi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pada studi pendahuluan di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang, diketahui bahwa teknik dan media pembelajaran yang digunakan dalam menulis teks berita masih kurang tepat. Kondisi seperti itu menyebabkan kegiatan belajar siswa tidak aktif dan hasil belajar siswa belum maksimal. Selain itu, siswa juga mengalami kendala dalam menulis teks berita. Kendala yang dialami siswa dalam menulis teks berita adalah (1) siswa kesulitan ketika menyusun judul berita yang baik dan menarik, (2) siswa kesulitan dalam menyusun lead (teras berita) dan body (tubuh berita), dan (3) siswa kesulitan dalam menggunakan bahasa yang baik dan benar saat menulis naskah berita. Hambatan atau kesulitan ini muncul karena siswa tidak diberikan contoh naskah berita yang sebenarnya. Jadi siswa belum bisa menganalisis unsur-unsur atau aspek apa saja yang terdapat dalam naskah berita. Masalah tersebut disebabkan oleh kurang tepatnya teknik dan media pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis teks berita. Untuk itu, perlu dicarikan sebuah teknik baru yang inovatif dalam mengatasi masalah tersebut. Peneliti dan guru mata pelajaran sepakat untuk menerapkan teknik transfer model sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan menulis teks berita siswa. Teknik transfer model memiliki tiga aktivitas utama, yaitu (1) mengamati contoh teks berita dari berbagai media massa, (2) menemukan aspek-aspek berita dan ciri khas bahasa berita pada berbagai media massa, dan (3) mentransfer hasil temuan menjadi teks berita secara utuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis teks berita pada empat aspek yakni (1) mengembangkan judul berita, (2) mengembangkan teras berita, (3) mengembangkan tubuh berita, dan (4) penggunaan bahasa berita. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif karena peneliti berusaha untuk menggambarkan fakta, objek, dan data-data sebagaimana adanya. Data-data tersebut dapat berupa kata-kata, produk, gejala dan proses belajar pada siswa. Oleh karena itu, sebagian data tersebut berupa data kualitatif yang tidak perlu dikuantifikasikan atau nonnumerik yang berupa angka. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Pemilihan rancangan ini sesuai dengan karakteristik PTK, yaitu permasalahan penelitian yang diangkat untuk dipecahkan bermula dari persoalan pembelajaran sehari-hari. Penelitian ini meliputi lima hal pokok yaitu (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan tindakan, (3) pelaksanaan tindakan, (4) identifikasi masalah, dan (5) refleksi hasil tindakan. Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri 01 Sukodono Lumajang, lebih dikhusukan pada kelas VIII B. Sekolah tersebut berada di tengah-tengah kota Lumajang dan termasuk dalam RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) sejak tahun 2007 hingga sekarang. Jumlah siswa sekitar 35 setiap kelas untuk kelas non-RSBI dan 24 siswa untuk kelas RSBI. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru, peneliti, dan 22 siswa dari 24 siswa kelas VIII SMP Negeri 01 Sukodono Lumajang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknik transfer model dalam pembelajaran menulis teks berita dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas VIII SMP Negeri 01 Sukodono Lumajang. Peningkatan ini ditunjukkan dari bertambahnya persentase kemampuan menulis siswa dari studi pendahuluan hingga siklus II. Pada tahap studi pendahuluan, persentase siswa yang memperoleh kualifikasi sangat kurang adalah sebesar 22,7% atau 5 siswa dari 22 siswa. Persentase siswa yang memperoleh kualifikasi kurang adalah sebesar 22,7% atau 5 siswa dari 22 siswa Demikian pula persentase siswa yang mendapatkan kualifikasi cukup baik adalah sebesar 27,2% atau 6 siswa dari 22 siswa. Sementara untuk persentase siswa yang memperoleh kualifikasi baik mencapai 27,2% atau 6 siswa dari 22 siswa. Pada tahap siklus I, persentase siswa yang ,memperoleh kualifikasi sangat baik sebesar 22,7% atau 5 siswa dari 22 siswa. Selanjutnya persentase siswa yang memperoleh kualifikasi baik sebesar 54,5% atau 12 siswa dari 22 siswa dan persentase siswa yang memperoleh kualifikasi cukup baik sebesar 13,6% atau 3 siswa dari 22 siswa. Sedangkan siswa yang memperoleh kualifikasi kurang sebesar 9% atau hanya 2 siswa dari 22 siswa. Pada tahap siklus II, seluruh siswa sudah berhasil mencapai SKM. Tidak ada lagi siswa yang masuk dalam kualifikasi sangat kurang, kurang, dan cukup baik. Siswa terbagi dalam dua kualifikasi saja, yaitu baik dan sangat baik. Persentase siswa yang memperoleh kualifikasi sangat baik sebesar 68,1% atau 15 siswa dari 22 siswa. Sementara presentase siswa yang memperoleh kualifikasi baik sebesar 31,8% atau 7 siswa dari 22 siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini telah diperoleh data bahwa penggunaan teknik transfer model mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks berita. Oleh karena itu, disarankan kepada guru untuk menggunakan teknik transfer model dalam pembelajaran menulis teks berita atau pembelajaran menulis yang lainnya. Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan teknik pembelajaran yang lain di samping teknik transfer model. Selain itu, penelitian ini juga dapat dikaji lebih mendalam lagi dengan menggunakan kriteria, evaluasi, dan pendekatan yang berbeda mengenai upaya meningkatkan kemampuan menulis teks berita. Dengan demikian, hasil penelitian selanjutnya dapat memperkaya pengetahuan mengenai upaya meningkatkan kemampuan menulis teks berita.

Penggunaan media asli untuk meningkatkan hasil belajar IPA (Perubahan Lingkungan Fisik) Di kelas IV SDN pekoren III kecamatan rembang Kabupaten pasuruan / Supangat

 

Sesuai dengan kurikulum 2006, salah satu tujuan mata pelajaran IPA adalah agar peserta didik memiliki kemampuan memahami konsep IPA, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep secara luwes, akurat, efisien dan tepat dalam pemecahan masalah Berdasarkan tujuan tersebut peserta didik hendaknya dapat memahami konsep-konsep dan prinsip-prinsip IPA secara bermakna. Tanpa pemahaman seperti ini mustahil peserta didik dapat memecahkan masalah sehari-hari yang terkait dengan IPA. Upaya-upaya telah banyak dilakukan oleh para peneliti dan guru untuk menanamkan konsep secara bermakna, namun kenyataannya masih banyak dijumpai peserta didik yang mengalami kegagalan Hasil observasi pembelajaran IPA (perubahan lingkungan fisik) di SD Negeri Pekoren III Pasuruan Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan didapatkan fakta bahwa peserta didik sulit memahami konsep IPA. Peserta didik kurang terlibat aktif dalam pembelajaran, sehingga hasil belajar peserta didik (perubahan lingkungan fisik) rendah dengan nilai rata-rata 43,50. Fakta lain adalah guru (peneliti) kurang melibatkan peserta didik, tidak menggunakan alat peraga, dan pada umumnya hanya menggunakan metode ceramah saja. Adapun permasalahan yang muncul pada saat peneliti melakukan pembelajaran yakni: 1) Bagaimanakah penggunaan media asli pada proses pembelajaran IPA, 2) Apa penggunaan media asli dapat meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran IPA, 3) Apakah penggunaan media asli dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran IPA. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan penggunaan media asli pada proses pembelajaran IPA, 2) Mendiskripsikan peningkatan hasil belajar pada pembelajaran IPA, 3) Mendiskripsikan peningkatan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran IPA. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa dalam meningkatkan prestasi belajar dan menerapkan dalam materi selanjutnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah evaluasi, wawancara, catatan lapangan dan observasi aktifitas guru dan peserta didik selama proses pembelajaran. Sesuai dengan hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan: Setelah dilaksanakan pembelajaran IPA (perubahan lingkungan fisik) dengan menggunkaan media asli, rata-rata kelas hasil rata-rata kelas tes akhir siklus I yaitu 76 sedangkan pada siklus II rata-rata kelas mencapai 82 sehingga terjadi peningkatan sebesar 6. Selain itu pada siklus II didapat 20 siswa telah mencapai standar ketuntasan belajar mengajar, dan pembelajaran IPA (perubahan lingkungan fisik) dengan menggunakan media asli dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar peserta didik.

Perancangan dan implementasi presensi siswa berbasis web di SMA kristen Baithani tutur /Dedi Hariyadi, Dian Nilasari

 

Tugas akhir ini menghasilkan sebuah aplikasi berbasis web yang dinamakan presensi siswa berbasis web. Aplikasi ini berfungsi sebagai alat pencatatan hadir dan tidaknya siswa pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung dan penyimpanan catatan tersebut ke dalam database. Dengan menggunakan aplikasi ini semua arsip pencatatan hadir dan tidaknya siswa pada saat kegiatan belajar mengajar dapat disimpan dalam sebuah basis data terintegrasi melalui sebuah jaringan komputer. Aplikasi ini dirancang untuk membantu SMA Kristen Baithani Tutur menangani masalah pengarsipan dokumen pentingnya yaitu presensi siswa. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu SMA Kristen Baithani Tutur meningkatkan kegiatan administrasi. Ketika guru melakukan kegiatan mengajar, guru menggunakan aplikasi presensi siswa berbasis web ini untuk mencatat hadir atau tidaknya siswa dan menyimpannya ke dalam database. Guru dapat melihat hasil data presensi siswa pada halaman entry data. Jika guru ingin melihatnya dalam bentuk print out, maka guru hanya melakukan perintah lihat halaman pada PDF dokumen, dan mencetak halaman tersebut. Oleh karena itu, pembuatan laporan presensi siswa dapat dilakukan dengan mudah dan lebih akurat. Aplikasi presensi siswa adalah sebuah aplikasi yang berbasis web yang dibangun dengan bahasa HTML, PHP, serta menggunakan basis data MySQL. Perangkat lunak pembangun aplikasi ini antara lain teks editor (Context) dan XAMPP (berisi aplikasi Apache Web Server, MySQL Server, dan PHP Engine). Aplikasi presensi siswa ini dapat digunakan pada sebuah komputer tunggal maupun dalam sebuah jaringan komputer. Jaringan komputer yang digunakan dalam implementasi adalah model client-server menggunakan wi-fi. Aplikasi presensi siswa diimplementasikan di SMA Kristen Baithani Tutur Kabupaten Pasuruan. Karena SMA Kristen Baithani Tutur mempunyai empat ruang kelas, maka implementasi diawali dengan instalasi komputer dan jaringan, kemudian diikuti dengan uji coba aplikasi presensi siswa oleh guru. Uji coba yang dilakukan adalah pencatatan hadir dan tidaknya siswa pada saat kegiatan belajar mengajar dan membuat laporan presensi siswa dalam bentuk print out. Dari hasil uji coba di SMA Kristen Baithani Tutur, aplikasi presensi siswa sudah mampu memenuhi spesifikasi yang didefinisikan pada proses perancangannya. Guru SMA Kristen Baithani Tutur juga yakin aplikasi presensi siswa dapat membantu pekerjaan mereka sehari - hari.

Pengaruh pemberian sertifikat pendidik terhadap profesionalisme guru ekonomi studi kasus di SMAN 2 dan SMAN 5 Malang / Mira Puspita Asri

 

ABSTRAK Asri, Mira Pspita. 2010. “Pengaruh Pemberian Sertifikat Pendidik Terhadap Profesionalisme Guru Ekonomi di SMAN 2 dan SMAN 5 Malang”. Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Bambang Pranowo, S.E., M.Pd (2) Dr Nasikh, SE., M.P., M.Pd Kata kunci: kompetensi guru profesional, kinerja guru Peran guru merupakan komponen yang paling menentukan dalam sistem pendidikan di Indonesia, sehingga guru harus mendapatkan perhatian yang utama. Guru juga sangat menentukan keberhasilan siswa atau peserta didik terutama dalam proses pembelajaran. Segala kebijakan pemerintah harusnya diarahkan pada kinerja guru dan diikuti dengan pemberian hak-hak yang seharusnya diperoleh guru sebagai pendidik generasi selanjutnya. Seperti halnya yang tecantum pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) serta Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dinyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan persyaratan memiliki kualifikasi akademik minimal S1 atau Diploma IV yang relevan dan menguasai kompetensi sebagai agen pembelajaran. Sebagai agen pembelajaran, seorang guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Sertifikasi guru merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu melalui peningkatan mutu guru. Hal ini dimaksudkan dapat meningkatkan pembelajaran pada sekolah sehingga lebih berkualitas. Tujuan sertifikasi adalah untuk menentukan standar kelayakan guru dalam melakasanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional; meningkatkan profesionalisme guru. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah kompetensi guru dan kinerja guru. Populasi dalam penelitian ini adalah Guru ekonomi yang telah mendapatkan sertifikat pendidik di SMAN 2 dan SMAN 5 Malang. Responden dalam penelitian ini adalah kepala sekolah atau wakil kepala sekolah dan siswa sekolah dari guru yang diteliti. Populasi yang diteliti sebanyak 60 orang responden dan 4 orang guru yang dimaksud yaitu telah mendapatkan sertifikat pendidik. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode wawancara dan angket/kuesioner tertutup. Analisis data yang digunakan untuk menguji adalah dengan analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kompetensi profesionalisme guru ekonomi di SMAN 2 dan SMAN 5 Malang adalah sangat baik. Kompetensi profesionalisme guru ekonomi SMAN 2 dan SMAN 5 Malang yang telah dinyatakan lulus dalam Program Sertifikasi di kota Malang adalah sangat baik. Dari hasil angket yang diberikan kepada responden, diambil kesimpulan bahwa kompetensi yang dimiliki Ibu Tri Rahayu adalah sangat baik, begitu juga dengan kompetensi yang dimiliki Bapak Toni Muharam dan Ibu Sih Wariati, sedangkan untuk Ibu Retno Soetriani kompetensi yang dimiliki sudah baik. Untuk kinerja guru ekonomi SMAN 2 dan SMAN 5 Malang yang telah dinyatakan lulus dalam Program Sertifikasi di kota Malang baik. Hal ini dapat kita ketahui dari hasil angket yang menyatakan bahwa yang bersangkutan yakni Ibu Tri Rahayu, Ibu Retno Soetriani dan Ibu Sih memiliki predikat baik dalam kinerjanya melaksanakan kegiatan pembelajaran, sedangkan Bapak Toni Muharam memiliki predikat sangat baik dalam kinerjanya melaksanakan kegiatan pembelajaran Kinerja guru ekonomi di SMAN 2 dan SMAN 5 Malang pada dasarnya adalah baik hal ini terbukti dari hasil perolehan angket dari masing-masing sub kinerja guru yaitu; 81,7% orang menyatakan sangat baik untuk penyusunan program pembelajaran, tentang pelaksanaan evaluasi sebanyak 40% responden menyatakan baik, tentang analisis evaluasi sebanyak 50% reponden menyatakan baik. Sedangkan untuk perbaikan dan pengayaan yang dilakukan guru sebanyak 41,7% orang menyatakan bahwa kompetensi yg dimiliki guru baik, untuk guru melaksanakan proses pembelajaran sebanyak 61,7% orang menyatakan kompetensi guru untuk pelaksanaan proses pembelajaran sangat baik. Berdasarkan wawancara mendalam dengan guru yang telah mendapatkan sertifikat pendidik kompetensi profesionalisme guru sesuai dengan sub variabel dalam kompetensi profesionalisme guru terhadap 4 orang guru Ekonomi di SMAN 2 dan SMAN 5 Malang dengan keadaan kompetensi guru sebelum mendapatkan sertifikat pendidik diketahui bahwa 25% dengan frekuensi 1 orang guru memiliki kompetensi cukup baik sebelum mendapatkan sertifikat pendidik, sedangkan 75% dengan frekuensi 3 orang menyandang predikat baik. Sedangkan untuk kinerja guru sebelum mendapatkan sertifikat pendidik sejumlah 100% atau sebanyak 4 orang guru memiliki kinerja yang cukup baik. kompetensi yang dimiliki guru setelah mendapatkan sertifikat pendidik dapat diketahui bahwa 100% dengan frekuensi sebanyak 4 orang guru memiliki kompetensi guru yang sangat baik setelah mendapatkan sertifikat pendidik. Sedangkan untuk kinerja yang dimiliki guru setelah mendapatkan sertifikat pendidik sejumlah 100% atau sebanyak 4 orang guru memiliki kinerja yang cukup baik.

Pengaruh sikap dan norma subyektif terhadap niat nasabah dalam menolak menggunakan internet banking pada PT. Bank Central Asia, TBK Kota Kediri (Perspektif theory of reasoned action) / Fakhrur Rovi

 

ABSTRAK Royi, Fakhrur. 2009. Pengaruh Sikap dan Norma Subyektif Terhadap Niat Nasabah Dalam Menolak Menggunakan Internet Banking Pada PT. Bank Central Asia, Tbk Kota Kediri (Perspektif Theory Of Reasoned Action). Skripsi , Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Prof. Dr. F. Danardana Murwani, M.M, (2): Rachmad Hidayat, S.Pd. Kata Kunci: Sikap Terhadap Perilaku, Norma Subyektif, Niat Menolak Internet banking merupakan inovasi dari penerapan teknologi informasi dalam dunia perbankan. Dengan menggunakan internet banking, nasabah sebuah bank dapat melakukan berbagai macam transaksi perbankan dari rumah dengan berbekal komputer dan koneksi internet. Namun masih banyak yang meragukan keamanan transaksi perbankan lewat internet banking ini sehingga layanan internet banking ini tidak digunakan oleh banyak nasabah, karena adanya kemungkina dan kekhawatiran data rahasia nasabah yang dapat dibobol. Penelitian ini bertujuan yaitu (1) untuk mengetahui peranan variabel-variabel dalam konsep Theory Of Reasoned Action yaitu: sikap, Norma subyektif terhadap Niat menolak menggunakan Internet Banking baik secara simultan maupun secara parsial, (2) untuk mengetahui dan menganalisis variabel dari Theory Of Reasoned Action (sikap, Norma subyektif) yang dominan pengaruhnya terhadap Niat menolak menggunakan Internet Banking pada nasabah PT BCA, Tbk, Kediri. Dalam penelitian ini menggunakan dua jenis variabel yaitu variabel Independent (bebas), variabel Dependent (terikat), dimana variabel terikat adalah Niat (BI) atau Y, dan variabel bebasnya adalah Theory Of Reasoned Action atau X, yang terdiri dari variabel Sikap (X1), Norma subyektif (X2), Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Accidental Sampling sedangkan penentuan banyaknya sampel dalam populasi yang berjumlah sebanyak 100 responden ditentukan dengan menggunakan pendekatan Davis dan Cosenza. Metode yang digunakan untuk menganalisa data adalah uji validitas dan uji reabilitas, analisa regresi linier berganda, uji F, uji t. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari analisis regresi linier berganda bahwa variabel yang mempunyai pengaruh paling signifikan terhadap niat menolak menggunakan Internet banking adalah variabel sikap yaitu dengan kontribusi sebesar 0,485. Berdasarkan pengujian secara bersama-sama di ketahui Fhitung menunjukkan nilai sebesar 15,075 (signifikan F= 0,000). Jadi Fhitung > Ftabel (15,075 > 3,090), artinya bahwa secara bersama – sama variabel Sikap (X1), Norma subyektif (X2), berpengaruh signifikan terhadap Niat Menolak (Y). Dari nilai Adjusted R Square menunujkkan nilai sebesar 0,221 atau 22,1%. Artinya bahwa variabel Niat menolak (Y) dipengaruhi sebesar 22,1% oleh Sikap (X1), Norma Subyektif (X2), sedangkan sisanya sebesar 77,9% dijelaskan oleh variabel lain di luar 2 variabel bebas yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar penelitian berikutnya diharapkan dapat menambah jumlah sampel dan karakteristik i ii responden yang semakin meluas dan dikarenakan masih banyaknya keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian ini seperti skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert, skala ini bukan menunjukkan ukuran yang sesungguhnya serta data yang digunakan adalah data primer. Sehingga olahan dan analisis data berdasarkan pada persepsi jawaban responden melalui kuesioner. maka, diharapkan penelitian berikutnya dapat memperbaiki keterbatan tersebut.

Penerapan pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan (PBMP) dengan metode kooperatif model think pair share (TPS) untuk meningkatkan proses dan hasil belajar biologi siswa kelas X-1 SMA Negeri I Puri Mojokerto / Imamatus Sholiha

 

ABSTRAK Sholiha, Imamatus. 2010. Penerapan Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) dengan Metode Kooperatif Model Think Pair Share (TPS) untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X-1 SMA Negeri I Puri Mojokerto. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D., (2) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S Kata kunci: PBMP (Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan), TPS (Think Pair Share), Proses belajar, Hasil belajar Berdasarkan hasil observasi dan wawancara guru matapelajaran biologi kelas X-I SMA Negeri Puri Mojokerto, bahwa sekolah tersebut sudah memberlakukan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Guru biologi di SMA Negeri I Puri Mojokerto masih menggunakan metode ceramah sebagai andalan dalam pembelajaran atau memberikan penjelasan di depan kelas kepada siswanya serta siswa mencatat semua penjelasan yang disampaikan oleh guru, diskusi kelas jarang dilakukan dengan alasan waktu belajar yang sedikit sehingga tingkat berpikir siswa kurang. Pembelajaran seperti ini kurang maksimal karena siswa hanya mendengarkan dan tidak berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran, sehingga hasil belajarnya tidak maksimal. Hasil observasi dan wawancara juga menunjukkan bahwa guru belum pernah menerapkan pembelajaran PBMP dengan metode TPS. Berdasarkan alasan di atas maka peneliti menerapkan pembelajaran PBMP dengan metode TPS untuk meningkatkan proses dan hasil belajar biologi siswa kelas X-I SMA Negeri I Puri Mojokerto. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri I Puri Mojokerto pada bulan Desember 2009. Pembelajaran yang digunakan adalah PBMP dengan metode TPS yang diterapkan melalui PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilakukan dengan 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu 1) rencana tindakan, 2) tindakan pembelajaran, 3) observasi dan 4) refleksi. Subjek dari penelitian adalah siswa kelas X-I yang berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi keterlaksanaan pembelajaran, observasi proses belajar siswa, tes dan angket respons siswa terhadap pembelajaran. Analisis data secara deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk:1) meningkatkan proses belajar siswa kelas X-I SMA Negeri I Puri Mojokerto melalui penerapan PBMP dengan metode kooperatif model TPS, 2) meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-I SMA Negeri I Puri Mojokerto melalui penerapan PBMP dengan metode kooperatif model TPS dan 3) mengetahui respons siswa kelas X-I SMA Negeri I Puri Mojokerto terhadap penerapan PBMP dengan metode kooperatif model TPS Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PBMP dengan metode TPS dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa. Hasil proses belajar siswa pada siklus II mengalami peningkatan yaitu pada deskriptor 2 (2 orang siswa), deskriptor 3 (3 orang siswa), deskriptor 4 (1 orang siswa), deskriptor 5 (9 orag siswa) dan deskriptor 9 (1 orang siswa). Hasil belajar kognitif mengalami peningkatan 17,6 atau mengalami kenaikan sebesar 33,3%. Persentase kemampuan afektif: kemampuan bertanya mengalami peningkatan13%, ii menjawab 2,7%, berpendapat 8,8%, kerjasama kelompok 2,1%, dan kehadiran 2,8%, sedangkan kemampuan psikomotor pada siklus II dengan rata-rata sebesar 11 poin dari skor maksimal 12 poin, serta mendapat respons yang positif dari siswa. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa PBMP dengan metode TPS dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa Berdasarkan hasil penelitian, penerapan PBMP dengan metode TPS perlu dikembangkan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Pengaruh bauran promosi tehadap keputusan menginap pada hotel Lombok Raya Mataram / Indriati Utami

 

ABSTRAK Utami, Indriati. 2009. “Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Keputusan Menginap pada Hotel Lombok Raya Mataram”. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Dwi K M.Si, (II) Rachmad Hidayat S.Pd Kata Kunci: bauran promosi, keputusan menginap Saat ini peran pemasaran sangat penting bagi perusahaan sebagai penopang jalannya perusahaan, karena dalam memasarkan suatu produk bukanlah hal yang mudah, permasalahan yang dihadapi perusahaan akan semakin kompleks karena pemasar akan dihadapkan pada kenyataan bahwa konsumen yang ada di pasaran memiliki permintaan produk yang begitu beranekaragam. Salah satu cara yang ditempuh perusahaan untuk memasarkan jasa tersebut adalah bauran promosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh periklanan, penjualan personal, promosi penjualan secara parsial terhadap keputusan menginap pada Hotel Lombok Raya Mataram. (2) pengaruh bauran promosi secara simultan terhadap keputusan menginap pada Hotel Lombok Raya Mataram. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas yaitu bauran promosi ( periklanan, penjualan personal, promosi penjualan) sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan menginap pada Hotel Lombok Raya Mataram. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif korelasional. Analisis data penelitian yang dipakai adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan uji t dan uji F dalam menguji hipotesisnya. Data penelitian diperoleh dengan memberikan kuisioner kepada 150 responden yang merupakan pelanggan Hotel Lombok Raya Mataram. Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan, bauran promosi mempengaruhi keputusan konsumen untuk menginap pada Hotel Lombok Raya Mataram. Dari ketiga bauran promosi yang digunakan, yang dominan pengaruhnya adalah promosi penjualan dengan nilai β1 = 0,378; dengan taraf kepercayaan 5% signifikan t=0,000. Penjualan personal dengan nilai β2 = 0,524; dengan taraf kepercayaan 5% signifikan t=0,000. periklanan dengan nilai β3 = 0,378 dengan taraf kepercayaan 5% signifikan t=0,000. hasil uji F menunjukkan nilai F hitung sebesar 278,620 dengan taraf kepercayaan 5% signifikan F=0,000. ini menunjukkan secara simultan bauran promosi berpengaruh terhadap keputusan menginap pada Hotel Lombok Raya Mataram. Dalam model summary pada R Square sebesar 85,1% keputusan menginap pada Hotel Lombok Raya Mataram dapat di jelaskan secara simultan oleh variabel periklanan, penjualan personal, promosi penjualan, sedangkan sisanya sebesar 14,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis menyarankan (1) periklanan yang ada di Hotel Lombok Raya Mataram perlu lebih ditingkatkan lagi agar dapat menarik secara maksimal konsumen untuk membeli produk Hotel Lombok Raya Mataram yaitu dengan cara mengiklankan produk tersebut pada media televisi setempat, media cetak, radio, serta memberikan brosur-brosur tentang keunggulan Hotel Lombok Raya Mataram dibandingkan dengan hotel-hotel lain yang ada di kota Mataram. (2) pelaksanaan promosi penjualan yang terdiri dari pembelian brosur, hadiah, diskon, pemberian kupon dan pameran hendaknya ditingkatkan mengingat bahwa promosi penjualan adalah salah satu bauran promosi yang dominan dalam mempengaruhi keputusan menginap pada Hotel Lombok Raya Mataram. (3) tingginya tingkat persaingan perusahaan di bidang jasa perhotelan saat ini, hendaknya disikapi perusahaan dengan lebih serius lagi dan perlu penanganan yang lebih professional, antara lain meningkatkan kinerja perusahaan di setiap Lini khususnya yang berkaitan dengan pelayanan terhadap konsumen Hotel Lombok Raya Mataram.

Analisis eagles untuk mengukur kinerja keuangan dan pengaruhnya terhadap harga saham pada Bank Umum Swasta Nasional yang listing di BEI tahun 2008 / Faridhoh

 

ABSTRAK Faridhoh. 2010. Analisis EAGLES untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perbankan dan Pengaruhnya Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan yang Listing di BEI Tahun 2008. Skripsi, Jurusan program Studi Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M. (II) Yuli Soesetio. SE, M.M. Kata kunci: Earning Ability, Assets Quality, Growth Rate, Liquidity, Equity Capital, Strategic Management (EAGLES), Kinerja Keuangan, Harga Saham. Kinerja keuangan merupakan prestasi yang dicapai perusahaan dalam periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatannya. Salah satu cara mengukur kinerja keuangan Perbankan adalah dengan menggunakan analisis EAGLES. Alasan keterbatasan data maka mengakibatkan penelitian ini mengukur kinerja keuangan berdasarkan analisis EAGLES hanya dengan menggunakan enam variabel yaitu Earning Ability, Assets Quality, Growth Rate, Liquidity, Equity Capital, Strategic Management. Harga Saham menggambarkan penilaian pasar atas kemampuan (Kinerja) perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kinerja keuangan (Analisis EAGLES), kondisi harga saham, ada tidaknya pengaruh secara parsial kinerja keuangan terhadap harga saham, ada tidaknya pengaruh secara simultan kinerja keuangan terhadap harga saham Bank Umum Swasta Nasional yang Listing di BEI Tahun 2008. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian konsolitas, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh antar 2 variabel atau lebih. Sumber data penelitian ini berupa dokumentasi. Sumber data dokumentasi berupa laporan keuangan dan Indonesian Capital Market Directory (ICMD) Bank Umum Swasta Nasional Tahun 2008. Analisis data yang digunakan adalah Uji Normalitas, Analisis Regresi Linier Berganda, dan menggunakan Uji Hipotesis berupa Uji t dan Uji F. Hasil pengujian kali ini bahwa secara parsial hanya variabel Earning Ability, Assets Quality, Liquidity, Equity Capital berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Sedangkan secara simultan Earning Ability, Assets Quality, Growth Rate, Liquidity, Equity Capital, Strategic Management berpengaruh terhadap harga saham. Untuk penelitian lebih lanjut, disarankan untuk selain kinerja keuangan yang diukur berdasarkan analisis EAGLES masih ada faktor lain di luar model penelitian ini yang berpengaruh terhadap harga saham. Oleh karena itu penelitian ini dapat dikembangkan untuk dapat mengetahui pengaruh-pengaruh lain yang mempengaruhi harga saham. Peneliti selanjutnya diharapkan bisa membedakan penelitian pada kondisi bank pada saat pasar finansial Bullish (membaik) dan Bearish (memburuk). Dan mengukur tingkat kesehatan perbankan secara keseluruhan berdasarkan analisis EAGLES.

Peningkatan hasil belajar IPA melalui implementasi sortir kartu dan mencari pasangan siswa kelas III SDN Kauman 1 Kota Blitar / Suprieni

 

Dari hasil pengamatan pada beberapa sekolah dasar di kota blitar menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada saat ulangan harian/formatif yang dilakukan hanya mencapai 68 (enam delapan) padahal Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan guru adalah 71. Pencapaian ini masih kurang dari target. Maka dari itu penulis akan melakukan perbaikan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) khususnya mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Alternatif pemecahan masalah tersebut adalah dengan metode sortir kartu dan mencari pasangan. Sebab dengan metode sortir kartu dan mencari pasangan siswa dapat merangsang pikiran dan meningkatkan daya pikir siswa untuk menemukan permasalahan dengan memberikan stimulus-stimulus tertentu. Dengan hal yang demikian guru dapat menjajaki sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang telah disampaikan. Sehingga KBM yang telah berlangsung bisa terlaksana sesuai dengan apa yang diharapakan sesuai dengan targetnya. Berdasarkan harapan ini, maka penelitian ini akan mengkaji permasalahan sebagai berikut: (1). Apakah penerapan metode sortir kartu dan mencari pasangan dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri Kauman 1 Kota Blitar? (2). Bagaimanakah peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri Kauman 1 Kota Blitar dengan diterapkan metode sortir kartu dan mencari pasangan? Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk : (1). Mengetahui apakah metode sortir kartu dan mencari pasangan dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri Kauman 1 Kota Blitar. (2) Mengetahui bagaimana peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri Kauman 1 Kota Blitar dengan diterapkan metode sortir kartu dan mencari pasangan tersebut. Penelitian ini mengunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari satu pertemuan dan empat tahapan observasi, yaitu : (1) tahap perencanaan tindakan; (2) tahap pelaksanaan tindakan; (3) tahap observasi; (4) tahap refleksi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas 3 SD Negeri Kauman 1 Kota Blitar. Sedangkan, data yang diperoleh berupa hasil tes evaluasi dan lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Hasil analisis didapatkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan, yaitu dari nilai rata-rata 68, pada siklus I atau pra tindakan. setelah mengalami tindakan yaitu pengimplementasian metode yang di pakai oleh peneliti, hasil belajar siswa meningkat ditandai dengan meningkatnya hasil rata-rata evaluasi pada siklus II yaitu : 80.4. Berdasarkan hasil analisa PTK ini, guru diharapkan mampu menyampaikan materi dengan cara yang variatif, tidak hanya dengan keterangan lisan atau tulisan yang ada di buku melainkan dengan menggunakan alat bantu pembelajaran seperti kartu atau dengan membuat kelompok berpasangan agar siswa menjadi lebih aktif dan merasa senang selama kegiatan belajar mengajar.

Meningkatkan kreativitas menulis cerita dengan bantuan media gambar pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Karangtengah I / Bakti Nugraharini

 

ABSTRAK Nugraharini, Bakti. 2010. Meningkatkan Kreativitas Menulis Cerita Dengan Bantuan Media Gambar Pada Siswa Klas V Sekolah Dasar Negeri Karangtengah I. Penelitian Tindakan Kelas, Universitas Negeri Malang Fakultas Ilmu Pendidikan Program SI PGSD PJJ Angkatan I Tahun 2009. Pembimbing Dra. H. Sukamti, M.Pd Kata Kunci: Kreativitas Menulis Cerita, Media Gambar. Pada hakekatnya belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi .Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik secara tertulis maupun secara lisan, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya sastra Indonesia. Untuk keberhasilan dalam pembelajaran menulis , pendidik mempunyai peran yang amat penting. Pendidik harus punya berbagai macam pengetahuan tentang ketrampilan menulis, strategi pembelajaran , tehnik mengajar, merencanakan, melaksanakan progran, mengevaluasi program, mengelola kelas , menggunakan media pembelajaran, menggunakan metode yang tepat. KKM Mata Pelajaran Bahasa Indonesia klas V dalam KD 4.1 tentang menulis karangan adalah 70 . Sedangkan siswa Klas V Sekolah Dasar Negeri Karangtengah I. yang memenuhi KKM hanya ada 25% siswa saja. Dengan hasil tersebut kemudian penulis melakukan wawancara kepada siswa “ mengapa karangannya jelek-jelek ? “ Rata-rata jawaban siswa “ Sulit .“ Kesulitan yang dihadapi siswa adalah menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan. Rumusan masalah dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah (1) Bagaimanakah meningkatkan kreatifitas menulis cerita pada siswa kelas V SD Karangtengah I dengan bantuan media gambar ? (2) Apakah penerapan pembelajaran dengan bantuan media gambar dapat membantu siswa meningkatkan kreatifitas siswa dalam menulis cerita ? (3) Apakah kreativitas siswa dalam menulis bisa meningkat bila menggunakan bantuan media gambar ? Tujuan penulisan ini adalah (1) Untuk mengetahui peningkatan kreativitas menulis cerita pada siswa kelas V SD Karangtengah I dengan bantuan media gambar. (2) Untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran dengan bantuan media gambar dapat membantu meningkatkan kreativitas dalam menulis cerita. (3) Untuk mengetahui apakah kreativitas siswa bisa meningkat dalam menulis cerita, bila menggunakan bantuan media gambar. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research ) Rancangan Penelitian Tindakan Kelas meliputi (1) Rencana, (2) Pelaksanaan Tindakan Siklus ( 2 jam x 3 pertemuan ), (3) Observasi dan (4) Refleksi. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2009/2010, dengan Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Karangtengah I yang berlokasi di Jalan Bali 36 Blitar , tahun pelajaran 2009/2010, yang berjumlah 32 siswa, yang terdiri atas 17 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. data dalam penelitian ini berupa data primer Jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah deskriptif kwalitatif dan kwantitatif.Bentuk instrumen yang peneliti gunakan berupa bentuk tes dan bentuk non tes. Bentuk tes yang digunakan adalah bentuk tes subyektif, sedangkan non tes nya berupa angket. Hasil penelitian meyimpulkan (1) Media gambar yang digunakan dalam penelitian ini, merupakan sarana untuk membantu siswa menemukan pokok – pokok pikiran, yang akan dikembangkan menjadi sebuah karangan. (2) Penerapan pembelajaran dengan bantuan media gambar dapat membantu siswa meningkatkan kreatifitas siswa dalam menulis cerita. Dimana jika dibandingkan dengan hasil pre test (test awal) ketika siswa diminta membuat karangan dengan tema tertentu, tanpa media gambar, maka setelah pelaksanaan tindakan nilai ketuntasan maupun rata – rata nilai siswa lebih meningkat. (3) Kreativitas siswa dalam menulis bisa meningkat bila menggunakan bantuan media gambar. Dengan bantuan media gambar, pokok pikiran dengan pengembangannya lebih mudah diidentifikasi karena visualisasi dari pokok pikiran berupa media gambar. media gambar juga memudahkan siswa dalam memberikan penilaian secara berkelompok. Saran yang dapat penulis berikan adalah (1) Guru akan lebih baik jika selalu menggunakan media gambar dalam pembelajaran menulis cerita, agar siswa lebih kreatif.Media gambar yang digunakan bisa diganti – ganti, sehingga siswa dapat memilih kosa kata dan kalimat yang lebih bervariasi. (2) Untuk memaksimalkan penggunakan media gambar, guru bisa menugaskan siswa untuk mencari gambar – gambar dari Koran maupun majalah yang dibuat kliping kemudian disusun kembali menjadi sebuah cerita berdasarkan kreativitas siswa yang bersangkutan. (3) Guru dapat memberikan waktu yang lebih banyak bagi siswa untuk menulis cerita sesuai media gambar yang ada, misalnya dengan menugaskan menulis di rumah atau menampung kreatifitas siswa dalam menulis cerita secara lebih maksimal.( 4)Bagi peneliti selanjutnya, dapat melaksanakan penelitian lebih lanjut karena hasil penelitian ini hanya dilakukan di SD Karangtengah I Blitar, dengan menggunakan media gambar yang lebih bervariasi.

Dampak sosial ekonomi perkembangan villa sebagai rumah sewa di kawasan wisata Songgoriti kota Batu / Windra Dini Puspita Ayu

 

ABSTRAK Ayu, Windra, DP. 2009. Dampak Sosial Ekonomi Perkembangan Villa Sebagai Rumah Sewa di Kawasan Wisata Songgoriti Kota Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. H. A Rosyid Al Atok, M.Pd, MH (2) Drs. H Petir Pudjantoro, M. Si. Kata Kunci: Dampak sosial ekonomi, villa Perkembangan pariwisata di Kota Batu mendorong berkembangnya fasilitas akomodasi sebagai salah satu faktor pendukung pariwisata. Songgoriti merupakan salah satu kawasan wisata di Kota Batu. Di Songgoriti terdapat banyak rumah sewa atau yang lebih dikenal sebagai villa yang disediakan untuk wisatawan yang datang ke Songgoriti. Berkembangnya villa berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang tinggal di kawasan wisata Songgoriti. Pengaruh tersebut ada yang bersifat positif dan ada yang negatif. Melihat besarnya pengaruh keberadaan villa terhadap masyarakat di kawasan wisata Songgoriti, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak sosial ekonomi dari perkembangan villa di kawasan wisata Songgoriti, dengan memaparkan perubahan sosial ekonomi masyarakat di kawasan tersebut. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran-gambaran mengenai dampak positif dan negatif akibat berkembangnya villa dikawasan wisata Songgoriti sehingga dapat dijadikan salah satu referensi dalam mengambil kebijakan mengenai villa di kawasan tersebut. Rancangan penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen. Penelitian difokuskan pada perkembangan villa dan dampak sosial ekonomi perkembangan villa. Penelitian dilakukan di kawasan wisata Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di kawasan wisata Songgoriti. Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verivikasi). Hasil Penelitian menunjukkan: (1) Perkembangan villa dimulai sejak tahun 1985. Sebelumnya masyarakat Songgoriti bermata pencaharian sebagai petani dan peternak sapi. Kemudian akibat adanya peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke Songgoriti maka banyak warga yang beralih profesi dengan bekerja di bidang pariwisata, salah satunya mengelola villa. Jumlah villa yang ada di lingkungan Songgoriti saat ini 270 buah villa. Villa yang ada di Songgoriti adalah milik sendiri masyarakat setempat. Masyarakat membangun villa dengan alasan untuk menambah pendapatan sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup. Prosedur dalam menyewa villa sangat mudah yaitu tidak berseragam sekolah/dinas beserta atributnya dan berusia lebih dari 17 tahun. Sarana dan prasarana masing-masing villa berbeda-beda tergantung pada harganya. Organisasi yang mengatur segala sesuatu mengenai villa yang ada di Songgoriti yaitu Paguyuban Villa “Supo”. (2) Mayoritas masyarakat di kawasan wisata Songgoriti beragama Islam. Kerukunan beragama di lingkungan tersebut sangat baik. Tidak pernah terjadi protes dari organisasi keagamaan mengenai keberadaan villa di Songgoriti. Dalam bidang pendidikan, masyarakat di kawasan wisata Songgoriti mayoritas pedidikannya SMA. Peningkatan ekonomi masyarakat di lingkungan Songgoriti mendorong minat dan partisipasi masyarakat terhadap pendidikan. Gaya hidup masyarakat masih sederhana tapi cukup maju dibandingkan dengan lingkungan lain di kelurahan Songgokerto dilihat dari penggunaan teknologi untuk mendukung pekerjaanya. Kekeluargaan dalam masyarakat Songgoriti sangat erat. (3) Perkembangan villa di Songgoriti telah mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di lingkungan tersebut. Berdasarkan tingkat perekonomiannya, masyarakat di kawasan wisata Songgoriti dapat digolongkan kedalam masyarakat pra sejahtera. Sarana dan prasarana seperti: akses jalan, alat transportasi, sarana komunikasi umum, dan tempat ibadah cukup memadai dan kondisinya masih baik. (4) Seluruh masyarakat yang tinggal di kawasan wisata Songgoriti setuju dan sangat mendukung perkembangan villa di Songgoriti. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka saran yang dapat disampaikan adalah: (1) Pemerintah Kota Batu agar membuat peraturan yang jelas mengenai villa dan melakukan pengembangan villa ke kawasan wisata lain di Kota Batu, (2) Masyarakat hendaknya waspada terhadap pengaruh negatif perkembangan villa dengan selalu menjunjung tinggi agama serta adat dan menjaga kekompakan, (3) Paguyuban Villa Supo hendaknya menjaga solidaritas seluruh warga dan memperbarui peraturan mengenai villa sesuai dengan perkembangan, (4) Sekolah yang berada di kawasan wisata sebaiknya mengembangkan pendidikan kepariwisataan ke arah pembentukan moral dan perilaku anak di kawasan wisata. (5) kepada peneliti agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya mengenai perubahan pola pikir masyarakat yang tinggal di kawasan wisata, dan pola interaksi sosial masyarakat di kawasan wisata.

Pengaruh latar belakang sosial ekonomi orang tua dan tingkat pemanfaatan fasilitas belajar terhadap wawasan berwirausaha siswa kelas XII jurusan Tata Boga SMK Negeri 1 Batu tahun ajaran 2008/2009 / Siti Yuriah

 

ABSTRAK Yuriah, Siti. 2010. Pengaruh Latar Belakang Sosial Ekonomi Orang Tua Dan Tingkat Pemanfaatan Fasilitas Belajar Terhadap Wawasan Berwirausaha Siswa Kelas XII Jurusan Tata Boga SMK Negeri 1 Batu Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembanguanan, Fakultas Ekonomi, Univesitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahjoedi M.Pd, M.E, (2) Dr. Hadi Sumarsono S.T, M.Si. Kata kunci: sosial ekonomi orang tua, pemanfaatan fasilitas belajar dan wawasan berwirausaha Peran aktif Sekolah Menengah Kejuruan sebagai salah satu lembaga pendidikan adalah menyiapkan peserta didik agar dapat menjadi seseorang yang mandiri dan bertanggung jawab. SMK diharapkan dapat mengembangkan potensi siswa minimal di lingkungan sekolah sehingga lulusannya menjadi seorang wirausahawan yang handal. Dengan demikian siswa terlebih dahulu harus memiliki wawasan berwirausaha. Wawasan berwirausaha siswa perlu ditingkatkan. Hal ini dapat dipengaruhi oleh tingkat pemanfaatan fasilitas belajar baik di sekolah maupun di rumah. Kelengkapan dan pemanfaatan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan siswa akan dapat membuat siswa merasa nyaman dalam belajar sehingga mereka dapat mencari konsep, menumbuhkan sikap dan mengembangkan dirinya sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki. Dalam hal ini peran orang tua juga penting dalam meningkatkan wawasan berwirausaha. Latar belakang sosial ekonomi orang tua yang rendah dapat menimbulkan keinginan anak untuk bertindak menjadi lebih baik dan mencapai kesuksesan melebihi orang tuanya. Selain itu aktivitas wirausaha di lingkungan keluarga juga dapat mendorong keinginan anak untuk menjadi seorang wirausahawan pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latar belakang sosial ekonomi orang tua dan tingkat pemanfaatan fasilitas belajar terhadap wawasan berwirausaha siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analilis regresi linier berganda. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Data diperoleh dari 42 sampel yang diambil dari siswa kelas XII jurusan tata boga SMK Negeri 1 Batu tahun ajaran 2008/2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wawasan berwirausaha siswa kelas XII jurusan tata boga SMK Negeri 1 Batu termasuk dalam kategori baik yaitu sebesar 78,6%, latar belakang sosial ekonomi orang tua termasuk dalam kategori cukup baik yaitu sebesar 45,2% dan tingkat pemanfaatan fasilitas belajar termasuk dalam kategori baik yaitu sebesar 52,3%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara parsial (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara latar belakang sosial ekonomi terhadap wawasan berwirausaha siswa, (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pemanfaatan fasilitas belajar terhadap wawasan berwirausaha siswa. Dan secara simultan seluruh variabel latar belakang sosial ekonomi dan tingkat pemanfaatan fasilitas belajar berpengaruh terhadap wawasan berwirausaha siswa sebesar 59%. Dari hasil penelitian dan kesimpulan penelilti dapat memberikan saran yaitu (1). Sekolah diharapkan lebih meningkatkan fasilitas perpustakaan dengan meningkatkan pemenuhan literatur buku perpustakaan terutama di bidang kewirausahaan, serta lebih meningkatkan fasilitas koperasi sekolah, (2). Orang tua diharapkan dapat mendorong anak untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman belajar baik dari rumah, dari sekolah, pergaulan di masyarakat, dari perusahaan-perusahaan atau dunia kerja dan dari buku-buku yang membahas tentang kewirausahaan, ekonomi, pendidikan, pembinaan kepribadian dan sikap mental, sehingga wawasan berwirausaha anak dapat meningkat.

Studi pemanfaatan limbah cair pabrik gula Krebet sebagai air irigasi di desa Gading Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang / Licka Duri Fradawindi

 

ABSTRAK Fradawindi, Licka Duri. 2010. Studi Pemanfaatan Limbah Cair Pabrik Gula Krebet Sebagai Air Irigasi Di Desa Gad ing Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Si, (II) Ir. Juarti, M.P. Kata Kunci: limbah cair, air irigasi, sawah Tanaman padi merupakan tanaman pangan pokok Negara Indonesia yang banyak diusahakan di Jawa. Kebutuhan air tanaman padi cukup banyak karena padi hidup pada daerah lumpur yang selalu tergenang air. Negara tropis mempunyai musim penghujan dan kemarau. Musim kemarau mengakibatkan pasokan air untuk tanaman padi berkurang walaupun telah terdapat sistem irigasi sungai. Persawahan Jawa yang mengumpul pada satu wilayah menyulitkan dalam pembagian air irigasi. Desa Gading Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang mampu mengatasi kekurangan selama mus im kemarau dengan menggunakan air irigasi alternatif berupa limbah cair pabrik gula Krebet yang memang limbahnya dialirkan pada sungai yang menuju pada persawahan penduduk. Penelitian ini bertujuan: 1). membandingkan limbah cair pabrik gula Krebet dengan standar baku mutu limbah cair, 2). mendeskripsikan keefektifan limbah cair pabrik gula Krebet sebagai air irigasi pertanian, 3). menganalisis pengaruh limbah cair pabrik gula Krebet terhadap sifat fisik tanah. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan objek penelitian limbah cair pabrik gula Krebet yang mengalir pada persawahan desa Gading, tanah sawah yang terpengaruh limbah cair pabrik gula dan petani desa Gading yang menggunakan limbah cair pabrik gula sebagai irigasi sawah. Teknik pengambilan data menggunakan metode observasi, wawancara, uji laboratorium dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalan penelitian ini adalah analisa komparasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1). Limbah cair Pabrik Gula Krebet belum memenuhi standar baku mutu air limbah khususnya industri gula sesuai SK Gubernur Jatim No. 45 Tahun 2002, pada parameter minyak/lemak sedangkan untuk parameter BOD ,COD, TSS, H2S dan pH sudah memenuhi standar baku mutu. Hal tersebut menunjukkan bahwa Pabrik Gula Krebet masih mencemari lingkungan, 2). Limbah cair Pabrik Gula Krebet tidak merusak kualitas tanah sawah untuk pertanian padi, mempengaruhi tekstur tanah menjadi liat. Hal ini menujukkan bahwa limbah cair pabrik gula Krebet berpengaruh baik pada sifat fisik tanah sehingga efekt if untuk irigasi pertanian. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi pihak pabrik gula Krebet hendaknya melakukan pengolahan limbah secara optimal sebelum membuangnya ke lingkungan selain itu perlu peran BAPEDA dan Dinas Lingkungan hidup untuk mengawasi pengolahan dan pembuangan limbah ke lingkungan. Bagi petani yang belum menggunakan limbah cair sebagai irigasi dapat menggunakan limbah cair pabrik gula Krebet untuk irigasi sawah dengan penggunaan secara hati-hati dengan tidak berlebihan dan pengolahan sawah yang baik.

Penerapan model pembelajaran kooperatif two stay two stray (TSTS) untuk meningkatkan kemampuan bertanya, kemampuan menjawab, dan motivasi belajar biologi siswa kelas X-5 SMAN 7 Malang / Ratih Purwitaningrum

 

ABSTRAK Purwitaningrum, Ratih. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray untuk Meningkatkan Kemampuan Bertanya, Kemampuan Menjawab, dan Motivasi Belajar Biologi Siswa Kelas X-5 SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Pudyo Susanto, M.Pd; (II) Dra. Sri Rahayu Lestari, M.Si. Kata kunci: pembelajaran kooperatif two stay two stray, kemampuan bertanya, kemampuan menjawab, motivasi belajar Berdasarkan observasi awal yang penulis lakukan di SMA Negeri 7 Malang, diketahui bahwa metode pengajaran yang masih umum digunakan oleh guru biologi di SMA Negeri 7 Malang adalah metode ceramah, diskusi kelompok kecil, dan tanya jawab. Cara pengajaran ini ternyata membuat siswa pasif, sering membuat kegaduhan, dan bosan dalam belajar. Siswa tidak terlalu aktif bertanya ataupun mengemukakan pendapatnya sebesar 28%. Pada saat ulangan harian pun masih ada beberapa siswa yang mencontek pekerjaan teman sebangkunya sebesar 44%. Siswa yang tidak mau memperhatikan saat pelajaran dan membuat kegaduhan selama kegiatan pembelajaran sebesar 50%. Untuk dapat lebih mengaktifkan dan meningkatkan kegiatan belajar siswa perlu dilakukan variasi dalam proses belajar mengajar. Khususnya variasi dalam model misalnya dengan belajar kooperatif. Pembelajaran kooperatif memiliki beberapa model, salah satunya adalah model Two Stay Two Stray. Melalui belajar kooperatif Two Stay Two Stray, siswa dilatih untuk bekerjasama, berinteraksi dan berkomunikasi antar siswa, serta bertanggung jawab dalam penguasaan materi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) belajar kooperatif model Two Stay Two Stray ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bertanya, kemampuan menjawab siswa dan efek motivasi belajar siswa. Subyek penelitian adalah siswa kelas X-5 SMA Negeri 7 Malang semester genap tahun ajaran 2009/2010. Jumlah siswa kelas X-5 sebanyak 35 siswa. Penerapan belajar kooperatif model Two Stay Two Stray sebagai berikut: (1) siswa membaca handout atau buku teks. Pada tahap ini siswa diberi kesempatan untuk membaca materi dari handout sebelum mengerjakan LKS, (2) siswa menjawab soal-soal dalam LKS oleh kelompok yang telah ditentukan, (3) anggota kelompok yang telah ditentukan untuk membuat beberapa pertanyaan, (4) siswa saling bertamu ke kelompok lain untuk bertukar informasi jawaban dari LKS dan mengajukan pertanyaan yang sudah dibuat dari kelompok asal, (5) siswa yang bertamu kembali ke kelompok asal dan mendiskusikan informasi dari hasil bertamu, dan (6) diskusi kelas, salah satu kelompok mempresentasikan kembali tugasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bertanya dengan indikator siswa membuat pertanyaan pada saat bertamu & mengemukakan pertanyaan pada saat diskusi presentasi untuk siswa kelas X-5 SMA Negeri 7 Malang menunjukkan belum mencapai tingkat kognitif siswa SMA yang sesuai

Membangun PC cloning menggunakan aplikasi betwin pada jaringan LAN di SMP Negeri 11 Malang / Dian Eko Kuncoro, Sardinia Damayanti

 

Personal komputer (pc) cloning memang bukan merupakan teknologi baru dibidang teknologi informasi, sejak tahun 2000-an teknologi ini sudah banyak diterapkan perusahaan untuk sistem intinya, walaupun masih banyak instansi yang lebih memilih untuk tetap menggunakan komputer tipe lama menjadi secepat komputer terbaru, karena keterbatasan biaya. PC cloningmemang belum terlalu familiar apalagi bagi pengguna disekolah, dari pada harusmembeli komputer baru, pc cloning dapat menjadi alternatif terbaik. PC cloningmerupakan solusi efektif untuk meminimalisasikan penggunaan sumber dayakomputer dengan hasil yang maksimal dengan satu CPU pada komputer utama dan membaginya dengan dua user sebagai terminal pc. Untuk melakukan kloningterhadap PC, diperlukan software yang dapat mengatur penggunaan sumber daya,ada beberapa software untuk melakukan kloning easy clone dan Betwin,dibandingkan dengan easy clone, Betwin lebih bebas dalam penggunaan kartugrafis. Betwin merupakan software yang mampu melakukan semacam proses Cloning terhadap konfigurasi server (Processor dan RAM) dan selanjutnya memudahkannya secara virtual ke semua komputer (workstation) yang terhubung dengan server tersebut. Dalam pelaksanaan tugas akhir ini berhasil menguji penelitian PC Cloning di SMP Negeri 11 Malang untuk meningkatkan efektifitas kegiatan proses belajar mengajar.

Pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas 8 mata pelajaran ekonomi di SMP Negeri 1 Pagelaran / Retnoningsih

 

ABSTRAK Retnoningsih . 2009. Pengaruh Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas 8 Mata Pelajaran Ekonomi di SMP Negeri 1 Pagelaran. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Bambang Pranowo, S.E, M.Pd, Ak. (II) Dr. Hadi Sumarsono, S.T, M.Si. Kata Kunci: Motif, Motivasi Belajar, Prestasi belajar siswa. Motif adalah daya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu, demi mencapai tujuan tertentu. Motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak yang ada dalam setiap diri siswa yang akan menimbulkan kegiatan belajar, yang menentukan kelangsungan kegiatan belajar serta memberikan arah belajar sehingga tujuan yang ingin dicapai oleh siswa sebagai subjek belajar dapat tercapai.motivasi belajar terdiri dari motivasi belajar intrinsik dan motivasi belajar ekstrinsik. Motivasi belajar intrinsik yaitu dorongan yang timbul dari dalam diri siswa tanpa ada pengaruh dari luar untuk melakukan kegiatan belajar, sedangkan motivasi belajar ekstrinsik yaitu dorongan yang timbul dari luar diri siswa untuk merangsang siswa melakukan kegiatan belajar. Prestasi belajar siswa adalah tingkat keberhasilan yang telah dicapai oleh individu siswa dalam kegiatan belajarnya. Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut(1) Untuk mengetahui pengaruh hasrat dan keinginan berhasil (X1) terhadap prestasi belajar siswa kelas 8 mata pelajaran ekonomi di SMP Negeri 1 Pagelaran. (2) Untuk mengetahui pengaruh dorongan dan kebutuhan belajar (X2) terhadap prestasi belajar siswa kelas 8 mata pelajaran ekonomi di SMP Negeri 1 Pagelaran.(3) Untuk mengetahui pengaruh harapan akan cita-cita masa depan (X3) terhadap prestasi belajar siswa kelas 8 mata pelajaran ekonomi di SMP Negeri 1 Pagelaran. (4) Untuk mengetahui pengaruh penghargaan dalam belajar (X4) terhadap prestasi belajar siswa kelas 8 mata pelajaran ekonomi di SMP Negeri 1 Pagelaran. (5) Untuk mengetahui pengaruh lingkungan belajar yang kondusif (X5) terhadap prestasi belajar siswa kelas 8 mata pelajaran ekonomi di SMP Negeri 1 Pagelaran. (6) Untuk mengetahui pengaruh kegiatan yang menarik dalam belajar (X6) terhadap prestasi belajar siswa kelas 8 mata pelajaran ekonomi di SMP Negeri 1 Pagelaran.(7) Untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar yang terdiri dari hasrat dan keinginan berhasil (X1), dorongan dan kebutuhan belajar (X2), harapan akan cita-cita masa depan (X3), penghargaan dalam belajar (X4), lingkungan belajar yang kondusif (X5), kegiatan yang menarik dalam belajar (X6) secara simultan terhadap prestasi belajar siswa kelas 8 mata pelajaran ekonomi di SMP Negeri 1 Pagelaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Variabel dalam penelitian ini meliputi motivasi belajar intrinsik dan ekstrinsik yaitu adanya hasrat dan keinginan berhasil (X1), adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar (X2), adanya harapan dan cita-cita masa depan (X3), adanya penghargaan dalam belajar (X4), lingkungan belajar yang kondusif (X5), suasana belajar yang menyenangkan (X6) dan prestasi belajar siswa (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 8 SMPN 1 Pagelaran tahun ajaran 2008/2009 yang berjumlah 117 siswa dan tersebar menjadi 3 kelas. Karena besarnya jumlah populasi maka dalam penelitian diambil sampel masing-masing kelas 30%. Sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 siswa. Teknik pengumpulan data adalah angket dan dokumentasi. Dari pengolahan data melalui uji hipotesis dapat diketahui bahwa pada variabel adanya hasrat dan keinginan berhasil (X1) secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar terbukti besaran probabilitas (Sig) pada variabel adanya hasrat dan keinginan berhasil (X1) adalah 0,040<0,05 pada t hitung 2,154. Jika dilihat dari tingkat signifikansinya 0,040 di bawah 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Pada variabel adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar (X2) secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar terbukti besaran probabilitas (Sig) pada variabel adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar (X2) adalah 0,001<0,05 pada t hitung 3,911. Jika dilihat dari tingkat signifikansinya 0,001di bawah 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Pada variabel adanya harapan akan cita-cita masa depan (X3) secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar terbukti besaran probabilitas (Sig) pada variabel adanya harapan akan cita-cita masa depan (X3) adalah 0,042<0,05 pada t hitung 2,132. Jika dilihat dari tingkat signifikansinya 0,042 di bawah 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Pada variabel adanya penghargaan dalam belajar (X4) secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar terbukti besaran probabilitas (Sig) pada variabel adanya penghargaan dalam belajar (X4) adalah 0,007<0,05 pada t hitung 2,883. Jika dilihat dari tingkat signifikansinya 0,007 di bawah 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Pada variabel adanya lingkungan belajar yang kondusif (X5) secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar terbukti besaran probabilitas (Sig) pada variabel adanya lingkungan belajar yang kondusif (X5) adalah 0,026<0,05 pada t hitung 2,355. Jika dilihat dari tingkat signifikansinya 0,026 di bawah 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Pada variabel adanya kegiatan yang menarik dalam belajar (X6) secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar terbukti besaran probabilitas (Sig) pada variabel adanya kegiatan yang menarik dalam belajar (X6) adalah 0,010<0,05 pada t hitung 2,781. Jika dilihat dari tingkat signifikansinya 0,010 di bawah 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sedangkan secara simultan berdasarkan dari hasil uji F diketahui besaran probabilitas (Sig.) 0,000 < 0,05 pada Fhitung 35,174) menunjukkan bahwa motivasi belajar baik intrinsik maupun ekstrinsik mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar. Hal ini membuktikan dari bahwa motivasi belajar mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Pagelaran tahun ajaran 2008/2009.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyelesaian penyajian laporan keuangan pada perusahaan LQ-45 periode 2005-2008 / Ariessa Kurniawan

 

ABSTRAK Kurniawan, Ariessa. 2009 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penyelesaian Penyajian Laporan Keuangan Pada Perusahaan LQ-45 Periode 2005-2008. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Makaryanawati, SE, M. Si, Ak., (II) Dra. Hj. Endang Sri A, SE, M. Si, Ak., Kata kunci : Rasio Gearing, Profitabilitas, Solvabilitas, Umur Perusahaan, Ukuran Perusahaan, Struktur Kepemilikan Institusional, Penyajian Laporan Keuangan. Laporan keuangan adalah merupakan salah satu sumber informasi yang sering digunakan oleh pengguna laporan keuangan untuk kepentingan bisnis. Manfaat informasi keuangan akan bermanfaat jika disajikan secara tepat waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio gearing, profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, umur perusahaan, dan struktur kepemilikan institusional terhadap penyajian laporan keuangan. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan lq-45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008. Penelitian ini berupa penelitian asosiatif. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan lq-45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu perusahaan yang berturut-turut masuk dalam kategori lq-45 pada tahun 2005-2008. Data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan keuangan yang dipublikasikan pada Indonesian Capital Market Directory. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan variabel rasio gearing, ukuran perusahaan dan Struktur kepemilikan institusional berpengaruh signifikan terhadap penyajian laporan keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga variabel ini merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi manajer perusahaan di dalam penyajian laporan keuangan. Dengan menggunakan signifikansi sebesar 5% secara parsial variabel rasio gearing, ukuran perusahaan dan Struktur kepemilikan institusional berpengaruh signifikan, sedangkan profitabilitas, solvabilitas dan umur perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap penyajian laporan keuangan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk penelitian berikutnya menggunakan variabel bebas lain seperti opini auditor, kualitas pengendalian intern dan lainnya. Disarankan juga memperpanjang periode penelitian.

Penerapan pembelajaran multimetode untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas VII-D SMP Negeri 4 Malang / Tu Bagus Antadwipa

 

ABSTRACT Antadwipa, Tu Bagus . Applying of Study of Multimetode to Increase Activity and Result Learn Biology Student Class of VII-D SMP 4 of Malang. Skripsi, Biological Majors FMIPA University of Malang. Counsellor: ( I) Drs. Hadi Margono, M.A ( II) Balqis, S.Pd, M.Si. Keyword: Study of Multimetode, activity, result of learning. Pursuant to result of observation on 12 and 19 August 2008 seeing that study of biology in SMP 4 of Malang specially in class of VII-D student still less enthusiastic or livelines of student in study still very less seen that activity men student learn him still less in comparing woman student. To overcome the problems, hence require to be conducted by research. applying of study of multimetode to increase result and activity learn student, with aim to know effectiveness of study of multimetode can improve result and livelines learn class student of VII-D SMP 4 of Malang. Applying of multimetode at process study of biology expected can improve activity learn which later will have an effect on to result learn student as a whole. This research represent Research of Action Class which is executed in 2 cycle, each every cycle consist of 4 step that is planning of action, execution of action, observation, and refleksi. this Research Subjek that is class student of VII-D SMP 4 of Malang amounting to 43 student, compose 21 men student and 22 woman student. Data in this research of obtained data in the form of result and activity learn student and also supporter data in the form of activity learn and field note. Activity learn student measured pursuant to make-up of percentage of activity learn student each;every level and cycle efficacy of action, while result learn student measured pursuant to complete score learn student [at] each cycle. Research instrument which is used in this research that is problem of tes, student activity observation sheet and teacher, and field note. Pursuant to result of research known that applying of study of multimetode can improve result and activity learn class student biology of VII-D SMP 4 of Malang. Make-Up of activity learn student shown with make-up of percentage of activity learn student. Activity score by klasikal experience of the make-up of percentage at cycle of I from 76% becoming 86,05 % at cycle of II. Make-Up of result learn student can know from complete score learn student [at] each cycle. At ability early before applying of study of multimetode not yet reached complete learn by klasikal because percentage of[is amount of student getting value > 72 only 30,2% ( 13 student). At cycle of I also not yet reached complete learn by klasikal because percentage of[is amount of student getting value > 72 equal to 72,1% ( 31 cycle siswa).Pada of II, percentage of is amount of complete student learn is 88,37% ( counted 38 student).

Kompetensi guru mengenai profesi keguruan serta pembelajarannya pada SMP di kota Malang / Dian Oktiviani

 

ABSTRAK Oktivani, Dian. 2010. Kompetensi Guru Mengenai Profesi Keguruan Serta Kualitas Pembelajarannya Pada SMP Negeri Di Kota Malang. Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Mit Witjaksono, MS. Ed, (II) Dr. Nasikh, M.P, M.Pd. Kata kunci: kompetensi, profesi keguruan, kualitas pembelajaran. Guru memegang peranan utama dalam pembangunan pendidikan, khususnya yang diselenggarakan secara formal di sekolah, selain itu guru juga sangat menentukan keberhasilan peserta didik, terutama dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar. Guru yang memahami kedudukan dan fungsinya sebagai pendidik yang profesional selalu termotivasi untuk mengembangkan kreativitasnya untuk meningkatkan kemampuannya sebagai pendidik yang profesional di bidangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru tentang profesi keguruan, mendeskripsikan pemahaman guru tentang profesi keguruan serta mengetahui kualitas pembelajarannya. Kompetensi merupakan peleburan dari kemampuan, pengetahuan, kecakapan, sikap, sifat, pemahaman, keterampilan, apresiasi dan harapan yang diwujudkan dalam bentuk perbuatan dan mendasari karakteristik seseorang dalam menjalankan tugas/pekerjaan guna mencapai standar kualitas dalam pekerjaan nyata. Profesi keguruan adalah merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, melakukan bimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, selain itu juga, seorang guru harus mempunyai 3 kemampuan dasar, yaitu kemampuan profesional, kemampuan sosial dan kemampuan kepribadian. Kualitas pembelajaran guru adalah kualiatas guru dalam proses pembelajaran meliputi kualitas dalam hal perencanaan dan persiapan pengajaran, melaksanakan pengajaran, penguasaan atas bidang pengetahuan yang diajarkannya, penguasaan atas bidang pengetahuan pendidikan, serta penguasaan terhadap penilaian proses pembelajaran Penelitian ini dilakukan di beberapa SMP Negeri di Kota Malang pada awal bulan Januari sampai pertengahan bulan Januari 2010. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode penelitian survey. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi guru SMP Negeri di Kota Malang mengenai profesi keguruan sangat baik. Sedangkan untuk kualitas pembelajarannya juga menunjukkan kualitas yang baik, terutama pada kualitas perencanaan dan persiapan pengajaran serta penguasaan terhadap penilaian proses pembelajaran tetapi masih perlu adanya sedikit peningkatan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut. Akan tetapi sebaiknya informasi tidak hanya bersumber dari guru saja melankan juga dilihat dari pihak siswa.

Peningkatan kemampuan menentukan rata-rata hitung dan modus sekumpulan data melalui pembelajaran kooperatif type student teams achievement divisions (STAD) siswa kelas VI SDN Purwodadi II Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan /Sumarnani Fransdiana

 

ABSTRAK Frans Diana, Sumarnani, 2010. Peningkatan Kemampuan Menentukan Rata-rata Hitung dan Modus Sekumpulan Data Melalui Pembelajaran Kooperatif Type Student Teams Achievement Division (STAD) Siswa Kelas VI SDN Purwodadi II Kec. Purwodadi Kab. Pasuruan. PTK, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dra. Hj. Sukamti, M.Pd Kata Kunci : Model Pembelajaran STAD, Rata-rata Hitung, dan Modus Berdasarkan kenyataan yang ada di SDN Purwodadi II Kec. Purwodadi Kab. Pasuruan dengan kompetensi dasar menentukan rata-rata hitung dan modus sekumpulan data pada tahun ajaran 2008-2009 masih banyak siswa yang belum berhasil. Hasil yang dicapai belum mencapai standar ketuntasan minimal (SKM) yang ditetapkan. Identifikasi di kelas ditemukan 77% siswa kelas VI mengalami kesulitan matematika khususnya rata-rata hitung dan modus. Untuk itu maka perlu dicoba diperbaiki dengan pembelajaran kooperatif type STAD. Tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan : (1). Peningkatan kemampuan siswa pada rata-rata hitung dan modus sekumpulan data dengan pembelajaran kooperatif type STAD, (2). Keaktifan siswa pada saat pembelajaran matematika dengan pembelajaran kooperatif type STAD, (3). Peningkatan hasil belajar siswa dengan pembelajaran kooperatif type STAD. Rancangan yang digunakan dalam penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas atau PTK, yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan refleksi. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas VI SDN Purwodadi II Kec. Purwodadi Kab. Pasuruan yang berjumlah 26 siswa terdiri dari 7 siswa perempuan, 19 siswa laki-laki. Instrumen penilaian digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa. Hasil yang diperoleh pada siklus 1 66,66% berarti memenuhi SKM, siklus 2 79,77%, dan siklus 3 memperoleh 96%, yang berarti tinggal 4% siswa yang belum memenuhi SKM. Bila dilihat dari prosentase ada kenaikan 12,51% menjadi 16,83%. Berdasarkan temuan tersebut di atas maka pembelajaran kooperatif type STAD dapat meningkatkan hasil prestasi siswa dalam mata pelajaran matematika.

Pengaruh EVA (Economic Value Added), MVA (Market Value Added) dan ROI (Return On Investment) terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang listing di bei periode 2006-2008 /Febrianto Frans Deni

 

ABSTRAK Deni, Febrianto. 2009. Pengaruh EVA (Economic Value Added), MVA (Market Value Added) dan ROI (Return On Investment) terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur yang Listing Di BEI Periode 2006-2008. Skripsi, Jurusan S1 Manajemen Keuangan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mohammad Hari, M.Si. (II) Lulu Nurul Istanti, S.E., M.M. Kata Kunci: EVA (Economic Value Added), MVA (Market Value Added), ROI (Return On Investment) dan Harga Saham. EVA (Economic Value Added) merupakan analisis kinerja keuangan yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan nilai tambah bagi para investor. MVA (Market Value Added) merupakan selisih antara nilai pasar dengan modal yang diinvestasikan oleh investor. ROI (Return On Investment) merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasi perusahaan guna menghasilkan keuntungan. Harga Saham adalah jumlah yang sebenarnya bersedia dibayar oleh investor untuk selembar saham yang diperdagangkan di bursa efek. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi, karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja perusahaan berdasarkan analisis EVA, MVA, dan ROI. Disamping itu juga untuk mengetahui bagaimana pengaruh EVA, MVA, dan ROI terhadap harga saham. Populasi penelitian ini meliputi semua perusahaan yang termasuk dalam perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan sampel dalam penelitian ini terdiri dari 11 perusahaan yang masuk dalam 50 biggest market capitalization. Periode pengamatan penelitian ini selama 3 tahun yaitu 2006-2008 menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perusahaan sampel memiliki nilai EVA positif. Nilai MVA menunjukkan bahwa dari 11 sampel 4 perusahaan memiliki nilai MVA positif. Seluruh perusahaan sampel memiliki nilai ROI positif. Nilai harga saham dari 11 perusahaan sampel, yang memiliki harga saham tertinggi adalah saham perusahaan Semen Gresik (Persero) (SMGR). Sedangkan saham yang memiliki harga terendah adalah saham perusahaan Indah Kiat Pulp And Paper (INKP). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa variabel EVA, MVA, dan ROI secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan secara parsial dari 3 variabel bebas tersebut hanya variabel EVA dan MVA yang memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham. Saran bagi penelitian selanjutnya sebaiknya meningkatkan cara mengukur atau mendeteksi faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham serta mengamatinya untuk periode waktu yang berbeda dengan jangka waktu pengamatan yang lebih lama dari penelitian ini dan memperbanyak jumlah perusahaan yang dijadikan sampel.

Pengembangan modul pembelajaran fisika pokok bahasan energi dan usaha untuk siswa kelas VIII semester I tahun 2009 SMP Negeri I Pujon /Yulia Dewiani

 

ABSTRAK Dewiani, Yulia. 2009. Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Pokok Bahasan Energi dan Usaha Untuk Siswa Kelas VIII Semester I Tahun 2009 SMP Negeri I Pujon. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Pr of. Dr. H. Punaji Setyosari, M. Ed, (2) Eka Pramono Adi, S. IP, M. Si. Kata kunci: pembelajaran individual, modul pembelajaran, fisika Salah satu tanda keberhasilan dalam proses belajar adalah perubahan yang baik dalam bentuk prestasi. Prestasi tersebut dapat berupa penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dasar dalam berbagai bidang. Keberhasilan dalam belajar tidak akan mudah dicapai oleh siswa karen a ada beberapa faktor yang dapat menghambat, yakni: (1) hasil belajar siswa pada umumnya renda h, karena pada umumnya siswa belajar dengan teknik menghafal penjelasan dari guru-guru atau dari buku-buku. (2) sumber-sumber yang digunakan siswa terbatas pada penjelasan dari guru dan dari buku -buku. (3) dalam kegiatan belajar guru kurang merangsang aktivitas belajar siswa secara optimal, metode yang digunakan terbatas pada ceramah dan tanya jawab. Salah satu media yang dapat merangsang siswa untuk belajar secara mandiri adalah modul pembelajaran dengan menggunakan metode belajar problem solving (pemecaha n masalah). Tujuan dari pengembangan media modul ini adalah: 1) Menghasilkan modul pembelajaran individual yang memiliki kriteria sebagai media yang layak untuk meningkatkan pembelajaran Fisika kelas VIII Sekolah Menengah Pertama. 2) Menghasilkan modul pembelajaran yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama. Modul yang akan dikembangkan memiliki spesifikasi sebagai berikut: 1) judul atau topi k, 2) identitas program, 3) kata pengantar, 4) petunjuk umum penggunaan modul, 5) petunjuk khusus yang terdiri dari: tujuan umum pembelajaran, tujuan khusus pembelajaran , waktu, kemampuan prasyarat, pokok-pokok isi pembelajaran, cara kerja, 6) bahan pembelajaran, 7) rangkuman, 8) peta konsep, 9) soal latihan, 10) kunci jawaban soal, pedoman penilaian dan riteria keberhasilan. Prosedur pengembangan modul pembelajaran individual ini meliputi: 1) identifikasi tujuan pembelajaran, 2) analisis tujuan pembelaja ran, 3) identifikasi tingkah laku awal dan karakteristik siswa, 4) merumuskan TKP, 5) mengembangkan butir-butir tes acuan patokan, 6) mengembangkan strategi pembelajaran, 7) mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran, 8) mendesain dan melakukan eval uasi formatif, 9) revisi produk. Kegiatan validasi meliputi kegiatan uji coba ahli materi, ahli media dan siswa. Subyek uji coba lapangan dari pengembangan modul pembelajaran individual ini adalah siswa SMP Negeri 1 Pujon kelas VIII semester I . Instrumen pengumpulan data adalah dengan diskusi, angket penilaian dan tes. Jenis data pada pengembangan ini bersifat kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari kajian ahli materi, ahli media dan siswa yang berupa data hasil diskusi, kritik dan saran yang berupa catatan pada angket serta data yang ii dihimpun dari angket penilaian dan dianalisis dengan teknik persentase. Data kuantitatif diperoleh dari hasil pre -test dan post-test siswa. Hasil pengembangan membuktikan bahwa media modul memiliki kriteria: a. Ahli materi dan ahli media sebagian besar menilai bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan cukup baik karena semua komponen modul mendapatkan penilaian lebih dari kriteria yang ditetapkan (60%) sehingga layak untuk digunakan dalam pembelajaran. b. Siswa sebagian besar menilai bahwa modul yang dikembangkan baik, karena dapat menarik perhatian, menyenangkan, memberi kemudahan siswa dalam belajar. Siswa memberikan penilaian di atas kriteria yang ditetapkan (60%) sehinggga layak untuk digunakan dalam pembelajaran. c. Hasil tes baik pre-test maupun post-test yang diberikan pada siswa menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar, karena 100% dari responden mendapatkan nilai diatas KKM( Kriteria Ketuntasan Minimum) yang telah ditentukan. Sehinggga dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran lebih efektif dan efisian sebagai media pembelajaran individual. Saran yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan modul pembelajaran ini adalah: 1) agar pemanfaatan modul pembelajaran ini dapat berhasil secara optimal, siswa harus memahami secara jelas tata cara penggunaan modul, 2) dalam situasi dan kondisi tertentu guru dapat menugaskan siswa untuk belajar mandiri, 3) guru diharapkan siap dengan program pengayaan bagi siswa yang cepat menyelesaikan modul, memantau dan memberikan bim bingan bagi siswa yang mengalami kesulitan. 4) siswa disarankan untuk belajar secara mandiri, karena belajar dengan modul adalah upaya untuk melatih kemandirian siswa. 5) tahap pengembangan yang dilakukan oleh pengembang barulah pada tingkat uji coba lapangan terbatas, untuk itu diharapkan bagi pengembang lain agar pengujian terhadap format penilaian atau instrumen pengembangan lebih dicermati

Peningkatan prestasi belajar matematika materi sifat bangun ruang pendekatan inquiry pada siswa kelas IV SDN Lemahbang II Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan /Tatik Sulistyani

 

ABSTRAK Sulistyani, Tatik. 2010. Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Materi Sifat Bangun Ruang Dengan Pendekatan Inquiry Pada Siswa Kelas IV SDN Lemahbang II Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. PTK Program S1 PGSD PJJ. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dra. Hj. Sukamti, M.Pd. Kata Kunci : Prestasi, Matematika, Pendekatan Inquiry Berdasarkan kenyatan yang ada di SDN Lemahbang II Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan, proses pembelajaran Matematika di kelas IV, masih menggunakan paradigma yang lama, dimana guru memberikan pengetahuan kepada siswa yang pasif. Guru mengajar dengan metode ceramah, dan mengharapkan siswa duduk, diam, dengar, dan hafal, sehingga KBM menjadi monoton dan kurang menarik perhatian siswa, serta jarangnya digunakan strategi pembelajaran. Maka dari itu, penulis tertarik untuk melakukan perbaikan pembelajaran secara kolaboratif dengan mengadakan penelitian tindakan kelas mengenai “Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Materi Sifat Bangun Ruang dengan Pendekatan Inquiry Pada Siswa Kelas IV SDN Lemahbang II Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan”. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama mendiskripsikan prestasi belajar Matematika materi sifat bangun ruang pada siswa kelas IV SDN Lemahbang II Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Kedua, mendiskripsikan penerapan pendekatan inquiry dalam meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Matematika pada siswa kelas IV SDN Lemahbang II Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Ketiga, mendiskripsikan peningkatan prestasi belajar Matematika materi Bangun Ruang dengan diterapkannya pendekatan inquiry pada siswa kelas IV SDN Lemahbang II Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas terdiri 2 siklus dengan rincian siklus I terdiri dua kali pertemuan dan siklus II terdiri dua kali pertemuan. Setiap siklus meliputi (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas IV SDN Lemahbang II Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Adapun instrumen yang digunakan dalam penilaian ini adalah pedoman observasi dan soal – soal tes. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu (1) Hasil tes (analisis) penerapan pendekatan inquiry dalam meningkatkan prestasi belajar Matematika Materi Sifat Bangun Ruang Pada Siswa Kelas IV SDN Lemahbang II, pada siklus I didapatkan 48 % pada kelompok nilai cukup. Untuk kategori baik 52 %. Pada siklus II kategori baik meningkat menjadi 72 %, kenaikannya adalah 20 %. (2) Hasil observasi aktivitas siswa pada penerapan pendekatan inquiry dalam meningkatkan prestasi belajar Matematika Materi Sifat Bangun Ruang Pada Siswa Kelas IV SDN Lemahbang II Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Mencapai nilai rata – rata 90 pada siklus I, pada siklus II mencapai nilai rata – rata 97, ada kenaikan 7,8 %. Peningkatan ini menegaskan bahwa aspek strategi pembelajaran merupakan faktor penting dalam keberhasilan proses pembelajaran.

Desain dan pembuatan alat pembuat kunci duplikat dengan penggerak motor /Roksun Saefulloh, Yudhi Harianto

 

Pada masa sekarang ini kunci menjadi barang yang dimiliki oleh setiap orang. Pada saat ini proses penggandaan kunci masih dilakukan secara manual dengan kikir. Masalah terletak pada lamanya waktu dalam proses penggandaan kunci. Tujuan dari pembuatan alat ini adalah untuk mempercepat proses penggandaan kunci. Metode yang digunakan meliputi : menentukan prinsip kerja alat, membuat sket gambar alat, membuat gambar detail alat, membuat alat, menghitung harga jual alat. Hasilnya berupa pembuat kunci duplikat berdimensi 250mm x 200mm x 162mm dengan penggerak motor 60 Watt dengan harga Rp.2.500.000,-.

Meningkatkan motivasi dan hasil belajar persamaan garis lurus siswa kelas VIII melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) / Moh. Nasrul Fuad

 

ABSTRAK Fuad, Moh. Nasrul. 2009. Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Persamaan Garis Lurus Siswa Kelas VIII Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Heads Together). Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Cholis Sa’dijah, M.Pd, M.A. dan (II) Aning Wida Yanti, S.Si, M.Pd. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Heads Together), Motivasi Belajar, Hasil Belajar. Berdasarkan observasi awal melalui wawancara dengan guru mata pelajaran Matematika kelas VIII-A MTs Surya Buana Malang, diperoleh informasi bahwa motivasi dan hasil belajar sebagian besar siswa pada mata pelajaran Matematika masih tergolong rendah. Proses pembelajaran Matematika di MTs Surya Buana Malang sering menggunakan metode ceramah dan pengerjaan soal secara individu. Siswa kurang termotivasi untuk belajar Matematika. Hal tersebut berdampak pada hasil belajar siswa yang menunjukkan bahwa masih banyak nilai tes hasil belajar siswa yang belum memenuhi Standar Ketuntasan Minimum (SKM) yang ditetapkan di MTs Surya Buana Malang. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan motivasi dan hasil belajar Matematika siswa kelas VIII-A MTs Surya Buana Malang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together). Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan November 2009. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa yang diperoleh melalui observasi selama penelitian, sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 55,82% yang termasuk dalam kategori kurang, sedangkan pada siklus II motivasi belajar siswa meningkat menjadi 78,44% yang termasuk dalam kategori baik. Motivasi belajar siswa mengalami persentase peningkatan sebesar 22,62%. Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa pada siklus I skor rata-rata kelas sebesar 65,34 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 65,52%, sedangkan pada siklus II skor rata-rata kelas meningkat menjadi 87,52 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 89,66%. Skor rata-rata kelas mengalami peningkatan sebesar 22,18 sedangkan ketuntasan belajar secara klasikal mengalami persentase peningkatan sebesar 24,14%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Matematika siswa kelas VIII-A MTs Surya Buana Malang.

Pengembangan multimedia interaktif mata pelajaran TIK pokok materi penggunaan perangkat lunak grafis untuk siswa kelas XII semester I di MAN Gresik /Bahrur Rosyidi Duraisy

 

ABSTRAK Duraisy, Bahrur Rosyidi. 2009. Pengembangan Multimedia Interaktif Matapelajaran TIK Pokok Materi Penggunaan Perangkat Lunak Grafis untuk Siswa Kelas XII Semester 1 di MAN Gresik 1. Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Eka Pramono Adi, S.I.P., M.Si., (II) Drs. Zainul Abidin, M.Pd. Kata kunci: Pengembangan, Multimedia Interaktif, TIK, Grafis Teknologi komputer dengan elemen multimedianya sangat memberikan dorongan untuk para guru/pengajar dalam menyajikan tugas-tugas dan bahan yang lebih kompleks. Sehingga multimedia interaktif menjadi salah satu sumber belajar yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk pengajaran di sekolah khususnya untuk mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Madrasah Aliyah Negeri Gresik 1. Berdasarkan hasil observasi di Madrasah Aliyah Negeri Gresik 1, penyampaian pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dilaksanakan dengan metode ceramah dan praktek. Disisi lain, Pembelajaran TIK di MAN Gresik 1 sudah menggunakan sistem Computer Based Learning dimana pembelajaran dilakukan dengan media komputer sebagai media pembelajaran. Walaupun begitu, sistem ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal, karena berdasarkan hasil observasi hanya beberapa materi tertentu yang menggunakan media tersebut. Disamping itu masih terdapat sedikit kekurangan pada segi konten dan media yang digunakan, yaitu konten atau isi yang disajikan kurang menyeluruh (tidak tuntas). Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan media pembelajaran berupa multimedia interaktif yang telah melalui proses validasi pada mata pelajaran TIK di Madrasah Aliyah Negeri Gresik 1. Multimedia interaktif ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan dari media ini adalah (1) dapat digunakan secara individu sehingga siswa lebih leluasa dalam pengerjaannya, (2) tidak membutuhkan waktu yang lama dalam mengerjakan media ini, (3) multimedia bersifat interaktif sehingga siswa langsung mendapatkan feedback (balikan) dari media ini, dan (4) dilengkapi fitur-fitur pendukung seperti backsound, volume yang dapat diatur besar kecilnya suara, (5) tampilan media disesuaikan dengan karakteristik siswa kelas XII SMA yaitu dengan penggunaan warna yang cerah dan animasi yang dapat membuat siswa tertarik dan termotivasi untuk belajar dengan memanfaatkan media ini, (6) multimedia interaktif ini disertai dengan fasilitas blended learning. siswa bisa mengakses internet dari tombol link. Siswa akan mendapat sajian situs-situs grafis baik situs nasional maupun internasional, (7) dilengkapi bahan evaluasi berupa soal latihan atau quiz. Sedangkan kekurangan dari media ini adalah (1) multimedia interaktif ini hanya terbatas pada pokok materi penggunaan perangkat lunak grafis, (3) hanya bisa digunakan secara individual saja, tidak dalam bentuk kelompok. ii Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket validasi, pre-test dan pos-test, pengembangan multimedia pembelajaran kepada ahli media dan ahli materi kemudian data tersebut diolah untuk mengetahui tingkat kevalidan multimedia pembelajaran. Hasil pengembangan multimedia interaktif untuk matapelajaran TIK pokok materi penggunaan perangkat lunak grafis ini memenuhi kriteria valid dengan hasil uji ahli media mencapai tingkat kevalidan 94%, ahli materi mencapai tingkat kevalidan 95%, Siswa/audiens perseorangan mencapai tingkat kevalidan 95%, dan siswa/audiens mencapai tingkat kevalidan 91,9%. Berdasarkan hasil pengembangan telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif untuk matapelajaran TIK pokok materi penggunaan perangkat lunak grafis, valid/layak digunakan sebagai media pembelajaran.

Hubungan antara kekuatan otot lengan dan daya ledak otot tungkai dengan kecepatan memanjat tebing pada peserta ekstrakulikuler panjat tebing di SMK Negeri 1 Lumajang / Afida Rofiqotur Riza

 

ABSTRAK Rofiqotur Riza, Afida. 2010. Hubungan antara Kekuatan Otot Lengan dan Daya Ledak otot Tungkai dengan Kecepatan Memanjat Tebing pada Peserta Ekstrakurikuler Panjat Tebing di SMK Negeri 1 Lumajang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. M. E. Winarno, M. Pd., (2) Drs. Mahmud Yunus, M.Kes. Kata kunci: panjat tebing, ekstrakurikuler, kecepatan memanjat tebing. Panjat tebing merupakan olahraga petualangan yang relatif aman bila dilakukan sesuai dengan prosedur pemanjatan. Kecepatan memanjat tebing dalam penelitian ini adalah kemampuan melakukan gerakan memanjat tebing buatan secara berkesinambungan dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Untuk mengetahui apakah ada hubungan positif antara kekuatan otot lengan dan daya ledak otot tungkai dengan kecepatan memanjat tebing pada peserta ekstrakurikuler panjat tebing di SMK Negeri 1 Lumajang, serta seberapa besar kekuatan hubungan dan sumbangan efektif tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan positif antara kekuatan otot lengan dan daya ledak otot tungkai dengan kecepatan memanjat tebing pada peserta ekstrakurikuler panjat tebing di SMK Negeri 1 Lumajang, serta seberapa besar kekuatan hubungan, dan sumbangannya. Penelitian ini dilakukan di Stadion Semeru dan Lembaga Kajian Pengembangan Remaja Lumajang, tanggal 6 Nopember 2009 sampai 30 Desember 2009. Rancangan penelitian yang digunakan adalah non eksperimental berupa observasional. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis regresi sederhana, berganda, dan analisis korelasi. Variabel dalam penelitian ini adalah kekuatan otot lengan dan daya ledak otot tungkai sebagai variabel bebas, serta kecepatan memanjat tebing sebagai variabel tergantung. Alat ukur yang digunakan dalam pengambilan data berupa tes dan pengukuran kekuatan otot lengan dengan butir tes pull up, daya ledak otot tungkai dengan butir tes vertical jump, dan kecepatan memanjat tebing dengan butir tes memanjat tebing. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh peserta ekstrakurikuler panjat tebing di SMKN 1 Lumajang yang berjumlah 20 orang, terdiri dari 11 putra dan 9 putri. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara kekuatan otot lengan dengan kecepatan memanjat tebing, persamaan regresi yang diperoleh yaitu Ŷ = 25,34+0,867X1; ditemukan sig. r > α = 0,05 berarti antara variabel bebas kekuatan otot lengan dengan variabel tergantung kecepatan memanjat tebing terdapat hubungan yang signifikan; variabel kekuatan otot lengan telah memberikan sumbangannya (r2) terhadap variabel tergantung sebesar 75,17%. Berarti 75,17% kecepatan memanjat tebing ditentukan oleh variabel bebas kekuatan otot lengan (X1). Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang positif antara antara daya ledak otot tungkai dengan kecepatan memanjat tebing, persamaan regresi yang diperoleh yaitu Ŷ = 28,68+0,477X2; ditemukan sig. r > α = 0,05 berarti antara variabel bebas daya ledak otot tungkai dengan variabel tergantung kecepatan memanjat tebing terdapat hubungan yang signifikan; variabel daya ledak otot tungkai telah memberikan sumbangannya (r2) terhadap variabel tergantung sebesar 22,75%. Berarti 22,75% kecepatan memanjat tebing ditentukan oleh variabel bebas daya ledak otot tungkai (X2). Kemudian keterkaitan komponen kekuatan otot lengan dan daya ledak otot tungkai ditunjukkan dengan garis persamaan regresi yang dihasilkan oleh kedua variabel bebas. Adapun bentuk garis persamaan regresi yang dimaksud adalah Ŷ = a+b1X1+b2X2 dimana a = 23,35 jadi Ŷ = 23,35+(-0,933X1)+0,106X2; ditemukan Fhit = 24,078, Ftab(α = 0,05) = 3,20. Oleh karena Fhit > Ftab, berarti garis persamaan regresi tersebut di atas menunjukkan ”berarti” secara signifikan; koefisien R2 ditemukan sebesar 0,827, artinya variabel tergantung kecepatan memanjat tebing 68,39% ditentukan atau tergantung pada kekuatan otot lengan dan daya ledak otot tungkai. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dalam pencarian bibit pemanjat tebing kategori kecepatan perlu mempertimbangkan kekuatan otot lengan dengan sumbangan efektif 75,17%, dan perlu mempertimbangkan daya ledak otot tungkai untuk memperoleh prestasi yang baik perlu pembinaan lebih terprogram dan terencana; bagi peneliti lain yang hendak mengadakan penelitian sejenis, hendaknya mengembangkan variabel bebas lebih banyak dari komponen fisik yang lain dan jumlah sampel yang banyak pula.

Masalah dan solusi guru dalam mengembangkan bahan ajar ekonomi di MTS Hasyim Asy'ari Batu / Sulistyawati

 

ABSTRAK Sulistyawati. 2010. Masalah dan solusi guru dalam mengembangkan bahan ajar ekonomi di MTs Hasyim Asyari Batu. Skripsi, jurusan ekonomi Pembanguanan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Mit Witjaksono, MS.Ed. (2) Drs. Prih Hardinto, M.Si Kata kunci: pengembangan bahan ajar, masalah, solusi Saat ini banyak anggapan yang menilai guru kurang serius dalam mengembangkan profesinya. Hal ini dapat dilihat dari guru yang tidak mempunyai persiapan mengajar dan kurang minatnya guru dalam mengembangkan kualitas dirinya. Guru dituntut untuk dapat mengembangkan bahan ajar, namun saat ini banyak guru yang kurang antusias dalam menjalankan profesinya khususnya dalam mengembangkan bahan ajar. Menurunnya produktivitas guru ini sangat disayangkan mengingat banyaknya manfaat yang diperoleh dari pengembangan bahan ajar. Pentingnya pengembangan bahan ajar ini karena bahan ajar harus sesuai dengan tuntutan kurikulum, karakteristik siswa, dan dapat memecahkan masalah dalam pembelajaran. Menurunnya kualitas dan produktivitas guru dalam memenuhi tuntutan pengembangkan bahan ajar mungkin disebabkan karena adanya masalah dan keterbatasan. Hal ini berkaitan dengan situasi yang dialami oleh pribadi guru sehari-hari. Salah satu cara untuk mengatasi masalah atau keterbatasan dalam pengembangkan bahan ajar oleh guru adalah dengan memposisikan individu, dalam hal ini guru untuk menggambarkan situasi/ pengalaman dimana mereka merasa dapat mengembangkan bahan ajar dan dimana mereka tidak mampu mengembangkannya. Untuk mengetahui sejauh mana masalah yang dihadapi guru dalam mengembangkan bahan ajar ekonomi serta solusi untuk mengatasi hal tersebut diperlukan perekaman informasi yang berasal dari guru mata pelajaran ekonomi di MTS Hasyim Asy’Ari Batu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Masalah apa yang dihadapi guru dalam mengembangkan bahan ajar ekonomi, (2) Solusi apa yang ditempuh guru untuk mengatasi masalah dalam pengembangan bahan ajar ekonomi. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Mendeskripsiskan masalah yang dihadapi guru dalam mengembangkan bahan ajar ekonomi, (2) Mengetahui solusi yang ditempuh guru untuk mengatasi masalah pengembangan bahan ajar ekonomi. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan prosedur wawancara yang ditujukan kepada guru mata pelajaran ekonomi untuk mendapatkan respon responden tentang pengalaman mengajar selama menjadi guru mata pelajaran ekonomi, masalah yang dihadapi dalam mengembangkan bahan ajar ekonomi, dan solusi untuk mengatasinya.Penelitian ini diteliti dengan menggunakan metode kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran ekonomi di MTs Hasyim Asyari Batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang telah digunakan guru MTs Hasyim Asyari Batu bervariasi, antara lain buku, LKS, Modul, gambar, CD/ bahan ajar elektronik. Dalam mengembangan bahan ajar, guru mengidentifikasi dan mempertimbangkan potensi peserta didik dan relevansinya dengan karakteristik daerah serta tidak melenceng dari struktur i keilmuan. Guru juga mempertimbangkan potensi peserta didik, tingkat perkembangan peserta didik, perkembangan dunia, relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. Cara guru memilih dan mengadaptasi bahan ajar yang ada, sesuai dengan kurikulum, standar kompetensi dan kompetensi dasar. Yang melatarbelakangi guru untuk mengembangkan bahan ajar terutama yang berhubungan dengan pembuatan bahan ajar baru adalah inovasi dan kesesuaian dengan tingkat kesulitan dan kemudahan siswa, termasuk kesesuaian juga dengan materi. Sumber bahan ajar yang digunakan guru sebagai referensi dalam pengembangan bahan ajar adalah buku pegangan, media elektronika, multimedia, internet, koran, lingkungan, pasar, koperasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Bahan ajar penting dikembangkan karena agar sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, serta sesuai dengan kurikulum dan karakter siswa. Pengembangan bahan ajar juga harus mempertimbangkan potensi peserta didik, tingkat perkembangan peserta didik, perkembangan dunia, relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan;(2) Masalah guru dalam mengembangkan bahan ajar ekonomi adalah konsumsi waktu, guru masih ada yang belum bisa mengakses internet. Dalam pembuatan bahan ajar baru, masalah yang dihadapi guru adalah sulitnya menuangkan ide dan sulitnya pengambilan gambar yang bisa menerangkan transaksi/ kegiatan ekonomi serta kurangnya referensi. Masalah pengembangan bahan ajar lainnya adalah sarana prasarana, dana; (3) Untuk mengatasi kurangnya waktu guru dalam mengembangkan bahan ajar, guru memberi tugas kepada siswa untuk mencari informasi dan pengetahuan baru di internet. Guru lebih banyak membaca literature, pembuatan peta konsep, produk layak jual. Solusi dari masalah dana pembuatan bahan ajar baru yaitu dengan menyebarkan bahan ajar baru secara bertahap. Solusi untuk mengatasi masalah dalam sulitnya mencari gambar tentang kegiatan ekonomi adalah guru mencari di internet tentang gambar-gambar yang sesuai dan adanya kerjasama dalam pencarian gambar dengan rekan guru lainnya agar saling melengkapi. Masalah tentang kurangnya referensi, solusinya guru mencari tambahan lewat internet, koran, buku-buku, juga mempelajari perubahan yang terjadi di masyarakat atau negara kita, khususnya yang menyangkut perubahan ekonomi. Untuk dapat mengembangkan bahan ajar dengan lebih baik, guru lebih banyak mengikuti pelatihan/seminar, terutama tentang pengembangan bahan ajar. Guru hendaknya lebih dapat mengembangkan bahan ajar dengan cara mengikuti lebih banyak seminar pendidikan maupun pelatihan pengembangan bahan ajar guru harus aktif mencari sumber bahan ajar agar menambah pengetahuan dan pengembangan materi bagi siswa. Guru harus lebih aktif mengakses sumber bahan ajar agar mendapatkan pengeathuan yang komplit. Sekolah diharapkan menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung pengembangan profesi keguruan . Hal ini dapat dilakukan dengan pemberian insentif dana bagi guru untuk mengikuti pelatihan maupun seminar. Dan untuk pemerintah diharapkan lebih menunjang ekonomi guru, khususnya guru di sekolah swasta, sehingga mereka dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya. ii

Pengaruh penggunaan media animasi terhadap peningkatan hasil belajar materi tentang konstruksi dan cara kerja mesin 4 tak pada siswa kelas X jurusan teknik otomotif di SMK Negeri 1 Woja Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat / Al Adhar Teguh Laksana

 

ABSTRAK Laksana, Al Adhar Teguh. 2010. Pengaruh Penggunaan Media Animasi terhadap Peningkatan Hasil Belajar Materi Tentang Konstruksi dan Cara Kerja Mesin 4 Tak pada Siswa Kelas X Jurusan Teknik Otomotif di SMK Negeri 1 Woja Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sunomo, M.Pd, (II) Drs. Sumarli, M.Pd., M.T. Kata kunci: media gambar, media animasi, hasil belajar. Model pembelajaran yang diterapkan di SMK N 1 Woja Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat sampai sekarang ini masih menggunakan metode ceramah dan metode demontrasi, sedangkan media pembelajarannya adalah media gambar. Siswa yang diajar menggunakan media gambar seperti ini dinilai kurang mampu memahami maksud dari gambar yang bersifat kompleks, khususnya gambar yang menunjukkan sebuah peristiwa yang tidak dapat dilihat secara langsung. Penggunaan media animasi diharapkan dapat mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh siswa dalam memahami prinsip kerja mesin 4 tak maupun cara kerja komponen-komponen utama yang terdapat dalam mesin tersebut. Penelitian ini selain bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar antara kelompok siswa yang diajar dengan media gambar dan kelompok siswa yang diajar dengan media animasi, juga untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar kompetensi konstruksi dan cara kerja mesin 4 tak antara kelompok siswa yang diajar dengan media gambar dan kelompok siswa yang diajar dengan media animasi. Penelitian ini menggunakan Pre-Experimental Design, karena desain ini memiliki banyak desain bila dilihat subjek yang akan diteliti, maka secara khusus desain dalam penelitian ini menggunakan desain Pre-test and Post-test Group. Subjek dalam penelitian ini diambil dari siswa kelas X jurusan Teknik Otomotif yang berjumlah 40 siswa. Hasil belajar diambil dari hasil pre-tes dan post-test. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis Uji-t. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 65% siswa yang diajar menggunakan media animasi berhasil memperoleh hasil belajar secara maksimal dengan rentangan skor 81-100. Sedangkan siswa yang diajar menggunakan media gambar hanya berjumlah 10%. Dari hasil analisis diketahui bahwa ada perbedaan hasil belajar untuk taraf signifikansi (α = 0,05) antara dua kelompok tersebut. Dengan demikian penggunaan media animasi berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar materi tentang konstruksi dan cara kerja mesin 4 tak. Melihat adanya pengaruh positif dari penggunaan media animasi. Disarankan guru hendaknya menerapkan media animasi sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran yang materinya membahas suatu peristiwa atau proses kerja dari sebuah mesin yang tidak bisa dilihat secara langsung.

Pengaruh opini audit tahun sebelumnya, kondisi keuangan, dan pertumbuhan perusahaan terhadap opini audit going concern (pengamatan terhadap perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia) / Ambar Khristanty

 

ABSTRAK Khristanty, Ambar. 2009. Pengaruh Opini Audit Tahun Sebelumnya, Kondisi Keuangan, dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Opini Audit Going Concern. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Hj. Endang Sri Andayani, S.E, M.Si, Ak., (II) Dra. Hj. Sutatmi, S.E, M.Pd, M.Si, Ak. Kata Kunci: Opini Audit, Going Concern, Kondisi Keuangan Perusahaan, Pertumbuhan Perusahaan, Regresi Logistik. Asumsi going concern adalah asumsi dasar yang dipakai dalam menyusun laporan keuangan. Asumsi ini mengharuskan perusahaan secara operasional memiliki kemampuan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya (going concern). Akuntan publik sebagai auditor eksternal atau auditor independen memiliki tanggung jawab untuk memberikan opini audit going concern kepada perusahaan yang menjadi pemakai jasa profesionalnya. Selain memberikan jasa audit terhadap laporan keuangan yang dibuat oleh manajemen perusahaan, independensi auditor dalam memberikan opini atas laporan keuangan yang diauditnya juga harus mengevaluasi apakah ada kesangsian terhadap kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam kurun waktu tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal laporan keuangan yang sedang diaudit. Apabila auditor tidak yakin dengan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya maka auditor harus menyampaikan masalah tersebut dalam laporan audit setelah paragraf opini. Jika tidak, banyak masyarakat yang menganggap bahwa kelalaian auditor yang menyebabkan bangkrutnya perusahaan.Oleh karena itu, bagi banyak pihak masalah pemberian opini audit going concern ini sangatlah penting. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya pengaruh opini audit tahun sebelumnya, kondisi keuangan perusahaan dan pertumbuhan perusahaan terhadap opini audit going concern. Pemilihan sampel ditentukan dengan menggunakan purposive sampling method dan diperoleh sebanyak 37 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengaruh antara opini audit tahun sebelumnya, kondisi keuangan perusahaan yang diproksikan dengan model prediksi kebangkrutan Z-score Altman dan pertumbuhan perusahaan yang diproksikan dengan rasio pertumbuhan penjualan terhadap opini audit going concern dianalisis dengan menggunakan regresi logistik (logistic regression) karena adanya variabel dummy baik pada variabel dependen maupun pada variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini audit tahun sebelumnya dan kondisi keuangan perusahaan yang diproksikan dengan model prediksi kebangkrutan Altman Model (1968) berpengaruh terhadap pemberian opini audit going concern. Namun penelitian ini tidak dapat memberikan bukti adanya pengaruh pertumbuhan perusahaan yang diproksikan dengan pertumbuhan penjualan terhadap pemberian opini audit going concern.

Pengaruh penerapan strategis sisnacalisting terhadap kemampuan menulis artikel mahasiswa prodi bahasa dan sastra Indonesia jurusan sastra indonesia fakultas sastra Universitas Negeri Malang angkatan 2008 /Aida Fithriyah Yuningtyas

 

ABSTRAK Yuningtyas, Aida Fithriyah. 2009. Pengaruh Penerapan Strategi Sisnacalisting terhadap Kemampuan Menulis Artikel Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Angkatan 2008. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Suyono, M.Pd. Kata kunci: strategi sisnacalisting, kemampuan menulis artikel, produktivitas menulis artikel, kualitas hasil menulis artikel. Menulis penting bagi kehidupan manusia. Menulis dikatakan penting karena: (1) menulis adalah proses berpikir, (2) menulis merupakan kegiatan berkomunikasi, dan (3) menulis merupakan kemampuan yang perlu dimiliki seorang pembelajar, terutama mahasiswa. Kemampuan menulis artikel perlu dikembangkan. Hal ini dilakukan karena: (1) dengan menulis artikel seseorang dapat mengasah kemampuan berpikir kritis, (2) dengan menulis artikel seseorang dapat memperoleh keuntungan secara finansial, dan (3) menulis artikel dianggap sebagai suatu kegiatan yang intelek. Kemampuan menulis memiliki peran penting dalam keberhasilan mahasiswa untuk menyelesaikan studinya. Beberapa pembelajaran dalam perkuliahan, menuntut mahasiswa dapat menghasilkan sebuah tulisan. Bahkan, di akhir masa studinya, mahasiswa harus membuat laporan penelitian. Namun, aktivitas menulis di kalangan mahasiswa dapat dikatakan belum berjalan baik. Hal ini disebabkan menulis dianggap kegiatan yang sulit dan kurangnya kesadaran membaca di kalangan mahasiswa untuk meningkatkan kualitas tulisan mereka. Melihat fenomena tersebut, perlu adanya strategi untuk memacu semangat mahasiswa dalam menulis artikel. Salah satu strategi tersebut adalah strategi sisnacalisting. Strategi ini dapat diterapkan karena menulis merupakan suatu proses yang di dalamnya memerlukan beberapa tahapan menulis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pre eksperimental dengan desain one shot case study. Penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok yang dijadikan sebagai kelompok tanpa perlakuan (Kelompok A) dan kelompok dengan perlakuan (kelompok B). Kelompok yang sama ini diteliti dua kali dalam waktu yang berlainan. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang angkatan 2008, yang sedang menempuh matakuliah Menulis Artikel dan Makalah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah ceklis dan rubrik penilaian yang tercantum dalam RPP. Adapun data penelitian ini adalah (1) produktivitas menulis artikel mahasiswa, dan (2) kualitas artikel mahasiswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data tersebut dianalisis menggunakan dua teknik analisis data, yaitu (1) Kolmogorof Smirnov untuk menguji hipotesis ada tidaknya pengaruh penerapan strategi sisnacalisting terhadap produktivitas menulis artikel mahasiswa, dan (2) Uji T (desain one shot case study) untuk menguji hipotesis ada tidaknya pengaruh penerapan strategi sisnacalisting terhadap kualitas artikel mahasiswa. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa ada pengaruh penerapan strategi sisnacalisting terhadap produktivitas menulis artikel mahasiswa. Produktivitas ini dilihat dari jumlah atau banyaknya artikel karya mahasiswa yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu. Untuk jumlah karya yang dihasilkan, masing-masing siswa di kedua artikel hanya menghasilkan sebuah artikel. Namun, di kelompok A ada lima belas mahasiswa (50%) yang tidak menghasilkan sebuah artikel, sedangkan semua mahasiswa pada kelompok B menghasilkan sebuah artikel. Berdasarkan lamanya waktu yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah artikel, mahasiswa kelompok B juga dapat dikatakan lebih produktif dari pada mahasiswa kelompok A. Hal ini dilihat dari waktu yang diperlukan oleh kelompok A dan kelompok B. Kelompok A membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dibanding dengan kelompok B dalam menyelesaikan sebuah artikel. Kelompok A membutuhkan waktu sekitar 2-3 minggu untuk menulis sebuah artikel, sedangkan kelompok B membutuhankan waktu 1-2 minggu untuk menulis sebuah artikel. Selain itu, pengujian hipotesis untuk kedua aspek produktivitas menulis artikel menunjukkan Dhitung lebih besar dari Dtabel, sehingga H0 ditolak, diterima HA. Jadi, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa lebih produktif setelah diterapkan strategi sisnacalisting dalam menulis artikel. Pengujian hipotesis yang kedua menunjukkan ada pengaruh penerapan strategi sisnacalisting terhadap kualitas artikel mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Angkatan 2008. Kualitas artikel mahasiswa dilihat dari mutu artikel karya mahasiswa yang dinilai berdasarkan aspek perumusan judul, pengembangan gagasan, organisasi isi, pengungkapan pendapat, penggunaan tata bahasa, penggunaan kosakata, serta pemakaian ejaan dan tanda baca. Adanya pengaruh penerapan strategi sisnacalisting terhadap kualitas artikel mahasiswa dilihat dari pengujian hipotesis yang menunjukkan thitung lebih besar dari ttabel, sehingga H0 ditolak, diterima HA. Selain itu, jumlah rata-rata kelompok B lebih tinggi dari pada jumlah rata-rata kelompok A. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kualitas artikel mahasiswa lebih baik setelah diterapkan strategi sisnacalisting dalam menulis artikel. Berdasarkan analisis data dan pembahasan secara keseluruhan disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan strategi sisnacalisting terhadap kemampuan menulis artikel mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Angkatan 2008. Dampak penerapan strategi sisnacalisting terhadap kemampuan menulis mahasiswa adalah mahasiswa lebih produktif dan artikel mahasiswa lebih berkualitas. Hal ini dibuktikan dengan adanya pengaruh penerapan strategi sisnacalisting terhadap produktivitas menulis artikel mahasiswa dan kualitas artikel mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan Sastra Indonesia Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Angkatan 2008. Penelitian ini memberikan hasil yang baik bagi perkembangan media pengajaran dalam pembelajaran menulis artikel. Saran bagi peneliti lain, hendaknya peneliti lain dapat menjadikan penelitian ini sebagai masukan demi tercapainya penelitian berikutnya. Hal ini dikarenakan penelitian ini hanya merupakan penelitian pelacakan tentang ada-tidaknya pengaruh penerapan strategi sisnacalisting terhadap kemampuan menulis artikel. Oleh karena itu, diperlukan adanya penelitian lebih lanjut, yaitu penelitian eksperimen murni. Saran bagi pengajar atau dosen, hendaknya penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran menulis artikel. Saran bagi mahasiswa, mahasiswa hendaknya lebih meningkatkan kemampuan menulis karena menulis menjadi salah satu penunjang keberhasilan studi.

Membangun LAN pada laboraturiun komputer dengan sistem diskless di SMPK Elkana Pasuruan /Debi Oktafianto, Catur Niken Sanjaya

 

Membangun LAN pada laboratorium komputer dengan sistem diskless di SMP Kristen Elkana Pasuruan dilatarbelakangi oleh lambatnya kinerja komputer sehingga para siswa dan guru yang menggunakan komputer tersebut banyak yang mengeluh. Tujuan dibangunnya LAN dengan sistem diskless ini adalah untuk meningkatkan kinerja komputer dengan spesifikasi rendah namun memiliki performa yang baik layaknya komputer baru tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar dan agar tercipta suatu sistem jaringan yang baik. Perancangan sistem diskless ini diawali dengan membuat jaringan lokal (LAN), topologi jaringan menggunakan topologi star, terdiri 1 server dan 7 client. Dilanjutkan dengan installasi Linux RedHat 9.0, dilanjutkan dengan installasi dan konfigurasi LTSP pada komputer server dan client. Hasil perancangan jaringan dengan menggunakan sistem diskless ini terbukti dapat mengurangi beban biaya dibandingkan menggunakan jaringan biasa. Keamanan data lebih aman, karena terpusat pada server. Oleh karenanya, jika terjadi masalah keamanan, hanya perlu terfokus ke sistem pada server. Penghematan hardware untuk komponen seperti CD ROM, tape driver, modem, UPS, floppy (jika menggunakan bootrom) dan terutama parallel serta serial port untuk printer, modem, dan lain-lain. Kesimpulan yang dapat diambil dari perancangan dan hasil pengujian adalah sebagai berikut: (1) Biaya yang dikeluarkan sangat rendah dibandingkan menggunakan jaringan biasa. (2) client tidak bisa jalan jika server belum dihidupkan dahulu, atau kerusakan server akan mengakibatkan semua client tidak berfungsi. Disinilah pentingnya perawatan ekstra terhadap server.

Pengembangan modul analisis elektrokimia dengan model pembelajaran learning cycle 5 fase untuk sekolah menengah kejuruan kelas XI progran keahlian analisis kimia / Vina Ariana

 

ABSTRAK Ariana, Vina. 2010. Pengembangan Modul Analisis Elektrokimia dengan Model Pembelajaran Learning Cycle 5 Fase untuk Sekolah Menengah Kejuruan Kelas XI Program Keahlian Analisis Kimia. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Darsono Sigit, M.Si, (II) Dra. Nazriati, M.Si. Kata kunci: Modul, Analisis Elektrokimia, Learning Cycle 5 fase. Pendidikan yang merupakan ujung tombak dalam pengembangan sumber daya manusia harus bisa berperan aktif dalam meningkatkan kualitas maupun kuantitas sumber daya manusia. Salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM di Indonesia adalah dengan meningkatkan jumlah dari SMK yang berkualitas. Namun, ternyata sebagian besar lulusan SMK kurang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan maupun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kurang bisa mengembangkan diri sehingga banyak lulusan SMK yang belum mampu masuk dalam dunia kerja. Salah satu cara untuk mengatasinya yaitu dengan meningkatkan kualitas dan relevansi kompetensi pendidikan kejuruan dengan dunia kerja, yang dapat dilakukan dengan mengembangkan modul yang berstandar nasional maupun internasional. Pembelajaran bermodul memungkinkan guru untuk menilai kinerja siswa secara berkesinambungan dan memungkinkan untuk diketahuinya siswa yang kompeten atau belum kompeten. Pengembangan modul mengacu pada model pembelajaran Learning Cycle 5 fase, yaitu engagement, exploration, explanation, elaboration, dan evaluation. Tujuan pengembangan modul adalah (1) untuk mengetahui bentuk dan isi modul analisis elektrokimia dengan model pembelajaran learning cycle 5 fase untuk sekolah menengah kejuruan kelas XI program keahlian analisis kimia, (2) untuk mengetahui kelayakan modul hasil pengembangan untuk digunakan sebagai salah satu modul analisis elektrokimia dengan model pembelajaran learning cycle 5 fase untuk sekolah menengah kejuruan kelas XI program keahlian analisis kimia, (3) untuk mengetahui bentuk dan isi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebagai pelengkap dari pengembangan modul analisis elektrokimia dengan model pembelajaran learning cycle 5 fase untuk sekolah menengah kejuruan kelas XI program keahlian analisis kimia, dan (4) untuk mengetahui kelayakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) hasil pengembangan untuk digunakan sebagai pelengkap modul analisis elektrokimia dengan model pembelajaran learning cycle 5 fase untuk sekolah menengah kejuruan kelas XI program keahlian analisis kimia. Penelitian pengembangan ini merupakan penelitian pengembangan prosedural yang mengacu pada 10 langkah Borg dan Gall. Langkah-langkah yang dilakukan hanya sampai pada langkah ketiga karena adanya keterbatasan waktu dan biaya, yaitu (1) penelitian dan pengumpulan data, yaitu diketahui bahwa di Malang belum tersedia bahan ajar untuk SMK program keahlian analisis kimia (2) perencanaan, yaitu dihasilkan rancangan komponen-komponen yang ada dalam modul dan RPP, dan (3) pengembangan draf produk, yaitu dihasilkan modul dan RPP analisis elektrokimia yang siap untuk divalidasi dan dianalisis. Validasi isi dilakukan oleh 1 dosen kimia UM dan 2 guru SMK program keahlian ii Analisis Kimia. Instrumen pengumpulan data berupa angket dan teknik analisis data menggunakan analisis persentase. Hasil pengembangan berupa modul dan Rencana Persiapan Pembelajaran (RPP) sebagai pelengkap dari pengembangan modul di SMK program keahlian analisis kimia. Modul analisis elektrokimia yang dikembangkan terdiri dari beberapa bagian, yaitu (1) bagian prapendahuluan, (2) bagian pendahuluan, dan (3) bagian isi. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dikembangkan terdiri dari beberapa bagian, yaitu (1) identitas mata diklat, (2) standar kompetensi, (3) kompetensi dasar, (4) indikator pencapaian kompetensi, (5) tujuan pembelajaran, (6) materi ajar, (7) alokasi waktu, (8) metode pembelajaran, dan (9) kegiatan pembelajaran yang meliputi (a) pendahuluan, (b) inti, dan (c) penutup. Hasil validasi terhadap modul menunjukkan persentase 80,32% yang termasuk dalam kriteria valid, sedangkan hasil validasi terhadap Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menunjukkan persentase 78,94% dengan kriteria valid. Dengan demikian, modul analisis elektrokimia yang dikembangkan sudah layak untuk dilakukan uji lapangan awal atau diterapkan dalam pembelajaran dan RPP analisis elektrokimia yang dikembangkan telah sesuai dengan model pembelajaran learning cycle 5 fase dan sudah layak digunakan guru dalam proses pembelajaran. Dilihat dari data persentase hasil validasi, modul yang dikembangkan tidak perlu direvisi. Namun, berdasarkan komentar dan saran dari validator ada beberapa bagian modul yang harus direvisi.

Peningkatan hasil belajar PKn cinta lingkungan melalui pembelajaran tematik siswa kelas II Tlumpu kota Blitar / Kiking Duana Tara

 

ABSTRAK Duana Tara, Kiking. 2009. Peningkatan Hasil Belajar PKn Tentang Cinta Lingkungan Melalui Pembelajaran Tematik Pada Siswa Kelas II SDN Tlumpu Kota Blitar. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Widayati, M.H. (2). Suwarti, S.Pd, M.Pd. Kata kunci : peningkatan hasil belajar, Pkn, pembelajaran tematik Peningkatan keberhasilan pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar merupakan tantangan yang selalu dihadapi oleh seorang guru. Masalah yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang dialami oleh siswa kelas II khususnya yaitu sangat rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn yang berada di bawah nilai KKM yaitu 70. Tindakan yang dilakukan guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui upaya penerapan pembelajaran tematik pada pembelajaran PKn Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara dan hasil yang diperoleh dari penerapan pembelajaran tematik pada pembelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDN Tlumpu Kota Blitar. Pembelajaran tematik merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan memadukan materi beberapa mata pelajaran dalam satu tema. Proses pembelajarannya mengintregrasikan materi dari beberapa mata pelajaran dalam sebuah topik atau tema. Pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan pendekatan tematik dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terutama untuk mengimbangi padatnya materi dalam kurikulum. Dengan penerapan pembelajaran tematik akan dapat memberikan peluang terjadinya proses pembelajaran secara terpadu yang akan lebih menekankan keaktifan siswa dalam pembelajaran dan dapat menumbuhkan kreatifitas siswa dalam memecahkan suatu masalah sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitisn adalah siswa kelas II SDN Tlumpu Kota Blitar. Dilaksanakan dalam pembelajaran PKn yang dipadukan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia, tujuannya untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik dokumen, observasi, tes. Penelitian dilakukan selama tiga kali yaitu pada siklus I, siklus II, dan siklus III. Masing-masing siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada penelitian awal yang dilakukan diperoleh hasil masih banyak siswa yang belum memahami materi yang telah diberikan oleh guru, dan nilai yang diperoleh masih dibawah KKM. KKM yang ditentukan dalam pelajaran PKn yaitu 70. Siswa dikategorikan tuntas belajar apabila nilai siswa yang dicapai berada di atas KKM dan siswa dikategorikan belum tuntas belajar apabila nilai yang diperoleh siswa berada di bawah KKM. Pada siklus I dapat dilihat perolehan hasil belajar siswa secara keseluruhan masih berada di bawah KKM. Pada siklus II hasil belajar siswa sudah mulai meningkat berada di atas KKM tetapi belum secara keseluruhan yaitu dari 37 siswa terdapat 15 siswa yang mendapat nilai di atas KKM, sehingga pada siklus II siswa dikatakan belum tuntas belajar. Pada siklus III terdapat 27 siswa yang mendapat nilai di atas KKM, sehingga pada siklus III ini dikatakan siswa sudah tuntas dalam belajar. Ketika sudah dilakukan tahapan-tahapan penelitian, dan mulai menggunakan pembelajaran tematik dalam kegiatan pembelajaran, diperoleh hasil yang sangat berbeda dari semula, yaitu terjadinya peningkatan hasil belajar PKn siswa kelas II SDN Tlumpu Kota Blitar.

The implentation of the 5E model of vocabulary for vocabulary course at Balikpapan foreign language academy / Muhammad Rochman

 

ABSTRAK Rochman, Muhammad. 2010. Penerapan Kosa Kata Model 5E untuk Mata Kuliah Vocabulary di Akademi Bahasa Asing Balikpapan . Thesis, Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) A. Effendi Kadarisman, M.A. Ph.D, (II) Dr. Nur Mukminatien, M.Pd. Kata kunci: implementasi, kosa kata, mata kuliah Vocabulary, dan 5E model. Mempelajari bahasa asing menuntut mahasiswa untuk mempelajari kosa kata. Tanpa pengetahuan yang cukup tentang kosa kata bahasa Inggris, mahasiswa tidak dapat berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Inggris. Mahasiswa tidak akan mampu menyampaikan atau menerima pesan secara efektif. Kosa kata memiliki peran yang penting dalam pembelajaran bahasa asing, sebab kosa kata adalah komponen bahasa dalam kemampuan berkomunikasi. Kosa kata adalah unsur yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa; sebab ia menunjang empat ketrampilan berbahasa (membaca, berbicara, mendengarkan, dan menulis). Namun demikian tidak banyak guru bahasa Inggris di Indonesia yang meluangkan waktunya untuk mengembangkan pengajaran kosa kata. Berkenaan dengan pernyataan di atas, berdasarkan pengalaman pribadi penulis sebagai dosen di Akademi Bahasa Asing Balikpapan, pengajaran kosa kata tidak mendapatkan perhatian yang cukup. Hal ini tampak pada kenyataan bahwa pengajaranya cenderung berpusat pada dosen dengan penggunaan metode ceramah, dan juga mahasiswa cenderung tidak memberikan perhatian yang cukup pada kosa katanya. Mereka mengangap bahwa pengajaran kosa kata dipandang tidak terlalu penting dibandingkan dengan pengajaran mata kuliah membaca, berbicara, mendengarkan, dan menulis. Disebabkan kurangnya perhatian untuk mata kuliah ini; maka nilai mahasiswa dalam mata kuliah ini sering mengecewakan. Dengan adanya persoalan tersebut, maka di pandang perlu adanya perubahan metode mengajar yang selama ini digunakan dengan metode mengajar yang baru. Penerapan 5E model dalam Mata Kuliah Vocabulary harus diawali dengan adanya studi apakah metode yang baru tersebut memang benar lebih baik dari metode sebelumnya. Oleh karena itu, tujuan utama dari studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan 5E model untuk meningkatkan kosa kata bahasa Inggris mahasiswa di Akademi Bahasa Asing Balikpapan. Persoalan umum yang sering terjadi dalam pembelajaran kosa kata adalah kurangnya motivasi dan keterlibatan mahasiswa pada materi yang disampaikan. Masalah ini berdampak pada kesulitan mahasiswa untuk mendapatkan perbendaharaan kata-kata baru. Mahasiswa sering kurang terarah untuk mendapatkan kata-kata baru. Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri hanya dari dua siklus. Masing-masing siklus terdapat; tiga pertemuan, latihan rekognisi awal, dan latihan rekognisi akhir. Dalam tiap pertemuan terdapat 5 tahapan dari strategi 5E. Kelima tahapan itu adalah; tahap engage, explore, explain, elaborate, dan evaluate. Subyek penelitian adalah mahasiswa tingkat dua Akademi Bahasa Asing Balikpapan. Data-data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian seperti observasi, kuisoner, catatan lapangan dan latihan-latihan (pre-recognition exercise, recognition, and post-recognition exercise). Data dianalisis menggunakan Rubrik Penilaian, sementara itu data yang berasal dari observasi, catatan lapangan dan kuisoner diklasifikasikan dan dijabarkan secara jelas. Nilai-nilai mahasiswa dalam pemahaman kosa kata selama penelitian ini adalah nilai-nilai kosa kata mahasiswa yang berasal dari mengerjakan latihan rekognisi awal dan latihan rekognisi akhir. Latihan rekognisi awal dan latihan rekognisi akhir yang diberikan memiliki kesetaraan dalam tingkat penilaian, tingkat kesukaran, bentuk tes, dan fokus kosa-kata pilihan. Nilai mahasiswa dalam latihan rekognisi akhir meningkat secara signifikan. Hasil nilai mereka meningkat rata-rata 49.9 dibandingkan dengan latihan rekognisi awal. Hasil ini diperoleh setelah mahasiswa diberikan perlakuan dengan menggunakan strategy pengajaran kosa kata 5E. Kriteria keberhasilannya berupa; kriteria pertama adalah minimal 60% mahasiswa mencapai pemahaman 40 kata pilihan dari 60 kata yang ditargetkan, dan kriteria kedua adalah minimal 70% mahasiswa memperoleh nilai diatas 6.0. Hasil dari penelitian ini adalah kedua kriteria terpenuhi sekaligus. Berdasarkan hasil temuan penelitian ini, disimpulkan bahwa metode pengajaran 5E adalah dapat diterapkan untuk meningkatkan kosa-kata mahasiswa semester dua Akademi Bahasa Asing Balikpapan. Penerapan 5E model harus mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: pertama, 5 tahapan dalam 5E model harus diikuti secara berurutan sebagai sebuah proses belajar-mengajar dalam kelas kosa kata oleh para dosen yang ingin menerapkan model tersebut; kedua, materi yang dipilih harus konstektual, disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa, dan disesuaikan dengan tingkat kepandaian mahasiswa; ketiga, alokasi waktu untuk tiap tahapan dalam 5E model harus disesuaikan dengan aktivitas yang diberikan. Bagi para dosen yang akan menerapkan metode 5E dalam mata kuliah Vocabulary, mereka harus mengikuti langkah-langkah sebagai berikut; pertama, kelima tahapan dalam 5E model harus diikuti secara berurutan sebagai sebuah proses belajar-mengajar dalam kelas kosa-kata; kedua, materi yang dipilih harus konstektual, disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa, dan disesuaikan dengan tingkat kepandaian mahasiswa; dan ketiga, alokasi waktu untuk tiap tahapan di dalam 5E model harus disesuaikan dengan kegiatan yang diberikan. Disarankan pada para dosen bahasa Inggris, khususnya yang mengajarkan kosa kata untuk menggunakan model pengajaran kosa kata 5E ini, karena strategi ini dapat meningkatkan pemahaman kosa kata mahasiswa. Pengajaran bahasa Inggris menggunakan model pengajaran 5E akan memberikan tantangan bagi para guru maupun dosen untuk menyesuaikan materinya ke dalam 5 tahapan yang ada. Juga disarankan bagi peneliti yang akan datang untuk menguji aplikasi teknik yang serupa secara lebih intensif.

Pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian sabun mandi kesehatan "lifebouy" (Studi pada ibu-ibu pkk RW 03 Kelurahan Bunulrejo Malang) / Selly Febrilia

 

ABSTRAK Febrilia, Selly 2009. “Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Sabun Mandi Kesehatan Lifebuoy (Studi Pada Ibu-ibu RW 03 Sanansari Kelurahan Bunulrejo Malang)”. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Djoko Dwi K., M.Si, (II) Rachmad Hidayat, S.Pd. Kata kunci: atribut produk, keputusan pembelian Dizaman modern ini pemikiran manusia semakin berkembang dan kebutuhan semakin bertambah. Perekonomian yang semakin sulit mendorong manusia untuk memenuhi kebutuhan fital yaitu memelihara kebutuhan jasmani nya yaitu menjaga kebersihan badan. Untuk itu PT. Unilever membuat produk sabun mandi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. PT. Unilever membuat sabun mandi ini dengan harga yang ekonomis dan terjangkau oleh masyarakat mulai menengah atas sampai kebawah. Manfaat dari yang diperoleh dari sabun ini juga sangat banyak. Selain kemasan yang ekonomis, sabun ini juga ramah lingkungan dan kualitasnya terjamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan variabel atribut produk terhadap keputusan pembelian sabun mandi kesehatan Lifebuoy. Penelitian ini mempunyai dua variabel yaitu variabel independen (X) yang terdiri dari Harga (X1), Kualitas (X2), Merek (X3), Label (X4), dan Kemasan (X5), dan variabel dependen (Y) Keputusan Pemberian. Penelitian ini dilakukan pada ibu-ibu PKK RW 03 Sanansari Kelurahan Bunulrejo dengan menggunakan tehnik Judgement Sampling dan kuesioner tertutup. Populasi dapat diketahui jumlahnya dengan menggunakan tehnik Judgement Sampling dan sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 59 orang. Setelah dilakukan proses pengolahan data dan analisis regresi berganda diketahui hasil penelitian menyatakan (1) Harga, dari hasil analisis dapat diperoleh nilai thitung 2.884 > ttabel 2.001 atau signifikansi t 0.006 < 0.05. Hal ini menunjukkan harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, (2) Kualitas dari hasil analisis dapat diperoleh nilai thitung 3.672 > ttabel 2.001 atau signifikansi t 0.001 < 0.05. Hal ini menunjukkan kualitas berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, (3) Merek, dari hasil analisis dapat diperoleh nilai 6.1088 > ttabel 2.001 atau signifikansi t 0.000 < 0.05. Hal ini menunjukkan merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, (4) Label, dari hasil analisis dapat diperoleh nilai thitung 9.201 > ttabel 2.001 atau signifikansi t 0.000 < 0.05. Hal ini menunjukkan label berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, (5) Kemasan, dari hasil analisis dapat diperoleh nilai thitung 4.669 > ttabel 2.001 atau signifikansi t 0.000 < 0.05. Hal ini menunjukkan kemasan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian,. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan secara simultan terdapat 5 variabel yang menunjukkan pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian yaitu Harga, Kualitas, Merek, Label, dan Kemasan. Saran yang dapat diberikan berkaitan dengan temuan yang telah diperoleh adalah (1) Sebaiknya perusahaan selalu memperlihatkan harga produk Lifebuoy, hal tersebut didasarkan atas dasar temuan dari penelitian ini dimana variabel harga mempunyai pengaruh yang tinggi dalam penelitian ini, tetapi perusahaan juga tidak boleh mengesampingkan atribut-atribut lainnya dalam membuat produk diantaranya kualitas dll, (2) Dikarenakan persaingan dalam memasarkan suatu produk sangat ketat, sebaiknya perusahaan lebih memperhatikan kemasan agar nantinya kemasan lebih dapat mempengaruhi konsumen dalam melakukan keputusan pembelian.

Meningkatkan pembelajaran menulis deskripsi dengan model pakem pada siswa kelas V SDN Tlumpu kota Blitar / Ulya Hasanah

 

ABSTRAK Hasanah, Ulya. 2010. Meningkatkan Pembelajaran Menulis Deskripsi dengan Model PAKEM pada Siswa Kelas V SDN Tlumpu Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Nuryati, M. Pd, (II) Drs. Suhel Madyono, S. Pd., M. Pd. Kata Kunci: meningkatkan pembelajaran, menulis deskripsi, PAKEM. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan pelaksanaan menulis deskrip-si dengan model PAKEM pada siswa kelas V SDN Tlumpu kota Blitar, (2) men-deskripsikan keberhasilan pelaksanaan pembelajaran model PAKEM dapat me-ningkatkan hasil belajar menulis deskripsi pada siswa kelas V SDN Tlumpu kota Blitar. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2009 sampai dengan 30 Nopember 2009 di SDN Tlumpu kota Blitar. Rancangan penelitian dilakukan melalui tahap siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observa-si, dan refleksi. Sebelum me-laksanakan siklus, peneliti melakukan observasi ter-lebih dahulu untuk mengetahui masalah yang ada di kelas V SDN Tlumpu kota Blitar. Analisis data penelitian ini adalah analisis data kualitatif. Masalah yang diteliti pada penelitian ini adalah tentang (1) Bagaimana pe-laksanaan pembelajaran menulis deskripsi dengan model PAKEM pada siswa ke-las V SDN Tlumpu kota Blitar? (2) Bagaimana hasil pembelajaran menulis des-kripsi dengan model PAKEM pada siswa kelas V SDN Tlumpu kota Blitar? Berdasarkan hasil observasi dalam pembelajaran menulis, siswa belum mencapai ketuntasan yang ditentukan oleh sekolah. Dengan kriteria Ketuntasan Minimal dari sekolah adalah 75%, namun secara klasikal, siswa belum mampu mencapai KKM tersebut. Namun, dengan menggunakan model PAKEM dalam pembelajarannya, siswa mampu mencapai KKM yang ditentukan sekolah. Pada pelaksanaan siklus I, siswa hanya mampu mencapai 50%. Dari 24 siswa, 12 siswa yang mampu mencapai 75% penguasaan materi. Pada siklus II, 20 siswa telah mencapai KKM yang ditentukan, keberhasilan penelitian ini adalah 83,3% siswa telah mencapai KKM. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa, dengan menggunakan model PAKEM, siswa merasa senang dan bisa lebih aktif da-lam pembelajaran, sehingga siswa mampu mencapai KKM yang ditentukan oleh sekolah. Dari pene-litian ini dapat disarankan bagi para guru untuk menggunakan model PAKEM pa-da pembelajaran menulis deskripsi, bagi sekolah untuk lebih bekerja keras dalam mengembangkan metode ataupun model pembelajaran yang lebih kreatif agar mu-tu pendidikan di SDN Tlumpu juga dapat meningkat, bagi pemerintah agar me-nambah motivasi dan sarana prasarana yang mendukung seko-lah, bagi peneliti la-in agar menggunakan model PAKEM untuk penelitiannya da-lam pembelajaran menulis deskripsi.

Pengaruh persepsi siswa tentang penggunaan media dan metode pembelajaran terhadap sikap dan prestasi belajar siswa SMK Negeri 1 Turen / Sefi Miftahul Aflih

 

i ABSTRAK Aflih, Sefi, Miftahul. 2010. Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Penggunaan Media dan Metode Pembelajaran Terhadap Sikap dan Prestasi Belajar Siswa SMK Negeri 1 Turen. Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sriyani Mentari S, Pd. , M. M, dan (2) Dra. Suparti M. P Kata kunci: Persepsi Siswa Tentang Penggunaan Media Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Sikap Belajar dan Prestasi Belajar Siswa. Prestasi belajar merupakan hasil belajar siswa yang diperoleh siswa dalam menyerap atau menerima ilmu pengetahuan dan materi pelajaran yang diberikan oleh guru selama proses belajar mengajar yang biasanya ditunjukkan dalam bentuk tes atau angka nilai. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa antara lain yaitu media pembelajaran, metode pembelajaran dan sikap belajar siswa. Dengan demikian, penelitian ini mengkaji tentang pengaruh langsung persepsi siswa tentang penggunaan media dan metode pembelajaran terhadap sikap belajar, pengaruh langsung sikap belajar terhadap prestasi belajar, dan pengaruh tidak langsung persepsi siswa tentang penggunaan media dan metode pembelajaran terhadap prestasi belajar melalui sikap belajar siswa di SMK Negeri 1 Turen. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh langsung persepsi siswa tentang penggunaan media pembelajaran terhadap sikap belajar, pengaruh langsung metode pembelajaran terhadap sikap belajar, pengaruh langsung sikap belajar terhadap prestasi belajar, pengaruh tidak langsung persepsi siswa tentang penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi belajar melalui sikap belajar, pengaruh tidak langsung metode pembelajaran terhadap prestasi belajar melalui sikap belajar siswa, dan pengaruh secara simultan persepsi siswa tentang penggunaan media, metode pembelajaran, dan sikap belajar terhadap prestasi belajar siswa Akuntansi di kelas XI SMK Negeri 1 Turen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatory. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan kuesioner (angket). Penelitian ini menggunakan populasi dalam menentukan responden yaitu berjumlah 78 siswa. Metode analisa data yang digunakan adalah path analysis dengan uji 2 asumsi klasik (normalitas dan linearitas). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Ada pengaruh langsung persepsi siswa tentang penggunaan media pembelajaran terhadap sikap belajar siswa kelas XI Akuntansi di SMK Negeri 1 Turen, 2) Ada pengaruh langsung metode pembelajaran tehadap sikap belajar siswa kelas XI Akuntansi di SMK Negeri 1 Turen, 3) Ada pengaruh langsung sikap belajar tehadap prestasi belajar siswa kelas XI Akuntansi di SMK Negeri 1 Turen, 4) Ada pengaruh tidak langsung persepsi siswa tentang penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi belajar melalui sikap belajar siswa kelas XI Akuntansi di SMK Negeri 1 Turen, 5) Ada pengaruh tidak langsung metode pembelajaran terhadap prestasi belajar melalui sikap belajar siswa kelas XI Akuntansi di SMK Negeri 1 Turen, dan 6) Ada pengaruh secara simultan persepsi siswa tentang penggunaan media, metode ii pembelajaran, dan sikap belajar terhadap prestasi belajar siswa Akuntansi di kelas XI SMK Negeri 1 Turen Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan 1) Sekolah perlu meningkatkan ketersediaan sarana yang dapat membantu guru dalam peningkatan media dan metode pembelajaran, hal ini dilakukan agar dalam proses belajar mengajar dapat tercipta suasana yang kondusif dan terjadi interaksi yang positif antara guru dan peserta didik. Suasana yang kondusif ini dapat membentuk sikap belajar yang baik dan berdampak pada peningkatan prestasi belajar siswa; 2) Guru perlu meningkatkan penggunaan media maupun metode pembelajaran agar lebih bervariasi, meskipun metode dan media pembelajaran yang dipakai selama ini sudah mendukung dalam peningkatan prestasi belajar siswa, namun langkah untuk pengembangan media dan metode diperlukan agar peserta didik tidak merasa bosan, dengan media ataupun metode pembelajaran yang selama ini dipakai. Penggunaan media papan tulis yang selama ini dipakai bisa dikembangkan dengan menggunakan OHP atau media yang lain, penggunaan media yang beranekaragam dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap isi dari materi pelajaran. Demikian pula dengan metode pembelajaran yang bervariasi dapat menumbuhkan semangat yang belajar yang baik dari diri peserta didik; 3) Bagi Siswa sebaiknya memanfaatkan media pembelajaran yang tersedia baik di rumah maupun di sekolah secara optimal guna menunjang kegiatan belajar. Selain itu siswa sebaiknya lebih memperhatikan lagi sikapnya didalam maupun diluar kelas tersebut menjadi lebih baik agar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa itu sendiri; dan 4) Penelitian berikutnya, Penelitian berikutnya, apabila meneliti mengenai hal yang sama dengan penelitian ini diharapkan variabel yang ingin diteliti lebih diperluas lagi, dan jika pengambilan data menggunakan pengamatan langsung (observasi) lebih baik menggunakan penskoran agar hasil yang didapatkan akan lebih valid dengan kenyataan yang ada.

Penerapan model belajar investigasi kelompok (group investigation) untuk meningkatkan pembelajaran IPA pada siswa kelas V SDN Soso 03 Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar / Nining Ramadani Apriliana

 

Kata Kunci : Investigasi Kelompok (Group Investigation), Pembelajaran, IPA, SD Dalam proses belajar, siswa belajar dari pengalaman sendiri mencari pengetahuan kemudian memberi makna pada pengetahuan itu melalui proses belajar dengan mengalami sendiri, menemukan sendiri, secara berkelompok seperti bermain, maka siswa menjadi senang, sehingga tumbuhlah minat untuk belajar, khususnya belajar IPA. Dalam observasi awal ditemukan bahwa siswa kelas V SDN Soso 03 hasil belajar dan aktivitas siswa dalam belajar dan berkelompok masih rendah, keegoisan dalam memilih kelompok masih tinggi, komunikasi antar anak laki-laki dengan perempuan sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menerapkan model pembelajaran investigasi kelompok pada siswa kelas V SDN Soso 03; (2) meningkatkan aktivitas siswa kelas V SDN Soso 03 dalam belajar IPA menggunakan model GI; (3) meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Soso 03 dalam belajar IPA menggunakan model GI. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model Kemis & Taggart. Langkah Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan & observasi, refleksi dan rencana perbaikan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Soso 03 Kec. Gandusari Kab. Blitar dengan jumlah siswa 25 anak. Intrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan pada siklus I rata-rata penerapan model pembelajaran GI diperoleh 76%. Pada siklus II meningkat menjadi 83,6% kenaikan dari siklus I ke siklus II pada penerapan pembelajaran IPA dengan model GI sebesar 7,6%. Aktivitas pada siklus I rata-rata klasikal yang didapat yaitu 53,5 aktivitas siswa meningkat pada siklus II yang mendapatkan rata-rata klasikal 70,5. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I meningkat, dari rata-rata 57,5 menjadi 70,5 pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pembelajaran IPA secara bertahap pada siswa kelas V SDN Soso 03 Kec. Gandusari Kab. Blitar Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan penerapan pembelajaran dengan model belajar GI meningkat. Penulis memberikan saran agar dpat dipertimbangkan penerapan model pembelajaran GI sebagai salah satu alternatif dalam memilih dan menggunakan model pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap mordibitas balita (kasus di kampung pemulung Sidomulyo kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang) / Ismi Nurianti

 

ABSTRAK Nurianti, Ismi. 2010. Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Morbiditas Balita (Kasus di Kampung Pemulung Sidomulyo Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang). Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si, (II) Drs. Budijanto, M.S. Kata Kunci: morbiditas, balita. Kesehatan mempunyai peran yang sangat penting untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pemeliharaan kesehatan sedini mungkin terhadap balita sangat perlu karena dapat mengurangi kematian anak balita disamping itu karena balita merupakan kekuatan bangsa sebagai penerus pembangunan. Pada Umumnya, musim pancarobah dijadikan alasan orang tua dari balita sebagai penyebab dari sakitnya balita, padahal tidak hanya kesalahan musim tetapi ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Permasalahan inilah yang perlu untuk diteliti yakni morbiditas pada balita melalui lama sakit dan frekuensi sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui morbiditas balita di Kampung Sidomulyo dan mengetahui beberapa faktor yang berpengaruh terhadap morbiditas. Faktor-faktor tersebut antara lain: sanitasi, tingkat pendapatan keluarga, tingkat pendidikan ibu, konsumsi gizi, jarak kelahiran, perawatan balita dan jumlah tanggungan keluarga. Metode penelitian yang digunakan survey dengan populasi seluruh balita di Kampung sidomulyo. Pengambilan data menggunakan metode sensus yaitu pengambilan data yang mempergunakan keseluruhan populasi. Teknik pengambilan data menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan dalan penelitian ini adalah analisa tabulasi dan statisti. Hasil penelitian menunjukkan: 1) morbiditas balita di Kampung Sidomulyo termasuk kriteria tinggi, 2) ada pengaruh yang tidak signifikan antara sanitasi, tingkat pendapatan dengan morbiditas balita, 3) ada pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan Ibu, jarak kelahiran, konsumsi gizi, perawatan balita, jumlah tanggungan keluarga dengan morbiditas balita. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan untuk meningkatkan sanitasi lingkungan, mengatur kelahiran melalui KB, lebih memperhatikan kebutuhan balita baik gizi maupun perawatan. Disamping itu untuk ibu-ibu balita lebih mencari dan menambah pengetahuan tentang kesehatan balita, gizi balita, dan perawatan balita.

Peningkatan kemampuan dasar "gambar perspektif" siswa kelas X SMA islam "terakreditasi A" Malang melalui kegiatan kelompok (penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw) / Zeni Rachmawati

 

ABSTRAK Rachmawati, Zeni. 2009. Peningkatan Kemampuan Dasar Gambar Perspektif Siswa Kelas X SMA Islam”Terakreditasi A” Malang melalui Metode Belajar Kelompok (Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw). Skripsi Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dra. Hj. Purwatiningsih, M.Pd. Kata Kunci : kemampuan, gambar perspektif, belajar kelompok, SMA Berdasarkan data hasil belajar Gambar Perspektif pada mata pelajaran Kesenian/ Seni Budaya di kelas X SMA Islam “Terakreditasi A” Malang, diketahui bahwa kualitas proses dan hasil pembelajaran yang berlangsung masih rendah. Hal tersebut dapat diamati dari hasil penilaian karya siswa yang masih di bawah nilai ketuntasan minimal. Rendahnya hasil belajar siswa tersebut mengindikasikan bahwa siswa kelas X mengalami kesulitan dalam memahami teknik perspektif. Untuk merngatasi permasalahan tersebut di atas, guru mengadakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan metode belajar kelompok yang merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran kooperatif. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah 1) meningkatkan kemampuan dalam menerapkan teknik perspektif pada siswa kelas X SMA Islam Malang melalui kegiatan belajar kelompok, 2) meningkatkan hasil belajar teknik gambar perspektif siswa kelas X SMA Islam Malang melalui kegiatan belajar kelompok. Prosedur penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus dengan empat langkah penenlitian yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, lembar penilaian gambar perspektif, kuis atau tes prestasi belajar, dan catatan/ agenda guru. Adapun sampel penelitian adalah kelas X SMA Islam “Terakreditasi A” Malang. Hasil penelitian berupa penjelasan hasil belajar siswa pada saat observasi awal, pelaksanaan siklus pertama dan pelaksanaan siklus kedua yang masing-masing memberikan gambaran pencapaian keberhasilan belajar yang berbeda. Hasil belajar siswa yang rendah pada observasi awal dapat dilihat peningkatannya menjadi lebih baik setelah dilaksanakan penelitian siklus pertama. Refleksi pelaksanaan tindakan pada siklus pertama yang masih menyisakan kekurangan, maka diadakan penelitian ulang pada siklus kedua. Hasil pelaksanaan penelitian pada siklus pertama dan siklus kedua dengan penerapan metode pembelajaran kooperatif melalui kegiatan belajar kelompok ini mampu menciptakan iklim kegiatan belajar yang saling membantu dan menyenangkan, sehingga dapat mencapai ketuntasan hasil belajar secara optimal.

Penggunaan kartu perkalian untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III SDN Kebonagung 05 kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang / Prasdian Yudha Bhakti

 

ABSTRAK Bhakti, PY. 2010. Penggunaan Kartu Perkalian Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas III SDN Kebonagung 05 Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Skripsi, jurusan S1 PGSD Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Harmini, S. Pd, M. Pd, (II) Drs Bambang Soerjono, M.Ed. Kata Kunci : Penggunaan kartu perkalian, Pembelajaran matematika, Hasil Belajar Anak usia dini seperti kelas 1 sampai dengan kelas 3 SD sangat dominan kegiatan bermainnya. Permainan berperan penting bagi anak-anak karena hal itu melatih kemampuan bahasa, kognitif, kreativitas, dan sosial mereka dan memberi andil bagi perkembangan kepribadian umum mereka, kita perlu memfasilitasi pembelajaran matematika yang sesuai dengan karakteristik anak SD. Salah satu strategi pembelajaran matematika yang dapat digunakan yaitu belajar sambil bermain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan kartu perkalian di kelas III, (2) Mendeskripsikan penggunaan kartu perkalian dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas III, (3) Mendeskripsikan penggunaan kartu perkalian dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III SDN Kebonagung 05 Kecamatan Pakisaji Penelitian yang dilaksanakan ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang merupakan upaya untuk meningkatkan hasil belajar yang ada di kelas III SDN Kebonagung 05. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart yang mempunyai 4 tahap, yakni : Perencanaan (Planning), Tindakan (Action), Pengamatan (Observation), Refleksi (Reflektive). Dalam penelitian ini siswa diberi tindakan, yakni berupa pembelajaran menggunakan kartu perkalian. Hasil Belajar matematika siswa pada pokok bahasan perkalian dengan penggunaan kartu perkalian menunjukkan ada peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa sebelum penerapan penggunaan kartu perkalian hanya mencapai 52,12 meningkat pada siklus I menjadi 61,87 dan pada siklus II mencapai 71,69 dari hasil belajar yang dicapai siswa pada siklus I yang memenuhi ketuntasan individu terdapat 15 siswa (45,45%) yang tuntas dan 18 siswa (54,54) yang belum tuntas, pada siklus II ketuntasan individu mencapai 29 siswa atau yang mencapai ketuntasan sebesar (87%) Penggunaan kartu perkalian dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III di SDN Kebonagung 05 Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Hal ini dapat dilihat dari siklus I (61,87%) ke siklus II (71,69%) yang mengalami peningkatan 9,82% Saran dari adanya penelitian ini adalah guru dapat menggunakan kartu perkalian pada pembelajaran dengan cara memberikan bimbingan pada siswa dengan cara belajar melalui bermain yang menyenangkan sehingga siswa tidak akan merasa bosan dan konsep akan tertanam dengan sendirinya pada diri siswa.

Analisis gaya hidup konsumen dan citra toko (store image) pitstop cafe kota Malang / Muzaki Al Riza

 

ABSTRACT Al Riza, Muzaki, 2009. Consumer of Life Style and Store Image Analysis of Pitstop Café Kota Malang. Paper, Major Management of Economic Faculty, State University of Malang. Counsellor: (I) Drs. Agus Hermawan, M.Si.,M.Bus, (II) Dr. Syihabbudin, SE, M, Si. Key word: lifestyle, store image Growth of the business world in Malang from year to year has increased very significantly. From various kinds of businesses in Malang, café was selected by the entrepreneur as one of the promising field of business profits. Lifestyle is one factor that can affect consumers in their purchases, amid the growing variety and number of services provided to café consumers. Beside that, the store's image is the reason for a consumer to come to a café. With the many cafés in Malang, the burden of Pitstop café Malang, next will be more difficult. Whereas, consumers begin to be selective in determining the cafe of his choice. Based on the description above, and the importance of consumers for Pitstop café Malang, then the problem formulation adopted in this study is how consumer of lifestyle and store’s image of Pitstop café Malang. This research was conducted by taking as many as 100 respondents. While analysis used is descriptive analysis which used to draw life style and store image of Pitstop Café Kota Malang. From result of research, indicating that consumer life style of Pitstop Café Kota Malang if seen from activity, interest, value and opinion and their life style, can be concluded from their activity which they do. Consumer of PitStop Café Kota malang like to involve with social activity, planning to having the day off, taking a fancy to to go to entertainment place, chose club that matching with himself , active in performed activity of community, in the case of going shopping, chose goods which good quality, and they is people who do sport routinely. From interest, consumer of Pitstop Café Kota Malang have habit for recreation, like to follow style mode, prefer food of fast food, and like to follow news or get information from television . From opinion, consumer of Pitstop Café Kota Malang assume people with higher education more have opportunity in searching job, and chose the quality of goods that they want to buy. From life style and value, consumer of Pitstop Café Kota Malang is middle-weight people, like to go shopping, esteem education, and have higher education. While store image of Pitstop Café Kota Malang from result of research known that store image in Pitstop Café Kota Malang which most felt by their consumer is menu of food and beverage, free internet, exterior design, and special discount for certain events is representing reason of consumer of Pitstop Café Kota Malang to come and purchasing in Pitstop Café Kota Malang. This Matter also mean that fourth the image which most planted in consumer of Pitstop Café Kota Malang in this time. Based on research, have been known how consumer life style of Pitstop Café Kota Malang and store image in consumer of Pitstop Café Kota Malang, this matter shall be more be paid attention by management of Pitstop Café Kota Malang. This matter will be good for the next marketing program in Pitstop cafe Kota Malang. Because its consumer most formed by this factor. While for the next research, suggested to used cluster analysis after used factor analysis to be able to group again consumer according to existing theory and using level of significant to 5%, to get level higher level result 95%.

Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja karyawan (studi pada karyawan bagian manajemen (persero) PT Indra Karya cabang-1 Malang) / Nony Ayu Dwi Damsyah

 

An organization, either in a form of enterprise or instance, needs a leader that can lead his underling to achieve a targeted goal. A leader is one of the factors which determine the development of an enterprise because within leadership does occur a process in which an individual influence other group members to achieve the goal of the group or organization. In the process, a leader changes the attitude or behavior of his underling using some influencing techniques which is not compulsive. In the other words, the underlings receive the influence of their leader to create a positive system and positive work result. This is why the attitude and leadership style of a manager have great influence on the organization he leads. There are tree leadership styles: directive, supportive, and participative. This research is aimed to: (1) know how is the leadership style of the manager in PT. Indra Karya Branch-I Malang and working motivation of his employees, (2) know whether there is a significant and positive relation between directive, supportive, or participative leadership style and the working motivation of the employees partially, (3) know whether there is a significant and positive relation between directive, supportive, or participative leadership style and the working motivation of the employees simultaneously, (4) know which of the three leadership styles that has dominant influence on the working motivation of the employees. The research conducted is an explanatory research. The instruments used for primer data taking are questionnaire with linkert scale, 5 alternative answers, and questions and answers which are put in a form of 30 questionnaires and given to 42 employees of management department of PT. Indra Karya Branch-I Malang. To ensure that the data from research instruments was valid, the researcher conducts a validity and reliability test using SPSS 16.00 for windows. This research is a quantitative research because it explains the influence of the independent variables on the dependent variable. Besides questionnaire, the data taking technique also occupies observation, documents, and interview. This research uses descriptive analysis technique and double regression analysis. The descriptive analysis technique is used to describe the three leadership styles variable and working motivation of the employees of PT. Indra Karya Branch-I Malang. The double regression analysis is used to know the influence of independent variables, which are the three leadership styles, on dependent variable, which is the working motivation of the employees of PT. Indra Karya Branch-I Malang either partially or simultaneously. The result of the research are : (1) There is a significant positive influence from directive leadership style (X1) on the working motivation of the employees (Y) with significance value 0,001, significance level (α = 0,05), and standardized coefficient B = 0,356 (positive), (2) There is a significant positive influence from supportive leadership style (X2) on the working motivation of the employees (Y) with significance value 0,000, significance level (α = 0,05), and standardized coefficient B = 0,499 (positive), (3) There is a significant positive influence from participative leadership style (X3) on the working motivation of the employees (Y) with significance value 0,016, significance level (α = 0,05), and standardized coefficient B = 0,270 (positive), (4) There is significant positive influence from directive (X1), supportive (X2), and participative (X3) leadership styles simultaneously on the working e (motivation of the employees (Y) with F = 0,000 and R = 0,821 (positive), (5) Effective Contribution (EC) of directive leadership style (X1) is 32, 7% , effective contribution of supportive leadership style (X2) is 18,5% and participative contribution of leadership style (X3) is 20,8%. Therefore, it is concluded that the effective contribution percentage of supportive leadership style variable (X2) is bigger than directive contribution percentage of directive leadership style variable (X1) and participative leadership style variable (X1). It means supportive leadership style (X2) has more dominant influence on working motivation of the employees of PT. Indra Karya Branch-I Malang. Based on the research, it is expected that leader keep on and improve the implementation of supportive leadership style because it does give positive contribution to the enterprise and the employees shown by the rise of working motivation both in the short term or long term. Besides, a leader has to give full attention and support to the employees in doing their assignments so that they feel trusted. Such harmonic working atmosphere between the boss and the employees encourage the employees to improve their working motivation.

Pengaruh perasan daun pepaya (carica papaya L) terhadap mortalitas ascaridia galli schrank secara in vitro / Ratih Purwitaningrum

 

i ABSTRAK Purwitaningrum, Ratih. 2009. Pengaruh Perasan Daun Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Mortalitas Cacing Ascaridia galli Schrank secara In Vitro. Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Endang Suarsini, M. S ; (II) Drs. Sulisetijono, M, Si. Kata kunci: mortalitas cacing Ascaridia galli, perasan daun pepaya, in vitro. Salah satu cacing Nematoda yang parasit pada hewan adalah Ascaridia dan penyakit yang ditimbulkan oleh cacing Ascaridia disebut askaridiasis. Di Indonesia askaridiasis sering disebabkan spesies Ascaridia galli, yang menyerang unggas ayam. Ayam yang terserang Ascaridia galli dapat menimbulkan kematian. Salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan cacing usus ayam (askaridiasis) adalah tanaman pepaya. Senyawa yang terkandung dalam daun pepaya adalah alkaloid karpaina, saponin, dan enzim papain yang mampu membunuh cacing parasit. Daun pepaya oleh masyarakat belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mengobati parasit cacing pada unggas ayam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi perasan daun pepaya pada mortalitas cacing Ascaridia galli secara in vitro dan untuk mengetahui konsentrasi perasan daun pepaya yang paling efektif pada mortalitas cacing Ascaridia galli secara in vitro. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan 7 kali ulangan. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2008 di ruang penelitian jurusan BIO FMIPA UM. Variabel terikat penelitian adalah mortalitas cacing Ascaridia galli dan variabel bebas adalah konsentrasi perasan daun pepaya yaitu 0%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%. Perasan daun pepaya dilarutkan dalam medium cairan usus ayam kemudian medium tersebut dimasukkan ke dalam cawan petri. Setiap cawan petri diisi dengan 6 ekor cacing dan setiap perlakuan terdiri dari 7 ulangan. Data berupa jumlah cacing yang mati, kemudian dianalisis dengan ANAVA Tunggal dan dilanjutkan dengan uji BNT0,01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi perasan daun pepaya (Carica papaya L.) berpengaruh pada pada mortalitas cacing Ascaridia galli secara in vitro konsentrasi yang efektif adalah 15%. Kondisi cacing Ascaridia galli yang mati akibat pemberian perasan daun pepaya tidak kaku (lemas) dan warna tubuhnya kusam disebabkan dalam daun pepaya terkandung enzim papain yang dapat merusak protein tubuh cacing.

Penerapan model pembelajaran jigsaw untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X B SMA Negeri 2 Bangkalan / Moh. Imam Jasuli

 

ABSTRAK Jasuli, Moh. Imam. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X B SMA Negeri 2 Bangkalan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Timotius Suwarna, M.Pd, (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si. Kata kunci: jigsaw, aktivitas, hasil belajar. Percepatan arus tekhnologi informasi dalam era globalisasi dewasa ini menuntut semua bidang kehidupan untuk menyesuaikan visi, misi, tujuan dan strateginya agar sesuai dengan kebutuhan dan dapat mengikuti perkembangan tidak terkecuali pada bidang pendidikan. Perkembangan dalam bidang pendidikan ini menuntut adanya perubahan paradigma pembelajaran dari behavioristik ke konstruktivistik. Paham konstruktivisme merupakan landasan berpikir pembelajaran kooperatif yang tidak hanya menekankan pada hasil namun juga pada proses pembelajaran, sehingga dituntut adanya perbaikan aktivitas belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran masih rendah hal ini ditunjukkan dengan jarangnya siswa bertanya dan apabila ada pertanyaan hanya didominasi oleh 5-8 siswa saja. Hasil belajar siswa juga kurang optimal hal tersebut dapat dilihat dari rata-rata kelas yang diperoleh hanya sebesar 57,55 dan ketuntasan klasikal yang diperoleh sebesar 38,3%. Ketuntasan belajar tersebut kurang dari standar ketuntasan minimal (SKM) yang ditentukan yaitu sebesar 65 dan ketuntasan belajar klasikal sebesar ≥85% siswa mencapai SKM. Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa agar mencapai kompetensi pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Jigsaw dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X B yang berjumlah 47 siswa. Jenis data dalam penelitian ini berupa data aktivitas belajar siswa dan data hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan mulai dari pra tindakan ke siklus I dan siklus I ke siklus II. Peningkatan aktivitas belajar siswa dapat dilihat dari peningkatan persentase rata-rata jumlah deskriptor aktivitas yang diperoleh sebesar 62,9% pada siklus I meningkat menjadi 75,5% pada siklus II. Peningkatan hasil belajar dilihat dari peningkatan rata-rata kelas dan ketuntasan belajar siswa. Rata-rata kelas pada pra tindakan sebesar 57,5 meningkat menjadi 67,7 pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 73,8. Ketuntasan belajar siswa pada pra tindakan sebesar 38,3%, pada siklus I meningkat menjadi 70,2% dan siklus II meningkat menjadi 87,2%. Berdasarkan hasil tersebut disarankan kepada Sekolah agar model pembelajaran Jigsaw diterapkan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa yang berupa pengembangan kompetensi dasar mendiskripsikan atau kompetensi sejenis. Bagi guru bidang studi Geografi di SMA Negeri 2 Bangkalan disarankan untuk menjadikan model Jigsaw sebagai salah satu pembelajaran alternatif, agar dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 |