Unsur argumen dalam rubrik jati diri surat kabar jawa pos tahun 1994
oleh Sri Haruni

 

Newfangled theme-based animation: media for English young learners with intercultural consideration / Novika Purnama Sari

 

ABSTRAK Sari, Novika Purnama. 2015. Inovasi Media Animasi:Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Tema untuk Anak-Anak dengan Pertimbangan Nilai Budaya. Tesis. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (I) Dr. Emalia Iragiliati, M.Pd., (II) Prof. Dr. Yazid Basthomi, M.A. Kata kunci:berbasis tema, animasi, anak-anak, pertimbangan nilai budaya. Konsep memahami antarbudaya diperlukan sebagai kemampuan dasar untuk interaksi apapun. Kompetensi tersebut tidak hanya tentang keterampilan sosial, tetapi juga diperlukan untuk meningkatkan kepekaan dan pemahaman nilai-nilai lain (Myron & Jolene, 2003). Sejauh pembelajaran berkaitan denganbahasa asing, sebaiknya guru memperhatikan hal ini supaya dapat mendesain pengajaran khusus dimana murid diharapkan untuk memahami dan menghormati berbagai macam budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah animasi berbasis tema yang memperhatikan konsep antarbudaya dan diharapkan bisa menjadi efektif untuk kegiatan berbicara bagi anak-anak. Proyek penelitian dan pengembangan produk ini terdiri dari penilaian kebutuhan, pengembangan, validasi produk, dan uji coba produk. Kemudian, peneliti mengkombinasi prosedur penelitian dan pengembangan (Lee & Owens, 2004) dengan prosedur pengembangan animasi yang dikembangkan oleh Pixar Animasi Studio (2000) sebagai sebuah desain besar, yakni menentukan tujuan animasi, mengembangkan materi berbicara, mendesain bentuk fisik dari produk, mengembangkan jalan cerita, mengembangkan elemen media, validasi, dan akhirnya mengevaluasi video animasi. Untuk memvalidasi produk, instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi, petunjuk wawancara, lembar validasi, dan kuesioner. Data yang didapatkan dari instrumen tersebut kemudian dikemas secara kualitatif. Hasil penelitian ini dapat dideskripsikan sebagai berikut: sebuah paket video animasi berjudul Come, Speak Up& Tell Us dalam bentuk CD dan sebuah buku petunjuk bagi guru. Hasil validasi dan uji coba menunjukkan adanya respon yang baik terhadap keberadaan hasil produk dari penelitian pengembangan ini. Namun, terdapat beberapa revisi kecil yang harus dilakukan terhadap desain dari produk. Berdasarkan hasil penelitian, sangat disarankan kepada guru untuk memakai video animasi sebagai media kegiatan berbicara beserta dengan rencana pembelajaran yang telah dikembangakan. Selain itu, video animasi yang mengandung memperhatikan nilai-nilai antarbudaya ini dapat menarik perhatian siswa dan mengembangkan kompetensi kesadaran siswa atas perbedaan budaya yang ada.

Pengaruh penggunaan metode pemodelan terhadap peningkatan pemahaman konsep fisika ditinjau dari pengetahuan awal siswa kelas X SMA Negeri Jember tahun pelajaran 2009-2010 / Muhammad Lutfi Helmi

 

Program Studi Pendidikan Fisika, Program Pascasarjana Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Markus Diantoro, M.Si. dan (II) Drs. Agus Suyudi, M.Pd. Kata kunci: pengetahuan awal, peningkatan pemahaman konsep, metode pemodelan, normalized gain. Pembelajaran fisika di sekolah pada umumnya masih didominasi oleh pola-pola pembelajaran yang tradisional; sementara itu penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tradisional pada umumnya gagal untuk mengatasi kesulitan konseptual dan membentuk pemahaman konseptual yang kohern. Metode pemodelan, yang merupakan salah satu metode pembelajaran yang menekankan pada kegiatan berpikir dan bertindak, telah dilaporkan berhasil meningkatkan pemahaman konseptual siswa di Amerika. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengulang sukses yang sama dalam penerapan metode pemodelan pada tingkat sekolah menengah di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji (1) peningkatan pemahaman konsep siswa yang belajar dengan metode pemodelan dibandingkan dengan pembelajaran tradisional; (2) peningkatan pemahaman konsep siswa yang memiliki pengetahuan awal tinggi dibandingkan dengan yang memiliki pengetahuan awal rendah; (3) interaksi perbedaan metode pembelajaran dengan pengetahuan awal terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini termasuk dalam kategori kuasi-eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah desain faktorial 2 x 2. Sebanyak 27 siswa di kelas X.1 SMA Negeri 1 Jember tahun pelajaran 2009-2010 belajar dengan metode pemodelan pada materi listrik DC. Sebagai kontrol, kelas X.4 sebanyak 29 siswa, belajar dengan pembelajaran tradisional. Pengetahuan awal siswa dilihat dari nilai pretes; sedangkan peningkatan pemahaman siswa diukur dengan normalized gain dari nilai pretes dan postes siswa. Analisis data menggunakan Anava dua faktor, dilanjutkan dengan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan metode pemodelan mengalami peningkatan pemahaman konsep lebih baik daripada yang belajar dengan pembelajaran tradisional. Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan peningkatan pemahaman konsep siswa dengan pengetahuan awal tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki pengetahuan awal rendah. Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara penggunaan metode pembelajaran berbeda dengan tingkat pengetahuan awal siswa. Temuan penelitian ini sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya, namun masih menyisakan beberapa persoalan. Pertama, nilai postes kedua kelas masih rendah. Hal ini dimungkinkan karena karakter tingkat kesulitan instrumen dan materi bagi level berpikir siswa. Kedua, normalized gain metode pemodelan dalam penelitian ini masih berada pada kategori rendah, menurut kriteria Hake; sementara penelitian metode pemodelan lain menunjukkan normalized gain pada level sedang, bahkan mendekati tinggi. Dimungkinkan, resistensi siswa, kesulitan dalam mengintegrasikan komponen-komponen metode pemodelan, belum tercapainya level operasional formal, serta perbedaan tingkat kesulitan instrumen pengukuran sebagai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap rendahnya hasil tersebut.

Pengembangan pembelajaran teknik dasar dribbling, passing, shooting sepakbola kelas VII berbasis multimedia di SMP Negeri 18 Kota Malang / Faris Rama Firmanda

 

ABSTRAK Firmanda, Faris, Rama 2015.PengembanganPembelajaranTeknikDasarDribbling, Passing, ShootingSepakbolaKelas VIIBerbasis Multimedia di SMP Negeri 18 Kota Malang.Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)I NengahSudjana,S.Pd., M.Pd(II) FahrialAmiq, S.Or.,M.Pd Kata Kunci: Pengembanganpembelajaran,teknik dasar sepakbola, multimedia Pendidikan jasmani merupakan sarana bagi peserta didik untuk memperoleh pengetahuan mengenai permainan dan olahraga, tanpa adanya sebuah paksaan dan membuat peserta didik merasa gembira. Pemberian materi pendidikan jasmani dibagi dua, yaitu secara praktik dan teori. Pemberian teori dalam kegiatan pendidikan jasmani sudah harus dikembangkan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan ketertarikan dari peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar dan mengajar, khususnya dalam permainan sepakbola. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan pembelajaran teknik dasar sepakbola dengan menggunakan multimedia sebagai media pembelajaran di SMP, sehingga peserta didik tertarik dan senang dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu metode penelitian dan pengembangan yang merujuk pada langkah-langkah dari Borg and Gall. Langkah pengembangan dalam penelitian ini menggunakan 7 langkah.Subjek uji coba meliputi tiga orang ahli, pendidik, dan peserta didik. Jenis data yang diperolehberbentuk datakualitatifdan data kuantitatif, instrumen yang digunakan berupa angket dan kuesioner.Teknikanalisis data yang digunakanberupaanalisisdeskriptifkualitatifdankuantitatif. Berdasarkan hasilanalisis data yang diperolehdarihasil analisis kebutuhan, 97,5% peserta didik membutuhkan pemberian materi berupa teori yang menarik dalam materi pendidikan jasmani khususnya sepakbola. Dengan itu peneliti melakukan penelitian dan pengembangan dengan menggunakan multimedia flash. Tiga orang ahli menyatakan bahwa produk dapat digunakan dengan indikator kejelasan materi, kemenarikan materi, kesesuaian materi, dan kemudahanmateri untuk dipahami. Hasil uji coba kelompok kecil 81,924%dengan indikator kejelasanmateri, kemenarikanmateri, kesesuaianmateri, dan kemudahanmateri untuk dipahami, hasilnya sangat baik dan dapat digunakan, sedangkan dari uji coba kelompok besar diperoleh hasil 77,27%dengan indikator kejelasanmateri, kemenarikanmateri, kesesuaianmateri, dan kemudahanmateri untuk dipahamiartinya baik dan dapat digunakan. Kesimpulan hasil penelitian bahwa multimedia flashdapat digunakan dalam pembelajaran teknik dasar dribbling, passing, dan shooting. Adapun saran dari penelitian ini bahwa pembelajaran dengan menggunakan multimediaflash diharapkandapatdiujicobakanpadakelompok yang lebihluasdandisosialisasikansehinggadapatdigunakansebagaimanamestinya.

Keefektifan latihan asertivitas untuk meningkatkan keberanian siswa korban bullying di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Nur Fatmi Alisa

 

ABSTRAK Alisa, N.F. 2015. Keefektifan Latihan Asertivitas untuk Meningkatkan Keberanian Siswa Korban Bullying di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd., (II) Dr. H. M. Ramli, M.A. Kata Kunci: latihan asertivitas, keberanian siswa korban bullying. Kekerasan sering terjadi di lingkungan remaja. Kekerasan yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu yang ditujukan pada orang yang tidak berdaya disebut dengan bullying. Bullying terdiri dari tiga jenis yaitu bullying secara fisik, psikologis dan verbal. Bullying bisa diartikan sebagai agresi karena sama-sama perilaku kekerasan yang bersifat fisik, psikologis dan verbal. Salah satu teknik konseling yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan keberanian siswa korban bullying yaitu konseling behavioral dengan teknik latihan asertivitas. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan latihan asertivitas untuk meningkatkan keberanian siswa korban bullying di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan desain interupted time series. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IIS 2 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang sebanyak 8 siswa yang memiliki keberanian tergolong rendah dari hasil skor pretest I . Observasi dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum perlakuan yang disebut pretest I, pretest II, pretest III dan sesudah perlakuan yang disebut posttest I, posttest II, posttest III. Hasil pretest dan posttest dilihat dari peningkatan skor pada skala keberanian korban bullying. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian adalah statistik nonparametrik melalui uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Untuk mengetahui perbedaan hasil pretest dan posttest Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik latihan asertivitas efektif untuk meningkatkan keberanian siswa korban bullying di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Hal ini ditunjukkan oleh nilai beda sebesar (Z=-〖2.524〗^a) dengan nilai signifikansi 0.012 dan antara skor pretest I, pretest II dan pretest III dan skor posttest I, posttest II posttest III terjadi perbedaan skor. Nilai probabilty eror kurang dari 0.05 (p=0.012<0.05). Hasil penelitian ini dapat disarankan, yaitu 1) bagi siswa yaitu latihan asertivitas dapat digunakan oleh siswa untuk dipelajari agar siswa bisa memliki sikap asetif terutama bagi siswa yang dibully secara fisik, psikologis dan verbal; 2) bagi Konselor latihan asertivitas dapat digunakan oleh konselor SMA Lab.UM untuk meningkatkan keberanian siswa korban bullying dengan panduan pelatihan asertivitas yang telah tersusun; dan 3) Peneliti Selanjutnya dapat menggunakan bentuk desain berbeda misalnya equivalent time series design, mengembangkan penggunaan latihan asertivitas untuk meningkatkan atau mengurangi perilaku yang lain misalnya mengurangi perilaku agresi, meningkatkan komunikasi interpersonal dan masih banyak lagi, mengembangkan penggunaan latihan asertivitas terhadap subjek yang berbeda seperti siswa SD, SMP, SMK dan sederajat karena pada siswa SMA sudah dilaksanakan oleh peneliti, dan melakukan penelitian dengan subjek dalam skala besar.

Pengembangan paket pelatihan menulis ekspresif sebagai media katarsis kecemasan siswa introvert di SMA / Hikmah Ilmiyana

 

ABSTRAK Ilmiyana, Hikmah. 2015 Pengembangan Paket Pelatihan Menulis Ekspresif Sebagai Media Katarsis Kecemasan Siswa Introvert Di SMA.Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si., (II) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd. Kata kunci: Paket Pelatihan, Menulis Ekspresif, Katarsis, Kecemasan, Introvert Berdasarkan hasil survey awal lapangan di SMAN 1 Pasuruan diketahui beberapa siswa memiliki tingkat kecemasan tinggi dan cenderung bersikap introvert, hubungan siswa dengan konselor sekolah juga kurang baik.Fenomena yang sama ditemukan di SMA Brawijaya Smart School.Kemudian dilakukan pengukuran tingkat kecemasan dan kecenderungan sikap introvert terhadap siswa kelas XI secara acak kepada 70 siswa di SMAN 1 Pasuruan. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan angket skala kecemasan dan angket skala introvert, dari pengukuran tersebut terbukti beberapa siswa memiliki tingkat kecemasan tinggi dan cenderung introvert.Dari beberapa penelitian sebelumnya telah terbukti bahwasannya menulis ekpresif dapat mengurangi tingkat kecemasan seseorang, menulis ekspresif merupakan salah satu bentuk terapi menulis sebagai upaya pemindahan perasaan atau emosi dalam bentuk tulisan bebas tanpa aturan.Berkaitan dengan itu, maka diperlukan sebuah media untuk mengurangi tingkat kecemsan siswa salah satunya dengan paket pelatihan menulis ekspresif. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan produk paket pelatihan menulis ekspresifyang berterima secara teori dan praktis.Model penelitian yang digunakan mengadaptasi dari Borg and Gall. Langkah-langkahnya yaitu: 1) Melakukan penelitian pendahuluan; 2) Melakukan perencanaan; 3) Mengembangkan prototype produk awal; 4) Melakukan uji coba lapangan tahap awal; 5) Melakukan revisi terhadap produk; 6) Melakukan uji coba kelompok kecil; 7) Melakukan revisi terhadap produk operasional; 8) Melakukan uji lapangan operasional; 9) Melakukan revisi terhadap produk akhir; 10) Menyusun produk akhir paket pelatihan menulis ekspresif sebagai media katarsis kecemasan siswa introvert di SMA.Produk yang dihasilkan tersebut telah melalui uji ahli materi BK, uji ahli media, uji ahli bahasa dan uji calon pengguna produk.Hasil penilaian ahli dan calon tersebut menyatakan produk sudah memenuhi kriteria kelayakan, ketepatan, kegunaan, kemenarikan dan kemudahan.Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif.. Selanjutnya uji efektifitas produk melalui uji lapangan dengan menggunakan One Group Pretest-Posttest Design.Hasil pretest dan posttest dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon, dan hasilnya analisis skala kecemasan dapat diketahui nilai Z hitung lebih lebih kecil dari pada Z tabel (-2,533<1,96) dan taraf signifikansi lebih kecil dari alpha 5% (0,011<0,050) yang berarti terdapat perbedaan tingkat kecemasan siswa sebelum dan sesudah diberi perlakuan menggunakan paket pelatihan menulis ekspresif sebagai media katarsisi kecemasan siswa introvert di SMA. Analisis skala perilaku introvert diketahui nilai Z hitung lebih lebih kecil dari pada Z tabel (-2,032<1,96). Sedangkan nilai signifikansi lebih kecil dari alpha 5% (0,042<0,050) dengan demikian juga ada perbedaan tingkat introvert siswa sebelum dan sesudah diberi perlakuan menggunakan paket pelatihan menulis ekspresifsebagai media katarsis kecemasan siswa introvert di SMA.Dari keseluruhan analisis data dapat disimpulkan bahwa paket pelatihan menulis ekspresifefektif untuk menurunkan tingkat kecemasan siswa introvert. Berdasarkan hasil penelitian disarankan pada: 1) konselor untuk memahami dengan baik menulis ekspresif sebelum menggunakan paket pelatihan untuk layanan bimbingan dan konseling, 2) bagi siswa, agar dapat menggunakan paket pelatihan menulis ekspresifini dengan jujur dan saling percaya dengan konselor 3) bagi peneliti selanjutnya, hendaknya mengkaji lebih dalam lagimengenai menulis ekspresifagar dapat mengembangkan media yang lebih baik berkenaan dengan terapi menulis menulis ekspresif. Serta perlu dilakukan uji operasional lebih luas lagi agar tingkat keberterimaan paket pelatihan lebih luas dan sesuai dengan karaterisktik siswa SMA secara umum.

Peran guru dalam manajemen peningkatan mutu pendidikan sekolah dasar (studi multisitus pada SDN Sumberbrantas III, SDN Kepampang VII dan SDN Panggangreco IV) / Suwandi

 

Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd., (2) Prof. Dr. Salladien, (3) Prof. Ahmad Sonhadji K. H., M. A., Ph.D. Kata kunci: peran guru, manajemen pendidikan, peningkatan mutu, sekolah dasar. Salah satu penyebab rendahnya mutu pendidikan adalah kurang maksimalnya peran guru terhadap penyelenggaraan peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Keberadaan guru sebagai pelaksana program yang pertama dan utama di sekolah diharapkan dapat memainkan perannya secara maksimal, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Namun kenyataan keberadaan guru belum maksimal dan efektif dalam peningkatan mutu pendidikan, karena guru lebih cenderung dituntut menghabiskan target materi dan target nilai ujian nasional. Akhirnya guru kurang menyentuh proses manajemen peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan dan belum sesuai dengan peran dan fungsinya untuk membantu kepala sekolah dalam manajemen peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Sumberbrantas III, SD Negeri Kepampang VII dan SD Negeri Panggangreco IV, bertujuan untuk mendeskripsikan segenap fenomena dan peristiwa yang terjadi berkaitan dengan peran guru dalam manajemen peningkatan mutu pendidikan sekolah dasar, yang meliputi: (1) peran guru dalam penyusunan program peningkatan mutu pendidikan, (2) peran guru dalam pengorganisasian sumberdaya di sekolah, (3) peran guru dalam pelaksanaan program penigkatan mutu pendidikan, (4) peran guru dalam evaluasi pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan, dan (5) strategi guru dalam pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan menggunakan rancangan penelitian studi multisitus. Data penelitian berupa: data deskriptif yang diperoleh melalui wawancara dengan 12 informan, data dokumentasi tentang program peningkatan mutu pendidikan atau program pengembangan sekolah, dan notulen rapat keluarga sekolah, dan data observasi. Hasil penelitian disimpulkan, pertama, peran guru dalam penyusunan program peningkatan mutu pendidikan, yaitu: (1) sebagai perencana program, dengan melakukan pengkajian dan evaluasi program dan RAPBS tahun yang lalu, (2) sebagai pemberi masukan dan pertimbangan, sesuai pengkajian dan evaluasi program tahun lalu, (3) sebagai pendukung, aktivitas ini diwujudkan dengan menyetujui program dan RAPBS yang telah disusun melalui rapat pleno dan penganggarannya, (4) sebagai mediator/fasilitator, aktivitas ini diwujudkan dengan mensosialisasi program dan RAPBS kepada wali murid dan penggalangan dana melalui paguyupan kelas. Kedua, peran guru dalam pengorganisasian sumberdaya peningkatan mutu pendidikan yaitu: (1) sebagai pemberi masukan dalam pembuatan profil sekolah dan pembagian tugas, aktivitas peran ini diwujudkan dengan memberikan data prestasi siswa dan sosial ekonomi orang tua, (2) sebagai pendukung, peran ini diwujudkan dengan aktivitas membantu dan memberi dukungan kepada kepala sekolah dalam menyiapkan fasilitas fisik sesuai dengan kebutuhan, dan mendukung teman guru mengembangkan potensi dengan menganggarkan dana diklat, seminar, workshop dan KKG. Ketiga, peran guru dalam pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan yaitu: (1) guru sebagai nara sumber, aktivitas peran ini diwujudkan dalam proses pembelajaran, bahwa guru SD harus mampu dan menguasai seluruh matapelajaran yang diajarkan kepada siswa kecuali pendidikan agama, (2) guru sebagai pelaksana, aktivitas peran ini diwujudkan dengan melaksanakan program yang pertama dan utama, meskipun tugas guru SD merangkap tugas-tugas yang lain masih mampu menambah jam pembelajaran, (3) guru sebagai pemilik (handarbeni) program, aktivitas peran ini dilakukan dengan melaksanakan program secara optimal, karena merasa memiliki dan bertanggungjawab pelaksanaan program dan keberhasilan program peningkatan mutu pendidikan. Keempat, peran guru dalam evaluasi program peningkatan mutu pendidikan yaitu: (1) sebagai evaluator, aktivitas peran ini diwujudkan dengan melakukan evaluasi pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan. Tujuannya untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan ketidak berhasilan pelaksanaan program pembelajaran, ekstrakurikuler, keuangan, sarana prasarana dan pasilitas lain berdasarkan obyek, waktu dan model serta cara evaluasi. Kelima, strategi guru dalam pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan adalah: (1) kepala sekolah bersama guru dalam penerimaan murid baru dengan melalui seleksi. Strategi ini dilakukan dengan tujuan agar dapat menjaring dan memilih calon siswa baru yang lebih baik, (2) melalui disiplin merupakan modal dasar untuk mencapai keberhasilan. Strategi ini dapat membantu proses pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan secara efektif dan efesien, (3) mengadakan meeting, strategi ini dilakukan untuk mengantisipasi permasalahan dan pekerjaan yang dihadapi pada hari ini dan sedikit evaluasi kegiatan kemarin, (4) hubungan kekeluargaan di sekolah diseeting seperti keluarga di rumah. Strategi ini dilakukan agar tercipta hubungan yang harmonis. Tujuannya agar dapat dengan mudah diajak kerjasama saling membantu dan mudah diajak komitmen dalam proses peningkatan mutu pendidikan, (5) penyelenggaraan pendidikan yang transparansi dan akuntabilitas. Strategi ini dilakukan, agar mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan. Tujuannya menambah peran serta orang tua murid dan masyarakat dalam membantu peningkatan mutu pendidikan di sekolah, (6) pembentukan paguyupan kelas, strategi ini dilakukan untuk meningkatkan peran serta orang tua siswa terhadap pendidikan, (7) memberi sarapan pagi kepada siswa, strategi ini dilakukan untuk membiasakan anak agar mau belajar di rumah dan datang ke sekolah siap untuk belajar, (8) mengadakan studi banding, strategi ini dilakukan dengan harapan agar guru mampu ikut dalam pelaksanaan manajemen di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan saran-saran sebagai berikut: (1) bagi guru perluasan dan pengembangan peran guru dalam manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah diharapkan selalu dikembangkan, (2) bagi kepala sekolah diharapkan memberi peluang kepada guru untuk memainkan perannya dan berpartisipasi aktif dalam manajemen peningkatan mutu pendidikan, kepala sekolah harus dapat menciptakan transparansi dan akuntabilitas serta selektif dalam melakukan pembagian tugas, (3) bagi pengawas, pengawas diharapkan dapat memberikan bantuan kepada guru yang belum memainkan perannya secara maksimal, pengawas juga diharapkan dapat membantu kepala sekolah, agar dapat melibatkan guru secara maksimal dalam manajemen peningkatan mutu pendidikan, (4) bagi Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota diharapkan dapat memberikan pelatihan secara terencana dan berkesinambungan kepada pengawas, kepala sekolah dan guru sehingga peran pengawas dan peran kepala sekolah, akan lebih optimal sehingga dapat meningkatkan peran guru dalam peningkatan mutu pendidikan, (5) bagi pemerintah diharapkan dalam membuat dan mengambil kebijakan yang tepat tentang guru, sehingga dapat memberikan pengaruh yang positif dan dapat memainkan perannya secara maksimal, (6) bagi Ilmu Manajemen Pendidikan temuan penelitian ini menjelaskan bahwa, peran guru dalam manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah sangat memberikan kontribusi dan pengaruh yang cukup besar terhadap peningkatan mutu pendidikan, (7) bagi peneliti berikutnya penelitian ini membutuhkan penelitian lebih lanjut, diharapkan dengan penelitian yang berkaitan dengan topik, terbuka peluang untuk mengembangkan dan mengkaji lebih mendalam tentang peran guru dalam manajemen peningkatan mutu pendidikan baik dengan pendekatan yang sama maupun dengan pendekatan yang berbeda.

Peningkatan kecerdasan musikal pada anak melalui pembelajaran lagu "Bintang Kejora" kelompok B1 di Taman Kanak-kanak Katolik Sang Timur Malang / Mesrika Aknes Sigiro

 

ABSTRAK Sigiro, Agnes Mesrika. 2015. Peningkatan Kecerdasan Musikal pada Anak Melalui Pembelajaran Lagu “Bintang Kejora”. Skripsi, Jurusan KSDP, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ahmad Samawi, M. Hum, (II) Suryadi, S. Sn Kata kunci: Kecerdasan Musikal Anak Usia Dini, Malang Pembelajaran lagu bintang kejora merupakan salah satu upaya pembelajaran yang dilakukan oleh guru di Taman Kanak-Kanak untuk meingkatkan kecerdasan musikal anak usia dini. Pembelajaran lagu bintang kejora di lakukan dengan menekankan irama lagu sederhana sehingga anak dapat mengikuti irama lagu dan memahami makna dari tema lagu yang diajarkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mendiskripsikan pelaksanaan pembelajaran lagu bintang kejora dalam meningkatkan kecerdasan musikal anak, (2) Mendiskripsikan hasil pembelajaran lagu “bintang kejora” kelompok B1 di Taman Kanak-Kanak Katolik Sang Timur Malang. Diharapkan dengan penggunaan lagu anak “bintang Kejora” dapat memudahkan guru untuk meningkatkan kecerdasan musikal anak. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model kolaboratif. Pada penelitian ini acuan yang digunakan adalah Model siklus penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Model tindakan ini dilakukan dalam empat tahap yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian adalah (1) pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mengeja, membaca, menghapalkan, menirukan, dan mengekspresikan syair lagu bintang kejora dengan penghayatan (2) Peningkatan kecerdasan musikal dari kegiatan pra tindakan ke PTK siklus I mencapai 33,33 % dari PTK Siklus I ke PTK Siklus II mencapai 55,55 % dan pada PTK Siklus II 94,44 % Kesimpulan penelitian ini adalah Penambahan inovasi pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran lagu bintang kejora dapat meningkatkan kecerdasan musikal anak usia dini di TKK Katolik Sang Timur Malang. Setelah menemukan kesimpulan penelitian ini, maka disarankan: (1) bagi guru karena kegiatan peningkatan kecerdasan musikal mengutamakan kecerdasan bahasa anak maka guru hendaknya mengeja setiap kalimat sesuai tingkat perkembangan anak, dan guru hendaknya memberikan penghayatan sesuai kemampuan anak untuk menjiwai lagu (2) bagi penelitian ini diberi kesempatan untuk mengembangkan penelitian lanjut dengan menggunakan lagu yang berbeda

Studi beberapa aspek biologi bekicot, achatina. Fer untuk menunjang pengajaran fisiologi hewan / oleh Aprizal L.

 

Ragam bahasa Indonesia dalam interaksi sosial di pos pemeriksaan lintas batas Entikong daerah perbatasan Kalimantan BArat-Sarawak (Malaysia Timur) / oleh Sisilya Saman Madeten

 

Representasi latar sosial dalam citraan dan majas puisi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Malang: kajian sosiologi sastra / Khumaidi Abdillah

 

ABSTRAK Khumaidi Abdillah. 2015. Representasi Latar Sosial Dalam Citraan dan Majas Puisi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Malang: Kajian Sosiologi Sastra. Tesis, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Abd. Syukur Ghazali, M.Pd., (II) Dr. H. Sunaryo, HS., M.Hum. Kata Kunci: representasi latar sosial, citraan dan majas puisi, sosiologi sastra Puisi dianggap sebagai fakta kemanusiaan, fakta sejarah, dan kesadaran kolektif kebudayaan. Puisi dapat disebut sebagai cerminan dari pengarang, baik dari segi pemikiran, imajinasi, maupun realita yang berpadu dan melengkapi kelahiran suatu karya yang utuh. Hal tersebut kemudian dapat dilihat sebagai suatu paradigma, bahwa struktur sosial pengarang memengaruhi penciptaan bentuk (dalam hal ini, puisi), atau dengan kata lain, suatu karya sastra tidak dapat lepas dari pengaruh sosial budaya pengarangnya. penelitian ini dilaksanakan untuk meneliti pengaruh latar sosial dalam citraan dan majas puisi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Malang. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan representasi sosiologi pengarang dalam puisi melalui penggunaan citraan; 2) mendeskripsikan representasi sosiologi pengarang dalam puisi melalui penggunaan majas. Peneliti menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif untuk menjawab penelitian di atas. Dalam hal ini peneliti adalah sebagai instrumen utama. Data penelitian ini adalah teks puisi yang dihasilkan oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Malang .pengumpulan data melalui dokumentasi berupa antologi puisi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Malang sebanyak 36 judul puisi yang memiliki 7 latar sosial. Dalam penelitian ini trianggulasi sumber data, data, teori, dan metodologi diterapkan untuk mengecek keabsahan data. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasi data, mendeskripsikan hasil klasifikasi data, menganalisis data, dan menginterpretasi data. Reduksi data dilakukan dengan pengumpulan data, mengklasifikasi data, menginterpretasi data, dan mendeskripsikan hasil interpretasi. Tahap penelitian dibagi menjadi persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan citraan tidak merepresentasikan latar sosial siswa dalam puisi mereka didasarkan pada bentuk kata dan kelompok kata yang muncul di puisi siswa, (2) penggunaan majas tidak merepresentasikan latar sosial siswa dalam puisi yang didasarkan pada bentuk kata dan kelompok kata yang muncul di puisi siswa. (3) Latar sosial tempat siswa tumbuh dan berkembang, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah tergambar lewat pilihan kata berupa citraan dan majas dalam puisi mereka. Hal ini dapat dilihat kecenderungan penggunaan citraan dan majas pada puisi siswa. (4) Berdasarkan gambaran penggunaan citraan tersebut, siswa lebih banyak mengungkapkan apa yang dilihat melalui mata dan gerak dari objek. Sedangkan perabaan dan penciuman jarang digunakan. Sementara itu, Unsur puisi dalam hal ini tema yang homogen menjadikan citraan dan majas puisi hanya sebatas citraan penglihatan dan majas pengulangan.

Penerapan bermain sains sederhana benda terapung, tenggelam, dan melayang untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B2 di TK Katolik Sang Timur Malang / Ekaristiana Sihombing

 

ABSTRAK Sihombing, Ekaristiana, 2015. Penerapan bermain sains sederhana benda tenggelam, melayang, terapung untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini. Skripsi program studi pendidikan guru pendidikan anak usia dini dan Fakultas Ilmu pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing I Drs.Usep Kustiawan, M.Sn. Pembimbing II Pramono, S.Pd, M.Or. Kata-kata kunci: Bermain, sains sederhana, kemampuan kognitif. Berdasarkan hasil observasi yang saya laksanakan di TKK kelompok B2 dengan jumlah anak 12 putri dan 5 putra di Jl.Bandung 02 Malang, TK tersebut lebih mengutamakan anak cepat bisa menulis dan membaca dan dalam pembelajaran seringkali hanya menggunakan buku LKS. Bermain sains sederhana merupakan salah satu pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak, anak akan menggunakan kemampuan kognitifnya dalam memecahkan masalah pada saat mengamati, memprediksi, menguji, menyatakan jumlah dan berkomunikasi selama proses kegiatan bermain sain sederhana benda dimasukkan ke dalam air. Sesuai dengan temuan rumusan masalah dalam penenlitian maka penelitian ini dilaksanakan dengan bertujuan untuk: (1) mendiskripsikan pelaksanaan pembelajaran kegiatan bermain sains sederhana untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak, (2) mendiskripsikan hasil pembelajaran bermain sains sederhana kelompok B2 di Taman Kanak-Kanak Katolik Sang Timur Malang, diharapkan dengan penerapan bermain sains sederhana dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Pada penelitian ini acuan yang digunakan adalah model siklus penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Aries. Model tindakan ini dilakukan dalam empat tahap yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa alat lembar observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah (1) tingkat pembelajaran di dalam kelas, bermain sains sederhana terlebih dahulu dipraktekkan oleh guru kemudian dicontohkan oleh anak-anak dan mengikuti langkah-langlah sesuai dengan yang telah disarankan oleh guru.(2) hasil penelitian pra tindakan kelas 35%, pada siklus I meningkat menjadi 65% dan pada siklus II meningkat menjadi 85%. Berdasarkan standar keberhasilan pada kegiatan pembelajaran ini maka disarankan bagi guru kelas dapat menerapkan kegiatan bermain sains sederhana karena dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak.

Peningkatan hasil belajar operasi hitung campuran bilangan bulat melalui media garis bilangan bagi siswa kelas IV SDN Sumberejo I Sidoarjo / Ismi Lestari

 

ABSTRAK Lestari, Ismi. 2015. Peningkatan Hasil Belajar Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat Melalui Media Garis Bilangan Bagi Siswa Kelas IV SDN Sumberejo I Sidoarjo. Skripsi, Jurusan KSDP FIP, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Harmini, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Hj. Endang Setyo Winarni, M.Pd. Kata kunci: Media garis bilangan, bilangan bulat, operasi hitung campuran, SD. Media garis bilangan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung campuran. Untuk mengetahui keberhasilan siswa dilakukan suatu penelitian tindakan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa pada operasi hitung campuran bilangan bulat melalui media garis bilangan, dan diharapkan dapat digunakan khusunya pada pembelajaran Matematika di sekolah. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kolaboratif. Analisis yang digunakan yaitu observasi aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa yang dilakukan dalam beberapa siklus. Siklus berhenti apabila pencapaian ketuntatasan sesuai yang diharapkan. Penelitian ini dilakukan di SDN Sumberejo I yang beralamatkan di Desa Sumberejo, Kecamatan Wonoayu Kota Sidoarjo. Penelitian ini dilakukan pada kelas IV tanggal 30 Maret sampai 24 April 2015. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan ketuntasan belajar dari siklus I dan siklus II yaitu dengan ketuntasan klasikal 100%, meskipun ada beberapa siswa yang memperoleh nilai masih 70 atau pada batas minimal KKM dan aktivitas belajar siswa mencapai 84%. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dan dikembangkan dikemudian hari sehingga menjadi seorang guru profesional misalnya pada operasi hitung campuran bilangan bulat dilakukan media garis bilangan.

Pengembangan media CD interaktif subtema organ tubuh manusia dan hewan untuk siswa kelas V di SDN Arjosari 2 Kota Malang / Dessy Ira Kristina

 

ABSTRAK Ira, Dessy. 2015. Pengembangan Media CD Interaktif pada Subtema Organ Tubuh Manusia dan Hewan untuk Kelas V di SDN Arjosari 2 Malang. Skripsi, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sumanto, M.pd./ (II), Drs. Goenawan Roebyanto M.pd. Kata kunci: Media CD Interaktif, Subtema Organ Tubuh Manusia dan Hewan, Kelas V SD Media ini efektif untuk mengajarkan materi yang bersifat abstrak. Salah satunya pada pembelajaran subtema Organ Tubuh Manusia dan Hewan. Guru mengaku kesulitan memilih media yang tepat untuk mengajarkan materi ini. Berpijak pada hal tersebut, maka perlu dikembangkan suatu media CD interaktif subtema Organ Tubuh Manusia dan Hewan untuk kelas V. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan media CD interaktif yang layak menurut ahli materi, ahli media, ahli lapangan dan uji coba (siswa) sehingga media CD Interaktif subtema Organ Tubuh Manusia dan Hewan dapat digunakan. Model yang digunakan merupakan adaptasi dari model prosedural pengembangan bahan ajar berdasarkan kompetensi oleh Mbulu dan Suhartono. Tahap pengembangan hanya dilakukan sampai tahap uji coba kelompok kecil. Penilaian formatif media dilakukan oleh 1 orang dosen media KSDP, 1 orang dosen tematik KSDP, 1 orang guru kelas V serta Uji coba kelompok kecil pada 27 siswa kelas V SDN Arjosari 2 Malang. Instrumen pengumpulan datanya adalah angket, dan lembar kerja siswa. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis rata-rata dan presentase. Hasil pengembangan berupa media CD Interaktif subtema Organ Tubuh Manusia dan Hewan untuk 4x pembelajaran dengan materi yang berisi tentang organ pernapasan manusia, organ pernapasan hewan, organ pencernaan manusia, organ pencernaan hewan, dan bahaya merokok. Validasi oleh ahli materi mendapat hasil 90,32% oleh ahli media 91,13% dan oleh ahli lapangan (guru) 79,41%. Uji coba dilakukan terhadap 27 siswa kelas V mendapatkan hasil 89,22%. Kelayakan dari siswa juga didukung dengan hasil kerja siswa dengan nilai rata-rata 75,5 yang memperkuat data bahwa CD interaktif subtema Organ Tubuh Manusia dan Hewan yang dikembangkan sangat layak dan dapat digunakan tanpa revisi. Media CD interaktif subtema Organ Tubuh Manusia dan Hewan yang telah dikembangkan dapat meningkatkan motivasi belajar,kemandirian dan rasa ingin tahu. Maka dari itu, disarankan kepada guru dan siswa untuk menggunakannya dalam proses pembelajaran sehingga diharapkan dapat terlahir generasi penerus bangsa yang kompeten dan handal dalam teknologi.

Perancangan jembatan beton di Desa Duren Kecamatan Talun Kabupaten Blitar / Irwan Ardiyanto

 

Kata Kunci: Perancangan, Jembatan Beton, Balok T Jembatan ini di buat dengan kontruksi beton bertulang dengan bentang 8 m, gelagar – gelagar memanjang dibuat dari balok beton bertulang yang merupakan satu kesatuan dengan lantai kendaraan. Desa Duren dan Desa Duwet merupakan bagian dari Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Desa tersebut dipisahkan oleh sungai Mlalo dengan lebar 8 m. masyarakat Desa Duren untuk menuju ke Desa Duwet dan masyarakat desa Duwet untuk menuju Desa Duren harus memutar dahulu yang jaraknya ± 2 km, warga masyarakat agar dapat memotong jarak tempuh harus menyeberang sungai Mlalo. Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, sungai Mlalo tersebut hanya bisa di lalui dengan berjalan kaki dan sungai tersebut hanya bisa di lalui binatang-binatang ternak dan warga kedua desa tersebut. Biasanya pada musim penghujan sungai Mlalo tersebut banjir dan warga masyarakat tidak bisa menyeberang sungai tersebut. Dengan masalah seperti diatas perlu di rencanakan jembatan untuk mengatasi masalah tersebut. dengan tugas akhir ini saya merencanakan jembatan beton tujuannya adalah mengetahui cara menentukan jenis pembebanan yang akan digunakan dalam desain jembatan beton bertulang, mengetahui analisis perhitungan, Untuk mengetahui cara perencaaan jembatan yang aman dan kuat yang standart jembatan beton, dan biaya yang dibutuhkan. Jembatan ini di rencanakan dengan panjang 8 meter dan lebar 5,22 meter. Dimensi hasil perhitungan struktur utama berupa balok gelagar adalah 40 cm x 80 cm dengan tulangan utama 6Ř16 dan tulangan geser Ř10-150 , balok diafragma adalah 25 cm x 50 cm dengan tulangan utama 6Ř16 dan tulangan geser Ř10-150, dan tebal plat lantai adalah 20 cm dengan tulangan arah lx Ř10-150 dan tulangan arah ly Ř16-200 . Dimensi hasil perhitungan struktur pendukung berupa tiang sandaran adalah 16 cm x 10 cm dengan tulangan utama 2Ř12 dan tulangan geser Ř 8-150, sedangkan ukuran kerb adalah 60 cm x 25 cm. Dimensi hasil perhitungan Abutment menggunakan pondasi plat beton dengan lebar 2.50 m,panjang 5,22 m dan tinggi 4.15 m. Biaya total jembatan beton adalah sebesar Rp. 559.621.500.

Indeks isolasi drosophila ananassae lokal pare dan drosophila ananassae lokal pulau Madura / oleh Supriyana Basuki

 

Penggunaan media puisi dalam pembelajaran PPKn kelas VII di SMPN 4 Kota Mojokerto / Reni Aprilianing Arum

 

ABSTRAK Aprilianing Arum, Reni. 2015. Penggunaan Media Puisi Dalam Pembelajaran PPKn Kelas VII di SMPN 4 Kota Mojokerto. Progam Studi Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sri Untari, M.Si (II) Yuniastuti, S.H, M.Pd. Kata Kunci: Media Pembelajaran Puisi, PPKn Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi manusia. Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan ptensi siswa baik dari segi ekuatan spiritual, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam proses pembelajaran terdapat komponen-komponen penting yang harus terpenuhi agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan bak. Salah satu komponen yang harus ada dalam proses pembelajaran adalah media pembelajaran. Pada pelaksanaan pembelajaran PPKn pada umumnya hanya menggunakan media yang sama sehingga siswa mudah bosan ketika mengikuti proses pembelajaran. Puisi merupakan media baru yang digunakan oleh guru mata pelajaran PPKn di SMPN 4 Kota Mojokerto. Namun, pelaksanaannya masih bersifat sederhana. Dengan terlaksananya pembelajaran PPKn dengan menggunakan media puisi di kelas VII peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait pelaksanaan pembelajaran PPKn dengan menggunakan media puisi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan penggunaan media puisi pada pembelajaran PPKn kelas VII di SMPN 4 Kota Mojokerto, (2) kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan penggunaan media puisi pada pembelajaran PPKn kelas VII di SMPN 4 Kota Mojokerto, dan (3) solusi dari kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan penggunaan media puisi pada pembelajaran PPKn kelas VII di SMPN 4 Kota Mojokerto Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Peneliti bertindak sebagai pengumpul data dan dalam mengumpulkan data-data di lapangan yaitu di SMPN 4 Kota Mojokerto. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan dengan ketekunan pengamatan,dan triangulasi teknik. Sedangkan kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian yang ada, diperoleh tiga simpulan hasil penelitiaan sebagai berikut. Pertama, Pelaksanaan pembelajaran PPKn dengan menggunakan media puisi dilaksanakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang dibuat sehingga pelaksanaan pembelajaran PPKn dengan menggunakan media puisi relevan dengan kurikulum 2013. Pembelajaran PPKn dengan menggunakan media puisi ini memiliki kelebihan yaitu membuat siswa lebih tertarik karena media puisi belum pernah digunakan pada pembelajaran PPKn sebelumnya. Sehingga siswa mampu lebih memahami materi yang diajarkan dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari Kedua, dalam pelaksanaannya Terdapat beberapa kendala yang dihadapi selama pelaksanaan pembelajaran PPKn dengan menggunakan media puisi. Kendala-kendala yang ada dapat dibagi menjadi dua segi yaitu kendala yang dihadapi guru dan kendala yang dihadapi siswa. Kendala yang dihadapi guru ada dua. Pertama, guru merasa kesulitan untuk membuat puisi baru disetiap materi yang diajarkan, karena tidak semua guru PPKn memiliki kreatifitas untuk membuat puisi. Kedua, guru harus menjelaskan ulang makna puisi kepada siswa yang memahami puisi yang digunakan. Sedangkan kendala yang dihadapi siswa ada dua, yang pertama siswa kesulitan dalam memaknai puisi karena bahasa yang digunakan adalah Bahasa kias yang cenderung sulit dipahami. Kendala yang kedua yakni siswa merasa kurang percaya diri ketika membacakan puisi di depan kelas. Ketiga Solusi untuk kendala yang dihadapi guru adalah untuk kendala yang pertama guru dapat bekeja sama dengan guru Bahasa Indonesia untuk membantu membuatkan puisi yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Atau bisa menggunakan media internet untuk mencari puisi yang sesuai dengan materi ajar sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Sedangkan solusi untuk kendala yang dihadapi siswa adalah untuk kendala yang pertama yaitu guru mendampingi siswa dan menjelaskan ulang makna puisi yang digunakan sebagai media pembelajaran kepada siswa yang belum bisa memahami makna puisi yang digunakan. Solusi untuk kendala yang kedua adalah memberikan motivasi kepada siswa untuk meningkatkan rasa percaya diri siwa untuk membacakan puisi di depan kelas. Saran yang diberikan oleh peneliti untuk guru bidang studi PPKn dalam pembelajaran PPKn dengan menggunakan media puisi yaitu puisi yang digunakan sebaiknya menggunakan bahasa yang mudah dipahami siswa. Sehinga siswa tidak merasa kesulitan ketika membaca puisi yang digunakan sebagai media pembelajaran. Selain itu, untuk meningkatkan minat siswa perlu ada tambahan instrumen musik agar siswa lebih tertarik ketika membacakan puisi di depan kelas.

Pengaruh suhu dan sitoplasma terhadap frekuensi pindah silang antara gen b dan gen vg drosophila melanogaster / oleh Indah Sulistya Apriani

 

Sifat-sifat matriks invertibel atas antiring / Rina Tri Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Rina Tri. 2015. Sifat-sifat Matriks Invertibel atas Antiring.Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. rer. nat. I Made Sulandra, M.Si. Kata Kunci:semiring, antiring, matriks invertibel, matriks diagonal. Sistem aljabar (S,+,∙ )disebut semiring, jika (S,+) adalah monoid komutatif dan (S,∙) adalah monoid dan berlaku sifat distributif kali terhadap tambah. SemiringSdisebut antiring, jika untuk setiap a,b∈Sdengan a+b=0 mengakibatkan a=b=0. Sedangkan antiring S dikatakan sebagai antiring komutatif, jika S merupakan semiring komutatif. Pada tulisan ini akan disajikan matriks yang entri-entrinya merupakan unsur di suatu antiring komutatif, yaitu sifat-sifat dari matriks yang mempunyai invers terhadap operasi kali baku, dan beberapa contoh. Dalam hal ini, jikaS adalah antiring komutatif,A adalah matriks persegi berukuran n×ndengan unsur-unsurnya adalah unsur di Sdan x adalah vektor kolom berukuran n×1, dengan demikian berlaku: (1). Jika A invertibel kanan, maka AA^Tdan A^T Amerupakan matriks diagonal invertibel, (2). Jika A invertibel kanan, maka A^([n]) adalah matriks diagonal invertibel, dengan [n]=lcm(1,2,…n), (3). Jika f_A adalah pemetaan pada dari V_n (S) ke V_n (S) dengan f_A (x)=Ax, maka A invertibel kanan, dan (4). Jika A invertibel kanan dan setiap unsur pada diagonal utama A mempunyai invers, maka A adalah matriks diagonal.

Perbedaan pengaruh penggunaan metode ceramah dan tugas terbimbing terhadap prestasi belajar biologi pokok bahasan virus dan monera siswa kelas I SMU Negeri 8 Malang tahun ajaran 1997/1998 / oleh Ema Rusdiawati

 

Pengaruh kinerja keuangan model Camel terhadap harga saham melalui risiko sistematis pada bank umum swasta nasional yang listing di BEI periode 2006-2008 / Nimas Sekar Putri

 

Kata Kunci: Kinerja Keuangan Model CAMEL, Risiko Sistematis, Harga Saham Kondisi perbankan yang sehat akan menarik minat investor untuk melakukan investasi pada sektor perbankan yang ada dalam pasar modal. Melakukan investasi pada pasar modal merupakan alternatif untuk memperoleh keuntungan. Salah satu bidang investasi yang menarik di pasar modal namun berisiko tinggi adalah investasi dalam bentuk saham. Namun, di sisi lain berinvestasi di pasar modal memberikan ketidakpastian dan risiko tinggi, sehingga investor perlu melakukan penilaian terhadap saham yang dipilihnya. Aspek paling sulit dalam mengambil keputusan investasi saham adalah menentukan layak tidaknya suatu saham dibeli, mengingat faktor harga mempunyai mobilitas tinggi. Untuk mengetahui pergerakan harga saham dapat dilakukan melalui analisis fundamental dengan menggunakan rasio keuangan ataupun menggunakan analisis CAMEL (Capital, Asset Quality, Management, Earnings, Liquidity) untuk perbankan. Dalam mengambil keputusan investasi pada saham, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan investor yaitu tingkat keuntungan baik berupa deviden maupun capital gain, selain itu juga tingkat risiko yang dihadapi di masa mendatang yang penuh ketidakpastian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan (Capital, Asset Quality, Management, Earnings dan Liquidity), risiko sistematis dan tingkat harga saham dan mengetahui ada atau tidaknya pengaruh baik secara parsial maupun simultan kinerja keuangan (Capital, Asset Quality, Management, Earnings dan Liquidity) terhadap risiko sistematis; risiko sistematis terhadap harga saham; serta kinerja keuangan (Capital, Asset Quality, Management, Earnings dan Liquidity) dan risiko sistematis terhadap harga saham. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Ex Post Facto yang bersifat korelasional sebab akibat. Penelitian dengan rancangan Ex Post Facto sering disebut dengan after the fact. Artinya, penelitian yang dilakukan setelah suatu kejadian itu terjadi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Bank Umum Swasta Nasional yang Listing di BEI tahun 2006-2008. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 10 perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis), dan analisa data menggunakan bantuan SPSS 16.0 for windows dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa secara parsial ada pengaruh yang signifikan antara CAR terhadap risiko sistematis namun tidak ada pengaruh yang signifikan antara KAP1, NPM, ROE, LDR terhadap risiko sistematis serta tidak ada pengaruh yang signifikan antara CAR dan LDR terhadap harga saham, dan ada pengaruh yang signifikan antara KAP(1), NPM, ROE dan risiko sistematis terhadap harga saham. Secara simultan CAR, KAP1, NPM, ROE, LDR berpengaruh terhadap risiko sistematis serta CAR, KAP1, NPM, ROE, LDR dan risiko sistematis berpengaruh terhadap harga saham. Saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan penelitian ini adalah, untuk investor Investor harus lebih memperhatikan faktor fundamental perusahaan sebagai acuan utama dalam mengambil keputusan investasi. Faktor fundamental dapat memberikan penjelasan mengenai kondisi perusahaan secara aktual dan akurat. Bagi perusahaan, Perusahaan dalam hal ini Bank Umum Swasta Nasional harus lebih meningkatkan kinerja keuangannya agar investor tidak begitu mengkhawatirkan risiko yang terjadi. Selain itu peningkatan kinerja keuangan juga dapat meningkatkan harga saham di pasar modal. Penelitian berikutnya sebaiknya sebaiknya menambah indikator dari variabel CAMEL agar hasil yang diperoleh lebih baik, juga meneliti tentang risiko tidak sistematis yang mungkin dihadapi oleh investor.

Sifat-sifat semigrup hingga dan gabungannya / Vita Ayuningtias

 

ABSTRAK Ayuningtias, Vita. 2015. Sifat-sifat Semigrup Hingga dan Gabungannya. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Santi Irawati, M.Si, Ph.D. Kata Kunci: sifat-sifat semigrup hingga, gabungan dari dua semigrup hingga. Semigrup adalah suatu himpunan tidak kosong S disertai dengan suatu operasi biner yang assosiatif. Jika banyaknya unsur-unsur di semigrup S adalah hingga maka S adalah semigrup hingga. Gabungan dari dua semigrup hingga ternyata tidak selalu merupakan semigrup. Minisker (2013) mendefinisikan suatu operasi biner pada gabungan dari dua semigrup hingga yang saling asing. Dengan kata lain, misalkan (S,*) dan (T,⋅) adalah semigrup hingga yang saling asing. Operasi biner ⊛ pada S∪T didefinisikan sebagai berikut: a⊛b□(∶=) {█(■(a*b&,&jika a,b∈S@a∙b&,&jika a,b∈T@b&,&jika a∈S,b∈T@a&,&jika b∈S,a∈T))┤ untuk setiap a,b∈S∪T. Dari definisi ini, dapat ditunjukkan bahwa gabungan dari dua semigrup hingga tersebut merupakan semigrup juga. Skripsi ini akan mengkaji sifat-sifat dari gabungan dua semigrup hingga yang saling asing, yaitu periodisitas dan residual hingga. Selain itu, skripsi ini juga dilengkapi dengan definisi, lemma, teorema, dan proposisi pendukung. Beberapa contoh juga diberikan sebagai ilustrasi.

Kajian efektifitas pemasaran produk sistem informasi melalui media promosi internet (web) di PT. Pratama Kinerja Perkasa (RAJASA) Malang / Nia Ayu Meitasari

 

ABSTRAK Meitasari, Ayu, Nia 2015.Kajian Efektifitas Pemasaran Produk Sistem Informasi Melalui Media Promosi Internet (web) PT.PRATA KINERJA PERKASA(RAJASA) Malang. Tugas Akhir Program Studi DIII Manajemen Pemasaran, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: Dr. Ludi wishnu Wardana, S.T, S.Pd,S.E, M.M Kata kunci : Promosi, Promosi melalui internet (web), PT. RAJASA Malang Promosi mempunyai peranan yang cukup besar bagi perusahaan untuk mempengaruhi konsumen dengan menginformasikan produk atau jasa yang ditawarkan agar konsumen bergabung dengan perusahaan dan loyal. Promosi yang dilakukan harus sejalan dengan rencana pemasaran yang secara keseluruhan dapat direncanakan dan di arahkan dengan baik. Jadi untuk menunjang kelancaraan pemasaran dan efektifnya rencana pemasaran produk yang disusun, maka perusahaan harus menetapkan serta menjalankan promosi khususnya promosi melalui internet (web) Setiap perusahaan selalu berusaha mempengaruhi konsumen sehingga dapat tercapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan oleh perusahaan. Penerapan media promosi yang dilakukan oleh PT.RAJASA Malang yaitu promosi melalui media internet (web).Dalam media promosi melalui media internet (web) alat-alat promosi yang digunakan yaitu (1) Website Official, (2) Facebook, (3) Email. Dengan adanya komponen tersebut perusahaan lebih mudah memberikan informasi tentang produk atau jasa perusahaan. Penulisan laporan ini bertujuan untuk mengetahui peranan promosi melalui internet (web) yang dilakukan PT. RAJASA Malang. Adapun manfaat dari promosi melalui internet (web) adalah sebagai berikut (1) Informasi cepat tersampaikan, (2) Meningkatkan citra positif perusahaan, (3) Biaya promosi yang di keluarkan oleh perusahaan tidak besar, (4) Kesempatan hubungan jangka panjang dengan konsumen. Penerapan promosi melalui internet (web) PT. RAJASA Malang tentunya memiliki beberapa faktor penghambat yang perlu diatasi segera, antaralain (1) pasar yang dicapai masih belum maksimal, (2) Situs web tidak dapat diaskes karena sistem jaringan terputus karena adanya perbaikan di jam-jam produktif, (3) banyak bermunculan perusahan-perusahan jasa yang bermunculan dengan itu semakin banyaknya persangan promosi, (4) Kurang gencarnya promosi yang yang dilakukan, (5) Adanya perangkat yang rusak. Berdasarkan hasil laporan yang penulis lakukan ini dapat dijadikan pertimbangan oleh seluruh karyawan PT. RAJASA Malang dalam peneerapan promosi melalui internet (web) dan sesegera mungkin mengatasi permaslahan yang ada dalam perusahaan agar mendapatkan hasil yang optimal dari penerapan promosi tersebut.

Penerapan strategi pemasaran dalam meningkatkan volume penjualan BBK jenis pertamina dex pada PT. Pertamina (Persero) SER I Wilayah Surabaya / Achmad Yulian Anzar

 

ABSTRAK Anzar, A. Y 2015. Penerapan Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan BBK Jenis Pertamina Dex Di PT. PERTAMINA (Persero) SER I Wilayah Surabaya. Tugas Akhir Program Studi DIII Manajemen Pemasaran, Jurusan Manajeman, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Agus Hermawan, GradDipMgt, M.Si, MBus. Kata kunci : Strategi Pemasaran, Penjualan BBK Jenis Pertamina Dex Strategi pemasaran adalah cara yang ditempuh perusahaan untuk merealisasikan misi, tujuan dan sasaran yang telah ditentukan dengan cara menjaga dan mengupayakan adanya keserasian antara berbagai tujuan yang ingin dicapai, kemampuan yang dimiliki serta peluang dan ancaman yang dihadapi dipasar. dalam menerapkan strategi pemasaran, perusahaan akan lebih optimal apabila didukung dengan perencanaan yang terstruktur baik secara internal maupun external. oleh karena itu konsep strategi pemasaran menentukan keberhasilan dan ketercapaian suatu perusahaan ataupun bisnis. PT. PERTAMINA adalah sebuah perusahan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia (National Oil Company). Dengan berbagai sektor hilir, Pertamina meliputi kegiatan pengolahan minyak mentah, pemasaran dan niaga produk hasil minyak, gas dan petrokimia, dan bisnis perkapalan terkait untuk pendistribusian produk Perusahaan. Dalam kegiatan pemasaran dan niaga pertamina memiliki 8 kantor regional yang tersebar di seluruh wilayah nusantara atau biasa disebut dengan MOR (Marketing Operation Region). PT. PERTAMINA (Persero) mempunyai anak perusahaan di berbagai bidang kemampuan yang cukup maksimal yaitu PT. Nusantara Regas, DP Pertamina, PT. Pertamina Dana Ventura, PT. Pertamina Bima Medika, PT. Tugu Pratama Indonesia, PT. Pertamina Training & Consulting, PT. Patra Jasa, PT. Pelita Air Service, PT. Pertamina Trans Kontinental, PT. Pertamina Retail, PT. Pertamina Patra Niaga, PT. Pertamina Energy Trading Ltd, PT. Pertamina Gas, PT. Pertamina Driling Services Indonesia, PT. Pertamina Geothernal Energy, PT. Pertamina Hulu Energi, PT. Pertamina EP Cepu, PT. Pertamina EP. PT PERTAMINA berharap dapat ikut serta dalam meningkatkan jumlah penjualan produk pertamina dex di wilayah Surabaya, Hal tersebut telah melatar belakangi penulisan Tugas Akhir ini, untuk mengetahui Strategi pemasaran yang dilakukan PT Pertamina (Persero), untuk mengetahui untuk meningkatkan penjualan. Hasil penelitian yang disajikan diharapkan dapat memberikan kegunaan, diantaranya yaitu strategi pemasaran dalam menjual pertamina dex, faktor penghambat dan pendukung pertamina dex, dan solusi memecahkan masalah dalam menjual pertamina dex. Latar belakang tersebut menjadi tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan kali ini adalah sejauh mana peneliti dapat mengetahui elemen-elemen kunci pelaksanaan strategi pemasaran yang diterapkan PT. PERTAMINA (Persero) dalam kaitannya dengan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT PERTAMINA (Persero).

Keefektifan penerapan bibliokonseling untuk mengembangkan perilaku moral siswa kelas XI di MAN 3 Malang / Siti Risalatul Mu'awanah

 

ABSTRAK Muawanah, Siti Risalatul. 2015. Keefektifan Penerapan Bibliokonseling Untuk Mengembangkan Perilaku Moral Siswa Kelas XI Di MAN 3 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Djoko Budi Santoso, M.Pd, (2) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd Kata kunci: bibliokonseling, perilaku moral, siswa kelas XI. Perilaku moral sangatlah penting untuk dikembangkan secara optimal, khususnya pada kalangan remaja. Tidak terkecuali pada siswa kelas XI di MAN 3 Malang. Siswa akan mengalami masalah dengan dirinya sendiri dan lingkungannya ketika perilaku dalam dirinya tidak dikembangkan sesuai perkembangan moral yang harus dicapai. Bibliokonseling adalah salah satu teknik bimbingan yang dapat digunakan untuk memfasilitasi siswa dalam mengatasi masalahnya. Penggunaan bibliokonseling dalam bidang pendidikan sebenarnya dapat menciptakan banyak manfaat, terutama untuk mengembangkan perilaku moral pada siswa kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai bibliokonseling tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan bibliokonseling untuk mengembangkan perilaku moral siswa kelas XI di MAN Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu menggunakan one group pretest posttest desain. Pengumpulan data menggunakan teknik penyebaran angket perilaku moral, observasi dan wawancara. Peneliti melaksanakan uji media kepada tiga ahli yaitu, ahli bahasa, ahli isi, dan ahli media. Media yang digunakan sebagai treatment adalah bahan bacaan tentang sikap dan perilaku moral dalam hubungannya dengan diri sendiri. Bibliokonseling yang digunakan dalam treatment berbentuk cerita pendek berjudul: (1) Harga Sebuah Kejujuran, (2) Sikap Tanggung Jawab, (3) Haji Wage: Manfaat Standar Perilaku dan Disiplin Tinggi, (4) Perjuangan Hidup, (5) Tetap Percaya Diri, (6) Ada Apa dengan Sikap Ayah, dan bibliokonseling berbentuk artikel berjudul: (1) (Gaya Hidup Sehat) Sehat Itu Hak atau Amanah, (2)Yoris Sebastian Sukses Berkat Ide Kreatif. Analisis data menggunakan uji wilcoxon membandingan hasil pretest dan posttest setelah diberikan treatment. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penerapan bibliokonseling efektif untuk mengembangkan perilaku moral siswa kelas XI di MAN 3 Malang. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikansi p-value sebesar 0,043 (<0,05). Peneliti mengajukan beberapa saran yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: (1) teknik bibliokonseling diharapkan dapat menggunakan permodelan (ilustrasi) yang dilakukan oleh subjek sendiri, sehingga tretament yang diberikan melalui bacaan bisa lebih melekat pada subjek, (2) bagi konselor, dalam pengaplikasian teknik ini perlu mempersiapkan bacaan yang singkat dan diharapkan dapat mengalokasikan waktu dengan baik, (3) bagi siswa, diharapkan dapat memanfaatkan penerapan bibliokonseling untuk mengembangkan perilaku moralnya, (4) bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan teknik eksperimen lain yang menggunakan kelompok kontrol, peneliti dapat memperkecil pengaruh luar terhadap kelompok eksperimen sehingga pengaruh treatment lebih nyata.

Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), dana pihak ketiga, dan Non Performing Loan (NPL) terhadap penyaluran kredit BPR Mitra Dhanaceswara Lamongan / Murni

 

ABSTRAK Murni. 2015. Pengaruh CAR (Capital Adequacy Ratio), LDR (Loan To Deposit Ratio), Dana Pihak Ketiga dan NPL (Non Performing Loan) terhadap Penyaluran Kredit BPR Mitra Dhanaceswara Lamongan. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Lisa Rokhmani, M.Si (II) Dr. Dwi Wulandari, S.E., M.M Kata Kunci: CAR (Capital Adequacy Ratio), LDR (Loan To Deposit Ratio), Dana Pihak Ketiga, NPL (Non Performing Loan), Penyaluran Kredit BPR Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh CAR (Capital Adequacy Ratio), LDR(Loan to Deposito Ratio), Dana Pihak Ketiga, NPL (Non Performing Loan) terhadap penyaluran kredit yang dilakukan oleh BPR baik secara parsial maupun secara simultan. Latar belakang peneliti meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi penyaluran kredit ini adalah tingginya pertumbuhan kredit di Bank Perkreditan Rakyat yang melampaui jumlah Dana Pihak Ketiga sehingga menyebabkan nilai LDR rendah dan masih tingginya nilai NPL BPR di Jawa Timur. Bank memiliki peran penting untuk memajukan perekonomian, untuk itu fungsi intermediasi dalam menyalurkan kredit harus tetap terjaga. Subjek dalam penelitian ini adalah BPR Mitra Dhanaceswara dan objeknya adalah variabel bebas dalam penelitian ini yakni CAR (Capital Adequacy Ratio), LDR(Loan to Deposito Ratio), Dana Pihak Ketiga, NPL (Non Performing Loan). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dengan mengumpulkan informasi mengenai data-data yang terkait dan menganalisis laporan keuangan BPR Mitra Dahanaceswara kemudian menjabarkannya dalam penelitian. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak adannya pengaruh antara CAR (Capital Adequacy Ratio) terhadap penyaluran kredit. Hal ini disebabkan beberapa hal salah satunya adalah adanya kebijakan intern BPR Mitra Dhanaceswara mengenai pembatasan kredit pada tahun 2013. Adanya pembatasan kredit akan mengurangi kredit yang disalurkan oleh BPR, sehingga meskipun CAR tinggi atau rendah tidak akan mempengaruhi besarnya kredit yang disalurkan oleh BPR Mitra Dhanaceswara. Sedangkan LDR (Loan to Deposit Ratio) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit, dan Dana Pihak Ketiga juga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit. Kemudian NPL (Non Performing Loan) berpengaruh secara negatif dan signifikan pula terhadap penyaluran kredit. Secara simultan, CAR (Capital Adequacy Ratio), LDR (Loan to Deposito Ratio), Dana Pihak Ketiga, NPL (Non Performing Loan) berpengaruh secara signifikan terhadap penyaluran kredit. Variabel yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah variabel Loan to Deposit Ratio Adapun saran dari penelitian ini adalah untuk dapat meningkatkan kredit yang disalurkan BPR diharapkan memperhatikan Loan to Deposit Ratio sebagai variabel yang paling berpengaruh terhadap penyaluran kredit. Semakin tinggi rasio LDR akan meningkatkan kredit yang disalurkan. Rasio LDR yang baik bekisar antara 85-100%, oleh sebab itu disamping BPR ingin meningkatkan kreditnya juga harus memperhatikan nilai LDR BPR karena nilai LDR yang tinggi juga tidak baik untuk likuiditas dan kesehatan bank meskipun kredit yang disalurkan meningkat.

Persepsi konsumen larissa skin care & hair treatment Malang terhadap customer relationship management dan pengaruhnya pada loyalitas pelanggan / Asteria Mutiara Sari

 

Kata kunci: customer relationship management, loyalitas pelanggan. Bisnis jasa Skin Care Center semakin populer dan banyak bermunculan saat ini dengan menonjolkan keunggulan masing-masing perusahaan, untuk memenangkan persaingan yang terjadi di pasar, setiap perusahaan harus mampu memberikan kepuasan bagi setiap konsumen. Kotler (2003:19) mengemukakan bahwa “tujuan pemasaran hendaknya mampu untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan para pelangganya”. Pemikiran ini menunjukkan bahwa kepuasan yang dirasakan oleh konsumen secara berulang-ulang akan menghasilkan pelanggan yang loyal terhadap suatu produk. Kepuasan pelanggan bisa dicapai dengan pelayanan bermutu baik, cepat dan tepat yang diberikan oleh perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel-variabel customer relationship management yang mempengaruhi loyalitas pelanggan. Penelitian ini mempuyai dua variabel, yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas (X) terdiri dari sub-variabel, yaitu identifikasi (X1), diferensiasi (X2), interaksi (X3), kustomisasi (X4) sedangkan variabel terikatnya (Y) adalah loyalitas pelanggan. Penelitian ini merupakan penelitian kausalitas. Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan pengaruh customer relationship management secara parsial maupun secara simultan terhadap loyalitas pelanggan Larissa Skin Care&Hair Treatment. Populasi dalam penelitian ini pelanggan Larissa Skin Care and Hair Treatment Malang yang telah melakukan pembelian terhadap produk dan jasa.. Sedangkan sampel dalam penelitian ini berjumlah 100. Kondisi customer relationship management (identifikasi, diferensiasi, interaksi, kustimisasi) dan loyalitas pelanggan Larissa Skin Care & Hair Treatment sudah baik. Hasil penelitian ini adalah: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan identifikasi secara parsial terhadap loyalitas pelanggan Larissa Skin Care & Hair Treatment Malang, terdapat pengaruh positif dan signifikan diferensiasi secara parsial terhadap loyalitas pelanggan Larissa Skin Care & Hair Treatment Malang, terdapat pengaruh positif dan signifikan interaksi secara parsial terhadap loyalitas pelanggan Larissa Skin Care & Hair Treatment Malang, terdapat pengaruh positif dan signifikan kustomisasi dan loyalitas pelanggan Larissa Skin Care & Hair Treatment Malang; (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan secara simultan customer relationship management terhadap loyalitas pelanggan Larissa Skin Care & Hair Treatment Malang: (3) variabel yang dominan mempengaruhi loyalitas pelanggan Larissa Skin Care & Hair Treatment Malang adalah interaksi. Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian yang didapatkan adalah Saran pertama ditujukan kepada Larissa Skin Care & Hair Treatment Malang, yaitu hendaknya selalu memperhatikan kebutuhan dan keinginan pelanggan dengan pemahaman yang lebih melalui Customer relationship management terutama interaksi yang dilakukan oleh kepada Larissa Skin Care & Hair Treatment Malang kepada setiap pelanggan dan mengembangkan proses identifikasi, diferensiasi, interaksi dan kustomisasi lebih beragam dan tepat sasaran lagi sesuai perkembangan teknologi. Saran kedua ditujukan kepada peneliti yang tertarik untuk melanjutkan penelitian ini, yaitu untuk mencoba melakukan penelitian pada bidang bisnis lain selain pelayanan jasa dengan variabel customer relationship management yang berbeda agar nantinya hasil penelitian yang diperoleh dapat dijadikan sebagai perbandingan bagaimana pengaruh customer relationship management terhadap loyalitas pelanggan.

Faktor-faktor penyebab terjadinya penjualan lahan pertanian masyarakat di Desa Pungging Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto / Ristanti Anindya Putri

 

ABSTRAK Anindya, Ristanti. 2015. Faktor- FaktorPenyebabTerjadinyaPenjualanLahanPertanian Masyarakat Di DesaPunggingKecamatanPunggingKabupatenMojokerto.Skripsi, JurusanPendidikanGeografiFakultasIlmuSosialUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti AW. M. Si. (II) Drs. Yusuf Suharto M. Pd Kata Kunci:penjualanlahan, sawah, transformasimatapencaharian KecamatanPunggingmerupakansalahsatukecamatan yang berada di KabupatenMojokerto yang terdiridari19 Desa.Salah satunyaadalahDesaPungging yang sekarangsudahmenjadiwilayahpengembangankawasanindustri.Secaratidaklangsungmemberikanefekpadamasyarakatsekitar yang mengalamitransformasi.Masyarakat yangbermatapencahariansebagaipetanidansekarangsebagianbesarmasyarakatberalihprofesi di bidang non pertanian.Hal inidisebabkankarenakeuntungan yang merekadapatdalambertanitersebutcukup minim ataubahkantidakmendapatkanlaba.Sehinggasebagianbesarmasyarakatmemutuskanuntukmenjuallahanmerekauntukdijadikannyalahanindustri. Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikanfaktorapasaja yang menjadipenyebabdijualnyalahanpertaniandaritahun 2012 hingga2015. Untukmengetahuiadanyatransformasimatapencaharian di DesaPunggingKecamatanPunggingKabupatenMojokerto.Metodepenelitian yang dipakaidalampenelitianinimenggunakanmetode survey yang bersifatexpostfacto.Objekpenelitianiniyaituberupaluaslahan yang dijualdanresponden yang merupakanpetani yang sudahmenjuallahanmerekamenjadilahanindustrisebanyak 60 responden.Hasilpenelitianiniyaitufaktor yang menjadipenyebabpenjualanlahanpertanianyaituvariabeljumlahrumahtangga, pertumbuhanekonomi, jumlahpetanidandoronganpermintaanlahanuntukkenonpertanian. Hasilpenelitianbahwasebagianbesaralasanmerekadalammenjuallahaniniagar memperolehuanguntukdijadikan modal usaha, denganmemilikitoko, membangunrunahkos, jugamenjadipengrajin. Denganbegitumerekaberfikirusaha yang merekarintissendiribisamemperolehkeuntungansecaraberkaladaripadaharusmengandalkanhasilproduksi yang diperolehsaatbertani.Keputusanmenjuallahanpertanian yang merekamilikijugasebgaianbesarataskeinginanmerekasendiri agar memperolehuang, denganbegitumerekabisamemanfaatkanuangmerekadenganbaikdanbijak.PadadesaPungginginijugaterjaditransformasimatapencaharian yang diakibatkandarisemakinbnyaklahan yang dijual.Sehinggamerekaberalihprofesisesuaidengankeahlianmasing-masing yang dimiliki.Saran yang diberikanuntukpenelitianiniadalahperluadnyasuatuintensifmelalui instrument pajakdanbantuan/subsidibagipetanipenggarappemiliksawah.Masyarakatharusbekerjasamadalammenjalankan program pemerintahkhususnyadalamhalpembangunandaerah agar dapatterciptalingkungan yang nyamandansejahtera.

Pengaruh komitmen karyawan terhadap kinerja karyawan (studi pada karyawan unit pelaksana teknis Dinas Pendapatan Propinsi Jawa Timur di Jombang) / Wahyu Wisnu Wardhana

 

Kata Kunci : Komitmen karyawan, kinerja karyawan Komitmen karyawan memiliki dua komponen yaitu sikap dan kehendak untuk bertingkah laku. Sikap mencakup identifikasi dengan organisasi yaitu penerimaan tujuan organisasi, di mana penerimaan ini merupakan dasar komitmen karyawan. Identifikasi pegawai tampak melalui sikap menyetujui kebijaksanaan organisasi, kesamaan nilai pribadi dan nilai-nilai organisasi, rasa kebanggaan menjadi bagian dari organisasi. Sikap juga mencakup keterlibatan seseorang sesuai peran dan tanggungjawab pekerjaan di organisasi tersebut. Pegawai yang memiliki komitmen tinggi akan menerima hampir semua tugas dan tanggungjawab pekerjaan yang diberikan padanya. Selain itu sikap juga mencakup kehangatan, afeksi, dan loyalitas terhadap organisasi merupakan evaluasi dari komitmen, serta adanya ikatan emosional dan keterikatan antara organisasi dengan pegawai. Pegawai dengan komitmen tinggi merasakan adanya loyalitas dan rasa memiliki terhadap organisasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran deskriptif tentang komitmen karyawan serta kinerja Karyawan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan Propinsi Jawa Timur di Jombang serta pengaruh masing-masing variabel komitmen afektif(X1), komitmen normatif(X2) dan komitmen berkelanjutan (X3) dan kinerja (Y) baik secara parsial maupun simultan menggunakan analisis regresi liear berganda. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan Propinsi Jawa Timur di Jombang yang berjumlah 29 orang. Analisis data menggunakan bantuan ¬SPSS 15.00 for windows. Maka dari uraian di atas saran yang dapat diberikan untuk meningkatkan komitmen terutama pada variabel normatif yang merupakan perasaan bangga menjadi seorang karyawan yang bekerja pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan Propinsi Jawa Timur di Jombang. Dengan adanya pendidika dan pelatihan tentang kepedulian para karyawan terhadap instansi tempat mereka bekerja akan dapat tercipta suasana kerja yang hangat sehingga karyawan dapat bekerja untuk mencapai tujuan instansi dan demi masa depan serta keberlangsungan instansi.

Pengaruh kebiasaan belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa mata pelajaran akuntansi (studi kasus pada siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kademangan Program Studi Ilmu Pengetahuan Sosial) / Elly Masrifah

 

Kata Kunci: Prestasi Belajar, Kebiasaan, Motivasi. Pendidikan merupakan salah satu ujung tombak kemajuan bangsa. Pendidikan merupakan tahap kegiatan yang bersifat kelembagaan yang dipergunakan untuk menyempurnakan perkembangan individu dalam penguasaan pengetahuan dan dalam pembentukan sikap. Dalam pendidikan tidak lepas dari kegiatan belajar. Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidup. Belajar juga merupakan proses dan merupakan unsur yang sangat penting dalam setiap pendidikan. Ini berarti berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan itu sangat bergantung pada proses belajar yang dialami oleh siswa, baik di sekolah maupun di rumah. Untuk memperoleh prestasi belajar yang baik dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya kebiasaan belajar dan motivasi belajar. Dari faktor itu dapat diketahui tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebiasaan belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah pada siswa SMA Negeri 1 Kademangan kelas XII Program Studi Ilmu Pengetahuan Sosial tahun ajaran 2010/2011 sebanyak 107 siswa dan hanya diambil sampel sebanyak 69 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan kuesioner yang diberikan kepada responden dan dianalisis menggunakan Analisis Regresi Berganda dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows. Penelitian ini menggunakan uji regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat ( prestasi belajar). Hasil penelitian regresi menunjukkan bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel yaitu sebesar Fhitung 31,101 sedangkan Ftabel 1,95 pada taraf kepercayaan sebesar 95%, maka kebiasaan belajar dan motivasi belajar berpengaruh secara simultan terhadap prestasi belajar. thitung pada variabel kebiasaan sebesar 3,560 dan ttabel 2,002 pada taraf kepercayaan 95 %, karena thitung lebih besar dari ttabel, maka hipotesisnya diterima atau kebiasaan belajar mempengaruhi prestasi belajar. thitung pada variabel motivasi 2,760 dan ttabel 2,002 pada taraf kepercayaan 95 %, karena thitung lebih besar dari ttabel, maka hipotesisnya diterima atau motivasi belajar mempengaruhi prestasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa secara umum keboasaan belajar dan motivasi belajar mempengaruhi prestasi belajar siswa program studi ilmu pengetahuan sosial pada SMA Negeri 1 Kademangan. Untuk para pembaca yang menginginkan untuk meneliti ulang diharapkan mengembangkan instrumen dan menambah variabel yang lebih menarik. Siswa diharapkan bisa membiasakan untuk belajar lebih baik supaya mendapat prestasi yang baik.

Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X IIS 1 di SMA Negeri 1 Singosari / Riszky Dewi Eritasari

 

ABSTRAK Eritasari, Riszky Dewi. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X IIS 1 SMA Negeri 1 Singosari. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Prodi S1 Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : 1. Drs.H. Sapir, S.Sos, M.Si 2. Drs. Mardono, M.Si Kata kunci : Model PBL, Hasil Belajar, SMAN 1 Singosari Pendidikan adalah parameter untuk mengetahui nilai sumber daya manusia yang ada di suatu Negara. Berhasil tidaknya suatu pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis di SMA Negeri 1 Singosari, diketahui bahwasanya nilai siswa kelas X IIS 1 masih banyak yang kurang. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah metode yang digunakan untuk mengajar. Metode yang digunakan oleh guru adalah metode ceramah dan tanya jawab yang mana metode ini menjadikan siswa pasif dan kurang kreatif untuk menangkap materi yang diajarkan. Oleh karena itu, peneliti ingin menerapkan model pembelajaran PBL untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IIS 1 SMA Negeri 1 Singosari. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, dapat dilihat dari 2 ranah yaitu ranah kognitif dan ranah afektif. Dari ranah kognitif dalam siklus I didapatkan nilai dari hasil pre test 8,57 dan post test 82,85 % sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa kelas X IIS 1 meningkat menjadi 94,28 % Dan dilihat dari ranah afektif diketahui pada siklus I hasil belajar siswa kelas X IIS 1 yaitu 73,3 % sedangkan pada siklus II menjadi 90,2 %. Ini membuktikan bahwasanya ranah kognitif dan afektif nilai ketercapaian meningkat hingga > 85%. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwasanya hasil belajar ekonomi siswa kelas X IIS 1 SMA Negeri 1 Singosari meningkat setelah diterapkannya model pembelajaran PBL. Selain itu siswa juga tidak lagi pasif melainkan aktif dan tanggap dalam menyelesaikan masalah yang diberikan didalam kelas. Dari hasil kesimpulan diatas disarankan pada guru mata pelajaran ekonomi kelas X IIS 1 SMA Negeri 1 Singosari.untuk menerapkan metode PBL karena dari hasil penelitian didapatkan bahwa siswa lebih aktif dengan metode tersebut. Bagi siswa kelas X IIS 1 SMA Negeri 1 Singosari diharapkan dapat lebih giat lagi belajar sehingga hasil belajar yang dicapai dapat semakin baik dengan metode tersebut. Dan untuk peneliti lain, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan dan menerapkan model pembelajaran PBL baik itu untuk pelajaran ekonomi maupun untuk pelajaran yang lain.

Penggunaan media audio-visual screencast-o-matic sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sejarah Indonesia kelas XI IIS 3 SMA Negeri 7 Malang / Ayu Yuztia Wardani

 

ABSTRAK Wardani, Ayu Yuztia. 2015. Penggunaan Media Audio-Visual Screencast-O-Matic Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Kelas XI IIS 3 SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Aditya Nugroho Widiadi S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Media Screencast O Matic, Hasil Belajar, Pembelajaran Sejarah Hasil belajar merupakan salah satu aspek yang penting dalam pembelajaran sejarah, namun tidak semua siswa memperoleh hasil belajar yang baik. Berdasarkan temuan peneliti di lapangan, hasil belajar siswa kelas XI IIS 3 SMA Negeri 7 Malang masih tergolong rendah. Hal ini dapat dibuktikan dari nilai Ulangan Harian pada tanggal 21 Oktober 2014 dan. Dari data hasil belajar siswa terdapat 18 siswa yang tidak memenuhi SKM dan hanya 8 siswa yang nilainya memenuhi SKM. Berdasarkan temuan peneliti, maka perlu adanya upaya perbaikan dalam pembelajaran sejarah. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan media yang inovatif dalam pembelajaran sejarah, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IIS 3 SMA Negeri 7 Malang dengan memanfaatkan media Screencast O Matic. Pendekatan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IIS 3 yang terdiri atas 13 siswa dan 13 siswi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data tentang pemanfaatan media Screencast O Matic dalam pembelajaran sejarah dan hasil belajar siswa kelas XI IIS 3. Prosedur pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Teknik analisis yang dipakai menggunakan model analisis data interaktif dari Miles & Hubermen yang terdiri atas beberapa tahap yaitu tahap reduksi data, displai data, dan konklusi. Penelitian ini terdiri atas dua siklus dan pada setiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media Screencast O Matic dalam pembelajaran sejarah di kelas XI IIS 3 dapat membantu siswa dalam menerima pesan dengan dengan baik. Screencast O Matic merupakan media yang dapat diamati oleh siswa sehingga dapat meningkatkan daya konsentrasi siswa dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil tes yang diperoleh peneliti, maka dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa mencapai 63,61 sementara rata-rata hasil belajar sebelum diberikan tindakan mencapai 56,45 sehingga pada siklus I hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 7,16. Pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa mencapai 77,65 dan mengalami peningkatan sebesar 14,04 dari siklus sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media Screencast O Matic dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IIS 3 SMA Negeri 7 Malang. Dengan demikian peneliti menyarankan kepada guru untuk memanfaatkan media Screencast O Matic dalam pembelajaran sejarah maupun dalam mata pelajaran lain.

Pengaruh pemberian matrium bisulfit dengan berbagai konsentrasi dan lama penyimpanan terhadap jumlah koloni mikroba pada sale pisang Ambon / oleh Sukati

 

Penerapan model pembelajaran SAVI dengan media prezi online untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan (studi pasa kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Kabupaten Malang) / Anisa Wikan Palupi

 

ABSTRAK Palupi, Anisa Wikan. 2015. Penerapan Model Pembelajaran SAVI dengan Media Prezi Online untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Studi pada Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Kabupaten Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Tata Niaga, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Agung Winarno, M.M (2) Drs. H. Gatot Isnani, M. Si. Kata Kunci: SAVI, prezi online, hasil belajar, prakarya dan kewirausahaan Model pembelajaran SAVI merupakan cara belajar yang menggabungkan antara gerakan fisik, dengan aktivitas intelektual, dan penggunaan semua indra untuk memberikan pengaruh yang besar pada proses pembelajaran. Media Presentasi Prezi Online merupakan sebuah perangkat lunak untuk presentasi berbasis internet, selain untuk presentasi Prezi juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengeksplorasi dan berbagi ide di atas kanvas virtual. Pola pembelajaran konvensional yang sering dilakukan dan media pembelajaran yang hanya berupa papan tulis dan modul tidak bisa membuat siswa belajar secara maksimal. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan kurang memuaskan karena sebagian besar siswanya tidak tuntas belajar, nilai mereka tidak mencapai angka 75. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Bagaimanakah penerapan model pembelajaran SAVI dengan media Presentasi Prezi Online pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan? (2) Apakah penerapan model pembelajaran SAVI dengan media Presentasi Prezi Online dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan? Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian adalah 44 siswa kelas X APK SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Kabupaten Malang tahun ajaran 2014/2015. Pengumpulan data penelitian diambil dari: (1) tes, (2) observasi, (3) wawancara, (4) catatan lapangan, dan (5) dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus mencakup 4 tahap kegiatan yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Model pembelajaran SAVI terdiri dari 4 tahapan yaitu : (1) persiapan, (2) penyampaian, (3) pelatihan, (4) penampilan hasil. Hasil dari penelitian ini adalah persentase rata-rata aktivitas atau proses belajar siswa mengalami kenaikan sebesar 12,23%. Hasil belajar siswa aspek kognitif siklus I mengalami kenaikan nilai rata-rata sebesar 36,57%. Hasil belajar siswa aspek kognitif siklus II mengalami kenaikan nilai rata-rata sebesar 31,15%. Nilai post test siklus I mengalami kenaikan sebesar 9,79% sedangkan nilai post test siklus II mengalami kenaikan sebesar 10,46% dari nilai ulangan guru sebelumnya. Hasil belajar siswa aspek psikomotorik juga mengalami kenaikan persentase rata-rata sebesar 24,38%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Penerapan model pembelajaran SAVI dengan media presentasi Prezi Online dilaksanakan dalam dua siklus, dan dalam empat tahapan. (2) Penerapan model pembelajaran SAVI dengan media Prezi Online dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena jumlah siswa yang tuntas belajar dan jumlah nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan baik pada siklus I maupun siklus II jika dibandingkan dengan nilai ulangan guru sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut: (1) Bagi Guru Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, model pembelajaran SAVI dengan media Prezi Online dapat dijadikan alternatif pilihan dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan catatan lebih menekankan untuk pengendalian siswa pada saat pembelajaran SAVI dengan media Prezi Online, khususnya pada saat tahap pelatihan. Serta dapat membangkitkan motivasi siswa supaya berperan aktif dalam proses pembelajaran. (2) Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi dengan penelitian yang serupa. Peneliti lain dapat mengembangkan dan melakukan penelitian terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan maupun mata pelajaran lain yang menuntut siswa agar lebih aktifbaik lisan maupun tertulis. Peneliti lain juga dapat mengkolaborasikan model pembelajaran SAVI dengan model pembelajaran yang lain.

Penggunaan media pembelajaran Doraemon pintar untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional anak di kelompok B Lion TK Laboratorium Universzitas Negeri Malang / Sri Wahyuni

 

Penerapan pembelajaran matematika realistik untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X SMK Negeri 1 Pogalan / Tri Adjie Nugroho

 

Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ipung Yuwono, M.S, M.Sc, dan (2) Dr. rer. nat. I Made Sulandra, M.Si Kata-kata Kunci: Pembelajaran Matematika Realistik, Motivasi, Hasil Belajar, Program Linier. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran yang terjadi di SMK Negeri 1 Pogalan Trenggalek. Pembelajaran yang terjadi masih berpusat pada guru sehingga siswa hanya bekerja secara prosedural dan memahami matematika tanpa penalaran. Guru biasanya menyajikan materi terlebih dahulu kepada siswa, kemudian memberikan contoh soal, dan selanjutnya memberikan soal-soal latihan kepada siswa. Rata-rata siswa kelas X SMK Negeri 1 Pogalan tahun pelajaran 2009/2010 memiliki motivasi belajar yang masih rendah dan nilai ulangan harian materi program linier hanya 60% siswa yang mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan. Dengan memperhatikan permasalahan-permasalahan yang telah dipaparkan di atas, maka perlu dilakukan upaya pengembangan strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa dengan mengaitkan ide-ide matematika dengan realitas disekitar siswa, yaitu dengan menerapkan pembelajaran matematika realistik. Pembelajaran matematika realistik dalam penelitian ini adalah pembelajaran melalui Pendidikan Matematika Realistik(PMR) Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Data penelitian meliputi: (1) skor hasil tes, (2) skor hasil pengamatan aktivitas guru dan aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran,(3) skor hasil angket motivasi siswa, dan (4) hasil wawancara terhadap subjek penelitian. Penerapan pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa terhadap materi program linier. Ketuntasan klasikal tes akhir meningkat dari siklus I ke siklus II, hasil pengamatan aktivitas guru dan siswa meningkat dari siklus I ke siklus II, hasil angket motivasi awal siswa dan angket motivasi akhir siswa menunjukkan peningkatan. Beberapa temuan pada penelitian ini adalah (1) Kesulitan siswa umumnya terletak pada saat mengubah soal cerita ke model matematika dan menggambar grafik, (2) Siswa merasa senang belajar materi program linier melalui pembelajaran matematika realistik. Hal ini dikarenakan permasalahan yang diberikan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang dipelajarinya.

Peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) pada mata pelajaran pengelolaan usaha pemasaran di SMK PGRI 3 Malang / Fadhlillah Imam Kurnain

 

ABSTRAK Kurnain, Fadhlillah Imam. 2015. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) Pada Mata Pelajaran Pengelolaan Usaha Pemasaran di SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suwarni, M.Si, (II) Handri Dian Wahyudi, S.E., M.Sc. Kata Kunci: Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS), hasil belajar Sebagian siswa kelas XPJB di SMK PGRI 3 Malang pada mata pelajaran Pengelolaan Usaha Pemasaran memperoleh hasil belajar yang kurang. Salah satu pemecahannya adalah dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif menawarkan beberapa model, salah satunya adalah model two stay two stray. Melalui model pembelajaran kooperatif two stay two stray siswa dilatih bekerjasama, saling mendengarkan pendapat teman dan bertanggung jawab menunjukkan penguasaannya terhadap materi yang ditugaskan oleh guru. Struktur two stay two stray memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagi hasil dan informasi dengan kelompok lain. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui: 1) Bagaimanakah penerapan model pembelajaran two stay two stray pada mata pelajaran pengelolaan usaha pemasaran di SMK PGRI 3 Malang, 2) Apakah penerapan model pembelajaran two stay two stray pada mata pelajaran pengelolaan usaha pemasaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XPJB SMK PGRI 3 Malang, 3) Apakah kendala dan solusi saat penerapan model pembelajaran two stay two stray pada mata pengelolaan usaha pemasaran siswa kelas XPJB SMK PGRI 3 Malang? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pengelolaan usaha pemasaran siswa kelas XPJB semester genap 2014/2015 di SMK PGRI 3 Malang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian adalah siswa kelas XPJB SMK PGRI 3 Malang tahun 2014/2015. Pengumpulan data menggunakan tes, observasi, catatan lapangan, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Setiap siklus mencakup 4 tahap kegiatan yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan 4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penerapan model Two Stay Two Stray yaitu: (a) pembagian kelompok, (b) pembagian handout, (c) berdiskusi, (d) bertamu ke kelompok lain, (e) evaluasi; 2) dalam penerapan model pembelajaran two stay two stray terjadi peningkatan pada hasil belajar ranah kognitif dan ranah afektif. Dalam ranah kognitif prosentase ketuntasan pra tindakan yaitu 26% meningkat pada siklus I menjadi 76% dan pada siklus II meningkat menjadi 92%. Pada ranah afektif prosentase ketuntasan pra tindakan yaitu 41% menjadi 68% pada siklus I dan 88% pada siklus II; 3) salah satu kendala penerapan model pembelajaran two stay two stray yaitu memerlukan manajemen waktu yang lebih baik sehingga guru harus lebih cermat dalam memanajemen waktu. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan peneliti yaitu: 1) guru disarankan untuk menggunakan pembelajaran kooperatif model two stay two stray dalam kegiatan belajar mengajar, 2) siswa lebih mempersiapkan diri sebelum mengikuti pembelajaran di kelas, yang diharapkan siswa akan lebih mampu dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, 3) disarankan untuk peneliti selanjutnya agar lebih memperhatikan penggunaan waktu dalam kegiatan penelitian dan menggunakan metode pembelajaran kooperatif model two stay two stray pada mata pelajaran lain.

Penerapan strategi pembelajaran think pair share (TPS) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar fisika siswa kelas VIII G di SMP Negeri 1 Blitar / Kasiyatin

 

Jurusan IPA Universitas Malang. Pembimbing (1) Dr. Muhardjito, M.S, pembimbing (2) Dr. Endang Suarsini, M.S. Kata Kunci: Think Pair Share (TPS), motivasi belajar, hasil belajar. Berdasarkan observasi diperoleh pola pembelajaran IPA di kelas VIIIG SMP Negeri 1 Blitar cenderung berpusat pada guru, di mana siswa kurang berkesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan belum terlibat langsung dalam pembelajaran. Rendahnya motivasi belajar siswa akibat dari kepasifan siswa dalam pembelajaran di kelas. Guru kurang melatihkan diskusi kelompok sehingga prestasi belajar siswa belum optimal. Solusi pemecahkan masalah tersebut diterapkan suatu pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif yang dipilih adalah model TPS. Selain dapat meningkatkan motivasi siswa, model ini juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) adalah suatu pendekatan pembelajaran kooperatif yang mengajak siswa untuk berpikir (Think), berpasangan (Pair), berbagi (Share). Guru memberikan permasalahan diskusi dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir secara individual, kemudian mencocokkan hasil jawaban dengan teman sebangku, setelah itu menyampaikan jawaban kepada kelompok lain. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Blitar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Nilai Rata-rata motivasi belajar siswa pada siklus I yaitu 69% dan pada siklus II yaitu 88%. Rata-rata hasil belajar pada siklus I yaitu 80,4 dan pada siklus II mencapai 83,7. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar fisika siswa SMP Negeri 1 Blitar. Saran yang dilakukan berdasarkan hasil pada penelitian ini yaitu, 1) bagi guru bidang studi disarankan untuk menerapkan model pembelajaran ini pada materi dengan karakteristik yang sesuai; 2) bagi peneliti lain yang ingin menerapkan model pembelajaran yang sama hendaknya tahapan metode yang digunakan haruslah dilaksanakan dengan tahapan yang benar dan sesuai, dan 3) para peneliti lain yang ingin menggunakan model pembelajaran yang sama hendaknya juga meneliti aspek lain selain aspek kognitif pada prestasi belajar siswa.

Penerapan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa (studi pada kelas X Penjualan pada mata pelajaran analisa dan riset pasar di SMK PGRI 3 Malang) / Koko Budi Setiyawan

 

ABSTRAK Setiyawan. Koko. B. 2015 Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa (Studi Pada Kelas X Penjualan Pada Mata Pelajaran Analisa dan Riset Pasar di SMK PGRI 3 malang). Skripsi. Jurusan Manajemen. Program Studi Pendidikan Tata Niaga. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suwarni, M.Si (II) Drs. Mohammad Hari, M.Si Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), Aktivitas, Hasil Belajar Model pembelajaran Problem Based Learning merupakan suatu model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata yang dituangkan kedalam studi kasus yang telah disesuaikan dengan materi sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan ketrampilan pemecahan masalah, untuk memperoleh pengetahuan dari materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan Model Problem Based Learning dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran analisa dan riset pasar siswa kelas X Penjualan SMK PGRI 3 Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus, dimana setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Model pembelajaran Problem Based Learning ini dilaksanakan dalam 5 tahap yaitu: tahap ke-1 Orientasi siswa pada masalah; tahap ke-2 Mengorientasi siswa untuk belajar; tahap ke-3 Membimbing penyelidikan individual dan kelompok; tahap ke-4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya; tahap ke-5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 74,2% dan siklus II sebesar 90,2%. Sedangkan hasil belajar juga mengalami peningkatan, hasil belajar terdiri dari aspek kognitif dan afektif, untuk aspek kognitif membandingkan hasil nilai post test dengan nilai sebelum penerapan model PBL setiap siklus. Sedangkan aspek afektif dianalisis dengan menghitung presentase frekuensi setiap indikator yang muncul. Ketentuan nilai batas minimum ketuntasan belajar siswa untuk mata diklat analisa dan riset pasar adalah 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar aspek kognitif siklus I 75% dan siklus II 79,8%. Saran yang dapat diberikan peneliti dari penelitian yang telah dilakukan ini adalah: Bagi kepala Sekolah disarankan untuk menambah dan melengkapi literatur agar siswa dapat memperbanyak wawasan dan pengetahuannya salah satunya melalui membaca buku-buku literatur yang disediakan oleh sekolah; Bagi Guru yang menerapkan model pembelajaran PBL disarankan untuk lebih tegas dalam proses pembelajaran, agar siswa tidak gaduh dan mengganggu dalam proses pembelajaran. untuk lebih meningkatkan keaktivan dan motivasi siswa pada proses pembelajaran, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai maksimal; Bagi peneliti lain diharapkan mampu memperbaiki kekurangan pada model Problem Based Learnning sebagi salah satu upaya untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa

Penerapan model pembelajaran problem based introduction untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan (studi pada siswa kelas XI Program Keahlian Multimedia SMK Muhammadiyah 3 Singosari Kabupaten Malang) / Panggih Riski Trimayda

 

ABSTRAK Trimayda, Panggih Riski. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Introduction Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kewirausahaan (Studi Pada Siswa Kelas XI Program Keahlian Multimedia SMK Muhammadiyah 3 Singosari Kabupaten Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Tata Niaga, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Agus Hermawan, M. Si, Grad Dip MGT., M. Bus (2) Drs. H. Gatot Isnani, M. Si. Kata Kunci: problem based introduction, motivasi belajar, hasil belajar Model pembelajaran Problem Based Introduction atau pembelajaran berbasis masalah merupakan merupakan inovasi dalam pembelajaran karena dalam PBM kemampuan berpikir siswa betul-betul dioptimalisasikan melalui proses kerja kelompok atau tim yang sistematis, sehingga siswa dapat memberdayakan, mengasah, menguji, dan mengembangkan kemampuan berpikirnya secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Penerapan model pembelajaran Problem Based Introduction, (2) Motivasi siswa sesudah pelaksanaan pembelajaran Problem Based Introduction, (3) Hasil belajar siswa, (4) Kesesuaian model Problem Based Introduction dengan siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian adalah 42 siswa kelas XI Multimedia SMK Muhammadiyah 3 Singosari Kabupaten Malang tahun ajaran 2014/2015. Pengumpulan data penelitian diambil dari: (1) observasi, (2) wawancara, (3) tes, (4) kuesioner, (5) dokumentasi, dan (6) catatan lapangan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus mencakup 4 tahap kegiatan yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa aspek kognitif pada siklus I mengalami kenaikan nilai rata-rata sebesar 20,82%. Hasil belajar siswa aspek kognitif siklus II mengalami kenaikan rata-rata sebesar 25,1%. Nilai post test siklus I mengalami kenaikan sebesar 68,17% sedangkan nilai post test siklus II mengalami kenaikan sebesar 72,72%. Hasil belajar siswa aspek psikomotor mengalami kenaikan rata-rata sebesar 18,1%. Hasil proses belajar siswa siklus I mengalami kenaikan rata-rata sebesar 15,88%. Persentase motivasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Introduction mencapai rata-rata sebesar 85,79%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Penerapan model pembelajaran Problem Based Introduction dilakukan selama dua siklus, masing-masing dilaksanakan dua pertemuan. (2) Penerapan model pembelajaran Problem Based Introduction dapat memotivasi belajar siswa. Persentase motivasi belajar siswa mencapai rata-rata sebesar 85,79%. (3) Penerapan model pembelajaran Problem Based Introduction dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Nilai post test pada siklus I mencapai rata-rata persentase sebesar 68,17% dan siklus II mencapai rata-rata persentase sebesar 72,72%. Sedangkan pada aspek psikomotor siklus I mencapai rata-rata persentase sebesar adalah 78,82% dan siklus II mencapai persentase rata-rata sebesar 96,92%. (4) Penerapan model pembelajaran Problem Based Introduction sesuai untuk Mata Pelajaran Kewirausahaan. Berdasarkan penelitian ini dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut: (1) Bagi siswa, disarankan mengikuti proses pembelajaran dengan baik, mendengarkan dan memperhatikan guru ketika menjelaskan materi. Pada saat penerapan model pembelajaran Problem Based Introduction perlu ditingkatkan kembali pemahaman terhadap materi. (2) Bagi guru mata pelajaran kewirausahaan, diharapkan model pembelajaran Problem Based Introduction dapat dijadikan masukan dalam menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi sehingga dapat meningkatkan semangat belajar siswa serta meningkatkan hasil belajar. (3) Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi dengan penelitian yang serupa. Peneliti lain dapat mengembangkan dan melakukan penelitian terhadap hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Kewirausahaan maupun mata pelajaran lain yang menuntut siswa agar lebih aktif baik lisan maupun tertulis. Peneliti juga perlu memperhatikan kondisi kelas agar kegiatan belajar menggunakan model pembelajaran Problem Based Introduction berjalan dengan lancar.

Inventarisasi ikan bertulang keras (Osteichthyes) hasil tangkapan nelayan di pelabuhan kodya Probolinggo / oleh Dian Sri Wahyuni

 

Implementasi strategi distribusi pada pabrik rokok CV. Sejahtera Malang / Novita Ratna Insani

 

ABSTRAK Insani, NovitaRatna. 2015. ImplementasiStrategiDistribusipadaPabrikRokok CV. Sejahtera Malang. TugasAkhir, Program D-IIIManajemenPemasaran, JurusanManajemen, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Drs. Mohammad Arief, M.Si Kata kunci:SaluranDistribusi, StrategiDistribusi Sistemdistribusi yang diterapkanolehPabrikRokok CV. Sejahtera Malang ternyatamasihmeninggalkankendalabagiperusahaanyaitumenurunnyaawarenessmasyarakatterhadapproduk-produk dari PabrikRokok CV. Sejahtera Malang yang disebabkanolehkelemahanperusahaandalammengendalikandanmempertahankan system distribusi di wilayah local. PT. DwikaryaIndonesiaMandiri Malang merupakansatu-satunyapusatpemasaran dariPabrikRokok CV. Sejahtera Malang yang mengepalaiseluruhcabangpemasaran di PulauJawahinggakeluarPulauJawa.Strategidistribusi yang digunakanoleh PT. Dwikarya Indonesia Mandiri Malang merupakanstrategidistribusi yang jarangdilakukanolehperusahaan lain. Dengantidakmeninggikantingkatgengsiyang merupakankuncisuksesnyasemakinberkembangdanmajunyaprodukdariPabrikRokok CV. Sejahtera Malang. Faktor-faktor yang mempengaruhiimplementasistrategidistribusipadaPabrikRokok CV. Sejahtera Malang terbagimenjadiduabagian yang sangatberpengaruhgunakelangsunganusahaPabrikRokok CV. Sejahtera Malang kedepannyananti yang digunakansebagaiacuandanpedoman.Bagiantersebutyaitufaktorpendukung yang dimilikidanfaktorpenghambat yang harusdihadapiPabrikRokok CV. Sejahtera Malang.Adapunbeberapakeunggulanstrategidistribusi yang dimilikiolehPabrikRokok CV. Sejahtera Malang adalahsebagaiberikut:(1) AdanyaalatpromosisebagainilaitambahdayajualprodukPabrikRokok CV. Sejahtera Malang, (2) sertaSales Promotion Girl (SPG) adalahcaramerangkulcalonkonsumendengansupel, (3) danjugaekspedisi yang lancarsebagaipenerapanpenyalurandistribusikedaerah-daerah di luarpulau. Tujuanpenulisantugasakhiriniialahuntukmengetahui: (1) Berbagaistrategidistribusi yang digunakanolehPabrikRokok CV. Sejahtera Malang, (2) sertafaktorpendukungdanpenghambatdalampelaksanaanstrategidistribusipadaPabrikRokok CV. Sejahtera Malang, (3) danjugapermasalahandanpemecahanmasalahpadasaatmengatasipenyaluranprodukrokokPabrikRokokCV. Sejahtera Malang.Saran yang diperuntukkanuntukperusahaanantara lain: (1) haruscepatpekadalamberinovasimenciptakanstrategipromosisebagaipenunjangstrategidistribusi yang lebihbaiklagi, (2) Membuatalamatwebsiteperusahaansebagaialatpenunjangpeningkatanpengetahuancalonkonsumen.

Pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) untuk menumbuhkan kreativitas siswa pada sistem persamaan linear dua variabel / Susie Harini

 

Program Studi Pendidikan Matematka, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof.H. Akbar Sutawidjaja, M.Ed.Ph.D, (2) Dr. Sisworo,S.Pd,M.Si Kata kunci: kreativitas, pembelajaran kooperatif stad, sistem persamaan linear dua variabel. Matematika sebagai salah satu ilmu dasar, memegang peranan yang sangat penting. Maka pada pembelajaran, khususnya matematika, perlu dimasukkan aspek kreativitas, karena kreativitas merupakan kemampuan yang diperlukan seseorang dalam menghadapi permasalahan hidup sehari-hari. Untuk mengembangkan kreativitas siswa, perlu model pembelajaran yang mampu melatih keterampilan siswa. Dengan penerapan pembelajaran kooperatif STAD guru dapat mengkondisikan siswa aktif membangun pengetahuannya sendiri. Pengetahuan selanjutnya di bangun oleh siswa dengan cara bekerja sama dengan teman dalam satu kelompok. Setiap siswa di tuntut untuk saling bekerja sama serta melatih keterampilan siswa sehingga tumbuh kreativitas siswa. Setidaknya ada dua manfaat yang dapat diperoleh dalam pembelajaran kooperatif yaitu manfaat akademik dan manfaat sosial. Secara akademik siswa meningkatkan kreativitas dan pemahaman materi, secara sosial siswa belajar hidup bermasyarakat. Atas pertimbangan di atas maka penelitian ini dilakukan untuk menemukan jawaban atas masalah: (1) "Bagaimana pelaksanaan pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) yang dapat menumbuhkan kreativitas siswa pada Sistem Persamaan Linear dengan Dua Variabel di kelas X AP-1 SMK Negeri I Lumajang? (2) "Bagaimana kreativitas siswa dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel pada pembelajaran tersebut pada butir 1?" Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuh pertemuan, setiap pertemuan terdiri dari perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi. Untuk memperoleh data kreativitas, diambil data dari hasil observasi sikap kreatif, observasi berpikir kreatif dan tes. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah siswa kelas X AP-1 SMK Negeri 1 Lumajang, Semester 1 Tahun Pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 38 siswa, terdiri dari 11 siswa putra dan 27 siswa putri. Penelitian ini menggunakan lembar tes awal (Tes 1) untuk mengetahui kemampuan akademik yang digunakan sebagai pedoman pengelompokan, untuk wawancara dilakukan kepada 3 orang siswa yang terdiri dari seorang siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan seorang siswa berkemampuan rendah. Setelah belajar dalam kelompok, dilakukan tes secara individu untuk mengetahui peningkatan individu dan kreativitas dan untuk memotivasi siswa untuk belajar sekaligus sebagai pertimbangan guru dalam meneruskan pembelajaran berikutnya. Akhirnya pembelajaran ditutup dengan pemberian penghargaan kepada kelompok yang mencapai prestasi dan predikat tertentu yaitu baik, hebat dan super. Hasil penelitian pada tindakan I menunjukkan bahwa aktivitas guru dari pengamat 1 dan 2 termasuk kategori baik yaitu 73,44% dan 75%. Sedangkan aktivitas siswa mencapai skor 60,15% dengan kategori cukup baik. Tes hasil belajar menunjukkan 89,47% siswa telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dan 10,53% belum memenuhi. Tumbuhnya kreativitas siswa menunjukkan dari penilaian 1 ke 2 berturut-turut yaitu 65,55% dan 77,55% dengan kategori kreatif. Disini aktivitas siswa belum memenuhi kategori aktivitas yang diharapkan, karena dibawah kategori baik dengan persentase skor rata-rata (SR) ≥ 70 %, sehingga perlu dilanjutkan pada tindakan II. Pada tindakan II menunjukkan bahwa aktivitas guru dari pengamat 1 dan 2 termasuk kategori sangat baik yaitu 89,1 % dan 92,19%. Sedangkan aktivitas siswa mencapai skor 79,79% dengan kategori baik. Tes hasil belajar menunjukkan 89,5% siswa telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dan 10,5% belum memenuhi. Sedangkan untuk tumbuhnya kreativitas siswa menunjukkan dari penilaian 2 ke 3 berturut-turut yaitu 77,55% dan 81,99%, dengan kategori meningkat dari kreatif ke sangat kreatif. Temuan pada penelitian ini adalah ada umumnya siswa yang memiliki motivasi dan hasil belajar yang tinggi akan memengaruhi tumbuhnya sikap kreatif dan berfikir kratif siswa. Saran dari peneliti adalah pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) perlu dilaksanakan oleh guru karena dengan pembelajaran tersebut dapat melatih siswa dalam mengembangkan keterampilan siswa dalam berpikir kritis dan kerjasama tim sehingga dapat menumbuhkan kreativitas siswa.

Pengaruh rotasi pekerjaan, stres kerja dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi (studi pada karyawan Biro Administrasi Universitas Widyagama Malang) / Humairah

 

Kata Kunci: Rotasi Pekerjaan, Stress Kerja, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi Globalisasi dan perubahan-perubahan ekonomi membawa dampak yang cukup besar bagi industri perdagangan, manufaktur maupun jasa. Persaingan baik domestik maupun internasional yang semakin ketat menyebabkan organisasi dituntut mempunyai keunggulan produk, jasa, biaya dan sumber daya manusia untuk bertahan dan mencapai sukses. Manusia dalam suatu organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungan termasuk lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang menantang dan kompleks, serta makin cepatnya perubahan yang terjadi menuntut individu untuk bisa menyesuaikan diri dengan dunia kerjanya. Di dalam proses penyesuaian diri ini, dirasa penting untuk mengetahui kondisi lingkungan. Dalam melakukan segala aktifitasnya, manusia memerlukan pemikiran yang dinamis agar segala aktifitasnya dapat berjalan dengan baik. Menjadi tugas manajemen agar karyawan memiliki semangat kerja dan moral yang tinggi serta ulet dalam bekerja, hal ini menunjukkan bahwa karyawan yang bersangkutan memiliki komitmen yang tinggi kepada organisasi. Banyak perusahaan yang mengira bahwa faktor utama yang mempengaruhi komitmen seorang karyawan terhadap organisasi adalah dengan pemberian kompensasi dalam jumlah besar. Ketika perusahaan merasa sudah memberikan gaji yang cukup, ia merasa bahwa karyawannya akan loyal kepada perusahaan. Sebenarnya komitmen organisasi tidak mutlak dipengaruhi oleh kompensasi semata. Banyak faktor yang mempengaruhi komitmen karyawan terhadap organisasi, diantaranya adalah kesesuaian pekerjaan, kebijaksanaan organisasi termasuk kesempatan untuk berkembang, lingkungan kerja dan perilaku atasan, perputaran jabatan dan kepedulian pihak manajemen menjauhkan karyawan dari kemungkinan mengalami stress kerja. Organisasi, pada dasarnya merupakan suatu bentuk kelompok sosial yang terdiri dari beberapa anggota yang mempunyai persepsi bersama tentang kesatuan mereka. Masing-masing anggota mendapat reward, untuk mencapai tujuan bersama. Kalau suatu kelompok sudah dibentuk dan disadari bersama adanya interpendensi dan saling memberikan reward dan mempersepsikan diri sebagai satu kesatuan dalam mencapai tujuan, tentunya masalah organisasi atau perusahaan sebagai kelompok sosial tidak akan terjadi. Realitanya banyak organisasi dalam perkembangannya mengalami masalah yang muncul akibat munculnya kelompok-kelompok kecil yang tidak membuat organisasi semakin dinamis, melainkan malah menjadikan keruntuhan organisasi tersebut. Perbedaan peran, harapan, kepentingan, interpendensi, dan persepsi para anggota kelompok menjadi sumber dari konflik internal yang mengancam kelangsungan hidup kelompok tersebut, misalnya pemogokan karyawan, absensi yang tinggi tingkat turnover tidak terkendali. Semua ini merupakan gejala yang muncul dan disebabkan oleh ketidakpuasan karyawan terhadap organisasi, ini dikarenakan rendahnya komitmen kerja dari para karyawannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui kondisi rotasi pekerjaan, stress kerja, kepuasan kerja dan komitmen organisasi karyawan biro administrasi Universitas Widyagama Malang, (2) menganalisa pengaruh rotasi pekerjaan, stress kerja dan kepuasan kerja secara parsial terhadap komitmen organisasi karyawan biro administrasi Universitas Widyagama Malang, (3) menganalisa pengaruh rotasi pekerjaan, stress kerja dan kepuasan kerja secara simultan terhadap komitmen organisasi karyawan biro administrasi Universitas Widyagama Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Populasi yang digunakan adalah seluruh karyawan biro administrasi Universitas Widyagama Malang yang berjumlah 105 orang. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling dengan menggunakan rumus maka didapat sampel sebanyak 70 responden. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS for windows Release 14,0 dengan taraf signifikansi 5%. Setelah melalui proses pengolahan data dan analisis regresi diketahui hasil penelitian mengatakan bahwa: (1) rotasi pekerjaan dan komitmen organisasi memiliki korelasi positif sebesar 0,798, (2) stress kerja dan komitmen organisasi memiliki korelasi negatif sebesar 0,139, (3) kepuasan kerja dan komitmen organisasi memiliki korelasi positif sebesar 0,836, (4) rotasi pekerjaan, stress kerja dan kepuasan kerja secara bersama-sama dapat mempengaruhi komitmen organisasi sebesar 65,8%, (5) faktor yang paling dominan yang mempengaruhi komitmen organisasi adalah kepuasan kerja. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat disampaikan penulis adalah sebagai berikut: (1) Biro administrasi Universitas Widyagama Malang, hendaknya memberikan perhatian yang lebih besar lagi dalam memenuhi kepuasan kerja karyawan, juga menjaga hubungan interpersonal antara sesama karyawan dan atasan, agar tercipta lingkungan kerja yang nyaman bagi semua. (2) peneliti menyarankan kepada penelitian berikutnya lebih mengembangkan kembali variabel-variabel dan indikator-indikator lain, karena masih ada banyak lagi variabel yang mempengaruhi komitmen organisasi bila dilihat baik dari buku sumber ataupun jurnal, selain itu juga peneliti menyarankan agar penelitian berikutnya dapat mengembangkan instrumen yang berkaitan dengan rotasi pekerjaan.

Pengaruh umur Drosophila melanogaster jantan dan strain terhadap nisbah kelamin / oleh Nurjanah

 

Analisis prosedur pemeriksaan pajak terhadap wajib pajak restoran yang dilakukan oleh Dinas Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Pasuruan / Meita Ayu Nindyawati

 

ABSTRAK Ayu Nindyawati, Meita. 2015. Analisis Prosedur Pemeriksaan Pajak Terhadap Wajib Pajak Restoran Yang Dilakukan Oleh Dinas Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Pasuruan. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., Ak., C.A. Kata Kunci: Dinas Pengelola Keuangan Daerah, Prosedur Pemeriksaan Pajak Tujuan dari pengamatan ini adalah untuk mengetahui prosedur pemeriksaan yang dilakukan Dinas Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Pasuruan terhadap wajib pajak restoran serta dapat mengetahui berbagai hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan audit atau pemeriksaan dan untuk mencari pemecahan atas permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan audit atau pemeriksaan terhadap wajib pajak Restoran. Jenis pengamatan yang digunakan adalah diskriptif kualitatif yaitu dengan menggambarkan prosedur pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Pasuruan terhadap wajib pajak restoran yang dituangkan dalam bentuk kalimat-kalimat dan berdasarkan fakta-fakta. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dengan pegawai, observasi dan dokumen atau arsip penunjang lainnya.Sumber data yang diperoleh berdasarkan informan, peristiwa atau aktifitas , dokumen dan arsip. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan diDinas Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Pasuruan, diperoleh bahwa prosedurpemeriksaan terhadap wajib pajak hotel di Kabupaten Pasuruan dilaksanakan oleh tim khususyaitu Tim Audit, dimulai dari mempelajari setoran pajak tiap bulan, melakukantinjauan langsung, menyusun program pemeriksaan serta menyiapkan saranapemeriksaan.Setelah itu baru dilaksanakan pemeriksaan terhadap wajib pajak restoran,kemudian membuat resume hasil pemeriksaan dan memberitahukan hasil pemeriksaanterhadap wajib pajak melalui Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan.Proses yangterakhir yaitu pembuatan Laporan Pemeriksaan Pajak yang kemudian disampaikan kepada Kepala DPKD yang selanjutnya akan diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) dan Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD). Adapun kesimpulan dari tugas akhir ini yaitu dalam pemeriksaan terhadapwajib pajak Restoran di Kabupaten Pasuruan terdiri dari 3 tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaandan pembuatan Laporan Pemeriksan Pajak.Dalam proses pemeriksaan, ditemuihambatan serta kendala yang mengharuskan Tim Auditsebagai pemeriksa harus dapatmengatasi dan menyelesaikan permasalahan tersebut agar proses pemeriksaan dapatberjalan dengan lancar dan sesuai prosedur sehingga diperoleh data-data yang akuratmengenai restoran tersebut.

Perancangan self branding "Yamiryu Kagami" / Kharisma Putra Takdir

 

ABSTRAK Takdir, Kharisma Putra. 2015. Perancangan Self Branding “Yamiryu Kagami”. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc, Ph.D. (II) Mitra Istiar Wardhana S.Kom M.T. Kata Kunci: Perancangan, Self Branding, Branding Teknologi saat ini sudah mengalami perkembangan, begitu juga dengan branding, fungsi branding tidak hanya digunakan untuk kebutuhan korporasi atau intansi namun branding saat ini juga digunakan untuk kebutuhan personal atau personal branding. Penulis sebagai desainer grafis ingin membangun citra positif, serta eksistensi melalui karya desain dengan merancang desain karakter yang digunakan sebagai personal branding atau bisa disebut self branding. Self Branding menjadi faktor penting bagi seorang desainer untuk perkembangan karir dan portofolio desainer. Perancangan ini menggunakan model prosedural, yaitu perancangan Sadjiman Ebdi Sanyoto sebagai kerangka dasar, yang kemudian dimodifikasi sesuai kebutuhan perancangan Self Branding. Sehingga menghasilkan sebuah metode baru yang tepat dan sesuai. Data perancangan ini diperoleh dari desainer “Yamiryu Kagami”, yang kemudian dikaji untuk menentukan pembentukan citra, positioning serta karakteristik desainer. Identifikasi data dijadikan sebagai acuan dasar dalam pembuatan desain karakter yang nantinya akan digunakan dalam self branding. Perancangan ini menghasilkan produk desain karakter dan strategi self branding dengan tema World Tour dan Game & Cosplay. Selain itu desain karakter ini diaplikasikan dalam dua tema desain dan berbagai media komunikasi visual. Seperti, Merchandise dan lain sebagainya.

Pengaruh kecerdasan emosional (EQ), modernitas individu, financial literacy dan konsep diri terhadap perilaku konsumsi mahasiswa Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi angkatan tahun 2012 Universitas Negeri Malang / Nory Candradika Setiyoningrum

 

ABSTRAK Setiyoningrum, Nory Candradika. 2015. Pengaruh Kecerdasan Emosional (EQ), Modernitas Individu, Financial Literacydan Konsep Diri Terhadap Perilaku Konsumsi Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Angkatan Tahun 2012 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Prih Hardinto, M.Si, (II) Dr. Hadi Sumarsono, S.T, M.Si. Kata Kunci: kecerdasan emosional (EQ), modernitas individu, financial literacy, konsep diri dan perilaku konsumsi. Manusia selalu berkonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Dari sinilah, peneliti ingin meneliti tentang perilaku konsumsi mahasiswa khususnya mahasiswa ekonomi pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang berdasarkan kecerdasan emosional, modernitas individu, financial literacy dan konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) ada pengaruh kecerdasan emosional (EQ), modernitas individu, financial literacy dan konsep diri secara parsial terhadap perilaku konsumsi mahasiswa ekonomi pembangunan Fakultas Ekonomi angkatan tahun 2012 Universitas Negeri Malang? (2) ada pengaruh kecerdasan emosional (EQ), modernitas individu, financial literacy dan konsep diri secara simultan terhadap perilaku konsumsi mahasiswa ekonomi pembangunan Fakultas Ekonomi angkatan tahun 2012 Universitas Negeri Malang? Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian eksplanasi. Populasi ini adalah seluruh mahasiswa ekonomi pembangunan FE UM angkatan tahun 2012. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 187 mahasiswa yang dihitung menggunakan rumus Slovin dengan teknik pengambilan sampel yaitu proposional random sampling. Pengumpulan data dilakukan hanya dengan menggunakan instrumen angket. Untuk menguji kelayakan instrumen penelitian maka dilakukan uji coba instrumen yaitu uji validitas dan reliabilitas. Analisis data ini menggunakan teknik analisis linier berganda dengan bantuan program software SPSS 21.00 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) kecerdasan emosional (EQ) berpengaruh terhadap perilaku konsumsi mahasiswa ekonomi pembangunan FE UM angkatan tahun 2012 yang ditunjukkan dengan nilai sig 0.035, dengan pengaruh sebesar 4.98%, (2) modernitas individu berpengaruh terhadap perilaku konsumsi mahasiswa ekonomi pembangunan FE UM angkatan tahun 2012 yang ditunjukkan dengan nilai sig 0.001, dengan pengaruh sebesar 10.04%, (3) financial literacy berpengaruh terhadap perilaku konsumsi mahasiswa ekonomi pembangunan FE UM angkatan tahun 2012 yang ditunjukkan dengan nilai sig 0.000, dengan pengaruh sebesar 13.83%, (4) konsep diri tidak berpengaruh terhadap perilaku konsumsi mahasiswa ekonomi pembangunan FE UM angkatan tahun 2012 yang ditunjukkan dengan nilai sig 0.202, dengan pengaruh sebesar 2.48%, (5) kecerdasan emosional (EQ), modernitas individu, financial literacy dan konsep diri berpengaruh terhadap perilaku konsumsi mahasiswa ekonomi pembangunan FE UM angkatan tahun 2012 secara simultan yang ditunjukkan dengan nilai sig F sebesar 0.000. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) terdapat pengaruh kecerdasan emosional (EQ) terhadap perilaku konsumsi mahasiswa ekonomi pembangunan FE UM angkatan tahun 2012, (2) terdapat pengaruh modernitas individu terhadap perilaku konsumsi mahasiswa ekonomi pembangunan FE UM angkatan tahun 2012, (3) terdapat pengaruh financial literacy terhadap perilaku konsumsi mahasiswa ekonomi pembangunan FE UM angkatan tahun 2012, (4) tidak terdapat pengaruh konsep diri terhadap perilaku konsumsi mahasiswa ekonomi pembangunan FE UM angkatan tahun 2012, (5) terdapat pengaruh kecerdasan emosional (EQ), modernitas individu, financial literacy dan konsep diri terhadap perilaku konsumsi mahasiswa ekonomi pembangunan FE UM angkatan tahun 2012. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada: (1) bagi mahasiswa dapat meningkatkan kecerdasan emosionalnya agar rasionalitas dalam memutuskan pembelian terhadap barang atau jasa dapat meningkat, selain meningkatkan modernitas dan financial literacynya, (2) bagi peneliti lain dapat meneliti perilaku konsumsi berdasarkan keputusan dalam pembelian tidak hanya terpacu pada kecerdasan emosional, modernitas individu, financial literacy dan konsep diri, namun dapat menggunakan variabel yang lainnya yang lebih berpengaruh.

Analisis laporan keuangan untuk menilai kinerja perusahaan PT. Bentoel International Investama, Tbk. / Ahmad Zakaria

 

ABSTRAK Zakaria, Ahmad. 2014. AnalisisLaporanKeuanagnUntukMenilaiKinerja Perusahaan Pt. Bentoel International Investama.Tbk. TugasAkhir, jurusan akuntansifakultasekonomiuniversitasnegerimalang. Pembimbing: Dr. Sri Pujiningsih, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: analisislaporankeuangan, rasio, trend Masalah yang hendakdicarijawabanyadalampenelitianiniadalahmengetahuikondisikeuangandankinerjaperusahaan, sertaperkembanganusahaperusahaantersebutdaritahunketahun. Olehsebabitupentingadanyaanalisisdarilaporankeuangansebuahperusahaan, dalamperkembangannya, laporankeuanganlaporankeuangansangatpentingbagipihak intern maupunpihakekstern. Dalammenganalisislaporankeuangan PT. Bentoel international investama.Tbk, penulismenggunakanteknik/metodeanalisisrasiokeuanganberdasarkanlaporankeuangan yang terdiridarineraca, laporanrugilaba, danlaporanaruskasperiode 2011, 2012, dan 2013. Analisisrasiomeliputirasiolikuiditas, solvablitasdanrentabilitassertaanalisistrend laporankeuanganuntukmemprediksilaporankeuangandimasadepan. Hasilanalisisrasiolikuiditasmenunjukkanbahwakinerjakeuanganperusahaansemakinlikuid.,halinimenunjukkankemampuanperusahaandalammembayarhutanglancarnyasemakinbesar. Dilihatdarirasiosolvabilitasjugamenunjukkankinerjakeuanganperusahaan yang dapatdikatakansolvabel. Selamakurunempattahunrasiolikuiditasdansolvabilitasdikatakanbaikdandaritahunketahunselalumengalamikenaikan yang cukupsignifikan. Untukrasiorentabilitas PT. bentoel international investama.Tbkmulaitahun 2012 mengalamipenurunanmencapaiseratuspersen, begitujugauntuktahun 2013 sehinggabelumbisadikatakanrentable. Penurunaninidisebabkanolehpeningkatanpendapatanoperasionaldiimbangidenganpeningkatanbiayaoperasional yang semakinmembesar. Hasilanalisis trend likuiditas, solvabilitasdanrentabilitasmenunjukkansetiapanalisisditahunsebelumnyamengalamikenaikanmakauntuktahunselanjutnyaakanmengalamikenaikan, begitupununtuksebaliknya. Jadiuntuk trend likuiditastahun 2014 masihmengalamikenaikandanmasihbisadikatakanlikuid. Untuk trend solvabilitastahun 2014 mengalamikenaikansehinggamasih solvable. Dan untuk trend rentabilitasmengalamipenurunan, meskipunmasihlebihbaikdaritahunsebelumnya.

Pengembangan media pembelajaran berbasis autoplay media studio dan flipbook mata pelajaran dasar dan pengukuran listrik kompetensi keahlian teknik instalasi pemanfaatan tenaga listrik di SMKN 6 Malang / Imam Arief Sri N.

 

ABSTRAK Nugroho, Imam Arief S. 2015.Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Autoplay Media Studio dan Flipbook Mata Pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Pemanfaataan Tenaga Listrik di SMK Negeri 6 Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T. (2) Drs. Hari Putranto. Kata Kunci: media pembelajaran, autoplay media studio, flipbook, dasar dan pengukuran listrik. Media pembelajaran memiliki peranan penting dalam proses belajar, yakni digunakan sebagai sarana pendukung untuk menyampaikan informasi atau pesan pendidikan dan pengetahuan kepada siswa. Di SMKNegeri 6 Malang pada kompetensi keahlian teknik instalasi pemanfaatan tenaga listrik untuk mata pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik masih ada kelemahan dalam pemanfaatan media sebagai peralatan pendukung pembelajaran. Selain itu, agar siswa bisa belajar dan memiliki materi-materi tersebut maka guru harus menyusun modul yang kemudiaan akan di-photocopy-kan ke siswa. Melihat uraian diatas, maka mendorong peneliti untuk mengembangkan media pembelajaran yang dapat berfungsi juga sebagai sumber rujukan yang mudah diakses, digandakan, dan mudah digunakan serta menggunakan berbagai media didalamnya, yakni multimedia interaktif. Media yang digunakan berupa gabungan dari beberapa program meliputi: Autoplay Media Studio, Flipbook, dan Quiz Creator. Tampilan utama dari media ini adalah Autoplay Media Studio yang digunakan untuk menampung program-program lain dalam satu data. Kemudian didalam program ini akan diisi oleh kompetensi, buku elektronik, kuis, dan lain-lain. Buku elektronik ini akan dirancang, dikembangkan dan dikemas menjadi bentuk flipbook berisi materi-materi mata pelajaran dasar dan pengukuran listrik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangankan media pembelajaran Autoplay Media Studiodanflipbook mata pelajaran dasar dan pengukuran listrik dan mengetahui kelayakan produknya. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang fungsinya adalah sebagai pedoman dalam membangun perangkat dan infrastruktur program. Tahapan pengembangan meliputi lima langkah antara lain: Analysis (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi/eksekusi), dan Evaluation (evaluasi/umpan balik). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, didapatkan persentase validitas dari ahli media dan materi dengan rata-rata 94,25%. Kemudian dari hasil uji coba skala kecil didapatkan nilai validitas sebesar 92,84%, dan dari hasil uji coba skala besar didapatkan nilai validitas sebesar 91,65%. Sehingga berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Autoplay Media Studio dan Flipbook yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran dasar dan pengukuran listrik di kompetensi keahlian teknik instalasi pemanfaatan tenaga listrik SMK Negeri 6 Malang.

Analisis soal pilihan ganda tes sumatif biologi kelas I cawu I SMU swasta di kabupaten Lumajang tahun ajaran 1995/1996 / oleh Sugiyanti

 

Pengaruh penggunaan model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan menulis teks tanggapan deskriptif siswa kelas VII SMP Negeri 10 Malang / Haslika Dwi Rahmananingtyas

 

ABSTRAK Tyas, Haslika Dwi R.N. 2015. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Kemampuan Menulis Teks Tanggapan Deskriptif Siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, FS, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd., (2) Musthofa Kamal, S.Pd, M.Sn. Kata Kunci: model pembelajaran inkuiri, kemampuan menulis, teks tanggapan deskriptif Pada Kurikulum 2013 tingkat SMP, teks tanggapan deskriptif merupakan teks yang diajarkan di kelas VII. Salah satu kemampuan yang diharapkan dapat dikuasai oleh siswa adalah kemampuan menulis teks tanggapan deskriptif. Agar siswa dapat menulis dengan baik, diperlukan model pembelajaran yang dapat membantu siswa agar dapat menulis dengan mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan menulis teks tanggapan deskriptif di kelas VII. Selain mengetahui kemampuan siswa secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis teks tanggapan deskriptif siswa SMP Negeri 10 Malang pada setiap aspek. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimen dengan desain penelitian pretest-postest control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 10 Malang dengan sampel siswa kelas VII-A sebagai kelas kontrol dan kelas VII-B sebagai kelas eksperimen. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes uraian dan rubrik penyekoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks tanggapan deskriptif secara keseluruhan. Pada setiap aspek, model pembelajaran inkuiri memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan menulis struktur, isi, dan bahasa teks tanggapan deskriptif. Hal ini terbukti dari rata-rata skor akhir yang didapat kelas eksperimen yaitu 54,66 lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelas kontrol yang mendapatkan rata-rata skor 47,41. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang didapatkan secara umum adalah 0,000 yang artinya <0,05. Pada setiap aspek, nilai signifikansi yang didapat yaitu (1) struktur: 0,000, (2) isi: 0,011, dan (3) bahasa: 0,000. Keputusan diambil jika nilai signifikansi yang didapat <0,05 artinya hipotesis (Ha) diterima dan terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan menulis struktur, isi, dan bahasa teks tanggapan deskriptif. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menulis teks tanggapan deskriptif siswa kelas VII SMP Negeri 10 Malang.

Pengaruh penerapan pendekatan sains-teknologi-masyarakat dalam konsep makhluk hidup terhadap prestasi belajar biologi siswa kelas I cawu 1 SMP Negeri 4 Malang tahun ajaran 1997/1998 / oleh Emi Rahmawati

 

Perancangan iklan layanan masyarakat Zona Air Minum Prima Perusahaan Daerah Air Minum Kota Malang dengan teknik motion graphic / Farhansyah Noor Marendra

 

ABSTRAK Marendra, N. Farhansyah. 2015. PerancanganIklanLayananMasyarakattentangZona Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum Kota Malang denganTeknikMotion Graphic. Skripsi, ProgamStudiDesainKomunikasi Visual, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra,UnivesitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. MoeljadiPranata, M.Pd. (II) Andy Pramono, S.kom, M.T. Kata Kunci : Perancangan, IklanLayananMasyarakat, Zona Air Minum Prima, Motion Graphic Air merupakansalahsatukebutuhanpokokmanusia. Keberadaannyamutlakdibutuhkan. Namunpemenuhan air bersih di Indonesia masihmenjadimasalah. Sebagaisalahsatuperwujudan PP no 16 tahun 2005peningkatanpelayanankhususnyadalampeningkatankualitas air yang diproduksioleh PDAM Kota Malang, diterapkankegiatanpengembanganZona Air Minum Prima. PerancanganIklanLayananMasyarakatTentangZona Air Minum Prima Perusahan Air Minum Prima denganTehkikMotion Graphicinimengunakanmenggunakan model 4D, langkah-langkah model iniadalahdefine, data, design dan disseminate. Model 4D merupakansalahsatu model perancanganprosedural. Model tersebutmenggambarkantahapanlangkah-langkahkerjasecaraprosedural. Padatahapdefinedilakukanpenetapandanbatasanperancangan. Padatahap data dilakukaneksplorasi data referensidanlapanganuntukdianalisissintesis, upayainisebagaidasarpenentuankonsepperancangan. Padatahapdesigndilakukanperancanganvideo ILMberdasarkankonsep yang telahditentukan. Padatahapdisseminatedilakukankegiatanpameranhasilperancangandanpenulisanartikeluntukjurnalilmiah. Perancanganinimenghasilkan media yangperjudul “ perancanganIklanLayananMasyarakatTentangZona Air Minum Prima Perusahan Air Minum Prima denganTeknikMotion Graphic” menghasilkan 2 produk, yakni video Motion Graphic dan Display. DenganspesifikasiMotion Graphic flat desain, format video 1920 x 1080 pixel, berdurasi 3.53 menit. Software yang digunakan Adobe After Effects, nuendo, Adobe Premiere. Display denganspesifikasiberbahankayudantriplex, kran air, danlcdtv 19 inci. Serta delapanprodukpendukungyakni, gelas mug, poster, x-banner, CD label, cover CD, pin, leaflet, dan sticker. Berdasarkanhasilperancangandapatdisimpulkanbahwasebelummerancanganimasidiperlukan research sebagaisumber data dalamperancangan. Research yang dilakukanterkaitdenganpermasalahan yang ingindiselesaikandan target audience. Denganmelakukanresearch, memudahkankitadalammembuatperancanganuntukmenyelesaikanpermasalahan yang ada. Perancanganinitelahdipamerkan di kantor PDAM Kota Malang, yang langsung di tampilkankepadajajarandireksidankaryawan PDAM Kota Malang danmendapatkanapresiasi yang baik. Namunhasilperancanganinibelummelaluivalidasiakademis. Media Iklanlayananmasyarakattentang ZAMPinisebaiknya di tunjukankepadamasyarkatsebagai media sosialisasi.

Analisis soal ulangan umum biologi catur wulan II kelas II SMU negeri di kabupaten Ponorogo tahun ajaran 1995/1996 / oleh Ratna Kusumawati

 

Pengembangan multimedia interaktif Ilmu Pengetahuan Alam tentang Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda Langit di kelas IV SDN Bendosewu 2 Talun Blitar / Febrian Lucky Putra Herlambang

 

ABSTRAK Herlambang, Febrian Lucky Putra2015. Pengembangan Multimedia Interaktif Pada Mata Pelajaran IlmuPengetahuanAlam Tentang Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda Langit Kelas IVSDN Bendosewu 2 Talun Blitar.TeknologiPendidikan Fakultas Ilmu PendidikanUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sulthoni, M.Pd, (II) Dr. AgusWedi, M.Pd. Kata kunci :Pengembangan,Multimedia Interaktif,IlmuPengetahuanAlam Perkembanganteknologi yang sangatpesatdibidangpendidikanmembuatpengaruh yang sangatbaikdalammenciptakan berbagai inovasi dalamduniapendidikan. Masuknyateknologidibidangpendidikanmelahirkanbermacam-macam media pembelajaranbaru yang berbauteknologi. Hadirnya media pembelajarandapatmemecahkanpermasalahandalam proses pembelajaran. Permasalahan yang paling menonjoldalam proses pembelajaranadalahsiswamasihkesulitandalammemvisualisasikan proses terjadinyaperubahankenampakanbumidanbendalangit, berdasarkanpermasalahantersebutperludikembangkanMultimedia InteraktifIlmuPengetahuanAlamTentangPerubahanKenampakanPermukaanBumidan Benda LangitKelas IV di SDN Bendosewu 2 TalunBlitar. Perluadanya multimedia pembelajaraninteraktifpelajaranIlmuPengetahuanAlamtentangPerubahanKenampakanPermukaanBumidan Benda LangitKelas IV di SDN Bendosewu 2 TalunBlitar. Perluujidankevalidan multimedia pembelajaraninteraktifpadamatapelajaranIlmupengetahuanAlamtentangPerubahanKenampakanPermukaanBumidan Benda LangitKelas IV di SDN Bendosewu 2 TalunBlitar. Model pengembangan yang telah digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangandari Lee & Owens dengan alur Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Hasil pengembangan media pembelajaran interaktif ini telah diuji cobakan dengan hasil, ahli media 86,25% dinyatakanvalid, ahli materi 91,25% dinyatakan valid,hasil uji coba perorangan96,6% dinyatakan valid, hasil uji coba kelompokkecil 95,75% dinyatakan valid, danhasil uji coba lapangan89,8% dinyatakan valid.Dengan demikian media pembelajaran interaktif dikatakan efektif dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.Saran yang diajukan kepada guru mata pelajaran IPA adalah hendaknya media pembelajaran interaktif ini dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan untuk siswa meningkatkan kebiasaan belajar secara mandiri dengan memanfaatkan kemajuan teknologi seperti komputer. Multimedia pembelajaran interaktif ini sebagai salah sumber pengetahuan untuk siswa dalam mempelajari matapelajaran IPA perubahan kenampakan permukaan bumi dan benda langit.

Analisis pinjaman modal usaha terhadap perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Batik Jonegoroan di Kabupaten Bojonegoro / Ratna Ayu Kusumawati

 

ABSTRAK Kusumawati, Ayu Ratna. 2015. Analisis Pinjaman Modal Usaha Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Batik Jonegoroan di Kabupaten Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Imam Mukhlis,S.E,M.Si, (2) Dr. Agung Haryono,S.E,M.P,Ak Kata Kunci: Pinjaman Modal Usaha, Perkembangan UMKM Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kabupaten Bojonegoro yang dibantu dengan Bank Jatim memberikan fasilitas pinjaman modal usaha ini dengan persyaratan utama harus memiliki rekening pada bank Jatim dan memenuhi semua kriteria yang diberikan oleh pihak Disperindag. Diharapkan dari hasil pinjaman ini dapat menaikan omset yang diperoleh pemilik industri dan usaha kecil. Sosialisasi pinjaman modal bagi pemilik usaha kecil ini diikuti peserta dari seluruh Kecamatan yang ada di Bojonegoro, termasuk dari Kecamatan pinggiran seperti Kecamatan Sekar, Tambakrejo, maupun Kecamatan Gondang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Pinjaman Modal Usaha (2) Dampak Pinjaman Terhadap Perkembangan UMKM. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode survey. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik pengambilan sampel responden menggunakan snowball sampling yang diperoleh 4 responden. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis yang digunakan adalah deskriptif dengan persentase tabulasi tunggal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) proses yang berlangsung sangatlah mudah dan fleksible dengan mengikuti keadaan masyarakat yang ada di lapangan (2) pemberian pinjaman tersebut berpengaruh bagi perkembangan usaha tersebut dan juga bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat disekitar tempat usaha. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan dengan adanya pinjaman tersebut sangatlah berpengaruh bagi perkembangan usaha. Adapun saran yang diberikan yaitu: (1) pemerintah supaya lebih mempertimbangkan kebijakan yang ada mengenai program seperti ini, (2) Disperindag dapat lebih fokus lagi dalam kegiatan yang bersangkutan dengan program tersebut, (3) pemerintah daerah harus lebih giat lagi dalam kegiatan yang dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan kesejahteraan masyarakat daerah tersebut.

Pengembangan modul mata pelajaran administrasi server untuk kelas XII SMK Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan / Sotya Renaningwibi Samsudin

 

ABSTRAK Samsudin, Sotya Renaningwibi. 2015. Pengembangan Modul Mata Pelajaran Administrasi Server untuk Kelas XII SMK Kompetensi keahlian Teknik Komputer Dan Jaringan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T. (II) Muhammad Jauharul Fuady, M.T. Proses belajar mengajar di kelas seharusnya menggunakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan guru pengampu mata pelajaran administrasi server di SMKN 6 Malang, diketahui bahwa proses belajar mengajar mata pelajaran administrasi server di SMK Neger 6 Malang selama ini tidak menggunakan bahan ajar yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Hal ini berimbas pada pendidik serta peserta didik Pendidik cenderung tidak mengimplementasikan Kurikulum 2013, sementara peserta didik tidak mendapatkan materi yang sesuai dengan silabus. Sehingga bahan ajar modul yang sesuai dengan kurikulum 2013 sangat dibutuhkan. Modul administrasi server dikembangkan dengan model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model Pustekkom. Pengembangan modul menggunakan Pustekkom ini meliputi: (1) Bedah kurikulum; (2) Identifikasi media; (3) Pengembangan naskah; (4) Produksi; (5) Penyempurnaan;(6) Tes/Ujicoba; (7) Revisi. Sedangkan analisis data yang digunakan untuk mengolah data hasil uji coba menggunakan teknik persentase. Hasil pengembangan adalah berupa modul pegangan guru dan modul pegangan siswa, yang kemudian dilakukan validasi atau pengujian Jenis validasi yang ditempuh adalah uji ahli yang terdiri dari ahli media dan ahli materi administrasi server. Modul administrasi server untuk kelas XII SMK kompetensi keahlian TKJ telah direview oleh ahli media dengan persentase kelayakan sebesar 95% yang berarti sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Kemudian, review dari dua orang ahli materi didapatkan persentase 82% yang berarti sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Selain itu, hasil uji coba kelompok kecil didapatkan persentase kelayakan sebesar 85% yang berarti sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Selanjutnya pada uji coba kelompok besar didapatkan persentase kelayakan sebesar 82% yang berarti sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Jika dirata-rata persentase kelayakan yang didapatkan dari ahli dan uji coba pada peserta didik adalah 86% yang juga dapat diinterpretasikan bahwa modul administrasi server yang dikembangan oleh pengembang sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Kata kunci: Pengembangan modul, administrasi server, teknik komputer dan jaringan.

Analisis penggunaan uang elektronik pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (studi kasus: Uang Elektronik Brizzi) / Didin Elok Parastiti

 

ABSTRAK Parastiti, Didin Elok. 2015. Analisis Penggunaan Uang Elektronik Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (Studi Kasus: Uang Elektronik BRIZZI). Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Imam Mukhlis, S.E, M.Si, (2) Dr. Agung Haryono, S.E, M.P, Ak Kata Kunci: Uang elektronik, minat penggunaan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Cabang Martadinata Kota Malang telah bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang menerbitkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang terintegrasi dengan BRIZZI. Kerja sama ini merupakan salah satu upaya Bank Rakyat Indonesia demi mendukung agenda Bank Indonesia untuk menciptakan less cash society dengan cara meningkatkan penggunaan transaksi non tunai di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat mahasiswa terhadap penggunaan uang elektronik BRIZZI.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode atau pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan puposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan mendeskripsikan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) terintegrasi BRIZZI tidak meningkatkan penggunaan uang elektronik BRIZZI di oleh mahasiswa. Minat mahasiswa untuk menggunaan uang elektonik BRIZZI sebagai alat pembayaran masih sangat rendah. Beberapa alasan yang menyebabkan rendahnya minat mahasiswa antara lain kurangnya informasi tentang penggunaan, malas mengisi saldo dan tidak semua tempat dapat dilakukan pembayran menggunakan BRIZZI. Penggunaan BRIZZI pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dikategorikan menjadi tiga, yaitu (1) tertarik dan menggunakan uang elektronik BRIZZI (2) tertarik tetapi tidak menggunakan uang elektronik BRIZZI (3) tidak tertarik dan tidak menggunakan elektronik BRIZZI. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi (1) mahasiswa supaya memberikan apresiasinya terhadap KTM BRIZZI dan (2) Instansi terkait sebaiknya menyediakan fasilitas layanan yang layak dan memadai khususnya didalam lingkungan kampus untuk memudahkan para pengguna kartu BRIZZI serta disarankan untuk melakukan setidaknya lebih dari satu kali sosialisasi mengenai BRIZZI kepada mahasiswa.

Analisis dampak dan internalisasi eksternalitas industri bagi masyarakat (studi kasus pada PT. Usaha Loka Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang) / Nanda Puspita Amalia

 

ABSTRAK Amalia, Nanda Puspita. 2015. Analisis Dampak dan Internalisasi Eksternalitas Industri bagi Masyarakat (Studi Kasus Pada PT. Usaha Loka Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Sumarsono, S.T., M.Si, (II) Drs. H. Ach.Ali Wafa, M.Pd. Kata Kunci : Dampak Produksi, Kerugian Ekonomi, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Industrialisasi menjadi kegiatan utama roda perekonomian, termasuk Kota Malang. Berbagai jenis industri berdiri di Kota Malang terutama industri pengolahan. Selain menyumbang PDRB, industri pengolahan juga menimbulkan masalah serius mengenai lingkungan. Polusi kegiatan produksi menyebabkan fungsi lingkungan mengalami kemunduran. Permasalahan dampak kegiatan industri terhadap lingkungan hidup juga terjadi pada PT. Usaha Loka. Kegiatan produksi oleh perusahaan tersebut terindikasi menyebabkan pencemaran lingkungan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak kegiatan produksi, memperkirakan kerugian ekonomi masyarakat Kelurahan Ciptomulyo akibat pencemaran limbah dan mengatahui bentuk tanggungjawab sosial PT. Usaha Loka kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada PT. Usaha Loka Kelurahan Ciptomulyo Kota Malang. Data yang didapatkan berasal dari wawancara, observasi serta dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berasal dari masyarakat RT 4,6,9, dan 12 RW 1 Kelurahan Ciptomulyo. Analisis data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode valuasi ekonomi (Cost of Illness). Berdasarkan tujuan penelitian, terdapat hasil sebagai berikut: 1. Dampak lingkungan yang saat ini masih dirasakan oleh masyarakat akibat pembuangan limbah PT. Usaha Loka hanya berupa bau yang menyengat dan korosi besi di sekitar sungai pembuangan limbah. Masyarakat tidak pernah mengalami sakit parah akibat pencemaran limbah meskipun bermukim di sekitar sungai. 2. Perhitungan total biaya yang dikeluarkan oleh warga sekitar sebesar Rp. 367.920.000 per tahun, sedangkan pihak perusahaan telah memberikan bantuan sebesar Rp 300 juta selama 3 tahun dan Rp 50 juta untuk insidental sehingga masih terdapat selisih kerugian Rp 317.920.000 per tahun. 3. PT. Usaha Loka hanya memberikan CSR berupa pembangunan taman di sekitar sungai dan pemasangan pipa pembuangan limbah agar baunya tidak terlalu mengganggu masyarakat, namun hingga saat ini belum pernah memberikan CSR berupa bantuan maupun program kesehatan kepada masyarakat Kelurahan Ciptomulyo.

Studi tentang pengaruh penambahan asam askorbat terhadap gangguan besi (III) pada penetapan aluminium dengan pereaksi aluminon secara spektrofotometri / oleh Syaifudin Zuair

 

Studi tentang pengaruh penambahan hidroksilamin terhadap gangguan besi (III) pada penetapan aluminium dengan pereaksi aluminon secara spektrofotometri / oleh Rahmat Hidayat

 

Pengaruh modernitas individu dan gaya hidup terhadap perilaku konsumsi siswa di SMA Negeri 4 Malang / Siti Mutmainah

 

ABSTRAK Mutmainah, Siti. 2015. Pengaruh Modernitas Individu dan Gaya Hidup terhadap Perilaku Konsumsi Siswa di SMA Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hari Wahyono, M.Pd. (2) Drs. Prih Hardinto, M.Si. Kata kunci: perilaku konsumsi, modernitas individu, gaya hidup. Modernitas dikaji sebagai sebuah fenomena perubahan berbagai sistem dan teknologi modern yang mengakibatkan perubahan dalam bidang kehidupan masyarakat. Kepribadian sebagai manusia modern yang dimiliki oleh siswa juga diterapkan oleh siswa tersebut dalam mengambil keputusan dan tindakannya dalam berkonsumsi. Saat ini, di era semakin majunya informasi, media massa banyak menampilkan pola-pola gaya hidup yang semakin berorientasi pada kesenangan saja. Gaya hidup ini akan mempengaruhi preferensi konsumen dalam membeli suatu produk atau jasa yang kurang perlu demi mengejar naiknya prestise dan rasa percaya diri. Dengan kesadaran serta tanggapan yang baik atas modernitas yang terjadi pada diri siswa secara otomatis membuat mereka lebih berpikir bertindak rasional dan efektif dalam melakukan kegiatan berkonsumsi. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah modernitas individu (X1), gaya hidup (X2), sedangkan variabel terikat (Y) adalah perilaku konsumsi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Metode analisis yang digunakan dalam deskriptif dan analisis uji regresi berganda dengan menggunakan SPSS 20 for Windows. Analisis data modernitas individu siswa menunjukkan tingkat modernitas individu yang tinggi yaitu sebesar 59,32% dan gaya hidup siswa menunjukkan cukup yaitu sebesar 50,85%, begitu juga dengan perilaku konsumsi siswa yang ditunjukkan dengan persentase cukup yaitu sebesar 64,4%. Berdasarkan hasil analisis regresi dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) Modernitas individu berpengaruh positif terhadap perilaku konsumsi siswa kelas XI SMA Negeri 4 Malang. (2) Gaya hidup berpengaruh positif terhadap perilaku konsumsi siswa kelas XI SMA Negeri 4 Malang. (3) Modernitas individu dan gaya hidup secara simultan berpengaruh terhadap perilaku konsumsi siswa kelas XI SMA Negeri 4 Malang. Saran yang bisa dikemukakan berkaitan dengan temuan yang diperoleh selama melaksanakan penelitian ini adalah: (1) bagi guru matapelajaran ekonomi, sebaiknya dalam pembelajaran ekonomi tidak hanya mnekankan pada buku saja tetapi juga mengkaitkan materi dengan realitas kehidupan sehari-hari salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran contextual teaching and learning agar peserta didik menjadi pelaku ekonomi yang rasional. (2) bagi peneliti lain, penelitian ini sebagai masukan yang dapat membantu peneliti lain untuk mengembangkan, menambah wawasan, dan rujukan untuk penelitian yang sama.

Pelaksanaan kegiatan praktikum biologi dan hubungannya dengan prestasi siswa di SMU negeri se-kabupaten Klaten Jawa Tengah berdasarkan kurikulum SMU 1994 / oleh Wiwik Rumiyati

 

Analisis sektoral sebagai alat perkembangan potensi unggulan dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat Lamongan / Dian Lestari

 

ABSTRAK Lestari, Dian. 2015. AnalisisSektoralsebagaiAlatPerkembanganPotensiUnggulandalamPenyerapanTenagaKerjadanPeningkatanPendapatanMasyarakatLamongan.Skripsi, JurusanEkonomi Pembangunan, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.SugengHadiUtomo, M.Ec, (II) Drs. Mardono, M.Si Kata Kunci: Sektortanamanpangan, tenagakerja, pendapatanmasyarakat Dalampembangunanekonomidaerah, kebijakanpembangunandaerahdisesuaikandengankekhasandaerahmasing-masing. Hal initerkaitdenganpotensidaerahsatu yang tidaksamadenganpotensidaerahlainnya, sehinggasetiapdaerahharusmenentukansektorunggulandaerahnya yang nantinyadapatdimanfaatkanuntukmeningkatkanpertumbuhanekonomidaerahnya.Lamonganmemilikibeberapasektorunggulan yang berperandalampembangunanekonomidaerahLamongan, salahsatusektorunggulanLamonganyaknisektorpertaniankhususnya sub sektortanamanpangan. Berkaitandenganitu, makadiperlukanpembahasanmengenaiperanansektorunggulantanamanpangan. Penelitianinidilaksanakandengantujuanmendeskripsikanbeberapahal, yang mencakupkomoditiapa yang menjadikomoditi basis dalam sub sektortanamanpangan, peran sub sektortanamanpangandalampenyerapantenagakerja, danperan sub sektortanamanpangandalammeningkatkanpendapatanmasyarakatLamongan. Penelitianinimenggunakanrancanganpenelitiandeskriptifkuantitatif.Penggunaanpendekatandeskriptifdigunakanuntukmenggambarkansuatupermasalahandenganmenganalisissektorekonomidanhal-hal yang berhubungandenganangka-angkaataurumus-rumusperhitungan yang digunakanuntukmenganalisissektor basis danpotensiekonomikedaerahandalampenyerapantenagakerjadanpeningkatanpendapatan di KabupatenLamongan.Pengumpula data dilakukandenganmenggunakanteknikdokumentasi.Kegiatananalisis data menggunakananalaisisLocation Quotient (LQ), analisistenagakerja, dananalisispendapatan. Berdasarkanhasilanalisis data tersebut, diperolehtigasimpulanhasilpenelitiansebagaiberikut.Pertama, Padaanalisisindeks LQ makadiperolehkomoditipadi, kacanghijau, dankedelaiadalahkomoditi basis ataukomoditiunggulan yang mampumemenuhipermintaandisektorpertaniandanmampumengeksporkeluardaerah.Data dalam 5 tahunterakhirmenunjukanbahwaluaspanentanamanbahanmakanantetapdidominasiolehkomoditaspadi, sedangkanperingkatduaadalahkomoditasjagungdiikutiolehkedelai, ubikayu, ubijalar, kacangtanah, dankacanghijau. Kedua, Kontribusisektoraltanamanpangandalampenyerapantenagakerjamampumenyeraplebihdari 23% dari total pendudukKabupatenLamonganadalahbekerjasebagaiseorangpetani.Sebanyak 173,1riburumahtanggausahasub sektortanamanbahanmakananmendominasiusahapertanian di KabupatenLamongan. Sebanyak 160,3 ribumengelolatanamanpadi, haltersebutdikarenakanbahwakomoditaspadimerupakansektor basis KabupatenLamongandansebanyak 101,3 riburumahtanggamengelolatanamanpalawija di hitungdariseluruhrumahtanggatanamanpangan. Ketiga, Sub sektorTanamanBahanMakananmendominasiusahapertanian di KabupatenLamongan.Petani di KabupatenLamongandidominasiolehpetanilaki-laki.Denganproduksi yang tinggi, petanitanamanbahanmakananadalahpenyumbang PDRB terbesar.Jumlahpetani sub sektortanamanbahanmakanan yang sebesar 173,18 ribupetani, sebanyak 55% (95.427 petani) menyatakanbahwausahatanamtanamanbahanmakanan (padidanpalawija) adalahsumberpendapatanutama, dengan rata-rata pendapatan per rumahtanggatanamanpadidanpalawijamenurutsumberpendapatanutamaselamasetahunadalahsebesar 12.239,18 (juta rupiah).

Pengaruh ekstrak biji nimba (Azadirachta indica A.juss) dan carbofuran terhadap perkembangbiakan Daphnia sp. / oleh Ririn Widiyawati

 

Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), inflasi, dan suku bunga terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Jawa Timur yahun 2006-2014 / Chusnul Chotimah

 

ABSTRAK Chotimah, Chusnul. 2015. Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Inflasi, dan Suku Bunga terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Jawa Timur Tahun 2006-2014. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hari Wahyono, M.Pd(II) Drs. Mardono, M.Si Kata Kunci: Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Inflasi, Suku Bunga, dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Inflasi, dan Suku Bunga terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Jawa Timur Tahun 2006-2014 baik secara parsial maupun secara simultan. Latar belakang peneliti meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi penanaman modal ini karena investasi menjadi salah satu komponen penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang tinggi juga didorong dari pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Timur. Jawa Timur mempunyai posisi yang strategis di bidang Industri karena diapit oleh dua provinsi besar yaitu Jawa Tengah dan Bali, sehingga menjadi pusat pertumbuhan industri maupun perdagangan. Oleh karena itu, Jawa Timur harus memperhatikan tingkat pertumbuhan investasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Provinsi Jawa Timur dan objeknya adalah variabel bebas dalam penelitian ini yakni Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Inflasi, dan Suku Bunga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dengan mengumpulkan informasi mengenai data-data yang terkait dan menganalisis kajian ekonomi regional yang diterbitkan oleh BI (Bank Indonesia) kemudian menjabarkannya dalam penelitian. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dan tidak ada pengaruh antara inflasi terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sedangkan suku bunga berpengaruh secara negatif signifikan terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Secara simultan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Inflasi, dan Suku Bunga berpengaruh terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan nilai F hitung 3,475 dengan signifikansi 0,027. Tidak adanya pengaruh dalam variabel PDRB terhadap PMDN karena kenaikan nilai konsumsi lebih besar dibandingkan investasi pada triwulan II tahun 2012, sehingga PDRB meningkat sedangkan PMDN menurun. Hal tersebut karena pada triwulan II tahun 2012 terdapat momentum bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan tidak adanya pengaruh pada variabel inflasi terhadap PMDN karena pada triwulan III tahun 2010 terdapat kepercayaan investor yang tinggi terhadap keuntungan yang diharapkan meskipun inflasi yang tinggi. Sehingga inflasi yang tinggi tidak mengurangi minat investor untuk berinvestasi di Jawa Timur.

Pengembangan komik sebagai media informasi konformitas untuk siswa sekolah menengah pertama / Fatkhi Rizkya Rahman

 

ABSTRAK Rahman, Fatkhi Rizkya. 2015. Pengembangan Komik sebagai Media Informasi Konformitas untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M.Si, (II) Dra. Hj. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata Kunci: komik, konformitas, media informasi Konformitas atau perilaku ikut-ikutan merupakan kecenderungan yang dilakukan oleh remaja SMP. Perkelahian antar pelajar merupakan salah satu akibat perilaku konformitas remaja SMP. Perkelahian antar pelajar tersebut mengindikasikan bahwa remaja konform pada perilaku yang menyimpang. Konformitas juga dibutuhkan remaja untuk membangun hubungan sosial yang sehat. Remaja perlu belajar mengenai gambaran konformitas secara umum agar memperoleh wawasan tentang manfaat dan dampak konformitas, sehingga mereka dapat lebih selektif dalam konform terhadap apa yang ada di kelompok sosial mereka. Berkaitan dengan fungsi bimbingan dan konseling sebagai layanan preventif dan layanan informasi, penggunaan media secara kreatif akan mengefektifkan kegiatan bimbingan dan memungkinkan siswa untuk menyerap pesan lebih baik. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengembangkan komik sebagai media informasi konformitas. Tujuan pengembangan: menghasilkan komik sebagai media layanan informasi perilaku konformitas untuk siswa SMP yang berterimasecarateoritisdanpraktis. Produkiniterdiridarikomikkonformitasuntuksiswadanpanduankomikuntukkonselor. Pengembangan produk mengadaptasi langkah model pengembangan Borg dan Gall (1983) sebagai berikut: 1) studi pendahuluan, 2) perencanaan pengembangan produk, 3) pengembangan komik dan buku panduan, 4) uji ahli materi dan media, 5) uji calon pengguna dan kelompok kecil, 6) analisis hasil uji dan revisi akhir. Desain uji coba pengembangan komik dimulai dari uji coba ahli materi dan media, dilanjutkan dengan uji calon pengguna dan subjek layanan. Produk yang dihasilkanadalahkomikkonformitasbagisiswa SMP danbuku panduan penggunaan komik untuk konselor. Produkyang dihasilkan telah melaluipenilaian oleh ahli dan calon pengguna produk. Berdasarkanhasilanalisis data penilaianolehahlidancalonpengguna, dapatdisimpulkanbahwaprodukinisangatberguna, sangattepat, sangatmenarik, dansangatmudahsecarateoretisdanpraktis sehingga komik konformitas layak digunakan sebagai media informasi konformitas. Berdasarkan hasil penelitian danpengembangan, maka disarankankepadakonselor sebagaipenggunaprodukuntuk memahami prosedur dan materi bimbingan yang ada pada buku panduan komik, sehingga proses bimbingan dapat berjalan secara efektif dan siswa dapat mencapai tujuan bimbingan yang dikehendaki. Saran bagi pengembang selanjutnya adalah hendaknya dilakukan uji lapangan utama dan dilakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas komik sebagai layanan informasi perilaku konformitas.

Karakteristik cerpen siswa kelas X SMA Negeri 01 Kepanjen / Erma Syifaul Hasanah

 

Kata kunci: karakteristik, cerpen. Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek yang merupakan bagian dari prosa fiksi. Cerpen memiliki kesamaan dengan jenis prosa fiksi lainnya, seperti novel dan roman. Kesamaan tersebut terletak pada unsur-unsur yang menopangnya. Salah satu unsur tersebut adalah unsur intrinsik. Unsur-unsur intrinsik tersebut meliputi: tema, tokoh, penokohan, alur, setting, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat. Kedelapan unsur tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, sehingga menjalin suatu cerita yang utuh. Cerpen memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan jenis prosa fiksi lainnya, seperti novel dan roman. Ciri khas tersebut membuat cerpen berbeda dengan jenis prosa fiksi lainnya. Perbedaan tersebut tampak pada penceritaan tokohnya. Pada sebuah cerpen, tokoh bisa diceritakan langsung pada usia remaja, dewasa, atau pada saat usia senja, sedangkan pada sebuah roman tokoh tersebut diceritakan sejak dia lahir sampai meninggal. Perbedaan tersebut juga dapat dilihat dari bentuk fisiknya yang berbeda dengan bentuk fisik dari prosa fiksi lainnya, seperti roman dan novel. Perbedaan bentuk fisik tersebut dapat dilihat dari bentuknya yang pendek. Pengertian pendek yang tampak pada bentuk fisik cerpen tidak hanya mencangkup pada pendeknya cerita atau sedikitnya kata yang digunakan dalam cerpen. Sesuai dengan pernyataan HB Jassin dalam Suroto (1989:18) yang menyatakan bahwa mengenai ukuran panjang pendeknya sebuah cerpen memang tidak ada, akan tetapi sebuah cerita yang memakan sampai seratus halaman bukanlah sebuah cerpen. Istilah pendek ini di dalam cerita pendek berkaitan pula dengan upaya pencapaian kesan atau impresi dalam cerita yakni kesan tunggal yang ingin disampaikan. Selain itu, dengan bentuk fisiknya yang pendek, suatu cerita tersebut dapat dibaca dalam sekali duduk. Dalam hal ini, cerpen sebagai karya sastra dapat dikaji dari bermacam-macam aspeknya. Diantaranya cerpen dapat dikaji atau ditelaah dari segi strukturnya, mengingat bahwa cerpen merupakan karya sastra yang tersusun dari berbagai macam unsur. Begitu juga dengan cerpen karya siswa di sekolah, khususnya di jenjang SMA juga dapat ditelaah dari berbagai segi yang menopangnya. Walaupun masih dalam tahap belajar, tetapi cerpen tersebut merupakan hasil dari ungkapan, cita, rasa, dan karsa siswa. Berdasarkan pernyataan tersebut, cerpen karya siswa tentunya memiliki karakteristik sehingga hasil karya antara siswa yang satu dengan yang lain terlihat berbeda. Kararkteristik-karakteristik tersebut dapat dilihat dari pemilihan tema. Dengan beragamnya tema yang bisa diangkat untuk dijadikan sebuah cerita, maka ada kemungkinan adanya perbedan tema yang diangkat oleh siswa yang satu dengan yang lainnya. Disisi lain, karakteristik tentang penggambaran tokoh serta penokohan antara siswa satu dengan siswa yang lainnya juga tidaklah sama. Tidak hanya itu, karakteristik alur yang dibuatnya serta cara mendeskripsikan setting pun pasti juga tidak sama. Selain itu, penggunaan gaya bahasa serta amanat yang disampaikan juga memiliki karakteristik tersendiri dan memiliki perbedaan antar siswa tersebut. Dengan demikian, cerpen karya siswa di SMA juga dapat ditelaah dari berbagai segi yang menopangnya.

Pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan melalui komitmen organisasi (Studi pada karyawan Departemen Mines and Exploration PT. Vale Indonesia Tbk) / Andriani Kalalembang

 

Kemampuan melaksanakan tugas guru dan pengaruhnya terhadap motivasi kerja guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) se Kabupaten Tulungagung / oleh Lukman Hakim

 

Distribusi idioblas penghasil zat anti nyamuk pada 4 jenis tumbuhan / Ulfatul Husnaa

 

Kata kunci: distribusi idioblas penghasil zat anti nyamuk, Evodia suaveolens Scheff, Ruta angustifolia (L.) Pers., Pelargonium graveolens L’Hér., dan Rosmarinus officinalis Linn. Bahan anti nyamuk dapat berasal dari bahan alami berupa tumbuhan yang berpotensi sebagai penolak nyamuk. Beberapa jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai bahan anti nyamuk, di antaranya: Evodia suaveolens Scheff, Ruta angustifolia (L.) Pers., Pelargonium graveolens L’Hér., dan Rosmarinus officinalis Linn. Salah satu ciri tumbuhan yang berpotensi sebagai penolak nyamuk berupa adanya bau khas dari minyak essensial yang berasal dari idioblas penghasil zat anti nyamuk. Tumbuhan yang berpotensi sebagai penolak nyamuk dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai tumbuhan hidup atau melalui penyulingan senyawa aktif tumbuhan tersebut, karena adanya perbedaan distribusi idioblas penghasil zat anti nyamuk pada setiap jenis tumbuhan anti nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan kerapatan idioblas penghasil zat anti nyamuk pada daun dan batang dari keempat jenis tumbuhan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi, Ruang 309, Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang pada bulan April-Agustus tahun 2009. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif bersifat ex post facto dari data yang diperoleh secara anatomi. Idioblas penghasil zat anti nyamuk terdistribusi secara acak baik pada daun maupun batang. Idioblas terdistribusi pada permukaan daun adaksial dan abaksial. Zat anti nyamuk pada keempat jenis tumbuhan disekresikan dalam berbagai macam bentuk alat sekresi, berupa: trikomata glandular, sel minyak essensial dan kelenjar minyak essensial. Idioblas minyak essensial pada E. suaveolens dan R. angustifolia berupa kelenjar minyak essensial dan sel minyak essensial, selain itu E. suaveolens juga membentuk trikomata glandular tipe peltatus; P. graveolens berupa trikomata glandular tipe capitatus dan sel minyak essensial; R. officinalis berupa trikomata glandular tipe capitatus, peltatus dan trikomata glandular bercabang serta sel minyak essensial. Trikomata glandular terdistribusi pada permukaan adaksial dan abaksial daun melalui lamina maupun kosta serta pada permukaan epidermis batang. Sel minyak essensial dan kelenjar minyak essensial terdistribusi dalam jaringan parenkima. Penghitungan kerapatan idioblas dilakukan pada trikomata glandular tipe capitatus dan peltatus serta kelenjar minyak essensial. Hasil penghitungan kerapatan idioblas menggambarkan sebaran idioblas minyak essensial pada batang lebih rapat daripada daun. Idioblas lebih rapat pada batang tumbuhan yang belum mengalami pertumbuhan sekunder maupun di ujung batang. Idioblas pada daun lebih rapat pada permukaan abaksial. Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian ini agar tumbuhan Evodia suaveolens Scheff, Pelargonium graveolens L’Hér., dan Rosmarinus officinalis Linn. dimanfaatkan sebagai tumbuhan anti nyamuk dengan cara menanamnya, sedangkan Evodia suaveolens Scheff dan Ruta angustifolia (L.) Pers. dapat digunakan melalui penyulingan minyak essensial. Daun yang digunakan bukan daun yang telah menguning, sedangkan batang sebaiknya bukan batang yang telah mengalami pertumbuhan sekunder.

Mind mapping dalam pembangunan kreativitas siswa mata pelajaran ekonomi / Ayuniva Recinta Nuraenny Putri

 

ABSTRAK Putri, Ayuniva R.N. 2015. Mind Mapping dalam Membangun Kreativitas Siswa Mata Pelajaran Ekonomi. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Prih Hardinto, M.Si, (II) Ro’ufah Inayati, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Mind Mapping, Kreativitas. Selama ini pembelajaran di kelas lebih banyak difokuskan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Guru kurang memperhatikan sisi kreativitas siswa. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membangun kreativitas siswa. Salah satunya adalah dengan cara menerapkan model pembelajaran Mind Mapping. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keefektifan proses belajar menggunakan model pembelajaran Mind Mapping dalam membangun kreativitas siswa pada mata pelajaran Ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Jenis data yang digunakan adalah data primer dimana data tersebut bersumber dari aktivitas belajar siswa yang diperoleh dari lembar observasi, sedangkan sumber data pada penelitian ini adalah guru dan/atau siswa kelas X IIS 3 SMA Negeri 6 Malang. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar observasi. Kegiatan validasi konstruk dilakukan untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses belajar menggunakan model pembelajaran Mind Mapping cukup efektif dalam membangun kreativitas siswa dalam pembelajaran Ekonomi. Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya analisis hasil kreativitas siswa yang telah diklasifikasikan menjadi kategori rendah, sedang dan tinggi. Berdasarkan hasil tersebut disarankan bagi guru mata pelajaran Ekonomi khususnya di kelas X IIS 3 SMA Negeri 6 Malang untuk menjadikan model pembelajaran Mind Mapping sebagai salah satu alternatif model pembelajaran dalam membangun kreativitas siswa, namun sebelum guru mengajak siswa membuat Mind Map sebaikanya perlu dilakukan 1 tahapan lagi yakni meaning full learning. Sedangkan bagi peneliti selanjutnya disarankan dapat menggunakan model pembelajaran Mind Mapping dalam penelitiaannya dengan subyek yang berbeda untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas guna meningkatkan kualitas pembelajaran.

Pengembangan panduan pelatihan keterampilan menghadapi stres bagi siswa SMP / Dwi Satya Anggraini

 

ABSTRAK Anggraini, D.S. 2015. Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Menghadapi Stres bagi Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dany M. Handarini, M.A. (II) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, keterampilan menghadapi stres, structured learning approach Berdasarkan fenomena-fenomena yang terjadi dikalangan remaja, ditemukanbahwa sebagian besarremaja masih belum memiliki keterampilan menghadapi stres khususnya dalam bidang pribadi sosial. Hal ini terbukti dari berbagai kasus yang dimuat diberbagai surat kabar, yaitu remaja mengakhiri hidupnya dikarenakan stres.Penelitian ini menghasilkan panduan pelatihan keterampilan menghadapi stres bagi siswa SMPkhususnya dalam bidang pribadi sosial. Panduan pelatihan keterampilan menghadapi stres bagi siswa SMPterdiri tiga buku, yaitu: buku panduan pelatihan keterampilan menghadapi stres bagi siswa SMP sebagai panduan konselor dalam memberikan layanan bimbingan pribadi sosial, buku panduan pelatihan keterampilan menghadapi stres bagi siswa SMP yang ditujukan untuk siswa, dan buku materi keterampilan menghadapi stres. Metode yang digunakan dalam pelatihan keterampilan tersebut adalahStructured Learning Approach (SLA).Structured Learning Approach (SLA) merupakan pendekatan pembelajaran terstruktur yang dikembangkan dari teori belajar dan modifikasi perilaku dalam psikologi. Langkah-langkah atau prosedural dalam SLA diantaranya (a) Intruksi(Instruction), (b) Pemberian Model (Modeling), (c) Bermain Peran (Role Playing), (d) Pemberian Balikan (Performance Feedback), dan (e) Pemberian Tugas Rumah (Transfer of training and maintenance). Pengembangan ini mengadopsi dari metode penelitian Borg and Gall (1983) yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan. Tahapan pengembangan tersebut antara lain: need assessment, perencanaan, pengembangan prototipe produk, validasi (ahli BK dan calon pengguna produk), revisi, dan produk akhir. Pada tahap need assessment, pengembang menggunakan analisis literatur dengan mengumpulkan berbagai informasi yang ada. Tahap perencanaan, pengembang menentukan tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan. Setelah itu, pengembangan prototipe produk. Setelah buku panduan tersusun, pengembang melakukan uji ahli kepada ahli BK dan calon pengguna produk (konselor).Berdasarkan kesepakatan ahli BK, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: aspek kegunaan sangat tinggi,aspek kelayakan tinggi, aspek ketepatan tinggi. Berdasarkan kesepakatan dari calon pengguna produk, aspek kegunaan tinggi,aspek kelayakan tinggi, dan aspek ketepatan tinggi. Berdasarkan hasil pengembangan panduan pelatihan keterampilan menghadapi stres, maka disarankan bagi peneliti selanjutnya melakukan uji efektivitas dari panduan pelatihan keterampilan menghadapi stres untuk mengetahui tingkat keefektifan panduan pelatihan jika diterapkan dalam kelas.

Hubungan persepsi siswa tentang peralatan praktik dan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XII di SMK Negeri 2 Bojonegoro / Titik Dwi Rahayu

 

ABSTRAK Rahayu, T, Dwi. 2015. Hubungan Persepsi Siswa Tentang Peralatan Praktik dan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Siswa pada Mata Diklat Pemeliharaan Mesin Kendaraan RinganKelas XIIDi SMK Negeri 2 Bojonegoro.Skripsi.JurusanTeknikMesin, Program StudiPendidikanTeknikOtomotif. FakultasTeknik. UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (1) Dr. SyarifSuhartadi, M.Pd., (2) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. Kata Kunci :Persepsisiswatentangperalatanpraktik, motivasibelajar, hasilbelajar. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan suatu lembaga pendidikan yang mempersiapkan peserta didiknya untuk masuk ke dunia kerja sesuai bidang yang diminati. Salah satutujuan dibentuknya sekolah SMK adalahuntuk mempersiapkan siswa siap bekerja ataupun berwirausaha di bidangnya masing-masing.Peralatanpraktiksangatdibutuhkandalampembelajaran, sehinggahaltersebutharusterpenuhi.Peralatanpraktikbertujuanuntukmemberikanbekalpengetahuandanketrampilankepadalulusannyasupayamenjaditenagakerja yang produktif.Denganperalatanpraktik yang memadai, maka proses belajarmengajarakanberjalandenganefektifdandiharapkansiswamemperolehhasilbelajar yang optimal. Motivasibelajarmerupakan penggerak siswa untuk melakukan kegiatan belajar.Motivasibelajarsiswaakanberpengaruhterhadaphasilbelajarsiswa. Tujuanpenelitianiniadalah: (1)Mengetahui adanya hubungan antara persepsi siswa tentang peralatan praktik terhadap hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XI1 SMKN 2 Bojonegoro, (2) Mengetahui adanya hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XII SMKN 2 Bojonegoro, (3) Mengetahui adanya hubungan antara persepsi siswa tentang peralatan praktik dan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XII SMKN 2 Bojonegoro. Rancanganpenelitian yang digunakanadalahmetodedeskriptifkorelasional yang dilaksanakanpadasiswakelas XII TKR SMKN 2 Bojonegoro, sampel yang digunakansebanyak 64 siswa.Pengumpulan data dilakukandenganmenggunakanangket.Analisis data dalampenelitianinimenggunakanujikorelasisederhanadanujikorelasiganda. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa, (1) persepsisiswatentangperalatanpraktik di SMKN 2 Bojonegorotermasukdalamkategoribaiksebesar 56%, (2) motivasibelajarsiswakelas XII TKR di SMKN 2 Bojonegorotermasukdalamkategoribaiksebesar 69%, (3) hasilbelajarsiswakelas XII TKR di SMKN 2 Bojonegorotermasukdalamkategoribaiksebesar 50%, (4) terdapathubungan yang signifikanantarapersepsisiswatentangperalatanpraktikdanmotivasibelajarsiswakelas XII TKR di SMKN 2 Bojonegorosebesar 0.687. Kesimpulan yang diperoleh: (1) Ada hubungan yang signifikan tentang peralatan praktik dengan hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XII di SMKN 2 Bojonegoro, (2) Ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XII di SMKN 2 Bojonegoro, (3) Ada hubungan yang signifikan tentang peralatan praktik dan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XII di SMKN 2 Bojonegoro.

Perbedaan daya desinfeksi beberapa merk desinfektan pembersih lantai yang dijual di kotamadya Malang terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa / oleh Endri Ulfa Kusumawati IS

 

Pengembangan media pembelajaran web based learning untuk mata pelajaran sistem operasi open source kelas X SMK Negeri 10 Malang / Nukleon Jefri Nur Rahman

 

ABSTRAK JefriNur Rahman, Nukleon. 2015Pengembangan Media Pembelajaran Sistem WebBasedLearning untuk Mata Pelajaran Sistem Operasi OpenSourceKelas X SMK Negeri 10 Malang.Skripsi. JurusanTeknikElektroFakultasTeknikUniversitasNegeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. HarySuswanto, S.T.,M.T., (II) UtomoPujiantoS.Kom., M.Kom. Kata Kunci:pengembangan, media pembelajaran, sistem operasi, web Salah satumatapelajaran yang memilikiperananpenting di semua kompetensikeahlian di sekolah menengah kejuruan adalah mata pelajaran sistem operasi. Berdasarkanhasilobservasi yang dilakukan di SMK Negeri 10 Malang didapatkankurangnya sarana yaitu laboratorium komputer yang khusus untuk praktikum sistem operasi, hal ini yang mengakibatkan kurangnya pemahaman siswa terhadap materi bahasan yang ada pada sistem operasi khususnya sistem operasi opensource. dan juga berimbas pada nilai yang diperoleh siswa pada ulangan harian dan ulangan semester.Salah satucarauntukmeningkatkanprestasidanminatbelajarsiswaadalahmelakukanupayapembaharuandalam hal media pembelajaran. Media pembelajaran yang dapat diakses siswa dengan mudah baik disekolah ataupun disekolah.Produk Media pembelajaranberbasiswebinidikembangkandan di ujicoba skala luas di SMK Negeri1Gedangandanujicobaskalaluas di SMK Negeri 1 Kepanjendan SMK Negeri 8 Malang selanjutnyapelaksaanimplementasinya di SMK Negeri 10 Malang. TujuandaripenelitianiniadalahMenghasilkanmedia pembelajaranberbasiswebpadamatapelajaransistemoperasi opensourceuntuksiswakelas X di SMK Negeri 10Malang yang layak/valid menurutkriteriakelayakan media pembelajaran serta efisien dalam meningkatkan pemahaman siswa. Tahapanpenelitianpengembangan yang digunakandalampenelitianiniadalahtahapanResearch and Developmentsugiyono yang terdiridarisepuluhtahapan: (1) potensidanmasalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasidesain, (5) revisi desain, (6) ujicoba produk, (7) revisi produk, (8) ujicoba pemakaian, (9) revisi produk, (10) produksi massal.Instrumenpengumpul data yang digunakandalampengembanganiniberupaangketkuisioneryang disebarkankepadaduaahli media, ahlimateri, ujicobaskalakecil di satusekolah, ujicobaskalaluas di duasekolah, danimplementasi di satu sekolah. Data yang diperolehberupa data kualitatifhasilwawancarasebagai data awaldan data kuantitatif yang diperolehdarihasilpenskoran yang kemudianditerjemahkankevalidanya. Berdasarkananalisis data hasilpenelitian yang telahdilakukanmakadidapatkanhasilpersentasedariahli media sebesar97,07%, ahlimaterisebesar96,71%,uji cobaskalakecilsebesar 86,35%, dan ujicobaskalaluassebesar89,52 %. Sehinggadidapatkanhasil rata-rata sebesar88% dengankelayakan “valid” daribatas minimal persentasevaliditas76%. Dan juga dari pengunaan media pemebelajaran ini didapat peningkatan rata – rata nilai siswa yaitu dari 33,78 menjadi 79,31. Dari analisis data dapatdisimpulkanbahwaaplikasi media pembelajaraninidapatdigunakansebagai media belajarsiswamandiriataupunsuplemenpembelajarankelas.

Pengaruh penggunaan gadget smartphone, pemanfaatan e-learning dan aktivitas dalam media sisial terhadap hasil belajar siswa kelas kelas X IIS pada mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 6 Malang / Lusvitra Fitri Nuyulianti

 

Pengaruh minat dan prestasi belajar mata pelajaran ekonomi terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Fakultas Ekonomi pada siswa kelas XII IPS di SMA Negeri 1 Garum / Aprilia Fajar Laksmi

 

ABSTRAK Laksmi, Aprilia Fajar. 2015. Pengaruh Minat dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi terhadap Motivasi Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi Fakultas Ekonomi pada Siswa Kelas XII IPS di SMA Negeri 1 Garum. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Agung Haryono, S.E, M.P, Ak. (II) Drs. Prih Hardinto, M.Si. Kata Kunci: minat belajar, prestasi belajar dan motivasi melanjutkan pendidikan Setelah lulus dari SMA siswa dapat lebih berkonsentrasi pada ilmu yang diinginkan dengan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Melanjutkan pendidikan diperlukan motivasi, karena dengan motivasi mendorong siswa mendapatkan apa yang diinginkan. Motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Berbagai faktor dapat mempengaruhi motivasi melanjutkan pendidikan khususnya ke Fakultas Ekonomi tersebut diantaranya adalah minat dan prestasi belajar mata pelajaran Ekonomi. Minat belajar Ekonomi adalah ketertarikan untuk lebih mempelajari pelajaran Ekonomi. Sedangkan prestasi belajar Ekonomi merupakan gambaran kemampuan siswa dalam penerimaan materi Ekonomi yang telah diberikan. Setiap siswa memiliki minat dan prestasi belajar Ekonomi yang berbeda sehingga hal ini dapat berpengaruh pada motivasi siswa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Fakultas Ekonomi yang berbeda pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh: (1) minat belajar mata pelajaran Ekonomi terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Fakultas Ekonomi, (2) prestasi belajar mata pelajaran Ekonomi terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Fakultas Ekonomi, (3) minat dan prestasi belajar mata pelajaran Ekonomi terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Fakultas Ekonomi. Rancangan penelitian adalah penelitian eksplanasi dengan bantuan program SPSS 16 for Windows. Penelitian di SMA Negeri 1 Garum pada kelas XII IPS dengan populasi 145 siswa dan sampel 106 siswa. Pengumpulan data adalah angket dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah ada pengaruh minat belajar mata pelajaran Ekonomi terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Fakultas Ekonomi, ada pengaruh prestasi belajar mata pelajaran Ekonomi terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Fakultas Ekonomi serta ada pengaruh minat dan prestasi belajar mata pelajaran Ekonomi terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Fakultas Ekonomi. Kesimpulan penelitian adalah minat dan prestasi belajar mata pelajaran Ekonomi memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Fakultas Ekonomi. Secara simultan minat dan prestasi belajar mata pelajaran Ekonomi berpengaruh terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Fakultas Ekonomi. Saran bagi guru perlu mempertahankan minat dan prestasi belajar mata pelajaran Ekonomi yang sudah baik karena dapat mempengaruhi motivasi melanjutkan pendidikan serta bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini lebih baik.

Pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap disiplin kerja karyawan melalui motivasi kerja (studi pada karyawan di PT Kariangau Indojaya Balikpapan, Kalimantan Timur) / Dimas Chandra Kusuma

 

ABSTRAK Kusuma, Dimas Chandra. 2015. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Terhadap Disiplin Kerja Karyawan Melalui Motivasi Kerja (Studi pada Karyawan di PT Kariangau Indojaya Balikpapan, Kalimantan Timur). Skripsi, Program Studi Manajemen, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika RWW, M.A. M.Si, (II) Elfia Nora, S.E. M.Si. Kata Kunci : Kepemimpinan Transformasional, Disiplin Kerja, Motivasi Kerja. Pengelolaan sumber daya manusia memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bagian-bagian lainnya dalam sebuah organisasi, karena hal ini menyangkut fakor manusiawi seperti kemampuan, emosi, motivasi, mental yang berbeda di setiap individunya. Selain itu, terdapat pula berbagai hambatan seperti rendahnya prestasi kerja, rendahnya tingkat kedisiplinan, rendahnya motivasi kerja karyawan, dan lain sebagainya yang dapat menghambat perkembangan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap disiplin kerja karyawan melalui motivasi kerja (studi pada karyawan PT Kariangau Indojaya Balikpapan, Kalimantan Timur). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 116 responden dari 163 karyawan. Adapun metode yang digunakan dalam pengambilan sampel ini adalah dengan menggunakan Proportional Sampling, dan teknik pengujian data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji validitas dan uji reliabilitas. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Path (analisis Jalur). Dari hasil penelitian dapat diketahui: 1) pimpinan di PT Kariangau Indojaya Balikpapan, Kalimantan Timur kurang menerapkan kepemimpinan transformasional, serta karyawannya yang memiliki tingkat disiplin kerja dan motivasi kerja yang tinggi, 2) terdapat pengaruh positif secara langsung yang signifikan kepemimpinan transformasional terhadap motivasi kerja karyawan di PT Kariangau Indojaya Balikpapan, Kalimantan Timur, 3) terdapat pengaruh positif secara langsung yang signifikan motivasi kerja terhadap disiplin kerja karyawan di PT Kariangau Indojaya Balikpapan, Kalimantan Timur, 4) terdapat pengaruh positif secara langsung yang signifikan kepemimpinan transformasional terhadap disiplin kerja karyawan di PT Kariangau Indojaya Balikpapan, Kalimantan Timur, dan 5) terdapat pengaruh positif secara tidak langsung yang signifikan kepemimpinan transformasional terhadap disiplin kerja karyawan melalui motivasi kerja di PT Kariangau Indojaya Balikpapan, Kalimantan Timur. Saran yang diberikan adalah PT Kariangau Indojaya Balikpapan hendaknya mengadakan acara family gathering setiap tahunnya untuk seluruh karyawan, hal ini dimaksudkan agar dapat mempererat hubungan silahturahmi antara pimpinan dengan karyawannya dan juga penyegaran bagi setiap karyawan setelah melakukan aktivitas pekerjaan sehari-hari, dan bagi peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel penelitian lain, yaitu variabel gaya kepemimpinan partisipatif.

Pengaruh kepadatan bangunan dan luas ruang terbuka hijau terhadap suhu udara di kotamadya Surabaya / oleh Muhammad Taufiq

 

Rancang bangun media pembelajaran berbasis mobile untuk pelajaran Pemrograman Dasar dengan model problem solving bagi siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Islam 1 Blitar / Widya Puspa

 

ABSTRAK Puspa, Widya. 2015. Rancang Bangun Media Pembelajaran Berbasis Mobile untuk Mata Pelajaran Pemrograman Dasar dengan Model Problem Solving bagi Siswa Kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Islam 1 Blitar. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T dan pembimbing (2) Utomo Pujianto, S.Kom, M.Kom. Kata kunci: Media Pembelajaran, Pemrograman Dasar, Problem Solving Pemrograman dasar merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dikuasai oleh siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Islam 1 Blitar. Pelaksanaan pembelajaran pada SMK Islam 1 Blitar pada matapelajaran Pemrograman Dasar masih menggunakan metode mengajar konvensional dengan menggunakan ceramah dan praktikum. Pembelajaran dimulai dengan guru memberikan penjelasan materi pembelajaran yang akan dipelajari selanjutnya siswa diberikan modul ajar yang berisikan latihan pembuatan program C++. Pada modul ajar dijelaskan langkah langkah pembuatan program dan dituliskan secara jelas kode program yang harus dituliskan oleh siswa. Akan tetapi ketidaktelitian siswa membuat kode program yang dituliskan menjadi salah. Hal ini dapat terjadi dikarenakan bahasa C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat sensitivecase atau dapat pula diartikan penulisan kode program harus benar-benar tepat atau program tidak akan dapat berjalan.Untuk melatih ketelitian siswa dalam menuliskan kode program diperlukan latihan sehingga siswa terbiasa dengan struktur dari kode program C++. Akan tetapi hanya 43% siswa yang memiliki laptop maupun komputer pribadi yang dapat digunakan untuk berlatih memahami kode program. Sedangkan apabila siswa belajar menuliskan kode program hanya melalui buku maka siswa tidak akan mendapatkan feedback sehingga siswa tidak akan mengerti apakah yang dikerjakan benar atau salah. Disisi lain sebanyak 95% siswa telah memiliki smartphone dengan sistem operasi minimal android versi ginggerbread yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk membuat media pembelajaran berbasis mobile untuk Mata Pelajaran Pemrograman Dasar dengan model Problem Solving bagi siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Islam 1 Blitar yang dapat mengakomodasi pelaksanaan pembelajaran dan layak digunakan berdasarkan kriteria penilaian dari ahli media dan ahli materi yang dipilih. Model penelitian yang digunakan adalah model rancang bangun pusdiklat (depdiknas). Model rancang bangun ini memiliki lima langkah yakni analisis kebutuhan, strategi pendekatan, penyusunan bahan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek uji coba pada penelitian ini adalah dosen sebagai ahli media, guru sebagai ahli materi, dan siswa TKJ SMK Islam 1 Blitar. Instrumen yang digunakan adalah angket yang terdiri dari tiga jenis berdasarkan responden, yaitu angket untuk ahli media, angket untuk ahli materi, dan angket untuk siswa. Data hasil uji coba dianalisis dengan menggunakan kriteria validitas analisis persentase. Hasil dari penelitian rancang bangun ini adalah aplikasi mobile untuk Mata Pelajaran Pemrograman Dasar. Berdasarkan hasil uji kelayakan dari ahli media diperoleh persentase sebesar 90,6% dan 96,7%, validasi ahli materi sebesar 95,6%, uji coba kelompok kecil sebesar 91,87%, dan uji coba lapangan sebesar 93,86%. Rata-rata persentase kelayakan media pembelajaran secara keseluruhan adalah 93,69%. Berdasarkan kriteria kelayakan menurut Akbar dan Sriwiyana (2011:207), media pembelajaran dapat dinyatakan sangat layak dan dapat digunakan tanpa revisi.

Pengaruh kualitas layanan dan citra merek terhadap loyalitas konsumen melalui kepuasan konsumen sebagai variabel intervening (studi pada konsumen Cafe Ria Jenaka Malang) / Andri Novianto

 

ABSTRAK Novianto, Andri. 2015. PengaruhKualitas Layanan dan Citra Merek TerhadapLoyalitasKonsumenMelalui kepuasan Konsumen Sebagai Variabel Intervening (StudiKasusPadaCafe Ria Djenaka,Malang).Skripsi, JurusanManajemen, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I)Dr. AgusHermawan,M.Si.,GradDipMgt.,MBus. (II)Dr. LudiWishnuWardana, S.T.,SPd.,S.E.,M.M Kata Kunci :Kualitas Layanan, Citra Merek, Kepuasan Nasabah, Loyalitas Nasabah Strategi pemasaran yang tepat dan terencana bukan hanya diterapkan di perusahaan besar. Di dalam dunia kuliner atau cafe juga menerapkan strategi yang sama demi kelangsungan jangka panjangdengan cara kualitas layanan yang baik serta pencitraan merek yang baik pada konsumen. Sehingga tercipta hubungan saling menguntungkan antara pelanggan dan pihak cafe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kualitas Layanandan Citra Merek terhadap Loyalitas Konsumen secara langsung atau melalui Kepuasan Konsumen. Variabel yang diteliti adalahKualitas Layanan, Citra Merek,Kepuasan Konsumen dan Loyalitas Konsumen. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif serta teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel menggunakan kriteria, dimana kriteria dalam penelitian ini adalah konsumen yang telah mengunjungi cafe paling tidak 2 kali. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh konsumen Cafe Ria Djenaka Jln. Bandung No.5, Malang sebanyak 340konsumen dengan jumlah sampel sebanyak 100 konsumen.Pengolahan data penelitian ini menggunakan analisis jalur dengan program SPSS 16.0. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Kualitas Layananberpengaruh positif signifikan terhadap Kepuasan Konsumen, (2) Citra Merek berpengaruh positif signifikan terhadap Kepuasan Konsumen, (3)Kualitas Layananberpengaruh positif signifikan terhadap Loyalitas Konsumen, (4)Citra Merekberpengaruh positif signifikan terhadap Loyalitas Konsumen, (5) Kepuasan Konsumenberpengaruh positif signifikan terhadap Loyalitas Konsumen, (6) Kualitas Layanansecara tidak langsung berpengaruh positif signifikan terhadap Loyalitas Konsumen melalui Kepuasan Konsumen, dan (7) Citra Mereksecara tidak langsung berpengaruh positif signifikan terhadap Loyalitas Konsumen melalui Kepuasan Konsumen. Saran bagi Cafe Ria Djenaka harus terus menjaga kualitas layanan yang baik pada konsumen dan juga para calon konsumen, agar semakin banyak lagi yang berkenan untuk datang ke Cafe Ria Djenaka. Selain itu juga terus menjaga citra merek yang baik di mata konsumen. Untuk menjaga konsumen agar tetap puas Cafe Ria Djenaka bisa dengan meningkatkan penyelesaian masalah denga orientasi pelanggan serta dengan menyesuaikan harga dengan kualitasmenu yang ditawarkan agar konsumen terpuaskan hingga terujutnya loyalitas konsumen.

Pengaruh pemberian ekstrak kulit akar kamboja (dlumeria acuminata) terhadap daya perkecambahan biji rumput jarum (andropogon acucilatus) / oleh Sri Utami

 

Perbedaan hasil belajar menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan model pembelajaran Jigsaw mata pelajaran Perakitan Komputer pada siswa kelas X TKJ di SMK Negeri 12 Malang / Selly Aresta Fitriana

 

ABSTRAK Fitriana, Selly Ariesta. 2015. PerbedaanHasilBelajarMenggunakan Model Pembelajaran Project BasedLearning dan Model Pembelajaran Jigsaw Mata PelajaranPerakitanKomputerpada Siswa Kelas X TKJ di SMKNegeri 12 Malang.Skripsi, Program Studi S1 PendidikanTeknikInformatika, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. SyaadPatmanthara, M.Pd, (II) Drs. HariPutranto. Kata Kunci: Hasil Belajar, Project Based Learning, Jigsaw Dalammeningkatkanhasilbelajarsiswa seorang guru dituntutuntukmenguasaidanmenerapkanberbagaimetodepengajaran.Dalam prosespembelajaranmasihseringditemuiadanyakecenderunganmeminimalkanketerlibatansiswa. Dominasi guru dalam proses pembelajaranmenyebabkankecenderungansiswalebihbersifatpasifsehinggasiswalebihbanyakmenunggusajian guru daripadamencaridanmenemukansendiripengetahuan,sikap, atauketerampilan yang dibutuhkansiswa. Penelitian ini diakukan untuk memperoleh gambaran tentang peningkatan hasil belajar siswa dan untuk membandingkan perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Project Based Learning(PjBL) dengan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaranJigsaw. RancanganpenelitiandenganmetodeeksperimeninimenggunakanbentukPretest-Postest Control Group Design yang melibatkankelompokeksperimendankelompokkontrol.Populasipenelitianiniadalahsiswakelas X jurusanTKJ SMKN 12 Malang tahunajaran 2015/2016dansampelnyaadalah62siswa yang terbagidalam 2 kelasyaitukelas X TKJ-1 dan X TKJ-2. Kelaseksperimendalampenelitianiniadalahkelas yang diperlakukanmenggunakan model pembelajaranProject Based Learning (PjBL)dankelaskontroladalahkelas yang diperlakukanmenggunakan model pembelajaranJigsaw.Keduakelastersebutdiberisoalpretestdanpostestdengansoal yang samapadakeduamateritersebut. Hasilpenelitianeksperimeninimenunjukkanadanyaperbedaanantarahasilbelajarkelaseksperimendankelaskontrol. Hal inidapatdilihatdari rata-rata hasilbelajarsiswa yang diperoleh, rata-rata hasilbelajarkelaseksperimenpertemuan pertama adalah76,1 dan pertemuan kedua adalah 80,6, sedangkan rata-rata hasilbelajarkelaskontrolpertemuanpertamaadalah 74,4 dan pertemuan kedua adalah 74,5. Rata-rata nilaihasilbelajarkeduakelastersebutmenunjukkanbahwa rata-rata hasilbelajarsiswakelaseksperimenlebihtinggidaripadakelaskontrol.

Faktor-faktor penentu preferensi konsumen (studi pada Rumah Makan "Gang Jangkrik" Malang) / Eline Prastiwi)

 

ABSTRAK Prastiwi, Eline. 2014. Faktor-Faktor Penentu Preferensi Konsumen (Studi Pada Rumah Makan “Gang Jangkrik” Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si, (II) Drs. Mohammad Hari, M.Si Kata Kunci: Preferensi Konsumen, Rumah Makan, Analisis Komponen Utama (AKU)/Principal Component Analysis (PCA) Industri restoran/rumah makan berkembang pesat khususnya di kota-kota besar. Perkembangan ini menunjukkan persaingan di industri restoran/rumah makan semakin ketat yang ditandai banyaknya jumlah resotan/rumah makan. Preferensi digunakan konsumen untuk memilih satu restoran/rumah makan dari banyaknya restoran/rumah makan yang ada. Berdasarkan penjelasan tersebut, penulis tertarik melakukan penelitian tentang faktor-faktor penentu preferensi konsumen pada konsumen rumah makan “Gang Jangkrik” Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Karakteristik responden konsumen rumah makan “Gang Jangkrik”; (2) Faktor-faktor yang menjadi preferensi konsumen dalam memilih rumah makan “Gang Jangkrik”; dan (3) Faktor yang dominan menjadi preferensi konsumen dalam memilih rumah makan “Gang Jangkrik”. Variabel faktor-faktor penentu preferensi konsumen pada penelitian ini terbagi menjadi lima dimensi yaitu Produk (X1), Pencarian (X2), Pengalaman (X3), Layanan (X4), dan Lingkungan (X5). Penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling dengan cara accidental sampling dalam pengambilan sampel sebanyak 110 orang sebagai responden. Skala pengukuran menggunakan skala likert dngan lima pilihan jawaban. Dalam mengumpulkan data penelitian digunakan kuesioner dan wawancara. Pengujian kelayakan instrumen penelitian (kuesioner) menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Dalam mengolah data penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis komponen utaman (AKU)/Principal Component Analysis (PCA). Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa (1) Konsumen rumah makan “Gang Jangkrik” didominasi olek konsumen dengan karakteristik pekerjaan – karyawan swasta non guru, jenjang usia 21 s.d 40 tahun, pendapatan senilai lebih dari Rp 2.000.000,00, frekuensi pembelian belum tentu 1 bulan 1 kali, dan untuk jenis kelamin seimbang antara laki-laki dan perempuan; (2) Terdapat 2 faktor yang terbentuk yaitu faktor pasca pembelian dan faktor pra pembelian; dan (3) Faktor dominan pada faktor pasca pembelian adalah layanan (X4) dan faktor dominan pada faktor pra pembelian adalah pencarian (X2). Saran yang dapat diberikan oleh penulis adalah saran yang ditujukan bagi rumah makan “Gang Jangkrik” yaitu (1) karyawan lebih dikenalkan lagi pada seluruh menu yang tersedia, (2) penggunaan billing / struk yang terkomputerisasi, pengadaan sistem kupon atau diskon, (3) dan jika ingin melakukan ekspansi disarankan mencari lokasi yang area parkirnya lebih besar, dan (4) Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memasukkan variabel-variabel lain yang berkaitan dengan preferensi konsumen yaitu menggunakan pendekatan bauran pemasaran.

Mengajarkan tumbuhan paku di SMP dengan melalui kegiatan pembuatan herbarium / oleh Sri Rahayuningsih

 

Studi kandungan kadar glukosa tape hasil fermentasi ketan putih akibat pengaruh lama fermentasi dan dosis ragi / oleh Maya Rohana

 

Penerapan pembelajaran inquiry untuk meningkatkan berpikir kreatif siswa dalam pemecahan masalah program linear / Puty Chandra Darmajanti

 

Program Studi Pendidikan Matematika RSBI,FMIPA, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dr.Subanji, M.Si (II) Dr. SantiIrawati, M.Si Kata kunci: berpikir kreatif, pemecahan masalah, pembelajaran Inquiry Matematika memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan ilmu pengetahuan lainnya. Peranan matematika yang dimaksud adalah melatih berpikir kreatif siswa. Tetapi kenyataan di kelas, guru lebih sering menggunakan tes tertulis dengan soal-soal yang rutin daripada menggunakan soal-soal yang mengandung pemecahan masalah. Ini berarti kemampuan berpikir kreatif masih jarang diperhatikan. Untuk itu, dalam pembelajaran matematika guru harus mampu meningkatkan berpikir kreatif siswa selama proses pembelajaran, dan mengurangi kecenderungan guru untuk mendominasi proses pembelajaran.Salah satu pembelajaran matematika yang dapat digunakan guru untuk mengembangkan kreativitas matematika siswa adalah dengan pembelajaran Inquiry (menemukan). Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di kelas X APK SMKN 1 Banyuwangi, pada semester genap tahun pelajaran 2009/2010. Data yang diperoleh berasal dari teskreativitas (kuis I, II, dan III), melakukan pengamatan, wawancara, dan hasil kegiatan siswa selama pembelajaran Inquiry. Tujuan penelitian ini adalah memperolehdesain pembelajaran Inquiry yang dapat meningkatkan berpikir kreatif siswa dalam pemecahan masalah program linear siswakelas X APK SMKN 1 Banyuwangi tahun pelajaran 2009/2010. Adapun desain pembelajaran Inquiry yang dapat meningkatkan berpikir kreatif siswa adalah sebagai berikut: (a) Partisipasi Kelas. Guru membangkitkan rasa ingin tahu siswa dengan mengingatkan cara mensubstitusikan salah satu titik yang merupakan selesaian pada fungsi objektif, sehingga siswa mampu menjawab pertanyaan guru, yang jawabannya dikonstruksi/dibuat oleh siswa berdasarkan pengetahuan prasyarat yang dimiliki siswa; (b) Referensi. Siswa mencari dan menemukan materi melalui internet, atau perpustakaan serta membahas materi tersebut secara akurat untuk memperjelas pengertiannya, sehingga memudahkan mereka untuk menyelesaikan masalah; (c). Scaffolding. Guru menjelaskan melalui pertanyaan arahan, sehingga siswa dapat menentukan nilai optimum dari fungsi objektif dengan menggunakan uji titik pojok. Guru membentuk diskusi antar dua siswa, siswa yang satu membuat pertanyaan mandiri sedang siswa yang lain menjawab pertanyaan tersebut; (d) Berkelompok. Siswa dibentuk kelompok dan berdiskusi menyampaikan hasil pemahaman mereka; (e) Berkomunikasi. Guru mengarahkan siswa dalam berdialog, dan salah satu siswa yang merupakan wakil dari kelompok tersebut mempresentasikan hasil kelompoknya di depan kelas dengan berbagai ide atau cara. Sedangkan kelompok lain memberikan tanggapan, dan saran sebagai masukan serta mengoreksi hasil pekerjaan sendiri (masing-masing kelompok) dan kesalahan dari kelompok lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I, hasil dari kuis I (teskreativitas 1 dan pengamatan) sertakuis II (tes kreativitas 2 dan pengamatan) terdapat 18 siswa (56,25%) siswa yang meningkat berpikir kreatifnya, sedangkan pada siklus II, hasil dari kuis II (tes kreativitas 2 dan pengamatan) serta kuis III (tes kreativitas 3 dan pengamatan) ada 28 siswa (87,5%) siswa yang meningkat berpikir kreatifnya. Dari pernyataan tersebut ternyata jumlah siswa yang meningkat berpikir kreatifnya semakin bertambah, ini berarti bahwa pada siklus II siswa mengalami peningkatan berpikir kreatif. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran Inquiry dapat meningkatkan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi guru matematika sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika, dan dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk merancang penelitian baru yang berkaitan dengan kreativitas siswa.

Analisis strategi pengusaha rotan dalam mengembangkan usaha: studi kasus pada industri rotan di Kelurahan Balearjosari Kecamatan Blimbing Kota Malang / David Nugroho

 

Kata kunci: Kondisi Usaha, Strategi Pengusaha Berdasarkan data yang terdapat di Disperindagkop Kota malang. Jumlah pengrajin rotan secara keseluruhan pada tahun 2000 di wilayah Kota Malang sebanyak 300 pengusaha, sedangkan saat ini hanya tersisa kurang dari seperempatnya saja, sekitar 35 pengusaha. Banyak sekali yang menjadi faktor penghambat industri rotan ini berkembang. Salah satunya adalah peristiwa bom bali pada tahun 2002 yang menghilangkan potensi pembeli dari luar negeri yang biasanya memesan hasil kerajinan rotan melalui Bali. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Dengan demikian apa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan data secara objektif terhadap kondisi usaha, potensi sentra usaha dan strategi pengusaha dalam mengembangkan industri kerajinan rotan yang semuanya terangkum dalam fokus penelitian, yaitu kondisi keberlangsungan usaha dan strategi pengusaha dalam mengembangkan usahanya, metode kualitatif yang dimulai dengan display data, melakukan reduksi data dan membuat rangkuman inti serta tahap terakhir disajikan secara deskriptif mengenai fakta-fakta yang ada dilapangan dengan melakukan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan kondisi sentra usaha kerajinan rotan di Kelurahan Balearjosari setelah terjadinya bom Bali 1 dan 2 mengalami kemerosotan jumlah pengusaha kerajinan rotan, juga terdapat potensi yang cukup besar dalam industri kecil pengusaha rotan di Kelurahan Balearjosari, hal ini yang menjadikan salah satu latar belakang pengusaha untuk mempetahankan usahanya. Disamping itu pengusaha melakukan upaya-upaya dalam mempertahankan usahanya dengan mencipakan inovasi-inovasi desain, menawarkan mutu rotan yang lebih baik dan juga dengan menggunakan bantuan lembaga bank dalam pendukung modal. Dalam hal ini pengusaha juga mempunyai strategi dalam mengembangkan usahanya yang dibagi dalam tiga skala, yakni skala kecil, menengah dan besar. Strategi pengusaha diklasifikasikan menjadi tiga model, yakni strategi pengembangan produk, strategi bertahan, strategi pemasaran. Untuk mendukung dari semua upaya-upaya mempertahankan dan mengembangkan usaha, pengusaha dianjurkan untuk meningkatkan kerjasama diantara para pengusaha lainnya. Begitu pula peran pemerintah sangat dibutuhkan para pengusaha dala rangka mengembangkan usaha. Dan hasil dari skripsi ini bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya untuk mengembangkan usaha.

Pengaruh faktor psikologis terhadap keputusan pembelian konsumen sepeda motor Yamaha Mio (Studi pada konsumen sepeda motor Yamaha MIO di Perumnas Sawojajar I Malang, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang) / Revi Qadarriefiana Faradilla

 

Kata kunci: Faktor Psikologis, Keputusan Pembelian Dalam mengembangkan bisnis, produsen berusaha untuk menguasai pasar dan memenangkan persaingan. Hal ini terjadi pada berbagai sektor bisnis, termasuk bisnis kendaraan bermotor khususnya Sepeda Motor Yamaha MIO. Dimana saat ini banyak bermunculan sepeda motor dengan berbagai merek, type dan model sepeda motor. Tiap produsen berusaha menonjolkan keunggulan masing-masing dan menciptakan strategi pemasaran yang sesuai. Untuk menentukan pilihan biasanya konsumen akan membuat suatu keputusan pembelian dimana keputusan yang sering diambil adalah keputusan tentang jenis produk yang akan dibeli, merek apa yang akan dibeli, berapa harganya serta bagaimana kualitasnya. Dengan mempelajari faktor psikologis konsumen, produsen dapat mengetahui cara pandang konsumen dan sifat konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Faktor psikologis adalah salah satu faktor yang timbul dari dalam diri konsumen yang sangat mempengaruhi keputusan pembelian. Faktor psikologis konsumen dalam mengambil keputusan pembelian terdiri dari motivasi, persepsi, pengetahuan serta sikap dan keyakinan dalam kaitannya dengan pembelian suatu produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor psikologis terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Sepeda Motor Yamaha MIO pada masyarakat Perumnas Sawojajar-Malang, baik secara parsial dan simultan. Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory research), sehingga dengan demikian tujuan penelitian dan hipotesis yang diajukan akan dapat dicapai. Populasi yang diambil adalah masyarakat Perumnas Sawojajar-Malang yang terdiri dari 1559 warga yang memiliki Sepeda Motor Yamaha MIO. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling, diperoleh sampel sejumlah 94 responden. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitias dengan sampel uji coba sebanyak 30 responden. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi, observasi/pengamatan dan wawancara. Data responden melalui kuesioner/angket tertutup diukur menggunakan skala Likert dengan skala lima. Sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh faktor psikologis yang terdiri dari motivasi, persepsi, pengetahuan serta sikap dan keyakinan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Sepeda Motor Yamaha MIO baik secara parsial maupun simultan serta dilakukan uji asumsi klasik dan hasil dari analisis data responden diolah menggunakan SPSS 16.0 For Windows. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Motivasi mempunyai nilai t hitung 7,145 > t tabel 1,987 atau signifikan t = 0,000 < signifikansi Alpha (α = 0,05), nilai koefisien regresi motivasi = 0,278; sehingga pada peluang kesalahan 10% motivasi mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Sepeda Motor Yamaha MIO; (2) Persepsi mempunyai nilai t hitung 7,231 > t tabel 1,987 atau signifikan t = 0,000 < signifikansi Alpha (α = 0,05), nilai koefisien regresi persepsi = 0,545; sehingga pada peluang kesalahan 10% persepsi mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Sepeda Motor Yamaha MIO; (3) Pengetahuan mempunyai t hitung 3,402 > t tabel 1,987 atau signifikan t = 0,000 < signifikansi Alpha (α = 0,05), nilai koefisien regresi pengetahuan = 0,280; sehingga pada peluang kesalahan 10% pengetahuan mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Sepeda Motor Yamaha MIO; (4) Sikap dan Keyakinan mempunyai t hitung 0,089 signifikansi Alpha (α = 0,05), nilai koefisien regresi sikap dan keyakinan = 0,005; sehingga pada peluang kesalahan 10% sikap dan keyakinan mempunyai pengaruh pengaruh positif tidak signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Sepeda Motor Yamaha MIO. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan pada perusahaan untuklebih memperhatikan faktor psikologis konsumen. Salah satu caranya yaitu denganmemberikan informasi produk yang cukup jelas dan dapat dimengerti konsumen,memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para konsumennya agar konsumenselalu mengingat produk sepeda motor Yamaha dan melakukan pembelian didealer-dealer Yamaha, memberikan hadiah atau discount atau potongan harga yang cukupmenarik minat konsumen untuk melakukan pembelian Sepeda motor Yamaha MIOserta memberikan kemudahan bagi konsumen dengan tersebarnya dealer-dealer Yamaha yang tersebar di kota sampai di pelosok desa yang memudahkan konsumen untuk melakukan pembelian Sepeda Motor Yamaha MIO, dan lain-lain yang lebih baik lagi karena faktor psikologis merupakan salah satu alat untuk mengenal lebih dekat sifat, selera dan cara pandang konsumen terhadap suatu produk, sehingga dapat menimbulkan daya beli yang tinggi. Sedangkan bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian terhadap variabel-variabel lain yang mempengaruhi keputusan pembelian karena terdapat beberapa aspek yang belum tercakup dalam penelitian ini.

Pengaruh penggunaan limbah tegel traso sebagai bahan tambahan agregat halus (pasir) terhadap kuat tekan beton
oleh Agung Hartono

 

Minat siswa SMP Negeri dan Swasta untuk melanjutkan studi ke SMK pada Program Keahlian Teknik Bangunan di Kabupaten Banyuwangi / Linggar Jefriyadi

 

ABSTRAK Jefriyadi, Linggar. 2015. Minat Siswa SMP Negeri dan Swasta untuk Melanjutkan Studi Pada Program Keahlain Teknik Bangunan di Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sutrisno, S.T., M.Pd, (II) Drs. Made Wena, M.Pd. Kata kunci: minat siswa, program keahlian Teknik Bangunan Untuk menyediakan tenaga- tenaga terampil yang merupakan kebutuhan industri, telah banyak lembaga- lembaga formal yang bertujuan untuk mencetak tenaga terampil dan siap pakai. Diantaranya adalah SMK Bidang Keahlian Teknik bangunan. Jumlah tamatan SMP yang memilih SMK Kelompok Teknologi dan Industri Bidang Keahlian Teknik Bangunan semakin lama semakin rendah. Persepsi siswa tamatan SMP untuk melanjutkan pendidikan ke SMK Bidang Keahlian Teknik Bangunan banyak berpengaruh terhadap jumlah lulusan yang dihasilkan SMK dan perkembangan SMK Bidang Keahlian Teknik Bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa SMP Negeri dan Swasta untuk melanjutkan studi ke SMK Program Keahlian Teknik Bangunan di kabupaten Banyuwangi. Dengan mengetahui kualifikasi minat dan bidang keahlian yang diminati siswa, diharapkan promosi yang dilakukan di SMP lebih banyak lagi sehingga informasi tentang SMK dapat diperoleh siswa dengan mudah. Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri dan Swasta kelas XI di Kabupaten banyuwangi. Dalam penelitian terdapat dua jenis populasi yakni populasi sekolah negeri sebanyak 73 sekolah dan sekolah swasta sebanyak 104 sekolah. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Cluster Random Sampling. Teknik cluster random sampling diterapkan dengan pembagian wilayah. Hasil random didapatkan sebagai berikut: 1) utara: Kec.Songgon, 2) timur: Kec. Rogojampi, 3) selatan: Purwoharjo, 4) barat: Kec. Glenmore, dan 5) tengah: Kec. Singojuruh. Setelah diketahui mengenai hasil acak tiap kecamatan. Jumlah sampel siswa dalam penelitian ini berjumlah 150 siswa SMP Negeri dan 150 siswa SMP Swasta. Hasil Penelitian minat siswa SMP Negeri menunjukkan bahwa siswa (20%) memiliki minat “sangat tinggi”, siswa (45%) memiliki minat “tinggi”, siswa (33%) memiliki minat “sedang”, siswa (2%) mimiliki minat “rendah”. Nilai rata-rata sebesar 55,23 termasuk dalam kategori minat “tinggi”. Sedangkan hasil penelitian minat siswa SMP Swasta menunjukkan bahwa siswa (13%) memiliki minat “sangat tinggi”, siswa (31%) memiliki minat “tinggi”, siswa (15%) mimiliki minat “sedang”, siswa (41%) memiliki minat “rendah”. Nilai rata-rata minat smp swasta sebesar 47,35 termasuk dalam kategori minat “sedang”. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara minat siswa SMP Negeri dan Swasta untuk melanjutkan studi pada Program Keahlian Teknik Bangunan di Kabupaten Banyuwangi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mekanika teknik kelas II Jurusan Mesin (studi kasus) di STM Negeri Malang / oleh Didik Suryawan

 

Analisis inklusi keuangan dalam penggunaan transaksi non tunai (studi kasus pada mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan 2012 Universitas Negeri Malang) / Novi Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Novi. 2015. Analisis Inklusi Keuangan Dalam Penggunaan Transaksi Non Tunai (Studi Kasus Pada Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan 2012 Universitas Negeri Malang). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Imam Mukhlis, S.E, M.Si, (II) Dr. Nasikh, S.E, M.P, M.Pd. Kata Kunci : Transaksi Non Tunai, Inklusi Keuangan, Universitas Negeri Malang Dalam era globalisasi, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat memberikan dampak pada berbagai sektor, termasuk sektor keuangan dan perbankan. Dalam hal ini, diperlukan sebuah sistem yang mendukung proses kegiatan ekonomi sehingga dapat mencapai kenaikan pertumbuhan ekonomi.Inklusi keuangan merupakan salah satu upaya yang memberikan kemudahan akses bagi layanan jasa keuangan. Keuangan inklusif didefinisikan sebagai hak setiap orang untuk memiliki akses dan layanan penuh dari lembaga keuangan secara tepat waktu, nyaman, informatif, dan terjangkau biayanya, dengan penghormatan penuh kepada harkat dan martabatnya (Bank Indonesia, 2014). Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dilakukan untuk mendukung program inklusi keuangan dengan tujuan memberikan akses layanan jasa keuangan yang lebih luas bagi masyarakat, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan stabilitas sistem keuangan, kesetaraan akses dan perlindungan konsumen, adanya perluasan akses dan kepentingan nasional, penanggulan kemisikinan. Dalam hal ini, mahasiswa merupakan salah satu bagian dari penggerak Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan inklusi keuangan melalui Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) pada mahasiswa Universitas Negeri Malang angkatan 2012 khususnya pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu hasil wawancara dengan Mahasiswa Universitas Negeri Malang, Fakultas Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan konsentrasi keuangan dan perbankan offering D,DD,E,EE angkatan 2012. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisisdata dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, display data, serta penarikan kesimpulan. Tahap penelitian dilakukan dengan tiga bagian secara garis besar yaitu tahap pra lapangan, tahap lapangan, dan tahap penyusunan laporan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut. (1) Kemampuan penggunaan aktual produk dan jasa keuangan sudah banyak dilakukan Mahasiswa Universitas Negeri Malang 2012. (2) Mahasiswa Universitas Negeri Malang 2012 pada umumnya telah memiliki alat transaksi non tunai, yaitu berupa kartu debit (ATM) dan e-money. (3) Mahasiswa Universitas Negeri Malang 2012 lebih sering menggunakan transaksi tunai dibandingkan non tunai. (4) Sebagian besar mahasiswa sudah menjalankan program inklusi keuangan dengan baik, karena secara umum banyak dari mereka yang memiliki akun rekening pribadi serta alat transaksi non tunai yang semakin memudahkan mereka untuk melakukan transaksi non tunai. Namun, terdapat beberapa mahasiswa yang belum memanfaatkan layanan keuangan ini secara maksimal. Kurangnya kepercayaan serta kurangnya sarana dan prasarana di tempat perbelanjaan tradisional merupakan salah satu faktor kurangnya penggunaan transaksi non tunai pada mahasiswa. Dengan demikian inklusi keuangan perlu dikembangkan lagi karena belum berjalan secara maksimal. Hal ini dapat didukung dengan penggunaan layanan non tunai yang digunakan oleh mahasiswa.

Pengaruh suku bunga SBI, suku bungan the Fed, ROA, dan LDR terhadap suku bungan deposito berjangka 1 bulan (pada bank umum swasta nasional devisa periode 2007-2009) / Sinta Nurwanti

 

Kata Kunci: Suku Bunga SBI, Suku Bunga The Fed, ROA, LDR, Suku Bunga Deposito. Perubahan suku bunga dalam negeri sangat berhubungan dengan kestabilan sistem perekonomian di suatu negara. Terdapat beberapa teori yang menjelaskan tentang faktor-faktor yang menentukan tingkat suku bunga didalam sistem keuangan. Teori Klasik yang menyatakan bahwa tabungan dan investasi merupakan fungsi dari tingkat bunga. Teori Keynes yang menyatakan bahwa tingkat bunga ditentukan oleh penawaran dan permintaan akan uang. Dan teori Fisher, yang menyatakan bahwa tingkat bunga dapat berubah karena dua alasan yaitu karena tingkat bunga riil berubah atau karena tingkat inflasi berubah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Suku Bunga SBI, Suku Bunga The Fed, ROA, LDR, dan Suku Bunga Deposito Berjangka 1 Bulan pada Periode 2007—2009 serta untuk menguji pengaruh Suku Bunga SBI, Suku Bunga The Fed, Return On Asset (ROA), Loan to Deposite Ratio (LDR) terhadap Suku Bunga Deposito Berjangka 1 Bulan baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dirancang menggunakan desain penelitian noneksperimental yang merupakan penelitian deskriptif dan ex post facto. Sampel penelitian diambil berdasarkan teknik purposive sampling, dimana sampel diambil dari populasi 40 bank umum swasta nasional devisa diambil menjadi 18 sampel. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji apakah variabel bebas (suku bunga SBI, suku bunga the fed, ROA, dan LDR) berpengaruh terhadap variabel terikat (suku bunga deposito berjangka 1 bulan) baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, terdapat pengaruh yang signifikan baik secara parsial maupun simultan antara suku bunga SBI terhadap suku bunga deposito berjangka 1 bulan, suku bunga The Fed terhadap suku bunga deposito berjangka 1 bulan, ROA terhadap suku bunga deposito berjangka 1 bulan, dan LDR terhadap suku bunga deposito berjangka 1 bulan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, maka disarankan agar dalam penelitian lebih lanjut dapat mengambil jumlah periode pengamatan lebih panjang, penambahan variabel bebas yang mempunyai potensi untuk mempengaruhi suku bunga deposito, dan objek penelitian selain bank umum swasta nasional devisa.

Pengaruh penggunaan media kereta api tiga dimensi terhadap kemampuan menyebutkan bangun ruang pada siswa tunarungu kelas IV SDLB Negeri Sengonagung / Tia Antania Winda Tyas

 

ABSTRAK Tyas, Tia AntaniaWinda. 2015. PengaruhPenggunaan Media KeretaApiTigaDimensiTerhadapKemampuanMenyebutkanBangunRuangpadaSiswaTunarunguKelas IV SDLBNegeriSengonagung. Skripsi, JurusanPendidikanLuarBiasa, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. Moh. Efendi, M.Pd, M.Kes, (II)Dr. Sulthoni, M.Pd. Kata Kunci:Tunarungu, kemampuanmenyebutkanbangunruang, media keretaapitigadimensi. Siswa tunarungu mengalami hambatan pada proses pembelajaran matematika khususnya pada materi bangun ruang, dikarenakan siswa tunarungu kesulitan untuk memahami konsep bangun ruang apabila materi tesebut hanya dipaparkan secara abstrak tanpa penggunaan media konkret. Materi bangun ruang yang dimaksud meliputi kubus, balok, prisma segitiga, limas segiempat, kerucut dan tabung. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan ditemukan bahwa guru selama ini hanya menggunakan media gambar untuk menerangkan konsep bangun ruang, sehingga siswa kesulitan untuk memahami konsep bangun ruang secara utuh. Tujuanpenelitianiniuntukmendeskripsikan: (1) tunarungukelas IV SDLB NegeriSengonagungdalammenyebutkanbangunruangsebelummenggunakan media keretaapitigadimensi., (2) tunarungukelas IV SDLB NegeriSengonagungdalammenyebutkanbangunruangsesudahmenggunakan media keretaapitigadimensi, dan (3) ada tidaknya pengaruh media kereta tiga dimensi terhadap kemampuan menyebutkan bangun ruang pada siswa tunarungukelas IV SDLB NegeriSengonagung. Desainpenelitian yang digunakandalampenelitianiniadalahSingle Subject Research (SSR) dengan model desain A-B-A danmenggunakansatuanukurskor.Desaininidigunakanuntukmengukurperubahan yang terjadipada target behaviordarifase baselin-1 (A1) keintervensi (B) kemudianbaseline-2 (A2). Subjekpenelitianmenggunakansiswatunarunguyaitu R (12 tahun). Hasilpenelitianmenunjukkanadanyapengaruhpenggunaan media keretaapitigadimensisebagaibentukintervensiuntukmeningkatkankemampuanmenyebutkanbangunruang. Berdasarkanpengolahan data diperolehmean levelpadafasebaseline-1sebesar 25%, mean levelpadafaseintervensisebesar 84,4%, danmean levelpadafase baseline-2 sebesar 79,8%. Dalamperhitunganpersentase overlap antarafasebaseline-1 kefaseintervensisebesar 0%. Perhitungantersebutmenyatakanintervensimemilikipengaruhterhadappeningkatan target behavior, karena overlap berada di bawah 90%. Kesimpulandaripenelitianinibahwaadapengaruhpenggunaan media keretaapitigadimensiterhadapkemampuanmenyebutkanbangunruangpadasiswatunarungukelas IV di SDLB NegeriSengonagung. Hal tersebutditunjukkandenganadanyapeningkatankemampuanmenyebutkanbangunruangpadasaatsebelumdansesudahdiberikanintervensiberupa media keretaapitigadimensi. Sehinggadisarankankepada guru untukmemaksimalkankemampuansiswatunarungudenganmenggunakan media keretaapitigadimensi.

Pengembangan media video senam irama dalam pembelajaran pendidikan jasmani adaptif pada siswa tunagrahita kelas VI SDLB Negeri Kedungkandang Malang / Restu Pangesti

 

ABSTRAK Pangesti, Restu. 2015. Pengembangan Media Video Senam Irama Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Adaptif Pada Siswa Tunagrahita Kelas VI SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Abdul Huda, M.Pd. Kata Kunci: Media Video Senam Irama, Pendidikan Jasmani Adaptif, Tunagrahita Tunagrahita adalah kelainan yang meliputi fungsi intelektual di bawah rata-rata. Siswa dengan kelainan tunagrahita memiliki problema belajar yang disebakan adanya hambatan perkembangan intelegensi, mental, emosi, sosial, dan fisik. Pada pembelajaran pendidikan jasmani adaptif, siswa tunagrahita memerlukan keberagaman kegiatan olahraga salah satunya adalah kegiatan senam irama. Oleh karena itu siswa tunagrahita memerlukan media pembelajaran yang tepat dalam proses kegiatan belajar mengajar pendidikan jasmani adaptif. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan media video senam irama dalam pembelajaran pendidikan jasmani adaptif pada siswa tunagrahita kelas VI SDLB Negeri Kedungkandang Malang yang disesuaikan dengan karakteristik siswa tunagrahita. Penelitian pengembangan ini mengadaptasi langkah-langkah pengembangan model Dick & Carey yang diadaptasi oleh Setyosari (2013). Subjek uji coba produk terdiri dari ahli materi, ahli media, praktisi, dan uji coba kelompok kecil yang terdiri dari 5 siswa tunagrahita kelas VI SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Hasil pengembangan menunjukan tingkat kevalidan media video senam irama. Hasil penilaian ahli materi memperoleh presentasae 92%, ahli media memperoleh 94%, praktisi memperoleh 92%, dan uji coba kelompok kecil memperoleh rata-rata 88% dengan kualifikasi sangat layak untuk digunakan. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu produk yang dihasilakan mendapat hasil yang tepat dan valid digunakan siswa tunagrahita Kelas VI SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Saran yang diajukan adalah (1) peneliti selanjutnya dapat mengembangankan senam irama dengan model gerakan dan irama yang lainya dalam pembelajaran pendidikan jasmani adaptif, (2) peneliti selanjutnya dapat mengembangkan senam irama dengan menggunakan subjek Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang lainya, (3) peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan memperbanyak keragaman populasi dan wilayah penelitian.

Pembelajaran jarak jauh melalui electronic training (e-training) (studi kasus penyelenggaraan pembelajaran di Pusat Pengembangan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Regional I Bandung) / Delladino Argita Kusuma

 

ABSTRAK Kusuma, DelladinoArgita. 2014.PembelajaranJarakJauhMelaluiElectronic Training (studikasusPenyelenggaraanPembelajarandi PusatPengembanganPendidikanAnakUsiaDini, Nonformaldan Informal Regional I Bandung). Skripsi, JurusanPendidikanLuarSekolah, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hardika, M,Pd, (2) Ellyn SugengDesyanty, S.Pd., M,Pd. Kata Kunci : Pelatihanelektronik, penyelenggaraanpembelajaranjarakjauh, kekurangandankelebihane-training. PenyelenggaraanPembelajaranJarakJauhmelaluielectronic training (e-training)dilaksanakanolehPusatPengembanganAnakusiaDiniNonformaldan Informal Regional I Bandung ialah program nonformal yang diselenggarakandengantujuanmelengkapipembelajarankonvensional yang sudahada agar masyarakatmemperolehpendidikan yang setara. Pembelajaranjarakjauhdenganmenggunakan media elektronikinidisebutdenganpembelajaran virtual yang memanfaatkankecanggihanteknologiinformasidankomunikasi.Model pembelajaran virtual inidilaksanakanuntukpenyetaraankemampuanpendidikdantenagakependidikanmelaluijalurnonformaldandikemasmelaluipelatihanelektronikataudisebutdenganelectronic training (e-training).Strategipembelajaran yang ditelitimempunyaiharapanuntukfaktabarutentangkajianpembelajaranpelatihan via virtual. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif, dirancang dalam bentukstudikasusdenganmendeskripsikanhasildaripenelitiantersebut. Metode penggalian data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data denganmenggnakananalisis data spiral Cresswellyang kemudianuntukmengabsahkanpenelitiandigunakan triangulasi sumberdanteknik. Hasil akhir yang diperolehdaripenelitiandi Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PP-PAUDNI) Regional I Bandung, (1) profilpenyelenggaraanpembelajaranjarakjauhmelaluie-training (2) strategipembelajarankegiatanmelaluie-training (a) pembelajaransecaraonline (b) pembelajaransecaraofflinedalamkegiatane-training. (3) analisiskekurangandankelebihanpenyelenggaraankegiatane-training denganpembelajarankonvensional. Saran daripenelitianiniadalahsebagaiberikut (1) untukjurusan PLS sebagaipengembangkeilmuan PLS untukmengetahuidanmenganalisistentangpenyelenggaraanpembelajaranjarakjauhdalambentukkegiatanpendidikanluarsekolah, (2) bagipenelitilain agar mengembangkanhasilpenelitianinidenganmetodedanfokus yang lain.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |