Perhitungan metode simpleks yang direvisi dengan menggunakan bentuk perkalian invers matriks / oleh Ibnu Taufiq

 

Perancangan game 2 dimensi tentang Joko Tingkir / Ade Zulianto

 

ABSTRAK Zulianto, Ade, 2015. Perancangan Game 2 Dimensi Tentang Joko Tingkir. Tugas Akhir, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang: (I) Andy Pramono S.Kom, M.T, (II) Joko Samodra, S.Kom Kata Kunci: Joko Tingkir, Game 2 Dimensi Dirancangnya Game 2 Dimensi Tentang Joko Tingkir ini adalah agar cerita tersebut tidak hilang ditelan perkembangan zaman dan cerita tersebut dapat dikenal kembali oleh generasi muda dan disebarluaskan keseluruh Indonesia. Perancangan ini juga menunjukkan bahwa cerita rakyat juga bisa dijadikan dasar ataupun ide untuk membuat karya yang tidak kalah dengan perkembangan zaman. Berdasarkan perancangan Game 2 Dimensi tentang “Joko Tingkir” yang menceritakan tentang kisah Joko Tingkir ini dapat ditarik kesimpulan bahwa game joko tingkir yang dibuat dapat mengangkat cerita rakyat joko tingkir. Sehingga media game menjadi alternatif lain untuk mengenalkan cerita rakyat joko tingkir. Setelah dilakukan proses uji coba game joko tingkir pada 5 laptop dengan spesifikasi yang berbeda-beda. Dari semua proses dalam Game yang digunakan sebagai acuan penilaian. Diketahui dari 5 laptop yang digunakan untuk uji coba, 4 laptop berjalan lancar dan 1 laptop yang berjalan tersendat. Berdasarkan proses uji coba diatas dapat diketahui bahwa spesifikasi minimal untuk bisa menjalankan game joko tingkir ini dengan lancar, adalah Intel Core i3, Nvidia Geforce 1 GB dan RAM 2 GB

Integral garis, teorema green dan penerapannya dalam fisika / oleh Hadi Wiyono

 

Perancangan animasi 2D tentang tutorial pembuatan batik tulis Indonesia motif parang rusak untuk siswa sekolah dasar / Nuril Ayu Wulandari

 

Penerapan pembelajaran berbasis modul pada mata pelajaran ekonomi bagi siswa kelas X SMA Negeri 4 Malang tahun pelajaran 2010/2011 / Pratidina Fitriani

 

Kata Kunci : Pembelajaran Berbasis Modul, Ekonomi, Hasil Belajar Pendidikan berperan penting dalam usaha pembentukan generasi penerus dan menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas sehingga dapat bersaing secara global. Pembaharuan di bidang pendidikan ini sebenarnya dimulai dari perubahan behaviorisme (aliran pendidikan) yang diwujudkan dengan pembelajaran yang bersifat teacher centered (berpusat pada guru) dengan pandangan konstruktivisme. Berkaitan dengan perubahan paradigma guru dalam proses belajar mengajar guru perlu menerapkan pembelajaran inovatif yang mampu dan memperkaya pengalaman belajar sehingga aktivitas siswa dalam belajar akan meningkat, akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya dalam pembelajaran ekonomi. Salah satu usaha yang bisa dipakai guru untuk mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran adalah dengan menggunakan pendekatan strategi pembelajaran berbasis modul. Pembelajaran modul termasuk salah satu sistem pembelajaran individual, sebab belajar dengan modul menuntut siswa untuk belajar mandiri. Tujuan utama pembelajaran modul adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran di sekolah, baik waktu, dana, fasilitas, maupun tenaga guna mencapai tujuan secara optimal. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 4 Malang. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X SMA Negeri 4 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011, sedangkan sampelnya kelas X-1 sebagai kelas control dan kelas X-3 sebagai kelas eksperimen yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimental (eksperimen semu). Rancangan penelitian yang digunakan adalah nonrandomized control group pretest-posttest. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar aspek kognitif pada tes kemampuan akhir (post-test) antara kelas yang menggunakan pembelajaran berbasis modul, dengan kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional. Terbukti dari hasil uji-t yang menunjukkan thitung 2,211 > ttabel 2,021. Hal ini juga dibuktikan dengan nilai rata-rata kedua kelas pada saat tes kemampuan akhir (post-test). Rata-rata kelas X-3 (kelas eksperimen)yang diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis modul lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas X-1 (kelas kontrol) yang menggunakan pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata kelas siswa kelas X-1 (kelas kontrol) adalah 81,28sedanglan nilai rata-rata siswa kelas X-3 (kelas eksperimen) adalah 85,47. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dalam mengajar guru hendaknya menggunakan modul untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar, siswa juga diharapkan memiliki kreatifitas yang tinggi sehingga modul yang dipelajari dapat diselesaikan tepat waktu, dan bagi peneliti lain disarankan untuk melakukan penlitian tentang penggunaan modul pada materi lain dan diharapkan hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai dasar pengembangan modul sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan di sekolah-sekolah.

Studi identifikasi penggunaan media pengajaran untuk praktikum kimia Sekolah Menengah Umum Negeri di Kabupaten Magetan / oleh Tutik Untari

 

Penerapan model pembelajaran problem solving untuk meningkatkan kemampuan dalam mengemukakan pendapat siswa pada mata pelajaran PPKn di kelas XI Madrasah Aliyah Negeri 2 Madiun / Amirtama Witantra

 

ABSTRAK Witantra, Amirtama. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Mengemukakan Pendapat Pada Mata Pelajaran PPKn di Madrasah Aliyah Negeri 2 Madiun. Skripsi, Program Studi PPKn, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.Pd, M.Si (II) Siti Awaliah SP.d, M.Hum Kata Kunci:model pembelajaran problem solving, mengemukakan pendapat. Minat belajar siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Madiun terhadap mata pelajaran PPKn masih tergolong sangat rendah. Hal ini disebabkan karena sikap siswa selama mengikuti proses pembelajaran tidak fokus. Bahkan ada sebagian siswa yang menganggap mata pelajaran PPKn tidak begitu penting dikarenakan tidak masuk pada mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional (UN). Penggunaan metode dalam pembelajaran sangat diutamakan guna menimbulkan gairah belajar, motivasi belajar, dan merangsang siswa agar berperan aktif dalam proses pembelajaran. Penggunaan gaya belajar di kelas yang konvensional membuat para pelaku kegiatan pembelajaran menjadi jenuh dalam mempelajari materi. Penggunaan model problem solving merupakan salah satu alternatif dalam menciptakan suasana belajar yang baru di dalam kelas. Metode problem solving diharapkan dapat lebih mempermudah pemahaman materi pembelajaran yang diberikan oleh guru dan nantinya dapat mempertinggi kualitas proses pembelajaran. Dengan penggunaan metode tersebut, minat dan hasil belajar siswa dapat ditingkatkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendiskripsikan penerapan model problem solving di kelas XI Mia 5 dan untuk mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan mengemukakan pendapat siswa setelah diterapkan model problem solving di kelas XI Mia 5 Madrasah Aliyah Negeri 2 Madiun. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (classroom action research). Peneliti berperan sebagai perencana, pelaksana tindakan, pengamat, pengumpul dan penganalisa data, sekaligus menjadi pelapor dari hasil penelitiannya sendiri. Peneliti dibantu oleh guru mata pelajaran PPKn dan satu teman sebaya dari Jurusan PPKn sebagai mitra observasi dan pengumpul data. Penelitian dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Madiun, jalan Sumberkarya No.5 kecamatan Taman, Kota Madiun dengan subyek penelitian adalah kelas XI Mia 5 di Madrasah Aliyah Negeri 2 Madiun Tahun ajaran 2015/2016 semester gasal dengan jumlah siswa sebanyak 33 siswa yaitu 12 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh dari proses pembelajaran melalui pendekatan scientific dengan menggunakan model problem solving dalam meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapat siswa. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah analisis model pembelajaran problem solving dan analisi data kemampuan mengemukakan pendapat siswa pada observasi, siklus I dan siklus II. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dimana dalam setiap siklus difokuskan pada kegiatan pokok yaitu (1) planning; (2) implementing; (3) observing; (4) reflecting. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, peneliti memperoleh kesimpulan sebagai berikut. Pertama, model pembelajaran problem solving merupakan salah satu model pembelajaran yang sangat baik untuk diterapkan dalam pembelajaran PPKn di kelas XI Mia 5 Madrasah Aliyah Negeri 2 Madiun. Model pembelajaran ini telah mengubah kondisi belajar yang sebelumnya cenderung pasif menjadi aktif dan kritis. Kedua, pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran problem solving terbukti dapat meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapat siswa pada mata pelajaran PPKn di kelas XI Mia 5 Madrasah Aliyah Negeri 2 Madiun.

Sistem persamaan linier / oleh Siti Mariyam

 

Pengaruh strategi pembelajaran dan bakat mekanik terhadap hasil belajar praktik teknik otomotif di SMK / Suyanto

 

ABSTRAK Suyanto, 2015. Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Bakat Mekanik terhadap Hasil Belajar Praktik Teknik Otomotif di SMK. Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd, (II) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Pd, M.Ed., (III) Dr. Waras Kamdi, M.Pd. Kata kunci: pembelajaran kontekstual, pembelajaran langsung, bakat mekanik, hasil belajar. Salah satu bentuk proses perbaikan pembelajaran adalah pengembangan strategi pembelajaran. Pengembangan strategi pembelajaran yang dibutuhkan adalah strategi pembelajaran yang kaya informasi dan bermakna serta mewujudkan kegiatan dinamis dan berpikir tingkat tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji signifikansi: (1) perbedaan hasil belajar pemahaman konsep dan keterampilan psikomotorik antara siswa dengan strategi pembelajaran kontekstual dan strategi pembelajaran langsung, (2) perbedaan hasil belajar pemahaman konsep dan keterampilan psikomotorik antara siswa yang bakat mekanik tinggi dan bakat mekanik rendah, dan (3) interaksi strategi pembelajaran dan bakat mekanik dalam perolehan hasil belajar pemahaman konsep dan keterampilan psikomotorik. Pengujian keefektifan strategi pembelajaran kontekstual dan strategi pembelajaran langsung dilakukan dengan pembuatan/penyusunan perangkat pembelajaran. Fokus pada pengujian perbedaan hasil belajar praktik Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif siswa kelas X Teknik Otomotif SMK dengan strategi pembelajaran kontekstual dan strategi pembelajaran langsung, serta melibatkan bakat mekanik sebagai variabel moderator. Penelitian ini menggunakan rancangan Faktorial 2 x 2. Subjek penelitian ini adalah kelas X Teknik Otomotif (TO) SMKN 1 Trenggalek Semester I Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan jumlah siswa 130 (4 kelas). Dua kelas TO melalui undian ditetapkan untuk menggunakan strategi pembelajaran kontekstual dan dua kelas TO yang lain menggunakan strategi pembelajaran langsung. Data dianalisis dengan teknik Manova dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) strategi pembelajaran kontekstual lebih unggul dibanding strategi pembelajaran langsung pada hasil belajar pemahaman konsep; 2) siswa berbakat mekanik tinggi lebih unggul dibanding siswa berbakat mekanik rendah pada hasil belajar pemahaman konsep; 3) tidak ada interaksi yang signifikan antara strategi pembelajaran dan bakat mekanik pada hasil belajar pemahaman konsep siswa; 4)strategi pembelajaran kontekstual lebih unggul dibanding srategi pembelajaran langsung pada hasil belajar keterampilan psikomotorik; 5) siswa bakat mekanik tinggi lebih unggul dibanding siswa bakat mekanik rendah pada hasil belajar keterampilan psikomotorik; dan 6) tidak ada interaksi yang signifikan antara strategi pembelajaran dan bakat mekanik pada hasil belajar keterampilan psikomotorik siswa. Berdasarkan temuan penelitian ini disarankan bahwa guru Teknik Otomotif di SMK: (1) menjalankan strategi pembelajaran kontekstual dan (2) memahami perbedaan kepribadian, kemampuan, bakat mekanik, karakteristik, kebutuhan, dan potensi belajar siswa.

Uji kebaikan khi-kuadrat untuk parameter diketahui dan tidak diketahui / oleh Ismiyatun

 

Model struktural efikasi diri akademik siswa SMP Negeri di Kota Malang / Asriyana Kibtiyah

 

ABSTRAK Kibtiyah, Asriana. 2015. Model Struktural Efikasi Diri Akademik Siswa SMP Negeri di Kota Malang. Disertasi, Program Studi Psikologi Pendidikan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Johana Endang Prawitasari, Ph.D, (II) Dr. Adi Atmoko, M.Si dan (III) Dr. M. Ramli, M.A. Kata kunci: persuasi verbal guru, pengalaman pencapaian akademik, atribusi siswa, efikasi diri akademik Efikasi diri akademik memengaruhi: (1) penetapan tujuan siswa, (2) seberapa besar upaya yang dilakukan siswa dalam mencapai tujuan, dan (3) daya tahan siswa dalam menghadapi kesulitan dan tugas baru yang diterima (Bandura, 2002). Tujuan utama peneliti adalah mengetahui kesesuaian model struktural efikasi diri akademik siswa yang dibangun pada penelitian ini secara empiris Penelitian ini dilakukan dalam setting yang alami (natural), bersifat correlation explanatory. Terdapat 24 SMP Negeri di Kota Malang yang tersebar di 5 kecamatan. Sampel diambil dengan teknik Multistage Random Sampling, jumlah responden adalah 228 siswa dari 15 sekolah terpilih. Variabel yang diamati adalah: persuasi verbal guru, pengalaman pencapaian akademik, atribusi siswa, dan efikasi diri akademik. Reliabilitas instrumen persuasi verbal guru 0,844, pengalaman pencapaian akademik 0,813, atribusi siswa 0,886, dan efikasi diri akademik 0,889 dan loading factor masing-masing butir tiap variabel di atas 0,4. Analisis data menggunakan structural equation modeling (SEM) dan perhitungan dilakukan dengan software AMOS versi 20. Model struktural yang dibangun secara konseptual pada penelitian ini fit (sesuai) secara empiris. Terdapat 5 hipotesis yang terbukti, yakni: (1) efikasi diri akademik siswa dipengaruhi atribusi siswa, (2) efikasi diri akademik siswa dipengaruhi persuasi verbal guru, (3) atribusi siswa dipengaruhi oleh pengalaman pencapaian akademik, (4) pengalaman pencapaian akademik dipengaruhi oleh persuasi verbal guru, (5) efikasi diri akademik dipengaruhi oleh pengalaman pencapaian akademik melalui atribusi siswa. Terdapat 4 hipotesis yang tidak terbukti, yakni: (1) efikasi diri akademik dipengaruhi oleh pengalaman pencapaian akademik, (2) atribusi siswa dipengaruhi persuasi verbal guru, (3) efikasi diri akademik dipengaruhi persuasi verbal guru melalui atribusi siswa, (4) efikasi diri akademik dipengaruhi persuasi verbal guru melalui pengalaman pencapaian akademik. Berdasarkan temuan, peneliti menyarankan: (1) guru perlu menciptakan kesempatan pengalaman keberhasilan pada siswa dengan cara merancang tugas yang tingkat kesulitannya sedikit di atas kemampuan siswa, (2) guru perlu memperhatikan tuturan verbalnya, karena tuturan verbal guru memengaruhi efikasi diri akademik siswa baik secara langsung maupun secara tidak langsung, (3) penelitian lanjutan dapat menambahkan variabel lain, mengingat pengaruh atribusi siswa dan persuasi verbal guru terhadap efikasi diri akademik siswa hanya sebesar 61%, variabel lain antara lain pengalaman vikarius (vicarious experiance), keadaan psikologi (psychological state).

Identifikasi proses pengecoran aluminium skala home industry di pertamanan Pasuruan sebagai pembanding terhadap materi lab. pengecoran di Jurusan D3 Teknik Mesin Universitas Negeri Malang / Ahmad Jupri

 

Kata kunci: industri pengecoran, pembanding materi. Seorang pengajar profesional dituntut mampu mengajar dan melaksanakan kurikulum yang sudah ditetapkan. Pengajar bertugas mempersiapkan peserta didik menjadi tenaga terampil dan mampu bersaing di dunia kerja. Selain mengajar dan melaksanakan kurukulum, pengajar diharapkan mampu memberikan bekal kepada peserta didik agar sesuai terhadap kebutuhan dunia kerja. Sehingga ketika peserta didik terjun ke dunia kerja, sudah mempunyai bekal pengetahuan yang cukup. Oleh karena itu sebagai seorang pengajar dituntut dapat mengikuti perkembangan dunia industri dengan mengidentifikasi jenis pekerjaan dan ketrampilan yang dibutuhkan yang ada agar lulusan perguruan tinggi selain dapat meneruskan pendidikannya dan juga siap untuk menjadi tenaga ahli pengajar yang profesional dibidangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang proses produksi pengecoran logam alumunium di Home Industri Pengecoran Spare Part Otomotif di Keluruhan Pertamanan Pasuruan, mendeskripsikan kompetensi yang ada di Home Industri Pengecoran Spare Part Otomotif di Pertamanan Pasuruan sebagai bahan pembanding terhadap materi Lab Pengecoran di Jurusan D3 Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dilakukan di Home Industri Pertamanan Pasuruan. Alasan pemilihan tempat ini karena home industri di pertamanan Pasuruan ini sudah terkenal dan produksi yang dihasilkan mempunyai kualitas bagus. Selain itu pemasaran produk ini sudah sampai ke luar pulau Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah pemilik home industri pengecoran spare part di Kelurahan Pertamanan Pasuruan dan karyawan. Lokasi penelitian ini dilakukan di home industri pengecoran spare part di Kelurahan Pertamanan Pasuruan. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur analisis data yang dilakukan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, mengambil kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa (A) Proses produksi pengecoran logam alumunium di Home industry Pengecoran Spare Part Otomotif di Pertamanan Pasuruan adalah (1) pemilihan bahan baku, (2) peleburan, (3) penuangan ke dalam cetakan, (4) pembubutan dan pemotongan, (5) pemolesan, dan (6) finishing, (B) Kompetensi yang ada di Home industry Pengecoran Spare Part Otomotif di Pertamanan Pasuruan sebagai pembanding terhadap materi Lab pengecoran di Jurusan D3 Teknik Mesin Universitas Negeri Malang adalah (1) menggunakan cetakan dari logam, (2) mampu menggunakan dapur krusibel. Sedangkan kompetensi yang dibutuhkan di Industri Pengecoran spare part Pertamanan Pasuruan yaitu menggunakan dapur kowi. (3) Mata kuliah yang disajikan seyogyanya simultan agar mahasiswa D3 Program Studi Teknik Mesin tersebut mendapatkan kompetensi yang utuh. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan Kepada Industri Pengecoran spare part Pertamanan Pasuruan sebaiknya Industri Pengecoran ini memakai dapur kowi, Selain itu Home Industry ini juga harus memperhatikan kemampuan di bidang kognitif tidak hanya aspek psikomotorik dan afektif saja. Selain itu aspek keselamatan kerja juga harus diperhatikan.Untuk Jurusan Teknik Mesin pada mata kuliah Lab Pengecoran perlu ditambah penggunaan cetakan logam untuk meningkatkan kualitas hasil produksi. Selain itu, perlu ditambah penggunaan dengan dapur krusibel agar bahan bakar yang dipakai lebih hemat dan pengontrolan dan penambahan zat lebih mudah.Bagi tim pengembang kurikulum Universitas Negeri Malang harus mampu merespon dan mengikuti perkembangan industri di dunia kerja sehingga mahasiswa lulusan Universitas Negeri Malang mempunyai bekal yang cukup untuk terjun dalam masyarakat.

Peranan jawa pos biro Malang sebagai saluran distribusi di Kotamadya Malang / oleh Ruruh Setyorini

 

Supervisi pembelajaran guru agama pada SMA di lingkungan pondok pesantren / Achmad Djailani

 

ABSTRAK Djailani, Achmad. 2015. Supervisi Pembelajaran Guru Agama pada SMA di Lingkungan Pondok Pesantren. Disertasi, Pascasarjana, Program Studi Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Ali Imron, M.Pd. M.Si. (II) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd. (III) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd Kata kunci: supervisi pembelajaran, guru agama, pondok pesantren Supervisi pembelajaran dalam penelitian ini adalah proses pembinaan peningkatan kapasitas kemampuan dan kecakapan pembelajaran guru melalui layanan profesional yang meliputi; perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, pengelolaan kelas, dan pengembangan kurikulum untuk meningkatkan kemampuan siswa, meningkatkan mutu pembelajaran, dan mencapai tujuan organisasi sekolah. Faktor supervisi pembelajaran kepada guru agama di SMA lingkungan pondok pesantren meliputi; subjek supervisi yaitu tipe guru, objek supervisi (kurikulum terpadu, tujuan pembelajaran, karakteristik materi), lingkungan supervisi (agama, kultur sosial budaya, dan kearifan lokal), instrument supervisi (alat/bahan/media, sarana dan prasana), aktifitas supervisi (prosedur pelaksanaan, orientasi pelaksanaan, strategi pelaksanaan) Tujuan penelitian ini adalah; Pertama, menjelaskan penyusunan program supervisi pembelajaran terdiri dari program tahunan dan program semester. Kedua, menjelaskan implementasi program supervisi pembelajaran meliputi; tipe guru, prosedur pelaksanaan, orientasi pelaksanaan, strategi pelaksanaan. Ketiga, menjelaskan evaluasi program supervisi pembelajaran yaitu evaluasi terhadap hasil supervisi pembelajaran dan tindak lanjut dari hasil evaluasi supervisi pembelajaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan menyertakan alasan-alasan dan datat-data yang objektif. Kesimpulan yang diambil akan menjelaskan data-data, sedangkan data-data mendukung kesimpulan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi yaitu upaya memahami gejala peristiwa, simbol peristiwa, arti peristiwa, dan wujud peristiwa serta subjek peristiwas penelitian. Rancangan penelitian ini adalah multi situs yaitu suatu rancangan penelitian kualitatif yang melibatkan beberapa situs yaitu lokasi panelitian SMA Al Mukhtar, SMA Darussyahid, dan SMA Nazhatut Thullab. Metode yang digunakan metode induksi analitik (modifield analytic induction). Alasan dipilihnya metode ini adalah subjek penelitian tiga Sekolah Menengah Atas di lingkungan pondok pesantren yang memiliki karakteristik yang sama yaitu proses pengembangan materi pembelajaran agama walaupun dari lingkungan geografis yang berbeda. Pengumpulan data penelitian dilaku¬kan dengan cara; wawancara (interview), pengamatan (observation), dan studi dokumentasi. Kriteria keabsahan data penelitian meliputi: derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), ketergantungan (dependebility), dan kepastian (confirmability). Penelitian ini meliputi beberapa hal: pertama, penyusunan program supervisi pembelajaran oleh supervisor internal sekolah dan supervisor eksternal sekolah sebagai pelopor pembaharuan (innovation pioneer) membina guru agama dalam mentukan kerangka acuan penerapan integrasi kurikulum terpadu. Garis-garis besar penyusunan program supervisi pembelajaran meliputi program pembinaan, pemantauan, penilaian, pembimbingan, dan pelatihan profesional tentang perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pembelajaran, pengelolaan kelas, dan pengembangan kurikulum. Kedua, implementasi program supervisi pembelajaran mencakup komponen dan sub-kompenen supervisi pembelajaran yaitu: klasifikasi kecakapan guru (kemauan, kemampuan, keyakinan), tipe guru (calon guru, guru pemula, guru mampu, guru pandai, guru ahli), prosedur supervisi (pertemuan awal, pertemuan inti, pertemuan akhir, balikan), orientasi supervisi (orientasi direktif, orientasi kolaborasi, orientasi non-direktif), dan strategi supervisi (kekhasan, keterukuran, ketercapaian, kesesuaian, durasi waktu). Ketiga, evaluasi supervisi pembelajaran meliputi evaluasi terhadap hasil supervisi dan tindak lanjut terhadap hasil supervisi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa; Pertama, guru dengan kecakapan pembelajaran semakin tinggi, maka kesulitan materi bagi guru tersebut semakin rendah, sehingga intensitas supervisi pembelajaran semakin rendah, sedangkan pengembangan materi supervisi pembelajaran semakin tinggi. Guru dengan kecakapan pembelajaran semakin rendah, maka tingkat kesulitan materi bagi guru semakin tinggi, sehingga intensitas supervisi pembelajaran semakin tinggi, sedangkan pengembangan materi supervisi pembelajaran semakin rendah. Kedua, semakin tinggi tingkat kesulitan materi pembelajaran (kompleksitas) dan semakin rendah kemampuan dasar guru (intake), maka durasi waktu supervisi pembelajaran semakin lama dengan alokasi waktu supervisi lanjutan semakin sering. Semakin rendah tingkat kesulitan materi pembelajaran (kompleksitas) dan semakin tinggi kemampuan dasar guru (intake), maka durasi waktu supervisi pembelajaran semakin singkat dengan alokasi waktu supervisi lanjutan semakin jarang. Ketiga, perencanaan, implementasi, dan evaluasi program supervisi pembelajaran kurikulum muatan lokal agama sebagai penunjang kurikulum nasional dilengkapi instrumen supervisi sesuai pengembangan kurikulum masing masing sekolah, kearifan lokal lokal, dan karakteristik mata pelajaran.

Perencanaan konstruksi baja bangunan toko / oleh Bambang Wijanarko

 

Perencanaan beton bertulang gedung perpustakaan tiga lantai berdasarkan SKSNI T-15-1991-03 / oleh Agus Harryanto

 

Perencanaan bangunan gedung (rumah tinggal dua lantai) / Oleh Sutikno

 

Perencanaan konstruksi beton gedung perkuliahan tiga lantai berdasarkan SKSNI T-15 03 1991 / Oleh Sugiran

 

Perencanaan konstruksi baja bangunan gudang / Oleh Istianatus Sa'diyah

 

Perencanaan konstruksi beton bangunan pertokoan tiga lantai dengan menggunakan SKSNI T-15-1991-03 / Oleh Nur Hafidz Wahyu Sampurno

 

Pengembangan multimedia peta tematik digital pada mata pelajaran geografi kelas X SMA untuk topik mitigasi dan adaptasi bencana alam / Anita Eka Putri

 

ABSTRAK Putri, Anita Eka. 2015. Pengembangan Multimedia PetaTematik Digital Pada Mata PelajaranGeografiKelas X SMA UntukTopikMitigasidanAdaptasiBencanaAlam. Tesis. Program StudiPendidikanGeografi, Pascasarjana, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. SugengUtaya, M.Si., (II) Drs. I KomangAstina, Ph.D Kata Kunci: Multimedia, PetaTematik,Mitigasi, Adaptasi,BencanaAlam Penelitiandanpengembanganinididasaridarikebutuhansiswadan guru yang terbataspada media pembelajaranuntuktemamitigasidanadaptasibencanaalam. Dari keterbatasantersebutdilakukananalisistentangkebutuhanmateri yang terdiridarianalisisKompetensiIntidanKompetensiDasar, Indikatordanpenyusunantujuanpembelajaransertaanalisiskebutuhansiswaterhadap media pembelajaran.Penelitianinibertujuanuntukmenghasilkanproduk media pembelajarandengantopikmaterimitigasidanadaptasibencanaalamuntuksiswakelas X SMA.Ujicobadilakukan di SMA Negeri 8 Malang kelas X IPS 3 dengansubjekujicobasebanyak 30 siswa. Dari proses ujicobatersebutdianalisisdenganmenggunakandeskriptif. Hasilujicobalapanganmenunjukkanpenerimaansiswaterhadapproduk multimedia yang terdiridarifungsigambarmencapai 88,89% (sangatefisien), teks 87,41% (sangatefisien), suara 84,07% (efisien), video 90,37% (sangatefisien), danfungsikeseluruhan media 92,22% (sangatefisien). Merujukpadakatagorikelayakan yang dikembangkanolehBadanStandarNasionalPendidikan (2006), skortersebutdapatdikatagorikanefisien. Olehkarenaitu, produk multimedia pembelajaransudahlayakdigunakandandapatdimanfaatkanolehsiswadan guru. Beberapa saran untukdilakukanpengembanganselanjutnya, yaitu: (1) produk multimedia petatematik digital yang dikembangkanmasihsederhana, denganresolusi yang kecilsehinggauntukpengembanganselanjutnyadapatdisajikandenganresolusi yang lebihbesar; (2) produk multimedia pembelajarandapatditambahkandengansoftwarelain agar lebihinovatif, disajikandenganhalamanonlinesehinggalebihmudah di updateolehpenggunanya; (3) penyajianpetadaninformasimasihbersifatumumsehinggaperlu data yang lebihlengkapuntukmenunjanginformasi yang lebihterkini yang terkaitdengankebencanaan;  

Perencanaan konstruksi baja pembangunan tempat ibadah (Masjid) / Oleh Marno

 

Kajian terhadap kesalahan-kesalahan pada buku ajar matematika kelas I Cawu I SMU dan upaya yang dilaksanakan guru SMU Negeri di Kabupaten Tulungagung terhadap kesalahan-kesalahan tersebut / oleh Zuhrotun Nafisah

 

Karakteristik campuran aspal ACWC (Asphalt Concrete Wearing Course) dengan menggunakan tambahan serbuk ban bekas ukuran serbuk no 50 dan no. 100 / Pria Rizky Candra

 

ABSTRAK Candra, PriaRizky. 2015. Karakteristik Campuran Aspal ACWC (Asphalt Concrete Wearing Course)Dengan Menggunakan Tambahan Serbuk Ban Bekas Ukuran Serbuk No. 50 dan No. 100.Skripsi, Prodi S1 PendidikanTeknikBangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Henri Siswanto, M.T. (II) Drs. H. Sugiyanto, S.T, M.T. Kata Kunci: limbahban bekas, lapisan ACWC, parameter Marshall Banyaknyalimbah ban bekaskendaraanpadatahun 2013terdapat84,733 juta unit sepeda motor di seluruh Indonesiayang semakintahunmeningkatdanbelum dimanfaatkandenganmaksimalsertaperlunyaperbaikanpadacampuranlapisanaspalpadajalanraya yang ditandaidenganbanyakkerusakan yang terjadipadajalanraya, sertaserbuk ban bekaskendaraan yang mengandungbahanlateksdiharapkanmampumenaikkannilaistabilitas/kekuatanpadacampuranaspallapisan ACWC padakadarserbuk ban tertentu. Penelitianinidilakukan untukmengetahui: (1)BerapanilaistabilitasMarshall, flow, Marshallquotient, VIM, VMA, dan VFA padacampuranagregataspallapisan ACWC (Asphalt ConcreteWearing Course) daripenambahanlimbah ban bekassebesar 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, 3%, 4,5%, dan 6% terhadapjumlahagregat, (2)Berapapersenkadartambahanlimbah ban bekasterbaikpadacampuran ACWC(Asphalt Concrete Wearing Course)ditinjauterhadapkarakteristikMarshall. Metode penelitian mencangkup beberapa tahapan yang dilakukan yaitu pemilihan bahan meliputi agregat, serbuk ban, dan aspal, kemudian tahap pembuatan benda uji untuk menentukan kadar aspal optimum dengan rentang kadar aspal 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7% yang nantinya akan digunakan dalam langkah penelitian selanjutnya, setelah diketahui nilai kadar aspal optimum kemudian dilakukan pembuatan benda uji dengan tambahan serbuk ban bekas dengan rentang kadar 0%, 0,5%, 1,5%, 3%, 4,5%, 6% dan semua pengujian menggunakan alat Marshall. Hasildari penelitianadalah: (1) Hasilpenelitianserbuk No.100 dankadarserbuk ban 1% mendapatkannilaistabilitastertinggi 1465,30kg, nilaiflowtertinggiyaitu 4,87mm,untuknilai VIMtertinggiyaitu 12,84%,untuknilai VMAtertinggiyaitu 22,76%,nilai VFAterendahyaitu 52,10%,nilai MQterendahyaitu 152,22kg/mm, (2) Dari hasilpenelitiandiperoleh penambahanserbuk ban terbaikyaitupadaukuranserbuk ban No.100 dankadarserbuk ban sebesar 1% yaitumendapatkannilaistabilitassebesar 1465,30kg, flow sebesar 4,20 mm, VIM sebesar 4,04%, VMA sebesar 18,93%, VFA sebesar 65,29%, dan MQ sebesar 307,50 kg/mm.

Evaluasi program penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 mata pelajaran produktif kelas X dan kelas XI Keahlian Teknik Konstruksi Kayu SMK Negeri 1 Kediri / Novi Rahmawati

 

ABSTRAK Rahmawati, Novi. 2016. Evaluasi Program Penilaian Hasil Belajar Pada Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Produktif Pada Kelas X dan Kelas XI Keahlian Teknik Konstruksi Kayu SMK Negeri 1 Kediri. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sutrisno, S.T, M.Pd., (II) Drs. Made Wena, M.Pd, M.T. Kata Kunci: evaluasi, program penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013, mata pelajaran produktif. Penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 merupakan salah satu elemen yang penting dalam kurikulum 2013. Penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 yang baik dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan serta keberhasilan siswa, dalam pencapaian tujuanpembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan program penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 mata pelajaran produktif, meliputi: input, proses, dan produk program penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 mata pelajaran produktif. Data penelitian digali dengan menggunakan angket pada siswa kelas X dan siswa kelas XI paket keahlian Teknik Konstruksi Kayu di SMK Negeri 1 Kediri. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif evaluatif dengan pendekatan stake. Populasi dalam penelitian ini adalah program penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 mata pelajaran produktif pada kelas X dan kelas XI keahlian Teknik Konstruksi Kayu SMK Negeri 1 Kediri.Mata pelajaran produktif pada kelas X dan kelas XI terdiri dari 9 macam mata pelajaran. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sensus, sehingga diperoleh sampel sebanyak 9 mata pelajaran. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan skala likert. Teknik analisis data menggunakan deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat diperoleh tiga kesimpulan sebagai berikut: (1) Input program penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 mata pelajaran produktif pada kelas X dan kelas XI keahlian Teknik Konstruksi Kayu SMK Negeri 1 Kediri dilihat dari kesiapan guru, dan saranapenilaian hasil belajar pada kurikulum 2013termasuk kategori cukup,(2) Prosesprogram penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 mata pelajaran produktif pada kelas X dan kelas XI keahlian Teknik Konstruksi Kayu SMK Negeri 1 Kediri dilihat dari langkah-langkah pelaksanaan penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 oleh guru termasuk kategori cukup, sedangkan macam-macam penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 oleh guru termasuk kategori kurang,(3) Produkprogram penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 mata pelajaran produktif pada kelas X dan kelas XI keahlian Teknik Konstruksi Kayu SMK Negeri 1 Kediri dilihat dari kualitas penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 termasuk kategori kurang,sedangkan ketercapaian penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 termasuk kategori cukup.

Pengaruh kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi guru dan lingkungan belajar terhadap motivasi belajar pada mata pelajaran IPS ekonomi siswa kelas VIII SLTP N 2 Rogojampi Kabupaten Banyuwangi tahun ajaran 2010/2011 / Danny Koerniawan Pamungkas

 

Kata Kunci : Kepemimpinan, Kemampuan Berkomunikasi, Lingkungan Belajar dan Motivasi Belajar. Motivasi belajar adalah segala keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendakai dapat tercapai, agar motivasi siswa tetap terjaga, kepemimpinan, Kemampuan Berkomunikasi Guru dan Lingkungan Belajar sangat berpengaruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, dan lingkungan belajar terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Ekonomi siswa kelas VIII pada SLTP N 2 Rogojampi tahun ajaran 2010/2011. Variabel yang diangkat dalam penelitian ini meliputi Kepemimpinan, Kemampuan berkomunikasi dan Lingkungan Belajar sebagai variabel bebas, serta motivasi belajar siswa sebagai variabel terikat. Penelitian ini dilakukan di SLTP Negeri 2 Rogojampi dengan responden siswa kelas VIII sebagai populasinya. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan teknik Propotional Random Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 69 responden. Metode Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, uji t dan uji F. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS for Windows versi 16 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis regresi linier berganda Y = 13,843 + 0,242X1 + 0,277X2 + 0,064X3 , uji persamaan regresi parsial dengan uji t diperoleh t hitung sebesar 3,764 dengan signifikansi 0,000<0,05 yang berarti secara parsial, ada pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan dengan motivasi belajar siswa, sedangkan untuk variabel kemamampuan berkomunikasi diperoleh t hitung sebesar 5,413 dengan signifikansi 0,000<0,05 yang berarti secara parsial, ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan berkomunikasi dengan motivasi belajar siswa, dan untuk variabel lingkungan belajar diperoleh t hitung sebesar 2,333 dengan signifikansi 0,023<0,05 yang berarti secara parsial, ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan belajar dengan motivasi belajar siswa. Uji secara simultan dengan uji F diperoleh F hitung = 34,966 dengan signifikansi 0.000 < 0.05, yang berarti secara simultan ada pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi guru dan lingkungan belajar terhadap motivasi belajar siswa. Besarnya pengaruh secara simultan antara kepemimpinan dan kemampuan berkomunikasi guru terhadap prestasi belajar adalah 61,7%. Besarnya pengaruh masing-masing variabel yaitu kepemimpinan terhadap motivasi belajar siswa sebesar 17,89%, pengaruh kemampuan berkomunikasi guru terhadap motivasi belajar siswa sebesar 31,02% dan lingkungan belajar sebesar 7,73%. Mengacu dari hasil penelitian, maka diajukan saran yaitu : guru hendaknya lebih meningkatkan lagi kepemimpinan dan kemampuan berkomunikasinya serta diusahakan untuk dapat memperhatikan lingkungan belajar para siswa agar motivasi seluruh siswa tetap terjaga dan dapat memperoleh hasil belajar yang maksimal.

Interferensi morfologis dan leksikal bahasa Sunda terhadap pemakaian bahasa Indonesia lisan oleh perangkat desa di kecamatan Pamarican kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat / oleh Euis Hartati Adhy

 

Pengembangan bahan ajar menulis teks fabel bermuatan pendidikan karakter untuk siswa kelas VIII SMPN 4 Malang / Liana Rochmatul Wachidah

 

ABSTRAK Wachidah, Liana Rochmatul. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Fabel Bermuatan Pendidikan Karakter untuk siswa Kelas VIII SMP N 4 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Yuni Pratiwi, M.Pd., (2) Prof. Dr. H. A. Syukur Ghazali, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan bahan ajar, menulis teks fabel, pendidikan karakter. Penelitian pengembangan bahan ajar menulis teks fabel bermuatan pendidikan karakter dilatar belakangi oleh hasil studi pendahuluan bahwa saat ini terjadi fenomena penurunan kualitas moral pada usia remaja. Hal tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah Indonesia mengadakan progam pendidikan karakter. Implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran bahasa Indonesia yaitu melalui kegiatan menulis teks fabel. Dalam teks fabel termuat pesan moral dan nilai-nilai karakter. Akan tetapi, berdasarkan observasi awal terdapat informasi bahwa siswa mengalami beberapa kesulitan dalam menulis teks fabel. Pada kegiatan menulis siswa mengalami empat kesulitan, yaitu (1) siswa sulit mengembangkan isi cerita dari tema yang ditentukan, (2) siswa masih menggunakan bahasa yang bersifat ujaran dan belum menggunakan bahasa tulis dengan benar, (3) siswa masih ragu-ragu dalam menyusun kalimat yang tepat, dan (4) siswa belum mampu menggunakan ejaan yang sesuai dengan kaidah. Salah satu faktor penyebabnya yaitu bahan ajar yang belum sesuai dengan kebutuhan siswa. Bahan ajar yang digunakan belum memudahkan siswa dalam menulis teks fabel serta belum menekankan pendidikan karakter. Upaya untuk menunjang pembelajaran yaitu diperlukan bahan ajar yang memudahkan siswa dalam menulis teks fabel, sehingga siswa dapat mengatasi kesulitan dan pembelajaran menulis teks fabel dapat berjalan dengan lancar. Selain itu diperlukan pula bahan ajar yang dapat memberikan pendidikan karakter kepada siswa melalui penanaman nilai-nilai karakter pada tokoh dalam teks fabel. Tujuan umum penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa bahan ajar menulis teks fabel bermuatan pendidikan karakter untuk siswa kelas VIII SMP. Tujuan khusus penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar menulis teks fabel bermuatan pendidikan karakter untuk siswa kelas VIII SMP yang valid dari segi isi, sistematika, kebahasaan, dan tampilan yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan pengembangan bahan ajar yang dimodifikasi dari model pengembangan Borg dan Gall. Berdasarkan model tersebut dalam penelitian ini terdapat tujuh tahapan prosedur, yaitu (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) uji coba produk, (5) revisi hasil uji coba produk, (6) uji coba lapangan, (6) penyempurnaan produk akhir. Uji produk dilakukan dengan melibatkan (1) ahli menulis teks fabel, (2) ahli pembelajaran menulis teks fabel, (3) praktisi atau guru bahasa Indonesia, dan (4) uji lapangan terbatas melibatkan siswa kelas VIII SMP N 4 Malang. Jenis data penelitian ini adalah data nonverbal dan verbal. Data nonverbal berupa skor terhadap uji produk bahan ajar yang telah dituliskan oleh ahli, praktisi, dan siswa serta penilaian kegiatan menulis mandiri siswa. Data verbal berupa informasi yang disampaikan kelompok uji yaitu berupa catatan, komentar, dan saran. Pada penelitian pengembangan ini menggunakan angket penilaian dan pedoman wawancara bebas sebagai instrumen pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan cara: (1) mengumpulkan data nonverbal yang diperoleh dari angket penilaian, (2) mentranskrip data verbal, (3) mengidentifikasi, mengklarifikasi, memaknai, dan menyimpulkan data verbal berdasarkan kelompok uji, dan (4) menganalisis data dan merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut terhadap produk yang dikembangkan. Penyajian data hasil uji produk dengan ahli menulis teks fabel mendapat persentase 89,7%, berarti tergolong sangat valid dan dapat diimplementasikan. Penyajian data hasil uji produk dengan ahli pembelajaran menulis teks fabel mendapat persentase 94,7%, berarti tergolong sangat valid dan dapat diimplementasikan. Penyajian data hasil uji produk dengan praktisi mendapat persentase 85,6%, berarti tergolong sangat valid dan dapat diimplementasikan. Penyajian data hasil uji produk dengan subjek uji terbatas mendapat persentase 88,2%, berarti tergolong sangat valid dan dapat diimplementasikan. Simpulan penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar menulis teks fabel yang dikembangkan dengan muatan pendidikan karakter menunjukkan bahwa produk tergolong sangat valid dan siap diimplementasikan dalam pembelajaran menulis teks fabel. Saran pemanfaatan produk hasil pengembangan ditujukan kepada guru, siswa, peneliti lain, dan pengembang produk lebih lanjut. Bahan ajar ini dapat dimanfaatkan bagi guru bahasa Indonesia yaitu dengan memilih teks fabel yang memuat nilai-nilai karakter secara selektif dan memanfaatkan bahan ajar sebagai sumber bahan pembelajaran menulis teks fabel dengan optimal sehingga kendala dalam pembelajaran dapat teratasi. Bahan ajar ini dapat dimanfaatkan bagi siswa. Siswa dapat terlibat secara aktif dalam pembelajaran menulis teks fabel karena dengan menggunakan bahan ajar menulis teks fabel bermuatan pendidikan karakter, siswa dapat mengembangkan kreativitas, mudah dalam mengikuti pembelajaran menulis teks fabel, dan memperoleh pendidikan karakter. Peneliti lain disarankan untuk mempertimbangkan bahan ajar menjadi sumber inspirasi dalam mengembangkan bahan ajar yang lebih baik. Bahan ajar ini ini dapat dimanfaatkan bagi pengembang bahan ajar lebih lanjut yaitu dengan mempelajari dan memanfaatkan bahan ajar untuk mengajarkan kompetensi menulis teks fabel.  

Penyegaran udara ruang tidur hotel Sangrela Surabaya / oleh Sigit

 

Analisis kontribusi dan potensi retribusi parkir terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Malang / Juanah

 

Kata Kunci: Pendapatan Asli Daerah, Retribusi Parkir, Kontribusi, Potensi. Pembangunan ekonomi merupakan suatu tahapan kegiatan menuju Indonesia yang lebih maju lagi. Di dalam pembangunan ini diharapkan masyarakat beserta pemerintah mampu menjadikan negara Indonesia sebagai negara yang lebih mandiri dalam melaksanakan sistem kepemerintahannya. Maka dari itu perencanaan pembangunan yang sistemis secara matang merupakan tonggak maju-mundurnya pembangunan di Indonesia. Pembangunan nasional berfokus pada pembangunan manusia dan masyarakat seutuhnya. Pembangunan ini meliputi berbagai aspek kehidupan, tetapi lebih memberikan prioritas tinggi pada bidang ekonomi. Hal ini terjadi karena dalam pembangunan nasional menuntut adanya biaya yang besar untuk membiayai proses pembangunan tersebut. Pada masa orde baru Indonesia telah melahirkan sistem baru yaitu sistem pemerintahan yang mempercayakan kepada masing-masing pemerintah daerah untuk mengatur belanja dan pendapatannya yang disebut dengan otonomi daerah. Sistem inilah yang memberikan kewenangan kepada daerah untuk berlomba-lomba memajukan daerahnya dan mengoptimalkan hasil kekayaan sumberdaya yang dimilikinya. Pendapatan Asli Daerah merupakan hasil dari optimalisasi daerah dalam memanfaatkan kekayaan daerahnya sendiri, maka dari itu PAD merupakan komponen penting dalam penyelenggaraan kepemerintahan daerah. Retribusi parkir merupakan salah satu komponen penyumbang PAD, memiliki potensi yang lebih untuk dikembangkan. Hal ini terjadi karena penerimaan retribusi parkir di Kabupaten Malang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi sebagai pihak yang berwajib dalam mengelola retribusi parkir, dirasa belum optimal dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini terlihat dari masih banyaknya pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dilapangan dan belum adanya tindakan yang tegas dalam menertibakan pelanggaran-pelanggaran yang ada. Untuk mengoptimalkan penerimaan PAD di Kabupaten Malang penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut. (1) Seberapa besar kontribusi retribusi parkir menyumbang Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Malang? (2) Seberapa besar tingkat pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah dan penerimaan retribusi parkir di Kabupaten Malang? (3) Seberapa besar potensi penerimaan retribusi parkir? Dan (4) Faktor apa saja yang menyebabkan kurang optimalnya pemungutan retribusi parkir? Untuk menjawab pertanyaan di atas, penelitian ini dirancang dengan metode kuantitatif deskriptif serta dilaksanakan di Kabupaten Malang. Ada 1 wilayah observasi dengan 15 titik parkir dijadikan sampel penelitian. Sampel pada observasi dilakukan dengan menggunakan teknik purposive random sampling dari populasi yang terdiri dari 313 titik parkir di Kabupaten Malang. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) Selama kurun waktu 5 tahun yaitu dari tahun 2005-2009, rata-rata kontribusi retribusi parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah sebesar 0,45%. Penerimaan pada kurun waktu tersebut mengalami fluktuasi. Untuk tahun 2006, kontribusinya paling tinggi dibanding dengan kontribusi tahun yang lain. Hal ini terjadi karena pada tahun 2006 penerimaan retribusi sangat tinggi, hampir 118,35% dari tahun sebelumnya. Meskipun lonjakan tersebut sangat tinggi namun karena penerimaan pada sektor-sektor penyumbang PAD lainnya juga mengalami peningkatan yang tinggi, maka peningkatan penerimaan retribusi parkir tidak berkontribusi secara signifikan terhadap PAD. (2) Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Malang rata-rata sebesar 20,17% dan rata-rata pertumbuhan penerimaan retribusi parkir sebesar 40% selama tahun 2005-2009.Pertumbuhan ini mengalami fluktuasi. Untuk pertumbuhan PAD mengalami pertumbuhan tertinggi pada tahun 2006, hal ini terjadi karena seluruh komponen penerimaan PAD mengalami peningkatan yang signifikan. (3) Potensi penerimaan retribusi parkir sebenarnya sangat tinggi. Dari hasil observasi ditemukan gap sebesar 77%, yang mana 23% dari total potensi yang masuk ke kas daerah sebagai penerimaan retribusi parkir. (4) Faktor-faktor yang mempengaruhi kurang optimalnya pemungutan retribusi parkir di kabupaten Malang adalah Adanya Peraturan Daerah yang Berlaku, Komitmen SKPD dan UPTD terkait, dan semakin banyaknya jumlah titik parkir yang dikelola (faktor kekuatan), pemungutan retribusi dilakukan dengan cara taksasi yang buruk, belum adanya tindakan tegas maupun peraturan tertulis untuk menindak pihak-pihak yang ikut serta dalam mengambil keuntungan dari kegiatan parkir dan belum semua tempat parkir beroperasi secara maksimal (faktor kelemahan), pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang yang bagus, Potensi penerimaan retribusi parkir, masih banyaknya titik parkir yang belum dikelola secara legal dan adanya penambahan wilayah penarikan (faktor kesempatan), kurangnya kesadaran objek retribusi dalam membayar retribusi parkir, jukir sebagai mitra kerja sulit dikenakan sanksi, kurang tertibnya jukir dalam bekerja dan cuaca atau musim yang kurang mendukung (faktor hambatan). Bertolak dari temuan penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat meningkatkan penerimaan retribusi parkir pada pengelolaan parkir di Kabupaten Malang. Saran yang diajukan tersebut adalah (1) Perlu diadakannya upaya yang lebih intensif lagi dalam pemungutan retribusi parkir sehingga penerimaan retribusi parkir akan selalu mengalami peningkatan dan stabil setiap tahunnya, dengan cara pengoptimalan kembali usaha intensifikasi dan ekstensifikasi yang telah dilakukan; (2) Penerimaan atas PAD harus lebih dioptimalkan kembali dengan cara mengembangkan potensi dan keunggulan daerahnya sehingga dapat mengurangi ketergantunga terhadap pemerintah pusat dan bisa mandiri menyelenggarakan kepemerintahan daerahnya sendiri.

Perencanaan crane portable dengan sistem hidrolik / oleh Agus Hariyanto

 

Evaluasi pelaksanaan konstruksi atap baja pada Gedung 08 Fakultas MIPA Universitas Negerei Malang / Dwi Lutfi Mahardika

 

ABSTRAK Mahardika, Dwi lutfi. 2015. Evaluasi Perencanaan Konstruksi Atap Baja Pada Gedung O8 Fakultas Mipa Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Prodi D3 Teknik Sipil dan Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Hadi Wasito, Dip. Ed., M.Pd. Kata Kunci: Perencanaan konstruksi, struktur atap baja Atap adalah bagian dari suatu bangunan gedung yang berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada di bawahnya terhadap pengaruh panas, hujan, Angin, debu atau untuk keperluan perlindungan. Atap merupakan hal yang penting dalam suatu bangunan. Penggantian rangka atap dari sebuah bangunan adalah salah satu bentuk kegiatan untuk menjaga dan memelihara kualitas dari sebuag bangunan karena sesuai dengan fungsinya atap dari sebuag bangunan memiliki fungsi yang sangat penting. Hal inilah yang digunakan sebagai dasar penggantian dari rangka atap dari gedung O8 fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Selain pemilihan baja sebagai rangka atap bangunan tentunya perencanaan dari kontruksi struktur atap gedung sangat penting untuk dilakukan. Oleh karena itu penelitian tentang perencanaan struktur atap kontruksi bangunan dengan menggunakan bahan baja perlu dilakukan. Tujuan penelitian adalah a) Mengetahui proses perencanaan struktur atap konstruksi bangunan gedung O8 Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang; b) Mengetahui gambaran struktur kuda-kuda bangunan utama pada konstruksi bangunan Gedung O8 Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Pemasangan atap yang dilakukan di gedung O8 MIPA menggunakan beberapa kriteria yaitu : keamanan, pembiayaan, dan perencanaan. Nilai proyek pemasangan kontruksi atap pada gedung O8 Fakultas MIPA UM adalah senilai Rp. 2.089.500.000.000.00,- dengan pelaksanaan rencana kerja pemasangan 150 hari Rangka kuda kuda atap baja ringan disesesuaikan dengan spesifikasi yang tertuang dalam gambar detail mengikuti bentuk dan ukuran yang terinci. Dalam bentuk yang hampir atau telah utuh setelah diikat dan disatukan dengan sekrup Sebelum angkur dipasang, pondasi angkur di cor terlebih dahulu pada sisi atas bangunan yang digunakan sebagai pondasi bangunan. Angkur di cor pada setiap titik yang sudah dipersiapkan sebagai titik pondasi rangka atap bangunan. Alasan pemilihan model kuda-kuda yang digunakan adalah menyamakan model kuda-kuda baru dengan kuda-kuda lama karena model kuda-kuda sudah sesuai dengan model konstruksi dari bangunan gedung o8 UM. Selain itu alasan pemilihan model kuda-kuda adalah meminimalisir dari gangguan hewan yang biasa masuk dan bersarang di tap sebuah bangunan gedung seperti burung dan kelelawar.

Perencanaan pompa injeksi motor diesel empat langkah empat silinder
oleh Sugeng Wahyudi

 

Kesertaan siswa dalam program pendidikan nonformal sebagai suplemen pendidikan formal di SMP laboratorium Universitas Negeri Malang/ Lukyta Dwi Pratesya

 

Kata Kunci: Pendidikan Nonformal Pendidikan Suplemen. Pendidikan nonformal, merupakan pendidikan yang melengkapi dan melanjudkan hasil pendidikan formal agar proses belajar mereka sebagai anggota masyarakat dapat berlangsung terus menerus sepanjang hayat serta membantu masalah yang ada di pendidikan formal. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui dan mendeskripsikan, kesertaan siswa kelas 7 dan 8 pada program pendidikan nonformal. Gambaran prestasi belajar dan latar belakang sosial ekonomi di SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Data penelitian yang berupa paparan data menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi dan angket. Instrumen penelitian menggunakan angket yang disebar kepada 72 siswa kelas 7 dan 8. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sample. Populasi penelitian ini sebesar 359 siswa kelas 7 dan 8, pengambilan sampel sebesar 20% dari jumlah populasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tujuh simpulan hasil penelitian sebagai berikut. (1) Dalam program jam pelajaran tambahan semua siswa diwajibkan dari pihak sekolah untuk mengikuti jam pelajaran tambahan dan diklasifikasikan cukup sebesar 65,2%. (2) Dalam program lembaga bimbingan belajar sebesar 8,3% (3) Dalam program kursus sebesar 9,7%. (4) Dalam program les privat sebesar 9,7%. (5) Prestasi belajar siswa dikategorikan baik sebesar 59,72%. (6) Latar belakang sosial ekonomi menjadi gambaran untuk mengetahui status sosial keluarga siswa dapat digambarkan dengan pendidikan, jenis pekerjaan dan rentangan gaji orangtua siswa. (7) Ada hubungan antara pendidikan nonformal dan latar belakang sosial ekonomi orangtua dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa di sekolah. Dari hasil pembahasan, peneliti memberikan saran bagi sekolah SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang, dengan diwajibkannya program jam pelajaran tambahan siswa sebagian besar mempunyai prestasi belajar yang lebih bagus dan tidak mengeluarkan biaya yang relatif mahal. Diharapkan terus meningkatkan program jam pelajaran tambahan agar siswa dan orangtua tidak mengikuti program pendidikan nonformal di luar sekolah yang menyita waktu dan biaya dan peran keluarga sangat penting dalam proses belajar anak.

Pengembangan media pembelajaran berbasis corel videostudio pro x7 pada mata pelajaran strategi pemasaran siswa kelas X Pemasaran SMK PGRI 6 Malang / Pawi Aryati

 

ABSTRAK Aryati, Pawi. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Corel VideoStudio Pro X7 pada Mata Pelajaran Strategi Pemasaran Siswa Kelas X Pemasaran SMK PGRI 6 Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Heri Pratikto, M.Si., (II) Drs. Moh. Hari, M.Si., Kata Kunci : Pengembangan, Media Pembelajaran, Corel VideoStudio Pro X7 Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi beberapa tahun ini mengalami peningkatan yang pesat. Hal ini mendorong untuk adanya upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil teknologi dalam proses belajar. Seiring dengan perkembangan tersebut maka cara mengajar dapat disempurnakan dengan menggunakan alat peraga untuk memudahkan dalam memahami kejelasan informasi yang disampaikan guru secara lisan. Guru menjelaskan materi dengan metode ceramah, siswa mencatat materi yang diterangkan guru. Hal ini mengakibatkan siswa kurang memahami materi yang disampaikan. Walaupun sering kali bertanya pada saat pelajaran berlangsung, namun hasil belajar sebagian siswa masih rendah. Dengan kondisi yang sedemikian rupa, maka diperlukan media pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa. Peneliti tertarik untuk menggunakan media video sebagai saran membantu proses pembelajaran di kelas. Selain itu, video ini juga dapat membantu guru dalam menghadirkan dunia nyata di kelas. Tujuan pengembangan ini adalah (1) menghasilkan produk berupa video pembelajaran pada mata pelajaran Strategi Pemasaran kompetensi dasar Proses pengembangan produk baru untuk siswa kelas X PM di SMK PGRI 6 Malang; (2) menghasilkan buku panduan penggunaan media pembelajaran (3) menguji kelayakan dari media pembelajaran; (4) menguji keefektifan dari media pembelajaran. Model pengembangan ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan sugiono yang telah dimodifikasi peneliti menjadi 8 langkah yaitu: 1) potensi dan masalah; 2) pengumpulan data; 3) desain produk; 4) validasi desain; 5) revisi desain; 6) uji coba; 7) revisi produk; 8) produk akhir. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, angket dan tes. Data dianalisis dengan persentase dari Akbar dan rata-rata kelas. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk berupa media pembelajaran yang dikembangkan menggunakan software utama Corel VideoStudio Pro X7, (2) selain menghasilkan produk berupa media pembelajaran, penelitian dan pengembangan ini juga menghasilkan buku panduan penggunaan media pembelajaran, (3) hasil validasi dari ahli materi, ahli media dan siswa didapat sebesar 91,3%; 93,3% dan 85,5% berdasarkan kriteria kelayakan media dari Akbar (2013:82) media sangat layak digunakan dalam proses belajar mengajar pada mata pelajaran strategi pemasaran kompetensi dasar proses pengembangan produk baru, (4) terdapat peningkatan rata-rata siswa dari sebelum menggunakan media pembelajaran sebesar 80,42 menjadi 89,04 setelah menggunakan media pembelajaran. Hal ini berarti penggunaan media pembelajaran berbasis Corel VideoStudio Pro X7 efektif digunakan untuk pembelajaran di kelas. Saran yang dapat peneliti berikan untuk pengembangan media berbasis Corel VideoStudio Pro X7 selanjutnya agar media video dapat dibuat lebih praktis dengan dilengkapi soal-soal serta media dapat dikombinasikan dengan software yang lain. Sehingga media pembelajaran dapat memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran baik di kelas ataupun di rumah.

Perancangan multimedia interaktif Museum Malang Tempo Doeloe / Adi Suryo Permadi

 

ABSTRAK Permadi, Adi Suryo. 2015. Perancangan Multimedia Museum Malang Tempoe Doeloe. Tugas Akhir. Prodi Game Animasi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Andy Pramono S.Kom, M.T, (2) Mitra Istiar Wardhana S. Kom, M.T. Kata Kunci: Perancangan, Multimedia Interaktif, Museum Malang Tempoe Doeloe. Museum adalah tempat untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa dan diharapkan museum dapat menggambarkan nilai aspek-aspek sejarah dan warisan budaya sebagai cerminan suatu bangsa. Malang yang memiliki sejarah cukup panjang, diantaranya jaman pra sejarah, kerajaan dan sejarah Malang modern. Maka, daripada itulah Museum Malang Tempo Doeloe adalah museum yang menyajikan sejarah khusus tentang Kota Malang. Menyampaikan informasi melalui sebuah teknologi agar sebuah produk lebih dikenal dan segala informasi lebih bisa tersampaikan kepada masyarakat luas bahkan diharapkan mempu membangkitkan masyarakat supaya tergerak hatinya untuk melakukan sebuah kunjungan di museum, khususnya Museum Malang Tempo Doeloe. Perancangan multimedia interaktif Museum Malang Tempo Doeloe bertujuan agar masyarakat bisa memperoleh informasi digital tentang Museum Malang Tempoe Doeloe. Tahap-tahap perancangan terdiri atas tiga bagian, yakni: (1) Tahap Pra Produksi, (2) Tahap Produksi, dan (3) Tahap Pasca Produksi. Tahap pra produksi dimulai dari perumusan latar belakang, identifikasi tujuan, pembatasan ruang lingkup, sampai dengan konsep desain. Tahap produksi yakni mulai merancang multimedia interaktif. Tahap pasca produksi yakni Publish, dan dilengkapi dengan beberapa media pendukung. Media pendukung tersebut antara lain label CD, pin, stiker, dan kemasan. Perancangan multimedia interaktif Museum Malang Tempo Doeloe berbasis android dikemas dengan menarik dan mudah untuk dioprasikan. Aplikasi multimedia ini berisi tentang sejarah Kota Malang yang cukup panjang, diantaranya jaman pra sejarah, kerajaan dan sejarah Malang modern. Aplikasi multimedia interaktif ini dapat membantu menyampaikan informasi dengan lebih mudah dan menarik mengenai museum kepada masyarakat, khususnya Museum Malang Tempo Doeloe.

Hubungan faktor-faktor sosio-ekonomi, literasi finansial, sikap dengan keterarahan dan perilaku berinvestasi (Studi pada rumah tangga petani etnis osing dan jawa di Kabupaten Banyuwangi) / Widayat

 

Key Word : mixed method, investment behavior, household, ethnic Penelitian ini bertujuan untuk membangun model perilaku berinvestasi pada konteks rumah tangga etnis Osing dan Jawa di Banyuwangi dengan pendekatan gabungan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menjawab tujuan penelitian dan menguji hipotesis berkaitan dengan hubungan variabel sosioekonomi, literasi finansial, sikap dengan keterarahan (intention) dan perilaku berinvestasi. Sementara pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami makna (emphaty meaning) dibalik hubungan variabel laten yang berhasil dibangun. Data yang digunakan untuk membangun model pada pendekatan kuantitatif dikumpulkan dari kepala rumah tangga menggunakan wawancara terstruktur berpatokan pada daftar pertanyaan yang telah teruji validitas maupun reliabilitasnya. Sementara data kualitatif dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam kepada informan yang dipilih diantara responden berdasarkan karakteristik tertentu. Data yang telah dikumpulkan diolah dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Keabsahan kontruksi masing-masing variabel laten pada model, diuji dengan menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA), sedangkan kesesuaian model secara keseluruhan di deteksi dengan kaidah Goodnes Of Fit. Hubungan antar variabel laten yang dihipotesiskan diuji menggunakan uji t dengan nilai kritis 1,96. Sementara, keabsahan data kualitatif diuji dengan trianggulasi sumber (resources triangulation), didiskusikan kepada pakar, dan kemudian dianalisis secara naratif, selanjutnya dibangun proposisi sebagai pendukung model struktural. Data yang berhasil dikumpulkan dan memenuhi syarat untuk pembuatan model sebanyak 330. Dari data tersebut berhasil dibangun suatu model pengukuran dan struktural yang cukup baik. Indikasinya nampak dari indikator kesesuaian (Goodness of Fit=GOF) model secara keseluruhan yang memenuhi syarat, yakni nilai RMSEA=0,08 dan CFI =0,93, nilai GFI =0,89 dan AGFI =0,83. Model pengukuran juga mengindikasikan model yang baik dan memenuhi syarat yang ditunjukkan oleh nilai koefisien terstandar setiap item minimal 0,5 dan nilai reliabilitas konstruk (CR) minimal 0,7. Tidak seluruh hipotesis (Ha) yang diajukan diterima, hal ini dilihat dari nilai-t yang kurang dari nilai kritis (1,96). Hipotesis yang ditolak terletak pada hubungan variabel laten literasi finansial dengan keterarahan, hubungan variabel literasi finansial dengan perilaku berinvestasi serta hubungan variabel sosioekonomi dengan keterarahan. Sementara hipotesis (Ha) pada hubungan variabel keterarahan dengan perilaku berinvestasi, sikap dengan perilaku berinvestasi, sikap dengan keterarahan, sosioekonomi dengan sikap, sosioekonomi dengan perilaku berinvestasi dan sosioekonomi dengan literasi finansial tidak ditolak (not rejected). Dari wawancara secara mendalam diperoleh gambaran bahwa sikap, keterarahan, dan perilaku berinvestasi berkaitan dengan nilai maupun budaya yang diyakini oleh masyarakat. Nilai yang diyakini bahwa hidup sudah merupakan ketentuan, setiap manusia selalu memiliki hasrat dan nafsu, serta budaya gemi atau hedonis mempengaruhi sikap, keterarahan dan perilaku berinvestasi. Investasi bagi masyarakat setempat dimaknai sebagai upaya penjaminan hidup masa depan dirinya serta keluarganya dengan mengakumulasi modal untuk pengembangkan usaha, mempersiapkan hidup masa depan keturunan agar menjadi lebih baik. Mereka cenderung berinvestasi di sektor pertanian, berupa investasi produktif untuk pengembangan usaha, dan investasi pasif dalam bentuk emas atau tanah. Mahalnya harga tanah dan sulitnya mendapatkan lahan garapan yang cenderung menyempit berdampak pada sikap negatif pada sektor pertanian dan rendahnya keterarahan berinvestasi pada sektor pertanian

Pengaruh kualitas majalah dinding terhadap kemampuan menulis siswa kelas I SMUN Kepanjen tahun pelajaran 1995/1996
Rini Widayati

 

Pengembangan media pembelajaran pemesinan berbasis e-learning pada mata pelajaran Teknik Pemesinan Bubut untuk siswa kelas X Teknik Pemesinan di SMK PGRI 3 Tlogomas Malang / Eksan Mi'rod

 

ABSTRAK Mi’rod, Eksan. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Pemesinan Berbasis E-Learning pada Mata Pelajaran Teknik Pemesinan Bubut untuk Siswa Kelas X Teknik Pemesinan di SMK PGRI 3 Tlogomas Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Waras, M.Pd., (II) Dra. Hj. Widiyanti, M.Pd. Kata Kunci: media pembelajaran pemesinan, e-learning, pemesinan bubut Salah satu bentuk pemanfaatan media yang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yaitu dengan memanfaatkan media pembe-lajaran yang menyediakan bahan ajar atau sumber belajar dan dapat melakukan kegiatan belajar dan pembelajaran di dalamnya tanpa terbatas ruang dan waktu untuk menerapkanya. Hasil observasi di SMK PGRI 3 Malang sudah ditunjang fasilitas pendukung tercapainya pemanfaatan e-learning, dengan ketersediaanya wifi spot area sekolah serta alat elektronik yang berupa tablet bagi semua siswa. Media e-learning yang dikembangkan dikemas khusus untuk siswa kelas X Tek-nik Pemesinan pada mata pelajaran Teknik Pemesinan Bubut sebagai alternatif kegiatan pembelajaran jarak jauh dan berisikan materi pembelajaran berdasar silabus dan kurikulum yang berlaku. Tujuan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan media pembelajaran e-learning materi teknik pemesinan bubut yang valid di SMK PGRI 3 Malang dan menyediakan media pembelajaran e-learning mata pelajaran Teknik Pemesinan Bubut sebagai bahan ajar. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan mengadopsi dari tahap-tahap pengembangan Sadiman, dkk. (2010: 101) yaitu (1) Mengidentifikasi kebutuhan (2) merumuskan tujuan, (3) merumuskan butir-butir materi (4) mengembangkan alat pengukur keberhasilan, (5) produksi, (6) menyusun petunjuk penggunaan, (7) FGD (Focus Group Discussion) dan Validasi, (8) Uji coba dan (9) Revisi. Hasil penelitian dan pengembangan diperoleh: (1) Validasi ahli media memperoleh persentase 85,42% dengan kriteria sangat layak, (2) Validasi ahli materi memperoleh persentase 86,9% dengan kriteria sangat layak, (3) Uji coba kelompok kecil memperoleh persentase 80,8% dengan kriteria layak dan (4) Uji coba kelompok besar memperoleh persentase 80,44% dengan kriteria layak. Dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian dan pengembangan media berbasis e-learning dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran.

Studi analisa tentang mutu hasil cetak foto hitam putih kaki lima di Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kotamadya Malang
oleh Ertiko Cholifah

 

Analisis kontriobusi retribusi parkir terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Malang / Rahmawati Widya Putri

 

ABSTRAK Widya Putri, Rahmawati. 2015. Analisis Kontribusi Retribusi Parkir Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Sugeng Hadi Utomo, M.Ec. (II) Dr. Farida Rahmawati, S.E., M.E. Kata kunci : Pendapatan Asli Daerah, Retribusi Parkir, Kontribusi Retribusi parkir merupakan salah satu bentuk pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat guna menciptakan ketertiban dan keamanan bagi para pemilik kendaraan yang memarkir kendaraannya. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, peningkatan jumlah pemilik transportasi serta tumbuhnya kawasan niaga di daerah, retribusi parkir menyimpan potensi yang cukup besar kontribusinya bagi Pendapatan Asli Daerah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana kontribusi retribusi parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Malang pada tahun 2010-2014, (2) bagaimana pertumbuhan retribusi parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Malang pada tahun 2010-2014, (3) bagaimana tingkat efektifitas retribusi parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah pada tahun 2010-2014, (4) dan bagaimana tren peramalan realisasi retribusi parkir Kabupaten Malang pada tahun 2015-2019? Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu (1) Rata-rata kontribusi retribusi parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Malang selama periode 2010-2014 sebesar 0,61%. Kontribusi retribusi parkir tertinggi pada tahun 2012 sebesar 0,76 %. (2) Rata-rata pertumbuhan retribusi parkir di Kabupaten Malang adalah 25,46 %. (3) Rata-rata pencapaian tingkat efektifitas retribusi parkir di Kabupaten Malang adalah 98,97 % dengan kriteria pencapaian berupa efektif. (4) Tren peramalan retribusi parkir di Kabupaten Malang pada tahun 2015-2019 terus mengalami kenaikan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, (1) Kontribusi retribusi parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Malang mengalami fluktuasi. Hal ini dikarenakan adanya pembaharuan peraturan daerah mengenai peresmian kebijakan kenaikan tarif parkir. (2) Pertumbuhan retribusi parkir di Kabupaten Malang mengalami fluktuasi. Hal ini dikarenakan realisasi retribusi parkir hanya terfokus pada pencapaian target saja tanpa memperhitungkan historis kenaikan laju pertumbuhan tiap tahun. (3) Tingkat efektifitas retribusi parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Malang tergolong dalam kriteria efektif. (4) Tren peramalan realisasi retribusi parkir Kabupaten Malang pada tahun 2015-2019 terus mengalami kenaikan. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) Adanya peningkatan pembinaan dan pengawasan terhadap petugas parkir. (2) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malang lebih mengoptimalkan lagi potensi parkir yang ada di setiap daerah. (3) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malang sebaiknya membuat fasilitas pelayanan dan pengaduan berupa aplikasi online pada android.

Prestasi kerja karyawan pada bengkel otomotif dan produksi ditinjau dari latar belakang pendidikan di Kotamadya Malang / oleh Mujiyono

 

Perancangan media promosi brand apeatit berbasis online sebagai media pengenalan produk tahap awal / Yusnia Mahdiya Sugmawati

 

ABSTRAK Sugmawati, Yusnia Mahdiya. 2015. Perancangan Media Promosi Brand Apeatit Berbasis Online Sebagai Media Pengenalan Produk Tahap Awal. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ida S. Herawati, Dra. M.Pd. (II) Mohammad Sigit, S.Sn Kata Kunci: Perancangan, Brand, Promosi, Online, Apeatit Sarapan sangatlah penting sebelum mengawali kegiatan di pagi hari, namun sebagian besar masyarakat belum peduli akan sarapan. Hasil survei terhadap 50 responden dengan rentang usia 16-40 tahun menunjukkan bahwa 77,6% responden belum terbiasa sarapan, 89.8% tertarik membeli produk sarapan, sebanyak 71,4% responden memilih harga antara Rp.6000-Rp.15.000, sebanyak 55,1% responden memprioritaskan kualitas, dan sebanyak 41,7% responden tertarik akan menu makanan yang familiar. Perancangan brand “Apeatit” ini mempunyai konsep menyajikan menu sarapan dengan strategi promosi dan pemasaran modern secara online. Strategi promosi dan pemasaran secara online dipilih karena saat ini setiap orang telah terhubung dengan penggunaan media sosial melalui internet, maka akan lebih efektif untuk mencapai target audience. Tujuan perancangan untuk menghasilkan media komunikasi visual untuk memberikan informasi pentingnya sarapan yang komunikatif dan praktis dapat diakses dimana saja dengan menggunakan media online. Perancangan ini menggunakan model perancangan prosedural Yohanes Pranata yang disesuaikan dengan kebutuhan. Teknik pengumpulan data melalui survei penyebaran kuisioner. Perancangan yang telah dilakukan menghasilkan sebanyak lima macam media utama yaitu kebutuhan konten pengenalan produk, pengenalan rasa baru, promo spesial, perayaan hari besar, dan endorsement. Kemudian tiga macam media pendukung yaitu brosur, poster dan promotion paper. Tiga macam media pendukung produk yaitu packaging, nota dan plastic bag. Serta dua macam merchandise yaitu kaos dan apron yang berfungsi tidak hanya sebagai identitas namun juga sebagai media penerapan untuk menyampaikan pesan kepada target audience. Perancangan media komunikasi visual dalam bentuk brand “Apeatit” merupakan korelasi untuk masalah yang diangkat, dengan tampilan grafis yang disajikan secara komunikatif sebagai kekuatan brand identity agar dapat menstimulasi dan selalu diikuti oleh target audience.

Pengaruh pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah, kecerdasan intelektual (IQ), dan cara belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) kelas VIII SMP Negeri 1 Batu / Santy Wahyu Lestari

 

Kata Kunci: Pengaruh Pemanfaatan Fasilitas Belajar di Sekolah, Kecerdasan Intelektual (IQ), dan Cara Belajar dan Hasil Belajar Siswa Untuk menciptakan pembangunan nasional di bidang pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, diperlukan peningkatan dan penyempurnaan mutu pendidikan. Dalam hal ini berkaitan erat dengan peningkatan mutu proses pembelajaran yang berkaitan langsung dengan hasil pembelajaran peserta didik. Seperti tujuan pengajaran yang tepat, kelengkapan sumber-sumber belajar, serta kemampuan guru untuk memanfaatkan fasilitas belajar secara efektif dan efisien. Selain itu guru juga harus mengetahui tingkat intelegensi (IQ) dan cara belajar siswa, agar tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh secara parsial dan simultan Pengaruh Pemanfaatan Fasilitas Belajar di Sekolah, Kecerdasan Intelektual (IQ), dan Cara Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas VIII SMP Negeri 1 Batu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksplanasi yaitu peneliti ingin menjelaskan pengaruh antar variabel bebas pemanfaatan fasilitas belajar di Sekolah (X1), Kecerdasan Intelektual (IQ) (X2), dan Cara Belajar (X3) dengan variabel terikat yaitu hasil belajar siswa (Y). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 48 siswa SMP Negeri 1 Batu yang dintukan secara acak. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah proposional random sampling. Skala yang digunakan adalah skala likert dengan 5 (lima) pilihan jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Sedangkan untuk uji kelayakan regresi dilakukan uji asumsi klasik dan keseluruhan analisis menggunakan bantuan program SPSS for windows 16.00. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa (1) Pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah di SMP Negeri 1 Batu tergolong kategori tinggi. (2) Kecerdasan intelektual (IQ) di SMP Negeri 1 Batu tergolong kategori rata - rata. (3) Cara belajar di SMP Negeri 1 Batu tergolong kategori baik. (4) Hasil beljar siswa di SMP Negeri 1 Batu tergolong kategori baik. (5) Secara parsial, pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri I Batu, terbukti dengan sig t (0.017) < α (0.05). (6) Kecerdasan Intelektual (IQ) juga mempengaruhi hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri I Batu yang ditunjukkan dengan sig t (0.010) < α (0.05). (7) Cara belajar juga mempengaruhi hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri I Batu yang ditunjukkan dengan sig t (0.014) < α (0.05). (6) Secara simultan, pemanfaatn fasilitas belajar, kecerdasan Intelektual (IQ), dan cara belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VIII di SMP Negeri I Batu yang ditunjukkan dengan sig t (0.00) < α (0.05). Nilai R square sebesar 0,557, hal ini menunjukkan bahwa kontribusi yang diberikan variabel pemanfaatan fasilitas belajar, kecerdasan intelektual (IQ), dan cara belajar berpengaruh secara simultan terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pendidikan Sosial (IPS) kelas VIII di SMP Negeri I Batu sebesar 55,7%. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pemanfaatn fasilitas belajar di sekolah, kecerdasan intelektual (IQ), dan cara belajar baik secara parsial dan simultan berpengaruh positif signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas VIII di SMP Negeri I Batu. Saran dalam penelitian ini adalah (1) Bagi guru diharapkan mengetahui tingkat kecerdasan intelektual (IQ) dan cara belajar siswa sehingga guru dapat menentukan metode pembelajaran yang cocok untuk siswa. (2) Bagi sekolah diharapkan mensosialisasikan pentingnya pengetahuan guru akan perbedaan kecerdasan intelektual (IQ) yang dimiliki siswa. Hendaknya sekolah juga menyediakan sarana prasarana sekolah yang lebih baik agar dapat digunakan dalam memperlancar proses belajar. (3) Peneliti selanjutnya sebaiknya menambah variabel lingkungan masyarakat dalam memberikan kontribusi perubahan variabel hasil belajar siswa. Selain itu, dapat juga menggunakan sampel sekolah lain dan menambah jumlah sekolah yang ditiliti sehingga dapat memberikan hasil yang signifikan.

Perencanaan fork lift dengan sistem hidrolik / oleh Arif Sugiharto

 

Perencanaan crane jalan dengan lintasan atas berpalang tunggal / oleh Dhiyanti Eka Rahayu

 

Perancangan video profil sebagai media promosi tentang Museum Malang Tempo Doeloe Kota Malang / Hengki Setrawan

 

ABSTRAK Setyawan, Hengki. 2015. Perancangan Video ProfilSebagai MediaPromosiTentang Museum Malang Tempo DoeloeKota Malang.Skripsi, Program StudiDesainKomunikasi Visual, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn, (II) Andreas SyahPahlevi, S.Mn Kata kunci: Perancangan, Video Profil, Museum Malang Tempo Doeloe. Definisivideo adalahbagian yang memancarkangambarpadapesawattelevisiataurekamangambarhidup.Rekamangambarhidupatau program televisiuntukditayangkanlewatpesawattelevisi.Sebuahpromositidakakanberjalandenganbaikapabilatidakadasuatu media penunjang yang kuat yang mempromosikansuatuproduk. Salah satu media yang efektifuntukpromosisuatuprodukdiantaranyaadalahmelalui media audio visual, karena di dalam media tersebutterdapatunsurgambardansuara.Video profil adalah salah satu media yang berisikan sebuah informasi yang di tampilkan melalui media audio visual. Penggunaan Video Profiltentang Museum Malang Tempo Doeloediharapkandapatdijadikansebagai media promosi yang baik agar dapatmenarikminatmasyarakatuntukmengunjungi Museum tersebut. PerancanganVideo Profilinibertujuanmenghasilkanrancangansebuah video sebagai media promosi yang memberikan informasi tentang profil Museum. Sebuah promosi tentang Museum Malang Tempo Doeloe yang dikemas dalam sebuah video. Skripsiiniakanmenghasilkansatubuah media videodalambentukDVD yang berjudul “Museum Malang Tempo Doeloe”. Software yang digunakanuntukmembuatvideo profiliniadalahsoftwareSony Vegas Pro 11,Adobe Photoshop CS6, Adobe After Effect CS6dan Corel DRAW X6.Video profiliniakandikemasdalamsatupaketboxpackagingyang didalamnyaterdapatkotakDVD dan sebuah stiker. KaryaSkripsiinisesuaidigunakanbagimasyarakat umum dengan rentang usia ideal dari 10 sampai 50 tahun. Anak-anak dibawah umur 10 tahun harus di dampingi oleh orang yang lebih tua, Hal inidisebabkankarena membutuhkan arahan dari orang tua untuk menangkap informasi yang diberikan dari video profil.  

Perencanaan pompa injeksi pada motor diesel 4 tak 4 silinder sebagai penggerak transportasi / oleh Teguh Lumaksono

 

Perbedaan perilaku anak yang diikuti dengan pembelajaran hypnopatenting dan non hypnopatenting pada siswa TK Pertiwi DWP Bojonegoro tahun pelajaran 2013/2014 / Putri Megawati

 

ABSTRAK Megawati, Putri. 2015. Perbedaan Perilaku Anak Yang Diikuti Dengan Pembelajaran Hypnopatenting Dan Non Hypnoparenting Pada Siswa Tk Pertiwi DWP Bojonegoro Tahun Pelajaran 2013/3014. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang Kata kunci : perilaku anak, hypnoparenting, non hypnoparenting Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan rendahnya pengetahuan orangtua mengenai cara mendidik anak yang benar tanpa harus adanya kekerasan fisik dan mental. Yang menjadi alasan mengapa diadakan pembelajaran hypnoparenting di Tk Pertiwi DWP Bojonegoro. Setelah dilakukan observasi ternyata masih banayak anak yg memiliki perilaku kurang pantas pada usia mereka.oleh karena itu peneliti dan guru berupaya menggunakan pembelajaran hypnoparenting agar dapat memudahkan guru serta orangtua untuk mendidik anak dengan benar oleh karena itu, peneliti dan guru mencoba menerapkan metode pembelajaran hypnoparenting ini dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya perubahan perilaku anak yang mengikuti pembelajaran hypnoparenting dan non hypnoparenting . Peneliti ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa TK Pertiwi DWP Bojonegoro khususnya kelas B yang berjumlah 58 siswa yang di bagi menjadi dua kelas yang masing-masing 29 murid dalam satu kelas. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan anatara lain lembar observasi dan lembar angket selama kegiatan penelitian. Peneliti mengambil beberapa indikator untuk di teliti yang berkaitan dengan metode pembelajaran hypnoparenting yaitu, perilaku anak, kedisiplinan waktu, perilaku anak ketika bermain dengan teman sebaya, dan pemahaman orangtua tentang hypnoparenting. Hasil dari penelitian dengan beberapa indikator yaitu adanya perubahan perilaku, perubahan kedisplinan waktu, perubahan perilaku ketika bermain, serta bertambahnya wawasan oarangtua tentang pembelajaran hypnoparenting. Dari fenomena diatas adapun saran untuk pengajar hendaknya mencoba menerapkan pembelajaran yang diikuti Hypnoparenting dengan berkolaborasi dengan orang tua, sehingga dapat menciptakan iklim belajar yang baik dan kondusif. Saran untuk orangtua harus lebih bersabar dan memahami maksud anak agar proses mendidik lebih cepat tersampaikan kepada anak. Saran untuk kepala sekolah penataran kepada guru agar dapat meningkatkan profesionalitasnya. Dengan adanya guru yang profesional tentunya akan mampu mendorong kreativitas siswa secara optimal agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Pelaksanaan tugas-tugas kepala sekolah dalam bimbingan dan konseling di SMU negeri se-kodya Malang / oleh Widyaningsih

 

Perbedaan hasil belajar tentang materi virus antara pengajaran berbantuan komputer dengan pengajaran tanpa bantuan komputer siswa kelas I SMUN 5 Malang tahun ajaran 1995/1996 / oleh Lis Andriati

 

Perencanaan lemari es no frost untuk kebutuhan rumah tangga / oleh Suhartono

 

Perencanaan mesin penguji lengkung las sistem hidrolik / oleh Gunarto

 

Perencanaan mesin pelubang pelat piringan parabola sistem hidrolik / oleh I Wayan Putra Hardianta

 

Persamaan kuadrat dan fungsi kuadrat serta persamaan-persamaan derajat dua dan grafiknya / oleh Mutmain Mahmudah

 

Ciri-ciri kepribadian guru yang diharapkan oleh siswa SMUN I Sampang / oleh Sri Hidayati

 

Hubungan antara tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, jumlah tanggungan keluarga dan jarak dengan putus sekolah bagi anak SD di desa Sumberkerto kecamatan Pagak kabupaten Malang (studi kasus) / oleh Darwanto

 

Pengajaran matriks dengan bantuan komputer / oleh Rini Hastuti

 

Pengaruh pengetahuan ibu, penyebaran informasi dan ketersediaan pos PIN terhadap partisipasinya dalam pelaksanaan pekan imunisasi nasional di kecamatan Sumbermanjing Wetan kabupaten Malang / oleh Mimin Sutarsih

 

Pengaruh beberapa jenis metode mengajar terhadap hasil belajar biologi pokok bahasan sistem gerak untuk siswa kelas II SMP Negeri II Kunjang kabupaten Kediri / oleh Ambar Wati

 

Latar belakang, bentuk dan usaha penanggulangan tindak pidana pelajar di lembaga pemasyarakatan anak Blitar / oleh Makhshushotin

 

Mekanisme pembuatan keputusan desa oleh lembaga musyawarah desa (LMD) di desa Seneporejo kecamatan Pesanggaran kabupaten daerah tingkat II Banyuwangi / oleh Suwito Imam Backtiar

 

Hubungan antara bimbingan orang tua, kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa kelas II SMP Negeri Jombang / disusun oleh Nunuk Wulandari

 

An Analysis of types of sentences in English reading textbooks written by native speakers / by Idha Sa'diyah

 

Rantai Jordan dan selesaian sistem persamaan diferensial / oleh Edy Suroto

 

Pembelajaran tata bahasa bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing tingkat pemula pada Program Bunga 2010 ISP MCE (sebuah kajian deskriptif pembelajaran BIPA) / Choirul As'ari

 

Kata Kunci: Pembelajaran, Tata Bahasa Pembelajaran Tata Bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing tingkat pemula di program Bunga 2010 merupakan program pembelajaran Bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing asal Jepang yang dilaksanakan selama 13 hari yang diselenggarakan oleh Indonesia Studies Program STIE Malang Kucecwara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui materi apa saja yang disajikan dalam program Bunga 2010 dan strategi apa yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan metode deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan dirancang dalam bentuk kualitatif deskripstif. Metode penggalian data yang digunakan adalah teknik wawancara, pengamatan dan studi dokumentasi. Teknik analisa yang digunakan adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, materi pembelajaran yang digunakan adalah meliputi kata tanya, kata ganti, kalimat penolakan dan persetujuan, angka, jam, kata sambung, kata depan, kata penghubung “yang”, imbuhan “me”, kalimat aktif dan pasif, kalimat perbandingan, imbuhan “ber”, “ber-an”, “me”, “me-i” serta “me-kan”. Strategi pembelajaran yang diteliti meliputi pengajar, bahan ajar, metode dan teknik, media dan evaluasi hasil pembelajaran. Ditemukan bahwa para pembelajaran dilakukan dengan sepenuhnya mengacu pada materi yang ada dan disajikan dengan metode pelatihan dan penjelasan. Media pembelajaran yang digunakan seperti ular tangga, catur jantra dan running text. Evaluasi diadakan setiap akhir kegiatan pembelajaran dan secara umum pada tengah dan akhir masa program. Dari hasil penelitian ini, saran-saran yang diajukan yaitu: (1) Bagi ISP MCE dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan program perlu melakukan penambahan waktu pembelajaran untuk materi imbuhan “me-i” dan ”me-kan”, penggunaan metode pembelajaran yang lebih variatif dalam pembelajaran, dan perlu adanya kurikulum dan garis besar pembelajaran sebagai panduan bagi para pengajar. (2) Bagi Minor BIPA UM hendaknya melakukan pendampingan penyelenggaraan program kepada ISP MCE dan (3) Bagi peneliti lain untuk dapat mengembangkan penelitian ini dengan metode serta fokus penelitian yang lain, sehingga dapat secara berkelanjutan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan pengembangan kegiatan pembelajaran BIPA.

Menyelesaikan soal program linier dengan metode garis selidik dan metode simplek / oleh Lailatul Khusniah

 

Minat memilih Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan dan motivasi berprestasi hubungannya dengan prestasi akademik mahasiswa Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP MALANG / oleh Aning Warsini

 

Pendayagunaan gaya bahasa dalam wacana kampanye / Subahnan

 

Kajian dan inventarisasi kesalahan serta tindakan yang dilakukan guru SD terhadap kesalahan pada buku paket matematika SD kelas I dan II terbitan tahun 1994 / oleh Nunuk Idawati

 

Angka infeksi serkaria trematoda parasit pada keong (Lymnaea sp) di daerah persawahan Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember / oleh Nafita Purwianingsih

 

Perancangan media boneka wayang dan buku cerita bergambar untuk mengenalkan cerita rakyat "Danau Dendam Tak Sudah" untuk anak usia dini / Galan Hastoro Dwi Tunggal

 

ABSTRAK Tunggal, Galan Hastoro Dwi. 2016. Perancangan Media Boneka Wayang Dan Buku Cerita Bergambar Untuk Mengenalkan Cerita Rakyat "Danau Dendam Tak Sudah" Untuk Anak Usia Dini. Skripsi, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Tunggal: Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc, Ph.D. Kata Kunci: Boneka, Wayang, Boneka Wayang, Buku Cerita Bergambar, Cerita Rakyat, Danau Dendam Tak Sudah, Anak Usia Dini, Bengkulu Cerita rakyat nusantara dapat dijumpai di setiap pelosok tanah air dan merupakan bagian dari tradisi bangsa kita yang sekaligus merupakan warisan budaya dan kekayaan bangsa Indonesia. Cerita rakyat seringkali dijadikan acuan, parameter dan mengandung nilai luhur mengenai kebajikan, budi pekerti dan lain-lain. Oleh karena itu pelestarian dan pangkajian cerita rakyat merupakan hal yang penting bagi masyarakat. Perancangan media desain untuk mengenalkan cerita rakyat Danau Dendam Tak Sudah ini menggunakan metode prosedural yaitu model deskriptif yang menggambarkan alur atau langkah-langkah prosedural yang harus diikuti untuk menghasilkan suatu perancangan media desain tertentu secara urut dan terperinci. Perancangan menghasilkan media bercerita yaitu sebuah wayang golek, dan buku cerita bergambar. Berdasarkan hasil perancangan tersebut, diperoleh empat kesimpulan. (1) Media boneka wayang dan buku cerita bergambar mampu meningkatkan rasa ingin tahu dan meningkatkan daya imajinasi anak (2) Dalam memilih cerita rakyat yang akan dirancang untuk anak-anak haruslah yang mengajarkan bahwa manusia mempunyai rasa cinta, benci, marah, sedih, dan gembira, dilahirkan dan mati. Cerita rakyat juga bermanfaat bagi perkembangan emosional anak karena memberikan suatu dunia fantasi sehingga anak dapat memandang rasa takut dan rasa frustasinya. (3) Dalam perancangan media untuk mengenalkan atau menceritakan cerita rakyat untuk anak-anak sangat diperlukan ketelitian dalam pemilihan media, karakter, warna, bahkan retteling seperti apa yang dapat di konsumsi oleh anak dan sekiranya membuat anak-anak tertarik. (4) Dengan adanya media yang bersifat interaktif, anak-anak akan semakin bersemangat untuk membaca atau mendengarkar cerita rakyat tersebut.

Prestasi belajar mahasiswa FPTK IKIP MALANG ditinjau dari nilai: tes IQ, Ebtanas murni, dan tes UMPTN / oleh Joko Prasetiyo

 

Studi tentang bentuk-bentuk kegiatan guru pendidikan jasmani dan kesehatan dalam pengelolaan kelas di SMU Negeri se-kodya Malang tahun 1996 / oleh Kusnandar

 

Penentuan karakteristik indikator campuran ekstrak bunga kana merah muda dan bunga ribang merah serta pemanfaatannya dalam titrasi asam-basa / oleh Hikmah Nuar Ilmiati

 

Kombinatorika / oleh S. Wasilah

 

Simbol verbal nilai kependidikan dalam tetralogi Laskar Pelangi / Sihyati

 

ABSTRAK Sihyati. 2015. Simbol Verbal Nilai Kependidikan dalam Tetralogi Laskar Pelangi. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd (II) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd, (III) Dr. Mudjianto, M.Pd. Kata kunci: simbol verbal, nilai kependidikan, semiotika Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas bahwa novel tetralogi Laskar Pelangi menjadi best seller di dalam dan luar negeri. Kehadirannya mengejutkan dunia sastra Indonesia, khususnya dunia pendidikan. Tetralogi Laskar Pelangi mengundang perhatian para pengamat sastra dan dunia pendidikan di Indonesia juga dunia terbukti dengan diterjemahkannya ke dalam beberapa bahasa asing Penelitian ini secara umum berfokus pada penggunaan simbol verbal yang merepresentasikan nilai kependidikan dalam tetralogi Laskar Pelangi. Secara khusus (1) Bentuk simbol verbal nilai kependidikan dalam Tetralogi Laskar Pelangi, meliputi (a) bentuk simbol nilai kependidikan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab terhadap sesama manusia, (b) bentuk simbol nilai kependidikan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab tentang lingkungan alam, dan (c) bentuk simbol nilai kependidikan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab terhadap Tuhan. (2) Makna simbol verbal nilai kependidikan dalam tetralogi Laskar Pelangi, meliputi (a) makna simbol nilai kependidikan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab terhadap sesama manusia, (b) makna simbol nilai kependidikan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab tentang lingkungan alam, dan (c) makna simbol nilai kependidikan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab terhadap Tuhan. (3) fungsi simbol verbal nilai kependidikan dalam tetralogi Laskar Pelangi, meliputi: (a) fungsi simbol nilai kependidikan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab terhadap sesama manusia, (b) fungsi simbol nilai kependidikan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab tentang lingkungan alam, dan (c) fungsi simbol nilai kependidikan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab terhadap Tuhan Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan semiotika untuk menganalisis dan menginterpretasikan semua aspek yang diteliti sehingga dalam proses dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Data penelitian ini adalah data verbal berupa kutipan teks yang memiliki simbol verbal nilai kependidikan dalam tetralogi Laskar Pelangi. Sumber data penelitian ini adalah novel tetralogi Laskar pelangi karya Andrea Hirata meliputi novel Laskar Pelangi (terbitan tahun 2008, cetakan kedua puluh enam), novel Sang Pemimpi (terbitan tahun 2008, cetakan kedelapan belas), (3) novel Edensor (terbitan tahun 2008, cetakan keempat belas), dan (4) novel Maryamah Karpov (terbitan tahun 2009, cetakan kelima). Kegiatan analisis penelitian ini adalah sebagai berikut, peneliti melakukan interpretasi pada data yang telah diidentifikasi, selanjutnya dilakukan pemaknaan data berdasarkan teori sastra secara urut sesuai fokus penelitian dan memberikan simpulan, kemudian dilakukan verifikasi temuan untuk memperoleh hasil penelitian untuk dideskripsikan sesuai dengan masing-masing fokus penelitian dan aspek-aspek yang ada di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk simbol verbal nilai kependidikan terhadap diri sendiri, Orang Lain, dan Kebersamaan ditemukan sejumlah simbol universal dan simbol partikular berbentuk kata dan frasa. Bentuk simbol verbal nilai kependidikan tentang flora, fauna, dan fenomena alam ditemukan simbol universal dan partikular berbentuk frasa. Bentuk simbol verbal nilai kependidikan tentang keyakinan terhadap Tuhan dan menjalankan Agama ditemukan sejumlah simbol universal dan partikular berbentuk kalimat dan frasa. Makna simbol verbal nilai kependidikan terhadap diri sendiri, orang lain, dan kebersamaan ditemukan: makna esensial dalam konteks religi, makna esensial dalam konteks etika (akademik), makna figuratif dalam konteks etika, dan makna ketidaksadaran dalam konteks etika. Makna simbol verbal nilai kependidikan tentang flora, fauna, dan fenomena alam ditemukan makna samar-samar atau makna figuratif dalam konteks estetika atau konteks budaya. Makna simbol verbal nilai kependidikan tentang keyakinan terhadap Tuhan dan menjalankan Agama ditemukan makna esensial atau makna hakiki dalam konteks religi. Fungsi simbol nilai kependidikan kemanusiaan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab terhadap diri sendiri, orang lain, dan kebersamaan ditemukan simbol sebagai fungsi partisipasi dan fungsi pengetahuan dalam kehidupan beragama. Fungsi simbol verbal nilai kependidikan tentang flora, fauna, dan fenomena alam ditemukan simbol verbal yang berfungsi sebagai mediasi dan memahami tradisi. Fungsi simbol verbal nilai kependidikan tentang keyakinan terhadap Tuhan dan menjalankan Agama, ditemukan simbol yang berfungsi sebagai pengetahuan dan partisipasi dalam kehidupan beragama. Simpulan garis besar dan saran diajukan dalam penelitian ini bahwa bentuk simbol tentang kemanusiaan, lingkungan alam, dan ketuhanan pada umumnya berupa simbol-simbol universal dan partikular. Makna simbol verbal nilai kependidikan tentang kemanusiaan, lingkungan alam, dan ketuhanan pada umumnya bermakna esensial, figuratif, dan ketidaksadaran. Fungsi simbol verbal nilai kependidikan tentang kemanusiaan, lingkungan alam, dan ketuhanan pada umumnya berfungsi sebagai pengetahuan, perbedaan, partisipasi, mediasi, dan komunikasi. Saran Kepada peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti berbagai aspek yang belum terungkap melalui penelitian ini. Penulis sangat berharap penelitian ini dapat diteruskan pada aspek-aspek yang lebih mendasar.

Metode-metode pembuktian / oleh Darmi

 

Limit dan kekontinuan / oleh Nining Hulaifah

 

Kontribusi Patih Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo terhadap masyarakat Regentschap Blitar 1877-1895 / Winda Nita Lusiana

 

ABSTRAK Lusiana, Winda Nita. 2015. Kontribusi Patih Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo terhadap Masyarakat Regentschap Blitar 1877—1895. Skripsi Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing Dr. R. Reza Hudiyanto, M.Hum. Kata Kunci: Kontribusi, Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo, Regentschap Blitar. Kontribusi Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo terhadap masyarakat Blitar erat kaitannya dengan peran patih sebagai figur priyayi Jawa pada masa pemerintahan Hindia-Belanda. Sebagai Patih Blitar pada tahun 1877—1895, dia berkontribusi besar dalam mendampingi Bupati Warso Koesoemo mengelolapuncak pemerintahan dan pembangunan Regentschap Blitar hingga membentukkawasan Gemeente/Kota Blitar. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian skripsi ini mengkaji kontribusiPatih Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo terhadap masyarakat Regentschap Blitar pada tahun 1877—1895. Penelitian skripsi ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan beberapa hal. (1)Riwayat hidup kepribadian Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo (1827—1909). (2)Kontribusi Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo terhadap masyarakat Regentschap Blitar (1877—1895). (3) Keteladanan To Pituyang disampaikan Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo sebagai ajaran priyayi Jawa.Dalam mencapai tujuan penulisan skripsi ini, penulis menggunakan metodesejarah dimulai dari pemilihan topik, heuristik, verifikasi (kritik), interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian penulis, diperoleh tiga kesimpulan sebagai berikut. (1) Riwayat hidup kepribadian Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo (1827—1909) ditandai dengan gaya hidup dan status sosialnya sebagai figur priyayi Jawa yang berkedudukan sebagai Patih Blitar dalam sistem birokrasi pemerintahan Hindia-Belanda.(2) Kontribusi Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo terhadap masyarakat Regentschap Blitar (1877—1895) dapat dibuktikan dengan berbagai hasil peninggalan fisik dan infrastrukturdi kawasan Kota Blitar.(3)Keteladanan To Pituyang disampaikan Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo sebagai ajaran priyayi Jawa terdiri daritujuh penanaman budi pekerti, yaitu toto (tahu aturan), titi (teliti), tatag (bertanggungjawab), titis (tepat analisanya), temen (jujur),taberi (rajin), dan telaten (sabar). Hasil penelitian skripsi ini diharapkan dapat memberikan referensi terhadap penelitian sejarah politik lainnyayang berlandaskan pada wawasan kebangsaan dan kearifan lokalmasyarakat Indonesia.

Penerapan model pembelajaran kooperatif student teams achievement division (STAD) berbantuan komputer untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Kesamben / Suep Hadisiswoyo

 

Kata Kunci: motivasi belajar, hasil belajar, pembelajaran kooperatif. Hasil pengamatan awal terhadap pelaksanaan pembelajaran IPA di SMP Negeri 1 Kesamben menunjukkan motivasi belajar dan hasil belajar IPA siswa masih rendah. Guru sering mengalami kesulitan dalam merangsang siswa agar berani mengemukakan pendapat dalam proses pembelajaran. Pola pembelajaran di kelas masih terpusat pada guru, sehingga siswa kurang diberi kesempatan untuk mengembangkan kreativitas. Partisipasi siswa belum terlibat secara maksimal dalam proses pembelajaran. Mengingat hal tersebut pengembangan model pembelajaran motivasional bagi siswa merupakan kebutuhan mendesak dan perlu mendapat perhatian. Salah satu pendekatan pembelajaran motivasional yang diyakini mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang terdiri dari kelompok-kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang yang siswanya bekerja bersama-sama untuk memaksimalkan belajar mereka. Pembelajaran dengan kelompok-kelompok kecil bertujuan untuk meningkatkan pencapaian prestasi belajar. Pembelajaran ini berorientasi pada siswa, yaitu melibatkan siswa secara langsung baik emosional maupun sosial dalam belajar. Lima elemen pokok dalam pembelajaran kooperatif, yaitu: (1) saling ketergantungan positif, (2) interaksi tatap muka, (3) akuntabilitas individu, (4) adanya kesamaan tujuan, dan (5) keterampilan bersosialisasi (menjalin hubungan antara pribadi). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses dan hasil penerapan pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas sangat relevan dengan penerapan pembelajaran kooperatif STAD untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan selama 6 kali pertemuan dalam dua siklus melalui empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan dan evaluasi, pengamatan (observasi), dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Kesamben, Kabupaten Blitar semester II tahun pelajaran 2009/2010. Data penelitian berupa motivasi belajar, yang dikumpulkan dengan menggunakan instrument angket dan hasil belajar yang dikumpulkan dengan menggunakan instrument tes. Data motivasi belajar siswa menunjukkan peningkatan dari siklus I dengan nilai rata-rata sebesar 81,25 ke siklus II dengan nilai rata-rata sebesar 82,31. Data hasil belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotor menunjukkan peningkatan perolehan nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II. Hasil belajar ranah kognitif pada siklus I nilai rata-rata sebesar 76,09 dan pada siklus II nilai rata-rata sebesar 84,21. Hasil belajar ranah afektif pada siklus I nilai rata-rata sebesar 84,01 dan pada siklus II nilai rata-rata sebesar 86,72. Hasil belajar ranah psikomotor pada siklus I nilai rata-rata sebesar 80,24 dan pada siklus II nilai rata-rata sebesar 90,76. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif STAD berbantuan komputer untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa SMP Negeri 1 Kesamben, dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran IPA. Melalui belajar berkelompok mampu memberdayakan siswa untuk berinteraksi lebih lama dengan sesama anggota kelompoknya, dan berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar. Pemberian penghargaan sebagai bentuk penguatan kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar, ternyata mampu memberikan kepuasan, memelihara kerjasama kelompok, dan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Saran-saran yang dapat dikemukakan berkaitan dengan keberhasilan pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah: (1) dianjurkan agar guru menerapkan pembelajaran kooperatif ini dalam pembelajaran IPA di sekolah, (2) pembelajaran kooperatif STAD dapat dijadikan sebagai terobosan baru untuk meningkatkan mutu pembelajaran, (3) hendaknya guru menyampaikan indikator dan tujuan belajar yang hendak dicapai di awal pembelajaran, (4) hendaknya guru memberikan penghargaan (reward) sebagai bentuk penguatan dalam pembelajaran, (5) hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi peneliti lain dalam upaya meningkatakan mutu pendidikan nasional.

Perencanaan pesawat crane jembatan dengan lintasan atas berpalang tunggal / oleh Achmad Basuki Wibowo

 

Pengaruh learning control dalam pembelajaran menggunakan media web terhadap hasil belajar bidang studi prosedural pebelajar yang memiliki locus of control berbeda / Made Duananda Kartika Degeng

 

ABSTRAK Degeng, Made Duananda Kartika. 2015. Pengaruh Learning Control dalam Pembelajaran menggunakan Media Web terhadap Hasil Belajar Bidang Studi Prosedural Pebelajar yang Memiliki Locus of Control Berbeda. Disertasi. Program Studi Teknologi Pembelajaran Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M. Ed. (II) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M. Pd., (III) Dr. Dedy Kuswandi, M. Pd. Kata kunci :Learning Control, Locus of Control, Web, Hasil belajarprosedural. Penelitian tentang pengaruh learning control terhadap hasil belajar masih jarang disentuh oleh para pakar teknologi pembelajaran. Belum banyak temuan empirik yang mengungkapkannya, apalagi dalam interaksinya dengan variabel locus of control sebagai karakteristik mahasiswa yang penting dipertimbangkan dalam pengembangan pembelajaran. Atas dasar itu, maka tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan pengaruh variasi learning control (learner controldan designed control) dalam pembelajaran menggunakan media web terhadap hasil belajar prosedural mahasiswa yang memiliki locus of control yang berbeda. Lebih rinci, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan sekaligus mempreskripssikan pengaruh learning control terhadap hasil belajar, pengaruh locus of control terhadap hasil belajar, dan pengaruh interaktif antar kedua variabel sebab terhadap hasil belajar. Pengujian keampuhan learning control dalam pembelajaran berbasis webterhadap hasil belajar pebelajar yang memiliki locus of control yang berbeda, dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian eksperimental. Sejalan dengan hipotesis-hipotesis yang diajukan, maka rancangan eksperimental faktorial 2x2 yang tepat untuk dipakai.Subjek yang dilibatkan dalam eksperimen ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang angkatan 2014.Subjek penelitian diambil sebanyak dua kelas menggunakan teknik cluster. Untuk memenuhi persyaratan analisis data, menggunakan anova dua jalur, dipilih secara random dari setiap kelompok yang ada sebanyak 10 orang, sehingga total subjek yang dimasukkan dalam analisis sebanyak 40 orang mahasiswa. Instrumen tes locus of control dipakai untuk mengukur variabel locus of control yang dimiliki mahasiswa sehingga dapat membedakan antara mahasiswa yang memiliki locus of control internal dan eksternal, sedangkan untuk hasil belajar mengingat prosedur, dikembangkan tes hasil belajar yang diberikan di akhir perlakuan. Semua data dianalisis dengan teknik statistik Anova 2 jalur (2x2), yang perhitungannya menggunakan program komputer SPSSVersi 17. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa:(1) tidak ada perbedaan hasil belajar antara kelompok mahasiswa yang menggunakan learner control dengan yang menggunakan design control, artinya, pembelajaran web bagi mahasiswa yang melakukan pilihan urutan prosedural bebas dalam memilih konten dibandingkan dengan yang ditetapkan oleh pembelajar tidak menunjukkan hasil belajar yang berbeda; (2) tidak ada perbedaan hasil belajar antara kelompok mahasiswa yang memiliki locus of control internal dibandingkan dengan mahasiswa yang memiliki locus of control external,artinya, mahasiswa yang memiliki kecenderungan belajar mandiri dengan melakukan penelusuran konten sesuai dengan urutannya tidak menunjukkan perbedaan dibandingkan mahasiswa yang belajar mengikuti penataan konten yang diajarkan oleh pembelajar; (3) tidak ada interaksi antara learning control dan locus of control terhadap hasil belajar. Atas dasar temuan tersebut, disarankan agar dalam pembelajaran menggunakan web, pembelajar secara bebas dapat memilih yang mana saja dari kedua perlakuan itu, apakah learner control atau design control. Atau sebaiknya, mahasiswa diberikan kebebasan memilih sendiri atau pengembang web secara terancang dapat mengembangkan keduanya untuk memberikan pilihan yang terbuka kepada mahasiswa. Demikian pula, kepada mahasiswa, hendaknya diberikan kebebasan menggunakan media web yang terancang dengan mengikuti prosedur-prosedur yang baku atau urutan prosedural yang bisa dipilih sendiri. Lebih lanjut, untuk penelitian berikutnya disarankan agar cakupan isi pembelajaran yang dimasukkan dalam kandungan web diperluas;karena secara teoritik, makin luas cakupan isi pembelajaran,maka dugaan pengaruh yang dimunculkannya semakin nyata. Sebaiknya mencakup isi pembelajaran sekurang-kurangnya satu semester. Tipe isi yang terkandung dalam pembelajaran menggunakan media web sebaiknya lebih banyak menekankan pada tipe isi menggunakan dan menemukan prosedur. Dalam penelitian ini, hasil belajar yang diukur adalah tipe isi mengingat prosedur dan ditemukan tidak ada perbedaan pengaruh antara kedua perlakuan. Jadi, sebaiknya memilih pengujian perbedaan pengaruh kedua perlakuan menggunakan tipe isi konsep, prinsip, atau prosedur pada tingkat bukan mengingat tetapi menggunakan dan menemukan.

Pengaruh strategi pembelajaran problem based learning (PBL) berbasis multimedia dan kemampuan akademik terhadap kemampuan pemecahan masalah, penguasaan konsep, sikap, dan keterampilan pengelolaan lingkungan siswa SMK Negeri 2 Bondowoso / Rohmawati

 

Kata Kunci: PBL berbasis multimedia, kemampuan pemecahan masalah, penguasaan konsep, sikap, keterampilan pengelolaan lingkungan. Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi siswa SMK sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya, khususnya di dunia kerja. Sementara pada sisi lain, hasil observasi empirik di lapangan mengindikasikan bahwa sebagian besar lulusan SMK kurang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan maupun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sulit untuk bisa dilatih kembali, dan kurang bisa mengembangkan diri (Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, 2004). Temuan tersebut tampaknya mengindikasikan bahwa pembelajaran di SMK perlu mengembangkan kemampuan adaptasi siswa, di antaranya kemampuan pemecahan masalah. Selain kemampuan pemecahan masalah, kemampuan penguasaan konsep berupa kemampuan ranah kognitif tingkat tinggi perlu dimiliki siswa karena diharapkan dapat mendukung kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Demikian pula aspek sikap perlu dikembangkan untuk mendukung kemampuan adaptasi siswa. Untuk meningkatkan kemampuan-kemampuan tersebut, pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning (PBL) adalah jawabannya. Sebagai salah satu lembaga pendidikan kejuruan, SMK Negeri 2 Bondowoso mengemban tugas untuk mengembangkan kemampuan adaptasi siswa melalui kelompok mata pelajaran adaptif. Permasalahannya adalah selama ini pembelajaran adaptif yang dilaksanakan di SMK Negeri 2 Bondowoso, di antaranya mata pelajaran IPA Biologi masih berpusat kepada guru (teacher centered learning), kurang menekankan kepada aktivitas mental siswa sehingga belum dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, penguasaan konsep, dan sikap siswa. Oleh karena itu implementasi strategi PBL dalam mata pelajaran IPA Biologi perlu dilakukan melalui langkah penelitian. Strategi pembelajaran PBL dalam penelitian ini diterapkan pada materi lingkungan dengan pertimbangan bumi semakin hari semakin rusak disebabkan oleh rendahnya kepedulian manusia terhadap lingkungannya. Pada umumnya, materi lingkungan sering tidak dapat dihadirkan di dalam kelas, sehingga penggunaan multimedia pada implementasi strategi pembelajaran PBL pada materi lingkungan sangat sesuai karena dapat menampilkan berbagai format. Materi lingkungan terkait erat dengan limbah sehingga aspek psikomotor berupa keterampilan pengelolaan lingkungan selayaknya dimiliki oleh siswa. Mengingat kelas atau rombongan belajar terdiri dari siswa dengan kemampuan akademik yang berbeda, maka aspek heterogenitas kelas menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam penelitian ini. Dengan demikian, langkah penelitian ini dianggap perlu untuk menguji pengaruh strategi PBL berbasis multimedia dan kemampuan akademik terhadap kemampuan pemecahan masalah, penguasaan konsep, sikap, dan keterampilan pengelolaan lingkungan siswa SMK Negeri 2 Bondowoso. Penelitian ini dirancang menggunakan quasi eksperimental (eksperimen semu), dilaksanakan di SMK Negeri 2 Bondowoso pada siswa tingkat XI semester ganjil tahun ajaran 2010/2011, dengan kelas XI A1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI A2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi pelaksanaan pembelajaran, tes kemampuan pemecahan masalah, tes kemampuan penguasaan konsep, tes sikap, lembar pengamatan kemampuan psikomotor dan lembar penilaian produk daur ulang limbah, serta angket untuk mengetahui respons siswa terhadap pembelajaran PBL berbasis multimedia. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Anakova, dilanjutkan dengan uji beda LSD (Least Significant Difference), sedangkan data pelaksanaan kegiatan daur ulang limbah serta data respons siswa dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PBL berbasis multimedia berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan penguasaan konsep siswa, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap siswa pada lingkungan. Kemampuan akademik berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah, penguasaan konsep, dan sikap siswa pada lingkungan. Interaksi antara strategi pembelajaran PBL berbasis multimedia dan kemampuan akademik tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah, penguasaan konsep, dan sikap siswa pada lingkungan.Rerata nilai keterampilan pengelolaan lingkungan siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran PBL berbasis multimedia lebih tinggi dibanding siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran konvensional. Respons siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran PBL berbasis multimedia sangat positif. Terkait kesimpulan tersebut, maka peneliti menyarankan agar guru mengimplementasikan strategi PBL berbasis multimedia sebagai salah satu strategi pembelajaran IPA Biologi serta mata pelajaran lain di SMK. Karakteristik materi yang disarankan menggunakan strategi PBL yaitu mengandung unsur masalah yang menantang atau merangsang, bersifat interdisipliner, memungkinkan adanya penyelidikan autentik, memungkinkan dihasilkan suatu karya (artefak) dan dipamerkan (exhibit), serta memberi peluang bekerja kolaboratif dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Bagi guru yang akan menerapkan strategi pembelajaran PBL berbasis multimedia agar mempertimbangkan kesiapan siswa, kesiapan guru, dan ketersediaan sumber belajar serta fasilitas yang akan digunakan dalam implementasi strategi pembelajaran PBL berbasis multimedia.

Tugas akhir utama perencanaan pesawat angkat fork lift / oleh Eni Musayadah

 

Kiprah perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur (1971-2014) dan dimensi pendidikannya / Anisa Ayu Intan Fatimah

 

ABSTRAK Fatimah, Anisa Ayu Intan. 2015. Kiprah Perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur (1971-2014) Dan Dimensi Pendidikannya. Skripsi, Jurusan Sejarah, Prodi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, (II) Dr. Ari Sapto, M.Hum Kata kunci: Kiprah, Perempuan, DPRD Jawa Timur Awal pemilu era Orde Baru terjadi ketika tahun 1971. Keberhasilan politisi perempuan untuk mendapat kursi di parlemen sebagai anggota dewan patut diapresiasi sebagai usaha keras untuk menyetarakan posisinya dengan laki-laki, meskipun perempuan memiliki peran ganda sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga. Kedudukan perempuan secara politik mampu dipertimbangkan dengan rasional melalui kinerja dan program-program kerja yang nyata dan adanya kepercayaan dari konstituen yang memilih. Pada era Orde Baru perempuan yang menjadi anggota dewan yaitu karena adanya relasi dari suami atau orang tuanya sebagai seorang pejabat, PNS, TNI, dan Polri sehingga memudahkan mereka memasuki dunia politik, jadi bukan pada prestasinya. Adapun ketika era Reformasi dimulai tahun 1999 ini perempuan yang masuk dunia politik atas konstituen, meskipun masih ada relasi tetapi tidak berpengaruh sepenuhnya seperti Orde Baru. Adanya jaminan 30% maka politik tidak hanya milik laki-laki semata. Dari hal tersebut penulis tertarik untuk meneliti seperti apa kiprah perempuan di DPRD Jawa Timur tahun 1971-2014, dimana itu adalah masa antara Orde Baru dan Reformasi. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana proporsi keanggotaan DPRD provinsi Jawa Timur dilihat dari perspektif gender tahun 1971-2014, (2) Bagaimana kiprah perempuan anggota DPRD provinsi Jawa Timur tahun 1971-2014, (3) Bagaimana nilai pendidikan karakter dalam proses pembelajaran. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan proporsi keanggotaan DPRD provinsi Jawa Timur dilihat dari perspektif gender tahun 1971-2014, (2) Mendeskripsikan kiprah perempuan anggota DPRD provinsi Jawa Timur tahun 1971-2014, (3) Mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang meliputi lima tahap, yaitu: (1) pemilihan topik, (2) Heuristik (pengumpulan sumber), (3) Verivikasi (kritik intern dan kritik ekstern), (4) Interpretasi (analisis dan sintesis), (5) Historiografi atau penulisan. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Masuknya perempuan ke dunia politik pada Orde Baru ini karena relasi bukan karena prestasi, hal ini terbukti dari latar belakang keanggotaannya bahwa kebanyakan yang menjadi anggota DPRD perempuan di Jawa Timur ini adalah kebanyakan istri dari pejabat, TNI, Polri, dan pegawai negeri yang secara otomatis masuk dalam sebuah organisasi yang kemudian mengantarkannya menjadi anggota dewan. Adapun ketika pemilu 1999 ditandai dengan menjamurnya banyak organisasi, masyarakat giat dalam pemberdayaan perempuan. Pada era Reformasi ini perempuan yang menjadi anggota dewan bukan karena konstituen, meskipun masih ada relasi tetapi tidak berpengaruh sepenuhnya seperti Orde Baru. (2) Kiprah perempuan pada masa Orde Baru yaitu untuk memajukan pembangunan, isu tentang perempuanpun tersepelekan bahkan tidak masuk agenda pembahasan. Era Reformasi telah mengubah wacana yang ada, peran perempuan menjadi semakin tersalurkan dan memberi angin segar serta harapan baru untuk eksistensi dirinya di dunia politik. Beberapa kiprah perempuan yang berkaitan dengan disahkannya peraturan daerah pada masa Reformasi yaitu mengenai Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan (PPAKK), tentang regulasi kesehatan, dan masih banyak lagi. (3) Pendidikan karakter tidak hanya tercipta di lingkungan sekolah saja, melainkan juga masyarakat politik bisa di ambil nilai-nilai karakternya. Adapun melalui mata pelajaran sejarah, pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam materi-materi pelajaran dan proses pembelajarannya. Strategi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran adalah pertama,integrasi nilai pendidikan karakter dalam kurikulum. Salah satu rekomendasi dalam pembelajaran adalah dengan menerapkan critical pedagogy. Bertolak dari penelitian ini diharapkan dapat membuka penelitian selanjutnya tentang kiprah perempuan di DPRD. Kepada penulis lain yang juga tertarik untuk mengangkat sejarah kiprah perempuan di DPRD sebagai tema skripsi, masih banyak ruang yang tersisa dengan fokus dan batasan waktu tertentu yang bisa dikaji.

Perencanaan mesin press hidrolik untuk produksi genting gelombang dari baja stainlest / oleh Sulistiono

 

Simbol budaya populer dalam cerpen Kompas Minggu terbitan 2012 / Bangkit Adi Swasono

 

ABSTRAK Swasono, Bangkit Adi. 2015. Simbol Budaya Populer dalam Cerpen Kompas Minggu Terbitan 2012. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, (II) Prof. Dr. Djoko Saryono, (III) Dr. Mujianto, M.Pd. Kata Kunci: simbol, budaya populer, bentuk, makna, fungsi, hermeneutika Berdasarkan eksistensi dan fungsinya, sastra merupakan media penyaluran ide, media yang merepresentasikan sistem lambang dan budaya. Nilai yang terkandung dalam karya sastra diteliti secara menyeluruh dan hasilnya bisa dimanfaatkan dalam kehidupan. Cerpen mempunyai unsur genre, di antaranya naratif. Setiap genre mempunyai register (karakteristik bahasa yang digunakan), mulai dari pilihan kata, frasa, gaya bahasa, dan struktur teks yang berbeda. Sementara itu, peran genre dan register adalah sebagai wahana merealisasikan nilai budaya. Aspek-aspek perkembangan budaya dalam cerpen merupakan masa¬lah mendasar yang penting dan bernilai dalam kehidupan. Hal ini menunjukkan bahwa cerpen berkaitan erat dengan nilai-nilai bu¬daya karena keberadaan dan kedudukannya merepresentasikan sistem simbol yang berisi nilai-nilai budaya dalam konteks dan proses dialektika budaya. Penelitian Simbol Budaya Populer dalam Cerpen Kompas Minggu Terbitan 2012 memiliki tiga fokus penelitian, yaitu (1) bentuk simbol budaya populer yang berupa kata, frasa, dan kalimat; (2) makna simbol budaya populer yang berupa kata, frasa, dan kalimat; dan (3) fungsi simbol budaya populer yang berupa kata, frasa, dan kalimat. Berdasarkan kajian hermeneutika Ricoeur (1985:2002), bentuk, makna, dan fung¬si simbol tersebut dikategorikan menjadi tiga, yaitu (1) simbol konvensional ialah simbol natural; (2) sim¬bol aksidental ialah simbol sosial; dan (3) simbol universal ialah simbol esensial. Analisisnya terbagi menjadi menjadi tiga tahap, yaitu (1) tahap semantik, (2) tahap reflektif, dan (3) tahap eksistensial. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa simbol budaya populer dalam kumpulan cerpen Kompas memiliki bentuk yang berupa kata, frasa, dan kalimat. Bentuk simbol yang berupa kata dapat diklasifikasi menjadi tiga macam, yaitu (1) bentuk konvensional yang meliputi simbol gaya hidup instan, simbol kehidupan, simbol bangunan mewah; (2) bentuk aksidental yang meliputi simbol gaya hidup modern, simbol gaya hidup bebas; dan (3) bentuk universal yang meliputi simbol tempat hiburan dan simbol teknologi informasi. Bentuk simbol yang berupa frasa dapat diklasifikasi menjadi tiga macam pula, yaitu (1) bentuk konvensional yang meliputi wanita pendatang, simbol kekuasaan; (2) bentuk aksidental yang hanya satu jenis, yaitu simbol angkutan modern dan (3) bentuk universal yang meliputi simbol tradisi dan simbol petunjuk hidup. Bentuk simbol yang berupa kalimat juga dapat diklasifikasi menjadi tiga macam, yaitu (1) bentuk konvensional yang meliputi klausa (S+P), kalimat sederhana (S+P), dan kalimat kompleks (S1-P1+S2-P2+S3-P3); (2) bentuk aksidental yang meliputi klausa (S+P), kalimat sederhana (S+P), dan kalimat kompleks (S1-P1+S2-P2); dan (3) bentuk universal yang meliputi klausa (S+P), kalimat luas (S+KT+P), dan kalimat kompleks (S1+P1+P2). Makna simbol budaya populer dalam kumpulan cerpen Kompas, baik pada simbol yang berbentuk kata, frasa, maupun kalimat, dapat dibagi menjadi tiga macam makna, yaitu (1) makna konvensional, (2) makna aksidental, dan (3) makna universal. Makna konvensional diekspresikan melalui (1) Catering, restoran, sovenir, hotel, kafe; (2) frasa gadis keturunan spanyol, koki restoran, revolusi bludru, bandara internasional, pakaian setengah jadi, anggrek hitam; dan (3) kalimat Gadis-gadis kini tak sungkan lagi mengenakan pakaian setengah jadi. Makna aksidental diekspresikan melalui (1) kata ngefan, touris, pemabuk, dansa, idola, skenario, superhero; (2) frasa klub-klub malam, ruko-ruko berderet, korden jendela, telepon seluler, dan (3) kalimat Suara-suara beragam bahasa dunia menerobos masuk melalui jendela kamar hotel yang kita biarkan lebar terbuka, dan kalimat Teluk Duka Cita, begitu orang-orang di kota ini menyebutnya. Makna universal diekspresikan melalui (1) kata bioskop, property, salon, kampus, pesawat; (2) frasa (pesta dansa, turis lokal, pemuda idola, sekretaris ekskutif, burung besi, buah impor, bir dan wisky, lampu sorot, klab malam, burung besi; dan (3) kalimat “Etnis yang tak punya tradisi memfermentasi karbohidrat, atau gula menjadi alkohol, ketika mengenal jenis minuman ini memang akan ketagihan. Fungsi simbol budaya populer dalam kumpulan cerpen Kompas ternyata bermacam-macam sesuai dengan maknanya. Pertama, simbol yang bermakna konvensional memiliki fungsi, meliputi fungsi sebagai tanda untuk mengabadikan peristiwa penting; fungsi kultural, fungsi metaforis dalam semua aspek kehidupan; fungsi filosofis peristiwa dan fenomena, fungsi fungsi komersial, metaforis, prestise, dan konsumtif, fungsi metaforis menggunakan gaya bahasa, ekspansi prilaku sebagai mode, fungsi estetik, fungsi kultural penggunaan bahasa daerah dan peradaban moderen, fungsi metaforis, dan fungsi filosofis interferensi budaya barat. Kedua, simbol yang bermakna aksidental memiliki fungsi, fungsi universal pesta, fungsi metaforis cita rasa kenikmatan, fungsi filosofis interferensi budaya, fungsi universal mencari popularitas, fungsi filosofis gaya hidup modern, fungsi sara amoral gaya hidup barat, fungsi fungsi estetik, fungsi metafora kehidupan, fungsi esensial berbagai makna; fungsi metaforis perilaku manusia, fungsi filosofis mobilitas kehidupan, fungsi estetis personifikatif, fungsi metaforis makna tersirat dan figuratif, fungsi filosofi; fungsi kultural daerah. Ketiga, simbol yang bermakna universal memiliki fungsi, meliputi fungsi universal, fungsi metaforis tanda kemewahan, fungsi status kelas sosial, fungsi kultural peradaban moderen; fungsi metaforis tanda kemewahan, fungsi status kelas sosial; fungsi universal persembahan, fungsi kultural kebiasaan masyarakat, fungsi universal masa depan; fungsi reflektif situasi dan peristiwa, fungsi metaforis perumpamaan dan gambaran, fungsi filosofis gagasan dan pemecahan masalah. Beberapa saran ditujukan kepada berbagai pihak. Salah satunya, kepada guru Bahasa Indonesia disarankan menggunakan hasil penelitian ini untuk materi pembelajaran sastra di sekolah.

Perencanaan kran jembatan dengan lintasan atas berpalang tunggal satu rel / oleh Bambang Madugi

 

Pengaruh kewirausahaan organisasi dan pengelola, kapabilitas pembelajaran organisasi dan inovasi manajemen terhadap kinerja koperasi primer di Kota Padang Sumatera Barat (analisis model persamaan struktural dengan metode partial least square) / Marwan

 

Kata Kunci: Karakteristik kewirausahaan, kapabilitas pembelajaran, kapabilitas inovasi, kinerja koperasi Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sumberdaya dan kapabilitas internal koperasi yang terdiri dari karakteristik kewirausahaan organisasi dan pengelola, kapabilitas pembelajaran organisasi dan inovasi manajemen terhadap kinerja koperasi primer di Kota Padang Sumatera Barat. Unit analisis dalam penelitian ini adalah koperasi primer di Kota Padang Sumatera Barat. Ukuran sampel sebanyak 97 unit koperasi dan dipilih dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Kuesioner digunakan sebagai alat pengumpulan data dan diisi oleh pengelola koperasi sebagai responden penelitian. Analisis data dan pengujian hipotesis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan metode Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kewirausahaan organisasi dan pengelola serta kapabilitas pembelajaran organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kapabilitas inovasi manajemen koperasi. Selanjutnya karakteristik kewirausahaan organisasi dan pengelola serta kapabilitas pembelajaran organisasi berpengaruh positif dan signifikan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kapabilitas inovasi manajemen terhadap kinerja koperasi. Secara keseluruhan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumberdaya dan kapabilitas internal memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja koperasi. Teori Resource Based View (RBV) dapat digunakan untuk memprediksi kinerja koperasi. Teori ini dapat diadopsi dan dikembangkan lebih lanjut dalam kajian kewirausahaan dan manajemen koperasi. Peningkatan kinerja koperasi dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas karakteristik kewirausahaan organisasi dan pengelola, peningkatan kapabilitas pembelajaran organisasi dan inovasi manajemen koperasi. Peningkatan kualitas karakteristik kewirausahaan organisasi koperasi dapat dilakukan dengan cara mengembangkan sistem imbalan berbasis kinerja. Koperasi juga dapat mengatur jam kerja yang lebih memadai terutama bagi pengelola yang bekerja paruh waktu di koperasi, merumuskan kontrak kerja yang lebih memberikan keleluasaan bagi pengelola untuk mengambil kebijakan, meningkatkan partisipasi anggota dalam mendukung kinerja pengelola, dan merumuskan aturan organisasi yang lebih fleksibel dalam menghadapi lingkungan eksternal yang semakin dinamis. Peningkatan kualitas karakteristik kewirausahaan pengelola koperasi dapat dilakukan dengan mengikutsertakan pengelola dalam kegiatan pendidikan, latihan dan penyuluhan serta kegiatan magang yang terkait dengan kewirausahaan. Kapabilitas pembelajaran organisasi koperasi dapat ditingkatkan melalui kegiatan lokakarya dan sarasehan yang melibat seluruh pihak seluruh pihak yang terkait dengan koperasi. Kapabilitas inovasi manajemen koperasi dapat ditingkatkan dengan cara mengadakan kegiatan studi banding dan mengadopsi inovasi-inovasi yang telah dilakukan oleh koperasi atau perusahaan lain. Dari aspek pendidikan ekonomi, upaya-upaya peningkatan kinerja koperasi dapat dilakukan melalui semua jenis pendidikan, baik pendidikan formal, non formal maupun informal. Penelitian ini merekomendasikan kepada koperasi untuk menindaklanjuti hasil penelitian ini dengan mengadakan kegiatan evaluasi diri untuk mengkaji, membangun dan mengembangkan sumberdaya dan kapabilitas internal yang dimiliki koperasi. Lembaga pendidikan terkait perlu menyempurnakan materi dan pengembangan kurikulum yang terkait dengan kewirausahaan dan manajemen koperasi. Selanjutnya diikuti dengan pengembangan strategi dan metode serta model-model pendidikan, latihan dan penyuluhan koperasi yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan koperasi. Kerjasama antara berbagai pihak yang terkait dengan peningkatan kinerja koperasi perlu dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman. Pengambil kebijakan juga perlu menyempurnakan lagi undang-undang, aturan-aturan dan kebijakan yang dapat memperkuat posisi koperasi dan gerakan koperasi di era global.

Pengkondisian udara ruangan / oleh Nardi

 

Perencanaan motor induksi tiga fasa rotor sangkar / oleh Jumak

 

Partisipasi orang tua terhadap program wajib belajar 12 tahun masyarakat Desa Rowokangkung Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajaang / Umairoh Sulung Safitri

 

ABSTRAK Safitri, Umairoh Sulung. Partisipasi Orang Tua terhadap Program Wajib Belajar 12 Tahun Masyarakat Desa Rowokangkung Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si (II) Ir. Juarti, M.P Kata kunci: Kondisi sosial ekonomi, aksesibilitas, partisipasi Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kemajuan sebuah bangsa. Memiliki pendidikan yang maju dan merata akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam hal ini pemerintah berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengeluarkan kebijakan wajib belajar 12 tahun untuk meningkatkan sumber daya manusia yang unggul. Namun, usaha pemerintah tidak akan berjalan dengan lancar jika tidak ada partisipasi orang tua. Partisipasi orang tua dipandang sangat penting dalam mensukseskan program wajib belajar 12 tahun. Partisipasi orang tua dalam penelitian ini yaitu partisipasi tenaga, partisipasi harta benda, dan partisipasi buah fikiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi orang tua, 2) mendeskripsikan bagaimana tingkat partisipasi orang tua terhadap program wajib belajar 12 tahun, 3) mengetahui ada tidaknya hubungan kondisi sosial ekonomi dan aksesibilitas terhadap partisipasi orang tua dalam program wajib belajar 12 tahun di Desa Rowokangkung Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan populasi orang tua yang memiliki anak usia wajib belajar 12 tahun di Desa Rowokangkung dan sampel yang diperoleh sebanyak 132 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara dengan responden, sedangkan analisis data menggunakan tabulasi tunggal dan tabulasi silang. Berdasarkan hasil penelitian partisipasi orang tua terhadap program wajib belajar 12 tahun di Desa Rowokangkung memiliki tingkat partisipasi yang tergolong rendah yaitu sebanyak 54%. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor kondisi sosial ekonomi orang tua. Hasil analisis tabulasi silang menunjukkan kondisi sosial ekonomi berpengaruh terhadap partisipasi orang tua dalam program wajib belajar 12 tahun, sedangkan pada variabel aksesibilitas tidak berpengaruh terhadap partisipasi orang tua. Berdasarkan hal tersebut maka saran yang diajukan yakni perlu adanya upaya pemerintah untuk memberikan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan bagi anak kepada masyarakat Desa Rowokangkung Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang. Dengan tingkat kesadaran pendidikan yang tinggi diharapkan mampu meningkatkan partisipasi orang tua agar selaras dengan program pemerintah yaitu program wajib belajar 12 tahun.

Perencanaan ketel uap pipa api jenis Schots / oleh Santur Hidayat

 

Perencanaan pesawat crane jembatan dengan lintasan atas berpalang tunggal / oleh Didik Supriyadi

 

Tenaga kerja wanita pabrik pengalengan ikan di Desa Pengambengan Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana / Romi Zainal Muttaqin

 

ABSTRAK Muttaqin, Romi Zainal.2015.TenagaKerjaWanitaPabrikPengalenganIkan Di DesaPengambenganKecamatan Negara KabupatenJembrana. Skripsi, JurusanGeografi, FakultasIlmuSosial, UniversitasNegaeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. DjokoSoelistijo, M.Si, (II) ArdyantoTanjung, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: Pendapatan, TenagaKerjaWanita MasyarakatDesaPengambengansebagianbesarmenggantungkanhidupnyasebagainelayandenganpenghasilancenderungrendah.Denganhanyamemilikimatapencahariansebagainelayan yang pendapatannyatidakmenentudanhasiltangkapan yang hanyatergantungpadakondisialam (laut).Kemiskinan yang terjadidalamkeluarganelayan, membuatwanitanelayanterutamaistriberusahauntukmembantusuaminyadalammemenuhikebutuhanpokokkeluarganya.Dalamekonomikeluargamengalamikesulitanistridapatberperanmencarisumberpenghasilantambahan, halinidilakukanuntukmenjagadanmenstabilkanekonomikeluarganya.Industripengalenganikanmerupakansalahsatualternatifdalampenyerapantenagakerja di bidangindustrikhususnyatenagakerjawanitakarenapabrikpengalenganikan.Mereka yang bekerja di pabrikpengalenganikanmemilikibermacam-macammotivasi yang menuntutmerekaharusbekerjadisana. Penelitianinidilaksanakanuntuk (1) mengetahuibagiamanakondisidemografis, sosial, danekonomitenagakerjawanitapabrikpengalenganikanDesaPengambengan, (2) danmengetahuipemanfaatanpendapatankelaurgaterhadapkebutuhankeluargatenagakerjawanita. Jenispenelitianiniadalahpenelitiandeskriptifkuantitatifdenganmenggunakanmetodesurvei.PopulasidalampenelitianiniadalahtenagakerjawanitapabrikpengalenganikanDesapengambengan.Sampeldipilihmenggunakanteknikproporsional random sampling .Teknikpengambilan data menggunakanmetodeobservasi, wawancara, dandokumentasi.Analisis data menggunakantabulasitunggaldantabulasisilang. Hasilpenelitiandiperolehkesimpulansebagaiberikut.Kondisidemografitenagakerjawanitapabrikpengalenganikan di DesaPengambenganberadapadausiaproduktifdanberstatusmenikah. Rata-rata bebantanggunganberjumlah 2 orang.Kondisisosialtenagakerjawanitauntukpendidikan yang ditempuhsebagianbesaradalah SD. Kondisiekonomisebagianbesarpendapatan yang diperolehtenagakerjawanitasudahcukuptinggi, pendapatansuamiatauanggotakeluarga lain daritenagakerjawanitasebagianbesarberpendapatanrendahdikarenakandipengaruhiolehcuacalaut yang dapatmempengaruhibanyaksedikitnyajumlahtangkapan yang diperoleh.

Studi tentang cara ketua karang taruna dalam menggerakkan partisipasi anggotanya dalam aktivitas kepemudaan di desa Gondanglegi Wetan kecamatan Gondanglegi kabupaten Malang / oleh Endah Rosdalina

 

Pelaksanaan program bimbingan dan konseling di madrasah tsanawiyah negeri dan swasta kabupaten Jombang / Riesda Januarty

 

Penerapan pembelajaran berdasarkan masalah melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA pada siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Pasuruan / Linamik

 

Kata kunci: Pembelajaran berdasarkan Masalah, Pembelajaran Kooperatif STAD, Motivasi, dan Hasil Belajar Guru IPA kelas VIIA SMP Negeri 1 Pasuruan menyatakan bahwa motivasi dan hasil belajar siswa masih rendah. Motivasi yang rendah ditunjukkan dengan adanya rendahnya perhatian siswa terhadap pelajaran dan rendahnya rasa percaya diri siswa terhadap pelajaran IPA. Guru IPA masih banyak yang menyukai metode ceramah sehingga siswa lebih bersifat pasif. Siswa kurang dapat kesempatan menemukan konsepnya sendiri karena lebih banyak menerima informasi dari guru. Berdasarkan permasalahan tersebut maka diterapkan pembelajaran berdasarkan masalah melalui pembelajaran kooperatif STAD untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pasuruan. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus empat pertemuan. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VIIA SMP Negeri Pasuruan, semester genap tahun ajaran 2009-2010 yang berjumlah 26 orang. Penelitian dilaksanakan pada pada bulan April sampai bulan Mei 2010. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi keterlaksanaan tindakan oleh guru dan siswa, catatan lapangan, angket motivasi belajar, tes hasil belajar kognitif, laporan dan poster, angket hasil belajar afektif, lembar observasi hasil belajar psikomotor. Hasil belajar kognitif diperoleh dari tes hasil belajar kognitif akhir siklus, laporan, dan poster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdasarkan masalah melalui pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIIA SMP Negegeri 1 Pasusuruan. Peningkatan motivasi dapat dilihat dari rata-rata nilai motivasi siswa pada siklus I 80,96 dan pada siklus II 87,62. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa meliputi: hasil belajar kognitif, hasil belajar afektif, dan hasil belajar psikomotor. Peningkatan hasil belajar kognitif dapat dilihat dari ketuntasan klasikal pada siklus I 76,92% dan pada siklus II 100%. Rata-rata kelas pada siklus I 78,69 dan pada siklus II 87,39 tetapi masih perlu perbaikan pada kemampuan menganalisis dan mengevaluasi suatu permasalahan. Hasil belajar afektif pada siklus I ketuntasan klasikal mencapai 80,77% dan pada siklus II 92,31% Ketuntasan klasikal hasil belajar psikomotor pada siklus I 84,62% dan pada siklus II 92,31%. Berdasarkan hasil penelitian di atas, disimpulkan bahwa pembelajaran berdasarkan masalah melalui pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Pasusuruan.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |