Identifikasi pemahaman konsep dan sikap green chemistry pada siswa kelas XI peminat MIA (Matematika Ilmu Alam) di SMAN 1 Baru dan SMAN 1 Sidoarjo / Wachyuni Lailia

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mekanika teknik kelas II Jurusan Mesin (studi kasus) di STM Negeri Malang / oleh Didik Suryawan

 

Analisis inklusi keuangan dalam penggunaan transaksi non tunai (studi kasus pada mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan 2012 Universitas Negeri Malang) / Novi Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Novi. 2015. Analisis Inklusi Keuangan Dalam Penggunaan Transaksi Non Tunai (Studi Kasus Pada Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan 2012 Universitas Negeri Malang). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Imam Mukhlis, S.E, M.Si, (II) Dr. Nasikh, S.E, M.P, M.Pd. Kata Kunci : Transaksi Non Tunai, Inklusi Keuangan, Universitas Negeri Malang Dalam era globalisasi, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat memberikan dampak pada berbagai sektor, termasuk sektor keuangan dan perbankan. Dalam hal ini, diperlukan sebuah sistem yang mendukung proses kegiatan ekonomi sehingga dapat mencapai kenaikan pertumbuhan ekonomi.Inklusi keuangan merupakan salah satu upaya yang memberikan kemudahan akses bagi layanan jasa keuangan. Keuangan inklusif didefinisikan sebagai hak setiap orang untuk memiliki akses dan layanan penuh dari lembaga keuangan secara tepat waktu, nyaman, informatif, dan terjangkau biayanya, dengan penghormatan penuh kepada harkat dan martabatnya (Bank Indonesia, 2014). Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dilakukan untuk mendukung program inklusi keuangan dengan tujuan memberikan akses layanan jasa keuangan yang lebih luas bagi masyarakat, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan stabilitas sistem keuangan, kesetaraan akses dan perlindungan konsumen, adanya perluasan akses dan kepentingan nasional, penanggulan kemisikinan. Dalam hal ini, mahasiswa merupakan salah satu bagian dari penggerak Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan inklusi keuangan melalui Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) pada mahasiswa Universitas Negeri Malang angkatan 2012 khususnya pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu hasil wawancara dengan Mahasiswa Universitas Negeri Malang, Fakultas Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan konsentrasi keuangan dan perbankan offering D,DD,E,EE angkatan 2012. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisisdata dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, display data, serta penarikan kesimpulan. Tahap penelitian dilakukan dengan tiga bagian secara garis besar yaitu tahap pra lapangan, tahap lapangan, dan tahap penyusunan laporan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut. (1) Kemampuan penggunaan aktual produk dan jasa keuangan sudah banyak dilakukan Mahasiswa Universitas Negeri Malang 2012. (2) Mahasiswa Universitas Negeri Malang 2012 pada umumnya telah memiliki alat transaksi non tunai, yaitu berupa kartu debit (ATM) dan e-money. (3) Mahasiswa Universitas Negeri Malang 2012 lebih sering menggunakan transaksi tunai dibandingkan non tunai. (4) Sebagian besar mahasiswa sudah menjalankan program inklusi keuangan dengan baik, karena secara umum banyak dari mereka yang memiliki akun rekening pribadi serta alat transaksi non tunai yang semakin memudahkan mereka untuk melakukan transaksi non tunai. Namun, terdapat beberapa mahasiswa yang belum memanfaatkan layanan keuangan ini secara maksimal. Kurangnya kepercayaan serta kurangnya sarana dan prasarana di tempat perbelanjaan tradisional merupakan salah satu faktor kurangnya penggunaan transaksi non tunai pada mahasiswa. Dengan demikian inklusi keuangan perlu dikembangkan lagi karena belum berjalan secara maksimal. Hal ini dapat didukung dengan penggunaan layanan non tunai yang digunakan oleh mahasiswa.

Pengaruh suku bunga SBI, suku bungan the Fed, ROA, dan LDR terhadap suku bungan deposito berjangka 1 bulan (pada bank umum swasta nasional devisa periode 2007-2009) / Sinta Nurwanti

 

Kata Kunci: Suku Bunga SBI, Suku Bunga The Fed, ROA, LDR, Suku Bunga Deposito. Perubahan suku bunga dalam negeri sangat berhubungan dengan kestabilan sistem perekonomian di suatu negara. Terdapat beberapa teori yang menjelaskan tentang faktor-faktor yang menentukan tingkat suku bunga didalam sistem keuangan. Teori Klasik yang menyatakan bahwa tabungan dan investasi merupakan fungsi dari tingkat bunga. Teori Keynes yang menyatakan bahwa tingkat bunga ditentukan oleh penawaran dan permintaan akan uang. Dan teori Fisher, yang menyatakan bahwa tingkat bunga dapat berubah karena dua alasan yaitu karena tingkat bunga riil berubah atau karena tingkat inflasi berubah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Suku Bunga SBI, Suku Bunga The Fed, ROA, LDR, dan Suku Bunga Deposito Berjangka 1 Bulan pada Periode 2007—2009 serta untuk menguji pengaruh Suku Bunga SBI, Suku Bunga The Fed, Return On Asset (ROA), Loan to Deposite Ratio (LDR) terhadap Suku Bunga Deposito Berjangka 1 Bulan baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dirancang menggunakan desain penelitian noneksperimental yang merupakan penelitian deskriptif dan ex post facto. Sampel penelitian diambil berdasarkan teknik purposive sampling, dimana sampel diambil dari populasi 40 bank umum swasta nasional devisa diambil menjadi 18 sampel. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji apakah variabel bebas (suku bunga SBI, suku bunga the fed, ROA, dan LDR) berpengaruh terhadap variabel terikat (suku bunga deposito berjangka 1 bulan) baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, terdapat pengaruh yang signifikan baik secara parsial maupun simultan antara suku bunga SBI terhadap suku bunga deposito berjangka 1 bulan, suku bunga The Fed terhadap suku bunga deposito berjangka 1 bulan, ROA terhadap suku bunga deposito berjangka 1 bulan, dan LDR terhadap suku bunga deposito berjangka 1 bulan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, maka disarankan agar dalam penelitian lebih lanjut dapat mengambil jumlah periode pengamatan lebih panjang, penambahan variabel bebas yang mempunyai potensi untuk mempengaruhi suku bunga deposito, dan objek penelitian selain bank umum swasta nasional devisa.

Pengaruh penggunaan media kereta api tiga dimensi terhadap kemampuan menyebutkan bangun ruang pada siswa tunarungu kelas IV SDLB Negeri Sengonagung / Tia Antania Winda Tyas

 

ABSTRAK Tyas, Tia AntaniaWinda. 2015. PengaruhPenggunaan Media KeretaApiTigaDimensiTerhadapKemampuanMenyebutkanBangunRuangpadaSiswaTunarunguKelas IV SDLBNegeriSengonagung. Skripsi, JurusanPendidikanLuarBiasa, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. Moh. Efendi, M.Pd, M.Kes, (II)Dr. Sulthoni, M.Pd. Kata Kunci:Tunarungu, kemampuanmenyebutkanbangunruang, media keretaapitigadimensi. Siswa tunarungu mengalami hambatan pada proses pembelajaran matematika khususnya pada materi bangun ruang, dikarenakan siswa tunarungu kesulitan untuk memahami konsep bangun ruang apabila materi tesebut hanya dipaparkan secara abstrak tanpa penggunaan media konkret. Materi bangun ruang yang dimaksud meliputi kubus, balok, prisma segitiga, limas segiempat, kerucut dan tabung. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan ditemukan bahwa guru selama ini hanya menggunakan media gambar untuk menerangkan konsep bangun ruang, sehingga siswa kesulitan untuk memahami konsep bangun ruang secara utuh. Tujuanpenelitianiniuntukmendeskripsikan: (1) tunarungukelas IV SDLB NegeriSengonagungdalammenyebutkanbangunruangsebelummenggunakan media keretaapitigadimensi., (2) tunarungukelas IV SDLB NegeriSengonagungdalammenyebutkanbangunruangsesudahmenggunakan media keretaapitigadimensi, dan (3) ada tidaknya pengaruh media kereta tiga dimensi terhadap kemampuan menyebutkan bangun ruang pada siswa tunarungukelas IV SDLB NegeriSengonagung. Desainpenelitian yang digunakandalampenelitianiniadalahSingle Subject Research (SSR) dengan model desain A-B-A danmenggunakansatuanukurskor.Desaininidigunakanuntukmengukurperubahan yang terjadipada target behaviordarifase baselin-1 (A1) keintervensi (B) kemudianbaseline-2 (A2). Subjekpenelitianmenggunakansiswatunarunguyaitu R (12 tahun). Hasilpenelitianmenunjukkanadanyapengaruhpenggunaan media keretaapitigadimensisebagaibentukintervensiuntukmeningkatkankemampuanmenyebutkanbangunruang. Berdasarkanpengolahan data diperolehmean levelpadafasebaseline-1sebesar 25%, mean levelpadafaseintervensisebesar 84,4%, danmean levelpadafase baseline-2 sebesar 79,8%. Dalamperhitunganpersentase overlap antarafasebaseline-1 kefaseintervensisebesar 0%. Perhitungantersebutmenyatakanintervensimemilikipengaruhterhadappeningkatan target behavior, karena overlap berada di bawah 90%. Kesimpulandaripenelitianinibahwaadapengaruhpenggunaan media keretaapitigadimensiterhadapkemampuanmenyebutkanbangunruangpadasiswatunarungukelas IV di SDLB NegeriSengonagung. Hal tersebutditunjukkandenganadanyapeningkatankemampuanmenyebutkanbangunruangpadasaatsebelumdansesudahdiberikanintervensiberupa media keretaapitigadimensi. Sehinggadisarankankepada guru untukmemaksimalkankemampuansiswatunarungudenganmenggunakan media keretaapitigadimensi.

Pengembangan media video senam irama dalam pembelajaran pendidikan jasmani adaptif pada siswa tunagrahita kelas VI SDLB Negeri Kedungkandang Malang / Restu Pangesti

 

ABSTRAK Pangesti, Restu. 2015. Pengembangan Media Video Senam Irama Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Adaptif Pada Siswa Tunagrahita Kelas VI SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Abdul Huda, M.Pd. Kata Kunci: Media Video Senam Irama, Pendidikan Jasmani Adaptif, Tunagrahita Tunagrahita adalah kelainan yang meliputi fungsi intelektual di bawah rata-rata. Siswa dengan kelainan tunagrahita memiliki problema belajar yang disebakan adanya hambatan perkembangan intelegensi, mental, emosi, sosial, dan fisik. Pada pembelajaran pendidikan jasmani adaptif, siswa tunagrahita memerlukan keberagaman kegiatan olahraga salah satunya adalah kegiatan senam irama. Oleh karena itu siswa tunagrahita memerlukan media pembelajaran yang tepat dalam proses kegiatan belajar mengajar pendidikan jasmani adaptif. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan media video senam irama dalam pembelajaran pendidikan jasmani adaptif pada siswa tunagrahita kelas VI SDLB Negeri Kedungkandang Malang yang disesuaikan dengan karakteristik siswa tunagrahita. Penelitian pengembangan ini mengadaptasi langkah-langkah pengembangan model Dick & Carey yang diadaptasi oleh Setyosari (2013). Subjek uji coba produk terdiri dari ahli materi, ahli media, praktisi, dan uji coba kelompok kecil yang terdiri dari 5 siswa tunagrahita kelas VI SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Hasil pengembangan menunjukan tingkat kevalidan media video senam irama. Hasil penilaian ahli materi memperoleh presentasae 92%, ahli media memperoleh 94%, praktisi memperoleh 92%, dan uji coba kelompok kecil memperoleh rata-rata 88% dengan kualifikasi sangat layak untuk digunakan. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu produk yang dihasilakan mendapat hasil yang tepat dan valid digunakan siswa tunagrahita Kelas VI SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Saran yang diajukan adalah (1) peneliti selanjutnya dapat mengembangankan senam irama dengan model gerakan dan irama yang lainya dalam pembelajaran pendidikan jasmani adaptif, (2) peneliti selanjutnya dapat mengembangkan senam irama dengan menggunakan subjek Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang lainya, (3) peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan memperbanyak keragaman populasi dan wilayah penelitian.

Pembelajaran jarak jauh melalui electronic training (e-training) (studi kasus penyelenggaraan pembelajaran di Pusat Pengembangan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Regional I Bandung) / Delladino Argita Kusuma

 

ABSTRAK Kusuma, DelladinoArgita. 2014.PembelajaranJarakJauhMelaluiElectronic Training (studikasusPenyelenggaraanPembelajarandi PusatPengembanganPendidikanAnakUsiaDini, Nonformaldan Informal Regional I Bandung). Skripsi, JurusanPendidikanLuarSekolah, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hardika, M,Pd, (2) Ellyn SugengDesyanty, S.Pd., M,Pd. Kata Kunci : Pelatihanelektronik, penyelenggaraanpembelajaranjarakjauh, kekurangandankelebihane-training. PenyelenggaraanPembelajaranJarakJauhmelaluielectronic training (e-training)dilaksanakanolehPusatPengembanganAnakusiaDiniNonformaldan Informal Regional I Bandung ialah program nonformal yang diselenggarakandengantujuanmelengkapipembelajarankonvensional yang sudahada agar masyarakatmemperolehpendidikan yang setara. Pembelajaranjarakjauhdenganmenggunakan media elektronikinidisebutdenganpembelajaran virtual yang memanfaatkankecanggihanteknologiinformasidankomunikasi.Model pembelajaran virtual inidilaksanakanuntukpenyetaraankemampuanpendidikdantenagakependidikanmelaluijalurnonformaldandikemasmelaluipelatihanelektronikataudisebutdenganelectronic training (e-training).Strategipembelajaran yang ditelitimempunyaiharapanuntukfaktabarutentangkajianpembelajaranpelatihan via virtual. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif, dirancang dalam bentukstudikasusdenganmendeskripsikanhasildaripenelitiantersebut. Metode penggalian data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data denganmenggnakananalisis data spiral Cresswellyang kemudianuntukmengabsahkanpenelitiandigunakan triangulasi sumberdanteknik. Hasil akhir yang diperolehdaripenelitiandi Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PP-PAUDNI) Regional I Bandung, (1) profilpenyelenggaraanpembelajaranjarakjauhmelaluie-training (2) strategipembelajarankegiatanmelaluie-training (a) pembelajaransecaraonline (b) pembelajaransecaraofflinedalamkegiatane-training. (3) analisiskekurangandankelebihanpenyelenggaraankegiatane-training denganpembelajarankonvensional. Saran daripenelitianiniadalahsebagaiberikut (1) untukjurusan PLS sebagaipengembangkeilmuan PLS untukmengetahuidanmenganalisistentangpenyelenggaraanpembelajaranjarakjauhdalambentukkegiatanpendidikanluarsekolah, (2) bagipenelitilain agar mengembangkanhasilpenelitianinidenganmetodedanfokus yang lain.

Peranan sungai Brantas dalam bidang perekonomian pada masa Majapahit abad XIII-XV / oleh Mokhammad Lutfi Fauzi

 

Validitas soal ujian nasional bahasa Indonesia SMP/MTs tahun ajaran 2009/2010 / Ritma Yuniasari

 

Kata kunci: analisis butir soal, ujian nasional Skor hasil ujian nasional adalah salah satu persyaratan kelulusan peserta didik dari sekolah untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Keberadaan ujian nasional masih dipertanyakan. Aspek-aspek yang mempengaruhi mutu tes tersebut adalah validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan berfungsi tidaknya distraktor jawaban. Semua aspek tersebut harus memiliki kriteria yang baik agar soal ujian nasional layak untuk diujikan. Validitas isi mempersoalkan kesejajaran soal dengan kurikulum yang ditentukan. Validitas isi dalam penelitian ini adalah kesesuaian soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010 dengan Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010 berdasarkan lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 75 Tahun 2009. Validitas konstruk merujuk pada kesesuaian soal dengan konstruk teori. Validitas konstruk adalah kesesuaian soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010 dengan teori atau konstruk keterampilan berbahasa dalam Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010 berdasarkan lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 75 Tahun 2009. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data adalah naskah soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010 Paket A P 16. Data yang digunakan adalah hasil identifikasi validitas isi dan validitas konstruk soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010. Hasil penelitian dari analisis yang telah dilaksanakan, yakni, soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP Tahun Ajaran 2009/2010 memiliki validitas isi yang tinggi. Meskipun kriterianya tinggi, terdapat dua soal yang tidak valid, tidak sesuai dengan indikator kemampuan yang diuji dalam Standar Kompetensi Lulusan. Kemudian, validitas konstruk keterampilan membaca dan keterampilan menulis, masing-masing tinggi. Kemampuan membaca dalam mengidentifikasi teks, memahami teks, dan memberi umpan balik terhadap isi teks terdapat dalam soal. Sejumlah 15 butir soal merupakan soal yang mengidentifikasi bagian-bagian dalam teks, 9 butir soal merupakan soal yang menguji kemampuan membaca dalam aspek memahami teks dan satu butir soal yang merupakan aspek keterampilan membaca dengan memberi umpan balik terhadap teks. Kemampuan menulis dalam tahap pra menulis, menulis, dan pasca menulis terdapat dalam soal. Sejumlah 3 butir soal tahap pra menulis, 8 butir soal tahap menulis dan 14 butir soal tahap pasca menulis. Validitas isi dan validitas konstruk soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010 sudah memiliki kriteria baik. Namun, daya beda dan tingkat kesukaran beberapa soal masih memiliki kelemahan. Tingkat kesukaran dan daya beda yang belum baik menandakan soal tersebut tidak sempurna. Oleh karena itu, disarankan kepada Badan Standar Nasional Pendidikan selaku pengevaluasi pelaksanaan pembelajaran, dalam pembuatan soal ujian nasional perlu dimantapkan dengan mengujikan validitas isi dan validitas konstruk. Kepada peneliti selanjutnya, masih ada aspek yang perlu diteliti yakni tingkat kesukaran, daya beda, dan reliabilitas, fungsi distraktor dan analisis metode kualitatif yang melingkupi analisis teknis, analisis isi dan analisis editorial. Selain itu, perlu diteliti pula hubungan antara aspek-aspek tersebut. Misalnya, hubungan antara validitas dengan analisis butir soal.

Partisipasi masyarakat dalam Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) di Desa Klanting Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang / Yuli Safina

 

ABSTRAK Safina, Yuli. 2015. Partisipasi Masyarakat dalam Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) di Desa Klanting Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Zulkarnain Nasution, M.Pd, (II) Drs. Imam Hambali, M.Pd. Kata kunci: Partisipasi Masyarakat, Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan. Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) merupakan program yang mendorong peningkatan perekonomian perdesaan. Program tersebut dilaksanakan secara partisipatif dimana masyarakat memilih infrastruktur yang diinginkan. Dengan pendekatan partisipatif, prioritas pembangunan infrastruktur bergantung pada kemampuan masyarakat dalam memilih. PPIP berupaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik secara individu maupun kelompok melalui partisipasi dalam memecahkan berbagai permasalahan yang terkait kemiskinan dan ketertinggalan desanya. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Klanting, Sukodono, Lumajang yang bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan dan pemeliharaan serta evaluasi PPIP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif. Pada penelitian ini menggunakan metode wawancara dan dokumentasi dengan tehnik pengumpulan data wawancara terstruktur. Populasi dalam penelitian ini adalah warga Dusun Kasian Desa Klanting Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang yang berjumlah 187 kepala keluarga dengan sampel sebanyak 47 kepala keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat di Desa Klanting Kecamatan Sukodono Lumajang pada tahap perencanaan PPIP mencapai level sedang. Hal ini berarti sebagian dari warga Desa Klanting telah mengikuti tahap awal proses pembangunan, seperti Survey Kampung Sendiri, pembentukan Organisasi Masyarakat Setempat, penentuan Kader Desa dan Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara. Partisipasi masyarakat pada tahap pelaksanaan PPIP mencapai level tinggi. Hal itu terbukti oleh antusiasme warga Desa Klanting dalam pembangunan infrastruktur di desa hampir keseluruhan masyarakat Desa Klanting turut serta dalam proses pembangunan. Partisipasi masyarakat pada tahap pemanfaatan dan pemeliharaan PPIP mencapai level tinggi dikarenakan warga Desa Klanting merasa ikut memiliki hasil dari pembangunan tersebut dengan turut memberikan iuran sukarela guna pemeliharaan infrastruktur terbangun. Partisipasi masyarakat tahap evaluasi PPIP mencapai kategori partisipasi level sedang. Hal ini berarti sebagian masyarakat sudah ikut andil dalam mengevaluasi PPIP dari awal hingga akhir. Saran dari hasil penelitian ini, diantaranya bagi masyarakat Desa Klanting partisipasi masyarakat yang sudah tinggi harus dipertahankan, dan partisipasi masyarakat pada level sedang harus ditingkatkan, bagi Pemerintah Desa Klanting hendaknya selalu melibatkan masyarakat dalam program yang dicanangkan, bagi peneliti selanjutnya, penulis berharap dengan selesainya penelitian ini dapat dijadikan landasan dasar untuk melakukan penelitian lanjutan diantaranya faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam program pembangunan

Pengaruh struktur modal terhadap return on equity perusahaan otomotif yang listing di Bursa Efek Indonesia (2003-2008) / Devita Rizka Wardhani

 

Kata Kunci: Struktur Modal , Return On Equity Suatu perusahaan dapat terus menjalankan kegiatan operasionalnya dan dapat bertahan dalam ketatnya persaingan, apabila perusahaan tersebut memiliki profitabilitas yang tinggi. Untuk itu perlu penetapan struktur modal apakah kebutuhan dana dipenuhi dengan modal sendiri ataukah dengan modal asing. Struktur modal dapat diukur dengan beberepa faktor seperti Debt Equity Ratio, Firm Size dan Sales Growth. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Struktur Modal yang diukur dengan Debt Equity Ratio, Firm Size, dan Sales Growth terhadap Return on Equity. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan otomotif yang listing di BEI sejumlah 18 perusahaan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu penentuan sampel berdasarkan kriteria tertentu sehingga menghasilkan sampel berjumlah 8 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dan menggunakan uji t dan uji F dalam menguji hipotesisnya. Data diperoleh dengan teknik dokumentasi dari Indonesia Capital Market Directory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Secara parsial variabel Debt Equity Ratio dan Sales Growth berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Equity, sedangkan variabel Firm Size tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Equity, (2) Struktur modal perusahaan yang diukur dari Debt Equity Ratio, Firm Size dan Sales Growth secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Equity. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi investor atau calon investor jika akan melakukan investasi di Bursa Efek Indonesia sebaiknya selain mempertimbangkan aspek-aspek fundamental keuangan perusahaan, juga memperhatikan aspek ekternal dimana aspek ini juga berperan dalam memicu Return on Equity.

Hubungan antara tingkat sosial ekonomi, jumlah anak dalam keluarga dengan pemilihan alat kontrasepsi susuk di Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang / oleh Aziz Cahyono

 

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja pada industri kecil kripik tempe di Sanan, kelurahan Purwantoro, kota Malang / Fitria Rahman

 

Kata Kunci: tenaga kerja, modal, unit usaha, nilai produksi Pada umumnya pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara berkembang mempunyai tujuan antara lain untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang hasilnya secara merata dikecap oleh masyarakat, meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesempatan kerja, pemerataan pendapatan, mengurangi perbedaan kemampuan antar daerah, struktur perekonomian yang seimbang. Salah satu indikator untuk menilai keberhasilan dari pembangunan ekonomi suatu negara adalah dilihat dari kesempatan kerja yang diciptakan dari pembangunan ekonomi. Dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan, peranan usaha (industri) kecil sangat dominan terhadap penyerapan tenaga kerja. Dan proses mensejahterakan kehidupan masyarakat tersebut sangat ditentukan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenagakerja pada industri kecil, dengan studi kasus pada industri kripik tempe di Sanan, Kelurahan Purwantoro. Pemilihan studi kasus ini berdasarkan pada pertimbangan bahwa kripik tempe merupakan salah satu cirri khas Kota Malang dan telah menjadi produk unggulan bagi Kota Malang. Apalagi industri tersebut banyak berkembang di Sanan, Kelurahan Purwantoro. Diduga bahwa variabel yang mempengaruhi penyerapan tenagakerjai ndustri kecil tempe adalah modal, jumlah unit usaha, dan nilai produksi. Metode yang digunakan adalah Regresi Linear Berganda dengan menggunakan SPSS 15. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil pengisian angket. Data sekunder dipilih dengan dasar bahwa data tersebut berguna dan menunjang bagi tercapainya tujuan penulisan ini. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu industri kecil keripik tempe di Sanan RW 15 dan RW 16 Kel. Purwantoro, Kota Malang,yaitu sebanyak 73 industri kecil. Karena sampel kurang dari 100 maka semua populasi diambil sebagai subyek penelitian sehingga penelitian ini disebut penelitian populasi. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakanya itu angket dan dokumentasi. Dari hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwat hitung pada variabel modal sebesar 2,882 dengan signifikan 0,005 maka t hitung > t tabel (2,882 > 1,993) dan besarnya probabilitas (sig) 0,005 < 0,05. Sehingga Ho ditolak dan koefisien regresi signifikan t hitung pada variabel jumlah unit usaha sebesar 1,409 dengan signifikan 0,163 maka t hitung < t tabel (1,409 < 1,993) dan besarnya probabilitas (sig) 0,163 > 0,05. Sehingga Ho diterima dan koefisien regresi tidak signifikan. Dan t hitung pada variabel nilai produksi sebesar 2,413 dengan signifikan 0,000 maka t hitung > t tabel (2,413 > 1,993) dan besarnya probabilitas (sig) 0,018 < 0,05. Sehingga Ho ditolak dan koefisien regresi signifikan. Dari data ANOVA diketahui bahwa F table yaitu 2,74 sehingga F hitung > F table (47,938 > 2,74) maka H0 ditolakdan Ha diterima. Maka dapat diketahui bahwa penyerapan tenagakerja industrikecil keripik tempe dipengaruhi oleh modal dan nilai produksi dan faktor yang paling dominan mempengaruhi penyerapan tenaga kerja industri kecil keripik tempe yaitu modal sebesar 7,5%. Selain itu dari uji parameter ditemukan bahwa persamaan regresi ini tidak mengalami gejala multikolinearitas, heteroskedastisitas dan normalitas maka asumsi regresi linear klasik sudah terpenuhi.

Proses kreatif guru dalam pembelajaran ekonomi / Yosia Dian Purnama WindrayadiW

 

ABSTRAK Dian P.W, Yosia . Proses Kreatif Guru Dalam Pembelajaran Ekonomi, Tesis, S2 Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1 : Dr Agung Haryono S.E, M.P,Ak , Pembimbing 2 : Dr. Mit Witjaksono MS.Ed Kata Kunci : Proses Kreatif,Gagasan Kreatif, Pembelajaran Ekonomi Proses kreatif guru yang akan penulis dalami pada penelitian ini sangat penting untuk pengembangan pendidikan ekonomi khususnya, dimana proses berfikir guru secara kreatif menentukan bagaimana guru tersebut ketika menyampaikan materi di dalam kelas, disini penulis ingin mendalami bagaimana pola berfikir guru baik dalam membentuk sebuah gagagsan kreatif nya maupun dalam produk hasil gagasan kreatifnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded research. Penelitian kualitatif digunakan untuk menggali pengalaman hidup manusia dengan menekankan nilai-nilai subyektif yang disampaikan oleh informan dari fenomena yang ada dan ditampilkan dalam bentuk narasi. Disini peneliti berusaha menggali secara mendalam pengalaman menjadi guru dan pemikirannya dalam membentuk sebuah imajinasi kreatif yang dimiliki, dan bagaimana cara berfikir kreatifnya dalam membentuk sebuah pembelajaran yang kreatif untuk siswa. Dari penelitian yang sudah dilakukan dapat dikatakan bahwa guru sebelum menyusun perangkat pembelajaran terlebih dahulu guru berfikir tentang esensi materi yang akan disampaikan di kelas, dan juga termasuk makna dari satu materi tersebut, ini merupakan satu tahapan yang sangat penting yang harus dilakukan guru, karena dengan mengetahui esensi materi, guru memperkuat pondasi tentang materi tersebut dan ini akan berimplikasi pada tujuan pembelajaran natinya yang tidak akan menyimpang dari esensi materi tersebut. Pada saat sebelum menuangkan dalam bentuk gagasan kreatif, terlebih dahulu berfikir tentang potensi yang siswa miliki, karena guru tersebut menganggap tidak semua siswa memiliki daya tangkap yang sama, maka dari itu pada saat setelah membentuk satu imajinasi maka guru tersebut menganalisis potensi masing-masing yang ada pada diri siswa, terutama pada potensi daya tangkap siswa terhadap satu materi, ini menunjukkan bahwa guru tersebut tidak egois dalam membentuk imajinasi, jadi pola imajinasi guru menyesuaikan siswa yang akan diajar nantinya di dalam kelas. Guru juga menuangkan gagasan pemikiran kreatifnya ke dalam pola tertentu yang mengenai hal apa saja yang harus disampaikan pertama kali, dan juga hal apa saja yang harus di titik beratkan sari satu materi tersebut, dan setelah itu guru membuat satu media yang dianggap cocok dengan materi tersebut. Guru sebelum menyusun perangkat pembelajaran sebaiknya dan seharusnya berfikir tentang esensi materi yang akan disampaikan di kelas, dan juga termasuk makna dari satu materi tersebut, ini merupakan satu tahapan yang sangat penting yang harus dilakukan guru, karena dengan mengetahui esensi materi, guru memperkuat pondasi tentang materi tersebut dan ini akan berimplikasi pada tujuan pembelajaran dan juga sebaiknya berfikir tentang potensi yang siswa miliki, karena guru tersebut menganggap tidak semua siswa memiliki daya tangkap yang sama, maka dari itu pada saat setelah membentuk satu imajinasi tentang materi yang akan disampaikan, guru tersebut menganalisis potensi masing-masing yang ada pada diri siswa, terutama pada potensi daya tangkap siswa terhadap satu materi, ini menunjukkan bahwa guru tersebut tidak egois dalam membentuk imajinasi. Guru sebaiknya melakukan proses adaptif yang cepat apabila di dalam kelas, situasi dari siswa itu sendiri kurang fokus dalam menangkap materi, jadi guru yang kreatif harus mencari cara dengan cepat agar bisa mengembalikan konsentrasi dan fokus siswa pada materi yang sedang disampaikan. Hal ini akan berimplikasi terhadap motivasi siswa sendiri yang nantinya diharapkan juga mempunyai pemikiran yang sama dalam memandang sebuah masalah atau materi yang sulit untuk dipecahkan.

Penerapan pembelajaran kooperatif model STAD untuk meningkatkan hasil belajar geografi siswa kelas VIII C semester genap SMP Negeri 1 Sanankulon Kabupaten Blitar / Yuenin Indar Kanastren

 

Kata Kunci: STAD, Hasil Belajar. Demi tercapainya peningkatan kualitas pembelajaran, salah satu upaya pemerintah menentapkan standar ketuntasan minimal yang harus dicapai dalam pembelajaran, baik standar ketuntasan minimal untuk keterampilan prosesmaupun hasil belajar yang diperoleh siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi awal pada tanggal 8 dan 11 November 2010 dalam proses pembelajaran geografi di kelas VIII C SMPN I Sanankulon tahun ajaran 2010/2011 terdapat beberapa kelemahan yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu: 1) Siswa kurang berminat dan kurang aktif dalam proses pembelajaran geografi, hal itu karena dalam pembelajaran guru senantiasa menggunakan metode ceramah; 2) Hasil belajar siswa masih belum tuntas sebesar 80% atau dari 25 siswa hanya ada 5 siswa yang memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 70 pada ulangan harian pertama. Tujuan penelitian ini meningkatkan hasil belajar Geografi dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model STAD. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus pembelajaran yang masing-masing siklus terdiri dari 1 kali pertemuan. Penelitian ini dilakukan di kelas VIII C SMPN I Sanankulon pada bulan Januari 2011. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan tabel persentase dan gainscore. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar Geografi siswa mengalami peningkatan. Peningkatan hasil belajar dari pra tindakan, siklus I ke siklus II. Pada pra tindakan rata-rata nilai kelas 60,72 dengan persentase 20,83%. Siklus I mengalami peningkatan adalah 74,13 dengan persentase keberhasilan tindakan sebesar 66,66%. Siklus II diperoleh rata-rata hasil belajar geografi siswa sebesar 80,83, dengan persentase keberhasilan tindakan sebesar 87,5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan hasil belajar Geografi setelah diterapkan pembelajaran kooperatif model STAD.

Perbedaan tingkat self regulated learning antara kelas akselerasi dan kelas reguler siswa SMA Negeri di Kota Malang / Artiyan Dwiyana

 

ABSTRAK Dwiyana, Artiyan. 2015. Perbedaan Tingkat Self-Regulated Learning Antara Siswa Kelas Akselerasi Dan Siswa Kelas Reguler Siswa Sekolah Menengah Atas Di Kota Malang. Tesis. Bimbingan dan Konseling, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd. (II) Dr. Imanuel Hitipeuw, M.A. Kata kunci: Self-Regulated Learning, Kelas Akselerasi, Kelas Reguler Perbedaankemampuanbelajar siswapadaSekolahMenengahAtasmenghasilkanbentukpengelompokkankelas-kelasberdasarkanberbagaiaspek yang mendasarinya. Dalamhalini, kelasakselerasi di dominasiolehasumsi yang menyatakanbahwasiswa yang terdapatpadakelastersebutmerupakansiswa yang memilikikeunggulandalampengembanganregulasidirimerekadalambelajar, Kemampuan siswa dalammengatur diri padaaktivitas belajarnya (self-regulated learning)merupakanfaktorpenting yang mempengaruhi prestasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat self-regulated learningantara kelas akselerasi dan kelas reguler. Penelitian ini merupakan penelitian kausal komparatif/ex post factopada (6) enam Sekolah Menegah Atas di Kota Malang yang menyelenggarakan kelas Akselerasi.Jumlah populasi dan sampel siswa akselerasi adalah 85 orang dan siswa reguler adalah 181 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan inventori self-regulated learning dan jurnal kegiatan siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Kruskal-Wallis dengan bantuan SPSS 20 for windows. Perhitungan diperoleh dengan membandingkan antara statistik hitung (1,713) lebih kecil daripada statistik tabel (3,841) dengan df = 1 dan signifikansi 5%dan berdasarkanasymptoticsignificance adalah 0,191 lebih besar dari probabilitas 0,05 maka diambil keputusan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak. Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan self-regulated learning yang signifikan antara kelas akselerasi dan kelas reguler, atau dengan kata lain self-regulated learningantara kedua kelas tersebutdapat dikatakan sama. Hal ini dapat menjadi perhatian bagi sekolah dan guru bimbingan dan konseling dalampemberian layanan bimbingan belajar terhadap siswa, khususnya self-regulated learning. Sistem kredit semester dan metode pembelajaran blended learning pada jenjang SMA merupakan kesempatan untuk mendorong keberhasilan studi dengan waktu yang relatif singkat sesuai kemampuan, bakat dan minatnya

Kafaah tholabah sanah 1989 M biqismi al-lughoti al-arobiyyah IKIP MALANG fi isti'mali 'alamatit-tarqim / oleh Muhammad Yunus

 

Pengembangan media gambar materi pelestarian lingkungan hidup untuk SMA/MA kelas XI / Farkhatul Layli

 

ABSTRAK Layli, Farkhatul. 2015. Pengembangan Media Gambar Materi Pelestarian Lingkungan Hidup untuk SMA/MA kelas XI. Tesis. Program Studi Pendidikan Geografi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Achmad Amirudin, M.Pd., (II) Prof. Dr. Budijanto, M.Sos. Kata kunci: pengembangan, media gambar, pelestarian lingkungan hidup Pelestarian lingkungan hidup merupakan materi yang harus dikuasai oleh siswa SMA/MA kelas XI. Materi tersebut memuat konsep-konsep abstrak dan konkrit yang akan lebih mudah dipahami oleh siswa jika menggunakan media gambar. Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh peneliti, materi pelestarian lingkungan hidup memerlukan media gambar. Media gambar belum banyak digunakan oleh guru dan siswa dalam pembelajaran. Media gambar berfungsi sebagai alat bantu atau perantara untuk mempermudah penyampaian pesan, sehingga siswa dapat memahami materi dengan mudah. Kelebihan media gambar dalam pembelajaran yaitu, siswa mengingat materi lebih banyak dan dalam jangka waktu lama, menarik perhatian, menghubungkan siswa dengan dunia nyata tanpa harus mengunjungi lokasi sebenarnya, dan mampu mengatasi kesalahan konsep. Tujuan utama penelitian dan pengembangan ini yaitu untuk menghasilkan produk berupa media gambar pada Mata Pelajaran Geografi SMA Kelas XI Materi Pelestarian Lingkungan Hidup. Produk media gambar dikembangkan dengan mengadaptasi model Borg dan Gall menjadi delapan tahap, yaitu: (1) studi pendahuluan, (2) rencana desain pengembangan produk, (3) pengembangan produk awal, (4) validasi oleh ahli materi dan media, (5) revisi produk utama, (6) uji coba produk di lapangan, (7) revisi, dan (8) diseminasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa dari aspek materi termasuk kategori ”baik” dan aspek media ”cukup baik”. Berdasarkan hasil validasi tersebut, produk ini layak untuk diuji coba setelah melakukan beberapa revisi. Hasil uji coba di lapangan menunjukkan bahwa tingkat kelayakan produk secara keseluruhan mencapai 87,59% (baik) dan tidak perlu dilakukan revisi. Persentase berdasarkan masing-masing aspek yaitu: gambar (87,45%), bahasa (87,24%), materi (87,59%), desain (88,05%). Nilai persentase tersebut termasuk dalam kategori baik sehingga media gambar yang telah dikembangkan ini layak digunakan sebagai media pembelajaran dan sumber belajar. Produk ini hanya berisi teks dan gambar, selain itu uji coba yang dilakukan hanya sebatas untuk mengetahui kelayakan produk. Beberapa saran yang dikemukakan untuk pengembangan dan penelitian lebih lanjut yang meliputi: (1) mengembangkan media dengan aplikasi lain yang mendukung tampilan full screen, audio dan animasi yang lebih baik, dan (2) melakukan penelitian eksperimen.

Pengaruh capital adequacy ratio (CAR), dana pihak ketiga (DPK), return on asset (ROA) dan non performing loan (NPL) perbankan terhadap jumlah penyaluran kredit kepada sektor UMKM (studi pada perbankan yang listing di BEI 2007-2009) / Siti Nur Anisah

 

Kata Kunci : CAR, DPK, ROA, NPL dan Jumlah Penyaluran Kredit Sektor UMKM mempunyai peran yang cukup signifikan dalam kondisi perekonomian, terlebih pada negara berkembang seperti Indonesia. Peran tersebut dapat ditinjau dari berbagai indikator makro UMKM. Yang pertama, terdapat dalam setiap sektor ekonomi dengan jumlah industri yang besar. Berdasarkan data tahun 2007 menunjukkan bahwa jumlah populasi UMKM mencapai 49,84 juta unit usaha atau 99,99 persen terhadap total unit usaha di Indonesia. Kedua, potensinya yang besar dalam penyerapan tenaga kerja. Sektor UMKM menyerap 91,75 juta tenaga kerja atau 97,3 persen dari seluruh tenaga kerja di Indonesia. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksplanasi (explanatory research) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi internal perbankan yang dilihat dari CAR, DPK, ROA dan NPL terhadap jumlah penyaluran kredit sektor UMKM . Populasi dari penelitian ini adalah perbankan yang listing di BEI periode 2007-2009. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang merupakan data tahunan dari tahun 2007-2009. Sumber data berasal dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama jumlah penyaluran kredit sektor UMKM meningkat seiring dengan pulihnya kepercayaan perbankan terhadap sektor UMKM. Kedua, kondisi CAR dan ROA menurun karena modal dan laba sebagian besar digunakan untuk menyalurkan kredit. Ketiga, variabel CAR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap jumlah penyaluran kredit sektor UMKM. Variabel DPK, ROA dan NPL berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah penyaluran kredit sektor UMKM. Saran dalam penelitian adalah bagi peneliti selanjutnya diharapkan meggunakan sampel bank umum yang berbeda dan menggunakan variabel lain seperti suku bunga kredit, SBI, dan inflasi sehingga bisa diketahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi bank umum dalam melakukan penyaluran kredit sektor UMKM.

Sociocultural values in 'umpama' of toba Batak / by Hilman Pardede

 

Pengembangan komik pembelajaran ekonomi untuk menarik minat baca dan meningkatkan hasil belajar ekonomi / Eka Agustina

 

ABSTRAK Agustina, Eka. 2015. PengembanganKomikPembelajaranEkonomiuntukMenarikMinat Baca danMeningkatkanHasilBelajarEkonomi.Tesis, Program StudiPendidikanEkonomi, Pascasarjana, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: 1) Dr. Hj Sri UmiMintartiWidjaja, S.E, M.P,Ak 2) Dr. HariWahyono, M.Pd Kata Kunci :Pengembangan, KomikPembelajaranEkonomi, Minat Baca, HasilBelajar Bukudinilaisebagaisumberbelajar yang konvensional, dansangatpraktis, ekonomisdanefisiendalampenggunanyauntukbelajar.Jenisbukuyangsangatberagam,darimualaibukufiksidan non fiksi. Padasemuajenjangpendidikan, kegiatanmembacamenjadiskalaprioritas yang harusdilalukansetiappelajar .Membacajugamerupakanaktifitasbelajarsecaramandiri yang dilakukanseseorangdalamrangkamencariinformasi, sehinggaketikaseseoranginginmelakukankegiatanbelajardapatdipastikandiaharusmelalui proses membaca.Dengankurangnyaminatbacaekonomipadakalangansiswa di SMA Negeri1Sutojayan, penelitimencobamemberikanbukupembelajaranekonomidengannuansakomik yang diharapkandapatmenarikminatbacadansekaligusmeningkatkanhasilbelajar. Model Pengembangandalampenelitianiniadalah model R2D2(Reflective, Recursive, Design, and Development) yang telah di modifikasisesuaikebutuhanpenngembangan. Sedangkandalammengujiefektifitasperbedaanhasilbelajarkelas yang menggunakankomikonomimenggunakanmetodepenelitian Quasi Eksperimentdengan model Nonequivalent Pretes-Posttest Control Group Design. Dalamujiefektifitaskelas yang menggunakankomikonmi di badandingkandengankelass yang menggunakan power point. Penelitianpengembanganpembelajaraninidiujicobakanpadasiswakelas X SMA Negeri1SutojayanKabupatenBlitar. Dari hasilpenelitianinidiperolehhasilbahwa18siswadari 25 siswasangatberminatuntukmembacapelajaranekonomisetelahmenggunakankomikonomi, dan 7 siswacukupberminatuntukmembacakomikonomi.HasilBelajarsiswasetelahpembelajaranmateripadakelaskomikonomimemilikihasilyanglebihungguldi bandingkandengankelas yang bermediakandengan power point. Hasilinidiketahuiberdasarkanhasilperbandingandarinilaipretesdanposttesdarikeduakelastersebutdanangket yang diberikanpada siswa. Berdasarkanhasilpenelitiandisarankan :(1)Bagipengembang laindilakukanpengembanganbukupelajaranekonomi yang berbentukkomikdimanakomikinimemudahkansiswauntukbelajarekonomi, terlebihpadasiswadengan model gayabelajar visual. (2) Bagipengajar (guru) diharapkanmampumembuat media yang sesuaidengankaraktersiswakarenaefektifitas media akanmempengaruhihasilbelajarsiswa.

Gesture mahasiswa berdasarkan aktivitas metakognitif dalam pembuktian matematis / Yulia Izza El Milla

 

ABSTRAK El Milla, YuliaIzza. 2015. GestureMahasiswaBerdasarkanAktivitasMetakognitifdalamPembuktianMatematis.Tesis. Program StudiPendidikanMatematika, PascasarjanaUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Subanji, M.Si, (II) Drs. Tjang Daniel Chandra, M.Si, Ph.D. Kata kunci: gesture, metakognisi, pembuktianmatematis, mahasiswa, diskusi. Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikangesture dalamaktivitasmetakognitifsehinggaberfokuspadagesture yang munculdalamsuatuaktivitasmetakognitif. Hal inididasarkanpadafaktabahwagestureberkaitaneratdengankognisi.Gesturemenggambarkanbagaimanaseseorangberpikirdanberbicaramatematis.Metakognisimerupakanpengetahuandankesadaranseseorangakankognisinya.Dengandemikian,terdapatketerkaitanantaragesturedenganmetakognisi. Aktivitasmetakognitif yang ditelitimerupakanaktivitasmetakognitifdalamkontekssosial. Hasildiperolehdari 6 subjek yang dibagimenjadi 3 kelompok. Setiapkelompoksubjekdiberikantugassoalpembuktianmatematisbersifat non-spasial.Setiapkelompoksubjekdianjurkanuntukberdiskusidalammenyelesaikantugaspembuktianmatematis yang diberikan. Subjek yang dipilihmerupakanmahasiswa S1 pendidikanmatematika di UniversitasNegeri Malang yang telahmenempuhmatakuliahmengenaipembuktianmatematis. Subjekmelakukanthink aloud padasaat proses diskusiuntukmendeteksigesture danaktivitasmetakognitif yang muncul. Klasifikasiaktivitasmetakognitifdalamkonteksproblem-solvingyang ditelitidikodekankedalam 3 macamberdasarkanklasifikasi Wilson, yaitu: metacognitive awareness, metacognitive regulation, danmetacognitive evaluation. Indikatoraktivitasmetakognitif yang digunakanuntukmenglasifikasikanaktivitasmetakognitif yang munculdidasarkanpadaindikator yang disusunolehMagieradanZawojewski. Gesture yang ditelitidikodekanmenjadi 4 macamberdasarkanklasifikasi McNeill, yaitu: iconic gesture, metaphoric gesture, deixis gesture, dan tempo (beat gesture). Hasilanalisismenunjukkandiperoleh total 333 gesture dalamaktivitasmetakognitif yang munculselama proses diskusidariketigakelompok. Iconic gesture, metaphoric gesture, dandeixis gesturemunculsecaralengkapdidampingiolehaktivitasmetacognitive awareness, metacognitive regulation, danmetacognitive evaluationpadamasing-masingkelompok.Indikatoraktivitasmetakognitif yang dipenuhiolehtiapkelompokberbedaantarakelompoksatudengan yang lain.Temuanpenelitianmenunjukkanbahwagesture yang munculmengindikasikanterjadinyaaktivitasmetakognitifpadasubjek. Hasilinimenyatakanbahwagesturedapatdigunakansebagaiindikatordalammengidentifikasiaktivitasmetakognitif yang sedangterjadidalampikiranseseorang.

Model hubungan kausal antara tingkat pendidikan, pengalaman pelatihan, pemahaman terhadap tugas dan kinerja manajer dengan keberhasilan usaha koperasi di Kotamadya Malang / oleh Wahidmurni

 

Defragmenting struktur berpikir siswa melalui pemetaan kognitif berdasarkan gaya belajar untuk memperbaiki kesalahan siswa pada permasalahan lingkaran / A. Ali Syihabuddin

 

ABSTRAK Syihabuddin, A. Ali. 2015. Defragmenting StrukturBerpikirSiswaMelaluiPemetaanKognitifBerdasarkan Gaya BelajaruntukMemperbaikiKesalahanSiswapadaPermasalahanLingkaran. Tesis Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si. dan(II) Dr. Abdul Qohar, MT. Kata Kunci : defragmenting, stuktur berpikir, pemetaankognitif, gayabelajar Penelitianinibertujuanuntukmemperbaikikesalahansiswadalammenyelesaikanpermasalahanlingkarandengancaradefragmentingstrukturberpikirsiswamelaluipemetaankognitif. Selainitu, mendeskripsikandefragmentingstrukturberpikirberdasarkangayabelajar yang dimilikiolehsiswadanmemperbaikikesalahansiswa. Kesalahansiswa yang dimaksudkanmerupakanjawabansalahsiswaketikamenyelesaikanmasalah yang diberikan, namundalamjawabansiswatersebutsudahmenuliskansebagianlangkah-langkahpenyelesaianmasalahdenganbenar. Defragmentingstrukturberpikirsiswamenggunakanstrategispatialyaitupenggunaanpetakognitif. Penelitianinimenggunakanpendekatankualitatifdeskriptifeksploratifdengansubyek yang diambildarisiswaMTs. Al IslahiyahSukobenduMantupLamongan. Cara mengukurgayabelajarsiswadenganVAK Learning-Style Self-Assessment Questionnaire proposed by Chislett and Chapman (2005). S1 dan S2 adalahsiswadengangayabelajar visual, siswacenderungmudahmemvisualkangambar yang adadalampemikirannya, namunkesalahan yang dilakukannyaadalahkesalahankonsepsegitigasehinggadefragmenting yang diberikanyaitu proses memberikan stimulus dengankomunikasiataulangkahsetiaptahapannya. Dan S3 dan S4 adalahsiswadengangayabelajarauditori, siswacenderungmembacasoaldantidakmudahdalammenvisualkangambar yang dipikirkannyasehingga proses defragmenting yang diberikanadalah proses untukmembantumenyelesaikanpermasalahandengancaramenggambarsecaraperlahansetiaptahapan. Sehinggasubyek visual memilikiciri, lebihmudahmenangkapbentukgambar, sulitmemahamisoalteksdankesalahancenderungpadapemahamansoal, makacaradefragmenting yang digunakanadalahmengulangmembacatekssoaldanmenuliskanlangkah-langkahdenganjelasdalammenyelesaikansoal. Sedangkansubyekauditorimemilikicirilebihmudahmembacasoalteksdansulitmemahamidanmegartikansoaldalamgambar, makacara defragmenting yang digunakanadalahmenuntunsiswamemahamisoaldenganmenyelesaikantahapandenganbantuangambar.

Ragam kegiatan Pamong Belajar Pertanian dan peranannya bagi pengembangan masyarakat di bidang pertanian (studi kasus di suatu desa pertanian) / oleh Ach. Fatchan

 

Penerapan metode permainan kartu persegi untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi bangun kubus siswa kelas IV SDN Batu Ampar Pelaihari / Dahliana

 

ABSTRAK Dahliana, 2015. Penerapan Metode Permainan Kartu Persegi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika materi Bangun Kubus Siswa Kelas IV SDN Batu Ampar Pelaihari. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Edy Bambang Irawan, M.Pd., (II) Dr. Subanji, M.Si. Kata Kunci: metode permainan kartu persegi, hasil belajar, bangun kubus. Bangun kubus merupakan salah satu bangun ruang sederhana untuk materi Matematika di Sekolah Dasar. Studi pendahuluan di SDN Batu Ampar Pelaihari menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa pada bangun datar belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Oleh karena itu, perlu upaya menerapkan pembelajaran yang dapat meningkatkan prestasi siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus; setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan pembelajaran dan 1 kali pertemuan evaluasi pembelajaran. Analisis data menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap konsep bangun kubus meningkat setelah diterapkannya metode permainan kartu persegi. Peningkatan hasil belajar kognitif ditandai dengan peningkatan ketuntasan klasikal 88.24 dan skor rata-rata tes akhir 83,24 pada Siklus II yang mampu melampaui KKM yang ditentukan yakni 70. Berdasarkan hasil temuan tersebut, disarankan kepada guru Matematika di SD untuk menerapkan metode permainan kartu persegi dalam upaya meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.

Javanese cultural thought patterns as manifested in expository discourse / by Agustinus Ngadiman

 

Teacher's and students' questioning and teacher's feedback in EFL classroom / Widia Rizah Hidayati

 

ABSTRAK Hidayanti, Widia Rizah. 2015. Perilaku Bertanya Guru dan Siswa dan Tanggapan Guru di Kelas Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing. Tesis. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mirjam Anugerahwati M.A., (II) Dr. Arwijati Wahjudi Murdibjono, Dip. TESL, M.Pd. Kata kunci: pertanyaan guru, siswa pertanyaan, tanggapan, EFL kelas Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi informasi mengenai instruksi guru yang berfokus pada perilaku bertanya guru dan siswa, dan tanggapan yang digunakan oleh guru di kelas EFL, khususnya di SMA. Secara spesifik, penelitian ini dimaksudkan untuk meneliti 1) jenis-jenis pertanyaan yang diajukan oleh guru di kelas EFL, 2) jenis-jenis pertanyaan yang diajukan oleh siswa di kelas EFL, dan 3) tanggapan yang digunakan oleh guru di kelas EFL. Untuk menjawab masalah-masalah penelitian tersebut, sebuah studi kasus deskriptif dengan pendekatan kualitatif telah dilakukan. Subyek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris dan siswa-siswa kelas XI di tujuh kelas Bahasa Inggris di SMAN 1 Sumenep. Data penelitian ini berupa pertanyaan- pertanyaan lisan yang diajukan oleh guru dan siswa dan tanggapan guru yang diperoleh melalui observasi kelas tanpa campur tangan peneliti. Selain itu, data pendukung seperti pendapat dan pemahaman subyek dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pertanyaan yang diajukan oleh guru di empat belas sesi observasi kelas adalah 366 pertanyaan. Mayoritas pertanyaan yang diajukan adalah pertanyaan referensial atau divergen. Terdapat sekitar 268 pertanyaan atau 73% dari total jumlah pertanyaan yang diajukan di semua kelas. Banyakna jenis pertanyaan referensial tertutup dan pertanyaan referensial terbuka adalah 41% dan 32%. Sebaliknya, guru jarang menanyakan pertanyaan display atau konvergen. Hanya terdapat sekitar 98 pertanyaan atau 27% dari total pertanyaan yang diajukan oleh guru. Jenis pertanyaan yang ditanyakan adalah dalam bentuk pertanyaan display tertutup dan terbuka dengan total jumlah 20% dan 7%. Selanjutnya, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pertanyaan referensial terbukti dapat menciptakan interaksi kelas yang lebih baik dan menaikkan tingkat berpikir siswa dari pada penggunaan pertanyaan display. Mengenai pertanyaan yang diajukan oleh siswa, siswa di bawah pengamatan bertanya sedikit pertanyaan di kelas. Terdapat hanya sekitar 45 pertanyaan atau sekitar 11% jika dibandingkan dengan pertanyaan guru yang mendominasi sebagian besar perilaku bertanya di dalam kelas, yaitu sekitar sebesar 89%. Pertanyaan yang diajukan oleh siswa kepada guru hanya sekitar 7% dari total jumlah pertanyaan siswa, 75% untuk salah seorang teman kelas mereka, dan 18% untuk seluruh teman di dalam kelas. Pertanyaan siswa dikelompokkan menjadi pertanyaan tertutup (tingkat rendah) dan pertanyaan terbuka (tingkat tinggi) dengan jumlah total 45% dan 55%. Hal ini menunjukkan bahwa siswa lebih banyak mengajukan pertanyaan dengan jenis kognitif tingkat tinggi dari seluruh jumlah pertanyaan yang diajukan. Mengenai tanggapan guru, penelitian ini mengungkapkan bahwa guru yang diteliti secara spontan menggunakan tanggapan atau umpan balik positif ketika siswa menjawab seperti yang diharapkan oleh guru, dan sebaliknya, memberikan umpan balik negatif untuk menanggapi jawaban siswa yang salah. Guru tersebut menggunakan sekitar 75% tanggapan positif sedangkan 25% untuk tanggapan negatif. Guru menerapkan beberapa strategi dalam memberikan tanggapan negatif, seperti: memberikan arahan, mengkritik respon siswa, melempar pertanyaan kepada siswa lain, dan memperbaiki jawaban siswa secara langsung tanpa penolakan. Sementara itu, ketika memberikan umpan balik positif, guru biasanya menggunakan strategi, seperti: mengelaborasi ide siswa, mengulang jawaban siswa, dan memberikan kata-kata dorongan atau pujian. Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran diusulkan untuk guru EFL dan peneliti selanjutnya. Bagi para guru EFL, diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang jenis dan peran pertanyaan dalam komunikasi dan interaksi kelas yang akan merangsang tingkat keterampilan berpikir siswa menjadi lebih tinggi dan membimbing mereka untuk berdiskusi lebih lanjut dan pemahaman yang lebih dalam. Selain itu, penting bagi guru EFL agar mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dengan menyediakan strategi pengajaran dan kegiatan kelas yang sesuai. Selain itu, guru EFL juga disarankan berusaha untuk memiliki pengetahuan tentang pemberian umpan balik yang sesuai dalam menanggapi jawaban siswa. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian yang menyelidiki hubungan antara perilaku bertanya guru dan siswa dan tanggapan guru terhadap output berbahasa dan prestasi siswa dalam bahasa inggris. Selain itu, akan lebih menarik bagi para peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan melibatkan lebih banyak guru dengan kemampuan siswa yang berbeda.

Analisis kebiasaan berkonsumi siswa berdasarkan latar belakang prestasi siswa dan preferensi mengkonsumsi uang saku siswa kelas XI Jurusan IIS pada mata pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 10 Malang / Iqra Yuvica Dewi

 

ABSTRAK Dewi, Iqra, Yuvica, 2015. Analisis Kebiasaan Berkonsumsi Siswa berdasarkan Latar Belakang Prestasi Siswa danPreferensi Mengkonsumsi Uang Saku Siswa Kelas XI IIS Pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 10 MALANG. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Agung Haryono, S.E, M.P, Ak, (2) Dr. H. Sugeng Hadi Utomo, Msi Kata Kunci : Kebiasaan Berkonsumsi, Preferensi Mengkonsumsi Uang Saku, Latar Belakang Prestasi Siswa, Prestasi siswa merupakan proses perubahan pengetahuan, pemahaman, dan nilai sikap.Hasil belajar tercermin oleh tingkah laku siswa, salah satu perubahan yang terjadi pada penilaian sikap yaitu bagaimana preferensi mengkonsumsi uang saku yang dilakukan oleh siswa terhadap kebiasaan konsumsi itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) ada atau tidak hubungan latar belakang prestasi siswa terhadap Kebiasaan Berkonsumsi 2) ada atau tidak hubungan preferensi mengkonsumsi uang saku siswa terhadap kebiasaan berkonsumsi siswa . Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan analisis korelasi menggunakan metode crosstabs. Data diperoleh melalui angket siswa digunakan untuk mengetahui Latar Belakang Prestasi Siswa, Kebiasaan Berkonsumsi. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan IIS (Ilmu-Ilmu Sosial) sebanyak tiga kelas dengan jumlah 87 siswa dan di ambil keseluruhan untuk sampel penelitian, perolehan sampel digunakan taraf kesalahan 5%. Data hasil belajar diperoleh dari nilai UTS (Ujian Tengah Semester). Bedasarkan hasil analisa tersebut, diperoleh beberapa simpulan hasil penelitian. Pertama, ada hubungan antara latar belakang prestasi siswa terhadap kebiasaan berkonsumsi siswa kelas XI IIS pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 10 Malang. Kedua, ada hubungan preferensi mengkonsumsi uang saku siswa terhadap kebiasaan berkonsumsi siswa siswa kelas XI IIS pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 10 Malang. Kesimpulanya adalah Semakin baik hasil belajar yang dicapai siswa dan semakin baik siswa mengelola uang saku maka semakin baik pula kebiasaan berkonsumsi siswa tersebut. Hal ini disebabkan hasil belajar dapat merubah tingkah laku dan cara berfikir siswa untuk mengambil keputusan dalam mengatur kebiasaan berkonsumsi. selain itu siswa juga diajarkan mengelola uang saku yang baik untuk berjaga-jaga apabila ada biaya tambahan sewaktu-waktu yang berhubungan dengan pembelajarannya disekolah.

Discourse analysis of written advertisements in English printed media in Indonesia / by Nuri Emmiyati

 

Pengembangan project-based learning untuk mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan / Meirena Ayu Permatasari

 

ABSTRAK Ayu Permatasari,Meirena. 2015. PengembanganProject-based Learninguntuk Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.Tesis. Prodi S2 Pendidikan Ekonomi, Jenjang Magister, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr.AgungHaryono, SE.,M.P., Ak; (II) Dr. MitWitjaksono, MS.Ed. Kata kunci:Project -based Learning, Prakarya dan Kewirausahaan. Hasil observasi awalmenunjukkan bahwa pembelajaran prakarya dan kewirausahaan selama ini kurang menggunakan kegiatan pembelajaran yang dapat meningkatkan kreatifitas siswa. Ditemukan fakta bahwa siswa telah memiliki pengalaman membuat suatu prakarya sebelumnya. Hal tersebut membentuk suatu pola tahapan kemampuan siswa, yaitu tingkat pemula, menengah dan lanjut sehingga diperlukan pengembangan pembelajaran diharapkanmampu membangun potensi kewirausahaan melalui prakarya dalam setting real yang dapat mencapai tujuan instruksional pembelajaran sesuai dalam kurikulum 13 (harapan formal) dan tujuan akhir pembelajaran (harapan ideal). Penelitian ini menggunakan pendekatan model Design Based Research (DBR)dalam pengembangan pembelajaran kewirausahaan melalui prakarya. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptifkualitatifdandeskriptifkuantitatif. Berdasarkandari hasil penelitian menghasilkan temuan empirik yaitu pembelajaran yang selama ini diterjadikan di kelas belum memuat tujuan instruksional pembelajaran sesuai kurikulum 2013 dan hanya terpaku pada buku paket pembelajaran prakarya dan kewirausahaan serta pembelajaran hanya bersifat teoritis. Dengan adanya pengembangan pembelajaran kewirausahaan melalui prakarya menggunakan Project-based learningmenunjukkanhasiltanggapan peserta didik yang baik. Hal ini didukung dengan hasil pengembangan pembelajaran menggunakan Project -based Learning dapat mencapai tujuan akhir pembelajaran (harapan ideal) yaitu menumbuhkan kesadaran dan semangat kewiausahaan, meningkatkan ketrampilan ekonomis dan membelajarkan siswa dalam melakukan ekonomi produktif. Berdasarkan hasilpenelitian,disarankan agar (1) Guru mengembangkan skenario pembelajaran yang dirancang untuk memudahkan dalam menciptakan variasi kegiatan pembelajaranbaik materi yang bersifat teoritis maupun praktikum untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam analisis dan evaluasi serta memperoleh pengalaman belajar yang utuh (2) Melalui pengembangan pembelajaran kewirausahaan melalui prakarya menggunakan Project-based Learning dapat memberikan pembelajaran yang dekat dengan prespektif siswa agar dapat mengaitkan peluang kreatifitas siswa melalui prakarya.

Pengembangan media pembelajaran berbasis macromedia flash 3 untuk meningkatkan hasil belajar siswa (studi pada siswa kelas X Program Keahlian Manajemen Niaga pada mata pelajaran Perencanaan Pemasaran SMK PGRI 3 Malang) / Gleydis Harwida

 

ABSTRAK Harwida, Gleydis. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Macromedia Flash 8 Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Studi Pada Siswa Kelas X Program Keahlian Manajemen Niaga Pada Mata Pelajaran Perencanaan Pemasaran SMK PGRI 3 Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Gatot Isnani, M. Si., (2) Afwan Hariri Agus Prohimi, S. E., M. Si. Kata Kunci: media pembelajaran, hasil belajar Penggunaan alat-alat pembelajaran sering digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran di dalam kelas untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Di samping mampu menggunakan alat-alat pembelajaran yang sudah ada, guru juga dituntut untuk mengembangakan alat-alat pembelajaran menyesuaikan dengan pesatnya laju perkembangan ilmu dan teknologi. Pengembangan media pembelajaran ini penting untuk inovasi dari media yang sudah ada. Dalam mata pelajaran Perencanaan Pemasaran ini memiliki tingkat kesulitan yang berbeda sehingga perlu adanya variasi dalam pembelajaran agar siswa tidak jenuh. Selain itu penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran akan mengurangi ketergantungan siswa terhadap guru. Melalui media pembelajaran yang dikembangkan, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X program keahlian Manajemen Niaga pada kompetensi dasar Menjelaskan Teknik-Teknik Promosi. Pengembangan media pembelajaran ini bertujuan untuk (1) menghasilkan produk media pembelajaran berbasis Macromedia Flash 8, (2) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran berbasis Macromedia Flash 8 dengan siswa yang tidak menggunakan media pembelajaran berbasis Macromedia Flash 8. Penelitian pengembangan dilakukan dengan menggunakan model pengembangan Research and Development yang dikembangan oleh Sugiyono, melalui tahap-tahap: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi masal. Validasi media dilakukan oleh 2 ahli materi, 3 ahli media, 2 guru, dan 29 siswa. Rancangan penelitian ini menggunakan Posttest Only Control Design untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Sebelum soal posttest digunakan terlebih dahulu soal tersebut diuji coba agar mengetahui soal yang baik yang digunakan sebagai posttest. Hasil validasi ahli materi mencapai 96,67% yang menyatakan media pembelajaran valid dan dapat digunakan, hasil validasi ahli media mencapai 92,47% yang menyatakan media pembelajaran valid dan dapat digunakan, hasil validasi guru mencapai 89,27% yang menyatakan media pembelajaran valid dan dapat digunakan, dan validasi siswa mencapai 91,43% yang menyatakan media pembelajaran valid dan dapat digunakan. Kesimpulan dari penelitian pengembangan ini adalah adanya perbedaan rata-rata hasil belajar antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen 74 dan kelas kontrol 60 menunjukkan bahwa adanya perbedaan nilai posttest anatara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Berdasarkan perbandingan nilai posttest tersebut, maka media pembelajaran berbasis Macromedia Flash 8 yang dikembangkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen. Saran pemanfaatan media pembelajaran ini yaitu (1) pemanfaatan media pembelajaran sebaiknya didampingi dengan buku penunjang atau handout materi yang sudah disediakan oleh guru atau sekolah karena materi yang terdapat dalam media hanya terbatas pada point-point penting saja, (2) guru dapat menambahkan penjelasan atau pengalamannya yang belum terdapat dalam media pembelajaran untuk memperluas wawasan siswa, dan (3) guru harus mengawasi siswa ketika sedang menggunakan media pembelajaran agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Saran pengembangan lebih lanjut pada penelitian pengembangan media pembelajaran berbasis Macromedia Flash 8 adalah untuk memasukkan lebih banyak gambar contoh materi dan video contoh materi agar lebih memperjelas materi yang ada dalam media pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar secara maksimal.

Pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja (Studi pada pegawai Pengadilan Agama Tulungagung) / Annii Feb Rakhmawati

 

Kata kunci: Budaya Organisasi, Motivasi Kerja dan Kinerja Dalam dunia usaha sekarang ini yang perkembangannya semakin pesat ditandai adanya pertumbuhan dan peningkatan kualitas pelayanan baru. Sekarang telah banyak perusahaan atau organisasi yang berdiri dan berkembang sukses baik dengan skala kecil maupun besar. Sehingga di perlukan hasil kinerja yang baik dari para Sumber Daya Manusia yang dimiliki organisasi. Untuk mendapatkan Kinerja yang maksimal maka dibutuhkan motivasi yang tinggi agar bisa bekerja sesuai dengan harapan organisasi. Motivasi tersebut dapat diwujudkan apabila juga memperhatikan budaya yang diterapkan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai, secara parsial. Penelitian ini mempunyai dua variabel yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah budaya organisasi (X1), motivasi kerja (X2), sedangkan variabel terikatnya adalah kinerja (Y). Penelitian ini dilakukan di Pengadilan Agama Tulungagung. Menggunakan penelitian populasi, diperoleh populasi sebanyak 48 responden. Analisis data penelitian yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan uji t untuk menguji hipotesisnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan variabel Budaya Organisasi secara parsial atau sendiri-sendiri terhadap Kinerja pegawai Pengadilan Agama Tulungagung, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan variabel Motivasi Kerja secara parsial atau sendiri-sendiri terhadap Kinerja pegawai Pengadilan Agama Tulungagung. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini. Penulis memberikan saran agar sebaiknya budaya organisasi dalam Pengadilan Agama Tulungagung ditingkatkan lagi misalnya dengan pengadaan do’a bersama setiap bulan sekali dan pengadaan wisata bersama seluruh pegawai Pengadilan Agama Tulungagung setiap tahun karena hal tersebut dapat meningkatkan hubungan sosial antar pegawai serta menciptakan komunikasi yang baik dan membentuk karakteristik Pengadilan Agama Tulungagung. Selain itu Sebaiknya pimpinan lebih sering memberikan penghargaan kepada bawahan misalnya dalam bentuk pujian atas pekerjaannya, memberi semangat dan memberikan saran yang membangun kepada pegawainya agar pegawai lebih memiliki motivasi kerja yang tinggi. Dengan pemberian motivasi kerja oleh pimpinan kepada bawahan, diharapkan dapat berdampak positif pada kinerja pegawai.

Pengaruh lingkungan kerja terhadap komitmen organisasi melalui keputusan kerja (studi pada lingkungan kerja karyawan Eco Green Park) / M. Fadlli Nur Arzaqi

 

ABSTRAK Arzaqi, M fadlli. 2015. Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Komitmen Organisasi melalui Kepuasan Kerja (Studi Pada Lingkungan Kerja KaryawanEco Gren Park). Skripsi. Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia. Program Studi S1 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I), Prof. Dr. Ery Tri Djatmika Msi, MA. (II) Elfia Nora, S.E., M.Si Kata Kunci: Lingkungan Kerja, komitmen organisasi, Kepuasan Kerja Penelitian ini dilakukan di Eco Green Park yang merupakan tempat pariwisata yang ada di Batu Malang Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui(1).Pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap kepuasan kerja karyawan Eco Green Park,(2). Pengaruh lingkungan kerja non fisik terhadap kepuasan KerjakaryawanEco Green Park, (3). Pengaruhlingkungan kerja fisik terhadap komitmen organisasi Eco Green Park, (4).Pengaruhlingkungan kerja non fisik terhadap komitmen organisasi diEco Green Park,(5). Pengaruhkepuasan kerja terhadap komitmen organisasi Eco Green Park, (6).Pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap komitmen organisasi, melalui kepuasan kerja karyawan Eco Green Park,(7).Pengaruhlingkungan kerja non fisik terhadap komitmen organisasi, melalui kepuasan kerja karyawan Eco Green Park. Subyek dalam penelitian ini adalah karyawan Eco Green Parkyang berjumlah 128 orang, sedangkan sampelnya diambil sebanyak 96 orang dengan tingkat kesalahan 5%. Pengambilan sampel penelitian ini adalah Total untuk indoor dan AccidentalSamplinguntuk Outdoor dengan mengunakan rumus Slovin. Hasil analisis menunjukan bahwa hasil, (1) lingkungan kerja fisik tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, (2) lingkungan kerja non fisik berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan,(3) lingkungan kerja fisik berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi, (4) lingkungan kerja non fisik berpengaruh terhadap komitmen organisasi, (5) kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi, (6) lingkungan kerja fisik tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja karyawan, (7) lingkungan kerja non fisik berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja karyawan. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan agar pihak Eco Green Parkuntuk mempertahankan lingkungankerja non fisikdan memperbaiki lingkungan kerjafisikkhususnyalingkungankerjabagian accounting agar lebih baik dan nyaman serta lebih memberikan kepuasan kepada karyawan dalam bekerja sehingga meningkatkan komitmen karyawan terhadap perusahaan.

Penggunaan maksim tutur dalam novel Kooong" karya Iwan Simatupang " / oleh Roekhan
"

 

Pengaruh ekuitas merek dan harga terhadap proses pengambilan keputusan pembelian smartphone merk Samsung (studi pada mahasiswa Prodi S1 Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang angkatan 2012) / Yoga Ditya Anggara

 

ABSTRAK Anggara, Yoga Ditya. Pengaruh Ekuitas Merek dan Harga terhadap Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Smartphone Merek Samsung (Studi pada Mahasiswa prodi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I): Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si Pembimbing (II): Drs. Moh. Hari, M.Si Kata Kunci : Ekuitas Merek, Harga, Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Perkembangan dunia telekomunikasi saat ini sangat pesat, dan menciptakan persaingan yang ketat. Banyaknya perusahaan baru yang menciptakan produk Smartphone yang beragam dan Harga yang bersaing tentunya menjadi ciri khas perusahaan itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Bagaimana kondisi Ekuitas Merek, Harga dan Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Smartphone Merek Samsung pada Mahasiswa Prodi S1 Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2012 (2) Pengaruh Ekuitas Merek dan Harga baik secara parsial maupun simultan terhadap Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Smartphone Merek Samsung pada Mahasiswa Prodi S1 Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2012 Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner dan merupakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Prodi S1 Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2012. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling, sedangkan untuk penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin diperoleh sampel sebanyak 100 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel Ekuitas Merek terhadap Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Smartphone Merek Samsung pada Mahasiswa Prodi S1 Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2012 secara parsial (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel Harga terhadap Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Smartphone Merek Samsung pada Mahasiswa Prodi S1 Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2012 secara parsial (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel Ekuitas Merek dan Harga terhadap Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Smartphone Merek Samsung secara Simultan. Penulis juga menyarankan bagi Samsung agar tetap mempertahankan Ekuitas Merek yang sudah tertanam di benak konsumen dengan cara mengenali jenis-jenis Smartphone yang paling diminati oleh konsumen dan memperbaiki jenis Smartphone yang kurang diminati agar dapat bersaing di pasar telekomunikasi global serta harga yang ditetapkan harus sesuai dengan kualitas dan manfaat yang diberikan oleh handphone android Samsung agar dapat meningkatkan Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Smartphone Samsung. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan menambahkan jumlah variabel sehingga dapat menjadikan beberapa temuan baru yang berkontribusi pada ilmu manajemen khususnya manajemen pemasaran serta menambahkan jenis Smartphone yang digunakan oleh responden pada kuesioner dan mempehatikan item pertanyaan pada kuesioner penelitian agar tidak menimbulan kesamaan arti.

Studi tentang populasi amrasca biguttula (Ishida) (Homoptera: cicadellidae) dengan pararitoidnya pada tanaman kapas (Gossyplum hirsutum L.) Monokulyur dan tumpangsari / Yanis Sagita Irianti Putri

 

Kata kunci: Amrasca biguttula, Parasitoidnya, Tanaman Kapas Monokultur dan Tumpangsari Kapas merupakan salah satu tanaman penghasil serat yang penting, karena serat kapas merupakan bahan industri tekstil dan produk tekstil. Kebutuhan serat kapas yang sangat tinggi mengakibatkan pengimporan hingga lebih dari 95%. Rendahnya produksi kapas disebabkan oleh serangga hama, kekeringan dan faktor lainnya. Tanaman kapas merupakan komoditas yang sangat disukai oleh berbagai jasad pengganggu, terutama oleh serangga hama. Serangga hama yang sangat potensial adalah Amrasca biguttula (Ishida), yang mengakibatkan tepi daun kapas menjadi kering, menggulung ke bawah, berubah warna menjadi kekuningan, mengering dan gugur. Strategi Pengendalian Hama Terpadu untuk tanaman kapas biasa digunakan adalah dengan melakukan sistem tumpangsari kapas dengan palawija seperti kacang hijau. Selain menggunakan pengaturan pola tanam kapas dengan palawija, pengendalian dengan menggunakan musuh alami yaitu pemanfaatan parasitoid. Dengan mengetahui pertumbuhan A. biguttula dan parasitoidnya akan diketahui perbedaannya pada tanaman kapas monokultur dan tumpangsari serta faktor abiotik yang mempengaruhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan populasi A. Biguttula dan parasitoidnya pada tanaman kapas monokultur dan tumpangsari serta mengetahui perbedaan pertumbuhan populasi A. biguttula dan parasitoidnya pada tanaman kapas monokultur dan tumpangsari.Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Sampel tanaman kapas (Gossypium hirsutum L.) yang digunakan adalah sebanyak 150 daun per petak tanaman kapas monokultur dan tumpangsari. Dengan 7 kali pengambilan pada umur tanam (35, 40, 45, 50, 55, 60, 65) hari setelah tanam (HST). Perlakuan di Laboratorium setiap harinya dalam waktu 5 hari untuk 1 Hari Setelah Tanam (HST). Untuk membandingkan perbedaan pertumbuhan populasi Amrasca biguttula dan parasitoidnya pada tanaman kapas monokultur dan tumpangsari dengan menggunakan analisis statistik uji t taraf signifikan 5%. Pertumbuhan populasi pada A. Biguttula pada tanaman kapas monokultur dan tumpangsari kecenderungannya menunjukkan keadaan yang sama yakni menurun sesuai dengan bertambahnya umur tanaman kapas. Pertumbuhan populasi Anagrus sp.pada tanaman kapas monokultur dan tumpangsari menunjukkan keadaan berbeda yakni meningkat pada monokultur dan menurun pada tumpangsari sesuai dengan bertambahnya umur tanaman kapas. Tidak ada perbedaan pertumbuhan populasi A. Biguttula tanaman kapas monokultur dan tumpangsari sedangkan pada pertumbuhan populasi Anagrus sp. tanaman kapas monokultur dan tumpangsari berbeda.

Pengaruh online promotion melalui facebook dan website terhadap proses pengambilan keputusan pembelian (studi pada Sun Tour & Travel Kota Malang) / Garin Ersya Putra

 

ABSTRAK Putra, GarinErsya. 2015. Pengaruh Online Promotion melalui Facebook dan Website Terhadap Proses PengambilanKeputusanPembelian (StudiPada Sun Tour & Travel Kota Malang).Skripsi, JurusanManajemenKonsentrasiManajemenPemasaranUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si. (II) Dr. TitisShintaDhewi, S.P, M.M. Kata Kunci :Online Promotion dan Proses PengambilanKeputusanPembelian Perkembanganbisnistransportasisudahberkembangpesat, halini di tandaidenganmenjamurnyatravel yang meningkatdaritahunketahun.Munculnyaberbagaisitusjejaringsosial, website – website jualbeli online, dan forum komunitasduniamayamenjadipertandaberkembangnyapemasaranmelalui online.Dalammelakukankegiatanpromosi, Sun Tour & Travel menerapkanbauranpromosiuntukmenjaringkonsumen, tentunyapromosisecaraonline.Sun tour & travel menggunakan website danfacebooksebagai media online promotion sebagaistrategi agar konsumendapattertarikdanmelakukan proses pengambilankeputusanpembelianyaitudenganiklan, katalog, electronic shopping, jaminanproduk, danhadiah yang berada di website danfacebook Sun Tour & Travel. Penelitianinibertujuanuntukmengetahui (1)Deskripsipelaksanaanonline promotion melaluifacebookdan website Sun Tour & Travel (2) Iklan, katalog, electronic shopping, jaminanprodukdanhadiahberpengaruhterhadap proses pengambilankeputusanpembelian di Sun Tour & Travel secaraparsial (3) Iklan, katalog, electronic shopping, jaminanprodukdanhadiahberpengaruhterhadap proses pengambilankeputusanpembelian di Sun Tour & Travel secarasimultan (4) Diantaraiklan, katalog, electronic shopping, jaminanprodukdanhadiahmanakah yang memilikipengaruh paling dominanterhadap proses pengambilankeputusanpembelianmelaluifacebookdan website di Sun Tour & Travel Kota Malang. Penelitianinimenggunakan instrument berupakuesioner yang kemudianhasilnyadianalisismelaluianalisisregresiberganda.Populasidalampenelitianiniadalahseluruhkonsumen yang mengetahuidanmelakukanpembelianjasapaketperjalananwisata di facebookdan website Sun Tour & Travel.Teknikpengambilansampeldalampenelitianinimenggunakanaccidental sampling.Karenajumlahpopulasidapatdihitung, makajumlahpenentuansampelmenggunakanrumusSlovindandiperolehsampelsebanyak 120 orang. Analisis data dalampenelitianinimenggunakananalisisregresiberganda. Berdasarkanhasilanalisisregresidapatdiketahuibahwaterdapatpengaruhpositifdansignifikanpadaonline promotion yang meliputiiklan, katalog, electronic shopping, jaminanproduk, danhadiahmelaluifacebookdan website terhadap proses pengambilankeputusanpembelian di Sun Tour & Travel Kota Malang secaraparsial. SecaraSimultanterdapatpengaruhpositifdansignifikanpadaonline promotion yang meliputiiklan, katalog, electronic shopping, jaminanproduk, danhadiahmelaluifacebookdan website terhadap proses pengambilankeputusanpembelian di Sun Tour & Travel Kota Malang. Berdasarkanhasilanalisistersebutdapatdiketahuibahwaiklanberpengaruh paling dominanterhadap proses pengambilankeputusanpembelian. Berdasarkanhasilanalisisdalampenelitianini, penelitimenyarankanbagi Sun Tour & Travel untukmemperbaikiiklan, tidakhanyafokuspadakalanganremajasaja, mengevaluasi admin electronic shopping, menambahpaketperjalananwisata yang harganyalebihterjangkau, danmenambah media online promotion seperti twitter, intagram, path, dan lain – lain.

Pengaruh pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kinerja perusahaan (Studi pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2007-2009) / Indah Mustikasari

 

Kata kunci :Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSDI) dan Kinerja Perusahaan (ROE). Perkembangan dalam dunia ekonomi saat ini mampu untuk mendorong persaingan dalam dunia bisnis. Untuk menghadapi persaingan tersebut, perusahaan berusaha untuk meningkatkan kinerjanya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja perusahaan adalah dengan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan diharapkan memberikan informasi mengenai aktivitas sosial perusahaan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap aspek sosial di sekitarnya. Salah satu indikator dalam menilai kinerja keuangan perusahaan adalah dengan Return On Equity (ROE). Rasio keuangan ini merupakan suatu alat analisis yang diperlukan untuk mengukur kondisi dan aktivitas operasi perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu laba bersih. Dengan ROE, investor atau pemilik dapat melihat tingkat pengembalian atas investasi yang diukur dengan membandingkan laba bersih terhadap total ekuitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kinerja perusahaan yang diukur dengan ROE. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Dengan teknik pemilihan sampel purposive sampling, didapatkan 10 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai sampel dengan rentang waktu penelitian 2007-2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Program peningkatan kesejahteraan karyawan, peningkatan pelayanan konsumen dan kualitas produk, kebijakan lingkungan, menjaga hubungan baik dengan masyarakat di sekitar pabrik maupun bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang lain, mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan juga dapat digunakan sebagai strategi jangka panjang perusahaan dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan sebagai berikut: (1) Jumlah populasi perlu ditambah, tidak hanya perusahaan pada sektor manufaktur , (2) Seluruh perusahaan diharapkan memberikan pengungkapan sosial sebagai informasi dalam laporan tahunannya, karena setiap perusahaan harus meningkatkan kesadarannya akan tanggung jawab sosialnya, (3) Bagi pemerintah, diharapkan dapat membuat kebijakan, peraturan dan standar tentang tanggung jawab sosial perusahaan di Indonesia.

Pengaruh bauran ritel terhadap kepuasan pelanggan (studi pada Minimarket Rubelan ABC Malang) / Daniel Aprilian Ananta

 

ABSTRAK Ananta, D., A. 2015. Pengaruh Bauran Ritel terhadap Kepuasan Pelanggan (Studi pada Minimarket Rubelan ABC Malang). Skripsi, Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. I Wayan Jaman Adi Putra, M.Si. (II) Afwan Hariri Agus Prohimi, S.E., M.M. Kata kunci: bauran ritel, kepuasan pelanggan, merchandising Perkembangan zaman dan pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi menyebabkan kebutuhan akan barang dan jasa semakin banyak. Hal tersebut menyebabkan persaingan bisnis khususnya bisnis ritel semakin ketat tidak terkecuali minimarket Rubelan ABC. Pada saat ini masyarakat memandang bisnis ritel tidak hanya menjual barang atau jasa, melainkan juga menyediakan fasilitas-fasilitas yang baik untuk kenyamanan kepada konsumen atau pelanggan dalam berbelanja. Hal itu yang menyebabkan Rubelan ABC sangat memperhatikan aspek bauran ritel dalam memberikan kepuasan kepada konsumen atau pelanggannya. Berkaitan dengan hal itu maka perlu dilakukan kajian teoritis dan empiris tentang bauran ritel dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) deskripsi tentang bauran ritel dan kepuasan pelanggan Rubelan ABC, 2) besarnya pengaruh bauran ritel terhadap kepuasan pelanggan Rubelan ABC secara parsial dan simultan dan 3) variabel bauran ritel yang paling dominan dalam mempengaruhi kepuasan pelanggan Rubelan ABC. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif untuk menjawab pernyataan di atas. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu: 1) kuesioner yang disebarkan secara teknik random sampling pada 160 responden, 2) wawancara pada manajer toko, 3) observasi dan 4) data sekunder yang diambil dari literatur. Kemudian data dianalisis menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, analisis hipotesis, koefisien determinasi dan sumbangan efektif. Berdasarkan hasil uji simultan menunjukkan bahwa bauran ritel (X) berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pelanggan (Y) Rubelan ABC. Kemudian hasil uji parsial pada penelitian ini menunjukkan merchandising (X1) dan store atmosphere (X6) masing-masing tidak signifikan pengaruhnya terhadap kepuasan pelanggan (Y) Rubelan ABC, sedangkan price (X2), place (X3), marketing communication (X4) dan retail service (X5) masing-masing berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pelanggan (Y) Rubelan ABC. Sedangkan Adjusted R square menunjukkan bahwa variabel bebas bauran ritel menyumbang sebesar 51,6% terhadap variabel terikat yaitu kepuasan pelanggan. Berdasarkan hasil sumbangan efektif, variabel place sebagai penyumbang efektif terbesar terhadap kepuasan pelanggan Rubelan ABC sebesar 13,3%.

Pelaksanaan pembelajaran muatan lokal tata boga di SMP Negeri 10 Malang / Dwi Ratna Hidayati

 

Kata Kunci: Pelaksanaan Pembelajaran, Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi Muatan lokal Tata Boga adalah mata pelajaran yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan makanan, bertujuan untuk membekali peserta didik agar memiliki dasar pengetahuan dan keterampilan di bidang boga sebagai wadah mengembangkan kemampuan diri dan mempersiapkan perta didik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tujuan mata pelajaran muatan lokal adalah memberi pengetahuan dan keterampilan dasar untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, mengembangkan daya kreatifitas, menumbuhkan jiwa wirausaha, serta mengembangkan kompetensi Tata Boga untuk mewujudkan kecakapan hidup dan kemandirian dalam menghadapi tantangan di masyarakat. SMP Negeri 10 Malang merupakan salah satu sekolah yang menyelenggarakan muatan lokal Tata Boga mulai dari kelas VII-IX, hal ini dilakukan karena memiliki jumlah guru paling banyak dibandingkan dengan sekolah lain.Tujuan penelitian ini memperoleh deskripsi yang jelas mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran muatan lokal Tata Boga di SMP Negeri 10 Malang. Rancangan penelitian adalah penelitian deskriftif kuantitatif. Variabel dalam penelitian adalah pelaksanaan pembelajaran muatan lokal di SMP Negeri 10 Kota Malang. Sub variabel terdiri dari: (1) Perencanaan Pembelajaran; (2) Pelaksanaan Pembelajaran; (3) Evaluasi. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 10 Malang. Subjek penelitian guru pengajar muata lokal Tata Boga. Instrumen penelitian menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) Silabus yang dibuat guru pengajar kelas VII memperoleh skor 27 termasuk kualifikasi sangat baik, silabus yang dibuat guru pengajar kelas VIII memperoleh skor 25 termasuk kualifikasi sangat baik, silabus yang dibuat guru pengajar kelas IX memperoleh skor 27 termasuk kualifikasi sangat baik; (2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru pengajar kelas VII memperoleh skor 29 termasuk kualifikasi baik, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru pengajar kelas VIII memperoleh skor 27 termasuk kualifikasi baik, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru pengajar kelas IX memperoleh skor 35 termasuk kualifikasi sangat baik; (3) Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru pengajar kelas VII memperoleh skor 94 termasuk kualifikasi sangat baik, pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru pengajar kelas VIII memperoleh skor 94 termasuk kualifikasi sangat baik, pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru pengajar kelas IX memperoleh skor 99 termasuk kualifikasi sangat baik; dan (4) Evaluasi yang dilakukan guru pengajar kelas VII memperoleh skor 9 termasuk kualifikasi sangat baik, evaluasi yang dilakukan guru pengajar kelas VIII memperoleh skor 8 termasuk kualifikasi sangat baik, Evaluasi yang dilakukan guru pengajar kelas IX memperoleh skor 10 termasuk kualifikasi sangat baik. Kesimpulan penelitian bahwa pelaksanaan pembelajaran muatan lokal Tata Boga di SMP Negeri 10 Malang sangat baik. Pelaksanaan pembelajaran terdiri dari perencanaan, pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas, dan evaluasi. Perencanaan pembelajaran muatan lokal Tata Boga di SMP Negeri 10 Malang terdiri dari silabus dan RPP. Silabus yang dibuat pengajar muatan lokal Tata Boga SMP Negeri 10 Malang sangat baik. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat pengajar muatan Lokal Tata Boga SMP Negeri 10 Malang baik. Pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas yang dilakukan guru muatan lokal Tata Boga di SMP Negeri 10 Malang sangat baik. Evaluasi pembelajaran muatan lokal Tata Boga di SMP Negeri 10 Malang sangat baik.

Pengetahuan, persepsi, dan sikap konselor terhadap Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kota Malang / Bellinda Mega Candy Wijaya

 

ABSTRAK Wijaya, Bellinda Mega Candy.2015.Pengetahuan, Persepsi, dan Sikap Konselor Terhadap Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kota Malang.Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes, (II) Drs. Hariyadi Kusumo,M.Pd. Kata Kunci: Pengetahuan, Persepsi, Sikap, Konselor, MGBK Kompetensi konselor harus selalu dikembangkan. Salah satu wadah pengembangan kompetensi konselor yaitu, Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK). Tetapi, dari hasil dilapangan menunjukkan fakta bahwa kegiatan MGBK diimplementasikan berbeda oleh konselor dan sebagian besar konselor masih belum memahami makna MGBK, tujuan, hingga manfaat yang didapat konselor dari MGBK. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan, persepsi, dan sikap konselor terhadap MGBK. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deksriptif kuantitatif, dengan subjek konselor sekolah menengah atas (SMA) Negeri Kota Malang anggota MGBK. Penelitian ini menggunakan angket sebagai instrumen pengumpul data kemudian diolah dan ditetapkan kategori pengetahuan (tinggi, sedang, rendah), persepsi (positif, cukup, negatif) dan sikap (positif, cukup, negatif) menggunakan rumus lebar interval sama dengan jarak pengukuran (nilai teringgi – nilai terendah) dibagi jumlah interval dan teori kategori pengetahuan, persepsi dan sikap. Kegiatan analisisnya dilakukan dari paparan hasil angket tersebut. Berdasarkan analisis data dihasilkan: Sangat banyak konselor (100%) yang memiliki pengetahuan pada klasifikasi tinggi. Cukup banyak konselor (33,33%) memiliki persepsi positif, banyak konselor (66,67%) memiliki persepsi cukup, dan pada klasifikasi negatif tidak ada. Sedikit konselor (8,33%) yang memiliki sikap positif, sangat banyak konselor (91,67%) yang memiliki sikap cukup posiitif, dan pada klasifikasi negatif tidak ada. Kesimpulan penelitian ini adalah (1)Sangat banyak konselor SMA Negeri Kota Malang yang memiliki pengetahuan tinngi tentang MGBK (mulai dari pengertian, landasan hukum, tujuan, fungsi, peranan, tugas dan kegiatan) meliputi mengetahui, memahami, menggunakan, menguraikan, menyimpulkan dan mengevaluasi dengan baik. (2) sangat banyak konselor SMA Negeri Kota Malang yang memiliki persepsi cukup positif terhadap MGBK. (3) sangat banyak konselor SMA Negeri Kota Malang yang memiliki sikap cukup positif terhadap MGBK. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan agar MGBK meningkatkan persepsi menjadi positif dan meningkatkan sikap konselor menjadi sikap yang positif. Sehingga MGBK bisa menjadi wadah pengembangan kompetensi bagi konselor yang sesuai dengan tujuan, fungsi, tugas dan peranan MGBK.

Pengembangan bahan ajar geografi SMA/MA kelas XII pada kompetensi dasar pola keruangan desa dan kota dengan model Dick and Carey / Onik Farida Ni'matullah

 

Jurusan Pendidikan Geografi, Program Pacasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (II) Dr. Agus Suryantoro, M.Si. Kata Kunci: bahan ajar Geografi SMA/MA Kelas XII, pengembangan model Dick And Carey. Orientasi penyediaan buku teks di berbagai sekolah di Indonesia saat ini, terutama buku teks Geografi, hanya difokuskan pada segi kuantitas. Fakta menunjukkan bahwa penyediaan buku penunjang pembelajaran Geografi di sekolah hanya mempertimbangkan segi proporsi jumlah siswa dengan jumlah buku yang tersedia. Dari segi kualitas, masih banyak materi pada buku pelajaran Geografi yang sebenarnya menunjukan kelemahan yang mendasar: pertama, teks Geografi ”mengabaikan” aspek kebenaran bahasa, fakta/data, konsep, generalisasi, kebenaran penyajian gambar, serta ketercernaan materi berdasarkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang mengutamakan tiga komponen utama yakni; 1) memenuhi komponen kebahasaan, 2) komponen isi, 3) komponen Geografi, yakni menyangkut aspek objek studi material dalam hal interaksi, interrelasi dan interdependensi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pemecahan masalah dengan mengembangkan buku teks yang mengarah pada perbaikan dari tiap aspek tersebut. Produk bahan ajar yang dikembangkan berdasarkan kaidah keilmuan Geografi dan kurikulum KTSP melalui modifikasi model Dick dan Carey (2001). Prosedur pengembangan model ini terdiri atas sepuluh langkah, namun dalam pengembangan ini hanya dilakukan lima langkah, yakni: (1) mengidentifikasi standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator berdasarkan konsep BNSP, (2) melakukan analisis materi pelajaran, (3) menyusun dan penulisan bahan ajar, (4) mevalidasi bahan ajar, (5) merevisi produk akhir hasil pengembangan bahan ajar. Berdasarkan hasil validasi pada ahli materi pelajaran, bahan ajar berada dalam kategori baik (71%). Hasil uji coba pada ahli rancangan pembelajaran, bahan ajar berada dalam kategori baik (71%). Hasil uji coba ahli bahasa berada dalam kategori sangat baik (91%), tetapi masih ada beberapa kesalahan pengetikan dan pemenggalan kata. Hasil uji coba lapangan pada siswa, bahan ajar berada dalam kategori baik (80%), sedangkan hasil uji coba lapangan pada guru, bahan ajar berada dalam kategori baik (82%). Saran desiminasi, antara lain: (a) mengadakan seminar skala regional bahkan nasional tentang pengembangan bahan ajar, khususnya bahan ajar Geografi untuk SMA/MA, (b) diperkenalkan kepada forum-forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi, dan (c) dimuat dalam suatu rubrik atau kolom penulisan buku di alamat suatu website. Pengembangan selanjutnya disarankan, yaitu: (a) pengembangan bahan ajar Geografi tidak terbatas hanya pada kelas XII semester dua pada kompetensi dasar menganalisis pola keruangan desa dan kota. Untuk menghasilkan produk bahan ajar secara utuh sebaiknya dikembangkan untuk dua semester (semester satu dan semester dua), (b) uji coba bahan ajar ini terbatas di Kota Malang. Untuk menghasilkan bahan ajar yang berlaku secara nasional sebaiknya dilakukan uji coba lapangan dengan mengambil sampel yang diperluas di wilayah Indonesia, (c) untuk menghasilkan produk bahan ajar yang dikembangkan secara lebih berkualitas dibutuhkan waktu penelitian dan pengembangan yang relatif lama (multy years). Hal tersebut perlu dilakukan sebab bahan ajar yang dikembangkan diharapkan dapat digunakan oleh siswa seluruh Indonesia dengan kualitas yang lebih baik dan yang lebih penting adalah mendorong siswa untuk mau membaca bahan ajar, (d) dalam uji coba pengembangan bahan ajar ini tidak sampai memperhatikan pengaruh bahan ajar hasil pengembangan terhadap hasil belajar siswa. Untuk memperoleh hasil yang lebih berkualitas pada pengembangan buku ini sebaiknya dilakukan tes kepada siswa sebelum dan sesudah membaca buku hasil pengembangan ini.

Pengembangan modul latihan self-asssessment sebagai rangkaian tahap perencanaan karier siswa SMA / Eni Rindi Antika

 

ABSTRAK Antika, Eni Rindi. 2015. Pengembangan Modul Latihan Self-Assessment sebagai Rangkaian Tahap Perencanaan Karier Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Andi Mappiare AT, M. Pd. (II) Dra. Ella Faridati Zen, M. Pd. Kata Kunci: latihan self-assessment, perencanaan karier, siswa SMA Siswa SMA berada pada fase eksplorasi dalam tahap perkembangan karier, yaitu mulai memikirkan berbagai alternatif karier namun belum mengambil keputusan yang mengikat. Sebelum mengembangkan alternatif karier, siswa harus memahami diri (self-assessment). Self-assessment adalah suatu cara sebagai bagian dari upaya mengetahui diri (self-knowledge), yang merupakan dasar atau tahap awal proses perencanaan karier.Namun kenyataannya, masih banyak siswa yang belum mampu memahami diri dengan baik. Salah satu dampak kurangnya pemahaman terhadap diri adalah banyaknya siswa yang salah jurusan. Selain itu, konselor belum memberikan layanan untuk membantu siswa memahami dirinya. Hal ini disebabkan karena keterbatasan waktu bimbingan di sekolah dan belum adanya media yang dapat membantu konselor. Dengan demikian perlu dikembangkan Modul Latihan Self-Assessment sebagai Rangkaian Tahap Perencanaan Karier Siswa SMA dan panduannya. Tujuan pengembangan ini secara umum adalah menghasilkan produk yang berterima secara teoretis dan praktis. Secara spesifik pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan Modul Latihan Self-Assessment sebagai Rangkaian Tahap Perencanaan Karier Siswa SMA dan panduannya yang berterima dari segi isi dan format atau desainnya. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model Borg and Gall (1983). Adapun prosedur pengembangannya adalah: (1) tahap I studi pendahuluan dan perencanaan: menentukan masalah dan melakukan studi pustaka, (2) tahap II pengembangan produk: menyusun prototipe, isi dan alat evaluasi produk, (3) tahap III uji coba produk: penilaian ahli (ahli materi BK dan ahli media), dan uji coba calon pengguna produk (konselor dan siswa), (4) tahap IV: revisi produk, dan (5) produk akhir. Produk yang dihasilkan adalah Modul Latihan Self-Assessment sebagai Rangkaian Tahap Perencanaan Karier Siswa SMA dan panduannya. Berdasarkan hasil penilaian ahli dan uji calon pengguna (konselor dan siswa), secara keseluruhan menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan “sangat baik”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa produk dapat berterima secara teoretis dan praktis. Keberterimaan ditinjau dari segi isi dan format atau desainnya. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan disarankan kepada konselor sebagai pengguna produk untuk mempelajari dan memahami modul serta panduannya sebelum mengaplikasikannya. Bagi pengembang selanjutnya, hasil pengembangan ini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan modul dalam membantu siswa melakukan latihan self-assessment sehingga dapat merencanakan kariernya secara matang.

Kemampuan mengembangkan kalimat topik dalam paragraf mahasiswa Fakultas Sastra Jurusan Sastra Inggris Universitas Dr. Soetomo Surabaya / Syamsuri Ariwibowo

 

Pengembangan media permainan papan ragam pekerjaan untuk pemahaman karir bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) / Choirunisa'

 

ABSTRAK Choirunisa’. 2015. Pengembangan Media Permainan Papan Ragam Pekerjaan Untuk Pemahaman Karir Bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra. Hj. Ella Faridati Zen, M.Pd., (II) Dr. H. IM. Hambali, M.Pd. Kata kunci: Pengembangan, Media Permainan, papan ragam pekerjaan Tugas perkembangan karir remaja atau anak usia SMP berada pada tahap tentatif dimana siswa membutuhkan informasi mengenai jenis-jenis pekerjaan agar siswa mampu mengenal dunia kerja. Layanan bimbingan dan konseling yang diberikan di SMP Negeri 20 Malang, lebih difokuskan pada bidang belajar, dan selebihnya pada pribadi dan sosial sedangkan bidang karir belum disentuh secara khusus. Pemberian layanan lebih cenderung menggunakan metode ekspositori atau ceramah sehingga siswa kurang tertarik dalam menerima layanan. Dari hasil analisis kebutuhan, siswa kelas VIII membutuhkan informasi tentang jenis-jenis pekerjaan. Oleh karena itu peneliti mengembangkan media permainan papan ragam pekerjaan untuk pemahaman bagi siswa Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media informasi karir berbentuk papan ragam pekerjaan yang berterima secara teoritis dan praktis. Penelitian ini menggunakan prosedur yang diadaptasi dari Borg and Gall. Langkah-langkahnya sebagai berikut; (1) penelitian pendahuluan, melakukan kajian pustaka dan analisis kebutuhan siswa (2) penyususunan produk awal, menentukan tujuan pengembangan dan menyusun media informasi karir papan ragam pekerjaan (3) validasi produk oleh ahli bimbingan konseling,media, dan calon pengguna (4) revisi produk, menyempurnakan produk sesuai dengan saran yang diperoleh dari ahli dan calon pengguna (5) produk akhir. Analisis data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif untuk menghitung rata-rata skor dan persentase. Analisis kualitatif menggunakan Miles & Huberman untuk mereduksi data yang telah diperoleh dari ahli dan calon pengguna. Hasil penilaian dari ahli materi bimbingan dan konseling menunjukkan bahwa media ini sangat berguna, sangat tepat, sangat menarik, dan sangat layak. Hasil penilaian dari ahli media menunjukkan bahwa media ini sangat berguna, sangat tepat, sangat menarik, dan sangat layak. Hasil penilaian dari uji calon pengguna yang dilakukan oleh konselor SMP Negeri 20 Malang menunjukkan bahwa media ini sangat berguna, sangat tepat, sangat menarik, dan sangat layak. Hasil penilaian dari sasaran pengguna yang dilakukan oleh siswa kelas VIII menunjukkan bahwa media ini sangat berguna, sangat tepat, sangat menarik, dan sangat layak. Dari hasil penilaian ahli dan calon pengguna, dapat disimpulkan media ini memenuhi kriteria sebagai produk yang berterima secara teoritis maupun praktis. Berdasarkan hasil penelitian disarankan pada: 1)konselor SMP Negeri 20 Malang untuk menggunakan media informasi papan ragam pekerjaan ini sebagai alat untuk menyampaikan layanan informasi karir tentang ragam pekerjaan, 2) Saran bagi peneliti selanjutnya, media informasi papan ragam pekerjaan ini dapat di uji keefektivitasannya dalam menyampaikan informasi karir sehingga media ini dapat digunakan di seluruh SMP di Kota Malang.

Keefektifan teknik permainan kelompok untuk mengurangi tingkat terisolasi siswa SMP kelas VII / Arifatul Khadiqoh

 

ABSTRAK Khadiqoh, Arifatul. 2015. Keefektifan Teknik Permainan Kelompok Untuk Mengurangi Tingkat Terisolasi Siswa SMP Kelas VII. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd, (II) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd. Kata kunci: permainan kelompok, siswa terisolasi Remaja lebih banyak menggunakan waktu bersama teman sebaya. Namun kenyataannya tidak semua siswa melewatinya dengan mudah, beberapa siswa memiliki masalah dalam pergaulan dengan teman sebayanya salah satunya adalah terisolasi. Siswa terisolasi adalah siswa yang tidak dipilih oleh seorangpun dalam kelompok sebayanya. Mereka menahan kesepian dan pengasingan tanpa ada kemampuan untuk mengungkapkan emosi kekecewaan yang mereka alami. Siswa terisolasi ingin bersosialisasi dengan lingkungan maupun teman sebayanya tetapi ada hambatan berupa kecemasan dan konflik diri sehingga ia memilih menarik diri dari pergaulan. Salah satu teknik bimbingan yang dapat digunakan untuk mengurangi tingkat terisolasi siswa agar dapat segera berinteraksi dengan teman sebayanya yaitu melalui penggunaan teknik permainan kelompok. Tujuan penelitian untuk menguji keefektifan teknik permainan kelompok untuk mengurangi tingkat terisolasi siswa SMP kelas VII. Rancangan penelitian menggunakan desain one group pre-test and post-test. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII sebanyak 8 siswa berdasarkan survei awal hasil analisis sosiometri yang tidak dipilih oleh seorangpun dalam kelompok sebayanya dan hasil observasi yang memiliki skor tinggi dari skala penilaian. Analisis data menggunakan statistik inferensial non-parametrik, dengan uji beda two related test Wilcoxon, untuk mengetahui perbedaan tingkat terisolasi siswa sebelum dan sesudah diberikan treatment dengan permainan kelompok pada subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat terisolasi siswa sesudah diberikan treatment dengan permainan kelompok menghasilkan nilai sebesar (z = -2.527a) dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.012, sehingga diperoleh nilai probability error (p = 0.012 < 0.05). Kesimpulan penelitian: teknik permainan kelompok efektif untuk mengurangi tingkat terisolasi siswa SMP kelas VII. Dari hasil penelitian ini, dapat disarankan yaitu: 1) guru atau konselor dapat menggunakan teknik permainan kelompok sebagai salah satu layanan untuk mengurangi tingkat terisolasi siswa; dan 2) peneliti selanjutnya dapat menggunakan kelompok kontrol sebagai pembanding, sehingga hasil yang diperoleh akan bisa memperkuat hasil penelitian.

Keefektifan Cinema Therapy untu meningkatkan kesadaran bertanggung jawab siswa SMK / Irchamna Chamalia

 

ABSTRAK Chamalia, Irchamna. 2015. Keefektifan Cinema Therapy untuk Meningkatkan Kesadaran Bertanggung Jawab Siswa SMK. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Lutfi Fauzan M.Pd., (2) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si. Kata kunci: cinema therapy, kesadaran, tanggung jawab Tanggung jawab adalah sikap atau perilaku dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya yang dapat diwujudkan dalam bentuk perilaku yang mampu menyelesaikan tugas dan kewajiban dengan baik, peduli terhadap lingkungan sekitar, mau mengakui dan menanggung kesalahan yang telah diperbuatnya. Kenyataannya masih banyak seseorang yang tidak memiliki kesadaran bertanggung jawab sehingga tanggung jawab luput untuk dilaksanakan, dalam hal ini adalah siswa SMK yang memiliki tanggung jawab lebih ketika masa sekolah berlangsung maupun saat bekerja dan untuk menimbulkan perilaku atau sikap tanggung jawab bisa dengan merangsang kesadaran bertanggung jawab siswa. Berdasarkan studi pustaka dan studi penelitian terdahulu dapat disimpulkan bahwa salah satu metode yang diduga dapat meningkatkan kesadaran bertanggung jawab siswa adalah cinema therapy. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan cinema therapy untuk meningkatkan kesadaran bertanggung jawab siswa SMK. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dan desain yang digunakan adalah one-group pretest-posttest design. Dalam desain ini, kelompok diberikan pretest untuk mengukur kondisi awal, selanjutnya diberikan treatment sebanyak delapan pertemuan selama satu bulan, setelah itu kelompok diberikan posttest untuk mengukur kondisi akhir yang dilaksanakan dua kali, posttest yang pertama digunakan untuk pengujian hipotesis yang dilaksanakan tanggal 25 Maret 2015 dan posttest yang kedua dilakukan tiga minggu setelah posttest pertama guna mengetahui keajegan hasil penelitian pada tanggal 16 April 2015. Pengukuran pretest dan posttest menggunakan alat ukur skala kesadaran bertanggung jawab yang diadaptasi dari aspek-aspek karakteristik kesadaran menurut Solso (2008). Subjek penelitian adalah siswa SMK kelas XI berjumlah 8 siswa yang memiliki tingkat kesadaran bertanggung jawab rendah sesuai skala kesadaran bertanggung jawab. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik non-parametrik uji beda Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai Z hitung lebih besar dari Z tabel (2.527>1.96) dan taraf signifikansi 0.012 < 0.05 yang berarti teknik cinema therapy efektif untuk meningkatkan kesadaran bertanggung jawab siswa SMK. Berdasarkan hasil penelitian disarankan pada: 1) konselor hendaknya menggunakan teknik cinema therapy untuk meningkatkan kesadaran bertanggung jawab siswa dan film yang digunakan harus sesuai dengan film pada penelitian ini atau bisa menggunakan film lain yang mengandung sembilan karakteristik kesadaran menurut Solso, dan 2) peneliti selanjutnya hendaknya menggembangkan penelitian ini sebagai pedoman penggunaan cinema therapy menggunakan film "My Boss My Hero".

Cohesion in descriptive discourse written by the sixth semester students of the English Department of FPBS IKIP Ujung Pandang / by Haryanto

 

Visualization strategy on reading comprehension of college students as observed from cognitive styles and autonomous learning levels / Ainul Addinna

 

ABSTRAK Addinna, Ainul. 2016.StrategiVisualisasiPadaPemahamanMembacaMahasiswa yang Ditinjaudari Gaya KognitifdanTingkatanPembelajaranOtonom.Thesis. English Language Teaching, Graduate Program of State University of Malang. Advisors: (I)Dr.Suharmanto, M.Pd., (II) Prof. Dr.YazidBasthomi, M.A. KataKunci:StrategiVisualisasi, Field Independent (FI), Field Dependent (FD), TingkatanPembelajaranOtonom. Penelitianinibertujuanuntukmencaridampakdaristrategivisualisasipadapemahamanmembacadilihatdarigayakognitifdantingkatanpembelajaranotonomsiswadanjugainteraksiantarastrategimembaca, gayakognitifdantingkatanpembelajaranotonom.Penelitianiniadalahfaktorialdengan test akhir yang menggunakanduakelompokmahasiswa semester limajurusanbahasaInggrisUniversitasNegeri Malang tahunajaran2013/2014. GEFTtes, reading comprehension test, danautonomy level questionnaireadalahinstrumen yang digunakansebagaialatpengumpulan data dalampenelitianini. GEFTtesdigunakanuntukmengklasifikasisinswamenjadifield independent danfield dependent, sedangkanautonomy level questionnairedigunakanuntukmenentukantingkatanotonomsiswa.Skordarites pemahaman membacadidapatdarireading comprehension testdanhasil data tersebutdiolahsebagai data awaluntukmengujihipotesadengannilai level signifikanα .05. Hasiltemuanmenunjukkanbahwa level signifikandaristrategivisualisasidannonvisualisasi (konvensionalstrategi)lebihtinggidarinilaiα.05 (Sig .711 > Sig.α .05). Ini menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antarasiswa yang diajarkandenganstrategivisualisasidibandingkandenganmereka yang diajarkandenganstrateginonvisualisasi.Perbedaanantarasiswafield independent dansiswafield dependentterhadappemahamanmembacajugatidakmenunjukkanperbedaan yang signifikan α .05 (Sig .411 > Sig.α .05).Tidak hanya itu, level signifikan dari tingkatanotonomjugatidakmemperlihatkanperbedaan yang signifikan α .05 (Sig .412 > Sig.α .05). Iniberartitingkatanotonomsiswatidakmempengaruhipemahamanmembacamereka.Terakhir, tidakterdapatnyainteraksiantarastrategimembaca, gayakognitifdantingkatanpembelajaranotonomyang dibuktikansecarastatistik α .05(Sig .704 > Sig.α .05). Walaupunhasilpenelitianmenunjukkanhasil yang tidaksignifikanterhadapperbedaandanefekdarivariabelbebasdanterikat, namunberdasarkandarikuesioner yang didistribusikanpadagrupeksperimental, secaraobjektifmenjelaskanbahwastrategivisualisasimampumembawaatmosfir yang baguskedalamkelas. Strategiinimampumengurangi rasa bosansiswaselama proses pembelajarandanjugamampumemotivasisiswadalammembaca.

Relasi dan realisasi unsur sarana retorika puisi dalam pengungkapan nilai-nilai budaya Jawa kajian puisi-puisi Goenawan Mohamad / oleh Sudaryono

 

Penerapan model bermain engklek untuk meningkatkan kemampuan gerak dasar tumpuan dalam pembelajaran lompat jangkit pada siswa kelas V-A SDN Sidoharjo 1 Kecamatan Lamongan / Cendika Bara Satyagraha

 

Kata kunci: Peningkatan, Kemampuan, Lompat Jangkit, Model Bermain Engklek. Salah satu materi yang dipelajari pada pendidikan jasmani yaitu atletik. Atletik adalah cabang olahraga yang meliputi jalan, lari, lompat, dan lempar. Salah satu materi atletik yang terdapat dalam standar kompetensi Sekolah Dasar kelas V adalah lompat jangkit. Lompat jangkit merupakan salah satu olahraga atletik nomor lompat dengan tiga tahap lompatan atau tumpuan yaitu hop-step-jump. Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa penguasaan keterampilan lompat jangkit siswa kelas V-A SDN Sidoharjo 1 Kecamatan Lamongan terdapat banyak kesalahan yaitu pada saat gerakan jingkat dan langkah. Dari permasalahan tersebut, maka diperlukan suatu proses belajar mengajar yang sesuai dengan anak-anak sekolah dasar yaitu pembelajaran pendidikan jasmani melalui pendekatan bermain, yaitu model bermain engklek. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pembelajaran lompat jangkit pada siswa kelas V-A SDN Sidoharjo 1 Kecamatan Lamongan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus di mana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V-A SDN Sidoharjo 1 Kecamatan Lamongan. Hasil penelitian ini telah terbukti bahwa model bermain engklek mampu meningkatkan keterampilan siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I, gerakan jingkat yang pada awalnya siswa mengalami kesalahan sebanyak 70% berkurang menjadi 30%, pada siklus II berkurang menjadi 15%. Sedangkan pada gerakan langkah yang awalnya siswa mengalami kesalahan sebanyak 75% berkurang menjadi 25%, pada siklus II berkurang menjadi 10%. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan penguasaan keterampilan lompat jangkit, yaitu terlihat dari perbandingan antara hasil pada saat sebelum tindakan dan setelah dilakukan tindakan. Secara umum hasil tes pada siklus pertama mengalami peningkatan pada siklus kedua. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa aspek teknik jingkat dinyatakan tuntas karena sudah melewati batas keberhasilan tindakan dengan kategori baik yang memiliki rentang nilai yaitu 76-100%. Peneliti menyarankan kepada guru pendidikan jasmani hendaknya model permainan engklek disiapkan untuk siswa yang mengalami kesulitan mengikuti proses pembelajaran lompat jangkit pada kelas lain.

Implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 6 Malang / Alfi Muffaidah

 

ABSTRAK Muffaidah, Alfi. 2015. Implementasi Kurikulum 2013 Pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang: Pembimbing (1) Drs. Prih Hardinto, M.Si. (II) Dr. Nasikh, M.P, M.Pd. Kata Kunci: Implementasi, Kurikulum 2013, Pembelajaran Ekonomi. Pada dasarnya kurikulum menempati posisi sentral dalam keseluruhan proses pendidikan. Kurikulum sebagai posisi sentral dalam pendidikan dapat dilihat dari posisi kurikulum dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang dicapai, seharusnya dukungan dari berbagai aspek dan komponen pendidikan lainnya yang terdiri dari: tenaga pendidik, anak didik, alat dan situasi pendidikan. Implementasi Kurikulum 2013 dapat ditinjau dari proses perencanaan, proses kegiatan belajar mengajar dan Proses evaluasi atau penilaian. Dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 adanya perubahan mendasar dalam proses pembelajaran yaitu mengubah pandangan bahwa guru bukanlah kunci/ pusat keberhasilan proses belajar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendiskripsikan beberapa hal yang mencakup implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif berupa paparan kutipan wawancara yang diperoleh dari hasil wawancara dengan semua guru ekonomi di SMA Negeri 6 Malang dan observasi proses pembelajaran. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian fenomenologis. Analisis data melalui proses reduksi data, display data, verivikasi data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan pemahaman guru- guru ekonomi di SMA Negeri 6 Malang sudah baik, namun belum bisa menjelaskan secara rinci apa tujuan dari kurikulum 2013. Implementasi Kurikulum 2013 pada pembelajaran ekonomi juga belum optimal. Dikarenakan para peserta didik belum terbiasa dengan penggunaan metode 5M. Karakteristik peserta didik yang apatis membuat metode diskusi didalam kelas tidak hidup dan belum mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Dengan berbagai kendala, para guru tetap berusaha melaksanakan pembelajaran ekonomi dengan metode 5M dengan baik dan berusaha untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam proses penilaian, guru- guru ekonomi belum menggunakan teknik dan instrument penilaian Kurikulum 2013, tetapi sudah berusaha sebaik- baiknya dalam proses penilaian dan menghindari subjektifitas.

Pemanfaatan aktivitas dan lingkungan sekitar siswa dalam proses belajar mengajar IPS terpadu pada kelas VIII SMP Terbuka IV Kota Malang / Kus Irawan Prabowo

 

ABSTRAK Prabowo, Kus Irawan. 2015. Pemanfaatan Aktivitas Dan Lingkungan Sekitar Siswa Dalam Proses Belajar Mengajar IPS Terpadu Pada Kelas VIII SMP Terbuka IV Kota Malang. Tesis, Prodi S2 Pendidikan Ekonomi Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mit Witjaksono, MS.Ed. (II) Dr. Agung Haryono, S.E., M.P., Ak. Kata Kunci: Aktivitas, Lingkungan, IPS Terpadu, dan Sumber Belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemanfaatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar IPS Terpadu, mengetahui pemanfaatkan lingkungan sekitar siswa dalam proses belajar mengajar IPS Terpadu dan mengetahui hasil belajar IPS Terpadu dengan memanfaatkan aktivitas dan lingkungan sekitar siswa pada kelas VIII SMP Terbuka IV Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain grounded theory. Tujuan menggunakan pendekatan kualitatif adalah berusaha memberikan gambaran yang sistematis, aktual dan akurat mengenai proses belajar mengajar IPS Terpadu dengan memanfaatkan aktivitas dan lingkungan sekitar siswa. Mengambil situs penelitian di SMP Terbuka IV Kota Malang, sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Terbuka IV Kota Malang, data dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara dengan didukung studi dokumentasi. Sebagai informan utama adalah siswa dan informan pendukung adalah wakil kepala sekolah, guru, dan orangtua. Data dianalisis dengan metode analisis Strauss dan Corbin. Aktivitas dan pengalaman siswa terbagi menjadi dua kategori yaitu aktivitas biasa dan aktivitas khusus (kerja), aktivitas biasa adalah aktivitas yang dilakukan sehari-hari, tidak berhubungan dengan kerja mencari uang, sedangkan aktivitas khusus adalah aktivitas yang berhubungan dengan keterampilan dunia kerja untuk mencari uang. Lingkungan sekitar siswa terdiri dari bermacam-macam pelaku usaha dan lahan pertanian. Hasil dari penelitian ini adalah aktivitas siswa dapat digunakan untuk memadukan materi dan sumber belajar IPS Terpadu, lingkungan sekitar siswa dapat digunakan untuk memadukan materi dan sumber belajar IPS Terpadu dan hasil belajar IPS Terpadu dengan memanfaatkan aktivitas dan lingkungan sekitar siswa membuat pembelajaran lebih efektif dan efisien, memberikan kemudahan dalam mendeskripsikan materi pelajaran, mempermudah mengingat materi yang telah diajarkan pada siswa kelas VIII SMP Terbuka IV Kota Malang dan memberikan pengetahuan mengenai sikap atau tindakan yang berguna bagi dirinya sendiri dan orang lain. Guru harus cerdas menggali informasi dan potensi yang melekat pada siswa baik di lingkungan sekolah maupun keluarga yang dapat digunakan sebagai inspirasi dan sumber belajar dalam pengajaran materi pelajaran IPS Terpadu. Guru harus membina hubungan fungsional antara siswa dan orangtua untuk mendukung proses belajar siswa sehingga dapat mencapai kompetensi lulusan.

Analisis sentra industri ditinjau dari aspek produksi dan keberhasilan usaha (studi kasus usaha olahan makananAlen-alen Bu Rohmi di Desa Jatisari Kabupaten Trenggalek / Erwin Yudi Kristanto

 

ABSTRAK Kristanto, Erwin Yudi. 2015. Analisis Sentra Industri Kerajinan Ditinjau Dari Aspek Produksi dan Keberhasilan Usaha (Studi Kasus Usaha Olahan Makanan Alen-Alen “BU ROHMI” di Desa Jatisari Kabupaten Trenggalek). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Hj. Sri Umi Mintarti W., S.E. AK, M. P. (2) Dr. Imam Mukhlis, SE., M.Si. Kata Kunci : Industri Alen-Alen, Produksi, Keberhasilan Usaha Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu daerah pegunungan yang terletak dibagian selatan Provinsi Jawa Timur. Daerah ini memiliki ratusan pelaku UKM yang tersebar di berbagai kecamatan maupun desa dengan aneka macam produk komoditas yang sangat berpotensi sekali. Usaha olahan makanan alen-alen adalah salah satu contoh jenis UMKM, alen-alen merupakan makanan khas daerah Trenggalek. Makanan ini bisanya dijadikan sebagai makanan ringan dan buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Trenggalek. Berdasarkan fenomena ini, alen-alen memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan dalam skala yang lebih besar dan lebih bervariasi. Dalam penelitian yang diteliti oleh penulis dengan mengambil topik analisis sentra industri kerajinan ditinjau dari aspek produksi dan keberhasilan usaha dengan menggunakan metode studi kasus usaha oalahan makanan alen-alen BU ROHMI di Desa Jatisari Kabupaten Trenggalek. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi di industri alen-alen BU ROHMI di Desa Jatisari Kabupaten Trenggalek pada aspek produsi dan keberhasilan usaha. Hasil penelitian yang diperoleh dalam wawancara dan observasi pada proses produksi yang dilakukan usaha olahan makanan alen-alen BU ROHMI juga menemui kendala yaitu pekerja yang terampil untuk pembuatan alen-alen ini sudah jarang ditemui, terlebih lagi pada saat proses penggorengan yang butuh keterampilan khusus untuk melakukan proses ini karena pada saat proses ini menentukan keras atau tidaknya produk alen-alen yang dihasilkan. Untuk menyiasati pemilik usaha pada saat menerima pekerja baru memberikan pelatihan atau arahan terlebih dahulu agar bisa menguasai saat proses produksi, karena hal tersebut sangat berpengaruh pada produktivitas suatu usaha. Dalam usaha olahan makanan alen-alen BU ROHMI untuk meraih keberhasilan usaha lebih ditekankan pada cara pemasaran. Pada pemasaran salah satu cara untuk pemasaran ini dengan cara memasarkan produk alen-alen ini dengan mendatangi dan menawarkan dari toko ke toko yang ada di daerah lokal Trenggalek selain itu usaha olahan makanan alen-alen BU ROHMI juga harus telaten menawarkan produknya dari daerah ke daerah yang ada disekitar kabupaten Trenggalek, seperti kota Tulungagung dan kota Kediri untuk meraih suatu keberhasilan usaha. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan disarankan bagi usaha oalahan makanan alen-alen BU ROHMI aspek produksi seharusnya lebih ditekankan pada peremajaan alat dan pelatihan tenaga kerja agar produktivitas maksimal bisa dicapai. Selain itu pengusaha seharusnya melakukan pembagian spesifikasi pekerjaan yang jelas dan tetap. Dalam hal pemasaran sebaiknya pengusaha memasarkan produknya dengan cara pemasaran yang lebih luas, yaitu dengan menggunakan media online agar mudah dikenal oleh masyarakat luas.

Argumentasi pada teks pidato siswa kelas X SMA Negeri 1 Rambipuji / Beby Dwi Febriyanti

 

ABSTRAK Febriyanti, Beby Dwi. 2015. Argumentasi pada Teks Pidato Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Rambipuji. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryo, H.S., S.H., M.Hum., (II) Dr. Kusubakti Andajani,M.Pd. Kata kunci: Argumentasi, teks pidato Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan argumentasi dalam teks pidato siswa kelas X SMA Negeri 1 Rambipuji. Argumentasi merupakan retorika yang berisikan adanya suatu penjelasan, pembuktian, alasan yang digunakan untuk meyakinkan orang lain. Argumentasi dapat ditemui dalam berbagai macam wadah, salah satunya teks pidato. Argumentasi tidak dapat dipisahkan dengan penalaran, sebab penalaran merupakan proses berpikir logis menyusun fakta dan alasan untuk menghasilkan kesimpulan yang menjadi tujuan penulis. Penelitian ini diarahkan untuk mendeskripsikan muatan argumentasi dalam teks pidato siswa yang meliputi, (1) elemen-elemen argumentasi, (2) pola argumentasi, dan (3) teknik penalaran untuk mengembangkan argumentasi. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks pidato yang ditulis siswa kelas X SMA Negeri 1 Rambipuji, sedangkan data penelitian yang digunakan berupa kalimat atau susunan kalimat yang mengandung muatan argumentatif. Teks pidato yang dianalis sejumlah 50 teks.Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi.Analisis data dilakukan dalam beberapa tahapan, (1) reduksi data dilakukan dengan memilih dan mengidentifikasi data yang sesuai dengan fokus penelitian, (2) menyajikan dan memaparkan keseluruhan data, (3) penarikan simpulan dari data yang telah diperoleh,terkait dengan elemen argumentasi, pola argumentasi, dan teknik penalaran. Hasil penelitian ini membahas elemen, pola, dan teknik penalaran argumentasi. Pertama, tentang penggunaan elemen argumentasi pada teks pidato siswa yang mencakup (a) claim, claim nilai/claim fakta/claim kebijakan, (b) ground, (c) warrant, (d) backing, (e) qualifier, dan (f) rebuttal. Keenam elemen tersebut ditemukan pada teks pidato siswa. Kedua, tentang pola argumentasi teks pidato siswa yang diketahui membentuk pola I (C-G) hingga pola IV (C-G-W-B-Q). Pola I mengalami variasi dengan penambahan elemen qualifier dan rebuttal. Pola I variasi 1 (C-G-Q), pola I variasi 2 (C-G-R), pola I variasi 3 (C-G-Q-R). Pola II terdiri dari (C-G-W), juga mengalami variasi dengan adanya elemen qualifier dan rebuttal. Pola II membentuk variasi 1 (C-G-W-Q), pola II variasi 2 (C-G-W-R), dan pola II variasi 3 (C-G-W-Q-R). Pola III terdiri dari (C-G-W-B), hanya mengalami satu variasi dengan adanya elemen rebuttal, sehingga pola III variasi 1 (C-G-W-B-R). Pola IV pada teks pidato siswa terdiri dari (C-G-W-B-Q) tidak mengalami adanya variasi. Ketiga mengenai teknik penalaran pengembangan argumentasi yang terdiri atas (1) argumen dengan contoh, (2) argumen dengan analogi, (3) argumen dengan otoritas, (4) argumen dengan sebab, (5) argumen dengan deduktif. Berdasarkan hasil pembahasan dan simpulan, dikemukakan beberapa saran.Saran tersebut ditujukan kepada guru Bahasa Indonesia, bahwa hasil analisis dan temuan data penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi mengenalkan siswa pada elemen argumentasi, pola argumentasi, dan teknik penalaran dalam penyusunan argumentasi. Guru juga disarankan lebih melatih siswa agar tanggap dan peka pada peristiwa di sekitarnya, sebab hal itu dapat dijadikan bahan siswa untuk keperluan argumennya.(2) peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian lebih lanjut terkait dengan argumentasi ataupun penalaran pada objek yang berbeda dengan pembahasan yang lebih luas.

Makna simbolis gerak tari Hambangan Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Sari Zikin Iswara

 

ABSTRAK Iswara, Sari Zikin. 2016. Makna Simbolis Gerak Tari Hambangan Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. A. A. G. Rai Arimbawa, M.Sn (II) Tri Wahyuningtyas, S.Pd, M.Si Kata Kunci : Makna simbolis, Ragam gerak,Tari Hambangan. Tari Hambangan merupakan tari tradisional yang ditampilkan dalam upacara petik laut di desa Mlaten kecamatan Nguling kabupaten Pasuruan dan diselenggarakan pada setiap tanggal 14 Suro. Tari Hambangan ditarikan oleh 12 penari perempuan dan 14 penari laki-laki, yang dalam hal ini mengandung simbol waktu pertunjukan tari Hambangan. Usia penari tari Hambangan ialah empat puluh tahun ke atas, hal tersebut berkaitan dengan penjiwaan dan penghayatan yang tepat sehubungan dengan fungsi tari Hambangan sebagai bentuk rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas panen ikan yang melimpah. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan makna simbolis gerak tari Hambangan kecamatan Nguling kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan diskriptif. Dalam hal ini, peneliti adalah sebagai instrument utama. Data penelitian ini berlokasi di desa Mlaten kecamatan Nguling kabupaten Pasuruan. Narasumber dalam penelitian ini adalah Suntono selaku cucu koreografer tari Hambangan, Minaji selaku seniman tari Hambangan, dan Abdul Rochman selaku seniman tari Hambangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan temuan, dilakukan kegiatan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, tahap penyajian data dan tahap penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang makna simbolis gerak tari Hambangan kecamatan Nguling kabupaten Pasuruan bahwa tari Hambangan memiliki lima gerak yang mengandung makna simbolis. Makna simbolis tersebut dibagi menjadi dua yakni makna religi dan makna sosial. Makna religi yaitu makna yang berkaitan dengan Tuhan Yang Maha Esa, terdapat pada gerak Kembangan, Asembah. Makna sosial yaitu berkaitan dengan gotong royong, sabar, dan perputaran roda kehidupan, tergambar pada gerak Tarik layar, Sapok angin, dan Aguling praoh. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar masyarakat desa Mlaten dan para generasi muda agar menumbuhkan rasa cinta terhadap tari Hambangan. Peneltian ini juga bermanfaat bagi pembelajaran siswa, bahwa belajar makna simbolis dalam gerak tari penting karena dalam gerak suatu tarian terdapat makna atau pesan yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.

Pengaruh pemberian multiteks terhadap kemampuan membaca kritis siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang / Kingkin Puput Kinanti

 

Kata Kunci: pengaruh, multiteks, membaca, membaca kritis. Membaca merupakan kegiatan yang penting. Kegiatan membaca dilakukan manusia untuk mendapatkan informasi, ilmu, wawasan baru, bahkan hiburan. Terdapat beberapa tingkatan membaca, yaitu membaca literal, membaca kritis, dan membaca kreatif. Pada jenjang pendidikan SMP, siswa dituntut mampu membaca kritis. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca kritis adalah bahan bacaan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan membaca beragam bahan bacaan dapat meningkatkan kemampuan memahami isi bacaan. Multiteks adalah media pembelajaran membaca kritis yang memanfaatkan bahan bacaan dari berbagai sumber seperti majalah, koran, internet, dan buku teks yang memiliki perbedaan dalam hal isi, jenis teks dan bahasa, namun memiliki topik yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian multiteks terhadap kemampuan membaca kritis. Penelitian ini menggunakan instrumen tes pilihan ganda dengan empat alternatif jawaban. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Jenis desain penelitian yang digunakan adalah desain control group pre-test and post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa regular kelas VII SMP Negeri 4 Malang semester ganjil tahun pelajaran 2010/2011. Sedangkan sampel menggunakan teknik purposive sample. Langkah-langkah desain eksperimen semu sebagai berikut. Pertama, mengidentifikasi karakterisitik populasi, lalu didapat empat kelas yang memiliki karakteristik sama, yaitu sama-sama kelas regular. Dari keempat kelas diambil dua kelas yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kedua, pemberian pretes pada kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam membaca kritis. Ketiga, pemberian perlakuan berupa pemberian multiteks terhadap kelas eksperimen dan pemberian satu teks terhadap kelas kontrol. Keempat, pemberian postes kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dalam penelitian ini terdiri atas empat data, yaitu (1) skor pretes dan postes kemampuan menafsirkan bacaan secara kritis pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, (2) skor pretes dan postes kemampuan menganalisis bacaan secara kritis pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, (3) skor pretes dan postes kemampuan mengorganisasi bacaan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, (4) skor pretes dan postes kemampuan menilai bacaan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data hasil penelitian kemudian diolah dengan menggunakan uji-t. Melalui penelitian ini dihasilkan kesimpulan. Pertama, ada pengaruh yang signifikan pemberian multiteks terhadap kemampuan menafsirkan bacaan secara kritis siswa yaitu diketahui thitung 1,999 > ttabel, 1,6715. Berdasarkan hitungan rerata postes menafsirkan bacaan diperoleh nilai rerata kelas eksperimen (74,19) lebih tinggi dari kelas kontrol (67,59). Kedua, ada pengaruh yang signifikan pemberian multiteks terhadap kemampuan menganalisis bacaan secara kritis yaitu diketahui thitung 2,348 > ttabel, 1,6715. Berdasarkan hitungan rerata postes menganalisis bacaan diperoleh nilai rerata kelas eksperimen (85,07) lebih tinggi dari kelas kontrol (76,26). Ketiga, ada pengaruh yang signifikan pemberian multiteks terhadap kemampuan mengorganisasi bacaan secara kritis yaitu diketahui thitung 1,939 > ttabel, 1,6715. Berdasarkan hitungan rerata postes mengorganisasi bacaan diperoleh nilai rerata kelas eksperimen (85,94) lebih tinggi dari kelas kontrol (79,79). Keempat, tidak ada pengaruh yang signifikan pemberian multiteks terhadap kemampuan menilai bacaan secara kritis yaitu diketahui thitung 0,861 < ttabel, 1,6715. Namun, berdasarkan hitungan rerata postes menilai bacaan nilai rerata kelas eksperimen (66,00) lebih tinggi dari kelas kontrol (58,67). Hal-hal yang disarankan untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan jenis penelitian sungguhan, memberikan perlakuan lebih dari dua kali perlakuan dan hendaknya lebih mengontrol sumber bacaan yang digunakan dalam multiteks. Bagi guru Bahasa Indonesia hendaknya menggunakan multiteks dalam kegiatan membaca dan memberikan bimbingan membaca yang lebih intensif kepada siswa.

Analisis konstribusi industri keripik buah "Levina" terhadap perekonomian lokal Kecamatan Pakis Kabupaten Malang / Wahyu Ika Kusuma Ningrum

 

ABSTRAK Ningrum, Wahyu Ika Kusuma. 2015. Analisis Kontribusi Industri Keripik Buah “Levina” Terhadap Perekonomian Lokal Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Skripsi, Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Imam Mukhlis, S.E, M.Si, (II) Drs. Mardono, M.Si. Kata Kunci: Kontribusi, Industri Keripik Buah “Levina”, Perekonomian Lokal Industri keripik buah “Levina” merupakan penggerak perekonomian masyarakat di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Usaha keripik buah “Levina” ini mengalami perkembangan cukup pesat setiap tahunnya. Dalam pembangunan sebuah perekonomian yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat, ternyata masih terdapat permasalahan yang mempengaruhi tumbuh kembangnya industri keripik buah “Levina” di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Sehingga perlu diteliti mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan industri keripik buah “Levina” yang selanjutnya dapat diketahui apa saja peran industri keripik buah “Levina” terhadap perekonomian lokal. Penelitian ini dilakukan di Kantor Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, Kantor Disperindag Kabupaten Malang, Kantor UMKM Kabupaten Malang, dan lokasi usaha industri keripik buah “Levina” di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, selama kurang lebih tiga bulan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, yang diperoleh melalui wawancara yang ditujukan kepada Kasi Pemerintahan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, Kepala Bidang Bina UMKM Kabupaten Malang, Seksi Pembinaan dan Pengembangan Industri Hasil Hutan Kabupaten Malang, usaha industri keripik buah “Levina” di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, dan data sekunder BPS Kabupaten Malang secara tertulis. Hasil penelitian ini adalah: Pertama, perkembangan industri keripik buah “Levina” relatif lebih baik setiap tahunnya, dapat dibuktikan dengan pemasaran hasil produksi yang bisa mencapai pasar lokal dengan mudah. Kedua, terdapat beberapa faktor yang memperngaruhi perkembangan industri keripik buah “Levina” antara lain pengelolaan keuangan dan peran pemerintah. Terdapat partisipasi aktif dari pengusaha keripik buah “Levina” terhadap program pemerintah, serta pengurusan sertifikat halal yang masih terhambat dan pencatatan industri di UMKM Kabupaten Malang. Ketiga, peran industri keripik buah “Levina” terhadap perekonomian lokal terletak pada penyerapan tenaga kerja dan berkembangnya usaha-usaha pendukung industri keripik buah “Levina” yang ada disekitar industri.

Pengaruh financial leverage terhadap return on equity (ROE) dan earning per share (EPS) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2009 / Raditya Erdi Kaswaratantra

 

Kata Kunci : Financial Leverage, Debt to Equity Ratio (DER), Times Interest Earned Ratio (TIER), Degree of Financial Leverage (DFL), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) Nilai suatu perusahaan tidak terlepas dari return atau pengembalian perusahaan terhadap investornya, atau dengan kata lain nilai yang baik dapat dicapai apabila return dan laba per sahamnya diberikan secara berkelanjutan dan merupakan perwakilan perusahaan sebagai imbalan atas keberanian investor dalam menanggung risiko. Selain itu, return dan laba per saham yang baik akan menunjukkan kinerja perusahaan sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan. Banyak pihak terkait yang membutuhkan informasi tentang pertumbuhan return saham dan laba per saham seperti investor, kreditor serta pemilik perusahaan.Pertumbuhan return on equity (ROE) dan earning per share (EPS) dipengaruhi oleh faktor financial leverage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yaitu financial leverage dengan sub variabel debt to equity ratio (DER), times interest earned ratio (TIER), dan degree of financial leverage (DFL) terhadap varibel terikat ROE dan EPS. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional yang bersifat kausalitas, yaitu peneliti ingin mengetahui apakah terdapat hubungan sebab akibat antar variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaanperusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2007-2009 berjumlah 151 perusahaan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu penentuan sampel berdasarkan kriteria tertentu sehingga menghasilkan sampel berjumlah 11 perusahaan. Hasil penelitian yaitu (1) DER tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE, (2) TIER berpengaruh signifikan terhadap ROE, (3) DFL tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE, (4) DER tidak berpengaruh signifikan terhadap EPS, (5) TIER berpengaruh signifikan terhadap EPS, (6) DFL berpengaruh signifikan terhadap EPS, (7) DER, TIER, DFL tidak berpengaruh secara spontan terhadap ROE, (8) DER, TIER, DFL berpengaruh secara spontan terhadap EPS. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan bagi perusahaan untuk menganalisis dan mempertimbangkan variabel financial leverage agar diperoleh tingkat ROE dan EPS yang optimal. Perusahaan dengan tingkat hutang cukup rendah seharusnya dapat memanfaatkan kelebihan tersebut dengan melakukan investasi menguntungkan dan menambah modal untuk menunjang operasional perusahaan. Sedangkan perusahaan dengan tingkat hutang yang cukup tinggi seharusnya mampu memanfaatkan ketersediaan dana untuk memperbesar laba. Dengan demikian, baik perusahaan yang memiliki tingkat hutang yang tinggi maupun perusahaan yang memiliki tingkat hutang rendah dapat memaksimalkan keuntungan yang selanjutnya dapat meningkatkan nilai ROE dan EPS.

Analisis peran Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam penyerapan tenaga kerja (studi kasus industri pembuatan tape di Kabupaten Bondowoso) / Afrieanto Suprobo

 

ABSTRAK Suprobo, Afri Eanto.2015.Analisis Peran Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Dalam Penyerapan Tenaga Kerja (Studi Kasus Industri Pembuatan Tape di Kabupaten Bondowoso).Skripsi,Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, Pembimbing :(1) Dr. Hj. Lisa Rokhmani, M.Si (2) Drs. Prih Hardinto, M.Si Kata Kunci : Penyerapan Tenaga Kerja, Sektor UKM Salah satu faktor untuk melihat keberhasilan dari pembangunan ekonomi di suatu negara tidak lepas dari peran dari pemerintah untuk menyerap tenaga kerja. Usaha penyerapan tenaga kerja tidak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja seperti perkembangna jumlah penduduk, angkatan kerja, produktifitas tenaga kerja, sumber daya manusia yang memadai, serta kebijakan tentang penyerapan tenaga kerja. Di samping penyerapan tenaga kerja tidak bisa mengabaikan peran dari usaha-usaha yang mampu menyerap tenaga kerja serta mampu memberikan produktifitas yang tinggi melalui kebijakan-kebijakan yang ada. Salah satu cara untuk menyerap tenaga kerja adalah dengan cara pengembangan usaha-usaha kecil dan menengah atau dari peran industri. Pengembangan tersebut dapat terwujud melaui program, kebijakan yang dilakukan oleh swata atau pemerintah. Pengembangan usaha-usaha tersebuat dapat memicu tingkat produksi yang tinggi sehingga dapat menciptakan lapangan kerja yang baru sehingga dapat menyerap tenaga kerja baru. Penelitian ini menggunakan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian kulitatif yang dilkukan oleh peneliti adalah jenis penelitian studi kasus. Dalam penelitian yang diteliti oleh penulis dengan mengambil topik peran UKM dalam penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Bondowoso dengan menggunakan motede studi kasus tape dalam penyerapan tenaga kerja di Kabuapten Bondowoso. Data-data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah data wawancara dan observasi di Kabupaten Bondowoso pada sektor industri kecil dan menengah (UKM). Analisis data didalam penelitian kulitatif dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data yaitu (1).Pengumpulan data. (2).Reduksi data, (3).Penyajian data, (4).Penarikan kesimpulan. Setelah itu peneliti melakukan pengecekan keabsahan data. Hasil penelitian yang diperoleh dalam wawancara dan observasi masih banyak ditemukan masih kurangnya pengetahuan serta informasi yang di dapat oleh pelaku usaha tersebut dalam mengembangkan usahanya, dan masih kurangnya peran pemerintah untuk mengembangkan peran industri kecil dan menengah di dalam penyerapan tenaga kerja. Padahal apabila UKM ini berkembang dengan baik dan mampu menciptakan produk baru yang berkualitas dan dapat bersaing dengan produk unggulan daerah lain tidak mungkin sektor industri ini dapat menyerap banyak tenaga kerja. Jadi strategi dan peran pemerintah dalam hal pengembangan industri ini sangat dibutuhkan, agar industri ini dapat lebih banyak menyerap tenaga kerja di daerah, sehingga sekaligus pemerintah dapat mensejahterakan masyarakat daerah Kabupaten Bondowoso Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan disarankan agar; (1) Bagi industeri pembuatan Tape di Kabuapaten Bondowoso di harapkan untuk lebih baik dalam pengelolaan modal yang dimiliki, karena dengan sistem pengelolaan modal yang baik diharapkan para pelaku ini dapat mengembangkan usahanya, sehingga dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi. (2) Pemerintah Kabuapaten Bondowoso seharusnya lebih rajin dalam mensosialisasikan program-program penyuluhan, pengembangan, dan pelatihan untuk mengembangkan skill dan kemampuan tenaga kerja dan pelaku UKM. (3) Penelitian ini diharapkan mampu menjadi contoh atau bahan perbandingan bagi peneliti selanjutnya yang akan melalkukan penelitian tentang topik permasalahan yang sama atau tentang UKM dengan fokus penelitian yang berbeda atau lebih dalam tentang peran UKM dalam penyerapan tenaga kerja.

Pengaruh economic literacy, status sosial ekonomi orang tua, dan pergaulan teman sebaya terhadap perilaku menabung siswa kelas X IIS dan LM ekonomi SMA Negeri 6 Malang / Ella Mareta Romandhani

 

ABSTRAK Romandhani. Ella Mareta. 2015. Pengaruh Economic Literacy, Status Sosial Ekonomi Orang Tua, dan Pergaulan Teman Sebaya terhadap Perilaku Menabung Siswa Kelas X IIS dan LM Ekonomi SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.Ec (II) Dr. Hadi Sumarsono, S.T., M.Si Kata kunci : Economic Literacy, Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Pergaulan Teman sebaya, Perilaku Menabung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh economic literacy, status sosial ekonomi orang tua, dan pergaulan teman sebaya terhadap perilaku menabung siswa kelas X IIS dan LM Ekonomi SMA Negeri 6 Malang. Pemahaman ekonomi yang didapat siswa di sekolah akan mempengaruhi perilaku ekonominya misalnya perilaku menabung. Status sosial ekonomi orang tua juga memiliki pengaruh terhadap pengelolaan keuangan anak misalnya perilaku menabung. Pergaulan teman sebaya yang intensif di usia remaja diduga juga mempengaruhi perilaku anak baik positif maupun negatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IIS dan LM Ekonomi SMA Negeri 6 Malang. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah proportional random sampling. Untuk menentukan besarnya sampel dihitung dengan menggunakan rumus slovin. Penelitian ini menggunakan sampel sebesar 130 siswa yang tersebar di 4 kelas X IIS dan 2 kelas LM Ekonomi dari populasi yang berjumlah 192 siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket dengan skala Likert dan Guttman. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa economic literacy berpengaruh positif terhadap perilaku menabung siswa, status sosial ekonomi orang tua berpengaruh positif terhadap perilaku menabung siswa, pergaulan teman sebaya berpengaruh positif terhadap perilaku menabung siswa, serta economic literacy, status sosial ekonomi orang tua, dan pergalan teman sebaya berpengaruh positif terhadap perilaku menabung siswa kelas X IIS dan LM Ekonomi SMA Negeri 6 Malang. Dari hasil penelitian, maka disarankan bagi sekolah untuk mengembangkan pembelajaran ekonomi serta mengembangkan hubungan baik dengan lingkungan sekitar siswa untuk membentuk perilaku ekonomi yang positif misalnya perilaku menabung. Untuk penelitian selanjutnya dapat mengembangkan variabel-variabel lain yang mempengaruhi perilaku menabung.  

Implementasi nilai-nilai pendidikan karakter pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 2 Malang / Siti Komariatun

 

ABSTRAK Komariatun, Siti. 2015. Implementasi Nilai-nilai Pendidikan Karakter pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universiras Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hari Wahyono, M.Pd., (II) Dr. H. Sugeng Hadi Utomo, M.Ec Kata kunci: Implementasi, Nilai-nilai Pendidikan Karakter, Mata Pelajaran Ekonomi Negara Indonesia memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan sehingga pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Hal ini sesuai dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 3 UU tersebut menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat guna mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui pendidikan karakter yang diiimplementasikan dalam institusi pendidikan, diharapkan krisis degradasi karakter atau moralitas anak bangsa bisa segera teratasi sehingga terlahir generasi bangsa dengan ketinggian budi pekerti atau karakter yang baik. Dalam hal ini, jelas tugas guru tidak hanya mentransfer ilmu saja, tetapi juga menerapkan pendidikan karakter. Penerapan pendidikan karakter dimulai dari memasukkan nilai-nilai karakter dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran dan kemudian menerapkan nilai-nilai tersebut melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dan termasuk jenis penelitian fenomenologi, dilakukan dalam situasi yang alami sehingga tidak ada batasan dalam memahami fenomena yang sedang dikaji. Pengambilan lokasi dalam penelitian ini yaitu di SMA Negeri 2 Malang dengan mengambil subyek guru ekonomi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Pertama, nilai-nilai pendidikan karakter sudah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran ekonomi dan diimplementasikan oleh guru ekonomi kelas X IPS SMA Negeri 2 Malang melalui disisipkannya nilai-nilai pendidikan karakter ke dalam perencanaan proses pembelajaran yaitu silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah dibuat oleh guru ekonomi. Dalam proses pembelajaran di dalam kelas, implementasi nilai-nilai pendidikan karakter sudah dilakukan dengan baik meski sering tidak disadari oleh peserta didik. Sedangkan untuk persepsi guru mata pelajaran ekonomi tentang implementasi nilai-nilai pendidikan karakter sangatlah penting untuk diterapkan karena nilai-nilai pendidikan karakter ini membentuk watak, perilaku dan karakter peserta didik. Implementasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam proses pembelajaran di dalam kelas dilakukan melalui tiga tahap kegiatan, yakni 1) kegiatan pendahuluan, 2) kegiatan inti dan 3) kegiatan penutup. Selain implementasi nilai-nilai pendidikan karakter pada peserta didik dalam proses pembelajaran di dalam kelas, SMA Negeri 2 Malang juga memfasilitasi Ekstrakulikuler sebagai penunjang terimplementasinya nilai-nilai pendidikan karakter sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik dengan tujuan agar terbentuk karakter peserta didik yang lebih baik lagi. Kedua, Faktor pendukung implementasi nilai-nilai pendidikan karakter adalah semua pihak sekolah yang berupa penerapan pembiasaan kehidupan keseharian baik untuk guru ataupun untuk peserta didik, tersedianya menejemen berbasis sekolah dan berbasis kinerja yang tercover dalam sistem SKS (Sistem Kredit Semester), penyediaan fasilitas, program kegiatan berbasis partisipasi alumni dan pemanfaatan lingkungan sekolah. Sedangkan faktor penghambat dalam implementasi nilai-nilai pendidikan karakter ini adalah fasilitas atau sarana prasarana seperti ketersediaan buku bahan ajar yang terbatas, perkembangan zaman yang serba IT, faktor lingkungan (teman sebaya), dan kurangnya kesadaran peserta didik bahwa nilai-nilai pendidikan karakter sudah diimplementasikan dengan baik oleh guru mata pelajaran khususnya pada mata pelajaran ekonomi.

Efektivitas penerapan model pembelajaran dengan pendekatan kontektual metode kooperatif teknik think pair share dalam meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa kelas XI di SMA Negeri Mojoagung Jombang / Marsida Ika Fitriani

 

ABSTRAK Fitriani, Marsida Ika. 2015. Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Dengan Pendekatan Kontekstual Metode Kooperatif Teknik Think Pair Share Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Siswa KElas XI Di SMA Negeri Mojoagung Jombang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sapir, S. Sos, M. Si., (II) Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.Ec Kata kunci:, Kooperatif, Think Pair Share, Hasil Belajar Keberhasilan program pendidikan melalui proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, yakni kurikulum, siswa, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana serta faktor lingkungan. Apabila semua faktor tersebut dapat terpenuhi, maka dapat memperlancar proses belajar mengajar sehingga siswa pun mencapai hasil pembelajaran yang maksimal. Kegiatan ini akan tercapai jika siswa terlibat secara aktif baik fisik maupun emosi dalam proses belajar mengajar. Akan tetapi, berdasarkan observasi yang dilakukan di SMA Negeri Mojoagung Jombang, diketahui bahwa proses pembelajaran yang dilakukan di kelas masih belum optimal dalam penerapan model pembelajaran, dikarenakan pendidik masih terpaku pada metode konvensional. Siswa cenderung kurang aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini berpengaruh pada hasil belajar siswa yang rendah. Rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah bagaimana penerapan model pembelajaran dengan pendekatan kontekstual metode kooperatif teknik think pair share dan apakah model pembelajaran tersebut mampu meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan diskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan, obervasi atau pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan mulai 10 Januari 2015 – 26 Januari 2015. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS 1 yang berjumlah 30 siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi, wawancara, soal tes, dokumentasi dan catatan lapangan. Hasil belajar pada penelitian ini dilihat dari dua ranah, yakni kognitif, dan afektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual metode kooperatif teknik Think Pair Share secara umum meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IIS 1 SMA Negeri Mojoagung Jombang. Hasil belajar yang dilihat dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik diketahui mengalami peningkatan pada tiap siklusnya. Pada siklus I presentase siswa yang tuntas belajarnya sebesar 56,67%. Sedangkan pada siklus II presentase siswa yang tuntas belajarnya sebesar 86,67%. Saran bagi guru adalah dapat menerapkan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual metode kooperatif teknik Think Pair Share sehingga diharapkan dapat memperkaya cara guru dalam mengajar dan mengurangi tingkat kebosanan siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan dengan penerapan model pembelajaran tersebut diperoleh data hasil belajar siswa mengalami peningkatan.

Pengaruh sertifikasi guru ekonomi terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri di Kabupaten Tulungagung tahun ajaran 2014/2015 / Maeni Nur Ramadhani

 

ABSTRAK Ramadhani, Maeni Nur. 2015. Pengaruh Sertifikasi Guru Ekonomi Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri Di Kabupaten Tulungagung Tahun Ajaran 2014/2015. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Mardono, M.Si, (2) Drs. Ir. Yohanes Hadi Soesilo, S.Th, M.Div, M.E Kata Kunci : Sertifikasi Guru, Kompetensi Guru, Hasil Belajar Sertifikasi guru merupakan salah satu wujud perhatian pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sertifikasi guru berarti bahwa guru tersebut telah memenuhi kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki guru dalam meningkatkan mutu pendidikan yang dapat dilihat dari keberhasilan guru mentrasfer ilmu kepada siswa yang akan tampak pada hasil belajar siswa. Namun dalan kenyataannya, masih terdapat siswa yang masih belum dapat mengikuti pembelajaran dengan baik sehingga hasilnyapun tidak maksimal. Berkaitan dengan itu, diperlukan penelitian untuk melihat pengaruh sertifikasi guru terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara sertifikasi guru terhadap hasil belajar siswa. Sertifikasi guru tersebut dilihat dari kompetensi yang dimiliki oleh guru. Kompetensi tersebut adalah kompetensi Pedagogik, Kompetensi personal, kompetensi Profesional, dan kompetensi sosial. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif korelasional. Data dalam penelitian ini berupa data angket untuk mengukur kompetensi guru dan dokumen untuk hasil belajar siswa. Pengolahan data menggunakan bantuan program SPSS 16 for windows. Berdasarkan hasil analisis data tersebut didapatkan lima kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama adalah terdapat pengaruh kompetensi Pedagogik guru terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri di Kabupaten Tulungagung. Semakin baik kompetensi pedagogik guru akan semakin baik pula hasil belajar siswa. Kedua terdapat pengaruh signifikan antara Kompetensi Personal guru ekonomi terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri di Kabupaten Tulungagung. Semakin baik kompetensi personal guru akan semakin baik pula hasil belajar siswa. Ketiga terdapat pengaruh signifikan antara Kompetensi Professional guru ekonomi terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri di Kabupaten Tulungagung. Semakin baik kompetensi Profesional guru akan semakin baik pula hasil belajar siswa. Keempat terdapat pengaruh signifikan antara Kompetensi Sosial guru ekonomi terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri di Kabupaten Tulungagung. Semakin baik kompetensi sosial guru akan semakin baik pula hasil belajar siswa. Terakhir terdapat pengaruh signifikan antara sertifikasi guru ekonomi terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri di Kabupaten Tulungagung. Semakin baik kompetensi-kompetensi yang dimiliki guru akan semakin baik pula hasil belajar siswa.

Nilai-nilai moral dalam legenda di Kabupaten Ngawi (sebuah kajian sosiologi sastra) / Dani Sukma Agus Setiawan

 

ABSTRAK Setiawan, Dani Sukma Agus. 2015. Nilai-nilai Moral dalam Legenda di Kabupateng Ngawi. Tesis. Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mudjianto, M.Pd., (II) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd. Kata Kunci: nilai moral, legenda, Kabupaten Ngawi Legenda merupakan salah satu kekayaan sastra lisan yang terdapat di Indonesia. Beberapa legenda di antaranya berada di Kabupaten Ngawi, yakni legenda Ki Ageng Tawun, legenda Ki Ageng Plonco, legenda Jaka Buduk, dan legenda Adipati Kertanegara. Kemajuan teknologi dan moderenisasi semakin menggeser keberadaan tradisi sebagai kekayaan budaya. Sastra lisan semakin banyak ditinggalkan oleh penuturnya dan terancam punah dengan tidak adanya pendokumentasian. Penelitian ini berjudul“Nilai-Nilai Moral Legenda di Kabupaten Ngawi (Sebuah Kajian Sosiologi Sastra)”. Penelitian ini sebagai salah satu upaya pelestarian legenda dengan cara pendokumentasian dan pengkajian terhadap nilai-nilai yang ada dalam legenda. Selain untuk kelestarian legenda, peneliti berharap kajian akan bermanfaat bagi guru dan pendidik dalam pengembangan bahan ajar dengan berbasis budaya dan kearifan lokal menggunakan legenda di Kabupaten Ngawi. Penelitian ini difokuskan pada: (1) nilai moral individual,(2) nilai moral sosial, dan (3) nilai moral spiritual dalam legenda Ki Ageng Tawun, legenda Ki Ageng Plonco, legenda Jaka Buduk, dan legenda Adipati Kertanegara di Kabupaten Ngawi. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Data penelitian merupakan informasi verbal yang berupa transkrip hasil wawancara, catatan observasi, dokumentasi verbal dan non verbal (data pendukung) dari berbagai sumber data tentang isi cerita legenda di Kabupaten Ngawi. Sumber data ada dua macam yakni sumber data utama dan tambahan. Sumber data utama adalah penutur yang memiliki dan memahami tradisi lisan legenda tersebut. Ada tiga sumber data utama, yakni tokoh masyarat (kepala desa, tokoh adat, atau tetua yang memahami legenda), local genuin (pewaris atau keturunan dari tokoh dalam legenda), dan kuncen (juru kunci/ penjaga situs legenda). Sumber data tambahan merupakan dokumen-dokumen tentang legenda yang di dapat dari dinas pariwisata setempat dan dokumentasi yang berupa foto dari observasi lapangan tentang situs yang menjadi bukti keberadaan legenda. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan beberapa tahap yakni (1) obeservasi, (2) wawancara mendalam, (3) dokumentasi, (4) pengolahan data (transkrip data ke dalam teks cerita, dan penerjemahan teks cerita ke dalam bahasa Indonesia). Langkah-langkah analisis data data ilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) pembacaan teks seksama secara berulang, (2) menandai teks yang memiliki nilai-nilai moral individual, sosial, dan spiritual, (3) klasifikasi dan kodifikasi data dengan menggunakan instrumen dan panduan analisis, (4) interpretasi data dengan mengaitkan teori yang relevan yakni teori sastra lisan, nilai moral, teori etika, dan etika budaya Jawa, (5) membahas hasil temuan, dan (6) melakukan penyimpulan akhir. Penelitian ini menemukan nilai-nilai moral dalam legenda di Kabupaten Ngawi. Nilai-nilai moral yang ditemukan adalah sebagai berikut. (1) Nilai moral individual yang ditemukan antara lain adalah nilai kerja keras, nilai kemengertian, nilai tanggung jawab, nilai jiwa kesatria, nilai kecakapan, nilai budi pekerti, nilai kesederhanaan dan kerendahan hati, dan nilai keteguhan. (2) Nilai moral sosial yang ditemukan antara lain adalah nilai hormat dan kasih sayang, nilai pengorbanan, nilai kewajiban, nilai tanggung jawab, nilai kepemimpinan, nilai keadilan dan kebijaksanaan, nilai ketepatan janji, nilai kekeluargaan, nilai kegotongroyongan, dan nilai tolong-menolong.(3) Nilai moral spiritual yang ditemukan antara lain adalah nilai kepercayaan kepada Tuhan, nilai keiklasan dan kepasrahan pada Tuhan, nilai ajaran ritual kepercayaan, nilai kepercayaan pada hal gaib, nilai kepercayaan pada kekuatan supranatural, nilai ketaatan, dan nilai ketentraman batin. Saran dari peneliti demi kebaikan dan kebermanfaatan penelitian adalah sebagai berikut. (1) Saran kepada guru, hasil penelitiaan yang berkenaan dengan nilai-nilai moral dalam legenda supaya dimanfaatkan untuk diintegrasikan dengan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia sebagai pembelajaran berbasis budaya dan kearifan lokal. (2) Saran kepada dosen pengampu mata kuliah apresiasi sastra dan sastra lisan, model penelitian ini supaya dimanfaatkan sebagai contoh penerapan apresiasi sastra dan analisis terhadap sastra lisan. (3) Saran kepada peneliti selanjutnya, penelitian ini supaya dijadikan sebagai wacana bagi penelitian serupa terhadap legenda di Kabupaten Ngawi, mengingat masih banyaknya kekayaan budaya dan kearifan lokal yang belum digali.

Analisis upaya guru ekonomi dalam mengembangkan minat siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 7 Malang / Nurul Hidayah

 

ABSTRAK Hidayah, Nurul. 2015. Analisis Upaya Guru Ekonomi Dalam Mengembangkan Minat Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Progam Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan EkonomiEkonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Agung Haryono, S.E., M.P., Ak, (II) Dr. Hadi Sumarsono, S.T., M.Si Kata Kunci: upaya guru, mengembangkan minat, mata pelajaran ekonomi, faktor pendukung, faktor penghambat Faktor internal siswa yang mempengaruhi belajar salah satunya adalah minat. Minat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal siswa. Faktor eksternal yang berada di kelas adalah guru, materi pelajaran, media pembelajaran dan teman kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengembangkan minat pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 7 Malang beserta faktor pendukung dan penghambatnya berdasarkan faktor eksternal siswa yaitu guru, materi pelajaran, media pembelajaran dan teman kelas. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitiandeskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Data penelitian berupa pemaparan hasil observasi guru, hasil wawancara dengan siswa berkaitan dengan minatdanupaya guru serta hasil wawancara guru yang mencangkup upaya guru serta data dokumentasi guru berupasurattugas. Keabsahan data menggunakan trianggulasi data. Berdasarkan hasil analisisdata ditemukan 21 upaya guru dan dua faktor pendukung serta dua faktor penghambat upaya guru. Upaya-upaya tersebut adalah memberikancontohkegiatanekonomi yang berhubungandengansiswa, memilih nomor urut presentasi dengan permainan, mengaitkanmateridengankegiatanberkoperasi, menggunakan sistem poin plus, memberikan pertanyaan acak, menggunakan sistem poin minus, tidak membatasi pertanyaan, mengalihkan pertanyaan pada siswa lain, melakukan sistem rolling tempat duduk, mengarahkan keterlibatan siswa dengan berwirausaha, peran komunikator guru dengan bahasa yang mudah dipahami, peran demonstrator dengan melibatkansiswadalampemberiancontoh, peran mediator dengan menyediakan alat media pembelajaran, peran evaluator dengan pembentukan kelompok, menumbuhkan budaya malu, serta melakukan refleksi, keterampilan gaya pembelajaran dengan memberikanpenguatandanmotivasi, keterampilan model pembelajaran dengan diskusi kelas, tanya-jawab, dan ceramah, keterampilan keragaman pembelajaran dengan membedakan kebutuhan belajar siswa, menggunakan LKS dan membebaskan sumber materi pelajaran, memberikesempatan siswa memilih media pembelajaran untuk presentasi, pembentukan kelompok, serta memberikan pertanyaan pada teman kelas yang mengganggu. Sedangkan dua faktor pendukung tersebut adalah faktor guru dan media pembelajaran serta faktor penghambatnya adalah teman kelasdanmateripelajaran.

I-writing: a CEFR-aligned e-writing assessment as the final school examination in the senior high school Milieu / David Imamyartha

 

ABSTRAK Imamyartha, David (2015). I-Writing: SebuahPenilaian e-Writing yang Tersejajardengan CEFR sebagaiUjianAkhirSekolah di ranahSekolahMenengahAtas. Tesis. Program StudiPendidikanBahasaInggris, PascasarjanaUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Gunadi Harry Sulistyo, M.A., (II) Dr. Emalia Iragiliati, M.Pd. Kata kunci: keabsahantes, I-Writing, tersejajardenganCEFR, e-assessment Penelitaninidilandasiolehmasalahkeabsahanujianmenulis yang terdapat di beberapaSekolahMenengahAtas di Indonesia. Hambatan administrasi yang luas dari tes menulis bahkan telah menyebabkan teka-teki dalam administrasinya. Dikhususkan untuk memecahkan masalah tesmenulis, studi ini ditujukanuntukmenerapkankerangkarujukan yang lazim di Eropa (CEFR) dane-assessment. Penelitian ini menerapkanmetodePenelitian dan Pengembangan (R and D) untuk mengatasi masalah pendidikan yang berkaitan dengan tes menulis. Bagian penelitiandilaksanakan melalui studi kasus pada tiga SMA di Malang untuk menyelidiki masalah keabsahan tesmenulis sebagai ujian akhir sekolah dan untukmenghasilkan sejumlah data sebagai dasar untuk pengembangan produk. Bagianpenelitian dari studiinimenggaliberagam data untuk pengembangan produk. Semua tes yang diteliti dalam studi kasus terbukti tercemar dengan masalah-masalah keabsahan tes. Sebuah tinjauan literatur terkait menghasilkankemampuan bahasa komunikatif(CLA) yang teradaptasi dalam tes menulis dan model kompetensi menulis. Duaproduktersebutberkaitandengankanon retorika dan penilaian berbasis kognitif pada, dari, dan untuk pembelajaran (CBAL ). Kedua konsep tersebutkemudian merancah pengembangan konstruksi tes, rubrik penilaian multi-ciri, pernyataanBisa-Melakukan I-Writing, danskalakemahiran I-Writing. Dalam penyelarasan I-Writing denganCEFR, adaempat langkah yang diterapkan: 1 ) pengenalan, 2 ) spesifikasi, 3 ) standarisasi, dan 4 ) validasi empiris. Setelah tryout dan validasi ahli, ditemukan bahwa I-Writing telah terbukti valid. Validasi ahlimenunjukan kualitas produk yang cukuptinggi, dalam skala 1sampai5, denganrincianpenilaiansebagai berikut: keabsahan berbasisteori(4,00), keabsahan konteks (4.60), keabsahan skor (4,28), keabsahan konsekuensial (4,00), otentisitas ( 5.00), dan keinteraktifan(4,60). Validasi empiris berhasil menguatkan validasi ahli sebabjugamenunjukanpenilaian tinggi, yang meliputipenilaian berikut: keabsahan berbasisteori(3,96), keabsahan konteksmenurut siswa (4,11), keabsahan konteks menurut guru (3,90) keabsahanpenilaianberdasarkan survei (4,15), keabsahanpenilaian berdasarkan ujicoba (4,31), keabsahan konsekuensial menurut siswa (4,11), keabsahan konsekuensial menurut guru (4,29) otentisitas (4,66), keinteraktifan (4,36), kepraktisan menurut guru (3,99), kepraktisan menurut siswa (3,57), dan kegunaansitus I-Writing (4.15). Validasi inijuga membuktikan penyelarasan I- Writing denganCEFR. Namun, beberapa aspek dari produk tetap memerlukan revisi.

Keutuhan struktur wacana opini dalam media massa cetak / Lukfika Dwiyanti

 

Kata kunci: keutuhan, struktur wacana opini, media massa cetak. Wacana ialah satuan bahasa yang terdiri atas seperangkat kalimat yang mempunyai hubungan pengertian antara yang satu dengan yang lain. Suatu wacana dituntut memiliki keutuhan struktur. Keutuhan ini dibangun oleh komponen-komponen yang terjalin dalam suatu organisasi kewacanaan yang disebut strukur wacana. Aspek yang mempengaruhi keutuhan wacana itu adalah kohesi dan koherensi. Kohesi dan koherensi berfungsi sebagai alat pembentuk wacana. Kajian kohesi meliputi kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. Kajian kohesi gramatikal meliputi referensi, substitusi, elipsis, dan konjungsi. Kajian kohesi leksikal meliputi sinonim, repetisi, kolokasi, antonim, hiponim, dan ekvivalensi. Pada koherensi, kajiannya meliputi hubungan sebab-akibat, sarana-hasil, alasan-sebab, sarana-tujuan, latar-kesimpulan, kelonggaran-hasil, syarat-hasil, hubungan perbandingan, parafrastis, amplikatif, aditif waktu, aditif non waktu, identifikasi, generik-spesifik, dan ibarat. Kohesi dan koherensi dapat menghasilkan sebuah wacana dengan kesatuan makna yang utuh dan terpadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Jenis penelitian ini adalah analisis wacana. Data penelitian ini adalah kalimat dan paragraf dalam wacana opini media massa cetak Kompas dan Jawa Pos, khususnya yang terdapat penggunaan unsur kohesi dan koherensi. Sumber data penelitian ini adalah media massa cetak Kompas dan Jawa Pos, khususnya yang memuat opini tentang kasus plagiarisme karya ilmiah, peringatan hari pers nasional, dan perdebatan seputar Rancangan Undang-Undang tentang Hukum Material Peradilan Bidang Perkawinan (RUU HMPBP) pada bulan Pebruari 2010. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa tabel-tabel sistematika data hasil analisis. Penggunaan tabel bertujuan untuk menjaring data yang menyangkut penggunaan piranti kohesi dan koherensi dalam wacana opini media massa cetak. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penemuan data penelitian, pencatatan data, serta penyeleksian data. Langkah-langkah analisis data meliputi klasifikasi data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara ketekunan/keajegan pengamat. Hasil penelitian ini adalah deskripsi bentuk piranti kohesi dan koherensi yang digunakan dalam wacana opini media massa cetak. Bentuk piranti kohesi dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu kohesi antarkalimat dan kohesi antarparagraf. Piranti kohesi gramatikal yang ditemukan penggunaannya dalam media massa cetak Kompas dan Jawa Pos adalah referensi, elipsis, dan konjungsi. Wujud penggunaan referensi anafora dalam kalimat dapat ditandai dengan kata mereka yang mengacu pada kalimat sebelumnya, sedangkan untuk konjungsi katafora dapat ditandai dengan kata poin pertama dan poin kedua yang mengacu pada kalimat sebelumnya. Penggunaan elipsis ditandai dengan adanya penghilangan kata atau beberapa kata dalam kalimat untuk kepraktisan bahasa. Wujud penggunaan konjungsi dalam kalimat yaitu pada kata akan tetapi untuk konjungsi adversatif, kata kemudian untuk konjungsi temporal, kata meski untuk konjungsi subordinatif, dan kata apalagi untuk konjungsi korelatif. Untuk piranti kohesi leksikal ditemukan penggunaan repetisi. Pada repetisi, wujud penggunaannya ditandai dengan pengulangan suatu kata pada kalimat berikutnya. Struktur koherensi juga dikategotikan menjadi dua kelompok, yaitu koherensi antarkalimat dan antarparagraf. Struktur koherensi yang ditemukan dalam wacana opini media massa cetak Kompas dan Jawa Pos meliputi hubungan sebab-akibat, hubungan sarana-hasil, hubungan alasan-sebab, hubungan latar-kesimpulan, hubungan parafrastis, hubungan amplikatif, hubungan aditif waktu beruntun, hubungan identifikasi, hubungan generik-spesifik, dan hubungan ibarat. Wujud penggunaan hubungan sebab-akibat dapat ditandai dengan kata akibatnya. Untuk hubungan sarana-hasil wujud penggunaannya ditandai dengan adanya kalimat yang menyatakan sarana dan hasilnya dinyatakan pada kalimat berikutnya. Wujud penggunaan hubungan alasan-sebab dapat ditandai dengan kata sebab. Penggunaan hubungan latar-kesimpulan dapat ditandai dengan kata jadi sebagai penunjuk suatu kesimpulan. Penggunaan hubungan parafrastis ditandai dengan adanya pengungkapan isi kalimat sebelumnya dengan cara yang lain pada kalimat berikutnya. Wujud penggunaan amplikatif dapat dilakukan dengan menambahkan contoh untuk memperkuat pernyataan kalimat sebelumnya. Untuk hubungan aditif waktu beruntun dapat ditandai dengan kata pertama-tama dan kemudian. Penggunaan hubungan identifikasi ditandai dengan adanya kalimat penjelas yang mengidentifikasi suatu istilah dari kalimat sebelumnya. Wujud penggunaan hubungan generik-spesifik dapat ditandai dengan menyebutkan salah satu contoh sebagai spesifikasi yang memperkuat penjelasan dari kalimat sebelumnya. Penggunaan hubungan ibarat dapat ditandai dengan adanya unsur pengandaian dalam kalimat. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disampaikan saran yang ditujukan kepada beberapa pihak sebagai berikut. Bagi para guru bahasa Indonesia diharapkan dapat mencermati hasil penelitian untuk memperoleh masukan materi bahan ajar untuk memperkaya pengetahuan siswa dan meningkatkan keterampilan berbahasa siswa sesuai kaidah bahasa, khususnya yang berkaitan dengan bidang analisis wacana (kohesi dan koherensi). Bagi mahasiswa jurusan bahasa dan sastra Indonesia diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan referensi untuk menyelesaikan tugas kuliah yang terkait dengan bidang analisis wacana, khususnya tentang kohesi dan koherensi.

Pengaruh kompetensi dan komitmen guru mata pelajaran ekonomi terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa Jurusan IPS di SMA dan MA Negeri se-Kota Batu / Weni Sri Wardani

 

ABSTRAK Wardani, Weni Sri. 2015. PengaruhKompetensiDan KomitmenGuru Mata PelajaranEkonomiTerhadapHasilBelajar Mata PelajaranEkonomiSiswaJurusan IPS Di SMA Dan MA Negeri Se-Kota Batu.Skripsi, JurusanEkonomi Pembangunan, Program StudiPendidikanEkonomi, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Sri UmiMintartiWidjaja, S.E., M.P. Ak. (II) Drs. Mardono, M.Si., Kata Kunci :Kompetensi Guru, Komitmen Guru, HasilBelajar Indonesia sebagai Negara yang kaya sumberdayaalammemilikipeluangbesaruntukberkembangnamunmutusumberdayamanusia (SDM) masihperluditingkatkanmelaluipendidikanuntukmembentukindividu-individu yang berkualitas.Peranseorang guru sebagaipendidiktidakakanlepasdariduniapendidikan, dimanakompetensidankomitmen guru berpengaruhterhadaphasilbelajarpesertadidik. Semakinbaikkompetensidankomitmen guru makasemakinbaik pula hasilbelajarpesertadidik. Tujuandaripenelitianiniuntukmengetahui: 1) pengaruhkompetensi guru terhadaphasilbelajarpesertadidik, 2) pengaruhkomitmen guru terhadaphasilbelajarpesertadidik, 3) pengaruhkompetensidankomitmen guru terhadaphasilbelajarpesertadidikjurusan IPS padamatapelajaranekonomi di SMA dan MA Negeri Se-Kota Batu. Penelitianinimenggunakanpendekatanpenelitiankuantitatifdengan format deskriptif.Data tentangkompetensi guru dankomitmen guru dalampenelitianinidiperolehdenganmenggunakan instrument angket yang dikontroldenganwawancaradiisioleh 12 guru sebagairesponden.Data kemudiandianalisisdenganmenggunakanmetodeanalisisdeskriptifpersentasedanregresi linier berganda. Hasildaripenelitianinimenunjukkanterdapatpengaruhantarakompetensidankomitmen guru terhadaphasilbelajarpesertadidikbaiksecarasimultanmaupunparsial.Secarasimultankompetensidankomitmen guru memilikipengaruhsebesar 92.240 % terhadaphasilbelajarpesertadidik.Secaraparsialpengaruhkompetensi guru terhadaphasilbelajarpesertadidiksebesar 44.504 %, sedangkankomitmen guru terhadaphasilbelajarpesertadidikmemilikipengaruhsebesar 47.736 %.

Pengembangan bahan ajar menyimak prosa fiksi berbasis nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata bagi siswa SMP kelas VIII / Susandi

 

ABSTRAK Susandi. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Menyimak Prosa Fiksi Berbasis Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata bagi Siswa SMP Kelas VIII.Tesis. Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Abdus Syukur Ghazali, M.Pd., (II) Dr. Nurhadi, M.Pd. Keywords:pengembangan, bahan ajar, kompetensi menyimak,prosa fiksi, nilai-nilai pendidikan karakter Pembelajaran menyimak prosa fiksi berbasis nilai-nilai pendidikan karakter memosisikan nilai-nilai pendidikan karakter sebagai dasar dalam pembahasan tentang manusia dan kehidupannya. Penelitian ini dilaksanakan untuk meneliti dan mengembangkan bahan ajar menyimak prosa fiksi berbasis pendidikan karakter dalam novel Laskar Pelangikarya Andrea Hirata. Bahan ajar ini dikembangkan berdasarkan kompetensi mendengarkan yang terdapat dalam KTSP 2006 untuk jenjang SMP kelas VIII semester II, yaitu memahami unsur intrinsik novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan(1) wujud produk bahan ajar menyimak prosa fiksi berbasis nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata bagi siswa SMP kelas VIII;(2) penyajian bahan ajar menyimak prosa fiksi berbasis nilai-nilai pendidikan karakter dalamnovel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata bagi siswa SMP kelas VIII; (3) penggunaan bahasa dalam produk bahan ajar menyimak prosa fiksi berbasis nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata bagi siswa SMP kelas VIII; dan (4) grafika bahan ajar menyimak prosa fiksi berbasis nilai-nilai pendidikan karakter dalamnovel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata bagi siswa SMP kelas VIII. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Rancangan pengembangan produk bahan ajar dalam penelitian ini diadaptasi dari teori desain R & D oleh Borg dan Gall. Berdasarkan desain tersebut, prosedur penelitian dan pengembangan ini dilaksanakan melalui lima tahap, yaitu (1) melakukan studi pendahuluan, (2) melakukan perencanaan, (3) mengembangkan jenis/bentuk produk awal, (4) melakukan uji coba lapangan tahap awal dan revisi, (5) melakukan uji coba lapangan utama dan revisi. Uji coba produk bahan ajar dilakukan kepada (1) ahli materi pembelajaran apresiasi sastra, (2) ahli penulisan bahan ajar, (3) guru Bahasa Indonesia, dan (4) siswa. Hasil data uji coba produk bahan ajar diperoleh dari angket. Data penelitian ini berupa data nonverbal dan verbal. Data nonverbal berupa skor penilaian, sedangkan data verbal berupa komentar dan saran perbaikan dari ahli, guru, dan siswa. Data dianalisis dengan (1) mendeskripsikan kemenarikan produk bahan ajar melalui penghitungan persentase kelayakan bahan ajar dan (2) mendeskripsikan kelayakan produk bahan ajar melalui penghitungan persentase kelayakan bahan ajar. Perbaikan dilakukan berdasarkan komentar dan sarandari ahli, guru, dan siswa yang disampaikan secara tertulis dan lisan. Perbedaan hasil pengembangan produk bahan ajar ini dengan bahan ajar kompetensi mendengarkan lain terletak pada pemanfaatan beberapa bagian naskah yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi. Beberapa bagian naskah yang telah dipilih tersebut kemudian diubah ke dalam bentuk rekaman pembacaan novel yang dilakukan oleh ahli pembacaan prosa fiksi, yakni Bapak Darmanto, S.Pd., M.Pd. Pemilihan naskah-naskah tersebut didasarkan pada kebutuhan tentang pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam nilai-nilai pendidikan karakter yang akan diintegrasikan dalam produk bahan ajar ini. Nilai-nilai pendidikan karakter tersebut mencakup nilai jujur, cerdas, peduli, dan tangguh. Komponenbahan ajar initerbagiatastigabagian, yaitu (1) pendahuluan, (2) isi, dan (3) penutup.Padabagianpendahuluan bukuteksterdapattigakomponen, yaitu (a) judul, (b) prakata, dan (c) daftarisi. Pada bagian isi,penyajianmateridalambukuteksdilengkapidengan (1) gambar, ilustrasi, atautabel; (2) sumberacuan; (3) soallatihanbervariasidanbergradasi; dan (4) rangkuman.Padabagian penutup bukuteksterdapat (1) daftarpustaka; (2) indekssubjek; dan (3) daftaristilah (glosarium);serta (4) lembar kerja siswa. Hasil penelitian berupa hasil analisis data dari angket ahli materi pembelajaran sastra diperoleh skor persentase sebesar 97,14% dan ahli penulisan bahan ajar diperoleh skor persentase sebesar 98,9%, yang artinya produk pengembangan valid/sangat layak untuk digunakan.Kemudian, analisis data dari praktisi lapangan dalam hal ini guru Bahasa Indonesiadiperoleh skor persentase 76,67%, yang artinya produk pengembangan cukup valid/layak untuk digunakan. Adapun hasil uji coba lapangan terhadap siswa diperoleh skor persentase 85,125% yang artinya produk pengembangan juga cukup valid/layak untuk digunakanuntuk pembelajaran menyimak prosa fiksi siswa SMP kelas VIII Semester II. Simpulan hasil penelitian dan pengembangan ini adalah produk pengembangan Bahan Ajar Menyimak Prosa Fiksi Berbasis Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata bagi Siswa SMP Kelas VIII valid dan efektif serta layak untuk digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar menyimak prosa fiksi siswa. Dari segi kepraktisan, bahan ajar ini telah dinilai praktis. Sebagai saran pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru dan siswa disarankan menggunakan bahan ajar ini dalam pembelajaran memahami unsur intrinsik novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan. Selanjutnya, produk pengembangan ini dapat disebarluaskan di semua kelas di sekolah yang bersangkutan atau bahkan di dalam forum MGMP. Produk bahan ajar ini juga dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk media pembelajaran interaktif, sehingga pembelajaran memahami unsur-unsur intrinsik novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan menjadi lebih menarik.

Kecenderungan perilaku konsumsi dalam pengelolaan uang saku per hari berdasarkan pemahaman materi perilaku konsumen dan status sosial ekonomi orang tua siswa kelas X IIS SMA Negeri 1 Batu / Putri Eka Wulansari

 

ABSTRAK Wulansari, Putri Eka. 2015. Kecenderungan Perilaku Konsumsi dalam Pengelolaan Uang Saku Per Hari Berdasarkan Pemahaman Materi Perilaku Konsumen dan Latar Belakang Status Sosial Ekonomi Orang Tua Siswa Kelas  IIS SMA Negeri 1 Batu.Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Agung Haryono, S.E, M.P, Ak. (II) Dr. Imam Mukhlis, S.E, M.Si. Kata Kunci: Pemahaman, Materi Perilaku Konsumen, Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Perilaku Konsumsi, Pengelolaan Uang Saku. Perilaku konsumsi dalam pengelolaan uang saku merupakan tindakan dalam mengatur dan membelanjakan uang saku yang diperoleh siswa dari orang tuanya untuk membeli, menggunakan, serta menghabiskan nilai guna suatu barang dan/atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya di sekolah. Pemahaman materi perilaku konsumen yang baik akan memudahkan siswa dalam berperilaku kehidupan sehari – hari sehingga diharapkan berpengaruh baik pula terhadap perilaku konsumsi dalam pengelolaan uang saku per harinya . Selain itu, latar belakang status sosial ekonomi orang tua juga memiliki peranan dalam pemenuhan kebutuhan siswa dalam pemberian uang saku yang diterima siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan perilaku konsumsi dalam pengelolaan uang saku per hari siswa berdasarkan pemahaman materi perilaku konsumen siswa dan kecenderungan perilaku konsumsi dalam pengelolaan uang saku per hari siswa berdasarkan latar belakang status sosial ekonomi orang tua siswa Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IIS yang memperoleh pembelajaran Ekonomi yang berjumlah 146 siswa. Pengambilan sampel dengan menggunakan rumus slovi. Teknik pengambilan menggunakan teknik proportional random sampling sebanyak 107 siswa responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis chi square. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah soal tes dan angket/kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Terdapat Kecenderungan perilaku konsumsi dalam pengelolaan uang saku per hari siswa berdasarkan pemahaman materi perilaku konsumen siswa kelas  IIS SMA Negeri 1 Batu. (2) Terdapat kecenderungan perilaku konsumsi dalam pengelolaan uang saku per hari siswa berdasarkan latar belakang status sosial ekonomi orang tua siswa kelas  IIS SMA Negeri 1 Batu. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan : (1) Bagi guru ekonomi diharapkan lebih kreatif lagi dalam penyampaian materi dengan memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari – hari.(2) Bagi siswa diharapkan lebih giat lagi meningkatkan pemahaman dan pengetahuannya tentang ilmu ekonomi (3) Bagi orang tua diharapkan dapat memberikan arahan dan pengertian kepada anaknya untuk mengelola uang saku yang diberikan dengan baik dan diharapkan mampu memahami kebutuhan anak selama di sekolah sehingga orang tua dapat memberikan jumlah uang saku yang cukup.

Implementasi pembelajaran dengan model Team game Tournament (TGT) sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas X SMA negeri Mojoagung tahun pelajaran 2014/2015 / Ratna Wahyu Purwaningtyas

 

ABSTRAK Purwaningtyas, Ratna Wahyu. 2015. Implementasi Pembelajaran Dengan Model Team Game Tournament (TGT) Sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas X Sma Negeri Mojoagung Tahun Pelajaran 2014/2015. Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Lisa Rokhmani, M.Si (II) Drs. Mardono, M.Si Kata Kunci: Model Pembelajaran Team Games Tournament, Prestasi Belajar. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan yang dilakukan peneliti di kelas X-IIS3 SMA Negeri Mojoagung, metode yang sering digunakan pada pelajaran ekonomi adalah metode ceramah yang mengakibatkan siswa cenderung pasif. Prestasi belajar siswa juga kurang memuaskan. Kurangnya kesempatan bagi siswa untuk ikut aktif dalam pembelajaran, akibatnya siswa merasa jenuh dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan selama proses pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari ulangan harian siswa pada materi peran pelaku ekonomi dan pasar, dimana tidak lebih dari 80% dan 50% siswa kelas X-IIS3 yang nilainya lebih dari 75 pada rentang 0-100. Oleh karena itu peneliti menerapkan model Team Games Tournament di kelas X-IIS3 tersebut. Diharapkan dengan penerapan model Team Games Tournament, siswa dapat meningkatkan prestasi belajar yang baik. Penelitian ini dimaksudkan untuk rancangan pembelajaran dan mendiskripsikan tentang proses pembelajaran ekonomi dengan menerapkan model pembelajaran Team Games Tournament. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi: 1) hasil observasi selama proses pembelajaran yang berpedoman pada lembar observasi, 2) hasil catatan lapangan, 3) hasil tes. Data penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan presentase siswa yang lulus SKBM (Standar Ketuntasan Belajar Minimal) yang ditetapkan sekolah pada siklus II yakni 88.9% siswa kelas X-IIS3 memeperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 75. Berdasarkan penelitian tersebut, model pembelajaran Team Games Tournament yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa memiliki lima komponen, yaitu (1) presentasi kelas, (2) belajar kelompok, (3) permainan, (4) kompetisi/ turnamen, dan (5) penghargaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka peneliti menyarankan kepada guru untuk menjadikan model pembelajaran Team Games Tournament sebagai alternative model pembelajaran untuk diterapkan di kelas.

Ketahanan tanaman kedelai [Glycine max (L.) Merrill] generai F3 terhadap CPMMV (Cowpea Mild Mottle Virus) / Dwi Yunita Laili Fitriah Cholis

 

Kata Kunci: KEDELAI, TANAMAN - KETAHANAN Kedelai merupakan tanaman yang rentan terhadap infeksi virus. Hasil produksi kedelai nasional mengalami penurunan, salah satu faktor yang menyebabkan adanya infeksi virus. Salah satu virus yang menyerang kedelai adalah Cowpea Mild Mottle Virus (CPMMV). CPMMV merupakan virus yang cukup potensial untuk mempengaruhi penurunan hasil produksi kedelai sampai 90%. Salah satu cara meningkatkan produksi kedelai, dengan menggunakan varietas kedelai tahan virus. Upaya perakitan tanaman kedelai tahan virus berdaya hasil tinggi telah dilakukan, dan telah sampai pada generasi F3 hasil persilangan empat varietas kedelai berdaya hasil tinggi tetapi peka CPMMV yaitu Anjasmoro, Mahameru, Gumitir dan Argopuro dan dua genotipe tahan CPMMV yaitu MLGG 0021 dan MLGG 0268. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) adanya perbedaan ketahanan tanaman kedelai generasi F3 berdasarkan perbedaan waktu skoring, 2) adanya perbedaan ketahanan tanaman kedelai antara galur-galur generasi F3, 3) adanya perbedaan ketahanan kedelai generasi F3 terhadap serangan CPMMV antara galur yang terkait perbedaan waktu skoring. Penelitian ini merupakan penelitian survai dengan melihat gejala intensitas serangan CPMMV pada tanaman kedelai pada umur tanaman kedelai 22 hst dan 32 hst. Pengamatan dilakukan pada delapan galur tanaman kedelai generasi F3 yang masing-masing hasil persilangan Argopuro x MLGG 0021, Argopuro x MLGG 0268, Anjasmoro x MLGG 0268, Anjasmoro x MLGG 0021, Gumitir x MLGG 0268, Gumitir x MLGG 0021, Mahameru x MLGG 0268, dan Mahameru x MLGG 0021 setiap galur berjumlah 42 baris tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) ada perbedaan ketahanan tanaman kedelai generasi F3 terhadap serangan CPMMV berdasarkan perbedaan waktu skoring, rata-rata intensitas serangan CPMMV pada skoring kedua lebih tinggi daripada rata-rata skoring pertama. Rendahnya rata-rata intensitas serangan pada skoring pertama menunjukkan ketahanan tanaman kedelai pada saat skoring pertama lebih tinggi daripada saat skoring kedua, 2) ada perbedaan ketahanan antara galur-galur generasi F3 terhadap serangan CPMMV, 3) ada perbedaan ketahanan tanaman kedelai generasi F3 terhadap serangan CPMMV antara galur yang terkait dengan perbedaan waktu skoring.

Analisis hubungan Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Non Performing Loan (NPL) terhadap penyaluran kredit UMKM pada PT. Bank Rakyat Indonesia periode 2007-2014 / Razan Fahlevi

 

ABSTRAK Fahlevi, Razan.2015.Analisis Hubungan Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Non Performing Loan (NPL) Terhadap Penyaluran Kredit UMKM Pada PT Bank Rakyat Indonesia Periode 2017-2014. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Lisa Rokhmani, M.Si (II) Drs. Mardono. M.Si Kata Kunci :Penyaluran Kredit, Loan to Deposit Ratio, Non Performing Loan Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegiatan perbankan yang berpengaruh terhadap UMKM yang memiliki peran sentral dalam perekonomian secara keseluruhan, sehingga perlu di adakannya pengembangan dan menumbuhkan semangat baru untuk lebih focus dalam menata kegiatan UMKM di Indonesia guna menuju perekonomian yang lebih baik. Maka dari itu upaya memperbaiki dan memperkuat di sektor UMKM yang khususnya di perbankan menjadi suatu hal yang sangat penting. Peranan perbankan ini memang sangatlah diharapkan mampu secara aktif meningkatkan pembangunan ekonomi nasional maupun regional. Faktor internal dari sisi perbankan yang diperkirakan mempengaruhi bank dalam menyalurkan kredit, yang bisaberasal dari likuiditas yang ditunjukan dengan Loan to Deposit Ratio (LDR), dan dari kredit bermasalah yang ditunjukan dengan Non Performing Loan (NPL). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis korelasi product moment. Populasi yang digunakan adalah data triwulan Kredit UMKM PT Bank BRI periode 2007-2014. Penelitian ini menggunakan data publikasi Bank Indonesia serta data publikasi BUMN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :(1) Terdapat korelasi yang positif dan kuat pada Loan to Deposit Ratio terhadap penyaluran kredit UMKM PT Bank BRI, (2) Terdapat pengaruh yang negative dan rendah pada Non Performing Loan terhadap penyaluran kredit UMKM PT Bank BRI.

Pemanfaatan minyak biji jarak pagar (Jatropha Curcas L.) sebagai insektida nabati untuk pengendalian larva selenothrips rubrocinctus giard / Kirana Nur Hayati

 

Kata kunci: Minyak biji jarak pagar, Insektisida nabati, Mortalitas, Selenothrips rubrocinctus G. Jarak pagar (Jatropha curcas L.) famili Euphorbiaceae adalah tanaman yang mengandung senyawa kimia phorbol ester, curcin dan tryglyserida yang berpengaruh terhadap kehidupan serangga. Berdasarkan senyawa kimia tersebut, jarak pagar berpotensi sebagai insektisida nabati yang relatif aman terhadap lingkungan. Selenothrips rubrocinctus merupakan hama yang bersifat polifagus. Selain menyerang tanaman jarak pagar, serangga ini juga menjadi hama pada beberapa jenis tanaman budidaya lain, antara lain jambu mete, kopi, kakao, manggis, alpukat, mangga, makadamia, jambu biji, kacang tanah dan kapas. Kerusakan yang ditimbulkan oleh serangga hama ini terutama terjadi pada daun, bunga dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian aksesi, konsentrasi dan waktu pengamatan yang berbeda yang mempunyai pengaruh paling kuat terhadap mortalitas larva S. rubrocinctus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dalam faktorial. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2009 di Laboratorium Entomologi Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (BALITTAS) Karangploso Malang. Perlakuan terdiri atas tiga aksesi minyak biji jarak pagar aksesi IP. 1A (Improf Population) adalah aksesi yang didapat/diperoleh dari tanaman hasil pilihan dalam kebun induk dari Asembagus, yang memiliki produktivitas tinggi, kandungan minyak juga tinggi, aksesi SM 111 adalah aksesi yang berasal dari Nusa Tenggara Barat dan aksesi SP 8 adalah aksesi yang berasal dari Sulawesi Selatan) dengan berbagai konsentrasi yaitu kontrol air, kontrol air + detergen, 5 ml minyak biji jarak pagar + 1 g detergen/L air, 10 ml minyak biji jarak pagar + 1 g detergen /L air, 20 ml minyak biji jarak pagar + 1 g detergen /L air, 40 ml minyak biji jarak pagar + 1 g detergen /L air. Larva S. rubrocinctus disemprot dengan insektisida nabati sesuai konsentrasi, menggunakan alat “spray chamber”. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Diulang 5 kali, setiap ulangan terdiri dari 50 larva S. rubrocinctus. Pengamatan dilakukan pada 24 jam, 48 jam, 72 jam, 96 jam, dan 120 jam setelah penyemprotan dan di tandai dengan data mortalitas. Analisis data menggunakan analisis faktorial dan dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian aksesi, konsentrasi dan waktu pengamatan yang berbeda memberikan pengaruh terhadap mortalitas larva S. rubrocinctus. Pemberian macam aksesi yang berpengaruh paling kuat terhadap mortalitas larva S. rubrocinctus adalah SP 8 hingga 35,31 %. Konsentrasi yang berpengaruh paling kuat terhadap mortalitas larva S. rubrocinctus adalah 40 ml minyak biji jarak pagar + 1 g detergen/L air hingga 28,84 %. Sedangkan waktu pengamatan yang berpengaruh paling kuat terhadap mortalitas larva S. rubrocinctus adalah pada 120 jam hingga 31,32 %.

Urutan pemerolehan struktur kalimat bahasa Indonesia sebagai bahasa asing / oleh Bambang Yulianto

 

Pengembangan panduan latihan beban bagian kaki melalui media elektronik untuk member di Atlas Fitness Center Kota Malang / Zubairi

 

ABSTRAK Zubairi. 2015. PengembanganPanduanLatihanBebanBagian Kaki Melalui Media ElektronikuntukMember Di Atlas Fitness Center Kota Malang. Skripsi.JurusanIlmuKeolahragaan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Supriyadi, M.Kes., (2) Dra. Sri Purnami, M.Pd. Kata kunci: penelitianpengembangan, media elektronik,fitness, latihanbeban,otot bagian kaki, Atlas fitnesscenter Kota Malang Berdasarkanpenelitianawaldananalisiskebutuhan yang sudahdilakukanpeneliti di Atlas fitness center Kota Malang diperolehinformasibahwa: (1) 100% member Atlas Fitness centermembutuhkanmacam-macambentuklatihanbebanuntukmelatihototbagian kaki, (2) 100% member di Atlas fitness centerperlu media untukmembantumemandulatihan kaki, (3) 80% member di Atlas fitness center membutuhkan media elektronikpanduanlatihanbebanbagian kaki, (4) 100% membersetujubila di Atlas fitness center Kota Malang adapanduanlatihanbebanbagian kaki melalui media elektronik. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengembangkanpanduanlatihanbebanbagian kaki melalui media elektronikuntukmember di Atlas Fitness Centerkota Malang. Berdasarkanhasilujikelompokkecildenganmenggunakan 10 memberdiperolehpersentasesebesar 81,39% tergolongkategorisangat valid. Hasilujikelompokbesardenganmenggunakan 30 memberdiperolehpersentasesebesar 82,96% tergolongkategorisangat valid sehinggapanduanlatihanbebanbagian kaki melalui media elektronikuntukmember di Atlas Fitness Centerkota Malang dapatdigunakan.Hasilpengembanganberupa media elektronikflipbook yang berisikanpanduanlatihanbebanbagian kaki denganbentuk-bentuklatihannya, yaitu; Barbell lunges, Barbell squat, Standing calf raises, Flying squat, Dumbell flying squat, Hammer Squat, Flying Lunges, Dumbell flying lunges, Hammer lunges, Crab dumbell squat, besertavariabel-variabelnya yang dikemasmenjadiprodukyang berbentukflash. Hasilpengembanganinihanyasampaitersusunsebuahproduk, belumsampaipadatingkatefektivitasproduk yang dikembangkan, sehingga saran penelitipadapenelitianselanjutnyaperludilanjutkansampaipadaefektivitasproduk yang dikembangkan.Peneliti berharapinstrukturataupersonal trainersebaiknyalebihkreatifdaninovatifdalamhalpengembangandanpemanfaatan media panduandalam proses pemahamaninformasi yang akanmerangsangmemberuntuklebihtertarikdenganlatihanbeban yang akhirnyabermuarapadapercepatan proses pemahamanmemberterhadaplatihanbebanterutamalatihanbebanbagian kaki.

Perolehan kalimat bahasa Indonesia dalam karangan narasi siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri 2 Purwanegara, Purwokerto Utara, Banyumas / Kuntoro

 

ABSTRAK Kuntoro, 2015. Perolehan Kalimat Bahasa Indonesia dalam Karangan Narasi Siswa Kelas III Sekolah Dasar Negeri 2 Purwanegara, Purwokerto Utara, Banyumas. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Suparno, (2) Prof. Dr. H. Abdul Syukur Ibrahim, (3) Dr. Sunaryo, HS, S.H., M.Hum Kata Kunci: perolehan, kalimat, narasi, siswa sekolah dasar Penelitian ini memaparkan perolehan kalimat bahasa Indonesia siswa kelas III SD Negeri 2 Purwanegara, Purwokerto, Banyumas, dengan fokus pada: (1) perolehan kalimat tunggal dan (2) perolehan kalimat majemuk. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan mendeskripsikan (1) perolehan kalimat tunggal dan (2) perolehan kalimat majemuk. Data penelitian ini adalah satuan gramatikal: kalimat dan klausa yang terdapat pada wacana/teks karangan siswa kelas III SD Negeri 2 Purwanegara, Purwokerto. Sumber data penelitian ini adalah karangan narasi siswa kelas III SD Negeri 2 Purwanegara, Purwokerto. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan catat (baca dan catat), yakni membaca karangan siswa dengan cara saksama dan dilanjutkan dengan mencatat data dalam kartu data. Untuk menjaring data yang tepat digunakan instrumen yang berupa parameter penentuan kalimat tunggal dan kalimat majemuk, serta penentuan pola kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Data dianalisis dengan menggunakan metode (1) metode padan yakni menetapkan identitas satuan lingual dengan mengacu pada unsur penentu: (a) referensial, (b) mitra wicara, dan (2) metode agih (metode distribusional), teknik dasar bagi unsur langsung, dengan (a) teknik lesap, (b) teknik ganti, (c) teknik perluas, (d) teknik balik, dan (e) teknik ubah ujud. Berdasarkan hasil analisis data dapat dikemukakan kesimpulan mengenai perolehan kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Perolehan kalimat tunggal sebagai berikut. Pertama, penguasaan kalimat tunggal mencakup pemakaian pola-pola (fungsi dan peran kalimat) kalimat tunggal, meliputi (a) pola dasar kalimat tunggal mayor dan (b) pola turunan kalimat mayor, (c) pola kalimat minor. Kedua, penguasaan pola dasar kalimat tunggal mayor mencakup (1) pola S-P meliputi: (a) S/ag-P/ak, (b) S/pengl-P/sta, (c) S/identr-P/identf, (2) pola S-P-O dengan pola peran (a) S/ag-P/ak-O/ps, (3) S-P-Pel meliputi: (a) S/ag-P/ak-Pel/ps, (b) S/ag-P/ak-Pel/lok, (c) S/ag-P/ak-Pel/resp, (d) S/ag-P/ak-Pel/reslt. Penguasaan pola dasar kalimat tunggal mayor mencerminkan kemampuan menyusun kalimat dengan mengisi dua atau lebih fungsi dan peran sintaktis yang wajib hadir. Ketiga, penguasaan pola turunan kalimat tunggal mayor meliputi: (1) pola turunan kalimat tunggal mayor dengan perluasan atau penambahan keterangan dan atau pelengkap, (2) pola turunan dengan pembentukan pasif. Pola perluasan mencakup: (a) perluasan pola S/ag-P/ak, (b) perluasan pola S/pengl-P/sta, (c) perluasan S/ag-P/ak-O/ps. Penguasaan pola turunan kalimat tunggal mayor merupakan kemampuan pengembangan pola dasar dengan menambah, mempermutasikan keterangan, dan membentuk kalimat pasif. Keempat, pemakaian bentuk pasif tersebut dapat dilihat dari dua segi, yakni segi bentuk dan segi pengisian peran subjek. Dari bentuk, terdapat pemakaian pasif bentuk di- dan pasif bentuk persona. Dari segi peran, subjek diisi peran ‘pasien’ atau ‘reseptif’ dan predikat diisi peran ‘pasif. Pola turunan kalimat tunggal mayor dalam bentuk pasif (1) S-P-O: (a) S/ps-P/psf-O/ag, (b) S/benef-P/psf-O/ps, (c) S/benef-P/psf-O1/ps-O2/ag, (2) S-P-Ket: (a) S/ps-P/psf-Ket/sb, (b) S/ps-P/psf-Ket/ins, (3) S-P-Pel: (a) S/resp-P/psf-Pel/ps, (4) Ket-S-P: (a)Ket/lok-S/ps-P/psf, (5) Ket-S-P-Pel: (a) Ket/lok-S/ps-P/psf-Pel/ag, (6) Ket-S-P-O-Ket: (a) Ket/tem-S/ps-P/psf-O/ag-Ket/tuj. Kelima, penguasaan kalimat minor mencakup pola (1) P/sta, (2) P/ak, dan (3) Pel/ps. Pemakaian kalimat minor mencerminkan kemampuan menyusun kalimat dengan menghadirkan atau melesapkan salah satu fungsi sintaktis. Perolehan kalimat majemuk sebagai berikut. Pertama, penguasaan kalimat majemuk mencakup (1) penguasaan pola kalimat majemuk setara, (2) kalimat majemuk bertingkat, dan (3) kalimat majemuk campuran. Kedua, penguasaan pola kalimat majemuk setara rapatan meliputi (1) pola kalimat majemuk setara rapatan predikat, (2) pola kalimat majemuk setara rapatan predikat dan objek; (3) pola kalimat majemuk setara rapatan predikat dan pelengkap (4) pola kalimat majemuk setara rapatan predikat dan keterangan; (5) pola kalimat majemuk setara rapatan keterangan, (6) pola kalimat majemuk setara rapatan subjek, (7) pola kalimat majemuk setara rapatan subjek dan predikat, (8) pola kalimat majemuk setara rapatan subjek dan objek, (9) pola kalimat majemuk setara rapatan subjek dan keterangan, (10) pola kalimat majemuk setara rapatan subjek, predikat dan pelengkap, (11) pola kalimat majemuk setara rapatan keterangan dan subjek, (12) pola kalimat majemuk setara rapatan keterangan, subjek, dan predikat, (13) pola kalimat majemuk setara rapatan keterangan, predikat, dan pelengkap, (14) pola kalimat majemuk setara rapatan keterangan, predikat, dan keterangan, (15) pola kalimat majemuk setara rapatan keterangan, subjek, predikat, dan keterangan. Penguasaan kalimat majemuk rapatan merupakan kemampuan menggabungkan dua atau lebih klausa yang sederajat, kemampuan memilih konjungsi, dan merapatkan gagasan/klausa yang sama. Ketiga, penguasaan pola kalimat majemuk setara tak rapatan mencakup kemampuan (1) menggabungkan dua klausa setara, (2) menggabungkan tiga klausa setara. Penggabungan tersebut menyatakan hubungan penambahan dengan penanda konjungsi dan, lalu, hubungan pertentangan dengan penanda hubungan tetapi, dan hubungan penegasan dengan penanda konjungsi ternyata. Keempat, penguasaan pola kalimat majemuk bertingkat mencakup (1) kalimat majemuk bertingkat dengan klausa atasan mendahului klausa bawahan dan (2) kalimat majemuk bertingkat dengan klausa bawahan mendahului klausa atasan. Pembentukan kalimat majemuk bertingkat dengan klausa atasan mendahului klausa bawahan, klausa bawahan ditempatkan sebagai pengisi fungsi (1) predikat, (2) objek, (3) pelengkap, dan (4) keterangan. Kalimat majemuk dengan klausa bawahan mendahului klausa atasan, klausa bawahan sebagai pengisi fungsi keterangan. Kelima, kalimat majemuk campuran merupakan penggabungan dari kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat. Penyusunan kalimat majemuk campuran mencerminkan kemampuan siswa menggabungkan dua atau tiga gagasan dalam klausa secara setara dan menempatkan gabungan klausa setara sebagai pengisi fungsi lain pada klausa atasan atau sebaliknya.

Pengaruh interval training terhadap peningkatan daya tahan VO2Max pemain futsal Klub Kawat Duri Malang / Rizal Achmad Fatoni

 

ABSTRAK Fatoni, Rizal Achmad. 2014.PengaruhInterval TrainingterhadapPeningkatan Daya Tahan VO2 MaxPemain Futsal Klub Kawat Duri Malang. Skripsi, JurusanPendidikanJasmanidan Kesehatan, Program Sarjana Universitas Negeri Malang, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing:(I) Dr. Hariyoko, M.Pd, (II) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd Kata kunci:eksperimen, interval training,daya tahan vo2 max. Kemampuanfisiksalahsatukomponen yang paling dominandalampencapaianprestasiolahraga.Prestasiolahragatidakakanterlepasdariunsur-unsurtaktik, teknikdankualitaskondisifisik. Seorangatletsangatmembutuhkankualitaskekuatan, dayatahan, fleksibilitas, kecepatan, agilitas, dankoordinasigerak yang baik.Aspek-aspektersebutsangatdibutuhkan agar mampubergerakdanbereaksidenganbaikselamapertandingan.Seorangatlet yang inginmajuatautetapdapatmempertahankanprestasinya, selainharusberlatihteknik, jugaharustetapberlatihfisiksecarateratur. Denganlatihantertentudanteraturkemampuanfisikseorangpemaindapatmeningkat, kapasitasdifusiparu orang terlatihlebihbaikdaripada orang tidakterlatih. Makin tinggikemampuanfisikseseorang, makinmampumengatasibebankerja yang diberikan, ataudengan kata lainkemampuanproduktivitas orang tersebutmakintinggi. Yang perludiperhatikanolehseorangpemain, yaitukeadaanfisikdanteknik yang dikuasasi olehpemain.Untukitu, perludiperhatikanmekanisme yang mendasarisuatulatihan yang diberikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen dengan sampel penelitian yang terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok ekperimen dan kelompok kontrol. Pada setiap kelompok terdiri dari 15 sampel yang dilakukan uji prestest dan postest. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruhinterval trainingterhadappeningkatandayatahan VO2 maxpemain futsal Kawat Duri Malang. Hasil data dari penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis varian satu jalur atau one way anova dengan taraf signifikansi 0,05. Dari uji tersebut diperoleh Fhitung sebesar 4,8485< 4,20 Ftabelpada hasil pretest dan posttest kelompok eksperimen, kemudian untuk kelompok kontroldiperoleh Fhitung sebesar 0,0085< 4,20 dan untuk selisih kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol diperoleh Fhitungsebesar 23,30 > 4,20 Ftabel. Perolehan tersebut merujuk pada hasil penelitian yang diperoleh. Kesimpulanada pengaruh signifikan antara interval training dengan latihankonvensional terhadap peningkatan daya tahan pemain. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, interval training dan latihan konvensional dapatdigunakandalammeningkatkandayatahanpemain, namunbila dilihat dari perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan interval training memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap peningkatan daya tahan VO2 max pemain futsal Kawat Duri Malang.

Pengembangan variasi model latihan teknik dasar passing dan shooting permainan futsal peserta ekstrakurikuler di SMP Muhammadiyah 2 Malang / Gigieh Karunia Sasongko

 

ABSTRAK Sasongko, Gigieh Karunia. 2015. Pengembangan Variasi Model Latihan Teknik Dasar Passing Dan Shooting Dalam Permainan Futsal Peserta Ekstrakurikuler Di SMP Muhammadiyah 2 Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Gatot S. M,Kes (II) dr. Rias Gesang K. M, Kes Kata Kunci: latihan teknik dasar passing dan shooting, peserta ekstrakurikuler Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan peneliti kepada peserta ekstrakurikuler futsal di SMP Muhammadiyah 2 Malang pada tanggal 09 Januari 2015, latihan passing dan shooting yang dilakukan tidak efektif dan tidak sesuai dengan yang diharapkan, serta belum adanya panduan yang jelas dan pasti dalam melaksanakan program latihan passing dan shooting. Pada penelitian awal melalui penyebaran angket analisis kebutuhan (need assessment) kepada 30 peserta ekstrakurikuler futsal di SMP Muhammadiyah 2 Malang, dengan hasil sebagai berikut: peserta ekstrakurikuler futsal di SMP Muhammadiyah 2 Malang menjawab sangat perlu dikembangkannya latihan teknik dasar passing dan shooting dan membutuhkan variasi model latihan teknik dasar passing dan shhoting, peserta ekstrakurikuler futsal di SMP Muhammadiyah 2 Malang juga membutuhkan panduan dalam melaksanakan latihan teknik dasar passing dan shooting dan dikemas dalam bentuk buku panduan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan variasi model latihan teknik dasar passing dan shooting dalam permainan futsal peserta ekstrakurikuler SMP Muhammadiyah 2 Malang. Serta dengan adanya model latihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan passing dan shooting serta dapat menjadi solusi dalam latihan. Metode penelitian ini mengacu pada model pengembangan research and development (R&D) dari Borg dan Gall. Dan Langkah-langkah dalam penelitian dan pengembangan ini mengacu pada konsep dari Ardhana, yaitu bahwa setiap pengembang berhak memilih langkah-langkah yang paling tepat untuk penelitiannya berdasar kondisi yang dihadapi. Sedangkan analisis yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari penelitian awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Hasil pengembangan variasi model latihan teknik dasar passing dan shooting dalam permainan futsal peserta ekstrakurikuler di SMP Muhammadiyah 2 Malang diperoleh data sebagai berikut: (1) justifikasi ahli kepelatihan sebesar 83,33% (sangat valid), (2) justifikasi ahli bidang futsal sebesar 85,60% (sangat valid), (3) justifikasi ahli media sebesar 82,00% (sangat valid), (4) uji coba kelompok kecil sebesar 81,54% (sangat valid), (5) uji coba tahap kelompok besar sebesar 82,97% (sangat valid). Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa variasi model latihan teknik dasar passing dan shooting dalam permainan futsal peserta ekstrakurikuler di SMP Muhammadiyah 2 Malang menarik untuk dilakukan, aman untuk dilakukan, mudah untuk dilakukan, tepat untuk dilakukan, serta bermanfaat untuk peserta ekstrakurikuler futsal di SMP Muhammadiyah 2 Malang. Produk yang dikembangkan berupa model latihan yang baru, dan mengutamakan waktu latihan yang efektif dengan cara menambahkan repetisi dan jarak dalam setiap latihan. Latihan aman dilakukan karena setiap model latihan dilakukan bergantian. Latihan mudah untuk dilakukan dengan konsep langkah-langkah yang mudah dipahami. Latihan tepat untuk peserta ekstrakurikuler futsal di SMP Muhammadiyah 2 Malang karena diadaptasikan dengan ciri-ciri latihan pada umumnya dan latihan passing dan shooting dalam permainan futsal khususnya. Kemanfaatan latihan sangat dominan karena untuk mempermudah peserta ekstrakurikuler futsal di SMP Muhammadiyah 2 Malang dalam melaksanakan latihan passing dan shooting. Pengembangan variasi model latihan teknik dasar passing dan shooting dalam permainan futsal peserta ekstrakurikuler di SMP Muhammadiyah 2 Malang ini dapat membantu peserta ekstrakurikuler futsal lebih semangat dan antusias dalam mengikuti latihan. Hasil dari penelitian ini adalah 4 macam variasi model latihan passing dan 4 macam variasi model latihan shooting dalam permainan futsal dan dikemas kedalam buku panduan. Dimana terdapat 4 macam variasi model latihan teknik dasar passing dan 4 macam variasi model latihan teknik dasar shooting, lalu ada petunjuk pelaksanaan dan alat-alat yang digunakan. (1) Variasi latihan dasar passing 1 menggunakan 3 orang untuk latihan melakukan passing, dibentuk beberapa kelompok dan bergantian, (2) variasi latihan dasar passing 2 menggunakan 3 orang untuk melakukan latihan passing dibentuk beberapa kelompok dan bergantian, (3) variasi latihan dasar passing 3 menggunakan 7 orang untuk melakukan latihan dasar passing dibentuk beberapa kelompok dan bergantian, (4) variasi latihan dasar passing 4 menggunakan 6 orang untuk melakukan latihan dasar passing dibentuk beberapa kelompok dan bergantian (5) variasi latihan dasar shooting 1 menggunakan keseluruhan peserta untuk melakukan latihan dasar shooting terdiri dari 1 penjaga gawang dan sisanya menjadi penendang dibagi 2 kelompok, (6) variasi latihan dasar shooting 2 menggunakan 1 penjaga gawang dan 1 pemain melakukan rebound dan peserta lainnya melakukan shooting di bagi 2 kelompok dan bergantian, (7) variasi latihan dasar shooting 3 menggunakan 1 penjaga gawang dan 1 pemain melakukan rebouend dan peserta lainnya melakukan shooting di bagi 2 kelompok dan bergantian, (8) variasi latihan dasar shooting 4 menggunakan 1 penjaga gawang, 1 orang passing 1 orang rebound dan 1 orang shooting di bagi 2 kelompok dan bergantian.

Kedudukan Bhatari Durga di Jawa pada abad X-XV Masehi / oleh Hariani Santiko

 

Pengembangan variasi latihan teknik dasar passing, dribbling, dan control dalam permainan sepakbola untuk usia 12-14 tahun di Sekolah Sepakbola (SSB) Purbaya Kota Madiun / Danendra Arfianto

 

ABSTRAK Arfianto, Danendra. 2015.”Pengembangan Variasi Latihan TeknikDasar Passing, Dribbling, Dan Control DalamPermainanSepakbolaUntukUsia 12-14 Tahun Di SekolahSepakbola (SSB) Purbaya Kota Madiun”Skripsi, Jurusan Pendidikan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr.EkoHariyanto, M. Pd (II) FahrialAmiq, S. Or, M. Pd. Kata Kunci: pengembangan, variasilatihan, sepakbola, passing, dribbling dancontrol Permainansepakbolaadalahpermainanyang sederhana, banyak orang beranggapanbahwabisamenendangdanmenggiring bola berartibisabermainsepakbola.Berdasarkandarihasilobservasi yang telahdilakukan diSekolahSepakbola (SSB)Purbaya Kota Madiun, padamaterimengumpan, menggiringdanmenghentikan bola, penelitimenemukanmasalahyaitupadasaatsiswamelaksanakan proses belajarmengumpan, menggiringdanmenghentikan bola terlihatkurangefektifdanmengalamikekurangandalampelaksanaannya. Tujuan penelitian iniadalahmengembangkanvariasilatihanteknikdasarpassing, dribbling dancontrol dalampermainansepakbolamelalui media video, agar dalamlatihansepakbolasiswalebihbervariasi. Model pengembanganyang digunakandalampenelitianinimenggunakan model yang dikembangkanoleh Borg & Gall yaitu: (1) Melakukananalisiskebutuhan, (2) Mengembangkanprodukawal, (3) Validasiahli, (4) Ujicobakelompokkecil, (5) Revisiproduk, (6) Ujicobakelompokbesar, (7) Revisiprodukakhir, (8) Revisiprodukakhiratau yang dilakukanberdasarkanhasilujilapangan, (9) Produkakhir, setelahsemualangkahdilaksanakan, jadilahprodukakhirberupavariasilatihanteknikdasarpassing, dribbling dancontrol dalampermainansepakbolauntukusia 12-14 tahun di sekolahsepakbola (SSB) Purbaya Kota Madiun, (10) Ujiefektivitas, menggunakanOne-Group Pretest-Posttest Design, yaitudenganmelakukanpretestatautesawalkemudiandiberiperlakuanselama 8 pertemuankemudianmelakukanposttestatautesakhir. Dari evaluasiahlikepelatihansepakbolamendapatkanhasil77,78% makaprodukpengembanganinibaikdandapatdigunakansebagai media latihan. Dari evaluasipelatihsepakbolamendapatkanhasil 78,70% makaprodukpengembanganinibaikdandapatdigunakansebagai media latihan. Dari evaluasiahli media mendapatkanhasil80,37% makaprodukpengembanganinibaikdandapatdigunakansebagai media latihan. Dari ujicobakelompokkecildiperolehhasil80,37%, sehinggapengembanganinidapatdiujicobakankelompokbesar. Dari ujicobakelompokbesarmendapatkanhasil 85,85%, sehinggaprodukpengembanganpenelitianinidapatdigunakansebagaimedia latihanbagiSekolahSepakbola (SSB) Purbaya Kota Madiun. Setelahdilakukanpenelitiandapatdisimpulkanbahwaprodukpengembanganvariasilatihanteknikdasarpassing, dribblingdancontroldalampermainansepakbolauntukusia 12-14 tahun di SekolahSepakbola (SSB) Purbaya Kota Madiundapatdigunakansebagai media belajarmandiridandapat mempermudah siswa, serta dapat membantu siswa memvisualisasikangerakanlatihanteknikdasarpassing, dribblingdancontrol.

Penyisipan informasi ke dalam citra digital dengan Singular Value Decomposition (SVD) / Ahmad Solikhudin

 

ABSTRAK Solikhudin, Ahmad. 2015. Penyisipan Informasi ke dalam Citra Digital dengan Singular Value Decomposition (SVD). Skripsi, Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Mohammad Yasin, S.Kom, M.Kom. Kata Kunci: penyisipan, informasi, citra digital, Singular ValueDecomposition Di zaman sekarang ini banyak terjadi perkembangan di ilmu pengetahuan di bidang teknologi, salah satunya adalah internet. Dengan adanya internet seseorang dapat bertukar informasi walaupun dengan jarak yang sangat jauh. Di sisi lain beberapa pihak memanfaatkan internet untuk kegiatan yang merugikan pihak lain yaitu pencurian informasi. Berbagai macam teknik digunakan untuk melindunginya, salah satunya dengan digital watermarking. Melalui digital watermarking informasi akandisisipkan ke dalam media digital tanpa mempengaruhi media digital itu sendiri. Beberapa media digial yang dapat digunakan yaitu citra, video, suara, dan teks. Dalam karya tulis ini penulis menggunakan Informasi dan media digital berupa citra digitaldengan ekstensijpg. Pada skripsi ini, penulis menggunakan metode Singular Value Decomposition (SVD) untuk menyisipkan informasi ke dalam media digital. Metode tersebut mendekomposisi citra digital menjadi matriks-matriks persegi. Metode penyisipan informasi dengan SVD ternyata cukup baik dalam mempertahankan citra pada saat proses ekstraksi. Dari hasil percobaan menghasilkan tingkat kemiripan terhadap informasi asli sebesar 0.97200.Hasil ini menunjukkan bahwa implementasi digital watermarkingdengan menggunakan metodeSVD ternyata menunjukkan kinerja ketahanan yang cukup baik.

Gelanggang subboole dan sifat kekomutatifannya / Syaiful Ridzal Zulkarnain

 

ABSTRAK Zulkarnain, S.R. 2015. Gelanggang subBoole dan Sifat Kekomutatifannya. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hery Susanto, M.Si. Kata kunci: Gelanggang Boole, Gelanggang subBoole, Nilpoten, Radikal Jacobson, Pusat. Suatu gelanggang Boole R adalah gelanggang yang yang memenuhi sifat x^2=x untuk setiap x∈R, yang tentu saja mengakibatkan x^2 y-xy^2=0. Dari sifat yang demikian dapat didefinisikan suatu gelanggang baru subBoole R^' yaitu gelanggang yang memenuhi sifat x^2 y-xy^2∈N untuk unsur-unsur x,y∈R^'\(N∪J∪C) , dimana N adalah himpunan semua nilpoten dari R^', J merupakan radikal Jacobson dari R^', dan C merupakan pusat dari R^'. Dalam penelitian ini akan dibahas beberapa teorema (dalam jurnal karya Yaqub, Adil yang berjudul Generalization of Boolean Ring) yang menyebabkan gelanggang subBoole R^' komutatif.

Proses berpikir siswa dalam memahami konsep fungsi pada siswa kelas III.A.2 SMA Santun Untan Pontianak tahun ajaran 1994/1995 / oleh Rustam

 

Identifikasi keaslahan siswa SMP dalam proses menyelesaikan soal pisa dan pemberian scaffolding / Syaiful Hidayah

 

ABSTRAK Hidayah, Syaiful. 2014. IdentifikasiKesalahanSiswa SMP dalam Proses MengerjakanSoal PISA danPemberian Scaffolding.Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Matematika, FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Subanji, M.Si., Kata Kunci: Identifikasi, KesalahanSiswa, soalPISA, Scaffolding Kesulitan yang dialami siswa berdampak pada kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika.Kesulitan yang dihadapisiswaberdampakpadarendahnyaprestasisiswa Indonesia padaProgramme for International Student Assessment (PISA) yaitu berada di peringkat 64 dari 65 negara padatahun 2012. Penelitian ini mengungkap jenis kesalahan siswa SMPN 15 Malang kelas VII dalam proses menyelesaikan soal PISA dan pemberian scaffolding. Jenis kesalahan yang dialami siswa dalam proses menyelesaikan soal PISA meliputi: (1) kesalahan interpretasi bahasa, (2) kesalahan menggunakan data, (3) Kesalahan teknis, (4) kesalahan menarik kesimpulan. Subjek penelitian ini terdiri 6 siswa dari 2 siswadengan kemampuan matematika tinggi, 2 siswa dengan kemampuan matematika sedang, dan 2 siswa dengan kemampuan matematika rendah. Sebagai upaya mengatasi masalah tersebut, maka peneliti memberikan scaffolding kepada subjek penelitian. Scaffolding yang diberikan berupa dukungan untuk belajar dan mengatasi masalah yang diberikan secara bertahap dan seminimal mungkin dengan mengacu pada tahapan explaining, reviewing, and restructuring. Berdasarkan hasil penelitian,baik siswa dengan kemampuan matematika tinggi, sedang, maupun rendah semua melakukan kesalahan interpretasi bahasa pada pertanyaan 1 dan pertanyaan 2. Pemberian scaffoldingpadakesalahaninimeliputi penjelasan (explaning)dan peninjauan kembali hasil kerja (reviewing). Kesalahan menggunakan data hanya muncul pada proses pengerjaan pertanyaan 1. Kesalahaninidialamiolehsiswa dengan kemampuan matematika sedangdan rendah.Pemberian scaffoldingpadakesalahaninimeliputi penjelasan (explaning)danarahan (reviewing). Kesalahan teknisdialamiolehsiswaberkemampuantinggidanrendah.Pemberian scaffoldingpadakesalahaninimeliputipenjelasan (explaning), arahan (reviewing), dan perbaikan(restructuring). Kesalahan penarikankesimpulanhanyadialamiolehsiswaberkemampuanrendah.Kesalahanini mengidentifikasikansiswacerobohdalammenarikkesimpulandanpemberianscaffoldingdenganmemberiarahan (reviewing).

Pengembangan media pembelajaran dengan bantuan komputer pada materi bilangan pecahan untuk kelas IV SD / Karmila

 

Evaluasi kinerja operasional angkutan umum bus trayek Dampit-Malang / Eka Adi Kurniawan

 

ABSTRAK Kurniawan, Eka, Adi. 2015. Evaluasi Kinerja Operasional Angkutan Umum Bus Trayek Dampit - Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Boedi Rahardjo, M.Pd., M.T., (II) Drs. Adjib Karjanto, S.T, M.T. Kata kunci: kinerja, angkutan umum, Bus, Trayek Banyaknya jumlah penduduk yang ada di Kecamatan Dampit menjadikan tingginya angka permintaan untuk pelayanan angkutan umum dalam kota yang menghubungkan antara Kecamatan Dampit dan daerah lainnya, ini disebabkan karena banyaknya masyarakat yang menjual barang dagangannya di luar Kecamatan Dampit, bekerja di pemerintahan Kota Malang, dan menempuh pendidikan di Kota Malang.Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya kendaraan bermotor yang digunakan oleh masyarakat Kecamatan Dampit Kabupaten Malang yang menyebabkan sepinya penumpang angkutan umum khususnya Bus yang beroperasi pada Trayek Kecamatan Dampit – Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi kinerja angkutan umum Bus Trayek Kecamatan Dampit-Kota Malang, yang mencakup Load Factor (faktor muat), Kecepatan Perjalanan, Headway, Waktu Perjalanan,Waktu Pelayanan, Frekuensi Kendaraan, Waktu tunggu penumpang, Awal dan Akhir perjalanan. Pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan metode survey OnBoard dan survey Offboard untuk mendapatkan data –data naik turun penumpang, waktu perjalanan, headway, Kecepatan perjalanan, Analisis data menggunakan alat bantu software Microsoft Excel. Hasil analisis penelitian yang didapatkan; (1) Load Factor Onboard dari terminal Kecamatan Dampit – Terminal Gadang Kota Malang rata-rata untuk mewakili hari libur Minggu sebesar 26,33%, untuk hari kerja Senin 42,44%, (2) Load Factor Offboard hari kerja Selasa dari terminal Kecamatan Dampit – Terminal Gadang Kota Malang 46,67%, (3) Kecepatan perjalanan rata-rata hari Minggu 26,95 km/jam, hari Senin 27,51 km/jam, (4) Headway rata-rata terminal Kecamatan Dampit selama 6,96 menit, (5) Waktu perjalanan Rata-rata hari Minggu 02:17 menit/km, hari Senin 02:16 menit/km, (6) waktu pelayanan Terminal Dampit selama 14,5 jam, (7) rata-rata frekuensi kendaraan perhari pada hari Selasa 11 kendaraan/jam, (8) rata-rata waktu tunggu penumpang terminal Dampit 3,48 menit, (9) awal dan Akhir perjalanan Terminal Dampit adalah mulai pukul 04.00 – 18.40 Wib.

Pengembangan perangkat pembelajaran dengan model penemuan terbimbing pada materi bangun ruang sisi datar untuk siswa SMP kelas VIII / Zahrotul Aminah

 

ABSTRAK Aminah, Zahrotul. 2015. Pengembangan Perangkat Pembelajaran dengan Model Penemuan Terbimbing pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar untuk Siswa SMP Kelas VIII. Skripsi. Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Rustanto Rahardi, M.Si Kata Kunci : perangkat pembelajaran, model penemuan terbimbing, bangun ruang sisi datar Pelaksanaan pembelajaran pada Kurikulum 2013 menuntut guru untuk melakukan inovasi dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan perangkat pembelajaran dengan model penemuan terbimbing. Di sisi lain, berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru matematika kelas VIII SMP Negeri di kota Malang ditemukan bahwa salah satu materi pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa adalah materi bangun ruang sisi datar. Oleh karena itu, pengembang bermaksud mengembangkan perangkat pembelajaran dengan model penemuan terbimbing pada materi bangun ruang sisi datar untuk siswa SMP kelas VIII. Perangkat pembelajaran dengan model penemuan terbimbing adalah perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dirancang agar siswa terlibat secara aktif dalam menemukan sendiri konsep dan pengetahuan baru tentang materi yang dipelajari dengan bimbingan dan petunjuk yang mengarahkan dari guru. Tujuan pengembangan yang dilakukan adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran dengan model penemuan terbimbing pada materi bangun ruang sisi datar yang valid, praktis, dan efektif. Model pengembangan mengacu pada model pengembangan Plomp yang terdiri atas: (1) tahap investigasi awal, (2) tahap desain, (3) tahap realisasi/konstruksi, dan (4) tahap tes, evaluasi, dan revisi. Dalam pengembangan ini, dilakukan tiga uji terhadap kualitas produk pengembangan yaitu uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji keefektifan. Uji kevalidan dilakukan oleh tiga orang validator yang terdiri dari satu orang dosen matematika dan dua orang praktisi. Sedangkan uji kepraktisan dan uji keefektifan dilakukan dengan melakukan uji coba produk pada 30 orang siswa kelas VIII sebagai subjek uji coba yang diamati oleh satu orang praktisi dan dua orang observer. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil yaitu: (1) skor kevalidan RPP dan LKS berturut-turut adalah 3,65 dan 3,69, (2) skor kepraktisan RPP dan LKS berturut-turut adalah 3,73 dan 3,52, dan (3) persentase siswa yang mendapatkan nilai di atas SKM yakni 75 pada KD 3.9 adalah 93,33%. Dengan demikian, perangkat pembelajaran dengan model penemuan terbimbing pada materi bangun ruang sisi datar yang dihasilkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Meskipun perangkat pembelajaran telah dinyatakan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif, revisi berdasarkan komentar atau saran dari validator dan hasil ujicoba tetap dilakukan demi penyempurnaan produk yang dikembangkan.

Pengaruh iklan media cetak dan brand image (citra merek) terhadap keputusan konsumen dalam membeli handphone merek Nokia (studi pada mahasiwa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Nico Hardian Nugroho

 

Kata kunci: iklan media cetak, brand image, keputusan pembelian Keberadaan handphone atau telepon genggam sudah banyak membanjiri pasar perangkat keras di Indonesia. Dari banyaknya handphone yang beredar di pasar, pengaruh iklan media cetak dan brand image terhadap keputusan pembelian handphone sangat berpengaruh besar dalam menentukan pilihan. Nokia selaku perusahaan handphone terbesar di Indonesia melakukan promosi baik dari segi periklanan dan dari aspek-aspek lainnya seperti brand image yang mampu membangun kredibilitas perusahaan tersebut. Kedua macam pengaruh ini diaplikasikan oleh konsumen ketika membeli handphone merek Nokia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi pengaruh iklan media cetak dan brand image pengguna handphone merek Nokia pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dalam membeli handphone merek Nokia, mengetahui pengaruh variable iklan media cetak (X1) dan brand image (X2) secara parsial maupun simultan terhadap keputusan pembelian (Y) handphone merek Nokia, dan mengetahui sub variable yang dominan mempengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini dilakukan pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Populasi dalam penelitian ini yaitu pengguna handphone merek dilakukan pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dengan jumlah sampel sejumlah 100 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik accidental sampling dan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa iklan media cetak (X1), dan brand image (X2) mempunyai nilai thitung masing-masing (7,392; 3,075) sedangkan nilai Fhitung sebesar 40,750 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai  0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan iklan media cetak (X1), dan brand image (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) handphone merek Nokia baik secara parsial maupun simultan. Sedangkan faktor berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian handphone merek Nokia adalah iklan media cetak (X1).

Hubungan antara keefektifan sertifikasi guru, kompetensi profesional, semangat kerja, dan budaya mutu dengan kinerja guru sekolah dasar negeri di Kabupaten Jember / Muhammad Muhajir

 

Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd, (II) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D., dan (III) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd Kata kunci: keefektifan sertifikasi guru, kompetensi profesional, semangat kerja, budaya mutu, dan kinerja guru Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa. Pendidikan sebagai salah usaha mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan serta ikut bertanggung jawab atas penyiapan tenaga kerja terdidik dengan kualifikasi yang dapat diandalkan untuk menjamin prestasi dan performance yang sepadan dengan tuntutan masa depan. Keunggulan daya saing sangat tergantung dari kualitas sumber daya manusia , dan hal itu tidak akan datang dengan sendirinya. Kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan melalui proses pendidikan. Guru memiliki peran dan tanggungjawab yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Jika ada tuntutan bagi guru untuk meningkatkan kinerjanya, hal itu terutama dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional, dan pada gilirannya untuk membuat bangsa Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Pemyataan tersebut mengisyaratkan tanggungjawab dari para guru yang sudah sejak lama berada digaris depan pendidikan. Sekarang ini rendahnya kinerja guru banyak disoroti sebagai penyebab utama merosotnya mutu pendidikan nasional. Karena itu ada suatu kebutuhan yang mendesak untuk menemukan upaya dan strategi untuk meningkatkan kinerja guru demi memperbaiki proses belajar-mengajar dikelas. Keefektifan sertifikasi guru, kompetensi profesional guru, semangat kerja guru, dan budaya mutu diduga sebagai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja guru SD Negeri di Kabupaten Jember. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran hubungan antara variabel keefektifan sertifikasi guru, kompetensi profesional guru, semangat kerja guru, budaya mutu, dan kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Jember. Apakah terdapat hubungan langsung atau tidak langsung dari variabel-variabel tersebut dan bagaimana model hubungan antar variabel secara struktural. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan sertifikasi guru, kompetensi profesional guru, semangat kerja guru, budaya mutu dan kinerja guru pada Sekolah Dasar di Kabupaten Jember. Selain itu, untuk mengetahui ada tidaknya hubungan masing-masing variabel, baik hubungan secara langsung maupun hubungan tidak langsung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian survey. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan subyek yang berkaitan dengan keefektifan sertifikasi guru, kompetensi profesional guru, semangat kerja guru, dan budaya mutu dengan kinerja guru pada pendidikan dasar di Kabupaten Jember. Sampel penelitian sebanyak 275 guru pada taraf signifikan 0,05%, diambil dari populasi sebesar 1248 guru SD yang menyebar di 31 kecamatan di Kabupaten Jember dengan teknik proporsional random sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui instrumen angket yang telah terbukti memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang dipersyaratkan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa keefektifan sertifikasi guru, kompetensi profesional guru, semangat kerja guru, budaya mutu, dan kinerja guru sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Jember berada dalam kategori tinggi. Sementara analisis hubungan antar variabel menunjukkan bahwa pada taraf signifikan 0,05% atau taraf kepercayaan 95% terdapat: (1) hubungan langsung yang signifikan antara keefektifan sertifikasi guru dengan kompetensi profesional guru; (2) hubungan langsung yang signifikan antara keefektifan sertifikasi guru dengan semangat kerja guru; (3) hubungan langsung yang signifikan antara kompetensi profesional guru dengan Semangat kerja guru; (4) hubungan langsung yang signifikan antara kompetensi profesional guru dengan Budaya mutu, (5) hubungan langsung yang signifikan antara kompetensi profesional guru dengan kinerja guru, (6) hubungan langsung yang signifikan antara semangat kerja guru dengan budaya mutu; (7) hubungan langsung yang signifikan antara semangat kerja guru dengan kinerja guru; (8) hubungan tidak langsung antara keefektifan sertifikasi guru dengan kinerja guru melalui semangat kerja guru; (9) hubungan tidak langsung antara keefektifan sertifikasi guru dengan kinerja guru melalui kompetensi profesional guru; (10) hubungan tidak langsung antara kompetensi profesional guru dengan kinerja guru melalui semangat kerja guru, (11) hubungan yang signifikan secara simultan antara keefektifan sertifikasi guru, kompetensi profesional guru, semangat kerja guru, dan budaya mutu dengan kinerja guru SD Negeri di Kabupaten Jember. Berdasarkan temuan-temuan penelitian di atas, dapat dikemukakan saran sebagai berikut: (1) bagi pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan selaku pelaksana sertifikasi guru dalam jabatan, agar hasil penelitian dijadikan dasar pengambilan keputusan dan kebijakan yang tepat dalam melaksanakan sertifikasi guru, sehingga tercipta budaya mutu yang kondusif dan peningkatan kompetensi, semangat kerja dan kinerja guru, (2) bagi guru-guru sangat diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat menjadi masukan untuk membenahi diri dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab-nya guna meningkatkan tujuan pendidikan nasional dan pada gilirannya menjadi-kan bangsa Indonesia setara dengan bangsa-bangsa lain, (3) sangat diharapkan bagi peneliti berikutnya untuk mengkaji juga variabel-variabel lain yang mungkin saja berpengaruh terhadap kinerja guru, misalnya perilaku kepala sekolah, motivasi kerja guru, kepuasan kerja guru, dan komitmen organisasi.

Persepsi klien tentang konseling, keterampilan komunikasi konselor dalam konseling, dan hubungan keduanya dengan pengungkapan diri klien / oleh Herman Nirwana

 

Pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan wajib pajak (studi pada pelayanan pajak pratama Purbalingga) / Nunuk Hariyati

 

Kata Kunci: Kualitas Layanan, Kepuasan Wajib Pajak Kepuasan wajib pajak adalah harapan utama Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purbalingga yang saat ini sedang memperbaiki kinerja kantornya. Wajib pajak merupakan salah unsur terpenting dalam penilaian pada kantor pajak, maka keberadaannya harus diperhatikan. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam perusahaan adalah bagaimana memahami kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) dari setiap wajib pajak. Sehingga hal ini merupakan suatu bentuk tuntunan bagi pihak kantor dalam memahami karakteristik perilaku wajib pajaknya. Kepuasan wajib pajak bukanlah hal yang mudah dicapai, karena setiap wajib pajak memiliki penilaian masing-masing tentang kepuasan. Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi kepuasan wajib pajak, seperti dimensi kualitas layanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: pengaruh secara parsial dan simultan kualitas layanan terhadap kepuasan wajib pajak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purbalingga. Populasinya adalah wajib pajak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purbalingga pada bulan Oktober 2009 yaitu sebanyak 6382, sedangkan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, dan untuk penentuan jumlah sampel digunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 100 wajib pajak. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah bukti langsung (X1), keandalan (X2), daya tanggap (X3), jaminan (X4), dan empati (X5), sedangkan variabel terikatnya adalah kepuasan wajib pajak (Y). Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows Release 13,0 dengan taraf signifikansi 5%. Diperoleh nilai variabel bukti langsung (X1) didapatkan nilai B=0,034, thitung 0,280 dengan Sig t 0,780. Variabel keandalan (X2) didapatkan B=0,031 thitung 0,258 dengan Sig t 0,797. Variabel daya tanggap (X3) didapatkan nilai B=-0,448 thitung 2,302 dengan Sig t 0,024. Variabel jaminan (X4) didapatkan nilai B= 0,289 thitung 2,525 dengan Sig t 0,013. Variabel empati (X5) didapatkan B=0,165 thitung 1,062 dengan Sig t 0,291. Selain itu didapatkan juga nilai Fhitung sebesar 4,356 serta nilai koefisien determinasi sebesar 0,145 yang memiliki arti kualitas layanan secara simultan mempengaruhi kepuasan wajib pajak sebesar 14,5% sedangkan sisanya 85,5% dipengaruhi oleh variabel kinerja pegawai yang meliputi pemenuhan janji Kantor Pelayanan Pajak terhadap para wajib pajak, kesungguhan pegawai dalam membantu wajib pajak untuk memenuhi segala kebutuhannya, keefektifan dan keefesienan proses atau pengerjaan para pegawai dalam melayani wajib pajak, komunikasi yang tepat antar pegawai dan wajib pajak, perilaku pegawai yang mampu membuat wajib pajak mempercayai para pegawai, memberikan informasi mengenai jasa yang dibutuhkan oleh wajib pajak kapan akan dilaksanakan, dalam melayani wajib pajak pegawai tidak terlihat terlalu sibuk dalam melakukan tugasnya sehingga wajib pajak merasa lebih dianggap keberadaannya. Berdasarkan penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa secara parsial yang terdapat pengaruh positif yang signifikan adalah variabel daya tanggap dan jaminan sedangkan untuk variabel bukti fisik, keandalan, dan empati tidak tedapat pengaruh positif yang signifikan antara kualitas layanan terhadap kepuasan wajib pajak. Dan secara simultan terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kualitas layanan terhadap kepuasan wajib pajak. Selain itu jaminan merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi kepuasan wajib pajak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purbalingga.

Adaptasi tes inteligensi CFIT SLB/A DIY dan Jawa Tengah / oleh Sri Weni Utami

 

Perancangan video promosi untuk mendukung upaya aktivasi promosi Seventy Razors Barbershop di Kota Malang / Ahmad Dairoby

 

ABSTRAK Dairoby, Ahmad. 2015. “PerancanganVideo PromosiUntukMendukungUpayaAktivasiPromosi Seventy Razors Barbershop di Kota Malang”.Skripsi, Program Studi, DesainKomunikasi Visual, Jurusan, SenidanDesain, Fakultas, Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn(II) Andreas SyahPahlevi, S.Sn,M.Sn Kata kunci: Perancangan, Video, Video Promosi, Seventy Razors Barbershop,Kota Malang, Malang. Barbershopyang berkonsep vintage mulaiberkembang di Kota Malangtahun2014 ,seventy razors barbershopmerupakansalahsatubarbershop yangberkonsep vintage di Kota Malang . Meskipundemikiansebagianmasyarakat Kota Malang belumbiasamenggunkanjasacukurrambut di barbershop , karenamerekalebihbiasa di tukangcukurrambutjalanan , inimembuktikanbahwamasyarakat Kota Malang masihbelummemahamibetultentangbarbershop.Tujuanperancanganiniadalahmembuatsebuah media utamaberupavideopromosidengandurasi 2 menit 50 detikdanmembuat media pendukungberupatote bag, kaos, poster,x-banner, sticker, leaflet. Yang bertujuansebagai media persuasikepadamasyarakatsupayamenggunakanjasacukurrambutseventy razors barbershop. Metodeperancanganmenggunakan model prosedural, diawalidenganmenetapkan proses pra-produksilaluproduksidanterakhiradalahpascaproduksi. Tahappra-produksimeliputipenentuan ide, dan proses pembuatannaskahproduksi. Tahapproduksimeliputiperekaman video dansuara.Pascaproduksimeliputiediting, danpromotion . Perancanganinimenghasilkansebuahvideo promosi.Videoinimenceritakan Kegiatansehari-hari di barbershopdanproses cukurlengkapdenganfasilitas yang tersedia di seventy razors barbershop.Kelebihandari media berupa video promosiyaitukonsumendapatmudahmemahamimaksuddantujuan video tersebutsehinggapromosibisaberjalanefektif.Denganhasilperancanganini, diharapkanmasyarakatdapatmemahamidanbisamencobamenggunakanjasadariseventy razors barbershop di kota Malang.

Developing instructional materials for essay writing at the English Department of Universitas Negeri Manado / Deisyi Anna Bantunan

 

Graduate Program in English Language Teaching. State University of Malang. Advisors: (1) Prof. Dr. Nur Mukminatien, M.Pd, (2) Dr. Yazid Basthomi, M.A Key Word: instructional materials, writing III Writing III is one of the content subjects that must be taken by the students. Unfortunately, there are some problems related to the teaching materials of Writing III subjects. The existing materials is seeming for sake of availability. Monotonous writing activities, lack of text structure knowledge and no feedback given on students writing are also characterized the existing materials of Writing III. Therefore, the study is aimed to produce instructional materials for Writing III subjects as taken by the fourth semester students. The study is categorized as Research and Development (R and D) which is intended to produce instructional materials on Writing III for the fourth semester students of Universitas Negeri Manado in North Sulawesi using modified Borg and Gall’s model. The modified model of Borg and Gall has four steps. The first step was needs analysis and reference study. The students’ needs and interest, motivation, and problems on Writing III subject were identified using unstructured interviews to both students and teachers. Besides, the researcher read some related research on materials development, studied the existing syllabus of Writing III, as well as evaluated the available materials used in teaching and learning process. The second step was materials development. The materials were adopted, adapted, and organized based on the availability of the existing relevant materials and resources and supplemented by pictures. The materials were developed by including both writing process genre approach and Tomlinson and Matsuhara’s (2004) technique of writing materials. The third step was expert validation. A form of questionnaire was given to the experts of materials development/content and design/media to assess the tentative product in terms of its content and design. The revisions were done in reference to the suggestions given. The fourth step was limited field testing. It was conducted in order to have students’ comments on the developed materials, identify students’ difficulty dealing with the developed materials, as well as indentify how to improve the instructional materials. The judgment of content/product development expert and media/design expert showed that the work book was categorized as good. However, lighter side, concept map, language, spacing, background color, and answer option should be revised. The results of field testing indicated that the course book was very good but the mistyping should be revised and the writer should provide more than one example of each model text. The developed materials can be used as sources of learning because it was developed based on students’ needs, interests and problems, and was validated and tried out. Moreover, the other institutions which have the same problems and similar students’ characteristics may use the developed materials. Finally, the future researchers are suggested to put into account the students’ learning styles and a retrospective evaluation in form of a response-based evaluation and a learning-based evaluation.

Penerapan pendekatan strukturalisme-genetik terhadap novel di kaki bukit Cibalak" karya Ahmad Tohari / oleh Aries Purwanto"

 

Pengembangan desain "pembelajaran berbasis masalah" untuk mengembangkan penalaran matematika siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Jember / Imam Wahyudi

 

Program Studi Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. I Nengah Parta, M.Si, (2) Dr. H. Makbul Muksar, M.Si. Kata Kunci : Desain “Pembelajaran Berbasis Masalah” , Penalaran Matematika Pembelajaran Berbasis Masalah merupakan salah satu strategi pembelajaran konstruktivis. Oleh karena itu penyajiannya di kelas diupayakan agar siswa aktif membangun pengetahuannya sendiri. Pembelajaran Berbasis Masalah diambil sebagai alternatif untuk mengembangkan penalaran matematika siswa. Hal ini didasari karena dalam pembelajaran ini memiliki langkah-langkah (1) menemukan masalah, (2) mendefinisikan masalah, (3) menyusun dugaan solusi sementara, (4) menyelidiki, (5) menyempurnakan permasalahan yang telah didefinisikan, (6) menguji solusi permasalahan. Pertanyaan penelitian ini adalah “Bagaimanakah desain “Pembelajaran Berbasis Masalah” yang valid, praktis dan efektif yang dapat mengembangkan penalaran matematika siswa di kelas VIII SMP Negeri 3 Jember ? Sejalan dengan pertanyaan penelitian, maka penelitian ini bertujuan untuk memperoleh desain “Pembelajaran Berbasis Masalah” yang valid, praktis dan efektif. Pengembangan ini bersandar pada Model Umum Pemecahan Masalah Pendidikan, Plomp, tetapi fase implementasi tidak dilaksanakan. Untuk mengetahui keterpenuhinya kriteria yang ditetapkan, maka dilakukan validasi dan uji coba lapangan. Untuk mengembangkan desain, dikembangkan perangkat pembelajaran dan instrumen. Perangkat pembelajaran terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar kerja Siswa (LKS) dan digunakan untuk melaksanakan desain di kelas. Instrumen terdiri dari (1) lembar observasi aktivitas guru, (2) lembar observasi aktivitas siswa, (3) tes penguasaan bahan ajar (TPBA), dan (4) pedoman wawancara siswa. Prototipe RPP dan LKS yang telah disusun divalidasi oleh tiga validator. Hasil validasi menunjukkan bahwa, prototipe RPP dan LKS memenuhi syarat kevalidan. Hasil validasi yang valid juga ditunjukkan pada hasil validasi Lembar Observasi Aktivitas Guru dan Lembar Observasi Aktivitas Siswa. Validasi TPBA dilakukan oleh tiga validator. Hasil validasi menunjukkan bahwa tes yang dikembangkan memenuhi syarat validitas isi, tetapi dari segi redaksi masih ada revisi. Sasaran pengembangan Desain Pembelajaran ini adalah siswa kelas VIII A dan isu sentral yang memberi ciri desain ini adalah “pengembangan penalaran matematika” oleh siswa. Prototipe perangkat pembelajaran yang telah divalidasi diuji melalui uji coba lapangan. Uji coba bertujuan untuk mengukur ketercapaian dua kriteria, yaitu (1) kepraktisan dan (2) keefektifan. Pada uji coba ini kepraktisan desain ditunjukkan oleh persentase rata-rata ketercapaian dari hasil observasi aktivitas guru (keterlasanaan desain) yaitu 92,84%. Hasil observasi ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi syarat kepraktisan. Keefektifan desain diukur berdasar tiga indikator, yaitu (a) tes penguasaan bahan ajar (TPBA) , (b) penalaran matematika, dan (c) persentase rata-rata ketercapaian observasi aktivitas siswa. Berdasarkan hasil ujicoba yang dilakukan diperoleh data bahwa hasil TPBA jumlah siswa yang telah tuntas sebesar 88,5%. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan maka hasil tes ini dikatakan tuntas secara klasikal. Keefektifan desain juga ditunjukkan dengan berkembangnya penalaran matematika siswa melalui aktivitas (1) menyajikan permasalahan matematika dalam bentuk kalimat matematika secara tertulis, (2) mengajukan dugaan, dan (3) menarik kesimpulan. Rata-rata persentase ketercapaian untuk aktivitas (1) menyajikan permasalahan matematika dalam bentuk kalimat matematika secara tertulis adalah 84% (2) mengajukan dugaan, adalah 95% , dan (3) menarik kesimpulan adalah 92% Secara keseluruhan persentase keterlaksanaan penalaran matematika adalah 90,3%, yang berarti mempunyai kriteria sangat baik. Disamping diukur melalui tes penguasaan bahan ajar dan keterlaksanaan penalaran matematika siswa, keefektifan desain ditunjukkan oleh persentase rata-rata observasi aktivitas siswa. Aktivitas siswa mempunyai rata-rata ketercapaian 86,27%. Aktivitas siswa secara keseluruhan mememuhi kriteria sangat baik.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |