Perencanaan mesin pengupas kulit kopi kapasitas 252 Kg/jam dengan daya 2,12 Kw / oleh R. Anton Tatang Sontani

 

Perencanaan mesin pemeras kulit biji mete / oleh Agus Bastian

 

Perencanaan mesin pemecah batu type Jaw Crusher" / oleh Singgih Mujiarto"

 

Perencanaan pompa injeksi motor diesel 4 langkah 6 silinder / oleh Joko Susilo

 

Perancangan iklan layanan masyarakat tentang Bahaya E-Cigarette bagi kesehatan untuk pelajar SMA / Guntur Nofandri

 

ABSTRAK Nofandri, Guntur. 2015, PerancanganIklan Layanan Masyarakat Tentang Bahaya E-Cigarette Bagi Kesehatan Untuk Pelajar SMA. Skripsi, Program StudiDesainKomunikasi Visual, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing (I) Dra. LilikIndrawati, M.Pd, (II) MohamadSigit, S.Sn. Kata Kunci:Perancangan, Iklan, ILM, E-Cigarette, Pelajar SMA Angkaprevalansimerokok di Indonesia merupakansalahsatu di antara yang tertinggi di dunia, Berbagaiupayadilakukan orang untukdapatberhentimerokok. Salah satualternatif yang sempatmengemukaadalahrokokelektrik. Produsen e-cigarette mengklaim rokok elektrik lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Banyak remaja mulai beralih menggunakan rokok elektrik, tetapi mereka tidak mengetahui bahwa rokok elektrik juga berbahaya dan memiliki dampak negatif bagi kesehatan.Perancanganinibertujuanmenginformasikankepadamasyarakatkhususnyapelajar SMA tentangbahayarokokelektrikbagikesehatan serta mengajakmasyarakatuntukmembiasakanpolahidupsehatdengantidakmengkonsumsirokok, baikrokokelektrikmaupunrokokkonvensional. Perancanganinimenggunakan modelproseduralmilik Rhenald Kasali yang menggariskanlangkah-langkahuntukmenghasilkanproduk yang diawalidari latar belakang masalah yang dikembangkan melalui pengumpulan datang lapangan dan pustaka yang berkaitan dengan perancangan media utama yang berbentuk video.Pada tahap berikutnya adalah penyusunan konsep iklan yang akan dieksekusi dalam proses produksi. Pada tahap produksi dilakukan proses shootingdan animating. Hasil produksi akan diolah pada proses editing agar tersusun audiovisual yang berkesinambungan. Selanjutnya adalah tahap finishing yaitu rendering. Dimana file audiovisual tersebut diubah menjadi satu file MP4 yang kemudian diburning ke dalam CD. Dari perancanganinidihasilkan media utamaberupavideo ILM berjudul “Bahaya E-Cigarette” dengan durasi 110 detik. Video tersebut memiliki resolusi 1920x1080 pixel. Video iklan layanan masyarakat dengan judul “Bahaya E-Cigarette” memberikan informasi mengenai zat-zat berbahaya yang terkandung dalam rokok elektrik. Video ILMinisebagai media kampanyepenyampaianpesanbahwarokok elektrik pun masih memiliki dampak negatif bagi kesehatan sama halnya dengan rokok konvensional pada umumnya. Media pendukungdariperacanganiniadalahx-banner, poster, brosur, pin, totebag, t-shirt, dan notebook.

Makna dibalik keindahan Tari Muang Sangkal Sumenep sebagai sumber inspirasi penciptaan karya seni lukis gaya realis / Khulafaur Rosyidin

 

ABSTRAK Rosyidin, Khulafaur. 2015. MaknaDibalikKeindahanTari Muang Sangkal Sumenep Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Gaya Realis. Skripsi, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Triyono Widodo, M.Sn. Kata Kunci:tarimuangsangkal, penciptaan, seni lukisrealis Setiapdaerahmemilikibudayadantradisitariyang unikdanmemilikigerakan yang sangatberagam.Setiapgerakanmemilikimakna yang tersiratdidalamnyadankeindahanjikadipandang.Salah satunyaadalahsebuahtariankhasdaerahSumenepyaitutarimuangsangkal yang memilikigerakan yang indahdanlembutsertamemilikimakna yang dalamtentangkehidupanbermasyarakatpadaumumnya.Namuntarimuangsangkaliniseringkaliterlupakanolehmasyarakatsekitardisebabkanpengaruhjamansehinggaterancampunah. Padapenciptaanini, mengambil ide ataugagasanberkaryadaritarimuangsangkal.Ide ataugagasantersebutdiwujudkandalamkaryasenilukisrealis.Penciptamemilih karyaseni lukis realissebagai media berkreasi dalam mengekspresikan gejolak jiwa. Proses dalam penciptaan karya seni lukis realis ini bermula dari perancangan konsep yang didalamnya terdapat ide atau gagasan, tema, dan objek yang akan diciptakan yaitu objek tarimuangsangkal.Setelah menentukan karakteristik karya, kemudian menentukan teknik serta alat dan bahan yang akan digunakan. Jika semuanya sudah terpenuhi untuk langkah selanjutnya adalah proses visualisasi yaitu membuat sketsa di atas kertas lalu memindahkannya di atas kanvas. Kemudian proses pewarnaan dengan menggunakan berbagai macam teknik yaituteknikrealis (teknik yang menampilkan obyek karya seni dengan apa adanya), teknikekspresif (teknik melukis dengan bahan cat dengan sapuan acak) dan teknik aquarel (cara melukis dengan menggunakan acrylic/ cat air dengan sapuan warna yang tipis). Penulis menampilkan 6karyaseni lukisrealisdengan media estetikberupatitik, garis, bentuk dan ruang, sertawarna. Berdasarkan hasil penciptaan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru kepada pencipta maupun orang lain dalam mempelajari karya seni lukis realis. Mulai dariperancangan konsep, hingga proses visualisasi karya, dan diskripsi karya berdasarkan sudut pandang pribadi penulis maupun sudut pandang orang lain.Serta memberikan suatu pandangan bahwa budaya atau tradisi yang dimiliki suatu daerah khususnya tari muang sangkal dari daerah Sumenep memiliki nilai-nilai estetik dan sosial yang tinggi dan berpengaruh pada masyarakat sekitar.Dengan mengangkat tematarimuangsangkal melalui sudut pandang penulis, diharapkan bisa menjadi wacana bagi setiap masyarakatuntukbisamelestarikanbudayadanmenghargaibudaya Indonesia.

Perencanaan pompa injeksi in line motor diesel empat langkah empat silinder / oleh Suprianto

 

Pengembangan media pembelajaran berbasis softboard sebagai tentor privat pembelajaran fisika SMA pokok bahasan Rotasi Benda Tegar / Ardhian Bayu Kristanto

 

ABSTRAK Kristanto, Ardhian Bayu. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Softboard sebagai Tentor Privat Pembelajaran Fisika SMA Pokok Bahasan Rotasi Benda Tegar. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Widjianto, M.Kom, (II) Dra. Endang Purwaningsih, M.Si. Kata Kunci: student centered approach, daya tangkap, model 4D, softboard. Tuntutan Kurikulum 2013 terhadap keaktifan siswa terkadang menimbulkan kesulitan pada siswa, terutama di bidang mata pelajaran fisika. Dengan pendekatan student centered approach, memang dimungkinkan siswa menjadi lebih dominan dalam belajar. Namun hal itu ternyata menjadi kendala terhadap beberapa siswa yang memiliki daya tangkap rendah. Masalah yang timbul ketika siswa ingin pintar akademik dan ahli di bidang nonakademik sekaligus sebenarnya adalah tentang efisiensi waktu. Beberapa hal yang menyebabkan efisiensi waktu belajar menurun antara lain karena persiapan, minat belajar yang kurang tertata, serta kurangnya sumber belajar. Siswa butuh sesuatu yang bisa mengajari dan membantu mereka mempersiapkan pengetahuan awalnya. Dengan demikian, pengembangan media pembelajaran berbasis softboard sebagai sarana siswa untuk belajar mandiri secara lebih baik menjadi perlu. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D yang direkomendasikan oleh Thiagarajan (1974) dalam Wahyuningsih (2013). Instrumen pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Penilaian terhadap produk penelitian dan pengembangan adalah validasi dan uji coba terbatas untuk mengetahui kualitas produk oleh pengguna. Data hasil penilaian berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh berdasarkan penilaian pada angket validator dan subjek uji coba terbatas dengan skala Likert. Data kualitatif diperoleh dari komentar dan saran validator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk termasuk dalam kriteria baik, namun masih perlu adanya revisi. Berdasarkan data kualitatif, produk telah direvisi secara sempurna sesuai dengan komentar dan saran, baik dari pembimbing maupun validator. Produk pengembangan perlu ditindaklanjuti dengan uji coba lebih luas untuk mengetahui efektifitas penggunaan produk yang telah direvisi secara tuntas.

Perencanaan crane tipe jembatan dengan lintasan atas berpalang tunggal / oleh Mohamad Ahwan

 

Analisis pengaruh nilai tukar rupiah dan ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia / Lilis R. Doloksaribu

 

ABSTRAK Doloksaribu, LilisRomauli. 2015. AnalisisPengaruhNilaiTukardanEksporterhadapPertumbuhanEkonomi di Indonesia.Skripsi, JurusanEKonomi Pembangunan, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. SugengHadiUtomo, M.Ec, (II) Dr. Farida Rahmawati,S.E., M.E. Kata Kunci: NilaiTukar, Ekspor, PertumbuhanEkonomi Pertumbuhanekonomidapatdikategorikansebagaisalahsatuindikatorkesejahteraansuatunegara.Apabilapertumbuhanekonominegaratersebutbaikmakanegaratersebutdapatdikatakansejahtera.Pertumbuhanekonomidapatbernilaipositifmaupunnegatif.Jikapadasuatuperiodeperekonomianmengalamipertumbuhanpositif, berartikegiatanproduksibarangdanjasanegaratersebutmengalamipeningkatan.Sedangkanjikapadasuatuperiodeperekonomianmengalamipertumbuhannegatif, berartikegiatanproduksibarangdanjasanegaratersebutmengalamipenurunan. Nilaitukarmerupakansalahsatufaktor yang mendasarikegiatanproduksibarangdanjasa, danpadahakekatnyamerupakanfaktor yang mempengaruhipertumbuhanekonomi.Selainnilaitukar, eksporjugamemilkifungsipentingkarenadenganadanyaekspormakanegaradapatmemperolehpendapatandaridevisa, yang padaakhirnyamenaikkanjumlah output danlajupertumbuhanekonomi. Penelitianiniberjudul “AnalisisPengaruhNilaiTukardanEksporterhadapPertumbuhanEkonomi”.PenelitianinibertujuanuntukmenganalisispengaruhdariNilaiTukarterhadapPertumbuhanEkonomi, danEksporterhadapPertumbuhanEkonomi.Untukmengetahuifokuspenelitianini, makapenelitimerumuskanmasalahsebagaiberikut, (1) Bagaimanapengaruhnilaitukarterhadappertumbuhanekonomi? (2) Bagaimanapengaruheksporterhadappertumbuhanekonomi? Penelitianinimenggunakanmetodedeskriptifkuantitatifdengananalisis linier bergandamenggunakanalatanalisis SPSS 21. Hasilanalisa data menunjukkanbahwanilaitukarberpengaruhterhadapPertumbuhanEkonomi Indonesia, daneksporberpengaruhterhadapPertumbuhanEkonomi Indonesia, sehinggadapatdisimpulkansecarasimultankeduanyabaiknilaitukardaneksporberpengaruhterhadappertumbuhanekonomi. Berdasarkanhasilpenelitiantersebut, saran yang dapatdiajukandalampenelitianiniantaralain, pemerintahdiharapkanmenjagakestabilannilai rupiah danmeningkatkaneksporgunameningkatkanpertumbuhanekonomi di Indonesia.

Perencanaan forklift dengan sistem hidrolik / oleh Indra Setiawan

 

Hubungan komunikasi dengan keefektifan organisasi sekolah (penelitian pada SMK Negeri di Kabupaten Minahasa) / oleh Sophia Pongoh

 

A Study on the students' ability in constructing English complex sentences / by Magdalena Ngongo

 

Karakteristik cerpen siswa kelas X SMA Negeri 01 Kepanjen / Erma Syifaul Hasanah

 

Kata kunci: karakteristik, cerpen. Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek yang merupakan bagian dari prosa fiksi. Cerpen memiliki kesamaan dengan jenis prosa fiksi lainnya, seperti novel dan roman. Kesamaan tersebut terletak pada unsur-unsur yang menopangnya. Salah satu unsur tersebut adalah unsur intrinsik. Unsur-unsur intrinsik tersebut meliputi: tema, tokoh, penokohan, alur, setting, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat. Kedelapan unsur tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, sehingga menjalin suatu cerita yang utuh. Cerpen memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan jenis prosa fiksi lainnya, seperti novel dan roman. Ciri khas tersebut membuat cerpen berbeda dengan jenis prosa fiksi lainnya. Perbedaan tersebut tampak pada penceritaan tokohnya. Pada sebuah cerpen, tokoh bisa diceritakan langsung pada usia remaja, dewasa, atau pada saat usia senja, sedangkan pada sebuah roman tokoh tersebut diceritakan sejak dia lahir sampai meninggal. Perbedaan tersebut juga dapat dilihat dari bentuk fisiknya yang berbeda dengan bentuk fisik dari prosa fiksi lainnya, seperti roman dan novel. Perbedaan bentuk fisik tersebut dapat dilihat dari bentuknya yang pendek. Pengertian pendek yang tampak pada bentuk fisik cerpen tidak hanya mencangkup pada pendeknya cerita atau sedikitnya kata yang digunakan dalam cerpen. Sesuai dengan pernyataan HB Jassin dalam Suroto (1989:18) yang menyatakan bahwa mengenai ukuran panjang pendeknya sebuah cerpen memang tidak ada, akan tetapi sebuah cerita yang memakan sampai seratus halaman bukanlah sebuah cerpen. Istilah pendek ini di dalam cerita pendek berkaitan pula dengan upaya pencapaian kesan atau impresi dalam cerita yakni kesan tunggal yang ingin disampaikan. Selain itu, dengan bentuk fisiknya yang pendek, suatu cerita tersebut dapat dibaca dalam sekali duduk. Dalam hal ini, cerpen sebagai karya sastra dapat dikaji dari bermacam-macam aspeknya. Diantaranya cerpen dapat dikaji atau ditelaah dari segi strukturnya, mengingat bahwa cerpen merupakan karya sastra yang tersusun dari berbagai macam unsur. Begitu juga dengan cerpen karya siswa di sekolah, khususnya di jenjang SMA juga dapat ditelaah dari berbagai segi yang menopangnya. Walaupun masih dalam tahap belajar, tetapi cerpen tersebut merupakan hasil dari ungkapan, cita, rasa, dan karsa siswa. Berdasarkan pernyataan tersebut, cerpen karya siswa tentunya memiliki karakteristik sehingga hasil karya antara siswa yang satu dengan yang lain terlihat berbeda. Kararkteristik-karakteristik tersebut dapat dilihat dari pemilihan tema. Dengan beragamnya tema yang bisa diangkat untuk dijadikan sebuah cerita, maka ada kemungkinan adanya perbedan tema yang diangkat oleh siswa yang satu dengan yang lainnya. Disisi lain, karakteristik tentang penggambaran tokoh serta penokohan antara siswa satu dengan siswa yang lainnya juga tidaklah sama. Tidak hanya itu, karakteristik alur yang dibuatnya serta cara mendeskripsikan setting pun pasti juga tidak sama. Selain itu, penggunaan gaya bahasa serta amanat yang disampaikan juga memiliki karakteristik tersendiri dan memiliki perbedaan antar siswa tersebut. Dengan demikian, cerpen karya siswa di SMA juga dapat ditelaah dari berbagai segi yang menopangnya.

Kemampuan melaksanakan tugas guru dan pengaruhnya terhadap motivasi kerja guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) se Kabupaten Tulungagung / oleh Lukman Hakim

 

Distribusi idioblas penghasil zat anti nyamuk pada 4 jenis tumbuhan / Ulfatul Husnaa

 

Kata kunci: distribusi idioblas penghasil zat anti nyamuk, Evodia suaveolens Scheff, Ruta angustifolia (L.) Pers., Pelargonium graveolens L’Hér., dan Rosmarinus officinalis Linn. Bahan anti nyamuk dapat berasal dari bahan alami berupa tumbuhan yang berpotensi sebagai penolak nyamuk. Beberapa jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai bahan anti nyamuk, di antaranya: Evodia suaveolens Scheff, Ruta angustifolia (L.) Pers., Pelargonium graveolens L’Hér., dan Rosmarinus officinalis Linn. Salah satu ciri tumbuhan yang berpotensi sebagai penolak nyamuk berupa adanya bau khas dari minyak essensial yang berasal dari idioblas penghasil zat anti nyamuk. Tumbuhan yang berpotensi sebagai penolak nyamuk dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai tumbuhan hidup atau melalui penyulingan senyawa aktif tumbuhan tersebut, karena adanya perbedaan distribusi idioblas penghasil zat anti nyamuk pada setiap jenis tumbuhan anti nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan kerapatan idioblas penghasil zat anti nyamuk pada daun dan batang dari keempat jenis tumbuhan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi, Ruang 309, Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang pada bulan April-Agustus tahun 2009. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif bersifat ex post facto dari data yang diperoleh secara anatomi. Idioblas penghasil zat anti nyamuk terdistribusi secara acak baik pada daun maupun batang. Idioblas terdistribusi pada permukaan daun adaksial dan abaksial. Zat anti nyamuk pada keempat jenis tumbuhan disekresikan dalam berbagai macam bentuk alat sekresi, berupa: trikomata glandular, sel minyak essensial dan kelenjar minyak essensial. Idioblas minyak essensial pada E. suaveolens dan R. angustifolia berupa kelenjar minyak essensial dan sel minyak essensial, selain itu E. suaveolens juga membentuk trikomata glandular tipe peltatus; P. graveolens berupa trikomata glandular tipe capitatus dan sel minyak essensial; R. officinalis berupa trikomata glandular tipe capitatus, peltatus dan trikomata glandular bercabang serta sel minyak essensial. Trikomata glandular terdistribusi pada permukaan adaksial dan abaksial daun melalui lamina maupun kosta serta pada permukaan epidermis batang. Sel minyak essensial dan kelenjar minyak essensial terdistribusi dalam jaringan parenkima. Penghitungan kerapatan idioblas dilakukan pada trikomata glandular tipe capitatus dan peltatus serta kelenjar minyak essensial. Hasil penghitungan kerapatan idioblas menggambarkan sebaran idioblas minyak essensial pada batang lebih rapat daripada daun. Idioblas lebih rapat pada batang tumbuhan yang belum mengalami pertumbuhan sekunder maupun di ujung batang. Idioblas pada daun lebih rapat pada permukaan abaksial. Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian ini agar tumbuhan Evodia suaveolens Scheff, Pelargonium graveolens L’Hér., dan Rosmarinus officinalis Linn. dimanfaatkan sebagai tumbuhan anti nyamuk dengan cara menanamnya, sedangkan Evodia suaveolens Scheff dan Ruta angustifolia (L.) Pers. dapat digunakan melalui penyulingan minyak essensial. Daun yang digunakan bukan daun yang telah menguning, sedangkan batang sebaiknya bukan batang yang telah mengalami pertumbuhan sekunder.

Register masyarakat tutur pabrik gula Gempolkrep Kabupaten Mojokerto Propinsi Jawa Timur (suatu kajian sosiolinguistik) / oleh Siti Annijat Maimunah

 

Peranan kyai sebagai pendidik masyarakat dalam menyadarkan masyarakat pedesaan mengadopsi keluarga berencana di Kabupaten Sumenep (studi kasus di kecamatan Bluto Sumenep) / oleh Bambang Juniadi

 

Hubungan persepsi siswa tentang peralatan praktik dan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XII di SMK Negeri 2 Bojonegoro / Titik Dwi Rahayu

 

ABSTRAK Rahayu, T, Dwi. 2015. Hubungan Persepsi Siswa Tentang Peralatan Praktik dan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Siswa pada Mata Diklat Pemeliharaan Mesin Kendaraan RinganKelas XIIDi SMK Negeri 2 Bojonegoro.Skripsi.JurusanTeknikMesin, Program StudiPendidikanTeknikOtomotif. FakultasTeknik. UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (1) Dr. SyarifSuhartadi, M.Pd., (2) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. Kata Kunci :Persepsisiswatentangperalatanpraktik, motivasibelajar, hasilbelajar. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan suatu lembaga pendidikan yang mempersiapkan peserta didiknya untuk masuk ke dunia kerja sesuai bidang yang diminati. Salah satutujuan dibentuknya sekolah SMK adalahuntuk mempersiapkan siswa siap bekerja ataupun berwirausaha di bidangnya masing-masing.Peralatanpraktiksangatdibutuhkandalampembelajaran, sehinggahaltersebutharusterpenuhi.Peralatanpraktikbertujuanuntukmemberikanbekalpengetahuandanketrampilankepadalulusannyasupayamenjaditenagakerja yang produktif.Denganperalatanpraktik yang memadai, maka proses belajarmengajarakanberjalandenganefektifdandiharapkansiswamemperolehhasilbelajar yang optimal. Motivasibelajarmerupakan penggerak siswa untuk melakukan kegiatan belajar.Motivasibelajarsiswaakanberpengaruhterhadaphasilbelajarsiswa. Tujuanpenelitianiniadalah: (1)Mengetahui adanya hubungan antara persepsi siswa tentang peralatan praktik terhadap hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XI1 SMKN 2 Bojonegoro, (2) Mengetahui adanya hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XII SMKN 2 Bojonegoro, (3) Mengetahui adanya hubungan antara persepsi siswa tentang peralatan praktik dan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XII SMKN 2 Bojonegoro. Rancanganpenelitian yang digunakanadalahmetodedeskriptifkorelasional yang dilaksanakanpadasiswakelas XII TKR SMKN 2 Bojonegoro, sampel yang digunakansebanyak 64 siswa.Pengumpulan data dilakukandenganmenggunakanangket.Analisis data dalampenelitianinimenggunakanujikorelasisederhanadanujikorelasiganda. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa, (1) persepsisiswatentangperalatanpraktik di SMKN 2 Bojonegorotermasukdalamkategoribaiksebesar 56%, (2) motivasibelajarsiswakelas XII TKR di SMKN 2 Bojonegorotermasukdalamkategoribaiksebesar 69%, (3) hasilbelajarsiswakelas XII TKR di SMKN 2 Bojonegorotermasukdalamkategoribaiksebesar 50%, (4) terdapathubungan yang signifikanantarapersepsisiswatentangperalatanpraktikdanmotivasibelajarsiswakelas XII TKR di SMKN 2 Bojonegorosebesar 0.687. Kesimpulan yang diperoleh: (1) Ada hubungan yang signifikan tentang peralatan praktik dengan hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XII di SMKN 2 Bojonegoro, (2) Ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XII di SMKN 2 Bojonegoro, (3) Ada hubungan yang signifikan tentang peralatan praktik dan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XII di SMKN 2 Bojonegoro.

Mengatasi kesalahan operasi pembagian pecahan desimal siswa kelas V SDN Sumbersari IV Kodya Malang / oleh Muhammad Idris Jafar

 

Pengembangan media pembelajaran web based learning untuk mata pelajaran sistem operasi open source kelas X SMK Negeri 10 Malang / Nukleon Jefri Nur Rahman

 

ABSTRAK JefriNur Rahman, Nukleon. 2015Pengembangan Media Pembelajaran Sistem WebBasedLearning untuk Mata Pelajaran Sistem Operasi OpenSourceKelas X SMK Negeri 10 Malang.Skripsi. JurusanTeknikElektroFakultasTeknikUniversitasNegeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. HarySuswanto, S.T.,M.T., (II) UtomoPujiantoS.Kom., M.Kom. Kata Kunci:pengembangan, media pembelajaran, sistem operasi, web Salah satumatapelajaran yang memilikiperananpenting di semua kompetensikeahlian di sekolah menengah kejuruan adalah mata pelajaran sistem operasi. Berdasarkanhasilobservasi yang dilakukan di SMK Negeri 10 Malang didapatkankurangnya sarana yaitu laboratorium komputer yang khusus untuk praktikum sistem operasi, hal ini yang mengakibatkan kurangnya pemahaman siswa terhadap materi bahasan yang ada pada sistem operasi khususnya sistem operasi opensource. dan juga berimbas pada nilai yang diperoleh siswa pada ulangan harian dan ulangan semester.Salah satucarauntukmeningkatkanprestasidanminatbelajarsiswaadalahmelakukanupayapembaharuandalam hal media pembelajaran. Media pembelajaran yang dapat diakses siswa dengan mudah baik disekolah ataupun disekolah.Produk Media pembelajaranberbasiswebinidikembangkandan di ujicoba skala luas di SMK Negeri1Gedangandanujicobaskalaluas di SMK Negeri 1 Kepanjendan SMK Negeri 8 Malang selanjutnyapelaksaanimplementasinya di SMK Negeri 10 Malang. TujuandaripenelitianiniadalahMenghasilkanmedia pembelajaranberbasiswebpadamatapelajaransistemoperasi opensourceuntuksiswakelas X di SMK Negeri 10Malang yang layak/valid menurutkriteriakelayakan media pembelajaran serta efisien dalam meningkatkan pemahaman siswa. Tahapanpenelitianpengembangan yang digunakandalampenelitianiniadalahtahapanResearch and Developmentsugiyono yang terdiridarisepuluhtahapan: (1) potensidanmasalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasidesain, (5) revisi desain, (6) ujicoba produk, (7) revisi produk, (8) ujicoba pemakaian, (9) revisi produk, (10) produksi massal.Instrumenpengumpul data yang digunakandalampengembanganiniberupaangketkuisioneryang disebarkankepadaduaahli media, ahlimateri, ujicobaskalakecil di satusekolah, ujicobaskalaluas di duasekolah, danimplementasi di satu sekolah. Data yang diperolehberupa data kualitatifhasilwawancarasebagai data awaldan data kuantitatif yang diperolehdarihasilpenskoran yang kemudianditerjemahkankevalidanya. Berdasarkananalisis data hasilpenelitian yang telahdilakukanmakadidapatkanhasilpersentasedariahli media sebesar97,07%, ahlimaterisebesar96,71%,uji cobaskalakecilsebesar 86,35%, dan ujicobaskalaluassebesar89,52 %. Sehinggadidapatkanhasil rata-rata sebesar88% dengankelayakan “valid” daribatas minimal persentasevaliditas76%. Dan juga dari pengunaan media pemebelajaran ini didapat peningkatan rata – rata nilai siswa yaitu dari 33,78 menjadi 79,31. Dari analisis data dapatdisimpulkanbahwaaplikasi media pembelajaraninidapatdigunakansebagai media belajarsiswamandiriataupunsuplemenpembelajarankelas.

Persepsi guru kelas mengenai peraturan angka kredit kaitannya dengan motivasi kerja mereka pada SDN di Kotatif Kupang N.T.T. / oleh Leo Lela Tapun

 

Tindak bahasa guru dalam interaksi belajar mengajar bahasa Indonesia di kelas IV SD Sananwetan IV Kotamadya Blitar / oleh Alif Mudiono

 

Aktualisasi fungsi-fungsi manajemen di koperasi mahasiswa Universitas Brawijaya Malang / oleh Sopiah

 

Rancang bangun media pembelajaran berbasis mobile untuk pelajaran Pemrograman Dasar dengan model problem solving bagi siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Islam 1 Blitar / Widya Puspa

 

ABSTRAK Puspa, Widya. 2015. Rancang Bangun Media Pembelajaran Berbasis Mobile untuk Mata Pelajaran Pemrograman Dasar dengan Model Problem Solving bagi Siswa Kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Islam 1 Blitar. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T dan pembimbing (2) Utomo Pujianto, S.Kom, M.Kom. Kata kunci: Media Pembelajaran, Pemrograman Dasar, Problem Solving Pemrograman dasar merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dikuasai oleh siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Islam 1 Blitar. Pelaksanaan pembelajaran pada SMK Islam 1 Blitar pada matapelajaran Pemrograman Dasar masih menggunakan metode mengajar konvensional dengan menggunakan ceramah dan praktikum. Pembelajaran dimulai dengan guru memberikan penjelasan materi pembelajaran yang akan dipelajari selanjutnya siswa diberikan modul ajar yang berisikan latihan pembuatan program C++. Pada modul ajar dijelaskan langkah langkah pembuatan program dan dituliskan secara jelas kode program yang harus dituliskan oleh siswa. Akan tetapi ketidaktelitian siswa membuat kode program yang dituliskan menjadi salah. Hal ini dapat terjadi dikarenakan bahasa C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat sensitivecase atau dapat pula diartikan penulisan kode program harus benar-benar tepat atau program tidak akan dapat berjalan.Untuk melatih ketelitian siswa dalam menuliskan kode program diperlukan latihan sehingga siswa terbiasa dengan struktur dari kode program C++. Akan tetapi hanya 43% siswa yang memiliki laptop maupun komputer pribadi yang dapat digunakan untuk berlatih memahami kode program. Sedangkan apabila siswa belajar menuliskan kode program hanya melalui buku maka siswa tidak akan mendapatkan feedback sehingga siswa tidak akan mengerti apakah yang dikerjakan benar atau salah. Disisi lain sebanyak 95% siswa telah memiliki smartphone dengan sistem operasi minimal android versi ginggerbread yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk membuat media pembelajaran berbasis mobile untuk Mata Pelajaran Pemrograman Dasar dengan model Problem Solving bagi siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Islam 1 Blitar yang dapat mengakomodasi pelaksanaan pembelajaran dan layak digunakan berdasarkan kriteria penilaian dari ahli media dan ahli materi yang dipilih. Model penelitian yang digunakan adalah model rancang bangun pusdiklat (depdiknas). Model rancang bangun ini memiliki lima langkah yakni analisis kebutuhan, strategi pendekatan, penyusunan bahan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek uji coba pada penelitian ini adalah dosen sebagai ahli media, guru sebagai ahli materi, dan siswa TKJ SMK Islam 1 Blitar. Instrumen yang digunakan adalah angket yang terdiri dari tiga jenis berdasarkan responden, yaitu angket untuk ahli media, angket untuk ahli materi, dan angket untuk siswa. Data hasil uji coba dianalisis dengan menggunakan kriteria validitas analisis persentase. Hasil dari penelitian rancang bangun ini adalah aplikasi mobile untuk Mata Pelajaran Pemrograman Dasar. Berdasarkan hasil uji kelayakan dari ahli media diperoleh persentase sebesar 90,6% dan 96,7%, validasi ahli materi sebesar 95,6%, uji coba kelompok kecil sebesar 91,87%, dan uji coba lapangan sebesar 93,86%. Rata-rata persentase kelayakan media pembelajaran secara keseluruhan adalah 93,69%. Berdasarkan kriteria kelayakan menurut Akbar dan Sriwiyana (2011:207), media pembelajaran dapat dinyatakan sangat layak dan dapat digunakan tanpa revisi.

The effectiveness of using miniatures in the teaching of English to the first year students of junior high school in Malang / by Francisca Maria Ivone

 

Desain buku company profile UPT Lingkungan Industri Kulit (LIK) Magetan sebagai keselamatan kerja dengan pendekatan infografis / Rini Nur Azizah

 

ABSTRAK Azizah, RiniNur 2015. Desainbuku company profile UPT lingkunganindustrikulit (LIK) magetansebagaikeselamatankerjadenganpendekataninfografis. Skripsi, Jurusan DesainKomuniksi Visual, Fakutas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) : Drs. Pujiyanto, MS.n(II) Andreas SyahPahlevi, S.Sn,M.S.n Kata kunci : Company Profile, Infografis, keselamatankerjaUPT LIK Magetan. Infografis diterapkan kepada Company profile dapat membantu secara tersturktur dilengkapi dengan gambar yang mudah dan praktis. Media ini dapat berisi tentang segala informasi UPT LIK Magetan yang dapat digunakan sebagaimedia informasikepada pekerjasebagaikeselamatandalambekerja. Keselamatan kerja diutamakan dalam bekerja untuk menghindari terjadinya kecelakaan.Guna mengurangi kecelakaan yang terjadi, pentingnya sebuah pedoman bagi pekerja agar sesuai dengan prosedur.Company profile jenis ini mengutamakan tulisan, gambar serta desain yang menarik.Terlebih lagi apabila company profile ini dilengkapi denganilustrasi grafis yang memudahkan bagi pegawai untuk mendapatkan informasi dari buku company profile yang dimaksud. Metodeperancangan yang digunakanmenggunakan metodependekatankualitatifdeskriptif. Denganteknikobservasi, wawancara, dokumentasi, danteknikanalisisdeskriptif data dikumpulkanuntukdiidentifikasidanpadakonsepperancanganmenggunakangayadesain modern minimalisdenganteknikvector based pewarnaanilustrasiflatdesaintanpagradasiwarna yang signifikan. Hasildariperancanganiniadalahbuku (Dummy Company Profile)yang didalamnyamenggunakanpendekataninfografis.Dirancangdenganjudul Company Profil UPT LIK Magetan.Dengan target audienceadalahpekerja di UPT LIKMagetan.Jenis Tipografi yang digunakan yaitu Eras BK. Warna Dominan Coklatdanjingga.

Perbedaan hasil belajar menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan model pembelajaran Jigsaw mata pelajaran Perakitan Komputer pada siswa kelas X TKJ di SMK Negeri 12 Malang / Selly Aresta Fitriana

 

ABSTRAK Fitriana, Selly Ariesta. 2015. PerbedaanHasilBelajarMenggunakan Model Pembelajaran Project BasedLearning dan Model Pembelajaran Jigsaw Mata PelajaranPerakitanKomputerpada Siswa Kelas X TKJ di SMKNegeri 12 Malang.Skripsi, Program Studi S1 PendidikanTeknikInformatika, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. SyaadPatmanthara, M.Pd, (II) Drs. HariPutranto. Kata Kunci: Hasil Belajar, Project Based Learning, Jigsaw Dalammeningkatkanhasilbelajarsiswa seorang guru dituntutuntukmenguasaidanmenerapkanberbagaimetodepengajaran.Dalam prosespembelajaranmasihseringditemuiadanyakecenderunganmeminimalkanketerlibatansiswa. Dominasi guru dalam proses pembelajaranmenyebabkankecenderungansiswalebihbersifatpasifsehinggasiswalebihbanyakmenunggusajian guru daripadamencaridanmenemukansendiripengetahuan,sikap, atauketerampilan yang dibutuhkansiswa. Penelitian ini diakukan untuk memperoleh gambaran tentang peningkatan hasil belajar siswa dan untuk membandingkan perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Project Based Learning(PjBL) dengan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaranJigsaw. RancanganpenelitiandenganmetodeeksperimeninimenggunakanbentukPretest-Postest Control Group Design yang melibatkankelompokeksperimendankelompokkontrol.Populasipenelitianiniadalahsiswakelas X jurusanTKJ SMKN 12 Malang tahunajaran 2015/2016dansampelnyaadalah62siswa yang terbagidalam 2 kelasyaitukelas X TKJ-1 dan X TKJ-2. Kelaseksperimendalampenelitianiniadalahkelas yang diperlakukanmenggunakan model pembelajaranProject Based Learning (PjBL)dankelaskontroladalahkelas yang diperlakukanmenggunakan model pembelajaranJigsaw.Keduakelastersebutdiberisoalpretestdanpostestdengansoal yang samapadakeduamateritersebut. Hasilpenelitianeksperimeninimenunjukkanadanyaperbedaanantarahasilbelajarkelaseksperimendankelaskontrol. Hal inidapatdilihatdari rata-rata hasilbelajarsiswa yang diperoleh, rata-rata hasilbelajarkelaseksperimenpertemuan pertama adalah76,1 dan pertemuan kedua adalah 80,6, sedangkan rata-rata hasilbelajarkelaskontrolpertemuanpertamaadalah 74,4 dan pertemuan kedua adalah 74,5. Rata-rata nilaihasilbelajarkeduakelastersebutmenunjukkanbahwa rata-rata hasilbelajarsiswakelaseksperimenlebihtinggidaripadakelaskontrol.

Relevansi isi buku teks Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan materi kurikulum 1994 di SMU sekotamadya Malang / oleh Dede Latumena

 

Perancangan buku ensiklopedi tentang karakter Dota 2 berjudul The Wvil sebagai media promosi untuk pemain game pemula / Yogi Bagasworo

 

ABSTRAK Bagasworo, Yogi. 2015. Perancangan Buku EnsiklopediaTentangKarakter DOTA 2 BerjudulThe Evil Sebagai Media PromosiUntukPemaing Game Pe-mula.Skripsi,ProgramStudiDesainKomunikasiVisual,JurusanSenidanDesain,FakultasSastra,UniversitasNegeriMalang.Pembimbing: (I)Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc, Ph.D(II)MohamadSigit, S.Sn. Kata Kunci: Perancangan, Buku, DOTA 2, Game. DOTA 2 merupakan game online yang sedangdigemari para pemaingame diseleuruhduniapadasaatini. Berbagaiajangturnamendenganhadiah yang sangatbe-sardiadakansetiaptahunnya. The Internationalmerupakanturnamenbesar yang di-hadiriolehpesertadariseluruhdunia. Hadiah yang disediakankepadajuara-juaranyamerupakanhadiahterbesarsepanjangsejarahE-Sport. Antusias para pemain game online inisangatbesar, seperti di negara China E-Sport seperti DOTA 2 te-lahmenjadiprofesitetapbagimereka. Semenjakberlangsungnyaturnamen-turnamenbesarini, negara Indonesia be-lumpernahmengikutsertakanpesertanyadalamturnamentersebut. Beberapahal yang mempengerahuitersebutialahkurangnyaaksesinformasimengenai DOTA 2 terse-butyang menyebabkan para pemain game pemula di Indonesia kurangtertarikme-mainkannya. Kurangnya media promosi yang diberikan DOTA 2 jugamenyebab-kanbanyak para pemain game pemula di Indonesia yang tidakmengenal DOTA 2. Dalamperancanganinimenggunakanmodel perancanganprosedural, yaitu model perancangan yang bersifatdeskriptifdimanamenggariskanlangkah-langkahyang harusdiikutidalammenghasilkansebuahproduk. Model perancangant-ersebutmengikuti model perancangan Bruce Acher, yang dimanamelaluibebera-patahapdaripengumpulan data yang akandianalisislaluberlanjutketahapberikutnyahinggamenghasilkansebuahfinal produk. Perancanganinimenghasilkanbuku ensiklopedia yang membahastentangbe-berapakarakterpada DOTA 2 yang diaplikasikanpada media cetakberdimensi 21cm x 42 cm dengan memilikiketebalanbukusebanyak 100 halaman. Dalambu-kuensiklopediainiberisiinformasi-informasimengenaikarakter DOTA 2 yang dije-laskandenganilustrasidanteks yang dapatmemudahkanpemain game pemulamene-rimapesantersebut. Hasilperancanganinidiharapkan para pemain game pemula di Indonesia mulaimengenaldanmemainkan game DOTA 2 sehinggamasadepanE-Sport di In-donesia menjadilebihmajudandapatbersaingdengannegara lain danjugaE-sport di Indonesia bisamenjadiprofesitetapbagipemainnya.

Fungsi terukur / oleh Kartika Setiawati

 

Hubungan sistem penilaian kerja dalam rangka promosi jabatan dengan motivasi kerja pegawai Kantor Pelayanan Pajak/KPP Malang / oleh Dwi Lestyo Utami

 

Desain buku esai foto wayang dalam lensa: dari kulit hingga digapit di Sanggap Wayang Gogon Surakarta / Ginanjar Nugraha Pratama

 

ABSTRAK Pratama, Ginanjar Nugraha. 2015. Desain Buku Esai Foto Wayang Dalam Lensa : dari Kulit Hingga Digapit di Sanggar Wayang Gogon Surakarta. Jurusan Seni dan Desain. Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Drs. Pujiyanto, M.sn.,Pembimbing II: Andreas Syah Pahlevi, S.Sn. M.Sn. Kata kunci: Buku,EsaiFotografi, Proses Pembuatan, Wayang Kulit Wayang kulit adalah kesenian asli Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia non-bendawi. Namun dewasa ini wayang kulit kurang begitu menarik perhatian para generasi muda, ditunjukkan dengan kurangnya minat dan antusiasme generasi muda pada pertunjukan maupun seni kerajinan wayang kulit. Hal tersebut mengakibatkan sulitnya melakukan regenerasi kader baru penatah dan penyungging dalam dunia pembuatan wayang kulit, serta pelestari wayang kulit pada umumnya. Globalisasi seakan meniadakan jarak dan ruang sehingga budaya dari seluruh dunia dapat masuk dan merebut perhatian para generasi muda. Menyebabkan sikap apatis dan tidak peduli terhadap budaya tradisi bangsa, khususnya wayang kulit. Hal ini tentunya bukan karena wayang kulit kalah dalam hal pesona pertunjukan maupun estetika rupa, namun dikarenakan kurangnya pengenalan wayang kulit kepada para generasi muda. Adanya media visual yang berisi tentang proses pembuatan wayang kulit diharapkan mampu menggugah kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa, serta timbulnya rasa memiliki. Permasalahan yang diangkat dalam perancangan ini adalah: Bagaimana memperkenalkan proses pembuatan wayang kulit di Sanggar Wayang Gogon melalui dokumentasi dalam bentuk buku esai dengan pendekatan visual fotografi. Maka tujuan dari perancangan iniadalahuntukmenghasilkan karya fotografi proses pembuatan wayang kulit dalam sebuah buku berjudul “Wayang dalam Lensa: Dari Kulit hingga Digapit”.Proses yang dilakukan dalam menyusun metode penulisan dimulai dari latar belakang kasus di lapangan, perumusan masalah dan tujuan perancangan, identifikasi data, analisis data SWOT, konsep perancangan, alternatif desain, final desain dan aplikasi desain. Hasil dari perancangan ini adalah buku esai foto “Wayang dalam Lensa: Dari Kulit hingga Digapit”. Ditujukan untuk kalangan remaja usia 18-23 tahun dengan menggunakan konsep desain modern minimalis. Buku esai foto berjudul “Wayang dalam Lensa: dari Kulit hingga Digapit” menjadi media utama dalam perancangan ini, didukung dengan media lainnya, seperti box buku, pembatas halaman, kalender, flyer, poster berseri, x-banner, dan media sosial Instagram.

Transformasi unsur pewayangan dalam fiksi Indonesia kurun 1980--1995
oleh Burhan Nurgiyantoro

 

Hubungan antara lingkungan belajar praktikum, kemampuan kerjasama dan kemandirian belajar dengan kompetensi belajar produktif pada siswa kelas XI Jurusan TKJ SMK di Kota Blitar / Muhammad Andika Prastomo

 

ABSTRAK Prastomo, Muhammad Andika. 2015. HubunganantaraLingkunganBelajarPraktikum, KemampuanKerjasamadanKemandirianBelajarPraktikumdenganKompetensiBelajarProduktifpadaSiswaKelas XI Jurusan TKJ SMK di Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Setiadi C. P., M.Pd., M.T. (II) DilaUmnia S., S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: lingkungan belajar praktikum, kemampuan kerjasama, kemandirian belajar, kompetensi belajar produktif Pendidikankejuruanadalahpendidikanmenengah yang mempersiapkanpesertadidikuntukbekerjapadabidangnya. Didalamkurikulum SMK terdapatmatapelajarankejuruan yang bertujuanmembentukkompetensikejuruandanmengembangkankemampuandalambidangkeahliannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkaphubunganantaravariabellingkunganbelajarpraktikum (X1), kemampuankerjasama (X2) dankemandirianbelajar (X3) dengankompetensibelajarproduktif (Y) siswakelas XI jurusan TKJ SMK di Kota Blitar. Jenispenelitianiniadalahkuantitatifmenggunakanrancanganpenelitiandeskriptifkorelasional. Pengumpulan data menggunakaninstrumenpenelitianberupaangket.PopulasipenelitianadalahsiswajurusanTeknikKomputerJaringan (TKJ) kelas XI SMK di Kota Blitar. Teknikpengambilansampel yang digunakanadalahteknikproprtional random sampling dandidapatsampelsebanyak 104 responden. Analisis data menggunakananalisisstatistikdeskriptif, ujiasumsiklasik, analisisstatistikinferensial, ujihipotesismenggunakananalisisregresi linier bergandadenganbantuankomputer program IBMSPSS Statistics 16. Penelitianberhasilmengungkap: (1) terdapathubunganpositiftetapitidaksignifikanantara X1 dengan Y; (2) terdapathubungan yang tidakpositifdantidaksignifikanantara X2 dengan Y; (3) terdapathubunganpositiftetapitidaksignifikanantara X3 dengan Y; (4) terdapathubunganpositifdansignifikanantara X1 dan X2 dengan Y; (5) terdapathubunganpositifdansignifikanantara X2 dan X3 dengan Y; (6) terdapathubunganpositifdansignifikanantara X1 dan X3 dengan Y; (7) terdapathubunganpositifdansignifikanantara X1, X2dan X3 dengan Y. Saran untukmempertimbangkankompetensibelajarantaralingkunganbelajar, kemampuankerjasamadankemandirianbelajarharusdikondisikan, karenatiapvariabeltidakbisaberdirisendiridanharusadavariabel lain untukmempengaruhikompetensibelajarpraktikum.

Penerapan pembelajaran inquiry untuk meningkatkan berpikir kreatif siswa dalam pemecahan masalah program linear / Puty Chandra Darmajanti

 

Program Studi Pendidikan Matematika RSBI,FMIPA, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dr.Subanji, M.Si (II) Dr. SantiIrawati, M.Si Kata kunci: berpikir kreatif, pemecahan masalah, pembelajaran Inquiry Matematika memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan ilmu pengetahuan lainnya. Peranan matematika yang dimaksud adalah melatih berpikir kreatif siswa. Tetapi kenyataan di kelas, guru lebih sering menggunakan tes tertulis dengan soal-soal yang rutin daripada menggunakan soal-soal yang mengandung pemecahan masalah. Ini berarti kemampuan berpikir kreatif masih jarang diperhatikan. Untuk itu, dalam pembelajaran matematika guru harus mampu meningkatkan berpikir kreatif siswa selama proses pembelajaran, dan mengurangi kecenderungan guru untuk mendominasi proses pembelajaran.Salah satu pembelajaran matematika yang dapat digunakan guru untuk mengembangkan kreativitas matematika siswa adalah dengan pembelajaran Inquiry (menemukan). Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di kelas X APK SMKN 1 Banyuwangi, pada semester genap tahun pelajaran 2009/2010. Data yang diperoleh berasal dari teskreativitas (kuis I, II, dan III), melakukan pengamatan, wawancara, dan hasil kegiatan siswa selama pembelajaran Inquiry. Tujuan penelitian ini adalah memperolehdesain pembelajaran Inquiry yang dapat meningkatkan berpikir kreatif siswa dalam pemecahan masalah program linear siswakelas X APK SMKN 1 Banyuwangi tahun pelajaran 2009/2010. Adapun desain pembelajaran Inquiry yang dapat meningkatkan berpikir kreatif siswa adalah sebagai berikut: (a) Partisipasi Kelas. Guru membangkitkan rasa ingin tahu siswa dengan mengingatkan cara mensubstitusikan salah satu titik yang merupakan selesaian pada fungsi objektif, sehingga siswa mampu menjawab pertanyaan guru, yang jawabannya dikonstruksi/dibuat oleh siswa berdasarkan pengetahuan prasyarat yang dimiliki siswa; (b) Referensi. Siswa mencari dan menemukan materi melalui internet, atau perpustakaan serta membahas materi tersebut secara akurat untuk memperjelas pengertiannya, sehingga memudahkan mereka untuk menyelesaikan masalah; (c). Scaffolding. Guru menjelaskan melalui pertanyaan arahan, sehingga siswa dapat menentukan nilai optimum dari fungsi objektif dengan menggunakan uji titik pojok. Guru membentuk diskusi antar dua siswa, siswa yang satu membuat pertanyaan mandiri sedang siswa yang lain menjawab pertanyaan tersebut; (d) Berkelompok. Siswa dibentuk kelompok dan berdiskusi menyampaikan hasil pemahaman mereka; (e) Berkomunikasi. Guru mengarahkan siswa dalam berdialog, dan salah satu siswa yang merupakan wakil dari kelompok tersebut mempresentasikan hasil kelompoknya di depan kelas dengan berbagai ide atau cara. Sedangkan kelompok lain memberikan tanggapan, dan saran sebagai masukan serta mengoreksi hasil pekerjaan sendiri (masing-masing kelompok) dan kesalahan dari kelompok lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I, hasil dari kuis I (teskreativitas 1 dan pengamatan) sertakuis II (tes kreativitas 2 dan pengamatan) terdapat 18 siswa (56,25%) siswa yang meningkat berpikir kreatifnya, sedangkan pada siklus II, hasil dari kuis II (tes kreativitas 2 dan pengamatan) serta kuis III (tes kreativitas 3 dan pengamatan) ada 28 siswa (87,5%) siswa yang meningkat berpikir kreatifnya. Dari pernyataan tersebut ternyata jumlah siswa yang meningkat berpikir kreatifnya semakin bertambah, ini berarti bahwa pada siklus II siswa mengalami peningkatan berpikir kreatif. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran Inquiry dapat meningkatkan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi guru matematika sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika, dan dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk merancang penelitian baru yang berkaitan dengan kreativitas siswa.

Kemampuan menggunakan kosakata dalam kalimat siswa kelas IV sekolah dasar lingkungan Bareng Kecamatan Klojen Kotamadya Malang tahun ajaran 1997/1998 / oleh Sri Fuji Hartati

 

An Analysis on narrative writing ability of the freshmen with different backgrounds of study of the english department of IKIP MALANG / by Bella Rahajeng Pitaloka

 

Kualitas evaluasi hasil pembelajaran di sekolah dasar
suatu penelitian di Kotamadya Gorontalo
oleh Maryam Rahim

 

Analisis strategi pengusaha rotan dalam mengembangkan usaha: studi kasus pada industri rotan di Kelurahan Balearjosari Kecamatan Blimbing Kota Malang / David Nugroho

 

Kata kunci: Kondisi Usaha, Strategi Pengusaha Berdasarkan data yang terdapat di Disperindagkop Kota malang. Jumlah pengrajin rotan secara keseluruhan pada tahun 2000 di wilayah Kota Malang sebanyak 300 pengusaha, sedangkan saat ini hanya tersisa kurang dari seperempatnya saja, sekitar 35 pengusaha. Banyak sekali yang menjadi faktor penghambat industri rotan ini berkembang. Salah satunya adalah peristiwa bom bali pada tahun 2002 yang menghilangkan potensi pembeli dari luar negeri yang biasanya memesan hasil kerajinan rotan melalui Bali. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Dengan demikian apa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan data secara objektif terhadap kondisi usaha, potensi sentra usaha dan strategi pengusaha dalam mengembangkan industri kerajinan rotan yang semuanya terangkum dalam fokus penelitian, yaitu kondisi keberlangsungan usaha dan strategi pengusaha dalam mengembangkan usahanya, metode kualitatif yang dimulai dengan display data, melakukan reduksi data dan membuat rangkuman inti serta tahap terakhir disajikan secara deskriptif mengenai fakta-fakta yang ada dilapangan dengan melakukan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan kondisi sentra usaha kerajinan rotan di Kelurahan Balearjosari setelah terjadinya bom Bali 1 dan 2 mengalami kemerosotan jumlah pengusaha kerajinan rotan, juga terdapat potensi yang cukup besar dalam industri kecil pengusaha rotan di Kelurahan Balearjosari, hal ini yang menjadikan salah satu latar belakang pengusaha untuk mempetahankan usahanya. Disamping itu pengusaha melakukan upaya-upaya dalam mempertahankan usahanya dengan mencipakan inovasi-inovasi desain, menawarkan mutu rotan yang lebih baik dan juga dengan menggunakan bantuan lembaga bank dalam pendukung modal. Dalam hal ini pengusaha juga mempunyai strategi dalam mengembangkan usahanya yang dibagi dalam tiga skala, yakni skala kecil, menengah dan besar. Strategi pengusaha diklasifikasikan menjadi tiga model, yakni strategi pengembangan produk, strategi bertahan, strategi pemasaran. Untuk mendukung dari semua upaya-upaya mempertahankan dan mengembangkan usaha, pengusaha dianjurkan untuk meningkatkan kerjasama diantara para pengusaha lainnya. Begitu pula peran pemerintah sangat dibutuhkan para pengusaha dala rangka mengembangkan usaha. Dan hasil dari skripsi ini bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya untuk mengembangkan usaha.

Perbandingan tingkat keefektifan antara metode ekspositori disertai strategi mixed ability dengan metode ekspositori tanpa disertai strategi mixed ability pada pokok bahasan integral dari siswa kelas III IPA SMU Negeri Klakah Lumajang / oleh Ikhwandi

 

Penerapan kombinasi metode mengajar guru IPA kelas V di SD Negeri se Kecamatan Klojen Kodya Malang / oleh Fransisca Ratna Widaningsih

 

Pengaruh faktor psikologis terhadap keputusan pembelian konsumen sepeda motor Yamaha Mio (Studi pada konsumen sepeda motor Yamaha MIO di Perumnas Sawojajar I Malang, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang) / Revi Qadarriefiana Faradilla

 

Kata kunci: Faktor Psikologis, Keputusan Pembelian Dalam mengembangkan bisnis, produsen berusaha untuk menguasai pasar dan memenangkan persaingan. Hal ini terjadi pada berbagai sektor bisnis, termasuk bisnis kendaraan bermotor khususnya Sepeda Motor Yamaha MIO. Dimana saat ini banyak bermunculan sepeda motor dengan berbagai merek, type dan model sepeda motor. Tiap produsen berusaha menonjolkan keunggulan masing-masing dan menciptakan strategi pemasaran yang sesuai. Untuk menentukan pilihan biasanya konsumen akan membuat suatu keputusan pembelian dimana keputusan yang sering diambil adalah keputusan tentang jenis produk yang akan dibeli, merek apa yang akan dibeli, berapa harganya serta bagaimana kualitasnya. Dengan mempelajari faktor psikologis konsumen, produsen dapat mengetahui cara pandang konsumen dan sifat konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Faktor psikologis adalah salah satu faktor yang timbul dari dalam diri konsumen yang sangat mempengaruhi keputusan pembelian. Faktor psikologis konsumen dalam mengambil keputusan pembelian terdiri dari motivasi, persepsi, pengetahuan serta sikap dan keyakinan dalam kaitannya dengan pembelian suatu produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor psikologis terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Sepeda Motor Yamaha MIO pada masyarakat Perumnas Sawojajar-Malang, baik secara parsial dan simultan. Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory research), sehingga dengan demikian tujuan penelitian dan hipotesis yang diajukan akan dapat dicapai. Populasi yang diambil adalah masyarakat Perumnas Sawojajar-Malang yang terdiri dari 1559 warga yang memiliki Sepeda Motor Yamaha MIO. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling, diperoleh sampel sejumlah 94 responden. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitias dengan sampel uji coba sebanyak 30 responden. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi, observasi/pengamatan dan wawancara. Data responden melalui kuesioner/angket tertutup diukur menggunakan skala Likert dengan skala lima. Sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh faktor psikologis yang terdiri dari motivasi, persepsi, pengetahuan serta sikap dan keyakinan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Sepeda Motor Yamaha MIO baik secara parsial maupun simultan serta dilakukan uji asumsi klasik dan hasil dari analisis data responden diolah menggunakan SPSS 16.0 For Windows. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Motivasi mempunyai nilai t hitung 7,145 > t tabel 1,987 atau signifikan t = 0,000 < signifikansi Alpha (α = 0,05), nilai koefisien regresi motivasi = 0,278; sehingga pada peluang kesalahan 10% motivasi mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Sepeda Motor Yamaha MIO; (2) Persepsi mempunyai nilai t hitung 7,231 > t tabel 1,987 atau signifikan t = 0,000 < signifikansi Alpha (α = 0,05), nilai koefisien regresi persepsi = 0,545; sehingga pada peluang kesalahan 10% persepsi mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Sepeda Motor Yamaha MIO; (3) Pengetahuan mempunyai t hitung 3,402 > t tabel 1,987 atau signifikan t = 0,000 < signifikansi Alpha (α = 0,05), nilai koefisien regresi pengetahuan = 0,280; sehingga pada peluang kesalahan 10% pengetahuan mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Sepeda Motor Yamaha MIO; (4) Sikap dan Keyakinan mempunyai t hitung 0,089 signifikansi Alpha (α = 0,05), nilai koefisien regresi sikap dan keyakinan = 0,005; sehingga pada peluang kesalahan 10% sikap dan keyakinan mempunyai pengaruh pengaruh positif tidak signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Sepeda Motor Yamaha MIO. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan pada perusahaan untuklebih memperhatikan faktor psikologis konsumen. Salah satu caranya yaitu denganmemberikan informasi produk yang cukup jelas dan dapat dimengerti konsumen,memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para konsumennya agar konsumenselalu mengingat produk sepeda motor Yamaha dan melakukan pembelian didealer-dealer Yamaha, memberikan hadiah atau discount atau potongan harga yang cukupmenarik minat konsumen untuk melakukan pembelian Sepeda motor Yamaha MIOserta memberikan kemudahan bagi konsumen dengan tersebarnya dealer-dealer Yamaha yang tersebar di kota sampai di pelosok desa yang memudahkan konsumen untuk melakukan pembelian Sepeda Motor Yamaha MIO, dan lain-lain yang lebih baik lagi karena faktor psikologis merupakan salah satu alat untuk mengenal lebih dekat sifat, selera dan cara pandang konsumen terhadap suatu produk, sehingga dapat menimbulkan daya beli yang tinggi. Sedangkan bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian terhadap variabel-variabel lain yang mempengaruhi keputusan pembelian karena terdapat beberapa aspek yang belum tercakup dalam penelitian ini.

Distorsi pesan dalam komunikasi organisasi tata usaha fakultas di lingkungan IKIP MALANG / oleh Upita Prananingrum

 

Minat siswa SMP Negeri dan Swasta untuk melanjutkan studi ke SMK pada Program Keahlian Teknik Bangunan di Kabupaten Banyuwangi / Linggar Jefriyadi

 

ABSTRAK Jefriyadi, Linggar. 2015. Minat Siswa SMP Negeri dan Swasta untuk Melanjutkan Studi Pada Program Keahlain Teknik Bangunan di Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sutrisno, S.T., M.Pd, (II) Drs. Made Wena, M.Pd. Kata kunci: minat siswa, program keahlian Teknik Bangunan Untuk menyediakan tenaga- tenaga terampil yang merupakan kebutuhan industri, telah banyak lembaga- lembaga formal yang bertujuan untuk mencetak tenaga terampil dan siap pakai. Diantaranya adalah SMK Bidang Keahlian Teknik bangunan. Jumlah tamatan SMP yang memilih SMK Kelompok Teknologi dan Industri Bidang Keahlian Teknik Bangunan semakin lama semakin rendah. Persepsi siswa tamatan SMP untuk melanjutkan pendidikan ke SMK Bidang Keahlian Teknik Bangunan banyak berpengaruh terhadap jumlah lulusan yang dihasilkan SMK dan perkembangan SMK Bidang Keahlian Teknik Bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa SMP Negeri dan Swasta untuk melanjutkan studi ke SMK Program Keahlian Teknik Bangunan di kabupaten Banyuwangi. Dengan mengetahui kualifikasi minat dan bidang keahlian yang diminati siswa, diharapkan promosi yang dilakukan di SMP lebih banyak lagi sehingga informasi tentang SMK dapat diperoleh siswa dengan mudah. Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri dan Swasta kelas XI di Kabupaten banyuwangi. Dalam penelitian terdapat dua jenis populasi yakni populasi sekolah negeri sebanyak 73 sekolah dan sekolah swasta sebanyak 104 sekolah. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Cluster Random Sampling. Teknik cluster random sampling diterapkan dengan pembagian wilayah. Hasil random didapatkan sebagai berikut: 1) utara: Kec.Songgon, 2) timur: Kec. Rogojampi, 3) selatan: Purwoharjo, 4) barat: Kec. Glenmore, dan 5) tengah: Kec. Singojuruh. Setelah diketahui mengenai hasil acak tiap kecamatan. Jumlah sampel siswa dalam penelitian ini berjumlah 150 siswa SMP Negeri dan 150 siswa SMP Swasta. Hasil Penelitian minat siswa SMP Negeri menunjukkan bahwa siswa (20%) memiliki minat “sangat tinggi”, siswa (45%) memiliki minat “tinggi”, siswa (33%) memiliki minat “sedang”, siswa (2%) mimiliki minat “rendah”. Nilai rata-rata sebesar 55,23 termasuk dalam kategori minat “tinggi”. Sedangkan hasil penelitian minat siswa SMP Swasta menunjukkan bahwa siswa (13%) memiliki minat “sangat tinggi”, siswa (31%) memiliki minat “tinggi”, siswa (15%) mimiliki minat “sedang”, siswa (41%) memiliki minat “rendah”. Nilai rata-rata minat smp swasta sebesar 47,35 termasuk dalam kategori minat “sedang”. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara minat siswa SMP Negeri dan Swasta untuk melanjutkan studi pada Program Keahlian Teknik Bangunan di Kabupaten Banyuwangi.

Analisis inklusi keuangan dalam penggunaan transaksi non tunai (studi kasus pada mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan 2012 Universitas Negeri Malang) / Novi Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Novi. 2015. Analisis Inklusi Keuangan Dalam Penggunaan Transaksi Non Tunai (Studi Kasus Pada Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan 2012 Universitas Negeri Malang). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Imam Mukhlis, S.E, M.Si, (II) Dr. Nasikh, S.E, M.P, M.Pd. Kata Kunci : Transaksi Non Tunai, Inklusi Keuangan, Universitas Negeri Malang Dalam era globalisasi, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat memberikan dampak pada berbagai sektor, termasuk sektor keuangan dan perbankan. Dalam hal ini, diperlukan sebuah sistem yang mendukung proses kegiatan ekonomi sehingga dapat mencapai kenaikan pertumbuhan ekonomi.Inklusi keuangan merupakan salah satu upaya yang memberikan kemudahan akses bagi layanan jasa keuangan. Keuangan inklusif didefinisikan sebagai hak setiap orang untuk memiliki akses dan layanan penuh dari lembaga keuangan secara tepat waktu, nyaman, informatif, dan terjangkau biayanya, dengan penghormatan penuh kepada harkat dan martabatnya (Bank Indonesia, 2014). Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dilakukan untuk mendukung program inklusi keuangan dengan tujuan memberikan akses layanan jasa keuangan yang lebih luas bagi masyarakat, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan stabilitas sistem keuangan, kesetaraan akses dan perlindungan konsumen, adanya perluasan akses dan kepentingan nasional, penanggulan kemisikinan. Dalam hal ini, mahasiswa merupakan salah satu bagian dari penggerak Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan inklusi keuangan melalui Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) pada mahasiswa Universitas Negeri Malang angkatan 2012 khususnya pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu hasil wawancara dengan Mahasiswa Universitas Negeri Malang, Fakultas Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan konsentrasi keuangan dan perbankan offering D,DD,E,EE angkatan 2012. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisisdata dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, display data, serta penarikan kesimpulan. Tahap penelitian dilakukan dengan tiga bagian secara garis besar yaitu tahap pra lapangan, tahap lapangan, dan tahap penyusunan laporan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut. (1) Kemampuan penggunaan aktual produk dan jasa keuangan sudah banyak dilakukan Mahasiswa Universitas Negeri Malang 2012. (2) Mahasiswa Universitas Negeri Malang 2012 pada umumnya telah memiliki alat transaksi non tunai, yaitu berupa kartu debit (ATM) dan e-money. (3) Mahasiswa Universitas Negeri Malang 2012 lebih sering menggunakan transaksi tunai dibandingkan non tunai. (4) Sebagian besar mahasiswa sudah menjalankan program inklusi keuangan dengan baik, karena secara umum banyak dari mereka yang memiliki akun rekening pribadi serta alat transaksi non tunai yang semakin memudahkan mereka untuk melakukan transaksi non tunai. Namun, terdapat beberapa mahasiswa yang belum memanfaatkan layanan keuangan ini secara maksimal. Kurangnya kepercayaan serta kurangnya sarana dan prasarana di tempat perbelanjaan tradisional merupakan salah satu faktor kurangnya penggunaan transaksi non tunai pada mahasiswa. Dengan demikian inklusi keuangan perlu dikembangkan lagi karena belum berjalan secara maksimal. Hal ini dapat didukung dengan penggunaan layanan non tunai yang digunakan oleh mahasiswa.

Studi tentang hambatan pengajaran sejarah berdasarkan kurikulum SMU 1994 yang dialami oleh guru sejarah di kotamadya MALANG / oleh Muhtadi Budi Santono

 

Masalah-masalah yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran interaksi multi arah di sekolah dasar se-Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan Madura / oleh Ernawati

 

Pengaruh suku bunga SBI, suku bungan the Fed, ROA, dan LDR terhadap suku bungan deposito berjangka 1 bulan (pada bank umum swasta nasional devisa periode 2007-2009) / Sinta Nurwanti

 

Kata Kunci: Suku Bunga SBI, Suku Bunga The Fed, ROA, LDR, Suku Bunga Deposito. Perubahan suku bunga dalam negeri sangat berhubungan dengan kestabilan sistem perekonomian di suatu negara. Terdapat beberapa teori yang menjelaskan tentang faktor-faktor yang menentukan tingkat suku bunga didalam sistem keuangan. Teori Klasik yang menyatakan bahwa tabungan dan investasi merupakan fungsi dari tingkat bunga. Teori Keynes yang menyatakan bahwa tingkat bunga ditentukan oleh penawaran dan permintaan akan uang. Dan teori Fisher, yang menyatakan bahwa tingkat bunga dapat berubah karena dua alasan yaitu karena tingkat bunga riil berubah atau karena tingkat inflasi berubah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Suku Bunga SBI, Suku Bunga The Fed, ROA, LDR, dan Suku Bunga Deposito Berjangka 1 Bulan pada Periode 2007—2009 serta untuk menguji pengaruh Suku Bunga SBI, Suku Bunga The Fed, Return On Asset (ROA), Loan to Deposite Ratio (LDR) terhadap Suku Bunga Deposito Berjangka 1 Bulan baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dirancang menggunakan desain penelitian noneksperimental yang merupakan penelitian deskriptif dan ex post facto. Sampel penelitian diambil berdasarkan teknik purposive sampling, dimana sampel diambil dari populasi 40 bank umum swasta nasional devisa diambil menjadi 18 sampel. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji apakah variabel bebas (suku bunga SBI, suku bunga the fed, ROA, dan LDR) berpengaruh terhadap variabel terikat (suku bunga deposito berjangka 1 bulan) baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, terdapat pengaruh yang signifikan baik secara parsial maupun simultan antara suku bunga SBI terhadap suku bunga deposito berjangka 1 bulan, suku bunga The Fed terhadap suku bunga deposito berjangka 1 bulan, ROA terhadap suku bunga deposito berjangka 1 bulan, dan LDR terhadap suku bunga deposito berjangka 1 bulan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, maka disarankan agar dalam penelitian lebih lanjut dapat mengambil jumlah periode pengamatan lebih panjang, penambahan variabel bebas yang mempunyai potensi untuk mempengaruhi suku bunga deposito, dan objek penelitian selain bank umum swasta nasional devisa.

Efektivitas penggunaan lembar kerja siswa dalam peningkatan kemampuan menyelesaikan soal-soal essay fisika kelas 1 SMU Negeri 2 Malang / oleh Mujib Al Bustomi

 

Peranan BP-7 Kotamadya Daerah Tingkat II MALANG dalam pembudayaan nilai-nilai Pancasila
oleh Fatkhul Azis

 

Hubungan pelaksanaan layanan bimbingan belajar oleh konselor dan wali kelas dengan prestasi belajar siswa di SMU Negeri se-Kabupaten Ponorogo
oleh Ratna Andriani

 

Masalah-masalah belajar dan karier yang dihadapi siswa Madrasah Aliyah Aswaja Tulang Bawang Tengah Tulang Bawang-Lampung
oleh Aida Masduki

 

Hubungan kemampuan guru mengelola kelas dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SDN se-Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang / oleh Siti Kusniyah

 

Pengaruh kepemimpinan berbasis nilai, strategi fokus pelanggan, manajemen jejaring dan modal sosial terhadap inovasi dan kinerja institusional pada perguruan tinggi swasta di Jawa Timur / Pudjo Sugito

 

ABSTRAK Sugito, Pudjo. 2015. Pengaruh Kepemimpinan Berbasis Nilai, Strategi Fokus Pelanggan, Manajemen Jejaring dan Modal Sosial terhadap Inovasi dan Kinerja Institusional pada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Timur. Disertasi. Program Studi Manajemen Pendidikan. Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd, (II) Prof. Dr. H.Wahjoedi, M.E, (III) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd. Kata Kunci: kepemimpinan berbasis nilai, strategi fokus pelanggan, manajemen jejaring, modal sosial, inovasi dan kinerja institusional Latar belakang dilaksanakannya kegiatan penelitian ini karena masih terdapatnya kesenjangan riset (research gap) tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja institusional dan fenomena persoalan kinerja institusional mayoritas Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang masih jauh dari harapan publik. Upaya-upaya pengembangan kinerja institusional perguruan tinggi swasta tentu harus terus dilakukan. Hal itu karena perguruan tinggi swasta merupakan mitra pemerintah yang perannya harus terus dioptimalkan. Tujuannya, guna meningkatkan akses masyarakat dalam memperoleh pendidikan tinggi. Sementara itu, beberapa hasil riset masih mengungkapkan temuan paradoks tentang faktor penentu kinerja institusional pendidikan tinggi. Untuk itulah, penelitian ini dilakukan dalam rangka memperkaya khasanah temuan penelitian tersebut, sekaligus dapat menjadi pertimbangan praktis bagi manajemen dalam menwujudkan kinerja institusional yang baik. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana deskripsi kepemimpinan berbasis nilai, strategi fokus pelanggan, manajemen jejaring, modal sosial, inovasi dan kinerja institusional. Kemudian, apakah ada pengaruh signifikan antara kepemimpinan berbasis nilai, strategi fokus pelanggan, manajemen jejaring, modal sosial terhadap inovasi dan kinerja institusional dan juga apakah ada pengaruh tidak langsung kepemimpinan berbasis nilai, strategi fokus pelanggan, manajemen jejaring, modal sosial terhadap kinerja institusional melalui inovasi pada PTS di Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kepemimpinan berbasis nilai, strategi fokus pelanggan, manajemen jejaring, modal sosial, inovasi dan kinerja institusional pada PTS di Jawa Timur. Kemudian untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh kepemimpinan berbasis nilai, strategi fokus pelanggan, manajemen jejaring dan modal sosial terhadap inovasi dan kinerja institusional. Juga, untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh tidak langsung kepemimpinan berbasis nilai, strategi fokus pelanggan, manajemen jejaring, modal sosial melalui inovasi terhadap kinerja institusional pada PTS di Jawa Timur Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian penjelasan (explanatory research) dengan metode kuantitatif. Populasi penelitiannya adalah semua pimpinan/manajemen perguruan tinggi swasta di Jawa Timur. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional area random sampling dengan jumlah responden sebanayak 200 responden. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial yang terdiri dari confirmatory factor analysis dan regresion weight pada structural equation model. Berdasarkan analisis hasil penelitian terungkap bahwa kepemimpinan berbasis nilai, strategi fokus pelanggan dan modal sosial berpengaruh signifikan terhadap inovasi dan kinerja institusional. Penelitian yang terdiri dari 6 variabel, 22 indikator dan 13 hipotesis ini memberikan kesimpulan bahwa model teoritik inovasi dan kinerja institusional ternyata dipengaruhi oleh kepemimpinan berbasis nilai, strategi fokus pelanggan, manajemen jejaring dan modal sosial dan bahkan pengaruhnya signifikan, baik terhadap inovasi maupun kinerja institusional, yang nampak dari nilai critical ratio-nya lebih besar dari 2.00 dan p value-nya kurang dari 0.05. Maknanya, model inovasi dan kinerja institusional perguruan tinggi swasta khususnya di Jawa Timur dapat dibangun melalui kepemimpinan berbasis nilai, strategi fokus pelanggan, manajemen jejaring dan modal sosial. Untuk itu, temuan penelitian dapat menjadi informasi penting bagi pimpinan PTS manakala ingin meningkatkan inovasi dan kinerja institusionalnya, bermanfaat bagi yayasan dalam memberikan masukan pada pimpinan perguruan tinggi binaannya dan juga Kopertis VII dalam melakukan pembinaan pada pimpinan PTS untuk mempertimbangkan kepemimpinan berbasis nilai, strategi fokus pelanggan, manajemen jejaring dan modal sosial dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Selain itu, temuan hasil riset ini juga dapat menjadi referensi baru pada peneliti lain untuk melakukan penelitian lanjutan yang linear khususnya keterkaitan kepemimpinan berbasis nilai dan modal dengan inovasi dan kinerja institusional.

Validitas soal ujian nasional bahasa Indonesia SMP/MTs tahun ajaran 2009/2010 / Ritma Yuniasari

 

Kata kunci: analisis butir soal, ujian nasional Skor hasil ujian nasional adalah salah satu persyaratan kelulusan peserta didik dari sekolah untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Keberadaan ujian nasional masih dipertanyakan. Aspek-aspek yang mempengaruhi mutu tes tersebut adalah validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan berfungsi tidaknya distraktor jawaban. Semua aspek tersebut harus memiliki kriteria yang baik agar soal ujian nasional layak untuk diujikan. Validitas isi mempersoalkan kesejajaran soal dengan kurikulum yang ditentukan. Validitas isi dalam penelitian ini adalah kesesuaian soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010 dengan Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010 berdasarkan lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 75 Tahun 2009. Validitas konstruk merujuk pada kesesuaian soal dengan konstruk teori. Validitas konstruk adalah kesesuaian soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010 dengan teori atau konstruk keterampilan berbahasa dalam Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010 berdasarkan lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 75 Tahun 2009. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data adalah naskah soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010 Paket A P 16. Data yang digunakan adalah hasil identifikasi validitas isi dan validitas konstruk soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010. Hasil penelitian dari analisis yang telah dilaksanakan, yakni, soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP Tahun Ajaran 2009/2010 memiliki validitas isi yang tinggi. Meskipun kriterianya tinggi, terdapat dua soal yang tidak valid, tidak sesuai dengan indikator kemampuan yang diuji dalam Standar Kompetensi Lulusan. Kemudian, validitas konstruk keterampilan membaca dan keterampilan menulis, masing-masing tinggi. Kemampuan membaca dalam mengidentifikasi teks, memahami teks, dan memberi umpan balik terhadap isi teks terdapat dalam soal. Sejumlah 15 butir soal merupakan soal yang mengidentifikasi bagian-bagian dalam teks, 9 butir soal merupakan soal yang menguji kemampuan membaca dalam aspek memahami teks dan satu butir soal yang merupakan aspek keterampilan membaca dengan memberi umpan balik terhadap teks. Kemampuan menulis dalam tahap pra menulis, menulis, dan pasca menulis terdapat dalam soal. Sejumlah 3 butir soal tahap pra menulis, 8 butir soal tahap menulis dan 14 butir soal tahap pasca menulis. Validitas isi dan validitas konstruk soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010 sudah memiliki kriteria baik. Namun, daya beda dan tingkat kesukaran beberapa soal masih memiliki kelemahan. Tingkat kesukaran dan daya beda yang belum baik menandakan soal tersebut tidak sempurna. Oleh karena itu, disarankan kepada Badan Standar Nasional Pendidikan selaku pengevaluasi pelaksanaan pembelajaran, dalam pembuatan soal ujian nasional perlu dimantapkan dengan mengujikan validitas isi dan validitas konstruk. Kepada peneliti selanjutnya, masih ada aspek yang perlu diteliti yakni tingkat kesukaran, daya beda, dan reliabilitas, fungsi distraktor dan analisis metode kualitatif yang melingkupi analisis teknis, analisis isi dan analisis editorial. Selain itu, perlu diteliti pula hubungan antara aspek-aspek tersebut. Misalnya, hubungan antara validitas dengan analisis butir soal.

Distribusi vertikal zooplankton copepoda di Bendungan Lahor Kabupaten Malang Jawa Timur selama bulan April-Mei tahun 1997 / oleh Juwati

 

Estetika lakon ketoprak / Endang Waryanti

 

ABSTRAK Waryanti,Endang. 2015. Estetika Lakon Ketoprak. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd. (II) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. (III). Dr. Mujianto, M.Pd. Kata Kunci: estetika, lakon, ketoprak, etnopuitika Estetika lakon ketoprak memiliki aturan-aturan, norma-norma atau wewaton yang merupakan acuan para pelaku ketika memerankan tokoh-tokohnya dalam cerita. Lakon ketoprak memperhatikan prinsip wiraga, wirama, dan wirasa. Penelitian ini ingin menemukan estetika dalam lakon ketoprak yang ada pada unsur cerita, bahasa dan gaya bahasa, juga tembang. Dengan demikian penelitian ini berupaya untuk menemukan estetika lakon ketoprak. Fokus penelitian ini adalah estetika lakon ketoprak dengan pendekatan etnopuitika. Secara khusus fokus penelitian ini sebagai berikut: (1) estetika unsur lakon ketoprak mencakup tema dan amanat, tokoh dan penokohan, alur cerita dan peristiwa, latar dan suasana; (2) estetika bahasa lakon ketoprak yang mencakup diksi dan gaya bahasa; (3) estetika tembang lakon ketoprak yang mencakup tembang iringan dan tembang adegan. Penelitian ini penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan etnopuitika. Sumber data pada penelitian ini adalah dokumen audio-visual pementasan Ketoprak Siswo budoyo Tulungagung – Jawa Timur. Secara keseluruhan sumber data penelitian ini berupa data hasil transkipsi pementasan ketoprak, hasil transkipsi wawancara dengan narasumber dan data studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif, yang terbagi menjadi tiga tahap yaitu: pereduksian data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Secara keseluruhan hasil penelitian “Estetika Lakon Ketoprak” yang telah dianalisis mencakup: (1) estetika unsur cerita ketoprak meliputi: (a) tema dan amanat lakon ketoprak; (b) tokoh dan penokohan lakon ketoprak; (c) alur cerita dan peristiwa lakon ketoprak; dan (d) latar dan suasana lakon ketoprak. (2) estetika bahasa lakon ketoprak meliputi: (i) diksi piranti greget saut; (ii) diksi piranti sambung rapet; (iii) diksi piranti salah gumun; (iv) diksi piranti nengsemake; (v) diksi piranti nges; (vi) diksi piranti undha-usuking basa; dan (vii) diksi piranti rakitaning ukara; dan estetika gaya bahasa dalam lakon ketoprak meliputi: (i) gaya bahasa paramasastra-Kawi; (ii) gaya bahasa amardi basa; (iii) gaya bahasa parama-sastra; (iv) gaya bahasa amardawa basa.(3) estetika tembang yang meliputi: (a) tembang pengiring dan (b) tembang adegan. Tembang pengiring keseluruhan meliputi: lagon, ada-ada, kawin sekar, gerongan, sindhenan, kandha sekar, senggakan dan tembang dolanan. Hasil analisis tembang adegan meliputi: tembang adegan diiringi gamelan dan tembang adegan yang tidak diiringi gamelan. Ketoprak menampilkan berbagai pelajaran kepada penontonnya, sehingga dapat disarankan kepada para guru bahasa jawa untuk menggunakan ketoprak sebagai media pembelajaran dalam melestarikan bahasa Jawa. Melestarikan kesenian daerah untuk menjadi hiburan di masyarakat, menjadi penyeimbang beban belajar yang rata-rata dirasakan berat oleh siswa. Selain itu, kepada peneliti selanjutnya penulis sangat berharap penelitian ini dapat diteruskan pada aspek-aspek yang lebih mendasar karena berbagai pendekatan teori yang lain masih sangat dimungkinkan.

Pengaruh penggunaan alat peraga dalam pembelajaran bilangan pecahan dan desimal terhadap penguasaan siswa kelas IV SD di Desa Wandanpura Kecamatan Bululawang / oleh Askury

 

Studi kasus tentang pengajaran menggambar di Taman Kanak-kanak PGRI Maospati Kabupaten Magetan / oleh Ridhawati Endah Sulistyaningrum

 

Pengaruh strategi pembelajaran kooperatif Jigsae dan keterampilan sosial terhadap hasil belajar IPS si SMP Kabupaten Lumajang / Moh. Sutomo

 

Perbedaan prestasi belajar fisika siswa kelas I SLTP Negeri I Malang yang diberi tugas rumah model aplikasi, model resitasi, dan model campuran pada pokok bahasan usaha dan energi / oleh Noer Hidayat

 

Pengaruh struktur modal terhadap return on equity perusahaan otomotif yang listing di Bursa Efek Indonesia (2003-2008) / Devita Rizka Wardhani

 

Kata Kunci: Struktur Modal , Return On Equity Suatu perusahaan dapat terus menjalankan kegiatan operasionalnya dan dapat bertahan dalam ketatnya persaingan, apabila perusahaan tersebut memiliki profitabilitas yang tinggi. Untuk itu perlu penetapan struktur modal apakah kebutuhan dana dipenuhi dengan modal sendiri ataukah dengan modal asing. Struktur modal dapat diukur dengan beberepa faktor seperti Debt Equity Ratio, Firm Size dan Sales Growth. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Struktur Modal yang diukur dengan Debt Equity Ratio, Firm Size, dan Sales Growth terhadap Return on Equity. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan otomotif yang listing di BEI sejumlah 18 perusahaan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu penentuan sampel berdasarkan kriteria tertentu sehingga menghasilkan sampel berjumlah 8 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dan menggunakan uji t dan uji F dalam menguji hipotesisnya. Data diperoleh dengan teknik dokumentasi dari Indonesia Capital Market Directory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Secara parsial variabel Debt Equity Ratio dan Sales Growth berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Equity, sedangkan variabel Firm Size tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Equity, (2) Struktur modal perusahaan yang diukur dari Debt Equity Ratio, Firm Size dan Sales Growth secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Equity. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi investor atau calon investor jika akan melakukan investasi di Bursa Efek Indonesia sebaiknya selain mempertimbangkan aspek-aspek fundamental keuangan perusahaan, juga memperhatikan aspek ekternal dimana aspek ini juga berperan dalam memicu Return on Equity.

The Use of visual aids in English teaching learning process at SD Taruna Dra. Zulaeha Leces-Probolinggo / oleh Sri Wahyuni

 

Pengaruh pemberian GA3 dan lama perendaman umbi terhadap pertumbuhan tanaman gladiol (gladiolus hybridis L. Var Malang) secara hidroponik / oleh Endang Wahyuningsih

 

Representasi ideologi dalam struktur wacana kata hari ini / Mohamad Zubad Nurul Yaqin

 

ABSTRAK Yaqin, M. Zubad Nurul. 2015. Representasi Ideologi dalam Struktur Wacana Kata Hari Ini. Disertasi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pasca-sarjana, Universitas Negeri Malang. Promotor: (1) Prof. Dr. Abdul Syukur Ibrahim, (2) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd, dan (3) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd Kata kunci: representasi, ideologi, struktur wacana Tujuan Penelitian ini adalah memerikan representasi ideologi dalam struktur wacana Kata Hari Ini (KHI). Demi tujuan tersebut, pembahasan difo-kuskan pada representasi ideologi dalam struktur mikro, struktur super, dan struktur makro. Dalam perspektif kajian wacana kritis, ketiga struktur wacana tersebut merepresentasikan ideologi. Penelitian kualitatif ini menggunakan ancangan analisis wacana kritis. Data utama berupa praktik kebahasaan yang merepresentasikan ideologi di dalam struktur wacana KHI (mikro, super, dan struktur makro). Wacana KHI disiarkan melalui media radio. Jadi, sumber data dalam penelitian ini berupa transkripsi (dokumen/teks) wacana KHI. Sebagai instrumen kunci peneliti dilengkapi dengan panduan studi dokumen dan alat perekam elektronik dalam pengumpulan data. Prinsipnya, setiap data dikumpulkan, diklasifikasikan, dan kemudian dianalisis sesuai dengan fokus penelitian. Peneliti melakukan seleksi, identifikasi, klasifikasi, dan kategorisasi data dalam pengumpulan data untuk mendapatkan data yang merepresentasikan ideologi. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dengan memanfaatkan instrumen-instrumen yang ada. Dokumennya berupa barang tertulis (teks wacana KHI) yang tidak disiapkan secara khusus. Tahap pengumpulan data adalah: mendengarkan dan merekam secara rutin siaran acara KHI, mendengarkan dan mentranskrip rekaman, serta mengumpulkan berbagai informasi yang berhubungan dengan data penelitian. Analisis data dilakukan dengan mengikuti model analisis wacana kritis perspektif van Dijk. Verifikasi temuan dilakukan melalui triangulasi kepada pakar bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana KHI memiliki keunikan terutama dalam hal strukturnya (struktur mikro, strutur super, dan struktur makro), yakni selalu sarat dengan ideologi tertentu. Pertama, struktur mikro. Temuan: penyampai wacana menggunakan kata, kalimat, dan gaya bahasa tertentu dalam menyampaikan pesan-pesan ideologisnya. Secara rinci: (1) Pada tataran kata, unsur yang menampak dan dominan pada setiap bagian wacana adalah pemakaian kata persona; (2) Pada tataran kalimat, paradigma komunikasi dalam wacana bersifat satu arah (top-down), yakni penyampai wacana merekonstruksi terhadap realitas sosial yang ada dalam menyampaikan pesan-pesan ideologisnya. Konstruksi realitas so-sial tersebut dilakukan untuk membangun citra dirinya sebagai ‘orang yang mendominasi’ (berperan sebagai penguasa, pengatur, pemegang kendali, dsb.) pada setiap peristiwa komunikasi. Berdasarkan tujuan, bentuk-bentuk kalimat yang diekspresikan adalah berbentuk kalimat pernyataan, pertanyaan, ajakan, seruan, dan kalimat harapan. Berdasarkan struktur, berbentuk kalimat aktif dan kalimat pasif; serta (3) Pada tataran gaya bahasa, penyampai wacana menggunakan gaya bahasa tertentu (eufimisme, pleonasme, simile, paradoks, hiperbola, repetisi, dan paralelisme). Singkatnya, pilihan kata, kalimat, dan pilihan gaya bahasa dalam wacana KHI sengaja digunakan sebagai strategi penyampaian pesan. Tujuannya selain dapat menimbulkan efek tertentu, agar pesan-pesan ideologis yang disampaikan dapat diterima, dapat dipercaya, da-pat dibenarkan, dan akhirnya diharapkan dapat mengubah pola pikir, sikap, dan keyakinan publik. Atau, posisi dirinya sebagai aktor yang mendominasi setiap peristiwa komunikasi tetap terjaga di mata publik. Kedua, struktur super. Temuan: skema wacana KHI terdiri dari tiga bagian (awal, tengah, dan akhir). Pada bagian awal, wacana dimulai dengan pernyataan-pernyataan sederhana (eksplanasi ide, penerapan ide, dan atau legalisasi ide) yang umumnya berupa ide-ide konseptual tentang suatu objek. Pada bagian tengah, berisi penjabaran lebih rinci (umumnya menyajikan data-data faktual sebagai klaim pembenar) tentang ide-ide yang ditampilkan pada bagian awal. Tujuannya, agar ide yang disampaikan dapat dibenarkan, dapat dipercaya, dan dapat diterima publik. Klaim pem¬benar dilakukan dengan cara penyampaian rasionalisasi, pembuktian efek dan dampak, dan atau piranti pembenar lain. Bagian akhir, berisi peryataan-pernyataan sebagai simpulan. Selain itu, ditemukan bahwa pada setiap bagian wacana memuat representasi ideologi-idelogi tertentu dan dengan pola representasi ideologi tertentu pula. Jenis ideologi pada setiap bagian wacana KHI adalah ideologi sebagai sistem pemikiran (sP), ideologi sebagai sistem tindakan (sT), dan ideologi sebagai sistem keyakinan (sK). Representasi ideologi wacana KHI dapat dikategori-kan menjadi dua pola, yakni: (1) Pada bagian awal dan tengah wacana berisi ideologi sebagai sistem pemikiran serta bagian akhir berisi ideologi sebagai sistem tindakan (sP-sP-sT); (2) Bagian awal wacana berisi ideologi sebagai sistem pemikiran, pada bagian tengah dan akhir berisi representasi ideologi sebagai sistem tindakan (sP-sT-sT). Ketiga, struktur makro. Temuan: representasi ideologi dalam struktur makro (tema) wacana KHI adalah berupa representasi ideologi sebagai sistem keyakinan dan ideologi sebagai sistem tindakan. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, dapat ditegaskan bahwa wacana KHI merupakan bentuk wacana yang ideologis, baik ideologi sebagai sistem pemikiran, ideologi sebagai sistem keyakinan, dan ideologi sebagai sistem tin-dakan. Atau, wacana KHI merupakan representasi ideologi dari penghasil wacana. Karena itu, temuan penelitian ini secara teoretis memiliki implikasi akademik pada kajian analisis wacana, sosiolinguistik, dan psikolinguistik. Adapun secara praktis, dapat dimanfaatkan dalam bidang pengajaran dan bidang terapan lainnya. Selain itu, dapat juga dimanfaatkan untuk pengayaan sumber rujukan dalam pembelajaran, terutama pembelajaran wacana bahasa Indonesia.

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja pada industri kecil kripik tempe di Sanan, kelurahan Purwantoro, kota Malang / Fitria Rahman

 

Kata Kunci: tenaga kerja, modal, unit usaha, nilai produksi Pada umumnya pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara berkembang mempunyai tujuan antara lain untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang hasilnya secara merata dikecap oleh masyarakat, meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesempatan kerja, pemerataan pendapatan, mengurangi perbedaan kemampuan antar daerah, struktur perekonomian yang seimbang. Salah satu indikator untuk menilai keberhasilan dari pembangunan ekonomi suatu negara adalah dilihat dari kesempatan kerja yang diciptakan dari pembangunan ekonomi. Dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan, peranan usaha (industri) kecil sangat dominan terhadap penyerapan tenaga kerja. Dan proses mensejahterakan kehidupan masyarakat tersebut sangat ditentukan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenagakerja pada industri kecil, dengan studi kasus pada industri kripik tempe di Sanan, Kelurahan Purwantoro. Pemilihan studi kasus ini berdasarkan pada pertimbangan bahwa kripik tempe merupakan salah satu cirri khas Kota Malang dan telah menjadi produk unggulan bagi Kota Malang. Apalagi industri tersebut banyak berkembang di Sanan, Kelurahan Purwantoro. Diduga bahwa variabel yang mempengaruhi penyerapan tenagakerjai ndustri kecil tempe adalah modal, jumlah unit usaha, dan nilai produksi. Metode yang digunakan adalah Regresi Linear Berganda dengan menggunakan SPSS 15. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil pengisian angket. Data sekunder dipilih dengan dasar bahwa data tersebut berguna dan menunjang bagi tercapainya tujuan penulisan ini. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu industri kecil keripik tempe di Sanan RW 15 dan RW 16 Kel. Purwantoro, Kota Malang,yaitu sebanyak 73 industri kecil. Karena sampel kurang dari 100 maka semua populasi diambil sebagai subyek penelitian sehingga penelitian ini disebut penelitian populasi. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakanya itu angket dan dokumentasi. Dari hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwat hitung pada variabel modal sebesar 2,882 dengan signifikan 0,005 maka t hitung > t tabel (2,882 > 1,993) dan besarnya probabilitas (sig) 0,005 < 0,05. Sehingga Ho ditolak dan koefisien regresi signifikan t hitung pada variabel jumlah unit usaha sebesar 1,409 dengan signifikan 0,163 maka t hitung < t tabel (1,409 < 1,993) dan besarnya probabilitas (sig) 0,163 > 0,05. Sehingga Ho diterima dan koefisien regresi tidak signifikan. Dan t hitung pada variabel nilai produksi sebesar 2,413 dengan signifikan 0,000 maka t hitung > t tabel (2,413 > 1,993) dan besarnya probabilitas (sig) 0,018 < 0,05. Sehingga Ho ditolak dan koefisien regresi signifikan. Dari data ANOVA diketahui bahwa F table yaitu 2,74 sehingga F hitung > F table (47,938 > 2,74) maka H0 ditolakdan Ha diterima. Maka dapat diketahui bahwa penyerapan tenagakerja industrikecil keripik tempe dipengaruhi oleh modal dan nilai produksi dan faktor yang paling dominan mempengaruhi penyerapan tenaga kerja industri kecil keripik tempe yaitu modal sebesar 7,5%. Selain itu dari uji parameter ditemukan bahwa persamaan regresi ini tidak mengalami gejala multikolinearitas, heteroskedastisitas dan normalitas maka asumsi regresi linear klasik sudah terpenuhi.

Pelaksanaan pengajaran program pembentukan perilaku di taman kanak-kanak se-Kecamatan Lawang Kabupaten Malang catur wulan I tahun ajaran 1997/1998 / oleh Hidayah El-Kariymah M.

 

Proses kreatif guru dalam pembelajaran ekonomi / Yosia Dian Purnama WindrayadiW

 

ABSTRAK Dian P.W, Yosia . Proses Kreatif Guru Dalam Pembelajaran Ekonomi, Tesis, S2 Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1 : Dr Agung Haryono S.E, M.P,Ak , Pembimbing 2 : Dr. Mit Witjaksono MS.Ed Kata Kunci : Proses Kreatif,Gagasan Kreatif, Pembelajaran Ekonomi Proses kreatif guru yang akan penulis dalami pada penelitian ini sangat penting untuk pengembangan pendidikan ekonomi khususnya, dimana proses berfikir guru secara kreatif menentukan bagaimana guru tersebut ketika menyampaikan materi di dalam kelas, disini penulis ingin mendalami bagaimana pola berfikir guru baik dalam membentuk sebuah gagagsan kreatif nya maupun dalam produk hasil gagasan kreatifnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded research. Penelitian kualitatif digunakan untuk menggali pengalaman hidup manusia dengan menekankan nilai-nilai subyektif yang disampaikan oleh informan dari fenomena yang ada dan ditampilkan dalam bentuk narasi. Disini peneliti berusaha menggali secara mendalam pengalaman menjadi guru dan pemikirannya dalam membentuk sebuah imajinasi kreatif yang dimiliki, dan bagaimana cara berfikir kreatifnya dalam membentuk sebuah pembelajaran yang kreatif untuk siswa. Dari penelitian yang sudah dilakukan dapat dikatakan bahwa guru sebelum menyusun perangkat pembelajaran terlebih dahulu guru berfikir tentang esensi materi yang akan disampaikan di kelas, dan juga termasuk makna dari satu materi tersebut, ini merupakan satu tahapan yang sangat penting yang harus dilakukan guru, karena dengan mengetahui esensi materi, guru memperkuat pondasi tentang materi tersebut dan ini akan berimplikasi pada tujuan pembelajaran natinya yang tidak akan menyimpang dari esensi materi tersebut. Pada saat sebelum menuangkan dalam bentuk gagasan kreatif, terlebih dahulu berfikir tentang potensi yang siswa miliki, karena guru tersebut menganggap tidak semua siswa memiliki daya tangkap yang sama, maka dari itu pada saat setelah membentuk satu imajinasi maka guru tersebut menganalisis potensi masing-masing yang ada pada diri siswa, terutama pada potensi daya tangkap siswa terhadap satu materi, ini menunjukkan bahwa guru tersebut tidak egois dalam membentuk imajinasi, jadi pola imajinasi guru menyesuaikan siswa yang akan diajar nantinya di dalam kelas. Guru juga menuangkan gagasan pemikiran kreatifnya ke dalam pola tertentu yang mengenai hal apa saja yang harus disampaikan pertama kali, dan juga hal apa saja yang harus di titik beratkan sari satu materi tersebut, dan setelah itu guru membuat satu media yang dianggap cocok dengan materi tersebut. Guru sebelum menyusun perangkat pembelajaran sebaiknya dan seharusnya berfikir tentang esensi materi yang akan disampaikan di kelas, dan juga termasuk makna dari satu materi tersebut, ini merupakan satu tahapan yang sangat penting yang harus dilakukan guru, karena dengan mengetahui esensi materi, guru memperkuat pondasi tentang materi tersebut dan ini akan berimplikasi pada tujuan pembelajaran dan juga sebaiknya berfikir tentang potensi yang siswa miliki, karena guru tersebut menganggap tidak semua siswa memiliki daya tangkap yang sama, maka dari itu pada saat setelah membentuk satu imajinasi tentang materi yang akan disampaikan, guru tersebut menganalisis potensi masing-masing yang ada pada diri siswa, terutama pada potensi daya tangkap siswa terhadap satu materi, ini menunjukkan bahwa guru tersebut tidak egois dalam membentuk imajinasi. Guru sebaiknya melakukan proses adaptif yang cepat apabila di dalam kelas, situasi dari siswa itu sendiri kurang fokus dalam menangkap materi, jadi guru yang kreatif harus mencari cara dengan cepat agar bisa mengembalikan konsentrasi dan fokus siswa pada materi yang sedang disampaikan. Hal ini akan berimplikasi terhadap motivasi siswa sendiri yang nantinya diharapkan juga mempunyai pemikiran yang sama dalam memandang sebuah masalah atau materi yang sulit untuk dipecahkan.

Perbedaan prestasi belajar fisika siswa kelas II cawu 2 yang diberi dan yang tidak diberi keterampilan berhitung matematika dengan menggunakan metode drill di SMP Laboratorium IKIP Malang tahun pelajaran 1996/1997 / oleh Rianto

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model STAD untuk meningkatkan hasil belajar geografi siswa kelas VIII C semester genap SMP Negeri 1 Sanankulon Kabupaten Blitar / Yuenin Indar Kanastren

 

Kata Kunci: STAD, Hasil Belajar. Demi tercapainya peningkatan kualitas pembelajaran, salah satu upaya pemerintah menentapkan standar ketuntasan minimal yang harus dicapai dalam pembelajaran, baik standar ketuntasan minimal untuk keterampilan prosesmaupun hasil belajar yang diperoleh siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi awal pada tanggal 8 dan 11 November 2010 dalam proses pembelajaran geografi di kelas VIII C SMPN I Sanankulon tahun ajaran 2010/2011 terdapat beberapa kelemahan yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu: 1) Siswa kurang berminat dan kurang aktif dalam proses pembelajaran geografi, hal itu karena dalam pembelajaran guru senantiasa menggunakan metode ceramah; 2) Hasil belajar siswa masih belum tuntas sebesar 80% atau dari 25 siswa hanya ada 5 siswa yang memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 70 pada ulangan harian pertama. Tujuan penelitian ini meningkatkan hasil belajar Geografi dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model STAD. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus pembelajaran yang masing-masing siklus terdiri dari 1 kali pertemuan. Penelitian ini dilakukan di kelas VIII C SMPN I Sanankulon pada bulan Januari 2011. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan tabel persentase dan gainscore. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar Geografi siswa mengalami peningkatan. Peningkatan hasil belajar dari pra tindakan, siklus I ke siklus II. Pada pra tindakan rata-rata nilai kelas 60,72 dengan persentase 20,83%. Siklus I mengalami peningkatan adalah 74,13 dengan persentase keberhasilan tindakan sebesar 66,66%. Siklus II diperoleh rata-rata hasil belajar geografi siswa sebesar 80,83, dengan persentase keberhasilan tindakan sebesar 87,5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan hasil belajar Geografi setelah diterapkan pembelajaran kooperatif model STAD.

Ketetapan pengukuran kuat arus DC, tegangan DC, tegangan AC, hambatan menggunakan multimeter analog dari berbagai merk yang dibandingkan dengan pengukuran multimeter digital di Laboratorium Fisika IKIP MALANG / oleh Imang Marsudi

 

Kajian tentang kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal essai pH hidrolisis untuk materi hidrolisis garam siswa kelas II-IPA SMU Negeri Grati Pasuruan / oleh Tri Putranti Wahyuni

 

Perbedaan tingkat self regulated learning antara kelas akselerasi dan kelas reguler siswa SMA Negeri di Kota Malang / Artiyan Dwiyana

 

ABSTRAK Dwiyana, Artiyan. 2015. Perbedaan Tingkat Self-Regulated Learning Antara Siswa Kelas Akselerasi Dan Siswa Kelas Reguler Siswa Sekolah Menengah Atas Di Kota Malang. Tesis. Bimbingan dan Konseling, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd. (II) Dr. Imanuel Hitipeuw, M.A. Kata kunci: Self-Regulated Learning, Kelas Akselerasi, Kelas Reguler Perbedaankemampuanbelajar siswapadaSekolahMenengahAtasmenghasilkanbentukpengelompokkankelas-kelasberdasarkanberbagaiaspek yang mendasarinya. Dalamhalini, kelasakselerasi di dominasiolehasumsi yang menyatakanbahwasiswa yang terdapatpadakelastersebutmerupakansiswa yang memilikikeunggulandalampengembanganregulasidirimerekadalambelajar, Kemampuan siswa dalammengatur diri padaaktivitas belajarnya (self-regulated learning)merupakanfaktorpenting yang mempengaruhi prestasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat self-regulated learningantara kelas akselerasi dan kelas reguler. Penelitian ini merupakan penelitian kausal komparatif/ex post factopada (6) enam Sekolah Menegah Atas di Kota Malang yang menyelenggarakan kelas Akselerasi.Jumlah populasi dan sampel siswa akselerasi adalah 85 orang dan siswa reguler adalah 181 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan inventori self-regulated learning dan jurnal kegiatan siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Kruskal-Wallis dengan bantuan SPSS 20 for windows. Perhitungan diperoleh dengan membandingkan antara statistik hitung (1,713) lebih kecil daripada statistik tabel (3,841) dengan df = 1 dan signifikansi 5%dan berdasarkanasymptoticsignificance adalah 0,191 lebih besar dari probabilitas 0,05 maka diambil keputusan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak. Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan self-regulated learning yang signifikan antara kelas akselerasi dan kelas reguler, atau dengan kata lain self-regulated learningantara kedua kelas tersebutdapat dikatakan sama. Hal ini dapat menjadi perhatian bagi sekolah dan guru bimbingan dan konseling dalampemberian layanan bimbingan belajar terhadap siswa, khususnya self-regulated learning. Sistem kredit semester dan metode pembelajaran blended learning pada jenjang SMA merupakan kesempatan untuk mendorong keberhasilan studi dengan waktu yang relatif singkat sesuai kemampuan, bakat dan minatnya

Nilai-nilai religius Islam perwatakan tokoh-tokoh utama dalam novel Di bawah lindungan Ka'bah" karya Haji Abdul Karim Amrullah sebuah kajian pendekatan psikologi agama / oleh Siti Komariyah"

 

Pengembangan media gambar materi pelestarian lingkungan hidup untuk SMA/MA kelas XI / Farkhatul Layli

 

ABSTRAK Layli, Farkhatul. 2015. Pengembangan Media Gambar Materi Pelestarian Lingkungan Hidup untuk SMA/MA kelas XI. Tesis. Program Studi Pendidikan Geografi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Achmad Amirudin, M.Pd., (II) Prof. Dr. Budijanto, M.Sos. Kata kunci: pengembangan, media gambar, pelestarian lingkungan hidup Pelestarian lingkungan hidup merupakan materi yang harus dikuasai oleh siswa SMA/MA kelas XI. Materi tersebut memuat konsep-konsep abstrak dan konkrit yang akan lebih mudah dipahami oleh siswa jika menggunakan media gambar. Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh peneliti, materi pelestarian lingkungan hidup memerlukan media gambar. Media gambar belum banyak digunakan oleh guru dan siswa dalam pembelajaran. Media gambar berfungsi sebagai alat bantu atau perantara untuk mempermudah penyampaian pesan, sehingga siswa dapat memahami materi dengan mudah. Kelebihan media gambar dalam pembelajaran yaitu, siswa mengingat materi lebih banyak dan dalam jangka waktu lama, menarik perhatian, menghubungkan siswa dengan dunia nyata tanpa harus mengunjungi lokasi sebenarnya, dan mampu mengatasi kesalahan konsep. Tujuan utama penelitian dan pengembangan ini yaitu untuk menghasilkan produk berupa media gambar pada Mata Pelajaran Geografi SMA Kelas XI Materi Pelestarian Lingkungan Hidup. Produk media gambar dikembangkan dengan mengadaptasi model Borg dan Gall menjadi delapan tahap, yaitu: (1) studi pendahuluan, (2) rencana desain pengembangan produk, (3) pengembangan produk awal, (4) validasi oleh ahli materi dan media, (5) revisi produk utama, (6) uji coba produk di lapangan, (7) revisi, dan (8) diseminasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa dari aspek materi termasuk kategori ”baik” dan aspek media ”cukup baik”. Berdasarkan hasil validasi tersebut, produk ini layak untuk diuji coba setelah melakukan beberapa revisi. Hasil uji coba di lapangan menunjukkan bahwa tingkat kelayakan produk secara keseluruhan mencapai 87,59% (baik) dan tidak perlu dilakukan revisi. Persentase berdasarkan masing-masing aspek yaitu: gambar (87,45%), bahasa (87,24%), materi (87,59%), desain (88,05%). Nilai persentase tersebut termasuk dalam kategori baik sehingga media gambar yang telah dikembangkan ini layak digunakan sebagai media pembelajaran dan sumber belajar. Produk ini hanya berisi teks dan gambar, selain itu uji coba yang dilakukan hanya sebatas untuk mengetahui kelayakan produk. Beberapa saran yang dikemukakan untuk pengembangan dan penelitian lebih lanjut yang meliputi: (1) mengembangkan media dengan aplikasi lain yang mendukung tampilan full screen, audio dan animasi yang lebih baik, dan (2) melakukan penelitian eksperimen.

Studi tentang kegiatan praktikum fisika unit gaya gesekan kelas I cawu II di SMU Negeri I Kedungwaru di Tulungagung berdasarkan kurikulum 1994 / oleh Yayuk Murohmi

 

Kesenian tradisional Jaranan turonggo krido karono" di Desa Karangan Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar / oleh Sutini"

 

Penguasaan konsep fisika unit usaha dan energi ditinjau dari kemampuan berpikir logis dan kemampuan memahami kalimat pada siswa kelas I SMU Negeri Asembagus / oleh Surahma

 

Pengaruh capital adequacy ratio (CAR), dana pihak ketiga (DPK), return on asset (ROA) dan non performing loan (NPL) perbankan terhadap jumlah penyaluran kredit kepada sektor UMKM (studi pada perbankan yang listing di BEI 2007-2009) / Siti Nur Anisah

 

Kata Kunci : CAR, DPK, ROA, NPL dan Jumlah Penyaluran Kredit Sektor UMKM mempunyai peran yang cukup signifikan dalam kondisi perekonomian, terlebih pada negara berkembang seperti Indonesia. Peran tersebut dapat ditinjau dari berbagai indikator makro UMKM. Yang pertama, terdapat dalam setiap sektor ekonomi dengan jumlah industri yang besar. Berdasarkan data tahun 2007 menunjukkan bahwa jumlah populasi UMKM mencapai 49,84 juta unit usaha atau 99,99 persen terhadap total unit usaha di Indonesia. Kedua, potensinya yang besar dalam penyerapan tenaga kerja. Sektor UMKM menyerap 91,75 juta tenaga kerja atau 97,3 persen dari seluruh tenaga kerja di Indonesia. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksplanasi (explanatory research) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi internal perbankan yang dilihat dari CAR, DPK, ROA dan NPL terhadap jumlah penyaluran kredit sektor UMKM . Populasi dari penelitian ini adalah perbankan yang listing di BEI periode 2007-2009. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang merupakan data tahunan dari tahun 2007-2009. Sumber data berasal dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama jumlah penyaluran kredit sektor UMKM meningkat seiring dengan pulihnya kepercayaan perbankan terhadap sektor UMKM. Kedua, kondisi CAR dan ROA menurun karena modal dan laba sebagian besar digunakan untuk menyalurkan kredit. Ketiga, variabel CAR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap jumlah penyaluran kredit sektor UMKM. Variabel DPK, ROA dan NPL berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah penyaluran kredit sektor UMKM. Saran dalam penelitian adalah bagi peneliti selanjutnya diharapkan meggunakan sampel bank umum yang berbeda dan menggunakan variabel lain seperti suku bunga kredit, SBI, dan inflasi sehingga bisa diketahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi bank umum dalam melakukan penyaluran kredit sektor UMKM.

Perbedaan pengajaran berbantuan komputer dan pengajaran konvensional terhadap kemampuan penguasaan konsep sub pokok bahasan viskositas pada siswa kelas I SMU Negeri 2 Malang tahun pelajaran 1996/1997 / oleh Erni Farida

 

Struktur kalimat bahasa Indonesia dalam karangan siswa kelas V SD Taruna Dra. Zalaeha Leces Probolinggo tahun ajaran 1997/1998 / oleh Probosini Laksmi Catur

 

Diatom perifiton sebagai indikator biologi kualitas air sungai
studi di sungai Kali Brantas / oleh Susriyati Mahanal

 

Pengembangan komik pembelajaran ekonomi untuk menarik minat baca dan meningkatkan hasil belajar ekonomi / Eka Agustina

 

ABSTRAK Agustina, Eka. 2015. PengembanganKomikPembelajaranEkonomiuntukMenarikMinat Baca danMeningkatkanHasilBelajarEkonomi.Tesis, Program StudiPendidikanEkonomi, Pascasarjana, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: 1) Dr. Hj Sri UmiMintartiWidjaja, S.E, M.P,Ak 2) Dr. HariWahyono, M.Pd Kata Kunci :Pengembangan, KomikPembelajaranEkonomi, Minat Baca, HasilBelajar Bukudinilaisebagaisumberbelajar yang konvensional, dansangatpraktis, ekonomisdanefisiendalampenggunanyauntukbelajar.Jenisbukuyangsangatberagam,darimualaibukufiksidan non fiksi. Padasemuajenjangpendidikan, kegiatanmembacamenjadiskalaprioritas yang harusdilalukansetiappelajar .Membacajugamerupakanaktifitasbelajarsecaramandiri yang dilakukanseseorangdalamrangkamencariinformasi, sehinggaketikaseseoranginginmelakukankegiatanbelajardapatdipastikandiaharusmelalui proses membaca.Dengankurangnyaminatbacaekonomipadakalangansiswa di SMA Negeri1Sutojayan, penelitimencobamemberikanbukupembelajaranekonomidengannuansakomik yang diharapkandapatmenarikminatbacadansekaligusmeningkatkanhasilbelajar. Model Pengembangandalampenelitianiniadalah model R2D2(Reflective, Recursive, Design, and Development) yang telah di modifikasisesuaikebutuhanpenngembangan. Sedangkandalammengujiefektifitasperbedaanhasilbelajarkelas yang menggunakankomikonomimenggunakanmetodepenelitian Quasi Eksperimentdengan model Nonequivalent Pretes-Posttest Control Group Design. Dalamujiefektifitaskelas yang menggunakankomikonmi di badandingkandengankelass yang menggunakan power point. Penelitianpengembanganpembelajaraninidiujicobakanpadasiswakelas X SMA Negeri1SutojayanKabupatenBlitar. Dari hasilpenelitianinidiperolehhasilbahwa18siswadari 25 siswasangatberminatuntukmembacapelajaranekonomisetelahmenggunakankomikonomi, dan 7 siswacukupberminatuntukmembacakomikonomi.HasilBelajarsiswasetelahpembelajaranmateripadakelaskomikonomimemilikihasilyanglebihungguldi bandingkandengankelas yang bermediakandengan power point. Hasilinidiketahuiberdasarkanhasilperbandingandarinilaipretesdanposttesdarikeduakelastersebutdanangket yang diberikanpada siswa. Berdasarkanhasilpenelitiandisarankan :(1)Bagipengembang laindilakukanpengembanganbukupelajaranekonomi yang berbentukkomikdimanakomikinimemudahkansiswauntukbelajarekonomi, terlebihpadasiswadengan model gayabelajar visual. (2) Bagipengajar (guru) diharapkanmampumembuat media yang sesuaidengankaraktersiswakarenaefektifitas media akanmempengaruhihasilbelajarsiswa.

Fungsi DPR-RI sebagai lembaga tinggi negara pembawa aspirasi rakyat pandangan pakar hukum tentang optimalisasi kinerja anggota DPR-RI periode 1992-1997 / oleh Tutug Sri Jatmiko

 

Gesture mahasiswa berdasarkan aktivitas metakognitif dalam pembuktian matematis / Yulia Izza El Milla

 

ABSTRAK El Milla, YuliaIzza. 2015. GestureMahasiswaBerdasarkanAktivitasMetakognitifdalamPembuktianMatematis.Tesis. Program StudiPendidikanMatematika, PascasarjanaUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Subanji, M.Si, (II) Drs. Tjang Daniel Chandra, M.Si, Ph.D. Kata kunci: gesture, metakognisi, pembuktianmatematis, mahasiswa, diskusi. Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikangesture dalamaktivitasmetakognitifsehinggaberfokuspadagesture yang munculdalamsuatuaktivitasmetakognitif. Hal inididasarkanpadafaktabahwagestureberkaitaneratdengankognisi.Gesturemenggambarkanbagaimanaseseorangberpikirdanberbicaramatematis.Metakognisimerupakanpengetahuandankesadaranseseorangakankognisinya.Dengandemikian,terdapatketerkaitanantaragesturedenganmetakognisi. Aktivitasmetakognitif yang ditelitimerupakanaktivitasmetakognitifdalamkontekssosial. Hasildiperolehdari 6 subjek yang dibagimenjadi 3 kelompok. Setiapkelompoksubjekdiberikantugassoalpembuktianmatematisbersifat non-spasial.Setiapkelompoksubjekdianjurkanuntukberdiskusidalammenyelesaikantugaspembuktianmatematis yang diberikan. Subjek yang dipilihmerupakanmahasiswa S1 pendidikanmatematika di UniversitasNegeri Malang yang telahmenempuhmatakuliahmengenaipembuktianmatematis. Subjekmelakukanthink aloud padasaat proses diskusiuntukmendeteksigesture danaktivitasmetakognitif yang muncul. Klasifikasiaktivitasmetakognitifdalamkonteksproblem-solvingyang ditelitidikodekankedalam 3 macamberdasarkanklasifikasi Wilson, yaitu: metacognitive awareness, metacognitive regulation, danmetacognitive evaluation. Indikatoraktivitasmetakognitif yang digunakanuntukmenglasifikasikanaktivitasmetakognitif yang munculdidasarkanpadaindikator yang disusunolehMagieradanZawojewski. Gesture yang ditelitidikodekanmenjadi 4 macamberdasarkanklasifikasi McNeill, yaitu: iconic gesture, metaphoric gesture, deixis gesture, dan tempo (beat gesture). Hasilanalisismenunjukkandiperoleh total 333 gesture dalamaktivitasmetakognitif yang munculselama proses diskusidariketigakelompok. Iconic gesture, metaphoric gesture, dandeixis gesturemunculsecaralengkapdidampingiolehaktivitasmetacognitive awareness, metacognitive regulation, danmetacognitive evaluationpadamasing-masingkelompok.Indikatoraktivitasmetakognitif yang dipenuhiolehtiapkelompokberbedaantarakelompoksatudengan yang lain.Temuanpenelitianmenunjukkanbahwagesture yang munculmengindikasikanterjadinyaaktivitasmetakognitifpadasubjek. Hasilinimenyatakanbahwagesturedapatdigunakansebagaiindikatordalammengidentifikasiaktivitasmetakognitif yang sedangterjadidalampikiranseseorang.

Pengaruh tingkat pendidikan terhadap perkawinan usia muda dan tingkat perceraian di desa Sumberkerto Kecamatan Pagak Kabupaten Malang / oleh Suyati

 

Defragmenting struktur berpikir siswa melalui pemetaan kognitif berdasarkan gaya belajar untuk memperbaiki kesalahan siswa pada permasalahan lingkaran / A. Ali Syihabuddin

 

ABSTRAK Syihabuddin, A. Ali. 2015. Defragmenting StrukturBerpikirSiswaMelaluiPemetaanKognitifBerdasarkan Gaya BelajaruntukMemperbaikiKesalahanSiswapadaPermasalahanLingkaran. Tesis Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si. dan(II) Dr. Abdul Qohar, MT. Kata Kunci : defragmenting, stuktur berpikir, pemetaankognitif, gayabelajar Penelitianinibertujuanuntukmemperbaikikesalahansiswadalammenyelesaikanpermasalahanlingkarandengancaradefragmentingstrukturberpikirsiswamelaluipemetaankognitif. Selainitu, mendeskripsikandefragmentingstrukturberpikirberdasarkangayabelajar yang dimilikiolehsiswadanmemperbaikikesalahansiswa. Kesalahansiswa yang dimaksudkanmerupakanjawabansalahsiswaketikamenyelesaikanmasalah yang diberikan, namundalamjawabansiswatersebutsudahmenuliskansebagianlangkah-langkahpenyelesaianmasalahdenganbenar. Defragmentingstrukturberpikirsiswamenggunakanstrategispatialyaitupenggunaanpetakognitif. Penelitianinimenggunakanpendekatankualitatifdeskriptifeksploratifdengansubyek yang diambildarisiswaMTs. Al IslahiyahSukobenduMantupLamongan. Cara mengukurgayabelajarsiswadenganVAK Learning-Style Self-Assessment Questionnaire proposed by Chislett and Chapman (2005). S1 dan S2 adalahsiswadengangayabelajar visual, siswacenderungmudahmemvisualkangambar yang adadalampemikirannya, namunkesalahan yang dilakukannyaadalahkesalahankonsepsegitigasehinggadefragmenting yang diberikanyaitu proses memberikan stimulus dengankomunikasiataulangkahsetiaptahapannya. Dan S3 dan S4 adalahsiswadengangayabelajarauditori, siswacenderungmembacasoaldantidakmudahdalammenvisualkangambar yang dipikirkannyasehingga proses defragmenting yang diberikanadalah proses untukmembantumenyelesaikanpermasalahandengancaramenggambarsecaraperlahansetiaptahapan. Sehinggasubyek visual memilikiciri, lebihmudahmenangkapbentukgambar, sulitmemahamisoalteksdankesalahancenderungpadapemahamansoal, makacaradefragmenting yang digunakanadalahmengulangmembacatekssoaldanmenuliskanlangkah-langkahdenganjelasdalammenyelesaikansoal. Sedangkansubyekauditorimemilikicirilebihmudahmembacasoalteksdansulitmemahamidanmegartikansoaldalamgambar, makacara defragmenting yang digunakanadalahmenuntunsiswamemahamisoaldenganmenyelesaikantahapandenganbantuangambar.

The Use prepositions in the reader's digest's articles / by Yuwani Nurniasih

 

Pengaruh pemberian dosis mikoriza endogone (Gigaspora sp.) terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah (A. ascalonicum L.) varietas Filipina dan Bali Ijo / oleh Tri Hidayati

 

Perbedaan partisipasi buruh perkebunan teh dalam pembangunan desa berdasarkan tingkat pendapatan di desa Toyomarto Kecamatan Singosari / oleh Suparni

 

Penerapan metode permainan kartu persegi untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi bangun kubus siswa kelas IV SDN Batu Ampar Pelaihari / Dahliana

 

ABSTRAK Dahliana, 2015. Penerapan Metode Permainan Kartu Persegi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika materi Bangun Kubus Siswa Kelas IV SDN Batu Ampar Pelaihari. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Edy Bambang Irawan, M.Pd., (II) Dr. Subanji, M.Si. Kata Kunci: metode permainan kartu persegi, hasil belajar, bangun kubus. Bangun kubus merupakan salah satu bangun ruang sederhana untuk materi Matematika di Sekolah Dasar. Studi pendahuluan di SDN Batu Ampar Pelaihari menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa pada bangun datar belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Oleh karena itu, perlu upaya menerapkan pembelajaran yang dapat meningkatkan prestasi siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus; setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan pembelajaran dan 1 kali pertemuan evaluasi pembelajaran. Analisis data menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap konsep bangun kubus meningkat setelah diterapkannya metode permainan kartu persegi. Peningkatan hasil belajar kognitif ditandai dengan peningkatan ketuntasan klasikal 88.24 dan skor rata-rata tes akhir 83,24 pada Siklus II yang mampu melampaui KKM yang ditentukan yakni 70. Berdasarkan hasil temuan tersebut, disarankan kepada guru Matematika di SD untuk menerapkan metode permainan kartu persegi dalam upaya meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.

Kecenderungan pola kepemimpinan orang tua dalam mengasuh anak di lingkungan keluarga di desa Martopuro Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan / oleh Titiek Suciati

 

Teacher's and students' questioning and teacher's feedback in EFL classroom / Widia Rizah Hidayati

 

ABSTRAK Hidayanti, Widia Rizah. 2015. Perilaku Bertanya Guru dan Siswa dan Tanggapan Guru di Kelas Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing. Tesis. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mirjam Anugerahwati M.A., (II) Dr. Arwijati Wahjudi Murdibjono, Dip. TESL, M.Pd. Kata kunci: pertanyaan guru, siswa pertanyaan, tanggapan, EFL kelas Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi informasi mengenai instruksi guru yang berfokus pada perilaku bertanya guru dan siswa, dan tanggapan yang digunakan oleh guru di kelas EFL, khususnya di SMA. Secara spesifik, penelitian ini dimaksudkan untuk meneliti 1) jenis-jenis pertanyaan yang diajukan oleh guru di kelas EFL, 2) jenis-jenis pertanyaan yang diajukan oleh siswa di kelas EFL, dan 3) tanggapan yang digunakan oleh guru di kelas EFL. Untuk menjawab masalah-masalah penelitian tersebut, sebuah studi kasus deskriptif dengan pendekatan kualitatif telah dilakukan. Subyek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris dan siswa-siswa kelas XI di tujuh kelas Bahasa Inggris di SMAN 1 Sumenep. Data penelitian ini berupa pertanyaan- pertanyaan lisan yang diajukan oleh guru dan siswa dan tanggapan guru yang diperoleh melalui observasi kelas tanpa campur tangan peneliti. Selain itu, data pendukung seperti pendapat dan pemahaman subyek dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pertanyaan yang diajukan oleh guru di empat belas sesi observasi kelas adalah 366 pertanyaan. Mayoritas pertanyaan yang diajukan adalah pertanyaan referensial atau divergen. Terdapat sekitar 268 pertanyaan atau 73% dari total jumlah pertanyaan yang diajukan di semua kelas. Banyakna jenis pertanyaan referensial tertutup dan pertanyaan referensial terbuka adalah 41% dan 32%. Sebaliknya, guru jarang menanyakan pertanyaan display atau konvergen. Hanya terdapat sekitar 98 pertanyaan atau 27% dari total pertanyaan yang diajukan oleh guru. Jenis pertanyaan yang ditanyakan adalah dalam bentuk pertanyaan display tertutup dan terbuka dengan total jumlah 20% dan 7%. Selanjutnya, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pertanyaan referensial terbukti dapat menciptakan interaksi kelas yang lebih baik dan menaikkan tingkat berpikir siswa dari pada penggunaan pertanyaan display. Mengenai pertanyaan yang diajukan oleh siswa, siswa di bawah pengamatan bertanya sedikit pertanyaan di kelas. Terdapat hanya sekitar 45 pertanyaan atau sekitar 11% jika dibandingkan dengan pertanyaan guru yang mendominasi sebagian besar perilaku bertanya di dalam kelas, yaitu sekitar sebesar 89%. Pertanyaan yang diajukan oleh siswa kepada guru hanya sekitar 7% dari total jumlah pertanyaan siswa, 75% untuk salah seorang teman kelas mereka, dan 18% untuk seluruh teman di dalam kelas. Pertanyaan siswa dikelompokkan menjadi pertanyaan tertutup (tingkat rendah) dan pertanyaan terbuka (tingkat tinggi) dengan jumlah total 45% dan 55%. Hal ini menunjukkan bahwa siswa lebih banyak mengajukan pertanyaan dengan jenis kognitif tingkat tinggi dari seluruh jumlah pertanyaan yang diajukan. Mengenai tanggapan guru, penelitian ini mengungkapkan bahwa guru yang diteliti secara spontan menggunakan tanggapan atau umpan balik positif ketika siswa menjawab seperti yang diharapkan oleh guru, dan sebaliknya, memberikan umpan balik negatif untuk menanggapi jawaban siswa yang salah. Guru tersebut menggunakan sekitar 75% tanggapan positif sedangkan 25% untuk tanggapan negatif. Guru menerapkan beberapa strategi dalam memberikan tanggapan negatif, seperti: memberikan arahan, mengkritik respon siswa, melempar pertanyaan kepada siswa lain, dan memperbaiki jawaban siswa secara langsung tanpa penolakan. Sementara itu, ketika memberikan umpan balik positif, guru biasanya menggunakan strategi, seperti: mengelaborasi ide siswa, mengulang jawaban siswa, dan memberikan kata-kata dorongan atau pujian. Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran diusulkan untuk guru EFL dan peneliti selanjutnya. Bagi para guru EFL, diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang jenis dan peran pertanyaan dalam komunikasi dan interaksi kelas yang akan merangsang tingkat keterampilan berpikir siswa menjadi lebih tinggi dan membimbing mereka untuk berdiskusi lebih lanjut dan pemahaman yang lebih dalam. Selain itu, penting bagi guru EFL agar mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dengan menyediakan strategi pengajaran dan kegiatan kelas yang sesuai. Selain itu, guru EFL juga disarankan berusaha untuk memiliki pengetahuan tentang pemberian umpan balik yang sesuai dalam menanggapi jawaban siswa. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian yang menyelidiki hubungan antara perilaku bertanya guru dan siswa dan tanggapan guru terhadap output berbahasa dan prestasi siswa dalam bahasa inggris. Selain itu, akan lebih menarik bagi para peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan melibatkan lebih banyak guru dengan kemampuan siswa yang berbeda.

Pengaruh Peningkatan kadar gula terhadap hasil nata de soya dari limbah tahu / oleh Diana Anggraini

 

Pengembangan project-based learning untuk mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan / Meirena Ayu Permatasari

 

ABSTRAK Ayu Permatasari,Meirena. 2015. PengembanganProject-based Learninguntuk Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.Tesis. Prodi S2 Pendidikan Ekonomi, Jenjang Magister, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr.AgungHaryono, SE.,M.P., Ak; (II) Dr. MitWitjaksono, MS.Ed. Kata kunci:Project -based Learning, Prakarya dan Kewirausahaan. Hasil observasi awalmenunjukkan bahwa pembelajaran prakarya dan kewirausahaan selama ini kurang menggunakan kegiatan pembelajaran yang dapat meningkatkan kreatifitas siswa. Ditemukan fakta bahwa siswa telah memiliki pengalaman membuat suatu prakarya sebelumnya. Hal tersebut membentuk suatu pola tahapan kemampuan siswa, yaitu tingkat pemula, menengah dan lanjut sehingga diperlukan pengembangan pembelajaran diharapkanmampu membangun potensi kewirausahaan melalui prakarya dalam setting real yang dapat mencapai tujuan instruksional pembelajaran sesuai dalam kurikulum 13 (harapan formal) dan tujuan akhir pembelajaran (harapan ideal). Penelitian ini menggunakan pendekatan model Design Based Research (DBR)dalam pengembangan pembelajaran kewirausahaan melalui prakarya. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptifkualitatifdandeskriptifkuantitatif. Berdasarkandari hasil penelitian menghasilkan temuan empirik yaitu pembelajaran yang selama ini diterjadikan di kelas belum memuat tujuan instruksional pembelajaran sesuai kurikulum 2013 dan hanya terpaku pada buku paket pembelajaran prakarya dan kewirausahaan serta pembelajaran hanya bersifat teoritis. Dengan adanya pengembangan pembelajaran kewirausahaan melalui prakarya menggunakan Project-based learningmenunjukkanhasiltanggapan peserta didik yang baik. Hal ini didukung dengan hasil pengembangan pembelajaran menggunakan Project -based Learning dapat mencapai tujuan akhir pembelajaran (harapan ideal) yaitu menumbuhkan kesadaran dan semangat kewiausahaan, meningkatkan ketrampilan ekonomis dan membelajarkan siswa dalam melakukan ekonomi produktif. Berdasarkan hasilpenelitian,disarankan agar (1) Guru mengembangkan skenario pembelajaran yang dirancang untuk memudahkan dalam menciptakan variasi kegiatan pembelajaranbaik materi yang bersifat teoritis maupun praktikum untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam analisis dan evaluasi serta memperoleh pengalaman belajar yang utuh (2) Melalui pengembangan pembelajaran kewirausahaan melalui prakarya menggunakan Project-based Learning dapat memberikan pembelajaran yang dekat dengan prespektif siswa agar dapat mengaitkan peluang kreatifitas siswa melalui prakarya.

Pengaruh logam berat timbal (Pb) terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans poir) / oleh Muhiddin P.

 

Pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja (Studi pada pegawai Pengadilan Agama Tulungagung) / Annii Feb Rakhmawati

 

Kata kunci: Budaya Organisasi, Motivasi Kerja dan Kinerja Dalam dunia usaha sekarang ini yang perkembangannya semakin pesat ditandai adanya pertumbuhan dan peningkatan kualitas pelayanan baru. Sekarang telah banyak perusahaan atau organisasi yang berdiri dan berkembang sukses baik dengan skala kecil maupun besar. Sehingga di perlukan hasil kinerja yang baik dari para Sumber Daya Manusia yang dimiliki organisasi. Untuk mendapatkan Kinerja yang maksimal maka dibutuhkan motivasi yang tinggi agar bisa bekerja sesuai dengan harapan organisasi. Motivasi tersebut dapat diwujudkan apabila juga memperhatikan budaya yang diterapkan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai, secara parsial. Penelitian ini mempunyai dua variabel yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah budaya organisasi (X1), motivasi kerja (X2), sedangkan variabel terikatnya adalah kinerja (Y). Penelitian ini dilakukan di Pengadilan Agama Tulungagung. Menggunakan penelitian populasi, diperoleh populasi sebanyak 48 responden. Analisis data penelitian yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan uji t untuk menguji hipotesisnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan variabel Budaya Organisasi secara parsial atau sendiri-sendiri terhadap Kinerja pegawai Pengadilan Agama Tulungagung, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan variabel Motivasi Kerja secara parsial atau sendiri-sendiri terhadap Kinerja pegawai Pengadilan Agama Tulungagung. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini. Penulis memberikan saran agar sebaiknya budaya organisasi dalam Pengadilan Agama Tulungagung ditingkatkan lagi misalnya dengan pengadaan do’a bersama setiap bulan sekali dan pengadaan wisata bersama seluruh pegawai Pengadilan Agama Tulungagung setiap tahun karena hal tersebut dapat meningkatkan hubungan sosial antar pegawai serta menciptakan komunikasi yang baik dan membentuk karakteristik Pengadilan Agama Tulungagung. Selain itu Sebaiknya pimpinan lebih sering memberikan penghargaan kepada bawahan misalnya dalam bentuk pujian atas pekerjaannya, memberi semangat dan memberikan saran yang membangun kepada pegawainya agar pegawai lebih memiliki motivasi kerja yang tinggi. Dengan pemberian motivasi kerja oleh pimpinan kepada bawahan, diharapkan dapat berdampak positif pada kinerja pegawai.

Kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola madrasah ibtidaiyah dan sekolah dasar berprestasi
studi multi kasus pada MIN Malang I, MI Mamba'ul Ulum, dan SDN Ngaglik I Batu di Malang / oleh Imron Arifin

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |