Pesan pesantren dalam upaya pembudayaan nilai-nilai demokrasi bagi santri di pesantren mahasiswa Al-Hikam kota Malang / Abd Majid

 

Kata Kunci: Pesantren, Pembudayaan Nilai-nilai Demokrasi, Santri Pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan nonformal yang dikenal dalam masyarakat Indonesia memiliki peran yang cukup besar dalam mendidik generasi penerus bangsa. Peran pesantren sebagai lembaga pendidikan diharapkan memiliki peranan dalam membudayakan nilai-nilai demokrasi. Harapan tersebut muncul seiring dengan diploklamirkannya bangsa Indonesia sebagai bangsa yang menganut sistem demokrasi. Namun, terjadinya beberapa kekerasan yang dilakukan alumni pesantren misalnya, peledakan bom bali menimbulkan pertanyaan bahkan ketidak percayaan terhadap peran pesantren dalam membudayakan nilai-nilai demokrasi. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) mendiskripsikan wawasan pengetahuan mengenai nilai-nilai demokrasi para santri di lingkngan pesantren mahasiswa Al-Hikam (2) mendiskripsikan strategi yang dilakukan pesantren mahasiswa Al-Hikam dalam menginternalisasikan nilai-nilai demokrasi kepada para santri di lingkungan pesantren mahasiswa Al-Hikam (3) mendiskripsikan bentuk-bentuk pembudayaan nilai-nilai demokrasi bagi santri di pesantren mahasiswa Al-Hikam (4) memperoleh data terkait faktor pendukung pembudayaan nilai-nilai demokrasi bagi santri di lingkungan pesantren mahasiswa Al-Hikam (5) memperoleh data terkait faktor penghambat pembudayaan nilainilai demokrasi bagi santri di lingkungan pesantren mahasiswa Al-Hikam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dasar teori fenomenologis. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yaitu berusaha mengungkapan dan menelaah kasus yang terjadi di pesantren mahasiswa kota Malang dalam upaya pembudayaan nilai-nilai demokrasi bagi santri. Dalam penelitian ini lokasi penelitian ditetapkan di pesantren mahasiswa Al-Hikam Kota Malang. Jenis data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, wawancara, studi dokumentasi dan dokumentasi . Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Sedangkan pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Penelitian ini dilakukan melalui empat tahap yaitu: tahap persiapan penelitian, tahap pelaksanaan, tahap analisis data, tahap pelaporan ii Dari hasil penelitian diketahui bahwa wawasan pengetahuan santri mengenai nilai-nilai demokarsi antara lain penyelesaian permasalahan yang terjadi di pesantren perlu diselesaikan dengan musyawarah, perlunya pergantian pengurus organisasi pesantren secara periodik, terjadinya perubahan di pesantren secara damai, pentingnya kebebasan, nilai keanekaragaman serta penggunaan paksaan sesedikit mungkin. Strategi yang dilakukan pesantren dalam upaya menginternalisasikan nilia-nilai demokrasi yaitu melalui proses pembelajaran di kelas (dirosah), pengajian kepengasuhan serta melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Bentuk-bentuk pembudayaan nilai-nilai demokrasi dilakukan melalui pelaksanaan rapat tahunan organisasi santri pesantren mahasiswa Al-Hikam (RTO OSPAM) serta melalui Tambih am yang dilaksanakan setiap awal bulan. pelaksanaan RTO OSPAM dan Tambih Am memberikan ruang bagi santri untuk mempraktekkan nilai-nilai demokrasi. Faktor-faktor yang mendukung upaya pembudayaan nilai-nilai demokrasi yaitu sistem pendidikan yang integral, sarana pendidikan yang memadai, terjadwalnya kegiatan di pesantren serta beraneka ragamnya latar keilmuan santri. Sementar itu faktor yang menghambat pembudayaan nilai-nilai demokrasi yaitu beranekaragamnya perguruan tinggi santri serta latar belakang santri yang umumnya belum pernah penempuh pendidikan di pesantren. Berdasarkan hasil dan kesimpulan penelitian ini beberapa saran yang diajukan adalah: (1) Perlu adanya sosialisasi serta kemudahan mengakses kalender pendidikan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. (2) Pemerintah baik pusat maupun daerah perlu mendukung perkembangan pesantren terutama dalam menyediaan sarana dan prasarana pendidikan di pesantren. (3) Pengurus pesantren sebagai penyelenggara pendidikan di pesantren diharapkan memaksimalkan semua potensi yang dimiliki untuk membudayakan nilai-nilai demokrasi (4) Peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan pesantren sehingga mendorong pemaksimalan upaya yang dilakukan pesantren dalam membudayakan nilai-nilai demokrasi (5) santri sebagai bagian yang tidakterpisahkan dari pesantren hendaknya memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar di pesantren.

Optimasi penggunaan larutan asam adipat dalam NaOH sebagai catcher formaldehida pada kayu lapis (Plywood) sengon yang menggunakan perekat urea formaldehida / Fiter Fatmawati PSJ

 

Kata Kunci: catcher, formaldehida, plywood, asam adipat, natrium hidroksida Ekspor plywood Indonesia mengalami penurunan karena ketatnya persaingan pasar dan kurang terpenuhinya syarat mutu produksi untuk ekspor. Resin urea formaldehida termasuk adhesive yang sering digunakan dalam industri plywood karena harga resin formaldehida yang tergolong murah, mempunyai daya rekat baik,dan daya tahan yang cukup baik terhadap temperatur. Reaksi polimerisasi pada pembuatan urea-formaldehida menghasilkan ekses formaldehida sehingga saat perekat tersebut digunakan maka dapat membebaskan formaldehida (free formaldehide). Formaldehida dapat berikatan dengan senyawa yang mengandung gugus amina atau amida, senyawa golongan α-hidroksikarboksilat, dan senyawa yang memiliki pasangan elektron bebas. Untuk mengurangi emisi formaldehida di atas maka digunakan senyawa-senyawa kimia yang disebut catcher. Salah satu catcher yang sering digunakan adalah catcher Deermushu harganya relatif mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi penggunaan asam adipat sebagai pengganti catcher Deermushu. Penelitian ini bersifat eksperimental yang dilakukan di laboratorium PT. PAI (Pamolite Adhesive Industry) Probolinggo. Penambahan catcher dilakukan dengan metode pelapisan setelah masuk hot press, sedangkan uji emisi formaldehida dilakukan menurut metode JAS (Japan Agriculture Standart). Asam adipat dilarutkan dalam pelarut NaOH 0,1 M. Optimasi dilakukan melalui variasi konsentrasi larutan asam adipat, yaitu 0%; 5%; 7,5%; 10%; 12,5%; 15% (w/w). Larutan asam adipat kemudian dilapiskan pada plywood sengon. Selanjutnya dilakukan pengujian tingkat LFE (Low Formaldehyde Emission) melalui pengukuran absorbansi larutan formaldehida dengan spektronik 20 pada panjang gelombang 412 nm. Analisis data dilakukan melalui perhitungan efektifitas dan harga relatif asam adipat terhadap catcher Deermushu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai catcher formaldehida, konsentrasi optimum asam adipat dalam NaOH 1 N adalah 5% (w/w). Larutan asam adipat tersebut dapat menurunkan emisi formaldehida sebesar 40,25% dengan tingkat emisi 1,38 ppm sehingga plywood sengon yang dilapisi telah memenuhi standart bintang dua (F**) menurut standart JAS (Japan Agriculture Standart). Perbandingan efektifitas per harga relatif terbesar dimiliki oleh asam adipat 5 % sebagai catcher formaldehida. Asam adipat 5 % dalam NaOH memiliki efektifitas per harga relatif terhadap Deermushu 1,24 kali sehingga asam adipat cukup potensial menggantikan catcher Deermushu.

Penerapan model inquiry untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA pada siswa kelas V SDN Dengkol III Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Sri Nuryani

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model teams games tournament (TGT) untuk meningkatkan minat siswa pada mata pelajaran geografi di SMP Negeri 2 dagangan Kabupaten Madiun / Hirlinda Intan Purnamasari

 

Keywords: Interest in learning geography students, Teams Games Tournament The result of initial observations and interview in class VIII A SMP Negeri 2 Dagangan Kabupaten Madiun shown and interviews in class VIII A SMP Negeri 2 Dagangan Kabupaten Madiun at low geography lessons. It is shown by the students on subjects of interest in 47,62% and enjoyment of geography students on the subject of geography 48,91%. This study aims to enhance students interest on the subject of geography class VIII A SMP Negeri 2 Dagangan Kabupaten Madiun by implementing cooperative learning models Teams Games Tournament (TGT). Cooperative learning Teams Games Tournament (TGT) in this study applied to the material class VIII A first semester at the Indonesian position indicators, seasonal changes, distribution of land, the spread of flora dan fauna, and the state of population in Indonesia. Students' interest was measured by two indicators of interest are interest and pleasure. To measure the students used the instrument interest guidelines for interviews and observation sheet. Guidelines for student interviews were analyzed using a percentage formula, while interest observation sheet was analyzed by using the formula of success measures. The study was conducted in SMP Negeri 2 Dagangan Kabupaten Madiun, starting on July 17 until August 3, 2010. The research design used in a classroom action research was conducted using two cycles, where each cycle includes the activities of planning, execution, observation, and reflection. The subject of this research is VIII A grade students of SMP Negeri 2 Dagangan Kabupaten Madiun total of 33 students. Analysis of data used is the percentage formula and successful action. The results of this study show that an increase in student interest in geography from subjects before, after the implementation of the first cycle and after the implementation of the second cycle. Increasing students 'interest in geography lesson was seen from the increased percentage each indicator that increase students' interest. Based on these results, it can be concluded that cooperative learning model Tournament Games Teams (TGT) can increase students interest on the subjects of geography class VIII A SMP Negeri 2 Dagangan Kabupaten Madiun. After the study suggested that teachers implement appropriate learning model on the material being taught toenhance students' learning interests.

Pembelajaran kooperatif think pair share untuk meningkatkan kemampuan bertanya dan menjawab pada mata pelajaran matematika kelas X Mabi MAN 3 Malang / Siti Napfiah

 

Kata kunci: Peningkatan, Kemampuan Bertanya, Kemampuan Menjawab, Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share Pada saat observasi pembelajaran matematika di kelas X MABI MAN 3 Malang, siswa masih merasa malu untuk bertanya apabila menemui hal yang dibingungkan dan enggan untuk menjawab pertanyaan. Hal ini dikarenakan dalam pembelajaran, siswa kurang difasilitasi untuk saling tanya jawab. Bertanya merupakan bagian penting dalam pembelajaran karena dengan bertanya, siswa dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kreativitasnya. Dalam bertanya, secara tidak langsung siswa juga mencari jawaban dari pertanyaan yang muncul sehingga dengan berusaha mencari jawaban maka dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa. Pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan bertanya dan menjawab siswa adalah pembelajaran think pair share. Tahapan dalam pembelajaran think pair share adalah think (berpikir), kemudian pair (berpasangan), dan dilanjutkan share (berbagi). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran think pair share pada mata pelajaran matematika yang dapat meningkatkan kemampuan bertanya dan menjawab siswa. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan di MAN 3 Malang dan subjek penelitiannya adalah siswa kelas X MABI MAN 3 Malang tahun ajaran 2009/2010. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan April 2010 dalam 2 tahap, yaitu (1) tahap pra tindakan (2) tahap tindakan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran think pair share yang dapat meningkatkan kemampuan bertanya dan menjawab siswa pada mata pelajaran matematika di kelas X MABI MAN 3 Malang yaitu: (1) pada tahap “think” siswa berpikir mandiri dalam mengerjakan lembar kegiatan yang diberikan guru serta mendaftar atau menuliskan pertanyaan yang ingin diajukan mengenai materi yang sedang dipelajari, (2) pada tahap “pair” siswa berpasangan untuk berdiskusi mengenai pertanyaan yang ditulis serta hasil kerja mandirinya, dan (3) pada tahap “share” siswa diberi reward bagi kelompok yang bersedia berbagi di hadapan teman sekelasnya. Peningkatan kemampuan bertanya dilihat dari aspek kualitas pertanyaan, relevansi, bahasa, dan frekuensi. Peningkatan kemampuan menjawab dilihat dari ii aspek kebenaran jawaban, relevansi, bahasa, dan frekuensi. Pada aspek kualitas pertanyaan ditunjukkan dengan kemampuan siswa untuk mengajukan pertanyaan sampai tingkat analisis menurut taksonomi Bloom, pada aspek kebenaran jawaban ditunjukkan dengan tercapainya kriteria sangat akurat, pada aspek relevansi ditunjukkan dengan tercapainya kriteria sangat sesuai, pada aspek bahasa ditunjukkan dengan tercapainya kriteria sangat mudah dipahami, dan pada aspek frekuensi ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang ingin bertanya dan menjawab mencapai lebih dari 50% dari seluruh siswa di kelas.

Kajian grafik pengendali betabinomial sebagai alternatif perbaikan grafik pengendali NP-Chart (Studi kasus pada data jumlah produk rokok di PR. Rajawali Wajak-Malang) / Abidah Yughsyil Laila

 

Kata kunci : distribusi binomial, distribusi beta, distribusi beta- binomial, grafik pengendali np-chart, grafik pengendali beta-binomial. Pemilihan dua model distribusi dengan respon biner. Dimana model pertama respon berdistribusi Binomial dan respon kedua berdistribusi Beta Binomial sering mengalami kesulitan karena perhitungannya sangat kompleks. Pada penelitian ini akan ditentukan dan dipilih distribusi Binomial dan distribusi Beta Binomial dengan menentukan grafik pengendali dari masing-masing distribusi. Dengan menggunakan software minitab, diperoleh batas-batas pengendali untuk grafik pengendali np chart pada kelompok I didapat CL = 10.04; UCL = 18.39; CLC = 1.69, pada kelompok II di dapat CL = 11.12; UCL = 20.37; CLC = 1.87, dan pada kelompok III di dapat CL = 9.68; UCL = 17.84; LCL= 1.52. . Dengan membuat grafik pengendali np-chart diperoleh data terkendali secara statistik. Hasil grafik pengendali berbasis distribusi Beta-Binomial diperoleh batas batas pengendalinya yaitu CL = 7.5836; UCL = 23.2031287; LCL = -8.0359287 dengan parameter lokasi (μ) = 7.5836 dan parameter skala (σ) = 5.20650956. Dari pengolahan batas-batas tersebut didapat bahwa data produk rokok cacat masih terkendali secara statistik. Akan tetapi hal ini berarti bahwa grafik pengendali distribusi Beta Binomial tidak dapat diandalkan sebagai alternatif pemecahan masalah menggantikan distribusi Binomial. Hasi uji ANOVA diperoleh nilai p-value (0.331) > nilai α (0.05) Atau dapat diartikan proporsi cacat pada produk rokok sama antara kelompok I,II,dan III.

Sintesis ferogel berbahan dasar pasir besi Tulungagung dan karakterisasi pola histerisisnya / Mochamad Nurdin

 

Kata Kunci : pasir besi, ferogel, sifat kemagnetan, pola histerisis. Tulungagung salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki pasir besi yang tersebar merata di sungai besar maupun di sebagian pantainya. Potensi menarik untuk dikaji dari pasir besi Tulungagung adalah kandungan besi yang besar. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan sejauh ini penelitian pola histerisis ferogel berbahan dasar pasir besi dari Tulungagung belum pernah dilakukan. Oleh karena itu penelitian ini dikembangkan untuk mengkarakterisasi pola histerisis ferogel dengan ukuran partikel yang bervariasi yaitu dalam orde mikron dan nano partikel dengan berbagai konsentrasi Fe3O4, dengan memanfaatkan bahan dasar pasir besi alam dari Tulungagung. Jenis penelitian ini adalah penelitian murni . Bahan dasar dari penelitian ini adalah pasir besi dari tulungagung (Fe3O4) yang berukuran nano dan mikro pembuatan partikel nano dilakukan dengan metode kopresipitasi, sedangkan partikel mikro dibuat dengan cara menggerus hingga didapatkan partikel mikro. Setelah partikel Fe3O4 dalam ukuran mikro dan nano selesai disintesis, dilakukan karakterisasi menggunakan alat XRD, SEM, dan VSM, masing-masing dilakukan untuk mengetahui fasa-fasa partikel, ukuran partikel dan sifat kemagnetannya. Selanjutnya partikel Fe3O4 dalam ukuran mikro dan nano tersebut dicampurkan dengan Polivinil alkohol (PVA) dan aquades untuk dibuat ferogel dengan konsentrasi Fe3O4 5%; 10%; 15%; 20%; 25% dari massa ferogel dan dilanjutkan dengan karakterisasi pola histerisis ferogel. Hasil penelitian menghasilkan partikel mikro Fe3O4 dengan ukuran 2.54µm, sedangkan partikel nano Fe3O4 dari karakterisasi XRD dan dihitung dengan persamaan Scherrer didapatkan ukuran partikel 8,53 nm. Hasil VSM menunjukkan Partikel mikro Fe3O4 memiliki sifat kemagnetan yang lebih besar dibandingkan dengan partikel nano Fe3O4. Nilai magetisasi remanen (Mr) partikel mikro sebesar 8,2 emu/gram sedangkan partikel nano sebesar 1,7 emu /gram. Magnetisasi saturasi pada partikel mikro sebesar 56,05 emu/gram, sedangkan partikel nano sebesar 6,26 emu/gram. Partikel mikro mempunyai medan koersifitas sebesar 0,025 T sedangkan partikel nano sebesar 0,020 T. Dari hasil karakterisasi menunjukkan bahwa batas ambang medan magnet mengalami penurunan seiring bertambahnya konsentrasi Fe3O4, sedangkan pola histerisis ferogel menyempit seiring dengan berkurangnya konsentrasi Fe3O4. Pola histerisis juga dipengaruhi oleh ukuran partikel penyusunya. Pada umumnya pola histerisis ferogel dengan penyusun partikel nano lebih sempit daripada pola histerisis ferogel dengan partikel mikro, hal ini desebabkan perbedaan sifat kemagnetan masing masing bahan penyusunnya.

Penerapan algoritma branch and bound dalam memecahkan assignment problem / Rifka Amelia Ismawati

 

Kata kunci: graph, masalah penugasan, algoritma branch and bound Salah satu cabang matematika yang banyak berhubungan dengan masalah kehidupan sehari-hari adalah graph. Teori graph merupakan cabang matematika yang aplikasinya banyak dijumpai misalnya pada masalah penugasan. Contoh dari masalah penugasan adalah penugasan karyawan pada suatu perusahaan. Seorang pekerja akan ditugaskan ke tepat satu pekerjaan dan satu pekerjaan hanya boleh dilakukan oleh seorang pekerja saja. Permasalahannya adalah bagaimana meminimumkan total jumlah gaji yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Pada skripsi ini dipelajari tentang bagaimana cara menyelesaikan masalah penugasan dengan menggunakan algoritma branch and bound. Algoritma branch and bound merupakan metode pencarian di dalam ruang solusi secara sistematis. Ruang solusi diorganisasikan ke dalam pohon ruang status. Pembentukan pohon ruang status atau proses pencarian pada algoritma ini menggunakan skema algoritma Breadth-First Search (BFS). Pada skema BFS simpul yang dibangkitkan terlebih dahulu adalah simpul yang bertetanggaan dengan simpul akar. Sedangkan pada algoritma branch and bound, prinsip pencarian solusinya tidak seperti pada algoritma BFS murni, akan tetapi berdasarkan nilai ongkos simpul yang memiliki nilai paling ekstrem (maksimum atau minimum). Selanjutnya, untuk mempermudah proses perhitungan maka dalam skripsi ini algoritma branch and bound diimplementasikan ke dalam program komputer dengan bahasa Delphi. Selain dengan menggunakan bahasa Delphi, penyelesaian masalah penugasan juga menggunakan program WINQSB dan POM for WINDOWS sebagai pembanding. Dari hasil penyelesaian masalah penugasan dengan menggunakan program Borland Delphi 7.0 yang menvisualisasikan algoritma branch and bound, diperoleh hasil penugasan yang sama seperti pada program bantu WINQSB dan POM for WINDOWS.

Pola keyakinan masyarakat terhadap perhitungan jiwa dalam kegiatan perkawinan di desa Samir Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung / Nila Robiatun Nur

 

Kata Kunci : pola keyakinan masyarakat, perhitungan jawa, perkawinan Kemampuan orang Jawa dalam membaca tanda-tanda jaman diwariskan secara turun temurun. Ramalan, petungan, dan keberuntungan nasib manusia mengacu kepada perubahan musim, siklus alam, suara hati dan bisikan gaib. Bagi masyarakat Jawa, kelahiran, kematian,jodoh, dan rejeki adalah takdir Tuhan. Namun demikian manusia tetap diberi kewenangan untuk berikhtiar.Penelitian ini bertujuan unruk mendeskripsikan: 1) dasar keyakinan masyarakat menggunakan perhitungan Jawa dalam kegiatan perkawinan, 2) faktor-faktor yang mempengaruhi keyakinan terhadap perhitungan Jawa dalam kegiatan perkawinan, 3) pihak-pihak yang berkompeten dalam hal perhitungan Jawa dalam kegiatan perkawinan di masyarakat Desa Samir Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, 4) cara perhitungan jawa dalam kegiatan perkawinan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, penelitian ini dilakukan pada Masyarakat desa Samir Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wawancara dan Dokumentasi. Dalam penelitian ini data yang didapatkan langsung dari penelitian yaitu data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan data sekunder yang diperoleh dari buku-buku atau bahan pustaka, dokumen yang menggambarkan keadaan masyarakat desa Samir Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung (monografi). Temuan penelitian menunjukkan bahwa dasar keyakinan masyarakat menggunakan perhitungan jawa dalam kegiatan perkawinan di desa Samir Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung adalah sebagai berikut: (1) Alasan incest (larangan kawin); (2) Alasan Tidak Melangggar Ajaran Agama; (3) Alasan Kekurang Sempurnaan Kegiatan Perkawinan; (4) Alasan panggilan adat; (5) Alasan Kewajiban dan Pertimbangan Neptu; (6) Alasan Keselamatan; (7) Alasan Peristiwa yang Pernah Terjadi; (8) Alasan Sekedar Mengikuti; (9) Alasan Pelestarian ke Generasi; (10) Alasan Kecermatan Bertindak. Dari kesepuluh alasan tersebut yang paling dominan menjadi dasar keyakinan masyarakat menggunakan pergitungan Jawa dalam kegiatan perkawinan adalah alas an keselamatan dan alasan Faktor-faktor yang mempengaruhi keyakinan terhadap perhitungan Jawa dalam kegiatan perkawinan di masyarakat desa Samir Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung antara lain adalah: (1) Pengalaman Terdahulu; (2) Kepercayaan Kepada Tuhan YME; (3) Adat Istiadat yang Berlaku di Masyarakat; (4) Ketaatan Kepada Pemuka Masyarakat/Orang Tua. ada dua pihak yang berkompeten dalam perhitungan jawa dalam kegiatan perkawinan dua pihak tersebut yaitu dukun manten dan tokoh masyarakat. Faktor yang paling mempengaruhi keyakinan masyarakat terhadap perhitungan Jawa dalam kegiatan perkawinan adalah faktor pengalaman terdahulu. Terdapat dua pihak yang berkompeten dalam hal perhitungan Jawa dalam kegiatan perkawinan di desa Samir, pihak tersebut adalah dukun manten dan tokoh masyarakat. Perhitungan Jawa dalam kegiatan perkawinan di desa Samir meliputi: perhitungan perjodohan, penentuan hari baik dalam pelaksanaan perkawinan, meramalkan letak rumah kedua calon pengantin, dan penyelesaian masalah. Perhitungan tersebut bisa jadi berbeda antara daerah satu dengan daerah lainnya. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: 1) Masyarakat untuk melestarikan perhitungan Jawa sebagai warisan budaya dengan menggunaan perhitungan Jawa dalam kegiatan perkawinan layak dipergunakan sebagai bahan untuk menentukan hari baik dalam pelaksanaan kegiatan perkawinan, 2) Bagi pihak-pihak yang berkompeten dalam perhitungan jawa Agar penentuan hari pelaksanaan kegiatan perkawinan dan perjodohan bisa tepat maka harus benar-benar teliti dalam melakukan perhitungan.

Implementasi lesson study untuk meningkatkan efektivitas dan motivasi belajar siswa bidang produktif mekanik industri SMK Negeri 1 Jatirejo Mojokerto / Mukhamad Harun Rasyid

 

Kata kunci: lesson study, efektivitas belajar, motivasi belajar Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Sejauhmana efektivitas implementasi lesson study dalam meningkatkan hasil belajar siswa bidang produktif Mekanik Industri di SMK Negeri 1 Jatirejo Mojokerto, dan (2) Sejauhmana implementasi lesson study dalam meningkatkan motivasi belajar siswa bidang produktif Mekanik Industri di SMK Negeri 1 Jatirejo Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Instrumen penelitian berupa lembar observasi lesson study, lembar penilaian afektif, lembar penilaian kognitif, lembar penilaian psikomotor, lembar efektivitas, angket respon siswa, dan angket respon guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi lesson study dapat meningkatkan efektivitas dan motivasi belajar siswa Bidang Produktif Mekanik Industri di SMK Negeri 1 Jatirejo Mojokerto. Berdasarkan paparan data prestasi belajar, menunjukkan bahwa persentase ketuntasan belajar siswa dilihat dari aspek kognitif pada siklus 1 adalah 86,50%, sedangkan pada siklus 2 sebesar 92,67%. Aspek afektif pada siklus 1 sebesar 64,50% dan siklus 2 sebesar 71,80%. Aspek psikomotorik pada siklus 1 sebesar 74,47% dan siklus 2 sebesar 75,10%. Persentase ketuntasan belajar siswa dilihat dari ketiga aspek prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Aspek kognitif meningkat sebesar 5,77%, aspek afektif meningkat sebesar 7,30%, sedangkan aspek psikomotorik meningkat sebesar 0,63%. Berdasarkan paparan data, diperoleh nilai skor rata-rata motivasi belajar siswa siklus 1 adalah 56,19% dengan kategori cukup, sedangkan siklus 2 skor rata-rata motivasi belajar siswa adalah 73,83% dengan kategori baik. Skor rata-rata motivasi belajar siswa dalam pembelajaran lesson study mengalami peningkatan sebesar 17,64%. Efektivitas pembelajaran yang berlangsung dalam kegiatan lesson study ini sudah menunjukkan hasil yang positif, hal ini dapat ditunjukkan dengan respon siswa terhadap pembelajaraan baik melalui angket maupun hasil belajar yang telah dicapai siswa jika dibandingkan dengan kegiatan pembelajaran konvensional yang biasa diterapkan oleh para guru di SMK Negeri 1 Jatirejo Mojokerto. Hasil belajar siswa semakin naik, keaktifan siswa meningkat, kemampuan siswa dalam bekerjasama semakin baik, meningkatnya kesadaran interaksi siswa terhadap guru dan lingkungan belajar, serta meningkatnya motivasi belajar siswa yang meliputi minat, perhatian, dan ketekunan.

Upaya Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran salingtemas di SMP Negeri 4 Kepanjen pada konsep lingkungan / Vica Dian Aprelia Resti

 

Kata kunci: kemampuan berpikir kritis, model pembelajaran Salingtemas Gambaran mengenai proses pembelajaran yang hanya berupa transfer ilmu dari guru ke siswa masih dapat dijumpai di SMP Negeri 4 Kepanjen. Pada proses pembelajaran banyak didominasi oleh peran guru tanpa melibatkan keaktifan siswa dalam menjawab atau bertanya. Guru telah memberikan suatu konsep yang pasti dari fenomena yang ditampilkan tanpa memberikan kesempatan siswa untuk berpendapat, sehingga hampir 90% siswa belum terbiasa untuk aktif bertanya atau menjawab pertanyaan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model pembelajaran Salingtemas di SMP Negeri 4 Kepanjen pada konsep lingkungan. Peneliti menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Desain PTK yang digunakan mengacu pada model Kemmis dan Taggart yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2009/2010 pada bulan Maret-Mei 2010. Model pembelajaran Salingtemas yang digunakan terdiri dari 5 tahapan yang meliputi pendahuluan, pembentukan/pengembangan konsep, aplikasi konsep dalam kehidupan, pemantapan konsep, dan penilaian. Strategi analisis pengetahuan awal siswa dilakukan pada saat observasi awal dengan memberikan soal pretest pada siswa.Tahapan pendahuluan berisi kegiatan menyajikan fenomena kehidupan nyata, penyajian isu (sains, lingkungan, teknologi, masyarakat), menyajikan atau membimbing penemuan masalah. Beberapa bentuk kegiatan yang dilakukan pada tahapan pembentukan konsep ialah ceramah, demonstrasi, pemutaran video, pengamatan di luar kelas, praktikum di dalam/di luar kelas, diskusi kelompok kecil, dan diskusi kelas. Tahapan aplikasi konsep dalam kehidupan berisi penyajian isu baru (teknologi, lingkungan, masyarakat) dan pemecahan masalah baru. Tahapan pemantapan konsep dapat dilakukan dengan memberikan kuis, klarifikasi penguasaan konsep yang kurang benar, dan penekanan pada konsep-konsep kunci/penting. Penilaian dapat ditempuh dengan dua cara yaitu mengelompokkan kemampuan berpikir kritis siswa selama proses pembelajaran dan melakukan post-test. Beberapa upaya yang telah dilakukan telah mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Frekuensi terendah banyaknya butir soal yang belum mampu mengajak siswa berpikir kritis ialah pada saat pelaksanaan post-test Siklus II, yaitu sebesar 23 dari frekuensi total butir soal tiap-tiap siswa sebesar 140. Kemampuan berpikir kritis siswa selama proses pembelajaran berlangsung pada Siklus II telah mengalami peningkatan bila dibandingkan pada Siklus I. Frekuensi banyaknya butir soal yang belum mampu mengajak siswa untuk   iii berpikir kritis pada pelaksanaan pembelajaran Siklus II telah mengalami penurunan menjadi 368 dari frekuensi total butir soal tiap-tiap siswa sebesar 630. Saran yang dapat diajukan di antaranya ialah penerapan model pembelajaran Salingtemas perlu menghadirkan beberapa fenomena yang bervariasi sehingga mampu mengajak siswa untuk lebih aktif berpikir menganalisis fenomena yang telah dihadirkan, dan penerapan model pembelajaran Salingtemas untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa perlu diterapkan secara intensif dan berkesinambungan dalam pelajaran Biologi.

Penyusunan modul pembelajaran berdasarkan strategi relating, experiencing, applying dan transfering (Reat) pada materi luas permukaan dan volum bangun ruang sisi datar untuk siswa kelas VIII / Alita Septi Ratnani

 

Kata kunci: modul, luas permukaan, volum, strategi REAT. Matematika merupakan mata pelajaran yang universal dan penting. Ironisnya, mata pelajaran yang begitu penting untuk kita pelajari justru menakutkan bagi sebagian besar pelajar. Mereka mengeluhkan bahwa belajar matematika berarti harus menghafal rumus. Padahal untuk menguasai materi luas permukaan dan volum bangun ruang sisi datar siswa harus menguasai materi tentang bangun datar. Modul ini bertujuan agar siswa memahami rumus luas permukaan dan volum bangun ruang sisi datar, sekaligus menumbuhkan kemampuan siswa untuk aspek relating, experiencing, applying dan transferring terhadap rumus matematika. Sehingga siswa tidak cenderung menghafal rumus. Kegiatan belajar dalam modul ini dikembangkan dengan mengacu pada empat aspek dari strategi REAT. Aspek tersebut antara lain: 1. Relating, siswa menemukan konsep luas permukaan dan volum dengan mengaitkan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Experiencing, siswa menemukan rumus luas permukaan dan volum bangun ruang sisi datar melalui rumus/konsep sebelumnya. 3. Applying, siswa mampu menggunakan rumus yang diperolehnya dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan luas permukaan dan volum bangun ruang sisi datar. 4. Transferring, siswa mampu menyelesaikan permasalahan luas permukaan dan volum bangun ruang sisi datar dengan bentuk yang berbeda. Tahap-tahap yang dilalui dalam menyususn modul ini adalah: (1) persiapan, (2) penyusunan, (3) penilaian, dan (4) pembuatan. Penilaian dilakukan melalui proses validasi. Tujuannya adalah untuk mengetahui kelayakan modul. Dalam proses validasi ini melibatkan satu orang dosen matematika FMIPA Universitas Negeri Malang, satu orang guru matematika tingkat Sekolah Menengah Pertama dan tiga orang teman sejawat program pendidikan matematika. Hasil dari validasi ini menunjukkan bahwa modul ini valid dan tidak perlu revisi sehingga layak digunakan sebagai alternatif bahan ajar dalam kegiatan belajar mengajar.

Peranan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar siswa di SMAN 1 Malang / Ika Lestari

 

Kata Kunci: Peranan, Perpustakaan Sekolah, Sumber Belajar siswa. Perpustakaan sekolah sangat penting bagi siswa dalam pembelajaran di sekolah, selain itu perpustakaaan sekolaha juga berfungsi sebagai salah satu pusat informasi, sumber ilmu pengetahuan, penelitian, serta berbagai layanan jasa lainnya. Perpustakaan sekolah yang ideal diharapkan dapat menjadi salah satu sumber belajar siswa, seharusnya dimiliki oleh semua jenjang sekolah. Perpustakaan ideal tersebut harus nyata-nyata ada, dalam arti semua aspek kelengkapan perustakaan harus dipenuhi dalam perpustakaan, diantaranya koleksi buku lengkap, petugas perpustakaan profesional, tertib administrasi dan tertib sirkulasi. Apabila aspek-aspek tersebut mampu dipenuhi, maka perpustakaan sekolah akan mampu menjadi salah satu pusat sumber belajar bagi siswa. Demikian halnya dengan sekolah menengah atas (SMA) di Kota Malang, perpustakaan sekolah harus mampu dijadikan sebagai salah satu pusat sumber belajar siswa. Sehingga siswa dapat memperoleh pengetahuan, tidak hanya terbatas dari proses belajar-mengajar yang diperoleh di kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan profil perpustakaan sekolah yang ada di SMAN 1 Malang; (2) Mendeskripsikan program perpustakaan sekolah yang ada di SMAN 1 Malang; (3) Mendeskripsikan cara mengoptimalkan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar siswa di SMAN 1 Malang; (4) Mendeskripsikan kendala yang dihadapi dalam menjadikan perpustakaan sekolah sebagai basis sumber belajar siswa di SMAN 1 Malang; (5) Mendeskripskan cara mengatasi kendala dalam menjadikan perpustakaan sekolah sebagai basis sumber belajar siswa di SMAN 1 Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan dasar teori fenomenologis, dan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Lokasi penelitian di Perpustakaaan SMAN 1 Malang. Sumber data dalam penelitian ini berupa manusia (informan) yaitu bapak Widra, Ibu Hadiyanti, Bapak Ali Rabbani, Vira, Hanin dan Ahil, peristiwa dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa : (1) Profil Perpustakaan SMAN 1 Malang, di resmikan pada hari senin pahing, tanggal 17 April 1971, bertempat di ruang B. 3 (sekarang ruang kopsis). Data Perkembangan Jumlah Bahan pustaka Perpustakaan SMAN 1 Malang dari tahun 1971- sekarang mencapai 5000 eksemplar buku.(2) Program Perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar siswa di SMAN 1 Malang terdiri dari : a. Program kegiatan harian, b. Program kegiatan mingguan, c. Program kegiatan bulanan, d.Program kegiatan semester, e. Program kegiatan tahunan, f. Program kegiatan sesaat, g. Program kegiatan jangka pendek, h. Program kegiatan jangka panjang. Program-program tersebut merupakan suatu program pada SMAN 1 Malang untuk dapat memanfaatkan perpustakaan sekolah dengan sebaik-baiknya. (3) Peranan perpustakaan sekolah di SMAN 1 Malang sebagai pusat sumber belajar yaitu perpustakaan ini digunakan sebagai tempat belajar siswa, digunakan pula sebagai tempat diskusi antar siswa dan guru. Cara mengoptimalkan perpustakaan sekolah di SMAN 1 Malang sebagai pusat sumber belajar yaitu dilakukan dengan menambah koleksi buku perpustakaan, menambah sarana atau perabot perpustakaan.(4) Kendala yang dihadapi dalam menjadikan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar siswa di SMAN 1 Malang yaitu kurangnya fasilitas, koleksi buku kurang banyak, dan para siswa kurang disiplin. (5) Upaya mengatasi perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar di SMAN 1 Malang yaitu menambah koleksi buku-buku perpustakaan yang berkualitas, dan meningkatkan keprofesionalan petugas perpustakaan. Berdasarkan temuan penelitian di atas, saran yang di ajukan adalah sebagai berikut: (1) Bagi kepala sekolah, hendaknya lebih aktif dalam mengawasi dan mendorong pustakawan untuk lebih profesionalisme dalam menangani perpustakaan sekolah guna peningkatan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar siswa. (2) Bagi pustakawan perpustakaan SMAN 1 Malang, hendaknya lebih meningkatkan profesionalitas dalam mengelola perpustakaan sekolah, dan hendaknya aktif menjalankan kegiatan dengan menggunakan sarana perpustakaan sekolah. (3) Bagi Pemerintah, baik Pemerintah pusat dan Pemerintah daerah, hendaknya lebih memberi dukungan bagi perkembangan perpustakaan sekolah, terutama dalam hal penambahan koleksi buku, kelengkapan sarana dan prasarana perpustakaan sekolah yang akan mendukung bagi proses belaja siswa.

Penerapan desain pembelajaran kooperatif model student teams achievement division (STAD) pada mata pelajaran akuntansi perusahaan jasa untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPA I semester I SMA Negeri 4 Malang / Cholifatul Chasanah

 

Kata kunci : pembelajaran kooperatif model STAD, prestasi belajar. Tujuan dalam pembelajaran akuntansi yang ingin dicapai adalah supaya siswa memiliki kemampuan dasar untuk berfikir kritis dengan rasa ingin tahu yang tinggi, mampu memecahkan masalah, dan menambah pengetahuan. Di samping itu siswa diharapkan memiliki rasa tanggung jawab dan kerjasama. Permasalahan yang terjadi di sekolah adalah kurangnya antusiasme dan motivasi belajar siswa. Hasil belajar dan aktivitas siswa terhadap pembelajaran relatif rendah, sehingga perlu adanya inovasi dalam proses pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS I dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model Student Teams Achievement Division (STAD). Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2009 dan berlangsung dalam dua siklus tindakan. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas adalah siswa kelas XI IPS I SMA Negeri 4 Malang yang berjumlah 36 siswa yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Dalam penelitian tindakan kelas ini data yang diperoleh berupa prestasi belajar kognitif dan afektif siswa serta data pendukung berupa aktivitas guru dan catatan lapangan. Prestasi belajar kognitif siswa diukur berdasarkan peningkatan pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi pada siswa. Untuk hasil belajar afektif diukur berdasarkan peningkatan penerimaan, partisipasi, penilaian, organisasi, dan pembentukan pola hidup. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, observasi, catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil observasi kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan tingkat pengetahuan dan pemahaman materi pada siswa. Aktivitas dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas mulai mengalami kemajuan yang ditandai dengan suasana diskusi kelompok yang lebih hidup. Peningkatan aktivitas kooperatif siswa selama pembelajaran telah memungkinkan siswa untuk saling berinteraksi, belajar bersama, saling membantu dan bertanggung jawab atas keberhasilan atau pencapaian individu serta kelompok. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan (1) Bagi guru untuk menerapkan pembelajaran dengan inovasi yang baru, seperti pembelajaran kooperatif model STAD supaya siswa lebih termotivasi untuk belajar (2) Bagi peneliti berikutnya diharapkan untuk meneliti dengan menggunakan metode pembelajaran yang lain dalam rangka meningkatkan pembelajaran akuntansi.

Hubungan iklim sekolah dengan motivasi berprestasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Udanawu Kabupaten Blitar tahun ajaran 2009/2010 / Happy Nur Firdausi

 

Kata kunci: iklim sekolah, motivasi berprestasi Iklim sekolah adalah kondisi psikologis yang dapat diamati dan diinterpretasikan oleh siswa, meliputi kondisi sekolah yang diciptakan sehingga mempengaruhi sikap civitas sekolah. Iklim sekolah yang dirasa kondusif dapat menumbuhkan semangat yang memungkinkan kegiatan-kegiatan di kelas berlangsung dengan baik. Dengan adanya iklim sekolah positif maka diharapkan dapat mendorong peningkatkan motivasi berprestasi siswa. Motivasi berprestasi ini penting dalam pencapaian tujuan hasil belajar yang baik maka seseorang akan mendapatkan penghargaan dari orang lain. Karena keragaman pendapat tentang iklim sekolah yang dirasakan oleh para siswa maka kemungkinan motivasi berprestasi siswa berbeda-beda pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kondisi iklim sekolah yang ada di SMP Negeri Udanawu Blitar, (2) tingkat motivasi berprestasi siswa kelas VIII SMP Negeri Udanawu Blitar, dan (3) hubungan antara iklim sekolah dengan motivasi berprestasi siswa kelas VIII SMP Negeri Udanawu Blitar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri Udanawu Blitar tahun ajaran 2009/2010. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional random sampling, diperoleh sampel penelitian dengan jumlah 98 siswa. Instrumen penelitian ini berupa angket model skala Likert. Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif (persentase) dan analisis korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) cukup banyak siswa berpendapat iklim sekolah cukup kondusif, (2) cukup banyak siswa memiliki motivasi berprestasi sedang, (3) dari hasil pengujian hipotesis dinyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara iklim sekolah dengan motivasi berprestasi siswa kelas VIII SMP Negeri Udanawu Blitar. Berdasarkan simpulan penelitian ini, disarankan pada kepala sekolah untuk senantiasa menjaga iklim sekolah positif. Kepada konselor diharapkan dapat berperan serta menciptakan iklim sekolah positif dengan cara menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan pihak sekolah dan senantiasa menjadi motivator bagi para siswa baik secara individu maupun kelompok. Kepada guru diharapkan dapat menciptakan iklim positif dalam kelas dengan memberikan perhatian menyeluruh pada semua siswa dan menghargai usaha siswa dalam menyelesaikan tugas sehingga dapat menumbuhkan motivasi pada diri siswa.

Dampak penerapan total quality management (TQM) terhadap empowering sumber daya manusia menuju sekolah bertaraf internasional (studi kasus di SMAN 1 Malang) / Syunu Trihantoyo

 

Kata kunci: Total Quality Management, Empowering Sumber Daya Manusia, Sekolah Bertaraf Internasional. Proses yang berjalan dalam penerapan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) memiliki beberapa indikator kewajiban yang harus dipenuhi. Salah satu indikator dengan tercapainya sertifikasi Internasional Standar Organisasi (ISO) oleh sekolah. Penerapan ISO ini juga harus memberikan kualitas sumber daya manusia dalam proses kegiatan belajar mengajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Malang. Keseluruhan komponen ini tidak bisa dipisahkan, karena akan saling berkaitan dan mendukung. Keterkaitan dari masing-masing komponen ini dapat dilihat dari alasan penerapan Total Quality Management (TQM), target yang dicapai, penerapan TQM terhadap empowering sumber daya manusia, keuntungan penerapan TQM, model peningkatan TQM, kendala dan strategi pemecahan dalam penerapan TQM terhadap empowering sumber daya manusia menuju sekolah bertaraf internasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan tentang alasan penerapan TQM, target yang dicapai, penerapan TQM terhadap empowering sumber daya manusia, keuntungan penerapan TQM, model peningkatan TQM, kendala dan strategi pemecahan dalam penerapan TQM terhadap empowering sumber daya manusia menuju sekolah bertaraf internasional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus. Studi kasus bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan yang mendalam mengenai objek yang diteliti, sehingga sifat penelitinya eksploratif dan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Malang sebagai salah satu sekolah yang sedang berproses bentuk pengelolaannya dari Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) menjadi SBI. SMA Negeri 1 Malang merupakan sekolah yang mandiri dalam pengelolaan dananya. Informan dalam penelitian ini terdiri dari: (1) Kepala Sekolah, (2) Kepala Program RSBI, (3) Kepala Tata Usaha, dan (4) Siswa. Penelitian ini dilakukan tanpa mengisolasi subjek penelitian dan dilakukan secara langsung di lapangan. Untuk mengumpulkan data yang relevan guna menjawab fokus penelitian, skripsi ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, seperti wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Tahap analisis data dengan cara memilah-milah data, pada setiap data yang didapat langsung diolah. Pengggunaan triangulasi data dengan menggunakan tahapan: (1) mengajukan berbagai macam variasi pertanyaan, (2) mengeceknya dengan berbagai sumber data, (3) memanfaatkan berbagai metode agar pengecekan kepercayaan data dapat dilakukan. Kesimpulan penelitian ini adalah, (1) dasar penerapan TQM di SMA Negeri 1 Malang adalah sebagai upaya peningkatan kualitas dalam pelayanan, peningkatan kualitas lulusan, dan penerapan SBI, (2) target dalam penerapan TQM meliputi: (a) tersertifikasi ISO, (b) pembelajaran dengan menggunakan konsep Internet, Technology and Computer (ITC), (c) perpustakaan sekolah dengan menggunakan konsep digital, (d) setiap siswa mampu bersaing di tingkat internasional dengan menggunakan acuan tes curriculum cambridge, (3) penerapan TQM terhadap empowering Sumber Daya Manusia (SDM) menuju SBI merupakan sebuah usaha untuk menjaga dan meningkatkan mutu, serta untuk pemenuhan penerapan program SBI, (4) keuntungan yang diperoleh sekolah dalam penerapan TQM terhadap empowering SDM menuju SBI, antara lain: (a) lulusan yang berkualitas, (b) pelayanan yang cepat, tepat, dan akuntabel, (c) kemudahan akses informasi, (d) transparansi pendanaan, (e) efektif dalam pembiayaan, (5) model peningkatan TQM terhadap empowering SDM menuju SBI, yaitu: (a) manual mutu, (b) pengendalian dokumen, (c) penataan ruang lingkup manajemen mutu, (6) kendala yang dihadapi Kepala Sekolah dalam penerapan TQM terhadap empowering SDM menuju SBI adalah: (a) rendahnya kemauan studi S2, (b) penguasaan Bahasa Inggris yang lemah, (c) biaya pengelolaan SBI yang tinggi, (7) strategi pemecahannya adalah: (a) subsidi untuk melanjutkan studi S2 sebesar 50% dari total biaya, (b) kursus dan pelatihan Bahasa Inggris, (c) pengajuan program hibah/block grand. Saran kepada Kepala Sekolah diharapkan lebih memotivasi para guru untuk lebih giat berlatih Bahasa Inggris, dan memberikan peluang sebesar-besarnya untuk para guru muda melanjutkan studi ke Program Magister. Bagi guru perlu berlatih secara mandiri dalam peningkatan kualitasnya sebagai pengajar, sehingga tidak hanya menunggu program yang difasilitasi oleh sekolah.

Implementasi metode pembelajaran kooperatif model group investigation untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan (studi pada siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Ardjuna 01 Malang) / Dinda Novalia Virginia

 

Kata kunci: pembelajaran kooperatif, model Group Investigation, hasil belajar Dalam kehidupan, pendidikan memegang peranan penting karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan memiliki peranan dalam menyiapkan siswa menjadi subyek yang makin berperan menampilkan keunggulan dirinya yang tangguh, kreatif, mandiri, dan professional pada bidang masing-masing. Maka upaya peningkatan kualitas pendidikan dapat tercapai secara optimal, dengan pengembangan dan perbaikan terhadap komponen pendidikan perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Salah satunya pada guru yang berperan besar dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik disekolah, guru dapat mengupayakan model pembelajaran yang dapat membuat suasana kelas menjadi hidup sehingga terdapat pembelajaran yang efektif dan produktif. Guru diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan banyak melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan dan aktivitas belajar. Dalam meningkatkan hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan perlu menciptakan suatu kondisi pembelajaran yang memungkinkan siswa berpartisipasi secara aktif sehingga dapat memahami materi secara bermakna, cara yang tepat adalah melalui metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation pada mata pelajaran Kewirausahaan yang dalam penerapannya di dalam kelas akan tercipta suasana belajar siswa aktif yang saling komunikasi, saling mendengar, saling berbagi, saling memberi dan menerima, yang mana keadaan tersebut selain dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi juga meningkatkan interaksi sosial siswa, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran Kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan: 1) mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran kooperatif model group investigation untuk meningkatkan hasil belajar mata diklat Ekonomi, 2) mengetahui hasil belajar mata pelajaran Kewirausahaan setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model group investigation, 3) mengetahui hambatan-hambatan yang muncul selama diterapkannya pembelajaran kooperatif model group investigation. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas X program keahlian Administrasi perkantoran (APK) di SMK Ardjuna 01 Malang. Data penelitian dikumpulkan melalui: 1) observasi, 2) wawancara, 3) tes, 4) catatan lapangan. Penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus mencakup 4 tahap kegiatan yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) pengamatan dan 4) refleksi, dalam pelaksanaan tindakan melalui 3 tahap yaitu: 1) tahap awal: menjelaskan kompetensi dasar dan indikator hasil belajar, memotivasi siswa, membentuk kelompok belajar, mengembangkan pengetahuan awal dan menjelaskan aturan main pembelajaran kooperatif model group investigation termasuk pemilihan materi tugas dan pembagian tugas tiap kelompok, 2) tahap inti: diskusi kelompok dengan cara menginvestigasi materi tugas dan presentasi, 3) tahap akhir: membuat kesimpulan bersama-sama dan pemantapan. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifitas siswa dalam pembelajaran kooperatif model group investigation pada mata pelajaran Kewirausahaan sangat positif, hasil belajar mata pelajaran Kewirausahaan setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model group investigation mengalami peningkatan. Terdapat hambatan yang ditemui peneliti dalam pelaksanaan pembelajaran, hambatan tersulit adalah rasa percaya diri yang rendah siswa dalam mengemukakan pendapatnya secara lisan, diatasi peneliti dengan memberi dorongan atau motivasi kepada siswa supaya berani mengemukakan pendapatnya. Data hasil belajar menunjukkan adanya peningkatan dimana pada pre test hasil belajar siswa diperoleh rata-rata 46,13 sedangkan pada post test siklus 1 diperoleh rata-rata 61,21 (mengalami peningkatan 15,08%), pada post test siklus 2 terdapat kenaikan nilai rata-rata yaitu 79,78 peningkatan 16,56%. Sedangkan penilaian pada pengamatan sikap siswa dalam keterampilan proses kelompok (group process skills) pada siklus 1 mendapatkan rata-rata 67,3, dan pada siklus 2 endapatkan rata-rata 80,27 atau mengalami peningkatan sebesar 19,27%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Kewirausahaan. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu: 1) bagi guru dianjurkan menggunakan pembelajaran kooperatif model group investigation sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa, 2) pengelolaan pembelajaran di kelas guru harus lebih intensif dalam memberi arahan dan motivasi kepada seluruh siswa terutama yang memiliki kemampuan yang lebih rendah dibandingkan dengan yang lain, 3) guru mengupayakan menggunakan media pembelajaran yang bervariasi sehingga membuat siswa tertarik dan bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar, 4) siswa diharapkan mempersiapkan terlebih dahulu segala kelengkapan pembelajaran sebelum kegiatan belajar di kelas, sehingga akan memudahkan guru dalam memulai pelajaran, 5) bagi peneliti berikutnya disarankan untuk melakukan penelitian tentang pembelajaran kooperatif model group investigation pada pengajaran mata pelajaran kewirausahaan di tempat yang berbeda untuk mengembangkan dan menerapkan pembelajaran kooperatif model group investigation dalam proses pembelajaran.

Pengaruh latihan aerobik teratur siang hari dan malam hari terhadap perubahan kadar leukosit dalam darah pada tikus putih (Rattus norvegicus wistar) / Chandra Sucahyadi

 

Kata Kunci: latihan aerobik teratur, siang hari, malam hari, leukosit. Aktivitas fisik merupakan kegiatan hidup yang dikembangkan dengan harapan dapat memberikan nilai tambah berupa peningkatan kualitas, kesejahteraan dan martabat manusia. Pengaruh aktifitas fisik terhadap fungsi biologis dapat berupa pengaruh positif yaitu memperbaiki maupun pengaruh negatif yaitu menghambat atau merusak. Pada atlit dalam pemberian beban maksimal saat pelatihan fisik atau kelelahan yang berat ditemukan adanya perubahan jumlah leukosit pada darah tepi, yang diduga menyebabkan meningkatnya kejadian infeksi saluran nafas, karena terjadi penekanan fungsi imunitas, sehingga terjadi penurunan penampilan. kelelahan akibat aktifitas fisik maksimal akan menyebabkan terjadinya perubahan komponen seluler dari imunitas yang dapat dilihat pada darah tepi. Beban maksimal juga menyebabkan menurunnya produksi antibodi dan penurunan fungsi limfosit secara umum. Sehingga kerja sistem imun menurun. Dalam olahraga, sistem kerja imun sangat berpengaruh. Latihan meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang sehat oleh berkurangnya kerentanan tubuh terhadap penyakit, sedangkan meningkatkan kekuatan sistem kekebalan tubuh itu sendiri. sehingga memungkinkan tubuh untuk melawan infeksi lebih berhasil dan peningkatan suhu tubuh akibat aktivitas fisik atas dapat membantu dalam menahan pertumbuhan bakteri. Sehingga peneliti ingin mengetahui apakah ada pengaruh latihan aerobik teratur pada saat siang hari dan malam hari terhadap peningkatan jumlah leukosit dalam darah. Penelitian ini menggunakan experimental laboratories dengan rancangan penelitian Randomized Control Group Postest Design. Sampel penelitian menggunakan tikus putih jenis rattus norvegicus strain wistar berjenis kelamin jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 5 ekor. kelompok kontrol, kelompok yang diberi perlakuan renang pada siang hari, kelompok yang diberi perlakuan renang pada malam hari. Pengaruh latihan diketahui dengan cara mengukur kadar leukosit dalam darah. Pengukuran leukosit dalam darah menggunakan HORIBAABX Diagnostics. Berdasarkan analisis data tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan aerobik teratur pada saat siang hari dan latihan aerobik teratur pada saat malam hari terhadap peningkatan leukosit. Tetapi dilihat dari nilai rata-rata kontrol = 7380, siang = 7880, malam = 6180, terdapat perbedaan jumlah kadar leukosit pada tikus. Kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang tidak nyata latihan aerobik teratur yang dilakukan terhadap peningkatan jumlah kadar leukosit. Saran berdasarkan hasil penelitian ini, perlu diadakan penelitian yang serupa dengan jumlah sampel dan bentuk latihan yang berbeda. Perlu diadakan penelitian dengan sampel manusia mengenai pengaruh latihan aerobik teratur siang hari dan malam hari.

Hubungan religiusitas dengan hubungan cinta pada mahasiswa Universitas Negeri Malang / Johan Hendra Sukrisna

 

Kata Kunci : religiusitas, hubungan cinta Adanya fenomena seks bebas diantara mahasiswa dengan pacarnya membuat penelitian ini dilakukan. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan cinta. Religiusitas merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hubungan cinta. Tinggi atau rendahnya religiusitas akan mempengaruhi tinggi rendahnya hubungan cinta seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan religiusitas dengan hubungan cinta. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis korelasional. Subyek penelitian adalah mahasiswa Universitas Negeri Malang sebanyak 128 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa Skala Religiusitas dan Skala Hubungan Cinta dengan menggunakan model skala Likert. Analisis deskriptif menggunakan kategori Mean dan standar deviasi. Analisis korelasional menggunakan teknik analisis korelasi product moment (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas sebagian besar Mahasiswa Universitas Negeri Malang termasuk dalam kategori tinggi 51,56% (66 orang) ; dan hubungan cinta termasuk dalam kategori sedang 75% (96 orang). Terdapat hubungan antara religiusitas dengan hubungan cinta dengan nilai r = 0,258 (p < 0,05). Dan juga terdapat perbedaan signifikan hubungan cinta antara mahasiswa yang religiusitasnya rendah dan mahasiswa yang religiusitasnya sedang. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada mahasiswa agar mempertahankan religiusitas sehingga mahasiswa bisa mengendalikan hubungan cinta yang dapat diterima oleh masyarakat. Bagi universitas, agar menciptakan lingkungan yang mendukung bagi mahasiswa untuk mempertahankan religiusitas, selain itu diperlukan juga upaya untuk memberikan pemahaman terhadap mahasiswa tentang pentingnya menjalin hubungan cinta yang sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan untuk mengembangkan variabel lain yang berhubungan dengan religiusitas dan hubungan cinta.

Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif berbasis komputer pada mata diklat dasar-dasar mesin / Wanda Ramansyah

 

Kata Kunci: Pengembangan, Multimedia Pembelajaran, Interaktif, Komputer, Dasar-Dasar Mesin, Model Kemp dan Dayton. Mata diklat dasar-dasar mesin adalah mata diklat yang diberikan kepada seluruh siswa SMK kelas 1 jurusan Teknik Otomotif. Pembelajaran dalam mata diklat dasar-dasar mesin ini membahas materi-materi yang meliputi pengenalan komponen-komponen mesin 2 tak dan 4 tak, cara kerja mesin 2 tak dan 4 tak, sistem pelumasan, dan sistem pendinginan mesin. Ditinjau dari karakteristik pembelajaran mata diklat dasar-dasar mesin tersebut maka pembahasan lebih banyak mengupas tentang pergerakan di dalam mesin. Permasalahan timbul karena pembelajaran menggunakan buku cetak atau modul tentu saja dirasakan kurang, hal ini karena buku cetak atau modul hanya dapat menyajikan gambar diam saja. Tujuan pengembangan ini adalah untuk mengatasi permasalahan belajar siswa dengan menciptakan media belajar berupa multimedia pembelajaran interaktif berbasis komputer pada pembelajaran mata diklat dasar-dasar mesin yang bertujuan untuk membantu memudahkan dan memotivasi siswa SMK khususnya jurusan Teknik Otomotif untuk memahami materi dalam mata diklat dasar-dasar mesin. Metode pengembangan multimedia pembelajaran interaktif berbasis komputer ini adalah menggunakan model Kemp dan Dayton, di mana langkah-langkahnya adalah menentukan: (1) ide atau tujuan umum pembelajaran, (2) tujuan khusus pembelajaran, (3) karakteristik audiens, (4) isi materi (content outline), (5) treatment, (6) storyboard, (7) naskah (script), (8) developing, editing, and mixing, dan (9) testing and revising. Dari hasil uji validasi produk pengembangan didapat data sebagai berikut: ahli isi atau materi menyatakan produk multimedia pembelajaran interaktif berbasis komputer mencapai kualifikasi “tinggi” dengan prosentase jawaban 87,14%, ahli media pembelajaran menyatakan produk multimedia pembelajaran interaktif berbasis komputer mencapai kualifikasi “tinggi” dengan prosentase jawaban 83 %, dan ahli desain pembelajaran menyatakan produk multimedia pembelajaran interaktif berbasis komputer mencapai kualifikasi “tinggi” dengan prosentase jawaban 88%. Dari hasil uji coba perorangan mengenai produk multimedia pembelajaran interaktif berbasis komputer didapat rata-rata prosentase jawaban 90 % yang berarti produk berada pada kualifikasi “sangat tinggi”. Kemudian dari uji coba kelompok kecil didapat rata-rata prosentase jawaban 87 % yang berarti produk berada pada kualifikasi “tinggi”. Langkah terakhir pada uji coba kelompok besar didapat rata-rata prosentase jawaban 88 % yang berarti produk berada pada kualifikasi “tinggi”. Saran desiminasi produk pengembangan ini adalah agar produk ini dapat disebarluaskan dan digunakan oleh siswa SMK secara luas, khususnya siswa SMK jurusan teknik otomotif. Namun penyebaran produk juga harus disertai dengan penyediaan fasilitas-fasilitas teknologi yang memadai seperti komputer atau laptop beserta sound system dan proyektor untuk memfasilitasi produk ini.

Kompetensi mahasiswa praktikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang / Halimatus Sa'diyah

 

Kata kunci: Kompetensi, mahasiswa praktikan, dan Bimbingan dan Konseling Kompetensi menunjuk pada perbuatan (performance) yang bersifat rasional dan memenuhi spesifikasi tertentu dalam melaksanakan layanan Bimbingan dan Konseling (BK). Dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) kompetensi yang dimaksud adalah performance mahasiswa praktikan dalam melaksanakan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah sebagai salah satu latihan dalam mempersiapkan diri menjadi konselor profesional. Praktik pengalaman lapangan dilaksanakan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang dengan tujuan mempersiapkan mahasiswa menjadi konselor profesional. Namun fenomena yang dapat diamati dalam pelaksanaan PPL tidak jarang mahasiswa hanya sekedar menggugurkan kewajiban sebagai seorang mahasiswa yang menempuh matakuliah PPL. Hal ini tidak sesuai dengan tujuan jurusan yaitu mempersiapkan mahasiswa Bimbingan dan Konseling sebagai calon konselor yang berkompeten di bidang Bimbingan dan Konseling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) penguasaan mahasiswa praktikan Bimbingan dan Konseling tentang kompetensi pedagogik menurut konselor pamong, (2) penguasaan mahasiswa praktikan Bimbingan dan Konseling tentang kompetensi kepribadian menurut konselor pamong, (3) penguasaan mahasiswa praktikan tentang kompetensi sosial menurut konselor pamong (4) penguasaan mahasiswa praktikan Bimbingan dan Konseling tentang kompetensi profesional menurut konselor pamong. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa praktikan Program Studi Bimbingan dan Konseling dalam kegiatan PPL pada tahun ajaran 2009/2010. Yang menjadi sumber informasi adalah konselor pamong di sekolah tempat praktikan melaksanakan PPL. Sampel penelitian ini adalah seluruh konselor pamong yang ada di sekolah tempat berpraktik atau sampel total. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase. Hasil yang diperoleh dari penelitian sebagai berikut: (1) berkaitan dengan kompetensi pedagogik menunjukkan sangat sedikit (11,09%) konselor pamong yang sangat setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi pedagogik, banyak (63,47%) konselor pamong yang setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi pedagogik, sangat sedikit (21,19%) konselor pamong yang kurang setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi pedagogik, dan sangat sedikit (4,18%) konselor pamong yang tidak setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi pedagogik. (2) berkaitan dengan kompetensi kepribadian menunjukkan bahwa sangat sedikit (16,36%) konselor pamong yang sangat setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi kepribadian, i   banyak (81,12%) konselor pamong yang setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi kepribadian, sedikit (29,17%) konselor pamong yang kurang setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi kepribadian, dan sangat sedikit (4,38%) konselor pamong yang tidak setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi kepribadian. (3) Berkaitan dengan kompetensi sosial bahwa sangat sedikit 9,84% konselor pamong sangat setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi sosial, banyak (65,53%) konselor pamong yang setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi sosial, sangat sedikit (19,15%) konselor pamong yang kurang setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi sosial, dan sangat sedikit (4,36%) konselor pamong yang tidak setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi sosial. (4) Berkaitan dengan kompetensi profesional bahwa sangat sedikit (11,82%) konselor pamong yang sangat setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi profesional, banyak (63,86%) konselor pamong yang setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi profesional, sangat sedikit (17,51%) konselor pamong yang kurang setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi profesional, dan sangat sedikit (4,86%) konselor pamong tidak setuju bahwa mahasiswa praktikan menguasai kompetensi profesional. Berdasarkan hal tersebut, disarankan kepada: (1) Jurusan BKP, hendaknya hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu bahan masukan bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan kompetensi kepribadian mahasiswa yaitu dengan cara merekonstruksi topik-topik atau matakuliah yang berhubungan dengan pengembangan kepribadian mahasiswa. (2) Dosen Pembimbing PPL, hasil penelitian ini hendaknya dijadikan masukan dalam membimbing mahasiswa, yaitu yang berkaitan dengan pemeriksaan daftar hadir mahasiswa di sekolah, dan pemeriksaan program BK yang sudah dilaksankan oleh masing-masing mahasiswa praktikan. (3) Peneliti lanjutan yang melakukan penelitian serupa hendaknya menggunakan mahasiswa secara langsung sebagai subyek penelitian, menggunakan wawancara dan observasi sebagai salah satu teknik pengumpulan data.

Pengembangan multimedia interaktif pembelajaran IPA terpadu untuk kelas VII semester I MTs. Wahid Hasyim 02 Kecamatan Dau Kabupaten Malang / Faisal Haq Alaydrus

 

Kata-kata kunci : Pengembangan, Multimedia pembelajaran, IPA. Dalam pelaksanaan dan proses pembelajaran yang dilakukan antara pembelajar (guru) dan pebelajar tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan, artinya timbulnya masalah-masalah. Masalah dalam pembelajaran klasikal pembelajar akan mengajar banyak pebelajar dengan karakter berbeda membuat perbedaan tingkat pemahaman, penguasaan terhadap pesan-pesan verbal maupun abstrak yang disampaikan, sehingga untuk itu diperlukan media atau metode untuk pencapaian tujuan belajar. Multimedia menjanjikan potensi besar dalam merubah cara seseorang belajar, cara memperoleh informasi, cara beradaptasi dengan informasi dan sebagainya. Multimedia juga menyediakan berbagai peluang kepada para pembelajar untuk mengaplikasikan berbagai teknik pembelajaran. Demikian pula pebelajar mempunyai peluang untuk menentukan materi pembelajaran dan menentukan teknik belajar yang sesuai dengan mereka, membentuk pengetahuan berdasarkan keperluan masing-masing serta mengalami suasana pembelajaran yang lebih menarik dan berkesan. Berdasarkan hasil observasi di Kelas VII MTs. Wahid Hasyim 02 Dau penyampaian matapelajaran IPA menggunakan metode ceramah dan praktek yang minim. Terbatasnya media praktikum membuat proses pembelajaran kurang efektif. Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan media pembelajaran berupa multimedia pembelajaran yang telah melalui proses validasi pada matapelajaran IPA Terpadu Untuk Kelas VII Semester I MTs. Wahid Hasyim 02 Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Hasil pengembangan multimedia pembelajaran IPA Terpadu untuk SMP/MTs kelas VII semester I ini memenuhi kriteria valid dengan hasil uji ahli media mencapai tingkat kevalidan 97% dan ahli materi mencapai tingkat kevalidan 87%, dan hasil uji audiens yang mencapai tingkat kevalidan 94,5%. Berdasarkan hasil pengembangan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran IPA Terpadu untuk SMP/MTs kelas VII semester I ini valid/layak digunakan sebagai media pembelajaran. Saran bagi Pengembang berikutnya agar dapat menguji keefektifan produk multimedia yang sudah ada, agar produk yang dihasilkan bisa dimanfaatkan secara maksimal dalam kegiatan pembelajaran.

Pengaruh earning per share (EPS), return on equity (ROE), return on asset (ROA), dan net profit margin (NPM) terhadap harga saham pada perusahaan kelompok LQ-45 periode 2005-2007 / Widya Kurniawati

 

Kata Kunci: EPS, ROE, ROA, NPM, Harga Saham Saham merupakan instrumen investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik. Penilaian saham dapat dilakukan dengan menggunakan analisis fundamental. Variabel fundamental akan mempengaruhi harga saham, yang digunakan sebagai indikator nilai perusahaan dan merupakan pencerminan informasi yang relevan bagi para investor, dalam menilai perusahaan investor menggunakan analisis rasio. Rasio profitabilitas merupakan rasio yang paling tepat dalam menilai perusahaan karena menunjukan efek-efek dari rasio likuiditas, rasio manajemen aktiva, dan rasio utang. Investor selalu melihat seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh, maka dapat menghitung dengan rasio EPS, ROE, ROA dan NPM, karena rasio tersebut merupakan rasio keuntungan. Penelitian yang dilakukan oleh Sasongko dan Wulandari (2005) menyatakan bahwa EPS yang berpengaruh terhadap harga saham. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh secara parsial maupun simultan antara variabel EPS, ROE, ROA, dan NPM terhadap harga saham. Jenis data penelitian ini adalah skunder, teknik pengumpulan data adalah teknik dokumentasi yang diperoleh dari Indonesia Capital Market Direktory (ICMD). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan LQ-45 periode 2005-2007. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik porposive sampling sehingga diperoleh sampel 28 perusahaan. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial variabel NPM mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga saham LQ-45, EPS, ROE dan ROA tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga saham LQ-45. Sedangkan secara simultan variabel EPS, ROE, ROA dan NPM berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi investor diharapkan memperhatikan faktor-faktor lain yang mempengaruhi harga saham, sedangkan bagi peneliti selanjutnya dapat menambah variabel lain dan menggunakan data periode pengamatan terbaru, sehingga hasilnya lebih mencerminkan keadaan pasar modal di Indonesia yang sesungguhnya. Bagi Perusahaan Sebaiknya perusahaan memberikan informasi yang transparan kepada para investor, sehingga investor bisa mengetahui kondisi perusahaan yang sebenarnya.

Pengaruh informasi arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan serta laba bersih terhadap return saham (studi empiris pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di BEI periode tahun 2007-2008) / Mayu Chanofa

 

Kata Kunci : Kas Operasi, Kas Investasi, Kas Pendanaan, Laba Bersih, Return Saham Perkembangan dalam bidang perekonomian menuntut adanya peranan akuntansi, dimana peranan ini dapat memberikan informasi keuangan yang digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Laporan keuangan merupakan laporan yag bertujuan untuk menunjukkan posisi keuangan. Laporan keuangan dibutuhkan oleh para investor untuk mengetahui ekspektasi tingkat pengembalian berupa return serta risiko yang akan diterima jika berinvestasi. Arus kas dan laba bersih merupakan ukuran kinerja akuntansi dimana dapat menggambarkan kondisi perusahaan Dalam peramalan tersebut harga dan return merupakan alat untuk mengukur aliran kas masa depan, dimana return sebagai nilai perubahan harga yang dapat menunjukkan raksi pasar dari sekuritas bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh informasi arus kas dengan masing-masing aktivitasnya serta laba bersih terhadap return saham secara parsial maupun simultan. Informasi arus kas dapat diketahui dalam laporan arus kas dimana masing-masing aktivitasnya terklasifikasi menjadi tiga yaitu arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan. Laba bersih dapat dilihat dari laporan laba rugi sedangkan untuk return saham peneliti menggunakan pengukur actual return. Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam Consumer Goods selama tahun 2007-2008 dan Sampel Penelitian diambil secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebesar tiga puluh Perusahaan yang termasuk dalam Consumer Goods di bursa efek Indonesia (BEI) tahun 2007-2008. Hasil pengolahan data diketahui bahwa Secara simultan diketahui bahwa probabilitas (Sig.) 0,030 < 0,05 dan Fhitung 2,899> Ftabel 2,546, maka disimpulkan secara simultan arus kas operasi, investasi, dan pendanaan serta laba bersih berpengaruh terhadap return saham. Dari hasil pengujian hipotesis tersebut menunjukkan bahwa informasi arus kas dan laba bersih secara simultan berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hal ini berarti investor sebaiknya menggunakan laporan keuangan arus kas dan laba bersih sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan investasi terkait dengan tingkat actual return.

Pengaruh return on equity (ROE), earning per share (EPS), dan devidend payout ratio (DPR) terhadap pertumbuhan nilai perusahaan food and beverages yang listing di BEI (periode 2005-2008) / Pritta Dewi Nurina

 

Kata Kunci : Return on Equity (ROE), Earning Per Share ( EPS ), dan Deviden Payout Ratio (DPR), Pertumbuhan Nilai Perusahaan. Memasuki era globalisasi dunia usaha yang pesat, dengan ditandai oleh beragamnya usaha yang muncul akan mengakibatkan usaha mengalami perubahan yang mendasar.Sektor industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor industri di BEI yang mempunyai peluang untuk tumbuh dengan pesat karena potensi pasarnya dari tahun ke tahun semakin berkembang. Tujuan penelitian ini yaitu 1) Untuk mengetahui kondisi Return on Equity (ROE) pada perusahaan food and beverage yang listing di BEI, 2) Untuk mengetahui kondisi Earning Per Share (EPS) pada perusahaan food and beverage yang listing di BEI, 3) Untuk mengetahui kondisi Devidend Payout Ratio (DPR) pada perusahaan food and beverage yang listing di BEI, 4) Untuk mengetahui kondisi pertumbuhan nilai perusahaan food and beverage yang listing di BEI, 5) Untuk mengetahui apakah Return on Equity (ROE) berpengaruh terhadap pertumbuhan nilai perusahaan pada perusahaan food and beverage yang listing di BEI, 6) Untuk mengetahui apakah Earning Per Share (EPS) berpengaruh terhadap pertumbuhan nilai perusahaan pada peusahaan food and beverage yang listing di BEI, 7) Untuk mengetahui apakah Devidend Payout Ratio (DPR) berpengaruh terhadap pertumbuhan nilai perusahaan pada perusahaan food and beverage yang listing di BEI, 8) Untuk mengetahui apakah Return on Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), dan Devidend Payout Ratio (DPR) secara simultan berpengaruh terhadap pertumbuhan nilai perusahaan pada perusahaan food and beverage yang listing di BEI. Populasi penelitian ini adalah perusahaan food and beverage yang listing di BEI pada tahun 2005-2008, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis penelitian menggunakan regresi linear berganda dengan pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t dan uji F. Dengan nilai  sebesar 5% atau 0.05. sebelum dilakukan analisis uji normalitas dan uji Heterokedasitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara ROE terhadap Pertumbuhan Harga Saham, terdapat pengaruh yang signifikan antara EPS terhadap Pertumbuhan Harga Saham, tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara DPR terhadap Pertumbuhan Harga Saham, secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara ROE, EPS dan DPR terhadap Pertumbuhan Harga Saham. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan bagi manajemen perusahaan agar dalam mengevaluasi kerja dalam melakukan perbaikan perlu melakukan suatu bahan pertimbangan dan masukan untuk pengambilan keputusan dalam menentukan kebijakan pembayaran deviden sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan. Sedangkan bagi investor dapat dijadikan pertimbangan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam menentukan pilihan investasi dalam pembelian saham sehingga sesuai dengan preferensi resiko yang diinginkan.

Observasi arah dan kecepatan angin pada lapisan ketinggian di equator berdasarkan data meteo vertikal di SPD Kotatabang / Septa Wulan Yudiantari

 

Kata Kunci: Arah Angin, Kecepatan Angin, Meteo Vertikal Atmosfer merupakan salah satu jalur penting dari lepasan radioaktif suatu fasilitas nuklir ke lingkungan. Kondisi atmosfer suatu daerah sangat kompleks, dimana kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh karakteristik suatu daerah. Posisi lintang dan bujur berperan dalam mempengaruhi parameter meteorologi. Parameter arah dan kecepatan angin merupakan sebagian parameter yang sangat diperlukan sebagai masukan dalam perkiraan dispersi atmosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mencari keadaan arah angin dan menghitung kecepatan angin Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, dengan menjelaskan keadaan yang sebenarnya dari suatu observasi meteo vertikal. Penelitian ini dilakukan di SPD LAPAN Kotatabang, tanggal 9 sampai 16 Januari. Rancangan penelitian adalah persiapan, melakukan penerbangan wahana balon, mendapatkan data, menganalisis. Analisis hasil penelitian terdapat dua lapisan ketinggian yaitu lapisan troposfer 0-10 km dan lapisan stratosfer 10-30 km. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suatu tempat kecepatan angin semakin besar, dimana pada lapisan troposfer kecepatan angin rata-rata sebesar 4 m/s dapat dikatakan kecepatan angin rendah, sedangkan pada stratosfer kecepatan angin rata-rata sebesar 16.87 km/s termasuk dalam kecepatan angin sedang. Jadi wilayah Sumatra Barat dalam keadaan normal.Selanjutnya Arah angin berasal dari selatan dan arah angin condong ke arah selatan menunjukkan bahwa daerah sumatra Barat sedang mengalami musim penghujan.

Sintesis ferofluida dengan surfaktan tetrametil-amonium-hidroksida (TMAH) berbahan dasar pasir besi Lumajang dan karakterisasi kamagnetannya / Surinta Harko Miyangga

 

Kata Kunci : pasir besi Lumajang, nano partikel Fe3O4, kopresipitasi, ferofluida, karakterisasi kemagnetan Telah disintesis ferofluida dengan filler nano partikel Fe3O4(magnetit) dan surfaktan tetrametil-amonium-hidroksida (TMAH).Sintesis nano partikel Fe3O4dilakukan dengan metode kopresipitasi dengan bahan dasar pasir besi Lumajang. Ferofluida dibuat dengan variasi kandungan nano partikel Fe3O4, yaitu 4 gram, 4,5 gram, 5 gram, 5,5 gram, dan 6 gram, dengan jumlah volume TMAH tetap 1,2 ml. Nano partikel Fe3O4 hasil sintesis dikarakterisasi XRD, SEM dan VSM untuk mengetahui fasa-fasa pertikel, ukuran partikel dan sifat kemagnetannya. Ferofluida dengan berbagai variasi dikarakterisasi VSM untuk mengetahui pengaruh kandungan nano partikel Fe3O4terhadap kemagnetannya. Hasil difraksi XRD menunjukkan bahwa ukuran nano partikel Fe3O4 melalui persamaan Scherrer adalah 4,2 nm, sedangkan hasil foto SEM menunjukkan bahwa ukuran nano partikel Fe3O4 secara umum < 100 nm. Perbedaan ini diakibatkan karena aglomerasi partikel, karena kontrol mekanis yang kurang sempurna saat sintesis bahan. Kurva histerisis hasil VSM nano partikel Fe3O4menunjukkan nilai magnetisasi saturasi (Ms) sebesar 25,96 emu/gram, magnetisasi remanen (Mr) sebesar 5,826 emu/gram, dan medan koersivitas (Hc) sebesar 16,804 mili Tesla. Karakterisasi VSM pada ferofluida dengan berbagai variasi kandungan nano partikel Fe3O4 menghasilkan kurva histerisis yang secara umum memiliki pola kenaikan nilai besaran kemagnetan seiring dengan kenaikan jumlah kandungan nano partikel Fe3O4dalam ferofluida.

Akuntabilitas pengelolaan dana BOS berdasarkan persepsi pengguna di SD negeri se-kecamatan Kedung Kandang Kota Malang / Efi Gunawati

 

Kata Kunci: Akuntabilitas, Sekolah Dasar Negeri, Dana BOS Pembangunan Ilmu pengetahuan dan teknologi diarahkan agar pemanfaatan, pengembangan serta penguasaannya dapat mempercepat peningkatan kecerdasan dan kemampuan bangsa. Dalam UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 5, Ayat (1) menyatakan, bahwa "Setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu", dan Pasal 11, Ayat (1) menyatakan "Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Ini tidak menjamin bahwa setiap warga mendapat pendidikan, maka dicetuskanlah program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagai upaya untuk meningkatkan akses masyarakat khususnya siswa dari keluarga miskin atau kurang mampu. Untuk mencapai tujuan program BOS tersebut, maka diperlukan Akuntablitas yang tinggi, yaitu harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dengan sepenuhnya oleh semua pihak yang terlibat dalam program tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul ‘Akuntabilitas Pengelolaan Dana BOS Se-Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang’. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, (1) Apakah pengelolaan dana BOS berdasar persepsi pengguna di SD Negeri Se-Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang sudah memenuhi standar akuntabilitas laporan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)?; (2) Apa kesimpulan opini audtor yang diberikan atas hasil akuntabilitas pengelolaan dana BOS berdasarkan persepsi pengguna di SD Negeri se-Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang?; (3) Kendala-kendala apa saja yang muncul dalam proses pengelolaan dana BOS berdasarkan persepsi pengguna di SD Negeri se-Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang? Tujuan penelitian ini adalah, (1) Untuk mengevaluasi pengelolaan dana BOS berdasarkan persepsi pengguna; (2) Memberikan opini auditor atas hasil akuntabilitas pengelolaan dana BOS berdasarkan persepsi pengguna; (3) Untuk mengidentifikasi beberapa kendala yang dihadapi dalam proses pengelolaan dana BOS berdasarkan persepsi pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif, untuk menggambarkan gejala dan fakta mengenai akuntabilitas pengelolaan dana BOS. Populasi penelitian adalah para Kepala sekolah dan bendahara sekolah di SDN Se-Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang dengan responden berasal dari 45 sekolah negeri. Sampel penelitian mengambil 45 sekolah dengan jumlah responden 90 orang karena sampel yang diambil adalah para Kepala Sekolah dan Bendahara sebagai penanggungjawab pengelolaan dana BOS. Teknik pengambilan sampel dengan cara Purposive Sampling yaitu sampel diambil berdasarkan ciri tertentu yang dianggap memiliki keterkaitan dengan sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Instrumen pengumpulan data adalah dengan teknik angket atau kuesioner tertutup yaitu angket yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih alternatif jawaban dan dianggap sesuai dengan memberikan tanda silang (X) pada kolom yang sudah disediakan. Penganalisisan data menggunakan analisis kuantitatif dan menggunakan tabulasi frekuensi. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah (1) Untuk pengelolaan dana BOS berdasarkan persepsi pengguna di seluruh Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang sudah memenuhi standar Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) karena dalam pengelolaannya berdasarkan pada ketentuan-ketentuan yang berlaku dan dalam penyalurannya sudah tepat sasaran; (2) Opini atas hasil akuntabilitas dapat disimpulkan, dalam pengelolaan dana BOS berdasarkan persepsi pengguna di SDN Se-Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang sudah memenuhi standar akuntansi auditor karena dalam pengelolaan dana BOS dapat dikatakan hasil auditnya sudah mencakup Wajar Tanpa Pengecualian, dan dalam standar auditing juga sudah mencakup tentang stándar umum, stándar pekerja lapangan, dan stándar pelaporan; (3) Untuk kendala-kendala dalam proses pengelolaan dana BOS berdasarkan persepsi pengguna dapat disimpulkan bahwa masih ada beberapa kendala kepala sekolah dan bendahara tentang informasi Tim Manajemen Kab/Kota belum dipahami oleh sekolah, masih terdapat masalah dalam pengalokasian Tim Manajemen tiap sekolah Kab/Kota, dengan adanya kendala ini kepala sekolah dan bendahara harus lebih memahami tentang informasi Tim Manajemen guna untuk kelancaran pengelolaan dana BOS. Berdasarkan kesimpulan, saran ditujukan kepada: (1) Kepala Sekolah dan Bendahara sekolah, yaitu kepala sekolah dan bendahara hendaknya dapat mensiasati masalah/kendala dalam pengelolaan dana BOS; (2) Dinas Pendidikan Kota Malang, yaitu hendaknya dapat mengkritisi celah-celah penyimpangan pengelolaan dana BOS (3) Akademisi Jurusan Administrasi Pendidikan, yaitu hendaknya mengembangkan suatu metode investigasi secara mudah guna menemukan celah-celah penyimpangan dana BOS sehingga dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan norma-norma audit menajemen; (4) Peneliti lain, yaitu hendaknya bisa mengetahui informasi manajemen keuangan yang didasarkan pada LAKIP dan stándar akuntansi.

Hubungan antara profesionalitas mengajar guru dengan sikap guru terhadap ujian nasional pada SMK PGRI 3 Malang / Melati Nur Hasanah

 

Kata Kunci: Profesionalitas, sikap terhadap UN. Evaluasi merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari rencana pendidikan. Evaluasi dalan bentuk Ujian Nasional (UN) adalah kegiatan pengukuran dan penilaian secara nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah. Pro-Kontra terhadap UN menjadi isyu hangat di masyarakat. Pihak-pihak yang mendukung UN menyatakan bahwa diperlukan standar nasional untuk mengetahui sampai di mana tingkat pendidikan di Indonesia. Namun bagi yang kontra, UN dianggap telah melanggar hak guru dan pihak sekolah untuk menilai siswanya. Sikap guru terhadap UN merupaka respon evaluative afektif, berupa setuju atau tidak setuju terhadap UN. Sikap guru tersebut akan tercermin dalam profesionalitas mengajar di dalam kelas. Guru yang setuju terhadap UN akan memiliki sikap positif dalam mengajar. Sedangkan guru yang tidak setuju terhadap UN tentu akan bersikap sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) gambaran profesionalitas mengajar guru, (2) gambaran sikap guru terhadap UN, dan (3) hubungan antara profesionalitas mengajar guru dengan sikap guru terhadap Ujian Nasional. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah guru SMK PGRI 3 Malang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 36 orang guru. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket profesionalitas mengajar guru dan Skala Sikap Guru Terhadap Ujian Nasional. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa (1) sebanyak 100% guru di nilai memiliki profesionalitas mengajar tinggi, (2) sebanyak 67% guru memiliki sikap setuju terhadap Ujian Nasional, dan 33% guru memiliki sikap tidak setuju terhadap Ujian Nasional. Hasil uji hipotesis menunjukan (1) ada hubungan positif dan signifikan antara profesionalitas mengajar guru dengan sikap guru terhadap Ujian Nasional sebesar rxy = 0,898 (p = 0,000 < 0,05), (2) pada hasil uji regresi, menunjukan nilai Fhitung sebesar 142,123 (p=0,000< 0,05) dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara profesionalitas mengajar guru dengan sikap guru terhadap UN. Nilai adjusted R square sebesar 0,801 menunjukan bahwa profesionalitas mengajar guru memberi sumbangan sebesar 80% terhadap sikap guru terhadap UN. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru maupun bagi sekolah untuk lebih meningkatkan profesionalitas guru dalam mengajar, sehingga keberhasilan peserta didik dapat tercapai secara maksimal

Pengaruh penempatan kerja terhadap kinerja karyawan (Studi pada keryawan bagian produksi PT. agar sehat Makmur Lestari, Pasuruan) / Ahmad Gilang Ramadhan

 

Kata Kunci : Penempatan Karyawan, Kinerja Karyawan Sumber daya manusia dalam organisasi atau dalam perusahaan merupakan salah satu asset berharga bagi perkembangan organisasi. Dikatakan demikian karena sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan itulah yang nantinya akan menentukan apakah perusahaan akan berkembang atau mengalami kemunduran. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan sumber daya manusia agar dapat diberdayakan secara optimal. Pengelolaan sumberdaya manusia diantaranya rekeutment, seleksi, pelatihan, dan penempatan karyawan yang sesuai. Dari serangkaian kegiatan itu, penempatan karyawan yang tepat merupakan hal yang sangat penting dan sangat berpengaruh terhadap tercapainya tujuan perusahaan, salah satunya adalah meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian ini dilakukan di PT Agar Sehat Makmur Lestari (ASML) Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penempatan karyawan terhadap kinerja karyawan. Varibel bebas dalam penelitian ini terdiri dari kesesuaian pengetahuan dengan pekerjaan (X1) dan kesesuaian keterampilan dengan pekerjaan (X2). Sedangkan variable terikatnya adalah kinerja karyawan (Y). jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini berjumlah 93 orang. Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah simple random sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa regresi linear berganda dan menggunakan program SPSS for Windows versi 13.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Penempatan karyawan yang terdiri dari kesesuaian pengetahuan dengan pekerjaan (X1) dan kesesuaian keterampilan dengan pekerjaan (X2) pada karyawan bagian produksi di PT Agar Sehat Makmur Lestari tergolong sangat baik. (2) Karyawan bagian produksi PT Agar Sehat Makmur Lestari memiliki kinerja yang baik. (3) Secara parsial ada pengaruh yang signifikan antara kesesuaian pengetahuan dengan pekerjaan (X1) dan kesesuaian keterampilan dengan pekerjaan (X2) terhadap kinerja karyawan dalam pelaksanaan penempatan karyawan bagian produksi PT Agar Sehat Makmur Lestari. (4) Secara simultan ada pengaruh signifikan antar penempatan karyawan (variabel kesesuaian pengetahuan dengan pekerjaan (X1) dan variabel kesesuaian keterampilan dengan pekerjaan (X2)) terhadap kinerja karyawan bagian produksi PT Agar Sehat Makmur Lestari. Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian yang didapatkan adalah: (1) Adanya kesesuaian pengetahuan dengan pekerjaan pada karyawan bagian produksi PT Agar Sehat Makmur Lestari maka manajemen harus lebih memperhatikan proses penempatan karyawan, mulai dari perkrutan dan seleksi karyawan, mengadakan pendidikan dan pelatihan, dan tentunya menempatkan karyawan pada pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (2) Agar kinerja karyawan dapat lebih dioptimalkan hendaknya selain adanya kesesuaian pengetahuan dan keterampilan dengan pekerjaan, perusahaan harus lebih memperhatikan kesejahteraan, meningkatkan kepuasan karyawan itu sendiri dengan memperhatikan fasilitas-fasilitas kerja yang memuaskan dan adanya kontribusi yang baik terhadap kinerja karyawan, meningkatkan motivasi kerja, semangat kerja karyawan, mental kerja, bahkan kreativitas kerja karyawan.

Pengembangan media pembelajaran berbentuk game interaktif dengan bantuan komputer pada materi membandingkan pecahan sederhana untuk siswa kelas III Sekolah Dasar / Reda Rendha Deviasri

 

Kata kunci: Media pembelajaran berbantuan komputer berbentuk game interaktif Pecahan merupakan salah satu materi pelajaran matematika yang sangat berguna di dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, minat siswa untuk mempelajari pecahan harus senantiasa ditingkatkan. Adanya kenyataan bahwa beberapa siswa yang telah berada di jenjang SMP maupun SMA masih menemui kendala dalam menghadapi masalah yang berkaitan dengan pecahan, maka perlu adanya media pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk mempelajari pecahan lebih dalam. Media pembelajaran yang berbentuk game interaktif adalah salah satu alternatif yang dapat menarik perhatian siswa Sekolah Dasar untuk mempelajari pecahan. Hal ini sesuai dengan karakteristik siswa Sekolah Dasar yang masih suka bermain. Media pembelajaran ini disusun berdasarkan materi membandingkan pecahan sederhana sesuai kurikulum KTSP 2006 kelas III Sekolah Dasar. Proses pembuatan media ini adalah: 1) Penyusunan rancangan, 2) Penulisan naskah, 3) Menghasilkan produk akhir dan revisi. Di dalam media pembelajaran berbentuk game ini, siswa dihadapkan pada suatu tugas sebagai pegawai pabrik kue. Dengan tugas-tugas tersebut, siswa diarahkan untuk memahami materi membandingkan pecahan sederahana. Selain itu pada media pembelajran ini dilengakapi dengan babak bonus yang melatih siswa untuk membandingkan pecahan sederhana.

Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas VIII-C SMP Laboratorium UM / Irma Mahardani

 

Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Numbered Heads Together (NHT), Motivasi Belajar, Hasil Belajar Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi saat observasi awal pada tanggal 8 Februari 2010 sampai 27 Februari 2010, diketahui bahwa motivasi dan hasil belajar siswa masih tergolong rendah. Rendahnya motivasi belajar siswa tersebut dapat diketahui dari sikap siswa saat mengikuti kegiatan pembelajaran, diantaranya 1) Saat pembelajaran berlangsung, siswa hanya mendengarkan penjelasan guru dan kurang aktif bertanya serta menjawab pertanyaan yang diberikan guru, padahal guru sudah berusaha memberi kesempatan pada siswa, 2) Siswa yang duduk di bangku belakang kebanyakan tidak menyimak penjelasan guru, siswa malah melakukan aktivitas lain seperti memainkan bolpoin, mencoretcoret meja serta menggambar, 3) Saat pelaksanaan diskusi kelompok, hanya beberapa siswa yang aktif mengerjakan sedangkan siswa yang lain mengobrol sendiri membicarakan hal-hal di luar materi serta bergurau dengan teman dari kelompok lain. Selama ini, guru sudah berusaha untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan beberapa metode pembelajaran misalnya dengan praktikum, diskusi serta pernah menerapkan metode pembelajaran kooperatif model Jigsaw, namun hal tersebut belum menunjukkan hasil yang maksimal. Dampaknya terlihat dari hasil belajar siswa yang masih rendah. Ratarata skor tes 67,5 dan ketuntasan klasikal 75,6%. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2010 sampai 17 April 2010. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas VIII-C SMP Laboratorium UM melalui penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT). Data penelitian berupa motivasi belajar siswa yang diperoleh melalui observasi selama penelitian, sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes setiap akhir siklus. Hasil penelitian penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) dapat: (1) peningkatan motivasi belajar siswa dari sebesar 60,3% (kategori cukup) pada siklus I menjadi 79,8% (kategori baik) pada siklus II; (2) peningkatan hasil belajar siswa sebelum tindakan dari rata-rata skor kelas sebesar 67,5 dan ketuntasan klasikal 75,6%, siklus I meningkat menjadi 74,6 dan ketuntasan klasikal 82,9% setelah siklus I dan meningkat lagi menjadi 82,1 dan ketuntasan klasikal 92,7% setelah siklus II.

Upaya esterifikasi patchouli alkohol dalam minyak atsiri nilam (Pogostemon cablin) dengan asam asetat berkatalis HCl / Andri Wahyu Wijayadi

 

Kata kunci: patchouli alkohol, minyak atsiri nilam, reaksi esterifikasi. Minyak atsiri nilam merupakan salah satu minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri farmasi, parfum, dan kosmetik karena daya fiksasinya yang tinggi. Minyak atsiri nilam memiliki kandungan utama senyawa patchouli alkohol. Secara teori patchouli asetat adalah ester yang dapat terbentuk dari reaksi esterifikasi patchouli alkohol dengan asam asetat atau turunannya. Keberhasilan reaksi esterifikasi patchouli alkohol hasil isolasi dari minyak atsiri nilam pada penelitian sebelumnya, mendorong untuk dilakukan penelitian tentang upaya esterifikasi secara langsung patchouli alkohol dalam minyak atsiri nilam dengan asam asetat berkatalis asam klorida. Melalui penelitian ini diharapkan minyak atsiri nilam dapat dimanfaatkan langsung dalam reaksi esterifikasi. Penelitian ini bermanfaat untuk mengembangkan senyawa berbasis bahan alam yang keberadaannya melimpah. Penelitian ini bersifat survei laboratoris dan terdiri dari 5 tahap, yaitu: (1) isolasi minyak atsiri nilam dari daun nilam melalui destilasi uap-air, (2) penentuan rendemen dan karakterisasi minyak atsiri nilam yang meliputi: massa jenis, indeks bias, dan identifikasi komponen-komponen penyusun dengan kromatografi gas-spektroskopi massa (GC-MS), (3) esterifikasi minyak atsiri nilam dengan asam asetat berkatalis asam klorida pekat, (4) pemurnian campuran hasil esterifikasi dengan cara pencucian berulang menggunakan air dan teknik kromatografi kolom, (5) karakterisasihasil esterifikasi, meliputi: penentuan massa jenis, indeks bias, dan identifikasi komponen-komponen penyusun dengankromatografi gas-spektrometer massa (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri nilam hasil isolasi dari daun nilam memiliki rendemen 4,35 %. Minyak atsiri nilam hasil isolasi memiliki karakter berupa cairan kuning jernih dengan bau khas yang memiliki massa jenis 0,927 g/mL dan indeks bias 1,506. Reaksi esterifikasi minyak atsiri nilam dengan asam asetat berkatalis asam klorida belum dapat menghasilkan ester patchouli asetat. Campuran hasil esterifikasi minyak atsiri nilam memiliki karakter berupa cairan coklat muda yang kental dengan bau khas yang memiliki massa jenis 0,919 g/mL dan indeks bias 1,509.

Implementasi strategi pelayanan untuk menciptakan kepuasan pelanggan pada persada swalayan, Dinoyo Malang / Abd. Rahim

 

Kata kunci: strategi pelayanan, kepuasan pelanggan, Persada Swalayan. Pada era globalisasi saat ini, persaingan bisnis antar perusahaan semakin tajam dan ketat, maka sebuah perusahaan harus memiliki strategi dalam menghadapi persaingan tersebut agar nantinya tetap dapat eksis dan berkembang. Salah satu strategi dalam menghadapi persaingan adalah memikat dan memuaskan hati konsumen yaitu dengan cara memberikan terbaik pada produk akan perusahaan tawarkan ke pasar. Salah satunya adalah dengan memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan. Penerapan strategi pelayanan yang baik akan membuat konsumen puas sehingga timbul keinginan untuk melakukan pembelian kembali. Salah satu perusahaan yang menerapkan strategi pelayanan adalah Persada Swalayan yang berada di daerah Dinoyo – Malang, dimana dalam aktivitas bisnisnya menjual dan menyediakan setiap kebutuhan masyarakat di daerah Dinoyo dan sekitarnya. Adapun produk-produk yang dijual adalah bahan-bahan kebutuhan pokok dan kebutuhan penunjang lainnya. Dalam hal ini permasalahan pokok yang diangkat penulis dari hasil pengamatan selama PKL adalah tentang pelaksanaan strategi pelayanan untuk menciptakan kepuasan pelanggan. Tujuan pelaksanaan kegiatan PKL ini adalah (1) ingin mengetahui secara lebih jauh bagaimana penerapan strategi pelayanan yang diterapkan oleh Persada Swalayan, dan (2) bagaimana tingkat kepuasan pelanggan terhadap strategi pelayanan yang telah diterapkan tersebut. Hasil pelaksanaan PKL penulis di Persada Swalayan mengenai implementasi strategi pelayanan menunjukkan bahwa kegiatan tersebut sangat efektif dalam menciptakan kepuasan pelanggan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah (1) letak tata ruang memadai, (2) kerapian dari karyawan, (3) pemutaran musik di dalam ruangan, (4) pramuniaga selalu bersedia membantu pelanggan, (5) karyawan bersikap ramah dan sopan, (6) karyawan dapat menerangkan dengan baik kegunaan produk yang dibutuhkan pelanggan, (7) produk-produk yang dijual Persada Swalayan merupakan produk yang berkualitas, (8) adanya kerja sama dan hubungan kekeluargaan tiap-tiap karyawan, dan (9) terjalinnya hubungan yang dinamis antara pimpinan dan bawahan Dalam mengimplementasikan strategi pelayanan di Persada Swalayan ini tidak secara keseluruhan berjalan mulus, tetapi ada faktor yang menghambat penerapan strategi ini yaitu (1) berkumpulnya karyawan saat membendit barang, (2) pramuniaga berada di setiap sudut toko membuat pelanggan risih, (3) ada beberapa karyawan yang kurang tanggap, (4) mesin kasir yang kadang macet, dan (5) penumpukan barang ketika akan dipajang di rak. Berdasarkan hasil praktikum ini, dapat disarankan agar (1) para karyawan tidak berkumpul saat membendit barang, (2) karyawan yang berada di setiap sudut toko hendaknya selalu memberikan senyum dan sikap baik kepada para pelanggan, (3) manajemen hendaknya memantau sikap karyawan terhadap pengunjung, (4) penggatian mesin kasir dengan yang lebih modern dan (5) karyawan harus lebih cepat lagi dalam mendisplay barang.

Pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah tabungan simpedes (studi pada PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Unit Pakisaji Cabang Martadinata Malang) / Vicky Sekti Prayudi

 

Kata kunci : Kualitas Layanan, Loyalitas Nasabah Dunia perbankan Indonesia saat ini diwarnai persaingan yang semakin ketat. Perjuangan untuk menciptakan bisnis bersaing yang berulang dengan nasabah yang sudah ada di tangan menempati titik sentral dalam upaya bank untuk tetap unggul dalam persaingan jangka panjang. Yang pada umumnya seorang nasabah mengharapkan jasa yang diterimanya dapat dinikmati dengan pelayanan yang baik dan memuaskan, oleh karena itu sebuah bank harus memperhatikan kualitas layanan jasa perbankan yang diberikan. Sebuah bank yang berorientasi pada keinginan, permintaan, dan kebutuhan nasabah, memiliki potensi besar untuk berhasil karena pada prinsipnya nasabah yang loyal mereka akan terus-menerus melakukan transaksi dan tidak beralih ke bank lain. Dan kualitas layanan itu sendiri terdiri dari bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati itu semua menjadikan nasabah tetap loyal pada bank. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana keadaan kualitas layanan dan loyalitas nasabah tabungan Simpedes PT. BRI Tbk Unit Pakisaji Cabang Martadinata Malang, pengaruh kualitas layanan loyalitas nasabah tabungan Simpedes PT. BRI Tbk Unit Pakisaji Cabang Martadinata Malang baik secara simultan maupun parsial, penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional yaitu pengaruh kualitas layanan loyalitas nasabah tabungan Simpedes PT. BRI Tbk Unit Pakisaji Cabang Martadinata Malang. Populasi yang diambil adalah nasabah tabungan Simpedes. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proporsionate random sampling, dengan sampel sebanyak 120 responden. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitias dengan sampel uji coba sebanyak 30 responden. Data diperoleh melalui responden menggunakan kuesioner/angket tertutup dan diukur menggunakan skala Likert dengan skor 1 - 5. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) kualitas layanan yang meliputi bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati menjadi kan nasabah tabungan Simpedes tetap loyal pada PT. BRI Tbk Unit Pakisaji Cabang Martadinata Malang. (2) Terdapat pengaruh signifikan positif kualitas layanan yang meliputi bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati secara simultan terhadap loyalitas nasabah tabungan Simpedes PT. BRI Tbk Unit Pakisaji Cabang Martadinata Malang yang ditunjukkan oleh koefisien determinasi (R2) yaitu sebesar 73,6% dan ini menunjukkan loyalitas nasabah yang tinggi. (3) Sedangkan secara parsial masing-masing komponen variabel kualitas layanan berpengaruh signifikan positif terhadap loyalitas nasabah sebesar 28,7% untuk bukti langsung, 44,4% kehandalan, 29% daya tanggap, 92% jaminan, 37,6% empati. Saran yang dapat peneliti berikan adalah: (1) Diharapkan PT. BRI Tbk Unit Pakisaji Cabang Martadinata Malang untuk memperhatikan faktor bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati para nasabah untuk tetap loyal pada PT BRI Tbk Unut Pakisaji Cabang Martadinata Malang. Hal tersebut dikarenakan faktor bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati berpengaruh terhadap loyalitas nasabah tabungan Simpedes PT. BRI Tbk Unit Pakisaji Cabang Martadinata Malang. Langkah nyata yang dapat dilakukan yaitu dengan menambah fasilitas ATM di PT. BRI Tbk Unit Pakisaji Cabang Martadinata Malang sehingga memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan. (2) Jaminan merupakan faktor yang paling dominan terhadap loyalitas nasabah tabungan Simpedes, untuk itu unsur dalam jaminan yang meliputi reputasi bank, perasaan nasabah tabungan Simpedes waktu menabung di bank dan sikap pegawai bank dalam memberikan rasa aman pada nasabah tabungan Simpedes diperhatikan oleh bank apabila ingin meningkatkan dan mempertahankan loyalitas nasabah Simpedes. (3) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk menggunakan variabel bebas diluar variabel bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati, seperti keragaman produk, daya tahan atau ketahanan, dan lainnya yang berhubungan dengan loyalitas nasabah tabungan Simpedes PT. BRI Tbk Unit Pakisaji Cabang Martadinata Malang.

Pengaruh pemberian ethrel dan lama penyimpanan pisang (Musa paradisiaca L.) varietas kepok kuning terhadap kandungan vitamin C / Maya Fitriana

 

ABSTRAK Kata kunci: ethrel, lama penyimpanan, kandungan vitamin C, pisang kepok kuning. Pisang (Musa paradisiaca L.) varietas kepok kuning salah satu pisang yang banyak dikonsumsi masyarakat setelah diolah. Pisang kepok memiliki kandungan gizi cukup tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. Pisang setelah dipanen akan disimpan hingga matang dan siap dikonsumsi atau dijual. Pemberian kalsium karbida (CaC2) atau larutan etefon dapat digunakan untuk mematangkan buah tua-mentah. Pengusahaan secara besar-besaran menggunakan gas etilen atau ethrel untuk mempercepat proses pematangan. Pemberian ethrel setelah panen dapat memungkinkan terjadinya perubahan kandungan gizi, khususnya kandungan vitamin C. Penelitian dilakukan tentang pengaruh pemberian ethrel dan lama penyimpanan pisang (Musa paradisiaca L.) varietas kepok kuning terhadap kandungan vitamin C. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan percobaan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan perlakuan pemberian ethrel konsentrasi 0, 500, 1000, 1500 ppm dan lama penyimpanan 0, 2, 4, 6 hari sebagai variabel bebas dan kandungan vitamin C sebagai variabel terikat. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Juli 2010 di Laboratorium Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pengujian kandungan vitamin C dilakukan dengan menggunakan metode titrasi dengan larutan 2,6-diklorofenolindofenol (2,6-DPIP). Objek penelitian pisang (Musa paradisiaca L.) varietas kepok kuning yang diperoleh dari petani pisang di daerah Pakis Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) konsentrasi ethrel 500 ppm baik digunakan dalam proses pematangan buah pisang (Musa paradisiaca L.) varietas kepok kuning; (2) lama penyimpanan pisang yang baik dari setelah dipetik selama 4-6 hari; dan (3) perlakuan pemberian ethrel konsentrasi 500 ppm dengan lama penyimpanan 4 hari lebih baik dari perlakuan yang lainnya karena kandungan vitamin C pisang tidak banyak berkurang dan buah tidak cepat busuk. Saran dalam pemberian ethrel pada pematangan pisang kepok kuning sebaiknya dengan konsentrasi tidak lebih dari 500 ppm. Pemeraman pisang dengan pemberian ethrel baik digunakan pada skala produksi banyak agar kematangan pisang merata dan penampakan buah lebih cantik dan menarik. Penelitian serupa dapat dilakukan pada pisang kepok kuning dengan umur petik dan menggunakan sisir yang sama agar diperoleh data yang valid.

Ikan gatul (Poecilia sp.) sebagai kandidat hewan model: proses regenarasi sirip kaudal / Nikmatul Iza

 

Kata kunci: Ikan Gatul, Regenerasi, Sirip kaudal. Ikan gatul (Poecilia sp) termasuk dalam famili Poecilidae. Ikan gatul merupakan ikan yang berukuran kecil, banyak dijumpai di sungai-sungai, parit-parit sawah, dan kolam-kolam ikan, hidup bergerombol dengan sesamanya dan berenang-renang dipermukaan air. Regenerasi merupakan suatu proses perbaikan struktur yang hilang atau rusak hingga sempurna atau mendekati sempurna. Berdasarkan mekanisme selulernya, regenerasi dapat dibagi menjadi dua katagori yaitu morphallaxis dan epimorphosis. Jenis penelitian yang digunakan dalam proses regenerasi sirip kaudal ikan gatul (Poecilia sp.) adalah deskriptif eksploratif dengan pengamatan yang dilakukan selama proses regenerasi berlangsung. Subjek penelitian ini adalah ikan gatul (Poecilia sp.) dewasa dari kolam biologi dan sungai FMIPA Universitas Negeri Malang dengan panjang tubuh 2-3 cm sebanyak 30 ekor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses regenerasi sirip kaudal ikan gatul (Poecilia sp.) terdiri dari beberapa tahap yaitu (1) tahap penyembuhan luka (H1) tampak warna transparan yang tidak rata pada bagian yang dipotong. Proses ini diawali dengan migrasi beberapa sel epidermis ke bagian yang luka; (2) pembentukan blastema (H1-H2) yang terbentuk dari proliferasi sel-sel mesenkim; (3) pertumbuhan regeneratif (H2-H21) dengan terjadinya proses angiogenesis dengan terbentuknya pulau-pulau darah di ujung bakal jari-jari dan berkembang menjadi pembuluh darah; dan (4) differensiasi (H5-H21) dengan terbentuknya jari-jari dan membran yang terjadi secara berurutan. Sirip kaudal yang memiliki “pedang” pada bagian perifer ventral atau dorsal pertumbuhan regeneratif dan differensiasi “pedang” baru terjadi setelah bentuk dasar (membulat) selesai (H72). Jenis regenerasi ikan gatul (Poecilia sp.) adalah epimorphosis. Pada daerah pemotongan tidak terjadi renovasi jari-jari lama, tetapi terjadi proses pembentukan ruas-ruas jari-jari baru. Proses regenerasi sirip kaudal ikan gatul (Poecilia sp) membutuhkan waktu 20,51 ± 0,93 hari setelah dipotong. Pada sirip kaudal yang memiliki “pedang” pada bagian perifer ventral atau dorsal pertumbuhan regeneratif dan differensiasi “pedang” baru terjadi setelah bentuk dasar (membulat) selesai yaitu terbentuk “pedang” dengan sempurna (H-171). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lanjut pada level molekular untuk melengkapi data proses regenerasi pada sirip kaudal ikan gatul sebagai kandidat hewan model. i

Pengembangan media pembelajaran kimia berbantuan macro media flash 8 pada materi redoks dan elektrokimia untuk SMA kelas XII / Ali Amirul Mu'minin

 

Kata kunci: media pembelajaran, macromedia flash 8, redoks dan elektrokimia Salah satu karakteristik ilmu kimia adalah sebagian besar konsepnya bersifat abstrak, dan ilmu kimia tidak hanya sekedar menyelesaikan soal-soal. Redoks dan elektrokimia adalah materi kimia untuk SMA yang banyak memiliki konsep bersifat abstrak. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar siswa SMA belum memiliki tingkat berpikir formal operasional sehingga masih mengalami kesulitan untuk memikirkan materi pembelajaran yang bersifat abstrak. Salah satu cara membantu siswa untuk membelajarkan materi yang bersifat abstrak yaitu dengan bantuan media pembelajaran berbasis macromedia flash 8. Tujuan penelitian ini adalah mengem- bangkan media pembelajaran kimia pada materi redoks dan elektrokimia untuk SMA kelas XII dan mengetahui tingkat kelayakannya. Model pengembangan yang digunakan mengadopsi pada Dick and Carrey dengan beberapa penyesuaian yang diperlukan yaitu: (1) mengidentifikasi tujuan umum pengembangan media pembelajaran, (2) melaksanakan analisis materi pembelajaran, (3) menuliskan pengalaman belajar, (4) mengembangkan butir-butir tes acuan patokan, (5) mengembangkan strategi pembelajaran, (6) mengembangkan media pembelajaran, (7) mendesain dan melaksanakan uji validasi dan uji kelompok kecil, (8) merevisi media pembelajaran, (9) produksi. Tahapan pengembangan media pembelajaran ada 6, antara lain: (1) studi literatur, (2) Pembuatan diagram alir, (3) pembuatan story board, (4) pembuatan animasi, (5) pembuatan video, dan (6) pemrograman media pembelajaran. Validasi yang dilakukan ada 2 macam, yakni: (1) validasi isi, dan (2) validasi pada kelompok kecil. Validasi isi dilakukan oleh 2 orang dosen kimia Universitas Negeri Malang dan 2 guru SMA/sederajat. Validasi kelompok kecil dilaksanakan oleh 20 siswa kelas XII MAN 3 Malang. Hasil Pengembangan berupa media pembelajaran pada materi redoks dan elektrokimia untuk SMA kelas XII dalam bentuk compact disc yang telah mengalami beberapa revisi sesuai saran dari validator. Validasi hasil pengembangan oleh validator ahli isi media pembelajaran menunjukkan persentase rata-rata kelayakan media pembelajaran ini sebesar 91,5% sedangkan hasil validasi terhadap kelompok kecil menunjukkan persentase rata-rata kelayakan media pembelajaran ini sebesar 81%. Kedua hasil validasi tersebut menunjukkan kriteria layak sebagai sebuah media pembelajaran.

Analisis okupansi komputer di laboratorium komputer Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang / Ary Primanty

 

Kata kunci: okupansi komputer, laboratorium komputer. Di era globalisasi saat ini, dimana bagi suatu bangsa merupakan suatu era yang dapat memberikan keuntungan dan dapat mendatangkan banyak peluang kemajuan setiap bangsa. Globalisasi berdampak terhadap kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), karena IPTEK merupakan bagian dari proses globalisasi yang berkembang sangat pesat dan dapat menyatukan dunia. Wujud dari berkembangnya IPTEK adalah semakin banyaknya lembaga pendidikan yang memiliki laboratorium komputer sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan kualitas SDM karena pengaruh globalisasi. Dengan penggunaan (okupansi) komputer, maka mahasiswa dapat mengembangkan potensi diri yang dimiliki yang berkaitan dengan IPTEK dan meningkatkan kualitas dari SDMnya. Permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah; (1) Seberapa tinggi tingkat okupansi komputer tiap komputer pada Laboratorium Komputer FIP UM, (2) Berapa unit komputer yang rusak untuk setiap bulannya, dan (3) Berapa unit komputer cadangan yang harusdipersiapkan setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat okupansi tiap komputer di laboratorium komputer FIP UM, (2) Jumlah komputer yang rusak untuk setiap bulannya; dan (3) Jumlah komputer cadangan yang disiapkan untuk setiap bulannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan jenis penelitian kuantitatif. Populasi penelitian adalah jumlah komputer dikalikan dengan waktu pefektif komputer selama satu tahun, yaitu 422.400 jam/tahun (25.344.000 menit). Sampel penelitian berjumlah 42.240 jam (2.534.400 menit. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa tingkat occupancy rate komputer di Laboratorium Komputer Fakultas Ilmu Pendidikan adalah rendah dengan nilai 22% selama satu bulan. Komputer yang mengalami kerusakan sebanyak 28 unit komputer dan komputer cadangan yang harus dipersiapkan sebanyak 28 unit juga. Rendahnya tingkat occupancy rate dikarenakan penggunaan pada tiap-tiap unit komputer sebagian besar hanya digunakan pada saat perkuliahan komputer, ini berdasarkan penelitian yang dilakukan selama satu bulan. Implikasi penelitian ini adalah: (1) Occupancy rate komputer selama satu tahun di Laboratorium Komputer FIP UM termasuk dalam kategori rendah, sehingga perlu pengelolaan pemanfaatan komputer yang maksimal sehingga berdaya guna secara optimal, agar tidak mengalami kerugian. Pengelola Laboratorium Komputer dapat melakukan kegiatan pengoptimalan dengan cara mensosialisasikan layanan Laboratorium Komputer kepada mahasiswa FIP UM dengan pengoptimalan waktu yang disediakan; (2) Kerusakan komputer pada Laboratorium Komputer FIP UM selama satu bulan sebanyak 28 unit komputer dengan kapasitas penggunaan yang minimal maka pihak pengelolan Laboratorium Komputer dikatakan mengalami kerugian. Dengan melihat dari besarnya biaya perawatan yang dikeluarkan dengan daya/waktu yang digunakan tidak seimbang, maka pihak pengelola Laboratorium Komputer perlu lebih cermat dan pro-aktif dalam mensosialisasikan layanan komputer gratis kepada mahasiswa agar tidak mengalami kerugian. Pengelolaan Laboratorium Komputer yang profesional akan lebih meningkatkan tingkat penggunaan komputer secara optimal/maksimal, sehingga pihak pengelola Laboratorium Komputer dapat menekan besarnya tingkat kerugian dari biaya perawatan untuk seluruh komputer dengan total waktu penggunaan. Saran yang dikemukakan sebagai berikut: 1) Pejabat FIP UM, hendaknya pejabat FIP UM yang terkait dengan pengembangan dan pengelolaan layanan mahasiswa serta sarana dan prasarana dapat lebih meningkatkan besarnya anggaran untuk Laboratorium Komputer yang dimiliki oleh Fakultas dalam rangka pengoptimalan penggunaan dan pengembangan sarana dan prasarana, dengan cara penyediaan internet untuk seluruh Laboratorium Komputer yang dimiliki Fakultas, baik yang berada di kota Malang maupun Laboratorium Komputer FIP UM yang berada di Kota Blitar; 2) Bagi Teknisi FIP UM, hendakya teknisi komputer ataupun pengelola Laboratorium Komputer dapat lebih meningkatkan penggunaan komputer agar tidak mengalami kerugian. Teknisi ataupun pengelola Laboratorium Komputer dapat melakukan berbagai kegiatan untuk mengoptimalkan penggunaan komputer, seperti dengan sosialisai kepada mahasiswa untuk menggunakan komputer di luar jam perkuliahan dan jam perkuliahan. Pengelola ataupun teknisi tidak seharusnya menutup pintu Laboratorium Komputer dengan dikunci sehingga mahasiswa mengalami kesulitan apabila ingin menggunakan; 3) Ketua Jurusan dan Dosen Administrasi Pendidikan FIP UM, Sebagai lembaga yang berkompeten, dapat mengajukan usulan kepada pihak pengelola Laboratorium Komputer agar dapat mengoptimalkan penggunanaa/pemanfaatan komputer bagi mahasiswa agar pihak pengelolan tidak mengalami kerugian dari besarnya biaya perawatan untuk seluruh unit komputer. Selain itu Ketua Jurusan dan Dosen Administrasi Pendidikan FIP UM dapat melakukan kajian ulang atau mengembangkan hasil terhadap penelitan ini; dan 4) Peneliti lain, Penelitian ini dapat dijadikan referensi terhadap penelitian yang sejenis. Peneliti yang akan meneliti dengan tema yang sejenis dengan penelitian ini, hendaknya menambah referensi-referensi yang lebih baru, menggunakan pendekatan yang berbeda dan dengan objek yang berbeda pula, sehingga hasil dari penelitian itu akan dapat menyempurnakan hasil dari penelitian ini.

Penerapan activity based costing system dalam sistem informasi biaya produksi sebagai metode alternatif perhitungan harga pokok pada perusahaan tegel Indah Cemerlang Malang / Gilang Putera Fajar

 

Kata Kunci: Activity-Based Costing System, sistem biaya tradisional Informasi mengenai harga pokok produk menjadi sangat penting, karena informasi ini berguna bagi manajemen perusahaan dalam menetapkan kebijakan harga pokok penjualan dan harga jual produk. Metode yang lazim digunakan oleh manajemen perusahaan didalam menentukan harga pokok produk adalah sistem biaya tradisional, namun penetapan harga pokok produk dengan menggunakan sistem biaya tradisional dianggap kurang sesuai. Berdasarkan keterbatasan tersebut, maka diperlukan suatu metode kalkulasi biaya yang mampu membebankan biaya overhead dengan tepat sehingga mampu menghasilkan harga pokok produk yang akurat. Activity-Based Costing merupakan suatu sistem manajemen biaya yang mengorganisasikan semua biaya atas dasar aktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keakuratan perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan Activity-Based Costing System didalam penetapan harga pokok produk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Perusahaan Tegel Indah Cemerlang didalam menetapkan harga pokok produk mempergunakan sistem biaya tradisional. Proses pembebanan biaya overhead pada produk menggunakan dasar volume berupa jam mesin. Dari analisa yang telah dilakukan maka harga pokok produk menurut sistem biaya tradisional untuk Tegel Teraso adalah Rp. 19.300,34; Bataco adalah Rp 17.771,25; Paving stone adalah Rp 20.850,91 dan Beton got adalah Rp 13.341,59. Sedangkan harga pokok produk menurut Activity-Based Costing System untuk tegel teraso adalah Rp 22.991,54; Bataco adalah Rp 16.653,95; Paving stone adalah Rp 21.179,8; dan Beton got adalah Rp 12.791,37. Dari hasil perbandingan sistem biaya tradisional dan sistem Activity-Based Costing System diketahui bahwa pembebanan terlalu rendah untuk tegel teraso sebesar Rp 3.691,2 dan paving stone sebesar Rp 328,89 dan pembebanan terlalu tinggi untuk bataco sebesar Rp 1.117,3 dan beton got sebesar Rp 550,22. Perbedaan harga pokok produk antara sistem biaya tradisional dengan Activity-Based Costing System disebabkan oleh adanya perbedaan pemicu biaya yang digunakan. Mengingat Perusahaan Tegel Indah Cemerlang memiliki proporsi biaya overhead yang cukup signifikan terhadap harga pokok produk maka penetapan harga pokok produk dengan Activity-Based Costing System lebih menunjukkan keakuratan. Informasi harga pokok produk yang akurat sangat berguna bagi manajemen perusahaan untuk mengambil keputusan yang tepat.

Pengaruh penerapan metode pembelajaran inkuiri berbasis eksperimen terhadap proses pembelajaran, hasil belajar, dan persepsi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ngunut Kabupaten Tulungagung pada materi koloid / Eko Budi Santoso

 

Kata kunci: pembelajaran inkuiri, proses pembelajaran, hasil belajar, persepsi, koloid. Pembelajaran inkuiri berbasis eksperimen merupakan salah satu pembelajaran yang konstruktivistik. Metode pembelajaran inkuiri berbasis eksperimen menekankan pada keterlibatan aktif siswa dalam mencari dan menemukan sendiri konsep dasar, sehingga siswa lebih mudah memahami konsep-konsep tersebut dan ingatan siswa terhadap konsep tersebut akan bertahan lama. Salah satu materi dalam pembelajaran kimia yang dapat dibelajarkan dengan inkuiri berbasis eksperimen adalah koloid. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah mengetahui kualitas proses pembelajaran, hasil belajar psikomotorik dan afektif, dan persepsi siswa terhadap pembelajaran kimia materi koloid serta mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif siswa yang diajar dengan metode inkuiri berbasis eksperimen dan verifikatif (ceramah-praktikum). Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu dan deskriptif. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Ngunut Kabupaten Tulungagung dimana populasi dan sampel adalah siswa kelas XI. Kelas eksperimen dibelajarkan dengan metode pembelajaran inkuiri berbasis eksperimen dan kelas kontrol dengan pembelajaran verifikatif. Instrumen penelitian yang digunakan berupa instrumen perlakuan yaitu silabus, RPP, LKS, dan hands-out materi koloid; dan instrumen pengukuran berupa soal tes, lembar observasi, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik (uji normalitas, uji homogenitas, uji t) dan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar kognitif siswa yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hal ini dapat diketahui dari nilai signifikansi yaitu 0,006 < 0,05 pada taraf signifikansi 5% dan nilai thitung > ttabel (2,804 > 1,993). Pada ranah psikomotorik dan afektif, kelas yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran inkuiri berbasis eksperimen terbukti lebih baik dari kelas kontrol yang dibelajarkan dengan pembelajaran verifikatif (ceramah-praktikum). Rata-rata hasil penilaian psikomotorik dan afektif kelas eksperimen berturut-turut 78,2 dan 85,4 sedangkan pada kelas kontrol 72,3 dan 80,4. Proses pembelajaran dalam kelas eksperimen dan kontrol sama-sama dalam kategori berkualitas. Namun dalam kelas eksperimen terjadi peningkatan persentase proses pembelajaran yaitu berturut-turut 72%, 76%, 80%, dan 83% dibandingkan kelas kontrol yang cenderung stabil yaitu 68%, 70%, 70%, dan 70%. Persepsi siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Hal ini dapat diketahui dari perbedaan skor rata-rata persepsi siswa. Rata-rata skor persepsi siswa kelas eksperimen sebesar 62,2 sedangkan kelas kontrol sebesar 57.

Eksperimen respon dan hasil belajar materi cuaca antara pembelajaran menggunakan multimedia dengan pembelajaran pengamatan lapang di kelas X SMAN 7 Samarinda / Iya' Setyasih

 

Kata kunci: Cuaca, Multimedia, dan Pengamatan Lapang Geografi merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di tingkat SMA diperuntukkan di kelas X, XI, dan XII program IPS yang termasuk mata pelajaran Ujian Akhir Nasional (UAN). Secara umum siswa memandang geografi sebagai mata pelajaran yang kurang menarik, tidak menyenangkan, monoton, hafalan, dan tidak penting. Hal ini disebabkan pembelajaran geografi berlangsung secara konvensional dengan ceramah atau mengerjakan LKS dan berlangsung hanya di dalam kelas. Jarang sekali siswa diajak belajar di luar kelas untuk mengamati dan menyelesaikan masalah-masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari yang ada di lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang dapat menarik respon dan minat siswa dalam belajar geografi, yaitu penggunaan multimedia dan pengamatan lapang. Belajar dengan pengamatan langsung di lapangan menjadikan siswa lebih bersemangat dalam belajar, lebih berkonsentrasi pada materi, membuat daya pikir siswa lebih berkembang, suasana belajar lebih nyaman, siswa lebih dapat memahami materi pelajaran, siswa lebih berani mengernukakan pendapat dan membuat siswa lebih aktif. Pembelajaran dengan menggunakan media: gambar, lukisan, foto, slide, film, dan video tentang obyek-obyek yang menjadi materi pembelajaran akan membantu guru dalam memberikan penjelasan. Selain menghemat kata-kata, menghemat waktu, penjelasan guru-pun akan lebih mudah dimengerti oleh siswa. Dengan media siswa akan lebih tertarik, membangkitkan motivasi belajar, menghilangkan kesalahan pemahaman, dan informasi yang disampaikan menjadi konsisten. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuasi dengan desain penelitian nonequivalent (pretest and posttest) control-group design. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel independen (stimulus) yaitu siswa yang belajar di dalam kelas dengan multimedia dan siswa yang belajar dengan pengamatan langsung di lapangan pada materi cuaca dan iklim dengan tujuan untuk membandingkan hasil belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan hasil belajar siswa antara pembelajaran menggunakan multimedia dengan pembelajaran pengamatan lapang. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan multimedia dengan pembelajaran pengamatan lapang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 7 Samarinda. Sedangkan sampel yang digunakan adalah kelas X1 dan kelas X4. Pengolahan data dilakukan dengan teknik analisis anacova. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar antara pembelajaran menggunakan multimedia dan pembelajaran dengan pengamatan lapang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran melalui pengamatan lapang hasil belajarnya lebih tinggi dibandingkan pembelajaran menggunakan multimedia. Pada pembelajaran menggunakan multimedia respon belajar siswa lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran pengamatan lapang. Jadi, respon belajar siswa tidak berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar geografi. Yang lebih berpengaruh dalam peningkatan hasil belajar geografi adalah penggunaan metode belajar. Hasil belajar menggunakan multimedia = 67,05 dan pengamatan lapang = 71,25. Gain peningkatan hasil belajar pada kelas multimedia = 7,46 dan kelas pengamatan lapang = 14,12. Respon kelas multimedia adalah 14,794 dan kelas pengamatan lapang adalah 14,156. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan kepada guru hendaknya terus terus berinovasi dalam pembelajaran, dan mengembangkan pembelajaran menggunakan multimedia maupun pengamatan lapang yang lebih kreatif, aktif, dan menarik bagi siswanya. Secara praktis guru diharapkan dapat menerapkan hasil penelitian ini pada materi yang lainnya. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan lagi pada materi yang lainnya dan metode penelitian lain seperti PTK maupun action research.

Pengaruh penggunaan peta konsep pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap prestasi dan motivasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 6 Malang tahun ajaran 2009/2010 pada materi sistem koloid / Happy Rara Suryaningati

 

Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif STAD, Peta Konsep, Prestasi Belajar, Motivasi, Sistem Koloid. Pendidikan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan suatu bangsa. Guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk memberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP menggunakan paradigma pembelajaran konstruktivistik dimana pembelajaran yang dilakukan berpusat pada siswa (student-centered). Oleh karena itu, pembelajaran yang dilakukan di sekolah disarankan menggunakan pembelajaran yang konstruktivistik. Pembelajaran konstruktivistik memberi peran kepada siswa untuk mengkonstruk atau menyusun pengetahuannnya sendiri, sehingga memerlukan berbagai strategi dan pendekatan agar tujuan serta kualitas pembelajaran dapat tercapai. Salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah penggunaan peta konsep pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Metode ini dapat digunakan sebagai salah satu metode yang inovatif untuk mengajarkan materi koloid pada kelas XI IPA di tingkat SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan peta konsep pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap prestasi dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu (quasy experimental design) dan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 6 Malang tahun pelajaran 2009/2010. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Cluster random sampling sehingga diperoleh dua kelas sampel yaitu kelas XI IPA 3 (kelas eksperimen) dan kelas XI IPA 1 (kelas kontrol). Instrumen yang digunakan yaitu instrumen perlakuan (silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), bahan ajar, lembar kerja siswa (LKS),dan kuis) dan instrumen pengukuran (lembar observasi, tes, dan angket motivasi). Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Penggunaan peta konsep pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 6 Malang pada materi pokok sistem koloid. Hal ini terlihat dari tingkat ketuntasan dan nilai rata-rata kelas ekperimen yang lebih baik daripada kelas kontrol. Nilai rata-rata kelas eksperimen 80,19 dengan ketuntasan 85%, sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol 70,77 dengan ketuntasan 58%. 2) Penggunaan peta konsep pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 6 Malang pada materi pokok sistem koloid.

Ekspektasi siswa kelas VIII, guru, dan pimpinan sekolah terhadap layanan konseling yang diberikan oleh konselor di SMP Negeri 20 Malang / Vina Novita Ayu Agus Tyandari

 

Kata kunci: EkspektasiSiswa, Guru, danPimpinanSekolah, LayananKonseling. Ekspektasi yang alam istilah aslinya expectation atau expectancy, dalam konseling mengandung art ipengharapan orang terhadap upaya-upaya konseling. Harapan dapatdiartikansebagaikeinginan yang belumterwujud.Ekspektasisiswapadajenjang SMP ditemukandalampenelitian Van Riper (1971, dalamMappiare, 2006: 37) yang mengemukakanbahwasiswa SMP menganggapkonselormembantusiswadalamperencanaanpendidikan, dansedikitbanyakjuga, dalammasalah lain yang dihadapiparasiswa di sekolah. Shertzerdan Stone menyimpulkanbahwapara gurumengharapkankonselordapatberperansertadalamaktivitas yang membuatpengajaranlebihmudahdanlebihefektifketikamenulis. Melaluianalisisdariberbagaipenelitian, Shertzerdan Stone (dalamMappiare, 2006: 38) memperolehempatkesantentangekspektasikepalasekolahterhadapkonseling: a) Para kepalasekolahberasumsibahwakonselinghendaknyadapatmembuatefisienorganisasisekolah, b) Para kepalasekolahmenganggapbahwatugasutamanyaadalahmemberinasihatpendidikandanjabatan, c) Para kepalasekolahmengharapsedikitapa-apadarikonseling, d) Para kepalasekolahmengharapkankonselingdapatmemecahkansetiapkesulitanpendidikandanmenyembuhkansetiappeyakit/kesulitansosialsiswabaik yang riilmaupun yang mungkintimbul. Layanankonselingmerupakanjantungbimbingan yang semuasiswa di sekolahmembutuhkannya.Hal inidikarenakanlayanankonselingmerupakanlayananprofesional yang dilakukanolehparakonselor yang terlatihsecaraprofesional, sehinggatidaksembarangan orang dapatmelakukankonselingdenganseorangkonseli.Denganadanyaekspektasidarisiswa, guru, danpimpinansekolah yang adadapatbertujuanuntukmengoptimalisasikanpemberianlayanankonselingkepadasiswa yang mempunyaimasalahpribadi, sosial, belajardankarier, sehinggasiswa yang diindikasikanmempunyaimasalahdapatterselesaikansecara optimal dansiswadapatmenjalaniperkembangannyasesuaidengantingkatperkembangannya. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuiekspektasisiswa, guru danpimpinansekolahterhadaplayanankonseling yang diberikanolehkonselor di SMP Negeri 20 Malang.Penelitianinimenggunakanpendekatandeskriptifkuantitatif. Data yang didapatkanakandisajikandalambentukangka. Diperolehhasilbahwaekspektasisiswaterhadaplayanankonselingbaikkonselingperorangan/individumaupunlayanankonselingkelompok yang diberikanolehkonselor di SMP Negeri 20 Malang sangattinggi, banyaksiswaberekspektasibahwalayanankonselingbaikperorangan/individumaupunlayanankonselingkelompokmampumembantusiswa yang mempunyaimasalahbaik yang bersifatpribadi, sosial, belajardankarier. Ekspektasi guru terhadaplayanankonselingbaikkonselingperorangan/individumaupunlayanankonselingkelompok yang diberikanolehkonselor di SMP Negeri 20 Malang jugasangattinggi, banyak guru yang berekspektasijikakonselormampumembantusiswa yang bermasalahdenganpribadi, sosial, balajardankarier, sehinggasiswamampuuntukmenjalanikegiatanbelajarmengajarnyadenganbaikmelaluilayanankonselingbaikkonselingperorangan/individumaupunlayanankonselingkelompok, danpimpinansekolahjugamempunyaiekspektasi yang sangattinggiterhadaplayanankonseling yang diberikanolehkonselor di SMP Negeri 20 Malang, baikkonselingperorangan/individumaupunkonselingkelompok, banyakpimpinansekolahberekspektasibahwalayanankonselingperorangan/individuataulayanankonselingkelompokmampumembantusiswa yang mempunyaimasalahdenganpribadi, sosial, belajardankarier, sehinggadapattertuntaskansecara optimal danterhindardarimasalah yang menggangguperkembangannyamelaluilayanankonselingperorangan/individuataulayanankonselingkelompok. Adapun saran yang diberikanberkaitandenganhasilpenelitianyaitu: 1) bagipimpinansekolahhendakyatidakhanyaberekspektasiterhadaplayanankonselingsaja, tetapijugadapatberpatisipasisecaraaktifdalampengembanganlayanankonselingkhususnyadalamhalpenentuankebijakankepadalayanankonselingdanlayanan BK yang lain agar pelaksanaanlayanankonselingdapatberjalansecara optimal dandapattersampaikansecaraefektifdanefisienkepadasiswa, 2) bagikonselordiharapkankonselormampumemberikanlayanankonselingsecara optimal kepadasiswadalamrangkamembantupenyelesaianmasalahbaik yang bersifatpribadi, sosial, belajar, dankariersehinggaterjadikesusaianantaraapa yang diekspektasikandengantujuanlayanankonseling yang diberikankepadasiswa, 3) bagi guru hendaknyadapatberpartisipasilebihaktifuntukdapatterusmengembangkanlayanankonseling yang diberikanolehkonselor di sekolah, dan 4) bagiorganisasibimbingankonselingdanlembagapencetaktenagabimbingankonselingdiharapkandapatlebihmemperhatikanpendidikandanselaluberusahauntukmemberikanberbagaipelatihankhususnya yang berhubungandenganlayanankonselingkepadakonseloratautenagapembimbing agar lebihterampildalammemberikanlayanankonseling.

Pandangan ulama' Kabupaten Pasuruan terhadap perkawinan siri (studi kasus di Desa Kalisat Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan) / A'an Warul Ulum

 

Kata Kunci: Pandangan Ulama‟, Pelaksanaan Perkawinan Siri. Perkawinan merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam perjalanan hidup manusia di dunia manapun. Begitu pentingnya perkawinan, tidak mengherankan jika agama-agama di dunia mengatur masalah perkawinan bahkan tradisi atau adat masyarakat dan juga institusi negara tidak ketinggalan mengatur masalah perkawinan yang berlaku di kalangan masyarakatnya. Salah satu persoalan perkawinan di Indonesia yang mendapat sorotan cukup tajam dari masyarakat kaitannya dengan pengaturannya dalam perundang-undang perkawinan di Indonesia adalah persoalan perkawinan siri. Perkawinan ini sebagaimana dalam pengertiannya di Indonesia adalah sah dalam pandangan kitab-kitab fikih yang selama ini menjadi pegangan mayoritas umat Islam di Indonesia. Tetapi, di sisi lain negara melalui Undang- Undang No. 1 Tahun 1974 tidak mengakui perkawinan tersebut karena tidak dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, perkawinan yang demikian itu tidak memiliki kekuatan hukum di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1). Untuk mengetahui proses perkawinan siri di Desa Kalisat Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan; (2).Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong warga Desa Kalisat Kecamatan Rembang melakukan kawin siri; (3). Untuk mengetahui tanggapan warga Desa Kalisat terhadap perkawinan siri yang terjadi di sekitar lingkungannya; (4). Untuk mengetahui pandangan ulama‟ Kabupaten Pasuruan terhadap perkawinan siri yang terjadi di desa Kalisat Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci, dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau gejala tertentu. Subjek penelitiannya adalah Ulama‟ Kabupaten Pasuruan, Tokoh masyarakat Desa Kalisat, dan pelaku kawin siri. Adapun tahapan pengumpulan data yang dipergunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah proses perkawinan siri di Desa Kalisat dilakukan dengan perkenalan oleh calon pengantin melalui pihak ketiga agar keduanya dapat saling mengenal. Setelah proses pengenalan selesai, dilakukanlah prosesi pinangan yang dilakukan oleh keluarga pihak laki-laki terhadap pihak perempuan dengan disaksikan oleh keluarga calon pengantin perempuan. Perkawinan siri di Desa Kalisat Kecamatan Rembang dilaksanakan sesuai dengan syarat-rukun perkawinan dalam agama Islam dengan mengundang beberapa tetangga. Beberapa faktor yang mendorong warga Desa Kalisat melakukan perkawinan siri diantaranya adalah rendahnya tingkat perekonomian dan tingkat pendidikan yang dimiliki oleh warga. Hal ini ditunjang pula dengan adanya dogma agama yang mengatakan bahwa lebih baik melakukan perkawinan siri daripada melakukan pergaulan bebas yang identik dengan perzinahan. Oleh karena itu, seorang perempuan apabila memiliki hubungan dekat dengan seorang laki-laki dan agar terhindar dari dosa zina maupun fitnah, maka dilakukan pengesahan hubungan mereka dengan cara perkawinan siri. Hal ini dilakukan jika untuk mendaftarkan perkawinannya ke KUA ada persyaratan yang tidak dapat dipenuhi. Dari penelitian ini saran yang diajukan peneliti yaitu: (1). Pendidikan terhadap pentingnya menjaga hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim patut dipertahankan dengan memberikan tambahan berupa pengetahuan tentang pentingnya pencatatan suatu perkawinan; (2). Hendaknya para kyai tidak mudah mengawinkan seseorang hanya dengan alasan sudah terpenuhinya syarat dan rukun perkawinan secara agama, alangkah lebih baik jika perkawinan tersebut juga dicatatkan di KUA; (3). Aparat pemerintah hendaknya lebih meningkatkan sosialisasi tentang pentingnya pencatatan sebuah perkawinan; (4). Biaya perkawinan juga perlu diperhatikan lagi agar masyarakat kecil bisa menjangkaunya dan perlunya kesadaran masyarakat untuk mengurus surat perceraian apabila telah bercerai.

Prototipe safety box bagi dosen menggunakan samrtcard dan password berbasis personal computer / Hari Wahyudiono

 

Kata Kunci: Safety Box, Password, Smart card, Delphi Perkembangan teknologi terutama di bidang komputer dapat mempermudah aktivitas manusia. Di Jurusan Elektro Universitas Negeri Malang sekarang ini tempat penyimpanan dokumen dan barang-barang berharga milik dosen masih menggunakan tempat penyimpanan yang konvensional. sehingga perlu dibuat suatu pengaman untuk tempat penyimpanan tersebut agar menjadi lebih aman. Salah satu sistem pengamanan yang telah dibuat adalah “Prototipe Tempat Penitipan Barang Bagi Pelanggan Dengan Menggunakan Smart card ” yang dibuat Afifah. Sistem pengaman yang telah dibuat masih memiliki kelemahan, diantaranya sistem GUI (Grafik User Interface) pada sistem yang sudah ada kurang baik, karena hanya menggunakan LCD (Liquid Cristal Display). saat pengguna lupa kombinasi password untuk membuka locker. Pada sistem yang sudah ada pengguna akan menekan reset. smart card yang digunakan, pada sistem yang lama satu smart card dapat mengakses semua locker. maka akan dirancang dan dibuat suatu sistem yang berjudul “Prototipe Safety box Bagi Dosen Menggunakan Smart card dan Password Berbasis Personal Computer”. Sistem ini menggunakan smart card yang digunakan sebagai kunci untuk mengakses safety box. Untuk membuka safety box dosen harus memasukan smart card yang dimilkinya ke smart card reader ACR 38. Sehingga dosen dapat mengakses menu dan memilih menu untuk membuka safety box, maka delphi akan memberikan output ke port paralel yang diinputkan ke mikrokontroler ATmega16, di mikrokontroler ATmega16 data diolah untuk membuka kunci safety box dengan cara mengaktifkan solenoid. jika dosen salah mengetikan password sebanyak tiga kali maka smart card akan diblokir dan untuk mengaktifkan kembali dosen harus melapor kepada admin untuk aktifasi. Kesimpulan setelah melakukan perancangan, pembuatan serta pengujian alat maka dapat diambil kesimpulan adalah (1) Prototipe Safety box Bagi Dosen mempunyai spesifikasi hardware sebagai berikut: dimensi total dari empat safety box 45cm x 22cm x 19cm, mengunakan smart card reader dengan tipe ACR38, membutuhkan tegangan sebesar 220VAC, terkoneksi dengan personal computer menggunakan port paralel, menggunakan pengunci berupa solenoid. (2) Untuk mengisi data dosen ke dalam smart card menggunakan smart card reader yang terkoneksi dengan personal computer menggunakan port USB sebagai hardware penghubung antara smart card dengan personal computer, serta menggunakan software SLSE44X2 sebagai software user interface .(3)Sistem GUI yang dibuat dengan menggunakan Delphi 7.0 mempunyai form sebagai berikut: form login, form utama, form Ubah Password Dosen, form Menambah Dosen, form Akktifasi Smart, form Penambahan Admin, form Proses Buka Safety Box, form.(4) setelah melakukan pengujian secara keseluruhan sistem diketahui saat smartcard 1 digunakan maka port paralel mengeluarkan kombinasi biner 1, kemudian output mikrokontroler mengaktifkan driver solenoid 1 sehingga safety box 1 membuka dan yang lain mengunci, dan saat smartcard 2 digunakan maka port paralel mengeluarkan kombinasi biner 2, kemudian output mikrokontroler mengaktifkan driver solenoid 2 sehingga safety box 2 membuka dan yang lain mengunci, kondisi yang yang akan terjadi pada smartcard 3 dan smartcard 4.

Penerapan pembelajaran kontekstual metode role playing untuk meningkatkan minat dan hasil belajar pada mata pelajaran penanganan tamu dan telepon (studi pada siswa kelas X APK II Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 6 Malang) / Maria Ulfa

 

Kata kunci: Pembelajaran Kontekstual, Metode Role Playing, Minat Belajar, Hasil Belajar Peneliti pada saat pelaksanaan PPL,metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru khususnya mata diklat Penanganan Tamu dan Telepon menggnakan metode ceramah dan terkadang guru menunjuk beberapa peserta didik untuk menjawab pertanyaan. Peserta didik cenderung mendengar materi yang disampaikan oleh guru dan kurang mempunyai keinginan untuk menyampaikan ide kreatifitasnya. Hal ini yang mendorong Peneliti untuk mengadakan Penelitian tentang penerapan metode Role playing agar peserta didik lebih bersemangat untuk berpartisipasi aktif dalam mata diklat Penanganan Tamu dan Telepon. Penelitian ini berusaha untuk mendiskripsikan pembelajaran kontekstual dengan pandangan kontekstual dengan mata diklat Penanganan Tamu dan Telepon pada peserta didik untuk mendiskripsikan proses pembelajaran ini Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yaitu mengumpulkan data berupa nilai pretest dan postest, lembar observasi,wawancara, angket minat dan catatan lapangan. Data-data yang terkumpul tersebut akan dipaparkan sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Selain itu Peneliti sebagai instrumen utama karen Peneliti yang merencanakan pembelajaran kontekstual dengan menggunakan metode role playing, melaksanakan, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan dan membuat laporan akhir. Prosedur pengumpulan data menggunakan lima cara sesuai kebutuhan, yaitu: 1). Observasi, 2). Wawancara, 3). Tes, 4). Angket minat peserta didik, 5). Catatn lapangan. Kegiatan analisis meliputi observasi aktivitas peserta didik siklus I dan II menggunakan skor rata-rata. Temuan penelitian pelaksanaan pada kriteria data kegiatan sosialisasi dikualifikasikan baik sedangkan temuan penelitian pelaksanaan alat dan bahan ajar yang dirumuskan dalam pembelajaran kontekstual metode role playing pada mata diklat penanganan tamu dan telepon adalah buku teks atau literatur lain yang menunjang pembelajaran, lembar skeneraio cerita pemeranan, lembar pengamatan oleh kelompok pengamat, lembar pesan telepon, buku tamu, lembar janji temu dan pesawat telepon. Praktek dengan menggnakan pesawat telepon, lembar pesan telepon, buku tamu dan lembar janjitemu diharapkan peserta didik lebih memahami apa yang dipelajari dan memiliki gambaran kegiatan yang sebenarnya. Kriteria keberhasilan tindakan yang digunakan adalah Penilaian Acuan Patokan (PAP) jika 80% peserta didik mempunyai skor ≥ 70. nilai yang disapat peserta didik kemudian dihubungkan dengan tingkat pencapaian penguasaan materi peserta didik terhadap materi pengajaran sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Penentuan tersebut dilakukan dengan cara membandingkan bukti-bukti hasil belajar yang diperoleh setiap siswa yang ditetapkan pada standart kompetensi. Pada pretest 1 hasil belajar peserta didik rata-rata 52,62 dan pretest 2 rata-rata 83,43, sedangkan pada posttest 1 hasil belajar siswa diperoleh rata-rata sebesar 55,24 dan posttest 2 rata-rata 85,57. Hal ini menunjukkan bahwa ketuntasan belajar tercapai karena peserta didik memperoleh nilai ≥ 70 lebih baik dari 80%, yang sesuai dengan PAP. Adapun saran yang dapat Penulis sampaikan demi peningkatan hasil belajar siswa khususnya dalam mata diklat Penangan Tamu dan telepon ini adalah : 1). Untuk penerapan pembelajaran pembelajaran kontekstual metode role playing berikutnya sebaiknya alokasi waktu dikaji dengan cermat karena setiap kelompok memiliki kemampuan peran yang berbeda dalam menarik perhatian kelompok pengamat, partisipan dan audience dalam memberikan pendapat dan masukan, 2). Prasarana dan sarana utuk proses pembelajaran metode role playing dapat ditingkatkan agar sesuai dengan stadart kurikulum. 3). Dalam penelitian ini, Peneliti menggunakan dokumentasi audio visual dengan kamera digital untuk mempermudah pembahasan setiap langkah dan karakteristik peserta didik dalam pemeranan dan akan lebih baik jika pengambilan dokumentasi dilakukan oleh pihak lain sehingga Peneliti dapat konsentrasi penuh dalam proses tersebut.

Meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran IPS dengan metode diskusi di kelas V semester I SDN Benerwojo Kecamatan Kelayan Kabupaten Pasuruan / Sugianto

 

Kata kunci: Prestasi Belajar IPS, Metode Diskusi Salah satu kendala bagi guru untuk meningkatkan cara belajar siswa di kelas adalah siswa kurang berani mengemukakan pendapatnya sendiri dan menanggapi jawaban dari teman-teman lainnya meskipun telah diminta oleh guru yang mengajar di kelas tersebut. Hal ini terlihat pada saat diskusi kelas tiap pelajaran. Siswa pasif, kurang adaya interaksi antar siswa dengan siswa, dan antara siswa dengan guru.Dengan mengacu pada latar belakang masalah yang telah penulis paparkan di atas maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah: Apakah penerapan metode diskusi pada pembelajaran IPS dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V Semester I SDN Benerwojo Kabupaten Pasuruan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). yang dikembangkan oleh Kemmis dam Mc Tanggart.meliputi empat jalur (langkah), yaitu: 1) Planning –perencanaan; 2) acting & observing – tindakan dan pengamatan; 3) reflecting – perefleksian; dan 4) revise plan – perbaikan rencana. Dalam penelitian ini yang akan menjadi subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas V SDN Benerwojo Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data akan dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode diskusi pada pembalajaran IPS dapat meningkatkan proses dan hasil belajar Siswa Kelas V SDN Benerwojo Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan. Hal tersebut terbukti pada siklus I hasil nilai rata-rata 74,8 meningkat pada siklus II rata-rata 87,2. Berdasarkan lembar observasi kegiatan siswa dan guru memperoleh skor 34 dengan kategori cukup, pada siklus berikutnya meningkat 43 dengan kategori baik, namun masih ada yang perlu dibenahi yaitu kegiatan awal presensi, kegiatan inti penggunaan media pembelajaran, kegiatan penutup menyimpulkan materi pembelajaran.

Kompetensi guru teknik mesin dalam mengelola sarana dan prasarana praktik permesinan pada STM Negeri di Jawa Timur / oleh Yoto

 

Power steering Isuzu Phanter type sporty A JA 1,4 CYL OHV diesel / oleh Triyanto Yogo Susilo

 

Penerapan pembelajaran kooperatif kodel Group Investigation (GI) dengan pendekatan problem based learning (PBL) untuk meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar biologi siswa kelas X-6 SMA Negeri 1 Genteng Banyuwangi Jawa Timur / Sefi Andi Alinuha

 

Kata kunci: pembelajaran kooperatif, group investigation, pendekatan problem based learning, sikap ilmiah, hasil belajar biologi. Hasil observasi di kelas X-6 SMA Negeri 1 Genteng, Banyuwangi diperoleh informasi bahwa sikap ilmiah siswa kurang dikembangkan dalam pembelajaran. Siswa kurang diberikan bimbingan dalam merencanakan kegiatan, pendampingan, pelaksanaan kegiatan, menganalisis data, penyajian data, dan evaluasi baik hasil pengamatan maupun dari proses kegiatan yang telah dilakukan. Hasil belajar biologi siswa kelas X-6 masih rendah, hanya 60% siswa yang mencapai Standar Kelulusan Minimal (SKM=75). Perlu diterapkan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) dengan Pendekatan Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar Biologi siswa kelas X-6 SMA Negeri 1 Genteng, Banyuwangi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. PTK dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri 4 tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-6 semester genap tahun ajaran 2009-2010 SMA Negeri 1 Genteng, Banyuwangi yang berjumlah 40 orang dan dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2010. Instrumen dalam penelitian adalah lembar observasi sikap ilmiah siswa, lembar skala sikap, soal tes, rubrik skoring dan catatan lapangan. Data sikap ilmiah siswa dapat dari hasil observasi sikap ilmiah siswa dan lembar skala sikap siswa, sedangkan hasil belajar dari hasil tes akhir siklus dan laporan kerja ilmiah siswa. Keterlaksaaan pembelajaran model Group Investigation (GI) dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) dilihat dari lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase pencapaian indikator sikap ilmiah siswa cenderung mengalami peningkatan terlihat pada rerata persentase keterampilan kerja ilmiah siswa pada siklus I (68,25) menjadi siklus II (74,25). Persentase ketuntasan hasil belajar biologi siswa juga cenderung mengalami peningkatan pada siklus I (30%) dan siklus II (97,5%). Rerata hasil belajar biologi siswa juga mengalami peningkatan antara siklus I (63,7) dan siklus II (90,28). Hasil penelitian Penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar siswa kelas X-6 SMA Negeri 1 Genteng, Banyuwangi dalam pembelajaran Biologi. Saran dari penelitian yang telah dilakukan adalah memperhatikan alokasi waktu yang digunakan agar pembelajaran berlangsung secara efisien dan memperhatikan materi yang akan diterapkan dengan model ini.

Penggunaan media sosial Tumnlr pada matakuliah Aufsatz I untuk mahasiswa Jurusan sastra Jerman Universitas Negeri Malang / Dewi Mulyani

 

Mulyani, Dewi. 2014. Penggunaan Media Sosial Tumblr pada Matakuliah Aufsatz I untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Deddy Kurniawan S.Pd., M.A., (II) Desti Nur Aini S.S., M.Pd. Kata Kunci: media sosial, Tumblr, Aufsatz I Media sosial Tumblr adalah salah satu media sosial yang digunakan untuk menulis dan mengunggah hasil tulisan serta berdiskusi secara online. Tumblr dapat dimanfaatkan pada matakuliah Aufsatz I untuk mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang sebagai media menulis karangan berbahasa Jerman agar pembelajaran menjadi lebih menarik dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media sosial Tumblr dalam Aufsatz I serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penggunaan media tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Offering A Angkatan 2013 dan pembelajaran menulis pada matakuliah Aufsatz I. Data yang dikumpulkan dengan teknik angket berupa respons mahasiswa dan teknik observasi berupa aktivitas mahasiswa dalam pembelajaran. Peneliti adalah instrumen utama dalam penelitian ini dan instrumen pendukungnya adalah lembar angket dan panduan observasi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Selama kurun waktu satu minggu, mahasiswa sudah bisa menggunakan media sosial Tumblr pada matakuliah Aufsatz I. Dari data angket dapat dilihat bahwa sebagian besar mahasiswa telah bisa serta tertarik menggunakan media sosial Tumblr dengan mudah dan (2) faktor pendukung penggunaan media sosial Tumblr pada matakuliah Aufsatz I antara lain: (a) Tumblr bisa diakses dengan telepon seluler dan komputer, (b) tampilannya menarik, (c) ikon-ikon dalam Tumblr mudah digunakan,dan (d) mahasiswa dapat mengakses Tumblr tanpa ada batasan waktu. Selain itu terdapat faktor penghambat dalam penggunaannya antara lain: (a) harus tersambung dengan jaringan internet yang bagus dan (b) tidak ada fasilitas komputer yang mendukung di gedung Q3 Universitas Negeri Malang. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media sosial Tumblr dapat digunakan oleh mahasiswa Jurusan Sastra Jerman pada matakuliah Aufsatz I dengan dukungan fasilitas komputer dan internet yang baik.

Sintesis dan karakterisasi sabun zink dari minyak jarak pagar (Jatropha curcas L.) dengan zink klorida melalui reaksi trans-saponifikasi / Yesi Arinta

 

kata kunci: sabun zink, minyak jarak pagar, saponifikasi, trans-saponifikasi. Heavy-metal soap merupakan hasil dari adanya perkembangan konsep sabun. Heavy-metal soap disintesis dengan mengganti kation logam natrium atau kalium pada sabun hasil saponifikasi dengan kation logam lain yang memiliki valensi lebih besar, seperti aluminium dan zink. Keberhasilan sintesis sabun aluminium dari minyak jarak pagar dengan aluminium klorida dan sintesis sabun zink dari minyak sawit curah dengan zink korida melalui metode trans-saponifikasi, mendorong untuk dilakukannya penelitian sintesis sabun zink dari minyak jarak pagar dengan zink klorida melalui metode yang sama. Senyawa hasil sintesis pada penelitian ini diharapkan dapat berfungsi sebagai suplemen bagi ternak. Penelitian survei laboratoris ini dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Terdapat tujuh tahapan dalam penelitian ini, yaitu: (1) sintesis sabun natrium dari minyak jarak pagar dengan natrium hidroksida, (2) reaksi trans-saponifikasi sabun natrium dengan zink klorida menghasilkan sabun zink, (3) pemurnian senyawa hasil sintesis dengan pencucian aquades secara berulang-ulang, (4) karakterisasi sabun zink hasil sintesis meliputi penentuan titik lebur, uji kelarutan, (5) degradasi senyawa hasil sintesis dengan HNO3 dan HCl, (6) identifikasi pengotor yang mungkin terdapat dalam senyawa hasil sintesis dengan analisis kualitatif (ion Cl-, ion Zn2+) dan analisis kuantitatif (Na dan Zn dengan AAS) (5) identifikasi gugus fungsi dengan metode spektrofotometri inframerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun zink dapat disintesis dari minyak jarak pagar dan natrium hidroksida menghasilkan sabun natrium, kemudian dilanjutkan reaksi trans-saponifikasi sabun natrium dengan zink klorida. Senyawa hasil sintesis berupa serbuk putih dengan titik lebur sebesar 66-710C. Kelarutan sabun zink dalam benzena (0,0018 g/mL) dan pernis (0,01 g/mL). Untuk mengetahui konsentrasi zink yang terdapat dalam sabun zink, maka sabun zink didegradasi dengan HNO3 2 M sehingga ikatan antara kation zink dan anion karboksilat terputus. Dari hasil degradasi tersebut diperoleh fasa anorganik dan fasa organik. Hasil analisis kualitatif dan kuantitatif pada fasa anorganik menunjukkan adanya kandungan ion zink dengan konsentrasi 9,20 ppm. Selain itu, sabun zink juga terdegradasi oleh asam klorida pH 1, 2 dan 3. Data ini digunakan untuk mendukung uji potensi sabun zink sebagai suplemen makanan ternak. Dugaan bahwa senyawa hasil sintesis merupakan sabun zink juga diperkuat oleh hasil identifikasi gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah yang menunjukkan adanya anion karboksilat pada sabun zink hasil sintesis, yang muncul di daerah serapan 1536,59 cm-1 dan 1402,44 cm-1.

Analisis deskriptif pengembangan agrowisata: Studi kasus pada pengembangan agrowisata di desa Punten Kecamatan Bumiaji kota Batu / Nyoto Prawoto

 

Kata Kunci: Pengembangan dan Agrowisata Pengembangan sektor pariwisata sangat erat kaitannya dengan pembangunan semua sektor ekonomi sehingga banyak memberikan konstribusi penting bagi perekonomian. Dampak positif yang mampu diberikan sektor pariwisata diantaranya memberikan sumbangan terhadap penerimaan devisa, meningkatkan kesempatan berusaha, meningkatkan pendapatan bagi pemerintah pusat, daerah dan masyarakat serta sebagai wahana bagi masyarakat untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, dan memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan sekaligus pengenalan budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi potensi ekonomi yang mendasari Desa Punten ditetapkan menjadi kawasan agrowisata serta mendeskripsikan upaya dan kesiapan masyarakat dalam mengembangkan kawasan agrowisata sehingga hal ini nantinya dapat menumbuhkan ekonomi lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan temuan diuji menggunakan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Analisis data menggunakan verifikasi data atau menyimpulkan, pemaparan data atau penyajian, dan reduksi data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa potensi pertanian yang terdapat di Desa Punten dapat dikembangkan menuju pengembangan Desa Agrowisata, hal ini ditunjang dengan adanya dukungan sumber daya manusia, lingkungan, sarana dan prasarana dan promosi dalam memasarkan desa agrowisata sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, khususnya masyarakat Desa Punten. Untuk mendorong kemajuan sektor pertanian maka dikembangkan konsep agrowisata. Dimana sektor pertanian dapat mendorong tumbuhnya sektor ekonomi lainnya. Selain itu pengembangan sistem agrowisata juga akan mendorong percepatan peningkatan nilai tambah dan produktivitas pertanian bagi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar dalam mengembangkan agrowisata berbasis pertanian, masyarakat diposisikan sebagai pendorong utama tumbuhnya inovasi bagi pengembangan desanya. Hal ini ditunjang dengan ketersediaan dan kecakapan sumberdaya manusia, sarana dan prasarana dan lingkungan fisik maupun sosial yang baik.

Efektivitas beberapa metode penularan penyakit garis klorosis (chlorotic streak disease) pada tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) ditinjau dari gejalanya pada daun / Muh. Shofi

 

Kata kunci: garis klorosis, metode penularan, varietas tebu Chlorotic Streak Disease (CSD) atau penyakit garis klorosis merupakan penyakit sistemik yang belum diketahui penyebabnya, namun diduga penyakit ini disebabkan oleh virus. Karakteristik penyakit ini yaitu adanya garis berombak yang tidak beraturan dengan warna kuning hingga putih. Pada daun muda garis tersebut tidak beraturan, selalu berbagi, pendek, dan berwarna kusam. Semakin lama gejala ini akan tampak jelas dan berwarna kuning bahkan dapat mengalami nekrotik, baik sebagian maupun sepanjang dari garis tersebut. Informasi penelitian mengenai metode penularan penyakit garis klorosis sampai saat ini belum banyak diketahui di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh macam metode penularan penyakit garis klorosis dan varietas tebu terhadap kemampuan infeksi penyakit garis klorosis pada tanaman tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari tentang : 1) pengaruh perbedaan macam metode penularan garis klorosis terhadap kemunculan gejala penyakit garis klorosis pada daun tanaman tebu (S. officinarum L.), 2) perbedaan varietas tebu terhadap kemunculan penyakit garis klorosis pada daun tanaman tebu (S. officinarum L.), dan 3) pengaruh interaksi antara perbedaan macam metode penularan penyakit garis klorosis dan varietas tebu terhadap kemunculan gejala penyakit garis klorosis pada daun tanaman tebu (S. officinarum L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan untuk setiap perlakuan. Variabel bebas yang digunakan pada penelitian ini yaitu varietas tebu dan macam metode penularan. Varietas tebu yang digunakan meliputi Kidang Kencana, PS 862, PS 865, PSCO 902, dan PSJT 941, sedangkan macam metode penularan penyakit garis klorosis meliputi pemberian potongan daun sakit pada media tanam, penyiraman sap daun sakit ke media tanam, dan penyaputan sap daun sakit ke daun sehat. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu ada atau tidak adanya gejala penyakit garis klorosis pada daun tebu setelah diberi perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan dari macam metode penularan dan varietas tebu, begitu juga dengan interaksi antara macam metode penularan dan varietas tebu terhadap kemunculan gejala garis klorosis pada tanaman tebu. Metode penularan yang paling efektif menularkan penyakit tersebut yaitu dengan meletakkan potongan daun bergejala garis klorosis pada media tanam, sedangkan varietas tebu yang mudah terserang penyakit garis klorosis berdasarkan hasil penelitian yaitu Kidang Kencana, PS 862, dan PSJT 941. Beberapa saran perlu dipertimbangkan untuk menyempurnakan dan menindaklanjuti hasil penelitian. Penelitian lanjutan mengenai penyakit garis klorosis perlu dilakukan terutama mengenai pengaruh serangan penyakit tersebut terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman tebu. Penelitian tentang penyebab penyakit garis klorosis juga perlu dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan dalam upaya pengendalian penyakit ini. Selanjutnya dalam mengendalikan penyakit tersebut, petani disarankan untuk menggunakan bibit tebu sehat dan memperbaiki drainase kebun.

Hubungan kualifikasi kepala sekolah, intensitas pendidikan dan pelatihan, lingkungan kerja dan motivasi kerja dengan kompetensi kepala sekolah dasar negeri di kota Makassar / Ratmawati Tajuddin

 

Kata kunci: kualifikasi kepala sekolah, intensitas pendidikan dan pelatihan, lingku-ngan kerja, motivasi kerja, dan kompetensi kepala sekolah. Maju tidaknya sekolah akan sangat ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah dalam mengelola dan mengatur potensi sekolah. Untuk memainkan peranan kepala sekolah sebagai pemimpin di sekolah dan untuk mewujudkan suatu prestasi yang lebih baik dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas mutu pendidikan di sekolah maka kepala sekolah seharusnya memiliki potensi-potensi dalam berbagai aspek yang terkait dengan tugas dan fungsinya sebagai kepala sekolah. Kemajuan dan perkembangan suatu sekolah sangat ditentukan oleh atensi dan kompetensi yang dimiliki oleh kepala sekolah, sehingga kiprah kepala sekolah di dalam menjalankan visi, misi dan strategi sekolah dapat terwujud. Ada beberapa usaha yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kompetensi kepala sekolah termasuk diantaranya adalah pendidikan, pengalaman, pelatihan, lingkungan kerja, dan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: kualifikasi kepala sekolah, intensitas pendidikan dan pelatihan, lingkungan kerja, motivasi kerja dan kompetensi kepala sekolah SDN di Kota Makassar. Di samping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan masing-masing variabel, baik hubungan secara langsung maupun hubungan tidak langsung. Populasi penelitian ini adalah 367 orang kepala sekolah SDN di Kota Makassar. Dengan menggunakan tabel yang dikembangkan oleh Isaac dan Michel untuk taraf kepercayaan 1% diperoleh jumlah sampelnya 239 orang. Penetapan besaran sampel tiap sub-populasi menggunakan teknik proportional random sampling dan pengambilan individu menjadi anggota sampel digunakan teknik undian. Pengumpulan data digunakan kuesioner model skala poin lima pilihan. Untuk menganalisis data digunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik multivariat SEM dengan bantuan program software Amos (2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kondisi kualifikasi kepala sekolah berada pada kategori sangat tinggi; intensitas pendidikan dan pelatihan pada kategori tinggi; lingkungan kerja pada kategori sangat baik; motivasi kerja pada kategori sangat tinggi; dan kompetensi kepala sekolah berada pada kategori tinggi. (2) ada hubungan yang signifikan antara kualifikasi kepala sekolah, intensitas pendidikan dan pelatihan, lingkungan kerja dan motivasi kerja dengan kompetensi kepala sekolah. (3) tidak ada hubungan yang signifikan secara langsung antara intensitas pendidikan dan pelatihan dengan motivasi kerja; (4) ada hubungan yang signifikan secara langsung antara lingkungan kerja dengan motivasi kerja; (5) ada hubungan yang signifikan secara langsung antara kualifikasi kepala sekolah dengan kompetensi kepala sekolah; (6) ada hubungan yang signifikan secara langsung antara intensitas pendidikan dan pelatihan dengan kompetensi kepala sekolah; (7) tidak ada hubungan yang signifikan secara langsung antara lingkungan kerja dengan kompetensi kepala sekolah; (8) ada hubungan yang signifikan secara langsung antara motivasi kerja dengan kompetensi kepala sekolah; (9) ada hubungan yang signifikan secara tidak langsung antara lingkungan kerja dengan kompetensi kepala sekolah melalui motivasi kerja. Saran penelitian kepada: (1) Kementerian Pendidikan Nasional agar hasil temuan penelitian dapat; menyusun standar penilaian kinerja kepala sekolah, beasiswa pendidikan, pendidikan karakter, merumuskan kebijakan tentang standar lingkungan kerja sekolah dan memasukkan dimensi kompetensi pedagogik pada Permen diknas No. 13 tahun 2007. (2) Pemerintah Daerah dan KPN Kota Makassar agar temuan penelitian ini dapat; melakukan evaluasi kinerja kepala sekolah pada standar kompetensi kepala sekolah, membuat komitmen dalam bentuk evaluasi kinerja kepala sekolah, melakukan pemilihan kepala sekolah berprestasi secara berkala, merumuskan kebijakan untuk perbaikan mutu lingkungan kerja sekolah dan mengadakan sosialisi pelatihan penjenjangan/diklatpim khususnya bagi kepala SDN di Kota Makassar. (3) lembaga pendidikan dan pengembangan profesional kepala sekolah, agar temuan penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar assesment analisis kebutuhan terhadap kompetensi kepala sekolah, menyusun kurikulum pelatihan karakter kekepalasekolahan, melakukan follow up pasca. (4) Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, agar temuan ini memberikan gambaran kompetensi kepala sekolah di Kota Makassar dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kompetensi kepala sekolah, menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan ukuran kinerja kepala sekolah dan karakter kekepalasekolahan dapat dijadikan sebagai bahan ajar khususnya pada jurusan manajemen pendidikan/admninistrasi pendidikan dan membuka jurusan khusus untuk kepala sekolah bagi calon kepala sekolah. (5) kepada kepala sekolah dasar negeri di Kota Makassar agar hasil penelitian ini dapat; dijadikan masukan sebagai gambaran kompetensi yang dimilikinya yang dipersepsikan oleh guru-guru mereka, dimensi komptensi kepala sekolah dipajang di ruang kerja kepala sekolah dan memperbaiki lingkungan kerja sekolah. (6) teoretisi manajemen pendidikan pada khususnya, agar temuan penelitian ini dijadikan masukan dalam pengembangan teori-teori ilmu manajemen pendidikan. Dan (7) para peneliti lain yang menaruh minat kuat untuk meneliti tentang kompetensi kepala sekolah, agar temuan hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu rujukan dalam mencari dan atau menelusuri variabel-variabel lainnya di luar variabel yang diteliti dalam disertasi ini agar dapat menambah wawasan bagi peneliti-peneliti berikutnya.

Perbandingan struktur anatomi daun tebu (Saccharum officinarum L.) pada varietas KK dan PSCO 902 yang sehat dan terserang penyakit garis klorosis (chlorotic streak disease) / Ekwa Gelang Shanti

 

Kata kunci: garis klorosis, struktur anatomi, varietas tebu. Penyakit garis klorosis (Chlorotic Streak Disease) merupakan salah satu penyakit yang menyerang tanaman tebu (Saccharum officinarum L.). Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun beberapa pendapat menduga virus sebagai patogennya. Gejala penyakit ini ditandai dengan kemunculan garis klorosis dengan tepi tidak rata berwarna kuning hingga keputihan pada daun. Garis klorosis kemudian berkembang menjadi nekrosis pada sebagian atau sepanjang gejala tersebut. informasi tentang penyakit garis klorosis dalam bidang anatomi masih sangat sedikit. Penelitian ini diperlukan untuk menambah informasi tentang struktur anatomi daun tebu yang terserang penyakit garis klorosis. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui perbedaan struktur anatomi daun sehat dan daun sakit serta perbedaan struktur anatomi daun sakit antar varietas tebu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional terhadap struktur anatomi daun sehat dan sakit varietas KK dan PSCO 902. Obyek penelitian menggunakan helaian daun sehat ke-5 dari pucuk tanaman tebu dan helaian daun sakit dengan gejala klorosis, kemerahan, serta nekrosis untuk masing-masing varietas. Metode pengamatan meliputi pengamatan preparat segar irisan melintang daun, reaksi pigmen dengan larutan asam dan basa, serta reaksi jaringan dengan floroglusin dan HCl 25%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data yang menunjukkan adanya perbedaan struktur anatomi daun sehat antar varietas, daun sehat dibandingkan dengan daun sakit, dan daun sakit pada kedua verietas. Struktur anatomi daun sakit yang mengalami kerusakan paling tinggi terjadi pada varietas KK. Varietas PSCO 902 mengalami kerusakan anatomi yang lebih rendah dibandingkan dengan varietas KK. Saran yang dapat diberikan, sebaiknya dilakukan penelitian secara anatomi pada tanaman tebu yang terserang penyakit selain penyakit garis klorosis. Penelitian dapat dikembangkan dengan melakukan identifikasi patogen penyebab penyakit garis klorosis. Dugaan virus sebagai patogen penyakit membutuhkan pembuktian melalui kultur virus.

Pengaruh economic value added (EVA), price earning ratio (PER), dan debt to equity ratio (DER) terhadap return saham perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2006-2008 / Satriya Agung Sugiharto

 

ABSTRAK Sugiharto, Satriya Agung. 2010. Pengaruh Economic Value Added, Price Earning Ratio, dan Debt to Equity Ratio terhadap Return Saham Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2006-2008. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Unversitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Sawitri Dwi Prastiti, S.E, M.Si., ak, MM. (2) Diana Tien Irafahmi, S.Pd, M.Ed Kata kunci: Economomic Value Added, Price Earning Ratio, Debt to Equity Ratio, Return Saham Setiap investor dalam menanamkan modalnya, selalu mengharapkan return saham yang tinggi. Oleh sebab itu para investor harus dapat menilai perusahaan mana yang memiliki laba yang tinggi sehingga return sahamnya juga tinggi. Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mengahasilkan laba, diperlukan analisis rasio keuangan diantaranya Economic Value Added, Price Earning Ratio, dan Debt to Equity Ratio. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menjelaskan pengaruh Economic Value Added terhadap return saham, (2) untuk menjelaskan pengaruh Price Earning Ratio terhadap return saham, (3) untuk menjelaskan pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap return saham, dan (4) untuk menjelaskan pengaruh Economic Value Added, Price Earning Ratio, dan Debt to Equity Ratio secara simultan terhadap return saham Populasi penelitian ini adalah perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2008 yang berjumlah 19 perusahaan. Teknik pengambilan data dilakukan dengan purposive sampling , sehingga jumlah sampel yang memenuhi kriteria penelitian tersebut adalah berjumlah 17 perusahaan.. Data sekunder diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory yang dipublikasikan pada tahun 2006-2008. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik regresi berganda ( multiple regression ) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial, EVA berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham. PER berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. DER berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return saham. Sedangkan secara simultan EVA, PER, dan DER berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa secara parsial, hanya variable PER yang berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Sedangkan EVA dan DER tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Namun secara simultan, EVA, PER,dan DER berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Penelitian ini menyarankan pada penelitian selanjutnya untuk menggunakan pengukuran kinerja perusahaan lainnya misalnya MVA atau FVA dan menyarankan pada perusahaan untuk memperhatikan kinerja perusahaan dan komposisi hutang dalam operasional perusahaan, serta menyarankan investor untuk mempertimbangkan EVA, PER, dan DER dalam berinvestasi .

Implementasi manajemen mutu terpadu di SD Islam Surya Buana Malang / Didik Syamsuddin

 

Kata kunci: implementasi, manajemen mutu terpadu. Pelaksanaan pendidikan bukanlah upaya sederhana, melainkan suatu kegiatan dinamis dan penuh tantangan. Pendidikan selalu berubah seiring dengan perubahan jaman, oleh karena itu pendidikan senantiasa memerlukan upaya perbaikan dan peningkatan mutu sejalan dengan semakin tingginya kebutuhan dan tuntunan kehidupan masyarakat. Sekolah dasar merupakan satuan pendidikan yang paling penting keberadaannya, karena merupakan satuan pendidikan yang memberikan dasar-dasar untuk mengikuti pendidikan pada jenjang berikutnya maka perlu disadari pentingnya sekolah dasar yang bermutu. Fokus penelitian ini adalah: (1) bagaimanakah strategi implementasi manajemen mutu terpadu di SD Islam Surya Buana Malang?; (2) apa saja indikator keberhasilan implementasi manajemen mutu terpadu di SD Islam Surya Buana Malang?; (3) apa saja faktor pendukung keberhasilan implementasi manajemen mutu terpadu di SD Islam Surya Buana Malang?; (4) apa saja faktor yang menghambat upaya implementasi manajemen mutu terpadu di SD Islam Surya Buana Malang?; (5) apa saja alternatif pemecahan masalah implementasi manajemen mutu terpadu yang sudah dilakukan di SD Islam Surya Buana Malang?. Tujuan penelitian ini meliputi: (1) mendeskripsikan strategi implementasi manajemen mutu terpadu di SD Islam Surya Buana Malang; (2) mendeskripsikan indikator keberhasilan implementasi manajemen mutu terpadu di SD Islam Surya Buana Malang; (3) mendeskripsikan faktor-faktor pendukung keberhasilan implementasi manajemen mutu terpadu di SD Islam Surya Buana Malang; (4) mendeskripsikan faktor-faktor yang menghambat upaya implementasi manajemen mutu terpadu di SD Islam Surya Buana Malang; (5) mendeskripsikan alternatif pemecahan masalah implementasi manajemen mutu terpadu yang sudah dilakukan di SD Islam Surya Buana Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Untuk mengumpulkan data yang relevan guna menjawab fokus penelitian, maka skripsi ini menggunakan beberapa teknik, yakni observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Dilanjutkan dengan menganalisis data, pengecekan analisis data, dan menyimpulkan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan: (1) strategi implementasi manajemen mutu terpadu di SD Islam Surya Buana Malang adalah perumusan visi, misi, dan tujuan sekolah yang jelas. Mengembangkan dan meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. strategi pembelajaran inovatif. Dan menerapkan konsep pembinaan pribadi ‘Plus’; (2) indikator keberhasilan implementasi manajemen mutu terpadu di SD Islam Surya Buana Malang adalah semakin banyaknya siswa yang meraih prestasi di sekolah dan luar sekolah baik dari segi akademik dan non akademik. Selain Kepala Sekolah juga banyak guru yang berprestasi baik tingkat Kota maupun Nasional. Pembangunan layanan umum semakin bertambah. Dan adanya beberapa guru yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi; (3) faktor-faktor pendukung keberhasilan implementasi manajemen mutu terpadu di SD Islam Surya Buana Malang adalah Kepala Sekolah sebagai tokoh kunci berhasil memotifasi para pendidik dan tenaga pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas mereka sebagai wujud dari ‘ibadah’. Sikap kebersamaan dan keterbukaan. Guru-guru yang rata-rata masih berusia muda. Partisipasi orang tua semakin meningkat. Dan adanya tambahan dana dari sponsor untuk majalah yang diterbitkan Perguruan Surya Buana; (4) faktor-faktor yang menghambat upaya implementasi manajemen mutu terpadu di SD Islam Surya Buana Malang adalah dana dan Satpam sekolah; (5) alternatif pemecahan masalah implementasi manajemen mutu terpadu yang sudah dilakukan di SD Islam Surya Buana Malang adalah menghemat pengeluaran yang tidak perlu. Memakai prinsip musyawarah dalam setiap ada masalah. Dan Kepala sekolah memberi contoh yang baik kepada para pegawainya, dalam hal ini Kepala Sekolah memberikan contoh kesederhanaan, keikhlasan, dan prinsip kerja ‘ibadah’ kepada para bawahannya. Berdasarkan penelitian ini, disarankan bagi: (1) SDI Surya Buana Malang agar melakukan penambahan dan penyempurnaan fasilitas sekolah secara terus-menerus sesegera mungkin mengingat minimnya fasilitas yang dimiliki sekolah untuk memaksimalkan kinerja pelaksanaan manajemen mutu terpadu; (2) jurusan Administrasi Pendidikan untuk menginformasikan hasil penelitian ini kepada mahasiswa sebagai referensi tambahan mereka dalam memahami manajemen mutu terpadu; dan (3) bagi peneliti yang lain untuk mengembangkan penelitian ini dengan metode yang lain, sehingga dapat menambah dan mengembangkan kajian ilmiah tentang implementasi manajemen mutu terpadu.

Peningkatan hasil belajar IPS melalui pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together (NHT) pada siswa kelas V SDN Gejugjati I Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan / Khoirul Anwar

 

Kata kunci: hasil belajar, pembelajaran kooperatif NHT, IPS SD Berdasarkan observasi awal dan wawancara singkat dengan guru kelas V yaitu Ibu Misliha, S. Pd, yang dilaksanakan pada minggu pertama bulan Maret 2010 menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi sejarah. Sebagian siswa tidak menyukai IPS karena banyak hafalan-hafalan. Dalam pembelajaran guru masih menerangkan secara klasikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa dan penggunaan model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilakukan atas dasar data yang diperoleh di lapangan. Rancangan penelitian ini mengacu kepada model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 (empat) tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah (a) pedoman observasi, (b) angket, (c) pedoman wawancara, dan (d) tes tertulis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran menggunakan pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Gejujgjati I. Evaluasi pra tindakan, diperoleh hasil pembelajaran dengan 8 siswa atau 22 % siswa yang tuntas dalam belajarnya. Data yang telah diperoleh dari hasil tes pada siklus I menunjukkan ada kesamaan antara siswa yang tuntas dan siswa yang belum tuntas yaitu: siswa yang tuntas 18 siswa atau 50 %. Data yang diperoleh dari hasil tes pada siklus II, siswa yang berhasil dalam belajar meningkat dari 18 siswa menjadi 28 siswa atau 78 % yang tuntas . Rata-rata hasil belajar meningkat dari 64,3 % menjadi 72,8 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) dalam proses pembelajaran siswa aktif bekerja dalam kelompok. Mereka bertanggungjawab penuh terhadap soal yang diberikan. Artinya Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, dan (2) dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered heads Together (NHT) hasil belajar IPS pada materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dapat ditingkatkan.

Sintesis dan karakterisasi metil ester minyak biji mimba (Azadirachta indica a juss) melalui reaksi trans-esterifikasi serta potensinya sebagai biodiesel / Syahrul Bashor Romadhon

 

ABSTRAK Romadhon, Syahrul B. 2010. Sintesis dan Karakterisasi Metil Ester Minyak Biji Mimba (Azadirachta Indica A Juss) melalui Reaksi Trans-esterifikasi serta Potensinya sebagai Biodiesel. Skripsi. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Sutrisno, M. Si., (2) Drs. H. Parlan, M. Si. Kata kunci : minyak biji mimba, trans-esterifikasi, metil ester minyak biji mimba (biodiesel), biosolar Minyak nabati merupakan minyak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Minyak nabati memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif mesin diesel yang disebut biodiesel, akan tetapi minyak nabati tidak dapat digunakan secara langsung untuk mesin diesel karena tingginya viskositas minyak nabati tersebut. Tingginya viskositas minyak nabati meyebabkan proses penginjeksian dan atomisasi bahan bakar tidak dapat berlangsung dengan baik, sehingga akan menghasilkan pembakaran yang kurang sempurna. Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan viskositas minyak nabati adalah melalui reaksi trans-esterifikasi. Trans-esterifikasi merupakan langkah yang dilakukan untuk mengubah triasilgliserol minyak nabati menjadi alkil ester minyak nabati. Pada penelitian ini dilakukan eksplorasi untuk menemukan sumber minyak nabati yang dapat dijadikan sebagai bahan dasar sintesis biodiesel melalui reaksi trans-esterifikasi, yaitu minyak biji mimba. Tujuan penelitian ini untuk memberikan alternatif lain dari pemanfaatan biji mimba yang selama ini lebih banyak digunakan sebagai biopestisida. Sintesis metil ester minyak biji mimba dilakukan melalui tujuh tahap, yaitu : (1) isolasi minyak biji mimba, (2) degumming untuk mengurangi kadar fosfatida dalam minyak biji mimba. (3) esterifikasi untuk menurunkan kadar asam lemak bebas minyak biji mimba, (4) trans-esterifikasi untuk mensintesis metil ester minyak biji mimba, (5) pemurnian metil ester minyak biji mimba menggunakan air hangat, (6) karakterisasi minyak biji mimba, metil ester minyak biji mimba, biosolar, dan (7) identifikasi senyawa penyusun metil ester minyak biji mimba menggunakan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak biji mimba dapat disintesis menjadi metil ester minyak biji mimba. Metil ester minyak biji mimba (biodiesel) memiliki karakteristik yang hampir sama dengan biosolar. Perbandingan karakteristik metil ester minyak biji mimba dengan biosolar, yaitu densitas metil ester minyak biji mimba 0,88 g/mL dan biosolar 0,84 g/mL, indeks bias metil ester minyak biji mimba 1,456 dan biosolar 1,475, viskositas metil ester minyak biji mimba 8,19x10-3 Nsm-2 dan biosolar 4,749x103 Nsm-2, bilangan asam metil ester minyak biji mimba 0,62 dan biosolar 0,3, serta bilangan ester metil ester minyak biji mimba 162,41 dan biosolar 17,58. Hasil identifikasi komponen penyusun metil ester minyak biji mimba menggunakan GC-MS menunjukkan spektrum untuk senyawa metil oleat, metil palmitat, metil stearat, metil palmitoleat, metil margarat, dan metil arakhidonat.

Penentuan sumber mata air dengan menggunakan metode self potensial daerah Nggunting Sentul Kabupaten Pasuruan / Achmad Rizal

 

Kata Kunci: Sumber mata air, Self Potensial Sumber mata air merupakan salah satu penunjang kebutuhan masyarakat yang ada disekitar lereng gunung, baik untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak setiap lereng pegunungan memiliki sumber mata air Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sumber mata air dengan menggunakan metode Potensial Diri. Metode potensial diri atau secara umum disebut dengan metode SP (Self Potensial) merupakan metode dalam Geofisika yang paling sederhana dilakukan, karena hanya memerlukan alat ukur tegangan (Milivoltmeter) yang peka dan dua elektroda khusus (Porous Pot Electroda). Metode Potensial diri merupakan metode pasif dalam bidang geofisika karena untuk mendapatkan informasi bawah tanah melalui pengukuran tanpa menginjeksi arus listrik melalui permukaan tanah. Penelitian ini merupakan penelitian murni yang dilakukan di daerah Nggunting Sentul Kabupaten Pasuruan. Dalam penelitian ini menggunakan peralatan sederhana yaitu dua buah digital voltmeter, 4 buah keramik kromengan dan tembaga sulfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lintasan 1 dan lintasan 2 memiliki data pengukuran yang berbeda. Hal ini dapat dilihat dalam grafik hubungan antara potensial diri dengan titik pengukuran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode Potensial Diri dapat menentukan sumber mata air yang terdapat di daerah Nggunting Sentul Kabupaten Pasuruan.

Peningkatan prestasi belajar IPS materi perjuangan para pejuang pada masa penjajahan Belandan dan Jepang menggunakan model pembelajaran kooperatif skrip di kelas V SDN Sumberanyar I Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Tandil Rahayaan

 

Kata kunci: pembelajaran kooperatifskrip, prestasi belajar IPS, sekolah dasar. Mata pelajaran IPS yang diajarkan di sekolah dasar merupakan awal pengenalan kepada siswa tentang kehidupan lingkungan sekitarnya dan memberikan kemampuan memahami secara kritis tentang berbagai masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari serta mampu berprilaku sesuai dengan norma, dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Permasalahan yang terjadi di kelas V SDN Sumberanyar I Nguling adalah rendahnya hasil belajar siswa dan kerjasama siswa dalam belajar berkelompok. Sehingga perlu adanya penerapan pembelajaran inovatif. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk 1)Mendeskripsikan model pembelajaran kooperatif skrip dalam pembelajaran IPS bagi siswa kelas V SDN Sumberanyar I yang mencakup pemahaman konsep dan kemampuan kerjasama antar siswa. 2)Mengetahui apakah penerapan pembelajaran kooperatif skrip dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SDN sumberanyar I. Penelitian ini menggunakanjenis penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Sumberanyar I kecamatan Nguling kabupaten Pasuruan yang berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi selama proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus tiap siklusterdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian yang diperoleh siswa yang merupakan pemahaman konsep IPS menggunakan model pembelajaran kooperatif skrip.Pada hasil tindakan siklusI rata-rata kelas menjadi 60,22 % dan ketidak berhasilan siswa menjadi 11 (59.10 %) siswa, sedangkan 9 (40.10 %) siswa lainnya telah dikatakan berhasil karena telah mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan yaitu 70 % ke atas. Kemudian pada siklus II. nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 80.22 % dan ketidak berhasilan siswa berkurang menjadi 3 (13.63 %) siswa, sedangkan 19 (86.37 %) siswa lainnya telah dikatakan berhasil karena telah mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan yaitu 70 % ke atas. Secara keseluruhan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dan mencapai target yang telah ditetapkan setelah penerapan model pembelajaran kooperatif skrip. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan peningkatan rata-rata nilai hasil belajarsiklus I adalah 60.22 %. Sedangkan Pada hasil tindakan pada siklusII nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 80.22 %.Dengan demikian model pembelajaran kooperatif skrip dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan kemampuan bekerjasamanya dalam kelompok tanpa memandang perbedaan menjadi sangat baik.

Pengembangan paket layanan informasi kewirausahaan bagi pemantapan arah pilihan karir kewirausahaan siswa kelas X TMO 3 SMK Negeri 1 Sidayu Gresik / Fazlur Rohman

 

Kata kunci : layanan informasi, kewirausahaan, pilihan karir. Wirausaha adalah salah satu pilihan karir pekerjaan bagi siswa.Siswa sebagai individu mempunyai keinginan untuk mendapatkan karir pekerjaan. Menurut Soemanto (2002) kewirausahaan adalah keberanian, keutamaan, serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan masalah hidup dengan kekuatan yang ada pada diri. Terdapat 7 ciri – ciri wirausahawan yang harus ditanamkan pada diri siswa. (1) percaya diri, (2) berorientasi tugas dan hasil, (3) pengambil resiko, (4) kepemimpinan, (5) keorisinilan, (6) berorientasi kemasa depan, (7) jujur dan tekun. Berdasarkan realita terbatasnya lapangan pekerjaan di Indonesia dan kedudukan pendidikan yang strategis, maka paket layanan informasi kewirausahaan (PPLI - K) perlu dikembangkan pada siswa melalui berbagai jalur dan program. Untuk mengatasi terbatasnya lapangan pekerjaan dapat dilakukan dengan membekali siswa informasi kewirausahaan agar siswa menjadikan wirausaha sebagai alternatif pilihan pekerjaan. Untuk membantu siswa mengantisipasi terbatasnya lapangan pekerjaan, perlu disusun paket layanan informasi kewirausahaan. Untuk mengaplikasikan paket layanan informasi tersebut konselor membutuhkan panduan. Dengan demikian maka perlu dikembangkan paket layanan informasi kewirausahaan agar dapat membantu konselor dalam memberikan layanan bimbingan di sekolah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah belum adanya paket layanan informasi kewirausahaan di SMK Negeri 1 Sidayu yang tepat, layak, bermanfaat dan menarik bagi siswa SMK. Hasil akhir yang diharapkan dari penelitian ini berupa seperangkat paket layanan informasi kewirausahaan siswa SMK beserta panduan pelaksanaan bimbingan yang dapat diterima secara teoritis maupun empiris. Produk pengembangan terdiri dari dua jenis, yaitu (1) panduan untuk konselor (2) materi untuk siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang terdiri atas empat penggalan topik materi yaitu : (1) pengertian wirausaha dan kewirausahaan; (2) sikap dan wawasan wirausaha; (3) wirausaha Indonesia dan lapangan pekerjaan; (4) memulai dan mengembangkan usaha. Acuan pola penelitian pengembangan mengadaptasi model Dick & Carey. Prosedur pengembangan mencakup tiga tahapan yaitu : afektif, kognitif dan psikomotorik. Ketiga tahapan tersebut mengikuti rangkaian langkah – langkah sebagai berikut : (1) melakukan need assessment; (2) menetapkan materi yang akan disampaikan; (3) merumuskan tujuan yang ingin dicapai; (4) menyusun prototype; (5) penilaian produk/uji ahli; (6) revisi produk; (7) produk akhir. Analisis hasil penilaian uji ahli dan pengguna produk (siswa) menunjukkan paket memenuhi criteria akseptabilitas, sehingga dapat digunakan sebagai media layanan bimbingan konseling pada umumnya dan bimbingan karir pada khususnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar pengguna paket ini terlaksana sesuai dengan rancangan, usaha konselor untuk menjaga kesungguhan siswa, dorongan konselor agar siswa mendapatkan hasil yang maksimal, agar dilengkapi dengan media pendukung yang lain, pemantauan, penilaian dan evaluasi secara berkala perlu dilakukan konselor, dilakukan revisi berkelanjutan dan disesuaikan dengan perkembangan. Perlu diadakan uji lapangan pada siswa SMA dan pada jenjang tingkat pendidikan lainnya, sehingga paket tersebut benar – benar dirasakan manfaat dan kesesuaiannya pada siswa.

Persepsi "kesuksesan" ditinjau dari peran gender tradisional (studi pendahuluan pada dosen wanita Universitas Negeri Malang) / Arrumaisha Fitri

 

Kata Kunci: persepsi, “kesuksesan”, peran gender tradisional Peran gender tradisional adalah peran yang berkaitan dengan sifat maskulinitas-feminitas yang melekat pada laki-laki dan wanita yang dikonstruksi secara sosial maupun cultural yang bersifat tradisional. Kesuksesan memiliki makna yang berbeda bagi wanita sesuai dengan persepsinya pada kesuksesan itu sendiri. bahwa keberhasilan- gagasan keberhasilan mempunyai arti yang sangat berbeda bagi wanita. Wanita tidak tampak mengejar keberhasilan dengan cara yang sama dengan pria. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui gambaran peran gender tradisional dosen wanita di Universitas Negeri Malang, 2) mengetahui gambaran persepsi dosen wanita Universitas Negeri Malang tentang “kesuksesan”. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah dosen wanita Universitas Negeri Malang yang berusia 30-60 tahun. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 35 dosen wanita Universitas Negeri Malang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala peran gender tradisional dan angket persepsi kesuksesan. Berdasarkan hasil uji coba skala persepsi terhadap peran gender menunjukkan bahwa dari 60 item hanya 40 item yang valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0.933. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ialah: 1) peran gender tradisional subjek berada dalam kategori rendah, 2) subjek memiliki persepsi bahwa kesuksesan seorang wanita tidak hanya dikarir melainkan pula sukses dirumah tangga. Subjek juga mempersepsikan bahwa kesuksesan tidak hanya didapatkan karena keberuntungan melainkan pula karena kemampuannya, usaha dan berhasil menyelesaikan tugas yang sulit. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada wanita tidak lagi berperan gender secara tradisional namun mulai egalitarian (persamaan hak) dan mulai mempersepsikan bahwa kesuksesan bisa didapatkan oleh wanita dengan mengikuti seminar-seminar ataupun diskusi tentang kesetaraan gender. Untuk Universitas Negeri Malang diharapkan untuk mewadahi aspirasi wanita dengan membentuk organisasi-organisasi wanita dan mengadakan seminar tentang gender dan motivasi. Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk meniliti adanya dugaan fear of success pada wanita akibat dari peran gender tradisional tersebut. Hal ini dkarenakan peran gender mempengaruhi bagaimana wanita mempersepsikan kesuksesan yang mungkin akan menyebabkan fear of success.

Analisis kesalahan berbahasa Indonesia rubrik pembaca menulis haria Jawa Pos edisi Oktober 1992 / oleh Ediyono

 

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe mix pair share dengan fan-n-pick untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS (studi pada siswa kelas VIII B di SMP Negeri 1 Tajinan) / Dini Ariyanti

 

ABSTRAK Ariyanti, Dini. 2015. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Mix Pair Share dengan Fan-N-Pick untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS (Studi Pada Siswa Kelas VIIIB di SMP Negeri I Tajinan). Tesis. Jurusan Pendidikan Dasar Kosentrasi IPS. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., (2) Prof. Dr. H. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si. Kata Kunci: pembelajaran kooperatif, Mix Pair Share, Fan N Pick, motivasi belajar, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa dalam kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan metode ceramah dan penugasan, siswa juga masih cenderung pasif dan kurang termotivasi untuk belajar. Hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran IPS masih kurang optimal yaitu masih banyak siswa yang nilainya di bawah KKM. Oleh karena itu untuk mengatasi hal tersebut perlu diterapkan model pembelajaran yang tepat, yaitu dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Mix Pair Share dan Fan-N-Pick. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Mix Pair Share dengan Fan-N-Pick pada mata pelajaran IPS di kelas VIIIB SMP Negeri I Tajinan, 2) untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran kooperatif tipe Mix Pair Share dengan Fan-N-Pickdapat meningkatkan motivasi belajar IPS siswa kelas VIIIB SMP Negeri I Tajinan, dan 3) untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran kooperatif tipe Mix Pair Share dengan Fan-N-Pickdapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VIIIB SMP Negeri I Tajinan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIIIB SMP Negeri I Tajinan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penerapan pembelajaran kooperatif tipe Mix Pair Share dengan Fan-N-Pick pada mata pelajaran IPS berjalan sangat baik. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan adanya peningkatan keterlaksanaan kegiatan pembelajaran pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I rata-rata prosentase keterlaksanaan kegiatan pembelajaran sebesar 73,83% dengan kriteria baik dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan rata-rata persentase sebesar 84,77% dengan kriteria sangat baik. 2) penerapan pembelajaran kooperatif tipe Mix Pair Share dengan Fan-N-Pick dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya peningkatan motivasi belajar siswa dari sebelum tindakan motivasi belajar siswa mencapai 59,97%, pada akhir siklus I motivasi belajar siswa meningkat menjadi 74,52%, dan diakhir siklus II motivasi belajar siswa meningkat menjadi 82,44%. 3) penerapan pembelajaran kooperatif tipe Mix Pair Share dengan Fan-N-Pick dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata ulangan harian sebelum tindakan sebesar 72,63, nilai rata-rata tes hasil belajar akhir siklus I mengalami peningkatan menjadi 76,32 dan nilai rata-rata tes hasil belajar siklus II juga mnegalami peningkatan menjadi 83,42. Nilai ketuntasan klasikal sebelum tindakan sebesar 57,89%, pada akhir siklus I meningkat menjadi 68,42% dan akhir siklus II meningkat menjadi 89,47%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan 1) guru harus membuat persiapan yang matang untuk melaksanakan pembelajaran kooperatif tipe Mix Pair Share dengan Fan N Pick, sehingga guru bisa mengelola kelas dan waktu, memilih materi atau topik yang sesuai agar diperoleh hasil yang maksimal, 2) bagi peneliti selanjutnya disarankan agar melakukan penelitian dengan mengkolaborasikan berbagai tipe pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar.

Penerapan pembelajaran proyek dipadu dengan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan kerja ilmiah dan hasil belajar biologi siswa kelas X semester II SMA Negeri 1 Lawang / Nikmatul Iza

 

Kata kunci: pembelajaran proyek, pembelajaran berbasis masalah, keterampilan kerja ilmiah, hasil belajar. Hasil observasi yang telah dilakukan di kelas X-3 SMA Negeri 1 Lawang pada tanggal 01-11 Mei 2010 menunjukkan bahwa keterampilan kerja ilmiah dilakukan secara terintegrasi dengan kegiatan praktikum serta tidak semua komponen keterampilan kerja ilmiah dapat dilakukan oleh siswa. Indikator keterampilan kerja ilmiah meliputi merencanakan penyelidikan ilmiah, melaksanakan penyelidikan ilmiah, mengkomunikasikan hasil penyelidikan ilmiah, dan bersikap ilmiah. Pembelajaran biologi yang dilakukan hanya berfokus pada LKS yang telah disediakan oleh guru. LKS tersebut berisi petunjuk praktikum setiap materi dan dilengkapi dengan soal-soal latihan, sehingga siswa dalam pelaksanaan praktikum hanya mengikuti prosedur dalam LKS. Siswa cenderung pasif pada saat kegiatan pembelajaran dan hanya beberapa siswa yang aktif berpendapat pada saat diskusi. Motivasi belajar siswa juga relatif rendah terbukti dari kurangnya minat siswa untuk aktif selama proses belajar mengajar dan secara umum siswa masih belum mampu mengkonstruk sendiri pengetahuan yang mereka peroleh. Kebanyakan siswa menganggap mata pelajaran biologi sebagai pelajaran hafalan sampai saat ini belum dapat dihilangkan dan cenderung membuat siswa bosan. Berdasarkan hasil observasi tersebut terlihat bahwa keterampilan kerja ilmiah siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Lawang masih rendah dan dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu diterapkan Pembelajaran Proyek Dipadu dengan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk meningkatkan keterampilan kerja ilmiah dan hasil belajar Biologi siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Lawang. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada setiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X-3 semester genap tahun ajaran 2009-2010 SMA Negeri 1 Lawang yang berjumlah 37 orang. Siswa laki-laki berjumlah 13 orang dan siswa perempuan berjumlah 24 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2010. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar keterlaksanaan pembelajaran oleh guru, lembar keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa, catatan lapangan, lembar pengamatan perencanaan penyelidikan ilmiah, lembar pengamatan proses pelaksanaan penyelidikan ilmiah, lembar pengamatan mengomunikasikan hasil penyelidikan ilmiah, lembar pengamatan sikap ilmiah, tes hasil belajar kognitif dan afektif, serta lembar pengamatan hasil belajar psikomotorik. i ii Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan keterampilan kerja ilmiah siswa cenderung mengalami peningkatan antara antara siklus I (70%) dan siklus II (100%). Peningkatan juga terlihat pada rerata keterampilan kerja ilmiah siswa antara siklus I (81) dan siklus II (87). Persentase ketuntasan hasil belajar kognitif dan afektif siswa juga cenderung mengalami peningkatan antara siklus I (84%) dan siklus II (97%). Rerata hasil belajar kognitif dan afektif siswa juga mengalami peningkatan antara siklus I (79) dan siklus II (84). Persentase ketuntasan hasil belajar psikomotorik siswa juga cenderung mengalami peningkatan antara siklus I (81%) dan siklus II (100%). Rerata hasil belajar psikomotorik siswa juga mengalami peningkatan antara siklus I (85) dan siklus II (94). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat dikatakan bahwa Penerapan Pembelajaran Proyek Dipadu dengan Pembelajaran Bebasis Masalah dapat meningkatkan keterampilan kerja ilmiah dan hasil belajar siswa kelas X semester II SMA Negeri 1 Lawang dalam pembelajaran Biologi Saran dari penelitian ini adalah hendaknya peneliti memperhatikan alokasi waktu yang digunakan agar pelaksanaan pembelajaran berlangsung secara efisien, sebaiknya pembelajaran proyek dipadu dengan pembelajaran berbasis masalah digunakan oleh guru bidang studi biologi sebagai salah satu variasi dalam pembelajaran yang disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan, dapat digunakan oleh peneliti yang lain untuk mengembangkan atau melaksanakan penelitian yang serupa pada subyek penelitian yang berbeda, dan guru biologi dapat memanfaatkan lingkungan yang ada di sekitar sekolah atau lingkungan sekitar siswa itu sendiri sebagai sumber belajar bagi siswa sehingga para siswa mendapatkan pengalaman belajar secara langsung.

Pengaruh pembelajaran cooperative script dipadu dengan pola pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan (PBMP) terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa kelas X SMAN 3 Malang / M. Amirudin Latif

 

Kata kunci: Pembelajaraan cooperative script dipadu dengan pola pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan (PBMP), kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, mata pelajaran Biologi Pemberdayaan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran Biologi sangat penting untuk dikembangkan di kelas. Kemampuan berpikir kritis secara signifikan mempengaruhi hasil belajar kognitif siswa. Pembelajaran di tiap jenjang pendidikan ditengarai tidak mengelola kemampuan berpikir kritis siswa secara terencana. Solusi yang bisa diterapkan salah satunya dengan mengubah strategi pembelajaran di kelas. Strategi pembelajaran yang ditengarai mampu memberdayakan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar adalah strategi pembelajaran cooperative script dan pola PBMP, yang pada penelitian ini dipadukan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 3 Malang. Kelompok populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas X MAN 3 Malang semester genap tahun ajaran 2009/2010. Kelompok sampel ditentukan berdasarkan nilai hasil belajar kognitif siswa kelas X semester gasal, dan dicari yang paling representative. Dua kelas yang terpilih, yaitu kelas X-C sebagai kelompok eksperimen dan kelas X-D sebagai kelompok kontrol. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Non-equivalent Control Group Design. Analisis data hasil penelitian menggunakan analisis statistik kovarian untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran cooperative script dipadu dengan pola PBMP (Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan) terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar pada materi pelajaran Biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran cooperative script dipadu dengan pola PBMP berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas X MAN 3 Malang. Hasil penelitian menunjukkan strategi pembelajaran cooperative script dipadu dengan pola PBMP meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar pada mata pelajaran Biologi. Kelas eksperimen memiliki kemampuan berpikir kritis 12% lebih tinggi daripada kelas kontrol. Hasil belajar kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan strategi cooperative script dipadu dengan pola PBMP 13% lebih tinggi daripada kelas kontrol yang diajar dengan strategi pembelajaran konvensional.

Keefektifan pelaksanaan program unit produksi sekolah pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kota Blitar / Sri Agrariani Judowati

 

Kata kunci: Unit Produksi Sekolah (UPS), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) UPS merupakan suatu aktivitas yang berkesinambungan dalam mengelola sumber daya sekolah untuk menghasilkan barang atau jasa yang akan dijual untuk mendapatkan keuntungan dan juga sebagai wahana belajar bagi siswa SMK. Melalui UPS yang dilakukan secara efektif akan memberikan peningkatan mutu SMK yaitu, (1) aspek pembelajaran, (2) aspek ekonomi, (3) aspek pelaksanaan/ pengelolaan, (4) aspek organisatoris, dan (5) aspek permodalan. Bagaimanakah keefektifan pelaksanaan program UPS ditinjau dari aspek pembelajaran, aspek ekonomi, aspek pelaksanaan/pengelolaan, aspek organisatoris, dan aspek permodalan, serta bagaimanakah usaha UPS dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keefektifan pelaksanaan program unit produksi pada Sekolah Menengah Kejuruan. Metode penelitian yang dipilih adalah deskriptif dengan menggunakan kuesioner. Populasi sebanyak 41 guru SMK, dan sampel diambil dari total populasi, yaitu 41 orang. Kriteria dari keefektifan adalah: 0,00 – 1,99, sangat tidak efektif; 2,00 – 2,74, tidak efektif; 2,75 – 3,49, cukup efektif; 3,50 – 4,24, efektif; 4,25 – 5,00, sangat efektif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) keefektifan pelaksanaan program UPS ditinjau dari aspek pembelajaran termasuk kategori efektif (3,72); (2) keefektifan pelaksanaan program UPS ditinjau dari aspek ekonomi termasuk kategori cukup efektif (3,38); (3) keefektifan pelaksanaan program UPS ditinjau dari aspek pelaksanaan/pengelolaan termasuk kategori cukup efektif (3,40); (4) keefektifan pelaksanaan program UPS ditinjau dari aspek organisatoris termasuk kategori cukup efektif (3,38); (5) keefektifan pelaksanaan program UPS ditinjau dari aspek permodalan termasuk kategori cukup efektif (3,13). Beberapa saran diberikan kepada sekolah agar mengusahakan pendanaan kegiatan UPS secara memadai dan menempatkan personil guru sebagai pengelola yang betul-betul memiliki dedikasi tinggi dalam mengelola UPS. Bagi pengelola UPS perlu ada usaha maksimal dari para pengelola UPS dan menjalin kerja sama dengan pihak luar (dunia industri).

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together pada mata diklat akuntansi untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI di SMK Negeri 2 Blitar / Erlina Hindrawati

 

Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Numbered Heads Together (NHT), Aktivitas Belajar, Hasil Belajar. Metode pembelajaran yang diterapkan di SMK Negeri 2 Blitar adalah metode konvensional dimana guru lebih mendominasi kegiatan pembelajaran sehingga siswa cenderung pasif dan pemberian tugas kepada siswa tidak terstruktur. Hal ini mengakibatkan hasil belajar siswa kurang memuaskan. Salah satu metode pembelajaran yang bisa digunakan guru dalam upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa adalah metode pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together. Metode ini diawali dengan pembagian kelompok siswa secara heterogen, pemberian nomor untuk setiap siswa, pembagian soal diskusi yang akan dipecahkan dengan kerjasama kelompok, kemudian menjawab pertanyaan secara individu dalam mewakili kelompok masing-masing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI di SMK Negeri 2 Blitar pada mata diklat akuntansi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dan dilakukan dalam dua siklus. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data adalah tes tertulis, observasi, rubrik penilaian, dokumentasi, catatan lapangan dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data terdiri dari tahap reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pada aktivitas belajar siswa, dari sikap pasif siswa sebelum diberi tindakan meningkat setelah diberi tindakan dengan kategori yang belum merata namun menunjukkan perkembangan yang positif, kemudian meningkat pada siklus II dengan kategori A. Hal ini berpengaruh pada hasil belajar siswa yang juga mengalami peningkatan ditinjau dari aspek kognitif dari sebelum tindakan 27,03% menjadi 61,54% pada siklus I dan meningkat menjadi 89,74% pada siklus II. Dan ditinjau dari aspek afektif sebelum pelaksanaan tindakan tidak dinilai. Setelah pelaksanaan tindakan, aspek afektif siswa meningkat dari 76,92% pada siklus I menjadi 94,87% pada siklus II. Dalam penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together disarankan agar guru lebih memotivasi siswa agar siswa lebih aktif dan giat dalam mengikuti pelajaran. Untuk peneliti berikutnya, disarankan untuk melakukan penelitian tentang model pembelajaran kooperatif yang inovatif seperti Numbered Heads Together pada mata diklat sama atau mata diklat yang lainnya ditempat yang berbeda.

Evaluasi pembinaan olahraga prestasi Persatuan Bolavoli Seluruh Indonesia (PBVSI) pengurus kota (pengkot) Malang periode 2007-2011 khususnya dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur II tahun 2009 / Moh. Agung Setia Budi

 

Kata kunci: PBVSI Pengkot Malang, pembinaan olahraga prestasi, evaluasi. PBVSI Pengkot Malang merupakan salah satu induk organisasi cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI Kota Malang yang mengikuti PORPROV Jatim II tahun 2009. Dalam PORPROV Jatim II tahun 2009, PBVSI Kota Malang ditargetkan oleh KONI Kota Malang masuk ke babak semifinal, ternyata target tersebut gagal diraih. Ketidakberhasilan tersebut berkaitan dengan pembinaan olahraga prestasi yang dilaksanakan oleh PBVSI Pengkot Malang dalam menghadapi PORPROV Jatim II tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pembinaan olahraga prestasi yang dilakukan oleh PBVSI Pengkot Malang periode kepengurusan 2007-2011 khususnya dalam menghadapi PORPROV Jatim II tahun 2009. Untuk mengetahui dan mengukur/menilai keefektifan pembinaan olahraga prestasi yang dilakukan oleh PBVSI Pengkot Malang, maka dilakukannya evaluasi. Model penelitian yang digunakan adalah model evaluasi CIPP (context, input, process, product). Evaluasi tersebut dilakukan pada aspek pengolahraga (atlet), tenaga keolahragaan (pelatih dan wasit), pengorganisasian, pendanaan, metode (kegiatan operasional), prasarana dan sarana, serta penghargaan keolahragaan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juni 2010 yang bertempat di sekretariat KONI Kota Malang dan PBVSI Pengkot Malang. Subyek penelitian adalah 12 pengurus PBVSI Pengkot Malang dan 24 atlet bola voli yang terlibat dalam PORPROV Jatim II tahun 2009. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa variabel input (masukan) yang dimiliki oleh PBVSI Pengkot Malang diperoleh persentase sebesar 100% dan dikategorikan baik (efektif dengan tingkat keefektifan 81%-100%), diantaranya mempunyai pengolahraga (atlet), tenaga keolahragaan (pelatih dan wasit), pengorganisasian, pendanaan, metode (kegiatan operasional), prasarana dan sarana, serta penghargaan keolahragaan yang akan mendukung pelaksanaan pembinaan olahraga prestasi dalam menghadapi PORPROV Jatim II tahun 2009. Variabel proses untuk pembinaan olahraga prestasi yang dilakukan oleh PBVSI Pengkot Malang, adalah sebesar 69,05% dan dikategorikan baik (efektif dengan tingkat keefektifan 61%-80%). Hasil tersebut diperoleh dari segi pengolahraga (atlet) diperoleh 50%, segi tenaga keolahragaan (pelatih dan wasit) 92,86%, segi pengorganisasian 66,20%, segi pendanaan 40%, segi metode (kegiatan operasional) 59,33%, segi prasarana dan sarana 100% dan segi penghargaan keolahragaan 75%. Variabel produk, berdasarkan hasil dan pembahasan tersebut diperoleh persentase sebesar 50% dan dikategorikan cukup (cukup efektif dengan tingkat keefektifan 41%-60%). Hasil tersebut diperoleh dari subvariabel output sebesar 0% dan diperoleh dari subvariabel outcomes sebesar 100%. Sehingga, diperoleh persentase pembinaan olahraga prestasi yang dilakukan oleh PBVSI Pengkot Malang adalah sebesar 73,02% dan dikategorikan baik (efektif dengan tingkat keefektifan 61%-80%). Hasil dari penelitian ini yaitu agar lebih efektifnya pembinaan olahraga prestasi yang dilakukan oleh PBVSI Pengkot Malang dapat disarankan: Dari segi pengolahraga (atlet), sebaiknya melakukan perekrutan berdasarkan pengukuran kecepatan, koordinasi dan pengukuran daya tahan. Dari segi tenaga keolahragaan (pelatih dan wasit), PBVSI Pengkot Malang sebaiknya memperhatikan perekrutan pelatih berdasarkan mantan pemain/atlet bola voli. Dari segi pengorganisasian, sebaiknya PBVSI Pengkot Malang lebih mengaktifkan seluruh pengurus, membuat job description (pembagian tugas) secara tertulis. Dari segi pendanaan, sebaiknya PBVSI Pengkot Malang menjalin kerja sama dengan pihak sponsor. Dari segi metode, sebaiknya PBVSI Pengkot Malang memperhatikan lamanya waktu pemusatan latihan antara atlet satu dengan lainnya. Pemberian makanan yang bergizi serta suplemen yang cukup. Dari segi prasarana dan sarana, diharapkan PBVSI Pengkot Malang mempunyai gedung sendiri, tanpa harus menyewa. Dari segi penghargaan keolahragaan, sebaiknya PBVSI Pengkot Malang memberikan jaminan masa depan yang baik kepada atlet dan pelatih yang berprestasi.

Zona sebaran populasi kumbang kubah (Curinus coeruleus) pada tanaman teh (Camellia sinensis L.O.K.) di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang / Anggeria Oktavisa Denta

 

Kata Kunci : Zona Migrasi, Kumbang Kubah, Tanaman Teh Pengendalian hama terpadu merupakan salah satu cara pengendalian hama tanpa merusak lingkungan. Salah satu pengendalian hama terpadu adalah pengendalian yang bersifat alami dengan membiarkan musuh-musuh alami (predator) agar tetap hidup. Kepik atau kumbang kubah (Curinus coeruleus) adalah serangga yang terkenal sebagai pemangsa (predator) serangga hama Empoasca sp dan sangat menguntungkan. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui perbedaan jumlah anggota populasi kumbang kubah (Curinus coeruleus )dan faktor abiotik yang berpengaruh terhadap jumlah anggota populsi kumbang kubah antar klon TRI 2024, TRI 2025, dan Asamicca, 2) Untuk mengetahui perbedaan jumlah anggota populasi kumbang kubah (Curinus coeruleus) dan faktor abiotik yang berpengaruh terhadap jumlah anggota populsi kumbang kubah antar zona A, zona B, dan zona C, 3) Untuk mengetahui perbedaan jumlah anggota populasi kumbang kubah (Curinus coeruleus) dan faktor abiotik yang berpengaruh terhadap jumlah anggota populsi kumbang kubah antar waktu pagi, siang, dan sore pada tanaman teh (Camellia sinensis L.O.K) di area Kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Tempat penelitian dilakukan di Kebun Teh Wonosari Kabupaten Malang dan Ruang Ekologi Universitas Negeri Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kumbang kubah yang terdapat pada klon TRI 2024, TRI 2025, dan Asamicca pada Kebun Teh Wonosari Singosari Kabupaten malang, dan sampel pada penelitian ini adalah kumbang kubah yang teramati pada titik pencuplikan tegakan teh pada klon TRI 2024, TRI 2025, dan Asamicca. Pengambilan data dilakukan pada 8 titik yang telah dijadikan sampel dan data diambil pada waktu pagi(06.00 – 08.00), siang(11.00 – 13.00) dan sore (15.00 – 17.00). Pengamatan jumlah kumbang kubah dilakukan di 3 zona, yaitu zona A, zona B, dan zona C. Faktor-faktor abiotik yang diukur meliputi kecepatan angin, suhu, kelembapan udara, dan intensitas cahaya.Untuk mengetahui anggota populasi kumbang kubah pada tiap zona, waktu dan klon dianalisis secara diskriptif dengan menggunakan diagram batang. Untuk mengetahui hubungan lingkungan dan populasi kumbang kubah dianalisis dengan regresi stepwise backward Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1). Terdapat perbedaan jumlah anggota populasi kumbang kubah antar zona A, zona B, dan zona C. Jumlah anggota populasi terbesarnya ditemukan pada zona C klon TRI 2024 dengan nilai jumlah anggota populasi sebesar 11. Ada pengaruh faktor lingkungan terhadap jumlah anggota populasi kumbang kubah. Untuk zona A faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah kelembapan udara, zona B faktor yang paling ii berpengaruh adalah kelembapan udara, dan zona C faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah suhu. 2). Terdapat perbedaan jumlah anggota populasi kumbang kubah antar klon TRI 2024, TRI 2025, dan Asamicca. Jumlah anggota populasi kumbang terbesar ditemukana pada TRI 2024, dengan nilai jumlah anggota populasi sebesar 31. Sedangkan untuk jumlah anggota populasi kumbang kubah terkecil ditemukan pada klon Asamicca dengan nilai jumlah anggota populasi sebesar 16. Untuk klon TRI 2024 faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah intensitas cahaya. Klon TRI 2025 faktor yang berpengaruh adalah suhu. Klon TRI Asamicca faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah intensitas cahaya. 3). Terdapat perbedaan jumlah anggota populasi kumbang kubah antar waktu pagi, siang, dan sore hari. Jumlah anggota populasi terbesarnya ditemukan pada waktu siang hari klon TRI 2024 dengan nilai jumlah anggota populasi sebesar 19. Pada waktu pagi hari faktor lingkungan yang berpengaruh adalah intensitas cahaya. Pada siang hari faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah kecepatan angin. Pada waktu sore hari faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah intensitas cahaya.

Sintesis linalil asetat dari linalool dan anhidrida asetat melalui reaksi esterifikasi / Falasifah Firdaus

 

Kata kunci: Sintesis, Linalil Asetat, Esterifikasi, Linalool, Anhidrida Asetat Ester dapat disintesis melalui reaksi esterifikasi alkohol dengan suatu asam karboksilat atau turunannya seperti anhidrida asam atau halida asam. Pengembangan konsep ester dilakukan dengan modifikasi pereaksi yang melibatkan alkohol dengan rantai alkil panjang dan asam karboksilat atau turunannya dengan rantai alkil pendek, yang sebelumnya diketahui konsep ester dengan melibatkan alkohol dengan rantai alkil pendek dan asam karboksilat atau turunannya dengan rantai alkil panjang. Keberhasilan sintesis ester berbasis alkohol rantai alkil panjang dan asam karboksilat atau turunannya dengan rantai alkil pendek, yakni neril asetat dari nerol dengan anhidrida asetat oleh Rofidah (2008) mendorong untuk dilakukan penelitian tentang sintesis ester berbasis modifikasi pereaksi yang lain, yakni linalil asetat dari linalool dengan anhidrida asetat yang diharapkan dapat menambah keanekaragaman senyawa organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sintesis senyawa ester berbasis alkohol rantai panjang dan asam karboksilat rantai pendek untuk memperoleh senyawa yang selama ini belum banyak dieksplorasi baik melalui isolasi maupun sintesis. Penelitian ini merupakan penelitian survei laboratoris yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu: (1) sintesis linalil asetat dari linalool dan anhidrida asetat melalui reaksi esterifikasi, (2) karakterisasi sifat fisik senyawa hasil sintesis meliputi: uji organoleptik (warna, wujud, dan bau), berat jenis, indeks bias, titik didih, dan uji kelarutan, (3) dan identifikasi senyawa hasil sintesis dengan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa linalil asetat dapat disintesis dari linalool dan anhidrida asetat dengan katalis asam klorida pekat dengan kondisi reaksi pada tekanan kamar dan suhu 50 oC dan diperlakukan selama 1 jam. Setelah diperlakukan selama 1 jam, dilakukan ekstraksi dengan air untuk memisahkan hasil samping (asam asetat) dan kelebihan pereaksi (anhidrida asetat) dari esternya (linalil asetat). Sisa air dari proses ekstraksi dikeringkan dengan magnesium sulfat anhidrat. Pengontrolan jalannya reaksi dan identifikasi awal dilakukan dengan KLT dengan eluen kloroform. Selanjutnya dilakukan karakterisasi sifat fisik dan identifikasi dengan GC-MS. Senyawa hasil sintesis yang diperoleh memiliki rendemen sebesar 12,156% dan kemurnian sebesar 49,45%, berwujud cairan berwarna kuning muda jernih, berbau harum, mempunyai indeks bias 1,487 pada suhu 20 oC, berat jenis 0, 672 g/mL, titik didih 146 °C-148 °C pada 735 mmHg, larut dalam etanol, kloroform dan n-heksana, tetapi tidak larut dalam air.

Identifikasi spesies-spesies kapang kontaminan dan spesies kapang dominan pada gaplek di beberapa pasar di Kabupaten Mojokerto / Devi Susanti

 

Kata Kunci: Kapang kontaminan, Gaplek. Gaplek merupakan bahan pangan yang sangat dikenal di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Bahan dasar gaplek ialah singkong (Manihot utilissima) yang telah dikupas dan dikeringkan. Gaplek merupakan komoditas pangan yang penting, karena dapat diolah menjadi tiwul, gatot, pakan ternak, Bahan baku gula cair (High Fructose Syrup = HFS), asam sitrat, bakso dan kerupuk. Gaplek juga mengandung nutrisi yang diperlukan oleh manusia antara lain karbohidrat, protein, lemak, abu, vitamin B1, kalsium, fosfor dan zat besi. Kandungan nutrisi tersebut juga merupakan medium petumbuhan yang baik bagi kapang kontaminan. Kontaminasi dapat terjadi melalui faktor lingkungan, bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, pendistribusian dan penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) mengetahui spesies-spesies kapang kontaminan yang terdapat dalam gaplek; 2) mengetahui jumlah koloni setiap spesies kapang kontaminan dalam sampel gaplek; 3) mengetahui spesies kapang yang paling dominan dalam sampel gaplek. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, mulai bulan April sampai dengan bulan Juli 2010. Sampel yang digunakan ialah gaplek yang berasal dari pasar Brangkal, pasar Surodinawan, pasar Tanjung dan Pasar Gedek yang terdapat di Kabupaten Mojokerto, masing-masing sebanyak 2,5 g, kemudian dilakukan dalam tiga ulangan. Teknik sampling yang digunakan ialah acak terpilih. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penghitungan jumlah koloni setiap spesies kapang dan identifikasi spesies-spesies kapang kontaminan dalam gaplek. Kapang kontaminan yang ditemukan dalam gaplek yang telah diteliti dalam penelitian ini sebanyak 11 spesies kapang yang termasuk dalam 6 genus kapang yaitu Aspergillus, Fusarium, Neosartorya, Cladosporium, Geotrichum dan Beauveria. Jumlah koloni setiap kapang kontaminan ialah Aspergillus candidus Link. sebanyak 1,7 x 106 cfu/g; Beauveria bassiana sebanyak 1,0 x 105 cfu/g; Aspergillus oryzae (Ahlburg.) Cohn. sebanyak 3,6 x 104 cfu/g; Aspergillus tamarii Kita. sebanyak 3,3 x 104 cfu/g; Geotrichum candidum Link. sebanyak 2,5 x 104 cfu/g; Aspergillus parasiticus Speare. sebanyak 2,4 x 104 cfu/g; Cladosporium cladosporiodes (Fres.) de Vries. sebanyak 6,8 x 103 cfu/g; Fusarium equiseti (Corda.) Sacc. sebanyak 3,4 x 103 cfu/g; Aspergillus ochraceus Wilhelm. Sebanyak 3,3 x 103 cfu/g; dan Aspergillus penicilloides Speg. serta Neosartorya i ii fischeri (wehmer.) Malloch and Cain. sebanyak 2,0 x 102 cfu/g. Berdasarkan jumlah rerata koloni, spesies kapang kontaminan yang paling dominan ialah spesies Aspergillus candidus Link. sebanyak 1,7 x 106 cfu/g. spesies kapang ini merupakan penghasil mikotoksin asam kojat dan citrinin. Bagi para peneliti disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kualitas gaplek yang dijual di toko-toko berdasarkan jumlah total koloni kapang kontaminan, serta melakukan penelitian serupa dengan menyamakan sampel gaplek yang berasal dari berbagai varietas singkong dan gaplek yang sering dikonsumsi oleh masyarakat di lokasi yang berbeda.

Isolasi, karakterisisasi dan uji anti bakteri escherichia coli minyak biji semangka merah (Citrullus lanatus) serta identifikasi asam lemak penyusunnya / Aurelia Karolina Sugi

 

Kata kunci: minyak biji semangka, asam lemak, rendemen, karakter, uji aktivitas terhadap Escherichia coli Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati yang menjadikan negeri ini memiliki berbagai jenis tumbuhan. Berbagai jenis tumbuhan tersebut masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal karena adanya keterbatasan pengetahuan. Padahal berbagai tumbuhan memiliki khasiat tertentu, baik di bidang farmasi maupun industri kimia, yang memiliki nilai komersial yang sangat menguntungkan. Salah satu buah yang dapat digunakan sebagai obat adalah semangka. Semangka memiliki banyak manfaat, selain buahnya yang dapat dimakan, bagian lainya juga dapat digunakan sebagai obat.Semangka memiliki jenis yang bermacam-macam. Pada penelitian ini semangka yang digunakan adalah semangka merah bulat jenis sengkaling dan semangka merah lonjong jenis tiara. Kedua semangka ini memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda, sehingga bentuk biji dari kedua semangka ini juga berbeda oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan komponen asam lemak kedua biji semangka tersebut dan daya hambatnya terhadap Escherichia coli. Penelitian yang dilakukan ini bersifat deskriptis laboratoris yang dilakukan di Laboratorium Universitas Negeri Malang dengan objek penelitian biji semangka merah. Tahap-tahap penelitian ini adalah isolasi minyak biji semangka merah dengan cara ekstraksi soxhlet dengan pelarut n-heksana, karaterisasi sifat fisik (indeks bias dan berat jenis) dan sifat kimia (bilangan asam, bilangan penyabunan dan bilangan iod) dan identifikadi asam lemak penyusun minyak menggunakan GC-MS dan uji potensi terhadap Escherchia coli dengan metode Tube Dilution Test (Broth Dilution Test). Biji semangka yang digunakan adalah biji semangka merah bulat dan lonjong. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rendemen minyak biji semangka merah bulat 33,777% dan minyak biji semangka merah lonjong sebesar 37,377%. Hasil karaterisasi minyak biji semangka merah bulat adalah indeks bias sebesar 1,471, berat jenis sebesar 0,842 g/mL, bilangan asam sebesar 58,531, bilangan penyabunan sebesar 156,519 dan bilangan iod sebesar 48,25. Hasil karaterisasi untuk minyak biji semangka merah lonjong adalah indeks bias sebesar 1,476, berat jenis sebesar 0,870 g/mL, bilangan asam sebesar 70,873, bilangan penyabunan sebesar 121,737 dan bilangan iod sebesar 51,31. Komponen asam lemak kedua minyak biji semangka merah sama-sama mengandung asam palmitat, asam stearat, dan asam linoleat namun pada minyak biji semangka merah bulat juga mengandung asam oleat. Minyak biji semangka merah lonjong memiliki sifat antibakteri lebih tinggi dari pada minyak biji semangka merah bulat

Pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas II-B SDN Mergosono I Kota Malang / Suhartini

 

Kata-kata kunci: Pendekatan kontekstual, Hasil belajar, Ipa Pendekatan kontekstual adalah pembelajaran yang menekankan pada hubungan antara mata pelajaran dengan situasi dunia yang nyata dan pembelajaran yang memotivasi siswa agar menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami sendiri. Dengan demikian bukan transfer pengetahuan dari guru kepada siswa. Yang pada akhirnya strategi pembelajaran ini dapat berpengaruh kepada peningkatan hasil belajar siswa. Masalah yang diteliti adalah 1) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran IPA menggunakan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar Sains siswa kelas II SDN Mergosono I Kota Malang? 2) Apakah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar sains pada siswa kelas II SDN Mergosono I Kota Malang? Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di SDN Mergosono I Malang pada siswa kelas II, dengan jumlah siswa 33 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes, observasi dan pemotretan. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa pembelajaran wujud benda dan kegunaannya melalui pendekatan kontekstual, dari tes awal sampai akhir siklus II, mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 34,2%, nilai maksimum 25 % dan nilai minimum 66,7%. Dari analisis disimpulkan 1) Langkah-langkah pembelajaran dengan penerapan pendekatan kontekstual. 2) Penerapan pembelajaran kontekstual mampu untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang terlihat dari peningkatan rata-rata tes siswa dari siklus pertama (68,23) ke siklus ke dua (78,09). Disarankan Penerapan Pendekatan kontekstual merupakan salah satu alternative pembelajaran yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi wujud benda baik secara tertulis maupun lisan, karena hal itu akan meningkatkan aktifitas dan kreatifitas pada diri siswa.

Penerapan model group investigation (GI) dalam pembelajaran fisika untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII-E SMP Negeri I Singosari / Achmad Rizal

 

Kata kunci : group investigation, prestasi belajar Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti di SMP Negeri Singosari, diketahui guru sudah menggunakan pembelajaran yang mengarah pada keaktifan siswa, yaitu dengan menggunakan metode demonstrasi. Tetapi dalam menggunakan metode demonstrasi guru tidak melibatkan siswa sehingga aktivitas siswa tidak muncul selama KBM berlangsung. Selain itu, keaktifan siswa secara keseluruhan masih belum terlihat dan masih didominasi beberapa siswa saja. Rata-rata prestasi belajar siswa juga masih diambang batas nilai minimum yang ditentukan sehingga guru merasa perlu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII-E SMP Negeri I Singosari dengan menerapkan model pembelajaran GI. Model pembelajaran ini melibatkan aktivitas siswa secara penuh sesuai tahap-tahap GI sehingga aktivitas siswa akan terlihat dan siswa bekerja secara kelompok mencari bahan ajar secara mandiri sehingga siswa mampu membangun konsep secara mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Siklus penelitian dilakukan selama dua kali dengan disertai perbaikan setiap siklusnya. Tahapan yang digunakan dalam penelitian adalah perencanaan, pemberian tindakan kelas, observasi, serta refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-E SMP Negeri I Singosari dengan jumlah 36 siswa, yang terdiri dari 19 siswa putri dan 17 siswa putra. Pokok bahasan yang digunakan pada penelitian ini adalah Alat Optik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan aktivitas siswa setiap tahapan pembelajaran GI, diantaranya adalah meningkatnya aktivitas siswa dalam hal menentukan sub topik dan pengorganisasian kedalam kelompok, merencanakan pencarian bahan ajar secara mandiri, melaksanakan pencarian bahan ajar secara mandiri, merencanakan presentasi, melaksanakan presentasi, dan mengevaluasi dengan persentase peningkatan rata-rata aktivitas siswa secara keseluruhan dari siklus I ke siklus II sebesar 9%. Selain itu terdapat peningkatan prestasi belajar dari sebelum penelitian ke siklus I sebesar 3,1% dan dari siklus I ke siklus 2 sebesar 4,3%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa aktivitas dan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan melalui penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation (GI).

Pengaruh pemanfaatan internet dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa Jurusan Akuntansi di SMK Negeri 1 Probolinggo / Siti Nuriyah

 

Kata kunci: pemanfaatan internet, motivasi belajar, prestasi belajar Dewasa ini, penggunaan internet telah merasuk pada hampir semua aspek kehidupan baik sosial, ekonomi, pendidikan, hiburan bahkan keagamaan dan apa saja yang dapat terpikirkan. Siswa merupakan salah satu pihak yang paling diuntungkan dengan kemunculan internet. Aneka referensi, jurnal, maupun hasil penelitian yang dipublikasikan melalui internet tersedia dalam jumlah yang berlimpah. Dengan adanya pemanfaatan internet sebagai salah satu sumber informasi dan motivasi belajar yang tinggi diharapkan siswa dapat memperoleh prestasi belajar yang baik. Hal ini dikarenakan kemudahan yang didapat siswa ketika memanfaatkan internet dalam mengakses informasi di internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) apakah pemanfaatan internet berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, 2) apakah motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, dan 3) apakah pemanfaatan internet dan motivasi belajar secara simultan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Desain deskriptif untuk mendeskripsikan variabel pemanfaatan internet, motivasi belajar dan prestasi belajar. Sedangkan metode regresi digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh pemanfaatan internet dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Populasi penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 1 Probolinggo jurusan Akuntansi dengan jumlah 319 orang siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proporsional random sampling. Jumlah sampel sebanyak 77 orang yang ditetapkan berdasarkan rumus jumlah sampel dari Slovin. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket pemanfaatan internet dan angket motivasi belajar. Sedangkan data prestasi belajar didapatkan dari dokumen nilai raport mata pelajaran akuntansi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan 1) Ada pengaruh pemanfaatan internet terhadap prestasi belajar siswa jurusan akuntansi di SMK Negeri 1 Probolinggo, 2) Ada pengaruh motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa jurusan akuntansi di SMK Negeri 1 Probolinggo, 3) Ada pengaruh pemanfaatan internet dan motivasi belajar secara simultan terhadap prestasi belajar siswa jurusan akuntansi di SMK Negeri 1 Probolinggo. Berdasarkan kesimpulan di atas, maka diajukan saran-saran yaitu :1) disarankan kepada siswa untuk meningkatkan kegiatan mengakses internet di luar jam sekolah untuk meningkatkan prestasi belajar minimal 6 kali seminggu, dan selalu berkonsultasi dengan guru melalui internet, 2) disarankan kepada guru agar senantiasa memberi motivasi pada siswanya tentang pentingnya belajar untuk meraih prestasi serta memberi tugas -tugas tambahan yang harus diambil dan dikirim melalui internet, 3) disarankan kepada orang tua siswa agar memfasilitasi anaknya dalam mengakses internet dengan menyediakan uang tambahan atau berlangganan internet di rumah serta mengontrol dan mengawasi anaknya dalam hal penggunaan internet, 4) disarankan kepada kepala sekolah agar segera mengambil kebijakan untuk menambah jumlah jam dan frekuensi/intensitas pemanfaatan internet oleh siswa di luar jam pelajaran praktek melalui kegiatan ekstra kurikuler, menambah bandwidth internet di sekolahnya, 5) kepada peneliti selanjutnya disarankan agar melakukan penelitian lanjutan tentang pengaruh pemanfaatan internet dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa dengan variabel yang lebih kompleks dan populasi yang lebih besar.

Analisis pengukuran kinerja keuangan daerah pada pemerintahan Kabupaten Malang dengan menggunakan laporan anggaran tahun 2007-2009 / Soni Slamet Raharjo

 

Kata Kunci; Pengukuran Kinerja, Laporan Anggaran. Pengukuran kinerja keuangan pemerintah dapat diukur secara menyeluruh baik kinerja keuangan maupun non-keuangan. Laporan keuangan tidak memiliki keapsahan apabila tidak di analisis, maka untuk memperoleh kewajaran atas laporan keuangan pemerintahan membutuhkan pengelolahan yang stimulatan dan continue. Penentuan atas analisis laporan dapat ditentukan pada perkembangan anggaran dan realisasi pendapatan dan belanja daerah, sehingga dapat menujukkan kesesuaian pola keuangan yang sehat dan baik. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan terhadap pengukuran kinerja pemerintahan yang lebih komperehensif, dan mengetahui sejauh mana tingkat kinerja Pemerintahan Kabupaten Malang. Salah satu fungsinya adalah menggunakan pendekatan analisis rasio kemandirian, efektifitas dan efesiensi sebagai alat ukur untuk menilai kinerja keuangan organisasi .Dengan ini anggaran dalam organisasi pemerintah berisi rencana kegiatan dalam bentuk rencana perolehan pendapatan dan belanja dalam satuan moneter. Hasil analisis tahun 2007 menunjukan realisasi penerimaan dengan target penerimaan PAD yang ditetapkan menunjukan prosentase sebesar 107%, tahun 2008 sebesar 106%, sehingga mengalami penurunan sebesar 1 %. Sedangkan pada tahun 2009 sebesar 141% sehingga mengalami peningkatan sebesar 35%. Berdasarkan hasil analisis belanja, besarnya biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan dengan realisasi pendapatan yang diterima terus terjadi penurunan pada tahun 2007 sebesar 13,94, tahun 2008 sebesar 13,30 dan tahun 2009 sebesar 9,46, sehingga dapat disimpulkan biaya yang dikeluarkan untuk merealisasikan target penerimaan pendapatannya itu lebih kecil dari pada realisasi pendapatan yang diterimanya sehingga dapat diketahui kinerja pemerintah semain baik.

Analisis rasio permodalan, kualitas aktiva produktif, profitabilitas dan likuiditas sebagai alat untuk mengukur kinerja perbankan (studi pada bank umum syariah) periode 2008-2009 / Nurfalihatin

 

Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Analisis Rasio Permodalan, Kualitas Aktiva Produktif, Profitabilitas dan Likuiditas. Perbankan merupakan lembaga yang berfungsi mengatur kestabilan ekonomi negara, sehingga dalam melaksanakan fungsinya perbankan dituntut untuk memiliki kinerja yang baik. Terjadinya krisis financial yang mengguncang seluruh sistem keuangan di dunia memaksa para investor, kreditor, masyarakat dan pemerintah untuk terus melakukan pemantauan dan penilaian terhadap kinerja perbankan. Hal ini dilakukan untuk terus mengetahui perkembangan dan antisipasi yang telah dilakukan oleh bank itu sendiri. Informasi penilaian kinerja dapat tercermin di dalam laporan keuangan, di mana salah satu alat yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan bank yaitu dengan menggunakan analisis rasio keuangan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja bank yang dinilai melalui aspek permodalan, aspek kualitas aktiva produktif, profitabilitas (Earning) dan likuiditas (liquidity). Metode pengumpulan data dengan cara dokumentasi, berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan bank, laporan pengawasan perbankan edaran oleh Bank Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis rasio yang berpedoman pada standart yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Rasio-rasio yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya: Kecukupan Pemenuhan Modal Minimum (KPMM), Pemenuhan PPAP, Return Of Equity (ROE), Beban Operasional dibandingkan dengan Pendapatan Operasional (BOPO), Quick Ratio (QR), Financing to Deposite Ratio (FDR), untuk melihat /menilai kinerja Bank Umum Syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Kecukupan Pemenuhan Modal Minimum (KPMM), Pemenuhan PPAP, Quick Ratio (QR), Financing to Deposite Ratio (FDR) pada Bank Umum Syariah tergolong baik. Sedangkan untuk Return of Equity (ROE) masih tergolong rendah, sedangkan untuk rasio Beban Operasional dibandingkan dengan Pendapatan Operasional (BOPO) tergolong tinggi. Berdasarkan penelitian ini, maka disarankan bagi penelitian selanjutnya untuk menambah obyek penelitian dan melakukan penilaian tidak hanya dari segi aspek keuangan, akan tetapi juga memasukkan unsur non keuangan dan kondisi ekonomi pada waktu penelitian dilakukan.

Pengembangan bahan ajar pengayaan IPA untuk pembelajaran IPS secara terpadu dengan tema global warming (pemanasan global) untuk siswa SMP kelas VIII / Fitriana Primarianti

 

Kata kunci : bahan ajar, pengayaan, IPA, terpadu, global warming Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan dalam kegiatan pembelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada anak. Bahan Ajar untuk Pembelajaran IPA secara Terpadu disusun sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik. Bahan Ajar untuk Pembelajaran IPA secara Terpadu mengandung beberapa bidang kajian yang dipadukan dalam suatu tema. Bidang kajian yang dipadukan tersebut memiliki keterkaitan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar pengayaan IPA untuk pembelajaran IPA secara terpadu dengan tema Global Warming untuk siswa kelas VIII dan mengetahui validitas bahan ajar pengayaan IPA untuk pembelajaran IPA secara terpadu dengan tema Global Warming untuk siswa kelas VIII. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian pengembangan dengan rancangan mengadaptasi model yang disarankan Borg dan Gall. Langkah-langkah pengembangan menurut Borg dan Gall adalah (1) research and information collecting, (2) planning, (3) develop preliminary form of product, (4) preliminary field testing,(5) main product revision, (6) main field testing, (7) operational product revision, (8) operational field testing, (9) final product revision, and (10) dissemination and implementation. Penelitian pengembangan ini hanya sampai pada langkah ke-5. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket/kuesioner kelayakan untuk para penilai. Jenis data adalah kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari nilai rata-rata kuesioner, sedangkan data kualitatif berupa tanggapan, saran, dan kritik dari tiga orang dosen dan dua orang guru IPA SMP Negeri 1 Wajak dan SMP Negeri 1 Turen selaku penilai atau evaluator. Bahan ajar hasil pengembangan terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir. Masing-masing bagian mempunyai beberapa komponen. Bagian awal terdiri dari halaman muka/cover, kata pengantar, lembar SK dan KD, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, peta jaringan kompetensi dasar, dan peta konsep Global Warming. Bagian isi terdiri dari bagian pendahuluan, materi Global Warming, kegiatan siswa, soal diskusi, info pengetahuan, info tokoh/ilmuwan, rangkuman, dan evaluasi. Dan bagian akhir terdiri dari rangkuman, soal-soal evaluasi, dan daftar pustaka. Berdasarkan uji validasi bahan ajar pengayaan IPA diperoleh skor rata-rata 3,37 dengan persentase 83,43%. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar pengayaan IPA bernilai valid dan layak untuk digunakan.

Penerapan model pembelajaran realistic mathematic education (RME) untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika bagi siswa kelas VIII SMPN 1 Pujon / Fetti 'Arofah

 

Kata kunci : RME, pemahaman konsep, matematika Pada saat pembelajaran di dalam kelas terlihat guru masih menerapkan pembelajaran yang bersifat hafalan. Selain itu masih terlihat siswa tidak menemukan sendiri konsep matematika, guru memberikan informasi konsep matematika, kemudian siswa diberikan latihan soal tanpa siswa tahu proses menemukan konsep tersebut. Hal tersebut menyebabkan banyak siswa yang pasif dan tidak memahami materi yang diajarkan. Menurut Suharta (2002:452) RME merupakan teori pendidikan matematika yang menjembatani pengalaman sehari-hari dengan matematika di sekolah. Pembelajaran matematika yang menggunakan RME selain diharapkan meningkatkan pemahaman konsep matematika juga sekaligus mengubah paradigma pembelajaran matematika yang sering dilaksanakan yaitu guru menerangkan dan memberikan tugas yang mengakibatkan siswa umumnya hanya bekerja secara prosedural dan memahami matematika tanpa sedikit penalaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran RME (Realistic Mathematic Education) yang dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pujon. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Pujon, tanggal 23 Juli sampai 6 agustus 2010. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-G SMP Negeri 1 Pujon. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari siklus 1 dan siklus 2. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pemahamn konsep matematika siswa adalah angket, lembar observasi, wawancara, tes, dan catatan lapangan. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa sebelum diberi tindakan ada 7,14% siswa yang memiliki tingkat pemahaman intuitif , 57,14% siswa mempunyai pemahaman instruksional, 21,43% siswa mempunyai tingkat pemahaman observasional, dan 14,29% siswa mempunyai tingkat pemahaman relasional. Setelah diberi tindakan pada siklus 1 ada 0% siswa mempunyai tingkat pemahaman intuitif, 21,43% siswa mempunyai tingkat pemahaman instruksional, 57,14% siswa mempunyai tingkat pemahaman observasional, dan 21,43% siswa mempunyai tingkat pemahaman relasional. Namun, setelah diberi tindakan pada siklus 2 ada 0% siswa yang memiliki tingkat pemahaman intuitif, 0% siswa mempunyai tingkat pemahaman instruksional, 60,71% siswa mempunyai tingkat pemahaman observasional, dan 39,29% siswa mempunyai tingkat pemahaman relasional. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman konsep matematika siswa setelah dilakukan pembelajaran RME. Sehingga, dari hasil tersebut disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran RME dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika.

Bee movie: a depiction of false consciousness in labor community / Dina Rahmawati

 

Key words: Labor, exploitation, false consciousness. Nowadays, capitalism has conditioned almost all of the economic activities. The exploitation issues cannot be eluded. According to Marxist theories, exploitation usually happens between the capitalists and the proletariats. Capitalists have the power to exploit the proletariats, to gain more profit for their business by maximizing their energy, time, and minimizing their salary. Exploitation often happens and many people knew it, but it is covered very neatly. Exploitation do not appear to the surface because the environment is busied with their activity, this. Having a thorough understanding toward this issue, we are shaping in our mind the thought that what the exploitee have done is a cruel act and is less in sense of humanity. Yet, all those exploitation seem repressed and concealed perfectly in the everyday life although the exploited (the worker) is conscious with the happening exploitation. This “hidden exploitation” is covered by a mechanism which is called as ideology. Ideology is able to create a consciousness. Everything that is intentionally created always has the artificial characteristic, unreal, fiction, or false. The false consciousness in this study is a belief or view that prevents a person from being able to understand the true nature of a situation. Such as exploitation, oppression, and social relations, as they really are; the lack capacity of the human mind to develop a sophisticated awareness of how it is developed and shaped by circumstances. BEE MOVIE is one of modern literary product which is considered to be an important art form, a source of popular entertainment, and a powerful method for educating or indoctrinating citizens. The exploitation that is concealed in corporate life would be analogically analyzed in Bee Movie. This could be done of course by paying attention on the cinematography elements which are image, sound, and camera movement on the movie. By using those elements, hopefully we could fine how this movie could lead the concealed false consciousness that in the end reveal the concealed exploitation itself. By analyzing this movie, this study is expected to give a view to other people who like to see the movie that a movie can be not only a kind of entertainment, but also a mean of ideology learning.

Penerapan model pembelajaran teams games tournament (TGT) pada mata diklat akuntansi untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI AK SMK PGRI 4 Pasuruan / Olviyan Afriyani

 

Kata kunci : Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT), Aktivitas, Hasil Belajar Siswa Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan guru mata diklat, dapat disimpulkan bahwa masalah yang teridentifikasi antara lain siswa kurang aktif menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, siswa tidak berani bertanya atau kurang bisa mengungkapkan pendapat, rendahnya ketekunan sebagian siswa dalam menyelesaikan tugas, serta kurangnya partisipasi siswa dalam diskusi. Aktivitas belajar siswa yang kurang difasilitasi selama pembelajaran di kelas akan menyebabkan hasil belajar siswa menjadi rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan pembaharuan terhadap pembelajaran yang diharapkan mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, salah satunya adalah dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif TGT. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana cara menerapkan pembelajaran TGT untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI AK . instrumen yang digunakan adalah tes, pedoman wawancara, catatan lapangan, lembar observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata skor untuk keseluruhan aspek aktivitas belajar siswa pada siklus I mencapai 70,75% dan dinyatakan dalam taraf keberhasilan baik. Pada siklus II aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 16,07%, hal ini ditunjukkan dengan perolehan skor rata-rata keseluruhan aspek aktivitas sebesar 86,82% dengan taraf keberhasilan sangat baik. Analisis hasil belajar siswa menunjukkan bahwa pada siklus I jumlah siswa kelas XI AK yang dinyatakan tuntas belajar sebesar 88,63% dan 11,36% dinyatakan belum tuntas belajar. Pada siklus II tingkat ketuntasan belajar siswa kelas XI AK meningkat sebesar 91% menjadi 97,73% Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disarankan bahwa dalam menerapkan metode TGT guru harus lebih merata dan teliti dalam mengelola kelas supaya setiap siswa dalam kelompok dapat lebih aktif dalam melaksanakan proses pembelajaran. Siswa hendaknya bisa lebih aktif lagi dalam kegiatan pembelajaran, serta peneliti harus dapat membagi waktu yang tepat dan mengelola kelas dengan baik agar tahapan dalam penelitian dapat terlaksana dengan baik dan selesai tepat waktu.

Pengembangan buku ajar permainan bola basket dalam bentuk e-book untuk SMP / Rakhmat Nur Hakim

 

Kata Kunci: Pengembangan, Buku Ajar, permainan bolabasket, E-Book. Pendidikan kurang lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, karena gerak sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia. Seiring dengan kemajuan IPTEK serta komputerisasi disegala aspek kehidupan, berpengaruh besar terhadap pola pikir, perilaku dan gaya hidup. Bahan ajar disusun untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas belajar mengajar. Berbagai bentuk interaksi pembelajaran dapat berlangsung dengan tersedianya komputer sebagai media pembelajaran modern. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan peneliti melalui observasi dan wawancara diperoleh informasi bahwa 86,67% siswa senang terhadap mata pelajaran pendidikan jasmani, 42,23% siswa menggemari permainan bola basket, 31,12% menggemari permainan bola voli dan 26,65% menggemari permainan sepak bola. Sekolah tidak memiliki buku ajar khusus tentang permainan bolabasket. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku ajar permainan bola basket dalam bentuk E-Book. Produk pengembangan berupa E-Book dengan format ppt (Power Point Presentation). Menggunakan komputer sebagai media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Microsoft Power Point. E-Book berisi tentang materi sejarah, sarana, peraturan, teknik dasar, mental, dan perwasitan. E-Book dilengkapi beberapa foto gerakan dan video latihan. Terdapat evaluasi pada setiap materi. Terdapat variasi warna gambar, tulisan, halaman sehingga diharapkan siswa mudah tertarik untuk mempelajari. Peneliti mengacu model pengembangan (research and development) Borg dan Gall. Dari sepuluh langkah, ada beberapa tahap yang dimodifikasi oleh peneliti, dikarenakan jumlah sekolah dan jumlah subyek kurang dari jumlah minimal uji. Langkah-langkah yang diambil adalah: (1) Analisis kebutuhan, (2) Pembuatan rancangan produk, (3) Evaluasi ahli (4) Pembuatan produk awal, (5) Uji coba kelompok kecil, (6) Uji coba kelompok besar, (7) Produk hasil akhir pengembangan. Berdasarkan tinjauan ahli terhadap rancangan produk disimpulkan bahwa rancangan produk telah sesuai dan dapat diproduksi menjadi E-Book, selanjutnya produk berupa E-Book diuji coba menggunakan instrumen uji coba pada kelompok kecil sebanyak 12 siswa. Setelah dilakukan revisi selanjutnya produk di uji coba pada kelompok besar dengan jumlah 48 siswa. Berdasarkan dari hasil uji kelompok kecil dan hasil dari uji lapangan (kelompok besar) adalah semua isi yang ada dalam E-Book telah memenuhi kriteria dan semua isi dapat digunakan sekaligus dinyatakan bahwa E-Book yang dikembangkan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.

Zona sebaran populasi laba-laba bermata hitam Oxyopes sp. (araneae: Oxypidae) pada tanaman teh (Camellia sinensis L.O.K.) di kebun teh afdeling Wonosari Singosari Kabupaten Malang / Endah Susilowati

 

Kata kunci: zona sebaran, Oxyopes sp., faktor abiotik. Zona sebaran adalah daerah dimana tersebarnya pengendali hayati yang memiliki jarak dan melibatkan banyak individu. Laba-laba bermata tajam (Oxyopes sp.) melakukan migrasi baik secara horizontal ataupun vertikal disaat mencari makanan. Pengendalian hama terpadu merupakan salah satu cara pengendalian hama yang ramah lingkungan. Pengendalian hama terpadu atau pengendalian alamiah merupakan pengendalian hama dengan memanfaatkan musuh-musuh alaminya (predator). Laba-laba bermata tajam (Oxyopes sp.) adalah serangga yang terkenal sebagai pemangsa (predator) serangga hama Empoasca sp. pada tanaman teh. Laba-laba bermata tajam tergolong Laba-laba pemburu dan makanan utamanya adalah serangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jumlah anggota populasi Laba-laba bermata tajam (Oxyopes sp.) pada tanaman teh (Camellia sinensis L.O.K) di zona A, B, dan C antara klon TRI 2024, TRI 2025, dan Assamicca pada waktu pagi, siang dan sore hari dan faktor lingkungan yang mempengaruhi populasi Laba-laba bermata tajam (Oxyopes sp.) pada tanaman teh (Camellia sinensis L.O.K) di area Kebun Teh Afdeling Wonosari Singosari Kabupaten Malang. Faktor-faktor abiotik yang diukur meliputi kecepatan angin, suhu, kelembapan udara, dan intensitas cahaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil pengamatan dan penghitungan maka dideskripsikan tentang jumlah anggota populasi pada klon teh TRI 2024, TRI 2025, dan Assamica di zona (A, B, dan C) pada waktu pagi, siang dan sore hari kemudian diperjelas dengan diagram batang. Untuk mengetahui faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap jumlah anggota populasi Laba-laba bermata tajam (Oxyopes sp.) dianalisis dengan regresi ganda bertahap (stepwise-multivariate) dengan menggunakan progam SPSS. Sedangkan untuk mengetahui pola sumbangan terbesar dianalisis statistik dengan r2 parsial. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa perbedaan jumlah anggota populasi Laba-laba bermata tajam (Oxyopes sp.) antara klon TRI 2024, TRI 2025 dan Assamica paling banyak ditemukan pada klon teh TRI 2025. Perbedaan jumlah anggota populasi Laba-laba bermata tajam (Oxyopes sp.) pada tanaman Teh (Camellia Sinensis L.O.K) antara Zona A, B dan C paling banyak ditemukan pada zona C. Dari perbedaan jumlah anggota populasi Laba-laba bermata tajam (Oxyopes sp.) antara Zona A, Zona B dan Zona C diungkap bahwa zona sebaran populasi Laba-laba bermata tajam (Oxyopes sp.) di Kebun Teh Wonosari, Singosari, Kabupaten Malang tidak teratur atau acak. ii Berdasarkan grafik zona sebaran Laba-laba bermata tajam (Oxyopes sp.) pada zona A, B dan C di klon teh TRI 2024, TRI 2025 dan Assamica dapat terlihat bahwa pada setiap klon teh yang diamati perpindahan serangga atau zona sebaran Laba-laba tidak teratur. Berdasarkan perhitungan regresi linier terlihat bahwa semua faktor lingkungan yang diukur selama penelitian mempengaruhi jumlah anggota populasi Laba-laba bermata tajam (Oxyopes sp). Nilai semua faktor abiotik dengan analisis regresi ganda bertahap (stepwise-multivariate) yang mempengaruhi jumlah anggota populasi Laba-laba bermata tajam (Oxyopes sp.) dengan R2 ganda total di klon TRI 2024 sebesar 1,49 %, sedangkan pola sumbangan faktor abiotik terbesar untuk klon teh TRI 2024 berdasarkan nilai r2 adalah intensitas cahaya sebesar 10,093% (X1), kelembapan udara sebesar 2,436% (X2), suhu 1,894% (X3), dan kecepatan angin 0,477% (X4). Pada TRI 2025 R2 ganda total sebesar 1,75 %, pola sumbangan faktor abiotik berdasarkan nilai r2 adalah suhu sebesar 9,715% (X1), kelembapan udara sebesar 5,907% (X2), intensitas cahaya 1,295% (X3), dan kecepatan angin 0,582% (X4). Nilai faktor abiotik R2 ganda total pada klon Assamica sebesar 0,81 %, sedangkan pola sumbangan faktor abiotik berdasarkan nilai r2 adalah intensitas cahaya sebesar 7,884% (X1), suhu sebesar 0,115% (X2), kecepatan angin 0,054% (X3), dan kelembapan udara 0,046% (X4). Zona A nilai R2 ganda total sebesar 1,38 %, pola sumbangan faktor abiotik berdasarkan nilai r2 adalah kelembapan udara sebesar 10,439% (X1), suhu sebesar 2,571% (X2), kecepatan angin 0,655% (X3), dan intensitas cahaya 0,134% (X4). Nilai semua faktor abiotik zona B dengan R2 ganda total sebesar 1,47 %, sedangkan pola sumbangan faktor abiotik berdasarkan nilai r2 adalah suhu sebesar 7,729% (X1), intensitas cahaya 3,515% (X2), kelembapan udara 0,134% (X3), dan kecepatan angin 0,733% (X4). Pada zona C nilai R2 ganda total sebesar 1,76%, pola sumbangan faktor abiotik berdasarkan nilai r2 adalah suhu sebesar 7,729% (X1), intensitas cahaya 3,515% (X2), kelembapan udara 0,134% (X3), dan kecepatan angin 0,733% (X4). Faktor abiotik pada pagi hari nilai R2 ganda total sebesar 2,6%, pola sumbangan faktor abiotik yang mempengaruhi berdasarkan nilai r2adalah intensitas cahaya sebesar 1,263% (X1), kecepatan angin sebesar 0,572% (X2), suhu 0,514% (X3), dan kelembapan udara 0,249% (X4). Faktor abiotik yang mempengaruhi jumlah anggota pada siang hari nilai R2 ganda total sebesar 0,54 %, pola sumbangan faktor abiotik berdasarkan nilai r2 adalah kecepatan angin sebesar 5,203% (X1), kelembapan udara sebesar 0,18% (X2), intensitas cahaya 0,009% (X3) dan suhu 0,007% (X4). Sore hari nilai R2 ganda total untuk pengaruh faktor abiotik sebesar 0,18 %, pola sumbangan faktor abiotik berdasarkan nilai r2 adalah intensitas cahaya sebesar 0,775% (X1), kecepatan angin sebesar 0,481% (X2), suhu 0,345% (X3) dan kelembapan udara 0,199% (X4).

Pengembangan inventori kelola diri akademik siswa SMK / Bambang Dibyo Wiyono

 

Kata Kunci : Pengembangan, Inventori Kelola Diri Akademik, Siswa SMK Siswa yang berada pada jenjang pendidikan SMK, mulai mempersiapkan diri untuk menjadi dewasa sesuai dengan karakteristik masa remaja dan tugas-tugas perkembangannya. Agar tercapai tugas-tugas perkembangan siswa secara optimal dibutuhkan bimbingan dan adanya kegiatan pendukung serta alat atau sarana yang memadai dan bisa digunakan konselor, di antaranya inventori kelola diri akademik. Tujuan pengembangan yang dilakukan adalah untuk menghasilkan inventori kelola diri akademik siswa SMK yang memenuhi standar alat ukur inventori meliputi tingkat validitas, reliabilitas dan penormaan yang memadai. Pengembangan inventori kelola diri akademik ini menggunakan model pengembangan yang dikembangkan oleh Borg & Gall (1983). Model ini dinamakan penelitian dan pengembangan (research and development) yang terdiri dari 10 langkah pengembangan yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan informasi; (2) perencanaan; (3) pengembangan produk; (4) uji ahli; (5) revisi produk utama; (6) uji coba terbatas (uji permulaan); (7) revisi produk operasional; (8) uji lapangan; (9) revisi produk akhir; (10) penyusunan produk akhir. Hasil produk inventori kelola diri akademik melalui uji coba dan uji lapangan utama, dari 87 butir pernyataaan yang dipaparkan, maka diperoleh 50 butir yang memenuhi tingkat validitas konstruk melalui uji ahli dan perhitungan koefisien validitas r hitung ≥ r tabel dengan tingkat signifikansi p ≤ 0,05. Produk pengembangan inventori kelola diri akademik memiliki tingkat koefisien reliabilitas Alpha sebesar 0,840. Artinya butir-butir pernyataan inventori mempunyai tingkat keajegan yang tinggi apabila diujikan pada sampel yang sama karakteristiknya pada waktu yang berbeda. Penyusunan penormaan inventori kelola diri akademik disusun menggunakan norma sekolah dengan norma persentil atau skor persentil. Hasil distribusi data dibagi menjadi tiga (3) kategori yaitu kelola diri akademik tinggi, sedang, dan rendah. Berdasarkan hasil penelitian ini, diajukan berbagai saran bagi konselor SMKN 5 Malang, hasil produk pengembangan inventori kelola diri akademik dapat digunakan sebagai salah satu teknik pemahaman individu non tes, sehingga inventori kelola diri akademik dapat dipergunakan konselor SMKN 5 Malang sebagai salah satu alat pengumpul data pribadi siswa, khususnya aspek kelola diri akademik. Bagi penulis, hasil produk inventori kelola diri akademik dapat digunakan sebagai salah satu alat pengumpul data pribadi untuk memahami kelola diri akademik siswa, serta memberikan pengalaman dan motivasi untuk melakukan penelitian pengembangan yang lain.

Peningkatan pemahaman membaca teks bahasa Indonesia melalui metode tanya jawab pada kelas IV SDN Manaruwi II Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan / Sebastiana M. Remetwa

 

Perbandingan model pembelajaran learning cycle 5 fase (LC 5E) dengan problem based learning (PBL) pokok bahasan zat aditif makanan, adiktif, dan psikotropika kelas VIII SMP Negeri 15 Malang semester genap tahun ajaran 2009/2010 / Wiwin Nilawati

 

Kata kunci: LC 5E, PBL, zat aditif makanan, adiktif dan psikotropika Upaya meningkatkan hasil belajar siswa, seorang guru harus bisa menggunakan model pembelajaran yang inovatif dan berorientasi konstruktivistik. model pembelajaran yang berorientasi konstruktivistik diantaranya seperti LC 5E dan PBL. Kedua model tersebut apakah dapat memberikan hasil yang sama terhadap persepsi siswa dan hasil belajar, merupakan permasalahan penelitian ini. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran LC 5E dengan PBL pada materi zat aditif makanan, adiktif dan psikotropika dan bagaimana persepsi siswa SMP Negeri 15 Malang terhadap model pembelajaran LC 5E dan PBL. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Malang semester genap tahun ajaran 2009/2010. Sampel penelitian teridiri dari kelas VIII C sebagai kelas PBL dan kelas VIII E sebagai kelas LC 5E. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah penarikan sampel secara acak berkelompok (cluster random sampling). Instumen yang digunakan meliputi RPP, LKS, tes, dan angket. Uji coba soal tes hasil belajar zat aditif makanan 25 butir soal dengan reliabilitas 0,709, sedangkan pada uji coba soal tes hasil belajar zat adiktif dan psikotropika 25 butir soal dengan reliabilitas 0,716. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis presentatif untuk analisis keaktifan, dan persepsi siswa, sedangkan analisis statistik meliputi uji normalitas, homogenitas, kesamaan ratarata, uji hipotesis dengan uji t dua pihak. Dalam hal ini peneliti menggunakan bantuan program SPSS. 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pada materi zat aditif makanan, adiktif dan psikotropika memberikan hasil belajar siswa yang berbeda pada model pembelajaran LC dan PBL. Pada materi zat aditif makanan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada model pembelajaran LC dan PBL adalah 73,30 dan 68,49 sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada materi zat adiktif dan psikotropika adalah 79,65 dan 72,03. Nilai rata-rata zat aditif makanan, adiktif dan psikotropika pada model pembelajaran LC dan PBL adalah 76,475 dan 70,26. 2) Persepsi siswa pada model pembelajaran LC memberikan respon yang lebih baik daripada model pembelajaran PBL. Persepsi siswa terhadap model pembelajaran LC, siswa kelas VIIIE 43% memberikan respon sangat positif dan 57% positif, sedangkan persepsi siswa kelas VIIIC terhadap model pembelajaran PBL diperoleh 26% merespon sangat positif dan 74% merespon positif.

Peranan prestasi belajar mahasiswa terhadap keaktifan berorganisasi dalam organisasi kemahasiswaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Handhini Sutharatri

 

Kata kunci: prestasi belajar mahasiswa, keaktifan berorganisasi, Fakultas Ekonomi. Dunia perguruan tinggi merupakan tempat pendidikan yang mengedepankan kemandirian bagi individu yang terlibat di dalamnya, sehingga kebebasan dalam bidang akademik maupun non akademik sangat terasa bila dibandingkan dengan tingkat pendidikan di bawahnya. Aspek kegiatan dalam dunia perkuliahan, yaitu kegiatan intrakurikuler (akademik) dan kegiatan ekstrakurikuler (keaktifan dalam berorganisasi) menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kegiatan seorang mahasiswa sebagai kunci awal untuk membuka kesuksesan. Seperti halnya motivasi berprestasi (achievement motivation) yang disampaikan oleh Mc Clelland. Dalam penelitian ini masalah yang akan dikaji adalah tentang 1) tingkat prestasi belajar mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (nilai rata-rata untuk Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan/MKK Fakultas dengan sandi MFE sebanyak 9 matakuliah), 2) tingkat keaktifan berorganisasi mahasiswa dalam Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (dalam penelitian ini, Organisasi Kemahasiswaan yang dimaksud adalah DMFE,BEMFE, HMJ EKP, HMJ AKT, HMJ MNJ, dan LSO LP3ME), dan 3) peranan prestasi belajar mahasiswa terhadap keaktifan berorganisasi dalam Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitiannya adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang angkatan tahun 2007 dan tahun 2008 dari semua Jurusan, baik itu Jurusan Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, maupun Manajemen yang berpartisipasi dalam Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang periode tahun 2009 dan tahun 2010. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling kemudian dilanjutkan dengan teknik Proportional Random Sampling.Penentuan ukuran sampel dalam penelitian ini menggunakan cara yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan sebesar 5%, hingga ditemukan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 55 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner atau angket dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisis datanya menggunakan analisis statistik deskriptif dan Crosstab (tabel silang). Program komputer yang digunakan adalah SPSS 16.00 for windows. 4 Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis statistik deskriptif untuk hasil prestasi belajar mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, baik angkatan tahun 2007 maupun tahun 2008 yang berpartisipasi dalam kehidupan berorganisasi dalam Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang frekuensi terbanyak termasuk dalam kategori sedang. Begitu pula untuk tingkat keaktifan berorganisasi mahasiswa dalam Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, baik angkatan tahun 2007 dan tahun 2008 sama-sama berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil analisis Crosstab untuk peranan variabel X terhadap variabel Y adalah 1) untuk mahasiswa angkatan tahun 2007 diperoleh Chi-Square hitung > Chi-Square tabel (19,953 > 16,919) dan probabilitas < 0,05 (0,018 < 0,05), 2) untuk mahasiswa angkatan tahun 2008 diperoleh Chi-Square hitung > Chi-Square tabel (34,927 > 16,919) dan probabilitas < 0,05 (0,000 < 0,05). Dari hasil analisis tersebut ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak. Artinya ada hubungan antara prestasi belajar mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (angkatan tahun 2007 dan tahun 2008) dengan keaktifan berorganisasi dalam Organisasi Kemahasiswaan. Sehubungan dengan hasil penelitian di atas, maka saran yang dapat diberikan oleh penulis adalah kepada mahasiswa, yaitu hendaknya melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar di kelas; lebih melibatkan diri secara aktif dalam Organisasi Kemahasiswaan di lingkungan kampus, baik tingkat Universitas maupun tingkat Fakultas karena akan memperoleh pengalaman edukatif yang akan mempengaruhi sikap dan cara berpikirnya; serta senantiasa menyeimbangkan antara aktivitas akademik (perkuliahan) dan non akademik (kegiatan organisasi) agar dapat berjalan seimbang dan tidak saling merugikan.

Pengaruh ekstrak daun kulit batang tanaman bungur (Lagerstroemia speciosa Pers.) pada beberapa konsentrasi terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae secara in vitro / Istikomah

 

Ekosistem terumbu karang di kawasan wisata bahari Gili Terawangan Lombok dan pengaruh hidrokarbon pada masa lethal karang Acropora spp / Muhlis

 

Kata kunci: ekosistem, terumbu karang, hidrokarbon, masa lethal karang Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki jumlah pulau sebanyak 18.110 membentang sepanjang 5000 km dan lebar sekitar 2000 km dengan garis pantai 108.920 km yang memiliki sumber daya alam hayati yang melimpah salah satunya adalah ekosistem terumbu karang yang luasnya 60.000 km atau satu per delapan dari luas total terumbu karang dunia diantaranya yang berada di kawasan wisata bahari gili terawangan lombok seluas 170 hektar. Terumbu karang merupakan suatu ekosistem unik perairan tropis dengan tingkat kesuburan, keanekaragaman biota dan nilai estetika yang tinggi, namun termasuk salah satu yang paling peka terhadap perubahan kualitas lingkungan. Peranan biofisik ekosistem terumbu karang sangat beragam, di antaranya sebagai tempat tinggal, tempat berlindung, tempat mencari makan dan berkembang biak bagi beragam biota laut, terumbu karang juga berperan sebagai penahan gelombang dan ombak terhadap pengikisan pantai, dan penghasil sumberdaya hayati yang bernilai ekonomi tinggi. Terumbu karang sangat sensitif terhadap pengaruh lingkungan, baik yang bersifat fisik maupun kerusakan akibat aktivitas manusia.Keberadaan terumbu karang di kawasan bahari Gili terawangan sebagai sumber daya tarik wisatawan untuk mengunjunginya dan sebagai sumber belajar tentang ekosistem terumbu karang sehingga perlu dilakukan penelitian tentang ekosistem trumbu karang pada kawasan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Kondisi terumbu karang tentang persen tutupan karang, indeks kematian karang, bentuk pertumbuhan karang dan indeks keragaman bentuk pertumbuhan karang pada perairan kawasan wisata bahari Gili Terawangan 2. Kondisi oseanografi (kecerahan, suhu, kecepatan arus, salinitas, Ph, dan oksigen terlarut) perairan pada zona windward dan zona leeward di kawasan wisata bahari Gili Terawangan 3. Hubungan kondisi oseanografi dengan kondisi ekosistem terumbu karang di perairan kawasan wisata bahari Gili Terawangan 4. Laju pertumbuhan karang A. Nobilis dengan A. Nosuta pada perairan kawasan wisata bahari Gili Terawangan 5. Laju pertumbuhan karang Acropora spp pada zona windward dengan zona leeward pada perairan kawasan wisata bahari Gili Terawangan; 6. Hubungan interaksi zona dan jenis karang Acropora spp terhadap laju pertumbuhan karang Acropora spp 7. Pengaruh hidrokarbon dalam air terhadap masa lethal karang Acropora spp; 8. Pengaruh hidrokarbon dalam air terhadap kandungan hidrokarbon dalam kerangka karang Acropora spp; 9. Pengaruh hidrokarbon dalam kerangka karang Acropora terhadap masa letal karang Acropora spp; 10. Upaya untuk mempermudah mengakses materi perkuliahan ekosistem terumbu karang dalam perkuliahan biologi laut melalui penulisan bahan ajar Hasil pengamatan kondisi ekosistem terumbu karang di Gili terawangan menunjukkan bahwa ada perbedaan kondisi ekosistem terumbu karang pada zona windward dengan kondisi ekosistem terumbu karang pada zona leeward. Kondisi ekosistem terumbu karang zona windward persen tutupan karangnya 36,9% termasuk kategori sedang, indeks kematian karangnya 0,17 nilai indeks kematian karang kategori tinggi, bentuk pertumbuhan karangnya ditemukan 13 jenis 251 jumlah bentuk pertumbuhan karang dengan indeks keragamannya 0,8429 didominasi oleh bentuk pertumbuhan karang foliose 25,9%, bentuk pertumbuhan karang massive 25,5% dan bentuk pertumbuhan karang branching 17,53%. Kondisi ekosistem terumbu karang pada zona leeward persentase tutupan karangnya 23,72% kategori jelek, indeks kematian karangnya sebesar 0,45 nilai indeks kematian kategori tinggi, bentuk pertumbuhan karangnya ditemukan 11 jenis 276 jumlah bentuk pertumbuhan dengan indeks keragaman 0,4568 didominasi oleh bentuk pertumbuhan Coral Massive 36,59%. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: 1) Terdapat perbedaan kualitas faktor oseanografi pada zona windward dengan zona leeward, kualitas oseanografi zona winward kecerahannya 22,36 m, suhu 27,52 oC, kecepatan arus 4.77 m/mnt, salinitas 33.21 Ppt, pH 7.56 dan oksigen terlarut 6.41 Mg.l-1. Zona leeward kecerahannya 14,36 m, suhu 27,83 oC, kecepatan arus 2.68 m/mnt, salinitas 31.54 ppt, pH 7.77 dan oksigen terlarut 5.40 Mg.l-1 2) Terdapat hubungan antara faktor oseanografi (kecerahan, suhu, kecepatan arus, salinitas, pH, dan oksigen terlarut) dengan kondisi ekosistem terumbu karang, dari enam faktor oseanografi yang memiliki sumbangan efektif tertinggi adalah salinitas sebesar 49,79%, dan terrendah adalah pH sebesar 1,52%. 3) Terdapat perbedaan laju pertumbuhan karang Acropora spp pada jenis yang berbeda, 4) Terdapat perbedaan laju pertumbuhan karang Acropora spp pada zona yang berbeda, 5) Terdapat perbedaan laju pertumbuhan karang Acropora spp pada interaksi jenis karang dengan zona. Laju pertumbuhan karang Acropora spp tertinggi yaitu Acropora nobilis pada zona windward sebesar 22,18 mm dan yang teredah yaitu Acropora nosuta pada zona leeward sebesar 17,38.mm dalam waktu 140 hari. 6) Terdapat hubungan masa lethal karang Acropora spp dengan hidrokarbon dalam air 7) Terdapat hubungan masa lethal karang Acropora spp dengan kandungan hidrokarbon dalam karang 8) Terdapat hubungan Kandungan hidrokarbon dalam karang dengan hidrokarbon dalam air. Hidrokarbon mempengaruhi masa lethal karang sebesar 66,1% 9) Masa lethal karang Acropora spp terjadi pada konsentrasi hidrokarbon 0,5 L/m3 setelah 58,9.jam, konsentrsi hidrokarbon 1,0 L/m3 terjadi lethal pada 50,25 jam, konsentrsi hidrokarbon 2,0 L/m3 terjadi lethal pada 34.04.jam, konsentrsi hidrokarbon 3,0 L/m3 terjadi lethal setelah 32,1 jam. Hasil penelitian ini menjadi bahan ajar pada perkuliahan biologi laut berupa modul yang berjudul ekosistem terumbu karang dan prosedur pengamatannya

Pengaruh penerapan model pembelajaran learning cycle dalam meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa kelas XI semester II SMAN 10 Malang pada pokok bahasan koloid / Yesi Sulistiani

 

Kata kunci: Learning Cycle, hasil belajar kimia, motivasi, koloid Kualitas kehidupan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan. Oleh karena itu pembaharuan pendidikan perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Salah satu upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah adalah dengan diterapkannya metode pembelajaran yang konstruktivistik (students centered). Model pembelajaran Learning Cycle merupakan salah satu model pembelajaran konstruktivistik yang menyarankan agar proses pembelajaran dapat melibatkan siswa dalam kegiatan belajar yang aktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu (quasy experimental design) dan rancangan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI semester 2 SMA Negeri 10 Malang tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah tiga kelas yaitu kelas XI-IPA1 sampai XI-IPA3. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling kelompok. Dari teknik tersebut diperoleh sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI-IPA2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-IPA3 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen dikenai perlakuan menggunakan metode pembelajaran Learning Cycle dan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran yang biasa dilakukan oleh guru (metode konvensional). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran, angket motivasi belajar dan respon siswa. Dari hasil uji coba tes prestasi belajar diperoleh 25 soal valid dengan tingkat realibilitas 0,9208. Perbedaan prestasi belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol dianalisis dengan uji-t dua pihak. Untuk memperoleh gambaran secara nyata tentang motivasi siswa dideskripsikan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan metode pembelajaran konvensional pada materi pokok koloid dimana rerata hasil belajar siswa yang diajar dengan metode Learning Cycle lebih tinggi (80,08) daripada siswa yang diajar dengan metode konvensional (76,26). (2) Ada perbedaan hasil belajar kognitif antara kelompok atas dan kelompok antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode konvensional pada pokok bahasan koloid. (3) Ada perbedaan hasil belajar kognitif pada siswa dari model pembelajaran Learning Cycle kelompok atas, model pembelajaran Learning Cycle kelompok bawah, model pembelajaran konvensional kelompok atas, dan model pembelajaran konvensional kelompok bawah pada pokok bahasan koloid. (4) Hasil belajar afektif dan psikomotorik siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Learning Cycle lebih baik daripada hasil belajar afektif dan psikomotorik siswa yang diajar secara konvensional pada materi pokok koloid. (5) Motivasi belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Learning Cycle lebih tinggi (sangat termotivasi 18,42%, termotivasi 78,95%, kurang termotivasi 2,63%, tidak termotivasi 0%) daripada motivasi belajar siswa yang diajar secara konvensional (sangat termotivasi 2,63%, termotivasi 84,21%, kurang termotivasi 13,16%, tidak termotivasi 0%) pada materi pokok koloid. (6) Respon siswa terhadap pembelajaran dengan model pembelajaran Learning Cycle pada materi koloid sangat baik. Hal ini dapat dibuktikan dari persentase respon siswa dimana sebanyak 26,32% siswa memberikan respon sangat positif, 52,63% siswa memberikan respon positif, 21,05% siswa memberikan respon negatif, dan 0% siswa memberikan respon sangat negatif.

Korelasi antara status sosial ekonomi orang tua dengan pilihan karier siswa kelas XI SMA 01 PGRI Kabupaten Tuban / Risma Mukti Amalia

 

Kata Kunci: Status Sosial Ekonomi Orangtua, Pilihan Karier, Siswa SMA. Status sosial ekonomi adalah kedudukan seseorang dalam masyarakat yang ditinjau dari tingkat pendidikan, pekerjaan dan tingkat penghasilannya. Pilihan karier adalah proses kegiatan menyusun rencana karier yang merupakan cita-cita seseorang, sebagai upaya untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan yang akan digelutinya dimasa yang akan datang dengan melibatkan keterampilan dan kemampuan yang dimiliki oleh individu terdsebut. Dalam latar belakang sosial ekonomi, aspek ekonomi akan memainkan peranan yang dominan dalam menentukan pilihan karier, dengan kata lain status sosial ekonomi orangtua mempunyai hubungan dalam pilihan karier anak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui status sosial ekonomi orangtua siswa kelas XI SMA 1 PGRI Tuban, (2) mengetahui arah pilihan karier siswa kelas XI SMA 1 PGRI Tuban, dan (3) mengetahui korelasi antara status sosial ekonomi orang tua dan pemilihan karier siswa kelas XI SMA 1 PGRI Tuban. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA 1 PGRI Tuban dengan jumlah sampel yang digunakan 75 siswa. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner status sosial ekonomi orangtua dan kuesioner pilihan karier. Teknik analisa data menggunakan dua cara, yaitu statistik deskriptif dan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sangat sedikit (13,3%) status sosial ekonomi orangtua tinggi, sedikit (38,7%) status ekonomi orangtua menengah, banyak (48 %) status sosial ekonomi rendah, (2) banyak (64%) siswa yang mempunyai pilihan karier tinggi, sedikit (22,7%) siswa yang mempunyai pilihan karier menengah, sangat sedikit (13,3%) siswa yang mempunyai pilihan karier rendah, (3) ada hubungan positif antara status sosial ekonomi orangtua dengan pilihan karier siswa di SMA 1 PGRI Tuban. Hasil analisis korelasi diperolek r hitung sebesar 0,657, sedangkan r tabel sebesar 0,312, dengan kata lain r hitung > daripada r tabel. Hal ini membuktikan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara status sosial ekonomi orangtua dengan pilihan karier siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada: (1) Sekolah dapat memberikan penyuluhan dan pengenalan kepada siswa mengenai dunia kerja, yang dapat dijadikan tambahan materi pengajaran bimbingan dan konseling, (2) Konselor mampu mengarahkan dan mempersiapkan para siswa untuk memasuki sekolah lanjutan yang sesuai dengan karier yang diinginkan oleh siswa, (3) Siswa ii diharapkan dapat mengetahui dan memahami macam-macam jenis pekerjaan yang ada di dunia kerja, agar siswa secara tepat dapat memasuki dunia kerja yang sesuai dengan bakat dan minatnya dengan melihat dari latar belakang status sosial ekonomi orangtuanya.

Pengaruh persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru dan lingkungan belajar siswa di sekolah terhadap kesiapan belajar siswa kelas XI IPS dan XII IPS dalam implementasi sekolah bertaraf internasional di SMA Negeri 1 Blitar / Indra Perdana Kusuma

 

Kata Kunci: Persepsi Siswa, Kompetensi Profesional Guru, Lingkungan Belajar Siswa, Kesiapan Belajar Siswa. Menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dapat dilakukan dengan peningkatan kualitas dunia pendidikan. Dunia pendidikan tidak terlepas dari peranan guru dan lingkungan belajar yang ada di sekolah. Tentunya kedua hal tersebut berkaitan dengan bagaimana siswa mempersiapkan diri untuk belajar. Siap atau tidaknya siswa dalam belajar di sekolah dapat dipengaruhi oleh persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru dan bagaimana kondisi lingkungan belajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru dan lingkungan belajar siswa di sekolah terhadap kesiapan belajar siswa kelas XI IPS dan XII IPS di SMA Negeri 1 Blitar, baik secara parsial maupun secara simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS dan XII IPS dengan jumlah 194 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 60 siswa yang diambil dengan metode proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru berpengaruh terhadap kesiapan belajar siswa kelas XI IPS dan XII IPS di SMA Negeri 1 Blitar dengan nilai thitung=2,235. Sedangkan lingkungan belajar siswa di sekolah tidak berpengaruh terhadap kesiapan belajar siswa kelas XI IPS dan XII IPS di SMA Negeri 1 Blitar dengan nilai thitung=0,301. Secara simultan, persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru dan lingkungan belajar siswa di sekolah secara bersama-sama berpengaruh terhadap kesiapan belajar siswa kelas XI IPS dan XII IPS di SMA Negeri 1 Blitar dengan nilai Fhitung=3,277. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang direkomendasikan adalah seluruh warga sekolah harus selalu menjaga suasana lingkungan belajar yang aman dan nyaman sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif. Tidak adanya pengaruh antara lingkungan belajar siswa di sekolah terhadap kesiapan belajar siswa hendaknya peneliti yang tertarik dengan penelitian serupa, menambah jumlah variabel bebas yang masih berkaitan dengan persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru dan lingkungan belajar siswa di sekolah.

Pengembangan media pembelajaran berbasis web pada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kelas XI di SMA Al-Rifa'ie Ketawang Gondanglegi Malang / Qoriatul Qurani

 

Kata Kunci: pengembangan, pembelajaran berbasis web, teknologi informasi dan komunikasi Perkembangan teknologi informasi semakin berkembang dan membawa dampak yang cukup besar pada bidang pendidikan. Perkembangan teknologi informasi tersebut semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam pendidikan. Pemanfaatan hasil-hasil teknologi tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan salah satu teknologi jaringan belajar yang disebut sebagai online technology. Teknologi ini menawarkan suatu alternatif yang memungkinkan pebelajar dapat mengakses sendiri materi atau bahan yang dibelajarkan (self-contained materials) yaitu dalam bentuk pembelajaran berbasis web atau online learning. Pembelajaran berbasis web merupakan pembelajaran yang dikemas melalui halaman-halaman web yang bisa memberikan perbedaan pemahaman diantara pebelajar tentang pengalaman belajar yang dialaminya. Media Pembelajaran berbasis web ini akan dikembangkan di SMA Al-Rifa’ie Ketawang Gondanglegi Malang pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi kelas XI. Pengembangan adalah proses mengembangkan yang sistematis dari analisis, merancang, membangun, implementasi dan evaluasi. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran berbasis web ini akan melalui tahap-tahap yang sesuai dengan pengembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menghasilkan suatu produk berupa media pembelajaran berbasis web di SMA Al-Rifa’ie Ketawang Gondanglegi Malang pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi kelas XI, (2) mengetahui validitas media pembelajaran berbasis web yang telah dikembangkan menurut para ahli dan pebelajar sebagai pengguna produk. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengemabangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan: (1) analysis, (2) desain, (3) development, (4) implementation, (5) evaluation. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam pengembangan ini berupa angket yang disebarkan kepada dua ahli media, ahli materi, dan 10 responden pebelajar. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa perhitungan rata-rata dan persentase yang diperoleh dari hasil penskoran yang kemudian diterjemahkan kevalidannya, sedangkan data kualitatif berupa tanggapan dari validator terhadap media pembelajaran berbasis web yang dikembangkan. Produk media pembelajaran berbasis web ini menggunakan software Claroline 192 dengan server Appserv-win32-2.5.10. Media pembelajaran berbasis web ini bisa diakses melalui alamat www.qqtep.com. Hasil validasi isi terhadap media pembelajaran berbasis web menunjukkan hasil yang valid dengan perhitungan skor dari ahli media pertama 99,1%, ahli media kedua 83,92%, ahli materi 86,6%, dan responden pebelajar 89,9%. Hasil pengembangan media pembelajaran berbasis web yang telah direvisi meliputi: (1) penggunaan bahasa yang konsisten, (2) penambahan animasi dan gambar pada tampilan, (3) memperjelas navigasi pada media, (4) penambahan petunjuk pemanfaatan untuk pembelajar.

Identifikasi konsep sukar dan salah konsep materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi pada siswa SMA Negeri 2 Pasuruan tahun ajaran 2010/2011 / Husnul Istiqomah

 

Kata kunci: konsep sukar, salah konsep, faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Perkembangan ilmu kimia yang didasari oleh hasil eksperimen dapat memunculkan konsep kimia yang bersifat abstrak. Keabstrakan ilmu kimia membuat mata pelajaran kimia dianggap paling sulit dan menjenuhkan. Penyebab kegagalan mempelajari ilmu kimia adalah kegagalan mempelajari konsep kimia. Konsep kimia dikembangkan berurutan dari konsep sederhana hingga kompleks. Konsep kompleks hanya dapat dipahami jika konsep yang lebih sederhana telah benar-benar dipahami. Kesulitan memahami konsep mengakibatkan terjadi konsep sukar yang berpeluang menimbulkan salah konsep. Siswa dikatakan mengalami salah konsep apabila memberikan jawaban salah secara konsisten pada sejumlah soal yang memiliki dasar konsep sama. Kesalahan pada konsep yang fundamental berdampak pada pemahaman konsep berikutnya yang lebih kompleks. Salah satu konsep kimia yang abstrak dan memerlukan pemahaman konseptual adalah faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Konsep laju reaksi merupakan salah satu konsep dasar, tetapi seringkali sukar untuk dipahami sehingga berpotensi menimbulkan salah konsep. Konsep sukar adalah konsep dengan persentase jawaban salah siswa (PJS) lebih dari dan atau sama dengan 61%. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi: (1) jenis konsep sukar; dan (2) jenis kesukaran; dan (3) jenis salah konsep. Penelitan dilakukan dengan pendekatan deskriptif. Instrumen penelitian berupa tes diagnostik berbentuk tes pilihan ganda dengan empat alternatif pilihan jawaban dan satu pilihan jawaban kosong serta disertai dengan alasan pemilihan jawaban. Soal disusun berdasarkan peta konsep dan kisi soal. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI-IA SMA Negeri 2 Pasuruan tahun ajaran 2010/2011. Hasil wawancara digunakan sebagai triangulasi data. Analisis data meliputi pemberian skor, pengelompokkan butir soal berdasarkan konsep dalam kisi-kisi soal, penentuan konsep sukar, perhitungan persentase siswa yang menjawab pilihan jawaban salah, dan penentuan salah konsep siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) konsep sukar yang dialami oleh siswa kelas XI-IA SMA Negeri 2 Pasuruan berdasarkan PJS adalah konsep (a) laju reaksi berdasarkan persamaan r = ΔC/Δt, (b) pengaruh pereaksi terhadap laju reaksi berdasarkan persamaan r = k[A]x[B]y (khususnya reaksi orde 1), (c) hubungan pengaruh perubahan konsentrasi terhadap tumbukan partikel, (d) pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi, (e) hubungan pengaruh luas permukaan terhadap tumbukan partikel, (f) pengaruh perubahan temperatur terhadap laju reaksi, (g) pengaruh perubahan temperatur terhadap tumbukan partikel, (h) definisi dan peran katalis, (i) pengaruh perubahan konsentrasi, luas permukaan, atau temperatur terhadap tumbukan partikel, (j) pengaruh perubahan konsentrasi, temperatur, dan katalis terhadap tumbukan efektif, dan (k) pengaruh perubahan konsentrasi, luas permukaan, temperatur, dan katalis terhadap laju reaksi. Konsep definisi dan peran katalis merupakan konsep paling sukar dengan nilai PJS sebesar 88%. (2) jenis kesukaran yang dimiliki siswa adalah sukar: (a) mendefinikan dan membedakan konsep laju reaksi berdasarkan persamaan r = ΔC/Δt, (b) mendefinisikan, mengidentifikasi, dan membedakan pengaruh pereaksi terhadap laju reaksi berdasarkan persamaan r = k[A]x[B]y (khususnya reaksi orde 1), (c) mengidentifikasi dan membedakan pengaruh perubahan konsentrasi terhadap tumbukan partikel, (d) mengidentifikasi dan menghubungkan pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi, (e) mendefinisikan, mengidentifikasi, dan membedakan pengaruh luas permukaan terhadap tumbukan partikel, (f) mengidentifikasi, menghubungkan, dan membedakan pengaruh perubahan temperatur terhadap laju reaksi, (g) mengidentifikasi dan membedakan pengaruh perubahan temperatur terhadap tumbukan partikel, (h) mendefinisikan katalis, mengidentifikasi dan menghubungkan peran katalis terhadap laju reaksi, (i) mengidentifikasi dan membedakan pengaruh perubahan konsentrasi, luas permukaan, atau temperatur terhadap tumbukan partikel, (j) mengidentifikasi dan membedakan pengaruh perubahan konsentrasi, temperatur, dan katalis terhadap tumbukan efektif, dan (k) mengidentifikasi dan membedakan pengaruh perubahan konsentrasi, luas permukaan, temperatur, dan katalis terhadap laju reaksi. (3) salah konsep yang terjadi pada siswa berdasarkan PK adalah: (a) laju menyatakan penambahan konsentrasi pereaksi, (b) laju menyatakan penambahan konsentrasi produk dan pereaksi, (c) katalis tidak ikut bereaksi, (d) katalis tidak diperoleh kembali pada akhir reaksi, (e) penambahan katalis dapat meningkatkan energi kinetik, (f) kenaikan konsentrasi dapat meningkatkan gerakan partikel, (g) setiap tumbukan dapat menghasilkan reaksi, (h) pada persamaan laju r = k[A] (reaksi orde 1), laju dipengaruhi oleh konsentrasi semua pereaksi, (i) pada persamaan laju r = k[A] (reaksi orde 1), laju ditentukan oleh konsentrasi pereaksi yang mempengaruhi pembentukan produk, (j) laju dapat ditingkatkan dengan cara menurunkan konsentrasi pereaksi, (k) penambahan katalis dapat menambah jumlah partikel pereaksi, (l) penambahan katalis dapat meningkatkan energi aktivasi, (m) peningkatan konsentrasi dapat meningkatkan energi partikel pereaksi, (n) peningkatan temperatur dapat meningkatkan energi aktivasi, (o) luas permukaan besar berarti memiliki jumlah partikel lebih banyak. Salah konsep terbesar adalah katalis tidak ikut bereaksi dengan PK sebesar 27,68%.

Hubungan pemahaman konseptual dan pemahaman algoritma dalam materi hidrolisis garam pada siswa kelas XII IPA SMA Negeri Tempeh Lumajang / Rendy Priyasmika

 

Kata Kunci : Pemahaman konseptual, Pemahaman Algoritma, Hidrolisis Garam Ilmu kimia merupakan salah satu cabang dari ilmu pengetahuan alam (IPA). Ilmu pengetahuan alam mempelajari tentang gejala alam dan berbagai peristiwanya dengan serangkaian kegiatan observasi dan eksperimen sehingga diperoleh pemahaman konsep yang utuh tentang materi, perubahan materi dan energi. Pemahaman konseptual biasanya dinyatakan dengan kalimat pendek sedangkan pemahaman algoritma dinyatakan dengan persamaan matematika. Kedua pemahaman ini saling terkait erat satu dengan lainnya sehingga dalam pembelajaran konsep hidrolisis garam diperkirakan ada hubungan penguasaan konseptual dengan algoritma. Hidrolisis garam merupakan salah satu materi kimia yang tidak menutup kemungkinan memerlukan kemampuan yang baik dalam pemahaman konseptual dan pemahaman algoritma dengan beragam konsep dan hitungan sehingga tujuan penelitian ini yaitu, (1) mengetahui tingkat keberhasilan siswa SMAN Tempeh Lumajang dalam memahami konsep-konsep pokok berkaitan dengan hidrolisis garam; (2) mengetahui tingkat keberhasilan siswa SMAN Tempeh Lumajang dalam memahami algoritma yang berkaitan dengan hidrolisis garam; (3) mengetahui hubungan antara pemahaman konseptual dengan pemahaman algoritma siswa dalam mempelajari materi hidrolisis garam. Penelitian menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII IPA SMA Negeri Tempeh Lumajang. Sampel penelitian adalah siswa kelas XII IPA 2 SMA Negeri Tempeh Lumajang tahun ajaran 2010-2011 yang berjumlah 34 orang, diambil dengan teknik sampling kelompok (cluster). Untuk memperoleh data penelitian digunakan tes pemahaman konseptual dan algoritma hidrolisis garam. Data diambil dengan tes sebanyak 20 soal pilihan ganda yang valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,735. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, uji normalitas, uji linearitas dan uji korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan, (1) tingkat pemahaman konseptual siswa kelas XII SMA Negeri Tempeh Lumajang tergolong cukup dengan nilai rata-rata 66,76; (2) tingkat pemahaman algoritma hidrolisis garam tergolong cukup dengan nilai rata-rata sebesar 65,59. Nilai rxy sebesar 0,654 pada taraf signifikansi 0,05, menunjukkan terdapat hubungan yang tinggi antara pemahaman konseptual terhadap pemahaman algoritma hidrolisis garam siswa kelas XII IPA SMA Negeri Tempeh Lumajang . Hal ini menunjukkan pemahaman konseptual mempengaruhi pemahaman algoritma pada materi hidrolisis garam.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 |