The implementation of English action song to improve the active participation of the second graders of SDN Karangbesuki I Malang / Kurnia Khoirun Nisa'

 

ABSTRACT Nisa’, Kurnia Khoirun. The Implementation of English Action Songs to Improve the Active Participation of Second Graders of SDN KARANGBESUKI I Malang. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Prof. Kasihani K.E. Suyanto, M.A., Ph.D. Key words: English action songs, active participation, collaborative action research The study was designed to improve the active participation of second graders at SDN KARANGBESUKI I MALANG through the implementation of English action songs in the teaching and learning process. It is a technique and it is selected because it is able to encourage the students to be actively involved and motivated in the English class activities. Therefore, the research problem is “How can the active participation of second graders of SDN KARANGBESUKI I MALANG be improved through the implementation of English action songs?” This study employed collaborative action research design in which the researcher and the collaborative teacher worked together in designing the lesson plans, implementing the action, and making the reflection. The subjects of the study were 45 second grade students of SDN KARANGBESUKI I MALANG of 2009-2010 academic year. This study was conducted in two cycles by following the procedure of the action research namely planning, implementing, observing, and reflecting. In Cycle 1, there were 3 meetings while in Cycle 2 there were 2 meetings. The data of the study were obtained from the results of the observation checklists and forms, interviews, teacher’s daily journal, and the field notes, which were taken during the implementation of the action. The procedures of implementing English action songs technique in the teaching and learning process were 1) writing session, 2) listening session, 3) reading session, and 4) speaking session. The findings of the study show that the implementation of English action songs is effective in improving the active participation of the students. It can be seen on the data gained from the observation checklists on the students’ activities indicating the active participation in the class. In the preliminary study, it was found that only 4-5 ((8.89%-11.11%) students who were active in the English class activities. However, in the Cycle 2 there was improvement that there were 41 students (90.48%) who actively participated in the activities done in the classroom. Both the students and the teacher were actively involved in the teaching and learning process during the implementation of English action songs. The students were highly motivated in learning English in the class and enjoyed singing English action songs.

Pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif think-talk-write (TTW) terhadap hasil belajar IPS Geografi pada kompetensi dasar hidrosfer siswa kelas VII MTs Surya Buana Malang / Siti Fathur Rohmah Hasan Fadhly

 

ABSTRAK Fadhly, Hasan R. F. S. 2010. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Think-Talk-Write (TTW) terhadap Hasil Belajar IPS Geografi pada Kompetensi Dasar Hidrosfer Siswa Kelas VII MTs Surya Buana Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M. Si., (II) Drs. Hendri Purwito, M. Si Kata kunci: hasil belajar, model pembelajaran kooperatif TTW Pada umumnya mata pelajaran IPS geografi sering diidentikan dengan pelajaran hafalan. Hal ini dikarenakan pembelajaran IPS geografi selama ini lebih banyak membuat siswa menghafal sebagian besar konsep, tanpa adanya upaya untuk memahami konsep melalui pengalaman belajar lain yang mengakibatkan siswa tidak memahami materi secara mendalam sehingga hasil belajar IPS geografi siswa cenderung rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu pemilihan model pembelajaran yang tepat yang memperhatikan karakteristik siswa, materi pelajaran, tujuan materi, dan waktu yang tersedia untuk menyampaikan materi tersebut. Adapun model pembelajaran yang efektif digunakan oleh guru dengan karakteristik yang telah dipaparkan tersebut adalah model pembelajaran kooperatif model Think-Talk-Write (TTW). Model TTW ini terdiri dari tiga tahapan yang dimulai dengan aktivitas berfikir melalui membaca, mengomunikasikan dan menuliskan ide, serta mendiskusikan sesama teman yang diberikan oleh guru dengan seluas-luasnya, sehingga anak dapat membangun pemahaman sendiri sesuai kemampuannya, kemudian belajar mengaktualisasikan pemahamannya dan bersosialisasi dalam bentuk diskusi kelompok, kemudian pada tahap akhir siswa mampu mengomunikasikan idenya dengan menuliskan pemahaman yang dibangunnya dalam bentuk tulisan. Setiap tahapan dalam model ini mampu mengkonstruk kemampuan siswa memahami konsep hidrosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Model Pembelajaran TTW terhadap hasil belajar IPS Geografi pada Kompetensi Dasar Hidrosfer. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) yang menggunakan rancangan Pretest-posttest Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol, siswa kelas VII MTs Surya Buana Malang. Instrumen penelitian berupa tes dengan teknik analisis data menggunakan uji-t dengan SPSS 13.00 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil belajar IPS Geografi pada Kompetensi Dasar Hidrosfer siswa yang menggunakan Model Pembelajaran TTW lebih baik daripada siswa yang tidak menggunakan Model Pembelajaran TTW. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa penggunaan Model Pembelajaran TTW berpengaruh pada hasil belajar IPS Geografi siswa. Saran untuk guru bidang studi IPS Geografi adalah menjadikan Model Pembelajaran TTW sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan saran untuk peneliti selanjutnya adalah mengujicobakan Model Pembelajaran TTW yang dikombinasikan dengan media pembelajaran yang variatif pada materi berbeda dan jenjang kelas atau sekolah yang lebih tinggi sehingga diperoleh manfaat yang lebih besar dari Model Pembelajaran TTW.

Peningkatan kemampuan menulis cerita sederhana melalui media gambar ilustrasi pada siswa kelas II SDN Kauman Bangil / Sofiana Endang Purwanti

 

Abstrak Purwanti, Sofiana Endang. 2010. Peningkatan Kemampuan Menulis Sederhana Melalui Media Gambar Ilustrasi Pada Siswa Kelas II SDN Kauman Bangil. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakulas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. A. Badawi, M.Pd., (II) Drs. Tomas Irianto, M.Pd. Kata Kunci: Menulis Cerita Sederhana, Media, Gambar Ilustrasi. Pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN Kauman Bangil berdasarkan observasi terdapat beberapa masalah yaitu siswa mengalami kesulitan dalam menulis cerita sederhana dikarenakan siswa kurang gemar membaca, perbendaharaan kata yang dimiliki belum mencukupi. Siswa masih belum memahami kaidah-kaidah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar . Penelitian tindakan kelas mengenai cerita sederhana melalui media gambar ilustrasi pada siswa kelas II SDN Kauman bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media gambar ilustrasi yang dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita sederhana. Mendiskripsikan peningkatan kemampuan menulis cerita sederhana dan mendiskripsikan peningkatan akifitas belajar pada siswa. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penellitian tindakan kelas (PTK) yaitu: spiral penelitian Hopkins yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Rancangan PTK digunakan untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat. Penelitian juga menuntut obyektifitas baik dalam proses maupun penyimpulan. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan selama semester genap yaitu pada bulan awal April sampai pertengahan bulan Mei. Subyek penelitian adalah siswa kelas II SDN kauman Bangil yang berjumlah 24 siswa. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut : terjadi peningkatan keaktifan siswa antara 61% - 77% pada siklus I menjadi 85% - 87% pada siklus II. Peningkatan keaktifan ini telah memenuhi target dari yang diharapkan yaitu 70%. Terjadi peningkatan kemampuan menulis cerita sederhana dari 16 siswa (66,67%) yang dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal yang telah ditentukan menjadi 22 siswa (91,67%) yang mencapai ketuntasan. Peningkatan kemampuan menulis cerita sederhana ini juga telah memenuhi indikator dari yang diharapkan yaitu 70%. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran penerapan melalui media gambar ilustrasi diharapkan siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis cerita sederhana akan dapat teratasi. Namun demikian nampaknya masih sangat diperlukan bimbingan guru untuk meningkatkan kemampuan dan meningkatkan aktivitas belajar siswa.

Kapasitas gaya geser maksimum pada model portal beton bertulangan bambu sistem ganda dengan penempatan dinding geser dibentang tengah yang dikekang di lokasi sendi plastis potensialnya / Susanto

 

ABSTRAK Susanto. 2010. Kapasitas Gaya Geser Maksimum pada Model Portal Beton Bertulang Bambu Sistem Ganda dengan Penempatan Dinding Geser Dibentang Tengahi yang Dikekang Dilokasi Sendi Plastis Potensialnya, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Adjib Karjanto, S.T., M.T. (II) Drs. Eko Setyawan, S.T., M.T. Kata Kunci: Tulangan Bambu, Gaya Geser, Lokasi Pengekangan Sendi Plastis Potensial. Untuk mencapai bangunan yang kuat dan daktail maka perlu ditingkatkan kemampuan struktur dalam menerima beban vertikal maupun beban horizontal. Salah satu metode untuk meningkatkan kekuatan struktur dalam menahan beban dan menyebarkannya dengan meratasalah satunya dengan pengekangan pada lokasi sendi plastis. Penggunaan baja sebagai tulangan pada beton dapat meningkatkan kekuatan tarik beton. Dalam hal ini terdapat sisi negatif yaitu menipisnya ketersediaan baja. Bambu dikembangkan oleh para peneliti sebagai alternatif pengganti baja dalam konstruksi bangunan. Selain itu bambu merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui dan memiliki kuat tarik yang mendekati kuat tarik baja tulangan. Namun, bambu memiliki modulus elastisitas yang lebih kecil daripada baja tulangan. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui besar gaya geser maksimumdan simpangan maksimum pada kondisi dorong kanan dan dorong kiri portal bertulangan bambu sistem ganda dengan penempatan dinding geser dibentang tengah yang dikekang dilokasi sendi plastis potensialnya (2) untuk mengetahui bagaimana grafik hubungan antara gaya geser dengan simpangan yang terjadi akibat beban gempa. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen, sedangkan data yang diperoleh dari hasil pengujian dideskripsikan. Data diperoleh dari hasil pengujian dua buah model portal bertulangan bambu. Untuk mendeskripsikan data hasil pengujian, parameter yang digunakan adalah pembacaan beban horisontal dorong kanan dan beban horisontal dorong kiri, pembacaan besar simpangan yang terjadi akibat pemberian beban tersebut, serta besar gaya geser yang mampu diterima oleh model portal bertulangan bambu. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa pengekangan dilokasi sendi plastis potensialnya mampu meningkatkan kapasitas geser portal. Berdasarkan hasil pengujian ini diperoleh gaya geser maksimum sebesar 2.430 kg lebih besar dibandingkan analisis statik ekuivalen berdasarkan Standar Nasional Indonesia tahun 2002 sebesar 588,88 kg untuk gempa zona 6. Simpangan maksimum yang terjadi sebesar 12,399 mm lebih kecil dibanding perhitungan simpangan yang disyaratkan sebesar 18 mm. Dari hasil gaya geser dan simpangan tersebut dapat disimpulkan bahwa portal beton bertulangan bambu sistem ganda dengan penempatan dinding geser dibentang tengah yang dikekang dilokasi sendi plastis potensialnya mampu meningkatkan kapasitas geser portal. Portal dapat digunakan sebagai struktur penahan gempa untuk struktur bangunan sederhana diberbagai wilayah/zona gempa di Indonesia.

Kajian Antropologi Kehidupan Prostitusi di Pemakaman Cina Bukit Bolo Desa Bolorejo Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung oleh Siti Bidayah

 

Pelacurana tau prostitusi merupakasna lah satu bennrk penyakit dalam muyarakayt angt ertua di muka bumi ini. Kapanm ulai adap rostitusid i tengahtengaUm asiaratat,i tu sulit ditentukanw aktunya.F aktor-faktory ang mendorong kebiradaan-prostituitsui terletakp ada segalaa speky ang berkaitand engans ifat biologism anusiad an faktor-faktorluary ang mempengaruhsie pertia danyaf aktor sosiale, konomai gamad anb udaYa. Prostihtstie rmasuks uatuf enomenay anga dad i dalamm asyarakaDt. engan berjalannywa altu, prostitusiy ang beradad i pemakamanC ina Bukit Bolo selalu mtitgut".i perkembangayna itu semakinb anyaknyap arap elacurm endatangBi ukit noto.f eUiiatan pemerintatdra erahd enganm embakaar taum embubarkalonk alisasi, temyatrar enimbulkanb eberapma asalahb aru.M asalatyr angt erjadiy aitui(eberadaan ptottitori di pemakaman Cina Bukit Bolo akan merusak mental sekaligus menghancurkmana sad epang enerasmi udad an,k eharmonisarnu maht angga' Rumusanm asalahd alamp enelitianin i adalahs ebagabi erikut( l) Bagaimana faktor-fbktory ang melatarbelakangkie hidupanp ara pekerja seks komersiald i pemakarnaCn ina Bukit Bolo Desa Bolorejo KeoamatanK auman Kabupaten fulungagung(f2 ) Bagaimanrae alitasp rofesik ehidupanp arap ekerjas eksk omersial di pemakamaCn ina Bukit Bolo? (3) Bagaimanap ersepsim asyarakatte rhadap aktivitasp arap ekerjas eksk omersiadl i pemakamaCni naB ukit Bolo? Tujuand arip enelitianin i adalahs ebagabi erikut( 1) untukm engetahufai ktorfaktory angm elatarbelakankgei hidupanp arap ekerjas eksk omersiadl i pemakaman CinaB ukit Bolo DesaB olorejoK ecamataKn aumanK abupateTn ulungagung(2' ) untuk mengetahuri ealitas profesi kehidupanp ara pekerja seks komersial di pemakamaCni naB ukit Bolo, (3) untukm engetahupie rsepsmi asyarakatet rhadap aktivitaps arap ekerjas eksk omersiadl i pemakamaCni naB ukitB olo. Pendekatayna ngd igunakand alamp enelitianin i adalahp endekataknu alitatif, danj enis penelitiannya dalahd eskriptif.D ata penelitianb erasald ari seperangkat pertanyaand an respon yaitu antara peneliti dengan 9 orang informan dari para pekerjas eksk omersiald an 14 orang dari masyarakadt esa.K egiatanp engumpulan datad ilakukand enganm enggunakanm etodeo bservasi,w awancarad an dokumentasi' Dalamp enelitianin i, penelitim engalamki esulitand alamm encari nforman,s ehingga peneliti mencari bantuan pada penjaga Bukit Bolo hingga mendapat informan yang {iinginkanp eneliti.U ntuk melancarkanke giatanp enelitianp enelitid alamm elakukan wawancarati dak keluar dari konteks penelitian. Untuk menjaga kesahihan data dilakukan kegiatan Triangulasi data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan modeal nalisisd eskriptifyangd idalamnyay ang terkait dengank egiatans ajiand ata, reduksdi ata,d anv erifikasi dara,p engklasifikasianp ertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang melatarbelakangi kahidupanp arap ekerjas eksk ome$ial di pemakamanC ina Bukit Bolo DesaB olorelo Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung yaitu ada empat alasan (1) meninggalkadne sak arenat untutan ekonomi, (2) statusp erkawinanj anda, (3) faktor psikologisy aitu rasak esepian,( 4) tanggunganb erupa anak. Realitas kehidupanp ara pete4us "[s komersiald i pemakamanc ina Bukit Bolo yaitu adal ima (l) pemilihan iotasi sukit Bolo yang di*ggup bbbas,( 2) jumlah penghasilany ang mencapail ebih dari Rp 30.000,00, (3) harapan terhadap tamu yang memiliki uang banyak, (4) pencegahatne rhadapp enyakit dan kehamilan dilakukan secarar utin ke Puskesmas aur mlnotn jamu-jamuan, (5) niat berhenti dari para pekerja seks komersial setelah ada yang menikahi. Persepsi masyarakat terhadap aktiYitas para pekerja seks komersiadl i pemakamanC ina Bukit Bolo yaitu ada lima persepsi( 1) masyarakat tidak menerimak eberadaanm ereka karena membawad ampaky ang tidak baik bagi desa, (2) menurut masyarakat yang melatarbelakangi para pekerja seks komersial daAngk e Buki Bolo karenat untutan ekonomi,( 3) masyarakamt erasak asihana pabila melihatw anita masuk dalam dunia prostitusi, (4) penanganante rhadapp ara pekeda seks komersial dilakukan secara serius dengan mengadakan operasi dan penahanan, (5) keberadaanp ara pekeda seks komersial membawa dampak denganm unculnya perjudian yang menimbulkan kerusuhan atau tawuran sehingga mengganggu ketentramanD esaB olorejo dan sekitarnya. Penelitian ini memberikan saran sebagai berikut (1) sebaiknya kebijakan pemerintahd aerahd enganm emberikana rahanu ntuk merehabilitasip arap ekerjas eks komersial dalam penampungaq (2) pengawasan orang tua terhadap anak harus dilakukan secara serius untuk mengarahkan pada kegiatan yang positif, (3) dengan penelitian ini setidaknya menyadarkan masyarakat bahwa pemecahan masalah prostitushi arusd ilakukan dengank eqiasamab erbagaip ihak. 1l

Pengaruh persentase kandungan bio etanol ketela pada bensin dan variasi putaran mesin terhadap emisi gas buang mesin bensin 4 tak / Muhammad Sudigdo Handoyo

 

ABSTRAK Sudigdo Handoyo, Muhammad. 2010. Pengaruh Persentase Kandungan Bio Etanol Ketela pada Bensin dan Variasi Putaran Mesin Terhadap Emisi Gas Buang CO dan HC pada Motor 4 Tak.Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sukarni S.T. M.T., (2) Dra. Widiyanti, M.Pd. Kata kunci: persentase kandungan bio etanol, putaran mesin, emisi gas buang CO dan HC Perkembangan teknologi dibidang otomotif dan perindustrian yang cukup pesat telah memberikan kemudahan kepada manusia dalam pemenuhan hidupnya, tetapi dampak negatif yang ditimbulkan tetap ada terutama polusi udara. Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh polusi telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kelangsungan hidup manusia. Polusi udara merupakan masalah yang sangat meresahkan saat ini karena polusi udara dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti gangguan pernapasan dan kanker kulit. Dampak lain dari polusi udara yaitu sebagai sebab penipisan lapisan ozon yang berfungsi sebagai filter radiasi sinar matahari. Hasil penelitian penggunaan bio etanol ketela pada bensin diharapkan dapat mengurangi kadar emisi gas buang yaitu CO dan HC. Penelitian ini mempunyai tujuan mengetahui perbedaan kadar emisi CO dan HC akibat penambahan bioetanol ketela pada bensin pada berbagai variasi putaran mesin. Penelitian dilakukan di Laboratorium Motor Bakar Universitas Brawijaya Malang tanggal 7 Januari 2010. Objek penelitian menggunakan mesin bensin Datsun 4 langkah berpendingin air dengan perbandingan kompresi 9:1. Analisis data menggunakan Anova dua jalan dengan taraf signifikansi 0,05 menggunakan fasilitas software SPSS 14 for windows Evaluation. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Variasi kandungan bioetanol dan putaran mesin berpengaruh terhadap emisi gas CO. Semakin tinggi kadar bioetanol ketela maka semakin rendah emisi gas CO. (2) Variasi kandungan bioetanol dan putaran mesin berpengaruh terhadap emisi gas HC. Semakin tinggi kadar bioetanol ketela maka semakin rendah emisi gas HC. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kandungan bio etanol ketela pada bensin, variasi putaran mesin dan interaksi antara kandungan bio etanol ketela pada bensin dan putaran mesin mempengaruhi kadar emisi CO dan HC.

Hubungan kadar hemoglobin (hasil perasan daun tapak liman (Elephantopus scaber L.)) dengan daya ingat mencit (Mus musculus) galur balb C jantan / Silfi Rachmawati

 

ABSTRAK Rachmawati, Silfi. 2010. Hubungan Kadar Hemoglobin (Hasil Perasan Daun Tapak liman (Elephantopus scaber L.)) dengan Daya Ingat Mencit (Mus musculus) Galur Balb C Jantan. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Susilowati, M. S., (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd. M.Si. Kata kunci: hemoglobin, Tapak liman (Elephantopus scaber L.), daya ingat mencit. Penurunan daya ingat dapat terjadi pada seseorang, baik orang tua maupun pada anak muda. Salah satu penyebab menurunnya daya ingat pada usia muda adalah gangguan pada metabolisme di otak. Tapak liman (Elephantopus scaber L.) telah dikenal luas sebagai obat tradisional di Asia maupun di Polynesia selama ratusan tahun dan sering digunakan sebagai nutrisi yang mampu meningkatkan daya ingat. Hal ini didukung penelitian Muttaqin (2009) menyatakan bahwa ada pengaruh perasan daun Tapak liman (Elephantopus scaber L.) terhadap daya ingat mencit (Mus musculus) galur Balb C jantan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin (hasil perasan daun Tapak liman (Elephantopus scaber L.)) dengan daya ingat mencit (Mus musculus) galur Balb C jantan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan lima ulangan. Variabel bebas pada penelitian ini adalah kadar hemoglobin hasil perasan daun Tapak liman (Elephantopus scaber L.) berbagai konsentrasi (0%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%), sedangkan variabel terikatnya adalah daya ingat mencit yang ditandai dengan cepatnya mencit menyelesaikan pola labirin dalam satuan waktu tertentu (detik). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang bulan Februari – Maret 2010. Data dianalisis dengan regresi untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin (hasil perasan daun Tapak liman (Elephantopus scaber L.)) dengan daya ingat mencit (Mus musculus) galur Balb C jantan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar hemoglobin hasil perasan daun Tapak liman (Elephantopus scaber L.) berhubungan dengan meningkatnya daya ingat mencit (Mus musculus) galur Balb C jantan menurut persamaan regresi y= 6,9164x – 84,847 dengan keterandalan model 84,33%.

Tradisi Hubungan Seksual di Kalangan Masyarakat Jawa (Suatu Kajian Antropologi Seksologi) oleh Weny Ambartiyas Laily Agustin

 

TradisiJ awam emandanmg asalahs eksuasl ebagahi al yangs ucid anp enuh ritual.S eksd alamr uangp ublikd ianggapta bu,s ehinggdaa lamp enyampaiannya dilakukarnr elaluis inrbol-simbotel rtentuM, asuknyak olonialismBe elandak e ttinrJia mcmbcrniu ansbaa rup adak ebudayaatrna disionalyanlrgc rakibabtc rubahnya pandangasnik, apd, ann ormas eksualitams asyarakaJta wa.A rusm odernisasi mcnrbcdria rnpakp adap crnbentukamn< lragl cncrasmi uda.p cnyirnpangapne rilaku seksuabla nyakte rjadi,s epertip raktekp rostitusi,h omoseksm, erupakanse suatuy ang lazimt erjadid i tengah-tengakho nstruksmi asyarakamt odemI ndonesiaR. ekonstruksi seksualitadsa lamt radisiJ awam asas ilamm erupakank ontribusit erhadapp emecahan masalahse ksualitadse wasain i. Tigah aly angm enjadpi ermasalahayna,i tu( l) Bagaimantara disiJ awa memberikakno ntribusit erhadapp emahamasne ksualitas(;2 ) Bagaimanap enerapan nonna-normsae ksualitadse rvasian i di Indonesia(;3 ) Bagaimanma engantisipasi pendidikasne ksk epadag enerasmi udad i Indonesia. Skripsi ni merupakank ajianp ustakay angb ermuatanfi losofis.p engambilan datad engank ajianb uku ba.ikp rimerm aupuns ekunderp. engolahand ata diakumulasikadne nganm etoded eskriptifanalitisy, aitu datak epustakaayna nga da dianalisids and ipaparkans esuadi enganp okokp ermasalahannya. Hasil kajiani ni rnenunjukkanb ahwa1 ) seksologiJ awam emandanhgu bungan seksd alame sensyi angs esungguhnyuan tukm emperolehk eturunans, ehinggad alam aktivitasnydai lakukans ecarari tual dalamr uangd omestik.S eksJ awat abuu ntuk dipublikkank arenam engandunmg aknam istik. 2) Penikmatante rhadaps eks, khususnydai kalangann ingratJ awam erupakans atub entukp elampiasanna fsu hedonims anusia3; )Nilai-nilais eksualitaysa ngh idup danb erkembangd i masyarakat ditopanogi ehr ezimk ekuasaadna nb agianc ari strategki ekuasanra ja;4)B ergesernya nilai-nilasi eksualitatrsa disionapla dam asyarakadte wasain i. Kesimpuland alamk ajiani ni nampakd alamp endidikans eksuaJl away ang ditekarrkasne bagaki ontribusit erhadapp emahamasne ksualitasS. eksJ awad ipahami sebagahia ly angs ucid anb ermaknari tual.P enerapanno rma-normsae ksualitas dewasian i dipengaruhoil ehb udayaB araty angd ipandanlge bihm odernS. eksb ebas merupakahna ly angb iasat erjadi,s ehinggpae mahamasne ksy angb enars angat pentings ebagaai ntisipastie rhadapp enyimpangapne rilakus eks. l l l

Identifikasi pemahaman konseptual dalam materi termokimia melalui kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills) siswa kelas XI IPA SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang tahun pelajaran 2009/2010 / Ika Lismarina

 

ABSTRAK Lismarina, Ika. 2010. Identifikasi Pemahaman Konseptual dalam Materi Termokimia melalui Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills) Siswa Kelas XI IPA SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang Tahun Pelajaran 2009/2010. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M. S., (II) Drs. Mahmudi, M. Si. Kata kunci: pemahaman konseptual, kemampuan berpikir tingkat tinggi, termokimia. Ilmu kimia mengkaji bidang yang sangat luas, tidak hanya sekedar memecahkan soal-soal, namun juga mempelajari deskripsi fakta kimia, peristilahan khusus, dan aturan-aturan kimia. Dalam hal ini pemahaman konseptual siswa dalam kimia sangat diperlukan, yaitu pemahaman tentang hal-hal yang berhubungan dengan konsep (arti, sifat, dan uraian suatu konsep). Tingkat pemahaman konseptual siswa dapat ditunjukkan berdasarkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa melalui tingkatan berpikir pada taksonomi Bloom meliputi tingkat analisis, evaluasi dan cipta yang masih berlandaskan kemampuan berpikir tingkat rendahnya (pengetahuan, pemahaman dan aplikasi). Salah satu materi dalam kimia yang pemahaman konseptualnya melibatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah materi termokimia. Pada materi termokimia siswa dituntut untuk memahami konsep-konsep mengenai asas kekekalan energi, entalpi dan perubahannya serta memahami perhitungan matematika dalam menentukan perubahan entalpi reaksi melalui percobaan, hukum Hess, perubahan entalpi pembentukan, dan energi ikatan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui persentase siswa SMA kelas XI IPA yang dapat menjawab pertanyaan tingkat berpikir rendah dan tingkat berpikir tinggi dalam materi termokimia; (2) mengetahui persentase siswa SMA kelas XI IPA yang dapat menjawab pertanyaan tingkat berpikir rendah tetapi salah dalam menjawab pertanyaan tingkat berpikir tinggi dalam materi termokimia; (3) mengetahui persentase siswa SMA kelas XI IPA yang dapat menjawab pertanyaan tingkat berpikir tinggi tetapi salah dalam menjawab pertanyaan tingkat berpikir rendah dalam materi termokimia; (4) mengetahui persentase siswa SMA kelas XI IPA yang tidak dapat menjawab pertanyaan tingkat berpikir rendah dan tingkat berpikir tinggi dalam materi termokimia; dan (5) mengetahui perbandingan kemampuan berpikir tingkat rendah dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMA kelas XI IPA dalam materi termokimia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang tahun pelajaran 2009/2010 yang terdiri dari 50 siswa. Instrumen penelitian berupa tes objektif yang tersusun dari 30 soal tingkat berpikir rendah dan tinggi, yaitu 15 soal tingkat berpikir rendah dan 15 soal tingkat berpikir tinggi yang dibuat berpasangan dengan 5 alternatif jawaban. Hasil verifikasi tes menunjukkan bahwa validitas isi tes sebesar 96% dan reliabilitas 0,86. Analisis data menggunakan teknik analisis data deskriptif yang meliputi analisis persentase tingkat pemahaman konseptual berdasarkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam 4 kategori sesuai jawaban terhadap tes yang kemudian hasilnya dideskripsikan. Untuk perbandingan kemampuan berpikir tingkat rendah dan tingkat tinggi siswa dilakukan dengan uji beda (uji t). Hasil penelitian menunjukkan: (1) siswa kelas XI IPA SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang tahun pelajaran 2009/2010 yang dapat menjawab pasangan pertanyaan tingkat berpikir rendah dan tinggi dalam materi termokimia dengan benar mencapai 53,20%; (2) dapat menjawab pertanyaan tingkat berpikir rendah tetapi salah dalam menjawab pertanyaan tingkat berpikir tinggi mencapai 17,47%; (3) dapat menjawab pertanyaan tingkat berpikir tinggi tetapi salah dalam menjawab pertanyaan tingkat berpikir rendah mencapai 21,33%; (4) tidak dapat menjawab pasangan pertanyaan tingkat berpikir rendah dan tingkat berpikir tinggi mencapai 8,00%; (5) tidak ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir tingkat rendah dengan tingkat tinggi siswa kelas XI IPA SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang tahun pelajaran 2009/2010 dalam materi termokimia, yaitu artinya kemampuan berpikir tingkat rendah dengan tingkat tinggi siswa adalah seimbang akan tetapi masih tergolong rendah. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar dalam pembelajaran di sekolah senantiasa membiasakan siswa memahami konsep-konsep dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang selalu dilandasi dengan kemampuan berpikir tingkat rendahnya untuk mempertahankan dan meningkatkan pemahaman konseptual siswa.

Peningkatan kemampuan bertanya dan prestasi belajar fisika dengan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing bagi siswa kelas VIII A SMP Negeri 4 Kepanjen Kabupaten Malang tahun ajaran 2009/2010 / Fiqi Nurhayati Anisa

 

ABSTRAK Anisa, Fiqi Nurhayati. 2010. Peningkatan Kemampuan Bertanya dan Prestasi Belajar Siswa dengan Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Bagi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Kepanjen Kabupaten Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Fisika Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Sutarman, (II) Drs. Asim, M.Pd. Kata kunci : Inkuiri Terbimbing, kemampuan bertanya, prestasi belajar fisika Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas VIII A SMP Negeri 4 Kepanjen Kabupaten Malang, diperoleh data saat pembelajaran berlangsung interaksi antara guru dan murid, serta rasa keingintahuan siswa kurang, jarang dari siswa yang mengajukan pertanyaan kepada guru, sehingga siswa cenderung bersifat pasif karena metode yang sering digunakan oleh guru adalah metode ceramah. Guru menyampaikan materi secara lisan dan terkadang memberikan cacatan, sedangkan siswa hanya mendengarkan sambil mencatat. Metode ceramah yang diterapkan oleh guru dapat menghambat rasa keingintahuan siswa tentang materi-materi fisika. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk lebih dapat menumbuhkan rasa keingintahuan siswa adalah model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Model pembelajaran Inkuiri Terbimbing memungkinkan siswa untuk bersedia mengajukan pertanyaan dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing sehingga dapat meningkatkan kemampuan bertanya siswa kelas VIII semester II di SMP Negeri 4 Kepanjen Kabupaten Malang tahun ajaran 2009/2010, (2) Mengetahui apakah kemampuan bertanya siswa kelas VIII A semester II di SMP Negeri 4 Kepanjen Kabupaten Malang Tahun ajaran 2009/2010 dapat meningkat hingga mencapai kriteria baik (60% - 79%) setelah diterapankan model pembelajaran Inkuiri terbimbing, (3) Mengetahui Apakah prestasi belajar siswa kelas VIII A semester II di SMP Negeri 4 Kepanjen Kabupaten Malang tahun ajaran 2009/2010 dapat meningkat setelah diterapankan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Kegiatan pembelajaran terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan tes. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII A di SMP Negeri 4 Kepanjen Kabupaten Malang dengan jumlah siswa 34 orang. Hasil analisis pada siklus I dan siklus II menunjukkan kemampuan bertanya dan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII A semester II SMP Negeri 4 Kepanjen Kabupaten Malang mengalami peningkatan. Kemampuan bertanya siswa mengalami peningkatan, yaitu dari 19,67 pada siklus I menjadi 70,40 pada siklus II. Sedangkan peningkatan prestasi belajar fisika siswa dapat dilihat dari meningkatnya gain skor ternormalisasi yaitu, dari 0,61 pada siklus I menjadi 0,77 pada siklus II. Peningkatan kemampuan bertanya dan prestasi belajar fisika siswa diatas dipengaruhi oleh peningkatan keterlaksanaan pembelajaran yaitu, dari 64,17% pada siklus I menjadi 91,67% pada siklus II.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) dan STAD (Student Teams Achievement Divisions) pada materi reaksi redoks di kelas X MAN 3 Malang semester genap tahun pelajaran 2009/2010 / Suaibatul Islamiyah

 

ABSTRAK Islamiyah, S. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dan STAD pada Materi Reaksi Redoks di Kelas X MAN 3 Malang Semester Genap Tahun Pelajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Kimia, Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Darsono Sigit, M.Pd., (II) Dra. Hayuni Retno Widarti, M.Si. Kata kunci: TGT, STAD, reaksi redoks. Banyak usaha yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, diantaranya adalah menyempurnakan kurikulum, meningkatkan fasilitas pengajaran di tiap-tiap sekolah serta meningkatkan kompetensi guru sebagai tenaga pendidik dan pengajar. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru adalah menerapkan model-model pembelajaran yang bersifat kontruktivistik seperti Cooperatif Learning tipe Team Games Tournament (TGT) dan Student Teams Achievement Divisions (STAD). Apakah masing-masing tipe akan menunjukkan hasil belajar yang sama bagi siswa, adalah permasalahan dalam penelitian. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan ceramah bermakna, 2) perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan ceramah bermakna 3) perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan STAD,dan 4) persepsi siswa kelas X terhadap penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan STAD. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental dan deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa MAN 3 Malang semester genap tahun pelajaran 2009/2010. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah penarikan sampel acak berkelompok (cluster random sampling). Sampel penelitian terdiri dari kelas X-F dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT, X-E dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan kelas X-D dengan model pembelajaran ceramah bermakna. Instrumen yang digunakan meliputi RPP, handout, LKS, tes, angket, kuis, soal turnamen, dan lembar observasi. Dari uji coba soal tes hasil belajar diambil 25 butir soal valid dengan reliabilitas sebesar 0,813. Analisis data yang digunakan dalam penelitian meliputi analisis deskriptif proses pembelajaran dan persepsi siswa, sedangkan analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji t dua pihak dengan taraf sig. α = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan ceramah bermakna dengan nilai signifikansi 0.000, 2) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan ceramah bermakna dengan nilai signifikansi 0.008, 3) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan ceramah bermakna dengan nilai signifikansi 0.032, 4) Persepsi siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe TGT dan STAD dapat diterima siswa dengan baik. Hasil angket persepsi siswa menunjukkan 87% siswa kelas TGT menyukai pembelajaran Reaksi Redoks dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan 86% siswa kelas STAD menyukai pembelajaran Reaksi Redoks dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

Cerminan Budaya Etnis Tionghoa di Indonesia Dalam Humor "Tekat Sayang" Jawa Pos oleh Tiyas Retno Subagio

 

Budaya yan tercermin dalam humor "Tekat Sayang" menarik untuk dikaji karena dapat memberikan gambaran budaya etnis'l'ionghoa di Indonesta. Berdasarkanh al itulah penelitian ini dilakukan. Sebagaif enomenab udaya,h umor mencerminkan budaya pemangkunya. Demikian juga humor "Tekat Sayang" di surat kabar Jawa I'os mencerminkan budaya etnis Tionghoa. Penelitian ini tertbkus pada masalah adalah i I ) Bagaimanakah cerminan sistem kekeluargaan dalam humor "Tekat Sayang" .lau,a Pos, (2) Bagairnanakah cerminan sistem pendidikan dalam humor "'l'ekat Sayang" Jawa l'os, (3) llagaimanakah cerminan sistem ekonomi dalam humor "Tekat Sayang" Jawa Ptts, dan (4) Bagaimanakah ccrminan sistem agama dalam humor "'I'ekat Sayang' Jawa Pos. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Humor Tekat Sayang yang dianalisis berjumlah 20 buah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti ini sebagai hurnan instrtunent.llerdasarkan analisis data dapal dikcmukakan simpulan berikut ini. PertarRac, enninan sistemk ekeluargaand alam hurnor "Tekat Sayang". law'a 1'crste rdapatd alam hubungana yah-anak,k akak-adik, dan suami-istn. l)alam hubungan ayah-anak tercermin bahrva ayah sayang, perhatian tcrhadap anak dan anak sayangj,u jur terhadapa yah.D alam hubungank akali-adik, kakak perhatian,s uka membantu terhadap adik dan adik jujw terhadap kakak Dalam hubungan suami-istri, suami pengertian terhadap istri dan istri perhatian terhadap suami. Kedua, cerminan sistem pendidikan dalam humor "'fekat Sayang'"J awa I'os terdapat dalam kegiatan belajar. Dalam kcgiatan belajar di sekolah tercermin bahwa guru rnengajarkan tentang pengetahuan umurn, makna tentang bertahan dan rajin bekeqa pada siswanya. Ketiga, cerminan sistcm ekonomi dalam humor "TekatSayang" .fawa Pos terdapat dalam kegratan ekonomi. Dalam kegratan ekonomi tercermin bahwa pedagangm enerapkanp rinsip manajemenb isnis, prinsip Hokie (.siasaht idup) dan Hopeng (hubungan baik) pada pembelinya. Keempat, cerminan sistem pendidikan dalam humor "'I'ekat Sayang" .lawct Pos terdapal dalam kehidupan beragama. Dalam kegiatan beragama tercermin bahrva etnis 'Iionghoa menerapkan prinsip Zhong (keluluran), rnakna menikmati hidup, prinsrp r l (kebenaran)d an prinsip I I sn o \keberbaltian anak). Peneliti menyarankan pada peneliti lain untuk meneliti lebih lanjut tentang sistcm kekeluargaa\ sistem pendidikan. sistem ckonomi, dan sistem agama ctnis Tionghoa di Indonesia dan para pembaca u ntuk nrenggunakanh umor sebagaim edia unnrk menyampaikan pesan lmda masyarakat.

Pengembangan bibliokonseling untuk meningkatkan keterampilan manajemen stres siswa kelas IX SMP Negeri 13 Malang / Naning Kurniawati Fitriyah

 

ABSTRAK Fitriyah, Naning Kurniawati. 2010. Pengembangan Bibliokonseling untuk Meningkatkan Keterampilan Manajemen Stres Siswa Kelas IX SMP Negeri 13 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Widada, M.Si, (II) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd. Kata kunci: bibliokonseling, manajemen stres, Siswa Kelas IX SMP Kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional akan tercapai jika semua elemen dan komponen yang ada didalamnya dapat berfungsi dan menjalankan kiprahnya secara baik dan benar. Tetapi pada kenyataannya ada beberapa hal yang kurang seimbang dan memberikan pengaruh kurang baik sehingga akan menghambat dan mempengaruhi prestasi belajar siswa. Salah satu faktor yang menghambat belajar siswa dalam mencapai tujuan pendidikan adalah stres. Stres merupakan suatu gangguan yang menyerang siapa saja, tidak memperdulikan tingkat usia dan dimana saja serta kapan saja. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti pada saat melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan II (Internship II) di SMP Negeri 13 Malang, bahwa padatnya jam belajar siswa di sekolah dan kegiatan bimbingan belajar dalam mempersiapkan UjianNasional (UN) membuat para siswa kelas IX merasa kurang memiliki waktu untuk santai dan tenaga mereka cukup terforsir untuk menyelesaikan tugas dari sekolah. Ada beberapa siswa yang mengeluh tidak dapat belajar dengan optimal. Jam pelajaran yang cukup padat di sekolah dan dengan penugasan PR (pekerjaan rumah) menambah beban aktifitas siswa, tidak jarang para siswa menjadi malas belajar karena jenuh, tertekan, dan lelah dengan banyaknya beban pelajaran yang ada. Gejala-gejala tersebut mengindikasikan bahwa mereka terkena stres, baik dalam intensitas ringan, sedang, maupun cukup berat. Hingga saat ini belum ada media bimbingan yang dikembangkan untuk membantu siswa meningkatkan keterampilan manajemen stres. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media tolong diri (self-help) yang teruji validitasnya, dapat digunakan untuk membantu siswa mengelola dan meningkatkan keterampilan manajemen stres secara mandiri tanpa harus melibatkan profesional helper. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberterimaan media dari segi kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kemenarikan. Pengembangan media ini dengan rancangan penelitian Borg and Gall (1983) yang dalam penerapannya telah diadaptasi dan disesuaikan dengan kondisi pada saat penelitian dan kebutuhan (need assesment). Secara garis besar tahap penelitian ini adalah: tahap survey, tahap penyusunan prototipe produk, dan tahap validasi yang terdiri dari validasi teoritis dan validasi lapangan atau uji praktis. Hasil uji validasi teoritis yaitu penilaian ahli BK dan Bahasa serta konselor (sebagai calon pengguna produk) menunjukkan bahwa bibliokonseling “Manajemen Stres Relaksasi dan Model Brain Gym” telah diterima dari aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kemenarikan. Pada aspek kegunaan, skor rata-rata dari penilaian ahli adalah skor 36, sedangkan penilaian konselor adalah 37. Dengan demikian, penilaian ahli BK dan Bahasa serta konselor untuk aspek kegunaan termasuk pada kategori berguna. Pada aspek kelayakan, skor rata-rata dari ahli BK dan Bahasa memberikan skor 8.6, penilaian konselor adalah 9. Dengan demikian, penilaian ahli untuk aspek kelayakan termasuk pada kategori layak sedangkan penilaian konselor termasuk kategori sangat layak. Selanjutnya skor rata-rata dari ahli BK dan Bahasa 32 pada aspek ketepatan, sedangkan skor penilaian konselor adalah 31. Dengan demikian, penilaian ahli dan konselor untuk aspek ketepatan termasuk pada kategori tepat. Terakhir, untuk aspek kemenarikan skor rata-rata dari ahli BK dan Bahasa adalah 6, sedangkan skor penilaian konselor adalah 5. Dengan demikian, penilaian ahli BK dan Bahasa serta konselor untuk aspek kemenarikan termasuk pada kategori menarik. Dapat disimpulkan bahwa secara umum bibliokonseling usaha meningkatkan keterampilan manajemen stres siswa dalam bentuk buku “Manajemen Stres Relaksasi dan Model Brain Gym” ini sesuai dan dapat digunakan untuk mengelola dan meningkatkan keterampilan manajemen stres siswa SMP. Hasil validasi lapangan (uji praktis) yang dilakukan dalam kelompok kecil dan uji lapangan terbatas diperoleh bahwa media bibbliokonseling peningkatan keterampilan manajemen stres siswa menghadapi ujian dalam bentuk buku dan software telah teruji dan diterima setelah pelaksanaan pelatihan relaksasi dan model Brain Gym sebagai suatu langkah bagi siswa dalam mengelola stres. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disarankan (1) bagi Konselor dalam rangka menghasilkan perubahan tingkah laku yang diharapkan pada diri siswa, maka konselor perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk terus berlatih menggunakan teknik-teknik manajemen stres yang telah siswa pelajari dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah agar keterampilan manajemen stres siswa dapat terus berkembang atau meningkat sehingga menjadi kebiasaan positif dalam menghadapi kesibukan, tuntutan, kecemasan dan konflik yang sering siswa alami dalam kehidupan sehari-hari, (2) bagi Peneliti Selanjutnya Perlu diadakan uji lapangan utama dalam jumlah populasi yang lebih besar dan dilakukan pemberian perlakuan lebih dari sekali, sehingga Bibliokonseling Peningkatan Keterampilan Manajemen Stres ini benar-benar dirasakan manfaat dan kesesuaiannya oleh siswa. Selain itu, disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk mengadakan penyesuaian jika menggunakan media ini selain di SMP Negeri 13 Malang dengan menggunakan penelitian tindakan kelas serta mampu mengembangkan media bibliokonseling meningkatkan manajemen stres dalam menghadapi situasi lain karena media ini dikembangkan untuk meningkatkan manajemen stres siswa dalam menghadapi ujian.

Perancangan sistem bagi pengguna PC untuk otomatisasi pada hotel dengan Borland Delphi 7 / Dody Sidiq Ramadhana

 

Kata kunci: Delphi 7, Personal Computer, USB, Serial, Mikrokontroler. Otomatisasi merupakan hal terpenting dalam kehidupan manusia di zaman modern ini, kesibukan merupakan faktor utama yang menyebabkan suatu pekerjaan dapat terbengkalai. Semua pekerjaan bagi orang-orang yang sangat sibuk haruslah diserahkan kepada seorang pembantu ataupun satpam.Tujuan pembuatan Tugas Akhir yang berjudul Perancangan Sistem Bagi Pengguna PC untuk Otomatisasi Pada Hotel Dengan Borland Delphi 7 antara lain: (1) merancang sistem kontrol otomatisasi pada hotel, (2) merancang rangkaian tiap blok (hardware), (3) untuk merancang mekanik alat yaitu miniatur hotel, (4) merancang perangkat lunak (software), (5) menguji hardware dan software yang telah dirancang. Metode perancangan meliputi: (1) perancangan sistem, (2) perancangan rangkaian tiap blok (hardware), (3) perancangan mekanik alat, (4) perancangan perangkat lunak (software). Sistem kerja dari alat ini yaitu piranti dapat dinyalakan secara manual ataupun secara otomatis (melalui PC), dan operator dapat memonitor kerja dari piranti. Apabila terdapat orang dalam ruangan, maka sensor PIR akan mendeteksi, sehingga operator dapat mengetahui bahwa terdapat manusia pada ruangan tersebut. Hasil yang didapat dari perancangan ini yaitu: (1) dalam menyalakan kipas 1, kipas 2, lampu 1, lampu 2 secara manual ataupun lewat PC dapat berjalan dengan baik, (2) pada saat piranti aktif, indikator (feedback) pada delphi dapat menyala dengan baik, (3) otomatisasi dengan waktu dapat berjalan sesuai prosedur. Sensor PIR telah bekerja dengan baik, yaitu ketika sensor mendeteksi adanya orang maka indikator akan menyala, dan ketika tidak ada orang, maka indikator sensor akan mati. Kesimpulan dari pembuatan tugas akhir ini adalah (1) Perancangan otomatisasi pada hotel ini sudah sesuai dengan perancangan, sensor PIR telah bekerja dengan baik, (2) Perancangan rangkaian pada tiap blok sudah sesuai dengan apa yang diinginkan, (3) Desain mekanik alat dapat bekerja sesuai dengan fungsi dari otomatisasi hotel, (4) Perancangan software dapat bekerja sesuai instruksi yang diinginkan, yaitu menyalakan dan mematikan piranti, dan juga bisa mendeteksi adanya manusia, (5) Pengujian rangkaian otomatisasi hotel pada setiap blok telah sesuai dengan perancangan.

Pengembangan intranet sebagai media pembelajaran di SD Unggulan Al-Ya'lu Malang / Agus Susilo, Suljatmiko

 

Kata Kunci: SD Unggulan AL-YA’LU Malang, pembelajaran, TIK, jaringan komputer, internet, intranet, e-learning, moodle 1.9, intranet. Pada saat perkembangan teknologi komputer semakin meningkat pesat. Begitu juga dengan jaringan lokal yang familiar kita sebut dengan ”Intranet” meningkat pula pada saat ini pula kebutuhan intranet menjadi kebutuhan SD UNGGULAN AL-YA’LU dalam mengembangkan e-learning. Kemudian didasari pada kebutuhan pada pengembangan kurikulum baru yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) didorong dengan semakin pesatnya pembelajaran mudah yang saat ini lebih dikenal dengan e-learning, serta perlunya penanaman pengetahuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap guru dan warga belajar di SD UNGGULAN Al-YA’LU Malang. Berdasarkan hal tersebut, dibuatlah jaringan lokal (intranet) dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada yaitu laptop. Dari pemahaman konsep itu dapat dirumuskan permasalahan bagaimana membangun server dan e-learning sebagai pengembangan intranet. Dengan demikian penulisan Tugas Akhir ini diberi judul ” Pengembangan Intranet Sebagai Media Pembelajaran di SD Unggulan AL-YALU Malang”. Metode yang kami terapkan dalam langkah-langkan penyusunan Tugas Akhir ini yaitu dengan metode survei dilapangan, studi pustaka dan instalasi. Langkah pertama adalah mendesain jaringan mulai dari menentukan topologi yang digunakan sampai dengan menentukan posisi access point agar sinyal dapat dengan sempurnya diakses komputer klien langkah kedua adalah membangun Windows Server 2003 yang dijadikan sebagai sistem operasi untuk server kemudian menginstal Active Directory sampai dengan menjelaskan bagaimana cara mengbungkan komputer server dengan klien langkah ketiga adalah mendesain e-learning langkah ini menjelaskan tentang bagaimana mendesain elearning mulai spesifikasi yang dibutuhkan, menginstal moodle 1.9 sampai dengan mengkonfigurasi e-leanrning. Setelah semua komponen – komponen yang dibutuhkan dalam membangun jaringan dan e-learning di SD UNGGULAN AL-YA’LU MALANG dilakukan pengujian. Hal tersebut meliputi dua tahapan yaitu mengujian pada jaringan itu sendiri dan pengujian pada moodle 1.9. Tahap pertama mengetes komputer server dengan klien dengan menggunakan fasilitas ping, setelah semua komputer klien terhubung dengan server tahap kedua menguji e-learning dengan menggunakan sampel satu mata pelajaran yaitu matapelajaran Sains kelas VI. Pada akhirnya setelah keduanya diuji dan mendapat hasil yang diinginkan penulis menyimpulkan bahwa e-learning dapat diakses oleh siswa kelas VI dan para guru dengan jarak maksimal 20 meter dari laboratorium komputer. Dengan demikian SD UNGGULAN AL-YA’LU telah mempunyai elearning sendiri yang dapat digunakan oleh seluruh komponen pendidikan di lingungan sekolah. Dengan adanya elearning disekolah maka metode Pembelajaran Aktif Kreatif dan Menyenangkan (PAKEM) dapat terwujud sesuai yang direncanakan.

Model pengembangan pendidikan homeschooling (studi kasus pada Asosiasi Sekolah Dolan dan Keluarga penyelenggara homeschooling di Malang-Jawa Timur) / Julianus Lokollo

 

A B S T R A K Julianus Lokollo, 2010. Model Pengembangan Pendidikan Homeschooling, Studi Kasus Pada Asosiasi Sekolah Dolan dan Keluarga penyelenggara Homeschooling di Vila Bukit Tidar Kota Malang Jawa Timur “ Tesis, Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Malang . Pembimbing, I. Prof. Suhadi Ibnu, MA,Ph.D dan Pembimbing, II. Prof. Dr .S . Mundzir. M. Pd. _______________________________________________________________________ Kata Kunci ; Model Homeschooling . Homeschooling adalah program pendidikan yang diselenggarakan oleh keluarga untuk anggota keluarganya yang masih usia sekolah, dengan memilh model kurikulum yang sesuai dengan gaya belajar anak. Perkembangan belajar pun memegang peranan penting dalam memberikan gairah dan semangat belajarnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini 1. Bagaimana pengembangan atau jenis homeschooling dalam meningkatkan proses belajar anak ?, 2. Apakah faktor penunjang pada pengembangan atau model homeschooling dalam meningkatkan proses belajar anak ? 3. Apakah faktor penghambat pada pengembangan dan model homeschooling dalam meningkatkan proses belajar anak ? 4. Bagaimanakah upaya untuk mengatasi hambatan pada pengembangan model homeschooling dalam meningkatkan proses belajar anak?. Tujuannya adalah untuk: 1. Mengetahui lebih dalam tentang pengembangan atau model homeschooling dalam meningkatkan proses belajar anak, 2. Mengetahui lebih dalam tentang tentang faktor penunjang pada pengembangan atau model homeschooling dalam meningkatkan proses belajar anak. 3. Mengetahui lebih dalam tentang faktor penghambat pada pengembangan atau model homeschooling dalam meningkatkan prosesa belajar anak. 4. Mengetahui upaya untuk mengatasi hambatan pada model pengembangan homeschooling dalam meningkatkan proses belajar anak. Penelitian ini diselenggarakan dengan menggunakan metode kualitatif dan mengambil bentuk studi kasus. Data diperoleh dari Asosiasi Sekolah Dolan dan keluarga homeschooling di vila bukit Tidar kota Malang. Pengumpulan data dengan metode wawancara , observasi, dan dokumentasi / record. Instrumennya yaitu penelitian sendiri dan pedoman pengumpulan data keabsahan data dengan perpanjangan keikut sertaan peneliti, dan ketekunan pengalaman . Analisis data dalam penelitian ini berproses secara induksi- interpretasi konseptualisasi . . Hasil penelitian mengungkapkan bahwa asosiasi sekolah Dolan dan keluarga homeschooler telah mengembangkan model homeschool Montessori ( unit pembelajaran /unit studies ), Model homeschooling Charlotte Mason, dan homeschooling komunitas tanpa melupakan minat dan kebutuhan anak seusianya, sehingga anak pun dapat suatu proses belajar yang sesuai dengan perkembangannya. Adapun faktor penunjang : Fasilitas belajar mengajar yang lebih baik dan ruang gerak sosialisasi anak semakin luas, Adanya kebutuhan yang sama antara orarang tua ( pengajar) dan anak untuk membuat struktur yang lebih lengkap dalam menyelenggarakan aktivitas pendidikan, orang tua ( pengajar ) akan lebih banyak mendapatkan dukungan karena masing-masing dapat mengambil tanggung jawab dalam skala yang lebih besar, anak bisa belajar dari sumber maupun yang dapat dipelajari. Faktor penghambat : Memerlukan kerjasama dan fleksibilitas untuk menyesuaikan jadwal, suasana, dan fasilitasnya, anak dengan keahlian/ berkebutuhan khusus harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan dan menerima perbedaan lainnya sebagai proses pembentukan jati diri, anggapan sepele dari masyarakat . Upaya mengatasi hanbatan : Memberikan fasilitas sebagai penunjang belajar anak, melakukan kreasi baru untuk membangkitkan semangat dan pengembangan proses belajar anak, Memperhatikan faktor internal dan eksternal, dengan tetap bangkitkan metode belajar anak tanpa terganggu dengan status pilihan belajarnya.

Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa (studi kasus siswa Administrasi Perkantoran kelas X SMK Muhammadiyah 2 Malang pada mata pelajaran memahami prinsip-prinsip penyelenggaraan administrasi perkantoran) / Nur

 

ABSTRAK Mufidah, Nur. 2010. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa (Studi pada Siswa Administrasi Perkantoran Kelas X SMK Muhammadiyah 2 Malang pada mata pelajaran Memahami Prinsip-prinsip Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran). Skripsi. Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si. (II) Drs. Agus Hermawan, M.Si., M.Bus. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Jigsaw, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Kualitas suatu bangsa ditentukan oleh faktor pendidikan. Pendidikan memegang peranan penting untuk mencetak kualitas pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. Dengan pendidikan maka akan dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) yang cerdas, unggul, kreatif dan inovatif. Oleh karena itu, upaya peningkatan mutu pendidikan harus terus dilakukan agar tercipta SDM yang berkualitas yang mampu menaikkan harkat dan martabat bangsa Indonesia. Pendidikan merupakan bidang yang sangat penting bagi segi kehidupan manusia. Seperti halnya dari tujuan pendidikan nasional itu sendiri adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab bermasyarakat dan berbangsa. Dengan adanya manusia yang berpendidikan dan cerdas akan dapat mewujudkan negara yang maju, tangguh dan berkualitas. Salah satu strategi yang dapat memberikan peran aktif siswa dalam proses belajar mengajar dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, salah satunya adalah dengan menerapkan Pembelajaran Kooperatif model Jigsaw yang dapat melatih siswa dalam mengembangkan kemampuan berfikir, memecahkan masalah dan keterampilan intelektual. Oleh karena itu dalam penelitian ini peneliti menerapkan Pembelajaran Kooperatif model Jigsaw agar motivasi dan hasil belajar siswa meningkat. Tujuan penelitan ini adalah: 1) Untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw pada siswa Administrasi Perkantoran Kelas X Mata pelajaran Memahami Prinsip-prinsip Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 2 Malang. 2) Untuk mengetahui pembelajaran kooperatif model jigsaw dapat meningkatkan motivasi belajar siswa Administrasi Perkantoran Kelas X Mata pelajaran Memahami Prinsip-prinsip Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 2 Malang. 3) Untuk mengatahui pembelajaran kooperatif model jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa Administrasi Perkantoran Kelas X Mata pelajaran Memahami Prinsip-prinsip Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 2 Malang. 4) Untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif model jigsaw siswa Administrasi Perkantoran kelas X Mata pelajaran Memahami Prinsip-prinsip Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X APK SMK Muhammadiyah 2 Malang tahun ajaran 2009/2010 dengan jumlah siswa 33 orang siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research dengan dua siklus. Setiap siklus memiliki empat tahapan yaitu perencanaan, palaksanaan, pengamatan dan refleksi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, angket, catatan lapangan, dan dokumentasi. Data yang terumpul dianalisa secara deskriptif kualitatif. Analisa data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu: 1) Reduksi data, 2) Penyajian data, dan 3) Penyimpulan hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw pada Mata Pelajaran Memahami Prinsip-prinsip Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran di kelas X APK SMK Muhammadiyah 2 Malang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada setiap siklusnya. Selain itu, penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw pada Mata Pelajaran Memahami Prinsip-prinsip Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran di kelas X APK SMK Muhammadiyah 2 Malang juga mendapat respon sangat positif dari siswa. Saran yang direkomendasikan terkait dengan penelitian ini adalah: 1) Bagi guru SMK Muhammadiyah 2 Malang, khususnya guru Mata Pelajaran Memahami Prinsip-prinsip Penyelanggaraan Administrasi Perkantoran diharapkan dapat mengimplementasikan strategi pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan masing-masing karakteristik mata pelajaran seperti model Jigsaw sebagai alternatif untuk meningkatkan motivasi balajar dan hasil belajar siswa, 2) Siswa hendaknya dapat belajar dengan giat, karena pembelajaran tersebut akan melatih siswa berpikir kritis, berani mengungkapkan pendapat, meningkatkan motivasi belajar, dan meningkatkan hasil belajar, 3) Bagi peneliti berikutnya, agar dapat melakukan kegiatan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan dan menerapkan pembelajaran kooperatif model jigsaw, bukan hanya pada mata pelajaran Memahami Prinsip-prinsip Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran, tetapi juga pada mata pelajaran lain yang relevan.

Hubungan Keefektifan Guru dalam Mengajar, Motivasi Berprestasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Aliyah Ma'arif Bakung Udanawu Blitar oleh M. Munir

 

Dalam proses belajar guru mempunyai peranan yang sanpt penting untuk mengimplementasikkaunr ikulumd i kelas.D engant ugast ersebumt aka kepemimimpinagnu rum enjadih al yangp okokd alamp rosesp embelajarayna ng efektifdik elas.P engajarayna nge fektifdapatm eningkatkanp restasdi iri siswa, Herzber(g1 969).Disampinigtu faktor lain yangb isam eningkalkanp restassi iswa adalahm otivasih erprestassie bagaimanfa llor interen,s ebagaimanyaa ng dikemukakaonl ehG oodenougdha lamM uhari( 1984)" motivasim erupakanfa klor yangt erpentingu ntukm eningkatkanke berhasiladna lamb elajars iswa.S emua variabebl aik keefektifang urud alamm engajaer konomi,m otivasib erprestasi, prestassi iswam erupakanb ahasand alamp enelitian. Didugaa dah uhungana ntarak eefektifang urud alamm engajaer konomi, motivasbi erprestasdi,e nganp restassi iswad i MadrasahA liyah Ma'arif Bakung UdanawBu litar. Dugaante rsebupt atutd ibuktikanm elaluis erangkaiapne nelitian. Karenait u diadakanp enelitiand enganm asalahs ebagabi erikut: l) Bagaimanati ngkat keefektifagnu rud alamm engajaer konomid i MadrasahA liyah Ma'arif Bakung UdanawuB litar, 2) Bagaimanati ngkat mofivasi berprestassi iswad i MadrasahA liyah Ma'arifB akungU danawuB litar, 3) Bagaimanap restassi iswad i MadrasahA liyah Ma'arifB akungU danawuB litar, 4) Apakaha dah ubungana ntarah ubungan keefektifagnu rud alamm engajaer konomid enganp restassi iswad i MadrasahA liyah Ma'arifB akungU danawuB litar, 5) Apakaha dah ubungana ntaram otivasi berprestasdie nganp restasis iswad i MadrasahA liyah Ma'arif BakungU danawu Blitar,6 ) Ap akaha dah ubunganb ersama-saam a mtarak eefektifang urud alam mengajaer konomi,m otivasib erprestasid, enganp restasis iswad i MadrasahA liyah Ma'arif Bakung Udanawu Blitar. Untuk menjawabs emuap ermasalahadnia tas,p enelitianin i dirancangd engan rancangukr orelasionals ertad ilaksanakand i MadrsahA liyah Ma'arif Bakung I,ldanawRrrl itar denganju mlah populas4i 54 siswad and iambils ampesl ebesa7r 0 siswad engante knik randoms amplingy angd apatm ewakilis eluruhp opulasiM. Otode pengumpuladna tam enggunakank uesener. Pengolahand ata statistik menggunakan analisids eskriptif.k orelasip arsial,d ank orelasig anda. Dari hasilp enelitians ertap aparanh asila nalisisd atad enganb antuanS PSSd I temukanh asil penelitians ebagabi erikut : bahwa, 1) kefeehifan guru dalam mengajaerk onomid i MadrasahA liyah Ma'arif BakungU danawuB litar dalam kreteriab aik sebesa4r0 yo,2)M otivasib erprestasdia lamk reteriab aik sebesa4r I ,42 %,3 ) Prestasbi elajars iswaM adrasahA liyah Ma'arif BakungU danawuB litar keteriab aik sebesa3r 7,14%,d an4 ) melaluia nalisisk orelasia dah ubunganp ositip yang signifikan antara keefektifan guru dalam mengajar ekonomi, dengan prestasi siswad i MadrasahA liyah Ma'arif BakungU danawuB litar, 5) melaluia nalisis korelaspi arsiaal dah ubunganp ositifyangs ignifikana ntaram otivasib erprestasi dengapnr estassi iswad i MadrasahA liyah Ma'arif BakungU danawuB litar, 6) Melaluia nalisisr egresgi andad itemukanb ahwak eefektifang urud alamm engajar ekonomim, otivasib erprestassi ecarab ersama-samma emiliki hubungany ang positip dans ignifikand enganp restasbi elajars iswad i MadrasahA liyah Ma'arif Bakung UdanawuB litar. Bertitik tolak dari temuanp enelitianin i, beberapas arany angd iperkirakan dapatm eningkatkank eefektifang uru dalamm engajar,m otivasi berprestasdi engan prestassi iswaa dalah,I ) agarp arag uru selalum eningkatkank eefektifand alam mengaja2r.) hendaknyag urus elalumemberikamn otivasib erprestaskie padas iswa, agarp restassi iswad apatd icapais ecaram aksimal,3 ) parap eneliti di bidang pendidikanh,e ndaknyah asilp enelitianin i dapatd ikembangkalne bih lanjut.

Hubungan antara tingkat literasi tik dan tingkat ketersediaan fasilitas tik dengan tingkat pemenfaatan tik pada guru SMK di Kabupaten Malang / Dwi Prihanto

 

ABSTRAK Dwi Prihanto, 2010. Hubungan antara Tingkat Literasi TIK dan Tingkat Ketersediaan Fasilitas TIK dengan Tingkat Pemanfaatan TIK pada Guru SMK di Kabupaten Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Kejuruan PPS Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd (II) Drs. Setiadi Cahyono Putro.,M.Pd, M.T. Kata kunci: Literasi TIK, Fasilitas TIK, Pemanfaatan TIK, Guru SMK. Dewasa ini teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah berkembang dengan pesatnya. Hal tersebut didorong oleh kuatnya arus globalisasi, di mana TIK dengan sifatnya yang interaktif dan dinamis merupakan ikon yang diperlukan di berbagai komunitas kehidupan, termasuk aktivitas di lembaga pendidikan. Secara kurikuler, guru dituntut memiliki kekayaan informasi, dan mengetahui bagaimana TIK dapat mendukung dan atau mengantarkan para siswa dalam hidup, belajar, dan bekerja di era global. Untuk mencapai maksud ini tidak lepas dari berbagai faktor, di antaranya adalah tingkat literasi TIK dan tingkat ketersediaan fasilitas TIK bagi para guru. Tujuan utama penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan tingkat literasi TIK guru (X1), tingkat ketersediaan fasilitas TIK untuk guru (X2), dan tingkat pemanfaatan TIK sebagai alat bantu pembelajaran guru (Y); (2) mengungkap hubungan XI terhadap Y; (3) mengungkap hubungan X2 terhadap Y; serta (4) mengungkap hubungan XI dan X2 secara simultan terhadap Y, di SMK wilayah Kabupaten Malang pada tahun 2009. Penelitian kuantitatif secara deskriptif korelasional ini adalah merupakan studi populasi yang diterapkan kepada 163 guru pada Program Teknik Elektro di SMK wilayah Kabupaten Malang, yang dilaksanakan pada tahun 2009. Seluruh anggota populasi mendapat kesempatan mengisi instrumen berupa angket, sedangkan data yang diolah berjumlah 130 yang diambil secara acak. Kesimpulannya adalah: (1) guru memiliki tingkat literasi TIK yang tinggi, namun tingkat ketersediaan fasilitas TIK masih rendah, sehingga tingkat pemanfaatan TIK sebagai alat bantu pembelajaran masih berada pada kategori sedang; (2) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat literasi TIK guru dengan tingkat pemanfaatan TIK sebagai alat bantu pembelajaran guru (3) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat ketersediaan fasilitas TIK untuk guru dengan tingkat pemanfaatan TIK sebagai alat bantu pembelajaran guru, dan (4) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat literasi TIK guru dan tingkat ketersediaan fasilitas TIK untuk guru secara simultan terhadap tingkat pemanfaatan TIK sebagai alat bantu pembelajaran guru. Artinya semakin tinggi tingkat literasi TIK dan tingkat ketersediaan fasilitas TIK untuk guru, maka akan semakin tinggi pula tingkat pemanfaatan TIK sebagai alat bantu pembelajaran guru SMK di Wilayah Kabupaten Malang. Disarankan: (a) agar guru meningkatkan kepemilikan fasilitas TIK dan penggunaannya sebagai alat bantu pembelajaran, (b) Sekolah perlu melakukan pembinaan literasi TIK bagi guru, misalnya melalui pelatihan tentang literasi TIK, atau belajar dalam lingkup kelompok kerja guru (KKG), (c) Sekolah perlu menyiapkan fasilitas TIK yang memadai dengan kebutuhan kelas yang membutuhkan fasilitas TIK sebagai alat bantu pembelajaran, (d) Perlu adanya kebijakan dari sekolah agar memperhatikan masalah literasi TIK guru dan ketersediaan fasilitas TIK untuk guru sebagai alat bantu dalam pembelajaran. Kedua komponen tersebut adalah merupakan unsur penunjang keberhasilan pembelajaran berbasis TIK.

Pengembangan komik berbahasa arab sebagai bahan suplemen materi qira'ah kelas X MA / Abdul Aziz Nasruddin

 

ABSTRAK Nasruddin, Abdul Aziz. Pengembangan Komik Berbahasa Arab sebagai Suplemen Materi Qira’ah Kelas X MA. Skripsi, Jurusan Sastra Arab Fakultas SastraUniversitas Negeri Malang, Pembimbing: Prof. Dr. Imam Asrori, M.Pd. kata kunci: Pengembangan, Komik, bahasa Arab, Suplemen, Qira’ah Bahasa Arab merupakan salah satu mata pelajaran yang patut mendapatkan perhatian yang intensif dari guru, salah satunya adalah dengan berbagai media untuk meningkatkan motivasi dan minat para siswa dalam mendalaminya, dalam hal ini pengayaan dalam materi qira’ah adalah salah satu caranya karena membaca adalah cara penting dalam meningkatkan pemerolehan kosakata mereka. Salah satu media untuk meningkatkan motivasi dalam membaca mereka adalah dengan menggunakan media komik sebagai bahan suplemen, disamping buku ajar yang mereka gunakan, karena media ini mendapatkan apresiasi yang baik dari berbagai kalangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan cerita komik berbahasa Arab dan menghasilkan tampilan fisik komik dengan sistematika penyajian yang sesuai dengan kurikulum Madrasah Aliyah kelas X. Sehingga media ini pada akhirnya layak digunakan sebagai suplemen yang akan memperkaya khazanah kebahasaan mereka. Pengembangan media ini melalui beberapa tahapan yaitu : Analisis Kebutuhan, pengembangan produk, uji Ahli, uji lapangan yang meliputi uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar , revisi dan hasil akhir. Penyajian komik ini adalah : 1. Cover depan, 2. Kata Pengantar, 3. Daftar Isi, 4. Standar Kompetensi, 5. Kumpulan cerita komik yang memuat perkenalan dan aktifitas keluarga. 6. Susunan bahasa (Tarkib) 7. Kosakata. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu (1) Wawancara (2) Angket yang diisi oleh tim Ahli, serta angket yang diisi oleh Guru dan kelompok kecil. serta tes Uji pemahaman di lapangan. Hasil uji kevalidan komik oleh ahli media sebesar 79% dinyatakan Valid, data hasil uji kevalidan oleh ahli materi sebesar 85 % dinyatakan valid. Uji lapangan dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri I Malang kepada kelas X dan guru mata pelajaran, dengan hasil uji kelompok kecil 76 % dan uji kelompok besar 63 %, jadi media komik dikatakan cukup valid sebagai Suplemen Qira’ah bagi siswa Madarasah Aliyah kelas X. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru mata pelajaran bahasa Arab untuk memanfaatkan media komik ini sebagai sarana untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, dan mendorong para siswanya untuk belajar mandiri dalam mempelajari bahasa Arab dan disarankan kepada pengembang selanjutnya untuk meningkatkan kualitas gambar dan layout sehingga komik bisa disebarluaskan kepada masyarakat umum, dan juga disarankan mengembangkan komik untuk kelas XI dan XII dengan tema-tema

Using facebook to improve students' achievement in writing a descriptive text at State Senior High School 1 at Karangan, Trenggalek, East Java / Yerita Nurliana

 

ABSTRACT Nurliana, Yerita. 2010. Using Facebook to Improve Students’ Achievement in Writing a Descriptive Text at State Senior High School 1 at Karangan, Trenggalek, East Java. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Prof. Bambang Yudi Cahyono, M.Pd, M.A., Ph.D. Key words: writing, Facebook, descriptive, classroom action research Writing plays an important role in human life since it enables us to communicate with others especially those who are not present. An ability to write in English language is important for English language learners, more particularly in the context of English as a Foreign Language (EFL). Through writing, English language learners are able to convey messages to the readers across places and time using a written form of EFL. The result of the preliminary study showed that students still performsed poorly in writing a descriptive text and they were lacked interest in writing. They were lacked practice and the teacher provided less time for teaching writing compared to the other language skills. To solve this problems, Facebook as a medium to publish students‟ writing was proposed to be integrated in teaching writing. Facebook was chosen because it was very popular among students so it can encourage students to write, and a previuos study found that the use Facebook in writing class, without leaving the writing process, brings positive impacts to the teaching of writing. It also improves students‟ ability in writing. The objective of this study was to improve students‟ achievement in writing descriptive texts by increasing their motivation to write through the use of Facebook, and increase their ability in writing through the writing process. This study used collaborative classroom action research. The researcher, with the assistance of the classroom English teacher, designed the lesson plans and set the criteria of success. The classroom English teacher acted as the observer during the teaching and learning process. The research was conducted in two cycles. Each cycle consisted of three meetings, two face-to-face meetings and one online session, and covered planning an action, implementing the action, observing the action, and reflecting on the observation. The subjects were 33 students of X-A in SMA Negeri 1 Karangan in 2009/2010 academic year. The instruments used to collect the data were interview guides, questionnaires, observation checklists, field notes, and the students‟ writing prompt. During the implementation of the action, the researcher explained about a descriptive text and its generic structure. Then, it was followed by modeling how to make an outline and write the draft based on the ideas from the outline. Also, the students were assigned to produce a descriptive text through the writing process: prewriting, drafting, revising, editing and publishing. In Cycle 2, the researcher taught the students how to generate their ideas by making a semantic web because the data gained from Cycle 1 showed that students‟ ability in organizing ideas gained the least improvement, thus the researcher decided to use semantic web as a help to organize the ideas. The result of the research showed that the integration of Facebook in the teaching of writing without leaving writing process successfully improved the students‟ aachievement in writing a descriptive text. The scores of the students‟ writing products improved significantly from preliminary study to Cycle 1 and from Cycle 1 to Cycle 2. The students‟ mean score improved from 55.1 in the preliminary study to 73.07 in Cycle 1. Moreover, the students‟ mean score reached 80 in Cycle 2. Based on the result of this study, it is suggested that English teachers utilize Facebook as a medium to publish students‟ composition in teaching writing. The English teachers are also recommended to integrate Facebook in teaching other kinds of text types. In addition, further researchers are suggested to explore the integration of Facebook and other social sites (Twitter, Skype, MySpace, etc) in the teaching of writing.

Peningkatan kemampuan membaca cepat dengan menggunakan teknik quick on the draw siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Masfufa Affriyanti

 

ABSTRAK Affriyanti, Masfufa. 2010. Peningkatan Kemampuan Membaca Cepat Dengan Menggunakan Teknik Quick on The Draw Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurhadi, M.Pd, (II) Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd. Kata Kunci : teknik Quick on The Draw, pembelajaran membaca, kecepatan membaca. Pembelajaran membaca mempunyai peranan penting dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Adanya pembelajaran ini, diharapkan siswa mampu menguasai keterampilan membaca. Salah satunya adalah siswa belum mampu membaca cepat untuk menyimpulkan isi teks bacaan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia, diketahui bahwa tingkat membaca cepat siswa masih rendah. Rendahnya keterampilan tersebut salah satunya diduga faktor teknik pembelajaran yang digunakan guru masih belum bervariasi. Untuk mengatasi rendahnya keterampilan membaca cepat tersebut, diberikan solusi dengan menggunakan teknik quick on the draw. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) meningkatkan kemampuan membaca cepat siswa dengan menggunakan teknik quick on the draw, (2) meningkatkan kemampuan siswa meyimpulkan isi teks bacaan dengan menggunakan teknik quick on the draw, dan (3) meningkatkan kemampuan membaca cepat siswa dalam menemukan ide pokok dengan menggunakan teknik quick on the draw. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Dalam penelitian ini, digunakan kartu berkarakter sebagai media pembelajaran dan ”Quick on The Draw” sebagai strategi pembelajarannya. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas VIII G SMP Negeri 4 Malang tahun ajaran 2009/2010. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui dua siklus. Tiap siklus terdiri atas pendahuluan, inti, penutup, dan refleksi. Pengambilan data siklus 1 dilakukan pada tanggal 20 November 2009 dan siklus 2 dilaksanakan pada tanggal 24 November 2009. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dengan pedoman observasi, wawancara dengan pedoman wawancara, angket pembelajaran dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa hasil membaca cepat siswa setelah mengikuti pembelajaran membaca cepat dengan teknik quick on the draw terbukti mengalami peningkatan. Hasil tes kecepatan membaca prasiklus menunjukkan nilai rata-rata sebesar 175 kpm atau 12,82% dan pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 213 kpm atau 20,51%. Hal ini berarti terjadi peningkatan sebesar 7,69%. Pada hasil tes pemahaman ide pokok prasiklus sebesar 12,82% dan pada siklus 1 sebesar 33,34%. Hal ini berarti mengalami peningkatan sebesar 20.52%. Pada siklus 2 diperoleh nilai rata-rata kelas untuk tes membaca cepat sebesar 298 kpm atau 87,18%. Hal ini menunjukkan peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 66,67%. Untuk tes pemahaman ide pokok diperoleh nilai ratarata sebesar 87,18%. Hal ini juga menunjukkan adanya peningkatan sebesar 53,84% dari siklus I. Proses pembelajaran membaca cepat juga membawa dampak pada perubahan tingkah laku siswa pada saat pembelajaran. Berdasarkan hasil data nontes siklus I, masih tampak siswa yang kurang aktif saat pembelajaran berlangsung. Pada siklus 2 siswa menjadi lebih aktif saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Berdasarkan penelitian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa teknik quick on the draw dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran membaca cepat. Hal itu dapat dilihat dari penggunaan teknik quick on the draw yang mampu meningkatkan kecepatan membaca dan pemahaman siswa. Selain itu, peningkatan membaca cepat dengan teknik quick on the draw dapat dilihat dari keaktifan dan kesungguhan siswa selama mengikuti proses pembelajaran membaca cepat. Saran yang dapat diberikan kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia kiranya dapat memanfaatkan teknik quick on the draw sebagai salah satu alternatif teknik pembelajaran membaca cepat. Untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang inovatif dan kreatif, kepada Kepala SMPN 4 Malang, disarankan agar memberikan dukungan kepada guru untuk mengembangkan teknik pembelajaran yang lebih variatif dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah. Kepada peneliti lain dapat melakukan penelitian tentang peningkatan membaca cepat dengan menggunakan teknik lain, agar lebih bervariasi dan kecepatan membaca siswa dapat meningkat.

Hubungan Antara Partisipasi Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Dan Prestasi Belajar Siswa SLTP Negeri 3 Malang oleh Khairunisa Kusumawati

 

ABSTRAK Kusuman,akthi,a irunisa.2 002H!. ubunganA ntara PartisipasiO rang Tuad alant PendidikanA nak dan Presta-sBie lajar siswa sLTPN egeri3 Malang.S kripsi, .lurusaAn dministrasPi endidikanF IP UniversitasN egeriM alang. Pembimbing(:I ) Dr. HendyatS oetopoM, .Pd. (II) Dr. IbrahimB afadal,M .Pd. KataK unci: Panisipasoi rangt ua dalamp endidikana nak,p restasbi elajars iswa. Keduduliank eluargaa tauo rangt ua sungguhs angatp enting,s ebabd alam linghungakne luargalahk ebanyakana nakm enghabiskawn ahunya.S elaini tu pula banyadk rantarao rangt ua yangt idak mau melibatkand iri dant idak maut ahut entang pndidikana naklva.B anl'akf aklor yang dapatd idugas ebagapi enl'ebabb erprestasi dalamb elajaml.at,e tapif al(or partisipasoi rangt ua merupakans alahs atuf al'tor yang sangapte nting. Penelitianin i mengungkapkapna rtisipasoi rangt ua dalamp endidikana nak dihubungliadne nganp restasbi elaiars iswa.M asalahp enelitianin i adalah(:l ) seberapbae sart ingkat partisipasio rangt ua siswa dalam pendidikana nakd i SLTP Neger3i Malang?( 2) seberapbae sart ingkatp restasbi elajars isua SLTPN egeri3 Malang?(3 ) adakahh ubungana ntarap artisipasoi rangt ua siswad alamp endidikan anakd anp restasbi elajars isrvaS LTPN egeri3 Malang? Tujuanp enelitianin i adalahu ntuk mengetahu:i (l) tingkatp artisipasoi rang tuas isrvad alamp endidikana nakd i SLTPN egeri3 Malang?( 2) tingkatp restasi belajars isrvaS LTPN egeri3 Malang?( 3) hubungana ntarap artisipasoi rangt ua sisrva dalamp endidikana nakd anp restasbi elajars iswaS LTPN egeri3 Malang? Populaspi enelitianin i adalahs eluruhs isrvaS LTPN egeri3 Malangb eserta orangtt anl'a dans ampelp enelitian2 15 respondenP. enelitianin i adalahp enelitian deskriptfi mengg unakanra ncang ank orelasionalT. eknik untukm eng galid ata menggunakatne knik analisisd eskriptifdant eknik analisisd atam enggunakan presentasdea nt eknikk orelasi" ProductM oment" olehP earson. Hasil penelitiani ni menunjukkanb ahwa:( l) partisipasoi rangt ua sisrvaS LTP Negeri3 Malangd alamp endidikana nakp adat ingkatb aik: (2) prestasbi elaiarS LTP Negen3 Malangm empunyaki ecenderungayna ngb aik; (3) adah ubungana ntara partisipasoi rangt ua dalamp endidikana nakd anp restasbi elajar. Dalamp enelitianin i sarand iberikank epadaK epalaS LTPN egeri3 Malang, suru,o rangt ua. siswad anp enelitis elanjutnyay angp adat ujuann-vaag arp artisipasi orangt ua danp restasibelajasr iswal ebih ditingkatkand ari kualifikasib aik menjadi saneabt aik.

Membangun sistem informasi sekolah pada SMP Negeri 20 Malang / Khusnul Chotimah

 

Kata kunci: SIS, database, Microsoft access, LAN, Mapping Network Drive. Sistem Informasi Sekolah (SIS) adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya dalam suatu sekolah yang betujuan menghasilkan suatu informasi sekolah. SIS diciptakan untuk melaksanakan pengolahan data yang akan dimanfaatkan sekolah. Sistim informasi sekolah bertujuan untuk memberikan informasi secara cepat, tepat dan akurat kepada guru, pegawai dan siswa serta untuk meningkatkan kualitas SMP Negeri 20 Malang. Pelaksanaan kegiatan tugas akhir ini dilakukan di SMP Negeri 20 Malang yang berlokasi di Jl. R. Tumenggung Suryo No. 38 Malang Mulai bulan 1 Agustus 2009 sampai dengan 30 Desember 2009. Tugas akhir ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi sekolah, merancang sebuah sistem untuk menghadapi permasalahan tersebut, mengambil dan mengumpulkan data, membuat sistem, menguji sistem tersebut dan mengkoneksikan sistem tersebut pada jaringan local area network (LAN). Sistem informasi sekolah ini dibuat dengan menggunakan aplikasi microsoft access. Hasil uji coba dari sistem ini pengguna bisa memasukkan data dengan cara entry data, mencari data, melihat data dan laporan dengan mencetak data yang diinginkan. Sistem ini juga bisa diakses oleh komputer-komputer lain dalam satu jaringan local area network (LAN) melalui mapping network drive. Berdasarkan hasil pengujian ini, karena sistem ini masih banyak kekurangan antara lain belum sempurnanya sistem ini dan belum berjalannya sistem ini pada jaringan internet, maka disarankan kepada peneliti lain untuk mengembangkan lebih lanjut sistim ini terutama dalam hal memperbaiki sistem dan mengkoneksikan sistem ke internet.

Pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 7 Malang pada materi pokok kelarutan dan hasil kali kelarutan tahun ajaran 2009/201

 

ABSTRAK Wulansari, Indah Sri. 2010. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Division) terhadap Hasil Belajar dan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 7 Malang pada Materi Pokok Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Tahun Ajaran 2009/2010. Sripsi, Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D., (II) Oktavia Sulistina, S. Pd., M. Pd. Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif, STAD, hasil belajar, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi Pembaharuan paradigma pendidikan dari behaviorisme menuju ke kontrukstivisme mendorong dilakukannya pembaharuan dalam bidang pendidikan termasuk dalam pembelajaran kimia. Pembaharuan dapat dilakukan salah satunya dengan menggunakan suatu model pembelajaran yang bersifat kontrukstivistik, yaitu pembelajaran kooperatif tipe STAD. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD; (2) mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif siswa; (3) mendeskripsikan hasil belajar afektif dan psikomotor siswa; dan (4) mendeskripsikan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 7 Malang yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan yang dibelajarkan secara konvensional pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dan rancangan eksperimental semu (quasy experimental design). Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 7 Malang Tahun Ajaran 2009/2010 yang terdiri dari empat kelas. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 (32 siswa) sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 2 (32 siswa) sebagai kelas kontrol. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen perlakuan meliputi silabus, RPP, LKS, hands-out, dan instrumen pengukuran yang berupa tes dan lembar observasi.Teknik yang digunakan untuk menganalisis data hasil belajar adalah analisis statistik deskriptif dan uji-t. Sedangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dianalisis berdasarkan persentase kemampuan siswa dalam menjawab dengan benar pada tingkatan soal C4 dan C5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada kelas eksperimen secara keseluruhan dapat berlangsung dengan baik, hai ini terbukti dari persentase keterlaksanaan pada setiap pertemuan (pertemuan (1;2) 92%, pertemuan ke-3 100%, pertemuan ke-4 100%); (2) terdapat perbedaan hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol, dan berdasarkan uji lebih lanjut menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik dari hasil belajar siswa kelas kontrol; (3) hasil belajar ranah afektif dan ranah psikomotor siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Hal ini dibuktikan dari persentase penilaian psikomotor siswa kelas eksperimen yang masuk kategori sangat baik lebih banyak dari kelas kontrol, yaitu 54,69%. Sedangkan kelas kontrol 12,5%. Begitu juga hasil belajar ranah afektif menunjukkan bahwa persentase siswa yang masuk kategori sangat baik pada kelas eksperimen mencapai 34,37%, sedangkan kelas kontrol 2,08%; (4) kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Hal ini dapat diketahui dari persentase kemampuan siswa dalam menjawab dengan benar pada tingkatan soal C4 dan C5 kelas eksperimen (80%) lebih tinggi daripada kelas kontrol (61%).

The use of code switching in the teaching of English in X-7 at SMA Negeri RSBI 1 Kepanjen / Cynthia Lutfi Cahya Purnama

 

ABSTRACT Purnama, Cynthia Lutfi Cahya. The Use of Code Switching in the Teaching of English in X-7 at SMA RSBI Negeri 1 Kepanjen. Sarjana’s Thesis, English Departement, State University of Malang. Advisor: Drs. Setyadi Setyapranata, M.Pd. Key words: code switching, the teaching of English, Pioneering International Standard School (RSBI) This research aims to investigate code switching used by the teachers in the teaching of English in X-7 at SMA RSBI Negeri 1 Kepanjen. SMA Negeri 1 Kepanjen is a public senior high school located in Kepanjen, Malang District which has become a Pioneering International Standard School (RSBI). There are two problems in this research, namely: the types of code-switching used by the research subjects in the teaching of English in X-7 at SMA RSBI Negeri 1 Kepanjen and the reasons for the use of code switching by the research subjects. The design of this study is descriptive qualitative and the subjects are two English teachers. The data of the study are the form of written recorded utterances when the teachers are teaching in the classroom. The duration of data collection started from February 4th , 2010 until March 2nd , 2010 which consisted of six meetings, three meetings for each teacher (February 16th , 2010 was excluded since the researcher could not do the observation). The observation was done every Tuesday and Thursday. The result shows that there are five types of code switching found in the teaching of English in X-7 at SMA RSBI Negeri 1 Kepanjen used by the two teachers. They are inter-sentential code switching (50%); intra-sentential code switching (43,75%) which involves a word within sentence (27.5%), a noun phrase (10%), intra-lexical code switching (3.75%), both a verb phrase and an independent clause (1.25 %); emblematic code switching (3.75%); establishing continuity with the previous speaker (1.25%) and changing of pronunciation features (1.25%). Besides, there are nine probable reasons for the use of code switching by the two English teachers, namely the notion that a speaker may not be able to express in one language (23.75%), translating words (23.75%), intention of clarifying the speech content for interlocutor (18.75%), repetition used for clarification (12.5%), talking about a particular topic (6.25%), making jokes (6.25%), quoting somebody else (3.75%), interjection or inserting sentence fillers or sentence connector (2.5%), and expressing group identity (2.5%). In addition, the researcher takes one general reason namely considering efficiency of time. This study suggests not only the students of linguistics study programme but also the students of education study programme to think more critically about code switching and other phenomena in other contexts. Besides, it is expected for the future researchers to conduct their observation in more various contexts so that they can enrich much more information about code switching and some other phenomena.

Pengaruh penggunaan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema air terhadap kompetensi IPA siswa kelas VIIF SMP Negeri 8 Malang semester 2 / Ita Rahma Sari

 

ABSTRAK Rahma Sari, Ita. 2010. Pengaruh Penggunaan Paket IPA Terpadu Berbasis Konstruktivisme Dengan Tema Air Terhadap Kompetensi IPA Siswa Kelas VIIF SMP Negeri 8 Malang Semester 2 Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Eddy Supramono, (II) Drs. Triastono Imam Prasetyo ,M.Pd. Kata Kunci : IPA Terpadu, Paket IPA Terpadu, Kompetensi IPA Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah secara tegas menyatakan bahwa substansi mata pelajaran IPA pada SMP/MTs merupakan IPA Terpadu. Penelitian evaluatif yang dilaksanakan di SMP Negeri Malang Raya menunjukkan bahwa pembelajaran IPA Terpadu di SMP masih mengalami berbagai masalah, sehingga pada tahun 2009 telah dikembangkan paket IPA Terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema air oleh Ani Rahmawati. Paket IPA ini sudah divalidasi kelompok ahli tetapi sampai sekarang belum diterapkan di sekolah-sekolah. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan Paket IPA Terpadu berbasis konstruktivisme terhadap Kompetensi IPA yang meliputi prestasi belajar, kerja ilmiah dan skala sikap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP N 8 Malang Tahun Pelajaran 2009/2010. Sampel penelitian dipilih dua kelas secara random sampling dan terpilih kelas VIIF dan VIIG. Kelas VIIF berjumlah 41 siswa ditetapkan sebagai kelas eksperimen, sedangkan kelas VIIG berjumlah 41 siswa ditetapkan sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diajar menggunakan Paket IPA Terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema air oleh Ani Rahmawati sedangkan kelas kontrol diajar menggunakan paket IPA seperti biasanya. Kedua kelas tentunya memperoleh materi yang sama sesuai SK dan KD. Kompetensi IPA yang diteliti meliputi prestasi, kerja ilmiah dan skala sikap yang diperoleh dari data pretes dan postes. Instrumen penelitian ini berupa tes (prestasi belajar dan kerja ilmiah) dan Non-tes (skala sikap) yang sudah diuji validitas maupun reliabilitasnya. Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah dengan menggunakan Statistik Parametik yaitu Uji Anakova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk tingkat signifikansi < 0,05 hipotesis h0 ditolak. Hal ini berarti prestasi belajar dan kerja ilmiah kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol, tetapi skala sikap kelas eksperimen tidak lebih tinggi dari kelas kontrol. Dibuktikan dengan Uji Lanjut Sidak yang mana skor rata-rata postes Kompetensi IPA kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Skor rata-rata postes prestasi belajar untuk kelas eksperimen 18,522 sedangkan kelas kontrol 15,332. Skor rata-rata kerja ilmiah untuk kelas eksperimen 13,848 sedangkan kelas kontrol 11,737. Skor rata-rata skala sikap untuk kelas eksperimen 62,626 sedangkan kelas kontrol 63,252.

Perbandingan Prestasi Belajar Siswa Madrasah Aliyah Antara Yang Tinggal di Dalam Pondok Pesantren dan di Luar Pondon Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Kabupaten Pamekasan (Studi di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Kabupaten Pamekasan oleh Moh. Luthfi

 

Dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa ada bebcrapa frktor yangd apatm empengaruhdi an harus.diperhatikanb, aik fahor intern maupun ii*tot eltte* Faktor prestasi belajar yang perlu diperhatikan jup selain lingkungank eluarga,s ekolatrd an masyankat adalahl ingkunganp ondok- . p.i*tti, y*g mJrupakan tempat tinggal dan tempat belajar para santri(siswa), ifir-uas"u* untunternpat tinggal para santi (siswa) sederhan4 merckatidur tanpa kasur serta tanpa meja husi gntuk belajar, dan dalam satu kamax dihuni bcberapasa ntri sehinggad ibututrkank csabarand alamb elajar Panelitiani ni bertujuanu ntuk (1) mengetatrutii ngkat presAsib elajar sisway angt inggal di dalam PondokP esan$enD arut Ulum di IVfadrasaAh liyah Oaruti -ltum Sa"yua"yar KabupatenP amekasan(.2 ) mengeAhuit ingkat prestasi belajars isway angt lnggal di luar PondokP esantrenD arul ulum di Madrasatt Aliiah Darul Utum ganyuanyarK abupatenP amekasan(.3 ) mengerahui pertedaa" prestasi belajar siswa anara yang tinggal di dalam Pondok Pesantren Aaoy ungt inggal di luar PondokP esantrenD arul Ulum di MadrasahA liyah Darul Ulum BanyuanyarK abupatenP amekasan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Madrasah Aliyah arulU lum BanyuanyarK abupatenP amekasank elasI , kelasI I, dan kelasI IIsemesteIr tahunp elajaran2 0c/21200s3e banyak7 83 siswa.S ampels isway ang tnggal di pondokp esanten sebesar1 0%d arijumlatr populasis ebanyak]f 3 siswa,s edangkans isway ang tinggal di luar pondokp esantens ebanyak7 1 siswa, karenak urangd afi 100( seratus)m akad iambil sernua.T eknik pengumpuland ata yangd ilakukand alam penelitiani ni menggunakand okumentasi,in terview dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa yeng ertempatti nggat di dalam pondok pesantrend ari sampely ang adat erdapatn ilaitenendahl 15dant ertinggr1 52d cnganr 3itz-ratal3 s,7z,prestasbi elajars iswa yangb ertempat ingpl di luar pondokp esantrend ari populasiy ang adat erdapet nilai tenendah 106 dan tertinggi 150 dengan rata'rata 13 I ,04, dan terdapat perbe.daapnr estasib elajary ang sigrifikan antaras isway ang bertempatt ingpl di dalamp ondokp esantrend an sisway ang bertempatt inggal di luar po:rdok pesantrenH. al ini tcrbukti dari hasil analisisy ang dipcrolehy aitu nilai t 5'1* 2,89 paaa tarafsignifikansi 5% lebih besar dibandingkan dengan nilai t uur 1,67. dsri datat ersebumt enunjukkabna hwap restasbi etajars isway angb ertempattin ggAdl I dalamp ondokp esantrelne biht inggi dibandingkandge ngans isway angt inggald I luarp' ondokp esantren. Berdasarkahna silp enelitianm, akad apatd ikemukakakne simpulan sebagabi€ rikut(l) prestasyi angb ertempattin ggald i dalamp ondokp esanten memlunyani ilai tenendahI 15d ant ertinggi1 52d enganra ta-rata1 35,72. (2) prestasyi angb ertempattin gpl di luarp ondokp esantremn cmpunyani ilai ienenOaffOr eO ante rtinggi1 50d enganra ta-rata1 31,04(.3 ) terdapapt e$edaan prestasbi elajara ntaras isway angd i dalamd and i yangd i luar pondo\p esnten. karenan ilai,t unng2 ,892l ebihb esard ibandingkadne ngann ilai ! ourf 10Z;. Sarany an! dapatd isampaikadna ri hasilp enelitiuri ni sebapi berikut: (l) anakd idiiagar teUitrg iat lagi dalamb elajard anb erusahma emperdalamilm u pengctahuadna, nm empergunakawna ktuyanga dau ntukk egiatan'kegratayann g 'dapat meningkatkapnr estasbi elajard enganm engikutjia m-jamt ambahayna ng suaante 4aAiA di sekotatUse rtam enaatit atat crtib yangb erlaku_badiki ykolah maupund i pondokp esanfend emik ebaikanb enama(. 2) pendidika slr fgbitt memperhatikapnr" it""i belajara nakd idik baiky angb ertempattin ggald i datam pond;kp esantenm a,rpuny aogb ertempattin ggald i luar pondokp esanfiend,a n memilihm etodey angi esuaid eng4nm ateriy anga kand iberikank epadaa nak idika gar* odatt dipahamis, ertam emberikakna jiany angl ebihi ntensifk cpada sisway angt inggald i luarp ondokp esantente rutanam atap elajaranm uatan mU (:; i.*Uugo agarm inyediakans aranad anp rasaranyaa ngm emadadi emi ketancarapnr osesb elajarm engajard, anm eningkatkapne ngelolaadna n pembinaaLnr hadapg uru-gurud alamk egiatanp rosesb elajarm engajaar gars iswa memperolephr estasyi angs emakinb aik.

Implikasi Undang-undang No. 17 Tahun 2003 tentang keuangan negara terhadap sistem pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Jombang / Ikhlasia Fitri

 

Kata Kunci : Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara, Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah Pemberlakuan Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2003 memberikan dampak pada perubahan dalam pengelolaan keuangan daerah khususnya Kabupaten Jombang. Dalam peraturan Undang-Undang tersebut, laporan keuangan diharuskan memiliki prinsip akuntabel, transparan, serta terinci. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 terhadap sistem pengelolaan keuangan daerah serta mengetahui perbedaan laporan keuangan daerah sebelum dan sesudah adanya peraturan tersebut. Data yang digunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah data-data yang berhubungan dengan pelaksanaan sistem pengelolaan daerah sesuai dengan Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 yang diperoleh selama PKL di Dinas Pendapatan, Pengeloalaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Jombang. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara wawancara dan dokumentasi. Analisis terhadap pelaksanaan Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 yang berhubungan dengan sistem pengelolaan keuangan daerah serta membandingkan laporan keuangan daerah antara sebelum dan sesudah peraturan tersebut berlaku. Hasil penulisan Tugas Akhir ini menunjukkan bahwa tujuan yang dicapai dalam pemberlakuan Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 dalam pelaksanaan sistem pengelolaan keuangan daerah serta mengetahui perbedaan laporan keuangan daerah sebelum dan sesudah Undang-Undang diberlakukan. Peraturan UU tersebut dalam pengelolaan laporan keuangan daerah sudah dilaksanakan sepenuhnya oleh instansi tersebut. Selain itu, pelaksanaan Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara ini memberikan dampak positif bagi laporan keuangan daerah yaitu terwjudnya mekanisme yag transparan, akuntabel, serta terinci. Berdasarkan temuan yang dipaparkan, dapat disarankan agar dalam mengelola keuangan daerah harus dicatat lagi secara akuntabel, transparan, dan terinci sehingga para pengguna laporan keuangan dapat menilai akuntabilitas dan membuat keputusan baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun politik, dilakukan penyempurnaan aturan tentang pengelolaan keuangan daerah, serta sosialisasi dalam perbaikkan sistem pengelolaan keuangan tersebut sehingga dapat benar-benar dipahami oleh instansi.

Peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas VI SDN Andonosari II Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan melalui model karya wisata / Widodo

 

ABSTRAK Widodo, 2010. Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VI SDN Andonosari II Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan Melalui Model Karya wisata.Skripsi, Jurusan KSDP Program S1 PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, M. Pd (2) Drs. Heru Agus Tri Widjaja, M. Pd. Kata Kunci : IPA SD, Model Karya wisata. Tujuan Pembelajaran IPA pada jenjang pendidikan dasar antara lain mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun pembelajaran IPA yang dilakukan di SD Andonosari II selama ini masih menjadikan siswa sebagai sobyek belajar, belum mampu memahami konsep yang dipelajari secara utuh dan benar. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai yang dicapai 49,29 dengan 4 siswa (28,57%) mencapai ketuntasan dan 10 siswa (71,43%) belum mencapai ketuntasan. Untuk mengatasi masalah tersebut, digunakan model pembelajaran karya wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Penerapan pembelajaran model karya wisata IPA siswa kelas VI SDN Andonosari II. (2) Mendeskripsikan aktivitas siswa setelah dibelajarkan dengan pembelajaran model karya wisata. (3) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas VI SDN Andonosari II melalui pembelajaran model karya wisata. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sedangkan metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus masing-masing siklus terdiri dari (1) Perencanaan (2) Pelaksanaan (3) Observasi (4) Refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN Andonosari II yang berjumlah 14 siswa yang terdiri dari 8 laki-laki dan 6 perempuan. Instrument penelitian ini adalah Lembar pengamatan guru, Lembar pengamatan siswa, Pengertian, fungsi dan contoh ciri-ciri khusus tumbuhan, dan Lembar tes tulis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran model karya wisata dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDN Andonosari II. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil tes tulis pada setiap siklus. Hasil tes tulis pada siklus I mencapai 64,29 dan meningkat menjadi 76,79 pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran model karya wisata dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (1) Saran kepada guru, hendaknya menggunakan model karya wisata karena dapat memberikan kebebasan dalam belajar untuk menemukan konsep-konsep IPA. (2) Saran Kepada siswa, hendaknya meningkatkan pemahaman konsep-konsep IPA dengan cara, mencari informasi dan melakukan pengamatan.

Hubungan prestasi belajar mata kuliah yang diujikan dalam ujian pendadaran dengan performansi dalam ujian pendadaran mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Trias Galih Satria

 

ABSTRAK Satria, Trias Galih. 2009. Hubungan Prestasi Belajar Mata Kuliah yang Diujikan dalam Ujian Pendadaran dengan Performansi dalam Ujian Pendadaran Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Bambang Sugeng, M.A., M.M., Ak. (2) Triadi Agung S, S.E., M.Si., Ak. Kata kunci: Prestasi Belajar, Performasi Ujian Pendadaran Seiring dengan semakin ketatnya kompetensi paska lulus yang akan dihadapi oleh semua lulusan jenjang pendidikan S1 dalam rangka untuk mendapatkan lapangan kerja, penciptaan lapangan kerja , maupun peningkatan karier yang didukung oleh kompetensi lulusan mahasiswa yang telah menempuh dan telah menyelesaikan jenjang pendidikan S1. diharapkan mahasiswa jenjang S1 mampu bersaing dalam arti mempunyai kemampuan yang mumpuni sesuai dengan kompetensi yang telah diperoleh selama masa perkuliahan. Kompetensi mahasiswa lazimnya akan ditunjukkan dengan suatu deskripsi atas pencapaian kompetensi yang disebut sebagai prestasi belajar mahasiswa, di mana prestasi belajar mahasiswa tersebut dapat dilihat melalui daftar nilai yang disebutkan dengan Kartu Hasil Studi (KHS). Prestasi belajar dapat diartikan sebagai penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan oleh mata kuliah, lazimnya ditunjukkan oleh nilai test atau angka nilai yang diberikan oleh dosen. Dalam pelaksanaannya, walaupun pencapaian kompetensi atau prestasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah yang diujikan dalam ujian pendadaran telah dimiliki, diukur dan dievaluasi dari proses penjajaran yang berlangsung di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dan dideskripsikan pada Kartu Hasil Studi Mahasiswa, ternyata hal ini dirasa belum cukup untuk memantapkan anggapan bahwa mahasiswa telah mampu bersaing dan mempunyai kompetensi yang cukup. Sehingga di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang diadakan ujian pendadaran untuk memantapkan anggapan bahwa mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang benar-benar mampu bersaing dan mempunyai kompetensi yang cukup untuk dapat menciptakan dan mendapatkan lapangan kerja maupun meningkatkan kariernya pada saat berada di dunia kerja. Sebagai instrumen evaluasi, ujian pendadaran di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang berfungsi sebagai pemantap penilaian prestasi belajar mahasiswa. Selain itu juga sebagai barometer untuk mengukur sejauh mana pelaksanaan pendidikan dan evaluasi pada proses kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Hal menarik yang akan diangkat dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan positif antara prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah yang diujikan dalam ujian pendadaran pada mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan Penelitian Eksplanasi (explanatory research). Artinya merupakan penelitian yang menguji hubungan antara variabel yang dihipotesiskan (Faisal, 2003:21). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian i ini adalah alat analisis korelasi Spearman Rank yang merupakan salah satu alat atau teknik analisis non-parametrik yang biasa digunakan dalam penelitian populasi. Variabel dalam penelitian ini meliputi prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah yang diujikan dalam ujian pendadaran (x) sebagai variabel bebas dan performasi mahasiswa dalam ujian pendadaran (y) sebagai variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yang telah mengikuti ujian pendadaran baik periode ujian semester genap 2007/2008 maupun pada periode ujian pendadaran sebelumnya. Sampel dalam penelitian ini adalah S1 mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang angkatan 2004 yang mengikuti ujian pendadaran periode ujian semester genap 2007/2008. teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik aksidental sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Dari hasil analisis data dapat diketahui terdapat hubungan positif antara prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah yang diujikan dalam ujian pendadaran dengan performansi mahasiswa dalam ujian pendadaran. Hal tersebut dapat diketahui dari nilai P value = 0,002 dengan signifikasi atau α = 0,01 di mana apabila nilai P value < α , maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka sasaran atas penelitian ini adalah: (1) Diharapkan mahasiswa jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dapat lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian pendadaran terutama bagi mahasiswa yang secara umum mempunyai prestasi belajar kurang baik. (2) Untuk peneliti yang akan melakukan penelitian dan mengangkat masalah yang sejenis dengan penelitian ini hendaknya dapat mengambil sampel dengan jumlah yang lebih besar sehingga lebih mewakili karakteristik populasi serta lebih meyakinkan kesimpulan penelitian.

Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Ketersediaan Sumber Belajar di Rumah Terhadap Keberhasilan Belajar Siswa MAN Babat Kabupaten Lamongan oleh Mochmad Ma'mun

 

Prosesb elajarm engajaar kanb erjaland enganla ncara pabilas eluruh koponeyna ngb erpengarudhi dalamnyad idayagunakasne maksimaml ungkinu ntuk mencaptaui juany angd iharapkanK. omponen-komponeyna ngm empengaruhpir oses belajamr engajamr eliputi 1) siswa,y angm empunyapi otenski ecerdasanm, otivasi,minatb, akatd anl ain-lain2. ) perangkat'kurjkulum3) guru,y angd idalamnya terkandunkge mampuanp enguasaamn ateri,m etodologid, anp endekatannya. 4) saranad anp rasarantae rmasuldi i dalamnyas umberb elajars iswab aik di rumah maupund i sekolah5. ) lingkungank eluargat,e rmasukli ngkungans osialb udaya masyaraksaet tempadta nl ingkungakne luargaS. eluruhk omponend i atass aling terkaits atud enganla innya,s ehinggas isway angp andajii ka tidak didukungo leh umbebr elajar,m otivasi,d anl ingkungank eluargay angm endukungk, eberhasilan belajasr iswat idak akant ercapasi ecaram aksimal.Tujuapne nelitianin i untuk engetahusie jauhm anap engaruhli ngkungank eluargad ank eterssdiaasnu mber belajadr i rumahi erhadapk eberhasilabne lajars iswad i MAN Babat.A nalisad alam penelitianin i dilakukans ecaran on ramdoms amplings ebanyak5 0 respondeyna ng memilikik eseragamaint elegtuayl angs amaa tauh ampirs amab erdasarkapna meter NEMi nputa ntara3 8,05s ampa3i 9,95D. engand emikiank eberhasilabne lajars iswa hanyad itentukano lehl ingkungank eluargad ank etersediaasnu mberb elajard i rumah. Pengumpuladna tad enganm emakaai ngketu ntukv ariabel ingkungank eluarga(X 1) dank etersediasnu mberb elajard i rumah( X:), sertam emakami etoded okumentasi untukv ariabelk eberhasilabne lajar( Y). Analisisd at yangd igunakand alam pembahasasnk ripsim enggunakarne gresgi andaa taum ultipler egression. Berdasarkahna sila nalisisd ataK oefisiend eterminas(Ri Square: r") 0.761, menyatakabne sarnyap engaruhv ariabel ingkungank eluargad ank etersediaan sumberb elajard i rumaht erhadapk eberhasilasni swa.A rtinyas ebesa7r6 ,7Yo keberhasilabne lajars iswad itentukano lehl ingkungank eluargad ank etersediaan sumbebr elajard i rumah.S edangkasni sanyas ebesa2r 3,9%okeberhasiblaenla jar siswad itentukaonl ehv ariabella in.N ilai F :74,774lebih besard arin ilaiF o.o(sz .,rz: ) 3.19)d enganp robalita0s. 000( lebihk ecild ari tarafn yata0 .05).d engand emikian dapatd isimpulkanb ahwah ubungana ntarav ariabell ingkungank eluarga(X 1)d an ketersediaasnu mberb elajard i rumah( X2)t erhadapk eberhasilabne lajars iswa( Y) dalamp ersamaarne gresYi :4.893 - 0.0021( Xr) + 0.00849(X 2)b ersifant yata.

Analisis aplikasi prinsip-prinsip perbankan syariah terhadap aspek penghimpunan dana dan aspek penyaluran dana (studi kasus pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Malang) / Dewi Puspitaningsih

 

ABSTRAK Puspitaningsih, Dewi. Analisis Aplikasi Prinsip-Prinsip Perbankan Syariah Terhadap Aspek Penghimpunan Dana Dan Aspek Penyaluran Dana (Studi Kasus Pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Malang). Skripsi, program Studi Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) DR. H. Agung Winarno, MM., (II) Fadia Zen, S.E, M.M Kata kunci: Prinsip-Prinsip Perbankan Syariah, Penghimpunan Dana, Penyaluran Dana Perbankan syari’ah adalah perbankan yang beroperasi atas dasar prinsip-prinsip syari’ah. Prinsip syari’ah merupakan aturan dasar atau pokok yang berdasarkan hukum Islam. Prinsip ini menjadi landasan dan acuan dalam mengatur hubungan antara perbankan dan pihak-pihak lain serta di dalam usaha menghimpun dan menyalurkan dana dan aktivitas perbankan syari’ah lainnya. Selain itu dalam operasional perbankan syari’ah pada prinsipnya dapat melakukan kegiatan usaha sepanjang tidak bertentangan dengan petunjuk dan ketentuan syari’ah, peraturan perundang-undangan yang berlaku serta persetujuan Bank Indonesia dan Dewan Syari’ah Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan dan memahami perspektif individu dalam mengaplikasikan prinsip-prinsip perbankan syari’ah, proses internalisasi dan implikasinya terhadap aspek penyaluran dana dan aspek penghimpunan dana. Berdasarkan tujuan-tujuan tersebut, maka penelitian ini bersifat kualitatif interpretatif yang lahir dari pandangan, pemahaman, perasaan dan pengalaman subjektif aktor sosial. Desain penelitian studi kasus ini adalah desain kasus tunggal terjalin (unit multi-analisis). Desain terjalin atau dengan menggunakan unit multi analisis ini mengidentifikasi aplikasi prinsip perbankan syariah pada aspek penghimpunan dana dan aspek penyaluran dana. Jadi unit analisis yang dikaji adalah implementasi sistem perbankan syariah dalam manajemen pembiayaan sebagai salah satu unit usaha operasional bank dan dalam pengembangan produk-produk Bank Muamalat Indonesia serta mengkaji persepsi dan pemahaman masyarakat terhadap bank syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Bank Muamalat prinsip-prinsip perbankan syariah sudah diterapkan dalam operasional usahanya. Untuk aplikasi penghimpunan dana masyarakat, dapat dilihat dari komponen neraca pada sisi pasiva. Produk-produk penghimpunan dana pada Bank Muamalat Indonesia seperti giro dan tabungan, menggunakan prinsip syariah wadi’ah yad dhamanah dan mudharabah muthlaqah. Untuk deposito menggunakan prinsip mudharabah muthlaqah dan simpanan khusus menggunakan prinsip mudharabah muqayyadah. Untuk aplikasi penyaluran dana masyarakat, dapat dilihat dari komponen neraca pada sisi aktiva. Produk-produk penyaluran dana pada Bank Muamalat Indonesia seperti pembiayaan menggunakan metode mudharabah dan musyarakah. Sedangkan untuk piutang menggunakan prinsip syariah murabahah, istishna, ijarah dan qardh. Untuk persepsi dan pemahaman masyarakat terhadap bank syariah, penerapan bank syariah sebagai alternatif untuk membangun perekonomian Indonesia khususnya untuk jasa transaksi keuangan umat muslim, sebagai penerapan Islam secara utuh baik secara aqidah dan muamalahnya, masih memerlukan pengenalan yang lebih intensif. Hal ini dikarenakan regulasi perbankan syariah di Indonesia masih relatif baru.

Penggunaan media peta untuk meningkatkan hasil belajar sumber daya alam dan kegiatan ekonomi siswa kelas IV SDN Kandung Winongan Pasuruan / Ninik Purwantini

 

ABSTRAK Purwantini, Ninik 2010. Penggunaan Media Peta Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sumber Daya Alam dan Kegiatan Ekonomi Siswa Kelas IV SDN Kandung Winongan Pasuruan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. Program Studi S1 PGSD FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sumanto, M.Pd., (II) Dra. Sri Sugiharti, M.Pd. Kata Kunci: Media Peta, Hasil Belajar, Sumber Daya Alam, IPS SD. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang seperangkat peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap fakta, maupun konsep dalam pembelajaran IPS, perlu adanya penggunaan media yang sesuai, salah satunya adalah peta. Dengan penggunaan media pembelajaran yang sesuai diharapkan hasil belajar siswa menjadi meningkat dan lebih baik. Hasil observasi yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas pembelajaran IPS di SDN Kandung adalah 56,88. Rendahnya nilai siswa disebabkan oleh guru jarang menggunakan media pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menggunakan media peta pada materi sumber daya alam dan kegiatan ekonomi propinsi Jawa Timur di kelas IV SDN Kandung Winongan Pasuruan, (2) mendiskripsikan aktivitas siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan media peta kelas IV SDN Kandung Winongan Pasuruan, (3) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar dengan digunakannya media peta di kelas IV SDN Kandung Winongan Pasuruan. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pada penelitian ini penekannya adalah penggunaan media peta untuk meningkatkan hasil belajar. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas IV SDN Kandung Winongan Pasuruan sebanyak 32 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan hasil tes. Analisis data dilakukan dengan diskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdapat empat komponen yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan media peta dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Kandung Winongan Pasuruan. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil tes mulai pra tindakan (56,88), meningkat pada siklus I (64,84), dan meningkat lagi pada siklus II (76,25). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka peneliti menyimpulkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan media peta pada materi sumber daya alam dan kegiatan ekonomi di kelas IV SDN Kandung Winongan Pasuruan, aktivitas siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan media peta kelas IV SDN Kandung Winongan Pasuruan, peningkatan hasil belajar dengan digunakannya media peta di kelas IV SDN Kandung Winongan Pasuruan dalam pembelajaran IPS. Untuk itu peneliti menyarankan kepada guru untuk menggunakan media pembelajaran yang bervariasi dan sesuai dengan materi untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal.

Implementasi matakuliah manajemen usha boga (MUB) cafetaria terhadap pengelolaan cafe warna pada program studi DIII Tata Boga / Yunita Puspitasari

 

ABSTRAK Puspitasari, Yunita. 2010. Implementasi Matakuliah MUB Cafetaria terhadap Pengelolaan Café Warna 07 pada Program Studi DIII Tata Boga Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Boga, FT Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Drs. Andoko. S.T.M.T., (II) Dra. Rina Rifqie Mariana. M.P Kata kunci: café warna 07, Matakuliah MUB Cafetaria, implementasi. Salah satu kompetensi lulusan Program Studi DIII Tata Boga adalah untuk menjadi seorang pengelola usaha di bidang Boga, dan untuk mendukung kompetensi tersebut telah diberikan matakuliah MUB yang memberikan pengalaman langsung dalam mengelola usaha Boga. Secara teori telah diberikan matakuliah prasyarat (matakuliah Manajemen Industri, Manajemen Kualitas, Kewirausahaan dan Pemasaran) yang selama ini belum terevaluasi kontribusi matakuliah prasyarat pada pelaksanaan matakuliah MUB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana implementasi matakuliah MUB Cafetaria pada perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pengelolaan Café Warna, dan kendala implementasi matakuliah MUB Cafetaria pada pengelolaan Cafe Warna 07. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah Mahasiswa DIII Tata boga sekaligus pengeloal Cafe Warna 07. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Implementasi matakuliah MUB Cafetaria pada perencanaan pengelolaan Cafe Warna sesuai dengan materi pada matakuliah Manajemen Industri. Perencanaan pengelolaan Café Warna 07 tersusun berdasarkan fungsi masing-masing bagian. Implementasi matakuliah MUB Cafetaria pada pelaksanaan operasional Cafe sesuai dengan matakuliah Manajemen kualitas. Akan tetapi pada penerapan teori matakuliah Manajemen Industri terdapat banyak kendala. Hal ini dapat dilihat dari penerapan Standarisasi kualitas pelayanan yang masih relatif kurang. Selain itu pemberian tugas ganda pada kepala bagian maupun manager akan menghambat tugas utama dari bagian tersebut. Implementasi matakuliah MUB Cafetaria pada evaluasi pengelolaan Café Warna sudah cukup sesuai dengan materi pada matakuliah Manajemen Industri. Hal tersebut dapat dilihat dari evaluasi yang dilakukan pada setiap bagian. Saran bagi jurusan TI, penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan dalam melakukan perbaikan kurikulum khususnya bagi Program Studi DIII Tata Boga; pembinaan lebih pada matakuliah Manajemen restoran; pembina matakuliah manajemen untuk dapat mengkaitkan antara manajemen secara umum dengan Manajemen Usaha Boga. Sedangkan untuk mahasiswa lebih memperbanyak pengalaman tentang manajemen usaha boga.

Implementasi sistem kliring nasional Bank Indonesia (SKNBI) pada PT. Bank Jatim cabang Blitar / Palupi Noviana

 

Noviana, Palupi. 2010. Implementasi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia pada PT. Bank Jatim Cabang Blitar. Tugas Akhir, Program Studi DIII Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Triadi Agung Sudarto, S.E., M.Si., Ak Kata kunci : Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia, kliring kredit, kliring debet Menuju dunia perdagangan bebas, aktivitas yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi akan semakin luas dan terus meningkat. Hal tersebut yang menyebabkan lalu lintas pembayaran menjadi semakin sibuk. Bank memiliki peranan penting dalam mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran yaitu dengan cara menyelenggarakan mekanisme kliring, namun dalam penyelenggaraannya belum ada suatu mekanisme yang dapat mengantisipasi kemungkinan kegagalan peserta memenuhi kewajibannya pada penyelesaian akhir hasil kliring. Oleh sebab itu, sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan sistem pembayaran yang efisien, cepat, aman, dan handal maka Bank Indonesia menerapkan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia. Implementasi SKNBI yang dibahas dalam tugas akhir ini didasarkan pada data yang telah diperoleh dari PT. Bank Jatim Cabang Blitar. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah metode deskriptif karena analisis ini untuk memperoleh kesimpulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi dan wawancara. Teknik dokumentasi yaitu pengumpulan data berupa dokumen- dokumen dan arsip- arsip yang diperoleh dari instansi sesuai dengan permasalahan yang diteliti, sedangkan teknik wawancara dilakukan dengan cara tanya jawab langsung secara tatap muka antara peneliti dengan karyawan pendukung bagian kliring. Kliring adalah proses penyelesaian hutang piutang antarbank maupun nasabahnya yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia dalam suatu wilayah kliring dengan cara menukarkan warkat bank yang satu dengan bank yang lainnya melalui suatu lembaga kliring yang pelaksanaan dan hasil perhitungannya diselesaikan pada jadwal yang telah ditetapkan. Sedangkan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia adalah sistem kliring Bank Indonesia yang meliputi kliring debet dan kliring kredit yang penyelesaian akhirnya dilaksanakan secara nasional. Kliring debet adalah kliring yang digunakan untuk transaksi debet (tagihan) disertai dengan penyampaian fisik warkat. Kliring kredit adalah kliring yang digunakan untuk transfer dana antarbank tanpa disertai penyampaian fisik warkat. Berdasarkan hasil analisa dapat disimpulkan bahwa implementasi Sistem Kliring Nasional di PT. Bank Jatim Cabang Blitar mulai ditetapkan pada tahun 2007 berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No.7/ 18/ 2005 tanggal 22 Juli 2005 tentang SKNBI. Untuk mendukung SKNBI, Kantor Pusat PT. Bank Jatim Surabaya melakukan penyediaan dana awal (prefund) sebelum mengikuti kliring. SKNBI yang diselenggarakan oleh PT. Bank Jatim Cabang Blitar terdiri dari kliring kredit dan kliring debet. Untuk transaksi kliring kredit sudah diproses secara paperless (tanpa disertai pertukaran warkat) dan online, sehingga kantor cabang tidak lagi memroses warkat kredit, namun diproses oleh Kantor Pusat Bank Jatim Surabaya. Sedangkan untuk transaksi klirng debet masih diproses secara paperbased (disertai pertukatan warkat) dan offline. Kliring debet ini terdiri dari kliring debet penyerahan dan kliring debet pengembalian. Pelaksanaan SKNBI di PT. Bank Jatim Cabang Blitar sudah berjalan dengan baik, namun ada beberapa permasalahan yang perlu dibahas karena berbeda dengan ketentuan yang berlaku. Dari permasalahan tersebut, penulis dapat memberikan saran antara lain PT. Bank Jatim Cabang Blitar selalu melakukan pengecekan terhadap kelayakan alat penunjang sistem kliring guna meminimalisir terjadinya kerusakan pada saat kliring berlangsung, mencantumkan biaya kliring baik biaya yang dikenakan oleh Bank Indonesai kepada PT. Bank Jatim Cabang Blitar, maupun biaya yang dikenakan oleh PT. Bank Jatim Cabang Blitar kepada nasabahnya.

Pembayaran tagihan listrik melalui (payment point online bank) PPOB guna meningkatkan kualitas layanan pelanggan pada PT. PLN (Persero) distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan Malang UP Kebonagung Malang / Boby Baharudin

 

Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Payment Point Online Bank Persaingan dalam dunia bisnis pada saat ini sangat ketat, sehingga membuat perusahaan saling berlomba-lomba memberikan produk yang memuaskan pelanggan. Bukan hanya produk yang bagus akan tetapi perlu juga adanya pelayanan yang baik, untuk itu perusahaan dituntut memberikan pelayanan yang optimal kepada pelanggan. Memberikan pelayanan pelanggan yang terbaik sangat bermanfaat untuk meningkatkan daya saing perusahaan dalam menghadapi lingkungan bisnis yang kompleks dan kompetitif. Setiap strategi yang digunakan oleh perusahaan pada dasarnya bertujuan untuk menarik perhatian dan mempengaruhi konsumen agar mau mengunakan jasa yang ditawarkan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pihak perusahaan dalam pelayanannya konsumen atau pelanggan mendapat kepuasan. Kunci keberhasilan perusahaan yakni mampu memahami kebutuhan konsumen atau nasabah, keinginan dan harapan pelanggan. Sebab dapat dikatakan bahwa jika pelayanan yang diterima atau dirasakan sesuai yang diharapkan pelanggan, maka pelayanan dapat dipersepsikan baik, begitu pula sebaliknya jika pelayanan yang diterima atau dirasakan lebih rendah atau kurang memuaskan dan tidak sesuai yang diharapkan maka dapat dipersepsikan kualitas layanan buruk. Tujuan Penulisan Laporan Tugas Akhir ini, mengetahui bagaimana kualitas pelayanan yang diberikan PT. PLN dengan adanya fasilitas Payment Point Online Bank (PPOB). Prosedur Pembayaran Tagihan Listrik Melalui Payment Point Online Bank (PPOB) Pada PT. PLN Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan Jasa dan Jaringan UP. Kebonagung Malang yaitu, (1) pelanggan datang ke bank, (2) pelanggan datang ke mitra Payment Point (KUD), dan (3) Pelanggan datang ke ATM. Faktor pendukung (PPOB) yaitu : (1) tempat-tempat yang disediakan untuk melakukan pembayaran listrik lebih banyak dan tersebar diberbagai daerah dekat pelanggan, (2) hemat waktu dan biaya transportasi. (3) mempersingkat waktu antrian, (4) dapat melakukan pembayaran tagihan listrik melalui fasilitas bank lainya, (5) dapat membuka peluang bisnis jasa loket pembayaran online, (6) PPOB dapat juga membuka lapangan kerja, (7) PPOB memungkinkan adanya sinergi dan integrasi pelayanan antar berbagai instansi penyedia layanan public, (8) PPOB secara tidak langsung dapat meningkatkan pelayanan pelanggan melalui pembayaran rekening listrik pada PT. PLN. Sedangkan faktor penghambat yaitu: (1) Adanya Biaya administrasi yang dibebankan pada pelanggan (2) pelanggan dapat merasakan kemudahan dalam pembayaran listrik, akan tetapi dikenakan biaya administrasi sebesar Rp.1600, (3) Seringnya terjadi gangguan jaringa, (4) apabila terjadi gangguan pada sistem komputer (offline) yang dapat menghambat kinerja pelayanan pembayaran tagihan listrik, (5) Semakin banyaknya persaingan antar perusahaan dalam hal peningkatan pelayanan pelanggan, (6) Kurangnya sosialisasi mengenai pembayaran melalui PPOB. Dalam penulisan kali ini penulis berusaha untuk mengamati semua kegiatan- kegiatan yang berhubungan dengan sistem pembayaran listrik melalui Payment Point Online Bank (PPOB), dan setelah itu penulis berusaha mendeskripsikannya.

Strategi promosi produk listrik prabayar pada PT. PLN (Persero) distribusi Jawa Timur Area Palayanan dan JAringan Malang UP Kebonagung Malang / Putri Oktavia

 

Kata kunci: strategi promosi, listrik pra bayar Pemahaman tentang strategi promosi oleh semua usaha tidak terkecuali sektor pada PT PLN (Persero). Meskipun PT PLN merupakan perusahaan monopoli akan tetapi perlu juga adanya strategi promosi untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat. Komponen-komponen periklanan, promosi penjualan, publisitas, penjualan pribadi dan pemasaran langsung menawarkan beberapa kemampuan impresif untuk mengkomunikasikan dengan pasar sasaran dan konsumen yang relevan lainnya. Pada pertengahan 2007 PT. PLN (Persero) mengeluarkan produk baru yaitu Listrik Pra Bayar (LPB). Listrik pra bayar adalah cara baru dari PT. PLN yang dipersembahkan kepada pelanggan dalam mengelola konsumsi listrik melalui meter elektronik prabayar yang terpasang di bangunan pelanggan dengan mengendalikan sendiri pemakaian listriknya sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Listrik prabayar ini bukan hanya untuk pelanggan pasang baru, namun pelanggan lama dapat mengajukan migrasi dari pasca bayar ke prabayar. Sehingga perlu adanya strategi promosi yang tepat agar masyarakat mengetahui tentang listrik prabayar, dan juga untuk meningkatkan jumlah pelanggan listrik prabayar. Strategi Promosi adalah elemen kunci dalam sebuah perusahaan. Strategi promosi diawali dengan (1) Perencanaan strategi promosi Listrik Pra Bayar, adapun tahapan rencana promosi ada tujuh diantaranya (a) Menentukan tujuan, (b) Mengidentifikasi sasaran yang dituju, (c) Menyusun anggaran, (d) Menentukan promotional mix, (e) Memilih media Mix, (f) Mengukur efektifitas, (g) Mengendalikan dan memodifikasi kampanye promosi. (2) Penerapan strategi promosi Listrik Prabayar guna meningkatkan jumlah pelanggan yang terdiri dari (a) Periklanan, (b) Hubungan Masyarakat, (c) Penjualan Pribadi, (d) Word Of Mouth/Informasi dari mulut ke mulut, (e) Sosialisasi kepada masyarakat umum. (3) Faktor pendukung dan penghambat dalam penarapan strategi promosi Listrik Pra Bayar untuk meningkatkan jumlah pelanggan. Faktor Pendukung diantaranya, (a) Citra dan nama besar PT. PLN sudah dikenal masyarakat luas sehingga membantu dalam pelaksanaan promosi, (b) PT. PLN. (Persero) UP. Kebonagung Malang mempunyai relasi kerja yang sangat banyak (c) PT. PLN. (Persero) UP. Kebonagung Malang menjual tokennya di berbagai macam bank dan tentunya masyarakat mudah untuk mendapatkan token listrik pra bayar. (d) Sesuai sifat pra bayar, maka konsumen listrik pra bayar tidak perlu uang jaminan pelanggan (UJL). (e) PT PLN merupakan perusahaan monopoli sehingga masyarakat mau tidak mau pasti menggunakan jasa PLN karena penerangan dibutuhkan oleh semua orang. Faktor Penghambat antara lain, (a) Masyarakat yang awam tentang listrik pra bayar, (b) Karena sifatnya pra bayar, tentu hal ini tidak berpihak pada target pasar kelas bawah. (c) Pelanggan listrik pra bayar tidak diperkenankan berubah menjadi pelanggan pascabayar. (d) Walaupun PT. PLN sudah menerbitkan berbagai macam produk layanan tetapi tidak semua pelanggan dapat menikmatinya, (e) Membutuhkan biaya yang besar jika pemassangan jauh dari gardu utama, (f) Proses yang dilalui dalam pemasangan sambung baru sangat lama dan rumit sehingga ini bisa menimbulkan kesan yang negatif. Saran-saran yang mungkin nantinya dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi perusahaan untuk selalu meningkatkan kegiatan-kegiatan promosi, (1) PT. PLN. (Persero) UP. Kebonagung Malang harusnya tetap menggencarkan promosi untuk menjaring dan mempertahankan pelanggan, (2) PT. PLN. (Persero) UP. Kebonagung Malang harus memilih media promosi yang efektif agar masyarakat dapat mengetahui mengenai listrik pra bayar, (3) Prosedur pemasangan listrik pra bayar seharusnya tidak terlalu panjang dan rumit. Sehingga pelanggan tidak mengeluh atas pemasangan listrik pra bayar.

Merancang jaringan lokal untuk mendukung sistem informasi e-learning dengan menggunakan aplikasi moodle di SMA Negeri 1 Munjungan Kabupaten Trenggalek / Katmiyem

 

Kata kunci: Jaringan, LAN, Moodle, Pembelajaran Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat melakukan sharing sumber daya. Pada SMA Negeri 1 Munjungan komputer yang digunakan untuk proses pembelajaran masih bersifat individual. Sehingga antara komputer yang satu dengan yang lain belum saling berhubungan. Dalam tugas akhir ini akan dibahas jaringan yang akan dibangun di SMA Negeri 1 Munjungan yaitu berupa jaringan komputer lokal dalam satu ruangan yang digunakan sebagai pendukung Sistem Informasi E-learning dengan menggunakan aplikasi Moodle. Dengan dibangunnya jaringan tersebut akan membantu kegiatan pembelajaran bagi siswa ataupun untuk guru khususnya dalam proses pembelajaran E-learning. Untuk merancang jaringan lokal di SMA Negeri 1 Munjungan Kabupaten Trenggalek diperlukan beberapa tahapan. Mulai dari metode perancangan sistem yang meliputi sketsa lokasi LAN dan cara kerja sistem dan perancangan perangkat keras atau hardware yang meliputi persiapan alat dan bahan, instalasi atau pengkabelan serta sharing file dan printer. Topologi yang digunakan dalam jaringan lokal di SMA Negeri 1 Munjungan adalah topologi star. Perangkat jaringan yang digunakan terdiri dari 6 unit komputer, 1 buah switch, satu buah printer dan 40 meter kabel UTP. IP yang digunakan adalah IP Class C yang memiliki rentang IP 192.168.0.0 sampai 223.255.255.255 dengan netmask 255.0.0.0 Untuk mengetahui keberhasilan pengkabelan, dilakukan pengujian dengan menggunakan kabel tester yang memiliki delapan pasang lampu indikator. Setelah seluruh perangkat jaringan telah ter-install dan siap dioperasikan, dilakukan pengujian koneksi dengan cara mengetikkan ping dan diikuti IP Address komputer yang dituju. Pengujian yang dilakukan di jaringan lokal di SMA Negeri 1 Munjungan Kabupaten Trenggalek pesan yang muncul dari masing-masing komputer adalah reply from, sehingga dapat disimpulkan bahwa Jaringan lokal di SMA Negeri 1 Munjungan Kabupaten Trenggalek telah siap dioperasikan. Langkah selanjutnya adalah pengujian sharing printer. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah printer yang telah ter-install pada server dapat digunakan oleh masing-masing client. Semua client pada jaringan lokal SMA Negeri 1 Munjungan Kabupaten Trenggalek dapat mencetak dokumen ke printer server sehingga dapat dikatakan bahwa proses sharing printer telah berhasil dan berjalan dengan baik Ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari perancangan jaringan lokal di SMA Negeri 1 Munjungan. Sistem pengkabelan merupakan suatu hal yag penting karena jika pengkabelannya kurang baik maka jaringan lokal yang dirancang juga tidak bisa berjalan dengan optimal sebagaimana yang diharapkan. Switch mampu membagi client dalam sebuah jaringan sehingga berguna untuk perluasan jaringan. Jaringan Lokal di SMA Negeri 1 Munjungan Kabupaten Trenggalek telah berfungsi dengan baik sehingga siap digunakan untuk mendukung Sistem Informasi E-learning yang telah ada. Akan tetapi, agar fungsi jaringan dapat lebih optimal, sebaiknya perancangan jaringannya diikuti dengan perancangan koneksi internet. Selain itu akan lebih baik jika dilakukan penambahan client-client baru dengan memanfaatkan port-port switch yang masih kosong sehingga pengguna yang dapat mengakses situs e-learning juga semakin banyak.

Merancang sistem informasi e-learning dengan menggunakan aplikasi moodle di SMA Negeri 1 Munjungan Kabupaten Trenggalek / Ary Wahyu Widhianto

 

Kata kunci: Moodle, Pembelajaran, E-learning, LAN Tingkat ketidak-hadiran guru di SMA Negeri 1 Munjungan masih tinggi sehingga banyak materi pelajaran yang tidak selesai tepat waktu. Dalam tugas akhir ini akan dibahas Sistem Informasi yang akan dibangun di SMA Negeri 1 Munjungan yaitu Sistem Informasi E-learning dengan menggunakan aplikasi Moodle yang didukung oleh jaringan lokal atau LAN. Moodle adalah sebuah paket software yang diproduksi untuk kegiatan belajar berbasis internet dan website. Dengan dibangunnya sistem informasi E-learning yang didukung oleh jaringan lokal tersebut akan membantu proses kegiatan pembelajaran bagi siswa dan guru. Program aplikasi Moodle membutuhkan XAMMP yang merupakan perangkat lunak gabungan dari Web-Server Apache, PHP dan MySQL. Dengan menginstall XAMMP, secara otomatis Web-Server Apache, PHP dan MySQL telah aktif sehingga proses instalasi secara manual tidak diperlukan lagi. Setelah XAMMP terinstall di dalam Drive C, baru dilanjutkan dengan proses ekstraksi master Moodle ke Folder XAMMP/htdocs. Dalam proses instalasi Moodle ada langkah-langkah penentuan nama pengguna dan password administrator yang nantinya akan memegang kendali penuh terhadap situs. Agar sistem informasi E-learning dapat berjalan dengan baik pada jaringan, maka harus dipastikan terlebih dahulu bahwa koneksi jaringan telah berjalan normal dengan cara melakukan pengujian terhadap perangkat jaringan dan koneksi jaringan. Setalah seluruh perangkat jaringan telah ter-install dan siap dioperasikan, dilakukan pengujian koneksi dengan cara mengetikkan ping dan diikuti IP Address komputer yang dituju. Jika muncul pesan Reply from, maka koneksi telah berjalan. Jika muncul pesan Request timed out, maka komputer tersebut belum terhubung, jika muncul pesan Destination host unreachable, hal ini berarti kabel UTP pada komputer ini belum terpasang. Pengujian yang dilakukan di jaringan lokal di SMA Negeri 1 Munjungan Kabupaten Trenggalek pesan yang muncul dari masing-masing komputer adalah reply from, sehingga dapat disimpulkan bahwa Jaringan lokal di SMA Negeri 1 Munjungan Kabupaten Trenggalek telah siap dioperasikan. Langkah selanjutnya adalah pengujian akses situs E-learning dari komputer client dengan cara mengetikkan IP Address/Moodle pada browser di komputer client. IP Address yang diketikkan adalah IP Address komputer dimana aplikasi Moodle ter-install. Pada pengujian ini, halaman situs E-learning dapat diakses dari masing-masing komputer client yang ada. Dari pengujian-pengujian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa jaringan lokal di SMA Negeri 1 Munjungan Kabupaten Trenggalek telah terkoneksi dengan baik dan dapat dioperasikan untuk mendukung Sistem Informasi E-learning yang ada. Situs E-learning di SMA Negeri 1 Munjungan Kabupaten Trenggalek telah dapat diakses dari komputer client sehingga pengguna baik guru pengajar maupun siswa dapat memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Tetapi, ada beberapa hal yang masih bisa ditingkatkan agar sistem informasi E-learning di SMA Negeri 1 Munjungan lebih optimal. Diantaranya adalah menghubungkan jaringan lokal yang telah ada ke jaringan internet sehingga literatur dan bahan-bahan pendukung proses pembelajaran semakin beragam. Selain itu akan semakin lebih baik jika menu-menu pada Situs E-learning tidak hanya terbatas pada bahan-bahan bacaan saja, tetapi bisa ditambahkan kuis, soal-soal ujian dan menu-menu lain sehingga guru dan siswa semakin inovatif dan kreatif.

Membangun jaringan local area network (LAN) pada SMP Negeri 20 Malang / Eko Adi Purnomo

 

Kata kunci: Jaringan komputer, TCP/IP, LAN, Mapping Network Drive, SIS. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Membangun jaringan Local Area Network (LAN) pada ruang tata usaha, ruang kepala sekolah, ruang wakasek, ruang litbag dan ruang guru SMP Negeri 20 Malang dengan model pear to pear karena belum tersedia komputer yang layak dipakai sebagai server untuk merancang bangun jaringan dengan model client server, (2) Mempermudah mengakses sistem informasi sekolah pada SMP Negeri 20 Malang melalui jarigan local Area Network (LAN) dengan menggunakan Mapping Network drive. Objek penelitian adalah seluruh siswa, guru, dan Pegawai SMP Negeri 20 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket. Analisis diperoleh dengan menggunakan teknik kuensioner, yaitu data pertanyaan yang dibuat berdasarkan indikator – indikator dari variabel penelitian yang harus di respon oleh responden. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Office Access 2003. Hasil penelitian ini adalah program SIS SMP Negeri 20 Malang yang berada pada komputer server bisa di akses dan dioperasikan oleh komputer client melalui jaringan local area network (LAN) dengan menggunakan Share folder melalui Mapping Network Drive. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Dengan Jaringan LAN yang saling menghubungkan antara satu PC dengan PC lainnya menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi informasi, program - program, penggunaan bersama perangkat keras seperti printer, harddisk, dan sebagainya yang berada diberbagai lokasi, (2) Sistem ini bisa dijalankan dan diolah pada personal computer lain melalui Jaringan Local Area Nework (LAN) dengan menggunakan Mapping Network Drive. Setelah di uji sistem sudah sesuai dengan harapan tetapi masih perlu pengembangan, (3) Yang berwenang mengakses sistem informasi sementara ini adalah kepala sekolah, guru, pegawai, wakasek kurikulum, wali kelas, dan administrator pengolah sistem informasi sedangkan untuk siswa hanya memberikan data.

An Analysis on the correlation between language learning strategies and the grammatical errors made by the third graders in IX-A class of SMPK Kolese Santo Yusuf II Malang / Andrias Tri Susanto

 

ABSTRACT Susanto, Andrias Tri. 2010. An Analysis on the Correlation Between Language Learning Strategies and the Grammatical Errors Made by the Third Graders in IX-A Class of SMPK Kolese Santo Yusup II Malang. Thesis. Undergraduate program in English Language Education, State University of Malang. Advisor: Dr. Gunadi Harry Sulistyo, M.A. Keywords: language learning strategies, grammatical errors. The purposes of the present study are to investigate: (1) the correlation between metacognitive strategies used and the grammatical errors made, (2) the correlation between cognitive strategies used and the grammatical errors made, (3) the correlation between social/affective strategies used with the grammatical errors made, and (4) the correlation between language learning strategies used altogether with the grammatical errors made. The population involved in this study was all the 32 students in IX-A class of SMPK Kolese Santo Yusup II Malang in the second semester of 2009/2010 academic year. This study employed a census sampling to obtain the data. Thus, all the 32 students were taken as the sample of the study. Then, the data were analyzed descriptively by using a quantitative method. In which a correlational analysis is then applied. The computations involved were conducted by using a special program used for statistics called SPSS 15.0 for Windows. The results of the investigation showed that (1) there was no correlation between metacognitive strategies used and the grammatical errors made within the .458 significant value, (2) there was no correlation between cognitive strategies used with the grammatical errors made within the .055 significant value, (3) there was no correlation between social/affective strategies used with the grammatical errors made within the .743 significant value, and (4) there was no correlation between language learning strategies used altogether with the grammatical errors made within the .119 significant value. It was predicted that the existences of other variables such as the frequencies in learning the language, the language learning styles, the students’ willingness to learn the language, and many other variables influence the grammatical errors but the language learning strategies. There are many theories supporting the significance of language learning strategies to the language proficiency, yet this research. However, this present study is still able to be used as a reference dealing with grammatical error issue or the significance of language learning strategies.

Mengembangkan server monitoring praktek komputer dengan menggunakan netop school di SMAN 1 Kampak Kabupaten Trenggalek / Supaat Rubianto, Joko Witono

 

Kata kunci : server, monitoring, pengajaran Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk memaksimalkan pengawasan terhadap peserta didik di laboratorium komputer SMA Negeri 1 Kampak Kabupaten Trenggalek. Agar pengawasan tersebut bisa maksimal perlu ditambahkan sebuah perangkat lunak yang nantinya dapat mempermudah kinerja seorang pendidik dan memaksimalkan pengawasan pada saat praktek komputer. NetOp School adalah perangkat lunak yang khusus dirancang untuk memonitoring siswa pada waktu praktek. Perangkat lunak tersebut dipasang pada setiap komputer, baik itu komputer siswa maupun komputer server. Dengan pemasangan perangkat lunak tersebut ternyata dapat menunjang proses pembelajaran dan memaksimalkan pengawasan terhadap peserta didik pada waktu praktek di laboratorium komputer, banyak kejadian yang seharusnya tidak dilakukan oleh siswa karena kurangnya pengawasan pada waktu praktek komputer sehingga suasana kelas tidak kondusif. Dengan terciptanya pengawasan melalui perangkat lunak NetOp School suasana kelas menjadi lebih kondusif. Berdasarkan proses perancangan, dan pembahasan maka dapat diperoleh kesimpulan yaitu perangkat luna NetOp School sangat cocok diterapkan disekolah-sekolah yang mempunyai laboratorium komputer besar sehingga pengawasan terhadap peserta didik dapat dilakukan lebih maksimal.

Pengaruh ukuran-ukuran profitabilitas dan leveragr terhadap kapitalisasi pasar pada perusahaan manufaktur di bursa efek Indonesia / Sri Rahayu Murtiningsih

 

ABSTRAK Murtiningsih, Sri R. 2010. Pengaruh Ukuran-ukuran Profitabilitas dan Leverage Terhadap Kapitalisasi Pasar Pada Perusahaan Manufaktur di BEI. Skripsi, Jurusan Akuntansi, FE. UM. Pembimbing (1) Sriyani Mentari, S.Pd, M.M., (2) Bambang Sugeng, Drs., S.E.Ak, M.A., M.M.Dr, Kata Kunci: Return On Assets (ROA), Retunn On Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), Operating Profit Margin (OPM), Debt To Total Assets (DTA), Debt Equity Ratio (DER), Kapitalisasi Pasar. Investasi merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Pasar modal merupakan salah satu perantara untuk menyalurkan pihak-pihak yang kelebihan dana (unit surplus) kepada pihak-pihak yang membutuhkan dana (unit defisit). Sesuai dengan tujuan utama investor yaitu mendapatkan initial return, deviden gain dan capital gain dengan melakukan analisis yang bermanfaat yaitu mengukur kinerja saham yang didasarkan pada prediksi nilai perdagangan atau kapitalisasi pasar. Dengan memprediksi kapitalisasi pasar dapat diketahui saham-saham yang big-cap, maupun saham-saham yang mid-cap, dan saham yang small-cap. Besar dan pertumbuhan dari suatu kapitalisasi pasar perusahaan seringkali dijadikan ukuran penting dari keberhasilan atau kegagalan perusahaan terbuka. Salah satu faktor yang mempengaruhi kapitalisasi pasar yaitu kondisi spesifik perusahaan, sehingga investor harus memahami variabel-variabel yang mempengaruhi kapitalisasi pasar, diantaranya rasio profitabilitas yaitu Return On Assets (ROA), Retunn On Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), Operating Profit Margin (OPM) dan leverage yaitu Debt To Total Assets (DTA), Debt Equity Ratio (DER). Penelitian ini bertujuan meneliti pengaruh ukuran-ukuran profitabilitas dan leverage terhadap kapitalisasi pasar di perusahaan manufaktur di BEI. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang sahamnya terdaftar di BEI mulai tahun 2004 sampai dengan tahun 2007, periode pelaporan keuangan yang didasarkan pada tahun kalender 31 Desember 2004 sampai 2007, perusahaan manufaktur yang listing mulai tahun 2004 sampai dengan tahun 2007, dan perusahan manufaktur yang mempunyai ekuitas positif. Dengan menggunakan metode purposive sampling diperoleh sampel penelitian adalah berjumlah enam puluh dua perusahaan manufaktur. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik, uji hipotesis dilakukan hanya secara parsial saja, tetapi untuk memperluas pembahasan secara simultan juga dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hanya variabel Retunn On Equity (ROE), dan Debt To Total Assets (DTA) yang berpengaruh positif terhadap kapitalisasi pasar. Sedangkan secara simultan ke enam variable berpengaruh positif terhadap kapitalisasi pasar. Peneliti selanjutnya disarankan agar dicari variabel lain yang cukup mempengaruhi nilai kapitalisasi pasar, subyek penelitian hendaknya diperluas tidak hanya terbatas pada perusahaan manufaktur saja, periode penelitian ditambah lagi.

Perancangan sistem kontrol pemilah dan pengemasan telur ayam (Packaging) / Dwi Novia Trisno

 

Kata kunci: Sistem Kontrol, Pengemasan Telur, Pemilah Telur, Sensor Pendeteksi Telur. Tujuan pembuatan Tugas Akhir yang berjudul Perancangan Sistem Kontrol Pemilah Dan Pengemasan Telur Ayam (Packaging) antara lain: (1) merancang desain alat kontrol pemilah dan pengemasan telur ayam, (2) membuat rangkaian hardware dan software dengan mikrokontroler ATmega16, (3) merangkai semua sistem menjadi sistem kontrol yang kompleks, (4) untuk mendapatkan rancangan alat yang sudah teruji. Metode perancangan meliputi: (1) perancangan sistem, (2) perancangan tiap blok (Hardware), (3) perancangan perangkat lunak (Software), (4) perancangan mekanik alat. Tempat pemilah dan pengemasan telur dilengkapi dengan dua sensor penghitung telur, yang pertama dipasang pada konveyor1 apabila telah menghitung 10 kali akan mengaktifkan sistem pemilah telur. Kemudian sensor penghitung yang kedua dipasang pada konveyor2 yaitu menghitung naik setiap mendeteksi telur untuk mengaktifkan pengemasan telur ke dalam egg tray. Hasil yang didapat adalah tegangan keluaran dari sensor dan driver pada saat aktif. Tegangan keluaran dari sensor saat aktif berkisar antara 3.29-3,31Volt, Sedangkan tegangan keluaran yang diukur pada basis transistor saat aktif yaitu normal sekitar 0,7Volt sehingga dapat men-driver motor pada mekanik yang telah dirancang. Kesimpulan dari pembuatan tugas akhir ini adalah (1) alat dirancang dengan melihat berbagai literatur sistem pengepakan di internet dan menyederhanakan sehingga dapat memperkecil biaya peralatan, dengan menggunakan konveyor yang digerakkan oleh motor DC, (2) rangkaian hardware meliputi rangkaian sensor, mikrokontroler ATmega16, dan transistor sebagai saklar relay 12V, sedangkan software menggunakan program bahasa C, (3) langkah-langkah perakitan alat yaitu pertama memasang motor DC pada tiap konveyor dan mekanik penggerak lain dan memasang sensor pada mekanik yang telah dibuat, kemudian dihubungkan pada power supply 12 VDC,dan dapat bekerja sesuai rancangan, (4) pengujiannya yaitu pertama pengujian rangkaian minimum sistem hingga ditemukan input output yang sesuai dengan rancangan, kedua pengujian pada rangkaian sensor penghitung telur apakah dapat mendeteksi dan menghitung objek berupa telur, ketiga dilakukan pengujian pada rangkaian driver motor apakah mampu untuk menjalankan motor sesuai rancangan. Untuk mendapatkan sistem yang lebih kompleks lagi bisa menambahkan sensor pendeteksi telur pada egg tray dan sistem keluarnya egg tray agar lebih banyak egg tray yang digunakan.

Hubungan Antara Tingkat Pendidikan San Status Pekerjaan Orang Tua Dengan Prestasi belajar Siswa di MAN Tlogo Blita oleh Asfi'atul Mukaromah

 

Latar belakang pendidii

Desain line conditioner untuk proteksi surja tegangan listrik pada peralatan elektronik / Andi Sulaiman

 

Kata Kunci: Surja hubung, MOV. Peralatan elektronik yang mengandung transistor, dan khususnya peralatan yang mengandung sirkuit terpadu rentan terhadap kerusakan oleh over voltages transient (surge). Over voltages ini sementara biasanya disebabkan oleh petir dan switching beban reaktif pada pasokan listrik ac. Sebagai hasil dari ancaman dan kerentanan, perlindungan yang baik untuk steker setiap komputer atau sistem elektronik lainnya yaitu dengan adanya penekan lonjakan (line conditioner). Alat ini berfungsi sebagai penekanan surja hubung saat pensaklaran, alat ini juga dilengkapi dengan lampu indikator untuk mengetahui besar arus pada beban. Penggunaan alat ini sangat mudah dan aman, sehingga konsumen yang memakai alat ini tidak perlu khawatir. Prinsip kerja alat ini dimulai dari penekanan surja hubung dengan MOV (metal Okside Varistor). Bila terjadi surja, maka sensor arus akan mendeteksi arus yang lewat. Agar tegangan keluaran sensor yang bersifat digital, maka tegangan tersebut dikuatkan oleh penguat pembanding (komparator). Komparator berfungsi membandingkan tegangan keluaran sensor dengan tegangan referensi dan mengubahnya menjadi logika digital pada pin keluaran komparator. Keluaran dari komparator langsung menuju LED yang nantinya menyala sesuai besar arus pada beban. Dari hasil pengujian dan pembahasan “Desain Line Conditioner Untuk Proteksi Surja Tegangan Listrik Pada Peralatan Elektronik” Line conditioner yang berhasil dirancang memiliki kreteria kelistrikan di Indonesia, yaitu V = 220 V dan f = 50 Hz serta telah berhasil diujicoba pada televisi sony 52” dengan daya 250 W. Alat ini juga dilengkapi dengan indikator beban yang digunakan untuk menunjukkan pembebanan. Berdasarkan hasil pengujian performa alat yang dirancang mampu meredam surja 83,06%.

Desain koordinasi rele pengaman arus hubung singkat seketika dengan pengaman arus lebih pada instalasi mesin industri / Eko Satrio Ardyanto

 

Kata Kunci: Proteksi, Gangguan, Mesin Industri. Penelitian ini berlatar belakang perlunya sistem proteksi pada instalasi mesin industri yang digunakan untuk melindungi mesin-mesin industri dari gangguan yang diakibatkan oleh arus lebih dan hubung singkat. Sebab jika gangguan tersebut tidak diproteksi maka akan menyebabkan kerusakan. Oleh karena itu dalam Tugas akhir ini dibuat desain koordinasi pengaman motor (arus lebih) dengan pengaman setingkat diatasnya (Pengaman arus hubung singkat seketika). Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui cara mendeteksi arus lebih dan arus hubung singkat. (2) Mengetahui cara mengamankan motor listrik dari gangguan arus lebih dan arus hubung singkat. (3) Mangetahui cara mengkoordinasikan antara pengaman motor dengan pengaman sistem. (4) Mengetahui cara kerja sistem proteksi pada instalasi mesin industri. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah (1) Studi literature dan pengumpulan data, (2) Perancangan sistem pengaman, (3) Pembuatan alat, (4) Pengujian dan analisis, (5) Pengujian alat secara keseluruhan, (6) Pembahasan dan hasil secara keseluruhan. Berdasarkan pembuatan dan pengujian yang dilakukan diperoleh peralatan proteksi yang dapat memutuskan gangguan arus lebih dan hubung singkat yang dapat memperkecil terjadinya gangguan yang akan terjadi sehingga tidak sampai terjadi kerusakan yang berkelanjutan pada mesin industri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dibuat peralatan proteksi 3 fasa yang dapat memproteksi gangguan-gangguan yang disebabkan oleh arus lebih pada instalasi mesin industri dengan arus seting maksimal (Imax) sebesar 3 A. Saran dari penelitian ini adalah rentangan arus pengujian sistem proteksi pada instalasi mesin industri bisa di buat lebih tinggi, sehingga tidak hanya bisa digunakan pada pengujian arus dibawah 3A dan Penggunaan teknologi seperti komputerisasi bisa ditambahkan dalam hasil perancangan, sehingga kuantitas benda uji bisa di tingkatkan dalam sekali pengujian, trip time dan arus pengujianya bisa diatur dan diketahui dengan baik, dan diharapkan bisa dipakai dalam industri.

Perbdaan Prestasi Belajar Siswa SMU Islam Alma'arif Singosari Malang Antara Yang Tinggal di Pondok Pesantren dan Di Luar Pondok Pesantren oleh Akmal Mauludin

 

Pendidikana dalahu sahas adaru ntuk rnengembangkakne mampuan, kehampiland ank epribadiand i dalamm aupund i luar sekolahP. endidikanit u mutlak adanyad alarnk ehidupanb angsad ann egaraM. ajtr murdumya suatu bangsad ann egaras ebagianb esard itentukano leh maju mundumyap endidikand inegarate rsebut. Suatu kenyataan dalam dunia pendidikan bahwa tujuan yang diinginkan tidak dapatd icapais ecaram enyeluruhd, alama rti siswat idak dapatr nencapai prestasbi elajary angb aik sepertiy angd iharapkans ebelumnyaA. danyap erbedaan tinggi rendahnyap restasbi elajars iswad isebabkano leh faktor yangb erasadl ari dalam diri siswa (intemal) dan faktor lingkungan (ektemal). Di SMU IslamA lmaarif Singosardi itemtrkank ekhususand ilihat dari sisw4 terutamad alamh al lingkungant empatt inggal.S ebagianb ertempatti nggal di PondokP esantrend ans ebagianla gi bertempatti nggald i luar Pondok PesantrenS. ehinggati mbul permasalahaanp akaha dap erbedaanp restasbi elajar antaras isway angt inggald i pondokp esantrend an sisway angt inggald i luar podok pesantrenU. ntuk itulah penelitiani ni bernrjuanu ntuk mengetahuia pakah adap erbedaanp restasib elajar 4ntaras isway ang tinggal di pondok pesantrend an siswa yang tinggal di luar pondok pesantren. Prestasbi elajary angd imaksudd alamp enelitianin i adalahju mlah nilai raportu langans emesteIr tahunp elajaran2002/2003S. isway angt inggald I pondokp esantrena dalahs isway ang bertempatti nggald i pondokp esantren. Sisway angt inggald i luar pondokp esantrena dalahs isway angb ertunpatt inggal di rumah orang tua, famili dan kost. Jenisp enelitianin i adalahp enelitiank omparatif yaitu mengkomparasikan prestasbi elajars iswaa ntaray mg tinggald i pondokp esantrend and i luar pondok pesantrenP. opulasinyaa dalahs iswaS MU lslarnA lmaarif SingosarMi alangy ang be{umlah 962 siswa. Sampel diambil l0% dari populasi: 96 siswa. Teknik yang digturakana dalah( 1) sampekl laster;( 2) proporsionasl ampel;( 3) randoms {unple. Adapunm etodenyaa ntaral ain (a) observasi(;b ) interview;d an( c) angket;( d) dokumenterA. nalisisy ang digunakana dalahu jit, denganb antuank omputer programS PSS1 0.0f or windows. Hasil analisisd atam enunjukkanp restasbi elajars isway angt inggald I pondokp esantrente rdapajtu mlah nilai terendah6 9,j umlah nilai tertinggi 104d an junlah nilai rata-rata8 4,53.P restasbi elajars isway angt inggald i luar pondok pesantrente rdapatjurnlahn ilai terendah6 0,jumlah nilai tertinggi9 7 danjumlai nilair ata-rat7a9 .47.B erdasarkaann alisisu ji+ diperolehT hinrng= 2.531>T table 1,66,b erartiH o ditolak dengant araf sigrifikan 5o/o.Hailn i menunjukkana da perbedaarp restasbi elajara ntaras isway angt inggald i pondokp esantrend an sisway ang tinggald i luar pondokp esantrend, imanap restasbi elajars isway ang tinggal di pondokp esantrenm emiliki prestasyi angl ebih baik dibandingkan dengau siswa yang tinggal di luar pondok pesantren. Adapun faktor-faktor yang rnernpengaruhaid anyap erbedaanp restasbi elajara dalah( l) lingkungan(; 2) rnotivas;i (3) jadual kegiatan. Berdasarkahna silp enelitianin i, dapatd isarankana garo rangt ua memberi motivasik epadaa naknyas upayam engikutik egiatan-kegiatadni pondok pesantrend anl ebih memperhatikaank tivitasa naknyab aik di nunahm aupund I lingkunganm asyarakatA. daptrns aranu ntuk siswaa dalah( l) agarm engikuti kegiatan-kegiatadni pondokp esantren(;2 ) menyusunjaduakl egiatans ehari-hari; (3) agarm enghindardi ant idak mudaht erpengaruho lehk egiatan-kegiatayna ng tidak baik dan tidak bermanfaat dari teman dan lingkungannya.

Studi perbandingan biaya pelaksanaan pekerjaan dinding menggunakan bata ringan citicon dengan bata merah proyek pembangunan rumah dua lantai Perumahan Araya Kavling 43-45 / Haris Pradipta Putra

 

Kata Kunci: perbandingan, biaya, bata ringan Citicon, bata merah. Semakin berkembangnya teknologi di bidang Teknik Sipil membawa serta teknologi pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding untuk turut mengembangkan teknologinya. Hal ini dipengaruhi oleh permintaan owner akan kenyamanan serta estetika pada bangunan miliknya tersebut. Maka dari latar belakang tersebut diciptakanlah material pasangan dinding yang dapat mewujudkan semua tuntutan tersebut. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan biaya pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding antara pekerjaan pasangan dinding yang menggunakan material bata ringan Citicon dengan pekerjaan pasangan dinding yang menggunakan material bata merah. Obyek studi lapangan ini adalah proyek pembangunan rumah dua lantai milik di Perumahan Araya kavling 43 - 45, Malang. Metode pendekatan yang digunakan dalam studi lapangan adalah metode penelitian survei. Untuk mendapatkan data yang akurat dapat dilakukan dengan cara observasi (pengamatan), wawancara, dokumentasi dan melalui buku kepustakaan. Hasil dari studi lapangan dan pengamatan diketahui: (1) Harga bahan untuk pasangan dinding bata ringan Citicon sebesar Rp. 173.160,-/m2, dan untuk dinding bata merah sebesar Rp. 41.944,80/m2; (2) Upah tenaga kerja yang diperlukan untuk pasangan dinding bata ringan Citicon sebesar Rp. 9.096,-/m2, dan untuk dinding bata merah sebesar Rp.7.987,50/m2; (3) Harga satuan pekerjaan pasangan dinding bata ringan Citicon sebesar Rp. 182.256,-/m2, dan harga satuan pekerjaan pasangan dinding dengan bata merah sebesar Rp. 49.932,30/m2. Bedasarkan hasil studi lapangan ini, penulis memberikan saran untuk mempertimbangkan pemakaian material bata ringan Citicon sebagai pasangan dinding bangunan rendah. Hal ini dikarenakan biaya yang dikeluarkan untuk pasangan dinding dapat menjadi sangat besar. Bata ringan Citicon dapat diaplikasikan pada bangunan tinggi karena dapat memperkecil biaya struktur bangunan disebabkan sifat bata ringan Citicon yang memperkecil beban dinding pada struktur bangunan tinggi. Sebaliknya pada bata merah, material ini disarankan untuk dipakai pada pasangan dinding bangunan rendah karena harganya yang ekonomis dan tidak disarankan untuk dipakai pada pasangan dinding bangunan tinggi karena dapat memperbesar beban dinding pada struktur bangunan.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata diklat kewirausahaan di SMK Muhammadiyah 2 Malang / Fivi Handayani

 

ABSTRAK Handayani, Fivi. 2009. Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Diklat Kewirausahaan di SMK Muhammadiyah 2 Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Niaga Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M. Ed., M. Si, (II) Rachmad Hidayat, S. Pd. Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Jigsaw, Aktivitas, Hasil Belajar. Salah satu upaya yang harus dilakukan pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia hingga saat ini adalah melalui perbaikan kurikulum. Dengan perbaikan kurikulum, diharapkan kualitas proses pembelajaran akan meningkat yang diikuti dengan peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk, pertama adalah mengetahui pelaksanaan pembelajaran kooperatif model jigsaw pada mata diklat kewirausahaan. Kedua, aktivitas belajar siswa pada saat penerapan kooperatif model jigsaw. Ketiga, hasil belajar siswa setelah diadakan pembelajaran kooperatif model jigsaw pada mata diklat kewirausahaan. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI AK SMK Muhammadiyah 2 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes, panduan observasi, format penilaian dan angket untuk siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, dimana dalam tiap siklus meliputi empat tahap yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Dalam tindakan silkus I proses adaptasi dan sosialisasi siswa sudah baik meskipun ada beberapa siswa yang masih enggan untuk mengemukakan pendapatnya. Pada siklus II sudah baik dibandingkan pada siklus I. Hasil belajar dilihat dari aspek kognitif yaitu dengan menganalisis hasil pre test dan post test siswa pada setiap siklus. Sedangkan aspek afektif dan psikomotor dianalisis dengan menghitung persentase frekuensi setiap indikator yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pembelajaran kooperatif model jigsaw sangat bermanfaat bagi siswa karena model ini telah terbukti dapat meningkatkan aktivitas siswa, sehingga bagi guru mata diklat kewirausahaan dan guru mata diklat lainnya dapat menggunakan metode pembelajaran kooperatif model jigsaw ini pada pokok bahasan lain yang memenuhi karakteristik yang sama. 2) hasil belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran kooperatif model jigsaw mengalami peningkatan. Hal tersebut diketahui pada tindakan siklus I nilai post test siswa meningkat sebesar 71% dibandingkan nilai pre test mereka sebesar 69%, namun kelas belum memenuhi syarat ketuntasan belajar karena yang tuntas belajar masih dibawah batas minimum persentase ketuntasan belajar kelas. Pada tindakan siklus II nilai post test siswa meningkat sebesar 80,1% dibandingkan nilai pre test mereka sebesar 73,66%. Diketahui bahwa dalam tindakan siklus II ini kelas telah memenuhi taraf ketuntasan belajar yang terlihat dari persentase siswa yang tuntas belajar diatas minimun persentase ketuntasan belajar kelas. ii Dari penelitian pembelajaran kooperatif model jigsaw, saran yang dapat dikemukakan diantaranya: 1) Bagi guru perlu memodifikasi dan menyiapkan secara matang bahan-bahan ajar yang akan digunakan untuk mengajar dan menentukan langkah-langkah yang sistematis menurut prinsip pembelajaran kooperatif khususnya model jigsaw. 2) Bagi siswa hendaknya lebih meningkatkan kreatifitas mereka untuk berfikir lebih maju dan berani mengungkapkan pendapat. Selain itu, diharapkan dapat saling menghargai orang lain. 3) Bagi peneliti, penulis mengharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi peneliti-peneliti selanjutnya dalam penulisan karya ilmiah.

Pengaruh Peranan Orang Tua TerhadapPrestasi Belajar Siswa Pada Madrasah Tsanawiyah Darul Ma'arif Payaman Solokuro Lamongan oleh Khabib Mukri

 

Keluargam erupakanin stitusip ertamab agii ndividud alamb erinteraksid, ari situlahia memperolehu nsurd anc iri-ciri kepribadianya. Dalam keluargap emegangk ekuasaana dalaho rangt ua, makap entings ekali peranano fttngt ua dalam prosesp endidikanseoranga nak,s ejakm asak anak-kanak, sampaim asar emajah inggab eranjakd ewasaD. engank atal ain orangt ualahy ang berkewajibamn endidikd anmembinasertamengarahkaann aknyad anj uga menyediakand anad an saranad alam upayap endidikan. Dalam realitas kehidupan tidak semua orang tua mampu mengoptimalkan peranand alamp endidikana naknya.U ntuk itu peneliti ingin mengetahupi engaruh peranano rangt ua terhadapp restasbi elajars iswa. Penelitianin i dilakukand engantu juanu ntukm engkajia dat idaknyap engaruh peranano rangt ua terhadapp restasbi etajars iswad i MadrasahT sanawiyahD arul Ma'arif PayamanS olokuroL amongan.Y angd ipilih sebagarie spondenya itu siswa. Populaspi enelitianin i adalahs eluruhs iswaM adrasahT sanawiyahD arul Ma'arif Payamans ejumlahI 13, padas emestegr anjil tahunp elajaran2 00212003. Dengans tratifiedp roporsionarla ndoms amplingd, iambil sampesl ebanyak5 0 o/od an populasis, ehinggajumlahre spondend alamp enelitianin i sebanya5k 7 siswa. Dari hasila nalisisd eskripif diperolehh asil,b ahwap eranano rangt ua dalam upayam eningkatkanp restasbi elajara nakk elasI , II danI II padas emestegr anjil tahunp elajaran20021200a3d alaht ermasukk ategori cukup baik dengan rata-rata skory angd iperoleha dalah3 8,65.S edangkanp restasiy angd icapaio lehs iswa adalahju ga cukupb aik dengann ilai rata-raia6 .87. Melalui analisisr egresdi iperolehh asil, bahwaH ipotesisN ol ditolak dan otomatisH ipotesisA ltematif diterima,y angb erartip eranano rangt ua pada MadrasaTha nawiyahD arul Ma'arif PayamanS olokuroL amongank elasI ,Il danI II padas emesterg anjil tahunp elajaran2 002/2003b erpengarushe caras ignifikan terhadapr estasbi elajars iswa.D enganp erbandinganp €ranano rangt ua 39.5o/od an fahor yang lain 40.,5o/o. Berdasarkahna silp enelitianin i, dapatd isarankana gard ilakukanp enelitian lebihl anjutm isalnyap enelitianu ntukm engetahupi erbedaaann taras isway ango rang tuanya beke[a di rumah dan siswa yang orang tuanya bekeda d i perantauand alam halo restassi iswad ans ebagalnya'

MCB cerdas pendeteksi hubung singkat dan beban lebih / Bambang Putra Hadi Kusuma

 

Kata kunci: Sistem Kontrol, MCB, Sensor Arus, Kontrol Elektronik,Hubung singkat. Energi listrik merupakan kebutuhan pokok saat ini, mulai dari rumah tangga sampai industri–industri besar, semuanya menggunakan energi listrik. Dalam sistem Pengaman instalasimya umumnya menggunakan MCB (miniatur circuit breaker). MCB berfungsi untuk memutus hubungan listrik bekerja secara otomatis apabila ada hubung singkat atau beban lebih, namun MCB tidak dapat membedakan antara terjadinya hubung singkat atau beban lebih. Pada saat MCB mengalami trip (memutuskan aliran listrik), makauntuk menyalakannya kembali harus menekan tuas yang ada pada MCB. Tujuan pembuatan Tugas Akhir ini untuk menciptakan suatu sistem yang dapat menambah kinerja MCB yang sudah ada dengan cara menambahkan kemampuan untuk dapat membedakan antara terjadinya hubung singkat atau beban lebih. Bahkan mampu menyalakan tuas MCB secara otomatis sehingga tidak perlu dinyalakan secara manual. Metode perancangan meliputi: (1) perancangan perangkat keras (hardware), rangkaian sensor arus,(2) rangkaian minimum sistem, (3) rangkaian driver, (5) perancangan perangkat lunak (software),(5) perancangan mekaniknya. Hasil yang didapat adalah tegangan keluaran dari sensor arus, basarnya arus yang dibutuhkan untuk menyalakan motor. Tegangan keluaran dari sensor arus mulai dari 0 volt sampai dengan maksimal 5 volt pada saat penggunaan beban melebihi batas maksimum 2 amper. Sedangkan arus keluaran yang diukur pada collector pada saat aktif yaitu normal sekitar 0,425 amper sehingga dapat menyalakan motor pada mekanik yang telah dirancang. Kesimpulan dari pembuatan tugas akhir ini adalah (1) Perancang sensor pendeteksi arus dapat bekarja dengan baik sesuai dengan perancangan. Mampu membedakan antara beban lebih dengan hubung singkat arus listrik, (2) Desain mekanik alat dapat bekerja sesuai dengan fungsi yaitu dapat menyalakan dan mematikan MCB secara otomatis, (3) Dengan mengaplikasikan microcontroller ATmega8 sebagai pengendali utama alat, dapat membuat perancangan alat yang lebih sederhana. Sebab microcontroller ATmega8 ini mempunyai ADC internal dan juga baik digunakan sebagai sistem kontrol apabila hanya membutuhkan I/O yang tidak terlalu banyak, (4) pemasangan sistem pada kWh meter harus dilakukan oleh petugas PLN dan penentuan besarnya daya yang dipasang pada kWh ditentukan oleh PLN, (5) Setelah melakukan pengujian pada alat dapat dikatakan alat dapat bekerja dengan baik yaitu mampu mendeteksi terjadinya hubung singkat dan beban lebih bahkan mampu mendetaksi apakab penyebab gangguan sudah diperbaiki

Peningkatan hasil belajar matematika melalui pendekatan pemecahan masalah di kelas V SDN Kebonagung 06 Kabupaten Malang tahun ajaran 2009/2010 / Danik Yuliestiyarini

 

ABSTRAK Yuliestiyarini, Danik. 2010. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Pemecahan Masalah Di Kelas V SDN Kebonagung 06 Kabupaten Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program Sarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M. Si, Pembimbing (II) Drs. Imron Rosyadi, H. Sy, M.Pd. Kata kunci: pemecahan masalah, hasil belajar, operasi hitung bilangan bulat. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kebonagung 06, Malang. Latar belakang diadakannya penelitian ini yaitu masih rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa di kelas V pada pembelajaran Matematika khususnya materi operasi hitung bilangan bulat. Hal ini terlihat pada saat tahap observasi awal atau tahap pra tindakan banyak siswa yang belum mencapai nilai KKM yang ditentukan guru sebesar 65. Oleh karena itu, maka perlu adanya pembelajaran Matematika melalui pendekatan pemecahan masalah untuk materi operasi hitung bilangan bulat melalui Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan pembelajaran matematika dengan pendekatan Pemecahan Masalah pada materi operasi hitung bilangan bulat di kelas V SD Negeri Kebonagung 06 Kabupaten Malang, (2) meningkatkan keaktifan siswa, (3) meningkatkan hasil belajar siswa di kelas V SD Negeri Kebonagung 06 melalui pendekatan Pemecahan Masalah khususnya pada materi operasi hitung campuran bilangan bulat. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Kebonagung 06 Kabupaten Malang selama dua siklus. Masing-masing siklus dilaksanakan dalam dua pertemuan dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang meliputi: 1) Perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan 4) refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keaktifan siswa dan peningkatan hasil belajar pada materi operasi hitung bilangan bulat di kelas V SD Negeri Kebonagung 06 kabupaten Malang. Kenaikan persentase keaktifannya yaitu dari pra tindakan hanya 54,25%, siklus pertama sebesar 68%, dan siklus kedua naik menjadi 86%. Jika dihitung kenaikan awal yaitu dari pra tindakan ke siklus pertama sebesar 13,75%. Sedangkan kenaikan persentase dari siklus pertama ke siklus kedua sebesar 18%. Siswa yang sebelumnya banyak yang belum tuntas pada pra tindakan sebanyak 24 siswa, kemudian berkurang pada siklus pertama menjadi 9 siswa. Bahkan untuk siklus kedua berkurang lagi dan hanya tinggal 3 siswa saja. Untuk nilai rata-rata juga mengalami peningkatan. Pra tindakan nilai rata-ratanya hanya sebesar 65,12, meningkat menjadi 70,37 pada siklus pertama dan meningkat lagi pada siklus kedua menjadi sebesar 75. Sedangkan persentase ketuntasan tes hasil belajar peningkatan yang terjadi juga sangat besar. Pra tindakan persentase ketuntasan hanya sebesar 42,5%, meningkat pada siklus pertama menjadi 77,5% dan meningkat lagi pada siklus kedua menjadi 92,5%. Dari hasil yang diperoleh ini maka secara nyata dapat dikatakan penerapan pendekatan pemecahan masalah berhasil untuk meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung bilangan bulat.

Perbedaan kemandirian remaja pada siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Malang ditinjau dari urutan kelahiran / Latifatul Choir

 

PERBEDAAN KEMANDIRIAN REMAJA PADA SISWA KELAS XI DI SMAN 2 MALANG DITINJAU DARI URUTAN KELAHIRAN Latifatul Choir Abstrak. Remaja dituntut untuk tidak selalu tergantung pada orang tua atau orang dewasa lainnya, oleh karena itu seorang remaja memerlukan kemandirian. Pembentukan kemandirian pada remaja berbeda-beda, salah satu faktor yang membedakan kemandirian remaja adalah urutan kelahiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) gambaran kemandirian anak sulung, 2) gambaran kemandirian anak tengah, 3) gambaran kemandirian anak bungsu; 4) gambaran kemandirian anak tunggal; dan 5) perbedaan kemandirian ditinjau dari urutan kelahiran. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan subjek 120 orang pada kelas XI di SMAN 2 Malang dan ditentukan dengan purposive sampling. Data kemandirian remaja dikumpulkan dengan skala kemandirian remaja dengan validitas aitem antara 0,371 sampai 0,643 dan koefisien reliabilitas 0,911. Analisis penelitian dengan One Way Anova dan hasilnya menunjukkan ada perbedaan kemandirian ditinjau dari urutan kelahiran (F2,868= 0,501, p = 0,040 < 0,05). Hasil Analisis deskriptif remaja yang memiliki kemandirian sangat tinggi sebanyak 8 orang atau 6,67% (terdiri dari 4 orang anak sulung, 2 orang anak tengah, 0 orang anak bungsu dan 2 orang anak tunggal), termasuk kategori tinggi sebanyak 25 orang atau 20,83% (terdiri dari 9 orang anak sulung, 7 orang anak tengah, 7 orang anak bungsu dan 2 orang anak tunggal), sedang sebanyak 47 orang atau 39,17% (terdiri dari 11 orang anak sulung, 12 orang anak tengah, 12 orang anak bungsu dan 12 orang anak tunggal), rendah sebanyak 32 orang atau 25% (terdiri dari 4 orang anak sulung, 8 orang anak tengah, 10 orang anak bungsu dan 10 orang anak tunggal), dan sangat rendah sebanyak 8 orang atau 6,67% (terdiri dari 2 orang anak sulung, 1 orang anak tengah, 1 orang anak bungsu dan 4 orang anak tunggal). Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: 1) bagi siswa yaitu anak sulung mampu mempertahankan tingkat kemandirian, anak tengah meningkatkan kemandiriannya, anak bungsu dan anak tunggal juga tetap mengerjakan semua tugasnya sendiri tanpa bantuan orang lain; 2) Bagi orang tua hendaknya orang tua memberikan perlakuan yang sama terhadap anak sulung, anak tengah, anak bungsu dan anak tengah, orang tua diharapakan memperlakuan seorang anak sesuai dengan tugas perkembangannya, 3) Sebaiknya guru juga memberikan pengertian kepada anak didiknya untuk bersikap mandiri, karena tidak selamanya mereka dapat menggantungkan diri terhadap orang lain; 4) Peneliti selanjutnya dengan tema yang sama, hendaknya membuat alat pengukur data penelitian dengan item-item pernyataan yang lebih cermat agar hasil penelitian yang diperoleh sesuai dengan tujuan dan harapan Kata kunci : Kemandirian Remaja, Urutan Kelahiran Ketika terlahir manusia berada dalam keadaan lemah. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sangat tergantung pada bantuan orang-orang disekitarnya. Dari sinilah dibutuhkan sebuah keluarga yang mampu membimbing dan mendidik anak agar menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab atas masa depannya. Keluarga mempunyai peran yang sangat penting terhadap perkembangan anak, sebab keluarga sebagai unit terkecil merupakan entitas pertama dan utama dimana anak tersebut tumbuh, dibesarkan, dibimbing dan diajarkan nilai-nilai kehidupan sesuai dengan harapan sosial (social expectacy) dimana keluarga tersebut tinggal (Mutadin, 2002). Hingga nantinya sang anak siap menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan mampu mengemban amanat besar sebagai penerus estafet perjuangan bangsa. Dalam proses kehidupannya manusia mengalami tahap-tahap perkembangan yang akan dilaluinya, dan salah satunya adalah periode masa remaja. Masa remaja merupakan periode peralihan perkembangan dari kanak-kanak ke masa dewasa, awal ini disebut juga sebagai periode peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Peralihan ini tidak berarti terputus atau berubah dari apa yang telah terjadi sebelumnya, melainkan lebih pada sebuah peralihan dari satu tahap perkembangan ke tahap berikutnya. Pada masa ini kebutuhan hidup lebih beragam dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi (Mutadin, 2002). Pada masa sekolah tingkat menengah atas, anak sedang mempersiapkan diri menuju proses pendewasaan diri. Anak melalui tahun-tahun terakhir masa pendidikan dasar dan menengahnya untuk kemudian melangkah menuju dunia perguruan tinggi atau meniti karir.

Ketaksamaan integral / Iin Dwi Nursanti

 

ABSTRAK Nursanti, Iin Dwi. 2010. Ketaksamaan Integral. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si, (II) Drs. Slamet, M.Si. Kata kunci: ketaksamaan integral, Ketaksamaan Cauchy Umum, Teorema Dasar Kalkulus (Bentuk Pertama). Ketaksamaan- ketaksamaan integral yang dibahas dalam skripsi ini merupakan perumuman dari ketaksamaan integral ∫ ����(��) ����≥∫ ����(���� ���� ��)���� dengan �� merupakan suatu fungsi kontinu pada [0,1] yang memenuhi ∫������(��)����≥���������� dan ��(��)≥0,∀��∈[0,1]. Ketaksamaan-ketaksamaan integral baru yang dapat dibentuk adalah: 1 ∫������������(��)����≥∫����������(��)����,∀��>0; 2 ∫������������(��)≥∫����������(��)����,∀��>0; 3 ∫������������(��)����≥∫������������(��)����,∀��≥1,��>0. Teorema Ketaksamaan Cauchy Umum dan Teorema Dasar Kalkulus (Bentuk Pertama) digunakan untuk membuktikan ketaksamaan-ketaksamaan integral baru diatas.

Pengembangan paket pembelajaran pendidikan agama Islam kelas IV dengan menggunakan model Dick & Carey di SD UMMU Aiman Lawang / Ayib Devi Sofia

 

ABSTRAK DARI TESIS PENGEMBANGAN PAKET PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS IV DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DICK & CAREY DI SD UMMU AIMAN LAWANG AYIB DEVI SOFIA Ayib Devi Sofia. 2010. Pengembangan Paket Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas IV dengan Menggunakan Model Dick & Carey di SD Ummu Aiman Lawang. Tesis. PSSJ Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sulton, M.Pd, (2) Dr. Waras Kamdi, M.Pd Kata kunci: Pengembangan, paket pembelajaran, pendidikan agama Islam, model Dick & Carey Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan sumber belajar dalam PAI perlu dirancang dan dikembangkan suatu paket pembelajaran yang terdiri atas bahan ajar, panduan guru dan panduan siswa. Tujuan pengembangan paket pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah untuk menghasilkan paket pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang memfasilitasi pembelajaran pembentukan sikap atau aspek afektif dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Model yang digunakan dalam mengembangkan paket pembelajaran ini adalah model Dick & Carey (2001). Model ini terdiri dari 10 langkah, namun dalam pengembangan ini hanya dilakukan sampai 9 langkah karena keterbatasan waktu dan biaya. Langkah-langkah tersebut adalah: (1) Analisis kebutuhan untuk menentukan tujuan, (2) Analisis pembelajaran, (3) Identifikasi perilaku awal dan karakteristik pebelajar, (4) Merumuskan TPK, (5) Mengembangkan butir-butir tes, (6) Mengembangkan srategi pembelajaran, (7) Memilih dan mengembangkan materi, (8) melakukan evaluasi formatif, (9) Merevisi pembelajaran. Pemilihan penggunaan model Dick & Carey dalam pengembangan desain pembelajaran ini didasarkan pada beberapa alasan, yaitu: (1) Materi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan materi yang penyajiannya memerlukan urutan-urutan tertentu secara sistematis. Misalnya, pada materi Surat-surat Al-Qur`an terdiri dari materi bacaan surat, arti surat, dan kajian surat dimana penyajiannya tidak boleh ditukar-tukar. Sifat-sifat materi seperti ini sangat sesuai untuk dikembangkan dengan model Dick & Carey, (2) Menurut beberapa penelitian bahwa pemanfaatan sumber belajar berupa paket pembelajaran model Dick & Carey secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar (Sumlah; 1999, Umarela; 2005, Tegeh; 2006) Produk pengembangan berupa paket pembelajaran yang terdiri atas bahan ajar, panduan guru dan panduan siswa diujicobakan melalui evaluasi formatif yang meliputi beberpaa tahap yaitu: review ahli isi materi, review ahli desain dan media pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Data hasil evaluasi formatif berupa saran, tanggapan dan penilaian dari subjek uji coba digunakan sebagai masukan untuk merevisi dan menyempurnakan paket pembelajaran yang dihasilkan. Hasil review dari uji 2 ahli isi materi maupun dari uji ahli desain dan media untuk komponen bahan ajar menunjukkan pada kategori sangat baik dengan presentase pada ahli isi materi adalah 90% dan 95%, sedangkan pada ahli desain dan media adalah 91,67%. Untuk panduan guru juga berada pada kualifikasi sangat baik dengan presentase 92,5% dan 95% dari 2 ahli isi materi, dan 90,38% dari ahli desain dan media. Panduan siswa juga berada pada kategori sangat baik dengan presentase 95% dan 92,5% dari 2 ahli isis materi, dan 92,31% dari ahli desain dan media. Dari hasil uji coba perorangan pengembang mendapat banyak masukan dan penilaian khususnya yang berkaitan dengan keterbacaan paket pembelajaran. Setelah direvisi dari uji perorangan, produk pengembangan diujicobakan pada kelompok kecil melalui angket. Hasil rerata presentase yang diperoleh untuk komponen bahan ajar sebesar 88,83% dan berada pada kategori sangat baik. untuk panduan siswa rerata presentase yang diperoleh sebesar 92% yang juga berada pada kategori sangat baik. Adapun saran dari siswa pada uji kelompok kecil terutama berkaitan dengan pemberian contoh-contoh pada isi materi dan penggunaan kata-kata yang lebih mudah dipahami oleh siswa. Data dari hasil uji coba lapangan tentang tanggapan siswa terhadap bahan ajar mendapat rerata presentase sebesar 89,2% yang berada pada kategori sangat baik. Sedangkan data tanggapan guru terhadap bahan ajar adalah sebesar 90% pada kategori sangat baik. Untuk panduan siswa memperoleh rerata presentase sebesar 89,42% dan panduan guru sebesar 92,5% berada pada kategori sangat baik. Untuk menguji efektifitas penggunaan paket pembelajaran digunakan uji t dari hasil pretest dan posttest yang diberikan kepada siswa. Hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mean hasil posttest (91,84) > pretest (72) dengan taraf signifikan 0,000 < 0,05. t hitung (20,030) > t table (2,064). Dengan demikian terbukti paket pembelajaran efektif dapat meningkatkan hasil belajar. Dari serangkaian uji coba dapat diketahui kelebihan dan keterbatasan paket pembelajaran yang telah dikembangkan yaitu: (1) bahan ajar ini dirancang dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa kelas IV SD Ummu Aiman Lawang, (2) panduan guru didesain dengan menggunakan strategi pembelajaran yang lebih menekankan pada pembentukan sikap, yaitu menggunakan strategi pembelajaran Kontekstual atau CTL (Contextual Teaching & Learning). Dimana pembelajaran kontekstual ini siswa diajak untuk beraktivitas dalam mengembangkan kemampuan sosialitasnya, sehingga siswa tidak hanya mencatat dan menonton saja akan tetapi melakukan sendiri kegiatan pembelajaran, (3) Desain paket pembelajaran disertai dengan gambar ilustrasi, lay out, warna, dan tampilan teks yang mengikuti prinsip desain pesan dengan tujuan untuk menarik perhatian dan membangkitkan motivasi belajar siswa, (4) Panduan guru dan panduan siswa yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pebelajar dan pembelajar, dikarenakan di dalamnya terdapat petunjuk dan informasi penting tentang proses pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran

Hubungan Antara Latar Belakang Sosial Ekonomi Orang Tua Dengan Prestasi Belajar Siswa Madrasah Aliyah Darus Salam Keras Diwek Jombang oleh Jamilatus Sholihah

 

Pendidikanm erupakank ebutuhanh idup manusiay ang sang.apt enting' untukmemenuhkie butuhante rlebutm akam anusiam emasukdi uniap endidikanm elaluip rosesbelajar.D alam kegiatanb elajar dan p_roseusn tuk menoapaip restasid ipengaruhoi lehbebirapa faktor yaitu faklor intem dan faktor ekstern'Keadaan tetuarga yung metupukun faktor ekstern juga dapat mempengaruhiorosesd an hasil belaiar.S ip"ii ekonomio rangt ua banyak enentukanp erkembangan[." o""atai."" "i"tl[.",-"ri""keluarga,s ikapd ank ebiasaano rangt ua sertas tatusa nak'O;;g t* merperlihatkanp artisipa-sinyap ada pelajaran sekolah anaknya denganmenyediakantempatyangnlenyenangkan.untukbelalardirumah,sepertimeja,kursi'tulnpup err"rurrgunO anU itu-tut u. Kiterlibatan orang tua dalam mendoronga naknyaJafa. fxnOiaitin ini tergantungp adat ingkat pendidikana rangt ua, dimanak eterlibatan;r"t4 il dalam pendidiltat ariat dan tirigtaipendidikan orang tua adalam merupakanduau nsurey ange sensiadl alamp endidikana nak'Berdasarkan hal tersebut diatas, maka peneliti tertarik untuk mengadakanpenetitlante ntangH ubunganA ntara Lia; BelakangS osial Orang tua DenganP r9s1a-si'nutu1-SiswaM idrasah iliyah Darus-Salam..Dengapne rmasalahayna ngt imbul adalah: 1l) Bagaimanala tar belakangs osiale konomio rangt ua-siswaM adrasahA liyah Dlus--SalamK eras Diwek Jomban-g(?2 ) Bagaimanap reitasi belajar siswaM adrasahA liyahDarus-SalamK eras Diwek .timiangf I:) epatiir ada hubunganl atar belakangs osial ekonomio rangt ua denganp restasi-belajast ls*a MadrasahA liyah Darus-SalamK erasDiwek jombang?populasid alamp enelitiani ni adalahs uluruhs iswaM adrasah.A'liyaDha rus-SalamKerasD iwek Jombangia hunp elajaran2002-200y3a ngs eluruhnyab erjumlah1 06s iswa'Dengant ehnikp urposive Raidom Sampling naka didapatkans ampels ebanyah5 3 siswa'Adalun tehnik pengumpuland ata yang digunakand alam peneitiani ni adalahd enganmenggunakatne inil anitet dan dokunienta=usin, tuk menganalisdaa tad igunakana nalisatoreiasip roductM ement,d enganb antuanS PSSl 0 For Windows.Hasil penelitiand apati ilihat bahwar ata'ratap restasbi elajars iswak elas1 , 2 dan3 semesteruuttuu hunp ela.laran2 002-2003M adrasahA liyah Darus-SalamK erasD iwek;;d;t baik, ini Aapata iUttatd ari banyaknyas isway ang mempunyapi restasbi aik,yaitu sef,anyak5 6,60%;p, restasit ersebutd idukungo leh latar belakangs osiale konomiorangt ua yangt inggi yaitu sebanya4k 7,17%'Berdasarkanh asil peneiitian tersebut, maka penulis kemukakans aran-sarankepada(: l) Orangt ua dihaiapkand apatm eluangkanw iktu-untuk memperhatikana nakpada waitu belalar, orang tua dihrapkan berkomunikasi dengan pihak sekolah untukmengetahupi erklmbangaia nak disekolah,( ,2) euru diharapkanm emberikand ukungandani emangatb elaja6J.tu *u*pu membimbings iswaa gart etapa ktif dalamk egiatanbelaiarb, aikb etajadr irumahm aupund isekolah'

Pengembangan media vidoe pembelajaran IPA pokok bahasan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifat-sifatnya kelas IV SDN Selorejo 1 Kecamatan Dau Kabupaten Malang semester II tahun 2010 / Rendhi Puspo Ayu

 

PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN IPA POKOK BAHASAN ENERGI PANAS DAN BUNYI YANG TERDAPAT DI LINGKUNGAN SEKITAR SERTA SIFAT-SIFATNYA KELAS IV SDN SELOREJO 1 KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG SEMESTER II TAHUN 2010 Rendhi Puspo Ayu Ayu, Rendhi Puspo. 2010. Pengembangan Media Video Pembelajaran Pokok Bahasan Energi Panas dan Bunyi yang Terdapat Dilingkungan Sekitar Serta Sifat-sifatnya Kelas IV SDN Selorejo 1 Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Joseph Mbulu, M.Pd, (II) Yerry Soeproyanto, ST, MT. Kata Kunci: Pengembangan, Media Video, IPA Sekolah Dasar Media Video pembelajaran adalah suatu media yang dirancang secara sistematis dengan berpedoman kepada kurikulum yang berlaku dan dalam pengembangannya mengaplikasikan prinsip-prinsip pembelajaran sehingga program tersebut memungkinkan peserta didik mencerna materi pelajaran secara lebih mudah dan menarik. Pengembangan media ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan produk media video pembelajaran dan mengevaluasi produk media video pembelajaran mata pelajaran IPA pokok bahasan energi panas dan bunyi yang terdapat dilingkungan sekitar serta sifat-sifatnya untuk kelas IV di SDN Selorejo 1 Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Lokasi penelitian dilakukan di SDN Selorejo 1 Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Subjek pengembangan adalah 15 orang siswa kelas 4 SDN Negeri Selorejo, 3 orang ahli media, dan 2 orang ahli materi. Rendhi Puspo Ayu adalah mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Teknologi Pendidikan, 2010.

Upaya Peningkatan Hasil Belajar Dengan Metode Diskusi Kelompok Kecil Siswa Kelas II SLTPN I Wagir Malang Tahun Ajaran 2000 / 2001 oleh Susiyanti

 

Pembelajaranfi sika sedapamt ungkin dilatekan dalam suasanay ang menyenangkanJ.i ka suasanain i bisa diciptakanm aka siswad apatb erkembangk e arahyangpositif sehinggad iperolehh asil yangm ernuaskanO. leh karenai tu perlu dilakukanp emilihanm etodep embelajarany angt epat.M etoded iskusi kelompok kecil dapat dipilih sebagai salah satu altematif karena metode ini akan membuat siswaa ktif dan memiliki beberapak euntungana ntaral ain siswad apatb ekerjas ama dengant emannyas ehinggad iperolehk aputusany ang lebih kaya dan sisway ang pendiama kan lebih bebasm engemukakanp endapatnyad alamk elompoky angk ecil. Penelitiani ni ingin mencarib agaimanap enerapanm etoded iskusik elompokk ecil untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkanc aram enerapkanm etoded iskusi kelompokk ecil yangdapat meningkatkanh asil belajar siswa.S elaini tu juga mendeskipsikanh ambatanhambatany angm uncul selamap enerapanm etoded iskusi kelompokk ecil pada pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berbentuk tindakan kelas dan dirancangd alamt iga siklus kegiatan.M asing-masingte rdiri dari empatt ahapan yangt erdiri dari refleksi, perencanaantin dakaq pelaksanaantin dakan,d an observasi. Berhubung penelitian berbentuk penelitian tindakan kelas, maka seluruh populasi adalah seluruh siswa kelas IIa. Tindakan yang diberikan pada penelitian ini berupa pembelajarand enganm enerapkanm etoded iskusik elompokk ecil. Hasil penelitian yang diperoleh menuqiukkan bahwa dengan memberikan tindakanb erupap enerapanm etoded iskusi kelompokk ecil dapatm eningkatkanh asil belajars iswa.H ambatany ang muncul selamap rosesp embelajarana dalahs iswa ramai jika waktu yang disediakan untuk diskusi kelompok terlalu lama, sebagian siswat idak yakin denganja wabany angd iperolehd ari diskusi kelompoks ehingga perlu adanya tindak lanjut berupa diskusi kelas, dan jika materi berupa hitungan siswam engalamik esulitanm enentukanr umusd an menyelesaikanh itungannya.

Pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi dan hasil belajar siswa kelas XI IPA semester II SMA Negeri 2 Malang pada materi pokok koloid tahun pelajaran 2009/2010 / Eka Sasmita Rini

 

ABSTRAK Rini, Eka Sasmita. 2010. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) terhadap Hasil Belajar dan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 2 Malang pada Materi Pokok Koloid Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D. Pembimbing (II) Oktavia Sulistina, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: Think Pair Share (TPS), hasil belajar, kemampuan berpikir tingkat tinggi, koloid. Pendidikan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan suatu bangsa. Guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk memberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP menggunakan paradigma pembelajaran konstruktivistik dimana pembelajaran yang dilakukan berpusat pada siswa (student-centered). Salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada teori konstruktivistik adalah model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran kooperatif tipe TPS, mendeskripsikan dampak penerapan pembelajaran kooperatif tipe TPS terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Malang serta mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada materi pokok koloid. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu dan deskriptif kuantitatif. Rancangan eksperimental semu digunakan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif siswa. Sedangkan rancangan deskriptif kuantitatif digunakan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran kooperatif tipe TPS, hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Malang tahun ajaran 2009/2010 dengan sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Cluster random sampling. Instrumen yang digunakan berupa instrumen perlakuan (terdiri dari silabus, RPP, LKS dan hands-out) dan instrumen pengukuran yang terdiri dari tes serta lembar observasi untuk menilai kemampuan afektif dan psikomotor siswa. Analisis data dilakukan dengan uji t pada signifikansi  = 0,05 dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas eksperimen (menggunakan pembelajaran kooperatif tipe TPS) lebih baik daripada kelas kontrol (menggunakan pembelajaran konvensional). Keterlaksanaan pembelajaran kooperatif tipe TPS telah berlangsung baik sesuai RPP, dimana tingkat keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama adalah 96,36%, pertemuan kedua dan ketiga sebesar 100%. Rata-rata hasil belajar kognitif sisswa kelas eksperimen adalah sebesar 83,50 dengan persen ketuntasan 90%, sedangkan kelas kontrol sebesar 77,50 dengan persen ketuntasan 80%. Uji t juga menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol (thitung 2,735 > ttabel 1,665). ii Persentase kemampuan afektif siswa pada kelas eksperimen lebih baik (sangat baik 35%, baik 44,77% dan cukup baik 20,83%) dibandingkan kelas kontrol (sangat baik 29,17%, baik 37,5% dan cukup baik 33,33%). Persentase kemampuan psikomotor siswa pada kelas eksperimen juga lebih baik (sangat baik 41,25%, baik 32,50% dan cukup baik 26,25%) dibandingkan kelas kontrol (sangat baik 35%, baik 26,25% dan cukup baik 38,75%). Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Hal ini dapat diketahui dari persentase jawaban siswa dalam menjawab soal pada tingkatan C4- C5 yaitu pada kelas eksperimen sebesar 87 % sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 73 %.

Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa Di Madrasah Aliyah Darul Ma'wa Plumpang Kabupaten Tuban oleh Tasmo

 

ABSTRAK Tasmo2, 003,P engaruhL ingkrmganK eluarp TerhadapP restasBi elajar Siswad i Madrasah Aliyah Darul lvfa'wa Plumpang Kab. Tubaru Skripsi, Program Studi PenyetaraanP endidikanE konomi PembangmanU niversitasN egeri lv{alang, Pembimbing(1 ) Dra. Sri Umi Mintarti W., SE.,M si., Ak., Drs. H' Ach. Ali Wafa Pembimbing(2). Kata Kwtci : Lingkungan kehnrga, prsetasi belaiar Pendidikan pada dasamyan dilaksanalon dalam lingkungan keluarga, sekotatr' danm asyarakakt arenai tu pendidikanm erupakana nggung jawab bersamaa ntara keluarg:am, asyarakatd, an pemerintah.L ingkrmgank eluargam erupakanli ngkungany ang per@mdaa n utatna,y ang mempunyaip eranans angApt entingd alam rangkam emberikan dasardasapr endidikank epadaa naky ang nantinyaa kan menentukant€ rhadap p€rtumbuhadna n perkembangpna nakd i masam endatangP. endidikand alam keluarga tirnbul dari pengaruh orang tua terhadap anak seabagi akibat komunikasi yang eratdalarn pergaulans ehari-hari,y ang sebagianb esart €rjadi dalam kehidupanr umaha ngga sebagai kelanjutand ari usahap eniapanp endidikany ang dilakukan parao rangt ua padam asa sebelumyaD. ilihat dari kesempatanm endidik anak kedudukank elaurp adalahp enting. Hubungany ang erat terjadi dalamp ergaulans ehari-hari-harai ntarao rangt ua dan anaknyam erupakanh ubwrgank odrati yang diikat pula oleh adanyat anggungja wa yang besars, ehinggas angatm emungkinkanp endidikand alam keluargad ilaksanakana tas dasar asac inta kasih sayangy ang murni, rasac inta kasih sayangin ilah yang menjadi sumbekr ekuatany ang tak kunjung padamp adao rangt ua untuk tak jemu-jemunya memberikanb imbingand an pertolongany ang dibutuhkano leh anak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut; (1) bagaimana keadaanlin gkungank eluargas iswal v{adrasahA liyah Darul lv{a'wa PlumpangK ab" Tuban"( 2) bagaimanap restasib elajar siswal vladrasahA liyah Darul Ma'wa Plumpang Kab.T uban,d an (3) apakahl ingkungank eluargas iswab erpengaruhte rhadapp restasi belajars iswaI vladrasahA liyah Darul I!{a'wa Plumpng Kab. Tuban. Mengungkapp ernyataante rsebutd i atasm aka penelitiani ni akanb ertujuan untuk : (1) mengetahuki eadaanli ngkungank eluargas iswal v{adrasahA liyah Darul lrla'wa Plumpang Kab. Tuban, (2) mengetahui prestasi belajar siswa ldadnsah Aliyah Darul Ma'wa Plumpang Kab. Tuban, (3) mengetahui pengaruh lingkungan keluarg tcrhadapp restasib elajars iswaN {adrasahA liyah Darul lv{a'waP lumpangK ab. Tuban padas emesteIr tahunp elajarm 2002n003. Penelitian ini termasuk penelitian sampel random (Sample Random Sampling), sebabs ubyekp enelitiannyah anyab erjumlah 158d ari siswak elas 1,2 dan3 We s€mest€Ir tahun pelajaran2 002/2003.p enelitianm enggunakana ngkets ebagais ntrumen dand okumentasdi alam pengumpuland aa. Analisis yang digunakand alam,p enelitiani ni adalahd iskripif prosesntasdea n analisisr egrsi. Hasil penelitian ini ditemukan : (1) keadaan lingkungan siswa 16,36 % sangat balk 24 siswa( 43,640lol)in gkungank eluarganyab aik 20 o/oli ngkungank eluarganya cukupd anl ingkunganyay ang kurangb aik sebanyakI I anak( 20 o/o)(. 2) Prestasbi elajar

Pengaruh motivasi dan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kepanjen pada pembelajaran fisika menggunakan model learning cycle 5E pada materi pokok fluida statis tahun ajaran 2009/2010

 

ABSTRAK Wijayanti, Ayu Siska. 2010. Pengaruh Motivasi dan Aktivitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kepanjen Pada Pembelajaran Fisika Menggunakan Model Learning Cycle 5E Pada Materi Pokok Fluida Statis Tahun Ajaran 2009/2010, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Bambang Tahan Sungkowo, M.Pd, (2) Drs. Eddy Supramono Kata kunci: pembelajaran Learning Cycle 5E, prestasi belajar, motivasi belajar, aktivitas belajar Berdasarkan observasi awal di SMAN 1 Kepanjen diketahui bahwa prestasi belajar siswa masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari siswa yang dapat memenuhi KKM hanya 33,8% siswa dari 68 siswa. Guru masih menggunakan tipe konvensional, sehingga siswa menjadi pasif. Metode yang diterapkan guru membuat motivasi dan aktivitas belajar siswa rendah, sehingga menyebabkan prestasi belajar yang rendah pula. Untuk mengatasi masalah di atas, dicoba menerapkan metode belajar berbasis konstruktivistik dengan model belajar Siklus Belajar (Learning Cycle ). Siklus belajar (Learning Cycle) adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model learning cycle 5E lebih tinggi dibandingkan siswa yang dibelajarkan dengan model konvensionaldan mengetahui apakah prestasi, motivasi dan aktivitas belajar siswa yang dibelajarkan dengan model learning cycle 5E lebih tinggi dibandingkan siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kepanjen yang terdiri dari 5 kelas (168 siswa). Sampel penelitian terdiri dari 34 siswa kelas X1-IPA 2 sebagai kelas eksperimen, dan 34 siswa kelas XI-IPA 4 sebagai kelas kontrol. Pemilihan sampel di lakukan secara Sampling Random. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah instrumen prestasi belajar terdiri 28 soal pilihan ganda dari 30 soal yang sudah tervalidasi dengan r=0,697 (nilai reliabilitas sedang). Penelitian dilaksanakan tanggal 5-20 April 2010. Berdasarkan hasil uji-t dan harga rerata prestasi, motivasi, dan aktivitas belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran Learning Cycle 5E lebih tinggi dibandingkan yang mengalami pembelajaran Konvensional. Hasil uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan Learning Cycle 5E lebih efektif dibandingkan dengan yang diajar secara konvensional. Berdasarkan regresi ganda, diketahui bahwa secara serentak motivasi dan aktivitas belajar memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar fisika siswa yang menggunakan pembelajaran Learning Click here to get your free novaPDF Lite registration key ii Cycle 5E lebih tinggi dibandingkan yang mengalami pembelajaran Konvensional. Besar kontribusi yang diberikan motivasi dan aktivitas terhadap prestasi lebih banyak pada kelas eksperimen yaitu sebesar 77.8%, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 70.1%. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh motivasi dan aktivitas terhadap prestasi belajar fisika siswa menggunakan pembelajaran Learning Cycle 5E lebih tinggi dibandingkan pembelajaran secara Konvensional, dilihat dari nilai sumbangan atau kontribusi yang diberikan.

Pengaruh Motivasi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Madrasah Aliyah Nurul Jadid Sumber Anyar Kabupaten Situbondo oleh Ajus Musthofa

 

Di sampings ekolahd anm asyarakatk,e luargam erupakans alahs atup usatpendidikayna ngs angamt enentukano,l ehk arenai tu tugasp endidikana dalahmencarci arau ntuk membantuo rangt ua agard apatm endidik anak-anaknyadengano ptimal.P enelitianin i bertujuanu ntukm endeskripsikapne ngaruhmotivasoi rangt ua yangm eliputi : motivasio rangt ua, suasanbae lajard i rumah,sarandaa np rasaranbae lajard i rumah,d ank eteladanaonr angt ua terhadapprestasbi elajars iswa. Rancangapne nelitianya ngd igunakana dalahd eskriptifs, ubyekp enelitianini adalah selwuh siswa kelas II yang terdiri dari dua kelas yaitu IIA dan IIBsebanya8k4 siswa.S ampepl enelitiand itetapkand uak elasy aitu kelasI IA danIIB. Pengumpuladna tad ilakukand enganm enggunakaknu esionerA. nalisisd atamenggunakadnis tribusii iekwensi,d ana nalisisr egresil inier denganmenggunakapnr ogramS PSS1 0.00f or Windows. Hasil penelitian menunjukkan: kondisi motivasi orang tua berada padaklasifikasti inggi (58,3%),k ondisis uasanbae lajarb eradap adak lasifikasit enang(42,8%)k, ondisis aranad anp rasaranbae radap adak lasifikasil engkap( 52,4o/o),dank ondisik eteladano rangt ua beradap adak lasifikasibaik( 41,6%)d ank ondisiprestasbi elajars iswab eradap adak lasifikasic ukup( 66,7%),v ariabeb ebasy angterdiri dari motivasio rangt ua, suasanbae lajard i rumah,s aranad anp rasaranabelajard i rumah,d ank eteladanaonr angt ua berpengarushe carap ositifdansignifikanp adat arapa 0,05t erhadapp restasbi elajars iswas ebesa6r 1,8%.Disarankank epada( l ) orangt ua siswa,a garl ebihm emberikanm otivasi dalamb elajary angl ebihk epadaa nak-anaknytaid, akh anyad alamb entukpemberianu angs akus ajat etapid alamm engikuti matap elajarand i sekolah,menjelaskakne puasanm endapatkapnr estasbi elajary angt inggi, membantunrencartia huh al-haly angb elumd iketahuia nak,m endoronga naku ntukberprilakuh idups ehatm, elindungia naks upayam erasaa man,m emberikank asihsayangm, endoronga naku ntukd apatd iterimao leh lingukungannyam, emberikanhadiahb ila anakb erprestasmi,e mberikahnu kumanb ila melakukahna l-hayl angkurangb aik, mendoronga nak untuks elalub erprestasdi,a nm endoronga nakuntuk dapatm enjadip emimpind i kelompoknyad an( 2) kepalas ekolahd ang uru,agars elalum emperhatikabne lajara nak-anaknydaa lamb entukm emberikanpenghargaapna das isway angb erprestasyia ngp emberiannydai lakukanp ada waktus ekolahr nengundanogr angt ua untukp embagianra port,s ertaneningkatkainn tensitakso munikasai ntaras ekolahd engano rangt ua baik melaluisuramt aupubne natapm ukas ecarala ngsung.

Penerapan teknik reka cerita gambar untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab siswa kelas VIII MTs Negeri Turen Malang / Lailatul Fitria

 

Pemerintah fase Malang Dan hambatan untuk mengajar guru bahasa Arab di Indonesia kecenderungan untuk menggunakan metode Aturan dan terjemahan dalam proses pengajaran dan kurangnya metode penerapan motivasi untuk meningkatkan efisiensi dari para peserta berbicara Dan tertulis. Kegiatan fungsi itu adalah untuk melatih guru diminta untuk menyimpan kosa kata dan kemudian memberitahu mereka diinstal Sesuai dengan aturan tata bahasa atau morfologi. Guru dan menjelaskan isi dari kata teks untuk terjemahan kata, dan antar Frasa. Hampir tidak menghasilkan  kemampuan untuk menggunakan bahasa Arab tidak digunakan secara lisan berarti alat bantu. Jadi Fakta bahwa keterampilan berbicara tentang keterampilan yang diinginkan Almhart bahasa bagi siswa untuk Atqa  dalam mengajar Arab belum sepenuhnya tercapai. Metode observasi dan wawancara diketahui oleh pembaharuan-non dalam pengajaran bahasa Arab, terutama di Pengajaran pidato. Sekolah masih mempertimbangkan cara untuk menyimpan teks dari dialog pidato dalam buku ini siap Sekolah dan tanpa menggunakan alat bantu berarti. Metode ini seringkali menimbulkan ketakutan bahwa siswa Mereka adalah untuk teks Aihfezon dan timidity untuk berbicara. Apakah m  diperkirakan pada tingkat konservasi. Pengujian (KKM) mengetahui bahwa efisiensi  m dalam pidato lemah. Tidak bisa sukses pada kriteria minimal Installer keterampilan untuk berbicara hanya dua siswa. Skor rata-rata mereka adalah 61,8. Oleh karena itu peneliti yang disajikan dalam Metode Penelitian untuk mengekspresikan fotografer untuk mengatasi masalah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) efisiensi kata-kata untuk siswa sekolah menengah Malang fase pemerintahan Islam sebelum menerapkan metode ekspresi fotografer dan (2) menerapkan metode ekspresi (Fotografer untuk meningkatkan efisiensi kata-kata untuk siswa sekolah menengah pemerintah Islam Malang fase dan (3 Efektivitas penerapan metode ekspresi fotografer untuk meningkatkan efisiensi kata-kata untuk siswa sekolah menengah Fase pemerintahan Islam Malang. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metodologi penelitian prosedur kelas. Penelitian telah dilakukan di tiga Peran. Dan peran dari masing-masing empat langkah, yaitu: (1) perencanaan dan (2) aplikasi dan (3) observasi proses Pengajaran dan (4) refleksi. Peneliti adalah alat kunci untuk berpartisipasi dalam proses pengajaran dan koleksi Dan menganalisis data. Yang merupakan alat tambahan bukti pedoman wawancara dan observasi dan rekaman kertas Lapangan dan resolusi, dokumentasi dan pengujian. Dan metode analisis data yang digunakan, analisis kuantitatif dan Bagaimana. Untuk akurasi analisis peneliti menggunakan metode observasi koreksi Konstan dalam setiap prosedur aplikasi dan diskusi dengan supervisor data yang diperoleh Dan membandingkan hasil tes dan wawancara dan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian (1) efisiensi kata-kata untuk siswa sekolah menengah Islam Malang fase pemerintah sebelum menerapkan metode ekspresi fotografer lemah. Ditunjukkan oleh hasil tes sebelum Installer keterampilan untuk berbicara hanya dua siswa dan (KKM) aplikasi. Tidak bisa sukses pada kriteria minimal 2) menerapkan metode ekspresi fotografer untuk meningkatkan efisiensi kata-kata untuk siswa sekolah menengah Islam) Malang, adalah fase pemerintah dalam tiga peran dalam menjaga rencana yang baik dan terjebak untuk mempelajari Langkah-langkah untuk menerapkan metode ekspresi fotografer (3) efektifitas penerapan metode ekspresi fotografer untuk meng-upgrade Efisiensi kata untuk siswa sekolah menengah pemerintah Islam fase Malang ditunjukkan oleh hasil meningkatkan Uji dalam setiap peran dan pengakuan sekolah dan persepsi oleh siswa. Hasil pengujian di putaran pertama menunjukkan Bahwa 18 siswa dan 24 siswa hasil yang sukses dari looser Mtosthm 71,1. Tapi di putaran kedua 37 siswa dan 5 siswa hasil yang sukses dari looser Mtosthm 81.5. Tapi di babak ketiga, Semua siswa hasil sukses Mtosthm 93,5. Kesadaran sekolah dan persepsi siswa terhadap efektivitas ini Aplikasi adalah bahwa metode penerapan ekspresi fotografer dalam pengajaran pidato tunduk untuk menarik perhatian siswa Dan antusiasme dalam proses pengajaran dan meningkatkan keberanian mereka untuk berbicara dan mengembangkan ekspansi mereka sendiri dalam ekspresi informasi Deskriptif secara lisan atau talk show. Tergantung pada hasil pencarian saran untuk diversifikasi guru dengan gaya mengajar Pidato untuk mendorong siswa untuk berbicara dan mengembangkan efisiensi  m verbal. Dan sangat manfaat dari metode ini Itu. Dan mendorong peneliti sendiri datang untuk melakukan penelitian tentang penerapan metode pengajaran bahasa keterampilan bahasa Arab untuk mengembangkan keterampilan khusus untuk berbicara, dan membawa pencarian untuk aplikasi ini Metode untuk mengajarkan keterampilan lain yang dapat diterapkan, seperti mengajar penulisan. الفطرية، ليلة. ٢٠١٠ م. تطبيق أسلوب التعبير المصور لترقية الكفاءة الكلامية لطلبة المدرس المتوسطة الإسلامية الحكومية طورين مالانج. بحث علمي. قسم الأدب العربي كلية الآداب بجامعة مالانج الحكومية. المشرف : الأستاذ الدكتور إمام أسراري الماجستير. الكلمات المفتاح: أسلو ب التعبير المصور، الكفاءة الكلامية، المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية طورين مالانج ومن عوائق تدريس اللغة العربية في إندونيسيا ميول المدرسين إلى استخدام طريقة القواعد والترجمة في أثناء التدريس وقلة تطبيق الأسلوب الدافع إلى ارتقاء كفاءة الطلبة كلاما وكتابة. الأنشطة الدالة عليه هي أن يدرب المدرس طلبته على حفظ المفردات ثم يأمرهم بتركيبها وفقا للقواعد النحوية أو الصرفية. وشرح المدرس مضمون النص بالترجمة كلمة كلمة ثم جملة جملة. كاد أن لا يدرم على استخدام اللغة العربية شفهيا ولا يستعمل الوسائل المعينات. لذا كون مهارة الكلام مهارة من المهارت اللغوية المرجوة حصول الطلاب على اتقاا في تدريس اللغة العربية لم يتحقق بالكامل. من الملاحظة والمقابلة عرف عدم تجديد الأساليب في تدريس اللغة العربية، خاصة في تدريس الكلام. ما زالت المدرسة تدرس الكلام بطريقة حفظ نص الحوار الجاهز في الكتاب المدرسي وبدون استخدام الوسائل المعينات. هذه الطريقة كثيرا ما تثير إلى خوف الطلاب إن كانوا لايحفظون النص و حيائهم في الكلام. فكانت قدرم في مستوى الحفظ. ومن الاختبار (KKM) عرف أن كفاءم في الكلام تعتبر ضعيفة. وهي لا أحد يحصل على معيار النجاح الأقل المثبت لمهارة الكلام إلا طالبتان. وكان متوسط نتائجهم هو ٦١،٨ . فلذلك قدمت الباحثة في هذا البحث أسلوب التعبير المصور للمغالبة على هذه المشكلة. و يهدف هذا البحث إلى وصف ( ١) مدى الكفاءة الكلامية لطلبة المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية طورين مالانج قبل تطبيق أسلوب التعبير المصور و ( ٢) تطبيق أسلوب التعبير ( المصور لترقية الكفاءة الكلامية لطلبة المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية طورين مالانج و( ٣ مدى فعالية تطبيق أسلوب التعبير المصور لترقية الكفاءة الكلامية لطلبة المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية طورين مالانج. منهج البحث المستخدم هو منهج البحث الصفي الإجرائي. وجرى البحث في ثلاثة أدوار. و لكل دور أربع خطوات، و هي: ( ١) التخطيط و( ٢) التطبيق و( ٣) الملاحظة لعملية التدريس و ( ٤) الانعكاس. كانت الباحثة أداة رئيسة بحيث تشترك في عملية التدريس وجمع البيانات وتحليلها. والتي تكون أداة إضافية هي دليل المقابلة ودليل الملاحظة وورقة التسجيلات الميدانية والاستبانة والوثائق والاختبار. ولتحليل البيانات استخدمت طريقة التحليل الكمية و الكيفية. وللحصول على صحة نتائج التحليل تستخدم الباحثة طريقة التصحيح وهي الملاحظة المستمرة في كل تطبيق الإجراءات والمناقشة مع المشرف على البيانات التي تم الحصول عليها ومقارنة نتائج الاختبار والمقابلة والملاحظة والتوثيق. أما نتائج البحث فأن ( ١) مدى الكفاءة الكلامية لطلبة المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية طورين مالانج قبل تطبيق أسلوب التعبير المصور ضعيف. دل عليه نتيجة الاختبار قبل المثبت لمهارة الكلام إلا طالبتان و (KKM) التطبيق. وهي لا أحد يحصل على معيار النجاح الأقل ٢) تطبيق أسلوب التعبير المصور لترقية الكفاءة الكلامية لطلبة المدرسة المتوسطة الإسلامية ) الحكومية طورين مالانج جرى في ثلاثة أدوار جريا جيدا وتمسك على خطة الدراسة فيها خطوات تطبيق أسلوب التعبير المصور ( ٣) مدى فعالية تطبيق أسلوب التعبير المصور لترقية الكفاءة الكلامية لطلبة المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية طورين مالانج دل عليه ارتقاء نتائج الاختبار في كل دور وإدراك المدرسة والطلبة الحسي عنها. نتائج الاختبار في الدور الأول تدل على أن ١٨ طالبا ناجحون و ٢٤ طالبا فاشلون بنتيجة متوسطهم ٧١،١ . وأما في الدور الثاني فأن ٣٧ طالبا ناجحون و ٥ طلاب فاشلون بنتيجة متوسطهم ٨١،٥ . وأما في الدور الثالث فأن جميع الطلبة ناجحون بنتيجة متوسطهم ٩٣،٥ . أما إدراك المدرسة والطلبة الحسي عن فعالية هذا التطبيق فهو أن تطبيق أسلوب التعبير المصور في تدريس الكلام قابل لجذب انتباه الطلبة وحماستهم في عملية التدريس وزيادة شجاعتهم في الكلام وتوسيع ابتكارهم في تعبير المعلومات شفهيا وصفيا أو حواريا. اعتمادا على نتائج البحث كانت الاقتراحات هي أن ينوع المدرس أسلوبه في تدريس الكلام لتشجيع الطلبة في الكلام وتطوير كفاءم الكلامية. وأن يستفيد كثيرا من هذا الأسلوب فيه. وأن يشجع الباحثون القادمون أنفسهم على القيام بالبحث عن تطبيق أساليب تدريس اللغة العربية لتطوير المهارات اللغوية خاصة مهارة الكلام، وأن يقوموا بالبحث عن تطبيق هذا الأسلوب لتدريس المهارة الأخرى التي يمكن تطبيقه فيها، مثل تدريس مهارة الكتابة.

Peningkatan kemampuan menulis puisi dengan strategi windows pada siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Malang / Moch Riza Ansori

 

ABSTRAK Ansori, Moch Riza. 2010. Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Strategi Windows pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd. Kata kunci: peningkatan, menulis puisi, strategi Windows. Menulis puisi merupakan kegiatan aktif dan produktif. Dikatakan aktif karena dengan menulis puisi, seseorang telah melakukan proses berpikir; dikatakan produktif karena seseorang dalam menulis puisi dapat menghasilkan sebuah tulisan yang dapat dinikmati oleh orang lain. Namun, berdasarkan kenyataan di lapangan, pembelajaran menulis puisi merupakan salah satu materi yang kurang disukai oleh siswa. Pembelajaran tersebut sulit dijadikan sebagai pembelajaran bermakna ketika siswa kurang menyukainya. Hal itu karena siswa kurang menyukai pembelajaran menulis puisi. Salah satu penyebabnya adalah sulitnya mencari diksi, mencari ide yang digunakan untuk menulis puisi, dan sulit untuk merangkai diksi menjadi puisi. Pada kondisi ini guru sebagai fasilitator harus memfasilitasi siswa dengan strategi yang cocok yang dapat merangsang siswa untuk mendapatkan mood dalam menulis puisi. Terkait dengan upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi, dirumuskan masalah sebagai berikut: (1) bagaimanakah proses peningkatan kemampuan menulis puisi siswa SMP kelas VIII dengan menggunakan strategi Windows pada tahap: (a) pratulis, (b) saat tulis, dan (c) pascatulis?; dan (2) bagaimanakah hasil peningkatan kemampuan menulis puisi siswa SMP kelas VIII dengan menggunakan strategi Windows pada tahap: (a) pratulis, (b) saat tulis, dan (c) pascatulis? Untuk menjawab pertanyaan di atas, penelitian ini dirancang dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 20 Malang pada kelas VIIIE. Subjek yang diteliti sebanyak 37 siswa. Pengumpulan data proses dilakukan dengan menggunakan instrumen pendukung berupa catatan lapangan, pedoman observasi, dan pedoman wawancara terhadap guru mata pelajaran. Pengumpulan data hasil dilakukan dengan analisis karya siswa. Dari hasil analisis data ditemukan bahwa pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan strategi Windows terbukti dapat meningkatkan proses dan hasil kemampuan menulis puisi siswa dengan memuaskan. Proses peningkatan kemampuan menulis puisi pada tahap pratulis dilakukan kegiatan berikut: (1) guru memberikan lembar kerja siswa yang berisi tahapan strategi Windows, (2) siswa dibimbing untuk menentukan subtema dari tema (kata petunjuk) yang diberikan, (3) siswa memilih/menentukan objek yang akan dideskripsikan, (4) siswa berimajinasi untuk menemukan ide atau gagasan yang sesuai dengan kata petunjuk yang diberikan, (5) siswa menggambar objek berdasarkan ideide/ imajinasi yang telah ditulisnya. Pada saat tulis dilakukan kegiatan berikut: (1) siswa menulis puisi sesuai dengan gambar yang telah dibuatnya dengan pilihan

Pengembangan game komputer sebagai media pembelajaran kosa kata bahasa / Arwin Septiani Dwi Rahmawati

 

1 الباب الول مة مقد 1. خلفيات البحث ر با كل قوم عن أغراضهم. والصل ف عرف القدماء اللغة بأنا أصوات يعب اللغة أن تكون مسموعة أي أن إنسانا ينطقها بلسانه وشفتيه فيسمعها إنسان آخر بأذنيه ، ولكن عندما عرفت الكتابة بالرسم أو بالرف منقوشة على الجر أو مكتوبة علي الورق أصبحت هناك لغة مقروءة أي أن النسان يقرأها بعينيه . وأصبحت هناك November 2009) Mahir, A. لغتان إحداها سعية والخرى بصرية 14 .(sarkosa.com اللغة العربية أقدم اللغات الية على وجه الرض، وعلى اختلف بي تعدد ية الت نستخدمها اليوم أمضت ما ف أن العرب VW الباحثي حول عمر هذه اللغة، ل ند شكا ل ال - سبحانه و تعال- بفظ هذه اللغة حت d يزيد على ألف وستمائة سنة، وقد تكف يرث ال الرض ومن عليها، قال تعال {إنا نن نزلنا الذكر و إنا له لافظون}، و مذ 2 عصور السلم الول انتشرت العربية ف معظم أرجاء العمورة وبلغت ما بلغه السلم عن W وارتبطت بياة السلمي فأصبحت لغة العلم و الدب والسياسة و الضارة فضل .( (Khalid.Maktoobblog.com. 14 November كونا لغة الدين والعبادة 2009 ها ية اللغة العربية لن d للغة العربية مكانة خاصة بي لغات العال. وترجع أه d ل d إن اللغة العربية هي اللغة الت d لغة القرآن الكري، ولغة الصلة، ولغة الديث الشريف. إن مسلم ليقرأ أو يفهم القرآن الذي يستند d نزل با القرآن الكري. وهي الت يتاجها كل منه السلم الوامر والنواهي والحكام الشرعية. والعربية كلغة الصلة، فتصبح تعليمها ها مرتبط بركن أساسي من أركان السلم ( الول علي، مسلم لن d واجبا على كل .(19 :1986 إل موقعها ف العال W ، نظرا Wا جد فتعليم اللغة العربية لغي الناطقي با مهمم ظمة المم التحدة الرسية الستة. d ية قد اعتمدت كإحدى لغات من العرب d والسلم. لن العربية لغة القرآن الكري والصلة والديث الشريف. d ولن تدرس ف الدارس السلمية، كالدرسة W أصبحت اللغة العربية ف أندونيسيا مادة طة السلمية، والدرسة الثانوية السلمية، وكذالك البتدائية السلمية، والدرسة التوس 3 ا ة إحدى مواد ف فصل اللغة. وأم ف الامعة. بل وف الدارس العامة تكون اللغة العربي ية مادة من الواد الدراسة، ولكن الكتب ية، فل تكون اللغة العرب ف العاهد السلم صال فيها. ية وسيلة الت ة، وتكون اللغة العرب الستخدمة فيها باللغة العربي الهارات الساسية ف تعليم اللغة العربية هي: الستماع والكلم والقراءة d إن الفردات هي عنصر من عناصر اللغة والكتابة وبي هذه الهارات علقة متبادلة. ولكن موا اللغات الجنبية لتناول مهارة الاورة با، ولفهم d الامة الت استوعب عليها متعل مهارة لغة d معان. وستزيد مهارة الشخص ف اللغة العربية إذا ازدادات مفرداته. لن الشخص متوقف على الفردات الت استوعب عليها. ية التصال ال اذا عمل صال. ولن تتم ية الت لم هي عمل d ية التعليم والتع عمل d إن توافرت لا جيع العناصر الساسية الربع وهي: الرسل والستقبل والرسالة والوسيلة صال هي القناة أو القنوات الت تر الوسيلة ف الت d 28 ). إن : ( الطوبي، 1987 خللا الرسالة بي الرسل والستقبل فهي باختصار عبارة عن قنوات للتصال ونقل .(31 : العرفة (الطوبي، 1987 4 ية التعليم م. فنجاح عمل d ة التعليم والتعل فوسائل التعليم هي جزء رئيس ف عملي بوجود وسائل d صال إل ية الت ف على وجود وسائل التعليم، ولن تنجح عمل d م تتوق d والتعل ا الطريقة س إل ذهن التلميذ. وأم صال. تفيد وسائل التعليم نقل العلومات من الدر الت فهي الجراءات لساعدة التلميذ ف نيل العلومات ونفذها للوصول إل أغراض الدرس بنجاح. للوسائل فوائد متلفة ف تعليم اللغات الجنبية d قال عبد الرحيم ( 1986 )، إن لم و التعلم، تثي اهتمام التلميذ كثيا، تعل d وهي: تقليل الهد واختصار الوقت من الع ما يتعلمون باقي الثر، تقدم خبات واقعية تدعو التلميذ إل النشاط الذات، تنمي ف التلميذ استمرارا ف الفكر، كما هو الال عند استخدام الصور التحركة والتمثيليات والرحلت. ة تعليم مهارات اللغة إل تنويع الطرق والوسائل ماولة لترقية حاسة تتاج عملي ية. لم اللغة العرب d هم ف تع التلميذ وحب التشجيع هو اليول لشيء معي ومؤازرته ومساندته d قال الهاجر ( 2009 ) إن هنا إل نشاط ما. حت ف اصعب الظروف مع احترام الصم. فيمكن التشجيع أن يوج 5 الطرق التدريس والساليب d م. إن d ية التعليم والتعل ثر التشجيع تأثيا عظيما ف عمل d وأ ى م حت d ب إل ملل التلميذ ونقص تشجيعهم ف التعل والوسائل التعليم التقليدية تسب لوا بعمل النشطة الثية الخرى عن السماع الدرس والهتمام به. يفض الة ف تعليم اللغة ويكن أن تزيد تشجيع التلميذ هي اللعبة. وإحدى وسائل فع ينة بطريقة مثية. لم هي نشاط للكتساب مهارات مع d ة التع اللعبة ف عملي d ف القيقة أن مى بألعاب اللغوية. ف اللعبة عناصر إذا كانت الهارات الكتسبة هي مهارات لغوية فتس الشكلة ف حالة مثية ( d عب لل d ي لل تد . (Rahmawati, S. google.com, 21 Mei 2009 ية تساعد ف إحداث اللعب عادة تربو d م هي: ( 1) إن d هية اللعب ف التعل d وأ تفاعل الفرد مع عناصر البيئة لغرض التعلم وإناء الشخصية والسلوكية ( 2) يثل اللعب وسيلة تعليمية تقرب الفاهيم وتساعد ف إدراك معان الشياء. ( 3) ويعتب أداة فعالة ف لم وتنظيمه لواجهة الفروق الفردية وتعليم الطفال وفقا لمكانتهم وقدراتم d تفريد التع mtaqi.net, 9 Oktober 2009). (Hasan 6 ات اللعب الذكورة، إن اللعب ف تعليم اللغة مثل وسيلة من علوة على مهم س والتلميذ لتحسي عملية التعلم والتعليم، وتوضيح وسائل التعليم استخدامها الدر العان والفكار للبلوغ إل أغراض الدرس بنجاح. وف تعليم اللغة ألعاب عديدة يا يكن استخدامها لتدريس القواعد، والفردات والهالرات تكنولوجيا كانت أم يدو اللغوية. ر على جيع مال الياة. اقتصادية كانت أو d م تكنولوجيا اليوم مؤث تقد d وإن م للباحثي أن يقوموا بتجديد التربية لتقد سياسية أو ثقافية أو فنية بل تربوية. فل بد الدرسة والتربية. وليس التجديد ف النهج والوسائل فحسب. ولكن ف جيع مال يم. d التربية باستخدام التكنولوجيا التعل ر العصور. وف تعليم قد قام الباحثون بتجديد عديد ف مال التربية لتوزين تطو اللغة العربية قام الباحثون بتجديد تربوية بتطوير وسائل التعليم والواد، وطرق تدريس اللغة، وأساليبها. 7 كوسيلة “ular tangga” قد قام نينو اندراندريانتنتو ( 2009 ) بتطوير اللعبة تعليم مفردات اللغة العربية للمرحلة البتدائية. ها جيع عة ف متمعنا اليوم. وتب قد انتشرت ألعاب حاسوبية بأنواعها التنو الناس من الصغر إل الكب. ومن بعض تلك اللعاب تكن استخدامها واستفادها لتعليم ."Scrabble" و “Hangaroo” الفردات اللغة. مثل لعبة سكرابل هي لعبة ألواح الدف منها تكوين كلمات إثر سحب عشوائي لسبعة ا هنجاروا هي لعبة أحرف. وتدريب هذه اللعبة على كفائة مفردات الشخص. وأم تمي الكلمة. وتدريب هذه اللعبة على كفائة مفردات الشخص. وباتان اللعبتان يستطيع اللعب أن يزيد مفرداته. تى ل يكن استخدامها للتعليم إل ولكن معظم تلك اللعاب باللغة النليزية، ح يا وتقليديا. أ اللعبة ف تعليم اللغة العربية أكثرها يدو لتعليم اللغة النليزية فحسب. وأم م العلومات ة اقامته كإجابة من تقد فتطوير اللعبة الاسوبية لتعليم اللغة العربية مهم ة. والتكنولوجيا والجتهاد لياد تديد التربي 8 رت هذه اللعبة كوسيلة تعليم مفردات اللغة العربية لكي يكون تعليم طو الفردات نشاطا مفرحا ليس نشاطا مل. وبوجود هذه اللعبة يرجى من التلميذ أن مون d ب اللعبة كفائتهم ف مفردات اللغة العربية. ويتعل يزيدوا مفرداتم اللغوية. وتدر الفردات بطريقة مثية. نظرا إل خلفيات البحث الذكورة فيقام البحث العلمي بالوضوع " تطوير لعبة الاسوبية كوسيلة تعليم مفردات اللغة العربية". 2. أسئلة البحث نظرا إل البيان السابق فسؤال البحث هو كيف تطوير اللعبة الاسوبية كوسيلة تعليم مفردات اللغة العربية ؟. و تولد من هذا السؤال اسئلة ثلثة، وهي: 1. كيف تطيط اللعبة الاسوبية لتعليم مفردات اللغة العربية ؟ 2. كيف تطوير اللعبة الاسوبية لتعليم مفردات اللغة العربية ؟ 3. ما نتائج تطوير اللعبة الاسوبية لتعليم مفردات اللغة العربية ؟ 9 3. أغراض التطوير بالنسبة إل أسئلة البحث فأغراض هذا التطوير تفصيليا فيما يلي: 1. وصف تطيط اللعبة الاسوبية لتعليم مفردات اللغة العربية 2. وصف تطوير اللعبة الاسوبية لتعليم مفردات اللغة العربية 3. الصول على نتيجة تطوير اللعبة الاسوبية 4. تعيي اللعبة يرجى أن تكون النتيجة من تطوير هذه اللعبة اللعبتي الاسوبيتي تنفيذا لتعليم مفردات اللغة العربية مصاحبة بدلئل لعبها. وها لعبة " تمي الكلمة " و " تمي الصورة". وهاتان اللعبتان ظمتان ف القرص. d من 5. فوائد التطوير 10 ة من هذا التطوير هي: الفوائد الرجو اW لما ذاتيا ومثي d لم : كإحدى الوسائل لتعليم مفردات اللغة العربية تع d 1. للمتع سي اللغة العربية : يكن استخدام اللعبة كإحدى الوسائل لتدريس اللغة 2. لدر العربية ر : يرجى ان يقوم بالتطويرات الخرى لتعليم الهارات اللغوية Ñ ر الخ 3. للمطو وعلوم اللغة العربية 4. للكاتب : يرجى من اللعبة أن تكون مصدر العلومات لتعريف كيفية تطوير اللعبة الاسوبية لتعليم مفردات اللغة العربية. هية التطوير + 6. أ أهداف تطوير هذه اللعبة الاسوبية هي زيادة تديدية لتعليم اللغة العربية الت ا وتقليديا ف وسائل تعليمها وطرق تدريسها، بوجد هذه اللعبة يرجى أن مازالت يدوي م وسيلة جديدة ف تعليم يكون تعليم اللغة العربية مثاليا. وبذا تريد الباحثة أن تقد 11 م مفردات اللغة العربية تنويعا لوسائل تعليم اللغة العربية الوجودة واستفادا من تقد التكنولوجيا. 7. تديد التطوير ل اللعبتي الاسوبيتي كوسيلة تعليم مفردات اللغة d 1. ل ينتج هذا التطوير ا العربية لتعليم مفردات اللغة العربية d 2. ول تستخدم اللعبة النتجة ال 8. تديد الصطلحات م وتوضيح d ة التعليم والتعل م لتحسي عمليي d ل أداة يستخدمها العل d 1. الوسيلة هي ك العان والفكار أو التدريب على الهارات، أو تعويد التلميذ على العادات الصالات. وهذه اللعبة كوسيلة التعليم لتدريب مفردات اللغة العربية. 2. لعبة الاسوبية هي لعبة فيديو الت يتم لعبها ف جهاز الاسوب الشخصي أو صندوق اللعاب ( (Video game console) عوض نظام ألعاب الفيديو أو اتصال CD / DVD ويتم توفيها عادة انطلقا من (Arcade cabinet 12 رة وتريبية. واللعبة الاسوبية الطو (Freeware) اللنترنت . وتنقسم إل مانية هي لعبة تمي الكلمة ولعبة تمي الصورة. لم اللغة العربية. والفردات d ة ف تع 3. الفردات هي عنصر من عناصر اللغة الام الستخدمة ف هذا البحث هي 123 مفردة عربية. الباب الثان 13 البحث النظري لق بالبحث وهي ( أ ) تعلم اللغة العربية ( ب ) مشكلت d م ف هذا الباب نظريات فيما يتع تقد تعليم اللغة العربية ( ج ) تعليم مفردات اللغة العربية ( د ) تعليم مفردات اللغة العربية ف الدرسة طة ( ه ) الاسوب كوسيلو تعليمية ( و ) اللعاب الاسوبية التوس 1. تعليم اللغة العربية التعلم ظاهرة نفسية أو سلوكية تتمثل ف تغيي الكائن d قال شنب ( 1986 ) أن لسلوكه كاستجابة لنبهات معينة داخلية أو خارجية أو لكليهما معا. فعملية التعلم ل تقتصر وتنظيم على مظهر ما من مظاهر الشخصية بل تشمل جوانب الشخصية كلها، فهي نو لعارفنا وعواطفنا وسلوكنا وعلقاتنا وبشكل أوضح فإن التعلم يتأثر تأثرا كبيا بالقافة ه غي متص بزمن فهو مستمر استمرار الياة. والبيئة. وأن التعلم هو عملية تلقي العرفة والقيم والهارات من d نظرا إل البيان السابق نعرف أن خلل الدراسة أو البات أو التعليم ما قد يؤدي إل تغي دائم ف السلوك. 14 ها لغة هية اللغة العربية لن d لللغة العربية مكانة خاصة بي لغات العال. وترجع أ d إن اللغة العربية هي اللغة الت نزل با d القرآن الكري، ولغة الصلة، ولغة الديث الشريف. إن مسلم ليقرأ أو يفهم القرآن الذي يستمدمنه السلم d القرآن الكري. وهي الت يتاجها كل الوامر والنواهي والحكام الشرعية. والعربية كلغة الصلة، فتصبح تعليمها واجبا على كل .(19 : ها مرتبط بركن أساسي من أركان السلم ( الول علي، 1986 مسلم لن ة العربية هي إحدى اللغات الجنبية الهم d زات اللغة العربية، نعرف أن وبذه المي لمها أهداف وهي لتحقيق الكفاية اللغوية : والقصود با d مها. وف تعليم العربية وتع d لتعل ، ومعرفته بتراكيب اللغة، W وإنتاجا W سيطرة التعلم على النظام الصوت للغة العربية، تييزا ؛واللام بقدر ملئم من مفردات اللغة، للفهم W ووظيفيا W وقواعدها الساسية : نظريا والستعمال. وتقيق الكفاية التصالية ونعن با قدرة التعلم على استخدام اللغة العربية قى من Ö بصورة تلقائية، والتعبي بطلقة عن أفكاره وخباته، مع تكنه من استيعاب ما يتل مها للتحقيق الكفاية الثقافية: ويقصد d اللغة ف يسر وسهولة. وكذلك أن تعليم العربية وتعل ر عن أفكار أصحابا وتاربم وقيمهم وعاداتم × با فهم ما تمله اللغة العربية من ثقافة، تعب وآدابم وفنونم . وعلى مدرس اللغة العربية تنمية هذه الكفايات الثلث، لدى طلبه من 15 google.com, بداية برنامج تعليم اللغة العربية إل نايته، وف جيع الراحل والستويات 22 .( (Oktober 2009 ف اللغة العربية أربع مهارات هي الستماع والكلم والقراءة والكتابة. و لا كان لكل علم أهدافه، فإن هذه الهارات الربع ف تعليم اللغات تثل الهداف الساسية ، الذي يسعى كل معلم لتحقيقها عند التعلمي، فتعلم أي لغة من اللغات، سواء كانت اللغة الم أم لغة أجنبية، إنا هدفه هو أن يكتسب التعلم القدرة على ساع اللغة و التعرف على إطارها الصوت الاص با، و يهدف كذلك إل الديث با بطريقة سليمة تقق له القدرة على التعبي عن مقاصده، و التواصل مع الخرين أبناء تلك اللغة خاصة، و كذلك يسعى Hamid, A.google.com, 22 Oktober إل أن يكون قادرا على قراءتا و كتابتها .( (2009 وسوى هذه الهارات الربع هناك عنصر من عناصر اللغة الامة الت استوعب عليها متعلمو اللغات الجنبية لتناول مهارة الاورة با.وهي الفردات، وستزيد مهارات اللغة الشخص اذا ازدادت مفرداته، لن كفاءة مفردات الشخص متوقف على الفردات الت استوعب عليها. 16 2. مشكلت تعليم اللغة العربية مازال تدريس اللغة العربية ف أندونيسيا مواجه بشكلت عديدة، سواء كانت ف الدرسة البتدائية أو التوسطة أو الثانوية. ومن المشكلت مايلي: ة 1) من جهة التربي دة. ف ة الي دا بالعناصر التربي تدريس اللغة العربية ف أندونيسيا ل يكن مسن d إن وسائل تعليمها أو منهجها أو اختبارها. ية ة والثقاف 2) من جهة الجتماعي لم d يرى كثي

Perbdaan Kebiasaan Belajar Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas II SMA Negeri 3 Malang Antara Yang Mengikuti Lembaga Bimbingan Belajar Dengan Yang Tidak Mengikuti Lembaga Bimbingan Belajar oleh Lindarty Dian Musyarofah

 

Kebiasanb elajar merupakans alahs atuf aktor yang mempengaruhpi restasi belajar. siswa yang mengalami kesulilan dalam memahami pelajaran mengambil jalan keluard enganm engikutit ambahanp elajaranL. embagaB imbinganB elajar ifgg) merupakano rganisasmi asyarakayta ngm embantus iswam emahammi ateri petajaran Ada kecenderunganse bagians iswam engikuti tambahanb elajardi LBB dan sebagiany ang lain tidak mengikuti tambahanb elajar.D iduga masing-masing siswa dari kelompok siswa yang mengikuti LBB ataupun siswa yang tidak mengikuti LBB memiliki kebiasaanb elajary ang berbedau ntuk mencapaip restasib elajars ecara optimal.S isway angm engikutiL BB didugam emiliki kebiasaanb elajard anp restasi belajar yang lebih baik di sekolatr- Rumusanm asalahp enelitiani ni adalah 1) Bagaimanak ebiasaanb elajars iswa kelasI I SMAN 3 Malang yang mengikuti LBB? 2) Bagaimanak ebiasaanb elajar siswak elasI l SMAN 3 Malangy angt idak mengikutiL BB? 3) Bagaimanap restasi belajars iswak elasI l SMAN 3 Malangy angm engikutiL BB? 4)Bagaimanap restasi belajar siswa kelas II SMAN 3 Malang yang tidak mengikuti LBB? 5) Adakah petteOaank ebiasaanb elajar dan prestasib elajar siswak elas ll SMAN 3 Malang yang mengikuti LBB dan yang tidak mengikuti LBB. Berdasar dari rumusan masalah, hipoiesisy ang diajukan adalah* Ada perbedaank ebiasaanb elajar dan prestasib elajar siiwa kelis It SMAN 3 Malangy angm engikutiL BB dengany angt idak mengikuti LBB". Penelitiani ni menggunakanm etoded eskriptif komparatif.P opulasiy ang dipilih adalah siswa kelas II SMA Negeri 3 Malang yang terdiri atas dua sub populasi yaitu siswa yang mengrkuti LBB dan siswa yang tidak mengikuti LBB. Teknik pengambilans ampetm enggunakanp roporsionalr andoms ampling.J umlahs ampel masing-masinsgu bp opulasiy aitu 83 orangs iswau ntuk kelompoks isway angt idak mengikuti LBB dan 59 orang siswa untuk ketompok siswa yang mengikuti LBB. Teknik pengambiland ata menggunakana ngketd an datad okumentasiA. nalisis data yang digunakany aitu persentased an t-test. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwa:( 1) Sebagianb esars isway ang mengikutLi BIi memiliki kebiasaanb elajary ang" baik sekali","baik"d an" cukup"; (2) S;bagianb esars isway ang tidak mengikuti LBB memiliki kebiasaanb elajary ang cukup", *kurang- dan *kurang sekali"; (3) sebagian besar siswa yang mengikuti LBB memiliki prestasbi elajary ang" baik sekali"d an" baik"; (4) sebagianb esar sisway angt idak mengikutiL BB memiliki prestasbi elajary ang" cukup" dan "tu*og";1:l Ada perbedaank ebiasaanb elajard an prestasib elajars iswak elasl I SMANJ Mahng yang mengikuti LBB dengan yang tidak mengikuti LBB. Hasil pengrjianh ipofesism enunjukkanb ahwa; Ada perbedaan,vansgi grifikan kebiasaan 6elajar( denganF 8,444d anP :0.000) danp restasbi elajar( dengan1 : 6,703d an P:0.000)s iswak elasI I SMAN 3 Malangy angm engikutiL BB dengany angt idak mengikuti LBB. Hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa siswa yang mengikutrL BB memiliki kebiasaanb elajard an prestasib edar yang baik' Berdasarkanh asil penelitiani ni saran-sarand itujukan pada: (1) Guru, bimbingan belajar yang diberikan guru hendaknya diberikan dalam kondisi belajar yangb eibedad ari suasanake las.( 2) Siswa,h endaknyas enantiasma engembangkan danm emeliharak ebiasaanb elajary ang dapatm embantum eningkatkanp restasi betajarnya(.3 ) orang tua, hendalanyma engikuti perubahanp restasis iswad an menyediakank ebutuhans iswa.( 4) Konselor,h endaknyas enantiasam engikuti perkembangabne lajar siswab inaannyad an membedkanb imbinganb elajary ang sesuadi engank emampuand an keadaans iswa.( 5) Peneliti selanjutnyap, erlu dilakukanp enelitianle bih lanjut,m engingakt ebiasaabne lajarb ukanlahs atu-satunya faktor yang mernpengAruhpi restasib elajar,F aktor eksternald an internald ari diri siswap erlu digali untuk mengetahusi ampais ejauhmanaL BB berpengaruhp ada kebiasaanb elajard an prestasib elajar siswa.

Pengaruh model pembelajaran quantum teaching snowball throwing terhadap motivasi dan hasil belajar kognitif siswa kelas X SMA Negeri 6 Malang pada materi senyawa hidrokarbon tahun pelajaran 2009/2010 / Nurul Mawaridah

 

ABSTRAK Mawaridah, Nurul. 2010. Pengaruh Metode Pembelajaran Quantum Teaching- Snowball Throwing terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X SMA Negeri 6 Malang pada Materi Senyawa Hidrokarbon Tahun Pelajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., (2) Oktavia Sulistina, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Quantum Teaching, Snowball Throwing, Motivasi, Hasil Belajar Kognitif, Hidrokarbon. Salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah metode pembelajaran Quantum Teaching-Snowball Throwing. Metode ini digunakan sebagai salah satu metode yang inovatif untuk mengajarkan materi senyawa hidrokarbon di kelas X SMA. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan motivasi, hasil belajar kognitif siswa, dan korelasi antara motivasi dan hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan melalui metode pembelajaran Quantum Teaching-Snowball Throwing. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu (quasy experimental design), deskriptif kuantitatif, dan korelasional. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 6 Malang tahun pelajaran 2009/2010. Sampel penelitian ini adalah kelas X-10 dan X-9 yang dipilih dengan teknik Cluster random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen perlakuan (silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), bahan ajar, lembar kerja siswa (LKS),dan kuis) dan instrumen pengukuran (lembar observasi, tes, dan angket motivasi). Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif, analisis statistik kuantitatif, dan analisis korelasional Hasil penelitian menunjukkan: 1) Ada perbedaan antara motivasi belajar siswa yang dibelajarkan melalui metode pembelajaran Quantum Teaching- Snowball Throwing dan metode ceramah bermakna (thitung (8,545) dan ttabel (2,001); thitung > ttabel. 2) Ada perbedaan antara hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan melalui metode pembelajaran Quantum Teaching-Snowball Throwing dan metode ceramah bermakna (thitung (2,326) dan ttabel (2,001); thitung > ttabel). 3) Ada korelasi yang kuat antara motivasi belajar dengan hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan melalui metode Quantum Teaching-Snowball Throwing (reksperimen = 0,634).

Perbedaan prestasi belajar anatara mahasiswa yang diterima melalui jalur PMDK, SNMPTN, Mandiri I, Mandiri II angkatan 2008 di jurusan teknik mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / Akhmad Afandi

 

ABSTRAK Akhmad, Afandi. 2010. Perbedaan Prestasi Belajar Antara Mahasiswa Yang Diterima Melalui Jalur PMDK, SNMPTN MANDIRI I Dan MANDIRI II Angkatan 2008 Di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing I).Drs.H. Sunomo, M.Pd. 2). Drs.H. Suwarno, M.Pd Kata Kunci: Seleksi, Mahasiswa Seleksi merupakan suatu alat untuk menjaring calon siswa mana yang paling cocok untuk jenis pendidikan tertentu. Dari tahun ketahun peminat untuk masuk perguruan tinggi terutama yang berbasis negeri semakin meningkat dengan daya tampung pendidikan yang terbatas , maka perlu diadakan seleksi calon mahasiswa baru yang baik dan benar-benar mampu memisahkan antara calon mahasiswa yang berpotensi dan kurang berpotensi. Alat seleksi tersebut haruslah alat seleksi yang mempunyai daya prediksi yang baik dalam memprediksi keberhasilan study mahasiswa di perguruan tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:1).Prestasi belajar mahasiswa jalur PMDK,2).Prestasi belajar mahasiswa jalur SNMPTN,3). Prestasi belajar mahasiswa jalur Mandiri I, 4). Prestasi belajar mahasiswa jalur Mandiri II, 5). Perbedaan prestasi belajar mahasiswa yang masuk melalui jalur PMDK, SNMPTN, Mandiri I dan Mandiri II. Analisis ANOVA digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa yang masuk melalui jalur PMDK, SNMPTN, Mandiri I dan MandiriI II. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa fakultas teknik jurusan teknik mesin program study pendididikan teknik mesin angkatan 2008 semester I dan semester II sebanyak 146 mahasiswa. Sampel untuk penelitian ini adalah seluruh populasi yang ada. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Berdasarkan analisis data yang telah dilaksanakan, diperoleh kesimpulan:1). Pertasi belajar mahasiswa fakultas teknik jurusan teknik mesin program study pendidikan teknik mesin angkatan 2008 yang masuk melalui jalur PMDK memiliki rata-rata prestasi yang lebih tinggi jika dibanding dengan SNMPTN, Mandiri I dan Mandiri II dengan klasifikasi taraf penguasaan/kemampuan 77 – 83 apabila dalam huruf mendapat nilai B+. 2).Mahasiswa yang masuk melalui jalur SNMPTN dengan taraf penguasaan/kemampuan 71 - 76 jika diklasifikasikan dalam nilai huruf B ,3).Mahasiswa masuk melalui jalur Mandiri I dengan taraf penguasaan/kemampuan 71 - 76 diklasifikasikan dalam nilai huruf B, 4).Mahasiswa yang masuk melalui jalur Mandiri II pada taraf penguasaan/kemampuan 66 – 70 apabila diklasifikasikan dalam huruf B-,5). Ada Perbedaan prestasi belajar mahasiswa yang diterima melalui jalur PMDK, SNMPTN, Mandiri I dan Mandiri II. Dari hasil penelitian ini penulis adapat memberikan saran:1). Universitas Negeri Malang hendaknya memperbesar untuk seleksi masuk melalui jalur PMDK dan memperkecil seleksi masuk Mandiri I terutama Mandiri II, 2). Perlu diadakan penelitian sejenis denagn menggunakan sampel dan semester yang lebih banyak sehingga dapat menghasilkan data yang lebih valid dan representatif.

Kesadaran hukum mahasiswa terhadap perlindungan hak kekayaan intelektual (suatu studi kasus di Universitas Negeri Malang) / Imam Abdul Khamid

 

ABSTRAK Abdul Hamid, Imam. 2010. Kesadaran Hukum Mahasiswa Terhadap Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (Studi Kasus Pada Universitas Negeri Malang). Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Sukowiyono SH. MH, (II) Rusdianto Umar, SH., MHum. Kata kunci: kesadaran hukum, mahasiswa, hak kekayaan intelektual. Kesadaran hukum merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap perlindungan hak kekayaan intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) kesadaran hukum mahasiswa terhadap perlindungan hak kekayaan intelektual, 2) faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran hukum mahasiswa terhadap perlindungan hak kekayaan intelektual, dan 3) upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran hukum mahasiswa terhadap perlindungan hak kekayaan intelektual. Penelitian ini dilakukan di Perguruan Tinggi Universitas Negeri Malang, mulai tanggal 29 Mei 2009 sampai 10 Mei 2010. Jenis penelitian kualitatif, metode yang digunakan adalah studi kasus atau penelitian kasus yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga tertentu. Penelitian ini adalah untuk mengetahui kesadaran hukum mahasiswa terhadap perlindungan hak kekayaan intelektual, faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran hukum mahasiswa terhadap perlindungan hak kekayaan intelektual dan upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran hukum mahasiswa terhadap perlindungan hak kekayaan intelektual. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa ternyata banyak mahasiswa yang belum mengetahui, mengerti, memahami dan mentaati undang-undang/peraturan hak kekayaan intelektual, manfaat/keuntungan melindungi hak kekayaan intelektual. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran hukum mahasiswa adalah lemahnya pengetahuan dan pemahaman mahasiswa terhadap hak kekayaan intelektual, sikap yang belum bisa mentaati dan mematuhi uu/peraturan hak kekayaan intelektual, lemahnya edukasi, pelatihan, penyuluhan dan sosialisasi hak kekayaan intelektual kepada mahasiswa oleh kampus. Dengan demikian perlu ada peran dari kampus untuk memberikan sosialisasi undang-undang hak kekayaan intelektual, agar mahasiswa menjadi tahu, mengerti dan paham tentang undang-undang tersebut. Juga sosialisasi mengenai manfaat/keuntungan dan pentingnya melindungi hak kekayaan intelektual agar terlindungi kreativitas, hasil penelitian mahasiswa sehingga harapannya menjadi meningkat kesadaran hukum dan kesadaran untuk melindungi hak kekayaan intelektual oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang.

Penerapan model learning cycle (LC) 5 fase berbantuan peta konsep untuk meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan prestasi belajar siswa kelas XI IPA-2 SMAN 10 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Rifqi Amalia

 

ABSTRAK Amalia, Rifqi.2010. Penerapan Model Learning Cycle (LC) 5 Fase Berbantuan Peta Konsep Untuk Meningkatkan Kemampuan Kerja Ilmiah dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPA-2 SMAN 10 Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Purwaningsih, M.Si dan (II) Drs. Sirwadji. Kata Kunci: Learning Cycle (LC) 5 fase, Peta Konsep, Kemampuan Kerja Ilmiah, Prestasi Belajar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas XI IPA 2 mulai bu-lan Februari 2010 sampai bulan April 2010 mendapatkan fakta-fakta yaitu: 1) 70%-95% kemampuan penyelidikan/penelitian siswa rendah; 2) 84% kemampuan komunikasi ilmiah siswa rendah; 3) 50%-60% kemampuan pemecahan masalah dan sikap ilmiah siswa rendah; 4) 95% prestasi belajar siswa di bawah ketuntasan minimum. Fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa kemampuan kerja ilmiah dan prestasi belajar siswa masih rendah. Hasil diskusi antara peneliti dan guru me-nyimpulkan bahwa melalui pembelajaran dengan model Learning Cycle (LC) 5 fase berbantuan peta konsep maka kemampuan kerja ilmiah dan prestasi belajar siswa akan dapat mengalami peningkatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus tindakan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa kemampuan kerja ilmiah siswa yang diperoleh melalui observasi selama penelitian, sedangkan data prestasi belajar siswa diperoleh mela-lui pretes dan postes pada setiap awal dan akhir siklus. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan model Learning Cycle (LC) 5 fase berbantuan peta konsep dapat meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan prestasi belajar siswa kelas XI IPA-2 SMA Negeri 10 Malang. Secara umum, kemampuan kerja ilmiah siswa meningkat dari siklus I sebesar 63,14% (kategori cukup) menjadi 75,71% (kategori baik) pada siklus II. Selain itu, presta-si belajar siswa juga meningkat dari skor rata-rata kelas sebesar 68,57 dan ketun-tasan klasikal 69% pada siklus I dan meningkat menjadi 92,45 dan ketuntasan kla-sikal 100% pada siklus II. Hasil perhitungan gain score yaitu 0,3 pada siklus I dan 0,87 pada siklus II menunjukkan bahwa model learning cycle 5 fase berban-tuan peta konsep sesuai untuk diterapkan dalam pembelajaran fisika di kelas XI IPA-2 SMA Negeri 10 Malang. Peningkatan kemampuan kerja ilmiah dan prestasi belajar siswa ini juga disebabkan oleh beberapa tindakan perbaikan yang dilakukan oleh guru pada sik-lus II berdasarkan kelemahan-kelemahan pada siklus I. Tindakan perbaikan terse-but yaitu: (1) memaksimalkan fungsi guru sebagai mediator dengan menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan praktikum; (2) mendorong siswa untuk mengkomu-nikasikan hasil maupun masalah praktikumnya dengan menunjuk siswa secara acak; (3) mengurangi kegiatan pembimbingan saat praktikum sehingga siswa le-bih terdorong untuk memecahkan masalahnya sendiri; (4) memberikan jumlah LKS yang mencukupi; dan (5) membimbing siswa saat mengerjakan peta konsep.

Pengaruh penerapan model pembelajaran injuiri terbimbing terhadap prestasi belajar kimia materi hodrokarbon dan respon siswa kelas X MAN 3 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Lailatur Rizqiyah

 

ABSTRAK Lailatur, Rizqiyah. 2009. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Prestasi Belajar Kimia Materi Hidrokarbon dan Respon Siswa Kelas X MAN 3 Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc., Ph.D (II) Laurent Octaviana, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: inkuiri terbimbing, prestasi belajar, respon, hidrokarbon Kurikulum yang berlaku saat ini, yaitu KTSP pada prinsipnya menekankan pada pemberian pengalaman langsung kepada siswa untuk mengembangkan kompetensi. Pelaksanaan praktikum merupakan pemberian pengalaman secara langsung dalam mendapatkan konsep. Pada umumnya, kegiatan praktikum yang biasanya dilakukan di sekolah dipandu dengan menggunakan petunjuk praktikum yang sangat lengkap dan detail yang mirip buku resep masakan (cookbook recipes). Hal ini kurang melibatkan siswa dalam menemukan konsep dasar. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam menemukan konsep adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan prestasi belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing dan konvensional dan mengetahui respon siswa terhadap proses pembelajaran kimia pada materi hidrokarbon. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu (quasy experimental design) dan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di MAN 3 Malang dimana populasinya adalah siswa kelas X semester 2 tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah empat kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Dari teknik tersebut diperoleh sampel kelas X-D sebagai kelas eksperimen dan kelas X-C sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen dikenai perlakuan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran yang biasa dilakukan oleh guru (model konvensional). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran dan angket respon siswa. Dari hasil uji coba tes prestasi belajar diperoleh 21 soal valid dengan tingkat realibilitas 0,804. Perbedaan prestasi belajar kelas yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas yang dibelajarkan secara konvensional dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Untuk memperoleh gambaran secara nyata tentang respon siswa dideskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada materi pokok hidrokarbon. Rata-rata prestasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing yaitu sebesar 93,29 lebih tinggi daripada prestasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional yang mempunyai nilai 72,77. Sebanyak 66,6% siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran kimia dengan menggunakan model inkuiri terbimbing.

Pengaruh Motivasi Berprestasi Dan Latar Belakang Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa SLTP Negeri I Leces Probolinggo oleh Rodiatun Naimah

 

Pendidikanm erupakanh al yang sangatp entingd alam kehidupanm anusia. Untukm emenuhki ebutuhante rsebut,m anuqiam emasukid unia pendidikanm elaluiproses belajar yang pada akhir tugasnya diperlukan adanya evaluasi, untukmengetahupir estasbi elajars iswa. Penelitiani ni bertujuan untuk mengetahui:( 1) motivasi berprestassi iswaSLTPN I Leces Probolinggo, (2) latar belakang sosial ekonomi orang tua siswaSLT?NI LecesP robolinggo(,3 ) prestasbi elajars iswaS LTPN I LecesP robolinggo,(4) ada tidaknya pengaruh m

Konsep gerak harmonik sederhana dan aplikasinya pada pegas dan bandul / Quido Iriyanan

 

Kata kunci : Periodik, osilasi atau getaran, frekuensi, amplitudo, simpangan, dan osilasi teredam atau damped oscilation. Tugas akhir ini bertujuan untuk: (1) memahami lebih mendalam konsep getaran, (2) mempelajari getaran dalam pegas dan bandul, (3) menyelidiki parameterparameter fisika yang memperngaruhi periode getaran dan (4) energi mekanik getaran. Hasil dari tugas akhir ini dengan mengunakan visualisasi program komputer untuk pengambilan suatu kesimpulan dapat jelaskan: (1) jika gaya tarik tidak melampaui batas elastis pegas, maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus dengan besar gaya tarik dan (2) Periode pegas berbanding lurus dengan massa beban, artinya jika pegas massa beban semakin besar, maka periode/waktu yang dibutuhkan semakin lama untuk mencapai satu getaran sedangkan pada bandul massa tidak dapat mempengaruhi getaranya, yang dapat mempengahui getaran pada bandul adalah pajang tali/benang yang digunakan. Suatu gerak yang berulang dengan sendirinya melalui titik setimbang disebut gerak periodik, jika gerak periodik terjadi pada selang waktu yang tetap dan pada lintasan yang sama dinamakan getaran atau osilasi. Frekuensi adalah Banyaknya getaran yang terjadi dalam kurun waktu satu detik. Amplitudo yaitu jarak terjauh simpangan dari titik keseimbangan. Simpangan yaitu jarak maksimum benda diukur dari posisi setimbang. Benda berosilasi yang gerakanya bolak-balik tidak sama karena gaya gesekan melepaskan tenaga gesekan disebut osilasi teredam (damped ocillasi).

Analisis kebangkrutan model altman dan pengaruhnya terhadap harga saham perusahaan real estate dan property yang terdaftar di bursa efek Indonesia / Putri Andeni

 

ABSTRAK Andeni, Putri. 2010. Analisis Kebangkrutan Model Altman dan Pengaruhnya terhadap Harga Saham Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dyah Aju Wardhani, S.E. M.Si., Ak., (II) Makaryanawati, S.E., M.Si., Ak. Kata kunci: kebangkrutan, harga saham, Real Estate dan Property. Bangkrut merupakan keadaan atau situasi di mana perusahaan kekurangan dan ketidakcukupan dana untuk menjalankan atau melanjutkan usahanya. Kebangkrutan perusahaan dapat diprediksikan sebelumnya menggunakan analisis laporan keuangan. Salah satu analisis yang bisa digunakan adalah menggunakan analisis Z Score Model Altman. Laporan keuangan merupakan informasi fundamental yang berpengaruh terhadap harga saham. Tahun 2006 terdapat indikasi krisis keuangan dan akhirnya terjadi krisis financial global tahun 2008 yang berawal dari adanya kredit macet property di Amerika. Krisis ini kemudian melanda dunia dan menyebabkan kelesuan pasar modal dan kesulitan keuangan perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kebangkrutan perusahaan dan pengaruhnya terhadap harga saham perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode pemilihan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh 30 sampel. Periode pengamatan penelitian ini adalah tahun 2007. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kebangkrutan perusahaan yang tercermin dari nilai Z Score model Altman untuk perusahaan non manufaktur, sedangkan variabel dependennya adalah harga saham pada saat closing price. Penelitian ini menggunakan regresi sederhana sebagai alat analisisnya. Analisis Z Score menghasilkan 10 perusahaan berada pada kategori bangkrut, 11 perusahaan pada kategori non-bangkrut dan 9 perusahaan pada gray area. Sedangkan hasil pengujian menunjukkan tidak terdapat pengaruh kebangkrutan terhadap harga saham. Dengan demikian disimpulkan bahwa kebangkrutan tidak berpengaruh terhadap harga saham yang dicerminkan dengan tidak terdapatnya perbedaan harga saham perusahaan kategori non-bangkrut, perusahaan kategori bangkrut dan perusahaan kategori gray area. Saran untuk penelitian selanjutnya penelitian hendaknya tidak hanya dilakukan pada perusahaan Real Estate dan property saja, sehingga mampu mencerminkan kondisi semua perusahaan di Indonesia. Selain itu, hendaknya memasukkan variabel lain selain rasio keuangan Z Score yang berpengaruh terhadap harga saham, seperti news dan rumors, tingkat suku bunga, valuta asing dan dana asing di bursa. Penelitian sebaiknya juga dilakukan pada saat kondisi makro ekonomi negara sedang dalam keadaan stabil (tidak mengalami krisis financial).  

Motivasi Kerja, Komunikasi Antar Guru, Dan Prestasi Belajar Siswa (Studi Kasus Madrasah Aliyah Darullughah Wadda'wah dan Madrasah Aliyah Salafiyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur) oleh Nuryanti

 

Kuncik eberhasilanm engajadr i sekolaha dalahg rru. Guruy angp rofesional dane fisiend alamm elaksanakapne mbelajaradna patb erpengarupho sitif terhadapupaypae ningkatapnr estasbi elajars iswa.Belajara dalahk egiatanp aras iswa,d ank unci keberhasilamn engajaar dalahguruO. lehk arenai tu motivasi kerja guru diperlukanu ntuk peningkatank ualitasg urudank omunikasai ntarg uru diperlukan agara dzk epuasank erja guru, sehinggad apatmendoronpge ning katanp restasbi ela ja r siswa. Penelitianin i bertujuanu ntuk( l) memberikang ambarante ntangk ondisi motivaskie rjag uru,k omunikasai ntarg uru,d anp restasbi elajars iswaM adrasah AliyahD alwad anM adrasahA liyah SalafiyahB angil,( 2) mengetahuai dakah pengaruahn taram otivasik erjat erhadapp restasbi elajars iswa,( 3) mengetahuai dakah pengaruahn tarak omunikasai ntarg urut erhadapp restasbi elajars iswa,( 4) mengetahuaid akahp engaruha ntaram otivasi keda dan komunikasia ntarg uru terhadappr estasbi elajars iswaM adrasahA liyah Dalwad anM adrasahA liyah SalafiyaBh angil.Teknik pengumpuland atay ang digunkana dalahk uesionera tau angketd an dokumentasTi.e knika nalisanyam enggunakaann alisap rosentasdea nr egresgi anda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat motivasi kerja guru Madrasah AliyahD alwad anM adrasahA liyah SalafiyahB angilt ermasukd alamk ategorsi angat tinggi.S edangti ngkatk omunikasai ntarg uruM adrasahA liyah Dalwad anM adrasah Aliyah Salafiyah Bangil termasuk dalam kategori tinggi. Kondisi prestasi belajar siswaM adrasahA liyah Dalwa dan MadrasahA liyah SalafiyahB angil tahunp elajaran 2002/2003s emesterI termasukd alamk ategorib aik. Hasil uji hipotesisd iketahui bahwap adau ji simultand iperolehF Hi,*e> F166a"1to u( 17,143> 4,03),m akaH o ditolak,d engank atal ain variabeli ndependemn otivasik erja( Xr) dank omunikasiantarg uru( X2)m empunyapi engaruhte rhadapv ariabeld ependenp restasbi elajarsiswa( Y). Jugap adau ji partial diketahuib ahwan ilai probabilitaVsignifikans

Hubungan Keadaan Sosial Ekonomi Anggota Dengan Partisipasi Di Bidang Usaha Pada KPRI Guyub Rukun Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek oleh Erfin Irawati

 

Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atarl badanh ukum koperasi denganm elandaskank egiatannya berdasarkanp rinsip koperasi,s ekaliguss ebagaig erakan ekonomi rakyat yang berdasara tas asas kekeluargaanS. ebagaip erkumpulan orang yang bergerak di bidang ekonomi, maka partisipasia nggotap ada usahak operasi merupakan hal yang sangatp enting guna pengembangauns ahay ang dijalankank operasi.T anpaa danyap artisipasis ecaraa ktif dari anggota, koperasi tidak bisa berkembang dengan baik sesuai yang diharapkan. Padad asarnyap artisipasia nggotaa nggotad i bidangu sahad ipengaruhio leh banyak hal,d iantaranyaa dalahk eadaans osiale konomi anggota,d imanak eadaans osial ekonomdi alamp enelitian ini terdiri dari tingkat pendapatant,i ngkat pendidikan anggotad anj umlah tanggungank eluarga. Penelitian ini berhrjuan untuk mengetahui: (1) keadaan sosial ekonomi anggota(, 2) hubungant ingkat pendapatana nggota denganp artisipanya di bidang usaha(,3 ) hubungant ingkat pendidikana nggotad enganp artisipasinyad i bidang usaha(,4 ) hubunganjumlaht anggungank eluargaa nggotad enganp artisipasinyad i bidang usaha, (5) partisipasi anggota di bidang usaha, dan (6) hubungan keadaan sosiael konomia nggotad enganp artisipasinyad i bidang usahap adaK PRI Guyub Rukunk ecamatanB endungank abupatenT renggalek. Hipotesis dalam penelitian ini adalah: (l) ada hubungan antara tingkat pendapatanm ggota denganp artisipasinya di bidang usaha,( 2) adah ubungan antara tingkatp endidikana nggotad enganp artisipasinyad i bidangu saha,( 3) adah ubungan antarajumlaht anggungadk eluargad enganp artisipasinyad i bidangu saha,d an (4) ada hubungan antara keadaan sosial ekonomi anggota dengan partisipasinya di bidang usaha pada KPRI Guyub Rukun kecamatan Bendungan kabupaten Trenggalek. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 245 oranganggota KPRI Guyub Rukun kecamatan Bendungan kabupaten Trenggalek, dan diambil 30o/oyaitu sebanyak7 5 orang untuk sampel. Adapun penarikan sampel dilakukan dengan menggunakasni stema cak sederhanaS. edangkanu ntuk memperolehd atay ang diperlukand alam penelitian,p eneliti menggunakante knik pengumpuland atad engan angket/kuesionedra n dokumentasi.S elanjutnyad ata yang telah terkumpul diolah dan dinnalisism enggunakanm etode regresi linier berganda. Hasilp enelitiani ni menunjukkanb ahwa:( l) keadaans osiale konomia nggota KPRI Guyub Rukur tergolong tinggr, (2) partisipasi anggota di bidang usaha tsngolongtinggi, (3) ada huburgan antara tingkat pendapatan anggota dengan partisipasinyad i bidang usaha,( 4) ada hubungana ntara tingkat pendidikan anggota denganp artisipasinyad i bidang usaha,( 5) tidak ada hubungana ntarajumlah tanggungakne luarga anggotad enganp artisipasinya di bidang usaha,d an (6) ada hubungana ntarak eadaans osial ekonomi anggotad enganp artisipasinyad i bidang usahap adaK PRI Gu1'ubR ukun kecamatanB endungank abupatenT renggalek. Berdasarkanh asil penelitian,d apatd isarankan(: l) menyisihkand anal ebih banyak untuk pendidikan anggota dan pengums khususnya tentang perkoperasian, (2) pemberianra ngsangana gar anggotal ebih berpartisipasi, (3) meningkatkan komunikasai ntarap engurusd engan anggota,( 4) mengangkatm anajer, dan (5) bekerjasamdae nganp erusahaan.

Pengaruh Kualitas Layanan Usaha Terhadap Parsipasi Anggota Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan (KPRI P dan K) Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar oleh Arik Kurniawati

 

Koperasisebagaibadan-usahayangberwataksosialbukanlahmerupakan kumpulan modal tetapi merupakan kumpulan omng yang memiliki kepentingan ekonomiy angs amau ntukm eningkatkakne sejahteraabne rsamaK. operasid ibentuk bukan semata-matau ntuk mencarik euntungan( profit motive) teapi menguamakan pemberianlayananp adaa lggota (semicem otive. Sebagaik onsekuenstii gis uahwa Iop"ruli lebih mengutamakanla yananp adaa nggota( sirvice motive)m akak operasi harusd apatm emberikanl ayanany ang sebaik-baiknyap adaa nggotadengand emikian anggotaa kanm erasakanm anfaaty angs esungguhnyaa ari kebe-naoaaknJ perasi. Karenalya kualitas layanan usaha mempunyii peranan yang sangat penting dan strategis di masa yang akan datang karena dimasa ya"g"ka d"tag anggota memegangp eranank unci bagi keberhasilank operasi. Penelitianin i bertujuan_untumke ngeahui:( l) kualias layananu sahay ang diberikan oleh KPRI p dan K Kecamatan Bakung Iiabupaten Britar, (2) kondisi partisipasi anggota pada KPRI p dan K Kecamatan Bakung Kabupatin'Blitar, (3) pengaruh kualitas layanan usaha terhadap partisipasi aoggota di KPRI p dan K KecamatanB akungK abupatenB litar. Populasdi alamp enelitianin i adatahs eluruha nggotaK pRI p danK KecamatanB akung KabupatenB litar sampaib ulan Maret 2004 sebanvak2 0E anggota.P engambilans ampeld ilatrukand enganm enggunakante knik-random sam pl i ng seb any ak 4 2 anggata. Penelitian ini manpunyai dua variabel yaitu variabel bebas (kualitas layanan) dan variabel tenkat (partisipasi anggota). variabel bebas terdiri danbukti tangiung - (tangibles)k, eandalan(r eliahirity),dayatangga(pr esponsivene.rj'a.sm/,i nan (as surance), dan empati (emphaty). Datad iperolehd ari respondend enganm enggunakaanr atp engumpudr ata berupa angkettertutup. DIa yang sudah tertcumpuidiotatr dan dianarisis dengan analisisr egresib ergandah, asila nalisis: (l) adap engaruhy angs igrifikan antara uariabebl ukti langsugn (tungihtest)e rhadapp arrisipas*if uoia dpru p danr c Ke9a.m{g BakungK abupatenB r itar, (2) aci pengraruhya n-gs ignifikan antara variabel keandalan (reliability) terhadap panisipasi *ggota KpfrI p dan K fe9a3q1n eakung Kabupaten Blitar, (:) aCa *ngan n Vang sigrifikan antara variabel& ry *ggop (responsivenesste) rhadapp artisip,asiio glot" KPRI p dan K KegaylanB akungK abupateBnr irar(, 4)a dap engaruyha ngr frtifikun variabelj aminan (assurance)te rhadapp artisipasia nggotar pnl p dan K" Knte"craumatan

Pengembangan Paket Pelatihan Konseling Sebaya Bagi Siswa SMU/SMK oleh Dian Anggraeni Widyasih

 

Siswa SIvIU maupun SIvIK yang clalam perkenrbangannybae raclap ada ntasa remaj4 seringkali mengalami masalah yang mencalnrp ma.salah pribadi, sosiai, belajar maupun karir. Dalam memecalrkan nrasalalurya, remaja firernbutuhkan orang/pihak lain unhrk membanhnya, Salah sahr layanan banhran yang ada di sekolah adalah layanan komeli-ng. Akzur .tetapi terlratasnya .jurnlah konselor menyebabkanla yanank onseling tidak merata diberikzutp ada sernuas iswa- Salnh satu cara untrk mengata-smi asalah ini arlalair denganm elaksanakank onseling sebaya di kalangans iswa, khususnyas iswa SMU/SMK. Penelitian ini berhrjuan unhrk menghasilkan paket pelatih:ur konseling sebaya bagi sisrva SMU/SIVtr-, yang akseptabel, artinya ber.En4 layak dan tepat. Paket tersebut berupa Materi Pelatihan Konseling Sebay4 Panduan Pelatihan llonseling Sebayau nhrkK onselor, dan PanduanP elntihanK onseling Sebayau ntul

Persepsi Siswa SLTP Laboratorium Universitas Negeri Malang Tentang Penataan Ruang Konseling oleh Sri Widi Yuni Antari

 

Perbedaan Antara Mahasiswa Reguler Dan Mahasiswa Non Reguler Program Studi Bimbingan dan Konseling Jurusan BKP FIP UM Angkatan 2000 Ditinjau Dar Prestasi Belajar dan Kebiasaan Belajar

 

Kebiasaanb elajarm erupakans alahs atuf aktor yang p€ntingd alamm enunjang prestasbi elajar.K ebiasaanb elajary ang baik akan meningkatkanp restasib elajary ang baik pula yang diperoleho leh seseorangT. erdapatd ua faktor yang mempengaruhi kebiasan belajar diantara faktor dari dalam (intern) dan faktor dari luar (ekitern). selain itu prestasbi elajarjuga di pengaruhoi leh dua faktor yaitu faktor dari dalam individu (intern ) dan faktor dari luar individu(ekstern). Penelitianin i bertujuanu ntuk (l) mengetahupi restasbi elajara ntaram ahasiswa regulerd an mahasiswan on regulerp rograms tudi bimbingand an konselingju rusan BKP FIP uM angkatan 2000, (2) mengetahui kebiasaan belajar antara mahasiswa regulerd an mahasiswan on regulerp rograms tudi bimbingand an konselingju rnrsan BKP FIP uM angkatan 2000, (3) mengetahui perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa reguler dan mahasiswa non reguler program studi bimbingan dan konselingju rusanB KP FIP uM angkatan2 000,(4)m engetahuip erbedaanki biasaan belajar antara mahasiswa reguler dan mahasiswa non reguler program studi bimbingand an konselingjurusanB KP FIP UM angkatan2 000. Hipotesisy ang diajukan dalam penelifiani ni adalaha da perbedaanp resrasi belajar antara mahasiswa reguler dan mahasiswa non reguler program studi bimbingan dan konseling jurusan BKP FIp uM angkatan 2000, ada perbedaan kebiasaanb elajara ntaram ahasiswar egulerd an mahasiswan on regulerp rograms tudi bimbingand ank onselingjurusanB KP FIP LIM angkatan2 000. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa progam studi bimbingan dan konselingju rusanB KP FIP LIM angkatan2 000,s edangkanb esarnyas ampeld iambil semuas ehinsgam enjadis ampetl otal. SampeIl adalahm ahasisware gulerd ans ampel II adalah mahasiswa non reguler. Metode pengumpulan datz yang digunakan dalam penelitian ini adalahm etoded eskriptif komparatif, sedangkanu ntuk kegiatana nalisis data denganm enggunakanp ersentased an uji t dengant araf signifikan0 .05 (5 %) untuk mengetahupi erbedaanv ariabel dibantu denganm enggunakank omputer spss versi 10.0. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa reguler yang mempunyai prestasi belajar tinggi sebanyak 3B3B%, mahasiswa yang prestasib elajamyas edangs ebanyak3 3.33yo,d an mahasisway ang prestasinyar endal sebanyak 27.770/0. Sedangkan mahasiswa non reguler yang mempunyai prestasi tv belajar tinggi sebanyak 52.63%, mahasiswa yang prestasinya sedang sebanyak 36.84% dan mahasiswa yang prestasinya rendah sebanyak 10.52%. Untuk kebiasaan belajar yang tinggi mahasiswa reguler sebanyak5 2.77Vom, ahasisway ang kebiasaan belajarnya sedang sebanyak 30.55o/o dan mahasislva yang kebiasaan belajarnya rendah sebanyak 16.66%. Sedangkan mahasiswa non reguler kebiasaan belajarnya tinggi sebanyak4 2.10o/om ahasisway ang kebiasaanb elajamyas edangs ebanyak 31.57%d an mahasisway ang kebiasaanb elajarnyar endahs ebanyak2 6.31%oH. asil dari analisis uji r menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signihkan antara mahasiswa reguler dan mahasiswa non reguler program studi bimbingan dan konselingju rusan BKP FIP UM angkatan2 000 ditinjau dari prestasib elajard an kebiasaabne lajar.H asil yang ditunjukkand enganP (Probabilityl iror) kurangd ari 5% prestasbi elajarP :0.701, sedangkakne biasaanb elajarP :0.232. Dari hasil penelitiant ersebut,m aka disarankank epadam ahasiswaa gard apat mempertahankanke biasaanb elajar yang baik, karenad engank ebiasaanb elajar yang baik makap restasbi elajarnyaju ga akanm eningkatS. elaini tu parap embimbinga tau dosen diharapkan dapat memotivasi mahasiswad alam mempertahankank ebiasaan belajard anp restasbi elajarnyad enganle bih baik.

Persepsi Siswa Tentang Peranan Konselor Dalam Memberikan Informasi Narkoba di SMA se-Kota Malang oleh Septiani Sembiring

 

Penyimpanganp erilaku terhadapp enyalahgunaanna rkotika dan obat-obatan beftahayas ejenisn arkotika telah manjadib agiany ang tidak terpisahkand engan masalahr emaja. Keterlibatans ekolahd alamu payap reventif dan kuratif sangat pentingo. leh karenai tu, pihaks ekolahk hususnyako nselorm empunyatiu gasu ntuk mencegahm eluasnyap enyalahgunaanna rkobad i sekolalrm elalui program bimbingan dan konseling. Tujuany angi ngin dicapaid alamp enelitianin i adalah( l) mendeskripsikan persepssi iswal aki-laki dan siswap erempuante rhadapm ateri informasit entang narkobao leh konselor,( 2) mendeskripsikanp enepsi siswal aki-laki dan siswa perempr]ante rhadap penyelenggaraainn formasi tentangn arkobao leh konselor,( 3) mendeskripsikanp ersepsis iswa lakilaki dan siswap erempuante rhadapt eknik informasi tentang narkoba oleh konselor, (4) mengetahui peftedaan perlepsi siswa laki-laki dan siswap erempuante rhadapm ateri narkobay ang diberikano leh konselor, (5) mergetahuip erbedaanp ersepsis iswal aki-laki dan siswap erempuanterhadap penyelenggaraainn formasi tentangn arkobao leh konselor,( 6) mengeuhuip etteoapersepssi iswal aki-laki dan siswap erempuante rhadapE knik infomasi tentang narkobao leh konselor,( 7) mengetahupi erbedaanp asepsi siswal aki-laki daniiswa perempuante rhadapm ateri narkobad i SMAN seK ota Malang (8) mengetahui perbedaanp ersepsis iswal aki-laki dan siswap erempuante rhadap penyelenggaraan informasit entangn arkobad i SMAN se Kota Malang dan (9) mangetahupi eiueoaan persepssi iswal aki-laki dan siswap erempuante rhadapt eknik informasit entang narkoba di SMAN se Kota Malang. Penelitiani ni dilaksanakand i kota Malang. waktu pelaksanaanp enelitiani ni adalaha khir sernesteIrI tahun ajaran 2003/2004P. enelitiani ni mengguakan pendekatank uantitatif danjenis penelitiany ang dipilih adalahp eneiitiand eskriptif komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMAN Je Kota Marang. - Sampeld alamp enelitiani ni adalahs iswa-siswak elasI I SMAN l, SMAN 8 dan SMAN 9 Malang. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 224 siswa. Teknik pengambilans ampels iswad engans ampelp urposif (purposives ampling).D ata dikumpulkand enganm enggunakana ngftet.A nalisis hasil penelitiany ang digunakan adalah penentase dan uji - t. Flasil penelitian di sMAN I lvlalang menunjukkan bahwa persepsi siswa lakilaki terhadap materi tentang narkoba oleh konselor unnrk kualifikisi baik sekali adalahs ediht sekali( 13,97o)u, ntuks iswap €rempuaknn atifikashi ik sekalia dalah sedikits ekali( 13,72o/oP). enepsis iswal aki-lski terhadapp enyelenggaraiannfo rmasi tentangn arkobao lehk onseloru ntukk ualifikasib aik sekalia dalahs edikits ekali (5,55o/ou)n, tuks iswap erempuaknu alifikasbi aiks ekalai dalahs edikist ekal(i 5,9%). Persepssii swala ki-laki tsrhadapte kniki nforrrasit entangn arkobao tehk onselor wtuk kuatifikasbi aik sekalia dalatsr edikits ekali( 5,55%),s edangkaunn tuks iswa perempuaand alahti daka das iswap eremprrayna ngm emitikik ualifikasib aik sekali. Hasilp enelitiand i SMAN 8 Malangm enunjukkanb ahwap ersepssii swala kilaki terhadapm aterit entangn arkobao lehk onseloru ntukk ualifil€si baik sekali adalahs edikit( 25,54o/os)e, dangkaunn fuks iswap erempuaknu alifikasib aik sekali adalahs edikits ekali( 7,017o)P. ersepssi iswal aki-lakit erhadap enyelenggaraan informastie ntangn arkobao lehk onselour ntukt ualifikasi baik sekalia dalahs edikit (23,63o/o),rrntsuiks wap erernpuaknu alifikasib aik sekalia .lalahs edikits ekali (8,77o/oP).e rsepssii swal aki-laki terhadapte kniki nformastie ntangn arkobao leh konselour ntukk ualifikasib aik sekalia dalahs edikits ekali( 12,77Vos),e dangkan kualifikasbi aik sekalir mtuks iswap erempuaand alahs edikits ekali( 12,28%). Ilasil penelitiand i SMAN9 Malangm enunjuHranb ahwap ersepssii swa laki-lakit erhadapm aterit entangn arkobao lehk onselour ntukk ualifitasib aik sekali dank uranga dalahs edikits ekali( 14,28%)u, ntuks iswap erempuaknu alifikasbi aik sekalia dalahs edikit( 22,5oloP).e rsepssi iswala kilaki terhadap enyelenggaraan informastie ntangn arkobao lehk onselour ntukk ualifikasib aik sekalia dalahs edikit sekali( 14,28%)u, ntuks iswap erempuaknu alifikasib aik sekalia dalahs edikits ekali (12,5o/oP).e rsepssii swal aki-lakit erhadapte kniki nfonnasti entangn arkobao leh konselour ntr* kualifikasib aik sekalia dalahs edikits ekali( 11,a370s),e dangkan rmtuks iswap erempuatnid ak adas iswap erempuayna ngm emiliki kuafififasib aik sekali. Berdasarkaann alsisu ji- t tidakt erdapcp erbedaapne rsepssii swal aki-laki danp erempuatne rhadapm aterii nformastie ntangn arkobao lehk onselord i SMANs e KotaM alang( t = 0, 834d anp :0" 405).T erdapapt erbedaapne nepssi iswal akiJaki danp erempuatne rhadap enyelenggnraiannfo rmasti entangn arkobao lehk onselodr i SMANs eK otal v{alan(gt :2,603 danp = 0, 010)d an terdapapte rbedaapne nepsi siswala kilaki dans iswap erernpuatne rhadapte kniki nformastie ntangn arkobao leh konselodri SMANs eK otaM alang(t :3,314 danp :0, 001). Berdasarkahna silp enelitianin i diajukanb eberapasa rana ntarala in:b agi (1) kepalas ekolahm; emberikakne bijakanu ntukp elaksanaapnro gramla yanan bimbingand ank onselingd alan upayam embantu ntukt idakt erjerumukse dalam penyalahgunanaanr kobq( 2) bagik onselor; meningkatkalna yanan bimbingand ank onselingd anm engikutpi erkembangajanm ana gard apat memberikainn formasyi anga dad imasyarakaste karanign i, (3) bagii nstansi pemerintadtra ns wastam; enwjukkans irrrgi dalams upennashiu kuml ihusunya yangb erkaitand enganm asalahp enyalahgunanaanr kobq( 4) bagro rangt ua, membantmu encegaphe nyebarluasanna rkobam elaluii nformasyi angd iberikan kepadap utra-putrinysae dinim ungbn. l l

Pemanfaatan Internt Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh di Universitas Terbuka UPBJJ Malang oleh Heru Prabowo

 

Salah satu karakteristik UT sebagainstitusi pendidikan tinggi yang menerapkasni stemp endidikant erbukad anj arak jauh, adarahpemaifaatanmedia cetak yang berupa modul sebagai bahan ajar. Sebagai konsekuinsiny4 kualitas pembelajaranU T sangatt ergantungp adak ualitasb ahana jar yang dihasilkand an disunakand alam prosesp embalajaranu. ntuk menyempumakanp enggunaanb ahan ajari ni, ur mulai memikirkanu ntukm engembangkanbahaanja rt erpadu( cetakd an nonc etak,t ermasukb ahana jar berbantuank omputer)d alam satum ata kutiah. ut jugatetapm engupayakanb entuk layananlain yang dapatm engoptimalkanp roses belajarm ahasiswaS. aati ni di ur sedangd ikembangkanp elayananb antuan pembelajaranm elalui Internet.M eskipun menghadapki endalad alam pelaksanaannypae, mbelajaranm elalui internet ini mendapatr espony ang cukup menggembirakadna ri mahasiswaT. ujuan dari penelitiant entangp emanfaatan Intemets ebagaMi edia PembelajaranJ arakJ auhd i universitas terbuka UPBJJ Malanga dalahu ntuk mendeskripsikanfa ktor penunjang,p rosesp emanfaatan intemet,h ambatany ang dialami, dan usahay ang dilakukan untuk mengatasi hambatany ang dialami dalam pemanfaatanin ternet sebagami edia pembelajaran jarak jauh di Universitas Terbuka UPBJJ Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. populasi dalam penelitiani ni adalahm ahasiswaU niversitasT erbukay ang tercatatd i UPBJJM alang padam asar egistras2i aa3.l, sedangkasna mpelnya dalah1 4l orangm ahasiswa Teknik pengumpuland atay ang digunakand alam penelitiani ni adalaha ngket, wawancarad, an dokumentasiT. eknik analisisd atay ang digunakana dalah prosentase. Hasil penelitianin i menunjukkanb ahwas ebagianb esarmahasiswa UniversitasT erbukaU PBJJM alang pernahm enggunakanin temet dengana lasan adanyain ternetm ahasiswad apatm engaksesla yananU niversitasT erbukas ecara online yangd idalamnyam enyediakanb erbagaif asilitas yang dibutuhkanb aik itu yangm enyangkukt egiatanp embelajaramn aupuna dministrasdi enganc epat.D alam hali ni mahasiswdaa patm enghematte naga,w aktu, dan biaya.K egiatany ang dilakukanm ahasiswad alam mengaksesla yananU niversitasT erbukao nline adalah mencarai rtikel yangb erkaitand enganm ata kuliah yang sedangd iikuti, melihat nilai ujian,m emanfaatkalna yanani nformasi dan konsultasi,s ertam elakukant utorial jarak jauh.K euntungand engana danyaf asilitas layananU niversitasT erbukao nline ini adalahm ahasiswma emperolehca rab elajary angl ebih variatif,p enyampaiannya informasbi aik yangb erkaitand enganm ata kuliah maupuna dmjnistrasib isa dengan cepadt isampaikans,e rtal ebih menghematte nagaw, aktu,d anb iaya.S elama mamanfaatkafans ilitas layananU niversitasT erbukao nline mahasiswad ihadapkan olehb erbagahi ambatana ntaral ain ketidaksiapanm ahasiswad alam menggunakan internetk, urangnyaw aktu yang tersedia,b iaya, dan belum meratanyap embangunan saranian frastruktury ang mendukungp rosesp embelajaranja rak jauh melalui intemet. Usahay angd ilakukan untuk mengatashi ambatany ang timbul adalahd engan berusahlae bih memasyarakatkapne nggunaanin ternet sebagami edia pembelajaran jarakj auh kepadam ahasiswaU niversitasT erbuka"m empercepapt embangunan saranain frastrukturp endukung,s ertam eningkatkank emampuans ertak etrampilan sumbedr ayam anusiay ang adab aik dari pihak UniversitasT erbukam aupun mahasiswa. Berdasarkanh asil penelitiant ersebutd apatd isampaikans arans ebagi berikut: UniversitasT erbukas ebagapi ihak penyelenggaraP endidikanJ arakJ auhh endaknya lebihm emasyarakatkapne nggunaainn ternets ebagami ediap embalajarajna rakj auh kepadam ahasiswas ertam empercepapt embangunans aranai nfrastrukturp endukung. Mahasiswah endakrryab erusahau ntuk meningkatkank emampuand an ketrampilan ddlamm enggunakanif ltehet.

Komik Sebagai Bahan Ajar Alternatif Untuk Siswa Masa Operasional Kongkrit (7-11 Tahun)oleh Edi Candra

 

Anak dalam masa operasional kongtrit menyukai segala sesuatu yang bersifat kongkrit atau nyata, begitu juga dalam hal pembelajaran. Mereka menyukagi ambar-gambakra renap emahamanve rbal merekam asihr endah.U ntuk itulahd i buat sebuahk omik pembelaiarand enganh arapanm ampum enjadis ebuah bahan ajar yang sesuai dan disukai anak-anak serta mampu menjadi sebuah altematif bagi siswa yang mengalami kejenuhan dengan buku teks biasa yang lebih banyak bersifat teoritrs. Komik pembelajaran ini dibuat dengan sebisa mungkin menyamarkan materi yang disampaikan sehingga siswa tidak merasa sedang belajar melainkan membacak omik yang biasa menjadi hiburan mereka.M eski begitu pesany ang tersamar dari komik pembelajaran ini bukan berarti tidak penting tetapi yang menjadip okok atau inti dari komik pembelajaranin i adalahb agaimanaa gars iswa mampu bertingkah laku sesuai dengan materi, jadi bukan hanya sekedar menghapal. Hal ini dicapai dengan cara membangkitkn emosi sisraa melalui sebuah cerita yang akn menggiring mereka ke arah perilaku yang kita inginkan, misal deagan membuat mereka merasa simpati kepada tokohnya. Untuk keperluanv alidasi"d alam pengembangakno mik pembelajaranin i di ambil 3 subjek penelitian yaitu, ahli materi, ahli media dan siswa Lokasi yang di ambil yaitu SD Laboratorium UM dengan subjek uji coba siswa kelas 3 SD. Denganb erbagaim acamp ertimbanganu ji coba akhimya di lakukand alamb entuk kelompok kecil yaitu 3 orang siswa yang masing-masingm ewakili I kelompok kenampun/prestasi. Sebagai tolok ukur keberhasilan di gunakan kriteria keberhasilan yang meliputri entangs kor:3 ,6-4v alid,2 ,6-3,5c ukupv alid, l -2,5 kurangv ali#direvisi,

Hubungan Antara Motivasi Belajar Dan Penggunaan Waktu Luang Dengan Prestasi Belajar SMU Kelas II Taman Siswa (Taman Madya) Malang Tahun Ajaran 2002-2003 oleh Suheni Darajat

 

Motivasib elajard an penggunaawn aktul uangn -rerupakafank tory ang mempengarubhei lajar.M or.ivasdi apatd ikatakans ebgapi enggerauk ntukd apatmelakukakne giatan-kegi&ttaenrt entuB. egitup ulap enggunaawna ktul uangb agis iswaharuste rarah.S iswad ihara'Jkand apatr nemanfaatkanw aktu luang untuk kegiatany angmenunjanbge lajar.S iswad apatm embagiw aktuy angb aik,y aitu kapanh arusb eiajard an!1oanh arusm engerjakanke giatan-kegiatadna nh arusd iperiimbangkadna nd apaidipilah-piladha nd iseinrbangkang ard aparm emberikapne ngaruyha ngp ositifyaitumelatihp elajarb ertanggurljga wab terhadapti ndakany angd ilakukant eimasukt indalca6belajar. Penelitianin i merutrial:apne nelitiand eskiptif korelasionayl angb ertujuanu nfuk(l) bagaimanma otivasbi elalars iswa(, 2) bagarmanpae nggunaalrna ktul uangs iswa(, 3Jbagaimanpal_e stasib elajzus iswa,( 4) adakahh ubungana ntaram otivasi belajir dengari pr€stasbi elajars isrva(, 5)a

Perbedaan Hasil Pembelajaran Dengan Media Modul Antara Murid Laki-laki Dan Perempuan oleh Nikmatul Chabibi

 

Perbedaanh asil belajarb erdasarkans eksm asih dipertanyakanB. eberapapenelitiany ang telah dilakukan,t anpam enyebuts trategip embelajaranm, enunjukkanhasil yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaanhasil pembelajarand enganm edia modul antaram urid laki-laki dan perempuan.Modul pengajaraab erisi tugas-tugasy ang disusuns esuaiu rutank etrampilanprosos.K etrampilanp rosesy angd ipelajarim eliputi:k etrampilano bservasi,komunikasi, mengukur, inferensi dan prediksi. penilaian pada akhir moduldilaksanakand engant es tertulis. Perangkats oal terdiri dari dua macams oal,y aitusoal kemampuank ognitif dan soalp enguasaanke trampilanp roses.M ateri pelajaranyang dipilih adalahs istemp €ncemaanm akananp adam anusia. Penelitian dilakukan di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari Malang padabulan Januari2 001. Populasinyaa dalahs eluruhs iswa kelasd ua. Analisis hasilpenelitiany ang digrtnakana dalahu ji chi-kuadratu ntuk datap rosesp embelajarand anuji t untuk data tes formatif. tlasil penelitianaaalah sebagai berikut: 1) dari lima ketrampilan proses yangipelajari, murid pererripuanm enunjukkank emampuany ang lebih baik padaketrampilani nferensi sedangkank etrampilany ang lainnya tidak adap er6edaan2; )hasil tes formatif menunjukkanb ahwat idak adap erbedaanh asil belajark emampuankogritif anara murid laki-laki dan perempuans edangkanh asil belajarp enguasaanketrampilanp rosesm urid perempuanm emperolehs kor yang lebih tinggi.

Perbedaan Sikap Dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran PPKn Antara Siswa Yang Berasal Dari MTs Dengan Siswa Yang Berasal Dari SLTP Pada Kelas II Di SMK Nu-1 Banjarwati Paciran Lamongan oleh Khoirul Bariyah

 

Sistem pendidikan di Madrasah memiliki jam pelajaran dan sistem manajemeny ang tidak berbedaja ub dengans istems ekolahu mum. perbedaannya hanyat erletakp adas egit ujuan,l ingkunganb elajar,g uru dan isi kurikulum.s ekolah Umum lebih menekankank egiatannyap adau payam endidik siswau ntuk mengusai dasar-dasari lmu pengetahuans, edangkanM adrasah lebih menekankanp ada penguasaadna sar-dasailrm u keagamaan. Keadaan tersebut menimbulkan suatu Wrtanyaan berkaitan dengan penerimaan(s ikap)s iswat erhadapP PKn,y ang akan berpengaruhte rhadapp restasi belajarnya.S ehubungand engani tu, penelitiani ni dilakukand engant ujuan untuk mengetahuai da tidaknyap erbedaans ikap dan prestasib elajarP pKn antaras iswa yang berasal dari MTs dengan siswa yang berasal dari SLTp, dengan jalan rnenganalisidsa tat entangs ikapt erhadapP PKnd anp restasbi elajarp pKn. Penelitianin i dilakukanp adak elasI I sMK NU-l BanjarwatiK alupaten Lamongan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan kausal komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II sMK NU-l Baqfarwati Kabupaten Lamongan, sedangkan sampel diambil dengan cara tehnik clusterr andoms amplingD. atas ikapt erhadapP pKn diperolehd ari skalas ikapm odel Likert dan nilai ulanganh ariand igunakanu ntuk menentukanp restasbi elajarp pKn. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakants knik analisis statistikd eskriptifd ana nalisisu ji+ (beda). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang berasal dari MTs 99!anyak6 2 orang(53,91%)d an sisway ang berasald ari sLTp sebanyak5 3 orang (!6?09%). Pada umumnya baik siswa yang berasal dari MTs, maupun yang berasar dari sLTP mempunyaik ecenderungasni kap positif terhadapp pKn Demikianj uga baik sisway ang berasald ari MTs maupuny ang berasadr ari SLTp padau mumnya memiliki prestasbi elajarP PKI yangc ukupb aik pula. Dari hasil uji-t diketahuib ahwa terdapatp erbedaans ikap terhadapp pKn antaras isway angb erasadl ari MTs dengans isway angb erasadl ari sLTp (t= 2,94g; p < 0,05).s Ementarait u, dari hasil perbandinganni lai rata-ratanydai ketahuib ahwa sikap siswa yang berasal dari MTs lebih positif daripada siswa yang berasal dari sLTP. Tidak ada perbedaanp restasib elajara ntaras iswa yang berasald ari MTs dengans isway angb erasadl ari SLTP( t : -1,414;p > 0,05). -

SMS gateway nilai siswa didukung hasil tampilan WEB melalui jaringan intranet pada SMK Negeri 1 Beji / Ferry Ferdiansya

 

Kata kunci : SMS Gateway Nilai Siswa Di SMKN 1 Beji Short message Service yang lebih dikenal dengan SMS, telah menjadi suatu tren, bahkan gaya hidup baru tersendiri saat ini. SMK Negeri 1 Beji berniat untuk menggunakan sms untuk kebutuhan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar, dalam hal ini sebagai contoh ketika dalam proses penyampaian informasi nilai kepada orang tua murid pada SMK Negeri 1 Beji sering mengalami kendala, dikarenakan penyampaian informasi nilai saat ini disampaikan kepada orangtua murid setelah akhir semester. Oleh sebab itu perlu dibangun suatu pengontrol berbasis komputer agar nantinya diperoleh kemudahan dan kelancaran dalam mengontrol dan menginformasikan nilai murid kepada orangtua murid melalui layanan sms gateway. Metodologi yang di guakan dalam penelitian adalah metode pengumpulan data dan pengembangan database Mysql serta di dukung Handphone Nokia Type 6300 sebagai penghubung aplikasi ke Handphone orangtua siswa. Serta ditambahkan sebuah web sederhana agar para siswa juga dapat melihat nilai mereka melalui jaringan intranet sekolah. Hasil yang di capai dalam pembuatan sms gateway ini sudah bisa di katakan berhasil. Dengan adanya replay otomatis dari aplikasi yang dikirim ke handphone pengirim. Namun untuk pengembangan selanjutnya masih perlu untuk di tambahkan lagi, seperti penambahan layanan selain dari nilai.

Hubungan Pemanfaatan Perpustakaan Terhdap Prestasi Belajar Siswa Madrasah Aliyah (MA) Al-Ikhlas Pare Kediri oleh Fatchur Roziq

 

Pemanfaatan Perpustakaan merupakan strahl faktor yang mempunyai hubunganterhadapp restasib elajar. Penelitiani ni bertujuanu ntuk rnengetahuhi ubunganpernanfaatanp erpustakaante rhadapp restasi belajar, dan diharapkand engan pemanfaatanperpustakaanp, restasib elajard apatm eningkat. Penelitian ini adalalr penelitian diskriptif korelasional dengan tipe pendekatansurvey. Populasi dalam penelitian irri adalah siswa kelas II dan kelas III MA AI -lkhlas Pare Kediri tahunp elajaran2 002 /2003.jumlah populasir nasing-masin3g0dan 35 siswa di ambil semua, sehingga penelitian ini adalah penelitian populasi.Penelitian ini di lakukan dari tanggal 2l sampai dengan 26 luli 2003. Analisis datayang di gunakan adalah analisis Korelasi Product Moment. Hasil penelitiani li rnenr"urjukkabna hwa siswa kelas II semesterI tahuna jaran2002/2003 MA AI - Ikhlas Pare Kediri telah aktif memanfaatkan perpustakaandengan ditunjukkan oleh angka terbesar yaifi 66,67yo dengan frekuensi 20 siswa, danprestasi belajarnya pada klasifikasi baik sekali dengan bukti angka terbesar 0.466%dengan frekuensi 14 siswa. Sedang kelas III telah memanfaatkan perpustakaandengan klasifikasi aktif yang di tunjukkan angka terbesar 62.86% dengan frekuensi22 srswad an prestasbi elajarnyap adak lasifikasib aik sekalid ibuktikand engana ngkaterbesa0r .571%p adai iekuensi2 0 siswa. Berdasarkanu raian di atas bahwa pemanfaatanp erpustakaante lah rnenyebabkanprestasi belajarnya rnenjadi baik ( untuk kelas II ) dan sangat baik bagi kelasIII, dengan dernikian ada hubungan antara pernanfaatan perpustakaan terhadapprestasi belajar dengan di buktikan dengan hasil r hiturg kelas II :0,588 dan kelas III0,361 kelas III : 0,334. oleh karena itu r hitung > r tabel, maka dapat di simpulkantlo di tolak dan Hl di terima, dengan demikian dapat di katakan ada hubunganpernanfaatapne rpustakaante rhadapp restasib elajars iswa. Saran yang dapat di berikan dari hasil penelitian adalah bagi pihak sekolahkhnsusnya Madrasah Aliyah Al-Ikhlas Pare Kediri untuk lebih meningkatkankeberadaans aranad an prasaranap erpustakaanp, engelolaanp erpustakaans ertad apatmemotivasi siswa dalarn mernanfaatkanp erpustakaand alam meningkatkanp restasibelajarnya.

Penggunaan peralatan seqip untuk meningkatkan pembelajaran sains siswa kelas V SDN Tidu I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan / Romlah

 

ABSTRAK Romlah. 2010. Penggunaan Peralatan SEQIP untuk Meningkatkan Pembelajaran Sains Siswa Kelas V SDN Tidu I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuuan. Skripsi, Jurusan S 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Sutrisno, S.Pd, M.Pd, Pembimbing (II) Drs, Heru Agus Triwijaya, M.Pd. Kata Kunci : Peralatan SEQIP (Secience Education Quality Improvement Project), Meningkatkan, Pembelajaran Sains Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar khususnya di SDN Tidu I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan, masih didominasi dengan pembelajaran konvesional, guru menerapkan metode ceramah dan tanya jawab tanpa menggunakan alat peraga sehingga siswa kurang aktif dalam mengikuti pelajaran. Sehingga mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan, dan berakibat pada hasil belajar yang kurang optimal. Untuk itu peneliti perlu melakukan perbaikan dengan menggunakan peralatan SEQIP. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan penggunaan peralatan SEQIP dalam pembelajaran sains siswa kelas V SDN Tidu I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan, 2) Mendeskripsikan penggunaan peralatan SEQIP dalam meningkatkan hasil belajar sains siswa kelas V SDN Tidu I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan, 3) Mendeskripsikan Aktifitas siswa kelas V SDN Tidu I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan dalam pembelajaran sains dengan menggunakan peralatan SEQIP, dan 4) Mendeskripsikan Tanggapan siswa kelas V SDN Tidu I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan dalam pembelajaran sains dengan menggunakan peralatan SEQIP. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Instrumen pengumpul data berupa hasil observasi, wawancara dan hasil tes yaitu ulangan siklus I dan ulangan siklus II. Hasil penelitian ini adalah 1) penerapan penggunaan peralatan SEQIP dalam meningkatkan hasil belajar siswa 2) meningkatkan hasil belajar siswa, 3) meningkatkan aktivitas siswa dan 4) mendapatkan tanggapan yang baik dari siswa tentang penggunaan peralatan SEQIP Dengan demikian disimpulkan bahwa penggunaan peralatan SEQIP dapat meningkatkan hasil belajar sains siswa kelas V SDN Tidu I Pasuruan. Dan disarankan kepada guru hendaknya menggunakan peralatan SEQIP dalam pembelajaran SEQIP materi pesawat sederhana, karena dapat menarik minat siswa dalam belajar, sehingga mereka mudah memahami materi dan tujuan pembelajaran yang diharapkan akan tercapai secara optimal. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan acuan dalam penelitian selanjutnya, sehingga hasilnya dapat dijadikan pedoman dan pengembangan profesi dan meningkatkan hasil belajar siswa.

Hubungan Antara Pendidikan Dan Penghasilan Orang Tua Dengan Prestasi Hasil Belajar Siswa MTs Nasruddin Dampit Kabupaten Malang oleh Hayat Sholeh

 

MTs Nasruddinm erupakanl embagaf ormal keagamaand enganm empelajari matap elajaranu mumd an mata pelajarana gama,s ehinggas isway ang sekolah mempunyapi engetahuanya ng berbedad ayas erapnyate rhadapp elajaraa di sisi lain siswa mempunyai berbagai altivitas membantu orang tua di rumah yang mempengaruhpi restasih asil belajar.B erdasarkank enyataand i lapanganb ahwa pendapatano rangh ra siswas ebagianb esarb erpendapatanse dangy aitu Rp. 250.000- Rp. < Rp. 500.000,h al ini sangatm empengaruhtie rhadapp restasib elajara nak karenad enganm eningkatnyati ngkat pendapatano rangt ua maka saranap endidikan yangd imiliki anakl ebih lengkapP. endidikano rangt ua siswas ebagianb esar berpendidikans ekolahd asar,h al ini juga mempengaruhtie rhadapp restasib elajar anak.D ilihat dari kondisiM Ts Nasruddind i atasm enunjukkanb ahwas iswa-siswa MTs Nasruddin dibebani mata pelajaran yang cukup banyak baik mata pelajaran umum maupun agam4 di sisi lain mereka mempunyai berbagai aktivitas membantu orangt ua di rumahs ehinggak ondisi ini mempengaruhtie rhadapp restasib elajar. Dengand emikiand apatd iketahuib ahwal atarb elakange konomio rangt ua dan pendidikano rangt ua berhubungand enganp restasib elajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan penghasilano rangtua denganp restasih asil belajars iswa MTs NasruddinD ampit KabupatenM alang. Rancanganp enelitiani ni menggunakajne nis penelitian korelasionalP. opulaspi enelitianin i adalahs iswak elas1 ,2 dzn3 MTs Nasruddin Dampit Kabupatent nfalangd enganju mlah siswa3 00 siswa"p engambilans ampel denganc arapurposifs amplingyakni pengambilans ecarat ertentua taud itunjuk dihasilkan siswa kelas I dan2 MTs Nasruddin Dampit Kabupaten Malang. Sampel respondend iambil s*ara ProporsionalR andomS amplingu ntuk mengambil1 00 resfunden.T eknik pengumpuland ata denganm enggunakana ngkety ang digunakan untuk mendapatkand atad ari siswa secarala ngsungd an dokumentasyi angd igunakan untuk memperoleh daftar nilai siswa. Untuk menguji hipotesism enggunakank orelasip roduct momentd engan tujuan untuk mengetahuhi ubungana ntarap endidikand an penghasilano rangt ua dengan prestasi hasil belajar siswa MTs Nasruddin Dampit Kabupaten Malang pengujiante rhadaph ipotesisI menunjukkann ilai r hitungs ebesa0r ,244d ann ilai r dalamt abel0 ,195W datarafs igrifikan S%o,dengandemikihainp otesisn ol (ft) ditolak.P engujianh ipotesisII menunjukkann ilai r hitung0 ,328d anr dalamt abel 0,195 padataraf sigrifikan 5o/o,d engand emikian hipotesisn ol GIo) ditolak. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pendidikan dan penghasilan I V omng tua dengan prestasi hasil belajar, yang berarti semakin tinggi tingkat pendidikaonr angt ua akans makint inggi pulap resiasbi elajars iswanyaA. da hubungana ntarap enghasilano rangt ua denganp restasih asil belajars iswak elas I dan 2 MTs Nasruddin Dampit Kabupaten Malang, yang berarti semakin tinggi tingkat penghasilaonr angt ua akans makint inggi pulap restasbi elajars iswanya.

Kesenian tradisional "dongkrek" sebagai media pendidikan nilai-nilai moral pada Sanggar Krido Sakti di Dusun Gendoman Desa Mejayan Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun / Farida Sekti Pahlevi

 

Kesenian tradisional Dongkrek adalah peninggalan leluhur yang harus dilestarikan, karena mempunyai nilai-nilai kehidupan manusia yang indah untuk dilihat dan menarik untuk dihayati maknanya sebagai kesenian tradisional milik daerah. Kesenian tradisional Dongkrek pada Sanggar Krido Sakti di Dusun Gendoman Desa Mejayan Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun mempunyai peran penting sebagai media pendidikan nilai-nilai moral pada masyarakat. Dalam kehidupan masyarakat, manusia memerlukan pedoman-pedoman yang berupa nilai-nilai yang digunakan untuk mengaturtingkah laku dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Sejarah kesenian tradisional “Dongkrek” di Desa Mejayan Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun; (2) Pagelaran kesenian tradisional “Dongkrek” di Desa Mejayan Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun; (3) Nilai-nilai moral yang terkandung dalam kesenian tradisional “Dongkrek” di Desa Mejayan Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun; (4) Pembelajaran Nilai-nilai moral melalui kesenian tradisional Dongkrek pada Sanggar Krido Sakti di Dusun Gendoman Desa Mejayan Kecamatan Mejayan Kabupaten; (5) Tanggapan masyarakat dengan isi dan cara penyampaian pendidikan nilai-nilai moral dalam kesenian tradisional “Dongkrek” pada Sanggar Krido Sakti di Dusun Gendoman Desa Mejayan Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumenter. Jadi data yang digunakan berasal dari hasil observasi pada Sanggar Krido Sakti di Dusun Gendoman Desa Mejayan Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun, hasil observasi, wawancara dari para informan, dan temuan peneliti di lapangan. Hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa, (1) kesenian tradisional Dongkrek diciptakan oleh Raden Ngabei Lo Prawirodipoero pada tahun 1867 di Desa Mejayan. Sanggar Krido Sakti Dusun Gendoman Desa Mejayan Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun merupakan Sanggar Dongkrek yang tetap menjaga keaslian Kesenian tradisional Dongkrek; (2) Tata cara pagelaran kesenian tradisional Dongkrek di bagi menjadi tiga tahap yaitu tahap pra acara, tahap acara inti dan tahap penutupan; (3) Nilai moral yang terkandung dalam kesenian tradisional Dongkrek adalah : nilai kebersamaan/gotong royong, nilai keindahan, nilai kebenaran,nilai kebaikan, nilai tanggung jawab,nilai ketaatan, nilai keburukan atau kejahatan, nilai kejujuran, nilai kepercayaan; (4) Kesenian tradisional “Dongkrek” sebagai media pendidikan nilai-nilai moral pada Sanggar Krido Sakti di Dusun Gendoman Desa Mejayan Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun. Kesenian tradisional Dongkrek yang ada di Sanggar Krido Sakti tidak hanya sebagai ritual dan hiburan saja, tetapi dapat dijadikan sebagai media pendidikan pada waktu mengadakan latihan ataupun pagelaran; (5) Masyarakat Desa Mejayan sangat mendukung keberadaan kesenian tradisional Dongkrek pada Sanggar Krido Sakti. Hal tersebut dikarenakan fungsi kesenian tradisional Dongkrek dinilai sangat potensial sebagai tontonan dan tuntunan bagi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan; (1) Agar kesenian tradisional tetap bertahan dan berkembang, seyogyanya kerjasama yang baik antar masyarakat lebih ditingkatkan; (2) Agar kesenian tradisional Dongkrek pada Sanggar Krido Sakti bisa tetap dijadikan sebagai media pendidikan nilai-nilai moral, sebaiknya dukungan dari masyarakat hendaknya tetap dipertahanan dan keaslian Dongkrek tetap dijaga; (3) Agar kesenian tradisional Dongkrek pada Sanggar Krido Sakti tetap diminati oleh masyarakat, seyogyanya peran pemerintah daerah kabupaten Madiun lebih ditingkatkan.

Pelaksanaan budaya demokrasi dalam pemilihan ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang / Hendra Irawan

 

Kampus merupakan ladang mencari pengetahuan dan pengalaman bagi mahasiswa. Mahasiswa sebagai agent of change harus membekali dirinya dengan terlibat dalam kegiatan-kegiatan keorganisasian yang ada di kampus. Salah satu organisasi yang ada di tingkat jurusan adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan atau sering disingkat HMJ. Sebagai organisasi, HMJ setiap tahunnya selalu ada pergantian ketua. Ketua HMJ dipilih langsung oleh mahasiswa jurusan. Dalam pemilihan tersebut perlu kiranya menerapkan budaya demokrasi pada setiap pemilihan ketua organisasi mahasiswa khususnya Ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan proses penetapan calon ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan, (2) Untuk mendeskripsikan proses sosialisasi calon ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan, (3) Untuk mendeskripsikan proses pemilihan ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan, (4) Untuk mendeskripsikan proses penetapan ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan, (5) Untuk mendeskripsikan proses pelantikan ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan, (6) Untuk mendeskripsikan sikap calon yang menang dan calon yang kalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci, dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau gejala tertentu. Subjek penelitiaanya adalah pembina HMJ, Ketua DMF, Ketua KPU dan anggotanya, calon yang menang dan calon yang kalah, pemilih (nahasiswa) dan pengurus HMJ. Adapaun tahapan pengumpulan data yang dipergunakan adalah observasi partisipasif, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperloleh dari penelitian ini adalah (1) budaya demokrasi yang ada dalam proses penetapan calon ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan yaitu (a) musyawarah; (b) persamaan hak; (c) politik bersih; dan (d) taat pada aturan yang berlaku. (2) budaya demokrasi dalam proses sosialiasi calon ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan adalah: (a) persamaan hak; (b) solidaritas; (c) toleransi; (d) kejujuran; (e) adab yang terpuji. (3) budaya demokrasi dalam proses pemilihan ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan yaitu: (a) persamaan hak terhadap seluruh mahasiswa; (b) menghargai hak orang lain; (c) menghargai kebebasan orang lain dalam menentukan pilihan terhadap dua kandidat yang ada; (d) mentaati aturan yang telah dibuat; (e) adanya partisipasi mahasiswa dalam pemilu. (4) budaya demokrasi dalam penetapan ketua HMJ terpilih adalah: (a) keterbukaan atau transparansi; (b) kejujuran; dan (c) kosisten dalam menjalankan prosedur yang berlaku, sehingga keputusan dalam penetapan calon terpilih tersebut tidak menimbulkan kontroversi dari masing-masing kandidat. (5) budaya demokrasi dalam pelantikan ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan yaitu: (a) taat pada aturan; dan (b) persamaan dan solidaritas. (6) budaya demokrasi yang mencerminkan sikap calon yang menang dan calon yang kalah adalah: sikap calon yang menang yang mecerminkan budaya demokrasi yaitu: (a) tidak merayakan kemenangan dengan berlebihan; (b) tidak menunjukan sikap arogan atau emosional atas kemenangan; dan (c) tidak bersikap pamer kepada yang calon yang kalah. Sikap yang kalah yang mencermin budaya demokrasi yaitu (a) tidak anarkhis; (b) tidak menunjukan protes yang berlebihan; dan (c) kedewasaan dalam menerima kekalahan atau tidak arogan. Dari penelitian ini saran yang diajukan peneliti yaitu: (1) KPU sebagai penyelenggara harus berani membuat perubahan dalam mensosialisasikan agenda pemilu. Pertama, masing-masing jurusan harus dipasang spanduk atau banner yang berukur besar. Kedua, perlu melibatkan HMJ yang lama dan jurusan dalam rangka sosialisasi tersebut. Ketiga, perlu ada acara yang sifatnya menghibur akan tetapi substansinya sosialisasi, dengan cara KPU bekerjasama dengan HMJ masing-masing. (2) terkait model kampanye untuk kandidat KPU harus berani membuat perubahan. Terobosan yan g harus dilakukan KPU adalah: Petama, kampanye ke kelas-kelas tetap ada tetapi diadakan model kampanye terbuka. KPU dan HMJ bekerjasama untuk menyelenggarakan kampanye terbuka,. Kedua, perlu ada debat terbuka untuk mengiformasikan kepada mahasiswa tentang kompetensi masing-masing kandidat. Ketiga, kampanye lisan membolehkan para kandidat untuk memasang banner, spanduk, atau baliho yang berukur besar di lingkungan jurusan, sehingga nuansa pemilu sangat ramai dengan banyaknya iklan-iklan tersebut. Keempat, visi misi yang dibangun oleh kandidat haruslah menyentuh kepentingan mahasiswa jurusan, sehingga dapat membawa perubahan yang bermanfaat. (3) letak bilik suara yang satu dengan bilik yang lainnya harus berjauhan, karena jika berdekatan seperti pada pemilu yang sudah berlangsung akan memberikan ruang kepada pemilih yang satu dengan yang lainnya untuk berdiskusi menentukan pilihan salah satu kandidat dan kehadiran panwaslu harus tepat waktu dan ketegasan panwaslu di lapangan harus ditunjukan.

Evaluasi kinerja Panitia Pelaksanaan Cabang Olahraga Senam pada Porprov Jatim II tahun 2009 di Kota Malang / Basuki

 

ABSTRAK Basuki. 2009. Evaluasi Kinerja Panitia Pelaksana Cabang Olahraga Senam pada Porprov Jatim II Tahun 2009 di Kota Malang. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Heru Widijoto, M.S, (II) Drs. Sapto Adi, M.Kes Kata Kunci: Porprov Jatim II, Senam, Manajemen, Evaluasi. Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) merupakan even penjaringan bibit-bibit atlet dari kabupaten dan kota. Atlet-atlet yang berpotensi akan dibina lebih lanjut yang nantinya akan disiapkan untuk even Nasional atau bahkan Internasinal. Porprov juga merupakan PON Mini atau Pekan Olahraga Nasional Mini karena cabang olahraga yang dipertandingkan mengacu pada cabang olahraga PON. Porprov dise-lenggarakan dua tahun sekali disetiap provinsi. Porprov Jatim pertama telah diseleng-garakan di Surabaya sedangkan Porprov kedua diselenggarakan di kota Malang. Porprov Jatim II cabang olahraga senam membutuhkan manajemen yang baik agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Keberhasilan manajemen Porprov Jatim II cabang olahraga senam dapat diketahui dengan adanya evaluasi pada even tersebut. Evaluasi pada Porprov Jatim II tahun 2009 dapat diketa-hui dari segi pelayanan yang diberikan meliputi; transportasi, akomodasi, konsumsi, keamanan, kesehatan, bidang perlombaan, bidang keuangan dan bidang upacara. Diperoleh hasil jawaban responden yang dievaluasi dari tiap-tiap aspek pelayanan yang diberikan dan dipersentasekan yaitu untuk transportasi diperoleh persentase sebesar 66% yang berarti baik, untuk akomodasi diperoleh persentase sebesar 63% yang berarti baik, untuk konsumsi diperoleh persentase sebesar 60% yang berarti cukup, untuk keamanan diperoleh persentase sebesar 68% yang berarti baik, untuk kesehatan diperoleh persentase sebesar 69% yang berarti baik, untuk bidang perlombaan diperoleh persentase sebesar 67% yang berarti baik, untuk bidang keuangan diperoleh persentase sebesar 66% yang berarti baik dan bidang upacara diperoleh persentase sebesar 83% yang berarti sangat baik. Berdasarkan hasil dari penelitian yang diperoleh dapat diketahui atau dapat diputuskan tentang kinerja panitia pelaksana pada Porprov Jatim II tahun 2009 dari setiap aspek yang dievaluasi. Hasilnya penelitian dapat digunakan untuk perbaikan pada Porprov berikutnya yang perlu diperbaiki maupun yang sudah baik dapat dipertahankan agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Sesuai dengan hasil penelitian, peneliti mengajukan saran untuk meningkatkan pelayanan konsumsi yang diketahui hasilnya cukup. Terlebih pelayanan konsumsi untuk atlet agar dapat memperoleh gizi yang baik.

Peningkatan kemampuan beragumentasi siswa kelas VIII SMPN 1 Selopuro Blitar tahun 2009/2010 dengan metode think Pair Heksa Share (TPHS) / Lutfi Nuzullia

 

ABSTRAK Nuzullia, Lutfi. 2010. Peningkatan Kemampuan Berargumentasi Siswa Kelas VIII di SMPN 1 Selopuro Blitar Tahun 2009/2010 dengan Metode Think Pair Heksa Share (TPHS). Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd. Kata kunci: Think Pair Heksa Share (TPHS), kemampuan berargumentasi, pembelajaran berbicara. Dalam BSNP 2005 disebutkan bahwa keterampilan menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi disertai dengan bukti atau alasan wajib dikusai siswa. Tujuannya adalah supaya siswa dapat berdiskusi, mampu berargumentasi dengan baik itu dengan cara menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi. Untuk dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat dibutuhkan sebuah metode pembelajaran yang tepat. Hal inilah yang mendasari peneliti menggunakan metode Think Pair Heksa Share (TPHS) dalam pembelajaran menyampaikan persetujuan, penolakan, dan sanggahan dalam diskusi. Dengan diterapkannya metode ini, siswa diharapkan belajar untuk berani mengemukakan pendapatnya dalam sebuah diskusi, baik itu diskusi kelompok kecil maupun diskusi kelas. Dengan digunakannya metode Think Pair Heksa Share (TPHS) ini siswa tidak segera langsung menyampaikan pendapat di kelas, melainkan dilakukan melalui empat tahapan, yaitu tahap think, tahap pair, tahap heksa, dan tahap share. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berargumentasi siswa kelas VIII SMP jika dilihat dari beberapa aspek sebagai berikut. Aspek yang dinilai meliputi: aspek isi, kelancaran, tatabahasa, tanggung jawab, tingkat partisipasi, dan kemauan bekerja sama dengan metode Think Pair Heksa Share. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian tindakan kelas. Rancangan ini disusun dalam satuan siklus yang meliputi perencanaan (penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan pedoman observasi), pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini didasarkan pada hasil analisis observasi dan hasil analisis pratindakan yang dilakukan oleh peneliti. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII A yang berjumlah 36 siswa yang memperoleh skor kemampuan berargumentasi dan proses berbicara dalam diskusi di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 3 Maret sampai 24 Maret 2010 dalam dua siklus. Data penelitian ini adalah data proses dan data produk selama proses pembelajaran, baik yang berupa tuturan lisan maupun rekaman tindakan siswa dalam foto. Data diperoleh melalui instrumen utama, yaitu peneliti yang didukung dengan instrumen penunjang berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Hasil penilaian proses menunjukkan bahwa pada tahap think, pengenalan permasalahan yang akan diangkat dalam diskusi dengan cara membacanya secara individu telah mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pokok-pokok masalah yang ada dalam wacana tersebut. Peningkatan kemampuan siswa pada tahap pair, dapat terlihat dari kemampuan siswa dalam berdiskusi secara klasikal untuk menyamakan konsep yang telah mereka temukan pada tahap think. Dengan pemahaman yang telah diperoleh dari tahap think dan tahap pair, semakin memantapkan pemahaman siswa mengenai permasalahan yang diangkat pada tahap heksa. Setelah melewati tahap think, pair, maupun heksa, kemampuan siswa dalam menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan dalam diskusi secara individu pada tahap share meningkat dan mencapai KKM yang telah ditetapkan dalam dalam penelitian ini. Berkaitan dengan hasil yang telah diperoleh dalam penelitian ini, peneliti menyarankan kepada guru untuk menggunakan metode Think Pair Heksa Share (TPHS), baik pada kelas yang mempunyai kemampuan berargumentasi baik maupun kurang baik. Diharapkan pembelajaran menjadi lebih kreatif. Kepada calon peneliti lain yang ingin mengunakan dan mengembangkan metode Think Pair Heksa Share (TPHS) diharapkan dapat menggunakan dan mengembangkan metode pembelajaran ini pada KD yang lain.

Pemanfaatan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar IPS materi tokoh pejuang proklamasi kemerdekaan siswa kelas V SDN Curah Dukuh II Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan / Luluk Winarti

 

ABSTRAKS Winarti, Luluk. 2010. Pemanfaatan Media Gambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Materi Tokoh Pejuang Proklamasi Kemerdekaan Siswa Kelas V SDN Curah Dukuh II Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan Skripsi, Jurusan S 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1). Drs. Usep Kustiawan, M.Sn. (2). Dra. Sri Sugiharti, M.Pd. Kata Kunci : Media Gambar Peningkatan Hasil Belajar IPS SD Dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah penggunaan media. Ketuntasan suatu pembelajaran dapat dilihat dari tercapainya tujuan yang diharapkan dengan menggunakan acuan tertentu sebagai dasar. Dalam penelitian ini keberhasilan dan ketuntasan didasarkan pada penilaian acuan kriteria, yaitu siswa dikatakan tuntas belajar (berhasil) jika telah mencapai skor penguasaan minimal 70 %. Sedangkan kelompok atau kelas dikatakan tuntas belajar ( berhasil ) jika minimal dari 80 % dari jumlah kelompok atau kelas mencapai ketuntasan perseorangan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan hasil belajar ILmu Pengetahuan Sosial materi Tokoh-tokoh perjuangan di sekitar proklamasi kemerdekaan siswa kelas V SDN Curah Dukuh II Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan sebelum menggunakan media gambar, (2) Mendeskripsikan hasil belajar ILmu pengetahuan Sosial materi Tokoh-tokoh perjuangan di sekitar proklamasi kemerdekaan siswa kelas V SDN Curah Dukuh II Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan sesudah menggunakan media gambar. (3) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial materi Tokoh-tokoh perjuangan di sekitar proklamasi kemerdekaan siswa kelas V SDN Curah Dukuh II Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan dengan memanfaatkan media gambar, 4) Mendeskripsikan pemanfaatan media gambar dalam meningkatkan Aktivitas belajar Ilmu Pengetahuan Sosial materi Tokoh-tokoh perjuangan di sekitar proklamasi kemerdekaan siswa kelas V SDN Curah Dukuh II Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) (Kemmis Taggart), dengan 2 siklus dan 4 kali pertemuan. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu : (1) tindakan awal, yaitu dengan memberikan pre tes sebagai tes awal yang bertujuan untuk mengetahui data nilai siswa yang mengalami kesulitan belajar, (2) siklus pertama (tindakan I), yaitu melaksanakan pembelajaran dengan pemanfaatan media gambar dan siklus ke dua (Tindakan II) yaitu melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan media gambar yang disempurnakan dari kekurangan yang dialami pada siklus I, atau hasil refleksi dari siklus I. Hasil penelitian ini adalah pada siklus I ketuntasan belajar individu mencapai 72,5%, yang berarti meningkat sebesar 35% dari sebelum pemanfaatan media gambar melalui pre tes pada tindakan awal yang mencapai 37,5%. Selanjutnya pada siklus II ketuntasan individu meningkat menjadi 85%, dan dinyatakan berhasil tuntas. Dengan demikiaan disimpulkan bahwa pemanfaatan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar. Disarankan kepada guru hendaknya memanfaatkan media gambar, khususnya dalam pembelajaran IPS. Karena mudah dilaksanakan dan dapat menarik minat siswa dalam belajar, sehingga mereka mudah memahami materi sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan acuan dalam penelitian selanjutnya, sehingga hasilnya dapat dijadikan pedoman dan pengembangan profesi dan meningkatkan hasil belajar siswa.

Hubungan Antara Pengelolaan Kelas Dengan Prestasi Belajar Siswa Di SMU Negeri 5 Madiun Kota Madiun oleh Eko Heru Setiawan

 

Education can be carried out within the formal and informal. Education in the school environment is more formal. Teachers as educators and students as learners. This activity took place in an educational institution that is formal. Each teaching-learning process in the classroom there are two interrelated activities with each other, the activities of teaching and classroom management activities. Teaching activities include all activities directly aimed at the achievement of teaching objectives. While classroom management activities directed at activities that create and maintain optimal conditions for the implementation of the teaching-learning process. Classroom management function is essential because the activities of teachers in classroom management activities include managing student behavior in the classroom, creating a climate sosioemosional and managing group process, so the success of teachers in creating conditions in which indicates the process of teaching and learning take place effectively. In addition, he must be influenced students to learn and accept the stimulus with a positive response which will affect students' learning achievement. The purpose of this research is to explain how the influence of classroom management approaches to student learning achievement. This research has two variables, namely the independent variable (X) and bound variables (Y). Independent variables in this research is classroom management approaches that have sub variable 1) behavior modification approach 2) approach to creating a climate sosioemosional and 3) the process approach while the bound variable is students' learning achievement grade PGRI SMK Automotive X 6 Malang on entrepreneurial subjects. Population in this study is to grade students Vocational Automotive X 6 Malang PGRI totaling 48 students. Researchers used the entire population for the research subjects so that researchers do not need to use the research sample. Technical analysis of the data used in this study is a multiple linear regression (multiple regression) with the help of SPSS computer program for Windows series 14.0. From the results of this study can conclude that: 1) behavior modification approach to impact positively and significantly to student learning achievement 2) approach to the creation of sosioemosional climate will positively influence but not significant for students' learning achievement 3) approach the process positively affects the group and significantly on students' learning achievement. Suggestions addressed to SMK PGRI 6 Malang, should be through the principal needs to establish effective classroom management as a policy requires that schools and teachers make good classroom management. The principal functions to optimize the condition of teachers in the classroom with behavior modification approach, the creation of climate sosioemosional approach, and the approach to optimize the process of teaching styles are varied. In addition advice is aimed at researchers who are interested in continuing this research is to try to do research on other objects (Vocational High School or another school) so that later results can be used as a comparison the effect of school classroom management approach with vocational schools PGRI 6 Malang. In addition to the authors recommend further research to examine the influence of other variables such as learning environment, the influence of IQ and EQ and motivation of students of students' learning achievement.

Meningkatkan kemampuan menyelesaikan operasi hitung bilangan bulat melalui pembelajaran TPS dengan menggunakan media benda konkret / Siti Juhariyah

 

ABSTRAK Juhariyah, S. 2010. Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Operasi Hitung Bilangan Bulat Melalui Pembelajaran TPS dengan Menggunakan Media Benda Konkret. Skripsi, Program S1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidkan, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (1) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M.Pd, (2) Dra. Sri Harmini, M.Pd Kata kunci: TPS, media, operasi, bilangan bulat, SD. Pembelajaran matematika pada tingkat sekolah dasar memerlukan penyajian dan media yang mampu menurunkan tingkat keabstrakan materi matematika dan mampu menarik minat siswa untuk belajar. Salah satu materi matematika pada sekolah dasar yang bersifat abstrak adalah pembelajaran operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat diperlukan model pembelajaran TPS dengan menggunakan media benda konkret. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan pembelajaran TPS untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan media benda konkret di kelas IV MI Miftahul Ulum Curah Keris Kalipang, (2) Mendeskripsikan tingkat keberhasilan belajar siswa dalam menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui pembelajaran TPS dengan menggunakan media benda konkret (3) Mendeskripsikan tingkat aktifitas belajar siswa dalam menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui pembelajaran TPS dengan menggunakan media benda konkret. Anak SD memiliki usia 7 sampai 12 tahun berada pada tahap berpikir operasional konkret. Perkembangan anak pada tahap operasional konkret mengarah pada berpikir logis yang didasarkan atas manipulasi fisik dari obyek-obyek atau peristiwa-peristiwa yang langsung dialami anak. Media pembelajaran (alat peraga) yang sesuai pada tahap ini, berupa benda-benda konkret, model dan pengalaman nyata siswa. Sedangkan sarananya dapat berupa LKS. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bersifat kolaboratif..Penelitian dilaksanakan di MI Miftahul Ulum Curah Keris Kalipang dengan subyek penelitian sebanyak 20 siswa. Dari hasil penelitian diketahui bahwa siswa yang tuntas dalam belajar mengalami peningkatan dari hasil pre test sebanyak 5 orang (25%) menjadi 16 orang (80%) pada siklus I. Selanjutnya dari siklus I ke siklus II meningkat dari 16 orang (80%) menjadi 18 orang (90%). Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran TPS dengan menggunakan media benda konkret dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Pembelajaran TPS juga dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 |