Perencanaan fork lift dengan sistem hidrolik / oleh Arif Sugiharto

 

Perencanaan crane jalan dengan lintasan atas berpalang tunggal / oleh Dhiyanti Eka Rahayu

 

Perancangan video profil sebagai media promosi tentang Museum Malang Tempo Doeloe Kota Malang / Hengki Setrawan

 

ABSTRAK Setyawan, Hengki. 2015. Perancangan Video ProfilSebagai MediaPromosiTentang Museum Malang Tempo DoeloeKota Malang.Skripsi, Program StudiDesainKomunikasi Visual, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn, (II) Andreas SyahPahlevi, S.Mn Kata kunci: Perancangan, Video Profil, Museum Malang Tempo Doeloe. Definisivideo adalahbagian yang memancarkangambarpadapesawattelevisiataurekamangambarhidup.Rekamangambarhidupatau program televisiuntukditayangkanlewatpesawattelevisi.Sebuahpromositidakakanberjalandenganbaikapabilatidakadasuatu media penunjang yang kuat yang mempromosikansuatuproduk. Salah satu media yang efektifuntukpromosisuatuprodukdiantaranyaadalahmelalui media audio visual, karena di dalam media tersebutterdapatunsurgambardansuara.Video profil adalah salah satu media yang berisikan sebuah informasi yang di tampilkan melalui media audio visual. Penggunaan Video Profiltentang Museum Malang Tempo Doeloediharapkandapatdijadikansebagai media promosi yang baik agar dapatmenarikminatmasyarakatuntukmengunjungi Museum tersebut. PerancanganVideo Profilinibertujuanmenghasilkanrancangansebuah video sebagai media promosi yang memberikan informasi tentang profil Museum. Sebuah promosi tentang Museum Malang Tempo Doeloe yang dikemas dalam sebuah video. Skripsiiniakanmenghasilkansatubuah media videodalambentukDVD yang berjudul “Museum Malang Tempo Doeloe”. Software yang digunakanuntukmembuatvideo profiliniadalahsoftwareSony Vegas Pro 11,Adobe Photoshop CS6, Adobe After Effect CS6dan Corel DRAW X6.Video profiliniakandikemasdalamsatupaketboxpackagingyang didalamnyaterdapatkotakDVD dan sebuah stiker. KaryaSkripsiinisesuaidigunakanbagimasyarakat umum dengan rentang usia ideal dari 10 sampai 50 tahun. Anak-anak dibawah umur 10 tahun harus di dampingi oleh orang yang lebih tua, Hal inidisebabkankarena membutuhkan arahan dari orang tua untuk menangkap informasi yang diberikan dari video profil.  

Perencanaan pompa injeksi pada motor diesel 4 tak 4 silinder sebagai penggerak transportasi / oleh Teguh Lumaksono

 

Perbedaan perilaku anak yang diikuti dengan pembelajaran hypnopatenting dan non hypnopatenting pada siswa TK Pertiwi DWP Bojonegoro tahun pelajaran 2013/2014 / Putri Megawati

 

ABSTRAK Megawati, Putri. 2015. Perbedaan Perilaku Anak Yang Diikuti Dengan Pembelajaran Hypnopatenting Dan Non Hypnoparenting Pada Siswa Tk Pertiwi DWP Bojonegoro Tahun Pelajaran 2013/3014. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang Kata kunci : perilaku anak, hypnoparenting, non hypnoparenting Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan rendahnya pengetahuan orangtua mengenai cara mendidik anak yang benar tanpa harus adanya kekerasan fisik dan mental. Yang menjadi alasan mengapa diadakan pembelajaran hypnoparenting di Tk Pertiwi DWP Bojonegoro. Setelah dilakukan observasi ternyata masih banayak anak yg memiliki perilaku kurang pantas pada usia mereka.oleh karena itu peneliti dan guru berupaya menggunakan pembelajaran hypnoparenting agar dapat memudahkan guru serta orangtua untuk mendidik anak dengan benar oleh karena itu, peneliti dan guru mencoba menerapkan metode pembelajaran hypnoparenting ini dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya perubahan perilaku anak yang mengikuti pembelajaran hypnoparenting dan non hypnoparenting . Peneliti ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa TK Pertiwi DWP Bojonegoro khususnya kelas B yang berjumlah 58 siswa yang di bagi menjadi dua kelas yang masing-masing 29 murid dalam satu kelas. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan anatara lain lembar observasi dan lembar angket selama kegiatan penelitian. Peneliti mengambil beberapa indikator untuk di teliti yang berkaitan dengan metode pembelajaran hypnoparenting yaitu, perilaku anak, kedisiplinan waktu, perilaku anak ketika bermain dengan teman sebaya, dan pemahaman orangtua tentang hypnoparenting. Hasil dari penelitian dengan beberapa indikator yaitu adanya perubahan perilaku, perubahan kedisplinan waktu, perubahan perilaku ketika bermain, serta bertambahnya wawasan oarangtua tentang pembelajaran hypnoparenting. Dari fenomena diatas adapun saran untuk pengajar hendaknya mencoba menerapkan pembelajaran yang diikuti Hypnoparenting dengan berkolaborasi dengan orang tua, sehingga dapat menciptakan iklim belajar yang baik dan kondusif. Saran untuk orangtua harus lebih bersabar dan memahami maksud anak agar proses mendidik lebih cepat tersampaikan kepada anak. Saran untuk kepala sekolah penataran kepada guru agar dapat meningkatkan profesionalitasnya. Dengan adanya guru yang profesional tentunya akan mampu mendorong kreativitas siswa secara optimal agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Pelaksanaan tugas-tugas kepala sekolah dalam bimbingan dan konseling di SMU negeri se-kodya Malang / oleh Widyaningsih

 

Perbedaan hasil belajar tentang materi virus antara pengajaran berbantuan komputer dengan pengajaran tanpa bantuan komputer siswa kelas I SMUN 5 Malang tahun ajaran 1995/1996 / oleh Lis Andriati

 

Perencanaan lemari es no frost untuk kebutuhan rumah tangga / oleh Suhartono

 

Perencanaan mesin penguji lengkung las sistem hidrolik / oleh Gunarto

 

Perencanaan mesin pelubang pelat piringan parabola sistem hidrolik / oleh I Wayan Putra Hardianta

 

Persamaan kuadrat dan fungsi kuadrat serta persamaan-persamaan derajat dua dan grafiknya / oleh Mutmain Mahmudah

 

Ciri-ciri kepribadian guru yang diharapkan oleh siswa SMUN I Sampang / oleh Sri Hidayati

 

Hubungan antara tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, jumlah tanggungan keluarga dan jarak dengan putus sekolah bagi anak SD di desa Sumberkerto kecamatan Pagak kabupaten Malang (studi kasus) / oleh Darwanto

 

Pengajaran matriks dengan bantuan komputer / oleh Rini Hastuti

 

Pengaruh pengetahuan ibu, penyebaran informasi dan ketersediaan pos PIN terhadap partisipasinya dalam pelaksanaan pekan imunisasi nasional di kecamatan Sumbermanjing Wetan kabupaten Malang / oleh Mimin Sutarsih

 

Pengaruh beberapa jenis metode mengajar terhadap hasil belajar biologi pokok bahasan sistem gerak untuk siswa kelas II SMP Negeri II Kunjang kabupaten Kediri / oleh Ambar Wati

 

Latar belakang, bentuk dan usaha penanggulangan tindak pidana pelajar di lembaga pemasyarakatan anak Blitar / oleh Makhshushotin

 

Mekanisme pembuatan keputusan desa oleh lembaga musyawarah desa (LMD) di desa Seneporejo kecamatan Pesanggaran kabupaten daerah tingkat II Banyuwangi / oleh Suwito Imam Backtiar

 

Hubungan antara bimbingan orang tua, kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa kelas II SMP Negeri Jombang / disusun oleh Nunuk Wulandari

 

An Analysis of types of sentences in English reading textbooks written by native speakers / by Idha Sa'diyah

 

Rantai Jordan dan selesaian sistem persamaan diferensial / oleh Edy Suroto

 

Pembelajaran tata bahasa bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing tingkat pemula pada Program Bunga 2010 ISP MCE (sebuah kajian deskriptif pembelajaran BIPA) / Choirul As'ari

 

Kata Kunci: Pembelajaran, Tata Bahasa Pembelajaran Tata Bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing tingkat pemula di program Bunga 2010 merupakan program pembelajaran Bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing asal Jepang yang dilaksanakan selama 13 hari yang diselenggarakan oleh Indonesia Studies Program STIE Malang Kucecwara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui materi apa saja yang disajikan dalam program Bunga 2010 dan strategi apa yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan metode deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan dirancang dalam bentuk kualitatif deskripstif. Metode penggalian data yang digunakan adalah teknik wawancara, pengamatan dan studi dokumentasi. Teknik analisa yang digunakan adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, materi pembelajaran yang digunakan adalah meliputi kata tanya, kata ganti, kalimat penolakan dan persetujuan, angka, jam, kata sambung, kata depan, kata penghubung “yang”, imbuhan “me”, kalimat aktif dan pasif, kalimat perbandingan, imbuhan “ber”, “ber-an”, “me”, “me-i” serta “me-kan”. Strategi pembelajaran yang diteliti meliputi pengajar, bahan ajar, metode dan teknik, media dan evaluasi hasil pembelajaran. Ditemukan bahwa para pembelajaran dilakukan dengan sepenuhnya mengacu pada materi yang ada dan disajikan dengan metode pelatihan dan penjelasan. Media pembelajaran yang digunakan seperti ular tangga, catur jantra dan running text. Evaluasi diadakan setiap akhir kegiatan pembelajaran dan secara umum pada tengah dan akhir masa program. Dari hasil penelitian ini, saran-saran yang diajukan yaitu: (1) Bagi ISP MCE dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan program perlu melakukan penambahan waktu pembelajaran untuk materi imbuhan “me-i” dan ”me-kan”, penggunaan metode pembelajaran yang lebih variatif dalam pembelajaran, dan perlu adanya kurikulum dan garis besar pembelajaran sebagai panduan bagi para pengajar. (2) Bagi Minor BIPA UM hendaknya melakukan pendampingan penyelenggaraan program kepada ISP MCE dan (3) Bagi peneliti lain untuk dapat mengembangkan penelitian ini dengan metode serta fokus penelitian yang lain, sehingga dapat secara berkelanjutan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan pengembangan kegiatan pembelajaran BIPA.

Menyelesaikan soal program linier dengan metode garis selidik dan metode simplek / oleh Lailatul Khusniah

 

Minat memilih Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan dan motivasi berprestasi hubungannya dengan prestasi akademik mahasiswa Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP MALANG / oleh Aning Warsini

 

Pendayagunaan gaya bahasa dalam wacana kampanye / Subahnan

 

Kajian dan inventarisasi kesalahan serta tindakan yang dilakukan guru SD terhadap kesalahan pada buku paket matematika SD kelas I dan II terbitan tahun 1994 / oleh Nunuk Idawati

 

Angka infeksi serkaria trematoda parasit pada keong (Lymnaea sp) di daerah persawahan Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember / oleh Nafita Purwianingsih

 

Perancangan media boneka wayang dan buku cerita bergambar untuk mengenalkan cerita rakyat "Danau Dendam Tak Sudah" untuk anak usia dini / Galan Hastoro Dwi Tunggal

 

ABSTRAK Tunggal, Galan Hastoro Dwi. 2016. Perancangan Media Boneka Wayang Dan Buku Cerita Bergambar Untuk Mengenalkan Cerita Rakyat "Danau Dendam Tak Sudah" Untuk Anak Usia Dini. Skripsi, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Tunggal: Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc, Ph.D. Kata Kunci: Boneka, Wayang, Boneka Wayang, Buku Cerita Bergambar, Cerita Rakyat, Danau Dendam Tak Sudah, Anak Usia Dini, Bengkulu Cerita rakyat nusantara dapat dijumpai di setiap pelosok tanah air dan merupakan bagian dari tradisi bangsa kita yang sekaligus merupakan warisan budaya dan kekayaan bangsa Indonesia. Cerita rakyat seringkali dijadikan acuan, parameter dan mengandung nilai luhur mengenai kebajikan, budi pekerti dan lain-lain. Oleh karena itu pelestarian dan pangkajian cerita rakyat merupakan hal yang penting bagi masyarakat. Perancangan media desain untuk mengenalkan cerita rakyat Danau Dendam Tak Sudah ini menggunakan metode prosedural yaitu model deskriptif yang menggambarkan alur atau langkah-langkah prosedural yang harus diikuti untuk menghasilkan suatu perancangan media desain tertentu secara urut dan terperinci. Perancangan menghasilkan media bercerita yaitu sebuah wayang golek, dan buku cerita bergambar. Berdasarkan hasil perancangan tersebut, diperoleh empat kesimpulan. (1) Media boneka wayang dan buku cerita bergambar mampu meningkatkan rasa ingin tahu dan meningkatkan daya imajinasi anak (2) Dalam memilih cerita rakyat yang akan dirancang untuk anak-anak haruslah yang mengajarkan bahwa manusia mempunyai rasa cinta, benci, marah, sedih, dan gembira, dilahirkan dan mati. Cerita rakyat juga bermanfaat bagi perkembangan emosional anak karena memberikan suatu dunia fantasi sehingga anak dapat memandang rasa takut dan rasa frustasinya. (3) Dalam perancangan media untuk mengenalkan atau menceritakan cerita rakyat untuk anak-anak sangat diperlukan ketelitian dalam pemilihan media, karakter, warna, bahkan retteling seperti apa yang dapat di konsumsi oleh anak dan sekiranya membuat anak-anak tertarik. (4) Dengan adanya media yang bersifat interaktif, anak-anak akan semakin bersemangat untuk membaca atau mendengarkar cerita rakyat tersebut.

Prestasi belajar mahasiswa FPTK IKIP MALANG ditinjau dari nilai: tes IQ, Ebtanas murni, dan tes UMPTN / oleh Joko Prasetiyo

 

Studi tentang bentuk-bentuk kegiatan guru pendidikan jasmani dan kesehatan dalam pengelolaan kelas di SMU Negeri se-kodya Malang tahun 1996 / oleh Kusnandar

 

Penentuan karakteristik indikator campuran ekstrak bunga kana merah muda dan bunga ribang merah serta pemanfaatannya dalam titrasi asam-basa / oleh Hikmah Nuar Ilmiati

 

Kombinatorika / oleh S. Wasilah

 

Simbol verbal nilai kependidikan dalam tetralogi Laskar Pelangi / Sihyati

 

ABSTRAK Sihyati. 2015. Simbol Verbal Nilai Kependidikan dalam Tetralogi Laskar Pelangi. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd (II) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd, (III) Dr. Mudjianto, M.Pd. Kata kunci: simbol verbal, nilai kependidikan, semiotika Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas bahwa novel tetralogi Laskar Pelangi menjadi best seller di dalam dan luar negeri. Kehadirannya mengejutkan dunia sastra Indonesia, khususnya dunia pendidikan. Tetralogi Laskar Pelangi mengundang perhatian para pengamat sastra dan dunia pendidikan di Indonesia juga dunia terbukti dengan diterjemahkannya ke dalam beberapa bahasa asing Penelitian ini secara umum berfokus pada penggunaan simbol verbal yang merepresentasikan nilai kependidikan dalam tetralogi Laskar Pelangi. Secara khusus (1) Bentuk simbol verbal nilai kependidikan dalam Tetralogi Laskar Pelangi, meliputi (a) bentuk simbol nilai kependidikan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab terhadap sesama manusia, (b) bentuk simbol nilai kependidikan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab tentang lingkungan alam, dan (c) bentuk simbol nilai kependidikan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab terhadap Tuhan. (2) Makna simbol verbal nilai kependidikan dalam tetralogi Laskar Pelangi, meliputi (a) makna simbol nilai kependidikan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab terhadap sesama manusia, (b) makna simbol nilai kependidikan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab tentang lingkungan alam, dan (c) makna simbol nilai kependidikan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab terhadap Tuhan. (3) fungsi simbol verbal nilai kependidikan dalam tetralogi Laskar Pelangi, meliputi: (a) fungsi simbol nilai kependidikan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab terhadap sesama manusia, (b) fungsi simbol nilai kependidikan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab tentang lingkungan alam, dan (c) fungsi simbol nilai kependidikan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab terhadap Tuhan Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan semiotika untuk menganalisis dan menginterpretasikan semua aspek yang diteliti sehingga dalam proses dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Data penelitian ini adalah data verbal berupa kutipan teks yang memiliki simbol verbal nilai kependidikan dalam tetralogi Laskar Pelangi. Sumber data penelitian ini adalah novel tetralogi Laskar pelangi karya Andrea Hirata meliputi novel Laskar Pelangi (terbitan tahun 2008, cetakan kedua puluh enam), novel Sang Pemimpi (terbitan tahun 2008, cetakan kedelapan belas), (3) novel Edensor (terbitan tahun 2008, cetakan keempat belas), dan (4) novel Maryamah Karpov (terbitan tahun 2009, cetakan kelima). Kegiatan analisis penelitian ini adalah sebagai berikut, peneliti melakukan interpretasi pada data yang telah diidentifikasi, selanjutnya dilakukan pemaknaan data berdasarkan teori sastra secara urut sesuai fokus penelitian dan memberikan simpulan, kemudian dilakukan verifikasi temuan untuk memperoleh hasil penelitian untuk dideskripsikan sesuai dengan masing-masing fokus penelitian dan aspek-aspek yang ada di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk simbol verbal nilai kependidikan terhadap diri sendiri, Orang Lain, dan Kebersamaan ditemukan sejumlah simbol universal dan simbol partikular berbentuk kata dan frasa. Bentuk simbol verbal nilai kependidikan tentang flora, fauna, dan fenomena alam ditemukan simbol universal dan partikular berbentuk frasa. Bentuk simbol verbal nilai kependidikan tentang keyakinan terhadap Tuhan dan menjalankan Agama ditemukan sejumlah simbol universal dan partikular berbentuk kalimat dan frasa. Makna simbol verbal nilai kependidikan terhadap diri sendiri, orang lain, dan kebersamaan ditemukan: makna esensial dalam konteks religi, makna esensial dalam konteks etika (akademik), makna figuratif dalam konteks etika, dan makna ketidaksadaran dalam konteks etika. Makna simbol verbal nilai kependidikan tentang flora, fauna, dan fenomena alam ditemukan makna samar-samar atau makna figuratif dalam konteks estetika atau konteks budaya. Makna simbol verbal nilai kependidikan tentang keyakinan terhadap Tuhan dan menjalankan Agama ditemukan makna esensial atau makna hakiki dalam konteks religi. Fungsi simbol nilai kependidikan kemanusiaan yang mempunyai hubungan dan tanggung jawab terhadap diri sendiri, orang lain, dan kebersamaan ditemukan simbol sebagai fungsi partisipasi dan fungsi pengetahuan dalam kehidupan beragama. Fungsi simbol verbal nilai kependidikan tentang flora, fauna, dan fenomena alam ditemukan simbol verbal yang berfungsi sebagai mediasi dan memahami tradisi. Fungsi simbol verbal nilai kependidikan tentang keyakinan terhadap Tuhan dan menjalankan Agama, ditemukan simbol yang berfungsi sebagai pengetahuan dan partisipasi dalam kehidupan beragama. Simpulan garis besar dan saran diajukan dalam penelitian ini bahwa bentuk simbol tentang kemanusiaan, lingkungan alam, dan ketuhanan pada umumnya berupa simbol-simbol universal dan partikular. Makna simbol verbal nilai kependidikan tentang kemanusiaan, lingkungan alam, dan ketuhanan pada umumnya bermakna esensial, figuratif, dan ketidaksadaran. Fungsi simbol verbal nilai kependidikan tentang kemanusiaan, lingkungan alam, dan ketuhanan pada umumnya berfungsi sebagai pengetahuan, perbedaan, partisipasi, mediasi, dan komunikasi. Saran Kepada peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti berbagai aspek yang belum terungkap melalui penelitian ini. Penulis sangat berharap penelitian ini dapat diteruskan pada aspek-aspek yang lebih mendasar.

Metode-metode pembuktian / oleh Darmi

 

Limit dan kekontinuan / oleh Nining Hulaifah

 

Kontribusi Patih Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo terhadap masyarakat Regentschap Blitar 1877-1895 / Winda Nita Lusiana

 

ABSTRAK Lusiana, Winda Nita. 2015. Kontribusi Patih Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo terhadap Masyarakat Regentschap Blitar 1877—1895. Skripsi Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing Dr. R. Reza Hudiyanto, M.Hum. Kata Kunci: Kontribusi, Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo, Regentschap Blitar. Kontribusi Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo terhadap masyarakat Blitar erat kaitannya dengan peran patih sebagai figur priyayi Jawa pada masa pemerintahan Hindia-Belanda. Sebagai Patih Blitar pada tahun 1877—1895, dia berkontribusi besar dalam mendampingi Bupati Warso Koesoemo mengelolapuncak pemerintahan dan pembangunan Regentschap Blitar hingga membentukkawasan Gemeente/Kota Blitar. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian skripsi ini mengkaji kontribusiPatih Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo terhadap masyarakat Regentschap Blitar pada tahun 1877—1895. Penelitian skripsi ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan beberapa hal. (1)Riwayat hidup kepribadian Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo (1827—1909). (2)Kontribusi Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo terhadap masyarakat Regentschap Blitar (1877—1895). (3) Keteladanan To Pituyang disampaikan Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo sebagai ajaran priyayi Jawa.Dalam mencapai tujuan penulisan skripsi ini, penulis menggunakan metodesejarah dimulai dari pemilihan topik, heuristik, verifikasi (kritik), interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian penulis, diperoleh tiga kesimpulan sebagai berikut. (1) Riwayat hidup kepribadian Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo (1827—1909) ditandai dengan gaya hidup dan status sosialnya sebagai figur priyayi Jawa yang berkedudukan sebagai Patih Blitar dalam sistem birokrasi pemerintahan Hindia-Belanda.(2) Kontribusi Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo terhadap masyarakat Regentschap Blitar (1877—1895) dapat dibuktikan dengan berbagai hasil peninggalan fisik dan infrastrukturdi kawasan Kota Blitar.(3)Keteladanan To Pituyang disampaikan Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo sebagai ajaran priyayi Jawa terdiri daritujuh penanaman budi pekerti, yaitu toto (tahu aturan), titi (teliti), tatag (bertanggungjawab), titis (tepat analisanya), temen (jujur),taberi (rajin), dan telaten (sabar). Hasil penelitian skripsi ini diharapkan dapat memberikan referensi terhadap penelitian sejarah politik lainnyayang berlandaskan pada wawasan kebangsaan dan kearifan lokalmasyarakat Indonesia.

Penerapan model pembelajaran kooperatif student teams achievement division (STAD) berbantuan komputer untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Kesamben / Suep Hadisiswoyo

 

Kata Kunci: motivasi belajar, hasil belajar, pembelajaran kooperatif. Hasil pengamatan awal terhadap pelaksanaan pembelajaran IPA di SMP Negeri 1 Kesamben menunjukkan motivasi belajar dan hasil belajar IPA siswa masih rendah. Guru sering mengalami kesulitan dalam merangsang siswa agar berani mengemukakan pendapat dalam proses pembelajaran. Pola pembelajaran di kelas masih terpusat pada guru, sehingga siswa kurang diberi kesempatan untuk mengembangkan kreativitas. Partisipasi siswa belum terlibat secara maksimal dalam proses pembelajaran. Mengingat hal tersebut pengembangan model pembelajaran motivasional bagi siswa merupakan kebutuhan mendesak dan perlu mendapat perhatian. Salah satu pendekatan pembelajaran motivasional yang diyakini mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang terdiri dari kelompok-kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang yang siswanya bekerja bersama-sama untuk memaksimalkan belajar mereka. Pembelajaran dengan kelompok-kelompok kecil bertujuan untuk meningkatkan pencapaian prestasi belajar. Pembelajaran ini berorientasi pada siswa, yaitu melibatkan siswa secara langsung baik emosional maupun sosial dalam belajar. Lima elemen pokok dalam pembelajaran kooperatif, yaitu: (1) saling ketergantungan positif, (2) interaksi tatap muka, (3) akuntabilitas individu, (4) adanya kesamaan tujuan, dan (5) keterampilan bersosialisasi (menjalin hubungan antara pribadi). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses dan hasil penerapan pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas sangat relevan dengan penerapan pembelajaran kooperatif STAD untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan selama 6 kali pertemuan dalam dua siklus melalui empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan dan evaluasi, pengamatan (observasi), dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Kesamben, Kabupaten Blitar semester II tahun pelajaran 2009/2010. Data penelitian berupa motivasi belajar, yang dikumpulkan dengan menggunakan instrument angket dan hasil belajar yang dikumpulkan dengan menggunakan instrument tes. Data motivasi belajar siswa menunjukkan peningkatan dari siklus I dengan nilai rata-rata sebesar 81,25 ke siklus II dengan nilai rata-rata sebesar 82,31. Data hasil belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotor menunjukkan peningkatan perolehan nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II. Hasil belajar ranah kognitif pada siklus I nilai rata-rata sebesar 76,09 dan pada siklus II nilai rata-rata sebesar 84,21. Hasil belajar ranah afektif pada siklus I nilai rata-rata sebesar 84,01 dan pada siklus II nilai rata-rata sebesar 86,72. Hasil belajar ranah psikomotor pada siklus I nilai rata-rata sebesar 80,24 dan pada siklus II nilai rata-rata sebesar 90,76. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif STAD berbantuan komputer untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa SMP Negeri 1 Kesamben, dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran IPA. Melalui belajar berkelompok mampu memberdayakan siswa untuk berinteraksi lebih lama dengan sesama anggota kelompoknya, dan berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar. Pemberian penghargaan sebagai bentuk penguatan kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar, ternyata mampu memberikan kepuasan, memelihara kerjasama kelompok, dan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Saran-saran yang dapat dikemukakan berkaitan dengan keberhasilan pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah: (1) dianjurkan agar guru menerapkan pembelajaran kooperatif ini dalam pembelajaran IPA di sekolah, (2) pembelajaran kooperatif STAD dapat dijadikan sebagai terobosan baru untuk meningkatkan mutu pembelajaran, (3) hendaknya guru menyampaikan indikator dan tujuan belajar yang hendak dicapai di awal pembelajaran, (4) hendaknya guru memberikan penghargaan (reward) sebagai bentuk penguatan dalam pembelajaran, (5) hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi peneliti lain dalam upaya meningkatakan mutu pendidikan nasional.

Perencanaan pesawat crane jembatan dengan lintasan atas berpalang tunggal / oleh Achmad Basuki Wibowo

 

Pengaruh learning control dalam pembelajaran menggunakan media web terhadap hasil belajar bidang studi prosedural pebelajar yang memiliki locus of control berbeda / Made Duananda Kartika Degeng

 

ABSTRAK Degeng, Made Duananda Kartika. 2015. Pengaruh Learning Control dalam Pembelajaran menggunakan Media Web terhadap Hasil Belajar Bidang Studi Prosedural Pebelajar yang Memiliki Locus of Control Berbeda. Disertasi. Program Studi Teknologi Pembelajaran Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M. Ed. (II) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M. Pd., (III) Dr. Dedy Kuswandi, M. Pd. Kata kunci :Learning Control, Locus of Control, Web, Hasil belajarprosedural. Penelitian tentang pengaruh learning control terhadap hasil belajar masih jarang disentuh oleh para pakar teknologi pembelajaran. Belum banyak temuan empirik yang mengungkapkannya, apalagi dalam interaksinya dengan variabel locus of control sebagai karakteristik mahasiswa yang penting dipertimbangkan dalam pengembangan pembelajaran. Atas dasar itu, maka tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan pengaruh variasi learning control (learner controldan designed control) dalam pembelajaran menggunakan media web terhadap hasil belajar prosedural mahasiswa yang memiliki locus of control yang berbeda. Lebih rinci, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan sekaligus mempreskripssikan pengaruh learning control terhadap hasil belajar, pengaruh locus of control terhadap hasil belajar, dan pengaruh interaktif antar kedua variabel sebab terhadap hasil belajar. Pengujian keampuhan learning control dalam pembelajaran berbasis webterhadap hasil belajar pebelajar yang memiliki locus of control yang berbeda, dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian eksperimental. Sejalan dengan hipotesis-hipotesis yang diajukan, maka rancangan eksperimental faktorial 2x2 yang tepat untuk dipakai.Subjek yang dilibatkan dalam eksperimen ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang angkatan 2014.Subjek penelitian diambil sebanyak dua kelas menggunakan teknik cluster. Untuk memenuhi persyaratan analisis data, menggunakan anova dua jalur, dipilih secara random dari setiap kelompok yang ada sebanyak 10 orang, sehingga total subjek yang dimasukkan dalam analisis sebanyak 40 orang mahasiswa. Instrumen tes locus of control dipakai untuk mengukur variabel locus of control yang dimiliki mahasiswa sehingga dapat membedakan antara mahasiswa yang memiliki locus of control internal dan eksternal, sedangkan untuk hasil belajar mengingat prosedur, dikembangkan tes hasil belajar yang diberikan di akhir perlakuan. Semua data dianalisis dengan teknik statistik Anova 2 jalur (2x2), yang perhitungannya menggunakan program komputer SPSSVersi 17. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa:(1) tidak ada perbedaan hasil belajar antara kelompok mahasiswa yang menggunakan learner control dengan yang menggunakan design control, artinya, pembelajaran web bagi mahasiswa yang melakukan pilihan urutan prosedural bebas dalam memilih konten dibandingkan dengan yang ditetapkan oleh pembelajar tidak menunjukkan hasil belajar yang berbeda; (2) tidak ada perbedaan hasil belajar antara kelompok mahasiswa yang memiliki locus of control internal dibandingkan dengan mahasiswa yang memiliki locus of control external,artinya, mahasiswa yang memiliki kecenderungan belajar mandiri dengan melakukan penelusuran konten sesuai dengan urutannya tidak menunjukkan perbedaan dibandingkan mahasiswa yang belajar mengikuti penataan konten yang diajarkan oleh pembelajar; (3) tidak ada interaksi antara learning control dan locus of control terhadap hasil belajar. Atas dasar temuan tersebut, disarankan agar dalam pembelajaran menggunakan web, pembelajar secara bebas dapat memilih yang mana saja dari kedua perlakuan itu, apakah learner control atau design control. Atau sebaiknya, mahasiswa diberikan kebebasan memilih sendiri atau pengembang web secara terancang dapat mengembangkan keduanya untuk memberikan pilihan yang terbuka kepada mahasiswa. Demikian pula, kepada mahasiswa, hendaknya diberikan kebebasan menggunakan media web yang terancang dengan mengikuti prosedur-prosedur yang baku atau urutan prosedural yang bisa dipilih sendiri. Lebih lanjut, untuk penelitian berikutnya disarankan agar cakupan isi pembelajaran yang dimasukkan dalam kandungan web diperluas;karena secara teoritik, makin luas cakupan isi pembelajaran,maka dugaan pengaruh yang dimunculkannya semakin nyata. Sebaiknya mencakup isi pembelajaran sekurang-kurangnya satu semester. Tipe isi yang terkandung dalam pembelajaran menggunakan media web sebaiknya lebih banyak menekankan pada tipe isi menggunakan dan menemukan prosedur. Dalam penelitian ini, hasil belajar yang diukur adalah tipe isi mengingat prosedur dan ditemukan tidak ada perbedaan pengaruh antara kedua perlakuan. Jadi, sebaiknya memilih pengujian perbedaan pengaruh kedua perlakuan menggunakan tipe isi konsep, prinsip, atau prosedur pada tingkat bukan mengingat tetapi menggunakan dan menemukan.

Pengaruh strategi pembelajaran problem based learning (PBL) berbasis multimedia dan kemampuan akademik terhadap kemampuan pemecahan masalah, penguasaan konsep, sikap, dan keterampilan pengelolaan lingkungan siswa SMK Negeri 2 Bondowoso / Rohmawati

 

Kata Kunci: PBL berbasis multimedia, kemampuan pemecahan masalah, penguasaan konsep, sikap, keterampilan pengelolaan lingkungan. Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi siswa SMK sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya, khususnya di dunia kerja. Sementara pada sisi lain, hasil observasi empirik di lapangan mengindikasikan bahwa sebagian besar lulusan SMK kurang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan maupun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sulit untuk bisa dilatih kembali, dan kurang bisa mengembangkan diri (Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, 2004). Temuan tersebut tampaknya mengindikasikan bahwa pembelajaran di SMK perlu mengembangkan kemampuan adaptasi siswa, di antaranya kemampuan pemecahan masalah. Selain kemampuan pemecahan masalah, kemampuan penguasaan konsep berupa kemampuan ranah kognitif tingkat tinggi perlu dimiliki siswa karena diharapkan dapat mendukung kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Demikian pula aspek sikap perlu dikembangkan untuk mendukung kemampuan adaptasi siswa. Untuk meningkatkan kemampuan-kemampuan tersebut, pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning (PBL) adalah jawabannya. Sebagai salah satu lembaga pendidikan kejuruan, SMK Negeri 2 Bondowoso mengemban tugas untuk mengembangkan kemampuan adaptasi siswa melalui kelompok mata pelajaran adaptif. Permasalahannya adalah selama ini pembelajaran adaptif yang dilaksanakan di SMK Negeri 2 Bondowoso, di antaranya mata pelajaran IPA Biologi masih berpusat kepada guru (teacher centered learning), kurang menekankan kepada aktivitas mental siswa sehingga belum dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, penguasaan konsep, dan sikap siswa. Oleh karena itu implementasi strategi PBL dalam mata pelajaran IPA Biologi perlu dilakukan melalui langkah penelitian. Strategi pembelajaran PBL dalam penelitian ini diterapkan pada materi lingkungan dengan pertimbangan bumi semakin hari semakin rusak disebabkan oleh rendahnya kepedulian manusia terhadap lingkungannya. Pada umumnya, materi lingkungan sering tidak dapat dihadirkan di dalam kelas, sehingga penggunaan multimedia pada implementasi strategi pembelajaran PBL pada materi lingkungan sangat sesuai karena dapat menampilkan berbagai format. Materi lingkungan terkait erat dengan limbah sehingga aspek psikomotor berupa keterampilan pengelolaan lingkungan selayaknya dimiliki oleh siswa. Mengingat kelas atau rombongan belajar terdiri dari siswa dengan kemampuan akademik yang berbeda, maka aspek heterogenitas kelas menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam penelitian ini. Dengan demikian, langkah penelitian ini dianggap perlu untuk menguji pengaruh strategi PBL berbasis multimedia dan kemampuan akademik terhadap kemampuan pemecahan masalah, penguasaan konsep, sikap, dan keterampilan pengelolaan lingkungan siswa SMK Negeri 2 Bondowoso. Penelitian ini dirancang menggunakan quasi eksperimental (eksperimen semu), dilaksanakan di SMK Negeri 2 Bondowoso pada siswa tingkat XI semester ganjil tahun ajaran 2010/2011, dengan kelas XI A1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI A2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi pelaksanaan pembelajaran, tes kemampuan pemecahan masalah, tes kemampuan penguasaan konsep, tes sikap, lembar pengamatan kemampuan psikomotor dan lembar penilaian produk daur ulang limbah, serta angket untuk mengetahui respons siswa terhadap pembelajaran PBL berbasis multimedia. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Anakova, dilanjutkan dengan uji beda LSD (Least Significant Difference), sedangkan data pelaksanaan kegiatan daur ulang limbah serta data respons siswa dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PBL berbasis multimedia berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan penguasaan konsep siswa, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap siswa pada lingkungan. Kemampuan akademik berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah, penguasaan konsep, dan sikap siswa pada lingkungan. Interaksi antara strategi pembelajaran PBL berbasis multimedia dan kemampuan akademik tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah, penguasaan konsep, dan sikap siswa pada lingkungan.Rerata nilai keterampilan pengelolaan lingkungan siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran PBL berbasis multimedia lebih tinggi dibanding siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran konvensional. Respons siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran PBL berbasis multimedia sangat positif. Terkait kesimpulan tersebut, maka peneliti menyarankan agar guru mengimplementasikan strategi PBL berbasis multimedia sebagai salah satu strategi pembelajaran IPA Biologi serta mata pelajaran lain di SMK. Karakteristik materi yang disarankan menggunakan strategi PBL yaitu mengandung unsur masalah yang menantang atau merangsang, bersifat interdisipliner, memungkinkan adanya penyelidikan autentik, memungkinkan dihasilkan suatu karya (artefak) dan dipamerkan (exhibit), serta memberi peluang bekerja kolaboratif dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Bagi guru yang akan menerapkan strategi pembelajaran PBL berbasis multimedia agar mempertimbangkan kesiapan siswa, kesiapan guru, dan ketersediaan sumber belajar serta fasilitas yang akan digunakan dalam implementasi strategi pembelajaran PBL berbasis multimedia.

Tugas akhir utama perencanaan pesawat angkat fork lift / oleh Eni Musayadah

 

Kiprah perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur (1971-2014) dan dimensi pendidikannya / Anisa Ayu Intan Fatimah

 

ABSTRAK Fatimah, Anisa Ayu Intan. 2015. Kiprah Perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur (1971-2014) Dan Dimensi Pendidikannya. Skripsi, Jurusan Sejarah, Prodi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, (II) Dr. Ari Sapto, M.Hum Kata kunci: Kiprah, Perempuan, DPRD Jawa Timur Awal pemilu era Orde Baru terjadi ketika tahun 1971. Keberhasilan politisi perempuan untuk mendapat kursi di parlemen sebagai anggota dewan patut diapresiasi sebagai usaha keras untuk menyetarakan posisinya dengan laki-laki, meskipun perempuan memiliki peran ganda sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga. Kedudukan perempuan secara politik mampu dipertimbangkan dengan rasional melalui kinerja dan program-program kerja yang nyata dan adanya kepercayaan dari konstituen yang memilih. Pada era Orde Baru perempuan yang menjadi anggota dewan yaitu karena adanya relasi dari suami atau orang tuanya sebagai seorang pejabat, PNS, TNI, dan Polri sehingga memudahkan mereka memasuki dunia politik, jadi bukan pada prestasinya. Adapun ketika era Reformasi dimulai tahun 1999 ini perempuan yang masuk dunia politik atas konstituen, meskipun masih ada relasi tetapi tidak berpengaruh sepenuhnya seperti Orde Baru. Adanya jaminan 30% maka politik tidak hanya milik laki-laki semata. Dari hal tersebut penulis tertarik untuk meneliti seperti apa kiprah perempuan di DPRD Jawa Timur tahun 1971-2014, dimana itu adalah masa antara Orde Baru dan Reformasi. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana proporsi keanggotaan DPRD provinsi Jawa Timur dilihat dari perspektif gender tahun 1971-2014, (2) Bagaimana kiprah perempuan anggota DPRD provinsi Jawa Timur tahun 1971-2014, (3) Bagaimana nilai pendidikan karakter dalam proses pembelajaran. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan proporsi keanggotaan DPRD provinsi Jawa Timur dilihat dari perspektif gender tahun 1971-2014, (2) Mendeskripsikan kiprah perempuan anggota DPRD provinsi Jawa Timur tahun 1971-2014, (3) Mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang meliputi lima tahap, yaitu: (1) pemilihan topik, (2) Heuristik (pengumpulan sumber), (3) Verivikasi (kritik intern dan kritik ekstern), (4) Interpretasi (analisis dan sintesis), (5) Historiografi atau penulisan. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Masuknya perempuan ke dunia politik pada Orde Baru ini karena relasi bukan karena prestasi, hal ini terbukti dari latar belakang keanggotaannya bahwa kebanyakan yang menjadi anggota DPRD perempuan di Jawa Timur ini adalah kebanyakan istri dari pejabat, TNI, Polri, dan pegawai negeri yang secara otomatis masuk dalam sebuah organisasi yang kemudian mengantarkannya menjadi anggota dewan. Adapun ketika pemilu 1999 ditandai dengan menjamurnya banyak organisasi, masyarakat giat dalam pemberdayaan perempuan. Pada era Reformasi ini perempuan yang menjadi anggota dewan bukan karena konstituen, meskipun masih ada relasi tetapi tidak berpengaruh sepenuhnya seperti Orde Baru. (2) Kiprah perempuan pada masa Orde Baru yaitu untuk memajukan pembangunan, isu tentang perempuanpun tersepelekan bahkan tidak masuk agenda pembahasan. Era Reformasi telah mengubah wacana yang ada, peran perempuan menjadi semakin tersalurkan dan memberi angin segar serta harapan baru untuk eksistensi dirinya di dunia politik. Beberapa kiprah perempuan yang berkaitan dengan disahkannya peraturan daerah pada masa Reformasi yaitu mengenai Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan (PPAKK), tentang regulasi kesehatan, dan masih banyak lagi. (3) Pendidikan karakter tidak hanya tercipta di lingkungan sekolah saja, melainkan juga masyarakat politik bisa di ambil nilai-nilai karakternya. Adapun melalui mata pelajaran sejarah, pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam materi-materi pelajaran dan proses pembelajarannya. Strategi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran adalah pertama,integrasi nilai pendidikan karakter dalam kurikulum. Salah satu rekomendasi dalam pembelajaran adalah dengan menerapkan critical pedagogy. Bertolak dari penelitian ini diharapkan dapat membuka penelitian selanjutnya tentang kiprah perempuan di DPRD. Kepada penulis lain yang juga tertarik untuk mengangkat sejarah kiprah perempuan di DPRD sebagai tema skripsi, masih banyak ruang yang tersisa dengan fokus dan batasan waktu tertentu yang bisa dikaji.

Perencanaan mesin press hidrolik untuk produksi genting gelombang dari baja stainlest / oleh Sulistiono

 

Simbol budaya populer dalam cerpen Kompas Minggu terbitan 2012 / Bangkit Adi Swasono

 

ABSTRAK Swasono, Bangkit Adi. 2015. Simbol Budaya Populer dalam Cerpen Kompas Minggu Terbitan 2012. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, (II) Prof. Dr. Djoko Saryono, (III) Dr. Mujianto, M.Pd. Kata Kunci: simbol, budaya populer, bentuk, makna, fungsi, hermeneutika Berdasarkan eksistensi dan fungsinya, sastra merupakan media penyaluran ide, media yang merepresentasikan sistem lambang dan budaya. Nilai yang terkandung dalam karya sastra diteliti secara menyeluruh dan hasilnya bisa dimanfaatkan dalam kehidupan. Cerpen mempunyai unsur genre, di antaranya naratif. Setiap genre mempunyai register (karakteristik bahasa yang digunakan), mulai dari pilihan kata, frasa, gaya bahasa, dan struktur teks yang berbeda. Sementara itu, peran genre dan register adalah sebagai wahana merealisasikan nilai budaya. Aspek-aspek perkembangan budaya dalam cerpen merupakan masa¬lah mendasar yang penting dan bernilai dalam kehidupan. Hal ini menunjukkan bahwa cerpen berkaitan erat dengan nilai-nilai bu¬daya karena keberadaan dan kedudukannya merepresentasikan sistem simbol yang berisi nilai-nilai budaya dalam konteks dan proses dialektika budaya. Penelitian Simbol Budaya Populer dalam Cerpen Kompas Minggu Terbitan 2012 memiliki tiga fokus penelitian, yaitu (1) bentuk simbol budaya populer yang berupa kata, frasa, dan kalimat; (2) makna simbol budaya populer yang berupa kata, frasa, dan kalimat; dan (3) fungsi simbol budaya populer yang berupa kata, frasa, dan kalimat. Berdasarkan kajian hermeneutika Ricoeur (1985:2002), bentuk, makna, dan fung¬si simbol tersebut dikategorikan menjadi tiga, yaitu (1) simbol konvensional ialah simbol natural; (2) sim¬bol aksidental ialah simbol sosial; dan (3) simbol universal ialah simbol esensial. Analisisnya terbagi menjadi menjadi tiga tahap, yaitu (1) tahap semantik, (2) tahap reflektif, dan (3) tahap eksistensial. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa simbol budaya populer dalam kumpulan cerpen Kompas memiliki bentuk yang berupa kata, frasa, dan kalimat. Bentuk simbol yang berupa kata dapat diklasifikasi menjadi tiga macam, yaitu (1) bentuk konvensional yang meliputi simbol gaya hidup instan, simbol kehidupan, simbol bangunan mewah; (2) bentuk aksidental yang meliputi simbol gaya hidup modern, simbol gaya hidup bebas; dan (3) bentuk universal yang meliputi simbol tempat hiburan dan simbol teknologi informasi. Bentuk simbol yang berupa frasa dapat diklasifikasi menjadi tiga macam pula, yaitu (1) bentuk konvensional yang meliputi wanita pendatang, simbol kekuasaan; (2) bentuk aksidental yang hanya satu jenis, yaitu simbol angkutan modern dan (3) bentuk universal yang meliputi simbol tradisi dan simbol petunjuk hidup. Bentuk simbol yang berupa kalimat juga dapat diklasifikasi menjadi tiga macam, yaitu (1) bentuk konvensional yang meliputi klausa (S+P), kalimat sederhana (S+P), dan kalimat kompleks (S1-P1+S2-P2+S3-P3); (2) bentuk aksidental yang meliputi klausa (S+P), kalimat sederhana (S+P), dan kalimat kompleks (S1-P1+S2-P2); dan (3) bentuk universal yang meliputi klausa (S+P), kalimat luas (S+KT+P), dan kalimat kompleks (S1+P1+P2). Makna simbol budaya populer dalam kumpulan cerpen Kompas, baik pada simbol yang berbentuk kata, frasa, maupun kalimat, dapat dibagi menjadi tiga macam makna, yaitu (1) makna konvensional, (2) makna aksidental, dan (3) makna universal. Makna konvensional diekspresikan melalui (1) Catering, restoran, sovenir, hotel, kafe; (2) frasa gadis keturunan spanyol, koki restoran, revolusi bludru, bandara internasional, pakaian setengah jadi, anggrek hitam; dan (3) kalimat Gadis-gadis kini tak sungkan lagi mengenakan pakaian setengah jadi. Makna aksidental diekspresikan melalui (1) kata ngefan, touris, pemabuk, dansa, idola, skenario, superhero; (2) frasa klub-klub malam, ruko-ruko berderet, korden jendela, telepon seluler, dan (3) kalimat Suara-suara beragam bahasa dunia menerobos masuk melalui jendela kamar hotel yang kita biarkan lebar terbuka, dan kalimat Teluk Duka Cita, begitu orang-orang di kota ini menyebutnya. Makna universal diekspresikan melalui (1) kata bioskop, property, salon, kampus, pesawat; (2) frasa (pesta dansa, turis lokal, pemuda idola, sekretaris ekskutif, burung besi, buah impor, bir dan wisky, lampu sorot, klab malam, burung besi; dan (3) kalimat “Etnis yang tak punya tradisi memfermentasi karbohidrat, atau gula menjadi alkohol, ketika mengenal jenis minuman ini memang akan ketagihan. Fungsi simbol budaya populer dalam kumpulan cerpen Kompas ternyata bermacam-macam sesuai dengan maknanya. Pertama, simbol yang bermakna konvensional memiliki fungsi, meliputi fungsi sebagai tanda untuk mengabadikan peristiwa penting; fungsi kultural, fungsi metaforis dalam semua aspek kehidupan; fungsi filosofis peristiwa dan fenomena, fungsi fungsi komersial, metaforis, prestise, dan konsumtif, fungsi metaforis menggunakan gaya bahasa, ekspansi prilaku sebagai mode, fungsi estetik, fungsi kultural penggunaan bahasa daerah dan peradaban moderen, fungsi metaforis, dan fungsi filosofis interferensi budaya barat. Kedua, simbol yang bermakna aksidental memiliki fungsi, fungsi universal pesta, fungsi metaforis cita rasa kenikmatan, fungsi filosofis interferensi budaya, fungsi universal mencari popularitas, fungsi filosofis gaya hidup modern, fungsi sara amoral gaya hidup barat, fungsi fungsi estetik, fungsi metafora kehidupan, fungsi esensial berbagai makna; fungsi metaforis perilaku manusia, fungsi filosofis mobilitas kehidupan, fungsi estetis personifikatif, fungsi metaforis makna tersirat dan figuratif, fungsi filosofi; fungsi kultural daerah. Ketiga, simbol yang bermakna universal memiliki fungsi, meliputi fungsi universal, fungsi metaforis tanda kemewahan, fungsi status kelas sosial, fungsi kultural peradaban moderen; fungsi metaforis tanda kemewahan, fungsi status kelas sosial; fungsi universal persembahan, fungsi kultural kebiasaan masyarakat, fungsi universal masa depan; fungsi reflektif situasi dan peristiwa, fungsi metaforis perumpamaan dan gambaran, fungsi filosofis gagasan dan pemecahan masalah. Beberapa saran ditujukan kepada berbagai pihak. Salah satunya, kepada guru Bahasa Indonesia disarankan menggunakan hasil penelitian ini untuk materi pembelajaran sastra di sekolah.

Perencanaan kran jembatan dengan lintasan atas berpalang tunggal satu rel / oleh Bambang Madugi

 

Pengaruh kewirausahaan organisasi dan pengelola, kapabilitas pembelajaran organisasi dan inovasi manajemen terhadap kinerja koperasi primer di Kota Padang Sumatera Barat (analisis model persamaan struktural dengan metode partial least square) / Marwan

 

Kata Kunci: Karakteristik kewirausahaan, kapabilitas pembelajaran, kapabilitas inovasi, kinerja koperasi Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sumberdaya dan kapabilitas internal koperasi yang terdiri dari karakteristik kewirausahaan organisasi dan pengelola, kapabilitas pembelajaran organisasi dan inovasi manajemen terhadap kinerja koperasi primer di Kota Padang Sumatera Barat. Unit analisis dalam penelitian ini adalah koperasi primer di Kota Padang Sumatera Barat. Ukuran sampel sebanyak 97 unit koperasi dan dipilih dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Kuesioner digunakan sebagai alat pengumpulan data dan diisi oleh pengelola koperasi sebagai responden penelitian. Analisis data dan pengujian hipotesis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan metode Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kewirausahaan organisasi dan pengelola serta kapabilitas pembelajaran organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kapabilitas inovasi manajemen koperasi. Selanjutnya karakteristik kewirausahaan organisasi dan pengelola serta kapabilitas pembelajaran organisasi berpengaruh positif dan signifikan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kapabilitas inovasi manajemen terhadap kinerja koperasi. Secara keseluruhan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumberdaya dan kapabilitas internal memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja koperasi. Teori Resource Based View (RBV) dapat digunakan untuk memprediksi kinerja koperasi. Teori ini dapat diadopsi dan dikembangkan lebih lanjut dalam kajian kewirausahaan dan manajemen koperasi. Peningkatan kinerja koperasi dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas karakteristik kewirausahaan organisasi dan pengelola, peningkatan kapabilitas pembelajaran organisasi dan inovasi manajemen koperasi. Peningkatan kualitas karakteristik kewirausahaan organisasi koperasi dapat dilakukan dengan cara mengembangkan sistem imbalan berbasis kinerja. Koperasi juga dapat mengatur jam kerja yang lebih memadai terutama bagi pengelola yang bekerja paruh waktu di koperasi, merumuskan kontrak kerja yang lebih memberikan keleluasaan bagi pengelola untuk mengambil kebijakan, meningkatkan partisipasi anggota dalam mendukung kinerja pengelola, dan merumuskan aturan organisasi yang lebih fleksibel dalam menghadapi lingkungan eksternal yang semakin dinamis. Peningkatan kualitas karakteristik kewirausahaan pengelola koperasi dapat dilakukan dengan mengikutsertakan pengelola dalam kegiatan pendidikan, latihan dan penyuluhan serta kegiatan magang yang terkait dengan kewirausahaan. Kapabilitas pembelajaran organisasi koperasi dapat ditingkatkan melalui kegiatan lokakarya dan sarasehan yang melibat seluruh pihak seluruh pihak yang terkait dengan koperasi. Kapabilitas inovasi manajemen koperasi dapat ditingkatkan dengan cara mengadakan kegiatan studi banding dan mengadopsi inovasi-inovasi yang telah dilakukan oleh koperasi atau perusahaan lain. Dari aspek pendidikan ekonomi, upaya-upaya peningkatan kinerja koperasi dapat dilakukan melalui semua jenis pendidikan, baik pendidikan formal, non formal maupun informal. Penelitian ini merekomendasikan kepada koperasi untuk menindaklanjuti hasil penelitian ini dengan mengadakan kegiatan evaluasi diri untuk mengkaji, membangun dan mengembangkan sumberdaya dan kapabilitas internal yang dimiliki koperasi. Lembaga pendidikan terkait perlu menyempurnakan materi dan pengembangan kurikulum yang terkait dengan kewirausahaan dan manajemen koperasi. Selanjutnya diikuti dengan pengembangan strategi dan metode serta model-model pendidikan, latihan dan penyuluhan koperasi yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan koperasi. Kerjasama antara berbagai pihak yang terkait dengan peningkatan kinerja koperasi perlu dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman. Pengambil kebijakan juga perlu menyempurnakan lagi undang-undang, aturan-aturan dan kebijakan yang dapat memperkuat posisi koperasi dan gerakan koperasi di era global.

Pengkondisian udara ruangan / oleh Nardi

 

Perencanaan motor induksi tiga fasa rotor sangkar / oleh Jumak

 

Partisipasi orang tua terhadap program wajib belajar 12 tahun masyarakat Desa Rowokangkung Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajaang / Umairoh Sulung Safitri

 

ABSTRAK Safitri, Umairoh Sulung. Partisipasi Orang Tua terhadap Program Wajib Belajar 12 Tahun Masyarakat Desa Rowokangkung Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si (II) Ir. Juarti, M.P Kata kunci: Kondisi sosial ekonomi, aksesibilitas, partisipasi Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kemajuan sebuah bangsa. Memiliki pendidikan yang maju dan merata akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam hal ini pemerintah berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengeluarkan kebijakan wajib belajar 12 tahun untuk meningkatkan sumber daya manusia yang unggul. Namun, usaha pemerintah tidak akan berjalan dengan lancar jika tidak ada partisipasi orang tua. Partisipasi orang tua dipandang sangat penting dalam mensukseskan program wajib belajar 12 tahun. Partisipasi orang tua dalam penelitian ini yaitu partisipasi tenaga, partisipasi harta benda, dan partisipasi buah fikiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi orang tua, 2) mendeskripsikan bagaimana tingkat partisipasi orang tua terhadap program wajib belajar 12 tahun, 3) mengetahui ada tidaknya hubungan kondisi sosial ekonomi dan aksesibilitas terhadap partisipasi orang tua dalam program wajib belajar 12 tahun di Desa Rowokangkung Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan populasi orang tua yang memiliki anak usia wajib belajar 12 tahun di Desa Rowokangkung dan sampel yang diperoleh sebanyak 132 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara dengan responden, sedangkan analisis data menggunakan tabulasi tunggal dan tabulasi silang. Berdasarkan hasil penelitian partisipasi orang tua terhadap program wajib belajar 12 tahun di Desa Rowokangkung memiliki tingkat partisipasi yang tergolong rendah yaitu sebanyak 54%. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor kondisi sosial ekonomi orang tua. Hasil analisis tabulasi silang menunjukkan kondisi sosial ekonomi berpengaruh terhadap partisipasi orang tua dalam program wajib belajar 12 tahun, sedangkan pada variabel aksesibilitas tidak berpengaruh terhadap partisipasi orang tua. Berdasarkan hal tersebut maka saran yang diajukan yakni perlu adanya upaya pemerintah untuk memberikan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan bagi anak kepada masyarakat Desa Rowokangkung Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang. Dengan tingkat kesadaran pendidikan yang tinggi diharapkan mampu meningkatkan partisipasi orang tua agar selaras dengan program pemerintah yaitu program wajib belajar 12 tahun.

Perencanaan ketel uap pipa api jenis Schots / oleh Santur Hidayat

 

Perencanaan pesawat crane jembatan dengan lintasan atas berpalang tunggal / oleh Didik Supriyadi

 

Tenaga kerja wanita pabrik pengalengan ikan di Desa Pengambengan Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana / Romi Zainal Muttaqin

 

ABSTRAK Muttaqin, Romi Zainal.2015.TenagaKerjaWanitaPabrikPengalenganIkan Di DesaPengambenganKecamatan Negara KabupatenJembrana. Skripsi, JurusanGeografi, FakultasIlmuSosial, UniversitasNegaeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. DjokoSoelistijo, M.Si, (II) ArdyantoTanjung, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: Pendapatan, TenagaKerjaWanita MasyarakatDesaPengambengansebagianbesarmenggantungkanhidupnyasebagainelayandenganpenghasilancenderungrendah.Denganhanyamemilikimatapencahariansebagainelayan yang pendapatannyatidakmenentudanhasiltangkapan yang hanyatergantungpadakondisialam (laut).Kemiskinan yang terjadidalamkeluarganelayan, membuatwanitanelayanterutamaistriberusahauntukmembantusuaminyadalammemenuhikebutuhanpokokkeluarganya.Dalamekonomikeluargamengalamikesulitanistridapatberperanmencarisumberpenghasilantambahan, halinidilakukanuntukmenjagadanmenstabilkanekonomikeluarganya.Industripengalenganikanmerupakansalahsatualternatifdalampenyerapantenagakerja di bidangindustrikhususnyatenagakerjawanitakarenapabrikpengalenganikan.Mereka yang bekerja di pabrikpengalenganikanmemilikibermacam-macammotivasi yang menuntutmerekaharusbekerjadisana. Penelitianinidilaksanakanuntuk (1) mengetahuibagiamanakondisidemografis, sosial, danekonomitenagakerjawanitapabrikpengalenganikanDesaPengambengan, (2) danmengetahuipemanfaatanpendapatankelaurgaterhadapkebutuhankeluargatenagakerjawanita. Jenispenelitianiniadalahpenelitiandeskriptifkuantitatifdenganmenggunakanmetodesurvei.PopulasidalampenelitianiniadalahtenagakerjawanitapabrikpengalenganikanDesapengambengan.Sampeldipilihmenggunakanteknikproporsional random sampling .Teknikpengambilan data menggunakanmetodeobservasi, wawancara, dandokumentasi.Analisis data menggunakantabulasitunggaldantabulasisilang. Hasilpenelitiandiperolehkesimpulansebagaiberikut.Kondisidemografitenagakerjawanitapabrikpengalenganikan di DesaPengambenganberadapadausiaproduktifdanberstatusmenikah. Rata-rata bebantanggunganberjumlah 2 orang.Kondisisosialtenagakerjawanitauntukpendidikan yang ditempuhsebagianbesaradalah SD. Kondisiekonomisebagianbesarpendapatan yang diperolehtenagakerjawanitasudahcukuptinggi, pendapatansuamiatauanggotakeluarga lain daritenagakerjawanitasebagianbesarberpendapatanrendahdikarenakandipengaruhiolehcuacalaut yang dapatmempengaruhibanyaksedikitnyajumlahtangkapan yang diperoleh.

Studi tentang cara ketua karang taruna dalam menggerakkan partisipasi anggotanya dalam aktivitas kepemudaan di desa Gondanglegi Wetan kecamatan Gondanglegi kabupaten Malang / oleh Endah Rosdalina

 

Pelaksanaan program bimbingan dan konseling di madrasah tsanawiyah negeri dan swasta kabupaten Jombang / Riesda Januarty

 

Penerapan pembelajaran berdasarkan masalah melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA pada siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Pasuruan / Linamik

 

Kata kunci: Pembelajaran berdasarkan Masalah, Pembelajaran Kooperatif STAD, Motivasi, dan Hasil Belajar Guru IPA kelas VIIA SMP Negeri 1 Pasuruan menyatakan bahwa motivasi dan hasil belajar siswa masih rendah. Motivasi yang rendah ditunjukkan dengan adanya rendahnya perhatian siswa terhadap pelajaran dan rendahnya rasa percaya diri siswa terhadap pelajaran IPA. Guru IPA masih banyak yang menyukai metode ceramah sehingga siswa lebih bersifat pasif. Siswa kurang dapat kesempatan menemukan konsepnya sendiri karena lebih banyak menerima informasi dari guru. Berdasarkan permasalahan tersebut maka diterapkan pembelajaran berdasarkan masalah melalui pembelajaran kooperatif STAD untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pasuruan. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus empat pertemuan. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VIIA SMP Negeri Pasuruan, semester genap tahun ajaran 2009-2010 yang berjumlah 26 orang. Penelitian dilaksanakan pada pada bulan April sampai bulan Mei 2010. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi keterlaksanaan tindakan oleh guru dan siswa, catatan lapangan, angket motivasi belajar, tes hasil belajar kognitif, laporan dan poster, angket hasil belajar afektif, lembar observasi hasil belajar psikomotor. Hasil belajar kognitif diperoleh dari tes hasil belajar kognitif akhir siklus, laporan, dan poster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdasarkan masalah melalui pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIIA SMP Negegeri 1 Pasusuruan. Peningkatan motivasi dapat dilihat dari rata-rata nilai motivasi siswa pada siklus I 80,96 dan pada siklus II 87,62. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa meliputi: hasil belajar kognitif, hasil belajar afektif, dan hasil belajar psikomotor. Peningkatan hasil belajar kognitif dapat dilihat dari ketuntasan klasikal pada siklus I 76,92% dan pada siklus II 100%. Rata-rata kelas pada siklus I 78,69 dan pada siklus II 87,39 tetapi masih perlu perbaikan pada kemampuan menganalisis dan mengevaluasi suatu permasalahan. Hasil belajar afektif pada siklus I ketuntasan klasikal mencapai 80,77% dan pada siklus II 92,31% Ketuntasan klasikal hasil belajar psikomotor pada siklus I 84,62% dan pada siklus II 92,31%. Berdasarkan hasil penelitian di atas, disimpulkan bahwa pembelajaran berdasarkan masalah melalui pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Pasusuruan.

Partisipasi orang tua dalam mendidik anak dan tingkat pendidikan orang tua kaitannya dengan prestasi belajar siswa MIN Malang I / oleh Alina Nirmala

 

Meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran variasi gerak dasar ke dalam modifikasi atletik menggunakan metode bermain pada siswa kelas V SD Negeri 3 Ngadisuko Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek / Joka Herlambang

 

ABSTRAK Herlambang, Joka. 2015. Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran Variasi Gerak Dasar Ke Dalam Modifikasi Atletik Menggunakan Metode Bermain Pada Kelas V SD Negeri 3 Ngadisuko Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Supriyadi, M.Kes., (II) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: keaktifan, pembelajaran, gerak dasar atletik, bermain. Pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan variasi gerak dasar merupakan salah satu materi yang diajarkan di Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa keaktifan siswa kelas V SD Negeri 3 Ngadisuko Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek dalam pembelajaran variasi gerak dasar tergolong rendah karena dari ketiga indikator keaktifan yang diamati, seperti: a) Keaktifan dalam Pembelajaran 50%, b) Enjoy/senang 45%, c) Motivasi 47,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran variasi gerak dasar menggunakan metode bermain, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. Metode bermain yang digunakan yaitu permainan piring terbang, pemburu hantu, kotak misteri, cumi bakar, pasang cincin, dan ambil cumi. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran variasi gerak dasar kelas V SD Negeri 3 Ngadisuko Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek dengan menggunakan Metode bermain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa mengalami peningkatan pada pembelajaran gerak dasar atletik selama siklus I dan siklus II. Dari indikator a) keaktifan dalam pembelajaran 53,9% pada siklus I meningkat menjadi 78,5% siklus II, indikator b) enjoy/senang 55,5% pada siklus I meningkat menjadi 80,6% siklus II, dan indikator c) motivasi 49,1% pada siklus I meningkat menjadi 80,1% siklus II. Berdasarkan hasil temuan pada penelitian dapat disimpulkan bahwa Metode bermain yang diberikan oleh guru dalam penelitian dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran gerak dasar atletik pada siswa kelas V SD Negeri 3 Ngadisuko Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. Sedangkan saran berdasarkan penelitian ini: a) pemahaman guru akan keaktifan siswa perlu ditingkatkan yang bertujuan agar kualitas pembelajaran semakin baik, b) guru diharapkan lebih kreatif dan variatif dalam penyampaian materi pembelajaran.

Penerapan strategi open ended problem bersetting kooperatif untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman pecahan bagi siswa kelas VII SMP PGRI 6 Malang / Hena Dian Ayu

 

Kata Kunci: Bilangan Pecahan, Kreativitas, Open Ended Problem , Kooperatif. Bilangan pecahan merupakan materi matematika yang merupakan dasar dalam belajar matematika dan ilmu pelajaran lain. Pada bidang matematika, ilmu pengetahuan lain, maupun dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan bilangan pecahan tidak dapat dihindari. Misalkan besar tingkat pertumbuhan ekonomi, suku bunga bank, keuntungan, diskon, kekuatan getaran gempa, pelajaran optik, dan lain sebagainya semuanya dinyatakan dalam bilangan pecahan. Untuk itu penguasaan terhadap materi bilangan pecahan sangat perlu. Pada kenyataannya skor tes materi bilangan pecahan sangat rendah. Kreativitas adalah kemampuan untuk menyusun atau menemukan sesuatu yang baru dalam matematika, merupakan kombinasi berpikir logis dan berpikir divergen yang memperhatikan fleksibilitas, kefasihan, dan kebaruan dalam memecahkan maupun mengajukan masalah. Kreativitas penting dalam hidup karena dengan berkreasi orang dapat mewujudkan dirinya, karena perwujudan diri merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam hidup manusia. Pada kenyataannya pembelajaran yang terjadi selama ini umumnya kurang menekankan bagaimana siswa agar mengkonstruksi pengetahuan dan kreativitasnya. Pembelajaran Open Ended Problem Bersetting Kooperatif merupakan pembelajaran dimana guru menyajikan permasalahan yang mempunyai banyak jawaban, kemudian siswa mendiskusikannya dalam kelompok belajara dan mempresentasikan hasil diskusi serta pada akhirnya guru menyimpulkan hasil diskusi siswa mengenai materi atau konsep apa yang didapatkan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VII-B SMP PGRI 6 Malang pada semester I. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan strategi open ended problem bersetting kooperatif yang dapat meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa?. Tujuan penelitian ini sejalan dengan rumusan masalah yaitu untuk (1) mendeskripsikan bagaimana penerapan strategi open ended problem bersetting kooperatif yang dapat meningkatkan kreativitas dan pemahaman. Langkah pembelajaran berpijak pada 5 komponen model pembelajaran Joyce dan Weil (1992) yaitu, (1) sintaks, (2) sistem sosial, (3) prinsip reaksi, (4) sistem pendukung, dan (5) dampak instruksional dan pengiring. Sintaks pada pembelajaran ini terdiri dari 6 fase yaitu, (1) orientasi, (2) pembekalan dan penyajian masalah, (3) pengerjaan masalah secara individu, (4) diskusi kelompok, (5) presentasi, dan (6) penutup. Berdasarkan data tes hasil belajar pada Tindakan I dapat disimpulkan untuk pemahaman 63,3% siswa yang memperoleh skor lebih dari 65(tuntas) di bidang pemahaman dan 60% siswa yang mengalami peningkatan skor di atas kategori cukup di bidang kreativitas. Pada Tindakan II untuk pemahaman jumlah siswa yang tuntas mengalami peningkatan yaitu 66,67% dan dari segi kreativitas jumlah siswa yang tuntas juga mengalami peningkatan yaitu 76,67%. Nilai rata-rata kelas juga mengalami peningkatan dari Tindakan I ke Tindakan II, yaitu dari 59 menjadi 64,3. Berdasarkan data hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan dari Tindakan I ke Tindakan II yaitu 72,9% (cukup) menjadi 85,42% (baik). Dengan kata lain terdapat peningkatan terhadap aktivitas siswa dari Tindakan I ke Tindakan II. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa kreativitas dan pemahaman siswa dengan penerapan strategi open ended problem bersetting kooperatif adalah meningkat.

Hubungan keadaan sosial ekonomi dengan prestasi akademik mahasiswa jurusan PLS FIP IKIP MALANG / oleh Imam Rahman Ramli

 

Perancangan ensiklopedia buah dan sayur untuk anak-anak sekolah dasar kelas 4-6 / Rosika Ngagelina

 

ABSTRAK Ngagelina, Rosika. 2015, Perancangan Ensiklopedia Buah dan Sayur untuk Anak-Anak Sekolah Dasar Kelas 4-6. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dra. Lilik Indrawati, M.Pd, (II) Mohamad Sigit, S.Sn. Kata Kunci: Perancangan, Ensiklopedia, Buah dan Sayur, Anak-Anak Sekolah Dasar Buah dan sayur merupakan sumber vitamin, mineral, dan karbohidrat yang kaya akan gizi penting yang berperan dalam proses pertumbuhan anak-anak. Tetapi anak-anak pada umumnya tidak suka mengkonsumsi buah dan sayur karena mereka kurang mengenal rasa dan manfaat dari buah dan sayur tersebut. Di Indonesia sendiri, memiliki banyak sekali buah dan sayur yang dekat dengan anak-anak, namun tidak memungkiri jika buah dan sayur yang tidak ada di Indonesia juga perlu dikenalkan untuk menambah pengetahuan anak-anak. Buah dan sayur tersebut diurutkan berdasarkan abjad (A-Z) untuk mempermudah anak-anak mengenal buah dan sayur berdasarkan alfabet, karena beberapa ensiklopedia yang ada untuk anak-anak sangat kurang dalam membahas buah dan sayur. Perancangan ini bertujuan mengenalkan buah dan sayur yang ada di Indonesia dan beberapa buah dan sayur dari negara lain yang tidak ada di Indonesia. Buah dan sayur dalam ensiklopedia ini divisualkan dalam bentuk ikonik yang mempermudah anak-anak untuk menerima pesan secara visual dalam bentuk yang sederhana, yang memberikan beragam informasi mengenai buah dan sayur hingga manfaat buah dan sayur bagi kesehatan dan proses pertumbuhan anak-anak. Perancangan ini menggunakan metode prosedural dari model perancangan Yongki Safanayong dan Sadjiman Ebdi Sanyoto yang dimodifikasi penulis sesuai dengan kebutuhan dengan menggariskan langkah-langkah untuk menghasilkan produk yang diawali dengan latar belakang, rumusan masalah, identifikasi data, analisa, perancangan media, konsep desain, tata layout, dan desain final. Dari perancangan ini, dihasilkan media utama berupa “Buku Ensiklopedia Buah dan Sayur di Indonesia” yang memberikan informasi buah dan sayur dengan lengkap sebagai media penyampaian pesan bahwa pentingnya mengkonsumsi buah dan sayur. Media pendukung dari peracangan ini adalah X-Banner, poster, brosur, mug, totebag, T-Shirt, bookmarks, gantungan kunci, pin, dan magnet kulkas.

Hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku merokok siswa di SMA Shalahuddin Malang / Lydia Sepvirna Eka Putri

 

Kata kunci: kepercayaan diri, perilaku merokok, remaja. Kepercayaan diri adalah perasaan yakin akan kemampuan dan kekuatan diri sendiri yang membantu seseorang bersikap positif terhadap dirinya dan orang lain. Perilaku merokok adalah aktivitas menghisap atau menghirup asap rokok dengan menggunakan pipa atau rokok yang dilakukan secara menetap. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui gambaran kepercayaan diri siswa (2) Mengetahui gambaran perilaku merokok siswa, (3) Mengetahui apakah ada hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku merokok siswa. Subyek penelitian adalah siswa SMA Shalahuddin Malang yang merokok sebanyak 40 siswa sebagai sampel penelitian. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan dua skala yaitu skala kepercayaan diri dan skala perilaku merokok. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasional product moment. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu Ada hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku merokok siswa di SMA Shalahuddin Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 siswa (32,5%) memiliki kepercayaan diri tinggi, 11 siswa (27,5%) memiliki kepercayaan diri sedang dan 16 siswa (40%) memiliki kepercayaan diri dengan klasifikasi rendah. Serta 16 siswa (40%) memiliki perilaku merokok tinggi, 12 siswa (30%) memiliki perilaku merokok sedang, dan 12 siswa (30%) memiliki perilaku merokok rendah. Hasil penelitian korelasional product moment didapatkan nilai rxy = -0,315 dengan taraf siginifikasi sebesar 0,048 (sig < 0,05). Hal ini menunjukkan ada korelasi negatif antara kepercayaan diri dengan perilaku merokok, yaitu semakin tinggi kepercayaan diri siswa, maka akan semakin rendah perilaku merokok siswa. Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti memberikan saran kepada beberapa pihak yaitu: 1) Bagi sekolah Agar lebih memotivasi serta membantu dan memberikan penyuluhan peserta didiknya dalam mengembangkan kepercayaan diri agar tidak terjerumus dalam kenakalan remaja. 2) Bagi siswa Agar remaja lebih memahami pentingnya kepercayaan diri sehingga mampu mengembangkan diri secara optimal, mengerti akan bahaya merokok dan menghindarkan diri dari perilaku merokok.3) Bagi orang tua dan pengajar Agar dapat memberikan bantuan psikologis serta melakukan pendekatan kepada remaja agar dapat mengembangkan kepercayaan diri, dan memberikan contoh serta arahan agar remaja dapat terhindar dari perilaku merokok.4)Bagi peneliti selanjutnya Diharapkan dapat mengadakan penelitian pada subjek yang lebih luas dan menggunakan instrumen pengumpulan data yang lebih

Pengelolaan kelas guru dan motivasi belajar kaitannya dengan prestasi belajar siswa kelas VI sekolah dasar se-kecamatan Trenggalek kabupaten Trenggalek / oleh Mochamad Arifin

 

Pengembangan media buku komik digital "Legenda Mahesa Sura dan Lembu Sura" untuk pelestarian kesenian wayang topeng Malang / Moch. Aan Machfudzi

 

ABSTRAK Machfudzi, Moch. Aan. 2015. Pengembangan Media Komik Digital “Legenda Mahesa Sura dan Lembu Sura” untuk Pelestarian Kesenian Wayang Topeng Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Moeljadi Pranata, M.Pd Kata Kunci : pengembangan, komik digital, wayang topeng malang. Keeksistensian sanggar-sanggar seni Wayang Topeng Malang tidak diiringi dengan rasa memiliki dan mencintai terhadap kesenian lokal Wayang Topeng Malang oleh generasi muda khususnya remaja saat ini. Di era globalisasi seperti saat ini, remaja lebih tertarik terhadap budaya asing yang lebih modern daripada budaya lokal sendiri. Akibatnya rasa mencintai terhadap kearifan budaya lokal pada diri remaja itu sendiri telah hilang. Oleh karena itu, pengembangan media buku komik digital berjudul “The Legend of Mahesa Sura and Lembu Sura” ini dijadikan pilihan sebagai media pelestarian kesenian Wayang Topeng Malang khususnya bagi remaja. Model pengembangan yang diterapkan adalah model 5D (Pranata, 2013). Validasi media meliputi 2 ahli media dan 2 ahli materi. Uji coba produk meliputi uji coba lapangan. Hasil penelitian pengembangan ini berupa buku komik digital tentang pelestarian kesenian Wayang Topeng Malang bagi remaja. Materi isi cerita dalam komik dipaparkan dalam cerita fiktif lakon Wayang Topeng Malang berdasarkan sumber yang telah dimodifikasi. Hasil validasi dan uji coba produk pengembangan media buku komik digital “The Legend of Mahesa Sura and Lembu Sura” sebagai media pelestarian kesenian Wayang Topeng Malang bagi remaja ini memenuhi kriteria valid dengan hasil uji ahli media mencapai 89%, ahli materi 92%, dan uji kelompok besar mencapai 81%. Dari persentase ahli materi, ahli media, dan uji coba dapat disimpulkan bahwa media komik digital berbasis Wayang Topeng Malang, layak digunakan sebagai pelestarian kesenian Wayang Topeng Malang. Media buku komik digital ini mempunyai beberapa kelebihan, yaitu (1) media berisfat praktis yang dapat digunakan di mana pun dan kapan pun oleh pengguna, (2) bersifat nir-kertas sehingga dalam penggunaan tidak terbatas ruang dan waktu, (3) dapat digunakan sebagai koleksi, (4) media bersifat modern karena menggunakan media flipbook. Sedangkan kelemahan dari media ini adalah (1) tidak digunakan sebagai buku pelajaran, namun hanya sebagai buku penunjang, (2) proses pembuatan media membutuhkan waktu yang cukup lama, (3) media ini berupa buku komik digital yang tidak dibukukan, sehingga membutuhkan perangkat elektronik yang dapat membaca format keluaran buku komik digital. Spesifikasi media komik digital berukuran A4, menggunakan huruf Digital Strip, Badaboom, dan Death Rattle, format digital flipbook, gaya kartun Indonesia, penggambaran visual komik digital menggunakan Adobe Photoshop CS5. Di balam buku komik digital tersebut juga terdapat pengenalan sifat-sifat dari karakter topeng Wayang Topeng Malang.

Dampak motivasi kerja terhadap prestasi kerja pegawai di lingkungan Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kotamadya Malang / oleh Hesti Ema Susanti

 

Analisis pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga miskin (studi kasus di Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang) / Oky Cahyaning Rahayu Sutoko

 

ABSTRAK Sutoko, Oky Cahyaning Rahayu. 2015. Analisis Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Miskin (Studi Kasus di Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Farida Rahmawati, S.E., M.E, (II) Dr. Imam Mukhlis, S.E., M.Si. Kata kunci: jumlah pendapatan rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, tingkat pendidikan kepala rumah tangga, pengeluaran konsumsi rumah tangga Dalam aktivitas perekonomian suatu negara, konsumsi mempunyai peran penting di dalamnya serta mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Konsumsi rumah tangga merupakan salah satu kegiatan ekonomi rumah tangga untuk memenuhi berbagai kebutuhan barang dan jasa. Oleh sebab itu, konsumsi sering digunakan sebagai salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan rumah tangga. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana pengaruh jumlah pendapatan rumah tangga terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga miskin di Kelurahan Tanjungrejo? (2) Bagaimana pengaruh jumlah anggota rumah tangga terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga miskin di Kelurahan Tanjungrejo? (3) Bagaimana pengaruh tingkat pendidikan kepala rumah tangga terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga miskin di Kelurahan Tanjungrejo? (4) Bagaimana pengaruh jumlah pendapatan rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, dan tingkat pendidikan kepala rumah tangga secara simultan terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga miskin di Kelurahan Tanjungrejo? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah tangga miskin penerima Raskin di RW 13 Kelurahan Tanjungrejo. Metode yang digunakan dalam penarikan sampel adalah sampling jenuh atau sensus. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara wawancara langsung pada rumah tangga sampel menggunakan daftar kuesioner. Sedangkan analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) Jumlah pendapatan rumah tangga (X1) berpengaruh signifikan dan positif terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga (Y), (2) Jumlah anggota rumah tangga (X2) berpengaruh signifikan dan positif terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga (Y), (3) Tingkat pendidikan kepala rumah tangga (X3) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga (Y), (4) Secara simultan menjelaskan bahwa jumlah pendapatan rumah tangga (X1), jumlah anggota rumah tangga (X2), dan tingkat pendidikan kepala rumah tangga (X3) berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga (Y). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diajukan dalam penelitian ini antara lain, bagi Pemerintah Kota Malang, khususnya Pemerintah Kelurahan Tanjungrejo diharapkan untuk melakukan langkah strategis guna meningkatkan kesejahteraan rumah tangga miskin dengan memperluas lapangan kerja yang sesuai dengan kemampuan rumah tangga melalui program kewirausahaan dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran konsumsi rumah tangga miskin dengan menambahkan variabel lain yang lebih spesifik, selain itu juga perlu diadakan penelitian yang sama pada rumah tangga kaya.

Hubungan antara persepsi politik mahasiswa Jurusan PPKn FPIPS IKIP MALANG dengan partisipasi politiknya sebagai warga negara / oleh Siti Masamah

 

Hubungan antara besarnya modal kerja dengan tingkat pencapaian laba bersih (SHU) pada koperasi di kecamatan Pujon kabupaten Malang / oleh Ririn Hayatiningsih

 

Penggabungan pusat pemerintahan Karesidenan Pasuruan dan Malanmg tahun 1931-1941 serta relevansinya terhadap pembelajaran sejarah / Bramasta Yudha Wahyu Wijaya

 

ABSTRAK Wijaya, Bramasta Yudha Wahyu. 2015. Penggabungan Pusat Pemerintahan Karesidenan Pasuruan Dan Malang Tahun 1931-1941 Serta Relevansinya Terhadap Pembelajaran Sejarah. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. R. Reza Hudiyanto, M. Hum. Kata Kunci: Penggabungan, Pemerintah Karesidenan, Pasuruan-Malang Pada masa kolonial di Indonesia, Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal membuat perubahan besar pada sektor birokrasi pemerintahan di Jawa. Daendels membagi wilayah Jawa ke dalam bentuk prefectur. Sejak pemerintahan Raffles, prefektur telah berubah menjadi karesidenan. Salah satu karesidenan pertama kali dibentuk oleh pemerintah Kolonial pada tahun 1819 adalah Pasuruan. Pasuruan terdiri dari tiga kabupaten yaitu Bangil, Malang dan Pasuruan itu sendiri. Pada paruh pertama abad kesembilan belas, ibukota Karesidenan Pasuruan berlokasi di Pasuruan, sebuah kota di pesisir utara Jawa bagian timur. Pada tahun 1928 kondisi ekonomi dan sosial telah berubah sejak Malang sebuah kota di pedalaman Jawa tumbuh menjadi kota besar. Hal itu membuat pemerintah kolonial memutuskan untuk membentuk Malang menjadi sebuah ibukota Karesidenan. Penelitian ini mencari jawaban atas masalah yaitu: (1) latar belakang penggabungan Karesidenan dari pasuruan ke Malang. (2) kondisi Malang sejak memiliki status baru sebagai ibukota Karesidenan Malang. Untuk menjawab pertanyaan ini, peneliti menggunakan metode sejarah. Metode sejarah terdiri dari lima tahap, pemilihan topik, mencari informasi atau sumber, verifikasi, interpretasi dan menyajikan dalam bentuk tertulis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) penggabungan pusat pemerintahan Karesidenan dari Pasuruan ke Malang adalah hasil dari perubahan ekonomi dan sosial di Malang sejak 1 Juli 1928, Malang telah dibanjiri oleh perkembangan infrastruktur dan populasi, krisis ekonomi yang melanda Hindia Belanda memaksa pemerintah untuk mengurangi anggaran negara dengan menggabungkan dua Karesidenan menjadi satu. (2) penggabungan wilayah karesidenan tersebut membuat Malang menjadi semakin ramai dengan perkembangan infrastruktur dan meningkatnya jumlah penduduk di Malang sebagai pusat pemerintahan Karesidenan sekaligus menjadi ibukota Karesidenan. Saran dalam penelitian selanjutnya, sejarah birokrasi memainkan peran penting dalam memberikan solusi untuk konflik politik kontemporer setelah pelaksanaan keputusan otonomi daerah tahun 2004 untuk menjamin keberlangsungan pemerintahan yang bersih, adil dan jujur.

Evaluasi potensi mata air Embos untuk pasok air bersih masyarakat desa Tambakrejo kecamatan Sumbermanjing Wetan kabupaten Malang / oleh Sri Mudawati

 

Perancangan komunikasi visual city profile Kota Probolinggo sebagai pendukung promosi wisata daerah / Syaifullah Rahman

 

ABSTRAK Rahman, Syaifullah. 2015. Perancangan Komunikasi Visual City Profile Kota Probolinggo sebagai Pendukung Promosi Wisata Daerah. Skripsi, Program Studi Desain komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc, Ph.D. (II) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci: Komunikasi Visual, City Profile, Kota Probolinggo. Kota Probolinggo merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang mempunyai potensi daerah yang sangat baik untuk dikembangkan, karena memiliki adat istiadat dan kebudayaan yang masih cukup kental. Dalam segi budaya Kota Probolinggo memiliki ragam budaya, seperti: Jaran Bodhang, Karapan Sapi, Karapan Kambing, Larung Sesaji, Karapan Sapi Brujul. Kota Probolinggo juga memiliki bangunan bersejarah seperti gereja merah, museum dan klenteng tri dharma. Selain itu, Kota Probolinggo menawarkan beberapa tempat wisata keluarga seperti: taman wisata studi lingkungan, pelabuhan dan pelelangan ikan, serta ekowisata mangrove BJBR. Namun, potensi yang dimiliki oleh Kota Probolinggo tersebut masih belum di promosikan dan di kemas dengan baik dan menarik sehingga citra atau brand dari Kota Probolinggo belum di kenal oleh masyarakat. Tujuan dari perancangan komunikasi visual city profile Kota Probolinggo ini adalah untuk mempromosikan, merancang media dan mendesain media yang efektif, efisien dan menarik untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di Kota Probolinggo. Media yang digunakan untuk mempromosikan wisata Kota Probolinggo terdiri dari dua media yaitu media utama dan media pendukung. Media utama meliputi logo, buku dan video sedangkan media pendukung meliputi x-banner, stiker, pin, mug, akun instagram dan t-shirt. Metode yang digunakan dalam perancangan komunikasi visual city profile ini terdiri dari tiga tahap yaitu perencanaan media, perencanaan konsep kreatif dan perancangan media. Tahap perencanaan media meliputi tujuan dan strategi media. Tahap perencanaan konsep kreatif meliputi tujuan dan strategi kreatif. Tahap perancangan media meliputi pra-produksi dan produksi media yang digunakan (media utama dan media pendukung). Diperoleh kesimpulkan bahwa perancangan komunikasi visual city profile Kota Probolinggo ini menghasilkan beberapa media (logo, buku, video) yang dapat mempromosikan wisata Kota Probolinggo dengan efektif, efisien dan menarik dengan menggunakan tagline yaitu “Impressive Probolinggo City” serta dengan media pendukung (x-banner, stiker, pin , akun instagram dan kaos) yang dapat mendukung media utama agar wisata, kebudayaan dan kuliner Kota Probolinggo lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Analisis peranan pendapatan asli daerah terhadap anggaran pendapatan dan belanja daerah di Kabupaten Bojonegoro (tahun analisis 2006-2009) / Eva Nurfitriana

 

Kata kunci: PAD, APBD Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi yang disumbangkan PAD terhadap APBD. Berdasarkan kebijakan otonomi daerah, diatur bahwa peralihan kewenangan untuk mengurus urusan pemerintahan daerah masing-masing yang terangkum dalam UU No. 32 Tahun 2004. Desentralisai disini mencakup pelayanan jasa pemerintahan bagi masyarakat maupun desentralisasi fiskal. Dengan adanya kebijakan tersebut, mau tidak mau pemerintah daerah harus mencari strategi untuk dapat meningkatkan pendapatan daerahnya terutama PADnya sehingga dapat memenuhi kebutuhan organisasi kepemerintahannya. PAD merupakan tolak ukur dari kemandirian suatu daerah. Proporsi penerimaan PAD Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2006-2007 sudah cukup baik dengan rata-rata 7,23%, akan tetapi pertumbuhannya masih fluktuatif, contohnya proporsi PAD menurun dari 7,47% pada 2007 menjadi 6,58% pada tahun 2008. Melihat potensi Kabupaten Bojonegoro, dapat dipastikan Kabupaten Bojonegoro mampu meningkatkan penerimaan PAD secara stabil. Maka dari itu, diperlukan pengkajian mendalam terhadap potensi PAD di Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Kedudukan peneliti dalam penelitian kuantitatif merupakan perencana, pelaksana pengumpulan data, analis, penafsir data, dan pada akhirnya menjadi pelapor hasil penelitian. Sehingga peneliti adalah instrumen kunci penelitian. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data berpedoman pada model analisis tipologi klassen. Sedangkan untuk mengetahui strategi kebijakan yang bisa diambil oleh pemerintah untuk meningkatkan PAD dengan menggunakan analisis SWOT. Secara umum PAD semakin meningkat setiap tahunnya, walaupun masih belum stabil. Peningkatan PAD untuk tahun 2007 cukup baik yaitu sebesar 8,81%, sedangkan untuk tahun 2008 hanya sebesar 3,9% dan untuk tahun 2009 semakin membaik yaitu 19,67%. Untuk kontribusi PAD masih tergolong rendah, karna pada pendanaan Kabupaten Bojonegoro, pemerintah pusat masih berperan besar, akan tetapi pertumbuhan perekonomian Bojonegoro semakin membaik, terlihat dari pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2010 sebesar 12%. Strategi Peningkatan Pendapatan Asli daerah di Kabupaten Bojonegoro dapat dijabarkan beberapa tindakan intensifikasi untuk peningkatan pajak yaitu: meningkatkan pemungutan pajak, meningkatkan pengelolaan pajak daerah, menghidupkan pariwisata Bojonegoro, meningkatkan SDM pengelola PAD. Sedangkan untuk tindakan Ekstensifikasi untuk peningkatan Pajak yaitu: menciptakan sumber-sumber pajak baru, membaca kebutuhan masyarakat daerah. Untuk strategi peningkatan retribusi secara intensifikasi yaitu: meningkatkan pelayanan jasa, peran aktif pemda dalam mengawasi pengelolaan retribusi, memperbaiki sistem operasional pemungutan retribusi, perbaikan infrastruktur umum. Sedangkan untuk yang ekstensifikasi yaitu: mencipatakan pasar dengan menghidupkan entrepreneur.

Tahap berpikir dalam belajar geometri siswa-siswa kelas II SMP Negeri Abepura di Jayapura berpandu pada model Van Hiele / oleh Ronaldo Kho

 

Perancangan buku pengetahuan berbasis cerita bergambar "Rahasia Kehidupan Kelinci" untuk anak sekolah dasar / Rachmawati Perdani

 

ABSTRAK Perdani, Rachmawati. 2015. “PerancanganBukuPengetahuanBerbasisCeritaBergambar“RahasiaKehidupanKelinci”UntukAnakSekolahDasar”. Skripsi, Program Studi, DesainKomunikasi Visual, Jurusan, SenidanDesain, Fakultas, Sastra. UniversitasNegeri Malang.Pembimbing : (I) Drs. Sarjono, M.Sn(II) Rudi Irawanto, S.Pd, M.Sn Kata kunci: Perancangan, BukuPengetahuan, CeritaBergambar, Kelinci, SekolahDasar. Kelincikelompokmamalia yang merupakanfamiliLeporidae.Memeliharakelincibagianakakanmenambahhiburan di rumah. Ditinjaudarisegiukuran, umur, sifatjinakkelincidankarakternya yang penurutcocokuntukdimanfaatkanuntukmenjadisalahsatutemanbermain.Namun, banyakanaktidaktidakmemilikipengetahuan yang cukupmengenaikehidupankelinci, sepertijenisraskelinci, tempattinggalkelinci, danperilakukelinci.TujuandariperancanganiniadalahmenghasilkanBukuPengetahuanBerbasisCeritaBergambar“RahasiaKehidupanKelinci”untukAnakSekolahDasar.Sehinggabermanfaatuntukmenambahwawasananaktermasukdalammengenalidanmempelajarimakhlukciptaantuhan. Model Perancangan yang digunakanpadaPerancanganBukuPengetahuanBerbasisCeritaBergambar“RahasiaKehidupanKelinci”untukAnakSekolahDasaradalah model perancanganprosedural, yaitu model yang bersifatdeskriptif di manamenggariskanlangkah-langkah yang harusdiikutiuntukmenghasilkansebuahproduk. Perancanganinimenghasilkanbukupengetahuanberbasisceritabergambardenganjudul“ RahasiaKehidupanKelinci”. Bukuinimenjelaskankehidupankelincidimulaidarijenisraskelinci, tempattinggalkelinci, makanankelinci, strukturbadankelincidanfungsinya, kelincihamil, anakkelinci, sahabatdanmusuhkelinci yang akandipandudengankarakterutamakelincibernama“Tami”dan“Coki”. Diharapkanbukuinimenjadi media yang efektifsebagaisaranauntukmenambahwawasananaktermasukdalammengenalidanmempelajarimakhlukciptaantuhan.

Sistem perkawinan pada masyarakat Samin studi kasus di dukuh Bombong desa Baturejo kecamatan Sukolilo kabupaten Pati / oleh Sri Muryanti

 

Analisis pengaruh upah minimum, jumlah unit usaha dan penanaman modal dalam negeri terhadap penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur tahun 2013-2014 / Charmelya Maretha

 

ABSTRAK Maretha, Charmelya. 2015. Analisis Pengaruh Upah Minimum, Jumlah Unit Usaha, dan Penanaman Modal Dalam Negeri terhadap Penyerapan Tenaga di Jawa Timur Tahun 2013-2014. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Grisvia Agustin, S.E.,M.Sc. (2) Dr. Farida Rachmawati, S.E.,M.E. Kata Kunci : Penyerapan Tenaga Kerja, Upah Minimum, Jumlah Unit Usaha, Penanaman Modal Dalam Negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur tahun 2013-2014. Faktor-faktor ekonomi tersebut yaitu upah minimum, jumlah unit usaha, dan PMDN terhadap penyerapan tenaga kerja. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif, dengan menggunakan data panel. Data panel yang digunakan yaitu data time series 2013-2014 dan data crossection 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan menggunakan analisis regresi data panel. Dalam penelitian ini menggunakan metode REM ( Random Effect Model ). Seluruh data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Badan Penanaman Modal Jawa Timur dan Badan Pusat Statistik Jawa Timur. Adapaun data sekunder yang digunakan meliputi variabel independen yaitu upah minimum (X1), jumlah unit usaha (X2), penanaman modal dalam negeri (X3), dan variabel dependen yaitu penyerapan tenaga kerja (Y). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka pengujian secara simultan dalam penelitian ini menjelaskan bahwa variabel independen yaitu upah minimum, jumlah unit usaha, dan penanaman modal dalam negeri berpengaruh signifikan terhadap variabel tenaga kerja. Pengujian secara parsial menjelaskan bahwa variabel upah minimum tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel tenaga kerja. Variabel jumlah unit usaha berpengaruh signifikan terhadap variabel tenaga kerja. Variabel PDMN berpengaruh signifikan terhadap variabel tenaga kerja.

Pemanfaatan limbah tegel keramik sebagai bahan pengganti agregat halus (pasir) untuk pembuatan beton dengan fas 0,55 dan 0,60 / oleh Bambang Sugiyanto

 

Pengaruh penggunaan limbah karbid berbagai komposisi sebagai bahan pengganti kapur terhadap kuat tekan kubus mortar pada umur 28 hari / oleh Edi Hermanto

 

Studi tentang kesulitan belajar siswa kelas dua program studi sekretaris SMK Bisnis dan Manajemen (SMEA) Yadika Bangil dalam menempuh matapelajaran korespondensi bahasa Indonesia tahun ajaran 1996/1997
oleh Mokhamad Alifudin

 

Perancangan katalog wisata berbasis fotografi untuk meningkatkan potensi wisata religi di Kota Tuban / Risa Bevi Valianah

 

ABSTRAK Valianah, Risa Bevi. 2015. Perancangan Katalog Wisata Berbasis Fotografi Untuk Meningkatkan Potensi Wisata Religi di Kota Tuban. Skripsi,Program Studi DesainKomunikasiVisual,Jurusan Seni danDesain,FakultasSastra,UniversitasNegeriMalang.Pembimbing:Drs. Sarjono, M.Sn. Kata Kunci: Perancangan, Katalog Wisata, Kota Tuban. KotaTuban disebut dengan bumi wali yaitu berkumpulnya para walisongo. Hal ini terbukti banyaknya makam wali yang berada di Tuban: sunan bonang, Syaikh Maulana Ibrahim Asmaraqandi, sunan bejagung, dan lain-lain. Tuban juga disebut Kota Seribu Goa karena faktor geografis Tuban berada dirangkaian Pegunungan Kapur Utara. Kota Tuban juga merupakan salah satu kota yang memiliki banyak keanekaragaman wisata. Dari julukan Bumi Wali tersebut Tuban terkenal dengan wisata religinya, namun selama ini kurang diminati masyarakat dikarenakan kurangnya media promosi untuk meningkatkan potensi wisata religi di Tuban. Media promosi yang pernah dirancang sebelumnya adalah berupa booklet, leaflet, dan DVD. Namun media tersebut masih kurang mendukung promosi wisata di Tuban, karena kurangnya informasi yang ingin disampaikan. Maka perlu dirancang media promosi berupa buku katalog wisata agar pengembangan pariwisata yang ada di Tuban dapat meningkat. Media promosi wisata religi Tuban merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan potensi Tuban dibidang pariwisata. Tujuan dari perancangan katalog wisata Kota Tuban adalah untuk menghasilkan media komunikasi visual berupa katalog wisata Kota Tuban yang memuat informasi lengkap dan komunikatif, mudah dibaca, dan dimengerti.Fungsi dari promosi ini adalah sebagai media informasi yang dapat mempengaruhi target audience agar mereka tertarik dengan wisata religi Tuban. Katalog wisata kota Tuban berbasis fotografi, berukuran 18 cm x 20 cm. Buku katalog menginformasikan 5 wisata religi dan menyajikan informasi-informasi mulai dari sejarah, fasilitas, dan juga peta lokasi wisata yang bertujuan untuk memudahkan wisatawan. Media pendukung yang digunakan adalah, x-banner, poster, brosur, leaflet, iklan majalah dan iklan koran.

Implementasi kebijakan pajak reklame untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Malang / Sri Wahyuni

 

Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Pajak Reklame, Pendapatan Asli Daerah Berbagai kebijakan tentang keuangan daerah ditempuh oleh pemerintah pusat agar pemerintah daerah mampu meningkatkan kemampuannya dalam membiayai urusan penyelenggaran pemerintah dan pembangunan di daerahnya sesuai dengan prinsip daerah otonomi yang nyata, dinamis dan bertanggung jawab serta untuk mempercepat tercapainya kemandirian kabupaten/kota khususnya pada bidang pendanaan. Kemampuan daerah dalam memajukan perekonomian daerahnya terlihat dalam perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) setiap tahunnya. Mengingat sumber dana pembangunan daerah sebagian besar diperoleh dari pemerintah pusat, maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang merupakan indikator untuk menilai tingkat kemandirian pemerintah daerah di bidang keuangan harus ditingkatkan. Sehingga dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat dapat diupayakan peningkatan dalam pembiayaan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan daerah secara efektif efisien sejalan dengan pengelolaan keuangan negara. Seiring dengan diberlakukannya UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan daerah, maka setiap daerah diberikan kesempatan untuk menggali potensi daerahnya masing-masing guna meningkatkan PAD. Oleh karena itu Kota Malang melakukan upaya optimalisasi pada pajak reklame dengan cara mengeluarkan Perda No. 4 tahun 1998 tentang Pajak Reklame dan Peraturan Walikota Malang No. 4 tahun 2008 tentang Tata Cara Penghitungan Pajak Reklame, serta Peraturan Walikota Malang No. 22 tahun 2008 tentang Tata Cara Perijinan, Pemasangan dan Pencabutan Reklame. Permasalahan penelitian dirumuskan sebagai berikut: Bagaimanakah kebijakan pemerintah Kota Malang tentang pajak reklame?; Bagaimanakah kebijakan pemerintah Kota Malang dalam pelaksanaan pemungutan pajak reklame?; Bagaimanakah implementasi kebijakan pajak reklame terhadap perolehan Pendapatan Asli Daerah Kota Malang? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kebijakan pemerintah Kota Malang dalam pajak reklame, untuk mendeskripsikan kebijakan pemerintah Kota Malang dalam pelaksanaan pemungutan pajak reklame dan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan pajak reklame yang telah diterapkan oleh pemerintah Kota Malang sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan (observasi), wawancara (interview), dan penggunaan dokumen. Analisis data yang digunakan adalah model interaktif Miles dan Huberman yang melalui tiga tahap yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil temuan penelitian dikemukakan bahwa: implementasi kebijakan Pajak Reklame Kota Malang dituangkan dalam Perda No. 4 tahun 1998 tentang Pajak Reklame. Sedangkan implementasi kebijakan pemungutan pajak reklame dituangkan dalam Peraturan Walikota Malang No. 4 tahun 2008 tentang tata Cara Penghitungan Pajak Reklame serta tertuang juga dalam Perda Kota Malang No. 4 Tahun 1998 tentang Pajak Reklame. Dalam implementasi kebijakan pajak reklame Kota Malang sebagai upaya untuk meningkatkan PAD dalam hal pengelolaannya pajak reklame dikelola oleh Dispenda Kota Malang dan mengenai perijinan pemasangan reklame dikelola oleh Dinas Perizinan Kota Malang, sedangkan penertiban reklame dilakukan oleh Satpol PP Kota Malang. Klasifikasi ruas jalan untuk pemasangan reklame dibagi dalam empat klasifikasi lokasi yaitu Klasifikasi A, B, C dan D. Setiap klasifikasi/lokasi jalan memiliki tarif pajak reklame yang berbeda-beda. Besarnya pajak reklame yang ditentukan adalah 20% dari total pendapatan pajak reklame, sedangkan untuk reklame rokok atau minuman keras dikenakan pajak sebesar 25 % dan dipungut dengan sistem jemput bola. Dalam pengawasannya dilakukan dengan melakukan operasi untuk mengecek keadaan reklame yang ada di Kota Malang. Implementasi kebijakan reklame Kota Malang sampai saat ini masih belum berjalan secara maksimal karena masih terdapat hambatan. Jika dilihat dari sudut pandang peningkatan PAD maka implementasi kebijakan ini sudah mencapai successful implementation, karena target PAD yang ditargetkan sebesar Rp.29.412.479.407,75 dapat tercapai sebesar Rp.30.235.275.266,00 selama kurun waktu 2005-2010. Kontribusi pajak reklame dalam menyumbang pendapatan daerah pada tahun 2010 sebesar 8,9 %. Akan tetapi jika dilihat dari sudut pandang masyarakat sebagai sasaran kebijakan maka implementasi kebijakan pajak reklame ini masih dikategorikan sebagai unsuccessful Implementation. Selanjutnya faktor pendukung implementasi kebijakan pajak reklame adalah tersedianya sumber daya berupa sarana dan prasarana yaitu fasilitas yang digunakan untuk memantau pelaksanaan kebijakan berupa kendaraan dinas serta tersedianya jumlah staf yang memadai dan adanya kerjasama antara berbagai dinas, sedangkan faktor penghambat dalam implementasi kebijakan pajak antara lain: minimnya kesadaran penyelenggara reklame tentang ketepatan membayar pajak reklame; kurangnya SDM dari Dispenda Kota Malang sendiri. Berdasarkan temuan penelitian diatas disarankan: Upaya pemerintah dalam peningkatan dan pembinaan terhadap para wajib pajak sehingga tidak terlambat dalam membayar pajak reklame, Pemerintah kota Malang hendaknya lebih mempertegas sanksi dan juga perlu diadakan penertiban terhadap reklame-reklame ilegal, Perlu diadakan pemantuan secara maksimal di setiap titik pemasangan reklame di Kota Malang sehingga tidak merusak keindahan Kota Malang, Dispenda lebih rutin dalam melakukan operasi untuk memantau reklame-reklame yang tidak mendapat izin atau reklame ilegal.

Pengelolaan sampah mandiri masyarakat perkotaan Surabaya (studi di Kecamatan Jambangan Kota Surabaya) / Dian Rizqi Ristyawati

 

Kata Kunci: pengelolaan sampah, efektivitas Menanggulangi masalah sampah yang ada khusnya di Kota besar seperti Surabaya, pemerintah kota beserta stakeholder terus berupaya dalam menyukseskan program pemberdayaan masyarakat untuk pengelolaan sampah mandiri dengan mengadakan penyuluhan akan pentingnya kebersihan lingkungan dengan menyelenggarakan lomba kebersihan yang diikuti oleh hampir seluruh merata di 163 Kel. yang ada di Surabaya, dengan menerapkan pengelolaan sampah mandiri dapat diketahui tingkat efektivitas pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: (1) Bagaimana pengelolaan sampah mandiri yang dilakukan warga Kel. Karah dan Kel. Jambangan? (2) Problematika dalam pengelolaan sampah di Kel. Karah dan Kel. Jambangan? (3) Pengelolaan sampah mana yang paling efektif digunakan di Kel. Karah dan Kel. Jambangan?. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survey. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan tehnik wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif untuk memperoleh data tentang bagaimana pengelolaan sampah mandiri yang dilakukan berdasarkan variabel yang ditemukan di lapangan. Hasil penelitian diperoleh data primer dan sekunder yaitu (1) pengelolaan sampah organik di Kel. Karah dan kel. Jambangan dikelolan secara individu dengan takakura dan secara komunal dengan menggunakan komposter dan hasil pengomposan dijual ke masyarakat umum dan DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan). Pengelolaan sampah anorganik di Kel. Jambangan dibagi dalam beberapa kelompok yaitu pengepul, pencuci, pembuat planel dan penjahit. Hasil produk sampah anorganik dijual di galeri daur ulang sampah (2) Problematika yang ditemukan di lapangan dalam mengelola sampah mandiri adalah tidak semua warga mengelola sampah, kurangnya manajemen pengelolaan baik kaderisasi, bahan baku, tenaga kerja terampil dan penjualan (3) Pengelolaan sampah di Kel. Jambangan lebih efektif karena mengelola sampah organik dan anorganik dengan timbunan sampah rata rata selama tahun 2007-2010 di Kel. Karah mencapai 0,35 m3dan di Kel. karah mencapai 0,36 m3. Disimpulkan (1) perbedaan pengelolaan sampah mandiri yang dilakukan di Kel. Jambangan dan Kel. Karah terletak pada pengelolaan sampah anorganik (2) Pengelolaan sampah organik di Kel. Karah dan Jambangan memiliki problematika yang sama (3) pengelolaan sampah yang paling efektif yaitu di Kelurahan Jambangan walaupun mengalami angka penurunan sampah lebih rendah dibandingkan dengan Kel. Karah Adapun saran yang dapat diberikan (1) Pengelolaan sampah di Kelurahan Karah tidak hanya mengelola sampah organik melainkan sampah anorganik (2) Dibutuhkan aspek kelembagaan untuk membentuk struktur organisasi dalam menggerakkan, mengaktifkan dan mengarahkan sistem pengelolaan sampah dengan ruang lingkup bentuk institusi, pola organisasi personalia serta manajemen (3) Peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah sangat penting karena peran serta merupakan alat guna memperoleh informasi mengenai kondisi, kebutuhan dan sikap masyarakat setempat.

Suatu alternatif penyajian konsep peluang di SMU / oleh Julik Chusnaini

 

Analisis pengaruh variabel makro terhadap perdagangan internasional Indonesia dimediasi oleh nilai tukar terhadap dollar periode 2010-2014 / Evania Rahma Oktavia

 

ABSTRAK Rahma, Evania Oktavia. 2015. Analisis Pengaruh Variabel Makro Terhadap Perdagangan Internasional Indonesia Dimediasi Oleh Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Periode 2010-2014. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Dwi Wulandari, S.E., M.M. (2) Thomas Soseco, S.E, M.Sc. Kata Kunci : Perdagangan Internasional, Variabel Makro, Nilai Tukar. Perekonomian terbuka telah memberikan dampak terhadap perekonomian yaitu perdagangan , yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat disuatu negara. Dalam perdagangan internasional kurs mata uang dapat dimaknai sebagai perbandingan nilai antar mata uang. Dari sudut pandang moneter umumnya kurs valuta asing dipengaruhi oleh variabel fundamental ekonomi. Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu seberapa besar pengaruh variabel makro terhadap nilai tukar dan seberapa besar pengaruh nilai tukar dengan perdagangan internasional. Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif, yaitu menggunakan data Produk Domestik Bruto, Jumlah Uang Beredar, Tingkat Suku Bunga, Indeks Harga Konsumen, Ekspor, dan Impor. Lokasi penelitian di Kota Malang, Jawa Timur dan instrumen yang digunakan yaitu data publikasi dari Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder dari berbagai sumber resmi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis jalur (Path Analysis), uji hipotesis dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto, Jumlah Uang Beredar, dan Tingkat Suku Bunga secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar tetapi Indeks Harga Konsumen berpengaruh tidak signifikan terhadap nilai tukar. Hal ini disebabkan karena belum ada pengendalian inflasi oleh pemerintah supaya inflasi tidak terlalu tinggi. Dilihat dari koefisien determinasi, variabel makro sudah baik dalam menjelaskan variabel nilai tukar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai Tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap impor dan ekspor. Kesimpulan dari analisis jalur variabel nilai tukar disini tidak sebagai variabel intervening dimana peran nilai tukar tidak memperkuat hubungan antara variabel makro terhadap perdagangan internasional melainkan peran nilai tukar disini memperlemah antara variabel makro dengan perdagangan internasional. Beberapa faktor lain mempengaruhi impor dan ekspor selain nilai tukar yaitu daya beli masyarakat, pendapatan, harga internasional, dan kebijakan tariff dan non tariff.

Kajian tentang pemahaman siswa kelas II SMU Negeri Lumajang terhadap bentuk molekul, ikatan kimia, ukuran molekul, massa molekul, dan sifat-sifat fisik air / oleh Supriyadi

 

Perancangan komik digital interaktif sebagai media alternatif mata pelajaran biologi untuk SMA Negeri 2 Malang / Luthfi Ihsan Suryana

 

ABSTRAK Suryana, Luthfi Ihsan. 2015. PerancanganKomik Digital Interaktif Sebagai Media Alternatif Mata Pelajaran BiologiUntuk SMA Negeri 2 Malang.Skripsi, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Pujiyanto, M.Sn , (II) Mitra Istiar Wardhana, S.Kom, M.T Kata Kunci: Media Alternatif, Biologi, Komik Digital Interaktif, Malang Media alternatif diperlukan untuk membantu dalam pemberian materi pelajaran dalam kegiatan belajar agar siswa tidak cepat bosan. Khusus untuk mata pelajaran Biologi, media alternatif yang ada memang cukup banyak tersedia. Anak remaja menyukai komik dan itu menjadi landasan untuk merancang media alternatif untuk mata pelajaran Biologi yaitu komik dalam bentuk digital karena trend saat ini semua hal yang berbau digitallebih diminati. PerancanganinimenggunakansistematikaperancanganEbdi Sanyoto yang disesuaikandengankebutuhan.Teknikpengumpulan data melaluiobservasi, wawancara, dandokumentasi.Dalamkonsepperancanganinimengusungkonsepkartun yang digabung dengan gaya manga serta desain yang penuh warna. Media utama dari perancangan ini berupa Komik Digital Interaktif yang merupakansalahsatumedia yang menarik sebagai media alternatifbagi siswa untuk belajar.Perancangan media Komik Digital Interaktifmenggabungkankonsepdesainkarakter yang atraktifsertaceritakeseharian yang menarik bagi siswa. Komik Digital Interaktif menjadi media alternatif dalam pelajaran biologi untuk SMA Negeri 2. Dengan adanya media alternatif ini, dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Kelemahan media ini yaitu memerlukan perangkat seperti komputer untuk menjalankannya sehingga diperlukan fasilitas yang lengkap. Dalam merancang media ini perlu observasi yang mendalam agar tidak terjadi kelasalahan dalam pembuatan media.

Implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada pembelajaran ekonomi tahun ajaran 2010-2011 (studi kasus pada SMAI Al Maarif Singosari Kabupaten Malang) / Dika Listyaningtyas

 

Kata kunci: modal, usaha kecil Usaha kecil mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam menopang perekonomian Indonesia. Bagian pentingnya yang berperan dalam keberlangsungan usaha kecil adalah modal. Modal sebagai komponen vital menentukan arah bagaimana suatu usaha bisa berkembang. Namun dalam kenyataan, permodalan pada usaha kecil masih sangat terbatas dan mengalami banyak permasalahan serta belum ada pengungkapan. Contoh indikasi adanya permasalahan permodalan pada usaha kecil adalah jika melihat Usaha kecil yang berjumlah lebih dari 90% dari jumlah keseluruhan usaha di Indonesia, namun dalam hal penghasilan yang diperoleh masih sangatlah kecil. Hal ini terjadi dikarenakan adanya permasalahan permodalan baik dari sisi relevansi, efektivitas, dan efisiensi sehingga penelitian ini berusaha menggali mengenai permasalaan permodalan pada usaha kecil. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuatitatif deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Data awal yang dicari adalah prosentase modal dan alokasi penggunaan modal kemudian data yang diperoleh dideskripsikan secara rinci. Subyek penelitian adalah pelaku 8 sentra usaha unggulan kota Malang yaitu Sentra Keramik Dinoyo, Sentra Gerabah Penanggungan, Sentra Usaha Keripik Tempe Sanan Purwantoro, Sentra Usaha Mebel Tunjung Sekar, Sentra Usaha Rotan Bale Arjosari, Sentra Usaha Emping Jagung Arjosari, Sentra Usaha Kompor Merjosari, Sentra Usaha Saniter Karangbesuki. Hasil penelitian menunjukkan permodalan pada usaha kecil jumlahnya masih sangat kecil. Hal ini dikarenakan usaha kecil memiliki keterbatasan mengakses informasi dan adanya suku bunga yang tinggi. Dari sisi efektivitas, pemanfaatan modal masih sangat bergantung jumlah modal yang dimiliki dan keadaan pasar sedangkan di sisi efisiensi pemanfaatan modal masih terkendala besarnya modal yang dimiliki dan keterbatasan pengetahuan mengenai produksi. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan agar pemerintah memberikan kemudahan dalam memanfaatkan kredit untuk usaha kecil baik dari sisi sosialisasi kepada usaha kecil maupun tingkat suku bunga. Selain itu pemerintah juga diharapkan mampu mengontrol harga bahan baku dan bahan pembantu untuk produksi usaha kecil. Dari sisi efisiensi disarankan agar pemerintah sering melakukan pelatihan-pelatihan kepada pelaku usaha kecil mengenai alternatif produksi untuk meningkatkan efisisensi pada usaha kecil.

Hubungan antara iklim organisasi dengan produktivitas kerja pegawai di lingkungan Kandepdikbud Kodya Malang / oleh Mutia Faida

 

Respon tutur siswa autis terhadap tutur direktif guru dalam interaksi pembelajaran di kelas / Siti Robiah

 

ABSTRAK Robiah, Siti. 2015. Respon Tutur Siswa Autis terhadap Tutur Direktif Guru dalam Interaksi Pembelajaran di Kelas.Tesis, Pendidikan Bahasa Indonesia,Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Abdul Syukur Ibrahim, (II) Prof. Dr. H. Ahmad Rofi’uddin, M.Pd. Kata Kunci: respon tutur, tutur direktif, tutur siswa autis, respon tutur siswa. Percakapan dalam proses pembelajaran di kelas merupakan salah satu realitas komunikasi penggunaan bahasa. Komunikasi di kelas memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Hal ini terjadi karena hanya dengan adanya komunikasi yang berkesinambungan antara guru dan siswa maka proses pembelajaran dapat berjalan lancar. Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa komunikasi yang terjadi di kelas dapat berlangsung apabila semua komponen yang mendukung saling berinteraksi, tidak terkecuali pada kelas anak berkebutuhan khusus, yaitu autis. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif rancangan studi kasus, dengan tujuan mendeskripsikan data penelitian secara faktual dan alamiah. Data penelitian ini berupa (1) data deskriptif, yaitu tuturan siswa dan guru SLB Autis Laboratorium UM yang direkam menggunakan camera digital SONY seri DSC-W510 dan handphone ASUS seri Zenfone 4-T001 dan (2) data reflektif, berupa catatan lapangan dan catatan khusus berdasarkan observasi langsung pada penggambaran konteks yang melatarbelakangi hadirnya tuturan. Data dianalisis menggunakan teknik prosedur model analisis interaktif yang di-kembangkan oleh Miles dan Huberman dengan proses analisis model Cummings. Hasil penelitian merujuk pada fokus penelitian yang meliputi tiga kajian pokok, yaitu (1) wujud respon tutur siswa autis terhadap tutur direktif guru pada dua kategori, yakni (a) pemroduksian respon tutur dan (b) pembagian jenis respon tutur; (2) fungsi respon tutur siswa autis terhadap tutur direktif guru pada dua kategori, yakni (a) fungsi pemroduksian respon tutur dan (b) pemrosesan terja-dinya respon tutur; dan (3) strategi respon tutur siswa autis terhadap tutur direktif guru pada dua kategori, yakni (a) faktor pembentukan respon tutur dan (b) cara penyampaian respon tutur. Berdasarkan analisis data, diperoleh temuan penelitian sebagai berikut. Pertama, wujud respon tutur siswa autis terhadap tutur direktif guru yang direalisasikan dalam wacana interaksi pembelajaran di kelas memiliki dua kate-gori, yaitu a)pemroduksian respon tutur siswa autis terhadap tutur direktif guru meliputi respon asertif, direktif, komisif, dan ekspresif; dan b)pembagian jenis respon tutur siswa autis terhadap tutur direktif guru menurut indera yang mengamati, yaitu respon auditif, visual, dan perasa. Respon tutur tersebut diwu-judkan secara beragam melalui penggunaaan wujud tuturan dengan penggunaan jenis respon yang bervariasi melalui motif tutur direktif guru tertentu sesuai konteks yang melatari wacana interaksi kelas dan kebutuhan komunikasi serta tujuan yang hendak dicapai dalam interaksi pembelajaran di kelas. Kedua, fungsi respon tutur siswa autis terhadap tutur direktif guru cukup bervariasi. Dalam wacana interaksi pembelajaran di kelas ini, fungsi respon tutur siswa autis terhadap tutur direktif guru diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu a) fungsi pemroduksian respon tutur siswa autis terhadap tutur direktif guru meliputi fungsi mengeluh, menyetujui, menanyakan, meminta, menyatakan sesuatu, menunjukkan, mengucapkan terima kasih, meminta maaf, menegaskan, melaporkan, menyebutkan, dan menawarkan; dan b) pemrosesan terjadinya respon tutur siswa autis terhadap tutur direktif guru disebabkan oleh sebuah aksi dari guru sehingga menimbulkan reaksi dari siswa. Reaksi siswa diwujudkan dalam motif tutur direktif guru mengajak, memperingatkan, menasihati, menya-rankan, mengingatkan, meminta, mengarahkan, dan memerintah. Respon tutur yang diwujudkan melalui fungsi tutur dengan proses terjadinya respon yang bervariasi merepresentasikan beragamnya respon yang ditimbulkan melalui motif tutur direktif guru tertentu sesuai konteks yang melatari wacana interaksi kelas dan kebutuhan komunikasi serta tujuan yang hendak dicapai dalam interaksi pembelajaran di kelas tersebut. Ketiga, strategi respon tutur siswa autis terhadap tutur direktif guru yang direalisasikan dalam wacana interaksi pada pembelajaran di kelas meliputi dua kategori, yaitu a) pembentukan respon tutur siswa autis terhadap tutur direktif guru ditentukan oleh dua faktor, yaitu internal dan eksternal; dan b) penyampaian respon tutur siswa autis terhadap tutur direktif guru disampaikan secara langsung. Disimpulkan bahwa respon tutur tersebut dilakukan dengan strategi melalui penggunaaan faktor pembentukan respon dengan cara penyampaian secara langsung melalui motif tutur direktif guru tertentu sesuai konteks yang melatari wacana interaksi kelas dan kebutuhan komunikasi serta tujuan yang hendak dicapai dalam interaksi pembelajaran di kelas. Secara ringkas, hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam wacana interaksi pembelajaran di kelas, wujud respon tutur siswa terhadap tutur direktif guru direalisasikan dalam berbagai motif tutur direktif guru dengan mengemban fungsi respon yang berbeda-beda dan diekspresikan melalui strategi bertutur secara langsung. Semakin tinggi kemampuan komunikasi yang dilakukan oleh siswa, maka semakin beragam respon tutur yang dihasilkan. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah kemampuan komunikasi yang dimiliki oleh siswa, maka semakin sedikit variasi respon tutur yang dihasilkan. Sesuai dengan hasil penelitian di atas, disarankan hal-hal sebagai berikut kepada pihak-pihak terkait. Bagi kepala sekolah, disarankan agar melakukan koordinasi kepada semua guru guna menindaklanjuti kajian ini dengan penentuan format pembelajaran yang seharusnya dilakukan agar lebih mengutamakan pengembangan perolehan bahasa siswa dalam wacana komunikasi khususnya dalam interaksi pembelajaran di kelas. Bagi guru, temuan penelitian ini dapat direkomendasikan sebagai bahan untuk mengembangkan tuturan dalam proses pembelajaran di kelas dan dapat mengembangkan potensi siswa dengan memperkaya wujud dan fungsi tuturan tersebut sehingga respon tutur siswa pun dapat beragam sesuai dengan kemampuan komunikasi dari masing-masing siswa. Bagipeneliti selanjutnya, temuan penelitian ini dapat dijadikan landasan untuk penelitian yang serupa dengan objek kajian dapat diperluas dan metodologi kajian dapat dikembangkan.

Jajaran genjang dan trapesium, luas dan masalah-masalah yang berhubungan / oleh Kesi Widhiati

 

Pengaruh reverse stovk split terhadap abnormal retrurn, traiding volume activity, dan bid ask spread (studi pada perusahaan yang listing di BEI tahun 2004-2014) / Ika Riawati

 

ABSTRAK Riawati, Ika. 2015. Pengaruh Reverse Stock Split terhadap Abnormal Return, Trading Volume Activity, dan Bid-Ask Spread (Studi pada Perusahaan yang Listing di Bursa Efek Indonesia Tahun 2004-2014). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Bambang Sugeng, M.A., M.M. (II) Dr. Sri Pujiningsih, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: Reverse Stock Split, Abnormal Return, Trading Volume Activity, Bid -Ask Spread Reverse stock split merupakan salah satu bentuk informasi yang diberikan oleh emiten untuk menurunkan jumlah lebar saham yang beredar. Terdapat tiga teori utama yang mandasari rasionalitas emiten dalam melaksanakan reverse stock split, yaitu trading range theory, liquidity theory, dan signalling theory. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari bukti empiris apakah efek yang diakibatkan adanya informasi reverse stock split telah sesuai dengan motivasi yang mendasari pelaksanaan kebijakan tersebut. Trading range theory dan liquidity theory dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan trading volume activity dan bid-ask spread sebagai indikator likuiditas saham. Signalling theory ditandai dengan adanya abnormal return yang negatif setelah reverse stock split. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan www.idx.co.id dengan teknik dokumentasi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah saham perusahaan yang tercatat di BEI periode 2004-2014 sebanyak 23 perusahaan. Dari populasi tersebut, melalui teknik purposive sampling terpilih 10 perusahaan sebagai sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji dua rata-rata sampel berpasangan dengan tingkat signifikansi 5% untuk menguji perbedaan abnormal return, trading volume activity, dan bid-ask spread sebelum dan sesudah reverse stock split.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah reverse stock split. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat perbedaan trading volume activity dan bid-ask spread sebelum dan sesudah reverse stock split, sesuai dengan trading range theory dan liquidity theory yang mendasari pelaksanaan reverse stock split.

Penguasaan siswa terhadap bahan prasyarat belajar matematika unit geometri di sekolah menengah umum negeri kelas I sekotamadya Malang / oleh Sahat Siagian

 

Pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar geografi siswa SMA / Alfi Sahrina

 

ABSTRAK Sahrina, Alfi. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa SMA. Tesis. Jurusan Pendidikan Geografi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Achmad Fatchan, M. Pd., M.P; dan (II) Prof. Dr. Budijanto, M.Sos. Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning, Hasil Belajar Geografi Model pembelajaran Problem Based Learning bertujuan mengembangkan kemampuan pemecahanan masalah serta membangun pengetahuan siswa secara mandiri. Fokus pembelajaran terletak pada pemecahan permasalahan yang bersifat autentik. Dengan menggunakan permasalahan autentik, pengetahuan yang ditemukan secara mandiri akan lebih melekat dalam ingatan. Hal ini dikarenakansemakin konkrit siswa mempelajari bahan pelajaran, maka semakin banyaklah pengalaman yang mereka dapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar geografi siswa SMA. Rancangan penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimen) yang melibatkan kelompok kontrol dan eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah nonequivalent control group design. Penentuan subjek penelitian berdasarkan nilai rata-rata UAS semester I yang hampir sama. Kelas XI IIS 1 sebagai kelas eksperimen yang memiliki nilai UAS sebesar 76,00 dan XI IIS 2 sebagai kelas kontrol yang memiliki nilai UAS sebesar 76,46. Instrumen penelitian berupa tes yang berbentuk esai. Data yang digunakan berupa gain score yang dianalisis dengan bantuan program SPSS 16,0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap hasil belajar geografi siswa SMA. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata gain score kelas eksperimen sebesar 21,99 lebih besar dibandingkan dengan kelas kontrol sebesar 15,03. Hasil analisis uji-t menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,012. Nilai tersebut lebih kecil dari 0,050 (p<0,050). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap hasil belajar geografi siswa SMA.Model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap hasil belajar diduga kuat karena siswa belajar permasalahan yang ada di dunia nyata dengan melakukan investigasi langsung dilapangan. Dengan belajar langsung siswa akan mendapatkan pengalaman yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Saran yang diberikan bagi guru dalam menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning antara lain: (a) mempertimbangkan lokasi penyelidikan yanglebih mudah dijangkau oleh siswa, (b) memberikan waktu yang lebih saat melakukan kegiatan presentasi, dan (c) guru bersedia melakukan bimbingan di luar jam pelajaran.

Perbandingan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode mengajar kelompok dan metode demonstrasi pada pelajaran menjahit celana pria kelas XI Busana di SMK Negeri 3 Malang / Nidya Sasando

 

Kata kunci: Metode Mengajar Kelompok, Metode Demonstrasi, Hasil Belajar. Metode mengajar kelompok memberikan tekanan utama pada peningkatan kemampuan individu sebagai anggota kelompok. Metode ini dapat ditempuh guru dengan jalan: membagi kelas dalam beberapa kelompok dan memberi kesempatan untuk belajar perorangan dan berkelompok kecil, dalam hal ini guru perlu mencegah terjadinya perilaku siswa sebagi parasit belajar, dan ketidakmampuan kerja kelompok. Metode demonstrasi merupakan metode pembanding yang cara penyajian pelajaran tersebut dengan cara meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan. Penilaian hasil belajar pada Sekolah Menengah Kejuruan menggunakan sistem pembelajaran berbasis kompetensi, pada dasarnya merupakan proses penentuan untuk memastikan siswa apakah sudah kompeten atau belum. Hasil belajar diperoleh dari penggunaan metode mengajar kelompok dan metode demonstrasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan metode mengajar kelompok dan demonstrasi pada pelajaran menjahit celana pria yang dilakukan di SMK Negeri 3 Malang, tanggal 24 Agustus 2009 - 25 Desember 2009. Populasi diambil dari siswa kelas XI Busana. Sampel diambil dari siswa kelas XI Busana 1 dan 2. Sedangkan sumber data yang dipilih adalah guru pengajar dari masing-masing kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan nilai praktik. Variabel bebas: metode mengajar kelompok dan metode demonstrasi (X), Variabel terikat: hasil belajar siswa pada pelajaran menjahit celana pria (Y). Hasil penelitian pengunaan metode kelompok: (1) Kecermatan penguasaan prilaku dalam menjahit saku passepoille 93%,saku sisi 93%, tutup tarik 93%, ban pinggang 93%. (2) Kecepatan unjuk kerja dalam menjahit saku pasepoille 64%, saku sisi 93%, tutup tarik 93% dan ban pinggang 68%. (3) Kesesuaian dengan prosedur dalam menjahit saku pasepoille 89%, saku sisi 89%, tutup tarik 93% dan ban pinggang 68%. (4) Kualitas unjuk kerja dalam menjahit saku pasepoille 93%, saku sisi 93%, tutup tarik 89% dan ban pinggang 89%. (5) Tingkat alih belajar dalam menjahit saku pasepoille 89%, saku sisi 93%, tutup tarik 96% dan ban pinggang 68%. (6) Tingkat retensi dalam menjahit saku pasepoille 89%, saku sisi 93%, tutup tarik 89% dan ban pinggang 68%. Hasil penelitian pengunaan metode demonstrasi: (1) Kecermatan penguasaan prilaku dalam menjahit saku pasepoille 93%, saku sisi 89%, tutup tarik 89% dan ban pinggang 89%. (2) Kecepatan unjuk kerja dalam menjahit saku pasepoille 46%, saku sisi 57%, tutup tarik 89% dan ban pinggang 68%. (3) Kesesuaian dengan prosedur dalam menjahit saku pasepoille 89%, saku sisi 89%, tutup tarik 89% dan ban pinggang 68%. (4) Kualitas unjuk kerja dalam menjahit saku pasepoille 46%, saku sisi 57%, tutup tarik 89% dan ban pinggang 68%. (5) Tingkat alih belajar dalam menjahit saku pasepoille 89%, saku sisi 46%, tutup tarik 89% dan ban pinggang 68%. (6) Tingkat retensi dalam menjahit saku pasepoille 89%, saku sisi 89%, tutup tarik 89% dan ban pinggang 68%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa yang diajar dengan menggunakan metode kelompok mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan metode demonstrasi pada pelajaran celana pria di kelas XI Busana SMK Negeri 3 Malang. Penelitian ini tentunya memiliki banyak kekurangan, alangkah baiknya bila peneliti lain mempunyai waktu, lokasi dan faktor lain yang mendukung akan lebih baik apabila pengambilan populasi dan sampel dilakukan dari beberapa sekolah yang melaksanakan metode mengajar kelompok dan demonstrasi pada pelajaran produktif. Penelitian selanjutnya supaya lebih sempurna lagi sebaiknya untuk membuktikan bahwa perbandingan metode mengajar kelompok dan metode demonstrasi perlu dikembangkan intrumen lain seperti angket untuk menggali data tersebut. Sebaiknya dalam memilih metode mengajar pada pelajaran produktif lebih bervariasi. Berdasarkan penelitian ini supaya lebih efektif sebaiknya mengembangkan penggunaan metode kelompok dalam pelajaran produktif di Sekolah Kejuruan.

Evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi sebagai alat pengendalian intern pada pabrik gula Modjopanggoong Tulungagung / oleh Suliyah

 

Perencanaan dongkrak hidrolis pemindah beban / oleh Finatus Zahrok

 

Redesain corporate identity perusahaan rebana UD Asri sebagai dasar repositioning untuk meningkatkan penjualan / Maella Himmatul Firdaus

 

ABSTRAK Firdaus, Maella Himmatul. 2015. Redesain Corporate Identity Perusahaan Rebana UD Asri Sebagai Dasar Repositioning untuk Meningkatkan Penjualan. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc., Ph.D.(I) Rudi Irawanto, S.Pd., M.Sn. Kata kunci: Redesain, Corporate Identity, Rebana, Repositioning, Penjualan UD Asri merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan alat musik perkusi, terutama rebana dan alat musik perkusi berbasis Islami. Sejak berdiri pada tahun 2000, UD Asri telah berkembang sehingga produknya tidak hanya dikenal di daerah Tuban saja, namun juga sudah mencapai keluar pulau Jawa. Namun dengan semakin populernya aliran musik bernuansa islami, pesaing-pesaing baru produsen alat musik rebana mulai bermunculan. Oleh karena itu strategi promosi baru diperlukan untuk meningkatkan posisi dalam pasar dan meningkatkan penjualan. Redesain corporate identityperusahaan rebana UD Asri digunakansebagai langkah awal untuk memperbaiki posisi UD Asri di dalam pasar alat musik perkusi bertajuk Islami. Hal ini mengingat pentingnya sebuah corporate identity sebagai landasan untuk membuat media-media promosi. Sedangkan perusahaan UD Asri tidak memiliki corporate identity yang mampu bersaing dikancah nasional, walau pun produk mereka dinilai bagus.Maka dari itu corporate identity yang baru dibutuhkan untuk membuat media-media promosi guna meningkatkan image perusahaan dimata masyarakat. Model perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural, yaitu model perancangan yang bersifat deskriptif dimana menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti dalam menghasilkan sebuah produk. Langkah untuk merancang media promosi dan media pendukung lainnya menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Perancangan ini menghasilkan sebuah corporate identity baru meliputi logo, tagline dan warna perusahaan. Selain itu juga menghasilkan media-media pendukung perusahaan seperti stationery, seragam karyawan, mobil perusahaan, ephemera dan media promosi. Semua ini akan disusun dalam sebuah buku GSM ( guide standard manual) yang juga mencangkup tata cara penggunaan logo UD Asri yang baru. Sehingga hasil perancangan ini bisa dijadikan sebagai pedoman dalam mendesain corporate identity, baik bagi mahasiswa, desainer grafis, pengajar dan lain sebagainya.

Penerapan strategi pair check untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas XI MAN Malang I / Laila Mufidah

 

Kata kunci: menulis, strategi pair check, MAN Penerapan strategi pair check untuk meningkatkan kemampuan menulis ber tujuan agar siswa memiliki kemampuan dalam menuangkan ide, pikiran, pengalaman, dan pendapatnya dalam bahasa Arab dengan benar. Dengan strategi pair check memungkinkan bagi siswa untuk saling bertukar pendapat dan saling memberikan saran tentang bahan tulisan yang akan ditulis. Pelaksanaan pembelajaran menulis yang sudah dilakukan di kelas XI masih berkisar pada mengurutkan kata menjadi kalimat yang padu ataupun mentransleterasi tulisan Latin ke Arab. Sehingga siswa tidak terbiasa untuk mengungkapkan ide, gagasan dan pendapatnya dalam bentuk bahasa Arab. Untuk menyempurnakan strategi pembelajaran menulis yang dilakukan oleh guru, peneliti mencoba strategi pair check. Dalam strategi pair check terdapat diskusi yang dilakukan dalam kelompok kecil/saling berpasangan. Dengan diterapkannya strategi pair check, diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa XI IPS 3 MAN Malang I dalam pembelajaran menulis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan strategi pair check dalam pembelajaran bahasa Arab dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis bahasa Arab dengan menerapkan strategi pair check. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berupa siklus-siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap kegiatan yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai perencana, pelaksana, dan pelapor penelitian dalam pelaksanaan. Instrument yang digunakan yaitu (1) pedoman observasi, (2) pedoman wawancara, (3) angket, (4) tes. Data penelitian ini berupa informasi tentang pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab dengan strategi pair check dan proses peningkatan kemampuan menulis bahasa Arab dengan menerapkan strategi pair check. Kedua hal tersebut direkam dalam catatan lapangan berupa proses tindakan yang terjadi pada masing-masing siklus dan hasil tulisan siswa pada tiap siklus. Pelaksanaan pembelajaran menulis bahasa Arab dengan strategi pair check dilakukan melalui proses menulis melalui tahapan berikut. Tahap pra menulis, kegiatan yang dilakukan diantaranya: membangkitkan semangat menulis siswa dan memberikan stimulus, menentukan kelompok belajar dalam hal ini yaitu pasangan siswa, menentukan topik yang akan ditulis, menyampaikan langkah-langkah menulis, mengajak siswa untuk mulai menulis. Tahap saat menulis kegiatan yang dilakukan yaitu memberikan contoh kalimat dan meminta siswa untuk memperhatikan aspek-aspek penulisan kalimat diantaranya struktur kalimat, penggunanan pilihan kata, i ketepatan tulisan, kerapian tulisan dan pengembangan kalimat. Tahap pasca menulis, hal-hal yang dilakukan yakni merevisi dan memberikan hasil revisinya. Proses peningkatan kemampuan menulis ditandai dengan semakin aktifnya siswa dalam kegiatan pembelajaran dan berkurangnya kendala-kendala yang dialami siswa dari siklus I sampai siklus III yang terekam dalam catatan lapangan dan meningkatnya kemampuan menulis siswa yang tampak pada hasil tulisan siswa. Secara keseluruhan rata-rata hasil siklus I adalah 54,9 sedangkan pada siklus II 68,1 dan pada siklus III 70,2 . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pair check dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. Mengingat manfaat yang dapat diperoleh siswa, maka disarankan bagi guru untuk bisa menerapkan strategi pair check sebagai salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan ketrampilan menulis siswa dan berusaha meningkatkan profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran bahasa Arab dengan mengembangkan media dan strategi menulis agar tidak hanya terpacu pada lembar kerja siswa. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan meneliti kemampuan berbahasa Arab yang lain dengan menggunakan strategi pair check.

Studi tentang kegiatan pembelajaran orang dewasa di kelompok jama'ah tahlil putri desa Tlogorejo kecamatan Pagak kabupaten Malang / oleh Nur Amala

 

Representasi nilai karakter dalam novel 9 Summers 10 Autumns Dari Kota Apel Ke the Big Apple karya Iwan Setyawan / Siti Alifah

 

ABSTRAK Alifah, Siti. 2015. Representasi Nilai Karakter Novel 9 Summers 10 Autumns Dari Kota Apel Ke Big Apple, Karya Iwan Setyawan. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd (II) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd Kata kunci: representasi, nilai karakter, novel, 9 summer 10 autumns. Nilai-nilai karakter dalam karya sastra mencerminkan pandangan pengarang terhadap nilai-nilai kebenaran yang ingin disampaikan. Untuk melihat nilai-nilai karakter tersebut perlu telaah karya sastra yang menitikberatkan pada telaahan nilai-nilai karakter. Maraknya persoalan-persoalan nilai karakter dan isu-isu nilai karakter yang berkembang dalam masyarakat, mendorong diadakannya penelitian ini, yang memilih kajian novel 9 Summers 10 Autumns Dari Kota Apel ke The Big Apple , karya Iwan Setyawan, yang merupakan novel inspiratif dari kisah nyata seorang Iwan Setyawan. Cerita yang bertitik tolak dari fakta sosial, realitas yang pernah terjadi, dengan segala konflik batin serta konflik kondisi. Novel yang sangat menarik, penuh dengan kisah-kisah nyata, penuh kisah teladan yang mengharukan dan tentunya sarat akan representasi nilai karakter. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan nilai karakter pada novel 9 Summers 10 Autumn Dari Kota Apel ke The Big Apple, karya Iwan Setyawan, yang berkenaan dengan (1) diri sendiri, (2) sesama manusia, (3) lingkungan, (4) Tuhan Yang Maha Esa, dan (5) kebangsaan. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif deskriptif. Peneliti merupakan instrumen utama untuk mengamati dan mendiskripsikan secara langsung dalam memperoleh data yang berupa interpretasi data tekstual nilai-nilai karakter, paparan naratif dan dialog yang menggambarkan representasi nilai karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan psikologis. Pendekatan psikologis adalah pendekatan yang bertolak dari pendapat bahwa karya sastra selalu saja membahas tentang peristiwa kehidupan manusia. Manusia senantiasa memperlihatkan perilaku yang beragam, bila ingin melihat dan mengenal manusia lebih dalam dan lebih jauh diperlukan psikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel novel 9 Summers 10 Autumn Dari Kota Apel ke The Big Apple, karya Iwan Setyawan, terdapat nilai karakter berkenaan dengan (1) diri sendiri, (2) sesama manusia, (3) lingkungan, (4) Tuhan Yang Maha Esa, dan (5) kebangsaan. Nilai karakter berkenaan dengan diri sendiri terwujud dalam nilai (1) jujur, (2) bertanggung jawab, (3) bergaya hidup sehat, (4) disiplin, (5) kerja keras, (6) percaya diri, (7) berjiwa wira usaha, (8) berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, (9) mandiri, (10) ingin tahu, dan (11) cinta ilmu. Nilai karakter berkenaan dengan sesama terwujud dalam nilai (1) perilaku sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain, (2) menghargai karya dan prestasi orang lain, dan (3) santun. Nilai karakter berkenaan dengan lingkungan terwujud dalam nilai peduli lingkungan dan peduli sosial. Nilai karakter berkenaan dengan Tuhan Yang Maha Esa terwujud dalam nilai perilaku religius. Sedangkan nilai karakter berkenaan dengan kebangsaan terwujud dalam (1) nilai semangat kebangsaan dan (2) menghormati keberagaman. Berdasarkan paparan dan hasil temuan, saran ditujukan untuk pihak berikut. Pertama pembaca, penelitian ini dapat menjadi referensi sekaligus menggugah minat untuk mempelajari dan menggali nilai-nilai karakter yang terdapat dalam karya sastra, serta mengambil pelajaran atau hikmah yang ada di dalamnya. Kedua guru, penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia atau sebagai sumber bahan ajar terutama pada kegiatan apresiasi sastra yang dikaitkan dengan nilai-nilai karakter. Ketiga Siswa, sebagai materi untuk menambah wawasan dan pengembangan diri sesuai dengan karakter yang diinginkan. Keempat penulis karya sastra, agar lebih giat menulis karya sastra untuk menambah khasanah sastra Indonesia, terutama yang memiliki muatan nilai karakter kehidupan. Kelima peneliti selanjutnya, diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi dan rujukan untuk penelitian lanjutan tentang nilai karakter terhadap karya sastra untuk lebih memperkaya khasanah kajian sastra.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 |