Remediasi kesulitan siswa SMU Negeri 1 Kotamadya Palangkaraya dalam mempelajari stoikiometri / oleh Ruli Meiliawati

 

Mengekplorasi pemahaman mahasiswa mengenai definisi himpunan terbuka dan titik limit / oleh Anwar

 

Pelanggaran tertib berlalu lintas setelah berlakunya UU no.14 tahun 1992 di Wilayah Hukum Polres Jombang
oleh Mukesi Dwi Fatmawati

 

Penerapan model problem based learning (PBL) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas V SDN Jatimulyo 1 Kota Malang / Willis Rahayuningtyas

 

Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), Motivasi, Hasil Belajar, PKn SD. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan Guru Mata Pelajaran PKn di SDN Jatimulyo 1 Kota Malang diketahui bahwa motivasi siswa relatif rendah, sehingga hasil belajar siswa juga rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Proses belajar PBL dibentuk dari ketidakteraturan dan kompleksnya masalah yang ada di dunia nyata. Hal tersebut digunakan sebagai pendorong bagi siswa untuk belajar mengintegrasikan dan mengorganisasi informasi yang didapat, sehingga nantinya dapat selalu diingat dan diaplikasikan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang akan dihadapi. Masalah-masalah yang didesain dalam PBL memberi tantangan pada siswa untuk lebih mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah secara efektif. Penelitian dilakukan di SDN Jatimulyo 1 Kota Malang, pada tanggal 3 Februari 2011 sampai dengan 10 Maret 2011. Penelitian dilaksanakan dalam rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I membahas tentang organisasi di lingkungan sekolah, sedangkan siklus II membahas tentang organisasi di lingkungan masyarakat. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Jatimulyo 1 Kota Malang berjumlah 12 siswa yakni 7 siswa perempuan dan 5 siswa laki-laki. Setelah model Problem Based Learning (PBL) diterapkan , diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa penerapan model PBL cukup efektif. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan motivasi serta hasil belajar siswa. Peningkatan nilai motivasi belajar siswa, menunjukkan peningkatan yang cukup signifkan dari setiap aspeknya yaitu dari aspek attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction. Hasil belajar yang terdiri dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotor juga mengalami peningkatan. Pada aspek afektif terjadi peningkatan dari siklus I 2,89 menjadi 3,67 pada siklus II . Pada aspek psikomotor juga terjadi peningkatan dari siklus I 3,33 menjadi 3,72 pada siklus II. Dalam aspek kognitif terjadi peningkatan ketuntasan belajar klasikal siswa pada siklus I yaitu 83,3% menjadi 100% pada siklus II. Dari penerapan model PBL yang dirasa cukup efektif yang dibuktikan dengan adanya peningkatan pada motivasi dan hasil belajar siswa maka perlu untuk dipertahankan. Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih baik maka pada saat guru menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), guru lebih membimbing siswa pada saat menentukan sub topik dan pengorganisasiannya ke dalam kelompok agar siswa tidak merasa kesulitan.

Pengaruh penggunaan media kartu terhadap peningkatan kemampuan penguasaan kosa kata bahasa Inggris siswa kelas I SMP Muhammadiyah 10 Dau Malang
oleh Yeni Lusiati

 

Pelaksanaan pengintegrasian pemecahan masalah dalam pengajaran matematika di SDN Saptorenggo III dan V Kecamatan Pakis Kabupaten Malang
oleh Ni Nengah Rukmi Puspita Sari

 

Perencanaan ketel uap pipa air jenis B dan W / oleh Hadi Purwanto

 

Penggunaan media slide dan penerapan metode belajar sejarah di SMA Negeri 8 Malang kelas XI MIPA semester gasal tahun ajaran 2015/2016 / Ririn Suryani

 

ABSTRAK Suryani, Ririn.2015. Penggunaan Media Slide Dan Penerapan Metode Belajar Sejarah Di SMA Negeri 8 Malang Kelas XI MIPA Semester Gasal Tahun Ajaran 2015/2016.. Skripsi, jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembiming: Drs. Dewa Agung Gede Agung, M.Hum. Kata Kunci: Proses Pembelajaran, Media, Metode, SMA Negeri 8 Malang Di SMA Negeri 8 Malang merupakan SMA yang menerapkan kurikulum 2013, dimana mata pelajaran sejarah merupakan mata pelajaran wajib di kelas XI MIPA, tetapi sebagian siswa meremehkan pelajaran sejarah, karena siswa kelas XI MIPA lebih mementingkan pelajaran yang berbasis MIPA seperti biologi, fisika, kimia, dan lain-lain. Karena siswa merasa kemampuan pada mata pelajaran yang lain harus lebih bagus dari pada kemampuannya dalam mata pelajaran sejarah, sehingga minat belajar siswa terhadap pelajaran sejarah menjadi berkurang. Dengan anggapan sebagian besar siswa seperti ini, maka diperlukan upaya untuk menarik siswa untuk dapat antusias dalam pelajaran sejarah khususnya pada kelas XI MIPA sehingga mata pelajaran sejarah tidak hanya dianggap mata pelajaran tambahan di dalam kelas XI MIPA tetapi juga mata pelajaran wajib yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Untuk dapat menarik siswa dalam mempelajari sejarah khususnya kelas XI MIPA maka diperlukan upaya seperti penggunaan media yang menarik bagi siswa dan penerapan metode belajar dengan model yang bervariasi selama proses belajar berlangsung. Dalam proses pembelajaran, kemampuan seorang guru dalam menyampaikan suatu pelajaran tergantung pada cara atau metode serta media pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam mengajar. Guru diharapkan dapat menggunakan metode yang tepat dalam menyampaikan suatu materi pelajaran serta didukung oleh media tepat pula, terutama mata pelajaran sejarah. Dengan demikian penggunaan metode dan media dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peran yang sangat penting, karena keberhasilan pembelajaran dipengaruhi pula oleh cara guru dalam menggunakan metode dan pemanfaatan media pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yaitu: (1) Mendiskripsikan penggunaan media selama proses belajar di kelas XI MIPA di SMA Negeri 8 Malang. (2) Mendiskripsikan penerapan metode belajar yang digunakan oleh guru di kelas XI MIPA selama proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian berupa paparan data berbentuk visual yang terdapat dalam proses pembelajaran sejarah di kelas XI MIPA yang diperoleh dari hasil pengamatan selama proses belajar sejarah di kelas dan wawancara dengan guru sejarah dan siswa kelas XI MIPA. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Kegiatan Analisis data dimulai dengan reduksi data, penyajian data,, kesimpulan dan verifikasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan perpanjangan pengamatan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh dua simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, guru dan siswa menggunakan media dalam proses pembelajaran sejarah berlangsung. guru lebih banyak menggunakan media gambar, peta, serta foto yang dicantumkan dalam slide power point yang ditampilkan dengan laptop dan LCD, serta menggunakan buku pelajaran Sejarah Indonesia, dan internet sebagai media pendukung. Kedua, metode yang sering kali guru sejarah gunakan dalam menyampaikan materi adalah metode diskusi, ceramah, dan tanya jawab. Sampai saat ini metode ceramah masih dianggap lebih efektif oleh siswa karena siswa masih jarang mendapatkan pelajaran dengan metode dan model pembelajaran seperti game, video dan film. Berdasarkan penelitian ini, penulis mengharap pihak sekolah lebih meningkatkan lagi program pelatihan guru dalam rangka peningkatan kemampuan guru dalam memilih media serta meningkatkan kemampuan guru untuk dapat memilih metode pembelajaran dengan model-model yang lebih bervariasi. Untuk guru sejarah diharapkan dapat menggunakan media pembelajaran sejarah yang lebih bervariasi lagi, dan menerapkan model pembelajaran yang lebih beragam. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti lebih dalam lagi tentang penggunaan media dan penerapan metode pembelajaran sejarah yang diterapkan disekolah. Hal ini dikarenakan masih banyaknya sekolah yang belum memiliki fasilitas pendukung untuk menerapkan metode pembelajaran yang didukung oleh media yang baik, serta kemampuan guru dalam mengembangkan media pelajaran dan menerapkan metode belajar yang lebih bervariasi

The teaching of English at Pendidikan Ahli Madya (PAM) Keperawatan Malang
a case-study / by Permana Zaski Sulianta

 

Perhitungan rencana anggaran biaya pekerjaan atap Gedung Kuliah 08 Lanti 4 FMIPA Universitas Negeri Malang dengan metode isometrik / Jova Hermawan

 

ABSTRAK Hermawan, Jova. 2015. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya Pekerjaan Atap Gedung Kuliah O8 Lantai 4 FMIPA Universitas Negeri Malang dengan Metode Isometrik. Proyek Akhir, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Hadi Wasito, Dipl. Ed., M.Pd., Kata kunci: volume pekerjaan , atap Gedung kuliah O8 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sudah dibangun sejak pertengahan Universitas Negeri Malang berdiri. Gedung yang difungsikan sebagai tempat kuliah mahasiswa dan ruang administrasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ini dibangun setinggi tiga lantai. Pada tahun 2015 pihak Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam berencana untuk menambah satu lantai lagi yang nantinya akan digunakan untuk ruang kelas dan ruang dosen dan akan dilengkapi fasilitas lift guna memudahkan mahasiswa, staff maupun dosen untuk naik kelantai selanjutnya. Melalui Proyek Akhir ini penulis berencana untuk menghitung ulang pekerjaan tersebut yang difokuskan pada perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) khususnya pekerjaan atap pembangunan gedung kuliah O8 lantai 4 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang menggunakan metode isometrik. Metode isometrik adalah perhitungan volume pekerjaan (BQ) dengan cara menghitung dari as ke as pada gambar kerja. Metode perhitungan Rencana Anggaran Biaya ini sangat banyak digunakan karena lebih cepat, mudah dan praktis dibandingkan dengan metode-metode yang lain. Sebagai hasilnya Rencana Anggaran Biaya (RAB) atap yang dihitung oleh Konsultan Perencana adalah sebesar Rp. 917,515,939.35 (sembilan ratus tujuh belas juta lima ratus lima belas ribu sembilan ratus tiga puluh sembilan rupiah), sedangkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) atap berdasarkan volume pekerjaan yang dihitung dengan metode isometrik adalah sebesar Rp. 875,563,154.02 (delapan ratus tujuh puluh lima juta lima ratus enam puluh tiga ribu seratus lima puluh empat rupiah) maka selisih yang terjadi sebesar Rp. 41,952,785.33 (empat puluh satu juta sembilan ratus lima puluh dua ribu tujuh ratus delapan puluh lima rupiah) atau 4,195 % dimana Rencana Anggaran Biaya atap berdasarkan volume pekerjaan yang dihitung dengan metode isometrik lebih kecil dari Rencana Anggaran Biaya atap yang dihitung oleh Konsultan Perencana.

Bentuk pengungkapan protes tulis dalam rubrik pembaca menulis Harian Jawa Pos edisi Oktober 1998
oleh Nardi

 

Sistem otomatis penerangan taman menggunakan tenaga surya sebagai solusi hemat energi / Atika Miranti Iswara

 

ABSTRAK Miranti I, Atika. 2015. Sistem Otomatis Penerangan Taman Menggunakan Tenaga Surya Sebagai Solusi Hemat Energi. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Elektro. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Arif Nur Afandi, S.T., M.T., MIAENG, MIEEE, Ph.D. (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T. Kata Kunci : Solar Cell, Sistem Otomatis , Renewable Energy, Sensor PIR, Arduino. Renewable energy (energi terbarukan) didefinisikan sebagai energi yang dapat diperoleh ulang seperti sinar matahari dan angin. Sumber energy terbarukan adalah sumber energi ramah lingkungan yang tidak mencemari lingkungan dan tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global seperti pada sumber-sumber tradisional lain. Aplikasi renewable energi untuk pembangkit listrik menggunakan tenaga surya pada penerangan lampu taman masih belum begitu marak diaplikasikan. Mengingat hal tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan studi kasus oleh mahasiswa, maupun masyarakat umum. Perancangan prototype system otomatis penerangan taman menggunakan tenaga surya sebagai solusi hemat energy ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu: (1) studi pustaka; (2) proses perancangan; (3) pembuatan alat; (4) pengujian tiap-tiap komponen pada alat; (5) pengujian keseluruhan; dan (6) hasil pengujian.Uji kinerja rancangan terdiri dari: (a) Solar cell; (b) Sensor cahaya; (c) Sensor PIR; (d) Mikrokontroler Arduino. Hasil dari rancangan tersebut berupa prototype system otomatis penerangan taman menggunakan tenaga surya yang pengujian rangkaian keseluruhannya dapat berfungsi dengan baik dan menjadi solusi hemat energi.

Pergeseran tenaga kerja dari sektor pertanian ke sekitar pertambangan batu kapur di Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan / oleh Ika Maharani

 

Rancang bangun pengaturan kecepatan putaran motor AC satu arah berbasis mikrokontroler / Gesti Setiawan

 

ABSTRAK Setiawan, Gesti. 2015. Rancang Bangun Pengaturan Kecepatan Putaran Motor AC Satu Fasa Berbasis Mikrokontroler. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Arif Nur Afandi, S.T., M.T., MIAEng, MIEEE, Ph. D (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. Kata kunci: Motor AC satu fasa, mikrokontroler ATmega16, pengaturan tegangan. Motor AC satu fasa banyak digunakan sebagai tenaga penggerak pada peralatan listrik, pada tugas akhir ini motor yang digunakan yaitu motor AC jenis motor universal. Motor universal digunakan untuk menggerakan peralatan listrik seperti mesin jahit, gerinda, mixer, blender, dan peralatan lainnya. Pengaturan kecepatan pada umumnya memiliki jangka yang terbatas dan tidak halus. Pada alat ini mengembangkan sistem pengaturan kecepatan motor universal yang mampu memberikan jangka pengaturan kecepatan, mampu memberikan jangka pengaturan yang lebih halus. Pengaturan motor universal dilakukan dengan cara mengatur tegangan jala, dengan mengguanakan bantuan komponen elektronika. Tujuan didalam Tugas Akhir ini adalah; (1) Merencanakan pengaturan kecepatan putaran motor AC satu fasa, (2) Membuat pengaturan kecepatan putaran motor AC satu fasa, dan (3) Menguji kinerja alat pengaturan kecepatan putaran motor AC satu fasa. Berdasarkan uji alat diketahui bahwa (1) Rangkaian LCD dapat menampilkan karakter sesuai dengan program yang telah direncanakan; (2) Rangkaian push button dapat memberikan input untuk pengaturan kecepatan yang berbeda pada motor AC; (3) Rangkaian motor servo dapat mengatur sudut penyalaan. Sehingga nilai kecepatan pada motor AC dapat bervariasi; (4) Rangkaian minimum sistem ATmega16 dapat menerjemahkan perintah program; dan (5) Rangkaian driver motor dapat menerjemahkan perintah yang dikeluarkan oleh mikrokontroler sebagai pengatur kecepatan putaran motor AC.

Faktor-faktor pendukung, penghambat, dan solusi bagi guru fisika kelas II cawu III pada materi struktur bumi, tata surya, dan bola langit dalam pelaksanaan kurikulum 1994 di Kabupaten Klaten / oleh Kris Daryanto

 

Tanggapan guru terhadap pelaksanaan kegiatan eksperimen bidang studi IPA berdasarkan kurikulum SD 1994 di SD se-kecamatan Blimbing Kodya Malang
oleh Ade N. Fidiawati

 

Pemanfaatan buah sirsak (Annonna muricata) sebagai bahan tambahan pembuatan widaran / Deny Saputro

 

ABSTRAK Saputro, Deny. 2015. PemanfaatanBuahSirsak (Annonnamuricata L) SebagaiBahanTambahanPembuatanWidaran.TugasAkhir, JurusanTeknologiIndustri, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. TitiMutiaraKiranawati, M.P. (II) AisyahLarasati, ST., MT., MIM.Ph.D. Kata kunci :BuahSirsak, Widaran, WidaranSirsak Buahsirsakadalahsalahsatujenisbuah-buahan yang ada di Indonesia.Buahsirsakbiasanyadikonsumsidalambentuksegarataulangsungdibuatminumansegar. Padahalbuahsirsakmatangdapatdiolahmenjadiproduk yang punyanilailebihtinggidaripadabentuksegar. Salah satucontohnyaadalahwidaran.Umumnyawidaranhanyadibuatdengan rasa manisdangurih. Pembuatanwidarandenganpenambahansirsakantaralaindalamrangkainovasiprodukmakanan. Penelitianinibertujuanuntukmendapatkanformulasi yang tepatdalampembuatanwidaransirsak, sehinggadihasilkanproduk yang sesuaidenganhasil yang dapatditerimaolehkonsumen.Jenispenelitianiniadalahpenelitianeksperimendenganjumlahpanelis 30 orang. Padapenelitianinidilakukantiga kali ujicobaresep. Formula reseppertamadengankomposisitepungtapioka 250g yang ditambahsirsak 50g (20%). Formulapertamainimenghasilkanwidaran yang rasa sirsakkurangtajam.Selanjutnyaperbaikanresep formula keduadenganjumlahtepungtapioka 250g yang ditambahsirsak 100g (40%). Hasildari formula keduaini rasa sirsaktetapkurangterasa.Sehinggadilakukanujicobareseppada formula ketigadenganjumlahtepungtapioka 250g yang ditambahsirsak 150g (60%).Hasil yang didapatdari formula yang terakhirinimenghasilkanwidarandengan rasasirsak yang sudahterasa. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwatingkatkesukaanpanelisterhadapteksturwidaransirsaksebanyak 33,33% menyatakanagaksuka, warnawidaransirsak30% menyatakanagaksuka, rasa widaransirsak 43,33% menyatakansuka, aroma widaransirsak 50% menyatakansuka.Kesimpulan formula yang tepatdalampembuatanwidaransirsakadalah formula yang ketiga yang menggunakansirsaksebanyak 150g dan saran bagipenelitiselanjutnyaperlupenelitianlebihlanjutuntukmenghasilkantekstur yang renyah.

Pengaruh penerapan metode PBL (Project Based Learning) menggunakan pendekatan brain storming terhadap hasil belajar siswa kelas X AK SMK Islam Batu dalam pembelajaran KKPI menggunakan software presentasi / Ahmad Mursyidun Nidhom

 

Kata kunci: Project Based Learning, Brain Storming, hasil belajar Model pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran KKPI seperti yang diamanahkan oleh kurikulum. Penelitian ini dilakukan di SMK Islam Kota Batu pada materi menggunakan software presentasi dengan menggunakan model PBL (Project Based Learning) dengan pendekatan Brain Storming. Dengan kolaborasi antara PBL yang merupakan pembelajaran inovatif yang melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah, memberi peluang siswa bekerja secara kelompok dan puncaknya menghasilkan produk karya siswa yang bernilai serta pendekatan Brain Storming yang berfokus pada penggalian ide-ide kreatif, studi banding (pengamatan informasi-informasi dari berbagai sumber yang dapat dipakai sebagai ide baru), siswa dihadapkan dalam pembelajaran yang lebih aktif, sehingga dengan diterapkannya model ini dapat meningkatkan hasil belajar KKPI. Selain itu kolaborasi antara PBL dan pendekatan Brain Storming juga memberikan keleluasaan siswa untuk menggali ide-ide kreatif sebanyak-banyaknya tanpa harus takut salah, hal ini mendukung siswa berfikir inovatif dan kreatif dalam menyelesaikan suatu masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan PBL dengan pendekatan Brain Storming terhadap hasil belajar KKPI siswa kelompok eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan desain eksperimental yang menggunakan rancangan eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan pola pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X SMK Islam Batu tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 153 siswa.Sampel yang digunakan adalah dua kelas yaitu X AK1 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X AK2 sebagai kelompok kontrol, kelompok eksperimen adalah kelompok yang diajar dengan menggunakan model PBL pendekatan Brain Storming sedangkan kelas kontrol adalah kelas yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung demonstrasi. Instrumen yang digunakan adalah silabus, RPP, lembar angket, lembar afektif siswa, penilaian proyek, dan tes tulis. Uji hipotesis menggunakan uji t dan regresi linear sederhana. Hasil uji t menghasilkan nilai Sig (p) = 0,007 < 0,05, sehingga Ho ditolak. Jadi, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar KKPI antara kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil uji regresi linear sederhana diperoleh nilai Sig (p) = 0,001 < 0,05, sehingga Ho ditolak. Jadi, terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan PBL dengan pendekatan Brain Storming terhadap hasil belajar KKPI pada kelompok eksperimen yang pengaruhnya dapat diprediksi melalui persamaan regresi Y = 27,883 + 0,863 X.

Peningkatan kemampuan guru membelajarkan siswa dalam mata pelajaran IPA melalui pendekatan daur belajar di SDN Kepanjen IV Kotamadya Blitar / oleh Wasih DS

 

Peningkatan kualitas pembelajaran partisipatif dengan pemberian pedoman tutor pada mata pelajaran IPA kelas V cawu I Kejar Paket A setara SD di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang / oleh Mintarsih Arbarini

 

Sumbangan faktor abiotik terhadap kandungan gula reduksi ubi jalar varietas Cilembu (Iponema Batatas L. Var. Cilembu) / Diyah Nove Kurniawati

 

Kata kunci: faktor abiotik, gula reduksi, ubi jalar, Cilembu Ubi jalar merupakan salah satu komoditas penghasil karbohidrat yang dapat menjadi pengganti padi dan jagung. Beberapa varietas ubi jalar memiliki produktivitas tinggi, yaitu varietas Borobudur, varietas cilembu, varietas daya, varietas prambanan, varietas kalasan, varietas mendut, dan varietas genjah rente. Kultivar ubi cilembu merupakan ras lokal asal Kecamatan Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat. Jenis Cilembu ini memiliki kekhasan yakni akan mengeluarkan sejenis cairan lengket gula madu yang manis rasanya bila dioven atau dibakar. Ubi ini juga memiliki nilai jual yang tinggi dibandingkan dengan jenis ubi jalar yang lainnya. Faktor abiotik yang mempengaruhi pertumbuhan ubi meliputi suhu udara, sinar matahari, kelembaban, dan angin. Faktor pengaruh terhadap pertumbuhan dan kandungan ubi tersebut tergantung pada ketinggian tempatnya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yaitu dengan menganalisis kandungan gula reduksi pada ubi jalar varietas Cilembu. Ubi jalar varietas Cilembu yang digunakan adalah berdasarkan pengaruh ketinggian tempat yang berbeda terhadap kandungan gula reduksi. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Tempat pengambilan sampel adalah di desa Ponggok Kabupaten Blitar dan di desa Gangsiran Putuk Kabupaten Malang. Kemudian sampel diteliti di laboratorium Biologi FMIPA UM di ruang 203. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa faktor abiotik yang paling banyak memberikan sumbangan terhadap kandungan gula reduksi adalah faktor ketinggian tempat yakni sebesar 87,6%. Hasil lain yang sangat menonjol dari penelitian ini adalah ringan atau berat umbi yang dipanen dari kedua lokasi, pada daerah Gangsiran Putuk memiliki berat umbi yang lebih banyak dibandingkan umbi yang dihasilkan pada daerah Ponggok.Saran terhadap petani ubi jalar var. Cilembu adalah sebaiknya ditanam pada ketinggian 500 m dari permukaan laut dengan pH 4,5-7,5; temperatur 21°C-27°C, dan kelembaban 50%-60% supaya bias mendapatkan hasil umbi yang maksimal. Sedangkan rekomendasi terhadap peneliti selanjutnya sebaiknya dalam penelitian selanjutnya menggunakan varian ubi lebih banyak agar dapat terlihat dengan jelas perbedaan yang ditimbulkan pada jenis ubi jalar yang lain.

Aplikasi fungsi eksponensial dan logaritma dalam bidang biologi, kependudukan, fisika, ekonomi/bisnis dan kesehatan
oleh Samsul Arifin

 

Becak wisata tradisional di daerah wisata Makam Bung Karno Kota Blitar / Weni Herawan

 

ABSTRAK Herawan, Weni.Becak Wisata Tradisional di Daerah Wisata Makam Bung KarnoKotaBlitar. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Soetjipto, S.H, M.Pd (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd Kata kunci: Becak, Wisata, Makam Bung Karno, Blitar. Becak wisata merupakan alat transportasi utama bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah wisata makam Bung Karno.Becak wisata menjadi salah satu sarana transportasi andalan serta menjadi ciri khas daerah wisata Kota Blitar. Becak masih menjadi salah satu transportasi yang sangat digemari warga Kota Blitar karena kota tersebut tidak memiliki alat transportasi umum lain seperti angkutan kota. Keberadaan pengayuh becak wisata selain menjadi ciri khas dari wisata Kota Blitar, juga sangat membantu para wisatawan yang berkunjung ke daerah wisata Kota Blitar. Oleh karena itu, maka perlu dilakukan penelitian tentang ”Becak Wisata Tradisionaldi Daerah Wisata Makam Bung KarnoKotaBlitar” untuk menjelaskan fenomena tersebut lebih lanjut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan becak wisata di daerah wisata Makam Bung Karno secara mendalam,yang meliputi status pekerjaan pengayuh becak, waktu dan jadwal kerja, model pembagian penumpang, rute wisata, sistem pendapatan, dan kesejahteraan para pengayuh becak. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif yang diperkuat dengan data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Analisis data dalam penelitian ini adalah deskripstif kualitatif, Data yang telah terkumpul dari lapangan kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif tanpa menggunakan teknik kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh enam simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, status pekerjaan pengayuh becak didapat dengan melakukanpendaftaran, becak merupakan kendaraan milik pribadi pengayuh becak, dan kartu tanda anggota dimiliki tiap-tiap pengayuh becak. Kedua, waktu dan jadwal kerja paguyuban pengayuh becak bebas, tidak terdapat batasan waktu atau jadwal kerja khusus. Ketiga, model pembagian penumpang menggunakan sistem antri, sistem ini dianggap paling sesuai karena dapat mengurangi perselisihan. Keempat, rute wisata disediakan untuk mempermudah wisatawan dalam memilih paket kunjungan, terdapat tiga paket rute wisata yang dapat disesuaikan. Kelima, tidak terdapat sistem setoran dalam sistem pendapatan, seluruh pendapatan menjadi hak pribadi pengayuh becak. Keenam, kesejahteraan para pengayuh becak wisata berada pada tingkat keluarga sejahtera tahap II.

Pengaruh faktor internal terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan galon merek Aqua pada konsumen di wilayah RW 11 Kelurahan Tulusrejo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang / Rizki Maulina

 

Kata kunci: faktor internal, keputusan pembelian. Perkembangan zaman telah menuntun bergulirnya era globalisasi. Dunia persaingan saat ini, banyak produsen terus berupaya untuk berinovasi dalam pengembangan produknya. Salah satu merek air miunum kemasan yang termuka di Indonesia adalah merek AQUA yang di produksi oleh PT Tirta Investama. AQUA merupakan pelopor air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia. Persaingan yang kian ketat diantara produsen air minum dalam kemasan merek sejenis, menuntut AQUA untuk menganalisis perilaku keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) kondisi faktor internal konsumen dalam pembelian air minum dalam kemasan galon merek AQUA, (2) kondisi proses keputusan konsumen dalam pembelian air minum dalam kemasan galon merek AQUA, (3) pengaruh faktor internal secara parsial terhadap keputusan konsumen dalam pembelian air minum dalam kemasan galon merek AQUA, (4) pengaruh faktor internal secara simultan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian air minum dalam kemasan galon merek AQUA, (5) serta untuk mengetahui elemen faktor internal yang dominan mempengaruhi keputusan pembelian air minum dalam kemasan galon merek AQUA. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari motivasi (X1), persepsi (X2), pembelajaran (X3), kepribadian dan konsep diri (X4), sikap (X5) serta variabel terikatnya adalah keputusan pembelian (Y). Jenis dari penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga di RW 11 Kelurahan Tulusrejo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang berjumlah 127 kepala keluarga (rumah). Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh sampel sebanyak 56 kepala keluarga (rumah). Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan (simple random sampling) untuk menyebarkan kuesioner kepada responden. Kuesioner dalam penelitian ini termasuk dalam kuesioner tertutup menggunakan skala Likert 5 pilihan jawaban. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik. Hasil dalam penelitian ini adalah: Terdapat pengaruh motivasi (X1), persepsi (X2), pembelajaran (X3), kepribadian dan konsep diri (X4), sikap (X5) secara simultan terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan galon merek AQUA berdasarkan nilai Fhitung sebesar 14,530 dengan tingkat signifikansi 0.000. Sub variabel dari faktor internal yang dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian adalah pembelajaran dengan nilai sumbangan efektif sebesar 16,2%. Selain itu, diketahui pula Adjusted R Square sebesar 0,552, ini berarti bahwa variabel motivasi, persepsi, pembelajaran, kepribadian dan konsep diri, sikap secara bersama-sama mempengaruhi keputusan pembelian air minum dalam kemasan galon merek AQUA sebesar 55,2% sedangkan sisanya sebesar 44,8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) rata-rata sebagian responden memiliki motivasi, persepsi, pembelajaran, kepribadian dan konsep diri, sikap sudah baik terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan galon merek AQUA, (2) motivasi tidak berpengaruh secara positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan galon merek AQUA, (3) persepsi tidak berpengaruh secara positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan galon merek AQUA, (4) pembelajaran berpengaruh secara positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan galon merek AQUA, (5) kepribadian dan konsep diri berpengaruh secara positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan galon merek AQUA, (6) sikap berpengaruh secara positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan galon merek AQUA, (7) faktor internal secara simultan mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan galon merek AQUA, dan (8) variabel faktor internal yang dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian adalah pembelajaran. Saran dalam penelitian ini adalah: (1) konsumen air minum dalam kemasan galon merek AQUA banyak tersebar di seluruh Indonesia harus bisa mempertahankan kualitas produknya. (2) Produsen AQUA harus tetap menjaga faktor internal yang telah dimiliki konsumennya termasuk di wilayah RW 11 Kelurahan Tulusrejo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, agar keputusan pembelian tetap terjaga sehingga meminimalkan kemungkinan konsumen berpindah ke merek lain. (3) Untuk penelitian selanjutnya, objek penelitian diambil lebih baik agar data penelitian yang diperoleh lebih valid dan ruang lingkupnya lebih luas. (4) Untuk penelitian selanjutnya, jumlah variabel ditambah selain variabel dalam penelitian ini dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dalam penelitian ini.

Hubungan antara tingkat pendidikan dan pengalaman anggota DPRD dengan partisipasinya dalam proses pengambilan keputusan (suatu studi di DPRD Kotamadya Dati II Probolinggo tahun 1997/1998) / oleh Bambang Budi Santoso

 

Implementasi nilai-nilai nasionalisme melalui seni karawitan dan Tari Gambyong pada siswa di SMA Tamansiswa Kota Malang / Lela Dwi Tama

 

ABSTRAK Tama, Lela Dwi. Implementasi Nilai-nilai Nasionalisme Melalui Seni Karawitan dan Tari Gambyong di SMA Tamansiswa Kota Malang. Skripsi. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. H. Moch. Yudhi Batubara, SH, MH. (2) Dr. Sutoyo, SH. M.Hum. Kata Kunci: Nilai Nasionalisme, Seni Karawitan, Tari Gambyong, Implementasi. Nasionalisme merupakan sikap cinta terhadap tanah air, sikap ini sangat penting untuk dimiliki setiap warga negara Indonesia agar masyarakat bisa turut berpartisipasi dalam membangun negara Indonesia menjadi lebih baik dan juga untuk menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia karena rasa peduli dan cinta kepada tanah air, untuk itu pengenalan dan penanaman rasa dan nilai nasionalisme lebih baik dilakukan sejak anak usia dini dan bisa dilakukan dengan cara mengenalkan budaya nasional seperti dengan kesenian yang ada dan bermacam-macam jenisnya di Indonesia, penanaman nilai lebih baik jika di kenalkan kepada para remaja di lingkungan sekolah sebab sekolah merupakan rumah kedua bagi anak, hampir delapan jam anak berada di lingkungan sekolah tiap harinya. Salah satu sekolah yang tetap memperenalkan siswanya dengan budaya bangsa yaitu SMA Tamansiswa Kota Malang dengan cara mewajibkan semua siswanya mengikuti kegiatan ektrakulikuler seni Karawitan dan seni Tari. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskrisikan (1) wujud nilai nasionalisme yang bisa di implementasikan melalui seni karawitan dan tari gambyong si SMA Tamansiswa Kota Malang; (2)implementasi nilai-nilai nasionalisme melalui seni karawitan dan tari gambyong di SMA Tamansiswa Kota Malang; (3) faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi nilai-nilai nasionalisme melalui seni karawitan dan tari gambyong di SMA Tamansiswa Kota Malang; (4) upaya-upaya yang dilakukan pihak sekolah untuk mengatasi kendala yang ada dalam implementasi nilai-nilai nasionalisme melalui seni karawitan dan tari gambyong di SMA Tamansiswa Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian diskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data penelitian yang berupa hasil dokumentasi dan wawancara dengan berbagai macam informan yaitu Kepala Sekolah SMA Tamansiswa Kota Malang yaitu Bapak Purnomo Adji, Wakil Kepala bagian Kurikulum ibu Nurheni Utari, guru PPKn Ibu Ngasikah, guru latih tari Ibu Purwati, dan guru latih karawitan Bapak Thalib Sugiarwoto, dan beberapa siswa sebagai sampel. Kegiatan analisis data dengan menggunakan analisis interaktif, dimulai dari tahap 1) reduksi data, 2) penyajian data, 3) penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat kesimpulan hasil penelitian yaitu sebagai berikut. Pertama wujud nilai nasionalisme yang dapat di implementasikan melalui seni karawitan dan tari gambyong di SMA Tamansiswa Malang antara lain menghargai budaya, mencintai budaya, dan melestarikan budaya. Keduaimplementasi nilai-nilai nasionalisme melalui seni karawitan dan tari gambyong di SMA Tamansiswa Kota Malang yaitu melalui syair lagu dalam karawitan yaitu Sekar Gendhing Asmaradana yang berjudul Wasita Rini, sedangkan nilai nasionalisme yang dapat diimplementasikan melalui tari gambyong adalah dengan gerakan-gerakan yang ada pada tari gambyong. Ketigafaktor pendukung dalam proses implementasi nilai-nilia nasionalisme melalui seni karawitan dan tari gambyong di SMA Tamansiswa Kota Malang yaitu sarana prasarana yang memadai, perguruan Tamansiswa yang mewajibkan seluruh siswanya mengikuti kegiatan tersebut, tenaga atau guru pelatih yang mampu dalam bidangnya, dan pengawasan orang tua. Sedangkan untuk faktor penghambat antara lain teknologi, kurangnya minat dan semangat siswa dalam kegiatan, kurangnya waktu kegiatan yang diberikan oleh sekolah dan terbatasnya tenaga atau guru pelatih. Keempat upaya yang dilakukan sekolah untuk mengatasi kendala yang ada dalam proses penanaman nilai-nilai nasionalisme melalui seni karawitan dan tari gambyong, proses implementasi nilai nasionalisme terkendala oleh kurangnya minat dan semangat siswa yang menimbulkan rasa malas saat kegiatan berlangsung, pihak sekolah berupaya dengan melakukan pendekatan secara kekeluargaan yang disebut dengan metode among atau pendekatan dari hati kehati.

Kepastian hukum bagi warganegara Indonesia keturunan (Tionghoa) ditinjau dari segi hak dan kewajiban mereka sebagai warganegara
oleh Husnul Khotimah

 

Studi tentang pembuatan tas rajut PT. Velesia merek "Kaboki" di Pasuruan Jawa Timur / Dina Mayasari

 

ABSTRAK Mayasari, Dina. 2015. StuditentangPembuatanTasRajut PT. VelesiaMerek “Kaboki” di PasuruanJawaTimur. (I) Dra. Sri EkoPujiRahayu, M.Si, (II) Dra. NurEndahPurwaningsih, M.Pd. Kata Kunci: Kaboki, TasRajut. “Kaboki” merupakanmerektasrajut yang diproduksisecaramasaloleh PT. Velesia.Sejaktahun 1989, PT. Velesiatelahmerintisdanmemperkenalkankerajinan Indonesia kemancanegara. Merek “Kaboki” telahterdaftarsecraresmipadaDepartemenKehakimandan HAM tahun 2002dengansertifikatnomor 504108. PT. Velesiatelahberhasilmenyatukanproduksihandmadedenganproduksiindustri yang dapatmeningkatkanjumlahproduksitasrajut, danbanyakdiminatikonsumen. Berkaitandenganhaltersebut, penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikan proses pembuatantasrajutmulaidari proses desaintasproses produksitasrajut. Metodepenelitian yang digunakanadalahdeskriptifdenganpendekatankualitatif. LokasiPenelitianberada di outletdan factorymilik PT. Velesiayaitu “Kaboki” Pasuruan yang terletak di Jl. Raya SukorejoBangil KM 1,5 DesaLecariKecamatanSukorejoKabupatenPasuruan. Prosedurpengumpulan data yang digunakanadalahobservasi, dokumentasi, danwawancara. Analisis data terdiridaritigakomponenpokokyaitureduksi data, sajian data, penarikansimpulandanverifikasi. Pengecekankeabsahantemuandenganperpanjanganpengamatan, meningkatkanketekunan, tekniktriangulasiyaitutriangulasiteknik, dansumber, sertadependability. Proses penelitian dilakukan selama dua bulan, pada tanggal 9 September 2015 sampai 27 Oktober 2015. Padahasilpenelitian, disimpulkanbahwaproses desain “Kaboki” dimulaidaripembuatansketsa, danujicobaproduk, yang mendapatkanpersetujuandaripimpinanterlebihdahulu, kemudianmembuatstelanataucontohproduktas yang diberikankepadapengrajin. Proses desain, dilakukanolehbeberapa orang yang berasaldaristafdankaryawan “Kaboki” yang bertanggungjawabmenentukanbentuktas,ukuran, tusukrajutan, warnadankombinasitas.Produksitas“Kaboki” dibagimenjadiduasistemyaitusistemproduksieksternal, dansistemproduksi internal. Sistemproduksieksternalmerupakan proses merajuttasolehpengrajin di luarfactory, sedangkansistemproduksi internal merupakan proses penyelesaiantasrajut yang dilakukandalamfactoryolehkaryawan. Saran yang dapatdisampaikanpenulisdalamskripsiiniadalah (1) pembuatandesainpadatasrajut, “Kaboki” seharusnyamembentukkelompokkhususatautimdesaintersendiriuntukmerancangtas, agar stafdankaryawantidakmemegangperanangandadalampekerjaannya, sehinggastafmaupunkaryawandapatbekerjasecaraefektif, (2) produksibagianeksternal, sebaiknyaterdapatpengawasan yang berasaldarikaryawandalam yang memantausecaralangsung di setiapdaerahbinaan, agar proses produksidapatberjalansecaraefisien.

Perbedaan prestasi belajar biologi antara yang diberi rencana pelajaran cawu dan tidak, pada siswa kelas II SMU Muhammadiyah 2 Kepanjen dan SMU Kartika Sumber Pucung tahun ajaran 1996/1997 / oleh Siti Chusnul Chotimah

 

Pengaruh atribut produk terhadap minat beli ulang konsumen (studi pada UKM Kedai Susu di Malang) / Gucia Arniaga

 

ABSTRAK Arniaga, Gucia. 2016. Pengaruh Atribut Produk Terhadap Minat Beli Ulang Konsumen Kedai Susu di Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Titis Shinta Dhewi, S.P., M.P. (II) Drs. Mohammad Hari, M.Si. Kata Kunci: atribut produk, merek, harga, kualitas produk, kemasan, minat beli ulang Pada umumnya, konsumen menggunakan panca inderanya untuk memilih produk dengan merasakan, mendengar dan melihat atribut yang menempel pada produk tersebut. Apabila pelanggan puas terhadap barang atau kualitas layanan yang diberikan maka akan timbul kesetiaan pelanggan sehingga minat beli pelanggan meningkat dan membuat pelanggan kembali melakukan pembelian ulang. Atribut produk yang akan diteliti meliputi, merek, harga, kualitas produk, dan kemasan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui (1) keadaanmerek, harga, kualitas produk, kemasan, dan minat beli ulang konsumen Kedai Susu, (2) pengaruh merek, harga, kualitas produk, dan kemasan terhadap minat beli ulang konsumen Kedai Susu di Kota Malang, baik secara parsial maupun simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pembeli Kedai Susu di Kota Malang yang telah membeli produk Kedai Susu minimal dua kali. Teknik sampling yang digunakan adalahpurposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 150 responden.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)menurut persepsi konsumen merek dan hargaKedai Susu memiliki rata-rata cukup baik, sedangkan kualitas produk dan kemasan memiliki rata-rata baik, (2) terdapat pengaruh positif signifikan merek terhadap minat beli ulang konsumen Kedai Susu di Kota Malang, (3) terdapat pengaruh positif signifikan harga terhadap minat beli ulang konsumen Kedai Susu di Kota Malang, (4) terdapat pengaruh positif signifikan kualitas produk terhadap minat beli ulang konsumen Kedai Susu di Kota Malang, (5) terdapat pengaruh positif signifikan kemasan terhadap minat beli ulang konsumen Kedai Susu di Kota Malang, dan (6) terdapat pengaruh signifikan positif merek, harga, kualitas produk, dan kemasan terhadap minat beli ulang konsumen Kedai Susu di Kota Malang secara simultan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ada beberapa saran bagi perusahaan Kedai Susu di Kota Malang, yaitu (1) lebih memperluas promosi produknya agar banyak didengar dan banyak konsumen yang mengenal produk, (2) harus ada inovasi produk agar bisa sesuai dengan harga yang diberikan, (3) menambah jenis rasa yang ditawarkan kepada konsumen, (4) kemasan lebih dipercantik lagi agar konsumen lebih tertarik.

Kesesuaian implementasi pendidikan karakter dengan tujuan pendidikan nasional di Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Permata Kelurahan Tunggulwulung Kota Malang / Hanafi

 

ABSTRAK Hanafi. 2015. Kesesuaian Implementasi Pendidikan Karakter dengan Tujuan Pendidikan Nasional di Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Permata Kelurahan Tunggul Wulung Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ruminiati, M.Si, (II) Drs. M. Imron Rosyadi SY., S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Tujuan Pendidikan Nasional, Pendidikan Karakter, Implementasi Dikeluarkannya kurikulum 2013 berkaitan dengan karakter. Ini sesuai dengan isi dari tujuan pendidikan nasional bahwa pendidikan bertujuan membentuk karakter siswa. Kurikulum 2013 diterapkan dibeberapa jenjang sekolah salah satunya di SDIT Insan Permata Jalan Arkodion Utara, Kelurahan, Tunggul Wulung, Kecamatan Lowok Waru Kota Malang. Pendidikan karakter diintegrasikan ke dalam aktivitas keseharian di sekolah, baik didalam kelas maupun di luar kelas. Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan penelitian terkait implementasi pendidikan karakter melalui kegiatan rutin siswa, keteladanan guru dan pengkondisian sekolah. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah guru dan siswa kelas I, II, III, dan IV di SDIT Insan Permata Tunggul Wulung. Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, data direduksi dan disajikan untuk kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pendidikan karakter diterapkan melalui kegiatan rutin siswa yang dilakukan setiap hari, dimulai dari berbaris sebelum masuk kelas, sholat dan berdo’a bersama, pengucapan salam, pengecekan perilaku dan uang saku, pengucapan (minta maaf, izin dan terimakasih) saat pembelajaran berlangsung, menjaga kebersihan badan dan kelas, aktif dalam perlombaan. (2) Pendidikan karakter didukung dengan keteladanan dari guru yang meliputi datang tepat waktu, berpakaian rapi, sholat dan berdo’a bersama siswa, mengucapkan salam, mengucapkan terimakasih dan meminta izin, membuat karya seni, berusaha menyiapkan keperluan mengajar dikelas tanpa minta bantuan siswa. (3) Pendidikan karakter didukung dengan pengkondisian di sekolah berupa masjid sebagai tempat ibadah, kamar mandi bersih, tempat sampah disetiap kelas, rak sepatu, ruang UKS sebagai upaya menjaga kesehatan, tempat temuan barang hilang sebagai pengontrol kejujuran siswa, kegiatan perlombaan oleh sekolah sebagai wadah meningkatkan kekreatifitasan siswa, laboratorium komputer dan perpustakaan untuk menambah wawasan berpikir siswa. Berdasarkan temuan dan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pendidikan karakter di SDIT Insan Permata sudah sesuai dengan poin karakter pada tujuan pendidikan nasional, tetapi ada beberapa kegiatan rutin siswa, keteladanan guru dan pengkondisian sekolah yang belum terlihat. Oleh karena itu, disarankan agar bertambah pengetahuan siswa, sekolah mengagendakan kegiatan rutin membaca dan menghafal buku pengetahuan selain kitab suci diluar jam pelajaran, guru membuat media pembelajaran secara pribadi sebagai salah satu bentuk keteladanan kreatifitas dan kemandirian kepada siswa, mengadakan kantin kejujuran sebagai wadah pengontrol kejujuran siswa.

Pengembangan bahan ajar reaksi redoks dan elektrokimia berdasarkan model 4D dari Thiagarajan untuk blended learning / Marthania Dian Primasari

 

Program Studi Pendidikan Kimia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D., (II) Prof Drs. Effendy, M.Pd., Ph.D. Kata kunci: redoks, elektrokimia, bahan ajar, blended learning Mengajar kimia untuk siswa sekolah menengah memberikan tantangan besar bagi guru karena sejumlah besar bahan ajar harus diajarkan kepada siswa. Beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran kimia di sekolah menengah adalah: (1) sebagian besar konsep belajar bersifat abstrak, (2) keterbatasan waktu yang tersedia untuk mengajarkan materi kimia, (3) kurangnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Masalah pertama dapat diatasi dengan menggunakan model konkret bahan ajar dalam bentuk gambar, animasi atau video yang dikemas dalam bentuk media flash. Masalah kedua dapat diatasi dengan menerapkan pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu pendekatan yang diharapkan mampu menciptakan situasi ini adalah pembelajaran kooperatif. Pemanfaatan internet sebagai alat komunikasi siswa, sehingga dapat memaksimalkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran melalui komunikasi antara guru dan siswa, dan antar siswa lain di luar kelas, sehingga keterbatasan kendala waktu dapat diatasi. Masalah ketiga dapat diatasi dengan menyediakan bahan ajar yang dapat dipelajari secara individual oleh siswa di luar kelas. Kombinasi pembelajaran kooperatif, penggunaan model konkret dari bahan ajar dalam bentuk gambar, animasi atau video yang dikemas sebagai media flash, dan aplikasi internet sebagai alat komunikasi antara siswa dan guru, siswa dan siswa dapat dianggap sebagai blended learning. Blended learning memerlukan bahan ajar dengan desain tertentu. Bahan ajar ini dapat di-upload di internet dan dapat diakses oleh siswa di mana dan kapan saja. Redoks dan elektrokimia adalah bahan ajar kimia yang banyak mengandung konsep-konsep abstrak seperti pergerakan elektron, oksidasi, dan reduksi. Alokasi waktu yang diberikan oleh Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk pengajaran ini sudah cukup, akan tetapi partisipasi siswa dalam proses pembelajaran cenderung sangat terbatas, sehingga penguasaan siswa pada topik ini cenderung rendah. Pelaksanaan blended learning dalam pembelajaran ini diharapkan dapat mengatasi masalah yang terjadi. Tujuan pengembangan ini adalah untuk mengetahui: (1) kelayakan bahan ajar redoks dan elektrokimia yang telah dikembangkan, (2) keefektifan bahan ajar yang dikembangkan untuk blended learning, dan (3) persepsi siswa tentang pelaksanaan blended learning dalam pembelajaran redoks dan elektrokimia. Pengembangan bahan ajar redoks dan elektrokimia mengadopsi model 4-D dari Thiagarajan dkk, yang terdiri dari 4 langkah. Langkah pertama terdiri dari tiga kegiatan utama, yaitu: (1) analisis akhir depan atau analisis kompetensi dasar dan standar kompetensi untuk topik redoks dan elektrokimia, (2) analisis kebutuhan siswa, dan (3) penyusunan indikator hasil belajar. Langkah kedua adalah desain bahan ajar yang akan dikembangkan. Langkah ketiga adalah pengembangan bahan ajar. Langkah keempat adalah penyebaran bahan ajar yang dikembangkan. Sebelum langkah keempat bahan ajar yang dikembangkan ditelaah oleh beberapa ahli yang terdiri dari dua dosen kimia Universitas Negeri Malang (UM) dan satu guru kimia. Validasi ini digunakan untuk mengetahui kelayakan bahan ajar yang telah dikembangkan berdasarkan isi, bahasa, dan penyajiannya. Keefektifan bahan ajar yang dikembangkan didasarkan pada prestasi belajar 20 siswa MA Manbaul Hikam Sidoarjo yang terlibat dalam blended learning. Keefektifan bahan ajar yang digunakan dalam blended learning didasarkan pada hasil belajar siswa. Data pengembangan yang dikumpulkan terdiri dari data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif terdiri dari masukan dan saran oleh para ahli untuk perbaikan bahan ajar yang telah dikembangkan. Data kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penilaian bahan ajar yang dikembangkan berdasarkan penilaian standar bahan ajar yang dirumuskan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Data kuantitatif terdiri dari jawaban dari angket tentang persepsi siswa tentang penerapan blended learning dan prestasi belajar siswa. Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket dan tes prestasi belajar siswa. Tes prestasi belajar siswa terdiri dari 20 item dengan validitas isi sebesar 0,87 dan koefisien reliabilitas dihitung dengan menggunakan rumus korelasi product moment sebesar 0,52. Bahan ajar redoks dan elektrokimia yang dikembangkan berisi tujuan pembelajaran, indikator, bahan ajar, ringkasan, evaluasi, glosarium, dan indeks. Penilaian bahan ajar oleh beberapa ahli menunjukkan kelayakan isi sebesar 86,9%, kesesuaian bahasa sebesar 89,2%, dan komponen penyajian sebesar 88,9%. Revisi bahan ajar telah dilakukan berdasarkan saran-saran yang diberikan oleh beberapa ahli. Penerapan bahan ajar yang telah direvisi dalam blended learning menghasilkan 100% siswa memiliki prestasi belajar lebih tinggi dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Semua siswa memiliki persepsi positif tentang penerapan blended learning dalam pengajaran redoks dan elektrokimia. Berdasarkan hasil yang diberikan di atas dianggap bahwa bahan ajar redoks dan elektrokimia yang telah dikembangkan adalah sesuai untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Evaluasi lebih lanjut tentang kesesuaian dan keefektifan bahan ajar yang dikembangkan harus dilakukan untuk penyebaran yang lebih luas.

Fungsi pembangkit momen
oleh Muhammad Turmuzi

 

Pengembangan media audio pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas IV di MI. Miftahul Huda Bandulan Malang / Rurin Fatmawati

 

Kata kunci : Pengembangan, Media Audio Pembelajaran, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Media Audio Pembelajaran merupakan sebuah media yang hanya mengandalkan bunyi dan suara untuk menyampaikan informasi dan pesan. Dengan media audio informasi yang disampaikan menjadi indah, menarik, dan dapat merangsang pendengar untuk menggunakan imajinasinya, sehingga siswa mampu memvisualisasikan pesan-pesan yang diterimanya. Berdasarkan hasil penelitian di MI. Miftahul Huda Bandulan Malang pembelajaran pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) guru menggunakan metode ceramah biasa yang dibantu dengan papan tulis dan buku teks sebagai pegangan. Kegiatan seperti itu terkadang membuat siswa merasa bosan dan kurang bersemangat, sehingga siswa menjadi kurang paham terhadap materi yang telah disampaikan oleh guru. Pengembang membuat media sebagai alternatif yang dapat meningkatkan semangat siswa dalam belajar baik di kelas maupun di luar kelas dan mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Tujuan pengembangan media audio pembelajaran adalah Menghasilkan sebuah produk berupa media audio pembelajaran yang dapat meningkatkan semangat belajar bagi siswa-siswi dan juga membantu mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Pengembangan media audio pembelajaran ini diuji cobakan kepada siswa kelas IV MI. Miftahul Huda Bandulan Malang pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Pengumpulan data dilakukan melalui instrument angket ahli media, ahli materi, dan audiens/ siswa. Untuk hasil belajar siswa digunakan evaluasi bentuk tes, yaitu pre-test dan post-test. Analisis data yang digunakan untuk mengolah data hasil validasi ahli media, ahli materi, dan audiens/ siswa adalah persentase, sedangkan untuk mengolah hasil belajar siswa yaitu dengan menggunakan perbandingan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah memanfaatkan media audio pembelajaran. Hasil uji coba dari ahli media pada materi ke-1 diperoleh 95% yang berarti valid dan layak digunakan untuk pembelajaran; materi ke-2 diperoleh 98,75% yang berarti valid dan layak digunakan untuk pembelajaran; dan materi ke-3 diperoleh 96,25% yang berarti valid dan layak digunakan untuk pembelajaran. Hasil uji coba dari ahli materi pada materi ke-1 diperoleh 91,25% yang berarti valid dan layak digunakan untuk pembelajaran; materi ke-2 diperoleh 80% yang berarti valid dan layak digunakan untuk pembelajaran; dan materi ke-3 diperoleh 87,5% yang berarti valid dan layak digunakan untuk pembelajaran. Hasil uji coba dari audiens/ siswa pada uji coba satu lawan satu pada materi ke-1 diperoleh 90% yang berarti valid dan layak digunakan untuk pembelajaran; materi ke-2 diperoleh 90% yang berarti valid dan layak digunakan untuk pembelajaran; dan materi ke-3 diperoleh 91,66% yang berarti valid dan layak digunakan untuk pembelajaran. Hasil uji coba kelompok kecil pada materi ke-1 diperoleh 88,5% yang berarti valid dan layak digunakan untuk pembelajaran; materi ke-2 diperoleh 89,33% yang berarti valid dan layak digunakan untuk pembelajaran; dan materi ke-3 diperoleh 93,2% yang berarti valid dan layak digunakan untuk pembelajaran. Sedangkan hasil uji coba kelompok besar atau lapangan pada materi ke-1 diperoleh 94,4% yang berarti valid dan layak digunakan untuk pembelajaran; materi ke-2 diperoleh 94,33% yang berarti valid dan layak digunakan untuk pembelajaran; dan materi ke-3 diperoleh 96,7% yang berarti valid dan layak digunakan untuk pembelajaran. Hasil tes sebelum (pre-tes) dan sesudah (post-tes) menggunakan media audio pembelajaran pada audiens/ siswa satu lawan satu pada materi ke-1, 2, dan 3 masing-masing mengalami peningkatan 10%. Hasil tes kelompok kecil pada materi ke-1 mengalami peningkatan 25%, materi ke-2 mengalami peningkatan 26%, dan materi ke-3 mengalami peningkatan 11%. Sedangkan pada kelompok besar atau lapangan pada materi ke-1 mengalami peningkatan 16,7%, materi ke-2 mengalami peningkatan 16%, dan materi ke-3 mengalami peningkatan 12,7%. Maka dari hasil peningkatan-peningkatan tersebut dapat diinterprestasikan bahwa media audio pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas IV dapat meningkatkan semangat belajar siswa dan mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Kesimpulan dari pengembangan media audio pembelajaran yang dikembangkan yaitu media audio pembelajaran yang dikembangkan dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran individu, kelompok kecil, dan kelompok besar yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar bagi siswa, meningkatkan semangat belajar siswa, dan juga dapat mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Saran yang diajukan, hendaknya hasil produk media audio pembelajaran yang telah dikembangkan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk pembelajaran, baik di kelas maupun di rumah yang dapat meningkatkan semangat belajar siswa dan mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Pelaksanaan pendidikan moral Pondok Pesantren Nahrul Ulum Kabupaten Ponorogo tahun 1918 Hijriyah / oleh Siti Awaliyah

 

Perbedaan hasil belajar kompetensi dasar memeriksa hasil perawatan Pc menggunakan model pembelajaran kooperatif think pair square dengan problem based learning pada siswa kelas X Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 1 Ngasem Kabupaten Kediri / Aries Jod

 

ABSTRAK S, Aries Jodi. 2015. Perbedaan Hasil Belajar Kompetensi Dasar Memeriksa Hasil Perawatan PC Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Square dengan Problem Based Learning pada Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 1 Ngasem Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.ST, M.Pd. dan (II) Dyah Lestari, S.T, M.Eng. Kata Kunci: Hasil belajar, kompetensi kejuruan, model pembelajaran kooperatif tipe TPSQ (Think Pair Square), PBL (Problem Based Learning) Berdasarkan hasil wawancaraoleh peneliti yang dilaksanakan di SMKN 1 Ngasem Kabupaten Kediri diperoleh informasi bahwa terdapat permasalahan pada hasil belajar matapelajaran produktif siswa kelas X program keahlian teknik komputer dan jaringan (TKJ) di setiap tahunnya. Hasil belajar matapelajaran produktif siswa mengalami penurunan di tiap generasinya. Proses belajar yang dilakukan oleh guru program keahlian TKJ belum menghasilkan keluaran yang memuaskan. Perilaku peserta didik cenderung pasif dan nilai kemampuan kognisi maupun psikomotori belum maksimal. Oleh karena itu peneliti mengajukan model pembelajaran kooperatif tipe TPSQ dan PBL sebagai solusi alternatif meningkatkan hasil belajar matapelajaran produktif siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hasil belajar kompetensi dasar memeriksa hasil perawatan PC siswa kelas X program keahlian TKJ SMKN 1 Ngasem dengan menggunakan model pembelajaran TPSQ dan PBL, (2) untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan pada hasil belajar kompetensi dasar memeriksa hasil perawatan PC kelas X program keahlian TKJ SMKN 1 Ngasem model pembelajaran TPSQ dengan PBL. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu dengan pola Non-Equivalent Control Group Design. Variabel bebas penelitian adalah dua model pembelajaran, sementara variabel terikat penelitian adalah hasil belajar kompetensi dasar memeriksa hasil perawatan PC. Populasi dalam penelitian adalah siswa SMKN 1 Ngasem program keahlian TKJ dengan sampel sebanyak dua kelas pembelajaran atau 68 siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah uji prasyarat analisis, dan uji-t sebagai uji kesamaan dua rata-rata maupun uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa (1) terdapat peningkatan hasil belajar kompetensi dasar memeriksa hasil perawatan PC siswa dengan model pembelajaran TPSQ dan PBL, (2) terdapat perbedaan hasil belajar kompetensi dasar memeriksa hasil perawatan PC yang signifikan antara model pembelajaran TPSQ dengan PBL. Model pembelajaran TPSQ lebih tepat dalam meningkatkan hasil belajar kompetensi dasar memeriksa hasil perawatan PC siswa daripada model pembelajaran PBL ditunjukkan dengan nilai signifikansi uji-t perbandingan hasil belajar ranah kognitif kedua model sebesar 0,037, ranah psikomotorik sebesar 0,007, dan ranah afektif sebesar 0,010.

Keanekaragaman, kepadatan dan distribusi cacing tanah pada lahan pekarangan, sawah dan ladang di Desa Gesang Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang / oleh Kurnia Wulandari

 

Pengembangan metode latihan teknik meliwis tingkat keluarga strip putih Perguruan Silat Perisai Diri Cabang Kabupaten Malang / Herwansyah

 

ABSTRACT Herwansyah. 2015. Development of Training Method Meliwis Techniques Strip Putih Family Level Perisai Diri of Malang. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd (2) Kurniati Rahayuni, S.Psi., M.Psi. Keywords: training methods, techniques meliwis, family level students strip putihPerisai Diri Malang Pencak Silat is a martial art that is very popular among Indonesia. Pencak Silat used as a means to defend themselves from threatens. Of the many ways self-defense in every region has a different technique, then comes a variety of silatschool in Indonesia, one of them is a Perisai Diri. Meliwis technique as one of the original styleofPerisai Diri for students at the level of strip putih. Students are required to memorize and able to carry out a series of meliwis correctly as a requirementexamlevel. Based on initial research through a needs analysis questionnaire to 10 students strip putih family level, states that 70% sequence meliwis techniques given by coach are less easy and difficult, data rate of increase in the period of 2012 to 2014 the percentage of technical failure ofmeliwis always the highest among other techniques. The purpose of this study was to find a solution to the problem, namely by developing training methods ofmeliwis techniques which are attractive, easy to learn and easy to understand as well as a learning resource. The method used this research is the research and development of Borg and Gall (1983:774)were adapted to be simplersas follows: 1) Gather information: (a) study the library materials, (b) analysis of needs. 2) Designing products. 3) Validation of experts. 4) First revision. 5) Small group trials (8 students). 6) Second revision. 7) Large group trial (30 students). Products developed on a method of family-level technical training meliwisputih strips on a guidebook contains material meliwis, instructions how to do, as well as the images that aims to provide convenience to the students to learn and understand the 29 series of techniques meliwis. From the evaluation by thePerisai Diri expert was obtainedthe result85.71%, of the evaluation by coaching pencak silat was obtained the result 85.18%, and media experts was obtainedthe result82%,so these products need to be revised before it continues to the group test. At the test of small group was obtained the result90.54%.At the large group test was obtained percentage of result 89.01%. So that the percentage of product development of training method meliwis techniques strip putih family level Perisai Diri of Malangotherwise good guide book and can be used. The development of training methods meliwis technique is expected to increase interest as well as a source of learning and training students in mastering the technique series Meliwis correctly. In addition, the expected product dissemination of research subjects more widely, not only in the branch Malang, but also in other branches of Perisai Diri.

Identifikasi kesulitan belajar siswa kelas II SMU Islam Malang dalam memahami materi stoikiometri / oleh Titik Purwaningrum

 

Keefektifan teknik metafora untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa sekolah dasar / Niken Fitria Permanasari

 

ABSTRAK Fitria P, Niken. 2015. Keefektifan Teknik Metafora Untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional Siswa Sekolah Dasar. Tesis. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si., (II) Dr. Triyono, M.Pd Kata kunci: Teknik Metafora, Kecerdasan Emosional (KE). Metafora adalah suatu teknik terapi untuk sebuah teknik komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan sebuah hal dinyatakan dalam hal lain, dimana hal tersebut sebagai informasi pada individu untuk dapat mengembangkan perilaku baru. Tahap-tahap teknik Metafora adalah (1) membuat penilaian yang berorientasi hasil (2) merencanakan metafora (cerita) (3) penyajian atau menyampaiakn cerita (4) pengamatan terhadap respon konseli (5) menggeneralisasikan manfaatnya ke dalam kehidupan sehari-hari. Melalui metafora anggota kelompok dapat mengembangkan kehidupan dirinya dengan meningkatnya kecerdasan emosional serta dari cerita yang mereka dengarkan dapat membantu mereka menggeneralisasikan manfaatnya ke dalam kehidupan nyata. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen terdiri dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Ngadilangkung 02 Kec. Kepanjen Kab. Malang perjumlah 32 siswa yang terdiri 16 siswa pada kelompok eksperimen dan 16 siswa pada kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakn mulai bulan Agustus sampai September 2015 semester Ganjil tahun pelajaran 2015/2016.Penggunaan teknik metafora dalam penelitian ini merupakan bentuk intervensi pada kelompok ekperimen dengan melihat peningkatan tingkat skala kecerdasan emosional serta perubahan pada perilaku yang tampak oleh pengamatan peneliti. Hasil analisis dan grafik peningkatan dari skala kecerdasan emosional menunjukkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini yaitu penggunaan teknik metafora dapat meningkatkan kecerdasan emosional siswa sekolaha dasar.Kelemahan dalam penelitian ini yaitu minimnya intervensi dengan teknik metafora yang digunakan, baik dari segi model metafora, durasi, maupun kuantitas penggunaan intervensi teknik metafora. Saran penelitian yaitu : (1) untuk Guru SD, teknik metafora dapat dimanfaatkan meningkatkan kecerdasan emosional secara optimal dan ditunjang dengan jumlah pertemuan yang cukup dan bentuk teknik metafora yang sesuai dengan tujuan peningkatan.Intervensi dengan teknik metafora dengan subyek siswa SD harus disesuaikan dengan kondisi siswa agar tujuan dari perubahan dengan penggunaan teknik ini lebih optimal (2) bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk lebih cermat dalam memaknai jenis penelitian eksprimen serta lebih membuka wawasan tentang teknik-teknik terpeutik serta menggunakan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi konseli, sehingga upaya perbaikan dari suatu teknik yang sesungguhnya dapat tercapai.

The linguistic production of child named Mara in the holophrastic and telegraphic stages / by Patuan Raja

 

Study of metaphors of Mark O'Connor's Poetry of the Mountain" / by Siti Latiffa Noviasari"

 

Pengaruh latihan skipping terhadap peningkatan kemampuan vo2max pemain sepakbola u-15 di Persatuan Sepakbola Agus Salim Kota Batu / Bagus Tri Sugiarta Putra

 

ABSTRAK Putra, Bagus, Tri, Sugiarta. 2015. Pengaruh Latihan Skipping Terhadap Peningkatan Kemampuan VO2max Pemain Sepakbola U-15 Di Persatuan Sepakbola Agus Salim Kota Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyoko, M.Pd dan (II) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd Kata kunci: Latihan skipping, kemampuan VO2max, dan sepakbola. Sepakbola adalah permainan yang dimainkan oleh dua regu yang saling berusaha memasukkan bola ke gawang lawan dengan menggunakan seluruh anggota badan kecuali tangan dan bagi tim yang lebih banyak memasukkan bola akan keluar menjadi juara. Kondisi fisik sangat penting dalam olahraga sepakbola. Salah satu komponen kondisi fisik yaitu daya tahan /stamina yang dapat dilihat kadarnya melalui volume oksigen maksimal dalam tubuh (VO2max). Saat peneliti melakukan pengamatan dan beep test di Persatuan Sepakbola Agus Salim U-15 Kota Batu, 63% pemain mempunyai kemampuan VO2max di bawah rata-rata yaitu 36 ml/kg/min. Hal tersebut dikarenakan kurangnya perhatian pelatih akan latihan fisik yang tepat untuk meningkatkan daya tahan/stamina. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh latihan skipping terhadap peningkatan kemampuan VO2max pemain sepakbola. Rancangan penelitian yang dipakai adalah matching pretest-posttest control group design dengan menggunakan sampel 30 pemain Persatuan Sepakbola Agus Salim U-15. Cara pengambilan sampel adalah acak, setelah itu sampel dibagi menjadi dua kelompok, kelompok eksperimen latihan skipping dan kelompok kontrol dengan latihan komando dengan menggunakan cara ordinal pairing matching. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, latihan skipping memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan VO2max pemain Persatuan Sepakbola Agus Salim (Fh5,36 > Ft 4,67). Kedua, latihan komando memberikan pengaruh yang tidak signifikan peningkatan kemampuan VO2max pemain Persatuan Sepakbola Agus Salim (Fh = 0,12 < Ft4,67). Ketiga, ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan skipping dengan latihan komando terhadap peningkatan kemampuan VO2max pemain Persatuan Sepakbola Agus Salim (Fh = 39,39 > Ft 4,67). Latihan skipping (mean = 39,39 dan SD = 4,97) memberikan pengaruh lebih baik terhadap peningkatan kemampuan VO2max pemain Persatuan Sepakbola Agus Salim daripada latihan komando (mean = 36,26 dan SD = 4,16). Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan, latihan skipping memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan latihan komando terhadap peningkatan kemampuan Vo2max pemain sepakbola U-15 di Persatuan Sepakbola Agus Salim Kota Batu.

Pengaruh air rebusan kulit batang delima (Punica granatum L.) terhadap mortalitas cacing Ascaridia galli Scgr. secara in vitro / oleh Nanik Idayati

 

Peningkatan kemampuan menulis syair melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas V SDI Bayanul Azhar Sumbergempol Tulungagung tahun pelajaran 2014/2015 / Mustofa

 

ABSTRAK Mustofa, 2014. Peningkatan Kemampuan Menulis Syair Melalui Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) pada Siswa Kelas V SDI Bayanul Azhar Sumbergempol Tulungagung. Tesis, Pendidikan dasar Jurusan Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd., (2) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd. Kata Kunci: Problem Based Learning, Menulis, Syair. Secara umum penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis syair dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah di SDI Bayanul Azhar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Adapun secara khusus penelitian ini bertujuan untuk; (1) mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dalam pengajaran menulis syair siswa kelas V SDI Bayanul Azhar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung, dan (2) meningkatkan kemampuan menulis syair siswa kelas V SDI Bayanul Azhar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SDI Bayanul Azhar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Tindakan dilaksanakan 8 kali pertemuan dengan rincian 4 kali pertemuan setiap siklus. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Oktober sampai bulan November 2014. Data penelitian berupa data proses dan data produk diperoleh melalui teknik pengamatan, wawancara, dan penugasan. Insrumen yang digunakan adalah pedoman pengamatan, pedoman wawancara, dan lembar penugasan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan ketekunan, pengamatan dan trianggulasi serta pengecekan teman sejawat. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis data model alir yang meliputi kegiatan reduksi data, pemaparan data, verifikasi, dan penyimpulan data. Simpulan hasil penelitian menunjukkan: (1) penggunaan model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat dilaksanakan dengan baik, serta (2) penggunaan model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis syair, baik dari segi proses maupuan dari segi produk pada tahap penemuan ide, penulisan, dan penyajian. Dari segi proses, pembelajaran menulis syair pada tahap penemuan ide dapat meningkatkan: motivasi untuk mengikuti proses pembelajaran sehingga siswa menjadi bersemangat dan aktif mengikuti setiap langkah kegiatan pembelajaran, kreativitas dan keantusiasan siswa dalam pembelajaran menulis syair, keantusiasan dan kreativitas siswa dalam menemukan sendiri ide syair yang bersumber dari pengamatan. Dari segi produk, penerapan model ini pada tahap penemuan ide dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam: memahami unsur-unsur dan pola penulisan syair deskriptif, menemukan ide yang berasal dari pengamatan, dan mendeskripsikan objek pengamatan sesuai dengan pola syair yang dipilih. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dinyatakan bahwa proses kegiatan peningkatan siswa menulis syair baik pada tahap penemuan ide, penulisan dan penyajian sudah berhasil. Melalui tindakan tersebut siswa tidak lagi mengalami kesulitan menulis syair.

Keanekaragaman kumbang nocturnal pada ketinggian 400-2000 m dpl di Hutan Argopuro Kabupaten Probolinggo / oleh Evi Ratna Cahyanti

 

Perancangan Buku Wisata Banyuwangi sebagai media informasi bagi wisatawan / Lina Oktaviani

 

ABSTRAK Oktaviani, Lina. 2015. Perancangan Buku WisataBanyuwangiSebagai Media In-formasiBagi Wisata-wan.Skripsi,ProgramStudiDesainKomunikasiVisual,JurusanSenidanDesain,FakultasSastra,UniversitasNegeriMalang.Pembimbing: (I)Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc., Ph.D.,(II)Rudi Irawanto, S.Pd.,M.Sn. Kata Kunci: Perancangan, BukuWisata, Banyuwangi, Media Informasi, Wisatawan. SejaksektorpariwisataBanyuwangiditetapkansebagaisektorunggulanpadatahun 2008, PemerintahKabupatenBanyuwangigencarmelakukanberbagaiupayauntukmenarikwisatawan agar datangdanberwisatakeBanyuwangi. Selainperbaikaninfrastruktrur, PemerintahBanyuwangijugagencarmelakukanberbagaipromosidaninovasipariwisata.Selainmenggaetberbagai media untukmeliput, pemerintahBanyuwangijugagen-carmenghelatberbagai event bertarafinternasionaldannasional. Berbagaiupayaini-berhasilmeningkatkanjumahwisatawan yang berkunjungkeBanyuwangidaritahun-ketahun. Sayangnya, peningkatanjumlahwisatawaninitidakdiiringidenganadanya media informasi yang memadaibagiwisatawan. Wisatawanmembutuhkan media yang ergonomis yang menyajikaninformasitentangpotensidanobjekwisata yang dimilikiBanyuwangi, sebagaipanduandansumberinformasiuntukberwisata. Akan tetapi media inibelumtersedia.Media informasiyang tepatadalahbukuwisata yangmampumenampungbanyakinformasidanergonomiskarenamobilitaswisatawan yang tinggi. Model perancangan yang digunakanadalah model perancanganprosedural. Model perancanganinibersifatdeskriptif, yaitumenggambarkanlangkah-langkah yang harusdiikutiuntukmenghasilkanprodukdenganmenggunakanprosedurperancangan Bruce Archer. Langkah-langkahdalamperancanganiniantara lain pengumpulan data, analisis, pengembangan, sintesis, konsepdan proses desainsertadesain final. Perancanganinimenghasilkanbukuwisatadenganukuran 21 X 14,8 cm sete-bal 76 halamandengangayadesain yang terinspirasidariAbra DesigndangayaAngu-larLayout yang dimodifikasidandisesuaikandengankonsepperancangan yang menggunakanelemenbentuksegitiga yang diterapkanpadafotodanteks. Hasilperancanganinidiharapkandapatmenjadimedia informasiyang me-madaidanergonomisbagiwisatawan yang menyajikaninformasiyang dibutuhkan-tentangpotensidanobjekwisata yang dimilikiBanyuwangi, sepertikeunggulan, ke-unikan, lokasidanjaraktempuhdaripusatkota.

Fungsi tata guna tanah dalam pembangunan kota di Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kotamadya Malang ditinjau dari undang-undang nomor 5 tahun 1960
(suatu studi kasus)
oleh Fredrus Ferdy Sandy

 

Status hukum anak yang lahir dari perkawinan sirri
(ditinjau dari hukum Islam dan undang-undang perkawinan No.1 tahun 1974)
oleh Elen Nurdiana

 

Bilangan kompleks dan penerapannya
oleh Jumari

 

Peningkatan kemampuan membaca aksara Jawa menggunakan flashcard bagi siswa kelas 3 SDN Gadingkasri Malang / Anik Miftakhul Jannah

 

Kata Kunci : Flashcard, Membaca Aksara Jawa, Sekolah Dasar Bahasa Jawa merupakan salah satu ragam bahasa daerah yang memiliki jumlah penutur dan pengguna paling besar di Indonesia. Rendahnya penguasaan dalam membaca aksara Jawa mengundang keprihatinan berbagai pihak. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan banyak siswa mengalami kesulitan dalam membaca aksara Jawa, sehingga mengakibatkan kemampuan membaca aksara Jawa siswa kelas 3 rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penggunaan flashcard yang dapat meningkatkan kemampuan membaca aksara Jawa bagi siswa kelas 3 SDN Gadingkasri Malang, (2) peningkatan kemampuan membaca aksara Jawa menggunakan flashcard bagi siswa kelas 3 SDN Gadingkasri Malang. Penelitian menggunakan rancangan PTK, subyek penelitian ini adalah siswa kelas 3 SDN Gadingkasri Malang dengan banyak siswa 41 anak. Lokasi penelitian di SDN Gadingkasri Kecamatan Klojen Kota Malang. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Analisis data dilakukan dengan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) penggunaan flashcard sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan siswa membaca aksara Jawa dan suasana pembelajaran lebih menyenangkan, (2) kemampuan siswa membaca aksara Jawa menggunakan flashcard mengalami peningkatan dari nilai rata-rata 62 pada siklus ke-1 dan 70 pada siklus ke-2. Peneliti menyarankan bagi (1) guru dalam menyampaikan materi pelajaran hendaknya menggunakan berbagai variasi media pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas, (2) peneliti lain, peneliti menyadari hasil penelitian ini masih terdapat banyak kekurangan, tetapi dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam penelitian lebih lanjut.

Penggunaan larutan abu sekam padi untuk percobaan titrasi asam-basa di SMU / oleh Nike Ermawati

 

Hubungan pola asuh, iklim sekolah, dan motivasi belajar dengan kontrol diri siswa SMP Negeri se-kota Malang / Rinna Yuanita Kasenda

 

ABSTRAK Kasenda, Rinna Yuanita. 2015. Hubungan Pola Asuh, Iklim Sekolah, dan Motivasi Belajar dengan Kontrol Diri Siswa SMP se-Kota Malang. Tesis, Jurusan Bimbingan Konseling, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd., (II) Dr. M. Ramli, M.A. Kata Kunci : Pola Asuh, Iklim Sekolah, Motivasi Belajar, Kontrol Diri Meningkatnya kasus kenakalan remaja dalam bentuk pelanggaran disiplin dan kasus kriminal mengindikasikan lemahnya kontrol diri yang ada dalam diri remaja. Untuk menentukan tinggi rendahnya kontrol diri seseorang, perlu dilihat keterkaitan faktor-faktor yang berhubungan dengan kontrol diri diantaranya pola asuh orang tua, iklim sekolah, dan motivasi belajar dari individu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan di antara pola asuh orang tua, iklim sekolah dengan kontrol diri siswa serta sejauh mana hubungan tersebut terjadi melalui motivasi belajar siswa. Rancangan penelitian ini adalah penelitian ex-post facto dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik analisis Path, bersifat multivariat dengan 2 variabel bebas, 1variabel terikat dan adanya variabel intervening dengan jumlah sample besar 377 responden. Analisis Path digunakan untuk menganalisis hubungan variabel bebas pola asuh orang tua dan iklim sekolah dengan variabel terikat kontrol diri melalui variabel intervening motivasi belajar siswa. Tujuan analisisnya untuk mengetahui: (1) hubungan variabel-variabel bebas dengan variabel terikat; (2) hubungan variabel intervening dengan variabel terikat; (3) hubungan variabel-variabel bebas dengan variabel terikat melalui variabel intervening. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kota Malang. Penelitian ini melalui tahapan uji instrumen dan tahapan penetapan instrumen definitif sebagai dasar pengumpulan data dan pelaksanaan analisisnya. Hasil penelitian sebagai berikut: Hubungan Pola Asuh (X1) dengan Motivasi Belajar Siswa hasil analisa nilai path diperoleh 0,435. Koefisien bertanda positif yang menunjukkan hubungan keduanya searah, artinya pola asuh mempunyai hubungan positif terhadap motivasi belajar, dimana semakin baik dan efektif pola asuh yang diterapkan oleh orang tua maka akan semakin meningkatkan motivasi belajar siswa. Hubungan Iklim Sekolah (X2) dengan Motivasi Belajar Siswa (Y1) hasil analisa nilai path diperoleh 0,524. Koefisien bertanda positif yang menunjukkan hubungan keduanya searah, artinya iklim sekolah mempunyai hubungan positif terhadap motivasi belajar, dimana semakin baik dan efektif iklim sekolah yang dialami oleh siswa disekolah maka semakin meningkatkan motivasi belajar siswa. Hubungan Pola Asuh (X1) dengan Kontrol Diri Siswa (Y2) hasil analisa nilai path diperoleh 0,409. Koefisien bertanda positif yang menunjukkan hubungan keduanya searah, artinya pola asuh mempunyai hubungan positif terhadap kontrol diri siswa, dimana semakin baik dan efektif pola asuh yang diterapkan oleh orang tua maka akan semakin meningkatkan kontrol diri siswa. Hubungan Iklim Sekolah (X2) dengan Kontrol Diri Siswa (Y2) hasil analisa nilai path diperoleh 0,478. Koefisien bertanda positif yang menunjukkan mengindikasikan hubungan keduanya searah, artinya iklim sekolah mempunyai hubungan positif terhadap kontrol diri siswa, dimana semakin baik dan efektif iklim sekolah yang dialami oleh siswa di sekolah maka akan semakin meningkatkan kontrol diri siswa. Hubungan Motivasi Belajar (Y2) dengan Kontrol Diri Siswa (Y2) hasil analisa nilai path diperoleh 0,661. Koefisien bertanda positif yang menunjukkan hubungan keduanya searah, artinya motivasi belajar siswa mempunyai hubungan positif terhadap kontrol diri siswa, dimana semakin tinggi motivasi belajar yang ada dalam diri siswa akan semakin tinggi pula kontrol diri siswa. Hubungan Pola Asuh (X1) dengan Kontrol Diri Siswa (Y2) melalui Motivasi Belajar Siswa (Y1) hasil analisa nilai path diperoleh 0,287. Koefisien bertanda positif yang menunjukkan hubungan keduanya searah, artinya pola asuh mempunyai hubungan positif terhadap kontrol diri siswa melalui motivasi belajar, dimana semakin baik dan efektif pola asuh yang diterapkan oleh orang tua ditambah dengan motivasi belajar yang tinggi dari siswa maka akan semakin meningkatkan kontrol diri siswa. Hubungan Iklim Sekolah (X2) dengan Kontrol Diri Siswa (Y2) melalui Motivasi Belajar Siswa (Y1) hasil analisa nilai path diperoleh 0,346. Koefisien bertanda positif yang artinya semakin baik dan efektif iklim sekolah yang dialami siswa di sekolah ditambah dengan motivasi belajar yang tinggi dari siswa maka akan semakin meningkatkan kontrol diri siswa. Guru BK/Konselor seyogyanya lebih mengoptimalkan tugas layanan dasar khususnya dukungan sistem, dimana guru BK/Konselor saling berkolaborasi dengan guru wali kelas dan guru mata pelajaran dan orang tua untuk bagaimana orang tua dapat memberikan pola pengasuhan yang baik sehingga anak yang terbentuk dalam pola asuh yang baik dan tepat, pemberian disiplin dan dalam kehangatan maka akan membentuk kontrol diri yang baik. Dengan sendirinya motivasi belajar dari anak akan meningkat untuk menciptakan hal-hal yang positif. Hendaknya semua elemen sekolah mulai dari kepala sekolah, konselor dan guru-guru saling bersinergi untuk menciptakan iklim sekolah yang nyaman, suasana belajar yang menyenangkan bagi para siswa dan peningkatan fasilitas sekolah yang menunjang kegiatan siswa disekolah karena dengan demikian secara tidak langsung mendorong motivasi siswa untuk semangat belajar dan juga berprilaku yang baik dengan kontrol diri yang baik. Peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dijadikan bahan referensi untuk yang tertarik meneliti variabel pola asuh, iklim sekolah, motivasi belajar dan kontrol diri siswa SMP.

Peranan lembaga pemasyarakatan Kotamadya Yogyakarta dalam membina para narapidana untuk menimbulkan sikap percaya diri dalam hidup bermasyarakat
(suatu tinjauan dari segi moral)
oleh A. Minardjo S. Putro

 

Identifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya pembengkakan biaya (Cost Overruns) pada pelaksanaan pembangunan rumah pribadi di kota Malang / oleh Afnan Syahroni

 

Pengaruh variasi penahanan waktu pemanasan (holding time) terhadap kekerasan permukaan dan kekuatan tarik material baja karbon rendah dengan metode carburizing / Agus Budi Prasetiyo

 

Kata Kunci: variasi holding time, baja karbon rendah (St 41), pack carburizing, quenching. Mengingat permintaan pasar yang terus menuntut bahan yang lebih kuat dan keras, maka perlu kiranya diadakan penelitian terhadap pengaruh variasi penahanan waktu (holding time) terhadap kekerasan permukaan dan kekuatan tarik pada baja karbon rendah dengan metode carburizing, agar dapat menghasilkan baja yang lebih keras dan kuat untuk memenuhi permintaan pasar. Diharapkan nantinya akan diperoleh waktu penahanan (holding time) yang sesuai untuk dapat menghasilkan baja lebih kuat dan keras. Pack carburizing adalah salah satu metoda yang digunakan untuk menambah kandungan karbon didalam baja dengan menggunakan media padat. Pemanasan yang dilakukan pada penelitian ini, menggunakan temperatur 900ş C dengan variasi penahanan waktu pemananasan (holding time) yaitu 30 menit, 45 menit, dan 60 menit. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh variasi penahanan waktu pemanasan (holding time) terhadap kekerasan permukaan dan kekuatan tarik material baja karbon rendah dengan metode carburizing. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Sedangkan desain penelitiannya adalah penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Teknik analisis data menggunakan analisis one way anova. Analisis statistik tersebut digunakan untuk pengujian dan membuktikan hipotesis. Objek penelitian ini adalah baja karbon rendah St 41 yang kemudian diberi perlakuan yakni pack carburizing dengan variasi holding time dan kemudian diquenching. Hasil penelitian rata-rata kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada holding time 30 menit sebesar 508,939 MPa, pada holding time 45 menit sebesar 457,116 MPa, dan kekuatan tarik terendah diperoleh pada holding time 60 menit sebesar 446,581 MPa. Sedangkan kekerasan tertinggi diperoleh pada holding time 60 menit sebesar 1105,5 Hv, pada holding time 45 menit sebesar 861.0 Hv, dan kekerasan terendah diperoleh pada holding time 30 menit sebesar 733,7 Hv. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai kekuatan tarik dan kekerasan permukaan pada baja St 41 antara sebelum dan setelah mengalami proses pack carburizing dengan variasi holding time sehingga dapat disimpulkan bahwa variasi holding time pada proses pack carburizing dan quenching berpengaruh terhadap tingkat kekuatan tarik dan kekerasan permukaan pada baja karbon rendah St 41. Kekerasan permukaan baja akan meningkat seiring bertambahnya temperature dan holding time proses pack carburizing pada baja St 41.

Pengaruh latihan kombinasi tricks and turns terhadap prestasi dribbling sepakbola siswa SSB Mahaputra Kota Malang / Hasto Pujo Pratowo

 

ABSTRAK Pujo, Hasto Pratowo. 2015. Pengaruh Latihan KombinasiTricks and TurnsterhadapPrestasi Dribbling SepakbolaSiswa SSB Maha Putra Kota Malang. Skripsi, JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. EkoHariyanto, M.Pd, (II) Dr. Hariyoko, M.Pd. Kata Kunci: latihan kombinasi tricks and turns, dribbling sepakbola, siswa SSB Sepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan oleh dua tim di lapangan.Ada beberapa teknik yang harus dikuasai dalam permainan sepakbola, terutama teknik menggiring bola (dribbling).Siswa SSB Maha Putra Kota Malang memiliki permasalahan dalammenggiring bola yaituketika dihadang lawan siswa tidak mengembangkan teknik dribbling dengan cara melewati lawan melainkan lebih memberikan umpan atau operan kepada teman. Hal ini disebabkan karena pelatih kurang memberikan porsi latihan yang bervariasi. Salah satu latihan untuk meningkatkan prestasi dribbling yaitu dengan menggunakan latihan kombinasi tricks and turns. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihankombinasi tricks and turns terhadapprestasidribbling sepakbolasiswa SSB Maha Putra Kota Malang. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen. Sampel penelitian ini adalah 24 siswa Sekolah Sepakbola (SSB) Maha Putra Kota Malang. Kemudian Sampel penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen latihan kombinasi tricks and turns berjumlah 12 siswa dan kelompok komando berjumlah 12 siswa. Analisis data dari penelitian ini yaitu berupa teknik analisis varians satu jalur. Dari hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian. Pertama latihan kombinasi tricks and turns memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi dribbling siswa SSB Maha Putra Kota Malang (F hitung = 16,91 > F tabel 4,30). Kedua, latihan komando tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi dribbling siswa SSB Maha Putra Kota Malang (F hitung = 0,20 < F tabel 4,30). Ketiga, ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan kombinasi tricks and turns dengan latihan komando terhadap prestasi dribbling siswa SSB Maha Putra Kota Malang (F hitung = 5,93 > F tabel 4,30). Saran yang dapat diberikan kepada pelatih SSB Maha Putra Kota Malang, sebaiknya menggunakan latihan kombinasi tricks and turns sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan prestasi dribbling, karena perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan ternyata latihan kombinasi tricks and turns memberikan pengaruh yang lebih baik daripada latihan komando terhadap prestasi dribbling siswa SSB Maha Putra Kota Malang.

Peningkatan kemampuan menulis puisi dengan metode pengamatan objek pada siswa kelas V SDN Mojolangu 5 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang / Sudarti

 

Kata Kunci: Menulis, Puisi, Metode Pengamatan Objek. Kemampuan menulis puisi adalah kesanggupan atau kecakapan yang dimiliki oleh siswa kelas V SDN Mojolangu 5 untuk mengekspresikan pengalaman batin secara tertulis dalam bentuk larik dan bait dengan memperhatikan tema, amanat, diksi, rima, dan tipografi. Dengan penguasan keterampilan menulis, diharapkan siswa dapat mengungkapkan, pikiran, perasaan yang dimilikinya setelah menjalani proses pembelajaran dalam berbagai tulisan. Namun kenyataannya, di kelas tinggi siswa masih merasa kesulitan bila hendak menulis puisi. Beberapa faktor penghambat yang dialami siswa kelas V dalam kemampuan menulis puisi di SDN Mojolangu 5, yaitu (1) ketertarikan siswa dalam membuat puisi kurang karena siswa masih malas untuk membuat puisi dan ramai sendiri saat berlangsungnya pelajaran, (2) kurangnya buku-buku mata pelajaran puisi dan kumpulan puisi yang dibaca siswa, (3) siswa kurang mengkomunikasikan pikiran dan perasaannya secara efektif karena suasana kelas yang kurang kondusif, (4) kurangnya penguasaan kosa kata yang dimiliki siswa, (5) guru cenderung menggunakan metode ceramah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka peneliti mencoba untuk menerapkan metode pengamatan objek dalam penulisan puisi. Metode pengamatan objek adalah metode yang dilakukan dengan mencermati suatu peristiwa secara langsung dengan prosedural meliputi: siswa mengamati objek, mendeskripsikan objek yang diamati, menuangkan ke dalam bahasa puitis. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik tes dan non tes. Teknik tes digunakan untuk mengumpulkan data kemampuan siswa dalam menulis puisi. Tes dilakukan dengan pemberian tugas menulis puisi dengan metode pengamatan objek. Teknik non tes dilakukan untuk mengetahui keadaan yang terjadi sebenarnya selama proses pembelajaran di dalam kelas. Dalam melakukan teknik ini, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan jurnal. Data penelitian berupa peningkatan interaksi dan aktivitas siswa yang diamati berdasarkan lima apek yaitu: (1) keaktifan siswa alam bertanya, (2) keaktifan siswa alam menjawab, (3) Keantusiasan siswa mengikuti pembelajaran, (4) partisipai siswa dalam menulis puisi, (5) perilaku siswa. Kemampuan menulis puisi di ukur dari struktur fisik dan batin meliputi; (1) tema, (2) amanat, (3) diksi, (4) rima, (5) tipografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti pembelajaran menulis puisi dengan metode pengamatan objek, aktivitas dan kemampuan siswa dalam menulis puisi mengalami peningkatan. Kemampuan menulis puisi dari siklus I pertemuan pertama ke pertemuan kedua mengalami peningkatan sebesar 42,9%. Sedangkan dari siklus I pertemuan kedua ke Siklus II mengalami peningkatan sebesar 35,7%. Untuk aktivitas siswa dari siklus I pertemuan pertama ke pertemuan kedua mengalami peningkatan 10%. Sedangkan dari pertemuan kedua ke siklus II mengalami peningkatan 9%. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode pengamatan objek dapat meningkatkan aktivitas yang positif sehingga siswa lebih tertarik dan antusias dalam pembelajaran menulis puisi dan kemampuan menulis puisi juga meningkat. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa metode pengamatan objek dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi bebas siswa kelas V SDN Mojolangu 5 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Oleh karena itu disarankan bagi guru dan sekolah supaya lebih termotivasi dan lebih semangat dalam memberikan pengajaran yang bermutu, bervariasi dan berinovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Pengaruh perasan biji labu merah [Cucurbita moschata (Duck.) Poir] terhadap mortalitas cacing hati sapi (Fasciola hepatica L.] secara in vitro / oleh Kunti Ari Mulyati

 

Internasionalisasi perguruan tinggi: studi multisitus pada Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta / Djalal Fuadi

 

ABSTRAK Fuadi, Djalal. 2015. Internasionalisasi Perguruan Tinggi: Studi Multisitus pada Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta danUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta. Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd., (II) Prof. Dr. Ali Imron, M.Pd., M.Si., (III) Prof. Dr. Wahjoedi, M.E. Kata kunci: internasionalisasi perguruan tinggi, perguruan tinggi/Islam Kecenderungan untuk melakukan reformasi tata kelola pendidikan tinggi saat ini telah menjadi trend dunia. Di Indonesia, ide untuk melakukan otonomi perguruan tinggi didorong oleh tuntutan terselenggaranya demokratisasi dan otonomi di berbagai sektor. Kelahiran Rancangan Undang-undang tentang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) pada tahun 2004 didukung dengan keberadaan Strategi Pendidikan Tinggi Jangka Panjang atau Higher Education Long Term Strategy (HELTS 2010-2014), merupakan babak baru dan arah baru bagi perjalanan perkembangan pendidikan di Indonesia. Salah satu programnya adalah penataan kelembagaan (tata kelola) pendidikan tinggi yang sehat, efisien dan akuntabel serta berorientasi internasional. Namun, dalam praktiknya, implementasi berbagai kebijakan pendidikan khususnya pendidikan tinggi berjalan lamban dan menyisakan berbagai kendala dan persoalan. Higher Education (HE) Re-formedmemiliki keterkaitan dengan perubahan perspektif perguruan tinggi dalam menghadapi era globalisasi yang meliputi: pandangan Perguruan Tinggi, budaya keorganisasian, strategi perencanaan, alokasi sumber keuangan, manajemen keuangan, kebijakan dan komite, manajemen personil, serta manjemen kemahasiswaan, telah direspon oleh HELTS melalui perencanaan program jangka panjang perguruan tinggi Indonesia melalui tiga keunggulan yang dilakukan agar menjadi perguruan tinggi yang eksis. Untuk dapat mencapai posisi kelas dunia perguruan tinggi harus melakukan re-formagar dalam penyelenggaraan agarmemiliki daya saing global (global competitiveness report), proses pendidikan yang dilaksanakan berkualitas, dan tetap memiliki independensi dalam mempertahankan eksistensi budaya lokal (nilai-nilai ke Indonesiaan) kedalam kancah pendidikan tingkat dunia (global education). Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendiskripsikan dan menjelaskan tata kelola dalam proses internasionalisasi perguruan tinggi dalam wujud self-governance, dengan sub fokus: a. Rencana Strategi (Visi, misi dan tujuan), b. Manajemen kelembagaan (sistem Pengelolaan), c. Kurikulum dan proses pembelajaran, dan d. Penjaminan Mutu dalam pelaksanaan internasionalisasi; (2) Mendiskripsikan dan menjelaskan makna reformasi institusi perguruan tinggi dari skala nasional ke internasional,dengansub fokus: a. Implementasi kebijakan internasionalisasi, b. Kerjasama akademik dalam skala internasional, c. Benchmarkingdalam tataran internasional, dan d. Proses pemasaran(marketing) yang berupa promosi dan publikasi dalam tataran internasional. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan rancangan penelitian studi multisitus (multisites), karena setting yang diteliti memiliki karakteristik yang sama.Lingkup penelitian dibatasi pada kebijakan/kerangka kerja legal tata kelola internasionalisasi perguruan tinggi.Penelitian dilakukan di tiga Perguruan Tinggi Islam di Yogyakarta, yaitu Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Teknik pengumpulan data melalui: (1) teknik observasi partisipan (participant observation), (2) wawancara mendalam (indepth interview), dan (3) studi dokumen. Analisis data yang digunakan, yaitu (1) analisis data dalam situs,(2) analisis data lintas situs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tata kelola yang disusun dalam rangka internasionalisasi dijabarkan dalam bentuk: (a) visi, misi, tujuan dan rencana strategi, kebijakan mutu serta sasaran mutu berorientasi pada kualitas internasional;(b) pengelolaan program internasional secara umum diserahkan kepada suatu lembaga/bidang/kantor/unit yang secara khusus mengelola program internasional;(c) kurikulum dan proses pembelajaran yang dikembangkan disusun dengan model dan kecenderungan yang berbeda-beda; (d) tata kelola dalam rangka internasionalisasi dijabarkan dan dikawal dalam bentuk penjaminan mutu. (2) Reformasi institusi perguruan tinggi dari skala nasional ke tingkat internasional: (a) implementasi yang dilakukan bersifat dinamis, optional, dan never ending programme artinya dasar dimulainya implementasi ditentukan oleh kebijakan, pandangan atau orientasi pimpinan dalam memandang posisi perguruan tingginya dalam tataran internasional: (b) implementasi kerjasama akademik dalam skala internasional dilaksanakan melalui program kerjasama dengan berbagai bentuk yang bervariasi; (c)benchmarking(metodologi baku mutu)tidak mengkiblat secara khusus atau tidak mengacu secara eksplisit pada perguruan tinggi tertentu yang telah memiliki reputasi internasional atau predikat Wolrd Class University; (d) proses pemasaran(marketing)tidak dilakukan secara khusus, tetapi berlangsung secara terpadu dan bersifat alami, mahasiswa asing dimanfaatkan sebagai media marketing secara tidak langsung. Berdasarkan hasil penelitian, disampaikan saran dan rekomendasi sebagai berikut:Bagi pimpinan perguruan tinggi, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai gambaran dalam penerapankebijakan internasionalisasi sesuai prinsip-prinsip dan substansi internasionalisasi.Bagi para penyelenggara pendidikan tinggi,dalam pengembangan tata kelola setiap perguruan tinggi memiliki keragaman orientasi dalam mengaplikasikan internasionalisasi, maka melakukan reformasi perguruan tinggi tidak dapat ditunda-tunda lagi karena perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan Teknologi Informasi berkembang pesat menuntut perguruan tinggimenyesuaikan perkembangan tersebut.Bagi pemangku kepentingan terutama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Pelaksana Akreditasi BAN-PT, serta Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis), hasil penelitan ini dapat dijadikan masukan terutama dalam pengambilan kebijakan kerjasama akademik antar perguruan tinggi dalam lingkup internasional; kebijakan kualitas lulusan perguruan tinggi yang berorientasi pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan mampu berkompetisiminimal di tingkat ASEAN melalui bidangInternasionalisasi program studi, kurikulum, dan dosen; Program pertukaran dosen dan mahasiswa; Kolaborasi riset internasional hingga publikasi internasional; Kredit transfer, dan double/dual degree program.Bagi para peneliti berikutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam melakukan penelitian dengan topik dan fokus yang berbeda pada subjek yang sama atau subjek berbeda tetapi fokus masalahnya sejenis.

Pengaruh daun mimba (Azadirachta indica A. juss) terhadap siklus hidup Sitophilus oryzae L. pada beras varietas Jawa Tumpang / oleh Ngainin Badriyah

 

The discussion sections of English and Indonesian research articles written by Indonesian authors / Lulus Irawati

 

ABSTRAK Irawati, Lulus. 2015. Bagian Pembahasan dalam Artikel Penelitian Berbahasa Inggris dan Berbahasa Indonesia yang Ditulis oleh Penulis Indonesia. Disertasi. Pendidikan Bahasa Inggris. Program Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Bambang Yudi Cahyono, M.Pd.,M.A.,Ph. D, (2) Prof. Ali Saukah, M.A., Ph.D., (3) Dr. Suharmanto, M.Pd. Kata kunci: penulis Indonesia , artikel penelitian, bagian pembahasan, pola retorika Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagian pembahasan dalam artikel penelitian berbahasa Inggris dan berbahasa Indonesia yang ditulis oleh penulis Indonesia. Untuk itu, ada tiga permasalahan dalam penelitian ini antara lain (1) Seperti apakah pola retorika sub bagian pembahasan dalam artikel penelitian berbahasa Inggris dan berbahasa Indonesia yang ditulis oleh penulis Indonesia (2) Perbedaan dan persamaan yang ada dalam sub bagian pembahasan dalam artikel penelitian berbahasa Inggris dan berbahasa Indonesia; (3) Alasan bagian pembahasan dalam artikel penelitian berbahasa Inggris dan berbahasa Indonesia tersebut berbeda atau sama. Bagian pembahasan tersebut di ambil dari artikel penelitian yang dipublikasi di jurnal terbitan Indonesia yang terakreditasi. Penelitian ini menggunakan Move analysis dan qualitative content analysis. Untuk menjawab permasalahan pertama, peneliti menganalisis pola retorika dari 7 bagian pembahasan yang berbahasa Inggris dan 7 bagian pembahasan yang berbahasa Indonesia yang ditulis pula oleh 7 penulis Indonesia, dengan menggunakan Model Swales (1990). Untuk menjawab permasalahan kedua, peneliti mengolah data analisis secara detil. Data yang diinterpretasikan secara subyektif berdasarkan kemampuan peneliti, dengan tujuan mendeskripsi secara natural. Kemudian, peneliti menggali data melalui wawancara secara mendalam untuk menjawab permasalahan ketiga, yang mensyaratkan peneliti sebagai instrumen dalam penelitian ini. Dari 7 penulis Indonesia yang tulisannya dianalisis, hanya 5 penulis Indonesia yang bersedia diwawancarai. Berdasarkan tujuan penelitian pertama dan kedua, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola retorika atau struktur move bagian pembahasan yang berbahasa Inggris terdiri dari 5 Moves yaitu II (Statement of results), III ((Un) expected outcome), IV (Reference to previous research), V (Explanation), dan VII (Deduction and hypothesis). Move I (Background information), VI (Exemplification), dan VIII (Recommendation) hanya muncul pada 2 atau 3 bagian pembahasan yang berbahasa Inggris. Sedangkan pola retorika bagian pembahasan yang berbahasa Indonesia terdiri dari 6 Move yaitu II (Statement of results), III ((Un) expected outcome), IV (Reference to previous research), V (Explanation), VI (Exemplification), dan VII (Deduction and hypothesis). Move VIII (Recommendation) tidak muncul sama sekali dan Move I (Background information) hanya muncul sebanyak 3 kali dalam bagian pembahasan yang berbahasa Indonesia dan hanya digunakan oleh 2 penulis dari 7 penulis yang diteliti. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pola retorika bagian pembahasan yang berbahasa Indonesia dan bagian pembahasan yang berbahasa Inggris yang ditulis oleh penulis Indonesia yang sama memiliki sedikit perbedaan. Sementara itu, berdasarkan tujuan penelitian ketiga, hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan pola retorika atau struktur move oleh 7 penulis Indonesia bisa dikatakan berasal dari faktor pribadi penulis yang mempelajari pola retorika orang lain, mempercayai kemampuan diri sendiri, memiliki kepercayaan diri yang tinggi, memiliki pengalaman menulis yang banyak, dan memiliki kesadaran dalam penggunaan struktur isi dan pola retorika pada saat menulis sub bagian pembahasan. Para penulis Indonesia ini memiliki pandangan terbuka untuk belajar dan membaca artikel penelitian orang lain dan memutuskan apakah pola retorika tersebut sesuai atau tidak untuk diri mereka sendiri. Awal mula artikel penulis dipublikasikan, dapat membuat penulis menjadi yakin pada diri sendiri dan percaya dirinya tumbuh. Oleh karena itu, para penulis ini berkeinginan menulis artikel penelitian lagi dan membuat penulis menjadi lebih berpengalaman dan memiliki frekuensi menulis yang tinggi. Maka semakin mereka sering menulis, semakin mereka memiliki kesadaran tinggi akan penggunaan stuktur isi dan pola retorika pada saat menulis, khususnya menulis sub bagian pembahasan. Jadi, sadar atau tidak sadar, sebenarnya mereka telah membentuk pola retorika mereka sendiri pada saat menulis artikel penelitian. Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan, maka pertama, peneliti merekomendasi peneliti lain di masa akan datang untuk meneliti tidak hanya satu artikel penelitian yang ditulis oleh penulis yang sama, tetapi lebih dari satu artikel penelitian. Kedua, peneliti menyarankan untuk meneliti lebih dari 7 penulis artikel penelitian. Ketiga, peneliti merekomendasi untuk mewawancarai reviewer/editor dari jurnal-jurnal yang mempublikasi artikel penelitian penulis yang sedang diteliti, dalam usaha mencari informasi sejauh mana reviewer/ editor mempengaruhi pola retorika artikel penelitian tersebut. Keempat, peneliti merekomendasi untuk melaksanakan studi kasus pada penulis Indonesia yang memiliki frekuensi tinggi menulis artikel penelitian. Kelima, peneliti selanjutnya diharapkan meneliti artikel penelitian tidak hanya dilihat dari frekuensinya akan tetapi silikal struktur move dari teks. Keenam, peneliti merekomendasi peneliti lain untuk meneliti artikel penelitian dari bidang ilmu lain seperti, ilmu social, budaya, pengetahuan alam, dan sebagainya dan menyarankan untuk menganalisis artikel penelitian dari jurnal yang tidak terakreditasi juga. Akhirnya, dalam area ELT, peneliti merekomendasi guru dan dosen untuk menggunkan hasil penelitian sebagai referensi untuk mengajar Academic Writing, sedangkan mahasiswa dapat menggunakan hasil penelitian sebagai petunjuk untuk menulis artikel penelitian yang baik.

Keanekaragaman moluska di Laguna Segara Anak Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi / oleh Asiyah

 

Pengaruh ekstrak kasar buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) terhadap ekspresi gen MMP-2 pada sel HeLa / Sherry Aristyani

 

PENGARUH EKSTRAK KASAR BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleriamacrocarpa (Scheff.) Boerl) TERHADAP EKSPRESI GEN MMP-2 PADA SEL HeLa Sherry Aristyani JurusanBiologi, FakultasMatematikadanImuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang, Malang eik.aristyani@gmail.com Abstrak Mahkotadewa (Phaleriamacrocarpa (Scheff.) Boerl) merupakantanaman yang berasaldari Indonesia. Mahkotadewatelahdigunakansebagaiobatalamiuntukmenyembuhkanberbagaipenyakit. Ekstrakmahkotadewatelahdilaporkandapatmenginduksi apoptosis padaberbagaijenisselkanker. SelHeLamerupakansalahsatujenisselkankerserviks yang memilikiekspresi gen MMP-2. MMP-2 (Matris Metalloproteinase-2) merupakanenzimproteolitik yang berperandalamregulasimatriksekstraselulardanmenginduksiinvasi sel. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengeruhekstrakkasarbuahmahkotadewaterhadapekspresi gen MMP-2padaselHeLa. Buahmahkotadewadiekstrakmenggunakanshoxletdenganpelarutmetanoldan HCL 6M. Dosisekstrakbuahmahkotadewasebesar 20 µg/ml, 40 µg/ml, 60 µg/ml diberikanpadaselHeLadandiinkubasiselama 24 jam. HasilpenelitianmenunjukkanbahwakelompokperlakuanmemilikiekspresiMMP-2 yang lebihtinggidibandingdengankelompokkontrol, danekspresiMMP-2tertinggiterdapatpadaperlakuandosis 40 µg/ml. KesimpulandaripenelitianiniadalahekstrakkasarbuahmahkotadewadapatmenaikkanekspresiMMP-2padaselHeLa. Kata Kunci: Ekstrakkasar, mahkotadewa, MMP-2, selHeLa

Peningkatan pengetahuan konsep teknologi melalui model pembelajaran tujuh bintang siswa kelas IV SDN Suruhwadang 03 Kabupaten Blitar / Rohmad Setyo Wibowo

 

Kata kunci: Peningkatan pengetahuan, IPS, model pembelajaran tujuh bintang Mata pelajaran IPS merupakan mata pelajaran yang mengajarkan seperangkat konsep dari ilmu-ilmu sosial. Konsep-konsep tersebut diberikan secara berkaitan antara konsep satu dengan yang lain sehingga mudah dipahami dan mengingatnya. Kenyataan di Sekolah Dasar tidak demikian, dalam pembelajarannya, guru banyak ceramah sehingga siswa pasif dan bosan. Hal ini berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang mengarah pada rendahnya pengetahuan siswa terhadap suatu konsep materi. Hal ini tampak pada nilai yang diperoleh dari 22 siswa hanya 5 siswa yang tuntas dan 17 siswa tidak tuntas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran tujuh bintang pada pembelajaran IPS, dan (2) mendeskripsikan peningkatan pengetahuan konsep teknologi dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas IV SDN Suruhwadang 03 Kabupaten Blitar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, jenisnya adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitiannya 22 siswa kelas IV SDN Suruhwadang 03 Kabupaten Blitar. Instrumen penelitian ini meliputi lembar observasi dan lembar tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data secara kualitatif. Penelitian ini dilakukan dua siklus dengan tahapan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Dalam satu siklus ada tiga kali pertemuan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa terhadap konsep teknologi. Terlihat dari hasil belajar secara individu maupun klasikal dalam pembelajaran IPS melalui model pembelajaran tujuh bintang. Peningkatan rata-rata hasil belajar secara individu pada siklus I adalah 75,90 % meningkat menjadi 83,90 % pada siklus II. Sedangkan secara klasikal peningkatan rata-rata hasil belajar 72,27% meningkat menjadi 81,81 % pada siklus II. Sehingga hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan penelitian lebih lanjut dengan judul lainnya. Disarankan guru dalam pembelajaran mampu menentukan model atau metode yang tepat sehingga tercipta proses belajar yang bermakna bagi siswa.

Fungsi Lembaga Musyawarah Desa (LMD) dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat di Desa Kebon Agung Kabupaten Malang
oleh Hidayati

 

Kesalahan penggunaan kata dalam karangan mahasiswa Jurusan Asean Studies Universitas Walailak Thailand tahun 2014/2015 / Silvia Ligan Viani

 

ABSTRAK Ligan V, Silvia. 2016. Kesalahan Penggunaan Kata dalam Karangan Mahasiswa Jurusan Asean Studies Universitas Walailak Thailand Tahun 2014/2015. Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd, (II) Dr. Gatut Susanto, M.M, M. Pd. Kata kunci: pilihan kata, bentukan kata, penulisan kata, karangan, BIPA Penelitian ini dilaksanakan sebagai pembanding atas penelitian terdahulu yang menitikberatkan pada kesalahan kalimat dan bentuk-bentuk kata yang terdapat dalam karangan pelajar BIPA di Indonesia, sedangkan penelitian ini menitikberatkan pada kesalahan pemilihan, pembentukan dan penulisan kata dalam karangan mahasiswa Thailand di Universitas Walailak. Setiap bentuk kesalahan dalam tulisan mahasiswa baik dalam bentuk kesalahan pemilihan kata, pembentukan kata maupun penulisan yang tepat merupakan cerminan perkembangan pebelajar asing dalam mempelajari bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan merupakan penelitian yang berupa analisis teks, yaitu teks karangan mahasiswa jurusan Asean Studies Universitas Walailak Thailand Tahun 2014/2015. Prosedur pengumpulan data penelitian ini yaitu dengan studi dokumentasi. Data pada penelitian ini adalah kesalahan pilihan kata, bentukan kata, penulisan ejaan yang ditemukan dalam karangan mahasiswa Thailand. Instrumen pada penelitian ini menggunakan (1) tabel panduan analisis data, (2) tabel panduan kodifikasi data, (3) tabel data kesalahan penggunaan kata. Selain itu, prosedur analisis data pada penelitian ini dibagi menjadi 3 yaitu (1) reduksi data yang meliputi: pengidentifikasian, pengodean, dan klasifikasi data (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Setelah itu, proses yang dilakukan yakni pengecekan keabsahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan penggunaan kata dalam karangan mahasiswa Thailand adalah kesalahan pilihan kata yang meliputi kesalahan kecermatan kata, kesalahan ketepatan kata, kesalahan kelaziman kata, dan kesalahan keserasian kata. Kesalahan pembentukan kata yang meliputi kesalahan afiksasi, kesalahan reduplikasi, kesalahan komposisi dan kesalahan kontekstual. Kesalahan afiksasi dibedakan menjadi empat, yaitu (a) kesalahan prefiks, (b) kesalahan sufiks, (c) kesalahan infiks, (d) kesalahan konfiks. Kesalahan reduplikasi dibedakan menjadi lima, yaitu (a) kesalahan reduplikasi utuh, (b) kesalahan reduplikasi berimbuhan, (c) kesalahan reduplikasi berubah bunyi, (d) kesalahan reduplikasi sebagian, dan (e) kesalahan reduplikasi semu. Dalam karangan mahasiswa Thailand jurusan asean studies Universitas Walailak tahun 2014/2015 ditemukan kesalahan penggunaan kata yang bersifat error dan mistake. Kesalahan pilihan kata pada ketepatan dan keserasian merupakan kesalahan error dalam penulisan karangan mahasiswa jurusan Asean Studies, sedangkan kesalahan pada kelaziman dan kecermatan merupakan mistake. Kesalahan bentukan kata pada afiksasi merupakan kesalahan error dalam penulisan karangan mahasiswa jurusan Asean Studies, sedangkan kesalahan bentukan pada reduplikasi merupakan miskate. Kesalahan penulisan kata pada huruf dan kosakata bahasa Inggris merupakan kesalahan error dalam penulisan karangan mahasiswa jurusan Asean Studies. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan beberapa saran. Pertama, bagi pengajar disarankan untuk lebih menjelaskan materi tentang penggunaan kata kerja dan nomina pada kalimat. Penggunaan kata kerja pada pilihan maupun bentukan kata sukar dipahami pebelajar karena faktor bahasa Ibu dan Bahasa Asing yang telah dikuasi sebelumnya. Kedua, bagi penyusun materi ajar disarankan untuk memberikan materi verba dan nomina lebih banyak kepada pebelajar. Materi pilihan kata lebih sering diajarkan karena mahasiswa sering mengalami kesalahan pemilihan kata dalam menulis kalimat.

Identifikasi kebutuhan matematika untuk belajar fisika kelas I SMU menurut kurikulum 1994 / oleh Daniel Lawe Tukan

 

Pengembangan model pembelajaran matematika pemecahan masalah terbuka untuk mengembangkan kreativitas siswa / I Ketut Suastika

 

ABSTRACT Suastika, I. Ketut. 2015. The Development of Open Problem Solving Mathematics Learning Model to develop Students’ Creativity. Dissertation, Mathematics Education Department. Postgraduate School State University of Malang. Advisor: (I) Prof. Dr. Ipung Yuwono, M.S., M.Sc., (II) Dr. rer.nat. I Made Sulandra, M.Si., (III) Dr. Hery Susanto, M.Si. Keywords: development, instruction model, open problem solving, creativity The purpose of this research is to produce an open problem solving mathematics learning model to help students develop their creativity which meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness. This study follows the instruction development model developed by Plomp (2007). Meanwhile, the components of instruction model used adopt Joyce and Weil (2009). The development model is included into a model book. To implement the mathematics instruction model, the researcher also develops supporting systems which include lesson plan, teacher handbook, and student handbook. The quality of the developed products (Model book, teacher handbook, student handbook, and lesson plan) was evaluated based on the product development evaluation developed by Neeven (2007), which includes validity by three validators, practicality, and the effectiveness of field experiment by three observers. The experiment was conducted three times carried out by a teacher who taught three classes at grade VIII. Results of the first experiment show that the criteria of practicality and effectiveness had not yet been achieved because the students’ activities and creativity were classically still low. For this reason, the researcher revised the product by adding more detailed information namely reflection activities for the teacher and students. In the second experiment, the criteria of practicality were achieved: (1) learning fulfilment was high; (2) the students were active; and (3) the students’ response was positive. However, the criteria of effectiveness had not been achieved, because the percentage of students who belonged to high category still did not meet the expectation. In the third experiment, the criteria of practicality were achieved. The criteria of effectiveness were also obtained: (1) the students’ learning outcome classically had met the criteria; (2) the students’ creativity was also high; and (3) the percentage of students with high creativity had also fulfilled the criteria. Accordingly, further experiment did not need to be done. Based on the results, the researcher has the following recommendation (1) the application of the model PMT by mathematics teachers in order to develop the creativity of students, teachers are expected to not directly answer the question students but raise questions feedback that directs students to the problem it proposes, (2) in this study researchers did not develop an instrument specifically for components social system and the principle of reaction, therefore, for enthusiasts who are interested in doing further research on this model, needs to be developed instruments for the social system components and instruments for the reaction principle so get a clearer description of these two components.

Kekayaan spesies anggrek alam di Hutan Lindung Pulau Ambon / oleh Silooy Louisa

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata diklat melakukan prosedur administrasi kelas X APK 4 SMK Negeri 2 Pacitan / Lissa Marwina

 

Kata kunci: pembelajaran kooperatif, group investigation, hasil belajar Berdasarkan pra penelitian yang telah dilakukan di SMKN 2 Pacitan, diproleh informasi bahwa pembelajaran pada mata diklat Melakukan Prosedur Administrasi masih didominasi oleh metode ceramah sehingga hasil belajar belum maksimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka peneliti menerapkan model pembelajaran Group Investigation untuk mengembangkan ketrampilan berpikir kritis, aktif dalam pembelajaran, bertanggung jawab, meningkatkan pemahaman dan kepuasan siswa terhadap materi pembelajaran. Penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation dilaksanakan dalam dua siklus selama empat pertemuan. Jenis penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas dan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dokumentasi, wawancara, angket dan catatan lapangan. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SMKN 2 Pacitan dengan subyek penelitian adalah siswa kelas X APk 4 yang berjumlah 33 siswa. Mata diklat yang digunakan dalam penelitian ini adalah mata diklat Melakukan Prosedur Administrasi. Untuk mengetahui kegiatan siswa selama proses pembelajaran maka dilakukan observasi dengan menggunakan instrumen lembar aktivitas. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar maka digunakan pre test dan post test. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai rata-rata pre test pada siklus I sebesar 6%, sedangkan nilai rata-rata post test siklus I sebesar 60%. Hal ini mengalami kenaikan sebesar 54%. Demikian juga pada siklus II nilai rata-rata pre test siklus sebesar 90%, sedangkan nilai rata-rata post test siklus II sebesar 100%. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil post test siklus II mengalami peningkatan sebesar 10% dari post test siklus I. (2) Tanggapan yang diberikan siswa terhadap pembelajaran kooperatif model Group Investigation sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya sikap siswa yang merasa senang dengan pembelajaran ini karena menuntut siswa untuk aktif sehingga kegiatan pembelajaran tidak monoton. (3) Tanggapan yang diberikan guru terhadap pembelajaran kooperatif model Group Investigation adalah model pembelajaran kooperatif memang sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Namun guru masih berpikir bahwa model pembelajaran kooperatif tidak harus diterapkan dalam proses belajar mengajar karena siswa masih perlu beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Jika penerapan ingin berhasil masih diperlukan pembiasaan bagi siswa. Semua guru sebaiknya menerapkan beragam model pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang diberikan oleh peneliti yaitu: (1) Bagi guru, model pembelajaran kooperatif selayaknya lebih diterapkan untuk berbagai mata diklat. Khususnya pembelajaran kooperatif model Group Investigation dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan dalam praktik pembelajaran di kelas untuk meningkatkan keaktifan siswa dan meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. (2) Bagi siswa, perlu memahami setiap tata cara saat mengikuti pembelajaran kooperatif model Group Investigation agar pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan meningkatkan keberanian dalam mengajukan pertanyaan maupun berargumentasi guna lebih memahami terhadap materi yang dipelajari.

Pengaruh cara pemeraman terhadap kadar gula buah mangga (Mangifera indica L.) kultivar madu anggur / oleh Erna Wahyuni

 

Manajemen pembelajaran outbond di sekolah alam (studi kasus sekolah alam bilingual SD Islam Surya Buana Malang) / Della Olivia Wijayanti

 

Kata Kunci: manajemen pembelajaran, outbond, sekolah alam Secara umum, sekolah alam mengembangkan dua jenis pembelajaran, yaitu pembelajaran dalam kelas dan pembelajaran di luar kelas. Pembelajaran di luar kelas ini berfungsi untuk mengembangkan kemampuan psikomotorik anak, sehingga siswa tidak hanya cerdas dalam bidang kognitifnya saja, namun juga tanggap terhadap lingkungan sosial. Pembelajaran di luar kelas, dibagi menjadi dua kelompok, yaitu pembelajaran di dalam sekolah yang dilaksanakan satu kali dalam satu minggu dan pembelajaran di luar wilayah sekolah yang disebut dengan kegiatan outbond. Penelitian dalam bidang manajemen kegiatan outbond sangat penting, sebab pada hakikatnya pendidikan itu harus bersifat terbuka. Artinya, pendidikan itu harus dapat menyesuaikan diri dengan dinamika lingkungan yang ada. Saat ini, kebutuhan akan pembelajaran tidak terpenuhi apabila aktivitas siswa hanya berada di dalam kelas saja. Oleh karena itu, sekolah juga harus dapat menyediakan fasilitas pembelajaran di luar kelas. Hal tersebut dapat terwakili oleh adanya kegiatan outbond. Penelitian tentang kegiatan outbond akan menjadi bahan evaluasi bagi sekolah yang menerapkan kegiatan outbond. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi acuan bagi sekolah lain yang belum mengadakan kegiatan outbond sebagai agenda rutin. Kegiatan outbond sangat penting dalam usaha memupuk jiwa kepemimpinan, kemandirian, keberanian, percaya dir, tanggung jawab, empati, serta dapat memacu siswa untuk lebih kreatif dalam mengatasi permasalahan belajar di kelas. Oleh karena itu, sekolah harus benar-benar mengelola kegiatan outbond dengan baik agar mendapatkan hasil yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana perencanaan pembelajaran outbond di Sekolah Alam Bilingual SD Islam Surya Buana Malang, bagaimana pelaksanaan kegiatan outbond di Sekolah Alam Bilingual SD Islam Surya Buana Malang, apa saja manfaat adanya kegiatan outbond bagi siswa Sekolah Alam Bilingual SD Islam Surya Buana Malang serta bagaimana dampak adanya kegiatan outbond di Sekolah Alam Bilingual SD Islam Surya Buana Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian berupa hasil dari wawancara dengan narasumber, observasi terhadap lapangan, dan beberapa dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti sendiri. Instrumen yang digunakan adalah panduan wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil temuan penelitian, ditemukan empat kesimpulan sebagai berikut. Pertama, perencanaan pembelajaran kegiatan outbond di Sekolah Alam Bilingual SD Islam Surya Buana Malang diwujudkan dalam pembentukan panitia yang terdiri atas direktur, kepala sekolah, seluruh guru, dan orang tua siswa yang terbentuk dalam paguyuban kelas. Kedua, pelaksanaan outbond diwujudkan melalui pemberdayaan guru dan orang tua siswa sebagai fasilitator dan pengawas kegiatan serta untuk pengevaluasiannya diwujudkan melalui pemberian tugas berupa pembuatan laporan oleh siswa tentang pengalaman kegiatan outbondnya yang berfungsi sebagai salah satu pertimbangan guru dalam pemberian nilai. Ketiga, kegiatan outbond sangat bermanfaat bagi siswa, sebab melalui outbond, siswa dapat menyegarkan kembali jasmani dan pikiran mereka setelah sehari-hari lelah belajar di sekolah. Selain itu, outbond juga merupakan media belajar sambil bermain yang membuat siswa dapat mengaplikasikan teori pembelajaran yang sudah dipelajari secara langsung pada alam. Keempat, kegiatan outbond berdampak pada citra positif yang melekat pada SD Islam Surya Buana Malang sebagai sekolah alam yang menerapkan outbond sebagai program unggulan. Hal ini mempengaruhi input siswa yang setiap tahunnya meningkat. Adapun saran yang diajukan dalam penelitian ini antara lain ditujukan kepada peneliti lain, khususnya peneliti Administrasi Pendidikan sebaiknya lebih memfokuskan pada manajemen kegiatan outbond terutama kegiatan dan fungsi guru dalam kegiatan outbond tersebut, bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan diharapkan dapat mengembangkan pelaksanaan manajemen pembelajaran sekolah sekaligus memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang penelitian pembelajaran outbond, kepala sekolah Sekolah Alam Bilingual SD Islam Surya Buana Malang ada baiknya mengembangkan dan melaksanakan kegiatan outbond yang mengacu pada teori-teori yang telah dipaparkan, guru diharapkan mampu membuat program perbaikan/remidial bagi siswa agar saat terdapat siswa yang pasif saat outbond, siswa tersebut dapat memperbaikinya, siswa Sekolah Alam Bilingual SD Islam Surya Buana Malang diharapkan dapat mengikuti pembelajaran outbond dengan benar sehingga mampu menggali pengalaman di lokasi outbond, serta bagi orang tua siswa saat mengikuti kegiatan outbond, hendaknya mengamati minat dan bakat putra-putrinya, sehingga orang tua dapat menyalurkan bakat tersebut dengan benar.

Studi tentang pelaksanaan LKMD di dalam menunjang kelancaran pembangunan di Kelurahan Mlilir Kabupaten Madiun
oleh Titik Ariyanti

 

Hambatan pelaksanaan pendidikan sistem ganda
studi kasus pada program studi mekanik otomotif SMK Muhammadiyah 1 Malang
oleh Rochmadi

 

Pengaruh disiplin belajar fisika dan kemampuan awal fisika terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas II SMU Negeri Blega Bangkalan / oleh Sri Agustiningsih

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model cooperative integrated reading and composition (CIRC) untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran komunikasi bisnis (studi pada siswa kelas X Pemasaran di SMK PGRI 6 Malang tahun ajaran 2010/2011) /

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC), Keaktifan, Prestasi Belajar Siswa Dunia pendidikan saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat baik dalam hal teknologi maupun metode pembelajaran. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah guna memajukan kualitas pendidikan adalah dengan menyempurnakan kurikulum yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum ini menuntut guru agar tidak selalu menggunakan metode konvensional, tetapi juga menggunakan metode pembelajaran kooperatif yang menuntut siswa untuk selalu aktif. Kesediaan pendidik untuk mempelajari dan menerapkan suatu hal yang baru dalam hal ini metode pembelajaran baru, akan berguna untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyerap pelajaran secara maksimal Hasil wawancara dengan guru mata pelajaran Komunikasi Bisnis Kelas X Pemasaran di SMK PGRI 6 Malang menunjukkan bahwa guru masih menggunakan metode pembelajaran konvensional atau guru yang lebih banyak mendominasi proses pembelajaran. Dengan metode ini mayoritas siswa cenderung bosan dan pasif, hal ini karena mereka terbiasa bergantung pada materi yang disampaikan guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa dalam memahami materi pembelajaran yang terdapat pada mata pelajaran Komunikasi Bisnis dengan penerapan model pembelajaran CIRC. CIRC yang diterapkan terdiri atas 6 tahap, yaitu pembagian kelompok, pemberian wacana yang sesuai dengan topik pembelajaran, bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok, mempresentasikan, membuat kesimpulan dan evaluasi. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, tes, catatan lapangan, angket dan dokumentasi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian ini adalah (1) sebelum diberikan tindakan atau pada saat siswa sudah mengerjakan soal pre-test Siklus I, jumlah siswa yang tuntas belajar adalah 7 siswa (16,7%) dan siswa yang belum tuntas belajar adalah 35 siswa (83,3%). Sedangkan setelah tindakan diberikan atau pada saat siswa sudah mengerjakan soal post-test Siklus I, jumlah siswa yang tuntas belajar adalah 19 siswa (43,18%) dan siswa yang belum tuntas belajar adalah 25 siswa (56,82%). (2) Sebelum diberikan tindakan atau pada saat siswa sudah mengerjakan soal pre-test Siklus II, jumlah siswa yang tuntas belajar adalah 16 siswa (38,09%) dan siswa yang belum tuntas belajar adalah 26 siswa (61,90%). Sedangkan setelah tindakan diberikan atau pada saat siswa sudah mengerjakan soal pos-test Siklus II, jumlah siswa yang tuntas belajar adalah 39 siswa (88,63%) dan siswa yang belum tuntas belajar adalah 5 siswa (11,36%). Nilai rata-rata kelas pada aspek kognitif mengalami kenaikan, yaitu dari 64,43 di siklus I menjadi 75,21 di siklus II. Hal ini berarti terjadi kenaikan sekitar 10,78 yang berarti peningkatan ini cukup signifikan. Sedangkan nilai rata-rata kelas pada aspek afektif juga mengalami kenaikan. Terjadi kenaikan persentase hasil belajar aspek afektif dari siklus I ke siklus II. Di siklus I rata-rata kelas sebesar 65,72 sedangkan di siklus II sebesar 82,38. Berarti terjadi kenaikan sebesar 16,66. Adapun saran yang dapat diberikan peneliti dari penelitian yang telah dilakukan ini adalah agar pihak SMK PGRI 6 Malang tidak hanya memakai metode konvensional dalam pembelajaran sehari-hari, tetapi juga memakai metode kooperatif agar siswa lebih aktif. Dalam penerapan model pembelajaran tersebut hendaknya guru memperhatikan alokasi waktu sesuai dengan apa yang sudah direncanakan, serta guru hendaknya lebih memotivasi siswa untuk meningkatkan aktivitas keterampilan, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Penerapan konsep koset terhadap grup permutasi
oleh Shofiatun Rohmah

 

Persepsi mahasiswa program D-II PGSD Penyetaraan UPBJJ IKIP MALANG unit Kecamatan Klojen dan Kecamatan Kedungkandang Kodia Malang terdapat pemanfaatan siaran radio program pendidikan
oleh Sri handayanti

 

Pengaruh rasio profitabilitas terhadap harga saham (studi pada perusahaan otomotif yang listing di BEI periode 2011-2013) / Devi Purnama Sari

 

ABSTRAK Purnama Sari, Devi. 2014. PengaruhRasioProfitabilitasTerhadapHargaSaham (StudiPada Perusahaan Otomotif Yang Listing Di BEI Periode 2011—2013).Skripsi, JurusanManajemenFakultasEkonomiUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. HeriPratikto, M.,Si (II) Hj. Fadia Zen, S.E.,M.M Kata Kunci: RasioProfitabilitas, HargaSaham Hargasahammencerminkannilaidarisuatuperusahaan.Jikaperusahaanmencapaiprestasi yang baik, makasahamperusahaantersebutakanbanyakdiminatiolehpara investor. PenelitianinibertujuanuntukmenganalisisterjadinyapengaruhpadaRasioProfitabilitasterhadaphargasaham. Informasilabaperusahaan yang meliputi ROA, ROE, NPM, dan EPS adalahvariabel yang didugamempengaruhihargasahamperiode 2011-2013, mengetahuibagaimanakondisimasing-masing variable dependendanindependen, sertauntukmengetahuiadaatautidaknyapengaruhsignifikanantaraRasioProfitabilitas yang terdiridari ROA, ROE, NPM, EPS terhadapHargasahamsecaraparsial. Penelitianinitermasukpenelitiankuantitatifkorelasional.Sampeldalampenelitianterdiridari 12 perusahaanotomotif yang terdaftar di bursa efek Indonesia daritahun 2011 sampai 2013.Data yang digunakandalampenelitianiniadalah data sekunderberupalaporankeuangan yang diperolehdariDuniaInvestasidan website Indonesian Stock Exchange.Untukanalisis data digunakan SPSS ver. 16.0 dengananalisisregresiberganda. Hasilpenelitianmenunjukanbahwa; 1.Kondisihargasahamberfluktuatif.2.kondisi ROA,ROE,NPM berfluktuatif. 3. Kondisi EPS menurun. 4. ROA dan EPS tidakberpengaruhsignifikanterhadaphargasaham, H0 ditolak 5. ROE berpengaruhsignifikan kea rah negative, H0 ditolak 6. NPM berpengaruhpositifsignifikan, H0 diterima. Berdasarkanhasildaripenelitian, saran yang dapatdiberikanadalah: (1) bagi investor perusahaanotomotif, padasaatpengambilankeputusaninvestasilebihmemperhatikankinerjakeuangan, selainitu investor hendaknyamemperhatikanfaktormakro yang terjadisepertikrisisekonomi, inflasi, kurs, danjugatingkatsukubungasesuaikarakteristikkhusus yang dimilikiperusahaan, (2) bagiperusahaanotomotif, seharusnyalebihdalampengolaansumberdanaaktivadan modal sendirisehinggamendukungpenjualandandapatmeningkatkanearning per share (3) bagipenelitiselanjutnya, disarankanuntukmenambahjumlahsampeldaribadanusaha yang samaataumenambahperiodepenelitian.

Transformasi kesamaan sistem-sistem eigen dan aplikasinya
oleh Wahyu Setya Wahyu

 

Hubungan antara efektivitas pengawasan arus proses produksi (flow control) dengan produktivitas kerja karyawan bagian produksi pada perusahaan rokok P.T. Delapan Wijaya Pakis Malang
oleh Suroso Dwi Prabowo

 

Penggunaan bermain balok angka susun untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok A di TK Budi Rahayu Wonorejo Pasuruan / Sri Agustini

 

Kata Kunci : Bermain balok angka susun, kemampuan kognitif, anak TK Penelitian ini dilatar belakangi oleh membangun kemampuan kognitif anak TK dalam memahami konsep bilangan melalui penggunaan bermain balok angka susun sebagai salah satu upaya mengembangkan kemampuan kognitif anak. Dari hasil pengamatan dan observasi pembelajaran bidang pengembangan kognitif didapat bahwa 5 anak (25%) siswa masih belum mampu mengenal konsep bilangan. Kegiatan pembelajaarn dalam mengenalkan konsep bilangan masih dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab tanpa adanya alat peraga yang menarik. Hal ini membuat anak kurang berminat untuk belajar sehingga kemampuan anak dalam memahami konsep bilangan kurang berkembang dengan optimal. Dengan penggunaan bermain balok angka susun diharapkan minat belajar anak meningkat sehingga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif anak. Balok angka susun merupakan alat bermain yang terbuat dari balok kayu untuk mengenal konsep bilangan juga mengenal bentuk geometri dengan warna-warna balok yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mendeskripsikan penggunaan bermain balok angka susun untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak, 2) Mendeskripsikan peningkatan kognitif anak dalam bermain balok angka susun untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok A TK Budi Rahayu Wonorejo. Penelitian ini dilakukan di TK Budi Rahayu Wonorejo Pasuruan di kelompok A. Jumlah anak sebanyak 20 anak yang terdiri dari 8 anak perempuan dan 12 anak laki-laki. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis Taggart dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Sedangkan alat penilaian berupa pedoman observasi serta dokumentasi. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan observasi, refleksi. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Penggunaan Bermain balok Angka Susun untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Kelompok A di TK Budi Rahayu wonorejo terbukti dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kognitif . Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh anak rata-rata meningkat, mulai dari pratindakan mendapat skor akhir (53,8), meningkat pada siklus I mendapat skor akhir (64,6) dan meningkat lagi pada siklus II mendapat skor akhir (75,75), sehingga hasil yang diperoleh terus mengalami peningkatan. Disarankan untuk pembelajaran bidang kemampuan kognitif di TK hendaknya diterapkan penggunaan bermain balok angka susun untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak. Disarankan pula bagi guru hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dalam mengatasi pembelajaran dalam upaya meningkatkan kemampuan kognitif anak. Bagi sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih inovatif dengan lebih memperhatikan alat permainan belajar anak yang lebih bervariatif dan menyenangkan dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak

Perancangan media komunikasi visual untuk promosi Batik Tulis HI / Juanendra Dwi Agitama

 

ABSTRAK Juanendra Dwi AgiTama. 2015. Perancangan Media Komunikasi Visual Untuk Batik Tulis H.i Jurusan Seni dan Desain. Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Drs. Pujiyanto, M.Sn. pembimbing II: Andreas Syah Pahlevi, S.Sn. M.Sn. Kata kunci: Proses, Batik, Haji Ischak ( Hi ), Media, Konsep Karya Salah satu kerajinan khas dari Sidoarjo yaitu Batik Tulis Sidoarjo. Yang berpusat di kampung pengrajin batik yang bernama Kampoeng Batik Jetis. Pengusaha dan pengrajin batik jetis, mengembangkan usaha dengan metode turun menurun. Batik Tulis Hi salah satu batik yang berada di daerah Jetis Sidoarjo.Terletak di dekat alun-alun kota Sidoarjo yang letaknya sangat dekat dengan pusat perekonomian kota Sidoarjo.yang memiliki banyak ragam motif batik ,ragam kualitas kain batik, dan ragam warna kain batik. Sebagian masyarakat belum menganal karya batik Tulis Hi khususnya remaja. Promosi adalah upaya yang tepat untuk mengenalkan dan menawarkan produk batik Hi dengan tujuan memberitahukan khalayak umum yang belum mengetahui produk Batik Tulis Hi, dengan cara menarik perhatian calon pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama supaya tidak beralih keproduk lain yang sejenis. Dalam perancangan media berupa Batik Tulis Hi, penulis menggunakan model prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif, dan menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk bersifat prosedural ini mengadaptasi model perancangan. Untuk memecahkan masalah dan merealisasikan tujuan pembuatan media promosi, maka diperlukan adanya observasi. Dari observasi berupa wawancara, dan dokumentasi kita bisa mendapatkan data-data tertulis dan akurat untuk kemudian disimpulkan dalam analisa data. Setelah mendapatkan konsep karya yang akan di visualisasikan kemedia promosi yang memiliki informasi produk yang sesuai untuk mempromosikan Batik Tulis H.I kepada para konsumen dengan menggunakan media iklan poster, x-banner, iklan majalah, brosur, katalog, kalender, mini x-banner, flayer, stationary.

Pengembangan buku teks geografi SMA/MA kelas X pada materi dinamika litosfer dan pedosfer serta dampaknya terhadap kehidupan dengan menggunakan model Dick & Carey / Maulidariah

 

Jurusan Pendidikan Geografi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd., (II) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si. Kata kunci: pengembangan, buku teks geografi, model Dick & Carey. Buku teks memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran. Bagi guru, buku teks merupakan sumber informasi yang dijadikan sebagai pedoman untuk mengajar. Bagi siswa, buku teks merupakan salah satu sumber belajar utama yang dapat meningkatkan kemampuannya memahami bidang studi tertentu. Namun demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa buku teks yang beredar di pasaran memiliki berbagai permasalahan. Minimal ada tiga masalah mendasar yang berhubungan dengan buku teks, yakni; 1) kebenaran kebahasaan, 2) kebenaran isi/materi, dan 3) kemenarikan penyajian. Salah satu jenis buku teks yang dinilai bermasalah adalah buku teks geografi untuk siswa SMA/MA. Buku teks geografi yang memiliki ciri khas dibandingkan dengan mata pelajaran lain ditulis tanpa memperhatikan hakikat ilmu geografi. Hasil analisis dari buku teks geografi SMA/MA yang ditulis oleh Sugara (2006) pada materi litosfer dan pedosfer serta dampaknya terhadap kehidupan menunjukkan adanya permasalahan serius yang berhubungan dengan ciri khas kajian geografi ditinjau berdasarkan aspek kebahasaan, materi, dan penyajian. Solusi terhadap permasalahan kebahasaan, materi/isi, dan penyajian buku teks geografi, maka penelitian ini dirancang dengan rancangan penelitian dan pengembangan. Produk buku teks yang dikembangkan berdasarkan kaidah keilmuan geografi dan kurikulum KTSP melalui modifikasi model Dick & Carey (2001). Prosedur pengembangan ini model ini terdiri atas sepuluh langkah namun dalam pengembangan ini hanya dilakukan lima langkah, yakni: (1) mengidentifikasi standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator berdasarkan konsep BSNP, (2) melakukan analisis materi pelajaran, (3) menyusun dan penulisan buku teks, (4) memvalidasi buku teks, (5) merevisi produk akhir hasil pengembangan buku teks. Uji coba produk hasil pengembangan meliputi: (1) rancangan uji coba untuk mengetahui mengetahui tingkat validitas dan kualitas produk. Tingkat validitas dilaksanakan melalui 2 tahap, yakni: (a) review oleh ahli isi/materi, ahli desain pembelajaran, dan ahli bahasa, dan (b) uji coba lapangan. Kelayakan buku teks diketahui melalui hasil tanggapan ahli, siswa, dan guru melalui hasil saran dan tanggapan dalam angket; (2) subjek coba yang terdiri dari siswa SMA kelas X dan guru mata pelajaran Geografi di SMAN 1 Matang Kuli dan SMAN 1 Tanah Luas. Pada tahap uji coba lapangan melibatkan dua kelas pada dua sekolah dengan jumlah yang sesuai dengan keadaan siswa di tempat uji coba lapangan dilakukan; (3) jenis data, terdiri dari data data kualitatif dan data kuantitatif. Data tersebut diperoleh dari ujicoba lapangan melalui angket tanggapan dari siswa dan guru, serta dari soal-soal latihan yang dikerjakan siswa; (4) instrumen pengumpulan data berupa instrumen angket dan soal/evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa; dan (5) teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Buku teks yang dikembangkan berupa mata pelajaran Geografi SMA/MA Kelas X pada materi Dinamika Litosfer dan Pedosfer serta Dampaknya terhadap Kehidupan. Pengembangan ini diharapkan dapat menghasilkan buku teks yang sesuai dengan kaidah keilmuan geografi. Hasil uji coba lapangan yang dilakukan di SMAN 1 Tanah Luas dan SMAN 1 Matang Kuli menunjukkan: 1) hasil tanggapan siswa di kedua sekolah adalah 83,97% dari yang diharapkan 100%, apabila dikonversi dengan tabel skala kelayakan produk, persentase tingkat pencapaian 83,97% berada pada kualifikasi efisien dan tidak perlu direvisi, 2) tingkat pemahaman siswa terhadap buku teks yang dikembangkan adalah baik, hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata tingkat pemahaman siswa 77,64 (lebih besar dari KKM, yaitu 70) dan persentase tingkat pemahaman siswa 84,29%, apabila dikonversi dengan tabel kriteria tingkat pemahaman, tingkat pemahaman siswa berada pada kategori baik yaitu pada persentase 80% - 89%, 3) nilai hasil tanggapan guru diperoleh skor angket 172 dari 200 skor ideal kriterium atau 80,33% dari yang diharapkan 100%. Saran pemanfaatan: (a) Bagi guru dan siswa harus memperhatikan ”tentang buku ini” yang pada bagian awal dari buku teks yang dikembangkan, (b) sebelum mempelajari buku teks ini, baca dan pahamilah abstraksi isi buku teks yang diwakili oleh pohon materi yang tersedia, (c) untuk membantu memahami setiap uraian materi, guru dan siswa dapat melihat kata kunci yang tersedia di tiap permulaan uraian materi, (d) dalam setiap uraian materi, jangan lewatkan latihan/tugas yang telah disediakan, (e) bila terdapat istilah asing yang kurang di mengerti, siswa dapat melihat lembar glosarium yang terdapat di dalam buku teks. Saran desiminasi: pelaksanaan seminar, penyebarluasan melalui wadah MGMP, dan pemuatan dalam bentuk e-book merupakan suatu upaya diseminasi buku teks hasil pengembangan secara meluas kepada para pihak (guru, siswa, pemerintah, dan akademisi). Penyebarluasan itu penting dilakukan untuk memperoleh tanggapan meluas dari masyarakat pengguna dan pemerintah sebagai penentu kebijakan khusus tentang kurikulum. Saran pengembangan selanjutnya: (a) karena uji coba produk hanya berasal dari data hasil tanggapan siswa dan guru terhadap kemenarikan dan kelayakan materi yang ada dalam buku teks geografi yang dikembangkan, dan tes pemahaman siswa, serta belum sampai pada tahapan penggunaan buku teks tersebut dalam proses pembelajaran sesungguhnya, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas penggunaan produk dalam pembelajaran sesungguhnya, (2) uji coba buku teks ini terbatas di Kabupaten Aceh Utara. Untuk menghasilkan buku teks yang berlaku secara nasional sebaiknya dilakukan uji coba lapangan dengan mengambil sampel yang diperluas di wilayah Indonesia.

Identifikasi kesulitan siswa kelas III SMU Negeri I Selong, Nusa Tenggara Barat dalam memahami materi reaksi senyawa karbon / oleh Syarifa Wahidah Al-Idrus

 

Defragmenting struktur berpikir siswa impulsif pada masalah geometri bangun ruang / Sandha Soemantri

 

ABSTRAK Soemantri, Sandha. 2015. Defragmenting Struktur Berpikir Siswa Impulsif pada Masalah Geometri Bangun Ruang. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Toto Nusantara, M.Si., (2) Dr. Abdul Qohar, M.T. Kata Kunci: defragmenting, geometri, siswa impulsif, struktur berpikir Hasil survey dari PISApada tahun 2012 menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-64 dari 65 negara partisipan dengan rata-rata skor matematika 375.Padahal rata-rata skor negara partisipan pada tiga edisi terakhir adalah 494, 496, dan 501.Hal ini berbanding lurus dengan kondisi siswaSMP Muhammadiyah 13Surabaya dalam menyelesaikan masalah geometri.Berdasarkan hasil tersebut, diperkirakan bahwa banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika, khususnya yang membutuhkan penalaran tinggi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecermatan siswa dalam menganalisa masalahadalah gaya kognitif siswa (Rozencwajg & Corroyer, 2005). Kagan (1986) mengelompokkan gaya kognitif anak menjadi 2 kelompok, yaitu: reflektif dan impulsif. Anak yang memiliki karakteristik cepat dalam menjawab masalah, tetapi kurang cermat, sehingga jawaban cenderung salah, disebut anak yang bergaya kognitif impulsif. Anak yang memiliki karakteristik lambat dalam menjawab masalah, tetapi cermat atau teliti, sehingga jawaban cenderung benar, disebut anak yang bergaya kognitif reflektif. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan bagaimana defragmentingstruktur berpikir siswa impulsif dalam menyelesaikan masalah bangun ruang. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan kepada individu mulai dari mendiagnosis kesulitan melalui peta kognitif struktur berpikir siswa hingga upaya pemberian scaffolding. Subjek penelitian pada penelitian ini terdiri dari 6 siswayang berasal dari 3 kelompok yang berbeda. Dengan menggunakan instrumen MFFT (Warli, 2010), siswa dikelompokkan dalam siswa reflektif atau impulsif. Untuk memperbaiki struktur berpikir siswayang mengalami kesulitan, pemberian scaffolding dilakukan secara individu dan bergantian. Fokus scaffolding yang diberikan adalah scaffolding level ketiga yaitu developing conceptual thinking(Anghileri, 2006). Pasca pemberian scaffolding, subjek yang mengalami kesulitan berhasil mengubah struktur berpikirnya ke arah yang tepat sehingga mampu mendapatkan jawaban yang tepat. Berdasarkan hasil penelitian diatas, peneliti memberikanbeberapa saran kepada guru atau peneliti berikutnya, yaitu antara lain:(1) penjelasan langkah-langkah pengerjaan soal, terutama soal cerita, sebaiknya dipaparkan secara jelas dan lebih rinci., (2) Perlunyapemahaman gaya kognitif siswa, agar perlakuan terhadap siswa lebih tepat sasaran., (3) Membiasakan siswa agar mau berkomunikasi dengan guru atau rekan sebaya untuk mengungkapkan setiap kesulitan yang dihadapi dalam menyelesaikan suatu masalah.

Hubungan antara frekuensi kegiatan Kepala Sekolah sebagai supervisor dengan prestasi kerja guru SDN di Kecamatan Klojen Kodia Malang
oleh Sulistyowati

 

Evaluasi terhadap pelaksanaan sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas sebagai alat pengendali intern pada PJB II Surabaya
oleh Junipah

 

Implementing donoking strategy to improve the writing skill of the eleventh graders of SMA Sunan Kalijogo Jabung Malang / Maswi

 

Korelasi antara persepsi siswa tentang pelaksanaan proses belajar mengajar dengan prestasi belajar siswa kelas II Jurusan Akomodasi Perhotelan SMK Negeri 3 Malang
oleh Yeti Setyorini Febrianingsih

 

Kematangan sosial anak yang mengikuti kelompok bermain (playgroup) dengan sistem sekolah sehari penuh (fullday school) (studi kasus di PG/TK Al Huda Bagus Malang) / Endita Alrobby

 

Kata kunci: kematangan sosial anak, playgroup, fullday school, studi kasus, PG/TK Al Huda Bagus Malang Layanan pendidikan anak usia dini sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak selanjutnya hingga dewasa. Di samping Taman Kanak-kanak (TK), dewasa ini masyarakat terutama para orang tua mulai mengenal bentuk pendidikan prasekolah yang lain, yaitu kelompok bermain (playgroup). Namun kemudian pendidikan ini berkembang lagi menjadi kelompok bermain dengan sistem sekolah sehari penuh (fullday school), demi menjawab kekhawatiran para orangtua sibuk bekerja yang kesulitan menjaga putra-putrinya. Ketika anak berada di sekolah selama sehari penuh tanpa pendampingan orangtua, maka dibutuhkan kematangan sosial yang cukup pada anak. Melihat fenomena sekolah sehari penuh yang saat ini sedang marak dan menjadi trend di Indonesia, mendorong dilakukannya penelitian ini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap kematangan sosial anak yang mengikuti playgroup di fullday school tersebut, terutama setelah kurang lebih 1 bulan bersekolah. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan penelitian kualitatif dengan model penelitian studi kasus. Subjek penelitian dalam penelitian ini berjumlah empat orang dengan kriteria sebagai berikut: (1) Siswa di PG/TK Al Huda Bagus Malang dengan usia 2-4 tahun, (2) Anak dalam kondisi sehat secara fisik dan psikologis, (3) Sudah bersekolah selama minimal 1 bulan, (4) Disetujui oleh orangtua subyek. Alat pengumpul data yang digunakan adalah (1) Observasi, (2) Wawancara mendalam, (3) Dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis isi dengan tahapan menggunakan lambang-lambang tertentu, mengklasifikasi data tersebut dengan kriteria-kriteria tertentu, melakukan prediksi, serta menarik kesimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan keempat siswa playgroup di fullday school PG/TK Al Huda Bagus Malang sebagai subyek penelitian memiliki self-help general yang baik, self-help dressing yang kurang, self-help eating yang baik, locomotion yang sangat baik, occupation yang sangat baik, communication yang sangat baik, dan socialization yang sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi Fullday school PG/TK Al Huda Bagus Malang untuk dapat meningkatkan aspek kematangan sosial ketrampilan berpakaian (self-help dressing) dan ketrampilan makan (self-help eating) para siswanya dengan memaksimalkan metode Learning by Doing (penyampaian dengan praktek langsung) yang sudah ada dan kemudian dilanjutkan dengan pembiasaan.

Motivasi sebagai dasar perencanaan lakuan dan vokal dalam naskah drama "Pada Suatu Hari" karya Arifin C. Noor / Laili Ulfia Puspitasari

 

Pelaksanaan komunikasi informal dalam rangka meningkatkan etos kerja pegawai Koperasi Pegawai Republik Indonesia Departemen Agama Kabupaten Sidoarjo
oleh Nur Laili Ni'mah

 

Isti'malulu'bah "Man Ana" litarqiyati maharatil kalam littholabatisshaffi Al'syir filmadrasah almutawassithah mubtadiin bi Singosari / Muhammad Nashrulloh

 

نصرال، ممد. 2011 م . استعمال لعبة "من أنا" لترقية مهارة الكلم لتلميذ الصف السابع ف مدرسة هداية البتدئي التوسطة بسنجاسري. بث علمي. قسم الدب العرب كلية ممد (II) ، الدكتور خالصي الاجستي (I) : الداب بامعة مالنج الكومية. الشرف أحسن الدين الاجستي. الكلمات الفتاح: الستعمال، لعبة "من أنا"، تدريس اللغة. كان تدريس الكلم ف مادة اللغة العربية بالدرسة التوسطة يعان من مشاكل عدة وقصور شت وليزال المر مستمرا إل هذه الونة الخية، ومن تلك الشاكل هي مشكلة الدرسي ف اختيار طريقة تتناسب مع هوية مواد تدريس اللغة العربية. الطريقة الت يستخدمها مدرسوا اللغة العربية ف تعليم الكلم ينقصها التنوع وعدم النذاب، حت لتذب رغبة التلميذ ف متابعة عملية تدريس الكلم. والطريقة الفرحة للتلميذ الت تستطيع أن تضر الفرحة ف الفصل هي طريقة اللعبة.و من اللعاب الت يكن أن يطبقها الدرس ف تدريس الكلم لعبة "من أنا". لعبة "من أنا" هي لعبة تستخدم بطاقات الصور، أو بطاقات الكلمات، أوالواد الوجودة ف الفصل. يهدف هذا البحث إل وصف ( 1) تطيط تعليم مهارة الكلم باستعمال لعبة "من أنا" لتلميذ الصف السابع ف مدرسة "هداية البتدئي" التوسطة بسنجاسري، ( 2) تطبيق لعبة "من أنا" ف تعليم الكلم لتلميذ الصف السابع ف مدرسة "هداية البتدئي" التوسطة بسنجاسري، ( 3) نتيجة التلميذ ف درس الكلم بعد استعمال لعبة "من أنا". إجراء هذا البحث ف الدورين و لكل v يستخدم هذا البحث اتاها صفيا إجرائيا، ت دور أربع خطوات، وهي ( 1) تطيط الجراءات، و ( 2) تطبيق الجراءات، و ( 3) اللحظة و جع البيانات، و ( 4) التحليل والنعكاس. لتحليل البيانات استخدم الباحث طريقة التحليل الكمي والكيفي. وللحصول على صحة نتائج التحليل يستخدم الباحث طريقة التصحيح و هي اللحظة الستمرة ف كل تطبيق الجراءات والناقشة مع الشرف على البيانات الت ت الصول عليها ومقارنة نتائج الختبار والقابلة واللحظة والوثائق. نتائج هذا اليحث كما يلي ( 1) يتوي تطيط تعليم مهارة الكلم باستعمال لعبة "من أنا" على ثلث نقط وهي، الواد الدراسية لدرس اللغة العربية الت تناسب النهج الدراسي، والطريقة الستخدمة لتدريس اللغة العربية هي لعبة "من أنا" ، و تركيز تدريس اللغة العربية ف مهارة الكلم، ( 2) أن تطبيق لعبة"من أنا" لترقية مهارة الكلم لتلميذ الصف السابع ف الدورين بثلثة لقاءات ف كل الدور v ف مدرسة "هداية البتدئي" التوسطة بسنجاسري ت وبالوضوعي الختلفي. سار كل الدور سيا جيدا و تسك بطة الدراسة. تطبيق لعبة "من أنا" ف الدور الول لتدريب التلميذ على الكلم الر و التقليل من خوفهم فيه ولبعث فرحتهم ف تدريس الكلم. وأما تطبيق لعبة"من أنا" ف الدور الثان فهو لزيادة شجاعة التلميذ ف التعبي عن الفكار شفويا و تعويد أنفسهم على الكلم الر، ( 3) أن نتيجة التلميذ ف درس الكلم بعد استعمال لعبة "من أنا" ترتقي تدرييا وتبلغ معيار النجاح القل. دلت نتائج الختبار القبلي على أن 7 تلميذ ناجحون و 14 تلميذا فاشلون، ومتوسط النتيجة ف هذا الختبار 60 . وأما ف الدور الول 15 تلميذا ناجحون و 6 تلميذ فاشلون ، ومتوسط النتيجة ف الدور الول هو 76،66 . وأما ف الدور الثان والختبار البعدي فجميعهم ناجحون. متوسط النتيجة ف الدور . الثان هو 81،8 و أما ف الختبار البعدي فهو 85،3 اعتمادا على نتائج البحث هناك اقتراحات وهي ( 1) ترقية مهارة كلم التلميذ الضعيفة ليست أمرا سهل، فلذلك يب على الدرسي أن يكثروا من الفرص لتدريب التلميذ على الكلم وأن ينوعوا طريقة تدريس الكلم لبعث حاسة التلميذ للشتراك فيه حت يستطع التلميذ أن يستفدوا فوائد كثية من تكثي فرص التدريبات وتنويع الساليب، ( 2) إذا أراد الدرسون أن يطبقوا لعبة "من أنا" ف تدريس الكلم فعليهم أن يقوموا بالعداد الكامل حت يصلوا على النتيجة اليدة، ( 3) على الباحثي اللحقي أن يطوروا نتائج هذا البحث، ويكنهم أن يقوموا بالبحث عن استعمال لعبة "من أنا" للمهارات اللغوية الخرى.

Pengaruh pengajaran dengan menggunakan modul terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas I cawu II di SMU PGRI Lawang / oleh Suryaningsasi

 

Pengaruh penerapan pembelajaran kontekstual berbasis kooperatif dan metode ceramah bervariasi terhadap hasil belajar TIK siswa kelas VII di SMP Negeri 13 Malang / oleh Nona Puspadini

 

Kata Kunci: kontekstual berbasis kooperatif, ceramah bervariasi, hasil belajar. Pembelajaran kontekstual berbasis kooperatif merupakan pembelajaran yang menuntut siswa menemukan dan membangun sendiri pengetahuan yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran, serta siswa diharapkan mampu bekerjasama dan memiliki tanggung jawab terhadap tugas kelompok demi terselesaikannya tugas bersama, sehingga hasil akhirnya mendapat nilai afektif yang baik. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran kontekstual berbasis kooperatif terhadap hasil belajar TIK, untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran metode ceramah bervariasi terhadap hasil belajar TIK, serta untuk mendeskripsikan kemampuan penerapan pembelajaran kontekstual berbasis kooperatif dan metode ceramah bervariasi untuk meningkatkan SKM hasil belajar TIK. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan teknik purposive sampling, sampel yang digunakan adalah kelas VII-C sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII-B sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen perlakuan yaitu RPP, silabus, kisi-kisi soal beserta soal dan kunci jawaban, buku, dan LKS serta instrumen pengukuran variabel X berupa angket dan variabel Y berupa tes tulis dan check list. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian nilai rata-rata hasil belajar siswa kelompok eksperimen adalah 84,23 dan kelompok kontrol adalah 78,72 serta hasil respon siswa terhadap pembelajaran diperoleh rata-rata skor perolehan pada kelompok eksperimen adalah 86,9 dan kelompok kontrol 76,21. Data hasil belajar dari masing-masing kelompok diuji hipotesis meggunakan uji-t serta data hasil belajar dan data respon siswa diuji hipotesis menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil perhitungan uji-t diperoleh hasil yaitu thitung (5,559)> ttabel(1,990). Kesimpulan dari hasil analisis uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran kontekstual berbasis kooperatif dan yang belajar dengan menggunakan metode ceramah bervariasi. Selanjutnya hasil perhitungan uji regresi linear sederhana pada kelompok eksperimen nilai Sig.(0,000) < 0,05 serta untuk kelompok kontrol nilai Sig.(0,016) < 0,05. Kesimpulan dari analisis uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran kontekstual berbasis kooperatif dan metode ceramah bervariasi terhadap hasil belajar TIK. Serta dari data hasil belajar kelompok eksperimen dan kontrol diperoleh hasil bahwa SKM pada mata pelajaran TIK dapat dinaikkan menjadi 80 dengan menerapkan pembelajaran kontekstual berbasis kooperatif, sedangkan jika menerapkan metode ceramah bervariasi, SKM pada mata pelajaran TIK tetap 70 sesuai yang ditetapkan di sekolah.

Interferensi bahasa jawa terhadap bahasa Indonesia lisan siswa kelas VI SDN Tanjungarum 1, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan tahun ajaran 1998/1999
oleh Kasiati

 

Peranan ulama dalam menyelesaikan sengketa waris di kalangan masyarakat Islam
(suatu studi di Wilayah Hukum Pengadilan Agama Ponorogo)
oleh Aman Nursusila

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |