Kesenian tradisional Jaranan turonggo krido karono" di Desa Karangan Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar / oleh Sutini"

 

Penguasaan konsep fisika unit usaha dan energi ditinjau dari kemampuan berpikir logis dan kemampuan memahami kalimat pada siswa kelas I SMU Negeri Asembagus / oleh Surahma

 

Pengaruh capital adequacy ratio (CAR), dana pihak ketiga (DPK), return on asset (ROA) dan non performing loan (NPL) perbankan terhadap jumlah penyaluran kredit kepada sektor UMKM (studi pada perbankan yang listing di BEI 2007-2009) / Siti Nur Anisah

 

Kata Kunci : CAR, DPK, ROA, NPL dan Jumlah Penyaluran Kredit Sektor UMKM mempunyai peran yang cukup signifikan dalam kondisi perekonomian, terlebih pada negara berkembang seperti Indonesia. Peran tersebut dapat ditinjau dari berbagai indikator makro UMKM. Yang pertama, terdapat dalam setiap sektor ekonomi dengan jumlah industri yang besar. Berdasarkan data tahun 2007 menunjukkan bahwa jumlah populasi UMKM mencapai 49,84 juta unit usaha atau 99,99 persen terhadap total unit usaha di Indonesia. Kedua, potensinya yang besar dalam penyerapan tenaga kerja. Sektor UMKM menyerap 91,75 juta tenaga kerja atau 97,3 persen dari seluruh tenaga kerja di Indonesia. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksplanasi (explanatory research) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi internal perbankan yang dilihat dari CAR, DPK, ROA dan NPL terhadap jumlah penyaluran kredit sektor UMKM . Populasi dari penelitian ini adalah perbankan yang listing di BEI periode 2007-2009. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang merupakan data tahunan dari tahun 2007-2009. Sumber data berasal dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama jumlah penyaluran kredit sektor UMKM meningkat seiring dengan pulihnya kepercayaan perbankan terhadap sektor UMKM. Kedua, kondisi CAR dan ROA menurun karena modal dan laba sebagian besar digunakan untuk menyalurkan kredit. Ketiga, variabel CAR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap jumlah penyaluran kredit sektor UMKM. Variabel DPK, ROA dan NPL berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah penyaluran kredit sektor UMKM. Saran dalam penelitian adalah bagi peneliti selanjutnya diharapkan meggunakan sampel bank umum yang berbeda dan menggunakan variabel lain seperti suku bunga kredit, SBI, dan inflasi sehingga bisa diketahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi bank umum dalam melakukan penyaluran kredit sektor UMKM.

Perbedaan pengajaran berbantuan komputer dan pengajaran konvensional terhadap kemampuan penguasaan konsep sub pokok bahasan viskositas pada siswa kelas I SMU Negeri 2 Malang tahun pelajaran 1996/1997 / oleh Erni Farida

 

Struktur kalimat bahasa Indonesia dalam karangan siswa kelas V SD Taruna Dra. Zalaeha Leces Probolinggo tahun ajaran 1997/1998 / oleh Probosini Laksmi Catur

 

Diatom perifiton sebagai indikator biologi kualitas air sungai
studi di sungai Kali Brantas / oleh Susriyati Mahanal

 

Pengembangan komik pembelajaran ekonomi untuk menarik minat baca dan meningkatkan hasil belajar ekonomi / Eka Agustina

 

ABSTRAK Agustina, Eka. 2015. PengembanganKomikPembelajaranEkonomiuntukMenarikMinat Baca danMeningkatkanHasilBelajarEkonomi.Tesis, Program StudiPendidikanEkonomi, Pascasarjana, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: 1) Dr. Hj Sri UmiMintartiWidjaja, S.E, M.P,Ak 2) Dr. HariWahyono, M.Pd Kata Kunci :Pengembangan, KomikPembelajaranEkonomi, Minat Baca, HasilBelajar Bukudinilaisebagaisumberbelajar yang konvensional, dansangatpraktis, ekonomisdanefisiendalampenggunanyauntukbelajar.Jenisbukuyangsangatberagam,darimualaibukufiksidan non fiksi. Padasemuajenjangpendidikan, kegiatanmembacamenjadiskalaprioritas yang harusdilalukansetiappelajar .Membacajugamerupakanaktifitasbelajarsecaramandiri yang dilakukanseseorangdalamrangkamencariinformasi, sehinggaketikaseseoranginginmelakukankegiatanbelajardapatdipastikandiaharusmelalui proses membaca.Dengankurangnyaminatbacaekonomipadakalangansiswa di SMA Negeri1Sutojayan, penelitimencobamemberikanbukupembelajaranekonomidengannuansakomik yang diharapkandapatmenarikminatbacadansekaligusmeningkatkanhasilbelajar. Model Pengembangandalampenelitianiniadalah model R2D2(Reflective, Recursive, Design, and Development) yang telah di modifikasisesuaikebutuhanpenngembangan. Sedangkandalammengujiefektifitasperbedaanhasilbelajarkelas yang menggunakankomikonomimenggunakanmetodepenelitian Quasi Eksperimentdengan model Nonequivalent Pretes-Posttest Control Group Design. Dalamujiefektifitaskelas yang menggunakankomikonmi di badandingkandengankelass yang menggunakan power point. Penelitianpengembanganpembelajaraninidiujicobakanpadasiswakelas X SMA Negeri1SutojayanKabupatenBlitar. Dari hasilpenelitianinidiperolehhasilbahwa18siswadari 25 siswasangatberminatuntukmembacapelajaranekonomisetelahmenggunakankomikonomi, dan 7 siswacukupberminatuntukmembacakomikonomi.HasilBelajarsiswasetelahpembelajaranmateripadakelaskomikonomimemilikihasilyanglebihungguldi bandingkandengankelas yang bermediakandengan power point. Hasilinidiketahuiberdasarkanhasilperbandingandarinilaipretesdanposttesdarikeduakelastersebutdanangket yang diberikanpada siswa. Berdasarkanhasilpenelitiandisarankan :(1)Bagipengembang laindilakukanpengembanganbukupelajaranekonomi yang berbentukkomikdimanakomikinimemudahkansiswauntukbelajarekonomi, terlebihpadasiswadengan model gayabelajar visual. (2) Bagipengajar (guru) diharapkanmampumembuat media yang sesuaidengankaraktersiswakarenaefektifitas media akanmempengaruhihasilbelajarsiswa.

Fungsi DPR-RI sebagai lembaga tinggi negara pembawa aspirasi rakyat pandangan pakar hukum tentang optimalisasi kinerja anggota DPR-RI periode 1992-1997 / oleh Tutug Sri Jatmiko

 

Gesture mahasiswa berdasarkan aktivitas metakognitif dalam pembuktian matematis / Yulia Izza El Milla

 

ABSTRAK El Milla, YuliaIzza. 2015. GestureMahasiswaBerdasarkanAktivitasMetakognitifdalamPembuktianMatematis.Tesis. Program StudiPendidikanMatematika, PascasarjanaUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Subanji, M.Si, (II) Drs. Tjang Daniel Chandra, M.Si, Ph.D. Kata kunci: gesture, metakognisi, pembuktianmatematis, mahasiswa, diskusi. Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikangesture dalamaktivitasmetakognitifsehinggaberfokuspadagesture yang munculdalamsuatuaktivitasmetakognitif. Hal inididasarkanpadafaktabahwagestureberkaitaneratdengankognisi.Gesturemenggambarkanbagaimanaseseorangberpikirdanberbicaramatematis.Metakognisimerupakanpengetahuandankesadaranseseorangakankognisinya.Dengandemikian,terdapatketerkaitanantaragesturedenganmetakognisi. Aktivitasmetakognitif yang ditelitimerupakanaktivitasmetakognitifdalamkontekssosial. Hasildiperolehdari 6 subjek yang dibagimenjadi 3 kelompok. Setiapkelompoksubjekdiberikantugassoalpembuktianmatematisbersifat non-spasial.Setiapkelompoksubjekdianjurkanuntukberdiskusidalammenyelesaikantugaspembuktianmatematis yang diberikan. Subjek yang dipilihmerupakanmahasiswa S1 pendidikanmatematika di UniversitasNegeri Malang yang telahmenempuhmatakuliahmengenaipembuktianmatematis. Subjekmelakukanthink aloud padasaat proses diskusiuntukmendeteksigesture danaktivitasmetakognitif yang muncul. Klasifikasiaktivitasmetakognitifdalamkonteksproblem-solvingyang ditelitidikodekankedalam 3 macamberdasarkanklasifikasi Wilson, yaitu: metacognitive awareness, metacognitive regulation, danmetacognitive evaluation. Indikatoraktivitasmetakognitif yang digunakanuntukmenglasifikasikanaktivitasmetakognitif yang munculdidasarkanpadaindikator yang disusunolehMagieradanZawojewski. Gesture yang ditelitidikodekanmenjadi 4 macamberdasarkanklasifikasi McNeill, yaitu: iconic gesture, metaphoric gesture, deixis gesture, dan tempo (beat gesture). Hasilanalisismenunjukkandiperoleh total 333 gesture dalamaktivitasmetakognitif yang munculselama proses diskusidariketigakelompok. Iconic gesture, metaphoric gesture, dandeixis gesturemunculsecaralengkapdidampingiolehaktivitasmetacognitive awareness, metacognitive regulation, danmetacognitive evaluationpadamasing-masingkelompok.Indikatoraktivitasmetakognitif yang dipenuhiolehtiapkelompokberbedaantarakelompoksatudengan yang lain.Temuanpenelitianmenunjukkanbahwagesture yang munculmengindikasikanterjadinyaaktivitasmetakognitifpadasubjek. Hasilinimenyatakanbahwagesturedapatdigunakansebagaiindikatordalammengidentifikasiaktivitasmetakognitif yang sedangterjadidalampikiranseseorang.

Pengaruh tingkat pendidikan terhadap perkawinan usia muda dan tingkat perceraian di desa Sumberkerto Kecamatan Pagak Kabupaten Malang / oleh Suyati

 

Defragmenting struktur berpikir siswa melalui pemetaan kognitif berdasarkan gaya belajar untuk memperbaiki kesalahan siswa pada permasalahan lingkaran / A. Ali Syihabuddin

 

ABSTRAK Syihabuddin, A. Ali. 2015. Defragmenting StrukturBerpikirSiswaMelaluiPemetaanKognitifBerdasarkan Gaya BelajaruntukMemperbaikiKesalahanSiswapadaPermasalahanLingkaran. Tesis Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si. dan(II) Dr. Abdul Qohar, MT. Kata Kunci : defragmenting, stuktur berpikir, pemetaankognitif, gayabelajar Penelitianinibertujuanuntukmemperbaikikesalahansiswadalammenyelesaikanpermasalahanlingkarandengancaradefragmentingstrukturberpikirsiswamelaluipemetaankognitif. Selainitu, mendeskripsikandefragmentingstrukturberpikirberdasarkangayabelajar yang dimilikiolehsiswadanmemperbaikikesalahansiswa. Kesalahansiswa yang dimaksudkanmerupakanjawabansalahsiswaketikamenyelesaikanmasalah yang diberikan, namundalamjawabansiswatersebutsudahmenuliskansebagianlangkah-langkahpenyelesaianmasalahdenganbenar. Defragmentingstrukturberpikirsiswamenggunakanstrategispatialyaitupenggunaanpetakognitif. Penelitianinimenggunakanpendekatankualitatifdeskriptifeksploratifdengansubyek yang diambildarisiswaMTs. Al IslahiyahSukobenduMantupLamongan. Cara mengukurgayabelajarsiswadenganVAK Learning-Style Self-Assessment Questionnaire proposed by Chislett and Chapman (2005). S1 dan S2 adalahsiswadengangayabelajar visual, siswacenderungmudahmemvisualkangambar yang adadalampemikirannya, namunkesalahan yang dilakukannyaadalahkesalahankonsepsegitigasehinggadefragmenting yang diberikanyaitu proses memberikan stimulus dengankomunikasiataulangkahsetiaptahapannya. Dan S3 dan S4 adalahsiswadengangayabelajarauditori, siswacenderungmembacasoaldantidakmudahdalammenvisualkangambar yang dipikirkannyasehingga proses defragmenting yang diberikanadalah proses untukmembantumenyelesaikanpermasalahandengancaramenggambarsecaraperlahansetiaptahapan. Sehinggasubyek visual memilikiciri, lebihmudahmenangkapbentukgambar, sulitmemahamisoalteksdankesalahancenderungpadapemahamansoal, makacaradefragmenting yang digunakanadalahmengulangmembacatekssoaldanmenuliskanlangkah-langkahdenganjelasdalammenyelesaikansoal. Sedangkansubyekauditorimemilikicirilebihmudahmembacasoalteksdansulitmemahamidanmegartikansoaldalamgambar, makacara defragmenting yang digunakanadalahmenuntunsiswamemahamisoaldenganmenyelesaikantahapandenganbantuangambar.

The Use prepositions in the reader's digest's articles / by Yuwani Nurniasih

 

Pengaruh pemberian dosis mikoriza endogone (Gigaspora sp.) terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah (A. ascalonicum L.) varietas Filipina dan Bali Ijo / oleh Tri Hidayati

 

Perbedaan partisipasi buruh perkebunan teh dalam pembangunan desa berdasarkan tingkat pendapatan di desa Toyomarto Kecamatan Singosari / oleh Suparni

 

Penerapan metode permainan kartu persegi untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi bangun kubus siswa kelas IV SDN Batu Ampar Pelaihari / Dahliana

 

ABSTRAK Dahliana, 2015. Penerapan Metode Permainan Kartu Persegi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika materi Bangun Kubus Siswa Kelas IV SDN Batu Ampar Pelaihari. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Edy Bambang Irawan, M.Pd., (II) Dr. Subanji, M.Si. Kata Kunci: metode permainan kartu persegi, hasil belajar, bangun kubus. Bangun kubus merupakan salah satu bangun ruang sederhana untuk materi Matematika di Sekolah Dasar. Studi pendahuluan di SDN Batu Ampar Pelaihari menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa pada bangun datar belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Oleh karena itu, perlu upaya menerapkan pembelajaran yang dapat meningkatkan prestasi siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus; setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan pembelajaran dan 1 kali pertemuan evaluasi pembelajaran. Analisis data menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap konsep bangun kubus meningkat setelah diterapkannya metode permainan kartu persegi. Peningkatan hasil belajar kognitif ditandai dengan peningkatan ketuntasan klasikal 88.24 dan skor rata-rata tes akhir 83,24 pada Siklus II yang mampu melampaui KKM yang ditentukan yakni 70. Berdasarkan hasil temuan tersebut, disarankan kepada guru Matematika di SD untuk menerapkan metode permainan kartu persegi dalam upaya meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.

Kecenderungan pola kepemimpinan orang tua dalam mengasuh anak di lingkungan keluarga di desa Martopuro Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan / oleh Titiek Suciati

 

Teacher's and students' questioning and teacher's feedback in EFL classroom / Widia Rizah Hidayati

 

ABSTRAK Hidayanti, Widia Rizah. 2015. Perilaku Bertanya Guru dan Siswa dan Tanggapan Guru di Kelas Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing. Tesis. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mirjam Anugerahwati M.A., (II) Dr. Arwijati Wahjudi Murdibjono, Dip. TESL, M.Pd. Kata kunci: pertanyaan guru, siswa pertanyaan, tanggapan, EFL kelas Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi informasi mengenai instruksi guru yang berfokus pada perilaku bertanya guru dan siswa, dan tanggapan yang digunakan oleh guru di kelas EFL, khususnya di SMA. Secara spesifik, penelitian ini dimaksudkan untuk meneliti 1) jenis-jenis pertanyaan yang diajukan oleh guru di kelas EFL, 2) jenis-jenis pertanyaan yang diajukan oleh siswa di kelas EFL, dan 3) tanggapan yang digunakan oleh guru di kelas EFL. Untuk menjawab masalah-masalah penelitian tersebut, sebuah studi kasus deskriptif dengan pendekatan kualitatif telah dilakukan. Subyek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris dan siswa-siswa kelas XI di tujuh kelas Bahasa Inggris di SMAN 1 Sumenep. Data penelitian ini berupa pertanyaan- pertanyaan lisan yang diajukan oleh guru dan siswa dan tanggapan guru yang diperoleh melalui observasi kelas tanpa campur tangan peneliti. Selain itu, data pendukung seperti pendapat dan pemahaman subyek dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pertanyaan yang diajukan oleh guru di empat belas sesi observasi kelas adalah 366 pertanyaan. Mayoritas pertanyaan yang diajukan adalah pertanyaan referensial atau divergen. Terdapat sekitar 268 pertanyaan atau 73% dari total jumlah pertanyaan yang diajukan di semua kelas. Banyakna jenis pertanyaan referensial tertutup dan pertanyaan referensial terbuka adalah 41% dan 32%. Sebaliknya, guru jarang menanyakan pertanyaan display atau konvergen. Hanya terdapat sekitar 98 pertanyaan atau 27% dari total pertanyaan yang diajukan oleh guru. Jenis pertanyaan yang ditanyakan adalah dalam bentuk pertanyaan display tertutup dan terbuka dengan total jumlah 20% dan 7%. Selanjutnya, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pertanyaan referensial terbukti dapat menciptakan interaksi kelas yang lebih baik dan menaikkan tingkat berpikir siswa dari pada penggunaan pertanyaan display. Mengenai pertanyaan yang diajukan oleh siswa, siswa di bawah pengamatan bertanya sedikit pertanyaan di kelas. Terdapat hanya sekitar 45 pertanyaan atau sekitar 11% jika dibandingkan dengan pertanyaan guru yang mendominasi sebagian besar perilaku bertanya di dalam kelas, yaitu sekitar sebesar 89%. Pertanyaan yang diajukan oleh siswa kepada guru hanya sekitar 7% dari total jumlah pertanyaan siswa, 75% untuk salah seorang teman kelas mereka, dan 18% untuk seluruh teman di dalam kelas. Pertanyaan siswa dikelompokkan menjadi pertanyaan tertutup (tingkat rendah) dan pertanyaan terbuka (tingkat tinggi) dengan jumlah total 45% dan 55%. Hal ini menunjukkan bahwa siswa lebih banyak mengajukan pertanyaan dengan jenis kognitif tingkat tinggi dari seluruh jumlah pertanyaan yang diajukan. Mengenai tanggapan guru, penelitian ini mengungkapkan bahwa guru yang diteliti secara spontan menggunakan tanggapan atau umpan balik positif ketika siswa menjawab seperti yang diharapkan oleh guru, dan sebaliknya, memberikan umpan balik negatif untuk menanggapi jawaban siswa yang salah. Guru tersebut menggunakan sekitar 75% tanggapan positif sedangkan 25% untuk tanggapan negatif. Guru menerapkan beberapa strategi dalam memberikan tanggapan negatif, seperti: memberikan arahan, mengkritik respon siswa, melempar pertanyaan kepada siswa lain, dan memperbaiki jawaban siswa secara langsung tanpa penolakan. Sementara itu, ketika memberikan umpan balik positif, guru biasanya menggunakan strategi, seperti: mengelaborasi ide siswa, mengulang jawaban siswa, dan memberikan kata-kata dorongan atau pujian. Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran diusulkan untuk guru EFL dan peneliti selanjutnya. Bagi para guru EFL, diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang jenis dan peran pertanyaan dalam komunikasi dan interaksi kelas yang akan merangsang tingkat keterampilan berpikir siswa menjadi lebih tinggi dan membimbing mereka untuk berdiskusi lebih lanjut dan pemahaman yang lebih dalam. Selain itu, penting bagi guru EFL agar mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dengan menyediakan strategi pengajaran dan kegiatan kelas yang sesuai. Selain itu, guru EFL juga disarankan berusaha untuk memiliki pengetahuan tentang pemberian umpan balik yang sesuai dalam menanggapi jawaban siswa. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian yang menyelidiki hubungan antara perilaku bertanya guru dan siswa dan tanggapan guru terhadap output berbahasa dan prestasi siswa dalam bahasa inggris. Selain itu, akan lebih menarik bagi para peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan melibatkan lebih banyak guru dengan kemampuan siswa yang berbeda.

Pengaruh Peningkatan kadar gula terhadap hasil nata de soya dari limbah tahu / oleh Diana Anggraini

 

Pengembangan project-based learning untuk mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan / Meirena Ayu Permatasari

 

ABSTRAK Ayu Permatasari,Meirena. 2015. PengembanganProject-based Learninguntuk Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.Tesis. Prodi S2 Pendidikan Ekonomi, Jenjang Magister, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr.AgungHaryono, SE.,M.P., Ak; (II) Dr. MitWitjaksono, MS.Ed. Kata kunci:Project -based Learning, Prakarya dan Kewirausahaan. Hasil observasi awalmenunjukkan bahwa pembelajaran prakarya dan kewirausahaan selama ini kurang menggunakan kegiatan pembelajaran yang dapat meningkatkan kreatifitas siswa. Ditemukan fakta bahwa siswa telah memiliki pengalaman membuat suatu prakarya sebelumnya. Hal tersebut membentuk suatu pola tahapan kemampuan siswa, yaitu tingkat pemula, menengah dan lanjut sehingga diperlukan pengembangan pembelajaran diharapkanmampu membangun potensi kewirausahaan melalui prakarya dalam setting real yang dapat mencapai tujuan instruksional pembelajaran sesuai dalam kurikulum 13 (harapan formal) dan tujuan akhir pembelajaran (harapan ideal). Penelitian ini menggunakan pendekatan model Design Based Research (DBR)dalam pengembangan pembelajaran kewirausahaan melalui prakarya. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptifkualitatifdandeskriptifkuantitatif. Berdasarkandari hasil penelitian menghasilkan temuan empirik yaitu pembelajaran yang selama ini diterjadikan di kelas belum memuat tujuan instruksional pembelajaran sesuai kurikulum 2013 dan hanya terpaku pada buku paket pembelajaran prakarya dan kewirausahaan serta pembelajaran hanya bersifat teoritis. Dengan adanya pengembangan pembelajaran kewirausahaan melalui prakarya menggunakan Project-based learningmenunjukkanhasiltanggapan peserta didik yang baik. Hal ini didukung dengan hasil pengembangan pembelajaran menggunakan Project -based Learning dapat mencapai tujuan akhir pembelajaran (harapan ideal) yaitu menumbuhkan kesadaran dan semangat kewiausahaan, meningkatkan ketrampilan ekonomis dan membelajarkan siswa dalam melakukan ekonomi produktif. Berdasarkan hasilpenelitian,disarankan agar (1) Guru mengembangkan skenario pembelajaran yang dirancang untuk memudahkan dalam menciptakan variasi kegiatan pembelajaranbaik materi yang bersifat teoritis maupun praktikum untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam analisis dan evaluasi serta memperoleh pengalaman belajar yang utuh (2) Melalui pengembangan pembelajaran kewirausahaan melalui prakarya menggunakan Project-based Learning dapat memberikan pembelajaran yang dekat dengan prespektif siswa agar dapat mengaitkan peluang kreatifitas siswa melalui prakarya.

Pengaruh logam berat timbal (Pb) terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans poir) / oleh Muhiddin P.

 

Pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja (Studi pada pegawai Pengadilan Agama Tulungagung) / Annii Feb Rakhmawati

 

Kata kunci: Budaya Organisasi, Motivasi Kerja dan Kinerja Dalam dunia usaha sekarang ini yang perkembangannya semakin pesat ditandai adanya pertumbuhan dan peningkatan kualitas pelayanan baru. Sekarang telah banyak perusahaan atau organisasi yang berdiri dan berkembang sukses baik dengan skala kecil maupun besar. Sehingga di perlukan hasil kinerja yang baik dari para Sumber Daya Manusia yang dimiliki organisasi. Untuk mendapatkan Kinerja yang maksimal maka dibutuhkan motivasi yang tinggi agar bisa bekerja sesuai dengan harapan organisasi. Motivasi tersebut dapat diwujudkan apabila juga memperhatikan budaya yang diterapkan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai, secara parsial. Penelitian ini mempunyai dua variabel yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah budaya organisasi (X1), motivasi kerja (X2), sedangkan variabel terikatnya adalah kinerja (Y). Penelitian ini dilakukan di Pengadilan Agama Tulungagung. Menggunakan penelitian populasi, diperoleh populasi sebanyak 48 responden. Analisis data penelitian yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan uji t untuk menguji hipotesisnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan variabel Budaya Organisasi secara parsial atau sendiri-sendiri terhadap Kinerja pegawai Pengadilan Agama Tulungagung, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan variabel Motivasi Kerja secara parsial atau sendiri-sendiri terhadap Kinerja pegawai Pengadilan Agama Tulungagung. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini. Penulis memberikan saran agar sebaiknya budaya organisasi dalam Pengadilan Agama Tulungagung ditingkatkan lagi misalnya dengan pengadaan do’a bersama setiap bulan sekali dan pengadaan wisata bersama seluruh pegawai Pengadilan Agama Tulungagung setiap tahun karena hal tersebut dapat meningkatkan hubungan sosial antar pegawai serta menciptakan komunikasi yang baik dan membentuk karakteristik Pengadilan Agama Tulungagung. Selain itu Sebaiknya pimpinan lebih sering memberikan penghargaan kepada bawahan misalnya dalam bentuk pujian atas pekerjaannya, memberi semangat dan memberikan saran yang membangun kepada pegawainya agar pegawai lebih memiliki motivasi kerja yang tinggi. Dengan pemberian motivasi kerja oleh pimpinan kepada bawahan, diharapkan dapat berdampak positif pada kinerja pegawai.

Kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola madrasah ibtidaiyah dan sekolah dasar berprestasi
studi multi kasus pada MIN Malang I, MI Mamba'ul Ulum, dan SDN Ngaglik I Batu di Malang / oleh Imron Arifin

 

Kemanjuran penerapan synectics model dan mind mapping untuk meningkatkan kreativitas pengambilan keputusan karir siswa SMA / Irma Rosalina

 

ABSTRAK Rosalina, Irma. 2015. Kemanjuran Penerapan Synectics Model dan Mind Mapping untuk Meningkatkan Kreativitas Pengambilan Keputusan Karir Siswa SMA. Tesis, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd., (II) Dr. Moh. Irtadji, M.Si. Kata kunci: pengambilan keputusan karir, kreativitas, synectics model, mind mapping. Siswa SMA harus mampu membuat keputusan kreatif agar dapat bersaing di masa depan. Cara-cara pembuatan keputusan karir yang tradisional tidak membantu siswa mengaitkan pengetahuan mengenai diri, pilihan karir, dan jurusan PT. Siswa membutuhkan kegiatan berfokus kognitif yang kreatif dalam pengambilan keputusan karir. Metode pemecahan masalah seperti Synectics Model dan Mind Mapping memenuhi kriteria tersebut. Synectics Model adalah sebuah teknik pemecahan masalah dengan menggunakan aktivitas metafor dan analogi yang mengembangkan imajinasi dan wawasan individu ke dalam aktivitas sehari-hari. Mind Mapping adalah sebuah teknik merekam informasi yang memecah sebuah topik besar ke dalam gambar, grafik, dan lain-lain yang mudah diatur, membuat asosiasi secara mudah, memunculkan ide-ide baru, membantu siswa mengingat informasi, dan menahannya dalam bentuk yang mudah diingat pikiran siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji perbedaan signifikansi antara Synectics Model dan Mind Mapping dalam meningkatkan kreativitas pengambilan keputusan karir siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen kuasi (quasi experiment) the pretest-posttest two treatment designs. Subjek penelitian adalah siswa SMA dengan rentang usia 16-17 tahun dan berjumlah 12 orang yang dibagi menjadi masing-masing 6 orang (dua kelompok; kelompok eksperimen I dan II). Data penelitian ini berupa data pre-test, post-test, observasi, dan wawancara. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan skala kreativitas pengambilan keputusan karir, lembar observasi, dan lembar wawancara. Berdasarkan perbedaan skor pre-test dan post-test serta perubahan wicara diri pada siswa disimpulkan bahwa semua subjek penelitian baik kelompok eksperimen I dan II mengalami peningkatan kreativitas pengambilan keputusan karir. Siswa mampu memandang pengetahuan –diri, pilihan karir, dan jurusan PT- yang dia miliki dari sudut berbeda, menghasilkan banyak ide pilihan, mendeskripsikannya dengan unik, mempelajari informasi baru untuk dikaitkan dengan pengetahuan awal, kemudian membuat keputusan karir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada tingkat kreativitas dalam pengambilan keputusan karir antara konseli yang memperoleh intervensi psikoedukasi kelompok dengan Synectics Model dan konseli yang memperoleh psikoedukasi kelompok dengan Mind Mapping.

Perkembangan ideologi kesusasteraan Budi Darma dalam cerpen-cerpen Ranjang, Kitri, Kritikus Adinan, dan Keluarga M. sebuah tinjauan sejarah sastra individual / oleh Supangkat

 

Analisis tentang penggunaan buku fisika untuk kelas II SLTP terbitan Balai Pustaka dan MGMP dalam pelaksanaan kurikulum SLTP 1994 / oleh Tutik Herlina

 

Optimalisasi pendidikan anak tunanetra melalui pendidikan terpadu di SLTPN I Glagah Banyuwangi / oleh Wiwin Sri Astutik

 

Studi tentang populasi amrasca biguttula (Ishida) (Homoptera: cicadellidae) dengan pararitoidnya pada tanaman kapas (Gossyplum hirsutum L.) Monokulyur dan tumpangsari / Yanis Sagita Irianti Putri

 

Kata kunci: Amrasca biguttula, Parasitoidnya, Tanaman Kapas Monokultur dan Tumpangsari Kapas merupakan salah satu tanaman penghasil serat yang penting, karena serat kapas merupakan bahan industri tekstil dan produk tekstil. Kebutuhan serat kapas yang sangat tinggi mengakibatkan pengimporan hingga lebih dari 95%. Rendahnya produksi kapas disebabkan oleh serangga hama, kekeringan dan faktor lainnya. Tanaman kapas merupakan komoditas yang sangat disukai oleh berbagai jasad pengganggu, terutama oleh serangga hama. Serangga hama yang sangat potensial adalah Amrasca biguttula (Ishida), yang mengakibatkan tepi daun kapas menjadi kering, menggulung ke bawah, berubah warna menjadi kekuningan, mengering dan gugur. Strategi Pengendalian Hama Terpadu untuk tanaman kapas biasa digunakan adalah dengan melakukan sistem tumpangsari kapas dengan palawija seperti kacang hijau. Selain menggunakan pengaturan pola tanam kapas dengan palawija, pengendalian dengan menggunakan musuh alami yaitu pemanfaatan parasitoid. Dengan mengetahui pertumbuhan A. biguttula dan parasitoidnya akan diketahui perbedaannya pada tanaman kapas monokultur dan tumpangsari serta faktor abiotik yang mempengaruhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan populasi A. Biguttula dan parasitoidnya pada tanaman kapas monokultur dan tumpangsari serta mengetahui perbedaan pertumbuhan populasi A. biguttula dan parasitoidnya pada tanaman kapas monokultur dan tumpangsari.Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Sampel tanaman kapas (Gossypium hirsutum L.) yang digunakan adalah sebanyak 150 daun per petak tanaman kapas monokultur dan tumpangsari. Dengan 7 kali pengambilan pada umur tanam (35, 40, 45, 50, 55, 60, 65) hari setelah tanam (HST). Perlakuan di Laboratorium setiap harinya dalam waktu 5 hari untuk 1 Hari Setelah Tanam (HST). Untuk membandingkan perbedaan pertumbuhan populasi Amrasca biguttula dan parasitoidnya pada tanaman kapas monokultur dan tumpangsari dengan menggunakan analisis statistik uji t taraf signifikan 5%. Pertumbuhan populasi pada A. Biguttula pada tanaman kapas monokultur dan tumpangsari kecenderungannya menunjukkan keadaan yang sama yakni menurun sesuai dengan bertambahnya umur tanaman kapas. Pertumbuhan populasi Anagrus sp.pada tanaman kapas monokultur dan tumpangsari menunjukkan keadaan berbeda yakni meningkat pada monokultur dan menurun pada tumpangsari sesuai dengan bertambahnya umur tanaman kapas. Tidak ada perbedaan pertumbuhan populasi A. Biguttula tanaman kapas monokultur dan tumpangsari sedangkan pada pertumbuhan populasi Anagrus sp. tanaman kapas monokultur dan tumpangsari berbeda.

Evaluasi sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas sebagai alat pengendalian intern di Koperasi Kartika Kediri / oleh Mas'udah

 

Pengaruh pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kinerja perusahaan (Studi pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2007-2009) / Indah Mustikasari

 

Kata kunci :Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSDI) dan Kinerja Perusahaan (ROE). Perkembangan dalam dunia ekonomi saat ini mampu untuk mendorong persaingan dalam dunia bisnis. Untuk menghadapi persaingan tersebut, perusahaan berusaha untuk meningkatkan kinerjanya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja perusahaan adalah dengan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan diharapkan memberikan informasi mengenai aktivitas sosial perusahaan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap aspek sosial di sekitarnya. Salah satu indikator dalam menilai kinerja keuangan perusahaan adalah dengan Return On Equity (ROE). Rasio keuangan ini merupakan suatu alat analisis yang diperlukan untuk mengukur kondisi dan aktivitas operasi perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu laba bersih. Dengan ROE, investor atau pemilik dapat melihat tingkat pengembalian atas investasi yang diukur dengan membandingkan laba bersih terhadap total ekuitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kinerja perusahaan yang diukur dengan ROE. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Dengan teknik pemilihan sampel purposive sampling, didapatkan 10 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai sampel dengan rentang waktu penelitian 2007-2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Program peningkatan kesejahteraan karyawan, peningkatan pelayanan konsumen dan kualitas produk, kebijakan lingkungan, menjaga hubungan baik dengan masyarakat di sekitar pabrik maupun bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang lain, mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan juga dapat digunakan sebagai strategi jangka panjang perusahaan dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan sebagai berikut: (1) Jumlah populasi perlu ditambah, tidak hanya perusahaan pada sektor manufaktur , (2) Seluruh perusahaan diharapkan memberikan pengungkapan sosial sebagai informasi dalam laporan tahunannya, karena setiap perusahaan harus meningkatkan kesadarannya akan tanggung jawab sosialnya, (3) Bagi pemerintah, diharapkan dapat membuat kebijakan, peraturan dan standar tentang tanggung jawab sosial perusahaan di Indonesia.

Analisis pelaksanaan asas praduga tak bersalah di Pengadilan Negeri Kraksaan Kabupaten Probolinggo / oleh Samsudin Husaini

 

oleh

 

Pelaksanaan pembelajaran muatan lokal tata boga di SMP Negeri 10 Malang / Dwi Ratna Hidayati

 

Kata Kunci: Pelaksanaan Pembelajaran, Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi Muatan lokal Tata Boga adalah mata pelajaran yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan makanan, bertujuan untuk membekali peserta didik agar memiliki dasar pengetahuan dan keterampilan di bidang boga sebagai wadah mengembangkan kemampuan diri dan mempersiapkan perta didik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tujuan mata pelajaran muatan lokal adalah memberi pengetahuan dan keterampilan dasar untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, mengembangkan daya kreatifitas, menumbuhkan jiwa wirausaha, serta mengembangkan kompetensi Tata Boga untuk mewujudkan kecakapan hidup dan kemandirian dalam menghadapi tantangan di masyarakat. SMP Negeri 10 Malang merupakan salah satu sekolah yang menyelenggarakan muatan lokal Tata Boga mulai dari kelas VII-IX, hal ini dilakukan karena memiliki jumlah guru paling banyak dibandingkan dengan sekolah lain.Tujuan penelitian ini memperoleh deskripsi yang jelas mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran muatan lokal Tata Boga di SMP Negeri 10 Malang. Rancangan penelitian adalah penelitian deskriftif kuantitatif. Variabel dalam penelitian adalah pelaksanaan pembelajaran muatan lokal di SMP Negeri 10 Kota Malang. Sub variabel terdiri dari: (1) Perencanaan Pembelajaran; (2) Pelaksanaan Pembelajaran; (3) Evaluasi. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 10 Malang. Subjek penelitian guru pengajar muata lokal Tata Boga. Instrumen penelitian menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) Silabus yang dibuat guru pengajar kelas VII memperoleh skor 27 termasuk kualifikasi sangat baik, silabus yang dibuat guru pengajar kelas VIII memperoleh skor 25 termasuk kualifikasi sangat baik, silabus yang dibuat guru pengajar kelas IX memperoleh skor 27 termasuk kualifikasi sangat baik; (2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru pengajar kelas VII memperoleh skor 29 termasuk kualifikasi baik, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru pengajar kelas VIII memperoleh skor 27 termasuk kualifikasi baik, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru pengajar kelas IX memperoleh skor 35 termasuk kualifikasi sangat baik; (3) Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru pengajar kelas VII memperoleh skor 94 termasuk kualifikasi sangat baik, pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru pengajar kelas VIII memperoleh skor 94 termasuk kualifikasi sangat baik, pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru pengajar kelas IX memperoleh skor 99 termasuk kualifikasi sangat baik; dan (4) Evaluasi yang dilakukan guru pengajar kelas VII memperoleh skor 9 termasuk kualifikasi sangat baik, evaluasi yang dilakukan guru pengajar kelas VIII memperoleh skor 8 termasuk kualifikasi sangat baik, Evaluasi yang dilakukan guru pengajar kelas IX memperoleh skor 10 termasuk kualifikasi sangat baik. Kesimpulan penelitian bahwa pelaksanaan pembelajaran muatan lokal Tata Boga di SMP Negeri 10 Malang sangat baik. Pelaksanaan pembelajaran terdiri dari perencanaan, pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas, dan evaluasi. Perencanaan pembelajaran muatan lokal Tata Boga di SMP Negeri 10 Malang terdiri dari silabus dan RPP. Silabus yang dibuat pengajar muatan lokal Tata Boga SMP Negeri 10 Malang sangat baik. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat pengajar muatan Lokal Tata Boga SMP Negeri 10 Malang baik. Pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas yang dilakukan guru muatan lokal Tata Boga di SMP Negeri 10 Malang sangat baik. Evaluasi pembelajaran muatan lokal Tata Boga di SMP Negeri 10 Malang sangat baik.

Pengaruh hormon tumbuhan IAA `dan GA3 dengan berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan tanaman cattleya
C. OKami Kunitachi" >< C. Nancy Wittorf / oleh Sugeng Ibnu Priawan"

 

Pengembangan bahan ajar geografi SMA/MA kelas XII pada kompetensi dasar pola keruangan desa dan kota dengan model Dick and Carey / Onik Farida Ni'matullah

 

Jurusan Pendidikan Geografi, Program Pacasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (II) Dr. Agus Suryantoro, M.Si. Kata Kunci: bahan ajar Geografi SMA/MA Kelas XII, pengembangan model Dick And Carey. Orientasi penyediaan buku teks di berbagai sekolah di Indonesia saat ini, terutama buku teks Geografi, hanya difokuskan pada segi kuantitas. Fakta menunjukkan bahwa penyediaan buku penunjang pembelajaran Geografi di sekolah hanya mempertimbangkan segi proporsi jumlah siswa dengan jumlah buku yang tersedia. Dari segi kualitas, masih banyak materi pada buku pelajaran Geografi yang sebenarnya menunjukan kelemahan yang mendasar: pertama, teks Geografi ”mengabaikan” aspek kebenaran bahasa, fakta/data, konsep, generalisasi, kebenaran penyajian gambar, serta ketercernaan materi berdasarkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang mengutamakan tiga komponen utama yakni; 1) memenuhi komponen kebahasaan, 2) komponen isi, 3) komponen Geografi, yakni menyangkut aspek objek studi material dalam hal interaksi, interrelasi dan interdependensi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pemecahan masalah dengan mengembangkan buku teks yang mengarah pada perbaikan dari tiap aspek tersebut. Produk bahan ajar yang dikembangkan berdasarkan kaidah keilmuan Geografi dan kurikulum KTSP melalui modifikasi model Dick dan Carey (2001). Prosedur pengembangan model ini terdiri atas sepuluh langkah, namun dalam pengembangan ini hanya dilakukan lima langkah, yakni: (1) mengidentifikasi standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator berdasarkan konsep BNSP, (2) melakukan analisis materi pelajaran, (3) menyusun dan penulisan bahan ajar, (4) mevalidasi bahan ajar, (5) merevisi produk akhir hasil pengembangan bahan ajar. Berdasarkan hasil validasi pada ahli materi pelajaran, bahan ajar berada dalam kategori baik (71%). Hasil uji coba pada ahli rancangan pembelajaran, bahan ajar berada dalam kategori baik (71%). Hasil uji coba ahli bahasa berada dalam kategori sangat baik (91%), tetapi masih ada beberapa kesalahan pengetikan dan pemenggalan kata. Hasil uji coba lapangan pada siswa, bahan ajar berada dalam kategori baik (80%), sedangkan hasil uji coba lapangan pada guru, bahan ajar berada dalam kategori baik (82%). Saran desiminasi, antara lain: (a) mengadakan seminar skala regional bahkan nasional tentang pengembangan bahan ajar, khususnya bahan ajar Geografi untuk SMA/MA, (b) diperkenalkan kepada forum-forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi, dan (c) dimuat dalam suatu rubrik atau kolom penulisan buku di alamat suatu website. Pengembangan selanjutnya disarankan, yaitu: (a) pengembangan bahan ajar Geografi tidak terbatas hanya pada kelas XII semester dua pada kompetensi dasar menganalisis pola keruangan desa dan kota. Untuk menghasilkan produk bahan ajar secara utuh sebaiknya dikembangkan untuk dua semester (semester satu dan semester dua), (b) uji coba bahan ajar ini terbatas di Kota Malang. Untuk menghasilkan bahan ajar yang berlaku secara nasional sebaiknya dilakukan uji coba lapangan dengan mengambil sampel yang diperluas di wilayah Indonesia, (c) untuk menghasilkan produk bahan ajar yang dikembangkan secara lebih berkualitas dibutuhkan waktu penelitian dan pengembangan yang relatif lama (multy years). Hal tersebut perlu dilakukan sebab bahan ajar yang dikembangkan diharapkan dapat digunakan oleh siswa seluruh Indonesia dengan kualitas yang lebih baik dan yang lebih penting adalah mendorong siswa untuk mau membaca bahan ajar, (d) dalam uji coba pengembangan bahan ajar ini tidak sampai memperhatikan pengaruh bahan ajar hasil pengembangan terhadap hasil belajar siswa. Untuk memperoleh hasil yang lebih berkualitas pada pengembangan buku ini sebaiknya dilakukan tes kepada siswa sebelum dan sesudah membaca buku hasil pengembangan ini.

Penampang irisan bidang dengan bangun ruang
oleh Mohamad Imam Widodo

 

Interferensi morfologis bahasa Nias dalam bahasa Indonesia pada karangan siswa SMP Gunungsitoli / Sri Rahayu

 

ABSTRAK Rahayu,Sri.2015. Interferensi Morfologis Bahasa Nias dalam Karangan Siswa SMP Gunungsitoli.Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Widodo HS, M.Pd., (II) Dr. Sunaryo HS, SH M.Hum. Kata Kunci: interferensi morfologis, bahasa Nias, danbahasa Indonesia tulis Masyarakat Nias adalah masyarakat dwibahasawan yang menggunakan bahasa Nias (BN) sebagai bahasa pertama dan bahasa Indonesia (BI) sebagai bahasa kedua. Dalam mempelajari B2, pembelajar sering mengalami hambatan yang disebabkan oleh BI yang dikuasai sebelumnya. Gejala tersebut mengakibatkan terjadinya interferensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis-jenis interferensi morfologis bahasa Nias yang terdapat pada bahasa Indonesia tulis siswa SMP N 4 Gunungsitoli, (2) distribusi interferensi morfologis yang terdapat pada bahasa Indonesia tulis siswa SMP N 4 Gunungsitoli, dan (3) faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya interferensi morfologis bahasa Nias dalam bahasa Indonesia tulis siswa SMP N 4 Gunungsitoli. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif, yaitu sasaran penelitian dideskripsikan secara faktual dan alamiah. Data yang dikumpulkan dideskripsikan dengan menggunakan kata-kata dan tidak menggunakan angka-angka. Penelitian ini meneliti tentang interferensi morfologis bahasa Nias terhadap bahasa Indonesia tulis siswa, distribusi interferensi morfologis bahasa Nias terhapap bahasa Indonesia tulis siswa. Data penelitian ini berupa kata dalam karangan siswa yang berisi data interferensi afiksasi dan data interferensi reduplikasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah bahasa Indonesia tulis siswa yang diwujudkan dalam karangan siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu studi dokumentasi, angket, dan wawancara. Tujuan angket dan wawancara diberikan kepada peserta didik untuk menjaring data tentang faktor-faktor penyebab terjadinya interferensi BN terhadap BI tulis siswa kelas VII SMP N 4 Gunungsitoli. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-A dan VII-B SMP N 4 Gunungsitoli. Temuan dalam peneltian ini adalah (1) jenis interferensi BN terhadap BI tulis siswa adalah interferensi morfologis siswa, yaitu interferensi morfologi yang terdapat pada afiksasi meliputi prefiks man-, prefiks mo-, prefiks la-, prefiks te-, prefiks fa-, prefiks me-, prefiks da-,prefiks i-, sufiks –i, prefiks ma-, dan prefiks men-. Interferensi reduplikasi melipi konstruksi reduplikasi penuh, dan reduplikasi dengan afiksasi, (2) distribusi interferensi morfologis meliputi meliputi prefiks man-, prefiks mo-, prefiks la-, prefiks te-, prefiks fa-, prefiks me-, prefiks da-, prefiks i-, sufiks –i, prefiks ma-, dan prefiks men-, dan (3) faktor linguistik dan faktor non linguistik (faktor sosiolinguistik, situasi pembelajaran BI dan faktor sosial). Kesimpulan dari penelitian ini yakni, (1) adanya kemiripan dan persamaan arti BI dan BN tetapi bentuk konstruksinya berbeda Adapun konstruksi BI_A tersebut adalah sebagai berikut: (1) prefiks man-, (2) prefiks mo-, (3) prefiks la-, (4) prefiks te-, (5) prefiks fa-, (6) prefiks me-, (7) prefiks da-, (8) prefiks i-, (9) sufiks-i, (10) prefiks ma-, (11) prefiks men-, (12) interferensi reduplikasi penuh, seperti foto-foto dan nunggu-nunggu. Interferensi reduplikasi dengan afiksasi seperti segar-segaran dan kemerah-merahan, (2) adanya kemiripan dan persamaan arti bentuk BI dengan distribusi arti dalam BN dan BI, tetapi bentuk dan distribusi artinya berbeda. Interferensi tersebut terjadi karena siswa menggunakan bentuk BI dengan distribusi arti BM, dan (3) adanya faktor linguistik dan faktor nonlinguistik yang menyebabkan terjadinya interferensi ( faktor sosiolinguistik, situasi pembelajaran BI dan faktor sosial). Peneliti memberikan saran kepada lembaga terkait. Pertama, kepada pihak Dinas Pendidikan Nasional (DIKNAS) kota Gunungsitoli agar lebih memperhatikan pelaksanaan pembelajaran BI. Perhatian tersebut berupa pemberian bantuan tenaga profesional, dana, sarana, dan prasarana. Kedua, kepala sekolah, guru, dan staf SMP N 4 Gunungsitoli, hendaknya menciptakan lingkungan yang lebih kondusif dalam kaitan penggunaan BI. Selain itu, para guru hendaknya meningkatkan frekuensi penggunaan BI yang baik dan benar dalam pembelajaran BI. Hal tersebut dilaksanakan agar tidak terjadi interferensi BN terhadap BI tulis siswa.

Hubungan kerja pimpinan-bawahan dan korelasinya dengan semangat kerja pegawai menurut persepsi pegawai di Kandepdikbudcam se Kabupaten Nganjuk
oleh Supriyono

 

Kajian tentang faktor pendukung dan hambatan pelaksanaan kegiatan praktikum kimia kelas II cawu II di SMU negeri se-Kabupaten Tulungagung berdasarkan materi kurikulum 1994 / oleh Sri Hari Purwati

 

Analisa perputaran modal kerja untuk meningkatkan keberhasilan usaha pada KPRI Danaraja Malang
oleh Arif Pujiwidodo

 

Studi effektifitas pelaksanaan gugus kendali mutu dalam pengendalian mutu terpadu terhadap tingkat produktivitas mutu layanan kerja karyawan di Kantor Cabang Telekomunikasi Blitar / oleh Muftihah Inayah

 

Visualization strategy on reading comprehension of college students as observed from cognitive styles and autonomous learning levels / Ainul Addinna

 

ABSTRAK Addinna, Ainul. 2016.StrategiVisualisasiPadaPemahamanMembacaMahasiswa yang Ditinjaudari Gaya KognitifdanTingkatanPembelajaranOtonom.Thesis. English Language Teaching, Graduate Program of State University of Malang. Advisors: (I)Dr.Suharmanto, M.Pd., (II) Prof. Dr.YazidBasthomi, M.A. KataKunci:StrategiVisualisasi, Field Independent (FI), Field Dependent (FD), TingkatanPembelajaranOtonom. Penelitianinibertujuanuntukmencaridampakdaristrategivisualisasipadapemahamanmembacadilihatdarigayakognitifdantingkatanpembelajaranotonomsiswadanjugainteraksiantarastrategimembaca, gayakognitifdantingkatanpembelajaranotonom.Penelitianiniadalahfaktorialdengan test akhir yang menggunakanduakelompokmahasiswa semester limajurusanbahasaInggrisUniversitasNegeri Malang tahunajaran2013/2014. GEFTtes, reading comprehension test, danautonomy level questionnaireadalahinstrumen yang digunakansebagaialatpengumpulan data dalampenelitianini. GEFTtesdigunakanuntukmengklasifikasisinswamenjadifield independent danfield dependent, sedangkanautonomy level questionnairedigunakanuntukmenentukantingkatanotonomsiswa.Skordarites pemahaman membacadidapatdarireading comprehension testdanhasil data tersebutdiolahsebagai data awaluntukmengujihipotesadengannilai level signifikanα .05. Hasiltemuanmenunjukkanbahwa level signifikandaristrategivisualisasidannonvisualisasi (konvensionalstrategi)lebihtinggidarinilaiα.05 (Sig .711 > Sig.α .05). Ini menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antarasiswa yang diajarkandenganstrategivisualisasidibandingkandenganmereka yang diajarkandenganstrateginonvisualisasi.Perbedaanantarasiswafield independent dansiswafield dependentterhadappemahamanmembacajugatidakmenunjukkanperbedaan yang signifikan α .05 (Sig .411 > Sig.α .05).Tidak hanya itu, level signifikan dari tingkatanotonomjugatidakmemperlihatkanperbedaan yang signifikan α .05 (Sig .412 > Sig.α .05). Iniberartitingkatanotonomsiswatidakmempengaruhipemahamanmembacamereka.Terakhir, tidakterdapatnyainteraksiantarastrategimembaca, gayakognitifdantingkatanpembelajaranotonomyang dibuktikansecarastatistik α .05(Sig .704 > Sig.α .05). Walaupunhasilpenelitianmenunjukkanhasil yang tidaksignifikanterhadapperbedaandanefekdarivariabelbebasdanterikat, namunberdasarkandarikuesioner yang didistribusikanpadagrupeksperimental, secaraobjektifmenjelaskanbahwastrategivisualisasimampumembawaatmosfir yang baguskedalamkelas. Strategiinimampumengurangi rasa bosansiswaselama proses pembelajarandanjugamampumemotivasisiswadalammembaca.

Pengembangan buku referensi bioetika Jurusan Pendidikan IPA Biologi IAIN Mataram / Muh. Zaini Hasanul Muttaqin

 

ABSTRAK Muttaqin, Muhammad Zaini Hasanul. 2015. Pengembangan Buku Referensi Bioetika Jurusan Pendidikan IPA Biologi IAIN Mataram. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. agr. H. Mohamad Amin, S.Pd, M.Si., (2) Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah, M.Pd. Kata kunci: buku referensi, bioetika, Pendidikan IPA Biologi IAIN Mataram. Bioteknologi sebagai salah satu hasil atau produk olah pikir manusia yang bersumber dari ilmu kealaman seringkali menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Pihak pro menyatakan bahwa produk bioteknologi memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat, tetapi di sisi lain pihak yang kontra menyatakan bahwa produk bioteknologi dalam pemanfatannya seringkali salah sasaran. Nilai-nilai yang berlaku di tengah masyarakat terkait pemanfaatan produk bioteknologi diulas dalam suatu kajian yang disebut bioetika. Kompetensi pembelajaran bioetika adalah mahasiswa diharapkan mampu menerapkan prinsip bioetika sebagai sumber nilai dan pedoman serta landasan berpikir dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari sebagai insan intelektual. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan buku referensi bioetika Jurusan Pendidikan IPA Biologi IAIN Mataram. Penelitian ini menggunakan model pengembangan yang diajukan oleh Borg dan Gall (1983). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, angket, observasi, dan tinjauan literatur. Uji coba produk dilakukan dengan melibatkan ahli materi, ahli media, dan kelompok uji coba. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara, lembar angket, lembar observasi, dan literatur. Instrumen uji coba yang digunakan adalah lembar validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterbutuhan mahasiswa Jurusan Pendidikan IPA Biologi IAIN Mataram terhadap buku referensi bioetika adalah butuh, dengan persentase 80%. Hasil uji coba buku referensi menunjukkan bahwa buku referensi sangat valid, dengan persentase valid dari ahli materi internal 83,39%, ahli materi eksternal 97,62%, ahli media 89,8%, dan kelompok uji coba 88,33%. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan: 1) tingkat keterbutuhan buku referensi bioetika di Jurusan Pendidikan IPA Biologi adalah butuh, 2) tingkat kevalidan dari buku referensi adalah sangat valid atau sangat layak untuk dikembangkan di Jurusan Pendidikan IPA Biologi IAIN Mataram. Saran yang dianjurkan dalam penelitian ini adalah: 1) pengembangan bahan ajar berupa buku referensi bioetika diharapkan dapat dikembangkan di jurusan atau institusi lain untuk pemanfaatan yang lebih luas, 2) kajian di dalam buku referensi bioetika diharapkan menggunakan perspektif sosial-budaya masyarakat di luar Pulau Lombok dan menggunakan perspektif agama lain selain Islam.

Perencanaan mesin pemotong pelat / oleh Mahmud Budiarto

 

Pemanfaatan aktivitas dan lingkungan sekitar siswa dalam proses belajar mengajar IPS terpadu pada kelas VIII SMP Terbuka IV Kota Malang / Kus Irawan Prabowo

 

ABSTRAK Prabowo, Kus Irawan. 2015. Pemanfaatan Aktivitas Dan Lingkungan Sekitar Siswa Dalam Proses Belajar Mengajar IPS Terpadu Pada Kelas VIII SMP Terbuka IV Kota Malang. Tesis, Prodi S2 Pendidikan Ekonomi Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mit Witjaksono, MS.Ed. (II) Dr. Agung Haryono, S.E., M.P., Ak. Kata Kunci: Aktivitas, Lingkungan, IPS Terpadu, dan Sumber Belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemanfaatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar IPS Terpadu, mengetahui pemanfaatkan lingkungan sekitar siswa dalam proses belajar mengajar IPS Terpadu dan mengetahui hasil belajar IPS Terpadu dengan memanfaatkan aktivitas dan lingkungan sekitar siswa pada kelas VIII SMP Terbuka IV Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain grounded theory. Tujuan menggunakan pendekatan kualitatif adalah berusaha memberikan gambaran yang sistematis, aktual dan akurat mengenai proses belajar mengajar IPS Terpadu dengan memanfaatkan aktivitas dan lingkungan sekitar siswa. Mengambil situs penelitian di SMP Terbuka IV Kota Malang, sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Terbuka IV Kota Malang, data dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara dengan didukung studi dokumentasi. Sebagai informan utama adalah siswa dan informan pendukung adalah wakil kepala sekolah, guru, dan orangtua. Data dianalisis dengan metode analisis Strauss dan Corbin. Aktivitas dan pengalaman siswa terbagi menjadi dua kategori yaitu aktivitas biasa dan aktivitas khusus (kerja), aktivitas biasa adalah aktivitas yang dilakukan sehari-hari, tidak berhubungan dengan kerja mencari uang, sedangkan aktivitas khusus adalah aktivitas yang berhubungan dengan keterampilan dunia kerja untuk mencari uang. Lingkungan sekitar siswa terdiri dari bermacam-macam pelaku usaha dan lahan pertanian. Hasil dari penelitian ini adalah aktivitas siswa dapat digunakan untuk memadukan materi dan sumber belajar IPS Terpadu, lingkungan sekitar siswa dapat digunakan untuk memadukan materi dan sumber belajar IPS Terpadu dan hasil belajar IPS Terpadu dengan memanfaatkan aktivitas dan lingkungan sekitar siswa membuat pembelajaran lebih efektif dan efisien, memberikan kemudahan dalam mendeskripsikan materi pelajaran, mempermudah mengingat materi yang telah diajarkan pada siswa kelas VIII SMP Terbuka IV Kota Malang dan memberikan pengetahuan mengenai sikap atau tindakan yang berguna bagi dirinya sendiri dan orang lain. Guru harus cerdas menggali informasi dan potensi yang melekat pada siswa baik di lingkungan sekolah maupun keluarga yang dapat digunakan sebagai inspirasi dan sumber belajar dalam pengajaran materi pelajaran IPS Terpadu. Guru harus membina hubungan fungsional antara siswa dan orangtua untuk mendukung proses belajar siswa sehingga dapat mencapai kompetensi lulusan.

Perencanaan mesin rol lingkaran untuk batang baja bulat / oleh Siti Khotijah

 

Perencanaan mesin parkir type simple elevantion dua tingkat kapasitas enam mobil / oleh Yunani S. Kristanti

 

Argumentasi pada teks pidato siswa kelas X SMA Negeri 1 Rambipuji / Beby Dwi Febriyanti

 

ABSTRAK Febriyanti, Beby Dwi. 2015. Argumentasi pada Teks Pidato Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Rambipuji. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryo, H.S., S.H., M.Hum., (II) Dr. Kusubakti Andajani,M.Pd. Kata kunci: Argumentasi, teks pidato Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan argumentasi dalam teks pidato siswa kelas X SMA Negeri 1 Rambipuji. Argumentasi merupakan retorika yang berisikan adanya suatu penjelasan, pembuktian, alasan yang digunakan untuk meyakinkan orang lain. Argumentasi dapat ditemui dalam berbagai macam wadah, salah satunya teks pidato. Argumentasi tidak dapat dipisahkan dengan penalaran, sebab penalaran merupakan proses berpikir logis menyusun fakta dan alasan untuk menghasilkan kesimpulan yang menjadi tujuan penulis. Penelitian ini diarahkan untuk mendeskripsikan muatan argumentasi dalam teks pidato siswa yang meliputi, (1) elemen-elemen argumentasi, (2) pola argumentasi, dan (3) teknik penalaran untuk mengembangkan argumentasi. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks pidato yang ditulis siswa kelas X SMA Negeri 1 Rambipuji, sedangkan data penelitian yang digunakan berupa kalimat atau susunan kalimat yang mengandung muatan argumentatif. Teks pidato yang dianalis sejumlah 50 teks.Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi.Analisis data dilakukan dalam beberapa tahapan, (1) reduksi data dilakukan dengan memilih dan mengidentifikasi data yang sesuai dengan fokus penelitian, (2) menyajikan dan memaparkan keseluruhan data, (3) penarikan simpulan dari data yang telah diperoleh,terkait dengan elemen argumentasi, pola argumentasi, dan teknik penalaran. Hasil penelitian ini membahas elemen, pola, dan teknik penalaran argumentasi. Pertama, tentang penggunaan elemen argumentasi pada teks pidato siswa yang mencakup (a) claim, claim nilai/claim fakta/claim kebijakan, (b) ground, (c) warrant, (d) backing, (e) qualifier, dan (f) rebuttal. Keenam elemen tersebut ditemukan pada teks pidato siswa. Kedua, tentang pola argumentasi teks pidato siswa yang diketahui membentuk pola I (C-G) hingga pola IV (C-G-W-B-Q). Pola I mengalami variasi dengan penambahan elemen qualifier dan rebuttal. Pola I variasi 1 (C-G-Q), pola I variasi 2 (C-G-R), pola I variasi 3 (C-G-Q-R). Pola II terdiri dari (C-G-W), juga mengalami variasi dengan adanya elemen qualifier dan rebuttal. Pola II membentuk variasi 1 (C-G-W-Q), pola II variasi 2 (C-G-W-R), dan pola II variasi 3 (C-G-W-Q-R). Pola III terdiri dari (C-G-W-B), hanya mengalami satu variasi dengan adanya elemen rebuttal, sehingga pola III variasi 1 (C-G-W-B-R). Pola IV pada teks pidato siswa terdiri dari (C-G-W-B-Q) tidak mengalami adanya variasi. Ketiga mengenai teknik penalaran pengembangan argumentasi yang terdiri atas (1) argumen dengan contoh, (2) argumen dengan analogi, (3) argumen dengan otoritas, (4) argumen dengan sebab, (5) argumen dengan deduktif. Berdasarkan hasil pembahasan dan simpulan, dikemukakan beberapa saran.Saran tersebut ditujukan kepada guru Bahasa Indonesia, bahwa hasil analisis dan temuan data penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi mengenalkan siswa pada elemen argumentasi, pola argumentasi, dan teknik penalaran dalam penyusunan argumentasi. Guru juga disarankan lebih melatih siswa agar tanggap dan peka pada peristiwa di sekitarnya, sebab hal itu dapat dijadikan bahan siswa untuk keperluan argumennya.(2) peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian lebih lanjut terkait dengan argumentasi ataupun penalaran pada objek yang berbeda dengan pembahasan yang lebih luas.

Pengaruh pemberian multiteks terhadap kemampuan membaca kritis siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang / Kingkin Puput Kinanti

 

Kata Kunci: pengaruh, multiteks, membaca, membaca kritis. Membaca merupakan kegiatan yang penting. Kegiatan membaca dilakukan manusia untuk mendapatkan informasi, ilmu, wawasan baru, bahkan hiburan. Terdapat beberapa tingkatan membaca, yaitu membaca literal, membaca kritis, dan membaca kreatif. Pada jenjang pendidikan SMP, siswa dituntut mampu membaca kritis. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca kritis adalah bahan bacaan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan membaca beragam bahan bacaan dapat meningkatkan kemampuan memahami isi bacaan. Multiteks adalah media pembelajaran membaca kritis yang memanfaatkan bahan bacaan dari berbagai sumber seperti majalah, koran, internet, dan buku teks yang memiliki perbedaan dalam hal isi, jenis teks dan bahasa, namun memiliki topik yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian multiteks terhadap kemampuan membaca kritis. Penelitian ini menggunakan instrumen tes pilihan ganda dengan empat alternatif jawaban. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Jenis desain penelitian yang digunakan adalah desain control group pre-test and post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa regular kelas VII SMP Negeri 4 Malang semester ganjil tahun pelajaran 2010/2011. Sedangkan sampel menggunakan teknik purposive sample. Langkah-langkah desain eksperimen semu sebagai berikut. Pertama, mengidentifikasi karakterisitik populasi, lalu didapat empat kelas yang memiliki karakteristik sama, yaitu sama-sama kelas regular. Dari keempat kelas diambil dua kelas yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kedua, pemberian pretes pada kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam membaca kritis. Ketiga, pemberian perlakuan berupa pemberian multiteks terhadap kelas eksperimen dan pemberian satu teks terhadap kelas kontrol. Keempat, pemberian postes kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dalam penelitian ini terdiri atas empat data, yaitu (1) skor pretes dan postes kemampuan menafsirkan bacaan secara kritis pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, (2) skor pretes dan postes kemampuan menganalisis bacaan secara kritis pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, (3) skor pretes dan postes kemampuan mengorganisasi bacaan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, (4) skor pretes dan postes kemampuan menilai bacaan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data hasil penelitian kemudian diolah dengan menggunakan uji-t. Melalui penelitian ini dihasilkan kesimpulan. Pertama, ada pengaruh yang signifikan pemberian multiteks terhadap kemampuan menafsirkan bacaan secara kritis siswa yaitu diketahui thitung 1,999 > ttabel, 1,6715. Berdasarkan hitungan rerata postes menafsirkan bacaan diperoleh nilai rerata kelas eksperimen (74,19) lebih tinggi dari kelas kontrol (67,59). Kedua, ada pengaruh yang signifikan pemberian multiteks terhadap kemampuan menganalisis bacaan secara kritis yaitu diketahui thitung 2,348 > ttabel, 1,6715. Berdasarkan hitungan rerata postes menganalisis bacaan diperoleh nilai rerata kelas eksperimen (85,07) lebih tinggi dari kelas kontrol (76,26). Ketiga, ada pengaruh yang signifikan pemberian multiteks terhadap kemampuan mengorganisasi bacaan secara kritis yaitu diketahui thitung 1,939 > ttabel, 1,6715. Berdasarkan hitungan rerata postes mengorganisasi bacaan diperoleh nilai rerata kelas eksperimen (85,94) lebih tinggi dari kelas kontrol (79,79). Keempat, tidak ada pengaruh yang signifikan pemberian multiteks terhadap kemampuan menilai bacaan secara kritis yaitu diketahui thitung 0,861 < ttabel, 1,6715. Namun, berdasarkan hitungan rerata postes menilai bacaan nilai rerata kelas eksperimen (66,00) lebih tinggi dari kelas kontrol (58,67). Hal-hal yang disarankan untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan jenis penelitian sungguhan, memberikan perlakuan lebih dari dua kali perlakuan dan hendaknya lebih mengontrol sumber bacaan yang digunakan dalam multiteks. Bagi guru Bahasa Indonesia hendaknya menggunakan multiteks dalam kegiatan membaca dan memberikan bimbingan membaca yang lebih intensif kepada siswa.

Studi tentang gaya kepemimpinan ketua OSIS dan hubungan dengan keefektifan organisasi pada SLTA Negeri di Propinsi Nusa Tenggara Barat / oleh Muhammad H. Abubakar

 

Pengaruh financial leverage terhadap return on equity (ROE) dan earning per share (EPS) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2009 / Raditya Erdi Kaswaratantra

 

Kata Kunci : Financial Leverage, Debt to Equity Ratio (DER), Times Interest Earned Ratio (TIER), Degree of Financial Leverage (DFL), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) Nilai suatu perusahaan tidak terlepas dari return atau pengembalian perusahaan terhadap investornya, atau dengan kata lain nilai yang baik dapat dicapai apabila return dan laba per sahamnya diberikan secara berkelanjutan dan merupakan perwakilan perusahaan sebagai imbalan atas keberanian investor dalam menanggung risiko. Selain itu, return dan laba per saham yang baik akan menunjukkan kinerja perusahaan sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan. Banyak pihak terkait yang membutuhkan informasi tentang pertumbuhan return saham dan laba per saham seperti investor, kreditor serta pemilik perusahaan.Pertumbuhan return on equity (ROE) dan earning per share (EPS) dipengaruhi oleh faktor financial leverage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yaitu financial leverage dengan sub variabel debt to equity ratio (DER), times interest earned ratio (TIER), dan degree of financial leverage (DFL) terhadap varibel terikat ROE dan EPS. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional yang bersifat kausalitas, yaitu peneliti ingin mengetahui apakah terdapat hubungan sebab akibat antar variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaanperusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2007-2009 berjumlah 151 perusahaan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu penentuan sampel berdasarkan kriteria tertentu sehingga menghasilkan sampel berjumlah 11 perusahaan. Hasil penelitian yaitu (1) DER tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE, (2) TIER berpengaruh signifikan terhadap ROE, (3) DFL tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE, (4) DER tidak berpengaruh signifikan terhadap EPS, (5) TIER berpengaruh signifikan terhadap EPS, (6) DFL berpengaruh signifikan terhadap EPS, (7) DER, TIER, DFL tidak berpengaruh secara spontan terhadap ROE, (8) DER, TIER, DFL berpengaruh secara spontan terhadap EPS. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan bagi perusahaan untuk menganalisis dan mempertimbangkan variabel financial leverage agar diperoleh tingkat ROE dan EPS yang optimal. Perusahaan dengan tingkat hutang cukup rendah seharusnya dapat memanfaatkan kelebihan tersebut dengan melakukan investasi menguntungkan dan menambah modal untuk menunjang operasional perusahaan. Sedangkan perusahaan dengan tingkat hutang yang cukup tinggi seharusnya mampu memanfaatkan ketersediaan dana untuk memperbesar laba. Dengan demikian, baik perusahaan yang memiliki tingkat hutang yang tinggi maupun perusahaan yang memiliki tingkat hutang rendah dapat memaksimalkan keuntungan yang selanjutnya dapat meningkatkan nilai ROE dan EPS.

Hubungan unjuk kerja fasilitator dan keterlibatan warga belajar dalam proses interaksi belajar dengan prestasi belajar warga belajar pada kursus sekretaris di Kotamadya Malang / oleh Suprapto

 

Kesulitan menyelesaikan soal cerita berbasis pecahan oleh siswa kelas IV SD Negeri Penanggungan 2 Malang / oleh Herutomo

 

Identifikasi kesulitan dalam mempelajari meteri unsur-unsur transisi periode keempat siswa kelas III IPA SMUN I Tumpang Kabupaten Malang / oleh Emy Khuriyah

 

Suatu studi kasus penggunaan metode pembelajaran kooperatif untuk mengajarkan materi sistem periodik unsur-unsur pada siswa kelas I cawu II tahun ajaran 1997/1998 di SMU Negeri I Kepanjen / oleh Siti Mulyani

 

Kajian tentang kemampuan dalam memberi nama dan menuliskan rumus kimia senyawa anorganik siswa kelas I,II, dan III IPA SMU Negeri I Ponorogo tahun ajaran 1997/1998 / oleh Wahyuni Rusdiyanti

 

Nilai-nilai moral dalam legenda di Kabupaten Ngawi (sebuah kajian sosiologi sastra) / Dani Sukma Agus Setiawan

 

ABSTRAK Setiawan, Dani Sukma Agus. 2015. Nilai-nilai Moral dalam Legenda di Kabupateng Ngawi. Tesis. Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mudjianto, M.Pd., (II) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd. Kata Kunci: nilai moral, legenda, Kabupaten Ngawi Legenda merupakan salah satu kekayaan sastra lisan yang terdapat di Indonesia. Beberapa legenda di antaranya berada di Kabupaten Ngawi, yakni legenda Ki Ageng Tawun, legenda Ki Ageng Plonco, legenda Jaka Buduk, dan legenda Adipati Kertanegara. Kemajuan teknologi dan moderenisasi semakin menggeser keberadaan tradisi sebagai kekayaan budaya. Sastra lisan semakin banyak ditinggalkan oleh penuturnya dan terancam punah dengan tidak adanya pendokumentasian. Penelitian ini berjudul“Nilai-Nilai Moral Legenda di Kabupaten Ngawi (Sebuah Kajian Sosiologi Sastra)”. Penelitian ini sebagai salah satu upaya pelestarian legenda dengan cara pendokumentasian dan pengkajian terhadap nilai-nilai yang ada dalam legenda. Selain untuk kelestarian legenda, peneliti berharap kajian akan bermanfaat bagi guru dan pendidik dalam pengembangan bahan ajar dengan berbasis budaya dan kearifan lokal menggunakan legenda di Kabupaten Ngawi. Penelitian ini difokuskan pada: (1) nilai moral individual,(2) nilai moral sosial, dan (3) nilai moral spiritual dalam legenda Ki Ageng Tawun, legenda Ki Ageng Plonco, legenda Jaka Buduk, dan legenda Adipati Kertanegara di Kabupaten Ngawi. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Data penelitian merupakan informasi verbal yang berupa transkrip hasil wawancara, catatan observasi, dokumentasi verbal dan non verbal (data pendukung) dari berbagai sumber data tentang isi cerita legenda di Kabupaten Ngawi. Sumber data ada dua macam yakni sumber data utama dan tambahan. Sumber data utama adalah penutur yang memiliki dan memahami tradisi lisan legenda tersebut. Ada tiga sumber data utama, yakni tokoh masyarat (kepala desa, tokoh adat, atau tetua yang memahami legenda), local genuin (pewaris atau keturunan dari tokoh dalam legenda), dan kuncen (juru kunci/ penjaga situs legenda). Sumber data tambahan merupakan dokumen-dokumen tentang legenda yang di dapat dari dinas pariwisata setempat dan dokumentasi yang berupa foto dari observasi lapangan tentang situs yang menjadi bukti keberadaan legenda. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan beberapa tahap yakni (1) obeservasi, (2) wawancara mendalam, (3) dokumentasi, (4) pengolahan data (transkrip data ke dalam teks cerita, dan penerjemahan teks cerita ke dalam bahasa Indonesia). Langkah-langkah analisis data data ilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) pembacaan teks seksama secara berulang, (2) menandai teks yang memiliki nilai-nilai moral individual, sosial, dan spiritual, (3) klasifikasi dan kodifikasi data dengan menggunakan instrumen dan panduan analisis, (4) interpretasi data dengan mengaitkan teori yang relevan yakni teori sastra lisan, nilai moral, teori etika, dan etika budaya Jawa, (5) membahas hasil temuan, dan (6) melakukan penyimpulan akhir. Penelitian ini menemukan nilai-nilai moral dalam legenda di Kabupaten Ngawi. Nilai-nilai moral yang ditemukan adalah sebagai berikut. (1) Nilai moral individual yang ditemukan antara lain adalah nilai kerja keras, nilai kemengertian, nilai tanggung jawab, nilai jiwa kesatria, nilai kecakapan, nilai budi pekerti, nilai kesederhanaan dan kerendahan hati, dan nilai keteguhan. (2) Nilai moral sosial yang ditemukan antara lain adalah nilai hormat dan kasih sayang, nilai pengorbanan, nilai kewajiban, nilai tanggung jawab, nilai kepemimpinan, nilai keadilan dan kebijaksanaan, nilai ketepatan janji, nilai kekeluargaan, nilai kegotongroyongan, dan nilai tolong-menolong.(3) Nilai moral spiritual yang ditemukan antara lain adalah nilai kepercayaan kepada Tuhan, nilai keiklasan dan kepasrahan pada Tuhan, nilai ajaran ritual kepercayaan, nilai kepercayaan pada hal gaib, nilai kepercayaan pada kekuatan supranatural, nilai ketaatan, dan nilai ketentraman batin. Saran dari peneliti demi kebaikan dan kebermanfaatan penelitian adalah sebagai berikut. (1) Saran kepada guru, hasil penelitiaan yang berkenaan dengan nilai-nilai moral dalam legenda supaya dimanfaatkan untuk diintegrasikan dengan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia sebagai pembelajaran berbasis budaya dan kearifan lokal. (2) Saran kepada dosen pengampu mata kuliah apresiasi sastra dan sastra lisan, model penelitian ini supaya dimanfaatkan sebagai contoh penerapan apresiasi sastra dan analisis terhadap sastra lisan. (3) Saran kepada peneliti selanjutnya, penelitian ini supaya dijadikan sebagai wacana bagi penelitian serupa terhadap legenda di Kabupaten Ngawi, mengingat masih banyaknya kekayaan budaya dan kearifan lokal yang belum digali.

Konsistensi keterikatan danem fisika, kimia, matematika dengan biologi di SMU dan prestasi mahasiswa biologi IKIP MALANG / oleh Kustari

 

I-writing: a CEFR-aligned e-writing assessment as the final school examination in the senior high school Milieu / David Imamyartha

 

ABSTRAK Imamyartha, David (2015). I-Writing: SebuahPenilaian e-Writing yang Tersejajardengan CEFR sebagaiUjianAkhirSekolah di ranahSekolahMenengahAtas. Tesis. Program StudiPendidikanBahasaInggris, PascasarjanaUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Gunadi Harry Sulistyo, M.A., (II) Dr. Emalia Iragiliati, M.Pd. Kata kunci: keabsahantes, I-Writing, tersejajardenganCEFR, e-assessment Penelitaninidilandasiolehmasalahkeabsahanujianmenulis yang terdapat di beberapaSekolahMenengahAtas di Indonesia. Hambatan administrasi yang luas dari tes menulis bahkan telah menyebabkan teka-teki dalam administrasinya. Dikhususkan untuk memecahkan masalah tesmenulis, studi ini ditujukanuntukmenerapkankerangkarujukan yang lazim di Eropa (CEFR) dane-assessment. Penelitian ini menerapkanmetodePenelitian dan Pengembangan (R and D) untuk mengatasi masalah pendidikan yang berkaitan dengan tes menulis. Bagian penelitiandilaksanakan melalui studi kasus pada tiga SMA di Malang untuk menyelidiki masalah keabsahan tesmenulis sebagai ujian akhir sekolah dan untukmenghasilkan sejumlah data sebagai dasar untuk pengembangan produk. Bagianpenelitian dari studiinimenggaliberagam data untuk pengembangan produk. Semua tes yang diteliti dalam studi kasus terbukti tercemar dengan masalah-masalah keabsahan tes. Sebuah tinjauan literatur terkait menghasilkankemampuan bahasa komunikatif(CLA) yang teradaptasi dalam tes menulis dan model kompetensi menulis. Duaproduktersebutberkaitandengankanon retorika dan penilaian berbasis kognitif pada, dari, dan untuk pembelajaran (CBAL ). Kedua konsep tersebutkemudian merancah pengembangan konstruksi tes, rubrik penilaian multi-ciri, pernyataanBisa-Melakukan I-Writing, danskalakemahiran I-Writing. Dalam penyelarasan I-Writing denganCEFR, adaempat langkah yang diterapkan: 1 ) pengenalan, 2 ) spesifikasi, 3 ) standarisasi, dan 4 ) validasi empiris. Setelah tryout dan validasi ahli, ditemukan bahwa I-Writing telah terbukti valid. Validasi ahlimenunjukan kualitas produk yang cukuptinggi, dalam skala 1sampai5, denganrincianpenilaiansebagai berikut: keabsahan berbasisteori(4,00), keabsahan konteks (4.60), keabsahan skor (4,28), keabsahan konsekuensial (4,00), otentisitas ( 5.00), dan keinteraktifan(4,60). Validasi empiris berhasil menguatkan validasi ahli sebabjugamenunjukanpenilaian tinggi, yang meliputipenilaian berikut: keabsahan berbasisteori(3,96), keabsahan konteksmenurut siswa (4,11), keabsahan konteks menurut guru (3,90) keabsahanpenilaianberdasarkan survei (4,15), keabsahanpenilaian berdasarkan ujicoba (4,31), keabsahan konsekuensial menurut siswa (4,11), keabsahan konsekuensial menurut guru (4,29) otentisitas (4,66), keinteraktifan (4,36), kepraktisan menurut guru (3,99), kepraktisan menurut siswa (3,57), dan kegunaansitus I-Writing (4.15). Validasi inijuga membuktikan penyelarasan I- Writing denganCEFR. Namun, beberapa aspek dari produk tetap memerlukan revisi.

Keutuhan struktur wacana opini dalam media massa cetak / Lukfika Dwiyanti

 

Kata kunci: keutuhan, struktur wacana opini, media massa cetak. Wacana ialah satuan bahasa yang terdiri atas seperangkat kalimat yang mempunyai hubungan pengertian antara yang satu dengan yang lain. Suatu wacana dituntut memiliki keutuhan struktur. Keutuhan ini dibangun oleh komponen-komponen yang terjalin dalam suatu organisasi kewacanaan yang disebut strukur wacana. Aspek yang mempengaruhi keutuhan wacana itu adalah kohesi dan koherensi. Kohesi dan koherensi berfungsi sebagai alat pembentuk wacana. Kajian kohesi meliputi kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. Kajian kohesi gramatikal meliputi referensi, substitusi, elipsis, dan konjungsi. Kajian kohesi leksikal meliputi sinonim, repetisi, kolokasi, antonim, hiponim, dan ekvivalensi. Pada koherensi, kajiannya meliputi hubungan sebab-akibat, sarana-hasil, alasan-sebab, sarana-tujuan, latar-kesimpulan, kelonggaran-hasil, syarat-hasil, hubungan perbandingan, parafrastis, amplikatif, aditif waktu, aditif non waktu, identifikasi, generik-spesifik, dan ibarat. Kohesi dan koherensi dapat menghasilkan sebuah wacana dengan kesatuan makna yang utuh dan terpadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Jenis penelitian ini adalah analisis wacana. Data penelitian ini adalah kalimat dan paragraf dalam wacana opini media massa cetak Kompas dan Jawa Pos, khususnya yang terdapat penggunaan unsur kohesi dan koherensi. Sumber data penelitian ini adalah media massa cetak Kompas dan Jawa Pos, khususnya yang memuat opini tentang kasus plagiarisme karya ilmiah, peringatan hari pers nasional, dan perdebatan seputar Rancangan Undang-Undang tentang Hukum Material Peradilan Bidang Perkawinan (RUU HMPBP) pada bulan Pebruari 2010. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa tabel-tabel sistematika data hasil analisis. Penggunaan tabel bertujuan untuk menjaring data yang menyangkut penggunaan piranti kohesi dan koherensi dalam wacana opini media massa cetak. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penemuan data penelitian, pencatatan data, serta penyeleksian data. Langkah-langkah analisis data meliputi klasifikasi data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara ketekunan/keajegan pengamat. Hasil penelitian ini adalah deskripsi bentuk piranti kohesi dan koherensi yang digunakan dalam wacana opini media massa cetak. Bentuk piranti kohesi dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu kohesi antarkalimat dan kohesi antarparagraf. Piranti kohesi gramatikal yang ditemukan penggunaannya dalam media massa cetak Kompas dan Jawa Pos adalah referensi, elipsis, dan konjungsi. Wujud penggunaan referensi anafora dalam kalimat dapat ditandai dengan kata mereka yang mengacu pada kalimat sebelumnya, sedangkan untuk konjungsi katafora dapat ditandai dengan kata poin pertama dan poin kedua yang mengacu pada kalimat sebelumnya. Penggunaan elipsis ditandai dengan adanya penghilangan kata atau beberapa kata dalam kalimat untuk kepraktisan bahasa. Wujud penggunaan konjungsi dalam kalimat yaitu pada kata akan tetapi untuk konjungsi adversatif, kata kemudian untuk konjungsi temporal, kata meski untuk konjungsi subordinatif, dan kata apalagi untuk konjungsi korelatif. Untuk piranti kohesi leksikal ditemukan penggunaan repetisi. Pada repetisi, wujud penggunaannya ditandai dengan pengulangan suatu kata pada kalimat berikutnya. Struktur koherensi juga dikategotikan menjadi dua kelompok, yaitu koherensi antarkalimat dan antarparagraf. Struktur koherensi yang ditemukan dalam wacana opini media massa cetak Kompas dan Jawa Pos meliputi hubungan sebab-akibat, hubungan sarana-hasil, hubungan alasan-sebab, hubungan latar-kesimpulan, hubungan parafrastis, hubungan amplikatif, hubungan aditif waktu beruntun, hubungan identifikasi, hubungan generik-spesifik, dan hubungan ibarat. Wujud penggunaan hubungan sebab-akibat dapat ditandai dengan kata akibatnya. Untuk hubungan sarana-hasil wujud penggunaannya ditandai dengan adanya kalimat yang menyatakan sarana dan hasilnya dinyatakan pada kalimat berikutnya. Wujud penggunaan hubungan alasan-sebab dapat ditandai dengan kata sebab. Penggunaan hubungan latar-kesimpulan dapat ditandai dengan kata jadi sebagai penunjuk suatu kesimpulan. Penggunaan hubungan parafrastis ditandai dengan adanya pengungkapan isi kalimat sebelumnya dengan cara yang lain pada kalimat berikutnya. Wujud penggunaan amplikatif dapat dilakukan dengan menambahkan contoh untuk memperkuat pernyataan kalimat sebelumnya. Untuk hubungan aditif waktu beruntun dapat ditandai dengan kata pertama-tama dan kemudian. Penggunaan hubungan identifikasi ditandai dengan adanya kalimat penjelas yang mengidentifikasi suatu istilah dari kalimat sebelumnya. Wujud penggunaan hubungan generik-spesifik dapat ditandai dengan menyebutkan salah satu contoh sebagai spesifikasi yang memperkuat penjelasan dari kalimat sebelumnya. Penggunaan hubungan ibarat dapat ditandai dengan adanya unsur pengandaian dalam kalimat. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disampaikan saran yang ditujukan kepada beberapa pihak sebagai berikut. Bagi para guru bahasa Indonesia diharapkan dapat mencermati hasil penelitian untuk memperoleh masukan materi bahan ajar untuk memperkaya pengetahuan siswa dan meningkatkan keterampilan berbahasa siswa sesuai kaidah bahasa, khususnya yang berkaitan dengan bidang analisis wacana (kohesi dan koherensi). Bagi mahasiswa jurusan bahasa dan sastra Indonesia diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan referensi untuk menyelesaikan tugas kuliah yang terkait dengan bidang analisis wacana, khususnya tentang kohesi dan koherensi.

Hubungan antara pola perilaku kepala sekolah sebagai supervisor dan morale kerja guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Sambungmacan Kabupaten Sragen Propinsi Jawa Tengah / oleh Jumadi

 

Pengembangan bahan ajar menyimak prosa fiksi berbasis nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata bagi siswa SMP kelas VIII / Susandi

 

ABSTRAK Susandi. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Menyimak Prosa Fiksi Berbasis Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata bagi Siswa SMP Kelas VIII.Tesis. Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Abdus Syukur Ghazali, M.Pd., (II) Dr. Nurhadi, M.Pd. Keywords:pengembangan, bahan ajar, kompetensi menyimak,prosa fiksi, nilai-nilai pendidikan karakter Pembelajaran menyimak prosa fiksi berbasis nilai-nilai pendidikan karakter memosisikan nilai-nilai pendidikan karakter sebagai dasar dalam pembahasan tentang manusia dan kehidupannya. Penelitian ini dilaksanakan untuk meneliti dan mengembangkan bahan ajar menyimak prosa fiksi berbasis pendidikan karakter dalam novel Laskar Pelangikarya Andrea Hirata. Bahan ajar ini dikembangkan berdasarkan kompetensi mendengarkan yang terdapat dalam KTSP 2006 untuk jenjang SMP kelas VIII semester II, yaitu memahami unsur intrinsik novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan(1) wujud produk bahan ajar menyimak prosa fiksi berbasis nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata bagi siswa SMP kelas VIII;(2) penyajian bahan ajar menyimak prosa fiksi berbasis nilai-nilai pendidikan karakter dalamnovel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata bagi siswa SMP kelas VIII; (3) penggunaan bahasa dalam produk bahan ajar menyimak prosa fiksi berbasis nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata bagi siswa SMP kelas VIII; dan (4) grafika bahan ajar menyimak prosa fiksi berbasis nilai-nilai pendidikan karakter dalamnovel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata bagi siswa SMP kelas VIII. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Rancangan pengembangan produk bahan ajar dalam penelitian ini diadaptasi dari teori desain R & D oleh Borg dan Gall. Berdasarkan desain tersebut, prosedur penelitian dan pengembangan ini dilaksanakan melalui lima tahap, yaitu (1) melakukan studi pendahuluan, (2) melakukan perencanaan, (3) mengembangkan jenis/bentuk produk awal, (4) melakukan uji coba lapangan tahap awal dan revisi, (5) melakukan uji coba lapangan utama dan revisi. Uji coba produk bahan ajar dilakukan kepada (1) ahli materi pembelajaran apresiasi sastra, (2) ahli penulisan bahan ajar, (3) guru Bahasa Indonesia, dan (4) siswa. Hasil data uji coba produk bahan ajar diperoleh dari angket. Data penelitian ini berupa data nonverbal dan verbal. Data nonverbal berupa skor penilaian, sedangkan data verbal berupa komentar dan saran perbaikan dari ahli, guru, dan siswa. Data dianalisis dengan (1) mendeskripsikan kemenarikan produk bahan ajar melalui penghitungan persentase kelayakan bahan ajar dan (2) mendeskripsikan kelayakan produk bahan ajar melalui penghitungan persentase kelayakan bahan ajar. Perbaikan dilakukan berdasarkan komentar dan sarandari ahli, guru, dan siswa yang disampaikan secara tertulis dan lisan. Perbedaan hasil pengembangan produk bahan ajar ini dengan bahan ajar kompetensi mendengarkan lain terletak pada pemanfaatan beberapa bagian naskah yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi. Beberapa bagian naskah yang telah dipilih tersebut kemudian diubah ke dalam bentuk rekaman pembacaan novel yang dilakukan oleh ahli pembacaan prosa fiksi, yakni Bapak Darmanto, S.Pd., M.Pd. Pemilihan naskah-naskah tersebut didasarkan pada kebutuhan tentang pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam nilai-nilai pendidikan karakter yang akan diintegrasikan dalam produk bahan ajar ini. Nilai-nilai pendidikan karakter tersebut mencakup nilai jujur, cerdas, peduli, dan tangguh. Komponenbahan ajar initerbagiatastigabagian, yaitu (1) pendahuluan, (2) isi, dan (3) penutup.Padabagianpendahuluan bukuteksterdapattigakomponen, yaitu (a) judul, (b) prakata, dan (c) daftarisi. Pada bagian isi,penyajianmateridalambukuteksdilengkapidengan (1) gambar, ilustrasi, atautabel; (2) sumberacuan; (3) soallatihanbervariasidanbergradasi; dan (4) rangkuman.Padabagian penutup bukuteksterdapat (1) daftarpustaka; (2) indekssubjek; dan (3) daftaristilah (glosarium);serta (4) lembar kerja siswa. Hasil penelitian berupa hasil analisis data dari angket ahli materi pembelajaran sastra diperoleh skor persentase sebesar 97,14% dan ahli penulisan bahan ajar diperoleh skor persentase sebesar 98,9%, yang artinya produk pengembangan valid/sangat layak untuk digunakan.Kemudian, analisis data dari praktisi lapangan dalam hal ini guru Bahasa Indonesiadiperoleh skor persentase 76,67%, yang artinya produk pengembangan cukup valid/layak untuk digunakan. Adapun hasil uji coba lapangan terhadap siswa diperoleh skor persentase 85,125% yang artinya produk pengembangan juga cukup valid/layak untuk digunakanuntuk pembelajaran menyimak prosa fiksi siswa SMP kelas VIII Semester II. Simpulan hasil penelitian dan pengembangan ini adalah produk pengembangan Bahan Ajar Menyimak Prosa Fiksi Berbasis Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata bagi Siswa SMP Kelas VIII valid dan efektif serta layak untuk digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar menyimak prosa fiksi siswa. Dari segi kepraktisan, bahan ajar ini telah dinilai praktis. Sebagai saran pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru dan siswa disarankan menggunakan bahan ajar ini dalam pembelajaran memahami unsur intrinsik novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan. Selanjutnya, produk pengembangan ini dapat disebarluaskan di semua kelas di sekolah yang bersangkutan atau bahkan di dalam forum MGMP. Produk bahan ajar ini juga dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk media pembelajaran interaktif, sehingga pembelajaran memahami unsur-unsur intrinsik novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan menjadi lebih menarik.

Hubungan antara pemanfaatan Perpustakaan IKIP MALANG dan prestasi belajar mahasiswa / oleh Umi Natikoh

 

Representasi latar sosial dalam citraan dan majas puisi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Malang: kajian sosiologi sastra / Khumaidi Abdillah

 

ABSTRAK Khumaidi Abdillah. 2015. Representasi Latar Sosial Dalam Citraan dan Majas Puisi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Malang: Kajian Sosiologi Sastra. Tesis, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Abd. Syukur Ghazali, M.Pd., (II) Dr. H. Sunaryo, HS., M.Hum. Kata Kunci: representasi latar sosial, citraan dan majas puisi, sosiologi sastra Puisi dianggap sebagai fakta kemanusiaan, fakta sejarah, dan kesadaran kolektif kebudayaan. Puisi dapat disebut sebagai cerminan dari pengarang, baik dari segi pemikiran, imajinasi, maupun realita yang berpadu dan melengkapi kelahiran suatu karya yang utuh. Hal tersebut kemudian dapat dilihat sebagai suatu paradigma, bahwa struktur sosial pengarang memengaruhi penciptaan bentuk (dalam hal ini, puisi), atau dengan kata lain, suatu karya sastra tidak dapat lepas dari pengaruh sosial budaya pengarangnya. penelitian ini dilaksanakan untuk meneliti pengaruh latar sosial dalam citraan dan majas puisi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Malang. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan representasi sosiologi pengarang dalam puisi melalui penggunaan citraan; 2) mendeskripsikan representasi sosiologi pengarang dalam puisi melalui penggunaan majas. Peneliti menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif untuk menjawab penelitian di atas. Dalam hal ini peneliti adalah sebagai instrumen utama. Data penelitian ini adalah teks puisi yang dihasilkan oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Malang .pengumpulan data melalui dokumentasi berupa antologi puisi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Malang sebanyak 36 judul puisi yang memiliki 7 latar sosial. Dalam penelitian ini trianggulasi sumber data, data, teori, dan metodologi diterapkan untuk mengecek keabsahan data. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasi data, mendeskripsikan hasil klasifikasi data, menganalisis data, dan menginterpretasi data. Reduksi data dilakukan dengan pengumpulan data, mengklasifikasi data, menginterpretasi data, dan mendeskripsikan hasil interpretasi. Tahap penelitian dibagi menjadi persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan citraan tidak merepresentasikan latar sosial siswa dalam puisi mereka didasarkan pada bentuk kata dan kelompok kata yang muncul di puisi siswa, (2) penggunaan majas tidak merepresentasikan latar sosial siswa dalam puisi yang didasarkan pada bentuk kata dan kelompok kata yang muncul di puisi siswa. (3) Latar sosial tempat siswa tumbuh dan berkembang, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah tergambar lewat pilihan kata berupa citraan dan majas dalam puisi mereka. Hal ini dapat dilihat kecenderungan penggunaan citraan dan majas pada puisi siswa. (4) Berdasarkan gambaran penggunaan citraan tersebut, siswa lebih banyak mengungkapkan apa yang dilihat melalui mata dan gerak dari objek. Sedangkan perabaan dan penciuman jarang digunakan. Sementara itu, Unsur puisi dalam hal ini tema yang homogen menjadikan citraan dan majas puisi hanya sebatas citraan penglihatan dan majas pengulangan.

Pengaruh kurs rupiah dan tingkat suku bunga terhadap return saham yang listing di Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2006-2009 / Figuri Sancoyowati

 

Kata kunci: kurs rupiah, tingkat suku bunga, return saham, Jakarta Islamic Index (JII) Kondisi perekonomian yang tidak stabil menyadarkan masyarakat bahwa selain harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup saat ini mereka juga harus mempertimbangkan kebutuhan masa yang akan datang. Oleh sebab itu mereka harus mengalokasikan sebagian penghasilan mereka untuk berjaga-jaga di masa yang akan datang. Salah satu alternatif investasi adalah melalui pasar modal syariah. Naik turunnya pasar modal dipengaruhi oleh faktor mikro dan makro ekonomi. Diantara faktor makro ekonomi yang memiliki peran dalam pergerakan harga saham adalah nilai tukar (kurs) rupiah dan tingkat suku bunga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurs rupiah dan tingkat suku bunga terhadap return saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII). Dalam penelitian ini variabel independent yang digunakan adalah kurs rupiah yang diukur dengan nilai tukar rupiah terhadap mata uang USD, tingkat suku bunga yang diukur dari tingkat suku bunga penutupan bulanan serta variabel dependen return saham yang diukur dengan return rata-rata saham penutupan bulanan Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploration dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam pengambilan sampel. Populasi dalam penelitian ini adalah meliputi seluruh perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index pada tahun 2006-2009 dan diperoleh sampel sebanyak 8 perusahaan yang memenuhi kriteria sampel. Peneliti menggunakan teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kurs rupiah tidak berpengaruh terhadap return saham, tingkat suku bunga tidak berpengaruh terhadap return saham. Dengan mempertimbangkan hasil penelitian tersebut, beberapa saran diajukan antara lain: (1) investor diharapkan lebih memperhatikan faktor-faktor fundamental perusahaan, (2) Pemerintah diharapkan memberikan payung hukum dalam mengembangkan pasar modal syariah, (3) diperlukan masterplan pengembangan pasar modal syariah melalui Bapepam, (4) kepada para akademisi diharapkan untuk terus melakukan kajian ilmiah mengenai pasar modal syariah dan (5) kepada peneliti selanjutnya hendaknya menggunakan factor fundamental perusahaan sebagai variabel bebas seperti tingkat profitabilitas, struktur modal serta tingkat likuiditas.

Penggunaan strategi konflik kognitif sebagai upaya memperkecil kesalahan siswa dalam memahami konsep-konsep termokimia studi kasus di SMUN Bontotiro / oleh Jusniar

 

Ketahanan tanaman kedelai [Glycine max (L.) Merrill] generai F3 terhadap CPMMV (Cowpea Mild Mottle Virus) / Dwi Yunita Laili Fitriah Cholis

 

Kata Kunci: KEDELAI, TANAMAN - KETAHANAN Kedelai merupakan tanaman yang rentan terhadap infeksi virus. Hasil produksi kedelai nasional mengalami penurunan, salah satu faktor yang menyebabkan adanya infeksi virus. Salah satu virus yang menyerang kedelai adalah Cowpea Mild Mottle Virus (CPMMV). CPMMV merupakan virus yang cukup potensial untuk mempengaruhi penurunan hasil produksi kedelai sampai 90%. Salah satu cara meningkatkan produksi kedelai, dengan menggunakan varietas kedelai tahan virus. Upaya perakitan tanaman kedelai tahan virus berdaya hasil tinggi telah dilakukan, dan telah sampai pada generasi F3 hasil persilangan empat varietas kedelai berdaya hasil tinggi tetapi peka CPMMV yaitu Anjasmoro, Mahameru, Gumitir dan Argopuro dan dua genotipe tahan CPMMV yaitu MLGG 0021 dan MLGG 0268. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) adanya perbedaan ketahanan tanaman kedelai generasi F3 berdasarkan perbedaan waktu skoring, 2) adanya perbedaan ketahanan tanaman kedelai antara galur-galur generasi F3, 3) adanya perbedaan ketahanan kedelai generasi F3 terhadap serangan CPMMV antara galur yang terkait perbedaan waktu skoring. Penelitian ini merupakan penelitian survai dengan melihat gejala intensitas serangan CPMMV pada tanaman kedelai pada umur tanaman kedelai 22 hst dan 32 hst. Pengamatan dilakukan pada delapan galur tanaman kedelai generasi F3 yang masing-masing hasil persilangan Argopuro x MLGG 0021, Argopuro x MLGG 0268, Anjasmoro x MLGG 0268, Anjasmoro x MLGG 0021, Gumitir x MLGG 0268, Gumitir x MLGG 0021, Mahameru x MLGG 0268, dan Mahameru x MLGG 0021 setiap galur berjumlah 42 baris tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) ada perbedaan ketahanan tanaman kedelai generasi F3 terhadap serangan CPMMV berdasarkan perbedaan waktu skoring, rata-rata intensitas serangan CPMMV pada skoring kedua lebih tinggi daripada rata-rata skoring pertama. Rendahnya rata-rata intensitas serangan pada skoring pertama menunjukkan ketahanan tanaman kedelai pada saat skoring pertama lebih tinggi daripada saat skoring kedua, 2) ada perbedaan ketahanan antara galur-galur generasi F3 terhadap serangan CPMMV, 3) ada perbedaan ketahanan tanaman kedelai generasi F3 terhadap serangan CPMMV antara galur yang terkait dengan perbedaan waktu skoring.

Retorika wacana orasi ilmiah bahasa Indonesia
oleh Mujianto

 

Pemanfaatan minyak biji jarak pagar (Jatropha Curcas L.) sebagai insektida nabati untuk pengendalian larva selenothrips rubrocinctus giard / Kirana Nur Hayati

 

Kata kunci: Minyak biji jarak pagar, Insektisida nabati, Mortalitas, Selenothrips rubrocinctus G. Jarak pagar (Jatropha curcas L.) famili Euphorbiaceae adalah tanaman yang mengandung senyawa kimia phorbol ester, curcin dan tryglyserida yang berpengaruh terhadap kehidupan serangga. Berdasarkan senyawa kimia tersebut, jarak pagar berpotensi sebagai insektisida nabati yang relatif aman terhadap lingkungan. Selenothrips rubrocinctus merupakan hama yang bersifat polifagus. Selain menyerang tanaman jarak pagar, serangga ini juga menjadi hama pada beberapa jenis tanaman budidaya lain, antara lain jambu mete, kopi, kakao, manggis, alpukat, mangga, makadamia, jambu biji, kacang tanah dan kapas. Kerusakan yang ditimbulkan oleh serangga hama ini terutama terjadi pada daun, bunga dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian aksesi, konsentrasi dan waktu pengamatan yang berbeda yang mempunyai pengaruh paling kuat terhadap mortalitas larva S. rubrocinctus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dalam faktorial. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2009 di Laboratorium Entomologi Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (BALITTAS) Karangploso Malang. Perlakuan terdiri atas tiga aksesi minyak biji jarak pagar aksesi IP. 1A (Improf Population) adalah aksesi yang didapat/diperoleh dari tanaman hasil pilihan dalam kebun induk dari Asembagus, yang memiliki produktivitas tinggi, kandungan minyak juga tinggi, aksesi SM 111 adalah aksesi yang berasal dari Nusa Tenggara Barat dan aksesi SP 8 adalah aksesi yang berasal dari Sulawesi Selatan) dengan berbagai konsentrasi yaitu kontrol air, kontrol air + detergen, 5 ml minyak biji jarak pagar + 1 g detergen/L air, 10 ml minyak biji jarak pagar + 1 g detergen /L air, 20 ml minyak biji jarak pagar + 1 g detergen /L air, 40 ml minyak biji jarak pagar + 1 g detergen /L air. Larva S. rubrocinctus disemprot dengan insektisida nabati sesuai konsentrasi, menggunakan alat “spray chamber”. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Diulang 5 kali, setiap ulangan terdiri dari 50 larva S. rubrocinctus. Pengamatan dilakukan pada 24 jam, 48 jam, 72 jam, 96 jam, dan 120 jam setelah penyemprotan dan di tandai dengan data mortalitas. Analisis data menggunakan analisis faktorial dan dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian aksesi, konsentrasi dan waktu pengamatan yang berbeda memberikan pengaruh terhadap mortalitas larva S. rubrocinctus. Pemberian macam aksesi yang berpengaruh paling kuat terhadap mortalitas larva S. rubrocinctus adalah SP 8 hingga 35,31 %. Konsentrasi yang berpengaruh paling kuat terhadap mortalitas larva S. rubrocinctus adalah 40 ml minyak biji jarak pagar + 1 g detergen/L air hingga 28,84 %. Sedangkan waktu pengamatan yang berpengaruh paling kuat terhadap mortalitas larva S. rubrocinctus adalah pada 120 jam hingga 31,32 %.

Pelaksanaan pembelajaran membaca di kelas VI Sekolah Dasar Negeri Jeru 02 Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang / Nany Safrianty

 

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MEMBACA DI KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI JERU 02 KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG LEARNING OF READING IMPLEMENTATION IN CLASS VI ELEMENTARY SCHOOL OF JERU 02 KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG. Nany Safrianty1, Imam Agus Basuki2, Nurchasanah3 Universitas Negeri Malang E-mail: nany.safrianty@yahoo.co.id ABSTRAK:. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan lima aspek mengenai pembelajaran membaca yaitu bahan ajar, strategi pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar, dan evaluasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Berdasarkan data dalam penelitian, ditemukan lima hal mengenai aspek pembelajaran membaca, yaitu: (1) bahan ajar yang digunakan dalam penelitian ini merupakan teks bacaan mencakup klasifikasi unsur-unsur yang terdapat dalam teks dan pemahaman mengenai isi teks untuk menemukan informasi penting dan menyelesaikan soal yang berkaitan dengan teks; (2) strategi pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi dan penugasan; (3) media pembelajaran yang digunakan berbentuk teks bacaan yang diperoleh dari fotokopi buku paket, koran, maupun majalah anak; (4) sumber belajar yang digunakan berupa buku paket, koran, dan majalah anak; dan (5) evaluasi yang diterapkan oleh guru dalam pembelajaran membaca meliputi menyelesaikan soal yang terkait dengan bacaan dan menemukan informasi penting yang terdapat dalam teks bacaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai pertimbangan untuk guru bahasa Indonesia bagi proses pelaksanaan pembelajaran membaca di SD. Kata Kunci: pembelajaran membaca, bahan ajar, strategi pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar, evaluasi. ABSTRACT: This research was carried out with the aim to describe five aspects about learning of reading, include learning materials, learning strategies, learning media, learning resource, and evaluation. This research is descriptive research. Based on the data found in research, five things about this aspect of learning of reading is: (1) learning materials that used in this research is reading text include unsures classification based on the text and understanding about content of the text to find important information and resolving the question that related to text; (2) learning strategies used are lectures, question and answer, discussion, and assignments; (3) learning media use shaped text reading obtained from photocopying a main book of learning, newspaper, or child’s magazine; (4) learning resources used in the form of a main book of learning, newspaper and child’s magazine; and (5) evaluation that teacher used in this learning of reading includes solve the question related to the reading and find important information contained in the text of reading. Keyword: learning of reading, learning materials, learning strategies, learning media, learning resources, evaluation.

Hubungan antara pola perilaku kepala sekolah sebagai supervisor dan morale kerja guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Sambungmacan Kabupaten Sragen Propinsi Jawa Tengah / oleh Jumadi

 

Pengaruh strategi pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar penerapan konsep dan prosedur / Andi Mariono

 

ABSTRAK AndiMariono, 2015. Pengaruh StrategiPembelajaran dan Gaya Belajar terhadap Penerapan Konsep dan Prosedur, Pascasarjana, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. I NyomanSudanaDegeng, M.Pd., (II) Prof. Dr. H. PunadjiSetyosari, M.Pd., M.Ed, dan (III) Dr. WarasKamdi, M.Pd. Kata Kunci: pembelajaran langsung, tutorial, gaya belajar, hasil belajar Tuntutan belajar di perguruan tinggi mengharuskan mahasiswa untuk dapat meningkatkan prestasi akademiknya dengan cara menguasai teori yang berkaitan dengan jurusan yang dipilihnya dan terampil (skillful) dalam mengolah informasi yang diterimanya. Menjembatani tuntutan tersebut, diperlukan pembelajaran yang mendorong mahasiswa agar kritis dalam menganalisis masalah-masalah, mampu memberi solusi secara lebih luas, dapat membangun pengetahuan melalui pengalaman dunia nyata dan negosiasi kognitif antar personal yang berlangsung di dalam suasana pembelajaran Strategi pembelajaran yang diterapkan pada Matakuliah Pengembangan Media Video/TV Pembelajaran sesuai dengan kondisi pembelajaran (karakteristik bidang studi) ini adalah pembelajaran langsung dan tutorial. Strategi pembelajaran langsung selama ini telah dilaksanakan, namun tidak sepenuhnya seperti sintak5 (lima) fase yang telah diajukan oleh Arends. Pelaksanaan pembelajaran dengan strategi tutorial merupakan pembelajaran untuk mengaktifkan mahasiswa agar berpartisipasi dan terlibat secara akademik maupun emosional. Dalam tutorial perlu dilakukan berbagai cara yang tepat oleh tutor (dosen) sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untukmengujiperbedaan hasilbelajarmenerapkan konsep antara kelompok mahasiswa yang diberi perlakuan strategi pembelajaranlangsungdenganstrategipembelajaran tutorial, (2) untukmenguji perbedaan hasilbelajarmenerapkanprosedur antara kelompok mahasiswa yang diberi perlakuan strategi pembelajaranlangsungdenganstrategipembelajaran tutorial, (3) untukmenguji perbedaan hasilbelajarmenerapkan konsep antara kelompok mahasiswa yangmemiliki gaya belajar visual dan auditorial, (4) untukmenguji perbedaan hasilbelajarmenerapkanprosedur antara kelompok mahasiswa yangmemiliki gaya belajar visual dan auditorial, (5) untukmenguji interaksi antara strategi pembelajarandan gaya belajar terhadap hasil belajar menerapkan konsep, dan (6) untukmenguji interaksi antara strategi pembelajarandan gaya belajar terhadap hasil belajar menerapkanprosedur dalam Mata Kuliah Pengembangan Media Video/TV Pembelajaranpada mahasiswa Program Studi S1 Teknologi Pendidikan FIP – UNESA. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan pengukuran dua faktor dalam versi faktorial 2 x 2pretes-posttest nonequivalent control group design. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa S1 Program Studi Teknologi Pembelajaran Unesa yang menempuh matakuliah pengembangan Media Video/TV Pembelajaran. Jumlah keseluruhan subyek 90 mahasiswa yang akan dibagi menjadi 2 kelas. Kelas A yang berjumah 45 mahasiswa diperlakukan sebagai kelas eksperimen sedangkan kelas B yang berjumlah 45 mahasiswa diperlakukan sebagai kelas kontrol. HipotesispenelitiandiujidenganujistatistikaMultivariate Analysis of Variance (Manova). Hasil penelitian penunjukkan bahwa (1) Terdapatperbedaanhasilbelajarpenerapankonseppadamahasiswa yang memperolehperlakuanstrategipembelajaranlangsungdenganstrategipembelajaran tutorial, dengan taraf signifikan 0,562 dan F = 0,338, (2) Terdapatperbedaanhasilbelajarpenerapanprosedurpadamahasiswa yang memperolehperlakuanstrategipembelajaranlangsungdenganstrategipembelajaran tutorial (0,852) dengan nilai F = 0,035, (3) Terdapatperbedaanhasilbelajarpenerapankonseppadamahasiswadengangayabelajaraudiotori (sig. = 0,796) danmahasiswadengangayabelajar visual(sig. 0,876), (4) Terdapatperbedaanhasilbelajarpenerapanprosedurpadamahasiswadengangayabelajarauditori (sig.= 0,866) danmahasiswadengangayabelajar visual(sig. = 0,632), (5) Strategipembelajaranlangsungdanstrategipembelajaran tutorial dengangayabelajartidakadapengaruhinteraksidalamperolehanhasilbelajarpenerapankonsep (sig. = 0,801; F = 0,64), (6) Strategipembelajaranlangsungdanstrategipembelajaran tutorial dengangayabelajartidakadapengaruhinteraksidalamperolehanhasilbelajarpenerapanprosedur (sig. = 0,699, F = 150). Berdasarkan hasil temuan ini dapat disimpulkan bahwa (1) terdapatperbedaanhasilbelajarpenerapankonseppadamahasiswa yang memperolehperlakuanstrategipembelajaranlangsungdenganstrategipembelajaran tutorial, (2) terdapatperbedaanhasilbelajarpenerapanprosedurpadamahasiswa yang memperolehperlakuanstrategipembelajaranlangsungdenganstrategipembelajaran tutorial, (3) terdapatperbedaanhasilbelajarpenerapankonseppadamahasiswadengangayabelajaraudiotoridanmahasiswadengangayabelajar visual, (4) terdapatperbedaanhasilbelajarpenerapanprosedurpadamahasiswadengangayabelajarauditoridanmahasiswadengangayabelajar visual, (5) strategipembelajaranlangsungdanstrategipembelajaran tutorial dengangayabelajartidakadapengaruhinteraksidalamperolehanhasilbelajarpenerapankonsep, dan (6) strategipembelajaranlangsungdanstrategipembelajaran tutorial dengangayabelajartidakadapengaruhinteraksidalamperolehanhasilbelajarpenerapanprosedur

Pelaksanaan komunikasi informal dalam rangka meningkatkan etos kerja pegawai Koperasi Pegawai Republik Indonesia Departemen Agama Kabupaten Sidoarjo
oleh Nur Laili Ni'mah

 

Perolehan kalimat bahasa Indonesia dalam karangan narasi siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri 2 Purwanegara, Purwokerto Utara, Banyumas / Kuntoro

 

ABSTRAK Kuntoro, 2015. Perolehan Kalimat Bahasa Indonesia dalam Karangan Narasi Siswa Kelas III Sekolah Dasar Negeri 2 Purwanegara, Purwokerto Utara, Banyumas. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Suparno, (2) Prof. Dr. H. Abdul Syukur Ibrahim, (3) Dr. Sunaryo, HS, S.H., M.Hum Kata Kunci: perolehan, kalimat, narasi, siswa sekolah dasar Penelitian ini memaparkan perolehan kalimat bahasa Indonesia siswa kelas III SD Negeri 2 Purwanegara, Purwokerto, Banyumas, dengan fokus pada: (1) perolehan kalimat tunggal dan (2) perolehan kalimat majemuk. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan mendeskripsikan (1) perolehan kalimat tunggal dan (2) perolehan kalimat majemuk. Data penelitian ini adalah satuan gramatikal: kalimat dan klausa yang terdapat pada wacana/teks karangan siswa kelas III SD Negeri 2 Purwanegara, Purwokerto. Sumber data penelitian ini adalah karangan narasi siswa kelas III SD Negeri 2 Purwanegara, Purwokerto. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan catat (baca dan catat), yakni membaca karangan siswa dengan cara saksama dan dilanjutkan dengan mencatat data dalam kartu data. Untuk menjaring data yang tepat digunakan instrumen yang berupa parameter penentuan kalimat tunggal dan kalimat majemuk, serta penentuan pola kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Data dianalisis dengan menggunakan metode (1) metode padan yakni menetapkan identitas satuan lingual dengan mengacu pada unsur penentu: (a) referensial, (b) mitra wicara, dan (2) metode agih (metode distribusional), teknik dasar bagi unsur langsung, dengan (a) teknik lesap, (b) teknik ganti, (c) teknik perluas, (d) teknik balik, dan (e) teknik ubah ujud. Berdasarkan hasil analisis data dapat dikemukakan kesimpulan mengenai perolehan kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Perolehan kalimat tunggal sebagai berikut. Pertama, penguasaan kalimat tunggal mencakup pemakaian pola-pola (fungsi dan peran kalimat) kalimat tunggal, meliputi (a) pola dasar kalimat tunggal mayor dan (b) pola turunan kalimat mayor, (c) pola kalimat minor. Kedua, penguasaan pola dasar kalimat tunggal mayor mencakup (1) pola S-P meliputi: (a) S/ag-P/ak, (b) S/pengl-P/sta, (c) S/identr-P/identf, (2) pola S-P-O dengan pola peran (a) S/ag-P/ak-O/ps, (3) S-P-Pel meliputi: (a) S/ag-P/ak-Pel/ps, (b) S/ag-P/ak-Pel/lok, (c) S/ag-P/ak-Pel/resp, (d) S/ag-P/ak-Pel/reslt. Penguasaan pola dasar kalimat tunggal mayor mencerminkan kemampuan menyusun kalimat dengan mengisi dua atau lebih fungsi dan peran sintaktis yang wajib hadir. Ketiga, penguasaan pola turunan kalimat tunggal mayor meliputi: (1) pola turunan kalimat tunggal mayor dengan perluasan atau penambahan keterangan dan atau pelengkap, (2) pola turunan dengan pembentukan pasif. Pola perluasan mencakup: (a) perluasan pola S/ag-P/ak, (b) perluasan pola S/pengl-P/sta, (c) perluasan S/ag-P/ak-O/ps. Penguasaan pola turunan kalimat tunggal mayor merupakan kemampuan pengembangan pola dasar dengan menambah, mempermutasikan keterangan, dan membentuk kalimat pasif. Keempat, pemakaian bentuk pasif tersebut dapat dilihat dari dua segi, yakni segi bentuk dan segi pengisian peran subjek. Dari bentuk, terdapat pemakaian pasif bentuk di- dan pasif bentuk persona. Dari segi peran, subjek diisi peran ‘pasien’ atau ‘reseptif’ dan predikat diisi peran ‘pasif. Pola turunan kalimat tunggal mayor dalam bentuk pasif (1) S-P-O: (a) S/ps-P/psf-O/ag, (b) S/benef-P/psf-O/ps, (c) S/benef-P/psf-O1/ps-O2/ag, (2) S-P-Ket: (a) S/ps-P/psf-Ket/sb, (b) S/ps-P/psf-Ket/ins, (3) S-P-Pel: (a) S/resp-P/psf-Pel/ps, (4) Ket-S-P: (a)Ket/lok-S/ps-P/psf, (5) Ket-S-P-Pel: (a) Ket/lok-S/ps-P/psf-Pel/ag, (6) Ket-S-P-O-Ket: (a) Ket/tem-S/ps-P/psf-O/ag-Ket/tuj. Kelima, penguasaan kalimat minor mencakup pola (1) P/sta, (2) P/ak, dan (3) Pel/ps. Pemakaian kalimat minor mencerminkan kemampuan menyusun kalimat dengan menghadirkan atau melesapkan salah satu fungsi sintaktis. Perolehan kalimat majemuk sebagai berikut. Pertama, penguasaan kalimat majemuk mencakup (1) penguasaan pola kalimat majemuk setara, (2) kalimat majemuk bertingkat, dan (3) kalimat majemuk campuran. Kedua, penguasaan pola kalimat majemuk setara rapatan meliputi (1) pola kalimat majemuk setara rapatan predikat, (2) pola kalimat majemuk setara rapatan predikat dan objek; (3) pola kalimat majemuk setara rapatan predikat dan pelengkap (4) pola kalimat majemuk setara rapatan predikat dan keterangan; (5) pola kalimat majemuk setara rapatan keterangan, (6) pola kalimat majemuk setara rapatan subjek, (7) pola kalimat majemuk setara rapatan subjek dan predikat, (8) pola kalimat majemuk setara rapatan subjek dan objek, (9) pola kalimat majemuk setara rapatan subjek dan keterangan, (10) pola kalimat majemuk setara rapatan subjek, predikat dan pelengkap, (11) pola kalimat majemuk setara rapatan keterangan dan subjek, (12) pola kalimat majemuk setara rapatan keterangan, subjek, dan predikat, (13) pola kalimat majemuk setara rapatan keterangan, predikat, dan pelengkap, (14) pola kalimat majemuk setara rapatan keterangan, predikat, dan keterangan, (15) pola kalimat majemuk setara rapatan keterangan, subjek, predikat, dan keterangan. Penguasaan kalimat majemuk rapatan merupakan kemampuan menggabungkan dua atau lebih klausa yang sederajat, kemampuan memilih konjungsi, dan merapatkan gagasan/klausa yang sama. Ketiga, penguasaan pola kalimat majemuk setara tak rapatan mencakup kemampuan (1) menggabungkan dua klausa setara, (2) menggabungkan tiga klausa setara. Penggabungan tersebut menyatakan hubungan penambahan dengan penanda konjungsi dan, lalu, hubungan pertentangan dengan penanda hubungan tetapi, dan hubungan penegasan dengan penanda konjungsi ternyata. Keempat, penguasaan pola kalimat majemuk bertingkat mencakup (1) kalimat majemuk bertingkat dengan klausa atasan mendahului klausa bawahan dan (2) kalimat majemuk bertingkat dengan klausa bawahan mendahului klausa atasan. Pembentukan kalimat majemuk bertingkat dengan klausa atasan mendahului klausa bawahan, klausa bawahan ditempatkan sebagai pengisi fungsi (1) predikat, (2) objek, (3) pelengkap, dan (4) keterangan. Kalimat majemuk dengan klausa bawahan mendahului klausa atasan, klausa bawahan sebagai pengisi fungsi keterangan. Kelima, kalimat majemuk campuran merupakan penggabungan dari kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat. Penyusunan kalimat majemuk campuran mencerminkan kemampuan siswa menggabungkan dua atau tiga gagasan dalam klausa secara setara dan menempatkan gabungan klausa setara sebagai pengisi fungsi lain pada klausa atasan atau sebaliknya.

Peranan Ulama dalam menyelesaikan sengketa waris di kalangan masyarakat Islam
(Suatu studi si Wilayah Hukum Pengadilan Agama Ponorogo)
oleh Aman Nursusila

 

Hubungan antara minat memasuki sekolah dan prestasi belajar dengan karier yang direncanakan siswa kelas II SMK Cor Jesu Malang
oleh Anna Rustini

 

Pengembangan trainer kenb=dali tegangan generator dc berbasis labview dengan mengatur putaran poros generator untuk mata kuliah mesin-mesin listrik pada mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang / Zefri Andri Mianto

 

ABSTRAK Andri, Zefri. 2015. Pengembagan Trainer Kendali Tegangan Generator DC Manget Permanen Berbasis Labview Dengan Mengatur Putaran Poros Generator Untuk Mata Kuliah Praktikum Mesin-Mesin Listrik Pada Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Mohamad Rodhi Faiz, S.T., M.T. (2) Drs. Hari Putranto Kata Kunci: pengembangan, Trainer Kendali Tegangan Generator DC Berbasis LabVIEW,tegangan, Handout dan Jobsheet. Pada pembelajaran Mesin-Mesin Listrik di Jurusan Tenik Elektro, terdapat salah satu materi yang penting yang harus dipelajari yaitu pengendalian tegangan generator. Materi ini disajikan pada mata kuliah teori dan mata kuliah praktikum untuk pengujian generator berbeban dan beban nol. Masalah yang sering terjadi pada saat proses praktikum adalah saat proses pengukuran. Pada saat proses pengukuran sering kali hasil yang didapat tidak stabil dan membuat jenuh Mahasiswa. Selain itu penggunaan alat ukur yang terlalu banyak membuat proses praktikum memakan waktu yang cukup banyak. NI USB 6008 dan pemrograman Labview adalaha salah satu alternatif untuk pemecahan permasalahan yang ada. Pada proses Pengembangan ini mengahasilkan media pembelajaran berupa trainer kendali tegangan generator DC berbasis Labview untuk mata kuliah Mesin-Mesin Listrik serta bahan pembelajaran cetak seperti jobsheet dan handout. Model pengembangan trainer ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Yang terdiri dari 5 tahap yaitu analisi, desain, development, implementasi, dan evaluasi. Pembuatan trainer, handout dan jobsheet di mulai dengan menganalisa kondisi praktikum untuk melatar belakangi pembuatan trainer ini. Setelah itu berlanjut ke tahap desain untuk mendesain trainer, handout dan jobsheet agar menarik minat Mahasisswa dalam belajar mengenai generator DC. Jika desain tersebut telah selesai buat tahap berikutnya adalah development atau realisasi pembuatan trainer, jobsheet dan handout. Jika telah selesai trainer di uji coba dan di validasi. Apabila trainer tidak memiliki cacat maka tidak perlu dilakukan evaluasi. Berdasarkan hasil uji coba didapatkan persentase dari Ahli Media, Ahli Materi dan subyek uji coba sebagaiberikut: (1) Hasil persenatase yang diperoleh dari Ahli Media adalah 96%, (2) hasil persentase skor keseluruhan dari Ahli materi sebesar 86%, (3) hasil persentase dari uji coba kelompok kecil adalah 88,1%, dan (4) hasil persentase uji coba kelompok besar sebesar 88%. Sehingga dari penelitian pengembangan ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan trainer sangat valid.

Geometri, Hiperbolik
oleh Sophia Candra Dewi

 

Hubungan prestasi mata kuliah Menggambar Teknik 2 dan motivasi mengerjakan pada prestasi mata kuliah Perancangan Gedung 1 Program Studiu S1 Perndidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang / Wike Yesi Oktaviyanti

 

ABSTRAK Oktaviyanti, Wike Yesi. 2015. Hubungan Prestasi Mata Kuliah Menggambar Teknik 2 dan Motivasi Mengerjakan pada Prestasi Mata Kuliah Perancangan Gedung 1 Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Adjib Karjanto, S.T., M.T. (2) Drs. Eko Setyawan, S. T., M.T. Kata kunci: Prestasi Menggambar Teknik 2, Motivasi Mengerjakan, Prestasi Perancangan Gedung 1 Prestasi belajar merupakan hasil usaha yang dilakukan mahasiswa dalam mencapai tujuan belajar dan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan mahasiswa dalam menempuh mata kuliah tersebut. Mata kuliah Perancangan Gedung 1 sering menjadi masalah bagi tingkat kelulusan mahasiswa. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah dalam penyelesaian mata kuliah Perancangan Gedung 1, seperti kurang memahami materi mata kuliah pendukung Perancangan Gedung 1, dan kurangnya motivasi mengerjakan pada mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui adakah hubungan antara prestasi dalam mata kuliah Menggambar Teknik 2 dan prestasi dalam mata kuliah Perancangan Gedung 1, (2) mengetahui adakah hubungan antara motivasi mengerjakan Perancangan Gedung 1 dan prestasi dalam mata kuliah Perancangan Gedung 1, dan (3) mengetahui adakah hubungan antara prestasi mata kuliah Menggambar Teknik 2 dan motivasi mengerjakan pada prestasi dalam mata kuliah Perancangan Gedung 1 Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 81 mahasiswa. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa program studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang yang baru pertama kali mengambil mata kuliah Perancangan Gedung 1 pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi Product Moment Pearson dan analisis korelasi ganda. Berdasarkan hasil analsis data, diperoleh tiga simpulan sebagai berikut: Pertama, terdapat hubungan positif yang signifikan dan termasuk interprestasi koefisien korelasi pada kriteria sedang antara prestasi Menggambar Teknik 2 dan prestasi Perancangan Gedung 1. Kedua, terdapat hubungan positif yang signifikan dan termasuk interprestasi koefisien korelasi pada kriteria rendah antara motivasi belajar dan prestasi Perancangan Gedung 1. Dan ketiga, terdapat hubungan positif yang signifikan dan termasuk interprestasi koefisien korelasi pada kriteria sedang antara prestasi Menggambar Teknik 2 dan Motivasi belajar secara bersama-sama pada prestasi Perancangan Gedung 1 pada program studi S1 Pendidikan Teknik Banguanan Universitas Negeri Malang Tahun Angkatan 2012/2013.

A Study on the English textbooks for SLTP student based on the 1994 English curriculum / by Mochammad Wahju Widijanto

 

Pengendalian biaya tenaga kerja untuk menentukan harga pokok produksi pada PT. PG. Krebet Baru Malang / oleh Handri Setiawan

 

Pengaruh besar arus listrik terhadap struktur mikro daerah haz dan kekuatan impact hasil pengelasan dengan las GMAW pada baja ST 41 / Hendi Setiawan

 

ABSTRAK Setiawan, Hendi. 2015. Pengaruh Besar Arus Listrik terhadap Struktur Mikro Daerah Haz dan Kekuatan Impact Hasil Pengelasan dengan Las GMAW Pada Baja St 41. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Solichin, S.T., M. Kes., (II) Prihanto Tri Hutomo, S.T., M.T. Kata kunci: las GMAW, uji impact, struktur mikro, baja St 41. Pengelasan biasanya hanya dipergunakan pada sambungan dan reparasi yang kurang penting. Tetapi melalui pengalaman dan praktek yang banyak dan waktu yang lama, sekarang penggunaan pengelasan dan penggunaan konstruksi las merupakan hal yang umum di semua negara dunia. Sekitar tahun 1940-an terjadi patah getas pada beberapa jembatan dan kapal yang dilas. Walaupun secara statistik kecelakaan yang ditimbulkan oleh patah getas ini hanya kecil, tetapi memberikan masalah teknik besar yang perlu segera diatasi. Salah satu contoh kasus bangunan yang mengalami patah getas adalah Jembatan Rudersdorf di Jerman yang terbuat dari pelat baja yang dilas. Patahnya jembatan ini disebabkan oleh beberapa retak halus pada daerah pengaruh panas dari sambungan las. Penelitian kemudian menunjukkan bahwa sifat-sifat bahan yang digunakan terutama kepekaan terhadap takik dan retak las memegang peranan utama dalam patah getas. Kelanjutan dari penelitian-penelitian ini menentukan standar cara-cara pengujian seperti uji Charpy dengan takik V, uji rambatan retak, dan cara uji kepekaan retak. Dengan cara-cara pengujian ini maka terbentuklah dasar-dasar pemilihan bahan yang sesuai untuk pengelasan. Oleh karena itu untuk memperoleh standar pengelasan yang baik khususnya pada las GMAW (Gas Meta Arc Welding) penelitian ini dilakukan untuk memperoleh besar arus yang sesuai terhadap baja St 41. Penelitian menggunakan metode eksperimental dilaksanakan dengan kondisi dan peralatan yang telah disesuaikan untuk memperoleh perbedaan dari besar arus yang standar. Subjek dalam penelitian ini berjumlah sembilan sampel uji. Dilakukan dengan dua pengujian yaitu uji kekuatan impact dan foto mikro. Struktur mikro yang ditinjau dari jenis fasa pada daerah HAZ pada pengelasan GMAW dengan variasi arus 75 A, 100 A, dan 125 A memiliki jenis fasa yang sama yakni ferit dan perlit. Perbedaan terletak pada besar kecilnya ferit dan perlit. Besarnya arus diikuti dengan pembesaran fasa ferit dan pengecilan pada fasa perlit. Fasa ferit terbesar terdapat pada variasi arus 125 A. Sedangkan untuk uji impact ditinjau dari nilai ketangguhan daerah lasan pada pengelasan memiliki nilai ketangguhan, dimana variasi arus 125 A memberikan nilai ketangguhan lebih besar jika dibandingkan dengan variasi arus yang lainnya. Hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa arus 125 A sangat cocok dalam pengelasan baja St 41 dengan menggunakan las GMAW.

Persamaan diferensial matriks
oleh Akhmad Wasil Alami

 

Perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi pada perusahaan rokok Lestari Pakisaji Malang
oleh Sri Wulandari

 

Evaluasi kinerja operasional angkutan umum bus trayek Dampit-Malang / Eka Adi Kurniawan

 

ABSTRAK Kurniawan, Eka, Adi. 2015. Evaluasi Kinerja Operasional Angkutan Umum Bus Trayek Dampit - Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Boedi Rahardjo, M.Pd., M.T., (II) Drs. Adjib Karjanto, S.T, M.T. Kata kunci: kinerja, angkutan umum, Bus, Trayek Banyaknya jumlah penduduk yang ada di Kecamatan Dampit menjadikan tingginya angka permintaan untuk pelayanan angkutan umum dalam kota yang menghubungkan antara Kecamatan Dampit dan daerah lainnya, ini disebabkan karena banyaknya masyarakat yang menjual barang dagangannya di luar Kecamatan Dampit, bekerja di pemerintahan Kota Malang, dan menempuh pendidikan di Kota Malang.Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya kendaraan bermotor yang digunakan oleh masyarakat Kecamatan Dampit Kabupaten Malang yang menyebabkan sepinya penumpang angkutan umum khususnya Bus yang beroperasi pada Trayek Kecamatan Dampit – Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi kinerja angkutan umum Bus Trayek Kecamatan Dampit-Kota Malang, yang mencakup Load Factor (faktor muat), Kecepatan Perjalanan, Headway, Waktu Perjalanan,Waktu Pelayanan, Frekuensi Kendaraan, Waktu tunggu penumpang, Awal dan Akhir perjalanan. Pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan metode survey OnBoard dan survey Offboard untuk mendapatkan data –data naik turun penumpang, waktu perjalanan, headway, Kecepatan perjalanan, Analisis data menggunakan alat bantu software Microsoft Excel. Hasil analisis penelitian yang didapatkan; (1) Load Factor Onboard dari terminal Kecamatan Dampit – Terminal Gadang Kota Malang rata-rata untuk mewakili hari libur Minggu sebesar 26,33%, untuk hari kerja Senin 42,44%, (2) Load Factor Offboard hari kerja Selasa dari terminal Kecamatan Dampit – Terminal Gadang Kota Malang 46,67%, (3) Kecepatan perjalanan rata-rata hari Minggu 26,95 km/jam, hari Senin 27,51 km/jam, (4) Headway rata-rata terminal Kecamatan Dampit selama 6,96 menit, (5) Waktu perjalanan Rata-rata hari Minggu 02:17 menit/km, hari Senin 02:16 menit/km, (6) waktu pelayanan Terminal Dampit selama 14,5 jam, (7) rata-rata frekuensi kendaraan perhari pada hari Selasa 11 kendaraan/jam, (8) rata-rata waktu tunggu penumpang terminal Dampit 3,48 menit, (9) awal dan Akhir perjalanan Terminal Dampit adalah mulai pukul 04.00 – 18.40 Wib.

Hubungan antara minat masuk sekolah, masalah-masalah yang dihadapi dengan prestasi belajar siswa MAN Tlogo Blitar
oleh Diana Dwi Oktafia Safitri

 

Menggunakan ruang hasil kali dalam untuk menentukan koefisien deret fourier
oleh Setyo Budiarti Widyaningrum

 

Penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran matematika kelas I Cawu I Sekolah Dasar Negeri Kepenilikan Klojen I Kecamatan Klojen Kodya Malang / oleh Enika Dewi

 

Pengaruh iklan media cetak dan brand image (citra merek) terhadap keputusan konsumen dalam membeli handphone merek Nokia (studi pada mahasiwa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Nico Hardian Nugroho

 

Kata kunci: iklan media cetak, brand image, keputusan pembelian Keberadaan handphone atau telepon genggam sudah banyak membanjiri pasar perangkat keras di Indonesia. Dari banyaknya handphone yang beredar di pasar, pengaruh iklan media cetak dan brand image terhadap keputusan pembelian handphone sangat berpengaruh besar dalam menentukan pilihan. Nokia selaku perusahaan handphone terbesar di Indonesia melakukan promosi baik dari segi periklanan dan dari aspek-aspek lainnya seperti brand image yang mampu membangun kredibilitas perusahaan tersebut. Kedua macam pengaruh ini diaplikasikan oleh konsumen ketika membeli handphone merek Nokia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi pengaruh iklan media cetak dan brand image pengguna handphone merek Nokia pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dalam membeli handphone merek Nokia, mengetahui pengaruh variable iklan media cetak (X1) dan brand image (X2) secara parsial maupun simultan terhadap keputusan pembelian (Y) handphone merek Nokia, dan mengetahui sub variable yang dominan mempengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini dilakukan pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Populasi dalam penelitian ini yaitu pengguna handphone merek dilakukan pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dengan jumlah sampel sejumlah 100 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik accidental sampling dan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa iklan media cetak (X1), dan brand image (X2) mempunyai nilai thitung masing-masing (7,392; 3,075) sedangkan nilai Fhitung sebesar 40,750 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai  0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan iklan media cetak (X1), dan brand image (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) handphone merek Nokia baik secara parsial maupun simultan. Sedangkan faktor berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian handphone merek Nokia adalah iklan media cetak (X1).

Hubungan antara tingkat perputaran piutang dengan rentabilitas pada unit usaha simpan pinjam KPN Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Malang
oleh Diana Wulandari

 

Hubungan antara keefektifan sertifikasi guru, kompetensi profesional, semangat kerja, dan budaya mutu dengan kinerja guru sekolah dasar negeri di Kabupaten Jember / Muhammad Muhajir

 

Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd, (II) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D., dan (III) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd Kata kunci: keefektifan sertifikasi guru, kompetensi profesional, semangat kerja, budaya mutu, dan kinerja guru Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa. Pendidikan sebagai salah usaha mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan serta ikut bertanggung jawab atas penyiapan tenaga kerja terdidik dengan kualifikasi yang dapat diandalkan untuk menjamin prestasi dan performance yang sepadan dengan tuntutan masa depan. Keunggulan daya saing sangat tergantung dari kualitas sumber daya manusia , dan hal itu tidak akan datang dengan sendirinya. Kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan melalui proses pendidikan. Guru memiliki peran dan tanggungjawab yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Jika ada tuntutan bagi guru untuk meningkatkan kinerjanya, hal itu terutama dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional, dan pada gilirannya untuk membuat bangsa Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Pemyataan tersebut mengisyaratkan tanggungjawab dari para guru yang sudah sejak lama berada digaris depan pendidikan. Sekarang ini rendahnya kinerja guru banyak disoroti sebagai penyebab utama merosotnya mutu pendidikan nasional. Karena itu ada suatu kebutuhan yang mendesak untuk menemukan upaya dan strategi untuk meningkatkan kinerja guru demi memperbaiki proses belajar-mengajar dikelas. Keefektifan sertifikasi guru, kompetensi profesional guru, semangat kerja guru, dan budaya mutu diduga sebagai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja guru SD Negeri di Kabupaten Jember. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran hubungan antara variabel keefektifan sertifikasi guru, kompetensi profesional guru, semangat kerja guru, budaya mutu, dan kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Jember. Apakah terdapat hubungan langsung atau tidak langsung dari variabel-variabel tersebut dan bagaimana model hubungan antar variabel secara struktural. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan sertifikasi guru, kompetensi profesional guru, semangat kerja guru, budaya mutu dan kinerja guru pada Sekolah Dasar di Kabupaten Jember. Selain itu, untuk mengetahui ada tidaknya hubungan masing-masing variabel, baik hubungan secara langsung maupun hubungan tidak langsung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian survey. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan subyek yang berkaitan dengan keefektifan sertifikasi guru, kompetensi profesional guru, semangat kerja guru, dan budaya mutu dengan kinerja guru pada pendidikan dasar di Kabupaten Jember. Sampel penelitian sebanyak 275 guru pada taraf signifikan 0,05%, diambil dari populasi sebesar 1248 guru SD yang menyebar di 31 kecamatan di Kabupaten Jember dengan teknik proporsional random sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui instrumen angket yang telah terbukti memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang dipersyaratkan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa keefektifan sertifikasi guru, kompetensi profesional guru, semangat kerja guru, budaya mutu, dan kinerja guru sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Jember berada dalam kategori tinggi. Sementara analisis hubungan antar variabel menunjukkan bahwa pada taraf signifikan 0,05% atau taraf kepercayaan 95% terdapat: (1) hubungan langsung yang signifikan antara keefektifan sertifikasi guru dengan kompetensi profesional guru; (2) hubungan langsung yang signifikan antara keefektifan sertifikasi guru dengan semangat kerja guru; (3) hubungan langsung yang signifikan antara kompetensi profesional guru dengan Semangat kerja guru; (4) hubungan langsung yang signifikan antara kompetensi profesional guru dengan Budaya mutu, (5) hubungan langsung yang signifikan antara kompetensi profesional guru dengan kinerja guru, (6) hubungan langsung yang signifikan antara semangat kerja guru dengan budaya mutu; (7) hubungan langsung yang signifikan antara semangat kerja guru dengan kinerja guru; (8) hubungan tidak langsung antara keefektifan sertifikasi guru dengan kinerja guru melalui semangat kerja guru; (9) hubungan tidak langsung antara keefektifan sertifikasi guru dengan kinerja guru melalui kompetensi profesional guru; (10) hubungan tidak langsung antara kompetensi profesional guru dengan kinerja guru melalui semangat kerja guru, (11) hubungan yang signifikan secara simultan antara keefektifan sertifikasi guru, kompetensi profesional guru, semangat kerja guru, dan budaya mutu dengan kinerja guru SD Negeri di Kabupaten Jember. Berdasarkan temuan-temuan penelitian di atas, dapat dikemukakan saran sebagai berikut: (1) bagi pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan selaku pelaksana sertifikasi guru dalam jabatan, agar hasil penelitian dijadikan dasar pengambilan keputusan dan kebijakan yang tepat dalam melaksanakan sertifikasi guru, sehingga tercipta budaya mutu yang kondusif dan peningkatan kompetensi, semangat kerja dan kinerja guru, (2) bagi guru-guru sangat diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat menjadi masukan untuk membenahi diri dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab-nya guna meningkatkan tujuan pendidikan nasional dan pada gilirannya menjadi-kan bangsa Indonesia setara dengan bangsa-bangsa lain, (3) sangat diharapkan bagi peneliti berikutnya untuk mengkaji juga variabel-variabel lain yang mungkin saja berpengaruh terhadap kinerja guru, misalnya perilaku kepala sekolah, motivasi kerja guru, kepuasan kerja guru, dan komitmen organisasi.

Analisis pemahaman konsep asam-basa melalui penggambaran mikroskopis dan hubungannya dengan kemampuan berpikir formal mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNLAM Banjarmasin / oleh Atiek Winardi

 

Pengaruh kondisi bengkel bodi otomotif SMK terhadap minat belajar dan kepuasan siswa SMK se Jawa Timur / Helanda Fotkawati

 

ABSTRAK Fotkawati, Helanda. 2015. Pengaruh Kondisi Bengkel Bodi OtomotifTerhadap Minat Belajar dan Kepuasan Siswa SMK se- Jawa Timur. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Mardji, M.Kes (2) Imam Muda Nauri., DRS., S.T., M.T Kata kunci : Pengaruh, Kondisi Bengkel bodi Otomotif, Minat Belajar dan Kepuasan Bengkel merupakan sebuah ruangan yang didalamnya dilaksanakan proses pengerjaan suatu alat antara lain perbaikan, perakitan, maupun pembuatan. Kegiatanpraktikum di bengkel bodiotomotifmerupakansalahsatu proses pembelajaran siswa kejuruan. Dalam proses tersebut banyak sekali kendala yang terjadi, salah satu faktor adalah kondisi bengkel. Tujuanyang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh kondisi bengkel bodi otomotif (ventilasi, cahaya, suhu, suara, kelembaban, kebersihan, tataletak dan kelengkapan alat) terhadap minat belajar siswa SMK se- Jawa Timur. (2) untuk mengetahui pengaruh kondisi bengkel bodi otomotif (ventilasi, cahaya, suhu, suara, kelembaban, kebersihan, tataletak dan kelengkapan alat) terhadap kepuasan belajar siswa SMK se- Jawa Timur. (3) untuk mengetahui pengaruh kondisi bengkel bodi otomotif (ventilasi, cahaya, suhu, suara, kelembaban, kebersihan, tataletak dan kelengkapan alat) terhadap minat belajar dan kepuasan siswa SMK se- Jawa Timur. Penelitianini dilakukan di SMK PGRI 3 Malang dan SMKN 1 Purwosari. Teknikpengumpulan data menggunakancaraobservasidanmenggunakankuisionerangket. Teknik analisis data dengan statistik deskriptif dan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan: (1) secara diskriptif diketahui kondisi ventilasi, cahaya, Suhu, Suara, kelembaban, memiliki klasifikasi baik, dan kondisi minat belajar, kepuasan siswa memiliki klasifikasi sangat baik. (2) dari hasil analisis data didapatkan bahwa variabel kondisi ventilasi (X1), Kelengkapan Alat (X7) bengkel secara bersama sama terdapat berpengaruh secara signifikan terhadap Minat Belajar Siswa.Hal itudibuktikandengannilaisignifikansi0,031˂ 0,05 (kepercayaan 95%), dannilaiRsquare0,183 yang artinya data memiliki pengaruh yang posotif terhadap variabel.(3)dari hasil analisis data didapatkan bahwa variabel kondisi ventilasi (X1), Kelengkapan Alat (X7) bengkel secara bersama sama terdapat berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan Belajar Siswa.Hal itudibuktikandengannilaisignifikansi0,000 ˂ 0,05 (kepercayaan 95%), dannilaiRsquare0,233 yang artinya data memiliki pengaruh yang posotif terhadap variabel. Kesimpulan: BahwakondisiBengkel Bodi Otomotif SMK (ventilasi, pencahayaan, suhu, suara, kelembaban, tataletak, kebersihan, dan kelengkapan alatbengkel berpengaruh dan Signifikasiterhadapminat belajar dan kepuasan siswa SMK Se-Jawa Timur. Saran: bagi peneliti lain untuk mengembangkan penelitian ini sebeb masih banyak variable yang belum tergali dalam penelitian ini.

Pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan wajib pajak (studi pada pelayanan pajak pratama Purbalingga) / Nunuk Hariyati

 

Kata Kunci: Kualitas Layanan, Kepuasan Wajib Pajak Kepuasan wajib pajak adalah harapan utama Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purbalingga yang saat ini sedang memperbaiki kinerja kantornya. Wajib pajak merupakan salah unsur terpenting dalam penilaian pada kantor pajak, maka keberadaannya harus diperhatikan. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam perusahaan adalah bagaimana memahami kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) dari setiap wajib pajak. Sehingga hal ini merupakan suatu bentuk tuntunan bagi pihak kantor dalam memahami karakteristik perilaku wajib pajaknya. Kepuasan wajib pajak bukanlah hal yang mudah dicapai, karena setiap wajib pajak memiliki penilaian masing-masing tentang kepuasan. Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi kepuasan wajib pajak, seperti dimensi kualitas layanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: pengaruh secara parsial dan simultan kualitas layanan terhadap kepuasan wajib pajak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purbalingga. Populasinya adalah wajib pajak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purbalingga pada bulan Oktober 2009 yaitu sebanyak 6382, sedangkan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, dan untuk penentuan jumlah sampel digunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 100 wajib pajak. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah bukti langsung (X1), keandalan (X2), daya tanggap (X3), jaminan (X4), dan empati (X5), sedangkan variabel terikatnya adalah kepuasan wajib pajak (Y). Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows Release 13,0 dengan taraf signifikansi 5%. Diperoleh nilai variabel bukti langsung (X1) didapatkan nilai B=0,034, thitung 0,280 dengan Sig t 0,780. Variabel keandalan (X2) didapatkan B=0,031 thitung 0,258 dengan Sig t 0,797. Variabel daya tanggap (X3) didapatkan nilai B=-0,448 thitung 2,302 dengan Sig t 0,024. Variabel jaminan (X4) didapatkan nilai B= 0,289 thitung 2,525 dengan Sig t 0,013. Variabel empati (X5) didapatkan B=0,165 thitung 1,062 dengan Sig t 0,291. Selain itu didapatkan juga nilai Fhitung sebesar 4,356 serta nilai koefisien determinasi sebesar 0,145 yang memiliki arti kualitas layanan secara simultan mempengaruhi kepuasan wajib pajak sebesar 14,5% sedangkan sisanya 85,5% dipengaruhi oleh variabel kinerja pegawai yang meliputi pemenuhan janji Kantor Pelayanan Pajak terhadap para wajib pajak, kesungguhan pegawai dalam membantu wajib pajak untuk memenuhi segala kebutuhannya, keefektifan dan keefesienan proses atau pengerjaan para pegawai dalam melayani wajib pajak, komunikasi yang tepat antar pegawai dan wajib pajak, perilaku pegawai yang mampu membuat wajib pajak mempercayai para pegawai, memberikan informasi mengenai jasa yang dibutuhkan oleh wajib pajak kapan akan dilaksanakan, dalam melayani wajib pajak pegawai tidak terlihat terlalu sibuk dalam melakukan tugasnya sehingga wajib pajak merasa lebih dianggap keberadaannya. Berdasarkan penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa secara parsial yang terdapat pengaruh positif yang signifikan adalah variabel daya tanggap dan jaminan sedangkan untuk variabel bukti fisik, keandalan, dan empati tidak tedapat pengaruh positif yang signifikan antara kualitas layanan terhadap kepuasan wajib pajak. Dan secara simultan terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kualitas layanan terhadap kepuasan wajib pajak. Selain itu jaminan merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi kepuasan wajib pajak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purbalingga.

Perancangan video promosi untuk mendukung upaya aktivasi promosi Seventy Razors Barbershop di Kota Malang / Ahmad Dairoby

 

ABSTRAK Dairoby, Ahmad. 2015. “PerancanganVideo PromosiUntukMendukungUpayaAktivasiPromosi Seventy Razors Barbershop di Kota Malang”.Skripsi, Program Studi, DesainKomunikasi Visual, Jurusan, SenidanDesain, Fakultas, Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn(II) Andreas SyahPahlevi, S.Sn,M.Sn Kata kunci: Perancangan, Video, Video Promosi, Seventy Razors Barbershop,Kota Malang, Malang. Barbershopyang berkonsep vintage mulaiberkembang di Kota Malangtahun2014 ,seventy razors barbershopmerupakansalahsatubarbershop yangberkonsep vintage di Kota Malang . Meskipundemikiansebagianmasyarakat Kota Malang belumbiasamenggunkanjasacukurrambut di barbershop , karenamerekalebihbiasa di tukangcukurrambutjalanan , inimembuktikanbahwamasyarakat Kota Malang masihbelummemahamibetultentangbarbershop.Tujuanperancanganiniadalahmembuatsebuah media utamaberupavideopromosidengandurasi 2 menit 50 detikdanmembuat media pendukungberupatote bag, kaos, poster,x-banner, sticker, leaflet. Yang bertujuansebagai media persuasikepadamasyarakatsupayamenggunakanjasacukurrambutseventy razors barbershop. Metodeperancanganmenggunakan model prosedural, diawalidenganmenetapkan proses pra-produksilaluproduksidanterakhiradalahpascaproduksi. Tahappra-produksimeliputipenentuan ide, dan proses pembuatannaskahproduksi. Tahapproduksimeliputiperekaman video dansuara.Pascaproduksimeliputiediting, danpromotion . Perancanganinimenghasilkansebuahvideo promosi.Videoinimenceritakan Kegiatansehari-hari di barbershopdanproses cukurlengkapdenganfasilitas yang tersedia di seventy razors barbershop.Kelebihandari media berupa video promosiyaitukonsumendapatmudahmemahamimaksuddantujuan video tersebutsehinggapromosibisaberjalanefektif.Denganhasilperancanganini, diharapkanmasyarakatdapatmemahamidanbisamencobamenggunakanjasadariseventy razors barbershop di kota Malang.

Developing instructional materials for essay writing at the English Department of Universitas Negeri Manado / Deisyi Anna Bantunan

 

Graduate Program in English Language Teaching. State University of Malang. Advisors: (1) Prof. Dr. Nur Mukminatien, M.Pd, (2) Dr. Yazid Basthomi, M.A Key Word: instructional materials, writing III Writing III is one of the content subjects that must be taken by the students. Unfortunately, there are some problems related to the teaching materials of Writing III subjects. The existing materials is seeming for sake of availability. Monotonous writing activities, lack of text structure knowledge and no feedback given on students writing are also characterized the existing materials of Writing III. Therefore, the study is aimed to produce instructional materials for Writing III subjects as taken by the fourth semester students. The study is categorized as Research and Development (R and D) which is intended to produce instructional materials on Writing III for the fourth semester students of Universitas Negeri Manado in North Sulawesi using modified Borg and Gall’s model. The modified model of Borg and Gall has four steps. The first step was needs analysis and reference study. The students’ needs and interest, motivation, and problems on Writing III subject were identified using unstructured interviews to both students and teachers. Besides, the researcher read some related research on materials development, studied the existing syllabus of Writing III, as well as evaluated the available materials used in teaching and learning process. The second step was materials development. The materials were adopted, adapted, and organized based on the availability of the existing relevant materials and resources and supplemented by pictures. The materials were developed by including both writing process genre approach and Tomlinson and Matsuhara’s (2004) technique of writing materials. The third step was expert validation. A form of questionnaire was given to the experts of materials development/content and design/media to assess the tentative product in terms of its content and design. The revisions were done in reference to the suggestions given. The fourth step was limited field testing. It was conducted in order to have students’ comments on the developed materials, identify students’ difficulty dealing with the developed materials, as well as indentify how to improve the instructional materials. The judgment of content/product development expert and media/design expert showed that the work book was categorized as good. However, lighter side, concept map, language, spacing, background color, and answer option should be revised. The results of field testing indicated that the course book was very good but the mistyping should be revised and the writer should provide more than one example of each model text. The developed materials can be used as sources of learning because it was developed based on students’ needs, interests and problems, and was validated and tried out. Moreover, the other institutions which have the same problems and similar students’ characteristics may use the developed materials. Finally, the future researchers are suggested to put into account the students’ learning styles and a retrospective evaluation in form of a response-based evaluation and a learning-based evaluation.

Menyelesaikan persmaan diferensial linier dengan reduksi order
oleh Neni Daryati

 

Pengelolaan peserta didik oleh kepala sekolah di Sekolah Dasar se Kecamatan Blimbing Kotamadia Malang
oleh Karyati Mamik Dwi

 

Nilai moral dlam novel langit dan bumi sahabat kami" karya NH. Dini
oleh Siti Mahmudah"

 

Pengembangan modul ajar pemrograman web dinamis berbasis strategi training within insdustry di SMK / Muhammad Danny Rizkyanto

 

ABSTRAK Rizkyanto, Muhammad, Danny. 2015. Pengembangan Modul Ajar Pemrograman Web Dinamis Berbasis Strategi Training Within IndustryDi SMK.Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd.,(II) Ahmad Fahmi, S.T.,M.T. Kata Kunci:modul, pemrograman web dinamis, training within industry Sekolah Menengah Kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam jenjang tertentu dan mengembangkan sikap profesionalisme. Demi mencapai tujuan tersebut proses pembelajaran harus sesuai dengan pendidikan di sekolah kejuruan. Selama ini proses kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada mata pelajaran pemrograman web dinamis di kelas XI program keahlian Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 6 Malang, berjalan dengan tanpa adanya buku teks, buku LKS, maupun buku pegangan lain yang dimiliki siswa. Sehingga kegiatan pembelajaran sangat bergantung sepenuhnya kepada guru. Pada saat guru menjelaskan materi, guru selalu memerintahkan siswa untuk mencatat materi. Akibatnya yang terjadi adalah proses pembelajaran menjadi tidak efektif karena waktu pembelajaran akan terbuang banyak oleh kegiatan mencatat materi. Pada saat kegiatan praktik, guru membagikan jobsheet yang dibuat sendiri oleh guru, jobsheetyang disajikan kurang optimal karena belum tersusun secara runut dan keterkaitan kegiatan praktikum yang satu dengan yang lainnya masih belum tersusun dengan baik. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan adanya modul ajar yang dapat membantu siswa dalam proses belajar, apalagi dalam mata pelajaran pemrograman web dinamis terdapat kegiatan praktik, sehingga keberadaan modul ajar praktikum sangat cocok digunakan untuk membantu siswa untuk mendukung kegiatan pembelajaran praktik pemrograman web dinamis. Strategi yang diterapkan adalah metode pembelajaran Training Within Industry(TWI) yang dianggap sesuai dengan pembelajaran praktik di sekolah menengah kejuruan. Adapun prosedur penelitian dan pengembangannya adalah identifikasi kebutuhan, perumusan tujuan pembelajaran, perumusan butir-butir materi, perumusan alat ukur keberhasilan, penulisan naskah media, validasi ahli, uji coba, revisi, dan produk siap untuk diproduksi. Validasi dilakukan oleh ahli materidan ahli media serta uji coba produkoleh pengguna yaitu siswa program keahlian Rekayasa perangkat Lunak kelas XI. Jenis data yang diperoleh dari validasi dan uji coba produk berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif didapat dari saran subjek uji, dan data kuantitatif adalah skor yang didapatkan dari hasil validasi dan uji coba. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media dan ahli materisebesar 91,25% dan 93,90%. Sedangkan hasil uji coba siswa memiliki tingkat validitas 88,67%. Dan uji coba guru memiliki tingkat validitas 95%. Jika di rata-rata, maka total persentase yang didapat sebesar 92,20%. Sehingga berdasarkan tingkat validitas, dapat disimpulkan bahwa modul ajar pemrograman web dinamis tersebut sangat valid/tidak revisi dan layak digunakan pada kegiatan pembelajaran siswa RPL kelas XI di SMK Negeri 6 Malang.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 |