Utilizing picture cue technique to improve the speaking ability of the seventh year students of SMP Negeri 13 Malang / Sitta Setyaningsih

 

ABSTRACT Setyaningsih, Sitta. 2010. Utilizing Picture Cue Technique to Improve The Speaking Ability of The Seventh Year Students of SMP Negeri 13 Malang. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Drs. Murdibjono, M.A. Key words: picture cue technique, speaking ability The speaking ability of the seventh year students of SMP Negeri 13 Malang was unsatisfactory. Most of the students were unable to express their ideas freely in speaking activities. They were unmotivated to speak because of several reasons: they were afraid of making mistakes, they did not know about the English words (vocabulary), and they did not know how to construct them into meaningful phrases and sentences in order to deliver their ideas. As a result, less than 50% of the students scored below minimal score 3 within the range score 1-5. Picture cue technique was selected as an alternative strategy to solve the problems. Picture cue technique is a single or series of pictures that implies meaning. This study was aimed at finding out whether picture cue technique can improve the students’ speaking ability at SMP Negeri 13 Malang. In this study, the researcher expected that at least 75% of the students achieved score 3 for fluency, accuracy, and confidence. This study was a collaborative classroom action research, which consisted of two cycles; each cycle consisted of two meetings. The second cycle was done with some improvement on the activity. Each cycle consisted of three stages: pre-speaking, whilst-speaking, and post-speaking stage. The subject of the study was the students of VII C SMP Negeri 13 Malang. The result of this study showed that the picture cue technique effectively improved the students’ speaking ability, particularly in form of descriptive. It can be seen from the result of the implementation of picture cue technique in Cycle 2. It was found that 79.48 % (31 out of 39 students) could achieve score 3.00 (minimum score) for “good” qualification. Moreover, most of them gave positive response towards the implementation of picture cue technique. They were excited in speaking activities. In addition, it was found that the students improved their fluency, accuracy, and confidence. Picture cue technique can be used to improve the students’ speaking ability at SMP Negeri 13 Malang. It helped students express their ideas freely based on the picture they choose. It is suggested that the teacher use picture cue technique in teaching speaking since it can solve students’ problems in speaking. It is also suggested that other researchers conduct other research that applies picture cue technique in other skills, genres and in different grade.

Meningkatkan kemampuan menemukan kalimat utama dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas IV SDN Candibinangun IV Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan / M. Yasin

 

ABSTRAK Yasin, M. 2010. Meningkatkan Kemampuan Menemukan Kalimat Utama Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD di Kelas IV SDN Candibinangun IV Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar Dan Pra Sekolah. Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing : (I) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd, (II) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, M.Pd Kata kunci : Kemampuan menemukan, kalimat utama, pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kemampuan siswa kelas IV SDN Candibinangun IV Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia materi menemukan kalimat utama dalam paragraf sangat rendah. Hasil belajar dari 30 siswa, hanya 7 (20%) yang memiliki taraf ketuntasan penguasaan menemukan kalimat utama dalam paragraf ≥70. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) Mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa kelas IV SDN Candibinangun IV Kecamatan Sukorejo menemukan kalimat utama dalam paragraf. (2) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa kelas IV SDN Candibinangun IV Kecamatan Sukorejo dalam menemukan kalimat utama dalam paragraf melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Lokasi penelitian di SDN Candibinangun IV Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan dengan subyek penelitian siswa kelas IV yang berjumlah 30 orang. Tehnik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan tes, observasi, dan wawancara. Data dianalisa secara deskriptif prosentase dan deskriptif kualitatif. Hasil PTK membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menemukan kalimat utama dalam paragraf. Nilai rata-rata kelas meningkat dari 64 pada pra penelitian menjadi 70 pada siklus I, atau meningkat 6 poin dan meningkat kembali menjadi 75 pada siklus II, atau meningkat 5 poin. Ketuntasan belajar klasikal pada siklus I sebesar 63% (19 siswa), dan pada siklus II menjadi 87% (26 siswa), atau meningkat 24% dan memenuhi indikator keberhasilan penelitian. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan kemampuan menemukan kalimat utama dalam paragraf siswa kelas IV SDN Candibinangun IV Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Peneliti menyarankan kepada para guru agar menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagai variasi dalam proses belajar mengajar. Dalam penelitian ini, masih ada 4 siswa (13%) yang belum tuntas belajar secara individu, karena itu, diharapkan kepada peneliti lain yang melaksanakan kegiatan penelitian serupa agar lebih meningkatkan hasil tersebut menjadi lebih maksimal.

Pengaruh kepuasan terhadap loyalitas pelanggan pos express di kantor pos besar malang / Bangkitlahia Wira Egara

 

ABSTRAK Egara, Bangkitlahia Wira, 2010. Pengaruh Kepuasan Terhadap Loyalitas Pelanggan Pos Express di Kantor Pos Besar Malang. Skripsi, Program Studi S1 Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si.; (II) Afwan Hariri Agus Prohimi, SE, M.Si Kata Kunci : Kepuasan, Loyalitas Pelanggan Loyalitas pelanggan (konsumen) secara umum dapat diartikan kesetiaan seseorang atas suatu produk, baik barang maupun jasa tertentu. Dalam membentuk loyalitas pelanggan, perusahaan harus mampu memberikan kepuasan kepada pelanggannya Kepuasan pelanggan merupakan suatu hal yang sangat berharga demi mempertahankan keberadaan konsumen tersebut untuk tetap berjalannya suatu bisnis atau usaha. Loyalitas pelanggan tidak terbentuk dalam waktu yang singkat, tetapi melalui proses belajar atau proses pencarian informasi dan berdasarkan pengalaman pelanggan dari pembelian yang konsisten sepanjang waktu. Kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara kinerja (hasil) produk yang dipikirkan terhadap kinerja (atau hasil) yang diharapkan. Jika kinerja berada dibawah harapan, pelanggan tidak puas. Jika kinerja memenuhi harapan pelanggan puas. Jika kinerja melebihi harapan, pelanggan sangat puas atau senang. Oleh karena itu, Loyalitas konsumen merupakan manifestasi dan kelanjutan dari kepuasan konsumen dalam menggunakan fasilitas maupun jasa pelayanan yang diberikan oleh pihak perusahaan, serta untuk tetap menjadi konsumen dari perusahaan tersebut. Loyalitas adalah bukti konsumen yang selalu menjadi pelanggan, yang memiliki kekuatan dan sikap positif atas perusahaan itu. Penelitian ini dilakukan untuk: (1) mengetahui tingkat kepuasan dan loyalitas pelanggan Pos Express di Kantor Pos Besar Malang; (2) mengetahui pengaruh kepuasan pelanggan yang terdiri dari atribut produk, atribut pelayanan, dan atribut pembelian terhadap loyalitas pelanggan secara parsial pada Pos Express di Kantor Pos Besar Malang; (3) mengetahui pengaruh kepuasan pelanggan yang terdiri dari atribut produk, atribut pelayanan, dan atribut pembelian terhadap loyalitas pelanggan secara simultan pada pelanggan Pos Express di Kantor Pos Besar Malang; (4) mengetahui Faktor manakah yang memiliki pengaruh dominan terhadap loyalitas pelanggan pada Pos Express di Kantor Pos Besar Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua konsumen yang pernah dan sedang menggunakan jasa Pos Express di Kantor Pos Besar Malang yang berjumlah 100 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner, observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda, sedangkan untuk menguji kelayakan regresi, dilakukan uji asumsi klasik. Hasil analisis data responden dilakukan dengan bantuan SPSS 16.00 for Windows. ii Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) pelanggan Pos Express di Kantor Pos Besar Malang merasa puas ditinjau dari Atribut produk, atribut pelayanan dan atribut pembelian sekaligus pelanggan Pos Express di Kantor Pos Besar Malang yang dijadikan responden dalam penelitian ini loyal terhadap Kantor Pos Besar Malang; (2) Terdapat pengaruh yang signifikan variabel kepuasan yang meliputi atribut produk, atribut pelayanan, dan atribut pembelian secara parsial atau sendiri-sendiri terhadap loyalitas pelanggan Pos Express di Kantor Pos Besar Malang ; (3) Terdapat pengaruh yang signifikan variabel kepuasan yang meliputi atribut produk, atribut pelayanan, dan atribut pembelian secara simultan atau bersama-sama terhadap loyalitas pelanggan Pos Express di Kantor Pos Besar Malang; (4) Faktor yang Dominan mempengaruhi loyalitas pelanggan Pos Express di Kantor Pos Besar Malang adalah atribut produk (X1). Saran bagi peneliti selanjutnya mengharapkan meneliti tentang variabel bebas lain yang mempengaruhi loyalitas pelanggan seperti kualitas layanan, citra perusahaan, switching barriers , harga, promosi, dan psikologis. Bagi perusahaan diharapkan Perlu mempertahankan dan meningkatkan lagi kepuasan dan loyalitas pelanggan yang sudah tercipta, karena mayoritas pelanggan beranggapan baik terhadap reputasi perusahaan, harga yang dibayarkan, kecepatan dan ketepatan dalam pengiriman barang, dan lebih banyaknya tempat tujuan pengiriman dibandingkan dengan penyedia jasa yang lain. Kemudian lebih meningkatan pelayanan dalam hal sumber daya manusia, dengan peningkatkan keramahan, kesopanan, dan perhatian karyawan dalam melayani konsumen dan hendaknya selalu meningkatkan kecepatan dan ketepatan waktu pengiriman yang telah tercipta.

The effect of using flip charts on the ability to identify grammatical structures of the sixth graders of SDN Rek-Kerrek II Palengaan Pamekasan / Henni Herawati

 

Teaching English to young learners is not easy. One of the most significantproblems faced by English teachers of elementary schools is deciding the suitablemedia in teaching English. Therefore, the teacher should find appropriate media inteaching English. Teaching English may mean teaching all aspects: skills andcomponents. Grammar is one of the essential components in English in order to beable to communicate acceptably and effectively by using that language. There areseveral media used in teaching and learning grammar; one of them is flip charts.Flip charts refer to colorful pictures that can be used to illustrate grammar in theforms of picture and words.This study is aimed to examine whether there is a significance differenceon the ability to identify grammatical structures (preposition and adjective phrase)of the sixth graders of SDN Rek-Kerrek II Palengaan Pamekasan between thosewho were taught by using flip charts and those who were taught without using flipcharts. This study was a quasi experimental design with the procedures includingthe pre-experimental stage, the experimental stage, and the post experimentalstage. The instrument used to get the data was the grammatical structures testsconsisting of 20 items for preposition test and 20 items for adjective test. They arein the form of multiple choice types with four options. Each of the test items wereconsidered valid from the view of test content and the representation of thematerials tested since the test used content validity. The reliability was found to be0.808. Meaning that the reliability of the test was very high.This study was conducted to the sixth grade of SDN Rek-Kerrek IIKecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan in academic year 2009-2010. Thesubjects were two classes of the sixth grade. One class was used as theexperimental group and the other one was used as the control group. Theexperimental group consisted of 33 students and the control group consisted of 32students. So, the total number was 65 students.The finding shows that the experimental group got better mean score thanthe control group. For preposition test, the mean score of the posttest for theexperimental group was 81.36 and for the control group was 55.46. Meanwhile,for adjective test, the mean score of the posttest for the experimental group was82.57 and for the control group was 63.90. Based on ANCOVA analysis with thehelp of the SPSS 14.0 program and pretest as covariates, it was found that theobserved value (Fov ) is 75.760 for Preposition Test and F ov = 58.070 forAdjective Test. Both Fov is higher than F cv at 0.05 level of significance. Itindicates that there is a significant difference on the ability of students to identifygrammatical structures between those taught using flip charts and those taughtwithout using flip charts.In conclusion, the finding of the research shows that the flip charts areeffective to be used in teaching and learning grammatical structures. Thus, thewriter suggests that flip charts be used in the teaching and learning grammaticalstructures in elementary schools.

Penerapan model pembelajaran kooperatif numbered head together (NHT) untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Sukolilo II Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan / Anis Muftisyah

 

ABSTRAK Muftisyah,Anis. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Head Together Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SDN Sukolilo II Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Imam Nawawi, M.Si, (2) Dra. Purwendarti, M.Pd. ABSTRACT Muftisyah, Anis. 2010. Implementation of Cooperative Learning Model Numbered Heads Together To Enhance Student Learning Outcomes IPS SDN Sukolilo II Class V Sub Prigen Pasuruan. Elementary School Teacher Education Programs Faculty of Education, State University of Malang. Advisors: (1) Drs. Imam Nawawi, M. Si, (2) Dra. Purwendarti, M.Pd. Kata Kunci: penerapan, model, pembelajaran, Numbered Head Together, hasil belajar Berdasarkan hasil wawancara, observasi, tes, maupun dokumentasi didapatkan bahwa banyak siswa yang mengalami permasalahan dalam pembelajaran. Permasalahan dalam kegiatan pembelajaran tersebut bermacam-macam, diantaranya adalah pembelajaran yang terlalu banyak menggunakan metode ceramah terlebih pada mata pelajaran IPS yang memiliki materi lebih banyak dibandingkan dengan mata pelajaran lain, atau kurangnya variasi model pembelajaran yang inovatif sehingga menyebabkan siswa cepat bosan. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Sukolilo II Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan masih di bawah kriteria ketuntasan. Penyebab utama dari permasalahan tersebut adalah kurangnya variasi model pembelajaran sehingga menyebabkan siswa merasa bosan dengan pembelajaran yang ada. Untuk itu perlu adanya penyelesaian dalam permasalahan tersebut. Salah satu alternatif pemecahan masalah tersebut dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together pada pembelajaran IPS siswa kelas V SDN Sukolilo II Kecamatan Prigen Kabupaten pasuruan; 2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Sukolilo II Kecamatan Prigen kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap tindakan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN Sukolilo II Kecamatan Prigen Kabupaten pasuruan. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SDN Sukolilo II. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah panduan observasi, panduan wawancara, soal tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Sukolillo II Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Hal ini dapat dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa dari pra tindakan yaitu nilai rata-rata kelas yang diperoleh adalah 63,85 dengan ketuntasan belajar 25%. Dengan demikian pada pra tindakan dinyatakan belum tuntas. Kemudian pada siklus I dinyatakan belum tuntas dengan perolehan rata-rata kelas 74,55 dan ketuntasan belajar 50%. Pada siklus I dinyatakan belum tuntas dikarenakan kriteria ketuntasan minimal 80% belum terpenuhi. Pada sisklus II perolehan nilai rata-rata kelas 85,85 dan ketuntasan belajar mencapai 85%. Siklus II ini dinyatakan tuntas karena jumlah siswa yang memperoleh nilai minimal 75 sebanyak 85% (17 anak dari 20 siswa). Kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1) Penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: a) siswa dibagi dalam kelompok. Setiap siswa dalam kelompok diberikan nomor; b) guru member tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya; c) kelompok memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan memastikan setiap anggota kelompok mengetahui jawabanya; dan d) guru memanggil salah satu nomor. Siswa dnegan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerja sama mereka. 2) Penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Togethe dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat terlihat dari bertambah banyaknya siswa yang menjawab benar sehingga nilai rata-rata kelas juga mengalami peningkatan. Saran dari penelitian ini adalah: 1) Bagi guru: Sebaiknya guru menerapkan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together sebagai variasi model pembelajaran. Hal ini dikarenakan model pembelajaran ini dapat meningkatkan kreatifitas, aktivitas, interaksi siswa dengan siswa, interaksi siswa dengan guru, dan meningkatkan pula hasil belajar siswa; 2) Bagi siswa: Siswa hendaknya diberi kesempatan yang lebih luas untuk lebih mengembangkan potensi diri dengan cara mengemukakan pendapatnya atau menyampaikan sanggahan dan lebih aktif dalam mengikuti jalannya diskusi; 3) Bagi peneliti lain: Model pembelajaran ini selain dapat diterapkan dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial juga dapat diterapkan dalam mata pelajaran lain.

Peningkatan kemampuan menulis resensi novel melalui metode peer assessment pada siswa SMAN 10 Malang / Anna Fatul Ulum

 

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti, diketahui bahwadari 42 siswa kelas XI IPS 1 yang mendapatkan nilai dari menulis resensi hanyaada 14 siswa. Adapun karakter resensi siswa sebagai berikut: resensi yang dibuatsiswa tidak ada judul, pembukaan resensi tidak dikaitkan dengan isi karya yangdiresensi, penutup resensi tidak menjelaskan target pembaca dan tidak jelas.Berdasarkan hasil wawancara dengan guru pengajar, ditemukan kesulitan dariguru pengajar saat memberikan materi adalah kurangnya metode yang dapatmembangkitkan semangat siswa dan memberikan pemahaman kepada siswa.Peneliti juga melakukan wawancara dengan siswa. Informasi yang didapat dan siswa bahwa keterampilan yang paling sulit bagi mereka adalah menulis terutamaresensi, karena resensi harus menempuh 2 proses yaitu membaca dan menilaidalam bentuk tulisan. Maka dari itu perlu ada metode praktis untuk memberikansolusi pada permasalahan yang dialami oleh siswa dan guru. Metode yangditawarkan adalah metode peer assessment. Metode peer assessment ini akan membantu siswa menilai pekerjaantemannya sendiri sekaligus belajar membuat resensi yang bagus setelah membacaresensi teman yang lainnya. Metode ini menuntut adanya perbaikan-perbaikanpada resensi atau suatu karya yang dibuat oleh siswa. Metode ini juga membantuguru untuk mengurangi bebannya dalam proses pembelajaran.Tujuan umum dari penelitian ini adalah mampu meningkatkan kemampuanmenulis resensi novel melalui metode peer assessment pada Siswa Kelas XI SMAN 10 Malang. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalah mampu meningkatkan kemampuan merumuskan judul, bagian pembuka, bagian isi, dan bagian penutup resensi novel melalui metode peer assessment pada siswa SMAN10 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas(PTK). Penelitian ini dilaksanakan 2 siklus. Ada beberapa alasan penelitian inihanya dilakukan 2 siklus, yakni: 1) nilai rata-rata siswa pada siklus II sudahmengalami peningkatan, 2) siswa sudah mulai jenuh dengan materi resensi, dan 3)pihak sekolah menginginkan pergantian materi untuk siswa kelas yang dijadikansubjek penelitian. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah siswa kelas IX IPS1 SMAN 10 Malang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalahobservasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode peer assessment dapatmeningkatkan nilai resensi novel siswa. Hal ini tampak bahwa dari hasil penilaianyang dilakukan oleh peneliti yang sekaligus bertindak sebagai guru penggantimenunjukkan bahwa rata-rata nilai/skor siswa pada siklus II masuk pada kategori“Baik” yaitu 83,2. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan dari siklus I yangrata-rata nilainya hanya 79,57 dari 33 siswa, meningkat menjadi 83,2 dari 37walaupun peningkatannya tidak terlalu tinggi yaitu 3,63. Pada siklus II ini nilaiterendah 79 dan nilai tertinggi 97. Sementara pada siklus I nilai terendah siswa 65yang terdiri dari 2 siswa, dan nilai tertinggi 95. SKM untuk SMAN 10 Malangadalah 75, jadi dapat disimpulkan bahwa pada siklus I ada 2 siswa yang belumtuntas, sedangkan pada siklus II tidak ada siswa yang tidak tuntas. Dari setiapaspek yang membangun resensi, pada siklus II siswa mengalami peningkatan.Pada siklus II tidak ada satu pun siswa yang tidak membuat judul resensi. Judulresensi siswa sudah tergolong bagus. Pada bagian pembuka, siswa sudah mampumembuat bagianpembukaan resensi dengan sangat bagus. Dalam bagian isi, siswapun mengalami peningkatan, walaupun peningkatannya tidak signifikan. Bagian penutup resensi, siswa juga mengalami peningkatan. Hampir semua unsure pembangun resensi siswa mengalami peningkatan, begitu pula bagian pendukung resensi seperti bahasa dan ejaan yang digunakan oleh siswa dalam resensinya. Penilaian siswa juga mengalami peningkatan, pada siklus I penilaian siswa sangat sederhana, sedangkan pada siklus II siswa mampu memberikan komentar yang lebih kritis sesuai dengan pemahaman mereka Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan hendaknya para guru dapat menggunakan metode ini dalam pembelajaran yang mengandung aktivitas proses kreatif, dan melakukan perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan sasaran yang berbeda untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif.

Analisis akuntansi persediaan pada kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai tipe madya cukai Malang / Syst Kariyanti Ika Kartika

 

Kata Kunci: Persediaan, Penilaian, Pencatatan, Pelaporan Setiap perusahaan, baik BUMS maupun BUMN/BUMD yang bergerak dalam bidang perdagangan dan industri pasti memiliki persediaan untuk mendukung kegiatan operasinya dan beberapa BUMN/BUMND yang bergerak dalam bidang jasa juga memiliki persediaan. Berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)Tahun 2005 tentang persediaan, penilaian persediaan berdasarkan cara perolehannya yang dibagi menjadi tiga macam, yaitu dinilai dengan harga perolehan apabila diperoleh dengan membeli, diperoleh dengan memproduksi sendiri dinilai dengan biaya standard dan menggunakan nilai wajar apabila diperoleh dengan cara lainnya (donasi/rampasan). Kesalahan penilaian dan pencatatan akan berpengaruh pada pelaporan. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian akuntansi persediaan pada laporan keuangan KPPBC Tipe Madya Cukai Malang berdasarkan SAP No. 1 dan No. 5 Tahun 2005. Metode yang digunakan dalam perolehan data adalah interview dan dokumentasi. Teknik pemecahan masalah dilakukan dengan membandingkan antara teori akuntansi persediaan (SAP Tahun 2005) dengan data-data yang diperoleh selama PKL, khususnya mengenai pencatatan, penilaian dan pelaporan persediaan. Jika terdapat penyimpangan, maka akan dilakukan koreksi. Hasil penelitian tersebut, KPPBC Tipe Madya Cukai Malang menilai persediaan berdasarkan harga perolehan (nilai pembelian terakhir). Pencatatan persediaan dilakukan dengan menggunakan metode perpetual saat terjadi mutasi, Dalam neraca, persediaan hanya disajikan sebesar nilai pada tahun pelaporan, dan dalam catatan atas laporan keuangan hanya dilaporkan berupa meliputi nilai keseluruhan persediaan dan nilai persediaan berdasarkan bagan perkiraan standar SABMN. Sehingga hal tersebut mengurangi informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa akuntansi persediaan pada KPPBC Tipe Madya Cukai Malang telah mengakomodir dari SAP Tahun 2005, meskipun masih terdapat beberapa kelemahan.

Pelaksanaan manajemen organisasi belajar pada usaha jasa konstruksi di Kabupaten Sumenep / Yulian Andri Purwanto

 

Menjawab tantangan persaingan usaha dalam era globalisasi antara lainsemakin banyaknya usaha jasa konstruksi, bagaimana memenuhi keinginanpelanggan, bagaimana meningkatkan kualitas produk dan pelayanan maka setiapperusahaan dituntut untuk memiliki keunggulan kompetitif yang didukungintelegensi organisasi untuk mengeola pengetahuan melalui proses belajarberkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pelaksanaanmanajemen organisasi beajar pada perusahaan jasa konstruksi di KabupatenSumenep serta kendala implementasi organisasi belajar dalam manajemenorganisasi.Variabel yang diangkat dalam penelitian ini adalah tentang organisasibelajar. Dimensi organisasi belajar terdiri dari kemampuan belajar organisasi,transformasi organisasi, pemberdayaan stakeholder (sumber daya manusia),pengelolaan pengetahuan, aplikasi teknologi. Instrumen penelitian yangdigunakan yaitu kuesioner untuk mengukur penerapan organisasi belajar danmengetahui kendala dalam implementasi organisasi belajar dalam manajemen. Penelitian ini bersifat deskriptif dan analisis data yang diperoleh diolahmenggunakan statistik. Populasi penelitian ini 880 perusahaan jasa konstruksi diKabupaten Sumenep. Sedangkan sampel terdiri dari 42 perusahaan yangtergabung dalam Asosiasi GAPEKNAS. Pemilihan sampel penelitian dilakukanmelalui metode purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan dengantingkat kesalahan sebesar 15 %. Berdasarkan distribusi frekuensi hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)pemimpin perusahaan memiliki kecenderungan menerapkan dimensi kemampuanbelajar organisasi sebanyak tujuh puluh delapan koma enam persen dan yang tidakmenerapkan sebanyak dua puluh satu koma empat persen; (2) pemimpinperusahaan memiliki kecenderungan menerapkan dimensi transformasi organisasisebanyak delapan puluh lima koma tujuh persen dan yang tidak menerapkansebanyak empat belas koma tiga persen; (3) pemimpin perusahaan memilikikecenderungan menerapkan dimensi pemberdayaan stakeholder sebanyak limapuluh tujuh koma satu persen dan yang tidak menerapkan sebanyak empat puluhdua koma sembilan persen; (4) pemimpin perusahaan memiliki kecenderunganmenerapkan dimensi pengelolaan pengetahuan sebanyak delapan puluh lima komatujuh persen dan yang tidak menerapkan sebanyak empat belas koma tiga persen;(5) pemimpin perusahaan memiliki kecenderungan menerapkan dimensi aplikasiteknologi sebanyak delapan puluh lima koma tujuh persen dan yang tidakmenerapkan sebanyak empat belas koma tiga persen (6) pemimpin perusahaanmenyetujui adanya kendala implementasi organisasi belajar sebanyak enam puluhsembilan persen dan yang tidak menyetujui sebanyak tiga puluh satu persen.Maka dapat disimpulkan sebagian besar pemimpin perusahaan menerapkandimensi pembentuk organisasi belajar untuk perbaikan strategi manajemen danmeningkatkan efektifitas kerja namun masih ada kendala antara lain adanyakonflik dalam berorganisasi, kurangnya kepercayaan, keterbatasan sumber dayamanusia, dana serta teknologi informasi. Saran yang dapat dikemukakan berkaitan dengan temuan yang diperolehselama penelitian adalah untuk mengimplementasikan organisasi belajar danpengembangan diperlukan adanya komitmen untuk perubahan yang didukungkepemimpinan yang efektif dan bersikap melayani. Para karyawan juga perludidukung untuk memotivasi diri agardapat dan mau belajar serta tumbuh danberkembang. Melalui organisasi belajar akan dihasilkan manajer dan karyawanyang memiliki motivasi dan kompetensi tinggi serta berorientasi pada pelanggan,sehingga pada gilirannya mendukung peningkatan kinerja perusahaan. Kemajuanteknologi informasi canggih khususnya yang berbasis elektronik untuk mengelolapengetahuan dalam organisasi perlu dimanfaatkan secara optimal.

Pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha mahasiswa (studi pada mahasiswa Program Studi D3 Tata Boga Jurusan Teknologi Industri Universitas Negeri Malang angkatan 2009) / Annisa Nurul

 

ABSTRAK Nurul, Annisa. 2010. Pengaruh Lingkungan Keluarga terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa.(Studi pada Mahasiswa Program Studi D3 Tata Boga Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang) Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Maftuchin Romlie, M. Pd. (2) Dra. Titi Mutiara K, M. P. Kata Kunci: Lingkungan Keluarga, Minat Berwirausaha. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga (X) terhadap minat berwirausaha (Y). Penelitian ini menggunakan penelitian Assosiatif dengan populasi seluruh mahasiswa Program Studi D3 Tata Boga Universitas Negeri Malang angkatan 2009. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 26 responden dengan menggunakan sampel total. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket tertutup. Data pada penelitian ini di analisis menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan melalui uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji linieritas hubungan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa angket untuk mengumpulkan data valid dan reliabel dengan nilai α (alpha) 0.858 untuk angket lingkungan keluarga dan nilai α (alpha) 0.903 untuk angket minat berwirausaha. Mahasiswa memiliki minat berwirausaha tinggi dan berasal dari lingkungan keluarga yang mendukung dalam hal berwirausaha. Hal ini di buktikan pula dari hasil analisis yang menunjukkan bahwa lingkungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa Program Studi D3 Tata Boga Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Angkatan 2009. Kontribusi lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha tersebut dilihat dari nilai R Square sebesar 0,445 dengan R (koefisien korelasi) sebesar 0,667. Artinya semakin besar peranan lingkungan keluarga dalam mendukung dan memberikan perilaku mendidik manusia wirausaha pada anak, maka minat berwirausaha anak akan semakin tinggi. Berdasarkan penelitian ini saran yang dapat diberikan sehubungan dengan kesimpulan di atas adalah 1) Bagi Jurusan TI diharapkan jurusan dapat memberikan motivasi lebih bagi mahasiswa yang latar belakang pekerjaan orang tuanya bukan berwirausaha. 2) Bagi mahasiswa sebaiknya dapat mengaplikasikan minat berwirausaha yang dimiliki dalam bentuk nyata, seperti: konsisten dalam bekerja, kreatif dan inovatif. 3) Bagi orang tua sebaiknya memberikan dukungan dan perilaku mendidik wirausaha kepada anak sejak mereka masih kecil. 4) Bagi peneliti lain agar tidak hanya membahas variabel lingkungan keluarga tetapi juga membahas faktor lain yang mempengaruhi minat berwirausaha seseorang. Misalnya, faktor lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat yang juga mempengaruhi minat berwirausaha sehingga penelitian menjadi kaya akan ilmu pengetahuan di bidang wirausaha.

Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi konsumen dalam memilih Japanese food do Saboten Shokudo restoran / Heti Kusmiati

 

ABSTRAK Kusmiati, Heti.2010. Faktor-Faktor Eksternal yang Mempegaruhi Konsumen dalam Memilih Japanesse Food Di Saboten Shokudo Restoran. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T, M.Pd, (II) Ir. Ummi Rohajatien, M.P. Kata Kunci: Faktor Eksternal, Konsumen, Japanesse Food. Analisis terhadap perilaku konsumen dilakukan untuk mengenali kebutuhan dan keinginan konsumen, salah satunya adalah faktor eksternal konsumen. Bagi pengelola usaha dalam hal ini restoran, faktor eksternal yang terdiri dari budaya, kelas sosial, keadaan ekonomi, kelompok referensi, dan keluarga memiliki arti penting dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Pengelola usaha juga dapat memperoleh informasi yang berharga dari faktor eksternal yang berhubungan dengan apa yang diinginkan konsumen, dan juga harus tahu faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam memilih Japanesse Food di Saboten Shokudo Restoran. Penelitian ini mengambil Saboten Shokudo Restoran sebagai obyek penelitian. Saboten Shokudo Restoran mempunyai kelebihan dalam hal tempatnya yang strategis, dekorasi bertema suasana Jepang, tempat parkir luas, suasana restoran nyaman, dan tersedianya menu Japanesse Food. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor eksternal (1) budaya, (2) kelas sosial, (3) keadaan ekonomi, (4) kelompok referensi, dan (5) keluarga yang mempengaruhi konsumen dalam memilih Japanesse Food di Saboten Shokudo Restoran secara parsial, simultan maupun faktor eksternal yang paling dominan. Rancangan penelitian adalah penelitian korelasional, variabel penelitian adalah faktor eksternal (Budaya X1, kelas sosial X2, keadaan ekonomi X3, kelompok referensi X4, keluarga X5) dan memilih Japanesse Food (Y). Populasi adalah semua pengujung yang datang di Saboten Shokudo Restoran pada bulan Februari 2010 berjumlah 3000 orang, jumlah sampel 100 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah metode aksidental sampling, yaitu dengan membagikan kuesioner kepada konsumen yang datang ke Saboten Shokudo Restoran yang kebetulan peneliti temui saat melakukan transaksi di Shaboten Shokudo Restoran. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda menunjukan bahwa terdapat pengaruh faktor eksternal meliputi budaya sebesar 2,538, kelas sosial sebesar 3,333, keadaan ekonomi sebesar 3,697, kelompok referensi sebesar 3,216, dan keluarga sebesar 3,180 dalam memilih Japanesse Food di Saboten Shokudo Restoran. Secara simultan juga terdapat pengaruh faktor eksternal meliputi budaya, kelas sosial, keadaan ekonomi, kelompok referensi dan keluarga dalam memilih Japanesse Food di Saboten Shokudo Restoran sebesar 57,9%. Ditemukan pula bahwa di antara variabel bebas yang mempunyai pengaruh dominan adalah variabel kelompok referensi yang meliputi pengaruh tetangga, pengaruh teman, dan pengaruh kelompok keanggotaan sebesar 14,47%. Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Bagi Saboten Shokudo Restoran perlunya perbaikan terus-menerus untuk mempertahankan konsumen dari segi budaya sehingga pada akhirnya konsumen tidak hanya sampai pada titik puas saja, tapi lebih dari itu, bahkan melebihi harapan mereka, (2) Bagi Universitas Negeri Malang diharapkan dapat digunakan sebagai bahan kajian untuk memperluas pengetahuan serta dapat dijadikan bahan acuan untuk penelitian di bidang restoran, dan (3) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan agar penelitian-penelitian selanjutnya dapat menggali variabel-variabel lain dari faktor eksternal. Misalnya faktor internal, sehingga dapat dijadikan temuan baru dalam penelitian-penelitian selanjutnya.

Peningkatan kemampuan memahami isi bacaan melalui media gambar ilustrasi di kelas II SDN Sukorejo 03 Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan / Siti Fatimah

 

ABSTRAK Fatimah, Siti. 2010. Peningkatan Kemampuan Memahami Isi Bacaan Melalui Media Gambar Ilustrasi di Kelas II SDN Sukorejo 03 Kabupaten Pasuruan. Skripsi. Program Studi S1 PGSD. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing : (I) Drs. Rumidjan, M.Pd, (II) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd Kata kunci : Peningkatan kemampuan memahami, isi bacaan, media gambar ilustrasi, sekolah dasar. Hasil pengamatan pada siswa kelas II SDN Sukorejo 03, ditemukan bahwa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia aspek membaca, belum terlaksana secara optimal. Siswa terlihat kurang berminat dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru, karena: 1) siswa belum memahami kosakata dalam bacaan. 2) siswa belum memahami kalimat dalam bacaan. 3) siswa belum memahami isi bacaan. Karena itu, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: 1) mendeskripsikan proses penggunaan media gambar ilustrasi untuk meningkatkan kemampuan memahami isi teks bacaan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa, 2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan memahami isi teks bacaan melalui media gambar ilustrasi dalam pembelajaran memahami isi bacaan siswa. Pemecahan masalah dilaksanakan melalui penelitian tindakan kelas (PTK) secara kolaboratif antara peneliti dan guru kelas II dengan menggunakan media gambar ilustrasi. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa Kelas II SDN Sukorejo 03 Kecamatan Sukorejo tahun pelajaran 2009-2010 yang berjumlah 23 siswa. Tehnik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan tes, observasi, dan wawancara. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisa secara deskriptif prosentase dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian siklus I dan II menunjukkan perubahan positif terhadap hasil belajar siswa. Penggunaan gambar ilustrasi dapat meningkatkan keaktifan siswa yang pada siklus I sebesar 66% menjadi 78% pada siklus II, atau meningkat 12%, meningkatkan kreatifitas siswa yang pada siklus I sebesar 60% menjadi 76% pada siklus II, atau meningkat 16%, meningkatkan minat belajar siswa yang pada siklus I sebesar 66% menjadi 88% pada siklus II, atau meningkat 22%, dan meningkatkan hasil belajar siswa yang pada siklus I nilai rata-rata kelasnya 68 menjadi 75 pada siklus II. Hasil tes pada akhir siklus II menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar klasikal sebesar 87% dari 70% pada siklus I dan mencapai angka ketuntasan klasikal yang ditetapkan (≥80%), karena itu penelitian tindakan kelas ini dinyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II. Guru disarankan untuk menerapkan dan mengembangkan penggunaan media gambar ilustrasi tersebut ke dalam kompetensi atau materi lain sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan sekolah masing-masing. Dalam penelitian tindakan kelas ini, masih ada 3 siswa yang belum mencapai ketuntasan individu (13%). Hal ini disarankan untuk dapat ditingkatkan oleh peneliti-peneliti lain dalam kegiatan serupa, sehingga hasil belajar yang dicapai bisa lebih baik.

Pengembangan media animasi pembelajaran interaktif pada matapelajaran ilmu pengetahuan alam pokok bahasan gaya kelas IV semester II do SDN Percobaan 2 Malang / Muzakki

 

ABSTRAK Muzakki, 2010. Pengembangan Media Animasi Pembelajaran Interaktif Pada Matapelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Pokok Bahasan Gaya Kelas IV Semester II di SDN Percobaan 2 Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Mohammad Efendi, M. Pd,. M. Kes,. (II) Drs. Abdul Manan, M. Pd. Kata kunci : pengembangan, animasi pembelajaran, interaktif. Mata pelajaran ilmu pengetahuan alam merupakan salah satu materi yang diajarkan pada siswa sekolah dasar. Dalam mata pelajaran ilmu pengetahuan alam terdapat konsep-konsep yang abstrak. Karakteristik siswa sekolah dasar masuk dalam tahap operasional konkret. Menurut Edgar Dale bahwa simbol dan gagasan yang abstrak lebih mudah dipahami dan diserap oleh siswa manakala diberikan dalam bentuk pengalaman yang konkret. Oleh karena itu dalam pembelajaran mata pelajaran ilmu pengetahuan alam di sekolah dasar diperlukan sebuah media atau perantara untuk mengkonkretkan materi yang abstrak. Salah satu media tersebut adalah media animasi pembelajaran interaktif. Tujuan dari pengembangan media animasi pembelajaran interaktif ini adalah menghasilkan sebuah media animasi pembelajaran interaktif pada matapelajaran ilmu pengetahuan alam pokok bahasan gaya kelas IV semester II. Serta mengetahui hasil validasi dari media animasi pembelajaran interaktif yang dikembangkan. Untuk mengetahui hasil validasi dari media tersebut dilakukan dengan cara memberikan angket kepada para responden yang meliputi tiga orang ahli media di jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang, seorang ahli materi guru matapelajaran ilmu pengetahuan alam di SDN Percobaan 2 Malang dan tiga puluh siswa kelas IV di SDN Percobaan 2 Malang. Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan media animasi pembelajaran interaktif ini adalah model pengembangan dari Sadiman tahun 2008 yang meliputi: identifikasi kebutuhan, perumusan tujuan, perumusan butir-butir materi, perumusan alat pengukur keberhasilan, penulisan naskah media, produksi, tes/uji coba, revisi jika diperlukan dan media siap dimanfaatkan. Hasil pengembangan media animasi pembelajaran interaktif yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dengan diperoleh data dari masing-masing responden: ahli media tingkat validitas sebesar 90,56%, ahli materi sebesar 91,11% dan siswa perorangan sebesar 95,56%, siswa kelompok kecil sebesar 94,44% serta siswa kelompok besar sebesar 91,17%. Berdasarkan analisis data hasil validasi, disimpulkan bahwa media animasi pembelajaran interaktif pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam pokok bahasan gaya valid atau layak. Saran yang diberikan berdasarkan hasil pengembangan media animasi pembelajaran interaktif adalah perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui tingkat keefektifan dari media animasi pembelajaran interaktif yang telah dikembangkan bagi proses pembelajaran khususnya matapelajaran ilmu pengetahuan alam pokok bahasan gaya.

Pengembangan media pembelajaran kimia berbasis komputer pada materi bahan kimia rumah tangga untuk siswa SMP kelas VIII / Elvia Chusnul Chotimah

 

Pendidikan merupakan proses yang kompleks yang dapat mempengaruhi aspek kehidupan yang dikembangkan melalui proses belajar dan pembelajaran. Agar didapatkan suatu proses pembelajaran yang optimal, maka diperlukan alat bantu atau media yang mampu menumbuhkan pembelajaran yang efektif dan efisien. Salah satu kajian dalam ilmu kimia di SMP adalah bahan kimia rumah tangga. Dalam materi ini terdapat sebagaian konsep abstrak yang dapat menyebabkan kesulitan belajar siswa, sehingga pembelajaran kurang berjalan optimal. Untuk membantu siswa dalam memahami konsep-konsep abstrak tersebut, maka dibutuhkan media yang dapat memvisualisasikan materi secara makroskopis, seperti media pembelajaran berbasis komputer. Oleh sebab itu, penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis komputer yang menarik, interaktif, dan mudah dipahami untuk materi bahan kimia rumah tangga. Model pengembangan media pembelajaran ini adalah model Dick and Carey dengan beberapa penyesuaian yang diperlukan. Validasi media pembelajaran yang dikembangkan menggunakan instrumen berupa angket/kuisioner tertutup. Validasi meliputi validasi isi yang melibatkan validator dua Dosen Kimia UM, dan dua Guru SMPN 20 Malang. Uji terbatas dilakukan pada 37 siswa SMPN 20 Malang. Setelah melalui tahap validasi, media pembelajaran diperbaiki berdasarkan saran-saran yang diberikan validator. Hasil penelitian pengembangan ini berupa media pembelajaran bahan kimia rumah tangga yang dikemas dalam CD. Media pembelajaran yang dirancang digunakan guru sebagai alat bantu pembelajaran di kelas dan dapat digunakan untuk belajar mandiri siswa dengan bantuan guru sebagai fasilitator . Hasil uji kelayakan menunjukkkan bahwa media yang dihasilkan mempunyai tingkat kelayakan 83,60% untuk validasi isi, dan 87,1% untuk uji terbatas. Dengan demikian media ini telah layak digunakan sebagai salah satu perangkat pembelajaran untuk materi bahan kimia rumah tangga di SMP Kelas VIII. Walaupun demikian, efektivitas media ini masih perlu diteliti lebih lanjut melalui kegiatan validasi empiris di kelas.

Pengaturan kecepatan motor pengaduk pada aerasi diffuser untuk mengolah limbah tahu berbasis mikrokontroler ATMega8 / Nanda Fithra Rahman

 

Kata kunci: Sistem Kontrol, Aerasi Diffuser, Pengolahan Limbah Tahu, Flowmeter. Aerasi diffuser merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengolah limbah tahu. Salah satu komponen aerasi diffuser adalah motor pengaduk. Motor pengaduk ini dapat dikontrol kecepatannya sehingga dapat disesuaikan dengan laju alir limbah. Tujuan dari pembuatan Tugas Akhir ini adalah : (1) mengatur kecepatan putaran motor pengaduk pada aerasi diffuser.(2) setting hardware dan software untuk sistem kontrol kecepatan motor pengaduk. (3) menunjukkan performa dari sistem kontrol kecepatan motor pengaduk. Metode perancangan meliputi : (1) perancangan aerasi diffuser, (2) perancangan sistem kontrol (hardware), (3) perancangan program (software). Prinsip kerja dari sistem kontrol ini adalah laju alir limbah diukur oleh flowmeter dan dideteksi oleh sensor photodiode. Data laju alir kemudian diolah oleh mikrikontroler sehingga kecepatan motor listrik dapat berubah sesuai laju alir limbah. Hasil dari analisis tersebut antara lain:(1) aerasi diffuser dapat bekerja pada laju alir 0-10 liter/menit, (2) kecepatan motor pengaduk berkisar antara 500-1000 rpm, (3) aerasi diffuser yang telah dirancang bekerja pada laju alir 0-3 liter/menit dan kecepatan motor listrik 500-650 rpm. Dari hasil yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan : (1) untuk mengatur kecepatan putaran motor menggunakan sistem terprogram, dimana kecepatan motor berubah sesuai dengan laju alir limbah(2) setting hardware dan software sistem kontrol kecepatan motor pengaduk pada aerasi diffuser, menggunakan rangkaian sensor dan komparator sebagai sensor posisi skala bandul pada flowmeter, yang diolah secara terprogram oleh mikrokontroler ATMega, (3) untuk menunjukkan performa dari sistem kontrol kecepatan motor pengaduk pada aerasi diffuser, menggunakan tachometer sebagai pembanding untuk mengetahui bahwa sistem dapat mengatur kecepatan motor pengaduk pada range 500-1000 rpm.

Pengembangan kartu kuartet sebagai media pembelajaran kosakata bahasa Arab siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah / Miranda Setiawaty

 

ABSTRAK Setiawaty, Miranda, 2010. Pengembangan Kartu Kuartet Sebagai Media Pembelajaran Kosakata Siswa Kelas V MI. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. H. Ahmad Fuad Effendy, MA. Kata kunci : permainan kartu, kartu kuartet, pembelajaran kosakata Di Madrasah Ibtidaiyah (MI), bahasa Arab mulai diajarkan pada kelas tinggi, yaitu mulai kelas empat sampai dengan kelas enam. Pada usia 7-12 tahun anak-anak dalam tahap perkembangan, baik perkembangan psikologis ataupun perkembangan fisik. Sehingga pembelajaran bahasa Arab untuk anak tingkat MI tidak terlepas dari perhatian terhadap karakteristik individual dan perkembangan psikologis anak. Salah satu media yang sering digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab untuk anak adalah kartu. Penggunaan kartu dalam pembelajaran bahasa Arab untuk anak cukup efisien, disamping membantu anak untuk berpikir konkrit juga dapat menimbulkan rasa senang bagi anak. Hanya saja penggunaan kartu dalam pembelajaran ini bisa menjadi monoton karena tidak adanya variasi. Penelitian pengembangan ini ditujukan untuk mengembangkan variasi bentuk permainan dan penggunaan kartu sebagai media pembelajaran. Hasil dari produk permainan kartu diharapkan dapat bermanfaat dan digunakan untuk pembelajaran bahasa Arab untuk anak, khususnya untuk siswa MI kelas V. Pengembangan ini menggunakan model pengembangan R&D menurut Borg dan Gall yang telah dimodifikasi, yaitu (a) analisis kebutuhan, (b) pemilihan materi, (c) pengembangan produk awal, (d) uji validitas oleh ahli materi dan ahli media, (e) revisi pertama dari produk awal berdasarkan saran dan masukan dari para ahli, (f) menghasilkan produk kedua setelah revisi, (g) pengujian lapang di sekolah dan (h) revisi terakhir berdasarkan hasil uji coba lapangan. Semua prosedur pengembangan telah dilaksanakan. Hasil akhir pengembangan adalah kartu kuartet yang mencakup 3 bagian yaitu tema kartu, 4 pasang kosakata, dan gambar yang mewakili salah satu kosakata. Setiap tema memiliki warna dasar yang berbeda-beda. Selain itu terdapat panduan penggunaan permainan kartu kuartet sehingga memudahkan guru atau siswa untuk melaksanakan kegiatan permainan. Produk awal kartu diuji kevalidan oleh ahli materi dan ahli media. Hasil uji kevalidan oleh ahli materi secara keseluruhan mendapat nilai kualifikasi valid. Sedangkan berdasarkan hasil validasi dari ahli media secara keseluruhan mendapat nilai analisis kualifikasi cukup valid. Berdasarkan saran dan masukan para ahli produk awal direvisi dan hasil dari revisi diuji coba lapangkan di MI Khodijah dan MIN 2 Malang. Hasil keseluruhan analisis dari data yang diperoleh dari guru mata pelajaran bahasa Arab adalah kualifikasi valid sedangkan hasil analisis keseluruhan data dari siswa adalah kualifikasi valid. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa kualifikasi produk kartu kuartet yang telah dikembangkan adalah valid. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru untuk menggunakan permainan kartu kuartet sebagai salah satu alternatif media pembelajaran. Pengembang berikutnya disarankan dapat meneliti lebih lanjut i ii tentang pengembangan kartu kuartet dengan variasi yang berbeda, misalnya teknis permainan yang berbeda, penggunaan kemahiran berbahasa yang berbeda atau kosakata yang digunakan dalam kartu kuartet.

The teaching and learning English for the 4th graders of ICP at SD Laboratorium State University of Malang / Gita Insani Maryam

 

Maryam, Gita Insani. 2014. Belajar dan Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Kelas 4 di Sd Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Andi Muhtar, M.A Key words: Program kelas internasional, Pengajaran bahasa Inggis     Pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak sudah menjadi topik menarik untuk diperbincangkan. Hal itu karena pelajan tersebut merupakan mata pelajaran muatan lokal yang disajikan hampir diseluruh sekolah dasar di Indonesia. Dalam undang-undang pendidikan Nomor 20 Tahun 2003, menyatakan bahwa tiap-tiap tingkat pendidikan nasional harus pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelengarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan dan semua jenjang pendidik untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan bertaraf internasional. Hal tersebut menjadi sangat menarik untuk melakukan penelitian di sekolah bertaraf internasional seperti SD Lab UM. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kegiatan pengajaran dan pembelajaran bahasa Ingris di sekolah tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi guru dan sekolah.     Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus untuk memperoleh informasi lengkap terkait penelitian. Sumber data diambil dari siswa kelas 4 program internasional, guru bahasa Inggris, dan kepala tata usaha. Intrumen yang digunakan meliputi: observasi, catatan bidang, wawancara, dan kuisioner.     Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa aktifitas pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris dikelas bertaraf internasiional dapat meningkatkan ketertarikan siswa dalam pebelajaran bahasa Inggris. Media ajar yang digunakan dapat memfasilitasi siswa dalam menangkap materi yang disampaikan. Guru bekerja dengan baik selama proses pengajaran berlangsung. Hal-hal tersebut membuat pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris di SD Lab UM menjadi unik.     Beberapa saran diharapkan dapat meningkatkan proses pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris di sekolah bertaraf internasional. Saran pertama untuk guru agar mengaplikasikan berbagai activitas pengajaran yang dapat meningkatkkan partisipasi siswa dalam kelas. Guru juga harus lebih memperhatikan siswa yang kurang aktif dikelas. Saran berikutnya untuk pihak sekolah agar menambah banyak fasilitas untuk proses belajar. Akan lebih bail juga jika pihak sekolah mmemfasilitasi guru untuk mendapatkan pelatihan khusus mengajar di kelas program internasional. Saran terakhir untuk peneliti selanjutnya agar meneliti kelayakan penggunaan modul yang dikembangkan guru dan penggunaan curikulum international Cambrigde untuk siswa sekolah dasar di Indonesia. Hal-hal tersebut penting untuk diteliti guna meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak.

Pengaruh faktor fundamental terhadap harga saham di Bursa Efek Indonesia (studi pada perusahaan manufaktur periode 2005-2007) / Sandra Prastiwi

 

ABSTRAK Prastiwi, Sandra. 2010. Pengaruh Faktor Fundamental Terhadap Harga Saham di Bursa Efek Indonesia (Studi pada Perusahaan Manufaktur Periode 2005- 2007). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Ika Putri Larasati S.E, M Com, (2) Makaryanawati S.E, M.Si, Ak. Kata Kunci: Fundamental (Produk Domestik Bruto (PDB), Inflasi, Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Harga Saham Saham merupakan alternatif bentuk investasi di pasar modal yang memiliki tingkat likuiditas tinggi. Saham memberi kemungkinan bagi investor untuk menjual sahamnya setiap saat ketika membutuhkan dana atau ketika hendak mengubah alternatif investasinya. Untuk itu diperlukan penilaian terhadap saham. Penilaian harga saham dapat dilakukan dengan menggunakan analisis fundamental yang berhubungan dengan kondisi keuangan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor fundamental yang terdiri dari: Produk Domestik Bruto (PDB), infasi, Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER) terhadap harga saham perusahaan manufaktur periode 2005-2007 baik secara parsial maupun simultan. Metode pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan cara purposive sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), dan Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan manufaktur sedangkan variabel Produk Domestik Bruto dan inflasi tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan variabel Produk Domestik Bruto (PDB), inflasi, Earning Per Share (EPS), dan Price Earning Ratio (PER) bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian ini adalah: (1) Dalam melakukan penilaian atas saham, para investor hendaknya lebih mempertimbangkan faktor Earning Per Share dan Price Earning Ratio. Dengan memahami Earning Per Share dan Price Earning Ratio lebih dalam dapat memiliki bekal lebih baik dalam menentukan pilihan investasi di pasar modal, (2) Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperbanyak periode penelitian, jumlah sampel, dan menambahkan faktor-faktor fundamental perusahaan seperti pertumbuhan penjualan, Price to Book Value Ratio pertumbuhan Return On Equity, Dividend Payout Ratio, total hutang, maupun kondisi eksternal perusahaan misalnya kurs valuta asing.

Variasi zipper pada busana pesta berbahan blue denim / Ni'matu Sholihah

 

Kata Kunci: variasi zipper, busana pesta, blue denim. Perkembangan busana berjalan sesuai dengan berkembangnya peradaban manusia di bumi ini. Tujuan dan fungsi busana juga perlahan-lahan bergeser lebih kompleks dari sekedar penutup tubuh dan perhiasan. Busana adalah segala sesuatu yang dikenakan oleh seseorang dari ujung rambut sampai ujung kaki, termasuk pelengkap busana, tata rias wajah, dan tata rias rambutnya. Busana akan terlihat lebih indah dan menarik jika dilengkapi dengan hiasan, hiasan busana berfungsi untuk memperindah dan mempertinggi mutu busana tersebut. Pada Tugas Akhir ini Penulis mencoba memunculkan zipper untuk membuat hiasan yang unik yaitu sebagai aksesoris atau hiasan pada busana pesta. Zipper di sini dipilih sebagai variasi hiasan karena zipper mempunyai keunikan tersendiri, mulai dari warna, besar kecilnya ukuran (teksturnya), bahan, dan teknik pemasangannya. Selama ini mindset (pola pikir) seseorang tentang blue denim sangatlah sempit, banyak yang beranggapan bahwa blue denim hanya bisa digunakan untuk acara santai saja. Blue denim sebenarnya juga dapat digunakan sebagai busana pesta, yang semua itu tergantung dari kreativitas perancang busananya. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menciptakan suatu desain busana pesta yang menerapkan variasi zipper pada bahan dasar blue denim. Manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi bagi pembaca untuk membuat busana pesta dari bahan blue denim dan menggunakan zipper sebagai variasinya. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 253.700,- Hasil yang diperoleh dari pembuatan busana pesta ini adalah berupa strapless dan celana dari bahan blue denim yang didesain menggunakan variasi zipper yang diatur sedemikian rupa seperti bunga yang sedang mekar, yang dapat menimbulkan kesan feminin yang penuh gaya, selalu ceria, semangat, nyaman, santai tetapi tetap mewah dan glamour yang akan melengkapi kesempurnaan dan kecantikan bagi pemakainya. Aksesoris dan millinaries yang digunakan adalah aksesoris rambut, anting dan sepatu,. Saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya dipilih zipper yang berkualitas bagus, serta denim yang kaku dan tidak elastis (mulur), sehingga dapat dihasilkan kelopak yang bagus dan tegak. Selain itu pada saat proses teknik jahit dilakukan, untuk membentuk bagian kelopak agar bisa melengkung dan dapat dirol (digulung) sebaiknya tepi tindasan dimasuki kawat dengan diameter 1 mm.

Mesin pencacah rumput menggunakan sistem safety door interlock / Faiz Imadian

 

Kata kunci: Mesin Pencacah Rumput, Sistem Safety Door Interlock, Direct On Line (DOL) Starter. Rumput gajah merupakan pakan ternak bagi sapi perah dikarenakan kandungan gizinya yang sangat baik. Alangkah baiknya jika rumput gajah yang diberikan pada sapi perah sebagai pakannya diolah dalam bentuk cacahan. Untuk melakukan proses pengolahan rumput gajah maka digunakanlah mesin pencacah. Mesin pencacah rumput gajah merupakan mesin yang berfungsi untuk mencacah atau memotong rumput yang awalnya utuh menjadi potongan kecil. Mesin pencacah rumput terdahulu digerakkan motor induksi satu fasa dan tidak dilengkapi dengan instalasi motor listrik sehingga membuat keamanan pada motor penggerak mesin kurang teramankan apabila terjadi arus hubung singkat serta pada pisau pencacah tidak dilengkapi pengaman otomatis untuk mematikan motor apabila cover atau pintu penutup terbuka sehingga dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Pada penyusunan tugas akhir membahas tentang modifikasi mesin pencacah rumput yang dilengkapi dengan sistem safety door interlock. Modifikasi mesin pencacah dilakukan untuk meminimalisir kerusakan pada motor penggerak dan kecelakan kerja pada saat pisau pencacah bekerja. Modifikasi dilakukan dengan cara menggunakan instalasi motor listrik yang digunakan pada motor berupa rangkaian Direct On Line (DOL) serta sistem safety door interlock yaitu memasang sensor mekanik yang berupa limit switch pada pintu atau cover penutup mesin pencacah rumput sebagai sensor pengaman. Apabila pintu pengaman terbuka secara disengaja maka secara otomatis sensor mekanik (limit switch) bekerja dan memutuskan supply daya yang menuju mesin pecacah sehingga membuat motor berhenti. Kendali untuk menjalankan mesin pencacah adalah kendali elektromekanik yang dimaksudkan yaitu kendali yang menunjang kinerja dari proses kerja elektrik dan mekanik berupa relay, kontaktor dan dilengkapi Thermal Overload (TOR) apabila terjadi hubung singkat maupun beban mekanik berlebihan pada motor penggerak mesin pencacah. Dalam melaksanakan pengujian sistem safety door interlock, dilakukan beberapa kali pengujian dilaboratorium Jurusan Teknik Elektro, Falkultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Hal ini dilakukan supaya mendapat hasil yang seakurat mungkin.

Penggunaan media papan magnetik untuk meningkatkan penguasaan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat siswa kelas IV SDN Pungging, Pasuruan / Lilik Churiyati

 

ABSTRAK Churiyati, Lilik. 2010. Penggunaan Media Papan Magnetik untuk Meningkatkan Penguasaan Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Siswa Kelas IV SDN Pungging, Tutur, Pasuruan. Skripsi jurusan KSDP Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Sutrisno, S. Pd. M. Pd. (II) Drs. Tomas Iriyanto, S. Pd. M. Pd. Kata kunci: penjumlahan dan pengurangan papan magnetik, penguasaan siswa, bilangan bulat. Penelitian ini berlatar belakang adanya kualitas praktik pembelajaran di kelas IV SDN Pungging yang relatif rendah. Kurang aktifnya siswa dalam proses pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat disebabkan guru kurang kreatif dalam penggunaan media pembelajaran pada penanaman penguasaan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Keaktifan siswa dalam belajar masih rendah, siswa-siswa kurang kreatif, kurang menyenangkan, dan pemahaman terhadap penguasaan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat juga relaitf rendah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan media papan magnetik yang dapat meningkatkan penguasaan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat pada siswa kelas IV SDN Pungging Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan. (2) Mendeskripsikan peningkatan penguasaan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat pada siswa kelas IV SDN Pungging Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan setelah diterapkan media papan magnetik. Untuk mencapai tujuan di atas, penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian kelas (PTK) yang dilakukan melalui 4 tahap: mulai dari tahap proses identifikasi masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Tehnik pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Analisis data ketuntasan individu mencapai skor 65% atau nilai 65, dan kelas disebut tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari atau sama dengan 85. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar matematika setelah mendapat pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan media papan magnetik. Peningkatan ini dilihat dari partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran dan hasil belajar yang ditunjukkan oleh skor hasil tes. Pertemuan pada siklus I nilai rata-rata 6,61dengan prosentase 61,11% dan nilai rata-rata pada siklus II yaitu 8,11 dengan prosentase 88,88%. peningkatan nilai yang diperoleh siswa secara klasikal menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan minimal belajar sesuai dengan apa yang diharapkan yaitu 85%. Berdasarkan hasil penelitian ini, pembelajaran dengan menggunakan media papan magnetik dapat dipertimbangkan sebagai alternatif media pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Hasil ketuntasan belajar siswa mencapai 88,8% di atas ketentuan yang ditetapkan yaitu 85%. Hasil penelitian ini sangat dimungkinkan dapat diterapkan di kelas IV sekolah lain jika kondisinya relatif sama atau mirip dengan sekolah yang menjadi latar penelitian ini.

Analisis kinerja keuangan dengan metode radar pada perusahaan rokok yang terdaftar di BEI tahun 2006-2008 / Galuh Yanu Setyanto

 

ABSTRAK Setyanto, Galuh, Yanu. 2010. Analisis Kinerja Keuangan Dengan Metode Radar (Studi Pada Perusahaan Rokok Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2006-2008, Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryanto, M.Ed. (II) Dr. Dyah Ayu W, S.E., M. Si., Ak. Persaingan antar perusahaan rokok yang semakin ketat, memaksa manajemen untuk membuat suatu terobosan baru untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan menemukan ide-ide yang inovatif agar tetap eksis dan berkembang. Cara yang dapat digunakan untuk mengukur kondisi keuangan perusahaan adalah dengan melakukan evaluasi kinerja keuangan perusahaan. Evaluasi kinerja merupakan suatu metode untuk mengawasi kegiatan operasional perusahaan, dimana hal ini dapat membantu pihak manajemen dalam mengambil keputusan sesuai dengan tujuan perusahaan yang telah ditetapkan serta membantu pihak manajemen dalam menentukan strategi apa yang tepat yang harus diambil oleh perusahaan. Analisis kinerja keuangan bertujuan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan dimana salah satu metode yang digunakan untuk analisis kinerja keuangan adalah metode radar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kinerja keuangan perusahaan rokok yang terdaftar di BEI dengan menggunakan metode radar, yang dikembangkan oleh APO (Asian Productivity Organization) di Jepang. Rasio-rasio radar terbagi ke dalam 5 kelompok utama, yaitu: rasio profitabilitas, rasio produktivitas, rasio utilisasi aktiva, rasio stabilitas, dan rasio potensi pertumbuhan. Penelitian ini menggunakan data time series dengan periode penelitian tahun 2006 sampai dengan tahun 2008. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan yang terbaik adalah milik PT. HM Sampoerna Tbk., posisi kedua adalah PT. Bentoel Internasional Investama Tbk., posisi ketiga diperoleh oleh PT. Gudang Garam Tbk., dan posisi yang paling buruk adalah milik PT. BAT Indonesia Tbk. Secara keseluruhan perusahaan rokok yang terdaftar di BEI masih kurang optimal dalam mengelola persediaan yang dimiliki sehingga diharapkan untuk periode mendatang perusahaan bisa meningkatkan kemampuan mengelola persediaannya. Kata Kunci: metode radar, analisis kinerja keuangan

Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen (studi kasus pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung) / Kalista Istifadah

 

ABSTRAK Istifadah, Kalista. 2009. Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Konsumen (Studi Pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung ). Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Supriyanto, M.M. (II) Rachmad Hidayat, S.Pd. Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan Konsumen Seiring semakin berkembangnya pertumbuhan informasi dan teknologi, semakin mendorong pertumbuhan usaha di sektor jasa. Bisnis sektor jasa sangat berpengaruh dalam kehidupan kita, hal ini dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari yang sangat membutuhkan dan bergantung pada berbagai jenis pelayanan jasa. Dengan kondisi persaingan yang semakin ketat dan pesat saat ini, hanya badan usaha yang beroperasi secara efektif dan efisien diandingkan dengan para pesaingnya yang akan tetap bertahan, jika tidak maka badan usahanya atau perusahaannya akan mengalami kegagalan atau kemunduran. Dimensi kualitas jasa digunakan perusahaan sebagai kerangka perencanaan strategis dan analisis tentang kualitas jasa yang ditawarkan kepada konsumen terhadap jasa yang ditawarkan perusahaan tersebut. Dalam Hal ini meliputi: bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati. Kelima dimensi kualitas pelayanan tersebut memiliki peranan penting dalam membentuk kepuasan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Kualitas Pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung, pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen dalam melakukan pelayanan kesehatan pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung baik secara parsial maupun simultan dan dimensi kualitas pelayanan yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kepuasan konsumen pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional yaitu pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen dalam melakukan pelayanan kesehatan pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Populasi yang diambil adalah para pasien yang melakukan rawat jalan pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling, dengan sampel sebanyak 100 responden. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitias dengan sampel uji coba sebanyak 30 responden. Data diperoleh melalui responden menggunakan kuesioner/angket tertutup dan diukur menggunakan skala Likert dengan skor 1-5. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Kualitas pelayanan yang meliputi bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Kelima variabel itu merupakan alasan responden untuk melakukan pelayanan kesehatan pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung. (2) Berdasarkan analisis sebagian konsumen merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Konsumen merasa puas karena pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit sudah sangat bagus, fasilitas penunjang medis juga sudah lengkap, rumah sakit sudah dirasa sangat bersih dan petugasnya juga ramah-tamah. (3) Terdapat pengaruh signifikan kualitas pelayanan yang terdiri dari bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati secara parsial terhadap kepuasan konsumen pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung. (4) Terdapat pengaruh signifikan kualitas pelayanan yang terdiri dari bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati secara simultan terhadap kepuasan konsumen pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung. (5) Berdasarkan koefisien beta masing-masing variabel bebas maka dapat disimpulkan bahwa empati merupakan variabel yang dominan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Saran yang dapat peneliti berikan adalah: (1) Diharapkan pihak RSUD Dr. Iskak Tulungagung untuk memperhatikan kualitas pelayanan bagi konsumen untuk melakukan pelayanan kesehatan pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Hal tersebut dikarenakan faktor kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung (2) Empati merupakan faktor yang dominan terhadap kepuasan konsumen, untuk itu unsur dalam empati yang meliputi dokter yang memberikan perhatian khusus pada pasien, memberikan perlakuan yang sama terhadap pasien, bagaimana perawat memahami keinginan pasien dan sifat dokter dalam menjalin hubungan dengan psien harus diperhatikan oleh RSUD Dr. Iskak tulungagung apabila ingin meningkatkan kepuasan konsumen. (3) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk menggunakan variabel bebas diluar variabel bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati seperti kelompok referensi, usia, budaya, motivasi dan lainnya yang berhubungan dengan kepuasan konsumen pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung.

Antecedent prestasi pendidikan anak petani tambak (studi pada keluarga petani tambak di Sidoarjo) / Mashudi

 

ABSTRAK Mashudi. 2010. Antecedent Prestasi Pendidikan Anak Petani Tambak (Studi Pada Keluarga Petani Tambak Di Sidoarjo). Disertasi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Djumilah Zain, SE., (II) Prof. Armanu Thoyib, SE., M.Sc., Ph.D., dan (III) Dr. Hari Wahyono, M.Pd. Kata kunci : budaya, pendidikan, perilaku produktif, pendapatan, dan prestasi pendidikan. Berangkat dari sebuah fenomena yang berupa tingkat pendidikan formal anak petani tambak di dikawasan pesisir tapal kuda lebih rendah dibanding dengan tingkat pendidikan formal anak petani padi palawija di kawasan subkultur Mataraman serta berdasarkan kajian hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan adanya kesenjangan penelitian (research gap), penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya, terhadap pendidikan orang tua, terhadap perilaku produktif dan terhadap prestasi pendidikan anak. Perilaku produktif dilihat pengaruhnya terhadap pendapatan rumah tangga. Selanjutnya, budaya, pendidikan orang tua, dan pendapatan rumah tangga secara simultan dilihat pengaruhnya terhadap prestasi pendidikan anak petani tambak. Penelitian ini termasuk jenis penelitian suvey dengan rancangan explanatory reserach dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kepada 122 responden yang merupakan pemilik dan pengelola bisnis keluarga (family business) di bidang tambak dan minimal berumur 46 tahun serta sudah mempunyai anak atau anak asuh. Sampel diambil dengan menggunakan teknik area sampling acak (area random sampling). Untuk menguji pola hubungan yang dibangun peneliti menggunakan alat analisis Structural Equation Modelling (SEM) dengan bantuan program Analysis of Moment Structures (AMOS) versi 6.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) makin kuat dimensi budaya, makin tinggi tingkat pendidikan orang tua; 2) makin kuat dimensi budaya, makin tinggi tingkat perilaku produktif; 3) makin kuat dimensi budaya, makin tinggi prestasi pendidikan anak; 4) makin tinggi tingkat perilaku produktif, makin tinggi tingkat pendapatan rumah tangga; 5) makin tinggi tingkat pendidikan orang tua, makin tinggi tingkat pendapatan rumah tangga; 6) makin tinggi tingkat pendidikan orang tua, makin tinggi prestasi pendidikan anak; dan 7) makin tinggi tingkat pendapatan rumah tangga, makin rendah tingkat prestasi pendidikan anak. Dibanding dengan pendidikan orang tua, perilaku produktif memberi kontribusi paling besar terhadap pendapatan rumah tangga. Dibanding budaya dan pendapatan rumah tangga, pendidikan orang tua memberi kontribusi paling besar terhadap prestasi pendidikan anak. Temuan bahwa perilaku produktif memberi kontribusi paling besar terhadap pendapatan rumah tangga, memberi implikasi praktis bagi pendidikan ekonomi, artinya jika seseorang menginginkan memperoleh pendapatan yang tinggi maka harus berperilaku produktif, bukan konsumtif dan bermalas-malasan. Temuan bahwa pendidikan orang tua memberi kontribusi paling besar terhadap prestasi pendidikan anak, memberi implikasi secara praktis bagi pemilik dan pengelola usaha tambak, agar dalam meningkatkan prestasi pendidikan anaknya, para petani tambak sadar bahwa pendidikan, baik pendidikan formal maupun nonformal berpengaruh kuat terhadap keberhasilan pendidikan anaknya. Dengan demikian temuan-temuan penelitian ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran para petani tambak untuk senantiasa meningkatkan pendidikannya. Temuan bahwa makin tinggi tingkat pendapatan rumah tangga, makin rendah tingkat prestasi pendidikan anak dan sebaliknya temuan dalam penelitian pendahuluan menyatakan bahwa para petani di kawasan subkultur Mataraman, meskipun tingkat sosial ekonominya tergolong rendah dibanding petani tambak dikawasan pesisir, namun tingkat pendidikan formal anaknya tinggi. Temuan penelitian ini memberi implikasi bagi pendidikan ekonomi, bahwa untuk mencapai tingkat pendidikan formal anak yang tinggi, orang tua tidak harus menyediakan dana dalam jumlah yang sangat besar. Dengan demikian, meskipun orang tua tingkat sosial ekonominya tergolong rendah, namun jika motivasinya tinggi dalam menyekolahkan anaknya dan semangat belajar anaknya juga tinggi, maka prestasi pendidikan anaknya cenderung tinggi pula.

Pengaruh penggunaan strategi foscom (Focusing and camparing) terhadap kemampuan menulis resensi novel siswa kelas XI SMA Laboraturium UM / Riva Rizqiyah Masfahani

 

ABSTRAK Masfahani, Riva Rizqiyah. 2010. Pengaruh Penggunaan Strategi Foscom (Focusing and Comparing) terhadap Kemampuan Menulis Resensi Novel Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suyono, M.Pd., (II) Dr. Heri Suwignyo M.Pd. Kata kunci: pembelajaran menulis resensi, pengaruh hasil belajar, strategi Foscom (focusing and comparing) Pembelajaran menulis resensi penting diajarkan oleh siswa, karena menulis resensi adalah salah satu kompetensi yang ada dalam KTSP jenjang SMA/MA yang harus dikuasai oleh siswa kelas XI. Namun pada kenyataannya, minat dan kemampuan menulis resensi siswa masih rendah. Menulis resensi masih dianggap sulit oleh siswa. Kesulitan ini terefleksi pada ketidaktahuan siswa tentang apa yang harus ditulis dalam resensi dan bagaimana format yang baik dalam menulis resensi. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya strategi pembelajaran yang dapat mengarahkan siswa untuk menghasilkan resensi yang baik dan menarik. Strategi pembelajaran merupakan serangkaian daya dan upaya tindakan guru dalam merealisasikan terwujudnya kegiatan pembelajaran secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. Fungsi dari strategi itu sendiri adalah untuk memperlancar jalannya proses pembelajaran sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Salah satu bentuk strategi dalam pembelajaran menulis resensi adalah strategi Foscom. Strategi ini adalah gabungan dari dua kata, yaitu focusing dan comparing. Focusing berkaitan dengan kegiatan memusatkan perhatian kepada satu komponen yang disajikan oleh sebuah buku yang tetap berpangkal pada apa yang merupakan sesuatu yang menonjol, atau yang disebut dengan eye catching. Kegiatan pemusatan perhatian ini difokuskan terhadap hal-hal yang terdapat dalam unsur-unsur resensi, yakni judul resensi, data/identitas buku, pembuka (lead) resensi, isi/tubuh resensi, dan penutup resensi. Sedangkan comparing merupakan kegiatan untuk melakukan pembandingan atas hal-hal yang ada di dalam novel yang diresensi dengan novel lain yang sama tema atau pengarangnya agar peresensi dapat menilai sebuah novel. Kegiatan pembandingan ini berkaitan dengan unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam sebuah novel, diantaranya latar, perwatakan atau penokohan, cerita, alur, bahasa, dan tema dalam novel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan strategi Foscom terhadap kemampuan menulis resensi dalam merumuskan judul resensi, menentukan data/identitas resensi, menulis paragraf pembuka (lead) resensi, menulis paragraf isi/tubuh resensi, dan menulis paragraf penutup resensi novel oleh siswa kelas XI SMA Laboratorium UM. Sedangkan metode penelitiannya menggunakan eksperimen sungguhan. Alat untuk menjaring data kemampuan menulis resensi novel yaitu dengan menggunakan strategi Foscom. Data dalam penelitian ini adalah hasil prates pada tahap awal kemampuan menulis resensi dan hasil postes kemampuan akhir dalam menulis resensi novel siswa kelas XI SMA Laboratorium UM. Jumlah sampel adalah 30 siswa siswa, ii sedangkan jumlah populasi keseluruhan adalah 236 siswa. Kriteria penilaian difokuskan pada lima aspek unsur-unsur dalam menulis resensi novel, yakni judul resensi, data/identitas novel, paragraf pembuka (lead) resensi, isi resensi, dan paragraf penutup resensi. Kemudian untuk melihat pengaruh ada tidaknya pengaruh penggunaan strategi Foscom terhadap kemampuan menulis resensi novel siswa, data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi Foscom memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan menulis resensi novel siswa SMA. Nilai rata-rata kelas siswa kelompok eksperimen sebesar 81,00. Sedangkan nilai uji statistik didapat 2, 562 lebih besar dari nilai tabel t 1,701 maka 1 H diterima. Sedangkan skor siswa dilihat dari aspek merumuskan judul resensi memiliki nilai uji statistik 2,165 lebih besar dari nilai tabel t 1,701 maka 1 H diterima. Skor siswa dilihat dari aspek kelengkapan data/identitas resensi memiliki nilai uji statistik 2,609 lebih besar dari nilai tabel t 1,701 maka 1 H diterima. Skor siswa dilihat dari aspek paragraf pembuka (lead) resensi memiliki nilai uji statistik 2,684 lebih besar dari nilai tabel t 1,701 maka 1 H diterima. Skor siswa dilihat dari aspek paragraf isi/tubuh resensi memiliki nilai uji statistik 1,744 lebih besar dari nilai tabel t 1,701 maka 1 H diterima. Skor siswa dilihat dari aspek paragraf penutup resensi memiliki nilai uji statistik 6,634 lebih besar dari nilai tabel t 1,701 maka 1 H diterima. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan strategi Foscom terhadap kemampuan menulis resensi novel siswa SMA. Begitu pula hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada aspek merumuskan judul resensi, menentukan data/identitas resensi, menulis pembuka (lead) resensi, menulis isi/tubuh resensi, dan menulis penutup resensi novel. Strategi ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis resensi novel siswa SMA.

Hubungan kapabilitas kepemimpinan kepala madrasah, iklim madrasah, harapan, dan kualitas mengajar guru dengan keefektifan madrasah pada Madrasah Tsanawiyah Negeri di Malang Raya / Khairul Anam

 

ABSTRAK Anam, Khairul. 2015. Hubungan Kapabilitas Kepemimpinan Kepala Madrasah, Iklim Madrasah, Harapan, dan Kualitas Mengajar Guru dengan Keefektifan Madrasah pada Madrasah Tsanawiyah Negeri Se-Malang Raya. Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A, Ph.D., (II) Prof. Dr. Ali Imron, M.Pd., M.Si., (III) Dr. Kusmintardjo, M.Pd. Kata kunci : kapabilitas kepemimpinan, iklim madrasah, harapan, kualitas mengajar guru, keefektifan madrasah, sekolah efektif Menghindari globalisasi sebagai proses alami ataupun menghilangkan sama sekali dampak negatif globalisasi itu tidak mungkin. Masyarakat Indonesia harus menghadapi globalisasi serta menerima segala dampaknya, baik negatif maupun positif. Oleh karena itu, tantangan yang harus dipecahkan adalah memanfaatkan semaksimal mungkin dampak positif (peluang) globalisasi itu dan meminimalkan dampak negatif (ancaman). Para pengelola lembaga pendidikan harus bisa menjawab tantangan itu. Lembaga pendidikan harus dapat menyiapkan lulusan yang bisa survive pada era globalisasi, lulusan yang dapat memainkan peranan penting dalam kehidupan global tanpa kehilangan jati dirinya sebagai muslim Indonesia. Oleh sebab itu, efektivitas pendidikan madrasah harus dijaga dan ditingkatkan untuk menjawab tantangan tersebut. Tujuan pendidikan di madrasah adalah supaya para lulusan madrasah dapat hidup bahagia di dunia (yang diukur dari keadaan ekonomi dan materi) dan di akhirat nanti (yang diukur dari ketaatannya pada agama). Hal ini semakin memperkuat keinginan peneliti untuk meneliti masalah keefektifan pendidikan madrasah. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini peneliti meneliti hubungan kapabilitas kepemimpinan kepala madrasah, iklim madrasah, harapan, dan kualitas mengajar guru dengan keefektifan madrasah pada madrasah tsanawiyah negeri di malang raya. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang kapabilitas kepemimpinan kepala madrasah, iklim madrasah, harapan, kualitas mengajar guru, keefektifan madrasah di MTs Negeri se-Malang Raya, serta memperoleh kejelasan hubungan antara masing-masing variabel tersebut. Populasi penelitian adalah guru madrasah tsanawiyah negeri se-Malang Raya dari sembilan kecamatan yang berbeda, baik yang berstatus PNS maupun non-PNS. Instrumen penelitian ini berbentuk kuesioner dan lembar penilaian. Terkait dengan masalah penelitian, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, di Malang Raya rata-rata iklim madrasah tergolong terbuka dan rata-rata tingkat kapabilitas kepemimpinan, harapan, kualitas mengajar guru, dan keefektifan madrasah juga tergolong tinggi. Kedua, kapabilitas kepemimpinan kepala madrasah secara parsial memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap keefektifan madrasah. Ketiga, secara parsial iklim madrasah memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap keefektifan madrasah. Keempat, secara parsial harapan memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap keefektifan madrasah. Kelima, secara parsial kualitas mengajar guru memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap keefektifan madrasah. Keenam, secara parsial kapabilitas kepemimpinan kepala madrasah juga memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap iklim madrasah. Ketuju, secara parsial kapabilitas kepemimpinan kepala madrasah juga memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap harapan tentang prestasi belajar siswa. Kedelapan, secara parsial kapabilitas kepemimpinan kepala madrasah juga memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kualitas mengajar guru. Kesembilan, secara parsial iklim madrasah juga berpengaruh langsung secara signifikan terhadap harapan tentang prestasi siswa. Kesepuluh, secara parsial iklim madrasah berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kualitas mengajar guru. Kesebelas, secara parsial harapan tentang prestasi belajar siswa juga memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kualitas mengajar guru. Kedua belas, ternyata kapabilitas kepemimpinan juga bisa memberikan pengaruh tak langsung terhadap keefektifan madrasah, yakni melalui iklim madrasah. Ketiga belas, ternyata kapabilitas kepemimpinan juga bisa berpengaruh secara tak langsung terhadap keefektifan madrasah, melalui kualitas mengajar guru. Keempat belas, kapabilitas kepemimpinan juga bisa memberikan pengaruh tak langsung terhadap kualitas mengajar guru, melalui iklim madrasah. Kelima belas, ternyata iklim madrasah juga memiliki pengaruh tak langsung terhadap keefektifan madrasah melalui kualitas mengajar guru. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disarankan bahwa jika ingin meningkatkan keefektifan madrasah di MTsN di Malang Raya, maka kapabilitas kepemimpinan kepala madrasah, iklim madrasah, harapan, dan kualitas mengajar guru harus dibenahi dan ditingkatkan lebih dahulu. Kapabilitas kepemimpinan adalah hal pertama yang harus dibenahi dan ditingkatkan karena berpengaruh langsung terhadap iklim madrasah, harapan, dan kualitas mengajar guru. Dengan demikian, disarankan kepada para kepala madrasah supaya memperbaiki kualitas dan kapabilitas kepemimpinannya lebih dulu sebelum menuntut perbaikan kepada para bawahan.

Strategi belajar bahasa Arab siswa MAN Kunir Wonodadi Blitar / Siti Nur Mambaus Shafa

 

ABSTRAK Shafa, S.N. Mambaus. 2015. Strategi Belajar Bahasa Arab Siswa MAN Kunir Wonodadi Blitar. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Nurhidayati, M. Pd dan (2) Dr. Ahmad Munjin Nasih, M. Ag. Kata kunci: Strategi Belajar Bahasa Arab, Bahasa Arab, MAN Kunir. Strategi belajar bahasa Arab adalah tindakan spesifik yang ditempuh oleh pembelajar agar kegiatan belajar bahasa Arab lebih mudah, lebih cepat, lebih menyenangkan, lebih terarah, dan lebih efektif. MAN Kunir adalah sekolah unggulan di Blitar, yang siswanya memperoleh nilai yang baik dalam mata pelajaran bahasa Arab. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi belajar yang digunakan siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) strategi belajar bahasa Arab siswa MAN Kunir Wonodadi Blitar, dan (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan strategi belajar bahasa Arab siswa MAN Kunir Wonodadi Blitar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN Kunir Wonodadi Blitar. Adapun responden dalam penelitian ini adalah guru bahasa Arab kelas XI MAN Kunir Wonodadi Blitar. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, dan angket. Setelah pengumpulan data, dilakukan analisis data yang meliputi: klasifikasi, penyimpulan, dan penafsiran data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) strategi belajar bahasa Arab yang yang paling banyak digunakan oleh siswa MAN Kunir Wonodadi Blitar adalah strategi sosial. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan strategi belajar bahasa Arab siswa Man Kunir adalah faktor lingkungan sosial. Dalam proses belajar mengajar bahasa Arab hendaknya guru memanfaatkan strategi belajar sosial yang merupakan strategi yang paling disukai siswa karena dirasa paling mudah dan efektif. Disamping itu guru hendaknya memvariasikan pemanfaatan strategi belajar yang lain untuk memacu semangat dan menambah ketertarikan siswa terhadap pelajaran bahasa Arab. Alangkah baiknya jika guru mempersiapkan terlebih dahulu langkah-langkah pembelajaran yang akan diterapkan dengan memanfaatkan berbagai strategi belajar, agar pembelajaran yang berlangsung menjadi bervariasi dan tidak monoton, dan tujuan tercapai dengan efektif. Bagi mahasiswa dan peneliti selanjutnya, peneliti berharap agar penelitian ini menjadi panduan untuk melaksanakan tentang berbagai strategi belajar dalam proses pembelajaran dan mengkaji lebih lanjut efektivitas penggunaan strategi belajar dalam penelitian selanjutnya. Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan cara memperluas aspek kajian tentang strategi belajar bahasa yang digunakan pebelajar bahasa Arab. Yakni dengan mengambil sumber data dari beberapa tempat untuk perbandingan hasil keberhasilan penggunaan strategi belajar bahasa.

Pengaruh kemampuan menggambar sketsa terhadap prestasi menggambar bentuk pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo (The Influence of sketches drawing ability to the achievement of shape drawing in VII grade of SMP 1 Jetis Ponorogo) / Lisa Sidyawati

 

ABSTRAK Sidyawati, Lisa. 2010. Pengaruh Kemampuan Menggambar Sketsa terhadap Prestasi Menggambar Bentuk pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Triyono Widodo M.Sn, (2) Drs. Andi Harisman Kata kunci: Kemampuan menggambar sketsa, prestasi menggambar bentuk Dalam suatu proses menggambar hendaknya harus diperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi kegiatan menggambar. Faktor yang penting yang biasa tidak diperhatikan antara lain adalah menggambar sketsa. Menggambar sketsa adalah sebuah media latihan tahap awal yang bertujuan untuk melatih gerak-gerak otot tangan untuk menggambar sesuai dengan kehendak hatinya. Dalam pendidikan menggambar sekarang ini menggambar sketsa merupakan sebuah materi sampingan yang lebih mengutamakan pokok mata pelajaran menggambar lainnya, seperti menggambar bentuk, menggambar model, menggambar ilustrasi dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh kemampuan menggambar sketsa terhadap prestasi menggambar bentuk. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo, pada siswa kelas VII. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan teknik purposive sampel dan sampel yang diambil sebanyak 60 siswa. Penelitian ini terdiri dari dua variabel utama yaitu kemampuan menggambar sketsa sebagai variabel bebas terhadap prestasi menggambar bentuk sebagai variabel terikat. Selain itu kemampuan menggambar sketsa sebagai variabel bebas terhadap variabel terikat yang terdiri dari: kemampuan membuat spontanitas garis, kemampuan membuat kemiripan bentuk, kemampuan mengkomposisi objek, kemampuan menggunaan garis, sedangkan prestasi menggambar bentuk sebagai variabel bebas terhadap variabel terikat antara lain: kemampuan membuat kemiripan bentuk, kemampuan membuat proporsi, kemampuan membuat komposisi, kemampuan membuat bayangan benda. Pengumpulan data dengan metode test. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik regresi, sedangkan untuk mencari koefisien korelasi menggunakan rumus product moment. Hasil analisis statistik menyatakan bahwa, prestasi menggambar bentuk dipengaruhi oleh kemampuan menggambar sketsa sebesar 0,456 dan kontribusi kemampuan memggambar sketsa terhadap prestasi menggambar bentuk sebesar 19,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Bagian dari kemampuan menggambar sketsa yang paling berpengaruh adalah spontanitas garis sebesar 23,6% dan kontribusinya terhadap prestasi menggambar bentuk adalah 10%, sedangkan spontanitas garis sendiri sangat mempengaruhi proporsi pada prestasi menggambar bentuk sebesar 31,1% dan kontribusinya sebesar 8,9%. Sehingga dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan menggambar sketsa terhadap prestasi menggambar bentuk. Karena hipotesis yang menyatakan tidak adanya pengaruh kemampuan menggambar sketsa terhadap prestasi menggambar bentuk ditolak, dan hipotesis yang menyatakan ada pengaruh kemampuan menggambar sketsa terhadap prestasi menggambar bentuk diterima. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memberikan masukan data yang telah dianalisis secara statistik sebagai bahan pertimbangan dalam program pengajaran yang telah lanjut dan menambah khasanah ilmu pengetahuan khususnya seni rupa dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, terutama disekolah yang bersangkutan.

Penerapan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual model studen teams achievement division (Stad) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar fisika kelas XI SMA Negeri 7 Malang / Anindya Noviantari Devi

 

ABSTRAK Devi, Anindya Noviantari. 2010. Penerapan Pembelajaran dengan Pendekatan Kontekstual Model Student Teams Achievement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI Sma Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Purbo Suwasono, M.Si, (II) Drs. Mudjihartono. Kata kunci: STAD, pendekatan kontekstual, motivasi, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada Februari sampai maret 2010 di kelas XI IPA-3 SMA Negeri 7 Malang diketahui bahwa motivasi belajar fisika siswa sangat rendah yang ditandai dengan banyak siswa yang mengobrol saat KBM berlangsung, ada juga yang sedang bermain handphone, bahkan siswa yang duduk di belakang sedang tidur, serta hasil belajar fisika siswa rendah yaitu hanya sebesar 53.13% siswa yang mencapai standar ketuntasan minimal yaitu 70. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Salah satu tindakan perbaikan adalah dengan penerapan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual model Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan motiva-si dan hasil belajar fisika siswa kelas XI SMA Negeri 7 Malang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendes-kripsikan penerapan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual model STAD dalam upaya peningkatan motivasi dan hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA-3 SMA Negeri 7 Malang. Penelitian ini mengacu pada model penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus tindakan. Setiap siklus terdiri atas 5 jam pelajaran. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu siswa kelas XI IPA-3 semester genap tahun ajaran 2009-2010 SMA Negeri 7 Malang yang berjumlah 32 siswa. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa moti-vasi dan hasil belajar kognitif dan afektif siswa serta data pendukung berupa aktivitas guru dan catatan lapangan. Motivasi belajar siswa diukur berdasarkan peningkatan rata-rata persentase motivasi belajar siswa dan taraf keberhasilan tindakan, sedangkan hasil belajar kognitif siswa diukur berdasarkan selisih skor antara pre test dan post test serta ketuntasan belajar siswa pada masing-masing siklus. Untuk hasil belajar afektif diukur berdasarkan nilai rata-rata tiap siklus dan taraf keberhasilan tindakan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes, lembar observasi motivasi siswa, afektif, aktivitas guru, dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian motivasi belajar siswa meningkat dari 49.94% menjadi 68.27%, daya serap klasikal aspek kognitif meningkat dari 60.71% menjadi 96.43%, nilai rata-rata aspek afektif juga meningkat dari 72.43 menjadi 76.97. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual model STAD dapat meningkatkan motivasi belajar fisika dan hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA-3 SMA Negeri 7 Malang.

Pengaruh kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ) terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Dagangan Madiun / Yuli Ekawati

 

ABSTRAK Ekawati, Yuli. 2010. Pengaruh Kecerdasan Intelektual (IQ) dan Kecerdasan Emosional (EQ) Terhadap Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Dagangan Madiun Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA UM. Pembimbing (I) Drs. Bambang Tahan Sungkowo, M.Pd, (II) Drs. Mudjihartono. Kata kunci: kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, prestasi belajar fisika IQ dan EQ adalah sumber-sumber daya sinergis tanpa yang satu, yang lain menjadi tidak sempurna dan tidak efektif. IQ hanyalah salah satu unsur pendukung keberhasilan seseorang, keberhasilan seseorang tergantung pada kemampuan memadukan IQ dan EQ. Begitu pula dalam kaitannya dengan keberhasilan belajar siswa yang tercermin dalam prestasi belajar fisika, juga tidak lepas dari peranan IQ dan EQ. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh IQ dan EQ terhadap prestasi belajar fisika serta mengetahui sumbangan yang lebih besar antara IQ dan EQ terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Dagangan Madiun Tahun Ajaran 2009/2010. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Variabel yang terlibat dalam penelitian ini adalah kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional sebagai variabel bebas, serta prestasi belajar fisika sebagai variabel terikat. Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA N 1 Dagangan. Pengambilan sampel digunakan teknik cluster random sampling. Kelas sampel yaitu X-A, X-C, X-D, dan X-F yang berjumlah 120 siswa.Instrumen yang digunakan adalah tes kecerdasan emosional dalam bentuk skala Likert untuk memperoleh data EQ, sedangkan data IQ dan prestasi belajar fisika diperoleh dari dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Dari analisis data, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) secara parsial IQ mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar fisika, ditunjukkan dari nilai thitung = 7.788 > 1,98 (t117 ; 0,05); (2) secara parsial EQ mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar fisika, ditunjukkan dari nilai thitung = 3.018 > 1,98 (t117 ; 0,05); (3) secara simultan IQ dan EQ mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar fisika yang ditunjukkan dengan nilai Fhitung = 43.447 > 3.0764 (F2;117;0.05 ). Nilai adjusted R2 sebesar 0.416, ini berarti prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA N 1 Dagangan Madiun dipengaruhi oleh IQ dan EQ sebesar 41.6%. Dari nilai Sumbangan Efektif (SE) dan Sumbangan Relatif (SR) dapat diketahui variabel mana yang lebih berpengaruh terhadap variabel terikat. Nilai SE dan SR IQ masing-masing 34.21% dan 81.55% yang lebih besar dari nilai SE dan SR EQ masing-masing besarnya 7.39% dan 18.45%. Hal ini berarti IQ lebih berpengaruh daripada EQ terhadap prestasi belajar fisika bagi siswa kelas X SMA Negeri 1 Dagangan Madiun.

Efektivitas implementasi modul IPA terpadu melalui pembelajaran model integrasi terhadap prestasi belajar siswa kelas VII-C SMP Negeri 2 Tugu-Trenggalek / Rodiah

 

ABSTRAK Rodiah. 2010. Efektivitas Implementasi Modul IPA Terpadu Melalui Pembelajaran Model Integrasi Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII-C SMP Negeri 2 Tugu-Trenggalek. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika. Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Agus Sujudi, M.Pd (2) Dra. Endang Purwaningsih, M.Si Kata Kunci: efektivitas, modul IPA terpadu, model integrasi, prestasi belajar IPA merupakan mata pelajaran wajib bagi jenjang pendidikan SMP. Sebagian besar siswa pada jenjang SMP berada pada tahap transisi dari fase operasional kongkrit ke fase operasional formal, maka diharapkan sudah mulai dilatih untuk mampu berpikir abstrak. Artinya, pembelajaran IPA di SMP secara utuh mengajak peserta didik untuk mulai ke arah berpikir abstrak dengan mengenalkan IPA secara utuh dengan harapan muncul upaya penyelidikan-penyelidikan ilmiah. Penelitian ini bertujuan mengukur perbedaan prestasi belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran menggunakan modul IPA terpadu melalui model integrasi dan mengukur efektivitas implementasi modul IPA terpadu tema Pengukuran kadar zat. Model pembelajaran mengintegrasikan materi pelajaran fisika dan kimia dalam satu tema yaitu Pengukuran Kadar Zat, diharapkan siswa dapat mempelajarai fenomena dari sisi kimia dan fisika secara bersamaan. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian dipilih quasi eksperimental dengan rancangan penelitian control group pre-test-post-test design. Implementasi pembelajaran menggunakan modul IPA terpadu sebagai perlakuan dan prestasi belajar sebagai variabel terikat. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tugu-Trenggalek semester II tahun ajaran 2009/2010. Sampel penelitian ditentukan berdasarkan purposive cluster sampling yaitu kelas VII-B sebagai kelas kontrol dan kelas VII-C sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda dengan empat alternatif pilihan, sebelum digunakan instrumen diujicobakan pada siswa kelas VII-D SMP Laboratrium UM. Hasil uji coba soal dianalisis validitas, reliabilitas, daya beda, dan derajat kesukaran. Nilai hasil pretes diuji prasyarat yaitu homogenitas dan reliabilitas. Uji hipotesis menggunakan Analisis Variansi dua jalur (ANAVA AB), yang kemudian dilanjutkan dengan scheefe-test. Berdasarkan analisis data diperoleh Fhitung= 5,170 >3,986 F(1;.05) nilai rerata postes kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol, ditunjukkan dengan nilai t hitung = 11,205 > 1,976 t(76;.05). Hasil analisis menunjukkan bahwa Terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang menggunakan modul IPA terpadu dan siswa yang menggunakan buku teks IPA. Berdasarkan scheffe-test thitung untuk kelompok tinggi = 3,560 > 2,039 t(31;.05) dan thitung untuk kelompok rendah = 2,640 >2,108 t(43;.05). Jadi, modul IPA terpadu efektif untuk diterapkan pada siswa kelompok tinggi maupun rendah.

Otomatisasi penyalaan lampu dan bel pada industri rokok berbasis mikrokontroler / Achmad Safi'i

 

Kata kunci: otomatisasi, penyalaan, lampu dan bel, industri Industri adalah suatu tempat yang digunakan oleh perusahaan untuk memproduksi barang. Salah satu faktor penting dari lingkungan industri adalah dapat memberikan kenyamanan kepada pegawai dalam beraktivitas. Untuk itu dapat diatasi dengan adanya sistem penerangan yang baik. ”Penerangan yang baik dalam suatu pabrik atau perusahaan akan membantu terciptanya suatu tempat kerja yang aman dan nyaman, sehingga dalam melaksanakan kegiatan produksi dapat menghemat penglihatan, tenaga, serta memberikan semangat kerja yang tinggi pada pegawai” (Rawan, 2009). Tujuan pembuatan Tugas Akhir ini untuk menciptakan suatu sistem otomatisasi penyalaan lampu dan bel untuk menggantikan sistem manual pada industri rokok sehingga dengan adanya alat ini membantu pekerja dan perusahaan agar lebih efektif dan efisien dalam melakukan kegiatan produksi. Metode perancangan meliputi: (1) perancangan perangkat keras (hardware) meliputi rangkaian sensor cahaya, sensor PIR, rangkaian minimum sistem, dan rangkaian driver, (2) perancangan perangkat lunak (software), (3) perancangan mekanik. Hasil yang didapat adalah penyalaan lampu berdasarkan intensitas cahaya dan aktivitas pekerja yang ada didalam ruangan. Lampu didalam ruangan hanya akan menyala bila intensitas cahaya kurang dan ada aktivitas pekerja, bila kedua kondisi itu tidak terpenuhi maka lampu didalam ruangan akan mati. Bel akan berbunyi dan LCD akan menampilkan karakter pada waktu yang telah ditentukan yaitu pada pukul 08.00 (selamat bekerja), 12.00 (selamat istirahat) dan 17.00 (selamat pulang). Lampu teras akan menyala otomatis pada pukul 17.15 dan akan mati pada pukul 06.00. Semua sistem tersebut akan bekerja secara otomatis. Kesimpulan dari pembuatan tugas akhir ini adalah (1) dalam perancangan otomatisasi penyalaan lampu dan bel pada industri rokok agar dapat bekerja secara efektif dan efisien adalah (a) menentukan sistem kerja alat yang akan dibuat, (b) menentukan input dan, (c) menentukan output yang diinginkan. (2) Dalam pembuatan sistem otomatisasi penyalaan lampu dan bel pada industri rokok agar dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan adalah (a) menentukan komponen yang akan dipakai , (b) membuat skema rangkaian, (c) membuat PCB (Printed Circuit Board), (d) melakukan pengeboran PCB dan (e) penyolderan komponen. (3) Pengujian sistem kontrol penyalaan lampu dan bel otomatis pada industri rokok dilakukan berdasarkan perbandingan antara hasil perhitungan teori dan pengukuran. Hasil perbandingan menunjukkan sistem yang telah dibuat dapat bekerja dan hasilnya mendekati kesamaan antara teori dengan pengukuran.

Efek pemberian tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar insulin growth factor-1 (IGF-1) pada tikus putih (Rattus novergicus) strain wistar jantan dengan diet kurang energi protein(KEP) / Julia Kristin

 

ABSTRAK Kristin, Julia. 2009. Efek Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Kadar Insulin Growth Factor-1 (IGF-1) pada Tikus Putih (Rattus novergicus) Strain Wistar Jantan dengan Diet Kurang Energi Protein (KEP). (1) Dr Abdul Gofur, M.Si, (2) Dra. Sri Rahayu Lestari, M.Si. Kata Kunci : Tepung daun kelor, Kadar IGF-1, Tikus wistar, KEP. Dalam penelitian ini diteliti tentang efek pemberian tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar insulin growth factor-1 (IGF-1) pada tikus putih (Rattus novergicus) strain wistar jantan dengan diet kurang energi protein (KEP). Tujuan penelitian untuk mengetahui efek pemberian tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar insulin growth factor-1 (IGF-1) pada tikus putih (Rattus novergicus) strain wistar jantan dengan diet kurang energi protein (KEP). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi dan Laboratorium Fisiologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, pada bulan Agustus 2009–Februari 2010. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan (Normal, KEP, P180, P360, P720, P1440), masing-masing diulang sebanyak enam kali. Data berupa panjang absorbansi yang terbaca pada alat pembaca ELISA dianalisis menggunakan analisis variansi tunggal (ANAVA tunggal), dan apabila berpengaruh dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hewan coba yang digunakan adalah tikus wistar jantan umur 8-12 minggu dengan berat badan 200-300 gram dan dibuat KEP selama 60 hari. Pemberian tepung daun kelor diberikan secara oral sebanyak 1 ml/hr selama 30 hari dengan dosis 180g/hr, 360g/hr, 720g/hr, dan 1440g/hr. Pada hari ketiga puluh satu, tikus dibius dengan kloroform kemudian dibedah. Lemak visceral diambil dan dibersihkan dalam larutan NaCl 0,9 % kemudian diawetkan dalam lemari pendingin. Selanjutnya diukur kadar IGF-1 dengan menggunakan metode ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun kelor (Moringa oleifera) berpengaruh positif terhadap kadar insulin growth factor-1 (IGF-1) pada tikus wistar dengan diet Kurang Energi Protein (KEP) pada dosis optimal 360 g/hr.

Catu daya digital terkendali / Happy Sholihul Fathoni

 

Kata kunci: Catu Daya, Potensiomotor, Analog to Digital Converter (ADC). Tujuan pembuatan Tugas Akhir yang berjudul Catu Daya Digital Terkendali antara lain: (1) mengatur ADC pada catu daya dengan baik, (2) menyusun program pengendali tegangan output catu daya dengan baik, (3) menyetabilkan tingkat keakurasian output catu daya terhadap perbedaan beban. Metode penelitian meliputi: (1)penelitian hardware; (2) penelitiain software; (3) pengalibrasian ADC terhadap tegangan output. Catu daya dilengkapi dengan sensor ADC yang berfungsi untuk mengetahui nilai tegangan keluaran. Data nilai tegangan keluaran diolah dalam mikrokontroler ATMega32 dan ditampilkan melalui LCD. Aktuator pada catu daya digital adalah potensiomotor. Tombol pengunci digunakan untuk menghentikan pergerakan potensiomotor ketika tegangan telah mencapai nilai yang diinginkan. Hasil yang didapat yaitu daya maksimal catu daya digital adalah sebesar 14.792 Watt. Range tegangan yang dapat diatur adalah antara 0 sampai 9 volt dengan ketelitian sebesar 0.1 V. Untuk penyetelan tegangan digunakan keypad yang dimasukkan ke mikrokontroler yang telah dikalibrasi ADC-nya. Kesimpulan dari pembuatan tugas akhir ini adalah (1) perancangan catu daya digital ini telah dapat bekerja dengan baik, mempunyai range tegangan antara 0 sampai 9 volt dan daya maksimal 14.792 watt. (2) pengujian setiap blok pada catu daya digital telah dilakukan dan setiap bloknya dapat bekerja dengan baik.

Otomatisasi pengambilan data website untuk keperluan pemeringkatan berbasis sound approach / Eko Fujianto

 

ABSTRAK Fujianto, Eko. 2010. Otomatisasi Pengambilan Data Website untuk Keperluan Pemeringkatan Berbasis Sound Approach. Skripsi, Program Studi Fisika, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Johanis A. Rampisela, M.S., (II) Daeng Achmad Suaidi, S.Si., M.Kom. Kata Kunci: Otomatisasi, Pengambilan Data, Website, Pemeringkatan, Sound Approach Pemeringkatan merupakan salah satu cara untuk mengetahui kualitas dari masing-masing komponennya. Pemeringkatan berbasis Sound Approach adalah salah satu metode pemeringkatan yang dapat dijadikan model dalam suatu pemeringkatan tertentu terutama dalam bidang fisika. Metode pemeringkatan berbasis Sound Approach dalam skripsi Dona Harinda Sasongko berjudul “Metode Pemeringkatan Berbasis Sound Approach” diterapkan pada pemeringkatan website dan menggunakan beberapa indikator yang mengacu pada indikator yang digunakan oleh Webometrics (http://webometrics.info). Webometrics adalah lembaga yang melakukan pemeringkatan terhadap website perguruan tinggi di seluruh dunia. Indikator yang dipakai oleh Webometrics antara lain size atau jumlah halaman website, visibility atau jumlah total tautan unik yang diterima dari situs lain, rich files atau jumlah file yang ada di suatu situs, dan scholar atau jumlah tulisan-tulisan ilmiah berdasarkan Google scholar. Keempat data indikator di atas diperoleh dari empat mesin pencari, diantaranya Google, Yahoo, Bing, dan Exalead . Pengambilan data secara manual dilakukan dengan memasukkan key tertentu dalam mesin pencari dan mencatat jumlah hasil pencarian sebagai data. Key yang dimasukkan pada mesin pencari berbeda-beda untuk masing-masing jenis data indikator yang akan diambil. Proses pengambilan data secara manual membutuhkan waktu yang sangat banyak. Program otomatisasi pengambilan data website ini secara otomatis akan menjalankan mesin pencari dengan key yang telah ditentukan dan melakukan pengambilan data size, visibility, rich files, dan scholar dari mesin pencari. Dengan menggunakan function file_get_contents(), program mengambil page source dari halaman hasil pencarian mesin pencari. Setelah itu program melakukan pencocokan string angka jumlah hasil pencarian pada page source tadi dan mengubahnya menjadi sebuah variabel dengan menggunakan function preg_match(), kemudian menampilkan variabel tersebut pada sebuah tabel. Program ini menghasilkan data size, visibility, rich files, dan scholar yang sama dengan hasil pengambilan data yang dilakukan secara manual. Dengan menggunakan program ini, proses pengambilan data website akan lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan dengan melakukan pengambilan secara manual. Pengambilan data manual membutuhkan waktu 3 menit untuk satu URL, sedangkan pengambilan data dengan program hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 menit.

Improving subconscious grammar competence using semantico-syntactic translation practice for students of accounting departement state polytechnic of Malang / Futuh Handoyo

 

ABSTRACT Handoyo, Futuh. 2010. Improving Subconscious Grammar Competence using Semantico- syntacticTranslation Practice for Students of Accounting Department, State Polytechnic of Malang. Thesis, English Education, Graduate Program of State University of Malang. Advisors: (1). Prof. Ali Saukah, MA., Ph.D. (2). Prof. M. Adnan Latief, M.A., Ph.D Key words: subconscious grammar competence, Semantico-Syntactic Translation Practice The present study was conducted to respond to the students’ low ability to process English language syntactically. This was likely due to their lack of grammatical competence, particularly subconscious grammar competence. Therefore, the study was aimed at improving the competence. The research question, then, was formulated as: How can the studennts’ subconscious grammar competence be improved using semantico-syntactic practice? Subconscious grammatical competence refers to grammar knowledge that has undergone an internalization process to a degree that the learners are able to string words into sentences in a relatively good speed. It is also often referred to as implicit or procedural knowledge of grammar. Semantico-syntactic translation practice refers to the activity of converting various kinds of Indonesian expressions they are likely to use for everyday communication, not necessarily grammatical Indonesian, into grammatical English. It is a sort of L1sense-to-L2 form translation. The research design used was classroom action research. The subjects were one class out of six classes of the first year students of Accounting Department. The class consisted of 26 students. The initial procedure of the treatment was planned to consist of the following stages: First, a grammar topic was presented using contrastive linguistic explanation and then followed with the subjects translating Indonesian propositions into grammatical English slowly to reinforce their conscious understanding. The step was repeated until all the topics under study were covered. Second, some sentences and/ or short dialogues covering all the topics under study were dictated to the students to translate by writing the English version on a piece of paper. Along this process the speed was gradually increased with the purpose of internalizing their conscious grammar knowledge and to see whether or not the technique worked. Finally, the subjects were to orally translate sentences, short dialogue, and short text and their performance was scored to judge whether the criteria of success established in advance was met. Since subconscious grammar competence has something to do with the speed of stringing words into sentences correctly, the indicator of improvement was measured in terms of the students’ ability to translate various styles of Indonesian sentences into grammatical English quickly and correctly. The research would be said to succeed when the oral performance of 60 % of the subjects’, or 15.6 students ( rounded 16 students) reached 70 % accuracy, with the speed of 70% of the average speed of the three English teachers’ performance used as a parameter. When the goal was not yet achieved at this point, some extra internalization practices were given until the end of the semester. However, when the goal was still not achieved by then, the first cycle would have to stop and reflection would be made to design a new plan for a new cycle. The result of the implementation showed that the goal was finally reached in fifteen meetings within one cycle with some extra meetings for oral internalization practice. The first seven meetings were used for upgrading the subjects’ conscious grammar. The next four meetings were used to internalize the knowledge. The goal of this stage was to ensure that the technique worked. For this purpose, their performance of the first out of the four meetings were measured and used as the baseline, and their performance of the last day was also measured and used as the target line. The two groups of the scores were compared to see whether their performance significantly increased. The resulted scores indicated there was statistically significant increase. The average scores increased from 59.26 to 77.88, with the t value of 5.386 significant at the level of .0005(one tailed). Convinced with the result, the researcher moved on to the next stage, namely, measuring the subjects’ oral performance. However, the result indicated that they still could not reach the goal. Only eleven of them could get 70 or more. Finally, after they had additional oral internalization practice for two meetings, the goal was reached. Sixteen subjects managed to get 70 or more, with the slowest speed of 35.63 w.p.m, which was slightly above the calculated speed used as a parameter, which was as much as 35.40 w.p.m. The discussion on the finding, then, generated the following conclusions :(1) Subconscious grammar competence can be developed deductively using semantic-syntactic translation practice through the following procedure. First, the learners’ conscious knowledge of grammar is upgraded by the teacher’s explaining about the grammar rules and then followed with the students’ practicing translating messages expressed in different styles of L1 into grammatical L2 to reinforce the knowledge. Second, the conscious knowledge, then, is internalized through further practice of the same task with gradually increased speed and task difficulty—from written increased to oral task.(2). However, as indicated in some related literatures, the developed subconscious grammar competence is not automatically activated in authentic communicative performance, but needs activating in a transitional process of ‘noticing gap’. To this point, the subconscious grammar competence performs two crucial functions. First, it can reduce the students’ tendency to forget previous grammar lessons when learning new ones, but help them accumulate the lessons and use them for the act of noticing gap. Second, it can help the students to optimize the input exposed to them by their noticing act, because the input being noticed will be more likely to turn into intake and to be processed to enhance further acquisition process.

Penerapan cognitive style mapping (CSM) untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Prodo Wonongan Pasuruan / Indri Susanti

 

ABSTRAK Susanti, I. 2010. Penerapan Cognitive Style Mapping (CSM) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN Prodo Winongan Pasuruan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Program, Program Studi S1 PGSD. Fakultas Ilmu Pendidikan Univesitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Wayan Sutama, M. Pd. Pembimbing (II) Dra. Hj. Sukamti, M.Pd. Kata Kunci : Pembelajaran IPA di SD, Cognitive Style Mapping (CSM), Hasil Belajar. Dalam proses pembelajaran IPA di sekolah dasar diharapkan ada penekanan pembelajaran salingtemas yang diarahkan pada pengalaman belajar siswa. Pembelajaran IPA di SD seharusnya lebih menekankan pada proses pembelajaran dan mengaktifkan siswa. Kenyataannya pembelajaran IPA di SDN Prodo kurang mengaktifkan siswa, kurang konstruktif, dan tidak berpusat pada guru. Hal tersebut mengakibatkan hasil belajar IPA siswa SDN Prodo rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan Cognitive Style Mapping (CSM) dalam pembelajaran IPA di kelas IV SDN Prodo Winongan Pasuruan, (2) peningkatan aktivitas siswa kelas IV SDN Prodo dengan diterapkannya Cognitive Style Mapping (CSM) dalam pembelajaran IPA di kelas IV SDN Prodo Winongan Pasuruan , (3) peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SDN Prodo dengan diterapkannya Cognitive Style Mapping (CSM) dalam pembelajaran IPA di kelas IV SDN Prodo Winongan Pasuruan. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK. Subyek penelitian ini siswa kelas IV SDN Prodo Kecamatan Winongan sejumlah 21 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi,wawancara, tes dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari 3 komponen kegiatan yang dilakukan secara berurutan yaitu kegiatan reduksi, sajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan Cognitive Style Mapping (CSM) mencapai prosentase 89,6% dan dapat meningkatkan aktivitas siswa dengan rata-rata siklus I 63,3% dan siklus II 83,5%. Peningkatan ini juga diikuti peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar siswa yang terdiri atas tes dengan rata-rata pratindakan 54,9, siklus I 67,0, dan siklus II 80,6, dan hasil karya siswa meningkat dari 76,5 (siklus I) menjadi 88,5 (siklus II). Sedangkan ketuntasan klasikal siswa mencapai 90,5%, 19 dari 21 siswa telah mencapai SKM yang ditentukan di SDN Prodo yakni 65. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa CSM dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Untuk para guru disarankan untuk menerapkan pembelajaran yang lebih mengaktifkan siswa, konstruktif, menekankan pada pengembangan diri siswa dengan memberikan kesempatan yang cukup bagi siswa untuk mengaktualisasikan diri dan lebih berpusat pada siswa. Penelitian ini hendaknya dapat digunakan sebagai acuan dalam memperbaiki kondisi atau kesulitan belajar siswa.

Pengembangan media video pembelajaran pokok bahasan pengenalan perangkat kamera untuk produksi video dan film / Wahyu Ariyanti

 

Media pembelajaran sebagai salah satu komponen sumber belajar dan merupakan bagian integral dari keseluruhan komponen pembelajaran yang menempati posisi penting dan akan turut menentukan keberhasilan penyelenggaraan pembelajaran. Dengan media pembelajaran maka proses pembelajaran akan berjalan lebih efektif. Pengembangan ini bertujuan merancang, membuat dan menguji keefektifan produk sajian mata kuliah pada Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang angkatan 2006 dalam bentuk media video pembelajaran. Sedangkan materi yang tertuang dalam media video pembelajaran yang dikembangkan ini adalah materi tentang pengenalan perangkat produksi video dan film pada Mata Kuliah Pengembangan Media Video dan TV, Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pengembangan ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Pengembangan produk ini dilanjutkan dengan kegiatan validasi pada ahli media, ahli materi, audiens perorangan dan audiens kelompok kecil. Untuk menentukan keefektifan produk media pembelajaran yang dikembangkan, ditempuh tahap uji coba 15 orang mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang angkatan 2006 sebagai audiens. Berdasarkan hasil perhitungan statistik yang diperoleh dari data ahli media menunjukkan presentase 92,7%, dari ahli materi 75%, dari audiens secara perorangan 90% dan dari audiens secara kelompok kecil 85%. Sedangkan dari data perbandingan hasil belajar mahasiswa secara keseluruhan diperoleh peningkatan skor hasil belajar rata-rata sebesar 30. Sehingga dari data-data tersebut menunjukkan bahwa media media video pembelajaran ini efektif digunakan dalam proses belajar mengajar pada perkuliahan. Saran yang diajukan, hendaknya produk media video pembelajaran yang telah dikembangkan ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang membantu dosen maupun mahasiswa dalam proses belajar mengajar pada perkuliahan. Sedangkan saran untuk peneliti berikutnya, agar mengembangkan materi secara lebih detail.

Pengembangan multimedia interaktif berbasis komputer tentang pengenalan dasar-dasar fotografi untuk mahasiswa teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang / Fitri Kurnia

 

Multimedia interaktif berbasis komputer merupakan perwujudan dari multimedia pembelajaran, karena penyampaiannya memadukan unsur audio, visual serta interaktifitas, sehingga dapat menarik minat pengguna. Berdasarkan hasil observasi di Jurusan Teknologi Pendidikan- Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, penggunaan multimedia interaktif berbasis komputer pada mata kuliah foto dan slide pembelajaran masih kurang. Hal ini dibuktikan dengan adanya buku teks sebagai penunjang mahasiswa dalam memahami materi. Karena itu pengembang membuat alternatif pilihan media pembelajaran melalui pengembangan multimedia interaktif berbasis komputer. Media ini dirancang semenarik mungkin yang bertujuan untuk meningkatkan minat mahasiswa dalam belajar, mempermudah mahasiswa dalam memahami materi, dan meningkatkan efektifitas pembelajaran. Pengembangan ini bertujuan merancang dan membuat produk sajian dalam bentuk CD interaktif pembelajaran, sedangkan materi yang tertuang dalam media pembelajaran yang dikembangkan ini adalah materi tentang dasars-dasar fotografi dan edit gambar digital sederhana dengan Photoshop CS3 pada matakuliah Pengembangan Media Foto Pembelajaran jurusan Teknologi Pendidikan khususnya angkatan 2006/2007. Pengembangan yang dilaksanakan di Jurusan Teknologi Pendidikan pada mahasiswa Angkatan 2006-2007. Pengambilan data yang digunakan meliputi: instrumen angket untuk ahli media, ahli materi, audiens, serta pre-test dan post-test untuk subyek penelitian. Dalam sistematika pengembangannya, terdapat langkah-langkah yang akan dilalui guna mencapai hasil yang diharapkan. Adapun tahap-tahap tersebut adalah sebagai berikut: (1) identifikasi kebutuhan, (2) analisis tujuan, (3) pengembangan materi pembelajaran, (4) mengembangkan alat evaluasi, (5) penulisan naskah (6) produksi, (7) menyusun petunjuk pemanfaatan, (8) validasi, (9) revisi. Multimedia interaktif merupakan salah satu media alternatif yang dapat digunakan untuk menunjang proses pembelajaran. Kepraktisan dan kemudahan penggunaan multimedia interaktif ini membantu mahasiswa untuk belajar sesuai dengan yang diharapkan, karena media ini mempunyai alur komunikasi dua arah. Multimedia interaktif juga dapat dijadikan penunjang dalam model pembelajaran individual. Media berbasis komputer memiliki pengertian yaitu menggunakan komputer sebagai alat bantu untuk menyampaikan materi dalam proses belajar mengajar. Penggunaan komputer dalam bidang pendidikan bukanlah hal yang baru lagi. Dengan menggunakan komputer diharapkan para siswa akan lebih bersemangat dalam mempelajari sesuatu dengan demikian proses belajar akan lebih bermakna dan pengetahuan yang diperoleh siswa akan tertanam lebih dalam serta tidak mudah hilang.

Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation (GI) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar fisika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Malang / Mohammad Arif Fauzi

 

ABSTRAK Fauzi, Mohammad Arif. Penerapan Pembelajran Kooperatif Model Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sirwadji (II) Drs. Yudyanto, M.Si. Kata kunci : Group Investigation (GI), Motivasi, Hasil Belajar. Observasi awal yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa pembelajaran Fisika di kelas VII-G SMP Negeri 2 Malang terdapat beberapa masalah antara lain: (1) proses pembelajaran yang selama ini dilakukan masih berkutat pada pembelajaran konvensional yaitu ceramah, (2) motivasi belajar siswa terhadap pelajaran fisika rendah, hal ini dapat diketahui ketika guru menjelaskan materi ada kurang lebih 70% siswa yang kurang memperhatikan penjelasan dari guru, ada beberapa siswa yang melamun dan ada beberapa siswa yang melakukan aktifitas sendiri yang tidak ada kaitannya dengan pelajaran, (3) hasil belajar fisika siswa kelas VII-G belum bisa memenuhi standar ketuntasan minimal (SKM) yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 65, nilai rata-rata ulangan harian siswa kelas VII-G tergolong rendah yaitu 56,14. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diterapkan model pembelajaran yang mampu membuat siswa aktif selama proses pembelajaran dan saling membantu untuk memperoleh pemahaman. Model pembelajaran tersebut adalah Group Investigation (GI) yang diindikasikan mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Berdasarkan kondisi tersebut maka dilakukan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk: (1) mengetahui sejauhmana keterlaksanaan penerapan pembelajaran kooperatif model GI (Group Investigation), (2) mengetahui berapa peningkatan motivasi belajar siswa kelas VII-G matapelajaran Fisika menggunakan pembelajaran kooperatif model GI (Group Investigation), (3) mengetahui berapa peningkatan prestasi belajar siswa kelas VII-G matapelajaran Fisika setelah menggunakan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Peneliti sebagai pengelola instrumen, perancang tindakan dan guru. Dalam penelitian ini, prosedur pengumpulan data diperoleh melalui: observasi motivasi siswa dalam model pembelajaran kooperatif Group Investigation (GI), dan pemberian tes yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Tahap-tahap penelitiannya meliputi perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang pelaksanaannya disesuaikan dengan Group Investigation (GI). Hasil penelitian ini menunjukkan (1) keterlaksanaan penerapan pembelajaran Fisika Model Group Investigation (GI) Fisika mengalami peningkatan dari 76,47% pada siklus I ke 90,19% pada siklus II dengan peningkatan sebesar 13,72%, peningkatan keterlaksanaan ini membuktikan pelaksanaan pembelajaran model GI perlu latihan dan pembiasaan diri baik dari guru maupun siswa, (2) motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I dengan rerata 76,92% menjadi 91,74 % pada siklus II, terdapat peningkatan sebesar 14,82%, (3) hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 27,04% yang ditunjukkan dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian disarankan: (1) sebaiknya ketika menerapkan model pembelajaran kooperatif Group Investigation (GI) guru lebih intensif dalam memberi bimbingan, (2) berdasarkan hasil penelitian ini, sebaiknya digunakan model pembelajaran kooperatif Group Investigation (GI) untuk mengatasi masalah rendahnya motivasi dan hasil belajar, (3) model pembelajaran kooperatif Model Group Investigation (GI) hendaknya dicobakan oleh peneliti lain pada materi dan sekolah yang berbeda.

Upaya peningkatan kerja ilmiah dan pemahaman konsep fisika melalui penerapan model pembeljaran siklus belajar materi listrik dinamis siswa kelas X-4 semester genap tahun ajaran 2009/2010 SMA Negeri 6 Malang / Danny Firmansyah

 

ABSTRAK Firmansyah, Danny. 2010. Upaya Peningkatan Kerja Ilmiah dan Pemahaman Konsep Fisika Melalui Penerapan Model Pembelajaran Siklus Belajar Materi Listrik Dinamis Siswa Kelas X-4 Semester Genap Tahun Ajaran 2009/2010 SMAN 6 Malang. Skripsi, Jurusan Fisika, Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Kadim Masjkur, M.Pd. (II) Drs. Sirwadji Kata Kunci : kerja ilmiah, pemahaman konsep, siklus belajar,. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru fisika kelas X-4 SMAN 6 Malang diperoleh informasi bahwa selama proses pembelajaran guru memberikan materi fisika dengan metode ceramah dan diskusi kelas. Nilai UTS fisika semester 2 belum ada yang tuntas. Rata-rata 50,53 dengan nilai tertinggi 60 dan terendah 25. Standar kelulusan minimal 70. Metode praktikum dan diskusi kelompok kecil jarang diterapkan. Metode praktikum yang diterapkan belum bisa melibatkan siswa aktif, sehingga kemampuan kerja ilmiah siswa meliputi melakukan pengamatan, menggunakan alat praktikum, melakukan praktikum, mengumpulkan data, menyusun dan melaporkan hasil praktikum dan diskusi, kemampuan bertanya, dan kemampuan menjelaskan belum pernah diamati, dan pemahaman konsep fisika siswa rendah. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan kerja ilmiah siswa dan pemahaman konsep fisika siswa adalah model pembelajaran Siklus Belajar. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan pemahaman konsep fisika siswa kelas X-4 melalui penerapan model pembelajaran Siklus Belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Tindakan yang diberikan adalah penerapan model Siklus Belajar. Penelitian dilakukan di SMAN 6 Malang kelas X-4 terdiri dari 35 siswa, terdiri dari 18 siswa perempuan dan 17 siswa laki-laki. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, rubrik kemampuan kerja ilmiah siswa dan pemahaman konsep fisika siswa melalui pretes dan postes. Kemampuan kerja ilmiah dikatakan berhasil jika tiap aspek telah mencapai 70% dari skor maksimal. Pemahaman konsep dikatakan berhasil jika terjadi peningkatan nilai gain score siswa dari siklus I dan siklus II Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Siklus Belajar dapat meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan pemahaman konsep fisika siswa kelas X-4 SMAN 6 Malang. Kemampuan kerja ilmiah siswa secara keseluruhan mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II sebesar 27,68 %. Pemahaman konsep mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II sebesar 8,37.

Questioning strategies employed by biology teacher in the RSBI program of SMPN 5 Malang / Aninda Martha Kirana

 

ABSTRACT Kirana, Anindita Martha. 2010. Questioning Strategies Employed By Biology Teacher in RSBI Program at SMPN 5 Malang. Sarjana’s Thesis, Department of English Education, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisors: Dra. Sri Andreani, M.Ed Key words: questioning strategy, teacher’s question, RSBI. Communication is used in teaching in many ways. One of which is through questioning. Questioning itself is believed as an effective tool to involve students in their learning. When students are involved in the process of teaching and learning especially in the questioning process, it is expected that they will be critical persons since they are trained to think carefully and deeply in answering the questions that are given by the teacher orally. Therefore, it is expected that teachers are able to use any kind of questions; high level and low level questions. Furthermore, RSBI program is believed as a breakthrough in Indonesian education system. This program requires professional pedagogy to prepare human resources in facing local, national, and global changes. As professionals in a program which adapt and adopt international education systems, they are required to master English and to know what to do to reach the educational goals. One of the goals is creating critical output. This can be done by involving students in discussion and question-answer session. By giving appropriate questions; when, how, and what for the questions given, it is believed that students will participate actively in this process. RSBI program already conducted at SMPN 5 Malang so that the researcher decided to conduct the study in this school and a Biology teacher teaches in RSBI program of this school becomes the subject of the study. This study describes the questioning strategies employed by an RSBI teacher of Biology to find out how she delivers her questions of her students based on Bloom’s Taxonomy of Cognitive Domain theory (1956), questioning techniques proposed by Jacobsen et al (1989), and questioning purpose(s) proposed by Ur (1999). Biology is chosen because it is important to know the use of English in the teaching of Biology in RSBI program since it is written in the RSBI regulation that is a must for Mathematics, Science, and IT teachers to use English in the process of teaching and learning with equal proportion about 50% English - 50% Indonesian. The design of this study is descriptive qualitative since it is designed to obtain information concerning the current status of phenomena. Biology teacher is chosen as the subject of the study since Biology is one of the four materials that must use English in the process of teaching and learning. Besides, Biology subject in this school is well-known as one of the best subjects since some students are succeeding to compete in the Biology Olympiad. The instruments used are observation sheet, interview guideline, and video recorder to record the process of teaching and learning done by the subject. Data were taken, sorted, analyzed, and presented in paragraphs. The findings of this study show that the subject uses five out of six levels in Bloom’s Taxonomy, i.e. knowledge, comprehension, application, analysis, synthesis, and evaluation. The subject does not use question in evaluation at all. The subject uses four out of five strategies of questioning proposed; they are redirection, probing, prompting, wait-time, and rephrasing. She does not use prompting in the whole process. Other facts show that the subject has a certain purpose in giving questions which is different with the theory proposed by Ur and all questions are delivered in Indonesian even the whole processes are only done in Indonesian while the regulation says that the use of English in every meeting is 50% of the whole process of teaching and learning. In conclusion, the RSBI teacher’s questions do not cover all levels. She also does not apply all strategies of questioning. And the subject is not aware of the various purposes that may underlie the questions. The most important is the RSBI teacher does not use English in teaching and learning processes at all. The researcher suggest that the RSBI teachers need to learn more about questioning; the strategies, the levels, and the purposes as well. Apart from that, the RSBI teachers need to learn to use English in their class in the oral and written forms so that the students will be also motivated in learning Biology by using English and hopefully they can pass the examination perfectly.

Pengaruh penggunaan assesment potofolio terhadap motivasi dan hasil belajar bahasa arab siswa kelas XI bahasa Madrasah Aliyah Negeri Tlogo Blitar / Siti Amiroh

 

ABSTRAK Amiroh, Siti. Pengaruh Penggunaan Assessment Portofolio Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas XI Bahasa Madrasah Aliyah Negeri Tlogo Blitar. Skripsi. Jurusan Sastra Arab Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Moh. Ainin, M.Pd. Kata Kunci: Assessment Portofolio, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Portofolio merupakan bagian dari penilaian berbasis kelas, portofolio digunakan sebagai salah satu penilaian karena dapat bercerita tentang aktivitas siswa, dapat menilai dari segi kognitif, afektif dan psikomotorik, dan dapat menilai secara menyeluruh. Penilaian portofolio merupakan penilaian berbasis kelas terhadap sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu, digunakan oleh guru dan peserta didik untuk memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik dalam mata pelajaran tertentu. Selama ini pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Negeri Tlogo (MAN Tlogo) masih didominasi dengan metode ceramah, tanya jawab dan penugasan. Sehingga guru menyampaikan materi ajar secara teoritis. Sedangkan peserta didik mendengarkan dan mencatat apa yang telah disampaikan oleh guru. Selama ini pula guru dalam hal penilaian menggunakan tes sumatif dan tes formatif saja, yang mana tidak menilai senyatanya. Madrasah Aliyah Negeri Tlogo juga belum menggunakan assessment autentik berupa portofolio, karena guru belum menguasai pembuatan portofolio dan penilaian yang digunakan adalah tes sumatif dan tes formatif. Portofolio itu sendiri mempunyai potensi untuk meningkatkan pendidikan yang memungkinkan peserta didik untuk lebih berpartisipasi dalam proses pembelajaran dan portofolio dapat juga menampilkan perkembangan siswa berdasarkan kumpulan hasil yang diperoleh dalam penyusunan portofolio. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui perbedaan pengaruh penggunaan assessment portofolio dan non assessment portofolio terhadap motivasi siswa. (2) Mengetahui perbedaan pengaruh penggunaan assessment portofolio dan non assessment portofolio terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen (eksperimen semu). Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Bahasa 1 yang berjumlah 31 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas XI Bahasa 2 yang berjumlah 30 siswa sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes, metode dokumentasi dan metode kuesioner/angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji t- Independent Sample t-test dengan taraf signifikansi 5%. Tetapi sebelum data dianalisis, diadakan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Dari analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) Ada perbedaan pengaruh penggunaan assessment portofolio terhadap motivasi belajar siswa, dimana kelompok eksperimen lebih tinggi motivasi belajarnya (mean = 3.8), kelompok kontrol (mean = 3.4). (2) Ada perbedaan pengaruh penggunaan assessment portofolio terhadap hasil belajar siswa, dengan nilai t = 0.924 > t tabel (0.05), dimana kelompok eksperimen memiliki hasil belajar lebih tinggi (mean = 83.03) daripada kelompok kontrol (mean = 60.84). Adapun saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagi guru Bahasa Arab MAN TLOGO BLITAR khususnya assessment portofolio dapat dijadikan alternatif penilaian dalam pembelajaran Bahasa Arab mengingat penilaian portofolio ini efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI Bahasa 2, (2) Bagi siswa pada saat pelaksanaan assessment portofolio perlu ditingkatkan lagi keberanian dalam mengungkapkan gagasan, berargumentasi guna lebih memahami terhadap materi yang akan disampaikan, ketelitian dan kedisiplinan dalam penyusunan dan pengumpulan tugas-tugas portofolio agar dapat diperoleh tugas-tugas yang lengkap, (3) Bagi peneliti selanjutnya, karena penelitian ini hanya terbatas pada variabel motivasi dan hasil belajar siswa maka dapat dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh penggunaan assessment portofolio dengan variabel lain, misalnya motivasi dan prestasi belajar.

Analisis tingkat kesehatan bank dengan menggunakan metode camel sebagai uapaya menetapkan strategi usaha di masa depan pada bank "X" cabang "Y" / Husnul Wahidah

 

Kata kunci: Laporan Keuangan, Kesehatan Bank, Analisis CAMEL, Predikat Kesehatan Semakin banyaknya bank di Indonesia membuat sebuah persaingan yang sangat ketat antar bank, sehingga bank diharuskan dapat beroperasi dengan tingkat efisiensi yang tinggi, agar tidak dilikuidasi karena dapat menggangu jalannya perekonomian Negara. Semua itu bisa dilihat dari laporan keuangan yang harus dilaporkan secara periodik oleh Bank yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penilaian tingkat kesehatan bank dengan mengunakan laporan keuangan pada tahun 2006 sampai dengan tahun 2008 sebagai sumber informasi dan pada Bank “X” Cabang “Y” sebagai obyek penelitian. Sebagai acuan digunakan ketetapan Peraturan Bank Indonesia yang telah ditetapkan oleh bank Indonesia sebagai Bank Sentral. Tingkat kesehatan bank dapat diketahui dengan metode CAMEL. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan tingkat kesehatan Bank “X” Cabang “Y” tergolong sehat. Faktor permodalan, faktor kualitas aktiva produktif, dan faktor likuiditas selama periode tahun 2006-2008 menunjukkan hasil yang sangat bagus , dengan nilai kredit sebesar 100, dan berpredikat sehat. Faktor manajemen dan faktor rentabilitas selama tahun 2006-2008 mengalami penurunan, tetapi manajemen telah mampu memperbaiki dan meningkatkan pada tahun 2008. Walaupun demikian, secara keseluruhan, tingkat kesehatan Bank “X” Cabang “Y” pada tahun 2006-2008 ditinjau dari faktor kesehatan bank dan penilaian kesehatan Bank Umum dapat dikatakan sehat. Saran yang dapat dikemukan sehubungan dengan penelitian ini adalah (1) peningkatan pada semua faktor-faktor permodalan,dengan penerbitan saham baru, penjualan obligasi (2) peningkatan aktiva produktif,dengan memperkecil kredit bermasalah dan penanaman aktiva produktif (3) peningkatan manajemen,dengan meningkatkan kepatuhan kepada BI, menjaga reputasi dan hubungan baik dengan nasabah (4) peningkatan rentabilitas,dengan cara meningkatkan pendapatan dan memperkecil beban operasional (5) peningkatan likuiditas, dengan cara mengurangi pasiva lancar dan jalan melakukan pinjaman jangka panjang sekaligus membuat budget kas. Bank bisa masuk ke PUAB untuk mendapatkan pinjaman, melakukan transaksi repot dengan mengagunkan aset seperti Surat Utang Negara atau Sertifikat Bank Indonesia ke BI.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) Berbantuan microsoft powerpoint pada materi perubahan fisika dan perubahan kimia kelas VII SMP Negeri 1 Wajak Kabupaten Malang / Norainny Yunitasari

 

ABSTRAK Yunitasari, Norainny.2010. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) Berbantuan Microsoft Powerpoint pada Materi Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia Kelas VII SMP Negeri 1 Wajak Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dra Srini M. Iskandar, M.Sc, Ph.D, (2) Drs. Muhadi Kata kunci: Pembelajaran tipe STAD, microsoft powerpoint, hasil belajar Mulai kurikulum 2004, mata pelajaran kimia diajarkan di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mata pelajaran kimia merupakan mata pelajaran yang sebagian besar konsepnya bersifat abstrak. Ini merupakan tantangan bagi guru SMP, sehingga sangat perlu inovasi-inovasi baru dalam mengajar. Salah satunya adalah menerapkan suatu model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dalam pembelajaran kooperatif ini, siswa dapat saling kerjasama dan membantu untuk memahami materi pelajaran. Di samping itu perlu juga dilakukan pemanfaatan media pembelajaran yang bisa meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu salah satunya memanfaatkan program microsoft powerpoint. Program ini mudah dijalankan oleh siapa saja tanpa harus belajar bahasa pemrograman terlebih dahulu. Penelitian ini menggunakan powerpoint dan model pembelajaran tipe STAD untuk pembelajaran materi perubahan fisika dan perubahan kimia di SMP Negeri 1 Wajak. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wajak yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan microsoft powerpoint pada materi perubahan fisika dan perubahan kimia, (2) mengetahui hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wajak yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tanpa bantuan microsoft powerpoint pada materi perubahan fisika dan perubahan kimia, (3) mengetahui perbedaan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wajak yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan microsoft powerpoint dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tanpa bantuan microsoft powerpoint pada materi perubahan fisika dan perubahan kimia. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu. Rancangan penelitian eksperimen semu ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa pada kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan bantuan microsoft powerpoint (kelas eksperimen) dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tanpa bantuan microsoft powerpoint (kelas kontrol). Macam-macam variabel penelitian ini adalah media pembelajaran microsoft powerpoint sebagai variabel bebas, model pembelajaran tipe STAD, materi ajar yang diberikan dalam proses pembelajaran dan waktu pembelajaran sebagai variabel kontrol, hasil post-test ke-3 sebagai variabel terikat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), hand out, LKS, lembar diskusi siswa dan powerpoint sebagai instrumen perlakuan serta soal pre-test dan post-test sebagai instrumen pengukuran. Berdasarkan hasil penelitian, kelas yang mendapat perlakuan pembelajaran STAD berbantuan powerpoint lebih baik daripada kelas yang hanya mendapat perlakuan pembelajaran STAD. Kelas yang mendapat perlakuan model pembelajaran STAD berbantuan powerpoint memiliki nilai rata-rata sebesar 67,96 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 41,67. Kelas yang hanya mendapat perlakuan pembelajaran STAD memiliki nilai rata-rata sebesar 57,52 dengan nilai tertinggi 91,67 dan nilai terendah 25. Observasi selama penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa kelas yang mendapat perlakuan pembelajaran STAD berbantuan powerpoint memiliki keseriusan yang lebih tinggi dalam mengikuti pembelajaran dibandingkan kelas yang hanya mendapat perlakuan pembelajaran STAD. Selain itu kerja sama dalam kelompok pada kelas yang mendapat perlakuan pembelajaran STAD berbantuan powerpoint lebih baik dibandingkan pada kelas yang hanya mendapat perlakuan pembelajaran STAD. Uji hipotesis dengan uji T menghasilkan nilai signifikansi yang lebih kecil dari α, sehingga ada perbedaan hasil belajar antara kelas yang mendapat perlakuan pembelajaran STAD berbantuan powerpoint dengan kelas yang hanya mendapat perlakuan pembelajaran STAD. Oleh karena itu, peneliti menyimpulkan kalau penggunaan powerpoint dalam pembelajaran STAD bisa meningkatkan hasil belajar siswa.

Penerapan pembelajaran kooperatif metode think-pair-share (TPS) untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab siswi kelas VII MTs / Noor Laila Azizah

 

ABSTRAK Azizah, Noor Laila. 2010. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Metode Think-Pair-Share (TPS) untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Arab Siswi Kelas VII MTs. Skripsi, Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. H. Moh. Khasairi, M.Pd Kata Kunci: Kooperatif, Think-Pair-Share (TPS), berbicara, MTs Pembelajaran bahasa Arab yang digunakan di kelas VII MTs Nurul Ulum Malang masih bersifat monoton karena hanya melalui metode ceramah dan tanya jawab. Media yang digunakan masih sebatas pada papan dan kapur tulis saja, sehingga siswa kurang bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dan mudah bosan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, diperlukan suatu metode alternatif, di antaranya pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan metode Think-Pair Share (TPS) untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1) penerapan pembelajaran kooperatif metode TPS dalam pembelajaran bahasa Arab siswi kelas VII MTs, dan (2) proses peningkatan kemampuan berbicara bahasa Arab dengan menerapkan pembelajaran kooperatif metode TPS pada siswi kelas VII MTs. Penelitian ini menggunakan rancangan tindakan kelas. Data penelitian diperoleh melalui proses belajar mengajar di kelas. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah 24 siswi kelas VII MTs Nurul Ulum Malang. Data penelitian dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran bahasa Arab dengan pembelajaran kooperatif metode TPS dilakukan dengan menyiapkan RPP, lembar observasi guru dan siswa, dan rubrik penilaian keterampilan berbicara. Kemudian pelaksanaannya disesuaikan dengan RPP yang telah disusun. Penerapan metode TPS dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab siswa kelas VII MTs. Hal ini terbukti dari meningkatnya nilai rata-rata siswa sebelum dan setelah diterapkan metode TPS (pasca tindakan: 67,25, siklus I: 79,88 dan siklus II: 84,25). Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, disarankan bagi kepala sekolah hendaknya meningkatkan upayanya dalam memberikan motivasi kepada guru untuk perbaikan proses pembelajaran dengan memperkaya metode pembelajaran, yang salah satunya melalui metode TPS. Bagi guru diharapkan memberikan variasi pada metode pembelajaran sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan motivasi, dan antusiasme siswa terhadap materi sehingga kemampuan belajar siswa diharapkan dapat meningkat. Sedangkan untuk peneliti lain yang ingin melakukan penelitian yang sejenis agar menggunakan metode kooperatif jenis yang lain (TGT, STAD, dan Jigsaw), sehingga dapat memperkaya hasil penelitian.

Efek pemberian tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar tumor necrosis factor α (TNF-α) pada tikus wistar dengan diet kurang energi protein (KEP) / Nur Kusmiyati

 

ABSTRAK Kusmiyati, Nur. 2010. Efek Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Kadar Tumor Necrosis Factor α (TNF-α) pada Tikus Wistar dengan Diet KEP (Kurang Energi Protein). (1) Dr Abdul Gofur, M.Si, (2) Dra. Sri Rahayu Lestari, M.Si. Kata Kunci : Tepung daun kelor, Kadar TNF-α, Tikus wistar, KEP. Penelitian tentang efek pemberian tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar TNF-α pada tikus wistar dengan diet KEP. Bertujuan untuk mengetahui efek pemberian tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar TNF-α pada tikus wistar dengan diet KEP. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi dan Laboratorium Fisiologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, pada bulan Agustus 2009–Februari 2010. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan, masing-masing diulang sebanyak enam kali. Hewan coba yang digunakan adalah 36 ekor tikus wistar jantan umur 8-12 minggu dengan berat badan 200-300 gram dan dibuat KEP selama 60 hari. Pemberian tepung daun kelor diberikan secara oral sebanyak 1 ml/hr selama 30 hari dengan dosis 0g/hr, 180g/hr, 360g/hr, 720g/hr, dan 1440g/hr. Pada hari ketiga puluh satu tikus dibunuh dengan kloroform. Lemak visceral diambil dan dibersihkan dalam larutan NaCl 0,9 %. Selanjutnya diukur kadar TNF-α dengan menggunakan metode ELISA. Data hasil penelitian berupa kadar TNF-α yang diperoleh dari panjang absorbansi dengan menghitung dari nilai standar TNF-α. Analisis yang digunakan adalah analisis variansi tunggal (ANAVA tunggal), dan apabila berpengaruh dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun kelor (Moringa oleifera) berpengaruh terhadap kadar TNF-α pada tikus wistar dengan diet KEP. Pengaruh tepung daun kelor terhadap kadar TNF-α ditunjukkan dengan nilai rata-rata kadar TNF-α sebesar 1437 pg/ml yang turun mendekati kelompok kontrol negatif. Dosis yang berpengaruh positif terhadap kadar TNF-α yaitu 720 g/hr.

Pembelajaran bercerita dengan menggunakan alat peraga pada siswa kelas VII: analisis perencanaan dan pelaksanaannya di SMP Negeri I Watulimo Trenggalek tahun pelajaran 2009-2010 / Eunike Eko Kurniawati

 

Kemampuan berbahasa meliputi empat aspek, yakni menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Kemampuan berbicara dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui bahasa lisan. Pembelajaran bercerita merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa untuk menceritakan suatu kejadian yang sengaja disusun berdasarkan urutan waktu. Melalui pembelajaran berbicara siswa dapat berkomunikasi dengan mengungkapkan berbagai cerita, pengalaman hidup, ide dan perasaan. Siswa dapat menjadi seorang yang kreatif dan dapat mengambil teladan dari pembelajaran yang telah diperolehnya. Oleh karena itu pembelajaran bercerita membutuhkan inovasi dengan penggunaan media yang mampu membantu siswa dalam proses bercerita dan mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bermaksud (1) mendeskripsikan rencana pelaksanaan pembelajaran bercerita dengan menggunakan alat peraga, dan (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran bercerita dengan menggunakan alat peraga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah guru dan seluruh siswa kelas VII D SMP Negeri I Watulimo Trenggalek tahun ajaran 2009-2010. Siswa berjumlah 38 orang. Data yang diperoleh peneliti berupa RPP, foto dan rekaman peristiwa pelaksanaan pembelajaran di kelas yang dituliskan secara lengkap dalam catatan lapangan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah panduan analisis RPP,panduan wawancara, dan panduan observasi. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) oleh guru bahasa Indonesia kelas VII SMPN I Watulimo Trenggalek bersama rekan MGMP belum sepenuhnya dilakukan berdasarkan silabus dan KTSP. Ketidak sesuaian tersebut terletak pada (a) materi pembelajaran kurang lengkap, (b) penentuan jumlah anggota kelompok dalam langkah-langkah pembelajaran tidak sesuai silabus, (c) penjabaran kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup tidak disertai alokasi waktu dan, (d) tidak terdapat rubrik penilaian proses dan kunci jawaban. Pelaksanaan pembelajaran bercerita dengan menggunakan media wayang karton terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pelaksanaan kegiatan pendahuluan dilakukan dengan kegiatan apersepsi yang memadai namun terdapat kekurangan dalam hal presensi dan pembentukan kelompok. Pada pelaksanaan kegiatan inti guru menggunakan metode pembelajaran yang serasi dengan media pembelajaran yang digunakan dan sesuai dengan kompetensi dasar. Kegiatan inti dilakukan dengan baik namun terdapat beberapa kekurangan dalam hal perluasan penjabaran materi dan pemilihan bahan ajar, pemberian ruang bagi siswa untuk, bereksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, penilaian dan pengaturan alokasi waktu. Pada pelaksanaan kegiatan penutup guru melakukan refleksi dengan baik. Keberhasilan pembelajaran bercerita dengan menggunakan media wayang karton dapat diketahui dari hasil unjuk kerja siswa. Dari daftar nilai milik guru dapat diketahui bahwa 93% siswa mampu mencapai nilai KKM. Siswa yang belum mencapai nilai KKM dapat mencapai nilai KKM setelah mengikuti remidi. Guru disarankan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan KTSP. Pembelajaran bercerita dengan menggunakan media wayang karton merupakan hal yang cukup kreatif. Hal ini perlu dipertahankan dan terlebih ditingkatkan misalnya dengan percobaan pembuatan media untuk kompetensi dasar yang lain. Guru perlu mengembangkan pengetahuan dan potensi diri agar bisa meningkatkan kualitas kinerja profesinya. Peneliti lain disarankan mengadakan penelitian-penelitian yang berkaitan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran pada ketrampilan berbahasa yang lain.

Penerapan teknik pemodelan untuk peningkatan kemampuan membacakan puisi siswa kelas VIIC SMP Negeri 1 Turen tahun pelajaran 2010/2011 / Sulis Eka Ariyaning Putri

 

ABSTRAK Putri, Sulis Eka Ariyaning. 2010. Peningkatan Kemampuan Membacakan Puisi dengan Menggunakan Teknik Pemodelan pada Siswa Kelas VIIC SMP Negeri 1 Turen. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd. Kata kunci: peningkatan, kemampuan membacakan puisi, teknik pemodelan. Membacakan puisi merupakan salah satu bentuk kegiatan membaca yang aktif. Dengan membacakan puisi siswa bisa mengapresiasi puisi yang dibacanya dengan baik, serta orang lain juga bisa menikmati puisi melalui pembacaan puisi. Hasil studi pendahuluan terhadap kemampuan siswa dalam membacakan puisi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih belum kompeten dalam membacakan puisi. Hal ini disebabkan: kurangnya penggunaan media pembelajaran yang digunakan dan strategi pembelajaran yang tidak memberikan cukup kesempatan kepada siswa untuk berlatih dan tampil membacakan puisi. Dengan demikian, kemampuan membacakan puisi siswa kelas VIIC SMP Negeri 1 Turen perlu ditingkatkan. Terkait dengan upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam membacakan puisi, dirumuskan masalah sebagai berikut: (1) bagaimanakah proses peningkatan kemampuan membacakan puisi siswa kelas VIIC SMP Negeri 1 Turen dengan teknik pemodelan pada tahap: (a) pra membacakan, (b) saat membacakan, dan (c) pasca membacakan; dan (2) bagaimanakah hasil peningkatan kemampuan membacakan puisi dengan teknik pemodelan siswa kelas VIIC SMP Negeri 1 Turen pada aspek (a) pemahaman dan penghayatan, (b) intonasi dan suara, serta (c) ekspresi mimik dan gerak? Untuk menjawab pertanyaan di atas, penelitian ini dirancang dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Turen kelas VIIC. Subjek yang diteliti sebanyak 28 siswa. Pengumpulan data proses dilakukan dengan menggunakan instrumen pendukung berupa catatan lapangan, pedoman observasi, pedoman wawancara terhadap guru mata pelajaran, dan angket yang dibagikan kepada siswa. Pengumpulan data hasil menggunakan rubrik pengamatan yang dilengkapi dengan penilaian tiap aspek yaitu: (a) pemahaman dan penghayatan, (b) intonasi dan vokal, serta (c) ekspresi mimik dan gerak. Dari hasil analisis data ditemukan bahwa pembelajaran membacakan puisi dengan menggunakan teknik pemodelan terbukti dapat meningkatkan proses membacakan puisi siswa dan hasil peningkatan membacakan puisi pada aspek pemahaman dan penghayatan, aspek intonasi dan suara, serta aspek ekspresi mimik dan gerak dengan memuaskan. Proses peningkatan kemampuan membacakan puisi dengan teknik pemodelan pada tahap pra membacakan dilakukan kegiatan: (1) mencari satuan makna per bait/larik, (2) memberi tanda baca pada puisi yang akan dibacakan, (3) menyampaikan isi puisi dan kesan puisi yang dibacakan, (4) melaksanakan latihan dasar vokal, (5) menyimak video pembacaan puisi, (6) membaca dalam hati pada kelompok masing-masing, dan (7) menyimak pembacaan puisi guru. Pada saat membacakan dilakukan kegiatan: (1) membaca puisi secara individu, (2) membacakan puisi dalam kelompoknya, (3) anggota kelompok yang lain memberikan saran dan komentar, (4) kembali membaca individu dengan menggunakan saran dari teman, (5) melakukan pengundian dan menentukan wakil masing-masing kelompok, (6) membacakan puisi di depan kelas, dan (7) memberikan penilaian. Pada tahap pasca membacakan dilakukan kegiatan: (1) memberikan kesan dan komentar hasil pembacaan puisi, (2) menentukan perwakilan kelompok yang terbaik, (3) merefleksikan kegiatan yang telah dilakukan, dan (4) memberikan penghargaan pada penampilan terbaik. Berdasarkan hasil analisis data peningkatan kemampuan membacakan puisi pada aspek pemahaman dan penghayatan diketahui terjadi peningkatan yang signifikan pada siswa berkategori sangat baik dan baik dari (siklus I) 64,3% meningkat 93% (siklus II) dan meningkat lagi menjadi 100% (siklus III). Pada aspek intonasi dan suara juga diketahui terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada siswa berkategori sangat baik dan baik dari (siklus I) 75% meningkat menjadi 100% (siklus II dan III). Pada aspek ekspresi mimik dan gerak diketahui terjadi peningkatan yang sangat signifikan pada siswa berkategori sangat baik dan baik dari (siklus I) 25% meningkat 68% (siklus II) dan meningkat lagi menjadi 100% (siklus III). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan teknik pemodelan dengan media VCD dapat meningkatkan kemampuan membacakan puisi siswa kelas VIIC SMP Negeri 1 Turen pada aspek pemahaman dan penghayatan, intonasi dan suara, serta ekspresi mimik dan gerak dengan sangat baik. Berdasarkan simpulan penelitian ini disarankan kepada Kepala Sekolah sebagai pengambil kebijakan di lingkungan sekolah untuk menerapkan penelitian tindakan kelas agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan dapat mengetahui kelemahan pembelajaran. Kepada guru sebagai pembina mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia disarankan agar menggunakan teknik pemodelan dengan kombinasi tayangan VCD atau pemodelan dengan versi baru untuk meningkatkan kemampuan membacakan puisi atau kemampuan berbahasa lainnya dengan lebih kreatif dan inovatif. Kepada peneliti berikutnya disarankan agar menggunakan dan mengembangkan teknik pemodelan sebagai dasar untuk melakukan penelitian untuk mengembangkat keterampilan berbahasa lainnya dengan lebih kreatif dan inovatif.

Penerapan pendekatan strategi pengajaran timbal balik (reciprocal teaching) untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, prestasi dan motivasi belajar pada mata pelajaran pengetahuan dasar teknik mesin siswa kelas X di SMKN 6 Malang / Ade Gita Valentino

 

ABSTRAK Valentino, Ade Gita. 2010. Penerapan Pendekatan Strategi Pengajaran Timbal Balik (Reciprocal Teaching) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi, Prestasi Dan Motivasi Belajar Pada Mata Pelajaran Pengetahuan Dasar Teknik Mesin Siswa Kelas X Di SMKN 6 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin FT, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Sunomo,.M.Pd (2) Drs. H. Solichin , M.kes. Kata kunci: reciprocal teaching, prestasi belajar, motivasi, kemampuan berkomunikasi Metode pembelajaran koperatif dapat menjadi jalan keluar dalam mengatasi pembelajaran di SMK. Konsep ini menempatkan guru dan murid sebagai subyek dalam sebuah proses pendidikan, karena pembelajaran koperatif mampu menyediakan kondisi yang menyebabkan siswa satu dengan yang lainya saling aktif berinteraksi dan terpacu untuk meningkatkan hasil belajar. Metode ini mengedepankan kerja-kerja dalam kelompok maupun individu, sehingga siswa mampu berinteraksi dan berdiskusi dengan baik. Model pembelajaran koperatif metode pengajaran timbal-balik (reciprocal teaching) merupakan salah satu tipe dari pembelajaran koperatif yang dirancang dengan metode-metode tertentu, sehingga siswa dapat belajar lebih serius dan menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerjasama, berfikir kritis, keaktifan dalam bertanya dan keterlibatan dalam proses belajar. Strategi pengajaran reciprocal teaching adalah salah satu strategi dalam pembelajaran kooperatif dimana dalam pelaksanaannya, siswa dibentuk kelompok-kelompok yang beranggotakan 4 siswa dengan tugas masing-masing sebagai predictor, clarifier, questioner, dan summarizer, dan dalam proses pembelajaranya siswa dituntut untuk berinteraksi, ketergantungan, dan bekerjasama dengan kelompoknya dalam mengerjakan tugasnya. Siswa kelas 1 MP 2 SMKN 6 Malang memiliki motivasi, kemampuan berkomunikasi dan prestasi belajar yang rendah. Gejala yang menunjukkan rendanya motivasi, kemampuan berkomunikasi dan prestasi pada mata diklat PDTM, yaitu (1) ) 55% siswa sering mendapatkan remidi karena tidak memperoleh nilai tuntas yaitu 70 karena siswa tidak menguasai materi yang diberikan, (2) tidak semua siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran itu terbukti dengan banyaknya siswa yang kurang memperhatikan pembelajaran dan kurangnya antusias bertanya kepada guru (3) siswa menganggap mata pelajaran PDTM adalah pelajaran yang mengandalakan hafalan dan siswa kurang suka dengan pembelajaran yang bersifat teoritis maupun hafalan. Hal ini yang menyebabkan rendahnya motivasi, kemampuan berkomunikasi dan prestasi belajar siswa pada mata diklat PDTM. Masalah yang ingin dipecahkan dalam penelitian ini adalah apakah metode pengajaran reciprocal teaching dapat meningkatkan motivasi, kemampuan berkomunikasi dan prestasi belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas 1 MP 2 SMKN 6 Malang. Data motivasi belajar siswa diperoleh dari pengamatan oleh dua orang pengamat berupa lembar motivasi belajar pada siklus 1 dan 2. kemudian dianalisis untuk mengetahui peningkatan persentase motivasi belajar serta diperkuat dengan data catatan lapangan. Data kemampuan berkomunikasi siswa diperoleh dari pengamatan oleh dua orang pengamat berupa lembar kemampuan berkomunikasi siswa pada siklus 1 dan 2. kemudian dianalisis untuk mengetahui peningkatan persentase kemampuan berkomunikasi siswa serta diperkuat dengan data catatan lapangan. Data pretasi belajar meliputi tiga aspek, yaitu : kognitif, afektif, dan psikomotorik. Data aspek kognitif diperoleh dari hasil tes akhir siklus 1 dan 2. sedangkan data aspek afektif dan psikomotorik diambil dari lembar penilaian afektif dan psikomotori siklus 1 dan 2 untuk mengetahui peningkatan skor rata-rata pretasi belajar dan ketuntasan belajar secara klasikal. Hasil penelitian diperoleh: (1) strategi pengajaran reciprocal teaching pada mata diklat PDTM pokok bahasan motor bakar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, yaitu pada siklus 1 memiliki persentase sebesar 70,22 % yang berkategori baik dan pada siklus 2 memiliki persentase sebesar 77,37 % yang berkategori baik, peningkatan persentase motivasi belajar sebesar 7,15. (2) strategi pengajaran reciprocal teaching pada mata diklat PDTM pokok bahasan motor bakar dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa, yaitu pada siklus 1 memiliki persentase sebesar 73,6 % yang berkategori baik dan pada siklus 2 memiliki persentase sebesar 78,90 % yang berkategori baik, peningkatan persentase kemampuan berkomunikasi siswa sebesar 5,3 %. (3) strategi pengajaran reciprocal teaching pada mata diklat PDTM pokok bahasan motor bakar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, yaitu sebelum tindakan pembelajaran berlangsung skor rata-rata ketuntasan belajar 55 %, sedangkan pada penerapanya menunjukkan bahwa persentase ketuntasan belajar siswa dilihat dari aspek kognitif pada siklus 1 adalah 73,5%, sedangkan pada siklus 2 sebesar 89 %, Aspek kognitif meningkat sebesar 15,5%. Aspek afektik pada siklus 1 sebesar 70,58% dan siklus 2 sebesar 86,12%, aspek afektif meningkat sebesar 15,54%. Aspek psikomotorik pada siklus 1 sebesar 79,41% dan siklus 2 sebesar 89%, aspek psikomotorik meningkat sebesar 9,59 %. Dari hasil penelitian diatas maka diperoleh kesimpulan bahwa strategi pengajaran reciprocal teaching pada mata diklat PDTM pokok bahasan motor bakar dapat meningkatkan motivasi, kemampuan berkomunikasi dan prestasi belajar siswa.

Penerapan pendekatan problem based learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas V SDN Kasihan III PAcitan pada pokok bahasan pecahan / Rofiq Setyawan

 

ABSTRAK Setyawan, Rofiq. 2010. Penerapan Pendekatan Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas V SDN Kasihan III Pacitan Pada Pokok Bahasan Pecahan. Tesis, Jurusan Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Akbar Sutawidjaja, M. Ed, (II) Dr. Sri Mulyati, M. Pd Kata kunci: pembelajaran, pendekatan Problem Based Learning, pemahaman, pecahan Pemahaman materi pecahan oleh siswa kelas V SDN Kasihan III masih tergolong rendah. Pemahaman siswa yang rendah ini antara lain disebabkan karena proses pembelajaran matematika yang diterapkan di SDN Kasihan III masih bersifat konvensional, yaitu pemberian materi langsung pada tahap simbolik, pemberian contoh-contoh serta soal latihan, menyebabkan siswa cenderung menghafal materi dan bekerja secara prosedural. Oleh karena itu perlu diciptakan suatu kondisi pembelajaran yang dapat membantu siswa menemukan sendiri cara menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa berdasarkan pengalaman dan realitas yang dimiliki siswa. Salah satu pendekatan dalam pembelajaran matematika yang memulai pembelajaran dengan mengajukan permasalahan yang sesuai dengan pengalaman dan tingkat pengetahuan siswa adalah pembelajaran melalui pendekatan Problem Based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan: (1) Rancangan pembelajaran dengan pendekatan Problem Based Learning dalam pembelajaran matematika pokok bahasan pecahan yang dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas V SDN Kasihan III, (2) Langkah-langkah pembelajaran melalui pendekatan Problem Based Learning yang dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas V SDN Kasihan III pada pokok bahasan pecahan, (3) Deskripsi hasil belajar siswa kelas V SDN Kasihan III pada pokok bahasan pecahan melalui pembelajaran pendekatan Problem Based Learning. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka peneliti merancang suatu penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa Kelas V SDN Kasihan III Kabupaten Pacitan. Data penelitian diperoleh dari hasil tes awal, hasil pengamatan aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru, tes akhir siswa, dan hasil wawancara dengan siswa. Materi yang disampaikan pada penelitian ini berupa langkah siklus yang terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan (plan), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 (tiga) siklus. Temuan penelitian yang didapatkan pada siklus I menunjukkan bahwa pada awal pembelajaran, siswa mengalami kesulitan dalam membagi dan memberi nama pecahan yang ditunjukkan oleh banyaknya bagian yang ditandai dari kertas folio yang dibagi menjadi 5 bagian yang sama. Tetapi pada kegiatan pembelajaran siklus II, siswa tidak lagi mengalami kesulitan dalam memberi nama pecahan. Langkah-langkah pembelajaran matematika yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah: (1) Siswa diberi permasalahan yang tertuang dalam LKS, (2) Pada kelompok kecil, siswa mendiskusikan masalah, dan mengungkapkan apa yang mereka ketahui dan apa yang diperlukan untuk diketahui, (3) Siswa melakukan penyelidikan individu maupun kelompok untuk mengetahui informasi yang belum lengkap, (4) Siswa melaporkan kembali ke kelompoknya setelah mempunyai informasi yang dipunyai, (5) Kelompok menyampaikan hasil diskusi kerja kelompoknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pembelajaran matematika pada sub pokok bahasan pecahan melalui pendekatan Problem Based Learning dapat dilaksanakan dengan tahap-tahap pembelajaran yang telah direncanakan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas V SDN Kasihan III tentang pecahan, (2) Melalui permasalahan dan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan pengalaman dan realitas siswa sehari-hari seperti melipat atau membagi, menggunting atau menghimpitkan kertas folio berwarna, dan mengelompokkan lidi dengan karet gelang berwarna dapat meningkatkan kemampuan siswa tentang pecahan, (3) Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I, siklus II, dan siklus III hasil belajar siswa pada materi pecahan dengan diterapkannya pendekatan Problem Based Learning menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari siklus I ke siklus selanjutnya, (a) Terjadi peningkatan persentase keberhasilan aktivitas belajar siswa, yaitu dari 72,4% menjadi 79,2% menjadi 87,5%, (b) Terjadi peningkatan persentase keberhasilan aktivitas mengajar guru, yaitu dari 77,6% menjadi 82,3% menjadi 88%, (c) Nilai rata-rata hasil tes belajar siswa meningkat dari 72,8 menjadi 74,3 menjadi 79 dan persentase siswa yang mendapat nilai ≥ 65 juga meningkat, (4) Siswa menunjukkan respon yang cukup baik. Respon yang dimaksud adalah: (a) Siswa menjadi lebih antusias atau semangat mengikuti kegiatan pembelajaran, (b) Dengan melakukan kegiatan yang sesuai dengan pengalaman mereka sehari-hari, proses pembelajaran menjadi lebih menarik, (c) Dengan belajar berkelompok dapat terjadi kegiatan diskusi yang bermanfaat, terjadi interaksi sosial, interaksi berpikir antar siswa, antara siswa dengan guru, terjadi kerjasama yang baik antar anggota kelompok dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dalam lembar kerja siswa, (5) Walaupun pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan Problem Based Learning telah dilaksanakan dengan cukup baik, ada beberapa kendala yang dihadapi antara lain: (a) Proses mengkonstruksi soal-soal yang sesuai dengan pendekatan Problem Based Learning tidak mudah atau biasa dikerjakan, (b) Belum terbiasanya siswa dengan kegiatan diskusi dan belajar kelompok menyebabkan kegiatan diskusi kurang berjalan efektif. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan hal-hal sebagai berikut: (1) Sebaiknya terus berusaha dan berlatih untuk mengkonstruksi permasalahan yang sesuai dengan pendekatan Problem Based Learning, (2) Membiasakan siswa dalam kegiatan belajar kelompok, (3) Memberikan aturan yang jelas tentang tatacara diskusi, (4) Mengurangi memberikan bantuan yang berlebihan kepada siswa, (5) Memperhitungkan waktu yang digunakan dalam pembelajaran agar semua aktivitas yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik.

Peningkatan hasil belajar penjumlahan bilangan bulat melalui model pembelajaran kooperatif NHT pada siswa kelas IV SDN 01 Kalibatur Tulungagung / Anik Dwi Haryanti

 

ABSTRAK Haryanti, Anik Dwi. 2010. Peningkatan Hasil Belajar Penjumlahan Bilangan Bulat Melalui Model Pembelajaran Kooperatif NHT Pada Siswa Kelas IV SDN 01 Kalibatur Tulungagung. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dr. H. M. Zaenudin, M. Pd, (II) Drs. Sunyoto, S. Pd., M. Si Kata Kunci: hasil belajar, bilangan bulat, pembelajaran kooperatif NHT Hasil observasi di SDN 01 Kalibatur, pada pembelajaran Matematika kelas IV kurang memotivasi siswa untuk meningkatkan aktivitas belajar. Dalam kegiatan pembelajaran guru menggunakan metode ceramah dan penugasan. Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil dan memberikan tugas pada setiap kelompoknya. Dalam menyelesaikan tugas kelompok ketrampilan kooperatif siswa masih belum terlihat. Siswa yang pandai selalu mendominasi tugas yang diberikan guru, sedangkan siswa yang kurang pandai hanya menurut dan menyalin jawaban dari siswa yang lebih pandai. Motivasi dan rasa percaya diri siswa dalam mengerjakan tugas juga terlihat kurang. Siswa terlihat ragu-ragu dalam menyatakan pendapat karena masih mempunyai rasa takut. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dalam pembelajaran di kelas dapat diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan penerapan Model Pembelajaran Kooperatif NHT dalam pembelajaran penjumlahan bilangan bulat pada siswa kelas IV (2) untuk mendeskripsikan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa matematika di kelas IV. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas(PTK). Sedangkan rancangan penelitian ini mengacu pada model spiral dari Kemmis dan Taggart. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, dan tes. Teknik analisa data dilakukan setelah pelaksanaan tindakan pada setiap siklus. Untuk hasil belajar digunakan KKM sebagai standar ketuntasan siswa dalam belajar yaitu sebesar 65. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan berdiskusi siswa kelas IV SDN 01 Kalibatur yang ditunjukkan dari peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa pada setiap siklus. Pada siklus I persentase ketuntasan diskusi sebesar 55,56% dan siklus II pada proses diskusi diperoleh ketuntasan klasikal sebesar 88,88 %. Sedangkan hasil belajar siswa pada siklus I ketuntasan klasikal sebesar 62,96% dan pada siklus II diperoleh ketuntasan klasikal sebesar 88,88%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dalam pembelajaran penjumlahan bilangan bulat dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 01 Kalibatur. Selain itu, pembelajaran kooperatif NHT ini perlu diterapkan oleh guru agar pembelajaran yang dilakukan dapat memberikan motivasi siswa dalam belajar serta dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar secara kelompok.

Keefektifan Teknik-teknik belajar behavioaral untuk pengembangan ketrampilan sosial dasar pada anak taman kanak-kanak / Nane Fatimah Dwi Arifianingrum

 

Interaksis osial sangatp entingb agi manusiag unap erkembangannysa€ cara normalb aik pertemtanga;fislk, keJerdasanm aupune mosi-P enerapanin teraksi ;;idt 6ik dib'tuhlan keterampilan_sosiaKl.e terampilans osialt ahapa wal *ii* i*,i*"pr" sederhanad isebutj uga keterampilans os]al$ sar stlaya6nyam ulai OiU"fuj*t* r"jrt Oirii yaitupada masat"nut-tunat. Pembelajaranketerampilan ;orr"l"d*, prfu *"t dapati rtatut all denganm enggunakanb erbagait eknik yang sesuadi iantaranyate knik-teknik belajarb ehavioral' penelitian ini bertujuan untuf mengetahui keefektifan teknik+elnik belajar behavioraly, akni teknik pemberianm odellprompt' latihan, penberian balikan' dan pemberianp €nguatarLu ntutcp engembangakne terampilans osia!A asalq a$ anat Lman tranat-kanat.K eteranbib; sosiald asary ang dikembangkana dalah teG**pitatt *endengarkan,k eterampitanm engucapkante rima kasltt' dan keterampilanm emintab antuan Penslitiani ni merupakanp enelitian eksperimeny ang msng$tlkan singlesubjeedt esigndengantip e de* ,ii reversal.D 9sa1nre versalb iasanyad ituniukkan O*g.n aesa'ine eAB. *sain ini mempunyaib eberapafa sey aitu 9s€ penerapand an penirikan intervensi yang dilakukan secqa bereqntian pada subyek penelitian' ifurenat erdapatb ep-.r-a d subyekp eneiitianu ntuk penerapand esainA BAB peneliti menggunakamn ukiple buselined esigna ctoss individtnls' subyek p"o.tltl"o y*g diambil dalam penetitiani ni adalafo4 "nak didik pada kelompok A di bustanul Atndl nestu tvtalang. Empat subyek penelitian ini diambil secaraa cak. Pelak5anaapne nelitiand ilalcukans elama6 1 hari denganc bsewasia wal 1 minggur" u"tunlnvuvaknis ejak5 Marething_g2a2 Mei2001. Pelaksanain tervensi dal# penetitianl ni aOatatpr maU sendiri dibaltu oleh g'ru kelompok A-2 yang Uertugiss eUagapl emberip enguatanp adas ubyekp enelitian.P emberiani ntervensi CUf

Peningkatan pemahaman nilai moral melalui pembelajaran PKn berbasis value clarification technique (VCT) pada siswa kelas IV SDN Beji II Pasuruan / Murni Amir Bugis

 

ABSTRAK Bugis Amir, Murni. 2010. Peningkatan Pemahaman Nilai Moral Melalui Pembelajaran PKn Berbasis Value Clarifiction Technique (VCT) Pada Siswa Kelas IV SDN Beji II Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Par Sekolah. Program Studi S1 Pendidikan GuruS ekolah Dasar FIPU niversitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Drs. Muchtar, S. Pd, M.Si (II) Dra. Sri Sugiharti, S. Pd, M. Pd Kata kunci : Nilai Moral, VCT, Pembelajaran, PKn SD. Nilai moral tidak cukup hanya dihafal atau diajarakan akan tetapi perlu dikembangkan dalam program pendidikan sehingga secara efektif dapat menyentuh perkembangkan afektif. VCT adalah salah satu strategi pembelajaran afektif berbeda dengan strategi pembelajaran kognitif dan ketrampilan ( psikomotor). Afektif berhubungan dengan nilai (value) yang sulit diukur, oleh karena itu berkaitan erat dengan kesadaran seseorang yang tumbuh dari dalam dirinya. Dalam pembelajaran PKn dikenal strategi pembelajaran afektif model value clarifiction technique (VCT), yaitu suatu teknik belajar mengajar yang membina sikap, nilai moral (aspek afektif). Pembelajaran PKn merupakan mata pelajaran yang lebih identik dengan pembentukan sikap dan nilai moral. Tidak semua model pembelajaran dapat diterapkan dalam pembentukan sikap dan nilai moral. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembentukan sikap nilai moral value clarifiction technique (VCT) yaitu teknik mengklasifikasikan nilai (TMN). VCT merupakan suatu model pedekatan sarana belajar mengajar khusus untuk pendidikan nilai dan moral atau pendidikan afektif. Sekolah dasar sebagai salah satu lembaga pendidikan dasar memiliki fungsi sangat fundamental dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dikatakan demikian karena sekolah dasar merupakan dasar/ fondasi dari proses pendidikan yang ada pada jenjang berikutnya, sehingga pendidikan sekolah dasar hendaknya dilakukan dengan cara yang benar-benar mampu menjadi landasan yang kuat untuk jenjang pendidikan berikutnya. Penilitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui penerapan model pembelajaran berbasis VCT dengan permainan kotak ajib dalam pelajaran PKn dapat meningkatkan pemahaman nilai moral siswa kelas IV SDN Beji II Kec. Beji, Kab pasuruan (2) untuk mengetahui peningkatan pemahan nilai moral siswa kelas IV SDN Beji II Kec Beji, Kab Pasuruan dengan penerapan model pembelajaran berbasis VCT dengan permainan kotak ajaib dalam pelajaran PKn. Penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Instrument yang digunakan adalah (a) observasi, (b) tes, (c) pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menujukan bahwa pelaksnanaan pembelajaran berbasis Value clarifiction technique (VCT) dapat meningkatkan pemahaman nilai moral siswa, yaitu dari rata-rata skor 44 dengan daya serap klasikal 10 % pada pra tindakan, dan setelah diadakan siklus 1 rata-rata meningkat menjadi 54 dan dengan daya serap klasikal 43 %. Jumlah tersebut mengalami peningkatan lagi dari siklus 2 yaitu rata-rata 72 dan dengan daya serap klasikal 83 %. Kesimpulan (1) pengunaan model pembelajaran VCT dapat meningkatkan pemahaman nilai moral siswa pada mata pelajaran PKn kelas IV SDN Beji II pasuruan, (2) peningkatan pemahaman nilai moral pada pembelajaran PKn diperoleh dari penilaian proses pembelajaran dan hasil tes evaluasi, (3) penerapan model pembelajaran VCT sangat berdampak positif dalam pembelajaran PKn khusunya pada materi pokok globalisasi, dimana dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus 1 sampai dengan siklus 2 dimana pada siklus 1 nilai rata-rata siswa 54 yang dikatakn berhasil, meningkat menjadi 72 yang sudah berhasil. Jadi secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PKn dengan menggunakan model VCT dikatakan sudah berhasil.

Peningkatan hasil belajar PKn dengan menggunakan model diskusi dilemma moral di kelas IV SDN Plinggisan I Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan / Kumalasari Anakoda

 

ABSTRAK Anakoda, Kumalasari. 2010. Peningkatan Hasil Belajar PKn dengan Menggunakan Model Diskusi Dilemma Moral di Kelas IV SDN Plinggisan I Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Sutarno, M.Pd. (II) Drs. H. Sutrisno, M.Pd. Kata Kunci : Model diskusi dilemma moral, aktivitas belajar, hasil belajar PKn Berdasarkan observasi di kelas IV SDN Plinggisan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan terdapat beberapa permasalahan pada pembelajaran PKn salah satunya adalah kesulitan siswa dalam menentukan satu pilihan ketika menghadapi sebuah dilemma dan rendahnya hasil belajar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: 1.) Mendeskripsikan pelaksanaan model Diskusi Dilemma Moral guna meningkatkan hasil belajar PKn di kelas IV SDN Plinggisan I Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan, 2.) Mendeskripsikan bahwa penerapan model Diskusi Dilemma Moral dapat meningkatkan aktivitas belajar PKn di IV SDN Plinggisan I Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan, 3.) Mendeskripsikan dampak penerapan model Diskusi Dilemma Moral dapat meningkatkan hasil belajar PKn di kelas IV SDN Plingisan I Kecamatan Krtaon Kabupaten Pasuruan Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari empat tahap; (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan dan observasi, (3) refleksi, dan (4) revisi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Plinggisan I Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan yang terdiri dari 34 siswa. Istrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah RPP, perangkat soal, lembar pengamatan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Diskusi Dilemma Moral pada mata pelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Plinggisan I Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Namun demikian nampaknya masih diperlukan upaya-upaya lebih lanjut dalam meningkatkan hasil belajar di sekolah tersebut. Hal ini dikarenakan dalam penerapan model Diskusi Dilemma Moral membutuhkan waktu yang tidak sedikit agar siswa dapat belajar dan berfikir kritis dalam menentukan sebuah pilihan ketika mengahadapi suatu dilema. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pengguna model Diskusi Dilemma Moral pada mata pelajaran PKn perlu ditindak lanjuti oleh guru SDN Plinggisan I Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan karena model Diskusi Dilemma Moral mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Peranan watak tokoh Annisa dalam novel Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah el Khalieqy / Aviranti Putri Siswardani

 

ABSTRAK Siswardani, Aviranti Putri. 2010. Peranan Watak Tokoh Annisa dalam Novel Perempuan Berkalung Sorban Karya Abidah El Khalieqy. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia FS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M. Pd, (II) Dra. Hj. Ida Lestari, M.Si. Kata kunci: peranan watak, tokoh, Annisa Tokoh dalam prosa fiksi merupakan salah satu unsur yang penting. Melalui tokoh amanat dalam sebuah cerita dapat tersampaikan. Watak tokoh juga mempunyai kaitan dengan unsur intrinsik lain yang terdapat dalam sebuah cerita. Seorang tokoh dalam suatu cerita memiliki peranan yang berbeda-beda. Seorang tokoh yang memiliki peranan penting dalam sebuah cerita disebut dengan tokoh inti atau tokoh utama. Tokoh yang memiliki peranan tidak penting karena pemunculannya yang hanya melengkapi, melayani, dan mendukung pelaku utama disebut dengan tokoh tambahan atau tokoh pembantu. Melalui tokoh amanat dalam suatu cerita dapat tersampaikan. Penelitian ini memilik tiga rumusan masalah yakni watak tokoh Annisa, hubungan antara watak tokoh Annisa dengan tokoh lainnya, dan hubungan antara watak tokoh Annisa dengan unsur intrinsik lainnya yang terdapat dalam novel Perempuan Berkalung Sorban. Data dalam penelitian ini menggunakan data tekstual dalam novel Perempuan Berkalung Sorban yang mengandung hubungan masalah dengan watak tokoh Annisa, hubungan watak tokoh Annisa dengan tokoh lain, serta hubungan watak tokoh Annisa dengan tema, plot, latar, dan gaya bahasa. Dalam pengumpulan data dalam penelitian ini digunakan kode-kode untuk mencari data yang diperlukan. Apabila terdapat data yang dicari, maka peneliti hanya memberikan kode pada data yang sesuai. Dalam penelitian ini teknik-teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data yakni data yang telah ditemukan diklasifikasikan berdasarkan kategorinya kemudian menginterpretasi dan mendeskripsikan hasil interpretasi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Annisa memiliki watak kritis, keras, tidak mudah putus asa (optimis), tegas dan pemberani, nakal (bandel), serta sabar. Watak tokoh Annisa dalam novel Perempuan Berkalung Sorban juga memiliki hubungan dengan tokoh lainnya, yaitu Kiai Haji Hanan Abdul Malik (bapak Annisa), Hajjah Mutmainah (ibu Annisa), Khudori, dan Samsudin. Watak tokoh Annisa juga memiliki hubungan dengan unsur intrinsik yang terdapat dalam novel, yaitu tema, plot, latar, dan gaya bahasa. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada: (1) peneliti lanjutan, dapat dijadikan salah satu landasan untuk penelitian lebih lanjut mengenai peranan watak tokoh terhadap novel yang berbeda; (2) pembaca sastra, dapat menambah wawasan pembaca mengenai kaitan watak tokoh dengan unsur lain dalam sebuah novel; (3) pengajaran sastra, sebagai pengajaran materi atau analisis peranan watak tokoh dalam sebuah novel; dan (4) kritikus sastra, dapat dijadikan salah satu bandingan terhadap novel lain yang membahas peranan watak tokohnya.

Peningkatan kemampuan menulis dongeng dengan menggunakan media gambar berseri acak pada siswa kelas VII E SMP Negeri 24 Malang / Rizki Nurrohmi

 

ABSTRAK Nurrohmi, Rizki. 2010. Peningkatan Kemampuan Menulis Dongeng dengan Menggunakan Media Gambar Berseri Acak pada Siswa Kelas VII E SMP Negeri 24 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Dwi Saksomo, M, Si. Kata kunci: kemampuan menulis, dongeng, gambar berseri acak. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia (BSNP, 2006:231). Salah satu kompetensi dasar kemampuan menulis untuk Sekolah Menengah Pertama adalah menulis dongeng. Pembelajaran menulis dongeng telah dilaksanakan di SMPN 24 Malang, tetapi hasil yang diperoleh belum memenuhi Standar Ketuntasan Minimal (SKM) yang ditetapkan, yaitu 65. Dari kegiatan observasi, diketahui bahwa terdapat permasalahan yang dialami siswa kelas VIIE SMPN 24 Malang dalam menulis dongeng. Permasalahan yang dialami yaitu permasalahan pada hasil dan proses pembelajaran. Dari permasalahan yang ditemukan, peneliti dan guru bahasa Indonesia kelas VII SMPN 24 Malang berkolaborasi untuk memecahkan permasalahan yang dialami oleh guru dan siswa dengan merencanakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian yang dilakukan yaitu dengan memberikan tindakan berupa pembelajaran menulis dongeng dengan menggunakan media gambar berseri acak. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kemampuan menulis dongeng siswa kelas VIIE SMP Negeri 24 Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2009 sampai dengan November 2009 di SMPN 24 Malang. Sumber data pada penelitian ini adalah siswa dan guru bahasa Indonesia kelas VIIE SMPN 24 Malang. Data penelitian ini adalah data produk berupa dongeng hasil tulisan siswa dan catatan lapangan proses pembelajaran siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada pembelajaran menulis dongeng dari pratindakan ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II dalam aspek isi dan aspek kebahasaan. Kualitas pembelajaran meningkat dalam hal keaktivan, kerja sama, dan keberanian. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa media gambar berseri acak dapat meningkatkan kemampuan menulis dongeng siswa kelas VIIE SMPN 24 Malang. Berdasarkan penelitian peningkatan kemampuan menulis dongeng dengan menggunakan media gambar berseri acak pada siswa kelas VIIE SMPN 24 Malang, disarankan kepada guru Bahasa Indonesia untuk menggunakan media gambar berseri acak dalam pembelajaran menulis dongeng dan melaksanakan pembelajaran yang memotivasi siswa untuk aktif dan merasa senang dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia, salah satunya dengan menggunakan media gambar berseri acak.

Keefektifan Teknik Behavioral Untuk Mengembangkan Ketrampilan Sosial Pada Siswa Kelas III Yang Withdrawal di MIN Malang I / Fitria Rachmawati

 

Keterampilan sosial adalah keterampilan yang menunjang keberhasilandalam pergaulan dengan orang lain dan merupakan syarat tercapainya penyesuaian yang baik dalam kehidupan individu. Sekolah merupakan lembaga yang mendidik siswa agar rnemiliki fungsi psikososial, termasuk keterampilan sosial. Namun selama ini sekolah hanya memusatkan perhatian pada aspek-aspek akademis dan cenderung mengabaikan aspek psikososial siswa. Keterampilan sosial dianggap sebagai sesuatu yang dapat dipclajari sendiri oleh siswa dan orang tua diharapkan berperan dalam mendidik keterampilan sosial pada anaknya. Siswa Sekolah Dasar berada pada masa kanak-kanak akhir pada rentang usia 6-13 tahun.Salah satu tugas perkembangan pada masa tersebut adalah belajarmenyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya dan mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial. Kegagalan dalam pelaksanaan tugas perkembangan akan mengakibatkan pola perilaku yang tidak matang. Salah satu kegaealan perilaku ini berupa perilaku penarikan dii(withdrawal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik behavioral untuk mengembangkan keterampilan sosial pada siswa yang withdrawql di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik behavioral yang meliputi modeling (pemberian model), prompting, role play, performance feedback, reinforcemenr (pemberian penguatan), dan transfer oftraining (praktik di kehidupan nyata). Keterampilan sosial yang dilatitrkan yakni keterampilan memulai pembicaraan, keterampilan bertanya" dan keterampilan mengemukakan pendapat. Desain penelitian ini menggunakan Single-Case Experimental Design (SCED) khususnya desain A-8. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Ibtida'iyah Negeri (MIN) I Malang dengan jumlah subyek penelitian sebanyak sembilan orang siswa kelas IIL Data dianalisis dengan dua cara yakni analisis secara kelompok dan secara individual. Analisis secara kelompok menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test (WSRT) dan analisis secara individual menggunakan visual inspection yang kemudian dianalisis dengan menggunakan analisa mean. Dari hasil analisis dengan menggunakan lililcoxon Signed Ranks Test (WSRT), keterampilan memulai pembicaraan yang dilatihkan menunjukkan perubahan yang tidak signifikan, yakni 0,206 dengan derajat kebebasan 5%. Dua keterampilan sosial lain yakni keterampilan bertanya dan keterampilan mengemukakan pendapat menunjukkan perubahan yang signifikan. Keterampilan ibertanya menunjukkan perubahan 0.01 I dengan derajat kebebasan 5o/o dan keterampilan mengemukakan pendapat menunjukkan perubahan 0.0 17 dengan derajat kebebas an 5o/o. Hasil analisis visual inspectlon dengan menggunakan analisa mean menunjukkan peningkatan mean dari sebelum treatment ke sesudah trestment walaupun peningkatan tersebut berbeda antara subyek satu dengan subyek yang lainnya. Data frekuensi perilaku menggunakan bahasa yangjelas dan tidak berbelit-belit menunjukkan peningkatan rzean pda subyek A sebanyak 6.00; Subyek B sebanyak 3.7; Subyek C sebanyak 3.3; Subyek D sebanyak 4.2; Subyek E setranyak 6.7; Subyek F sebanyak 6.0 ; Subyek G sebanyak 3.0; Subyek H sebanyak 3.4; dan Subyek I sebanyak 1.5. Untuk data frekuensi perilaku menggunakan kalimat yang lengftap, Subyek A menunjukkanpning$atan mean sebanyak 3.7; Subyek B sebanl'ak 2.8; Subyek C sebanyak 1.7; Subyek D sebanyak 3. l; Subyek E sebanyak 4.6; Subyek F sebanyak 5.2 ; Subyek G sebanyak 5.6; Subyek H sebanyak 3.0; dan Subyek I sebanyak 2.6. Dari hasil data di atas dapat disimpulkan bahwa hasil analisis dengan Wilcoxon Signed Ranks lesl menunjukkan teknik behavioral kurang efektif dalam mengembangkan keterampilan memulai pembicaraarq narnun efektif dalam mengembangkan keterampilan bertanya dan keterampilan memulai pembicaraan pada siswa kelas III Madrasah lbtidai'yatr Negeri I Malangyangwithdrawal. Sedangkan hasil analisis dengan v isual inspection yangmenggunakan analisa mean menunjukkan bahwa teknik behavioral efektif untuk mengembangkan keterampilan sosial. Ada perbedaan antara subyek satu dengan yang lain, dalam hal peningkatan mean dztz frekuensi dari sebelum ffeatment dengan sesudah treatmenl. Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan agar dilakukan follow up untuk mengetahui apakah keterampilan sosial yang telah dilatihkan dapat dipertahankan atau tidak. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan diadakan dengan rancangan yang sama untuk mengetahuihasilfollow up.Dalam pemberian reinforcement, hendaknya peneliti fidak hanya menggunakan satujenis reinforcer, tetapi gabungan dari dua atau tiga reinforcer yang diberikan kepada subyek penelitian.

Penerapan strategi debat untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab dan minat belajar siswa kelas X MABI (Madrasah Aliyah Bertaraf Internasional) MAN 3 Malang / S. Muflihatun Najihah

 

Untuk saat ini Saya mendedikasikan ini upaya untuk: bunga Manis dalam hidup saya, ibu saya ditolak Iiing kasih dan Musa Abu Aziz Muhamad Najib Radi. Dari lubuk hati saya dan dengan sepenuh hati saya menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Vkrkme Dan Arzaikma dan Daikma dan Qbakma. Saya ingin juga baik untuk umur panjang. Aku cinta seorang O ibu  besar j dan ayah saya. Saya besar saudara yang kekasih Ahmad Nasir al-Din. Persaudaraan  kecil  yen Mohammed Fadlallah, Muhammad Nasrallah. Semoga Tuhan membuat saya contoh yang baik bagi Anda, aku mencintaimu  sayangku. Semua keluarga saya cintai paman saya, bibi, paman, bibi, sepupu, paman dan seorang gadis aku bebas, sepupu saya dan bibi saya dan seorang gadis. Alosativ semua profesor dan Departemen dibedakan sastra bahasa Arab di Universitas Muhammadiyah Malang pemerintah, Terima kasih banyak atas bimbingan Anda selama hari-hari Pelajari  University. Saya mencintai orang pada tahap 2006 (Ramazani) BMS, jamur, pendahulu saya, Ica, X-, kepada kami, Erwin, belas kasihan, Reza, Foti, iman yang mapan,, Aoun, yang bagus, Miranda, Halman, disertai, Irvine, Agama, pemenang, dan satu flush, berdedikasi, Mondi, Supervisor, Khadijah, India, Attic, Anita, Zniati, Elmi, Putri, Khozinip, Rahmuate, Ooled, mata, keras Nia, dua belas, Hbship,. Suster di rumah kontrakan, "P m o Mania" Petit, Winnie, Sandra, ia dihukum, Vien, Ica, Di sekolah tinggi, pemerintahan Islam PPL kunci, keras, dan semua saya saudara dan saudari dalam Institut dalam "reformasi - Senga Sari" Gza bagaimana Allah, KKN terbaik ketiga Malange dan Box. Mungkin Aonni dan menemani saya dan berbagi dengan saya dalam hidup saya Terima kasih semua. لإهداء أهدي هذا الجهد إلى: أحلى زهرة في حياتي، أمي الحنونة إئينج محرومة موسى و أبي العزيز محمد نجيب راضي. من أعماق قلبي و من كل قلبي أتقدم بأسمى آيات شكري لفكركما ورضائكما و دعائكما وقلبكما. وأتمنى الخير لكما طول العمر. أحبكما حبا شديدا يا أمي و أبي. أخي الكبير المحبوب أحمد ناصر الدين. أخوي الصغيرين محمد فضل الله و محمد نصر الله. عسى الله أن يجعلني أسوة حسنة لكما, أحبكما يا حبيبي. جميع عائلتي المحبوبة عمي، عمتي، خالي، خالتي ، ابن عمي، ابن خالي وبنت خالي، وابن خالتي و بنت خالتي. جميع الأساتيذ و الأستاذات الكرام بقسم الأدب العربي بجامعة مالانج الحكومية، أشكركم شكرا كثيرا على حسن إرشاداتكم طوال أيام تعلمي ذه الجامعة. زملائي الأحباء في مرحلة ٢٠٠٦ (رمزاني ) إإم، فطري، سلفي، إيكا، إإس، لبنا، أروين، رحمة، رضا، فوتي، راسخ، إيمان، عون، لطيفة، ميرندا، حلمان، رافق، إرفين، دينى،فائز، واحد، دافق، إهدى، مندى، مشرفة، خديجة، هندي ، أتيك، أنيتا، زنياتي، إلمي، أميرة، خزينية، رحمواتي، أوليد، عين، نيا، إثنا، هبشية، دوي. أخواتي في البيت المستأجر "س ف م مانيا" بتي، يني، ساندرا، أدين، فيان، إيكا، في المدرسة الثانوية الإسلامية الحكومية PPL مفتاح، دوي، و جميع إخواني وأخواتي في في المعهد "الإصلاحية- سينجا ساري" جزا كم الله أحسن KKN الثالثة مالانج و الجزاء. ومن قد عاونني و رافقني و شاركني في حياتي شكرا لكم جميعاً .

Peningkatan kemampuan berbicara melalui pendekatan cooperative learning pada siswa kelas VI SDN Lebaksari Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan / Khoirul Huda

 

Huda Khoirul, 2010. Peningkatan Kemampuan Berbicara Melalui Pendekatan Cooperative Learning pada Siswa Kelas VI SDN Lebaksari Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah dasar dan Prasekolah, Program Sarjana. Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. H. Rumidjan,M.Pd (2) Drs. A. Badawi,M.Pd. Kata kunci: Pendekatan Cooperative Learning, Peningkatan Kemampuan Berbicara Pembelajaran Cooperative Learning memusatkan aktifitas di kelas pada siswa dengan cara mengelompokkan siswa untuk bekerja dalam proses pembelajaran. Dari penelitian pendahulu juga menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memiliki dampak yang sangat positif terhadap siswa yang lebih rendah hasil belajarnya. Dalam penelitian diadakan pembelajaran selama tiga kali, yang pertama siswa bekerja secara individu, yang kedua dan ketiga secara kelompok. Dalam kelas pertama hanya 36 % siswa yang mendapat nilai C, dan di kelas yang bekerja secara kooperatif ada 58 % dan 65 % siswa yang dapat nilai C (Nur, 1996 : 2). Rumusan masalah dalam penelitian ini: Apakah Pendekatan Cooperative Learning dapat meningkatkan kemampuan berbicara Siswa Kelas VI SDN Lebaksari Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan? Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). yang dikembangkan oleh Kemmis dam Mc Tanggart.meliputi empat jalur (langkah), yaitu: 1) Planning –perencanaan; 2) acting & observing – tindakan dan pengamatan; 3) reflecting – perefleksian; dan 4) revise plan – perbaikan rencana. Dalam penelitian ini yang akan menjadi subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas VI SDN Lebaksari Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan sebanyak 31 siswa. Teknik pengumpulan data akan dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa Pendekatan Cooperative Learning dapat meningkatkan kemampuan berbicara Siswa Kelas VI SDN Lebaksari Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan. Hal tersebut terbukti pada siklus I hasil nilai rata-rata 69 ketuntasan individual 58 % ada 13 anak yang belum tuntas karena masih di bawah SKM (Standar Ketuntasan Minimal). Berdasarkan lembar observasi kegiatan guru memperoleh skor 75 % dengan kategori baik, namun masih ada yang perlu dibenahi yaitu kegiatan awal presensi, kegiatan inti penggunaan media pembelajaran, kegiatan penutup menyimpulkan mateti pembelajaran. Pada siklus II hasil nilai rata-rata 89,19 ketuntasan individual 100 % tidak ada anak yang belum tuntas karena semua di atas SKM (Standar Ketuntasan Minimal). Berdasarkan lembar observasi kegiatan guru memperoleh skor 95,8 % dengan kategori sangat baik, namun masih ada yang perlu dibenahi yaitu pada kegiatan awal tidak melakukan presensi.

Pemanfaatan media pembelajaran sejarah di SMP Negeri 1 Probolinggo / Nila Triwidyani

 

Proses belajar-mengajar perlu dilakukan dengan nyaman dan menyenangkan. Hal tersebut akan menuntut aktivitas dan kreativitas guru dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Penciptaan suasana pembelajaran yang kondusif dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya yaitu dengan pemanfaatan media pembelajaran yang menarik. Pemanfaatan media pembelajaran membantu guru dalam menyampaikan kegiatan pembelajaran, mengingat kondisi kemampuan siswa di dalam kelas berbeda-beda di dalam merespon pelajaran. Di SMP Negeri 1 Probolinggo telah tersedia media pembelajaran yang bervariasi yang mendukung pembelajaran IPS terutama sejarah, namun tidak diketahui pemanfaatan media pada proses pembelajaran. Rumusan masalah penelitian ini yaitu: 1) jenis media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran Sejarah, 2) faktor-faktor yang mempengaruhi guru dalam menentukan jenis media pembelajaran Sejarah, 3) kendala dalam pemanfaatan media pembelajaran Sejarah, 4) cara mengatasi kendala pemanfaatan media pembelajaran, 5) manfaat penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran Sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang: 1) jenis media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran Sejarah, 2) faktor-faktor yang mempengaruhi guru dalam menentukan jenis media pembelajaran Sejarah, 3) kendala yang ditemui dalam pemanfaatan media pembelajaran Sejarah, 4) cara mengatasi kendala pemanfaatan media pembelajaran dalam pembelajaran Sejarah, 5) manfaat penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran Sejarah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Peneliti bertindak sebagai instrumen kunci dan pengumpul data. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui: 1) observasi, 2) wawancara mendalam, dan 3) dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga tahapan yaitu, penyajian data, reduksi data, dan kesimpulan dan verifikasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan tiga instrumen yaitu 1) efektivitas penggunaan waktu, 2) observasi intensif, dan 3) triangulasi. Setelah melalui proses pengolahan data, diketahui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) dalam pembelajaran sejarah, guru SMP Negeri 1 Probolinggo menggunakan jenis media pembelajaran yang bervariasi. Jenis media yang digunakan dalam pembelajaran sejarah berupa media elektronik maupun cetak. Media elektronik berupa komputer, LCD dan internet. Media cetak berupa buku pelajaran, kliping, gambar, peta, atlas, poster, foto, dan mading, (2) Faktor yang mempengaruhi guru dalam menentukan jenis media pembelajaran sejarah di SMP Negeri 1 Probolinggo yaitu materi atau bahan ajar yang dihadapi, (3) kendala-kendala yang dialami pada pemanfaatan dalam pembelajaran Sejarah di SMP Negeri 1 Probolinggo antara lain terbatasnya buku sumber untuk mata pelajaran Sejarah, faktor teknis, seperti rusaknya komputer, faktor dari guru sendiri seperti kurang menguasai penggunaan komputer, faktor dari diri siswa yang malas membaca buku materi. Guru Sejarah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kendala-kendala, (4) dalam pemanfaatan media pembelajaran Sejarah diantaranya yaitu mengganti media yang terbatas dengan media lain yang mempunyai fungsi hampir sama misalnya buku materi diganti dengan Buku Sekolah Elektronik (BSE), mengusulkan/meminta kepada pihak sekolah untuk menyediakan media yang dirasa kurang/terbatas, memanggil teknisi untuk memperbaiki media yang rusak, pelatihan In House Training (IHT) untuk guru, dan siswa diminta membuat atau mengumpulkan bahan yang berhubungan dengan materi, (5) Manfaat penggunaan media pembelajaran Sejarah di SMP Negeri 1 Probolinggo yaitu meningkatkan motivasi siswa yang berdampak pada hasil belajar siswa meningkat pula. Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan media pada semester genap. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu diharapkan untuk melakukan penelitian pada semester ganjil dan semester genap, serta melihat pengembangan bahan kajian, tidak hanya pada pemanfaatan media tetapi juga persiapan, pelaksanaan dan hasil dari pemanfaatan media di sekolah.

Peningkatan hasil belajar perkalian bilangan cacah melalui pembelajaran CTL kelas II SDN Satriyan 02 Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar / Suci Puji Astuti

 

ABSTRAK Puji Astuti, Suci. 2010. Peningkatan Hasil Belajar Perkalian Bilangan Cacah Melalui Pembelajaran CTL Kelas II SDN Sariyan 02 Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Skripsi. Program Studi S-1 Pendidikann Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Dr. H.M. Zainudin, M.Pd, (2) Dra. Lilik Bintartik, M.Pd. Kata kunci: Hasil Belajar, Perkalian, Pembelajaran CTL Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang perlu diberikan pada siswa dengan tujuan untuk memberi bekal siswa dalam berfikir logis, kreatif dan logis sehingga mampu memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan matematika. Pemahaman konsep matematika dengan benar sangat diperlukan agar tidak terjadi kekeliruan konsep. Perkalian bilangan cacah merupakan salah satu materi dalam matematika yang sulit untuk dipahami oleh siswa. Perkalian bilangan cacah adalah penjumlahan bilangan yang sama secara berulang. Dalam menyelesaikan soal tentang perkalian bilangan cacah dalam bentuk penjumlahan berulang, siswa kelas II SDN Satriyan 02 masih mengalami kesulitan. Sehingga sebagian besar siswa tidak dapat mencapai ketuntasan minimal yang telah ditentukan. Penelitian dirancang dengan menggunakan penelitian kualitatif yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Tahapan penelitian dilakukan sesuai dengan tahapan yang dikemukakan oleh Kemmis dan Taggrat. Subyek penelitian 22 orang siswa. Data yang diambil adalah data hasil belajar siswa melalui pembelajaran CTL, data proses pembelajaran melalui CTL, data hasil wawancara setelah kegiatan pembelajaran, dan dokumentasi. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif yang disajikan dalam bentuk kata-kata dengan menggunakan persentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran. Untuk hasil belajar, ketuntasan individu harus memenuhi standar ketuntasan belajar minimal, yaitu 65. Proses belajar mengajar dianggap berhasil dan tuntas jika 70% siswa tuntas belajar. Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut: keterlaksanaan pembelajaran CTL mengalami peningkatan dari siklus I 61% menjadi 74.03% dengan katagori cukup dengan demikian dapat dikatakan keterlaksanaan pembelajaran CTL sudah terlaksana dengan cukup. Sedangkan hasil belajar siswa berupa pemahaman konsep secara klasikal juga mengalami peningkatan dari siklus I 71.22% menjadi 82.32% dengan katagori baik pada siklus II. Dari penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar perkalian bilangan cacah siswa kelas II dapat meningkat melalui pembelajaran CTL. Dengan demikian disarankan kepada guru di kelas II dalam mendampingi siswa belajar matematika menggunakan benda konkrit agar hasil belajar opimal.

Pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) untuk meningkatkan hasil belajar sains siswa kelas III SDN Sukorejo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan / Setyowati

 

Dalam pembelajaran Sains di Sekolah Dasar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah penggunaan pendekatan. Ketuntasan suatu pembelajaran dapat dilihat dari tercapainya tujuan yang diharapkan dengan menggunakan acuan tertentu sebagai dasar. Dalam penelitian ini keberhasilan dan ketuntasan didasarkan pada penilaian acuan kriteria, yaitu siswa dikatakan tuntas belajar (berhasil) jika telah mencapai skor penguasaan minimal 70 %. Sedangkan kelompok atau kelas dikatakan tuntas belajar ( berhasil ) jika minimal dari 80 % dari jumlah kelompok atau kelas mencapai ketuntasan perseorangan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan penerapan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) dalam meningkatkan hasil belajar sains siswa kelas III SDN Sukorejo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan. (2) Mendeskripsikan peningkatan keaktifan siswa kelas III SDN Sukorejo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan melalui pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) dan (3) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas III SDN Sukorejo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan melalui pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK), dengan 2 siklus dan 4 kali pertemuan. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu : (1) pra tindakan, yaitu dengan memberikan pre tes sebagai pratindakan yang bertujuan untuk mengetahui data nilai siswa yang mengalami kesulitan belajar, (2) siklus satu (tindakan I), yaitu melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan STM dan siklus ke dua (Tindakan II) yaitu melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) yang disempurnakan dari kekurangan yang dialami pada siklus I, atau hasil refleksi dari siklus I Hasil penelitian ini adalah pada siklus I ketuntasan belajar individu mencapai 73,3%, yang berarti meningkat sebesar 17,5% dari sebelum penerapan STM melalui pre tes pada pratindakan yang mencapai 56,6%. Selanjutnya pada siklus II ketuntasan individu meningkat menjadi 76,6%, dan dinyatakan berhasil tuntas. Dengan demikian disarankan kepada guru hendaknya menerapkan pendekatan STM khususnya dalam mata pelajaran Sains. Karena menarik minat siswa dalam belajar, sehingga mudah memahami materi dan tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dan acuan dalam penelitian selanjutnya, sehingga hasilnya dapat dijadikan pedoman dan pengembangan profesi dan meningkatkan hasil belajar siswa.

Aljabar Boolean dua nilai / Ahyar M. Rumakey

 

ABSTRAK Rumakey, Ahyar, M. 2010. Aljabar Boolean Dua Nilai. Skripsi, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hery Susanto, M.Si. Kata kunci: Sistem Aljabar, Operasi Biner, Aljabar Boolean Sebuah sistem di mana terdapat sebuah himpunan dan satu atau lebih dari operasi n-ary, yang didefinisikan pada himpunan tersebut, dinamakan sistem aljabar. Selanjutnya, sebuah sistem aljabar akan dinyatakan dengan (S,f1 ,f2 ,f3 ,...,fn) dimana S sebuah himpunan tidak kosong dan f1 , f2 , ...., fn operasi-operasi yang didefinisikan pada S. Aljabar Boolean, sebagai salah satu cabang matematika, pertama kali dikemukakan oleh seorang matematikawan Inggris, George Boole pada tahun 1854. Boole, dalam buku The Laws of Thought, memaparkan aturan-aturan dasar logika (yang dikenal sebagai logika Boolean). Aturan dasar logika ini membentuk Aljabar Boolean. Aljabar Boolean telah menjadi dasar teknologi komputer digital. Saat ini Aljabar Boolean digunakan secara luas dalam perancangan rangkaian pensaklaran, rangkaian digital, dan rangkaian IC (integrated circuit) komputer. Skripsi ini membahas tentang Aljabar Boolean (secara umum) dan Aljabar Boolean Dua Nilai. Misalkan B adalah himpunan yang didefinisikan pada dua operasi biner,+ dan ., dan sebuah operasi binary, dinotasikan ‘ ; misalkan 0 dan 1 menyatakan dua elemen yang berbeda dari B. . Maka sixtuple B,+,⋅, ',0,1 Disebut Aljabar Boolean jika postulat Huntington, aksioma asosiatif dan idempoten berlaku untuk setiap elemen a, b, c dari himpunan B. Terdapat perbedaan antara Aljabar Boolean dengan aljabar biasa untuk aritmetika bilangan riil sehingga untuk mempunyai sebuah Aljabar Boolean, yang harus diperhatikan adalah : elemen himpunan B, kaidah/aturan operasi untuk kedua operator biner, dan himpunan B bersama-sama dengan dua operator tersebut memenuhi postulat Huntington. Aljabar Boolean Dua Nilai adalah Aljabar Boolean di mana elemen himpunan B hanya terdiri dari dua nilai yaitu 0 dan 1 ( B = {0,1}).

Studi tentang kualitas guru bersertifikat pendidik dengan guru belum bersertifikat pendidik pada sekolah menengah kejuruan negeri se Kota Malang / Mokhammad Nurhadi

 

ABSTRAK Nurhadi, Mokhammad (2010): Studi Tentang Kualitas Guru Bersertifikat Pendidik Dengan Guru Belum Bersertifikat Pendidik Pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri se Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarli, M.Pd, M.T, (II) Sukarni, S.T., M.T. Kata kunci: Sertifikasi, Kualitas Guru. Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru, yang bertujuan untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional serta meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan. Oleh karena itu perlu diketahui kinerja guru yang sudah bersertifikasi dan kinerja guru yang belum bersertifikasi, serta adakah perbedaan kualitas antara guru yang sudah bersertifikasi dengan yang belum bersertifikasi. Populasi dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru dan Siswa SMK Negeri se Kota Malang, untuk Guru diambil 2 guru pada masing-masing sekolah untuk dijadikan sampel, diperoleh 12 guru yang telah bersertifikasi dan 12 guru yang belum bersertifikasi. Sedang untuk siswa diambil 1 siswa secara random pada masing-masing sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menggunakan angket. Untuk membedakan kinerja guru yang sudah bersertifikasi dengan yang belum bersertifikasi, maka menggunakan analisis t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahawa (1) Kualitas guru bersertifikat pendidik pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri se Kota Malang adalah baik (2) Kualitas guru belum bersertifikat pendidik pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri se Kota Malang adalah baik, dan (3) Tidak ada perbedaan kualitas guru bersertifikat pendidik dengan guru belum bersertifikat pendidik pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri se Kota Malang dengan Signifikansi sebesar 47,3%. Dari hasil penelitian ini, disarankan kepada pihak sekolah terutama kepala sekolah agar lebih memperhatikan kinerja guru yang telah bersertifikasi, sehingga dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan para peserta didiknya serta membawa dampak yang baik pula pada sekolah.

Memenuhi kebutuhan kasih sayang anak dan remaja panti asuhan (Studi kasus di panti asuhan PE Malang) / Nuning Widianasari

 

Penelitiani ni dilatarbelakarrgoi leh terdapatnyaa nak-anakte lantarm aupun yatim/yatimp iatu, namunm asihm emiliki keberuntungand engana danyap anti asuhanse bagasi ebuahle mbagay ang bergerakd i bidangs osial,d i manap anti asuhan berperanse bagaki eluargad an rumaht inggal bagi anak-anakd an remajaa suhy ang menaj di tanggungj awabnya. Penelitiani ni menggunakanp endekatank ualitatif, denganm enggunakan mncanganst udi kasus( cases tudy).P emilihans ubyekp enelitiand ilakukan dengan menggunakatne knik internal sampling.D ata-datad ikumpulkanm elalui teknik wawancaram, endalamt,e knik observaspi artisipatil dan dokumentasi.S edangkan analisisd atad ilalalkan denganm enggunakante knik deskriptif. Temuan penelitian yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah: bahwa anak mempersepskie butuhank asih sayanga dalahs ebuahb entukp erhatian,p ujian dan waktul uangy ang sepatutnyad iberikano lch pengasuhk epadaa nakd an temaja asuhnyaS. edangkanp engasuhp anii asuhanm empersepski ebutuhank asih sayang sebagabi entukk ebutuhany ang dapatd icukupi hanyad enganp emenuhank ebutuhan jasmani saja. Adapun faktor-faktor yang menjadi pendukung dalam proses pemenuhakne butuhank asih sayangd i panti asuhana dalahjika pengasuhp anti asuhanm enyediakanw aktu bagi anakm aupunr emajaa suhy ang ingin berkeluh kesahs, ertaa danyak omunikasiy ang baik antamp arap engasuhd engana nakd an remajaa suhd i panti asuhanF. aktor-faktory ang menghambapt rosesp emenuhan kebutuhank asih sayangd i panti asuhand i antaranyaa dalahpergantianp emimpin yangt erjadi setiapt iga tahun sekali, sehinggab erdampakp adap erubahanp eraturan; kesulitana nakm aupunr emajau nfuk beradaptasdi enganp eraturanb aru,k eterbatasan pengasuhd alamb idang intelektualy ang berkaitand enganp endidikana nak,s erta adanyak etidakcocokana ri,ara,pengasudhe nganp impinanp anti asuhand, an wujud dari pemenuhank ebutuhank asih sayangd i panti asuhany angt elah dilakukano leh parapengasuha dalahd enganm emberikanp erhatiank epadaanakdanr emajaa suh, baik secaran onverbal( berupap elukan,t epukanr ingan,d anjabat tangan)m aupun verbal (berupa pujian, ucapan terima kasih, ucapan salam). Dan upaya-upayayang dilalcukano leh pengasuhp anti asuhand alamm engatashi ambatand alamp roses pemenuhanke butuhank asih sayangd i panti asuhans alahs atunyaa dalahd engan mcluangkanw aktu merekau ntuk mendengarkanke luh kesaha nakd an remajaa suh, meskipuknu antitasw aktu yang tersediat idak sebanyaky ang menjadih arapana nak danr emajaa suh. Berdasarkahna sil temuand i atas,d apatd iberikan saranb aik untuk anakd an remajaa suhm aupunu ntuk pengasuhy, aitu: anakr emajaa suhd apatm encariw aktu luangy angt epatu ntuk dapatm encurahkank eluh kesahnyak epadap engasuhd, an dapamt emanfaatkahna ri libur pengasuhu ntuk berkeluhk esah;a nakd an remajaa suh tidakm elanggapr eraturany ang berlakud i panti asuhan,s ehinggate rciptak omunikasi yangb aik antarap engasuhd engana nakd an remajaa suh,a nakd an remajaa suh menghargasie galab entukp erhatiany ang diberikan oleh pengasuh( denganjalan membalassa lamy ang diucapkanp eng€$uhs, ercam endengarkan asihaty ang diberikano leh pengasuh)p; engasuhm au meluangkanw aktu untuk mendengarkan keluhk asaha nakd an rcmajas eriam emberikanja lan keluar ataus olusi bagi permasalahayna ngd ihadapio leh anakm aupunr emajaa suhnyap; engasuhti dak memihakk epadas ekelompoka taub eberapaa naks ajad ari sejumlaha nakm aupun remajaa suhnyap; arap engasuhd an pimpinan panti asuhand apatm enyatukanv isi dan misi dalun usaham emenuhik ebutuhana nak,k hususnyak ebutuhank asih sayang bagi anak dan remaja asuhnya.

Pengaruh pola asuh orangtua terhadap prkembangan ekspresi emosi siswa kelas II SLTP Negeri se-Kecamatan Lawang / Evi Anita Wijayanti

 

Emosi memegang peranan penting dalam kehidupan anak' Pengaruh emosi yang positif dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan anak. Sedangkan pengalamane mosi yang negatif akan mengganggup erkembangand an pertumbuhan anak.B agaimanap erkembangaenm osi anak, hal itu tergantungp ada pengalaman emosi sosial anak dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kebutuhan anak seperti pendidikarLk asih sayang,d an perhatiand apatt erpenuhia taut idak merupakanb agian dari pengalaman anak yang ikut menentukan perkembangan emosinya. Adapun lingkungan pemben pengalaman yang diduga paling berpengaruh adalah keluarga. Dengand emikians ecarate oritik polaa suhk eluargam emberikans umbangatne rhadap perkembangaann akt ermasukp erkembangane kspresie mosinya,y ang secarae mpirik perlu dilakukan penelitian. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pola asuh yang diterapkan orangtua mempengaruhi anak dalam mengembangkan seluruh emosinya dengan tepat atau tidak. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah mengetahui: (l) pola asuh yang diterapkan oleh orangtua terhadap anak, (2) perkembangan ekspresi emosi siswa, (3) pengaruh pola asuh orangtua terhadap perkembangaenk spresei mosis iswa. Populasip enelitiana dalahs iswa SLTP Negeri se-KecamataLna wangy ang sedangd uduk di kelas Il. Siswat ersebutb erusia 12-15t ahun, dan be4umlah7 61 slswa- Sampel yang diambil be{umlah 254 orang siswa. Penarikan sarnpel dilakukan dengan teknik proporsional random .sampling. Prosedur pertama dalam penarikan sampel adalah menentukan sampel sekolah, dalam hal ini SLTPN 1, SLTPN 2 dan SLTPN3 . Prosedury ang keduam enetapkansa mpelk elas,d itetapkan2 kelass ecara acak,y ang diambil secarap roporsionadl enganp erbandinganl- 3 kelas diambil 1 kelas.H asil dari penarikans ampeld iperolehp opulasis ebesar3 60lo. Alat pengumpulan data berupa angket yang terstruktur dengan 4 pilihan jawabans elalu"s ering,k adang-kadangd an tidak pernah,b aik untuk angketp ola asuh maupunp erkembangane kspresie mosi.A ngket pola asuho rangtuas emulab equmlah 56 butir soal, kemudian berjumlah 24 butir soal setelah diujicobakan dengan reliabilitas yang bergerak antara 0,565-0,710. Sedangkan angket perkembangan ekspresi emosi berjumlah 67 butir kemudian berjumlah 37 butir setelah diujicobakan dengan reliabilitas yang bergerak wfiara 0,405-0,862. Sebelurn diketahui reliabilitasnyate, rlebih dulu diuji validitasnyad enganj ustifikasi dari penguji ahli dalamh al ini dosenp embimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orangtua siswa pada pola asuh Overprolectives ebesar5 7,87%, Overdemanding5 2,36%, Neglecting 56,69%, Rejecting 43,7Ao/oA,c ceptance 37,00%. Pada perkembangane kspresie mosi setiap aspeknyas, iswa menunjukkanp erkembangane kspresi emosi aspek sedih pada kategorci ukup baik dengan 77,55o/ok,e mudiand iikuti oleh aspekg embirap ada kategori cukup baik sebesar 57,48yo, aspek kasih sayang pada kategori cukup baik dengan 55,51%, selanjutnya diikuti oleh aspek takut pada kategori cukup baik sebesa4r9 ,21Voa,s peki ri hati padak ategoric ukupb aik sebesa4r 3,70%a, spekm arah pada kategori cukup baik menunjukkan sebesar 42,51%, aspek ingin tahu pada kategori cukup baik sebesar 40,55%, sedang yang terkecil aspek cemburu pada kategori cukup baik sebesar 16,53%. Sedangkan pola aSuh orangtua berpengaruh signifikan terhadap perkembangane kspresi emosi siswa kelas II SLTP Negeri se- KecamataLna wangh al tersebutd ibuktikand engan( R'?:0,124F, :l1,328, rxy4,222, p{,000<0,05),j adi pola asuho rang tua memiliki sumbangane fektif sebesarl2 %o sehinggad apat diketahui bahwa perkembangane kspresie mosi dipengaruhio leh faktorl ain sebesa8r 77o. Berdasarkahna sil penelitiani ni, dapatd isarankan(:1 ) bagi Orangtuah endaknya menunjukkapno laa suhy ango verprolectivep adaa naku siai ni meskipunh aruss ecara hati-hatis, ebabs ecarate ori yangl ebih baik ada)aha cceplance(,2 ) bagi konselord an guruh arusm empertimbangkapno la asuh orangtuas ebagais alahs atu faktor yang mempengaruhtin gkah laku yang siswad alam rangkam enetapkanla yanany ang akan diberikan, (3) bagi guru, diharapkan untuk dapat menciptakan suasana yang mendukung dalam proses belajar dan mengajar, dan memberikan perlakuan (hukuman, hadiah dan penetapan aturan-aturan) yang sewajarnya serta hendaknya bersifatm endidik,( a) bagl peneliti selanjutnyah, endaknyam embenahki ekurangankekurangan yang ada pada instrumen karena pada uji coba instrumen ini prosedur yang digunakan kurang memenuhi syarat sehingga hasilnya kurang menggambarkan variabel secara utuh, selain itu hendaknya lebih intensif melakukan konsultasi instrumen kepada penguji ahli. Serta melakukan penelitian yang serupa tapi pada kelompoky angb erbedaa taud ikaitkand enganv ariabel-variabeyla ngl ainnya. | l

Pembinaan pengasuh pesantren dalam rangka meningkatkan motivasi belajar santri (studi kasus di PPA Darun Najah Ngijo Karangploso Malang) / Nur Masyhudi

 

Dalamd uniap endidikanu sahau nhrkm emajukanle mbagay angd itangani agarm enjadlie mbagay angu ngguld anm empunyaki ualitasy angb aguss ertad apat diterimao lehm asyarakatb, anyaks ekaliy angh arusd ilalarkano leh seorangp impinan lembagpae ndidikanB. aik itu dalaml ingkupd alamm aupunlu ar, dand alam pelaksanaapnu n pimpinanl embagaa kand ibantuo lehk omponen-komponeyna ng adad alamle mbagate rsebul sehinggaa kanm encetaklu lusany angb erkualitasd an akanm endapatkakne percayaand ari masyarakat. Usahau ntukm enjadikasnu byekd idik menjadliu lusany angb erkualitas harusd imulaid ari prosesp endidikany angs etiaph ari di lakukand i sekolah (pesanren)U. sahal ersebutd ilalekall olehp engasuh(k epalas ekolah)d engan melaksanakasnu atup embinaan(s upervisi)d alaml embagap endidikanb aik itu kepadag urum aupunm urid yangs edangm elakukank egiatanb elajarm engajard i sekolahP. embinaayna ngd ilalcukans eringk ali muncujli ka memanga das uatu masalahs,e pertih alnyam engenami otivasib elajar,s eiringd enganti nggi rendahnya motivasbi elajars anti (subyekd idik) makap embinaans eorangp impinanle mbaga (pengasuha)k and ilakukan. Penelitianin i berangkadt ari pertanyaan" Usahap embinaanp engasuh pesantend alamr angkam eningkatkanm otivasib elqiarS anfi". Ada empatf okus penelitiayna inr:( l) Bagaimanuas ahap embinaapne ngasuphe sirntr€dna lamr angka meningkatkamn otivasib elajarS anri di PPAI DarunN ajahN gijo Karangploso Malang;( 2) Bagaimanare sponp araS antrim engenapi embinaany angd ilalorkano leh pengasudhi PPAI DarunN ajahN gijo Karangplosolv lalang;( 3) Apakahf aktor pendukungd anp enghambadta lamm elaksanakapne mbinaand j PPAI DarunN ajah Ngijo KarangplosoM alang;( 4) Kapand anm engapap engasuhm elakukanp embinaan pada sanh-inya. Penelitianin i dilakukand enganm enggrurakapne ndekatanku alitatif dengan rnncanganst udik asus.T eknikp engumpuladna tay angd igunakanm eliputi:( l) Wawancaram endalam(;2 ) Observasbi erperans erta;d an studid okumentasTi. iga datay angb erupai nformasyi angt erkait denganfo kus penelitiand i perolehd ari sejumlahin forman.I nformank unci dalamp enelitianin i adalah:K H Muktar Gz dan Gus Yazid serta informan lain seperti pxa asatidz dan para santri yang ada. Data tersebudt iorganisasikand,i tafsirkand and ianalisisg unap enyuswanA bstaksi temuanla panganK, redibilitasd atad i cek dengante knik triangulasdi ank ecukupan referensial. Daria nalisisd atad apatd i simpulkanl:) Untukm eningkatkamn otivast belajasra nriy anga dad i pesantreuns ahap embinaayna ngd ilakukano lehp engasuh adaladhe nganjalamne nggunakamno delp embelajarayna, itud engans istems orogan (muridm embacgau rum endengarkadna nm entashihs),e babd engans istemte rsebut makas antrai kanm erasap unyat anggungja wab (beban)u ntukm emaknasr uatuk itab (nengermti aksud arii si kitabt ersebut)2, ) Ketikap engasumh elakukapne mbinaan, resposna ntrai dalahs elalum enyambudte nganb aiks ebabp embinaasne suahi arapan paras antri,'3D) alamm elaksanakaPne mbinaaadni pesantenp engasubhe lump ernah mendapatkhaanm batasne babs emuah aly angs udahd i tanganpi engasuahk ans egera beresS. edanugn tukf aktorp endukundga rip elaksanaapne mbinaatne rsebuat dalah adanysai faty angt elahd itanamkapna dad iri santi yaltus am'anw atho'atanr,u angan yangb agusd ans uasanyaa ngt enangs, ehinggpae mbinaadna patb erlangsundge ngan lancar,4P) elaksanaapne mbinaadni pesantredni lalcukasne tiaph arin amunu ntuk pembinaafonr mald ilakukans atub ulans ekali,dasni fanryau mumN. amunk adangkadangjugaad ap embinaayna ngs ifatnyati dakt erjadualk, arenak ondisid ari pesanfens elalub erubah Darih asilp enelitianin i dapatd i ajukans aran-sarayna, itu:( l) Bagip engasuh pesantenti,n ggir endahnyma otivasbi elajarp adas antris angadt iperlukans ekali, sehinggsae bagasie orangp engasushe harusnybae rusahma elaksanakapne mbinaan gunam eningkatkadna nm enjagati ngkatm otivasib elajary anga dap adas antria gar selaluti nggrs ehinggap aras anti nantim enjadil ulusany angb erkualitasti nggi. (2)B agig uru,p embinaayna ngd ilakukano lehp engasuhjangadnia nggaps ebagai pengkoreksitaenr hadapse galay angd ilakukant,a pia nggaplashe bagabi antuang una meningkatkamnu tup endidikan(.3 ) Bagip enelitil ain,k ajianm engenapie mbinaan yanga dad i pesantrend i Indonesiam asihs angatk urangs ekali,p embinaanke banyaan hanyad ilakukand i sekolahanu mums aja,s ehinggas angadt iperlukanla gi penelitian yangd ilalcukand i lembagap esantreny angl arnya.D an kajiany angd ilakukand i pesantenD arunN ajahi ni dapatd i jadikan literaturt ambahanb agip eneliti-peneliti lain,m eskipunh asilnyab elumm endalamd ant untas.P enulisa kans angats enang apabilaa dap enelitil ain yangm engkajil ebih dalarnt entangp esanfrenk, hususnyad ari mahasiswAad ministrasPi endidikaUn niversitaNs egeriM alang.( 4) Bagij urusan AP, dalamp elaksanaasnu perviski ebanyakanp arag uruh anyam elakukanya dipendidikanfo rmal,k alaum emangil mu yangd rajarkand alamju rusant ersebudt apat diterapkand i berbagasi ektorp endidikanb aik fonnal maupunn on formalm aka dunohonp elaksanaaunn tukl embagap esantrena taul embagan on formall ainnya.

Meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi termokimia melalui panduan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving di kelas XI IPA SMA Negeri3 Gunungsitoli / Niarajab Lahagu

 

ABSTRAK Lahagu, Niarajab. 2010. Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Termokimia Melalui Paduan Model Pembelajaran Kooperatif Ti-pe STAD dan Problem Solving di Kelas XI IPA SMA Negeri 3 Gunung-sitoli. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Kimia. Program Pasca-sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. H. Suhadi Ibnu, M.A., Ph.D., (II) Dr. Subandi, M.Si Kata kunci: motivasi belajar, hasil belajar, pembelajaran kooperatif, problem solving. Penelitian ini terinspirasi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar kimia siswa SMA Negeri 3 Gunungsitoli. Hal ini diduga disebabkan oleh pola pembela-jaran yang dilakukan masih berpusat pada guru di mana siswa kurang diberi kese-mpatan untuk mengembangkan kreativitasnya dan terlibat secara maksimal dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu upaya pengembangan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan mo-tivasi siswa dalam belajar. Hal ini sejalan dengan pergeseran paradigma pembela-jaran dari behaviorisme ke konstruktivisme. Salah satu pendekatan pembelajaran motivasional yang bersifat konstruktivis adalah pembelajaran kooperatif dan pro-blem solving. Oleh sebab itu dalam upaya meningkatkan motivasi dan hasil bela-jar siswa, dalam penelitian ini digunakan paduan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving. Ada empat langkah dalam pelaksanaan pembela-jaran kooperatif tipe STAD yaitu: 1) penyajian kelas, 2) diskusi kelompok, 3) kuis dan 4) penghargaan kelompok. Selain itu dalam penelitian ini juga digunakan me-tode pemecahan masalah (problem solving) yang dikembangkan oleh Polya ada- lah: 1) memahami masalah, 2) memikirkan rencana pemecahan, 3) melaksanakan rencana, dan 4) meninjau kembali hasil pemecahan. Setiap tahapan dalam prose-dur metode pemecahan masalah di atas selalu dikerjakan secara kooperatif oleh sis wa sehingga dengan demikian diperoleh hasil yang optimal. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan peneli-tian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendes-kripsikan proses dan hasil penerapan paduan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi termokimia di kelas XI IPA SMA Negeri 3 Gunungsitoli. Penelitian ini dilakukan selama 8 (delapan) kali pertemuan dalam 3 (tiga) siklus (tindakan). Setiap siklus terdiri dari 4 (empat) tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tinda-kan, pengamatan, dan refleksi. Selama penelitian, peneliliti berkolabarasi dengan guru kelas yang bertindak sebagai pengamat dan pemberi masukan sedang peneliti berperan sebagai guru. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) angket motivasi belajar untuk mengukur tingkat motivasi belajar siswa, 2) tes ha-sil belajar untuk mengukur prestasi belajar siswa, 3) lembar observasi untuk me-ngukur aktivitas siswa, dan 4) angket respon siswa untuk mengetahui hasil respon siswa terhadap paduan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving. Hasil uji coba angket motivasi belajar yang dihitung dengan menggunakan rumus koefisien alpha ( ) diperoleh reliabilitas sebesar 0,89 dan validitas angket moti-vasi belajar yang dilakukan oleh tiga orang validator diperoleh validitas sebesar 87%. Hasil uji coba instrumen tes hasil belajar diperoleh tingkat reliabilitas sebe-sar 0,92 dan validitas sebesar 78,3%. Penelitian ini dilaksanakan dikelas XI IPA-1 SMA Negeri 3 Gunungsitoli pada tahun pelajaran 2009/2010 mulai dari tanggal 21 Agustus 2009 sampai dengan 12 oktober 2009. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) penerapan paduan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving dapat meningkatkan akti vitas siswa dalam belajar. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi aktivitas siswa pada tindakan I sebesar 72,3% (kategori baik), pada tindakan II sebesar 81,8% (kategori sangat baik), pada tindakan III sebesar 91,2% (kategori sangat baik), (2) penerapan paduan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving dapat meningkatkan motivasi belajar kimia siswa pada materi termokimia dari skor rata-rata 88 (kategori sedang) sebelum diberikan tindakan menjadi 111 (kate-gori tinggi) setelah diberikan tindakan, (3) penerapan paduan model pembelaran kooperatif tipe STAD dan problem solving dapat meningkatkan hasil belajar kim-ia siswa pada materi termokimia, hal ini ditunjukkan oleh skor rata-rata setelah tindakan I sebesar 72,0 dengan ketuntasan 84,4%, setelah tindakan II sebesar 74,7 dengan ketuntasan 90,6%, dan setelah tindakan III sebesar 76,1 dengan ketuntasan 96,9%, dan (4) Respon siswa terhadap penerapan paduan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving secara umum tergolong baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil respon siswa terhadap paduan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving dengan skor rata-rata sebesar 96,0 (kategori baik).

Pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah produk tabungan (studi pada nasabah BTN Malang) / Fivi Handayani

 

Dunia bisnis saat ini mengalami perubahan pesat, dikarenakan fenomena globalisasi yang mendorong pertumbuhan diberbagai sektor tidak terkecuali sektor jasa. Perubahan tersebut menyebabkan munculnya berbagai jenis jasa barudan tingginya tingkat persaingan perusahaan. Salah satunya adalah perkembangan dibidang teknologi seperti internet, dimana konsumen dapat bertransaksi juga memperoleh informasi tentang produk dan jasa yang diinginkan. Banyak perusahaan yang berlomba-lomba menawarkan berbagai keunggulan produk, harga lebih murah, dan kredit semakin mudah, semata-mata untuk menarik konsumen. Hal tersebut secara tidak langsung menuntut masyarakat untuk lebih teliti dan kritis dalam memilih.Kualitas produk bukanlah menjadi satu-satunya bagi perusahaan itu untuk mampu bersaing, terlebih bagi perusahaan yang menjual produk yang sama dan berada pada harga yang sama. Diperlukan upaya khusus dalam mencapai tujuan perusahaan untuk memberikan pelayanan yang memuaskan konsumen tidak terkecuali BTN Malang juga menyediakan fasilitas jasa perbankan kepada nasabahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi unsure kualitas pelayanan (tangibles, empathy, reliability, responsiveness dan assurance) yang dirasakan oleh nasabah produk tabungan, bagaimana kondisi loyalitas nasabah produk tabungan, dan bagaimana pengaruh kualitas pelayanan secara parsial dan simultan terhadap loyalitas nasabah produk tabungan. Jumlah sample sebanyak 140 responden, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mendeskripsikan variabel bebas kualitas jasa yang terdiri dari bukti fisik (X1), keandalan (X2), daya tanggap (X3), jaminan (X4), dan empati (X5), variabel terikatnya adalah loyalitas nasabah. Untuk menentukan besar pengaruh secara langsung dan tidak langsung dari variabel kualitas pelayanan dan loyalitas nasabah menggunakan teknik analisis regresi berganda. Adapun teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis regresi linear berganda dengan signifikansi 0,05. Teknik analisis ini digunakan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah baik secara parsial ataupun simultan. Hasil perhitungan pada pengujian simultan di peroleh bahwa F hitung (32,753) > dari F tabel (2,27), sedangkan signifikansi (0,000) < dari alpha pada taraf 5% atau 0,05 artinya variabel kualitas pelayanan (X) berpengaruh secara simultan terhadap variabel loyalitas nasabah (Y). Sedangkan untuk koefisien determinan (Adjusted R Square) sebesar 0,533 atau 53,3%. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial variabel bukti fisik (X1) memiliki t hitung 2,866 > t tabel 1960, X1 berpengaruh secara parsial. Variabel keandalan (X2) didapat t hitung 2,701 > t table 1,960, X2 berpengaruh secara parsial. Variabel daya tanggap (X3) didapat t hitung 4,546 > t tabel 1,960, X3 berpengaruh secara parsial. Variabel jaminan (X4) didapat t hitung 0,699 > t tabel 1,960, X4 tidak memiliki pengaruh secara parsial, Variabel empati (X5) didapat t hitung 3,812 > t tabel 1,960, X5 berpengaruh secara parsial. Variabel kualitas pelayanan (X) memiliki pengaruh sebesar 53,3% terhadp loyalitas nasabah. Selanjutnya hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan yang ditujukan oleh kualitas pelayanan secara simultan terhadap loyalitas nasabah. Dari hasil penelitian ini, disarankan kepada BTN Malang agar melakukan survei berkala untuk mengukur tingkat harapan dan persepsi nasabah mengingat tuntutan nasabah terhadap kualitas pelayanan terus berkembang seiring kemajuan jaman dan menghadapi persaingan antar bank. Selanjutnya untuk mencapai loyalitas perlu meningkatkan kepuasan nasabah dengan jalan selalu meningkatkan pemberian pelayanan yang terbaik kepada nasabah.

Using flow chart to improve the narrative comprehension of the students of class X-7 at SMAN 1 Malang / Henny Rahmawati

 

ABSTRACT Rahmawati, Henny. 2010. Using Flowcharts to Improve the Students’ Comprehension of Narrative Texts at SMAN 1 Malang. State University of Malang. Advisor: Dra. Sri Andreani, M. Ed. Key Words: flow chart, narrative text, improve, comprehension This study is intended to describe how the use of flow chart can help the tenth graders to improve their ability in comprehending narrative texts. The researcher was interested in doing the study because the teaching technique applied by the teacher was not effective to make the students comprehend reading text in an easy way. Besides it was due to the way of teaching that is still monotonous. Accordingly the students’ scores in reading were below the minimum mastery learning standard (Standar Ketuntasan Belajar Minimal/SKBM). The researcher, then, was eager to improve the students’ comprehension of narrative texts by introduced such media. The subject of this study were the students of class X-7 of SMAN 1 Malang. The study was desinged as a Classroom Action Research (SAC), followig Kemmis and McTaggart’s model. The study was conducted in two cycles, each of which consisted four steps, namely planning, implementation, observation, and reflection. In the planning stage the researcher designed the lesson plan,the research instruments, and prepared the criteria of success. In the implementation stage the researcher conducted what had been designing in the lesson plan. In the observation stage the researcher recorded and collected data of the flow chart implementation. Last, in the reflection stage, the researcher decided whether or not the technique applied was successful to solve the students’ problem in reading comprehension. The instruments to collect the data were the field notes, the evaluation sheets of the lesson plans, the teacher and the students’ performance, the questionnaire, and the students’ response sheet. There were also an instrument in the form of quiz and summary test for evaluating the students’ mastery. The result of this study showed that flow chart improved the students’ ability in comprehending reading texts, especially narratives. Most of the students’ scores in quiz in each cycle after the implementation of the technique were also in which 75 percent of the students acores were above the SKBM. Flow chart activates the students as well as the teacher, thus make the class run more effectively. Flow chart makes it easier for the students to comprehend reading texts—narrative in particular. There are several suggestions that ought to be considered by the English teachers. First, it is important for teachers to vary their teaching technique in order to avoid the students’ boredom. Second, recommended for the teachers to include flow chart as one of the teaching techniques applied in the class.

Penerapan konsep barisan dan deret dalam kehidupan sehari-hari pada siswa SMA / Edwin T.S.V. Rahayaan

 

ABSTRAK Rahayaan, Edwin. 2010. Penerapan Konsep Barisan dan Deret Dalam Kehidupan Sehari – hari Pada Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Ir. Herutomo, M.Pd Kata Kunci : barisan, deret Matematika mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari – hari, karena seringkali matematika dimanfaatkan dalam menyelesaikan permasalahan – permasalahan seperti permasalahan pengambilan keputusan – keputusan yang berhubungan dengan uang dan permasalahan – permasalahan lainnya dalam kehidupan sehari – hari. Salah satu disiplin ilmu dalam penerapannya sangat membutuhkan matematika sebagai bahasa symbol untuk menyederhanakan penyajian, pemahaman, analisis, dan penyelesaian suatu masalah. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis berusaha untuk mengkaji penerapan konsep barisan dan deret dalam kehidupan sehari – hari pada siswa SMA Pada pembahasan ini dibatasi untuk barisan, deret, barisan aritmetika, barisan geometri, deret geometri dan deret aritmetika pada permasalahan : aplikasi deret geometri, aplikasi deret aritmetika Penulisan ini merupakan kajian teori yang diambil dari buku – buku yang relevan. Tujuan dari kajian ini adalah untuk memudahkan dalam pemecahan masalah – masalah dalam kehidupan sehari – hari yang berkaitan dengan barisan dan deret.

Peningkatan keterampilan menyimak melalui model inside-outside circle pada siswa kelas IIB SDN Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan / Elisabeth Kilmas

 

ABSTRAK Kilmas, Elisabeth. 2010. Peningkatan Keterampilan Menyimak Melalui Model Inside-outside Circle Pada Siswa Kelas IIB SDN Rembang. Skripsi Program Studi S1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Kata Kunci: Inside-Outside Cicrle, Keterampilan Menyimak, Sekolah Dasar. Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar menganut pendekatan komunikatif. Artinya, dalam implementasinya pembelajaran Bahasa Indonesia harus lebih menekankan pada aspek komunikatif dan dapat fungsional. Keterampilan menyimak merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fungsional karena digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Masalah yang sering dihadapi guru dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia adalah siswa kurang fokus untuk menyimak apa yang disajikan oleh guru. Akibat kurang fokusnya siswa menyimak, maka pelajaran yang diberikan tidak dapat dipahami dengan baik. Tujuan dari penelitian ini antara lain yaitu mendeskripsikan: (a) penggunaan model Inside-outside Circle untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa, (b) aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model Inside-outside Cicrle, (c) peningkatan keterampilan menyimak siswa dengan menggunakan model Inside-outside Cicrle. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang meliputi dua siklus (siklus I dan siklus II). Tahapan siklus mempunyai alur: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IIB SDN Rembang, yang berjumlah 25 orang. Fokus penelitian adalah peningkatan keterampilan menyimak dan aktivitas siswa selama pembelajaran dengan menggunakan model Inside-outside Cicrle. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi; observasi (pengamatan), wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar pengamatan keterampilan menyimak siswa, lembar pengamatan aktivitas siswa, dan lembar pengamatan aktivitas guru. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Siklus tindakan pembelajaran dihentikan jika seluruh prosedur telah terlaksana. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan. Melalui model Inside-outside Cicrle, keterampilan menyimak siswa kelas IIB SDN Rembang meningkat dari tahap pra tindakan yang menunjukkan persentase keterampilan menyimak yang teraktualisasikan rata-rata 26,9% menjadi 86,7% pada siklus I (meningkat 59,8%). Selanjutnya pada siklus II mengalami pengingkatan 5,8% menjadi 92,5%. Aktivitas siswa selama pembelajaran dengan menggunakan model Inside-outside Cicrle pada siklus I mencapai 71,1% dan meningkat pada siklus II sebesar 6.6% menjadi 77.7%. Nilai hasil belajar siswa pada pra tindakan menunjukkan persentase rata-rata sebesar 60,6% dengan 12 siswa (48%) mendapatkan nilai di bawah rata-rata dan 13 siswa (52%) mendapatkan nilai di atas rata-rata. Pada siklus I terjadi peningkatan sebesar 12,8% menjadi 73,4% dengan 2 siswa (8%) mendapatkan nilai di bawah standar dan 23 siswa (92%) mendapatkan nilai di atas standar. Pada siklus II persentase rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan 14,6% menjadi 88% dengan ketuntasan belajar klasikal. Kemampuan guru dalam merancang RPP pada siklus I mendapatkan skor 94,1 dan meningkat pada siklus II menjadi 95,5 dengan kualifikasi ”Sangat Baik”. Kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus I mendapatkan skor 90,9 dan meningkat pada siklus II menjadi 93,1 dengan kualifikasi ”Sangat Baik”. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, beberapa saran diperkirakan dapat meningkatkan persentase dan kualitas model pembelajaran yang diteliti. Saran yang diajukan tersebut adalah: (1) bagi guru agar dapat menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan mampu mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa, (2) bagi kepala sekolah agar hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan untuk memberikan supervisi dan bimbingan bagi guru, berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran, (3) bagi peneliti lain agar dapat melakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan model pembelajaran ini, dengan modifikasi dan pengembangan yang lebih baik, terutama untuk mengatasi siswa dengan cara belajar yang berbeda-beda.

Pemanfaatan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas I SDN Sidogiri I Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan / Nur Anita

 

ABSTRAK Anita Nur. 2010. Pemanfaatan Media Gambar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA di Kelas I SD Negeri Sidogiri I Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Program Studi S1 PGSD. Fakultas Ilmu Pendidikan Univesitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs.Sumanto, M. Pd (2) Drs. Heru Agus Tri Widjaja, M.Pd. Kata Kunci : Pemanfaatan media gambar, hasil belajar, IPA, SD. Dalam proses pembelajaran IPA di SD masih menggunakan cara tradisional dimana kegiatan masih berpusat pada guru, monoton dan menjenuhkan, akibatnya perolehan belajar siswa pada mata pelajaran IPA mengenal keadaan cuaca di sekitar kita masih sangat rendah. Guru masih menggunakan metode ceramah, tanya jawab, pemberian tugas dan tanpa menggunakan media, sehingga kemampuan siswa dan kreativitas siswa belum tergali. Oleh karena itu perlu adanya pembaharuan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah khususnya SD. Salah satunya dengan penggunaan media gambar yang merupakan alat bantu dalam pembelajaran IPA mengenal keadaan cuaca di sekitar kita. Dengan adanya media gambar diharapkan siswa aktif baik fisik maupun mental. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan pembelajaran IPA dilihat dari keaktifan siswa saat penerapan l pembelajaran IPA mengenal keadaan cuaca kita dengan memanfaatkan media gambar, dan (2) peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas I di SD Negeri Sidogiri I Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan, (3) Mendiskripsikan keaktifan siswa pada saat pemanfaatan media gambar dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK. Subyek penelitian ini siswa kelas I SDN Sidogiri I Kecamatan Kraton sejumlah 39 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari 3 komponen kegiatan yang dilakukan secara berurutan yaitu kegiatan reduksi, sajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa konsep mengenal keadaan cuaca di sekitar kita pada siswa kelas I. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata hasil belajar siswa, pada pra tindakan (42,05), siklus I (60,12), dan siklus II (70,92). Dengan hasil penelitian tersebut, maka disarankan kepada guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa konsep mengenal keadaan cuaca di sekitar kita di kelas I sebaiknya menggunakan alat bantu berupa media gambar agar siswa lebih aktif, kreatif dan tidak bosan dalam proses pembelajaran. Untuk kepala sekolah supaya menyediakan sarana dan media pembelajaran khusunya di kelas-kelas agar proses belajar mengajar lebih bermakna bagi siswa. Sedangkan untuk peneliti selanjutnya hendaknya bisa menyempurnakan/mengembangkan agar didapatkan hasil yang lebih optimal.

Peningkatan hasil belajar penjumlahan mata pelajaran matematika melalui pendekatan realistic mathematic education pada siswa kelas II SDN Jingglong 03 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar / Dewi Nursani Umalin

 

ABSTRAK Nursani, Dewi. 2010. Peningkatan Hasil Belajar penjumlahan melalui pendekatan Realistic mathematic Education pada Siswa kelas II SDN Jingglong 03Kec. Sutojayan Kab. Blitar. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Program Studi Sarjana Kependidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sunyoto, S.Pd, M.Si, (II) Dr. H. M. Zaenuddin,M.Pd Kata Kunci: Pendekatan Realistic Mathematic Education, hasil belajar, penjumlahan Proses pembelajaran matematika di SDN Jingglong 03 yang selama ini digunakan oleh guru adalah dengan menggunakan cara konvensional, guru secara aktif memberikan informasi kepada siswa sedangkan partisipasi siswa selama proses pembelajaran tidak Nampak. Kegiatan yang dilakukan oleh siswa hanya duduk, dengar, dan mencatat tugas. Penyampaian informasi yang diberikan kepada siswa secara abstrak. Hal ini menyebabkan rendahnya pemahaman siswa untuk menguasai konsep penjumlahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Mengetahui gambaran tentang peningkatan prestasi belajar pada siswa kelas II SDN Jingglong 03 melalui pendekatan Realistic Mathematic Education, (2) Mengetahui gambaran tentang hasil prestasi belajar siswa kelas II SDN Jingglong 03 pada peningkatan prestasi belajar melalui pendekatan Realistic Mathematic Education melalui soal-soal terkait dengan konsep penjumlahan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu Realistic Mathematic Education dengan jenis penelitian tindakan kelas . Subyek penelitian ini adalah siswa kelas II SDN Jingglong 03 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar dengan jumlah 10 siswa. Instrument penelitian yang digunakan untuk mendukung data penelitian ini meliputi (1) angket, (2) wawancara, (3) dokumentasi, (4) observasi. Penerapan pendekatan RME dengan materi penjumlahan digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat diketahui dari peningkatan penilaian proses selama kegiatan pembelajaran berlangsung dan peningkatan hasil belajar siswa yaitu dari pratindakan ke Siklus I naik 20%, hasil dari Siklus II naik 20%. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah dalam penerapan pendekatan RME hendakny guru selalu menggali pengetahuan lama yang dimiliki siswa dan menggunakan media benda-benda nyata atau konkrit, agar siswa lebih termotivasi untuk mengkonstruksi pengetahuan baru baik secara individu maupun kelompok agar dapat mengembangkan kreativitas dalam berfikir.

Perbndingan luasan tulangan pada struktur portal tahan gempa dengan daktilitas terbatas dan daktilitas penuh / Arief Prihandoyo

 

Salah satu cara untuk mengatasi gaya gempa pada bangunan adalah dengan konsep desain kapasitas. Perencanaan dengan konsep desain kapasitas ini memerlukan suatu prosedur perencanaan yang kompleks dan detail penulangan yang sesuai dengan persyaratan daktilitas. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Mengetahui perbandingan luasan tulangan pada balok yang menggunakan konsep daktilitas penuh dengan balok yang menggunakan daktilitas terbatas. (2) Untuk mengetahui apakah tulangan balok hasil desain sudah sesuai dengan konsep daktilitas yang digunakan pada bangunan. (3)Mengetahui detail tulangan pada balok dengan daktilitas terbatas dan daktilitas penuh. Penelitian yang dilaksanakan ini menggunakan permodelan analisa struktur portal 2D. Portal tersebut akan dianalisa menggunakan software bantu analisa struktur untuk mendapatkan gaya – gaya dalam dari struktur. Setelah didapatkan gaya – gaya dalam dari struktur, maka akan didesain tulangan menggunakan konsep daktilitas terbatas dan daktilitas penuh yang dibutuhkan untuk mengatasi gaya dalam dari struktur tersebut. Kemudian luasan kebutuhan tulangan dari kedua konsep daktilitas tersebut akan dibandingkan seberapa besarkah selisih luasannya. Selanjutnya langkah yang terakhir yaitu dari hasil desain tulangan yang ada kemudian juga dicari nilai faktor daktilitas desain tulangan tersebut. Dari hasil penelitian didapatkan selisih luasan kebutuhan tulangan antara balok dengan daktilitas terbatas dan balok dengan daktilitas penuh. Pada balok dengan daktilitas penuh jumlah luasan tulangannya lebih besar daripada luasan tulangan pada balok daktilitas penuh. Rata – rata besar selisih luas tulangan antara balok dengan kedua jenis daktilitas yaitu sebesar 27.80%. Selisih yang paling besar terdapat pada tulangan tumpuan negatif lantai 2 yaitu sebesar 40.76%. Sedangkan yang terkecil terdapat pada tulangan lapangan positif lantai 3 yaitu sebesar 16.74%. Berdasarkan analisa daktilitas yang sudah dilakukan terhadap hasil desain tulangan, dapat disimpulkan bahwa desain tulangan sudah sesuai dengan konsep daktilitas yang dipakai pada tulangan tersebut. Pada balok daktilitas terbatas desain tulangan menghasilkan nilai μ= 3.61, berarti sesuai dengan nilai daktilitas terbatas. Sedangkan pada balok daktilitas penuh desain tulangan menghasilkan nilai μ= 5.45, berarti sudah sesuai dengan nilai daktilitas penuh.

Metode pemeringkatan berbasis sound approach / Dona Harinda Sasongko

 

Kata kunci : Sound Approach, Webometrics Ranking, pemeringkatan, perguruan tinggi. Bunyi adalah energi gelombang yang berasal dari sumber bunyi. Seperti halnya vektor di ruang 3 dimensi, gelombang bunyi dapat diuraikan dalam sekelompk vektor-vektor satuan yang tegak lurus (ortogonal), maka ada kemungkinan untuk menguraikan gelombang bunyi menjadi deret ortonormal berikut, . Sama halnya dengan bunyi, suatu sistem pemeringkatan memilki beberapa indikator pemeringkatan yang ortogonal. Dengan mengadopsi rumus gelombang bunyi didapat sebuah rumus pemeringkatan berikut . Metode pemeringkatan semacam ini dikenal dengan Metode Pemeringkatan Berbasis Sound Approach. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana menghasilkan pemeringkatan dengan berbasis Sound Approach. Sistem pemeringkatan yang akan diteliti adalah pemeringkatan perguruan tinggi di Indonesia. Indikator pemeringkatan yang dipergunakan adalah indikator Webometrics Ranking. Webometrics Ranking adalah sebuah sistem pemeringkatan dunia yang telah memeringkat seluruh perguruan tinggi di dunia sejak tahun 2006. Indikator Webometrics Ranking adalah indikator web yang terdiri dari, size, visibility, rich files, dan scholar. Penulis mengambil data pada akhir bulan Desember 2009 untuk diperingkat, kemudian membandingkan dengan hasil Webometrics Ranking edisi Januari 2010. Hasil yang didapat tidak jauh berbeda, sebagain besar perguruan tinggi hanya bergeser 1 hingga 3 peringkat saja. Posisi sepuluh besar dari pemeringkatan bulan Desember 2009 dan Webometrics Ranking edisi Januari 2010, diduduki oleh perguruan tinggi yang sama, hanya urutanya saja yang berbeda tipis. Namun, ada beberapa perguruan tinggi yang mengalami perubahan posisi yang cukup mencolok. Adanya perbedaan ini disebabkan kerena ketidak stabilan mesin pencari yang dipergunakan untuk mengambil data indikator pemeringkat. Selain itu, adanya selisih waktu pengambilan data yang dilakukan penulis dengan waktu terbitnya Webometrics Ranking memungkinkan terjadinya perubahan indikator pemeringkat. Adapun saran yang dikemukakan sehubungan dengan hasil skripsi ini adalah: (1) Perlu ada penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh G-faktor terhadap hasil pemeringkatan perguruan tinggi yang menggunakan indikator web(2) Pemeringkatan berbasis Sound Approach tidak hanya dapat diterapkan pada perguruan tinggi, melainkan dapat juga diterapkan pada bidang lainnya khususnya pada bidang Fisika.

Indikator Alexa sebagai alternatif dalam pemeringkatan berbasis sound approach / Obed Cobawiras

 

ABSTRAK Cobawiras, Obed. 2010. Alexa as an Alternative Indicator Based on Sound Approach In Ranking (Indikator Alexa sebagai Alternatif dalam Pemeringkatan Berbasis Sound Approach). Skripsi, Program Studi Fisika, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Johanis A. Rampisela, M.S., (II) Daeng Achmad Suaidi, S.Si., M.Kom. Kata Kunci: Alexa, Pemeringkatan, Sound Approach, Otomatisasi, Pengambilan Data Alexa merupakan salah satu situs yang banyak dipakai oleh para pengembang untuk memajukan situs mereka. Alexa menggunakan indikator popularitas berdasarkan pengunjung sebagai dasar perangkingannya. Dalam perangkingan berbasis Sound Approach dengan metode Webometics (Skripsi Dona Harinda Sasongko, “Metode Pemeringkatan Berbasis Sound Approach” , 2010), indikator popularitas berdasarkan pengunjung suatu situs tidak saling berinteraksi dengan indikator lainya yang antara lain size, visibility, rich files, dan scholar. Rumusan masalah dari penyusunan skripsi ini adalah bagaimana agar dapat mengambil data indikator Alexa beberapa situs perguruan tinggi secara otomatis kemudian menggunakannya sebagai indikator dalam pemeringkatan perguruan tinggi berbasis Sound Approach. Oleh karena itu sebuah program khusus dibutuhkan untuk mengambil indikator dari situs Alexa. Program ini dapat mencari data beberapa perguruan tinggi di Indonesia agar memudahkan pendataan dan menghemat waktu. Program ini disusun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan bisa diakses secara online. Program Otomatisasi Pengambilan Indikator Alexa bekerja dengan menggunakan metode mencari nilai suatu indikator berdasarkan pola dalam page source suatu halaman situs. Program ini menghasilkan data valid karena hasilnya sama antara pencarian dengan program dibandingkan bila dilakukan dengan cara manual. Selain itu program ini juga cepat karena rata-rata waktu untuk mencari indikator situs hanya membutuhkan 3 detik dibandingkan dengan cara manual yang hampir 43 detik. Dari hasil perbandingan tabel antara yang menggunakan indikator Alexa dan tidak, 43 dari 53 situs yang menjadi acuan peringkatnya mengalami kenaikan atau penurunan. Hal ini menunjukan bahwa indikator Alexa memiliki peranan signifikan dalam pemeringkatan perguruan tinggi berbasis Sound Approach.

Strategies implemented in the teaching of speaking to the seventh graders of RSBI class in SMPN 5 Malang / Usriya Tas'adina

 

This study is aimed at describing the strategies implemented in the teaching of speaking in the seventh grade of RSBI class of SMPN 5 Malang. It employed a descriptive-qualitative design. The subjects were the two English teachers of the seventh grade of RSBI class. The interview, field notes and documents were the instruments used to collect the data needed. Then, the relevant data collected from the instruments were gathered and analyzed to draw the final conclusions. This study shows that in the teaching of speaking to the seventh graders of RSBI class of SMPN 5 Malang, there were six strategies implemented. Presentation was the first strategy. In the implementation, this school provided an LCD in each RSBI class and all of the RSBI students had to bring laptop whenever it was needed. Indeed the facilities were not being a problem. Presentation challenged not only students’ creativity but also students’ confidence to perform individually in front of audiences. Role play was the next one. Although it was a mini role play with no special preparation except the arranged group and the dialogue, it was not less motivated. As the third one, discussion was divided into two: class or group discussion. The teachers used small groups instead of big group or whole-class discussion. The next was describing things. For example in describing places, teacher showed some pictures of places then asked students to describe them. The fifth one was interview. The students were grouped in pairs. The interviewer asked to the interviewee about his family based on the family tree made previously. Then, teacher chose some pairs to perform the result of the interview. The game named game zone was the sixth strategy. In the game, the students read and spoke then wrote text. The difficulty of practicing this game was managing the time and keeping the game went well. Based on the research findings, some suggestions were given for the betterment of the teaching and learning process. Concerning to the use of media, it is better if the teachers use some motivating and interactive media. For example in role play, students can use simple related costume and setting. For the describing thing, the teacher can use printed picture available in the PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup) room. The six activities will be more attractive, challenging and fun if they are sometimes done outdoor. The last suggestion is given to other researchers. It is suggested for them to conduct the same research in deeper investigation and longer time.

Peningkatan kemampuan menceritakan kembali melalui teknik bermain peran pada siswa kelas V SDN Sebandung II / Wiwin Sumariyati

 

ABSTRAK Sumariyati, Wiwin. 2010. Peningkatan Kemampuan Menceritakan Kembali melalui Teknik Bermain Peran pada Siswa Kelas V SDN Sebandung II. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Kecamatan sukorejo Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd, (II) Drs. Suharjo,M.S,M.A. Kata kunci: bermain peran, menceritakan kembali, meningkat, SD. Belajar bahasa adalah belajar komunikasi, karena itu pembelajaran bahasa harus diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Faktanya berdasarkan pengamatan peneliti dan hasil tes pra tindakan, pembelajaran bahasa Indonesia di kelas V SDN Sebandung II diketahui bahwa hanya 3 orang siswa dari 12 orang siswa (25%) mampu menceritakan kembali isi teks dengan klasifikasi baik. Strategi yang dipandang menjanjikan adalah strategi pembelajaran dengan teknik bermain peran. Untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran dengan teknik bermain peran dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dan bagaimana hasil penggunaan teknik bermain peran dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali siswa kelas V SDN Sebandung II peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Penelitian tindakan ini dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan guru kelas V sebagai observer. Penggunaan teknik bermain peran dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V Sebandung II sebatas media pembelajaran untuk membantu siswa mengingat bagian-bagian penting dalam cerita sehingga siswa mampu menceritakan kembali isi cerita secara runtut dan lengkap sesuai dengan isi cerita dengan menggunakan pilihan kata yang tepat baik secara tertulis/lisan. Materi bacaan yang digunakan oleh guru pada tiap-tiap siklus berbeda, sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa. Yang paling menarik dari hasil penelitian ini siswa tidak hanya mampu memahami isi cerita tetapi mampu memahami makna yang terkandung dalam cerita. Ada internalisasi moral usai pembelajaran. Dengan bermain peran kemampuan berbahasa seperti menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dapat berkembang secara seimbang. Penelitian dengan teknik bermain peran dalam pembelajaran Bahasa Indonesia terbukti dapat meningkatkan kemampuan menceritakan kembali siswa kelas V di SDN Sebandung II. Peningkatan ini dibuktikan oleh keberhasilan tindakan mulai dari siklus I sampai dengan siklus III. Kemampuan menceritakan kembali siswa Sekolah Dasar merupakan kemampuan proses berbahasa. Frekuensi latihan sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam berbahasa. Dari hasil penelitian ini guru dapat memperoleh gambaran tentang tingkat kemampuan berbahasa siswa, kelebihan dan kekurangan siswa dalam berbahasa, baik secara tertulis/lisan pada pembelajaran bahasa Indonesia. Bagi Peneliti lain yang ingin mendalami teknik bermain peran, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan untuk menindak lanjuti penelitian ini dengan mengambil populasi yang lebih besar. Bagi calon pendidik semoga temuan ini dapat memacu semangat belajar untuk gemar meneliti sehingga mampu berperan sebagai guru yang benar-benar profesional.

Sistem presensi karyawan Ar Rangga Raya plastik Malang menggunakan smartcard berbasis Delphi / Maulidiyah

 

Kata Kunci: Sistem Presensi, Smartcard, Delphi Perkembangan teknologi yang semakin maju mempermudah manusia untuk menjalankan aktivitas seperti cara presensi yang dapat diakses secara otomatis. Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Bahri (2008) mengenai presensi dengan menggunakan barcode. Pada penelitian ini diketahui barcode pada permukaan yang tidak rata sulit sekali dibaca oleh scanner. Sistem presensi yang telah dibuat sebelumnya oleh Bahri (2008) yang berjudul “Sistem Presensi Karyawan Menggunakan RFID”. Pada penelitian tersebut diketahui sistem presensi menggunakan RFID sering mengalami gangguan frekuensi dan dapat mengganggu pembacaan data oleh reader. AR. Angga Raya Plastik Malang adalah perusahaan yang memproduksi bahan plastik. AR. Angga Raya Plastik mampu menghasilkan bahan daur ulang sebanyak satu karung dengan berat 25 kg dalam waktu 15 menit, jika dirupiahkan menjadi ± Rp. 15.000,- sampai dengan Rp.25.000,-. Apabila ada 1 karyawan yang terlambat selama 5 menit, perusahaan akan mengalami kerugian sebesar ± Rp. 8.000,-. Maka dibuatkan sebuah sistem presensi yang dapat mencatat berapa lama keterlambatan karyawan tersebut secara otomatis dan dapat merekap laporan presensi dengan mudah dan cepat. Teknologi tersebut adalah sistem presensi menggunakan smartcard. Tujuan pembuatan sistem presensi ini adalah untuk mempermudah dalam pembuatan laporan presensi yang akurat dan cepat serta dapat dengan mudah mencatat keterlambatan karyawan. Dalam perancangan sistem digunakan bahasa pemrograman Borland Delphi 7 sebagai interfacing antara manusia dengan komputer. Program database yang digunakan adalah Microsoft Access. Sistem ini menggunakan smartcard sebagai media input, sehingga diharapkan dapat meminimalisir kesalahan dalam perekapan laporan presensi, masing-masing karyawan mempunyai smartcard yang juga berfungsi sebagai tanda pengenal, sehingga kesalahan data dalam presensi dapat diminimalisir. Sistem ini menggunakan PC (Personal Computer), karena dengan PC data dalam jumlah besar dapat diproses dan diakses dengan mudah, kemudian data dapat diolah lebih lanjut yang digunakan untuk status penggajian, status kedisiplinan, punishment dan lain-lain. Kesimpulan dari pengujian dan hasil analisis yaitu: Pembuatan database menggunakan Ms. Acces dan interface menggunakan Delphi sehingga dapat membaca data dalam kartu yang dikirimkan dan ditampilkan pada komputer. NIP karyawan yang seharusnya berisi sepuluh karakter hanya berisi empat karakter dikarenakan keterbatasan kartu yang tidak memadai dalam penulisan atau penyimpanan data lebih dari empat karakter. Pengujian sistem dilakukan dengan cara mengkoneksi smartcard dengan komputer dan smartcard reader, dari lima kali pengujian diketahui sistem bekerja dengan baik dan dapat mencatat berapa lama keterlambatan karyawan.

Perbandingan model pembelajaran stad (Student Teams Achievement Division) dengan TPS (Think Pair Share) dalam materi zat aditif makanan, zat adiktif, dan psikotropika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Malang semester genap tahun ajaran 2009/2010 / Fazarani Silvi Aulia

 

ABSTRAK Aulia, Fazarani Silvi. 2010. Perbandingan Model Pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisions) dengan TPS (Think Pair Share) dalam Materi Zat Aditif Makanan, Zat Adiktif, dan Psikotropika pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 15 Malang Semester Genap Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Kimia, Program Studi Pendidikan Kimia, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Darsono Sigit, M.Pd., (II) Drs. Muhadi. Kata kunci : STAD, TPS, Zat Aditif Makanan, Zat Adiktif dan Psikotropika. Dalam pendidikan, selalu diharapkan terjadinya hasil belajar siswa yang tinggi. Salah satu cara yang dapat digunakan oleh guru adalah menerapkan model-model pembelajaran bersifat konstruktivistik seperti STAD dan TPS. Apakah masing-masing tipe akan menunjukkan hasil belajar dan persepsi yang sama bagi siswa, adalah permasalahan dalam penelitian ini. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar menggunakan STAD dengan TPS, serta persepsi siswa kelas VIII terhadap model pembelajaran STAD dan TPS. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental dan deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa SMP Negeri 15 Malang tahun ajaran 2009/2010. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah penarikan sampel acak berkelompok (cluster random sampling). Sampel penelitian terdiri dari kelas VIIIA sebagai kelas STAD, VIIIB sebagai kelas TPS, dan kelas VIIIF sebagai kelas ceramah bermakna. Instrumen yang digunakan meliputi RPP, LKS, tes, angket, dan kuis. Dari uji coba soal tes hasil belajar zat aditif makanan diambil 25 butir soal valid dengan reliabilitas yang tinggi yaitu 0,709, sedangkan pada uji coba soal tes hasil belajar zat adiktif dan psikotropika diambil 25 butir soal valid dengan reliabilitas yang tinggi yaitu 0,716. Analisis data yang digunakan dalam penelitian meliputi analisis deskriptif proses pembelajaran dan persepsi siswa, sedangkan analisis statistik meliputi uji normalitas, homogenitas, kesamaan rata-rata, uji hipotesis dengan uji t dua pihak. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pada materi zat aditif makanan, terdapat perbedaan hasil belajar siswa TPS dengan STAD, TPS dengan ceramah bermakna, namun tidak terdapat perbedaan hasil belajar STAD dengan ceramah bermakna. Kelas TPS ≠ STAD = ceramah bermakna; X rata-rata (80,18; 74,10; 72,62). Kelas TPS > kelas STAD = kelas ceramah bermakna, 2) Pada materi zat adiktif dan psikotropika, terdapat perbedaan antara hasil belajar TPS dengan STAD, TPS dengan ceramah bermakna, dan juga antara kelas STAD dengan ceramah bermakna. Kelas TPS ≠ STAD ≠ ceramah bermakna; X rata-rata (85,22; 78,70; 75,05). Kelas TPS > kelas STAD > kelas ceramah bermakna, 3) Persepsi siswa menunjukkan pembelajaran model TPS lebih dapat diterima siswa dengan baik dari pada pembelajaran STAD. Persepsi siswa terhadap pembelajaran TPS menunjukkan 30% siswa kelas VIIIB merespon sangat positif dan 70% merespon positif, sedangkan persepsi siswa terhadap STAD menunjukkan 17,5% siswa kelas VIIIA merespon sangat positif dan 82,5% merespon positif.

Penggunaan strategi pemetaan konsep untuk meningkatkan keterampilan menceritakan pengalaman pribadi siswa kelas VIIb SMPN 8 Malang / Ike Dina Fitriani

 

ABSTRAK Dina Fitriani, Ike.2010. Penggunaan Strategi Pemetaan Konsep untuk Meningkatkan Keterampilan Menceritakan Pengalaman Pribadi Siswa Kelas VIIB SMPN 8 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suyono, M.Pd, (II) Dra. Hj. Ida Lestari, M.Si. Kata kunci: strategi pemetaan konsep, keterampilan berbicara, pembelajaran bercerita Keterampilan berbahasa yang sangat penting peranannya dalam upaya melahirkan generasi masa depan yang cerdas, kritis, kreatif, dan berbudaya salah satu adalah keterampilan berbicara. Berbicara adalah bentuk komunikasi verbal yang dilakukan oleh pikiran. Dalam proses belajar-mengajar setiap siswa harus mengasah kemampuannya dalam berbicara karena setiap aktivitas belajar mengajar memerlukan komunikasi yang baik antara guru dengan siswa dan antarsiswa. Untuk merealisasikan peningkatan berbicara tersebut diperlukan teknikteknik tertentu yang harus dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Berbicara merupakan salah satu aspek yang penting dibelajarkan kepada siswa karena berbicara melibatkan kegiatan produktif siswa dalam menyampaikan ujaran secara lisan sehingga menjadi bahan pertimbangan bagi guru tentang arti pentingnya penggunaan strategi di kelas dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Penggunaan strategi memiliki arti penting sebagai variasi pembelajaran dengan tujuan siswa dapat mengikuti aktivitas pembelajaran di kelas dengan menyenangkan dan tidak membosankan. Kesimpulannya kemampuan berbicara merupakan kemampuan yang sangat penting untuk dilatihkan kepada siswa. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VIIB SMPN 8 Malang, peneliti menggunakan strategi pemetaan konsep. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proses dan hasil peningkatan keterampilan menceritakan pengalaman pribadi siswa kelas VIIB SMPN 8 Malang pada aspek kelengkapan isi, ketepatan bahasa, kelancaran berbicara, dan alur cerita dengan strategi pemetaan konsep. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMPN 8 Malang dengan jumlah siswa 43 orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Alur penelitian meliputi (1) identifikasi awal, (2) studi pendahuluan, (3) perencanaan tindakan, (4) pelaksanaan tindakan, (5) pengamatan, dan (6) refleksi. Adapun data penelitian ini meliputi data proses dan dan hasil. Data proses merupakan hasil pengamatan, pencatatan lapangan, dan hasil wawancara terkait proses pembelajaran. Data hasil merupakan hasil tes menceritakan pengalaman pribadi siswa. Berdasarkan hasil analisis data proses tindakan yang telah dilaksanakan pada siklus I dan II, dapat dideskripsikan pembelajaran dengan strategi pemetaan konsep dalam pembelajaran menceritakan pengalaman pribadi yaitu diawali ii dengan menentukan topik, menyusun peta konsep, mengembangkan konsep menjadi cerita yang utuh, penampilan bercerita ke depan kelas, dan refleksi. Proses pembelajaran juga mengalami peningkatan. Selama proses pembelajaran dari tahap pendahuluan, tahap inti, sampai tahap penutup. Pada saat studi pendahuluan siswa terlihat masih kurang antusias dan kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pada saat siklus I siswa cukup antusias mengikuti pembelajaran dan pada siklus II siswa terlihat sangat cukup antusias mengikuti setiap tahap pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis proses pembelajaran dan hasil evaluasi yang telah dilakukan peneliti pada bab IV setelah diterapkannya strategi pemetaan konsep, aspek kelengkapan isi siklus I telah mencapai 75% nilai siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 15 siswa, 3 sebanyak 28 siswa, dan 1 sebanyak 0 siswa sedangkan hasil pada siklus II meningkat mencapai 100% nilai siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 16 siswa, 3 sebanyak 27 siswa, dan 1 sebanyak 0 siswa. Dari aspek kebahasaan hasil pada siklus I nilai siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 1 siswa, 3 sebanyak 42 siswa, dan 1 sebanyak 0 siswa sedangkan hasil pada siklus II nilai siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 9 siswa, 3 sebanyak 34 siswa, dan 1sebanyak 0 siswa. Hal ini terlihat jelas pada siklus I yang mendapat skor 4 sebanyak 1 siswa setelah dilakukan siklus II mencapai 9 siswa. Aspek kelancaran berbicara hasil pada siklus I nilai siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 10 siswa, 3 sebanyak 29 siswa, dan 1 sebanyak 4 siswa, pada hasil siklus II nilai siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 14 siswa, 3 sebanyak 29 siswa, dan 1 sebanyak 0 siswa. Hal ini terlihat jelas siklus I yang mendapat skor 4 sebanyak 10 siswa setelah diperankan mencapai 14 siswa dan yang mendapat skor 1 sebanyak 4 siswa setelah siklus II menjadi 0 siswa. Aspek alur cerita hasil pada siklus I nilai siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 4 siswa, 3 sebanyak 37 siswa, dan 1 sebanyak 2 siswa sedangkan hasil pada siklus II nilai siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 14 siswa, 3 sebanyak 29 siswa, dan 1 sebanyak 0 siswa. Hal ini terlihat jelas pada siklus I yang mendapat skor 4 sebanyak 4 siswa setelah siklus II mencapai 14 siswa dan yang mendapat skor 1 sebanyak 2 siswa setelah siklus II menjadi 0 siswa. Terkait dengan penerapan strategi pemetaan konsep, disarankan kepada guru bahasa Indonesia penelitian ini memberikan suatu pandangan baru bagi guru sebagai praktisi pendidikan di instansi pendidikan bersangkutan mengenai model yang berkenaan dengan strategi pengajaran di kelas sehingga bisa menjadi alternatif untuk menanggulangi permasalahan yang ada dalam proses pembelajaran keterampilan bercerita. Kepada peneliti lanjutan temuan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan sebagai bahan refleksi untuk mengembangkan hasil penelitian. Dengan tujuan sebagai langkah penyempurnaan penerapan strategi pemetaan konsep dalam berbagai kompetensi dasar mata pelajaran bahasa Indonesia dan bidang ilmu lainnya.

Peningkatan hasil belajar pecahan sederhana pada pembelajaran kooperatif tipe stad (Student Teams Achievement Division) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Ngaringan 03 / Rahayu Sulistiyani

 

ABSTRAK Sulistyani, Rahayu. 2010. Penerapan Konsep Pecahan Sederhana Pada Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III SDN Ngaringan 03. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan. Pembimbing (1) Dr. M. Zaenuddin, M.Pd, (2) Drs. Sunyoto, S.Pd., M.Si. Kata kunci: pembelajaran, kooperatif tipe STAD, pecahan sederhana. Berdasarkan pada kenyataan yang terjadi di lapangan pada saat observasi sebelum memulai penelitian, diketahui bahwa pembelajaran di kelas III SDN Ngaringan 03 ini masih bersifat tradisional. Dalam pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas kepada siswa saja. Berdasarkan hasil observasi tersebut peneliti ingin penelitian untuk mengadakan perubahan dalam pembelajaran khususnya pada mata pelajaran matematika di kelas III SDN Ngaringan 03 Gandusari melalui materi pecahan sederhana. Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan judul Penerapan Konsep Pecahan Sederhana Pada Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) untuk meningkatkan hasil belajar matematika kelas III SDN Ngaringan 03 Gandusari. Dengan penerapan pembelajaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi pecahan sederhana. Pada saat proses pembelajaran siswa akan belajar dalam sebuah tim kerja atau kelompok yang diharapkan dapat menumbuhkan sikap kerjasama antar siswa. Pembelajaran ini dapat berlangsung jika siswa bisa bekerja sama dengan baik serta berusaha memberikan penjelasan terhadap kelompok yang belum memahami materi. Siswa harus berusaha meminta penjelasan atau bertanya pada anggota kelompok yang lain bila ada materi yang belum dipahami. Pembelajaran dapat dikatakan berhasil bila ketuntasan belajar siswa bisa mencapai batas ketuntasan yang telah ditentukan. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan aktivitas siswa serta ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus. Peningkatan rata-rata nilai siswa pada siklus I mencapai 51,06 sedangkan pada siklus II mencapai 77,12, yang menunjukkan peningkatan sebesar 26,06. Sedangkan ketuntasan belajar pada siklus I hanya 11 siswa yang tuntas belajarnya dan 14 siswa belum tuntas belajarnya dengan persentase ketuntasan mencapai 44%, selanjutnya pada siklus II sebanyak 23 siswa tuntas belajarnya dan hanya 2 siswa yang tidak tuntas dengan persentase ketuntasan mencapai 92%. Sesuai dengan hasil penelitian tersebut pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) ini perlu diterapkan oleh guru sekolah dasar guna meningkatkan motivasi belajar siswa serta meningkatkan hasil belajar pada siswi-siswinya.

Hubungan antara kemampuan bilingual dengan keterampilan komunikasi interpersonal pada siswa kelas X SMAN 4 Malang / Lisna Dahlia

 

ABSTRAK Dahnia, Lisna. 2010. Hubungan antar Kemampuan Bilingual dengan Ketrampilan Komunikasi Interpersonal pada Siswa Kelas X SMAN 4 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si Pembimbing (II) Nur Eva, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci : kemampuan bilingual, ketrampilan komunikasi interpersonal, siswa kelas X SMAN 4 Malang Dalam era globalisasi seperti sekarang, bahasa Inggris memegang peranan penting dalam komunikasi internasional baik dalam bidang pembangunan, teknologi, ekonomi, maupun pendidikan. Kemampuan berkomunikasi dengan orang lain dalam cara yang dapat dipahami, penting artinya untuk menjadi anggota kelompok. Individu yang mampu berkomunikasi dengan baik akan diterima lebih baik oleh kelompok sosial dan mempunyai kesempatan yang lebih baik untuk memerankan kepemimpinannya dari pada individu yang kurang mampu berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan bilingual dengan ketrampilan komunikasi interpersonal siswa kelas X SMAN 4 Malang. Jenis penelitian ini adalah korelasional, dalam pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik proporsional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Skala Ketrampilan Komunikasi Interpersonal dan dokumentasi rapor kelas X semester ganjil tahun ajaran 2009/2010. Uji validitas menghasilkan aitem valid sebanyak 36, yakni 18 aitem favorabel dan 18 aitem unfavorabel, r berkisar antara 0,286 sampai 0,710. Uji reliabilitas menghasilkan r= 0,931. Teknik analisis data menggunakan analisa deskriptif dan korelasi Product Moment. Hasil penelitian ialah: (1) secara umum kemampuan bilingual siswa kelas X SMAN 4 Malang dalam klasifikasi sedang (2) secara umum ketrampilan komunikasi interpersonal siswa kelas X SMAN 4 Malang dalam klasifikasi sedang (3) korelasi antara kemampuan bilingual dengan ketrampilan komunikasi interpersonal sebesar r = 0,561 p=0,000<0,05, berarti bahwa ada hubungan yang positif antara kemampuan bilingual dengan ketrampilan komunikasi interpersonal siswa kelas X SMAN 4 Malang. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada (1) pihak sekolah dapat lebih berperan aktif dalam meningkatkan kemampuan bilingual siswa kelas X SMAN 4 Malang dengan cara mengadakan kegiatan-kegiatan belajar dengan menggunakan kombinasi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris (2) kemampuan bilingual dijadikan sarana dalam mengembangkan komunikasi yang kontekstualis, yakni komunikasi yang digunakan dalam berinteraksi dengan orang lain. (3) peneliti yang ingin meneliti tema yang sama, diharapkan untuk lebih menyempurnakan Skala Ketrampilan Komunikasi Interpersonal sehingga dapat menggambarkan ketrampilan komunikasi interpersonal yang dimiliki individu secara lebih representatif.

Dinamik solusi persamaan diferensial autonomous / Halima Tamher

 

ABSTRAK Tamher, Halima. 2010. Dinamik Solusi Persamaan Diferensial Autonomous. Skripsi, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Rustanto Rahardi. M. Si. Kata Kunci : Turunan, penerapan turunan, persamaan diferensial, persamaan diferensial autonomous. Persamaan diferensial autonomous merupakan salah satu persamaan diferensial order satu yang untuk mencari solusinya berbeda dengan mencari solusi persamaan diferensial order satu lainnya. Untuk mencari solusi dari persamaan diferensial autonomous ini dapat digunakan analisis geometri atau pengamatan pada grafik. Permasalahan yang muncul adalah “Bagaimana dinamik solusi dari persamaan diferensial autonomous?”. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui dinamik solusi dari persamaan diferensial autonomous. Untuk mempermudah menggambar grafik suatu fungsi biasanya digunakan penerapan turunan. Sebelum menggambar suatu grafik, perlu dilakukan langkah – langkah seperti menentukan titik potong terhadap sumbu – Y dan sumbu – X, menentukan titik kritis dan fungsi naik atau turun dengan turunan pertama, menentukan nilai maksimum dan minimum, kemudian menentukan kecekungan suatu fungsi. Setelah langkah – langkah tersebut dilakukan maka dapat digambarkan grafik fungsinya. Bentuk umum persamaan diferensial autonomous adalah )(yfdtdy=, sedangkan untuk menyelesaikan persamaan dalam bentuk ini yaitu dengan beberapa langkah. Pertama membuat grafik fungsi dengan sumbu horizontal ( dengan penerapan turunan ), kedua menentukan titik keseimbangan serta mengkasifikasikan keseimbangannya, dan ketiga membuat sketsa dinamik yaitu grafik fungsi dengan sumbu harizontal t dengan syarat yang diberikan ( dengan turunan kedua ). Dengan langkah – langkah tersebut akan diketahui dinamik solusi dari persamaan diferensial autonomous. Saran yang dapat disampaikan adalah masih banyak bentuk persamaan diferensial order satu selain persamaan diferensial autonomous, oleh karena itu dapat dilanjutkan untuk membahas persamaan diferensial order satu yang bukan autonomous. Selain itu dapat pula dilanjutkan untuk membahas persamaan diferensial autonomous order dua dan seterusnya.

Perancangan buku cerita bergambar global warming untuk anak sekolah dasar kelas 4, 5, 6 / Defi Allih

 

ABSTRAK Allih, Defi. 2010. Perancangan Buku Cerita Bergambar Global Warming untuk anak Sekolah Dasar kelas 4, 5, 6. Skripsi Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Muhadjir (II) Mohamad Sigit, S.Sn Kata Kunci: Perancangan, Buku Cerita Bergambar, Global Warming Beberapa tahun ini perkembangan buku cerita bergambar untuk anak sangat pesat dengan berbagai jenis dan bentuknya. Buku cerita bergambar menjadi bagian yang tak terpisahkan bagi anak-anak. Namun tidak banyak buku cerita bergambar yang mengangkat tema mengenai lingkungan, padahal hal ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran terhadap kelestarian lingkungan dan meningkatkan minat baca anak. Global Warming adalah issue yang sedang ramai dibicarakan dan menjadi pengaruh yang cukup besar bagi dunia. Kesadaran untuk menjaga kekayaan alam dan upaya-upaya mengurangi dampak Global Warming harus diketahui oleh banyak pihak khususnya anak-anak karena anak adalah asset keberhasilan bangsa. Anak-anak sebaiknya diberi pengetahuan mengenai hal tersebut agar kepedulian terhadap lingkungan tetap terjaga dan menumbuhkan kecintaan terhadap bumi. Dilatarbelakangi oleh hal tersebut diatas, maka penulis ingin mengangkat tema Global Warming dalam bentuk buku cerita bergambar untuk anak Sekolah Dasar yang bersifat sebagai media hiburan dan pengetahuan serta untuk menumbuhkan minat baca anak dan kepedulian terhadap lingkungan. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk menghasilkan media buku cerita bergambar yang memberikan informasi mengenai fenomena Global Warming serta mampu menarik minat baca anak dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Perancangan ini menggunakan model perancangan procedural yang menggariskan langkah-langkah untuk menghasilkan produk, diawali dengan latar belakang, pengidentifikasian tujuan, dilanjutkan dengan pengumpulan data, perancangan konsep hingga pembuatan karya final. Data-data yang menjadi acuan adalah data yang bersumber dari hasil survey dan berbagai macam buku literatur. Perancangan ini memiliki keterbatasan sehingga saran penulis adalah dalam perancangan buku cerita bergambar untuk anak perlu memperhatikan bahasa visual dan tekstual yang menarik agar mampu mempengaruhi anak terhadap perubahan perilaku.

Pemberdayaan anak jalanan dalam menunjang kualitas sumber daya manusia ( studi kasus rumah singgah Anak Bangsa yayasan LPKP Malang ) / Tanty Sari Ani

 

ABSTRAK Sari Ani, Tanty. 2 003.p emberdayaaAnn ak JalananD alamM enunjangK ualitas SumberD ayaM anusia,J urusanp endidikanL uar SekolahF p Ltniversitas NegeriM alang.P embimbing(:I ) Drs. H. Abdillah Hanafi,M . pd (II) Dra. EndangS ri RedjekiM, . S Katak unci:P emberdayaaAnn, akJ alananK, ualitasS umbeDr ayaM anusia. Kini sosoka nak-anadki Indonesitaa mpird aramk ehidupayna ngk iant ak menggembirakaHna. l itu tampakd arik ianm eningkatnyjuam laha nakj- alanan. Dalamk aitannyad engank etidakberdayaaann akd aramm engtradaptai ntangan kehidupank,i ni tampakb ahwam asad epana nak-anakta k daiat dipercayakan sepenuhnykae padap rogramp endidikany angt elaha da.p emberdiyaan"anakjalanan yangd ilakukanR umahS inggahs ebagaui payam oderp endidikany angdapat mengubapho sisia nak-altjil.ul"l menjadgi enerasyia ngb erdayay,i kn, g"n..us yyaannggmm aankdinitr eid rapnu urunkg.gul.H al ini didorongo leh rasak emanusiaaina n kondisia nak Tujuanp enelitianinim endeskripsikapne mberdayaaann akj alanand i Rumah SinggahA nak Bangsad aramm enunjangp eningkatans umberd ayam anusia, mengenaki egiatan-kegiatapne mberdayaaann akj alanand i RumatrS inggahA nak Bangsas ebagaoi rganisassi osiald anf aktor-faktoip endukungd anp eng"liambat pemberdayaaann akj alananR umahS inggahA nak-Bangsap.i nelitian ini menggunakarna ncanganp enelitians tudik asust unggald enganm etoded eskriptif kualitatif,d anm enggunakaann arisisd atai nduktif, pemueniutana bstraksi berdasarkabna gian-bagiayna ngt erahd ikumpurkakne mudiand ikelompokkaant au didasarkanp adao bservassi ituasiy angwajara taun aturals etting,d engand emikian keutuhano byaekd ipertahankanM. etode pengumpuland atayigdigrinakan adalah wawancarao, bservasdi and okumentasiS. umberd atanya2( dualorangp impinan RumahS inggahp, ekerjas osiald an r (satu)o rangb agiana aministrasr],inalisidsa ta denganre duksid ata,d isplayd ata,m engamultl eiimp=uland anv erifikasi. jalananHm aassili phbe enresliiftaiatkn mu reannugin njouvkakatifn,pt ,e ermlihbaetra ddaaymaa uyniaa nag-dn igkla ektruakmanpu ilnatnuy aka nngda ikbina di RumahS inggahA nak Bangsay aitu menjahit,m embuabt iungad anr ainllain. Sedangkaann akj alanany angm engikutip rogramk etrampilanla ng dikirim ke Ie mbagak ursu s-ku rsu s mashi beru m maksmi ir mengingabi iaya y ingdiperlu kan masihk urang.s elain itu lembagay angd itunjukt e.tibut,nuri't ,n"rn"ungouti uyu. Faktorp endukungp elaksanaapne mberda yaana nakj alanand i Rumahs "inggaAh nak langs1 yaitu terjalinnyak omunikasdi ani nformasiy angi ntensifa ntarar umah singgahd enganle mbagalembagad,u kunganb erupap atet kegiatanin sidentaal tau .rrrit-uniut sahay angs ifatnyak ontinyu,m isalnyap "nititiun, pinyebaranin formasi pendidikand anp elestarianlin gkunganh idup. Faictorp enghambaat

Partisipasi masyarakat dalam kegiatan proyek penanggulangan kemiskinan perkotaan (P2KP) di Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Sulaksono

 

Proyekp enanggulangakne miskinanp erkotaana dalahp royek pengembangan masyarakayi ang dikelola di tingkat kelurahan,s ebagalia njutand ari programy ang telai Uerjata:ns epertiI npresD esaT ertinggal (IDT), yangb ertujuanm elgentaskan kemiskinan.P rolek penanggulangakne miskinand iperkotaani ni masihr elatif baru dan tentunya meherlukan masukan konstruktif, termasuk juga terkait dengan partisipasi-masyarakdaatl amk egiatanP 2KP.U ntuk itu tujuanp elglitian ini (1) hendiikripsikanp artisipasmi asyarakadt alamt ahaps osialisas(i,2 ) partisipasi masyarakadt alam tahapp erencanaan(, 3) partisipasim asyarakadt alamt ahap p- elaksanaan(4, ) partisipasmi asyarakadt alamt ahapm onitoringd atre valuasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif.P opulasinyaa dalahm asyarakakt elurahanT logowaru, dengan pengambilania mpel menggunakanm etodes ampelw ilayah ataua rea sample._Sarrryel yang diambil terdiri enam rukun warga (RW) dengan diambil l0 orang tiap.RW. Jumlah sampel atau ukuran sampel yang diambil adalah 60 orang. Data dihimpun melalui wa*ancara denganm asyarakadt an dianalisad enganm enggunakand eskriptif prosentase. Dari hasilp enelitiand i perolehh asils ebagabi erikut:( 1) Partisipasi masyarakadt alamk egiatanP 2KP padau mumnyar elatif tinggi. Hal ini nampakd ari keerirpakt egiatanm eliputit ahaps osialisasip, erencanaanp,e laksanaanm, onitoring dane valuastii ngkatk eikutsertaannysae carau mumt inggi. (2) Alasan-alasayna ng mendasamr asyarakabt erpartisipasil ebih banyaky ang datangk arenaa danyat awaran bantuand ana,a danyad orongan/ajakank ader dan fasilitator. dan adanyak esadaran yang cukup berarti untuk hadir dalam kegiatan P2KP yakni pentingnya bagi kelancaranp embangunand esa.S edangkany ang tidak hadir padau mumnyab eralasan karena tidak diundang, ada kesibukan lain, dan karena kekurang pahaman masyarakat terhadapb eberapak egiatans ehinggam empengaruhpi artisipasim asyarakat Berdasarkante muanp enelitiand isarankank epadaa paraVtokohm asyarakat untuk meningkatkanp artisipasim asyarakadt alam pembangunand esad engan menggunakanm etodey ang tepat (partisipatif) dan masyarakaht arusb anyakt erlibat baik dalam memberikanu sulanm aupuni kut dalam pengambilank eputusanK. epada tim koordinasiP 2KP untuk lebih memperbanyaks aranam otivasi, memberikan penataranl,a tihan kepemimpinant entangd asar-dasakr eahlians ertam emberikan bantuant eknis da.lamp engelolaank euanganD. isampingi tu perlu mengadakan penelitianl ebih lanjut gunam emecahkanp ermasalahanya ngb erhubungand engan partisipasmi asyarakat

Penelitian Pelaksanaan Program Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gerdu-Taskin) di desa Sumberwaru Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan / Agus Harianto

 

Dalamp elaksanaasnu atup rogramp enanggulangakne rniskinante rutama kemiskinadni daerahd esa,a gard apatb e{alan lancard iperlukante nagap elaksana ataua parapt claksanyaa ngs iapm cndukungrn asyarakaatg, arn antinyarn asyarakat dapabt erpartisipasaik tifdan langsungd alamp rogramp royekG erdu-Taskin, khususnymaa syarakapte nggundaa nab antuanp royekG erdu-Taskins.e laini tu kerjasamyaa ngb aik antaraa parupt elaksanad enganm asyarakaste tempadt iperlukan dalamp elaksanaakne giatanG erdu-TaskinD. iketahuib ahwap enyebabtimbulnya kemiskinadna lamr nasyarakasat lahs atunya dalahk uatitass urnberdayrnaa nusia yangre n.lahs ehinggpae luangp roduksri elatifkecil,u nruki tu diperlu[ans uatu penanggulangkaenm iskinans, alahs atunyaa dalahp royekp enanggulangan kemiskinaGn erdu-TaskinD. alamp elaksanaapnr oyekG erdu-Tailin teldapatbanyak keseqjangtaenru tamaya ngb erkaitand enganp elaporakne majuann,r onitoringd,a n dalarnh alp engembaliadna nab antuan. Penelitiainn i benujuanu ntukm engetahupie rmasarahtaenr sebutd,a lam penelitiainn i digunakamn etodep enelitianku alitatifd iskriptifd enganfo kus penelitiayna itu; ( I ). Proseps elaksanaapnro gramp cnanggulangan-kemiskyinaanng meliput:i penyusunarne ^canap elaksanaapne, laksanaan-kegiartnaonn, itoring(,2 1.* Faktorp endukungd an faktorp enghambayta ngd ih adapaid ilam pelaksanaaGne rdu- Taskinb aik dari aparatp elaksanam aupunm aJyarakat. Penelitiainrr id ilaksanakadni DesaS unrbcrwarKue camatawn aru Kabupatcn PamekasaSnu. mbedr atad iperolehb erdasarkaknc yi nfirmuns ebagaini lbrmaski unci yangd iambil secarap urposy''dans elajutnyam enggunakatne kniki runbalt sampling untukn iendapatkainn fornusi lebihd alamt entangc erdu-Taskins, ertad atay ang berupad okumen-dokumeyna ngb erkaitand engai pelaksanaapnr ogrur Gerdu- Taskin-baiyka ngb erasadl ari kantord esa,k ecinatan rnaupunk abrfratenA. nalisis datad ilakukans etelahs elua datay angd iperrukante rkumpuls eramap roses pergumpulan.daytaa ngd ilakukand alamb eberapata hapy aitu;t ahapm emasuki yloaknagsm ip eelnipeulittioi abnst,a ehrvaapks leai tnikgasb uenrgaw,d aadw i aronkcaasrdiap a ennd eotiktiuamn,e"tnathudii;."';r;.*urpn;'graLnu hd-laarnagkah pdeanlaamri.kaannkae lsisimidsa ptuayl aann.gd itempuha darahm ereduksdi ata, pnyaiiin'iiiu aan Hasil penelitianin i menunjukkanb ahwad alamp elaksanaaGn erdu-Taskin beryalaknu rangb aik karenar nasiht erdapabt artyakh arnbatanU atarnp elatsunaannya ini dapadt ibuktikanp adatahapanp rosesp elaksanaakne giatanm, onitoringd an pelaporamn,a sihb anyakh al yangp erlud iperhatikante, rutamaya ngb erkaitan dengakne terlibatana paradt alamp elaksanaapnr ogramG erdu-TaskinF. aktor pendukundga lamp elaksanaanGerdu-Taasdkianl ahp eminjamadna nad enganb iaya rendahtr,a nsparandsai na,k etnginann rasyarakautn tukl nengernbangakuasna ha, tanggapapno sitif masyarakakt;e rutinanp enyetorand ana.S edangkafna ktor penghambaatta uk endalay angd ihadapid alamp elaksanaaGn erdu-Taskina dalah kurangte rlibatnyaa paratd esa. Olehk arenait u agarp elaksanaapnro gramG erdu-]askind apatb erjalanla ncar dand apatm engataspi ermasalahayna ngada,p erlud ilaksanakapne mbinaand an pelatihabna gia paratp elaksanyaa ngt erlibatd anm asyarakapt enerimab antuan Gerdu-Taskisne hinggan antinyaa kand iperolehs umberdayma anusiay ang berkualitaysa ngl narnpum engembangkakne giatane konominyad any angt erpenting adalahte rlaksananypar ogramG erdu-Taskind enganb aik, untukp enelitian selanjutnysae baiknyad iteliti hal-haly angb erkaitand engank eterlibatana parat pelaksanpar oyekG erdu-Taskind anp encapaiansa sarany aitu masyarakamt iskin, karenas epertyi angd iketahuid alamp elaksanaapnr oyekG erdu-Taskind i lapangan saaitn i kurangm encapasi asaranl,a ncard and apatm eningkatkanta rafhidup masyarakmati skin.

Proses Komunikasi Program Pengembangan Kecamatan (PPK) dan Respons Kelompok Perempuan ( Studi Kasus di Desa Kawunggu Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang ) / Tri Endah Restuningsih

 

Program PengembanganK ecamatan( PPK) merupakanp eruuludan nyata dari upaya pernerintah untuk menanggulangl kemiskinan di Indonesia. Pada fase pertama,y ang merupakank elanjutand ari programI npresD esaT ertinggal( lDT), telah dimulai sejakt ahun 199811999d an berakhirt ahun 2001. Padat ahun 2002 dimulai PPK fase kedua. PPK yang menjadi penelitian ini bertempat di Desa kaliwungu Ker,wnatan Tempeh Kabupaten Lumajang yaitu PPK fase II dengan sub program Simpan Pinjam Perempuan( SPP) dan pembangunanja lan makadamt eleford yang berjalan mulai tahun 2003 sampai dengan sekarang. Adapun yang menjadi obyek penelitian adalah kelompok perernpuan yang menjadi peminjam dana SPP atau disebut juga nasabah SPP yang berjumlah 24 orang. Tujuan penelitian ini antara lain adalah mendeskripsikan proses komunikasi PPK pada tahap Musyawatah Antar Desa( MAD) di Kecamatand an Musyawarah-MusyawaraDhe sa( MD) serta mendeskripsikan kelancaran dalam pengembalian dana SPP oleh kelompok peremprum dan kelancaran usaha yang dijalankan. Latar belakangp enelitan adalahb ahwa pelaksanaanp rogram SPP di Desa Kaliwmgu berjalan lancar dengan proses komunikasi berdasarkan Petunjuk Teknis Operasional (PTO) PPK dan respons kelompok perernpuan yang relatif tinggi dari faktor tingkat kehadiran dalam musyawarah tingkat desa serta kelancaran dalam mernbayar pinjaman dana SPP dan lancarnya usaha yang dijalankan dengan bantuan dana tersebut sehingga usaha kelompok perempuan masih be{alan sampai sekarang. Jika dilihat dari tingkat kehadiran, respons kelomok perernpuan dalam Musyawarah Antm Desa (MAD) di kecamatan tergolong rendah kar€na mereka menganggap bahwa pertemuan tingkat kecamatan adalah kewajiban tokoh masyarakat saja, dan hal ini disebabkan karena tingkat pendidikan kelompok perempuan yang relatif rendah (rata-rata SD). Akan tetapi walaupun tingkat kehadirmrr endahd alam MAD, kelompok perempuanm ernpunyari esponsy ang baik dalam pengembalian dana yaitu dengan tidak adanya tunggakan. Sedangkan dalam Musyawarah Desa (MD), tingkat kehadiran kelompok perempuan tergolong cukup tinggi karena motivasi untuk hadir adalah unhrk mendapatkan prnjaman dana. Sedangkant ingkat pengetarr-uanke lompok perempuan tentang PPK terutama SPP terbatas manfaat dana yang dipinjamkan. Dan hasil penelitian disarankan agar Fasilitator Desa (FD) dan Fasilitator Kecamatan (FK) mempertahankan kinerjanya dalam mengkomunikasikan PPK (sesuaid enganP TO) dan kelompok perempuanh endaknyam enyaringi nformasi denganb aik dan perlu mempertahankank elancarand alamp engernbaliand ana.

Studi Pelaksanaan Program Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (GERDU TASKIN) di Desa Badran Kecamatan Sumbermalang Kabupaten Situbondo / Khoirul Fauzi

 

Kabuoaten Sirubondo sebaeai salah satu bagian dari Propinsi Jawa Timur denean'iurnlalkre luarear niskint erbanyakk etisp vaitu sebaniak7 5.714 keluarra fristin dari total- 199.819 keluaiga meniadi salah satu tenrpat oelaksinaanh osrarn Gerdu Taskin. DesaB aderar merupakan.desvaa ne dipilih irntut diiaOitari orioritas Dertama pengentasan keniishnan di - Katupaten Situbondod ensad rnelihat' kondisi kependudukand i desa ini yang masih memnrihatinkan-k arena banvak penduduk vang berada dalam earis kentiskinan. Berbieai keeiatan yane dilahfian walauirun-menunjukkanh asil yang cukup berarti namdh masih dda beberapa kekuranean pada aspek tertentu teruttrla terkait deneant eknis pelaksanaan'dlia pangan-S. ebagaimabtae rlihat pada peran sertam asy{rakaty ang-masihk urangk arana.adab eberapap rilaku-m a.syarakayat ng kurane dendukuirs FelancaranD ro-sramin i seoerti tidak"dikernbalik-annyak edit yane ifikucurkand Enganb erbaeaai fasany ang diberikans ebagabi ukti kurangnnya Sosialisasdi an keeiitan moniiorins di frnekat bawah. Di sampingi tu kegiatan vane dilakul€n belum bisa meratap -adas ed'uap enduduk sehinggah -ali ni menjadi tataTante rsendiriu ntuk diperbaikip adap elaksairaapur ogramy ang akand atang. Tuiuan penelitian ini adalah untuk mensetahui proses pelaksanaan Propram Gerdu'Taskin di Desa Baderan bessrta faktor'penduklng, faklor oen-shambadt.a n manfaatnvab asi masvarakatP. enelitiani ni termasukp enelitian kualitatifdensan oendekatin tematik. Teknik pensunpulan data vans digunakan adalah:o bser-vasi'partisipatiwf, awancaram endalarn,'dand okurnentasi.Sumber datad alamp enelitiani ni-meliputi: t)erTamad okumen;k edaai nformanh rnci (tev informan\ vaitu subvek penelitian-v ans mensetahuid an menguasaip ersoalano6rsoalan ientanq Froerhm Cerdu- T6kin rireliputi semua Kepala-Dinas di lingkungan KabribatenS irubondo yang terrnasuks tnilchr pelaksanad i tingkat !a!'upat-en_ M_engingab!a tryal$ya dinas yang sebenamyat erkait.d enganp rogiam ini riraka informan kunci dite,lrtukan dengan tekrik purposrv sompling dan kemudian dipilih Kenala BAPPEKAB dan- Keeala Kdntor BPM; Ketisa dan masvarakat rienerima bantuan dan pihak vane ierkait vans ditentukan trengan tekrfik snowball samplins di mana'infoniran-awal ditbnnikan secara purposif kemudian diminta mbnuiliukkan orans lain yans daDat mernberikan fuiformasi samnai hrntas dan detail' -Analisis data dilakdkan derisanm engsunakana nalisis model interaktif Miles Hubberman.P eneecekank eabsahant Eiruan dilakukan lentrn menggunakant eknik triangulasi, p-erpanjangakne ikutsertaanp eneliti, dnn ketelonan oensamatan. tladil oienelitianm enuniukkanb ahwa prosesp elaksanaank esiatan telah berialand enein baik sesuadi en"sanJu ktakd anluknis iane ada"n amui masiha da bebbaoa keturaneanm elinuti:-sosialisasvi ang terkesan-dadakanti,d ak adanya follow1up orientaEi kegiaian di ti.ngkat -kab:upaten, kupng1ty.u keterwakilan DeremDuanm. acetnyaa ngsurarl.m rnrmnva monltonng, dan keKunangDanaman ferhadhpp dmbukuariF. aktilr pendukungd ;ri aparat:s isternk er-iab ersififterpadu, keeiatail bersifat multi asneti. anssarin sebaiian besar ditanesune Pemerintah Fr5oinsi. dan oelaksanaai kesialan berdasaikan aspirasi m-alsvafokatF. aktor pendukuhed ari'masvarakat:k es-adarante rhadapm asalirlrk emiskiiran peran serta hktif dan iikao antulias masvarakat. Faktor oinehambat dari aparat: kuranpnva pemantauand an kurangnya peran serta apdrat-desa..Faktorf renglrarnbat-dari rnasyarakat: Denunggakan iulgsuran. Den|Igunaan dana Yatrg ndaK sesual perencanaan. 'dan ieidahnva iurnberddva -iianusia. Manfdat vang dirasakan inasyarakatp: eningkatanp eirdapatanh infg mencapa4i 0Y",m unlulnya motivasi *[fHfii%lftfris* $dfi#ftf fsif fr*f"fni fHflis trpt'f"is" Hp"#t'fifti-S!i#*l:'f&fH"?fd"f.if-6' wl1fffffii ;rilfirahl r U{eirs{if:ii r:n,rufk:m #as*yax-raakidhl ani-s' a.l*ur:antl rrlgla'srl t;ln:r'u*KDi ?eta"Tnir6''til*},$.Tfi iluild;'fi rq!-i-"tliq{gf*f- **l*lm*t**n"ffi "15'f.i pintr',""lrt'f#fii,ff'rJlf f",l,f iftitr Tf,tfrtH ffri firfit l"f$ program untuk usulan keglatan. p6ningtatin "fil/ pengurusd, ans ikap lqar lncnltlg[atRiul suslal lRip

Profil Anak Jalanan di Kabupaten Jombang ( Kajian Terhadap Karakteristik Anak Jalanan di Kabupaten Jombang ) / Jusuf Mualo

 

Anak Jalanan merupakan masalah sosial yang menjadi perhatian semua pihak. Masalah tersebut adalah semakin banyaknya anak jalanan di bawah usia 16 tahun, yang melakukan aktivitas kerja yang dilakukannya, baik sebagai penjual koran, ngelap sepeda/mobil, pedagang asongan, dan pengamen, bahkan mereka adalah sebagian besar adalah usia sekolah. Keberadaan mereka di jalanan telah menarik perhatian berbagai pihak, di satu sisi menunjukkan gejala yang positif, sedangkan pada sisi yang lain menunjukkan gejala yang negatif. Munculnya anak jalanan'disebabkan karena adanya tuntutan ekonomi keluarga yang terpaksa melibatkan anak, sedangkan hanya kehidupan di jalanan yangdapat menerima mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil an:rk jalanan di Kabupaten Jombang, yang didalamnya meliputi kondisi keluarga anak jalanan, pendidikan anak jalanan dan orang tua, lingkungan tempat tinggal dan kondisi ekonomi keluarga (ortu) Metode pengumpulan datayang digunakan didalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan teknik analisis data presentase dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahrva anak jalanan di Kabupaten Jombang, mayoritas bekerja sebagaingelap sepeda/mobil (67.57%), penjual Koran (10,81%) Pedagang asongan (18,92o/o) dan pengamen (2,70o/o). Sedangkan pendidikan anak jalanan ada yang DO SD, SD, dan SLTP. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dipastikan sebagai bahan acuan dasar dalam penanganan dan pembinaan anak jalanan di Kabupaten Jombang,sehingga anak jalanan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan dan masa depan mereka.

Program Pendidikan yang Berdasarkan Pada Kebutuhan Anak Jalanan di Rumah Singgah "KUNTUM" III Kelurahan Gading Kasri Kecamatan Klojen Kotamdya Malang / Etik Erna Ningsih

 

Rumah Singgah "Kuntum" III sebagai lembaja pendidikan nonformal memberikapne layanank epadaa nakj alananm elaluip rogam-programp endidikan untuk membantu anak jalanan dalam mengatasi permasalahannya dan dapat menemukana ltematif untuk memenuhik ebutuhanh idupnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif kualitatif yang berusaha untuk mendeskripsikan program pendidikan di Rumah Singgah "Kuntum" III yang berdasarkan pada kebutuhan Anak Jalanan. Sumber data !a.lam_penelitiainni yaitu orang-orangya ngt erlibatb aik secarala ngsungm aupun tidak langsungk, egiatany ang dilakukan,d an dokumentasyi ang ida di Rumah Singgah"K untum" III, sebagaii nformana dalahp ekerjas osialR umahS inggah dan Anak Jalanan, pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan-tiga macam tehnik yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara ketekunan pengamatan, trianggulasip, engecekana nggota. Tehnik analisisy ang digunakana dalahr eduksi data,d isplayd ata,s ertap engambilank esimpulan. Program-program pendidikan yang dilaksanakan oleh Rumah Singgah "Kuntum" III adalah (l) Program Resosialisasiu, ntuk mengubahs ikap dan perilaku anak jalanan sesuai dengan nilai dan norma dalam masyaratat, 1zy frogram RujukanK egiatan,u ntuk mempersiapkaann ak memperolehru jukank e instansi lain dalam kegiatan pemberdayaans, esuai dengan kebutuhand an kemampuan Anak Jalanan, (3) program Reunifikasi, untuk mengupayakan bersatunya kembali anak jalanan dengan keluarganya, (4) program Latihan Ketrampilanu, ntuk mebekalia nakj alanan dengank etrampilant ertintu agars iap bekda dan menjadiw arga masyarakayt ang produktif, 1s; programK onsultasi danT utorial,u ntuk membantua nakj alanan mengataski esulitan-rlalamke giatan, (6) ProgramS osialisasdi an Rekeasi, untuk menanamkani lai dan normas osial sehinggaa nakj alanan mempunyais ikap dan perilakuy ang positif dan normatif, sertad apatm enikmatim asaa nak-anaks ecaraw aiar. Pelaksanaapnr ogram-programpe ndidikand i RumahS inggahm elibatkan berbagaki omponenp enting,y angm eriputip engerolaR umahs in[gah yangt erdiri dariz upervisorp,e mimpinR umahs inggahp ekerjas osial,t enaga-aimlnistraasia n koordinatora nakj alanan. perencanaayni ng matangd an peiaksanaapnr ogram yang _ sesuai dengan langkahJangkah yang telah ditetapkan rn"nunlung keterhasilan progmm. .program-program pendidikan di Rumah Singgah dilaksanakadni RumahS ingah" Kuntum" III, setiaph ari kerja,s esuajia dwal yang vii vllt ditentukanM. etodey angd ipakaia dalahb imbingans osialp eroranganb,i mbingan sosiakl elompokp, enyuluhan,tanyajawabse, rtad iskusik elompokM. onitoring' evaluassi ertap elaporana dalahh al yang mutlak diperlukand alam keseluruhan proseps elasanaapnr ogramp endidikand i RumahS inggah" Kuntum" III. Alasan dilakukannyap rogmm-programp endidikand i Rumah Singgah "Kuntum" III adalah untuk membantu anak jalanan dalam memecahkan permasalahadna n kebutuhanp endidikanm ereka.N amun dari semuap rogram pendidikany ang dilaksanaant,i dak semuap rogramp endidikany ang dilakukan berdasarkapna da kebutuhan mereka. Program pendidikany ang berdasarkan kebutuhan anak jalanan adalah program rujukan kegiatan, program latihan ketrampiladna n progams osialisasdi an rekreasis, edangkapnr ogramy angk urang berdasarkapna da kebutuhanm erekaa dalahp rogramr esosialiasasri,e unifikasi, serta program konsultasi dan tutorial. Hal itu disebabkan oleh kurangnya pengetahuana nak jalanan tentang pentingnya program-programt ersebut, kurangnyak esadarana kan kebufuhanm ereka , serta karena kompleksnya permasalahahni dup mereka, sehinggaa nak jalanan pada umumnya hanya membutuhkabna ntuans ecarafi sik danb ukans ecarap sikis. Saran-saradna lam penelitian ini ditujukan kepada: (1) Penyelenggata RumahS inggah,a gar program pendidikan disusun berdasarkanp ada kebutuhan nyataa nakj alanan,( 2) Bagi jurusan PLS, dapatm emanfaatkahna sil penelitian sebagaai lternatif pemberdayaana nak jalanan, (3) Bagi instansit erkait, dapat ditemukan berbagai masalah dan hambatan dalam pelaksanaan program pendidikan serta dapat dirumuskana lternatif pemecahannya(a, ) bagi peneliti selanjutnyad, apat dijadikan sumber informasi bagi yang ingin mendalami permasalahaann akj alanand pnR umahS inggah.

Kebutuhan Belajar Anak Jalanan ( Studi Kasus Anak Jalanan Kota Malang ) / Mohamad Suharso

 

Anak Jalanan merupakan masalah sosial yang menjadi perhatian semua pihak. Masalah tersebut adalah semakin banyaknya anak jalanan di bawah usia 16 tahun, yang melakukan aktivitas kerja yang dilakukannya, baik sebagai penjual koran, ngelap sepeda/mobil, pedagang asongan, dan pengamen, bahkan mereka adalah sebagian besar adalah usia sekolah. Keberadaan mereka di jalanan telah menarik perhatian berbagai pihak, di satu sisi menunjukkan gejala yang positif, sedangkan pada sisi yang larn menunjukkan gejala yang negatif. Munculnya anak jalanan'disebabkan karena adanya tuntutan ekonomi keluarga yang terpaksa melibatkan anak, sedangkan hanya kehidupan di jalanan yangdapat menerima mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil anak jalanan di Kabupaten Jombang, yang didalamnya meliputi kondisi keluarga anak jalanan, pendidikan anak jalanan dan orang tua, lingkungan tempat tinggal dan kondisi ekonomi keluarga (ortu) Metode pengumpulan datayang digunakan didalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan teknik analisis data presentase dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahrva anak jalanan di Kabupaten Jombang, mayoritas bekerja sebagaingelap sepeda/mobil (67.57%), penjual Koran (10,81%) Pedagang asongan (18,92o/o) dan pengamen (2,70o/o). Sedangkan pendidikan anak jalanan ada yang DO SD, SD, dan SLTP. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dipastikan sebagai bahan acuan dasar dalam penanganan dan pembinaan anak jalanan di Kabupaten Jombang, sehingga anak jalanan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan dan masa depan mereka.

Perlindungan Hak-hak Tersangka Dalam Proses Penyelidikan Perkara Pidana ( Studi di POLRESTA Malang ) / Sugeng Santoso

 

ABSTRAK SantosaS, ugeng2. 002P erlinduneaHn ak-HakT ersanskad alamP rosesP enyidikan PerkaraB idana( Studid i PolrestaM alang). Skripsi,J urusanP endidikanP ancasilad anK ewarganegaraal"nlP universitasN egeriM alangP. embimbin1gl ) Drs.M . YuhdiB atubaraS, .H, M.H 0l) Drs.E di SuhartonoS, .H,M Pd Kata-katakunciP: erlindunganH, ak-hakt ersangkaP, enyidikanP, erkaraP idana Sebagaimandai ketahuib ahwad alams istemp eradilanp idana( criminali ustice system), dikenala danyap entahapadna lamp rosesp emeriksaapne rkara,y aitu proses penyidikano leh polisi, penuntutanja ksa selakup enuntul umum' prosesp emeriksaan pengadiland an prosesp emidanaanD. ari sekianp rosest ersebuty ang paling rawan memunculkan masalah adalah proses penyidikan, karena berkaitan dengan cara-oara yang diterapkand alamm emperolehk eterangand ari tersangkaT. indakank ekerasan irsik maupun tekanan dengan ancaman-ancamanm, erupakan salah satu contoh bagaimanap enyidik belum sepenuhnyam enghayatia sas-asasy ang termuat dalam KUHAP, utamanya asas praduga tak beisalah (presumtation o/ innosence), yang artinya setiap tersangka wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya keputusan pengadilany angm enyatakanke salahannydaa nm emperolehk ekuatanh ukumt etap. Asai tersebut memperingatkan kepada POLRI untuk serius dan hati-hati dalam memperlakukan tprsangka tindak pidana, sebab sebelum adanya pufusan hakim p"ngadilun yang menyatakan bahwa tersangka bersalah, maka selama proses pemiritsaan, oleh penyidik, sitersangkah arust idak boleh diperlakukans eolah-lahia ielah bersalah. Untuk itu KUHAP mewajibkan kepada polisi agar selama proses pemeriksaanh, arkat dan martabatt ersangkah arust etap dihormati. konsekuensdi ari penghormatante rsebuta dalaha danyap erlakuany ang manusiawi ke-p adat ersangkad engant idak melanggarh ak-haknya. pendikatan penelitian yang dipakai ialah normatif yuridis, untuk menghasilkand ata deskriptif, denganm aksudm engkaji aturan-aturanh ukum tentang perlindunganh ak asasia sasim anusiad alamp rosesp enyidikanj,u ga denganm elihat i"nyatuan yang ada dalam pelaksanaanS. edangkanje nis penelltian studi kasus bertujuan, untuk mempertahankan keutuhan dari obyek maksudnya data yang secara keseluruhan yang terintergrasi dan bersifat eksploratif. Sementarad, ata yang diambil dari KepolisianR esortK ota Malang salahs atunya den-g anm engadakawn awancarad alamh al ini yangd ijadikans umbera dalah: a) kepala SatuanR eserseO perasBi apakI PDA Drs' SunardRi iyono,S 'H b) Beberapain tbrmany angb erasadl ari orang-oranyga ngp ernahm asuk dalamL embagaP emasyarakataLno wokrvaruM alang' Hasil penelitian irenunjukkan' p:rtama dalam setiap proses penyidikan dilakukanlaht ekntup erson'i ';;""; s'ebaelip endekatana ntaras eorangp enyidik denqante rsangkao, ou*pi"g n'u'p"nggun*n"ilmup sikologis eg'aeal-t.Tjasadna lam upaia untuk mengoreki nfo''*u'i dari tersangka*' ataupun dilapanganm asih ada ;$#;;;# p.:rvroit yangm asihk urangm emahamai kant eknik dan pemahaman rerhadakpo ndisri. "ii**,i.it!;"il;.il;u uut'*uh ak-hatke rsangkdaa rip asa5l 0 sampadi enganp urur 'ia' yuns".t,"riou*tsta lah hak segerad iperiksah' ak mendapatkanb ahasay ung ilfui hak memberikank eterangans ecarab ebas' hak mendapatka1n* u Uat'asuiu, 'ft ttnAuputftanb antuanh ukum'h ak untukm enghubungt perwakilan negara uugi'ffin,-f'at mengttuuungi dokter' ha| me1leritahu dan menghubungi keluarga, trak uniut< berhubungan sirat' hak untuk mengalukan saksi' hakuntukmenuntutganti.rugidanhakuntukmenuntuthakimyangmengadili,masih tetapd ipegangteg#u#hi l;il* rtttgt o"iu* p'o"'penvioitand ilakukaonl eh aparatK epolisianR esori-{otu Vutung selalub eipedomapna da Kitab UndangundangH ukumn .*u iiiu"u' khususnlap elaksanaahna k-haka sasmi anustaya ng tercantumd alam pasai iO 'u*pui 6sngT.pasal 68 sebagaki onsekuensait as pelaksanaUann dang-UndanRgi *".i?^fatrun tqqc tentangh ak asasmt anusra ierutamaUndang-U"Ourg'ifia|Sn un 1998te ntangk onvensmi enentanpge nyiksaan' dan perlakuan or^ &ngnuftu**, tu* lungkejam..' t idak manusiawia tau merendahkamn artabatm -anusiaw. alaupun riasih- minimnya pemakaianil mu psikologui ntukm elakuk;;ilik?ttn subvetttife thuglPte rsangkuan tukm engorek keterangasne, hinggma asiha dab eberapaap arapt enyidiky angt erpancinegm osrnya t".ftuaait enangkak' etikam engungkit-keterangan' Saranyangui,"t","ila,,ipaitandenganmelihatdarihasilpene'litianyaitu: 1. Aparatk epolisianil ;t")^ penyidikh. arusb isa bersikapp rot'esionadle ngan mempunyai dedikasi -Oun *otiuuti dalam menjalankan1 "C1tY' khususnya O.r"i"p* if*" psikologdi alamm elakukainn terouastei rhadatpe rsangKa' z. perbaikanu ",, *fr*il""";;;;fu; kivantitasd i lingkungank epolisian Reso(K otaM alangb aik petugaSs ltuanR esersme aupunc arak erjanyaa gard apat melaksanakatnu gass ecaram aksimal 3. Melakuka,"nro ,*o'iauiJ*g n*"*' khususnhv'a"n y l]|Tl-llltnu banvak U"i"r-upop "*f yangt idak sesuadi engank ondisib angsaln donestas aatr n!'

Studi Korelasi Antara Kontrol Diri Dengan Perilaku Adiksi Pada Penjudi di Kecamatan Rejoso Nganjuk / Fitri Kusrini

 

Konfol diri merupakank emampuans eseorangd i{alam membimbing tingkah lakunya sendiri. Pada umumnya para penjudi mengalami kesulitan dalam me-ngontrodl iri, sehinggam enyebabkanp erilaku adiksi. Perilaku adiksi adalah pota-peritatuk ebiasaany ang diulang-ulangy, angb erkembangm enjadi.masalahmasaiahs osial dan pribadi. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahuki orelasi antara kontol diri dengan perilaku adiksi pada penjudi, dan diharapkan dapat memberis umbanganp emikiran bagi perkembanganilm u psikologi, referensib agi penelitian selanjutnyi dan sumbangan informasi secara psikologis mengenai perjudianb agi pemerintahank ota Nganjuk untuf mengetahuki emampuank ontrol diri penjudi,P enelitim endasarkan kepada tiga aspek kemampuan kontrol diri dari teori Averill yaitu kemampuan mengontrol perilaku, kemampuan mengontrol kognisi dan kemampuan mengontrolk eputusan.S edangkanu ntuk mengetahuip erilaku adiksi,penjudi, menggunakank riteria-kiteria perilaku adiksi dalam berjudi berdasarkanD SM-IV Screen, yaitu Preoccupation, Tolerance, Widrawql, Escape, Chasing, Lying Loss of control, Ilegal Acts, Risked Significant Relutionship, Bailout. " Peneliiian ini dilalnrkan di Desa Mungkung dan di Desa Gempol Kecamatan Rejoso, Kabupaten Ngaajuk, tanggal 19 sampai 20 Juni 2004. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 80 penjudi toto gelap (Togel) yang icebitulan drjumpai di rumah pengecer, yangpada umumnya telah berusia dewasa' Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatand eskriptifkorelasional. Unhrk mengetahuit ingkatan kontrol diri dan perilaku adiksi pada penjudi dilakukand enganm enggunakanfo rmula..kategori iingkatanh argam ean-dans tandartd eviasid ari Azwar (2002:163)A. nalisis hasil peielitian dengpn menggUnakan rumus korelasi Product Moment dari Karl Pearsond engant araf sigrifikansi 17 o. Hasif parelitian ini menunjullon hasil bahwa kontrol diri mempunyai korelasi dengan perilaku adiksi, semakin tinggi kontrol diri penjudi maka semakin rendahp erilakua diksinyaa taus ebaliknyaD. engand itunjukkano leh hasil analisa dimanar xy = - 0"726.S edangkank ontrol diri, penjudi yang masukd alam kategori tinggi 8 oiang (10%) kategori sedang 59 orang (73,75%) dan kategori rendah 13 or{ig (16,25n/op).a da perilakua diksi,p enjudiy angm asukd alamk ategorit inggi 14 orang( 17,5%)k ategoris edang5 8 orang( 72,5o /o)d ank ategorir endah8 orang (10%). Dari hasil penelitiani ni, dapatd isarankanu ntuk penelitianl ebih lanjut, dengan menggunakan faktor-fa*tor lain yang terkait dengan perjudian, dan mengembangkainn strumeny ang telah ada.

Hubungan Karakteristik Masyarakat Kampung Kadi di Bantaran Sungai Barabai dengan Persepsi Terhadap Kondisi Lingkungan Permukiman dan Rencana Pemindahan Pemukiman / Sri Wahyuni

 

Penelitianb ertujuanu ntuk mengetahui:( 1) Persepsim asyarakaKt ampung Kadi terhadap kondisi lingkungan permukiman dan rencana pemindahan permukiman(2) Hubungant ingkat pendidikan,j umlah tanggungank eluarga,d an lama tinggal dengan persepsi terhadap kondisi lingkungan permukiman dan rencana pemindahan permukiman;( 3) Variabel yang paling berhubungand enganv ariabei terikat Penelitian dirancang dengan pendekatan suwei, dengan sampel masyarakat Kampung Kadi Kabupaten Hulu Sungai Tengah sejumlah 100 KK. Mengambil responden dari populasi digunakan tekrrjk proportional random sampling, Menentukan responden digunakan tehtik probability sampling dengan cara ordinql. Instrumen penelitian angket dengan Skala Likert. Uji instrumen kepada warga Desa Bungurd an hasilnyad ianalisisv aliditas( ros)d an keandalan/reliabilita(sa ). Analisis data menggunakana nalisist abulasis ilang dan korelasip roduct moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (l) Penepsi terhadap kondisi lingkungan permukiman adalah netral dan cenderung positif, sedangkan persepsi terhadap rencana pemindahan permukiman ke Desa Tembok Baru adalah negafif; (2) Terdapat hubungan yang signifikan dan posifif antara tingkat pendidikan dengan persepsi terhadap kondisi lingkungan permukiman dan rencana pemindahan permukiman ke Desa Tembok Baru. (3) Tidak terdapat hubungan antara jumlah tanggungan keluarga dengan persepsi terhadap kondisi lingkungan permukiman; (4) Terdapat hubungan yang signifikan dan negatifantaxa lama tinggal dengan persepsi masyarakat terhadap kondisi lingkungan permukiman dan rencana pemindahan permukiman ke Desa Tembok Baru; (5) TerdaEat hubungan yang sigrifikan itan negatif antara jumlah tanggungan keluarga dengan persepsi terhadap rencana pemindahanp ermukimank e Desa Tembok Baru; (6) Variabel tingkat pendidikan merupakan variabel yang mempunyai hubungan paling erat dengan persepsi terhadap kondisi lingkungan permukiman dan rencana pemindahan permukiman ke Desa Tembok Baru. Berdasarkanh asil penelitian,m aka sarany ang dapatd iberikan:( l) Meningkatkank esadaranm asyarakaBt antaranS ungaiB arabait erhadapk ebenihand an hidup sehat;( 2) Peningkatans osialisasir encanap emindahanp ermukimanp endudukd I bantaran Sungai Barabai secara persuasif, bertahap, serius, dan konsisten.

Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kawasan Kumuh Kecamatan Banjar Selatan Kota Banjarmasin / Rabiatul Adawiyah

 

Kota Banjarmasin merupakan salah satu kota yang memiliki.Tu:l"h prng.toi;ir"ti,.tt' s"tputt oirotu Banjarmasin merupakan masalah lingkungan yang utama, kenyataan mJnunjukkan O'i.*{"if"waktu jumlah sampah yang ir"ii..."ri i,ngkungan f."t"G.ufi" meningkat. Pada umumnya sampah yang ada Ii-i"t. e*i#asii berasal dari rumah tangga seperti kertas, sisa sayur' kulit kentang, kulit tomat, nuri-6uri dan lainlain. Menurut beberapa tokoh lingkungan keberaiaan sampah yang tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan ;,Ft")t p";u*nun dala dukung lingkungan.seperti tercemarnya perairan tanah' iilili;i" b"" Uusut, murrcuinyaiert-agui enis penyakit yangdiakibatkan oleh i;il;ii:;"ht"ego **utohi"ttiuot pttri' me$3gat perhatian dari semua pihak'irluaridilarumnnva penetitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan sampah rumah tangga y#;i;i.;ki; masyarakat di kawasan kumuh dan dampak sampah rumah tangga tertridap lingkungan sekitar' Penelitian ini dapat Oigoiongtun kedaliir penelitian suivei, Rancangan penelitian yang digunakan uO?iuf, &tport facto. foputasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga[r..."t* g*:ar Selatan' besamya populasi adalah30'246 kepala keluarga' i".p.r p.""ri i* u"rJ"*iuh 60 tlpata tetuarga, ditentukan dengan menggunakan"r,ii[pi"p""ional random sampling. pengumpulan data dilakukan dengan caraour.*uri, ootumentasi dan wawancira. Teknik analisis data yang digunakanadalah teknik analisis deskriptif.Berdasarkan unuli,i,.dutu diperoleh hasil bahwa: l) pengelolaan sampahrumah tangga di kawasan kumuh Kicamatan Banjar selatan Kota Banjarmasinirri,p"iii."etatr_tangkah:'pewadahan. pemindahan. pemilahan dan pengangkutan'Namun dalam proses pengilolnon masih belum maksimal' 2) dampak pengelolaan sampah rumah-tangga tertadap tingkungan sekitar adalah: a) timbulnya bau yang l"i'Le,"d"p Oari 6long;uh, ,ingui dan pekarangan sebagai akjbat kebiasaan burut "masyarakat yang irembuang sampah tidak. pada tempatnya' b) aliran alr sungai ters'umbat oleh sampah c) lingkungan sekitar menladt tldaK rapl oansemerawut akibat sampah V*gi.*uig terkelola dan d) menurunnya tingkat kesehatan Penduduk sekitar. Beidasarkan hasil analisis penelitian tersebut disarankan agar p€nanganan dan pengelolaan,unlpJilour, hanya dilakukan oleh masyarakat, namun harus pula dilakukan oleh semua "r.t"n masyarakat termasukpemerintah daerah' Pemerintah -Gil;t ;"nyediakan sarana dan prasarana yang lengkap- yang diperlukan dalam ;;*."t."t sa;pah. olrJJ*"v" penyuluhan dan penyadaran oleh pemenntah kepada masyarakat kota tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan i".p"t"V"i"rhadap fingtungui'fturus-bersiiat kontinyu dan menjadi agenda rutin'

Status Anak Adopsi Dalam Hubungannya Dengan Orang Tua Angkat ( Studi di Wilayah Kota Malang ) / Yayuk Srisuyanti

 

Adopsietaupengangkatananakdilndonesiasudahmenjadisuafukebutuhan uagim asi;kat, t"6pi ,ffipal ,*t i"i masihb elum adak etentuanh ukumn asional y0ngm engatutre ntanga doisi, Ketelluyr tentsnga doryj yasi! !"'b'?, dalamt iga ilffhd;* yainrHutum'peraataH, ukume oai, aannumm khm. Ketigas istem hukumtersebutmempunyaiketentuanyangberbeda.bedamengenaistatusanak Jopsi dalamk eluargao t-g * a"gkatny4 terutamay ang_b erkaitand enganh ak waris dan perwalian u*[ ":"gtut ttiotif pengangkataann af Vap.bervariasij uga mempengarushtia tusa nak aiopsi. Selain itu, persoalana dopsio leh WNA juga r.niitU,it* persoalaUn "gi N.lotu Indonesiak arenab anyakt erjadi-penjualabna yi ilfu Negeri.H al ini mlnyeU-aUtapne rsoalana dopsiy angp adad asamyaa dalatt prr*fun kiluarga, tetapi sekarurgs udahm enjadip roblemam asyarakatb, ahkan menyangkuhtu bungan* t", n g*i, sehinggap asti akanm engarahp adap ersoalan p' olitikp.enelitiani ni dilakukanu ntuk mengetahubi agimana statusa nak adopsi dalamh ubungannydae ngano rangt ua angkat.S ecarak hususp enelitianin i bertujuan untukm engetahu(it:) motif pengangkataann aky angd apatm empengaruhhui bungan anaka dopjid engano rangt * "ngkatny"; (2) permasalahayna ngd ihadapmi asyarakat dalam pengangkatuunn uh (3) status anak adopsi dalam keluarga orang tul angkatnya. Rancanganpenelitianinimenggunakandeskriptifkualitalf.danjenis penelitiannyiaa aUtr stuO kasus.K egiatanp engumpul-adna ta dilakukand engan metodeo bservasiw, awancaraa, an anatislsd okumenD. ata diperolehd ari subyek p."rritiu. yang berkompetente rhadapm asalahp enelitian,y aitu hakim' kepala paniteram uda-perdatak, epala bagianR ehsos,o rang tua gngk€t,d an orang tua lanaung anak angkat. Analisis Oata aitatrufan melalui klasifikasi data, penjaringan data,d in analisii induktif Untuk menjagak eabsahand ata' penelitiand ilakukan secartae liti danc er,makt,e giatantr iangulasip, erpanjangapne nelitiand, ank ecukupan referensial. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwa motif pengangkataann ak yang dikemukakaonl eh otungt ua angkatd i wilayatrK ota Malanga dab ermacam-macam, yaitu:( l) karenat idak mempunyaai nak,( 2) merasak asihanp adaa naky atim piatu, *uk t"rl*lut, amk yang orsng fijg,nya tidak mampu, (3) untuk mendapatkan tunjangang aji bagi pegawain egiri, (a) ingin mendapatkaann ak perempuanb agt orangh n yangh anyam empunyaai ryk laki'l.aki' Tetapim otif yang utamaa dalah untuk kesejahte** u*k'u.ngk"t' Pengangtatan anak menimbulkan beberapa persoalayna ng menyangkutt tt* onut adopti' yaitu: (1) faktor yuridis yang berkaiudne ngana kibatn ukumaarip eruuata{no psi, (2) faktors oslayl .a1gberkaitan 6!* t";,d;fek dari p"tU*t- adfpsi,( 3) faktoi psikologisy angb erkaiand engan i*i,li t ;i**n un"t angk"t yang ditrmuutkank arenap engangkataann ak. status ,Juaopri dalamk eluariao t-giuu angkatryate rgantungp adas istemh ukumy ang digunakaonle ho rangt ua ingf.uti ay t*tuLott* adopi' D4* hl WT" menurut ttit

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 |