Pengaruh komposisi spinel MnO, pada keramik alumina (Al2)3) terhadap konstanta dielektrik, kekerasan, porositas dan mikrostruktur / Safrin

 

Keramik Alumina (Al2O3) tergolong keramik oksida yang memiliki kekuatan sangat tinggi, keras, tahan suhu tinggi, dan memiliki titik lebur 2050 °C serta bersifat isolator listrik. Untuk memiliki produk keramik alumina dengan sifat fisis yang baik tidaklah mudah, perlu dilakukan berbagai penelitian antara lain dengan pencampuran bahan MnO2 pada keramik alumina tersebut. Untuk menghasilkan keramik alumina yang lebih unggul dan hemat biaya yaitu dengan mencampur spinel MnO2. Menggunakan spinel MnO2 karena memiliki titik lebur yang lebih rendah dari Al2O3 yaitu sebesar 535 °C decomp. Karena titik lebur spinel MnO2 lebih rendah daripada keramik Al2O3, maka diharapkan proses sintering dari keramik alumina (Al2O3) dengan penambahan spinel MnO2 berlangsung lebih cepat dan terjadi pada suhu yang lebih rendah yaitu antara 1200oC - 1300°C. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni. Variasi komposisi MnO2 dan Al2O3 sebagai variabel bebas, konstanta dielektrik, kekerasan, porositas dan mikrostruktur sebagai variabel terikat. Sementara temperatur sintering 1250 0C, lama sintering 3 jam, luasan 78,5 x 10-6 m2 dan ketebalan bahan 6 x 10-3 m adalah variabel kontrol. Tahapan pembuatan sampel meliputi (a) Penentuan komposisi, (b) Penggerusan (homogenisasi), (c) Pencetakan, (d) Pengeringan, (e) Sintering, dan (f) Pendinginan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (a) Semakin rendah komposisi Al2O3 dan semakin tinggi komposisi spinel MnO2 maka nilai konstanta dielektrik menurun dengan pola logaritmik y = -1984ln(x) + 9280, (b) Semakin rendah komposisi Al2O3 dan semakin tinggi komposisi spinel MnO2 maka nilai kekerasan menurun dengan pola eksponen y = 272,8e-0,01x, (c) Semakin rendah komposisi Al2O3 dan semakin tinggi komposisi spinel MnO2 maka nilai porositas menurun, Untuk peresapan air dengan pola linear y = -0,569x + 23,69; untuk keporian semu dengan pola linear y = -0,388x + 16,57; dan untuk keporian nyata dengan pola y = 14,12e0,014x, (d) Semakin rendah komposisi Al2O3 dan semakin tinggi komposisi spinel MnO2 distribusi grain merata dan pori pada permukaan keramik berkurang sehingga mikrostrukturnya lebih bagus.

Kebutuhan siswa akan layanan bimbingan dan konseling dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 3 Malang / Fina Farida

 

Kata kunci: Kebutuhan, layanan bimbingan dan konseling, KTSP, siswa SMP. Sistem pendidikan nasional Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan kurikulum untuk memenuhi tuntutan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan arus globalisasi yang telah membawa perubahan pada semua aspek kehidupan manusia. Kurikulum yang baru yang digunakan adalah KTSP. Dalam KTSP peserta didik dituntut untuk dapat mengembangkan dirinya. Pengembangan diri ini tidak mudah dilakukan siswa. Untuk memahami faktor-faktor pendukung pengembangan diri, dilaksanakan penelitian mengenai kebutuhan siswa akan layanan bimbingan dan konseling dalam KTSP di SMP Negeri 3 Malang. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui deskripsi kebutuhan siswa akan layanan bimbingan dan konseling dalam KTSP di SMP Negeri 3 Malang. Kebutuhan layanan bimbingan dan konseling yang dimaksud dijabarkan dalam layanan (1) orientasi, (2) informasi, (3) penempatan dan penyaluran, (4) penguasaan konten, (5) konseling perorangan, (6) bimbingan kelompok, (7) konseling kelompok, (8) konsultasi, dan (9) mediasi. Rancangan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 147 orang siswa kelas VII dan VIII. Teknik yang digunakan adalah simple stratified sampling. Data dikumpulkan dengan angket dan analisis yang digunakan adalah analisis persentase. Hasil penelitian mengenai kebutuhan siswa akan layanan bimbingan dan konseling dalam KTSP di SMPN 3 Malang menunjukkan bahwa sangat banyak siswa yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap layanan orientasi, konseling perorangan, konseling kelompok, dan layanan mediasi. Banyak siswa yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap layanan informasi, penyaluran dan penempatan, penguasaan konten, bimbingan kelompok, dan layanan mediasi. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sangat banyak siswa yang membutuhkan layanan bimbingan dan konseling, sangat sedikit siswa yang kurang membutuhkan layanan bimbingan dan konseling, dan tidak ada siswa yang tidak membutuhkan layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh konselor sekolah sebagai acuan untuk menyusun program bimbingan dan konseling. Penelitian ini juga diharapkan dapat mendorong kepala sekolah untuk lebih mendukung kegiatan bimbingan dan konseling dengan menyediakan fasilitas yang diperlukan bagi terlaksananya bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien. Suru dan staf karyawan diharapkan juga menberikan dukungan dan dapat bekerjasama dengan konselor demi lancarnya pelaksanaan bimbingan dan konseling.

Pengaruh penggunaan paket IPS terpadu berbasis konstruktuvisme dengan tema hujan asam terhadap kompetensi IPS siswa kelas VII SMP Negeri 2 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Surinta Harko Miyangga

 

Kata Kunci: Pengaruh, Paket IPA Terpadu, Kompetensi IPA. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah secara tegas menyatakan bahwa substansi mata pelajaran IPA pada SMP/ MTs merupakan IPA Terpadu. Hasil pengamatan di SMP Negeri 2 malang menunjukkan bahwa pembelajaran IPA masih disampaikan secara terpisah-pisah dalam disiplin ilmu fisika, kimia dan biologi. Salah satu penyebabnya adalah karena terbatasnya bahan ajar yang menyajikan IPA secara terpadu. Pada tahun 2009 telah dikembangkan paket IPA Terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema hujan asam oleh Imroatul Aulia yang telah diuji kelayakannya meliputi penilaian Paket IPA Terpadu oleh dosen dan guru serta uji keterbacaan buku panduan siswa oleh siswa SMP. Penelitian ini bermaksud menguji paket tersebut secara empirik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian eksperimen semu. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Malang Tahun Pelajaran 2009/2010. Sampel pada penelitian ini adalah kelas VII G dan VII H yang dipilih secara acak kelompok. Kelas VII G berjumlah 37 siswa dan ditetapkan sebagai kelas eksperimen, sedangkan kelas VII H berjumlah 35 siswa dan ditetapkan sebagai kelas pembanding. Instrumen perlakuan pada penelitian ini adalah Paket IPA Terpadu Berbasis Konstruktivisme dengan Tema Hujan Asam yang digunakan sebagai bahan ajar untuk pembelajaran IPA pada Kelas eksperimen, sedangkan kelas pembanding mendapat pembelajaran IPA dengan paket IPA yang telah ditetapkan sekolah. Kedua kelas memperoleh materi yang sama sesuai SK dan KD IPA kelas VII. Instrumen pengukuran kompetensi IPA berupa pilihan ganda untuk soal tes prestasi belajar sebanyak 15 butir dengan reliabilitas = 0,526, essay untuk soal tes kerja ilmiah sebanyak 10 butir dengan reliabilitas = 0,67, dan skala sikap ilmiah untuk mengukur sikap ilmiah sebanyak 16 butir dengan reliabilitas = 0,802). Instrumen digunakan untuk pre test dan post test pada kelas eksperimen dan kelas pembanding, setelah sebelumnya diujikan pada 101 responden dan dinyatakan valid berdasarkan taraf kesukaran, daya pembeda dan validitas. Uji hipotesis dilakukan dengan Uji Anakova yang dilanjutkan dengan uji lanjut LSD (Least Square Difference). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor prestasi belajar dan kerja ilmiah siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas pembanding, sedangkan skor sikap ilmiah siswa kelas eksperimen dan kelas pembanding tidak ada perbedaan. Uji LSD menunjukkan skor rata-rata prestasi belajar pada kelas eksperimen adalah 10,992, sedangkan skor rata-rata prestasi belajar pada kelas pembanding adalah 8,065, dan untuk skor rata-rata kerja ilmiah pada kelas eksperimen adalah 21,036, sedangkan skor rata-rata kerja ilmiah pada kelas pembanding adalah 17,105.

Analisis tingkat kenyamanan gaun berukuran L yang dibuat menggunakan pola meyneke dan pola so-en / Laely Rachmania

 

Kata kunci: Tingkat Kenyamanan, Pola Meyneke, Pola SO-EN. Kenyamanan dalam berbusana dapat dilihat pada dua (2) kriteria yaitu, ketepatan ukuran dan ketepatan titi-titik pas pada tubuh pemakai. Ketepatan ukuran yang dimaksud adalah saat busana yang dipakai tidak longgar atau sempit pas datar mengikuti lekuk tubuh dengan tepat. Ketepatan titik-titik pas ( fitting factor ) adalah suatu lokasi atau titik pada pakaian yang menentukan sesuai atau tidaknya sistim pola tertentu, untuk bentuk tubuh yang mempergunakannya. Pola Meyneke umumnya digunakan untuk busana pas badan karena memiliki kupnat pada bagian pinggang dan bahu. Pola SO-EN merupakan salah satu jenis pola konstruksi datar yang berasal dari jepang, memiliki lipit kupnat di pinggang yang cukup lebar, cocok untuk wanita gemuk dan membuat mantel. Peneliti ingin mengetahui bagaimanakah tingkat kenyamanan gaun untuk wanita berukuran L yang dibuat menggunakan pola Meyneke dan pola SO-EN. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola manakah yang memiliki tingkat kenyamanan yang lebih baik tanpa bermaksud untuk membandingkan dari kedua pola tersebut. Berdasarkan tujuan penelitian, jenis penelitian ini termasuk kedalam penelitian deskriptif yaitu, menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan subjek yang diteliti. Objek pada penelitian ini adalah tingkat kenyamanan pada titik-titik pas, Subjek penelitian ini adalah pola Meyneke dan pola SO-EN pada pembuatan gaun berukuran L. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan metode dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar pengamatan yang terdiri dari sepuluh kriteria penilaian. Teknik analisisnya menggunakan analisis persentase. Berdasarkan hasil validasi dari 3 panelis, tingkat kenyamanan pada penggunaan pola Meyneke tingkatan nyaman mencapai 83,3%, kurang nyaman 10%, dan tidak nyaman 6,6%. Pola Meyneke memiliki tingkatan tidak nyaman pada kerung lengan hasilnya longgar dan bergelombang, Kedudukan garis sisi kurang nyaman. Kedudukan panjang gaun tidak rata,kedudukan garis bahu tidak nyaman. Sedangkan pola SO-EN 50% nyaman, kurang nyaman 26,7% dan tidak nyaman 23,4%. Pola SO-EN memiliki tingkatan kurang nyaman pada lingkar badan longgar, panjang punggung bergelembung, panjang gaun tidak rata (bagian depan lebih panjang dari bagian belakang) dan garis sisi miring ke belakang. Tingkatan tidak nyaman pada titik kerung leher bergelombang, garis bahu tertarik kebelakang, kerung lengan bergelombang dan satu panelis memilih lingkar pinggang longgar). Saran bagi peneliti Untuk memperhatikan bagian tengah muka pada Pola SO-EN yang lebih panjang dari pada bagian sisi badan,, Untuk memperhatikan ukuran kontrol (ukuran uji) secara tepat pada Pola Meyneke, memperhatikan kedudukan kerung lengan (untuk desain gaun tanpa lengan). Penelitian sejenis dapat menggunakan bahan dan metode yang berbeda dengan mencoba sistim pola yang lain dan tingkat kedalaman penelitian.

Penerapan microcontroller sebagai counter gulungan benang pada mesin penenun tradisional guna meningkatkan efisiensi produksi kerajinan stagen tenun pada CV. Lecari Tulungagung / Ira Sawitri

 

Kata Kunci: Stagen, microcontroller, counter Stagen adalah kain selebar 10-15 cm sepanjang sekitar 6 meter yang digunakan para ibu dan olahragawan untuk mengecilkan perut dan mengencangkan otot perut agar tidak kram. Pembuatan stagen memerlukan proses yang lama, salah satunya adalah proses pemintalan benang. Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat dapat mempermudah menyelesaikan permasalahan dalam penggulung benang di CV.LECARI Tulungagung. Untuk itu diperlukan teknologi digital untuk mengembangkan alat penghitungan gulungan benang yang masih bersifat mekanik. Tujuan dari penelitian ini adalah menjabarkan perolehan rancangan sistem rangkaian counter penghitung gulungan benang beserta software yang diaplikasikan dan mendeskripsikan akurasi sistem counter yang diaplikasikan pada sebuah alat penenun tradisional sesuai dengan yang direncanakan. Dalam penelitian ini, rancangan penelitian yang digunakan adalah rancanagan penelitian kuantitatif, sedangkan jenis penelitiannya Research and Development. Langkah-langkah penelitian melakukan survey alat, perancangan alat dan pengembangan alat. Perancangan alat ini bertujuan memperoleh rangkaian counter digital dengan menerapkan microcontroller sebagai penghitung gulungan benang pada sebuah alat penenun tradisional. Alat tersebut berguna untuk memudahkan pekerja dalam penggulungan benang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara bertahap. Hasil pengujian alat counter digital diketahui bahwa alat dapat berjalan efektif dan baik sesuai harapan setelah alat tersebut diaplikasikan pada mesin penenun tradisional. Alat tersebut memudahkan pekerja dalam menghitung gulungan benang dan menghasilkan produk stagen yang efisien. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada pembaca agar menggunakan sistem counter digital pada mesin penenun tradisional dan kepada peneliti lanjutan agar menggunakan bukan sensor mekanik pada sistem counter digital pada mesin penenun tradisional dan mengatur kerja mesin penenun tradisional dalam menggulung benang bekerja secara otomatis agar lebih efektif.

Implementasi sistem otomasi sebagai upaya peningkatan daya guna perpustakaan sekolah di SDN Madyopuro 3 Malang / Oktovahrina Qurrotal Aini

 

Kata kunci: implementasi, sistem otomasi, daya guna perpustakaan sekolah Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada dalam lingkup sekolah yang memungkinkan para tenaga pendidik dan para peserta didik memperoleh kesempatan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan dengan membaca bahan pustaka yang terdapat di dalamnya. Seiring dengan semakin berkembangnya kemajuan di bidang teknologi informasi, perpustakaan sekolah juga berkembang sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Implementasi teknologi informasi di bidang perpustakaan salah satunya sering disebut dengan otomasi perpustakaan. Secara sederhana, otomasi perpustakaan dapat diartikan sebagai pengalihan sistem perpustakaan yang berawal dari sistem perpustakaan manual menjadi perpustakaan yang mengarah pada teknologi yakni dengan menggunakan komputer. Implementasi sistem otomasi pada perpustakaan sekolah bertujuan untuk meningkatkan dayaguna perpustakaan. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini memusatkan kajian pada implementasi sistem otomasi sebagai upaya peningkatan dayaguna perpustakaan sekolah di SDN Madyopuro 3 Malang. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan pemahaman kepala sekolah, guru, siswa, dan petugas perpustakaan terhadap implementasi sistem otomasi pada perpustakaan di SDN Madyopuro 3 Malang, (2) mendeskripsikan peran sistem otomasi terhadap peningkatan daya guna perpustakaan sekolah di SDN Madyopuro 3 Malang, dan (3) mengkaji faktor pendukung dan penghambat implementasi sistem otomasi pada perpustakaan SDN Madyopuro 3 Malang. Penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisa data menggunakan teknik eksploratif dan juga rumus prosentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketertarikan dan pemahaman warga sekolah tentang sistem otomasi yang diimplementasikan di perpustakaan sekolahnya meskipun dengan kurangnya sumber daya manusia sebagai petugas perpustakaan, implementasi sistem otomasi terbukti berperan dalam meningkatkan dayaguna perpustakaan sekolah, dan terdapatnya faktor pendukung dan faktor penghambat yang mempengaruhi pelaksanaan implementasi sistem otomasi pada perpustakaan sekolah di SDN Madyopuro 3 Malang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dikemukakan saran sebagai berikut: (1) perlu diusahakan penambahan tenaga ahli/profesional sebagai petugas perpustakaan, (2) warga sekolah hendaknya lebih memaksimalkan penggunaan sistem otomasi di perpustakaan sekolahnya, (3) prosedur pengolahan koleksi harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, serta (4) koleksi bahan pustaka serta sarana dan prasarana di dalam perpustakaan sebaiknya ditambah dan dilengkapi sehingga dapat menunjang kegiatan belajar guru dan siswa.

Pelaksanaan strategi pelayanan pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Unit Pelayanan Kebonagung Malang / Dwi Cahyo

 

Kata kunci: Strategi Pelayanan PT. PLN (Persero) distribusi Jawa Timur unit pelayanan Kebonagung merupakan perusahaan unit listrik dan bergerak dalam bidang pelayanan jasa ketenagalistrikan bagi kepentingan umum. Saat ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam peningkatan kegiatan ekonomi pada umumnya, serta mendorong peningkatan ekonomi pada khususnya. Tenaga listrik merupakan salah satu energi sekunder yang dibangkitkan dan didistribusikan untuk segala macam keperluan. PT. PLN merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam bidang jasa kelistrikan yang melayani pelanggan dan sesuai dengan kebutuhan dengan tujuan memuaskan pelanggan. Pelayanan merupakan hal penting yang seharusnya tidak boleh diabaikan oleh perusahaan. Hal ini berkaitan dengan adanya pencapaian tujuan dari pelayanan dan pelayanan erat hubungannya dengan pelanggan yang akhirnya akan menciptankan kepuasan dan loyalitas pelanggan terhadap produk yang dihasilkan perusahaan. Adapun bentuk-bentuk pelayanan secara umum yang diberikan oleh PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Unit Pelayanan Kebonagung Malang,yaitu Keluhan dan Penyelesaian, Fasilitas, Jasa Perawatan, Jasa Informasi. Adapun faktor pendukung pelayanan adalah (a) Memberikan pelayanan yang cepat terhadap pelanggannya, (b) Perusahaan mengetahui dan dapat mengidentifikasi dengan tepat semua kebutuhan dan keinginan dari pelanggan, (c) Para pegawai yang memberikan rasa aman kepada pelanggannya, (d) Customer Service Officer yang handal dan ramah, (e) Fasilitas yang lengkap dan lokasi yang strategis, serta faktor penghambatnya adalah (a) Belum semua pegawai menguasai dalam hal pelayanan serta kurangnya kesadaran disiplin pegawai, (b) Kurang cekatannya Petugas PT. PLN dalam melakukan penanganan gangguan listrik, (c) Adanya komunikasi yang kurang efektif antara petugas dengan pelanggan dalam pelaksanaan pelayanan perawatan listrik yang rusak. Selama kegiatan PKL penulis banyak mendapatkan tugas untuk membantu karyawan dan karyawati dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tugas-tugas tersebut antara lain pengarsipan, memberikan informasi tentang hal-hal yang berhubungan dengan penyambungan tenaga listrik kepada pelanggan. Penulis juga melayani permintaan pelanggan mengenai permintaan pemasangan baru, perubahan daya, mutasi. Saran yang diberikan penulis yakni PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Unit Pelayanan kebonagung Malang mampu meningkatkan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan atau calon pelanggan, Perlu adanya peningkatan kerjasama dalam koordinasi informasi yang baik antara operator dengan petugas lapangan sehingga mengurangi kesalah pahaman dalam penanganan permintaan konsumen yang dapat merugikan pelanggan.

Pengembangan software inventori gaya belajar bagi siswa sekolah menengah pertama / Pebi Dinastriani

 

Kata kunci: Inventori, Gaya Belajar, Software Penelitian pengembangan software inventori gaya belajar bagi siswa sekolah menengah pertama ini bertolak pada ketiadaannya alat pengumpul data non tes sebagai penunjang layanan bimbingan bidang belajar berupa inventori gaya belajar yang memiliki validitas dan reliabilitas. Dengan perkembangan teknologi komputer yang semakin pesat, maka instrumen non tes yang biasanya dalam bentuk manual kini mampu diolah menjadi lebih praktis dan efisien dengan menggunakan teknologi komputer atau nama lainnya software. Berdasarkan penjabaran tersebut, maka dibuatlah software inventori gaya belajar untuk mengolah data siswa. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan software inventori gaya belajar bagi siswa sekolah menenngah pertama yang bentuk dan kontennya memiliki validitas dan reabilitas yang memadai. Metode penelitian yang digunakan diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall yaitu dengan tahapan (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan draft produk, (4) uji ahli, (5) revisi hasil uji ahli, (6) uji coba produk, (7) penyempurnaan produk hasil. Hasil uji validitas dan reliabilitas menyatakan bahwa tingkat validitas inventori ini dinyatakan memiliki validitas yang memadai karena memiliki nilai korelasi yang cukup tinggi terhadap nilai korelasi skor total. Sedangkan uji reliabilitas menghasilkan koefisien alpha cronbach reliabilitas yang tinggi karena memiliki nilai reliabilitas sebesar 0.888 sehingga menempati angka korelasi antara 0.800 – 1.000 dengan kriteria tinggi. Sebelumnya software inventori gaya belajar ini telah melalui tahapan uji ahli dan kelompok untuk melakukan revisi sebelum draft di uji cobakan di lapangan dan diperoleh produk akhir yang sempurna. Dengan demikian software inventori gaya belajar ini menghasilkan bentuk dan konten yang dinyatakan valid dan reliable serta dilengkapi buku panduan penggunaannya. Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti menyarankan: (1) perlunya penormaan inventori berdasarkan data lapangan yang telah didapat. (2) pengujian lapangan dengan subjek yang lebih besar lagi serta (3) pemanfaatan lebih luas, software inventori gaya belajar ini dapat dimanfaatkan dengan menggunakan fasilitas internet.

Pengembangan media video instruksional untuk mempercepat penguasaan teknik jatuhan pencak silat siswa tingkat sabuk hijau Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Malang / Galuh Nindyawati

 

Kata kunci: pengembangan, media video, jatuhan pencak silat, siswa tingkat sabuk hijau Persaudaraan Setia Hati Terate Pencak silat merupakan salah satu hasil budaya bangsa Indonesia yang memiliki unsur seni, beladiri, olahraga, dan unsur mental spiritual. Salah organisasi pencak silat yaitu Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Dalam organisasi PSHT ini, anggota yang belum menjadi anggota tetap (siswa) harus dapat menguasai materi dalam jangka waktu yang telah ditentukan sesuai dengan kurikulum PSHT. Dari hasil observasi dan wawancara kepada siswa tingkat sabuk hijau, siswa merasa kesulitan ketika mempelajari teknik jatuhan, belaan kuncian dan belaan belati. Dari ketiga materi tersebut bahwa siswa lebih senang dengan materi jatuhan, karena ketika sabung (diadu) teknik jatuhan bisa digunakan dan mempunyai nilai yang lebih tinggi, selain itu siswa juga berpikir bawah materi jatuhan bisa digunakan pada pencak silat prestasi. Untuk menunjang keberhasilan tersebut salah satu alternatif adalah dengan memanfaatkan media belajar/media berlatih dalam mempercepat penguasaan materi. Yaitu dengan menggunakan media video instruksional teknik jatuhan pencak silat yang dikemas dalam bentuk compact disc (CD) Berdasarkan uraian diatas, peneliti bertujuan untuk mengembangkan media video instruksional untuk mempercepat penguasaan teknik jatuhan pencak silat siswa tingkat sabuk hijau, diharapkan dengan adanya media video instruksional ini siswa dapat lebih cepat dalam menguasai teknik jatuhan. Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan Research and Development yang dikemukakan oleh Borg dan Gall, yang telah dimodifikasi oleh peneliti. Prosedur penelitian pengembangannya adalah sebagai berikut: (1) kegiatan pengumpulan informasi yakni, dengan wawancara dan observasi, (2) kajian teoritik/kajian pustaka, (3) pembuatan produk benar, (4) evaluasi ahli media dan ahli silat, (5) revisi produk awal, revisi berdasarkan evaluasi para ahli dan (6) kegiatan uji coba tahap I (kelompok kecil) dengan melibatkan 9 subyek, (7) revisi produk kedua berdasarkan hasil uji coba tahap I (kelompok kecil), (8) kegiatan uji coba tahap II (kelompok besar) dengan melibatkan 10 subyek, (9) revisi produk ketiga berdasarkan hasil uji coba tahap II (kelompok besar), (10) laporan produk akhir. Pengumpulan data untuk data evaluasi ahli berupa kuesioner untuk: (1) dua orang ahli pencak silat dan (2) satu orang ahli media. Untuk mendapatkan data uji coba kelompok kecil subyeknya 9 siswa dan uji coba kelompok besar subyeknya 30 siswa, peneliti menggunakan metode pengumpulan data berupa instrumen yang disajikan dalam bentuk kuesioner/angket. Pada pengembangan media video instruksional teknik jatuhan teknik yang digunakan untuk mengolah data hasil penelitian adalah teknik persentase. Hasil penelitian pengembangan media video diperoleh data sebagai berikut: (1) ahli pencak silat 93,33% (valid), (2) ahli media yaitu 85,42% (valid), (3) Uji coba tahap I (kelompok kecil) yaitu 86,24% (valid), (4) Uji coba tahap II (kelompok besar) yaitu 90,08% (valid). Hasil penelitian ini berupa pengembangan media video instruksional untuk mempercepat penguasaan teknik jatuhan pencak silat siswa tingkat sabuk hijau persaudaraan setia hati terate Cabang Malang. Produk pengembangan ini tentang teknik jatuhan pencak silat siswa sabuk hijau, contoh yang baik dan bentuk latihan teknik dasar jatuhan yang disajikan dalam bentuk video dan bentuk fisik dari pengembangan ini hasilnya disimpan atau dikemas dalam bentuk CD/DVD (Compact Disc/ Digital Versatile Disc). Isi dari video ini adalah gambar bisa bergerak, sehingga ketika dilakukan berulang-ulang akan mudah dipahami, keras lemahnya suara juga bisa diatur, gerakan ada yang dibuat secara lambat, langkah-langkah teknik jatuhan dibuat dari mudah ke sulit, sederhana ke rumit dan dibuat secara menarik agar siswa lebih termotivasi untuk melakukan latihan

Pengembangan paket pelatihan regulasi diri untuk siswa SMP / Veronica Damay R.

 

Kata kunci: paket pelatihan, regulasi diri, siswa SMP Manusia memerlukan tujuan dan perencanaan yang baik dalam menentukan setiap langkah yang akan dilalui, namun tidak jarang tujuan yang telah ditetapkan tidak dapat tercapai dengan baik karena kurangnya perencanaan yang baik dan kedisiplinan diri untuk tetap fokus terhadap tujuannya. Selain faktor kemampuan pribadi individu, lingkungan yang mendukung, dan kepribadian individu, dibutuhkan faktor lain, yaitu kemampuan regulasi diri. Berdasarkan data yang diambil dari penelitian di SMP Negeri 13 Malang, siswa masih belum mendapatkan pelatihan regulasi diri. Siswa belum memiliki kesadaran belajar dari dalam dirinya, dan masih mengandalkan instruksi dari orang lain. Hal tersebut yang menjadi latar belakang disusunnya paket pelatihan regulasi diri siswa SMP, dan rumusan masalah peneliti adalah belum adanya media bimbingan dalam bentuk paket pelatihan regulasi diri siswa SMP. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan seperangkat paket pelatihan regulasi diri siswa SMP, beserta panduan untuk konselor, yang dapat digunakan dalam memberikan bimbingan pribadi dan bimbingan belajar. Berdasarkan hasil kajian pustaka dan analisis need assessment, peneliti menyusun draf paket, kemudian melakukan uji ahli. Tahap pertama oleh ahli BK untuk menilai dan memberi masukan tentang materi paket. Selanjutnya, draf juga dinilai oleh ahli bahasa yang menilai tata bahasa paket dan kemudahan kata atau kalimat untuk dipahami di dalam paket. Tahap kedua dinilai oleh calon pengguna produk. Berdasarkan uji ahli, peneliti mendapatkan data kuantitatif dan data kualitatif untuk melakukan revisi produk. Setelah melakukan revisi produk. Tahap ketiga, yaitu uji kelompok kecil, yang dilakukan kepada siswa di kelas, dan siswa diminta untuk mengisi angket untuk menilai paket pelatihan regulasi diri. Berdasarkan uji ahli, hasil penelitian ini memiliki skor rata-rata 3,3 yang artinya sangat berguna, sangat tepat, sangat layak dan sangat menarik. Dari hasil uji kelompok kecil, menunjukkan bahwa langkah-langkah pelatihan mudah diikuti, dan tampilan paket menarik. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan paket pelatihan regulasi diri siswa SMP, maka (1) konselor hendaknya menggunakan paket ini sesuai dengan petunjuk penggunaan paket pelatihan regulasi diri untuk siswa SMP; (2) saran untuk peneliti selanjutnya, hendaknya memperluas populasi dan subyek penelitian agar didapatkan data generalisasi yang lebih luas dan paket dapat digunakan di pada sekolah-sekolah yang lain; dan (3) panelitian ini hanya terbatas pada SMP Negeri 13, apabila akan menggunakan paket pelatihan ini di sekolah lain, maka perlu dilakukan penyesuaian dengan karakteristik siswa maupun sekolah yang akan menggunakan paket pelatihan ini.

Penerapan media audio visual film perjuangan dalam meningkatkan sikap rela berkorban pada siswa kelas V SDN Mlaten 1 Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Mistutik

 

Penerapan pembelajaran berbasis lesson study untuk meningkatkan kemampuan dan efektivitas praktik pengalaman lapangan (PPL) mahasiswa calon guru teknik mesin tahun ajaran 2009-2010 / Nuraini Lusi

 

Kata kunci: lesson study, kemampuan, efektivitas PPL, calon guru Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) keguruan merupakan kegiatan praktik mengajar yang dilaksanakan oleh mahasiswa kependidikan di sekolah baik di sekolah menengah kejuruan maupun di sekolah menengah atas. Untuk meningkatkan efektivitas dari kegiatan tersebut maka harus ada salah satu inovasi dalam pelaksanaannya. Dalam hal ini, lesson study tampaknya dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif guna mendorong terjadinya perubahan dalam praktik pembelajaran di sekolah menuju ke arah yang jauh lebih efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar penilaian kemampuan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar penilaian kemampuan mengajar, lembar observasi lesson study, angket respon siswa, dan angket respon guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan pembelajaran berbasis lesson study dapat meningkatkan efektivitas praktik pengalaman lapangan (PPL) mahasiswa calon guru Teknik Mesin di SMK PGRI 3 Malang. Rata-rata Kemampuan menyusun RPP guru praktikan pada lesson study pemodelan I mencapai 73,094 % dan pada lesson study pemodelan II mencapai 80,85 % yang artinya terjadi kenaikan sebesar 7,78%. Kemampuan mengajar masing-masing guru praktikan juga mengalami peningkatan pada setiap pemodelan. Rata-rata Kemampuan mengajar guru praktikan pada lesson study pemodelan I mencapai 70,33% dan pada lesson study pemodelan II mencapai 74,78% yang artinya terjadi kenaikan sebesar 4,45%. Rata-rata siswa berpendapat menarik dalam mengikuti pelajaran, hal itu terbukti tingkat kemenarikan siswa mencapai 67%. Untuk tingkatan tidak menarik mencapai 3%, cukup menarik mencapai 14%, dan sangat menarik mencapai 16%. Dalam pelaksanaanya lesson study sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan mengajar dan kemampuan menyusun perangkat pembelajaran para mahasiswa PPL. Setiap kegiatan pada tahapan lesson study dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi setiap mahasiswa PPL. Melelui kegiatan lesson study pada proses pembelajaran guru dapat menciptakan suasana belajar yang berbeda, lebih menarik, dan meningkatkan aktifitas siswa.

Pengaruh partisipasi anggota di koperasi sekolah terhadap minat enterpreneur di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto / Anas Syaifuddin Zuhri

 

Kata kunci: Pengaruh, Partisipasi Anggota di Koperasi Sekolah, Minat Entrepreneur Koperasi Sekolah adalah koperasi yang anggotanya para siswa atau murid – murid dari suatu sekolah, yang fungsinya sebagai wadah untuk mendidik tumbuhnya kesadaran berkoperasi di kalangan siswa sebagai anggota dan pengurus. Koperasi sekolah mempunyai nilai dan potensi strategis untuk mengatasi masalah pengangguran karena skill yang tidak memadai dalam kewirausahaan atau entrepreneur, potensi yang dimiliki oleh koperasi sekolah adalah sebagai berikut :1) koperasi sekolah sebagai wahana pembelajaran sehingga memiliki alternatif bagi kepentingan di masa depan, (2) potensi peningkatan kualitas sumber daya manusia karena koperasi sekolah sebagai sarana pembelajaran berkoperasi dan mengasah potensi kewirausahaan sehingga tersedianya wahana proses pembelajaran memiliki alternatif menjadi mandiri sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, (2) potensi sebagai wahana pembelajaran karena para siswa mengenal dan mempraktekkan sendiri aktivitas – aktivitas transaksi atau berusaha seperti mencatat, membukukan, melayani pelanggan, menerima barang, mengelola barang serta berbagai aktivitas transaksi lainya. Karena pengembangan kewirausahaan (entrepreneur) tidak dapat dilakukan secara instant. Sikap mental kewirausahaan (entrepreneur) membutuhkan sentuhan – sentuhan nyata, untuk mengasah potensi – potensi internal yang ada pada diri masing - masing orang agar menjadi peka dan terlatih. Pengembangan kewirausahaan (entrepreneur) juga sesuai dengan dengan tujuan pendirian koperasi. Pada saat koperasi sekolah benar - benar dirasakan siswa sebagai wadah yang dapat menggembleng diri mereka dalam menghadapi hari esoknya maka minat entrepreneur juga dapat muncul pada saat siswa di gembleng dalam wadah koperasi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kondisi koperasi sekolah dan partisipasi anggota koperasi sekolah di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto, (2) mendeskripsikan dan menganalisis minat entrepreneur anggota koperasi sekolah di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto, (3) mendeskrips-ikan dan menganalisis bagaimanakah pengaruh partisipasi anggota di koperasi sekolah terhadap minat entrepreneur di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional dengan analisis deskriptif dan analisi regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keadaan koperasi sekolah Bina Mandiri di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto adalah baik, dilihat dari tingkat partisipasi anggota di dalam koperasi sekolah yang tergolong aktif dan cukup aktif, partisipasi anggota di bidang organisasi koperasi sekolah adalah cukup aktif, partisipasi anggota di i bidang modal adalah aktif, partisipasi anggota di bidang usaha adalah aktif, (2) minat entrepreneur siswa yang menjadi anggota koperasi sekolah di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto tergolong berminat karena memiliki dua aspek pembentuk minat entrepreneur yang tinggi yaitu aspek afektif dan kognitif yang diperoleh di koperasi sekolah maupun di luar koperasi sekolah, (3) Terdapat pengaruh yang signifikan baik secara parsial maupun simultan antara partisipasi anggota di koperasi sekolah terhadap minat entrepreneur di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto karena kegiatan perkoperasian yang dilaksanakan oleh anggota di koperasi sekolah Bina Mandiri SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto yang menjadi anggota koperasi sekolah melalui partisipasi organisasi, di bidang usaha dan di bidang modal berpengaruh terhadap minat entrepreneur siswa yang menjadi anggota koperasi sekolah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan: (1) Bagi Kepala Sekolah: Pihak sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah disarankan untuk menggunakan koperasi sebagai laboratorium kewirausahaan atau entrepreneur bagi siswa karena minat entrepreneur siswa dapat timbul melalui koperasi sekolah. (2) Pihak Guru: Guru diharapkan lebih optimal lagi dalam memberikan bimbingan dan pembelajaran tentang koperasi sekolah kepada para pengurus dan anggota yang merupakan siswa kelas X dan XI, khususnya guru mata pelajaran ekonomi dan pembimbing koperasi. (3) Pihak Siswa: a. Siswa di harapkan lebih meningkatkan partisipasinya di dalam koperasi sekolah sebagai anggota, sebagai pengurus, sebagai pengawas, di dalam bidang usaha dan di dalam bidang modal serta meningkatkan pengetahuan tentang koperasi dan koperasi sekolah, b. siswa diharapkan memanfaatkan koperasi sekolah sebagai laboratorium kewirausahaan. (4) Peneliti selanjutnya : Agar objek yang diteliti lebih luas, sehingga hasil penelitian lebih representatif dan valid. (5) Pengurus dan anggota koperasi sekolah : a. para pengurus senantiasa semakin aktif dalam mengelola koperasi untuk peningkatan atau kemajuan koperasi sekolah dan lebih optimal lagi dalam menjalankan tugas sebagai pengurus, b. anggota koperasi sekolah diharapkan agar berpartisipasi lebih aktif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh koperasi sekolah. ii

Pengaruh dividend pay out ratio, current ratio, varience of earning growth terhadap price earning ratio (PER) pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2005-2007 / Elfrida Lombu

 

Kata Kunci : Dividend Pay Out Ratio, Current Ratio, Varience of Earning Growth dan Price Earning Ratio (PER) Tujuan perusahaan menanamkan modalnya adalah untuk menghasilkan keuntungan untuk meningkatkan nilai perusahaan dan kesejahteraan pemegang saham selaku pemilik perusahaan.. Dengan melakukan pembelian saham, investor mengharapkan akan memperoleh beberapa keuntungan antara lain berupa Capital gain dan Dividend meskipun harus menaggung resiko pada tingkat tertentu. Dalam proses investasi dalam bentuk saham, penilaian atas saham merupakan kegiatan yang sangat penting. Sehubungan dengan hal itu adanya pertimbangan tentang prospek perusahaan masa yang akan datang antara lain dengan mempertimbangkan laba perusahaan, pertumbuhan penjualan dan aktiva selama kurun waktu tertentu.. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh Dividend Pay Out Ratio, Current Ratio, dan Varience of Earning Growth secara parsial dan simultan terhadap Price Earning Ratio . Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2005 - 2007. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu perusahaan manufaktur yang membuat laporan keuangan, dan membagikan dividend selama tiga tahun berturut-turut pada tahun 2005 - 2007. Data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan keuangan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI sejumlah 152 perusahaan. Dengan sampel penelitian 25 perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan variable Dividend Pay Out Ratio, Current Ratio, dan Varience of Earning Growth berpengaruh signifikan terhadap Price Earning Ratio. Hal ini menunjukkan bahwa keempat variabel ini merupakan faktor-faktor yang akan dijadikan pertimbangan bagi investor dalam berinvestasi. Dengan menggunakan signifikansi sebesar 5% secara parsial variable Dividend Pay Out Ratio, Current Ratio, dan Varience of Earning Growth tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Price earning Ratio.Hal ini menunjukkan bahwa keempat variabel ini kurang menarik perhatian investor karena tidak memberikan keuntungan dimasa yang akan datang. Hasil penelitian ini sejalan dengan bird in the hand theory, dimana para pemegang saham ternyata menginginkan adanya pembagian/ pembayaran dividen. Ada beberapa kelemahan dari penelitian ini, salah satunya adalah tidak memperhitungkan variabel lain yang bisa mempengaruhi price earning ratio, seperti kebutuhan dana perusahaan, ketersediaan kas, pajak,dsb. Dianjurkan untuk penelitian selanjutnya, menggunakan faktor lain yang bisa mempengaruhi price earning ratio, menggunakan sampel yang berbeda menggunakan metode lain, serta memperpanjang tahun penelitian.

Pengembangan paket pelatihan asertivitas untuk meningkatkan harga diri siswa kelas XI-IS di SMA Negeri 3 Malang / Erdyna Nuraini

 

Kata Kunci : pengembangan paket, asertivitas, harga diri, siswa kelas XI-IS Siswa kelas XI-IS apabila ditinjau dari periode perkembangannya berada dalam masa adolescence atau remaja. Salah satu kebutuhan penting remaja dan bersangkutan dengan kesehatan mental di sekolah adalah kemantapan rasa harga diri. Berkembangnya popularitas status atau pandangan orang saat ini bahwa siswa SMA di jurusan IPA lebih unggul dari siswa jurusan IPS adalah kondisi yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan harga diri siswa kelas XI-IS, khususnya bagi mereka yang mengalami kegagalan masuk jurusan IPA. Mereka akan cenderung menilai dirinya sebagai orang yang tidak mampu, tidak berharga, tidak berani menghadapi tantangan-tantangan baru dalam hidupnya sebagai siswa jurusan IPS karena ketidakberdayaannya untuk menempatkan diri menghadapi sebuah pengakuan popularitas status yang berkembang tersebut. Hal tersebut dapat membuat perkembangan harga diri mereka terhambat. Padahal harga diri pada masa remaja memiliki pengaruh besar pada kesuksesan pendidikan dan prestasi akademis, serta menentukan perkembangan harga diri seseorang. Terkait dengan kebutuhan siswa kelas XI-IS dalam meningkatkan harga diri pada kondisi tersebut, maka salah satu upaya yang dapat dilakukan konselor untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pelatihan asertivitas yang didukung penggunaan salah satu media, yaitu dengan dikembangkannya paket pelatihan asertivitas untuk meningkatkan harga diri siswa kelas XI-IS. Berdasarkan latar belakang sebagaimana disebutkan, maka tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan paket pelatihan pelatihan asertivitas untuk meningkatkan harga diri siswa kelas XI-IS dalam bentuk buku yang berfungsi sebagai salah satu media bimbingan untuk digunakan konselor dalam pemberian pelatihan asertivitas untuk meningkatkan harga diri siswa kelas XI-IS. Pengembangan paket pelatihan asertivitas diadaptasi dari langkah-langkah strategi pengembangan Research and Development (R&D) Borg and Gall (1983), yaitu: 1) melakukan penilaian kebutuhan (need assessment), 2) analisis data dan penetapan prioritas kebutuhan, 3) merumuskan tujuan paket pelatihan, 4) menyusun prototipe paket pelatihan, 5) penilaian produk oleh ahli, 6) revisi produk dari uji ahli, 7) hasil draf, 8) penilaian produk oleh calon pengguna produk, 9) revisi produk dari calon pengguna produk, 10) produk akhir paket pelatihan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah uji ahli dan calon pengguna produk. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis bersifat kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Produk yang dikembangkan adalah Paket Pelatihan Asertivitas untuk Meningkatkan Harga Diri Siswa Kelas XI-IS, yang terdiri dari tiga topik, yaitu (1) Mengenali diri, (2) Afirmasi diri, dan (3) Mengungkapkan perasaan secara asertif. ii Hasil pengembangan menunjukkan bahwa paket pelatihan asertivitas untuk meningkatkan harga diri siswa kelas XI-IS dinilai dari aspek ketepatan terletak pada kategori tepat oleh ahli BK dan calon pengguna produk I, sedangkan ahli bahasa dan calon pengguna produk II adalah sangat tepat. Pada aspek kegunaan, paket pelatihan ini dinilai pada kategori berguna oleh ahli BK, sedangkan ahli bahasa dan dua calon pengguna produk adalah sangat berguna. Pada aspek kemudahan, paket pelatihan ini dinilai pada kategori mudah oleh ahli BK dan dua calon pengguna produk, serta ahli bahasa adalah sangat mudah. Kemudian pada aspek kemenarikan, paket pelatihan ini dinilai pada kategori menarik oleh ahli BK dan calon pengguna produk I, sedangkan ahli bahasa dan calon pengguna produk II adalah sangat menarik. Hasil analisis data kualitatif menunjukkan bahwa terdapat beberapa komponen paket yang harus direvisi, antara lain: (1) perlunya penambahan jawaban obyektif pada kegiatan refleksi diri dalam tugas pekerjaan rumah untuk siswa,(2) perlunya kemudahan pembaca memahami istilah-istilah teknis dalam wacana,(3) perlunya perincian alokasi waktu kegiatan/pelatihan,(4) perlunya menghilangkan identitas kelas dan jurusan pada judul sampul depan buku panduan konselor,(5) perlunya penggantian gambar pada sampul depan buku materi dan pekerjaan rumah yang lebih riil, dan (6) perlunya memadukan alokasi waktu dan langkah-langkah kegiatan yang sama antara konselor dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang diajukan adalah (1) konselor perlu menyesuaikan penggunaan bahasa dengan situasi dan kondisi lingkungan sekolah dalam praktik pelaksanaan paket pelatihan ini nantinya, (2) Konselor disarankan melengkapi penjelasan uraian materi dengan tambahan media yang lain dalam praktik pelaksanaan paket pelatihan ini nantinya, misalnya berupa audio/lagu dan software untuk kemungkinan dapat lebih menarik minat dan perhatian siswa, (3) isi paket dapat dilakukan revisi berkelanjutan dan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan layanan bimbingan dan konseling, dan (4) peneliti selanjutnya hendaknya melakukan uji praktis keefektifan paket pelatihan ini melalui penelitian tindakan berupa uji lapangan terbatas.

Pengaruh pemberian kompensasi finansial dan kompensasi non finansial terhadap kinerja karyawan (studi pada Perum Jasa Tirta I Malang) / Hanna Zahrah

 

Kata kunci: Kompensasi Finansial, Kompensasi Non Finansial, Kinerja Karyawan. Era globalisasi saat ini yang ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat disegala bidang kegiatan, menyebabkan persaingan semakin ketat. Sumber daya manusia sebagai pelaku organisasi sangat penting peranannya dalam mencapai tujuan organisasi. Pentingnya peranan sumber daya manusia ini menuntut perusahaan untuk memiliki sumber daya manusia yang memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas, mudah beradaptasi, sanggup bekerja keras dan cakap dalam melaksanakan tugas. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana pelaksanaan pemberian kompensasi finansial dan kompensasi non finansial pada Jasa Tirta I Malang (2) Bagaimana kondisi kinerja karyawan Perum Jasa Tirta I Malang (3) Apakah ada pengaruh yang positif antara variabel kompensasi finansial dan non finansial secara parsial terhadap karyawan pada Perum Jasa Tirta I Malang (4) Apakah aada pengaruh yang signifikan antara variabel kompensasi finansial dan non finansial secara simultan terhadap karyawan pada Perum Jasa Tirta I Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan pusat Perum Jasa Tirta I Malang yang berjumlah 103 orang. Dengan teknik random sampling diperoleh sampel sejumlah 82 karyawan. Skala yang digunakan adalah Skala Likert dengan 5 (lima) pilihan jawaban. Uji validitas dan uji realibilitas digunakan untuk menguji kelayakan instrument. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi, observasi/pengamatan dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Sedangkan untuk menguji kelayakan regresi dilakukan uji asumsi klasik dan hasil dari analisis data responden diolah menggunakan SPSS 16,0 For Windows. Hasil penelitian ini adalah: (1) Berdasarkan hasil analisis deskriptif kondisi kompensasi finansial dan kompensasi non finansial adalah memuaskan. (2) Berdasarkan hasil analisis deskriptif kondisi kinerja karyawan Perum Jasa Tirta I Malang adalah tinggi. Berdasarkan hasil analisis regresi secara parsial pada variabel kompensasi finansial terhadap kinerja diperoleh nilai thitung 4,408 > t tabel 1,990 atau signifikan t = 0.000 < 0,05, maka variabel kompensasi finansial berpengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Variabel kompensasi non finansial terhadap kinerja karyawan diperoleh nilai thitung 7,461 > t tabel 1,990 atau signifikan t = 0,000 < 0,05, maka variabel kompensasi non finansial berpengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja karyawan. iv Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan pada perusahaan untuk lebih memperhatikan kebijakan kompensasi karyawannya. Salah satu caranya yaitu dengan memberikan gaji, tunjangan, penghargaan, dan lain-lain yang lebih baik lagi karena kompensasi merupakan salah satu alat untuk mempertahankan karyawan agar memiliki loyalitas tinggi terhadap perusahaan, sehingga memiliki kinerja yang tinggi. Perusahaan diharapkan untuk mempertahankan atau meningkatkan kinerja karyawan dengan cara memberikan kompensasi yang sesuai, serta pimpinan yang komunikatif kepada bawahannya. Dengan terpenuhinya hal-hal tersebut diharapkan kinerja karyawan akan semakin meningkat. Sedangkan bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian terhadap variabel-variabel lain yang mempengaruhi kinerja karyawan karena terdapat beberapa aspek yang belum tercakup dalam penelitian ini.

Manajemen pembelajaran di SMP Negeri 2 Yosowilangun Kabupaten Lumajang / Lisa Ayu Rahayuningtyas

 

Kata kunci: manajemen, pembelajaran Manajemen merupakan proses pendayagunaan semua sumber daya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adapun proses dalam manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Substansi manajemen yang ada di lembaga pendidikan yang menjadi fokus penting dalam dunia pendidikan adalah peserta didik atau siswa. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran harus berjalan lancar dan baik agar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Fokus penelitian ini tentang manajemen pembelajaran di SMP Negeri 2 Yosowilangun Kabupaten Lumajang, yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Adapun tujuan penelitian untuk: (1) Mendeskripsikan perencanaan pembelajaran di SMPN 2 Yosowilangun Lumajang, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran di SMPN 2 Yosowilangun Lumajang, (3) mendeskripsikan evaluasi pembelajaran SMPN 2 Yosowilangun Lumajang, (4) mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi oleh SMPN 2 Yosowilangun Lumajang dalam pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Yosowilangun Lumajang yang beralamatkan di Jalan Ahmad Yani Nomor 20 Munder Kecamatan Yosowilangun Lumajang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, jenis studi kasus holistik yang bersifat deskriptif. Penelitian ini menggambarkan proses manajemen pembelajaran di SMP Negeri 2 Yosowilangun Kabupaten Lumajang. Adapun metode pengumpulan data guna menjawab fokus penelitian, maka skripsi ini menggunakan beberapa teknik yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kesimpulan yang dihasilkan: (1) perencanaan pembelajaran di SMPN 2 Yosowilangun Lumajang dapat disimpulkan perencanaan pembelajaran meliputi: (a) rencana pekan efektif, (b) program tahunan, (c) program semester, (d) silabus, (e) rencana pelaksanaan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran yang disiapkan guru sebelum melakukan proses pembelajaran dalam satu tahun ajaran, perencanaan pembelajaran ini disiapkan dengan baik agar pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar, materi atau isi pembelajaran yang relevan dengan tujuan, interaksi belajar mengajar yang cocok dengan tujuan, media dan sumber belajar yang mendukung materi, bentuk dan teknik evaluasi yang tepat untuk mengukur pencapaian tujuan serta alokasi waktu yang diperlukan, (2) pelaksanaan pembelajaran di SMPN 2 Yosowilangun Lumajang yaitu meliputi pembukaan, kegiatan belajar, dan penutup merupakan proses pelaksanaan pembelajaran yang terencana dan terstruktur dengan baik. Pelaksanaan pembelajaran di SMPN 2 Yosowilangun Lumajang sudah sesuai dengan pelaksanaan pembelajaran kurikulum tingkat satuan pendidikan karena hasil belajar atau kompetensi yang diharapkan dicapai oleh siswa, sistem penyampaian, dan indikator penyampaian hasil belajar dirumuskan secara tertulis semenjak perencanaan dimulai, (3) evaluasi pembelajaran di SMPN 2 Yosowilangun Lumajang telah menggunakan penilaian berbasis kelas yang sesuai dengan penilaian pembelajaran dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), (4) kendala-kendala pembelajaran di SMPN 2 Yosowilangun Lumajang terkait dengan fasilitas dan sumber belajar yang masih kurang lengkap sehingga bisa mengakibatkan proses pelaksanaan pembelajaran yang tidak kondusif dan kurang efektif. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada: (1) Kepala SMPN 2 Yosowilangun Lumajang untuk mengupayakan peningkatan fasilitas dan media belajar agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lancar. (2) Guru SMP Negeri 2 Yosowilangun Lumajang untuk lebih kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran dengan terbatasnya media belajar agar kegiatan pembelajaran tetap bisa berjalan lancar. (3) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, agar lebih memotivasi dan menfasilitasi peningkatan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa terhadap metode penelitian sehingga dapat meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa. (4) Peneliti Lain, agar lebih memperkaya hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menambah hasil temuan penelitian, sehingga dapat bermanfaat bagi peningkatan kualitas manajemen pembelajaran di SMP Negeri 2 Yosowilangun Kabupaten Lumajang dan di lembaga pendidikan lain.

Pengembangan bahan ajar IPA terpadu berbasis salingtemas dengan tema gerak dan ciri kehidupan untuk SMP kelas VII / Melina Andriyani Riyanto

 

Kata kunci : bahan ajar, IPA terpadu, Salingtemas, gerak dan ciri kehidupan Berdasarkan survey terhadap buku IPA terpadu yang beredar di toko buku menunjukkan bahwa materi IPA masih disajikan secara terpisah-pisah antara materi fisika, kimia dan biologi. Buku yang digunakan siswa di sekolah sudah berlabel IPA terpadu namun materi yang disajikan didalamnya masih terpisah-pisah. Hal ini belum sesuai dengan KTSP. KTSP secara implisit menyatakan bahwa IPA untuk jenjang SMP/MTs disajian dalam IPA terpadu. Bahan ajar IPA terpadu belum tersedia di lapangan maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar IPA terpadu berbasis salingtemas dan menemukan kelebihan dan kekurangan bahan ajar IPA terpadu. Produk pengembangan ini adalah bahan ajar IPA terpadu berbasis Salingtemas dengan tema gerak dan ciri kehidupan untuk SMP kelas VII. Penelitian ini menggunakan langkah-langkah penelitian dan pengembangan (research and development, R&D) yang dikemukakan oleh Borg dan Gall (1978) yang telah dimodifikasi. Kegiatan penelitian pengembangan ini adalah (1) studi pendahuluan yang meliputi studi pustaka dan survei lapangan dan (2) pengembangan bahan ajar, meliputi pembuatan draft, penilaian pakar, revisi bahan ajar, dan penyempurnaan bahan ajar. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket penilaian bahan ajar, angket uji kelayakan isi dan angket uji kelayakan penyajian. Teknik analisis yang digunakan adalah perhitungan nilai rerata. Hasil evaluasi oleh reviewer menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria layak dengan skor rata-rata 2.95. Berdasarkan hasil uji kelayakan isi menunjukkan bahan ajar memenuhi kreteria layak dengan skor rata-rata 2.96 dan berdasarkan hasil uji kelayakan penyajian bahan ajar memenuhi kreterian layak dengan skor rata-rata 2.87. Pada penelitian ini skala penilaian yang digunakan adalah 1 – 4. Kelebihan bahan ajar ini adalah dalam pembahasan materi dikaitkan dengan sains lingkungan teknologi dan masnyarakat. Selain itu, pemilihan tema yang familiar membuat pembelajaran siswa lebih bermakna. Kekurangannya adalah pada pemaduan materi gerak lurus dan ciri mahkluk hidup. Walaupun terdapat keterkaitan antara kedua materi tersebut, namun pemaduannya masih perlu dikaji kembali.

Sumbangan kemampuan penalaran formal dan kemampuan dasar matematika terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas I SMP Negeri Pangkur Kabupaten Ngawi tahun ajaran 1994/1995 / oleh Yuniati

 

Kinerja industri kerajinan kerang laut di Kecamatan Mlandingan Kabupaten Situbondo / Dewi Juliandari

 

ABSTRAK Juliandari,Dewi. 2015. KinerjaIndustriKerajinanKerangdi KecamatanMlandinganKabupatenSitubondo. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs.YusufSuharto,M.Pd. (II) SattiWagistina, SP,M.Si Kata kunci: Kinerja,industri, kerajinan kerang Industrikerajinankeranglautmerupakansalahsatuindustri yang ada di KabupatenSitubondo, tepatnya di KecamatanMlandingan. Industri disuatu daerah pasti akan memiliki suatu permasalahan. Permasalahan tersebut contohnya dari segi kinerja industri itu sendiri dan juga dari luar industri. Permasalahan kinerja sebuah industri sangat terkait dengan kemajuan usaha kecil menengah (UKM), sehingga menjadi hal yang sangat menarik dan penting untuk dikaji lebih lanjut.Selainitufaktor yang mempengaruhikinerjasuatuindustriadalahjarak, relief, transportasi, dan modal Penelitianinibertujuanuntukmengetahuikinerjaindustrikerajinnakeranglautmeliputi: (1) bagaimanakinerjaindustrikerajinankeranglaut;(2) apasajafaktor-faktorkinerjaindustrikerajinankerang.Penelitianinimerupakanpenelitiandeskriptifkuantitatifdenganmenggunakan 21 respondendariDesaSilomuktidan 24 respondendariDesaMlandinganKulondenganmetodewawancarasebagaialatpengumpul data. Pengambilandatanyamenggunakan 3 metodeyaituobservasi, wawancaradandokumentasi. Berdasarkanhasilpenelitianmenunjukkanbahwa: (1) kinerjaindustrikerajinankeranglaut di KecamatanMlandingansangatbaikkerenasemuahal yang mempengaruhikinerjasudah sangat mencakup terhadap kinerja suatu industri.Contohnya semakin dewasa umur pemilik industri kerajinan kerang semakin baik kinerja yang dimiliki karena semakin lama mempunyai pengalaman dalam bidang ini dan sangat memungkinkan wawasan yang dimilikinya lebih banyak.Semakin tinggi tingkat barang yang di hasilkan maka semakin baik juga kinerja industri kerajinan kerang sehingga berpengaruh pada upah yang didapat.Dengan makin tingginya upah diharapkan akan mendorong peningkatan produktivitas kerja yang akhirnya dapat menambah laba bersih, sehingga upah dapat berdampak positif terhadap kinerja usaha. Pendapatan yang diterima oleh pemilik kerajinan kerang sangat berpengaruh terhadap kinerja industri kerajinan kerang, karena semakin banyak penjualan semakin besar pula pendapatan yang diterima. (2) Faktor –faktor yang mempengaruhikinerjaindustrikerajinankerangadalahjarak,relief,transportasidan modal. faktor geografis yang mempengaruhi Semakin strategis lokasi industri kerajinan kerang semakin tinggi tingkat kinerja usaha yang dicapai. Modal jugasangat mempengaruhi kinerja industri kerajinan kerang karena semakin besar modal yang digunakan semakin banyak juga hasil produksi yang dihasilkan Berdasarkan temuan penelitian, disarankan kepada pemerintah daerah untukmemperluasdaerahpemasaran, menghasilkankerajinan yang bervariasi, memperbaikiaksesbilitas, danmempermudahdalampeminjaman modal.

Asosiasi antara tato tubuh dan kecenderungan perilaku agresi / Dikatu Mahsusan Warikya

 

Teacher talk in giving information in RSBI physics class at SMPN 3 Malang / Muhammad Islahuddin

 

Key words: teacher-talk, giving information, RSBI physics class Having qualified teachers for Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) science class is very important for schools that implement RSBI program. However, according to some studies, most of RSBI science teachers are not adequately qualified for the program. They are unable to conduct good classroom interaction and use English as a mean of class interaction. In order to know further about this problem, this current study was conducted to identify and describe teacher-talk in giving information in two RSBI Physics classes at SMPN 3 Malang. This study is an attempt to answer two main questions: (1) what types of information were given by the teacher in the process of teaching and learning Physics in RSBI class at SMPN 3 Malang based on the giving-information category of teacher-talk in the FLINT model? (2) What methods were used by the teacher in delivering the information in the process of teaching and learning Physics in RSBI class at SMPN 3 Malang based on the giving-information category of teacher-talk in the FLINT model? The subject of the study is a Physics teacher of two RSBI classes, VII RSBI A and VII RSBI B. In the present study, the researcher is considered as the main instrument because he is the one who collects and analyzes the data. In addition, the researcher also used observation sheet, interview guide, and questionnaire as the instruments to gain precise data in this study. The main data of the study are the utterances produced by the teacher in giving information to the students. The main data were taken during the teaching-learning process in the class. These main data were collected through observation and recording the teacher talk in giving information in four meetings. To support the main data, secondary data were also collected through an interview with the Physics teacher and a student questionnaire. The data analysis was done in four steps, namely: data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The result of the research shows that the teacher gave all types of information mentioned in the giving-information category in the FLINT model, i.e. (1) information (39.3%), (2) fact (23.5%), (3) teacher’s opinion (13.7%), and (4) teacher’s idea (23.5%). Of these four types of information, the first information is the most frequently given by the teacher to give the students the basic information related to the subject. The findings also show that the teacher employed the two methods of giving information mentioned in the giving-information category in the FLINT model, i.e. (1) lecturing (64.8%) and (2) asking rhetorical question (35.2%). The lecturing method, of all the three types, i.e. (1) content-driven, (2) context-driven, and (3) pedagogy-driven was frequently used by the teacher to convey the information to the students. The three types of rhetorical question, i.e. (1) imperative, (2) declarative, and (3) affirmative rhetorical question were less frequently used by the teacher. The findings of this study mostly support the existing theories of teachertalk in giving information. As can be seen in the findings, the teacher in this study applied the four kinds of information and the two methods of giving information as suggested by Moskowitz (1971). For the teacher, it is suggested that in giving information activities, the teacher needs to give all kinds of information proportionally, tries to use the other method to convey the materials, and uses English regularly in class. For SMPN 3 Malang, it is suggested to be more serious in managing every aspect of RSBI program and to provide science teachers of RSBI with a training course in English for natural science. For the future researcher(s), it is suggested to investigate the teacher-talk in giving information in other subjects.

Pengaruh penerapan metode pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok bentuk dan gaya antar molekul di kelas XI SMA Negeri 01 Tumpang tahun ajaran 20102011 / Ahmad Suaidi-

 

Kata Kunci: Hasil Belajar Kimia, Inkuiri Terbimbing, Bentuk dan Gaya Antar Molekul Kimia merupakan mata pelajaran yang masih dianggap sulit oleh siswa karena mengandung banyak konsep abstrak, seperti materi bentuk molekul dan gaya antar molekul. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman konsep abstrak siswa adalah dengan menerapkan metode inkuiri terbimbing. Metode ini dapat menjadikan siswa aktif, melatih siswa berpikir kritis, melatih siswa melakukan kerja ilmiah, dan memudahkan siswa dalam memperoleh konsep. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan metode inkuiri terbimbing dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada materi pokok bentuk dan gaya antar molekul dan menggambarkan persepsi siswa kelas XI SMAN 01 Tumpang terhadap penerapan metode tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dan deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 01 Tumpang dengan sampel kelas XI IA-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IA-2 sebagai kelas kontrol tahun ajaran 2010-2011. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Kelas eksperimen dibelajarkan dengan metode inkuiri terbimbing sedangkan kelas kontrol dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa instrumen pembelajaran yaitu silabus, RPP, dan LKS; dan instrumen pengukuran hasil belajar yaitu tes tertulis, dengan reliabilitas 0,654 yang divalidasi ahli oleh dua dosen kimia Universitas Negeri Malang dan satu guru kimia SMA Negeri 01 Tumpang. Data penelitian berupa data kemampuan awal, hasil belajar, dan persepsi siswa. Analisis data dilakukan dengan uji-t dua pihak menggunakan bantuan program SPSS 16.0 for windows, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol berdasarkan hasil uji-t yang dilakukan (t-hitung < t-tabel). Faktor penyebab hipotesis ditolak adalah waktu belajar siswa yang digunakan cukup singkat (3x pertemuan) sehingga belum menimbulkan pengaruh yang dapat diamati dari hasil belajar siswa, dan karakteristik materi bentuk dan gaya antar molekul yang banyak mengandung konsep abstrak. Persepsi siswa terhadap penerapan metode inkuiri terbimbing sangat positif dilihat dari hasil skor angket, 100% siswa termasuk kriteria sangat positif dalam menjawab angket tentang penerapan metode inkuiri terbimbing.

Manajemen koperasi simpan pinjam menggunakan decision support system (DSS) / Rizqi Kusuma Agung

 

Kata Kunci: Koperasi, Decision Support System. Koperasi adalah suatu organisasi keuangan yang tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Koperasi itu sendiri terbagi lagi menjadi berbagai jenis koperasi, ada koperasi serba usaha, koperasi simpan pinjam, koperasi unit desa, dan lain-lain sebagainya. Dari awal kemunculannya hingga saat ini, koperasi BATTARI di Sragen, Jawa Tengah masih menggunakan sistim manual yang tata cara pelaksanaannya masih rumit, lama, dan sistem pengamanannya masih sangat kurang. Tujuan pembuatan Tugas Akhir yang berjudul: Manajemen Koperasi Simpan Pinjam Menggunakan Decision Support System (DSS), antara lain: (1) Diharapkan nantinya sistem pendataan yang sebelumnya masih dilakukan secara manual, dapat lebih diperbaiki dengan pendataan menggunakan sistem komputer; (2) Pemrosesan data yang sebelumya juga masih dilakukan secara manual, nantinya diharapkan bisa lebih cepat dan akurat dengan adanya sistem pendukung keputusan atau Decision Support System yang akan ditanamkan di dalamnya; (3) Sistem penyimpanan data yang sebelumnya masih membutuhkan banyak tempat untuk penyimpanan data, dengan resiko-resiko lainnya, nantinya bisa dapat lebih mudah dan aman karena telah dilengkapi dengan database koperasi. Rancangan tugas akhir ini meliputi: (1) Diagram blok keseluruhan, yaitu sistem ini menggunakan seperangkat komputer atau laptop serta printer yang digunakan sebagai media transaksi oleh pegawai koperasi dengan anggota koperasi yang memanfaatkan software koperasi simpan pinjam menggunakan sistem pendukung keputusan; (2) Data Flow Diagram (DFD), yaitu merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk menggambarkan analisis maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program; (3) Entity Relationship Diagram (ERD); (4) Physical Data Model; (5) Diagram Alir program (flowchart). Hasil yang didapat adalah suatu program perkoperasian yang pada dasarnya dapat menangani berbagai masalah perbankan, yaitu: Anggota dapat melakukan pinjaman dana dengan persyaratan yang telah disepakati sebelumnya, disini ada persyaratan utama, yaitu anggota harus menjaminkan BPKB kendaraan bermotor roda dua. Anggotadapat melakukan proses tabungan meliputi penambahan saldo tabungan dan juga penarikan saldo tabungan. Kesimpulan inti dari program ini adalah ditanamkannya sistem pendukung keputusan (DSS) pada program, cara kerjanya yaitu dengan cara harga kendaraan kendaraan roda dua saat ini dikurangi berapa puluh persen. Untuk nominal persen nya, fleksibel, menyesuaikan rapat pengurus koperasi dan berdasarkan pada harga kendaraan pada tahun tersebut beserta dengan kemungkinan penyusutan harga kendaraan roda dua itu pada tahun-tahun berikutnya.

Sistem pembayaran tol berlangganan menggunakan smart card / Ari Fathan

 

Kata Kunci: Sistem Pembayaran, Tol Berlangganan, Smart Card. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama di bidang komputer membawa perubahan besar dengan adanya berbagai macam yang dapat mempermudah segala macam aktifitas manusia. Penekanan pada faktor kemudahan operasional serta kepraktisan membuat peralihan teknologi dari sistem analog ke sistem digital, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kesalahan. Sistem pembayaran tol yang sebelumnya melakukan proses transaksi dengan cara manual, yaitu membarikan uang ke petugas tol secara langsung membutuhkan waktu yang lebih lama sehingga menimbulkan antrian dan akan berakibat pada kemacetan. Untuk menghindari hal tersebut maka diperlukan sistem pembayaran yang proses transaksinya bisa dilakukan tanpa harus menggunakan uang tunai, untuk memperlancar proses transaksi masuk jalur tol dengan menggunakan smart card. Dalam perancangan sistem ini digunakan bahasa pemrograman Borland Delphi 7 sebagai interfacing antara manusia dengan komputer. Program database yang digunakan adalah Microsoft Access. Rancangan tugas akhir ini meliputi: (1) diagram blok keseluruhan, yaitu sistem ini menggunakan smart card reader, smart card, seperangkat komputer atau laptop serta printer yang digunakan sebagai media transaksi oleh pelanggan; (2) diagram alir program (flowchart); (3) Data Flow Diagram (DFD); (4) Entity Relationship Diagram (ERD); (5) Physical Data Model; (6) Perancangan dan hasil database. Dari hasil dan analisis dapat diketahui bahwa dengan menggunakan bahasa pemrograman Borland Delphi 7, dapat digunakan untuk membuat program Sistem Informasi Pembayaran Tol Berlangganan Menggunakan Smart Card. Sistem ini berisi informasi data yang tersimpan dalan database. Untuk informasi yang ada antara lain informasi data pelnggan, data kendaraan dan data transaksi. Kesimpulan yang dapat diambil dari perancangan dan hasil pengujian adalah sistem ini dapat membantu pekerjaan petugas dalam mengatur data transaksi, Sehingga dalam pengimplementasian dari sistem pembayaran tol berlangganan ini sangat membantu petugas dan pelanggan. Dengan memanfaatkan sistem ini proses pembayaran dapat dilakukan dengan efisien.

Pengembangan media animasi pembelajaran bahasa Inggris pokok bahasan "Things at Class and Home" untuk siswa kelas III SD Negeri Bunulrejo I / Azhar Haffis

 

Kata kunci: pengembangan, media animasi, pembelajaran, bahasa Inggris. Bahasa sebagai dasar intelektual manusia, merupakan kapabilitas yang membuat kita mampu berkomunikasi, belajar, berpikir, berkarya, memberikan penilaian, dan mengembangkan nilai-nilai.Sebagai bahasa yang digunakan oleh lebih dari separuh penduduk dunia, Bahasa Inggris siap berperan sebagai bahasa global yang mampu menjembatani segala kepentingan di berbagai bidang. Di samping berperan sebagai bahasa ilmu, pengetahuan, teknologi dan seni. Bahasa Inggris dapat menjadi alat untuk mencapai tujuan ekonomi, perdagangan, tujuan antar bangsa, sosial budaya, pendidikan dan tujuan pengembangan karir. Pembelajaran bahasa Inggris bukan semata-mata sebaiknya menyenangkan, tetapi seharusnya menyenangkan. Mengingat esensi pembelajaran bahasa adalah komunikasi, yaitu kemampuan menyampaikan dan menerima pesan dalam bahasa target yang dipelajari sehingga selain program individual dan kelompok, pengelolaan pembelajaran diarahkan pada kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, untuk mendorong terjadinya interaksi antar siswa dan memupuk penggunaan bahasa secara kreatif. Pembelajaran unsur-unsur bahasa ditujukan untuk mendukung penguasaan dan pengembangan keterampilan bahasa dan bukan untuk penguasaan unsur-unsur bahasa itu sendiri.Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan media pembelajaran berupa animasi pembelajaran yang telah melalui proses validasi pada mata pelajaran Bahasa Inggris kelas III di Sekolah Dasar Negeri Bunulrejo I Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket validasi pengembangan media animasi pembelajaran kepada ahli media dan ahli materi kemudian data tersebut diolah untuk mengetahui tingkat kevalidan media animasi pembelajaran. Hasil pengembangan media animasi pembelajaran untuk mata pelajaran bahasa Inggris kelas III SD ini memenuhi criteria valid dengan hasil uji ahli media mencapai tingkat kevalidan 82,7% dan ahli materi mencapai tingkat kevalidan 89,28%, sementara dari hasil audiens/siswa mencapai tingkat kevalidan 91,6%, dan menurut data dari hasil belajar skor pre-test dan post-test mencapai tingkat keefektifan 100%. Berdasarkan hasil pengembangan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa media animasi pembelajaran untuk mata pelajaran bahasa Inggris kelas III SD ini layak/valid digunakan sebagai media pembelajaran. Saran bagi guru adalah Media animasi pembelajaran ini hanya memakai materi pelajaran bahasa Inggris pokok bahasan Things at Class and Home, sehingga hanya cocok sebagai media tambahan untuk materi tersebut. Saran bagi siswa media animasi pembelajaran ini dapat dipakai sebagai media alternative pembelajaran selain buku pelajaran. Dan bagi pengembang selanjutnya media ini telah valid, oleh karena itu dalam pengembangan media selanjutnya sebaiknya mengganti materi pelajaran yang akan dipakai, seperti bahasa Jerman, Jepang, dll.

Pengaruh lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Jurusan IPS SMA Negeri 9 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Wahyu Triyono

 

Kata Kunci : Lingkungan keluarga, Lingkungan Sekolah, Lingkungan Masyarakat, Prestasi Belajar Lingkungan belajar SMA Negeri 9 Malang dilihat dari lingkungan keluarga orang tua siswa menanyakan ada tugas atau PR. Keadaan lingkungan dapat dilihat guru menerangkan materi pelajaran dengan jelas. Dalam lingkungan masyarakat, siswa jarang yang mengikuti organisasi masyarakat. Prestasi belajar siswa pada semester I yang lalu sebagian besar masih berada pada kriteria nilai B dan untuk tingkat keluluan tiga tahun berturut-turut masih banyak siswa yang tidak lulus Ujian Akhir Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh baik secara parsial maupun simultan Lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat terhadap prestasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriftif korelasonal. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 9 Malang dan subyek penelitiannya yaitu siswa kelas XI IPS SMAN 9 Malang. Jumlah populasi yang diambil sebanyak 149 siswa dan sampel yang dipakai dalam penelitian ini berjumlah 60 siswa, dan regresi berganda untuk mengetahui pengaruh baik secara parsial maupun simultan dari variabel-variabel dalam penelitian Dari hasil analisis data diketahui terdapat pengaruh positif antara lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar dengan nilai sig t (0,000) <  0,050, dalam hal ingkungan keluarga mempunyai pengaruh besar terhadap prestasi belajar siswa. Lingkungan sekolah berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa dengan nilai sig t (0,000)<  0,050, dalam hal ini guru lebih bias bervariasi dalam menggunakan metode pembelajaran sedangkan untuk lingkungan masyarakat berpengaruh positif terhadap prestasi belajar dengan nilai sig t (0,000) <  0,050, dalam hal ini, lingkungan masyarakat yang baik akan membantu siswa dalam proses belajar. Terdapat pula pengaruh simultan antara lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat terhadap prestasi belajar siswa dengan nilai sig F (0,000) <  0,050. Pengaruh lingkungan belajar positif memberikan dorongan perkembangan terhadap anak dan prestasi belajar anak Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara parsial maupun simultan trdapat pengaruh positif antara variabel terikat (X) dengan variabel bebas (Y). Saran yang diberikan untuk lingkungan keluarga yaitu orang tua harus memberikan perhatian yang lebih untuk anak dalam belajar. untuk lingkungan sekolah guru harus lebih bisa memberikan variasi dalam mengajar sedangkan untuk lingkungan masyarakat pemakaian internet lebih bisa dikontrol atas pemakaiannya. Untuk penelitian selanjutnya mengkaji indikator lain berkenaan dengan lingkungan sekolah seperti: Profesionalisme guru, kurikulum sekolah.

Studi potensi longsor plengsengan di daerah aliran sungai (DAS) Brantas Kelurahan Oro-oro Dowo Kecamatan Klojen Kota Malang dengan menggunakan metode ground penetrating radar (GPR) / Imroatul Maghfiroh

 

Kata kunci: Ground Penetrating Radar (GPR), Longsor Plengsengan, Geoscan 32, Oro-oro Dowo. Metode GPR (Ground Penetrating Radar) atau georadar telah digunakan di DAS (Daerah Aliran sungai) Brantas, tepatnya di Kelurahan Oro-oro Dowo Kecamatan Klojen Kota Malang untuk mengetahui potensi longsor plengsengan berdasarkan perbedaan sifat pantulan dari lapisan bawah permukaan. Dalam penelitian ini dilakukan pada tiga daerah penelitian yaitu Rt 04 Rw 01, gang 4 dan gang 10 Kelurahan Oro-oro Dowo Kecamatan Klojen Kota Malang. Frekuensi antenna yang digunakan dalam pengukuran adalah 1700 MHz. Data georadar yang diperoleh diolah dengan menggunakan perangkat lunak geoscan 32. Telah dilakukan pengolahan data dengan perhitungn epsilon dengan hiperbola dan mencari kecepatan gelombang dengan inklinasi. Hasil dari pengolahan data dibandingkan dengan harga kecepatan gelombang radar dan konstanta dielektrik berbagai medium. Dari hasil interpretasi data didapat material yang terdapat di plengsengan Daearh Aliran sungai (DAS) Brantas Kelurahan Oro-oro Dowo Kecamatan Klojen Kota Malang adalah didominasi oleh beton, pasir, lempung, lanau dan pada daerah penelitian 3 terdapat adanya rongga udara. Selain itu pada daerah penelitian plengsengannya termasuk masih bagus meskipun ada beberapa yang telah mengalami retakan, dan pada daerah penelitian 2 dan 3 terdapat daerah yang berpotensi longsor karena pada daerah tersebut terdapat material berupa lanau dan juga terdapat adanya rongga udara.

Penerapan customer relationship yang berkualitas sebagai upaya meningkatkan kepuasan nasabah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Malang / Charis Mustaufin

 

Kata kunci: Kualitas Customer Relationship, Kepuasan Nasabah Perbankan sebagai badan usaha yang menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat, saat ini dihadapkan pada persaingan yang sangat tajam. Persaingan usaha didunia perbankan yang semakin ketat tersebut menuntut para pelaku perbankan berlomba-lomba untuk mencapai tujuan perusahaan, yakni meningkatkan kepuasan nasabah sehingga nasabah menjadi loyal pada perusahaan, maka salah satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah sistem Customer Relationship dalam rangka mengkomunikasikan produk atau jasa perbankan. Dalam hal ini sistem Customer Relationship sangat krusial dalam mempengaruhi para nasabah yang menggunakan produk atau jasa bank tersebut. Maka dari itu pihak bank perlu melakukan peningkatan kualitas Customer Relationship yang dalam pelaksanaannya menggunakan kiat-kiat tertentu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada PT BNI (Persero) Tbk Cabang Malang yang menggunakan data primer dengan tehnik wawancara, survei, dan dokumentasi, kualitas Customer Relationship Bank BNI Cabang Malang yang terdiri atas reabilitas, daya tanggap, jaminan dan empati, sekarang ini lebih baik dibandingkan dengan pesaing, hal tersebut disebabkan karena Bank BNI Cabang Malang terus memantau perkembangan Customer Relationship, yang mana Customer Relationship merupakan faktor utama terciptanya visi dari BNI yaitu menjadi bank kebanggan nasional yang unggul dalam layanan dan kinerjanya. Dengan banyaknya program-program yang telah di canangkan dan di laksanakan pihak BNI Cabang Malang, tidak akan menjamin bahwa BNI Cabang Malang akan tetap dapat memuaskan nasabahnya bahkan tetap menjadi leader dalam segi pelayanan kepada nasabah. Hal tersebut dikarenakan dengan perkembangan produk baru bank serta semakin rumit dan banyaknya sistem kerja yang harus dikerjakan karyawan, maka tuntutan yang dibebankan kepada karyawan juga akan semakin berat dan mempengaruhi kinerjanya. Dalam rangka mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan pendidikan dan pelatihan yang berhubungan dengan skill, pengetahuan serta pengembangan kemampuan sehingga memadai untuk mendukung peningkatan kualitas Customer Relationship yang lebih baik. Namun pelaksanaan pelatihan dan pendidikan tersebut mengalami beberapa kendala yang mana sebagian besar kendala-kendala tersebut adalah bersumber dari individu karyawan sendiri. Dengan terus adanya upaya peningkatan kualitas Customer Relationship tersebut, diharapkan nasabah akan semakin puas, sehingga nasabah juga akan semakin loyal dalam menggunakan produk/jasa Bank.

Pengaruh motivasi belajar dan hasil prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan terhadap minat berwiraswasta pada siswa kelas 2 SMK Negeri 1 Sumenep / Dewi Nurika Sari

 

Kata kunci: motivasi belajar, prestasi belajar, minat berwiraswasta. Mata pelajaran kewirausahaan akan menggugah minat siswa dalam mengembangkan jiwa kewiraswastaannya. Siswa akan terdorong minatnya untuk menekuni materi program diklat ini dan terbuka dirinya untuk memperoleh rangsangan-rangsangan untuk mempunyai jiwa kewiraswastaan. Inti dari kewiraswastaan adalah siswa tergugah untuk melakukan kemandirian dalam berusaha, siswa dapat merubah sikap dari ketergantungan kepada orang lain menjadi mandiri dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Siswa yang berminat dalam berwiraswasta cenderung memilih karir ke sektor swasta dan berwiraswasta. Semakin besar minat siswa untuk tertarik kepada bidang wiraswasta, akan besar pula usaha dan keinginan siswa untuk mewujudkannya. Untuk itu siswa harus mempelajari pengetahuan yang berkaitan dengan kewiraswastaan yang lebih serius. Dalam rangka mengantisipasi proses globalisasi, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah khususnya Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) yang salah satunya adalah diberlakukannya kurikulum baru yaitu dengan adanya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), yang intinya sekolah berhak menyusun kurikulum sendiri berdasarkan keadaan sekolah itu sendiri dengan tetap mengacu pada panduan nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui motivasi belajar mata pelajaran kewirausahaan siswa kelas 2 SMK Negeri I Sumenep, (2) Mengetahui prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan siswa kelas 2 SMK Negeri I Sumenep, (3) Mengetahui minat berwiraswasta siswa kelas 2 SMK Negeri I Sumenep, (4) Mengidentifikasi dan mendeskripsikan usaha-usaha guru pembina pada mata pelajaran kewirausahaan dalam meningkatkan minat berwiraswasta siswa kelas 2 SMK Negeri I Sumenep, (5) Mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap minat berwiraswasta pada siswa kelas 2 SMK Negeri I Sumenep, (6) Mengetahui pengaruh prestasi belajar terhadap minat berwiraswasta pada siswa kelas 2 SMK Negeri I Sumenep, (7) Mengetahui pengaruh motivasi belajar dan prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan secara simultan terhadap minat berwiraswasta pada siswa kelas 2 SMK Negeri I Sumenep Penelitian ini merupakan penelitiaan deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian adalah keseluruhan siswa kelas 2 SMK Negeri I Sumenep yang berjumlah 310 siswa. Teknik dalam pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional Random Sampling diambil 76 siswa sebagai sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah kuesioner dengan menggunakan skala Likert dengan 5 alternatif jawaban, dokumentasi, wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil pengolahan data sebagian besar siswa kelas 2 SMK Negeri I Sumenep menyatakan hampir selalu dalam memiliki motivasi belajar pada mata pelajaran kewirausahaan (2) hasil pengolahan data sebagian besar siswa kelas 2 SMK Negeri I Sumenep memiliki prestasi belajar yang baik dari hasil nilai raport pada mata pelajaran kewirausahaan (3) hasil pengolahan data sebagian besar siswa kelas 2 SMK Negeri I Sumenep menyatakan jarang dalam memiliki minat berwiraswasta (4) Usaha-usaha guru pembina mata pelajaran Kewirausahan dalam meningkatkan minat berwiraswasta siswa kelas II SMK Negeri I Sumenep adalah melalui penerapan metode pembelajaran yang variatif, mengoptimalkan pembelajaran kewirausahaan dengan meningkatkan penguasaan pada aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik (5) pengujian hipotesis (uji t) dapat diketahui bahwa ada pengaruh positif yang signifikan motivasi belajar terhadap minat berwiraswasta siswa kelas 2 SMK Negeri I Sumenep (6) pengujian hipotesis (uji t) dapat diketahui bahwa tidak terdapat pengaruh positif yang signifikan prestasi belajar program diklat kewirausahaan terhadap minat berwiraswasta siswa kelas 2 SMK Negeri I Sumenep (7) berdasarkan pengujian hipotesis (F) dapat diketahui bahwa ada pengaruh positif yang signifikan antara motivasi belajar dan prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan secara simultan terhadap minat berwiraswasta pada siswa kelas 2 SMK Negeri I Sumenep. Berdasarkan hasil penelitian saran yang diajukan sebagai berikut: (1) Penguasaan kompetensi siswa kelas 2 SMK Negeri I Sumenep pada mata pelajaran kewirausahaan harus ditingkatkan lagi baik melalui peningkatan faktor internal yaitu keterlibatan siswa itu sendiri maupun peningkatan faktor eksternal yaitu lingkungan sekolah dengan segala aspeknya, (2) Minat berwiraswasta perlu ditingkatkan lagi khususnya melalui pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan, (3) Pembelajaran kewiraswastaan hendaknya berpusat pada siswa, berorientasi pada praktik dan studi kasus, (4) Siswa hendaknya meningkatkan pemahaman tentang ilmu yang terkait dengan program keahlian yang ditekuninya dengan cara mencari referensi yang relevan, (5) Hendaknya diperlukan adanya peran aktif dan sinergik dari semua lembaga yang terkait.

Pengembangan paket bimbingan keterampilan asertif (PBKA) dalam membina hubungan dengan teman sebaya / Nurmalia Hidayati

 

Kata Kunci: need assessment, paket bimbingan, keterampilan asertif, teman sebaya, teori prosedural. Hasil survei yang dilakukan penulis di SMA Negeri 1 Kutorejo Mojokerto menunjukkan beberapa permasalahan yang dibicarakan konselor yaitu banyak siswa kelas satu yang mengalami kesulitan dalam mengungkapkan keinginan, pikiran, perasaannya pada orang lain karena merasa rendah diri, cemas, takut dikucilkan dan sulit mengatakan tidak pada orang lain. Pengembangan paket ini bertujuan untuk menghasilkan paket bimbingan yang digunakan konselor sebagai panduan dalam membantu meningkatkan keterampilan asertif dalam membina hubungan dengan teman sebaya khususnya bagi siswa SMA. Produk pengembangan yang dihasilkan berupa buku panduan untuk konselor, buku panduan untuk siswa, dan buku materi bimbingan. Teori yang digunakan dalam Paket Bimbingan Keterampilan Asertif (PBKA) ini merupakan adaptasi dari model Galassi & Galassi (1977). Model pengembangan mengacu pada teori prosedural Borg & Gall (1983) yang meliputi: need assessment, menetapkan prioritas kebutuhan, merumuskan tujuan pengembangan PBKA, menyusun PBKA, uji ahli, dan uji kelompok kecil yaitu calon pengguna produk. Penilaian seorang ahli Bimbingan menunjukkan skor yang paling banyak dipilih adalah 3 dan termasuk dalam kriteria sesuai, seorang ahli Bahasa menunjukkan skor yang paling banyak dipilih adalah 3 dan termasuk dalam kriteria sesuai, enam orang konselor SMA sebagai calon pengguna produk menunjukkan skor yang paling banyak dipilih adalah 3 dan masuk pada kriteria sesuai, dan untuk uji kelompok kecil menunjukkan skor yang paling banyak dipilih oleh siswa adalah 3 dan termasuk dalam kriteria jelas. Sesuai dengan hasil penelitian diharapkan konselor menggunakan paket bimbingan ini sebagai media dalam memberikan layanan bimbingan untuk meningkatkan keterampilan asertif siswa dalam membina hubungan dengan teman sebaya. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian mengenai efektivitas PBKA.

Pengaruh debt to equity ratio (DER) dan time interest earned ratio (TIER) terhadap earning per share (EPS) melalui return on equity (ROE) pada perusahaan food and beverages yang listing di BEI periode 2006-2009 / Mafikasari

 

Kata Kunci: Struktur Modal, Return On Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh antara variabel eksogen (X) yaitu: debt to equity ratio (X1) dan time interest earned ratio (X2), variabel perantara yaitu: return on equity (X3) terhadap variabel endogen (Y) yaitu earning per share pada Perusahaan food and beverages yang listing di BEI periode 2006-2009. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif yang bersifat kausalitas, yaitu peneliti ingin mengetahui pengaruh antara dua variabel atau lebih. Variabel eksogen (X) yaitu struktur modal yang diwakili oleh: debt to equity ratio (X1) dan time interest earned ratio (X2), variabel perantara yaitu: return on equity (X3) terhadap variabel endogen (Y) yaitu earning per share. Untuk mengetahui pengaruh atau peran dari variabel moderator dapat dilakukan dengan uji koefisien path. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 8 perusahaan food and beverages yang listing di BEI periode 2006-2009. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah kuantitatif dan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) tahun 2006-2009, dan uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji normalitas dan uji heteroskedastisitas. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan bantuan software statistik SPSS ver 16.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap Earning per Share (EPS) melalui Return On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap Earning per Share (EPS), Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap Return On Equity (ROE), Return On Equity (ROE) tidak berpengaruh signifikan terhadap Earning per Share (EPS), Debt to Equity Ratio (DER) dan Time Interest Earned Ratio (TIER) secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE), Time Interest Earned Ratio (TIER) tidak berpengaruh signifikan terhadap Earning per Share (EPS) melalui Return On Equity (ROE), Time Interest Earned Ratio (TIER) tidak berpengaruh signifikan terhadap Earning per Share (EPS), Time Interest Earned Ratio (TIER) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER), Time Interest Earned Ratio (TIER) dan Return On Equity (ROE), secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap Earning per Share (EPS).

Korelasi kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan penyesuaian sosial siswa kelas X SMA PGRI 1 Tuban / Winda Nasa Widia

 

Kata kunci: Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, Penyesuaian Sosial Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) deskripsi objektif tentang kecerdasan emosional siswa kelas X SMA PGRI 1, (2) deskripsi objektif tentang kecerdasan spiritual siswa kelas X SMA PGRI 1, (3) deskripsi objektif tentang penyesuaian sosial siswa kelas X SMS PGRI 1 Tuban, (4) korelasi antara kecerdasan emosional dengan penyesuaian sosial siswa kelas X SMA PGRI 1 Tuban, (5) korelasi anatara kecerdasan spiritual dengan penyesuaian sosial siswa kelas X SMA PGRI 1 Tuban, (6) korelasi antara kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan penyesuaian sosial siswa kelas X SMA PGRI 1 Tuban. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitian seluruh siswa kelas X di SMA PGRI 1 Tuban. Sampel dalam penelitian adalah sampel populasi (sampel total) yaitu seluruh siswa maupun siswi kelas X di SMA PGRI 1 Tuban. Sampel ditetapkan menggunakan sampel total karena populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X kurang dari 100, sehingga menurut Arikunto (2006) untuk populasi yang kurang dari 100 lebih baik sampel diambil secara keseluruhan (total). Jumlah keseluruhan siswa kelas X SMA PGRI 1 Tuban dari dua kelas yang ada adalah 89 siswa, namun pada saat diadakan penelitian terdapat enam siswa yang tidak masuk, sehingga jumlah keseluruhan siswa adalah 83 siswa. Dengan demikian sampel yang digunakan pada penelitian ini sejumlah 83 siswa. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah skala sikap dengan empat skala jawaban yaitu sangat sesuai (SS), sesuai (S), kurang sesuai (KS), tidak sesuai (TS). Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan analisis korelasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) secara umum, penyesuaian sosial siswa kelas X SMA PGRI 1 Tuban tahun ajaran 2010/2011 dalam kategori tinggi, hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan bahwa 56 siswa dari keseluruhan siswa (67,5%) memiliki penyesuaian sosial dalam kategori tinggi, (2) kecerdasan emosional siswa kelas X SMA PGRI 1 Tuban tahun ajaran 2010/2011 secara umum termasuk kategori tinggi, hal ini dapat dilihat dari analisis data yang menunjukkan sebanyak 51 siswa dari keseluruhan siswa (61,4%) memiliki kecerdasan emosional dalam kategori tinggi, (3) kecerdasan spiritual siswa kelas X SMA PGRI 1 Tuban secara umum termasuk kategori cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari analisis data yang menunjukkan sebanyak 54 siswa dari keseluruhan siswa (65,1%) memiliki kecerdasan spiritual dalam kategori cukup tinggi, (4) berdasarkan hasil analisis uji hipotesis I menggunakan uji korelasi Product Moment, disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif dan kuat antara kecerdasan emosional dengan penyesuaian sosial siswa kelas X SMA PGRI 1 Tuban tahun ajaran 2010/2011, hal tersebut terlihat dari koefisien korelasi (rhitung) = 0, 604 > rtabel = 0,216) yang berarti terdapat korelasi positif dan kuat (karena rhitung = 0,604 > 0,5), (5) berdasarkan hasil analisis uji hipotesis II menggunakan uji korelasi Product Moment, disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif dan kuat antara kecerdasan spiritual dengan penyesuaian sosial siswa kelas X SMA PGRI 1 Tuban tahun ajaran 2010/2011, hal tersebut terlihat dari koefisien korelasi (rhitung) = 0, 591 > rtabel = 0,216) yang berarti terdapat korelasi positif dan kuat (karena rhitung = 0,591 > 0,5), (6) berdasarkan hasil analisis uji hipotesis III menggunakan uji Korelasi Berganda disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif dan kuat antara kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan penyesuaian sosial siswa kelas X SMA PGRI 1 Tuban tahun ajaran 2010/2011, hal tersebut terlihat dari koefisien korelasi (rhitung) = 0, 705 > rtabel = 0,216) yang berarti terdapat korelasi positif dan kuat (karena rhitung = 0,705 > 0,5). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti mengemukakan saran kepada beberapa pihak, yang pertama kepada konselor, sebagai wawasan khususnya konselor bagi sekolah menengah atas untuk merancang program bimbingan pribadi-sosial dengan topik yang berhubungan dengan upaya peningkatan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual sebagai usaha meningkatkan kualitas penyesuaian sosial siswa; hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan materi-materi bahasan tentang kecerdasan emosional dan spiritual serta memberikan pelatihan kecerdasan emosional dan spiritual. Kedua, kepada guru, secara praktis penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual; selanjutnya diharapkan guru dapat menjadi model bagi siswa sebagai sosok yang memiliki emosionalitas dan spiritualitas yang baik yang tampak pada perilakunya sehingga para siswa dapat menjadikannya sebagai panutan dalam berperilaku untuk mendapatkan penyesuaian sosial yang baik. Ketiga, kepada peneliti selanjutnya, diharapkan mencoba menambah faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian sosial seperti halnya berbagai faktor psikologis, faktor fisik, serta faktor dari lingkungan. Selain itu, juga dapat menambah sampel penelitian yang mewakili seluruh tingkatan kelas sehingga dapat terlihat perbedaan hubungan antar variabel dari tiap tingkatan kelas.

Penerapan metode pembelajaran talking stick untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak kelompok A di Taman Kanak-Kanak Senaputra Malang / Dilla Kusuma Putri

 

Kata Kunci: keterampilan berbicara, metode talking stick, Taman Kanak-kanak Keterampilan berbicara anak Kelompok A Taman Kanak-Kanak Senaputra Malang masih tergolong kurang. Hal itu terbukti dari observasi yang peneliti lakukan, hanya 17,64% anak yang mempunyai keterampilan bericara dengan kualifikasi baik. Ini disebabkan oleh metode pembelajaran dari guru yang kurang menarik perhatian dan minat anak sehingga menyebabkan anak bosan. Metode yang sering digunakan adalah bercerita, bermain peran, dan tanya jawab. Pada kegiatan bercerita atau bermain peran yang aktif berbicara hanyalah guru, sedangkan anak-anak cenderung diam. Terkait dengan latar belakang tersebut, perlu dirancang metode pembelajaran talking stick agar keterampilan berbicara anak dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses penerapan metode pembelajaran talking stick untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak. (2) mendeskripsikan peningkatan keterampilan berbicara anak setelah diterapkan metode pembelajaran talking stick. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan melalui dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek Penelitian adalah anak kelompok A TK Senaputra Malang dengan jumlah 17 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan instrumen berupa lembar observasi dan lembar penilaian serta dokumentasi berupa foto, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penerapan metode pembelajaran talking stick dapat meningkatkan keterampilan berbicara anak. Pada siklus 1 dalam kegiatan mengungkapkan pendapat tentang gambar anak masih merasa bingung dan malu. Pada siklus 2 dalam kegiatan mengungkapkan pendapat tentang cita-citanya, anak merasa senang dan semangat untuk mengungkapkan pendapatnya. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara anak melalui penerapan metode pembelajaran talking stick. Pada pra siklus keterampilan berbicara secara klasikal adalah 17,6%, sedangkan pada siklus I keterampilan berbicara secara klasikal meningkat menjadi 52,94% dan pada siklus II meningkat menjadi 94,12%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran talking stick dapat meningkatkan keterampilan berbicara anak sehingga disarankan kepada guru PAUD untuk menerapkan metode pembelajaran talking stick, bagi pihak sekolah diharapkan untuk dapat mensosialisasikan pelaksanaan metode pembelajaran talking stick dalam pembelajaran bidang keterampilan berbicara, khususnya berani mengungkapkan pendapat, dan kepada peneliti selanjutnya untuk menyempurnakan metode pembelajaran talking stick sehingga menjadi lebih inovatif.

Pengaruh tingkat suku bunga the Fed (Fund Rate) terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) melalui tingkat suku bunga SBI dan tingkat inflasi periode 2007-2009 / Eka Widiawaty

 

Kata Kunci: Tingkat Suku Bunga The Fed (Fund rate), Tingkat Suku Bunga SBI, Tingkat Inflasi dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Arus globalisasi telah menyebabkan terjadinya integrasi pasar dunia sehingga suatu negara tidak akan dapat terhindar dari pengaruh perubahan ekonomi dibelahan dunia lainnya. banyaknya pilihan yang menarik akibat terbukanya peluang investasi dipasar modal antar negara membuat investor akan dihadapkan pada persoalan kebijakan makro ekonomi suatu negara seperti tingkat bunga, tingkat inflasi, kondisi perekonomian internasional, siklus ekonomi dan peredaran uang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh yang signifikan dari variabel Tingkat Suku Bunga The Fed (Fund rate) Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui Tingkat Suku Bunga SBI dan Tingkat Inflasi Periode 2007-2009. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif yang bersifat kausalitas, yaitu peneliti ingin mengetahui pengaruh variabel bebas. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini harga closing price pada akhir bulan Indeks harga saham gabungan (IHSG), tingkat suku bunga The Fed, tingkat suku bunga SBI dan tingkat Inflasi mulai dari Januari 2007- Desember 2009.Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah kuantitatif dan merupakan data sekunder dan uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji normalitas, uji multikolinieritas dan uji Autokorelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi Tingkat Suku Bunga The Fed (Fund rate), Tingkat Suku Bunga SBI dan tingkat Inflasi dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada umumnya mengalami fluktuasi dengan trend menurun secara perlahan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa secara parsial Tingkat Suku Bunga The Fed (Fund rate) tidak berpengaruh terhadap tingkat Suku Bunga SBI dan Tingkat Inflasi, namun secara simultan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tingkat Suku Bunga The Fed (Fund rate), Tingkat Suku Bunga SBI dan Tingkat Inflasi berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk penelitian yang sama di masa yang akan datang, diharapkan dapat memasukkan variabel-variabel lain yang lebih beragam untuk menganalisis variabel-variabel yang mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta menambahkan variabel terikatnya indeks JII, karena dilihat dari basisnya indeks JII sendiri bersifat syariah dan tingkat suku bunga The Fed Fund rate serta yang berasal dari Amerika bersifat kapitalis, sehingga hasil penelitian dapat lebih baik dan lebih lengkap.

Hubungan antara latar pendidikan orang tua dan pola asuh orang tua dengan pengungkapan diri siswa SMK Negeri 2 Malang / Thoyiva Normayanti

 

Kata Kunci : latar pendidikan, pola asuh, pengungkapan diri Seringkali remaja mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dalam hubungan sosial yang lebih luas dan majemuk terutama dalam hal komunikasi dengan orang lain. Dalam dunia pendidikan formal dan nonformal remaja mengalami kesulitan berkomunikasi terhadap guru, teman atau staf sekolah yang dapat menghambat perkembangan individu. Guna mengatasi hal ini diperlukan cara jitu dalam memelihara komunikasi yakni dengan mengungkapkan pikiran dan perasaan secara terbuka dan berani pada orang lain serta mendengarkan orang lain yang sedang mengungkapkan diri kepada kita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) latar pendidikan orang tua, (2) pola asuh orang tua, (3) keterampilan pengungkapan diri siswa, (4) ada tidaknya hubungan antara latar pendidikan orang tua dengan pola asuh orang tua, (5) ada tidaknya hubungan antara pola asuh orang tua dengan pengungkapan diri, (6) ada tidaknya hubungan antara latar pendidikan orang tua, pola asuh orang tua dengan pengungkapan diri siswa SMK Negeri 2 Malang. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif koresional. Populasi penelitian adalah semua siswa SMK Negeri 2 Malang. Sampel penelitian sebanyak 164 siswa ditentukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu angket pola asuh orang tua dan angket keterampilan pengungkapan diri. Teknik analisis data yang digunakan analisis deskriptif, korelasi inferensial (dengan formula regresi ganda dan regresi sederhana). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) latar pendidikan orang tua siswa adalah sekolah menengah, (2) orang tua memiliki kecenderungan pola asuh yang positif, (3) sangat banyak siswa yang memiliki pengungkapan diri dengan klasifikasi sedang, (4) ada hubungan antara latar pendidikan dengan pola asuh orang tua, (5) ada hubungan yang signifikan secara simultan ataupun secara parsial antara pola asuh orang tua dengan pengungkapan diri, (6) ada hubungan yang signifikan secara simultan ataupun secara parsial antara latar pendidikan dan pola asuh orang tua dengan pengungkapan diri siswa SMK Negeri 2 Malang, latar pendidikan orang tua dan pola asuh orang tua juga berkonstribusi terhadap pengungkapan diri siswa SMK Negeri 2 Malang. Berdasarkan kesimpulan tersebut, diajukan beberapa saran berikut: 1) Kepada konselor disarankan untuk meningkatkan layanan bimbingan mengenai pengungkapan diri siswa melalui pelatihan-pelatihan atau konseling kelompok, juga memberikan informasi kepada orang tua mengenai pola asuh orang tua yang positif yang dapat mendukung pengungkapan diri anak. 2) Kepada guru disarankan untuk meningkatkan komunikasi dengan siswa dalam proses belajar mengajar guna peningkatkan keterampilan pengungkapan diri siswa dengan memberi kesempatan pada siswa untuk mengeluarkan pendapat atau menanyakan berbagai hal yang berkaitan dengan matapelajaran yang dianggap kurang dimengerti oleh siswa 3) Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik dengan tema sejenis, disarankan agar mengembangkan penelitian ini dengan cara menambah variabel-variabel bebas dan menggunakan metode penelitian yang lainnya, seperti metode penelitian kualitatif ataupun metode penelitian eksperimental.

Pengaruh pola 3-PER terhadap kemampuan membaca cepat siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ngoro-Jombang / Nuria Reny Hariyati

 

Kata kunci: pola 3—per, kemampuan membaca cepat Membaca cepat merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang perlu dikuasai untuk memahami isi bacaan secara cepat sehingga sudah seharusnya menjadi salah satu kegiatan yang penting dalam pembelajaran. Untuk meningkatkan pembelajaran membaca cepat di kelas XI diperlukan perlakuan yang tepat dan efektif. Perlakuan yang diduga dapat mengoptimalkan pembelajaran membaca cepat adalah pola 3—per, yaitu pola perluasan jangkauan mata, pola percepatan gerak mata, dan pola pengecilan regresi mata. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pola 3—per terhadap kemampuan membaca cepat. Tujuan khusus penelitian ini meliputi (1) mengetahui pengaruh pola perluasan jangkauan mata terhadap kecepatan dan pemahaman membaca, (2) mengetahui pengaruh pola percepatan gerak mata terhadap kecepatan dan pemahaman membaca, dan (3) mengetahui pengaruh pola pengecilan regresi mata terhadap kecepatan dan pemahaman membaca. Hipotesis penelitian ini adalah pola 3—per berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan membaca cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Digunakannya pendekatan ini didasarkan pada tiga alasan, yakni (1) data berupa skor kecepatan dan pemahaman membaca, (2) data dianalisis dengan Ancova, dan (3) menguji teori tentang pengaruh pola 3—per. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimen dengan model rancangan Times-Series Design with Control Group. Digunakannya model rancangan ini didasarkan pada empat alasan, yakni (1) penetapan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dilakukan secara random, (2) diadakan perlakuan, (3) skor tes awal digunakan sebagai variabel kontrol untuk mengetahui pengaruh pola 3—per terhadap kemampuan membaca cepat, dan (4) kelompok eksperimen diukur secara berkala setelah diberi perlakuan. Data penelitian ini berupa skor kecepatan dan skor pemahaman membaca siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ngoro-Jombang. Penetapan siswa menggunakan teknik sampling bertujuan. Digunakannya teknik ini didasarkan pada tiga pertimbangan, yakni (1) kelas yang dipilih diajar oleh guru yang sama, (2) kelas yang dipilih adalah kelas XI IPA, dan (3) kelas XI adalah kelas yang relevan diterapkannya pola 3—per. Dari penetapan tersebut, dapat diketahui bahwa kelompok kontrol adalah kelas XI IPA 1 dan kelompok eksperimen adalah kelas XI IPA 2. Instrumen penelitian ini berupa dua hal, yakni (1) bentuk instrumen dan (2) uji coba instrumen. Pelaksanaan penelitian ini melalui tiga tahap, yakni (1) persiapan, (2) pemberian perlakuan, dan (3) pengumpulan data. Analisis data penelitian ini memakai analisis Ancova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis diterima, yakni pola 3—per berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan membaca cepat siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ngoro-Jombang pada taraf signifikansi 0,05. Secara khusus hasil penelitian dijabarkan menjadi enam analisis. Pertama, pola perluasan jangkauan mata berpengaruh secara signifikan terhadap kecepatan membaca pada taraf signifikansi 0,025. Hal tersebut berarti bahwa kecepatan membaca siswa yang mendapatkan perlakuan pola perluasan jangkauan mata lebih baik daripada kecepatan membaca siswa yang tidak mendapatkan perlakuan pola perluasan jangkauan mata. Rata-rata skor siswa yang mendapatkan perlakuan pola perluasan jangkauan mata adalah 199,4333, sedangkan rata-rata skor siswa yang tidak mendapatkan perlakuan pola perluasan jangkauan mata adalah 187.7241. Kedua, pola perluasan jangkauan mata berpengaruh secara signifikan terhadap pemahaman membaca pada taraf signifikansi 0,031. Hal tersebut berarti bahwa pemahaman membaca siswa yang mendapatkan perlakuan pola perluasan jangkauan mata lebih baik daripada pemahaman membaca siswa yang tidak mendapatkan perlakuan pola perluasan jangkauan mata. Rata-rata skor siswa yang mendapatkan perlakuan pola perluasan jangkauan mata adalah 66,4286, sedangkan rata-rata skor siswa yang tidak mendapatkan perlakuan pola perluasan jangkauan mata adalah 62,8000. Ketiga, pola percepatan gerak mata berpengaruh secara signifikan terhadap kecepatan membaca pada taraf signifikansi 0,045. Hal tersebut berarti bahwa kecepatan membaca siswa yang mendapatkan perlakuan pola percepatan gerak mata lebih baik daripada kecepatan membaca siswa yang tidak mendapatkan perlakuan pola percepatan gerak mata. Rata-rata skor siswa yang mendapatkan perlakuan pola percepatan gerak mata adalah 213,7714, sedangkan rata-rata skor siswa yang tidak mendapatkan perlakuan pola percepatan gerak mata adalah 211,7742. Keempat, pola percepatan gerak mata berpengaruh secara signifikan terhadap pemahaman membaca pada taraf signifikansi 0,036. Hal tersebut berarti bahwa pemahaman membaca siswa yang mendapatkan perlakuan pola percepatan gerak mata lebih baik daripada pemahaman membaca siswa yang tidak mendapatkan perlakuan pola percepatan gerak mata. Rata-rata skor siswa yang mendapatkan perlakuan pola percepatan gerak mata adalah 76,0000, sedangkan rata-rata skor siswa yang tidak mendapatkan perlakuan pola percepatan gerak mata adalah 66,1667. Kelima, pola pengecilan regresi mata berpengaruh secara signifikan terhadap kecepatan membaca pada taraf signifikansi 0,000. Hal tersebut berarti bahwa kecepatan membaca siswa yang mendapatkan perlakuan pola pengecilan regresi mata lebih baik daripada kecepatan membaca siswa yang tidak mendapatkan perlakuan pola pengecilan regresi mata. Rata-rata skor siswa yang mendapatkan perlakuan pola pengecilan regresi mata adalah 237,0833, sedangkan rata-rata skor siswa yang tidak mendapatkan perlakuan pola pengecilan regresi mata adalah 167,5278. Keenam, pola pengecilan regresi mata berpengaruh secara signifikan terhadap pemahaman membaca pada taraf signifikansi 0,019. Hal tersebut juga berarti bahwa pemahaman membaca siswa yang mendapatkan perlakuan pola pengecilan regresi mata lebih baik daripada pemahaman membaca siswa yang tidak mendapatkan perlakuan pola pengecilan regresi mata. Rata-rata skor siswa yang mendapatkan perlakuan pola pengecilan regresi mata adalah 76,944, sedangkan rata-rata membaca siswa yang tidak mendapatkan perlakuan pola pengecilan regresi mata adalah 67,2222. Berdasarkan simpulan tersebut disarankan (1) guru bahasa Indonesia di kelas menengah ke atas dapat menerapkan pola 3—per dalam perencaanaan pembelajaran membaca, (2) guru dapat memberikan perlakuan pola 3—per dalam pembelajaran membaca cepat karena penerapan pola 3—per dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan memperluas jangkauan mata, mempercepat gerak mata, dan memperkecil regresi mata, dan (3) perlakuan pola 3—per dapat meningkatkan konsentrasi siswa yang secara otomatis mengurangi hambatan-hambatan membaca

Pengaruh waktu inokulasi CPMMV (Cowpea Mild Mottle Virus) terhadap ciri morfologi, agronomi, dan ketahanan beberapa genotipe kedelai (Glycine max) / Aisyah Rahmawati Zen

 

Kata Kunci: Waktu Inokulasi, Genotipe Kedelai (Glycine max), CPMMV, Ketahanan Tanaman Kedelai. Kebutuhan kedelai dari tahun ke tahun terus meningkat. Kedelai dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan protein murah bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Kebutuhan akan kedelai meningkat, akan tetapi produksi kedelai dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut karena kedelai sangat rentan terhadap berbagai cekaman lingkungan (biotik dan abiotik) sehingga produktivitas kedelai di tingkat petani lebih rendah di bawah potensi hasilnya. Salah satu penyebab rendahnya produksi kedelai di Indonesia adalah adanya serangan berbagai penyakit, di antaranya penyakit belang samar yang disebabkan oleh virus khususnya CPMMV (Cowpea Mild Mottle Virus). Akibat serangan CPMMV produksi kedelai dapat menurun sampai 90%. Dampak serangan virus CPMMV tergantung umur saat tanaman terinfeksi, strain virus, dan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh waktu inokulasi CPMMV terhadap ketahanan beberapa genotipe kedelai (Glycine max). Penelitian ini merupakan jenis eksperimen dengan eksperimental dengan rancangan percobaan menggunakan Rancangan Petak Jalur (RPJ). Populasi penelitian adalah tanaman kedelai (Glycine max). Sampel dalam penelitian ini adalah 10 genotipe genotipe kedelai yang digunakan, yaitu MLGG 0014, MLGG 0021, MLGG 0113, MLGG 0183, MLGG 0268, MLGG 0305, MLGG 0324, MLGG 0400, MLGG 0597, dan MLGG 0603. Aspek ketahanan diukur melalui preferensi vektor pembawa CPMMV yaitu Bemisia tabaci, intensitas serangan, dan respon karakter morfologi dan agronomi tanaman kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe MLGG 0603 merupakan genotipe yang paling banyak dihinggapi Bemisia tabaci dan paling sedikit dihinggapi adalah genotipe MLGG 0324. Intensitas serangan paling tinggi terjadi pada tanaman kedelai yang diberi perlakuan waktu inokulasi 10 hst dan genotipe yang mengalami intensitas serangan paling tinggi adalah MLGG 0014. Perlakuan waktu inokulasi 20 hst memberikan pengaruh paling besar terhadap jumlah buku subur. Perlakuan waktu inokulasi 15 hst memberikan pengaruh paling besar terhadap beberapa parameter uji antara lain jumlah polong isi, jumlah polong cabang, dan berat biji per tanaman. Macam genotipe memberikan hasil yang berbeda pada tinggi tanaman, jumlah cabang, dan jumlah polong utama. Kombinasi perlakuan waktu inokulasi 15 hst – genotipe MLGG 0268 memberikan hasil jumlah polong hampa terbesar dengan nilai rerata 5,5.

Pengaruh komposisi pengawet asam borat-boraks 10% terhadap tingkat penetrasi, sifat anti rayap dan kekuatan mekanik bambu apus (Gigantochloa apus) / Dwi Yuniati

 

Kata Kunci : Asam Borat-Borak, Penetrasi, Rayap, Kekuatan Mekanik, Bambu Apus. Penggunaan bambu sebagai bahan alternatif pengganti kayu untuk bahan bangunan gedung perlu dipertimbangkan, karena bambu mempunyai kelebihan yaitu batangnya kuat, ulet, lurus, rata, keras, mudah dibelah, mudah dibentuk, mudah dikerjakan, ringan mudah didapatkan dan murah. Di samping mempunyai keunggulan, bambu mempunyai beberapa kelemahan antara lain: ketidakawetan bambu terhadap perusak biologi (rayap, serangga, bubuk kayu kering dan lain-lain). Oleh sebab itu perlu diupayakan peningkatan keawetan dan kualitas bambu, salah satu cara dengan metode pengawetan kimia. Menurut penelitian terdahulu pengawet yang efektif adalah asam borat dan borak 10% akan tetapi komposisi asam borat:borak tidak disebutkan. Dalam upaya mengetahui pengaruh komposisi pengawet asam borat dan borak yang efektif untuk meningkatkan keawetan bambu terhadap perusak biologi dan kekuatan mekanik, maka dilakukan uji penetrasi pengawet ke dalam bambu apus, uji keawetan bambu berpengawet terhadap rayap tanah dan uji kekuatan mekanik (kuat tarik dan kuat tekan) bambu apus. Bambu apus dipilih yang berumur kurang lebih 3-5 tahun, bambu dipotong bagian tengah yang mengandung 2 ros dan 1 interros. Bambu tersebut kemudian direndam dalam pengawet dengan variasi komposisi asam borat-borak 5:5, 6:4, 7:3, 4:6 dan 3:7 selama 3 hari, setelah itu dikeringkan. Uji penetrasi pengawet ke dalam bambu apus dilakukan dengan cara disemprot pereaksi A (kurkumin dalam alkohol), kemudian dibiarkan beberapa menit lalu disemprot pereaksi B (asam salisilat dalam alkohol dan HCl), selanjutnya diukur bagian yang berwarna merah cerah dari arah radial bambu. Uji keawetan terhadap rayap tanah dilakukan dengan cara meletakkan bambu berpengawet pada biakan rayap tanah, kemudian dibiarkan selama 1 bulan, uji kekuatan mekanik bambu apus (kuat tarik dan kuat tekan) dilakukan dengan menggunakan alat UTM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penetrasi pengawet terbaik untuk bambu terjadi pada perbandingan asam borat dan borak 5:5 yang mempunyai kedalaman pengawet 2,9 mm, 2) bambu yang paling tahan terhadap serangan rayap tanah terjadi pada perbandingan asam borat dan borak 5:5, 3) bambu yang memiliki kuat tarik tertinggi adalah yang direndam dengan larutan asam borat dan borak dengan perbandingan 5:5, kekuatan tariknya 2615,53 kg/cm2, sedangkan bambu yang memiliki kuat tekan tertinggi adalah yang direndam larutan asam borat:borak dengan perbandingan 6:4 dengan kekuatan tekannya 706,81 kg/cm2

Studi pengelolaan tata tertib dalam peningkatan disiplin dan prestasi siswa Jurusan Teknik Ototronik SMK Negeri 1 Singosari / Matsuani

 

Kata Kunci: Pengelolaan, Tata Tertib, Disiplin dan Prestasi. Berdasarkan hasil observasi awal di ketahui bahwa ada beberapa siswa yang melanggar tata tertib sekolah, padahal tata tertib yang ada sudah bagus akan tetapi masih belum semua elemen sekolah paham akan tugas dan tanggungjawab bersama baik itu siswa, guru, orang tua maupun semua jajaran sekolah. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan informasi mengenai studi pengelolaan tata tertib dalam peningkatan disiplin dan prestasi siswa, peran tata tertib dalam meningkatkan disiplin siswa, peran tata tertib dalam mempengaruhi disiplin dan prestasi siswa. Jenis penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa yang melanggar tata tertib sekolah pada Jurusan Teknik Ototronik kelas X, dan Kelas XI. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis data dapat diketahui bahwa studi pengelolaan tata tertib dalam peningkatan disiplin dan prestasi siswa, peran tata tertib dalam meningkatkan disiplin siswa, peran tata tertib dalam mempengaruhi disiplin dan prestasi siswa sehingga semuanya menjadi paham dan melaksanakan dengan penuh kesadaran dan jelasnya hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SMK Negeri 1 Singosari membuat kebijakan baru untuk membentuk sikap baik kepada peserta didik, orang tua dan para gurunya melalui sosialisasi pelaksanaan tata tertib sekolah. Temuan penelitian studi pengelolaan tata tertib sekolah ini bahwa siswa dan guru memahami tata tertib yang ada di sekolah, saran dalam penelitian ini perlu adanya sosialisasi tata tertib sekolah kepada semua siswa, guru dan kepada orang tua siswa untuk memahamkan dan untuk mendapatkan penegasan kembali akan tanggungjawab dan sekolah perlu adanya ketegasan dalam penerapan tata tertib sekolah untuk menghasilkan output sekolah yang maksimal karena semakin banyak yang tidak disiplin semakin banyak pula yang ketinggalan informasi pelajaran sehingga prestasi siswa menurun.

Kinerja keuangan perusahaan pada PT. PLN (Persero) APJ Situbondo / Novilia Dewi Lestari

 

Kata Kunci : Analisis rasio, Kinerja keuangan perusahaan. Perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat menuntut perusahaan untuk terus maju dan berkembang. Oleh karena itu pihak manajemen harus dapat mengambil keputusan yang tepat dan cepat terutama dibidang keuangan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Untuk menilai kemampuan perusahaan guna peningkatan kinerja perusahaan, diperlukan analisis rasio keuangan diantaranya Analisis Likuiditas, analisis Aktivitas, analisis Solvabilitas, dan analisis Profitabilitas .Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana kinerja perusahaan PT PLN (Persero) APJ SITUBONDO pada tahun 2006-2009 ditinjau dari rasio keuangan. (2) Bagaimana perkembangan kinerja perusahaan PT. PLN (Persero) APJ SITUBONDO pada tahun 2006-2009. Penelitian ini bertujuan : (1) Untuk mengetahui bagaimana kinerja perusahaan PT PLN (Persero) APJ SITUBONDO pada tahun 2006-2009 ditinjau dari rasio keuangan. (2) Untuk mengetahui bagaimana perkembangan kinerja perusahaan PT. PLN (Persero) APJ SITUBONDO pada tahun 2006-2009. Penelitian ini untuk menilai kinerja perusahaan PT. PLN (Persero) APJ SITUBONDO periode tahun 2006-2009. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Data-data dalam penelitian ini merupakan data yang besumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan dalam kurun waktu 4 tahun (2006-2009). Hasil penelitian analisis rasio yang dilakukan menghasilkan angka rasio yang cukup tinggi dan mengalami peningkatan tiap tahunnya. Hal ini menunjukkan perkembangan kinerja perusahaan dari tahun 2006-2009 cukup baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak manajemen perusahaan dan pihak lain yang bersangkutan. Perusahaan harus melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan agar dapat melihat hasil kinerja manajemen keuangan perusahaan dan dapat mengambil keputusan yang tepat bagi kelangsungan perusahaan.Pihak manajemen perusahaan dalam menganalisis kinerja perusahaannya dapat menggunakan analisis rasio. Untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan analisis yang lain selain analisis rasio dalam meneliti kinerja keuangan suatu perusahaan seperti analisis CAMEL, karena hasil penelitian analisis rasio masih belum lengkap.

Improving the reading comprehension ability of the fourth semester students of STIT Raden Wijaya Mojokerto through webbing strategy / Suud Purnomo

 

Keywords: reading comprehension, expository texts, webbing strategy. This study was designed to improve the students’ reading comprehension ability through webbing strategy. It was conducted in order to find a strategy of teaching and learning that occurs, especially, in the teaching of reading skills. The strategy was selected because it was believed to be able to stimulate or activate the students to be more involved in the reading activities and to facilitate the students to comprehend the texts, especially expository texts. Thus, this study was directed to solve practical problems in the teaching and learning process. The research problem was formulated as follows: “How can the reading comprehension ability of the fourth semester students of STIT Raden Wijaya Mojokerto be improved through webbing strategy? The study employed a collaborative classroom action research design in which the researcher and the collaborator as research team worked together designing the lesson plan, implementing the action, observing the action, and reflecting the action. The subjects of this research were 40 students the fourth semester students of STIT Raden Wijaya Mojokerto in the 2009/2010 academic year. This research study was conducted in two cycles by following the procedure of action research, i.e. planning, implementing, observing, and reflecting. Each cycle of the research study encompassed three meetings of the strategy implementation and one meeting for the reading comprehension test. The data of this research study were obtained through reading tests, observation checklist and field notes at the end of the cycle and the implementation of webbing strategy in teaching-learning process. The findings of this research study indicated that the webbing strategy was successful in improving both the students’ ability in comprehending expository texts and the students’ involvement in reading activities. The improvement can be seen from the increase of students’ mean scores and the students’ individual score percentage from preliminary study to Cycle 2. The students’ mean score had improved greatly from 64.83 to 78.17 or the students’ individual score percentage had achieved to a great extent from 42.50% to 85% equal or greater than 70% of 40 students. The mean score and the students’ individual score indicated higher than predetermined criteria of success that was 70% of 40 students who got score of 70. Based on the result of the Cycle 2, the next cycle did not need to be conducted because the students’ individual scores that the predetermined criteria of success have been met in the second cycle. Dealing with the students’ involvement, it also seemed that most of students (92.50%) were involved actively in the reading activities in the third meeting of Cycle 2 which were shown by the observations checklists and field notes. The appropriate procedure of webbing strategy in teaching reading comprehension encompassed the following steps: (1) explaining the students to the specific goals of learning and leading students to the topic by showing some webbings; (2) writing a key word or phrase from an expository text on the chalkboard; (3) asking students to group these words into logical categories and label each category with a descriptive title; (4) asking the students to make a group and to discuss unfamiliar vocabularies; (5) asking the students to find several themes or topics in a texts by brainstorming, class discussion, questioning to activate the students’ background knowledge or prior knowledge; (6) asking the students to make webbing of the information from a text or write the information down in the form of phrases in the circles of webbing; (7) having the students read a text fast (speed reading); (8) asking the students to find important detailed information of a text by questioning and put the information in the form of phrases into the circles of webbings; (9) asking the students to find and discuss the center of idea or topic in a paragraph by classifying and categorizing with lines then write it into a sentence as a main idea of paragraph; (10) asking the students to share and complete mapping with other group by comparing with own group mapping; (11) asking to students to answer the reading comprehension questions individually then discuss or compare in a group; (12) asking to students to present the results of webbings and answer of reading comprehension individually; (13) asking the students to make a summary of a text they have learnt; and (14) giving feedbacks to the students by checking the right answers of the previous reading comprehension questions. Based on the students’ achievement using webbing strategy in comprehending expository texts, it was suggested for the English teachers apply webbing strategy as one of many alternatives that can be used in teaching reading skills. To the further researcher teachers, particularly those who are interested in applying webbing strategy in their research, it is suggested that they conduct classroom action research and implement this strategy in the teaching of reading to other English text types (descriptive, narrative, recount, procedure) and other language skills, for instance writing and it can be their reference in conducting in the same strategy. For institution, webbing strategy can be new strategy that can improve the students’ reading comprehension ability of the fourth semester at STIT Raden Wijaya Mojokerto in comprehending the expository texs.

Analisis keterlibatan siswa dan tingkat keterbacaan buku teks biologi SMA dan MA kelas XI yang diterbitkan oleh Esis / Betty Novia Pramesti

 

Kata kunci: Keterlibatan siswa, Tingkat Keterbacaan Buku Teks. Buku pelajaran yang telah diterbitkan selama ini, berguna untuk kelancaran KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Salah satu buku Biologi SMA yang telah diterbitkan adalah buku Biologi SMA dan MA kelas XI yang diterbitkan oleh Esis. Buku Biologi tersebut disusun untuk membantu guru mengembangkan materi dan kegiatan belajar yang dapat mendorong berkembangnya kompetensi siswa. Siswa dapat menggunakan buku tersebut sebagai rujukan pembelajaran. Buku tersebut diharapkan banyak melibatkan siswa dalam proses belajar mengajar dan memiliki tingkat keterbacaan yang sesuai dengan siswa SMA dan MA kelas XI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlibatan siswa dalam buku teks Biologi SMA dan MA kelas XI yang diterbitkan oleh Esis berdasarkan nilai indeks keterlibatan siswa dan untuk mengetahui kesesuaian tingkat keterbacaan buku teks Biologi SMA dan MA kelas XI yang diterbitkan oleh Esis dengan tingkat keterbacaan siswa SMA dan MA kelas XI. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan pada bulan Januari-April. Sampel penelitian ini adalah materi yang terdapat pada halaman yang terpilih pada buku teks. Materi tersebut antara lain, teks, gambar, pertanyaan akhir bab, rangkuman dan lembar kegiatan siswa. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh berupa, data tentang indeks keterlibatan siswa untuk penilaian teks, gambar, pertanyaan pada akhir bab, rangkuman, lembar kegiatan siswa dan data tentang tingkat keterbacaan pada buku teks Biologi SMA dan MA kelas XI yang diterbitkan oleh Esis. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa, indeks keterlibatan siswa pada buku teks Biologi SMA dan MA kelas XI terbitan Esis, untuk teks, pertanyaan akhir bab, rangkuman dan lembar kegiatan siswa masih rendah. Angka indeks keterlibatan siswa untuk teks adalah 0,05; untuk pertanyaan akhir bab adalah 0,15; untuk rangkuman adalah 0; dan untuk lembar kegiatan siswa adalah 0,12. Angka-angka indeks keterlibatan siswa tersebut kurang dari 0,4, menunjukkan indeks keterlibatan siswa tergolong rendah, sedangkan indeks keterlibatan siswa untuk gambar pada buku teks ini sudah cukup baik, karena angka indeks keterlibatan siswa untuk gambar adalah 0,54. Nilai indeks tersebut tidak lebih kecil dari 0,4 dan tidak lebih besar dari 1,5. Pada tingkat keterbacaan buku teks, diketahui bahwa, buku teks Biologi SMA dan MA kelas XI terbitan Esis memiliki tingkat keterbacaan pada peringkat 8. Hal ini berarti, buku teks tersebut belum memenuhi tingkat keterbacaan untuk siswa kelas XI SMA. i ii Buku teks Biologi SMA dan MA kelas XI yang diterbitkan oleh Esis masih sedikit melibatkan siswa dalam belajar dan tingkat keterbacaannya belum sesuai untuk siswa kelas XI. Perlu dilakukan revisi pada buku teks Biologi SMA dan MA kelas XI yang diterbitkan oleh Esis dengan memperhatikan kriteria keterlibatan siswa dan tingkat keterbacaan buku teks yang sesuai untuk siswa kelas XI. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada guru agar lebih bijak dan teliti dalam memilih buku teks yang akan digunakan sebagai buku ajar. Pemilihan buku teks dapat dilakukan dengan cara menganalisis keterlibatan siswa dan tingkat keterbacaan buku teks yang disesuaikan dengan tingkat berpikir siswa. Penulis buku hendaknya lebih memperhatikan kriteria yang harus dipenuhi dalam penulisan buku teks dan melakukan pengujian naskah terlebih dahulu untuk menghasilkan buku teks yang mempunyai keterlibatan siswa yang cukup dan tingkat keterbacaan buku teks yang sesuai dengan tingkat berpikir siswa pada tingkatan atau kelas tertentu. Penerbit buku hendaknya menetapkan kriteria penerbitan buku teks, sehingga buku yang diterbitkan sesuai dengan kebutuhan siswa pada tingkatan atau kelas tertentu.

Kekerabatan tumbuhan tergolong Pandanus Parkins. di pantai selatan Malang berdasarkan ciri anatomi daun / Betty Novia Pramesti

 

Kata kunci: Pandanus, anatomi daun, kekerabatan, Pantai Selatan Malang. Salah satu flora di Indonesia yang memiliki jenis beranekaragam adalah tumbuhan pandan yang tergolong dalam marga Pandanus. Pada hasil penelitian Khusnah (2009) di Pantai Selatan Malang, ditemukan adanya variasi morfologi vegetatif dan pola kekerabatan tumbuhan marga Pandanus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pola kekerabatan berdasarkan karakter anatomi daun dapat mendukung pola kekerabatan variasi morfologi vegetatif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang dilakukan pada bulan Pebruari 2008 - Pebruari 2009. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua tumbuhan tergolong marga Pandanus yang diambil dari lima pantai yang dipilih dalam penelitian Khusnah, yaitu: Pantai Balekambang, Ngliyep, Sendangbiru, Jonggring Salaka dan Bajulmati. Sampel yang diteliti adalah daun dewasa enam variasi tumbuhan tergolong marga Pandanus yang tergolong dalam dua jenis yaitu P. odoratissimus dan P. labyrinthicus. Daun dewasa yaitu daun yang terletak pada urutan 4-6 dari ujung batang tumbuhan. Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Berdasarkan analisis data hasil penelitian, ditemukan 115 karakter anatomi daun tumbuhan Pandanus. Karakter anatomi yang menggambarkan jarak hubungan kekerabatan tumbuhan Pandanus di Pantai Selatan Malang adalah rasio panjang dan lebar sel parenkim mesofil daun pangkal, pola stomata daun pangkal, jumlah sel epidermis atas daun tengah, jumlah sel parenkim mesofil daun ujung, jumlah sel epidermis atas daun ujung, jumlah stomata daun ujung. Berdasarkan hasil analisis cluster (pengelompokan), diperoleh enam variasi tumbuhan pandan yang tergolong dalam dua jenis, yaitu P. odoratissimus dengan empat variasi tumbuhan dan P. labyrinthicus dengan dua variasi tumbuhan. P. odoratissimus 1 dengan P. odoratissimus 3 memiliki hubungan kekerabatan paling dekat dengan nilai koefisien asosiasi sebesar 0,655; sedangkan P. odoratissimus dengan P. labyrinthicus memiliki hubungan kekerabatan paling jauh dengan nilai koefisien asosiasi sebesar 0,379. Pola kekerabatan berdasarkan karakter anatomi daun tidak berbeda dengan pola kekerabatan variasi morfologi vegetatif karena enam variasi yang diamati tetap terbagi menjadi 2 kelompok variasi, yaitu P. odoratissimus dan P. labyrinthicus, sehingga penelitian ini dapat mendukung hasil penelitian pola kekerabatan variasi morfologi vegetatif. Selain bukti morfologi vegetatif dan anatomi, diperlukan berbagai bukti pendukung lainnya untuk memastikan kedudukan takson dari jenis-jenis pandan yaitu, ciri anatomi bagian tumbuhan pandan lainnya, seperti akar dan batang serta ciri morfologi alat kelamin.

Analisis pengendalian intern terhadap sistem akuntansi penggajian di Kantor RRI Sumenep / Annur Rohma Fitriani

 

Kata kunci: Pengendalian Intern, Sistem Akuntansi, Penggajian. Setiap Perusahaan/Badan Usaha selalu membutuhkan tenaga kerja manusia untuk menjalankan usahanya yaitu karyawan/pegawai. Radio Republik Indonesia (RRI) merupakan suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang komunikasi dan informasi berupa penyiaran. Dimana perseolan tentang penggajian merupakan usaha yang tepat untuk memicu kinerja pegawai. Balas jasa yang biasanya diberikan oleh Perusahaan adalah berupa gaji. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana sistem akuntansi penggajian di Kantor RRI Sumenep, (2) bagaimana efektivitas pengendalian intern terhadap sistem akuntansi penggajian di Kantor RRI Sumenep. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui prosedur sistem akuntansi penggajian di Kantor RRI Sumenep, (2) untuk mengetahui efektivitas pengendalian intern terhadap sistem akuntansi penggajian di Kantor RRI Sumenep. Objek penelitian ini adalah Kantor RRI Sumenep, pengambilan data dilakukan dengan Wawancara, Dokumentasi dan Observasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan metode analisis kualitatif yaitu menganalisis data yang dilakukan secara deskriptif/dengan memberi gambaran yang sesui dengan kondisi riil perusahaan dan menurut ketentuan kenyataan dalam praktek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem penggajian di Kantor RRI Sumenep sudah baik. RRI Sumenep dalam melakukan kegiatan berpedoman pada Peraturan Pemerintah (PP) dan Surat Keputusan (SK) yang berlaku. Sistem dan prosedur penggajian di RRI Sumenep Sumenep melibatkan unsur-unsur penting, yaitu: dokumen yang digunakan dalam sistem penggajian (daftar hadir pegawai, daftar gaji, rekap daftar gaji, perincian gaji, amplop gaji, bukti kas keluar dan dokumen pendukung perubahan gaji), catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem penggajian (buku kas umum, buku kas pembantu, dan sistem akuntansi instansi), fungsi atau bagian yang terkait dalam sistem penggajian (SDM, kepala kantor, bagian umum, dan keuangan), jaringan prosedur yang membentuk sistem penggajian (pencatat waktu hadir, pembuat daftar gaji, dan pembayaran gaji). Sistem penggajian di RRI Sumenep sudah baik dan pengendalian internnya juga baik, tetapi ada kelemahan yaitu masih terdapat perangkapan fungsi pada bagian keuangn, kurangnya perangkapan dokumen dan kurangnya pengarsipan dokumen pada masing-masing fungsi atau bagian. Saran yang diberikan adalah sebaiknya RRI Sumenep membuat flowchart sistem penggajian, pemisahan fungsi di bagian keuangn, perangkapan dokumen dan pengarsipan di masing-masing bagian.

Analisis perkembangan kemampuan keuangan daerah dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah di Kabupaten Probolinggo / Laili

 

Kata Kunci: Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Dalam menjalankan otonomi daerah, Pemerintah Daerah dituntut untuk menjalankan roda pemerintahan yang efektif, efisien, dan mampu mendukung peran masyarakat dalam meningkatkan pemerataan dan keadilan dengan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah. Keberhasilan otonomi daerah tidak terlepas dari kemampuan dalam bidang keuangan. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjelaskan tingkat perkembangan kemampuan keuangan daerah di Kabupaten Probolingo tahun anggaran 2007-2009 dalam rangka mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Metode pemecahan masalah yang dijelaskan adalah deskriptif yaitu menjelaskan beberapa rasio keuangan daerah antara lain: derajat desentralisasi, rasio kemandirian keuangan daerah, rasio keserasian, rasio pertumbuhan, dan rasio efektivitas PAD. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: berdasarkan rasio kemandirian keuangan daerah yang ditunjukkan dengan angka rasio rata-ratanya adalah 5.93% berarti kemampuan pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam memenuhi kebutuhan dana untuk penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan sosial masyarakat masih rendah. Dalam rasio derajat desentralisasi hanya memiliki 5,59%. Hal ini berarti bahwa tingkat kemandirian/kemampuan keuangan Kabupaten Probolinggo masih rendah dalam melaksanakan otonominya. Berdasarkan rasio keserasian rata-rata hanya sebesar 10.38%, ini artinya pengeluaran belanja rutin lebih besar dibandingkan dengan belanja pembangunan. Pada rasio pertumbuhan, secara keseluruhan mengalami peningkatan setiap tahunnya yang disebabkan bertambahnya pajak dan retribusi daerah. Sedangkan efektivitas PAD mengalami penurunan, tetapi masih efektif karena rasio yang dicapai melebihi 100%. Dengan melihat hasil analisis diatas, perkembangan keuangan di Kabupaten Probolinggo disektor keuangan masih kurang. Untuk itu diperlukan upaya untuk meningkatkan jumlah pendapatan dengan mengidentifikasi potensi daerah sebagai peluang baru untuk sumber-sumber penerimaan dapat dicari dalam mendukung terlaksananya otonomi daerah.

Efektivitas permainan smart snake-lagger sebagai stimulasi aspek perilaku mortal anak di Taman Belajar PAUD Arema / Dia Rahmi Kusumawardani

 

Kontribusi penguasaan konsep energi mekanik di SMA pada kemampuan kerja praktikum hukum kekekalan energi mekanik bagi mahasiswa TPB FPMIPA IKIP MALANG tahun akademik 1994/1995 / oleh Endah Asnawati

 

Penerapan problem posing untuk peningkatan hasil belajar siswa kelas XI-IPA-4 SMA Negei 1 Batu pada materi fungsi invers / Hadi Surahman

 

Kata kunci: Pembelajaran Matematika, Problem Posing, Hasil Belajar Siswa Pengamatan peneliti di SMAN 1 Batu bahwa hasil belajar yang kurang disebabkan antara lain karena pembelajaran matematika pada umumnya yaitu guru hanya memberikan tugas untuk mengerjakan soal latihan dan menggunakan buku ajar sebagai acuan yang disampaikan kepada siswanya, sehingga kurang dapat mengembangkan kemampuan berfikir siswa. Salah satu pembelajaran yang dapat memberikan ilmu dan ketrampilan hidup untuk kreatif, kompetitif, dan kooperatif serta dilakukan secara terpadu adalah pembelajaran matematika dengan problem posing. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dikaji pembelajaran matematika dengan problem posing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran matematika dengan problem posing untuk melihat hasil belajar siswa kelas XI IPA-4 SMA Negeri 1 Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Batu pada bulan Maret sampai dengan April 2010 dalam 2 tahap, yaitu tahap pra tindakan dan tahap tindakan. Tahap tindakan dilaksanakan dalam 2 siklus dan masing-masing siklus terdiri dari 3 pertemuan dan 2 pertemuan. Langkah-langkah pembelajaran fungsi invers dengan penerapan problem posing untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA-4 SMA Negeri 1 Batu adalah 1) membangkitkan pengetahuan awal siswa terkait materi fungsi invers yang akan dibelajarkan dengan memberikan Lembar Kegiatan Siswa sebagai bahan untuk motivasi dan juga membagikan Lembar Problem Posing (LPP) untuk siswa. 2) Guru memberikan beberapa contoh dan soal tentang fungsi, baik yang memiliki fungsi invers maupun yang tidak memiliki fungsi invers, 3) guru meminta siswa untuk mengerjakan LPP dan soal tentang invers, 4) siswa mempresentasikan hasil kerja di depan kelas dan guru memberikan penguatan, 5) guru memberikan contoh membuat soal dan memberikan kesempatan pada siswa untuk membuat soal pada LPP kemudian bertukar LPP untuk menyelesaikan soal dari LPP teman dan mempresentasikan. 6) terakhir guru bersama siswa membuat kesimpulan kemudian melaksanakan tes akhir tindakan. Hasil belajar pada penelitian ini meningkat, ditunjukkan dengan peningkatan ketuntasan belajar matematika siswa yaitu peningkatan rata-rata tes awal adalah 67,5 (dengan ketuntasan 27,2%) menjadi 77,5 pada siklus I (dengan ketuntasan 33,33%) dan 87,5 pada siklus II (dengan ketuntasan 93,5%). Sedangkan ketuntasan belajar matematika secara deskriptif menunjukkan peningkatan penilaian struktur semantik (dari 44,51% pada siklus I menjadi 81,15% pada siklus II ) dan struktur sintaksis (dari 71,23% menjadi 73,89% pada siklus II). Sehingga metode ini layak untuk dikembangkan sebagai metode alternatif dalam pembelajaran matematika.

Pengaruh pendidikan ekonomi di lingkungan keluarga dan prestasi belajar di sekolah terhadap tingkat mahir wacana ekonomi siswa (studi kasus pada siswa SMA Negeri 8 Malang) / Sulis Tianingsih

 

Kata kunci: Pengaruh, Pendidikan Ekonomi di Lingkungan Keluarga, Prestasi Belajar di Sekolah, Mahir Wacana Ekonomi. Menyadari pentingnya pemahaman yang lebih mendasar mengenai aspek ekonomi membawa pada pentingnya pendidikan ekonomi untuk diberikan pada siswa sekolah menengah dengan tujuan agar siswa mampu berekonomi atau diistilahkan mahir wacana ekonomi (melek ekonomi). Tinjauan mahir wacana ekonomi bukan saja dari kemampuan kognitif siswa yang tercermin dari tingkat prestasi belajar di sekolah saja, akan tetapi juga diperhitungkan dari tingkat pendidikan ekonomi di lingkungan keluarga. Penelitian ini melihat pengaruh antara pendidikan ekonomi di lingkungan keluarga dan prestasi belajar di sekolah terhadap tingkat mahir wacana ekonomi siswa (studi kasus pada siswa SMA Negeri 8 Malang) dengan tujuan: (1) untuk mengetahui adanya pengaruh antara pendidikan ekonomi di lingkungan keluarga terhadap tingkat mahir wacana ekonomi siswa SMA. (2) untuk mengetahui adanya pengaruh antara prestasi belajar di sekolah terhadap tingkat mahir wacana ekonomi siswa SMA. (3) untuk mengetahui pengaruh antara pendidikan ekonomi di lingkungan keluarga dan prestasi belajar di sekolah terhadap tingkat mahir wacana ekonomi siswa SMA. Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Malang dengan jumlah sampel sebesar populasi, yaitu 70 siswa SMA. Analisis data menggunakan program SPSS 16.0 for windows. Taraf signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5%. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah; (1) terdapat pengaruh antara pendidikan ekonomi di lingkungan keluarga terhadap tingkat mahir wacana ekonomi siswa SMA Negeri 8 Malang. (2) tidak terdapat pengaruh antara prestasi belajar di sekolah terhadap tingkat mahir wacana ekonomi siswa SMA Negeri 8 Malang. (3) terdapat pengaruh antara pendidikan ekonomi di lingkungan keluarga dan prestasi belajar di sekolah terhadap tingkat mahir wacana ekonomi siswa SMA Negeri 8 Malang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara pendidikan ekonomi di lingkungan keluarga terhadap tingkat mahir wacana ekonomi siswa SMA Negeri 8 Malang. Sedangkan pada prestasi belajar di sekolah tidak berpengaruh terhadap tingkat mahir wacana ekonomi siswa SMA Negeri 8 Malang. Saran yang dapat dikemukakan adalah: (1) bagi pihak sekolah SMA Negeri 8 Malang untuk terus berusaha meningkatkan tingkat mahir wacana ekonomi (melek ekonomi) peserta didik, (2) bagi para siswa supaya terus berusaha meningkatkan tingkat mahir wacana ekonominya dan meningkatkan prestasi belajar di sekolah, (3) bagi orang tua siswa untuk terus memberikan dan meningkatkan pendidikan ekonomi di lingkungan keluarga secara intens.

Analisis komparatif kinerja keuangan bank devisa dengan bank non devisa di Indonesia (2007-2009) / Prima Ardi Kusuma

 

Kata kunci: Kinerja Keuangan Bank, CAMEL, Bank Devisa, Bank Non Devisa Kinerja keuangan bank merupakan gambaran kondisi keuangan bank pada suatu periode waktu tertentu baik menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana yang biasanya diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas dan profitabilitas bank. Dalam penelitian ini menggunakan analisis CAMEL, karena analisis ini yang dipakai oleh Bank Indonesia untuk dapat mengukur dan membandingkan kinerja bank-bank yang ada di Indonesia. Rasio-rasio CAMEL yang digunakan adalah CAR, RORA, NPM, ROA, dan LDR. Subyek dalam penelitian ini adalah bank devisa dan bank non devisa. Bank devisa merupakan bank yang melakukan transaksi dalam dan luar negeri, sedangkan bank non devisa merupakan bank yang belum mempunyai izin untuk melakukan transaksi ke luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kinerja keuangan bank devisa dan non devisa ditinjau dari aspek Capital, Asset Quality, Management, Earning, dan Liquidity (2) perbedaan kinerja keuangan bank devisa dan bank non devisa melalui rasio CAMEL. Data yang digunakan bersumber dari laporan keuangan bank tahun 2007- 2009. Populasi yang digunakan adalah semua bank devisa dan bank non devisa di Indonesia baik yang terdaftar dalam PT Bursa Efek Indonesia maupun tidak selama tahun 2007-2009 sebanyak 67 bank, namun setelah digunakan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 24 bank, yaitu 13 bank devisa dan 11 bank non devisa.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik statistik parametrik dengan metode uji-t pada program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tidak terdapat perbedaan kinerja keuangan bank devisa dan bank non devisa ditinjau dari aspek Asset Quality yang diukur menggunakan rasio RORA (Return On Risked Asset), dan Earning yang diukur menggunakan rasio ROA (Return On Asset), (2) terdapat perbedaan kinerja keuangan bank devisa dan bank non devisa ditinjau dari aspek Capital yang diukur menggunakan rasio CAR (Capital Adequacy Ratio), Management yang diukur menggunakan rasio NPM (Net Profit Margin), dan Liquidity yang diukur menggunakan rasio LDR (Loan to Deposit Ratio), (3) tidak terdapat perbedaan kinerja keuangan bank devisa dan bank non devisa ditinjau dari aspek CAMEL. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar pihak bank untuk meningkatkan kinerja serta memenuhi nilai kredit/ rasio yang ditetapkan, sehingga kondisi kesehatan bank tetap terjaga dan tingkat kepercayaan masyarakat pun akan meningkat. Bagi masyarakat dan investor, hasil penelitian ini supaya dapat digunakan sebagai informasi dalam pengambilan keputusan mereka untuk menginvestasikan dana mereka pada jenis bank yang bersangkutan. Bagi penelitian lebih lanjut yang sejenis dengan penelitian ini disarankan memperluas sampel penelitian, data penelitian, maupun kedalaman analisisnya. Misalnya dengan menggunakan aspek sensitivity to market risk sehingga memungkinkan akan diperoleh hasil yang lebih akurat.

Pengaruh kebiasaan merokok terhadap kecepatan pulih asal pada mahasiswa Pendidikan Jasmani angkatan 2006 Universitas Negeri Malang / Widyo Nugroho Adi

 

Kata kunci: kebiasaan merokok, kecepatan pulih asal Kecepatan pulih asal berhubungan erat dengan kembalinya kondisi tubuh ke keadaan sebelum melakukan aktifitas olahraga. Karena itu, setiap olahragawan harus memiliki kecepatan pulih asal yang baik agar dapat melakukan aktifitas fisik secara optimal dan dapat meminimalkan waktu untuk istirahat guna memperoleh penampilan yang optimal. Kecepatan pulih asal menggambarkan kondisi kesegaran jasmani yang baik dan hal ini berbanding lurus dengan fungsi jantung, paru-paru, pembuluh darah dan metabolisme di otot. Artinya kecepatan pulih asal akan baik apabila faktor-faktor tersebut dapat berfungsi dengan baik dan optimal. Sebaliknya, kecepatan pulih asal akan buruk apabila faktor-faktor tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik dan optimal. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan merokok karena zat dalam rokok dapat mengakibatkan kerusakan sel jaringan sehingga proses suplai oksigen ke otot terganggu. Sehingga terjadi peningkatan kecepatan pulih asal yang dibutuhkan karena metabolisme di otot dan juga proses penyampaian oksigen ke jaringan dan pembuangan zat sisa keluar tubuh ikut terganggu juga. Indikator penghitungan kecepatan pulih asal adalah dengan menghitung kecepatan turunnya denyut jantung setalah tes lari 100 meter. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan merokok terhadap kecepatan pulih asal Mahasiswa Pendidikan Jasmani Angkatan 2006 Universitas Negeri Malang. Penelitian ini adalah penelitian semi experimental dan Cross Sectional Surveys dengan rancangan randomized control group post test-only design, menggunakan sampel 26 mahasiswa putra yang dibagi 2 kelompok yang terdiri dari: kelompok perokok dan kelompok bukan perokok. Dalam penelitian ini mahasiswa yang diambil menjadi sampel adalah mahasiswa yang berumur antara 19-20 tahun, melakukan aktivitas fisik 5-6 kali perminggu pada kuliah teori & praktek serta melakukan aktivitas fisik di luar kuliah 1-4 kali perminggu secara teratur; dengan durasi lebih dari 60 menit dan memiliki BMI (Body Massa Index) normal. Dalam penelitian ini indikator kecepatan pulih asal adalah tes lari 100 meter dengan indikator penurunan denyut jantung setelah tes lari tersebut. Untuk menguji hipotesis dilakukan dengan uji t dengan taraf signifikan 0.05. Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang sangat signifikan (p < 0.05) antara kelompok perokok dan bukan perokok terhadap kecepatan pulih asal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perokok memiliki potensi pada kecepatan pulih asal setelah aktifitas fisik akan lebih lama. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya dengan menggunakan sampel yang lebih besar ataupun dengan menggunakan tes laboratorium untuk data yang lebih valid

Pengaruh atmosfer toko terhadap kepuasan pelanggan (studi pada pelanggan Giant Hypermarket Gajayan Malang) / Tri Sumardi Rantau

 

Kata kunci: Kinerja Keuangan Bank, CAMEL, Bank Devisa, Bank Non Devisa Kinerja keuangan bank merupakan gambaran kondisi keuangan bank pada suatu periode waktu tertentu baik menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana yang biasanya diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas dan profitabilitas bank. Dalam penelitian ini menggunakan analisis CAMEL, karena analisis ini yang dipakai oleh Bank Indonesia untuk dapat mengukur dan membandingkan kinerja bank-bank yang ada di Indonesia. Rasio-rasio CAMEL yang digunakan adalah CAR, RORA, NPM, ROA, dan LDR. Subyek dalam penelitian ini adalah bank devisa dan bank non devisa. Bank devisa merupakan bank yang melakukan transaksi dalam dan luar negeri, sedangkan bank non devisa merupakan bank yang belum mempunyai izin untuk melakukan transaksi ke luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kinerja keuangan bank devisa dan non devisa ditinjau dari aspek Capital, Asset Quality, Management, Earning, dan Liquidity (2) perbedaan kinerja keuangan bank devisa dan bank non devisa melalui rasio CAMEL. Data yang digunakan bersumber dari laporan keuangan bank tahun 2007- 2009. Populasi yang digunakan adalah semua bank devisa dan bank non devisa di Indonesia baik yang terdaftar dalam PT Bursa Efek Indonesia maupun tidak selama tahun 2007-2009 sebanyak 67 bank, namun setelah digunakan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 24 bank, yaitu 13 bank devisa dan 11 bank non devisa.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik statistik parametrik dengan metode uji-t pada program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tidak terdapat perbedaan kinerja keuangan bank devisa dan bank non devisa ditinjau dari aspek Asset Quality yang diukur menggunakan rasio RORA (Return On Risked Asset), dan Earning yang diukur menggunakan rasio ROA (Return On Asset), (2) terdapat perbedaan kinerja keuangan bank devisa dan bank non devisa ditinjau dari aspek Capital yang diukur menggunakan rasio CAR (Capital Adequacy Ratio), Management yang diukur menggunakan rasio NPM (Net Profit Margin), dan Liquidity yang diukur menggunakan rasio LDR (Loan to Deposit Ratio), (3) tidak terdapat perbedaan kinerja keuangan bank devisa dan bank non devisa ditinjau dari aspek CAMEL. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar pihak bank untuk meningkatkan kinerja serta memenuhi nilai kredit/ rasio yang ditetapkan, sehingga kondisi kesehatan bank tetap terjaga dan tingkat kepercayaan masyarakat pun akan meningkat. Bagi masyarakat dan investor, hasil penelitian ini supaya dapat digunakan sebagai informasi dalam pengambilan keputusan mereka untuk menginvestasikan dana mereka pada jenis bank yang bersangkutan. Bagi penelitian lebih lanjut yang sejenis dengan penelitian ini disarankan memperluas sampel penelitian, data penelitian, maupun kedalaman analisisnya. Misalnya dengan menggunakan aspek sensitivity to market risk sehingga memungkinkan akan diperoleh hasil yang lebih akurat.

Hubungan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi sekolah, profesionalisme guru, kepuasan kerja guru dengan kinerja guru pada SD negeri di Kota Kupang / Petrus Maupula

 

Kata kunci: perilaku kepemimpian kepala sekolah, iklim organisasi sekolah, profesionalisme guru, kepuasan kerja guru, kinerja guru. Peningkatan kualitas pendidikan harus senantiasa ditingkatkan sehingga menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang bermutu, handal dan professional. Guru merupakan tenaga professional yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dan penentu kualitas pendidikan perlu dilakukan berbagai usaha untuk meningkatkan kinerja guru. Faktor yang diduga berpengaruh terhadap kinerja guru antara lain: perilaku kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi sekolah, profesionalisme guru, dan kepuasan kerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai: (1) perilaku kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi sekolah, profesionalisme guru, kepuasan kerja guru dengan kinerja guru pada SD Negeri di Kota Kupang, (2) hubungan langsung dan tidak langsung antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi sekolah, profesionalisme guru dan kepuasan kerja guru dengan kinerja guru SD Negeri di Kota Kupang. Populasi penelitian ini adalah 684 orang guru pada SD Negeri di Kota Kupang. Dengan menggunakan formula Cochran dan Warwick diperoleh jumlah sampel 277 orang guru. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik proporsional random sampling dan pengumpulan data digunakan kuesioner model Skala Likert. Untuk menganalisis data digunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik multivariate SEM-AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel berada pada ketegori cukup baik. Sementara hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi 0,05 % atau taraf kepercayaan 95% terdapat: (1) hubungan langsung yang signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan iklim organisasi sekolah pada SD Negeri di kota Kupang, (2) hubungan langsung yang tidak signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan profesionalisme guru pada SD Negeri di Kota Kupang, (3)hubungan langsung yang signifikan antara iklim organisasi sekolah dengan profesionalisme guru pada SD Negeri di Kota Kupang, (4) hubungan tidak langsung yang signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan profesionalisme guru melalui iklim organisasi sekolah pada SD Negeri di Kota Kupang, (5) hubungan langsung yang tidak signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan kepuasan kerja guru pada SD Negeri di kota Kupang, (6) hubungan langsung yang signifikan antara iklim organisasi sekolah dengan kepuasan kerja guru pada SD Negeri di Kota Kupang, (7) hubungan langsung yang signifikan antara profesionalisme guru dengan kepuasan kerja guru pada SD Negeri di Kota Kupang, (8) hubungan langsung yang signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan kepuasan kerja guru melalui iklim organisasi sekolah pada SD Negeri di Kota Kupang, (9) hubungan tidak langsung yang tidak signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan kepuasan kerja guru melalui profesionalisme guru pada SD Negeri di Kota Kupang, (10) hubungan tidak langsung yang signifikan antara iklim organisasi sekolah dengan kepuasan kerja guru melalui profesionalisme guru pada SD Negeri di Kota Kupang, (11) hubungan langsung yang signifikan antara iklim organisasi sekolah dengan kinerja guru pada SD Negeri di Kota Kupang, (12) hubungan langsung yang signifikan antara profesionalisme guru dengan kinerja guru pada SD Negeri di Kota Kupang, (13) hubungan langsung yang signifikan antara kepuasan kerja guru dengan kinerja guru pada SD Negeri di Kota Kupang, (14 hubungan tidak langsung yang signifikan antara iklim organisasi sekolah dengan kinerja guru melalui profesionalisme guru pada SD Negeri di Kota Kuapng, (15) hubungan tidak langsung yang signifikan antara iklim organisasi sekolah dengan kinerja guru melalui kepuasan kerja guru pada SD Negeri di Kota Kupang, dan (16) hubungan tidak langsung yang signifikan antara profesionalisme guru dengan kinerja guru melalui kepuasan kerja guru pada SD Negeri di Kota Kupang. Berdasarkan hasil penelitian ini dikemukakan beberapa saran sebagai berikut: (1) bagi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kota Kupang disarankan kiranya hasil penelitian ini hendaknya dijadikan bahan informasi untuk dipertahankan bahkan disikapi untuk dikembangkan terhadap penilaian kinerja kepala sekolah maupun guru sebagai upaya mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya, (2) bagi kepala sekolah disarankan kiranya hasil penelitian ini hendaknya dijadikan bahan informasi yang berguna dalam rangka memperbaiki perilaku kepemimpinan, menciptakan iklim sekolah yang kondusif dan meningkatkan profesionalisme guru sehingga pada gilirannya dapat meningkat pula kinerja guru di sekolah, (3) bagi guru disarankan kiranya hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk dipertahankan dan ditingkatkan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diembankan sehingga terjadi peningkatan profesionalisme diri sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, (4) bagi pengembangan manajemen pendidikan: hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan pengembangan teori ilmu manajemen pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan variabel-variabel yang diteliti dalam penelitian ini,dan (5) bagi peneliti lanjutan disarankan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu rujukan dalam memasukan variabel-variabel lainnya di luar variabel perilaku kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi sekolah, profesionalisme guru, dan kepuasan kerja guru sehingga temuan hasil penelitiannya nanti akan dapat menambah wawasan bagi peneliti-peneliti berikutnya.

Penyusunan paket permainan kelompok untuk mengembangkan perilaku prososial anak TK / Maria Fransisca de Florence

 

Kata kunci: Paket permainan kelompok, perilaku prososial, anak TK Selama periode masa kanak-kanak terjadilah sejumlah perubahan baik secara fisik maupun secara prikologis. Masa kanak-kanak juga merupakan pondasi yang penting bagi kehidupan manusia, dimana nilai-nilai hidup akan membentuk kebiasaan dan karakter yang akan diterapkan dalam waktu yang relatif lama (Hurlock :1980). Belum tersedia sebuah paket tehnik permainan untuk mengembangkan perilaku prososial anak TK. Sehingga peneliti ingin menyusun paket permainan kelompok untuk mengembangkan perilaku prososial anak TK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana menyusun paket permainan kelompok untuk mengembangkankan perilaku prososial pada anak TK, dimana paket permainan ini memuat petunjuk penggunaan dan materi permainan yang didalamnya terdapat lima macam permainan yang dapat dipilih oleh guru TK. Penelitian dilakukan bagi guru-guru Tk, dimana produk yang dihasilkan berupa paket petunjuk penggunaan bagi guru yang dapat mengembangkan perilaku prososial anak TK. Paket tersebut terdiri dari tiga bagian yaitu bagian pendahuluan, bagian teknik permainan, dan bagian penutup. Ketiga bagian ini telah mendapat penilaian dari subyek ahli yaitu ahli isi/materi, ahli perkembangan, ahli pendidikan TK dan telah dilakukan uji kelompok kecil. Hasil uji coba tersebut kemudian digunakan sebagai bahan revisi paket permainan pengembangan perilaku prososial anak TK. Berdasarkan hasil penelitian, hasil uji ahli dalam mengukur kesesuaian, ketepatan dan kegunaan paket sudah tepat, sedangkan uji kelompok kecil juga telah dilakukan dan tidak mengalami kendala yang berarti sehingga paket ini dapat digunakan oleh guru TK dalam mengembangkan perilaku prososial anak TK.Paket yang dihasilkan adalah Paket Permainan yang terdiri dari tiga bagian yaitu, bagian pendahuluan, bagian materi permainan dan tekhnik permainan, dan bagian penutup. Permainan yang dihasilkan adalah permainan Semut Penolong, Pemberian Anak Raja, Angka persahabatan, Tukang Pos dan Hadiah untuk teman. Setiap permainan memiliki tujuan untuk mengembangkan indikator prososial yang berbeda, sehingga ke lima permainan ini disebut satu paket dalam mengembangkan seluruh indikator perilaku prososial anak TK. Permainan tidak harus dilakukan dalam waktu yang bersamaan, melainkan bertahap.

Aplikasi sistem informasi geografi untuk pemetaan potensi objek wisata di Kabupaten Sumenep / Andi Firmansyah

 

Kata Kunci: SIG, Pemetaan, Potensi Objek Wisata. Kabupaten Sumenep memiliki banyak objek wisata yang berpotensi untuk di kembangkan. Objek wisata yang tersebar di Kabupaten Sumenep dapat di kelompokkan menjadi tiga yaitu objek wisata alam, objek wisata budaya, dan objek wisata kesenian. Melalui SIG dilakukan berbagai macam analisis wilayah potensi pariwisata berupa tampilan wilayah yang memiliki potensi-potensi wisata yang berbeda sehingga dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang banyak menarik para wisatawan. Dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan yang berkunjung dalam memberikan informasi objek wisata di Kabupaten Sumenep. Penelitian ini bertujuan yaitu: 1) Mendeskripsikan kendala-kendala dalam pengembangan objek wisata di Kabupaten Sumenep, 2) Untuk mengetahui potensi objek wisata di Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dan studi deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah objek wisata di Kabupaten Sumenep yang berjumlah 13 objek yang dikelompokkan dalam wisata alam, wisata budaya, dan wisata kesenian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik matching dengan membandingkan antara variabel-variabel yang terdapat di setiap objek wisata di Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian ini menunjukkan objek wisata yang ada di Kabupaten Sumenep berpotensi untuk di kembangkan. Berdasarkan hasil penghitungan dari setiap variabel-variabel pada objek wisata yaitu 1) Pantai Slopeng, Museum dan Keraton Sumenep, Masjid Jami’, Asta Tinggi dan Kerapan Sapi memiliki nilai ≥75 sangat berpotensi dikembangkan; 2) Pantai Lombang, dan Asta Yusuf memiliki nilai 65 – 74 berpotensi dikembangkan; 3) Makam Anggo Seto dan Upacara Adat Nyadar, Asta Gumuk, Kerajinan Batik, Kerajinan Keris, Kerajinan Ukir-ukiran dan Petani Garam memiliki nilai 55 – 64 cukup berpotensi dikembangkan. Adapun variabel yang dinilai dalam penelitian ini yaitu sarana objek wisata, jarak akomodasi dari objek wisata, aksesbilitas, dan atraksi (daya tarik). Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan beberapa saran dalam pengembangan objek wisata, antara lain: peningkatan kualitas sarana di objek wisata serta peningkatan sarana dan prasarana penunjang seperti akomodasi, sarana transportasi yang khusus melayani wisatawan untuk menuju dan meninggalkan objek wisata. Ditingkatkannya variasi kegiatan atau even di setiap objek wisata.

Hubungan keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) dalam pembelajaran sains pada penerapan strategi pembelajaran problem based learning (PBL) dan inkuiri / Aisyah Rahmawati Zen

 

Kata Kunci: Keterampilan Metakognitif, Hasil Belajar, Problem Based Learning (PBL), Inkuiri. Pembelajaran IPA di SD/MI menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah yang dapat ditunjukkan melalui pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran IPA di SD, guru dituntut untuk dapat mengajarkan konsep IPA secara benar sedangkan siswa dituntut untuk memahami konsep IPA dan penerapannya secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan metakognitif berhubungan dengan pemahaman konsep terhadap materi yang sedang dipelajari. Keterampilan metakognitif yang tinggi menunjukkan hasil belajar yang tinggi pula. Beberapa strategi pembelajaran yang direkomendasikan untuk memberdayakan keterampilan metakognitif adalah Problem Based Learning (PBL) dan inkuiri. Kedua strategi pembelajaran ini memiliki karakteristik yang berbeda sehingga kemungkinan juga memiliki kemampuan yang berbeda dalam memberdayakan keterampilan metakognitif yang berhubungan dengan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan metakognitif dan hasil belajar pada strategi pembelajaran PBL dan inkuiri serta ada tidaknya perbedaan hubungan antara keterampilan metakognitif dan hasil belajar pada strategi pembelajaran PBL dan inkuiri pada siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini merupakan jenis survei dengan menggunakan selisih nilai pretes dan pos tes sebagai data. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SDN Sumbersari II Malang dan seluruh siswa kelas IV SDN Sumbersari III Malang. Sampel penelitian ini adalah keseluruhan populasi, yaitu siswa kelas IV SDN Sumbersari II Malang dan seluruh siswa kelas IV SDN Sumbersari III Malang. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan program SPSS for MS WINDOWS, dengan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa pada penerapan strategi pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan persamaan garis regresi Y= 0,8402X + 6, 8127. Sumbangan keterampilan metakognitif terhadap hasil belajar siswa sebesar 43,7% pada penerapan strategi pembelajaran PBL. Ada hubungan antara keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa pada penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan persamaan garis regresi Y= 0, 9009X + 10, 318. Sumbangan keterampilan metakognitif terhadap hasil belajar siswa sebesar 69% pada penerapan strategi pembelajaran inkuiri. Ada perbedaan hubungan antara ii keterampilan metakognitif dan hasil belajar pada strategi pembelajaran PBL dan Inkuiri yang ditunjukkan dengan adanya garis regresi yang sejajar. Hubungan keterampilan metakognitif dan hasil belajar pada strategi pembelajaran inkuiri memiliki tingkat yang lebih tinggi dibandingkan pada PBL.

Penerapan media asli untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas III SDN Gading Kasri pada pelajaran IPA materi penggolongan tumbuhan / Siti Nurhidayati

 

Kata Kunci: IPA (SD), media asli, aktivitas, hasil belajar. Pembelajaran adalah suatu proses pemberian pengalaman dan penciptaan situasi belajar sehingga anak didik membelajarkan diri dan terjadi perubahan pada diri siswa. Berbagai media dan sumber belajar pun harus bisa dipilih mana yang tepat agar siswa dapat mengembangkan aktivitas belajar siswa dan dapat meningkatkan hasil belajarnya. Berdasarkan hal tersebut maka permasalahan yang diangkat oleh peneliti yaitu “Penerapan Media Asli untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas III SDN Gading Kasri Malang Pada Pelajaran IPA Materi Penggolongan Tumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah penerapan media asli untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Gading Kasri?, (2) Bagaimanakah peningkatan aktivitas belajar IPA siswa SDN Gading Kasri setelah diterapkan media asli?, dan (3) Bagaimanakah peningkatan hasil belajar IPA siswa SDN Gading Kasri setelah diterapkan media asli?. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dengan model penelitian tindakan kelas (PTK) model Mc. Taggart. Langkah PTK ini meliputi 2 siklus, siklus tindakan pembelajaran dihentikan jika telah mencapai standar nilai standar minimal 70 dengan ketuntasan belajar kelas 80% dari jumlah subyek penelitian. Subyek penelitian dibatasi pada siswa kelas III SDN Gading Kasri yang berjumlah 35 siswa. Instrumen yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Sedangkan evaluasi yang dilakukan terfokus pada proses dan hasil dengan menggunakan teknik tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media asli pada mata pelajaran IPA dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas III SDN Gading Kasri. Hal ini dapat dilihat pada aktivitas belajar yang terus meningkat, dari siklus I pertemuan I dengan ketuntasan 48,57%, menjadi 68,57 pada siklus I pertemuan II, 74,28% pada siklus II pertemuan I dan 82,85% pada siklus II pertemuan II. Sedangkan nilai evaluasi siswa meningkat dari siklus I pertemuan I dengan ketuntasan 37,14%, menjadi 68,57 pada siklus I pertemuan II, menjadi 77,14% pada siklus II pertemuan I dan 88,57% pada siklus II pertemuan II. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penerapan media asli untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas III SDN Gading Kasri Malang pada materi penggolongan tumbuhan dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Adapun kendala yang dihadapi adalah kesegaran bagian tanaman dan pengelolaan waktu. Disarankan kepada peneliti lanjutan untuk pembelajaran IPA yang mempergunakan tanaman sebagai media pembelajaran agar dapat mengkombinasikan dengan media pembelajaran yang lain seperti pengawetan tumbuhan, media buatan, dan alternatif lainnya sesuai dengan materi dan kondisi siswa.

Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered heads together untuk meningkatkan hasil belajar IPS Geografi siswa kelas VIII H SMP Negeri 10 Malang / Anna Faizah

 

Kata kunci: Penerapan, Model Numbered Heads Together (NHT), hasil belajar. Pembelajaran IPS geografi yang dilakukan di SMP Negeri 10 Malang memiliki Standar Ketuntasan Minimal (SKM) ≥ 66. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru geografi SMP Negeri 10 Malang, menunjukkan nilai rata-rata dan ketuntasan belajar siswa kelas VIII H rendah yaitu sebesar 48% siswa. Ketuntasan belajar tersebut menunjukkan bahwa siswa yang mendapat nilai kurang dari 66 sebanyak 19 siswa dan siswa yang mendapat nilai ≥ 66 sebanyak 21 siswa, sehingga ketuntasan belajar siswa kelas VIII H masih rendah dalam pembelajaran geografi. Salah satu solusi yang dipergunakan dalam mengatasi permasalahan ini, adalah menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together Jenis penelitian yang digunakan ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research dengan pendekatan kualitatif, yaitu untuk mendeskripsikan peristiwa-peristiwa sebagaimana terjadi secara alami, melalui pengumpulan data dan data alami. Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan suatu bentuk kajian yang bersifat refleksi oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rasional dari tindakan-tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki kondisi-kondisi dimana praktek-praktek pembelajaran itu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar geografi siswa pada kompetensi mendeskripsikan permasalahan kependudukan dan dampaknya terhadap pembangunan kelas VIII H SMP Negeri 10 Malang melalui penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan mulai dari pra tindakan ke siklus 1 dan siklus 1 ke siklus 2. Rata-rata hasil belajar siswa pada pra tindakan sebesar 63, 125 pada siklus 1 meningkat menjadi 71, 425 dan pada siklus 2 meningkat menjadi 80, 375. Ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan, pada proses pembelajaran pra tindakan sebesar 47% siswa, siklus 1 sebesar 73%, dan pada siklus 2 menjadi 90%. Dari hasil penelitian ini, disarankan bagi guru geografi dapat meningkatkan kegiatan pembelajaran dengan pengelolaan kelas yang baik agar menjadi lebih kondusif. Selain diharapkan bisa memanajemen waktu dan kesiapan untuk proses pembelajaran. Untuk penelitian lanjutan model ini perlu diterapkan pada kelas, sekolah dan materi yang berbeda untuk dapat meningkatkan hasil belajar.

Pelaksnaan Pendidikan Moral Pancasila dengan bentuk model satuan pelajaran dalam hubungannya dengan penyajian bahan pengajaran pada siswa kelas II di SMAN III Kotamadya Malang / oleh Priyanti

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model two stay two stray untuk meningkatkan kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita matematika di kelas VII-E SMPN 18 Malang / Dimas Anggono

 

Strategi pembelajaran cooperative integrated reading and composition dipadu dengan peta konsep untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII MTs Tribakti Kunjang Kediri / Moh. Abidil Fanan

 

Kata Kunci:CIRC, Peta Konsep, Motivasi Belajar Hasil observasi awal dan wawancara terhadap guru bidang studi IPA kelas VIII A MTs TRIBAKTI Kunjang Kediri, diperoleh informasi bahwa pembelajaran yang diterapkan selama ini dalam proses belajar mengajar biologi belum dapat menjadikan siswa termotivasi untuk belajar, metode pembelajaran yang diterapkan adalah metode ceramah dan tanya jawab. Pembelajaran ini menjadikan siswa pasif dalam belajar. Aspek minat siswa yang rendah ditunjukkan dengan kurang tertariknya siswa akan materi yang disampaikan, banyak siswa berbicara dengan temannya ketika guru menyampaikan materi pelajaran. Perhatian siswa tidak pada materi yang sedang diajarkan akan tetapi lebih pada tugas-tugas mata pelajaran lain yang belum diselesaikan di rumah. Konsentrasi siswa terhadap pelajaran rendah, banyak siswa yang tidak memperhatikan ketika mereka menerima penjelasan dari guru. Jika dilihat dari aspek ketekunan, banyak siswa yang hanya belajar apabila guru sedang berada dalam kelas namun mereka ramai ketika guru keluar kelas, padahal jam pelajaran masih berlangsung. Berdasarkan alasan tersebut diperlukan strategi pembelajaran yang dapat memusatkan kegiatan belajar dan menggugah motivasi belajar siswa sehingga siswa memperoleh konsep dengan pengalamannya sendiri dan mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari yaitu melalui pendekatan Kooperatif dengan menggunakan strategi CIRC dipadu dengan Peta Konsep. Penerapan strategi pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkanmotivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam 2 siklus, tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah siswa kelas VIIIAsemester gasal tahun ajaran 2009/2010MTs TRIBAKTI Kunjangdengan jumlah siswa36. Data Motivasi Belajar diperoleh dari lembar observasi motivasi belajar pada siklus I dan siklus II yang dianalisis untuk mengetahui peningkatan motivasi dalam setiap siklus. Data aktivitas guru diperoleh dari hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran dan catatan lapangan yang dianalisis untuk mengetahui persentase ketercapaian strategi pembelajaran CIRC dipadu dengan Peta Konsep Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Secara berturut-turut taraf ketercapaian motivasi belajar siswa pada siklus I dan II adalah 42,7% dan 89,2%.Pada pelaksanaan pembelajaran, guru harus mengelola kelas secara merata sehingga seluruh siswa memperoleh perhatian yang sama secara kelompok maupun individu yang pada akhirnya dapat meningkatkan indikator motivasi belajar lainnya yang masih belum maksimal.

Pengembangan paket pembelajaran berbantuan komputer materi sudut pada ruang dimensi tiga untuk siswa kelas X SMAN 1 Ngantang Kab. Malang / Shinta Wulandari

 

Kata Kunci : Pengembangan, Pembelajaran Berbantuan Komputer, Sudut pada ruang dimensi tiga Berawal dari adanya kesenjangan yang ada antara kondisi ideal dan kondisi real berkaitan dengan pembelajaran materi sudut pada bangun ruang, yaitu (1) Belum dimanfaatkannya komputer untuk pembelajaran matematika, padahal sebagian besar SMA telah tersedia komputer dan dengan kelebihan yang dimiliki komputer seharusnya saat ini komputer sudah dimanfaatkan untuk pembelajaran secara optimal, (2) Belum tersedianya paket PBK materi sudut pada bangun ruang sebagai alternatif pembelajaran matematika, padahal saat ini sudah tersedia perangkat lunak yang dapat memvisualisasikan gambar yang disertai dengan animasi yang menarik, (3) adanya kesulitan siswa untuk memahami materi sudut pada bangun ruang tanpa bantuan media lain dan terbatasnya jam belajar di kelas maka pengembangan paket pembelajaran sudut pada ruang dimensi tiga dibuat. Pengembangan ini bertujuan untuk menyediakan paket pembelajaran sudut pada ruang dimensi tiga memanfaatkan komputer yang dapat dimanfaatkan untuk belajar mandiri siswa di SMA Negeri 1 Ngantang Kabupaten Malang sehingga kesulitan siswa dalam belajar sudut pada ruang dimensi tiga dapat diminimalkan. Paket pembelajaran dikembangkan berdasarkan tahapan Alessi dan Trollip yang terdiri dari 10 tahapan yaitu (1) menentukan tujuan dan kebutuhan, (2) mengumpulkan bahan acuan, (3) mempelajari materi, (4) mengembangkan ide (brainstorming), (5) mendesain pelajaran, (6) membuat bagan alir (flowchart), (7) membuat storyboard tampilan, (8) memprogram materi, (9) membuat materi pendukung, (10) melakukan evaluasi dan revisi. Model yang digunakan adalah tutorial bercabang dengan kontrol sepenuhnya kepada siswa. Penyajian informasi pada tutorial berdasarkan tahapan berpikir Van Hiele. Paket pembelajaran telah dinilai oleh ahli materi, ahli teknologi pembelajaran, ahli pemrograman dan guru matematika. Setelah dilakukan revisi, selanjutnya diujicobakan ke siswa SMAN 1 Ngantang Kab. Malang. Hasil uji coba perorangan diperoleh informasi bahwa paket pembelajaran sudut pada ruang dimensi tiga mudah untuk dioperasikan yaitu 93 % siswa menyatakan bahwa paket pembelajaran mudah untuk dioperasikan atau berada pada kategori sangat valid. Informasi lain adalah paket pembelajaran sudut pada ruang dimensi tiga disukai oleh siswa yaitu sebesar 80% siswa senang dengan tampilannya atau berada pada kategori valid, 75% menyatakan senang dengan gambar-gambarnya atau berada pada kategori valid, 86% tertantang untuk belajar lebih baik atau berada pada kategori sangat valid serta penilaian pencapaian sebesar 80 % atau dalam kategori valid. Spesifikasi produk yang diharapkan telah tercapai yaitu : Tipe paket pembelajaran adalah tutorial bercabang(branching tutorial), yang disimpan dalam bentuk CD (compact disk), sehingga dapat dibawa siswa dan dapat dipelajari secara mandiri, paket pembelajaran memuat materi utama yaitu sudut antara garis dengan garis dan sudut antara garis dengan bidang, penjelasan materi disertai dengan sajian gambar animasi yang berkaitan materi sudut dengan memperhatikan kombinasi warna dan tulisan, paket dapat dijalankan pada komputer dengan spesifikasi minimal Windows 98, prosessor minimal 600MHz, RAM minimal 256 Mbyte, resolusi minimal 800 x 600, CD-ROM minimal 24x, VGA minimal 16 bit, sistem menu yang digunakan adalah dalam bentuk jendela (window), menu dapat dipilih dengan menggunakan tetikus(mouse), pembelajaran dalam paket ini disesuaikan dengan tahap-tahap berpikir Van Hiele yang meliputi tahap 0 (visualisasi), tahap 1 (analisis), tahap 2 (deduksi informal), tahap 3 (deduksi), dan tahap 4 (rigor).

Perbedaan prestasi belajar ditinjau dari tipe kepribadian ekstravert-introvert mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang / Rarat Paramitha

 

Kata kunci: Prestasi Belajar, Tipe Kepribadian Ekstravert, Tipe Kepribadian Introvert Prestasi belajar menurut Slameto (2003) adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Menurut Jung, ekstraversi adalah orang yang pandangannya objektif dan tidak pribadi, sedangkan introversi adalah orang yang pandangannya subjektif dan individualis (Alwisol, 2004). Menurut Eysenck (dalam Feist dan Feist, 2008), perbedaan utama ekstraversi dan introversi bukanlah pada aspek behavioral, melainkan lebih pada tataran biologis dan genetik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar antara mahasisiwa yang bertipe kepribadian introvert dengan mahasiswa yang bertipe kepribadian ekstrovert. Data didapat dari 70 mahasiswa Psikologi dengan teknik pengambilan data stratified sampling, angkatan 2006, 2007, dan 2008 Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dianalisis menggunakan t-test dengan bantuan program SPSS versi 14.00. Data tersebut menggunakan 2 instrumen ukur (1) EPI-A (adaptasi Indonesia), sebagai alat ukur Tipe Kepribadian dengan validitas antara 0,1647-0,4621 dan reliabilitas sebesar 0,862 (2) IPK, sebagai alat ukur Prestasi Belajar. Hasil penelitian ada perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa bertipe kepribadian ekstravert dengan mahasiswa bertipe kepribadian introvert. Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang tahun 2006, 2007, dan 2008 lebih banyak yang bertipe kepribadian ekstravert, yakni dengan hasil 39 orang yang bertipe kepribadian ekstravert dan 31 orang yang bertipe kepribadian introvert. 6 orang berprestasi dengan predikat memuaskan, 53 orang predikat sangat memuaskan, dan 11 orang predikat dengan pujian, jadi dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang lebih banyak yang berprestasi dengan predikat sangat memuaskan. Dari penelitian yang telah dilakukan terdapat beberapa saran, di antaranya untuk mahasiswa ialah membentuk gaya belajar yang sesuai dengan tipe kepribadiannya masing-masing, untuk pendidik diharapkan membuat proses belajar-mengajar yang seimbang, sehingga masing-masing individu dengan tipe kepribadian yang berbeda-beda tetap dapat memperoleh prestasi belajar yang diharapkan. Bila hendak melakukan penelitian sejenis hendaknya menggunakan pendekatan yang berbeda agar diperoleh keanekaragaman pengetahuan dari penelitian yang berbeda.

Pengaruh latar belakang sosial ekonomi orang tua dan persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru terhadap minat berwirausaha siswa (studi pada siswa kelas XI SMK Widya Dharma Turen) / Wahyu Setyaningrum

 

Kata Kunci: Pengaruh, Latar Belakang Sosial Ekonomi Orang Tua, Persepsi Siswa, Ketrampilan Mengajar Guru, Minat Berwirausaha Siswa Dalam era industrialisasi sekarang ini dibutuhkan manusia yang berkemampuan profesional dibidangnya masing-masing untuk bisa membangun bangsa Indonesia menjadi lebih maju. Salah satu upaya untuk menghadapi industrialisasi adalah dengan berwirausaha. Rumusan penelitian ini adalah: 1). Apakah terdapat pengaruh antara latar belakang sosial ekonomi orang tua siswa terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI SMK Widya Dharma Turen? 2). Apakah terdapat pengaruh antara persepsi siswa tentang ketrampilan mengajar guru terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI SMK Widya Dharma Turen? 3). Apakah terdapat pengaruh antara latar belakang sosial ekonomi orang tua siswa dan persepsi siswa tentang ketrampilan mengajar guru terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI SMK Widya Dharma Turen secara bersama-sama? Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi yang dipilih adalah siswa kelas XI SMK Widya Dharma. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan menggunakan metode cluster sampling. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Widya Dharma sejumlah 121 siswa. Metode analisis menggunaan analisis deskriptif. Hasil anlisis menunjukkan: 1). Adanya pengaruh sebesar 0,816 dari latar belakang sosial ekonomi orang tua terhadap minat berwirausaha siswa. 2). Adanya pengaruh 0,101 dari ketrampilan mengajar guru terhadap minat berwirausaha siswa 3) adanya pengaruh secara bersama-sama dari latar belakang sosial ekonomi orang tua dengan persepsi siswa tentang ketrampilan mengajar guru terhadap minat berwirausaha siswa. Saran yang direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian adalah: 1). sekolah dapat menyediakan sarana-sarana yang memadai untuk siswa mengenai perangkat berwirausaha agar siswa tertarik untuk melakukan kegiatan wirausaha. 2). orang tua dapat memberikan dukungan penuh terhadap anak untuk bisa berwirausaha, karena sesungguhnya dengan berwirausaha dapat meminimalisir pengangguran serta dapat meningkatkan kinerja ekonomi nasional. 3). guru dapat dalam mengajar kewirausahaan untuk ditingkatkan ketrampilan dalam mengadakan variasi pembelajaran agar siswa tidak merasa bosan dan bisa memiliki ketertarikan lebih dalam mempelajari kewirausahaan 4). Untuk penelitian selanjutnya yang berminat melakukan penelitian dengan topik yang sama yaitu tentang minat berwirausaha siswa sebaiknya mencari variabel bebas lain yang lebih dekat terhadap pengaruhnya untuk minat berwirusaha siswa.

Tinjauan mutu bumbu soto di beberapa pasar Kota Malang berdasarkan angka lempeng total koloni bakteri / Dewi Masithoh

 

Kata kunci: mutu, bumbu soto, angka lempeng total. Bumbu merupakan kunci kelezatan cita rasa suatu hidangan, terutama untuk hidangan Indonesia yang pada umumnya memakai bumbu komplit dan pekat. Bumbu soto merupakan bumbu yang terdiri dari kunyit, bawang merah, bawang putih, merica, jahe dan serai. Bumbu soto yang beredar di pasaran ada yang dikemas dan tidak dikemas. Perbedaan perlakuan pada bumbu soto dapat mengakibatkan perbedaan jumlah mikroba dalam bumbu soto. Angka lempeng total koloni bakteri dalam bumbu soto akan berpengaruh pada mutu bumbu soto tersebut. Selain itu, menurut Dwidjoseputro, (1989:196) makanan yang telah terkontaminasi oleh mikroorganisme dapat mengalami penguraian, sehingga dapat berkuranglah nilai gizi dan kelezatannya, bahkan makanan yang telah dalam keadaan terurai itu dapat menyebabkan sakit sampai matinya seseorang yang memakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) angka lempeng total koloni bakteri dalam bumbu soto dari beberapa pasar di kota Malang, dan (2) mutu mikrobiologi bumbu soto berdasarkan angka lempeng total koloni bakteri dari beberapa pasar di kota Malang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey (deskriptif). Analisis kualitatif mikrobiologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode hitungan cawan total, yaitu perhitungan terhadap jumlah mikroba khususnya bekteri tanpa harus menentukan jenis. Bumbu soto yang digunakan dalam penelitian ini adalah bumbu soto yang dikemas dan tidak dikemas yang beredar di beberapa pasar kota Malang. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi jurusan Biologi Universitas Negeri Malang pada bulan Juli sampai Agustus 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata angka lempeng total koloni bakteri yang terdapat dalam bumbu soto kemasan yang dijual di beberapa pasar kota Malang adalah 5,6x102 cfu/gram dan bumbu soto tanpa kemasan mempunyai nilai rerata angka lempeng total 7,2x104 cfu/gram. Sedangkan standar yang telah ditentukan oleh peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia nomor HK.00.06.1.52.4011, batas cemaran pada rempah-rempah (kondimen) dan bumbu lainnya yaitu 1x104 koloni/gram. Hal ini berarti bahwa apabila ditinjau dari angka lempeng total koloni bakteri, maka bumbu soto yang dikemas mempunyai mutu yang layak, sedangkan bumbu soto yang tidak dikemas mempunyai mutu yang tidak layak.

Pengaruh penerapan metode think pair share (TPS) dan kemampuan akademik terhadap keterampilan metakognitif, kemampuan berpikir dan prestasi belajar biologi siswa kelas VII SMP Negeri 20 Malang yang diajar dengan strategi problem based learning (PBL) / Dewi Masithoh

 

Kata kunci: PBl, TPS, keterampilan metakognitif, kemampuan berpikir, prestasi belajar. Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu pembelajaran yang berkaitan dengan pembelajaran kontekstual yaitu pembelajaran yang menggunakan permasalahan nyata sebagai sesuatu konteks bagi siswa. Pembelajaran dengan model Think Pair Share (TPS) akan melibatkan siswa aktif di dalam pembelajaran. Selama pembelajaran, siswa diminta memikirkan permasalahan secara individu (Think), kemudian berpasangan untuk menyelesaikan permasalahan (Pair) dan saling tukar pendapat dengan pasangan yang lain atau teman sekelas (Share). Penelitian ini dilakukan dengan memberikan metode pembelajara TPS pada kelas yang diajar dengan strategi PBL. Penggunaan gabungan strategi ini dimaksudkan untuk memberikan variasi cara pembelajaran kepada siswa, agar proses pembelajaran yang dijalaninya tidak monoton dan membosankan. Adanya variasi cara pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan keterampilan metakognitif, kemampuan berpikir dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 20 Malang selama semester genap 200/2010. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 20 Malang Kelas VII tahun ajaran 2009/2010. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VII C sebagai kelas kontrol. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian control group pretest pos-test design. Data keterampilan metakognitif yang diperoleh dari hasil pretest dan post-test dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik Anava, sedangkan data keterampilan metakognitif yang diperoleh dengan instrumen inventori, data kemampuan berpikir, dan data pemahaman konsep dianalisis dengan menggunakan teknik Analisis Anakova. Hasil penelitian menunjukkan penerapan metode TPS pada kelas yang diajar dengan strategi PBL dan interaksi antara strategi pembelajaran dan kemampuan akademik berpengaruh terhadap keterampilan metakognitif pada siswa kelas VII SMP Negeri 20 Malang, sedangkan kemampuan akademik tidak berpengaruh. Penerapan metode TPS pada kelas yang diajar dengan strategi PBL berpengaruh terhadap kemampuan berpikir pada siswa kelas VII SMP Negeri 20 Malang, sedangkan kemampuan akademik dan interaksi antara strategi pembelajaran dengan kemampuan akademik tidak berpengaruh. Penerapan metode TPS pada kelas yang diajar dengan strategi PBL dan kemampuan i akademik berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 20 Malang, sedangkan interaksinya tidak berpengaruh.

Penerapan model pembelajaran diagram Vee dalam learning cycle 5-E (LC-5E) pada pokok bahasan jenis garam yang terhidrolisis dalam air pada kelas XI IPA semester genap tahun ajaran 2008/2009 di SMA "Islam" Malang / Lely Anggraeni Ekaningtias

 

Kata kunci: Diagram Vee dalam Learning Cycle-5E, Learning Cycle-5E, Jenis Garam Yang Terhidrolisis Dalam Air Pelaksanaan kurikulum KTSP pada prinsipnya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk menyiapkan siswa agar memiliki kompetensi dasar di setiap jenjang pendidikan. Salah satu cara yang dapat digunakan oleh guru adalah meningkatkan profesionalisme guru melalui penerapan model-model pembelajaran yang bersifat kontruktivistik yaitu Diagram Vee dalam Learning Cycle-5E dan Learning Cycle-5E. Apakah masing-masing tipe akan menunjukkan hasil belajar dan persepsi yang sama bagi siswa, adalah permasalahan dalam penelitian. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Diagram Vee dalam Learning Cycle-5E dan Learning Cycle-5E, persepsi siswa kelas XI IPA terhadap penggunaan model pembelajaran Diagram Vee dalam Learning Cycle-5E dan Learning Cycle-5E. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental semu dan deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA “Islam” Malang semester 2 tahun ajaran 2008/2009. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah penarikan sampel acak (cluster random sampling). Sampel penelitian terdiri dari kelas XI IPA1 sebagai kelompok eksperimen 1 dan XI IPA2 sebagai kelompok eksperimen 2, dan kelas XI IPA3 sebagai kelas kontrol. Kelompok eksperimen 1 dilakukan pembelajaran Learning Cycle-5E, sedangkan kelompok eksperimen 2 dilakukan strategi pembelajaran Diagram Vee dalam Learning Cycle-5E dan kelas XI IPA3 sebagai kelas kontrol dengan menggunakan metode ceramah bermakna. Instrumen yang digunakan meliputi RPP, tes, angket, LKS dan lembar observasi. Dari uji coba soal tes hasil belajar diambil 22 butir soal valid dengan reliabilitas yaitu 0,841. Analisis data yang digunakan dalam penelitian meliputi analisis deskriptif proses pembelajaran, persepsi siswa, dan kinerja guru, sedangkan analisis statistik meliputi uji normalitas,homogenitas, kesamaan rata-rata, serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran model Diagram Vee dalam Learning Cycle-5E dengan yang diajar menggunakan model Learning Cycle-5E. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata kelas Diagram Vee dalam Learning Cycle-5E sebesar 75,90 dan kelas Learning Cycle-5E 69,90 sehingga dapat ditarik kesimpulan rata-rata prestasi belajar siswa kelas Diagram Vee dalam Learning Cycle-5E lebih tinggi dibandingkan kelas Learning Cycle-5E . Tidak terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran model Diagram Vee dalam Learning Cycle-5E dengan yang diajar menggunakan metode ceramah bermakna. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata kelas Diagram Vee dalam Learning Cycle-5E sebesar 75,90 dan kelas kontrol 72,17 sehingga dapat ditarik kesimpulan rata-rata prestasi belajar siswa kelas Diagram Vee dalam Learning Cycle-5E sama jika dibandingkan kelas kontrol. Tidak terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran model Learning Cycle-5E dengan yang diajar menggunakan metode ceramah bermakna. Hal ini terlihat dari thitung < ttabel(thitung=-0,825; ttabel= 2,0017) sehingga dapat ditarik kesimpulan rata-rata prestasi belajar siswa kelas Learning Cycle-5E sama dengan kelas kontrol, 2) Persepsi siswa menunjukkan pembelajaran dengan model diagram Vee dalam Learning Cycle-5E dapat diterima siswa dengan baik seperti pada pembelajaran dengan model Learning Cycle-5E. Persepsi siswa terhadap pembelajaran tipe Diagram Vee dalam Learning Cycle-5E menunjukkan81,11% siswa kelas XI IPA2 yang dapat menerima model pembelajarn tipe Diagram Vee dalam Learning Cycle-5E , sedangkan persepsi siswa terhadap pembelajaran tipe Learning Cycle-5E menunjukkan81,76% siswa kelas XIPA1 yang dapat menerima model pembelajarn tipe Learning Cycle-5E.

Penerapan pembelajaran problem solving untuk meningkatkan hasil belajar IPA "Perlunya Penghematan Air" pada siswa kelas V SDN Ngetos II Nganjuk / Rudiyanto

 

Kata-kata kunci : Pembelajaran Problem Solving, IPA Model Pembelajaran Problem Solving adalah suatu model pembelajaran yang melatih siswa menghadapi masalah baik itu masalah individu ataupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau bersama-sama. Cara penyelesaian masalah tersebut dapat dengan jalan menemukan pola, aturan atau algoritma. Sintaknya adalah : sajikan permasalahan, siswa secara individu atau kelompok mengidentifikasi, mengeksplorasi, menginvestigasi, menduga dan akhirnya menemukan solusi. Dalam pembelajaran yang terjadi di SD pada mata pelajaran IPA guru masih sangat mendominasi kegiatan pembelajaran. Metode pembelajaran yang digunakan didominasi dengan metode ceramah, sehingga siswa merasa bosan dan kurang tertantang. Hal tersebut memposisikan IPA sebagai hafalan belaka sehingga siswa merasa bosan dan berdampak rendahnya prestasi belajar. Berdasarkan masalah tersebut diatas, maka rumusan masalahnya adalah; Apakah implementasi model pembelajaran problem solving dengan dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi perlunya penghematan air pada siswa kelas V SDN Ngetos II? Apakah Pembelajaran Problem Solving dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA materi perlunya penghematan air? Untuk membahas masalah tersebut, maka dilakukan penelitian tindakan kelas V di SDN Ngetos II, yang berjumlah 19 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang diawali dengan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan indikator keberhasilan penelitian telah tercapai, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran problem solving telah dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SDN Ngetos II, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk pada materi Perlunya Penghematan Air. Peningkatan nilai dari nilai rata-rata 57,4 meningkat menjadi 75,5 serta ada peningkatan aktivitas belajar siswa.

Penggunaan model pembelajaran recoprocal teaching untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS di kelas IV SDN Gejugjati I Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan / Kota Rumuar

 

Kata Kunci. Pembelajaran model reciprocal Teaching. Hasil Belajar IPS SD Di sekolah dasar saat ini, pendidikan ilmu pengetahuan sosial menunjukkan indikasi bahwa pola pembelajaran masih bersifat teacher centered. Kecenderungan pembelajaran demikian. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat dikembangkan untuk memenuhi tuntutan agar prestasi belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tersebut lebih baik dan meningkat salah satu model pembelajaran yang dapat sebagai alternatif adalah model pembelajaran Reciprocal Teaching. Pelaksanaan pembelajaran pada setiap tindakan dalam penelitian ini akan berakhir jika tingkat keberhasilan belajar masing-masing subjek penelitian mencapai optimal/baik sekali dan peningkatan kemampuan penguasaan konsep nilai pada: Jumlah nilai rata-rata pada siklus I yang mendapatkan skor diatas atau sama dengan 70 dalam hasil ulangan formatif tiap-tiap siklus. Penelitian ini menggunakan rancangan Classroom Action Research (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilakukan secara kolaboratif dengan guru kelas sebagai sumber data utamanya dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SDN Gejugjati I Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain adalah: Hasil kerja siswa setelah pembelajaran dan teknik wawancara, dokumentasi, angket, observasi dan tes tulis, Dari paparan latar belakang maka tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk Mendiskripsikan Penggunaan Model Pembelajaran Reciprocal Teacihng Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Kelas IV SDN Gejugjati I Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan Hasil penelitian dapat disimpulkan Bahwa dengan penggunaan model pembelajaran Reciprocal Teaching siswa lebih menguasai dan memahami kopotensi Dasar yang diajarkan dan siswa lebih bergairah dan termotivasi dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dapat dilihat dari perolehan hasil evaluasi belajar tiap-tiap akhir siklus I ke siklus II sebesar 80 atau 24,38% setelah digunakan model pembelajaran Reciprocal Teaching hasil belajar siswa kelas IV SDN gejugjati I Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan masih perlu ditingkatkan lagi melalui upaya-upaya yang terencana dan berkesinambungan

Pengaruh adanya ion Cr3+ dari larutan Cr(NO3)3 terhadap adsorpsi ion Cd2+ dari larutan Cd(No3)2 oleh serbuk nata de coco menggunakan metode batch / Esti Setyoutami

 

Kata kunci : adsorben, adsorbsi, nata de coco, klorofil Adsorpsi merupakan suatu peristiwa yang disebabkan oleh gaya tarik-menarik antara molekul-molekul adsorbat dengan permukaan adsorben. Berbagai jenis adsorben telah banyak digunakan, diantaranya yaitu sekam padi dan arang komersial. Penelitian yang dilakukan oleh Farida (2009) menunjukkan bahwa adanya Cr3+ dapat mempengaruhi adsorpsi ion Cd2+ oleh arang sekam padi. Penelitian lain tentang adsorpsi juga telah dilakukan oleh Afrizal (2008) yang menyimpulkan bahwa nata de coco dapat digunakan untuk menyerap ion logam Cr(III), sedangkan Wonorahardjo (2010) mempelajari penggunaan nata de coco dalam menyerap molekul organik pada ekstrak mengkudu. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh adanya ion Cr3+ terhadap adsorpsi ion Cd2+ dan mengetahui profil penyerapan molekul klorofil oleh serbuk nata de coco. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dan dilakukan di Laboratorium Jurusan Kimia dan Jurusan Biologi Fakultas MIPA UM. Metode yang digunakan adalah metode batch. Serbuk nata de coco diperoleh dari fermentasi air kelapa, kemudian dikeringkan pada suhu 80o C selama 8 jam dan diayak dengan ukuran 30-40 mesh. Adsorbat yang digunakan yaitu adsorbat anorganik yang merupakan campuran dari Cd2+ dan Cr3+ dengan variasi konsentrasi Cr3+ masing-masing 0, 10, 25, dan 50 ppm dan adsorbat organik yaitu klorofil dengan variasi pengenceran 50 dan 100 kali. Sebanyak 50 mL adsorbat dimasukkan dalam erlenmeyer yang sudah berisi 1 gram serbuk nata. Campuran dikocok dengan kecepatan 100 rpm selama 20 menit kemudian disaring. Filtrat diukur kandungan ion Cd2+ dengan AAS dan untuk klorofil menggunakan spektrofotometer sinar tampak. Residu dari masing-masing erlenmeyer ditambahkan dengan 50 mL akuades untuk mencuci ion yang teradsorpsi, kemudian diperlakukan dengan perlakuan yang sama. Filtrat diukur kembali untuk mengetahui konsentrasi yang tersisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) adanya ion Cr3+ dapat menurunkan persentase ion Cd2+ yang teradsorpsi, (2) pengaruh akuades dalam mencuci Cd2+ yang telah teradsorpsi semakin besar seiring dengan bertambahnya konsentrasi ion Cr3+, (3) semakin banyak jumlah klorofil maka persentase teradsorpsinya akan semakin menurun, dan (4) semakin banyak jumlah klorofil maka persentase tercucinya oleh akuades juga akan semakin menurun.

Pembelajaran remedial lay up bolabasket dalam penjaskes menggunakan alat bantu ban bekas dan spon untuk siswa kelas VIII C SMPN 2 Gondangwetan Kabupaten Pasuruan / Tri Adi Wibowo

 

Kata kunci: alat bantu ban bekas dan spon, pembelajaran remedial, lay up bolabasket Pendidikan jasmani merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan pada pendidikan formal baik SD, SMP/MTs, SMA/MA. Lay Up bolabasket merupakan salah satu olahraga yang ada pada kurikulum sekarang yaitu kurikulum KTSP. Oleh karena itu lay up bolabasket diberikan pada sekolah-sekolah.Berdasarkan hasil observasi awal di SMPN 2 Gondangwetan Kabupaten Pasuruan pada pembelajaran pendidikan jasmani materi pokok lay up bolabasket VIII C, tampak bahwa siswa masih sulit mempelajari gerakan lay up yang diberikan oleh guru pendidikan jasmani. Dalam pembelajaran lay up juga terdapat kesulitan-kesulitan yang dirasakan oleh siswa yaitu sulit pada saat melangkah dan melompat, saat melangkah lebih dari dua langkah dan saat melompat menggunakan dua kaki tumpu. Tujuan penelitian ini adalah melakukan perbaikan pembelajaran lay up bolabasket untuk siswa kelas VIII C SMPN 2 Gondangwetan Kabupaten Pasuruan dengan melakukan pembelajaran remedial lay up bolabasket menggunakan alat bantu ban bekas dan spon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilakukan dengan tiga siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII C SMPN 2 Gondangwetan Kabupaten Pasuruan. Jumlah siswa yang ada di kelas tersebut sebanyak 36 siswa. Hasil penelitian menunjukkan setelah dilakukan PTK, siswa yang tuntas belajar yaitu melangkah dua kali langkah. Lay up kanan (kanan-kiri), lay up kiri (kiri-kanan). Lompatan kaki tumpu tepat dengan langkah kaki akhir, lay up kanan (kaki kiri), lay up kiri (kaki kanan) meningkat menjadi 14 (38,88%) siswa pada siklus I perlakuan I, 18 (50%) siswa pada siklus I perlakuan II, 22 (61,11%) siswa pada siklus II perlakuan I, 26 (72,22%) siswa pada siklus II perlakuan II, dan menjadi 33 (91,66%) siswa pada siklus III perlakuan I. Hasil ini didapatkan karena dengan memberikan bantuan dan dengan ban bekas, spon untuk melangkah dan melompat kaki tumpu. Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah alat bantu ban bekas dan spon yang digunakan oleh guru dapat meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar gerakan lay up pada siswa kelas VIII C SMPN 2 Gondangwetan Kabupaten Pasuruan. Hal itu bisa dilihat dari aktivitas siswa dan guru selama pembelajaran dari siklus I hingga siklus III. Selain itu, bisa dilihat melalui peningkatan persentase siswa yang tuntas belajar secara individu dan secara klasikal dari sebelum dan sesudah dilakukan PTK juga menunjukkan adanya peningkatan.

Fungsi keagamaan situs Sirakkencong abad XII-XV masehi (Kontribusi terhadap pendidikan sejarah bersekala lokal) / Ferry Riyandika

 

Kata kunci : fungsi keagamaan, situs Sirahkencong, sejarah lokal. Peninggalan arkeologi berupa bangunan candi di Jawa Timur begitu banyak dan beragam. Salah satunya berada di Wilayah Blitar, yaitu di Situs Sirahkencong yang terletak di lereng barat daya Gunung Kawi, Perkebunan Sirahkencong, Dukuh Sirahkencong, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi. Situs Sirahkencong didapati banyak tinggalan arkeologi berupa bangunan candi berbentuk altar, pancuran gunung (jaladwara), Prasasti Ukir Negara bertarikh Saka 1120 (1198 Masehi) dan 1304 Saka (1382 Masehi), kronogram bertarikh Saka 1389 (1467 Masehi), arca dwarapala, lampu perunggu berujung lingga, dan sebagainya. Ditilik dari temuan-temuan tersebut, Situs Sirahkencong memiliki arti penting pada masanya, setidaknya dalam hal fungsi keagamaan. Permasalahan yang diteliti adalah (1) paparan rinci tinggalan arsitektural, ikonografis, epigrafis dan paleo-ekologis serta artefaktual lainnya yang berada di Situs Sirahkencong dan sekitarnya, (2) Religi yang melatari keagamaan Situs Sirahkencong abad XII-XV berdasarkan data arkeologis, historis, dan ekologis, (3) fungsi Religis Situs Sirahkencong abad XII-XVMasehi berdasarkan latar keagamaannya, dan (4) bagaimana kontribusi hasil kajian mengenai fungsi keagamaan Situs Sirahkencong (abad XII-XV) bagi pendidikan sejarah berskala lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan secara rinci tinggalan arsitektural, ikonografis, epigrafis dan paleo-ekologis serta artefaktual lainnya yang berada di Situs Sirahkencong dan sekitarnya, (2) Mengungkapkan latar keagamaan Situs Sirahkencong abad XII-XV Masehi berdasarkan data arkeologis, historis, dan ekologis yang diketemukan, (3) Menganalisis ragam fungsi Situs Sirahkencong abad XII-XVMasehi berdasarkan latar keagamaannya, dan (4) mendeskripsikan kontribusi hasil kajian mengenai fungsi keagamaan Situs Sirahkencong (abad XII-XV) bagi pendidikan sejarah berskala lokal. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian adalah berupa sumber data artefaktual, tekstual, dan ekofaktual sedangkan sumber data sekundernya adalah berupa sumber data artefaktual di tempat lain, tekstual pembanding, dan ekofaktual penyerta. Dalam kegiatan pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi, kajian pustaka, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan Situs Sirahkencong memiliki tinggalan dan temuan berupa Prasasti Ukir Negara bertarikh Saka 1120 (1198 Masehi) dan 1304 Saka (1382 Masehi), Jaladwara yang memuat relief cerita Samodramanthana atau Amerthamanthana dan kronogram bertarikh Saka 1389. Di Situs ini terdapat bangunan altar candi. Pada altar candi ini terdapat relief cerita Bubuksah- Ganggangaking, yang terletak di bangunan I, bangunan II terdapat relief cerita Samodramanthana atau Amertamanthana, dan pada bangunan III terdapat relief cerita Bima mencari Tirthamanthana, yang merujuk pada Kitab Nawaruci. Selain itu juga ditemukan lampu perunggu berujung lingga, umpak, dan arca dwarapala. Berdasarkan adanya situs religi ini yang didukung oleh keberadaan bangunan candi yang berbentuk altar, yang dulu dipakai sebagai tempat pemujan Dewa Gunung dan roh nenek moyang serta berdasarkan cerita yang dipahatkan di Candi Sirahkencong, dapat disimpulkan bahwa situs ini berkenaan dengan tema kelepasan. Temuan lampu perunggu berujung lingga dan relief Bima di bangunan III merupakan perwujudan terhadap Dewa Siwa menjadi bukti penguat tentang hal ini. Dengan demikian Situs Sirahkencong berlatar agama Hindhu, khususnya sekte Saiwasiddhanta yang merupakan agama Hindhu pemuja Dewa Siwa dan banyak dianut oleh para rsi yang tinggal di karsyan. Situs Sirahkencong memiliki beberapa fungsi religi, diantaranya adalah sebagai tempat pendidikan pada masa lampau, yaitu karsyan. Selain itu juga digunakan sebagai tempat pemujaan terhadap Dewa Gunung. Situs Sirahkencong befungsi juga sebagai tempat pemujaan agama Hindhu sekte Saiwasiddhanta. Sekte ini mengajarkan tentang konsep Lingga (Linggapuja). Lingga dalam aliran ini merupakan lambang dari Dewa Siwa dan lambang kehampaan (kenyataan tertinggi). Diketahui juga bahwa situs ini juga memiliki fungsi sebagai satra. Satra merupakan tempat singgahan terakhir bagi peziarah yang bermaksud melanjutkan perjalanan menuju ke puncak Gunung Kawi. Dalam kaitannya dengan kontribusi hasil kajian mengenai fungsi keagamaan Situs Sirahkencong bagi pendidikan sejarah berskala lokal adalah sebagai penunjang atau pelengkap dalam buku pelajaran IPS Terpadu dan Sejarah tentang materi peninggalan sejarah yang bercorak Hindhu-Budha, diantarnya dalam peninggalan berupa seni arsitektur, seni rupa, dan sistem pendidikan. Kontribusi lainnya sebagai menanaman nilai-nilai moral terhadap murid.

Pengaruh penayangan iklan televisi Yamaha Mio terhadap keputusan pembelian (studi kasus pada Mio Fan's Club Malang) / Wijaya Hayuningrat

 

Kata Kunci : Iklan, Keputusan Pembelian Globalisasi saat ini menuntut setiap individu maupun kelompok, baik perusahaan maupun lembaga lainnya untuk berfikir yang maju sehingga persaingan antar perusahaanpun semakin ketat. Adanya persaingan antar perusahaan tersebut mengakibatkan perubahan perilaku dan sikap konsumen terhadap suatu produk cenderung semakin kritis yang mengakibatkan proses keputusan pembelian produk oleh konsumen menjadi suatu hal yang kompleks. Oleh karena itu untuk dapat memenangkan persaingan, suatu perusahaan harus mampu menciptakan produk yang lebih unggul dari pesaing dan dapat menentukan strategi yang tepat dengan menciptakan daya saing yang tinggi. Maka oleh itu, perusahaan di dalam upaya mencapai keberhasilan di dalam menghadapi persaingan dan pemasaran produk, mereka berusaha memperoleh keunggulan kompetitif dengan mengelolah arus informasi. Salah satu alat untuk mengkomunikasikan produk kepada konsumen yaitu dengan iklan, diantaranya adalah media televisi. Saat ini konsumen di hadapkan pada banyaknya pilihan produk atau jasa untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Tindakan dalam pemilihan dan pembelian suatu produk tersebut tidak hanya didasarkan untuk memenuhi kebutuhannya, akan tetapi juga dipengaruhi oleh banyak faktor lain yang mendorong konsumen untuk mengambil keputusan pembelian. Setiap konsumen mempunyai pertimbangan yang berbeda-beda dan tidak jarang konsumen memutuskan membeli produk tertentu karena terpengaruh oleh tayangan iklan di televisi. Dalam penelitian ini mengkaji pengaruh variabel bebas (X) tayangan iklan televisi Yamaha Mio dengan sub variabel isi pesan (X1), struktur pesan (X2), format pesan (X3), sumber pesan (X4) terhadap variabel terikat (Y) keputusan pembelian. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah merupakan anggota dari Mio Fan’s Club Malang. Dan sampel dari penelitian ini adalah sejumlah 55 orang dari populasi yang berjumlah 120 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan teknik Purposive Sampling dan penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan uji hipotesis menggunakan uji t dan uji f. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh yang signifikan antara isi pesan dalam iklan sepeda motor Yamaha Mio di televisi terhadap keputusan pembelian, (2) ada pengaruh yang signifikan antara struktur pesan dalam iklan sepeda motor Yamaha Mio di televisi terhadap keputusan pembelian, (3) ada pengaruh yang signifikan antara format pesan dalam iklan sepeda motor Yamaha Mio di televisi terhadap keputusan pembelian, (4) ada pengaruh yang signifikan antara sumber pesan dalam iklan sepeda motor Yamaha Mio di televisi terhadap keputusan pembelian, (5) ada pengaruh yang signifikan antara isi pesan, struktur pesan, format pesan dan sumber pesan dalam iklan sepeda motor Yamaha Mio di televisi terhadap keputusan pembelian.Saran yang dapat dikemukakan berkaitan dengan temuan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah (1) Produsen Yamaha Mio hendaknya terus mengembangkan ide dan tema iklan yang baru, kreatif, unik dan menghibur khususnya yang sedang menjadi tren dalam masyarakat agar pemirsa televisi tidak menjadi bosan terhadap keberadaan iklan televisi Yamaha Mio (2) Saran untuk peneliti yang akan dating, akan lebih baik jika penelitian dilaksanakan dengan melibatkan pengguna motor Yamaha mio dengan area populasi yang lebih luas, dengan begitu akan didapat hasil penelitian yang lebih baik dan benar-benar mewakili pendapat pengguna tentang keputusan pembelian Yamaha mio

Modifikasi permainan tradisional ditengan untuk siswa kelas IV SD Negeri 1 Ketowan Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo / Ika Yuhaelis

 

Kata Kunci: permainan tradisional, permainan ditengan menggunakan matras puzzle untuk siswa kelas IV SD. Permainan tradisional adalah salah satu permainan yang ada pada kurikulum Sekolah Dasar dan harus diberikan pada siswa melalui mata pelajaran pendidikan jasmani. Keterbatasan sarana dan jarangnya permainan tradisional yang diberikan untuk siswa SD. Permainan tradisional dhittengn untuk siswa SD adalah salah satu cabang permainan alternativ yang dapat diberikan dengan kombinasi permainan modern. Pengembangan yang dilakukan bertujuan agar permainan tradisional ditengan menjadi permainan yang disukai oleh anak-anak khususnya siswa kelas IV dapat menumbuhkan rasa senang dan menarik dalam bermain ditengan. Subjek lokasi penelitian adalah di SD Negeri 1 Ketowan Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo yang keadaan sekolahnya kurang memadai dan kegiatan ngajar mengajar pendidikan jasmani terhambat karena keadaan lingkungan sekolah berbatu dan banjir apabila hujan turun. Karena itu peneliti memilih SD Negeri 1 Ketowan sebagai tempat penelitian. Prosedur pengembangan permainan tradisional ditengan untuk siswa Sekolah Dasar (SD) melalui teori “Research & development (R&D) dari Borg and Gall , melalui tahap-tahap berikut: (1) riset dan pengumpulan informasi termasuk kajian pustaka dan observasi lapangan (2) mengembangkan bentuk persiapan dari produk berupa materi-materi, buku petunjuk dan alat evaluasinya (3) tinjaukan para ahli dengan menggunakan 3 orang guru Pendidikan Jasmani SD, I orang ahli pembelajaran dalam Pendidikan Jasmani dan I orang ahli permainan tradisional yang menggunakan teknik kuesioner dan konsultasi kemudian dianalisis. Serta uji coba kelompok kecil 6 orang siswa kelas IV dengan menggunakan teknik kuesioner dan dianalisis (4) revisi produk pertama, berdasarkan hasil tinjuaan para ahli dan uji coba kelompok kecil (5) uji coba lapangan yang diadakan di 1 sekolah dengan 50 subjek, menggunakan teknik kuesioner kemudian dianalisis (6) revisi produk kedua, berdasarkan hasil uji coba lapangan (7) produk akhir modifikasi permainan tradisional ditengan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Lokasi penelitian dilakukan di 1 sekolah yaitu SD Negeri 1 Ketowan Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo. Temuan hasil penelitian yaitu memodifikasi permainan tradisional ditengan dengan menggunakan matras puzzle sebagai alat alternativ untuk bermain ditengan, karena dengan keadaan sekolah yang seperti itu siswa merasa kurang nyaman saat bermain ditengan dan kaki mereka marasa sakit karena siswa saat bermain tidak menggunakan alas kaki. Hasil penelitian modifikasi berupa produk buku permainan tradisional ditengan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar yang berisi permainan ditengan menggunakan matras puzzle,gerakan dan tahapan bermain juga dikembangkan sehingga anak-anak banyak yang meyukai atau menggemari permainan ditengan. Modifikasi permainan ditengan perlu adanya penyempurnaan yang disesuaikan dengan karakteristik siswa SD.

Analisis pengaruh rasio keuangan terhadap pertumbuhan laba pada sektor perbankan umum syariah tahun 2004-2008 / Mohammad Anas Prinanto

 

Kata Kunci : Rasio Keuangan, Pertumbuhan Laba. Salah satu informasi terpenting dari kinerja keuangan bank termasuk bank syariah adalah kemampuan menghasilkan laba. Laba merupakan suatu pos dasar dan penting dalam laporan keuangan yang memiliki berbagai kegunaan dalam berbagai konteks. Laba pada umumnya dipandang sebagai suatu dasar bagi perpajakan, penentuan kebijakan pembayaran deviden, pedoman investasi dan pengambilan keputusan dan unsur prediksi kinerja perusahaan. Analisis ini menggunakan rasio keuangan bank umum syariah. Beberapa indikator analisis yang digunakan adalah Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM), Kualitas Aktiva Produktif (KAP), NPF (Non Performing), Return on Asset (ROA), REO dan Short Term Mismatch (STM). Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh simultan dan parsial variabel KPMM (X1), KAP (X2), NPF (X3), ROA (X4), REO (X5), STM (X6) terhadap Pertumbuhan Laba (Y) pada perbankan umum syariah tahun 2004-2008. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan obyek perbankan umum syariah tahun 2004-2008 yang terdaftar di BI sebanyak 3 bank umum syariah. Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda. Uji regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel KPMM, Kualitas Aktiva Produktif (KAP), NPF (Non Performing), Return on Asset (ROA), Short Term Mismatch (STM) terhadap Pertumbuhan Laba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) KPMM, KAP, NPF, ROA, REO,STM berpengaruh secara simultan terhadap Pertumbuhan Laba. (2) Dari variabel bebas tersebut, yang berpengaruh secara parsial terhadap pertumbuhan laba adalah KPMM, sedangkan KAP, NPF, ROA, REO, STM tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba. Saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini adalah (1) Diharapkan manajemen bank memperhatikan semua rasio-rasio CAEL yang secara statistik memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan laba, sehingga manajemen bank dapat menjaga dan meningkatkan laba bank, mengingat secara simultan rasio CAEL (dalam hal ini KPMM, KAP, NPF, ROA, REO, STM dan MR) berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. (2) Diharapkan manajemen bank memperhatikan rasio KPMM bank, mengingat rasio ini memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan laba. Permodalan bank yang baik akan dapat meningkatkan kemampuan bank dalam menyalurkan dananya ke dalam pembiayaan, sehingga akan dapat meningkatkan pendapatan bank dari bagi hasil, selama pengawasan dan pengendalian atas pembiayaan yang dilakukan berjalan dengan baik

Penggunaan teknikal analisis dalam pengambilan keputusan investasi pada perusahaan yang terdaftar dalam JII (Jakarta Islamic Index) di BEI (Bursa Efek Indonesia) / Pramudita Nur Rahma

 

Kata kunci: analisis teknikal, saham, investasi Analisis teknikal merupakan studi tentang informasi internal pasar saham untuk meramalkan harga saham dan memberikan rekomendasi mengenai saat yang tepat untuk membeli atau menjual saham. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku saham-saham yang terdaftar dalam index JII (Jakarta Islamic Index) dan memprediksi harga saham pada Januari 2010 dengan menganalisis fluktuasi harga saham selama periode tahun 2006-2009 dengan menggunakan analisis teknikal serta mengetahui keputusan investasi yang harus diambil terhadap prediksi harga di masa yang akan datang menggunakan indikator teknikal SMA (Simple Moving Average), RSI (Relative Strength Index), MACD (Moving Average Convergen Divergen), Stochastic Oscillator, ROC (Rate Of Change). Perilaku harga saham digambarkan dalam garis support, resistance dan trend harga saham. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 8 perusahaan yang diambil dari semua saham dalam index JII yang terdaftar di BEI selama periode 2006-2009, kriteria pengambilan sampel sebagai berikut: (1) perusahaan yang sahamnya masuk dalam index JII selama periode tahun 2006-2009, dan (2) perusahaan yang sahamnya konsisten terdaftar dalam JII dan melakukan perdagangan saham selama tahun 2006-2009. Data yang digunakan adalah data saham high (tertinggi), low (terendah) dan close (penutupan) harian untuk mengetahui trend bullish atau trend bearish pada pergerakan harga saham. Hasil penelitian berdasarkan indikator teknikal SMA, RSI, MACD, Stochastic Oscillator dan ROC menunjukkan bahwa saham INCO, PTBA, TLKM, dan UNVR mengalami trend bearish dan diprediksi akan berlanjut sampai Januari 2010, sehingga investor dianjurkan untuk mengambil posisi jual. Sedangkan ANTM, BUMI, INTP dan KLBF mengalami trend bullish dan diprediksi akan berlanjut sampai Januari 2010, sehingga investor dianjurkan untuk mengambil posisi beli. Tetapi jika dibandingkan dengan pergerakan harga pada Januari 2010, hanya indikator RSI dan MACD yang paling sesuai untuk memprediksi harga saham di masa yang akan datang, karena hasil prediksi dari analisis memiliki kesamaan dengan harga saham pada Januari 2010. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian yang sejenis, disarankan untuk menggunakan indikator teknikal lainnya dalam menganalisis perilaku harga saham serta sampel yang diteliti menggunakan saham aktif dan sensitif terhadap kondisi makro baik ekonomi maupun politik.

Redesain corporate identity PT. Cipta Aneka Solusi sebagai upaya meningkatkan citra perusahaan / Dhany Arvand Rozaki

 

ABSTRAK Rozaki, Dhany Arvand. 2010. Redesign Corporate Identity PT. Cipta Aneka Solusi Sebagai Upaya Meningkatkan Citra Perusahaan Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: 1). Drs. Iriaji, M. Pd, 2). Drs. Sarjono, M. Sn. Kata Kunci: redesign, corporate identity, marketing. Kota Malang mengalami kemajuan pembangunan fisik di berbagai tempat. Sarana umum, gedung perkantoran dan berbagai fasilitas lain terus bertambah dari waktu ke waktu untuk mendukung kegiatan ekonomi yang menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat. Begitu banyaknya pembangunan fisik yang dilakukan, perusahaan penyedia jasa kontraktor juga ikut bertambah banyak di kawasan Malang Raya, salah satunya adalah PT. Cipta Aneka Solusi. Perusahaan ini didirikan oleh Ir. Ghufron Marzuki pada bulan Agustus 2008. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan perancangan ini adalah untuk mendeskripsikan redesain logo PT. Cipta Aneka Solusi yang dapat meningkatkan citra perusahaaan serta aplikasi logo tersebut pada atribut perusahaan dan media promosi. Perancangan Redesain Corporate Identity PT. Cipta Aneka Solusi ini menggunakan model perancangan deskriptif. Prosedural penyusunan yang digunakan adalan menggunakan prosedur Karl Popper yang telah dimodifikasi. Teknik dalam pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Berdasarkan analisis data, secara keseluruhan dapat kita lihat bahwa PT. Cipta Aneka Solusi adalah perusahaan yang berkembang, namun dengan banyaknya perusahaan kontraktor bangunan di seluruh Indonesia maka akan mengakibatkan meningkatnya persaingan usaha. Oleh sebab itu, perusahaan memerlukan adanya visualisasi identitas pembeda dari para pesaingnya. Melalui pembedaan tersebut maka terbentuk wujud perusahaan dalam benak masyarakat dan diharapkan dapat menaikkan citra perusahaan. Dalam konsep perancangannya, diciptakan model gaya desain yang dekoratif, yaitu berupa gabungan gambar simbol inisial dari perusahaan yang kemudian dideformasikan. Bentuk logogram yang geometris, serta aplikasi warna yang memiliki makna hubungan dengan lingkungan diharapkan secara keseluruhan mampu mengangkat citra positif, termasuk didalamnya berupa system stationery, poster, amplop, kartu nama, dan x-banner. Sehingga mampu memancarkan sebuah refleksi citra bisnis yang baik dari perusahaan jasa kontraktor PT. Cipta Aneka Solusi. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengadakan redesain sebuah corporate identity, baik bagi mahasiswa, desainer grafis, pengajar, dan lain sebagainya.

Pelaksanaan pembelajaran IPS dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model problem solving yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi hasil belajar siswa kelas V SDN Lecari-Sukorejo-Pasuruan / Petrus Foudubun

 

Kata Kunci: Model Problem Solving, aktivitas dan hasil belajar, IPS, SD. IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan ilmu ilmu sosial. Permasalahan yang muncul atau timbul sebagai kesenjangan antara tujuan dan kenyataan di SDN Lecari adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS masih rendah, motivasi belajar siswa masih rendah, dan kurangnya kerjasama. Hal ini disebabkan karena guru masih dominan dengan menggunakan metode ceramah dan kurang mengaktifkan siswa dalam pembelajaran selain itu guru belum mampu dalam memilih dan menentukan media pembelajaran yang harus digunakan dalam pembelajaran, guru juga kurang mampu mengantarkan siswa dalam pembelajaran pada situasi rill atau sekitar siswa sendiri sehingga permasalahan-permasalahan tersebut yang menjadi kesenjangan muncul dalam fenomena pendidikan khususnya di SDN Lecari Sukorejo Pasuruan. Tujuan penelitian ini antara lain 1. Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran IPS dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model Problem Solving yang dapat meningkatkan prestasi hasil belajar pada siswa kelas V SDN Lecari-Sukorejo-Pasuruan, 2. Mendiskripsikan aktivitas siswa selama berlangsungnya pembelajaran kooperatif model Problem Solving di kelas V SDN Lecari-Sukorejo-Pasuruan, 3. Mengetahui tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif model Problem Solving di kelas V SDN Lecari-Sukorejo-Pasuruan. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang meliputi dua siklus (siklus 1 dan siklus 2). Tahapan siklus mempunyai alur: 1. Perencanaan, 2pelaksanaan, 3. Observasi, 4. Refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Lecari-Sukorejo-Pasuruan, yang berjumlah 20 orang. Fokus penelitian adalahpeningkatan hasil belajar IPS dan aktivitas siswa dengan pembelajaran kooperatif model Problem Solving. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: observasi (pengamatan), wawancara, cacatan lapangan, dan dokumentasi. Isntrumen penelitian berupa hasil tes siswa, lembar pengamatan aktivitas siswa, dan lembar pengamatan aktivitas guru. Analisis data dilakukan secara kualtitatif. Siklus tindakan pembelajaran dihentikan jika seluruh prosedur telah terlaksana. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model Problem Solving. Pada refleksi awal sebelumnya penggunaan model Problem Solving, ditemukan bahwa dari 20 siswa hanya 1 yang mencapai standar ketuntasan belajar. Selain itu presentase rata-rata ketuntasan belajar klasikal mencapai 42,25%. Hal ini menunjukkan hasil belajar IPS belum mencapai standar ketuntasan belajar secara klasikal. Pada siklus I, dari 20 siswa; 12 orang (60%) mencapai standar ketuntasan belajar dan 8 orang siswa (40%) belum mencapai ketuntasan belajar. Presentase rata-rata ketuntasan belajar klasikal adalah 57,25% nail 15% dari pra tindakan. Pada siklus II, seluruh siswa (100%) telah mencapai ketuntasan belajar, dengan presentase ketuntasan klasikal adalah 89,7%, meningkat 32,45% dari siklus I. Berdasarkan data penelitian beberapa saran yang dapat peneliti berikan yaitu; 1untuk Guru SD, dalam pembelajaran diperlukan adanya teknik dan variasi dalam pembelajaran yang dapat menubuhkan motivasi pada diri siswa, 2. Untuk sekolah, dalam kegiatan pembelajaran dikelas hendaknya dikembangkan variasi penguatan pembelajaran, hal ini dimaksud agar siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Sehingga pembelajaran yang ada tidak bersifat menonton dan pengetahuan siswa dapat bertambah 3. Untuk peneliti lain, diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat lebih mengembangkan fokus penelitiannya tentang pemberian penguatan dengan desain dan atau yang lebih dikembangkan.

Bentuk penerapan pertanggungjawaban sosial perusahaan pada PT. PG Rajawali I Unit PG. Krebet Baru Bululawang Malang / Semi Rahayu

 

Kata Kunci: Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), Bentuk penerapan tanggung jawab sosial perusahaan merupakan wujud peduli perusahaan terhadap lingkungan sosial perusahaan. lingkungan perusahaan adalah pihak terlibat atau terkena dampak secara langsung dari proses produksi perusahaan, sehingga perusahaan harus bertanggungjawab atas dampak yang telah ditimbulkan dari hasil produksinya. Penerapan tanggung jawab sosial perusahaan yang baik akan meningkatkan citra perusahaan menjadi lebih baik, dan sebagai wujud peduli perusahaan terhadap lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui bentuk penerapan pertanggungjawaban sosial perusahaan pada PT. PG. Rajawali I Unit PG. Krebet Baru Bululawang Malang. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif analitif. Data penelitian yang diperoleh berupa penjelasan dari bentuk tanggung jawab sosial yang diterapkan atau dilakukan oleh perusahaan yang diperoleh dari wawancara dan observasi. Kegiatan analitis data yaitu dengan membandingkan antara teori dengan kenyataan faktual yang ada didalam perusahaan, selanjutnya dicari kelebihan dan kekurangan dari bentuk penerapan pertanggungjawaban sosial yang diterapkan oleh perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk penerapan tanggung jawab sosial perusahaan sudah sesuai dengan ketentuan atau undang-undang yang berlaku. Hanya saja perusahaan belum menetapkan standar yang baku untuk proses pencatatan akuntansi tanggung jawab sosial dan pelaporan pertanggungjawaban sosial perusahaan. Perusahaan hanya menyediakan rincian anggaran biaya sosial setiap tahunnya yang kemudian pada akhir periode akan dibuat daftar pengeluaran untuk kegiatan-kegiatan sosial perusahaan sebagai realisasi dari anggaran biaya sosial perusahaan. Disarankan bagi perusahaan agar disusun pedoman atau peraturan mengenai pencatatan akuntansi pertanggungjawaban sosial perusahaan beserta bentuk laporan pertanggungjawaban sosial perusahaan yang dimulai dari dibentuknya dana awal sampai dengan dikeluarkan dana sosial tersebut oleh perusahaan, sehingga diperoleh laporan pertanggungjawaban sosial perusahaan tersendiri yang sesuai dengan standar yang berlaku secara transparan. Dengan adanya laporan tanggung jawab sosial perusahaan dapat meningkatkan citra perusahaan yang lebih baik.

Peningkatan kemampuan bahasa dan kognitif melalui bermain kotak kartu calistung di RA. Miftahul Huda I Sengon Purwosari Pasuruan / Nur Farida

 

Kata kunci: Peningkatan Bahasa, Kognitif, Permainan Kotak Kartu Calistung, PAUD Berdasarkan hasilpenelitian yang dilakukan di kelompok B RA Miftahul Huda I Sengon Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, terdapat rumusan masalah sebagai berikut: 1) bagaimana penerapan permainan kotak kartu calistung dalam peningkatan kemampuan bahasa anak, 2) bagaimana penerapam permainan kotak kartu calistung dalam peningkatan kemampuan kognitif, 3) apakah permainan kotak kartu calistung dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak, 4) apakah permainan kotak kartu calistung dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mendeskripsikan penerapan permainan kotak kartu calistung dalam peningkatkan kemampuan bahasa anak, 2) Untuk mendeskripsikan penerapan permainan kotak kartu calistung dalam peningkatkan kemampuan kognitif anak, 3) Untuk mendeskripsikan permainan kotak kartu calistung dalam meningkatkan kemampuan pengambangan bahasa anak, 4) Untuk mendeskripsikan permainan kotak kartu calistung dalam meningkatkan kemampuan pengambangan kognitif anak Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif berbentuk tindakan kelas dan dirancang dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Subyek penelitian adalah anak kelompok B RA Miftahul Huda I Sengon Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan yang berjumlah 23 anak. Metode pengumpulan data diperoleh melalui lembar observasi aktivitas anak selama proses pembelajaran dan dokumentasi berupa foto selama pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan kotak kartu calistung dapat meningkatkan pengembangan bahasa dan kognitif anak kelompok B. berdasarkan lembar observasi pada siklus I hasil aktifitas pembelajaran pada pengembangan bahasa 57,4% dan pengembangan kognitif 58,4%. Pada siklus II hasil observasi pada pengembangan bahasa meningkat menjadi 77,6% dan pada pengembangan kognitif meningkat menjadi 77,3% Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan kotak kartu calistung dapat meningkatkan kemampuan bahasa dan kognitif anak. Oleh karena itu disarankan bagi guru RA dapat menerapkan permainan kotak kartu calistung untuk meningkatkan kemampuan pengembangan bahasa dan kognitif anak. Dan bagi peneliti yang lain dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam pengembangan penelitian berikutnya

Perbedaan persepsi remaja ditinjau dari jenis kelamin tentang rokok dan bahayanya di SMP Negeri 2 Blitar / Lailatul Hanifah

 

Kata kunci: Pesepsi, remaja, jenis kelamin, rokok dan bahayanya Remaja berada pada taraf mencari identitas, merupakan masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Remaja pada umumnya sangat rentan pada pengaruh eksternal. Proses pencarian jati diri menyebabkan remaja mudah sekali terombang-ambing dan makin sulit menentukan tokoh panutannya. Kondisi jiwa yang labil juga menyebabkan remaja mudah sekali terpengaruh. Mereka cenderung mengambil jalan pintas tanpa memikirkan dampaknya. Dalam hal ini mencoba melakukan hal-hal baru seperti merokok. Dimana merokok sudah banyak dilakukan oleh para remaja tidak terkecuali para siswa baik itu laki-laki maupun perempuan. Banyaknya remaja yang merokok dapat disebabkan karena mereka mempunyai persepsi yang kurang tepat tentang rokok dan bahayanya. Persepsi tiap remaja dapat berbeda-beda tergantung dari kondisi diri dan lingkungan yang mempengaruhinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) persepsi siswa laki-laki tentang rokok dan bahayanya di SMP Negeri 2 Blitar, (2) persepsi siswa perempuan tentang rokok dan bahayanya di SMP Negeri 2 Blitar, dan (3) perbedaan persepsi antara siswa laki-laki dan perempuan di SMP Negeri 2 Blitar tentang rokok dan bahayanya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan komparatif. Populasi penelitian seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Blitar. Sampel dalam penelitian adalah siswa laki-laki dan perempuan kelas VIII di SMP Negeri 2 Blitar. Sampel ditetapkan dengan menggunakan teknik Proportional Random Sampling yang diambil sesuai dengan proporsi kelas. Pengambilan sampel tiap kelas dilakukan secara Random Sampling. Pengambilan sampel sebesar 25 % dari jumlah siswa laki-laki dan perempuan di tiap kelas, dari hasil perhitungan ditemukan 26 siswa laki-laki dan 31 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah angket berstruktur dengan empat skala jawaban yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), sangat tidak setuju (STS). Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan analisis uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) cukup banyak (42,3%) siswa laki-laki SMP Negeri 2 Blitar yang memiliki persepsi kurang tepat tentang rokok dan bahayanya, sedikit (30,8%) siswa yang memiliki persepsi tidak tepat tentang rokok dan bahayanya, sedikit (23,1%) siswa yang memiliki persepsi tepat tentang rokok dan bahayanya, dan juga sangat sedikit (3,8%) siswa yang memiliki persepsi tepat sekali tentang rokok dan bahayanya; (2) sedikit (38,7 %) siswa perempuan SMP Negeri 2 Blitar yang memiliki persepsi tepat tentang rokok dan bahayanya, sedikit (32,3%) siswa perempuan yang memiliki persepsi kurang tepat tentang rokok dan bahayanya, sangat sedikit (19,4%) siswa perempuan SMP Negeri 2 Blitar yang memiliki persepsi tidak tepat tentang rokok dan bahayanya dan sangat sedikit (9,7%) siswa perempuan SMP Negeri 2 Blitar yang mempunyai persepsi tepat sekali tentang rokok dan bahayanya Hasil analisis Uji-t diperoleh t-hitung (t-value) sebesar 2,808 dengan koefisien probabilitasnya 0,007. Hasil penelitian menunjukkan p=0,007 < 0,05 sehingga H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan persepsi tentang rokok dan bahayanya antara siswa laki-laki dan perempuan di SMP Negeri 2 Blitar. Persepsi siswa perempuan lebih tepat dibandingkan persepsi siswa laki-laki. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bagi konselor agar dapat menyajikan informasi tentang rokok dan bahayanya kepada siswa guna meningkatkan pengetahuan siswa. Sebab pengetahuan inilah yang nantinya akan membentuk persepsi. Informasi diperoleh melalui sumber informasi. Sumber informasi merupakan salah satu hal yang sangat berperan dalam proses persepsi. Persepsi yang tepat akan menunjang seseorang untuk bertingkah laku atau bersikap dengan tepat pula. Konselor juga dapat memberikan layanan bimbingan berupa konseling individu maupun kelompok dengan menggunakan pendekatan behavioral (membuat kontrak perilaku) dalam upaya untuk menghindari dan menghentikan kebiasaan merokok bagi siswa yang sudah merokok. Selain itu konselor juga dapat memberikan terapi behenti merokok dengan teknik relaksasi dan hipnosa dalam hal ini konselor dapat bekerjasama dengan ahli terapi atau psikolog untuk melakukan terapi berhenti merokok. Konselor juga dapat mengadakan kegiatan sharing antarsiswa dengan mendatangkan mantan pecandu rokok yang telah berhasil berhenti merokok untuk menceritakan pengalamannnya dan bagaimana caranya dapat berhasil menghentikan kebiasaan merokok. Disarankan pula bagi orang tua sebagai orang terdekat siswa hendaknya dapat menjadi model yang baik bagi anak, salah satunya dengan tidak merokok. Perlu juga adanya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak agar dapat memberikan arahan pada anak untuk dapat mengendalikan dirinya, sehingga tidak berbuat sesuatu yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Dengan adanya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, maka orang tua dapat memberikan arahan bahwa banyak dampak buruk yang ditimbulkan dari rokok. Siswa juga diharapkan dapat lebih selektif dalam memilih teman atau pergaulan serta memiliki pendirian yang kuat dan tegas menolak sehingga tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif yang ada di sekitar mereka termasuk ajakan teman untuk merokok. Saran bagi peneliti selanjutnya, hendaknya memperluas ruang lingkup penelitian. Penelitian ini hanya meneliti perbedaan persepsi remaja ditinjau dari jenis kelamin tentang rokok dan bahayanya. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti hal yang sama dapat melakukan penelitian untuk mencari perbedaan misalnya perbedaan persepsi siswa SMP dengan persepsi siswa MTS tentang rokok dan bahayanya. Dengan penelitian-penelitian yang sudah dikembangkan ini, diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih akurat sebagai pembanding dan tambahan informasi dalam penelitian ilmiah selanjutnya.

Pengaruh variabel atribut produk terhadap proses keputusan pembelian produk sepeda motor Yamaha Mio (studi pada komunitas Mio Fans Club Malang) / Fachrizal

 

Kata Kunci : Atribut Produk ; Proses Keputusan Pembelian Proses Keputusan pembelian menyangkut perilaku konsumen yang merupakan instrumen penting yang harus diketahui oleh pembuat kebijakan di dalam perusahaan khususnya bidang pemasaran. Pemahaman akan perilaku konsumen bagi perusahaan bermanfaat untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada konsumen. Sehingga perilaku konsumen juga akan menentukan proses pengambilan keputusan dalam pembelian untuk setiap konsumen adalah sama, namun seluruh proses tidak selalu dilaksanakan oleh konsumen. Proses pengambilan keputusan merupakan sebuah pendekatan penyelesaian masalah pada kegiatan jasa dalam memenuhi kebutuhannya. Perusahaan yang memahami bagaimana konsumen akan bereaksi terhadap ciri-ciri produk. Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi Proses Keputusan Pembelian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi (1) Gambaran keadaan Atribut Produk yang terdiri dari Merek, Warna, Kualits, Model, dan Harga produk sepeda motor Yamaha Mio, (2) Gambaran keadaan Proses Keputusan Pembelian sepeda motor Yamaha Mio, (3) Pengaruh Variabel Atribut Produk yang terdiri dari Merek, Warna, Kualitas, Model, dan Harga secara simultan Terhadap Proses Keputusan Pembelian sepeda motor Yamaha Mio, (4) Pengaruh Variabel Atribut Produk yang terdiri dari Merek, Warna, Kualitas, Model, dan Harga secara parsial Terhadap Proses Keputusan Pembelian sepeda motor Yamaha Mio, (5) Variabel Atribut Produk yang terdiri dati Merek, Warna, Kualitas, Model, dan Harga yang berpengaruh dominan terhadap Proses Keputusan Pembelian speda motor Yamaha Mio. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota dari Komunitas Mio Fans Club Malang yang berjumlah 87 orang. Penyebaran kuisioner menggunakan teknik accidental. Jumlah sampel telah ditentukan sebanyak 50 anggota Komunitas Mio Fans Club Malang, yang terdiri dari 37 laki-laki dan 13 perempuan. Jumlah sampel ini diperoleh dengan menghitung menggunakan rumus Slovin. Peneliti ini mempunyai dua variabel, yaitu variabel X adalah Atirbut Produk yang merupakan variabel independen, yang terdiri dari Merek (X1), Warna (X2), Kualitas (X3), Model (X4), dan Harga (X4). Sedangkan Variabel Y adalah Proses Keputusan Pembelian yang merupakan variabel dependen. Data diperoleh dari responden dengan menggunakan alat pengumpulan data berupa angket tertutup. Setelah melalui proses pengolahan data dan analisis regresi berganda, diperoleh temuan : (1) bahwa terdapat pengaruh signifikan secara parsial antara atribut produk yaitu Merk, Warna, Kualitas, Model, dan Harga terhadap Proses Keputusan Pembelian. Adapun kontribusi besarnya pengaruh setiap variabel atribut produk terhadap proses keputusan pembelian sepeda motor Yamaha Mio pada Komunitas Mio Fans Club Malang dimulai dari yang dominan adalah koefisien beta standart untuk variabel Merek β1= 0,135, variabel warna β2=-0,156, variabel kualitas β3= 0,225, variabel model β4= 0,464 dan variabel harga β5= 0,181; (2) Secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel atribut produk terhadap proes keputusan pembelian sepeda motor Yamaha Mio pada komunitas Mio Fans Club Malang dengan hasil analisis regresi yang menunjukkan nilai bahwa nilai adjusted R Square sebesar 0,846, yang dapat diartikan bahwa variabel merek, warna, kualitas, model dan harga dalam mempengaruhi proses keputusan pembelian adalah sebesar 84,6% dan sisanya sebesar 15,4% dipengaruhi hl-hal lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Pernyataan ini diperkuat dengan nilai Sig. F sebesar 0,000; nilai Fhitung sebesar 54,643 (signifikansi F<0,05). Berdasarkan hasil temuan yang diperoleh dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa atribut produk yang terdiri dari merek, warna, kualitas, model, harga sepada motor Yamaha Mio dapat mempengaruhi proses keputusan pembelian sepeda motor Yamaha Mio. Sementara disarankan kepada produsen otomotif untuk mempertimbangkan atribut-atirbut produk dengan selalu mengikuti trend perkembangan selera dan kebutuhan konsumen terhadap sepeda motor dan inovatif dalam membuat desain atau model tampilan sepeda motor tanpa mengesampingkan mutu dan harga serta atribut-atribut lainnya

Peran ulama dalam pembinaan moral masyarakat Madura untuk mempertahankan budaya santri berbasis agamis (Studi di Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan-Madura) / Farid Al Junairi

 

Kata Kunci : Ulama, Pembinaan Moral, Masyarakat, Budaya Santri Berbasis Agamis. Petuah ulama merupakan obat bagi setiap masalah dalam hal apapun karena ulama adalah orang yang berpengetahuan luas kepadanya mereka banyak belajar dan meminta nasihat dalam setiap seluk beluk kehidupan masyarakat dari urusan agama sampai urusan sosial. Seiring perannya para ulama di wilayah Madura, memiliki peran yang sangat besar sekali untuk itu banyaknya upaya yang dilakukan oleh para ulama di Madura untuk mempertahankan budaya masyarakat Madura yang merupakan budaya agamis, diantaranya diadakannya pengajian rutin yang diwajibkan di ikuti oleh semua warga serta pembangunan pondok pesantren yang jumlahnya cukup besar yang tersebar dibeberapa wilayah di Madura. Berkaitan dengan nilai moral yang ada di masyarakat Madura tentunya tidak lepas dari peran serta para ulama, dimana peran sosial kiai/ulama dapat dilihat Dalam masyarakat agamis dalam menghalangi orang yang hendak melakukan carok. Pihak yang akan melakukan carok biasanya lebih dulu datang kerumah kiai/ulama untuk meminta restu dan nasihat. Bila kiai tidak merestuinya dapat dipastikan mereka tidak akan melanjutkan rencana carok itu. Penelitian ini bertujuan untuk Mendiskripsikan konsep kepemimpinan para ulama dalam upaya pembinaan moral masyarakat Madura untuk mempertahankan budaya santri berbasis agamis, permasalahan yang dihadapi para Ulama dalam upaya pembinaan moral masyarakat Madura untuk mempertahankan budaya santri berbasis agamis, peran ulama dalam upaya pembinaan moral masyarakat Madura untuk mempertahankan budaya santri berbasis agamis. Untuk mencapai tujuan tersebut , penelitian dilaksanakan dengan mengunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan penelitian etnografi . pendekatan etnografi yang dimaksud disini merupakan variasi yang sangat besar dari praktisi dan metode. Yang secara umum mempunyai arti pengamatan-berperan serta sebagai bagian dari penelitian lapangan. data diperoleh melalui penggalian data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian paparan data dan kesimpulan. Dan keabsahan dengan cara triangulasi, dan diskusi dengan teman sejawat. Temuan penelitian sebagai berikut; (1) Konsep para Ulama mengenai pembinaan moral masyarakat Madura untuk mempertahankan budaya santri berbasis agamis dengan Bentuk Membina moral masyarakat agar selalu berpegang teguh kepada kaidah islam yang sesuai dengan ajaran Al-Quran. Pembinaan moral masyarakat oleh ulama sesuai dengan kebiasaan santri yang selalu dekat dengan islam, yang dibiasakan untuk selalu berpegang pada Al-Quran untuk menjalankan perintah Allah dengan baik dan benar dan senantiasa menjauhi larangannya serta menanamkan nilai-nilai moral yang sesuai dengan hukum islam dengan menerapkan nilai-nilai agamis dan menjalankan makna yang ada dalam Al-Quran (2) Permasalahan yang dihadapi para Ulama dalam upaya pembinaan moral masyarakat Madura untuk mempertahankan budaya santri berbasis agamis salah satunya Keadaan ii masyarakat yang moralnya sudah mulai terpengaruh oleh kemajuan tekhnologi seperti pengunaan Televisi dengan tayangan sinetron yang kebanyakan ditiru oleh golongan remaja merupakan hambatan dalam membina moral masyarakat Madura. (3) Hal yang dilakukan para Ulama dalam upaya pembinaan moral masyarakat Madura untuk mempertahankan budaya santri berbasis agamis nyata yang dekat dengan kehidupan masyarakat yaitu dengan mengadakan pengajian rutin yang berfungsi untuk beribadah kepada Allah dan menjalin silaturrahmi antar masyarakat. Dari berbagai temuan penelitian ini, dapat disampaikan saran ; (1) Ulama dalam perannya sebagai pengawal moral bagi masyarakat Madura diharapkan dapat membina masyarakat Madura yang islami karena Dalam ajaran islam ulama mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dan peran yang sangat penting dalm kehidupan umat sehingga diharapkan dapat terbentuk pribadi yang bermoral sesuai dengan kaidah agama islam, (2) Hubungan sinergi dan hubungan dialogis antara ulama dan masyarakat sangat perlu agar masyarakat Madura yang bermoral tercapai di Madura untuk dapat mempertahankan budaya santri berbasis agamis (3) Jajaran pemerintah lebih berperan aktif terhadap kegiatan keagamaan masyarakat Madura sehingga tercipta hubungan yang baik dalam status masyarakat Madura,

Penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran mengikuti prosedur keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja (studi pada siswa Administrasi Perkantoran kelas X SMK PGRI 2 Malang) / Pratam

 

Kata kunci : Pembelajaran berbasis masalah, dan hasil belajar Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta adanya globalisasi menuntut tersedianya sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan jaman. Pendidikan merupakan suatu upaya dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan ketrampilan sesuai tuntutan pembangunan bangsa, dimana kualitas suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan.Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita sekarang adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang ada selama ini ternyata hanya membuat siswa sangat terbebani dengan materi dan tugas yang diberikan oleh guru dengan metode ceramah.Tujuan dari penelitian ini adalah dapat memaksimalkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar yaitu metode pembelajaran berbasis masalah diharapkan tidak hanya memperdalam pemahaman peserta didik tetapi juga meningkatkan sikap positif terhadap pelajaran, rasa saling menghargai, saling memiliki dan dapat pula mengembangkan keterampilan untuk menghargai orang lain oleh karena itu dengan penerapan pembelajaran berbasis masalah diharapkan siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya sehingga memperoleh hasil yang maksimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari hasil pre test siswa pada siklus I diketahui bahwa rata-rata dari skor tes siswa sebelum tindakan adalah 62,5 dengan skor tertinggi 80 dan jumlah siswa yang tuntas belajar (skor ≥70) sebanyak 10 siswa dengan presentase tingkat ketuntasan belajar sebesar 31,25 %. Setelah diterapkan pembelajaran problem based learning rata-rata skor tes siswa meningkat menjadi 75,22 dengan skor tertinggi sebesar 95 dan jumlah siswa yang tuntas belajar (skor ≥70) sebanyak 26 siswa dengan presentase ketuntasan belajar sebesar 81,25 %. Ini tentu saja belum memenuhi kriteria kelulusan secara kelompok yaitu lebih dari 85%. Pada siklus II, rata-rata dari skor tes siswa sebelum tindakan adalah 76,25 dengan skor tertinggi 100 dan jumlah siswa yang tuntas belajar (skor ≥70) sebanyak 21 siswa dengan presentase tingkat ketuntasan belajar sebesar 65,63 %. Setelah diterapkan pembelajaran problem based learning rata-rata skor tes siswa meningkat menjadi 78,90 dengan skor tertinggi sebesar 95 dan jumlah siswa yang tuntas belajar (skor ≥70) sebanyak 29 siswa dengan presentase ketuntasan belajar sebesar 90,63 %. ini membuktikan bahwa pada siklus II ini, sudah melebihi kriteria kelulusan secara kelompok. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah mengalami peningkatan. Sehingga model ini perlu untuk diimplementasikan, serta dikembangkan bukan hanya pada mata pelajaran Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja, akan tetapi juga pada mata pelajaran lain yang sesuai. Karena strategi ini selain meningkatkan prestasi belajar siswa, strategi ini juga sangat berguna dalam melatih siswa untuk memecahkan masalah dan kemampuan siswa dalam berpikir kritis.

Meningkatkan keterampilan berbicara melalui metode tim kuis dengan media gambar siswa kelas IV MI Darul Ulum Kisik Kalirejo Kraton Pasuruan / Arif Rahman Hakim

 

Kata kunci : Metode Tim Kuis, Keterampilan Berbicara, MI Darul Ulum MI Darul Ulum adalah salah satu Madrasah Ibtidaiyah swasta yang terletak di Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan observasi di kelas IV dan wawancara terhadap guru kelas diketahui bahwa terdapat permasalahan yang cukup kompleks pada pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu kemampuan belajar, kemampuan berpikir dan sikap siswa terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia yang dapat berimbas pada hasil belajar siswa yang diperoleh rendah. Penelitian ini bertujuan: (1) mendiskripsikan bagaimana penerapan keterampilan berbicara melalui metode Tim Kuis di kelas IV MI Darul Ulum, (2) mendiskripsikan apakah penerapan keterampilan berbicara melalui metode Tim Kuis dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas IV MI Darul Ulum Pasuruan. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan mulai Februari 2010 sampai akhir Mei 2010. Tindakan kelas dilaksanakan bulan April 2010 sampai Mei 2010. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV MI Darul Ulum Pasuruan yang terdiri dari 34 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan keterampilan berbicara melalui metode Tim Kuis pada mata pelajaran bahasa Indonesia dapat meningkatkan: (1) kemampuan belajar siswa dari yang semula kurang fokus menjadi lebih fokus dalam belajar, (2) kemampuan berpikir dari membuat pertanyaan pada setiap siklus mengalami peningkatan dari yang semula menggunakan bahasa yang kurang baku dan singkat menjadi bahasa yang baku dan tidak singkat lagi, (3) kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan juga mengalami peningkatan pada setiap siklus yakni, dari yang semula menggunakan bahasa yang kurang baku dan singkat menjadi bahasa yang baku dan tidak singkat lagi, (4) rasa senang siswa terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia juga mengalami peningkatan dari yang semula sering bosan dengan mata pelajaran bahasa Indonesia menjadi lebih bersemangat dalam mempelajari bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada kepala sekolah agar dapat memotifasi guru-gurunya untuk menerapkan metode ini dan juga memperhatikan kelebihan dan kekurangannya, sehingga bisa disesuaikan dengan kondisi siswanya serta dapat meningkatkan mutu pencapaian tujuan pendidikan.

Pengaruh EPS, ROI, ROE, dan harga saham masa lalu terhadap harga saham perusahaan food and beverages yang listing di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2006-2008 / Dwi Rohanita Estu Mahanani

 

Kata Kunci : Earning per Share (EPS), Return On Investment (ROT), Return On Equity (ROE), Harga Saham Masa Lalu. Tujuan investor berinvestasi di pasar modal dengan membeli saham adalah untuk menerima deviden dalam investasi jangka panjang dan capital gain. Investor mengharapkan return yang optimal dari investasinya. Informasi kinerja keuangan perusahaan yang tercermin dalam Analisis Laporan Keuangan perusahaan diharapkan dapat mendukung proses pengambilan keputusan investasi di pasar modal. Permasalahan yang timbul dalam penelitian ini adalah apakah EPS, ROI, ROE Dan Harga Saham Masa Lalu terhadap harga saham perusahaan Food and Beverages Yang Listing di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh EPS, ROI ROE Dan Harga Saham Masa Lalu terhadap harga saham pada perusahaan Food and Beverages Yang Listing di Bursa Efek Indonesia. Metode yang digunakan untuk menganalisis dan mengevaluasi saham adalah analisis EPS, ROI, ROE, Dan Harga Saham Masa Lalu. Analisis yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh EPS, ROI, ROE, Dan Harga Saham Masa Lalu terhadap harga saham adalah analisis Regresi Berganda dengan bantuan program komputer SPSS (Package for Social Sciences) versi 13.0 for windows. Hasil dari analisis data yang telah diolah menunjukkan bahwa secara partial variabel Earning per Share (EPS) dengan nilai signifikansi sebesar 0,026 dan harga saham masa lalu dengan nilai signifikan sebesar 0,000 yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan variabel. Return On investment (ROI), Return On Equity (ROE), tidak berpengaruh terhadap harga saham (Y). Secara simultan ternyata didapat nilai signifikansi sebesar 0,000. Ini berarti 0,000 < 0,05 yang artinya variabel EPS, ROI, ROE, harga saham masa lalu, mempunyai pengaruh terhadap harga saham (Y). Dengan demikian hipotesis yang berbunyi “EPS, ROI, ROE, harga saham masa lalu, berpengaruh secara simultan terhadap harga saham” diterima. Peneihian selanjutnya disarankan kepada pihak yang mengukur kinerja keuangan sebagai dasar analisis pengaruh terhadap harga saham agar lebih memperhatikan faktor eksternal yang lebih dominan daripada faktor internal perusahaan, selain itu faktor lain seperti peristiwa ekonomi-politik juga akan berpengaruh terhadap harga saham.

Hubungan struktural antara kepemimpinan kepala sekolah, kecerdasan emosional guru, dan kompetensi guru dengan keefektifan sekolah pada sekolah menengah pertama negeri di Kabupaten Tabanan Provinsi Bali / I Made Jiwa

 

Kata Kunci : kepemimpinan, kecerdasan emosional, kompetensi, keefektifan sekolah. Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa. Pendidikan sebagai salah satu usaha mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan serta ikut bertanggungjawab atas penyiapan prestasi dan perfomance yang sepadan dengan tuntutan masa depan. Keunggulan daya saing sangat tergantung dari kualitas sumber daya manusia, dan hal itu tidak akan datang dengan sendirinya. Kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan melalui proses pendidikan. Kondisi dan keefektifan pengelolaan pendidikan pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Tabanan Provinsi Bali sampai saat ini belum dapat dilaksanakan maksimal sesuai harapan. Dikatakan demikian karena kesenjangan antara kriteria sekolah efektif dengan kenyataan dilapangan masih lebar, misalnya aspek : (1) Dukungan. Aspek ini dapat dilihat dari lemahnya dukungan orang tua siswa, baik dari sosial ekonomi, komunikasi maupun dukungan moral dan motivasi belajar kepada putra-putri mereka. (2) Kondisi-kondisi internal yang memungkinkan terciptanya pengelolaan pendidikan efisien dan efektif belum nampak maksimal. (3) Iklim sekolah yang menyangkut kemampuan guru khususnya pada kecakapan individu (personal skill) dan kecapakan sosial (social skill) masih rendah, yang perlu ditingkatkan agar mampu mengelola kurikulum baik merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, serta mengevaluasi dan menindaklanjuti hasil belajar siswa. (4) Variasi proses pembelajaran belum optimal. Kondisi ini desebabkan karena ketrampilan paedagogik, sosial dan profesional guru masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan struktural antara kepemimpinan kepala sekolah, kecerdasan emosional guru, kompetensi guru dengan keefektifan sekolah pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Tabanan Provinsi Bali, serta memperoleh kejelasan baik/tidaknya model hubungan struktural antar variabel-variabel, baik secara langsung maupun tidak langsung. Populasi dalam penelitian ini adalah guru-guru Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Tabanan Provinsi Bali, dengan besar populasi 832 orang dan secara random sampling diambil sampel sebanyak 308 orang. Pengumpulan data digunakan kuesioner model skala Likert empat pilihan.Untuk menganalisis data digunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik multivariat SEM dengan program AMOS by James L. Arbuckle,Version 4.01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hubungan Struktural yang mempengaruhi Keefektifan Sekolah yaitu variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kecerdasan Emosional Guru, dan Kompetensi Guru pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Tabanan terbukti secara Empiris dan Signifikan; (2) Kondisi Kepemimpinan Kepala Sekolah , Kecerdasan Emosional Guru , Kompetensi Guru dan Keefektifan Sekolah berada pada kategori Sangat Tinggi / Sangat Baik; (3) Ada Hubungan Positif yang Signifikan antara Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kecerdasan Emosional Guru; (4) Ada Hubungan Positif yang Signifikan antara Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan dengan Kompetensi Guru; (5) Ada Hubungan Positip Reciprocal (Timbal-Balik) yang Signifikan antara Kecerdasan Emosional dengan Kompetensi Guru. Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Kompetensi Guru adalah Positip dan Signifikan sedangkan hubungan antara Kompetensi Guru dengan Kecerdasan Emosional Guru Tidak Signifikan; (6) Ada Hubungan Tidak Langsung yang Positif dan Signifikan antara Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kompetensi guru melalui Kecerdasan Emosional Guru; (7) Tidak Ada Hubungan Tidak Langsung yang Signifikan antara Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kecerdasan Emosional Guru melalui Kompetensi Guru; (8) Ada Hubungan Positif yang Signifikan antara Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Keefektifan Sekolah; (9) Ada Hubungan Positif yang Signifikan antara Kecerdasan Emosional Guru dengan Keefektifan Sekolah; (10) Ada Hubungan Positif yang Signifikan antara Kompetensi Guru dengan Keefektifan Sekolah; (11) Ada Hubungan Tidak Langsung yang Positif dan Signifikan antara Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Keefektifan Sekolah Melalui Kecerdasan Emosional guru; (12) Ada Hubungan Tidak Langsung yang Positif dan Signifikan antara Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Keefektifan Sekolah Melalui Kompetensi Guru; (13) Ada Hubungan Tidak Langsung yang Positif dan Signifikan antara Kecerdasan Emosional dengan Keefektifan Sekolah Melalui Kompetensi Guru; (14) Tidak Ada Hubungan Tidak Langsung yang Signifikan antara Kompetensi Guru dengan Keefektifan Sekolah Melalui Kecerdasan Emosional; (15) Ada Hubungan Positif Simultan yang Signifikan antara Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kecerdasan Emosional Guru, dan Kompetensi Guru dengan Keefektifan Sekolah.

Pengaruh pendekatan inkuiri terbuka dan inkuiri terbimbing terhadap kualitas proses dan hasil belajar siswa pada materi asidi alkalimetri kelas XI Prodi Keahlian Analisis Kimia SMKN 1 Bontang / Sudirman Pide

 

Kata Kunci: Inkuiri Terbuka, Inkuiri Terbimbing, Proses dan Hasil Belajar. Proses pembelajaran materi asidi alkalimetri di SMK Negeri 1 Bontang yang dilakukan selama ini cenderung terpusat pada guru (teacher centered), sehingga siswa kurang diberi kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan belum terlibat secara maksimal dalam proses pembelajaran. Penerapan pendekatan pembelajaran inkuiri terbuka dan inkuiri terbimbing yang berlandaskan teori konstruktivistik merupakan alternatif pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan kualitas proses belajar siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan inkuiri terbuka dibandingkan dengan pendekatan inkuiri terbimbing pada materi asidi alkalimetri, dan (2) perbedaan keefektifan penggunaan pendekatan inkuiri terbuka dibandingkan dengan pendekatan inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar pada materi asidi alkalimetri. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu dan rancangan deskriptif. Rancangan eksperimen semu digunakan untuk mempelajari hasil belajar siswa setelah pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbuka dan pendekatan inkuiri terbimbing. Rancangan deskriptif digunakan untuk meng-gambarkan kualitas proses pembelajaran terhadap penerapan pendekatan inkuiri terbuka dan pendekatan inkuiri terbimbing. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Prodi Keahlian Analisis Kimia SMK Negeri 1 Bontang tahun pelajaran 2009/2010 sebayak 61 siswa (siswa kelas XI A dan XI B). Kelompok eksperimen dibelajarkan dengan pendekatan inkuiri terbuka dan kelompok kontrol dibelajarkan dengan pendekatan inkuiri terbimbing. Instrumen yang digunakan meliputi instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Validitas instrumen dinilai oleh tiga orang pakar pendidikan dari Universitas Negeri Malang. Hasil validasi instrumen yang diberikan oleh ketiga validator adalah untuk validitas instrumen perlakuan (RPP dan LKS) diperoleh rata-rata 90,3% dan untuk validitas pengukuran (soal postes) diperoleh rata-rata 93,3%, hasil reliabilitas, yang diukur dengan Pearson Correlation, sebesar 0,62. Dari uji normalitas dan homogenitas diperoleh data penelitian terdistribusi normal. Data hasil belajar dianalisis dengan menggunakan analisis anava satu jalur, sedangkan untuk kualitas proses dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kualitas proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan inkuiri terbuka lebih baik dari kualitas proses pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbimbing, dan (2) hasil belajar kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan inkuiri terbuka lebih tinggi dari hasil belajar kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan inkuiri terbimbing.

Pengaruh tingkat pendidikan, pelatihan, dan pengalaman mengajar terhadap profesionalisme guru ekonomi di SMA sekota Probolinggo / Rina Wahyuningtyas

 

Kata kunci: tingkat pendidikan, pelatihan, pengalaman mengajar, profesionalisme guru Pengembangan SDM merupakan hal yang penting bagi bangsa Indonesia memasuki era globalisasi. Tanpa mutu SDM yang unggul berarti tidak mempunyai daya saing yang tinggi, maka bangsa Indonesia akan terpuruk di dalam persaingan kehidupan abad XXI. Oleh karena itu, satu-satunya wadah yang berfungsi sebagai pengembangan SDM yang bermutu tinggi adalah pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk menciptakan kehidupan bangsa yang cerdas, damai, dan demokratis. Dalam hal ini, Pendidikan Nasional memegang peranan penting dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan bangsa untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata baik material maupun spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam sebuah proses pendidikan, guru merupakan salah satu komponen yang sangat penting selain komponen lainnya seperti tujuan, kurikulum, metode, sarana dan prasarana, lingkungan, dan evaluasi. Guru sebagai komponen yang paling penting karena dianggap mampu memahami, mendalami, melaksanakan, dan akhirnya mencapai tujuan pendidikan (Ainurrofiq dalam M.Nurdin,2004). Mengingat guru merupakan komponen yang paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan, maka perlu dikembangkan sebagai tenaga profesi yang bermartabat dan profesional. Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, “untuk menjadi guru yang profesional, seseorang harus mempunyai empat kompetensi, yakni kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi” Diyakini Robotham (1996:27), kompetensi yang diperlukan oleh seseorang tersebut dapat diperoleh melalui jalur pendidikan formal maupun pengalaman. Menurut Dedi Supriadi (1999: 180) bahwa profesionalisme guru merupakan hasil dari profesionalisasi yang dijalaninya secara terus menerus. Artinya semakin lama seseorang menekuni profesi sebagai seorang guru akan semakin tinggi juga tingkat profesionalismenya, begitu juga sebaliknya. Secara rinci diungkap Suyanto (2001) bahwa selama kemampuan profesional guru belum bisa mencapai tataran ideal guru bersangkutan harus mendapatkan pelatihan yang terus menerus. Dalam era globalisasi seperti sekarang semua ilmu pengetahuan cepat usang. Apalagi kalau guru tidak di-training dan tidak bisa memperoleh akses informasi yang baru dan jika itu terjadi maka guru akan ketinggalan. Maka tidak ragu lagi bahwa untuk mencapai kualitas pendidikan yang baik maka guru harus selalu ditingkatkan kemampuannya agar guru selalu segar informasinya, kuat etos kerjanya, dan cerdas akalnya. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah ii Tingkat Pendidikan (X1), Pelatihan (X2), Pengalaman Mengajar (X3), dan Profesionalisme Guru (Y). Penelitian ini dilakukan kepada para guru ekonomi di SMA se-Kota Probolinggo. Respondennya adalah guru ekonomi, kepala sekolah dan para siswa dari guru yang diteliti. Dalam penelitian ini guru yang diteliti sebanyak 30 orang yang tersebar dalam 10 SMA baik Negeri maupun Swasta se-Kota Probolinggo. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kuesioner/angket tertutup yang sebelumnya telah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan uji t dan uji F pada taraf signifikansi 0,05. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : (1) Variabel bebas yang meliputi pendidikan, pelatihan, dan pengalaman mengajar mempunyai pengaruh yang signifikan dengan profesionalisme guru ekonomi di SMA se-Kota Probolinggo. Hal ini ditunjukkan dari besarnya sebesar 0,440 artinya besarnya kontribusi pendidikan, pelatihan, dan pengalaman mengajar terhadap profesionalisme guru ekonomi di SMA se-Kota Probolinggo sebesar 44% dan sisanya 56% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian ini. (2) Secara parsial variabel tingkat pendidikan memiliki pengaruh yang paling dominan dengan hasil uji t hitung 2,080 dan koefisien regresi parsial sebesar 6,379, artinya bahwa apabila kondisi X1 (tingkat pendidikan) meningkat 1 satuan maka Y (profesionalisme guru) akan meningkat sebesar 6,379 satuan. Untuk variabel pelatihan t hitung = 2,982 dan koefisien regresi parsial sebesar 2,276, artinya bahwa apabila kondisi X2 (pelatihan) meningkat 1 satuan maka Y (profesionalisme guru) akan meningkat sebesar 2,276 satuan. Dan untuk variabel pengalaman mengajar t hitung = 3,248 dan koefisien regresi parsial sebesar -3,519, artinya bahwa apabila kondisi X3 (pengalaman mengajar) meningkat 1 satuan maka Y (profesionalisme guru) akan meningkat sebesar-3,519 satuan, hal ini dapat terjadi karena nilai koefisien korelasinya yang bertanda negatif. Berdasarkan hasil penelitian di atas, saran yang dapat diberikan pemerintah sebaiknya menerapkan quality control yang baik terhadap kinerja guru dengan cara menciptakan sistem pengawasan yang ideal untuk mengevaluasi dan mengawasi kinerja guru baik pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar di kelas maupun di luar kelas, tidak hanya dalam bentuk penilaian portofolio saja. Quality control yang dapat dilakukan oleh Kepala Sekolah maupun Pemerintah (Diknas Pendidikan) dalam hal ini dapat melalui : (1) Penerapan sanksi yang tegas bagi guru yang telah terbukti melanggar aturan, sehingga seorang guru dari waktu ke waktu akan semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensinya dan menunjukkan bentuk kinerja yang jauh lebih baik lagi. (2) Pelaksanaan Kegiatan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) pada guru ekonomi secara berkala dan periodik. Melalui MGMP tersebut, semua guru ekonomi dapat bertukar informasi, merumuskan permasalahan yang dihadapi sewaktu mengajar, serta mencari pemecahannya secara bersama-sama. (3) Peningkatan kreativitas guru ekonomi dalam menciptakan metode-metode pembelajaran, sehingga pembelajaran yang berlangsung tidak monoton dan lebih menyenangkan. Apabila kondisi seperti yang telah diuraikan di atas telah tercapai, maka bukan hal yang tidak mungkin bahwa ini akan memberikan pengaruh yang sangat positif terhadap tingkat profesionalisme seorang guru dan hal ini dapat berdampak pada kualitas pendidikan di Indonesia.

Representasi nilai-nilai budaya jawa dalam tokoh novel biola tak berdawai karya Seno Gumira Ajidarma (Sebuah kajian sosiologi sastra) / Fitrahayunitisna

 

Kata Kunci: Nilai budaya, novel Biola Tak Berdawai Nilai budaya adalah ide-ide yang mengonsepsikan hal-hal yang paling bernilai dari kehidupan manusia. Konsepsi-konsepsi tersebut berakar dalam bagian emosional dari alam jiwa manusia sehingga sulit untuk diamati oleh panca indra karena nilai tersebut memang bersifat abstrak. Nilai budaya yang terdiri dari konsepsi-konsepsi itu hidup di dalam alam pikiran sebagian besar warga masyarakat, dan konsepsi-konsepsi tersebut merupakan hal-hal yang dianggap amat bernilai dalam hidup oleh karena itu, nilai budaya berfungsi sebagai pedoman tertinggi sikap dan tata cara hidup manusia di dalam masyarakat. Penelitian ini berawal dari prinsip bahwa karya sastra merupakan cerminan dari realita sosial dalam kelompok masyarakat yang secara potensial mengemban gambaran obyek, gagasan, pesan, dan nilai tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan pendekatan sosiologi sastra yang bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya Jawa dalam kaitannya hubungan tokoh dengan Tuhan, nilai-nilai budaya Jawa dalam kaitannya hubungan tokoh dengan sesamanya, dan nilai-nilai budaya Jawa dalam kaitannya hubungan tokoh dengan dirinya sendiri di dalam novel Biola Tak berdawai. Penelitian ini telah menemukan nilai-nilai budaya Jawa dalam kaitannya hubungan tokoh dengan Tuhan, nilai-nilai budaya Jawa dalam kaitannya hubungan tokoh dengan sesamanya, dan nilai-nilai budaya Jawa dalam kaitannya hubungan tokoh dengan diri sendiri dalam novel Biola Tak Berdawai karya Seno Gumira Ajidarma. Nilai-nilai budaya Jawa dalam kaitannya hubungan tokoh dengan Tuhan meliputi nilai-nilai religius budaya Jawa dalam emosi keagamaan. Aspek yang kedua adalah nilai-nilai religius budaya Jawa dalam kepercayaan tokoh terhadap dimensi gaib, dewa-dewa, makhluk halus, dan roh nenek moyang dalam novel. Aspek yang ketiga adalah nilai-nilai religius budaya Jawa dalam kepercayaan tokoh terhadap sistem ritus dan upacara keagamaan dalam novel. Nilai-nilai budaya Jawa dalam kaitannya hubungan tokoh dengan sesamanya meliputi prinsip kerukunan, nilai hormat, tolong menolong dan etika pergaulan laki-laki dan perempuan. Nilai-nilai budaya Jawa dalam kaitannya hubungan tokoh dengan diri sendiri dalam novel meliputi pengendalian diri akan nafsu dan ego, dan sikap batin sepi ing pamrih.

Strategi pelayanan konsumen atas pembayaran rekening listrik dengan menggunakan metode prob pada PT PLN (Persero) kota Malang / Marta Aries Pratama

 

Kata Kunci :Strategi Pelayanan Konsumen, PPOB, Komputerisasi. Perusahaan mempunyai cara sendiri-sendiri dalam mendapatkan keuntungan dan meningkatkan keuntungannya dari tahun ke tahun. Keuntungan biasanya diperoleh bersumber dari kegiatan perusahaan. Sistem merupakan jaringan prosedur yang berhubungan dalam suatu rangkaian yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan perusahaan. Oleh sebab itu strategi pelayanan sangat berpengaruh besar pada kegiatan perusahaaan. Dengan adanya pelayanan yang baik maka diharapkan penyelewengan terhadap perusahaan utamanya pada pembayaran rekening listrik dapat dihindari dan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya untuk kepentingan perusahaan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelayanan yang baik dan mengetahui kekuatan, kelemahan yang timbul dan rekomendasi perbaikan dalam pelaksanaan pelayanan konsumens atas pembayaran rekening listrik dengan menggunakan metode PPOB. Adapun tahapan pelayanan diantaranya yaitu (1) melakukan strategi pelayanan yang baik terhadap Pembayaran rekening listrik dengan menggunakan PPOB pada PT PLN (Persero) UP Malang Kota (2) Mengetahui kekuatan, kelemahan yang timbul dan rekomendasi perbaikan dalam penggunaan strategi pelayanan konsumen atas pembayaran rekening listrik dengan menggunakan metode PPOB pada PT PLN (Persero) UP Malang Kota. Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah (1) Interview/wawancara (2) Observasi (3) Dokumentasi (4) Kepustakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi pelayanan konsumen atas pembayaran rekening listrik pada perusaan sudah cukup baik, dalam metode PPOB terdapat kekuatan diantaranya (1) Pembayaran rekening listrik dapat dilakukan secara On-Line (2) memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas, hal ini dapat dilihat dari struktur organisasi yang telah ada (3) digunakan password untuk menjaga datanya, selain itu sistem PPOB memilki kelemahan (1) Walaupun menggunakan sistem On-Line, tapi masih banyak terjadi ketidakcocokan data (2) Kurangnya jumlah bukti pembayaran yang harus diarsipkan (3) belum menggunakan program utility super erase yang mampu benar-benar menghapus disk secara bersih jika data penting/rahasia dihapus. Untuk itu dibuatlah rekomendasinya sebagai berikut: (1) Meningkatkan pemantauan terhadap kinerja sistem komputer yang berbasis On-Line agar proses perusahaan tetap berjalan dengan baik (2) menambah jumlah bukti pembayaran untuk diarsipkan (3) Digunakannya program utility super erase yang mampu benar-benar menghapus disk secara bersih. Strategi pelayanan dalam perusahaan sangat penting, karena untuk meningkatkan loyalitas pelanggan dan menghindari adanya penyelewengan terhadap kekayaan perusahaan.

Pengaruh konsentrasi ion Cu2+ terhadap adsorpsi ion Cd2+ dari larutan Cd(NO3)2 dan Cu(No3)2 oleh nata de coco dengan metode batch / Fitria Defi Ratnaningsih

 

Kata kunci: adsorpsi, konsentrasi, ion Cd2+, ion Cu2+, nata de coco. Adsorpsi adalah suatu proses penyerapan atom, ion atau molekulmolekul dalam larutan pada suatu permukaan adsorben. Proses adsorpsi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adanya ion penganggu pada sistem. Penelitian yang telah dilakukan oleh Windawati (2008) tentang pengaruh konsentrasi ion Cu2+ sebagai ion pengganggu terhadap persentase teradsorpsi ion Cd2+ oleh arang sekam padi dan arang komersial menyatakan bahwa ion pengganggu tidak berpengaruh secara signifikan pada adsorpsi ion Cd2+. Pada penelitian ini digunakan ion Cu2+ sebagai ion pengganggu adsorpsi ion Cd2+dalam larutan adsorbat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ion Cu2+ terhadap adsorpsi ion Cd2+. Penelitian lain tentang pengaruh volume adsorbat terhadap adsorpsi ion Cd2+ oleh Nurastiningtyas (2005) dan Nurwati (2005) menyatakan volume adsorbat bertambah menyebabkan persentase adsorpsi ion Cd2+ menurun. Penelitian ini bersifat eksperimental yang dilakukan di laboratorium Kimia Jurusan Kimia dan Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Serbuk nata de coco diperoleh dari pengeringan gel nata de coco lalu dihancurkan dan dibuat serbuk.Variabel bebas penelitian ini adalah konsentrasi ion Cu2+ dan volume yang berbeda. Variabel terikatnya persentase ion Cd2+ dan Cu2+ yang teradsorpsi dan profil adsorpsi klorofil (sistem terpisah) oleh serbuk nata de coco. Adsorbat yang digunakan merupakan campuran larutan Cd(NO3)2 dan Cu(NO3)2 dengan variasi konsentrasi Cu2+ (0, 10, 25, 50) ppm dan konsentrasi Cd2+ tetap yaitu 25 ppm dengan volume adsorbat 25 mL, 50 mL, dan 75 mL. Penelitian ini menggunakan metode batch, yaitu larutan adsorbat yang telah dicampur dengan serbuk nata de coco dikocok menggunakan shaker dengan kecepatan 100 rpm selama 20 menit. Larutan disaring, lalu filtrat ditampung. Pengukuran konsentrasi ion Cd2+ dan Cu2+ dilakukan sebelum dan sesudah adsorpsi dengan menggunakan AAS. Profil adsorpsi klorofil terhadap serbuk nata de coco dilakukan dengan metode sama seperti pada ion Cd2+ dan Cu2+. Pengukuran absorbansi awal dan akhir adsorpsi klorofil digunakan spektronik 20D+ dengan pengenceran 50 dan 100 kali pada panjang gelombang 398 nm. Hasil penelitian menujukkan (a) Bertambahnya konsentrasi ion Cu2+ dalam larutan adsorbat dengan konsentrasi ion Cd2+ tetap 25 ppm tidak berpengaruh secara signifikan terhadap persentase adsorpsi ion Cd2+. (b) Persentase teradsorpsi ion Cd2+ relatif konstan dengan konsentrasi tetap 25 ppm, sedangkan persentase teradsorpsi ion Cu2+ meningkat dengan bertambahnya konsentrasi. (c) Profil serapan klorofil menunjukkan bahwa persentase terabsorpsi berbanding terbalik dengan kenaikan konsentrasi.

Hubungan aktivitas organisasi terhadap kecerdasan emosional (EQ) pengurus organisasi Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / Arif Prasetyo

 

Kata Kunci:keaktifanberorganisasi, kecerdasanemosional, HMS FT UM Organisasikemahasiswaanmerupakansalahsatu media penghubungantaraduniapendidikan/kampusdankehidupanbermasyarakat.Organisasikemahasiswaanmembawasetiapanggotanyauntukbersinggunganlangsungdengankehidupan di duniakerja, di organisasikemahasiswaananggotanyadiajarkanuntukmenumbuhkankemampuansoft skill yang berhubungandengankecerdasanemosional.Berkaitandenganhalitumakadiperlukanpembahasanmengenaihubunganaktivitasorganisasiterhadapkecerdasanemosional. Penelitianinidilaksanakandengantujuanuntukmendeskripsikanbeberapahal, yang mencakupaktivitasberorganisasidankecerdasanemosional, kemudianapakahterdapathubunganantaraaktivitasorganisasiterhadapkecerdasanemosional. Penelitianinimenggunakanrancanganmetodekorelatif.Sampeldalampenelitianiniadalah 40 pengurusHimpunanMahasiswaSipilFT-UM.Sedangkanuntukteknikpengumpulan data menggunakanangket/kuesioner. Berdasarkanhasilanalisis data tersebut, makadiperolehbeberapasimpulanhasilpenelitiansebagaiberikut.Pertama,aktivitasorganisasiHimpunanMahasiswaSipil FT-UM termasukdalamkategorisangattinggidan sangat aktifdenganpersentase rata-rata setiapinstrumen57,5%. Kedua, masalahkecerdasanemosionalpengurusHimpunanMahasiswaSipil FT-UMcenderung berada dalam kategori tinggi denganpersentaserata-rata setiapsetiap instrument 60%. Ketiga, darihasilanalisiskorelasipearsonantaraaktivitasorganisasidengankecerdasanemosionalpengurusHimpunanMahasiswaSipil FT-UM, diperoleh besarnya nilai koefisien korelasi sebesar 0,901 dengan sig≤ α, yaitu 0,000 < 0,05. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima artinya Ada hubungan yang signifikan antaraaktivitasorganisasiterhadapkecerdasanemosional (EQ) pengurusHimpunanMahasiswaSipil (HMS)UniversitasNegeri Malang pada taraf signifikansi 5%, dan hubungan tersebut bermaknapositif.Yang artinya semakin baik aktivitas berorganisasi maka semakin baik pula tingkat kecerdasan emosionalnya, begitu juga dengan sebaliknya apabila semakin kurang aktivitas berorganisasi maka semakin kurang pula tingkat kecerdasan emosionalnya.

Pengaruh penerapan kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together) dan TS-TS (Two Stay Two Stray) terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa kelas X MAN 3 Malang pada materi alkana, alkena, dan alkuna / Reni Antasari

 

Kata kunci: kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together), model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS (Two Stay-Two Stray), hasil belajar, motivasi belajar, Alkana, Alkena, dan Alkuna. Penerapan KTSP merupakan salah satu usaha pemerintah untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan KTSP yaitu model pembelajaran kooperatif. Dalam model pembelajaran kooperatif, siswa dituntut untuk bisa aktif dan berinteraksi dengan orang lain. Tipe model pembelajaran kooperatif di antaranya yaitu NHT (Numbered Head Together) dan TS-TS (Two Stay-Two Stray). Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Togeher) dan TS-TS (Two Stay-Two Stray) terhadap hasil belajar kimia siswa dan untuk mengetahui bagaimana motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dan TS-TS (Two Stay-Two Stray) pada materi Alkana, Alkena, dan Alkuna. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimental semu (Quasy Experimental Design) dan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di MAN 3 Malang dimana populasinya adalah siswa kelas X semester 2 yang berjumlah tujuh kelas. Teknik Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Purposive Sampling yaitu dengan pertimbanganpertimbangan tertentu, dimana peneliti bertanya ke guru kimia tentang kelas X yang memiliki kemampuan yang sama. Dari informasi yang diberikan diperoleh dua kelas yang dapat dijadikan sampel. Kelas XC sebagai kelas eksperimen dikenai perlakuan menggunakan kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dan TS-TS (Two Stay-Two Stray) dan kelas XD sebagai kelas kontrol menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together). Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah instrumen perlakuan dan pengukuran Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dan TS-TS (Two Stay-Two Stray) berpengaruh terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa. Hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi (rata-rata kelas 83,54) dibandingkan dengan hasil belajar siswa kelas kontrol (rata-rata kelas 70,09). Demikian juga dengan motivasi belajar, dimana rata-rata motivasi belajar siswa lebih tinggi yaitu 83,51 dibandingkan dengan rata-rata motivasi belajar siswa kelas kontrol.

Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui problem based learning (PBL) pada siswa kelas VII MTs Sura Buana / Puji Tri Agung Waluyo

 

Kata kunci: problem based learning, pemecahan masalah, kemampuan pemecahan masalah Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi yang semakin pesat menuntut adanya perubahan dan perkembangan di segala bidang termasuk dalam dunia pendidikan. Sehubungan dengan hal itu, dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, guru dituntut untuk menggunakan barbagai macam strategi pembelajaran yang mengaktifkan interaksi antara guru dan siswa, siswa dengan siswa, serta siswa dengan lingkungannya. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan tersebut adalah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yaitu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pembelajaran. Penelitian ini mendeskripsikan tahap-tahap pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII MTs Surya Buana Malang pada materi operasi bilangan bulat. Proses pelaksanaan pembelajaran diawali dengan orientasi siswa kepada masalah, selanjutnya guru mengorganisasi siswa untuk belajar dan membimbing dalam penyelidikan individual maupun kelompok kemudian diakhiri dengan penyajian hasil karya dan evaluasi serta refleksi. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa pada siklus I dengan subpokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 ada 23 siswa dan persentase ketuntasan belajar siswa 74,19 % dengan nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa 73,71. Sedangkan pada siklus II dengan subpokok bahasan perkalian dan pembagian bilangan bulat, siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 ada 28 siswa dan persentase ketuntasan belajar siswa 90,32 % dengan nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa 81,13. Menurut ketuntasan pembelajaran yang ditetapkan MTs Surya Buana Malang, pelaksanaan pembelajaran dikatakan mendukung atau berhasil apabila sekurang-kurangnya 85% siswa mendapat nilai minimal 70 sehingga dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan Problem Based Learning (PBL) dalam penelitian ini berhasil. Sehingga pembelajaran dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di MTs Surya Buana Malang

Hubungan religiusitas dengan coping stres pada mahasiswa di lembaga tinggi pesantren Luhur Malang / Rosyidah Asna

 

Kata Kunci: Religiusitas, Coping Stres, Mahasiswa Stres merupakan salah satu masalah krusial yang sering sekali melanda mahasiswa, individu yang sedang dalam proses menuju usia yang matang. Stressor (penyebab stres) mahasiswa saat ini tidak hanya seputar akademik tetapi termasuk juga relasi sosial dengan teman, pacar, kegiatan non akademis yang bersifat idealis maupun non idealis, dunia pergaulan, finansial serta dunia kerja. (www.allabout stres.com). Apalagi grafik usia yang menunjukkan bahwa para mahasiswa umumnya berada dalam tahap remaja (adolescence) hingga dewasa muda (early adulthood) (Santrock, 2006). Seseorang pada rentang usia ini masih labil dalam hal kepribadiannya, sehingga dalam menghadapi masalah, mahasiswa cenderung terlihat kurang berpengalaman. Strategi coping stres menjadi solusi paling baik yang bisa digunakan mahasiswa. Beberapa studi menunjukkan bahwa religi memainkan peran yang penting dalam mengatasi stres. Dua sumber coping stres yang biasanya dilakukan adalah prayer dan Faith in God (berdoa dan berserah diri pada Tuhan) (Belavich, 1995 dalam Pitaloka, 2005). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk 1) Mengetahui gambaran religiusitas mahasiswa di Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang, 2) Mengetahui gambaran coping stres mahasiswa di Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang, 3) Mengetahui apakah ada hubungan antara religiusitas dengan coping stres pada mahasiswa di Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang. Paradigma penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Variabel religiusitas diukur dengan menggunaan skala religiusitas dan coping stres diukur dengan skala coping stres. Subjek penelitian adalah 46 mahasiswa yang tinggal di Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis korelasi Product Moment dari Pearson dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan 1) Religiusitas mahasiswa dalam kategori sedang, yakni sebesar 43,48% 2) Coping stres mahasiswa dalam kategori sedang sebesar 45,65%, 3) Terdapat hubungan positif yang cukup signifikan antara religiusitas dengan coping stres dengan rxy 0,454 dengan p = 0,002<0,05. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada 1) Mahasiswa hendaknya meningkatkan religiusitas dalam semua dimensi supaya mampu melakukan coping stres dengan lebih baik, 2) Pesantren, menambah khazanah keilmuan sehingga dapat digunakan sebagai pijakan untuk memperbaiki sistem pengajaran, 3) Peneliti selanjutnya, mampu melakukan penelitian sejenis dengan memakai pendekatan kualitatif, menggunakan instrumen lain yang lebih mendalam, serta mengkomparasikan problem focused coping dan emotion focused coping supaya terlihat bentuk coping mana yang lebih baik dan lebih berhubungan dengan religiusitas.

Hubungan pengembangan profesional, keefektifan komunikasi dan kompensasi dengan kinerja guru MAN Malang Raya / Kuni Utami Handayawati

 

Kata kunci: pengembangan profesional, keefektifan komunikasi, kompensasi, dan kinerja guru Kinerja guru dapat terbangun dengan sebaik-baiknya tentunya tidak hanya memiliki latar pendidikan yang memadai tetapi secara umum oleh berbagai faktor internal maupun ekternal, misalnya pengembangan profesional, keefektifan komunikasi, dan kompensasi. Pengembangan profesional ditujukan untuk membantu guru menjadi profesional. Guru yang profesional akan menjalankan tugas yang dibebankan kepada dirinya dengan baik terutama berkaitan dengan tugas utamanya yaitu mengajar para siswanya. Melalui pengembangan profesional kinerja guru diharapkan akan dapat meningkat pula. Faktor lain yang dipandang memiliki hubungan dengan kinerja guru adalah keefektifan komunikasi yang berlangsung di sekolah dan kompensasi. Keefektifan komunikasi yang terjalin dengan baik akan mempengaruhi penyampaian program sekolah, rencana program sekolah maupun saat pelaksanaan program yang dapat berpengaruh terhadap peningkatan kinerja guru. Kompensasi yang berupa tingkat kesejahteraan guru diduga akan mempengaruhi kinerja, sebab untuk meningkatkan kualitas kinerja diperlukan adanya tingkat kesejahteraan guru yang memadai, sebab kompensasi penting bagi guru sebagai individu. Besarnya kompensasi memerlukan ukuran nilai karya mereka di antara guru itu sendiri, keluarga, dan masyarakat. Bila para guru memandang kompensasi mereka tidak memadai maka motivasi, prestasi dan kinerja mereka bisa turun secara dramatis. Pengembangan profesional, keefektifan komunikasi, dan kompensasi merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap kinerja guru Madrasah Aliyah Negeri di Malang Raya. Untuk mengkajinya, penelitian ini dilakukan dengan rumusan masalah sebagai berikut: (1) seberapa tinggi gambaran deskriptif mengenai pengembangan profesional guru di lembaga pendidikan MAN di Malang Raya? (2) seberapa tinggi gambaran deskriptif mengenai keefektifan komunikasi di lembaga pendidikan MAN di Malang Raya? (3) seberapa tinggi gambaran deskriptif mengenai kompensasi guru di lembaga pendidikan MAN di Malang Raya? (4) seberapa tinggi gambaran deskriptif mengenai kinerja guru di lembaga pendidikan MAN di Malang Raya? (5) apakah ada hubungan yang signifikan antara variabel pengembangan profesional dengan variabel kinerja guru MAN di Malang Raya? (6) apakah ada hubungan yang signifikan antara variabel keefektifan komunikasi dengan variabel kinerja guru MAN di Malang Raya? (7) apakah ada hubungan yang signifikan antara variabel kompensasi dengan kinerja guru MAN di Malang Raya? dan (8) apakah ada hubungan yang signifikan antara variabel pengembangan profesional, keefektifan komunikasi, dan kompensasi dengan variabel kinerja guru MAN di Malang Raya? (9) seberapa tinggi sumbangan efektif variabel pengembangan profesional, keefektifan komunikasi, dan kompensasi dengan variabel kinerja guru MAN di Malang Raya? Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 297 orang guru. Sampel diambil dengan teknik acak proporsional sehingga diperoleh anggota sampel sebanyak 170 orang guru. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuesioner, dengan merujuk pada skala Likert. Instrumen yang telah disusun, diuji coba tingkat validitasnya dengan teknik Product Moment dari Pearson. Sedangkan estimasi reliabilitas instrumen dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach. Hasil uji coba instrumen dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 16 for Window. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini mencakup analisis deskriptif, uji persyaratan analitis yang mencakup uji normalitas dengan teknik Kolmogorov Smirnov dan uji linearitas dengan Scatter Plot, uji hipotesis yang mencakup uji t untuk mengetahui korelasi antar variabel secara parsial, dan uji regresi ganda untuk mengetahui korelasi variabel secara bersama-sama. Analisis hasil penelitian dengan bantuan program SPSS versi 16 for Window. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat pengembangan profesional guru MAN di Malang Raya dalam kategori tinggi dengan distribusi skor (49%), (2) tingkat keefektifan komunikasi guru MAN di Malang Raya dalam kategori tinggi dengan distribusi skor (50%), (3) tingkat kompensasi kerja guru MAN di Malang Raya masih dalam kategori sedang dengan distribusi skor (46%), (4) tingkat kinerja guru MAN di Malang Raya dalam kategori tinggi dengan distribusi skor (61%), (5) terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengembangan profesional dengan kinerja guru MAN di Malang Raya, dengan sig 2 tailed 0,000 < α 0,05, (6) terdapat hubungan positif yang signifikan antara keefektifan komunikasi dengan kinerja guru MAN di Malang Raya, dengan sig 2 tailed 0,000 < α 0,05, (7) terdapat hubungan positif yang signifikan antara kompensasi dengan kinerja guru MAN di Malang Raya, dengan sig 2 tailed 0,000 < α 0,05, (8) terdapat hubungan yang signifikan antara pengembangan profesional guru, keefektifan komunikasi, dan kompensasi dengan kinerja guru MAN di Malang Raya dengan sig 0,000 < α 0,05. (9) besarnya pengaruh hubungan ketiga variabel tersebut terhadap kinerja guru MAN di Malang Raya adalah R2 = 0,271 atau (27,1%). Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut: (1) para guru MAN di Malang Raya perlu mempertahankan dan meningkatkan program pengembangkan profesionalitasnya untuk meningkatkan kualitas kinerja dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, (2) kepala sekolah MAN di Malang Raya dalam meningkatkan kinerja guru hendaknya merancang kebijakan untuk mempertahankan dan meningkatkan keefektifan komunikasi (3) kepala sekolah MAN di Malang Raya dalam rangka meningkatkan kinerja, guru hendaknya merancang kebijakan kompensasi baik langsung maupun tidak langsung. Kebijakan yang dimaksud dimulai dengan kegiatan pengukuran kinerja guru secara terukur dan obyektif. Dari hasil pengukuran kinerja ini dapat dijadikan dasar dalam penentuan pemberian kompensasi terhadap guru. Kebijakan tersebut harus dilaksanakan secara obyektif dan terbuka. Apabila kebijakan tersebut dilaksanakan secara simultan, konsisten dan didukung oleh partisipasi guru diharapkan kinerja guru akan meningkat.

Pembelajaran membaca Al-Quran khusus dewasa dengan buku tsaqifa di insan kamil center Malang / Agil salim

 

Kata kunci: Pembelajaran, Membaca, Al-Qur’an, Dewasa, Tsaqifa. Belajar Al-Qur’an memang dianjurkan dimulai sejak usia anak-anak. Namun belajar Al-Qur’an bukan hanya kewajiban anak-anak akan tetapi ia adalah kewajiban seluruh umat Islam di semua jenjang usia. Fakta di masyarakat banyak sekali orang dewasa yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik. Oleh karenanya diperlukan sebuah pembelajaran membaca Al-Qur’an khusus dewasa. Diantara pembelajaran Al-Qur’an khusus dewasa yang ada saat ini adalah pembelajaran Al-Qur’an khusus dewasa yang dilaksanakan oleh Insan Kamil Center Malang dengan menggunakan buku teks Tsaqifa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran membaca Al-Qur’an khusus dewasa dengan buku Tsaqifa di Insan Kamil Center Malang. Subjek penelitian ini antara lain adalah pimpinan Insan Kamil Center Malang, para pengajar, dan para peserta yang berjumlah 26 orang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif kaualitatif dengan instrumen penelitian berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, kuesioner, pengambilan sampel dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kuesioner, pemberian tes dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1) Proses pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan menggunakan buku Tsaqifa di Insan Kamil Center Malang (2) Hasil belajar peserta setelah mengikuti pembelajaran, dan (3) Tanggapan peserta terhadap pembelajaran membaca Al-Qur’an khusus dewasa buku Tsaqifa di Insan Kamil Center Malang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pembelajaran membaca Al-Qur’an khusus dewasa dengan buku Tsaqifa memiliki hasil yang baik hal itu diketahui melalui hasil belajar peserta setelah mengikuti pembelajaran, dari 26 peserta diketahui bahwa 65,4% atau 17 peserta dinilai sudah lancar membaca, sedangkan sisanya yaitu sekitar 15,4% atau 4 peserta cukup lancar membaca, dan sekitar 19,2% atau 5 peserta dinilai kurang lancar membaca. Demikian pula tanggapan peserta terhadap proses pembelajaran juga sangat baik, sebagaimana ditunjukkan oleh tanggapan peserta terhadap proses pembelajaran, yakni sekitar 92% atau 24 peserta menyatakan sangat puas terhadap kegiatan awal pembelajaran, 8% atau 2 peserta menyatakan cukup puas. Selanjutnya terhadap inti pembelajaran diperoleh data sebesar 88,5% atau sekitar 23 peserta menyatakan sangat puas, dan 11,5% atau 3 peserta menyatakan cukup puas. Terhadap kegiatan akhir pembelajaran diperoleh data 77% atau 20 peserta menyatakan sangat puas, dan 15,4% atau 4 peserta menyatakan cukup puas, dan 8% atau 2 peserta tidak memberikan tanggapan. Tanggapan terhadap materi pembelajaran diperoleh data sebesar 88,5% atau 23 peserta menyatakan sangat puas terhadap media pembelajaran, 11,5% atau 3 peserta menyatakan cukup puas. Terhadap media diperoleh data 69% atau 18 peserta menyatakan kurang puas, dan 8% atau 2 peserta menyatakan cukup puas, 19% sisanya menyuatakan sangat puas. Selanjutnya tehadap evaluasi pembelajaran diperoleh data sebesar 8% atau 2 peserta menyatakan cukup puas, dan 92% atau 24 peserta menyatakan sangat puas. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran maka disarankan agar kualitas buku teks Tsaqifa ditingkatkan dengan melakukan revisi terhadap penulisan huruf Arab yang dirasa terlalu kecil dan warna yang kurang mencolok. Oleh karena itu diharapkan penggunanaan buku teks Tsaqifa akan semakin efektif penggunaannya dengan memperbesar font/bentuk tulisan huruf arab pada buku teks dan memilihkan warna terang seperti biru menyala atau hijau muda untuk huruf-huruf yang disambung dan tidak disambung agar mudah dibedakan oleh peserta. Selain itu disarankan bagi peseta agar mau meningkatkan kemampuan dalam membaca Al-Qur’an dengan cara banyak berlatih secara mandiri dan tidak hanya bergantung kepada jadwal belajar yang ditetapkan oleh Insan Kamil Center Malang. Sedangkan bagi peneliti lain disarankan agar melakukan penelitian lanjutan yang berkenaan dengan pembelajaran membaca Al-Qur’an khusus dewasa dengan sasaran yang lebih luas.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 |