A content analysis on "Wonderful World" an English textbook for eleventh graders of senior high schools / Fatima Setiawati

 

Key words: Textbook, EFL book criteria This study is an attempt to analyze how much the English textbook entitled Wonderful World for SMA / MA students grade XI meets the requirements of good EFL textbook criteria in terms of language content and skills, communicative aspects, authenticity of the dialogs and reading texts, practice materials, sequence and gradation, and technicalities. Since the study concerns with the analysis of the content document materials, it is designed as descriptive-evaluative content analysis. This study combines two types of data, qualitative data and quantitative data. The source of the data is the English textbook - Wonderful World for SMA / MA students grade XI. The instrument used are checklist and analysis form. Based on the findings, it was found the textbook is classified as “good” in terms of language content and skills. Then the textbook is classified as “very good” in terms of communicative aspects. Next, the textbook is classified as “fair” in terms of sequenced and gradation and quality of practice materials. Moreover, the textbook is classified as “poor” in terms of technicalities and classified as “very poor in terms of authenticity of the reading text and dialogues. In other words, the textbook is classified as “fair” in terms of EFL good textbook criteria. On the basis of the findings, suggestions can be offered to the English teachers especially the English teachers of eleventh graders who use Wonderful World English textbook in their class to use the textbook creatively, take advantage of the strength of the textbook and adapt the materials to compensate the weaknesses of the textbook. Moreover, suggestions are also directed to the writer of the textbook to do some improvement in the future. Future researchers are suggested to do further studies on other textbook.

Hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada remaja panti asuhan / Sandy Hidayat

 

Kata Kunci : kecerdasan emosional, prestasi belajar Remaja yang tinggal di panti asuhan menemui banyak aturan yang ketat dan aktivitas yang membosankan sehingga membuat remaja merasa tertekan. Hal ini berpengaruh dalam motivasi belajar anak, sehingga prestasi belajarnya menurun, namun tinggi rendahnya prestasi belajar dipengaruhi oleh kecerdasan emosional yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kecerdasan emosional remaja panti asuhan Se-Kota Batu, (2) mendeskripsikan prestasi belajar pada remaja panti asuhan Se-Kota Batu, (3) mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar pada remaja panti asuhan Se-Kota Batu. Penelitian ini dilaksanakan dengan dISAINdeskripsi dan korelasional dengan populasi seluruh remaja panti asuhan Se-Kota Batu. Sampel diambil dengan teknik proposional dan random sampling. Data diambil dengan menggunakan skala kecerdasan emosional dan metode dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 7,5% remaja memiliki kecerdasan emosional yang sangat tinggi, 78,75% remaja memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, 12,5% remaja memiliki kecerdasan emosional yang sedang, 1,25% remaja memiliki kecerdasan emosional yang rendah. Sebanyak 47,5% remaja memiliki prestasi belajar yang memuaskan, 52,5% remaja memiliki prestasi belajar yang cukup. Hasil analisis korelasional Pearson menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar (rxy=0,361; sig=0,001<0,0,05), artinya semakin tinggi kecerdasan emosional maka akan tinggi prestasi belajar, sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosional maka prestasi belajar akan semakin rendah. Saran bagi anak asuh, diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan emosionalnya dengan cara menghargai potensi yang dimiliki serta berfikir positif, memahami emosinya dan mengekspresikannya dengan baik dan optimis untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Bagi pengurus panti asuhan, diharapkan pembimbing dan pengawas lebih memahami karakter tiap-tiap anak asuh sehingga dapat membimbing dengan baik.

Pengaruh minat dan motivasi menjadi guru terhadap hasil belajar mahasiswa program kependidikan (studi kasus mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang angkatan 2007) / Nita Habsari Handayaningrum

 

Kata Kunci: Hasil Belajar, Minat, Motivasi, Guru Hasil belajar mahasiswa tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah minat dan motivasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh minat dan motivasi menjadi guru terhadap hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan dua variabel bebas dan dua variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah minat dan motivasi menjadi guru, sedangkan variabel terikat yaitu hasil belajar ranah kognitif dan afektif mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi pendidikan akuntansi angkatan 2007 sebanyak 163 mahasiswa dan diambil sampel sebanyak 61 mahasiswa secara convenience. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan kuesioner yang diberikan kepeda responden dan dianalisis menggunakan Multiple Linier Regression Analysis dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows. Penelitian ini menggunakan dua kali uji regresi untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat (hasil belajar ranah kognitif dan afektif) secara terpisah. Hasil penelitian regresi pertama menunjukkakn bahwa Fhitung sebesar 7,606 lebih besar dari Ftabel sebesar 3,15 pada taraf kepercayaan sebesar 95 %, maka hipotesis diterima atau hasil belajar ranah kognitif dipengaruhi minat dan motivasi menjadi guru. thitung pada variabel minat sebesar 3,480 dan ttabel 2,002, karena thitung lebih besar dari ttabel, maka minat menjadi guru mempengaruhi hasil belajar ranah kognitif. thitung sebesar pada variabel motivasi 1,701 lebih kecil dari ttabel 2,002, sehingga hipotesisnya ditolak atau hasil belajar ranah kognitif dipengaruhi variabel selain motivasi menjadi guru. Hasil belajar ranah afektif, Fhitung sebesar 9,962 dan Ftabel sebesar 3,15, karena Fhitung lebih besar dari Ftabel, maka hasil belajar ranah afektif dipengaruhi minat dan motivasi menjadi guru. thitung pada variabel minat sebesar 3,132 dan pada variabel motivasi 3,127 dengan ttabel 2,002, karena thitung lebih besar dari ttabel, maka hipotesisnya diterima atau minat dan motivasi menjadi guru mempengaruhi hasil belajar ranah afektif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar baik ranah kognitif maupun ranah afektif secara simultan dipengaruhi oleh minat dan motivasi menjadi guru, tetapi secara parsial motivasi menjadi guru tidak mempengaruhi hasil belajar ranah kognitif, artinya terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar ranah kognitif. Saran yang dapat diberikan pada calon mahasiswa sebaiknya memilih jurusan yang sesuai dengan minatnya agar kegiatan belajar mengajar terasa menyanangkan dan memperoleh hasil belajar yang memuaskan.

Rancangan alat uji altenator dengan regulator IC / Dwi Siswo Riyanto, Puri Mawardi

 

Kata Kunci : Rancangan Alat Uji, Alternator, Regulator IC Sistem pengisian (Charging System) merupakan salah satu dari system kelistrikan vital pada mobil perlu dipahami cara kerja dan aliran arus listrik. Dalam dunia otomotif dikenal 2 macam system pengisian yaitu : sistem pengisian konvensional (dengan regulator di luar) dan sistem pengisian elektronik (dengan regulator di dalam). Alternator mempunyai beberapa keunggulan di antaranya : arus yang dibangkitkan oleh alternator lebih mampu mencukupi kebutuhan listrik untuk menggerakkan peralatan tambahan yang sekarang ini banyak digunakan pada mobil, umur penggunaan sikat lebih panjang, dan pada saat putaran tanpa beban Alternator akan tetap mengisi baterai. Tujuan perencanaan rancang bangun bangun alat uji Alternator Elektronik (IC Regulator) adalah untuk mata kuliah yang ada kaitannya dengan system kelistrikan terutama system pengisian baik secara materi atau praktek. Secara khusus bertujuan untuk dapat merancang alat uji dan menjelaskan cara kerja alat uji alternator menggunakan regulator IC. Hasil perencanaan rancangan adalah sebuah alat uji untuk pengetesan alternator elektronik (IC Regulator) yang terdiri dari beberapa komponen penting sebagai pendukung yaitu : indikator ampermeter dan avometer, lampu tanda pengisian, alternator dengan 2 langkah (2800 rpm dan 1400 rpm) 40 amper, tachometer, rangka yang dilengkapi dengan roda, system penerangan.

Pengaruh return on equity (ROE) dan dividend payout ratio (DPR) terhadap return saham melalui price earnings ratio (PER) pada perusahaan LQ 45 tahun 2008 / Ilham Pranadwipa

 

Kata kunci: Return On Equity (ROE), Dividend Payout Ratio (DPR), Price Earnings Ratio (PER), Return Saham Tujuan utama perusahaan bila ditinjau dari perspektif manajemen keuangan adalah meningkatkan kemakmuran para pemegang saham atau investor di masa yang akan datang. Tujuan tersebut dalam praktik investasi bisa juga diterjemahkan sebagai tujuan untuk memaksimalkan return saham. Bagi investor parameter yang bisa digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam meningkatkan kemakmuran para pemegang sahamnya adalah dengan menganalisis kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atau earnings power. Berdasarkan rasio keuangan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dicerminkan oleh Return On Equity, Dividend Payout Ratio, dan Price Earnings Ratio. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh antara variabel eksogen yaitu Return On Equity, Dividend Payout Ratio, variabel moderator yaitu Price Earnings Ratio terhadap variabel endogen yaitu return saham pada perusahaan LQ 45 tahun 2008. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif yang bersifat kausalitas. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 32 perusahaan LQ 45 tahun 2008. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan keuangan yang dipublikasikan pada Indonesian Capital Market Directory (ICMD) 2009. Uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji normalitas, multikolinieritas, dan heteroskedastisitas. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ROE tidak berpengaruh terhadap PER. ROE tidak berpengaruh terhadap return saham. DPR berpengaruh positif terhadap PER. DPR tidak berpengaruh terhadap return saham. PER tidak berpengaruh terhadap return saham. Secara simultan ROE dan DPR berpengaruh terhadap PER. Sedangkan ROE, DPR, dan PER secara simultan tidak berpengaruh terhadap return saham. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan pada perusahaan untuk terus berupaya memperbaiki kinerja, sehingga akan mampu meningkatkan earnings power secara lebih optimal. Selain itu, hendaknya perusahaan menyampaikan informasi laporan keuangan secara transparan tanpa ada unsur manipulasi ataupun window dressing. Sehingga laporan keuangan benar-benar representatif untuk dimanfaatkan oleh stockholder. Bagi investor harus lebih memperhatikan faktor fundamental perusahaan sebagai acuan utama dalam mengambil keputusan investasi. Faktor fundamental dapat memberikan penjelasan mengenai kondisi perusahaan secara akurat dan aktual. Keputusan investasi yang hanya didasarkan atas perilaku investor lain, maupun isu atau rumor memiliki risiko yang tinggi, karena belum tentu mencerminkan kondisi perusahaan secara riil. Sedangkan untuk peneliti lebih lanjut disarankan untuk menambah variabel eksogen lain, sampel dengan karakteristik perusahaan yang lebih beragam, jumlah sampel yang lebih banyak, serta periode pengamatan menggunakan waktu sebelum dan sesudah tanggal publikasi laporan keuangan untuk mendapatkan hasil yang lebih representatif.

Pengaruh faktor psikologis terhadap keputusan konsumen dalam memilih hotel sebagai tempat menginap (studi pada Hotel Margosuko Malang) / Mochammad Rifki

 

Kata kunci: Faktor Psikologis, Keputusan Konsumen. Di era globalisasi dan pasar bebas, Sektor bisnis jasa perkembangannya semakin pesat ,hal ini karena didukung pesatnya kemajuan teknologi akan tetapi meskipun pertumbuhannya semakin pesat masih saja perlu disertai kualiatas jasa yang diberikan.Masih banyak keluhan konsumen tentang rendahnya kualitas pelayanan yang diterima. Konsep modern tentang kualitas jasa bertumpu pada upaya memuaskan keinginan atau permintaan konsumen. Perusahaan jasa perlu memahami ketentuan pokok yang tidak bisa ditinggalkan supaya bisa melayani jasa sesuai dengan pengharapan pelanggan, dengan mengidentifikasikan tingkat kegagalan pelayanan jasa yang mungkin terjadi. Perhotelan merupakan salah satu perusahaan jasa yang ikut memberikan dukungan dalam perkembangan sector jasa khususnya sector pariwisata di Indonesia. Berkembangnya dunia pariwisata di Indonesia memberikan peluang bagi dunia usaha di bidang perhotelan untuk menghasilkan jasa guna mendukung pariwisata di Indonesia. Namun peluang tersebut juga akan merangsang dan menarik industri perhotelan lain untuk memenuhi pasar tersebut dan akan menjadi pesaing baru, sehingga lama kelamaan akan menimbulkan persaingan yang ketat. Dengan memahami perilaku konsumen dan mengenal pelanggan akan memberikan petunjuk bagi perusahaan untuk melakukan pengembangan produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara: 1) Variabel motivasi terhadap Keputusan Konsumen, 2) Variabel Persepsi terhadap Keputusan Konsumen, 3) Variabel Pembelajaran terhadap Keputusan Konsumen, 4) Variabel Kepercayaan terhadap Keputusan Konsumen, 5) Variabel Sikap terhadap Keputusan Konsumen Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian korelasional.Populasi yang dipilih adalah konsumen Hotel Margosuko Malang dalam penelitian ini populasinya 96. Hal ini di dasarkan pada data rata-rata pengunjung tiap hari kerja dengan sampel seluruh populasi yang ada yaitu 96 orang. Dan metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda (multiple regression). Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Variabel bebas (X) dalam penelitian ini yaitu Variabel motivasi (X1), variabel persepsi(X2),variabel pembelajaran (X3), variabel kepecayaan (X4), variabel sikap (X5) sedangkan variabel terikatnya yaitu keputusan konsumen (Y)pembelian. Hasil dari analisis data didapat (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi terhadap keputusan konsumen Hotel Margosuko Malang , (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi terhadap keputusan konsumen Hotel Margosuko Malang , (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran terhadap keputusan konsumen Hotel Margosuko Malang , (4) terdapat pengaruh yang signifikan antara kepecayaan terhadap keputusan konsumen Hotel Margosuko Malang , (5) terdapat pengaruh yang signifikan antara sikap terhadap keputusan konsumen Hotel Margosuko Malang , (6) terdapat pengaruh yang signifikan antara Motivasi, Persepsi, Pembelajaran, Kepercayaan, Sikap, secara simultan terhadap keputusan konsumen Hotel Margosuko Malang , secara simultan didapatkan nilai Fhitung 25,927 < Ftabel 2,31 atau Signifikansi t 0,000 < 0,05. Dengan demikian variabel Motivasi, Persepsi, Pembelajaran, Kepercayaan dan sikap berpengaruh positif yang signifikan secara simultan terhadap keputusan konsumen. Selain itu diketahui R Square = 0,768 atau sebesar 76,8% yang artinya pengaruh variabel bebas adalah cukup tinggi. Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian yang didapatkan adalah: (1) Disarankan agar Hotel Margosuko Malang untuk dapat terus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen agar dapat dipakai sebagai dasar untuk mengembangkan strategi pemasaran yang akan diterapkan di masa yang akan datang, (2) Kualitas jasa harus selalu diperhatikan dengan tetap memperhatikan segmen pasar, karena sangat mendukung adanya keputusan konsumen (3) Pihak Hotel Margosuko Malang juga harus terus memperbaiki dan meningkatkan faktor-faktor psikologis dalam pelayanan konsumen sehingga bisa membuktikan bahwa keputusan konsumen dalam memilih Hotel Margosuko Malang sebagai tempat menginap adalah tidak salah.

Penerapan pembelajaran kooperatif model TPS (Think-Pair-Share) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Talun Blitar Jawa Timur / Siti Nur Alifah

 

Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif model TPS, motivasi belajar, hasil belajar Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang dapat menimbulkan motivasi belajar dan meningkatkan hasil belajar siswa yaitu pembelajaran yang membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilaksanakan di SMPN 1 Talun kelas VIII A ditemukan bahwa metode pembelajaran menggunakan ceramah, siswa yang aktif hanya 2 siswa dari 37 siswa selama 2 jam pelajaran. Rerata persentase seluruh aspek motivasi sebesar 37,24% dengan kriteria sangat kurang. Berdasarkan wawancara dengan guru Biologi kelas VIII A ditemukan bahwa materi sistem peredaran darah dan hubungannya dengan kesehatan sulit bagi siswa serta hasil belajarnya paling rendah diantara materi biologi lain, hasil belajar biologi yang tuntas sebesar 60,5%. Berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan oleh peneliti pada 28 Januari-1 April 2010, membuktikan adanya masalah belajar di sekolah untuk pelajaran Biologi yaitu terkait dengan motivasi dan hasil belajar, oleh karena itu untuk mengatasi masalah tersebut maka diperlukan penerapan pembelajaran kooperatif model TPS. Pendekatan penelitian adalah deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bersifat kolaboratif yaitu melibatkan guru dan peneliti. Tempat penelitian di SMPN 1 Talun Blitar Jawa Timur. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII A yang berjumlah 37 siswa. Waktu pengambilan data pada tanggal 28 Januari-6 Mei 2010. Teknis analisis data kualitatif dengan cara menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber yaitu lembar observasi motivasi siswa, dan catatan lapangan. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif berdasarkan taraf keberhasilan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran kooperatif model TPS dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII A SMPN 1 Talun sebesar 42,1% dari sebelum tindakan ke siklus 1 dan sebesar 13,42% dari siklus 1 ke siklus 2. Pembelajaran kooperatif model TPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A SMPN 1 Talun sebesar 7,1% dari sebelum tindakan ke siklus1 dan sebesar 29,7% dari siklus 1 ke siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan: (1) pembelajaran kooperatif model TPS dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII A SMPN 1 Talun, (2) pembelajaran kooperatif model TPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A SMPN 1 Talun. Berdasarkan hasil pembahasan, saran yang dapat diajukan adalah pembelajaran kooperatif model TPS baik untuk diterapkan oleh guru SMPN 1 Talun agar model pembelajaran lebih bervariasi. i

Perilaku masyarakat yang mencerminkan nilai-nilai kepercayaan dalam upacara adat siraman gonmg Kyai Pradah di Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar / Nunik Ratnawati

 

Kata Kunci: Perilaku, Masyarakat, Nilai-nilai, Kepercayaan, Upacara adat Siraman Gong Kyai Pradah. Upacara Siraman Gong Kyai Pradah (SGKP) di Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar mengandung nilai-nilai yang tercermin dalam perilaku masyarakatnya. Nilai-nilai dalam upacara siraman Gong Kyai Pradah di Kelurahan Kalipang merupakan realitas sosial yang dirasakan sebagai daya pendorong atau prinsip-prinsip yang menjadi pedoman dalam hidup. Kepercayaan Masyarakat Kelurahan Kalipang bahwa Tuhan Memiliki Kekuatan yang luar biasa dan dengan perantara Pusaka Gong Kyai Pradah diyakini bisa melindungi masyarakat. Upacara adat Siraman Gong Kyai Pradah bertujuan untuk menghormati, mensyukuri, memuja, memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui makhluk halus dan leluhurnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui;(1) Sejarah Pusaka Gong Kyai Pradah (PGKP) di Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar;(2) Proses upacara siraman Gong Kyai Pradah (SGKP) di Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar;(3) Nilai-nilai kepercayaan yang terdapat dalam SGKP di Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar;(4) Perilaku masyarakat yang mencerminkan nilai-nilai kepercayaan yang terkandung dalam SGKP di Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi. Jadi data yang digunakan berasal dari hasil observasi di Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar, wawancara dari informan, dan temuan penelitian lapangan. Hasil Penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa, (1) Sejarah keberadaan Pusaka Gong Kyai Pradah ada sejak tahun 1719 di bawa oleh Pangeran Prabu ke Desa Ludoyo dan Dititipkan kepada seorang janda nenek tua yang bernama Potrosuto, dan di warisi turun temurun oleh keturunannya, (2) Pelaksanaan upacara SGKP di Kelurahan kalipang, Kecamatan sutojayan, Kabupaten Blitar ini, terdiri dari dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan, (3) Nilainilai kepercayaan yang tedapat dalam upacara siraman gong kyai pradah, diantaranya: Nilai religi, nilai musyawarah, nilai kekeluargaan, nilai gotong royong, nilai persatuan, nilai estetika, nilai kebudayaan, dan nilai ekonomis, (4) Perilaku masyarakat yang mencerminkan nilai-nilai kepercayaan yang terkandung dalam upacara siraman gong kyai pradah , masyarakat mendatangi tempat upacara ii dan memperebutkan air sisa siraman agar penyakit yang diderita bisa sembuh, dan bisa awet muda, serta mendapat berkah. Selain itu kepercayaan masyarakat terhadap pusaka itu sendiri mendorong masyarakat untuk melakukan kegiatankegiatan seperti, nyekar pada saat punya hajatan, dan nyekar rutinan pada hari malam jumat legi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan; (1) Agar upacara SGKP tetap terjaga kelestariannya dan tidak punah sampai kapanpun, sebaiknya upacara SGKP dilakukan setiap tahun oleh Masyarakat Kabupaten Blitar karena SGKP sebagai budaya asli daerah Kabupaten Blitar, (2) Agar dalam upaya pengembangan kebudayaan yang ada di kabupaten Blitar ini tetap terjaga, sebaiknya pemerintahan Kabupaten Blitar teliti terhadap setiap kebudayaan yang ada di Kabupaten Blitar, jangan sampai budaya Kabupaten Blitar diambil oleh daerah lain bahkan diklaim budaya asing, (3) Agar kebudayaan yang ada tetap terjaga, sebaiknya melakukan pendataan ulang secara cermat mengenai kebudayaan-kebudayaan yang ada di Kabupaten Blitar, sehingga budaya yang ada tidak akan hilang, karena sebagai aset budaya lokal, (4) Agar kebudayaan yang telah ditinggalkan oleh nenek moyang kita dari jaman dulu hingga sekarang ini tidak akan punah sampai akhir jaman, sebaiknya warga masyarakat kelurahan Kalipang dan sekitarnya perlu adanya pembinaan khusus terhadap generasi muda, karena generasi muda sebagai penerus kebudayaan dari nenek moyangnya, (5) Agar memiliki arsip dan dokumentasi mengenai upacara SGKP yang setiap tahun diadakan di daeranya, sebaiknya setiap tahun selalu memiliki dokumentasidokumentasi yang berkaitan dengan upacara SGKP, (6) Agar upacara SGKP dapat dikenal luas diwilayah lain di Indonesia, sebaiknya ketika menyaksikan prosesi upacara SGKP tidak hanya melihat dan memperebutkan airnya, namun juga ikut mendokumentasikannya dan bekerjasama dengan media elektronik untuk meliput berlangsungnya proses upacara SGKP.

Pengaruh pengelolaan modal kerja dan debt to equity ratio (DER) terhadap return on investment perusahaan food and beverages yang terdaftar di BEI periode 2006-2008 / Khoirun Ni'mah

 

Kata kunci: Working Capital Turnover (WCT), Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Return On Investment (ROI) Dengan perkembangan peradaban manusia serta IPTEK, banyak berdiri perusahaan untuk mengimbangi kebutuhan manusia yang semakin meningkat, akibatnya timbul persaingan sebagai upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Kondisi yang seperti ini memicu perusahaan untuk menentukan strategi yang tepat agar tetap hidup dan berkembang. Untuk itu diperlukan suatu penanganan dan pengelolaan sumber daya-sumber daya yang dikelola oleh pihak manajemen agar perusahaan bisa mempertahankan eksistensinya dan memperbaiki kinerja perusahaan. Oleh karena itu perlu adanya pengelolaan modal kerja secara efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan usaha mencapai keuntungan yang diharapkan. Selain itu, untuk menjalankan aktivitas perusahaan diperlukan sumber dana yang salah satunya diperoleh dari sumber ekstern yaitu dengan meminjam dana kepada kreditur. Diharapkan dengan utang tersebut pemegang saham dapat mempertahankan pengendalian atas perusahaan dengan investasi yang terbatas. Semua itu dilakukan agar perusahaan mendapatkan laba yang maksimal dan dapat menigkatkan profitabilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Working Capital Turnover, Current Ratio, dan Debt to Equity Ratio Terhadap Return On Investment. Perusahaan yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan Food And Beverages yang terdaftar di BEI periode 2006-2008. Dengan teknik purposive sampling diperoleh sampel sejumlah 13 perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan keuangan yang dipublikasikan pada Indonesian Capital Market Directory (ICMD) 2008 dan www.bei.co.id. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda. Kondisi Working Capital Turnover perusahaan mengalami penurunan dan hanya di tahun 2006 nilai Working Capital Turnover yang berada diatas nilai rata-rata.Kondisi Current Ratio perusahaan mengalami fluktuasi. Kondisi Debt to Equity Ratio perusahaan dalam setiap tahunnya mengalami peningkatan. Kondisi Return On Investment mengalami fluktuasi dan nilai ROI semua bernilai positif yang berarti perusahaan tidak mengalami kerugian selama periode penelitian. Pengaruh antar variabel menunjukkan bahwa hanya variabel Working Capital Turnover yang berpengaruh terhadap Return On Investment, sedangkan Current Ratio dan Debt to Equity ratio tidak berpengaruh terhadap Return On Investment. ii Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan bagi Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di BEI dan perusahaan-perusahaan lainnya agar tidak menggunakan sumber dana dari luar yang terlalu besar untuk aktivitas perusahaan karena dengan utang yang besar, beban bunga yang harus dibayarpun juga semakin besar. Hal ini akan berdampak pada menurunnya laba perusahaan yang akan mempengaruhi tingkat profitabilitas. Selain itu diharapkan agar dana perusahaan tidak banyak tersimpan dalam piutang dan persediaan karena dana yang tersimpan dalam piutang dan persediaan sulit dicairkan menjadi kas. Hal ini juga akan mengurangi tingkat perolehan laba yang nantinya akan menurunkan profitabilitas juga.

Pengaruh kepemilikan manajerial, kebijakan hutang, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan (studi kasus pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2006-2008) / Desy Handayani

 

Kata Kunci: Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Hutang, Kebijakan Dividen, Nilai Perusahaan. Pasar modal merupakan salah satu alat yang dapat dimanfaatkan untuk memobilisasi dana, baik dari dalam maupun luar negeri. Kehadiran bursa efek sebagai lembaga penunjang pasar modal berperan serta dalam menunjang perkembangan perusahaan. Melalui bursa efek memungkinkan suatu perusahaan untuk menerbitkan sekuritas berupa saham. Kinerja perusahaan akan lebih baik jika saham perusahaan juga dimiliki oleh manajer. Dengan adanya kepemilikan manajerial akan mensejajarkan kepentingan antara manajemen dengan pemegang saham, sehingga manajer akan merasakan langsung manfaat dari keputusan yang diambil terutama mengenai kebijakan hutang dan pembagian deviden untuk meningkatkan nilai perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh secara parsial dan simultan kepemilikan manajerial, kebijakan hutang, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2006-2008. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan kepemilikan manajerial, kebijakan hutang, dan kebijakan dividen sebagai variabel bebas sedangkan nilai perusahaan sebagai variabel terikatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan tetapi memiliki hubungan negatif terhadap nilai perusahaan, kebijakan hutang tidak berpengaruh signifikan tetapi memiliki hubungan negatif terhadap nilai perusahaan, dan kebijakan dividen berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan penelitian ini maka sebaiknya perusahaan diharapkan lebih memperhatikan kepemilikan saham oleh manajer, kebijakan hutang, kebijakan dividen untuk meningkatkan nilai perusahaan. Pada perusahaan manufaktur khususnya, dengan panjangnya proses pengolahan bahan baku menjadi output yang siap digunakan tentunya lebih banyak hal lagi yang perlu dipertimbangkan. Bagi investor hendaknya mampu memilih jenis investasi dengan mempertimbangkan prospek risiko atas suatu investasi. Dalam hal ini, investor dituntut jeli dan berfikir secara rasional bukan hanya atas dasar spekulasi dengan memperhatikan kinerja perusahaan yang tercermin dalam nilai perusahaannya.

Pengembangan paket pembelajaran pendidikan agama Katolik kelas 5 SLB-B Karya Kasih Ambon dengan model Dick & Carey / Fransina Lamere

 

Kata Kunci: Pengembangan, Paket Pembelajaran, Pendidikan Agama Katolik, Model Dick dan Carey. Manusia diciptakan Allah baik adanya sehingga memiliki hak hidup yang sama, hak sebagai warga negara termasuk hak mendapat pendidikan yang layak. Layanan pendidikan ditujukan kepada semua orang tanpa membedakan normal atau anak berkebutuhan khusus (cacad). Karena kecacatan tidak membatasi seseorang untuk mendapat pendidikan yang baik dan layak. Tunarungu merupakan salah satu dari anak berkebutuhan khusus yang perlu mendapat pendidikan seperti anak sebayanya yang normal. Tunarungu artinya anak yang mengalami gangguan pendengaran dan komunikasi. Dampak dari ketunarunguan adalah hambatan dalam berkomunikasi dan dalam melaksanakan aktivitas dalam kehidupan sehari-hari, serta dapat menghambat perkembangan kepribadian secara keseluruhan. Pendidikan bagi anak tunarungu, bertujuan untuk membantu mereka agar mampu mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai pribadi maupun anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitar, serta dapat mengembangkan kemampuan dalam dunia kerja atau mengikuti pendidikan lanjutan. Pendidikan Agama Katolik merupakan mata pelajaran wajib diajarkan di sekolah. Selama ini mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik diajarkan dengan menggunakan buku-buku paket yang semestinya bagi anak - anak normal pada setiap jenjang pendidikan mulai dari jenjang sekolah dasar (TK dan SD) sampai pada jenjang menengah (SMP). Secara umum, isi materi dalam buku mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik ini lebih banyak diarahkan kepada anak-anak normal dan belum menjawab kebutuhan anak-anak tunarungu. Untuk itu, pengembang mengembangkan paket pembelajaran Pendidikan Agama Katolik sesuai dengan kebutuhan anak tunarungu dengan memperhatikan karakteristik dan kondisi siswa. Tujuan dari pengembangan paket pembelajaran ini adalah: menghasilkan seperangkat paket pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik kelas 5 untuk tunarungu, berupa buku teks, panduan guru, panduan siswa. Pengembangan paket pembelajaran tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sumber belajar, memudahkan siswa mempelajarinya dan memahami isinnya, serta memperlancar dan mempermudah proses pembelajaran. Pengembangan paket pembelajaran tersebut didesain/ dirancang dengan menggunakan model Dick dan Carey (2001). Desain Pembelajaran model Dick dan Carey terdiri atas 10 langkah di mana setiap langkah sangat jelas maksud dan tujuannya, Kesepuluh langkah tersebut menunjukkan hubungan yang sangat jelas, dan tidak terputus antara langkah yang satu dengan langkah yang lainnya. Namun untuk kepentingan penulisan tesis ini pengembang hanya sampai pada langkah kesembilan. Langkah-langkah model rancangan pembelajaran Dick dan Carey (2001) adalah sebagai berikut: (1) analisis kebutuhan untuk menentukan tujuan, (2) melakukan analisis pembelajaran, (3) mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa, (4) merumuskan tujuan khusus pembelajaran, (5) mengembangkan instrumen penilaian, (6) pengembangan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, (8) merancang dan melaksanakan penilaian formatif, (9) revisi pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di SLB-B Karya Kasih Ambon Siswa kelas 5. Penelitian ini menempuh beberapa tahapan sesuai dengan model yang digunakan dengan teknik pengumpulan data yakni uji coba instrumen yakni uji coba perorangan yang terdiri atas 2 siswa dan uji coba lapangan yang terdiri atas 5 siswa, wawancara dengan para ahli, dan pengisian angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji validasi produk oleh Ahli isi mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik mencapai kualifikasi sangat baik dimana rerata produk buku ajar 93,75%, panduan guru 90,63%, panduan siswa 87,5%. Selanjutnya dari hasil validasi ahli desain pembelajaran dinyatakan baik dengan rerata produk buku ajar 76,79%, panduan guru 80,36%, panduan siswa 82,5%. Pada tahap uji coba perorangan dilaporkan bahwa produk ini perlu direvisi baik menyangkut kesalahan ketik, tanda baca, penggunaan huruf kapital dan huruf kecil. Hasil uji coba lapangan, 1 responden yaitu guru mata pelajaran menyatakan rerata pencapaian produk buku ajar 90% sangat baik, panduan guru mencapai 89% sangat baik, dari hasil angket 5 siswa dinyatakan sangat baik, rerata bahan ajar 91,79% dan rerata panduan siswa 89%. Dari gambaran hasil penelitian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa paket pembelajaran Pendidikan Agama Katolik kelas 5 Sekolah Luar Biasa Tunarungu sesuai dengan karateristik dan kebutuhan anak tunarungu dan layak untuk digunakan. Beberapa saran untuk meningkatkan persentase dan kualitas pemanfaatan produk adalah: (1) peran guru sangat diperlukan sebagai fasilitator demi kelancaran dan kualitas proses pelaksanaan pembelajaran (2) cerita Kitab Suci sebaiknya tidak disertai gembar yang telah disiapkan guru, melainkan cerita tersebut diilustrasikan/digambar sendiri oleh siswa. (3) melaksanakan pembelajaran sesuai dengan petunjuk yang tercantum dalam paket pembelajaran ini. (4) sebagai salah satu sumber belajar baik bagi guru maupun siswa. (5) dalam proses pembelajaran terdapat kata atau kalimat yang belum dimengerti/dipahami siswa, maka guru perlu memberikan penjelasan tentang kata atau kalimat tersebut agar dipahami siswa.

Hubungan pemahaman konsep asam-basa arrhenius dan brosnted-lowry dengan konsep hidrolisis garam siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Lawang tahun ajaran 2009/2010 / Ratna Kartika Irawati

 

Kata Kunci : Pemahaman konsep, asam-basa, hidrolisis garam Ilmu kimia merupakan cabang dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Konsep-konsep yang abstrak dan saling berhubungan merupakan salah satu ciri dari ilmu kimia sehingga diperlukan pemahaman yang benar terhadap konsep-konsep kimia tersebut. Konsep asam-basa merupakan dasar untuk mempelajari konsep hidrolisis garam. Pemahaman konsep-konsep yang sederhana akan mempermudah dalam memahami konsep yang lebih kompleks. Pemahaman konsep asam-basa mendasari untuk memahami konsep hidrolisis garam, sehingga diperkirakan apabila siswa kurang menguasai konsep asam basa, maka siswa juga kurang menguasai konsep hidrolisis garam. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan: (1) tingkat pemahaman konsep asam-basa siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Lawang; (2) tingkat pemahaman konsep hidrolisis garam siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Lawang; (3) hubungan antara tingkat pemahaman konsep asam-basa dengan tingkat pemahaman konsep hidrolisis garam siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Lawang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Lawang. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Lawang tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 35 orang, diambil dengan teknik sampling kelompok (cluster). Data penelitian diperoleh dari tes pemahaman konsep asam-basa dan tes pemahaman konsep hidrolisis garam. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes tertulis obyektif yang terdiri atas 30 soal pilihan ganda yang valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,728. Analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji linearitas dan uji korelasi product moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat pemahaman konsep asam-basa siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lawang tergolong cukup dengan nilai rata-rata 72; (2) tingkat pemahaman konsep hidrolisis garam tergolong cukup dengan nilai rata-rata sebesar 73,91; (3) terdapat hubungan yang kuat antara pemahaman konsep asam-basa dengan pemahaman konsep hidrolisis garam siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Lawang dengan nilai rxy sebesar 0,665 pada taraf signifikansi 0,05 sehingga konsep asam-basa harus diajarkan terlebih dahulu kepada siswa sebelum diajarkan konsep hidrolisis garam.

Perancangan press paving dengan menggunakan system pneumatic untuk meningkatkan produktivitas / Bambang Kurniawati

 

Kata kunci: pneumatic, paving, kompresor. Perencanaan press paving dengan system pneumatic ini bertujuan untuk merancang suatu produk yang memanfaatkan tenaga pneumatic untuk mengubah energi listrik menjadi gaya bertekanan sehingga nantinya akan diketahui mekanisme atau cara kerja dan kinerja atau hasil dari pembuatan paving. Metode atau cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan memanfaatkan udara yang dimampatkan sehingga menjadi udara yang bertekanan tinggi yang nantinya akan digunakan sebagai alat utama untuk merencanakan mesin press paving yang berkaitan dengan perencanaan dimensi dan konstruksi mesin press paving. Dari perencanaan tersebut dihasilkan sebuah produk mesin press paving dengan kekuatan gaya tekan sebesar 1884 kg/cm2. Mekanisme atau cara kerja mesin press paving tersebut dijalankan dengan bantuan kompresor sebagai penggerak utama. Pada saat tombol 1 ditekan, penekan bergerak ke bawah dan menyentuh limitswit, penekan berhenti secara otomatis, kemudian dilanjutkan proses pengisian bahan ke dalam cetakan. Proses selanjutnya tombol 2 ditekan untuk proses pengepresan paving hingga penekan menyentuh limitswit. Setelah penekan menyentuh limitswit, secara otomatis penekan tersebut bergerak ke atas untuk pengangkatan hasil pengepresan. Dalam hal ini batang pendorong paving dan plat penarik paving juga ikut bergerak ke atas untuk mendorong hasil pengepresan sehingga paving hasil pengepresan bisa diambil. Dari proses pengepresan yang telah dilakukan, dihasilkan ukuran paving dengan panjang 200 mm, lebar 100mm, dan tebal 80 mm.

Penerapan strategi pembelajaran kooperatif metode numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas X-5 di SMA Islam Almaarif Singosari / Hasminar Rachman Fidiastuti

 

Kata kunci: Numbered Heads Together (NHT), motivasi, hasil belajar. Hasil observasi dan wawancara kepada guru dan beberapa siswa yang dilakukan peneliti selama PPL, menunjukkan bahwa pembelajaran di kelas X-5 SMA Islam Almaarif Singosari cenderung menggunakan pembelajaran dengan metode ceramah, diselingi tanya jawab dan latihan soal, serta tidak pernah melakukan praktikum. Hal ini menyebabkan motivasi dan hasil belajar siswa menjadi rendah. Berdasar hasil observasi, motivasi kelas X-5 rendah, yang terlihat dari sikap belajar siswa yang tidak memiliki rasa ingin tahu dengan cara mengajukan pertanyaan, tidak berusaha menyelesaikan permasalahan (soal) dari guru, menyontek pekerjaan teman, dan tidak mencatat penjelasan guru pada buku catatan. Motivasi belajar yang rendah berakibat pada rendahnya hasil belajar dan banyaknya jumlah siswa yang tuntas belajar, yaitu 77,5 % siswa tidak tuntas belajar pada materi Keanekaragaman Hayati dan 65 % siswa tidak tuntas belajar pada materi Plantae. Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa yaitu dengan menerapkan strategi pembelajaran kooperatif model NHT (Numbered Heads Together). Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X-5 SMA Islam Almaarif Singosari. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2010. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-5 SMA Almaarif Singosari yang berjumlah 40 orang. Data penelitian ini berupa motivasi dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar siswa diukur dengan angket motivasi belajar siswa sebelum melaksanakan pembelajaran dengan Numbered Heads Together dan sesudah melaksanakan pembelajaran dengan Numbered Heads Together, serta lembar observasi pada setiap pertemuan. Hasil belajar siswa diperoleh dari ranah kognitif (ujian akhir siklus) dan ranah afektif (kegiatan siswa selama pembelajaran di kelas, yang meliputi kerja sama, keaktifan dan keberanian). Ketuntasan belajar ditentukan berdasarkan perbandingan hasil ujian akhir siklus dengan kriteria ketuntasan belajar minimal (SKM) yang ditentukan di SMA Islam Almaarif Singosari. Siswa mencapai ketuntasan belajar minimal, jika telah mencapai skor ≥70, sedangkan keberhasilan hasil belajar secara klasikal adalah daya serap klasikal 85% siswa telah mencapai skor ≥70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada siklus II menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan siklus I. Hal ini dapat dibuktikan dengan terjadinya peningkatan pada setiap indikator motivasi belajar, yaitu peningkatan pada aspek Attention (perhatian) sebesar 16,07%, Relevance (relevansi) sebesar 14,5%, Confidence (percaya diri) sebesar 21,25% dan i       Satisfaction (kepuasan) sebesar 15,66%. Secara klasikal, peningkatan motivasi belajar siswa adalah sebesar 16,87%, yaitu dari 57,68% dengan taraf keberhasilan cukup pada siklus I menjadi 74,55% dengan taraf keberhasilan baik pada siklus II. Hasil belajar juga mengalami peningkatan antara siklus I dan siklus II. Hal ini dapat dibuktikan dengan peningkatan persentase hasil rata-rata belajar kognitif siswa dari 72,37% pada siklus I menjadi 83,17% pada siklus II. Jumlah siswa yang tuntas belajar mengalami kenaikan sebesar 20%, yaitu dari 70% pada siklus I menjadi 90% pada siklus II. Sedangkan rata-rata hasil belajar afektif siswa di kelas yang meliputi kerja sama, keaktifan dan keberanian, mengalami kenaikan yaitu dari 64,7 % dengan taraf keberhasilan cukup pada siklus I menjadi 78,9% dengan taraf keberhasilan baik pada siklus II, dengan peningkatan sebesar 14,2%. Persepsi siswa kelas X-5 di SMA Islam Almaarif Singosari tentang penerapan strategi pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) pada mata pelajaran Biologi adalah siswa memberikan respons yang positif terhadap pelaksanaan Numbered Heads Together. Hal ini karena siswa merasa memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengikuti pelajaran, mampu memahami materi dengan baik, dapat meningkatkan semangat kerja kelompok dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari setelah melakukan pembelajaran dengan Numbered Heads Together, sehingga siswa lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran. Hasil penelitian ini telah menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X-5 SMA Islam Almaarif Singosari. Penelitian ini dapat dijadikan acuan dan dasar dalam melaksanakan penelitian serupa, terutama untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Numbered Heads Together dapat dipadukan dengan praktikum serta melibatkan media lingkungan sebagai bahan belajar siswa. Dengan melibatkan lingkungan sebagai bahan belajar siswa, siswa akan lebih merasa dapat menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari serta mengetahui kegunaan materi dalam memecahkan masalah yang ditemui pada kehidupan sehari-hari. ii    

Hubungan antara tingkat pendidikan dan lingkungan sosial dan perilaku konsumtif masyarakat desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar / Rinata

 

Kata kunci : Tingkat pendidikan, lingkungan sosial, perilaku konsumtif. Masyarakat Desa Tumpak Kepuh pada saat ini sebagian besar adalah bekerja sebagai TKI. Sebagian besar masyarakatnya dapat dikatakan memiliki tingkat pendidikan yang rendah, banyak para pemudanya yang setelah lulus dari SMP atau bahkan SD lebih memilih bekerja sebagai TKI di luar negeri dari pada melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Dahulunya masyarakat Desa Tumpak Kepuh ini memiliki mata pencaharian utama sebagai petani di ladang, namun saat ini dengan banyaknya warga masyarakat yang menjadi TKI maka telah terjadi peningkatan pendapatan dan perbaikan di bidang ekonomi. Namun demikian hal tersebut justru seakan mengubah gaya hidup masyarakat yang cenderung mengarah pada perilaku konsumtif. Fenomena perilaku konsumtif ini semakin terlihat di Desa Tumpak Kepuh, pakaian model terbaru, memakai perhiasan yang berlebihan, kendaraan yang bagus dan perabotan rumah tangga yang beraneka ragam seakan-akan menjadi kebutuhan utama yang harus dipenuhi oleh masyarakat di desa ini, bahkan pemenuhan kebutuhan terhadap barangbarang tersebut dapat dikatakan berlebihan. Berdasarkan latar belakang di atas maka dilakukan penelitian tentang hubungan antara tingkat pendidikan dan lingkungan sosial dengan perilaku konsumtif masyarakat Desa Tumpak Kepuh. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan tingkat pendidikan masyarakat Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar; (2) mendeskripsikan kondisi lingkungan sosial masyarakat Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar; (3) mendeskripsikan perilaku konsumtif masyarakat Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar; (4) menjelaskan hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku konsumtif masyarakat Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar; (5) menjelaskan hubungan antara lingkungan sosial dengan perilaku konsumtif masyarakat Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Sumber data dalam penelitian ini adalah manusia, peristiwa, dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket, wawancara, observasi(pengamatan)dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh KK di Desa Tumpak Kepuh yang berjumlah 1.070 KK, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling dengan kriteria sampel sebesar 7% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 75 KK. Prosedur analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis statistik inferensial (Analisis regresi berganda). i Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat pendidikan masyarakat Desa Tumpak Kepuh 52% merupakan lulusan Sekolah Dasar (SD), 32% merupakan lulusan SMP, 10,7% lulusan SMA dan hanya sebesar 5,3% yang telah menempuh pendidikan tinggi; (2) sebesar 53,3% masyarakat Desa Tumpak Kepuh bekerja sebagai wiraswasta(termasuk TKI), sebesar 38,7% bekerja sebagai petani di ladang, serta hanya sebagian kecil yang bekerja sebagai guru atau nelayan yaitu masing-masing sebesar 5,3% dan 2,7%. Tingkat interaksi sosial masyarakat Desa tumpak Kepuh tergolong tinggi, yaitu sebesar 52% masyarakat Desa Tumpak Kepuh memiliki tingkat interaksi sosial yang tinggi, 48% memiliki tingkat interaksi sosial yang sedang dan 0% yang memiliki tingkat interaksi sosial rendah, masyarakat Desa Tumpak Kepuh telah memperoleh kemudahan akses informasi, komunikasi dan transportasi; (3) sebesar 57,3% masyarakat Desa Tumpak Kepuh tergolong konsumtif , 33,4% tergolong sangat konsumtif, terhadap pakaian, perhiasan, kendaraan dan perabotan. Serta hanya sebesar 9,3% masyarakat yang tergolong tidak konsumtif; (4) ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan perilaku konsumtif masyarakat Desa Tumpak Kepuh, berdasarkan uji hipotesis secara simultan dengan uji F menunjukkan bahwa F sebesar 63,664 dengan signifikansi sebesar 0,000 sehingga sig F < 0,05 (0,000< 0,05) artinya semakin rendah tingkat pendidikan masyarakat maka akan cenderung berperilaku konsumtif, dan sebaliknya semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat maka akan cenderung tidak berperilaku konsumtif ; (5) ada hubungan yang signifikan antara lingkungan sosial dengan perilaku konsumtif masyarakat Desa Tumpak Kepuh, berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan uji t yang menunjukkan bahwa thitung pada variabel lingkungan sosial (interaksi sosial) sebesar 5,391 dengan signifikansi 0,000 maka thitung > ttabel (5,391>1,665) dan besarnya probabilitas 0,000<0,05. Demikian juga berdasarkan uji F yang menunjukkan bahwa, F sebesar 63,664 dengan signifikansi sebesar 0,000 sehingga sig F < 0,05 (0,000< 0,05), artinya semakin tinggi tingkat interaksi sosial masyarakat maka akan cenderung berperilaku konsumtif, dan sebaliknya semakin rendah tingkat interaksi sosial masyarakat maka akan cenderung tidak berperilaku konsumtif. Berdasarkan temuan penelitian di atas, saran yang diajukan adalah sebagai berikut; (1)perlu diadakan penelitian lain serta pemikiran kritis terhadap fenomena perilaku konsumtif ini; (2) masyarakat diharapkan lebih sadar akan pentingnya pendidikan sebagai sarana untuk dapat membentuk pribadi manusia yang lebih baik, serta diharapkan lebih bijak dalam bergaul serta merespon kondisi di lingkungannya agar terhindar dari pengaruh yang kurang baik. ii

Pemanfaatan multimedia dalam pembelajaran fisika kelas VIII siswa RSBI di SMP Negeri IV Kepanjen Malang tahun pelajaran 2009-2010 / Prabawanto Adi Sasongko

 

Kata kunci: pemanfaatan, multimedia, pembelajaran Fisika Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sangat pesat. Perkembangan ini berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah pendidikan. Pendidikan diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia yang akan memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi, politik, sosial, moral dan budaya bangsa. Oleh karena itu peran pendidikan sangatlah vital dalam rangka pengembangan SDM yang lebih kompeten di era yang sarat dengan perkembangan teknologi dan informasi. Salah satu contohnya dalah perkembangan teknologi informasi berupa multimedia. Lahirnya teknologi multimedia adalah hasil dari perpaduan kemajuan teknologi elektronik, teknik komputer dan perangkat lunak. Multimedia merupakan konsep dan teknologi dari unsur - unsur gambar, suara, animasi serta video disatukan dalam komputer untuk disimpan, diproses dan disajikan guna membentuk interaktif yang sangat inovatif antara komputer dengan user. Dengan adanya penggunaan berbagai media pembelajaran tersebut diharapkan membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, efisien dan efektif. Rintisan Sekolah Berstandar Internasional yang terus berupaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran untuk melayani siswa-siswanya dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Upaya tersebut didukung dengan peningkatkan mutu pendidikan dan menjadikan lembaga pendidikan yang berkualitas dengan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan untuk terciptanya pembelajaran yang berkualitas, salah satunya dalam pembelajaran fisika dengan menggunakan multimedia khususnya.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis multimedia yang digunakan guru dalam pembelajaran Fisika pada materi cahaya kelas VIII H RSBI di SMP Negeri IV Kepanjen Malang, (2) proses pemanfaatan multimedia dalam pembelajaran Fisika pada materi cahaya kelas VIII H RSBI di SMP Negeri IV Kepanjen Malang, (3) interaksi guru dan siswa dalam memanfaatkan multimedia pada pembelajaran Fisika materi cahaya Untuk mencapai maksud tersebut, maka penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif. Instrumen pengumpulan data menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) jenis multimedia yang digunakan dalam pembelajaran fisika kelas VIII H RSBI di SMP Negeri IV kepanjen adalah multimedia interaktif yang berupa CD interaktif dan multimedia yang dipakai untuk media presentasi dengan menggunakan powerpoint 2007. Untuk pembelajaran yang lain guru menggunakan multimedia lain berupa video, tutorial yang bersifat interaktif, (2) proses pemanfaatan multimedia terdiri dari persiapan multimedia dan pemanfaatannya dalam pebelajaran. Dalam proses persiapan guru mempersiapkan dengan baik dan dalam proses pemanfaatannya multimedia telah memenuhi berbagai fungsi sehingga guru dan siswa dapat merasakan manfaat dari multimedia meskipun i ii terdapat beberapa hambatan, (3) interaksi antara guru dan siswa berlangsung dengan baik karena guru dapat menyampaikan seluruh materi dan siswa memahami materi pembelajaran yang telah dilaksanakan. Selain itu siswa juga mendapatkan pengalaman belajar melalui interaksi secara aktif baik kepada guru dan kepada mulmedia yang diberikan oleh guru. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diberikan (1) Diharapkan guru Fisika lebih meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya dalam rangka pelaksanaan tugas profesinya. Salah satnya dengan melakukan pembelajaran berbasis multimedia. (2) Diharapkan untuk peneliti-peneliti lain dapat mengkaji secara mendalam tentang permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan multimedia dalam mata pelajaran yang lain.

Common errors made by the third year students of the English Language Center in Malang in learning business English correspondence / by Manouchehr Foroughi

 

Penggunaan satuan luas dalam peningkatan trasfer belajar pelajaran matematika tentang luas bangun datar pada siswa kelas III SDN Karangrejo 2 / Nurhidayatiningtyas

 

Penggunaan Satuan Luas dalam Peningkatan Transfer Belajar Pelajaran Matematika Tentang Luas Bangun Datar pada Siswa Kelas III SDN Karangrejo 2. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tumardi, S.Pd., M.Pd. (II) Dra. Siti Umayaroh, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Satuan Luas, Transfer Belajar, Luas Bangun Datar Berdasarkan dokumen dan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti pada pembelajaran Matematika di kelas III SDN Karangrejo 2 menunjukkan bahwa indikator keberhasilan transfer belajar belum tampak secara mantab. Hasil belajar Matematika secara utuh pada dokumen yang tersedia di sekolah menunjukkan siswa yang mendapat nilai di atas KKM ada 50% dengan nilai rata-rata 67,75 sedangkan hasil observasi menunjukkan bahwa guru belum cukup banyak memberi kesempatan kepada siswa untuk mengkaitkan materi sebelumnya yang terkait dengan materi yang akan dipelajari. Pembelajaran dilakukan dengan menekankan menghafal. Media pun belum membantu terjadinya transfer belajar secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan satuan luas dalam peningkatan transfer belajar pelajaran Matematika tentang luas bangun datar, hasil belajar siswa dan peningkatan transfer belajar pelajaran Matematika tentang luas bangun datar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah PTK dengan model Siklus Kemmis dan Taggart yang terdiri dari tahap rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus pada materi luas bangun datar dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas III SDN Karangrejo 2 sebanyak 24 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran guru dengan penggunaan satuan luas dapat meningkatkan transfer belajar pelajaran Matematika tentang luas bangun datar. Hasil belajar secara utuh mengalami peningkatan mulai dari 77,48 pada siklus 1 hingga mencapai 81,25 pada siklus 3. Pencapaian transfer belajar juga mengalami peningkatan mulai dari 13 siswa pada siklus 1 hingga mencapai 17 siswa pada siklus 3. Melalui analisis data dapat disimpulkan bahwa penggunaan satuan luas dapat meningkatkan transfer belajar pelajaran Matematika tentang luas bangun datar pada siswa kelas III SDN Karangrejo 2. Saran peneliti yaitu pembelajaran luas bangun datar dengan menggunakan satuan luas ini untuk diterapkan agar dapat meningkatkan transfer belajar khususnya pada pelajaran Matematika.

Penerapan pembelajaran diskusi kelas dengan menggunakan teknik buzz group untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 1 Geger Madiun / Rima Andita Kumala Dewi

 

Kata Kunci: Diskusi kelas, teknik Buzz Group, motivasi dan hasil belajar Pada pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Geger Madiun umumnya guru masih menggunakan metode ceramah, LKS dan masih kurang bervariasi. Kemudian motivasi siswa kelas X masih rendah. Hal tersebut di buktikan pada saat proses pembelajaran berlangsung siswa cenderung pasif an hanya siswa-siswatertentu saja yang mau menjawab pertanyaan. Rendahnya motivasi belajar ekonomi dan sikap siswaterseut berdampak terhadap hasil belajar yang diperoleh oleh siswa klas X SMA Negeri 1 Geger Madiun. Hal ini dapat dilihat dari sebagian besar siswa yang mengikuti remidi karena skor yang dipilh kurang memenuhi standar ketuntasan minimum (SKM) yang ditetapkan di SMA Negeri l Geger Madiun yaitu 75 ke atas. Selain itu untuk pelajaran ekonomi di kelas X, guru masih menggunakan pembelajaran tradisional. Untuk diskusi sering dilakukan namun masih bersifat tradisional. Sehingga siswa masih berpusat atau tergantug pada teman atau guru dan siswa kurang aktif untuk berpikir. Untuk mengatai permasalahan di atas diperlukan suatu strategi dan model pemelajaran yang dapat melibatkan pera aktif siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Salah satu strategi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran diskusi kelas dengan menggunakan teknik Buzz Group. Model pembelajaran diskusi kelas dengan menggunakan teknik Buzz Group merupakan struktur yang dapat digunakan untuk meningkatkan penguasaan akademik dan memberikan waktu kepada siswa untuk berpikir dan merespon siswa lain, saling membantu satu sama lain. Struktur yang ada dalam model pembelajaran diskusi kelas dengan menggunakan teknik Buzz Group yaitu siswa diberi waktu untuk berpikir bekerja sama dan menyampaikan ide-idenya dalam bentuk diskusi kelompok dan mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas, sehingga seluruh siswa dapat berperan aktif dalam pembelajara. Penelitian ini bertujuan : (l) untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran diskusi kelas dengan menggunakan teknik Buzz Group dapat meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa kelas X-G SMA Negeri l Geger Madiun dan (2) untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran diskusi kelas dengan menggunakan teknik Buzz Group dapat meningkatkan motivasi belajar ekonomi siswa kelas X-G SMA Negeri l Geger Madiun. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif penerapan model pembelajaran diskusi kelas dengan teknik Buzz Group dilakukan dua siklus, yang terdiri dari empat pertemuan. Penelitian ini mengambil subyek siswa kelas X-G SMA Negeri l Geger Madiun pada tanggal 30 Mei 2009 sampai dengan 20 Juni 2009. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, lembar observasi, angket dan catatan lapangan. Dari hasil analisis data, dapat diketahui bahwa hasil observasi belajar siswa aspek keantusiasan dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 16%. Sedangkan hasil angket motivasi siswa aspek keantusiasan mengalami peningkatan sebesar 8%. Hasil observasi belajar siswa dari aspek keaktifan mengalami peningkatan sebesar 20%. Sedangkan hasil angket motivasi siswa aspek keantusiasan dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 6%. Hasil observasi belajar siswa dari aspek rasa ingin tahu mengalami peningkatan sebesar 16%. Sedangkan hasil angket motivasi siswa aspek rasa ingin tahu dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 17%. Hasil observasi belajar siswa dari aspek ketekunan mengalami peningkatan sebesar 8%. Sedangkan hasil angket motivasi siswa aspek ketekunan dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 16%. Dari hasil analisis data hasil belajar siswa aspek kognitif mengalami peningkatan sebesar 25%. Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran yang dikemukakan : (1) Guru mata pelajaran ekonomi disarankan unuk mencoba menerapkan model pembelajaran diskusi kelas dengan menggunakan teknik Buzz Group dalam pembelajarannya agar dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar ekonomi; (2) Guru ekonomi disarankanpada saat menerapkan model pembelajaran diskusi kelas dengan menggunak Buzz Group hendaknya disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan dan lingkungan belajar siswa serta kesediaan waktu yang cukup.

Hubungan pola asuh orang tua dengan aktivitas belajar dan prestasi belajar PKn siswa di SMP Negeri 17 Malang / Handoko Guruh Santoso

 

Kata kunci: pola asuh, prestasi belajar Pola asuh orang tua akan memberikan hubungan yang positif antara pola asuh orang tua terhadap aktivitas belajar dengan prestasi belajar Siswa SMPN 17 Malang. “Pola asuh dan sikap orang tua yang demokratis menjadikan adanya komunikasi yang dialogis antara anak dan orang tua dan adanya kehangatan yang membuat anak merasa diterima oleh orang tua sehingga ada pertautan perasaan” (Lutfi, 1991: 80). Anak yang cerdas dan proses belajar yang baik disekolah terkadang belum mampu menunjukkan prestasi yang sesuai dengan harapan orang tua dan guru. Hal ini antara lain disebabkan oleh lingkungan keluarga yang kurang mendukung, baik dalam bentuk kurang mendukungnya penyediaan sarana belajar, ketidakharmonisan dalam keluarga maupun ketidak tepatan pola asuh orang tua yang nantinya dapat menyebabkan motivasi belajar anak menurun. Penurunan motivasi belajar ini nantinya akan berpengaruh pada prestasi belajar siswa yang juga akan menurun. Orangtua dan pola asuh memiliki peran yang besar dalam menanamkan dasar kepribadian yang ikut menentukan corak dan gambaran kepribadian seseorang setelah dewasa kelak. Orangtua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. Cara dan pola tersebut tentu akan berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. Dalam mendidik anak orang tua harus sedini mungkin menanamkan kebiasaan belajar yang baik dan menumbuhkan disiplin diri kepada anak. Tujuan Penelitian, (1) Untuk mengetahui jenis pola asuh yang diterapkan orang tua siswa SMP Negeri 17 Malang, (2) Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa SMPN 17 Malang, (3) Untuk mengetahui bagaimana prestasi belajar siswa SMP Negeri 17 Malang, (4) Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 17 Malang. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 17 Malang dengan jumlah 70 siswa. Dalam pengambilan sampel yaitu penggunaan teknik proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat diketahui pola asuh yang dominan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa i SMPN 17 Malang adalah pola asuh otoriter sebesar 13,2%, demokratis sebanyak 76,3%, , permisif sebanyak 10,5%. Pola asuh berpengaruh secara signifikan terhadap Y (Prestasi belajar siswa). Dari hasil analisis diketahui bahwa 29,1% perubahan variabel y (prestasi belajar siswa) disebabkan oleh perubahan variabel X (pola asuh orang tua) sedangkan sisanya 70,9% disebabkan oleh faktor di luar perubahan variabel X yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sebagai seorang siswa dan tentunya sebagai anak, jangan terlalu terpaku pada jenis pola asuh yang diterapkan oleh orang tua. Apa dan bagaimana orang tua mengasuh kita itu merupakan hal terbaik yang diberikan oleh orang tua. Tugas utama anak sebagai pelajar adalah belajar dengan giat untuk dapat memperoleh prestasi yang gemilang. Sebagai orang tua mendidik anak merupakan hal yang utama untuk membentuk kepribadian kepada anak. Maka dari itu penerapan pola asuh yang tepat kepada anak dapat memberikan dampak positif kepada anak. Dengan penerapan pola asuh yang sesuai dengan kondisi anak, akan menyebabkan anak merasa nyaman sehingga anak tidak ragu untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.Untuk peneliti selanjutnya hendaknya lebih bisa mencari variabel-variabel lain yang berkaitan dengan judul penelitian ini. Sehingga penelitian yang selanjutnya akan bisa lebih dikembangkan lagi dan bisa menjadi lebih baik lagi

Kajian tentang pengaruh strategi pembelajaran PjBL (Project Based Learning) terhadap keterampilan metakognitif siswa putra dan putri kelas X SMA Negeri di Malang / Happy Mayasari

 

Kata kunci: strategi pembelajaran PjBL (Project Based Learning), keterampilan metakognitif, jenis kelamin Salah satu kelemahan pendidikan di Indonesia adalah pembelajaran yang masih berpusat pada guru (teacher centered). Pada pembelajaran ini siswa cenderung hanya bertindak sesuai dengan apa yang diinstruksikan oleh guru, tanpa berusaha sendiri untuk memikirkan apa yang sebaiknya dilakukan untuk mencapai tujuan belajarnya. Mereka tidak dapat menjadi seorang pebelajar mandiri yang dapat membangun konsep dan pemahamannya sendiri. Di dalam proses menjadi seorang pebelajar mandiri melibatkan keterampilan metakognitif. Keterampilan metakognitif adalah keterampilan tentang berpikir bagaimana seharusnya berpikir, menyadari halhal yang telah diketahui dan tidak diketahui serta memonitor dan mengevaluasi kemajuan proses belajar diri sendiri. Seseorang yang memiliki keterampilan metakognitif yang baik tentu akan lebih mudah untuk menjadi seorang pebelajar mandiri yang aktif. Faktor lain yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar siswa adalah jenis kelamin. Masing-masing jenis kelamin tersebut mempunyai keunikan tersendiri yang mempengaruhi cara belajarnya masing-masing untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu cara yang diharapkan dapat mewujudkan tujuan pembelajaran tersebut adalah dengan penerapan strategi pembelajaran PjBL (Project Based Learning). Keunggulan strategi ini adalah siswa dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah dengan melakukan suatu proyek yang dilakukan melalui suatu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Strategi ini akan menuntut tanggung jawab siswa dalam mengambil keputusan yang tepat untuk menyelesaikan proyek. Penerapan strategi ini ditujukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap keterampilan metakognitif siswa yang berjenis kelamin berbeda. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri, di Malang pada semester genap 2009-2010 dengan populasi penelitian siswa kelas X SMA Negeri di Malang tahun ajaran 2009/2010. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XA (eksperimen) dan XF (kontrol) SMAN I Gondanglegi, kelas X3 (eksperimen) dan X7 (kontrol) SMAN 7 Malang, kelas X7 dan X8 (eksperimen) serta X4 (kontrol) SMAN 9 Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian non equivalent group design versi faktorial 2x2. Analisis yang digunakan adalah analisis anakova faktorial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PjBL dan jenis kelamin berpengaruh terhadap keterampilan metakognitif siswa, tetapi untuk interaksi keduanya tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan metakognitif siswa. Siswa yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran PjBL memiliki keterampilan metakognitif 32,89% lebih tinggi dibandingkan dengan siswa pada kelas kontrol. Faktor jenis kelamin menunjukkan bahwa siswa perempuan lebih mampu memberdayakan keterampilan ii metakognitifnya dengan persentase sebesar 33,2% sedangkan pemberdayaan siswa laki-laki hanya sebesar 16,78%. Uji lanjut BNT dilakukan untuk mengetahui posisi masing-masing kelompok kombinasi perlakuan strategi pembelajaran dan jenis kelamin dalam mempengaruhi keterampilan metakognitif. Kombinasi perlakuan siswa perempuan yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran PjBL dapat meningkatkan keterampilan metakognitifnya sebesar 45,13%, siswa laki-laki yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran PjBL sebesar 39,98%, siswa perempuan yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran multistrategi sebesar 22,17% sedangkan siswa laki-laki yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran multistrategi tidak dapat meningkatkan keterampilan metakognitifnya.

Penerapan pembelajaran kooperatif model teams games tournaments (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas III SDN Gambiran I Kec. Prigen Kab. Pasuruan / Lilik Yuliati

 

Kata kuci: pembelajaran kooperatif, TGT, hasil belajar IPS SD. Nilai IPS termasuk dalam kategori rendah dengan nilai rata-rata nilai pra tindakan, yaitu 63. Dari siswa yang berjumlah 31 anak, hanya ada 8 siswa (28%) yang mencapai KKM, sedangkan 23 siswa (74%) masih belum mencapai KKM. Hal ini karena guru lebih sering menerapkan metode pembelajaran yang kurang melibatkan keaktifan siswa dan pengalaman langsung pada diri siswa. Permasalahan tersebut diatasi dengan penerapan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournaments (TGT) dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas III SDN Gambiran 1 Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif dengan model Teams Game Tournaments (TGT) dan 2) mendeskripsikan pembelajaran kooperatif model Teams Game Tournaments (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas III SDN Gambiran I Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dirancang dengan menggunakan model Kemmis Taggart yang terdiri dari 2 siklus. Setiap tindakan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas III SDN Gambiran 1 Kecamatan prigen Kabupaten Pasuruan. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas III SDN Gambiran 1. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, soal tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut; hasil belajar siswa yang merupakan pemahaman konsep IPS materi pokok denah dan peta secara klasikal mengalami peningkatan dari 63,39% pada pra tindakan menjadi 73,04% pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 82,13%. Hasil belajar berupa ketrampilan proses kerjasama meningkat dari 62,07% pada siklus I kemudian mengalami peningkatan menjadi 93,33% pada siklus II. Secara keseluruhan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dan mencapai target yang telah ditetapkan setelah pembelajaran kooperatif model TGT diterapkan. Dari penelitian ini diharapkan agar guru menerapkan pembelajaran kooperatif dalam mata pelajaran IPS. Bagi peneliti lain diharapkan dapat meneliti dengan menggunakan metode atau pendekatan lain dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.

Peningkatan kemampuan menyimak siswa kelas IV SDN Kedunggalar 7 Ngawi melalui teknik structure head number / Arief Wahyu Wibowo

 

Kata Kunci: kemampuan menyimak, TSHN, Sekolah Dasar Menyimak sebagai keterampilan berbahasa yang pertama kali dikuasai seseorang mempunyai peranan penting sebagai awal dari keterampilan- keterampilan yang lain. Pada saat seorang bayi berbicara, ia menyimak bunyi-bunyi yang di dengar kemudian berusaha menirukannya, walaupun belum mengerti makna bunyi-bunyi tersebut. Demikian juga pada saat seseorang belajar membaca dan menulis, seseorang akan menyimak cara membaca dan menulis dari guru yang mengajarinya. Keterampilan menyimak berperan penting dalam usaha mempelajari banyak hal, apalagi di dunia pendidikan. Setiap pelajaran di sekolah memerlukan keterampilan menyimak. Guru dalam menyampaikan materi kebanyakan mengunakan metode ceramah. Dalam hal inilah keterampilan menyimak bagi siswa dibutuhkan. Mengingat pentingnya keterampilan menyimak, maka keterampilan tersebut harus dilatihkan sejak dini dalam pelajaran bahasa Indonesia sekolah dasar (SD). Perlu dilakukan sebagai landasan untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah penerapan pembelajaran dengan Teknik structure head number dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar kemampuan menyimak siswa kelas IV SDN Kedunggalar 7 Ngawi? Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK), peneliti berkolaborasi dengan guru kelas IV SDN Kedunggalar 7 yang berjumlah 31 siswa dengan prosedur persiapan penelitian melalui survei awal yang dilaksanakan secara kolaboratif dengan pelaksanaan meliputi penomoran, mengajukan pertanyaan, berfikir bersama, dan menjawab. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan. Peningkatan pembelajarannya yaitu (1) kesenangan dan gairah belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran (2) antusias dan kerjasama siswa dalam mengikuti diskusi (3) keantusiasan dan ketekunan siswa dalam membuat kalimat, (4) ketekunan, kerja sama, dan kreativitas siswa dalam menentukan kalimat yang akan di jadikan informasi pelaksanaan diskusi. Berdasarkan hasil uraian di atas bahwa melalui TSHN dalam pembelajaran menyimak siswa kelas IV SDN Kedunggalar 7, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi meningkat baik berupa proses maupun berupa produk. Peningkatan gagasan, pengorganisasian, struktur dan tata bahasa, ketiga aspek diatas merupakan standat ketuntasan minimal. Oleh karena itu, Guru hendaknya membuka diri dan menerima inovasi-inovasi pembelajaran yang menunjang terjadinya peningkatan mutu pendidikan. Sebagai seorang tokoh pendidikan guru harus menjadi seorang inovator dalam bidang pendidikan.sedangkan siswa sebaiknya mengembangkan potensi yang mereka miliki melalui kerjasama dalam kelompok belajar yang membentuk pribadi mereka sehingga kelak menjadi masyarakat yang peduli lingkungan sosial.

Pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage terhadap praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2008 / Rizka Tri Wahyuningtyas

 

Kata Kunci: Ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, perataan laba. Salah satu informasi dalam laporan keuangan yang sangat penting untuk pengambilan keputusan adalah informasi atas laba. Bagi pemilik saham atau investor, laba berarti peningkatan nilai ekonomis (wealth) yang akan diterima melalui pembagian deviden. Selain itu, laba juga digunakan sebagai alat untuk mengukur kinerja manajemen perusahaan terutama dalam mengelola sumber daya yang dipercayakan kepada mereka selama periode tertentu. Mengingat betapa pentingnya informasi laba tersebut, maka pihak manajemen mempunyai kecenderungan untuk melakukan tindakan perataan laba. Perataan laba merupakan salah satu bentuk manajemen laba yang timbul karena adanya masalah keagenan dan asimetri informasi dalam perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perataan laba. Faktor-faktor dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2006-2008 dengan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 147 perusahaan sampel. Untuk mengidentifikasi sampel perusahaan dengan menggunakan indeks eckel. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan regresi logistic. Hasil indeks eckel ini menunjukkan bahwa praktek perataan laba juga dipraktekkan oleh beberapa perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ukuran perusahaan, profitabilitas dan leverage tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perataan laba. Sedangkan secara simultan menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap perataan laba.

Efektivitas green generation games (3G) dalam meningkatkan pengetahuan living green to fight global warming pada anak SD / Anjarie Dharmastuti

 

Kata Kunci : Efektivitas, Green Generation Games (3G), Pengetahuan living green to fight global warming, Anak SD. Global warming adalah fenomena meningkatnya temperatur rata-rata permukaan bumi, yang disebabkan efek rumah kaca. Global warming berpotensi menimbulkan banyak bencana. Hal ini juga disebabkan perilaku manusia yang cenderung tidak peduli pada alam. Maka dari itu untuk mengantisipasi global warming masyarakat perlu memberdayakan living green. Membentuk perilaku baru pada orang dewasa tidaklah mudah. Oleh sebab itu, pembentukan perilaku sejak kecil akan lebih efektif, sehingga dibutuhkan media sosialisasi global warming yang efektif untuk usia anak-anak. Upaya sosialisasi pencegahan global warming pada anak melalui media permainan dirasa akan cukup efektif. Green Generation Games adalah media permainan edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan living green to fight global warming pada siswa kelas V SD. Contoh penerapan dari living green to fight global warming adalah gerakan penghijauan, hemat air, mengurangi polusi udara, hemat energi, mengurangi pemakaian produk plastik, mengurangi konsumsi daging, menjaga kesehatan, serta pengalokasian sampah secara efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian ekperimental pretest–posttest control group design. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 12 siswa, dengan pembagian 6 siswa sebagai subyek eksperimen dan 6 lainnya sebagai subyek kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes bertipe multiple choice dengan tema living green to fight global warming. Analisis instrumen yang digunakan adalah uji validitas isi dan korelasi aitem denga total (product moment), dan uji realibilitas Alpha Cronbach. Analisis data yang digunakan untuk menggambarkan perbedaan skor antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol adalah dengan uji Mann Whitney dan Wilcoxon dengan taraf signifikansi 0.05. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan peningkatan pengetahuan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan signifikansi 0,004. Analisis skor pretes-postes kelompok kontrol menunjukkan signifikansi 0,288 dengan peningkatan 2,88%. Sedangkan analisis skor pretes-postes kelompok eksperimen menunjukkan signifikansi 0,027 dengan peningkatan mencapai 49,95%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan living green to fight global warming yang signifikan pada kelompok yang diberi perlakuan Green Generation Games dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberi perlakuan.

Juno the Movie: a critical study on the role of girls, women, and mothers in America / Dwi Puput Kristiyani

 

Kata kunci: film, peran sesuai gender, gadis, wanita, ibu Film melambangkan keyakinan dan kenyataan sosial.; salah satu keyakinan dan kenyataan sosial yang sangat kuat adalah representasi m a l a d l a i s o s a r a c e s k u t n e b i d g n a y u b i n a d , a t i n a w , s i d a g n a r e p i a n e g n e m masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat berperan sangat besar dalam menentukan posisi wanita. Studi ini menganalisa tentang bagaimana tokoh tokoh dalam film Juno digambarkan sesuai dengan harapan sosial dalam studi mengenai peran sesuai gender; bagaimana seorang gadis, wanita, dan ibu harus bersikap sesuai dengan aturan yang ada. Seorang gadis digambarkan sebagai makhluk hidup berkelamin perempuan yang tidak mampu menanggung dirinya sendiri; wanita digambarkan sebagai makhluk hidup berkelamin perempuan yang mandiri dan mampu menanggung dirinya sendiri; sedangkan ibu digambarkan sebagai makhluk hidup perempuan yang mandiri, penyayang, dan juga bertanggung jawab terhadap makhluk hidup lainnya. Studi ini mengungkapkan bahwa keberadaan wanita diperhitungkan hanya karena perannya dalam menghasilkan keturunan. Kemampuan dalam melahirkan digunakan sebagai suatu ukuran dalam menilai posisi wanita dalam masyarakat. Seorang wanita pasti dan takdirnya menjadi seorang ibu. Tetapi, studi ini juga mengungkapkan bahwa tokoh Juno di film ini mampu untuk menentang harapan sosial dan menentukan perannya sendiri, khususnya dalam menghadapi masalah kehamilan di luar nikah. Di akhir film ini, juno mampu menunjukkan kepada masyarakat bahwa melanggar standar sosial memberinya alternatif baru dalam melanjutkan hidupnya.

Pengaruh tingkat suku bunga terhadap jumlah penyaluran kredit kecil pada bank umum di Propinsi Jawa Timur periode 2003-2007 / Helmi Barliansyach

 

Kata kunci: Tingkat Suku Bunga Kredit, Penyaluran Jumlah Kredit, Usaha Kecil , Bank Umum Lembaga Keuangan perbankan memegang peranan penting membantu penyediaan kredit dalam masyarakat , dimana bank bergerak dalam pengerahan dana, Dan dana inilah yang digunakan oleh pihak bank untuk dapat menyalurkan kredit kepada masyarakat , mengingat kredit sangat diperlukan baik untuk usaha ataupun konsumsi. Usaha Pemberian kredit kepada calon debitur yang digunakan modal untuk usaha ini bertujuan agar dana yang ada di bank tersalurkan ke masyarakat sehingga dapat berkembang dan tercipta pembangunan, dimana dapat terciptanya kegairahan bekerja sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat. Salah satu pegangan yang paling penting dari kebijaksanaan kredit. Dalam hal ini perlu diperhatikan bahwa kebijakan suku bunga bisa menunjang tercapainya kebijaksanaan moneter yang bisa mendorong tabungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variable-variabel yang mempengaruhi penyaluran jumlah kredit, mengetahui sejauh mana tingkat suku bunga kredit terhadap penyaluran jumlah kredit perbankan dan bagaimana kondisi tingkat suku bunga dan penyaluran kredit itu sendiri di Propinsi Jawa Timur pada periode 2003 sampai dengan 2007. Rancangan Penelitian ini yang digunakan adalah Penelitian Eksplanasi. Subjek penelitian ini adalah bank umum milik pemerintah yang ada di Propinsi Jawa Timur selama 5 Tahun berturut-turut yaitu tahun 2003 sampai dengan 2007 dan bagian dari Bank umum yang menjadi sampel adalah bank pemerintah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi yang diperoleh dari Bank Indonesia. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah Tingkat suku bunga kredit, dan jumlah penyaluran jumlah kredit perbulan selama lima tahun dari tahun 2003-2007.uji statistic yang digunakan dalam menguji hipotesis dan analisis data adalah regresi tunggal atau sederhana. Hasil Pengujian hipotesis dengan tingkat signifikansi sebesar 5% adalah hipotesis yang menyebutkan tingkat suku bunga tidak berpengaruh terhadap penyaluran jumlah kredit ditolak karena tingkat suku bunga kredit berpengaruh negatif terhadap penyaluran jumlah kredit dengan nilai t hitung (-16,050) < t tabel (2,320) dan nilai probabilitas (sig.) = 0,000 < 0,05 pada taraf signifikansi (taraf kesalahan) 5%, maka hipotesis yang dirumuskan, yaitu Ho ditolak dan Ha diterima. Dari hasil analisis regresi menunjukkan koefisien regresi signifikan, atau tingkat suku bunga berpengaruh terhadap penyaluran jumlah kredit secara signifikan pada taraf kepercayaan 95% (taraf kesalahan 5%). Dari hasil penelitian ini dapat disarankan untuk perusahaan Agar memperhatikan momen yang tepat dalam memberlakukan suatu kebijakan sehingga akan lebih efektif. Misalnya dalam menentukan tingkat suku bunga, terutama untuk tingkat suku bunga kredit . Dan juga diharapkan lebih selektif dalam mencari calon kreditur untuk penyaluran kreditnya. Hal ini bertujuan untuk menghindari atau mengantisipasi terjadinya kredit macet.Untuk peneliti selanjutnya agar selanjutnya menggunakan sampel yang lebih banyak dan tahun terakhir, selain itu menggunakan variable bebas yang lebih banyak sehingga hasil penelitian lebih akurat dan relevan.

Pengembangan game edukasi tajwid berbasis mobile pada mata pelajaran agama Islam untuk siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang / Trya Intan Mega Yunita

 

Yunita, Trya Intan Mega. 2013. Pengembangan Game Edukasi Tajwid Berbasis Mobile pada Mata Pelajaran Agama Islam untuk Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) M. Ashar, S.T., M.T. (II) Didik Dwi P., S.T., M.T. Kata kunci: game edukasi, tajwid,mobile, android      Proses pembelajaran menuntut siswa untuk aktif sehingga terjadi interaksi di dalam kelas. Survei menunjukkan bahwa 42% siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Malang menilai tingkat interaksi dalam Mata Pelajaran Agama Islam masih kurang. Kurangnya interaksi di dalam kelas ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan 36% siswa mendapat nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dalam kompetensi dasar membedakan hukum bacaan nun tanwin/mati dan mim mati. Salah satu media yang diharapkan dapat meningkatkan interaksi dalam kelas adalah media berbasis game karena dapat membantu dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran berbasis game yang menarik dan inovatif pada platform Android untuk mata pelajaran Agama Islam pada materi ilmu tajwid di SMP Negeri 4 Malang.      Pada penelitian ini, pengembangan media pembelajaran game yang diberi nama Game Itaj mengadopsi teori Sugiyono dengan tahap potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, dan produksi massal. Pengukuran kelayakan atau kualitas Game Itaj yang dikembangkan ini dilakukan dengan subjek penelitian ahli media, ahli materi, dan siswa SMP kelas VII dari SMP Negeri 4 Malang. Media dikatakan layak apabila penilaian dari kriteria-kriteria yang diberikan mencapai angka di atas 75,01%. Berdasarkan hasil validasi dari ahli media, ahli materi, uji coba kelompok kecil, dan uji kelompok besar diperoleh data akhir berikut ini, dalam aspek media, ahli media menilai tingkat kelayakan media ini 89,83%, dalam aspek materi, ahli materi menilai tingkat kelayakan media ini 95%, dalam uji coba kelompok kecil, tingkat kelayakan media ini dinilai 90%, dan dalam uji coba kelompok besar tingkat kelayakan media ini dinilai 91,9%. Hasil rata-rata yang diperoleh dari seluruh validator sebesar 91,68%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media Game Itaj ini sudah valid dan layak untuk digunakan tanpa revisi.

Hubungan antara harga diri (self esteem) dan perilaku kekerasan pada remaja tamtama TNI Angkatan Udara di Lanud Abdul Rachman Saleh Malang / Dwi Yandari Gagana Saraswari

 

Kata Kunci: harga diri (self esteem), perilaku kekerasan. Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa anak-anak ke masa dewasa, termasuk remaja Tamtama TNI Angkatan Udara. Pada masa ini jika dilihat dari keadaan remaja yang masih labil, keadaan frustasi dapat dengan mudah dijumpai pada remaja Tamtama. Karena pada masa ini remaja Tamtama belum sepenuhnya dinyatakan dewasa dan kadang masih dianggap anak kecil, namun diharapkan bisa bertingkah laku dewasa. Melihat kondisi tersebut apabila didukung oleh lingkungan yang kurang kondusif dan tiadanya pembelajaran dan penerapan harga diri (self esteem) akan menjadi pemicu timbulnya perilaku kekerasan pada remaja Tamtama. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui deskripsi tingkat harga diri (self esteem) remaja Tamtama TNI Angkatan Udara di Lanud Abdul Rachman Saleh Malang, (2) Mengetahui deskripsi tingkat perilaku kekerasan remaja Tamtama TNI Angkatan Udara di Lanud Abdul Rachman Saleh Malang, (3) Mengetahui hubungan harga diri (self esteem) dan perilaku kekerasan pada remaja Tamtama TNI Angkatan Udara di Lanud Abdul Rachman Saleh Malang. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara harga diri (self esteem) dan perilaku kekerasan pada remaja Tamtama TNI Angkatan Udara di Lanud Abdul Rachman Saleh Malang. Desain penelitian ini adalah analisis deskriptif dan teknik analisis korelasional, pengambilan sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Skala harga diri reliabilitas 0,916 dan skala perilaku kekerasan reliabilitas 0,902 digunakan sebagai instrument penelitian. Berdasarkan hasil analisis deskriptif, remaja Tamtama TNI Angkatan Udara di Lanud Abdul Rachman Saleh Malang mempunyai harga diri (self esteem) tinggi dan berada pada tingkatan rendah dalam melakukan kekerasan. Hasil analisis product moment menghasilkan koefisien korelasi sebesar rxy = -0,437 dengan nilai p = 0,000 (p< 0,01). Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan negatif antara harga diri (self esteem) dan perilaku kekerasan pada remaja Tamtama TNI Angkatan Udara di Lanud Abdul Rachman Saleh Malang. Dari penelitian ini disarankan kepada remaja Tamtama agar dapat meningkatkan harga diri (self esteem) dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan berupa pelatihan mengenai konsep diri, manajemen emosi, pelatihan asertifitas, dan pelatiha-pelatihan lainnya yang dapat mendukung berkembangnya peningkatan harga diri (self esteem) sehingga bisa mengurangi angka perilaku kekerasan pada remaja. Bagi institusi hendaknya lebih memberikan perhatian terhadap perkembangan harga diri (self esteem) yang dimiliki oleh para remaja Tamtama TNI Angkatan Udara, karena remaja berada pada masa pencarian jati diri yang banyak dipengaruhi oleh lingkungan sebagai tempat interaksinya.

Pengaruh risiko sistematis dan resiko tidak sistematis terhadap return saham pada perusahaan perbankan yang go public di BEJ (Periode 2005-2007) / Trifena Wahyu Utami

 

Kata Kunci: Risiko Sistematis, Risiko Tidak Sistematis, Return. Salah satu permasalahan yang dialami investor di pasar modal yaitu menafsirkan besarnya risiko yang dihadapi dan besarnya tingkat pengembalian yang akan diperolehnya. Seorang investor yang rasional akan memilih kesempatan yang efisien yaitu investasi yang memberikan risiko tertentu dengan tingkat keuntungan yang tinggi atau yang memberikan tingkat keuntungan tertentu dengan risiko yang terkecil dari seluruh investasi yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji hipotesis tentang pengaruh risiko sistematis dan risiko tidak sistematis terhadap return perusahaan perbankan yang go-public di Bursa Efek Jakarta tahun 2005-2007. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Sampel dari penelitian ini adalah 22 perusahaan perbankan. Penelitian ini menggunakan data sekunder, sedangkan data dikumpulkan dengan cara dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 16 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) risiko sistematis mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansinya sebesar 0,008< 0,05 sedangkan t-tabel sebesar 2,353 < t-hitung sebesar 2,943. 2) risiko tidak sistematis tidak mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansinya sebesar 0,681 > 0,05 sedangkan t-tabel sebesar 2,353 > t-hitung sebesar -0,417. 3) risiko sistematis dan risiko tidak sitematis secarab ersamasamamempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansinya sebesar 0,024 < 0,05 sedangkan fhitung> f-tabel sebesar 3,49. Dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa return saham dipengaruhi oleh risiko sistematis, sehingga ini dapat digunakan oleh investor dalam mengambil keputusan di pasarsaham. Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan dapat menambahkan variable bebas penelitian yang turut mempengaruhi perolehan return saham seperti likuiditas saham yang dapat diukur dari bid ask spread ataupun dari volume perdagangan saham. Selain itu perlu ditambah lagi periode waktu penelitian sehingga diperoleh hasil yang akurat. i

Sintesis etil ester dari asam-asam lemak minyak biji kemiri (Aleurites moluccana) dan uji potensinya sebagai biodiesel / Lizawalil Fajriyah

 

Kata kunci: etil ester, minyak biji kemiri, biodiesel Kebutuhan bahan bakar minyak bumi terus meningkat seiring dengan penggunaannya di bidang industri maupun transportasi. Padahal, ketersediaan minyak bumi sifatnya terbatas dan tidak dapat diperbaharui, sehingga diperlukan sumber energi alternatif terbarukan. Salah satu bahan bakar alternatif yang dapat diperbaharui adalah biodiesel. Biodiesel merupakan campuran metil/etil ester dari asam lemak yang dibuat dari minyak nabati melalui reaksi esterifikasi, trans-esterifikasi atau gabungan keduanya. Salah satu biji tanaman yang berpotensi menjadi sumber bahan baku biodiesel adalah biji kemiri. Selama ini, biji kemiri hanya digunakan sebagai bumbu masak, padahal biji kemiri memiliki kandungan minyak yang tinggi, serta tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan daya guna minyak biji kemiri sebagai bahan baku pembuatan etil ester dan mengetahui potensinya sebagai biodiesel. Penelitian bersifat survei eksperimental melalui percobaan di laboratorium ini terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) isolasi minyak biji kemiri, (2) upaya sintesis etil ester asamasam lemak minyak biji kemiri dengan dua langkah, a) esterifikasi asam-asam lemak bebas minyak biji kemiri, dan trans-esterifikasi lapisan bawah hasil esterifikasi asam-asam lemak bebas minyak biji kemiri, b) saponifikasi minyak biji kemiri dengan NaOH, reaksi dengan asam, dan esterifikasi asam-asam lemak minyak biji kemiri, (3) karakterisasi minyak biji kemiri, etil ester hasil sintesis dan biosolar meliputi uji kelarutan, berat jenis, indeks bias, bilangan asam, bilangan penyabunan, bilangan ester, dan viskositas, (4) identifikasi etil ester hasil sintesis dengan kromatografi gas-spektrometer massa (Gas Chromatography- Mass Spectrometer, GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak biji kemiri yang dihasilkan dari isolasi dengan press hidrolik adalah 26,66%. Etil ester yang disintesis melalui reaksi esterifikasi dilanjutkan dengan trans-esterifikasi diduga tidak terbentuk. Sintesis etil ester dari asam-asam lemak minyak biji kemiri dapat disintesis melalui saponifikasi minyak biji kemiri dengan NaOH yang dilanjutkan dengan reaksi dengan asam dan esterifikasi dengan etanol menggunakan katalis HCl. Etil ester hasil sintesis berupa cairan berwarna kuning kecoklatan dengan perbandingan karakteristik dengan minyak biji kemiri dan biosolar yaitu, berat jenis minyak biji kemiri 0,914 g/mL, etil ester 0,873 g/mL dan biosolar 0,842 g/mL; indeks bias minyak biji kemiri 1,474, etil ester 1,457, dan biosolar 1,475; bilangan asam minyak biji kemiri 15,76, etil ester 8,85, dan biosolar 0,28; bilangan penyabunan minyak biji kemiri 156,21, etil ester 170,16, dan biosolar 17,91; bilangan ester minyak biji kemiri 140,88, etil ester 161,31, dan biosolar 17,63; serta viskositas minyak biji kemiri 0,046 Nsm-2 , etil ester 8,27 x 10-3 Nsm-2 dan biosolar 4,72 x 10-3 Nsm-2. Nilai karakteristik etil ester hasil sintesis ini telah sesuai dengan standar mutu biodiesel dalam SNI-04-7182- 2006 kecuali untuk bilangan asamnya. Hasil identifikasi komponen penyusun campuran etil ester hasil sintesis menggunakan GC-MS menunjukkan adanya senyawa etil linoleat, etil linolenat, etil palmitat, dan etil stearat.

Penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw dengan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X-1 SMA Negeri Tempeh Adiwiyata Lumajang / Siti Lulkhiyah

 

Kata kunci : Jigsaw, pendekatan kontekstual, motivasi belajar, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi prapenelitian di SMA Negeri Tempeh Adiwi-yata Lumajang, diketahui bahwa kondisi siswanya sangat beragam, meliputi per-bedaan kemampuan akademik dan karakter siswa yang mungkin dapat menimbul-kan kesenjangan antar sesama. Selain itu diketahui pula bahwa motivasi dan hasil belajar siswa cukup rendah. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan pembelajar-an yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Penelitian ini mengguna-kan model pembelajaran kooperatif jigsaw dengan pendekatan kontekstual karena dalam pembelajaran ini melibatkan kerjasama kelompok dan menuntut tanggung jawab serta menghubungkan pembelajaran dengan dunia nyata. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, obser-vasi dan refleksi. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-1 SMA Negeri Tempeh Adiwiyata Lumajang dengan jumlah 39 siswa dalam pokok bahasan Plantae. Penelitian ini bertujuan untuk 1) meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X-1 SMA Negeri Tempeh Adiwiyata Lumajang dan 2) me-ningkatkan hasil belajar siswa kelas X-I SMA Negeri Tempeh Adiwiyata Luma-jang. Prosedur pengumpulan data meliputi: observasi keterlaksanaan pembelajar-an, observasi motivasi belajar dan hasil belajar siswa diperoleh melalui pemberian tes yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. 1) Motivasi belajar siswa meng-alami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan motivasi belajar ini dika-renakan pembelajaran yang diterapkan memberikan tanggung jawab kepada siswa atas pembelajaran untuk dirinya dan orang lain, selain itu pembelajaran kooperatif memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkolaborasi dengan anggota ke-lompok, sehingga siswa termotivasi untuk belajar. 2) Hasil belajar siswa yang di-ukur dengan skor rata-rata dan persentase ketuntasan klasikal juga mengalami pe-ningkatan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan ini dikarenakan pembelajaran di-hubungkan dengan pengalaman, serta disebabkan adanya ketergantungan positif yang muncul sehingga menuntut adanya interaksi promotif yang memungkinkan siswa saling memberikan motivasi untuk meraih hasil belajar yang optimal. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan beberapa hal sebagai berikut. 1) Melakuan pembelajaran tutor sebaya 2) Guru maupun mahasiswa dapat menerap-kan model pembelajaran kooperatif jigsaw dengan pendekatan kontekstual seba-gai salah satu alternatif model pembelajaran biologi dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. 3) Apabila ada peneliti lain yang menindak lanjuti peneli-tian ini, alangkah baiknya apabila meningkatkan bobot soal tes hingga C6 bila itu memungkinkan.

Sintesis sitronelil asetat dari sitronelol dengan anhidrida asetat / Yulinda Wahyu Budhiasih

 

Kata kunci: sitronelil asetat, sitronelol, anhidrida asetat. Sintesis merupakan reaksi pembentukan senyawa atau molekul target. Ester merupakan senyawa yang dapat disintesis secara sederhana dengan cara mereaksikan alkohol dengan asam karboksilat atau turunannya seperti klorida asam atau anhidrida asam dengan katalis asam. Secara teori, sitronelil asetat merupakan senyawa ester yang dapat disintesis dari sitronelol dan anhidrida asetat melalui reaksi esterifikasi. Sitronelil asetat memegang peranan penting seperti cairan asam pembersih, lotion alkohol, deterjen, pewangi pakaian, shampoo, dan sabun. Keberadaan sitronelil asetat dalam jumlah kecil pada tumbuhan yang tidak sebanding dengan kebutuhan sehingga kurang ekonomis jika mendapatkannya dilakukan dengan mengisolasi dari tumbuhan. Berdasarkan hal tersebut muncul pemikiran untuk memperoleh sitronelil asetat secara efektif dan efisien dengan jalan mensintesis sitronelil asetat secara laboratorium. Selain itu sintesis ini mencoba untuk mencari keunikan dari esterifikasi yang biasanya terbentuk dari asam karboksilat rantai panjang dengan alkohol rantai pendek menjadi sebaliknya yaitu dari asam karboksilat rantai pendek dengan alkohol rantai panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui berlangsung tidaknya reaksi esterifikasi sitronelol menjadi sitronelil asetat dengan anhidrida asetat, dan (2) mengetahui karakter senyawa hasil sintesis. Penelitian ini bersifat survei laboratoris melalui percobaan di laboratorium terdiri dari tiga tahap, yaitu: (1) sintesis sitronelil asetat, (2) karakterisasi senyawa hasil sintesis, (3) identifikasi senyawa hasil sintesis. Sintesis sitronelil asetat dilakukan dengan merefluks anhidrida asetat, dan HCl pekat selama 15 menit. Selama pengadukan ditambahkan sitronelol (tetes demi tetes) lalu diaduk selama 1 jam pada suhu kamar (T±25ºC). Jalannya reaksi dikontrol dengan KLT, yang dilakukan setelah 1 jam pengadukan. Hasil refluks kemudian dicuci dengan akuades hingga netral. Senyawa hasil sintesis dikocok dan didiamkan. Setelah didiamkan terbentuk 2 lapisan yaitu lapisan atas (fasa organik) dan lapisan bawah (fasa anorganik). Kedua fasa ini selanjutnya dipisahkan dengan corong pisah. Fasa organik dicuci dan dikeringkan dengan MgSO4 anhidrat. Hasil sintesis dikontrol kembali dengan KLT, kemudian dihitung rendemennya. Selanjutnya dikarakterisasi berdasarkan uji organoleptik, indeks bias, berat jenis, titik didih, dan kelarutan. Identifikasi senyawa hasil sintesis dianalisis lebih lanjut dengan GC-MS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa reaksi esterifikasi antara sitronelol dan anhidrida asetat dapat berlangsung pada suhu kamar dan menghasilkan sitronelil asetat dengan rendemen 24,40% dan kemurnian 95,43%. Sitronelil asetat hasil sintesis berwujud cairan berwarna kuning muda, berbau harum, mempunyai indeks bias 1,443 (T=20C), berat jenis 0,80 g/mL, titik didih 172C pada735 mmHg, larut dalam metanol, etanol, n-heksana, dan kloroform, tetapi tidak larut dalam air.

Pelaksanaan strategi diskon sebagai upaya diferensiasi pada toko buku diskon Toga Mas Malang / Iyoful

 

Kata kunci: Strategi Diskon, Diferensiasi Diskon merupakan salah satu elemen dari harga yang memiliki pengaruh terhadap penjualan dan juga berpengaruh terhadap konsumen. Strategi diskon yang diksanakan dengan komitmen yang tinggi akan membawa keunggulan yang kompetitif bagi perusahaan. Klasifikasi diskon berdasarkan teori ada enam jenis, yaitu diskon tunai (cash discount), diskon kuantitas (quantity discount), diskon fungsional (functional/trade discount), diskon musiman (seasonal discount), potongan harga (allowance) dan harga obral (sale price) Melalui komponen tersebut dapat dijadikan sebagai strategi diskon yang terintegrasi sehingga dapat digunakan sebagai upaya diferensiasi yang dilakukan pada Toko Buku Diskon TOGA MAS Malang. Penulisan Tugas Akhir ini sebagai lanjutan dari pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan yang dilaksanakan pada Toko Buku Diskon TOGA MAS Malang mulai tanggal 01 Maret 2010 sampai dengan31 Maret 2010. Dari hasil pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan diperoleh bahwa strategi diskon yang digunakan sebagai upaya diferensiasi pada Toko Buku Diskon TOGA MAS Malang adalah everlasting discount (diskon seumur hidup), diskon reguler, diskon event, harga netto, dan diskon kuantitas (quantity discount). Strategi diskon yang paling efektif dilaksanakan sebagai upaya diferensiasi pada Toko Buku Diskon TOGA MAS Malang yaitu everlasting discount yang menjadi dasar penetapan strategi diskon untuk masing-masing jenis diskon yang ditawarkan seperti diskon reguler, diskon event, harga netto, kupon atau voucher belanja, dan diskon kuantitas (quanitty discount). Dalam pelaksanaan strategi diskon sebagai upaya diferensiasi menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya yaitu peningkatan jumlah konsumen, peningkatan jumlah penjualan, diferensiasi citra toko, dan keunggulan bersaing. Sedangkan dampak negatifnya yaitu berkurangnya margin/persen penjualan, dan fasilitas kenyamanan yang diberikan berkurang. Selain itu ada juga faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan strategi diskon sebagai upaya diferensiasi pada Toko Buku Diskon TOGA MAS Malang. Faktor pendukungnya adalah dari konsumen dan dari penerbit. Sedangkan faktor penghambatnya adalah perubahan harga, produk diskon terbatas, keterlambatan stok buku, dan buku-buku kurang lengkap. Melalui strategi diskon, upaya diferensiasi pada Toko Buku Diskon TOGA MAS dapat tercapai, sebab dengan pelaksanaan strategi diskon, perusahaan dapat memberikan penguatan citra baik kepada konsumen melalui berbagai komponen dalam strategi diskon tersebut, seperti pemberian diskon seumur hidup dan berbagai program promosi lain yang dilaksanakan oleh Toko Buku Diskon TOGA MAS Malang. Berdasarkan hasil pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan dapat disarankan agar pihak Toko Buku Diskon TOGA MAS Malang lebih meningkatkan pelaksanaan strategi diskon yang dilaksanakan, serta mengevaluasi strategi diskon yang sudah dilaksanakan.

Identifikasi variasi genetik kerbau (Bubalus bubalis) lokal Aceh Besar berbasis mikrosatelit sebagai petunjuk praktikum matakuliah teknik analisis biologi molekuler / Rukmini

 

Kata kunci: kerbau lokal Aceh Besar, variasi genetik, mikrosatelit, petunjuk praktikum. Kerbau merupakan spesies dari peternakan yang penting dalam memberikan kontribusi pada pemenuhan kebutuhan protein hewani. Indonesia adalah negara yang beriklim tropis yang sangat cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan ternak kerbau. Di Indonesia terdapat 3 jenis kerbau yaitu kerbau lumpur (Swamp buffalo), kerbau sungai (River buffalo), dan kerbau hasil persilangan antara kerbau lumpur dengan kerbau sungai. Salah satu jenis kerbau yang terdapat di Aceh Besar adalah kerbau jenis lumpur. Pertumbuhan dan perkembangan kerbau lumpur yang ada di Aceh Besar berdasarkan data dari Dinas Peternakan kabupaten Aceh Besar pada tahun 2009 berjumlah 38.903 ekor yang terdiri dari 9.905 ekor kerbau jantan dan 28.998 ekor kerbau betina.Untuk mempertahankan keberadaaan kerbau lokal yang ada di Aceh Besar diperlukan upaya yang optimal berupa konservasi dan hibridisasi. Bila konservasi dan hibridisasi tidak segera dilakukan pada ternak kerbau lumpur di Aceh Besar akan dikhawatirkan pada suatu saat nanti mengalami penurunan populasi bahkan mengalami kepunahan serta kehilangan plasma nutfah keanekaragaman hayati di kabupaten Aceh Besar. Kehilangan plasma nutfah dapat dihindari dengan deteksi keragaman genetik. Langkah-langkah untuk deteksi keragaman genetik dapat dilakukan melalui pendekatan dengan pengamatan morfologi dan molekuler. Salah satu penanda molekuler yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan identifikasi genetik adalah mikrosatelit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) variasi fenotip kerbau lumpur di Aceh Besar, (2) Variasi genotip kerbau lumpur di Aceh Besar berbasis mikrosatelit (3) Implikasi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai petunjuk praktikum matakuliah Teknik Analisis Biologi Molekuler. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kerbau lumpur lokal yang ada di kabupaten Aceh Besar. Sampel dalam penelitian ini adalah kerbau lumpur lokal yang terdapat dalam beberapa wilayah di Aceh Besar. Pengambilan sampel dilakukan pada 4 kecamatan yaitu: 1) kecamatan Seulimum, 2) kecamatan Jantho, 3) kecamatan Indrapuri, dan 4) kecamatan Masjid Raya. Jumlah sampel yang diambil pada masing-masing jumlah sampel dan diambil secara acak (random sampling). Dengan demikian didapatkan bahwa jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 27 ekor kerbau lumpur lokal Aceh Besar. Pengamatan pola variasi genetik dilakukan mulai tahapan isolasi DNA yang dilanjutkan dengan elektroforesis dengan menggunakan gel agarose kemudian dilakukan PCR dengan menggunakan primer 1 HEL 009, primer 4 INRA 032, dan primer 5 ETH 225 dan dilanjutkan dengan elektroforesis dengan gel poliacrilamide. Hasil elektroforesis gel diperoleh band (pita DNA) yang kemudian akan dianalisis dengan menggunakan GENEPOP ver 3.1d. Hasil penelitian deskripsi fenotip menggambarkan bentuk tubuh, warna tubuh, warna mata, bentuk tanduk dan arah tanduk populasi kerbau lumpur Seulimum, populasi kerbau lumpur Jantho, populasi kerbau lumpur Indrapuri, populasi kerbau lumpur Masjid Raya. Hasil deskripsi genotip, analisis menunjukkan bahwa variasi genotip populasi kerbau lumpur Seulimum lebih tinggi dibandingkan dengan populasi kerbau lumpur Jantho, populasi kerbau lumpur Indrapuri dan populasi kerbau lumpur Masjid Raya. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai informasi polimorfik aleh pada populasi kerbau lumpur Seulimum yaitu 53%, rata-rata nilai informasi polimorfik alel pada populasi kerbau lumpur Jantho yaitu 46%, rata-rata nilai informasi polimorfik alel pada populasi kerbau lumpur Indrapuri yaitu 41% dan rata-rata nilai informasi polimorfik alel pada populasi kerbau lumpur Masjid Raya yaitu 29%. Nilai frekuensi alel ketiga primer pada lokus mikrosatelit untuk populasi kerbau lumpur Seulimum berkisar 0,06-0,65, nilai frekuensi alel ke tiga primer pada lokus mikrosatelit untuk populasi kerbau lumpur Jantho berkisar 0,21-0,63, nilai frekuansi alel ketiga primer pada lokus mikrosatelit untuk populasi kerbau lumpur Indrapuri berkisar 0,30-0,70 dan nilai frekuensi alel ke tiga primer pada lokus mikrosatelit untuk populasi kerbau lumpur Masjid Raya berkisar 0,31-0,87. Setelah diketahui nilai frekuensi alel, maka analisis dilanjutkan dengan pencarian nilai heterozigositas, nilai rata-rata heterozigositas pada populasi kerbau lumpur Seulimum dari tiga primer pada lokus mikrosatelit sebesar 0,415%, nilai rata-rata heterozigositas pada populasi kerbau lumpur Jantho dari ketiga primer pada lokus mikrosatelit sebesar 0,276%, nilai rata-rata heterozigositas pada populasi kerbau lumpur Indrapuri dari ketiga primer pada lokus mikrosatelit sebesar 0,267% sedangkan nilai rata-rata heterozigositas pada populasi kerbau lumpur Masjid Raya dari ketiga primer pada lokus mikrosatelit sebesar 0,291%. Pada kerbau lumpur Seulimum nilai rata-rata heterozigositas lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata heterozigositas pada populasi kerbau lumpur Jantho, populasi kerbau lumpur Indrapuri dan populasi kerbau lumpur Masjid Raya. Hasil penelitian ini dapat diaplikasikan dalam pembelajaran yaitu berupa petunjuk praktikum. Petunjuk praktikum matakuliah Teknik Analisis Biologi Molekuler ini secara umum memuat beberapa konsep yaitu petunjuk umum pelaksanaan praktikum dan sistem penilaian praktikum, pengenalan alat dan beberapa bagian laboratorium Molekuler, peralatan utama di laboratorium molekuler, pengenalan bahan, isolasi DNA Hewan, penghitungan perkiraan konsentrasi DNA, Polymerase Chain Reaction (PCR), deteksi DNA produk PCR melalui elektroforesis, konsep-konsep tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu diharapkan mahasiswa dapat mengikuti dengan baik keseluruhan topik praktikum yang ada, sehingga memiliki penguasaan pengetahuan dan ketrampilan yang utuh terhadap matakuliah TABM dan teknik analisisnya. Secara khusus tujuan dari petunjuk praktikum ini agar mahasiswa menguasai terhadap teknik analisis biologi molekuler yang terdiri dari berbagai macam teknik yang telah ada, salah satu teknik biologi molekuler yang perlu dipelajari oleh mahasiswa berupa teknik mikrosatelit. Petunjuk praktikum yang telah dibuat tersebut dapat dipergunakan oleh dosen dan mahasiswa.

Keefektifan model pembelajaran inkuiri terbuka dan learning cycle dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri 3 Bontang / Imam Solohin

 

Kata kunci: Inkuiri terbuka, learning cycle, hasil belajar, kemampuan berpikir tingkat tinggi Pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru merupakan salah satu faktor yang menyebabkan belum optimalnya kualitas proses dan hasil belajar kimia siswa khususnya pada siswa kelas X di SMA Negeri 3 Bontang. Penerapan model inkuiri terbuka dan model pembelajaran learning cycle 5 fase (LC 5E) diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran kimia siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model inkuiri terbuka dan model pembelajaran LC 5E dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar kimia serta kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada materi larutan elektrolit dan non-elektrolit. Penelitian ini mengunakan desain eksperimen faktorial 2 × 2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 3 Bontang yang berjumlah 132 siswa dengan sampel yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel terdiri atas 66 siswa yang terbagi dalam dua kelompok kelas. Kelompok pertama (33 siswa) dibelajarkan dengan model inkuiri terbuka, kelompok kedua (33 siswa) dibelajarkan dengan model pembelajaran LC 5E. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari instrumen pembelajaran dan instrumen pengukuran.Hasil uji coba instrumen menunjukkan bahwa 20 soal valid dengan reliabilitas 0,88. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif dan analisis statistik uji Anakova pada taraf signifikan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan model inkuiri terbuka dan model pembelajaran LC 5E, mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran, pemahaman konsep dan keterampilan proses serta sikap ilmiah siswa. (2) tidak terdapat perbedaan keefektifan yang signifikan antara model inkuiri terbuka dan LC 5E dalam meningkatkan hasil belajar kimia siswa (3) terdapat perbedaan keefektifan yang signifikan antara model inkuiri terbuka dan LC 5E dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, (4) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal siswa terhadap peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Perbedaan keefektifan pembelajaran terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, ditunjukkan oleh rerata nilai postes jenjang C4-C6. Rerata nilai postes jenjang C4-C6 untuk siswa kelompok tinggi pada kelas inkuiri terbuka adalah 83, lebih tinggi dari rerata nilai yang diperoleh siswa kelompok tinggi pada kelas LC 5E, yaitu 73. Sebaliknya nilai postes jenjang C4-C6 yang diperoleh siswa kelompok rendah pada kelas inkuiri terbuka adalah 47, jauh lebih rendah dibanding rerata nilai yang diperoleh siswa kelompok rendah pada kelas LC 5E, yaitu 62.

Kontribusi motivasi terhadap kinerja guru SD se-kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur (NTB) / Sri Rosdiani

 

Kata kunci: motivasi, kinerja guru Pendidikan Sekolah Dasar (SD) merupakan pendidikan formal yang mempersiapkan peserta didik untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang lebih ke jenjang pendidikan selanjutnya, sehingga tuntutan kinerja yang kreatif dan profesional sangat diperlukan agar tujuan pendidikan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan visi dan misi tujuan pendidikan. Tetapi masih banyak guru kurang mempunyai motivasi dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga pengajar. Di samping itu kurangnya dorongan untuk meningkatkan kinerja juga dapat mempengaruhi kreatifitas dan kualitas kerja. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kinerja, guru memerlukan motivasi kerja yang tinggi. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) seberapa tingkat motivasi guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB)?; (2) seberapa tingkat kinerja guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB) ?; (3) bagaimana kontribusi motivasi terhadap kinerja guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB)? Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui tingkat motivasi guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB); (2) mengetahui tingkat kinerja guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB); (3) mengetahui bagaimana kontribusi motivasi terhadap kinerja guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB). Populasi penelitian ini adalah guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, (NTB) yang berjumlah 348 orang, dengan jumlah sampel 181 orang yang diambil berdasarkan rumus Krecjie, dengan teknik proporsional random sampling. Data yang terkumpul menggunakan instrumen angket dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan regresi sederhana. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa angket untuk mengumpulkan data. Setelah data terkumpul, diolah, dan dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan regresi sederhana sehingga diketahui hasil penelitian yang menyatakan: (1) motivasi guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB) rata-rata termasuk dalam kategori tinggi, hal ini mengartikan bahwa guru memiliki motivasi yang tinggi dalam bekerja. Misalnya: prestasi-prestasi yang diraih oleh guru, gaji yang diperoleh guru, (2) kinerja guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB) rata-rata termasuk dalam kategori sangat tinggi, hal ini menunjukkan bahwa kinerja guru sangat tinggi. Misalnya: selalu menjaga kode etik sebagai guru, mematuhi peraturan yang ada di lembaga, menjalankan proses belajar mengajar dengan baik, dan (3) motivasi memiliki kontribusi terhadap kinerja guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur (NTB), sehingga hal ini berarti bahwa motivasi guru berpengaruh terhadap kinerja guru. Bertitik tolak dari hasil penelitian ini, beberapa saran yang disampaikan adalah: (1) bagi guru-guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB), sebaiknya meningkatkan motivasi kerja agar bisa sangat tinggi dan mempertahankan kinerja yang sudah sangat baik sesuai kompetensi dan kemampuan yang dimiliki; (2) bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk mengadakan penelitian selanjutnya dengan variabel dan subjek yang lebih luas.

Pengaruh pemanfaatan fasilitas belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Mojosari Mojokerto / Arief Rakhman

 

Kata Kunci : Pemanfaatan Fasilitas Belajar, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar Kualitas kehidupan suatu bangsa ditentukan oleh faktor pendidikan masyarakat, perkembangan pendidikan yang dinamis disebabkan adanya tuntutan perkembangan masyarakat, perkembangan IPTEK dan kebutuhan perkembangan kualitas tenaga kerja. Kriteria minimal tentang system pendidikan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang terdiri atas 8 (delapan) standar yaitu ; standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pengayaan, standar penilaian pendidikan. Fasilitas belajar yang lengkap dapat memunculkan motivasi siswa dalam melakukan aktivitas belajar yang pada akhirnya akan menentukan keberhasilan belajar siswa, sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan belajar siswa tidak hanya ditentukan fasilitas belajar ynag lengkap tetapi juga motivasi belajar yang besar dari siswa itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan fasilitas terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 2 Mojosari, untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 2 Mojosari, untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan fasilitas belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa di SMP Negeri 2 Mojosari. Subyek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Mojosari yang berjumlah 202 siswa dan sampelnya sebesar 40 siswa. Penelitian ini menggunakan metode analisis analisis statistik inferensial yaitu regresi ganda atau ubahan untuk mengetahui besarnya pengaruh antara pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang dilakukan secara cross sectional yaitu penelitian yang menekankan waktu pengukuran atau observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali pada satu saat. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari pemanfaatan fasilitas belajar (X1), dan motivasi belajar (X2). Sedangkan variabel terikatnya prestasi belajar siswa kelas VIII (Y) Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Random Sampling. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif, teknik analisis regresi linier berganda. Uji hipotesis yang dipakai menggunakan uji F untuk mengetahui pengaruh simultan, uji t untuk mengetahui pengaruh parsial. Pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Mojosari adalah baik dan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Mojosari. motivasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Mojosari adalah baik dan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Mojosari. Pemanfaatan fasilitas belajar yang tinggi dan motivasi belajar yang tinggi pula untuk mendukung proses belajar siswa sehingga dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Mojosari. Dari pembahasan di atas dapat dikatakan bahwa pemanfaatan fasilitas belajar dan motivasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Mojosari adalah baik dan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Mojosari. Kepada pihak agar selalu memperbaiki serta meningkatkan fasilitas sekolah yang ada terutama fasilitas yang mendukung prose pembelajaran siswa seperti keadaan penataan ruang kelas, keadaan taman sekolah, media pembelajaran, laboratorium serta fasilitas-fasilitas yang lain karena secara tidak langsung fasilitas sekolah yang ada berpengaruh terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar siswa kedepannya. Kepada para siswa untuk selalu menggunakan atau memanfaatkan fasilitas sekolah yang sudah tersedia dengan semaksimal mungkin dan juga berani membuka diri terhadap guru agar komunikasi dalam pembelajaran menjadi lebih baik dan nyaman.

Identifikasi kesalahan konsep pada materi laju reaksi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pagak dan perbaikannya menggunakan strategi konflik kognitif / Dhamas Mega Amarlita

 

Kata kunci : kesalahan konsep, laju reaksi, strategi konflik kognitif Ilmu kimia mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi karena konsep-konsep dalam kimia bersifat abstrak, merupakan penyederhanaan dari keadaan sebenarnya, dan sifatnya berurutan. Salah satu materi kimia yang diajarkan di SMA adalah laju reaksi. Kesulitan dalam memahami konsep-konsep dalam materi laju reaksi dapat menyebabkan terjadinya kesalahan pemahaman. Pemahaman salah yang terjadi secara konsisten disebut dengan kesalahan konsep (misconseption). Salah satu upaya untuk memperbaiki kesalahan konsep adalah dengan menggunakan strategi konflik kognitif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengidentifikasi dan memaparkan jenis-jenis kesalahan konsep materi laju reaksi yang terjadi pada siswa kelas XI IPA, (2) mengidentifikasi dan memaparkan sumber-sumber penyebab kesalahan konsep materi laju reaksi yang terjadi pada siswa kelas XI IPA; (3) mengidentifikasi keefektifan strategi konflik kognitif dalam memperbaiki kesalahan konsep materi laju reaksi yang terjadi pada siswa kelas XI IPA, dan (4) mengidentifikasi adanya persistensi kesalahan konsep materi laju reaksi yang terjadi pada siswa kelas XI IPA. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan pra eksperimen. Rancangan deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi kesalahan konsep, sumber penyebab terjadinya kesalahan konsep, dan persistensi kesalahan konsep. Rancangan penelitian pra eksperimen digunakan untuk mengetahui keefektifan strategi konflik kognitif dalam memperbaiki kesalahan konsep siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pagak tahun pelajaran 2009/2010 yang terdiri dari 27 siswa. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban dan tes wawancara. Tes pilihan ganda memiliki validitas isi sebesar 95,7 % dan koefisien reliabilitas tes, dihitung dengan menggunakan korelasi product moment, sebesar 0,97. Urutan langkah-langkah dalam penelitian adalah: (1) pre tes dilanjutkan dengan wawancara, (2) pembelajaran strategi konflik kognitif, (3) pos tes dan wawancara, (4) tes persistensi yang dilakukan setelah selang waktu dua minggu. Data yang diperoleh analisis dengan menggunakan paired sample t-test dan analisis deskriptif. Kesalahan konsep ditetapkan berdasarkan jawaban salah siswa pada saat tes tulis dan wawancara. Persistensi kesalahan konsep siswa dianalisis berdasarkan siswa yang mengalami kesalahan konsep secara konsisten, yaitu mengalami kesalahan konsep pada saat pre tes, pos tes dan tes persistensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) jenis kesalahan konsep siswa pada materi laju reaksi diantanya adalah (a) dengan bertambahnya waktu reaksi jumlah reaktan semakin berkurang tetapi laju reaksi semakin meningkat (81,5%), (b) Pada reaksi A + B  C, jika pereaksi B berlebih maka pada akhir reaksi pereaksi B akan mendekati nol atau akan habis (63%); (c) laju reaksi rata-rata merupakan perbandingan antara perbedaan konsentrasi produk pada saat awal dan akhir reaksi dengan waktu reaksi (96,3%); (d) orde reaksi ditentukan oleh semua reaktan beserta koefisien reaksinya (66,7%); (e) tumbukan dengan orientasi yang tepat hanya terjadi antara atom-atom yang sama (100%); (f) laju reaksi meningkat dengan bertambahnya ukuran pereaksi (66,7%); (g) kenaikan suhu akan meningkatkan energi aktivasi dan laju reaksi (77,8%); dan (h) katalis dapat meningkatkan energi aktivasi dan meningkatkan laju reaksi (63%). (2) Kemungkinan sumber kesalahan konsep pada siswa adalah kurang lengkapnya penjelasan tentang materi laju reaksi pada buku pelajaran kimia siswa dan tidak akuratnya pemahaman guru tentang materi tersebut; (3) strategi konflik kognitif adalah efektif dalam memperbaiki kesalahan konsep siswa pada materi laju reaksi. (4) Setelah dua minggu, persistensi kesalahan konsep terjadi pada 14,8 % siswa, dan termasuk dalam kategori sangat rendah.

Pengembangan model pembelajaran metode karya wisata di TK Dharma Wanita VII Malang / Riska Ayu Widya Murdhani

 

Kata Kunci Pengembangan, Model, Pembelajaran, Pendekatan, Karya Wisata di Taman Kanak-kanak Taman Kanak-kanak adalah salah satu bentuk pendidikan anak usia dini yang bertujuan untuk mengembangkan kepribadian dan potensi diri sesuai dengan tahap pertumbuhan dan pengembangan anak usia 4-6 tahun. Mengingat sebagaian besar anak TK memiliki karakteristik yang suka bergerak, mudah beralih perhatian, cepat bosan dan suka dengan hal-hal yang baru. Dari pemikiran tersebut, maka penulis memilih sebuah kegiatanpembelajaran yang dapat merangsang minat belajar anak-anak, yaitu pembelajaran di luar kelas (field trip) atau yang dikenal dengan karya wisata atau wisata bermain. Tujuan pengembangan model pembelajaran adalah untuk mendeskripsikan tingkat validitas model pembelajaran. Selain itu, anak dapat belajar untuk mengenal lingkungannya dan memberikan pengalaman nyata untuk memahami penerapan konsep-konsep sains dalam kehidupan nyata dan melihat langsung proses pembuatan suatu makanan atau minuman. Selain itu, model pembelajaran ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa angket untuk validasi oleh Ahli Pembelajaran dan Ahli Materi yang masing-masing berisi 10 pertanyaan. Untuk pengguna yang berisi guru kelas berisi 10 pertanyan. Dari data yang dianalisis untuk dicari tingkat validasinya, maka angket-angket ini dimaksudkan untuk dapat mengetahui tingkat validasinya dari masing-masing validator. Metode yang digunakan ini adalah metode simulasi yaitu suatu cara yang bersifat pura-pura atau berbuat seolah-olah. Pengembangan Model Pembelajaran Pendekatan Karya Wisata ini menurut Ahli Pengembangan dinyatakan valid dengan hasil yaitu 77,5%, menurut Ahli Materi dinyatakan valid dengan hasil 75%, menurut pengguna dinyatakan valid dengan hasil 78%. Model Pembelajaran Karya Wisata ini diperuntukkan bagi anak usia 5-6 tahun. Tingkat validitasnya menurut Ahli PEmbelajaran dinyatakan valid dengan revisi, dengan hasil 77,5%, menurut ahli materi dinyatakan valid dengan revisi, dengan hasil 75%,menurut pengguna juga dinyatakan valid dengan revisi, dengan hasil 78%. Menurut Ahli Pembelajaran tingkat efektifitas dan efisiensian Pembelajaran Karya Wisata ini sudah cukup efektif dan cukup efisien. Fungsi dari Pembelajaran ini untuk melatih anak agar dapat mengenal alam sekitar. Dalam pelaksanaan pembelajran untuk guru diharapkan bisa mengembangkan pembelajaran ini menjadi suatu kegiatan yang dilaksanakan setiap semester dengan setiap tema. Sebelum melaksanakan kegitan ini, sebaiknya guru terlebih dahulu mengadakan survei terhadap lokasi karya wiasata. Untuk kepala sekolah diharapkan motivasi dan dukungan guru yang ingin melaksanakan pembelajaran yang baru terhadap anak.

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi luas pengungkapan sosial pada perusahaan publik di Indonesia (studi kasus pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2007-2008) / Maya Wijayanti

 

Kata kunci: luas pengungkapan sosial, umur perusahaan, kepemilikan saham publik, ukuran dewan komisari, profitabilitas, tingkat leverage, ukuran perusahaan. Perusahaan dalam masyarakat memiliki dampak yang negatif dan positif. Perusahaan bisa berdampak menyebabkan polusi, kerusakan lingkungan, dari operasi yang dilakukan perusahaan setiap harinya, selain itu perusahaan juga menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk memenuhhi kebutuhan hidup. Dalam penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan sosial yang dilakukan oleh perusahaan. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji pengaruh dari umur perusahaan, ukuran dewan komisaris, kepemilikan saham publik, profitabilitas, tingkat leverage dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan sosial. Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2007-2008. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji regresi berganda. Uji yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 193, sampelnya berjumlah 32. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa kepemilikan saham publik, ukuran dewan komisaris dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap luas pengungkapan sosial. Sedangkan umur perusahaan, profitabilitas dan tingkat leverage tidak berpengaruh terhadap luas pengungkapan sosial. Secara simultan umur perusahaan, kepemilikam saham public, ukuran dewan komisaris, profitabilitas, tingkat leverage dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap luas pengungkapan sosial. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk penelitian selanjutnya yaitu penambahan periode penelitian, penambahan variabel penelitian dan objek penelitian misalnya semua perusahaan yang terdaftar di BEI.

Pengaruh pemberian kredit modal kerja, kondisi internal usaha dan tingkat penggunaan teknologi terhadap kinerja UMKM Kota Malang / Teara Ridho Resky

 

Kata kunci: Kredit Modal Kerja, Kondisi Internal Usaha, Tingkat Penggunaan Teknologi, Produktivitas dan Pemasaran. Setiap daerah di Indonesia memiliki potensi sektor unggulan untuk pengembangan ekonomi daerah. Perwujudan nyata dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pendapatan daerah ialah dengan pelaksanaan ekonomi kerakyatan. Salah satu bentuk ekonomi kerakyatan yakni dengan menempatkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai dasar kehidupan ekonomi. Namun dalam perkembangannya, UMKM belum menjalankan fungsi dan peranannya dalam memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi sehingga masih kalah dibandingkan sektor lain. Upaya yang dapat ditempuh untuk menjaga konsistensi kinerja UMKM ialah melalui bantuan dari pemerintah berupa pemberian kredit modal kerja, pengelolaan sumber daya manusia dalam lingkup internal perusahaan dan pemanfaatan teknologi untuk mendorong produktivitas. Jenis dari penelitian ini adalah deskriptif explanatory. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: pengaruh pemberian kredit modal kerja, kondisi internal usaha dan tingkat penggunaan teknologi baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja UMKM, serta untuk mengetahui variabel yang dominan mempengaruhi kinerja UMKM Kota Malang. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari pemberian kredit modal kerja (X1), kondisi internal usaha (X2) dan tingkat penggunaan teknologi (X3), dan variabel terikatnya adalah kinerja UMKM (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UMKM Kota Malang yang berjumlah 146 yang didapat dari hasil publikasi BPS Kota Malang. Penentuan sampel menggunakan rumus infinite population dengan menggunakan  = 10%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 50 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan multy stage sampling. Tahapan pertama adalah proportional sampling untuk menentukan jumlah sampel yang diambil dari masing-masing kecamatan di Kota Malang yang akan di teliti. Tahap terakhir adalah accidental sampling untuk menyebarkan kuesioner kepada responden. Kuesioner dalam penelitian ini termasuk dalam kuesioner tertutup menggunakan skala Likert 5 pilihan jawaban. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Untuk menguji kelayakan instrumen dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan sampel uji coba berjumlah 30 responden. Proses pengolahan data menggunakan software SPSS 17 for Windows. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara pemberian kredit modal kerja (X1), kondisi internal usaha(X2) dan tingkat penggunaan teknologi (X3) secara parsial terhadap kinerja UMKM (Y) dengan nilai 1 = 0,370 dan sig t = 0.000; 2 = 0,697 dan sig t = 0.000; 3 = 0,392 dan sig t = 0.000. Terdapat pengaruh antara pemberian kredit modal kerja (X1), kondisi internal usaha(X2) dan tingkat penggunaan teknologi (X3) secara simultan terhadap kinerja UMKM (Y) dengan nilai Fhitung sebesar 101,593 dengan tingkat signifikansi 0.000. Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja UMKM adalah kondisi internal usaha dengan nilai sumbangan efektif sebesar 49,5 %. Selain itu, diketahui pula bahwa Adjusted R square memiliki nilai sebesar 0,860, ini berarti bahwa variabel pemberian kredit modal kerja, kondisi internal usaha dan tingkat penggunaan teknologi secara bersama-sama mempengaruhi kinerja UMKM sebesar 86,0%, sedangkan sisanya sebesar 14,0% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini misalnya perilaku konsumen. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara parsial terdapat pengaruh antara variabel pemberian kredit modal kerja terhadap kinerja UMKM, variabel kondisi internal usaha terhadap kinerja UMKM dan tingkat penggunaan teknologi terhadap kinerja UMKM. Sedangkan secara simultan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan pemberian kredit modal, kondisi internal usaha dan tingkat penggunaan teknologi terhadap kinerja UMKM. Sedangkan variabel yang paling dominan mempengaruhi kinerja UMKM adalah kondisi internal usaha. Saran dalam penelitian ini adalah: (1) pihak UMKM diharapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal dan melakukan perencanaan melalui pengelolaan keuangan perusahaan; (2) pihak UMKM diharapkan mampu menjaga kondisi internal usaha yang baik melalui pengelolaan sistem manajemen yang lebih professional, dan perlunya pelatihan ketrampilan pekerja guna meningkatkan kompetensi pekerja sehingga bisa memaksimalkan hasil; (3) Diharapkan, pihak UMKM dalam menerapan teknologi atau penggunaan peralatan produksi memperhatikan efektivitas penggunaan dimana teknologi yang diadopsi harus tepat guna, dan memiliki kesesuaian atau kecocokan dengan target penggunaan; (4) Untuk meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan, disarankan perusahaan atau UMKM melakukan pengelolaan sumber daya manusia melalui pendidikan, ketrampilan sehingga pekerja memiliki kompetensi untuk bersaing yang bisa mendorong produktivitas. Hal ini sangat diperlukan karena kondisi internal usaha memiliki kontribusi paling besar dalam mempengaruhi kinerja UMKM, selain itu sumber daya manusia merupakan pelaku utama untuk menjalankan kegiatan usaha (human capitall); (5) Perlu adanya upaya-upaya dari lembaga keuangan atau bank untuk membina UMKM melalui pembinaan pengelolaan keuangan perusahaan/UMKM.

Pengaruh faktor psikologis terhadap keputusan pembelian laptop Axioo (Studi pada mahasiswa TEknik Universitas Negeri Malang) / Okvianita Ekawati

 

Kata kunci : Faktor Psikologis, Perilaku Konsumen, Proses Pengambilan Keputusan Berbicara tentang perekonomian baru sudah merupakan mode sekarang ini. Kita mendengar bahwa pelaku bisnis beroperasi dalam perekonomian global; yakni segala sesuatu yang bergerak dalam hitungan detik; pasar kita diwarnai oleh persaingan yang luar biasa hebat; teknologi yang perkembangannya susah ditebak telah menantang setiap pelaku bisnis; dan dunia bisnis harus menyesuaikan diri dengan konsumen yang lebih mampu memegang peran. Untuk dapat mengenal, menciptakan dan mempertahankan pelanggan, maka studi tentang prilaku konsumen sebagai perwujudan dari aktivitas jiwa manusia sangatlah penting. Perilaku konsumen memberikan wawasan dan pengetahuan tentang apa yang menjadi kebutuhan dasar konsumen, mengapa mereka membeli, dimana mereka membeli, kualitas yang mereka pilih, siapa yang berperan dalam pembelian suatu barang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah kondisi faktor pskologis konsumen produk Laptop Axioo (2) Bagaimanakah kondisi pengambilan keputusan pembelian konsumen Laptop Axioo (3) Adakah pengaruh parsial faktor psikologis terhadap pengambilan keputusan konsumen dalam melakukan pembelian (4) Adakah pengaruh simultan faktor psikologis terhadap pengambilan keputusan konsumen dalam melakukan pembelian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa teknik Universitas Negeri Malang yang melakukan pembelian produk Laptop Axioo yaitu sebanyak 97 mahasiswa. Skala yang digunakan adalah Skala Likert dengan 5 (lima) pilihan jawaban. Uji validitas dan uji reliabilitas digunakan untuk menguji kelayakan instrumen. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Sedangkan untuk menguji kelayakan regresi dilakukan uji asumsi klasik dan hasil dari analisis data responden diolah menggunakan SPSS 13,0 For Windows. Dari hasil perhitungan analisis regresi linier berganda yang telah dilakukan menunjukkan pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent adalah besar, hal tersebut dapat dilihat pada nilai Adjusted R Square yaitu sebesar 0,659. Dengan demikian berarti bahwa pengaruh motivasi, persepsi, pembelajaran dan keyakinan dan sikap terhadap keputusan pembelian konsumen Laptop Axioo yaitu sebesar 65,9% sedangkan sisanya sebesar 34,1% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis uji F dengan menggunakan df1 = 4 dan Df2 = 92 dengan signifikansi 0,000, sehingga dapat diketahui bahwa tingkat signifikansi lebih kecil dari . Sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi, persepsi, pembelajaran dan keyakinan dan sikap secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen Laptop Axioo. Sedangkan dari hasil uji t dengan analisis regresi secara parsial maka didapatkan hasil variabel pembelajaran mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian konsumen Laptop Axioo. Saran yang dapat diberikan peneliti kepada perusahaan antara lain adalah: (1) Perusahaan diharapkan untuk dapat mempengaruhi motivasi para konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian produk Laptop Axioo. Langkah nyata yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan jaminan atas kualitas produk yang ditawarkan sehingga dapat memberikan jaminan atas kualitas dengan harga yang terjangkau. (2) Diharapkan perusahaan secara maksimal untuk berusaha mempengaruhi persepsi para konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian produk Laptop Axioo. Adapun yang dapat dilakukan oleh perusahaan yaitu dengan mempengaruhi persepsi para konsumen dalam melakukan pembelian produk Laptop Axioo atas manfaat yang ditawarkan melalui keunggulan produk yang ditawarkan. (3) Diharapkan perusahaan mampu menyakinkan para konsumen bahwa produk laptop yang ditawarkan mampu memberikan jaminan kepuasan konsumen serta memiliki layanan purna jual yang jelas sehingga terdapat jaminan yang jelas atas produk yang ditawarkan baik terutama ketersediaan sparepart apabila terjadi kerusakan. Saran bagi peneliti berikutnya diharapkan untuk meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen dalam melakukan pembelian produk Laptop Axioo yaitu mengenai faktor sosial, budaya dan kepribadian atau dengan menggunakan metode analisis data yang berbeda sehingga memungkinkan dapat menghasilkan pengembangan dari penelitian ini.

Hubungan antara kematangan emosi dengan harga diri wanita pelaku pernikahan siri di desa Srambah Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan / Yuniarti Habsari Ningsih

 

Kata Kunci: kematangan emosi, harga diri, pernikahan siri. Pernikahan siri merupakan pernikahan yang dilakukan berdasarkan aturan agama dan adat istiadat serta tidak dicatatkan di kantor pegawai pencatat nikah (KUA bagi yang beragama islam, kantor catatan sipil bagi non muslim). Dalam sebuah pernikahan terdapat gejolak psikologis yang terjadi didalam diri wanita seperti emosi dan harga diri. Kematangan emosi dan harga diri yang sehat sangat diperlukan untuk kokohnya sebuah rumah tangga setelah pernikahan dilakukan. Kematangan emosi seseorang ditandai oleh suatu sikap yang tenang dalam usaha menyelesaikan masalah maupun mengekspresikan perasaannya dan memiliki kontrol diri dalam emosinya serta lebih mempertimbangkan aspek logis dari pada emosinya dalam menghadapi suatu permasalahan. Sedangkan harga diri adalah penilaian individu yang ditunjukkan dalam sikapnya yang mempercayai bahwa dirinya yaitu merasa memiliki kebajikan, kompetensi, kekuatan, dan signifikansi. Tujuan dari penelitian yaitu untuk menguji hubungan antara kematangan emosi dengan harga diri wanita pelaku pernikahan siri di Desa Srambah Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan penelitian populasi. Pengumpulan data menggunakan skala kematangan emosi dan harga diri dengan analisis deskripsi dan korelasional menggunakan produck moment dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cukup banyak wanita yang memiliki kematangan emosi dengan jumlah 16 wanita. Selain itu diperoleh juga data bahwa cukup banyak wanita pelaku pernikahan siri yang memiliki harga diri tinggi yaitu 15 wanita. Hal tersebut menunjukkan adanya hubungan positif antara kematangan emosi dengan harga diri wanita pelaku pernikahan siri, sehingga semakin tinggi kematangan emosi maka semakin tinggi harga diri. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan kajian selanjutnya untuk kepentingan bimbingan konseling khususnya untuk bimbingan preventif terhadap konseli melalui kerjasama dengan berbagai pihak terkait misalnya orang tua dan masyarakat. Selain itu dapat digunakan untuk konseling keluarga sehingga rumah tangga bisa menjadi kokoh dan bahagia karena keluarga merupakan tempat pertama yang dapat memberikan warna pada anak.

Pengaruh kedisiplinan pembina terhadap tingkat rasa percaya diri remaja di Panti Asuhan Muhammadiyah Kota Malang / Septi Prastika Sari

 

Kata kunci: Kedisiplinan pembina, Rasa percaya diri Panti Asuhan merupakan sebuah lembaga pendidikan dan pengajaran kepada anak didik yang didasarkan atas ajaran Islam dengan tujuan ibadah untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Oleh karena itu pola kedisiplinan oleh pembina di panti asuhan sangat menarik untuk diteliti. Karena di dalam perkembangan rasa percaya diri anak, ada berbagai persoalan yang menyangkut pemenuhan hak anak melalui 3 konsep pengasuhan pembina yaitu pengajaran, pengganjaran (penghargaan dan hukuman) serta pembujukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedisiplinan pembina terhadap tingkat rasa percaya diri pada remaja anak asuh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, khususnya menyangkut kepercayaan diri remaja dan diharapkan dapat dipergunakan bagi para pembina untuk meningkatkan rasa pecaya diri pada remaja kususnya para pembina di Panti Asuhan. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Kota Malang dan Panti Asuhan Putri Aisyiyah Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja berjumlah 60 orang, tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner, wawancara terstuktur dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik analisa yang digunakan tehnik analisa product moment pearson, analisis regresi linier sederhana serta dilakukan pengujian dengan uji-t untuk mengetahui hubungan antara dua variabel kedisiplinan pembina dan tingkat rasa percaya diri remaja. Dalam penelitian ini telah diperoleh hasil dengan taraf signifikansi 95% sehingga hasil yang diperoleh yaitu 0,874 > 0,254 dan terbukti terdapat hubungan yang signifikan antara kedisiplinan pembina dan rasa percaya diri. Selanjutnya yaitu melakukan analisis regresi linier sederhanadengan signifikansi 95% sehingga 13.728 > 2000 dan kedisiplinan pembina berpengaruh terhadap rasa percaya diri remaja. Hasil dari penelitian ini menunjukan (1) Upaya yang dilakukan para pembina dalam menumbuhkan rasa percaya diri pada remaja anak asuh antara lain: memberikan kebebasan, memberikan nasehat dan pengarahan, melibatkan remaja dalam berbagai kegiatan, memberikan pendidikan baik formal atau non formal, pembinaan keterampilan, melatih kemandirian, menerapkan disiplin yang konsisten, memberikan penghargaan atas prestasi, pembinaan dengan hukuman, dan Pendidikan dan pembinaan keagamaan. (2)Upaya yang dilakukan pembina sudah sesuai dengan teori-teori tentang cara menumbuhkan rasa percaya diri. (3) Hasil dari usaha-usaha pembina dalam menumbuhkan rasa percaya diri pada remaja anak asuh di PA Kota Malang membuahkan hasil yang positif. Hal ini terlihat dari prilaku remaja yang menunjukan adanya rasa percaya diri serta banyaknya remaja yang berprestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik (4) Kegiatan pembinaan disiplin merupakan program dari pendidikan luar sekolah dan penyelenggaraan kegiatan ini adalaha sebuah lembaga Panti Asuhan maka dari itu hendaknya jurusuan terus lebih banyak melakukan kerjasama dengan instansi lembaga lain sehingga berbagai penyelenggaraan kegiatan pendidikan luar sekolah tersebut dapat di ampu oleh jurusan.

Pengembangan bentuk latihan medium shooting pada Tim ekstrakurikuler bolabasket putra di SLTP Negeri 1 Kepanjen / Zaky Farid Fanany

 

Kata kunci: pengembangan, bentuk latihan medium shooting. Shooting adalah teknik dasar yang sangat penting dalam permainan bolabasket. Dengan shooting kita dapat memasukkan bola ke dalam ring dan membuat poin. Agar siswa dapat melakukan teknik dasar medium shooting), Siswa membutuhkan suatu bentuk latihan yang mudah dimengerti dan mudah dilakukan oleh siswa. Dengan bentuk yang mudah dimengerti dan mudah dilakukan, maka diharapkan siswa dapat lebih cepat dan bisa melakukan teknik dasar medium shooting dengan baik dan benar. Tujuan dari penelitian pengembangan bentuk latihan medium shooting ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dengan latihan yang lebih baik dan mudah dilakukan siswa. Prosedur pengembangan bentuk latihan medium melalui tahap-tahap sebagai berikut: 1.Analisis Kebutuhan 2. Pembuatan Produk Awal 3. Revisi Produk Awal 4.Uji Coba Produk 5.Revisi Produk Uji Coba 6.Uji Coba Lapangan 7.Revisi Produk Akhir 8. Hasil Akhir. Lokasi penelitian dilakukan di SLTP Negeri 1 Kepanjen. Sasaran pebelajar adalah siswa ekstrakurikuler bolabasket putra SLTP Negeri 1 Kepanjen. Subyek uji coba terdiri dari 1) tinjauan ahli, terdiri dari 3 orang ahli yaitu 2 ahli pengembangan dan 1 ahli kepelatihan bolabasket, 2) uji kelompok kecil adalah menggunakan 12 siswa ekstrakurikuler bolabasket SLTP Negeri 1 Kepanjen, 3) uji lapangan yang terdiri dari 20 siswa ekstrakurikuler bolabasket SLTP Negeri 1 Kepanjen. Dari pengembangan dan prosedur yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil pengembangan bentuk latihan medium shooting pada tim ekstrakurikuler bolabasket putra di SLTP Negeri 1 Kepanjen.. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk diujicobakan pada sekolah-sekolah atau klub-klub bolabasket yang lebih banyak sehingga dapat diketahui keefektivitasan produk. Penelitian ini hanya sebatas suatu bentuk latihan, jadi lebih baiknya apabila ada suatu pengembangan VCD untuk memperjelas produk ini.

Penerapan strategi pembelajaran kooperatif gistad (Group Investigation-student team achievement division) untuk meningkatkan kerja ilmiah dan prestasi belajar biologi siswa kelas VII-A SMP Negeri satu atap Merjosari Malang / Yulia Eka Yanti

 

Kata kunci: Strategi Pembelajaran GISTAD (Group Investigation- Student Team Achievement Division), kerja ilmiah, prestasi belajar Berdasarkan hasil observasi di kelas VII-A SMP Negeri Satu Atap Merjosari-Malang menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa rendah dengan ratarata nilai yang dicapai siswa yaitu antara 60-70, siswa yang memiliki nilai ≥70 sebesar 56%. Kesulitan yang dihadapi oleh guru adalah interval yang berbeda jauh antara siswa yang berkemampuan tinggi dan yang berkemampuan rendah, antusiasme siswa terhadap materi yang diajarkan kurang, siswa tidak bisa mandiri dalam mengerjakan tugas, minat baca dan ketertarikan terhadap biologi kurang. Siswa belum pernah mengaplikasikan teori kerja ilmiah. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu diterapkan strategi pembelajaran kooperatif GISTAD (Group Investigation - Student Team Achievement Division) untuk meningkatkan kerja ilmiah dan prestasi belajar Biologi siswa kelas VII-A SMP Negeri Satu Atap Merjosari-Malang. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada setiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII-A semester genap tahun ajaran 2009-2010 SMP Negeri Satu Atap Merjosari-Malang yang berjumlah 35 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2010. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi kegiatan guru, lembar observasi keterampilan kerja ilmiah siswa, dan soal tes. Aspek keterampilan kerja ilmiah siswa dilihat dari hasil observasi keterampilan kerja ilmiah siswa, sedangkan prestasi belajar diperoleh dari hasil tes akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketercapaian kerja ilmiah siswa cenderung mengalami peningkatan dari 68% pada siklus I menjadi 89% pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar biologi siswa juga cenderung mengalami peningkatan dari 60% pada siklus I menjadi 91,4% pada siklus II. Rerata prestasi belajar biologi siswa juga mengalami peningkatan dari 72,6 pada siklus I menjadi 77 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat dikatakan bahwa penerapan strategi pembelajaran kooperatif GISTAD dapat meningkatkan kerja ilmiah dan prestasi belajar siswa kelas VII-A SMP Negeri Satu Atap Merjosari-Malang. Disarankan hendaknya peneliti memperhatikan alokasi waktu yang digunakan sehingga pelaksanaan pembelajaran berlangsung secara efisien. Penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi guru bidang studi ataupun peneliti yang lain untuk menerapkan strategi tersebut.

Pola asuh pada keluarga terpidana kasus peledakan bom Bali I / Rosyidamayani Twinsari Maningtyas

 

Kata kunci: pola asuh Keluarga merupakan sarana sosialisasi yang pertama dan utama bagi individu. Pola asuhan orang tua umumnya akan memberikan pengaruh kepada anak baik terhadap perilakunya maupun cara pandangnya terhadap dunia. Keluarga Bapak Nurhasyim, merupakan keluarga yang cukup unik karena darinya lahir tiga orang yang menjadi tokoh peledakan Bom Bali 2002 lalu. Mereka adalah Ali Gufron, Amrozi, dan Ali Imron. Perilaku peledakan bom yang dilakukan ketiganya tidak ditujukan untuk sekedar iseng, melainkan memiliki alasan ideologis yang mendasarinya. Tujuan penelitian adalah: a) mengetahui bagaimana pola asuh atau pola perilaku orang tua dari ketiga tokoh peledakan bom bali tersebut; b) mengetahui adakah keterkaitan antara pola perilaku orang tua dengan terbentuknya perilaku peledakan bom; c) aspek yang mempengaruhi terjadinya perilaku peledakan bom oleh ketiga tokoh tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode penelitian kualitatif jenis deskriptif studi kasus. Teknik pengumpulan informasi adalah wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan model Milles dan Huberman dengan langkah analisis reduksi, penyajian data, dan verifikasi. Hasil dari penelitian skripsi: a) orang tua dari ketiga tokoh peledakan bom bali menerapkan pola perilaku orang tua yang harmonis; b) pola perilaku orang tua memberikan pengaruh yang sifatnya kontradiktif terhadap terjadinya perilaku peledakan oleh ketiganya; c) terjadinya perilaku peledakan bom bali dimotori oleh adanya pengaruh kelompok sosial yang lebih kuat dibanding pengaruh keluarga; d) kuatnya pengaruh kelompok disebabkan oleh adanya sugesti yang diberikan kelompok kepada yang bersangkutan. Berdasarkan penelitian ini, peneliti menyarankan agar: a) Hendaknya orang tua senantiasa menjaga kualitas komunikasi dengan anak disamping menerapkan kontrol yang jelas sehingga orang tua dapat memantau perkembangan anak, mengingat tidak semua kelompok sosial memiliki ideologi yang adaptif; b) Penelitian ini masih hanya membahas latar belakang dari tiga tokoh kasus peledakan Bom Bali I, sehingga belum sampai pada motif ataupun penyebab utama dilakukannya tindakan tersebut. Oleh karena itu penulis memberikan kesempatan yang seluas- luasnya kepada siapa pun yang ingin meneliti lebih lanjut tentang topik ini.

Zona sebaran populasi wereng hijau empoasca sp. (Homoptera:cicadellidae) pada tanaman teh (Camellia sinensis L.O.K.) di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang / Eka Corneliyawati

 

Kata kunci: zona sebaran, Empoasca sp., faktor abiotik Sebaran/distribusi adalah sebuah gerakan individu-individu atau anakanaknyakedalam atau keluar populasi. Zona sebaran merupakan area sebaran Empoasca sp. yang ditentukan berdasarkan kepadatan relatif populasi disetiap area petak klon teh dengan zona yang tersusun secara radial dan jarak antar lingkaran adalah 10 meter. Empoasca sp. merupakan hama utama pada tanaman teh. Untuk itu, perlu ada kajian tentang sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada tanaman teh yang diharapkan dapat memberikan tambahan informasi untuk pertimbangan pengendalian biologis yang bersifat alami dengan membiarkan musuhmusuh alami (predator) tetap hidup. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sebaran kepadatan relatif populasi wereng hijau (Empoasca sp.) antar klon, zona, dan waktu pada tanaman teh (Camellia sinensis L.O.K) di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang, (2) mengetahui faktor abiotik yang paling menentukan sebaran kepadatan relatif populasi Empoasca sp. pada setiap klon, zona, dan waktu yang berbeda di area kebun teh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Mei 2010 di kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang. Penentuan zona dan titik cuplikan dengan cara membuat zona yang sesuai dengan garis transek yang dimulai dari titik pusat sampai tepi area yang ditentukan secara sistemik. Indikator pengamatan sebaran kepadatan relatif populasi Empoasca sp. dilakukan dengan pengamatan jumlah kepadatan relatif populasi imago Empoasca sp. secara langsung pada setiap perdu tanaman teh. Faktor abiotik yang diukur meliputi kecepatan angin, kelembaban udara, suhu, dan intensitas cahaya. Untuk mengetahui faktor abiotik yang mempengaruhi sebaran kepadatan relatif populasi Empoasca sp. antar klon, zona, dan waktu pada tanaman teh dilakukan dengan analisis regresi ganda bertahap (Stepwise-backward multiple regression) dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) antara klon TRI 2024, TRI 2025, dan Assamica nilai persentase tertinggi dapat dijumpai pada klon TRI 2024 sebesar 20%. Sedangkan untuk pengamatan kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) antar zona A, B, C dalam setiap petak klon TRI 2024, TRI 2025, dan Assamica nilai persentase tertinggi dapat dijumpai pada zona A dengan persentase sebesar 20% untuk klon TRI 2024, sedangkan klon TRI 2025 dengan persentase sebesar 17.647% dan Assamica sebesar 18.333%. Untuk pengamatan kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) antar waktu pagi, siang, dan sore hari di area kebun teh Wonosari ii didapatkan hasil nilai persentase kepadatan relatif populasi Empoasca sp. yang tertinggi dapat dijumpai pada siang hari sebesar 43.333% pada klon Assamica. Hasil uji statistik dengan analisis regresi ganda bertahap (Stepwise-backward multiple regression) dengan program SPSS terhadap faktor abiotik menunjukkan bahwa faktor abiotik berpengaruh secara signifikan dimana pengaruh faktor lingkungan tersebut secara simultan terhadap sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada setiap klon, zona, dan waktu pada tanaman teh di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang. Sedangkan sumbangan faktor abiotik yang paling menentukan terhadap sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada klon TRI 2024 adalah kecepatan angin (R2 total = 7,4% dan r2 parsial= 0,3776%), untuk klon TRI 2025 adalah kecepatan angin (R2 total = 4,9% dan r2 parsial = 0,4301%), sedangkan untuk klon Assamica adalah kelembaban udara (R2 total = 3,7% dan r2 parsial = 0,1239%). Sedangkan sumbangan faktor abiotik terhadap sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada zona A adalah kelembaban udara (R2 total = 5,6% dan r2 parsial = 0,3198%), zona B adalah intensitas cahaya (R2 total = 3,1% dan r2 parsial = 0,1363%), dan pada zona C adalah kecepatan angin (R2 total = 5,0% dan r2 parsial = 0,2553%). Sumbangan faktor abiotik terhadap kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada pagi hari adalah intensitas cahaya (R2 total = 6,9% dan r2 parsial = 0,2913%), pada siang hari adalah intensitas cahaya (R2 total = 2,9% dan r2 parsial = 0,2412%), dan pada sore hari adalah intensitas cahaya (R2 total = 6,0% dan r2 parsial = 0,3937%).

Kajian indeks lalat sebagai vektor penyakit amoebiasis di kalangan masyarakat Kecamatan Sukun Kota Malang / Dwi Ayu Dahliana

 

Kata kunci: Indeks Lalat, Vektor Penyakit Amoebiasis, Masyarakat Kecamatan Sukun Kota Malang Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti pada bulan November 2009, di Puskesmas Ciptomulyo terdapat kasus penyakit amoebiasis tiap bulan sepanjang tahun 2009 yang mencakup usia balita hingga manula. Penyebaran penyakit tersebut dapat disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat, kebiasaan masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan, maupun vektor pembawa penyakit seperti lalat. Atas dasar paparan yang telah diuraikan tersebut, maka penulis ingin melakukan penelitian tentang indeks lalat yang menjadi vektor penyakit amoebiasis di wilayah Kecamatan Sukun Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) indeks lalat sebagai vektor penyakit amoebiasis di Kecamatan Sukun kota Malang, dan 2) upaya pencegahan penyakit amoebiasis di Kecamatan Sukun Kota Malang. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif. Penelitian dilakukan di wilayah Kecamatan Sukun Kota Malang pada bulan Januari sampai dengan Juli 2010. Obyek penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh spesies lalat yang hinggap di fly grill di tujuh Kelurahan di Kecamatan Sukun Kota Malang. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif, yang berupa indeks lalat. Indeks lalat dianalisis dengan menghitung rata-rata jumlah lalat dari tiga lokasi penghitungan pada tiap kelurahan, untuk mendapatkan data indeks lalat di lingkungan Kecamatan Sukun yaitu dengan menghitung rata-rata jumlah lalat dari tujuh kelurahan di Kecamatan Sukun. Observasi dan wawancara untuk mengetahui upaya pencegahan penyakit amoebiasis di Kecamatan Sukun Kota Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indeks lalat yang tertinggi di dapatkan dari penghitungan di Kelurahan Bandung Rejosari dengan nilai indeks lalat yaitu 7 dan indeks lalat yang terendah di Kelurahan Bakalan Krajan yaitu 2. Upaya pencegahan penyakit amoebiasis yang dilakukan adalah penyuluhan tentang kebersihan lingkungan, pemberian dana dari pemerintah daerah untuk pembangunan sarana pembuangan limbah, dan pelayanan kesehatan oleh Puskesmas Kecamatan Sukun Kota Malang. Dari hasil pengamatan rendaman tubuh lalat ditemukan adanya kista Entamoeba histolytica yang menjadi penyebab penyakit amoebiasis.

Perbedaan motivasi mengajar guru senior dan junior di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Kota Tuban / Tya Widya Sari

 

Kata kunci: motivasi mengajar guru, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan tingkah laku seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Mengajar yaitu kegiatan guru membimbing dan mendorong murid memperoleh pengalaman yang berguna bagi perkembangan semua potensi yang dimilikinya semaksimal mungkin. Sedangkan motivasi mengajar guru yakni kesadaran yang dimiliki guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya tanpa ada unsur keterpaksaan menjalani tugas. Mengingat saat ini mutu pendidikan terus ditingkatkan, maka setiap guru dituntut aktif dalam bekerja. Untuk itu guru harus mempunyai motivasi dalam kegiatan mengajarnya. Guru yang tidak mempunyai motivasi, maka siswanya pun tidak ada gairah dalam belajar. Sebaliknya, jika guru mempunyai motivasi yang tinggi, maka siswa akan semangat terhadap pelajaran yang diterima, mempunyai motivasi untuk belajar dan berprestasi. Masalah yang diteliti, meliputi: (1) Seberapa tingkat motivasi mengajar guru SMAN Kota Tuban, (2) Seberapa tingkat faktor motivasional dan higiene pada motivasi mengajar guru SMAN Kota Tuban, dan (3) Adakah perbedaan motivasi mengajar guru senior dan guru junior SMAN Kota Tuban. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif, dengan populasi guru SMAN Kota Tuban yang berjumlah 187 orang terbagi menjadi 119 orang guru senior dan 68 orang guru junior. Penentuan sampel diambil dengan menggunakan pedoman tabel Krejcie dan Morgan sehingga diperoleh sampel sebanyak 128 orang yang terbagi menjadi 79 orang guru senior dan 49 orang guru junior. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan tujuan tidak membedakan subjek yang diteliti. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket (kuesioner). Angket penelitian ini diukur dengan menggunakan skala Likert yang kemudian diolah menjadi MSI. Pengujian validitas angket menggunakan rumus Product Moment Pearson sedangkan untuk menguji reliabilitas angket digunakan rumus Alpha Cronbach. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis komparatif. Kesimpulan penelitian yang diperoleh: (1) tingkat motivasi mengajar guru SMAN Kota Tuban tergolong dalam klasifikasi sangat tinggi. Karena guru mempunyai peranan penting dalam pencapaian keberhasilan proses belajarmengajar, guru harus mempunyai motivasi yang baik dalam melaksanakan tugas mengajarnya agar siswa dapat menerima pelajaran dengan mudah dan timbul motivasi belajar siswa secara intrinsik, (2) faktor motivasional pada guru SMAN Kota Tuban cenderung pada faktor kemajuan dengan rata-rata paling tinggi, yang mencakup adanya usaha guru dalam mengembangkan pengetahuannya, adanya peluang bagi guru untuk menduduki suatu jabatan dan menambah pengetahuan ii seperti mengikuti seminar, diklat, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan sebagainya, sikap guru berusaha melakukan yang terbaik dalam tugas mengajarnya, terdorong untuk mengup-date sistem mengajar terbaru agar siswa tidak jenuh dan terdapat variasi dalam mengajar, variasi dalam sumber bahan pustaka, serta tidak ada kesulitan dalam meningkatkan pengetahuan sehingga guru lebih mempunyai motivasi intrinsik karena ada jalan bagi pemenuhan kebutuhannya. Kemudian kedua adalah, faktor tanggung jawab, prestasi, pengakuan, dan sifat pekerjaan sedangkan faktor higiene pada guru SMAN Kota Tuban terletak pada faktor hubungan antar pribadi kemudian supervisi, gaji, kondisi kerja, serta banyak dikeluhkan pada faktor kebijakan organisasi dan administrasi yang tidak memuaskan guru, karena pimpinan tidak memberikan kesempatan bagi guru untuk mengatur pekerjaannya sendiri dan beratnya beban tugas baik beban mengajar maupun selain tugas mengajar, dan (3) Tidak ada perbedaan motivasi mengajar antara guru senior dan junior karena mempunyai rata-rata yang sama tinggi. Kesimpulannya adalah baik guru senior maupun guru junior sama-sama mempunyai motivasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas mengajarnya. Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka saran ditujukan kepada: (1) bagi guru, hendaknya mempertahankan faktor motivasional yang sudah tinggi dan meningkatkan rasa cinta terhadap pekerjaan karena faktor sifat pekerjaan mempunyai nilai yang paling rendah. Sebagai tenaga pendidik, rasa cinta terhadap pekerjaan ini sangat penting karena dari sinilah seseorang akan melaksanakan pekerjaannya dengan rasa penuh tanggung jawab, (2) bagi kepala sekolah, perlu diperhatikan pada faktor kebijakan organisasi dan administrasi (faktor higiene) yang membuat ketidakpuasan kerja guru dan dapat mengakibatkan menurunnya motivasi serta kinerja guru dalam mengajar. Faktor hubungan antar pribadi tetap dipertahankan, agar guru merasa nyaman menjalin komunikasi dengan orangorang yang berada di lingkungan sekolah, dan (3) bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, hendaknya mengembangkan mata kuliah manajemen sumber daya manusia khusunya pada peningkatan motivasi kerja, dan (4) bagi peneliti lain, dapat dijadikan acuan peneliti yang ingin mengembangkan jenis penelitian ini dengan responden, variabel, serta tempat yang berbeda. Sehingga dapat memperkaya referensi di Jurusan Administrasi Pendidikan.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe send-a-problem untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Batu / Tri Hariyati Nur Indah Sari

 

Kata kunci: pembelajaran, kooperatif, send-a-problem. Siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Batu sering mengalami kekeliruan mentransfer suatu masalah terutama masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari kedalam pemodelan matematika. Sehingga ketika menjumpai soal aplikasi nilai maksimum dan minimum mereka tidak tahu bagaimana langkah yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Guru juga belum pernah menggunakan variasi metode pembelajaran untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pembelajaran yang dilakukan pada pokok bahasan ini masih berpusat pada guru dan apa yang diajarkan bersifat prosedural tanpa upaya membangkitkan kepekaan siswa dalam belajar sehingga mengakibatkan hasil yang dicapai siswa belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe send-a-problem yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Batu dan peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Batu dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe send-a-problem . Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe send-a-problem yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Batu adalah diawali dengan pembagian kelompok, pembuatan soal dan kunci jawabannya oleh siswa, pengiriman soal beserta jawaban tersebut ke kelompok lain, membandingkan jawaban dengan jawaban pembuat soal, dan diakhiri dengan kuis akhir tindakan. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata nilai kuis dan peningkatan ketuntasan belajar siswa. Untuk siklus pertama diperoleh peningkatan nilai rata-rata sebesar 12,12, yaitu dari 63,18 menjadi 75,3. Siswa yang mengalami peningkatan hasil belajar adalah 36,36%. Sedangkan siswa yang nilainya memenuhi KKM adalah 26 siswa atau sebesar 78,78%. Pada siklus kedua diperoleh peningkatan nilai ratarata sebesar 7,88, yaitu dari dari 75,3 menjadi 83,18. Siswa yang mengalami peningkatan hasil belajar adalah 75%. Sedangkan siswa yang nilainya memenuhi KKM adalah 33 siswa atau sebesar 100%. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini, maka disarankan model pembelajaran kooperatif tipe send-a-problem dapat dijadikan alternatif untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika selanjutnya. iv

Hubungan inflasi, nilai tukar rupiah, tingkat suku bunga terhadap profitabilitas pada PT Bank Mandiri (Persero) / Epos Mahardika

 

Kata Kunci: Tingkat Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, Suku Bunga, Profitabilitas, PT Bank Mandiri (persero). Krisis ekonomi pada tahun 1997 telah menyebabkan guncangan hebat terhadap perekonomian. Krisis moneter ini merupakan bukti dari terpuruknya sektor perbankan. Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba tercermin dari tingkat profitabilitas pada periode tertentu. Untuk meningkatkan profitabilitas bank maka tidak lepas dari pengaruh indikator kestabilan ekonomi makro diantaranya inflasi, nilai tukar rupiah dan suku bunga. Penelitian ini dilakukan untuk menguji apakah terdapat pengaruh secara parsial maupun simultan antara tingkat inflasi, nilai tukar rupiah, suku bunga terhadap profitabilitas pada PT Bank Mandiri (persero) yang diukur menggunakan ROA. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio-rasio keuangan Perbankan mulai tahun 2004 sampai tahun 2008. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder mengenai tingkat inflasi, nilai tukar rupiah, suku bunga dan profitabilitas bank . Pengujian hipotesis menggunakan analisis korelasi rank spearman. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sepanjang tahun 2004-2008 tingkat inflasi, nilai tukar, suku bunga dan profitabilitas pada bank mandiri (persero) bergerak fluktuatif. Tingkat inflasi menunjukkan hubungan yang negatif dan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas PT Bank Mandiri (persero). Dari hasil koefisien korelasi dapat dilihat tingkat inflsai berpengaruh terhadap profitabilitas yaitu dengan tingkat signifikansi lebih kecil 0,05 yaitu sebesar 0,019. Nilai tukar rupiah positif tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas PT Bank Mandiri (persero). Terbukti dari koefisiean korelasi menpunyai hubungan yang positif yaitu sebesar 0,026 dan dari tingkat signifikansi lebih dari dibawah 0,05. yaitu 0,845 dan suku bunga negatif dan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas PT Bank Mandiri (persero). Dari hasil koefisien korelasi dapat dilihat jika suku bunga berpengaruh terhadap profitabilitas yaitu dengan tingkat signifikansi lebih kecil 0,05 yaitu sebesar 0,013. Adapun saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah: (1) Cakupan penelitian ini lebih ditekankan kepada aspek makro sehingga belum meneliti aspek mikro seperti kualitas aktiva produktif, tingkat likuiditas, dan kecukupan modal yang dapat mempengaruhi profitabilitas bank. Maka penelitian selanjutnya diperlukan untuk mengidentifikasi pengaruh dari aspek makro dan mikro yang dapat berpengaruh terhadap profitabilitas bank, (2) Penelitian ini juga bisa dilaksanakan pada bank syariah sehingga dapat diperoleh penelitian perbandingan dari hasil penelitian ini, (3) Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan data yang lebih lengkap lagi sehingga diperoleh hasil yang lebih valid, (4) Bagi bank konvensional diharapkan dapat terus meningkatkan intervensi dan promosi kepada masyarakat. Selain itu perluasan informasi tentang produk bank, perbaikan aspek pelayanan, dan perluasan jaringan kantor di berbagai daerah sebaiknya lebih ditingkatkan. Dengan demikian semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan bank sehingga profitabilitasnya semakin meningkat, (5) Bagi pelaku pasar diharapkan dapat memanfaatkan bank sebagai alternatif investasi yang sangat menguntungkan.

Perbedaan struktur anatomi rimpang temu giring (Curcuma heyneana Val. & Van Zijp.) yang ditanam dari planlet hasil kultur in vitro dengan rimpang in vivo / Wulan Apriliana

 

Kata kunci: anatomi C. heyneana Struktur anatomi rimpang Curcuma heyneana Val. & Van Zijp. (C. heyneana) yang ditanam dari planlet hasil kultur in vitro pada berbagai media kemungkinan dapat mengalami perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perubahan struktur anatomi rimpang yang ditanam dari planlet hasil kultur in vitro dibandingkan dengan rimpang in vivo yang berasal dari Balai Materia Medica (BMM). Rimpang yang digunakan dalam penelitian adalah rimpang yang ditanam dari planlet hasil kultur in vitro pada media: MS0, MS50, dan MS dengan Fosfor 200 mg/l media (P200). Struktur anatomi rimpang C. heyneana yang ditanam dari planlet hasil kultur in vitro pada berbagai media dibandingkan dengan rimpang in vivo yang diperoleh dari BMM. Penelitian dilakukan di kebun Biologi dan di ruang Kultur Jaringan Tumbuhan (309) Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang, bulan Februari-September 2009. Penelitian yang dilakukan termasuk penelitian deskriptif. Data anatomi berupa: foto, hasil pengukuran sel maupun jaringan penyusun rimpang hasil kultur in vitro dari berbagai media dan hasil in vivo yang diamati secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anatomi sel-sel penyusun rimpang C. heyneana yang ditanam dari planlet hasil kultur in vitro pada media MS0, MS50, dan P200 secara struktural tidak terdapat perbedaan. Perbedaan anatomi sel-sel rimpang yang ditanam dari planlet hasil kultur in vitro pada media MS0, MS50, dan P200 terlihat dari ukuran sel-sel penyusun rimpang. Rimpang C. heyneana dari planlet yang berasal dari media P200 umumnya memiliki ukuran sel-sel yang lebih besar dibanding rimpang dari planlet pada media MS0 dan MS50. Anatomi sel-sel penyusun rimpang yang ditanam dari planlet hasil kultur in vitro dan rimpang in vivo (yang diperoleh dari BMM) secara struktural tidak terdapat perbedaan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan rimpang yang umurnya sama sehingga struktur anatomi dan ukuran sel-sel yang diamati cenderung sama. Penelitian ini hendaknya dilanjutkan dengan menggunakan spesies dan macam medium yang lain. Pengamatan anatomi dapat dilakukan terhadap: sel-sel penyusun jaringan dalam rimpang, kerapatan sel minyak atsiri, kerapatan amilum, dan jumlah berkas pengangkut.

Peranan kepala sekolah dan wali murid dalam peningkatan prestasi siswa (Studi kasus di SD Muhammadiyah Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto) / Nashruddin Anwar

 

Kata kunci: Peran kepala sekolah, orang tua, prestasi siswa Pendidikan merupakan usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi peserta didik melalui kegiatan pengajaran. Ada tiga lembaga pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Dalam upaya untuk meningkatkan prestasi siswa di sekolah baik akademik maupun non akademik, diperlukan peran dari berbagai pihak diantaranya peran dari kepala sekolah sebagai penggerak roda kepemimpinan di sekolah dan orang tua sebagai figur yang diperlukan oleh anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kepala sekolah dan orang tua dalam meningkatkan prestasi siswa, faktor pendukung dan penghambat serta upaya untuk mengatasi faktor penghambat dan memanfaatkan faktor pendukung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model penelitian studi kasus. Berdasarkan teknik snowball sampling, diperoleh delapan informan penelitian. Data dikumpulkan dengan teknik: (1) wawancara , (2) observasi nonpartisipan, dan (3) dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan prosedur pengkodean, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) kepala sekolah berperan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang edukator, manajer, administrator, motivator dan supervisor, (2) orang tua memiliki peran yang penting dan efektif dalam menyediakan lingkungan belajar yang kondusif dan sarana belajar yang diperlukan oleh siswa, (3) faktor pendukung antara lain letak sekolah yang strategis, keunggulan sekolah di bidang agama, guru yang berdedikasi tinggi, peserta didik dan orang tua yang mendukung kegiatan siswa; sedangkan faktor penghambat yaitu minimnya sarana dan prasarana di sekolah, jumlah guru dan siswa tidak proporsional, jenjang pendidikan guru yang masih minimal dan input siswa yang belum sesuai, (4) upaya memanfaatkan faktor pendukung dengan tetap menjaga komunikasi yang baik diantara pihak guru, siswa dan orang tua;upaya mengatasi faktor penghambat dengan mengajukan bantuan dana pada pemerintah untuk pembangunan,menjaring guru baru yang berkualitas dan mengadakan seleksi bagi murid baru. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk pihak sekolah hendaknya terus berusaha untuk mempertahankan prestasi yang sudah diperoleh dan meningkatkannya. Selain itu upaya–upaya untuk mengatasi faktor penghambat hendaknya dilakukan dengan lebih konkret: (1) Memperbaiki sarana dan prasaran sekolah, (2) Menambah jumlah guru yang sesuai bidangnya, (3) Lebih selektif dalam penerimaan siswa baru. Bagi orang tua: (1) Tetap melakukan pengawasan terhadap putra-putrinya di rumah, (3) menyediakan tempat dan sarana belajar yang kondusif dan yang paling penting menjadi sosok figur, panutan yang baik dalam masa pertumbuhan anak. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan peranan kepala sekolah dan orang tua serta guru dalam upaya peningkatan prestasi siswa.

Simulator sistem proteksi jaringan distribusi terhadap gangguan arus lebih fasa dan tanah / Riduwan Susanto

 

Kata kunci : Simulator, Sistem Proteksi, Gangguan Arus Lebih Proteksi sangat diperlukan dalam kontinyuitas penyaluran tenaga listrik.karena dengan proteksi, peralatan dalam jaringan akan dilindungi, sehingga nantinya akan mengurangi resiko kerusakan peralatan akibat adanya gangguan. Untuk memahami bagaimana proses proteksi pada jaringan distribusi tenaga listrik, selain memahami secara langsung di lapangan, maka diperlukan juga sebuah media pembelajaran. Media pembelajaran tersebut dapat berupa buku atau referensi dan juga sebuah simulator sistem proteksi tenaga listrik.simulator tersebut nantinya akan menggambarkan sebuah sistem proteksi sebenarnya. Pada Tugas Akhir ini alat dirancang pada spesifikasi yang telah ditentukan yaitu kontaktor sebagai Pemutus tenaga (PMT),thermal Over Load Relay (TOR) sebagai Over Current relay dan Eart Leakage Circuit Breaker (ELCB) sebagai Ground Fault Relay (GFR). Alat diujikan pada simulator dengan menggunakan beban berupa lampu pijar untuk arus lebih pada fasa dan media tanah untuk gangguan tanah. Metode pengujian dilakukan dengan memberikan variasi-variasi lampu pijar,dan menggabungkan keseluruhan alat proteksi. Hasil dari Tugas Akhir ini dapat disimpulkan bahwa merancang simulator sistem proteksi dengan mengilustrasikan jaringan distribusi, mendesain rangkaian simulator,memilih komponen, mensseting dan menguji peralatan-peralatan penyusun simulator.Peralatan yang dibutuhkan untuk membuat simulator sistem proteksi jaringan distribusi adalah; (1) MCB sebagai pengaman rangkaian, (2) Kontaktor sebagai pemutus tenaga, (3) TOR sebagai over current Relay, (4) ELCB sebagai pengaman gangguan tanah (GFR), Pengkoordinasian peralatan proteksi adalah Semakin dekat dengan sumber tegangan maka semakin besar setting arus pada peralatan tersebut, dan semakin dekat dengan beban maka semakin kecil penyetingan besar arus minimal saat terjadi gangguan. Berdasarkan hasil Tugas Akhir ini, disarankan agar dilakukan pengembang¬an alat dengan menambah komponen rheostat (tahanan geser) yang berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus dengan skala yang lebih teliti.

Manajemen pembelajaran full day school (studi kasus di TK Ashabul Kahfi Malang) / Afif Supramita

 

Kata Kunci : manajemen pembelajaran, full day school. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. TK merupakan wadah bagi anak usia dini untuk memulai pendidikan formal, guna memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan yang lebih lanjut. Melihat banyak anak balita yang kurang mendapatkan kasih sayang orang tua karena sibuk dengan pekerjaan dan faktor lingkungan yang sangat berpengaruh pada psikologi anak, maka banyak TK lebih menekankan penggunaan sistem pembelajaran full day school khususnya dibidang keagamaan, yang gunanya untuk bekal kehidupan kelak. Manajemen program pembelajaran adalah ''segala usaha pengaturan proses belajar-mengajar dalam rangka terciptanya proses belajar-mengajar yang efektif dan efisien'' ( Bafadal, 2004:11). Manajemen dari segi proses yaitu kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Full day school adalah sekolah sepanjang hari atau program pendidikan yang seluruh aktivitasnya berada di sekolah sepanjang hari (sejak pagi sampai sore), makna sepanjang hari pada hakikatnya tidak hanya upaya menambah waktu dan memperbanyak materi pelajaran. Namun dengan fokus serta tujuan penelitian diantaranya tentang (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) evaluasi; (4) faktor pendukung dan penghambat; dan (5) langkah mengatasi hambatan yang ada dalam pembelajaran full day school. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang tidak menguji hipotesis melainkan memaparkan dan mengolah data. Jenis penelitian ini adalah studi kasus karena dipilih satu kasus pada satu objek penelitian, yaitu TK Ashabul Kahfi Malang. Dalam penelitian ini, peneliti sendiri lah yang berperan sebagai instrumen kunci, dengan subjek penelitian adalah kepala TK Ashabul Kahfi dan ustadz/dzah kelas nol kecil (kakak A) dan kelas nol besar (kakak B). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah informasi yang disampaikan oleh subjek penelitian pada saat wawancara, tindakan yang dilakukan oleh subjek penelitian, dan dokumen yang berkaitan dengan pembelajaran full day school di TK Ashabul Kahfi. Setelah data tersebut diperoleh kemudian dilakukan pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran full day school di TK Ashabul Kahfi Malang, meliputi tahapan-tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, faktor pendukung dan penghambat, dan langkah mengatasi hambatan yanga ada. (1) Perencanaan pembelajaran full day school meliputi pembuatan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Depag (Departemen Agama), dengan materi inti dan umum; untuk kurikulum full day school sendiri dibuat oleh ustadz/dzah sendiri dengan acuan dari Depag; para ustadz/dzah membuat SKM dan SKH; dan matrik/pemetaan sesuai tema, indikator dan sumber balajar yang digunakan. (2) Pelaksanaan pembelajaran full day school meliputi kegiatan PAP (Penanaman Aqidah Pagi), game, KBM dengan materi inti, beramal pagi dan beristirahat, kegiatan full day school dimulai pada pukul 11.00-15.30 WIB yang meliputi kegiatan beramal siang, sholat berjamaah dan tidur siang hingga waktu sholat ashar. Kegiatan akhir evaluasi materi pagi dan informasi esok hari, berdoa, salam dan pulang; pengoraganisasian di dalam kelas tidak terdapat ketua kelas, belajar bisa di dalam kelas atau di luar kelas, terdapat 2 ustadz/dzah dalam setiap kelas, metode pembelajaran adalah matrik (buku panduan); dan media pembelajaran berupa balon, puzzle, papan tulis, pohon hitung, dll. (3) Untuk evaluasi meliputi penilaian, alat yang dijadikan tolok ukur penilaian seperti tugas harian dari buku kegiatan santri, nilai berupa bintang (*) untuk tugas harian, PR yang diberikan, catatan harian di dalam kelas, buku penghubung dan, laporan akhir berupa rapor yang dinarasikan/dideskripsikan. Faktor pendukung seperti jumlah ustdaz/dzah yang banyak, special day, parenting class, halaman sekolah yang luas, alat bermain yang lengkap, dan terdapat lapangan basket. (4) Faktor penghambat, santri yang sakit, partner/pasangan ustadz/dzah yang tidak hadir, wali santri yang vakum, dan jumlah komputer hanya 1. (5) Untuk mengatasi hambatan tersebut maka pengajar memiliki cara pendekatan terhadap santri, menggantikan untuk sementara ustadz/dzah yang tidak hadir, datang ke rumah jika ada wali santri vakum terhadap perkembangan anaknya, dan menambah jumlah komputer yang ada. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bagi (1) Kepala sekolah di TK Ashabul Kahfi Malang agar pembelajaran full day school semakin nampak hendaknya kegiatan mengaji Al-Quran dimasukkan dalam kurikulum full day mengingat sekolah berbasiskan Islam guna bekal di masa datang; (2) Guru di TK Ashabul Kahfi Malang dengan kreatif semua ustadz/dzah TK yang ada telah menjadi ciri khas dalam mengajar perlu dipertahankan dan mungkin jika ingin lebih baik diharapkan ustadz/dzah mengikuti seminar-seminar yang diadakan lembaga pendidikan khususnya di bidang sekolah TK; (3) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan hendaknya hasil penelitian ini hendaknya menjadi tambahan referensi bagi penelitian dalam ruang lingkup pendidikan formal seperti TK sebagai sekolah awal yang menggunakan pembelajaran full day school khususnya; dan (4) Peneliti lain hendaknya para peneliti lain agar dapat melanjutkan penelitian yang sejenis pada berbagai aspek lain dengan latar yang berbeda yang nantinya dapat bermanfaat untuk diteliti.

Model pengambilan keputusan yang diterapkan kepala sekolah (studi kasus di SD Negeri Gambiran I Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan) / Muhammad Praditama Putra

 

Kata Kunci: model, pengambilan keputusan Pendidikan yang ada di sekolah merupakan serangkaian proses memberikan tuntunan kepada warga sekolah yang diberikan oleh orang yang paling bertanggung jawab yaitu Kepala Sekolah. Pendidikan dapat dilakukan pada lembaga pendidikan yaitu lembaga pendidikan formal yakni sekolah, lembaga pendidikan nonformal seperti kursus-kursus dan lembaga pendidikan informal yaitu yang dilakukan dalam keluarga dan masyarakat. Pada umumnya sekolah adalah salah satu tempat yang paling memungkinkan, yang paling dipercaya untuk meningkatkan suatu pengalaman dan meningkatkan kemampuan manusia untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Kepala Sekolah sebagai tokoh sentral di sekolah mempunyai peranan sangat penting yang akan menentukan suasana di sekolah, peraturan yang akan diterapkan yang melalui proses pengambilan keputusan yang tepat. Dalam pengambilan keputusan kepala sekolah harus berhati-hati sebelum keputusan tersebut disosialisasikan pada warga sekolah. Hal ini karena apa yang disampaikan kepala sekolah senantiasa didengar dan selanjutnya akan diterapkan oleh warga sekolah. Peran seorang Kepala Sekolah sangatlah besar yang nantinya akan berdampak sangat besar pula terhadap kehidupan di sekolah. Peran Kepala Sekolah antara lain sebagai administrator, pendidik, pemimpin dan motivator bawahannya. Dari konteks tersebut, Kepala Sekolah mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan sekolah, karena Kepala Sekolah dianggap sebagai seorang pemimpin yang mampu memberikan teladan yang baik untuk dijalankan. Kepala sekolah adalah pemimpin sekaligus berfungsi sebagai manajer. Ukuran kinerjanya ditentukan oleh tingkat kepiawaiannya menguasai ilmu pengetahuan dalam memotivasi bawahannya, menggerakkan bawahannya untuk bisa mengembangkan dirinya dan bekerja sama untuk mencapai tujuan. Sebagai manajer, Kepala Sekolah mengembangkan keunggulan sekolah yang dimulai dari perencanaan sampai evaluasi agar sekolah dapat mewujudkan keunggulan sekolah sehingga dapat beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi sesuai dengan kebutuhan pengembangan mutu sumber daya manusia. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan, diperoleh tiga fokus masalah yang diteliti, yaitu: (1) bagaimanakah teknik yang digunakan Kepala Sekolah dalam pengambilan keputusan; (2) bagaimanakah proses pengambilan keputusan yang di terapkan oleh Kepala Sekolah; dan (3) bagaimanakah gaya yang digunakan Kepala Sekolah dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Proses pengumpulan data meliputi; (1) teknik observasi partisipasi; Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. ii (2) teknik wawancara mendalam; (3) teknik dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini dengan menggunakan; (1) ketekunan pengamatan; (2) triangulasi sumber data, triangulasi peneliti, triangulasi metode; dan (3) kecukupan referensial. Temuan penelitian antara lain: (1) Kepala Sekolah menggunakan teknik partisipatif demokratik di dalam pengambilan keputusan; (2) Proses yang digunakan Kepala Sekolah dalam pengambilan keputusan adalah: (a) Mengidentifikasi masalah; (b) Mengembangkan alternatif-alternatif; (c) Pemilihan alternatif terbaik; (d) Implementasi keputusan; (e) Evaluasi keputusan; (3) Kepala Sekolah menunjukkan gaya konsultasi di dalam pengambilan keputusan. Dari hasil penelitian disarankan: (1) Bagi Kepala Sekolah diharap tetap mempertahankan model yang telah diterapkan dalam proses pengambilan keputusan di Sekolah dan lebih meningkatkan situasi kekeluargaan antara Kepala Sekolah dan karyawan sekolah sehingga model yang selama ini diterapkan bisa lebih baik dan maksimal; (2) Bagi Guru dan staf TU diharapkan lebih terbuka agar dapat memberikan sumbangsih pemikiran yang lebih maksimal saat rapat-rapat pengambilan keputusan, sehingga alternatif-alternatif yang muncul lebih banyak; (3) Bagi Jurusan Administrasi Pendidikan diharapkan menambah dan memperbanyak referensi tentang teknik, gaya dan model pengambilan keputusan Kepala Sekolah; (4) Bagi peneliti lain yang ingin mengadakan penelitian dengan tema sejenis diharapkan dapat memperdalam aspekaspek lain tentang model pengambilan keputusan yang diterapkan Kepala Sekolah.

Penggunaan metode kerja kelompok untuk meningkatkan prestasi belajar ilmu pengetahuan sosial siswa kelas V SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang / Donna Sutrisna

 

Kata kunci : kerja kelompok, IPS, hasil belajar Salah satu disiplin ilmu yang diajarkan di sekolah dasar dan erat kaitannya dengan masalah kehidupan sosial dan lingkungan masyarakat di sekitar siswa adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Di SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang, pembelajaran Ilmu Pengetahuan sosial masih saja cenderung pada metode pembelajaran klasik, yaitu metode ceramah yang kegiatan pembelajarannya hanya didominasi oleh guru, pembelajaran yang kurang berorientasi pada siswa, siswa hanya mendengarkan, mencatat dan melakukan kegiatan sesuai perintah guru yang menyebabkan siswa pasif dan tidak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kecakapan berpikir. Frekuensi penggunaan metode ceramah, pemberian tugas dan tanya jawab terlalu mendominasi. Dari hasil PreTest (tindakan awal/tes awal) yang telah diberikan kepada 29 anak (tes diberikan secara individu), maka dapat diketahui data siswa yang mengalami kesulitan belajar, sebesar 72,4% (21 anak) mendapat nilai di bawah 70, sisanya 27,6% (8 anak) memperoleh nilai diatas 70 dengan nilai rata-rata kelas 56,72. Untuk mengarah pada perubahan yang lebih baik dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang, maka peneliti mencoba dengan menerapkan metode kerja kelompok, dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis PTK, model Kemmis & Taggart. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, dengan instrumen penelitian wawancara, tes dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Data yang dianalisis adalah data tentang kemampuan guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan kerja kelompok, tingkat pemahaman siswa terhadap konsep Jenis Usaha dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia yang diukur dari aspek kognitif yang berupa soal pre-test dan post-tes, aktivitas siswa serta tingkat keberhasilan siswa yang diukur dari pengamatan keseharian siswa di lingkungan sekolah selama siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode kerja kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas V SDN Tegalweru. Hal ini terbukti dengan meningkatnya nilai rata-rata kelas sebelum menggunakan metode kerja kelompok adalah 56.72. Setelah peneliti menerapkan metode kerja kelompok, pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa di kelas mengalami peningkatan, yaitu menjadi 71.20, atau mengalami peningkatan 44.83%. Pada penerapan metode kerja kelompok siklus II, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 84.13, atau mengalami peningkatan 24.19%. Siswa yang mengalami ketuntasan belajar individu adalah sebanyak 28 siswa (96.6%) dan siswa yang belum mengalami tuntas belajar sebanyak 1 siswa (3.4%). Ketuntasan belajar kelas sudah tercapai karena ketuntasan belajar individu telah mencapai 80% dari jumlah siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode kerja kelompok dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang. yang ditandai dengan meningkatnya hasil belajar siswa (aspek kognitif), metode kerja kelompok juga mampu meningkatkan aspek afektif dan aspek psikomotor siswa. Hal ini terbukti dengan meningkatnya kerjasama, keberanian dan kedisiplinan siswa dalam pembelajaran. Dari penelitian yang telah dilaksanakan, saran yang diharapkan dapat menjadi rekomendasi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di SD, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yaitu, hendaknya guru dapat menerapkan dan mengembangkan metode pembelajaran kerja kelompok pada pembelajaran IPS kedalam kompetensi atau tema-tema yang lain dan pembelajaran hendaknya dilaksanakan dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Bagi sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam upaya memperbaiki pembelajaran di SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Serta bagi Dinas Pendidikan, hendaknya selalu memberikan bimbingan terhadap guru tentang pemilihan strategi dan metode dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang sesuai, serta selalu memberikan kesempatan kepada

Perancangan media komunikasi visual berupa buku tentang pengenalan dasar-dasar film animasi dua dimensi untuk anak usia pra remaja / Adijoko Kharisma

 

Kata kunci : Perancangan, Media Komunikasi Visual, Buku, Dasar-dasar Film Animasi dua dimensi Semakin pesatnya dunia animasi saat ini membuat banyak orang yang tertarik untuk mempelajarinya. Hal ini membuat semakin banyak media yang memberi informasi dan pembelajaran tentang animasi. Namun sangat sedikit media yang memberikan informasi tentang animasi untuk kalangan anak usia pra remaja. Anak pada usia praremaja pada umumnya sangat tertarik pada animasi, sehingga melalui ketertarikan itu mereka dapat dibimbing untuk lebih mengenal tentang animasi, sehingga mereka akan tertarik untuk menekuni dunia animasi kedepannya. Tujuan dari perancangan ini ialah untuk membuat buku tentang pengenalan dasar-dasar film animasi dua dimensi untuk anak usia pra remaja. Bentuk fisik buku tersebut antara lain berukuran B5 (25 x 17,6 cm) dengan bentuk portrait, print media, soft cover dan menggunakan kertas artpaper 190 gram dengan 40 halaman isi. Pada perancangan buku pengenalan dasar-dasar animasi dua dimensi untuk anak ini menggunakan metode deskriptif prosedural. Dimana menggunakan proses perancangan sesuai dengan langkah-langkah yang diikuti dalam membuat suatu produk. Langkah-langkah tersebut mengacu pada kerangka atau pola dasar perancangan Sanyoto. Perancangan ini menghasilkan media utama berupa buku teoritis nonfiksi dan praktis yang terdiri dari lima chapter bahasan. Pada chapter pertama akan membahas tentang pengenalan animasi, bagaimana gambar animasi bisa terlihat bergerak dan sejarah singkat animasi. Kemudian pada bab dua akan membahas proses pembuatan animasi. Lalu di bab ketiga membahas tentang 12 prinsip dasar animasi. Selanjutnya pada bab ke empat akam mengajarkan cara membuat animasi sederhana dengan flip book. Dan pada bab ke lima akan memberi tips jika ingin mendalami animasi ke depannya. Untuk menunjang promosi dari media buku tersebut, maka dirancang juga media promosi dan launching, yaitu poster, iklan majalah, x-banner, kalender, notes, stiker, pembatas buku, pin, cd, flag chain dan backdrop. Melalui perancangan media komunikasi berupa buku tentang pengenalan dasar-dasar film animasi dua dimensi ini maka didapatkan sebuah media komunikasi berupa buku yang dapat memberikan informasi dan pembelajaran tentang dasar-dasar film animasi dua dimensi yang ditujukan untuk anak usia praremaja beserta media-media lain untuk menunjang promosinya. ii

Penerapan teknik mind mapping (pemetaan pikiran) untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SDN Tasikmadu 01 Malang / Rita Agustin

 

Pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan nasabah bank syariah Mandiri Cabang Pasuruan / Erike Youlandha

 

Kata kunci: kualitas layanan, kepuasan nasabah Saat ini perbankan syari'ah telah memasuki persaingan berskala global, merupakan suatu tantangan yang harus dihadapi dan ditangani oleh bank syari'ah untuk dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan bangsa melalui pemberdayaan ekonomi umat. Demikian pula dengan bisnis perbankan, merupakan bisnis yang berdasarkan pada azas kepercayaan, masalah kualitas layanan (service quality) menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan bisnis ini. Sehingga ketika bank syari'ah yang selama ini dirindukan kehadirannya ternyata pelayanannya tidak sesuai syari'ah Islam maka akan berakibat merugikan bank itu sendiri dan menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap bank syari'ah. Oleh karena itu persaingan akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan bank memberikan pelayanan terbaik yang bermutu dibandingkan pesaingnya. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui variabel-variabel kualitas layanan yang mempengaruhi kepuasan nasabah. Penelitian ini mempuyai dua variabel , yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas (X) terdiri dari sub variabel, yaitu keandalan (X1), daya tanggap (X2), jaminan (X3), empati (X4) dan bukti fisik (X5) sedangkan variabel terikatnya (Y) adalah kepuasan nasabah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan kausalitas. Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan pengaruh kualitas layanan secara parsial maupun secara simultan terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan, serta untuk mengetahui variabel kualitas layanan mana yang paling dominan mempengaruhi kepuasan nasabah. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 73 responden. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Pengambilan jumlah sampel tersebut karena keterbatasan penulis dalam hal tenaga, biaya dan waktu. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) ada pengaruh positif yang signifikan keandalan secara parsial terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dengan nilai B=0,345; thitung=3,801; dan Sig t=0,000; (2) tidak ada pengaruh positif yang signifikan daya tanggap secara parsial terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dengan nilai B=-0,113; thitung=-1,265; dan Sig t=0,210; (3) tidak ada pengaruh positif yang signifikan jaminan secara parsial terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dengan nilai B=0,004; thitung=0,043; dan Sig t=0,966; (4) ada pengaruh positif yang signifikan empati secara parsial terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dengan nilai B=0,554; thitung=8,068; dan Sig t=0,000; (5) ada pengaruh positif yang signifikan bukti fisik secara parsial terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dengan nilai B=0,355; thitung=3,871; dan Sig t=0,000; (6) terdapat pengaruh positif yang signifikan keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik secara simultan terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dengan nilai Fhitung =35,351; Ftabel=2,38; Sig. F=0,000; R=0,852; R square =0,725; dan Adjusted R Square=0,705. Dari hasil penelitian juga disimpulkan bahwa variabel empati memiliki pengaruh paling dominan terhadap kepuasan nasabah. Berdasarkan penelitian ini, dapat disarankan agar Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dalam memberikan layanan perlu memperhatikan hal-hal yang dapat mempengaruhi kepuasan nasabah terutama pada variabel daya tanggap dan jaminan.

Peningkatan kemampuan menulis puisi bebas dengan strategi imagine siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Pare / Elanda Afidian

 

Kata Kunci: menulis, puisi bebas, strategi imagine. Keterampilan menulis puisi merupakan salah satu keterampilan bidang apresiasi sastra yang diajarkan sejak SD. Melalui pembelajaran keterampilan tersebut, diharapkan siswa mampu menulis puisi bebas dan menghasilkan karya yang baik. Harapan tersebut di sekolah masih mengalami banyak kendala dan belum mendapat perhatian sungguh-sungguh. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMP Negeri 2 Pare, diketahui bahwa pembelajaran menulis puisi bebas di SMP tersebut masih perlu ditingkatkan. Hal itu disebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menentukan ide, menggali dan mengembangkannya. Kesulitan tersebut terjadi karena mereka kurang memfokuskan dengan tema. Selain itu mereka juga masih mengalami kesulitan memilih kata (diksi) yang cocok serta mengembangkan unsur-unsur batin puisi. Melalui penelitian tindakan kelas ini, diperkenalkan pembelajaran puisi dengan menggunakan strategi imagine. Strategi tersebut terdiri atas tiga tahap, yakni: (1) tahap pramenulis, (2) tahap menulis, (3) tahap pascamenulis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) peningkatan kemampuan menulis puisi bebas dengan strategi imagine siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Pare pada tahap pramenulis, (2) peningkatan kemampuan menulis puisi bebas dengan strategi imagine siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Pare pada tahap menulis, (3) peningkatan kemampuan menulis puisi bebas dengan strategi imagine siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Pare pada tahap pascamenulis. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan tes menulis puisi bebas dengan strategi imagine pada lembar rangkai imajinasi (LRI). Pada awal sebelum siklus PTK dilaksanakan digunakan instrumen pengambilan data berupa lembar observasi, angket, pedoman wawancara dan catatan lapangan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Pare. Data dalam penelitian ini adalah data proses dan data hasil. Data proses penelitian berupa rekaman kegiatan guru dan siswa selama pembelajaran. Data hasil penelitian itu berupa puisi karya siswa. Hasil penelitian diperoleh rerata skor kemampuan menulis puisi siklus 1 sebesar 77. Sebanyak 76% siswa masuk kategori baik, sebanyak 18% siswa masuk kategori kurang dan sebanyak 6% masuk kategori sangat kurang. Pada siklus 2, diperoleh rerata skor siswa mengalami peningkatan sebesar 6 dari siklus 1. Skor rerata siswa dalam tes menulis puisi siklus 2 mencapai 83. Sebanyak 92% siswa masuk kategori baik dan sebanyak 8% siswa masuk kategori kurang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis puisi bebas dengan strategi imagine dapat meningkatkan hasil belajar v siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Pare. Strategi imagine cocok diterapkan di SMP tersebut karena dianggap memiliki karakteristik yang sesuai dengan permasalahan siswa. Karakteristik yang dimaksud yaitu strategi imagine memberikan bantuan kepada siswa untuk bisa menentukan objek, menggali dan mengembangkan ide-ide, memasukkan unsur-unsur batin puisi, menentukan diksi-diksi yang cocok dengan tema puisi sehingga menghasilkan puisi yang baik dan optimal.

Pengaruh perubahan arus kas terhadap tingkat rentabilitas melalui tingkat likuiditas pada perusahaan food and beverages yang listing di BEI tahun 2006-2008 / M. Imam Fauzi

 

Kata Kunci : Perubahan Arus Kas, Likuiditas, Rentabilitas. Memasuki era globalisasi yang pesat, sektor industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor industri di BEI yang mempunyai peluang untuk tumbuh dan berkembang dengan pesat, karena potensi pasarnya dari tahun ke tahun makin berkembang seiring dengan tingkat pertumbuhan jumlah penduduk. Untuk itu dalam kegiatan operasionalnya, pengendalian arus kas pada perusahaan sangat di butuhkan dalam menjaga likuiditas dan guna meningkatkan likuiditas. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui kondisi perubahan arus, 2. Untuk mengetahui kondisi tingkat likuiditas, 3. Untuk mengetahui kondisi tingkat rentabilitas, 4. Untuk menguji pengaruh perubahan arus kas aktivitas operasi terhadap tingkat likuiditas, 5. Untuk menguji pengaruh perubahan arus kas aktivitas investasi terhadap tingkat likuiditas, 6. Untuk menguji pengaruh perubahan arus kas aktivitas pendanaan terhadap tingkat likuiditas, 7. Untuk menguji pengaruh perubahan arus kas aktivitas operasi terhadap tingkat rentabilitas, 8. Untuk menguji pengaruh perubahan arus kas aktivitas investasi terhadap tingkat rentabilitas, 9. Untuk menguji pengaruh perubahan arus kas aktivitas pendanaan terhadap tingkat rentabilitas, 10. Untuk menguji pengaruh tingkat likuiditas terhadap tingkat rentabilitas. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Food and Beverages yang listing di BEI tahun 2006 – 2008, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Analisis penelitian ini menggunakan analisis jalur dengan pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t dan uji F. Dengan nilai α sebesar 5% atau 0,05 dan sebelum dilakukan analisis data di uji normalitas dan uji multikolinieritas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara perubahan arus kas pada likuiditas dan rentabilitas, kecuali arus kas investasi yang berpengaruh signifikan terhadap likuiditas dan terdapat pengaruh yang signifikan antara likuiditas dan rentabilitas. Pada perubahan arus kas operasi, investasi, pendanaan, dan likuiditas cenderung mengalami penurunan pada setiap tahunnya, sedangkan pada tingkat rentabilitas dari setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hal tersebut secara umum menunjukkan bahwa perusahaan kurang produktif dalam mengelola modal, baik yang berasal dari laba maupun penambahan modal sehingga banyak modal yang menganggur. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada investor dalam melakukan investasi tidak hanya melihat dari labanya saja, akan tetapi perlu melihat kemampuan perusahaan dalam mengendalikan arus kas bagi perusahaan atau dapat dilihat dalam laporan arus kas.

Peningkatan kemampuan membaca permulaan melalui pendekatan pengalaman berbahasa (PPB) pada siswa kelas II SDN Beji II - Pasuruan / Kartini Rumlety

 

Kata kunci: pendekatan pengalaman berbahasa (PPB), kemampuan membaca permulaan. Membaca permulaan merupakan suatu upaya dari orang-orang dewasa untuk memberikan dan menampilkan anak pada sejumlah pengetahuan dan keterampilan khusus dalam rangka mengantarkan anak mencapai mampu membaca bahasa. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran membaca di kelas 2 SD mengalami banyak sekali kendala. Penelitian tindakan kelas ini diterapkan untuk mencapai tujuan pembelajaran, yaitu meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas II SDN Beji II. Pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan pengalaman berbahasa (PPB). Rencana penelitian dengan menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan bersiklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas II SDN Beji II kecamatan Beji kabupaten Pasuruan yang berjumlah 30 siswa. melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen tes dan nontes. Instrumen tes berupa tes lisan membaca, sedangkan tes tertulis berupa soal objektif pilihan ganda. Instrumen nontes berupa pedoman wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut; hasil belajar secara klasikal mengalami peningkatan dari 51,66 % pada pra tindakan menjadi 63,83 % kemudian menjadi 78,5 % pada siklus II. Hasil belajar berupa kemampuan membaca meningkat dari 7,43 %pada siklus I kemudian mengalami peningkatan menjadi 9,56 % pada siklus II. Secara keseluruhan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dan mencapai target yang telah ditetapkan setelah pembelajaran dengan pendekatan pengalaman berbahasa (PPB) diterapkan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar guru hendaknya lebih memilih alternatif pembelajaran membaca yang sesuai untuk anak didiknya terutama terhadap penerapan pendekatan pengalaman berbahasa yang terbukti mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas II SD. Bagi sekolah hendaknya memberikan kebebasan guru untuk mencari sumber belajar yang lain, mengingat banyak sekali sekolah yang menetapkan salah satu produk buku untuk dijadikan pegangan belajar.

Tahap-tahap penalaran moral remaja menurut Kohlberg dalam latar sosial-budaya Flobamora implikasinya bagi layanan bimbingan dan konseling di sekolah / oleh Selly Tokan

 

Penerapan pembelajaran tematik dengan tema lingkungan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III di SDN Purwantoro 7 Kecamatan Blimbing Kota Malang / Rasmi Patty

 

Kata Kunci : Pembelajaran Tematik, hasil belajar siswa. Hasil observasi data pra lapangan di kelas 3 SDN Purwantoro 7 terlihat fakta bahwa guru dalam pembelajaran dengan tema lingkungan di SDN Purwantoro 7 masih belum menggunakan prinsip-prinsip pembelajaran secara optimal, kegiatan masih banyak didominasi oleh guru, siswa lebih banyak duduk, diam dan dengar. Dengan sikap yang pasif dalam menerima pelajaran tentu saja akan mempengaruhi perolehan hasil belajar, data hasil belajar yang diberikan oleh peneliti berupa soal tes sebanyak 5 soal menunjukkan bahwa siswa SDN Purwantoro 7 kurang mampu dalam hal penguasaan konsep materi pembelajaran tema lingkungan. Dari hasil tes awal yang diberikan oleh peneliti hanya ada 3 siswa (11,5%) yang penguasaan konsep materinya mencapai 75-100; terdapat 12 siswa (46,2%) yang mencapai nilai antara 50-75, dan ada 11 orang siswa yang (42,3%) yang memperoleh nilai di bawah 50. Padahal standar ketuntasan minimal yang ditentukan oleh SDN Purwantoro 7 adalah 75. Nilai rata-rata yang dicapai siswa kelas IV SDN Purwantoro 7 hanya mencapai rata-rata 53,75. Nilai ini adalah nilai rata-rata yang jauh di bawah standar ketuntasan minimal. . Hal-hal tersebut melatarbelakangi penelitian ini. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan penelitian tindakan kelas melalui tindakan penerapan pembelajran tematik dan dilakukan di SDN Purwantoro 7 Kecamatan Blimbing Kota Malang di Kelas III mulai tanggal 5 Maret sampai dengan 29 April 2010. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa kelas 3 tentang tema lingkungan SDN Purwantoro 7 kota Malang dengan menggunakan pembelajaran terpadu. Desain penelitian yang digunakan model spiral dari Kemmis dan Taggart, dengan instrumen penelitian berupa lembar observasi, wawancara, catatan lapangan, LKS dan lembar tes. Berdasarkan penerapan pembelajaran tematik, guru sudah dapat memfokuskan diri dan siswa pada pembelajaran, menghargai jerih payah siswa dalam mengerjakan tugas atau soal, dan ramah dalam bersikap dan berkomunikasi. Sikap menghargai yang ditampilkan oleh guru terhadap siswa memberikan efek positif pada kenyamanan siswa dan keaktifan siswa dalam pembelajaran, hal ini terbukti dengan siswa mulai bisa rileks ketika duduk dengan untaian senyum tulus terlihat dirona wajah-wajah siswa. Salah satu penyebab siswa menjadi lebih aktif dikarenakan siswa merasa nyaman dalam pembelajaran, ini sesuai dengan yang pernyataan DePorter, (2001 : 36) bahwa membangun rasa memiliki akan mempercepat proses pengajaran dan meningkatkan rasa tanggung jawab. kunci membangun ikatan emosional yaitu dengan menciptakan kesenangan dalam belajar, menjalin hubungan dan menyingkirkan segala ancaman dari suasana belajar (DePorter, 2001 : 23), karena ketiadaan ancaman adalah salah satu kondisi yang dibutuhkan untuk berjalannya proses belajar (Hart, 1983, dalam DePorter, 2001 : 47). Sebaliknya keadaan stress dan rasa takut yaitu perasaan yang sering muncul apabila proses belajar hanya melibatkan aspek otak kiri saja, dapat menghambat proses berpikir dan mengingat. (Megawangi, 2004 : 49-50). Berdasarkan perbandingan hasil belajar siswa pada penelitian awal, siklus I dan siklus II, dilihat dari perbandingan nilai rata-rata, pada penelitian awal nilai rata-rata tes kelas 5,64, pada siklus I rata-rata kelas menjadi 6,42, dan pada siklus II rata-rata kelas menjadi 8,17. Pada penelitian awal jumlah siswa yang lulus hanya 12 orang (42,85%), dan 16 orang lainnya (57,15%) tidak lulus. Pada siklus I jumlah siswa yang lulus bertambah menjadi 21 orang (75%) siswa yang tidak lulus 7 orang (25%). Peningkatan jumlah siswa yang lulus juga terlihat pada siklus II jumlah siswa yang lulus 28 orang (100%) atau dengan kata lain seluruh siswa lulus.

Pengaruh good corporate governance terhadap kinerja keuangan dan return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2005-2008 / Andika Widiarsa

 

Kata Kunci: Good Corporate Governance, Kinerja Keuangan, dan Return Saham. Perusahaan merupakan lembaga yang memiliki tujuan menghasilkan keuntungan untuk meningkatkan nilai perusahaan dan kesejahteraan pemegang saham selaku pemilik perusahaan. Saat ini perusahaan dituntut untuk dapat mengelola keuntungan atau laba secara optimal, karena besar kecilnya laba yang diperoleh perusahaan akan menentukan keberlangsungan perusahaan tersebut masa yang akan datang. Pengelolaan perusahaan yang baik akan menghasilkan manfaat bagi kinerja perusahaan dan pemegang saham baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh good corporate governance terhadap kinerja keuangan dan return saham secara langsung dan tidak langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif. Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik combine sampling (purposive random sampling), yaitu perusahaan manufaktur yang melaksanakan mekanisme good corporate governance berupa kepemilikan institusional selama empat tahun berturut-turut pada tahun 2005- 2008. Data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan keuangan yang dipublikasikan pada Indonesian Capital Market Directory 2006-2009. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis jalur (path analysis). Hasil analisis menunjukkan bahwa baik secara langsung maupun tidak langsung good corporate governance berpengaruh secara singnifikan terhadap kinerja keuangan dan return saham. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan good corporate governance membawa manfaat terhadap kondisi kinerja keuangan dan berakibat pada meningkatnya return saham. Selain itu, hasil pengujian juga menunjukkan bahwa kinerja keuangan mampu menjadi variabel moderator yang memperkuat pengaruh good corporate governance terhadap return saham. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menambah indikator pengukuran dan menggunakan data pada tahun yang normal atau stabil.

Pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian laptop Acer (studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Sigit Saputro

 

Kata Kunci: Atribut Produk, Keputusan Pembelian, Laptop Acer Dunia bisnis telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini menyebabkan persaingan antar pelaku bisnis sangat ketat. Untuk mendapatkan tempat istimewa di hati konsumen perusahaan harus mampu menciptakan produk yang lebih unggul dari pesaing dan dapat menentukan strategi yang tepat dengan menciptakan budaya daya saing yang tinggi. Konsumen memerlukan informasi mengenai produk yang betul-betul dapat memenuhi keinginannya. Salah satu cara untuk mendapatkan informasi mengenai produk adalah dengan melihat atribut dari produknya. Atribut produk dapat meliputi berbagai macam sifat atau ciri yang terdapat di produk tersebut. Secara umum, strategi atribut produk yang digunakan oleh produsen laptop dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen adalah brand name/image, reputation, guarantee, dan price. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) bagaimanakah deskripsi produk laptop merek Acer, (2) pengaruh atribut produk secara parsial terhadap Keputusan Pembelian Laptop Acer pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi UM, (3) pengaruh atribut produk secara simultan terhadap Keputusan Pembelian Laptop Acer pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi UM, (4) variabel bebas mana yang dominan pengaruhnya terhadap Keputusan Pembelian Laptop Acer pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi UM. Penelitian ini digolongkan ke dalam penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yang jumlahnya 3832 orang. Jumlah sampel yang diambil adalah 100 orang yang diperoleh dari populasi penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode Multy Stage Sampling. Teknik ini dipilih dengan alasan agar sampel dapat menggambarkan seluruh populasi. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program komputer SPSS Versi 15.0 for Windows agar hasil yang diperoleh lebih akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan atribut produk brand name/image (nama merek) terhadap keputusan pembelian laptop Acer, tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan atribut produk reputation (reputasi) terhadap keputusan pembelian laptop Acer, tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan atribut produk guarantee (garansi) terhadap keputusan pembelian laptop Acer, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan atribut produk price (harga) terhadap keputusan pembelian laptop Acer, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan atribut produk secara simultan terhadap keputusan pembelian laptop Acer pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dan atribut produk price (harga) berpengaruh dominan ii terhadap keputusan pembelian laptop Acer pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar pihak perusahaan mengambil kebijakan yang berhubungan dengan atribut produknya dengan cara memperbaiki reputasi perusahaan dan lebih memperhatikan atribut garansi, konsumen lebih banyak mencari tahu mengenai atribut dari produk yang akan dibelinya, peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah jumlah variabel penelitian yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian dan lebih banyak kontribusinya terhadap keputusan pembelian itu. Misalnya fitur, label, mutu/kualitas, dan lain-lain. Sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian dapat digali dan dikaji secara optimal.

Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan hasil belajar ilmu pengetahuan sosial siswa kelas IV SDN Klampok III Singosari / Sri Soekarni

 

Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Numbered Heads Together (NHT), Hasil Belajar Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas IV SDN Klampok III Singosari tanggal 3 Mei 2010 sampai 8 Mei 2010, diketahui bahwa hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa masih rendah, diketahui bahwa rata-rata skor tes 67 dan ketuntasan klasikal hanya 60%. Ketentuan persentase ketuntasan belajar secara klasikal minimal 80% dari jumlah siswa yang mencapai daya serap ≤ 65%. Rendahnya hasil belajar disebabkan oleh beberapa dari tingkah laku siswa pada saat pembelajaran, antara lain 1) Pada saat pembelajaran mayoritas siswa menunjukkan sikap kurang berminat mengikuti pelajaran. Siswa kurang aktif bertanya, menjawab serta mengungkapkan pendapatnya selama kegiatan pembelajaran berlangsung walaupun guru sudah sering memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, 3) Pada saat diskusi, tidak semua antusias mengikuti pelajaran, hanya beberapa siswa yang aktif mengerjakan tugas sedangkan siswa yang lain banyak yang mengobrol di luar materi pelajaran, 4) Beberapa siswa tidak mendengarkan pendapat temannya dan tidak mendengarkan penjelasan guru. Guru sudah berusaha untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan beberapa metode pembelajaran misalnya dengan praktikum dan diskusi kelas tetapi belum menunjukkan hasil yang maksimal. Hal tersebut berdampak pada hasil belajar siswa yang masih rendah, yaitu rata-rata skor tes 67 dan ketuntasan klasikal hanya 60%. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa kelas IV SDN Klampok III Singosari melalui penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2010 sampai tanggal 19 Juni 2010. Data penelitian berupa penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) yang diperoleh melalui observasi selama penelitian, sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes setiap akhir siklus. Hasil penelitian penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari skor rata-rata kelas sebesar 67,00 dan ketuntasan klasikal 60% sebelum siklus I meningkat menjadi 76,40 dan ketuntasan klasikal 76,67% setelah siklus I dan meningkat lagi menjadi 83,60 dan ketuntasan klasikal 90% setelah siklus II.

Pengaruh minat baca dan persepsi siswa tentang kelengkapan perpustakaan terhadap pemanfaatan perpustakaan sekolah (studi pada SMK Negeri 1 Pogalan, Trenggalek) / Sigit Saputro

 

Kata Kunci: Minat Baca, Persepsi Siswa tentang Kelengkapan Perpustakaan, Pemanfaatan Perpustakaan Masyarakat Indonesia dalam hal minat baca masih sangat rendah. Televisi sebagai media elektronik yang seharusnya menjadi sarana untuk menumbuhkan minat baca, justru berfungsi sebaliknya yaitu sebagai sarana menumbuhkan budaya lisan. Perpustakaan merupakan salah satu tempat yang tepat untuk mengakses informasi dan menjelajah dunia. Keberadaan perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana dan prasarana yang dapat menunjang peningkatan kualitas pendidikan, karena perpustakaan sekolah merupakan bagian penting dari sekolah secara keseluruhan. Oleh sebab itu pemanfaatan perpustakaan sekolah sangat penting dalam era globalisai ini. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemanfaatan perpustakaan sekolah, antara lain: (1) minat baca; (2) tenaga pengelola; (3) koleksi perpustakaan; (4) gedung dan fasilitas perpustakaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) bagaimana kondisi minat baca dan persepsi tentang kelengkapan perpustakaan SMK Negeri 1 Pogalan, (2) bagaimana pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa SMK Negeri 1 Pogalan, (3) apakah minat baca berpengaruh terhadap pemanfaatan perpustakaan sekolah di SMK Negeri 1 Pogalan, (4) apakah persepsi siswa tentang kelengkapan perpustakaan berpengaruh terhadap pemanfaatan perpustakaan sekolah di SMK Negeri 1 Pogalan. Penelitian ini digolongkan ke dalam penelitian deskriptif eksplanatori. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 1 Pogalan yang jumlahnya 1391 orang. Jumlah sampel yang diambil adalah 100 orang yang diperoleh dari populasi penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode Staritified Random Sampling. Teknik ini dipilih dengan alasan agar sampel dapat menggambarkan seluruh populasi. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program komputer SPSS Versi 15.0 for Windows agar hasil yang diperoleh lebih akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi minat baca dan persepsi siswa tentang kelengkapan perpustakaan sekolah di SMK Negeri 1 Pogalan sudah baik. Pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa SMK Negeri 1 Pogalan sudah baik. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan minat baca siswa terhadap pemanfaatan perpustakaan sekolah di SMK Negeri 1 Pogalan, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan persepsi tentang kelengkapan perpustakaan terhadap pemanfaatan perpustakaan sekolah di SMK Negeri 1 Pogalan. Pihak sekolah sebaiknya mengambil kebijaksanaan yang berhubungan dengan kelengkapan perpustakaan sekolah. Seperti memperbaiki dan meningkatkan kualitas perpustakaan. Guru wali kelas maupun mata pelajaran sebaiknya selalu memberikan bimbingan kepada siswanya agar menerapkan ii kebiasaan membaca dengan baik sehingga minat baca siswa untuk membaca akan tumbuh. Sebaiknya siswa menerima kondisi kelengkapan perpustakaan yang ada di sekolah saat ini dan memanfaatkannya secara optimal agar bisa dinikmati dan dirasakan manfaatnya

Peningkatan prestasi belajar matematika melalui pembelajaran "contextual teaching" pada siswa kelas V SDN Sumbersuko Kecamatan Tajinan / Winarsi

 

Kata Kunci : Matematika, CTL Peningkatan kualitas pendidikan menjadi pusat perhatian bagi pemerintah dan pemerhati pendidikan. Seiring dengan itu pemerintah sudah menerbitkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006 (KTSP). Penelitian ini dilakukan berdasarkan masalah-masalah konkrit yang terdapat di kelas diantaranya, rendahnya hasil prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Matematika, siawa kurang mendapat bimbingan dari orang tua,motivasi belajar siswa renda dan siswa terbiasa tidak mengerjakan PR. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Evaluasi dilaksanakan dua kali setelah pertemuan 2 dan 4 selesai. Setiap siklus terdiri dari 2 tahap yaitu tahap rencana tindakan (planning), pelaksanaan tindakan (actualising), mengamati (observation) dan melakukan refleksi (reflection). Ketuntasan belajar yang dapat dicapai oleh siswa pada pra tindakan adalah 20 siswa, 64 % (3 siswa), pada siklus 1 ketuntasan belajar siswa mencapai 65 % (2 siswa) dan pada siklus 2 nilai ketuntasan belajar siswa mencapai 67 %. (18 siswa). Nilai rata-rata yang dapat dicapai oleh siswa adalah 67,5 % SKBM untuk mata pelajaran Matematika dalah 65 Ini berarti sudah mencapai SKBM yang telah ditentukan. Agar pembelajaran tidak terkesan membosankan hendaknya guru tidak menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran, tetapi sebaiknya guru menggunakan beberapa metode yang inovatif, serta menggunakan model pembelajaran yang dapat menarik motivasi siswa dalam belajar aktif, kreatif dan inovatif, dengan menerapkan model pembelajaran CTL . Karena dalam pembelajaran CTL ini siswa dapat menumbuhkan kerja sama dan sikap sosial dan kritis , aktif bertanya serta dengan mudah mengingat materi pelajaran oleh karena dapat menemukan sendiri

Peningkatan kemampuan menulis karangan diskripsi melalui penggunaan metode modeling pada siswa kelas II SDN Ardimulyo 01 Singosari Malang tahun pelajaran 2009/2010 / Siti Rochati

 

Kata Kunci : Keterampilan, Menulis Deskripsi, Metode Modeling Peningkatan keterampilan siswa dalam Mendeskripsikan Binatang sebagai fokus penelitian bertolak dari kenyataan bahwa pembelajaran mendeskripsikan binatang atau pelaksanaan pembelajaran mendeskripsikan binatang di sekolah dasar masih belum dilaksanakan dengan optimal. Pembelajaran menulis secara umum di sekolah dasar perlu mendapatkan perhatian khusus karena di SD merupakan landasan untuk memperoleh bekal keterampilan menulis tingkat lanjut. Oleh karena itu diperlukan metode modeling untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam mendeskripsikan binatang. Laporan penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan SD Negeri Ardimulyo I pada semester genap tahun pelajaran 2009/20010. Data yang dilaporkan berasal dari hasil pre test, catatan lapangan, observasi, dan hasil mendeskripsikan binatang selama penerapan Metode modeling asikan Metode modeling sehingga dapat memberikan pengaruh terhadap meningkatnya keterampilan mendeskripsikan binatang siswa kelas II SD Negeri Ardimulyo I pada kegiaan pembelajaran yang meliputi tahap pramenulis, saat menulis, dan pascamenulis. Meningkatnya keterampilan mendeskripsikan binatang siswa Kelas II SD ditandai terjadinya peningkatan nilai pembelajaran. Data penelitian ini berupa data proses dan data hasil. Data proses meliputi aktivitas siswa selama pembelajaran, seperti (1) respon siswa, (2) motivasi, (3) keaktifan, (4) kerjasama, dan (5) kepercayaan diri ketika menuangkan ide. Sedangkan data hasil berupa karangan siswa. Pemberian nilai akhir karangan siswa didasarkan pada rubrik penilaian karangan. Aspek-aspek yang menjadi penilaian meliputi: (1) penuangkan ide secara tertulis, (2) penggunaan bahasa, (3) penggunaan/pemilihan kosakata , serta (4) penyesuaian antara judul dengan karangan deskripsi. Pembelajaran mendeskripsikan binatang dengan Metode modeling terbukti telah terjadi peningkatan pada proses dan hasil pembelajaran yang meliputi hal-hal berikut, (1) peningkatan proses pembelajaran dari studi diagnosa ke siklus 1 sebesar 12,3 % dan dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan sebesar 7 % sedangkan (2) peningkatan hasil pembelajaran dari studi diagnosa ke siklus 1 sebesar 10,5 % dan dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan sebesar 12,3% Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuhan bagi guru bahasa Indonesia sebagai alternatif satu strategi dalam meningkatkan kinerja pembelajaran terutama pada peningkatan keterampilan siswa dalam menulis deskripsi.

Penerapan kolaborasi pembelajaran kooperatif model fan-n-pick dengan role playing untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada standar kompetensi melakukan negosiasi (studi pada siswa kelas X Pemasaran di SMK Kosgoro 1 Lawang Kab. Malang) / Dewi Muthmainah

 

Muthmainah, Dewi. 2013. Penerapan Kolaborasi Pembelajaran Kooperatif Model Fan-N-Pick dengan Role Playing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Standar Kompetensi Melakukan Negosiasi (Studi Pada Siswa Kelas X Pemasaran SMK Kosgoro 1 Lawang Kab. Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Tata Niaga. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ery Tri Djatmiko R,W.W, M.A., M.Si. (2) Drs. Gatot Isnani, M.Si. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Fan-N-Pick, Role Playing, Hasil belajar, Melakukan Negosiasi     Sistem pendidikan sampai saat ini merupakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada sekolah-sekolah sebagai penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yang cenderung teaching-oriented dalam proses belajar mengajar, sehingga diperlukan strategi atau model pembelajaran yang menyenangkan dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru adalah mampu menguasai materi dan memilih model pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui penerapan kolaborasi pembelajaran kooperatif model Fan-N-Pick dengan Role Playing, 2) mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran kolaborasi model Fan-N-Pick dengan Role Playing, 3) mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkannya pembelajaran kolaborasi model Fan-N-Pick dengan Role Playing.     Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif, yang dilaksanakan di SMK Kosgoro 1 Lawang pada siswa kelas X Pemasaran dengan standar kompetensi Melakukan Negosiasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: 1) test, 2) pengamatan, 3) catatan lapangan, 4) angket, 5) wawancara dan 6) dokumentasi.     Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Penerapan kolaborasi pembelajaran kooperatif model Fan-N-Pick dengan Role Playing pada Standar Kompetensi Melakukan Negosiasi di kelas X PMS SMK Kosgoro 1 Lawang berjalan dengan lancar, 2) Siswa memberikan respon dengan baik terhadap penerapan kolaborasi pembelajaran kooperatif model Fan-N-Pick dengan Role Playing. Menurut mereka, metode ini berbeda dan lebih menyenangkan dibanding metode yang biasa digunakan yaitu ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas. 3) Penerapan kolaborasi pembelajaran kooperatif model Fan-N-Pick dengan Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Standar Kompetensi Melakukan Negosiasi di kelas X PMS SMK Kosgoro 1 Lawang. Hal ini terbukti dengan meningkatnya rata-rata nilai post test siswa yang mana pada siklus I hanya 80 dan pada siklus II menjadi 87,33. Hasil belajar ranah afektif juga mengalami peningkatan yaitu 63,97% pada siklus I menjadi 75% pada siklus II.     Saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu: 1) pada saat pelaksanaan pembelajaran dengan kolaborasi pembelajaran kooperatif model Fan-N-Pick dengan Role Playing hendaknya lebih bisa memotivasi siswa, memberi pengarahan pada siswa agar siswa lebih percaya diri sehingga diharapkan berdampak pada hasil belajar siswa yang lebih baik. 2) bagi siswa, diharapkan pada saat pembelajaran kolaborasi model Fan-N-Pick dengan Role Playing perlu meningkatkan keaktifan bertanya maupun berpendapat agar lebih memahami materi dan membuat suasana di dalam kelas menjadi lebih hidup. 3) bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian tentang kolaborasi pembelajaran kooperatif model Fan-N-Pick dengan Role Playing yang lebih kreatif dan inovatif pada standar kompetensi yang sama atau berbeda yang sesuai dengan karakteristik model pembelajaran dan hendaknya lebih memperhatikan tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan agar siswa dapat memainkan peran dengan baik sehingga diperoleh hasil yang maksimal.

Peningkatan social skill dan prestasi belajar fisika dengan pembelajaran model siklus belajar 5E (learning cycle) pada pokok bahasan kalor di kelas VII C SMP Negeri Satu Atap Merjosari Malang / Makhsunatul Laili

 

Kata Kunci : social skill, prestasi belajar, siklus belajar 5 E Social skill dan prestasi belajar fisika siswa di kelas VII C SMP Negeri Satu Atap Merjosari Malang pada umumnya masih rendah. Salah satu faktor penyebab rendahnya prestasi belajar fisika adalah guru jarang melakukan praktikum dan demonstrasi, siswa hanya mengahafalkan konsep. Siswa kelas VII C cenderung bersifat individu, walaupun dibentuk kelompok siswa tetap mengerjakan tugasnya sendiri-sendiri. Penelitian ini bertolak dari hasil pengamatan, sehingga ditemukan adanya permasalahan di SMP Negeri Satu Atap Merjosari Malang khususnya kelas VI C tentang masih rendahnya social skill dan prestasi belajar siswa. Salah satu upaya untuk meningkatkan social skill dan prestasi belajar fisika siswa kelas VII C SMP Negeri Satu Atap Merjosari Malang melalui model pembelajaran siklus belajar 5E. Model pembelajaran siklus belajar 5E merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan memiliki 5 tahapan, yaitu engagement (pendahuluan), eksploration (eksplorasi), explanation (eksplanasi), elaboration (elaborasi) dan evaluation (evaluasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model siklus belajar 5E dapat meningkatkan social skill dan prestasi belajar fisika siswa kelas VII C SMP Negeri Satu Atap Merjosari Malang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus dan bertujuan untuk memperbaiki suatu keadaan pembelajaran di dalam kelas. Setiap siklus PTK terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Tindakan pada penelitian ini adalah siklus belajar 5E. Penelitian ini dilakukan di kelas VII C SMP Negeri Satu Atap Merjosari Malang semester genap 2009/2010. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data prestasi belajar dan social skill siswa yang diambil dari hasil observasi baik sebelum maupun selama penelitian dilakukan. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran model siklus belajar 5E dapat meningkatkan prestasi belajar dan social skill siswa. Pada siklus I nilai rata-rata berdasarkan tes prestasi belajar adalah 66 dengan ketuntasan belajar 59%. Kemudian pada siklus II prestasi belajar rata-rata berdasarkan tes prestasi belajar adalah 72 dengan ketuntasan belajar 77%. Sedangkan persentase social skill pada siklus I adalah 56% dan pada siklus II menjadi 70%(naik14%). Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model siklus belajar dapat meningkatkan prestasi belajar dan social skill siswa kelas VII C SMP Negeri Satu Atap Merjosari Malang. Disarankan bagi guru fisika hendaknya berkenan menerapkan model pembelajaran siklus belajar 5 E karena terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar dan social skill siswa.

Penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan ketrampilan menulis siswa kelas 2 SDN Bakalan Krajan I Kecamatan Sukun Kota Malang / Ariza Dwi Astuti

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation (GI) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Program Keahlian Penjualan pada mata pelajaran melaksanakan negosiasi di SMK PGRI 6 Malang / Anugerah Suci Pratiwi

 

Kata kunci: pembelajaran kooperatif, model group investigation, hasil belajar siswa. Bentuk pembelajaran yang diterapkan di sekolah masih banyak yang bersifat konvensional. Dimana guru menjadi pusat dan sumber ilmu, sedangkan siswa hanya mendengar, mencatat, dan mengerjakan soal yang diperintahkan oleh guru. Pembelajaran seperti ini yang menjadikan siswa cenderung pasif, tidak dapat mengembangkan pengetahuan/wawasannya, dan menjadikan siswa malas, jenuh serta mengantuk pada saat pembelajaran berlangsung. Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu pembelajaran yang menuntut siswa untuk aktif dalam setiap proses belajar, siswa diberi kesempatan dalam menyampaikan segala ide, pendapat saran beserta gagasan-gagasan yang dimiliki oleh siswa. Salah satu pembelajaran kooperatif yang melibatkan siswa secara langsung mulai dari perencanaan adalah pembelajaran kooperatif model Group Investigation dimana siswa dituntut lebih aktif lagi dalam proses pembelajaran baik fisik ataupun mental. Dalam pembelajaran ini siswa diharuskan berfikir aktif, bekerjasama dalam kelompok mulai dari mengidentifikasi topik, merencanakan tugas, menginvestigasi soal, menyiapkan laporan akhir serta mempresentasikan laporan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Bagaimana penerapan pembelajaran kooperatif model GI (Group Investigation) pada mata pelajaran Melaksanakan Negosiasi di SMK PGRI 6 Malang, 2) Bagaimana hasil belajar siswa pada mata pelajaran Melaksanakan Negosiasi setelah mengikuti pembelajaran kooperatif model GI (Group Investigation), 3) Hambatan-hambatan apakah yang muncul selama diterapkannya pembelajaran kooperatif model GI (Group Investigation) pada mata pelajaran Melaksanakan Negosiasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dengan 2 siklus dimana terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/observasi, dan refleksi. Subyek dari penelitian ini adalah kelas X Pj di SMK PGRI 6 Malang yang berjumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan tes tulis yang dilaksanakan pada awal dan akhir siklus, lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data berupa ketrampilan siswa, aktivitas siswa, dan ketepatan guru dalam mengajar. Respon siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode angket dan wawancara. Kegiatan iv siswa dan guru dicatat dalam catatan lapangan dan pengamatan partisipan, serta dokumentasi untuk penguatan terhadap hasil penelitian Hasil penelitian menggambarkan bahwa: 1) Penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa, 2) Pada aspek kognitif, nilai pre test dan post test pada siklus 1 dan siklus 2 menunjukkan peningkatan. Rata-rata yang diperoleh dari nilai pre test dan post test siklus I adalah 68,94 meningkat menjadi 69,26. Sedangkan nilai rata-rata yang diperoleh dari nilai pre test dan post test siklus II adalah 62,05 meningkat menjadi 64,76. Ketuntasan klasikal ranah kognitif juga mengalami peningkatan. Pada pre test siklus I sebesar 58,82%, meningkat pada post test siklus I menjadi 76,47%. Sedangkan nilai pre test siklus II sebesar 38,23% meningkat pada post test siklus II menjadi 47,05%, 3) Untuk ketuntasan klasikal pada ranah afektif juga mengalami peningkatan pada setiap siklus. Untuk pra tindakan ketuntasan klasikal hasil belajar ranah afektif siswa sebesar 17,64%, siklus I sebesar 79,41% dan siklus II 88,23%, 4) Pada aspek psikomotorik juga mengalami peningkatan setiap pertemuan. Obsever 1 menilai bahwa pada pertemuan 2 mencapai 20,58%. Sedangkan obsever 2 menilai pada pertemuan 2 mencapai 32,35%. Pada siklus II mengalami peningkatan dari pada pertemuan sebelumnya. Obsever 1 menilai bahwa siklus II pertemuan 2 mencapai 76,47%. Sedangkan obsever 2 menilai pada pertemuan 2 mencapai 88,24%, 5) Hasil belajar aspek psikomotorik menunjukkan peningkatan dari siklus 1 dan 2 yaitu observer 1 dan 2 menilai bahwa siklus 1 dan 2 mengalami peningkatan sebesar 55,89%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: 1) Pembelajaran kooperatif model Group Investigation pada mata pelajaran Melaksanakan Negosiasi di SMK PGRI 6 Malang dilaksanakan dengan melalui beberapa tahapan yaitu dengan cara mengidentifikasi topik ke dalam kelompok, merencanakan tugas yang akan dipelajari, melaksanakan investigasi, menyiapkan laporan akhir, mempresentasikan laporan akhir, dan evaluasi, 2) Hasil belajar yang diperoleh siswa dari siklus I ke siklus II meningkat, 3) Terdapat beberapa hambatan yang ditemui peneliti dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif model Group Investigation. Adapun saran yang diberikan: 1) Bagi Sekolah untuk menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap untuk mendukung efektifitas pembelajaran kooperatif model Group Investigation, 2) Bagi guru disarankan untuk mencoba menerapkan pembelajaran seperti ini, 3) Untuk peserta didik lebih meningkatkan keberaniannya dalam mengajukan pertanyaan dan jawaban, karena semakin aktif siswa dalam pembelajaran seperti ini semakin baik. 4) Bagi peneliti berikutnya diharapkan untuk melakukan penelitian dengan menggunakan pembelajaran kooperatif dengan model yang sama pada mata pelajaran yang sama/beda namun dalam tempat yang berbeda.

Kesilapan struktur predikasi Bahasa Inggris tulis mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris / oleh M. Sri Samiati Tarjana-Samiono

 

Pengembangan model pembelajaran ekonomi berkarakter Pancasila di Sekolah Menengah Atas (SMA) / Novi Eko Prasetyo

 

Eko, Novi.P. 2014. Pengembangan Model Pembelajaran Ekonomi Berkarakter Pancasila Di Sekolah Menengah Atas (Sma). Tesis. Prodi S2 Pendidikan Ekonomi, Jenjang Magister, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hari Wahyono, M.Pd., (II) Dr. Mit Witjaksono, MS.Ed. Kata kunci: Pembelajaran Ekonomi, Model Pembelajaran Ekonomi Berkarakter Pancasila      Hasil observasi awal menunjukkan bahwa pembelajaran ekonomi di SMA cenderung hanya terpaku pada penyelesaian penyampaian materi yang terdapat pada buku teks kepada peserta didik dan kurangnya sikap saling menghargai dan menghormati antara satu sama lain, sikap adil, kebersamaan, suasana kekeluargaan dan gotong royong, serta kurangnya rasa tanggung jawab yang dimiliki oleh peserta didik. Keadaan tersebut rentan dengan tumbuh kembangnya nilai-nilai liberalisme dikalangan peserta didik serta kurangnya penanaman nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia yang terkandung pada Pancasila dan UUD 1945 khususnya pada pasal 33 sehingga hanya mencetak generasi penerus bangsa yang berjiwa liberalisme daripada berjiwa Pancasila. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan penelitian dan pengembangan pembelajaran ekonomi berkarakter pancasila melalui model pembelajaran ekonomi berkarakter Pancasila untuk menjadikan pembelajaran ekonomi yang dapat menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945 yang mengacu pada tujuan pembelajaran ekonomi yang termaktub dalam Standar Isi.      Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan model pembelajaran ekonomi berkarakter Pancasila dengan pendekatan design based research (DBR). Teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik statistika deskriptif dan kualitatif.      Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan hasil tanggapan peserta didik pada saat uji coba di SMAN 6 kota Malang sebesar 91,8%. Hal ini berarti bahwa Model Pembelajaran Ekonomi Berkarakter Pancasila dapat memahamkan peserta didik tentang konsep ekonomi yang sesuai dengan idiologi bangsa Indonesia terutama dapat menanamkan nilai-nilai karakter pancasila diantaranya, taqwa terhadap Tuhan YME, menjunjung tinggi kebersamaan, menghargai pendapat orang lain, hemat, bijak dan musyawarah untuk mufakat.      Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan agar, (1) Pemanfaatan skenario pembelajaran dengan model pembelajaran ekonomi berkarakter Pancasila perlu dikembangkan untuk semua materi, (2) Pengembangan produk lebih lanjut berupa pengembangan skenario pembelajaran dengan model pembelajaran ekonomi berkarakter Pancasila melalui sarana media elektronik yang inovatif dan kreatif, (3) Rekomendasi hasil penelitian bahwa produk tersebut dapat digunakan pada saat pendidik membelajarkan materi yang berkaitan dengan penyelesaian masalah ekonomi.

Responsivitas masyarakat petani terhadap pendidikan di Desa Bangeran Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto / Pramesti Retno Suryaningtyas

 

Kata kunci : responsivitas, petani, pendidikan Pendidikan adalah salah satu cara untuk mengatasi kemiskinan. Masyarakat miskin (petani) akan mampu meningkatkan kesejahteraan dengan cara meningkatkan pendidikannya. Pendidikan, dalam hal ini tidak hanya formal, tetapi juga non formal dan informal yang berkaitan dengan penguasaan kemampuan dan keterampilan. Masyarakat Desa Bangeran Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto dikategorikan sebagai masyarakat prasejahtera dengan tingkat pendidikan rata-rata SD dan mayoritas mata pencarian masyarakat sebagai petani. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian tentang daya tanggap (responsivitas) masyarakat petani terhadap pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menjelaskan pemahaman masyarakat petani terhadap pendidikan, (2) menjelaskan upaya yang dilakukan masyarakat petani dalam memperoleh pendidikan, (3) menjelaskan apakah yang dilakukan oleh masyarakat petani Desa Bangeran Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto dalam upaya meningkatkan kesejahteraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di Desa Bangeran Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Sumber data dalam penelitian ini adalah manusia, peristiwa, dan dokumen profil desa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Prosedur analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa (1) masyarakat petani Desa Bangeran Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto, memahami pendidikan sebagai suatu program untuk membuat kehidupan lebih baik dalam arti hidup lebih enak, hidup bahagia, tidak menjadi beban orang tua dan tidak sengsara. Selain itu, pendidikan dimaknai sebagai suatu program untuk merencanakan masa depan yang lebih baik dan juga dimaknai sebagai program untuk bisa membaca dan menulis, (2) upaya masyarakat petani Desa Bangeran Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto untuk memperoleh atau membiayai pendidikan dilakukan melalui ngenger, kerja yang lebih giat dengan waktu yang lebih lama untuk mendapatkan biaya pendidikan, melakukan perencanaan biaya dengan cara mengalokasikan dana untuk biaya pendidikan, berhutang, dan menjual harta benda, (3) upaya masyarakat petani Desa Bangeran Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto untuk meningkatkan ii kesejahteran adalah dengan mencari penghasilan sampingan, seperti membuka toko (berdagang dan beternak), mengatur pengeluaran, berhutang untuk mensukseskan usaha, menyekolahkan anak hingga pendidikan tinggi agar tidak menjadi beban orang tua di kemudian hari. Sedangkan upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan meminta do’a dan bantuan kyai serta meminta bantuan dukun. Berdasarkan temuan penelitian di atas, saran yang diajukan saran-saran: (1) kepada Pemerintah agar memberikan kemudahan bagi masyarakat miskin (petani) untuk memperoleh pendidikan, (2) kepada masyarakat petani, terutama petani golongan ekonomi pra sejahtera, disarankan agar berusaha mendapatkan pendidikan agar bisa meningkatkan taraf hidupnya pada masa yang akan datang, dan (3) kepada peneliti selanjutnya yang tertarik dengan tema penelitian sejenis, disarankan agar melakukan penelitian sejenis dengan menggunakan pendekatan lainnya.

Pengembangan modul pembelajaran biodiversitas sebagai media belajar siswa SMP kelas VII dengan model siklus belajar berbasis kontekstual / Abdur Rozzaq Fahmi

 

Kata kunci: pengembangan, modul, kontekstual, siklus belajar. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menyarankan kegiatan pembelajaran di dalam kelas memiliki suatu konsep yang mampu mengaitkan antara materi pelajaran dengan situasi dunia nyata siswa, sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat bertahan lama dan lebih bermakna. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat memadai harapan KTSP tersebut adalah pendekatan berbasis kontekstual. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMP mengharapkan siswa mempunyai kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya, sedangkan salah satu prinsip pelaksanaan kurikulum dari satuan pendidikan adalah alam takambang jadi guru dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. Dalam setiap kelas berkumpul siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda, maka perlu diadakan pengorganisasian materi dan memperhatikan cara-cara mengajar. Bentuk pelaksanaan cara mengajar yang sesuai dengan masalah tersebut adalah dengan membagi-bagi bahan pembelajaran menjadi unit-unit pembelajaran yang meliputi satu atau beberapa pokok bahasan. Bagian-bagian materi pembelajaran itu disebut modul. Modul adalah media yang mampu memberikan kesempatan bagi siswa untuk membangun konsep sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Dengan demikian pengembangan dan penggunaan modul adalah sesuai prinsip pelaksanaan kurikulum dari satuan pendidikan dan SKL SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan modul pada topik Biodiversitas (keanekaragaman hayati) untuk siswa SMP kelas VII dengan model siklus belajar berbasis kontekstual. Prosedur pengembangan modul meliputi pengkajian potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi modul, revisi modul, uji coba modul, dan revisi penyempurnaan modul. Subjek validasi modul (validator) adalah tiga orang dosen Biologi Universitas Negeri Malang dan dua orang guru Biologi SMP Negeri 2 Purwosari. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi (1) data kuantitatif berupa skor angket dan nilai pengerjaan modul oleh siswa, serta (2) data kualitatif berupa tanggapan atau saran dari validator dan deskripsi keterlaksanaan uji coba modul. Hasil pengembangan ini berupa modul yang memiliki dua Kegiatan Belajar yaitu Konsep Biodiversitas dan Usaha Konservasi Biodiversitas. Masing-masing kegiatan belajar terdapat model siklus belajar empat tahap (eksplorasi, eksplanasi, ekspansi, dan evaluasi) yang berbasis kontekstual. Hasil validasi dari para validator memiliki nilai rerata sebesar 88% yang berarti valid, dari para observer memiliki nilai rerata 90% yang berarti valid, dan dari siswa memiliki nilai rerata 91% yang berarti valid. Hasil uji coba modul menunjukkan bahwa ii lebih dari 75% siswa sampel telah menyelesaikan modul dengan baik (kategori A/B). Berdasarkan hasil validasi dan uji coba, maka modul Biodiversitas yang dikembangkan telah layak digunakan dalam pembelajaran sains terutama Biologi di SMP kelas VII. Modul ini perlu diujicobakan lagi pada cakupan sekolah dan jumlah siswa sampel yang lebih besar agar tingkat kevalidannya representatif. Bagi guru yang menggunakan modul Biodiversitas ini, dapat menggunakan langsung cara penilaian yang terdapat di dalam modul atau mengembangkan sendiri sesuai dengan kebutuhan guru dan kompetensi siswa yang diajar. Bertolak dari hasil pengembangan ini, perlu adanya pengembangan modul pada materi lain dengan pendekatan berbasis kontekstual sesuai cakupan bahasan penelitian untuk memenuhi harapan KTSP.

Studi tentang gambar ilustrasi pada buku teks pelajaran seni budaya SMP kelas VII semester satu / Elvia Nur Anita

 

Kata Kunci : Studi, Ilustrasi, Buku Teks Pelajaran Seni Budaya Berdasarkan anggapan bahwa banyak buku pelajaran seni budaya memberikan banyak informasi tentang data yang diperlukan khususnya berkaitan dengan ilustrasi didalam penelitian ini bertujuan untuk mencari informasi secara deskriptif tentang gambar ilustrasi buku teks pelajaran seni budaya khusunya buku terbitan PT Erlangga dan Yudhistira. Adapun penelitian ini ditujukan untuk memperoleh informasi mengenai jenis, corak,warna dan fungsi gambar ilustrasi pada buku teks pelajaran seni budaya SMP. Untuk mengarah pada tujuan, peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan model analisis isi dan menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Sumber data Buku Teks Seni Budaya Kelas VII semester 1 terbitan PT Erlangga dan Yudhistira Hasil temuan menunjukan bahwa jenis ilustrasi pada Buku Teks Seni Budaya Kelas VII Semester 1 terbitan PT Erlangga, lebih banyak gambar tangan (57,4%) dilanjutkan jenis fotografi (42,6%). Sedangkan pada Buku Teks Seni Budaya Kelas VII Semester 1 terbitan Yudhistira, jenis ilustrasi gambarnya cenderung lebih banyak jenis fotografi (62,3%) dari pada jenis ilustrasi gambar tangan (37,7). Kemudian ilustrasi gambar pada Buku Seni Budaya kelas VII Semester 1 terbitan PT Eralangga lebih banyak menggunakan gambar-gambar bercorak realis (73,7%),diikuti gambar-gambar simbolis (16,8%) dan gambar bercorak dekoratif (9,5%). Sedangkan ilustrasi gambar pada Buku Seni Budaya kelas VII Semester 1 terbitan Yudhistira lebih banyak mengguanakan gambar-gambar realis (83,4%), diikuti gambar bercorak dekoratif (13,1%) dan selanjutnya gambar bercorak simbolis (3,5%). Selain itu ilustrasi gambar pada Buku Seni Budaya kelas VII Semester 1 terbitan PT Eralangga lebih banyak menggunakan gambar-gambar dengan penggunaan warna hitam putih (76,6%),diikuti penggunaan fullcolour (23,4%). Sedangkan ilustrasi gambar pada Buku Seni Budaya kelas VII Semester 1 terbitan Yudhistira lebih banyak mengguanakan fullcolour (81,4%), kemudian ilustrasi dengan warna hitam putih (18,6%). Serta Pada Buku Seni Budaya kelas VII Semester 1 terbitan PT Eralangga, jenis Ilustrasi yang paling banyak adalah fungsi penyajian data (73,1%), diikuti fungsi deskriptif (23,4%), kemudian fungsi konstruktif (3,5%). Berbeda pada terbitan PT Erlangga, Buku Seni Budaya kelas VII Semester 1 terbitan Yudhistira mempunyai jenis ilustrasi yang paling banyak adalah fungsi penyajian data (84,4%), diikuti fungsi deskriptif (15,6%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa setiap buku teks dengan terbitan yang berbeda mempunyai jenis, corak, warna, dan fungsi ilustrasi yang jumlahnya berbeda-beda. Semua disesuaikan dengan kebutuhan dan keefektifan yang ingin dicapai.

Peningkatan kemampuan menulis karangan melalui penerapan permainan bahasa mengarang berantai pada siswa kelas IV SDN Manukan Wetan I/114 Surabaya / Eni Rochani

 

Kata kunci : menulis, permainan bahasa, mengarang berantai. Manusia sebagai makhluk sosial mengharuskan manusia untuk selalu berkomunikasi dengan lingkungannya. Kenyataan ini membuktikan betapa pentingnya fungsi bahasa sebagai alat komunikasi, agar apa yang kita ungkapkan mendapat tanggapan dari orang lain, karena itu manusia harus mampu mengungkapkan pikiran, gagasan, dan ide dalam bentuk tulisan maupun lisan. Kondisi siswa kelas IV SDN Manukan Wetan I / 114 menunjukkan masih rendahnya kemampuan siswa dalam kegiatan menulis karangan karena belum terlaksananya model pembelajaran yang yang membuat anak aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan untuk pembelajaran menulis karangan. Hal ini terlihat dari hasil siswa yang masih rendah dalam kegiatan pembelajaran pembelajaran menulis karangan. Hanya ada 8 dari 32 siswa yang mengalami ketuntasan, hal ini berarti hanya 25% siswa yang mengalami ketuntasan, sedangkan sisanya 75% tidak tuntas. . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan mengarang berantai dapat meningkatkan kemampuan, keaktifan, dan rasa senang siswa dalam pembelajaran menulis karangan pada pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN Manukan Wetan I /114 kecamatan Tandes Surabaya. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif model siklus Kemmis dan Taggart dengan langkah: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyeknya adalah siswa dan guru kelas IV SDN Manukan Wetan 1 /114 kecamatan Tandes Surabaya. Penelitian dilaksanakan pada semester II tahun 2010. Pengumpulan data dengan observasi langsung dilakukan selama proses pembelajaran dan dari hasil kemampuan siswa. Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa: penerapan mengarang berantai dapat meningkatkan kemampuan, aktifitas, serta rasa senang dalam menulis karangan pada pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN Manukan Wetan I /II4 Surabaya. Hal ini terbukti terjadi peningkatan nilai siswa dari rata – rata 57 dengan ketuntasan 31,25% pada siklus I meningkat menjadi rata –rata 79 dengan ketuntasan mencapai 87, 5% pada siklus II , ini berarti terjadi peningkatan hasil sebesar 56,25%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa: penerapan mengarang berantai dapat meningkatkan kemampuan, rasa senang, dan keaktifan siswa dalam pembelajaran menulis karangan pada pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN Manukan Wetan I/114 Surabaya.

Penerapan media gambar untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV pada pembelajaran PKn di SDN Lakarsantri I/472 Surabaya / Mujarofah

 

Kata Kunci : Media Gambar, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar Siswa, Pembelajaran PKn Salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh guru dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah bagaimana cara penyampaian materi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dapat diterima, dipahami dan diterapkan oleh siswa dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penerapan media gambar siswa kelas IV pada pembelajaran PKn di SDN Lakarsantri I/472 Surabaya, (2) mendeskripsikan penerapan media gambar dalam meningkatkan aktivitas siswa kelas IV pada pembelajaran PKn di SDN Lakarsantri I/472 Surabaya, dan (3) mendeskripsikan penerapan media gambar dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada pembelajaran PKn di SDN Lakarsantri I/472 Surabaya Penelitian ini yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan model Kemmis and McTaggart secara kolaboratif antara peneliti dengan teman sejawat dengan menerapkan media gambar selama 2 siklus yaitu siklus I dilaksanakan tanggal 27 Maret 2010 dan siklus II dilaksanakan tanggal 3 April 2010. Obyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Lakarsantri I/472 Surabaya yang berjumlah 31 orang. Instrumen penelitian yang dipergunakan adalah (1) lembar observasi (pengamatan), (2) lembar tugas siswa (LTS), dan (3) lembar tes formatif. Fokus penelitian ini adalah penerapan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada pembelajaran PKn. Analisis data dilakukan melalui 3 tahap, yaitu reduksi data, paparan data, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I termasuk kategori cukup kemudian pada siklus II termasuk kategori sangat baik dan persentase tes formatif hasil hasil belajar siswa pada pra tindakan mencapai 54%, pada siklus I tes formatif hasil hasil belajar siswa mencapai 62%, dan pada siklus II tes formatif hasil hasil belajar siswa mencapai 81%. Peningkatan hasil hasil belajar sebelumnya tindakan (pra tindakan) sampai dengan tindakan siklus II mencapai 29%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Penerapan media gambar pada mata pelajaran PKn siswa kelas IV di SDN Lakarsantri I/472 Surabaya berjalan dengan baik dan lancar, penerapan media gambar dapat meningkatkan aktivitas belajar PKn kelas IV di SDN Lakarsantri I/472 Surabaya, dan penerapan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar PKn kelas IV di SDN Lakarsantri I/472 Surabaya. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dikemukan beberapa saran sebagai berikut : (1) Penggunaan media gambar perlu ditingkatkan sebagai suatu alternatif dalam upaya meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif baik fisik, mental maupun sosial dalam proses pembelajaran PKN di SD. Dengan demikian memungkinkan siswa mengembangkan kemampuannya secara lebih komprehensif baik dalam aspek pengetahuan/kognitif, efektif/sikap maupun dalam aspek psikomotor/ketrampilan dan (2) Pembelajaran hendaknya dilaksanakan dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran secara aktif

Penerapan pendekatan whole language dengan media buku harian untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan sederhana pada siswa kelas III C SDN Dupak V Surabaya / Indaryani

 

Kata kunci : whole language, buku harian, kemampuan menulis, karangan sederhana, SD Menulis merupakan salah satu aspek berbahasa yang harus dikuasai siswa. Dengan menulis, siswa dapat mengungkapkan gagasan-gagasan, ide, informasi, usulan, saran, cerita dan lain-lain kepada orang lain dalam bentuk tulisan. Namun pada kenyataannya kemampuan menulis siswa kelas III C SDN dupak V Surabaya masih kurang. Dari hasil penilaian yang dilakukan guru diketahui bahwa nilai rata-rata yang diperoleh siswa masih di bawah KKM yang ditetapkan yaitu 70. Siswa yang mencapai ketuntasan belajar hanya 6 orang dari 36 siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat diterapkan pendekatan whole language dengan media buku harian. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mendiskripsikan penerapan pendekatan whole language dengan media buku harian untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan sederhana siswa kelas IIIC SDN Dupak V Surabaya. (2) Untuk mendiskripsikan hasil belajar penerapan pendekatan whole language dengan media buku harian untuk meningkatkankemampuan menulis karangan sederhana siswa kelas IIIC SDN Dupak V Surabaya. (3) Untuk mendiskripsikan aktivitas belajar siswa pada penerapan pendekatan whole language dengan media buku harian untuk meningkatkan kemampuan menulis sederhana siswa kelas III C SDN Dupak V Surabaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan desain penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas untuk perbaikan pembelajaran ini dilakukan dalam dua siklus dengan langkah: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan whole language dengan media buku harian dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan sederhana pada siswa kelas III C SDN Dupak V Surabaya yang ditunjukkan dari peningkatan prosentase aktifitas siswa dan guru. Pada siklus I prosentase aktifitas siswa 61,4%, siklus II mencapai 87,5%. Prosentase aktifitas guru siklus I sebesar 76,6% sedangkan siklus II meningkat sampai 93%. Ketuntasan belajar yang dicapai siswa pada setiap siklus juga terus meningkat. Pada tahap pratindakan siswa yang mencapai ketuntasan hanya 6 siswa dari 36 siswa atau

Penerapan media permainan TTS (teka-teki silang) untuk meningkatkan pemahaman konsep materi IPS di kelas V SDN Penanggungan Malang / Yati Karyati

 

Kata kunci : media permainan TTS, proses belajar, hasil belajar IPS SD. Rendahnya nilai hasil belajar IPS materi perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang siswa kelas V dari perolehan data peneliti menjadi masalah yang perlu dicari penyebabnya, dan menemukan solusi untuk mengatasi nya. Salah satu karakteristik siswa kelas tinggi sekolah dasar adalah ingin tahu, ingin belajar dan realistis. Sehingga dalam hal ini guru dalam membelajarkan siswa berlandaskan pada pemahaman realita yang ada atau sejarah. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah PTK meliputi dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan pertemuan berikutnya evaluasi. Sedangkan evaluasi yang dilakukan berfokus pada proses dan hasil tes. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Penanggungan Malang yang berjumlah 38 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media permainan teka teki silang dapat meningkatkan hasil belajar siswa IPS kelas V SDN Penanggungan Malang. Hal ini dapat dilihat pada hasil belajar pre test 60.05, meningkat pada siklus I menjadi 70.7 dan pada siklus II menjadi 78.5. Ketuntasan belajar mencapai 84.21% sedangkan nilai proses pada siklus I 69.4 meningkat menjadi 75.6 pada siklus II. Berdasar hasil penelitian ini diharapkan guru dapat memiliki media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan dapat memberikan suasana pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, sehingga dapat menumbuhkan minat belajar siswa.

Hubungan antara konsep diri dengan keterampilan komunikasi interpersonal pada siswa kelas X dan kelas XI Madrasah Aliyah Al-Maarif Singosari Malang / Silvia Urdiana

 

Kata Kunci : Konsep Diri, Keterampilan Komunikasi Interpersonal Selama ini siswa menunjukkan keberagaman dalam menampilkan konsep dirinya. Dan setiap siswa memiliki tingkat keterampilan komunikasi interpersonal yang berbeda satu sama lain. Penelitian pada subjek 67 siswa kelas X dan kelas XI MA Al-Maarif Singosari Malang bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat konsep diri siswa, (2) tingkat keterampilan komunikasi interpersonal siswa, dan (3) hubungan yang positif dan signifikan antara konsep diri dengan keterampilan komunikasi interpersonal siswa. Desain yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional dengan teknik pengambilan sampel proportional stratified random sampling. Konsep diri diukur dengan skala konsep diri, validitas item antara 0,295-0,610 dan reliabilitas 0,886. Keterampilan komunikasi interpersonal diukur dengan skala keterampilan komunikasi interpersonal, validitas item antara 0,289- 0,527 dan reliabilitas 0,846. Perhitungan reliabilitas menggunakan formula reliabilitas internal Alpha Cronbach. Data dianalisis menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara konsep diri dengan keterampilan komunikasi interpersonal pada siswa kelas X dan kelas XI MA Al-Maarif Singosari Malang (������ = 0,549 sig = 0,000 < 0,05). Hasil analisis deskriptif menunjukkan sebanyak 35 siswa (52,24%) termasuk berkonsep diri positif, 31 siswa (46,27%) termasuk berkonsep diri agak positif, dan 1 siswa (1,49%) termasuk berkonsep diri agak negatif, sedangkan tingkat keterampilan komunikasi interpersonal siswa sebanyak 6 siswa (8,95%) termasuk kategori tinggi, 46 siswa (68,66%) termasuk kategori agak tinggi, dan 15 siswa (22,39%) termasuk kategori agak rendah. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan: 1) siswa membuat kelompok diskusi sebagai wadah untuk mengeluarkan pendapat, dan mengikuti ekstrakurikuler guna meningkatkan konsep diri dan keterampilan komunikasi interpersonal; 2) guru lebih obyektif sebagai model yang mempengaruhi konsep diri, guru menerapkan metode mengajar secara quantum dengan strategi menumbuhkan minat belajar, member kesempatan siswa mengungkapkan pendapat, membuat generalisasi materi sampai konsep untuk kemudian dipresentasikan, tanya jawab, dan memberikan reward (senyum, tawa, ramah, nilai dan harapan); 3) peneliti selanjutnya hendaknya melakukan studi kualitatif mengenai seberapa besar pengaruh konsep diri terhadap keterampilan komunikasi interpersonal, menggunakan instrumen pengumpul data yang lebih beragam, misalnya dengan wawancara dan menambah butir instrumen.

Upaya peningkatan kemampuan siswa menulis laporan hasil wawancara melalui pedoman wawancara di kelas V SDN Wedoro 1 Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan / Wensislaus Labok

 

Kata Kunci: kemampuan, menulis, pedoman, laporan, SD Keterampilan menulis itu sulit, tetapi peranannya dalam kehidupan manusia sangat penting dalam masyarakat sepanjang zaman. Kegiatan menulis dapat ditemukan dalam aktivitas manusia setiap hari, seperti menulis surat, laporan, buku, artikel, dan sebagainya. Dapat dikatakan, bahwa kehidupan manusia hampir tidak bisa dipisahkan dari kegiatan menulis. Menulis laporan hasil wawancara yang digunakan dalam penelitian ini melalui pedoman wawancara, karena kemampuan menulis siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SDN Wedoro I masih rendah. Tujuan dalam penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan aktivitas siswa kelas V SDN Wedoro 1 kecamatan Pandaan dalam menulis laporan hasil wawancara melalui pedoman wawancara pada pembelajaran Bahasa Indonesia, (2) mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menulis laporan hasil wawancara di kelas V SDN Wedoro 1 Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan, setelah pedoman wawancara diterapkan pada materi pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus di SDN Wedoro I kecamatan Pandaan kabupaten Pasuruan. Siklus I dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 26 Mei 2010 dan dilaksanakan siklus II pada hari Kamis, tanggal 3 Juni 2010. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dan mengacu pada rancangan penelitian desain PTK model Kemmis dan Taggart. Data yang telah terkumpul akan dianalisis secara deskriptif, baik deskriptif kualitatif maupun deskriptif kuantitatif. Hasil evaluasi kemampuan menulis dalam penelitian ini adalah Kemampuan menulis siswa yang diperoleh pada pra tindakan, secara klasikal adalah 59,78%. Sedangkan pada siklus I kemampuan menulis siswa secara klasikal meningkat menjadi 6,60%. Pada siklus II kemampuan menulis siswa secara klasikal meningkat menjadi 8,60%. Penggunaan pedoman wawancara dalam penelitian ini, dapat meningkatkan aktivitas dan kemampuan siswa kelas V SDN Wedoro I dalam menulis laporan hasil wawancara.

Pengembangan media pembelajaran audiovisual mata pelajaran bahasa Indonesia pokok bahasan lingkungan di sekitar kita kelas I semester II MI Sunan Kalijaga Malang / Novilya Shanti

 

Kata Kunci: Pengembangan, Media Audiovisual, Bahasa Indonesia Sekolah Dasar Media audiovisual adalah media yang menjadi perantara atau penyampai informasi yang mempunyai unsur suara, gambar, warna, gerakan, dan cahaya. Bahan pembelajaran yang akan dikembangkan merupakan bahan pembelajaran tampak dengar (audiovisual) yang dapat digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran. Bahan pembelajaran audiovisual sangat penting dan perlu dikembangkan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Sedangkan pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi secara efektif, baik lisan maupun tertulis. Tujuan dari pengembangan media pembelajaran audiovisual yaitu media audiovisual dapat memudahkan guru dan siswa MI Sunan Kalijaga Malang dalam kegiatan pembelajaran dan siswa lebih memahami materi Lingkungan Di Sekitar Kita, bahwa ada berbagai benda di sekitar kita diantaranya peralatan sekolah, peralatan makan, peralatan mandi, dan peralatan kebersihan. Selain benda ada pula binatang dan kita bisa menyebutkan nama-nama binatang dan menyebutkan ciri-ciri binatang. Daya tarik yang begitu kuat dari media pembelajaran audiovisual bagi siswa tidak lepas dari karakteristik media ini yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan media cetak maupun media dengar, sehingga siswa sangat menyukainya. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas I MI Sunan Kalijaga Malang. Penelitian ini dilakukan dalam tiga kali pertemuan dengan mengerjakan lembar kerja siswa 1, 2, dan 3 dan digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa setelah menyaksikan tayangan media pembelajaran audiovisual. Pengumpulan data validasi media pembelajaran audiovisual menggunakan angket untuk ahli media, ahli materi dan audiens (siswa). Hasil validasi pengembangan dibuktikan dengan validnya media pembelajaran audiovisual ini dikemukakan sebagai berikut: ahli media 95% berdasarkan kriteria, media pembelajaran audiovisual Bahasa Indonesia pokok bahasan lingkungan di sekitar kita termasuk kualifikasi valid, ahli materi 97,5% berdasarkan kriteria, media pembelajaran audiovisual Bahasa Indonesia pokok bahasan lingkungan di sekitar kita termasuk kualifikasi valid dan data uji coba kelompok besar/lapangan kepada audiens (siswa) 94% berdasarkan kriteria, media pembelajaran audiovisual Bahasa Indonesia pokok bahasan lingkungan di sekitar kita termasuk kualifikasi valid. Kajian produk yang telah dirancang ini menampilkan media pembelajaran audiovisual seperti animasi gambar, tulisan, musik pengiring, dan narasi yang menjelaskan tentang lingkungan di sekitar kita. ii Saran yang diajukan sebaiknya dapat mengembangkan media pembelajaran menjadi lebih kreatif dan lebih baik lagi, tepat guna, dan tepat sasaran sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.

Pengaruh strategi penyajian graphic organizers, kecerdasan bahasa dan sikap terhadap hasil belajar bahasa Inggris di SMA / Thereesje Roza Souisa

 

Jurusan Teknologi Pembelajaran Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof.Dr. I Nyoman Sudana Degeng, (II) Prof.Dr. Punadji Setyosari M.Pd., M.Ed., (III) Prof.Dr. Siusana Kweldju M.Pd. Kata Kunci: strategi penyajian, graphic organizers, kecerdasan bahasa, sikap, hasil belajar. Strategi pembelajaran merupakan salah satu dari sekian banyaknya variabel yang diindikasikan dapat meningkatkan hasil belajar. Pemelihan strategi pembelajaran yang tepat akan dapat memudahkan pebelajar menerima dan mentransfer pengetahuan yang dipelajari dengan lebih baik. Salah satu dimensi dalam strategi pembelajaran adalah strategi penyajian yang memegang peranan penting dalam menyajikan materi kepada pebelajar dan cara untuk menerima input dari pebelajar tentang apa yang dipelajari. Pemelihan dan penerapan strategi penyajian dengan tepat akan menghasilkan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi pebelajar. Graphic organizer merupakan salah satu strategi yang direkomendasikan oleh para peneliti sebagai strategi yang paling efektif dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris khususnya dalam keterampilan membaca. Disisi lain karateristik pebelajar yakni kecerdasan bahasa dan sikap terhadap pembelajaran turut memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh utama strategi penyajian graphic organzers (graphic advance organizer versus graphic post organizer), kecerdasan bahasa dan sikap serta pengaruh interaksi diantara variabel perlakuan terhadap hasil belajar pemahaman bacaan. Dengan demikian metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain faktorial versi non-equivalent control group design. Subjek penelitian adalah pebelajar SMA Negeri 2 Ambon kelas XI program IPA tahun pembelajaran 2010/2011. Pemelihan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kecerdasan bahasa, tes awal, tes hasil belajar dan angket sikap. Data dianalisis secara statistik inferensial dengan menggunakan analisis kovarian tiga jalur dengan taraf signifikansi 0.05%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Ada perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa Inggris antara kelompok pebelajar yang belajar dengan strategi penyajian graphic advance organizer dan strategi penyajian graphic post organizer. (2) Ada perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa Inggris antara kelompok pebelajar yang memiliki kecerdasan bahasa tinggi dan kelompok pebelajar yang memiliki kecerdasan bahasa rendah.(3) Tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa Inggris antara kelompok pebelajar yang memiliki sikap positif dan kelompok pebelajar yang memiliki sikap negatif. (4) Ada pengaruh interaksi antara strategi penyajian graphic organizers dengan kecerdasan bahasa terhadap hasil belajar bahasa Inggris. (5) Tidak ada pengaruh interaksi antara strategi penyajian graphic organizers dengan sikap terhadap hasil belajar bahasa Inggris. (6) Tidak ada pengaruh interaksi antara kecerdasan bahasa dengan sikap pebelajar terhadap hasil belajar bahasa Inggris. (7) Tidak ada pengaruh interaksi antara strategi penyajian graphic organizers, kecerdasan bahasa dan sikap terhadap hasil belajar bahasa Inggris. Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran disampaikan antara lain; a) Pembelajar disarankan menerapkan strategi penyajian graphic organizers namun tetap dengan memperhatikan jenis dan struktur teks serta panjang dan pendeknya teks. b) Pembelajar disarankan untuk merancang materi pengajaran yang up to date dan lebih kontektual sesuai dengan kebutuhan pebelajar sehingga pebelajar lebih tertarik untuk bereksplore dengan teks melalui strategi graphic orgnizers.c) Penting untuk mengetahui dan memahami karateristik supaya strategi penyajian yang dipilih sesuai dengan karateristik pebelajar dan proses pembelajaran dapat menjadi lebih menyenangkan dan bermakna.d)Pembelajar perlu menciptakan situasi pembelajaran yang nyaman dengan cara memotivasi pebelajar untuk secara mandiri meningkatkan potensi diri pebelajar. e)Temuan penelitian ini dapat menjadi referensi yang berguna bagi pembelajaran mata pelajaran yang lain, namun tetap dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan bahan pembelajaran.f) Bagi praktisi pembelajaran, temuan penelitian ini dapat menjadi salah satu referensi yang bermanfaat dalam mendesain dan merancang pembelajaran bukan saja pada aspek penyampaian/penyajian materi pembelajaran, tapi juga pada aspek pengorganisasian dan pengelolaan pembelajaran sebagai upaya memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran.

Peningkatan pemahaman bangun datar melalui media kertas lipat dan permainan puzzle pada kelas I-A SDN Made I Kecamatan Sambikerep Kota Surabaya / Sri Palupi Rahayu

 

Kata Kunci : Bagun datar, Kertas lipat, Permainan, SD Hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti menunjukan bahwa pembelajaran matematika kelas IA SDN Made I/475 masih menggunakan model pembelajaran konvesional yakni suatu model pembelajaran yang banyak didominasi oleh guru, sementara siswa duduk secara pasif menerima informasi pengetahuan dan keterampilan. Hal ini diduga merupakan salah satu penyebab terhambatnya kreativitas dan kemandirian siswa sehingga menurunkan prestasi belajar siswa, khususnya pada pembelajaran matematika. Melihat fenomena tersebut, maka perlu diterapkan suatu sistem pembelajaran yang melibatkan peran siswa secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar, guna meningkatkan prestasi belajar matematika disetiap jenjang pendidikan. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan peran siswa secara aktif adalah penggunaan media dan permainan bebas. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana menggunakan kertas lipat untuk peningkatan pemahaman bangun datar melalui permaianan puzzle pada kelas I-A SDN MADE Kecamatan Sambikerep kota Surabaya 2) Apakah dengan penggunaan media dan permainan puzzle dapat meningkatkan Keaktifan siswa dalam memahami bangun datar siswa kelas I-A SDN Made Kecamatan Sambikerep Kota Surabaya? 3) Bagaimana penggunaan media dan permainan puzzle dapat meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan bangun datar dengan siswa kelas I-A SDN Made Kecamatan Sambikerep Kota Surabaya? Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti dalam Penelitian Tindakan kelas ini adalah sebagai berikut : 1) Mendeskripsikan penerapan peningkatan pemahaman bangun datar melalui kertas lipat dan permainan puzzle 2) Mendeskripsikan Keaktifan siswa dalam memahami bangun datar melalui penggunaan media dan permainan bebas siswa kelas I-A SDN Made Kecamatan Sambikerep Kota Surabaya? 3) Mendeskripsikan hasil belajar matematika pokok bahasan bangun datar yang diajar melalui penggunaan media dan permainan bebas siswa kelas I-A SDN Made Kecamatan Sambikerep Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. Pemahaman siswa tentang bangun datar mengalami peningkatan sesudah mengalami perbaikan dalam pembelajaran khususnya materi matematika tentang bangun datar

Peningkatan proses belajar IPS dengan model pengajaran langsung pada siswa kelas IV SDN Ketawang I Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk / Sunasri

 

Kata kunci: proses belajar,IPA, pengajaran langsung Berdasarkan hasil observasi, di SDN Ketawang I Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk ditemukan kondisi yaitu rendahnya hasil belajar siswa diduga disebabkan siswa tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran IPA karena siswa mengangap sulit memahami konsep dalam pelajaran IPA dan siswa bosan karena selama ini hanya metode ceramah saja yang digunakan dalam menyampaikan materi IPA, sehingga kreatifitas siswa kurang berkembang. Siswa hanya duduk untuk menerima informasi dan hanya terjadi komunikasi satu arah saja yang dilakukan guru ke siswa. Tujuan penelitian di SDN Ketawang I Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan penerapan model pengajaran untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPA di kelas IV SDN Ketawang I Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk dan(2) Mendeskripsikan peningkatan proses dan hasil belajar IPA dengan model pengajaran langsung di kelas IV SDN Ketawang I Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk Salah satu alternatif strategi pembelajaran yang diharapkan dapat efektif digunakan yaitu penerapan model pengajaran langsung (Direct Instruction) yaitu siswa belajar dengan berbuat sehingga siswa akan mampu memahami materi dengan kemampuannya melalui kegiatan praktek. Dengan melaksanakan pengajaran langsung diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan adanya pemahaman siswa tentang materi yang meningkat. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus II, hasil yang diperoleh sudah mencapai tolok ukur keberhasilan. Hal ini disebabkan dalam proses pembelajaran siswa benar-benar memperhatikan dan aktif pada waktu guru menjelaskan. Pada siklus II nilai belajar individual terendah 5,8 dan tertinggi 8,3 dengan nilai-rata-rata sebesar 7,1. Ketuntasan belajar klasikal yang disapai adalah 90% artinya 36 siswa telah tuntas dengan nilai yang diperoleh ≥ 6,5. Berdasarkan hasil dari pelaksanaan siklus II dapat dikatakan bahwa hasil dari siklus II sudah sesuai dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan yaitu ≥ 75% siswa (dari data diperoleh85% ) tuntas belajar dengan memperoleh nilai ≥ 6,6 (indikator ≥ 6,5). Maka dapat dikatakan bahwa penelitian sudah berhasil dan sesuai dengan kriteria keberhasilan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan model pembelajaran langsung (Direct Instruction) bila diterapkan pada pembelajaran IPA sangat efektif dalam meningkatkan proses dan hasil belajar. Dengan kegiatan ini,akan membuat pembelajaran berpusat pada siswa menyangkut semua aspek yang memungkinkan siswa berkembang sebagai individu yang dapat berfungsi secara menyeluruh.

Pengembangan bahan ajar menulis cerpen dengan strategi pembelajaran kuantum untuk siswa kelas IX SMP / Santika Radityatama

 

Kata kunci: bahan ajar, menulis cerpen, pembelajaran kuantum. Menulis cerpen merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa kelas IX SMP. Kegiatan menulis cerpen memiliki manfaat bagi siswa. Manfaat menulis kreatif cerpen antara lain, dapat melatih siswa peka berimajinasi, sebagai sarana berlatih menggunakan bahasa ragam sastra, dan berlatih memahami manusia secara utuh; baik dari segi pikiran, perasaaan, dan sikap. Hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran menulis cerpen dikategorikan menjadi hambatan internal dan eksternal. Hambatan internal berupa hambatan psikologis, yakni rendahnya minat, sikap, dan pengetahuan awal siswa yang relevan dengan menulis cerpen. Hambatan eksternal berupa lingkungan belajar yang kurang memadai dan masalah kultural, yakni siswa tidak dituntut untuk menguasai kompetensi menulis sastra. Bahan ajar dibutuhkan untuk mengatasi hambatan belajar dan mendukung kelancaran pembelajaran menulis cerpen. Mengingat pentingnya bahan ajar, bahan ajar menulis cerpen perlu dikembangkan. Terdapat beberapa alasan yang mendasari pentingnya pengembangan bahan ajar, yakni pertimbangan kebutuhan siswa dan tuntutan agar guru dapat memberikan materi pembelajaran yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengembangkan model RPP menulis cerpen dengan strategi pembelajaran kuantum di kelas IX SMP dan (2) mengembangkan model bahan ajar menulis cerpen dengan strategi pembelajaran kuantum untuk siswa kelas IX SMP. RPP dikembangkan lebih dulu dengan alasan pengembangan bahan ajar bertitik tolak pada kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, skenario pembelajaran, dan evaluasi yang terdapat di dalam RPP . Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Rancangan penelitian ini diadaptasi dari model desain pembelajaran Dick dan Carey. Berdasarkan model tersebut, terdapat empat tahap prosedur penelitian, yakni (1) tahap perencanaan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap evaluasi, dan (4) tahap revisi. Pelaksanaan pengembangan dilakukan berdasarkan temuan analisis karakter materi dan RPP yang disusun pada tahap perencanaan. Produk hasil pengembangan selanjutnya diujicobakan kepada kelompok ahli. Uji produk RPP dilakukan kepada (1) ahli penulisan kreatif cerpen, (2) ahli pembelajaran sastra, dan (3) guru Bahasa Indonesia. Uji produk bahan ajar dilakukan kepada kelompok ahli yang sama dengan uji RPP ditambah kelompok siswa. Uji produk RPP dan bahan ajar menghasilkan data yang diperoleh dari angket/ kuesioner. Data penelitian pengembangan ini berupa data nonverbal dan data verbal. Data nonverbal berupa skor penilaian, sedangkan data verbal berupa komentar dan saran perbaikan dari ahli dan praktisi. Data dianalisis dengan (1) mendeskripsikan kelayakan produk RPP dan bahan ajar melalui penghitungan presentase v kelayakan bahan ajar dan (2) mendeskripsikan komponen produk yang perlu diperbaiki. Perbaikan dilakukan berdasarkan saran dan masukan dari ahli yang disampaikan secara lisan dan tulisan. Data uji RPP dan bahan ajar dianalisis dengan menghitung presentase kelayakan setiap komponen. Hasil uji RPP dengan ahli penulisan kreatif cerpen menghasilkan rata-rata kelayakan sebesar 80%, guru bahasa Indonesia 92,5%, dan ahli pembelajaran sastra 60%. Hasil uji dengan ahli penulisan kreatif cerpen dan guru bahasa Indonesia menunjukkan RPP tergolong layak dan dapat diimplementasikan, sedangkan ahli pembelajaran sastra menunjukkan RPP tergolong cukup layak dan perlu direvisi pada komponen indikator, materi pembelajaran, dan langkah-langkah kegiatan. Sementara itu, hasil uji bahan ajar dengan ahli penulisan kreatif cerpen menghasilkan rata-rata kelayakan sebesar 76,35%, guru Bahasa Indonesia 98,68%, ahli pembelajaran sastra 73,02%, dan siswa 95,83%. Hasil uji dengan ahli penulisan cerpen, guru bahasa Indonesia, dan siswa menunjukkan bahan ajar tergolong layak dan siap diimplementasikan, sedangkan menurut ahli pembelajaran sastra, bahan ajar tergolong cukup layak dan perlu direvisi. Data verbal dari ahli menitikberatkan pada sistematika bahan ajar yang masih terlalu sulit untuk siswa kelas IX SMP dan materi penulisan cerpen masih kurang. Data verbal lisan dari siswa adalah bahan ajar secara keseluruhan bagus, tetapi masih kurang memotivasi mereka untuk menulis cerpen. Berdasarkan data verbal tersebut, peneliti merevisi sistematika, materi, dan menambahkan kalimat-kalimat motivasi. Hasil pengembangan produk RPP dibuat seperti standar yang dicontohkan oleh tim MGMP bahasa Indonesia. Perbedaan produk RPP dengan RPP yang lain terletak pada penggunaan strategi pembelajaran kuantum dan media musik instrumen. Adapun sistematika RPP meliputi (1) identitas RPP (mata pelajaran, satuan pendidikan, kelas, dan semester), (2) standar kompetensi, (3) kompetensi dasar, (3) indikator, (4) alokasi waktu, tujuan pembelajaran, (5) materi pembelajaran, (6) metode pembelajaran, (7) langkah-langkah kegiatan pembelajaran, (8) sumber belajar, dan (9) penilaian dan evaluasi. Bahasa RPP bersifat operasional, sistematis, jelas, dan singkat. Perbedaan hasil pengembangan produk bahan ajar ini dengan bahan ajar lain terletak pada penggunaan strategi pembelajaran kuantum. Strategi tersebut tampak pada pemanfaatan musik instrumen sebagai pendukung kegiatan pembelajaran, tampilan yang penuh warna, dan tahap quantum writing pada kegiatan pembelajaran. Adapun sistematika bahan ajar meliputi (1) tinjauan kompetensi, (2) pendahuluan, (3) penyajian isi, (4) penutup, (5) daftar pustaka, dan (6) lampiran. Isi bahan ajar menulis cerpen dengan strategi pembelajaran kuantum meliputi (1) materi dan teori menulis cerpen, (2) contoh cerpen, (3) lembar kegiatan siswa yang berupa latihan-latihan, dan (4) evaluasi kegiatan menulis cerpen. Bahasa bahan ajar memperhatikan keterbacaan siswa, singkat, menarik, dan memotivasi. Simpulan penelitian pengembangan ini adalah RPP dan bahan ajar dikembangkan dengan strategi pembelajaran kuantum dan hasil uji menunjukkan produk RPP dan bahan ajar tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru disarankan menggunakan RPP dan bahan ajar ini pada pembelajaran menulis cerpen. Siswa disarankan memanfaatkan bahan ajar ini dalam pembelajaran menulis cerpen dengan memperhatikan petunjuk penggunaan. Selanjutnya, produk pengembangan dapat disebarluaskan dalam forum MGMP dan ditulis dalam jurnal penelitian.

Perancangan komik tafsir al-Qur'an dengan sumber tafsir al-Mishbah guna meningkatkan minat baca umat Islam terhadap tafsir al-Qur'an / Choirur Rozikin

 

Key words: comic, Quran Tafseer, improving, enthusiasm read, moslems. Holly Quran’s book is a pack of God’s Words. The texts are directly Say by God to angel Gabriel, then—with God’s command too—Gabriel revelating them to Prophet Muhammad S.a.w. Some target of this revelation is to make the texts become a guide/guidance for mandkind in reaching safety live in a world and in an eternity later. So, is fair if various efforts to understand the meaning of Quranic texts assumed as a mandkind’s fundamental requirement, especially for moslems. One of the ways that can be trough by moslems to understand the meaning of Quranic texts is reading Quran Tafseer’s books which have been writen by moslem scholars. In Indonesia it self, actually has been a long time distributed many of Quran Tafseer’s books. But, an enthusiasm read of moslems again them are still lower than an enthusiasm read again the other books. Although, a lot of important information around the religion—can be found—in that books are very need to be known. Might be, the lower an enthusiasm read of moslems caused by many of Quran Tafseer’s books have: a thick size, a high price, a lose look pack, their contents are to long and even sometimes understood hard by ordinary people. Or may be caused by moslems it self that really don’t know why they must sparing their time to read that books. In this sarjana’s thesis, writer try to offer an alternative solution for the problem of Quran’s Tafseer which less liked by moslems with according to science of Visual Communication Design. The alternative solution is moving some of tafseer’s content in a Quran Tafseer’s book (Tafsir Al-Mishbah) into a comic. The tafseer’s content in that comic will be completed with various picture/symbol which can be helping moslems to understand the meaning of tafseer’s content it self. By exploiting the media of comic, an enthusiasm read of moslems again Quran Tafseer almost can be ascertained improve. But, the problems now are: (1) How to make that comic? (2) How the design of that comic?

Penggunaan media foto untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi siswa kelas V SDN Mulyoagung 03 Kecamatan Dau Kabupaten Malang / Fiddina Fauzia

 

Kata Kunci: Media Foto, Kemampuan Menulis, Karangan Narasi SD Pembelajaran Bahasa Indonesia terdiri dari empat keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Setiap keterampilan itu erat sekali berhubungan dengan ketiga keterampilan lainnya. Adapun dalam kenyataan masih banyak permasalahan yang menyangkut tentang kesulitan belajar siswa sekolah dasar dalam memahami dan mempraktekkan tiap aspek keterampilan berbahasa. Salah satunya adalah aspek menulis. Menulis merupakan salah satu latihan berpikir pada diri siswa untuk mengembangkan fantasi, imajinasi dan melatih daya cipta. Untuk itu guru harus dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan menulisnya seperti menulis karangan narasi. Sehubungan dengan kemampuan menulis karangan, siswa kelas V SDN Mulyoagung 03 mengalami kesulitan dalam menulis sebuah karangan narasi yang utuh. Oleh karena itu, dipilihlah media foto sebagai media yang tepat untuk membantu mengatasi kesulitan siswa dalam menulis karangan narasi. Adapun tujuan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Mendeskripsikan penerapan pembelajaran dengan penggunaan media foto dalam meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi siswa kelas V SDN Mulyoagung 03 Kecamatan Dau Kabupaten Malang pada pelajaran Bahasa Indonesia, (2) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis karangan narasi siswa kelas V SDN Mulyoagung 03 Kecamatan Dau Kabupaten Malang pada pelajaran Bahasa Indonesia Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dimana peneliti bertindak sebagai pengajar langsung sedangkan guru kelas sebagai pengamat (observer). Penelitian ini terdiri dari siklus yang berdaur mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan perefleksian. Dalam penelitian ini terdiri dari 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II. Penelitian dilaksanakan di Kelas V SDN Mulyoagung 03 Kecamatan Dau Kabupaten Malang, dengan objek penelitian yang berjumlah 40 siswa. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang tuntas dalam belajar meningkat dari pretes sebelumnya berjumlah 10 siswa dengan rata-rata kelas 68,1 menjadi 14 siswa dengan rata-rata kelas 70,5 pada siklus I. Selanjutnya dari tindakan siklus I ke siklus II juga mengalami peningkatan penguasaan rata-rata dari 70,5 menjadi 73,6. Diketahui pula siswa yang tuntas dalam belajar pada siklus II mencapai keseluruhan karena sesuai dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yaitu 70. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media foto dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan. Pembelajaran menggunakan media foto juga dapat menciptakan suasana yang menyenangkan, siswa dapat mengeluarkan ide dan berimajinasi serta siswa dapat aktif dalam kegiatan belajar di kelas serta membantu siswa dalam membuat sebuah karangan narasi. Adapun saran kepada guru, hendaknya dalam mengajar tidak sekadar mengajarkan buku dan menggunakan teknik pembelajaran yang monoton. Sebagai guru SD hendaknya lebih cermat dalam pemilihan media yang bervariasi agar siswa terlibat aktif dalam pembelajaran serta dapat menambah pengetahuan siswa.

Penyelesaian travelling salesman problem (TSP) dengan menggunakan algoritma hill climbing / Aimmatul Mufarricha

 

Kata kunci: Graph, Travelling Salesman Problem (TSP), Simple Hill Climbing, Steepest Hill Climbing. Travelling Salesman Problem (TSP) merupakan salah satu masalah optimalisasi. Traveling Salesman Problem adalah sebagai suatu permasalahan untuk menemukan sikel Hamilton yang memiliki total bobot sisi minimum. TSP mencari rute dari kota asal ke kota-kota yang dituju dengan syarat setiap kota hanya dapat dikunjungi satu kali kecuali kota awal. Banyak algoritma yang diterapkan pada permasalahan TSP diantaranya adalah nearest neighbor, cheapest link, nearest insertion heuristic. Terdapat algoritma lain yang dapat digambarkan sebagai metode untuk menemukan solusi dari suatu permasalahan TSP. Algoritma tersebut merupakan bagian dari teknik pelacakan dimana cara kerjanya memberikan kemungkinan banyak solusi dan akan dicari solusi yang terbaik. Algoritma tersebut adalah algoritma hill climbing. Algoritma hill climbing dimulai dengan memilih sebarang lintasan dan membuat iterasi perubahan kecil pada solusi, setiap langkah mencari solusi yang terbaik. Ketika algoritma tidak dapat melihat perbaikan lagi, maka akan berhenti. Pada saat itu ditemukan solusi optimal. Dalam penulisan skripsi ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan TSP dengan menggunakan algoritma hill climbing. Algoritma hill climbing dibedakan menjadi dua yaitu simple hill climbing dan steepest hill climbing. Penyelesaian dari contoh 5 titik yang diperoleh dengan menggunakan algoritma simple hill climbing dan steepest hill climbing memberikan solusi yang sama dengan penyelesaian menggunakan algoritma greedy, algoritma nearest neighbor, algoritma cheapest link, algoritma farthest insertion heuristic, algoritma nearest insertion heuristic, dan algoritma arbitrary insertion heuristic. Sedangkan pada contoh TSP yang lain yaitu untuk 10, 15, dan 20 titik menghasilkan rute dan jarak yang berbeda. Hal ini dikarenakan metode pencarian titiknya yang berbeda. Kelebihan dari algoritma hill climbing adalah dapat menentukan beberapa kemungkinan lintasan yang terjadi sehingga dapat dicari kemungkinan solusi yang terbaik dari beberapa kemungkinan tersebut. Kelemahannya adalah membutuhkan waktu yang relatif lama karena harus menghitung kemungkinan banyak lintasan. Oleh karena itu, algoritma hill climbing merupakan masalah yang berbasis komputasi. Untuk mempermudah dalam perhitungan maka dalam skripsi ini algoritma hill climbing dibuat dalam suatu bahasa program dengan bahasa pemrograman Delphi. i

Aplikasi arima dan pemulusan eksponensial tripel pada peramalan harga emas 24 karat di Kota Malang / Vina Eka Widyana Rulita

 

Kata kunci: ARIMA, harga emas, pemulusan eksponensial tripel, peramalan. Mengamati pergerakan harga emas dari tahun ke tahun di beberapa daerah di Indonesia merupakan hal menarik, karena banyak orang yang memilih berinvestasi emas untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga emas tersebut. Untuk mendukung hal itu perlu diadakan peramalan harga emas, sehingga menambah informasi bagi para investor yang terkait dengan bidang ekonomi. Oleh karena hal diatas diperoleh rumusan masalah yaitu (1) bagaimana model peramalan terbaik untuk meramalkan harga emas 24 karat di kota Malang dengan menggunakan metode ARIMA dan metode Pemulusan Eksponensial Tripel, (2) bagaimana perbandingan antara metode ARIMA dan Pemulusan Eksponensial Tripel untuk meramalkan harga emas 24 karat di kota Malang. Terdapat beberapa metode peramalan yaitu moving average (MA), ARIMA, pemulusan eksponensial tunggal, ganda, tripel. Metode ARIMA bertujuan menentukan model terbaik yang akan digunakan dalam peramalan. Sedangkan metode Pemulusan Eksponensial Tripel bertujuan menentukan model terbaik nilai parameter alpha( ) yang meminimumkan nilai MSE. Selanjutnya nilai paremeter tersebut digunakan untuk meramalkan 5 periode kedepan. Dalam skripsi ini data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data harga emas 24 karat yang diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS) di Kota Malang. Teknik analisis data untuk metode ARIMA mempunyai 5 tahap, yaitu: (1) tahap identifikasi model, (2) tahap pengujian model, (3) tahap estimasi parameter, (4) tahap pengujian normal residual, dan (5) tahap peramalan. Sedangkan teknik analisis data untuk metode Pemulusan Eksponensial Tripel mempunyai 4 tahap yaitu: (1) tahap pemilihan bobot pemulusan (nilai parameter ), (2) tahap inisialisasi metode, (3) tahap pemeriksaan nilai MSE dan (4) tahap pengoptimalan nilai parameter . Untuk perbandingan terbaik antara metode ARIMA dan Pemulusan Eksponensial Tripel digunakan uji kriteria perbandingan. Hasil analisis dan pembahasan diperoleh model ARIMA yang sesuai untuk data haga emas 24 karat adalah ARIMA (0,1,1) dimana peramalannya dipengaruhi oleh data sebelumnya, residual data sebelumnya dan nilai parameter dari MA ( ) sebesar 0,7163. Autoregressive Integrated Moving Average ARIMA (0,1,1) merupakan gabungan dari model autoregressive orde 0 (AR(0)), dan model moving average orde 1 (MA(1)) dengan differencing (d) sebanyak 1 kali. Sedangkan model pemulusan eksponensial tripel menghasilkan model terbaik dengan nilai parameter yang meminimumkan nilai MSE. Dari perbandingan kedua model tersebut diperoleh nilai MSE model ARIMA (0,1,1) lebih kecil dari model pemulusan eksponensial tripel sehinnga dapat disimpulkan bahwa model ARIMA (0,1,1) lebih akurat digunakan untuk meramalkan harga emas 24 karat di Kota Malang 5 tahun kedepan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disarankan untuk peneliti berikutnya menggunakan metode peramalan yang lain agar memperoleh hasil peramalan yang lebih baik.

Pengembangan bahan ajar geografi SMA/MA kelas X semester II pada kompetensi dasar menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan dengan model Dick and Carey / Karunia Puji Hastuti

 

Kata kunci: bahan ajar geografi SMA/MA kelas X, pengembangan model Dick and Carey. Orientasi penyediaan bahan ajar di berbagai sekolah di Indonesia saat ini, terutama bahan ajar geografi, hanya difokuskan pada segi kuantitas. Fakta menunjukkan bahwa penyediaan bahan ajarpenunjang pembelajaran geografi di sekolah hanya mempertimbangkan segi proporsi jumlah siswa dengan jumlah bahan ajaryang tersedia. Dari segi kualitas, masih banyak materi pada bahan ajarpelajaran geografi yang sebenarnya menunjukkan kelemahan yang mendasar yaitu teks geografi ”mengabaikan” aspek kebenaran bahasa, fakta/data, konsep, generalisasi, penyajian gambar, serta ketercernaan materi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pemecahan masalah dengan mengembangkan bahan ajar yang mengarah pada perbaikan dari tiap aspek tersebut. Produk bahan ajar yang dikembangkan berdasarkan kaidah keilmuan geografi, standar isi dan kaidah penulisan bahan ajar melalui modifikasi model Dick dan Carey (2001). Prosedur pengembangan model ini terdiri atas sepuluh langkah namun dalam pengembangan ini hanya dilakukan lima langkah, yakni: (1) mengidentifikasi standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator berdasarkan konsep BSNP, (2) melakukan analisis materi pelajaran, (3) pengembangan dan penulisan bahan ajar, (4) melakukan validasi bahan ajar, (5) merevisi produk akhir hasil pengembangan bahan ajar. Berdasarkan hasil validasi pada ahli materi pelajaran, bahan ajar berada dalam kategori baik (75%). Hasil uji coba pada ahli rancangan pembelajaran, bahan ajar berada dalam kategori baik (71%). Hasil uji coba ahli bahasa berada dalam kategori sangat baik (92%), tetapi masih ada beberapa kesalahan pengetikan dan pemenggalan kata. Hasil uji coba lapangan pada siswa, bahan ajar berada dalam kategori sangat baik (86%). Sedangkan hasil uji coba lapangan pada guru, bahan ajar berada dalam kategori sangat baik (92%). Saran pemanfaatan: (a) bagi guru dan siswa harus memperhatikan petunjuk penggunaannya pada bagian awal dari bahan ajarini, (b) sebelum mempelajari bahan ajar ini, baca dan pahamilah abstraksi isi bahan ajaryang mewakili peta konsep yang tersedia, (c) dalam mempelajari setiap sub bab, pahamilah abstraksi yang terdapat di awal setiap pembahasan sub bab, (d) untuk membantu memahami setiap uraian materi, guru dan siswa dapat melihat kata kunci yang tersedia di tiap paragraf, (e) dalam mempelajari setiap uraian materi, jangan lewatkan latihan/tugas yang telah disediakan. Dengan mengerjakan tugas/latihan tersebut siswa/guru akan mengetahui seberapa jauh siswa telah menguasai materi tersebut, (f) bila terdapat istilah asing yang kurang dimengerti, siswa dapat melihat lembar glosarium yang terdapat di dalam bahan ajar, dan (g) telusurilah alamat website yang terdapat dalam bahan ajar ini, sehingga siswa akan memperoleh informasi dan pengetahuan yang lebih luas dan melatih siswa untuk memanfaatkan teknologi. Saran desiminasi: (a) Mengadakan seminar skala regional bahkan nasional tentang pengembangan bahan ajar, khususnya bahan ajar geografi untuk SMA/MA, (b) Diperkenalkan kepada forum-forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi, dan (c) Dimuat dalam suatu rubrik atau kolom penulisan bahan ajar di alamat suatu website. Pengembangan selanjutnya: (a) pengembangan bahan ajar geografi terbatas hanya pada kelas X semester II pada materi menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan. Untuk menghasilkan produk bahan ajar secara utuh sebaiknya dikembangkan untuk dua semester (semester satu dan semester dua), (b) uji coba bahan ajar ini terbatas di Kota Banjarmasin. Untuk menghasilkan bahan ajar yang berlaku secara nasional sebaiknya dilakukan uji coba lapangan dengan mengambil sampel yang diperluas di wilayah Indonesia, (c) untuk menghasilkan produk bahan ajar yang dikembangkan secara lebih berkualitas dibutuhkan waktu penelitian dan pengembangan yang relatif lama (multyyears). Hal tersebut perlu dilakukan sebab bahan ajar yang dikembangkan diharapkan dapat digunakan oleh siswa seluruh Indonesia dengan kualitas yang lebih baik dan yang lebih penting adalah mendorong siswa untuk mau membaca bahan ajar, dan (d) dalam uji coba pengembangan bahan ajar ini tidak sampai memperhatikan pengaruh bahan ajar hasil pengembangan terhadap hasil belajar siswa. Untuk memperoleh hasil yang lebih berkualitas pada pengembangan bahan ajar ini sebaiknya dilakukan tes kepada siswa sebelum dan sesudah membaca bahan ajarhasil pengembangan ini.

Pengembangan model pembelajaran tematik berbasis membaca, menulis, dan berhitung kelas III sekolah dasar / Mohammad Ilyas

 

Kata Kunci: Pembelajaran Tematik, Membaca, Menulis, Berhitung. Pembelajaran tematik berbasis membaca, menulis, dan berhitung merupakan tuntutan sekaligus sebagai solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi siswa kelas-kelas awal/khususnya kelas III sekolah dasar. Pola pikir siswa kelas III masih cenderung melihat/memandang segala sesuatu sebagai satu keutuhan. Namun, cara belajarnya sudah dipolakan terpisah-pisah. Ketidaksesuaian antara karakteristik berpikir siswa dengan cara belajarnya cenderung mengakibatkan kemampuan berpikirnya kurang dapat berkembang secara maksimal yang akhirnya dapat menyebabkan kegagalan studinya. Pembelajaran tematik berbasis membaca, menulis, dan berhitung terbukti sejalan dengan karakteristik berpikir siswa. Melalui pembelajaran tematik berbasis membaca, menulis, dan berhitung, siswa dapat memahami berbagai konsep mata pelajaran sebagai satu keutuhan makna dalam teks/tema. Sejalan dengan masalah tersebut, tujuan penelitian pengembangan ini adalah mengembangkan model pembelajaran tematik melalui kegiatan membaca, menulis, dan berhitung untuk kelas III sekolah dasar. Fokus pengembangan adalah (1) bahan pembelajaran tematik yang dilengkapi dengan (2) perencanaan pembelajaran (silabus dan RPP), (3) petunjuk guru. Untuk memcapai tujuan tersebut digunakan desain model Reflective, Recursive Design and Development (R2D2). Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu tahap pendefinisian, tahap desain dan pengembangan, tahap deseminasi. Uji produk penelitian pengembangan ini dilakukan dengan dua cara, yaitu uji coba produk dengan validasi teoretik dan validasi empirik, dan uji eksperimentasi. Validasi teoretik melibatkan para ahli dan praktisi. Para ahli terdiri atas: ahli teknologi pembelajaran, ahli pembelajaran tematik dan pembelajaran Bahasa Indonesia sekolah dasar, ahli pembelajaran bahasa, Ahli kesekolahdasaran, ahli pembelajaran Matematika sekolah dasar, ahli pembelajaran IPA, ahli pembelajaran IPS sekolah dasar, ahli pembelajaran PKn. Para praktisi yang dilibatkan terdiri atas para guru kelas III sekolah dasar dan siswa kelas III sekolah dasar. Validasi empirik dilakukan secara berulang sampai ditemukan produk yang memadai. Uji eksperimentasi produk dilakukan dengan teknik praeksperimen. Data penelitian ini terdiri atas dua macam, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik (1) dokumentasi, (2) observasi, dan (3) tes/tugas. Data kualitatif terdiri atas: dokumen, catatan lapangan, dan saran/petunjuk para ahli. Data kualitatif tersebut dianalisis dengan teknik analisis domain dengan prinsip kritis, kreatif, dan reflektif. Data kuantitatif terdiri atas: data uji validitas dan reliabilitas butir soal, data uji kelompok terbatas, data uji lapangan, dan data uji efektivitas. Data kuantitatip tersebut dianalisis dengan metode statistik deskriptif untuk mengetahui persentase jawaban siswa, para ahli, dan guru. Data uji validitas dan reliabilitas butir soal terdiri atas: data butir soal uraian dan data butir soal pilihan ganda. Data butir soal uraian dianalisis dengan korelasi product moment dengan angka kasar melalui program SPSS 16.00 for windows. Data butir soal pilihan ganda dianalisis melalui program ‘Anates’ versi 4.0.2.Oktober 2003. Data uji lapangan dan uji efektivitas bahan pembelajaran dihitung dengan uji-t sampel berpasangan melalui program SPSS 16.00 for windows. Hasil pengembangan ini adalah perangkat pembelajaran tematik untuk kelas III sekolah dasar dan deskripsi efektifitasnya. Perangkat pembelajaran tematik tersebut meliputi (1) Bahan Pembelajaran Tematik Berbasis Membaca, Menulis, dan Berhitung; (2) Perencanaa Pembelajaran yang terdiri dari silabus dan RPP; (3) Petunjuk Guru (4) Alat penilaian. Bahan Pembelajaran Tematik Berbasis Membaca, Menulis, dan Berhitung efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III sekolah dasar. Bahan pembelajaran yang dikembangkan terdiri atas bahan bacaan dan bahan pembelajaran menulis. Bahan bacaan terdiri atas: teks, alat tes. Hasil uji coba menunjukkan bahwa bahan pembelajaran yang dikembangkan layak untuk siswa kalas III sekolah dasar. Teks yang dikembangkan layak untuk bahan bacaan siswa. Alat tes pemahaman isi teks juga layak untuk siswa. Hasil validasi para ahli dan praktisi menunjukkan layak untuk siswa. Hasil uji lapangan menunjukkan efektif untuk pembelajaran siswa. Hasil eksperimen juga menunjukkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil validasi silabus oleh para ahli menunjukkan layak. Hasil validasi guru kelas juga menyatakan mudah dipahami dan mudah dilaksanakan dalam pembelajaran kelas III sekolah dasar. Hasil validasi rencana pelaksanaan pembelajaran oleh para ahli menunjukkan layak dan guru kelas menyatakan mudah dipahami dan mudah dilaksanakan dalam pembelajaran kelas III sekolah dasar. Hasil validasi petunjuk guru pembelajaran tematik BMMB oleh para ahli menunjukkan layak dan guru kelas menyatakan mudah dipahami dan mudah dilaksanakan dalam pembelajaran kelas III sekolah dasar. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa produk pengembangan ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dari hasil analisis statistik keenam model menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor prates dengan skor postes. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran tematik berbasis membaca, menulis, dan berhitung efektif digunakan dalam pembelajaran siswa kelas III sekolah dasar.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 |