Analisis faktor-faktor bauran promosi yang dipertimbangkan dalam melakukan pembelian di Realizm Store Malang / Dani Hidayatur Rohman

 

Hidayatur Rohman, Dani. 2012. Analisis Faktor-faktor Bauran Promosi yang Dipertimbangkan dalam Melakukan Pembelian di Realizm Store Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mohammad Arief, MSi, (II) Drs. Agus Hermawan, Grad. Dip, M.Si, M.Bus. Kata Kunci: bauran promosi dan pembelian Bauran promosi adalah kombinasi yang paling baik dari variabel-variabel periklanan, personal selling, dan alat promosi yang lain yang semuanya direncanakan untuk mencapai program penjualan. Untuk menghadapi persaingan dengan usaha-usaha sejenis diperlukan pengelolaan yang tepat pada bauran promosi untuk menarik pembelian konsumen. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai bauran promosi tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui besarnya (1) keadaan faktor bauran promosi (periklanan, promosi penjualan, dan pemasaran langsung) yang dipertimbangkan dalam melakukan pembelian di Realizm Store Malang dan (2) faktor yang dominan dari bauran promosi (periklanan, promosi penjualan, dan pemasaran langsung) yang dipertimbangkan dalam melakukan pembelian di Realizm Store Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung Realizm Store Malang yang melakukan pembelian bulan Juni 2011 sebesar 735 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebesar 88 orang pengunjung Realizm Store Malang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik accidental sampling merupakan prosedur sampling yang memilih sampel dari orang atau unit yang paling mudah dijumpai atau diakses. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data adalah dengan observasi, dokumentasi, wawancara dan penyebaran angket/kuesioner. Skala yang digunakan adalah skala Likert dengan lima pilihan jawaban. Analisis data yang digunakan adalah analisis faktor yaitu dengan mereduksi data, meringkas dari banyak ke dalam satu atau beberapa faktor. Hasil deskripsi data dapat diketahui bahwa mayoritas konsumen (61,35%) Realizm Store Malang menyatakan setuju (S) dengan brosur, logo, billboards, iklan media cetak, symbol, spanduk dan statement yang telah dilakukan oleh Realizm Store Malang, mayoritas konsumen (53,40%) Realizm Store Malang menyatakan sangat setuju (SS) dengan kegiatan promosi penjualan yang dilakukan yaitu meliputi pemberian hadiah (t-shirt dan stiker), voucher diskon dan sponsor kegiatan pada Realizm Store Malang dan mayoritas konsumen (50%) Realizm Store Malang setuju (S) dengan pemasaran langsung yang dilakukan oleh Realizm Store Malang melalui katalog dan facebook. Faktor dominan yang dipertimbangkan dalam melakukan pembelian di Realizm Store Malang yaitu dengan memperhatikan nilai eigenvalue dari masing-masing faktor, dimana faktor yang memiliki nilai eigenvalue tertingi yaitu faktor pertama yang meliputi statement, katalog produk, logo dan facebook. Saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu hendaknya pihak manajemen untuk membuat katalog produk yang lebih menarik sehingga konsumen lebih tertarik untuk melihat produk-produk yang ditawarkan oleh toko. Diharapkan dalam pembuatan spanduk atau poster lebih menarik baik dari warna maupun pesan-pesan yang disampaikan yaitu dengan kata-kata yang mudah dimengerti dan dipahami oleh konsumen. Pihak manajemen selalu berupaya untuk meningkatkan jumlah poster atau spanduk yang digunakan dengan harapan konsumen dapat mengerti atau mengetahui secara jelas atas produk yang ditawarkan.

Pembelajaran kooperatif TGT untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika pokok bahasan kubus dan balok siswa kelas VIII A SMP Negeri 10 Malang / Joko Kurniawan

 

Kata Kunci: pembelajaran kooperatif, TGT, motivasi, prestasi Selama ini masih banyak guru yang menggunakan metode pembelajaran konvensional yaitu ceramah. Berdasarkan hasil observasi di kelas VIII A SMP Negeri 10 Malang pada mata pelajaran matematika, pembelajaran dengan metode ceramah membuat siswa kurang antusias sehingga berakibat pada rendahnya prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat hasil perolehan nilai tes/ujian siswa. Dari besar nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditentukan oleh guru matematika, yaitu 68 ternyata dari 39 siswa hanya 46,15% (18 siswa) yang mampu mencapai kriteria lulus. Mengingat rendahnya motivasi dan prestasi belajar siswa, maka dirancanglah suatu penelitian tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan perubahan metode pembelajaran dari paradigma teacher center menuju metode pembelajaran dengan paradigma student center. Metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Game Tournament (TGT) merupakan suatu alternatif metode pembelajaran yang berusaha mengaktifkan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus yang diawali dengan kegiatan observasi dan refleksi awal kemudian diikuti dengan tahapan-tahapan pada setiap siklus, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan kelas, pengamatan, dan refleksi. Dalam tahap pelaksanaan tindakan guru menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT yang terdiri dari beberapa kegiatan yang dimulai dengan class presentation, pembentukan kelompok, turnamen, pemberian tugas, tes/kuis, evaluasi, dan diakhiri penutup. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan ternyata pembelajaran kooperatif tipe TGT pada mata pelajaran matematika di SMP Negeri 10 Malang terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Dalam akhir kegiatan penelitian tindakan ini dapat diketahui bahwa rata-rata motivasi belajar meningkat sebesar 7,03% dari 64,98% pada siklus 1 menjadi 72,03% pada siklus 2. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa siswa sangat antusias menyelesaikan soal latihan secara kelompok dan aktif bertanya ketika guru menyampaikan materi. Di samping itu pembelajaran kooperatif tipe TGT juga mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Persentase ketuntasan belajar siswa aspek kognitif pada pembelajaran tanpa TGT sebesar 46,15% meningkat pada siklus 1 menjadi 76,92% sedangkan siklus 2 mencapai angka 92,30% dan dikategorikan tuntas dari persyaratan sebesar 75%. Siswa mengaku bahwa adanya interaksi antarkelompok dan penghargaan, mampu memotivasi secara individu untuk tekun belajar guna memperoleh nilai yang baik. Berdasarkan data di atas, maka terdapat beberapa saran yang diberikan, yaitu: (1) bagi guru mata pelajaran matematika di SMP Negeri 10 Malang dan guru mata pelajaran lain disarankan untuk senantiasa melakukan pembelajaran kreatif dan inovatif dengan mengacu pada model pembelajaran student center. Salah satu bentuk aplikasinya adalah pembelajaran kooperatif dan khususnya tipe TGT. Pembelajaran jenis ini lebih mengedepankan keaktifan siswa dalam pembelajaran yaitu berupa diskusi kelompok dan pembelajaran teman sejawat sehingga diharapkan siswa mampu mengkonstruk sendiri pemikirannya, (2) hendaknya sekolah-sekolah khususnya SMP Negeri 10 Malang senantiasa mengarahkan kepada tenaga pendidiknya untuk melakukan pembelajaran yang berparadigma student center, yang condong untuk menciptakan keaktifan siswa dalam pembelajaran agar siswa mampu mengeksplorasi pemikirannya, (3) bagi peneliti selanjutnya hendaknya dalam melaksanakan kegiatan penelitian tindakan kelas khususnya tentang penerapan model pembelajaran, peneliti memberikan inovasi yang sangat berbeda dengan penelitian-penelitian terdahulu. Hal itu dilakukan dengan harapan dapat memperkaya wawasan bagi tenaga pendidik professional khususnya dalam mengatasi masalah pembelajaran

Peningkatan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B melalui permainan sandi kata di PAUD Brillian Sumberjo Kabupaten Blitar / Eka Purwanti

 

ABSTRAK Purwanti, Eka. 2016. Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelompok B Melalui Permainan Sandi Kata Di Paud Brilian Sumberjo Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Suminah, S.Pd, M.Pd, (II) Dr. H. Alif Mudiono, M.Pd. Kata kunci: peningkatan, membaca permulaan, permainan sandi kata Hasil observasi pada anak kelompok B mengalami permasalahan yaitu masih sulit dalam membaca permulaan karena (1) metode yang digunakan guru yaitu metode ceramah, (2) guru hanya menggunakan media papan tulis, dan (3) guru kurang memberikan stimulasi dengan permainan. Hal ini terlihat dari 20 anak yang mampu membaca permulaan hanya 5 anak (25%). Tujuan penelitian yaitu (1) mendeskripsikan penerapan permainan sandi kata, (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca permulaan pada tema profesi dengan menggunakan permainan sandi kata di kelompok B PAUD Brilian Sumberjo Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dengan teknik observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi dan lembar penilaian (pengetahuan, sikap dan keterampilan anak). Analisis data diawali dengan mengumpulkan data, menyajikan data, dan mendeskripsikan data kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian menggunakan permainan sandi kata meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B terbukti dari aktifitas anak pada siklus 1 pertemuan 1 mencapai 40%, pertemuan 2 50% dan siklus 2 pertemuan 1 85%, pertemuan 2 mengalami peningkatan mencapai 90%. Hasil kemampuan membaca permulaan anak pada pratindakan mencapai 25% mengalami peningkatan siklus 1 pertemuan 1 40%, pertemuan 2 50% dan siklus 2 pertemuan 1 80%, pertemuan 2 mencapai 95%. Sedangkan aktifitas guru pada sikus 1 pertemuan 1 mencapai 65%, pertemuan 2 75% dan siklus 2 pertemuan 1 85%, pertemuan 2 mencapai 100%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan sandi kata dapat meningkatkan membaca permulaan anak kelompok B Paud Brilian Sumberjo Kabupaten Blitar. Terbukti dari hasil aktivitas anak mencapai 90% (18 anak tuntas dan 2 tidak tuntas) dan kemampuan membaca permulaan mencapai 95% (19 anak tuntas dan 1 anak tidak tuntas) dengan kriteria sangat baik dan rata-rata ketuntasan klasikal 87, 5%. Oleh karena itu, disarankan bagi guru agar menerapkan permainan sandi kata dalam pembelajaran agar kemampuan membaca permulaan anak lebih maksimal.

Pengembangan media pembelajaran ular tangga kebun binatang untuk membantu perkembangan sosial emosional anak mkelompok B / Dewi Risky Rachim

 

ABSTRAK Rachim, Dewi Risky. 2016.Pengembangan Media Pembelajaran UlarTanggaKebunBinatangUntukMembantuPerkembanganSosialEmosionalAnakKelompok B,Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru PendidikanAnakUsiaDini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd, (II)Retno Tri Wulandari, S.Pd., M.Pd Kata Kunci : Media Pembelajaran, UlarTanggaKebunBinatang, PerkembanganSosialEmosionalAnakKelompok B Anakusia 5-6 tahunsudahseharusnyamendapatkanpembelajaran yang membantuperkembangansosialemosionalnyasebagaibekalmenujukejenjangpendidikanselanjutnya. Proses pembelajarandenganmengedepankanprinsipbermainsambilbelajarakanmembuatanaklebihantusiasuntukbelajar. Salah satu media yang dapat dikembangkan adalah media pembelajaran ular tangga kebun binatangyang dibuat dengan tujuan untuk membantu perkembangan sosial emosional anak kelompok B. Tujuanpenelitianiniadalahuntuk (1) Menghasilkanproduk media pembelajaran prototypeberupaulartanggakebunbinatangyang layak dan memadai untukmembantuperkembangansosialemosionalanakkelompok B; (2) Menciptakaninovasipembelajaranmelalui media pembelajaranulartanggakebunbinatangyang dapatmembantuperkembangansosialemosionalanakkelompok B yang layak dan memadai; (3) Mengetahuikelayakan media pembelajaranulartanggakebunbinatangmelaluivalidasidariahlimateridan media pembelajaran. Jenispenelitianiniadalahpenelitiandanpengembanganproduk. Model yang digunakandalampengembanganmedia pembelajaraniniadalah model proseduralyang mengacupada model pengembangan Borg & Gall yang telahdimodifikasisesuaikebutuhanpeneliti. Hasil penelitian ini adalah: (1) Media pembelajaran ulartanggakebunbinatang telah dinyatakan sangat valid danlayakdigunakanoleh ahli materi, ahli media, danahlisosialemosional, (2) Hasil uji coba lapanganmedia pembelajaran ulartanggakebunbinatang di lima TK memperoleh persentaserata-rata sebesar 85,33% yang berarti media pembelajarandapatmembantumengembangkan kemampuan sosial emosional anak dengan sangat baik. Berdasarkan hasil uji cobalapangan, diperoleh kesimpulan bahwapengembangan media pembelajaranulartanggakebunbinatangdapatmembantumengembangkan kemampuan sosial emosional anak dengan sangat baik. Saran yang dapat dikemukakan peneliti adalah: (1)Media pembelajaran ini hanya terbatas pada tema binatang. Oleh karena itu diharapkan guru juga dapat mengembangkan media pembelajaran ular tangga pada tema yang lain, (2) Untuk penelitian dan pengembangan media pembelajaran selanjutnya, sebaiknya peneliti dan pengembang lain menerapkan media pembelajarannya ke dalam penelitian tindakan kelas (PTK).

Peningkatan hasil belajar kegiatan ekonomi melalui model student team achievement divisions diu kelas IV SDN Pojok 02 Kabupaten Bliitar / Pramesti Arimbi Putri

 

ABSTRAK Putri, Pramesti Arimbi. 2016. Peningkatan Hasil Belajar IPS melalui Model Student Team Achievement Divisions di Kelas IV SDN Pojok 02 Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Prasekolah, FIP Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. H Hadi Mustofa, M.Pd, (2) Dr. Alif Mudiono, M.Pd. Kata kunci: peningkatan hasil belajar, ips, model Student Team Achievement Divisions Berdasarkan observasi pada pembelajaran IPS kelas IV SDN Pojok02 Kabupaten Blitar, diketahui bahwa (1) guru tidak membuat RPP dan LKS, (2) guru tidak menerapkan model pembelajaran, (3) kegiatan pembelajaran didominasi guru, (4) siswa kurang aktif dalam kegiatan diskusi, (5) siswa belajar hanya dari penjelasan guru, (6) siswa ramai saat guru menjelaskan materi, dan (7) kelompok yang sudah selesai mengerjakan LKS membuat gaduh, dampaknya dari 21 siswa hanya 5 siswa yang mencapai KKM. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mendesripsikan penerapan model Student Team Achievement Divisions pada pembelajaran IPS dengan materi kegiatan ekonomi, dan (2) memaparkan peningkatan hasil belajar IPS dengan materi kegiatan ekonomi melalui model Student Team Achievement Divisions. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dengan dua siklus, tiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan. Instrumen penilaian yang digunakan berupa pedoman observasi dan soal tes formatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Student Team Achievement Divisions membuat siswa lebih aktif Dibuktikan dengan rata-rata hasil belajar pratindakan 69,77, siklus I adalah 76,26 dan siklus II adalah 79,64. Ketuntasan belajar klasikal pada pratindakan sebesar 23,80%, siklus I sebesar 52,37%, dengan kriteria kurang dan siklus II mencapai 82,90% dengan kriteria baik. Kesimpulan penelitian ini yaitu penerapan model Student Team Achievement Divisions dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Disarankan guru menerapkan model Student Team Achievement Divisions pada pembelajaran IPS dengan materi kegiatan ekonomi agar siswa mendapatkan hasil belajar yang maksimal, dan tujuan pembelajaran tercapai.  

Penerapan model discovery learning untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa subtema Komponen Ekosistem kelas V SDN Cemorokandang 1 Malang / Evi Septia Yuliyanti

 

ABSTRAK Yuliyanti, EviSeptia. 2016. Penerapan Model Discovery Learning untukMeningkatkanAktivitasdanHasilBelajarSubtemaKomponenEkosistemKelas VSDN Cemorokandang 1 Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sukamti, M.Pd, (II) Drs. Sumanto, M.Pd. Kata Kunci:ModelDiscoveryLearning, Aktivitas, HasilBelajar,Sekolah Dasar Berdasarkanhasilobservasidanwawancaradiketahuibahwapembelajaran yang dilakukan di kelas V SDN Cemorokandang 1 Malang yaitu(1) pembelajarandidominasi aktivitas guru dalam menjelaskan materi; (2) aktivitasbelajarsiswaselamapembelajaranrendahterbataspadaaktivitasmendengarkandanmenulis; serta (3) terdapat 16 dari 38 siswa mendapatkanhasilbelajarsiswamasih di bawah KKM. Alternatifpemecahanmasalah yang diyakinidapatmeningkatkanaktivitasdanhasilbelajarsiswayaitumenggunakan model discovery learning. Tujuan yang akan dicapai yaitu mendeskripsikan penerapan model discovery learning dalam pembelajaran, peningkatan aktivitas siswa, dan peningkatan hasil belajar. Penelitianinimenggunakanjenispenelitiandeskriptifdenganpendekatankualitatif.Rancanganpenelitian yang digunakanyaitupenelitiantindakankelas dengan 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan.Pengumpulan data dilakukandenganmenggunakanteknikobservasi, wawancara, dokumentasi, dantes.Instrumen yang digunakanuntukpengumpulan data yaitulembarobservasipenerapan model discovery learning, lembarobservasiaktivitassiswa, dansoaltes. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwapenerapan model discovery learning dapatmeningkatkanaktivitasdanhasilbelajarsiswapadasubtemakomponenekosistemmateribangundatarlingkaran di kelas V SDN Cemorokandang 1 Malang.(1) Hasildaripelaksanaan model discovery learning menunjukkanbahwa guru dapatmenerapkan model discovery learning dalampembelajarandenganbaik, (2) Hasil rata-rata aktivitassiswamengalamipeningkatanyakni 78,7 padasiklus I dengankategoribaikmenjadi 86 padasiklus II dengankategorisangatbaik, dan (3)Hasilbelajarsiswapadasiklus I diperoleh rata-rata 76 denganketuntasanbelajarklasikalsebesar 75%, meningkatpadasiklus II menjadi rata-rata 83.7 denganketuntasanbelajarklasikalmencapai 85.6%.Kesimpulan penelitianmenyatakanbahwapenerapan model discovery learningdapatmeningkatkanaktivitasdanhasilbelajarsiswakelas V SDN Cemorokandang 1 Malang padasubtemaKomponenEkosistem. Untukitu, disarankan agar guru dapatmenjadikan model discovery learning inisebagaisalahsatualternatifpemilihan model pembelajarandalampengajaran di kelas dengan mempertimbangkan penggunaan kelompok belajar dan pengelolaan kelas yang baik.

Pengembangan bahan ajar matematika kurikulum 2013 yang mampu mendorong siswa berpikir kritis pada pokok bahasan Fungsi untuk siswa SMP kelas VIII / Fadhila Kartika Sari

 

ABSTRAK Sari, Fadhila Kartika. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Matematika Kurikulum 2013 yang Mampu Mendorong Siswa Berpikir Kritis pada Pokok Bahasan Fungsi untuk Siswa SMP Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Abdur Rahman As’ari, M.Pd, M.A. Kata Kunci: bahan ajar, kurikulum 2013, ketrampilan berpikir kritis, fungsi Bahan ajar merupakan salah satu elemen penting yang mempengaruhi keberhasilan dan kesuksesan proses pembelajaran. Namun bahan ajar matematika yang ada belum memfasilitasi siswa untuk berpikir kritis. Oleh karena itu, peneliti ingin mengembangkan suatu bahan ajar matematika berupa buku siswa dan buku guru berbasis kurikulum 2013 yang mampu mendorong siswa berpikir kritis pada pokok bahasan fungsi untuk siswa SMP Kelas VIII yang valid, praktis, dan efektif. Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan Plomp yang terdiri atas: (1) tahap investigasi awal, (2) tahap desain, (3) tahap realisasi/konstruksi, dan (4) tahap tes, evaluasi, dan revisi. Uji kevalidan dilakukan oleh dua validator yang terdiri dari satu dosen matematika FMIPA UM dan satu guru matematika SMPN 10 Malang. Sedangkan uji kepraktisan dan keefektifan dilakukan melalui uji coba kelompok kecil yang terdiri dari satu guru model dan sepuluh siswa kelas VIII-D SMPN 10 Malang sebagai subjek coba. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil yaitu: (1) persentase rata-rata kevalidan buku siswa dan buku guru adalah 89,8% dan 83,5%, (2) persentase rata-rata kepraktisan buku siswa dan buku guru berturut-turut yaitu 87,9% dan 88%, dan (3) persentase siswa subjek coba yang memperoleh nilai akhir di atas KKM adalah 90%. Dengan demikian, bahan ajar berupa buku siswa dan buku guru yang dihasilkan pada pokok bahasan fungsi yang mampu mendorong siswa berpikir kritis untuk siswa kelas VIII telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.

Penerapan model pembelajaran make a match untuk meningkatkan aktivitas belajae siswa tema Indahnya Negeriku kelas IV semester 2 di SDN Nguling 1 Kabupaten Pasuruan / Musdalifah Mithasari

 

ABSTRAK Mithasari, Musdalifah.2016.PenerapanModel Pembelajaran Make A MatchuntukMeningkatkanAktivitasBelajarSiswaTemaIndahnyaNegerikuKelas IV Semester 2 di SDN Nguling 1 KabupatenPasuruan. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dra. Sukamti, M.Pd(II)Dr. I Made Suardana, S.Pd.,M.Pd. Kata kunci: Make A Match, Aktivitas Belajar. Pembelajaran tematik terpadu di kelas IV SDN Nguling 1 masih berpusat pada guru. Guru mendominasi pembelajaran dengan ceramah dan siswa hanya melakukan kegiatan membaca, mendengarkan, dan menulis, tanpa aktif melakukan kegiatan lain untuk memperoleh pengetahuan. Hal tersebut mengakibatkan siswa merasa bosan karena suasana pembelajaran tidak memberikan kesan menyenangkan, apalagi untuk materi pada tema Indahnya Negeriku yang bersifat hafalan membuat mereka kurang bersemangat mengikuti pembelajaran. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan model pembelajaran Make A Match yang diterapkan pada tema Indahnya Negeriku. Kemudian bagaimanakahpenerapan model pembelajaranMake A Matchuntuk meningkatkanaktivitasbelajarsiswa pada tema Indahnya Negeriku. Rancangan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model siklus Kemmis dan MC Taggart yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus pada tema Indahnya Negeriku subtema Indahnya Peninggalan Sejarah dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Nguling 1 yang berjumlah 38 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai penerapan model pembelajaran Make A Match untuk keberhasilan penyusunan RPP sudah mendapatkan nilai maksimal yaitu 100%, sedangkan keberhasilan tindakan guru meningkat dari nilai rata-rata sebesar 94,73% menjadi 100% pada siklus II. Akivitas belajar siswa meningkat dari nilai rata-rata sebesar 58,95%di siklus I menjadi 79,44%di siklus II. Berdasarkan uraian di atas, peneliti memberikan kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa tema Indahnya Negeriku kelas IV SDN Nguling 1. Peneliti juga memberikan saran agar model pembelajaran ini dapat dipertimbangkan untuk diterapkan pada pembelajaran tematik terpadu khususnya pada materi yang cenderung bersifat hafalan sebagai salah satu alternatif dalam memilih danmenggunakan model pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa.

Nilai-nilai budaya dalam legenda Wali Zainab" di desa Diponggo pulau Bawean
oleh Hozaimi"

 

Nilai budayad alamk ehidupanb ermasyarakatet rdin atask onsepsikonsepsyi ang hidup dalam alam pikiran manusias ebagaisistemke budayaan yang paling tinggi, dianggap mulia, dan dijadikan orientasi atau pedoman dalam berperilaku. Nilai budaya sifatnya sangat abstrak dan tidak dapat diraba atau diamati dengan panca indera. Namun, segala tindakan manusia yang beradab merupakan perwujudan atau refleksi dari nilai budaya sebagai konsepsi yang hidup di alam pikiran manusia. Legendam erupakanc erita prosar akyat tentangk eteladanank, etokohan, dank ehebatano rang-orangs uci yang membawam isi keagamaans epertip ara wali dalam agama Islam, kejadiannya di masa yang telah lampau tetapi masih tetapd ikenal dan hidup di masyarakast ampais aati ni,dipercayak ebenarannya dan dibuktikan dengan bukti-bukti sejarah. Legenda wali Zainab adatah salah satu cerita prosa rakyat yang hidup di Desa Diponggo pulau Bawean yang perlu dilestarikan dan diungkap nilai-nilai budaya yang terdapat di dalamnya. Mlainilai tersebutp erlu dijaga dan disosialisasikank epadam asyarakat. Penelitiani ni menggunakanp endekatanh istoris-sosiologisd an metode deskriptif Pendekatanh istoris-sosiologisa dalahp endekatany angm emandang legenda sebagai fenomena sosial yang masih hidup saat ini merupakan pencerminan dari fenomena sejarah. Legenda sebagai fakta sejarah dapat ditelusuri ke, benarannyad ari generaski e generasih inggas aati ni. pendekatanin i berupaya mencari dan menemukan nilai-nilai masa lampau (sejarah) dan memperhatikan keterkaitan dengan aspek sosio-kultural yang ada saat ini. Metode deskriptifdigunakan karena legenda yang diteliti dalam penelitian ini berupa tuturan lisan da'janggotam asyaraka(tr esponden)d an nilai-nilai budayay ang terdapatd alam legendat ersebutt erpaparkans ecarav erbal berupac erita . Hasil penelitiani ni lalu dianalisiss ecarate kstual. l l l Penelitianin i telahm enghasilkatne muann ilai-nilai budayab, aik nilainilai religiusm aupunn ilai-nilai kemasyarakataNn,il ainilai budayar eligius dalamle gendaW ali Zainabd i DesaD iponggoP ulauB aweani ni meliputid ua aspeky, aitu nilai (religius) ketuhanan( rabbaniyah)d an nilai (religius) kemanusiaan( insaniyahy) angd ilandasi man kepadaA llah SWT.N ilai-nilai budayak emasyarakatadna lam legendaW ali Zainab di DesaD iponggoP ulauB aweani ni meliputi nilai (kemasyarakatany)a ng menjunjungt inggi kebersamaana tauk erukunanh idup dan nilai (kemasyarakatank)e bijaksanaand ank asih sayang. Nilai-nilai (religius) ketuhanan (rabbaniyah) meliputi pengkuan akan keesaanA lah SWT,m encintaiR asulullahs aw,m eyakinia danyak ehendakA llah SWT,b ersujudk epadaA llah SWT, mendakwahkaang amals lam,d anm embuat masjid.N ilai-nilai (religius)k emanusiaa(nin saniyahy) angd ilandasi mank epadaA llah SWT meliputi1 !lt!* ataur elab erkorbanm, enyadarkakne yakinana tau pikan orangl ain,j ujur, taat kepadao rangt ua,b erbudib ahasab aik, danb erbuat sesuadi enganu capanI.t ulah nilai-nilai religiusy angt erdapadt alaml egenda Wali Zainab di Desa Diponggo Pulau Bawean. Nilai-nilai (kemasyarakatamn)e nju nju ngt inggi kebersamaaant auk erukunanh idupd alaml egendaW ali Zainabd i DesaD iponggoP ulauB aweanm eliputi memeliharaa datg otong-royongm, emperluasi latunahmi,m endamaikan perselisihand, an musyawarahN. ilai-nilai (kemasyarakatank)e bijaksanaand an kasihs ayangm eliputi menjagak eselamatano rangl ain, menghormatdi an menghargaip endapato rangl ain, membinag enerasmi uda,d an bersedekahI.h rlah nilai-nilai kemasyarakatayna ng terdapatd alam legendaW ali Zainabd i Desa DiponggoP ulauB awean. lv

Analisis soal ulangan umum biologi catur wulan I kelas II SMU Negeri di Kodya Malang tahun ajaran 1999/2000 / oleh Musa

 

Selainm etodey angt epat,u ntukm elaksanakatnin dakane valuasdi iperlukan alat-alaet valuasyi ang'baii.p ulu ugutd iperolehd atay angb ernilait inggi.T ess ebagai alate valuasid igunakanu ntukm engetahusi ampasi ejauhm anat ujuanp embelajaran telahd icapaio leh siswa,m akad arii tu soalt esh arusm emenuhpi ersyaratasno al yangb aik. Soalulanganumummerupakansalahsatubentuktesyangdibuatoleh masing-masinggir u bidangs tudip adat iap-tiapS ]\4UNy, angm utunyap erlu menda--ppa"rth uiiun.p enelitiani ni bertujuanu ntukm enganalisisso al ulanganu mum ui"r"giC"*" I KelasI I SMU Negend i kodya Malangt ahun alaran1 99912000d,a rr segvi "aliditaiss i, reliabilitas,t ingfat kesukaiand, ayabedas oal6 anp enyebararna nah tJgnitif sehinggak ita dapatm -engetahmui utu soali tu sudahm emenuhki riteria soal yangb aika taub elum. Populasidalampenelitianiniada|ahsoalulanganumumbiologiCawulKeias llsMUNegeridiKodyaMalangtahunajaran|99912000.Sampelyangdigunakan Ouiurpn" n.ii,iani ni aialahS MI Negeri4-, 7 dan9 ' Metodey angd igunakadna lam menganalisdisa taa dalahm etoded iskriptif' Hasilp enelitianm enunjukkanb ahwa: a) Semuab utir soalt elah sesuadi enganT PK danm ateriC awuI KelasI l menurut kurikulum 1994. b) Soalu langanu mumb iologi telahd apatd ipercayam engukurh asilb elalars ecara mantap. c)Tingkatkesukaransoalsudahmernilikikewajaran'yaitu23'4o/omudah'66% sedandga n 10,67osu kar' d) Dayabedas oata oatail"uagai berikut,3 1,5%hoa rusd iganti,4 9,7o/oper\duir evisi ' Oant S,gX baik sehinggdaa patd igunakalna gi' e) Sebaranra nahk ognitilfierdiii dariaspekp engetahua8n4 ''3%d ana spek Denrahamal5n' 7o/ou ntuka speky angl ainb elumt ercakup'

Persepsi mahasiswa Program Studi PPKn Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang terhadap pelanggaran hak cipta atas buku / Debrina Anggraeni

 

ABSTRAK Anggraeni, Debrina. 2016. Persepsi Mahasiswa Program Studi PPKn Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang terhadap Pelanggaran Hak Cipta atas Buku. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Ketut Diara Astawa, SH, M.Si, (II) Dr. Sutoyo, SH, M.Hum. Kata Kunci: Persepsi, Pelanggaran Hak Cipta Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Praktek pelanggaran hak cipta di Indonesia boleh dikatakan masih marak. Pelanggaran terhadap hak cipta sangat banyak bentuknya, dapat berupa pembajakan terhadap karya cipta, mengumumkan, mengedarkan maupun menjual karya cipta orang lain tanpa seizin pencipta atau pemegang hak cipta dan banyaknya pelanggaran hak cipta atas buku membuktikan bahwa bentuk nilai-nilai kebenaran, sportivitas dan kejujuran belum sepenuhnya ditaati oleh mahasiswa, sebagai insan perguruan tinggi, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Persepsi Mahasiswa Program Studi PPKn Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang terkait pelanggaran hak cipta atas buku; (2) faktor yang melatarbelakangi pelanggaran hak cipta atas buku; (3) upaya meminimalisir terjadinya pelanggaran hak cipta atas buku Peneltian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi PPKn Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang mulai dari angkatan tahun 2013 sampai angkatan tahun 2015, dimana setiap angkatan terdiri dari 4 offering jadi dari angkatan 2013 sampai 2015 terdiri dari 12 offering maka jumlah populasi terdiri dari 473 mahasiswa dengan sampel sebanyak 60 mahasiswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah berupa angket atau daftar pertanyaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket atau daftar pertanyaan, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh beberapa hasil kesimpulan penelitian sebagai berikut. Pertama mengenai Persepsi mahasiswa program studi PPKn Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang terhadap pelanggaran hak cipta atas buku yaitu sebagian besar mahasiswa Program Studi PPkn sudah megerti tentang pelanggaran hak cipta atas buku baik dilihat dari pengertian hak cipta, pengertian pelanggaran hak cipta, jenis-jenis ciptaan yang mendapatkan perlindungan hak cipta, alasan mengapa buku harus mendapatkan perlindungan hak cipta dan contoh perbuatan yang termasuk dalam pelanggaran hak cipta atas buku. Kedua faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya pelanggaran hak cipta atas buku yaitu (1) adanya faktor ekonomi; (2) minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya hak cipta; dan (3) kurang tegasnya aparat penegak hukum di Indonesia. Ketiga upaya untuk meminimalisir adanya pelanggaran hak cipta atas buku yaitu (1) dapat dilakukan dengan melakukan sosialisasi secara berkelanjutan mengenai pentingnya hak cipta; (2) penegakkan aparat hukum yang sekarang ini belum berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang ingin diwujudkan didalam pancasila sila ke-lima yaitu “keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia” Saran dalam penelitian ini ditujukan untuk Jurusan HKn, seharusnya mengadakan sosialisasi untuk menambah pengetahuan mahasiswa mengenai pentingnya hak cipta,. Dengan demikian dapat meminimalisir terjadinya pelanggaran hak cipta atas buku dalam masyarakat. Sedangkan untuk Mahasiswa Program Studi PPkn Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang yaitu karena Buku merupakan suatu kebutuhan bagi mahasiswa dan sering kali mereka hanya menyalin isi buku saja, untuk itu agar tidak dianggap sebagai tindakan pelanggaran hak cipta mahasiswa harus berhati-hati jika ingin menggunakan buku untuk menunjang kebutuhannya, misalnya jika mengutip. Mahasiswa harus menyebutkan nama pengarangnya dan juga mencantumkan dalam daftar rujukan agar tidak dianggap sebagai plagiat. Serta untuk peneliti selanjutnya yaitu diharapkan hasil penelitian ini dapat dikembangkan oleh peneliti selanjutnya sehingga tidak hanya mahasiswa program studi PPKn saja tetapi semua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.

Hubungan antara kepuasan kerja dan prestasi kerja pegawai BAAKPSI Universitas Negeri Malang
oleh Santi Arni

 

Implementasi pembelajaran IPS terpadu menurut kurikulum 2013 di SMPN 21 Malang / Lailatul Hasanah

 

ABSTRAK Hasanah, Lailatul.2016. Implementasi Pembelajaran IPS Terpadu Menurut Kurikulum 2013 di SMPN 21 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A, Ph.D., (2) Drs. Soetjipto, S.H, M.Pd. Kata Kunci: IPS Terpadu, Kurikulum 2013 Pendidikan berfungsi untuk menumbuhkan potensi-potensi yang ada pada individu agar berkembang dengan baik. Suatu sistem pendidikan tidak bisa terlepas dari adanya kebijakan kurikulum yang ditentukan oleh pemerintah. Pada Kurikulum 2013 mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial menjadi terpadu dan tidak lagi terpisah seperti kurikulum sebelumnya. Penerapan kurikulum tersebut menimbulkan beberapa pengaruh terhadap implementasi pembelajaran IPS Terpadu. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengkaji tentang pembelajaran IPS Terpadu khususnya di SMPN 21 Malang. Tujuan dari penelitian ini: (1) mengetahui perencanaan pembelajaran IPS Terpadu di SMP SMPN 21 Malang, (2) mengetahui pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu di SMPN 21 Malang, (3) mengetahui hambatan yang dihadapi guru IPS Terpadu dalam pembelajaran IPS Terpadu, (4) mengetahui upaya guru dalam mengatasi hambatan pembelajaran IPS Terpadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Kehadiran Peneliti dalam penelitian ini sebagai perencana penelitian, pelaksana penelitian, pengumpul data, penganalisis data dan pelapor hasil penelitian. Sumber data yang digunakan adalah data primer yang berasal dari wawancara dan observasi sedangkan data sekunder berasal dari studi kepustakaan serta dokumen yang dibutuhkan dalam penelitian. Informan penelitian dibagi menjadi dua yaitu informan kunci dan informan pendukung yang dipilih secara purposive. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data interaktif Miles dan Haberman yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Pengecekan keabsahan temuan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan metode serta perpanjangan pengamatan. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu, tahap persiapan, tahap rancangan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan. Hasil penelitian ini menunjukan Perencanaan pembelajaran IPS Terpadu di SMPN 21 Malang belum sesuai dengan yang diharapkan. Sebagaian besar guru belum memahami tentang model pembelajaran terpadu Fogarty. Pada beberapa RPP sudah memperlihatkan keterpaduan antar materi yang mana ada satu topik dengan pengaruhnya dalam cabang-cabang ilmu social. Meskipun implementasi pembelajaran IPS terpadu masih belum sesuai dengan yang diharapkan namun secara keseluruhan pembelajaran di SMPN 21 Malang sudah sesuai dengan kaidah yang ada pada Kurikulum 2013. Pada pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu guru berusaha untuk memadukan materi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki . Hambatan yang dihadapi guru dalam pembelajaran IPS Terpadu berkaitan dengan latar belakang pendidikan kaitanyya dengan penguasaan materi, karena basic yang guru miliki bukan dari jurusan IPS atau linier IPS namun dalam penerapannya guru dituntut untuk mengajarkan beberapa sisiplin ilmu social. Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi hambatan pembelajaran IPS Terpadu antara lain guru menambah pengetahuan dengan cara membaca buku dan berdiskusi dengan teman-teman MGMP IPS. Saran yang diajukan peneliti, guru perlu lebih meningkatkan pemahaman mengenai model-model pembelajaran Fogarty kaitanya dengan bagaimana memadukan materi sehingga pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu benar-benar tepat. Pihak sekolah perlu meningkatkan sarana dan prasarana terutama jaringan internet karena salah satu hal yang penting dalam pembelajaran terpadu adalah tema dan isu-isu yang terjadi di masyarakat sehingga kalau jaringan internet diperbaiki baik siswa ataupun guru dapat mencari isu-isu yang terjadi di masyarakat yang sesuai dengan KD sehingga guru dan siswa langsung dapat mendiskusikannya.

Fungsi eksponen dan fungsi logaritma
oleh Susi Suhartini

 

The teaching of English at "TK Laboratorium" of State University of Malang / Yayan Mariyati Kader

 

This study was conducted to describe the teaching of English at “TK Laboratorium” of State University of Malang. It aims at: (1) describing the teaching preparation stage, (2) describing the teaching of English, (3) describing teacher’s problems, (4) describing how teacher solve the problems in teaching English.This study employed a descriptive design because it described the implementation of the teaching of English at “TK Laboratorium” of State University of Malang including the teaching preparation stage, the teaching of English, teacher’s problems and possible solution to solve the problems in the teaching and learning process. The instruments used to obtain the data were observation, field notes, documentation, and interview. The study was conducted from March 07, 2011 up to March 17, 2011, and the subject was a teacher of “A Bilingual Moon” class of “TK Laboratorium” of State University of Malang. The findings show that the school preparation stage includes: (1) PROTA (Yearly Program), (2) PROMES (Semester Program), (3) SKM (Weekly Lesson Plan), (4) SKH (Daily Lesson Plan). The four programs are based on the curriculum of the school, and then the teachers design them more specifically in order to guide themselves in teaching and introducing the materials to their students bilingually (both in English and Indonesia). However, the teacher in “A Bilingual Moon” did not make SKH as a guide in teaching and learning process. It was also found that there were some problems faced by the teachers in teaching English in the classroom: (1) the use of grammar, (2) the correct pronunciation of new words, (3) the use of local language such as Javanese. Accordingly, the possible ways of solving the problems were: (1) the teacher asked her assistant or other teachers who graduated from English department about the right use of English, (2) the teacher taught herself English by learning English book and listening to the English music.This study suggests both the teacher and the school to improve capability of teachers in English and the use of preparation stage to support the teaching of English at ”TK Laboratorium” of State University of Malang; therefore, students can get the better results in learning English.

Pengembangan modul kimia SMA kelas XI pada pokok bahasan larutan penyangga berbasis daur belajar-6 fase berbantuan penata awal (advance organizer) / Try Hartiningsih

 

ABSTRAK Hartiningsih, Try. 2015. Pengembangan Modul Kimia SMA Kelas XI pada Pokok Bahasan Larutan Penyangga Berbasis Daur Belajar-6Fase Berbantuan Penata Awal (Advance Organizer). Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc., Ph.D., (II) Neena Zakia, S.Si, M.Si. Kata kunci: modul, larutan penyangga, daur belajar 6 fase Ilmu kimia berkembang dari penemuan para kimiawan yang dituangkan dalam metode ilmiah berupa konsep, hukum, dan prinsip. Pada pembelajaran kimia, siswa tidak hanya diberikan konsep-konsep tetapi melakukan proses sehingga memiliki keterampilan. Dari hasil observasi di SMA Negeri 4 Kediri diperoleh informasi bahwa sumber belajar yang digunakan adalah modul dari pemerintah kota yang sangat terbatas isinya dan tidak membangun keterampilan proses sains siswa. Sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang berpusat kepada siswa, maka diperlukan pengembangan modul yang mengacu pada pendekatan daur belajar 6 fase berbantuan penata awal (advance organizer). Adapun tujuan dari pengembangan modul ini antara lain: (1) menghasilkan modul kimia SMA kelas XI pada pokok bahasan larutan penyangga berbasis daur belajar 6 fase berbantuan penata awal (advance organizer), (2) mengetahui kelayakan modul kimia SMA kelas XI pada pokok bahasan larutan penyangga berbasis daur belajar 6 fase berbantuan penata awal (advance organizer). Model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan ini merujuk pada 4-D Model (Model 4D) yang direkomendasikan oleh Thiagarajan dkk. Model 4-D ini terdiri dari empat tahapan, yaitu membatasi (define), merancang (design), mengembangkan (develop), dan menyebarluaskan (disseminate), namun pengembangan hanya dilakukan hingga tahap ketiga, yaitu tahap develop. Data yang diperoleh dari hasil validasi berupa data kualitatif dan data kuantitatif yang dianalisis sesuai dengan karakteristik komponen modul. Produk pengembangan yang dihasilkan berupa modul larutan penyangga kelas XI berbasis daur belajar 6 fase berbantuan penata awal (advance organizer). Modul dikembangkan terdiri dari bagian pendahuluan, isi, dan penutup. Bagian isi modul mencakup kegiatan belajar yang disesuaikan dengan langkah-langkah pembelajaran daur belajar 6 fase. Pada bagian ini, ada beberapa bagian modul yang direvisi sesuai dengan kritik, saran, dan komentar dari validator. Hasil validasi yang diperoleh menunjukkan persentase rata-rata sebesar 82,45% yang menggambarkan bahwa modul ini layak digunakan sebagai salah satu sumber belajar dalam membelajarkan materi larutan penyangga berbasis daur belajar 6 fase berbantuan penata awal (advance organizer).

Hubungan antara inteligensi, minat memilih jurusan dan prestasi belajar kelas II dengan prestasi belajar kelas III siswa SMU Negeri Tumpang
oleh Ety Driastuti

 

Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Diantaranya faklor yangm empengaruhpi restasbi elalars iswaa dalahi nteligensid an minat. Inteligensi dan minat memilih lurusan merupakan dua faktor yang diduga mempengaruhi prestars b elaja r siswa. Tujuand an penelitiani ni adalah( l) untuk mengetahuai danyah ubungan antararn teligensdi an prestasbi elajark eiasl ll siswaS MU Negeri Tumpang,( 2a) Untuk mengetahui adanya hubungan antara minat memilih jurusan IPA dengan prestasbie la.lakr eiasI II IPA siswaS MU Negeri Tumpang,( 2b) Untuk mengetahui hubungana ntaram inat memilihlurusan IPS denganp restasib elajar ketas III IPS siswaS MU NegeriT umpang,( 2c) Untuk mengetahuai danyah ubungana ntaram inat memilhj urusanB ahasad enganp restasbi elalarK elasl ll BahasaS iswaS muN egeri Turnpang(, 3) Umuk mengetahuia danyah ubungana ntarap restasib elajar padaw aktu kelas II dengan prestasi belalar ketikir kelas III siswa SMU Negeri Tumpang- (4) Untuk mengetahui adanya hubungan bersama antara inteligensi, minat memilih jurusand anp restasbi ela.lakr elasl l denganp restasbi ela.yakre tika kelasI II srswa SMU Negeri Tumpang. Rancanganp enelitian yang digunakand alam penelitian ini adalahd eskriptif korelasionalB. ersii-atd eskriptif karenab ertujuan untuk memperoleh gambaran tentangv ariabely ang diteliti dan bersifat korelasionalk arenabertujuan untuk mengetahuar daa tau tidak ada hubungana ntara dua variabel. Populasi dalam penelrtianin i adalahs eluruh siswa kelas III SMU Negeri Tumpang tahun pelajaran 1999/2000T. eknik pengambilans ampei< iaiamp eneiitian ini adaiahp urposive Rendom Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan tujuan tertentu yang dilakukan secara acak dengan mempertlmbangkan proporsi dari setiap sup populasi. Metode pengumputan data yang diguna.lon dalam penelitran ini adalah studi dokumenterk, arenas emuad ata yang dibutuhkan telah tersediad i lokasi penelitian. Tei

Persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik angkatan 2014 terhadap perkuliahan mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Pendidikan Pancasila di Universitas Negeri Malang / Mar'atush Shalihah

 

ABSTRAK Shalihah, Mar’atush. 2016. Persepsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik Angkatan 2014 terhadap Perkuliahan Mata Kuliah Umum Pendidikan Pancasila di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Hukum Dan Kewarganegaraan, Fakultas IlmuSosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suparman Adi Winoto, SH, M. Hum, (II) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si. Kata Kunci: Persepsi mahasiswa, perkuliahan Pendidikan Pancasila, materi, media, metode, evaluasi. Mata Kuliah Pendidikan Pancasila merupakan mata kuliah yang mendidik warga negaranya akan dasar filsafat negara, nilai-nilai kebangsaan, dan rasa nasionalisme yang diharapkan dapat teraplikasikan di kehidupan sehari-hari. Hal ini sangat berkaitan dengan program studi Pendidikan Seni Tari dan Musik (PSTM) yang di dalamnya berorientasi pada pengembangan budaya lokal. Mata Kuliah Pendidikan Pancasila disini bertugas untuk membekali mahasiswa prodi PSTM terkait pengetahuan akan dasar negara dan nilai-nilai kebangsaan guna memperkuat mahasiswa PSTM untuk terjun langsung mewujudkan nasionalisme bangsa dengan cara membudayakan budaya-budaya lokal yang ada di Indonesia. Melalui Pendidikan Pancasila ini, mahasiswa PSTM diharapkan menjadi warga negara Indonesia yang unggul dalam seni, tanpa menghilangkan jati diri budaya bangsa Indonesia. Perkuliahan Pendidikan Pancasila pada Program Studi PSTM ditempuh pada semester 1, sehingga peneliti mengambil sampel penelitian pada angkatan 2014 yang baru saja menempuh mata kuliah tersebut. Varibel dalam penelitian ini ada satu variabel adalah persepsi mahasiswa terhadap perkuliahan Pendidikan Pancasila. Adapun sub variabel dari perkuliahan Pendidikan Pancasila, meliputi: (1) Materi perkuliahan, (2) Media perkuliahan, (3) Metode perkuliahan, (4) Evaluasi perkuliahan. Ditinjau dari sudut tujuan dan fungsi, penelitian ini tergolong penelitian deskriptif karena peneliti berusaha untuk mengungkap fakta melalui persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan perkuliahan mata kuliah Pendidikan Pancasila di Universitas Negeri Malang. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif karena dalam penellitian ini mengukur persepsi mahasiswa terhadap perkuliahan Pendidikan Pancasila melalui teknik-teknik analisa statistik yang kemudian akan dideskripsikan agar pembaca dapat mudah memahami. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa persepsi mahasiswa PSTM 2014 terhadap materi perkuliahan Pendidikan Pancasila adalah baik. Hal ini dapat dilihat dari persepsi mahasiswa PSTM 2014 terhadap materi perkuliahan Pendidikan Pancasila memperoleh skor 441. Jumlah skor maksimal dari sub variabel materi perkuliahan sebesar 415, sehingga presentasenya sebesar 65%. Mengacu pada tabel 3.4 mengenai ketentuan hasil presentase, persepsi mahasiswa Pendidikan Seni Tari dan Musik (PSTM) 2014 terhadap materi perkuliahan Pendidikan Pancasila dikategorikan baik. Akan tetapi pada aspek pemahaman mahasiswa terhadap RPS masih dikategorikan kurang baik. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa persepsi mahasiswa PSTM 2014 terhadap media perkuliahan Pendidikan Pancasila adalah baik. Hal ini dapat dilihat dari perolehan skor sebesar 317 dan jumlah skor maksimal dari sub variabel media perkuliahan adalah 480, sehingga presentasenya sebesar 66%. Mengacu pada tabel 3.4 mengenai ketentuan hasil presentase, persepsi mahasiswa PSTM 2014 terhadap media perkuliahan Pendidikan Pancasila dapat dikategorikan baik. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa persepsi mahasiswa PSTM 2014 terhadap metode perkuliahan Pendidikan Pancasila adalah baik. Hal ini dapat dilihat dari skor jawaban sebesar 292 dan jumlah skor maksimal dari sub variabel metode perkuliahan adalah 480, sehingga presentasenya sebesar 61%. Mengacu pada tabel 3.4 mengenai ketentuan hasil presentase, persepsi mahasiswa PSTM 2014 terhadap metode perkuliahan Pendidikan Pancasila dapat dikategorikan baik. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa persepsi mahasiswa PSTM 2014 terhadap evaluasi perkuliahan Pendidikan Pancasila adalah baik. Hal ini dapat dilihat perolehan skor jawaban sebesar 624 dan jumlah skor maksimal dari sub variabel evaluasi perkuliahan adalah 960, sehingga presentasenya sebesar 65%. Mengacu pada tabel 3.4 mengenai ketentuan hasil presentase, persepsi mahasiswa PSTM 2014 terhadap evaluasi perkuliahan Pendidikan Pancasila dapat dikategorikan baik. Akan tetapi ada 1 aspek yang dikategorikan kurang baik yaitu pemberian infomasi mahasiswa terkait sistem penilaian yang diberikan dosen. Dilihat dari rata-rata subvariabel penelitian telah dikategorikan baik, maka dapat dikatakan persepsi mahasiswa PSTM 2014 terhadap perkuliahan Mata Kuliah Pendidikan Pancasila di Universitas Negeri Malang adalah baik. Akan tetapi ada 2 indikator yang dikategorikan kurang baik, yaitu: (1) variabel materi perkuliahan khususnya pada aspek pelayanan dosen terkait pemberian RPS pada mahasiswa, (2) variabel evaluasi perkuliahan khususnya pada aspek pemberian informasi tentang sistem penilaian. Oleh karena itu, disarankan bagi dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila khususnya di program studi PSTM angkatan 2014 untuk meningkatkan materi dan evaluasi perkuliahan Pendidikan Pancasila. Khususnya pada aspek pemahaman mahasiswa terkait RPS dan pemberian informasi kepada mahasiswa tentang sistem penilaian yang dilakukan oleh dosen. Hendaknya dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila memberikan/membagikan RPS Pendidikan Pancasila dan informasi tentang sistem penilaian yang digunakan dosen pada awal perkuliahan, sehingga mahasiswa mengetahui parameter apa yang dijadikan penilaian oleh dosen. Sistem penilaian biasanya dicantumkan dalam Rencana Perkuliahan Semester (RPS) yang dibuat oleh masing-masing dosen dan dibagikan kepada mahasiswanya di awal perkuliahan.

Types code switching and its portable reasons at X - Games, an extreme sport TV program / Raymond Diaz Kisromi

 

Kisromi, R. D. 2014. Types of Code Switching and its Probable Reasons at X – Games, an Extreme Sport TV Program. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Maria Hidayati, S.S., M.Pd. kata kunci : Ganti Kode, X – Games. Komunikasi adalah sebuah tindakan untuk mengirimkan pesan atau informasi yang mana hanya bisa di sampaikan melalui percakapan. Sekarang ini, ada strategi di dalam komunikasi yang harus di perhatikan secara khusus yaitu yang dinamakan ganti kode. Itu adalah salah satu cara untuk menyampaikan pesan atau informasi. Ganti kode merujuk pada istilah di dalam sosiolinguistik, yang mengindikasikan penggunaan 2 bahasa di dalam satu ucapan yang dilakukan oleh orang yang sama.ada 3 tipe ganti kode yang di tulis oleh (Poplack, 1980) : Tag Switching, Inter Sentential switching, dan Intra Sentential Switching. Penyelidikan ini difokuskan pada temuan riset tentang tipe dan kemungkinan alasan menurut Hoffman (1991 : 116) yang digunakan oleh pembawa acara di X – Games. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif. Pendekatan secara kualitatif sangatlah disarankan untuk penelitian seperti ini dikarenakan data yang di dapatkan di dapati dalam bentuk deskripsi. Data utama adalah data dalam bentuk tulisan atau transkrip dari ucapan atau ungkapan yang mana dari 4 rekaman seri acara televisi program X – Games yang di ambil acak dari tanggal 12 maret sampai 2 april yang mengandung banyak kode. Lalu, menurut Ary et al. (2006:490) menyatakan bahwa ada 4 cara yang digunakan untuk menganalisa kualitatif data: 1. Pengenalan dan pengelompokan 2. Memberi kode/tanda 3. Menganalisa, dan 4. meringkaskan Peneliti telah mendapatkan data dari ungkapan atau ucapan yang di rekam dari percakapan pembawa acara X – Games dan menganalisanya menggunakan beberapa langkah langkah yang sudah di paparkan di atas. Hasil dari temuan riset dari data tipe ganti kode menunjukan bahwa Intra Sentential Switching muncul lebih banyak dari 2 tipe lainnya. Di dapati dengan nilai 66.50 % frekuensi, Inter sentential switching memperoleh nilai 22.82 %, dan tag switching hanya meraih nilai 10,67 % dari keseluruhan data. disamping itu, hasil dari temuan riset untuk kemungkinan alasan yang muncul didapati muncul dengan bermacam macam data. Lalu, pembawa acara X – Games cenderung suka untuk mengganti bahasa mereka pada tingkatan kata kata saja. It mengindikasikan bahwa para pembawa acara menguasai bahasa inggris dengan bagus, ditambah dengan koleksi pembendaharaan kata yang cukup banyak, dan lancar menyusun kata kata dalam bahasa inggris dalam percakapan. Diskusi di ganti kode di penelitian kali ini juga berhubungan dengan tipe dan kemungkinan alasan dari ganti kode. Penggunaan kemungkinan alasan atau yang biasa disebut probable reasons juga mendukung penggunaan teori ganti kode tersebut. Ini digunakan untuk memberi kesan lebih pada si pembicara itu sendiri. Di sisi lain, batasan yang digunakan untuk penelitian ini di batasi hanya pada sumber dari data ini berasal saja. Pada akhirnya, penelitian ini bertujuan untuk menemukan tipe dan kemungkinan alasan pada penelitian ini masih banyak kekurangan yang mungkin bisa di lengkapi dengan berbagai macam teori baru dari linguistik oleh peneliti peneliti yang akan datang yang sedang akan menganalisa fenomenas ganti kode yang akrab di kenal dengan kata code switching.

Pengaruh ekstrak daun sawo kecik (Manilkara kauki L. Dubard) terhadap daya hambat pertiumbuhan Fusarium salani secara in vitro / Evi Novita sari

 

ABSTRAK Sari, Evi Novita. 2015. PengaruhEkstrakDaunSawoKecik (Manilkarakauki(L.) Dubard)terhadapDayaHambatPertumbuhanFusariumsolanisecara In Vitro. Skripsi, JurusanBiologi, FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri HastutiM.Pd, (II) SitoresmiPrabaningtyas, S.Si, M.Si. Kata Kunci: daya antifungal, ekstrakdaunsawokecik, Fusariumsolani Sawokecik (Manilkarakauki(L.)Dubard) merupakansalahsatumacamtanamandarisukuSapotaceae.Tanamansawokecikdapatdimanfaatkansebagaiobattradisional, digunakanuntukmengobatidiarepadaanak-anaksebagaiobatpenurunpanas, obatcacing, dansebagaiantileprotik.Senyawa antifungal mempunyaipotensidapatmenghambatpertumbuhankapangpenyebabpenyakittanaman.KapangFusarium spp. merupakankelompokkapangpatogenpenyebabbeberapamacampenyakitpadatanaman, sebagaicontohFusariumsolani.KapangFusariumsolanimenyebabkanpenyakitbusukakardanbuahpadaCucurbitaspp., busukakardanbatangpadatanamankacangpolong, danpenyebabpenyakitlayufusariumpadakentang. Tujuanpenelitianiniadalah: 1) menganalisissecarakualitatifkandungansenyawa antifungal dalamekstrakdaunsawokecik; 2) menelitipengaruhekstrakdaunsawokecikterhadapdayahambatpertumbuhanFusariumsolanisecarain vitro;3) menentukankonsentrasiekstrakdaunsawokecik yang paling efektifuntukmenghambatpertumbuhanFusariumsolanisecarain vitro. Penelitianinimerupakanpenelitianeksperimen.Daunsawokecikdiekstraksimenggunakanmetodemaserasi yang selanjutnyadiuapkanmenggunakanrotary evaporator. Hasilekstrakselanjutnyadiencerkanmenjadibeberapamacamkonsentrasiyaitu 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% menggunakanpelarutaquadessteril. Metodepengujiandaya antifungal menggunakanmetodedilusipadatyang dilakukandenganmencampurkanekstrakdaunsawokecikpada media PDA. AnalisishasilpenelitianmenggunakanAnava Tunggal, dilanjutkandenganuji BNT 5% apabilaterdapatperbedaanantarpelakuan. Hasilpenelitianiniadalah: 1) hasilujikualitatifkandungansenyawa antifungal dalamekstrakdaunsawokecikmenunjukkanhasilpositifadanya flavonoid, saponin, alkaloid, dantanin; 2) adapengaruhekstrakdaunsawokecikterhadappenghambatanpertumbuhanFusariumsolani; 3) konsentrasiekstrakdaunsawokecik yang paling efektifdalammenghambatpertumbuhanFusariumsolaniadalahkonsentrasi 50%.

Pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap prstasi belajar siswa kelas X MA Maarif Sukorejo pada materi Fluida Statis / Rachmi Latifah Sidiq

 

ABSTRAK Sidiq, Rachmi, Latifah. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X MA Maarif Sukorejo pada Materi Fluida Statis. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Haryoto M.Pd, (II) Dr. Muhardjito M.S. Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), Prestasi Belajar, Fluida Statis Fisika adalah ilmu pengetahuan yang paling mendasar karena berhubungan dengan perilaku dan struktur benda. Fisika merupakan pelajaran yang paling sukar dan kurang disenangi. Setidaknya ada beberapa hal yang menyebabkan anggapan bahwa fisika itu sulit dan membosankan. Pertama, guru mata pelajaran fisika cenderung menggunakan metode ceramah. Guru sibuk menjelaskan rumus-rumus tanpa memperhatikan kondisi siswa. Kedua guru jarang memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya pada teman sebaya mengenai hal yang tidak di mengerti. Ketiga, seba¬gian besar guru fisika hanya menjelaskan rumus tanpa teori pendukungnya. Keempat, guru jarang memperhatikan proses dari penyelesaian soal, baginya yang terpenting adalah jawaban yang benar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah prestasi belajar siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL) lebih tinggi dari pada siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran direct instruction. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Eksperimen semu (quasi experiment). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest control group design. Kelas pertama menggunakan model pembelajaran problem based learning, sedangkan kelas kedua menggunakan model pembelajaran direct instruction. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MA MAARIF Sukorejo pada semester genap tahun ajaran 2014/2015 yang terdiri atas 5 kelas dengan jumlah siswa 125. Hasil uji hipotesis diperoleh pada kemampuan awal siswa nilai ttabel = 1,6736 dan thitung = 0,1137. Karena -ttabel ≤ thitung ≤ ttabel maka H0 diterima yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan kemampuan awal siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran problem based learning dan model pembelajaran direct instruction. Hasil uji hipotesis pada prestasi belajar siswa diperoleh nilai ttabel = 1,6736 dan thitung = 5,854. Karena thitung > ttabel maka H0 ditolak dengan demikian prestasi belajar fisika siswa yang di belajarkan dengan model pembelajaran problem based learning lebih tinggi dari model pembelajaran fisika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran direct instruction. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menemukan model pembelajaran yang lebih efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.

Pembuatan cocktail dress dengan hiasan ruffles pleats / Ervin Artistawati

 

Kata Kunci: Cocktail Dress, Hiasan, Ruffles Pleats Busana merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh setiap manusia. Keanekaragaman busana yang ada saat ini lebih banyak didominasi oleh busana wanita. Salah satunya adalah busana pesta yang menjadi perhatian khusus bagi para pecinta mode busana. Busana pesta yang menjadi trend saat ini adalah cocktail dress. Cocktail Dress adalah sebuah gaun yang dipakai untuk menghadiri acara pesta di sore hari yang sifatnya semi formal dengan panjangnya tidak melebihi lutut biasanya tanpa lengan dan terbuat dari bahan-bahan seperti sutra, satin, taffeta atau bahan mewah lainnya, tetapi penulis kali ini menggunakan bahan “dobby kombinasi” dengan bahan organdy. Cocktail dress ini dihiasi dengan hiasan ruffles pleats. Hiasan ruffles pleats adalah suatu detail pada busana yang bertekstur lipit-lipit dan berbentuk gelombang yang bagian tepinya dapat diselesaikan dengan bis, di jahit kecil maupun di rol sum. Hiasan ruffles pleats ini disusun full pada gaun. Pleats yang digunakan dalam pembuatan cocktail dress ini adalah knife pleats. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menjelaskan cocktail dress dengan hiasan ruffle pleats dan menjelaskan teknik pembuatan cocktail dress secara detail. Manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menambah wawasan dan inspirasi pada para pembaca tentang cocktail dress dengan hiasan ruffles pleats. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 412.000,- Hasil yang diperoleh dari pembuatan cocktail dress ini adalah berupa gaun yang dihiasi dengan hiasan ruffles pleats yang menggunakan bahan berupa ”dobby kombinasi” dan bahan organdy dengan warna dan ukuran yang berbeda. Saran yang dapat diberikan adalah penyelesaian ruffles pleats pada tepi bahan khususnya bahan organdy, sebaiknya tepi bahan dirol sum agar tepi bahan tetap rapi dan tidak bertiras.

Penyusunan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) melalui pendekatan kontekstual pada materi perbandingan senilai dan berbalik nilai / Nopi H. Kadalolor

 

ABSTRAK Kadalolor, Nopi Heronia. 2013. Perencanaan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Melalui Pendekatan Kontekstual pada Materi Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai. Skripsi, Jurusan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dra. Ety Tejo Dwi C, M.Pd Kata Kunci : Perbandingan senilai dan berbalik nilai, Lembar Kegiatan Siswa, pendekatan kontekstual    Tujuan pendidikan nasional bukanlah hal yang mudah karena pendidikan merupakan suatu sistem yang sangat kompleks. Sampai sekarang ini matematika masih dirasakan sulit dipahami oleh sebagian besar siswa. Tidak terkecuali materi perbandingan senilai dan berbalik nilai yang diajarkan pada jenjang SMP. Adanya kesulitan siswa dalam mengerjakan soal perbandingan senilai dan berbalik nilai, maka perlu adanya bahan ajar.    Salah satu bahan ajar yang diperlukan adalah lembar kegiatan siswa (LKS). LKS disusun agar siswa lebih aktif dan memudahkan memahami materi pelajarannya. pendekatan dalam penelitian ini adalah menyusun LKS materi perbandingan senilai dan berbalik nilai. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang dihasilkan berbasis kontekstual, dengan permasalahan yang sering terjadi dalam kehidupan siswa        

Penentuan konduktivitas listrik semikonduktor silikon tipe-N dengan metode efek hall / oleh Nining Soehariyati

 

Efek Hall terjadip adas uatup enghanta(rl ogama taus emikonduktorb)e rarus diletakkand alamm edanm agnety angt egakl urust erhadapa raha rus,m akap ada penghantaark ant imbul bedat egangany aitu teganganH all V11a ntarak eduas isi penghantaDr. ari efekH all dapatd itemukank onstantaH all dank onsentraspie mbarva muatane lektron.U ntuk menentukanm obilitasm uatane lelctrond ank onduktivitas listrik dapatd ihitungm elaluik onsentraspi embawam uatane leklronp ada semikonduktoSr ilikon tipe-n Penelitianin i bertujuanu ntukm enentukanko nstantaH all, konsentrasi pembawam uatane lektron,m obilitasm uatane lektron,d ank onduktivitasli strik semikonduktoSr ilikon tipe-nm elaluim etodee fek Hall. Pengukuradni lakukanp ada suhu kamar 27 oC. Hasil penelitiani ni menunjukkanb ahwah argak onstantaH all adalah RH: (5,743198t0,179287).10m-r03 /A.sk, onsentraspie mbarvma uatane lektron adalahn : (1,08688t5 0 ,033929).10m2-83 m, obilitams uatane lektrona dalah 1t: (1,37405t3 0 ,053565).10m42 lsvd ank onduktvitaliss triks emikonduktor Silikont ipe-na dalaho : (2,392487t 0,I 1948)I. 0 5C /smV

Implementasi penanaman nilai karakter melalui pembelajaran Sirah Nabawi di kelas rendah SDIT Mutiara Ummat Desa Ngadisuko Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek / Ike Sulistyowati Putri

 

ABSTRAK Putri, Ike Sulistyowati. 2016. Implementasi Penanaman Nilai Karakter Melalui Pembelajaran Sirah Nabawi diKelas Rendah SDIT Mutiara Ummat Desa Ngadisuko Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek.Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof.Dr.H.Sa’dun Akbar, M.Pd, (II) Drs.Imam Nawawi,M.Si. Kata Kunci: Nilai Karakter, PembelajaranSirah Nabawi Penanamannilaikarakteryang menarik, dan mengupayakan keseimbangan aspek pikir dan dzikir pada siswa dilakukan oleh sekolah dasar islam terpadu (SDIT) melalui pembelajaran Sirah Nabawi.Untukmengetahuipelaksanaannya, penelitimelakukanpenelitiantentangImplementasi Penanaman Nilai Karakter Melalui Pembelajaran Sirah Nabawidi Kelas Rendah SDIT Mutiara Ummat Desa Ngadisuko Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data hasilpenelitiandilakukandenganreduksi data, penyajian data, danpenarikankesimpulan (verivikasi).Kegiatan yang ditelitiolehpenelitiadalahkegiatanpembelajaranSirahNabawi yang dilakukan di kelasrendahselama dua jam pelajaran (2 x 35 menit) satu kali dalam satu pekan.Peneliti juga mengamatievaluasipembelajaranSirahNabawi.Kemudianmengamatikarakter yang tampakpadasiswa, sertakendaladalamimplementasipembelajaranSirahNabawidanupayauntukmengatasikendaladalamimplementasipenanamannilaikaraktermelaluipembelajaranSirah Nabawi. HasilpenelitianmenunjukkanbahwasecaraumumimplmentasipenanamannilaikaraktermelaluipembelajaranSirahNabawi yang dilaksanakan di SDIT MutiaraUmmattelahterinternalisasidalamdirisiswadantampakpadaperilakubaiksiswaketikamelaksanakankegiatan-kegiatan di kelasdan di luarkelas. Kendala yang dialami dalam implementasi penanaman nilai karakter melalui Sirah Nabawiyang utamaadalahbelum ada sumber belajar yang disediakan oleh JaringanSekolah Islam Terpadu (JSIT).Upaya Mengatasi Kendala Dalam Membelajarkan Nilai Karakter Melalui Sirah Nabawi diantaranya sekolah berusaha menyusun buku ajar dan mencari penerbit yang menerbitkan buku ajar untuk pembelajaran Sirah Nabawi. Saran yang diberikanpenelitiuntuksekolahlain, hendaknyamemperkenalkanpembelajaranSirahNabawiinikepadasiswamuslimdalamrangkamenanamkannilaikarakterdenganmengenalkansuritauladanterbaik yang dapatditeladaniolehsiswa

Efektivitas strategi pembelajaran reciprocal teaching dalam model two stay two stray terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (studi pada siswa kelas X SMAN 1 Gondang Tulungagung) / Ana Pratiwi

 

Kata Kunci: Strategi Reciprocal Teaching, Two Stay – Two Stray, Hasil Belajar. Perubahan paradigma pembelajaran dari kurikulum 2004 menjadi KTSP adalah orientasi pembelajaran yang semula berpusat pada guru (teacher centered) beralih berpusat pada murid (student centered). Salah satu pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa aktif adalah pembelajaran yang bersifat konstruktivis. Pada kenyataannya, dalam pembelajaran guru masih menggunakan metode konvensional. Strategi pembelajaran konvensional lebih menekankan pada siswa untuk mengingat atau menghafal, sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Salah satu strategi pembelajaran yang berorientasi pada pandangan kontruktivis adalah strategi reciprocal teaching. Strategi reciprocal teaching merupakan prosedur pembelajaran yang dirancang melalui berbagai prinsip kegiatan yaitu, mengklarifikasi, memprediksi, mengajukan pertanyaan serta merangkum. Dewasa ini terdapat berbagai model pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan dalam strategi reciprocal teaching untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan dapat meningkatkan keaktifan siswa yaitu model two stay two stray. Penggunaan strategi pembelajaran reciprocal teaching dalam model two stay two stray mampu mengaktifkan siswa. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu (Kuasi Eksperimen). Populasinya adalah siswa kelas X SMAN 1 Gondang yang terdiri dari sembilan kelas, dalam penelitian ini diambil sampel dua kelas yaitu kelas X5 dan X6, teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan soal tes hasil belajar. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan antara nilai rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari hasil analisis data diketahui bahwa hasil belajar siswa pada kelas eksperimen memiliki rata-rata sebesar 82,375 sedangkan pada kelas kontrol memiliki rata-rata 76,125. Strategi pembelajaran reciprocal teaching dalam model two stay – two stray ini efektif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas X di SMA Negeri 1 Gondang Tulungagung. Hal ini dapat dilihat nilai signifikansi uji hipotesis gain score 0,000 ttabel 2,022. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pada hasil belajar siswa antara kelas yang menggunakan strategi reciprocal teaching dalam model two stay two stray dengan kelas yang menggunakan metode konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa strategi reciprocal teaching dalam model two stay two stray efektif dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Saran yang dapat diajukan dari penelitian ini adalah (1) Sekolah disarankan lebih meningkatkan mutu pendidikan melalui pemberian standarisasi RPP dengan model pembelajaran yang bervariasi. (2) Guru disarankan untuk menggunakan strategi pembelajaran reciprocal teaching dan model two stay – two stray sebagai salah satu alternatif dalam proses pembelajaran di kelas dan disesuaikan dengan materi, karena hasil penelitian ini telah membuktikan bahwa strategi pembelajaran reciprocal teaching dan model two stay – two stray efektif serta dapat meningkatkan hasil belajar. (3) Bagi peneliti berikutnya, disarankan untuk melakukan penelitian tentang pembelajaran strategi reciprocal teaching dalam model pembelajaran yang lain pada mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran yang berbeda di tempat yang berbeda untuk mengembangkan dan menerapkan pembelajaran strategi reciprocal teaching dalam model two stay – two stray dalam proses pembelajaran.

Model hubungan guru-siswa pengaruh motivasi, efikasi diri, keterampilan komunikasi dal lokus kendali internal terhadap hubungan guru-siswa di Madrasah Aliyah Negeri di Provinsi DKI Jakarta / J. Herman S.

 

ABSTRAK Herman, Jimmy S. 2015. Model Hubungan Guru-Siswa. Pengaruh Motivasi, Efikasi-diri, Ketrampilan Komunikasi dan Lokus Kendali Internal Terhadap Hubungan Guru-Siswa Madrasah Aliyah Negeri di Provinsi DKI Jakarta. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Promotor : (I) Prof. Dr. Marthen Pali, M.Psi, (II) Dr. Adi Atmoko, M.Si, (III) Dr. Imanuel Hitipeuw, MA. Kata Kunci : Hubungan Guru-Siswa, Motivasi, Efikasi-diri, Keterampilan Komunikasi, Lokus Kendali Internal. Pembelajaran yang baik, tergantung dari hubungan guru-siswa yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian ini difokuskan pada uji model hubungan guru-siswa selama pembelajaran di kelas yang melibatkan variabel motivasi, efikasi-diri, keterampilan komunikasi dan lokus kendali internal. Penelitian dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri di Provinsi DKI Jakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksplanatori dengan data bersifat cross-sectional. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner dengan skala. Koefisien reliabilitas butir instrumen berkisar 0,88 sampai 0,90 dan koefisien validitas berkisar 0,44 sampai 0,90. Populasi penelitian ini adalah 614 guru dari 22 MAN di Provinsi DKI Jakarta, sedangkan sampel 120 responden dari 12 MAN terpilih dengan teknik cluster random sampling. Analisis data menggunakan structural equation modeling (SEM) dengan AMOS versi 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model hipotesis yang diajukan adalah diterima (2=78,022;db=65;p=0,129;GFI=0,920). Pada sepuluh jalur yang ada dalam model, terdapat enam jalur teruji signifikan sedangkan pada empat jalur lainnya adalah tidak signifikan. Pada model akhir diperoleh hasil adanya pengaruh signifikan : (1) motivasi terhadap efikasi-diri, (2) motivasi terhadap lokus kendali internal, (3) efikasi-diri terhadap lokus kendali internal, (4) motivasi terhadap hubungan guru-siswa, (5) efikasi-diri terhadap hubungan guru-siswa dan (6) keterampilan komunikasi terhadap hubungan guru-siswa. Hasil temuan penelitian ini menyatakan bahwa terdapat faktor pribadi guru yang memberi pengaruh signifikan terhadap hubungan guru-siswa, maka disarankan agar para ilmuwan dapat melanjutkan hasil penelitian ini dengan menguji faktor-faktor pribadi lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, sehingga memperluas khasanah teoritik yang terkait dengan hubungan guru-siswa. Untuk kepentingan praktis, disarankan agar seleksi rekrutmen guru perlu diintensifkan dan diekstensifkan tes psikologis tentang kepribadian guru, utamanya yang terkait dengan aspek-aspek yang paling kuat dalam setiap variabel, antara lain aspek arah dalam motivasi, aspek waktu dalam lokus internal guru.

Kemampuan menggunakan alat-alat ukur fisika siswa kelas II SMU Negeri 01 Turen tahun ajaran 1999/2000 / oleh Tri Mulyono

 

Jika mengacu pada kurikulum SMU tahun 2000 yang telah menempatkan pendekatanb elajarp adap endekalank eterampilanp rosesu ntuk matap elajaranf isika, maka dalam belajar fisika tidak terlepas dari kegiatan belajar di laboratorium. Dalamk egiatanb elajard i laboratoriumy aitu melaluie ksperimena tau percobaanu, ntuk pelajaranf isika tidak lepasd ari kegiatanm elakukanp engukuranpengukurand enganm enggunakana lat-alatu kur fisika. Mengingatd alamf isika, alatalat ukur menduduki peranan yang sangat penting maka perlu diadakan penelitian tentangp enggunaana lat-alatu kur fisika. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahuki emampuanm enggunakana lat-alat ukur fisika siswak elasI I SMUN 0l Turen,y angl ebih khususla gi dapatd irinci sebagabi erikut:1 ) mengetahuki emampuanm enentukajne nis alat-alatu kur fisika,2 ) mengetahuki emampuanm enyiapkana lat-alatu kur fisik4 3) mengetahui kemampuanm erangkaia lat-alatu kur fisika, 4) mengetahuki emampuanm elakukan p€ngamatana lat-alatu kur fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptifdan expost facto. Populasi dalamp enelitianin i adalahs iswak elasI I SMLIN0 l Turent ahuna jaran1 99912000, sebagasia mpepl enelitians ebanya7k 5. Dari hasilp enelitiand iperoleh:1 ) persentaskee mampuanm enentukajne nis alat-alatu kur fisika sebesar7 0,93%,2) persentasek emampuanm enfapkan alat-alat ukurf isika sebasa4r 7,11%,3)p ersentaskee mampuanm erangkaai lat-alatu kur fisika sebesa3r 9,10o/o,4p)e rsentaskee mampuanm elakukanp engamataanl at-alatu kur fisikas ebesa3r 0,93o/o,5p)e rsentaskee mampuanm enggunakaanl at-alatu kur fisika sebesa4r8 .27%. Jadi dapatd isimpulkanb ahwas ecarak eseluruhank emampuanm enggunakan alat-alaut kur fisika kelasI I SMUN 0l Turen 19991200m0 asiht ergolongr endah

Pembelajaran menulis cerpen berdasarkan kurikulum 2013 di SMP / Betty

 

ABSTRAK Betty. 2015. Pembelajaran Menulis Cerpen Berdasarkan Kurikulum 2013 di SMP. Tesis. Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Yuni Pratiwi, M.Pd., (II) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd. Kata kunci: pembelajaran menulis cerpen, Kurikulum 2013, pendekatan saintifik Pembelajaran menulis cerita pendek berdasarkan Kurikulum 2013 menekankan pada pendekatan saintifik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis cerita pendek berdasarkan Kurikulum 2013 di SMP dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru, serta upaya-upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif fenomenologi. Peneliti menjadi alat utama dalam pengumpulan dan penganalisisan data. Sumber data penelitian ini adalah buku teks, kegiatan belajar mengajar, dan guru. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis data multisitus. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara melakukan pengecekan keabsahan data melalui uji kredibilitas dan uji transferabilitas. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal berikut. (1) Guru tidak menjabarkan perencanaan pembelajaran ke dalam RPP. (2) Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan mengacu pada buku teks Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan Kelas VII. Sebagian langkah-langkah saintifik tampak teraplikasikan dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan berupa papan tulis. Pengembangan materi mengaplikasikan sebagian tahapan menulis kreatif. Dalam pengembangan ini terdapat materi yang tidak relevan dengan silabus. (3) Dalam kegiatan evaluasi guru menggunakan alat penilaian pada sebagian kegiatan penilaian. (4) Dalam pembelajaran ini guru menghadapi berbagai kesulitan. Kesulitan yang paling mendasar adalah guru belum dapat memahami Kurikulum 2013 secara utuh. Kondisi ini mengakibatkan timbulnya berbagai kesulitan. (5) Guru telah melakukan upaya untuk menghadapi kesulitan yang ditemuinya, namun upaya tersebut baru merupakan upaya alternatif. Guru memerlukan dorongan dan bantuan pihak lain, untuk mengupayakan jalan keluar yang menyentuh langsung pokok permasalahan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kondisi ketiadaan RPP dalam proses pembelajaran berimplikasi pada kualitas pembelajaran. Langkah-langkah pembelajaran dilakukan secara spontan sesuai dengan improvisasi guru. Evaluasi hasil karya siswa yang berupa plagiasi mendapatkan skor yang tinggi. Kesulitan-kesulitan yang bersumber dari rendahnya pemahaman guru terhadap Kurikulum 2013 mengimplikasikan bahwa pelatihan kurikulum yang dilaksanakan belum dapat memberikan pemahaman yang cukup. Untuk mengatasi kesulitan tersebut guru memerlukan bantuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan melaksanakan pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013.

Analisis pelaksanaan praktikum viskositas zat cair di FMIPA Universitas Negeri Malang / oleh Anis Farida

 

Kegiatanp raklikumm erupakans alahs atub entukm etodep embelajaraFni sika Dasar di FMIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuki elancarank egiatanp raktikum vikositas zat cair Di FMIPA Universitas Negen Malang. Penelitiani ni mendeskripsikank egiatanp raktikum viskositasz at cair yang dilakukanm ahasiswaF MIPA UniversitasN egeriM alang. Deskripsdi ifokuskan dalamt iga variabel:( l) kesiapank egiatanp raktikum,( 2) kemampuanp elaksanaan kegratanp raktikum,( 3) kemampuanm engkomunikasikahna sitp raktikum.Setiap variabeld ijabarkand alamb eberapas ubv ariabel. Masing-masings ubv ariabel dija barkand alamb eberapain dikator. Penelitiani ni dilakukdn di FMIPA UniveritasN egeri Malang denganju mlah sampepl enelitian1 42m ahasiswa. D atap enelitiand iperolehd enganm enggunakan tes kesiapanp elaksanaanp raktikum, observaspi elaksanaank egiatanp raktikum dan analisiste rhadapla porank egratanp raktikum. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwak esiapanm ahasiswad alamp elaksanaan kegiatanp raktikumm emiliki nilai persentastee rtinggi1 36,61p adak ategonk urang baik, Kemampuanp elaksanaank egiatanp raktikum memiliki nilai persentase tertinggi2 12,53p adak ategorit idak baik, kemampuanm engkomunikasikahna sil praklikumm emiliki nilai persentastee rtinggi3 04,92p adak ategorti idak baik. Pada variabel kesiapan kegiatan praktikum untuk kategori baik dan cukup baik persentase tertinggi yai1nt72,53ot/eor dapatp adap emahamante rhadapa lat danb ahan,p ersentase terendahy aitu2l,l3Yo terdapapt adap engetahuatne ntangv iskositasV. ariabel kemampuanp elaksanaank egiatanp raktikum untuk kategorib aik dan cukup baik persentasete rtinggi yaitu 97,89%t erdapatp adap enghematanp enggunaanw aldu dan persentasete rendahy aitu Oohterdapapt adap enggunaanm ikrometers ekrupd an penggunaana erometerb oume.V ariabel mengkomunikasikanh asil praktikum untuk kategorib aik dan cukup baik persentasete rtinggr yaitu95,77o/ote rdapatp ada penyajiand atad anp ersentastee rendahy aitu 2,S2Yoterdappaat dam enyatakagnr afik denganm etodek uadratt erkecil dan menentukanv iskositasb erdasarkang rafik. Hasil penelitianin i diharapkand ijadikana cuanu ntukl ebih meningkatkan pelaksanaanke giatanp raktikum fisika sehinggad apatm encapahi asil yang maksimal.

Pengembangan model pembelajaran teknik dasar passing dalam bolabasket dengan menggunakan metode permainan tradisional di SMA Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang / Ivan Tegar Riantiarno

 

ABSTRAK Riantiarno, Tegar. 2015. Pengembangan Model Pembelajaran Teknik Dasar (Passing) dalam Bolabasket dengan Menggunakan Metode Permainan Tradisional di SMA Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes, (II). Usman Wahyudi, S.Pd, M.Pd Kata kunci:Pembelajaran,Mengumpan (Passing)Bolabasket, Permainan Tradisional. Teknik dasar passing sangat penting bagi olahraga bolabasket. Dalam pembelajaran teknik dasar mengumpan yang benar dinilai dapat meningkatkan nilai dan kemampuan siswa. Dari observasi yang dilakukan pada 1 orang guru dan 36 siswa didapati siswa yang kurang mampu untuk melakukan umpan dengan benar. Maka dari itu perlu adanya variasi model pembelajaranpassing dengan metode permainan tradisional untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan umpan dan menambah kesenangan siswa melakukan kegiatan olahraga. Tujuan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan sebuah produk berupa buku panduan yang berisi model pembelajaran teknik dasar passing dengan metode permainan tradisionaluntuk siswa kelas XII di SMA Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang serta membantu menambah variasi pembelajaran yang diberikan kepada siswa SMA Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (research and development). Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan research and development Borg and Gall. Dalam penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif berupa persentase, yang digunakan untuk menganalisis hasil pengumpulan datadari penelitian awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil menggunakan 8 atlet dan kelompok besar menggunakan 32 atlet. Hasil penilaian atau evaluasi terhadap model latihan ini yaitu ahli pembelajaran didapatkan persentase 94,64%, dari ahli bolabasket didapatkan persentase 76,78%, dan dari ahli media didapatkan persentase 81,66%. Dari hasil uji coba kelompok kecil didapatkan rata-rata persentase 89,71% dan hasil dari uji coba lapangan (kelompok besar) didapatkan rata-rata persentase 90,95%. Sehingga,model pembelajaran passing dengan metode permainan tradisional ini memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan pada pembelajaran olahraga di SMA Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat diuji cobakan pada kelompok yang lebih luas dan disosialisasikan sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Selain itu, diharapkan ada penelitian selanjutnya, untuk menguji tingkat efektifitas produk yang dikembangkan.

Nilai - Nilai kearifan lokal dalam tradisi labuhan (Larung sesaji) di pantai ngliyep desa Kedungsalam kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang / Sofan Wahyu Adhitama

 

Kata Kunci: Nilai-Nilai Kearifan Lokal, Tradisi Labuhan (Larung Sesaji). Kebudayaan adalah identitas suatu bangsa dan di dalamnya terdapat berbagai keunikan dan keunggulannya. Tradisi Upacara Labuhan di Pantai Ngliyep Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang, di tengarai memiliki suatu keunikan yang berbeda dengan daerah lain yang di dalamnya terdapat berbagai nilai-nilaikearifan lokal yang dipergunakan sebagai pedoman hidup masyarakat setempat. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) asal-usul Upacara Labuhan yang dilakukan di Pantai Ngliyep, (2) tujuan diadakannya upacara Labuhan yang dilakukan di Pantai Ngliyep, (3) pelaksanaan upacara Labuhan yang dilakukan di Pantai Ngliyep, (4) Nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam Upacara Labuhan di Pantai Ngliyep,(5) Usaha pemerintah dan masyarakat setempat untuk menjaga kelestarian budaya adat Upacara Labuhan serta nilai-nilai kearifan lokal dalam upacara Labuhan di Pantai Ngliyep. Untuk mengumpulkan data peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, informan terdiri dari pemerintah Desa Kedungsalam, masyarakat di sekitar Pantai Ngliyep, anggota Karang Taruna Yuana Abadi, juru kunci Sendang Kamulyan, Guru SMA sebagai pengamat. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis data tema kultural (componential analysis). Untuk menjamin keabsahan data yang ditemukan, peneliti melakukan pengecekan keabsahan data dengan cara: (1), Ketekunan pengamatan (2). Triangulasi. Hasil penelitian dapat di deskripsikan sebagai berikut: (1) Asal-usul Upacara Labuhan di Pantai Ngliyep tokoh dan cikal bakal kepala Desa Kedungsalam Eyang Kyai Tholib mendapatkan sebuah ujian berupa penyakit pagebluk yang menyerang warganya, akhirnya beliau mengadakan Upacara Labuhan di Pantai Ngliyep, sedikit demi sedikit penyakit tersebut menghilang (2) Tujuan diadakan Upacara Labuhan di Pantai Ngliyep, ada tiga tujuan:(a) Kebutuhan batin, dalam memecahkan persoalan hidup melalui kekuatan yang diyakininya, (b) Menjalin solidaritas spiritual yang melibatkan pemerintah dan masyarakat setempat melalui Upacara Labuhan dengan sarana (uborampe) kulit, kaki, darah dan kepala kambing (c) Mendapatkan keselamatan dan ketentraman dengan berdo’a memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut keyakinan agama Islam (3). Pelaksanaan Upacara Labuhan yang dilakukan di Pantai Ngliyep dilakukan melalui kegiatan persiapan dan prosesi pelaksanaan tradisi Upacara Labuhan (a) pembukaan dengan sajian tarian oleh ibu-ibu diiringi klotekan, (b) Laporan dari Direktur Jasa Yasa Pemerintahan Kabupaten, (c) Pembacaan sejarah Upacara Labuhan dilanjutkan dengan kidung macapat (sejarah Desa Kedungsalam), (d) Sambutan Kapolsek Kecamatan Donomulyo, (e) Do’a bersama dipimpin oleh staf KUA Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang, (f) Pemberangkatan sesajian diawali kotekan lesung, (g) Acara ditutup dengan genduri (selametan).(4). Nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam Upacara Labuhan di Pantai Ngliyep terdapat berapa nilai-nilai yang terkandung dalam Upacara Labuhan serta ketika persiapan Upacara Labuhan itu sendiri, hal tersebut antara lain sebagai berikut: (a) Nilai Religi, (b) Nilai Gotong Royong, (c) Nilai Persatuan, (d) Nilai Pembebasan Bala, (e) Nilai Kemandirian (f) Nilai Kesederhanaan (g) Nilai Rendah Hati (h) Nilai Kebersamaan. (5). Usaha pemerintah dan masyarakat setempat untuk menjaga kelestarian budaya adat Labuhan serta nilai-nilai kearifan lokal dalam upacara Labuhan di Pantai Ngliyep tersebut dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sekitar wujudnya berupa membentuk Karang Taruna Yuana Abadi, mengadakan secara rutin tiap tahunnya Upacara Labuhan, dan melibatkan para pemuda di dalamnya. Kegiatan tersebut dengan tujuan tidak hanya melestarikan wujud kebudayaan saja namun bertujuan untuk tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan yang terdapat di dalam upacara Labuhan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian disarankan sebagai berikut: (1) Agar tradisi Upacara Labuhan yang di dalamnya terdapat makna nilai-nilai kearifan lokal tersebut masyarakat dan pemerintahan setempat mampu menjadikan sebuah pembelajaran dan tolak ukur kehidupan berbangsa dan bernegara, (2) Agar Pemerintah Kabupaten Malang atau Dinas Kebudayaan Kabupaten Malang mampu memberikan dukungan baik itu materi dan moril kepada pihak-pihak yang bersangkutan agar kelestarian kebudayaan lokal yang ada di Desa Kedungsalam tepatnya di Pantai Ngliyep terjaga kelestariannya hingga anak cucu kelak nantinya, (3) Agar Pemerintahan Desa lewat Karang Taruna Yuana Abadi mampu dan dapat meningkatkan hal yang positif lagi untuk menunjang kemajuan kebudayaan lokal dengan terus meningkatkan tujuannya yaitu melestarikan berbagai peninggalan nenek moyang yang menjadi kebudayaan lokal di Desa Kedungsalam, walaupun terdapat beberapa kendala.

Hubungan antara konsep diri dan kematangan karier siswa kelas III SMU Negeri 8 Malang
oleh Ida Yulianti

 

Konsepd iri merupakang ambaranin dividut erhadapd irinyas endirid and apat berkembandga ri waktuk ewaktus eiringi nteraksinyad engin oraigtain. perkembangank arieyr angm erupakapnr osesy angb erlangsuntge rusm eneruysa ngp adaa khimya akanm enghasilkakne matanganka rierm elaluit ahapan-tahapapne rkeirtangano an akanb erbeddaa ri tahapp erkembangatne rtentud ant ahapb erikutnyad, ank onsepd iri 3erulaka1h al yangs angapt entings ehinggain dividua kanb erusaham enerapkan konsedpi rinyad enganm empersiapkadni ri untukm enujup ekerjaand anp emilihan pekerjaan. secarate oritik terdapathubungaann tarak onsepd iri dank ematangakna rier siswate, tapki enyataanny

Penerapan pembelajaran matematika dengan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi statistika untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Malang / Emmalia Rahmadiana

 

ABSTRAK Rahmadiana, Emmalia. 2016. Penerapan Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Mengenai Materi Statistika untuk Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Malang. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. M Shohibul Kahfi, M.Pd. Kata kunci: pemahaman, pendekatan realistic mathematic education Kemampuan memahami suatu masalah merupakan salah satu tujuan dari pembelajaran matematika. Meningkatnya pemahaman siswa khususnya pemahaman matematika ditandai dengan meningkatnya kemampuan siswa dalam menyerap konsep-konsep dan algoritma matematika yang diajarkan oleh guru. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SMPN 20 Malang, tingkat pemahaman siswa masih rendah dilihat dari cara siswa dalam mengerjakan soal yang diberikan oleh guru. Sehingga penulis ingin melakukan suatu penelitian untuk meningkatkan pemahaman siswa dengan tujuan penelitian memperbaiki cara mengajar dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang materi statistika melalui pendekatan Realistic Mathematic Education (RME). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus, siklus pertama terdiri dari tiga pertemuan dan siklus kedua terdiri dari dua pertemuan. Subyek penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII-B SMPN 20 Malang sebanyak 30 orang, 14 laki-laki dan 16 perempuan. Pemilihan subyek dilakukan dengan memperhatikan kemampuan dan karakter para siswa serta dengan pertimbangan guru kelas. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Februari 2016. Kegiatan penelitian meliputi pembelajaran, diskusi kelas, presentasi, dan pemberian tes. Data diperoleh dari nilai hasil tes akhir siklus, hasil observasi aktivitas guru dan siswa dan catatan lapangan. Kriteria keberhasilan penelitian ini adalah jika 80% siswa tidak melakukan kesalahan konsep sejak awal penyelesaian soal, persentase banyaknya siswa berkategori tuntas belajar minimal 80% dari banyaknya siswa satu kelas dengan kriteria ketuntasan belajar nilai tes 75, dan hasil observasi aktivitas guru dan siswa minimal 75%. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa ketuntasan belajar sebesar 93% dan terdapat 2 siswa yang melakukan kesalahan dalam penghitungan hasil akhir pada materi menggambarkan diagram suatu data serta hasil observasi aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran siklus I termasuk dalam kategori “baik” dimana presentase rata-rata siklus I aktivitas aktifitas siswa adalah 82,37% dan aktivitas guru sebesar 83,33%. Pada siklus II persentase ketuntasan belajar siswa mencapai 100% dari banyaknya siswa dalam kelas. Hasil observasi aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran siklus II termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas VIII-B SMPN 20 Malang pada materi statistika.

Penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pemrograman dasar pada siswa kelas X TKJ SMKN 2 Probolinggo / Dedy Hendarman

 

ABSTRAK Hendarman, Dedy. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pemrograman Dasar Pada Siswa Kelas X TKJ SMKN 2 Probolinggo. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika,Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T. Pembimbing (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata kunci: Model Pembelajaran, Problem Based Learning, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar. Berdasarkan hasil observasi pada SMKN 2 Probolinggo di kelas X TKJ 3yaitu didapatkan data dari aktivitas siswa selama proses pembelajaran dikelas terlihat sebanyak 50% siswa kurang aktif dan kurang antusias terhadap materi pelajaran yang telah disampaikan.Rata-rata kelas pada materi struktur kontrol percabangan sebesar 46 dan persentase ketuntasan sebesar 35% sehingga dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa dinyatakan kurang.Berdasarkan masalah tersebut maka diterapkanmodel pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pemrograman dasar kelas XTKJ3 SMKN 2 Probolinggo. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research) model Kemmis & McTaggart. Prosedur penelitian dilaksanakan melalui 4 tahapan, yaitu (1) Perencanaan (Planning), (2) Pelaksanaan (Acting), (3) Pengamatan (Observing), (4) Refleksi (Reflecting). Subyek pada penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas X TKJ 3 SMKN 2 Probolinggo dengan 37 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik test dan non-test. Test berupa pre-test dan post-test yang digunakan untuk melihat hasil belajar siswa, sedangkan non-test berupa angket yang digunakan untuk mengambil data validasi dan lembar observasi yang digunakan untuk melihat aktivitas siswa. Aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan yaitu pada siklus I sebesar 72,13%dan pada siklus II sebesar 84,73%. Hasil belajar kompetensi sikap siklus I memiliki rata-rata sebesar 3,43dan persentase ketuntasan sebesar 100%, siklus II memiliki rata-rata sebesar 3,58 dan persentase ketuntasan sebesar 100%. Hasil belajar kompetensi pengetahuan memiliki rata-rata kelas sebesar 78 dan persentase ketuntasan sebesar 58,8%, siklus II memiliki rata-rata kelas sebesar 81 dan persentase ketuntasan sebesar 86%. Hasil belajar kompetensi keterampilan siklus I memiliki rata-rata kelas sebesar 3,14 dan persentase ketuntasan sebesar 59,46%, siklus II memiliki rata-rata kelas sebesar 3,57 dan persentase ketuntasan sebesar 100%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran problem based leaning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pemrograman dasar kelas X TKJ 3 SMKN 2 Probolinggo.

Pengaruh lingkungan belajar dan gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI jurusan teknik komputer dan jaringan di SMK negeri se Kabupaten Pasuruan / Junizar Fanny Riki Asri

 

ABSTRAK Asri, Junizar Fanny Riki. 2015. Pengaruh Lingkungan Belajar dan Gaya Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri Se-Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T., (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci : Lingkungan Belajar, Gaya Belajar, Prestasi Belajar Dewasa ini, prestasi belajar siswa menjadi ukuran bagi keberhasilan belajar yang telah ditempuh oleh siswa. Tingkat keberhasilan siswa ditinjau dari seberapa tinggi siswa tersebut dapat meraih prestasi dalam belajarnya. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi dan menimbulkan kesulitan belajar bagi siswa jika tidak mencukupi pemenuhannya yang pada akhirnya menghambat dan mempengaruhi pencapaian prestasi belajar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan perbedaan lingkungan belajar di beberapa sekolah yang menjadi tempat penelitian serta adanya perbedaan proses belajar di beberapa sekolah tersebut yang pada akhirnya menimbulkan perbedaan tingkat prestasi belajar siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri se-Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui adanya pengaruh antara lingkungan belajar (X1) dengan prestasi belajar siswa (Y), (2) mengetahui adanya pengaruh antara gaya belajar (X2) dengan prestasi belajar siswa (Y), (3) mengetahui adanya pengaruh secara simultan antara lingkungan belajar (X1) dan gaya belajar (X2) terhadap prestasi belajar siswa (Y). Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri se-Kabupaten Pasuruan tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah model penelitian kuantitatif asosiatif dan pengambilan datanya menggunakan metode angket dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kelas XI jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri se-Kabupaten Pasuruan sebanyak 6 sekolah dan jumlah keseluruhan 16 kelas dengan total 569 siswa, kemudian dari populasi ini akan diambil beberapa siswa untuk dijadikan sampel dengan menggunakan teknik Purposive Random Sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif, uji prasyarat analisis, analisis hipotesis, dan sumbangan prediktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar terhadap prestasi belajar siswa siswa kelas XI jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri se-Kabupaten Pasuruan dengan sumbangan efektif sebesar 38.97%. (2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa siswa kelas XI jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri se-Kabupaten Pasuruan dengan sumbangan efektif sebesar 23.33%. (3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara simultan antara lingkungan belajar dan gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa siswa kelas XI jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri se-Kabupaten Pasuruan sebesar 62.3%.

Hubungan antara kemampuan manajemen waktu dan dukungan sosial dengan prestasi menggambar teknik program studi keahlian teknik bangunan di SMK Negeri 1 Blitar / Rochman Prasetyo

 

ABSTRAK Prasetyo, Rochman. 2015. Hubungan antara Kemampauan Manajemen Waktu dan Dukungan Sosial dengan Prestasi Menggambar teknik Program Studi Keahlian Teknik Bangunan di SMK Negeri 1 Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. R.M Sugandi, S.T., M.T. (2) Drs. Priyono, M.Pd. Kata kunci: Manajemen Waktu, Dukungan Sosial, Prestasi Menggambar Teknik Prestasi belajar yang tinggi dalam menggambar teknik tidak sekedar menimbulkan rasa puas dan bangga, namun sekaligus menggambarkan sejauh mana tingkat keberhasilan belajar siswa dalam menempuh mata pelajaran tersebut. Mata pelajaran menggambar teknik sering menjadi masalah bagi siswa. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah dalam menggambar teknik oleh siswa, seperti belajar kurang teratur, kurang disiplin dalam mengatur waktu, dan kurangnya dukungan dari keluarga serta guru dan teman di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui adakah hubungan antara manajemen waktu dengan prestasi menggambar teknik program studi keahlian teknik bangunan di SMK Negeri 1 Blitar (2) untuk mengetahui adakah hubungan antara dukungan sosial dengan prestasi menggambar teknik program studi keahlian teknik bangunan di SMK Negeri 1 Blitar (3) untuk mengetahui adakah hubungan antara manajemen waktu dan dukungan sosial dengan prestasi menggambar teknik program studi keahlian teknik bangunan di SMK Negeri 1 Blitar. Penelitian ini termasuk penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa yang menempuh mata pelajaran gambar teknik Program Studi Keahlian Teknik Bangunan di SMK Negeri 1 Blitar Tahun Ajaran 2014/2015. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linier ganda. Berdasarkan hasil analsis data, diperoleh tiga simpulan sebagai berikut. Pertama, terdapat hubungan positif yang signifikan antara manajemen waktu dengan prestasi menggambar teknik program studi keahlian teknik bangunan di SMK Negeri 1 Blitar. Kedua, terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan prestasi menggambar teknik program studi keahlian teknik bangunan di SMK Negeri 1 Blitar. Dan ketiga, terdapat hubungan positif yang signifikan antara manajemen waktu dan dukungan sosial dengan prestasi menggambar teknik program studi keahlian teknik bangunan di SMK Negeri 1 Blitar.

Pemanfaatan energi matahari dalam proses pemanasan air dengan menggunakan pemanas air energi matahari / oleh Heru Suseno

 

Pemanfaataenn ergim atahans sagai suatuu sahau ntuk menggantilonp enggunaan sumber-sunrbaevr rg,i wtrenev'ableb elumb anyakd ilakukano leh masyarakaOt leh s6ab itu perlua danyaw aha penggalakkapne manfaataenr rergim atahar1i angd iltarapkand apat mengafiamsia salahte nbngk eh*uhan energ. Salahs aflmyaa dalahp enelitianp e'manfratan energim ataharid alamp rosesp ernanas:mai r denganm enggunakaPns rnsnasA ir Energi I,Iahhari( PAEM).P AEM lang digunal€n& lam penelitianin i didesains endirio tehp eneliti danm enggunakaKno lektorP elatD atars ebagapi engurnpuel rergim atahari. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetatrupii nsip kaja PAEM dalamm emanfaatkan energmi ataharui ntukp oses pennnasana ir, untukm engeahuei nergim aulnri yangd apat drnanfaatlcaPnA EM untuk mengetahusi utrup emanasaani r yangd ihasill€nP AEful dan rurtukm engetahukiu antibsp anasa ir yangd ihasilkanP AEM Metode penelitian yang digunakan adalah mstode eksperimen Penelitian ini dilaksanaksrd i Kodya Malang tepstnyad i Jl. Dr Wahidin No.50. Seluruh' lata ysng diperlukan unhrk mencapai trjuan penelitian diperoleh melalui obseniasi, kemudian dianalisisd eruanm enggunakasntr tistikd eslcriptif llasil penelitiani ni menunjukkanb ahwap rinsipk erja PAEM dalamm emanfaatkan energmi atabarui ntukp rosesp emaftNana ir menggunakapnr insipp upfudahank alor secara radiasik, mduksi dank onveksiE. rqgi mataharyi angd apatd imanfaatkaPnA EM mencapai lS2E2,8l6k iloloule padas aa cuacac eratrd anm encapa8i 504,0a4k ilqloule padas aatc uaca mendungS r.rhpue manasaanir yangd ihasilkanP AEM mencapa6i l"C padas aatc uacao erah danm encapa4i 0t fada saatc uacam endungK. uantitasp anasa ir yangd ihasillsnP AEM merrcapri 16152,U738 kiloJoule prda s:rat cuaca cerah dan mencapai 71n,M3278 kiloJoulep adas aatc uacam erdung.

Penerapan model problem based learning untuk meningkatkan minat belajar dan kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI IPS MA Putri Nurul Masyithoh Lumajang / Nur Fadilah

 

ABSTRAK Fadilah, Nur. 2016. Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Minat Belajar dan Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas XI IPS MA Putri Nurul Masyithoh Lumajang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hadi Soekamto. SH. M.Pd. M.Si. (2) Drs. M Yusuf Idris. Kata Kunci: Problem Based Learning, Minat belajar, Kemampuan Berpikir Analitis Minat belajar siswa merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Banyak siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan, melainkan disebabkan oleh kurangnya minat belajar siswa. Selain itu, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berpikir analitis, namun faktanya kemampuan berpikir analitis pelajar Indonesia masih lemah. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 15 September 2014 di kelas XI IPS MA Putri Nurul Masyithoh Lumajang diketahui bahwa pembelajaran Geografi masih menggunakan metode ceramah dan sesi tanya jawab pada akhir pembelajaran. Pada saat pembelajaran, dari total 31 siswa terdapat 5 siswa yang terlihat mengantuk, 4 siswa mengobrol dengan temannya, 4 siswa terlihat melamun, serta 2 siswa bermain HP. Hanya ada 16 siswa yang tampak memperhatikan penjelasan guru dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Pada sesi tanya jawab diakhir pembelajaran, siswa cenderung asal menjawab pertanyaan guru dengan mengemukakan pendapat yang terlintas dibenaknya tanpa dianalisis terlebih dahulu. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar dan kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI IPS MA Putri Nurul Masyithoh Lumajang dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dimana tahapannya yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini yakni kelas XI IPS MA Putri Nurul Masyithoh Lumajang tahun ajaran 2014-2015 dengan jumlah 31 siswi. Instrumen penelitian ini menggunakan angket minat belajar yang diberikan kepada siswa sebelum dan sesudah tindakan serta soal tes kemampuan berpikir analitis yang diberikan kepada siswa disetiap selesainya siklus. Analisis penelitian menggunakan perbandingan rata-rata nilai minat belajar dan kemampuan berpikir analitis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar dan kemampuan berpikir analitis siswa meningkat setelah diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning. Peningkatan minat belajar siswa dapat dilihat dari rata-rata skor sebelum tindakan sebesar 62,04 dan setelah tindakan sebesar 81,13. Hal tersebut menunjukkan terjadi peningkatan minat belajar siswa sebesar 30,77%. Sedangkan peningkatan kemampuan berpikir analitis siswa dapat dilihat dari rata-rata nilaisetelah tindakan siklus I sebesar 65,81 dan setelah tindakan siklus II sebesar 85,48. Hal tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir analitis sebesar 29,89%.

Studi ergonomi furnitur pada ruang-ruang rapat di Universitas Negeri Malang / Dita Alfatana

 

ABSTRAK Alfatana, Dita. 2015. Studi Ergonomi Furnitur pada Ruang-ruang Rapat di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Apif M. Hajji, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., (II) Ir. Digdo Djoko Purwoko. Kata kunci: ergonomi, furnitur, ruang rapat Furnitur merupakan suatu sarana untuk menunjang kebutuhan manusia dalam beraktifitas. Furnitur yang sesuai dengan dimensi tubuh manusia berdasarkan antropometri Indonesia dapat disebut furnitur yang ergonomis. Ergonomi merupakan kesesuaian ukuran furnitur pada ruang rapat dengan dimensi tubuh manusia. Jika furnitur ruang rapat ergonomis, maka diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan bagi pengguna ruang rapat. Pada saat rapat berlangsung dibutuhkan ruangan yang memadai agar hasil rapat yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan. Ruang rapat yang memadai untuk rapat didukung oleh furnitur yang ergonomis, diantaranya adalah kursi rapat yang ergonomis, meja rapat yang ergonomis, dan sirkulasi ruang rapat yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) sistem konstruksi dan sambungan furnitur, 2) dimensi furnitur dan tata letaknya, serta 3) persepsi pengguna ruang rapat yang memiliki furnitur ergonomis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Ruang rapat yang dijadikan subjek penelitian adalah pada ruang rapat A1, A2, A3, LP3, LP2M, dan ruang rapat fakultas di Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh tiga simpulan. Pertama, hanya kursi ruang rapat di Fakultas MIPA yang hampir dapat dikategorikan ergonomis. Kursi rapat di FMIPA hanya memiliki tiga bagian kursi yang kurang memenuhi standar, yaitu antara lain adalah tinggi sandaran kursi, lebar landasan tempat duduk, dan lebar sandaran kursi. Namun dari hasil kuesioner diketahui bahwa rata-rata pengguna kursi di seluruh ruang rapat yang ada di Universitas Negeri Malang telah merasa nyaman. Alat sambung yang digunakan untuk merangkai bagian-bagian kursi antara lain mur, sekrup, las, pasak, dan lem. Khusus untuk pasak dan lem hanya digunakan pada kursi yang berbahan dasar kayu untuk memperkuat sambungan kayu dengan lubang dan pen. Kedua, meja yang paling mendekati furnitur yang standar adalah meja di ruang rapat FT dan FS. Meja ini dapat dikatakan ergonomis karena hanya panjang meja perorangan (zona tugas) saja yang kurang memenuhi standar. Dari hasil observasi diketahui sebesar 56,25% ruang rapat masih menggunakan kayu asli sebagai meja, sedangkan yang lain menggunakan papan kayu buatan. Ketiga, bagian dari sirkulasi ruang rapat yang diamati hampir semuanya tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan karena cenderung kurang efisen dalam memanfaatkan ruangan.

Studi tentang makna latar dan ragam hias pada kerajinan batik tulis Trenggalek / oleh Ninis Setyarini

 

Batik tulis merupakan salah salu hasil karya seni kerajinan Trenggalek yang sudahla ma ada batik hrlis tersebutd iwujudkan dalam benhrkt ui" puo;*g. Batik - hlis Trenggalek terdiri dari tiga m&cam lat&r yaitu larar putih, larar hitam dan hrar kain. untuk mengetahubi agaimanam arcnara tard an ragim hias padak erajinanb atik tulis Trenggalck, maka dilakukan penelitian terhadap batik Tulis Trcnggalek. Penelitian ini bertujuan untuk : I ) Mengetahui makna latar putih aan ralim hias pada kerajinan batik tulis Trenggalek, 2) Mengctahui makna latar hitam dan ralam hias pada kerajinan batik tulis lrenggatek, 3) Mengetahui malma larar lain dai ragam hias padak erajinanb atik tulis Trenggalek.Maknlait ar yangdimaksudd i sini yaitu arti yang terkandung dalam warda dasar pada batik tutis Tienggalek Sasaranu tamap enelitiani ni adalahb atik rulis latar tritam yang terdiri dari _!l.yqm nias (Ragam Hias_Grinping Genjer, Iapis Genjer. Rawan rrig sisir Lun& wiji Timun, ukel Ganthol, Jdedet, parikesit Brmga, sido Luh'r Rs**, Eico t-ut * Gringsing Gringsing Mangkokan), barik tulis latar hitam yang rerdiri dari dua ragam hias (Ragam Hias Iatar Ireng fotak, Latar Ireng K*rset) os' Ltik turis latar yarng Jtt^diti d-i empat mgam hias (Ragam Hias udan Liris, iagam Hias udan Liris Lung). Iuforman yang digusakun datam subyek peneritian ini sednyak ael*pan orang yaihl perajin-pengusahpa€,,d agangbatiktu lis Trenggalekp. rosedurpengumpuladna t" png dilakukan yaitu observasi,w awancarad ;ogur, informan dan Jokurnenasi. Dari hasil peneliun dapat disimpurkan bahwa pada ragam hias kenajinan latik tulis Trenggalek inlbenruk burung dan tumbulran me*dngt;; penting. Bentuk bunrng ddan tumbuhan itu biasanya digambar secu* $niJu"r- y-g mengeahupi enyetiranb en-tuka taud igabungkand enganv aria-tisf esuadi engn penempatannypaa dam otif | | l

Hubungan intensitas pemanfaatan gadget dengan prestasi belajar siswa kelas V SDN se-Gugus VIII Kecamatan Blimbing Kota Malang / Maya Ferdiana Rozalia

 

ABSTRAK Rozalia, Maya Ferdiana. 2016. Hubungan Intensitas Pemanfaatan Gadget dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas V SDN Se-gugus VIII Kecamatan Blimbing Kota Malang. Skripsi, Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Sa’dun Akbar, M.Pd., (II) Dra. Nur Hanifah, M.Pd. Kata kunci: Intensitas, Pemanfaatan Gadget, Prestasi Belajar, Sekolah Dasar Pendidikan di dukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat mulai dari informasi dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk,(1) mendeskripsikan intensitas pemanfaatan gadget; (2) mendeskripsikan prestasi belajar siswa; (3) menemukan hubungan intensitas pemanfaatan gadget dengan prestasi belajar siswa kelas V SDN Se-gugus VIII Kecamatan Blimbing Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional yang bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang variabel yang diteliti dalam menemukan ada tidaknya hubungan antar variabel, yakni variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Populasi penelitian ini yaitu Siswa Kelas V SDN Se-gugus VIII Kecamatan Blimbing Kota Malang, dengan jumlah 286 siswa. Instrumen penelitian menggunakan angket dan teknik analisis data mengunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian dari 215 responden menyatakan bahwa,(1) intensitas pemanfaatan gadget (X) pada kategori “sedang” menurut siswa, sebanyak 144 siswa dengan presentase 67% ;(2) Pada variabel Prestasi belajar siswa (Y), responden termasuk dalam kategori “cukup”, sebesar 153 siswa dengan presentase 71% ; (3) pengolahan data hasil penelitian yang telah dilakukan dengan tingkat kesalahan 5% diketahui rhitung sebesar -0,033 dan rtabel sebesar 0,133 , pengujian hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa h0 diterima. Kesimpulan penelitian dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan negatif yang tidak signifikan antara intensitas pemanfaatan gadget dengan prestasi belajar siswa kelas V SDN Se-gugus VIII Kecamatan Blimbing Kota Malang. Saran penelitian ini tertuju bagi (1) Sekolah, meningkatkan pengawasan terhadap siswa yang menggunakan gadget agar tetap meningkatkan prestasi belajarnya; (2) Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, di jadikan sebagai tambahan referensi bagi jurusan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam memahami hubungan intensitas pemanfaatan gadget dengan prestasi belajar siswa; (3) Peneliti lainnya, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber inspirasi di bidang penelitian yang sejenis, serta dapat melakukan penyempurnaan terhadap permasalahan yang belum terungkap melalui variabel lain.

A study on the use of electronic dictionary in teaching vocabulary to the students of SMPN 14 Malang / Lydia Stevany Wokas

 

Kata kunci: Kamus elektronik, Pengajaran vocabulary. Vocabulary memainkan peranan penting dalam pengajaran bahasa Inggris di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Vocabulary merupakan pusat dari proses belajar mengajar. Hal itu berarti dengan menguasai vocabulary tentu berdampak dengan grammar, dimana siswa akan dapat menciptakan begitu banyak kalimat bahasa Inggris dengan mudah, baik secara lisan atau tulisan. Mereka juga dapat berkomunikasi dengan orang lain secara lancar dan mengekspresikan pendapat atau ide mereka dengan yakin. Seorang siswa bahasa asing akan berbicara dengan lancar dan akurat, menulis dengan mudah, atau memahami apa yang dia baca atau dengar jika dia memiliki kemampuan untuk menggunakan bahasa asing itu dengan baik. Maka dari itu ,guru-guru bahasa Inggris harus memperhatikan pengajaran vocabulary. Ada begitu banyak strategi dalam pengajaran vocabulary. Salah satu media yang digunakan guru-guru bahasa Inggris di SMPN 14 Malang untuk mengajarkan vocabulary di dalam kelas adalah dengan menggunakan kamus elektronik. Penelitian ini dirancang menggunakan penelitian deskriptif kualitatif karena penelitian ini mendeskripsikan atau menjabarkan pandangan guru-guru bahasa Inggris di SMPN 14 Malang tentang penggunaan kamus elektronik dan cara-cara mereka dalam menerapkan penggunaan kamus elektronik dalam pengajaran vocabulary kepada siswa-siswi mereka. Subjek penelitian ini adalah tiga guru bahasa Inggris di SMPN 14 Malang. Instrumen-instrumen penelitian untuk mengumpulkan data adalah dengan menggunakan wawancara (interview), checklist observasi, dan catatan lapangan (field notes). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, guru-guru bahasa Inggris di SMPN 14 Malang memiliki pandangan positif tentang penggunaan kamus elektronik dalam pengajaran vocabulary. Mereka berpendapat bahwa ada beberapa keuntungan dalam menggunakan kamus elektronik, yaitu: (1) Kamus elektronik dapat membantu mereka untuk menemukan arti atau definisi dari berbagai macam kata-kata dan frase-frase bahasa Inggris, (2) kamus elektronik dapat digunakan untuk menemukan sinonim dan antonim dari sebuah kata, (3) kamus elektronik dapat digunakan untuk melatih pelafalan (pronunciation) dari kata-kata yang dicari, (4) kamus elektronik dapat menghemat waktu dalam proses belajar mengajar karena guru dan siswa tidak perlu mencari-cari arti dari sebuah kata di dalam kamus yang berbentuk buku, dan (5) kamus elektronik sangat praktis digunakan untuk menemukan kata-kata yang dicari, hanya dengan mengetik atau memasukkan kata atau frase tersebut dengan keyboard komputer, dan hasilnya dapat langsung ditampilkan di LCD. Kedua, guru-guru bahasa Inggris di SMPN 14 Malang menerapkan penggunaan kamus elektronik dalam pengajaran vocabulary tidak langsung, melalui reading atau listening. Mereka menggunakannya untuk memahami arti dari kata-kata atau frase-frase yang muncul dalam teks. Jadi, mereka dapat membantu siswa dalam memahami teks reading atau listening. Ada beberapa saran yang diberikan dalam penelitian ini. Yang pertama, agi guru-guru bahasa Inggris, dapat menerapkan penggunaan kamus elektronik dalam pengajaran vocabulary mereka. Hal ini dapat menjadi slah satu media untuk mengajarkan vocabulary. Para guru tidak hanya bergantung pada kamus elektronk saja, mereka juga dapat mencari strategi dan media yang lainnya dalam mendukung pengajaran vocabulary. Kedua, untuk peneliti yang selanjutnya, disarankan agar menemukan hubungan antara penggunaan kamus elektronik dan `penguasaan vocabulary siswa. Juga disarankan untuk mengadakan penelitian mengenai peningkatan penguasaan vocabulary siswa melalui kamus elektronik.

Persepsi alumni program studi S1 Pendidikan Tata Boga tentang pengerjaan skripsi dan sarana prasana dalam penyelesaian skripsi / Novel Saficha Maharani

 

Penerapan kolaborasi model pembelajaran make a match dan mind mapping untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar mengidentifikasi sarana dan prasarana administrasi (studi pada siswa kelas X APK 2 SMKN 2 Kediri) / Dian Kristiana

 

ABSTRAK Kristiana, Dian. 2016. Penerapan Kolaborasi Model Pembelajaran Make a Match dan Mind Mapping untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Sarana dan Prasarana Administrasi (Studi pada Siswa Kelas X APK 2 SMK Negeri 2 Kediri). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd, M.M. (2) Drs. Mohammad Hari, M.Si. Kata kunci: Kolaborasi Model Pembelajaran Make a Match dan Mind Mapping, Hasil belajar Pembelajaran kooperatif bukan hanya sebuah teknik pengajaran yang ditujukan untuk meningkatkan pencapaian prestasi para siswa, namun juga menciptakan suasana kelas menjadi lebih hidup. Dalam perkembangannya, suatu model pembelajaran dapat dikolaborasikan dengan model pembelajaran lainnya yang sesuai sehingga menjadi suatu model pembelajaran yang inovatif. Hasil pengamatan di kelas X APK 2 SMK Negeri 2 Kediri dengan kompetensi dasar mengidentifikasi sarana dan prasarana administrasi ditemukan bahwa rata-rata hasil belajar siswa ranah kogitif tergolong rendah. Berdasarkan hasil ulangan harian, persentase siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ≥ 75 sebesar 42,11%, sedangkan sisanya yaitu 57,89% belum tuntas belajar. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan kolaborasi model pembelajaran Make a Match dan Mind Mapping, serta hasil belajar ranah kognitif siswa setelah penerapan kolaborasi model pembelajaran Make a Match dan Mind Mapping. Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas X APK 2 SMK Negeri 2 Kediri sebanyak 38 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan kolaborasi model pembelajaran Make a Match dan Mind Mapping dari tindakan guru pada siklus I memperoleh persentase sebesar 80% sedangkan pada siklus II mengalami kenaikan sebesar 17,5% sehingga menjadi 97,5% dan masuk dalam kategori “A” yang berarti “Sangat Baik”. Hasil belajar ranah kognitif mengalami peningkatan dilihat dari nilai rata-rata kelas yang sebelumnya rendah yaitu 72,00, kemudian pada post test siklus I sebesar 78,47 dan semakin meningkat untuk post test siklus II menjadi 83,68. Daya serap klasikal dari nilai guru diperoleh 42,11%, pada post test siklus I yaitu sebesar 68,42%, dan meningkat menjadi 92,11% untuk post test siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan (1) Bagi Guru SMK Negeri 2 Kediri, penerapan kolaborasi model pembelajaran Make a Match dan Mind Mapping dapat digunakan sebagai alternatif pilihan dalam praktik kegiatan pembelajaran, (2) Bagi siswa, pada saat proses pembelajaran perlu meningkatkan keaktifan bertanya maupun berpendapat agar lebih memahami materi dan membuat suasana di dalam kelas menjadi lebih hidup (3) Bagi peneliti berikutnya, disarankan untuk melakukan penelitian tentang kolaborasi model pembelajaran Make a Match dan Mind Mapping yang lebih kreatif dan inovatif, serta dalam pelaksanaan tindakan hendaknya lebih memperhatikan penggunaan waktu agar penelitian dapat berjalan baik sesuai rencana.

Using achievement cards to improve the speaking skill of seventh graders at SMP Negeri 9 Malang / Siti Lutfiyah Masruroh

 

ABSTRAK Masruroh, SitiLutfiyah. 2015. PenggunaanAchievement CardsuntukMeningkatkanKemampuanBerbicaraSiswaKelasTujuh di SMP Negeri 9 Malang. Skripsi,JurusanSastraInggris, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Ali Saukah, M.A., Ph.D., (II) Drs. AndiMuhtar, M.A. Kata Kunci: Achievement Card, Meningkatkan, KemampuanBerbicara Berbicaraadalahsalahsatukemampuanpenting yang harusdikuasaikarenakemampuaniniadalahintidarisebuahkomunikasi. Dapatberkomunikasiadalahtujuandariberbahasa. SiswaSekolahMenengahPertamaharusmemilikikemampuaninilebihdahulu agar merekadapatberbicarabahasaInggrisdenganbaik. Di kelas, para siswamemilihuntukdiamdaripadaberbicarabahasaInggris,danjuga, kemampuanberbicaramerekalebihrendahdaripadakemampuan yang lain. Dengantujuanuntukmembantusiswamemecahkanpermasalahantersebut, guru dapatmenggunakansebuah media, sederhananya, achievement card – yang saatinimenjadikonsentrasidalampenelitianini. MetodedaripenelitianiniadalahPenelitianTindakanKelas.Metodeinidimualidenganmerencanakan, implementasi, pengamatan, danrefleksi (Latief, 2013:145) Penelitianinidilakukandengantujuanuntukmengetahuipeningkatankemampuanberbicarasiswadaripenggunaanachievement card. Subjekdaripenelitianiniadalahsepuluhsiswaterpilihdari VII-G di SMP Negeri 9 Malang.Penelitimemilihsepuluhsiswamenjadisiswa yang terpilihdenganalasankemudahandalampenelitian. Penelitiberperansebagaiseorang guru yang berkolaborasidengan guru BahasaInggris. Pengumpulan data daribeberapainstrumenpenelitianyaitufield note, observationcheck list, evaluation guide, danquestionnaire. Penelitianinimenggunakan 2 siklus, karena di sikluspertama, kemampuanberbicaradari para siswabelummeningkat, dalamaspekpengucapan kata danstrukturkalimat. Hasildaripenelitianinimenunjukkanpeningkatandarikemampuanberbicarasepuluhsiswa yang terpilihkecualiaspekpengucapan kata. Peningkataninidapatdilihatdari proses belajardanmengajar di dalamkelasdanprodukberbicara yang dihasilkanolehsepuluhsiswa yang terpilih. Untukprosesnya, sepuluhsiswa yang terpilihdapattermotivasiuntukberbicarabahasaInggris di dalamkelas. Inidibuktikandengankeaktifanmereka. Untukproduknya, sepuluhsiswa yang terpilihdapatmeningkatkan grammar, vocabulary, danpemahamannya. Tetapi, merekatidakmenunjukkanpeningkatandalampengucapan kata. Berdasarkanhasildaripenelitianini, penulismenyarankan agar guru BahasaInggrismenggunakan achievement card sebagai media untukmengajarsiswa yang berfokuspadakemampuanberbicara. Untukpenelitilain, tepatnyamereka yang inginmelakukanpenelitian yang sama, harapannyamerekadapatmelakukanpenelitian di level pendidikan yang lebihtinggi. Penelitilainnyajugadirekomendasikanuntukmelakukanpenelitian lain di kemampuanbahasa yang lain, sepertimembaca, menulis, danmendengar.

Developing "cluster disk" for 9th graders prewriting activities / Bryandi Gusti Kristantyo

 

ABSTRAK Kristantyo,BryandiGusti.2015.Mengembangkan Cluster Disk untukAktivitas Pre-Writing padaSiswa Kelas IX.Skripsi.Jurusan Bahasa Inggris,Fakultas Sastra,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Francisca Maria Ivone, M.A., Ph.D, (II)SitiMuniroh, S.Pd, M.A. Kata Kunci: Writing skill, reporttext, cluster disk Penelitianpengembanganinidilaksanakanuntukmengembangkansebuah media belajar yang dapatmembantumasalahsiswamenyusun ide merekamenjadilebihterstruktursehinggamerekadapatmenghasilkantulisandengansusunan yang baik. Berdasarkan data penelitianterdahulu yang dilaksanakanpadakelas 9 SMP Immanuel Batu, penelitimenemukanbahwasiswamemilikipermasalahanpadaorganisasikalimatdanpenentuan topic dalammenulissebuahparagraf. Berdasarkan guru BahasaInggrissetempat, haliniselaluterjaditerutamadalammenulisteksreportkarenasiswaharusmemberikan data yang objektifmengenaitopiktersebutdanmerekatidakmemahaminya. Padatahapanalisakebutuhan, menunjukkanbahwasiswamerasasenangapabila guru menggunakan media (3D)tigadimensidalam proses belajarmengajar.Siswamengatakandengan media sepertiitumerekadapatmemahamimateridengancepat. Untukmengatasihaltersebut, siswamemerlukansejenisgraphic organizer yang dapatmembantusiswadalammengorganisir ide mereka. Cluster Disksdipiliholehpenelitisebagaibentukgraphic organizer yang mudahpenggunaannya, sesuaidenganusiasiswa ,tingkatpemahamanbahasaInggrissiswadansesuaiuntukmenulisparagrafteksreporttentanghewan. DalammengembangakanCluster Disks, penelititelahmelaluitujuhlangkahpenelitian: Analisakebutuhan, studireferensi, pengembanganproduk, validasi para ahli, revisi, ujicobadanrevisi, danprodukakhir.DuajenisCluster DisksdirancangdenganCorel DrawX5yang mampumenghadirkantampilan yang menarik. Try-out menunjukkanhasilpositifdimana 95% siswamengatakanbahwa media inimenarik99% siswamengatakanbahwa media inimudahuntuk di operasikan,97% siswamengatakanmateri yang di berikanmenarikdanseluruhsiswamengatakan media inimenolongmerekadalammenyusunparagrafreport. Untukmembantu guru dansiswadalammenggunakanCluster Diskstelahdisediakansebuahpenduanpenggunaan di belakangCluster Diskssehinggamerekadapatmenggunakan media ini di dalamkelasataudiluarkelas. Guru disarankanuntukmenggunakanCluster Diskskarenadapatdigunakanuntukmendukungpenyampaianmateridalampembelajaranbahasa. Selainitupenelitijugadisarankanuntukdapatmenggembangkan media inidengantopik yang lain karena media inidapatdigunakantidakhanyapadapembelajaranbahasa, namunjugapadapembelajaran yang lainnya.

Pola penggunaan ruang jalan sebagai sarana kegiatan keluarga pada lokasi perumahan di kodya Malang
oleh Sukarpadi

 

Salahs atuk ebutuhanp okok (Daslcn eed) manvsias elains andangd an pangan adalahp apana taut empatt inggal. Untuk mengetahuai pakahp erumahany ang mempunyarui angjatan sebagapi enghubunga ntar lingkungnnt ersebuts udah bcrfrrngssi ebagaimanma estinyaa taukahm alah dipergunakanu ntuk keperluan keluargala innya. Penelitianin i bertujuanu ntuk mengetahubi agaimanp ola penggunanru angj alan tcrsebutte rhadapk egiatank eluargn,d an diharapkand apatd ipergunaknu ntuk menenarkapne rencanaanp erumahand an peng:ajarabna gi insana kademikat erutama junrsante knik sipil padap rogram studi per€acanand an survey. Ruangja lan yang dipergunakand alam penelitiani ni adalahs eluruhr uangj alan yang terdapapt adap erumahany ang dijadikan sampelp enelitiany akni perurnahand i kawasalnv falangS elatand an kawasanM alang Utara. DilvlalangS elatand iamb;l sampelp enelitianp adap erumahanP erumS ari Madr: Wagird anP erumS ukunP ondokI ndah. Sedangkand i Malang Utara diambil sampel PerumnaSsa wojajar,P erumP urwantoroA gung PerumD irgantarad anP erum Pandanwangi. ' Pengklasifikasiankegiatankeluargadalempcnelitianinineliputikegiatan menjanurp akaian,t errpat b€rmairra nrk-anaka taur ernaja,s aranab erjualan, kegiatanp arkir s€mentar4p embuatang arasid an mencucik endarans ertak egiataD yangla innya Sebagafi kiltor yang mernpengaruhki ecenderunganp enggunaru ang jnlunt ersebudt ipakaij umlah keluargam ulai dari 2 orang,3 -5 orang dan diaas 5 orangs edangkanjumlahp enghasilany ang dipakai adalahb erkisara ntarak urangd ari Rp.400.000,-a, ntaraR p. 400.000,-- 800.000,-,d an diatasR p. 800.000,-.S ementara itu besark ecilnyat ype rumahy ang dipergunakana dalatrm ulai dari dibawaht ype 70, anbrat5pe 70 - 100, dan diaas type 100. Penelitiani ni dilakukan denganc aram enyebarkana ngketa tauk uesionerp ada penghunpi erumahante rsebot.S elanjutnyak uesionery ang tersebart ersebut diubulasikand atanyab, aru kemudiand idiskripsikans ecarab erurutan llasil penelitian ini menunjukan bahua besar kecilnya jumlah rumalq junlah pnghasilan,d ant ype rumah mempunyaia ndil besard alam penentuanp enggunaan iii ruangja lan sebagasi aranak egiatank eluarga.S ebapi dampaknyay ang terbesar berturutt urut berimbasp adap enggunaante mpatb ermaina nak-anaka taur emaja 76.40Yop,a rkir kendaraans €mentaras ejumlah7 3.41yo,p embuatang arasia taut empat mobil permanens ebanyak5 5.80Vom, encucik endaraanb ermotor4 6.8270,s arana kegiatank eluargay ang lain sejumlah2 1.35o/od an14.20%u ntuk tempatm enjemur pakaians erta4 .49o/os ebagasi aranab erjualan. lv

Pengembangan penilaian autentik pada mata pelajaran pengelolaan usaha pemasaran kelas X Pemasaran di SMK Muhammadiyah 2 Malang (kompetensi dasar membuat proposal usaha pemasaran) / Lilis Setiawati

 

ABSTRAK Setiawati, Lilis. 2016. Pengembangan Penilaian Autentik pada Mata Pelajaran Pengelolaan Usaha Pemasaran Kelas X Pemasaran di SMK Muhammadiyah 2 Malang (Kompetensi Dasar Membuat Proposal Usaha Pemasaran). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Wening Patmi Rahayu, S.Pd., M.M. (2) Dr. Ludiwisnhu Wardana, S.T., S.Pd., S.E., M.M. Kata Kunci: Penilaian Autentik, Penilaian Sikap, Penilaian Psikomotorik, Pengelolaan Usaha Pemasaran. Materi pengelolaan usaha pemasaran yang meliputi tujuan pengelolaan usaha, berbagai jenis usaha, model-model pemasaran, cara penyusunan proposal, prosedur pengurusan surat izin usaha, teknik memperoleh modal usaha, identifikasi tempat usaha strategis dapat diajarkan secara teoritik yang ditunjang dengan kegiatan praktik. Pembelajaran dengan kegiatan praktik tidak hanya membutuhkan penilaian kognitif, tetapi juga membutuhkan penilaian sikap dan psikomotorik yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Penilaian dalam Kurikulum 2013 harus mengarah pada penilaian autentik yang menekankan pengukuran kompetensi siswa pada ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil belajar siswa. Hasil wawancara dengan guru pemasaran, menunjukkan bahwa guru masih menekankan pada penilaian hasil belajar kognitif yang belum sesuai dengan sistem penilaian kurikulum 2013, secara umum penilaian yang dilakukan tanpa menggunakan instrumen dan hanya didasarkan pada asumsi subjektif. Oleh karena itu dibutuhkan instrumen penilaian yang dapat memberikan penilaian autentik terhadap sikap dan psikomotorik siswa. Tujuan utama penelitian dan pengembangan adalah menghasilkan produk berupa instrumen penilaian autentik khususnya penilaian sikap dan psikomotorik pada mata pelajaran pengelolaan usaha pemasaran. Pengembangan penilaian ini menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: (1) studi kepustakaan; (2) survei lapangan; (3) pengembangan instrumen: (4) uji coba terbatas; (5) revisi hasil uji coba; (6) uji coba lebih luas; (7) penyempurnaan produk akhir; dan (8) desiminasi dan implementasi. Pengembangan ini dilakukan hanya sampai pada tahap kelima. Produk hasil pengembangan ini diuji coba melalui validasi isi dan uji coba terbatas. Validasi isi dilakukan oleh 2 dosen Manajemen dan 1 guru Pemasaran. Uji coba terbatas penilaian sikap dan uji keterbacaan penilaian psikomotorik dilakukan terhadap 17 siswa SMK. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa skor penilaian dari angket dan data kualitatif berupa komentar, kritik, dan saran. Teknik analisis data yang digunakan adalah perhitungan persentase, analisis statistika formula koefisien korelasi product-moment Pearson, analisis Alpha Cronbach, dan deskriptif. Produk hasil penelitian dan pengembangan berupa instrumen penilaian autentik khususnya sikap dan psikomotorik pada mata pelajaran pengelolaan usaha pemasaran dalam bentuk cetak. Hasil validasi isi oleh validator ahli pada penilaian sikap memiliki persentase rata-rata 86% dengan kriteria kelayakan “sangat layak” dan penilaian psikomotorik memiliki persentase rata-rata 85% dengan kriteria kelayakan “sangat layak”. Hasil uji coba terbatas menunjukkan bahwa instrumen penilaian sikap valid (rhitung> rtabel) antara 0,497-0,793 dan instrumen reliabel dengan nilai alpha cronbach antara 0,884-0,921. Hasil uji keterbacaan pada instrumen penilaian psikomotorik dinyatakan sangat sesuai/sangat tepat digunakan dan sangat mudah dipahami bahasanya dengan persentase antara 76%-100%. Berdasarkan hasil validasi ahli serta uji coba terbatas menunjukkan bahwa secara umum penilaian sikap dan psikomotorik telah valid dan layak digunakan.

Penerapan pembelajaran kooperatif model think pair share berbasis kurikulum 2013 untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran analisis dan riset pasar (studi pada siswa kelas X Pemasaran 1 di SMK Negeri 1 Pasuruan) / Achmad Alfian Irawan

 

ABSTRAK Irawan, Achmad, Alfian: 2015. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share Berbasis Kurikulum 2013 Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Analisis dan Riset Pasar (studi pada siswa kelas X Pemasaran 1 di SMK Negeri 1 Pasuruan). Pembimbing (I) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si, (II) Dr. Aniek Indrawati, S.Si., M.M. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar. Pada Pembelajaran kooperatif model Think Pair Share dapat melatih siswa dalam mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya dengan mudah dari kemampuan berfikir maupun ketrampilan intelektual. Berkaitan dengan hal ini, maka dilakukan penelitian dalam proses belajar mengajar di kelas. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran Analisis dan Riset Pasar kelas X Pemasaran 1 SMK Negeri 1 Pasuruan, diketahui adanya masalah kurangnya keterlibatan siswa atau aktivitas siswa dalam pembelajaran dan hasil belajar yang kurang memuaskan. Permasalahan tersebut dapat diperbaiki salah satunya dengan melakukan perubahan terhadap metode pembelajaran yang selama ini diterapkan di kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Penerapan Cooperative Learning model Think Pair Share berbasis kurikulum 2013 dalam mata pelajaran Analisis dan Riset Pasar pada siswa kelas X Pemasaran 1 di SMK Negeri 1 Pasuruan (2) Mengetahui aktivitas siswa setelah mengikuti penerapan Cooperative Learning model Think Pair Share berbasis kurikulum 2013 di kelas X Pemasaran 1 pada mata pelajaran Analiasis dan Riset Pasar di SMK Negeri 1 Pasuruan (3) Mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti Penerapan Cooperative Learning model Think Pair Share berbasis kurikulum 2013 dI kelas X Pemasaran 1 pada mata pelajaran Analisis dan Riset Pasar di SMK Negeri 1 Pasuruan (4) Mengetahui respon siswa terhadap penerapan Cooperative Learning model Think Pair Share berbasis kurikulum 2013. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X Pemasaran 1 SMK Negeri 1 Pasuruan tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 34 orang. Penelitian ini terlaksana dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanakan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, tes, catatan lapangan, diskusi teman sejawat, angket respon siswa dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri atas tiga komponen kegiatan yang saling terkait, diantaranya reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan (1) Penerapan pembelajaran berjalan dari dengan baik, terbukti dengan adanya peningkatan pada aktivitas dan hasil belajar siswa, (2) Aktivitas belajar siswa meningkat dari persentase 37,91% pada siklus I menjadi 87,60% pada siklus II, (3) Hasil belajar siswa terdiri dari kognitif, afektif, dan psikomotor yang meningkat dari persentase 44,19% pada siklus I menjadi 85,56% pada siklus II (4) Hambatan yang terjadi dapat diatasi dengan adanya solusi dalam refleksi berupa saran dari guru mata pelajaran dan observer (5) Respon siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif model TPS mendapatkan apresiasi dan antusias yang baik oleh siswa dengan nilai presentase rata-rata 87,76%. Dari hasil penelitian ini, saran yang dapat peneliti sampaikan (1) Para siswa X Pemasaran SMKN 1 Pasuruan hendaknya membaca materi atau belajar terlebih dahulu, agar lebih siap dalam kegiatan pembelajaran dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam menyampaikan dan me-share pendapatnya di kelas. (2) Para guru mata pelajaran Analisis dan Riset pasar SMKN 1 Pasuruan hendaknya mengatur masalah manajemen waktu dengan lebih baik agar pada proses pembelajaran kooperatif model TPS berjalan dengan baik dan sesuai RPP yang telah dibuat sebelumnya. (3) Kepala sekolah SMKN 1 Pasuruan hendaknya mengadakan pelatihan atau seminar untuk para guru dalam mengaplikasikan pembelajaran kooperatif model TPS sehingga siswa memperoleh pengalaman dalam pembelajaran serta dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mereka di kelas (4) Peneliti berikutnya diharapkan untuk dapat memperbaiki dan mengembangkan pembelajaran kooperatif model TPS yang ada maupun mengaplikasikan pada subyek penelitian yang berbeda.

Pembuatan, karakterisasi, dan uji aktivitas karbon aktif dari tongkol jagung sebagai adsorben zat warna tekstil / oleh Ambar Retnoningrum

 

Karbon yang disebutjuga dengan arang adalah suatu bahan padat yang berpori-porid an merupakanh asil karbonisasid ari bahany ang mengandungk arbon. Tongkolj agung sebagabi agiant anamany angt erdiri terutamad ari selulosa diperkirakand apatd imanfaatkanse bagabi ahanb akup embuatanka rbon.J ika digunakans ebagaai dsorbenk arbonm emiliki dayaa dsorbski ecil karenalu as permukaannykae cil. Untuk memperbesalur asp ermukaank arbond iperlukanp roses aktivasi. Karbon yang telah mengalami proses aktivasi disebut karbon aktif yaitu karbony angm emiliki dayas erapt inggi. Padad asarnyaa dad uap rosesu tamad alam hal pembuatanka rbony aitu prosesk arbonisasdi anp rosesa ktivasid engan memvariaski ondisik eduap rosesm akad iperolehk arakterk arbony angb erbeda. Padap rosesk arbonisasdi ilakukand enganp rosesp irolisist ongkoljagung padas uhu3 50 oCs elama1 ,5j am denganm enggunakatna nur,k arbond ari hasil karbonisasi ditumbuk dan diayak dengan ukuran 60 - 120 mesh 120 -. 200 mesh, dan2 00 - 400 mesh.P adap rosesa ktivasid igunakanz at altivatorHzSOrd engan berbagaiv ariasi kadary aitu 15 yo,20 Yo,d an3 0 %. Masing-masingu kurank arbon diaktivasi oleh HzSOrd enganb erbagaiv ariasi kadar.P erbandinganb eratk arbon dengan HuSOr sebagai aktivator adalah I : 10. Suhu aktivasi yang digunakan adalah 70 oCd enganla maa ktivasi1 ,25j am. Hasil aktivasid isaringd and ikeringkanp ada suhu1 15o Cs elama2 jam. Kemudiand ilakukank arakterisasyia itu dengan menentukanb esamyad ayas erapk arbon ahif terhadapl arutan1 2,b eratj enis, kadar air, dan kadar abu. Setelah dilakukan karalterisasi terhadap karbon aktif, karbon aktifyang memenuhSi tandarln dustriI ndonesiad igunakans ebagaai dsorbenz at wamat ekstil orangeI I (C.1.A cid Orange7 ). Perubahakno nsentasiz at warnas ebelum dan sesudahd iadsorpsik arbona ktif ditentukans ecaras pektrofotometrUi V-VIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar kadar I{zSO+ semakin baik karakter karbon aktif. Semakin kecil ukuran karbon karakter karbon aktifdari tongkoljagungy angd iperolehs emakinb aik. Karbona ktifdari tongkoljagungy ang sesuadi enganS tandaIrn dustriI ndonesiaa dalahk arbona ktifyangberukuran2 00 - 400 meshd engana ktivatorI {2SO42 5 %. Hasil karakteristikk arbona ktif yangd iperoleh: kadara ir 2,7278o/o,kadaarb u2,4957b, eratj enis 0,2430m g/ml dand ayas erap terhadapl arutan1 223,5573% kemampuand ayas erapk arbona ktif dari tongkol jagungy angb erukuran2 00 -- 400 meshd engana ktivatorH 2SO425V ot erhadapz at warnat ekstil orangeI I sebesar8 9,4421% .

Pengembangan bahan ajar berbasis inkuiri dengan nilai islami pada materi zat aditif dan zat adiktif untuk meningkatkan kemampuan bernalar ilmiah dan hasil belajar kognitif siswa kelas VIII SMP / Julia Astutik

 

ABSTRAK Astutik, Julia. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Inkuiri dengan Nilai Islami pada Materi Zat Aditif dan Zat Adiktif untuk Meningkatkan Kemampuan Bernalar Ilmiah dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas VIII SMP. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar IPA, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, M.Si (II) Dr. Hadi Suwono, M.Si. Kata kunci: bahan ajar, inkuiri, zat aditif, zat adiktif, nilai islami, kit, bernalar ilmiah, hasil belajar kognitif. Pembelajaran materi zat aditif dan zat adiktif sebaiknya tidak hanya mementingkan hasil kognitif siswa tetapi mampu meningkatkan kemampuan siswa bernalar secara ilmiah dan meningkatkan pemahaman terhadap ajaran agama. Siswa juga diharapkan bisa menyikapi maraknya penggunaan zat aditif berbahaya di masyarakat setelah mempelajari materi ini. Hasil belajar kognitif maupun proses bernalar ilmiah sangat membutuhkan bahan ajar yang mendukungnya. Bahan ajar materi zat aditif dan zat adiktif sudah tersedia tetapi pilihan percobaan dan kit penunjang masih kurang, adapun kit zat aditif non pangan yang tersedia di pasaran relatif mahal. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah (1) mengembangkan bahan ajar berbasis inkuiri dengan nilai islami pada materi zat aditif dan zat adiktif untuk meningkatkan kemampuan bernalar ilmiah dan hasil belajar kognitif siswa SMP kelas VIII (2) mendeskripsikan kelayakan dan potensi keefektifan bahan ajar yang dikembangkan (3) menganalisis kepraktisan kit penunjang bahan ajar yang dikembangkan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model four –D Thiagarajan yang meliputi tahap define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Bahan ajar berupa buku guru, buku siswa, dan kit penunjang buku. Kit penunjang meliputi kit sampel zat aditif, test kit boraks, test kit curcumin, test kit formalin, dan heater set untuk identifikasi pewarna. Penelitian dilakukan di SMP Plus Hidayatul Mubtadiin. Uji keterbacaan bahan ajar dilakukan pada 8 orang siswa kelas IX. Uji keterlaksanaan dilakukan pada kelas 25 siswa VIII A dan uji coba lapangan dilakukan di kelas VIII B sebagai kelas eksperimen untuk mengetahui potensi bahan ajar dalam meningkatkan kemampuan bernalar dan hasil belajar kognitif siswa. Desain penelitian ini adalah one group pretest-posttest design sebanyak 37 siswa. Data yang diperoleh berupa data kulitatif dan kuantitatif. Pengolahan data kualitatif dengan deskriptif, sedangkan data kuantitatif dengan menggunakan N-gain. Hasil rata-rata validasi ahli terhadap buku guru 76,50%, buku siswa 76,30%. Hasil rata-rata validasi praktisi pendidikan 96,81%, praktisi pendidkan islam 82%, uji coba pendahuluan pada kelompok kecil 83,15%, dan uji coba lapangan 82,89%. N-gain hasil belajar kognitif 0,56 dan N-gain penalaran ilmiah 0,14. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan berpotensi meningkatkan kemampuan bernalar ilmiah dan hasil belajar kognitif siswa.

Pemberian hadiah nilai untuk meningkatkan keaktifan siswa dan prestasi belajar pokok bahasan perpindahan kalor siswa kelas II cawu I SLTPN I Batealit Jepara tahun ajaran 1999/2000 / oleh Farida Fatkhiyati

 

Motivasis angamt enentukanp encapaiapnr estasbi elajar.G uruh arus membangkitkamn otivasiy angd apatm enjadip enguatti ngkahl aku siswa.S alahs atu caram embangkitkamn otivasia dalahd enganp emberianh adiahb erupan ilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian hadiah nilai padak eaktifkans iswas aatP BM danp restasbi elajars iswa.P okokb ahasanya ng digunakand alamp enelitianin i adalahp erpindahakna lor yangd iajarkanp adak elasI I cawu I SLTPN I Batealit Jepara. Pendekatayna ngd igunakand alamp enelitianin i adalahp enelitiank ualitatif Sumberd atab erasald ari SLTPN I Batealit Jepara.D ata primer adalahd atak eaktifan siswas aatP BM,danp restasbi elajars iswa.D atap elengkapnyaad alahh asil wawancara dengan guru dan siswa. Teknik pengumpuland atay ang digunakana dalaho bservasir, ekaman pembelajaradne nganta per ekorder,d okument,e s,d anw awancaraO. bservasi dimaksudkaunn tukm engamatlia ngsungs ituasik elasd ans ekolahR. ekaman pembelajaranm erupakanc erminank ondisi sebenamyay ang dimaksudkanu ntuk mengetahuPi BM yangb erlangsungd an mengetahusi isway angd iberi kesempatan menjawabD. okumend imaksudkanu ntukm engetahupi restasbi elajars ebelumnya. Tesd imaksudkanu ntukm engetahupi restasbi elajars iswas etelahd iberih adiahn ilai. Wawancarad imaksudkanu ntuk mengetahuki ondisi siswad an PBM sebelumnya. Teknik analisisd atayangdigunakaand alahr eduksid ata,d isplayd ata,d an kesimpulasne rtav erifik asi. Hasil penelitianm enyebutkabna hwa:h adiahn ilai dapatm eningkatkan keaktifans iswad anm eningkatkanp restasbi elajars iswa. Dalamp enelitianin i ditemukank elemahand alamm engimplementasikan pemberianh adiahn ilai, yaitu sisway anga ngkatt angand ant idak diberik esempatan menjawabti dak menjadatkahna diahn ilai. Siswak ecewat iap kali angkat angand an tidak diberi hadiah nilai. Hadiah nilai hanya diberikan pada satu atau dua siswa sedangkanya ng menginginkanle bih dari itu. Seharusnyag uru bertindaka dil pada sisway anga ngkatt angan. Oleh karenai tu disarankang uru mempunyaia ltenatifl ain, misalnyas isway angt idak diberi kesempatamn enjawabs ecarli san,d iberi kesempatamn enjawabs ecarate rtulis.K epadas iswai tu juga diberikanh adiahn ilai

Pengembangan model variasi permainan bola kecil dalam pembelajaran pendidikan jasmani untuk siswa kelas IV di SD Brawijaya Smart School (BSS) Kota Malang / Gde Nugrah Pratama

 

ABSTRAK Pratama, Gde Nugrah. 2016. Pengembangan Model Variasi Permainan Bola Kecil Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Untuk Siswa Kelas IV di SD Brawijaya Smart School (BSS) Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd, (2) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, pembelajaran, permainan, bola kecil. Pendidikan Jasmani merupakan bagian dari pendidikan yang bersifat formal maupun non formal yang bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak dan tindakan moral. Kegiatan bermain merupakan aktivitas menyenangkan, meskipun bukanlah berarti pendidikan jasmani, akan tetapi dalam bermain ditemukan nilai-nilai yang bermanfaat bagi pendidikan anak. Berdasarkan hasil observasi melalui wawancara guru pendidikan jasmani dan penyebaran angket oleh 32 siswa, diperoleh data 85,93% siswa mengalami kesulitan pada pembelajaran bola kecil dan 100% siswa menyatakan perlu adanya model variasi permainan modifikasi pada pembelajaran materi bola kecil. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan model pembelajaran bola kecil dengan menggunakan penerapan variasi permainan bagi siswa kelas IV di SD Brawijaya Smart School (BSS) Kota Malang yang dikemas ke dalam bentuk sebuah buku panduan. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan penelitian research and development Borg dan Gall yang terdiri dari 10 langkah. Berdasarkan metode Borg & Gall, peneliti tidak menggunakan langkah keseluruhan, tetapi hanya memakai 7 langkah menurut Wayan Ardhana yang disesuaikan dengan keterbatasan peneliti serta karakteristik yang akan diteliti. Pada hasil evaluasi ahli permainan diperoleh hasil 84,28%, dari evaluasi ahli pembelajaran pendidikan jasmani diperoleh hasil 85%, dan dari evaluasi ahli media diperoleh hasil 76,92% sehingga produk ini perlu direvisi sebelum berlanjut ke uji coba kelompok kecil. Pada uji coba kelompok kecil dengan 8 subjek diperoleh hasil 86,25% sehingga produk ini perlu direvisi pada bagian-bagian tertentu sebelum berlanjut ke uji coba kelompok besar, pada uji coba kelompok besar dengan 24 subjek diperoleh hasil 89,72% sehingga disimpulkan jika produk ini sudah layak untuk digunakan oleh siswa kelas IV di SD Brawijaya Smart School (BSS) Kota Malang. Dengan adanya pengembangan model variasi permainan bola kecil dalam pembelajaran pendidikan jasmani untuk siswa kelas IV di SD Brawijaya Smart School (BSS) Kota Malang diharapkan dapat meningkatkan motivasi, menarik minat, dan mempermudah siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Pengembangan trainer kendali PLC untuk operasional motor induksi dalam matakuliah workshop instalasi tenaga di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / Hendra Ardiansyah

 

ABSTRAK Ardiansyah, Hendra. 2015. Pengembangan Trainer Kendali PLC untukOperasional Motor InduksidalamMatakuliah Workshop Instalasi Tenaga di JurusanTeknikElektroFakultasTeknikUniversitasNegeri Malang.Skripsi, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. DwiPrihanto. S.S.T.,M.Pd, (2) YuniRahmawati, S.T.,M.T. Kata Kunci: pengembangan, trainer, kendali motor, PLC. Trainer merupakansuatualatperagayang berfungsiuntukmembantu proses kegiatanbelajarmengajar agar pengajardapatmenunjukkanlangkahpembelajaran yang dapatmemudahkanpesertadidikdalammenggunakanataumengaplikasikansuaturangkaian yang didesainpada trainer kendali PLC untukoperasional motor induksi. Dari hasilobservasidanwawancarasebelumpengembangan, disimpulkanbahwaterdapatketerbatasansaranadanprasaranadalampraktikummatakuliahWorkshpInstalasi Tenaga salahsatunyaadalah trainer.Terdapatnya trainer sebagaialatbantudalampenyampaianinformasidapatmemudahkanmahasiswadalampraktikum di bidangsistemkendalisecaraotomatis. Tujuandaripengembanganadalah(1) menghasilkanprodukberupa trainer kendali PLC untukoperasional motor induksidalammatakulliah Workshop Instalasi Tenaga di JurusanTeknikElektro FT-UM, (2) menghasilkanmodulpraktikumsebagaialat bantu dalamprosedurpenggunaan trainer, (3) mengetahuikelayakan media trainer danmodulpraktikumkendali PLC untukoperasional motor induksidalammatakuliah Workshop Instalasi Tenaga. Model pengembangan yang digunakandalamtrainer danmodulpraktikumadalahmdelpengembanganSugiyono, karenalangkahpengembanganmemilikitahapan yang sistematis.Padasetiaplangkahpengembanganantarasatudenganlainnyamemilikiketerkaitan, sehinggadapatmemudahkansetiaplangkahdalammelakukanpengembangan.Model pengembanganSugiyonomemiliki 10 tahapyaitu: (1) potensidanmasalah; (2) pengumpulan data; (3) desainproduk; (4) validasidesain; (5) revisidesain; (6) ujicobaproduk; (7) revisiproduk; (8) ujicobapemakaian; (9) revisiproduk; (10) produksimasal. Berdasarkanhasilujicobatrainerdanmodulpraktikum yang dilakukanpada 3 (tiga) kelompokrespodendiperolehhasil data kelayakanproduksebagaiberikut: (1) ahli media menyatakanproduk trainer danmodulpraktikumlayakdigunakandenganpresentase86,02% (valid), (2) ahlimaterimenyatakanmodulpraktikumlayakdigunakandenganpresentase 93,75% (valid), (3) ujicobalapangan yang terdiridariujicobaprodukmenyatakanlayakdenganpresentase 88,46% (valid) danujicobapemakaiandenganpresentase 88,75% (valid). Dari hasiltersebutdisimpulkanbahwa media pembelajaran yang dikembangkansudahmemenuhikriteria valid danlayakuntukdigunakandalampembelajaran

Hasil belajar melalui motivasi peserta diklat ditinjau dari latar belakang ekonomi dan pendidikan (Studi pada peserta Diklat UPT-Pk Singosari) / Windra Irdianto

 

Isolasi, karaterisasi, dan uji aktivitas sebagai antioksidan dan suncsreen suatu senyawa dari ekstrak kloroform biji alpukat (persea americana mill) / Andy Hidayatullah

 

ABSTRAK Hidayatullah, Andy. 2015. Isolasi, Karaterisasi, dan Uji Aktivitas Sebagai Antioksidan dan Sunscreen Suatu Senyawa Dari Ekstrak Kloroform Biji Alpukat (Persea americana Mill). Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sutrisno, M.Si., (II) Drs. Muhadi. Kata Kunci: isolasi, alpukat, antioksidan, sunscreen Alpukat (Persea americana Mill) merupakan tumbuhan penghasil buah yang manis dan lezat. Bagian buah alpukat yang banyak dimanfaatkan adalah daging buah sebagai minuman penyegar, sedangkan kulit dan bijinya relatif kurang dimanfaatkan bahkan dibuang. Biji alpukat yang belum dimanfaatkan perlu ditindaklanjuti agar tidak menjadi limbah. Beberapa penelitian menunjukkan biji alpukat mengandung senyawa bahan alam yang unik dan berpotensi sebagai antioksidan dan sunscreen. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengisolasi salah satu komponen ekstrak kloroform biji alpukat, (2) mengkarakterisasi salah satu komponen ekstrak kloroform biji alpukat, dan (3) menentukan aktivitas salah satu komponen ekstrak kloroform biji alpukat sebagai antioksidan dan sunscreen. Penelitan ini merupakan survey yang dilakukan secara eksperimen di laboratorium yang terdiri dari empat tahap, yaitu (1) ekstraksi biji alpukat, (2) pemurnian komponen ekstrak biji apukat (3) karakterisasi dan identifikasi meliputi wujud, warna, penentuan titik lebur, uji kelarutan, penentuan putaran optik, uji ketidak jenuhan, uji golongan senyawa bahan alam, analisis secara spektrofotometri UV-Vis dan spektrofotometri IR, dan (4) uji aktivitas antioksidan dan sunscreen. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl), sedangkan uji aktivitas sunscreen secara spektrofotometri UV. Komponen hasil pemurnian ekstrak kloroform biji alpukat memiliki wujud padatan lembek berwarna kuning kecoklatan, titik lebur 37-38 oC dan tidak bersifat optik aktif. Komponen tidak larut dalam air, sedikit larut dalam n-heksana, dan larut baik dalam kloroform, etil asetat, dan metanol. Komponen dalam metanol mempunyai λmaks1 214,0 (a 8,6 cm2.mg-1) dan λmaks2 268,0 nm (a 2,627 cm2.mg-1). Komponen diduga merupakan golongan terpenoid dengan ikatan rangkap terkonjugasi pendek, mempunyai gugus O-H sekunder, gugus C-H sp3 kelompok metilen (-CH2-) dan metil (-CH3). Komponen tidak memiliki aktivitas antioksidan (KP50 9578 mg/L) dan aktivitasnya sebagai sunscreen bersifat protektif lemah (SPF 1,116).

Pemanfaatan media instruksional untuk memperkenalkan konsep bilangan di TK kelurahan Purwantoro kecamatan Blimbing Malang
oleh Heny Dwi Yuspitawati

 

M,:diai nstruksionaTl K merupakana lat danp erangkayt angb erperans ebagai perantarlaa lam prosesb elajarm engajaur ntuk mencapatiu juany angt elah ditetapkarMr. edia instnrksionald apatd imanfaatkan untuk membantu guru dalam mengembangkbaenb erapak emampuand asar.S alahs atuk emampuand asary ang membutuhkamne diai nstruksionalu ntukm embantup emahamaann akd idik adalah kemampuadna yap ikir. Untuk itu penelitianin i akanm embahaps emanfaatamn edia instruksionauln tukm emperkenalkakno nsepb ilangan. Metodey angd igunakand alamp enelihanin i adalahd eskriptifu ntuk mendeskipsikapne manfataanm ediai nstruksionaul nhrkm emperkenalkakno nsep bilanganr.e knik pengumpuladna tay angd igunakana dalaha ngket,w awancarad an observasi. Permasalahayna nga kand iteliti rneliputik emampuang uruC alamm emilih mediain struksionalk, emampuang urud alamm enggunakannr ediai nstruksional, pemanfaaan mediai nstruksionayl angd ilakukang uru,h ambatan'angd ialamrg uru untukm emanfaatkamn ediai nstruksionald, anu payag uruu ntuli n,cngatashi aurbatan dalamm emanfaatkamn ediai nstruksional. Penelitiand eskriptifi ni bertujuanu ntukm endiskripsikakne inampurng uru dalamm ernilihm ediai nstruksionalk,e mampuang urud alamm enggunakamrre dia instruksionapl,e manfaatamn ediai nstruksionayl angd ilakukang uru,h ambatany ang dialamig uru untuk memanfaatkanm edia instruksional,d an upayag uru sertak epala sekolahm engatashi ambatand alamm emanfaatkamn ediai nstruksional Analisisd atay angd igunakana dalahp rosentased,e nganm ,:nggunakasna mpel totaly angt erdiri dari l5 orangg uruT K Kelurahanp urwantoroK ecamatanB limbing Malang. Hasil penelitianin i didapatkanb ahwag urum empunyaki crnampuand alarn memilihm ediai nstruksionalk; emampuang urum enggunakamn ediai nstnrksional sesuadi engank etetapanD ikbud dalamp elaksanaakne giatanb elajarm engajar; pamanfatamn ediai nstruksioanayla ngd ilakukank urangm emperhatikalna ngkahlangkahd alamp emanfataamn ediai nstmksionalh; ampirs emuag urum engalami hambatadna lamju mlahm ediai nstruksionayla ngt er sediaw, akiuv angt ersedia. heterogenitaans ak,l uasr uangk elasd anl ingkungasne kitars ek.iah;u payag urur ian kepalas ekolahm engatashia rnbatacnu kupm endukundga lamu . ;,. I mclTrirniaallinn Mecliein struksionauln tukm cmperkenalkal

Pengaruh iklim organisasi dan komitmen organisasi dalam pembentukan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada perawat RSUD Dr. R. Soedarsono Pasuruan / Fitrotul Ilmia

 

ABSTRAK Ilmia, Fitrotul. 2016. Pengaruh Iklim Organisasi dan Komitmen dalam Pembentukan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Perawat RSUD Dr. R. Soedarsono Pasuruan. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Wahju Wibowo, Amd, S.E., M.Si., (II) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si. Kata Kunci: iklim organisasi, komitmen organisasi, organizational citizenship behavior (OCB) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh iklim organisasi dan komitmen organisasi terhadap organizational citizenship behavior (OCB) pada perawat RSUD Dr. R. Soedarsono Pasuruan. Penelitian ini menarik karena setiap organisasi khususnya rumah sakit membutuhkan karyawan yang memiliki kinerja tinggi. Akan Tetapi, banyak pihak manajemen kurang memperhatikan kesejahteraan karyawan dengan mengabaikan kualitas lingkungan internal organisasi dan hubungan antar karyawan. Hal ini dapat mempengaruhi persepsi karyawan untuk menjaga komitmen terhadap organisasi yang berdampak pada perilaku karyawan dalam melakukan pekerjaannya setiap harinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian analisis regresi linier berganda. Data penelitian berupa iklim organisasi, komitmen, dan OCB. Sumber data melalui kuesioner yang diajukan kepada perawat RSUD Dr. R. Soedarsono. Pengumpulan data dilakukan dengan menyiapkan segala sesuatu dalam pelaksanaan penelitian, seperti mencari informasi yang berkenaan dengan penelitian, menyebarkan angket, menstabulasi data menggunakan program SPSS for windows, serta penulisan laporan. Hasil penelitian ini sebagai berikut. Pertama, iklim organisasi memiliki rata-rata nilai sebesar 4.18, komitmen organisasi memiliki nilai rata-rata sebesar 4.15, dan OCB memiliki nilai rata-rata sebesar 4.24. Ketiganya masuk dalam kriteria baik. Kedua, terdapat pengaruh positif signifikan iklim organisasi terhadap OCB pada perawat RSUD Dr R Soedarsono Pasuruan. Iklim organisasi yang kondusif, karyawan merasa ingin melakukan pekerjaan melebihi apa yang telah disyaratkan dalam uraian pekerjaan. Ketiga, terdapat pengaruh positif signifikan komitmen terhadap OCB pada perawat RSUD Dr R. Soedarsono Pasuruan. Karyawan yang memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasi akan mengikuti fungsi organisasi dan berusaha menjadikan organisasi ke arah yang lebih baik. Keempat, terdapat pengaruh positif signifikan antara iklim organisasi dan komitmen terhadap OCB pada perawat RSUD Dr R. Soedarsono Pasuruan. Ditandai dengan karyawan merasa puas terhadap lingkungan kerjanya dan secara tidak langsung akan meningkatkan komitmen terhadap organisasi dengan mengikuti fungsi organisasi dan menciptakan perilaku OCB. Disarankan pihak manajemen RSUD Dr. R Soedarsono hendaknya dapat meningkatkan kondisi lingkungan kerja internal, lebih memperhatikan kesejahteraan karyawan, memberi dukungan penuh atas pencapaian kinerja, serta lebih menghargai usaha karyawan untuk medukung fungsi-fungsi organisasi yang memiliki sikap perilaku kewarganegaraan melalui motivasi.

Profile of successful English literature lecturers in the faculty of culture studies: a case study at Brawijaya University of Malang / Paramita Wahyu Agustin

 

ABSTRAK Agustin, ParamitaWahyu. 2015. Profil Dosen Sastra Inggris yang Sukses: Studi Kasus di Universitas Brawijaya. Tesis. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Arwijati Wahjudi, Dip. TESL, M.Pd (2) Dr. Johannes Ananto Prayogo, M.Pd.,M.Ed Kata Kuci: komptensi, doses sastra Inggris yang sukses, pengajaran efektif Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kompetensi yang dimiliki oleh dosen sastra Inggris yang sukses di Universitas Brawijaya.Tujuan dari penelitian ini dijabarkan menjadi dua tujuan: 1) untuk menyelidiki kualitas yang dimiliki dosen sastra Inggris di Universitas Brawijaya yang membuat mereka sukses; dan (2) untuk mengetahui pengajaran efektif di kelas. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan rancangan Studi Kasus. Data dikumpulkan melalui jajak pendapat, angket, dan testimony mahasiswa, wawancara, dan observasi kelas. Jajak pendapat mahasiswa dimaksudkan untuk memilih subyek-subyek yang akan diteliti. Kuesione rdibagikan kepada mahasiswa dan juga mengumpulkan testimony mahasiswa di kelas.Melakukan wawancara dengan ketua program sastra Inggris dan terhadap subyek-subyek yang diamati. Pengamatan kelas dilakukan agar peneliti bias mengamati performa subyek-subyek ketika mengajar dan berinteraksi dengan mahasiswa selama proses belajar mengajar di kelas. Dalam melakukan observasi kelas, peneliti menggunakan instrument berupa ceklis dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan di Universitas Brawijaya. Brawijaya merupakan salah satu universitas negeri di kota Malang. Hal itu membuat tes seleksi untuk menjadi dosen di Brawijaya sangatlah ketat dan beragam. Sehingga hanya dosen yang berkompeten saja yang bias terseleksi. Kemudian, subyek penelitian ini dipilih berdasarkan hasil dari jajak pendapat siswa. Hampir 41 mahasiswa menyatakan bahwa Subyek 1 dan 2 sesuai dengan kriteria mereka sebagai dosen sastra Inggris yang baik di Universitas Brawijaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subyek 1 dan 2 adalah dosen yang sukses karena mereka antusias untuk menjadi seorang pengajar. Hal tersebut memotivasi mereka untuk menjadi dosen yang pintar, menarik, mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat, disiplin, sabar, bertanggung jawab dan baik dalam peran mereka sebagai seorang dosen. Mereka berperan bukan hanya sebagai dosen tetapi juga sebagai penasihat yang menyemangati dan membantu mahasiswanya untuk menyelesaikan persoalan akademik. Subyek 1 dan 2 mengajar secara efektif karena mereka tidak hanya menciptakan suasana belajar yang nyaman di kelas tetapi juga mendukung pembelajaran kontekstual dan interaktif. Hal ini dikarenakan mereka tidak hanya menyampaikan materi tetapi juga menarik perhatian dan minat siswa untuk belajar, membuat siswa aktif dalam mengikuti kegiatan kelas dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk mempraktekkan pengetahuan dan skil, dan juga menjadi fasilitator yang memfasilitasi pembelajaran interaktif.Hal tersebut membuat mahasiswa dapat merasakan pembelajaran yang berkesan dan menyenangkan, dan juga melatih mereka untuk menjadi mandiri. Dari penemuan tersebut, peneliti memberikan kesimpulan tentang profil dosen sastra Inggris yang sukses. Dosen sastra Inggris yang sukses adalah dosen yang antusias terhadap profesi mereka sebagai pengajar.Antusias dalam mengajarakan mengarahkan mereka untuk menguasai kompetensi pedagogik, penguasaan materi, social dan personal.Tetapi kompetensi sosial dan personal atau dengan kata lain soft skil lmempunyai andil yang besar yang mempengaruhi seseorang untuk menjadi dosen sastra Inggris yang sukses. Kemudian, untuk mengajar sastra Inggris secara efektif, dosen harus mampu untuk menumbuhkan antusias dan kesadaran diri mahasiswa untuk belajar. Peneliti memberikan saran kepada pihak Universitas Brawijaya, dosen sastra Inggris, dan peneliti lainnya. Seorang guru sastra Inggris harus bias menciptakan suasana belajar yang nyaman dan aman bagi mahasiswanya untuk bias mengekpresikan pendapat mereka selama pembelajaran berlangsung. Soft skil lmempunyai peran yang dominan yang mempengaruhi kesuksesan seorang pengajar sehingga pihak universitas seharusnya mengadakan program khusus berupa pelatihan, seminar atau bahkan kegiatan out-door yang dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa dan mental yang lebih baik bagi paradosen. Kemudian, bagi peneliti yang tertarik untuk melakukan penelitian terhadap kharakteristik dosen yang baik untuk lebih bias menyelidikinya lebih dalam lagi dengan menambahkan jumlah pertanyaan wawancara, jumlah dan keragaman (dosen dari PTN swasta dan negeri) subyek yang diamati.

Studi tentang pelaksanaan pengajaran kimia oleh guru kimia kelas 1 berdasarkan kurikulum SMU 1994 di kabupaten Bangkalan / oleh Suimah

 

Guru mempunyaip eranany ang pentingd alam pelaksanaanp engajaran sebagapi erencanap, elaksanad, an pengevaluaski egiatanb elajar mengajard i kelas. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahufi aktor-faktory angm enghambadt an mendukungp elaksanaanp engajarank imia berdasarkank urikulum SMU 1994y ang dihadapio leh guru kimia kelas 1 SMU di KabupatenB angkalan. Penelitianin i merupakanp enelitiand eskriptif.P opulasdi alamp enelitianin i berjumlah l1 orang guru kimia yang tersebar di Kabupaten Bangkalan. Sampel yang digunakan sebanyak 7 orang guru kimia. lnstrumen pengumpul data menggunakan angketb entuk tertutup (terstnrkhr), sedangkante knik analisisd atay ang digunakan adalahp rosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang menjadi penghambadt an faktor-faktor yangm enjadi pendukungd alamp elaksanaan pengajarank imia berdasarkank urikulum SMU 1994y ang dihadapio leh guru kimia kelas 1 SMU di KabupatenB angkalan.F aktor-faktory ang menghambaat dalah:( 1) adanyak esulitan mengembangkaTnP K yang mengacup adak etrampilanp rosesd an menggunakanm etodey ang sesuaid enganp okok bahasan(s7,14%)(,2 ) belum terlaksananyap raktikum di beberapas ekolah(42,86%)d, ikarenakanb elum lersedianyab ahank imia untuk praktikum. Sedangkanfa ktor yang mendukunga dalah (1) para pengajar berasal dari LPTK jurusan kimia(100%), (2) guru kimia telah membuatp rogramp engajarand alamp elaksanaank egiatanb elajar mengajar(85,71%(\3, ) semuag uruk imia(100%)m empunyabi ebant ugasm engajar kurangd an24 jampelajaran/ minggu,( a) guruk imia(100%)te lahm enyelesaikan semua konsep dalam progam CAWU. Manfaat dari hasil penelitian ini adalah sebagaui mpanb alik kepadak epalas ekolahd an parag uru kimia kelas 1 dalam memperolehb ahanp ertimbanganu ntuk mengembangkasne muaf aktor yang mendukungp alaksanaanp engajarank imia berdasarkanK urikulum SMU 1994d an mencarij alan keluar dalamm engahdapsi emuaf aktor yang menjadik endala pengajarank imia khususnyad an IPA padap engajarank imia berdasarkanK urikulum SMU 1994 yang dihadapi para guru kimia kelas I SMU di Kabupaten Bangkalan

Pengembangan media pembelajaran komik dalam pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Datar Beraturan untuk meningkatkan minat belajar siswa SMP kelas VIII / Bagas Widyatmaka

 

ABSTRAK Widyatmaka, Bagas. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Komik dalam Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar Beraturan untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa SMP Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Mimiep Setyowati Madja, M.Kom. Kata Kunci: minat belajar, media pembelajaran komik, bangun ruang sisi datar beraturan. Pada berbagai mata pelajaran, banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Salah satunya yaitu minat belajar siswa dalam mengikuti pelajaran tersebut. Dengan adanya minat belajar maka keinginan siswa untuk mengikuti pembelajaran akan lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang tidak memiliki minat belajar. Matematika sering kali dianggap siswa sebagai mata pelajaran yang sulit sehingga minat belajar siswa menjadi berkurang, sehingga guru matematika dituntut untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan agar minat belajar siswa meningkat. Berdasarkan survei yang penulis lakukan, bacaan yang paling digemari oleh siswa adalah komik. Komik dianggap lebih menarik dibandingkan dengan buku pelajaran biasa. Sehingga penulis memadukan antara komik dengan pembelajaran matematika. Hal ini diharapkan agar minat belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika lebih meningkat. Adapun materi yang diambil adalah bangun ruang sisi datar beraturan, sebab siswa masih bingung tentang materi ini. Kebanyakan siswa hanya menghafal rumusnya saja. Pengembangan komik sebagai media pembelajaran matematika ini menggunakan metode penelitian pengembangan yang diadaptasi dan dimodifikasi dari penelitian pengembangan Borg dan Gall. Adapun langkah-langkahnya yaitu analisis kebutuhan, rancangan produk, pengembangan produk, validasi produk, revisi produk awal, uji coba produk, revisi produk akhir dan hasil dari produk akhir. Media komik yang dihasilkan ini menyajikan 5 cerita yaitu Memelihara Ikan, Membantu Ibu, Kejadian Tidak Terduga, Pabrik Coklat, dan Pergi ke Rumah Pak Andi. Media komik berjudul Keseharian Si Cerdik yang Menarik diuji kevalidan, kepraktisan dan keefektifannya agar bisa digunakan sebagai media pembelajaran. Skor kevalidan untuk media komik 3,45, RPP 3,75, soal evaluasi 3,59, dan angket respon siswa 3,42. Skor untuk kepraktisan yaitu 3,59 yang menyatakan media tersebut praktis. Tingkat keefektifannya, 100% siswa tuntas belajar. Sehingga berdasarkan data kevalidan, kepraktisan dan keefektifan maka media komik layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam pokok bahasan bangun ruang sisi datar beraturan. Sebagai saran untuk penelitian selanjutnya yaitu agar membuat cerita komik yang lebih menarik lagi serta mengembangkan media komik pada pokok bahasan dan jenjang yang berbeda.

Pemanfaatan laboratorium biologi di SMU Muhammadiyah I Malang
oleh Naila Nurhabiba

 

Mutu pendidikante lahb anyakm endapast orotanta jamd ari berbagai kalangan,s ehinggap emerintahb erusahau ntuk meningkatkanm utu pendidikan.U paya pemeintah untuk meningkatkan mutu pendidikan tersebut diwujudkan dengan usaha peningkatank ompon"n-komponenp endidikany ang meliputi pesertad idik, saranad an p.u*u.lnu, kurikuium, dan manajemen.S alahs atu usahad alam peningkatans aranad an prasaranate rsebuta dalahp engadaanla boratoriumb iologi. LaboratoriumB iologi merupakans aranay angs angamt enunjangp encapaian tujuanp embelajaraBn iologi. Kegiatank erja laboratoriumm embuats iswad apat mlnerimad anm engaplikasikatne ori yangt elahd iterima.U ntuk itu kegiatank erja laboratoriump erlu diitur sebaik-baiknyaP. enelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahui kondisil aboritoriumb iblogi, mengetahusi ejauhm anap emanfaatalna boratorium biologi, mengetahufia ktor-faktory angm endukungp emanfaatalna boratoriumb iologi, mengetahugi ambarank esulitand an hambatand alam memanfaatkanla boratorium biologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMU Muhammadiyah I Malang kelas I, II danm IPA yang seluruhnyab erjumlah 223 siswa,s erta2 orangg uru biologi. Sampel untuk siswad iambil sebanyak4 5 orangd an untuk guru diambil seluruhnyay aitu 2 orang guru biologi.Teknik yang digunakan untuk memperoleh data adalah angket dan wawancara. Hasil penelitiani ni menunjukkanb ahwa:( 1) kondisil aboratoriumb iologi di sMU MuhammadiyahI Malang kurangb aik, (2) pemanfaatanla boratoriumb iologi berdasarkamn etoded alamG BPP1 994k urangb aik, (3) pemanfaatalna boratorium biologi berdasarkanfr ekuensip enggunaanw, aktu yang tersediad an kegiatank erja laboratoriumy ang dilaksanakand i laboratoriumk urangb aik, (4) faktor pendukung dalamp emanfaatanla boratoriumb iologi tentangk ualitas guru berdasarkanh asil wawancarad an angket,m endukungp emanfaatanla boratorium,( 5) faktor pendukung lainnya, yaitu data tentang siswa, sarana penunjang dan tenaga laboran kurang mendukungp emanfaatanla boratorium, (6) faktor-faktor yang menghambat pemanfaatanla boratoriumb iologi, sangatm enghambapt elaksanaank egiatank eda di laboratorium. Akan tetapi dengan adanya hambatan tersebut, guru tetap berusaha untuk mengatasinyas, ehinggag uru dan siswat etap dapatm elaksanakank egiatank erja di laboratorium,( 7) Pemanfaatanla boratoriumb iologi di SMU MuhammadiyahI Malang secara umum kurang baik.

Pengaruh aktivitas siswa di koperasi sekolah dan prestasi belajar mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI di SMK PGRI 2 Malang tahun pelajaran 2014/2015 / Dini Okta Puspitasari

 

ABSTRAK Puspitasari.D.O. 2015.Pengaruh Aktivitas Siswa di Koperasi Sekolah Dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas XI SMK PGRI 2 Malang Tahun Pelajaran 2014/2015.Skripsi, JurusanManajemenFakultasEkonomiUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Moh. Hari, M.Sii., (II) Dr. Titis Shinta Dewi, S.P., M.M. Kata kunci: Aktivitas Siswa di Koperasi Sekolah, Prestasi Belajar, Minat Berwirausaha Kegiatanbelajarmengajar yang dilakukan di dalamkelasbelummampumencapaitigaaspek yang diharapkan.Untukitudiperlukansuatuwadah yang diharapkanmampumencapaitujuantersebut, yaitukoperasisekolah.Usaha yang dapatdijalankanberkaitan / menunjangpelajaranpraktek.Untukmencapaimaksuddantujuankoperasimenyelenggarakanusaha-usaha: (1) Usaha simpan pinjam. (2) Pengetahuan tentang koperasi. (3) Usaha koperasi konsumsi.Dengan prestasibelajarkewirausahaanmerupakanhasildari proses yang dilakukansiswa yang diperolehdalammenerimailmupengetahuandanmateripelajarankewirausahaan yang diberikanoleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas siswa di koperasi sekolah dan prestasi belajar mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha kelas XI SMK PGRI 2 Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK PGRI 2 Malang Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 176 siswa dengan sampel yang digunakan sebanyak 122 siswa. Pengambilan sampel ini menggunakan teknik proportional random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas siswa di koperasi sekolahdiketahuibahwanilaithitung3,458>ttabel1,960 atausignifikansi t 0,001< 0,05berartiadapengaruhpositif yang signifikanantaraaktifitassiswa di koperasisekolahterhadapminatberwirausahasiswakelas XI SMK PGRI 2 Malang. Sedangkan pada prestasi belajar menunjukkan nilaithitung0,0400,05 berarti tidakadapengaruhpositif yang signifikanantaraprestasibelajarmatapelajaranprakaryadankewirausahaanterhadapminatberwirausahasiswakelas XI SMK PGRI 2 Malang. Berdasarkan uraian di atas, tidak ada pengaruh yang signifikan antara prestasi belajar terhadap minat berwirausaha, ada pengaruh yang signifikan antara aktivitas siswa terhadap minat berwirausaha. Hasilanalisisdarivariabel yang dominandapatdilihatdarinilai beta (β) yang terbesaradalahvariabelaktivitassiswa di koperasisekolahsebesar 0,155, danveriabelprestasibelajarsebesar 0,081.Dari penjelasan di atasdapatdisimpulkanbahwavariableaktifitassiswa di koperasisekolahmemilikipengaruh yang dominanpadaminatberwirausahasiswakelas XI tahunpelajaran 2014/2015 SMK PGRI 2 Malang. Saran yang dapat diberikan adalah hendaknya guru mengembangkan model pembelajaran dalam kelas agar dapat membantu siswa untuk meraih prestasi belajar yang memuaskan.

Pengaruh persepsi siswa tentang kreativitas guru akuntansi dan kemampuan berpikir siswa terhadap keaktifan belajar siswa kelas XI-AK pada mata pelajaran akuntansi di SMK Muhammadiyah 3 Singosari / Laras Langgeng Tika Saputri

 

ABSTRAK Saputri, Laras Langgeng Tika. 2015. Pengaruh Persepsi Siswa tentang Kreativitas Guru Akuntansi dan Kemampuan Berpikir Siswa terhadap Keaktifan Belajar Siswa Kelas XI-AK pada Mata Pelajaran Akuntansi di SMK Muhammadiyah 3 Singosari. Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si. Ak., CA. (II) Dr. Hj. Endang Sri Andayani, S.E., M.Si., Ak., CA Kata Kunci : persepsi siswa tentang kreativitas guru Akuntansi, kemampuan berpikir siswa, keaktifan belajar siswa. Tingkat keaktifan belajar siswa sangat beragam dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Hasil observasi menyatakan persepsi siswa mengenai kreativitas guru Akuntansi sangatlah beragam. Selain itu, ditemukan bahwa kemampuan berpikir siswa tergolong baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang kreativitas guru Akuntansi dan kemampuan berpikir siswa terhadap keaktifan belajar siswa kelas XI-AK pada mata pelajaran Akuntansi di SMK Muhammadiyah 3 Singosari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain Eksplanatory Research. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI-AK di SMK Muhammadiyah 3 Singosari sebanyak 62 siswa. Instrumen penelitian ini adalah closed questionare dengan skala likert. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Persepsi Siswa tentang Kreativitas Guru Akuntansi berpengaruh positif signifikan terhadap Keaktifan Belajar Siswa (sig = 0,010 dan thitung=2,666 lebih besar dari ttabel=1,70); (2) Kemampuan berpikir Siswa berpengaruh positif signifikan terhadap Keaktifan Belajar Siswa (sig = 0,000 dan thitung=3,951 lebih besar dari ttabel=1,70). Saran yang disampaikan penulis bagi peneliti lain yang melakukan penelitian yang serupa hendaknya menambah area penelitian, variabel baru dan teknik pengumpulan data sehingga dapat memperluas cangkupan penelitian.

Perbedaan penyesuaian sosial anak TK Permata Bunda kelas A antara yang berlatar belakang play group dengan yang tidak berlatar belakang play group
oleh Nurul Wafak Ismawati

 

Setiapi ndividu dalam periodek ehidupannyas elalu dihadapkanp adat ugas-tugas perkembangany ang harus diselesaikannyaD. emikian puta pada masa kanak-kanak it"* narot menghadapit ugas-tugasp erkembangany ang harus diselesaikan"s alah satut ugas perkembangante rsebuta dalahm enyelesaikana spek-aspekp erkembangan sosialny4 yaitu perkembanganti ngkah laku anak dalam menyesuaikand iri dengan aturan-aturany ang berlaku di masyarakatd imana ia berada. Terkait {engan perkembangan sosial anak, maka pendidikan prasekolah akan memberikan kesempatan padaa nak untuk mengembangkanh ubungans osial, sehinggad iharapkana nak akan mampu untgk belajar melakukanp enyesuaiante rhadapl ingkungan.P ada umumnya panyesuaianso siala nak yang mengikuti pendidikanp rasekolahl ebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak mengikuti pendidikan prasekolah (Hurlock,l97E). Terkait denganp endidikanp rasekolahj,e nis pendidikanp rasekolahm, isalnya;p lay group, taman kanak-kanak. Kedua jenis pendidikan prasekolah tersebut, pada hakekatnya mempunyai tujuan yang sama yaitu membantu menyiapkan anak-anak menyesuaikand iri pada perkembanganb erikutnya, hanyab e$eda pada tingkat usia dan kegiatanp embelajarannyaP. adap lay group siswa usia mereka3 4 th, jadi 1 th sebelumm asuk taman kanak-kanak dan kegiatan pembelajarannyale bih banyak pada kegiatan bermain. Sedangkan di taman kanak-kanak usia siswanya 4-5 th dan iegratan pembelajarans edikit banyakt en-katd engant ata tertfu. Berdasarkank eadaan tersebut sangat dimungkinkan anak-anak yang dari play group, bila melaqiutkan ke TK akan lebih baik dalam penyesuaian sosialnya dibandingkan dangan anak yang langsungm tsuk TKtanpa tebih dulu mengenytlmp endidikanp lay group.T K Permata Bunda merupakan taman kanak-kanak yang mempunyai siswa dari 2latat belakang pendidikan yaitu dari anak yang berlatar belakang play goup dan anak yang tidak berlatar belakang play group. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) penyesuaian sosial anak TK PermataB unda kelas A yang berlatar belakang play group, (2) penyesuaians osial anak TK Permata Bunda kelas A yang tidak berlatar belakang play group dan (3)

Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan saintifik dengan model kooperatif jigsaw pada pokok bahasan segiempat untuk siswa kelas 7 SMP / Indah Rachmawati

 

ABSTRAK Rachmawati, Indah. 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik dengan Model Kooperatif Jigsaw pada Pokok Bahasan Segiempat untuk Siswa Kelas 7 SMP. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. M. Shohibul Kahfi, M.Pd. Kata Kunci: perangkat pembelajaran, pendekatan saintifik, model kooperatif jigsaw, segiempat Guru sebagai pengampu pendidikan bertanggungjawab untuk merancang proses pembelajaran yang baik. Salah satu yang dapat dilakukan guru adalah dengan mengembangkan perangkat pembelajaran. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh pengembang diperoleh bahwa perangkat pembelajaran yang beredar perlu perbaikan. Salah satu contohnya adalah terdapat guru yang tidak dapat merumuskan indikator pembelajaran. Selain itu kondisi buku peserta didik khususnya pada submateri mengidentifikasi sifat segiempat kurang memberikan ruang peserta didik untuk terlibat aktif dalam pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran berbasis pendekatan saintifik. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh kurangnya pemahaman peserta didik tentang hubungan antar bangun segiempat. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembejaran berbasis pendekatan saintifik dengan model kooperatif jigsaw pada pokok bahasan segiempat yang valid, praktis, dan efektif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model pengembangan Plompt. Model ini terdiri dari lima tahap, yaitu (1) investigasi awal, (2) desain, (3) realisasi/ konstruksi, (4) tes, evaluasi, dan revisi (5) implementasi. Namun tahap implementasi tidak dilakukan pada penelitian pengembangan ini karena keterbatasan biaya dan waktu penelitian. Uji kevalidan dilakukan dengan pengisian angket validasi RPP dan LKS oleh dua validator, yaitu seorang dosen matematika dengan pendidikan terakhir S2 dan seorang guru matematika dengan pendidikan terakhir S1 dan berpengalaman selama lebih 5 tahun mengajar. Uji kepraktisan dilakukan dengan pengisian lembar keterlaksanaan perangkat pembelajaran oleh seorang guru dan seorang mahasiswa. Uji keefektifan dilakukan dengan penilaian hasil belajar kelompok dan pemberian kuis oleh 30 peserta didik kelas VII-G SMP Negeri 4 Malang.

Analisis penerapan metode pembelajaran aktif menggunakan team quiz berbantuan media question card dan minat belajar terhadap perbedaan hasil belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Batu pada mata pelajaran akuntansi / Halinda Novita Sari

 

ABSTRAK Sari, Halinda Novita. 2015. Analisis Penerapan Metode Pembelajaran Aktif Menggunakan Team Quiz Berbantuan Media Question Card dan Minat Belajar Terhadap Perbedaan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Batu. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Bety Nur Achadiyah, S.Pd, M.Sc. Pembimbing (2) Sawitri Dwi Prastiti, S.E, M.Si, Ak. Kata kunci: Metode Pembelajaran Aktif, Team Quiz, Question Card, Minat Belajar, Hasil Belajar Metode pembelajaran aktif menggunakan Team Quiz Berbantuan Media Question Card merupakan suatu metode pembelajaran yang mengacu pada pendekatan konstruktivistik. Metode tersebut dalam penerapannya berorientasi pada siswa. Siswa dituntut mengembangkan dan mengkonstruksi pengetahuannya sendiri melalui interaksi dengan lingkungannya. Metode tersebut diduga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Selain penggunaan metode pembelajaran, minat belajar siswa juga dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Siswa yang menaruh minat terhadap apa yang sedang dipelajari, ia akan memberikan perhatian lebih terhadap materi yang diajarkan, serta minat tersebut dapat menjaga ingatan siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perbedaan hasil belajar akuntansi siswa antara siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran aktif menggunakan Team Quiz Berbantuan Media Question Card dengan metode konvensional, (2) Perbedaan hasil belajar akuntansi siswa yang meiliki minat belajar tinggi dan minat belajar rendah, (3) Interaksi antara metode pembelajaran yang diterapkan dengan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian factorial 2x2, dengan populasi 143 siswa dan sampel 57 siswa (XI IPS 2 (28) dan XI IPS 5 (29)) yang diambil dengan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes (mengukur hasil belajar siswa) dan kuesioner (mengukur minat belajar siswa). Analisis data menggunakan analisis data deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan ANOVA Two Way dengan bantuan Software SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkan hasil analisi data tersebut, diperoleh tiga kesimpulan yaitu, (1) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode konvensional dan metode pembelajaran aktif menggunakan team quiz berbantuan media question card, (2) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang memiliki minat belajar tinggi dan siswa yang memiliki minat belajar rendah, dan (3) Terdapat pengaruh interaksi antara penggunaan metode pembelajaran dengan minat belajar siswa terhadap hasil belajar siswa. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) Guru diharapkan dapat menerapkan metode pembelajaran yang lebih yang dapat melibatkan siswa secara aktif, (2) Peneliti selanjutnya, menggunakan kategori minat belajar dan hasil belajar yang baku, serta mempertimbangkan penggunaan angket minat sebagai dasar untuk menambah penilaian dari aspek lain yaitu aspek afektif.  

Kedudukan ahli waris menurut hukum waris adat dan hukum waris Islam
(suatu studi perbandingan)
oleh Marmi Eko Prasetioningsih

 

Hubungan antara konsep diri dan konformitas dengan perilaku konsumtif produk kosmetik mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Negeri Malang / Wuwung Sari Muslimah

 

ABSTRAK Muslimah, Wuwung Sari. 2014. Hubungan antara Konsep Diri dan Konformitas dengan Perilaku Konsumtif Produk Kosmetik Mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Moh. Irtadji. M.Si (II) Ike Dwiastuti S.Psi, M. Psi Kata kunci: konsep diri, konformitas, perilaku konsumtif, produk kosmetik Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui konsep diri mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (2) Mengetahui konformitas mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (3) Mengetahui tingkat perilaku konsumtif produk kosmetik mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (4) Hubungan antara konsep diri dengan perilaku konsumtif produk kosmetik mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (5) Hubungan antara konformitas dengan perilaku konsumtif produk kosmetik mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (6) Hubungan antara konsep diri dan konformitas dengan perilaku konsumtif produk kosmetik mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 2632 mahasiswi Fakultas Ekonomi dan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dengan teknik purposive insidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa skala konsep diri, skala konformitas, dan skala perilaku konsumtif. Analisis menggunakan analisis deskriptif dengan pengkategorian berdasarkan nilai skor T. Untuk uji hipotesisnya menggunakan teknik korelasi product moment dan juga dengan penghitungan korelasi ganda secara manual. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (1) memiliki konsep diri dalam kategori rendah (2) memiliki tingkat konformitas dalam kategori tinggi (3) memiliki tingkat perilaku konsumtif dalam kategori tinggi (4) terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dengan perilaku konsumtif dengan nilai rxy = -0,248, p= 0,013 < 0,05; (5) terdapat hubungan positif yang signifikan antara konformitas dengan perilaku konsumtif dengan nilai rxy= 0,753, p = 0,000 < 0,05; (6) terdapat hubungan antara konsep diri dan konformitas dengan perilaku konsumtif produk kosmetik mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dengan nilai r = 0,761 (p= 67,32 > 3,09). Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah: 1) bagi masyarakat: masyarakat termasuk mahasiswi diharapkan lebih mengendalikan perilaku konsumtifnya. 2) Bagi peneliti selanjutnya: diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan variabel-variabel bebas lainnya. .

Penerapan pendekatan saintifik pada pembelajaran bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi melalui gambar seri di kelas 3 SDN Bandungrejosari 1 Kecamatan Sukun Kota Malang / Wulan Romasari

 

ABSTRAK Romasari, Wulan. 2015. Penerapan Pendekatan Saintifik Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Melalui Gambar Seri Di Kelas 3 SDN Bandungrejosari I Kecamatan Sukun Kota Malang. Skripsi Jurusan KSDP Program Studi S1 PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. A. Badawi, S.Pd., M.Pd, (2) Drs. Rumidjan, M.Pd Kata Kunci: Pendekatan Saintifik, Keterampilan Menulis Karangan Narasi Melalui Gambar Seri di SD. Berdasarkan observasi awal pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 3 SDN Bandungrejosari I Kecamatan Sukun Kota Malang, diketahui bahwa terdapat beberapa permasalahan, antara lain: (1) pembelajaran masih berpusat pada guru, (2) kurangnya kemampuan siswa untuk mengembangkan ide dalam menulis karangan narasi melalui gambar seri, (3) pembelajaran hanya mengacu pada buku teks atau LKS, (4) hasil nilai dalam menulis karangan narasi melalui gambar seri masih rendah. Untuk itu perlu diadakan pembaharuan strategi pembelajaran yang baru agar siswa dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi melalui gambar seri. Dengan tujuan melatuh siswa dalam mengkomunikasikan ide-ide, khususnya dalam menulis karangan narasi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model Kemis & Taggart. Langkah penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan & observasi, refleksi dan rencana perbaikan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 3 SDN Bandungrejosari I Kecamatan Sukun Kota Malang dengan jumlah siswa 40 anak. Teknik pengumpulan datanya menggunakan analisis data tes, observasi, dan dokumentasi. Penerapan Pendekatan Saintifik di kelas 3 SDN Bandungrejosari I Kecamatan Sukun Kota Malang sebagai berikut: (1) mengamati, (2) menanya, (3) mencoba, (4) menalar dan (5) mengkomunikasikan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Pendekatan Saintifik dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi melalui gambar seri pada siswa kelas 3 SDN Bandungrejosari I Kecamatan Sukun Kota Malang. Nilai rata-rata aktivitas siswa pada siklus I nilai 69, sedangkan pada siklus II nilai 73. Nilai rata-rata hasil menulis teks cerita narasi sederhana juga mengalami peningkatan, dari siklus I nilai 67 dan pada siklus II nilai 83. Dari kedua siklus tersebut terjadi peningkatan nilai aktivitas siswa sebesar 7% dan peningkatan nilai hasil menulis siswa sebanyak 24 %. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan penerapan Pendekatan Saintifik dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi melalui gambar seri kelas 3 SDN Bandungrejosari I Kecamatan Sukun Kota Malang. Disarankan agar guru menerapkan Pendekatan Saintifik, Karena dengan menggunakan pendekatan ini anak akan lebih tertarik dalam pembelajarannya.

Hubungan konsep diri dan konformitas dengan intensi perilaku seksual berisiko pada remaja siswa SMA / Riyan Rahayu Armadani

 

ABSTRAK Armadani, Riyan Rahayu. 2015. Hubungan Konsep Diri dan Konformitas dengan Intensi Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja Siswa SMA. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.PSi Kata kunci : konsep diri, konformitas, intensi perilaku seksual beresiko, remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan konformitas dengan intensi perilaku seksual berisiko pada remaja. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dan analisis korelasi poroduct moment pearson untuk menganalisis korelasi antara varaiabel X1 dengan Y, kemudian variabel X2 dengan Y, serta menggunakan analisis korelasi ganda untuk menganalisis korelasi antara variabel X1, X2, dengan Y. Sampel yang di ambil adalah siswa kelas XI SMA Islam Al-Maarif Singosari sebanyak 130 orang dengan teknik simple random sampling. Variabel independen penelitian ini adalah konsep diri dan konformitas, serta variabel dependen yaitu intensi perilaku seksual berisiko. Intrumen yang digunakan adalah skala konsep diri (α=0,876) dengan 29 aitem, skala konformitasi (α=0,890) degan 35 aitem dan skala intensi perilaku seksual berisiko (α=0,765) dengan 28 aitem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan negatif antara konsep diri dengan intensi perilaku seksual berisiko pada remaja dengan r hitung sebesar -0,332 dan α=0,000 untuk konsep diri dan α=0,000 untuk intensi perilaku seksual beresiko,sig<0,05 (2) terdapat hubungan positif antara konformitas dengan intensi perilaku seksual berisiko pada remaja dengan r hitung sebesar 0,476 dan α=0,000 untuk konformitas dan α=0,000 untuk intensi perilaku seksual beresiko,sig<0,05 (3) terdapat hubungan antara konsep diri dan konformitas dengan intensi perilaku seksual beresiko pada remaja dengan R = 0,523 dengan signifikansi Fh>Ft (46, 955>3,07). Saran yang diberikan adalah: agar remaja lebih memahami diri dan menghargai diri sendiri, agar orang tua tidak tabu lagi memberikan pendidikan seksual bagi anaknya, dan agar guru dan sekolah bekerjasama untuk memberikan pelatihan tentang kesehatan reproduksi remaja dengan ditambhkan muatan spriritual, sehingga dapat menjadikan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan produktif.

Keefektifan teks perubahan konseptual untuk memperbaiki miskonsepsi siswa kelas XI SMAN 5 Malang pda materi asam-basa / Febrianti Dwi Anggraeni

 

ABSTRAK Anggraeni, Febrianti D. 2015.KeefektifanTeksPerubahanKonseptualuntukMemperbaikiMiskonsepsiSiswaKelas XI SMAN 5 Malang padaMateriAsam-Basa.Fakultas MIPA, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. H. SuhadiIbnu, M.A., Ph.D., (II) Laurent Octaviana, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: teksperubahankonseptual, miskonsepsi, asam-basa KonsepAsam-Basamempunyaibanyaksubkonsepdanmemerlukanpemahamanmendalam yang berkaitandengankonsepkimialainnya.Karakteristikinimembuatsiswakesulitandalammenghubungkanpengetahuanawal yang merekamilikidenganpengetahuanbaru yang diajarkan guru. Mayoritassiswasekedarmengetahuidanmenghafalkonsep yang diajarkantanpamemahamisecarabenarsehinggasiswaseringmengalamimiskonsepsi.Dalamupayamemperbaikimiskonsepsi yang terjadipadakonsepAsam-Basa, makapenelitianinidilakukandengantujuanuntukmengidentifikasijenis-jenismiskonsepsi yang dialamisiswakelas XI SMAN 5 Malang danmemperbaikimiskonsepsi yang dialamitersebutmenggunakanTeksPerubahanKonseptual (TPK).TPK merupakanhandoutyang berisipenjelasan, alasan, dankonsep yang diterimasecarailmiah. Penelitianinimenggunakanrancanganpenelitiandeskriptifdanpraeksperimental.Pengumpulan data dilakukandengantesdanwawancara.Tahapanpengumpulan data yaitu, pretes, wawancara, pembelajaranmenggunakan TPK, danpostes.Instrumenperlakuan yang digunakan TPK danRencanaPelaksanaanPembelajaran (RPP).Instrumenpengukuran yang digunakanadalahsoaltesdanpedomanwawancara.Data yang didapatkandianalisissecarakualitatifdankuantitatif. Berdasarkananalisa data, diperolehduasimpulansebagaiberikut.Pertama, miskonsepsi yang dialamisiswakelas XI SMAN 5 Malang padakonsepteoriasam-basaadalahpengertianasambasamenurutteoriAsam-Basa Arrhenius, peran air dansenyawa NF3dalamteoriAsam-BasaBrönsted-Lowry, dansifatsenyawa BF3serta AlBr3dalamteoriAsam-Basa Lewis. Miskonsepsi yang dialamisiswaselanjutnyaadalahpadakonsepnetralisasi, yaitureaksiasam-basaselalumenghasilkanproduk yang bersifatnetral.Miskonsepsi yang dialamisiswapadakonseppH dankekuatanasam-basaadalahberkaitandengannilaipH suatularutan, spesi di dalamlarutanasamkuat, basakuat, asamlemah, danbasalemah, kekuatanasamsuatusenyawaasamrelatifterhadapasam yang lain, danperhitungankonsentrasi H+padaasamlemah. Kedua, hasilujibedaskorpostesdanpretesmenunjukkannilai t = 10,431 untukkelas XI MIA 2 dan t = 9,712 untukkelas XI MIA 6 denganprobabilitassignifikansi< 0,05ataubahkan< 0,01. Data tersebutmenunjukkanbahwaadaperbedaanpemahamankonsepsebelummenggunakan TPK dansetelahmenggunakan TPK. Hasilpostessetelahmenggunakan TPK menunjukkannilai rata-rata lebihtinggidibandingkannilai rata-rata hasilpretessebelummenggunakan TPK.

Penerapan strategi pair check dengan menggunakan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan mengarang siswa kelas III SDN Pagentan 05 Singosari / Nurul Rahmawati

 

Kata Kunci : Strategi Pair Check, Media Gambar Seri, Mengarang. Tingkat kemampuan mengarang siswa kelas III SDN Pagentan 05 sangat rendah, hal ini disebabkan karena guru kurang menerapkan strategi yang beragam dan jarang menggunakan media pembelajaran dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Secara umum tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan strategi pair check dengan menggunakan media gambar seri terhadap kemampuan mengarang siswa kelas III SDN Pagentan 05 Singosari, serta mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis karangan siswa dengan menerapkan strategi pair check dengan menggunakan media gambar seri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas III SDN Pagentan 05 Singosari yang berjumlah 51 siswa. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa hasil menulis karangan siswa berdasarkan gambar seri dari aspek EYD, ide cerita, serta keruntutan kata dan kalimat. Kemampuan mengarang yang dapat dicapai oleh siswa pada siklus I pertemuan 1 mencapai rata-rata 61, pada pertemuan 2 rata-rata nilai naik menjadi 70. Sedangkan pada siklus II rata-rata nilai kemampuan mengarang meningkat menjadi 80, SKBM untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan Kecamatan Singosari adalah 70. Ini berarti sudah memenuhi SKBM yang telah ditentukan. Pada penelitian ini nilai rata-rata siswa mencapai 80, ini berarti secara klasikal telah dianggap tuntas belajar dan terjadi peningkatan kemampuan mengarang. Hendaknya guru dapat menerapkan strategi pair check dalam pembelajaran mengarang, serta menggunakan media gambar seri. Karena dengan menerapkan strategi pembelajaran yang dipadukan dengan menggunakan media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan siswa, serta aktivitas siswa dalam proses pembelajaran.

Kepemimpinan spiritual kepala sekolah dalam menerapkan pendidikan karakter (studi multi situs di MI Bustanul Ulum Batu dan SD Muhammadiyah 04 Batu) / Putri Wahyu Kurniawati

 

ABSTRAK Kurniawati, Putri Wahyu. 2015. Kepemimpinan Spiritual Kepala Sekolah dalam MenerapkanPendidikan Karakter (Studi Multi Situs di MI Bustanul UlumBatu dan SD Muhammadiyah 04 Batu). Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (1) Prof. Dr. Nurul Ulfatin, M.Pd, (II) Dr. H. A Supriyanto, M.Pd, M.Si. Kata kunci : kepemimpinan spiritual, kepala sekolah, pendidikan karakter Kepemimpinan spiritual dapat dikatakan sebagai kepemimpinan yang sempurna, karena selain harus memilik sifat kepemimpinan yang menonjol juga menggabungkan dengan etika dan sikap baik dari pemimpin tersebut. Kepemimpinan spiritual kepala sekolah sebagai upaya yang dapat memotivasi dan mendorong penghayatan serta internalisasi nilai-nilai yang diharapkan dimiliki oleh peserta didik dalam belajar karena orientasi kepemimpinan spiritual menuju pada kejujuran, tanggung jawab, dan akhlak sehingga hal ini berpengaruh kepada siapa saja yang berinteraksi dengan pemimpin ini. Penelitian ini secara khusus berusaha menemukan karakteristik spiritual yang menjadi pijakan kepala sekolah dalam pembentukan karakter siswa, dimana spiritualitas pemimpin tersebut akan diterapkan dan bagaimana hasil dari penerapan tersebut dalam pendidikan karakter siswa. Terdapat lima tujuan yang perlu dijawab dalam penelitian ini yakni; (1) karakteristik spiritual kepala sekolah di MI Bustanul Ulum Batu dan SD Muhammadiyah 4 Batu; (2)karakteristik spiritual yang diyakini kepala sekolah dalam pembentukan karakter sekolah di MI Bustanul Ulum Batu dan SD Muhammadiyah 4 Batu; (3) penerapan nilai-nilai spiritual kepala sekolah dalam pendidikan karakter sekolah di MI Bustanul Ulum Batu dan SD Muhammadiyah 4 Batu; (4)respon terhadap hasil kepemimpinan spiritual kepala sekolah dalam pembentukan karakter oleh warga sekolah di MI Bustanul Ulum Batu dan SD Muhammadiyah 4 Batu; (5)hambatan yang dialami kepala sekolah dalam menerapkan kepemimpinan spiritual dalam membentuk karakter dan pemecahannya di MI Bustanul Ulum Batu dan SD Muhammadiyah 4 Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dirancang menggunakan studi multi-situs, yaitu di MI Bustanul Ulum dan SD Muhammadiyah 04 di kota Batu Jawa Timur. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data meliputi (1) teknik observasi; (2) teknik wawancara; dan (3) teknik dokumentasi. Informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Data yang terkumpul melalui teknik tersebut, diperiksa dan dilakukan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakanmeningkatkanketekunanpengamatan, triangulasi, tersedianyareferensi, member check.Begitu data secara keseluruhan selesai diperiksa, data yang terkumpul dianalisis, dengan analisis dalam situs maupun analisis antar situs. Hasil penelitian meliputi; (1) karakteristik spiritual kepala sekolah antara lain nilai-nilai diri, nilai-nilai antara sesama dan nilai-nilai keagamaan dalam diri kepala sekolah terpenuhi yang terdiri dari teladan,disiplin diri memotivasi, ikhlas dan bertanggung jawab, dan kereligiusan pemimpin; (2) pandangan bahwa menjadi pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang bisa menjadi teladan dengan mendidik diri sendiri, menjalankan semua kegiatan atas nama dan meniru kepemimpinan Nabi Muhammad; (3) proses penerapan nilai-nilai spiritual kepala sekolah dalam pendidikan karakterditunjukkan dengan pemimpin spritual sebagai teladan, pemimpin spiritual sebagai pendidik, pemimpin spiritual sebagai motivator, pemimpin spiritual sebagai pengembang kegiatan dan dalam mempimpin sekolah berpedoman pada Ahlus Sunnah Wa al-Jama’ah Al-Quran serta sunah Nabi Muhammad; (4) hasil penerapan kepemimpinan spiritual kepala sekolah dalam pembentukan karakter dianggap baik oleh warga sekolah ditunjukkan dengan peningkatan kedisiplinan siswa, peningkatan perilaku siswa, peningkatan prestasi dan peningkatan ibadah siswa; (5) hambatan yang dialami kepala sekolah meliputisenioritas yang masih dijunjung tinggi, memimpin sebatas lingkungan sekolah dan kurangnya dukungan orang tua. Berdasarkan hambatan yang dilalui penyelesaiannya yaitupendekatan secara perlahan dan tetap memberikan teladan adalah mengoptimalkan penanaman nilai-nilai karakter yang baik di sekolah Penelitian ini disarankan kepada; (1) kepala sekolah, agar memperhatikan lingkungan disekitar siswa dan komunikasi dengan orangtua terus dikembangkan; (2) kementrian pendidikan dan kebudayan, agar memberi penguatan serta pemahaman kepada kepala sekolah tentang kepemimpinan spiritual agar dapat dikembangan di sekolah-sekolah lainnya; (3) mahasiswa manajemen pendidikan, agar memperdalam konsep-konsep kepemimpinan dan khususnya memperkaya konsep kepemimpinan spiritual; (4) Peneliti lanjutan, lebih mengembangkan penelitian tentang kepemimpinan spiritual dari berbagai bidang agar bermanfaat bagi sesama.

Pengaruh persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa Program IPS pada mata pelajaran akuntansi di MAN Tulungagung I / Wahyu Joko Santoso

 

Kata Kunci: persepsi, kompetensi pedagogik guru, motivasi belajar, prestasi belajar siswa. Kompetensi pedagogik yaitu kemampuan mengelola pembelajaran yang mencakup konsep kesiapan mengajar yang ditunjukkan oleh penguasaan pengetahuan dan ketrampilan mengajar. Kompetensi ini harus dimiliki setiap guru agar tercapai keberhasilan dalam belajar. Selain kompetensi pedagogik guru, motivasi belajar juga merupakan faktor dari keberhasilan belajar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanasi yang dilakukan di MAN Tulungagung 1. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 267 siswa kelas X dan XII yang mendapatkan pelajaran Akuntansi. Sampel yang digunakan sejumlah 61 siswa. Untuk memperoleh data tentang kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar digunakan teknik angket yang diukur dengan skala Likert. Sedangkan data prestasi belajar siswa diperoleh dari dokumen sekolah yang berupa nilai ulangan tengah semester 2 tahun pelajaran 2009-2010. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan uji hipotesis menunjukkan adanya pengaruh secara simultan antara kompetensi pedagogik gur dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi di MAN Tulungagung 1. Hal ini ditunjukkan oleh persamaan regresi koefisien Y = 55,764 + 0,208X1 + 0,254X2 ,dari persamaan regresi tersebut dapat diartikan dengan adanya peningkatan kompetensi pedagogik guru sebesar satu satuan maka prestasi belajar siswa akan meningkat sebesar 0,208 dan motivasi belajar siswa akan meningkat sebesar 0,254. Sedangkan konstanta sebesar 55,764 artinya jika kompetensi pedagogik guru (X1) dan motivasi belajar siswa (X2) nilainya 0, maka prestasi belajar siswa (Y) nilainya adalah 55,764.dan juga dapat dilihat dari nilai F = 3,155 pada α 5% dan diperoleh dari probabilitas (p) sebesar 0,001 sehingga variabel terikat prestasi belajar dapat di pengaruhi oleh dua variabel bebas yaitu kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar. Besar R square adalah 0,510, hal ini berarti 51% perubahan variabel Y disebabkan oleh kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar siswa sedangkan sisanya 49% disebabkan oleh faktor diluar perubahan variabel X1 dan X2. Berdasarkan hasil penelitian disarankan guru meningkatkan kompetensi pedagogik dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas dan bagi siswa hendaknya meningkatkan motivasi belajar.

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement divisions berbasis contextual teaching and learning untuk meningkatkan kualitas proses untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar IPA (studi pada siswa kelas IV SDN Pagentan 02 Singosari Kabupate

 

ABSTRAK Suprapti, Yuni., 2015.Penerapan Pembelajaran Kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions Berbasis Contextual Teaching and Learning untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar IPA(Studi pada Siswa Kelas IV SDN Pagentan 02 Singosari Kabupaten Malang ).Tesis Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs.IWayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D, (2) Prof. Dr. H. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed. Kata Kunci : Pembelajaran IPA, Pembelajaran Kooperatif STAD berbasis CTL, Proses Belajar, Hasil Belajar Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar sesuai KTSP 2006 menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pelaksanaan pembelajaran IPA seharusnya tidak hanya berorientasi pada konsep, fakta, dan prinsip yang hanya dihafal saja tetapi melalui pengalaman dan penemuan langsung dari proses yang ilmiah. Siswa belajar IPA melalui mengalami langsung dan aktif menemukan sendiri apa yang dipelajari dengan proses dan cara ilmiah. Permasalahan dalam pembelajaran IPA yang terjadi di kelas IV SDN Pagentan 02 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang adalah keaktifan, antusias, dan respon siswa terhadap pembelajaran IPA yang masih kurang dan hasil belajar siswa rendah. Penelitian berikut bertujuan untuk memecahkan masalah rendahnya kualitas proses dan hasil belajar IPA Siswa Kelas IV SDN Pagentan 02 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dengan 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 langkah yaitu: perencanaan (plan), tindakan (action) dan pengamatan (observation), refleksi (reflection), serta perbaikan (revised). Peneliti sebagai perencana dan pelaksana penelitian dalam pengambilan data dibantu oleh dua orang observer. Data penelitian diperoleh dari deskripsi kualitas proses penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions berbasis Contextual Teaching and Learning dan dari tes hasil belajar siswa. Teknik yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan tes. Instrumen penelitian berupa hasil observasi, wawancara, dan hasil tes akhir pembelajaran. Kriteria keberhasilan penelitian berupa: 1) pencapaian target kualitas proses sebesar 85 % pada siklus 1 dan 90 % pada siklus 2, dan 2) pencapaian target hasil belajar seluruh siswa mencapai KKM yaitu 75 pada siklus 1 dan 85 pada siklus 2. Kualitas proses meliputi keterlaksanaan aktivitas siswa yang diamati berupa 5 aspek sikap siswa (aktif, antusias, responsif, komunikatif, kerjasama saling membantu) ketika pembelajaran berlangsung. Keterlaksanaan pembelajaran Student Teams Achievement Divisions berbasis Contextual Teaching and Learningyang baik oleh guru juga diamati untuk menguatkan pencapaian keberhasilan penelitian. Hasil belajar diperoleh dari hasil tes individu siswa pada akhir pembelajaran dalam 1 siklus. Hasil penelitian tindakan kelas yaitu: Pertama, keterlaksanaan RPP dan strategi dalam pembelajaran Student Teams Achievement Divisions berbasis Contextual Teaching and Learningpada siklus 1 sebesar 91,5 % dan sebesar 96 % pada siklus 2. Indikator yang tampak terkait kualitas proses adalah aktivitas siswa dalam pembelajaran tampak terlaksana oleh lebih dari 25 siswa atau hamper seluruh siswa di kelas. Kedua, peningkatan hasil belajar siswa sebesar 5 % berupa peningkatan nilai rata-rata perolehan tes tulis ( kognitif ) pada akhir siklus 1 dan 2. Hasil belajar yang diperoleh pada siklus 1 telah melebihi KKM yaitu 88,2 dan pada siklus 2= 92,6. Seluruh siswa di siklus 1 mencapai KKM dan di siklus 2 hampir seluruh siswa melebihi KKM. Berdasarkan temuan diatas maka disarankan sebagai berikut : pertama bahwa penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions berbasis Contextual Teaching and Learning dapat digunakan sebagai solusi pemecahan masalah rendahnya kualitas proses dan hasil belajar IPA di Sekolah Dasar. Kedua untuk dapat melaksanakan model pembelajaran tersebut diperlukan waktu dan kemampuan yang lebih karena itu perlu bagi guru untuk mempersiapkan dengan matang dan terus mengembangkan kemampuan. Ketiga, dengan mempertimbangkan keberhasilan dan kebermanfaatan model pembelajaran tersebut perlu diterapkan secara berkesinambungan dan menjadi kebiasaan siswa aktif – responsive terhadap pembelajaran.

Pengembangan media forum berbagi dan belajar online tentang kecakapan hidup dalam berwirausaha di Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang / Nur Asri Handayani

 

Kata kunci: Pengembangan, Media Forum Online, Kewirausahaan Kewirausahaan merupakan proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut dapat berupa ide inovatif, peluang, atau cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Media forum online tentang kecakapan hidup berwirausaha dikembangkan sebagai salah satu media untuk mewadahi mahasiswa dalam belajar dan membagi pengetahuan mereka tentang kewirausahaan dengan memanfaatkan teknologi internet dengan melalui aplikasi Learning & Content Management System (LCMS). Pengembang menerapkan model pengembangan Davidson-Shivers dan Rasmussen yang memiliki fase-fase pengembangan antara lain : 1). analisa; 2). rencana evaluasi 3) fase serentak yang meliputi desain, pengembangan sistim, ujicoba dan implementasi dan evaluasi formatif. Fase ini dapat dilakukan bekali-kali hingga batas waktu yang tidak ditentukan; 4). implementasi menyeluruh; 5). evaluasi sumatif dan penelitian. Karena keterbatasan waktu pengembangan, maka fase bertautan hanya dilakukan satu kali sehingga model ini dimodifikasi menjadi 7 tahapan yaitu, 1) tahap analisis masalah; 2) tahap pengembangan instrument evaluasi; 3) tahap desain; 4) tahap pengembangan media; 5) tahap implementasi terbatas; 6) tahap evaluasi formatif; 7) tahap implementasi penuh. Tujuan dari pengembangan ini adalah 1) menghasilkan web forum berbagi dan belajar online tentang kecakapan hidup dalam berwirausaha serta panduan pemanfaatannya di jurusan Teknologi Pendidikan FIP UM; 2) mengetahui validitas dari web forum berbagi dan belajar online tentang kecakapan hidup dalam berwirausaha di jurusan Teknologi Pendidikan FIP UM sebagai media memiliki kualifikasi media yang valid sebagai media untuk mewadahi aktifitas pembelajaran berwirausaha bagi mahasiswa TEP FIP UM. Pengembangan ini menggunakan rancangan deskriptif. Sasaran utama dari pengembangan media ini adalah mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan angkatan 2007-2010. Untuk mendapatkan data validitas hasil pengembangan media, digunakan angket yang ditujukan pada ahli materi, ahli media, dan audiens. Kemudian, data yang dapat diinterprestasikan untuk mengetahui kevalidan dari media. Hasil interprestasi angket menunjukan bahwa secara umum media yang dikembangkan sudah memiliki kevalidan yang baik. Ahli media memberikan prosentase sebesar 87,5%, ahli materi memberikan prosentase sebesar 80%, dan audiens memberikan prosentase sebesar 89%.

Analisis hasil karya Montage pada pembelajaran seni rupa KD mengekspresikan diri melalui karya seni lukis/gambar kelas VIII SMP Negeri 1 Tajinan / Jumiati

 

ABSTRAK JUMIATI. 2015. Analisis Hasil Karya Montage pada Pembelajaran Seni Rupa KD Mengekspresikan Diri Melalui Karya Seni Lukis/Gambar Kelas VIII SMP Negeri 1 Tajinan. SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dra. Ida Siti Herawati, M.Pd. Kata kunci: karya montage, pembelajaran seni budaya, SMP Negeri 1 Tajinan Pada pembelajaran Seni Budaya (Seni Rupa) kelas VIII SMP Negeri 1 Tajinan KD mengekspresikan diri melalui karya seni lukis/gambar mengembangkan kreativitas dengan berkarya montage. Peserta didik menuangkan kreasi idenya menggunakan teknik menempelkan gambar yang ada pada koran, majalah, kalender atau lainnya; yaitu menggunting gambar fauna atau gambar lain kemudian menempelkan pada bidang kertas menjadi tema baru. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan tema, unsur-unsur, dan prinsip-prinsip yang terdapat pada hasil karya peserta didik berupa karya seni montage pada pembelajaran seni rupa KD mengekspresikan diri melalui karya seni lukis/gambar kelas VIII SMP Negeri 1 Tajinan. Adapun unsur-unsur yang diteliti meliputi unsur bidang, warna, dan tekstur; sedangkan prinsip-prinsipnya antara lain: komposisinya, keseimbangan, dan pusat perhatian (center of interest). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan proses pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Tahap penelitian yang dilakukan adalah persiapan penyusunan rancangan penelitian, pelaksanaan, menganalisis data, dan penyelesaian menyusun laporan. Data yang dianalisis adalah karya montage sebanyak tujuh gambar yang merupakan karya kerja kelompok kelas VIII-B sebagai subyeknya. Hasil penelitian adalah (1) ada kecenderungan persamaan dalam tema karya montage yaitu lingkungan kehidupan peserta didik sehari-hari, bukan imajinasinya. Adapun temanya adalah lingkungan tamasya, danau pada sore hari, dua coban, lingkungan pegunungan, lingkungan tempat tinggal, dan lingkungan bencana alam; (2) unsur-unsur pada karya montage, unsur bidang: ada kecenderungan pengaturan posisi bidang gambar yaitu horizontal seperti saat menggambar menggunakan buku gambar; unsur warna: penggunaan warna bervariasi sesuai yang didapatkan pada warna potongan gambar, ada kecenderungan dalam penggunaan warna yaitu hitam, biru, dan kelabu; tekstur karya semuanya sama yaitu semu; (3) sedangkan penerapan prinsip-prinsip dalam karya montage yaitu komposisinya berupa teknik menyusun potongan gambar hampir sama banyaknya antara yang rapi, menyatu dengan yang tidak rapi, tidak menyatu; keseimbangan: ada kecenderungan keseimbangan asimetris; dan pusat perhatian (center of interest)-nya terletak menyebar pada bagian atas, kiri dan tengah dari karya. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk pengembangan berkreativitas dalam menggambar/melukis dapat dilakukan dengan menggunakan teknik berkarya montage dengan bahan yang murah dan mudah didapat. Dalam hal ini dapat dilakukan untuk berkarya di sekolah maupun di rumah.

Sejarah perkembangan daerah transmigrasi (studi kasus di Kecamatan Air Saleh Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan tahun 1980-2014 dan kontribusinya bagi pembelajaran sejarah lokal / Sukresna Aji

 

ABSTRAK Aji, Sukresna. 2015. Sejarah Perkembangan Daerah Transmigrasi (Studi Kasus di Daerah Kecamatan Air Saleh Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan Tahun 1980-2014 dan Kontribusinya bagi Pembelajaran Sejarah Lokal).Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. I Wayan Legawa, M.Si Kata Kunci: perkembangan, transmigrasi Transmigrasi di Indonesia sudah dimulai sejak zaman kolonial, dimana tujuan awal untuk memindahkan masyarakat miskin Jawa kedaerah luar Jawa. Setelah masa kemerdekaan transmigrasi lebih diarahkan kepada masalah-masalah bangsa Indonesia pada saat itu seperti, meratakan persebaran penduduk, meningkatkan produktivitas pertanian khususnya bahan pangan, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta meningkatkan ketahanan dan keamanan nasional. Transmigrasi secara deskriptif umum yaitu pemindahan penduduk Indonesia dari satu pulau kepulau yang lain yang jarang penduduknya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup latar belakang daerah Air Saleh sebagai tujuan transmigrasi, kondisi Air Saleh awal kedatangan pioner, serta perkembangan daerah transmigrasi dari aspek sosial, ekonomi, dan budaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, melalui tahap-tahap pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: Pertama, latar belakang Kecamatan Air Salehsebagai salah satu daerah tujuan transmigrasi,adalah: a). jenis tanah/tingkat kesuburan, b). tingkat strategis daerah, c). tingkat kependudukan, d). pemanfaatan lahan kosong, e). peningkatan produksi pertanian, f). daerah pasang surut, dan g). faktor sosial lainnya. Kedua, kondisi awal Kecamatan Air Saleh pada awal kedatangan pioner, yang dapat dijabarkan menjadia). kondisi awal lahan, b). kondisi awal ekonomi, dan c). kondisi awal sosialnya. Pada masa-masa awal kedatangan pioner di daerah Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Air Saleh untuk kondisi lahan belum bisa digarap secara maksimal karena masih berupa lahan belukar. Sedangkan kondisi ekonominya masih belum bisa berkembang, hal ini disebabkan karena para transmigran belum mendapatkan penghasilan dari lahan yang diberikan. Untuk kondisi sosialnya pada awal kedatangan transmigran memang sudah tersedia sarana umum, namun hal itu dalam kondisi yang masih buruk, keadaan tersebut dipengaruhi oleh masih belum berjalannya perekonomian masyarakat transmigran pada awal kedatangan mereka. Ketiga, mengenai perkembangan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya. Keadaan dari ketiga masalah diatas didapatkan beberapa pembabakan dalam perkembangannya. Pembabakan yang pertama dimulai pada awal kedatangan pioner serta pembukaan lahan oleh transmigran (1980-1987), pada tahap ini para transmigran lebih terkonsentrasi untuk membuka lahan pertanian. Pembabakan yang keduadimulai tahun (1988-2005) yang mana tahap ini merupakan pembentukan desa di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Air Saleh. Pada tahap ini perkembangan yang paling menonjol yaitu perubahan teknis pertanian di daerah UPT Air Saleh, selain itu kehidupan masyarakat transmigrasi juga mulai tampak menuai hasil. Pembabakan yang ketiga dimulai tahun (2006-2014), tahap ini merupakan terbentuknya UPT Air Saleh menjadi kecamatan sendiri. Banyak perkembangan yang terjadi di Kecamatan/UPT Air Saleh setelah menjadi kecamatan sendiri, yaitu masuknya listrik ke pemukiman transmigran, mulai dibangunnya jalan desa menjadi jalan beton dan sebagian desa telah masuk program air bersih.Kontribusi bidang pendidikan studi ini dengan memasukkan materi pada pembelajaran sejarah, khususnya sejarah lokal. Penelitian mengenai masalah-masalah kehidupan masyarakat transmigrasi perlu dikaji lebih lanjut, kususnya terkait dengan bidang sosial dan budayanya. Selain itu pembangunan yang bersifat arif atau tidak merusak kehidupan ekosistem lain juga sangat perlu dikembangkan. Peninjaun terlebih dahulu sebelum mengambil kebijakan untuk membangun daerah Transmigrasi Kecamatan Air Saleh juga dirasa sangat perlu.

Dinamika seni pertunjukan wayang thengul di Desa Padangan Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro tahun 1956-2014 / May Ieristu Diah Setyani

 

ABSTRAK Setyani, May Ieristu Diah. 2015. Dinamika Seni Pertunjukan Wayang Thengul di Desa Padangan Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro Tahun 1956-2014. Skripsi. Jurisaan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Abdul Latif Bustami, M.Si. Kata Kunci: dinamika, seni pertunjukan, wayang thengul Wayang Thengul adalah salah satu jenis seni pertunjukan yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro. Seni pertunjukan wayang dari Bojonegoro ini terbuat dari kayu berbentuk boneka yang diberi pakaian serta aksesoris sesuai dengan kedudukan dan perannya. Wayang Thengul pada awalnya dipentaskan untuk acara hiburan masyarakat. Seiring perkembangannya banyak dipentaskan untuk hajatan dan acara bersih desa atau masyarakat Kabupaten Bojonegoro menyebutnya dengan manganan. Kesenian tersebut mengalami dinamika dalam perkembangannya. Dinamika yang dialami wayang thengul tergantung pada perubahan sosial dan kebudayaan masyarakatnya. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui sejarah seni pertunjukan wayang thengul di Desa Padangan Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro, 2) mengetahui karakteristik seni pertunjukan wayang thengul, 3) mengetahui dinamika seni pertunjukan wayang thengul di Kabupaten Bojonegoro tahun 1956-2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Metode penelitian ini terdiri dari 1) pemilihan topik, 2) heuristik, 3) verifikasi, 4) historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terbentuknya kesenian wayang thengul berawal dari tahun 1950 Ki Dalang Santoso mulai mengembangkan kesenian wayang thengul di tengah-tengah masyarakat Desa Padangan Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro untuk ngamen dari satu desa ke desa lainnya. Seiring perkembangannya wayang thengul semakin dikenal masyarakat hingga berkembang dipentaskan dalam hajatan dan kegiatan bersih desa atau manganan masyarakat Bojonegoro. Tahun 1960, wayang thengul mengalami kemunduran karena terjadi pergolakan politik di Indonesia yang menyebabkan wayang thengul tidak dapat dipentaskan. Setelah itu tpada tahun 1970-1985 wayang thengul mulai merintis kembali dan terus berkembang di masyarakat Kabupaten Bojonegoro. Tahun 1985-2000 semakin berkembang pesat, hingga pertengahan tahun 2000 kesenian wayang thengul mulai tergeser keberadaannya oleh seni pertunjukan modern. Tahun 2010-2014 setelah mengalami kemunduran bahkan hampir punah, pemerintah daerah melakukan upaya revitalisasi kesenianwayang thengul untuk menghidupkan kembali kesenian tradisional wayang thengul. Berdasarkan hasil penelitian mengenai dinamika seni pertunjukan Wayang Thengul di Desa Padangan Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro tahun 1956-2014, maka dapat dikemukakan saran bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro lebih untuk memperhatikan dan terus meningkatkan potensi kesenian yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Bagi para pelaku seni pertunjukan Wayang Thengul yaitu dalang pada khususnya harus lebih meningkatkan wawasan serta kreativitas. Bagi masyarakat diharapkan berperan serta dalam melestarikan seni pertunjukan Wayang Thengul di Kabupaten Bojonegoro untuk menjaga eksistensinya.

Kerusuhan di Situbondo dan kontribusinya dalam pendidikan multikultural 1996-2014 / Febryan Atieka Putri

 

ABSTRAK Putri, Febryan Atieka. 2015. Kerusuhan Di Situbondo dan Kontribusinya dalam Pendidikan Multikultural 1996-2014. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Dewa Agung Gede Agung, M.Hum. Kata Kunci: Kerusuhan, Pendidikan Multikultural. Kerusuhan di Situbondo, Kamis 10 Oktober 1996 terjadi di enam kecamatan yang diawali oleh Kecamatan Situbondo. Berawal dari ketidakpuasan massa terhadap vonis persidangan terdakwa Saleh atas tuduhan kasus pelecehan agama Islam dan almarhun KH. As’ad Syamsul Arifin yang dinilai terlalu ringan, kemudian berlanjut dengan membakar gedung PN Situbondo bersamaan dengan tujuh gereja dan panti asuhan Kristen. Satu gereja lain serta toko-toko orang Cina dirusak oleh massa. Berdasarkan gambaran di atas, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup; (1) Kondisi kehidupan masyarakat Kecamatan Situbondo sebelum tahun 1996, (2) Faktor pemicu kerusuhan 10 Oktober 1996, (3) Dampak kerusuhan 1996 serta kontribusinya dalam pendidikan multikultural bagi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis. Langkah-langkah yang digunakan meliputi; pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari arsip dan dokumen terkait peristiwa 1996, sejarah lisan, serta studi literatur. Data yang diperoleh kemudian diolah melalui kritik ekstern dan kritik intern. Selanjutnya peneliti melakukan interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa; (1) Kondisi kehidupan masyarakat Kecamatan Situbondo sebelum tahun 1996 antar umat beragama tercipta cukup baik, namun maraknya pembangunan gereja-gereja telah menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan umat muslim, (2) Berawal dari kasus persidangan terdakwa Saleh kemudian dipicu adanya isu yang mengatakan bahwa Saleh disembunyikan di gereja, lalu berlanjut pada pengrusakan dan pembakaran gedung kantor PN Situbondo serta sejumlah bangunan terutama gereja dan sekolah Kristen. Merupakan hasil rekayasa karena kasus Saleh murni internal muslim, terlebih lagi setelah diketahui adanya keterlibatan orang luar Situbondo, pengrusakan dan pembakaran terjadi diwaktu bersamaan, serta dilakukannya pertemuan rahasia yang membahas perencanaannya, (3) Secara khusus kerusuhan 1996 berdampak positif bagi hubungan sosial-agama antar umat beragama, dibuktikan dengan adanya kerjasama dalam berbagai kegiatan yang mencerminkan wujud toleransi beragama sebagai pendidikan multikultural di masyarakat. Misalnya bazar ramadhan, dialog antar umat beragama, dan silaturahmi ke tokoh-tokoh agama. Lebih jauh lagi, semua gereja di Situbondo yang semula ilegal memiliki izin resmi pembangunan rumah ibadah dari pemerintah. Berdampak negatif karena mengakibatkan kerugian besar terutama di Kecamatan Situbondo, musnahnya berkas-berkas perkara di pengadilan, dan menimbulkan efek trauma terutama bagi umat Kristiani yang masih dirasakan hingga saat ini. Hendaknya pemerintah mampu meningkatkan pelaksanaan penanaman pendidikan multikultural dengan menumbuhkan kesadaran toleransi bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan yang dilakukan secara berkala, dengan melibatkan semua elemen umat beragama tidak hanya terbatas pada tataran tokoh agama saja. Jadi tidak hanya dilakukan selama beberapa waktu saja tetapi berulang terus. Melalui penelitian ini karena belum mampu mengungkap bagaimana latar belakang kerusuhan yang sebenarnya, maka disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk dapat mengungkapnya demi melengkapi informasi terkait kerusuhan 10 Oktober 1996 di Situbondo secara utuh.

Laporan perhitungan tugas pengairan
disusun oleh Sudarno

 

Penerapan kegiatan menari untuk meningkatkan konsentrasi anak Kelompok A TK Al-Fadholi Kota Malang / Linda Siswati

 

ABSTRAK Siswati, Linda. Penerapan Kegiatan Menari Untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak Kelompok A TK Al-Fadholi Kota Malang. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, FIP. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Kentar Budhojo, M.Pd, (II) Retno Tri Wulandari, S. Pd., M. Pd. Kata Kunci: Kegiatan Menari, Konsentrasi, TK Penelitian ini berlatar belakang pada kurangnya kemampuan konsentrasi siswa kelompok A dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Faktor penyebab dari permasalahan ini adalah tingkat konsentrasi anak yang relatif lebih pendek dibandingkan anak seusia 4 tahun dan energi anak yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan cara penerapan kegiatan menari untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi anak kelompok A TK Al-Fadholi. 2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan konsentrasi anak kelompok A TK Al-Fadholi Kota Malang dengan kegiatan menari. Penelitian ini dilakukan di TK Al-Fadholi Kota Malang Kelompok A yang berjumlah 20 anak, mulai bulan Oktober sampai Desember 2014. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Adapun tahap-tahap penelitiannya terdiri dari 3 siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan (plan), pelaksanaan (act), pengamatan (observe), refleksi (reflect). Teknik analisis data menggunakan teknik observasi dan teknik dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah penilaian perkembangan anak dan pedoman dokumentasi berupa kumpulan foto. Hasil analisis data menunjukkan: (1) Penerapan kegiatan menari untuk meningkatkan konsentrasi anak pada siklus I pertemuan 1 belum optimal karena tarian yang dipilih adalah tarian yang sudah diajarkan beberapa kali kepada anak sehingga muncul kebosanan dan gerakannya juga agak sulit sehingga anak menjadi kurang berminat, kemudian dilakukan perubahan jenis tarian pada siklus pertemuan 2 belum optimal karena jenis tarian baru sehingga anak-anak masih harus mempelajari gerakannya, dilanjutkan pada siklus II jenis tarian yang sama anak sudah lebih hafal dengan gerakannya karena gerakan lebih sederhana dan mudah diikuti, (2) Penerapan kegiatan menari dapat meningkatkan konsentrasi anak kelompok A TK Al-Fadholi Kota Malang. Hasil dari siklus I dengan kegiatan menari adalah 10%, dan siklus II adalah 100%. Hal ini dapat dilihat dari hasil prosentase siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 90%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan penerapan kegiatan menari dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi anak usia dini. Kepada peneliti lanjutan disarankan, temuan ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan sebagai refleksi untuk mengembangkan hasil penelitian penerapan kegiatan menari dibidang yang lain seperti kemampuan pembiasaan, berbahasa, kognitif, fisik motorik, dan seni.

Pengaruh keberadaan objek wisata Bendungan Sutami terhadap peroilaku remaja di Desa Karangkates / Putri yulia Cahyono

 

ABSTRAK Cahyono, Putri Yulia. 2016. Pengaruh Keberadaan Objek Wisata Bendungan Sutami terhadap Perilaku Remaja di Desa Karangkates. Skripsi, Prodi Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Dewa Putu Eskasasnanda, S.Ant, M.A, (II) Dr. I Nyoman Ruja, S.U Kata Kunci: Pariwisata, Objek Wisata, Perilaku Remaja Indonesia merupakan negara yang memiliki keindahan alam yang begitu banyak, salah satunya keindahan alam yang ada di wilayah Malang Jawa Timur. Terdapat sebuah objek wisata Bendungan Sutami yang terletak strategis dan memiliki keindahan alam yang menarik untuk dinikmati. Membanjirnya wisatawan yang datang ke objek wisata Bendungan Sutami membuat pengelola objek wisata dan masyarakat setempat melakukan pengembangan pembangunan sarana prasarana penunjang objek wisata tersebut. Namun pada kenyataannya sarana prasarana penunjang yang ada membawa pengaruh negatif terhadap perilaku remaja karena fasilitas dan kebebasan yang diberikan. Penelitian ini memunculkan beberapa rumusan masalah antara lain: (1) sarana dan prasarana apa saja yang tersedia di objek wisata Bendungan Sutami Karangkates, (2) sarana prasarana apa yang tersedia dari objek wisata Bendungan Sutami yang dapat berpengaruh terhadap perilaku remaja, (3) bagaimana bentuk-bentuk perilaku remaja yang bersifat negatif, (4) bagaimana strategi masyarakat untuk mengatasi pengaruh sarana prasarana yang ada terhadap perilaku remaja yang negatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumen atau literatur dan dokumentasi atau audiovisual. Analisis data yang digunakan adalah model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Sarana prasarana pokok yang utama adalah bendungan dan hutan di sekelilingnya yang ditunjang dengan sarana prasarana yang disediakan oleh pengelola objek wisata dan yang didirikan pribadi oleh masyarakat serta terdapat sarana prasarana pelengkap, (2) Sarana prasarana yang didirikan pribadi oleh masyarakat membawa pengaruh negatif terhadap perilaku remaja karena fasilitas dan kebebasan yang diberikan, (3) Bentuk-bentuk perilaku remaja yang negatif meliputi minum-minuman keras, berkelahi, berpacaran yang tidak semestinya, judi, balapan liar, menonton film porno, (4) Strategi yang dilakukan untuk mengatasi pengaruh negatif yang ada yakni dengan mengerahkan bantuan pihak keamanan seperti kepolisian dan satpam. Saran yang dianggap dapat bermanfaat yakni meningkatkan mutu dan kualitas objek wisata salah satunya dengan menambah pertunjukkan seni budaya dan saling bekerjasama dengan pihak-pihak terkait agar terjalin kenyamanan dan keamanan.

Penerapan model pembelajaran team game tournament menggunakan permainan teka teki silang (crossword puzzle) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar sejarah siswa kelas XI IPS 2 SMA Panjura Malang / Uma Febriana

 

ABSTRAK Febriana, Uma. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Team Game Tournament Menggunakan Permainan Teka Teki Silang (Crossword Puzzle) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Panjura Malang. Skripsi. Jurusan Sejarah FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Kasimanuddin Ismain, M.Pd. Kata kunci: Team Game Tournament, permainan teka teki silang, motivasi belajar, hasil belajar. Di dalam proses belajar motivasi sangat dibutuhkan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktifitas belajar. Selain itu motivasi diperlukan untuk meningkatkan hasil belajar. Pada pelaksanaan proses belajar sering ditemukan kondisi siswa yang kurang memiliki motivasi dan berakibat pada kurangnya hasil belajar, hal ini banyak disebabkan oleh kurang bervariasinya model pembelajaran yang digunakan guru ketika menyampaikan materi, sehingga mengakibatkan siswa menjadi jenuh dan tidak bersemangat dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran team game tournament menggunakan permainan teka teki silang untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 Panjura Malang Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas dengan langkah: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif dimana pemberi tindakan adalah guru kelas sendiri sedangkan peneliti bertindak sebagai observer serta penyedia kelengkapan pembelajaran yang akan digunakan selama proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dikelas XI IPS 2 SMA Panjura Malang dengan jumlah siswa sebanyak 29 siswa dan dilakukan selama dua siklus. Instrumen yang digunakan yaitu format catatan lapangan, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, lembar observasi motivasi siswa (ARCS), soal pre tes dan post tes, lembar observasi afektif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah yang menerapkan model team game tournament menggunakan permainan teka teki silang dapat meningkatkan motivasi belajar dari segi attention, relevance, confidence, dan satisfaction, selain itu juga meningkat hasil belajar dari segi kognitif maupun afektif. Data yang diapat dari hasil penelitian menunjukkan peningkatan klasikal dari siklus I ke siklus II. Peningkatan motivasi yaitu sebesar 59.5% menjadi 86%, sedangkan hasil belajar kognitif menunjukkan ketuntasan klasikal sebesar 33.33% menjadi 81.48%, sedangkan hasil belajar afektif nilai klasikalnya sebesar 88.5% meningkat menjadi 96.2%. Peningkatan ini sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh SMA Panjura Malang yaitu SKM sebesar 2.67 dan ketuntasan klasikal sebesar 75%. Dapat disimpulkan bahwa data peningkatan siswa telah melampaui standar ketuntasan klasikal. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka peneliti merekomendasikan agar model pembelajaran ini dapat diterapkan dalam pembelajaran sejarah agar dapat menumbuhkan motivasi belajar dan meningkatkan hasil belajar siswa.

Perencanaan saluran drainase pada jalan poros Dukuh Krajan Desa Selorejo Kecamatan Dau / Yogi Kinanta Pratian Putra

 

ABSTRAK Putra , Yogi Kinanta Pratian.2015. PerencanaanSaluranDrainasePadaJalan PorosDukuhKrajanDesa Selorejo Kecamatan. Proyek Akhir, Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan. FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Pribadi, S.T, M.T (2) Drs. Wasis, M.T. Kata Kunci: Saluran Drainase, Jalan Poros, Desa Selorejo Kecamatan Dau. Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan desa.Desa Selorejo berada di kaki bukit/dataran tinggi di kecamatan Dau, lokasinya berada pada daerah Kabupaten Malang bagian utara.Lokasinya lebih kurang 17 km dari ibukota Malang dan 7 km dengan kota kecamatan terdekat, denganjalanporos yang panjangnya 1000 m tanpasalurandrainasesehinggabilaterjadihujanairnyaakanmeluapkejalan. TujuanProyekAkhirini adalah (1) membuat desain saluran drainase jalan poros Dukuh Krajan Desa Selorejo Kecamatan Dau(2) menentukan spesifikasi teknis saluran drainase jalan poros Dukuh Krajan Desa Selorejo Kecamatan Dau (3) menghitung rencana anggaran biaya pembangunan saluran drainase jalan poros Dukuh Krajan Desa Selorejo Kecamatan Dau. Hasilperhitunganmendesain saluran drainase pada jalan poros mulai titik A.0 s/d A.8 dipergunakanbentukbentuk trapesium adalahsebagaiberikut : (1) lebar atas 117 cm, lebar dasar saluran 60 cm, tinggi basah saluran 50cm, dan tinggi jagaan 15 cmdengan data hidrologi debit aliran dalam saluran = 0,377 m³/det, debit banjir maksimum rencana periode5 tahunan = 0,376 m³/det, kecepatan aliran = 0,845 m/det, dan intensitas hujan = 79,052 mm/jam (2) spesifikasiteknikpembuatansalurandrainaseiniuntukpasanganmenggunakanpasanganbatu kali, campuranuntukspesimenggunakancampuran 1PC:4PS, Plesteransiarmenggunakancampuran 1PC:2PS, plesteran ban menggunakancampuran 1PC:4PS danmemilikikemiringandasarsaluransebesar 0,001 (3) RencanaAggaranBiayapadaPerencanaan Saluran Drainase Pada Jalan Poros Dukuh Krajan Desa Selorejo Kecamatan DaunilainyaadalahsebesarRp. 1,434,926,000.00(Terbilang: Satu miliar empat ratus tiga puluh empat juta Sembilan ratus dua puluh enam ribu rupiah) Untuk pembuatan saluran sebaiknya menggunakan bentuk trapesium, karena saluran bentuk trapesium itu lebih mudah untuk pengerjaannya, sertadapat menampung volume air yang lebih banyak dari bentuk saluran yang lainnya. .

Monitoring dan kendali frekuensi generation sinkron satu fasa berbasis PC berdasarkan perubahan beban / Anas Taufik Purwanto

 

ABSTRAK Purwanto, AnasTaufik.2015.Monitoring danKendaliFrekuensi Generator Sinkron 1 FasaBerbasis PCBerdasarkanPerubahan Beban. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hari Putranto(II)M. Rodhi Faiz, S.T., M.T. Kata Kunci:Generator Sinkron,NI USB 6008, Labview,Front Panel Padasistemtenagalistrikbesarnyabebanseringberubah-ubah. Hal inimenimbulkanperubahan parameter darisistem. Salah satu parameter yang terpengaruhdenganadanyaperubahanbebanadalahfrekuensi. Padapenelitianinipengendalianfrekuensipada generator sinkrondilakukanberbasiskomputermelaluiperangkat NI USB 6008 sertasoftware LabView yang merupakanprodukdariNational Instrument. Dalamprosesnyasemuanyadilakukandenganmemasukkan program danlogikatertentusertamempermudahpengambilan data danpengontrolanpada generator sinkronsatufasa. Metode yang digunakanadalahdenganpembuatanblok diagram danfront panel. Tahapandalampembuatanalatiniadalah :perancangan, pembuatan, danpengujianalat. Hasilpengujianmemperlihatkanbahwarangkaianpenguatop-ampdanpembagitegangandapatberjalandenganbaik. Penguatop-ampdapatmenaikkanteganganoutput NI USB 6008 menjadi 10 volt dan sensor tegangandapatmeredamtegangan PLN sampai 2 volt. Plan yang dibuatdapatbekerjasesuaidenganprinsipkerja yang dirancang. Dengandemikiansistemkendalifrekuensi generator sinkroninidapatberfungsidenganbaik.

Hubungan kecemasan terhadap berakhirnya masa kontrak kerja dengan produktivitas kerja pada karyawan kontrak di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang / Dea Ayu Delyara

 

ABSTRAK Delyara, Dea Ayu. 2015. Hubungan Kecemasan Terhadap Berakhirnya Masa Kontrak Kerja Dengan Produktivitas Kerja Pada Karyawan Kontrak Di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed, (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci: kecemasan, produktivitas, karyawan kontrak Kecemasan adalah suatu keadaan aprehensif atau keadaan khawatir yang mengatakan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Dalam hal ini yang dimaksudkan adalah kecemasan terhadap berakhirnya masa kontrak kerja pada karyawan kontrak di suatu perusahaan. Dan mengakibatkan menurunnya produktivitas kerja pada karyawan kontrak. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kecemasan terhadap berakhirnya masa kontrak kerja pada karyawan kontrak di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang, (2) untuk mengetahui produktivitas kerja pada karyawan kontrak di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang, serta (3) untuk mengetahui hubungan antara kecemasan terhadap berakhirnya masa kontrak kerja dengan produktivitas kerja pada karyawan kontrak di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan kontrak di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang berjumlah 250 karyawan. Sampel penelitian berjumlah 30 karyawan kontrak bagian frontliner yang diperoleh dari teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecemasan terhadap habisnya masa kontrak kerja sebanyak 69 aitem dengan reliabilitas 0,971 dan skala produktivitas kerja sebanyak 40 aitem dengan reliabilitas 0,960. Hasil penelitian menunjukkan (1) kecemasan terhadap berakhirya masa kontrak kerja pada karyawan kontrak bagian frontliner di PT. Bank Rakyat Indonesia bagian frontliner berada dalam kategori tinggi, (2) produktivitas kerja pada karyawan kontrak di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang berada dalam kategori sangat tinggi, dan (3) ada hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan terhadap berakhirnya masa kontrak kerja dengan produktivitas kerja pada karyawan kontrak bagian frontliner di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang (rxy= -0,585). Perusahaan diharapkan dapat lebih mengenali para karyawannya tentang bagaimana karyawan tersebut memanifestasikan kecemasan dan bagaimana produktivitas kerja mereka, agar dapat memberikan bantuan atau solusi untuk permasalahan yang dialami para karyawannya. HRD, diharapkan mampu mengantisipasi sejak dini tentang bagaimana cara menurunkan kecemasan para karyawan yang telah direkrut. Karyawan diharapkan tidak berdiam diri dalam memendam permasalahan, khususnya tentang kecemasan terhadap berakhirnya masa kontrak kerja dan produktivitas kerjanya. Selain itu, diharapkan karyawan dapat lebih terbuka pada lingkungan kerja serta pimpinannya. Bagi peneliti selanjutnya disarankan supaya lebih memperluas kancah penelitian.

Perilaku kesehatan lingkungan masyarakat di bantaran Sungai Brantas Kelurahan Kidul Dalem Kecamatan Klojen Kota Malang / Alfi Kurniawan Isna Putra

 

i ABSTRAK Putra, Alfi Kurniawan Isna. 2015. Perilaku Kesehatan Lingkungan Masyarakat di Bantaran Sungai Brantas Kelurahan Kidul Dalem Kecamatan Klojen Kota Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (II) Dr. Budijanto, M.Sos. Kata kunci: Bantaran Sungai, perilaku, kesehatan lingkungan Meningkatnya jumlah kepadatan penduduk akan membawa berbagai masalah salah satunya yaitu perilaku kesehatan lingkungan. Pendataan terakhir tahun 2014 Kelurahan Kidul Dalem, meliputi penduduknya berjumlah 6.749 jiwa. Perilaku kesehatan lingkungan antara lain dalam bentuk membuang sampah, membuang limbah rumah tangga, Mandi Cuci Kakus (MCK), sumber air bersih. Kelurahan Kidul Dalem salah satu wilayah yang padat penduduk dan berada di bantaran sungai Brantas. Mayoritas warga di bantaran Sungai Brantas membuang limbah rumah tangga ke sungai dan menggunakan air sungai untuk kegiatan sehari-hari. Warga juga melakukan kegiatan Mandi Cuci Kakus (MCK) di bantaran sungai Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi perilaku kesehatan lingkungan Kelurahan Kidul Dalem. Menemukan hubungan antara tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan demografi di Kelurahan Kidul Dalem dengan perilaku kesehatan lingkungan serta perilaku kesehatan lingkungan masyarakat Kelurahan Kidul Dalem. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, didapatkan sampel responden adalah 92 kepala keluarga. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi. Pengukuran perilaku kesehatan lingkungan menggunakan skala likert, dibagi 3 kriteria. Analisis menggunakan tabulasi tunggal dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi perilaku masyarakat Kelurahan Kidul Dalem mayoritas tertinggi yaitu kriteria baik dengan persentase 65,22%. Tingkat pendidikan dan pendapatan terdapat kecenderungan perilaku kesehatan lingkungan masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendidikan dan pendapatan semakin tinggi juga kesadaran akan perilaku kesehatan lingkungan masyarakat. Beban tanggungan keluarga terdapat kecenderungan yang signifikan terhadap perilaku kesehatan lingkungan, Semakin sedikit beban tanggungan dalam keluarga semakin besar perilaku kesehatan lingkungannya, begitu pula sebaliknya.

Hubungan antara masalah-masalah yang dihadapi dengan prestasi belajar siswa kelas II SMU Negeri Tumpang kabupaten Malang
oleh Anis Meiningsasi

 

SiswaS MU ditinjaud ari rentangp erkembangannysae dangb eradap adam asa remajaP.a dam asai ni remajas eringm engalamgi angguand ant ekanane mosionayl ang cepats, ehinggain dividus eringm engalanub erbagami asalahD. engana danyam asalahmasalayha ng dialami siswa tentunyaa kan menganggud an menghambatte rhadap kelangsungparno sesb elajars ehinggap restasbi elajars iswam enjadri endah. Penelitian ini bersifa deskriptip korelasional. Deskritip berarti bersifat menggambarkabna gaimanam asalah-masaladha n'bagaimanap restasib elajar siswa kelasII catur wulan I tahun ajaran1 99912 000 di SMU Negeri TumpangK abupaten MalangS. edangk orelasionabl erartim enghubungkavna riabelm asalah-masalasihs wa danp restasbi elajar. Populasip enelitianin i adalahs eluruhs iswak elasI I SMU Negeri Tumpang. Pengambilasna mpeld ilakukans ecaras etratifieldr andoms amplingd, enganb esarnya samplin8g0 siswa,A ngkety angd isebars ebanya8k 0 angkets emuas ahk embalis eperti semula, Karenap enelitianin i meliputid uav ariabeml akat eknik pengumpuladna tay ang digunakajnu ga meliputid ua caray aitu denganm enyebarkaann gketp roblemc ek list pada siswa dan studi dokumentasi Angket problem cek list karya Mooney Ross L pola SMU yang diadaptasikano leh Romo Gito digolongkanm enjadi I I aspek. masalahya itu l). masalahk esehatand an perkembangafnis ik, 2). Masalahk euangan dan kondisi fisik, 3).Masalah hubungan sosial dan aktivitas rekreasi, 4) Masalah hubungans osials ikologi dengank eluarga,5 ) Masalahh ubunganp sikologi dengan pribadinya6, ). Masalahp acarand an masalahs ex, 7). Masalahr umah tanggad an keluarga8, ) Masalahm orald an agama9, ). Masalahp enyusaiaatnu agass ekolah,1 0). Masalahc ita-citap endidikand an pekerjaan,1 1). Masalahp engajarand an kurikulum sekolah. Hasil penelitian menurut ktasifikasi masalah MPCL adalah sebagai berikut: masalahke sehatadna np erkembangafnis ik 52%om, asalahke uangand ank ondisih idup 32Yom, asalahh ubungans osiald an aktivitasr ekeasi 42Yo,m asalahh ubungans osial psikologisd engank eluarga3 9ot'om, asalahh ubunganp sikologisd enganp ribadinya 29%om, asalahp aciuand an sex 48,50, masalahr umahd an keluarga2 5,5Yom, asalah moral dan agama2 9,5. Masalahr .'enyesuaiatung as sekolah3 3olum, asalahc ita-cita

Transformasi budaya organisasi pada peserta didik di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang / Selvi Kusumawardani

 

ABSTRAK Kusumawardani, Selvi. 2016. Transformasi Budaya Organisasi pada Peserta Didik di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Ngeri Malang. Dosen Pembimbing (I) Dr. Mustiningsih, M.Pd, Dosen Pembimbing (II) Dr. H. Ahmad Yusuf Sobri, S. Sos, M.Pd. Kata kunci: transformasi budaya, budaya organisasi pada peserta didik Pendidikan merupakan usaha sadar untuk mewujudkan suasana belajar sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi diri, dapat memiliki karakter, kepribadian, berperilaku baik. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 1 memuat “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara”. Pendidikan ditinjau dari fungsinya sebagai transformasi budaya yakni kegiatan pewarisan budaya dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Menurut Tirtarahardja dan Sulo (2005:33) ditinjau dari segi fungsinya “pendidikan sebagai transformasi budaya diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari suatu generasi ke generasi yang lain”. Fokus penelitian ini adalah: (1) bentuk budaya organisasi di SD Laboratorium Universitas Negeri Malan; (2) teknik transformasi budaya organisasi di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang; (3) proses transformasi budaya organisasi di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang; (4) faktor pendukung transformasi budaya organisasi di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang, dan (5) faktor penghambat transformasi budaya organisasi di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Lokasi penelitian ini adalah di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru kelas, dan peserta didik. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, kecukupan referensial, dan pengecekan keanggotaan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: pertama, bentuk budaya organisasi yang diterapkan di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang diantaranya yakni budaya akademik, budaya demokratis, dan budaya sosial; kedua, teknik yang digunakan dalam transformasi budaya organisasi di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang melalui pembiasaan dan keteladanan, pembinaan disiplin, hadiah dan hukuman, strategi pembelajaran, dan pendidikan karakter; ketiga, proses transformasi budaya organisasi di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang dilaksanakan melalui perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, penilaian; keempat, faktor pendukung transformasi budaya organisasi di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang yakni kelengkapan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah dan adanya pengawasan dari kepala sekolah; kelima, faktor penghambat transformasi budaya organisasi di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang bersumber dari peserta didik dan bersumber dari bapak dan ibu guru. Saran untuk penelitian ini diberikan kepada: (1) bagi Kepala SD Laboratorium Universitas Negeri Malang diharapkan lebih banyak mengkaji tentang budaya sekolah sehingga dapat menambah bentuk budaya yang dapat dilaksanakan di sekolah; (2) bagi Guru dan peserta didik SD Laboratorium Universitas Negeri Malang dapat melaksanakan dan memiliki antusiasme dalam melaksanakan transformasi budaya sehingga dapat berjalan secara efektif dan efisien; (3) bagi Orangtua Peserta Didik diharapkan lebih berantusias dalam mendukung program sekolah dalam melaksanakan transformasi budaya sehingga kegiatan pelaksanaan dapat berjalan secara efektif dan efisien, dan (4) bagi peneliti lain diharapkan dapat memperhatikan transformasi budaya organisasi di lembaga pendidikan dan memberikan wawasan serta informasi mengenai penelitian yangs sejenis sehingga dapat memaksimalkan hasil penelitian.

Partisipasi warga belajar pada pelatihan budidaya cacing (studi kasus pada pelatihan budidaya cacing di Kelurahan Sukun Kota Malang) / Neny Indah Istiqomah

 

ABSTRAK Istiqomah, Neny, Indah. 2015. Partisipasi Warga Belajar pada Pelatihan Budidaya Cacing (Studi Kasus pada Pelatihan Cacing di Kelurahan Sukun Kota Malang). Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. S. Mundzir, M.Pd., (2) Sri Wahyuni S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Partisipasi Pelatihan Pelatihan budidaya cacing yang diselenggarakan oleh CV RAJ Organik Malang, sangat diminati oleh masyarakat. Hal tersebut terbukti dari banyaknya alumni warga belajar yang mengikuti pelatihan budidaya cacing sebanyak 2000 orang. Walaupun untuk berpartisipasi pada pelatihan tersebut dikenakan biaya sebesar Rp 100.000,00 perorang. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) menemukenali alasan warga belajar berpartisipasi pada pelatihan budidaya cacing; (2) mendeskripsikan wujud partisipasi warga belajar pada pelatihan budidaya cacing; (3) mengetahui strategi-strategi untuk menarik partisipasi warga belajar pada pelatihan budidaya cacing. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Instrumen untuk mengumpulkan data yaitu peneliti sendiri. Untuk mengecek keabsahan data, dilakukan pengecekan data dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi warga belajar pada pelatihan dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri warga belajar yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang budidaya cacing, faktor dari luar diri warga belajar yaitu adanya pengelolaan yang relaif baik dan kemanfaatan yang diperoleh warga belajar berupa layanan untuk menjual hasil panen di tempat pelatihan. Pelatihan diminati oleh masyarakat karena manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan pelatihan dapat dirasakan oleh masyarakat. Wujud partisipasi warga belajar pada pelatihan berupa fisik yaitu warga belajar hadir dan mengikuti pelaksanaan pelatihan budidaya cacing, wujud yang kedua berupa non fisik yaitu warga belajar bersedia untuk membayar pelatihan dan aktif bertanya dan menyumbangkan buah fikiran selama kegiatan proses pelaksanaan pelatihan berlangsung. Strategi yang dilakukan oleh pengelola diantaranya (1) menciptakan sebuah inovasi, berupa membuat kartu anggota bagi warga belajar dan pengelola pelatihan. (2) mengatur strategi dengan cara mengatur jadwal, mengatur materi pelatihan, menggunakan metode yang bervariasi serta memanfaatkan sarana dan prasarana secara memadai. Berdasarkan hasil penelitian, maka pihak pengelola disarankan untuk terus mengupayakan ide-ide baru dalam hal strategi pelaksanaan pelatihan agar tetap menarik dan diminati oleh masyarakat.

Pengembangan multimedia pembelajaran sistem pernapasan manusia dan hewan kelas V semester 1 tahun ajaran 2014/2015 di SDN Bandaran 2 Kota Pamekasan / Neily Muvida Alia

 

ABSTRAK Alia, Neily Muvida. 2015. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Sistem Pernapasan Manusia dan Hewan Tahun Pelajaran 2014/2015 di SDN Bandaran 2 Kota Pamekasan. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sihkabuden, M.Pd. , (II) Saidah Ulfa, S.T.,M.Edu, Ph. D Kata Kunci: Pengembangan, Multimedia, IPA, Sistem Pernapasan Manusia dan Hewan Multimedia pembelajaran merupakan kombinasi dua unsur media atau lebih seperti teks, audio, animasi, dan video yang dalam penggunaannya dapat dikontrol secara interaktif guna mencapai tujuan pembelajaran. Multimedia pembelajaran dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk membantu siswa dengan berbagai macam gaya belajar untuk memahami materi. Dari hasil wawancara dan observasi awal di SDN Bandaran 2 Pamekasan diketahui bahwa hasil belajar siswa kelas V mata pelajaran IPA dengan pokok bahasan Sistem Pernapasan Manusia dan Hewan masih di bawah KKM. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia yang layak digunakan dan menguji keefektifitasannya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi Sistem Pernapasan Manusia dan Hewan kelas V semester 1 di SDN Bandaran 2 Kota Pamekasan . Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg dan Gall (dalam Sugiyono, 2011), langkah-langkah pengembangan nya adalah: potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, ujicoba produk, revisi produk 1, ujicoba pemakaian, revisi produk 2, produksi massal. Subyek penelitian dalam pengembangan ini adalah siswa kelas V SDN Bandaran 2 Kota Pamekasan. Multimedia pembelajaran ini telah divalidasikan pada ahli media dengan memperoleh persentase 83,75% dengan kategori valid, ahli materi memperoleh persentase 86,25% dengan kategori valid dan hasil uji coba pada siswa memperoleh persentase 87,65%. Selain itu, untuk tes hasil belajar kelompok kecil (75%) memenuhi KKM, dan uji lapangan (100%) memenuhi KKM. Dengan demikian, multimedia ini bisa dikatakan cukup valid/layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran Multimedia pembelajaran ini dapat digunakan sebagai media dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, terutama untuk materi sistem pernapasan hewan dan manusia. Dalam pengembangannya, diharapkan multimedia pembelajaran dapat digunakan sebagai sumber belajar mengingat multimedia pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Pengaruh kadar garam medium dan jenis kelamin terhadap jumlah eritrosit ikan nila (Oreochromis niloticus) / oleh Iqbal Taqdir El Ainy

 

Eritrosita dalahs eld arahm erahy angb erfungsdi alamm entansporot ksigenk e j-aortsiniggeannt.u buh,k arenad i dalame ritrositt erdapaht emoglobiny angd apatm engikat Pengikatano ksigeno leh hemoglobinb erbandinglu rusd engank adaro ksigend i lingkungannyaK.a daro ksigend i dalama ir dipengaruhki elarutano ksigend i dalam air-K elarutano ksigend alama ir, salahs atunyad ipengaruhoi lehk adarg aramd i dalam airt ersebutS. emakinti nggik adarg aramd alama ir, semakinre ndahk adaro ksigen. Apabilak adaro ksigend i lingkungans ekitarh ewanr endatrm; akas uplaio ksigenk e jaringantu buhh ewanju ga berkurangs ehingghae want ersebuat kanm engalamhi ipksta. Hipoksiaa kanm erangsange ritropoiesisy ang menyebabkamn eningkahyak ecepatan pembentukaenr itrosit,g unam engikato ksigenl ebih banyak. Penelitianin i bertujuanu ntuk:( l) mengetahupi engaruhin terakski adarg aram mediumd anj enisk elamint erhadajpu mlahe ritrositik ann ila,( 2) mengetahupi engaruh kadarg aramm ediumt erhadapju mlah eritrosit ikan nila, dan (3) mengetahui -p en-g arujhe nis kelamint erhadapju mlah eritrositi kan nila. Jeni.sp enelitiani ni adalahe ksperimentald, engan3 macamp erlakuank adar garam medium, yaitu 0 gr Nacl/liter, 16,7 gr NaClAiter dan 33,3 gr NaCl/liter. variabel 6ebasd alamp enelitianin i adalahk adarg aramm ediumd anjenisk elamini kan nila, sedangkavna riabelt erikatnyaa dalahju mlah eritrositi kan nila Sampepl enelitian berupa3 6 ekor ikan nila (Oreochromisn iloticus)b erumur4 bulan.R ancangan p"r"obuuny angd igurakana dalahR ancangaAn cak Kelompok( RAK) Analisish asil penelitian yang digturakan adalah Analisis Varians Klasifrkasi Ganda kemudian dilan-j utkand enganu ji BNTe,e5. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwai nteraksik adar garamm ediumd anj enis kelamint idak berpengaruthe rhadapju mlah eritrositi kan nila (Oreochromisn iloticus), kadarg aramm ediurnb erpengaruthe rhadapju mlah eritrosit ikan nila, danj enis kelamin tidakb erpengarutehr hadapju mlah eritrositi kan nila.

Pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas yang dimoderasi oleh firm size (studi pada perusahaan sektor properti dan real estate yang listing di BEI periode 2012-2014 / Novita Astivasari

 

ABSTRAK Astivasari, Novita. 2016. Pengaruh Struktur Modal Terhadap Profitabilitas yang Dimoderasi oleh Firm Size (Studi pada Perusahaan Sektor Properti dan Real Estate yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2014). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ely Siswanto, S. Sos., M.M., (II) Ruly Wiliandri, S. E., M.M. Kata Kunci: Struktur Modal, Firm Size, Profitabilitas. Setiap perusahaan pasti memiliki tujuan untuk meningkatkan labanya, karena laba tersebut dapat mencerminkan kinerja perusahaan. Laba perusahaan dapat dilihat dengan menggunakan rasio profitabilitas yang dapat dihitung dengan menggunakan ROA dan ROE. Rasio profitabilitas perusahaan dapat dipengaruhi oleh variabel lain seperti firm size yang dapat dihitung dengan Log(total aset) dan struktur modal yang dapat dihitung dengan menggunakan DAR dan DER. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui keadaan variabel yang diteliti selama periode penelitian serta mengetahui pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas dan pengaruh firm size sebagai variabel moderator. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini ialah 45 perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2014. Pemilihan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 36 perusahaan. Instrumen pengumpulan data menggunakan format dokumentasi dengan data yang diperoleh berasal dari laporan keuangan serta annual report perusahaan sampel. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis regresi moderasi dengan menggunakan uji interaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Profitabilitas dan struktur modal perusahaan mengalami tren yang meningkat sedangkan firm size perusahaan mengalami peningkatan selama periode penelitian. 2) Struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas. 3) Firm size tidak memoderasi pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas perusahaan. Saran yang dapat diberikan ialah sebagai berikut: 1) Bagi perusahaan agar berhati-hati dalam menentukan struktur modal optimalnya. 2) Bagi investor agar berhati-hati dalam berinvestasi dengan memperhatikan pengelolaan struktur modal perusahaan. 3) Bagi peneliti selanjutnya agar melakukan pengembangan lain dengan menggunakan variabel bebas lain yang dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan serta memilih variabel makro sebagai variabel moderator, karena perusahaan sektor properti dan real estate rentan terhadap faktor ekonomi makro. Selain itu peneliti selanjutnya dapat mengganti teknik pengambilan sampel agar sampel yang didapatkan lebih akurat serta dapat meneliti hubungan resiprokal variabel yang diteliti.

Perkembangan angkutan kota (angkota) Malang 1989-2015 / Wahyu Setyo Joyo Raharjo

 

i ABSTRAK Raharjo, Wahyu Setyo Joyo. 2015. Perkembangan Angkutan Kota (Angkota) Malang 1989-2015. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. GM Sukamto, M.Pd, M.Si, (II) Dr. R. Reza Hudianto, M.Hum. Kata Kunci : Perkembangan, Angkutan Kota, Kota Malang Transportasi merupakan salah satu bentuk sarana perhubungan yang penting dalam kehidupan manusia, sehingga kebutuhan akan transportasi yang memadahi dan layak akan terus meningkat seiring dengan perkembangan zaman dan ragam kebutuhan itu sendiri. Perkembangan sarana angkutan umum di Kota Malang telah dimulai pada zaman kolonial dan terus berkembang sampai pada tahun 1980-an. Pada tahun 1989 muncul angkutan kebutuhan kota atau disingkat dengan angkutan kota (ANGKOTA). Perkembangan transportasi Kota Malang sangat menarik untuk dibahas terfokus pada pembahasan tentang perkembangan angkutan kota yang berada di Kota Malang yang mengalami perkembangan. Dari latar belakang yang telah dijelaskan di atas penulis ingin menelaah beberapa permasalahan yang terjadi. Rumusan masalah antara lain: (1).Bagaimanakah perkembangan angkutan kota (ANGKOTA) di Malang antara 1989-2013 ?(2) Bagaimana pengaruh angkutan kota (ANGKOTA) terhadap mobilitas dan sistem pemukiman masyarakat Kota Malang? Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah meliputi pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber) meliputi kritik ekstern dan kritik intern, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah Sejarah Angkutan Kota muncul pada tahun 1989 dengan memakai jalur tertentu yang telah ditentukan oleh pemerintah dan telah mendapat nama di setiap jurusan yang melewati jalur yang telah ditetapkan. Perkembangan angkutan kota terjadi dalam segi tarif yang selalu berubah menyesuaikan biaya Bahan Bakar Minyak yang terjadi di Indonesia. Perubahan tarif dasar pada Angkutan Kota telah ditetapkan oleh pemerintah sebelumnya dan mendapat persetujuan dari semua jajaran armada Angkutan Kota yang diwakili oleh ketua paguyuban. Masyarakat Kota Malang pada tahun 2000-an menggunakan jasa Angkutan Kota semakin tahun semakin mengalami penurunan dikarenakan masyarakat kalangan menengah dapat dengan mudah mendapatkan kendaraan pribadi dengan harga yang sangat terjangkau, serta kenaikan tarif angkutan yang terjadi dan waktu tunggu yang sangat lama. Pemukiman mempengaruhi adanya angkutan. Angkutan kota (ANGKOTA) ada untuk memenuhi kebutuhan pemukiman karena sebelum adanya jalur angkutan kota telah ada pemukiman di Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, masyarakat Kota Malang agar dapat menjaga kestabilan dan eksistensi dari angkutan kota di Kota Malang. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji aspek lain berkaitan dengan perkembangan Angkutan Kota, Kota Malang tersebut, baik dari perkembangan sistem transportasinya maupun perkembangan sarana dan prasarana yang mendukung.

Perbedaan pengaruh pH medium terhadap perkembangbiakan Daphnia / oleh Wiwin Ariyani

 

Keasaman (pH) mempunyai pengaruh yang besar cialam kehidupan rumbuhtumbuhand an hewana ir sehinggas eringkrli digunakanu nrukm enyatakanb aik burukn1'as uatu perairan.D iantara hewan air yang peka ternadapk etidakstabilanp H adalahD aphnia. Salahs atuc ara unruk mengetahuip engaruhp H medium terhadap Daphniu yaitu dengan melihat pengaruhnr a terhadap perkembangbiakan Daphnia' Penelitian ini benujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pH medium terhadapp erkembangbiakanD aphnia dan pH medium yang paling sesuaiu ntuk perkernb angbia kan Duph n i u. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Maret-Apnl 1999 di Laboratonum JurusanB iologi FMIPA Universitas Negen Malang. Metode yang digunaliana dalah Eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan pH medium dibuat dengan cara melarutkan CH3COOH untuk membuat larutan asam dan NH: untuk membuat larutan basa. Ada I I tingkatan pH yang diperlakukan dalam penelitian ini yaifup H 4',4 ,5,5; 5,5;6. 6.517-; 7,5'.8'.8.: danp H 9- masrng-masinsge banva5k kali ulanganU ntuk memperolehd ata perkembangbiakaDn apcniad ilakukand engan menghitungju mlah total anaky ang dihasilkans ecarap anenogenesisse tiap2 4j arn sekalis elamal 4 hari. Analisish asil penelirtanm enggunakanA nalisis Vanansi KlasifikasiT unggal, danu ntuk mengetahupi H medium I'angp aling sesuaui ntuk perkembangbiakaDna phnia dilakukan denganU ji BNT lBedaN yata Terkecil). Hasil penelitiani ni menuniuklianb ahrvaa dap erbedaanp engaruhp H medium terhadapp erkembangbiakaDn aphnia, berdasarkanF hitung( .90,696)>Fta bel( 3'53) pada taraf signifikansi 1o o. Daphnia hanr a mampu hidup dan melakukan perkembangbiakanpadpaH 6,0-9,0. PenambahanN H,ru nrukm endapatkanp H lebih dari 7 dapat mengakibatkan berkurangnr a kemampuan berbiali Duplmia dan kematian pada Daphnia Uji BNT l-7o menunjukkan bahrra pH7,0, pH 7,5 dan pH 8,0 merupakanp H vang optimum untuk p.-rkembangbiakanD aphnia

Pemanfaatan Perpustakaan STIKes Maharani Malang dalam proses penyusunan skripsi pada mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan tahun ajaran 2015/2016 / Ulfaa Isthuufia

 

ABSTRAK Isthuufia, Ulfaa. 2015. Pemanfaatan Perpustakaan STIKes Maharani Malang dalam Proses Penyusunan Skripsi Pada Mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi, Jurusan Sastra, Fakultas Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurchasanah, M.Pd, (II) Andi Asari, S.IP., S.Kom Kata kunci: pemanfaatan perpustakaan, koleksi, layanan Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan bawahannya, maupun badan yang berafilitasi dengan perguruan tinggi Perpustakaan perguruan tinggi bertujuan menunjang Tridharma. Tujuan penulisan skripsi ini yaitu (a) mendeskripsikan pemanfaatan koleksi di Perpustakaan STIKes Maharani Malang oleh mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan Tahun Ajaran 2015/2016 dalam penyusunan skripsi; dan (b) mendeskripsikan pemanfaatan layanan di Perpustakaan STIKes Maharani Malang oleh mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan Tahun Ajaran 2015/2016 dalam penyusunan skripsi. Pendekatan penelitian kualitatif, jenis deskriptif. Data penelitian ini berupa (a) pemanfaatan koleksi di Perpustakaan STIKes Maharani Malang oleh mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan Tahun Ajaran 2015/2016 dalam penyusunan skripsi; dan (b) pemanfaatan layanan di Perpustakaan STIKes Maharani Malang oleh mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan Tahun Ajaran 2015/2016 dalam penyusunan skripsi. Sumber data yaitu mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan Tahun Ajaran 2015/2016 yang sedang melakukan penyusunan skripsi dan pustakawan STIKes Maharani. Instrumen pada penelitian ini menggunakan pedoman observasi dan pedoman wawancara. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, dapat dirumuskan beberapa kesimpulan sebagai berikut. Pertama, bentuk koleksi yang dimanfaatkan mahasiswa adalah bentuk koleksi tercetak. Jenis koleksi yang dimanfaatkan oleh mahasiswa yaitu koleksi umum dan koleksi referensi. Pola pemanfaatan koleksi perpustakaan yaitu dengan cara mengambil buku dari rak membaca, membandingkan, menyimpulkan, dan merujuknya untuk penulisan skripsi. Kedua, layanan perpustakaan yang dimanfaatkan adalah layanan ruang baca study carrel, layanan ruang baca kelompok, layanan referensi. Saran dalam penelitian ini yaitu: (1) perpustakaan hendaknya memperbanyak koleksi dalam bentuk audiovisual/digital, (2) diharapkan perpustakaan mampu memberikan fasilitas wifi dengan bandwidth yang lebih cepat, (3) perpustakaan hendaknya memiliki katalog.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |