Perlindungan Hukum Teehadap Hak-hak Tersangka Pelaku Tindak Pidana Menurut KUHAP Oleh Sutini

 

Negara Indonesia adalah negara hukum. Hal ini sesuai dengan penejelasan UUD 1945y ang mengatakan"N egaraI ndonesiab erdasara tas hukum (rechtsstaat) tidak berdasarkana tas kekuasaanb elaka (machl'tslaat)".S ebagain egarah ukum lndonesima emberit empata tauj aminany ang luasa task eberadaahna k asasin ranusia yaituh ak dasary angd imiliki manusias ejakl ahir dan merupakana nugerahT uhan YangM ahaE sa. Salah satu bentuk perwujudan hak asasi manusiaadalah dalam bidang peradilanp idana.D imana tersangkad alam hal ini adalah seseorangy ang karena perbuatannyaat au keadaanyab erdasarkanb ukti permulaanp atut diduga sebagai pelakuti ndak pidana,t idak bolehd ianggapb ersalahs ebeluma dap utusanp engadilan yangm empunyaik ekuatanh ukum tetap yang menyatakanb ahwa ia bersalah. Demikian juga dalam proses penyidikan yang meliputi tindakan-tindakan penangkapanp,e nggeledahanp, enahanand an penyitaan juga harus selalu memperhatikahna ka sastie rsangkdaa nb erpedomapna dah ukumy angb erlaku. Namun dalam prakteknya sebagian orang mengatakan adanya oknum penyidik yang melakukan kekerasand an kesewenang-wenangadna lam bentuk penekananp,e maksaans erta pemukulanu ntuk mengejarp engakuanb ersalahd ari tersangkHa.a l ini berartit idakm enjunjungti nggih aka sasmi anusiad anb ertentangan dengan hukum yang berlaku. Untuk itu diadakan kajian mengenai perlindungan hukumt erhadaph ak-hakt ersangkap elakut indak pidanam enurutK UHAP Kajian ini bertujuan untuk mendiskripsikanp erlindunganh ukum terhadap hak-hak tersangka pelaku tindak pidana menurut KUHAP. Ada 2 hal yang dideskripsikasne hubungadne nganp erlindunganh ukum terhadaph ak-hakt ersangka pelakuti ndak pidanam enurutK UIIAP, yaitu (1) hak-hakt ersangkam enurutK UHAP dan( 2) pelaksanaapne rlindunganh ukumt erhadapte rsangkam enurutK UHAP. Metodey ang digunakana dalahs tudi kepustakaan(l ibrary reseurch)d engan menganalisisd ata kepustakaans ecara yuridis normatif yaitu pengkajian pada peraturanp erundang-undangayann g erat kaitannyad engan skripsi ini. Sedangkan metodete rsebumt eliputi metode induktif, yaitu untukm enarikk esimpuland atay ang bersifatk hususd enganc aram enganalisids atay angb ersifatu mum.M etoded eduktif digunakan untuk menarik kesimpulan data yang bersifat umum dengan cara menganalisisd ata yang bersifat khusus,d an metodea nalisak ornparatifd igunakan membandingkafna ktor-faktort ertentuy ang berhubungand engans ituasid an yang dikaji dengan membandingkan satu faktor dengan faktor lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa hak-hak tersangka pelaku tindak pidana dari kegiatan penyelidikan sampai penyidikan yang meliputi tindakan penahananp, enggeledahand an penyitaanm enurut KUHAP sangat dijunjuntgin ggi dan pelaksanaanp erlindungan hukum terhadppt ersangkap elaku tindakp idanao leh penyelidik dan penyidik, juga telah diatur secarar inci dalam Sebagasi arand alam rangkam enghormathi ak asasim anusiak hususnyah ak asatsei rsangkpae lakut indakp idanad alamp enyelidikadna np enyidikanh aruss esuai dan menjunjung tinggi hukum yang berlaku dan untuk lebih mernfungsikan sepenuhnpyae ranank epolisians ebagapi enyelidik dan penyidik perlu ditingkatkan profesionalismek,u alitas, etika dan rnoral penyelidik dan penyidik. Hal ini diperlukaunn tukm engirnbangsie makinc anggihnyak e.iahatatnin, gginyak esadaran hukumra kyatd ans emakinb anyaknyag odaany anga da.

Pembelajaran berbasis inkuiri model siklus belajar untuk meningkatkan keterampilan proses dan prestasi belajar fisika siswa kelas 8D SMP Negeri 18 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Susieni

 

ABSTRAK Susieni. 2010. Pembelajaran Berbasis Inkuiri Model Siklus Belajar untuk Meningkatkan Keterampilan Proses dan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas 8D SMP Negeri 18 Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muhardjito, M. S, (II) Drs. Asim, M. Pd Kata kunci: inkuiri, siklus belajar, keterampilan proses, prestasi belajar Berdasarkan pengamatan pada kelas 8D SMP Negeri 18 malang, tampak bahwa pada saat pembelajaran berlangsung siswa cenderung ramai, ketika diajak melakukan praktikum siswa tampak senang tetapi ada beberapa siswa yang belum mengerti nama alat dan cara menggunakan alat tersebut sehingga siswa tidak dapat mengambil data secara benar dan teliti. Hal ini mengindikasikan bahwa keterampilan proses siswa masih rendah. Dari hasil ulangan materi Bunyi, nilai rata-rata kelas 8D hanya mencapai 54,4. Hal ini mengindikasikan bahwa prestasi belajar siswa masih rendah karena nilai rata-rata yang di capai masih di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 70,0. Rendahnya keterampilan proses dan prestasi belajar siswa ini diatasi dengan cara mengubah pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran inkuiri berbasis model siklus belajar. Model siklus belajar ini memiliki lima tahapan yang terencana dan terarah yaitu pendahuluan (engagement), eksplorasi, eksplanasi, elaborasi dan evaluasi. Dampak pembelajaran berbasis inkuiri model siklus belajar terhadap peningkatan keterampilan proses dan prestasi belajar fisika siswa diteliti dengan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I pokok bahasan perambatan cahaya dan cermin datar. Siklus II pokok bahasan cermin cekung dan cermin cembung. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), LKS, dan media pembelajaran. Adapun instrumen yang dikembangkan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi keterampilan proses, tes prestasi berbentuk soal obyektif, dan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran siklus belajar. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan peningkatan semua aspek keterampilan proses yang diajarkan dari siklus I ke siklus II. Prestasi belajar fisika siswa juga mengalami peningkatan sebesar sebesar 14,6 point dari nilai rata-rata ulangan pada siklus I 65,4 menjadi 80,0 pada siklus II, dengan peningkatan persentase jumlah siswa yang tuntas belajar dari 42,5% pada siklus I menjadi 80% di akhir siklus II.

Manajemen pelatihan kejuruan otomotif (studi kasus di UPT Pelatihan Kerja Singosari Malang) / Indah Iswidia

 

ABSTRAK Iswidia, Indah. 2010. Manajemen Pelatihan Kejuruan Otomotif (Studi kasus di UPT Pelatihan Kerja Singosari Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd, (II) Dra. Maisyaroh, M.Pd Kata Kunci : manajemen pelatihan, kejuruan otomotif. Pendidikan merupakan kegiatan yang ditujukan untuk memanusiakan manusia dalam membentuk dirinya menjadi suatu pribadi yang utuh. Di dalamnya termasuk kegiatan-kegiatan belajar yang disengaja ataupun yang tidak disengaja, pendidikan formal, informal, dan nonformal. Pelatihan merupakan sebagian saja dari pada pendidikan yang lebih menitikberatkan pada segi-segi keterampilan kerja individu guna memperbaiki unjuk kerja dalam pekerjaannya. Pada hakekatnya pendidikan dan pelatihan mempunyai tujuan yang sama yaitu meningkatkan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan nilai/sikap (attitude). Manajemen pelatihan adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi sumber daya secara efektif dan efisien untuk meningkatkan keterampilan seseorang agar kinerjanya meningkat. Kinerja disini diartikan sebagai meningkatnya prestasi kerja yang lebih efektif dan efisien bagi dirinya sendiri maupun organisasinya. Upaya peningkatan keterampilan tersebut dalam rangka menyiapkan calon tenaga kerja yang ahli dan kompeten sesuai keterampilannya. Di Indonesia misalnya, pada pendidikan formal telah digagas dan dijalankan pendidikan vokasional. Pada bagian lain, pemerintah menggagas lahirnya Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) pada setiap provinsi. Di Jawa Timur lembaga ini berada di Singosari Kabupaten Malang yang kini berubah nama menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kerja. Oleh sebab itu, maka dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui manajemen pelatihan di UPT Pelatihan Kerja Singosari Malang khususnya pada kejuruan otomotif, dengan fokus serta tujuan penelitian diantaranya tentang (1) perencanaan; (2) pengorganisasian; (3) pelaksanaan; dan (4) penilaian pelatihan kejuruan otomotif.    Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang tidak menguji hipotesis melainkan memaparkan dan mengolah data. Jenis penelitian ini adalah studi kasus karena terdapat satu kasus pada satu objek penelitian, yaitu UPT Pelatihan Kerja Singosari Malang. Dalam penelitian ini, peneliti sendiri lah yang berperan sebagai instrumen kunci, dengan subjek penelitian adalah kepala UPT Pelatihan Kerja, ketua kejuruan otomotif, dan instruktur kejuruan otomotif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah informasi yang disampaikan oleh subjek penelitian pada saat wawancara, tindakan yang dilakukan oleh subjek penelitian, dan dokumen yang berkaitan dengan pelatihan kejuruan otomotif. Setelah data tersebut diperoleh kemudian dilakukan pengecekan keabsahan data dengan menggunakan metode trianggulasi, i     ii    ketekunan pengamatan, pemeriksaan sejawat melalui diskusi, dan pengecekan anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pelatihan kejuruan otomotif di UPT Pelatihan Kerja Singosari Malang, meliputi tahapan-tahapan yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan penilaian. Perencanaan pelatihan meliputi rekrutmen peserta pelatihan dan persiapan rencana pengajaran yang terdiri dari pembuatan (1) ikhtisar program pelatihan; (2) matriks program pelatihan; dan (3) jadwal pelatihan. Kegiatan pelatihan kejuruan otomotif berada di bawah tanggung jawab ketua kejuruan yang membawahi beberapa instruktur. Pada kejuruan otomotif seluruh instruktur berjumlah sembilan orang. Pelaksanaan pelatihan diterapkan melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan di ruang teori, ruang praktek, dan lapangan. Adapun kegiatan tersebut meliputi kegiatan penunjang yang terdiri dari (1) kegiatan FMD (fisik, mental, dan disiplin); (2) kegiatan apel pagi dan apel siang; (3) kegiatan senam. Dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan inti yang terdiri dari (1) kegiatan teori dan (2) kegiatan praktek. Pada kegiatan akhir terdiri dari (1) kegiatan on the job training dan (2) uji kompetensi. Penilaian yang dilakukan pada pelatihan kejuruan otomotif ini meliputi evaluasi teori dan evaluasi praktek. Aspek yang dinilai meliputi aspek kemampuan pengetahuan atau teori, keterampilan atau praktek, kedisiplinan, kehadiran, sikap, kerjasama, dan keselamatan kerja. Laporan penilaian yang diberikan dalam bentuk sertifikat pelatihan dan Note Book hasil Uji Kompetensi di Tempat Uji Kompetensi (TUK). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bagi (1) Pengelola Jurusan Administrasi Pendidikan hendaknya hasil penelitian ini menjadi tambahan referensi bagi penelitian dalam ruang lingkup pendidikan non formal seperti pelatihan yang saat ini lebih kecil dari pada referensi penelitian dalam lingkup pendidikan umum; (2) Kepala UPT Pelatihan Kerja hendaknya dilakukan perubahan terhadap kegiatan on the job training (OJT) yang dahulu sifatnya tidak wajib menjadi wajib diikuti oleh peserta pelatihan sehingga dapat menghasilkan lulusan yang kompeten di bidangnya; (3) Instruktur Kejuruan Otomotif hendaknya mempertahankan ciri khas pada pelatihan yaitu pembentukan sikap (attitude) peserta pelatihan, dengan demikian pelatihan dapat dioptimalkan mengingat potensi yang dimiliki instruktur sangat tinggi, sehingga dapat meningkatkan daya saing dalam menghadapi dunia kerja; dan (4) Peneliti lain hendaknya dapat melanjutkan penelitian yang sejenis pada berbagai aspek lain dengan latar yang berbeda yang nantinya dapat bermanfaat untuk diteliti.

Pembuatan PC router freebsd pada jaringan komputer di SMP Negeri 2 Bangil Kabupaten Pasuruan / Dian Rachmawati

 

Kata kunci : FreeBSD, Router, DHCP Server. Teknologi Informasi atau Information Technology saat ini sudah menjadi kebutuhan mendasar dalam setiap organisasi atau lembaga pendidikan, hal ini terbukti saat ini hampir tidak ada organisasi bisnis atau perusahaan bahkan instansi pendidikan yang tidak menggunakan teknologi informasi khususnya komputer. Dengan perkembangan teknologi komputer yang sangat pesat ini, SMP Negeri 2 Bangil bisa dibilang tidak ketinggalan dengan perkembangan teknologi, karena di SMP Negeri 2 Bangil sudah tersedia Laboratorium Komputer. Pada Laboratorium Komputer di SMP Negeri 2 Bangil sudah terkoneksi internet yang menggunakan Speedy, sedangkan pada Ruang Tata Usaha belum terkoneksi jaringan Internet sama sekali. Melihat kenyataan ini penulis ingin membangun jaringan Intranet pada lingkungan SMP Negeri 2 Bangil yang terkoneksi dengan Speedy, guna mengoptimalkan penggunaan internet dengan menggunakan PC Router berbasis FreeBSD. Pada perancangan PC router ini diawali instalasi FreeBSD dilanjutkan konfigurasi IP address, kemudian mengkonfigurasi DHCP Server. Dari hasil pengujian PC router FreeBSD secara keseluruhan diperoleh hasil bahwa piranti sesuai dengan rancangan, yaitu: (1) Membagi kedua jaringan Tata Usaha dan Lab Komputer untuk mencegah penyebaran virus atara kedua jaringan dan mengamankan file sharing pada Ruang Tata Usaha agar tidak bisa diakses dari Lab.Komputer, (2) mengaktifkan DHCP Server pada jaringan Lab.Komputer. Dengan melihat hasil yang dicapai, untuk pengembangan lebih lanjut disarankan: (1) Perlu dilakukan upgrade FreeBSD ke versi yang terbaru agar mendapatkan penyempurnaan sistem dan stabilitas dari PC Router, (3) Upgrade PC Router yaitu penambahan memory dan kapasitas hardisk untuk mendukung kinerja PC Server.

Radikalisasi Petani Pedesaan Jawa (Studi Kasus Sengketa Tanah di Desa Cepoko Kabupaten Ngawi - Jawa Timur) Tahun 1992-1999 Oleh Mariana Kushariyati

 

Tanah adalah harta yang paling berharga bagl kaum tani' dimana tanah ,n*fut rpat haCr pet;niuntul melakukan kegiatan ber6ni dan mencari ot*fi. fuo- rani seringtati berada pada posisi yang kurang menguntungkan dalam masalah p"rtanahan. Keadaan ini disebabkan karena petani kurang urernehamaki anh ukum agraria Permasalahatna nahy ang dilami-9leh petanu tiUitr tanyat merugikan fttani. Perlawanan p€tani yang disebabkan -karena ketidakadlan rn"n?o*ng petanj untuk melalrukan prlawaqan fepada ;il;th Petani yag 6"tuOu di Desa Cepoko Kabupaten Ngawi.yang tdut** perlaanans ecrab ersama-samma ernperjuangkanh aknya1 e1k!wt r'*o'o*g*berkorban.Perlawananyangdilakukanolehparapetanipada tahun 199r-1999 itu lermasuk sualu kejadian yang langka kargna saat itu l.g,u titu berada dalam keadaan yarrg tidak memiliki kebebasan untuk *"o!af*nu" pendapat. Kebsranian petari untuk melawan pemerintah yang t**** p"O" saat iiu adalah suatu hal yag panlas ntuk diunglapkan' roiuan dari tulisan ynag berjudul * Radjkalisasj Petanj Ped€saanja wa (Studi X.asus Sengketa fanafr Ai Desa Cepoko Kabupatetn Nggwi Jawa iiln*) f*,* w9r-19g9- ini adalah untuk mengetahuip ermasalahany ang t rj# *ruto masyarakat petani Desa gtpoto dergan pemerintah yang b.i;fitt denganm asalahT anah Gedong' Permasalahany ang akan diangkat datamtu tisan'ini adalah apakahy ang melatarbelakangdt ari sengketat anah yangm elsatkan masyarakatd enganp ihatr,p eTerintatL bagaimanata n-ggapa" atau reaksi dan masyarakat deia terhadap kebejakan yang,diambil oleh pemerintah berkartan dengan Tanah 9"1*g' setq bagaimanakah ienyelesa,any ang diambil oleh pemerintah dalam rangka menyelesaikan ffiasalah yang berkailand engans engketata nah' Dalam rangka mencari daalang birkaitan engan sengketalanah ini mak penulis meng;makan pendekatan kualitxif untuk morggali informasi dari r*trr Onuf rng didapatd ari parap endudukd sad an pra perangkal.desyaa g tsrlibai dan m""gaut"i permasatitran tersebut' Metede yang digunakan adalahd enganw awancaraie rhadaps umberd gnnagnd iperkual oleh datadata y'-m-iiea dsitdt apit dari dokumentasyi angb erkitan dgnSanp enelltig' y'angd iperolehd ari peneliiiai ni diketahubi ahwad alamm asalayl ang berkenaand ingan sengketaia nah masyarkat pelani di Desa Cepoko secara bersama-samab erjuang mtuk mendapatkank embali tanah lahan garapan msreka yang terampas oleh pihak swasta. Perlawanan yang dilakukan oleh para petani ini dapat dilakukan tidak lepas dari dukungan dan partisipasi dari para tokoh desa yang memimpin mereka rmruk berjuang. Ketelatenan dan ketepatan arah ttmtulan yang dilakukan oleh para petani membawa keberhasilany ang diwujudkan dengm keluarnyas urat dari pemerintahu antuk menindaklanjuti tunutan masyarkat desa. Wujud dari keberhasilan dari masyarkal itu adalah dengan trrumla ssrtifikat sebagai bsmuk sah kepemilikan tanah oleh para petani. Sertifikat tanah yang diadapatkm merupahan butti sah yang memiliki kekuatan hukum. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui bahwa pengetatruana kan hukurn sangatp enting dimiliki oleh seluruh masyarakal teruatama oleh paetani. Pihak pemerintah harusnya lebih memperhatikan kepentingand an melakukan sosia.lisaai kan pentingnyaa spek hukum dalam kehidupan serta bertindak adil terhadap masyarkat kecil, dalam hal ini adalah perani yang seringltali dilern.palkand alan situasi dan kondisi yang kurang menguntungkand an selalu dirugikan. Peristiwa tahun' 1992-1999y ang berkailsn dengan seng!,sta tarlah ini hendaknya menjadi pelajaran bagl pemerintah sendiri ataupun bagi petani yang pada umumnya untuk lebih beranim emperjungkanb aknyas elamam asih dalamj alur yag benard an sesuai dengan hukum yang bedaku.

Perbedaan penerapan metode ceramah (konvensional) dan pendekatan kontekstual model bertanya (questioning) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMAN 9 Malang (dalam pembahasan materi konsumsi dan investasi) / Tona Aktodhiarama

 

ABSTRAK Aktodhiarama, Tona. 2010. Perbedaan Penerapan Metode Ceramah (Konvensional) dan Pendekatan Kontekstual Model Bertanya (Questioning) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X SMAN 9 Malang (Dalam Pembahasan Materi Konsumsi dan Investasi). Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Koperasi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Agung Haryono, S.E., M.P, (II) Agus Sumanto, S.E, M. SA. Kata-Kata Kunci : Metode Ceramah (Konvensional), Pendekatan Kontekstual Model Questioning, Hasil belajar Ekonomi. Upaya untuk memperbaiki mutu proses belajar mengajar serta hasil belajar tidaklah cukup dengan perubahan kurikulum saja, melainkan perlu dilihat siapa yang ikut terlibat dalam proses belajar mengajar tersebut dan pendekatan yang di gunakan kepada siswa. Proses belajar mengajar tentunya melibatkan banyak faktor antara lain: siswa, guru, minat belajar siswa, metode dan pendekatan yang di gunakan dan tentunya orang tua juga sangat mendukung tercapainya tujuan yang dicita-citakan, khususnya peningkatan hasil belajar siswa. Proses belajar-mengajar perlu dilakukan dengan tenang dan menyenangkan. Hal tersebut tentu akan menuntut aktivitas dan kreativitas guru dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Proses belajar-mengajar dikatakan efektif apabila seluruh peserta didik terlibat secara aktif, baik mental, fisik maupun sosial dalam pendidikan. Pelaksanaan proses belajar mengajar di SMA Negeri 9 Malang khususnya mata pelajaran Ekonomi seringkali pembelajaran membosankan dan masih menggunakan metode pembelajaran konvensional yaitu metode ceramah yang bersifat berpusat pada guru (teacher centered), sehingga siswa cenderung pasif dan hanya siswa tertentu yang mau aktif. Maka dari itu peneliti akn mencoba menerapkan pendekatan kontekstual model bertanya (questioning). Untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) sebab penelitian ini menggunakan dua kelas, satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen dalam penelitian ini adalah kelas yang dalam proses pembelajaran menggunakan Pendekatan Kontekstual model Bertanya (Questioning), sedangkan kelas kontrol adalah kelas yang dalam proses pembelajarannya menggunakan metode ceramah (Konvensional). Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design dengan pre tes dan post tes, serta pemilihan kelompok sampel yang dilakukan dengan dipilih 2 kelas dengan teknik purposive sampling. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa kedua kelas tersebut memiliki potensi yang hampir sama. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah silabus dan RPP, wawancara, lembar observasi kegiatan guru dalam kelas, soal pre tes, soal post tes, soal tugas kelompok dan catatan lapangan. Hasil belajar siswa diukur berdasarkan hasil pre test dan post test. Hasil belajar siswa yang diajar dengan pendekatan Bertanya (Questioning) lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar dengan metode konvensional. Hal ini dibuktikan dengan adanya nilai rata-rata kelas eksperimen setelah diberi perlakuan pada saat post test yaitu 82.82, sedangkan rata-rata kelas kontrol setelah diberi perlakuan pada saat post test yaitu 76.21. Setelah di adakan perlakuan dan post test maka nilai dari kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda secara signifikan. Dapat di simpulkan bahwa kedua rata – rata tidak identik karena nilai Sig. (0,000) < 0,05. Keadaan ini menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual model bertanya (Questioning) dapat menghasilkan hasil belajar yang tinggi. Dengan menggunakan pendekatan kontekstual model bertanya (questioning) siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya dengan memilih metode dan pendekatan pembelajaran yang menjadikan siswa lebih aktif dan tidak membosankan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Sehingga dapat mendukung kegiatan belajar di kelas, bagi Guru dapat menerapkan pendekatan kontekstual model bertanya dalam kegiatan belajar mengajar untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Bagi pihak SMA N 9 Malang perlu kiranya penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan keterampilan mengajar guru yang dapat mendukung hasil belajar siswa, Kepada peneliti lain dapat menggunakan populasi dan sampel penelitian yang lebih luas serta dengan materi yang berbeda agar mendapatkan data yang lebih baik dalam penelitian tentang pendekatan kontekstual model bertanya (Questioning).

Pengembangan trainer kenb=dali tegangan generator dc berbasis labview dengan mengatur putaran poros generator untuk mata kuliah mesin-mesin listrik pada mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang / Zefri Andri Mianto

 

ABSTRAK Andri, Zefri. 2015. Pengembagan Trainer Kendali Tegangan Generator DC Manget Permanen Berbasis Labview Dengan Mengatur Putaran Poros Generator Untuk Mata Kuliah Praktikum Mesin-Mesin Listrik Pada Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Mohamad Rodhi Faiz, S.T., M.T. (2) Drs. Hari Putranto Kata Kunci: pengembangan, Trainer Kendali Tegangan Generator DC Berbasis LabVIEW,tegangan, Handout dan Jobsheet. Pada pembelajaran Mesin-Mesin Listrik di Jurusan Tenik Elektro, terdapat salah satu materi yang penting yang harus dipelajari yaitu pengendalian tegangan generator. Materi ini disajikan pada mata kuliah teori dan mata kuliah praktikum untuk pengujian generator berbeban dan beban nol. Masalah yang sering terjadi pada saat proses praktikum adalah saat proses pengukuran. Pada saat proses pengukuran sering kali hasil yang didapat tidak stabil dan membuat jenuh Mahasiswa. Selain itu penggunaan alat ukur yang terlalu banyak membuat proses praktikum memakan waktu yang cukup banyak. NI USB 6008 dan pemrograman Labview adalaha salah satu alternatif untuk pemecahan permasalahan yang ada. Pada proses Pengembangan ini mengahasilkan media pembelajaran berupa trainer kendali tegangan generator DC berbasis Labview untuk mata kuliah Mesin-Mesin Listrik serta bahan pembelajaran cetak seperti jobsheet dan handout. Model pengembangan trainer ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Yang terdiri dari 5 tahap yaitu analisi, desain, development, implementasi, dan evaluasi. Pembuatan trainer, handout dan jobsheet di mulai dengan menganalisa kondisi praktikum untuk melatar belakangi pembuatan trainer ini. Setelah itu berlanjut ke tahap desain untuk mendesain trainer, handout dan jobsheet agar menarik minat Mahasisswa dalam belajar mengenai generator DC. Jika desain tersebut telah selesai buat tahap berikutnya adalah development atau realisasi pembuatan trainer, jobsheet dan handout. Jika telah selesai trainer di uji coba dan di validasi. Apabila trainer tidak memiliki cacat maka tidak perlu dilakukan evaluasi. Berdasarkan hasil uji coba didapatkan persentase dari Ahli Media, Ahli Materi dan subyek uji coba sebagaiberikut: (1) Hasil persenatase yang diperoleh dari Ahli Media adalah 96%, (2) hasil persentase skor keseluruhan dari Ahli materi sebesar 86%, (3) hasil persentase dari uji coba kelompok kecil adalah 88,1%, dan (4) hasil persentase uji coba kelompok besar sebesar 88%. Sehingga dari penelitian pengembangan ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan trainer sangat valid.

Pengaruh kondisi sosial ekonomi dan pengetahuan terhadap perilaku anggota MPSDH Sido Makmur dalam pelaksanaan budidaya tanaman bawah tegakan sebagai upaya pelestarian hutan RPH Gunung Tukul Desa Suru Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo / Aprilia Dwi Jayanti

 

ABSTRAK Jayanti, Aprilia Dwi. 2010. Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi dan Pengetahuan Terhadap Perilaku Masyarakat Anggota MPSDH Sido Makmur Dalam Pelaksanaan Budidaya Tanaman Bawah Tegakan Sebagai Upaya Pelestarian Hutan RPH Gunung Tukul Desa Suru Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si, (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, Msi. Kata kunci : kondisi sosial ekonomi, pengetahuan, perilaku. Hutan di RPH Gunung Tukul tetap mengalami pencurian meskipun telah diadakan budidaya tanaman bawah tegakan. Jika dilihat dari kondisi masyarakat pengelolanya yaitu anggota MPSDH Sido Makmur yang latar belakang pendidikan pendapatan dan pengetahuannya beragam maka perilakunya juga beragam. Oleh karena itu perlu adanya penelitian tentang seberapa besar hubungan dari latar belakang sosial ekonomi yakni tingkat pendidikan, serta pendapatan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat, dan besarnya pengaruh dari pengetahuan itu terhadap perilaku masyarakat dalam pelaksanaan budidaya tanaman bawah tegakan sebagai upaya untuk pelestarian hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh antara tingkat pendidikan terhadap perilaku masyarakat anggota MPSDH Sido Makmur dalam pelaksanaan budidaya tanaman bawah tegakan, 2) pengaruh pendapatan terhadap perilaku masyarakat anggota MPSDH Sido Makmur dalam pelaksanaan budidaya tanaman bawah tegakan, dan 3) pengaruh pengetahuan terhadap perilaku masyarakat anggota MPSDH Sido Makmur dalam pelaksanaan budidaya tanaman bawah tegakan. Metode penelitian yang digunakan survey dengan sampel yang diambil secara proporsional dari masing-masing KKP(Kelompok Kerja Prayasawana). Untuk penentuan sampel diambel secara random. Teknik pengambilan data menggunakan metode observasi, dokumentasi dan kuesioner. Analisis data yang digunakan dalan penelitian ini adalah analisa tabulasi dan statistik dengan regresi berganda dan korelasi product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan: 1) terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan terhadap perilaku masyarakat anggota MPSDH Sido Makmur dalam pelaksanaan budidaya tanaman bawah tegakan, 2) terdapat pengaruh yang signifikan antara pendapatan dengan perilaku masyarakat anggota MPSDH Sido Makmur dalam pelaksanaan budidaya tanaman bawah tegakan, 3) terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan terhadap perilaku masyarakat anggota MPSDH Sido Makmur dalam pelaksanaan budidaya tanaman bawah tegakan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan untuk meningkatkan pendidikan dengan pemberian contoh oleh tokoh masyarakat dalam mengikuti penyuluhan oleh Perhutani. Untuk meningkatkan pendapatan adalah meningkatkan hasil budidaya tanaman bawah tegakan dengan mendatangkan penyuluh dari dinas pertanian. Untuk meningkatkan pengetahuan harus ada penyuluhan lebih intensif yang disertai simulasi-simulasinya sehingga masyarakat lebih mudah memahaminya.

Pembelajaran kontekstual pola pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan (PBMP) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar fisika siswa kelas X.1 SMAN 1 Tumpang / Sri Handayani Fajarwati

 

ABSTRAK Fajarwati, Sri Handayani. 2010. Pembelajaran Kontekstual Pola Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X.1 SMAN 1Tumpang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Fisika Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muhardjito, M.S, (II) Drs. Asim, M.Pd. Kata kunci : Pembelajaran kontekstual, PBMP, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar fisika Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas X.1 SMAN 1Tumpang, diperoleh informasi metode yang digunakan oleh guru adalah metode klasikal dengan proses pembelajaran berpusat pada guru. Guru menyampaikan materi secara ceramah dan memberikan catatan, sedangkan siswa hanya mendengarkan sambil mencatat. Metode klasikal yang diterapkan oleh guru dapat menghambat kemampuan berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah-masalah fisika dalam kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran yang cocok diterapkan untuk dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa adalah pembelajaran kontekstual pola pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan (PBMP). Model pembelajaran PBMP memungkinkan siswa untuk mau mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran kontekstual pola pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan (PBMP) sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas X.1 di SMAN 1 Tumpang tahun ajaran 2009/2010. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Kegiatan pembelajaran terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, tes dan catatan lapangan. Penelitian dilaksanakan di kelas X.1 SMAN 1 Tumpang dengan jumlah siswa 38 orang. Hasil analisis pada siklus I dan siklus II menunjukkan berpikir kritis dan hasil belajar fisika siswa kelas X.I SMAN 1 Tumpang mengalami peningkatan. Kemampuan berpikir kritis mengalami peningkatan dari 49,7 pada siklus I menjadi 76,82 pada siklus II. Peningkatan hasil belajar fisika siswa dapat dilihat dari meningkatnya aspek kognitif dari 74 pada siklus I menjadi 86 pada siklus II, aspek afektif 51,7% pada siklus I menjadi 79,4% pada siklus II, dan aspek psikomotorik dari 56% pada siklus I menjadi 80,9% pada siklus II. Peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar fisika siswa di atas dipengaruhi oleh peningkatan keterlaksanaan pembelajaran yaitu 69,7% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Berdasarkan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual pola Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan hasil belajar fisika siswa.

Kompetensi pedagogik guru pendidikan kewarganegaraan yang bersertifikat pendidik di SMK Kecamatan Kota Kabupaten Bojonegoro / Dinar Cindarbumi

 

ABSTRAK Cindarbumi, Dinar. 2010. Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Kewarganegaraan yang Bersertifikat Pendidik di SMK Kecamatan Kota Kabupaten Bojonegoro. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Drs. H. Suparlan, M.Si. Pembimbing II: Hj. Yuni Astuti, SH, M.Pd. Kata Kunci: Kompetensi Pedagogik, Sertifikat Pendidik Pemberian sertifikat pendidik melalui program sertifikasi pendidik merupakan salah satu upaya yang ditempuh pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Guru dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik minimal S-1 atau diploma IV yang relevan dan menguasai kompetensi sebagai agen pembelajaran. Salah satu kompetensi yang harus dipenuhi adalah kompetensi pedagogik. Tujuan penulisan ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan karakteristik guru profesional, (2) Untuk mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru PKn yang bersertifikat pendidik di SMK Kecamatan Kota Kabupaten Bojonegoro dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, (3) Untuk mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru PKn yang bersertifikat pendidik di SMK Kecamatan Kota Kabupaten Bojonegoro dalam pelaksanaan pembelajaran, (4) Untuk mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru PKn yang bersertifikat pendidik di SMK Kecamatan Kota Kabupaten Bojonegoro dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Untuk mencapai tujuan tersebut, data dikumpulkan dengan cara observasi non partisipatif, studi dokumentasi serta wawancara. Teknik análisis data yang digunakan adalah model análisis interaktif. Penelitian dilakukan di SMK Kabupaten Bojonegoro dengan obyek penelitian adalah guru PKn yang bersertifikat pendidik, yaitu guru PKn di SMKN 1 Bojonegoro, SMKN 2 Bojonegoro, SMKN 3 Bojonegoro dan SMK PGRI 1 Bojonegoro. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa, karakteristik guru profesional antara lain adalah harus memenuhi kualifikasi akademik S-1 atau D-IV, memiliki kompetensi yang dipersyaratkan, mampu menjadi teladan bagi siswa, mampu berkomunikasi dengan baik. Seorang guru harus mempunyai kepribadian yang baik karena tingkah laku guru akan ditiru oleh siswanya. Komunikasi merupakan cara seseorang berinteraksi dengan orang lain. Dengan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, seorang guru dapat dengan mudah memberikan pengetahuan yang dimikilinya kepada siswa sehingga siswa dapat dengan mudah mencapai kompetensi yang diharapkan. Disamping memiliki kemampuan-kemampuan diatas, seorang guru wajib memiliki kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik guru PKn yang bersertifikat pendidik di SMK Kecamatan Kota Kabupaten Bojonegoro sudah sangat baik. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran telah tersusun berdasarkan kriteria yang ditentukan. Penyusunan tujuan pembelajaran tidak menimbulkan penafsiran ganda. Pemilihan materi ajar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Skenario pembelajaran tercermin tiap langkah mulai dari awal, inti dan penutup. Pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan skenario pembelajaran. Kegiatan pembelajaran diawali dengan mempersiapkan siswa dan melakukan kegiatan apersepsi. Dan diakhiri dengan kegiatan refleksi dan penarikan kesimpulan. Evaluasi hasil belajar dilaksanakan untuk mengecek pemahaman siswa. Instrumen-instrumen penilaian disusun untuk mempermudah proses penilaian terhadap siswa dan untuk mengetahui tingkat kesulitan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada para guru untuk mempersiapkan diri menuju program sertifikasi pendidik agar pemberian sertifikat pendidik dapat menjadi tolok ukur kemampuan guru dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Selain itu untuk bagi para peneliti yang ingin melakukan penelitian agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya mengenai kompetensi profesional, sosial atau kepribadian. Karena kompetensi-kompetensi tersebut juga sangat menentukan kemajuan pendidikan di negara Indonesia.

Pelaksanaan Pembuktian Tindak Pidana Perkosaan Dalam Sidang di Pengadilan Negeri Malang Oleh Catur Nurharyanti

 

Perkosaamn erupakanb entukk ejahatany ang selalum endapast orotand alammasyarakaPt.e ngadilanN egeri sebagait empat untuk mencan keadilan,s eringkalidituntut untuk dapat menuntaskan kasus perkosaan dengan tidak menempatkanpelakud an korban dalam posisi yang berat sebelah.D alarn persidanganp erkaraperkosaanh,a kims eringd ihadapkanp adap ermasalahayna ngc ukupb eraty akni padatahap pembuktian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji (l) prosespersidanganp erkara perkosaand i Pengadilan,( 2) Upaya penuntutanp erkaraperkosaano leh Penuntut Umum, (3) Alat-alat bukti yang digunakan dalampembuktianp erkarap erkosaan(,4 ) Kendala-kendalaya ng di hadapih akim dalampembuktiatnin dakp idanap erkosaand alams idangd i pengadrlan. Metoded alam penelitiani ni menggunakapne ndekatann ormatify uridis danlenisnya adalah studi kasus. Kegiatan pengumpulan data dilakukan denganmenggunaliamn etodew awancarad an dokumentasiA. nalisa data yang digunakanyaitu metoded eskriptif,s edangkanm odel analisad ata melalui reduksi data, sajiandata dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga kesahihan data, penelitian inidilakukans ecarat eliti dan cermat.p erpanjangakne hadirand i lokasi penelitiand ankegiatatnr iangulasi. Hasil penelitianm enunlukkanb ahwa prosesp ersidanganp erkarap erkosaanpadad asarnyas amad enganp rosesp ersidanganp erkarap idanal ainnya,h anyas aiadalam perkarap erkosaanp rosesp ersidangannybae rsifat tertutupm engingatk asusperkosaanm erupakana ib yang menyangkuht argad in wanita sehinggati dak layakjika diketahuio leh publik. Dalam upayap enuntutans, eorangp enuntutu mum harusdapatm embuktikand akwaannyad enganm embuktikanu nsur-unsuyr ang ada dalamtindak pidanap erkosaany aitu (l) unsurb arangs iapa,( 2) unsurd engartk ekerasanataua ncamank ekerasaan(3, ) unsurm emaksap erempuanya ngb ukani strinyad an (4)unsurb ersetubuhd engand ia yangd iperolehb erdasarkafna kta yangt erungkapd alamprosesp emeriksaana lat-alabt ukti. Alat-alatb ukti yangd igunakand alamp embuktiantindak pidanap erkosaanb iasanyad apat berupak eterangans aksi, keterangana hli,keterangant erdakwa, dan barang-barangb uk1i. Alat bukti yang diperiksa dipersidangan tersebut nantinya akan memberikan petunjuk bagi hakim tentangkebernarank ejadianp erkosaanD. alam membuktikanti ndak pidanap erkosaant,i dakjarangh akim menghadapbi anyakk endalaK. endala-kendaltae rsebubt iasanyab erasaldari saksi, saksi korban, ahli dan terdakwa, dimana kendala tersebut akanmenghambajat lannyap rosesp emeriksaadni Persidangan.

Penggunaan tutor sebaya untuk meningkatkan hasil belajar ilmu pengetahuan sosial siswa kelas IV SDN Susukanrejo I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan / Sodikin

 

ABSTRAKSI Sodikin. 2010. Penggunaan Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Siswa Kelas IV SDN Susukanrejo I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan S 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1). Drs I.Wayan Sutama, M.Pd, (2). Dra, Sri Sugiharti M.Pd Kata Kunci : Tutor Sebaya, Hasil Belajar IPS, SD Berdasarkan observasi terhadap pembelajaran IPS dan hasil wawancara dengan guru kelas serta beberapa siswa, dapat diketahui bahwa selama ini pembelajaran IPS di SDN Susukanrejo I masih berpusat pada guru, sehingga siswa cenderung pasif. Akibatnya hasil belajar yang dicapai tidak dapat memenuhi SKM yang ditentukan. Untuk itu perlu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan tutor sebaya. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan penerapan tutor sebaya dalam meningkatkan hasil belajar ILmu Pengetahuan Sosial materi peninggalan sejarah di Indonesia siswa kelas IV SDN Susukanrejo I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan dan (2) Mendeskripsikan penggunaan tutor sebaya dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial materi peninggalan sejarah di Indonesia siswa kelas IV SDN Susukanrejo I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan.Rancangan dalam penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), model Kemmis dan Taggart melalui 2 siklus (siklus I dan siklus II) dan 2 kali pertemuan. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu : (1) pra tindakan, yaitu dengan memberikan pre tes sebagai pratindakan yang bertujuan untuk mengetahui data nilai siswa yang mengalami kesulitan belajar, (2) siklus satu, yaitu melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan tutor sebaya dan siklus ke dua yaitu melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan tutor sebaya yang disempurnakan dari kekurangan yang dialami pada siklus I, atau hasil refleksi dari siklus I. Hasil penelitian ini adalah pada siklus I ketuntasan belajar individu mencapai 56,6%, yang berarti meningkat sebesar 16,7% dari sebelum menggunakan tutor sebaya melalui pre tes pada pra tindakan yang mencapai 23,3%. Selanjutnya pada siklus II ketuntasan individu meningkat menjadi 87%, dan dinyatakan berhasil tuntas. Dengan demikian disimpulkan bahwa pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Susukanrejo I kecamatan Pohjenytrek kabupaten Pasuruan. Disarankan kepada guru hendaknya menggunakan tutor sebaya khususnya dalam mata pelajaran IPS. Karena menarik minat siswa dalam belajar, sehingga mudah memahami materi dan tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dan acuan dalam penelitian selanjutnya, sehingga hasilnya dapat dijadikan pedoman dan pengembangan profesi dan meningkatkan hasil belajar siswa.

Penerapan model inkuiri terbimbing pada pembelajaran fisika pokok bahasan kalor dan asas Black untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-5 SMAN 02 Batu tahun ajaran 2009/2010 / Dewi Khoirina

 

ABSTRAK Khoirina, Dewi. 2010. Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Pada Pembelajaran Fisika Pokok Bahasan Kalor Dan Asas Black Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X-5 SMAN 02 Batu Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Wartono, M.Pd, (II) Drs. Mudjihartono Kata Kunci: Model Inkuiri Terbimbing, Hasil Belajar. Berdasarkan observasi awal pada kelas X-5 SMAN 02 Batu nampak bahwa pembelajaran masih terpusat pada guru, siswa tidak dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Siswa pada umumnya hanya aktif dalam mengerja-kan tugas yang biasanya dikerjakan secara individu. Hal ini berarti partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran dirasa masih kurang karena pembelajaran masih terpusat pada guru, hasil belajar siswapun masih banyak yang dibawah KKM, hal ini disebabkan metode pembelajaran yang sering digunakan oleh guru adalah metode ceramah, pemberian latihan soal dan tugas. Salah satu model pembelajaran yang dapat memperbaiki proses pembelajaran di kelas X-5 tersebut adalah model inkuiri terbimbing. Model inkuiri terbimbing (guided inquiry) merupakan kegiatan inkuiri dimana masalah dikemukakan oleh guru atau bersumber dari buku teks kemudian siswa bekerja untuk menemukan jawaban terhadap masalah tersebut dibawah bimbingan dari guru. Penelitian bertujuan untuk menjawab pertanyaan: (1) Bagaimana keterlaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan model inkuiri terbimbing siswa kelas X-5 SMAN 02 Batu. (2) Apakah hasil belajar siswa kelas X-5 SMAN 02 Batu meningkat setelah diterapkan model inkuiri terbimbing?. Subyek penelitian adalah siswa kelas X-5 SMAN 02 Batu tahun ajaran 2009/2010 dengan jumlah 39 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kua-litatif dengan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Teknik analisis data yang digunakan untuk hasil belajar aspek afektif dan aspek psikomotorik menggunakan angka 1-3 dan keterlaksanaan model inkuiri Terbimbing menggunakan persentase. Untuk hasil belajar aspek kognitif diguna-kan rentang 0-100 dari hasil tes siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing telah terlaksana dengan baik, pada siklus I persentasenya 90,33% dan dapat dikategorikan baik, pada siklus II persentasenya 98,33% dan dapat dikate-gorikan sangat baik. Pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing dapat meni-ngkatkan Hasil belajar siswa yang terdiri dari: (a) Hasil belajar aspek kognitif dari rata-rata sebesar 44,3 sebelum tindakan meningkat menjadi 61,9 pada siklus I dan meningkat menjadi 68,9 pada siklus II. (b) Hasil belajar aspek afektif meningkat dari siklus I sebesar 67,86 menjadi 77,94 pada siklus II. (c) Hasil belajar aspek psikomotorik meningkat dari siklus I sebesar 71,4 menjadi 78,18 pada siklus II Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelaja-ran dengan model inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar fisika sis-wa kelas X-5 SMAN 02 Batu

Perbedaan motivasi dan prestasi belajar antara mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa di Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang / Rosyidah Nur Hidayati

 

ABSTRAK Hidayati, Rosyidah Nur. 2010. Perbedaan Motivasi dan Prestasi Belajar antara Mahasiswa Penerima dan Bukan Penerima Beasiswa di Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Mustiningsih, M.Pd, (II) Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd Kata kunci : motivasi, prestasi belajar, beasiswa Motivasi belajar merupakan daya penggerak aktif (dorongan) bagi mahasiswa jurusan AP FIP UM yang mampu memberikan semangat, gairah, dan keinginan untuk melakukan suatu kegiatan belajar. Dalam motivasi belajar juga terkandung adanya harapan, kebutuhan, tujuan, dan sasaran untuk meningkatkan efektifitas belajar. Keadaan jiwa inilah yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap serta perilaku mahasiswa kepada tujuan belajar. Motivasi belajar yang dimiliki oleh setiap mahasiswa berbeda-beda, hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Salah satu faktor eksternal untuk memotivasi mahasiswa diberikan dalam bentuk beasiswa. Dengan diberikannya beasiswa diharapkan motivasi belajar mahasiswa akan terus meningkat. Selain itu, diharapkan dengan semakin meningkatnya motivasi belajar mahasiswa akan memberikan dorongan untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) seberapa tingkat motivasi belajar mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa di jurusan AP FIP UM?, (2) bagaimanakah prestasi belajar mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa di jurusan AP FIP UM?, (3) adakah perbedaan motivasi dan prestasi belajar antara mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa di jurusan AP FIP UM?. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui seberapa tinggi motivasi belajar mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa di jurusan AP FIP UM, (2) untuk mengetahui prestasi belajar mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa di jurusan AP FIP UM, (3) untuk mengetahui perbedaan motivasi dan prestasi belajar antara mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa di jurusan AP FIP UM. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif, yaitu mendeskripsikan dan menemukan perbedaan unsur-unsur variabel motivasi dan prestasi belajar antara penerima dan bukan penerima beasiswa. Responden dalam penelitian sebanyak 122 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket tertutup kepada mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai responden penelitian. Setelah data terkumpul, kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji manova. ii Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, tingkat motivasi belajar mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa di jurusan AP FIP UM termasuk dalam kualifikasi tinggi. Kedua, prestasi belajar mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa termasuk dalam predikat sangat memuaskan. Ketiga, terdapat perbedaan motivasi dan prestasi belajar antara mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa di jurusan AP FIP UM. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat diajukan saran kepada: (1) Pihak Universitas Negeri Malang (UM), diharapkan dapat dijadikan pertimbangan kebijaksanaan dalam hubungan dengan pemberian beasiswa kepada mahasiswa yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa, (2) Ketua Jurusan AP FIP UM, sebagai bahan informasi untuk meningkatkan upaya jurusan dalam menciptakan faktor-faktor yang dapat mendukung motivasi dan prestasi belajar mahasiswa, (3) Dosen Jurusan AP FIP UM, diharapkan dapat membantu meningkatkan motivasi mahasiswa yang memiliki motivasi belajar sedang dan rendah dengan cara menciptakan proses belajar yang lebih aktif, (4) Mahasiswa Jurusan AP FIP UM, untuk tetap dapat mempertahankan serta terus meningkatkan motivasi dan prestasi belajarnya, (5) Peneliti lain, agar dapat mengembangkan penelitian lain yang sejenis dengan lebih memperluas pembahasan pada pokok permasalahan serta variabelnya.

Pelaksanaan Perlindungan Hukum Terhadap Hak-Hak Pekerja/Buruh Wanita Dalam Bidang Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Ditinjau Dari UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan (Studi Pada PT. Sumber Mas Indah Plywood Gresik) Oleh Wina Desika Indra Cahyati

 

Pekerja/buruwh anitar iterupakana setb erhargay angk emampuannytaid ak bolehd isepetekanta, pi dalamk enyataannypae kerja/buruhw anitas eringk ali tidak mendapatet mpaty angs esuadi enganh ak-haknyas ebagapi ekerja.B erbagabi entuk tindakk etidakadilanb anyakt erjadi padap ekerja/buruwh anita,j aminank eselamatan dank esehatakne rjay angd ibuato leh pemerintahm elaluiU ndang-undang Ketenagakerjaadna lamp elaksanaannydai perusahaabne lums epenuhnybae rjalan, danh al ini mengakibatkasne makinle mahnyap osisip ekerja/buruwh anitad alam perusahaaPn.e nelitianin i bertujuanu ntuk mengetahubi agaimanap elaksanaan pertindungahnu kumt erhadapp ekerja/buruwh anitak hususnyad alamb idang keselamatadna nk esehatakne rja dalamP T. SumberM as IndahP lywood.P enelitian ini termasukjenisp enelitians tudik asus karenap enelitianh anyad ilakukand i satu perusahaaunn tuk mencaria pakahp elaksanaand i lapangand alam hal ini di perusahaasne suaai taut idak sesuadi engank etentuany angd imaksudU ndang-undang No. I 3 Tahun2 003 tentangK etenagakerjaanT. ehnik pengumpuland atad ilakukan denganm enggunakanm etodeo bservasi,w lwancara, dan dokumentasiT. ehnik analisisd atay angd igunakana dalahm etodea nalisisk ualitatifdeskriptif. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwap erlindunganh ukumt erhadaph ak-hak pekerjaw anitad alamP T. SumberM as IndahP lywoods ebagianb esars udah dilaksanakasne suadi enganU ndang-undanNgo . 13T ahun2 003t entang Ketenagakerjaankh ususnyad alam bidangk eselamatand an kesehatank erja, kesemua aturand i perusahaain i sudahd ibuatd alamb entuka turant ertulisy angd ituangkan dalamp erjanjiank erjab ersama(P KB) yangd ibuata ntarap engusahdae ngan pekerja/buruyha ngd iwakili oleh SPSIs ebagaoi rganisasrie smip eke{a/buruh. Bentukp erlindunganya ngb erkaitand enganK eselamatadna nK esehataKn erja( K3) antarala in adalah( l) perlindungante rhadapjamk erjad anjam istirahat( 2) perlindungatne rhadapk erjal embur( 3) perlindunganp engupaha(n4 ) perlindungan terhadapke sehatarne produkspi ekerjaAuruhw anitay aitu cuti haidd anc uti hamil (5) perlindungatne rhadapk esejahteraapne kerjad anjaminans osialt enagak erja( 6) pembentukamna najemenke selamatadna nk esehatanke rjad alamp erusahaan. Berdasarkahna silp enelitiadna padt isampaikabne berapsaa rany aitu( l) hendaknypae merinta.h"f ugui pihaky angb erwerrandsa lamm enetapkaantu ran dapabt ertindatke gasp uOufr "ngu'ul"V tlg.t:d"lt,jelis-jetatsid akm elaksanakan ketentuasne pertyl ango trnukttidd alamU U No l3 Tahun2 003t entang Ketenagakerjaunp.tuznl itjit"t"f"-utan dank esehatakne rjas ebagabia danre smi vansa dad alamp erusail;;t;; dapamt elaksanaktaung asnysae suadi engan ffiffir* .;"i"" pil"fu"n pekerja/burautahu pupne ngusa(h3a)b erkaitadne ngan waktuk erjap adam atamh aii oln jui.t remburp, "tiinaunginte lha!1np ekerja/buruh harusle bihd itingkatkan "g"r f".i"*",* danL esehatankerjsag lalut erjagak' arena ;;garm'Jn.p*p Et"tJuib;i;l vangu ttetju berlebihahna nvaa kanm enurunkan produktifitakse ryay ang """liiv""cf"p"t merugikapni hakp engusahsae ndin'

Pengembangan latihan dasar defense bola basket menggunakan permainan tradisional gobaksodor pada ekstrakurikuler di SMK Negeri 5 Malang / Kusrianto Lukman P Saputro

 

ABSTRAK Saputro, K.L.P. 2010. Pengembangan Model Latihan Dasar Defense Bolabasket Menggunakan Permainan Gobaksosor Pada Ekstrakurikuler Di SMK Negeri 5 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Saichudin, M.Kes, (2) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes. Kata kunci: pengembangan, model latihan, dasar defense bolabasket menggunakan permainan tradisional gobaksodor. Dalam permainan bolabasket terdapat 5 teknik dasar salah satunya teknik dasar defense. Teknik dasar defense adalah teknik bertahan untuk menghalangi atau menghambat pemain menyerang memasukkan bola untuk mencetak poin dalam area basket pemain bertahan (Bayu, 2009). Dasar defense adalah kunci pertahanan individu dan tim secara keseluruhan. Oleh karena itu, semua pemain dilapangan harus baik dalam menguasai dasar defense. Latihan dasar defense memang sangat menjenuhkan bagi pemula, tetapi itu salah satu teknik dasar yang harus diberikan, dengan menggunakan kombinasi dalam bentuk permainan seperti gobaksodor pemain tidak akan merasa jenuh dan dasar defense juga akan terbentuk.Berdasarkan hasil surve dan observasi analisis kebutuhan di SMK Negeri 5 Malang khususnya peserta ekstrakrikuler bolabasket diketahui bahwa kurangnya pengembangan variasi model latihan teknik dasar defense. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model latihan dasar defense menggunakan permainan tradisional gobaksodor untuk siswa putra dan putri yang mengikuti kegiaatan ekstrakurikuler di SMK Negeri 5 Malang. Sehingga siswa dapat dengan mudah mempelajari latihan dasar defense dengan baik dan benar serta dapat menambah pengetahuan tentang bermain bolabasket dan bisa diterapkan secara maksimal dalam pertandingan. Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan Research and Development yang dikemukakan oleh Borg dan Gall, yang telah dimodifikasi oleh peneliti. Prosedur penelitian pengembangan model latihan dasar defense menggunakan permainan tradisional gobaksodor ini adalah sebagai berikut: (1) kegiatan pengumpulan informasi yakni, penyebaran kuesioner, (2) mengembangkan produk awal (peneliti mengembangkan buku model latihan dasar defense menggunakan permainan tradisional gobaksodor), (3) kegiatan evaluasi ahli (dua ahli pengembangan bolabasket dan satu ahli kepelatihan bolabasket), (4) revisi produk pertama (sesuai tinjauan para ahli) (5) coba tahap I (kelompok kecil) dilakukan dengan melibatkan 12 subjek dengan menguji cobakan revisi produk pertama (6) kegiatan uji coba tahap II (kelompok besar) dengan melibatkan 24 subjek, (7) Hasil akhir, produk pengembangan model latihan dasar defense bolabasket menggunakan permainan tradisional gobaksodor pada ekstrakurikuler di SMK Negeri 5 Malang. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 5 Malang. Pengumpulan data untuk evaluasi ahli berupa kuesioner terdiri dari: (1) dua orang pengembangan bolabasket dan (2) satu orang kepelatihan bolabasket. Untuk mendapatkan data uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar peneliti ii menggunakan metode pengumpulan data berupa instrumen yang disajikan dalam bentuk kuesioner/angket, untuk: (1) uji coba kelompok kecil sebanyak 12 siswa, (2) uji coba kelompok besar sebanyak 24 siswa. Hasil penelitian model pengembangan diperoleh data sebagai berikut: (1) ahli bolabasket yaitu 97,03% (baik), (2) Uji coba tahap I (kelompok kecil) yaitu 96.38 % (baik), (3) Uji coba tahap II (kelompok besar) yaitu 98.19% (baik). Dari hasil penelitian ini berupa pengembangan model latihan dasar defense bolabasket menggunakan permainan tradisional gobaksodor.Diharapkan dapat diuji cobakan kepada lingkup yang lebih luas dan dapat disosialisasikan kepada sekolah lain dan perguruan tinggi sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Hasil pengembangan ini hanya sampai tersusun sebuah produk, belum sampai pada tingkat efektivitas produk yang dikembangkan, jadi sebaiknya dilanjutkan pada penelitian mengenai efektivitas produk yang dikembangkan. Produk yang dihasilkan diharapkan dapat bermanfaat bagi pengguna produk, peneliti sendiri, dan peneliti lain untuk dikembangkan ke arah lebih lanjut.

Peranan Yayasan Lembaga Konsumen Dalam Melindungi Kepentingan Hukum Konsumen (Studi Yayasan Lembaga Konsumen Malang) Oleh Tutik Haditama

 

ABSTRAK Aditamq Tutik. 2003. Peranan YayasanL embagaK onsumend alam Melin&mgi Kepentingan Hulnm Konsumen (studi di Yalnsan Lembaga Konsumen ualang).- slsipsi, JurusanP endidikanP ancasilad an KewarganegaraaFnIP UniverlitasN egeriM alangP. embimbing(l:) Drs.M. YuhdiB atubaraS .H., M.H.( 2) DrsE di SuhartonSo. H.,Lf.Pd' Kata kunci: YayasanL embagaK onsumenk' epentingahnu kum,k onsumen' Pembangunanna sionalb ertgjuanu ntuk mewujudkans uatum asyarakaat dil dan makmur yang merata materiai dan spiritual dalag era demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pernbangunan PerekonomiaNn asionalp ada efa globalisashi arus dapotm urdukungt umbuhnya dunia usahas ehinggam impu menghasilkabne ranekara gamb arangd an/atauja sa yang memiliki kandungarrte knologi yang dapat meningka*an. kescjahteraan inasyarakasCe kaligusm andapatkakne pastianh ukuma tasb arangd an/atauja say eng diperolehd ari perdagengatna npam engakibatkakne rugrank onsurnetD alamI J[JD 1945t elaha dalaminaniernadahpa k konsumenya itu dalamp €mbt*aanI JUD 1945 alinea4 dand al-anP asal27U UO tq+Sa yat2 . Melalui Undang-UndanNgo .8T ahun 1999 dibarapkan menjadi payung integrasi dari seluruh instrumenlketentuan perlindunganh ukum konsuneny ang telah ada sebelumnyaya ng tersebard alam iprbagar instgmen hukum.B erbagaiu payap €merintahd an fumbaga Konsurnen Swada-yMa asyarakatd ilakukan unuk melindungih {-h"k konsumens ekaligus pernteidayaank onsumen.P erananP emerintahd an LSM dalam hal ini sangat pentingu, ntuki tu diadakanp enelitiante ntangP EranaYn ayasanL embagaK onsumen dalam-melindungkie pentinganh ukumk onsumend i Yayasanl- embap Konsumen Malan-Pg.enelitian ini bertujuan mengetahui gambaran umum Yayasan Lembaga KonsumenM alang,j enis-jenisp erkarap engaduadni YayasanL onbagpK onsumen Malang, p"ranari yayasan Gmbaga Konsumen Malang dalam melindqng tepentinganh ukumk onsumenp, ennasalahan-permasalahan;dniahnagd apYi ayasan HhUag1fonsumenM alangd alamm elindungki epenting3hnu kumk onsumens,e rta opuyu-ipayu yang dilatcukan Yayasan Irmbaga Konsumen Malang untuk memecahkamna salahp erlindungahnu kumk onsumen. penelitian ini -termasuk jenis penelitian sosiologisy undis atau penelitian hukume mpiris( nond oktrinal)y angm engkajpi emnans uatule mbagas ecaran yatad i lapangand,r ogaop endekatsknu alitatif.T eknikp engsmpuladna ta_dil.akukdaenn gan *ingE1rat an-rneioa"o bservasiw, awancarad, an dokumentasiS. edangkatn€ knik analisisd atay angd igunakana dalahte knika nalisisk ualitatifdeslcriptif.

Pengaruh faktor fundamental dan risiko pasar terhadap tingkat underpricing pada penawaran umum perdana di Bursa Efek Indonesia (periode 2006-2008) / Mutia Shorea Ovata

 

ABSTRAK Ovata, Mutia Shorea. 2010. Pengaruh Faktor Fundamental dan Risiko Pasar terhadap Tingkat Underpricing pada Penawaran Umum Perdana di Bursa Efek Indonesia (Periode 2006-2008). Skripsi, Jurusan S1 Akuntasi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Sawitri Dwi Prastiti, M.Si, S.E., Ak, Pembimbing (2) Dr. Sunaryanto, Drs., M.Ed. Kata kunci: IPO, Underpricing, Faktor Fundamental, Nilai Penawaran, Financial Leverage, Risiko Pasar, Rata-Rata Kurs, IHSG. Initial Public Offering (IPO) tidak terlepas dari fenomena underpricing, dimana harga saham yang ditawarkan pada pasar perdana justru lebih rendah dibandingkan harga saham ketika diperdagangkan di pasar sekunder. Fenomena ini terjadi hampir di seluruh pasar modal dunia termasuk Indonesia. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menemukan faktor-faktor penyebabnya namun hasilnya berbeda-beda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kembali faktor-faktor fundamental dan risiko pasar, yang diperkirakan mempengaruhi tingkat underpricing pada saham-saham perusahaan, yang ditawarkan pada penawaran umum perdana di Bursa Efek Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari faktor fundamental yang diproksikan dengan nilai penawaran dan financial leverage serta risiko pasar yang diproksikan dengan rata-rata kurs dan IHSG terhadap tingkat underpricing. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik penemuan sampel dengan pertimbangan tertentu yang bertujuan untuk mendapatkan sampel yang representatif. Dengan demikian sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang melakukan IPO pada periode 2006-2008 dan mengalami underpricing. Data yang digunakan adalah data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier baik berganda maupun sederhana. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel independen dalam penelitian ini tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat underpricing, sedangkan secara parsial hanya variabel financial leverage yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat underpricing. Hal ini disebabkan investor lebih mempercayai variabel-variabel lain untuk dianalisis baik dalam faktor fundamental perusahaan maupun risiko pasar dalam pengambilan keputusan investasinya di pasar primer. Berdasarkan hasil penelitian ini, penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan beberapa variabel lain yang diduga memiliki pengaruh lebih besar terhadap tingkat underpricing. Beberapa variabel tersebut diantaranya reputasi underwriter, prosentase penawaran saham, ukuran perusahaan, serta profitabilitas perusahaan selama minimal 2 tahun sebelum IPO. Sedangkan untuk risiko pasar adalah kondisi ekonomi dalam negeri, tingkat inflasi dan juga tingkat suku bunga.

Pengembangan bahan ajar IPA terpadu berbasis salingtemas dengan tema perubahan partikel dan wujud zat oleh kalor untuk SMP/MTs kelas VII / Anis Fahrurotul Futihat

 

ABSTRAK Futihat. Anis F. 2010. Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Berbasis SALINGTEMAS dengan Tema Perubahan Partikel dan Wujud Zat oleh Kalor untuk SMP/MTs Kelas VII. Skripsi. Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Lia Yuliati, M.Pd, (II) Drs. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed, Ph.D. Kata kunci: bahan ajar IPA terpadu, perubahan partikel dan wujud zat, SALINGTEMAS. Salah satu kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia adalah perubahan kurikulum. Kurikulum yang berlaku di Indonesia saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu kurikulum yang ide pengembangannya diletakkan pada posisi paling dekat dengan pembelajaran. KTSP menuntut substansi mata pelajaran IPA pada SMP sebagai IPA Terpadu antara bidang kajian Fisika, Kimia, dan Biologi. Bahan ajar yang beredar di masyarakat saat ini masih bahan ajar yang terpisah antara ketiga bidang kajian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar IPA Terpadu dan mengukur kelayakan pengembangan bahan ajar IPA Terpadu. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan desain pengembangan Borg and Gall (1983). Prosedur pengembangan terdiri atas 4 tahapan, yaitu studi pendahuluan, pengembangan draf produk, penilaian draf produk, dan revisi draf produk. Draf hasil pengembangan diuji kelayakan oleh 3 orang reviewer yaitu dari dosen dan guru. Uji keterbacaan draf dilakukan oleh 7 orang siswa SMPN 6 Blitar. Penilaian uji kelayakan produk pengembangan menggunakan angket tertutup. Data kuantitatif uji kelayakan dianalisis dengan teknik rerata sedangkan data kualitatif berupa tanggapan, saran, dan kritik digunakan sebagai pertimbangan dalam melakukan revisi produk bahan ajar. Hasil pengembangan ini berupa bahan ajar IPA Terpadu untuk siswa SMP/ MTs Kelas VII dengan tema “Perpindahan Kalor dan Akibat yang ditimbulkannya” yang mencakup bidang kajian Kimia dan Fisika. Bahan ajar hasil pengembangan dalam bentuk teks 75 halaman yang terdiri dari bagian pendahuluan dan bagian isi. Bagian pendahuluan meliputi halaman muka (cover), kata pengantar, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, SK KD dan indikator, dan peta konsep. Bagian isi meliputi peta konsep untuk materi yang dibahas, uraian materi, rangkuman per subbab, contoh soal, latihan mandiri, tugas individu, tugas kelompok, panduan kegiatan eksperimen, latihan, rangkuman, glosarium, evaluasi, kunci jawaban, dan daftar pustaka. Hasil uji kelayakan bahan ajar yang dikembangkan mempunyai skor total rerata sebesar 3,16 dan termasuk dalam kriteria layak. Hal ini berarti bahwa bahan ajar hasil pengembangan dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan uji coba di lapangan.

Proses Pengukuhan Status Warga Negara Asing Menjadi Warag Negara Indonesia (Studi Kasus di Pengadilan Negeri Bangkalan) Oleh Sonny Sutanto

 

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses pengukuhan satus warga negara asing menjadi warga negara Indonesia. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (l) Untuk mengetahui syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang warga negara asing untuk memperoleh status sebagai warga negaral ndonesia.( 2) Untuk mengetahuip rosesp engalihans tatusk ewarganegaradni lndonesia, dari status warga negara asing hingga dikukuhkan sebagai warga negara Indonesia.( 3) Untuk mengetahuih ak dan kewajiban, serta upaya-upayay ang harus dilakukan seorang warga negara asing setelah menjadi warga negara Indonesia. (4) Untuk mengetahuik endala-kendalay ang dihadapi dalam prosesp engukuhans tatus warga negara asing menjadi warga negara lndonesia. Rancanganin i menggunakand eskriptif kualitatif dan jenis penelitian adalah studi kasus. Kegiatan pengumpulan data adalah (1) Wawancara. Yaitu dengan melaksanakanta nya jawab secara langsungd engan respondenu ntuk memperoleh informasi yang diperlukan. (2) Kajian Pustaka. Kajian tersebut mengenai peraturan perundang-undangayna ng membahas tentang kewarganegaraanIn donesia, serta literaturJiteratur yang berhubungan dengan penelitian im. (3) Dokumentasi. Yaitu dengan menelusuri dan mengumpulkan informasi dan dokumen yang berkaitan dengan penulisan skripsi ini. Untuk menjaga keabsahan data penelitian dilakukan secara teliti dan cermat, perpanjangan kehadiran peneliti, trianggulasi, Pengecekan data terakhir dengan melacak dari hasil analisi data serta meminu paftisipan (informan) untuk mengecek kebenaran temuan sehingga hasil penelitian nantinya dapatd ipertangungja wabkan kebenarannya. Hasilp enelitianm enunjukkanp rosesp ewarganegaraadni I ndonesiau mumnya dan di PengadilanN egeri Bangkalank hususnyam enggunakanK EPPRESR I No. 13/ tahun 1980 tentang tata cara penyelesaianp ermohonank ewarganegaraaRn epublik lndonesia. Namun dalam pelaksanaannya sering mengalami kendala, hal ini disebabkanU ndang-UndanNg o.62l tahun 1958 sudahk etinggalanja man sehingga banyak sekali istilah yang telah tidak dipakai lagi. Berdasarkapne mbahasapne nelitianb ahwad alamK EPPRESR I No.13/t ahun 1980 yang mengaturp rosesp ewarg€megaftEdna n Undang-UndangN o. 62l tahun 1958, terlalu banyaknya instansi-instansi yang menangani masalah proses

Penerapan media tiga dimensi KIT untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN PAsinan II Kecamatan Lekok / Supaedah

 

ABSTRAK Supaedah. 2010. Penerapan Media Tiga Dimensi KIT Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SDN Pasinan II Kecamatan Lekok. Skripsi. Jurusan KSDP, FIP, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Usep Kustiawan, M.Pd (2) Drs. HjSukamti, M.Pd. Kata Kunci : IPA, KIT, Aktivitas, Hasil Belajar. Dari hasil observasi ditemukan bahwa siswa di SDN Pasinan II Kecamatan Lekok, jarang menerapkan pembelajaran dengan menggunakan media. Sebagian siswa merasa bosan dan kurang bersemangat dalam pembelajaran, sehingga siswa belum mampu mencapai kriteria ketuntasan belajar di kelas 70%. Berdasarkan hal tersebut, pembelajaran dengan menggunakan media sangat tepat dan dianjurkan sebagai alternatif proses belajar mengajar. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1) Mendiskripsikan penerapan media tiga dimensi kit pembelajaran IPA di kelas V SDN Pasinan II Kecamatan Lekok. 2) Mendiskripsikan dampak penggunaan media tiga dimensi kit terhadap aktivitas belajar siswa kelas V SDN Pasinan II Kecamatan Lekok. 3) Mendiskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas V SDN Pasinan II Kecamatan Lekok setelah menggunakan media tiga dimensi kit. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas(PTK) kolaboratif dan bersiklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Pasinan II. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu: observasi, wawancara, tes evaluasi. Sedangkan instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa pengamatan guru, tes evaluasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian setelah dilakukan Tindakan Kelas, data menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada pra tindakan rata- rata 60,62. Pada siklus I mencapai 84,72, sedangkan pada siklus II mencapai rata-rata 96,19, sehingga ketuntasan belajar mencapai 100%. Kesimpulan isi sesuai dengan bab V dari penelitian ini yaitu penggunaan media tiga dimensi kit dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa serta hasil belajar siswa dari pra tindakan mendapat rata- rata 60,62 menjadi 84,72 pada siklus I. Kemudian mengalami peningkatan yang signifikan pada siklus II menjadi 96,19 dengan ketuntasan belajar 100%. Dengan menerapkan media tiga dimensi kit dapat meningkatkan aktivitas(keaktifan, kerjasama) dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran. Selanjutnya peneliti menyarankan kepada guru, supaya dapat menggunakan media dalam pembelajaran IPA, dengan begitu siswa dapat mengembangkan potensi diri dan sikap ilmiah. Pembelajaran dalam penelitian ini juga dapat digunakan dalam penelitian- penelitian lain sebagai bahan perbandingan, sehingga dikemudian hari menjadi lebih baik.

Membangun jaringan komputer menggunakan PC router OS Linux Ubuntu di UPT SDN Karanganyar Kota Pasuruan / Mashur, Fitri Mulyani

 

Kata Kunci : PC Router Ubuntu, Manajemen Bandwidth, Sistem Firewall Kebutuhan akses Internet saat ini sangat tinggi sekali. Baik untuk mencari informasi, artikel, pengetahuan terbaru, hanya sekedar untuk chatting atau bahkan sampai mencari penghasilan secara online dan real time. Peredaran situs yang kurang baik untuk di akses dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) khususnya di Laboratorium Komputer UPT SDN Karanganyar khususnya situs yang berbau pornografi pun juga semakin berkembang, hal ini berdampak negatif jika siswa mengakses situs tersebut, maka diperlukan suatu sistem yang dapat membatasi akses situs baik browsing maupun searching. Disamping itu perlu dilakukan manajemen bandwidth agar bandwidth yang diterima setiap client sama rata. Upaya untuk menanggulangi permasalahan di atas adalah merancang PC Router yang dapat membatasi akses situs yang kurang baik khususnya situs yang berbau pornografi, dan membagi bandwidth secara merata. PC Router dengan menggunakan OS Linux Ubuntu merupakan alternatif untuk menekan biaya pembelian router pabrikan seperti Cisco, Juniper dan BayNetwork yang harganya masih mahal. Digunakannya Linux Ubuntu sebagai sistem operasi karena lisensinya gratis, tidak membutuhkan spesifikasi hardware yang besar, instalasi tidak rumit dan administrasinya mudah, bisa dijalankan dengan Text Mode maupun GUI. Pada perancangan PC Router OS Linux Ubuntu ini diawali instalasi Sistem Operasi Linux Ubuntu versi 7.10 dengan kode Gutsy Gibbon, dilanjutkan konfigurasi IP Address, konfigurasi IP Forward, konfigurasi bandwidth management menggunakan HTB Tools sehingga bandwidth ISP Telkom speedy sebesar 512 kbps dibagi secara merata setiap client dari 7 client yang aktif, kemudian mengkonfigurasi sistem firewall menggunakan aplikasi Firestarter. Pada konfigurasi firewall dengan Firestarter di sini kita dapat melidungi jaringan komputer kita dari serangan luar berupa hacking, virus, dan lain-lain. Selain itu dengan sistem firewall kita dapat mem-filter situs-situs mana yang tidak kehendaki untuk di akses oleh user misal situs porno, situs judi ataupun situs-situs lainnya yang tidak dikehendaki. Dari hasil pengujian PC Router OS Linux Ubuntu secara keseluruhan diperoleh hasil bahwa piranti sesuai dengan rancangan, yaitu: (1) Membagi bandwidth internet secara merata sesuai dengan jumlah client yang sedang aktif ,(2) Melindungi jaringan komputer dari serangan luar berupa hacking, virus maupun serangan lain, dan (3) Membatasi akses situs tidak dikehendaki karena berbau pornografi, perjudian atau lainnya berdasarkan daftar blacklist alamat situs. Kesimpulan yang dapat diambil dari perancangan dan hasil pengujian adalah sebagai berikut: (1) Sistem manajemen bandwidth dengan HTB Tools membagi bandwidth Internet sama rata sesuai dengan konfigurasi yang telah kita lakukan. Bandwidth speedy yang rata-rata sebesar 512 kpbs (Speedy Test) dibagi kepada 7 client sehingga setiap client akan mendapatkan bandwidth rata-rata 64 kbps, (2) Sistem Firewall melindungi jaringan computer dari serangan luar berupa jacking, virus maupun serangan lain, dan (3) Sistem Firewall dapat membatasi akses ke situs-situs yang tidak dikehendaki baik melalui browsing maupun searching. Akses browsing dan searching dapat di-block jika URL situs tersebut mengandung unsur kurang baik dan berbau pornografi atau perjudian dan terdaftar di blacklist situs sehingga jika siswa mengakses situs tersebut muncul keterangan access denied. Dengan melihat hasil yang dicapai, untuk pengembangan lebih lanjut disarankan: (1) Dalam mengatur manajemen bandwidth sebaiknya memperhatikan hak prioritas, misal untuk komputer klien yang dipakai oleh administrator dan pihak atasan mendapatkan jatah bandwidth yang lebih besar. (2) Untuk menghindari serangan dari luar sebaiknya pada komputer user lebih dilengkapi dengan anti virus maupun anti spam lainnya.

Kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan prestasi sekolah unggulan (studi multi kasus di TK Anak Saleh dan BA Restu I di Kota Malang) / Misbakhul Arifin

 

ABSTRAK Arifin, Misbakhul. 2010. Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Prestasi Sekolah Unggulan (Studi Multi Kasus di TK Anak Saleh dan BA Restu I di Kota Malang). Tesis, Jurusan Manajemen Pendidikan Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D., (II) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd. Kata kunci : kepemimpinan kepala sekolah, prestasi, sekolah unggulan. Kepemimpinan kepala sekolah adalah segala usaha kepala sekolah dalam mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan dan menggerakkan seluruh staf sekolah dan masyarakat agar dapat bekerja secara efektif dalam rangka merencanakan dan melaksanakan program-program sekolah untuk meningkatkan dan mencapai prestasi. Sehingga perlu dikaji dan diadakan penelitian (research), tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan prestasi sekolah unggulan khususnya di Taman Kanak-Kanak. Penelitian ini bertujuan: Pertama, untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (explanatory) prestasi yang telah diraih oleh sekolah unggulan, termasuk didalamnya mendeskripsikan sumber-sumber pendukung yang dimanfaatkan untuk mencapai prestasi. Kedua, mendeskripsikan dan menjelaskan kiat kepala sekolah dalam meningkatkan prestasi sekolah unggulan di Taman Kanak-Kanak Anak Saleh Malang dan BA Restu I Malang. Metode penelitian ini menggunakan penelitian studi multi kasus dengan model microetnografi, karena penelitian ini mempunyai latar subjek pada suatu tempat kejadian. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap : Pertama, orientasi; kedua, tahap pengumpulan data (lapangan) atau tahap eksplorasi; dan ketiga, tahap analisis dan penafsiran data. Obyek penelitian yaitu : TK Anak Saleh Malang dan BA Restu I Malang. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dari segi kualitas prestasi yang diraih TK Anak Saleh Malang relatif lebih baik dibandingkan dengan BA Restu I Malang, khususnya dari segi skala kejuaraan. Tetapi, dari segi kuantitas, kejuaraan BA Restu I Malang relatif lebih baik dibandingkan dengan TK Anak Saleh Malang. Dalam meraih prestasi, kepala sekolah BA Restu I Malang menggunakan kiat kepemimpinan antara lain : bersikap adil, memberikan sugesti, mendukung tercapainya tujuan, katalisator, menciptakan rasa aman, sebagai wakil organisasi, sumber inspirasi dan bersikap menghargai. Sedangkan Kepala Sekolah TK Anak Saleh Malang menggunakan kiat kepemimpinan : bersikap adil, memberikan sugesti, mendukung tercapainya tujuan, katalisator, menciptakan rasa aman, sebagai wakil organisasi, sumber inspirasi, bersikap menghargai, rendah hati dan spiritual transendental.

Pembelajaran integrated model menggunakan bahan ajar IPA terpadu untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa kelas VII SMP Negeri 05 Batu / Lia Widayanti

 

ABSTRAK Widayanti,Lia.2010.Pembelajaran Integrated Model Menggunakan Bahan Ajar IPA Terpadu Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Siswa Kelas VII SMP Negeri 05 Batu. Skripsi, Jurusan Fisika Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I)Drs.Dwi Haryoto, M.Pd, (II) Dra. Endang Purwaningsih, M.Si. Kata kunci: IPA Terpadu, integrated model, keterampilan berpikir siswa Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal pada kelas VII SMP Negeri 05 Batu ditemukan bahwa pembelajaran IPA sering dilakukan dengan metode ceramah. Rata-rata hasil belajar IPA siswa pada semester sebelumnya 39,19 dan 87,50% siswa mendapatkan nilai di bawah SKM. Kesulitan yang dihadapi oleh guru adalah menyatukan konsep IPA menjadi terpadu, mengaktifkan siswa selama proses pembelajaran, meningkatkan antusiasme siswa terhadap materi yang diajarkan, dan meningkatkan keterampilan berpikir siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka disepakati untuk menerapkan Pembelajaran Integrated Model Menggunakan Bahan Ajar IPA Terpadu. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Rangkaian penelitian dilaksanakan mulai tanggal 18 Januari hingga akhir Mei 2010. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 05 Batu semester genap tahun ajaran 2009/2010 sejumlah 32 siswa. Instrumen yang digunakan terdiri dari instrumen tindakan yaitu RPP dan LKS, serta modul IPA Terpadu dan instrumen pengukuran yaitu lembar observasi pertanyaan dan jawaban siswa, lembar observasi keterlaksanaan RPP, rubrik penskoran jawaban siswa, dan tes. Data penelitan berupa data hasil keterlaksanaan RPP dan keterampilan berpikir siswa. Peningkatan keterampilan berpikir yang dicapai oleh siswa ditandai dengan meningkatnya aktivitas tanya jawab siswa selama proses pembelajaran serta meningkatnya hasil tes siswa tiap akhir siklus. Pembelajaran dilaksanakan menggunakan metode eksperimen, tanya jawab, dan diskusi dengan materi IPA Terpadu. Pelaksanaan pembelajaran integrated model menggunakan bahan ajar IPA Terpadu dengan alokasi waktu 720 menit (3x80 menit perminggu) dengan tema ‘Pemuaian Pada Berbagai Wujud Zat’ menunjukkan hasil sebagai berikut. Keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran 100% aktivitas guru terlaksanakan dan aktivitas siswa meningkat 16,66 %. Persentase aktivitas tanya jawab selama proses pembelajaran meningkat sebesar 28,13% serta meningkatkan keterampilan berpikir siswa kelas VII SMP Negeri 05 Batu sebesar 93,26% pada siklus II. Dampak positif setelah diterapkan tindakan adalah jumlah siswa kelas VII SMP Negeri 05 Batu yang mampu mencapai SKM meningkat dari 12,50% menjadi 93,75% dengan peningkatan sebesar 81,25%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran integrated model menggunakan bahan ajar IPA Terpadu dapat meningkatkan keterampilan berpikir siswa kelas VII SMPN 05 Batu sebesar 93,26% dan jumlah siswa yang berhasil mencapai SKM hingga 81,25%.

Perkembangan Industri Batik Tulis Gedog "Kesatriyan" Desa Margorejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban Tahun 1995-2003 Oleh Sidik Kurniasih Agustina

 

senib atikm erupakasna lahs atuc in khasb angsaIn donesiyaa ngt etahh idup berabad-ablaardn anyaB. eberapate mpatd i Inclonesiidikenasl ebagadi ierahp enghasil batikd, iantaranyTa uban.B atik relahd ikenald i ruban sejaka bad-I6M . sebagai pusafnaydaa lahk ecamataKne rekt epatnyad i DesaM argorejoS. ebagasiu atuin dustri kecilk, cgiatanp roduksinyad ipengaruhoi lch kondisip eiekonomianie gan. Hal ini nampapka dak urunw aktu l9g7-2002d imanap adak urun waktut ersebitk ondisi perekonomiIannd onesiate rpuruka kibatk risise konomis ertap eristiwab om Bali. . Rumusamn asalayha nga kand i bahasp a

Analisis Produktivitas Keuangan Terhadap Harga Pokok Produksi (Studi Kasus Pada PT.PG. Candi Baru Sidoarjo) Oleh Bagus Permadi

 

Hubungan persepsi beban kerja dengan kinerja karyawan PT. Sumber Alfaria Trojaya Tbk. Cabang Malang / Lini Hindrasiwi

 

ABSTRAK Hindrasiwi, Lini. 2015.Hubungan Persepsi Beban Kerja dengan Kinerja Karyawan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Cabang Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi Kata Kunci: persepsi beban kerja, kinerja karyawan, PT. SumberAlfariaTrijayaTbk, Cabang Malang. Penelitian ini didasari oleh adanya fakta di lapangan,dalammelakukanpelayanankepadapelanggan, Alfamartmemilikistandarpelayanan yang harusdilakukanolehseluruhkaryawantokoAlfamartbaikkasirataupramuniaga. Namunkenyataannyamasihadakaryawan yang tidakmelakukanstandarpelayanan yang di tetapkanolehperusahaan, tidakmenyapapelanggan yang datang, dantidakmemilikiproduct knowledge yang baik. Selainitukemundurankinerjakaryawanjugadapatdilihatdaribanyaknyakaryawan yang absendaritugasnya dan meningkatnya turnover.Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi beban kerja dengan kinerja karyawan PT. SumberAlfariaTrijaya Tbk, Cabang Malang. Penelitianinimenggunakanpendekatankuantitatifdenganrancangandeskriptifdankorelasional.Populasisebanyak 342 karyawan dengan jumlah sampel 172 karyawan. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling insidental. Menggunakan instrumen penelitian skala persepsi beban kerja dengan reliabilitas 0,944 dan data sekunder berupa penilaian kinerja karyawan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Cabang Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki persepsi beban kerja tinggi 52% dan karyawan yang memiliki persepsi beban kerja rendah 48%. Karyawan yang memiliki kinerja tinggi 47% dan karyawan yang memiliki kinerja rendah 53%. Terdapat hubungan negatif signifikan antara persepsi beban kerja dengan kinerja karyawan dengan angka korelasi -0,650 dan p<0,05. Karyawandiharapkanuntukbisamembuatprioritasdalambekerja, dan mengasahlagikemampuan yang dibutuhkansepertimemahamimanajemen waktu, standarpelayanan, mengetahuihandling complain, sertamemilikiproduct knowledge yang baiksehinggakinerjakaryawanakanmeningkat. Pimpinandiharapkandapatmemberikanmotivasidanpelatihan, sepertipelatihanmanajemenwaktu, handling complain, danproduct knowledge, sehinggakaryawanmemilikipengetahuan yang lebihdandapatmeningkatkankemampuankaryawandalammenjalankanpekerjaannya.Penelitianselanjutnya, dapatmenambahjumlahsampel agar sampellebihrefresentatiflagi. Kemudianbagipeneliti yang inginmengetahuilebihdalamtentangvariabelkinerjakaryawan, mungkindapatmenambahvariabelselainpersepsibebankerja, sepertimotivasi, kesediaan, harapanimbalan, kemampuan, lingkungan, dankepuasankerja.

Analisis Metode Variabel Costing Sebagai Dasar Penentuan Harga Poko Produksi Pada Perusahaan Pupuk "SPAT" Purwadadi Pasuruan Oleh H. Suprayitno

 

Harga pokok produksi merupakan pengorbanan ekonomis yang dibutuhkanu ntuk memproduksdi an memperolehb arangh inggab arangt ersebutsiap untuk dipasarkanM. anagemenp erusahaanh arus dapatm enentukanh argapokokp roduksis ecarate pat,k arenah al itu sangabt erpengaruthe rhadapp erolehanlabay angm aksimal. Ada duam etodey angd igunakanu ntukm enetapkahna rgap okokp roduksi,yaiiu metode full costing dan metode vctriahel co.sting. tvtitoOe fuli costingmemperhitungkasne muau nsurb iaya kedalamh argap okok produksib aik tetapmaupunv ariabel.S edangkanm etode variabel costing hanya memperhitunganunsur biaya variabel kedalam harga pokok produksr. Penelitian ini menganalisa metode variabel costing sebagai dasarpenentuahna rgap okok produksiy anga dad i perusahaapnu pukS PATP urwodadiPasuruany aitu terdin dari neraca,l aporanr ugi laba, anggaranp enjualanb, ahanbaku,B OP,b iayap roduksid an PerhitungaHn PP selamat ahun2 001d an 2002. Penelitiani ni bertujuan mengetahuip enerapanm etode variabel costing sertapengaruhnytear hadap erolehalna ba.Penelitiani ni dilakukan di kantor perusahaanp upuk SPAT PurwodadiPasuruanR. ancanganp enelitiany ang digunakana dalahd eskriptif.A nalisish asilpenelitiany angd ipakaia dalahle asts quarem ethodd enganp ersamaaYn : a + bX.Hasil penelitianm enunjukkanb ahwap enetapanm etodev ariabelc ostingsebagadi asarp enetapanh argap okok produksil ebih besarp erolehanla banyad ibandingd enganf ull costing.A pabila perusahaamn enggunakavna riabelc ostingmaka laba yang diperoleha dalahR p 156.395.73u4n tuk tahun 2001 dan Rp416.848.77u4n tukt ahun2 002.A kan tetapijika perusahaamn enggunakamn etodefull costingm aka laba yang diperolehs ebesaRr p 39.433.307u ntuk tahun2 001dan Rp 343.985.297u ntuk tahun2 002.C onstnbusmi arginy ang diperoleht ahun2002l ebihb esard arit ahun2 001.Berdasarkanh asil penelitian ini, dapat disarankana gar perusahaand alammenetapkanh argap okok produksid apatm enggunakamn etodev ariabelc osting.Hal itu dapatm enghasilkalna bay angm aksimal.

Pola asuh orang tua dalam pendidikan keluarga membentuk kecerdasan budi pekerti anak (studi deskripsi pada keluarga Ibu Mas) / Ahmad Arif Fanani

 

Fanani, Ahmad Arif. 2014. Pola asuh orangtua dalam pendidikan keluarga membentuk kecerdasan budipekerti anak. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Zulkarnaen, M.pd. (2) Drs. Lasi Purwito, M.S. Kata Kunci: Pola asuh orang tua, pendidikan keluarga, kecerdasan budipekerti.     Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga masyarakat dan pemerintah. Sehingga orang tua tidak boleh menganggap remeh bahwa pendidikan anak hanyalah tanggung jawab sekolah. Orangtua sebagai lingkungan pertama dan utama dimana anak berinteraksi sebagai lembaga pendidikan yang tertua, artinya disinilah dimulai suatu proses pendidikan. Sehingga orang tua berperan sebagai pendidik bagi anak-anaknya dalam mencerdaskan akhlak budipekertinya. Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama, karena sebagian besar kehidupan anak didalam keluarga, sehingga penanaman pendidikan kecerdasan budipekerti dalam keluarga sangat penting untuk masa depan anak menjadi lebih baik.     Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pentingnya pendidikan keluarga membentuk kecerdasan budi pekerti dalam keluarga Ibu Mas di Jalan Musi RT1 RW 2 Ngoro Jombang. Mengetahui Pola Asuh orang tua dalam penanaman pendidikan kecerdasan budipekerti pada anak di keluarga.     Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian melalui pendekatan kualitatif studi kasus. Data penelitian yang berupa paparan data dari profil keluarga Ibu Mas. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan tekhnik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan trianggulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi dan klasifikasi data, dan tahap evaluasi data.     Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh dua simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama penerapan pendidikan dalam mencerdaskan akhlak budipekerti pada anak di dalam keluarga sangat penting apalagi penanaman akhlak budipekerti itu diterapkan pada anak masih usia dini sampai anak sudah mempunyai keluarga sendiri. Orang tua meyakini bahwa pentingnya penanaman pendidikan kecerdasan budipekerti anak itu sangat penting karena tanpa akhlak budipekerti yang baik serta agama manusia tidak mempunyai nilai agama yang dapat membuat patokan yang dijadikan petunjuk atau pegangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari demi mencapai akhlak yang baik terhadap orang tua.     Kedua, peran orang tua untuk anak dalam mengarahkan, meluruskan, dan mendampingi anak hingga anak tumbuh dewasa dan menjadi lebih sempurna, orang tua memberikan penerapan kecerdasan budipekerti yang baik seperti pendidikan akidah, ibadah, serta juga menghargai dan berbuat akhlakul karimah terhadap kedua orang tua. Karena dalam pendidikan akhidah, ibadah dan akhlak budipekerti itulah kelak anak akan menerapkan kehidupan sehari-harinya di dalam lingkungan keluarga dan masyarkat. Sehingga penerapan pendidikan kecerdasan budipekerti tersebut dilakukan denan benar.    Saran bagi (1) Jurusan PLS, memperluas dan mengembangkan penelitian yang program PLS dimayarakat, agar PLS dapat semakin berkembang dan dikenali oleh masyarakat; (2) orang tua, sebagai pendidik yang pertama dan utama dikeluarga, orang tua agar lebih mengenalkan pendidikan kecerdasan akhlak budipekerti yang baik, serta menanamkan kaidah islam dengan benar. Selain itu orang tua lebih bisa menanamkan nilai agama dengan metode-metode yang menarik untuk anak; (3) peneliti, diharapkan hasil penelitian ini lebih bermakna dan berarti, maka pada penelitian lebih lanjut dan dalam berbagai hal atau aspek kehidupan keluarga lebih diperkaya lagi seiring dengan temuan-temuan lapangan yang telah peneliti hasilkan.

Analisis Metode Penilaian Persediaan Yang Tepat Untuk Penetapan Harga Pokok Penjualan Pada UD. "Morodadi" Di Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan Oleh Abd. Radjak Tranggono

 

Persedraanb arang daganganm erupakane lemen aktrva yang sangatpentlng dalam operasi perusahaand agang,b aik perusaha€lgnr oslr maupunpengecers. tandarA kuntansiK euangan( sAK ) menetapkanb ahwap ersedraanharusd icatatd an dilaporkans ebesahr argap erolehannyaA. pabila hargab arangyang dibeli untuk jenis barang yang sama dalam satu periode berubah-ubah,makap enentuanh argap erolehanp ersediaanse makinr umit. Dalams itr.asih argayang berubah-ubahm, aka peruahaand ihdapkanp ada pemilihan metodepenentuanh arga perolehana tas persediaany ang dimiliki dan harga pokokpenjualana tas barang-barangya ng telah drjual. Ada tiga metodey ang dapatdigunakanu ntuk menilai persediaanb arangd agangany, aitu : Metode t'lFO,Metode LIFO, dan Metode AVERAGE. pemilihan merode FIFO, LIFO, ataupunAVERAGE nantinyaa kanm empunyapi engaruhte rhadapL aba yangd iperoleh Rumusanm asalahd alamp enelitianin i, adalah: l ). Bagaimanap enerapanmetodep enilaianp ersediaanb arangd agangand enganm etodeF IFO, LIFO, danAVERAGE pada UD. MOI{ODADI Kecamatan Kembangbahu KabupatenLamongan.2 ). BagaimanaP enilaianp ersediaanb arangd agangany ang repaqsehingga memperoleh Laba maksimal pada uD. MORODADI kecamatanKembangbahKu abupatenL amongan.Adapun tujuan dari penilaian ini, adalah : l). Untuk mengetahuipenerapanm etodep enilaianp ersediaanb arangd agangand enganm etodeF ll.o,LIFO, dan AVERAGE dalam hubungannyad enganp emerolehanh argap okokpersediaana khir pada UD. Morodadi Kecamatank embangbahuK abupatenLamongan. 2). untuk mengetahui penerapan perhitungan metode penilaianpersediaanb arangd aganganya itu MetodeF IFO, LIFO, dan AVERAGE dalam hubungannyad enganp enentuanh arga pokok penjualanp ada UD. MorodadiKecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan. Populasi dalam penilaian ini, adalah "Keseluruhan transaksi yangberjaland enganm etodeP enilaianp ersediaanb arangd agangans ejakb erdirinyaPerusahaans ampai sekarang."S edangkanS ampelnya,a dalah "KeseluruhanTransaksi yang berjalan selam satu tahun dengan metode prnilaian persediaanbarangd agangany ang dilakukano leh 'UD. MORODADI" selamas atut ahun( 1 Januaris ampadi engan3 1 Desembe2r 002) . Untuk memperolehd atad alampenelitian ini digunakan teknik Wawarcara, Observasi, dan Dokumentasi,sehinggadatayangdiperolehberupadataandgakna d atanona ngka. TeknikAnalisis Data yang digunakan, adalah Teknik Analisis Deskriptif denganmenggunakanP endekatanA kuntansr, khususnya yang berkaitan denganPenilaianP ersediaan. BerdasarkanA nalisis Data, diperolehK esimpulans ebagabr erikut : 1).Pada saat harga cenderung turun, perhitungan dengan metode LIFOmenghasilkahna rgap okok persediaana khir barangd agangany ang tebih tinggtdaripadam etodeF 1FOm aupunA verage. 2). Padas aath argac enderungtu run,perhitungan dengan metode FIFO menghasilkan harga pokok penlualan yanglebih tinggi daripada metode LIFO maupun Average. .3). Pada saat hargacenderungtu m, perhitungand enganm etode LIFO menghasilkanla ba bersihyang lebih tinggi daripada metode FIFO maupun metode Average. 4).Perusahaans ebaiknyam enerapkanm etodeA veraged alam menilai persediaanbarangd agangank,a renab eradad i antaram etodeF IFO danm etodeL IFO yangjumlahnya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.

Korelasi Antara Perputaran Piutang Dengan Tingkat Rentabilitas Ekonomis (Studi Kasus Pada KPRI "JUJUR") Kecamatan Sampang Kabupaten Ponorogo Oleh Slamet Riyadi

 

Persaingand unia usahas aat ini semakink etat yaitu denganm eningkatnyakuantitas perusahaan dagang yang hampir semuanya terlayani melalui penjualankedit dengan syarat lunak. Koperasi juga harus dapat melayani penjualan kreditdengan syarat yang terjadi pada dewasa ini agar dapat tetap bisa bersaing denganperusahaalna in didalams ituasiy angb erkembangp adap erusahaadna gangtersebut.Penjualan secara kredit sebenamya banyak mengandung resiko misalnyapiutangt ak tertgih,Jatuhte mpoy angm undurd an lainlain.Usahau ntuk memperkecilresiko adalahd engana danyap engelolaanp iutang yang baik. Salah satu caranyaadalah dengan mempercepat perputaran piutangnya. Apabila hal tersebutdilaksanakan maka kemungkinan piutang tak tertagih akan dapat dihindari, dapatmeninggatkalna ba,a khirnyab erpengarukhe padap eningkatanre ntabilitase konomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuis eberapac epat perputaranp iutang,seberapab esart ingkat rentabilitas ekonomis,d an mengetahuia dat idaknya hubunganantaxa perputaran piutang dengan tingkat rentabilitas ekonomis pada KPRI "JUJUR"KecamatanS ampungK abupatenP onorogoT. ahun1 9 92 sampadi engan2 002. Penelitian ini termasuk penelitian Asosiatif yang mempunyai hubungankausal.Variabeble bas(X)d alamp enelitiani ni adalahp erputaranp iutangd anV ariabelterikat (Y) adalahr entabilitase konomisM. etodep engumpuland atad alamp enelitianini adalah metode dokumentasi.Teknikn alisis data menggunakan analisis nonparametrik korelasi Spearmen Rank bekerja dengan data ordinal. Data dalampenelitian ini adalah data rasio, maka data tersebut harus diubah menjadi data ordinal.Ilasil penelitianm enunjukkanb ahwa (1) Rata-ratad ari perputaranp iutangKPRI *ruJUR" adalah1 ,530685d an itu sudahs tabil kerenat iap tahunm engalamipeningkatan yang berarti; (2) Rata-rata dari tingkat rentabilitas ekonomis adalah25,44 dmr sangat stabil peningkatannya sesuat dengan peningkatan pertambahandebet juga pertambahan anggota yang terjadi disetiap awal tahun buku. (3) Adahubungan antara perputaxan piutang dengan rentabilitas ekonomis pada KPRI"ruJLIR" denganti ngkatr entabilitaes konomisd engank oefisien korelasi rho =0,027d N sipifikan p = 0,468.Saran yang dapat diberikan kepada KPRI "JUJUR" adalah (1) Dalammernberikatrne dit kepadaa nggotah endaknyyaa ngs elektif;( 2) Untukm empercepatperputarapni utangh endaknyam emperbaharusyi aratk edit, denganc ashd iscount,kepadyaa ngl unass ebelumja tutrt empo;( 3) Untukl ebihm engfelrifkanp eningkatandan stabilitas rentabilitas ekonomis hendaknya mempercepat perputaran,menstabilkadna nm enghemabti aya-biayao perasional.

Penetapan Harga Pokok Produksi Sebagai Dasar Penentuan Harga Jual Pada Percetakan Dan Setting "Q & R" Di Kota Batu Oleh Triono

 

Biaya bahan Baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrikmerupakanb iaya-biayap enentuh argap okok produksip adap ercetakand an Seftinge& R di kota Batu.T ujuan ditetapkannyah argap okok dari suatup roduksia ntaral ainuntuk menentukanh argaj ual. Untuk mengetahuai pakahh argaj ual sudaht epat ataubelum tepat maka perlu ditenhrkanb esarnyah arga pokok produksi.S elamai niPercetakand an Setting Q & R di Koa Ba$ belun melakukanp elhitungrrnh argapokok produksi secarat epat dan teliti, serta belum mengadakankl asifikasib iaya kemasing-masingb agian yang ada dalam perusahaany, aitu bagian produksi, baglanadministrasi dan umum sena bagian pemasaran. Penelitian ini bertujual untukmengetahubi iaya-biayay ang menenhrkanh argap okok pada perusahaanp ercetakan.Selama ini perusahaan Percetakan dan Setting Q & R di Kota Batu dalarnmenentukahna rgaj ual berdasarkapne saruud alamm encetakd an tingkatk esulitanpengerJaannyaVariabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah biaya produksi dan hargajualdari barangc etak yang dihasilkanm ulai bulan April 2003 - Juni 2003. Penelitianin idilakukand i perusahaanP ercetakand an SettingQ & R di Kota Batu yang beralamatdi JalanW R. SupratmaNno . 12 telepon(0 341)5 l1771.L arrcp enelitiadna rir anggal5 April 2003 sampaid engan2 5 Agustus2 003.D itinjau dari sifatnyap enelitianin i termasujke nisp enelitiand eskriptif. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah yang p€rtama untuk menghitungharga pokok produksi, terlebih dahulu biaya lishilq biaya pemeliharaana lat, biayatistrik, air dan telepon, sewa gedrrngd an penyusutanm esin harus diklasifikasikandengan tepat yaitu ke bagian produksi dan ke bagian administrasi dan umum.Selanjutnyab iaya admuristrasdi an umwn sertab iayap emasarand an penjualanh arusd*eluarkan dari biaya overhead pabrik, sebab biaya-biaya tersebut termasuk biayaoperasi.S etelahb esamyah argap okok produksid iketahui,h argajual dapatd itentukandari besarnyah argap okok produksid itambahb iayao perasid an besamyak eunhrnganyang dilrarapkan. Hasil penelitiani ni menunjukkanb ahwa harga pokok produksi setelaha danyapengklasifikasiabni aya ternyatal ebih rendahj ika dibandingkand enganh argap okokproduksi sebelumd iadakanp eng;klasifrkasiabnia ya. Dalam penilaianb ahanb aku, perusahaanti dak menggunakans istem persediaan,a rtinya setiap pengadaanb ahanbaku selalu disesuaikand enganv olume pesanany ang ada, sehinggab ahan bakulangsungd apatd ipakait anpam enungguu ntuk disimpand i gudang.S edangkadna lamhal penentuanh argaj ual, perusahaamn anggunakamn etodeg ross marginp ricing dan.menghasilkahna rgaju al yangl ebih layakj ika dibandingkand eng;amn etodel ainnya.

Analisis sistem dan prosedur pemberian kredit modal kerja pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Malang Martadinata / Ika Yaningtias

 

Seiring dengan kehidupan ekonomi dan perdagangan yang semakin berkembang, bank mempunyai peranan penting dalam melaksanakan distribusi, selain itu bank juga berperan sebagai lembaga intermediasi antara pihak yang memakai dana dengan pihak yang membutuhkan dana. Bank memegang fungsi sebagai perantara keuangan dalam masyarkat. Bank menyalurkan dana pada masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk kredit. PT. Bank Rakyat Indonesia adalah salah satu bank yang selain menghimpun dana dari masyarakat juga melayani jasa perkreditan. Salah satu jenis kreditnya adalah Kredit Modal Kerja. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang sistem dan prosedur pemberian Kredit Modal Kerja pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Malang Martadinata. Metode pemecahan masalah yang dilakukan adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan dari hasil pengamatan dan pembahasan Tugas Akhir ini, diperoleh kesimpulan bahwa analisis yang diterapkan dalam prosedur pemberian Kredit Modal Kerja pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Malang Martadinata telah sesuai dengan konsep 5C, yaitu analisa character, capacity, capital, collateral,dan condition of economy. Prosedur yang dijalankan juga telah melalui tahap-tahap yang sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati sebelumnya antara pihak bank dan debitur. Sistem pengendalian intern yang diterapkan dalam pemberian Kredit Modal Kerja juga telah memenuhi unsur-unsur pokok pengendalian intern. Dari hasil pengamatan ini, disarankan kepada PT. Bank Rakyat Indonesia hendaknya Terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang ada, hal ini dapat dilakukan dengan melakukan training atapun follow up rutin untuk meningkatkan kinerja para karyawannya. Selain itu, Bank Rakyat Indonesia sebaiknya memperketat kegiatan monitoring terhadap usaha yang dijalankan oleh debitur untuk meminimalisir terjadinya kredit bermasalah. Pihak Bank Rakyat Indonesia juga harus menjalin kerjasama yang lebih baik dengan para debitur. Seperti yang telah diketahui dalam pembahasan bahwa kerjasama yang baik antara bank dengan debitur dapat memperlancar kegiatan bimbingan atau pembinaan terhadap debitur. Karena keberhasilan kredit sepenuhnya tergantung pada kemampuan debitur dalam menciptakan keuntungan. Keuntungan yang diperoleh akan menghasilkan kekuatan bagi debitur untuk memenuhi kewajibannya.

Pengaruh pengungkapan tanggung jawab sosial, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusional terhadap kinerja perusahaan (studi pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008) / Amalia Oktaviana

 

BSTRAK Oktaviana, Amalia. 2010. Pengaruh Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial, Kepemilikan Manajerial, Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2008). Skripsi. Jurusan Akuntansi. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Triadi Agung Sudarto, S.E., M.Si, Ak. (2) Ika Putri Larasati, S.E., M.Com. Kata Kunci: Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial (CSDI), Kepemilikan Manajerial (MOWN), Kepemilikan Institusional (INS), dan Kinerja Perusahaan (ROE). Indikator dalam menilai kinerja keuangan perusahaan diantaranya dengan rasio profitabilitas yang salah satunya adalah Return On Equity (ROE). Rasio keuangan ini merupakan suatu alat analisis yang diperlukan untuk mengukur kondisi dan efisiensi operasi perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu laba bersih. Selain bertanggung jawab secara keuangan (financial), perusahaan juga memiliki tanggung jawab sosial maupun lingkungan hidup tempat perusahaan beroperasi yang ditunjukkan pada kebijakan dan aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan .Kepemilikan manajerial yang merupakan kepemilikan saham perusahaan oleh pihak-pihak yang berada dalam perusahaan (insider), serta kepemilikan institusional yang merupakan kepemilikan saham oleh pihak-pihak yang berbentuk institusi juga dapat meningkatkan ROE perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel CSDI, MOWN, INS terhadap ROE baik secara parsial maupun secara simultan. Data yang digunakan bersumber dari ICMD (Indonesian Capital Market Directory) dan annual repot perusahaan tahun 2006-2008. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia yaitu sebanyak 124 perusahaan, namun setelah digunakan metode purposive sampling dengan teknik pooled data, didapatkan sampel sebanyak 15 sampel perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS. Uji yang dilakukan adalah nilai t dan nilai F. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial hanya variabel CSDI dan MOWN dengan nilai signifikansi 0.000 dan 0.041 mempunyai pengaruh signifikan terhadap ROE. Secara simultan variabel-variabel CSDI, MOWN, dan INS berpengaruh signifikan terhadap ROE dengan nilai signifikansi 0.000. Berdasarkan penelitian ini, maka disarankan dalam penelitian selanjutnya untuk menambah jumlah sampel, variabel, dan memperpanjang periode penelitian, serta diharapkan bagi investor, penelitian ini dapat dijadikan gambaran tentang pengaruh pengungkapan tanggung jawab sosial, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusional terhadap kinerja perusahaan sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat.

Culture in descriptive texts of EFL textbook used at International Standard School Project SMPN 5 Malang / Nova Ariani

 

ABSTRACT Ariani, Nova. 2010. Culture in Descriptive Texts of EFL Textbook used at International Standard School Project SMPN 5 Malang. Thesis, English Department, Faculty of Letters State, University of Malang. Advisor: Dr. Hj. Emalia Iragiliati, M.Pd Keywords: Cultural Content, EFL Textbook, Descriptive Texts, International Standard School Project The inevitable relationship between language and culture is not disputable. The need for cultural learning was stated in the curriculum of International Standard School Project. The culture learning for 7 graders in International Standard School Project SMPN 5 Malang is to learn target culture and source culture which can be attained through EFL textbook. Target culture in this study is the culture of countries where English is the first language such as United Kingdom, United States of America, and Australia. Meanwhile, source culture is the students’ own culture which is Indonesian. This study was aimed at analyzing the target and source culture presentation on descriptive texts of the EFL Textbook used at International Standard School Project SMPN 5 Malang by applying the content analysis. The analysis was based on the cultural content criteria of Byram (1993a) in Hinkel (1999). Target culture presentation found in the descriptive texts “Dea” were in the forms of a) name of a school which is “Mondial Lower Secondary School”; b) social class presentation of a middle class in English-Speaking countries. Meanwhile, in the text “Vanessa-Mae Vanakorn” were in the forms of a) regional identity which are “London”, “England”, and United Kingdom, b) social class presentation of upper class in United Kingdom. Source culture presentation was not presented within all the four descriptive texts. There were no vocabulary usage found related to Indonesian’s culture based on the cultural content criteria. In other words, there was no explicit language usage to present source culture in the descriptive texts. In carrying out the analysis, there were new findings found. The first was that most cultural information from the texts titled “My Grandma” and “My Bombi” were bland. Therefore, these two descriptive texts could not be mentioned to present either target or source culture information based on the culture content criteria. The second new findings were the presentations of international target culture in the descriptive texts titled “Vanessa-Mae Vanakorn” and “Dea”. The international target culture is a wide variety of cultures set in English-speaking countries or in other countries where English is not a first or second language but is used as an international language (Cortazzi & Jin in Hinkel 1999). The international target culture presentations in the descriptive text “Vanessa-Mae Vanakorn” were in the forms of: a) regional identity which was “Singapore”, “Thailand”, and “China” b) employment which was “a world–famous violinist”; c) musical instrument which was “violin”; d) musical performance which was “classical violin concerto”. e) morality showed in carrying out a divorce; and f) rites of passage in intercultural marriage. In the descriptive text i “Dea”, the international target culture presentation was in the form of morality which construed in the character of nice and helpful smart student quality. Some suggestions are proposed related to cultural content consideration. The first suggestion is for the materials developer who should develop materials that present cultural content in the reading materials such as descriptive texts to provide the students to learn about either target culture or source culture information. It can be done through the mention of the language usage through the cultural content criteria based on Byram. The second suggestion is for English teachers who would select the reading materials from textbook that could help them enriching their cultural learning by discussing the words or sentence which present target or source culture presentation. The last suggestion is for the future researchers who want to conduct studies related to the cultural content analysis on textbook. Future researchers are suggested to probe and investigate deeper the materials such as textbook in relation to its cultural content to help improving the materials development.

Persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran cafe Warna Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / Rahmayuni

 

ABSTRAK Rahmayuni. 2010 Persepsi Konsumen Terhadap Bauran Pemasaran Cafe Warna Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Teti Setiawati, M. Pd. (2) Dra. Wiwik Wahyuni, M. Pd. Kata kunci: Persepsi Konsumen, Bauran pemasaran Cafe Warna Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Tujuan penelitian mengetahui persepsi konsumen terhadap produk, harga, tempat, dan pelayanan pada Cafe Warna. Populasinya adalah konsumen Cafe Warna Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, dalam waktu 1 bulan sekitar 1000 orang. Jumlah sampel sebanyak 91 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket, dokumentasi dan wawancara. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persepsi konsumen terhadap produk makanan dan minuman yang ditawarkan Cafe Warna adalah 68,13% baik (sebagian besar), (2) Persepsi konsumen terhadap harga makanan dan minuman yang ditawarkan Cafe Warna adalah 43,96% baik (sebagaian kecil), (3) Persepsi konsumen terhadap tempat yang ada di Cafe Warna adalah 71,43% baik (sebagaian besar), (4) Persepsi konsumen terhadap pelayanan yang dilakukan Cafe Warna adalah59,34% baik (sebagaian besar). Masukan bagi pihak Cafe Warna adalah Sebaiknya menu Cafe Warna dibuat lebih variatif supaya persepsi konsumen menjadi lebih baik. Cafe Warna seharusnya menyediakan toilet untuk mempermudah konsumen yang memerlukan. Ventilasi yang ada di Cafe Warna sangat kurang dan sebaiknya ditambah, karena asap dari dapur masuk keruang makansehingga sangat mengganggu konsumen yang sedang menikmati makanan dan minuman. Pihak Cafe Warna juga perlu menjaga dan meningkatkan pelayanan kepada konsumen, agar tetap cepat dalam pelayanan walaupun dalam keadaan ramai dan supaya persepsi konsumen menjadi lebih baik, dari hasil yang didapat bahwa rata-rata persepsi konsumen adalah baik, dan untuk mendapatkan persepsi konsumen menjadi sangat baik maka pelayanan yang diberikan harus lebih cepat dan menggunakan standar waktu pengolahan agar konsumen tidak terlalu lama menunggu.

Pengaruh relationship marketing terhadap kepuasan nasabah (Studi pada nasabah tabungan PT. Bank Syariah Mandiri, KCP Bojonegoro) / Chandra Bayudahana

 

ABSTRAK Bayudahana, Chandra. 2010. Pengaruh Relationship Marketing Terhadap Kepuasan Nasabah (Studi Pada Nasabah Tabungan PT. Bank Syariah Mandiri, KCP Bojonegoro). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing I : Drs. Agus Hermawan, Msi, MBus, Pembimbing II: Titis Shinta Dhewi, SP, MM. Kata Kunci: Relationship Marketing dan Kepuasan Nasabah Perusahaan dituntut mampu menawarkan barang dan jasa yang dihasilkan dengan memberikan mutu pelayanan relationship marketing yang baik. Konsep relationship marketing merupakan metode yang digunakan untuk menarik perhatian pelanggan dan memelihara pelanggan serta meningkatkan dan mengelola hubungan dengan pelanggan. Oleh karenanya, hasil dari strategi relationship marketing adalah proses pembentukan dan keterkaitan di dalam mengelola kolaborasi pelanggan, membangun hubungan mata rantai untuk meningkatkan nilai pelanggan, kelanggengan pelanggan dan profitabilitas. Untuk mewujudkan Relationship yang baik dibutuhkan persyaratan, sebagai berikut ; Yang pertama jika para pelanggan mempunyai kebutuhan yang bersifat jangka panjang dan mempunyai peralihan yang tinggi, yang kedua jika pelanggan sangat terikat pada sistem tertentu dan mengharapkan pelayanan yang konsisten dan tepat waktu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian survey, yaitu penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Teknik analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda dengan uji F dan uji t. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui gambaran keadaan Relationship Marketing dan Kepuasan Nasabah PT. Bank Syariah Mandiri KCP Bojonegoro dimana keuntungan bersama, komitmen, kebenaran dan komunikasi para nasabah PT. Bank Syariah Mandiri KCP Bojonegoro masuk dalam kategori baik dan kepuasan para nasabah PT. Bank Syariah Mandiri KCP Bojonegoro juga masuk dalam kategori baik. Ada pengaruh yang signifikan secara simultan antara variabel keuntungan bersama, komitmen, kebenaran dan komunikasi terhadap kepuasan nasabah PT. Bank Syariah Mandiri KCP Bojonegoro. Diketahui sebesar 71,5% kepuasan nasabah PT. Bank Syariah Mandiri KCP Bojonegoro dipengaruhi oleh variabel keuntungan bersama, komitmen, kebenaran dan komunikasi. Sedangkan sisanya sebesar 28,5% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain diluar penelitian. Terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel keuntungan bersama, komitmen, kebenaran dan komunikasi terhadap kepuasan nasabah PT. Bank Syariah Mandiri KCP Bojonegoro. Beberapa saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu diharapkan PT. Bank Syariah Mandiri KCP Bojonegoro harus terus berupaya meningkatkan ketepatan dalam melayani segala bentuk transaksi yang terjadi, melalui usaha tersebut maka dengan sendirinya para nasabah merasa dihargai keberadaannya sebagai mitra dari bank. Selain itu untuk meningkatkan atau memberikan jaminan atas kepercayaan para nasabah diharapkan untuk bertanggung jawab atas segala pelayanan yang ditawarkan sehingga para nasabah mampu terpenuhi atas jaminan kepuasan sesuai dengan harapan para nasabah. Adapun usaha yang lain yaitu dengan mengatasi keluhan atau masalah nasabah sehingga tidak menimbulkan rasa tidak puas nasabah atas kualitas pelayanan yang diberikan. Dalam upaya untuk meningkatkan kepuasan para nasabah diharapkan pihak pengelola bank untuk berusaha menjaga hubungan yang baik antara nasabah dan pihak bank sehingga mampu menciptakan komitmen para nasabah terhadap bank. Diharapkan pihak pengelola bank selalu berupaya memberikan informasi secara lengkap atas keberadaan produk yang ditawarkan sehingga dapat terjalin komunikasi yang baik antara nasabah dan pihak bank.

Pengaruh efikasi diri, motivasi, dan prestasi praktik kerja industri terhadap minat berwirausaha siswa kelas XII SMK Negeri 1 Turen tahu ajaran 2014/2015 / Sisdiani Hari Astuti

 

ABSTRAK Astuti, Sisdiani H. 2015. Pengaruh Efikasi Diri, Motivasi, dan Prestasi Praktik Kerja Industri Terhadap Minat Berwirausaha siswa kelas XII Pemasaran SMK Negeri 1 Turen Tahun ajaran 2014/2015. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sopiah, M.Pd, M.M., (II) Drs. Moh Hari, M.Si Kata Kunci : Efikasi Diri, Motivasi, Prestasi Praktik Kerja Industri, dan Minat Berwirausaha Tingginya jumlah pengangguran di Indonesia tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang masih rendah pula. Berdasarkan data data dari Badan Pusat Statistik pada februari 2014 jumlah pengangguran di Indonesia SD kebawah 29, 72 %, SMP 23,7%, SMA 26,5%, SMK 11,85%, Universitas 8,35%. Salah satu cara mengatasi pengangguran di Indonesia yaitu dengan menumbuhkan minat berwirausaha satu faktor pengaruhnya adalah Efikasi diri, motivasi dan prestasi praktik kerja industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui: (1) Efikasi diri, motivasi, prestasi praktik kerja industri dan minat berwirausaha siswa kelas XII pemasaran SMK Negeri 1 Turen; (2) Pengaruh Efikasi diri terhadap minat berwirausaha siswa kelas XII pemasaran SMK Negeri 1 Turen; (3) Pengaruh Motivasi terhadap minat berwirausaha siswa kelas XII pemasaran SMK Negeri 1 Turen; (4) Pengaruh Praktik Kerja Industri terhadap minat berwirausaha siswa kelas XII pemasaran SMK Negeri 1 Turen. Penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai objek penelitian yakni kelas XII Pemasaran SMK Negeri 1 Turen yang berjumlah 67 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Skala yang digunakan adalah skala likert dengan 5 alternatif jawaban. Dalam menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas dengan bantuan SPSS 16.0 for windows. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif, uji asumsi klasik dan analisis Regresi Berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Efikasi diri, motivasi prestasi praktik kerja industri dan minat berwirausaha siswa kelas XII pemasaran SMK Negeri 1 Turen adalah tinggi; 2) Terdapat pengaruh positif signifikan efikasi diri terhadap minat berwirausaha siswa kelas XII pemasaran SMK Negeri 1 Turen; 3) Terdapat pengaruh positif signifikan Motivasi terhadap minat berwirausaha siswa kelas XII pemasaran SMK Negeri 1 Turen; 4) Tidak ada pengaruh positif signifikan prestasi praktik kerja industri terhadap minat berwirausaha siswa kelas XII pemasaran SMK Negeri 1 Turen. Dari hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada guru, orang tua dan siswa untuk mendukung, mengarahkan dan meningkatkan yang ada pada diri siswa untuk memunculkan dan mengembangkan minat berwrausaha.

Analisis rasio profitabilitas untuk menilai kinerja keuangan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. / Upik Indrawani

 

PT.Semen Gresik ( Persero) Tbk. is peripatetic company in the field of cement industry, and represent one of the Body of is Effort Publik Ownwrship ( BUMN). Pursuant to monetary ratio analysis of this research aim to to assess performance of PT. Semen Gresik ( Persero) Tbk. according to profitability ratio covering: clean income margin ratio, equity on return, assets on return. Profitability is ratios which is used in doing measurement of efectifities of management at one particular company by totally, which is shown by big the so small advantage which is obtained in its relation with long-range company invesment and also sale during and also short-range. Assessment of performance can be done by using calculation of ratio analysis comparing between related/relevant posts in balance report and balance and also compare the condition of exist in report and contained in financial statement with theory which there are in used references. Technique data collecting in writing of this Final Duty is documentation. Trouble-Shooting method in writing of this Final Duty is descriptive and qualitative, that is from information which have been collected, is later then processed and description to be concluded as according to formula of is problem of. Result of this research indicate that PT. Semen Gresik ( Persero) Tbk. ratio of net margin profit in the year 2006-2008 experiencing of increase that is year 2006 equal to 14,84%, year 2007 equal to 18,49 %, year 2008 equal to 20,67 %. Return ratio to the totalizeing asset in the year 2006-2008 experiencing of increase that is year 2006 equal to 17, 28%, year 2007 equal to 20,85%, year 2008 equal to 23,80%. Return ratio of net worth in the year 2006-2008 experiencing of increase that is year 2006 equal to 23,56%, year 2007 equal to 26,79% and in the year 2008 equal to 31,27%. From result of financial statement analysis can know that PT. Semen Gresik ( Persero) Tbk. be in god condition and is healthy. Where profitability ratio used to yield profit show the existence of high profit improvement of year 2006-2008.

Pengaruh rasio profitabilitas, economic value added, dan market value added terhadap harga saham pada perusahaan real estate dan properti yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2007 / Purwanto

 

ABSTRAK Purwanto.2009. Pengaruh rasio profitabilitas, economic value added, dan market value added terhadap harga saham pada perusahaan real estate dan properti yang listing di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr. Bambang Sugeng, M.A. (2)Ika Putri Larasati,S.E. M.Com Kata kunci : rasio profitabilitas, economic value added, market value added, harga saham Tujuan utama perusahaan adalah untuk memaksimumkan profit. Oleh karena tujuan memaksimumkan profit bersifat statis dan tidak memperhatikan dimensi waktu, maka tujuan utama bergeser dari maksimumkan profit ke memaksimumkan kemakmuran pemegang saham melalui maksimisasi nilai perusahaan. Untuk perusahaan yang go public harga saham merupakan pencerminan dari nilai perusahaan. Banyak faktor yang mempengaruhi harga saham. Faktor utama yang mempengaruhi harga saham adalah kinerja perusahaan. Salah satu indikator dalam mengukur kinerja keuangan perusahaan adalah dengan analisis rasio khususnya rasio profitabilitas. Selain mengunakan rasio juga terdapat metode penilaian kinerja yang lebih unggul yang berorientasi untuk menilai tingkat kemakmuran pemegang saham yaitu economic value added dan market value added. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh rasio profitabilitas, economic value added, dan market value added terhadap harga saham pada perusahaan real estate dan properti yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2007. Dalam penelitian ini rasio profitabilitas diukur dengan return on asset yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan mengunakan total aktivanya dan gross profit margin yang menunjukkan kemampuan menghasilkan laba dari penjualannya. Economic value added merupakan alat ukur kinerja yang memperhatikan unsur biaya modal, sedangkan market value added adalah selisih antara nilai pasar ekuitas dengan jumlah ekuitas yang diinvestasikan dalam perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan real estate dan properti yang go public tahun 2007. Kemudian dengan mengunakan metode random sampling ditentukan bahwa sampel penelitian adalah 30 perusahaan. Penelitian ini menguji hipotesis dengan analisis regresi berganda. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa di dalam uji t hanya return on asset yang lebih besar dari 0,05 sehingga hanya variabel return on asset yang berpengaruh terhadap harga saham. Return on asset memiliki pengaruh terhadap harga saham. Hal ini mengindikasikan bahwa investor mengunakan rasio ini untuk menilai kinerja perusahaan. Meskipun konsep economic value added dan market value added lebih unggul tapi pada perusahaan real estate dan properti belum dijadikan landasan dalam mengukur kinerja perusahaan. Selain itu tidak berpengaruhnya economic value added dan market value added juga dikarenakan perbedaan karakteristik dan jenis perusahaan.

Survei tingkat pengetahuan tentang narkoba dan bahaya penyalahgunaannya pada siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen kota Malang / Sudarmanik

 

ABSTRAK Sudarmanik. 2010. Survei Tingkat Pengetahuan tentang Narkoba dan Bahaya Penyalahgunaannya pada Siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani & Kesehatan FIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (II) dr. Hartati Eko Wardani, M.Si. Med. Kata kunci: pengetahuan, penyalahgunaan narkoba, dan siswa. Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tidak bisa dicegah. Penyebaran narkoba juga sudah merajalela di sekolah-sekolah dari tingkat perguruan tinggi bahkan pendidikan dasar. Timbulnya masalah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja/pelajar dewasa ini tidak hanya menyangkut remaja atau pelajar itu sendiri akan tetapi juga ada hubungan dengan berbagai faktor yaitu keluarga, lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, serta aparat hukum, baik sebagai faktor penyebab, pencetus maupun yang menanggulangi. Salah satu upaya penanggulangan narkoba di lingkungan sekolah adalah dengan memasukkan materi bahaya penyalahgunaan narkoba ke dalam satuan pembelajaran pendidikan di sekolah misalnya saja pendidikan jasmani pada setiap jenjang pendidikan, dari tingkat SD, SMP maupun SMA. Namun kenyataannya, materi bahaya penyalahgunaan narkoba tidak terdapat pada satuan pembelajaran jenjang SMP baik itu dari tingkat kelas 1, 2 ataupun kelas 3. Observasi awal yang dilakukan oleh peneliti pada guru-guru pendidikan jasmani di SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang yaitu sebanyak 5 guru di 5 SMP Negeri, menunjukkan bahwa hanya 20% guru yang memberikan materi bahaya narkoba pada muridnya sedangkan 80% guru tidak memberikan materi bahaya narkoba. Untuk mengetahui bahwa siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang mengetahui bahkan menguasai tentang materi bahaya penyalahgunaan narkoba, maka peneliti ingin meneliti tingkat pengetahuan siswa SMP Negeri di Kecamatan klojen Kota Malang tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat pengetahuan tentang narkoba dan bahaya penyalahgunaannya pada siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 2581 siswa. Sampel yang diambil sebanyak 10% dari populasi yaitu 257 siswa. Hasil peneletian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang narkoba dan bahaya penyalahgunaannya pada siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang secara umum adalah 58,75% siswa mempunyai kategori pengetahuan yang cukup baik, 1,56% siswa mempunyai kategori pengetahuan yang baik, 32,30% siswa mempunyai kategori pengetahuan yang kurang baik, dan 7,39% siswa mempunyai kategori pengetahuan yang tidak baik. Rata-rata tingkat pengetahuan tentang narkoba dan bahaya penyalahgunaannya pada siswa SMPN se-Kecamatan Klojen Kota Malang adalah 58,02, dengan standar deviasi 10,36. Sedangkan nilai pengetahuan siswa yang terendah adalah 30 dan nilai yang tertinggi adalah 80. Dengan demikian dapat disimpulkan bawa tingkat pengetahuan siswa SMP Negeri se-Kecamatan klojen Kota Malang adalah cukup baik.

Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Lembaga Kursus BEC (Basic Engliss Course) Dalam Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat (Studi Diskriptif Pada Masyarakat Dusun Singgahan Desa Palem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri) Oleh Shinda Wulandari

 

Di dalaml ingkunganl embagak 'rsus selalub erhubringand enganl ingkungan masyarakatK. eadaanli ngkungand i sekitar lembagak ursusm gmlerilan pengaruh bagiperkemb*g* r*to le-baga. Lingkungan belajar yang kondusif menjadikan leribaga kunus -nnC yuog beradad i Kota Pares emakinb erkembangD. engana danya lembaia tersebutm asyarakaDt usun Singgahanm emperolehk euntunganp eningkatan kesejahteraaenk onomi Penelitian ini bernrjuan unhrk mengetahui secara garis besar persepsi masyarakatte rhadapl embagak ursusB EC dalamp eningkat4nk efjantel= ekonomi ,n*yututut Dusun singgahan.P enelitiani ni menggunakanm etodep enelitian Kuantitatif deskriptif aJog.t fokus penelitian yaitq (l).Gambaran situasi sosio ekonomim asyarakadt usunS inggahans ebelumB EC didirikan (2).Gambarans osio ekonomit nutyu*tut Dusun Singgahans etelaha danyaB EC (3). Persepsmi asyarakat DusunS inggahante ntang lembagak ursusB EC dalamp eningkatank esejahteraan ekonomim asyarakaDt usun Singgahan. Penelitiani ni dilaksanakand i D.u sun SinggahanD esaP elemK ecamatanP are KabupatenK ediri. Sumberd ata yang digunakana dad ua yaitu datap rimer dan data sekunderD, ata primer terdiri dari Ketua RT 12 RW 16 dan Ketua RT 2 RW 13 besertas ebagianm asyarakast ekitary ang memiliki usaha-usahkae cil, sedangkand ata sekunderte riiri dari iokumen-dokumeny angb erasald ari lokasi penelitiand anb ukubuku yang menunjang penelitian ini. Selanjufirya data digali dengan metode *u*a11"uiu, observasis ertad okumentasi. Analisis datad ilakukans etelatrs emuad ata yang diperlukan terkumpul selama proses p€ngumpulan data yang.dilalgkan dalarn 6"d*pu tuttup yaitu; tahap memasuki lokasi penelitian, tahap ketika berada di lokasi penelitian,t ahapp engumpuland atay ang meliputi observaslia ngsung,w awancara dan dokumentasif.* gkutt-tungkah dalam analisisd atay ang ditempuha dalah analisis deskriptif-anatltik yaitu mendiskripsikan dan menafsirkan hasil pengumpulan datas ecaram endalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran sosio ekonomi masyarakat DusunS inggahans ebeluml embagak ursusB EC ada masihr elatif rendahd engan mengandalkans ektorp erekonomiand ari hasil pertanians aj4 gambarans osio ekonomim asyarakaDt usun Singgahans etelaha danyal embagak ursusB EC menunjukkanp eningkatany ang lebih baik, masyarakast elainm emperoleh pendaiatand ari pertanianj uga mendapatkanta mbahanp enghasiland ari usahak ecil yang mereka miliki misalnya usaha tempat kost, usaha warung nasi, toko, wartel, danusahare ntal komputer.P ersepsmi asyarakat erhadapl embagak ursusB EC adalah persepsyi ang baik karenal embagak ursusB EC selamai ni telah memberikan keuntunganb agi masyarakadt usun Singgahanb aik dari segip eningkatans ektor ekonomi dan sektor non ekonomi. Maka diharapkan ke depan untuk lembaga kursus BEC (Basic English Course) agars elalum engembangkapnr oduk-produknyak hususnyap roduk pelayanan pembelajaradni lembagak ursus.m isalnyam engadakasni stemp embelajarayna ng baik.m eningkatkapnr omosil embagate rsebutg. unap eningkatans umberdaya masyarakakth ususnyad i DusunS inggalranD, esaP elem,K ecamatanP are, KabupatenK ediri.

Pengembangan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema ion untuk siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Malang / Purwaning Handayani

 

ABSTRAK Handayani, Purwaning. 2010. Pengembangan Paket IPA Terpadu Berbasis Konstruktivisme dengan Tema Ion untuk Siswa Kelas IX di SMP Negeri 1 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika. Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Supriyono Koes H., M.Pd., M.A., (2) Drs. Parlan, M.Si. Kata kunci: IPA Terpadu, konstruktivisme, tema ion. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi menyatakan secara tegas bahwa substansi mata pelajaran IPA untuk SMP/ MTs merupakan IPA terpadu. Di lain pihak, hasil survei terhadap guru IPA SMP di Malang Raya menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap paket IPA terpadu benar-benar mendesak. Sebanyak 94,6% guru menyatakan bahwa mereka membutuhkan paket IPA terpadu untuk pembelajaran IPA SMP. Hasil pangamatan di beberapa toko buku di Malang menunjukkan bahwa belum ditemukan buku IPA SMP yang dirancang secara terpadu. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan menyusun Paket IPA Terpadu beserta panduan pelaksanaan pembelajaran untuk guru. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kelayakan Paket dan Panduan Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu dengan Tema Ion di SMP Negeri 1 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan lima langkah awal metode Borg dan Gall, yaitu studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan bentuk awal produk, uji lapangan awal, dan revisi produk utama. Kelayakan diukur dengan menggunakan uji validitas oleh tim ahli materi (dua dosen IPA) dan pengguna paket (dua guru IPA SMP Negeri 1 Malang). Selain itu, enam siswa SMP Negeri 1 Malang yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah diminta untuk membaca paket, kemudian menandai kata-kata sulit dan kalimat yang belum dipahami. Hal ini dilakukan untuk mengetahui keterbacaan paket oleh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paket IPA Terpadu dengan Tema Ion memperoleh nilai rata-rata 3,75 yang berarti layak. Sedangkan Panduan Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu memperoleh nilai rata-rata 3,65 yang berarti layak. Walaupun telah dinilai layak, Paket dan Panduan Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu dengan Tema Ion yang dihasilkan belum dapat digunakan untuk pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk melakukan penelitian pengembangan lebih lanjut terhadap Paket IPA Terpadu dengan Tema Ion dengan melakukan kajian eksperimen dan uji coba yang lebih luas, sehingga diperoleh paket dan panduan pelaksanaan yang teruji validitasnya secara empiris dan siap digunakan.

Perbedaan tingkat profesionalisme auditor berdasarkan gender pada KAP di Kota Malang / Fadilla Cahyaningtyas

 

ABSTRAK Cahyaningtyas, Fadilla. 2010. Perbedaan Tingkat profesionalisme Auditor berdasarkan Gender pada KAP di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, FE, UM. Pembimbing (1) DR. Nurika Restuningdiah, SE., M.Si., Ak. (2) Triadi Agung Sudarto, S.E., Ak., M.si. Kata Kunci: Profesionalisme, Auditor, Gender Profesionalisme menjadi syarat utama bagi orang yang ingin bekerja sebagai auditor eksternal di KAP. Gambaran seseorang yang profesional dalam profesi dicerminkan dalam lima dimensi, yaitu pengabdian terhadap profesi, kewajiban sosial, kemandirian, keyakinan terhadap profesi, dan hubungan dengan sesama profesi. Penelitian ini bertujuan unuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat profesionalisme antara auditor pria dan auditor wanita pada KAP di Kota Malang. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Kota Malang tahun 2010 yang berjumlah 45 auditor dan seluruhnya dijadikan sampel penelitian karena metode pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling, yaitu convenience sampling. Metode pengumlan data yang digunakan adalah metode survey, yaitu dengan mengirimkan kuesioner melalui pos (mail survey) yang disertai dengan surat permohonan untuk menjadi responden, diantar sendiri maupun menitipkan kuesioner pada contact person dari KAP tempat responden bekerja. Analisis data menggunakan Independent Sampel T test (uji T untuk dua sampel independen). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat profesionalisme auditor berdasarkan gender pada KAP di Kota Malang. Alasan yang mendasar berkaitan dengan tidak adanya perbedaan tingkat profesionalisme antara auditor wanita dengan pria adalah keunggulan wanita terletak pada kesabaranya, ketekunan, keuletan dan akurasi dalam penghitungan, tepat bagi karir sebagai seorang akuntan. Saran dari penelitian ini untuk penelitian selanjutnya diharapkan (1) melakukan wawancara pada Kantor Akuntan Publik, (2) memperluas area penelitian, (3) ditambah variabel-variabel lain seperti berdasarkan hierarki jabatan, lama pengalaman kerja, dan sebagainya, (4) memperluas sampel penelitian seperti akuntan pendidik, akuntan manajemen, ataupun akuntan pemerintahan. Bagi Kantor Akuntan Publik diharapkan (1) dapat memberikan peluang yang sama baik terhadap auditor pria ataupun auditor wanita dalam merekruitmen akuntan publik, (2) memberikan porsi dan kesempatan yang sama bagi auditornya baik itu wanita ataupun pria untuk mengembangkan kariernya.

Perbedaan keterampilan hubungan interpersonal antara siswa kelas olimpiade dan siswa kelas reguler di SMA Negeri 5 Malang / Fifi Setia Desianti

 

PERBEDAAN KETERAMPILAN HUBUNGAN INTERPERSONAL ANTARA SISWA KELAS OLIMPIADE DAN SISWA KELAS REGULER DI SMA NEGERI 5 MALANG Fifi Setia Desianti* ABSTRAK Keterampilan hubungan interpersonal merupakan kecakapan sosial yang perlu dimiliki oleh setiap anak. Kecakapan itu diperlukan untuk dapat melakukan interaksi dengan lingkungan sekitar. Sekolah merupakan lingkungan untuk mengembangkan keterampilan hubungan interpersonal karena siswa banyak menghabiskan waktu dan kesempatan untuk berinteraksi dengan sesama siswa, guru dan pihak sekolah lain. Tujuan penelitian adalah untuk: (1) Mengetahui tingkat keterampilan hubungan interpersonal siswa kelas olimpiade di SMAN 5 Malang, (2) Mengetahui tingkat keterampilan hubungan interpersonal siswa kelas reguler di SMAN 5 Malang, dan (3) Mengetahui adanya perbedaan keterampilan hubungan interpersonal antara siswa kelas olimpiade dan siswa kelas reguler di SMAN 5 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas olimpiade dan siswa kelas reguler SMAN 5 Malang. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas olimpiade dengan jumlah 65 siswa dan siswa kelas reguler kelas X dan XI berjumlah 127 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk siswa kelas olimpiade dan Stratified Random Sampling untuk siswa kelas reguler. Pengumpulan data menggunakan inventori keterampilan hubungan interpersonal dengan skala selalu, sering, kadang-kadang, dan tidak pernah. Teknik analisis yang digunakan adalah persentase dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) 8% siswa kelas olimpiade memiliki keterampilan hubungan interpersonal sangat tinggi, 82% tinggi, 10% sedang dan tidak ada siswa yang memiliki keterampilan hubungan interpersonal kurang dan sangat kurang, 2) 3% siswa kelas reguler memiliki keterampilan hubungan interpersonal sangat tinggi, 83% tinggi, 18% sedang dan tidak ada siswa yang memiliki keterampilan hubungan interpersonal kurang dan sangat kurang, 3) berdasarkan hasil analisis ujit, nilai t tabel adalah sebesar 1,980 dan nilai t hitung sebesar 0,045 dengan signifikansi (Sig) = 0,964. Karena nilai t hitung (0,045) < t tabel (1,980), dengan demikian hipotesis nihil diterima dan hipotesis alternative ditolak pada taraf signifikansi 95%. Dapat disimpulkan bahwa

Upaya pengelolaan kelas yang efektif oleh guru praktikan bidang studi sejarah: studi kasus di SMP Negeri 4 Kepanjen / Raberty Hary Jatmikaningsari

 

ABSTRAK Jatmikaningsari, Raberty, Hary.2010. Upaya Pengelolaan Kelas yang Efektif Oleh Guru Praktikan Bidang Studi Sejarah: Studi Kasus di SMP Negeri 4 Kepanjen. Skripsi, Jurusan Sejarah FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Hj. Siti Malikhah Towaf, M. A. Kata kunci: pengelolaan kelas, guru praktikan, bidang studi Sejarah Guru merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan proses pendidikan sehingga kualitas guru menjadi perhatian masyarakat. Sekolah menuntut universitas untuk dapat mempersiapkan calon guru yang siap bekerja secara produktif dalam dinamika sekolah yang unik. Masalah pokok yang dihadapi guru baik pemula maupun berpengalaman adalah kemampuan dalam mengelola kelas yang efektif. Pengelolaan kelas yang efektif adalah syarat bagi pengajaran yang efektif. Fungsi mengelola kelas sangat mendasar karena kegiatan guru dalam mengelola kelas meliputi kegiatan mengelola tingkah laku siswa, menciptakan sosio emosional dalam mengelola proses kelompok. Keberhasilan guru dalam menciptakan situasi belajar yang optimal menandakan proses belajar mengajar berlangsung secara efektif. Pentingnya penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru praktikan dalam menciptakan kondisi belajar yang kondusif guna mencapai tujuan pendidikan. Penelitian ini berangkat dari pertanyaan bagaimana upaya guru praktikan untuk melaksanakan pengelolaan kelas yang efektif. Dari hasil studi pendahuluan didapatkan empat fokus penelitian yaitu (1) upaya guru dalam pengelolaan kelas yang efektif, (2) pendekatan pengelolaan kelas, (3) efektifitas pengelolaan kelas, (4) faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan kelas. Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mengetahui upaya pengelolaan kelas yang dilakukan guru praktikan bidang studi Sejarah dalam mengelola kelas yang efektif, (2) mengetahui penerapan berbagai macam pendekatan pengelolaan kelas yang digunakan guru praktikan bidang studi Sejarah, (3) mengetahui efektifitas pengelolaan kelas yang dilakukan guru praktikan bidang studi Sejarah, (4) mengetahui faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi guru praktikan bidang studi Sejarah dalam mengelola kelas. Untuk menjawab permasalahan yang ada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) teknik observasi, (2) teknik wawancara, (3) teknik dokumentasi. Data yang diperoleh dari ketiga teknik tersebut diorganisasikan, ditafsirkan, dan dianalisis, guna menyusun dan mengabstraksi temuan lapangan. Keabsahan data diuji dengan (1) ketekunan pengamatan, (2) teknik triangulasi yaitu dengan memanfaatkan pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) upaya pengelolaan kelas yang efektif meliputi perencanaan pengelolaan kelas dengan jalan memerinci kondisi kelas yang ada serta merencanakan pengelolaan kelas yang dituangkan dalam RPP, dalam pelaksanaannya pengelolaan kelas dilakukan dengan menata lingkungan fisik kelas serta menciptakan hubungan yang baik dan terbuka antara siswa dengan guru, tindak lanjut pengelolaan kelas dilakukan dengan cara evaluasi oleh guru pamong, teman sejawat dan siswa, upaya-upaya pengelolaan kelas yang bersifat preventif (pencegahan) dilakukan dengan melakukan interaksi edukatif dan kuratif (penanggulangan) dilakukan dengan mengidentifikasi masalah yang terjadi dan bersama-sama mencari solusi, (2) guru praktikan menggunakan ketiga pendekatan pengelolaan kelas meliputi pendekatan pengubahan tingkah laku, pendekatan penciptaan iklim sosio emosional, pendekatan proses kelompok, (3) Efektifitas pengelolaan kelas dilakukan dengan cara menciptakan dan memelihara kondisi kelas, pembelajaran yang efektif, serta mengembangkan komunikasi yang efektif sehingga terjadi interaksi positif (4) faktor pendukung dan penghambat pengelolaan kelas berasal dari faktor manusia dan non manusia. Faktor manusia berasal dari input siswa dan guru, sedangkan non manusia berasal dari fasilitas IT yang dimililki sekolah. Dalam pelaksanaanya guru praktikan terkadangn juga mengalami kendala, yaitu adanya siswa yang belum siap menerima pelajaran. Fasilitas IT juga kurang bisa dimanfaatkan dengan maksimal, dan waktu pelajaran berkurang karena libur. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa guru praktikan sudah melaksanakan pengelolaan kelas dengan baik sesuai dengan prosedur pengelolaan kelas Dikdasmen . Dari kesimpulan tersebut peneliti menyarankan: (1) Kepala sekolah terus memberikan motivasi untuk mengembangkan upaya guru praktikan dalam pengelolaan kelas yang efektif, (2) Guru pamong meningkatkan bimbingan kepada guru praktikan sehingga terjadi hubungan timbal balik diantara keduanya, (3) Guru praktikan menambah kreatifitas dan model-model pengelolaan kelas yang efektif, (4) Jurusan Sejarah meperkaya kajian-kajian tentang pengelolaan kelas, (5) Dalam penelitian lebih lanjut peneliti lain dapat mengembangkan lebih dalam mengenai pengaruh pengelolaan pengajaran dalam pengelolaan kelas yang efektif.

Pembelajaran kooperatif model TAI (Team Assisted Individualization) berbasis eksperimen untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar fisika siswa kelas VII SMP Negeri 6 Malang / Koko Ardianto

 

ABSTRAK Ardianto, Koko. 2010. Pembelajaran Kooperatif Model TAI (Team Assisted Individualization) Berbasis Eksperimen untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil BelajarSiswa Kelas VII SMP Negeri 6 Malang.Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. PurboSuwasono, M.Si, (II) Dra. Chusnana Insjaf Yogihati M.Si. Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif TAI, motivasi, hasil belajar Pengalaman belajar yang diberikan guru dalam pembelajaran menentukan tingkat pencapaian keberhasilan proses dan hasil belajar siswa. Berdasarkanhasilwawancaradengan guru fisikadanobservasi yang telahdilaksanakan di SMP Negeri6 Malangdiperolehinformasibahwamulaidarikelas VII-1sampaikelas VII-8, kelas yang memilikimotivasidanhasilbelajar yang rendahadalahkelas VII-8. Indikatorrendahnyamotivasibelajarsiswayaitu: (1) 24 dari 40 anak yang tidaklengkapmengerjakantugas yang mengindikasikankurangnyapersiapansiswadalammengikutikegiatanpembelajaran, (2) siswatidakmemperhatikanketika guru sedangmenerangkanpelajaran, dan (3) tidakadasiswa yang menjawabpertanyaandari guru secarasukarela yang mengindikasikanrendahnyapartisipasisiswadalamkegiatanpembelajaran. Selainmotivasi yang rendahkelas VII-8 jugamempunyai rata-rata hasilbelajar yang rendah, yaitu 54.Rata-rata nilaiinilebihrendahdarinilai KKM (kriteriaketuntasan minimal) SMP Negeri 6 Malang yaitu 68.Berdasarkan permasalahan tersebut diterapkan model pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif selama proses pembelajaran dan saling membantu untuk memperoleh pemahaman Pembelajaran tersebut adalah model pembelajaran kooperatif TAI yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar fisika siswa. Model pembelajarankooperatif TAI dalampenelitianinimeliputitahapplacement test and team, teaching group, student creative, team study, whole class unit, fact test, team score and team recognition. Subjekpenelitianiniadalahsiswakelas VII-8 SMP Negeri 6 Malang.Penelitianinitermasukpenelitiantindakankelas yang berlangsungdalamduasiklus.Teknikpengumpulan data aktivitas guru selamapembelajaranberlangsungmelalui 1) keterlaksanaanpembelajarandanmotivasibelajarmelaluimenggunakanlembarobservasidan 2) data prestasibelajardiperolehdarites.Data tersebutdianalisisdenganperhitungan rata-rata danpersentase yang kemudiandiartikansecaradeskriptifkualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keterlaksanaan pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Motivasi siswa juga mengalami peningkatan. Perolehan persentase pencapaian aktivitas siswa secara klasikal pada siklus I 69,5 % dengan taraf baik pada siklus II meningkat menjadi 78% dengan taraf sangat baik. Hasil belajar siswa meningkat dari data awal sebesar 57,41 menjadi 72,33 pada siklus I dan 75,42 pada siklus II. Data awal menunjukkan siswa yang tuntas belajar sebanyak 9 orang, pada siklus I sebanyak 30 orang dan pada siklus II meningkat menjadi 34 orang. Dengandemikiandapatdisimpulkanbahwamodelpembelajarankooperatif TAI dapatmeningkatkanmotivasi dan hasilbelajarsiswakelas VII-8 SMP Negeri 6 Malang.

Penerapan pembelajaran finger painting sebagai suatu proses kreatif dalam menggambar dan mewarna siswa TK Halimah 05 Banjararum Singosari Malang / Ayung Candra Padmasari

 

ABSTRAK Padmasari, Ayung Candra. 2010. Penerapan Pembelajaran Finger Painting Sebagai Suatu Proses Kreatif Siswa dalam Menggambar dan Mewarna Siswa TK Halimah 05 Banjararum Singosari. Skripsi, Jurusan Seni Dan Desain Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Drs. Andi Harisman, (II) Fenny Rochbeind S.Pd, M.Sn Kata Kunci : Pembelajaran Finger Painting, Proses kreatif, Menggambar, Mewarna Penerapan Pembelajaran Finger painting Sebagai Suatu Proses Kreatif Siswa TK Halimah 05 Banjararum Singosari merupakan salah satu bentuk aplikasi lain dalam menggambar yang menjadi trend saat ini. Finger painting merupakan suatu gerakan motoris yang global bagi anak, seluruh badan seakan-seakan ikut terlibat melakukan gerakan itu. Pembelajaran finger painting diarahkan pada pengembangan kreativitas dan keterampilan anak serta pembentukan kepribadian anak sesuai dengan tingkat perkembangan usia dan karakter anak. Oleh karena itu peneliti tertarik menerapkan finger painting dalam pembelajaran menggambar dan mewarna sebagai suatu bentuk proses kreatif siswa dalam menuangkan ide dan gagasan dalam berkarya seni serta sebagai media untuk menyampaikan materi cara mencampur warna yang sangat efektif untuk anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam proses kreatif dalam menggambar dan mewarna siswa TK Halimah 05 Bajararum Singosari. Selain itu dalam penelitian ini juga dideskripsikan perencanaan dan juga proses kegiatan menggambar dan mewarna menggunakan pembelajaran finger painting. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah 15 anak dari siswa kelompok B TK Halimah 05 Banjararum Singosari Malang. Data dalam penelitian ini adalah hasil pretes dan postes, hasil kuesioner dan hasil observasi. Instrumen yang digunakan adalah angket, tes dan pedoman observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran finger painting dapat meningkatkan proses kreatif siswa dalam menggambar dan mewarna. Hal ini terbukti dari 10 siswa dari 15 siswa memperoleh skor dengan kategori sangat baik, dan 5 siswa dari 15 siswa tersebut memperoleh skor baik. Dari penilaian tersebut dapat dsimpulkan bahwa pembelajaran finger painting sangat efektif terutama ketika dimanfatkan dalam penyampaian materi mencampur warna dasar kepada anak. Oleh karena itu peneliti menyarankan kepada guru Taman Kanak -Kanak untuk menerapkan pembelajaran finger painting sebagai proses kreatif anak dalam penggalian ide pada kegiatan menggambar dan mewarna anak terutama sebagai media untuk pemahaman teori mencampur warna. Hal ini dikarenakan pembelajaran finger painting merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang lebih menciptakan kondisi anak untuk bermain sambil belajar. iii

Pengembangan bahan ajar IPA terpadu berbasis kontekstual tema pemuaian pada berbagai wujud zat untuk siswa SMP kelas VII / Khoirun Nisa

 

ABSTRAK Nisa, Khoirun . 2010. Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu berbasis kontekstual Tema Pemuaian pada berbagai wujud Zat untuk SMP kelas VII. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Lia Yuliati, M. Pd., (II) Drs. I Wayan Dasna, M.Si. M.Ed, Ph.D Kata Kunci: bahan ajar, IPA terpadu, pendekatan kontekstual Pembelajaran yang dianjurkan dalam pelaksanaan KTSP berdasarkan standar proses adalah dengan pendekatan kontekstual. Pada jenjang SMP/MTs mata pelajaran IPA adalah terpadu. IPA Terpadu merupakan perpaduan dua bidang kajian atau lebih yang berhubungan dan diajarkan dalam bentuk satu kesatuan tema. Salah satu kendalanya adalah bahan ajar IPA Terpadu yang disajikan dalam bentuk tema masih belum ada yang beredar di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar IPA Terpadu berbasis kontekstual dengan tema Pemuaian pada berbagai Wujud Zat untuk siswa SMP kelas VII. Pengembangan bahan ajar menggunakan desain penelitian pengembangan (Research and Development) oleh Borg dan Gall 1983. Langkah langkah yang dilakukan adalah studi pendahuluan, pengembangan produk, penilaian produk, revisi produk. Penilaian draf produk dilakukan oleh dosen fisika, dosen kimia dan guru SMP masing masing satu orang . Penilaian menggunakan dua instrumen yang berbeda yaitu angket penilaian bahan ajar IPA Terpadu dan instrumen penilaian bahan ajar.teknik analisis yang digunakan adalah analisis perhitungan rata-rata yang diadaptasi dari Arikunto. Hasil penelitian berupa bahan ajar IPA Terpadu berbasis kontekstual dengan tema pemuaian pada berbagai wujud zat untuk SMP kelas VII. Bahan ajar hasil penelitian berupa buku teks 82 halaman yang terdiri dari halaman muka, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, peta konsep, bagian isi dari bahan ajar yang terdiri materi bahan ajar dan lembar kegiatan siswa, rangkuman, soal evaluasi, kunci jawaban, glosarium, dan daftar pustaka. Hasil penilaian dari uji kelayakan adalah 3.27dari rentang nilai 1-4 dengan kriteria bahan ajar yang dikembangkan adalah sangat layak.

Pengaruh pemberian kompensasi terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja (Studi pada pegawai tidak tetap Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang) / Apsari Puspitaning Ati

 

ABSTRAK Ati, Apsari Puspitaning. 2010. Pengaruh Pemberian Kompensasi Terhadap Disiplin Kerja Melalu Motivasi Kerja (Studi pada Pegawai Tidak Tetap Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Konsentrasi Sumber Daya Manusia. Program studi S1 Manajemen Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Syihabudhin, S.E., M.Si. (2) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si. Kata kunci : kompensasi finansial, kompensasi non finansial, motivasi kerja, disiplin kerja. Salah satu bentuk perhatian yang dapat diberikan perusahaan kepada pegawai dalam mensejahterakan pegawainya adalah dengan pemberian kompensasi yang memadai. Kompensasi merupakan unsur yang dapat digunakan untuk memotivasi pegawai. Selain itu, kompensasi atau balas jasa dapat berperan penting dalam menciptakan disiplin kerja pegawai, artinya, semakin besar balas jasa yang diberikan kepada pegawai, maka semakin baik pula kedisiplinan pegawai tersebut. Adanya disiplin yang baik dalam perusahaan merupakan salah satu kunci suksesnya sebuah perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompensasi terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja pegawai tidak tetap Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini dilaksanakan di Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang pada bulan Januari-Februari 2010. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research yaitu menjelaskan hubungan kautsal antar variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai Depo Farmasi dengan status kepegawaian adalah pegawai tidak tetap (Non PNS) yang berjumlah 104 orang, sedangkan sampelnya diambil menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 83 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Random Sampling. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu kompensasi finansial (X1), kompensasi non finansial (X2), variabel intervening yaitu motivasi kerja (Z), dan variabel terikat yaitu disiplin kerja (Y). Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (Path Analysis). Tujuan dari analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian ini dapat diketahui : (1) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi finansial terhadap motivasi kerja sebesar 0,333. (2) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi finansial terhadap disiplin kerja sebesar 0,204. (3) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi non finansial tehadap motivasi kerja sebesar 0,438. (4) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi non finansial terhadap disiplin kerja sebesar 0,373. (5) terdapat signifikansi pengaruh langsung motivasi kerja terhadap disiplin kerja sebesar 0,340. (6) terdapat pengaruh tidak langsung kompensasi finansial terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja sebesar 0,113. (7) terdapat pengaruh tidak langsung kompensasi non finansial terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja sebesar 0,148. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan agar pihak pimpinan Depo Farmasi RSSA Malang perlu lebih memperhatikan hak-hak pegawai yang belum diberikan, diantaranya hak cuti tahunan yang sesuai UU Ketenagakerjaan, transparansi pemotongan insentif dan adil dalam pemberlakuan tata tertib di Depo Farmasi RSSA Malang. Sedangkan untuk absensi setiap datang dan pulang kerja, sebaiknya tetap dipertahankan dan ditingkatkan.

Profil Pengelolaan Usaha Dan Perilaku Ekonomi Pengrajin Gerabah Di Desa Karang Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Oleh Ro'ufah Inayati

 

Seiringd engans emakinm engglobalnyear a modemisasif,u ngsib arangbaransge macamge rabahte lahd igantikano leh barang-barandga ri plastik, alumuniumd,a nl ain sebagainyaS. ebagrabne sark onsumenju ga lebih menyukai baransgu bstitusinyiatu . Berdasarkafne nomenate rsebutta mpik sepintasb ahwa usahkae cilg erabahti dak mempunyapi rospeku ntukb erkembangy.a ng menjadi !€rtanyaana dalahm engapap arap engrajing erabahd i desaK arangk ecamatan Semandinkga bupatenT ubanm asihs etiam enekunui sahanyate rsebutp. enelitiani ni bertujuaunn tukm engkajis ecaram endalamd ank omprehensift entangp engrajin gerabadhi desaK arangk ecamatanS emandingk abupatenT uban.M otifapisaJa yangm endasamri erekau ntukt etaps etiap adau sahanyab,a gaimanas eluk-beluk kegatanu sahanyad,a nb agaimanam erekam engelolau sahanyah inggat etapb isa eksiss ampasi aati ni. Penelitianin i menggunakapne ndekatadne skriptifkualitatif.S edangkanjenis penelitiayna ngd igunakana dalahs tudik asus.o rientasit eoretisy angd igunakan bertumppua dap endekataent nometodologLi.o kasip enelitiani ni terletakd i desa Kanng( bagianu tara)k ecamatans emandingk abupatenT uban, tepatnyad i rumah BuR uminah( pengrajing erabahje nis kuali) danM bah Dasri( pengrajing erabahje nis perabortu maht angga)P. enelitianin i dilakukanp adaJ uni 2003-Juni 2004.y ang menjadsi ubyekd ani nformanp enelitiani ni adalahp engrajing erabahjenisk uali besertak aryawannyap, engrajing erabahje nis perabotr umah tangga, pedagang gcrabahm, asyarakapt enggunag erabah,d an kepalad esaK arang.D ata dijanng {:ngunt eknik bola salju( snowballs ampling)T. eknik pettgu-p.,lan datayang dipakaia dalahp engamatanb erperansertad an wawancaram endalam.A nalisis data yangd igunakana dalaha nalisisd atas ecarain duktifdenganp rosedurre duksid ata, penyajiand ata,d anm enarikk esimpulans. edangkanu ntukk eperluanp engecekan keabsahadna tad igunakanp erpanjangakne ikutsertaank,e tekunanp engamatand,a n triangulasi. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwau sahag erabahd i desaK arangt elaha da sejakp uluhant ahuny angl alu, danm erupakanu sahat urun-temurunp.e ngrajin termotivasmi endirikanu sahag erabahk arenaa lasane konomi.p engrajins angat tergantungp adap enyuplaid alam hal pengadaanb ahanb aku Tenagak e{a berasal dank eluargap engrajins endiri,d an sifatnyah anyam embantuM. odal usahab erasal darip engrajins endirid anp injamand ari tengkulaka pabilaa dak ekuranganU. ntuk satuk ali pembakaranm, odaly angd ibutuhkana ntaraR p 220.000,00-Rp3 00.000,00 tanpam emperhitungkatenn agas endiri,u paht enagak erja serumahd, anb iaya pemakaiapne ralatanT. eknik produksig erabahd ilakukans ecaram anuald engan tangank,a ki, dan dibantu alat-alats ederhanab, elum memanfaatkante knologi modemA. da2 jenis produkg erabahy angd ihasilkany, aitu kuali (sebagatie mpat pengawetaikna n)d ang erabahjenisp erabotr umaht anggaP. rosesp roduksig erabah meliput3i tahapany, aitu tahapp ersiapanp, embuatand, anp embakaranA. da perbedaadna lamp emasaragne rabahje nis kuali danj enis perabotr umaht anggab, aik daris egid aerahp emasarans,a lurand istribusi,k onsumenm, aupunk ebijakanh arga. Fahorp endukungd an penghambaut tama.usahag erabaha dalahm usim. Faktor pendukunlagi nnyal ebih bersifatk ekeluargaanS. edangkafna ktor penghambat lainnyale bihd isebabkaonl eh kurangnyak emampuanS DM, baik dalamh al penguasataenk nologim aupunm anajemenu sahaP. engrajing erabahte taps etia menekunuis ahanysaa mpasi aati ni karenaa danyak eajeganp ermintaank onsumen terhadagpe rabahm erekad ank esulitana lih profesi.P endapatayna ngd iperoleh pengrajidna ri usahag erabahd apatm emberikanm anfaate konomisb agi usahad an keluarganyaS. ampais aati ni belum adau payad ari pengrajinu ntuk mengatasi dampakn egatifu sahanya. Temuanp okokp enelitianm: asiha das ekelompokm asyaraka(tp engrajin gerabadhi desaK arang)y angm enganupt ola kehidupane konomit radisionadl i era modernisasini i, sehinggaa lasan-alasamne rekau ntukt etaps etiam enekunui sahanya adalahr asional( dikaitkan dengane konomi tradisionaly ang merekaa nut) dan adanya kecenderungapno la perilakue konomim erekam engarahp adat ingkatk ehidupan subsistensi. Berdasarkahna silp enelitiani ni, dapatd isarankana garP emda( melalui Depperindagd) apatm emberikanp embinaank epadap engrajing erabaht entang tekniku saham isalnyap erubahand esainp roduk.S elaini tu Pemda( melaluiD iknas) jugad iharapkand apatm enanganpi ola perubahanp erilakup engrajin( misalnya denganm emberikanp endidikanlu ar sekolah)a pabilas uatus aata dap embaharuan dalamu sahag erabahB. agi penuntutil mu disarankana gard apatm elakukan penelitianla njutan( kualitatif)t entangu sahak ecil dan lebih intensm elakukan penelitiante ntangp olak ehidupane konomit radisionaly angpadak enyataannya masiha dad alamm asyarakadt i zamanm odemi ni. Bagi pengrajind isarankana gar dapatm enemukanid e-ideb arug unam engembangkauns ahanyas,e misadl enganc ara membentukp erserikatanu ntuk mengataski endala-kendalay ang ada,d anjuga dapat meminimalisird ampakn egatify angt imbul akibatp embakaragne rabahd enganc ara menambajhu mlah tanamand i sekitamyaB. agi kalangana kademisdi isarankana gar senantiasma emberikanb imbingand anp embinaans ertam engenalkatne knologig una mempermudaphr osesu saham, isalnyam engenalkatne knologip embuatano ven pembakara(ns ederhanaa)g arp engrajint etapb isab erprodukspi adam usim penghujan,

Penerapan pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievement Divisions) untuk meningkatkan aktivitas belajar dan prestasi belajar biologi pada siswa kelas VIII SMP PGRI 02 Batu / Agus Samsul Huda

 

Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu Riyani selaku guru mata pelajaran biologi dan observasi yang telah dilakukan di SMP PGRI 2 Batu Jl. Raya Pandanrejo. No.1A Kecamatan Bumiaji Kota Batu pada tanggal 28 September dan 1 Oktober 2009, bahwa prestasi belajar siswa masih rendah, dengan rerata skor ketuntasan belajar siswa pada tes formatif Sistem Pencernaan pada Manusia yaitu 64.64 %. Berdasarkan SKBM (Standar Kelulusan Belajar Minimal) di SMP PGRI 2 Batu seorang siswa disebut tuntas belajar jika telah mencapai SKBM dengan nilai 65 dan daya serap klasikal 70 %. Hal ini menunjukkan masih banyak siswa yang masih belum mencapai SKBM (Standar Ketuntasan Belajar Minimal) yang ditentukan oleh sekolah. Selain itu, guru jarang menerapkan pembelajaran kooperatif dalam pengajaran di kelas, masih cenderung menggunakan metode ceramah dan merangkum. Penelitian ini menerapkan pembelajaran STAD yang tahapan pembelajarannya: 1) Penyajian kelas, 2) Belajar kelompok, 3) Tes atau kuis, 4) Skor peningkatan individu, dan 5) Penghargaan kelompok. Pada pembelajaran ini jumlah siswa sebanyak 39 orang yang terdiri dari 27 siswa perempuan dan 12 orang siswa laki-laki. Siswa dibentuk dalam 6 kelompok yang terdiri dari 4-6 siswa perempuan dan 2 siswa laki-laki. Pada saat diskusi 2 orang anggota kelompok mempunyai tanggung jawab terhadap 2 soal pada lembar diskusi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa serta mengetahui presepsi siswa terhadap pembelajaran kooperatif model STAD. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri atas lima tahap, yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi tindakan. Penelitian ini dilakukan pada kelas VIII SMP PGRI 02 Batu yang dilaksanakan pada tanggal 24 November sampai 15 Desember 2009. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah: lembar observasi aktivitas guru, lembar aktivitas siswa, soal tes, catatan lapangan, dan angket respon siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model STAD dapat meningkatkan aktivitas belajar dan prestasi belajar siswa. Pada siklus I aktivitas belajar siswa 52,69 %, sedangkan pada siklus II 74,91% dan peningkatan prestasi dapat dilihat dari peningkatan jumlah siswa yang mencapai SKBM. Pada siklus I mencapai SKBM sebesar 66,7%, dan siklus II sebesar 79,49 %.

Pengaruh strategi pengelolaan diri (self-management) terhadap peningkatan kedisiplinan siswa datang tepat waktu kelas VIII SMP Negeri 1 Malang / Gladys Exellsa

 

Abstrak : Kedisiplinan merupakan jalan bagi siswa untuk sukses dalam sekolah. Siswa yang disiplin akan mematuhi ketentuan-ketentuan sekolah sehingga mereka berkembang optimal dan berhasil studinya, sebaliknya siswa yang kerap melanggar ketentuan sekolah pada umumnya terhambat optimalisasi potensi dan prestasinya. Siswa yang sering datang terlambat masuk sekolah diartikan sebagai siswa yang tidak disiplin waktu. Siswa yang tidak disiplin waktu memerlukan pemahaman diri, sehingga ia perlu merubah perilaku tersebut agar disiplin datang tepat waktu di kelas sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan oleh sekolah. Dalam kasus ini, guru BK perlu memberikan bantuan agar siswa tersebut dapat membiasakan disiplin masuk kelas tepat waktu. Pengelolaan diri (self-management) adalah suatu kemampuan yang berkenaan dengan kesadaran diri dan keterampilan di mana individu mengarahkan pengubahan tingkahlakunya sendiri dengan pemanipulasian stimulus dan respon baik internal maupun eksternal. Dengan kata lain self-management merupakan kemampuan individu dalam mengelola potensi diri dan potensi lingkungan untuk mengubah perilakunya. Dalam penelitian ini menguji apakah strategi self management berpengaruh terhadap peningkatan kedisiplinan siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh strategi pengelolaan diri (self management) terhadap peningkatan kedisiplinan siswa. Rancangan penelitian ini adalah quasi experimental dengan jenis single case experimental design. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain A-B-A. Subyek adalah siswa kelas VIII di SMPN 1 Malang. Instrumen pengumpulan data adalah daftar cek kedisiplinan siswa dan self raport. Data dianalisis dengan rerata dan presentase. Berdasarkan hasil analisis data dari visual inspection pada saat sebelum perlakuan, perlakuan, dan sesudah perlakuan menunjukkan bahwa self management berpengaruh terhadap peningkatan kedisiplinan siswa. Hal ini tampak dari perbedaan jumlah frekuensi dari baseline I dan baseline II. Dari 6 subyek yang dianalisis, menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan yang dimilikinya. Masing-masing subyek mampu meningkatkan kedisiplinan datang tepat waktu di atas 50% dan terdapat 2 subyek yang dapat meningkatkan kedisiplinan datang tepat waktu hingga 100%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar (1) konselor menggunakan strategi self management untuk meningkatkan kedisiplinan siswa datang tepat waktu di kelas, (2) peneliti selanjutnya dapat mengembangkan design penelitian ini misalnya A-B-A-B atau melakukan penelitian tentang strategi tersebut dengan penelitian tindakan. Artinya perlu didesain strategi paska baseline II dan fase pemeliharaan perilaku. Kata kunci : Pengelolaan Diri (Self Management), Kedisiplinan Datang Tepat Waktu, siswa SMP

Efektifitas penggunaan bahan ajar IPA model integrasi terhadap prestasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 7 Malang / Ferdi Reza Fahrisal

 

ABSTRAK Fahrisal, Ferdi Reza. 2010. Efektifitas Penggunaan Bahan Ajar IPA Model Integrasi terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 7 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Lia Yuliati, M. Pd., (II) Drs. Agus Suyudi, M. Pd. Kata Kunci: efektifitas, bahan ajar IPA model integrasi, prestasi belajar. Wawancara dengan guru IPA di SMP Negeri 7 Malang diketahui bahwa pembelajaran IPA terpadu sudah diterapkan. Penyajian materi pada bahan ajar masih terpisah-pisah berdasarkan bidang-bidang kajiannya meskipun sudah disatukan dalam sebuah buku. Sebelumnya sudah ada hasil pengembangan bahan ajar IPA terpadu yang sesuai dengan kurikulum yang diberlakukan oleh pemerintah dengan tema perpindahan kalor dan akibat yang ditimbulkannya, namun penulisan yang dilakukan baru dalam tahap pengembangan belum diimplementasikan ke lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mendapat pembelajaran menggunakan bahan ajar IPA model integrasi dengan siswa yang mendapat pembelajaran menggunakan bahan ajar IPA konvensional dan menentukan efektifitas bahan ajar terhadap prestasi belajar siswa pada kelompok prestasi tinggi dan kelompok prestasi rendah yang menggunakan bahan ajar IPA model integrasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Populasi penelitian adalah siswa SMP Negeri 7 Malang kelas VII semester 2 tahun ajaran 2009/2010 yang terdiri dari 7 kelas. Sampel penelitian adalah kelas VII-A sebagai kelas eksperimen dan VII-B sebagai kelas kontrol, masing-masing kelas terdiri dari 43 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive cluster sampling, yaitu berdasarkan pertimbangan nilai rata-rata IPA yang hampir sama, yaitu 57 dan 54. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah (1) Instrumen perlakuan yang digunakan adalah bahan ajar IPA model integrasi tema perpindahan kalor dan akibat yang ditimbulkannya untuk kelas eksperimen. (2) Instrumen pengukuran penelitian berupa tes yang terdiri dari 23 soal pilihan ganda dengan r = 0,73 (nilai reliabilitas tinggi). Untuk mengetahui adanya perbedaan postes terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol digunakan Scheffe Test. Berdasarkan hasil uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah diberi perlakuan berupa pembelajaran menggunakan bahan ajar IPA model integrasi. Bahan ajar dikatakan efektif bila prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan bahan ajar IPA model integrasi lebih tinggi dari prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan bahan ajar IPA konvensional. Berdasarkan Scheffe Test untuk kelompok prestasi tinggi dan kelompok prestasi rendah memberikan hasil t_(A_1 B_2-A_2 B_2 )= 0,063 < 2,014 t_((45;0.05) )dan t_(A_1 B_1-A_2 B_1 )= 0,067 < 2,020 t_((41;0.05) ), menunjukkan bahwa bahan ajar IPA terpadu efektif diterapkan pada siswa kelompok prestasi tinggi maupun kelompok prestasi rendah.

Membangun jaringan LAN berbasis Windows di Sekolah Dasar Negeri Blimbing 5 Malang / Laily Istiqomah

 

Kata Kunci : jaringan LAN, sistem operasi Jaringan LAN yang sebelumnya banyak terdapat di perkantoran yang mana digunakan untuk mendukung pekerjaan dan bisnis, saat ini jaringan LAN juga mulai dikembangkan di dalam ranah pendidikan yang memungkinkan pengguna jaringan dapat melakukan sharing data serta perangkat lainnya. Sekolah Dasar Negeri Blimbing 5 Malang merupakan salah satu institusi pendidikan dasar yang ada di kota Malang yang mana telah mempunyai sarana dan prasarana yang berperan penting salah satunya dengan telah terakses dengan internet. Akan tetapi belum secara keseluruhan sarana dan prasarana tersebut dapat terkoneksi dengan jaringan LAN, hal ini menyebabkan terbatasnya dalam hal mengkses data. Oleh karena itu dengan keberadaan jaringan LAN yang terhubung antara ruang administrasi dan kantor maka akan sangat membantu dan mendukung sekali dalam hal mengakses data, mendukung proses belajar mengajar, dan memperlancar proses administrasi sekolah. Komputer dalam pengoperasiannya juga membutuhkan sebuah sistem operasi untuk mendukung kinerja komputer itu sendiri termasuk dalam pengadaan jaringan LAN. Dalam hal membangun jaringan LAN di Sekolah Dasar Negeri Blimbing 5 Malang juga menggunakan salah satu sistem operasi yakni Windows. Sistem operasi Windows selain sudah familiar juga dapat membantu memudahkan dalam menjalankannya khususnya bagi orang yang awam tentang komputer sebelumnya. Bertitik tolak dari penulisan ini, dapat disimpulkan bahwa dengan adanya jaringan LAN berbasis Windows di Sekolah Dasar Negeri Blimbing 5 Malang, maka dapat digunakan sebagai perangkat yang dapat mendukung dalam proses tata administrasi sekolah dan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Di samping itu topologi yang digunakan dalam jaringan adalah topologi star, yang mana apabila salah satu kabel putus maka proses akses data yang lain tidak akan terganggu. Dengan adanya jaringan yang terhubung antara komputer satu dengan yang lain dapat saling berkomunikasi, saling bertukar data, dan dapat menggunakan koneksi internet secara bersamaan.

Pengembangan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema pemanasan global bagi siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Singosari / Haris Mahmudi

 

ABSTRAK Mahmudi, Haris. 2010. Pengembangan Paket IPA Terpadu Berbasis Konstruktivisme dengan Tema Pemanasan Global bagi Siswa Kelas IX di SMP Negeri 2 Singosari. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika. Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Supriyono Koes H., M.Pd, M.A, (2) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd Kata kunci : paket IPA Terpadu, konstruktivisme, tema pemanasan global Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 (2006) yang menyatakan bahwa substansi mata pelajaran IPA di SMP/MTs merupakan IPA Terpadu. Sedangkan pembelajaran IPA SMP/MTs di Malang Raya kebanyakan belum menerapkan pembelajaran terpadu. Hal ini disebabkan oleh kurang adanya buku yang menerapkan pembelajaran IPA Terpadu untuk SMP/MTs. Oleh sebab itu diperlukan pengadaan bahan ajar/paket IPA Terpadu untuk membantu penerapan pembelajaran IPA Terpadu. Pengembangan ini bertujuan (1) mengembangkan paket IPA Terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema pemanasan global bagi siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Singosari, (2) mengembangkan panduan pelaksanakan pembelajaran IPA Terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema pemanasan global bagi siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Singosari. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan lima langkah yaitu : (1) Studi Pendahuluan, (2) Perencanaan, (3) Pengembangan Bentuk Awal Produk, (4) Uji coba lapangan awal, (5) Revisi Produk Utama. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket kelayakan paket IPA Terpadu dan panduan pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu yang diisi oleh 4 validator yaitu: 2 dosen (fisika dan kimia) dan 2 guru mata pelajaran IPA (biologi dan fisika) SMP Negeri 2 Singosari. Selain itu, uji keterbacaan yang dilakukan oleh 6 siswa kelas IX SMP Negeri 2 Singosari. Jenis data berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari analisis nilai rata-rata angket skala Likert, sedangkan data kualitatif berupa tanggapan,saran, dan kritik dari validator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paket IPA Terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema pemanasan global memenuhi kriteria layak dengan nilai rata-rata sebesar 3,63. Sedangkan panduan pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema pemanasan global juga memenuhi kriteria layak dengan nilai rata-rata sebesar 3,52. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada peneliti lain untuk melakukan penelitian lebih lebih lanjut yaitu dengan melakukan kajian eksperimen dan uji coba yang lebih luas, sehingga diperoleh paket dan panduan pelaksanaan pembelajaran yang teruji secara empiris.

Pemaparan fisika pokok bahasan listrik statis dengan bantuan aplikasi Swishmax / Patilongan Suat

 

ABSTRAK Suat, Patilongan. 2010. Pemaparan Fisika Pokok Bahasan Listrik Statis dengan Bantuan Aplikasi Swishmax. Skripsi, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Asim. M. Pd. Kata Kunci : listrik statis, swishmax Listrik statis adalah listrik yang tidak mengalir atau listrik yang muatan-muatan listriknya berada dalam keadaan diam. Listrik statis merupakan bentuk listrik yang dihasilkan bila beberapa benda digosokkan satu sama lain. Sebuah benda netral dapat bermuatan listrik statis dengan jalan digosokkan. Contoh lainnya, yaitu ketika batang plastik digosok dengan kain wol, elektron-elektron dari kain wol berpindah ke batang plastik, sehingga batang plastik kelebihan elektron. Dengan demikian, batang plastik menjadi bermuatan negatif. Sebaliknya, ketika batang kaca digosok dengan kain sutera, maka elektron - elektron dari batang kaca berpindah ke kain sutera, sehingga batang kaca kekurangan elektron. Dengan demikian, batang kaca menjadi bermuatan positif. Dalam kehidupan terdapat aplikasi dan gejala yang sering kali dijumpai yang erat hubungannya dengan listrik statis. Seperti ilmu lainnya, Listrik statis juga mempunyai kegunaan dan dapat pula membahayakan manusia. Contohnya seperti percikan api adalah gejala listrik yang membahayakan manusia, sedangkan salah satu kegunaan listrik statis adalah mesin fotokopi. SwishMax merupakan pengembangan dari Program Swish v.2, yang kini telah memiliki 230 bulit-in efek seperti efek Explode, Vortex, 3D Spin, Snake dan banyak lainnya. Seperti halnya Swish, SwishMax juga memilki alat bantu untuk membuat garis, kotak, elips, kurva bazier, gerak animasi, sprite, tombol roll over dan lainnya. Format dasar SwishMax adalah swi file, namun dapat juga diekspor kedalam file flash (swf), movie (avi) ataupun execute(exe) program yang dapat dijalankan berdiri sendiri. Sehingga animasi Swishmax dapat diletakkan langsung di web, atapun diikutkan dalam presentasi Microsoft Powerpoint dan Microsoft Word. Saran yang dapat disampaikan adalah agar pembelajaran dengan menggunakan komputer dapat juga diterapkan pada bidang studi ataupun materi lainnya yang terdapat dalam fisika ataupun ilmu pengetahuan lainnya.

Hubungan antara tipe kepribadian dan kecenderungan penggunaan gaya mengajar pada guru Taman Kanak-kanak / Asy Nurida Rohmati'a

 

Kata kunci: tipe kepribadian, gaya mengajar Tipe kepribadian adalah keseluruhan pola tingkah laku yang relatif permanen dengan kecenderungan karakteristik khas yang stabil serta menjadi individualitas bagi perilaku seseorang. Kepribadian dalam diri seseorang dapat mempengaruhi tingkah laku individu tersebut. Dalam penelitian ini kepribadian yang diteliti, yaitu introvert dan ekstravert. Gaya mengajar adalah suatu cara melaksanakan pengajaran yang ditampilkan oleh guru dan cenderung konsisten. Gaya mengajar dalam penelitian ini yaitu teacher centered dan student centered. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tipe kepribadian dan kecenderungan penggunaan gaya mengajar pada guru Taman Kanak-kanak. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Subyek penelitian ini adalah guru yang mengajar di TK yang berada di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto sebanyak 56 orang. Teknik pengambilan sampel adalah cluster sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah EPI-A Adaptasi Indonesia dan skala gaya mengajar. EPI-A Adaptasi Indonesia terdiri dari 56 aitem dengan reliabilitas 0,862 dan skala gaya mengajar terdiri dari 32 aitem dengan reliabilitas 0,907. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis korelasi product moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru TK di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto lebih banyak yang memiliki tipe kepribadian ekstravert. Dan guru TK di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto lebih banyak yang memiliki kecenderungan menggunakan gaya mengajar student centered. Uji hipotesis menyimpulkan terdapat hubungan positif antara tipe kepribadian dan kecenderungan gaya mengajar pada guru TK di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto (rxy = 0,363; p = 0,006 < 0,05). Hal ini dapat diartikan bahwa guru dengan tipe kepribadian ekstravert memiliki kecenderungan menggunakan gaya mengajar student centered dan guru dengan tipe kepribadian introvert memiliki kecenderungan gaya mengajar teacher centered. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan: (1) bagi keilmuan, diharapkan untuk mengembangkan pembelajaran teacher centered (2) bagi sekolah, diharapkan mengadakan pelatihan mengenai pembelajaran yang sesuai dengan paradigma pendidikan saat ini, yaitu pembelajaran student centered, (3) bagi guru, diharapkan menggunakan gaya mengajar yang lebih sesuai dengan tuntutan dan kurikulum, agar pencapaian tujuan pembelajaran dapat ditingkatkan, (4) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan variabel yang diteliti, memperluas wilayah, dan tingkat sekolah yang berbeda, misal guru SD, SMP, atau SMA agar diperoleh keanekaragaman pengetahuan dari penelitian yang berbeda.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan Udang Di Desa Pantai Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan Oleh Salamah

 

Secara ekonomi tingginya ekspor udang dari Kabupaten Kotabaruakan sangat berpengaruh pada pendapatan nelayan setempat. Akan tetapi haltersebut sangat bertolak belakang dengan apa yang semestinya terjadi. Penjualan udnng di Kabupaten Kotabaru umumnya dan Desa pantaikhususnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan nelayan udang.Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan udang di DesaPantai Kecamatan Kelumpang Selatan dalam penelitian ini adalah besarnyamodal, jarak tangkapan, jenis alat tangkap, curahan waktu ke{a dan hargapemasaranu dang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruhmasing-masing faktor tersebut terhadap pendapatan nelayan udang di DesaPantai Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru KalimantanSelatan. Populasi dalam penelttian iai adalah keseluruhan nelayan udang yangada di Desa Pantai, sedangkan sampel penelitian diambil secara purposiveSampling. Penelitian ini dilakukan di Desa Pantai Kecamatan KelumpangSelatan. Rancangan penelitian yang digmakan adalah dengan pendekatansurvei yang menggunakan daftar pertanyaan. Analisis hasil penelitian yangdipakai adalah regresi dan tabulasi silang untuk faktorjenis alat.Hasil penelitian penunjukkan bahwa faktor modai deur faktor jaraktangkap tidak berpengaruh terhadap pendapatan nelayan udang. Sedangkanfaktor jenis alat, curahan waktu dan faktor harga pemasaran berpengaruhterhadap pendapatan nelayan udang. Namun secara simultan semua variabelbebas mempunyai pengaruh yang signifrkan terhadap faktor pendapatannelayan udang di Desa Pantai Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar informasimengenai letak aktivitas udang laut dapat dipertajam lagi, perlindunganterhadap nelayan lokal lebih diutamakan, pendirian koperasi nelayan danpengurangank etergantungante rhadapl anggan( pemilik modal).

Modifikasi circle pada busana pesta berbahan denim / Yustin Sagita Dwi C.

 

Kata kunci : Modifikasi Circle, Busana Pesta, Denim. Busana adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Segala sesuatu yang dikenakan seseorang mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki beserta pelengkapnya adalah termasuk busana. Dulu seseorang berbusana hanya untuk kebutuhan saja, namun sekarang seseorang lebih mementingkan trend pada saat berbusana. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk menggambarkan trend dan keinginan seseorang berbusana saat ini. Denim adalah jenis bahan yang biasanya digunakan untuk busana casual. Namun disini, penulis mencoba merubah image denim yang biasanya digunakan untuk busana casual menjadi denim untuk pembuatan busana pesta. Selain itu denim sangat mudah dibentuk sesuai keinginan seseorang. Untuk menjadikan denim sebagai bahan pembuatan busana pesta, perlu sesuatu yang membuat busana tersebut terlihat lebih indah dan mewah. Seperti penambahan payet swarosky dan bros, juga pada bentuk busana itu sendiri. Bentuk busana disini terlihat unik dan lain daripada yang lain karena busana ini merupakan busana khusus. Dengan memodifikasi circle akan membuat busana ini telihat unik dan menarik. Circle dimodifikasi menjadi a quarter of circle kemudian ditambahkan stand dan kain keras sebagai penyempurna bentuk a quarter of circle. Dari sini kita bisa melihat bahwa seseorang berbusana bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan, namun juga mengikuti trend. Seseorang berbusana ingin terlihat menarik dan lebih menonjol daripada yang lain terutama pada saat acara-acara khusus seperti pesta. Pembuatan modifikasi circle mencerminkan kepercayaan diri pada seseorang yang memakainya.

Pemutaran musik klasik sebagai upaya membangun konsentrasi belajar siswa dalam pembelajaran PKn di SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung (studi kasus di kelas X-D dan X-H tahun pelajaran 2009/2010) / Siti Baidah

 

Pembelajaran dengan pemutaran musik diduga mampu memfasilitasi suasana pembelajaran terutama dalam membangun konsentrasi belajar siswadalam pembelajaran termasuk dalam pembelajaran PKn. Pembelajaran yang kondusif memungkinkan siswa terlibat langsung secara aktif baik fisik maupun psikis. Konsentrasi dalam belajar merupakan salah satu yang mempengaruhi belajar siswa karena terkait dengan daya pikir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) latar pertimbangan pemutaran musik klasik dalam pembelajaran PKn di kelas X SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung, (2) jenis-jenis musik klasik yang digunakan dalam pembelajaran PKn di kelas X SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung, (3) pelaksanaan pemutaran musik klasik dalam pembelajaran PKn di kelas X SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung, (4) kendala yang ditemui dalam pemutaran musik klasik dalam pembelajaran PKn di kelas X SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Subyek penelitian adalah kelas X-H dan X-D. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 kedungwaru Tulungagung pada semester genap tahun pelajaran 2009/2010. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Latar pertimbangan pemutaran musik klasik dalam pembelajaran PKn di kelas X SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung meliputi beberapa faktor antara lain; faktor kebutuhan, factor kesesuaian, dan faktor kemanfaatan. Hal ini yang menjadikan alasan dalam pemilihan musik klasik untuk dijadikan sebagai variasi dalam pembelajaran di kelas, (2) Jenis-jenis musik klasik yang digunakan dalam pembelajaran PKn di kelas X SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung adalah Komposisi musik klasik yang berasal dan berkembang di negara barat (Eropa) sekitar tahun 1750-1825. Jenis musik klasik tersebut meliputi musik klasik Mozart, Kenny G, Beethoven, Barok, Jenis musik tersebut memiliki karakteristik yang hampir sama yang membedakan hanyalah pada instrumen yang dimainkan. Musik klasik Mozart instrumen yang dimainkan adalah piano, Kenny G instrumen yang dimainkan adalah alat musik tiup (terompet), Beethoven instrumen yang dimainkan adalah piano dan bass , sedangkan Barok instrumen yang dimainkan adalah alat musik gesek (biola), (3) Pelaksanaan pemutaran musik klasik dalam pembelajaran PKn di kelas X SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung telah dilaksanakan sesuai dengan pelaksanaan pembelajaran yang menekankan pada proses pembelajaran. Pemutaran musik klasik memberikan manfaat kepada pembelajaran antara lain: Menghilangkan kejenuhan dan kebosanan, menghidupkan suasana kelas, membangun konsentrasi belajar. Proses pembelajaran PKn yang berbasis pemutaran musik klasik menjadikan proses pembelajaran lebih menyenangkan, konsentrasi, dan penuh semangat. (4) Kendala yang ditemui dalam pemutaran musik klasik dalam pembelajaran PKn di kelas X SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung antara lain; (a) kendala teknis; listrik padam, alat rusak, alokasi waktu yang singkat, (b) kendala dari guru; kurang kesiapan dalam pelaksanaan dan persiapan, (c) kendala dari siswa; karakter siswa yang berbeda-beda antara siswa yang satu dengan yang lain, (d) kendala minimnya sarana prasarana sekolah, terbatasnya sarana dan banyaknya pengguna.

Pembuatan busana pesta dengan pewarnaan pelangi pada Denim / Mery Iswianti

 

Kata Kunci: Busana Pesta, Pewarnaan Pelangi, Denim Melihat dari tren busana 2010 yang masih mengacu pada denim, maka penulis ingin membuat sebuah busana berbahan baku denim. Dari masa ke masa denim masih menjadi sebuah tren. Namun selama ini denim hanya digunakan untuk busana sehari-hari atau casual, masih jarang ditemui denim digunakan untuk acara formal atau busana pesta. Hal inilah yang mendorong penulis untuk membuat sebuah busana berbahan denim dengan desain yang menarik dan elegan sehingga bisa digunakan untuk acara formal atau pun pesta. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas akhir ini adalah menciptakan suatu desain busana pesta dengan pewarnaan pelangi pada denim. Manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah dapat dijadikan sumber inspirasi bagi pembaca untuk membuat busana pesta dengan pewarnaan pelangi pada denim. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 259.000,- Hasil yang diperolah dari pembuatan busana pesta ini adalah berupa long coat dan gaun bersiluet A, yang keduanya menggunakan bahan denim, sedangkan untuk pewarnaan pelangi menggunakan teknik airbrush. Aksesories dan milineris yang digunakan adalah hiasan rambut dari bahan denim, sepatu, anting-anting dan legging. Saran yang dapat diberikan adalah pada saat menandai kain sebelum proses airbrush, sebaiknya menggunakan kapur jahit jangan menggunakan pensil. Hal ini karena goresan menggunakan pensil membekas pada kain dan susah untuk dihilangkan.

Pengembangan media pemahaman kepribadian berbentuk permainan monopoli dalam upaya mengembangkan perencanaan karir siswa SMP ditinjau dari perspektif teori Holland / Septinda Rima Dewanti

 

ABSTRAK Dewanti, Septinda Rima. 2010. Pengembangan Media Pemahaman Kepribadian Berbentuk Permainan Monopoli dalam Upaya Mengembangkan Perencanaan Karier Siswa SMP Ditinjau dari Perspektif Teori Holland. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, (II) Drs. Hariyadi Kusumo. Kata kunci: media, permainan monopoli, tipe kepribadian Holland. Dewasa ini sering kali ditemui permasalahan di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, dimana banyak siswa yang salah jurusan. Bahkan berdasarkan observasi yang dilakukan di salah satu Sekolah Menengah Tingkat Atas di kota Malang 1-10 orang siswa mengalami salah jurusan di setiap kelasnya. Permasalahan tersebut menunjukan bahwa siswa pada tingkat SMP masih belum dapat menentukan sekolah lanjutan yang sesuai dengan dirinya. Siswa SMP menurut Super berada pada tahap perkembangan karier “pengembangan/growth” dengan tugas perkembangan mengembangkan bakat-bakat, minat, kebutuhan, dan potensi, yang akhirnya dipadukan dalam struktur konsep diri (self-concept structure). Berdasarkan penjelasan tersebut ditarik kesimpulan bahwa diperlukan suatu inovasi yang dapat digunakan untuk membantu siswa mengembangkan karier sesuai dengan kepribadiannya. Menangggapi kebutuhan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media yang dapat digunakan untuk membantu siswa mengenali kepribadiannya sehingga siswa dapat mengembangkan karier dengan tepat terutama dalam menentukan sekolah lanjutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan media yang teruji validitasnya, mengetahui cara penggunaan media, dan mengetahui keterlaksanaan dari media ini. Kegiatan pengembangan yang dilakukan ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan Borg and Gall, yang dalam penerapannya dilakukan adaptasi, disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan penelitian. Langkah penelitian dilakukan mulai dari need assessment, kemudian penyusunan produk yang selanjutnya dilakukan validasi produk dengan melakukan uji ahli dan uji coba produk. Hasil dari kegiatan pengembangan ini adalah media pemahaman kepribadian berbentuk permainan monopoli. Hasil akhir menunjukan bahwa media ini telah memenuhi syarat keberterimaan sebagai media pemahaman tipe kepribadian berbentuk permainan monopoli. Media ini memiliki validitas konstruk dimana validasi dilakukan untuk mengetahui kesesuaian isi media dengan dasar teori yang digunakan, yaitu teori minat karier Holland. Validasi dilakukan dengan melakukan uji ahli kepada ahli teori, ahli media dan ahli bimbingan. Ketiga ahli tersebut selain menilai isi, bentuk media juga menilai buku pedoman penggunaan media. Penilaian ahli menunjukan rata-rata skor yang diberikan pada deskriptor masing-masing tipe kepribadian adalah “3”, hal ini menunjukan bahwa produk yang dihasilkan sesuai dengan teori yang digunakan. Untuk mengetahui kelayakan media pemahaman kepribadian berbentuk permainan monopoli ini juga di uji cobakan pada kelompok kecil dan pengguna. Kesimpulan dari hasil uji coba produk menunjukan bahwa media ini layak digunakan. Saran yang dapat disampaikan pada penelitian ini adalah sebagai berikut, (1) untuk konselor di SMP penggunaan media ini secara tuntas dapat dilakukan pada 2 atau 3 kali pertemuan sehingga proses permainan dan evaluasi dapat dilakukan secara maksimal. Pengkondisian siswa untuk mengikuti proses diskusi tidak hanya dilakukan pada akhir permainan saja. Pada saat permainan berlangsung konselor dapat mengarahkan diskusi misalnya dengan mendiskusikan pekerjaan yang terpilih, bagaimana pekerjaan itu dan keterampilan apa yang harus dimiliki untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. (2) untuk peneliti selanjutnya, pengembangan yang telah dilakukan dalam mengembangkan media permainan monopoli ini telah sampai pada tahap uji coba produk pada kelompok kecil namun belum sempat melakukan uji lapangan. Untuk itu saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan uji lapangan sehingga produk yang dikembangkan benar-benar efektif digunakan.

Pengembangan media layanan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba berbasis multimedia interaktif bagi siswa SMP Negeri 18 Malang / Susiati

 

ABSTRAK Susiati. 2010. Pengembangan Media Layanan Informasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Multimedia Interaktif bagi Siswa SMP Negeri 18 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Triyono, M.Pd. (II) Drs. Hariadi Kusumo Kata Kunci : Multimedia, Layanan Informasi, Narkoba Fenomena penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja semakin mengkhawatirkan. Hal tersebut sangat mempengaruhi perilaku remaja yang berada dalam masa transisi dan pencarian identitas diri. Bimbingan dan konseling sebagai bagian yang integral dari pendidikan harus dapat memberikan pemahaman yang memadai kepada para remaja mengenai dunia remaja, terutama penghindaran diri dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Namun, BK di SMP Negeri 18 Malang belum memiliki media dalam bentuk multimedia interaktif yang menunjang proses pemberian informasi bahaya penyalahgunaan narkoba yang termasuk dalam layanan informasi bidang bimbingan sosial. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk media layanan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba berbasis multimedia interaktif yang berterima baik (memenuhi aspek ketepatan, kejelasan, kegunaan dan kemenarikan) baik secara teoritik maupun praktis. Media ini berisi empat (4) menu utama yaitu profil pengembang, pendahuluan, petunjuk penggunaan dan informasi. Di dalam menu informasi terdapat empat (4) sub menu informasi antara lain: dunia remaja, fakta penyalahgunaan narkoba, bahaya penyalahgunaan narkoba dan remaja anti narkoba. Pengembangan media layanan informasi ini mengikuti tahapan model pengembangan Borg and Gall (1983). Tahapan yang diambil meliputi: 1) identifikasi kebutuhan, 2) perumusan tujuan bimbingan, 3) penyusunan produk, 4) uji coba produk, 5) revisi dan 6) produk akhir. Untuk mengetahui media yang berterima secara teoritik maupun praktis, dilakukan uji validitas produk kepada ahli media, ahli materi dan audiens/uji kelompok kecil yang berjumlah 10 orang. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data validitas adalah angket. Adapun hasil pengisian angket kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa keberterimaan multimedia interaktif dengan topik bahaya penyalahgunaan narkoba, menurut ahli media adalah sesuai (2,93), menurut ahli materi adalah sesuai (3,13) dan hasil uji audiens/kelompok kecil adalah sangat jelas (3,43). Kesimpulannya, media layanan informasi tersebut sesuai dari aspek kemenarikan, sesuai dari aspek ketepatan dan kegunaan, serta sangat jelas dari aspek kejelasan dan kemudahan sehingga dapat digunakan dalam pemberian layanan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba. Saran yang diberikan dalam hal ini adalah 1) media ini hendaknya digunakan oleh guru BK dalam pemberian layanan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, 2) terhadap peneliti selanjutnya, agar multimedia ini diteliti lebih lanjut hasil pengembangan dan efektivitasnya dengan melakukan penelitian tindakan (action research) dalam bimbingan.

Penerapan Manajemen Pemasaran Perusahaan Pengembang Perumahan Tipe Besar Di Malang / Oleh Wisnu Wijaya

 

ABSTRAK Wijaya, Wisnu. 2OO2P. enerapanM anajemen PemasaranP erusahaan Pengembang Perumshan Tipe Besar dl Malang. Skripsi, Program Studi PendidikanT eknik Bangunan.JurusaTne knik Sipil. UniversitasN egeriM alang. Pembimbing(I ) Drs. Ir. H. SudomoP, embimbing(I I) Drs. Priyono Manajemenp emasaranw, awasant erhadapp asar,p rosesd an perencanaanp emasarans, istemi nformasi dan penelitianp asar, pengembangti pe besar Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perusahaan pengembanpge rumahan'tipeb esard i Malang menerapkanm anajemenp emasaran yang di dalamnya mencakup wawasan terhadap pasar, proses dan perencanaan pemasarans ertas istemi nformasi dan penelitianp asar.A dapunr umusanm asalah yangd iajukan adalah( l) Bagaimanaw awasanp erusahaanp engembangtip e besar terhadapp asar? (2) Bagaimanap rosesd an perencanaanp emasaranyandgi lakukan oleh perusahaanp engembangti pe besar? (3) Bagaimanas istemi nformasi dan penelitianp emasarany ang dilakukan oleh perusahaanp engembangti pe besar? Penelitiani ni merupakanp enelitiand eskiptif. Desainp enelitiannyam etiputi perencanaa(np enentuans arnpel),s ampling( pengambilank eputusanm engenai subyek),p embuatanin strumenp engumpuld ata,p elaksanaans urveyd an pengolahan data.P opulasiy angm enjadi penelitian ini adalahp erusahaanp engembang perumahanti pe besard i Malang. Teknik samplingy ang digunakana dalaht eknik simpler andoms amplingd enganm engambils ampel5 perusahaanp engembangd an dari masing-masingp erusahaanp engembangp erumahante rsebutd iambil 5 respondenI.n strumenp enelitiany ang digunakana dalahk uesioner/angkeUt. ntuk mengumpulkand ata selainb erdasarkana ngkety ang diisi respondenju ga dilalrukan wawancarate rhadapr espondenU. ntuk analisisd ata dilalrukand enganc ara statistik deskriptif. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwap adau mumnyap erusahaanp engembang perumahanti pe besard i Malang mempunyaiw awasant erhadapp asary angb agus yakni 78,66% . Sedangkan2 1,34o cenderungm empunyawi awasany angr endah sehinggad iperkirakanp erusahaante rsebuta kank esulitanu ntuk bersaingd alam meraihk onsumenD. ari keseluruhansa mpejlu ga diperolehb ahwap erusahaan pengembandgi Malangs epakamt enghasilkamn utu dank inerjap erusahaatne rbalk, membuapt rodukt erbaikd anm elakukanp enyempurnaapnr oduks ecarate rusmenerusD. engand emikian dapatd ilihat bahwap erusahaanp engembangp erumahan vl tipe besar di Malang cenderungm enerapkank onsepb erwawasanp roduk..D alam menyusrmd an memprosesre ncanap emasaranp engembangp erumahanti pe besard i Malang juga mempunyai standart yang bagus. Hal ini dibuktikan dengan 87 ,28 o/o mempunyai standart yangjelas dan terarah yang meliputi analisis pasar, pertumbuhan pasard, ans istemo rganisaspi emasarayna ngjelas.S edangkan1 2,72%m empunyai kualitasp erencanaanp emasarany ang rendah.S edangkanu ntuk sistemi nformasid an penelitian pasar ini ditemukan hal yang penting untuk dijadikan catatan yaitu dari dari 4 perusatraa(n8 0 % ) dari 5 perusahaanp engembangd i Malangyangmenjadi sampel penelitian tidak pernah danjarang melakukan tes preferensi produk yang dihasilkan,2 perusahaanp engembang(4 0 %) dari 5 perusahaanp engembangya ng menjadis ampepl enelitiant idak pemahm elatihs umberd ayap emasaradna n2 perusahaapne ngembang(4 0 o/o)d ari 5 perusahaanp engembanjga rang melatih sumberd ayap emasarannyuan tuk melaporkank ondisi pemasarante rbaru,3 perusahaanp engembangd ari 5 perusahaanp engembangp erumahany angm enjadi sampel( 60 o/ot)i dak punyas istemi ntelijenp emasarand,a n6 0 7op erusahaan pengembang(3 perusahaant)i dak mempunyaip usats istemi nformasi internal. Tetapi dari skor ruta-rataa khir yang diperolehd ari seluruhp oint pertanyaanm engenai sistemi nformasi dan penelitianp asard iperolelt 52,827 op erusahaanp engembang perumahatnip e besarm empunyasi istemi nformasid anp enelitianp emasaradne ngan skalab agus.S edangfan4 7.18o/op erusahaanp engembangm empunyais istem informasid anp enelitiany angb erkualitasre ndah.

Perbedaan Persepsi Tentang Kenakalan Remaja Antara Siswa SMU Negeri 8 Dan Siswa SMK Negeri 2 Di Malang oleh Sri Wilujeng

 

Persepsmi erupakantn terpretasiin form.asyi angd atangd ari indra' pemberiana rtt stimuluisn drawi,a rtr rtu ;#;.k"";;iu*- ca.i"stlm"tusi ndrawid an sebagiand ari caras eseorang." nyrrrun--informasi tersebut,a tau dari pengetahuany ang sudah oti*t};HX' yang semakinm aju sepertii ni. ada kecenderungabne rbagaik enakaran vane dilakukan oleh ,"b;gi;;;a1a, telatr banvak diberitakan diberbagai media, ill?u]li];#k ,;ilt- kenakalanya ns mensarapha dab- entukk riminalb erupa keiahatdaann k ekerasaRne' majad alaghe neraps:i 1tt*, b-9111t::t1 vanga kan ffiffi;;;g" atu"i"rrt"" pengetahuamne ngenakie adaayna nga dad isekitarnva ffi; ;biffika, dapafr'" rpiti.i"t"t lebihm ajula gid anl ebihb aikl agi Remajaad ad i sekola;-i'IrnjN8 danS MKN2 , kiduanyam emplnylk urikulum vaneb erbeddai mungkinkamne mpunypa"i t'"p'i yangb erbedpau. l'uD ] St*I ? ffiilffi;ff ;;;s";'(sejenii) yuitu p"r".puan.b erdasarksaunr ver lapangadni SMKN 2 perkelass iswap erempuannytai0 % sedangka2n0 olonylaa ki'laki (._hansitial-dsiupravnelaio paanngg-aanap aridsaes ta

Eksistensi Pendidikan Moral Dalam Upaya Mengembangkan Kepribadian Para Santri Pondok Pesantren Salafiyah (Suatu Studi di desa Kebonsari Kota Malang) Oleh Nur Lailatul Mufidah

 

Pcndidikanm oralp adah akekatnyaad alahu sahas adary angd ilakukan denganse ngajas,i stematisu ntukm endorongm, embantud anm embimbing seseoranggu nam engembangkasne galap otensinyas ertam engubahd iri sendiri dari kualitas satu ke kualitas yang lain yang lebih tinggi. Pendidikan moral di jamanm odems epertis ekarangin i sudahm enjadis ahrf enomenak emasyarakatan yangu niversal,h ampir semuam asyarakamt oderna dak ecenderungaunn tuk menempatkapne ndidikanm oral sebagabi agiani ntegrald ari sistem pendidikannyaP. rosesp endidikant idak hanyad i sekolah-sekolauhm umt etapi juga di lingkunganp esantrenR. umusanm asalahd ari penelitiani ni adalah( l) Bagaimanbae ntukp endidikanm orald i PondokP esantreSn alafiyah(,2 ) Kendalakendalaa pas ajay angd ihadapiP ondokP esantrenS alafiyahd alamm elaksanakan pendidikanm oral, (3) Bagaimanap eranp endidikanm oral di PondokP esantren Salafiyahd alamu payam engembangkakne pribadianp aras antri. Sedangkan tujuand ari penelitiani ni adalahu ntuk mendekripsikanb entukp endidikanm oral di PondokP esantreSn alafiyahK ebonsarPi asuruaqm engetahukie ndala-kendala yangd ihadapPi ondokP esantreSn alafiyahd alamm elaksanakapne ndidikan moral,d anm endeskripsikanp eranp endidikanm oral di PondokP esantren Salafiyahd alamu payam engembangkakne pribadianp aras antri. Mengamatim asalahp endidikanm oral di pesantrenm, akat erlebih dahulu harusm engetahupi engertiann ilai, norma,m oral, pesantrenk, epribadiand an peranp endidikanp esantrend alamm engembangkakne pribadian.S alahs atu komponedna ri pendidikann on-formaal dalahn ilai karenan ilai merupakan realitasa bstraky ang dirasakand alamd iri orangm asing-masings ebagadi aya pendoronyga ngm enjadip edomanh idup.N ormay aitut atak elakuany ang terdapadt alamm asyarakats, ecarau mumn orma-normad alamm asyarakabt erakar padas uatus istemn ilai budayay angm empunyaki ekuatany ang berbedaM. oral seringd isinonimkand engane tikay angb erartin ilai-nilai.G ambaranp esantredni Indonesiam erupakanli ngkunganl embagay ang sulit diajak kerjasamam engenai perubahanse rtas ulit dipahamip andangand unianya.P erkembangakne pribadian seseorandgip engaruhoi leh( 1) warisanb iologis( 2) lingkunganfi sik (3) kebudayaa(n4 ) pengalamank elompokd an (5) pengalamany angu nik. Peran pendidikanp esantrend alamp erkembangakne pribadianp aras antri setidaknya akanm emperolephe ndidikany angb ermanfaadta lamm engahadappie rsoalan lingkungadna np erjalananh idupnya. Jenisp enelitianin i adalahs urveyd enganm enggunakanjendisa ta kualitatif.P engumpuland atam enggunakante knik observasiw, awancarad an dokumentasTi. eknik analisisd atad enganm enggunakanm odel interaktif yaitu (l) reduksdi ata(2)p enyajiand atad an( 3) penarikank esimpulanP. engecekan keabsahadna tam enggunakatne nik (1) perpanjangakne ikutsertaa(n2 ) ketekunan pengamata(3n) kecukupanre ferenssi erta( 4) trianggulasi. Hasilp enelitianm enunjukkanb ahwab entukk gitanp endidikanm orald i pondokp esantreSn alafiyaha dalahs ebagabi erikut:k egiatanm entauhidkaAn llah, kegiatanb eribadahk epadaA llah, kegiatanu khuwahI slamiyahk, egiatan kekeluargaadna n kebersamaank,e giatanp ersahabatayna ngt ulus, kegiatanh idup serasdi ans eimbangk,e giatanq ona'ahd ans ederhansae rtak egiatank eikhlasan danp engorbanaMn.a teri( isi) dari pendidikanm oralt ersebuat dalahs holat, puasat,a uhid,w irid, istighosahp, engajiank itab kuning,d iba', berjanji,t horiqoh, dans uluk.K endala-kendaylaa ngd ihadappi ondokp esantreSn alafiyahd alam melksanakapnr osesp endidikanm orala dalahf aktor( l) fasiltasy and imiliki pondokp esantren(2 ) kurannyat enagap engajar( 3) santri berasadl ari keluarga yangk urang( mampu)( 4) latar belakangs antriwatip ondokp esantrenP. eran pendidikanm oral dalamm engembangkakne pribadiand apatd itujukkand engan perilakus antriy angn ampakd alamk ehidupans ehari-harmi elalui tindakan,t utur kata,s ertab ahasay angd igunakand alamb erkomunikasdi enganl ingkungana tau orangy angs edangd ihadapinyaK. epribadiany ang ditampakkans antri adalah kepribadiank eagamaank,e pribadiany angt ercermind ari etosk erja yangt inggi, qona'ah,t idak kenal menyerahd an putusa sad alamm enghadapmi asalah, kepribadiany angm uaddib( sifat keguruan)s ertam empunyari asap ercayad iri yang tinggi. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan bahwa pola kehidupan yang mengintegrasianni lai-nilai agamisd alamb entukp elaksanaansp iritualitasy ang tinggi,d enganp enuhk edisiplinand anp enerapapne ndidikanm orald i pondok pesantreSn alafiyahm ampum embangucni tra diri individua taus antriy ang berkepribadiayna nga gamisb, erkepribadiamn uaddib( sifatk eguruan)d, an memiliki sifat atauk arakteristikk epercayaadni ri yang mantap.S arany angd apat dijadikanm asukanb agip ondokp esantreSn alafiyaha dalah(: l) hendaknydaa pat meningkatkanp rosesp endidikanm oral yanga dam elalui studi padap esantrenpesantrenla innya( 2) hendaknyam engembangkafna silitas dn mediap endidikan yangd irasak urangs elamai ni (3) dapatm encontohp esantreny ang lebih modem sehinggad apatd apatd ijadikana cuans ertad apatm emadukaann taraji wa atau nilai-nilaik epesantrenadne ngann ilai-nilaiy angl ebihm odern.S edangb agi lnstansPi emerintaKh ota Pasuruaand alah(: l) hendaknypae merintahle bihp eduli dengana danyap rosesp endidikand i pondokp esantrend, iharapkanb antuand ana untukm enunjangke giatan-kegiatayna nga dad i pondokp esantrenS alafiyah(2 ) diharapkanm elakukanp endekatany ang lebih baik dalamr angkap roses pendidikany angd iajarkand i pesantrens ehinggas esuadi enganh arapan masyarakaut mum.

Survey Kegiatan Ekstra Kurikuler Olahraga Berdasarkan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) di SMP Negeri Se-Kota Malang Oleh Sugiono

 

Manajemenp eningkatanm utu berbasiss ekolah( MPMBS) adalahm odel atau pola manajem"n yaog -"-berikan otonomi lebih besar kepada kepala sekolah dan mendorongp engambllank eputusanp artisipatif yang melibatkans ecarala ngsung ,"*uu *ur!u t"totatt (guru, siswa,k epalas ekolatUk aryawarU9 .ang tuu siswa,d an masyarakafu ntuk meningkatkanm utu sekolahb erdasarkank ebijakanp endidikan nasi-onalr.e gratan ekstrak urikuler olahragad i sMP diatw dalamM PMBS- MPMBS mengatur keliatan ekstra kurikuler olahraga di SMP sebagai berikut (l) kepala setotatrb erhakm enetapkank egiatane kstrak urikuler di sekolahnyab erdasarkan minat danbakat siswa,(2) sekolahh endaknyam engambilp elatih-pelatihd ari luar agard aptmemberikan pengajarany ang maksimal,d an (3) dalamm enyediakan saranad an prasaranay ang dibutuhkand i sekolah,k epalas ekolahd apatberke4as ama dengan pitrat-pihat< tiin ai tuar sekolah. Dengan demikian, kepala sekolah memiliki kem-andiriand alamm enetapkank egiatane kstrak urikuler olahrag4 penyediaan saranad an pmsaranao lahraga,s ertat enagap elatih. MPIvIBSs udahd isosialisasikan pada sekolah t^anjutan Tingkat Pertama (sNf) di Kota Malang sejak tahun 2001. tetapi belum dik;tahui secarajelasa pakahp engelolaane kstrak urikuler olahragad i SMPNegeri se-KotaM alang sudahd ilaksanakans esuaiM PMBS. Oleh karenai tu, pada penelitian ini akan dikaji tentang kegiatan ektra kurikuler olahraga berdasarkan lnunujeln"op eningkatanm utu berbasiss ekolah( MPMBS) di sMP Negeri se-Kota Malang. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahuki egiatane kstrak urikuler olahraga berdasarkanM anajemenP eningkatanM utu BerbasisS ekolah( MPMBS) di SMP Negeri se-KotaM alang. Rancanganp enelitiany ang digunakanp adap enelitiani ni adalahr ancanganp enelitiann on eksperimentadl anjenis penelitiani ni adalah penelitiand eskriptif. Penelitiand ilaksanakadni seluruhS MPN egeris e-KotaM alang.P engumpulan data dilaksanakanp adaB ulan lr{ei-Juni 2004.P opulasip adap enelitiani ni adalahS MP Negeris e-KotaM alangs ebanya2k 2 sekolahd, any angm enjadis ubyekp enelitian adalahk epalas ekolahJ. adi,p adap enelitianin i dilakukanp engambiland atatethadap 22Kepala SMP Negeri se-Kota Malang. 1V

Manajemen Kegiatan Ekstra Kurikuler di MAN 3 Malang oleh Aqidah Irbawati

 

sekolahs ebagalie mbagap endidikany ang menyelenggarakapnr osesb elajar mengajarm, em€gargperanapne ntingd alam rangkap embentukans ikapd an kepibadin serta budj pekerti subyek didik. Sebagai baglan dari manajimen pendidikar!m anajemenp esertad idik perlu mendapat'perhatiagnu !!am encapati ujuan pendidikandi sekoiah. Dalarnp rencapaiatnu juan atau saserante rsebutd i atas,s elain yel,yefenggarakapnr ogramp endidikan dan pngaiatan yang dise.budt engani nrra ykaunriglcd lpisreybkuotlda ehn gpaenrel ukj sutgraak mwieknuvleerl,e ynaguggam raekraupnpr eokgaransm ap laehns daidtuik kaengd iaantal endn agiqalmaran pengelolaakne siswaan. Kegiatane kstrak urikuler ini adalahw adah-wadah,v angd apat mengembangkasnu asanak epernudaayna ng sebatd an tanggapt erhadapt anrangan pembangunanM. elalui kegiatane kstrak urihrler imrah pembinaanp ,engembanlan bakatd amminast isva sebagabi agiand ari generasmi uda diupayakand an direalisasikadni sekolah. Penelitianin i mengungkapkante ntangM anajemenK egiatanE kstra Kwikuler di MAN 3 lv{alang Masalah penelitian ini adarah : l} bagaimanakah perencanaakne giatane kstrak urikuler di MAN 3 Malang, 2) bagaimanakah pengorganisaasni kegsatane kstrak urikuler di MAN 3 Malang5) bagaimanakah pngwatankegiatan ekstra kurikuler di MAN 3 Malang 4) bagaimanakah pengawasakne gratane kstrak urilruler di MAN 3 Malang. Tujuanp enelitiani ni secarau mum adalahu ntuk mengerahumi anajemen kegiatane k$rak urik?lsrdi MAN 3 Malang. Dengan inciatyaitu : l) untuk mengetahupie rencanaakne giatane kstrak urikuler di MAN 3 Matang,2 ) untuk mengetahupi engorganisasiakne giatane kstrak urikuler di MAN 3 Malang 3) untuk mengetahupie ngrarahakne giatane kstrak urikuler di MAN 3 Malang 4) untuk mengetahupie ngawasakne gSataenk straL -urj.kuledr j MAN 3 Malang. Popdasi penelitian ini adalah semua p€ngurus kegiatan ekstra kurikrder di l".fAli I Malang yang berjumlah 83 siswa, dan sampel yang diambil dalam penelitian ioi uguh pengurusk egiatane kstrak urikuler yang ditetaprians ebagapi opuiasi penelitiany angb erjumlah8 3 siswa. penelitian ini menggunatanp eneiitian deslriptif, teknik untuk menggallid atamenggunakaann gketd an Teknik analisisd atam enggunakapne rsentase. Hasil penelitian i ni menunjukkanb ahwa : l) perencanaanke giatane kstra kurikuler di MAN 3 lvlalang berada pada kualifikasi baik, 2) pengorganisasian kegiatane kstrak urikuler di MAN 3 Malangb eradap adak ualifika*sbi aik, 3) pengaohank egiatane kstrak urikuler di MAN 3 Malang beradap adak ualifikasi baik, 4) pengawasakne giatane kstrak urikuler di MAN 3 Malang beradap adak ualifikasi cukup,ja di dapatd itarik kesimpulanb ahrvam anajemenk egalan ekstrak urikuler di MAN 3 Malangberadpaa dat ingkatb aik. Dari hasilw awancardaa patd iperolehin formasit entang: I ) KepalaS ekolah dan wakilnya dalam kegiaan ekstra kurikuler di MAN 3 Malang berperan sebagai administnatodra ns upervisor,2 ) Guru dalamk egiatane kstrak urikuler di NtrAN- 3 Malangberperans ebagapi embina,3 ) terbentuknyak egiatane kstrak urikuler diawali dari inisialifsiswa sendiri,4) pembina kegiatan ekstra kurikuler di MAN 3 lvfalang selaind arig urujuga mendatangkapne mbinad ari luar sekolah. Berdasarkanke simpulante rsebutm aka disarankan:1 ) agar sistem manajeinenke giatane kstrak -urikulerd i MAN3 Malang lebih ditingkatkan.2 ) agar siswai kut serfad alamo rganisaski egiatane kstrak urikuler yang ada di sekolalr. karenate laht ersediab eftagai macamo rganisasyi ang disesuaikand enganb akat dan minatnya3, ) agarJurusanM ministrasi Pendidikaq menjadikanh asil penelitiani m sebagabi ahant ambahanre ferensip erpustakaand an materi tambahant ragi perkuliahan4.) agarP eneliti lain, menjadikant rasil penelitiani ni sebagabi ahan pe6andingaq apabila diadakan penelitian serupa pada kegiatan ekstra kurikuler di sekolahla in.

Pengaruh Kualitas Layanan Akademik Dan Administratif Terhadap Kepuasan Siswa Dalam Menggunakan Jasa Pendidikan (Studi Pada SMKN 1 Malang] Oleh Iis Dwiyantis

 

Gejala konsumerisme memberikan tantangan bagi suatu organisasi atau lembagad alamu paya meningkatkank ualitass umberd ayam anusianyase bagaai sser utamas, ehinggam ampum enghasilkank ualitasl ayananp rima.L embagaP endidikan Menengah Kejuruan sebagai wadah pembentukan sumberdaya manusia yang terampil,s ehinggad apatm enghasilkano utputy ang mempunyaki emampuans eperti yangd ibutuhkand unia usaha/industrMi. aka sudahm enjadik eharusana gar sukses dalam persaingan lembaga tersebut harus menciptakan dan mempertahankan pelanggan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran obyektif tentang (l) pengaruhk ualitasl ayananb ukti frsik akademikd an administratifterhadakpe puasan siswaS MK Negeri I Malang; (2) pengaruhk ualitasl ayanank ehandalana kademik dan administratif terhadap kepuasan siswa SMK Negeri 1 Malang; (3) pengaruh kualitasl ayananja minan akademikd an administratift erhadapk epuasans iswaS MK Negeri 1 Malang; (4). pengaruh kualitas layanan daya tanggap akademik dan administratitfe rhadapk epuasans iswaS MK Negeri 1 Malang;( 5) pengaruhk ualitas layanan empati akademik dan administratif terhadap kepuasan siswa SMK Negeri I Malang;( 6) pengaruhk ualitasl ayanana kademikd an administratifs ecarab ersamasamate rhadapk epuasans iswaS MK Negeri I Malang;( 7) Variabelk ualitasl ayanan akademikd an administratify ang dominan pengaruhnyate rhadapk epuasans iswa SMKNegeri l Malang. Populasi dalam penelitian ini adalahl086 siswa SMKN I Malang pada tahun ajaran 2003-2004. Subyek penelitian ini adalah siswa SMKN 1 Malang yang memanfaatkanja sa layanan akademik dan administratif. Teknik sampel yang digunakan adalah Proposional Stratified Random Sampling yang besar kecilnya sesuai dengan pendapat Arikunto yaitu apabila jumlah subyek lebih dari 1000 p€netapans ampelc ukup 10% sebesar1 00 respondenP. enelitiani ni mengunakan pendekatakna usalk omparatifdand atad iperolehd enganm enggunakaann gket. Setelahm elalui prosesp engolahand ata dan analisisr egresib ergandam aka diketahuhi asilp enelitiany angm enyatakan(l:) nilai B1:0,067; pengujiant: 2,009 dand enganta raf kepercayaa9n5 o/om akas ignifikansti nya- - 0,047;S E: 4,12o/od an SR= 5,29%m embuktikana dap engaruhy ang signifikansia ntarab ukti fisik dengan kepuasasni swap adaS MKN I Malang;( 2) nilai 92:0,179 ; pengujiant : 3,882d an denganta raf kepercayaan95om/oa kas ignifikansit nya: 0,000;S E: 13,83%d anS R = 17,75% membuktikana da pengaruhy ang signifikansia ntarak ehandaland engan kepuasasnis wap adaS MKN I Malang;( 3) nilai fu= 0,377; pengujiant: 6,190 dan dengatna raf \epercayaan9lYmoa kas ignihkansti n ya:0,000; SE: 28,94% dan SR = 37,14o/om -embuktikana da pengaruhy ang signifikansi antaraj aminan dengan kepuasasni swap adaS MKN 1 Malang;( 4) nilai B4: 0,085; pengujiant: 2,255 dan dengatna raf kepercayaan95mYoa kas ignifikansti nya: 0,026', SE: 5,11%d anS R = 6,56%m embukrikana da pengaruhy ang signifikansia ntarak etanggapand engan kepuasasni swap adaS MKN I Malang;( 5) Fs: 0,335; pengujiant: 5,734d an denganta raf kepercayaan9lom/oa kas ignifikansti nya: 0,000;S E = 25,91%d an SR = 33,26% membuktikan ada pengaruh yang signifikansi antara empati dengan kepuasasnis wap adaS MKN I Malang;( 6) nilai h:0,067', $2=0 ,179 fu:0,377; Fq = 0,085p; 5: 0,335;p engujianF :455,30 dand enganta raf kepercayaa9n5 %mo aka signifrkansFi nya: 0,000d anR Squares ebesa9r 67om embuktikans ampais aati ni bukti fisik, kehandalanj,a minan, ketanggapand, an empati secaraa kademikd an administratimf ampur nemberikank ontribusid alamm empengaruhik epuasans iswa pada SMKN I Malbng. Dari hasil penelitian diatas dapat diketahui bahwa Jaminan merupakavna riabely angd ominanp engaruhnytae rhadapk epuasanp elangganh, al ini dapadt ilihat SE sebesa3r 6Yo danS R sebesa3r 7, 5%. Berdasarkanh asil penelitiand i atas maka dapatd itarik kesimpulanb ahwa hipotesisy ang diajukan dalam penelitiani ni yaitu ada pengaruhy ang sig-nifikan antara kualitas layanan akademik dan administratif secara sendiri-sendiri dan bersama-samtear hadapk epuasans iswaS MKN I Malangt elaht erbukti Sarand ari penelitiani ni adalahS MKN 1 Malangs ebagalie mbagap endidikan yangb ergerakd alamb idangj asa pendidikanh endaknyab erorientaspi adak epuasan berbagai pihak yang terlibat didalamnya, utamanya kepuasan siswa. Kepuasan tersebudt apatd iperolehd ari kualitasl ayananb aik padab idang akademikm aupun administratifD. ari beberapait em dimensi kualitasa kademikm aupuna dministratif yang masih perlu mendapatkanp erhatianu ntuk ditingkatkanu tamanyap ada (1) Sebagai lembaga lebih meningkatkan layanan bukti fisik diantaranya penambahan dan perawatanp eralatan laboratorium, penataanu lang ruang perpustakaand isertai perbaikans istem manajemend an penambahans umberb elajar, sedangkanu ntuk tempatp arkir perlu perluasan,g edung-gedunpge rlu perbaikand iantaranyam encakup mengecadt an pelaburan,m enggantib agian-bagianya ng sudahu sanga tau lapuk, menyempurnakaank ustik ruangb elajar, menambahk amar mandi supayas iswat idak mengunakanfa silitas milik karyawa.r/guru(;2 ) Sebaiknyad ari kedua belah pihak baik pihak (guru, laboran, pustakawan, dan karyawan) dan pihak siswa harus saling bekerjas amaj ika siswa ada masalahs upayat idak menghambatte rcapainyak egiatan belajarm engajar;( 3) Disarankanm empertahankadna n memperbaiksi emuala yanan jasap endidikana garp ersepsai task epedulianle mbagak epadas iswat erjaga.

Penerapan Fungsi Manajemen Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Sekolah Menengah Atas Di Kota Malang Oleh Febria Dwi Kartika Sari

 

Program kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian yang integral dari kurikulum dan kedudukannya merupakan perpanjangan, petengkap atau untuk memperkuat kontribusi program intrakurikuler. Kegiatan ektrakurikuler diadakan sebagaiw adah untuk menyalurkanb akat serta mendororigp erkembanganp otensi rys|rta didik hingga mencapait araf optimal dan keikutsertaannyab enifat sukarela. Pada akhimya tujuan dari kegiatan ekstrakunkuler adalah untuk membentuk sDM seutuhnyay ang memiliki kemampuans eimbanga ntarak emampuank ognitif, afehif danp sikomotorikB. erdasarkanh al tersebutk egiatane kstrakurikulefrr lu dikelola dengan baik mulai dari perencan&rn, pengorganisasian, penggerakan, dan pengavasanA.p abila kegiatane kstrakunkulerd ikelola denganm enerapkanfu ngsi manajemedne nganb aik dan benarm aka kegiatana kan berjaland engant ertib dan tujuany angd irencanakaank ant ercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan kegiatan ekstrakurikuleSrM A di Kota Malangd enganm enerapkante orifungsi mbnaj-emen menurutT erry yang terdiri dari perencaruump, engorganisasianp, enggerakuna, an pengawasaPne. nelitianin i tergolongd alamje nis penelitiand eskriptif.D ita penelitian diperoleh-dengmane nggunakainn strumena ngkeim odelt ertutupy angd ikembangkan olehp enelitid alamb entukr ating scale.S ampepl enelitians euanyatt o sekolahy ang terdiri dari 2 respondeny aitu Kepala Sekolahd an wakil Kepila sekolahB i;hng Kesiswaans, ampel diambil dan 20yo dari jumlah populasi yaitu 50 sekolah. Pengambilansa mpelm enggunakante k',ik straiirteld proportional randoms ampling. lata yangt erkumpuld ianalisiss ecarad eskriptifd enganm enentukatne rlebihd ahulu intervaln ilai sebagaki ualifikasi penilaiand an perhitungante ndenssi entrald engan menggunakarnu mvsm ea n . Hasil penelitianm enunjukkanb ahwa secarau mum tingkat penerapanfu ngsi Sltajelen pada kegiatan ekstrakurikuler SMA di Kota Malang tergolong kategorl baik, dengan ntlai mean sebesar 4,063 berada pada intervit nii* rl+ - +,r. Kesimpulatne rsebudt idukungh asil penelitianp adas ubv ariabely angm enunjukkan bahwat ingkat penerapanfu ngsi perencaoaanp iaa kegiatane ksmkGkuler SMA di fota {atgq tergolongk ategorib aik dengann ./,ami ian sebesa4r ,06gb eradap ada intervaln ilai 3J - 4,1, tingkat penerapanfu ngsi pengorganisasiapna da kegiatan ekstrakurikulers MA di Kota Malang tergolong tategori iangat baiil dengann ilai mecns ebesa4r ,19 beradap ada interval nilai 4,2 - 5,0, tingkat penerapanfu ngsi penggerakapna dak egiatane kstrakurikulerS MA di Kota Malang tergolongk ategori baikd engann llai means ebesa4r ,023b eradap adai ntervaln ilai 3,4 - 4,1, penerapan fungsip engawasapna da kegiatane kstrakurikulerS MA di Kota Malangt ergolong kategorbi aikd engann llai means ebesa4r ,01b eradap adai ntervaln ilai 3,4- 4,1. Sarany angd iberikanh endaknyaK epalaS ekolahm eningkatkank emampuan menerapkafnu ngsim anajemend alamm engelolak egiatane kstrakurikuledr an lebih memperhatikasne rtam eningkatkanla gi kualitasp engelolaakne giatane kstrakurikuler terutama pace indikator yang masih tergolong reridah pada penerapan fungsi p€rencanaafnu,n gsi pengorganisasiafnu,n gsi penggerakind, an fungsip engawasan. selaini tu KepalaS ekolahh endaknyam engadakapne mbinaand an pelatihank epada gurup embinad an penguruso rganisasei kstrakurikulesr ecarar utin melalui Latihan DasarK epemimpinan( LDK), pengarahanm elalui pertemuanr utin, melakukans ecara rutin kegiatan monitoring dan juga melalui buku pedoman yang bisa digunakan sebagaaic uand alamm engelolak egiatane kstrakurikuler.

Motivasi Siswa Putra SLTP Negeri I Ambunten Kabupaten Sumenep Dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Sepakbola Oleh Anwar Rasyid

 

Dalam memasyarakatkaonl ahrag4 pendidikanj asmani telah dicauhrmkan dalamk urikulurn sebagami ata pelajaranu mum yaitu mata pelajaranP endididkan Jasmandi an KesehatanD. isampingi tu adak egiatand iluar jam pelajarany aitu kegiatan ekstrakurikuler secara garis besar kegiatan ekstrakurikuler terbagi menjadt dua macam yaitu kegiatan olahraga dan kegiatan non olahraga' Kegiatan ekstrakurikulero lahragat ersebutm isalnyas epakbol4b ola voli dan sebagainya. Denganm engikuti kegiatane kstrakurikulers epakbolad, iharapkans iswa akan dapatm elakukanp ermainans epakbolad enganb aik dan benars ehinggas iswa akan dapatm eraihp neJtasyi angb aik di bidango lahragas epakbolaH. al tersebutb isa difikukan apabila pada din siswa terdapt motivasi yang tinggt dan juga didorong oleh g- uru ataupunk eluarp dan sebagainya. Penelitiani ni menggunakanp endekatand eskriprtifk uantitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji tingkat motivasi siswa putra SLTPN I Ambunten dalamm engikuli kegiatane kstrakurikulers epakbolai,n strumeny ang digunakan untuk mengumpulkand ata adalaha ngketd an teknik analisisd atay ang digunakan adalah teknik statistik deslciptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi siswa putra SLTPN I Ambuntend alamm engikuti kegiatane kstrakurikulers epakbolaa dalahc ukup tinggi. Hal ini ditun$ukkano lehj awaban respondenm elalui angkets ebagabi erikut: 53,33% menyatakans elalua tautinggt padaa spekm otivasi instrinsik pemikiran, 58,33yo menyatakans elalua taut inggr padaa spekm otivasi intrinsik perasaan3, 9,17o/o menyatakans elalua taut ingsr padaa spekm otivasi intrinsik pengetahuan3, 8,33% menyatakans eringa tauc ukup tingg padaa spekm otivasi intrinsik keterampilarl 44,58o manyatakans elalua taut ingg padaa spekm otivasi intrinsik kedisiplinan, 29,67Vom enyatakans eringa tau cukuptinggi padaa spekm otivasi ekstrinsik penghargaan4, 0,560/mo enyatakans elalua taut inggr padaa spekm otivasi ekstrinsik persainpn/ kornpetisi,3 8,89o/om enyatakans elalua taut inggi padaa spekm otivasi ckSninsikp ujian" 35,00%m enyatakanja rang atauk urangt inggi padaa spekm otivasi ekstrinsikh ukuman,3 5,56o/omenyatakasne ringa tauc ukup tinggi padaa spek motivasi ekstrinsikh adiah,30,67o/omenyatakasne lalua taut inggi padaa spek motivasi ekstrinsik lingkungan.D an secarak eseluruhanh asil akhir dari pnelitian ini menunjukkanb ahwam otivasi siswap utra pengrkute kstrakurikulers epakbolaS LTPN I Ambuntend itinjau dari keseluruhana speka dalah7 1,15o /oyangartinyac ukup t-i-n-g*-g r. Kesimprlan dari hasit penelitian ini batrwa motivasi siswa putra SLTPN I tunbuntend al'amm engikuti tigotan ekstrak*rikuler sepakbolaa a*h gutttp tinegr' r*"U"si pon cirwaputras LiPN I AmbrmtoPn" ,*ry*q"F1o5glTt"'lut trroUutidt drFt nompsrt$snl.'n drn lobih mordnSlcstkrn1 89 mouv.'nyr. ii

Keefektifan Manajemen Layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SMA Negeri Di Kota Kediri Oleh Susanti Erithriana

 

Setiaps ekolahm emerlukana danyap rogram layanank esehatany ang baik. Setiap orangm empunyaih ak untuk hidup sehats ecarabadaniahr,o haniahd an sosial.A gar setiapo rangd apath idup sehat,d iperlukan upaya-upayayangsalahs atunyaa dalah layanank esehatanm asyarakatL. ayanans emacami ni di sekolahd isebutu sahak esehatan sekolahB. erhasitl idaknyak esehatanse kolahb anyakd itentukano leh bagaimana kecakapank,e adaans ekolahs ertab agaimanap ara pengelolam elakukank e{asamas ecara tim. Programp elayanand an pendidikank esehatand i sekolahm enengahd imaksudkan agar pelakanaan proses belajar mengajar dapat berjalan efektif dan efisien. pelayanan danp endidikank esehatand ilakukan oleh pembina UKS dari dinas kesehatany ang benangkutans, ertad idukung saranap rasaranay ang memadaid an pendanaany ang cukup. - Masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah : (l) bagaimana kondisi faktorfaktor yang mendukung keefektifan manajemen layanan UKS SMA Negeri di Kota Kediri, dan (2) sejauhmanati ngkat keefektifanm anajemenl ayananU KS SMA Negeri di Kota Kediri. Tujuand ari penelitiani ni adalahu ntuk mengetahui(:l ) kondisif aktor-fakxoyra ng mendukungk eefektifanm anajemenla yananU KS sMA Negerid i Kota Kediri yang meliputif aktors aranap rasarandaa n faktork euangand, an( 2) keefektifanm anajemen layananU KS SMA Negerid i Kota Kediri. Populaspi enelitianin i adalahp arap engelolala yananU KS sMA Negerid i Kota Kediri yangb erjumlah2 22 orangdant ersebapr ada8 SMA Negeri.T ekni[ sampling menggunakanp roportionalr andom samplingd an sampel2 5 o/od aipopulasi yaitu222 pengelola dari 8 sMA Negeri di Kota Kediri, dengan jumlah seluruhnya adalah 56 pengelolal.n strumenp engumpuland atay angd igunakana dalaha ngketd isusund alam butir-butirp emyataanT. eknik analisisd atay angd igunakana dalaha nalisisp ersentase denganm enggunakanp rogramK omputer SpSSfo r l(indows Release 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (l ) kondisi faktor-faktor yang mendukung keefektifanla yananU KS termasukp adak ualifikasib aik, hal ini dapatd ilihat dari hasil faktor saranap rasaranay ang termasukp adak ualifikasi baik dan faktpr keuanganjuga termasukp adak ualifikasi baik. Faktor saranap msarirnad apatd ikatakan padak ualifikasi baik karenas aranap rasaranay ang ada di UKS cukup memadaid an semuanyad apat dipergunakand and imanfaatkand enganb aik, begituj uga denganf aktork euangand apat dikatakanb aik karenaa ntarap endapatand an pengeluaranp adaU KS seimbang (2) keefektifanm anajemenla yananU KS termasukp adak ualifikasib aik, hat ini disebabkan karenas aranap rasar,rnad an keuangany ang adad i uKs baik sehinggam anajemen layananU KS dapatb erjaland engane fektif. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, dikemukakan beberapa saran yaitu bagi dinasp endidikann asionald an dinas kesehatand apatm eningkatkank erjasamad alam rrngrtotu layanank esehatand an dapat memberikanp elayanank esehatand enganl ebih baik-dano ptimal, bagi kepalas ekolaha gars elalu mengadakanb imbingand an monitoring ,*rto *"ndorong'p"rig"toio uKS agar mampu dan menguasapi rogram layananU KS' bagi pengelola U K Si apat-leb ih meningkatkanp eng etahu arrd a lam pengelola an layananU KS, Lagip enelitil ain untukm elaksanakapne nelitianl anju tan.

Studi Tentang Pelaksanaan Program Usaha Kegiatan Sekolah Di SMAN Se Kabupaten Tulungagung Oleh Dian Dwi Setiyoso

 

Pelaksanaauns ahaK esehatasne kolahy angb aik akans angabt erperand alam membinkae sehataann ggotam asyarakadti sekolahu, nhrk mewujudkakne sehatan anggotma asyarakaste kolahs, etiaps ekolahh arusm ernberikapne rhatiand an melaksanaapnro gramu sahaK esehatssne kolahd enganb aik danb enarB. erdasarkan latarb elakandgi atasm akad apatd inrmuskabne berapma asalahs ebagabi erikut: rumusamn asalahse carau mumy aitub agaimanakaphe laksanaapnro gramu saha KesehataSne kolahd i SMANs e-K abupatenT ulungagungR.u musanhasalashe cara khususb;a gaimanakaphe laksanaapnro gramp endidilianle sehatand i sMAN se- {uFpuF" Tulungagungb,a gaimanakaphe laksanaapnr ogamp elayanakne sehatan di SMANs e-K abupateTn ulungagungb,a gaimanakaphe iat

Kajian Terhadap Kebutuhan Guru Dan Gedung Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Ditinjau Dari Aspek Demografi Tahun 2000-2015 (Sebagai Upaya Dalam Perencanaan Pndidikan Di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan) Oleh Mahrini

 

Programw ajib belajar( Wajar)9 tahund i tetapkano lehp emerintahIndonesiab, ertujuanu ntukm eningkatkaSn umberD ayaM anusia( SDlvl)-yangberkualitasd alamr angkam enghadapeir aglobalisasPi.r ogramw ajar9 tahuny angditetapkanp ernerintamh eliputiS D danS LTP.N amuny angd iangkadt alampenelitianin i adalahS LTPy anga dad i KabupatenH ulu SungaUi tara'Penelitianin i mengkajti entangk ebutuhang urud an gedungS ekol$ .LanjutanT ingkatp ertamad itinjiu dari aspekd emografiy, aitu meliputif ertilitasdan-morAlitais ebagaui payad alamp erencanaapne ndidikan.M akap ermasalahan yangd iangkadt alamp enelitianin i meliputi:b erapakajhu mlah anaku siaS LTP,guil SI-TFy *g pensiung, uruS LTPy angm eninggadl unia,k ebutuhang uru-Slfp,a* l"Uutuhang edungS LTPt ahun2 000- 2015d i KabupatenH uluSungaUi taraK alimantanS elatan.Tujuanp enelitianin i untukm engetahujui mlah anaku siaS LTP,g uruS LTPyangp ensiung, uruS LTPy angm eninggadl unia'k ebututrang ruuS LTP,d anketutuhang edungS LTPt ahun2 000- 2015d i KabupatenH ulu SungaUi taraKalimantanS elatan. Penelitianin i mempunyasi ifatk uantitatifd eslaiptifd anj enisnyam erupakananalisad atas ekundedr engante knik analisad ata,d enganta hapan'tahapa(nl):proyeksjiu mlah anaku siaS L].p dengand emograftie knik,( 2) proyeksjiu mlahg'i SI-ip V''g pensiun engana lur cohort,( 3) proyeksjiu mtahg uruS LTPV anemeninggaOt uniaO enganlif e table,( 4) proyeksjiu mlah kebutuhang uruS LTPdengenm engbitungjw nlah gurut otal danj urnlahk ekurangang uruS LT?' (5)proleksijumlahk ebutuhang edungS LTPd engana sumsIi gedung= 240m uridtahun 2000 -2015. Hasil analisisd atad i perolehk esimpulanb ahwa:( 1) terdapapt eningkatanjunrlahm urid sLTP tahun2 000 -2015d enganm enggunakaans umsitetap(,z )Lrdapat peningkatajnu mlah guruS LTPy angp ensiunta hun2 000- 2015'( 3)terOapapte nunrnanjumlaghu ruS LTPy angm eninggadl uniat ahun2 000- 2015,(4) terdapakt enaikanjumlahg urus LTP tahun2 000- 2015d enganm enggunkanasumstie tap,( 5) terdapapt eningkatanjumlakhe butuhang edungS LTPt ahun2000- 2015d enganm enggunakaans umstie tap.

Pembinaan Kedisiplinan Bagi Siswa: Studi Kasus Di SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang Oleh Yusuf Setyawan

 

Dalammencetakkader-kaderbangsayangbermentaltinggidanmemilikirasa tanggungj awab yang tinlgi pula, qipertut

Pelaksanaan Evaluasi Hasil belajar Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Siswa SMU Negeri I Sukomoro Kabupaten Magetan Oleh Budhi Harto

 

Evaluasi hasil belajar merupakan hal yang penting dalam sistem pendidikan. oleh karena itu, evaluasi hasil belajar hendaknya dilaksanakan dengan baik dan benar.T ujuan dari penelitian untuk mengetahuip enggunaanp rinsip evaluasi,t eknik evaluasi dan bentuk tes yang digunakan dalam evaluasi hasil belajar dan penerapan lan-g kah-langkaehv aluashi asilb elajar. Penelitiani ni termasukd eskriptif eksploratif yang dilaksanakand i SMU Negeri I Sukomoro. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru mata pelajaran pprn dan siswa kelas I, Il, dan IIl. Sampel guru diambil dari semua guru yang dijadikan populasi sehingga disebut sampel total dan sampel siswa ditentukan dengan carap emiiitrant

Hubungan Antara Cara Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Di MAN 1 Situbondo Oleh Vivi Jamila

 

Prestasib elajar siswa dipengaruhi oleh bermacam-macamfa ktor' salah satunya adalah "u* 6"luior siswa.-Daiam usaha meningkatkan prlstasi belajar siswa yang optimal harus ditunjang dengan cara belajar yang blik yang-{apat mewujudkan t"g,;ur belajar siswa dapat-be{alan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh fruiit l.tuiu, lang maksimals esuadi engantu juany angi ngin dicapai.H al inilah yang mendorong AaOit an penelitian untuk mencari bukti empiris t"1qlq hubungan antara cara belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKn kelas II MAN I Situbondo tahun ajaran 200312004. Permasalahany ang akan diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimanakah carab elajars iswa?B agaiiranakahp restasbi elajars iswap adam atap elajaranP PKn? Apakah udu itubungut yang signifikan antara cata belajar dengan prestasi belajar siswap adam ataP elajaranP PKn? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antata cafa belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKn. Hipotesis yang diajukan dalim penelitian ini ;dahh ada hubungan yang sipifikan antara cara belajar dengan p' restasib elajarm ata pelajaranP PKn. Metode p"n"titi* yang digunakan adalah metode dokumentasi dan angket' Teknik analisis yang digrrnakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa data statistik yaitu dengan teknik korelasi product moment. Populasi dalam penelitian ini adalahs iswa kelas II MAN I Situbondoy ang terdiri dan n6 siswa"s edangkany ang diambil adalahs ebanyak5 0 siswa yang menggunakante knik randoms ampling. Hasil penelitiany ang diperolehm enunjukkan(:1 ) tingkat carab elajars iswa pada umumnya: I I siswa Qt %) termasuk 12 siswa dalam kriteria balk-,27 siswa (54 7o; termasuk dalam kriteriu ,"ilung, dan 12 siswa (24 %o) termasuk. d{am kriteria t *"g, (2) prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PfKn me.l-ip$i: 16 siswa (32 X) rn!-lfid prestasbi eiajary uttg Uuit, 34 siswa (68 o/o)m emiliki prestasib elajar yang cukup baik. (3) ada hubungan yang sigrrifikan antara cara _belajar dengan pr"Jtu"i UeL;ar siswa pada mata pelajaran PPKn kelas II semester II tahun ajaran 200312004. Berdasarkanh asil penelitian di atas,m aka dapat disimpulkand an disarankan bahwa cara belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Di samping itu diperlukan adanya motivasi orang tua dan guru. Guru selaku pendidik diharapkan lebih meningkatkan perhatiannya kepada siswa dalam menjalankan kegiatan belajar dan cara belatar siswa agar efektif terutama sekali bagi siswa yang mempunyai cara belajayr angk urangb aik bahkant idak baik. l l

Hubungan Tingkat Pendidikan Guru Dengan Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran PPKn Di SDN Sukun VI Kecamatan Sukun Malang Oleh Herlina Yusminingsih

 

Penelitianin i bertujuanu ntuk mendeskripsikatnin gkat pendidikang uru PPKn, prestasbie lajars iswa PPKn dan hubungant ingkat pendidikang uru denganp restasi belajasri swaP PKnd i SDN SukunV I KecamatanS ukunM alang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru dan siswa yang berada pada SDNS ukunV I KecamatanS ukunM alang.S ampely ang ditetapkand alamp enelitianin i adalaghu ruk elasl ll, IV, V danV I berjumlah4 orangg urud ans iswak elasI lI, IV, V dan VI berjumlah 166 siswa. Data untuk tingkat pendidikan guru dikumpulkan dengan kuesionedra nd atau ntuk prestasbi elajarP PKns iswad ikumpulkand engand okumentasi. Teknika nalisisy ang digunakana dalaha nalisiss kalar angking,s edangkante knik untuk menganalishisu bungant ingkat pendidikang uru denganp restasib elajar PPKn siswa drgunakarnu musR ankD ifferenceC orelationr ho Spearman. Padah asil penelitianm enunjukkanb ahwag uruy angm erniliki tingkatp endidikan Sl cenderungm emiliki siswa yang prestasib elajamyad alam mata pelajaranP PKn mendudukrai ngking3 , guru yang memilikr tingkat pendidikanD II cenderungm emiliki siswa yang prestasi belajamya dalam mata pelajaran PPKn menduduki rangking 2 sedangkagnu ru yang memiliki tingkatp endidikanS PGc enderungm emiliki sisway ang prestasbi elajamyad alam mata pelajaranP PKn mendudukir angking l. Untuk analisis korelasdi enganr umusr ho Spearmanm enunjukkanin deksk orelasin egatif Sedangkan dalamta belh argak ritik temyatau ntuk N : 5 denganta raf I kepercayaanglo/moe nunjuk angkak oefisienk orelasi1 ,000. Kesimpulan,b erdasarkanh asil penelitian yang telah diadakanm embuktikan bahwati ngkatp endidikang uru denganp restasbi elajars iswad alamm atap lajaran PPKn di SDN SukunV I KecamatanS ukun Malang ada hubungant ingkat kesejajarany ang berlawananarah.

Pelaksanaan Pembelajaran PPKn Berbasis Konstektual Menyongsong Kurikulum Berbasis Kompetensi Di SMP Sriwedari Malang Oleh Eko Setyowati

 

Permasalahanp endidikan di lndonesia dewasa ini adalatr (l) Bagaimana rnenemukanc ara yang terbaik agar siswa dapat menggunakand an mengin[at lebih lama konsep - konsep yang diajarkan di dalam suatu mata pelajaran lzibalaimana tiap - tiaq mata pelajaran dipahami sebagai bagran yang raling ueriruuungsn dan 3Tb*tuk satu pemahaman yang utuh (3) bagaimana seorang guru- dapat berkomunikassi ecarae fektif dengan.siswanyaya ng ielalu bertanyaj tuttyu rcntang alasand ari sesuatua, rti dari sesuatud, an hubungana ari apa yang merekap elajan (aj dan bagaimana guru dapat membuka wawasan berfikir yang blragam dari ieluruh siswa" sehingga dapat membuka berbagai pintu kesempatan saama hidupnya. Pembelajarabne rbasisk ontekstualm erupakans alah satu aitematif untuk mengatasi Tu.ulult tenebut yang sekarang sedang dilaksanakan di sMp Sriwedari \aatang khususnyad alam mata pelajaran ppKn. Berawal dari itu penelitian pelaksanaan Pembelajaran PPKn Berbasis Kontekstual Menyongsong rutikulu- Berbasis Kompetensdi i SMP SriwedariM alang dilaksanakan. _ Tujuan dari penelitian ini adalah: (l) Untuk mendeskripsikan perencanaan pernbelajaranP Pkn berbasis kontekstual, (2) untuk mendeskipsikan pelaksanaan pembelajaran PlKn berbasis kontekstual, (3) untuk mendeslripsidn penilaian penbelajaranP PIfu berbasisk ontekstual. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskiptif kualitatif dgean jenis penelitian interaktif di mana yang diteliti di sini uairrun intenksi trrS lqy dengan sisw4-siswa dengan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar P.PKru dengan model pembelajaran berbasis koniekstual. Jubyek dalam ry1eli{an ini adalah guru ppKn keras III, seruruh siswa kelas m, d;n Kepala sekolah. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitiL- ini adalah angket wawancarao, bservasid an dokumentasi.R natisis daa yang aigunaun aaum penelitian ini adalah analisis data kualitatif model interadivl Oiri trrtites Oan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: bahwa:( 1) Perencanaanp ernbelajarany ang dikerjakan guru sudah sesuai dengan kriteria p€rencaruEn pembelajaran berbasis kontekstuayl aitu, sudahd inyatakank egiatanu tama pembelajarannyat,u juan umum pembelajarannyas,k enariot ahap derni tahap kegiatan siswa dan penilaian bsbasis kelas. (2) Pclaksanaan pembelajaran PPKn berbasis kontekstual dengan menggunakanm etode penemurn konsep, metode cooperative learning dan teknik pelqorm yang dilakukan dengnn penplolaan kelas yang baik akan mernbantu siswa berfikir lritis, serta memberi kesernpatan kepada siswa untuk menyalurkan kemampuannya(.3 ) penilaian berbasisk ontekstrul ysng dilaksanakang um PPKn dilakukans elamad an sesudahp rosesp embelajaranb erlangsungD. alam hal ini yang dinilai adalah: a) Penilaian proses dan kinerja; b) Parilaian hasil kerja kelompok dan individu, serta portofolio yang dibuat siswa. Secara keseluruhan penilaian pcmbclajaran PPKn yang dilaksanakan guru PPKn sudah mcmenuhi kriteria penilaian berbasis kontekstual, yaitu bahwa penitaian dilaksanakan selama dan sesudahp rocesp embelajaranb erlangsung,b isa digumakanr mtuk formatif mauprm sumatif, tugas yang diberikan pada siswa mencerminkan bagran - bagian dalam kehidupans iswas ehari- hari. Berdasarkanh asil penelitian ini, dapat disarankank epada guru dan kepala sekolah agar mengembangkan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pernbelajaranb srbasisk ontekstual kargna barryakk eimtungany ang di dapat dalam rangkap eningkatamn utu belajarm engajard anh asilb elajar.

Hubungan Antara Prestasi Belajar PPKn Dengan Tingkat Kesadaran Moral Siswa Laki-Laki Dan Perempuan Kelas VI Di SDN Sumberagung II Kediri Oleh Galih Adi Putranto

 

Pendidikan merupakan hal yang penting bagi suatu bangsa karena kemajuansuatu bangsa dapat dilihat dari kualitas pendidikan pada negara tersebut. Mengingatberbagai taniangan yillg muncul mengharuskan pemerintah untuk mengatasinyasehingga tercapai tujuan pendidikan nasional. Selanjutnya untuk mewujudkan tu.luantersebut diperlukan sikap mental yang tingi dari para pelaksananyau, ntuk menanamkanmoralitas pada diri warganegara khususnya siswa maka PPKn dimasukkan dalamkurikglum sekolah dan diharapkan hal it1 akan mengarahkan siswa pada perkembangansikap dan trngkah laku sesuai dengan norma yang berlaku yang pada akhirnya bergunadalam meningkatkan prestasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) hubungan antara prestasi belajar PPItudengan tingkat kesadaran moral siswa yaitu kesadaran siswa untuk mematuhi normayang berlaku dalam masyarakat yaitu norma keagamaan, norrna hukum, normakesopanand, an norma kesusilaan,( 2) perbedaant ingkat kesadaranm oral antara siswalaki-laki dan siswa perempun. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas vI sDN SumberagungII Kediri berjumlah 40 siswa. Untuk memperoleh data prestasi belajar digunakan metodedokumentasi yaitu melihat nilai total dari ulangan harian, sikap, tugas, dan Ujian AkhirSemester pada Semester ganjil dan untuk memperoleh data tingkat kesadaran moral siswa digunakan metode kuesioner dengan instrumen berupa angket. Teknik analisisdata yang digunakan adalah (1) teknik analisis product moment, dan (2) teknik analisisujir. Dengan menggunakan teknik analisis product moment, hasil penelitianmenunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara prestasi belajar PPKn dengan tingkatkesadaran moral keagamaan siswa, tidak ada hubungan antara prestasi belajar PPKndengan fingkat kesadaran moral hukum siswa, tidak ada hubungan antara prestasi belajarPPKn dengan tingkat kesadaran moral kesopanan siswa, tidak ada hubungan antaraprestasi belajar PPKn dengan tingkat kesadaran moral kesusilaan siswa, sedangkanmenurut analisis uji t menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat kesadaran moralkeagamaan antara siswa laki-laki dan perempuan, ada perbedaan tingkat kesadaranmoral hukum antara siswa laki-laki dan perempuan, ada perbedaan tingkat kesadaranmoral kesopanan antara siswa laki-laki dan perempuan, ada perbedaan tingkat kesadaranmoral kesusilaan antala siswa laki-laki dan perempuan. Hasil yang diperoleh dalampenelitian ini kiranya dapat dijadikan pertimbangan bagi orang tua dan guru dalammeningkatkanp embinaank esadaranm oral sekaligusp restasib elajars iswa.

Peranan Kader Dalam Keberhasilan Posyandu (Studi Kasus Posyandu Apel RW. 02 Kelurahan Samaan Kecamatan Klojen Kota Malang) oleh Firdiana

 

Dalamr angkamenurunkaann gkak ematianb ayi darib alita,s erta meriingkatkank esehatanib u dan anak,p emerintahm erakukanu payap eningkatand an wt-nentaanp layanan kesehatanm praruip osyandup. osyandum erupatant empat pelayanand alam suatuw ilayah denganp rogram-programu ntuk mencapati ujuan keluargak ecil bahagiad ans ejahtera. Penelitianin i berusahma endeskripsikapne ranank aderp osyanduA pel RW 02 Kelurahans amaanK ota Malang,y angd ifokuskanp adap eraksanaapnro gram, perank ader,k emampuany angd iperlukank aderj,e nis usahak aders ertaia ktor ryld+ulg danp enghambadta ri setiapu sahay angd ilakukank aderd alamm encapar keberhasilamn embinap osyanduS. umberd atad alamp enelitianin i yaitu orang-orang yangt erlibatb aik secarala ngsungm aupunt idak langsungd enganfo kusk egiatand i * PosyanduA pel RW 02 KelurahanS amaans. ebagaiin formani dalah kaderd an anggotaP. engumpuladna tanyam enggunakatnig a macamt eknik,y aitu:w awancara, observasdi, and okumentasis. edangkanp engecekakne absahadna iad ilakukan denganc ara ketekunanp engamatant,r ianggulasi,k ecukupanr eferensiadl an pengecekaann ggotaT. eknik analisisy angd igunakana dalahr eduksi,d isplayd ata, pengambilakne simpuland anv erifikasi. Pelaksanaapnro gramp osyandmu eliputi:( l) keluargab erencan(a2, ) kpeeslaekhsaatnaianba uun ds aahnaa pn earkb,ad iakna( n5g )i zimi,( u3n)i pseanscip.e egraahnka arvdpeerd mablaemrak engtapia*"ntna ynpu oi.sity,1 a+n;du tersebuyt aitu sebagapi enanggunjga wab pelaksanaapno syanduo, bservator, fasilitatord ane valuatorK. emampuany angd iperlukan-kadeyra itu:( I ) kemampuan memimpjn,( 2) kemampuanm elaksanakapnr ogramk er1ad, an( 3) kemampuan menerapkafnu ngsim anajemenu sahay angd ilakukank ider meiiputi:( l) peryelenggaraapne rtemuanru tin, (2) kunjunganru mah,( 3) observasibi u balita,d an (4) observasbi alita.F aktorp endukungnyaad alaha danyaiempapt ertemuanya ng tetap,k reativitask aderm emberikanv ariasip enyutuhanS. edangkafna kror penghambaat,d anyabeberapaan ggotay angt idak bersikapte rbukam enghadapi masalahk esehatapnu tra-putrinya. sarany angd isampaikanya itu (l) kaderh endaknyam eneruskauns aha-usaha yangs udahd ilakukan,( 2) kaderh endaknyam engadakakne giatans tudib andingk e posyandula in yangjugab erhasil(, 3) intensitasp emantauainn stanstie rkaitt erh-adap perkembangapno syandud, an( 4) dukungans emuap ihaka garh al_hayl ang menghambadta patt eratasi.

Karakteristik Perkampungan Kumuh (Studi) Kasus Kampung Kumuh Di Daerah Aliran Sungai Brantas Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang Oleh Yuli Imam Anshori

 

ABSTRAK AnshoriY, uli Imam.2 003.K araheristikP erkampunganK umuh,S tudiK asu.sd i DAS Brantas Kelurahan Kotalama Kecamatan kedung Kandang Kota Malang. Skripsi,J urusanP endidikanG eografFi MIPA UniversitasN egeriM alang. Pembimbin(gI ) Prof Dr. H. M. ZainiH asanM, .Sc,( II) Drs.B udi HandoyoM .Si. Kata-kataK unci : KarakteristikP, erkampungaKnu muh Perkampunganku muh merupakanfe nomenau mumy ang banyakt erjadi di negarab erkembangk, hususnyap adak ota-kotab esara taum enengahD. i Kota Malang, perkampungaknu muhj uga dialami. Salahs atup erkampungank umuh yang terdapatd i KotaM alangy aitu di DAS BrantasK elurahanK otalamaK ecamatanK edungK andang. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahuki arakteristikp erkampungank umuh, yangm eliputik ondisif isik yaituk ondisib angunanja, ringanj alan, pola lokasip elayanan, jaringanli strik, carap embuangans ampahj,a ringan darinased an sanitasi.K arakteristik kondissi osiale konomim eliputit ingkatp endidikana, salp endudukl,a manyab ermukim, rnatap encaharianu tamad an tambahanp, endapatanra ta-ratad, an lokasi tempat kerja.karaktristiko ndisi pola pergerakanp endudukm eliputi jarak ke tempatk erja utamaja, rak ke tempatk erja tambahanj,a rak ke tempatb erbelanjad an jarak ke tempat pendidikan. Lokasip enelitiand i DaerahA liran SungaBi rantasK elurahanK otalama KecamataKne dungK andangk otaM alang.D alamp enelitianin i terdapapt opulasi sebanya2k5 6 kepalak eluargay angt ersebadr i lima rukunw arga.P engambilans ample penelitiainn i menggunakatne knikp roporsionarla ndoms amplingd enganp engambilan sampesle banya7k 5 respondenA. nalisay angd igunakand alamp enelitianin i adalah diskiptif. Hasilp enelitianm enunjukkanb,a hwak ondisif isik perkampungaknu muh cukupb aik.H al ini diketahudi arij umlah penduduky angs udahm emilikir umah permanesne banyak5 7,33%,j aringanja lan sudahb etons ebanya3k 0%,p enduduky ang sudahm enggunakajanr inganl istrik PLN sebanyak8 6,7%,d anp ola lokasif asilitas pelayanatne rdapadt i pinggirjalanr aya.P embuangasna mpahd i perkampungain i sebanya7k6 % penduduknyma asihm embuangs ampahk e sungaiJ. aringand rainase sebanya7k5 % sudahjaringant/tze knisd ant eknis.P enduduks udahm enggunakan sanitaspir ibadis ebanyak5 4,6Yow alaupund ialirkank e sungaiK. ondisis osiale konomi menunjukkasne banyak4 1,33%p endudukm erupakanlu lusanS D dand rop out di SLTP. Pendududk i perkampungain i merupakanm igrand ari luar Malangs ebanya7k 3%. Sebagianb esarp endudukb ermatap encaharians ebagapi edagangs ebanyak 33,33%D. ari keseluruhapne nduduky angb erprofessi ebagapi edagangs,e banya3k 2% diantaranybae rpendapatraant a-ratRa p.3 00.000-Rp4.0 0.000t iapb ulannyaK. ondisip ola pergerakapne ndudukm enunjukkans ebagiabne sarp endudukm emiliht empatb ekeda cukupd ekatd enganru mahnyay aitu sebanya6k 40/oJ. araky angd itempuhp endudukk e tempabt erbelanjac ukupd ekaty aituk urangd ari 1 km sebanya7k 8,670/o. Untuk menanggulangmi asalahp erkampungaknu muhd ipedukank erjasama daris egenafpih ak mulaid ari pihakp emerintahL, embagaS wadayaM asyarakati,n stansi terkait,d anp erdudukp erkampungank umuh.U payay ang diperlukana dalahp enataan

Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal Di Panti Asuhan (Studi Kasus Di Pantai Asuhan Nurul Abyadh Malang) Oleh Miftachul Janah

 

Panli asuhanm erupakans uatu lembagau saha kesejahleraans osial yang bertanggungja wab untuk memberikanp elayanank esejahteraans osial kepada anakt erlantarm, emberikanp elayananp engganti/perwaliaann akd alamm emenuhi kebutuhan fisik" mental dan sosial' pada anak asuh sehingga memperoleh kesempatayna ng luas, tepat dan memadaib agi perkembanganke pribadi-nya sesuai yang diharapkan. seorang pengasut\ terutama dalam panti asuhan harus mampu mengemban tugas sebagai orang tua, untuk itu pengasuh harus dapat mengarahkanp ada suatus ituasi dan kondisi yang posilifsesuai denganb akat dan kemampuaann ak. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mendeskripsikatne ntangp enyelenggaraan pendidikan di panri asuhan Nurul Abyadh Malang. pengumpulan data dilakukan melaluia ngketd anw awancaraya ngd ilakukanp adab ulanD esembe2r 003s ampai Bulan Januari 2004. Populasi dari perrelilian ini adalah pengasuh dan anak asuh. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis yang digrmakan yaitu (l) penyajian data dari angkit terbuka dan wawancara dilakukan dengan membaca, membandingkan kemudian menarik kesimpulan, (2) angkel tertuttrp dianalisis dalam bentuk distribusi frekuensi prosenlasdea ns tandaryt angd ipakaia dalaht abelp rosentrase. Hasil penelilian ini menunjukkan bahwa panti asuhan sudah memberikan layanany ang baik pada anak asuhy ailu: Iayanank esehatan,r ayanans osial, dan layananp endidikan.P engasuhm empunyaip engetahuand an pendapaty ang baik lengen{ penyelenggaraapne ndidikand i panti asuhany aitu melipuii materi yang disampaikan, karakteristik pengasuh dalam mernbimbing anak asuh, metode dan media yang digunaka4 evaluasi serta faktor pendukung dan penghambat dalam penyelenggaraapne ndidr'kans. elain itu, anaka suhs etujujika tlgiatan pendidikan dilaksanakasne tiaph ari.H al ini bertujuans elaink ewajibinjugaiupaya anaka suh terbiasa melaksanakan kegiaitan yang diadakan di panti asuhan. untuk panti asuhan sendiri diharapkan dapat memberikan pertolongan pelayanan kesejahteraans osial pada anak asuh sehinggam ereka bisa berkimbutrg oiogao _baik d3n berguna bagi nusa dan bangsa. sedangkan untuk jurusan pJnolctan Luar .Sekolahh endaknyam emperluusd an mengsmbangkanp enelitian yang berkaitand enganp endidikanlu ar sekolahy ang ada di masyarakaty, ang saati ni masihb anyakd ibutuhkan masyarakast ehinggap rogram-pro$am pendidikanl uar sekolahd apats emakinb erkembangd an dikenal masyarakaliu as terutamap anti asuhans ehagalie mbagak esejahteraasno sial.

Hubungan Sipil-Militer Dalam Transisi Menuju Demokrasi di Indonesia Oleh Santi Triretnowati

 

Triretnowati, Santi. 2002. Hubungan Sipil-Militer Dalam Transisi Menuju Demokrasi di Indonesia. Skripsi, Jurusan P endidikanP ancasilad an KewarganegaraaFnI P UniversitasN egeri Malang. Pembimbing:( 1) Drs. Setiadji,( II) Drs.EdiS uhartonoS H.M .Pd. Kata Kunci : HubunganS rpil-Militer,T ransisi,M enujuD emokrasi. Hubungan sipil-militer di Indonesia dimakrrai sebagainteraksi dan hubungan timbal balik antara Angkatan Bersenjata dengan berbagaik omponenm asyarakadt imana militer tersebutb erfungsi, Disamping itu hubungan sipil-militer diartikan sebagai relasi antara institusi penyelenggaran egara [golongan sipit] dengan institusi pertahanann egara [golonganm iliter] secaras inergis dan strategis yang dilandasi dengan fungsionalisasi serta spesialisasi diantara keduanya dalam sistern nasional. Dalam hubungan tersebut haruslah dilandasi oleh nilai moral dan sikap. mental yang mencerminkan adanya saling menghargai, mempercayai, saling menunjang scrta adanya kehendak yang kuat untuk bekerjasama dengan sebaikbaikrya. Pada masa transisi di Indonesia lahir adanya reformasi tentang makna" suprernasSi ipil", yakni denganm unculnyab erbagagi agasan serta p€ndapat baik dari dalam maupun dari luar negeri mertgenai supremasi sipil yang intinya meletakkan militer dibawah naungan sipil. IIal ini merupakan suatu dilema" bahwa dalam setiap fase transisi pasti akan terdapat konflik untuk saling mendominasi satu samal ain. Dimanam iliter menginginkanm embangunn egarad engan menggunakan pendekatan keamanan fuolitical securit,v approach] sementara sipil, menginginkan membangun negara dengan menggunakan demokratisasi yang menjadi sarana kehtdupan masyarakat madani yakni masyarakat berbudaya yang didalamnya terkandung prinsip egalitarianisme diantaranya persamaan derajat, kesetaraank, eadilans ertak eterbukaand an kebebasanm engemukakan pendapat dimasa depan. Pada .lasarnya menuju negara demokrasi diperlukan suatu sistemp emerintahany ang efektif sertap emerintahany ang legitimate, disampingi tu alam demokrasij uga memerlukanm asyarakaty ang mampu menerapkan nilalnilai demokratis seperti toleransi, kesetaraanm, embangunk onsensusd an lain sebagainya. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa "Supremasi sipil" adalah hubungan yang menunjukkan keterkaitan institusi sipil dan militer dalams istemn asionalK. arena pada hakekatnyaS ipil - Militer vru merupakan perangkat utama dalam sistem demokrasi, untuk itu menuju kehidupan demokrasi disamping dibutuhkan adanya proses diferensiasdi an spesialisasai tasp eranand an fungsi masing-masing institusi juga dibutuhkana danyap emahamana kan konsepd emokrasi. Dalam hal ini perjalanan demokratisasi bangsa perlu adanya pengawalaank anm asat ransisiy angd ilakukano leh pihak militer serta perlu adanya penataan kembali TNI Indonesia sesuai paradtgma baru secarak onsistenm elalui reposisi,r edifinisi, dan reaktualisaspi eran TNI, serta meningkatkank ualitas keprof-esionalianT NI dengan meningkatkanr asio kekuatanp ertahanand an keamanann egara. Berdasarkan hasil kajian ini, terdapat beberapa saran untuk lebih meningkatkanm utu dan kualitas skripsi, yakni diharapkank ajian in dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan yaitu dapat memperkayak ajian mengenais ipil-militer, sehinggaw acana mengenai sipil-militer dapat lebih berkembang dan diharapkan kajian ini dapat bermanfaat bagi pihak lain yaitu dapat digunakan sebagai bahan bacaan guna menambah wawasan tentang sipil-militer di Indonesia.S ertaa danyak ajial ataup enelitianl ebih lanjut mengenai peruoalan ini agar tidak menjadi batu sandungan menuju demokratisasbia ngsad imasad epan.

Perkembangan Peran Sosial Politik ABRI Menuju Format Baru Dwifungsi Dalam Sistem Politik Indonesia Di Masa Depan Oleh Rosyidah Chusnul Chotimah

 

Dwifungsi ABRI adalah peran ganda ABRI/TNI yang meliputi bidang pertahanank eatanan dan bidang sosial politik. Namun dalam kenyataannyap' eran sosial politiknya lebih menonjol dari pada peran utama yaitu periahanan keamanan' pada masa orde Baru, peran sosial politik diwujudkan dengan kekaryaan ABRI' p"iun ini sering mengalamid eviasi dalam implementasinyaB. erbagaik etimpangan dalam pemerittln*,-O.nrokrasi semu serta tidak terjaminnya stabilitas keamanan ur.iuuru a*vu dwifungsi ini memunculkanb erbapi tanggapand ari berbagaik alangan ir"tu"g dwifungsi. S-eba$an menginginkan dwifungsi dihapuskan, sebagian lagt *.iguiggup driifungsi iasih diperlukan untuk mendorong proses demokratisasi *"rtril'*Varat

Hubungan antara lokus kendali dan kematangan karier siswa MAN Malang 1 / Ameylia Prima Harining Praja

 

ABSTRAK Prima, Ameylia. 2010. Hubungan antara Lokus kendali dan Kematangan Karier Siswa MAN Malang 1. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Andi Mappiare AT, M.Pd (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata Kunci : lokus kendali, kematangan karier Kematangan karier berperan penting dalam pengambilan keputusan pilihan pekerjaan atau pendidikan lanjutan yang mempersiapkan seseorang untuk suatu pekerjaan tertentu secara realistik. Oleh karena itu, perlu adanya suatu pengukuran untuk mengetahui sejauhmana kematangan karier siswa dan sifat kepribadian yang dapat mempengaruhi kematangan karier tersebut. Lokus kendali yang mengarah pada anggapan individu tentang kendali dirinya terhadap peristiwa dalam hidup, yang cenderung internal atau eksternal merupakan salah satu variabel yang perlu diteliti sebagai salah satu variabel yang mempengaruhi kematangan karier. Siswa yang mempunyai lokus kendali internal lebih mandiri dalam pemilihan karier, karena siswa tersebut berusaha sendiri dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai apa yang diinginkan. Sebaliknya, siswa dengan lokus kendali eksternal lebih menyerahkan keputusan kariernya pada nasib/keberuntungan dan kekuatan lain di luar dirinya. Bertitik tolak dari latar belakang di atas, penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan variasi lokus kendali, (2) mendeskripsikan variasi kematangan karier, (3) mengetahui korelasi atau hubungan antara lokus kendali dan kematangan karier siswa MAN Malang 1. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI regular MAN Malang 1, yang berjumlah 207 siswa. Sedangkan yang digunakan sebagai sampel penelitian berjumlah 72 siswa berdasarkan pada teknik cluster sample yang dilakukan secara acak untuk tiap jurusan kelas XI di MAN Malang 1. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan skala lokus kendali dan skala kematangan karier. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara lokus kendali dan kematangan karier pada siswa kelas XI MAN Malang 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) secara umum siswa MAN Malang 1 mempunyai lokus kendali agak internal yang lebih banyak jika dibanding dengan lokus kendali sangat internal, agak eksternal dan sangat eksternal, (2) secara umum siswa MAN Malang 1 mempunyai matang karier yang lebih banyak jika dibanding dengan sangat matang karier, kurang matang karier dan belum matang karier, (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara lokus kendali dan kematangan karier pada siswa MAN Malang 1. Dari hasil penelitian ini, disarankan kepada siswa untuk mengembangkan lokus kendali internal demi pencapaian kematangan kariernya. Konselor diharapkan membantu kematangan karier siswa dengan mengembangkan materi bimbingan karier. Pihak sekolah juga perlu mendukung pelaksanaan layanan bimbingan karier. Sedangkan orang tua hendaknya dapat memberikan kebebasan yang terarah kepada anak dalam pemilihan kariernya.

Perpindahan Pusat Pemerintahan Dari Berbek Ke Nganjuk Tahun 1880 Oleh Napsriatun

 

Peristiwa perpindahan pusat pemerintahan dari Berbek ke Nganjuk merupakanra ngkaian^akibapte mbukaanjalanr aya danr el keretaa pi oleh Belanda V*Ji"."gf,*,ingkan daerahp erkebununtip edalamand enganp elabuhanP. enulisan i.nting p"-tpinautrupnu satp emerintahadna riBerbekk e Nganjukt ahun1 880p enting untuk iiungtapkan untuk melengkapi studi tentang Sejarah Nganluk' Rumusanmasalahdalam.penelitianiniadalah(l)faktorapakahyang melatarbelakangpi erpindah- p*ui pemerintahand ari Berbek ke Nganjuk tahun 1880 ? (2) mengapaN ganjuk dipilih sebagaip usat pemerintahanm enggantikan Berbekf '(i) Uaga]mana "arnpadt

Peranan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah (Studi Pada BAPPEDA Kota Malang) Oleh Wirawati

 

ABSTRAK Wirawati. 2003. Peranan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. H. Suko Wiyono, SH., MH; (I.I) Drs Yudi Batubara, SH.. MH Kata-kata Kunci : Peranan, Badan Perencanaan Pembangunan (BAPPEDA),OtonornDi aerah Daerah BAPPEDAm empunyati ugasm elakukand an mengkoordinasikakne giatan perencanaapne mbangunanP erencanaanp embangunany ang dirumuskant ersebut didasarkanp adaa spirasid an potensid aerah,d i sarnpingm empertimbangkadne ngan RencanaP embangunaDna erahP ropinsid anR encanaP embangunaNna sional. Penelitian ini bertujuan untuli mengetahui peranan Badan Perencanaan PembangunaDn aerah dalam rangka pelaksanaanO tonomi Daerah Kota Malang. Sedangkan hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi lembaga' masyarakat dan penulis sendiri untuk menambah wawasan tentang Pemerintah Daerahk hususnyBaA PPEDA I{asil penelitianin i menunjukkanb ahwa:( l ) mekanismep erencanaapnr ogram pembangunanB APPEDA melalui tiga tahap, yail.:.tp ertamrr, Musbang tingkat Desa/KelurahanT. uiuan Musbang ini yaitu mendorong adanya musyawarah sekaliguss ebagaui payam enyerapa spirasi-aspirabsie rbagaiu sulanp rogram/proyek di tingkaty ang palingb awah.H asil Musbangt ingkatD esa/Kelurahaonle h kepala Desa./Kelurahadni serahkank epada Camat setempat.K edua, Musbang tingkat Kccamatan. Tujuan Musbang ini adalah membahas kembali usulan rencana programiproyeky ang akan dibiayai oleh swadayam asyarakatm aka diserahkan kembali pada Desa/KelurahanS. edangkanu sulan rencanap rogram/proyeky ang dibiayai oleh APBD Propinsi, APBD Kota dan APBN oleh Camat disampaikan kepada Walikota Malang. Ketiga, Rakorbang Kota Malang. Tujuan Rakorbang ini adalahs ebagaui payam elengkapbi ahanp enyusunanu sulanr encanap rogram/proyek di Kota Malang.H asil Rakorbangb erupar umusanu sulanp rogranr/proyeyka nga kan dibiayai dengan APBD Propinsi dan APBN oleh Walikota Malang yang diserahkan kepadaG ubernurP ropinsiJ awa Timur. Sedangkanu sulanr encanap rogfam/proyek vang dibiayai denganA PBD Kota oleh Walikota tidak diserahkank epadaG ubemur karena dikelola sendiri oleh PemerintahD aerah; (2) perencanaanP rogram PembangunaBnA PPEDA Kota Malangd isusunb erdasarkasnk ala prioritasy ang

Hubungan Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah Dalam Pelaksanaan otonomi Darah Menurut UU No. 22 Tahun 1999 Oleh Mafruzah

 

Sistemp emerintahanse ntralistiky angd ilaksanakano leh Orde Baru dinilaigagald alamm emberikano tonomik epadad aeratrS. ehinggam enyebabkahnu bunganyang kurang harmonis antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. sebabmeskipun kedua lingkungan pemerintah dalam hal ini pemerintah pusat danpemerintahd aerahm erupakans atu kesatuans usunany ang mencerrninkanke utuhanbentuk negara kesatuan,t etapi karena masing-masingm empunyai lingkunganwewenang, tugas dan tanggung jawab yang berbeda maka tidak menutupkemungkinante rjadi semacamta rik menarik bahkank etegangand alam hubungankeduanyau. ntuk itu sebagaui payam enemukatnit ik keseimbangahnu bungana ntarapemerintahp usat dan pemerintahd aerah khususnyad alam pelaksanaano tonomipemerintahte lahm engeluarkaUnU No. 22 tahrm1 999. Tujuan dari kajian ini adalah mendiskripsikante ntangk eduduran,p eran,wewenang pemerintah pusat dan pemerintah drrah serta hubungan antara keduanyadalamr angkap elaksanaano tonomi daerahm erunutk etentuant ItJ No. 22 tahun 1999.Metodey angd igunakana dalahs tudi pustaka,d o&umentaski,o mparatif dan analisis.Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pclnerintah pusat yang berkedudukansebagai pembina dan pengawas mempunyai lima kewenangan pokok yang meliputikewenangan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradiian,moneterd an fiskal serta agama.s elain kelima kewenangante rsebuts eluruhnyamenjadi kewenanganp emerintahd aerah. sebab UU No. 22 tahun 1999 lebihmengutamakaanz asd esentralisassie hinggad aerahl ebih leluasam engembangkandiri. Mengingatk edudukanp emerintahp usatb rsebut diatas maka hubungany angseharusnytae {alin antarap emerintahp usatd anp emerintahd aeraha dalahh ub;g;yang mengarah pada pembinaan dan pengawasu dengan harapan pemerintah daerahakant erbebasd ari campurt anganp emerintahp rsat. Berdasarkan hasil kajian diatas maka disarankan kepada pemerintah daerahuntuk lebih meningkatkan kualitas dan krearifitas para aparatnya dengan tetapmemperhatikaunu No. 22 tahun 1999d alamr nenjalankarno dap emerintahannydaiera Otonomi.

Upaya Peningkatan Pendapatan AsliDaerah Dalam Rangka Menyongsong Pelaksanaan Otonomi Daerah (Studi di Pemerintah Daerah Kota Blitar) Oleh Anis Nurhayati

 

Negara Republik Indonesia (RI) sebagai negara kesatuan menganut asas desentralisasdia lam menyelenggarakapne merintahany, aitu dengan memberikan kesempatadna n kekuasaanke padad aerahu ntuk menyelenggarakaonto nomid aerah. Dalam hal ini sebagai tindak lanjutnya telah dikeluarkan Peratwan Pemerintahan (PP) No.8 tahun 1996 mengenai penyerahan sebagian urusan pemerintahan, p€nyempurnaapnr ogram kelembagaanp, eningkatans umberd aya manusia,p enataan sistemd an asetp emerintahd aerahs ertap eningkatank emampuanP endapataAn sli Daerah( PAD) daerah. UUD 1945m erupakanla ndasany angk uat untuk menyelenggarakaonto nomi denganm emberikank ewenangany ang luas, nyata dan bertanggungja wab kepada daerah sebagaimanate rtuang dalam ketetapanM PR No.XV/Ir4PR/1998D. alam undang-undang ini hal yang paling mendasar adalah mendorong untuk memberdayakamn asyarakatm, enumbuhkanp rakarsad an kreativitas,m eningkatkan p€rans ertam asyarakatm, engembangkapne rand an fungsi DPRD. Pengembangana tau pelaksanaand esentralisasdi i negara yang sedang berkembangp adad asamyam erupakans esuatuy ang tidak dapatd ihindarkan.P ada umumnyan egaray ang sedangb erkembangm emiliki derajat otonomi yang kecil dibandingkand engann egaram aju, ketergantungadne nganp usats angabt esars ebagai akibatb esamyak ontroly angd iberikanp usatk epasad aerahd, an faktor politik secara empirik sangadt ominanm enjadif aklor penyebabti mbulnyak ondisit ersebutF. aktorfaktor yang menentukan prospek otonomi daerah adalah: faktor manusia yang merupakan subyek penggerak dalam peyeleruggeraano tonomi daerah; faktor keuangany ang merupakant ulang punggungt erselanggaranyak tivitas pemerintahan daerah; fallor peralatan yang merupakan sarana pendukung aktivitas pemerintahan daerahd anf aktoro rganisassi ertam anajemen. Dari uraian di atas mmusan masalah yang ingin dibahas oleh penulis adalah;(l)b agaimanaA PBD pemerintahd aerahk oa Blitar ditetapkan;( 2) apa saja sumber-sumbepre ndapataans li daerahk ota Blitar, (3) bagaimanau sahap emerintah daerahk ota Blitar dalam rangkam eningkatkanp endapatana sli daerahnya. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah pendekatan kualitatif. Dimana pendekatan ini cenderung mengarah kepada metode penelitian secara dcskiptil sehinggaa rahd an latar belakangnyam empunyapi rosedurp enelitiany ang menghasilkand ata deskriptif, Tujuannya adalahu ntuk menggambarkans ecarau tuh penyelanggaraaonto nomi daerahd an implikasinya terhadapp eningkatanp endapatan aslid aerah(P AD). Sumber-sumbepre ndapataans li daerahk ota Blitar berasadl ari pajak daerah, retribusi daerah, bagian laba usaha daerah, penerimaan dari dinas-dinas dan lain-lain pendapataDn.a lamu saham eningkatkanP AD pernerintahk ota Blitar menempuhc ara intentsifikasdi an ekstensifikasiL. angkah-langkayha ng ditempuho leh pemerintah daerahko taB litar antaral ain: (l) memantapkakno ndisip ersonilp emungubt aik fisik maupunm ental sertam elaksanakapne ngendalians ecarae fektif, (2) melaksanakan upayain tensifikasid an ekstensifikasdi alam kegiatanp enjaringano byek pajak atau retribusi daerah maupun dalam kegiatan p€mungutan, (3) menyiapkan sarana operasional yang memadai dalam batas-batas kemampuan yang tersedia, (4) mengadakan pemutakhiran data WP/WR, (5) mengadakan peninjauan terhadap produk-produkh ukurn yang terkait denganp ajak atau retribusi daerahy ang tidak sesuai lagi, (6) melaksanakanp enyuluhan-penyuluhalann gsungW PAI/R agar pelaksanaapne mungutadna patb e{alan lancars esu4di engank etentuany angb erlaku, (7) menumbuhkembangkarna sah andarbendi ari warga di lingkup kota Blitar, bahwa pemerintahd aerahi tu memangm embutuhkand anay ang aka-rd ikembalikanu ntuk peningkatank esejahteraanw arga, (8) memantapkank oordinasi dengan unit-unit terkait,a garm asing-masinugn it penghasiml enghayattie rhadapr encanap enerimaan yangt elahd itetapkand i dalamA PBD.

Optimalisasi Kinerja Aparatur Pemerintah Untuk Pengembangan Kepariwisataan Dalam Rangka Otomi Daerah (Studi Kasus Pada Dinasn Pariwisata di Kabupaten Malang) Oleh Ika Irin Puji Astuti

 

Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang adalah salah satu unit kerja dibawah naungan Pemerintah Kota Malang yang mempunyai tugas Pokok dan Fungsi sebagai koordinator pungutan dibidang Pendapatan Asli Daerah. Adapun Visi dan Misi Dinas Pendapatan Kota Malang mengacu/mendukung kepada Visi dan Misi Pemerintah Kota Malang sehingga dalam pelaksanaan tugasnya baik program dan kegiatan dalam upaya memenuhi target penerimaan PAD dapat tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah realisasi pajak reklame telah sesuai dengan target yang dianggarkan serta bagaimana upaya optimalisai pemungutan pajak reklame di Dinas Pendapatan Daerah Pemkot Malang.Dari penelitian diperoleh informasi bahwa realisasi pajak reklame bersifat fluktuatif, hal ini dipengaruhi oleh keadaan masyarakat dimana kebutuhan masyarakat terhadap media promosi reklame yang relatif tidak sama dalam tiap tahunnya. Optimalisasi dalam upaya memenuhi target yang telah ditetapkan perlu diperhatikan, karena dengan upaya optimalisasi yang baik dan paling maksimal maka tujuan perusahaan dapat tercapai. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi. Dalam pemecahan masalah dilakukan metode pemecahan masalah dengan langkah-langkah penelahaan terhadap Analisi SWOT yang terdiri dari : Kekuatan (Strength); Kelemahan (Weakness); Peluang (Opportunity); serta Ancaman (Threat). Dari analisis yang dilakukan dapat diberikan rekomendasi dapat menganggu tercapainya tujuan Dinas. Rekomendasi ini antara lain dengan sosialisasi terhadap masyarakat untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab serta rasa sadar pajak, dimana perkembangan penerimaan reklame belum efektif dikarenakan faktor-faktor kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, serta ada rasa kurang percaya masyarakat terhadap aparatur yang berwenang. Operasi lapangan dilakukan lebih sering untuk mengetahui reklame yang tidak memenuhi syarat. Selain itu perlu diberikan diklat/pelatihan untuk meningkatkan kinerja pegawai tidak tetap maupun pegawai tetap yang pendidikannya kurang agar mampu mengimbangi kinerja pegawai yang memiliki pendidikan lebih tinggi. Tetap. Tidak hanya pengawasan dari BKD Pemprov, namun Kepala Dipenda juga perlu mengadakan sidak (inspeksi mendadak) kepada pegawai untuk mengetahui kinerja pegawai secara langsung. Kekuatan serta Peluang yang dimiliki Dipenda merupakan satu kelebihan dalam upaya peningkatan pendapatan pajak reklame.

Perjanjian Asuransi Antara Lembaga Asuransi Jiwa Dengan Pemegang Polis Asuransi AJB Bumiputra 1912 Di Kabupaten Bondowoso (Suatu Kajian Hukum) Oleh Sri Budi Kustiana

 

Padau mumnyam asad epanm anusiati daklahp astik arenati daks eorangp unmengetahukie mrurgkinan-kemungkinayann g akant erjadi atash idup manusia.Denganb erpedomanke padap engalamanm anusiam asal alu dan pengalamanse ndiridapatlahd iperkirakanp eristiwa-peristiwaa pas ajay angm ungkinm enimpam anusia danb agaimanam etoday angp erlu dilakukanu ntuk melindungid iri dari resikoh idupyangt ak berkepastianM.i salnyas ajar esikok ematianO. lehk arenaa danyare sikoyangd emikianm, akat imbul kesadaraunn tukb ekerjas amam enghindarkaanta uminimalm engurangai kibatd anr esikot ersebutD. alamh al ini, dapatd ikatakanb ahwaperusahaaans uransjiiw a memberpi roteksiu ntukm enggantki etidakpastiayna ngmaksimabl erartim elindungmi asad epans etiapo rangy angb erpartisipasdia lamasuranjsiwi a. Penelitiatne ntangb agairnanpae laksanaapne rjanjiaans uransjiiw a inimenggunakapne ndekataknu alitatif.U ntukk ehadiranp enelitid irasakans angatpentings, ebagasi urveya taup engumpuladna tas ebagabi erikut:w awancara,obsewasid, and okumentasDi. atad alamp enelitianin i diperolehs ecarala ngsungrnelaluwi awanciuad arip impinanp, aras tafA suransJi iwa Burniputera1 912d iBondowosod anj uga darip emeganpgo lis.A suransjii wa yangd apatm emberikantentangd atay angd iperlukand alarnp enelitianin i. Prosedupr engumpuladna tad anpengolahadna ta,p enulism enggunaka3n c ara,y aitu:w awancarap,e ngamatan,observasdia nd okumentasDi. atay angd iperolehd ari hasilp enelitiante rkumpuld, atatersebudt ianalisiss ecarari nci denganm emaparkadna nm enggambarkahna silpenelitianA. dapunp enelitianin i dilakukand i AsuransJi iwaB umiputera1 912d iBondowosop,a dab ulanA pril sampabi ulanM ei 2003. Perjanjiaans uransijiwdai buadt alatnb entukte rtulisy angd inamakadne nganpolis,d i manap ernbuatapne rjanjianin i bersifats epihakP. erjanjianin i dibuato lehperusahaaAns uransJi iwaB umiputeral9 l2 danp ihakc alonp emeganpgo lisi ni harusmenyetujujiik a ingin mendaftarkadni ri menjadai nggotad anp erjanjianin i bersifatcacath ukurn.D alamp elaksanaapne rjanjianin i danp elaksanaapne mbayaragna ntimgi sudahs esuadi engana pay angt elahd itentukand alamp erjanjiand and alamh alpengutipasna mpasi aati ni tidakp ernahm endapatte gurand ari pihakp emeganpgo lis.Dalamp elaksanaapne mbayarapnr emik epadaA suransJi iwaB umiputeral9l2ierdapapt erneganpgo lisy angm elakukantu nggakanp embayarapnr emia taud isebutdengalna pse.L apsei ni terjadia pabilap emeganpgo list idakm ampur nembayarpremsi elama3 kali bertutur-turut. Wanprestaasdi alahs uatuk eadaanya ngt erjadik arenati dakd ipenuhinyaperikatahnu kuma taus uatuk eadaand i manas alahs atup ihakl alai untukm emenuhi'.pteefrlajadni jian/prestyaasni gt elahd iperjanjikanD. i AsuransJi iwa Bumiputera1 9l2 jikalapre urakao tornatispolisnyaa kan'banaPl. olis dari pymegangp olis tidakdapabt erfungslia gi ataup olisnyaa kanb erubahrn enjadpi olisy angt idakd itentukan{anp adau mumnyajik a terjadid emikianp, erjanjiana kanb atald engang antir ugi.Tetappi adau mumnyap ihakA suransJi iwa Bumiputera1 912 memberikajna lankeluard enganja lan pemulihanp olis,y aitup olisy angt elahk adaluwarstae rsebutdifungsikakne mbalia garp olisnyat etapb isad igunakand enganw aktu5 tahun.Berdasarkapne nelitianin i disarankapni hakA suransJi iwaB umiputeral9 l2hendaknydaa lamp embuatanp erjanjian,p emegangp olis diberi kesempataunn tukmemenhrkanjugias i perjanjiana gart idak adap enyesaland i kemudianh ari dandalamp elaksanaannlyeab ihb aik lagi dalamm elaksanakahna k dank ewajibannya masing-masinagg art idakt erjadiw anprestaslai gi.

Pelaksanaan Perjanjian Sewa Beli Kendaraan Bermotor (Studi di Dealer Suzuki Abadi Megah Motor Jombang) oleh Lilik Nurchatin

 

Dewasa ini dengan kehidupan yang semakin kompetitif, manusia dituntut untuks elalub ergerakle bih cepats ehinggad ibutuhkans aranap enunaj ngyangb erupa benday angd apatd ipakaiu ntuk saranatr ansportasdi alamm emenuhik ebutuhannya, misalnykae ndaraabne nnotorK. arenak ebutuhanm asayarakuant tukm emilikis arana taransportassie makinm eningkat,s edangkand aya beli masyarakast angatt erbatas, makap ara pedagangk hususnyad ealer berusahau ntuk memberikanja lan keluar. Jalany angt erbaik untuk mengataspi ermasalahabna gi yang tidak mampum embeti barang yang dibutuhkan secara tunai yaitu dengan cara perjanjian sewa beli yang pembayarannydail akukans ecaraa ngsuranP. erjanjians ewab eli ini diatur dalam surakt eputusaMn entri Perdagangadna nK operasNi o. 34l KP/ l1/ 1980,T anggalI Februar1i 980t entangp erizinank egiatanu sahas ewab eli (Hire Purchase)H. at ini sesuadi engans isterrbr ukul ll KUII Perdatay angm enganusti stemt erbukaa taua zas kebebasabne rkontrak. Penelitiant entang pelaksanaanp erlanjian sewa beli ini menggunakan pendekataknu alitatit.U ntuk kehadiranp enelitid irasakans angatp enting,s ebagai realisasid ari pelaksanaanin terview maupuns urv€y.D alam hal ini interview dan survey atau pengumpulan data sebagai berikut wawancara, kajian pustaka dan pengamatanpaodbay ek bila memungkinkanD. ata dalam penelitiani ni diperoleh secarala ngsunmg elaluiw awancardaa n pimpinand ealerS uzukAi badiM egahM otor dan para pegawainyay ang dapatm emberikant entangd ata yang dipertukand alam penelitianin i. Disarnpingit u datat ersebudt iperolehs ecarati dakl angsungya itud ata yang berasald ari dokumentasyi ang ada padad ealer Suzuki Abadi Megah Motor. Prosedurp engumpuland an pengolahand ata, penulis menggunakan4 cara yaitu: rvawancarap, engamatans,t udi kepustakaand an dokumentasiD. ata yang diperoleh dari hasil penelitian terkumpul, data tersebut dianalisis secara rinci dengan memaparkadna nm enggambarkahna silp enelitianA. dapunp enelitianin i dilakukan di dealers uzukiA tradiM egahM otor,p adab ulano ktobers ampabi ulanN opember 2000. lv Pelaksanaapne rjanjians ewab eli kendaraabne rmotobr erlakup erjanjianb aku yangs egalak etentuand an kesepakatatne lah ditentukant erlebih dahuluo leh salah satup ihak,s edangkapni hak yangl ain rnenyetujuinyam akai a tinggalm enyetujuinya sajaP. arap ihaky angt erikat dalarnp erjanjiand ant elahm emenuhiis i dari per.lanjian sebagakio nsekuensinyma erekam empunyaih ak dan kewajiban.D isini kewajiban debitury ang paling pokok adalahm embayaru ang muka dan membayara ngsuran tepat pada waktunya, sedangkan haknya adalah menerima b4rang beserta hak miliknya. Sebaliknya kreditur berkewajiban menyerahkan barang beserta hak miliknyaa pabilaa ngsurante rakhird ibayarkand an berhaka tasp enbayaranu ang mukad ana ngsurannya. Wanprestaasdi alahs uatuk ealpaana tauk elalaiany angt idakd apatm emenuhi prestasyi ang harus dipenuhinyad alarn suatu perjanjian.S edangkanb entuk wanprestaysain gd apat erjadid alarnp erjanjians ewab eli kendaraabne rmotoar dalah debitutri dak membayahr argas eway angw ajib dibayarp adat anggald ant empaty ang telahd itentukand, ebiturt idak membayadr endaa task eterlambatamne mbayaur ang angsurand,e biturr nenjamina tau Inenjualb arangy ang dijadikano byeks ewab eli kepadap ihak ketrga.A pabila debiturt elah dinyatakanw anprestasmi, aka upaya penyelesaiayna ng dilakukano leh debitura dalahu payas ecarak ekeluargaadna n upayap engadilanN. amund alarnp rakteky ang dilakukana dalahu payak ekeluargaan karenau payai ni sudahc ukup mernbawah asil dan tidak perlu mengeluarkabna nyak biaya.B aru apabila cara kekeluargaanin i tidak rnembawah asil maka upaya pengadilatne rpaksad ilakukan.

Kedudukan Harta Bersama Dalam Perkawinan Setelah Terjadi Perceraian Ditinjau Dari Hukum Islam Dan Hukum Adat Madura Oleh Agus Setya Ningsih

 

Dalam kehidupanm anusiak ita dapatm elihat kenyataanb, ahwa seorang manusiad ari jenis kelamin yang berbeday aitu seorangw anita dan seorangp rii menjalani kehidupan bersama dalam suatu kesatuan rumah tangga yang disjbut suami-isteri yang berbentuk perkawinan. Adapun tujuan dari peikawinan itu sendiri adalah membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkanK etuhananY ang Maha Esa.p erkawinany ang bahagiad an kekal akan dapatt ercapaai pabilaa ntaras uami-istersi alingm embantud ani aling melengkapi dafam mgngembangkan kepribadiannya dan di daram mencapai iesejaht-raan spirituil dan materiil. Adakalanya dalam kehidupan rumah tangga itu terjadi suatu gejolak yang menyebabkan adanya keretakan dalam keluarga sehingga akan tumbuh suatu perceraian antara suami-isteri. Namun agama Islam tidak menginginkan sama sekali adanya perceraian, sehingga agar tidak menimbulkam suatu perceraian maka jalan keluamya adalah berpisah untuk sementara waktu saja kcmudian dalam jangka waktu satu minggu suami-isteri dapat kembali seperti semula. Mengamati masalah harta bersama perkawinan apabila te{adi perceraian, maka kita terlebih dahulu harus mengetahui fungsi dari harta bersama, kedudukan harta bersama serta ahbat dari harta benda perkawinan apabila te{adi perceraian yang ditinjau dari hukum Islam dan hukum adat madura. Adapun fungsi harta bersamait u sendiria dalahb ahwam enuruth ukum Islam yaitu berfrrngssi ebagai sarana kelangsungan hidup rumah tangga (keluarga) dan pendidikan anakanaknya, sedangkan menurut hukum adat madura yaitu untuk membiayai kebutuhanh idup sehari-harsi uami-isterdi an anak-anaknydaa lam suatuk eluarga serta untuk membiayai kebutuhan dari kerabatnya baik dari kerabat ibu maupun kerabatb apak. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati tentang kedudukan harta bersamad alam perkawinand i PengadilanA gama Bangkalan,s edangkanje nis penelitianin i termasukd alamp enelitianK ualitatif. Dalam pengumpulan data ini di gunakan teknik Observasi, Wawancara, Analisis Dokumentasi. Ada tiga komponen analisis data yaitu Reduksi data, Displayd ata,d anP engumpuladna tad an setelahs elesapi engumpuladna ta. Hasil penelitianm enunjukkans ebagabi erikut : (l). Mengenaik edudukan harta bersamaa pabilat e{adi perceraianm aka menurutH ukum Islam yaitu seimbang antara suami dan isteri , sedangkan menurut Hukum Adat Madura lebih banyak dikuasi oleh suami dari pada isteri. (2). untuk akibat dari hara benda perkawinan apabilat erjadi perceraianm aka menurut Hukum Islam harta bawaan, harta penghasilaank an tetep menjadim ilik masing-masingp ihak, dan harta bersama akan di bagi dua antara suami dan isteri. Sedangkan menurut Hukum Adat Madura harta bawaan akan kembali kepada pihak yang membawanya sepanjang dalam perkawinan tersebut tidak menghasilkan seorang anak, sedangkan harta penghasilan oleh masing-masing pihak akan kembali kepada yang menghasilkannyaD. an harta bersamaa kan di bagi antara suami-isteri dengan dengank etentuand ua untuk suamid an satuu ntuk isteri. Berdasarkan penelitian ini, di sarankan (l) Agar Pengadilan Agama, Badan Penasehat Perselisihan Perkawinan dan Perceraian (BP4) dapat mernberikan informasi kepada masyarakat terutama bagi calon suami-isteri tentangb eberapas egiy angb erkaitand enganh artab ersama(.2 ) Dalamp embagian harta bersama dalam perkawinan, hakim harus benar-benar. adil dalam memutuskanp erkara tersebut, sehinggap ara pihak bekas suami maupun isteri tidak sampai mengadakan banding. (3) Untuk meningkatkan kesadaran hukum yang tinggi, khususnya mengenai perkawinan maka sebaiknya di adakan kursuskursus tentang kesadaran hukum di lingkungan setempat, misalnya RT ketingkat Desa dan sebagainya.

Profil Partisipasi Masyarakat Terhadap Program Pembangunan Kasus Program Pemberdayaan daerah Dalam Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi (PDM-DKE) Di Desa Sumberingin Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar Oleh Heri Susilowati

 

Dalam rangka menanggulangki emiskinan dan pengganggurana kibat dari kisis ekonomi,m aka pemerintahm engambilk ebijakan sertal angkah-langkahd alam bentukp rogramP emberdayaaDn aerahd alam MengatasiD ampakK risis Ekonomi (PDM-DKE). Program ini mcrupakan salah salu banluan langsung kepada masyarakamt iskin dan jatuh miskin akibat kisis ekonomi.Tujuanp enelitiani ni adalah untuk (l) mendeskripsikan profil partisipasi masyarakal dalam tahap sosialisasi(,2 ) prohl partisipasim asyarakadt alam tahap perencaruurn(3, ) proFrl partisipasmi asyarakadt alam tahapp elaksanaand, an (4) profil partisipasim asyarakat dalamt ahapp ascap elaksanaadna ne val'rnsh asil- Jcnis penelitiani ni adalahd cskriptif.P opulasinyaa dalahm asyarakadt esa Sumberingind, enganp engambilans ampel menggunakanm etodes ampelw itayah yang diambil terdiri dari dua dusun yang terdiri dari dusun terdekat dengan pcmerintahand csa dan tcrjauh dcngan pcrbandingany ang sama. Analisa yang digunakana dalahm enggunakadne skriptifp rosentase. Hasil penelitianr nenunjukkabna hwa pada urrrurnnytain gkat partisipasi masyarakat dalam pcngelolaan PDM-DKE bctum mcrdta pada scmua tahapan progra.m. Pada tahap sosialisasi keikutsertaan masyarakat pada musbangdes I tergolongs edangp, ada sosialisastii ngkat dusun/kelompotke rgolongs edang,p ada pemilihan Fasilitator Desa tergolong tinggr. pada tahap percncanaanp artisipzui masyarakapt ada penggaliang agasanti ngkat dusun/kelompokte rgotongs edangp ada perumusan usulan tingkat dusun/kelompok tergolong rendah, pada penentuan prioritas usulan dalam Musbangdes II tergolong sedang dan ketidakikutsertaan masyarakadt alam pemilihan TPKd tergolong rendah,k etidakikutsertaanm asyarakat dalam penwsunan renc4na kerja tergolong tingg, ketidakikutsertaan masyarakat dalam pembuatan sPPB tergolong sedang ketidakikutsertaan masyarakat dalam rencana kerja rPK-d tergolong sangat tinggi, keikutsertaan masyarakat dalam penyusunauns ulan kegiatan fisik tergolong sedang, dan ketidakikutscrtaan masyarakdaat lam revisi kegiatant ergolongs angatt inggi. Padat ahap pelaksanaan partisipamsia syarakadta lamp endafbrante nagak erja tcrgolongs angati nggi, dalam pcnyrapaand ministrasit ergolong sedang,t lalam pengajuand ana proyek tergolong tinggik, etidakikutsertaamna syarkadt alamr ekruitment enagak erja tergolongs angat tinggi. Namun pada dua kegiatan lainnya, yaitq keikutsertaan masyarakat dalam pengdaan peralatan dan material tergolong sedang, dan keikutsertaan masyarakat dalamp engerjaanp royck PMDE-DKE tergolong sangatl inggi. Padat ahap evaluasi dan pemanfaatan hasil keikutsertaan masyarakat dalam pemanfaatan hasil pembangunatenr golongs angatt inggi, dan pada kelancaranp rosesP MD-DKE bidang sffanad anp rasarandai kctahuib ahwap artisipasmi asyarakatte rgolongs cdang.D an pailat ahapp engembangand an pelestarianP DM-DKE partisipasi masyarakatd alam pengembangapnro yek tergolong sedang,d, an dalam pelestarianh asit pembangunan saranad an prasaranate rgolong sangatt inggi. Ada dua alasany ang mempengaruhi partisipasmi asyarakayt aitu dari dalam diri sasarans endiri dan dari luar diri sasaran. Rendahnyap artisipasi ini disebabkano leb tingfiat pendidikan yang masih rendah siglifikan scrta berpengaruh pada tingkah laku seorang individu dalam menentukan sikap untuk berpartisipasi. Dari hasil penelitian di atas disarankan agax para pengambil kebijakan pada tahap sosialisasi bisa menyusun jadwal yang bertahap sehingga informasi dapat menjamashe luruhl apisanp, adat ahapp ercncanaapne ntingd iberikanp enjelasayna ng komprehensif dan terperinci tentang seluruh pencanangan serta memberikan penyuluhan secara intensif. Pada tahap pelaksanaan, pcmberitahuan kepada masyarakaht endaknyad ilakukanjauh sebelump royek dilaksanakand, an hendaknya melakukanp engaturanja dwal yang tidak berbenturand engank egiatan individu masyarakatP. ada tahap cvaluasi dan pemanfaatanh asil perlu adanyap eningkatan kontrol pada proses keterlibatan masyarakat secara menyeluruh. Dan pada tahap pelestariand an pengembangana, parafur desa hendaknya memompa inovasi masyarakat dalam menjaga hasil yang sudah dicapai sehingga masyarakat dapat meningkatkan rasa kepernilikan bersama dengan mernberikan pernikiran-pemikiran yangd apatm enopangp elestarianp royeki tu sendiri. ll

Pelaksanaan Pengucuran Dana Sapi Kereman Dalam Rangka Menunjang Pendapat Asli Daerah (PAD) Pada Era Otonomi Daerah di Kabupaten Magetan (Studi di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan) oleh Yustina Hastomo

 

Pembangunand aerahs ebagaib agian integral dari pembangunann asional dilaksanakanb erdasarkanp rinsip otonomi daerah dan pengaturans umber daya nasional yang memberikan kesempatan bagi peningkatan demolaasi dan kinerja daerahu ntuk meningkatkank esejahteraanm asyarakatm enuju masyarakatm adani yangb ebask orupsi, kolusi dan nepotismeP. enyelenggaraaPne merintahanD aerah sebagasi ub sistem PemerintahanN egara dimaksudkanu ntuk meningkatkand aya guna dan hasil guna penyelenggaraaPn emerintahand an pelayananm asyarakat. Sebagai daerah otonom, daerah mempunyai kewenanga.n dan tanggung jawab menyelenggarakakne pentinganm asyarakatb erdasarp rinsip keterbukaarqp artisipasi masyarakadta np ertanggunjga wabank epadam asyarakat. Dengan otonomi daerah yang diberikan kepada masyarakat daeiah, diharapkakne tergantungaPne merintahD aerahk epadaP emerintahP usatd apats edikit demi sedikit berkurang. Karena dalam otonomi daerah ini, Pemerintah Daerah dituntut untuk memenuhi kebutuhan daerahnya masing-masing dengan cara mehgelola berbagai aset alam dan sumber daya lain yang dapat meningkatkan PendapatanA sli Daerah meskipun PemerintahD aerah tetap mendapatkans ubsidi yangjumlahnyat erbatasd an disesuaikand engank eadaand aerahnyaS. ebabd alam pelaksanaano tonomi daerah ini, daerah yang tidak mampu menyelenggarakan otonomi daerah dapat dihapus atau digabung dengan daerah lain (pasal 6 UU No. 22 Tahun 1999). Dengan demikian kemandirian daerah menjadi tumpuan utama bagi kelangsungadna eraht ersebut. Penelitianin i bertujuanu ntuk mengetahupi elaksanaimpr ogramp engucurirn danas api keremand alam rangka menunjangP endapatanA sli Daerah( PAD) di KabupalenM agetan.S edangkanje nis penelitiani ni termasuk -dalam pbnelitian deskriptif kualitatif. Da'ta diperoleh dari informan yang berkompeten terhadap masalahp enelitianK, o,rrdinatorK egiatanP engembangaSna piK eremany aitu Drh. Kustinid an selcspi encegahadna n penrberantaspaenn ytkit hewany aitu Drh. Bu

Sumbangan Kantor Pariwisata Dan Seni Budaya Dalam Menunjang PAD Pada Era Otonomi di Kabupaten Lumajang Oleh Ini Puji Lestari

 

Dengan adanya otonomi daerah, maka setiap daerah dapat mengatur dan mengulls rumah tangganya sendiri, daerah membutuhkan kemampuan untuk menyediakaanta um enggalinot"nsiy aag adzd i daerahnyuan tukd ijadikans ebagpi sumbekr euangannysae rdiri. salah satunyaa dalahd enganm endmbangkand a" memanfaarkpaont ensdi aearahd alams ektorp ariwisata. Penelitianin i bertujuanr mtuk mengetahusi umbangakna ntorp ariwisatad an senib udayad alam menunjangp AD pada era otonomi di kabupaienL umajang, mangetahuip aya-upayyaa ng dilakukank antorp anwisatad an seni budayao alail menanganmi asalah-masalaphe ngembangapna riwisata,m engetahuie enivitas pelaksanaapnro gramp engembangapna riwisata. ' peneMliteiatonkd ueay laitnagtid fsigeuonraankagpn de anlealmitipb eenrteinlidtiaaknsin ei baadgaalpai ehpn egnuemlitpiaudnlk a utaa,lpi tealtgifa.D naallaismis data, penafsir data dan sebagaip enarik kesim-pulanh asii penelitian. Teknik pengumpuladna ta yang digunakand alam penelitian kualitatif ini adetah:( l) obsenasi/pengama(ta2n) wawancara( 3) Dokumentassi,e danglnnte knik analisii datanyma enggurukamn odela nalisisIn teraktifd ari Mlles & Hubberrnan Fokusp enelitiana dalahk antorp ariwisatad ans enib udayak abupateLnu majang sebagabi adany ang difunjuk oleh pemerintahd aerahb erdasarkaPn ERDA1 16:i Talun 2002 untuk meningkatkand an memberik onshibusit erhadapp eningkatan PADs ecaram aksimal. Temuanp enelitianm enunjul*anb ahwate mpat-tempawti sata/obyewki sab yang likelola kantorp ariwisatad ans enib udayam ampum emenuhtia rgetF ao y*g i"un diJetapkaonl eh pemerintahd aerah.T argett ahun 2000 seuesarts q.soo.ilooo apat direalisasikan2 01.283.200t,a hun 2001 sebesar2 1j.000.000d apard irealisasikan 290.915.31d0a n padat ahun2 002 arget yang barusd icapar3 bs.000.00d0a pat direalisasikasne besa4r 10.797.81s0e rtat ahun2 003s ebesa4r 52.947.50d0u od "irt direalisasikasne besa4r5 3.77.200. Kesimpulany ang diperolehd ari hasil penelitianb ahruas umbangakna ntor panwisatad an seni budayas udahm enrmjukkanh $il yangm aksimals eiuai target yangd itetapkano leh PEMDA denganp otensiw isatay ang ada, mengoptimalkan pengembangpaanr iwisatay mg adad enganm enyediakasna ranad anp rasaranyaa ng lengkap, adanya pembinaan pokdarwis dan adanya kerjasama antara kantor pariwisatad an senib udayad enganp ihak-pihakte rkait untuk memajukanp ariwisata yangaadadilumajang. i Berdasarkanp enelitian ini, maka saran yang disampaikan( l) peran kantor poriwisatad an seni budaya diopimalkan dalam bidang pengernbanganm aupun pembinaamn asyarakast adarw isata (2) adanyak erjasamaa ntar kantor pariwisatad an scnib udayad enganin stansit erkait lebih ditingkatkan.

Studi Tentang Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah Kantor Dinas Pengelola Keuangan Dan Kas Daerah Kabupaten Tuban Oleh utut Winangsih

 

Untuk mendukung penyelenggaraan otonomi daerah diperlukan kewenangan yang luas, nyaia dan bertanggung jawab. Secara opemsional di daerah diwujudkan dengan pengatumn, pembagian dan pemanfratan sumber daya nasional yang berkeadilan, serta perimbangan keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Sumber pembiayaan pemerintahan daerah dalam rangka perimbangan keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah dilaksanakan atas dasar desentralisasi, dekonsentrasdi an argasp cmbantuan. Sumber-sumber pernbiayaan pelaksaman des€nlralisasi terdiri dari pcndapatan asli daerall dana perimbangarq pinjaman daerah dan lainlain pendapatand aerahy ang sah. Sumberp endapatana sli daerahm erupakans umber keuangand aerahy ang digali wilayah daerahy ang bersangkutany ang terdiri dari hasil pajak da€ratr, hasil retribusi daerah, hasil perumbaan mitik daerah dan hasil pengelolaan da€xah yang dipisalrkan dan hin-lain pendapbn asli daerahyang sall Dalam mengelola sumber-surnber keuangan daerah, dinas daerah merupakan penyelenggara tugas-tugas tersebuL Salah satu dinas daerah yang perant ersebut,d alam meningkatkanp endapatand aeraha dalahd inas pengelola keungan dan kas dasrah Dalam rangka menyingkapi data yang faktual tentang pengelolaan PendapatanA sli Daerah (PAD) penulis melakukanp enelitian. Adapun rumusan masalahy ang ingin dibahasa dalah( l) apa saja sumber-sumbePr endapatanA sli Daerah Kabupalen Tuban, (2) bagaimanap engelolaanP endapatanA sli Daerah Kabupa&n Tuban, dan (3) apa saja faktor yang mempengaruhi pengelolaan PendapatanA sli Da€rahK abupten Tuban Penelitiani ni menggunakanp endekatank ualitatif. Penggunaanp endekatan kualitatif didasarkan atas pertimbangan telaah Gnomena-fenomena sosial fenomena yang berlangsung secara wqiar dan alamiah bukan dalam kondisi yang terkendali. Karena itulah pendekatan ini cenderuqg menprah pada metode penelitians ecarad eslriptif Data lapangan menegaskan bahua Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Tuban berasald ari pajak daerah,r etribusi daerah,h asil perusahaanm ilik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan (baSan laba usaha daerah) dan lain-lain pendapen asli daerah yang sah Pengelolaan sumber keuangan da€rah tenebut diperlukan manajemen keuangan daerah 1ang baik dan bertanggungja wab. Manajernenk euangand aerahP emsrintahD asratrK abupaten Tuban beroriertasi pada anggaran tahunan yang dalam hnl ini tertuang di dalam AnggaranP endapatand an Belanja Daerah (APBD), Perumusana nggarany ang diimplementasikan menga.cu pada keseluruhan proses alokasi sumber daya Pemerintah Daerah maupun pembuatan dokumen tertentu yang merumuskan angka penenmaan dan pengeluaran dalam I tahun anggaran Implementasi kebijakan peningkatan Pendapatan Asli Daerah ini sebagian besar dinas/instarxi/unit kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban terlibat dalam pengelolaanP endapatanA sli Daerahs esuaid engank ewenangannydaa n bertindak tidak hanya sebagaip enrilrs akan tetapi juga menglmplementasikanke btjakan tersebuts ecarab edeqiangs esuaid enPn struktur yang adad an benifat lop down. BerdasarkanU U NO.22 Tahun 1999 khususnyap asal69 yang berbunyi "Kepala Daerah menetapkan Peraturan Daerah atas persetujuan DPRD dalam rangka penyelenggaraanO tonomi Daerah dan penjabaranl ebih lanjut dari peraturan perundang-undangayna ng lebih tinggi". Kebijakan peningkatanP endapatanA sli Daerah dibuat set€lah APBD Kepala Daerah menetapkan Peraturan Daerah tentangA PBD atasp ersetujuanD PRD. lmplementasik ebijakani ni padad ammya adalahm erealisasikanre ncana( targeQp enerimaanP endapatanA sli Daerahy ang telah dirumuskan/direncanakanD. alam melakukan pengelolaanP endapatanA sli Daerah tersebut banyak sekali fbktor yang mempengaruhinyab aik faktor yang mendukungm aupuny ang menglrambatF. aktor-faktort ersebutd iantaranyaa dalah sumber daya (keuangan da€rah), partisipasi masyarakat dalam pembuatan/penetapaAnP BD, kekurangt aatan Wajib Pajak dan Wajib Retribusi dalam memenuhi kewajibannya ditambah lagi karena belum optimalnya penerapan sanksi hukum disamping terbatasnya kapasitas dan fasilitas, keierlambaian pengiriman &b dan penyetoran uang dari Satuan Kerja Pemungut jugp merupakank sndalay ang dihadapid alam melakulcanp engelolaanP endapatan Asli Daerah yang dilakukan oleh Dinas Pengelola Keuangan dan Kas Daerah Kabupaten Tuban.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 |