Latar belakang minat siswa masuk SMEA dihubungkan dengan prestasi belajar program kejuruan di SMEA Negeri Kediri
oleh Purwaningrum

 

Fenomena klik remaja pada siswa kelas IX.G (Studi kasus di SMP Negeri 1 Blitar) / Retno Siswi Palupi

 

Kata Kunci: Fenomena, Klik, Remaja, Siswa SMP. Klik remaja adalah fakta sosial yang telah terjadi di kalangan anak sekolah. Keberadaan klik remaja relatif mudah berkembang dan sulit dipisahkan dari kehidupan remaja, terutama di lingkungan sekolah yang merupakan tempat bertemunya dengan teman-teman sebaya dan tempat menghabiskan separuh waktu mereka. Fenomena tersebut juga terjadi di SMP Negeri 1 Blitar dimana terdapat sebuah klik yang terkenal yaitu Tjah Mpough. Klik Tjah Mpough membentuk polaritas tertentu sehingga bisa dikenal di kalangan sekolah dan luar sekolah. Oleh karena itu diperlukan penelitian ini agar menggambarkan fenomena klik remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan (1) pandangan terhadap klik Tjah Mpough, (2) perilaku kekhasan yang terlihat dari klik Tjah Mpough yang dijadikan sensasi agar dikenal di lingkungan sekolah bahkan sampai ke sekolah, (3) interaksi internal dan eksternal dari sebuah klik Tjah Mpough sehingga bisa dikenal di lingkungan sekolah bahkan sampai ke sekolah lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Studi kasus. Data penelitian yang digunakan berasal dari hasil observasi peneliti yang dilakukan di SMP Negeri 1 Blitar, hasil wawancara dengan para informan yaitu anggota Tjah Mpough, siswa, guru, dan konselor. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri, untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan ketekunan pengamatan dan triangulasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat diperoleh tiga simpulan yaitu: Pertama, Tjah Mpough yang membentuk polaritas yang anggotanya memiliki kesamaan hobi dan minat di bidang basket dan band, rasa solidaritas yang tinggi diantara anggotanya, selain itu nama Tjah Mpough secara tidak sengaja diberikan oleh seorang guru yang sering memanggil mereka Mpough. Kedua, perilaku kekhasan yang paling menonjol yaitu pembuatan kaos yang didesain khusus untuk anggota TJMC yang dipakai sebagai identitas komunitas tersebut. Ciri khas lain dari Tjah Mpough adalah para anggotanya memberikan akhiran Tjah Mpough di belakang akun facebook mereka. Tjah Mpough juga membuat fanspage yang berisi kegiatan dan dokumentasi mereka. Ketiga, interaksi yang dilakukan Tjah Mpough sangat luas tidak hanya terbatas dengan teman anggotanya saja tetapi juga dengan teman-teman lainnya baik adik kelas maupun siswa dari sekolah lain.

Identifikasi kesulitan konsep-konsep fisika bila ditinjau dari kebiasaan belajar dan interaksi belajar mengajar fisika pada siswa kelas I cawu 3 SMU Negeri 7 Malang tahun ajaran 1995/1996 / oleh Edy Sunarto

 

Peningkatan kemampuan motorik halus melalui teknik mozaik pada anak kelompok A TK Al Hikmah 2 Kecamatan Kanogoro Kabupaten Blitar / Sinta Rizky Alviasari

 

ABSTRAK Alviasari, Sinta rizky. 2016. Peningkatan Kemampuan Motorik halus Melalui Teknik Mozaik Pada Anak Kelompok A TK Al Hikmah 2 Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Skripsi, Progam Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sutansi, M.Pd, (2) Suminah, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: kemampuan motorik halus, teknik mozaik, anak kelompok A Hasil observasi pada kelompok A di TK Al Hikmah 2 kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar ditemukan masalah dalam kemampuan motorik halus yaitu seperti memegang pensil, menggunting, menempel, dan melipat yang belum berkembang secara optimal. Berdasarkan hasil wawancara ditemukan bahwa dari 13 anak kelompok A terdapat 2 anak (15,4%) yang memiliki kemampuan menggunting dan menempel, sedangkan 11 anak lainnya (84,6%) masih mengalami kesulitan dalam hal menggunting dan menempel kertas. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan teknik mozaik untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A TK Al Hikmah 2 kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilakukan sebanyak dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A TK Al Hikmah 2 kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar. Data dijaring melalui teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi, dan teknik catatan lapangan. Data dianalisis dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan teknik mozaik pada kegiatan pembelajaran menjadi lebih maksimal, anak menjadi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya peningkatan kemampuan motorik halus dalam kegiatan teknik mozaik dari pratindakan sebesar 15,4% pada siklus I sebesar 38,5% dan pada siklus II meningkat menjadi 84,6%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui teknik mozaik dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak dalam hal memegang pensil, menggunting, menempel, melipat di TK Al Hikmah 2 kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar. Saran yang diberikan berdasarkan hasil penelitian kepada pihak sekolah diharapkan untuk meningkatkan kreativitas dalam mengadakan kegiatan pembelajaran yang tidak monoton dan dapat memotivasi anak dalam mengembangkan kemampuan motorik halusnya secara optimal.

Pengaruh pretes harian terhadap kebiasaan belajar fisika, tingkat kecemasan danprestasi belajar fisika siswa kelas I SMA Negeri 7 Malang / oleh Emi Rohanum

 

Analisis meme pada laman 9gag.com melalui pendekatan semiotioka / Bagus Prasetyo

 

ABSTRAK Prasetyo, Bagus. 2016. AnalisisMeme Pada Laman9gag.com Melalui Pendekatan Semiotika. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Rudi Irawanto, S.Pd, M.Sn., (II) Heppy Jundan Hendrawan, S.Sn, M,Ds. Kata Kunci: Analisis, Meme, Semiotika. Situs internet yang beragam membuat masyarakat tertarik mengakses internet walau hanya sekedar membaca, berdiskusi, bertukar pikiran ataupun membuat konten pribadi yang berdasarkan opini maupun pengalaman yang kemudian akan dibagikan ke publik sehingga konten tersebut akan menjadi viral. Dalam perkembangan itu, muncul fenomena InternetMeme, adalah gambar, suara, video, pergerakan, cerita, lelucon, dan lain-lain yang diteruskan dari satu pengguna internet ke pengguna lain melalui e-mail, blog dan situs jejaring sosial. 9gag menjadi salah satu forum yang turut menyebarluaskan dan mempopulerkan internet meme. Penelitian ini menggunakan teori semiotika model Ferdinand de Saussure. Teori ini membedah makna tanda dalam sebuah meme. Elemen yang dianalisis adalah elemen tekstual dan visual dari memeSuccess Kid, Bad Luck Brian, dan Futurama Fry. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui fungsi setelah membedah makna tanda di dalamnya. Meme yang dianalisa adalah Success Kid, Bad Luck Brian, dan Futurama Fry. Data meme yang dianalisa diambil dari situs 9gag.com. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, yang diambil dengan teknik dokumentasi dan studi literatur. Penelitian ini menggunakan rancangan pendekatan deskriptif kualitatif. Peneliti bertindak sebagai pengumpul data dalam mengumpulkan data di lapangan. Prosedur pengumpulan data meliputi dokumentasi dan studi literatur, sedangkan teknik analisis data menggunakan checking dan editing. Hasil penelitian ini mencakup fungsi yang didapat dari analisa memeSuccess Kid, Bad Luck Brian, dan Futurama Fry. Fungsi memeSuccess Kid adalah untuk menyampaikan pesan keberhasilan dan keberuntungan, Bad Luck Brian untuk menyampaikan pesan kegagalan atau kesialan, dan Futurama Fry untuk menyampaikan pesan kritis, curiga, dan skeptis.

Studi tentang hubungan antara kemampuan berpikir formal dengan prestasi belajar siswa SMA kelas II untuk materi bentuk molekul dan identifikasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam memakai konsep tersebut / oleh Suprihmiartiningsih

 

Peningkatan kemampuan menulis geguritan siswa kelas VIII SMPN 1 Campurdarat tahun ajaran 2010/2011 dengan menggunakan metode experiental learning / Marista Dwi Rahmayantis

 

Kata Kunci: kemampuan menulis, geguritan, experiential learning Keterampilan menulis pada pelajaran Bahasa Jawa yang diajarkan untuk siswa kelas VIII salah satunya adalah menulis geguritan (puisi bebas). Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran menulis geguritan belum dilaksanakan secara baik sehingga menyebabkan pembelajaran tidak bisa dilaksanakan secara maksimal. Dari observasi yang dilakukan di SMPN 1 Campurdarat ditemukan masalah dalam pembelajaran keterampilan menulis geguritan. Masalah utamanya adalah siswa sulit menyesuaikan judul dengan isi geguritan, pemilihan diksi, penggunaan penginderaan, dan bahasa figuratif dalam penulisan geguritan. Kesulitan tersebut menyebabkan rendahnya mutu dan kualitas tulisan siswa dalam menulis geguritan. Penelitian ini bermaksud meningkatkan kemampuan menulis geguritan siswa kelas VIII SMPN 1 Campurdarat dengan menggunakan metode experiential learning. Dalam metode experiential learning terdapat empat tahap, yaitu yaitu (1) pengalaman konkret, siswa memperoleh atau mengingat pengalaman yang mereka alami, (2) refleksi; merefleksikan, mendeskripsikan, menentukan hal yang menarik, dan belajar dari salah satu pengalaman yang menarik tersebut, (3) berpikir abstrak, dan (4) penerapan. Penelitian yang dilaksanakan di SMPN 1 Campurdarat ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas tersebut dilaksanakan pada dua siklus, siklus I dan siklus II. Siswa yang diamati sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIF berjumlah 41 siswa dengan rincian 19 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang baik pada kemampuan menulis geguritan siswa kelas VIII SMPN 1 Campurdarat setelah menggunakan metode experiential learning. Hasil pretes menunjukkan 92% siswa memperoleh nilai di bawah 75. Hasil tersebut belum mencapai standar ketuntasan minimal (SKM). Persentase rata-rata kemampuan menulis geguritan pada siklus I adalah 68% dengan jumlah siswa yang dikategorikan belum tuntas sebanyak 14 siswa. Aspek yang belum dapat dicapai siswa dengan baik adalah pada aspek penggunaan bahasa figuratif. Sedangkan pada siklus II, persentase rata-rata kemampuan menulis geguritan siswa mencapai 100%. Pada siklus ini siswa dikategorikan telah berhasil dan mencapai SKM yang disyaratkan. Dari data persentase rata-rata kemampuan menulis geguritan siswa mengalami peningkatan sebesar 32% pada siklus II. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode experiential learning dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis geguritan siswa kelas VIII.

A Study of the correlation between reading ability in Indonesian and reading ability in English / by Ghodrat Ollah Rahmanian

 

Pengembangan modul pelajaran biologi kelas VII semester 2 SMPN 13 Malang / Maria Genitrix Suryani

 

Kata kunci: Pengembangan, Modul, pembelajaran Biologi Anak didik merupakan individu yang berbeda satu sama lain, memiliki keunikan masing-masing yang tidak sama dengan orang lain. Permasalahan yang sering dijumpai selama ini adalah banyak guru yang cendrung memperhatikan kelas secara keseluruhan (klasikal), tidak perorangan atau individu, sehingga perbedaan individual kurang diperhatikan. Sementara tiap anak memiliki karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Dengan adanya hal tersebut membuat siswa yang cepat belajar menjadi bosan di kelas sedangkan siswa yang lamban semakin sulit mengejar ketertinggalannya. Untuk mengatasi permasalahan di atas pengembang mencoba mengembangkan modul Pembelajaran sistem kontrak. Dengan pembelajaran modul peserta didik dapat belajar secara mandiri sesuai dengan kecepatan, kesempatan dan gaya belajar masing-masing. Di sini peranan guru akan berubah adalah sebagai manajer yang bertugas untuk menyiapkan dan mengondisi kemudahan belajar anak, sebagai observer yang bertugas untuk mendiagnosis kesulitan belajar anak dan selanjutnya membantunya, serta evaluator yang bertugas untuk menilai tingkat penguasaan anak terhadap tujuan pembelajaran. Adapun tujuan dari pengembangan yaitu untuk menghasilkan produk berupa Modul Pembelajaran Sistem Kontrak Mata Pelajaran Biologi Kelas VII Semester 2 SMPN 13 Malang, memvalidasi modul untuk menguji tingkat kelayakannya. Metodologi dalam pengembangan ini menggunakan adaptasi model pengembangan Sadiman yang terdiri dari 9 langkah, yaitu (1) mengidentifikasi kebutuhan, (2) merumuskan tujuan, (3) merumuskan materi, (4) merumuskan alat keberhasilan, (5) menyusun naskah/story board dan storyline, (6) memproduksi, (7) memvalidasi, (8) merevisi (9) produk siap dimanfaatkan. Hasil instrument penilaian oleh evaluator menunjukkan bahwa: (1) ahli media menilai modul yang dikembangkan memenuhi kriteria valid/ layak dengan persentase 91% , (2) ahli materi menilai modul yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid/ sangat layak dengan persentase 86%, (3) audiens perseorangan menilai modul media yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid/ sangat layak dengan persentase 90.7%, (4) audiens kelompok kecil menilai modul media yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid/ sangat layak dengan persentase 86%, (5) audiens klasikal menilai modul media yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid/ sangat layak dengan persentase 87.4% . Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa modul yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat valid dan sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran Biologi kelas VII semester 2 di SMPN 13 Malang. Hasil uji coba pre test maupun post test yang diberikan kepada siswa kelas VII Semester 2 di SMPN 13 Malang untuk mengetahui kelayakan, kefektifan dan keefisien penggunaan modul ini menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa setelah menggunakan modul persentase peningkatan hasil belajar (1) uji coba perseorangan sebesar 30%, (2) uji coba kelompok kecil sebesar 18% (3) uji coba klasikal sebesar 17.1%. Berdasarkan saran dari evaluator dilakukan revisi untuk menyempurnakan modul diantaranya memperbesar logo UM, memperbaiki tata letak penulisan dan konsisten dalam menggunakan angka romawi dalam tiap penggalan 1-4 dan latihan ulangan dalam tiap penggalan 1-4, serta menjelaskan tujuan penelitian kepada siswa-siswi, sehingga lebih termotivasi untuk mempelajari modul. Agar modul Biologi untuk kelas VII semester 2 yang telah direvisi dapat lebih bermanfaat dalam kegiatan pembelajaran, maka ada beberapa saran berkaitan dengan pengembangan modul pelajaran Biologi kelas VII semester 2 sebagai berikut: 1. Bagi guru a. Guru dapat mengoptimalkan modul hasil pengembangan dengan memanfaatkan dan mengikuti petunjuk yang ada dalam petunjuk guru b. Guru hendaknya selalu mengontrol proses belajar siswa serta membantunya apabila peserta didik menemukan kesulitan c. Guru diharapkan siap dengan program pengayaan bagi siswa yang cepat mempelajari modul dan memberi bimbingan dan memantau bagi siswa yang mengalami kesulitan d. Guru diharapkan dapat menjadi fasilitator belajar siswa, manusia sumber dan sebagai pembimbing e. Guru hendaknya menyediakan waktu untuk kegiatan konsultasi atau diskusi tentang materi dengan siswa 2. Bagi siswa a. Siswa dapat mengoptimalkan modul hasil pengembangan dengan mempelajari sesuai dengan petunjuk yang ada b. Siswa disarankan untuk belajar secara mandiri sesuai kecepatan, kesempatan dan cara belajarnya masing-masing c. Siswa hendaknya segera bertanya pada guru apabila mengalami kesulitan dalam memahami modul agar tidak tertinggal jauh dengan teman yang lain 3. Bagi pengembangan lanjutan Perlu adanya pengembangan modul dengan materi lain yang lebih menarik dan lebih sempurna sehingga dapat digunakan sebagai penunjang (bahan ajar) dalam proses pembelajaran Biologi.

Sikap pengemudi angkutan pedesaan terhadap pekerjaan mengemudi dalam hubungannya dengan tingkat kedisiplinan berlalu lintas di kecamatan Pare kabupaten Kediri
oleh Ika Peni Sulih Damarati

 

Pelaksanaan strategi saluran distribusi pada industri sanitair UD Doa Ibu" Klaseman Malang
oleh Sofiatun Muawanah"

 

Peningkatan keterampilan menulis surat pribadi melalui pemodelan siswa kelas IV SDN Sananwetan 2 kota Blitar / Renny Purwanti

 

Kata kunci: keterampilan menulis, surat pribadi, model surat pribadi Keterampilan menulis surat pribadi yang dilaksanakan di SDN Sananwetan 2 kota Blitar belum mencapai standar ketuntasan. Hal ini terjadi karena ada beberapa faktor yaitu guru belum menerapkan metode pembelajaran yang menarik, guru belum memanfaatkan media pembelajaran, dan siswa langsung diberi tugas menulis surat kepada teman sebaya tanpa diberi penjelasan terlebih dahulu terkait dengan materi. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan pemodelan dapat meningkatkan keterampilan menulis surat pribadi siswa kelas IV SDN Sananwetan 2 kota Blitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Adapun alur PTK tersebut yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sananwetan 2 kota Blitar. Teknik pengumpul data diperoleh dari pengamatan, tes, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis deskriptif kualitatif. Pro-sedur penelitian terdiri dari tiga tahap yaitu pratindakan, tindakan siklus I, dan tindakan siklus II. Hasil penelitian dari data yang didapat menunjukkan bahwa penerapan contoh model surat pribadi dalam pembelajaran menulis surat pribadi meningkat-kan keterampilan menulis surat pribadi siswa kelas IV SDN Sananwetan 2 kota Blitar. Terbukti nilai hasil menulis surat pribadi yang diperoleh siswa kelas IV SDN Sananwetan 2 kota Blitar pada pratindakan ketuntasan klasikal yang dicapai 50% dengan rata-rata kelas 60, meningkat pada tindakan siklus I dengan ketuntas-an klasikal 80% dan rata-rata kelas 78,1, kemudian meningkat lagi pada tindakan siklus II ketuntasan klasikal yang dicapai 90% dengan rata-rata kelas 82,7. Dari uraian tersebut disimpulkan bahwa pembelajaran telah berhasil. Saran yang disampaikan untuk guru dan kepala sekolah hendaknya di sekolah menyediakan fasilitas dan sumber belajar yang lengkap bagi siswa. Adanya metode bervariasi yang diberikan guru, siswa diharapakan dapat semakin tertarik untuk mempelajari bahasa Indonesia. Sehingga hasil belajar siswa akan meningkat. Bagi peneliti lain, semoga skripsi ini menjadi dasar dan acuan dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih baik. Sedangkan bagi peneiti sendiri, diharapakan dapat lebih mengembangkan ilmu yang di dapat dalam perkuliahan di dunia kerja sehingga mampu menciptakan metode pembelajaran yang lebih inovatif.

Relief cerita binatang di komputer Candi Panataran: suatu tinjauan terhadap isi dan fungsi cerita / oleh Saut Halomon

 

Peningkatan kemampuan kognitif melalui permainan mencari angka pada kelompok A di TK Kartini Tenggur Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung / Melga Dwi Rohmah

 

ABSTRAK Rohmah, MelgaDwi. 2016. PeningkatanKemampuanKognitifMelaluiPermainanMencariAngkaPadaKelompok A Di TK KartiniTenggurKecamatanRejotanganKabupatenTulungagung. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru PendidikanAnakUsiaDini, JurusanKependidikanSekolahDasardanPrasekolah, FakultasIlmuPendidikanUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sutansi, M.Pd, (2) Drs. Sunyoto, S.Pd, M.Si Kata Kunci: kemampuankognitif, permainanmencariangka, anakkelompok A PenelitiandilaksanakanpadakelompokA di TK KartiniTenggurkecamatanRejotangankabupatenTulungagungditemukanmasalahdalamkemampuankognitifyaitumengenallambangbilangan 1-10 yang belumberkembangsecara optimal. Berdasarkanhasilobservasiditemukanbahwa dari 12 anak kelompok A terdapat 4 anak (33,3%) yang memiliki kemampuan mengenal lambangbilangan 1-10, sedangkan 8 anak lainnya (66,7%) masih mengalami kesulitan mengenallambangbilangan 1-10.Tujuandaripenelitianiniyaitumendeskripsikanpenerapan permainan mencari angka untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok A di TK Kartini Tenggur kecamatan Rejotangan kabupaten Tulungagungdanmendeskripsikanpeningkatankemampuankognitifanakmelalui permainan mencari angka padaanak kelompok A di TK Kartini Tenggur kecamatan Rejotangan kabupaten Tulungagung. Penelitianinimenggunakanjenispenelitiantindakankelas (PTK).Penelitiandilakukansebanyakduasiklusyaitusiklus I dansiklus II.Setiapsiklusterdiridariperencanaan, pelaksanaan, pengamatan, danrefleksi.Subjekpenelitianiniadalahanakkelompok A TK KartiniTenggurkecamatanRejotangankabupatenTulungagung.Data dijaringmelaluiteknikobservasi, teknikwawancara, teknikcatatanlapangandanteknikdokumentasi.Data dianalisisdengantigatahapanyaitureduksi data, penyajian data danpemberiankesimpulan. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwamelaluipenerapanpermainanmencariangkapadakegiatanpembelajaranmenjadilebihmaksimal, anakmenjadilebihaktifdalamkegiatanpembelajaran. Hal tersebutditunjukkandenganadanyapeningkatankemampuankognitifanakdalammengenallambangbilangan 1-10 daripratindakansebesar 33,3% padasiklus I sebesar 62,5% danpadasiklus II meningkatmenjadi 83,35%. Berdasarkanhasilpenelitiandapatdisimpulkanbahwamelaluipermainanmencariangkadapatmeningkatkankemampuankognitifanakdalammengenallambangbilangan 1-10 di TK KartiniTenggurkecamatanRejotangankabupatenTulungagung.Saran yang diberikanberdasarkanhasilpenelitianyaitukepadapihaksekolahdiharapkanmenyiapkanberbagai media yang mendukungkegiatanbelajaranakdan guru hendaknyamemanfaatkan media danmenggunakanmetode yang bervariasisepertipermainanmencariangkauntukmeningkatkankemampuankognitifanak.

Hubungan antara latar belakang sosial ekonomi orang tua dengan prestasi belajar mahasiswa
oleh Ellyanti Kosim

 

Hubungan antara jumlah metode mengajar,fasilitas kursus tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan keluarga dengan keberhasilan kursus latihan kerja (KLK) Tulungagung dalam membentuk tenaga kerja yang terampil / oleh Rindang Kusumastuti

 

Peningkatan hasil belajar tentang penjajahan Belanda dan Jepang melalui model mind mapping pada siswa kelas V SDN Karangrejo 04 Kabupaten Blitar / Tiara Yusuf

 

ABSTRAK Yusuf, Tiara, 2016, Peningkatan Hasil Belajar tentang Penjajahan Belanda dan Jepang melalui Model Mind Mapping pada Siswa Kelas V SDN Karangrejo 04 Kabupaten Blitar, Skripsi, Jurusan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dra. Tri Murti, S.Pd, M.Pd (2) Suminah, S.Pd, M.Pd Kata kunci: peningkatan, hasil belajar, ips, mind mapping Observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di kelas V SDN Karangrejo 04 Kabupaten Blitar dalam pembelajaran IPS diketahui bahwa: (1) siswa merasa kesulitan memahami materi tentang perjuangan pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, (2) teknik mencatat biasa, kurang menarik dan kurang efektif, (3) siswa tidak dibiasakan dibiasakan menemukan kata kunci dalam materi, (4) siswa jarang melakukan kegiatan kelompok, (5) siswa kurang terlibat aktif dalam pembelajaran. Hal tersebut berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah, terbukti dari 38 siswa 29 siswa (76%) belum tuntas belajar dan hanya 9 siswa (24%) yang tuntas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Mind Mappingdan meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Karangrejo 04 Kabupaten Blitar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II yang masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunkan teknik observasi, wawancara, catatan lapangan, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian dengan menerapkan model Mind Mapping dalam pembelajaran IPS khususnya pada materi perjuangan pada masa penjajahan Belanda dan Jepang dapat berjalan dengan baik dan mengalami peningkatan. Pada siklus I nilai rata-rata observasi aktivitas guru sebesar 76% meningkat menjadi 96% pada siklus II. Nilai rata-rata observasi aktivitas siswa sebesar 70% meningkat menjadi 81% pada siklus II. Sementara nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pratindakan sebesar 64% masuk kriteria kurang dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 24%. Pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 70% masuk kriteria cukup dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 63%. Selanjutnya pada siklus II , nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 82% masuk kriteria baik dengan ketuntasan belajarklasikal sebesar 87% sehingga 13% tidak tuntas dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Mind Mapping dapat meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa kelas V SDN Karangrejo 04 Kabupaten Blitar, dan disarankan pada guru untuk menerapkan model Mind Mapping agar aktivitas dan hasil belajar siswa lebih maksimal.

legenda tokoh Sunan Giri di kabupaten Gresik: telaah struktur dan fungsi
oleh Samrotul Fuadah

 

Pengembangan LKS (lembar Kerja Siswa) bahan ajar Ragam Hias Batik "Cengger Auam" untuk pembelajaran KD 3.2 dan 4.1 di kelas X SMA Negeri 7 Malang / Dyah Retnosari

 

ABSTRAK Retnosari, Dyah. 2016. Pengembangan LKS (LembarKerjaSiswa) Bahan Ajar RagamHiasBatik ”CenggerAyam” untukPembelajaran KD 3.2 dan 4.1 di Kelas X SMANegeri 7 Malang.Skripsi.JurusanSenidanDesain, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (1) Dra. LilikIndrawati (2) Ike RatnawatiS.Pd, M.Pd Kata Kunci:Penelitiandanpengembangan, bahan ajar, ragamhias, batik “Cenggerayam” Penelitiandanpengembanganinidilatarbelakangioleh (1) guru memilikikendalamengajarterkaitmateri batik Cenggerayamsebagaikompetensidasar yang akandicapaipesertadidik; (2) tidakadanyadokumenatau data bahan ajar batik CenggerayamsebagaipenunjangpembelajaranSenidanBudayadengan KD 3.2 dan 4.1 di SMA Negeri 7 Malang. Sedangkan batik Cenggerayammemilikipotensibesaruntukmewujudkanaktivitaspembelajaranini.Olehkarenaitu, perluadanyatindaklanjut agar tujuanpembelajaranSenidanBudayadapattercapaidenganbaik.Adapuntujuandaripenelitianpengembanganiniadalahmengembangkanproduk LKS (LembarKerjaSiswa) bahan ajar ragamhias batik ”Cenggerayam” untukpembelajaran KD 3.2 dan 4.1 di kelas X SMAN 7 Malang. Rancanganpenelitianinidiadaptasidariprosedurpenelitianpengembangan Borg dan Gall. Berdasarkanprosedurtersebut, terdapatempattahap proses penelitian, yaknitahapprapengembangan, tahappengembanganproduk, tahapujicobaproduk, dantahappascapengembangan. Pelaksanaanpengembangandilakukanberdasarkantemuananalisiskebutuhanbahan ajar yang dilakukanpadatahapprapengembangan.Produkhasilpengembanganselanjutnyadiujicobakanuntukmengetahuikelayakanproduk, yaknimelaluitigatahapanujicoba yang meliputiujicobaahli, praktisi, danujicobalapangan. Data dalampenelitianiniberupa data kuantitatifdan data kualitatif.Data kuantitatifyakniberupa data skor yang diperolehdarihasilangketpenilaianahli media, ahlimateri, ahlibahasa, praktisi, danujicobalapanganterhadapproduk.Data kualitatifberupakritik, saran-saran yang dituliskanpada format penilaianprodukbahan ajar, maupuninformasilisanketikawawancaralangsungdenganparaahli, praktisidanujicobalapangan (pesertadidik). Penelitianpengembanganinimenghasilkansebuahprodukbahan ajar berbentuk LKS (LembarKerjaSiswa) Batik Cenggerayam.Simpulandaripenelitianpengembanganinitermasukkategorisangatlayakdansiapdiimplementasikan.Akan tetapi, sejumlahrevisidilakukanpadabagian-bagian yang mendapatkritikdan saran darisubjekujicoba.Dengandemikian, hasilpenelitianpengembanganbahan ajar inidiharapkandapatmemberikanmanfaatbagibeberapapihak. Saran terkaitpenelitianiniadalah (1) guru bisamengkreasikankegiatan di kelaswalaupunsudahadabahan ajar, (2) diseminasi produk ini hanyaterbataspadasekolah SMA Negeri 7 Malang (3) produkdapatmenjadibahanreferensibagipengembanglaindenganpenelitian yang serupa.

Nilai-nilai edukatif dalam cerita anak berbahasa Arab pada buku Al-Qiro'ah Ar-Rosyidah
oleh Mohammad Qomaruddin

 

Pemanfaatan kegiatan bermain bola lagu untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak kelompok A TK An-Nur Malang / Dwi Rakhmawati

 

ABSTRAK Rakhmawati, Dwi. 2016. Pemanfaatan Kegiatan Bermain Bola Lagu untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Kelompok A TK An-Nur Malang. Skripsi, Prodi S1–Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd., M.Pd., (II) Retno Tri Wulandari, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: bermain bola lagu, bahasa, anak kelompok A Hasil observasi awal menunjukkan rendahnya kemampuan bahasa anak kelompok A TK An-Nur Malang dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Faktor penyebab dari permasalahan ini adalah pembelajaran yang dilaksanakan didominasi oleh guru menggunakan metode ceramah dan tidak menerapkan pendekatan bermain sehingga kurang memotivasi anak untuk terlibat aktif memahami dan mengungkapkan bahasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) Pemanfaatan kegiatan bermain Bola Lagu untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak kelompok A TK An-Nur Malang, 2) Peningkatan kemampuan bahasa anak kelompok A TK An-Nur Malang melalui pemanfaatan kegiatan bermain Bola Lagu. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas oleh Kemmis dan Taggart pada 20 anak kelompok A selama bulan September 2015 dan bulan Maret 2016. Penelitian dilaksanakan selama dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti dan guru kelas serta guru sentra bahasa dan peran. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Instrumen penelitian berupa lembar observasi kemampuan bahasa anak kelompok A, dokumentasi berupa foto dan kegiatan pembelajaran, dan pedoman wawancara. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemanfaatan kegiatan bermain Bola Lagu untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak kelompok A divariasikan dengan kegiatan lomba bola lagu, estafet bola lagu dan bermain alas lagu yang membuat anak termotivasi untuk memahami bahasa reseptif dan menggunakan bahasa ekspresif dengan benar, 2) Peningkatan kemampuan bahasa anak kelompok A TK An-Nur Malang terjadi melalui pemanfaatan kegiatan bermain Bola Lagu. Hasil dari pra tindakan sebesar 15,79%, siklus I sebesar 58,82%, dan siklus II sebesar 89%. Peningkatan dari pra tindakan ke siklus II sebesar 73,21%. Kesimpulan penelitian yaitu pemanfaatan kegiatan bermain Bola Lagu dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak kelompok A TK An-Nur Malang. Saran dari penelitian ini yaitu agar, 1) guru TK hendaknya menggunakan kegiatan bermain Bola Lagu dengan memperbaiki kekurangan penelitian untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak kelompok A, 2) peneliti lain hendaknya melakukan penelitian sejenis pemanfataan kegiatan bermain Bola Lagu pada pembelajaran aspek selain bahasa di waktu selanjutnya.

Identifikasi tingkat risiko kecelakaan kerja berdasarkan jenis komponen pekerjaan konstruksi / Kurnia Eka Wijayanti

 

IDENTIFIKASI TINGKAT RISIKO KECELAKAAN KERJA BERDASARKAN JENIS KOMPONEN PEKERJAAN KONSTRUKSI Kurnia Eka Wijayanti, Sonny Wedhanto, dan Nindyawati Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang Email: kurniaekawijaya@yahoo.co.id ABSTRAK: Angka kecelakaan kerja di Indonesia semakin hari semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat risiko kecelakaan kerja berdasarkan jenis-jenis komponen pekerjaan konstruksi pada proyek. Rancangan menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dan inferensial. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan teknik wawancara dari 30 responden. Analisis data dilakukan dalam dua tahap, pertama dilakukan identifikasi tingkat risiko, lalu dilanjutkan dengan mencari korelasi antara hirarki jabatan dalam proyek dengan penilaian tingkat risiko kecelakaan. Dari 55 item variabel diperoleh hasil: (1) tingkat risiko kecelakaan kerja sebagai berikut: satu item pekerjaan tergolong kategori rendah, 32 item kategori sedang, 20 item kategori tinggi, dan tiga item kategori sangat tinggi; (2) item konstruksi atap memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja tertinggi; (3) Penilaian risiko kecelakaan kerja bergantung pada tingkat jabatan pekerja, PM memberikan penilaian tertinggi dan Mandor terendah. Kata Kunci: Tingkat Risiko, Kecelakaan Kerja Konstruksi, K3.

Hubungan antara latar pendidikan tutor, penggunaan metode pembelajaran partisipatif, dan keberhasilan proses pembelajaran Kejar Paket B setara SLTP KH Agus Salim" desa Blarang kecamatan Tutur kabupaten Pasuruan
oleh Enida Made Ruswati"

 

Kesulitan guru dalam menerapkan penilaian autentik pada kurikulum 2013 di SDN se-Kecamatan Sukun Kota Malang / Ida Ayuwulan Sari

 

ABSTRAK Sari, Ida Ayuwulan. 2016. Kesulitan Guru dalam Menerapkan Penilaian Autentik pada Kurikulum 2013 di SDN se-Kecamatan Sukun Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Harti Kartini, M.Pd, (II) Drs. M. Imron Rosyadi, Sy., S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: kesulitan guru, sd, penilaian autentik, kurikulum 2013 Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru kelas VI SDN di Kecamatan Sukun, Kota Malang, diperoleh fakta bahwa guru masih merasa bingung dalam menerapkan penilaian autentik. Hal tersebut terjadi saat guru akan menilai per KD namun soal yang diberikan pada siswa harus dalam bentuk tema. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kesulitan yang dialami guru dalam memahami konsep penilaian autentik, merencanakan dan melaksanakan penilaian portofolio, penilaian kinerja, penilaian proyek dan penilaian tertulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari guru-guru kelas I sampai VI Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Sukun Kota Malang dengan jumlah 366 guru yang tersebar di 42 SDN. Sampel yang digunakan sebanyak 80 guru dari 10 SDN, yang ditentukan melalui teknik area nonproposional random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket dan panduan observasi RPP. Analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian dalam menerapkan penilaian autentik menunjukkan bahwa: sebanyak 34 orang (43%) guru menyatakan kesulitan dalam memahami konsep penilaian autentik, sebanyak 31 orang (39%) guru menyatakan kesulitan dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian portofolio, sebanyak 31 orang (39%) guru menyatakan kesulitan dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian kinerja, sebanyak 44 orang (55%) guru menyatakan kesulitan dalam merencanakan melaksanakan penilaian proyek, dan sebanyak 45 orang (43%) guru menyatakan kesulitan dalam merencanakan melaksanakan penilaian tertulis. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa masih terdapat lebih dari separuh guru-guru di SDN se-Kecamatan Sukun yang menyatakan kesulitan dalam menerapkan penilaian autentik, khususnya dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian proyek. Hal tersebut dikarenakan guru masih kesulitan dalam menentukan kompetensi yang akan dinilai melalui penilaian proyek. Oleh karena itu disarankan kepada guru agar selalu mengikuti perubahan yang terjadi dengan cara membaca aturan-aturan terbaru serta pedoman terkait dengan penerapan penilaian autentik. Apabila masih merasa kesulitan, hendaknya guru melakukan diskusi dengan teman sejawat, kepala sekolah, dan pengawas baik dilakukan di sekolah maupun dalam forum KKG.

Struktur, mitos dan ritus legenda Roro Kembang Sore di Kabupaten Tulungagung
oleh Bambang Nurdin

 

Penerapan permainan tradisional damparan untuk mengembangkan pemahaman lambang bilangan kelompok A di TK PKK Bandulan Malang / Desya Amalia Riandini

 

ABSTRAK Riandini, Desya Amalia. 2016. PenerapanPermainanTradisionalDamparanuntukMengembangkanPemahamanLambangBilanganKelompok A di TK PKK Bandulan Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Guru PendidikanAnakUsia Dini, JurusanKependidikanSekolahDasardanPraSekolah, FakultasIlmuPendidikanUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Tumardi, S.Pd, M.Pd, (2) Suryadi, S.Sn, M.Pd. Kata Kunci:Damparan, LambangBilangan Berdasarkanhasilobservasi yang dilakukanpadaanakkelompok A di TK PKK Bandulan Malang, ditemukanfaktabahwa 19 anakbelummampumembilang 1-10 danmencocokanlambangbilangandenganjumlahbenda. Pembelajaran yang diterapkan guru selamainijarangmenggunakanmetodebermain. Penelitianinibertujuanuntuk (1) mendeskripsikanpenerapanpermainantradisionaldamparandapatmengembangkanpemahamanlambangbilanganpadaanak. (2) mendeskripsikanpeningkatanpemahamanlambangbilangandenganmenerapkanpermainantradisionaldamparan. Rancanganpenelitian yang digunakanyaitupenelitiantindakankelas. Penelitianinidilaksanakandalam 2 siklus.Setiapsiklusterdapatempattahap yang harusdilaksanakanyaitu: (1) perencanaan; (2) pelakanaan; (3) pengamatan; dan (4) refleksi. Pengumpulan data dilaksanakandenganteknikobservasi, wawancara, dandokumentasi. Instrumenpengumpulan data menggunakanlembarobservasitentangkemampuananak, lembarwawancara, danfotokegiatan. Subjekpenelitianadalahanakkelompok A di TK PKK Bandulan Malang tahunajaran 2015/2016 yang berjumlah 26 anakterdiridari 12 anakperempuandan 12 anaklaki-laki. Hasilpenelitianmenunjukanbahwamelaluipermainantradisionaldamparan, pemahamananakkelompokAtentanglambangbilanganmengalamipeningkatan. Penelitiansiklus I ditemukankerberhasilananakmencapai 61,53% danmengalamipeningkatanpadasiklus II keberhasilananakmencapai 84,61%. Berdasarkan data tersebut, dapatditarikkesimpulanbahwapemahamananaktentanglambangbilangandipengaruhiolehpenggunaanpermainantradisionaldamparan yang memberikankesempatanuntukmelakukanpencocokanantarakartuangkadenganjumlahstikeskrimdidalam proses pembelajaran. Olehkarenaitu, saran untuk guru banyakmemberikan stimulus-stimulus kepadaanakdengan media ataupermainan yang lebihmenariksertamudahdipahamiolehanakdanlebihbermakna yang berkaitantentangpembelajaranlambangbilangan.

Tembang permainan rakyat Nyai Puthut" di desa Kromengan kecamatan Kromengan kabupaten Malang (kajian teks tekstur dan konteks)
oleh Moh. Nasikh Lil Sidi"

 

Penerapan siklus belajar (learning cycle) untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa sekolah dasar kelas IV / Rina Cahyani Diastuti

 

Kata kunci: Motivasi Belajar, Prestasi Belajar, Model Siklus Belajar 5E Pembelajaran matematika di kelas IV SDN 1 Balongsari masih bersifat teacher centered sehingga siswa kurang berperan aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran teacher centered dapat menyebabkan motivasi dan prestasi belajar siswa menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas IV sekolah dasar. Ketercapaian tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan model siklus belajar 5E. Model ini membuat siswa belajar secara aktif dan bermakna melalui fase pendahuluan (engagement), fase eksplorasi (exploration), fase eksplanasi/penjelasan (explanation), fase elaborasi/penerapan konsep (elaboration), fase evaluasi (evaluation). Harapannya dapat memperbaiki proses belajar dan motivasi belajar siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). PTK ini terdiri atas dua siklus, setiap siklus terdiri atas empat pertemuan. Subyek penelitian ini adalah siswa SDN 1 Balongsari kelas IV-1 dengan banyak siswa 31 siswa. Pokok bahasan yang digunakan pada penelitian ini adalah Keliling dan Luas Bangun Datar. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, motivasi belajar, prestasi belajar. Prestasi belajar datanya diambil dari hasil tes pada setiap akhir siklus. Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase keterlaksanaan pembelajaran, motivasi belajar dan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan model siklus belajar 5E dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Motivasi belajar siswa meningkat, yaitu pada siklus I (57.5 %), siklus II (84.17 %). Prestasi belajar siswa meningkat dari observasi awal (67.52 %), ke siklus I (72.90 %), ke siklus II (77.09 %). Keterlaksanaan penerapan siklus belajar meningkat dari siklus I (74.84 %) ke siklus II (82.58 %).

Peranan pemerintah dan masyarakat terhadap pelestarian kebudayaan olahraga sky lot pantai Lekok Desa Tambak Lekok Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan / Joko Prihatin Gusindra

 

Kata Kunci: Kebudayaan, Olahraga SkyLot, Pihak-pihak dan Bentuk Pelestarian. Olahraga Sky Lot merupakan olahraga yang di kembangkan oleh penduduk Pesisir Pantai Desa Tambak Lekok Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan dimana diawali dari kegiatan mencari kerang dengan menggunakan alat yang sederhana yaitu: papan dengan ukuran lebar 30cm dan panjang 50cm. membawa lampu temeran seperti lilin pakai keranjang kecil ditaruh dibahu/ pundak sambil mengambil kerang di sela-sela batu karang. Semenjak ramainya orang melihat unik dan menariknya menyaksikan kegiatan orang mencari kerang yang akhirnya menumbuhkan gagasan membuat perlombaan mencari kerang menggunakan papan seluncur dalam kegiatan acara tradisional pesta pantai. Dimana cikal bakal dari kebudayaan olahraga Sky Lot dimulai dengan kegiatan lomba mencari kerang kemudian berganti lomba adu kecepatan meluncur atau pancalan yang paling cepat yang dikenal dengan nama lomba Sky Lot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pemerintah dan masyarakat terhadap pelestarian kebudayaan olahraga Sky Lot yang ada di Desa Tambak Lekok Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu suatu pendekatan penelitian yang dalam mengkaji suatu fenomena kehidupan sosial dalam suatu karakteristik yang bersifat spesifik, dalam hal ini adalah upaya pelestarian kebudayaan Sky Lot masyarakat Pantai Desa Tambak Lekok Kabupaten Pasuruan. Hasil Penelitian yang di peroleh mengenai peranan pemerintah dan masyarakat terhadap pelestarian kebudayaan Sky Lot dapat dibedakan menjadi dua yaitu pendukung pelestarian dari dalam dan pendukung pelestarian dari luar. Dimana pendukung dari dalam adalah dinas-dinas kepemerintahan yang berkaitan dengan upaya pelestarian kebudayaan yang terdapat di daerah pemilik kebudayaan olahraga Sky Lot yaitu Desa Tambak Lekok Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan, dimana bentuk upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah adalah penyelenggaraan lomba, pendanaan, pembangunan area perlombaan dan promosi kebudayaan lahraga Sky Lot. Sedangkan pendukung pelestarian kebudayaan dari luar ialah para peserta maupun penonton dari luar daerah yang membantu menyemarakkan kegiatan acara lomba olahraga Sky Lot tersebut, baik menjadi peserta maupun panitia dan generasi muda sekitar kecamatan lekok ikut mengembangkan kebudayaan sky lot dengan rasa cinta pada kebudayaan asli masyarakat lekok Indonesia.

Pemanfaatan media blog untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi gaya siswa tunarungu kelas V SDLB Idayu 2 Kab. Malang / Anis Damayanti Ramatullah

 

ABSTRAK Damayanti,Anis. ” Pemanfaatan Media Web Blog Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Materi Gaya Siswa Tunarungu Kelas V Sdlb Idayu 2 KabMalang ”. Skripsi.Program Studi Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing I : Drs.Tomas Iriyanto,S.Pd, M.Pd Pembimbing II : Henry Praherdiono,S.Si,M.Pd Kata Kunci : Media Blog, Hasil Belajar, Gaya, Tuna Rungu Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan pemanfaatan media blog untuk meningkatkan Hasil belajar siswa materi gaya tunarungu kelas 5 di SDLB IDAYU 2 Kabupaten Malang. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kwalitatif yang dilakukan secara sistematis dan reflektif terhadap berbagai hasil temuan data dalam tindakan. Model penelitian diadaptasi dari model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart dalam Sukaryana ( 2003 : 30 ). Penelitian dilakukan dalam dua siklus tindakan, tiap siklus tindakan terdiri dari empat langkah kegiatan : ( 1 ) Perencanaan tindakan ( 2 ) Pelaksanaan Tindakan ( 3 ) Observasi ( 4 ) Refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDLB IDAYU 2 Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Deskripsi data diperoleh dengan melakukan analisis dan sintesis serta mereduksi hasil temuan data pra tindakan dan hasil tindakan, sehingga menjadi paparan data yang dapat dipergunakan untuk menarik kesimpulan hasil penelitian. Deskripsi data hasil penelitian adalah, hasil belajar rata – rata kelas siswa pra tindaka 65 ( dengan tingkat penguasaan materi rata – rata kelas 65 % ). Setelah dilakukan tindakan, pada siklus I hasil belajar rata – rata meningkat menjadi 67.5 ( dengan tingkat penguasaan materi rata – rata kelas 67.5 % ), tetapi masih di bawah nilai standart minimal 70 ( dengan tingkat penguasaan materi rata – rata kelas 70 % ). Setelah melakukan refleksi untuk penyempurnaan pelaksanaan tindakan, pada siklus II hasil belajar rata – rata kelas yang dicapai siswa dapat meningkat menjadi 76.25 ( dengan tingkat penguasaan materi rata – rata kelas 76.25 % ). Peneliti memutuskan untuk menghentikan tindakan pada siklus II, karena hasil belajar rata – rata kelas siswa telah melebihi standart minimum rata – rata kelas 70 ( tingkat penguasaan materi rata – rata kelas minimum 70 % ), sesuai sasaran yang telah ditetapkan. Berdasarkan data hasil penelitian, disarankan agar dalam pembelajaran IPA guru menggunakan media blog, untuk meningkatkan daya serap siswa dan hasil belajar pada materi pembelajaran, sehingga berdampak pada meningkatnya hasil belajar. Hasil temuan data dalam penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran, penggunaan media blog dapat menciptakan proses pembelajaran komunikatif sehingga siswa dapat terlibat dan menjadi subyek dalam proses pembelajaran.

Sikap dan keterampilan yang perlu dimiliki untuk menjadi konselor sebaya menurut mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang / Dian Ratih Permana

 

Kata kunci: sikap, keterampilan, konselor sebaya Tidak semua mahasiswa bisa menjadi konselor sebaya (peer counselor). Seorang konselor sebaya harus memiliki kualitas pribadi yang baik agar dapat menunjang dalam proses konseling dengan konseli. Kualitas pribadi yang harus dimiliki oleh konselor sebaya meliputi sikap dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui keefektifan sikap dan keterampilan yang seharusnya dimiliki untuk menjadi konselor sebaya agar dapat menghasilkan konselor sebaya yang berkualitas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif (descriptive resarch). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang berisi sejumlah sikap dan keterampilan yang nantinya akan dibagikan kepada 30 responden dari angkatan 2008-2010. Hasil analisis penelitian adalah sikap primer yang perlu dimiliki (sangat dibutuhkan) untuk menjadi konselor sebaya adalah (1) sikap menghormati orang lain, dan (2) sikap objektif dalam menyelesaikan masalah. Keterampilan primer yang perlu dimiliki (sangat dibutuhkan) untuk menjadi konselor sebaya adalah (1) keterampilan dalam mengendalikan emosi, dan (2) kemampuan dalam menjaga rahasia orang lain. Hasil dari penelitian ini disarankan bagi bagi mahasiswa jurusan Bimbingan dan konseling: mahasiswa haruslah bisa memahami sikap dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi konseor sebaya, mahasiswa harus memiliki sikap untuk menjadi konselor sebaya yang baik, mahasiswa harus terus melatih keterampilannya untuk menjadi konselor sebaya yang efektif, mahasiswa harus siap untuk menjadi konselor sebaya bagi teman sebayanya, hal ini bertujuan untuk mempersiapkan diri untuk nantinya menjadi seorang konselor profesional. Bagi jurusan Bimbingan dan Konseling, pihak jurusan hendaknya memilih dan melatih konselor sebaya untuk masing-masing angkatan. Sehingga para mahasiswa dapat belajar untuk menjadi konselor sebaya yang baik dan nantinya akan menjadi konselor profesional yang efektif, pihak jurusan hendaknya terus mengasah kemampuan konselor sebaya melalui pelatihan keterampilan agar dapat mencetak konselor sebaya yang efektif. Bagi peneliti Selanjutnya, peneliti diharapkan dalam pengambilan sampel untuk penelitian hendaknya lebih bervariasi dan lebih banyak, untuk memperoleh data yang lebih akurat, materi dalam angket bisa dibuat lebih sederhana untuk memudahkan mahasiswa yang akan menjawab, sikap dan keterampilan yang tertulis di angket bisa ditambahkan lagi.

Upacara adat siraman pusaka gong sebagai salah satu perwujudan aspek budaya masyarakat Sutojayan kabupaten Blitar
oleh Juliana Siswodwirahaju

 

Penerapan model kooperatif tipe stad untuk meningkatkan prestasi belajar pecahan siswa kelas V SDN Pandanrejo 1 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / Sri Ramai

 

Kata kunci: prestasi belajar, matematika, model kooperatif Berdasarkan hasil obserfasi yang dilakukan di SDN Pandanrejo 01 pada saat pembelajaran guru terbiasa menjelaskan cara menyelesaikan soal pecahan, guru terbiasa memberikan contoh dipapan tulis dan kemudian memberikan soal untuk dikerjakan, guru terbiasa tidak memberikan kesempatan pada siswa untuk kreatif dan aktif menemukan jawaban / pemecahan sendiri, guru terbiasa tidak menggunakan media dalam pembelajaran. Permasalahan inilah yang menyebabkan prosentase hasil belajar siswa menurun, khususnya dalam mata pelajaran matematika presentase hasil belajar siswa hanya mencapai 55% dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan yaitu 60 untuk mata pelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan : mendeskripsikan penerapan pembelajaran Model Kooperatif Tipe STAD pada siswa kelas V SDN Pandanrejo 01 Kecamatan Wagir, dengan menerapkan pembelajaran Model Kooperatif Tipe STAD mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas V SDN Pandanrejo 01 Kecamatan Wagir dengan menerapkan pembelajaran Model Kooperatif Tipe STAD. Rancangan yang digunakan alam penelitian ini adalah menggunakan rancangan penelitian pendekatan kualitatif, karena data yang dikumpulkan berbentuk kata atau kalimat bukan angka. Sedangkan jenis PTK yang digunakan adalah kolaborasi yang dilaksanakan 2 siklus yang meliputi : 1.) perencanaan tindakan, 2.) tindakan, 3.) pengamatan 4.) refleksi. (1) hasil belajar siswa pada tes awal nilai rata-rata 41,53, siklus 1 nilai rata-rata 57,38 dan siklus 2 nilai rata-rata 80,76. (2) aktifitas siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan dari tes awal 23,07%, siklus 1 menjadi 26,93%, dan siklus 2 mencapai 65,38%. Penerapan model kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar tentang pecahan siswa SDN Pandanrejo 01 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Penerapan model kooperatif tipe STAD dapat mempermudah siswa mencapai prestasi belajar tentang pecahan khususnya bagi siswa kelas V SDN Pandanrejo 01 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Dalam penerapan model kooperatif tipe STAD hendaknya guru dapat mengembangkan lagi penggunaannya. Sehingga siswa mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan oleh guru dan memperoleh nilai sesuai dengan KKM yang diharapkan.

Studi kelayakan proyek penambahan bis patas ditinjau dari aspek keuangan pada PO Akas I Probolinggo
oleh Tjahjo Susilo

 

Penerapan permainan "Mana Aku" untuk meningkatkan kemampuan kognitif memahami konsep lambang bilangan pada anak kelompok B di TK Aisyiyah 7 Kota Malang / Nuril Lailatun Khabiba

 

ABSTRAK Khabiba, Nuril Lailatun. 2016. Penerapan Permainan “Mana Aku” untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Memahami Konsep Lambang Bilangan pada Anak Kelompok B di TK Aisyiyah 7 Kota Malang. Skripsi S1 PG-PAUD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Tomas iriyanto, S.Pd, M.Pd, (2) Eny Nur Aisyah, S.Pd.I, M.Pd. Kata Kunci: Permainan “Mana Aku”, Kemampuan Kognitif, TK B. Kemampuan kognitif dalam menyebutkan urutan bilangan 1 sampai 10, menghubungkan/ memasangkan lambang bilangan dengan benda-benda sampai 10, meniru lambang bilangan 1 sampai 10 (anak diminta untuk menulis) pada anak kelompok B di TK Aisyiyah 7 Kota Malang masih rendah. Hanya 50% anak yang mencapai standar ketuntasan yang ditentukan. Hal ini disebabkan media belajar dan metode pembelajaran yang kurang bervariatif dan menarik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana langkah-langkah penerapan Permainan “Mana Aku” untuk meningkatkan kemampuan kognitif memahami konsep lambang bilangan pada anak kelompok B di TK Aisyiyah 7 Kota Malang; (2) Adakah peningkatan kemampuan kognitif dalam memahami konsep lambang bilangan pada anak kelompok B di TK Aisyiyah 7 Kota Malang setelah dibelajarkan dengan Permainan “Mana Aku”. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi serta instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, dokumentasi dan wawancara. Subyek penelitian anak kelompok B TK Aiyiyah 7 Kota Malang berjumlah 22 anak. Permainan “Mana Aku” diterapkan sesuai dengan langkah-langkah dimulai dari mencari kartu bilangan yang dipasangkan dengan gambar asosiatif yang jumlahnya sesuai 1-10 pada papan flanel. Kegiatan ini dilakukan secara kooperatif dengan 2 anak sebagai pemain pertama. Anak yang lebih awal menyelesaikan permainan “Mana Aku” ini diperbolehkan duduk terlebih dahulu. Permainan “Mana Aku” dilakukan secara bergantian. Berdasarkan penerapan Permainan “Mana Aku” diketahui bahwa kemampuan kognitif dari pratindakan ke siklus I meningkat menjadi 78% dan pada siklus I ke siklus II meningkat persentase ketuntasannya sebesar 95%. Kesimpulan Permainan “Mana Aku” ini dapat dimainkan dengan baik dalam pengembangan kognitif memahami konsep lambang bilangan dan mampu meningkatkan kemampuan kognitif anak. Saran yang dikemukakan yaitu hendaknya guru menggunakan Permainan “Mana Aku” dengan variasi kegiatan yang dapat meningkat kemampuan kognitif.

Tradisi tutup layang di kelurahahan Brondong kabupaten Lamongan / oleh Azizul Ghofar

 

Analisis perbedaan tingkat literasi keuangan antara laki-laki dan perempuan (studi kasus mahasiswa strata 1 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang angkatan 2013) / Masika Ikandari

 

ABSTRAK Ikandari, Masika. 2016. Analisis Perbedaan Tingkat Literasi Keuangan Antara Laki-Laki Dan Perempuan (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2013). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dwi Wulandari, S.E., M.M., (II) Thomas Soseco, S.E., M.Sc. Kata Kunci: pengetahuan umum, tabungan, asuransi, investasi, jenis kelamin Literasi keuangan dibagi menjadi empat bagian yaitu pengetahuan umum, tabungan, asuransi dan investasi.Mahasiswa merupakan salah satu komponen masyarakat yang jumlahnya cukup besar dimana selama masa perkuliahan mahasiswa berada dalam masa peralihan dari ketergantungan menuju kemandirian secara finansial dan bertanggung jawab penuh atas keputusan keuangan yang dibuat.Mahasiswa laki-laki dan perempuan dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik sehingga memiliki perilaku yang berbeda dalam memandang setiap permasalahan termasuk masalah keuangan yang sedang dihadapi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah ada perbedaan tingkat pemahaman literasi keuanganantara laki-laki dan perempuan pada mahasiswa Strata 1 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang angkatan 2013. Peneliti memilih Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang sebagai lokasi penelitian dan menjadikan mahasiswa Strata 1 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang angkatan 2013 sebagai populasi dan sampel.Jumlah populasinya sebesar 1.474 mahasiswa.Dalam pemilihan sampel menggunakan metode accidental sampling dan penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 314 mahasiswa.Pengumpulan datanya menggunakan data primer dengan penyebaran kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis data sebagai berikut: (1) Uji Validitas, (2) Uji Reliabilitas, (3) Analisis Deskriptif, (4) Uji Independent Sample T-test dan (5) Uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan karena mahasiswa tersebut telah memahami dasar-dasar pengetahuan umum tentang keuangan dan pengelolaan keuangan pribadi, dapat membedakan kebutuhan primer dan tersier bagi seorang mahasiswa, dan berada pada tahun angkatan yang sama dan bidang ilmu yang serupa. Selanjutnya pada literasi keuangan dalam bentuk tabungan, asuransi, dan investasi terdapat perbedaan yang signifikan dimana perempuan memiliki literasi keuangan lebih tinggi. Perempuan lebih menyadari akan pentingnya catatan keuangan untuk mengontrol setiap pengeluaran sehingga setiap bulannya perempuan dapat menyisakan uangnya untuk ditabung. Dalam hal asuransi perempuan lebih memiliki sifat berjaga-jaga untuk masa depannya daripada laki-laki yang lebih cuek dan mengikuti arus.Dalam hal investasi perempuan juga lebih sabar dan cermat dalam mengawasi naik turunya harga saham daripada laki-laki yang cenderung malas dan tidak mau belajar.

The rule of content schemata in students listening comprehension / by Bambang Chriswanto

 

Peningkatan keterampilan menulis huruf tegak bersambung melalui metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) pada siswa kelas II SDN Saptorenggo 3 Kabupaten Malang / Nuril Qurroti A'yun

 

ABSTRAK A’yun, Nuril Qurroti. 2016. Peningkatan Keterampilan Menulis Huruf Tegak Bersambung Melalui Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) Pada Siswa Kelas II SDN Saptorenggo 3 Kab. Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : 1) Drs. Rumidjan, M.Pd. 2) Drs. Sjafruddin A.R, S.Pd., M.Pd Kata kunci: Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) , Keterampilan Menulis Tegak Bersambung, SD Menulis tegak bersambung merupakan keterampilan menulis permulaan yang wajib dipelajari siswa di kelas I dan II. Namun kenyataannya siswa kelas II SDN Saptorenggo 3 masih terdapat 11 siswa atau sekitar 50% dari jumlah keseluruhan 23 siswa yang mendapatkan nilai dibawah Kriteria Minimal Ketuntasan (KKM) yaitu 70. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas II SDN Saptorenggo 3 Kabupaten Malang, permasalahan yang sering muncul pada siswa dalam menulis tegak bersambung yaitu masalah ketepatan ejaan, kejelasan tulisan, dan kerapian. Pada pembelajaran menulis tegak bersambung sebelumnya, guru belum pernah menggunakan metode SAS. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan metode SAS pada pembelajaran menulis tegak bersambung di kelas II SDN Saptorenggo 3 Kabupaten Malang serta mengupayakan peningkatan keterampilan menulis tegak bersambung siswa kelas II SDN Saptorenggo 3 Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart dengan subyek seluruh siswa kelas II SDN Saptorenggo 3 Kabupaten Malang. PTK ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan berkolaborasi dengan guru kelas II serta teman sejawat sebagai observer. Pengambilan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) yang melalui beberapa langkah yaitu siswa menulis kalimat, mengurai kalimat menjadi kata, suku kata dan huruf, selanjutnya siswa merangkai huruf menjadi suku kata, kata dan kembali menjadi kalimat utuh seperti semula. Hasil dari penerapan metode SAS pada pembelajaran menulis tegak bersambung menunjukkan bahwa nilai rata-rata rekapitulasi proses menulis siswa dan hasil belajar pada siklus I mencapai 81,4 dengan persentase ketuntasan 91%. Pada siklus II, nilai rata-rata rekapitulasi proses menulis siswa dan hasil belajar meningkat menjadi 84 dengan persentase ketuntasan 95%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode SAS dapat meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung siswa kelas II SDN Saptorenggo 3 Kabupaten Malang. Saran yang diberikan yaitu guru sebaiknya memberikan materi secara terpadu dan memberikan latihanl tambahan untuk melatih keterampilan siswa dalam menulis tegak bersambung.

Peningkatan kemampuan menyebut bilangan 1-10 untuk anak usia 3-4 tahun melalui metode bernyanyi di PAUD Harapan Bangsa Sukorejo Kota Blitar / Nova British Putri Permata Sari

 

ABSTRAK Sari, Nova British Putri Permata. 2016. Peningkatan Kemampuan Menyebut Bilangan 1-10 untuk Anak Usia 3-4 Tahun Melalui Metode Bernyanyi di PAUD Harapan Bangsa Sukorejo Kota Blitar. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Alif Mudiono, M.Pd., (II) Dra. Lilik Bintartik, M.Pd. Kata Kunci: Kemampuan menyebut bilangan 1-10, anak usia 3-4 tahun, metode bernyanyi Kemampuan menyebut bilangan 1-10 merupakan salah satu indikator yang ada pada perkembangan kognitif anak usia 3-4 tahun lingkup belajar dan pemecahan masalah. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada anak usia 3-4 tahun di PAUD Harapan Bangsa, diketahui bahwa hanya 3 dari 10 anak atau 30% dengan kriteria sangat kurang yang sudah mampu menyebut bilangan 1-10 secara urut. Berkaitan dengan itu, maka dilakukan kegiatan penelitian menyebut bilangan 1-10 melalui metode bernyanyi. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan 2 hal, yaitu tentang penerapan metode bernyanyi dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan menyebut bilangan 1-10 secara urut pada anak usia 3-4 tahun. Selain itu, untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan menyebut bilangan 1-10 secara urut melalui metode bernyanyi pada anak usia 3-4 tahun di PAUD Harapan Bangsa Sukorejo Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Masing-masing siklus memiliki 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas anak, lembar penilaian unjuk kerja kemampuan menyebut bilangan 1-10, pedoman wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak dalam menyebut bilangan 1-10 secara urut melalui penerapan metode bernyanyi. Hal ini dapat diketahui dari hasil pada pra tindakan kemampuan anak hanya mencapai 30% dengan kriteria sangat kurang, pada siklus I meningkat menjadi 66,7% dengan kriteria kurang, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 87,5% dengan kriteria baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa metode bernyanyi mampu meningkatkan kemampuan menyebut bilangan 1-10 pada anak usia 3-4 tahun di PAUD Harapan Bangsa Sukorejo Kota Blitar tahun pelajaran 2015-2016 dan penerapan metode bernyanyi dinyatakan berhasil dan tuntas.

Analisis perbandingan kinerja keuangan antara BPR konvensional dan BPR syariah di wilayah kerja kantor Bank Indonesia Malang / oleh Yasmine Yuniar

 

Karakteristik bentuk dan penampilan tokoh kesenian reyog di kabupaten Ponorogo
oleh Sunaryadi

 

Pengembangan media pop-up book pada pembelajaran subtema lingkungan tempat tinggalku kelas IV SDN Bulukerto 02 Batu / Nurlaely Fazariya

 

ABSTRAK Fazariya, Nurlaely. 2016. Pengembangan Media Pop-Up Book Pada Pembelajaran Subtema Lingkungan Tempat Tinggalku Kelas IV SDN Bulukerto 02 Batu.Skripsi, Program StudiPendidikan Guru SekolahDasar, JurusanKependidikanSekolahDasardanPrasekolah, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I)Drs. Sumanto, M.Pd., (II) Drs. H. Rumidjan,M.Pd. Kata Kunci: media Pop-Up Book, Lingkungan Tempat Tinggalku kelas IV SD Media mempunyai peran penting dalam proses pembelajaran. Selama ini, penggunaan media masih belum variatif sehingga siswakurangberperanaktifdalampelaksanaanpembelajaran. Untukmemudahkansiswadalammempelajarikonsepmaterisubtema padapembelajarantematikterpadumakadibutuhkanmedia, dengan demikian peneliti ingin mengembangkan media Pop-Up Booksebagai salah satu media pembelajaran pada subtema Lingkungan Tempat Tinggalku. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini yaitu, menghasilkanproduk media Pop-Up BookTemaTempatTinggalkuSubtemaLingkunganTempatTinggalkukelas IV SD (1) valid menurutahlimedia,(2) valid menurut ahli materi, (3) memiliki terapan bagi ahli pengguna, dan (4) efektif menurut ahli lapangan. Penelitianinidirancangdenganmenggunakan model pengembangan prosedural.Penelitimenggunakanlangkah-langkah, sebagaiberikut: (1) analisiskebutuhan, (2) desainproduk, (3) pengembanganprodukawal, (4) validasiahli, (5) revisiprodukawal, (6) ujicobaproduk, dan (7) revisiprodukakhir. Media Pop-Up Bookdigunakan dalam tiga kali pembelajaran, yaitu pada pembelajaran 3, pembelajaran 4, dan pembelajaran 5. Berdasarkan hasilanalisis data validasikepada keseluruhan validator diperoleh data dengan presentase sebesar 92,5% dengan tingkat kevalidan “sangat valid”. Oleh karena itu, Media Pop-Up Booksangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Saran pemanfaatan media Pop-Up Book yaitu, hendaknyadigunakan guru sebagai media alternatifuntukmembantusiswamemahamimateripembelajaran dan produk yang telahdikembangkan sebaiknyadisosialisasikankepada guru danlembagapendidikansekolahdasarbaik di tingkatdaerahmaupunnasionalsupaya menjadilebihbaik.

Pengaruh kinerja lingkungan terhadap laba perusahaan pada perusahaan pertambangan, energi dan migas yang lsiting di BEI tahun 2010-2014 / Maretha Dwi Saraswati

 

ABSTRAK Saraswati, Maretha Dwi. 2016. Pengaruh Kinerja Lingkungan Terhadap Laba Perusahaan Pada Perusahaan Pertambangan, Energi, dan Migas yang Listing di BEI Tahun 2010-2014. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak., CA., CMA (2) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si., Ak., CA. Kata Kunci : Kinerja Lingkungan, Laba Perusahaan, PROPER, Pertambangan Kinerja lingkungan merupakan hasil yang dapat diukur dari sistem manajemen lingkungan, yang terkait dengan kontrol aspek-aspek lingkungannya. Saat ini investor dalam berinvestasi tidak hanya memperhatikan kinerja keuangan perusahaan, namun juga memperhatikan informasi sosial perusahaan. Selain itu, perusahaan dengan kinerja lingkungan yang baik perlu mengungkapkan informasi kuantitas dan mutu sosial lingkungan, agar lebih dapat meningkatkan kepercayaan dimata masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menguji pengaruh kinerja lingkungan dan laba perusahaan, untuk menguji apakah terdapat pengaruh kinerja lingkungan terhadap laba perusahaan pada tahun berikutnya pada perusahaan pertambangan, energy, dan migas yang listing di BEI pada tahun 2010-2014. Alat ukur yang digunakan untuk menilai kinerja lingkungan yaitu menggunakan peringkat PROPER. Jumlah perusahaan pertambangan, energy, dan migas yang dijadikan sebagai sampel adalah 8 perusahaan dengan pengamatan selama 4 tahun. Berdasarkan metode purposive sampling total sampel penelitian adalah 32 laporan PROPER dan laporan keuangan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana. Dengan uji asumsi klasik yaitu uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan kinerja lingkungan berpengaruh positif terhadap laba perusahaan. Nilai R square atau koefisien determinasi adalah sebesar 0,121 yang dapat ditafsirkan bahwa variabel bebas kinerja lingkungan memiliki pengaruh kontribusi sebesar 12,1% terhadap variabel dependen laba perusahaan.

Efektivitas penggunaan media pandang pada pengajaran menyimak bagi mahasiswa Program Studi Bahasa Arab FPBS IKIP MALANG angkatan 1994/1995 / oleh Muznah

 

Peningkatan kemampuan membaca permulaan anak usia dini melalui media kartu kata dan gambar di TK B PGRI Srengat Kabupaten Blitar / Dawidz Zulva

 

ABSTRAK Zulva, Dawidz. 2016. Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia Dini Melalui Media Kartu Kata dan Gambar Di TK B PGRI Srengat Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Alif Mudiono, M.Pd, (II) Suwarti, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: Kemampuan Membaca Permulaan, Media Kartu Kata dan Gambar Berdasarkan observasi yang dilakukan di TK B PGRI Srengat Kabupaten Blitar, diketahui bahwa dari 17 anak yang tediri dari 11 laki-laki dan 6 perempuan hanya 2 (11,7%) anak yang sudah mampu membaca lancar sedangkan sisanya yaitu 15 (88,3%) anak sudah mampu mengenal huruf namun dalam merangkai kata masih banyak yang mengalami kesulitan. Kemampuan membaca permulaan anak di TK tersebut tergolong kurang sekali. Faktor penyebabnya adalah karena guru kurang menggunakan media dalam pembelajaran sehingga anak mudah bosan. Oleh karena itu perlu diadakan penelitian yang bertujuan menerapkan media kartu kata dan gambar untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak. Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu (1) bagaimana penerapan media kartu kata dan gambar dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia dini di TK B PGRI Srengat kabupaten Blitar, dan (2) bagaimana peningkatan kemampuan membaca permulaan anak usia dini melalui media kartu kata dan gambar di TK B PGRI Srengat Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan 2 siklus. Tiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian yaitu anak TK B PGRI Srengat Kabupaten Blitar sebanyak 17 anak. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas anak, lembar observasi kemampuan membaca permulaan.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif . Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pembelajaran kemampuan membaca permulaan melalui media kartu kata dan gambar. Hal ini dapat diketahui pada siklus I rata-rata hasil observasi aktivitas guru sebesar 78,5% dengan kriteria ketuntasan baik, rata-rata hasil observasi aktivitas anak sebesar 65% dengan kriteria ketuntasan cukup, dan hasil nilai akhir penelitian kemampuan membaca permulaan anak sebesar 58% kriteria ketuntasan kurang. Pada siklus II rata-rata hasil observasi aktivitas guru sebesar 98% dengan kriteria ketuntasan sangat baik, rata-rata hasil observasi aktivitas anak sebesar 88% dengan kriteria ketuntasan sangat baik, dan nilai akhir kemampuan membaca permulaan anak sebesar 85,7% kriteria ketuntasan baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media kartu kata dan gambar, kemampuan membaca permulaan anak usia dini di TK B PGRI Srengat Kabupaten Blitar mengalami peningkatan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa menjalur skripsi (suatu studi pada Program ADP Jurusan PDU IKIP MALANG)
oleh Mochamad Zainuddin

 

Proses berpikir siswa dalam membuat koneksi matematika melalui aktivitas problem solving / Abdollah

 

Jurusan Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Subanji,S.Pd., M.Si.dan (2) Dr. H. Makbul Muksar,S.Pd.,M.Si. Kata kunci: proses berpikir, koneksi matematika, dan aktivitas problem solving. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya masalah yang dihadapi siswa SMP Negeri 1 Kertosono, yaitu kemampuan siswa dalam melakukan koneksi matematika, terutama koneksi antar konsep matematika dan koneksi matematika dengan kehidupan sehari-hari, masih tergolong rendah. Kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa siswa sering merasa kesulitan dalam membuat koneksi matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan koneksi matematika dalam aktivitas Problem Solving. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan pendekatan penelitian deskriptif eksploratif. Koneksi matematika adalah aktivitas yang dilakukan oleh siswa dalam : menghubungkan antar konsep matematika, prosedur sebagai representasi ekuivalen, keterkaitan matematika dan diluar matematika, serta matematika dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas Problem Solving dalam penelitian ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam memecahkan masalah matematika yang meliputi : (1) memahami masalah (Understanding the problem); (2) Carrying out the plan) dan (4) melakukan pengecekan kembali terhadap semua langkah yang telah dikerjakan (doing recheck).merencanakan cara penyelesaian (Devising a plan); (3) melaksanakan rencana Temuan penelitian ini, bahwa proses koneksi matematika kelompok atas dan kelompok sedang lengkap, sesuai dengan kerangka konseptual dalam pemecahan masalah (Problem Solving) yaitu: mampu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan penyelesaian dan melakukan pengecekan kembali hasil pekerjaannya dengan cepat. Dalam membuat koneksi antar konsep, subjek kelompok atas dan kelompok sedang mampu menemukan rumus luas trapesium sama kaki sebagai jumlah luas segitiga siku-siku dan luas persegi, sedangkan dalam membuat koneksi matematika dengan kehidupan sehari-hari, subjek kelompok atas dan kelompok sedang, mampu menggunakan matematika dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Proses koneksi matematika subjek kelompok bawah, baik koneksi antar konsep matematika maupun koneksi matematika dengan kehidupan sehari-hari belum sesuai dengan kerangka konseptual dalam pemecahan masalah (Problem Solving). Subjek kelompok bawah tidak dapat menemukan rumus luas trapesium sama kaki sebagai jumlah luas dua segitiga siku-siku dan persegi. Sedangkan dalam membuat koneksi matematika dengan kehidupan sehari-hari siswa kelompok bawah belum secara langsung mengintegrasikan semua informasi yang diperoleh dalam menyelesaikan masalah matematika.

Perkawinan adat Tinjo di desa Banjarwati kecamatan Paciran kabupaten Lamongan (suatu tinjauan sosiologis) / oleh Sutiono

 

Upaya sekolah dalam mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi / Nurina Fardila Sari

 

Kata kunci: Sikap Nasionalisme, Siswa. SMA Negeri 2 Ngawi adalah salah satu sekolah favorit di Kabupaten Ngawi. Sekolah ini banyak menghasilkan generasi penerus Ngawi yang bertanggung jawab dan berpotensi untuk membangun kota Ngawi menjadi lebih maju. Selain itu berdasarkan input kemampuan siswa yang masuk di SMA Negeri 2 Ngawi tergolong tinggi, dan prestasi yang ditorehkan sangat membanggakan, sehingga penulis tertarik untuk menjadikan SMA Negeri 2 Ngawi sebagai objek penelitian, dan oleh karena itu peneliti melakukan penelitian mengenai ”Upaya sekolah dalam Mengembangkan Sikap Nasionalisme Siswa di SMA Negeri 2 Ngawi”. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan program sekolah yang berhubungan dengan nasionalisme, (2) Mendeskripsikan pihak yang berperan dalam upaya sekolah dalam mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi, (3) Mendeskripsikan upaya sekolah dalam mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi, (4) Mendeskripsikan kendala serta upaya mengatasi kendala dalam upaya mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian yang dipilih adalah di SMA Negeri 2 Ngawi. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Metodeanalisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh empat simpulan sebagai berikut. Pertama, program sekolah yang berhubungan dengan nasionalisme melalui bidang akademik dan non akademik. Bidang akademik, melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah yang diintegrasikan berdasarkan materi dan metode pembelajaran. Sedangkan non akademik melalui kegiatan ekstrakurikuler. Pihak yang berperan dalam upaya mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi yaitu: kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa. Kepala sekolah berperan antara lain: membangun suasana yang kondusif dan menjalin komunikasi yang baik dengan komunitas sekolah, maupun pihak lain. Guru berperan mengevaluasi, dan memotivasi siswa. Karyawan berperan memberikan contoh sikap yang baik pada siswa. Sedangkan siswa berperan sentral sebagai objek dalam penelitian ini. Upaya sekolah dalam mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi, dilakukan melalui bidang akademik dan non akademik. Bidang akademik melalui materi dan metode yang disampaikan pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah. Sedangkan non akademik, misalnya kegiatan baksos, yang diselenggarakan oleh OSIS, PMR, Pramuka, dan Pecinta Alam. Kegiatan ini melatih siswa untuk melakukan sikap tolong menolong dan melatih siswa mempunyai rasa kepedulian terhadap sesama tanpa ada perbedaan. Seperti semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika. Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan upaya mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi berasal dari bidang akademik dan non akademik. Dalam bidang akademik, berasal dari siswa dan guru. Sedangkan bidang non akademik yaitu sarana prasarana, dana, dan dukungan dari orang tua.

Korelasi antara prestasi belajar bidang studi bahasa Arab dan kemampuan memahami Al-Qur'an pada siswa Madrasah Aliyah Nurul Ulum Kebonsari Sukun Malang
oleh Munandiroh

 

Analisis kesesuaian pelaksanaan materi ajar buku siswa kelas 3 SD dengan Tema 6 Indahnya Persahabatan di SDN Perrcobaan 02 Kota Malang / Elkana Agnes Yuvikasari

 

ABSTRAK Yuvikasari, Elkana Agnes. 2016. AnalisisKesesuaianPelaksanaanMateri Ajar BukuSiswaKelas 3 SD denganTema 6 IndahnyaPersahabatan di SDN Percobaan 02 Kota Malang. Skripsi, JurusanKependidikan Sekolah dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sutrisno, S.Pd.,M.Pd., (II) Dra. Sri Sugiharti, M.Pd. Kata Kunci: Analisiskesesuaianpelaksanaan, Bukusiswakelas 3 SD Tema 6 IndahnyaPersahabatan, Kurikulum 2013, Pendekatansaintifik Bukusiswaberperanpentingdalampelaksanaanpembelajaran. Bukusiswamenjadiacuankegiatan-kegiatan yang dilakukansiswauntukmencapaiindikator. PadaKurikulum 2013, bukusiswa yang digunakanmerupakanbukutematik yang memadukanberbagaipelajarankedalamsatutema. Berdasarkan studi pendahuluan diSDN Percobaan 02 Malang,bukusiswa yang digunakankelas III dalampembelajaranmerupakanbukuterbitanKemendikbud.Seluruhkegiatan-kegiatanpembelajaranmengacupadabukusiswatersebut. Penelitian inibermaksuduntukmenganalisiskesesuaianmateri ajar bukusiswadenganpelaksanaanpembelajaran, Kurikulum 2013, danlangkah-langkahsaintifik. Metode penelitian ini menggunakan penelitiandeskriptifkualitatif.Analisiskesesuaiandilakukanantaramateri ajar bukusiswadenganpelaksanaanpembelajaran, kesesuaianmateri ajar bukusiswadenganKurikulum 2013, kesesuianmateri ajar denganlangkah-langkahsaintifik. Bukusiswa yang ditelitibukusiswakelas III SD denganTema 6 IndahnyaPersahabatanterbitanKemendikbud. Penelitiandilakukan di SDN Percobaan 02 Kota Malang selamabulanFebruarihinggaMaret 2016. Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwapelaksanaanpembelajarankelas 3 di SDN Percobaan 02 Kota Malang telahsesuaidenganbukusiswaTema 6 IndahnyaPersahabatanterbitanKemendikbud. TetapibukusiswaTema 6 IndahnyaPersahabatan yang digunakan di SDN Percobaan 02 Kota Malang inimasihmemilikibanyakketidaksesuaiandenganKurikulum 2013. Selainitu, bukusiswatersebutjugabanyakmemilikiketidaksesuaiandenganlangkah-langkahpendekatansaintifik. Kesimpulandaripenelitianiniyaitukelas 3 di SDN Percobaan 02 Kota Malang menggunakanbukusiswaTema 6 IndahnyanPersahabatanterbitanKemendikbudsebagaipedomankegiatanpembelajaranmeskipunbukuterbitanKemendikbudtersebutmemilikibanyakketidaksesuaiandenganKurikulum 2013 danlangkah-langkahsaintifik. MakadisarankansekolahtidakhanyamenggunakanbukuterbitanKemendikbudtetapijugabukupenunjang lain yang sesuaidenganKurikulum 2013. Bagi guru SD, disarankanuntukmengembangkanmateri yang adasehinggatidakhanyaberpedomanpadabukusiswa. Bagipenulis, disarankanuntukmemperbaikibukusiswatersebut agar sesuaidenganKurikulum 2013 danlangkah-langkahsaintifik.

Perbedaan penggunaan ketrampilan dasar mengajar oleh guru mata pelajaran program umum dengan guru mata pelajaran program kejuruan kelas IIAK1, IIAK2 dan IIAK3 Jurusan Keuangan di SMEA Negeri Sidoarjo
oleh Joko Prasetyono

 

Hubungan antara tingkat pendapatan orang tua dengan prestasi belajar siswa (studi kasus di SMP Islam Kepanjen)
oleh Sri Utami

 

Persepsi guru tentang penilaian pembelajaran pada kurikulum 2013 di SD Negeri Kota Malang / Rizki Ari Rahmawati

 

ABSTRAK Rahmawati, Rizki Ari. 2016. Persepsi Guru tentang Penilaian Pembelajaran pada Kurikulum 2013 di SD Negeri Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Harti Kartini, M.Pd, (II) Drs. Syaiful Imam, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: persepsi, penilaian pembelajaran, kurikulum 2013, SD Penilaian pada Kurikulum 2013 dilakukan secara menyeluruh meliputi aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan secara seimbang dengan menggunakan berbagai teknik penilaian. Langkah-langkah penilaian yang dilakukan meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengolahan, pelaporan dan tindak lanjut hasil penilaian. Pelaksanaan penilaian pembelajaran yang belum optimal tidak terlepas dari persepsi guru tentang penilaian pembelajaran, oleh karena itu perlu diketahui persepsi guru tentang penilaian pembelajaran sehingga dapat dijadikan informasi pelaksanaan penilaian pembelajaran di SD. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) persepsi guru SD tentang perencanaan penilaian, (2) pelaksanaan penilaian, (3) pengolahan penilaian, (4) pelaporan penilaian, (5) tindak lanjut hasil penilaian pada Kurikulum 2013. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi terdiri dari guru kelas I, II, III, IV, V dan VI yang tersebar di 195 SD Negeri di 5 Kecamatan Kota Malang. Sampel penelitian ini berjumlah 106 responden yang diambil dengan teknik area nonproporsional random sampling. Instrumen pengumpul data berupa kuesioner tertutup. Data yang terkumpul dianalisis dengan statistik deskriptif. Dari hasil pengumpulan data diperoleh 93 angket yang layak untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru tentang perencanaan penilaian sebagian besar tergolong baik (89,25%), pelaksanaan penilaian sebagian besar tergolong baik (80,65%), pengolahan penilaian sebagian besar tergolong baik (79,57%), pelaporan penilaian lebih dari setengah tergolong cukup (55,92%) dan tindak lanjut hasil penilaian sebagian besar tergolong baik (67,74%). Tidak ada guru yang memiliki persepsi kurang baik tentang perencanaan, pelaksanaan, pengolahan, pelaporan dan tindak lanjut hasil penilaian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar guru SD memiliki persepsi yang baik tentang perencanaan, pelaksanaan, pengolahan dan tindak lanjut hasil penilaian, serta memiliki persepsi yang cukup tentang pelaporan penilaian pada Kurikulum 2013. Saran bagi guru agar selalu mengikuti perkembangan dan perubahan aturan tentang penilaian, membaca panduan penilaian agar dapat melaksanakan penilaian pembelajaran sesuai ketentuan serta mendiskusikan dengan teman sejawat atau pimpinan apabila belum memahami. Bagi peneliti lain agar mengembangkan penelitian dengan memperluas populasi penelitian, meneliti komponen Kurikulum 2013 secara menyeluruh serta menambahkan instrumen penelitian dengan angket terbuka.

Studi tentang faktor-faktor kesulitan yang dialami siswa SMKK Jurusan Tata Boga dalam belajar ilmu kimia di SMKK Negeri kodya Malang tahun ajaran 1993/1994 / oleh Sri Wulaningsih

 

Hubungan antara motivasi berprestasi dan kemampuan dasar matematika dengan hasil belajar kimia siswa kelas III semester IV program A1 dan program A2 SMA Negeri 1 Bojonegoro / oleh Yahmin

 

Hubungan antara motivasi belajar dan kemampuan ketrampilan proses dengan prestasi belajar biologi siswa kelas II Program Ilmu-ilmu Biologi (A2) di SMA Negeri 2 dan 5 Malang / oleh Zulaichah

 

Hubungan antara kemampuan mengidentifikasi fungtor dengan kemampuan memahami isu wacana tulis pada siswa kelas II SMA Islam Malang tahun 1987/1988
oleh Ribut Wahyu Eriyanti

 

Tinjauan peranan kantor regestrasi dalam peningkatan pelayanan administrasi akademis di lingkungan FKIS - IKIP Malang tahun 1979 / oleh Hari Sanyoto

 

Penggunaan media flip chart untuk meningkatkan kemampuan membaca anak kelompok B TK Kartika IX-41A Malang / Renitaningtyas Marisa Kurniasari

 

ABSTRAK Kurniasari, Renitaningtyas Marisa. 2016. Penggunaan Media Flip Chart untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Kelompok B TK Kartika IX-41A Malang. Skripsi Prodi S1-Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn., (II) Eny Nur Aisyah, S.Pd.I, M.Pd Kata kunci: Kemampuan Membaca Anak Kelompok B, Penggunaan Media Flip Chart Pembelajaran membaca yang menggunakan media buku membaca menjadikan anak kelompok B2 TK Kartika IX-41A Malang merasa bosan dalam mengikuti pelajaran. Anak merasa terbebani setiap kali guru memanggil nama mereka untuk membaca satu-persatu secara bergantian. Hal ini berdampak pada kemampuan membaca anak yang tidak dapat berkembang dengan baik dan motivasi anak terhadap pembelajaran membaca menjadi rendah. Rumusan masalah penelitian ini ada 2, meliputi: 1) bagaimanakah penerapan media flip chart untuk meningkatkan kemampuan membaca anak kelompok B TK Kartika IX-41A Malang; 2) apakah media flip chart dapat meningkatkan kemampuan membaca pada anak kelompok B di TK Kartika IX-41A Malang. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model siklus dari Kemis dan Taggart yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan 3 teknik pengumpulan data, yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini, bahwa penggunaan media flip chart dapat meningkatkan kemampuan membaca pada anak. Hal ini dapat dilihat dari persentase keberhasilan kelas pada pra tindakan sebesar 38% mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 53% sedangkan pada siklus II persentase keberhasilan kelas mencapai 88%. Pada siklus II ini penelitian sudah dapat dinyatakan tuntas, hal ini dikarenakan persentase yang dicapai ≥85%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan media flip chart dapat meningkatkan kemampuan membaca pada anak kelompok B TK Kartika IX-41A Malang. Dengan demikian, penulis menyarankan agar guru dapat menggunakan media pembelajaran flip chart dalam meningkatkan kemampuan membaca pada anak. Penggunaan media flip chart ini dilakukan agar anak lebih semangat dan termotivasi untuk belajar.

Dongeng (sinun) di desa Pasinan kecamatan Lekok kabupaten Pasuruan
telaah struktur dan fungsi
oleh Hikmah

 

Bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi orang-orang Arab di Indonesia (studi kasus masyarakat keturunan Arab di Embong Arab kodya Malang)
oleh Ainur Rofiq

 

The effect of syntactic complexity on comprehension of students of English Department IKIP MALANG / by ambang Jiwantoro

 

Model pendampingan untuk perubahan mindset sadar pendidikan di kalangan keluarga miskin (studi pengembangan di program keluarga harapan Kabupaten Malang) / Kukuh Miroso Raharjo

 

ABSTRAK Raharjo, Kukuh Miroso. 2015. Model Pendampingan untuk Perubahan Mindset Sadar Pendidikan di Kalangan Keluarga Miskin di Program Keluarga Harapan Kabupaten Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hardika, M.Pd., (II) Dr. Umi Dayati, M.Pd. Kata kunci: Model Pendampingan, Sadar Pendidikan, Keluarga Miskin Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pendampingan yang tervalidasi dalam setting pendidikan nonformal. Dapat dimanfaatkan oleh program pendampingan ataupun aktivis pemberdayaan masyarakat, serta program yang sejenis untuk perubahan mindset sadar pendidikan bagi keluarga miskin. Desain penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan tujuan menyusun model pendampingan melalui tahap (1) Penelitian Pendahuluan; (2) Perencanaan dan Pengembangan Produk; (3)Validasi Ahli dan Revisi; (4) Uji Validasi Pengguna dan Revisi; (5) Pelaporan. Subjek uji coba adalah pendamping Program Keluarga Harapan di Kabupaten Malang. Uji coba dilakukan untuk melihat tingkat validitas produk. Uji Validasi Produk dilakukan oleh ahli model pembelajaran dan ahli bidang PLS, setelah itu dilaksanakan uji model kepada pengguna untuk memberikan penilaian terhadap model dan panduan pendampingan keluarga miskin untuk sadar pendidikan. Langkah prosedural uji coba produk terdiri dari 5 komponen, yakni: (1) desain uji coba; (2) subjek coba; (3) jenis data; (4) teknik pengumpulan data dan instrumen; serta (5) teknik analisis data. Data tersebut selanjutnya dengan prosentase dan menggunakan tabel kemudian di intepretasikan secara narasi bermakna. Hasil penelitian ini menghasilkan model pendampingan untuk perubahan mindset sadar pendidikan di kalangan keluarga miskin menggunakan lima komponen yaitu: (1) sintaksis, (2) sistem sosial, (3) prinsip reaksi, (4) sistem pendukung, serta (5) dampak instruksional dan pengiring. Langkah-langkah pendampingan yang dilaksanakan terdiri dari 5 langkah kegiatan, yaitu: (1) pendekatan, (2) penentuan masalah, (3) pengembangan refleksi kritis, (4) penetapan dan pelaksanaan tindakan, dan (5) evaluasi. Hasil pengembangan model pendampingan dan panduan implementasi tervalidasi oleh ahli dan pengguna, hal ini dapat diketahui berdasarkan tanggapan ahli model pembelajaran dan ahli bidang PLS menyatakan bahwa model pendampingan ini sangat valid dengan memperoleh hasil prosentase sebesar 85,5%. Hasil uji coba model pendampingan pada 14 pendamping Program Keluarga Harapan dapat disimpulkan memiliki kualifikasi dan interpretasi sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut model dan panduan pendampingan ini di desain sebagai acuan bertindak pendamping dan aktivis pemberdayaan masyarakat sebagai bagian untuk memberikan fasilitasi kepada keluarga miskin untuk sadar pendidikan. Saran pemanfaatan model pendampingan masih terdapat kekurangan. Sehingga dalam penggunaan dan pemanfaatannya perlu diciptakan pola dan komponen yang lebih variatif dan komunikatif. Penggunaan bahasa lebih sederhana dan perlu juga dikembangkan media pembelajaran untuk lebih mempermudah tugas pendamping dalam implementasi dilapangan.

An analysis on cohesion devices used in Readers Digest articles / by Esti Junining

 

Perbedaan prestasi belajar mahasiswa teknologi pendidikan masukan SMA Jurusan A1, A2, dan A3
oleh Erawati

 

Analisis rumusan tujuan pembelajaran khusus (TPK) dalam satuan pelajaran kelas I SMU cawu ke 3 yang dibuat oleh mahasiswa FPBS IKIP MALANG angkatan tahun 1991 saat menjalankan Praktek Pengalaman lapangan (PPL)
oleh Nurul Fariyah

 

Kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sardonoharjo I Ngaglik Sleman Yogyakarta tahun ajaran 1995/1996
oleh Suyatinah

 

Pembinaan bahasa Indonesia dalam kegiatan belajar mengajar kelas I SDN Bareng VIII Malang / oleh Mavi Ari Ani

 

Analisis kesilapan penggunaan al adad wal ma'dud dalam bahasa tulis Arab mahasiwa Jursan Pendidikan Bahasa Asing/Arab angkatan 1993/1994 IKIP MALANG / oleh Chalim Sholichati

 

Pandangan konseli dan konselor Sekolah menengah Umum Negeri se kodya Malang terhadap pentingnya penyikapan diri (self-disclosure) konselor dan konseling
oleh Wilfridus Adjo

 

Harapan siswa SMU Kr. Petra 4 Sidorajo terhadap layanan informasi perguruan tinggi yang disampaikan konselor
oleh Etna Bayutanti

 

Perancangan video animasi bertemakan wisata alam Lumajang / Ikhsan Dani Vianto

 

ABSTRAK Vianto, Ikhsan Dani. 2016. Perancangan Video Animasi Bertemakan Wisata Alam Lumajang. Tugas Akhir, Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Andy Pramono, S.Kom, M.T. (II) Mitra Istiar Wardhana, S.Kom, M.T. Kata Kunci: Wisata Alam, Animasi 3D Low Poly Lumajang adalah sebuah kota yang terletak di provinsi Jawa Timur dengan ibukota Lumajang. Kota Lumajang sendiri banyak mempunyai tempat wisata alam yang menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara, namun hal itu tidak kurang dimanfaatkan karena lemahnya informasi yang dibagikan kepada masyarakat luas, oleh karena itu perancang memanfaatkan hal ini dengan membuat video animasi bertemakan wisata alam Lumajang, karena dengan animasi masyarakat dapat lebih tertarik untuk melihatnya. Tahap awal yang penulis lakukan adalah pra produksi yaitu dengan mencari referensi dari sumber buku maupun materi online, kemudian menganalisanya untuk mendapatkan materi apa saja yang ingin disampaikan dalam film, lalu penulis dapat membuat storyboard agar film animasi dapat berjalan teratur sesuai dengan perancangan awal. Setelah itu masuk dalam tahap produksi dengan membuat visualisasi desain properti, proses animasi, dan penambahan audio sebagai pendukung berjalannya film. Tahap terakhir adalah pasca produksi dengan melakukan compositing, rendering, dan packaging dengan membuat beberapa assesoris sebagai media untuk pendukung dalam pameran. Demikian yang dapat dipaparkan mengenai perancangan video animasi dalam laporan ini. Tentunya masih banyak kekurangan yang ada didalamnya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya referensi yang berhubungan dengan judul laporan ini. Hasil perancangan yaitu Video Animasi yang dikemas dalam bentuk CD serta media pendukung berupa poster, stiker, dan pembatas buku.

Korelasi antara minat profesi guru dan prerstasi belajar mahasiswa semester VI tahun 1994/1995 jurusan Pendidikan Teknik Mesin FPTK IKIP MALANG
oleh Misman

 

Meningkatkan pembelajaran IPA menggunakan pendekatan contextual teaching and learning siswa kelas VB SDN Madyapuro 4 Kecamatan Kedungkandang kota Malang / Paulina Karam

 

Kata Kunci: Pembelajaran, IPA , Contextaul Teaching And Learning Sesuai hasil observasi yang dilakukan di SDN Madyopuro 4 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang pada tanggal 20 Februari 2011 menunjukkan bahwa pembelajaran yang sering dilakukan adalah ceramah. Saat pembelajaran berlangsung, siswa masih kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Rata-rata hasil belajar siswa yaitu 60,65. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa masih rendah dan belum mencapai Standar Ketuntasan Minimal yang ditentukan di SD yaitu 76. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka dilakukan sebuah penelitian dengan menerapkan pendekatan Contextual Teaching And Learning. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup penerapan pendekatan Contextual Teaching And Learning, akativitas belajar siswa, dan hasil belajar melalui pendekatan Contextual Teaching And Learning. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas, yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun tujuan dari Penelitian Tidakan Kelas adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Model rancangan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah model kolaboratif partisipatoris. Pada Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Proses Pembentukan Tanah Karena Pelapukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Penerapan pendekatan Contextual Teaching And Learning untuk meningkatkan pelajaran IPA siswa kelas Vb SDN Madyopuro 4 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, dapat dilaksanakan dengan efektif. Hal ini dapat dilihat pada pemerolehan keberhasilan guru dalam menerapkan pendekatan Contextual Teaching And Learning pada siklus I pertemuan 1, skor yang diperoleh adalah 21, dengan rata-rata 64,29, pertemuan 2 mendapat skor 25, dengan rata-rata 89,30. Selanjutnya pada siklus II pertemuan 1 mendapatskor 26, dengan rata-rata 92,85 dan pada peretemuan 2 mendapat skor 28, dengan rata-rata 100. Dikatakan proses penerapan Contextual Teaching And Learning mengalami peningkatan. Selanjutnya aktivitas belajar siswa pada siklus I peretmuan 1 memperoleh rata-rata 43, pada pertemuan 2 memperoleh rata-rata 47, dan pada Siklus II pertemuan 1 memperoleh rata-rata 59,5. Selanjutnya pada pertemuan 2 memperoleh rata-rata 96. Mengalami peningkatan sesuai dengan apa yang diharapkan. Hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan 1 rata-rata hasil belajar siswa adalah 66,59, pertemuan 2 rata-rata hasil belajar siswa adalah 76,56. Selanjutnya pada siklus II pertemuan 1 rata-rata hasil belajar siswa adalah 77,81, dan pada peretmuan 2 rata-rata hasil belajar siswa adalah 90. Berdasarkan hasil penelitan, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Contextual Teaching And Learning dapat meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas Vb SDN Madyopuro 4 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Walapun demikian apa bila peneliti lain atau guru dalam menerapkan pendekatan Contextual Teaching And Learning bisa memperhatikan hal-hal yang telah disarankan untuk diperbaiki.

Studi minat masuk PSSJ POK dan motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa PSSJ POK angkatan 1992/1993 FIP IKIP MALANG
oleh Ahmad Mustaqfirin

 

Penerapan model pembelajaran scramble untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VA pada mata pelajaran PKn SDN Madyopuro 4 Kecamatan Kedungkandang kota Malang / Febri Belandina Lay

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran Scramble, Hasil Belajar, PKn, Sekolah Dasar. Permasalahan yang dialami oleh para siswa kelas VA SDN Madyopuro 4 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang adalah kesulitan meningkatkan hasil belajar siswa kelas VA SDN Madyopuro 4 kota Malang, untuk itu perlu diadakan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan menyenangkan juga pembelajaran yang menyentuh kehidupan riil siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan model Scramble dalam meningkatkan berbagai kemampuan siswa dan untuk mendeskripsikan peningkatan berbagai kemampuan siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa SDN Madyopuro 4 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan bersiklus model Kemmis dan McTaggart, meliputi : perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observation), dan refleksi (reflecting). Subjek dan lokasi penelitian adalah siswa kelas VA SDN Madyopuro 4 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, berjumlah 33 orang dengan komposisi siswa laki-laki 18 dan 15 orang siswa perempuan. Instrumen pengumpulan data penelitian adalah dengan memberikan post-test pada setiap akhir siklus, dan observasi pada saat proses belajar mengajar berlangsung, serta wawancara setelah kegiatan belajar mengajar di kelas. Analisis data kuantitatif untuk mendiskripsikan karakteristik hasil tes belajar siswa, dan analisis kualitatif untuk hasil aktivitas siswa melalui lembar observasi. Penerapan Model Pembelajaran Scramble yaitu a) Guru menyampaikan materi pelajaran. Kegiatan ini guru menanamkan konsep materi. b) Guru menyiapkan kartu soal yang telah dibuat untuk proses pembelajaran. c) Guru menyiapkan kartu jawaban dengan diacak nomornya sehingga anak dapat mencari jawaban yang tepat. d) Guru membentuk kelompok untuk mengerjakan soal-soal yang tersedia. e) Guru membagikan kartu soal dan kartu jawaban kepada masing-masing kelompok. f) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan soal dan mencari jawaban yang sesuai. g) Guru memberikan penilaian hasil kerja siswa. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut; nilai rata-rata siswa pada siklus I adalah 69,54%, sebanyak 11 siswa (33,33%) belum tuntas karena masih berada dibawah kriteria penilaian, sebanyak 22 siswa (66,66%) tuntas karena sudah mencapai kriteria ketuntasan oleh karena itu perlu diadakan perbaikan pada siklus II. Pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas VA SDN Madyopuro 4 adalah 74,54%, sebanyak 9 siswa (27,27%) yang belum tuntas atau belum mencapai kriteria ketuntasan, sedangkan sebanyak 24 siswa (72,72%) yang sudah tuntas karena telah mencapai kriteria ketuntasan. Dengan melihat pada nilai rata-rata siswa pada tiap siklus maka pada siklus II nilai siswa mengalami peningkatan. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Scramble ini dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas VA SDN Madyopuro 4 Kota Malang.

Faktor yang mendasarai matakuliah pilihan dan pengaruhnya terhadap prestasi yang dicapai oleh mahasiswa jurusan PTM FPTK IKIP MALANG
oleh Slamet

 

Kemampuan menulis siswa kelas IV SD Negeri Percobaan Malang tahun ajaran 1993/1994
oleh Lis Setiawati

 

Rancang bangun mesin pemisah ampas kedelai untuk proses produksi tahu / Christian Arri Wijaya, Mohammad Mahbuby

 

Kata kunci: tahu, mesin pemisah ampas kedelai, gaya. Tahu dalam proses pembuatannya memerlukan proses yang begitu panjang. Mulai dari merendam kedelai agar kedelai tersebut tidak keras pada waktu digiling sampai dengan penyaringan yang membutuhkan tenaga besar. Sehingga memunculkan ide untuk membuat proses menjadi lebih mudah. Proses yang sangat berat dan memakan waktu adalah penyaringan kedelai. Di dalam proses ini pekerja dipaksa untuk bekerja dalam suhu panas dan tanpa alat pelindung serta menggunakan kekuatan tubuh yang besar. Sehingga dari keadan seperti ini muncul ide agar merancang alat yang dapat menghindarkan panas dari pekerja sehingga pekerja dapat bekerja dengan nyaman. Cara yang digunakan untuk merancang alat ini adalah dengan penelitian di pabirik-pabrik tahu skala menengah ke bawah karena alat ini di desain sangat murah dan sederhana sehingga produksi alat ini dapat diterima dalam seluruh golongan produsen tahu. Penelitian ini meliputi lama waktu dalam menyaring kedelai dan kondisi penyaringan kedelai yang sangat panas yang nantinya dijadikan panduan dalam merancang mesin pemisah seperti dalam perancangan dimensi dan kapasitas mesin. Dari perancangan tersebut dihasilkan sebuah produk mesin pemisah ampas kedelai dengan kapasitas 15 liter. Mekanisme atau cara kerja mesin pemisah ampas kedelai ini adalah dengan cara memasukkan adonan kedelai yang sudah dimasak dan di dalam alat ini nantinya adonan tersebut akan diputar dengan kecepatan 600 rpm sehingga nantinya adonan tersebut akan terpisah antara ampas dan sari kedelainya. Mesin ini menggunakan motor sebesar 0,5 PK dengan kecepatan putaran motor sebesar 1400 rpm.

Ruang dimensi tiga kelas I cawu II SMU / oleh Yuniati

 

Pengaruh minat pada profesi guru dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa angkatan 1994 jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA IKIP MALANG / oleh Susanti Widiastuti

 

A Study on the relationship between interest in topics and achievement in English reading comprehension of senior high school students / by Susilo

 

Masalah-masalah yang dihadapi siswa SLTP Negeri dan bantuan pemecahan masalah yang diharapkan dari konselor di kabupaten Sampang
oleh Mamarrisinin

 

Persepsi kepala sekolah dan guru kelas tentang pelaksanaan program bimbingan konseling dan kinerja konselor di Dekolah Dasar Negeri Percobaan Malang
oleh Nurbaiti

 

Perbandingan efektivitas pembelajaran kooperatif model two stay two stray (TSTS) dengan pembelajaran kontekstual metode questioning dilihat dari peningkatan hasil belajar (STUdi eksperimen pada pembelajaran ekonomi kelas VII SMP Negeri 2 Pakuniran-Probolinggo) / Roni Wi

 

Kata kunci Two Stay Two Stray (TSTS). Dalam pembelajaran model ini siswa tidak hanya mendengarkan guru yang sedang mengajar, model Two Stay Two Stray (TSTS) diajarkan untuk melatih kemampuan berkelompok siswa dan lebih berperan aktif yang nantinya dapat meningkatkan hasil belajar dalam pelajaran ekonomi. Metode Questioning dengan adanya keinginan siswa untuk bertanya sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain siswa memiliki keinginan bertanya, guru juga memberikan pertanyaan kepada siswa agar dapat memicu siswa untuk berfikir. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan Pembelajaran Kooperatif Model Two Stay Two Stray (TSTS) pada pokok bahasan kegiatan pokok ekonomi kelas VII SMP Negeri 2 Pakuniran; 2) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan menerapkan pembelajaran Pembelajaran Kontekstual Metode Questioning pada pokok bahasan kegiatan pokok ekonomi kelas VII SMP Negeri 2 Pakuniran; dan 3) Untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran ekonomi di SMP Negeri 2 Pakuniran yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model TSTS (Two Stay Two Stray) dibandingkan dengan pembelajaran kontekstual metode Questioning pada pokok bahasan kegiatan pokok ekonomi kelas VII SMP Negeri 2 Pakuniran. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen, dengan rancangan penelitian adalah True Experimental Design. Populasi pada penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Pakuniran. Sedangkan sampel yang diambil terdiri dari dua kelas, dimana satu kelas sebagai eksperimen yaitu kelompok A dan kelompok B kelompok kontrol yang diambil dengan teknik Proporsional Random Sampling wawancara. Dua kelompok penelitian ini mendapatkan perlakuan yang berbeda, kelas eksperimen mendapat perlakuan model Two Stay Two Stray (TSTS) sedangkan kontrol mendapatkan perlakuan Questioning. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji persyaratan yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, dan uji hipotesis yaitu uji beda rata-rata kemampuan awal (t test), kemampuan akhir (t test), dan gain value (t test). Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada perbedaan yang signifikan antara peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray Questioning. Dari hasil analisis statistik dengan menggunakan Uji-t diperoleh hasil: 1) Nilai rata-rata pretest dari kelompok eksperimen adalah 23,75 dan nilai pretest pada kelompok control adalah 22,36; 2) Nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen sebesar 80,14 dan nilai rata-rata posttest kelompok kontrol sebesar 71,53; dan 3) Rata-rata gain value kelompok eksperimen sebesar 56,39, sedangkan rata-rata gain value kelompok kontrol sebesar 49,17. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray Questioning. (TSTS) lebih tinggi daripada peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran Kontekstual Metode (TSTS) dengan peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran Kontekstual Metode . Data diambil dari observasi, dokumentasi dan : Two Stay Two Stray (TSTS), Questioning, Hasil Belajar Pembelajaran kooperatif adalah salah satu alternatif strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendorong siswa agar terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran kooperatif mampu menciptakan pembelajaran yang dapat mengajak siswa satu dan siswa yang lainnya saling berinteraksi serta aktif dalam bertukar pengetahuan dalam kelompok untuk meningkatkan hasil belajarnya. Sedangkan pembelajaran kontekstual yang diterapkan agar siswa lebih tanggap terhadap permasalahan secara rasional. Dalam kelas kontekstual, tugas guru perlu membantu siswa untuk mencapai tujuan belajarnya. Salah satu pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model ilihat dari Peningkatan Hasil Belajar (Studi Eksperimen pada Pembelajaran Ekonomi Kelas VII SMP Negeri 2 Pakuniran-Probolinngo).

Mengajarkan unit materi hidrolisa di SMA / oleh Sri Subekti

 

Unsur-unsur mitos dan ritus dalam 15 legenda rakyat
oleh Suratmi

 

Pemanfaatan metode drill untuk meningkatkan apresiasi puisi pada siswa kelas IV c SDN Klojen kota Malang / Markus Marthen Djontar

 

Kata Kunci : Metode Drill Meningkatkan Apresiasi Puisi di SD Pembelajaran Apresiasi puisi merupakan bagian dari pembelajaran sastra Apresiasi puisi merupakan kegiatan menghayati suatu puisi yang melibatkan aktifitas berfikir yang bersifat estetis dan imajinatif, pembelajaran Apresiasi puisi adalah proses yang dilakukan guru untuk membelajarkan siswa yang diselenggarakan untuk memperoleh pengetahuan tentang Apresiasi puisi. Tujuan pembelajaran apresiasi puisi sesuai dengan kurikulum. RRP yang disusun guru terdiri dari kompetensi dasar, hasil belajar tujuan, pemilihan materi, dan media, perencanaan prosedur pembelajaran, dan perencanaan penilaian hasil belajar dirumuskan guru sesuai dengan kompetensi dasar dan tujuan yang disusun oleh guru. Rencana pada kegiatan awal sangat terfokus pada tujuan pembelajaran, adanya itentitas Tanya jawab, pemberian model kelompok belajar, kegiatan inti yang disusun guru atau peneliti teknik model kelompok belajar, rencana kegiatan akhir yang dirumuskan guru dengan melakukan kesimpulan dan refleksi, memberikan evaluasi pada siswa, memberikan kesan dan saran, serta memberikan tugas atau motivasi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, perencanaan penilaian terdiri dari hasil penilaian proses. Maka hasil dalam peningkatan metode drill dapat meningkat hasil pembelajaran siswa baik dari siklus I sampai dengan siklus II. Hasil belajar yang di peroleh siswa selama guru/peneliti melakukan penelitian mencapai hasil sebagai berikut yaitu dari pra tindakan, siklus I, sampai dengan siklus II. Pra tindakan mencapai skor total 2298 dengan hitungan rata-rata 71,78%, jika dibandingkan dengan siklus I pertemuan pertama mencapai skor total 1490 dengan hitungan rata-rata 46,56%, hal ini kemampuan mengapresiasi puisi dan menentukan rima belum mencapai standar, dan siklus I ipertemuan kedua mencapai skor total 2098 dengan hitungan rata-rata 65,56%, tapi dilihat dari hasilnya belum begitu baik maka dilanjutkan pada siklus II pertemuan pertama mencapai skor total 2298 dengan hitungan rata-rata 71,81%, dan pertemuan kedua mencapai skor total 2335 dengan hitungan rata-rata 83,39%. Jadi dibandingkan dengan siklus I dengan siklus II maka hasil dari siklus II sudah mencapai standar ketuntasan. Hasil belajar ini dapat disarankan agar guru melaksanakan penilaian proses dan penilaian hasil yang telah dituliskan dalam RPP penilaian proses ini bertujuan untuk membantu hasil prestasi siswa dalam pembelajaran. Kesimpulan hasil belajar ini sangat baik untuk diharapkan pada guru bidang study agar selalu memberikan dorongan pada siswa dalam belajar agar hasil lebih baik lagi.

Analisa efisiensi tentang biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan perancah dan bekisting pada perumahan Istana Dieng Kav. 5 Malang / Hermanto

 

Proyek adalah kegiatan yang dapat direncanakan dan dilaksanakan dalam satu bentuk kesatuan dengan menggunakan sumber-sumber untuk kemanfaatan. Kegiatan tersebut dapat berbentuk investasi baru dalam berbagai macam pabrik, pembuatan jalan raya atau kereta api, irigasi, bendungan, perkebunan, pembukaan hutan, pendidikan gedung-gedung sekolah atau rumah sakit-rumah sakit, berbagai macam program latihan, program keluarga berencana, berbagai macam survei atau penelitian, perluasan atau perbaikan program-program yang sedang berjalan dan lain-lain Perancah adalah konstruksi yang memikul atau menerima beban dan memberi kekuatan serta kestabilan pada bekisting. Perancah ada yang bersifat fabrikasi seperti perancah scaffolding dan ada yang konvensional seperti perancah bambu. Pemilihan penggunaan perancah bambu disebabkan karena sifat kekakuan dan ukuran yang tersedia di lapangan, serta termasuk harga pembeliannya yang tidak mahal. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan hingga analisa biaya pada proyek pembangunan perumahan Istana Dieng kav. 5, Malang secara khusus studi lapangan ini mengungkapkan : (1) pelaksanaan, (2) perencanaan, (3) analisa biaya pekerjaan perancah. Metode penelitian yang digunakan dalam studi lapangan ini adalah metode penelitan survey. Untuk mendapatkan data yang akurat dapat dilakukan dengan cara observasi (pengamatan), wawancara, dokumentasi dan melalui buku pedoman. Hasil penelitian menyebutkan bahwa perencanaan pekerjaan perancah menggunakan material kayu, bambu. Waktu pelaksanaan pekerjaan perancah bulan Desember adapun kegiatan pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi perakitan bekisting pelat, pemeriksaan bekisting pelat, dan pembongkaran bekisting. Analisa biaya pekerjaan bekisting meliputi biaya material dan biaya pekerja. Berdasarkan hasil setudi lapangan ini, disarankan untuk lebih meningkatkan kinerja para pekerja agar memperoleh bobot prestasi pekerja yang lebih baik.

Studi deskriptif relief cerita panji pada percandian Jawa Timur / oleh Susana Ida Kartini

 

The Effect of learning English in the elementary school age on the students' achievement in English as a school subject at the first year of SMPK Cor Jesu Malang / by Ivonne

 

Pengembangan permainan ular tangga raksasa untuk menstimulasi kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun di Kota Malang / Ayuni Thohirotunisa

 

ABSTRAK Thohirotunisa, Ayuni. 2016. Pengembangan Permainan Ular Tangga Raksasa Untuk Menstimulasi Kemampuan Kognitif Anak Usia 5 – 6 Tahun di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Kentar Budhojo, M. Pd, (2) Wuri Astuti, S.Pd Kata kunci : Permainan ular tangga raksasa, kemampuan kognitif Kegiatan pembelajaran yang selama ini dilakukan untuk mengembangkan kemampuan kognitif di TK Insan Kamil Gadang masih mengacu pada majalah, media yang digunakan berupa lembar kerja yang tercantum didalam majalah sekolah, cenderung menggunakan teknik menulis. Pengembangan permainan modifikasi yang menyenangkan belum pernah dilakukan di TK Insan Kamil Gadang. Peneliti merancang permainan yang diberi nama permainan ular tangga raksasa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan produk permainan ular tangga raksasa yang aman, mudah, dan menyenangkan untuk menstimulasi kemampuan kognitif pada anak usia 5-6 tahun di kota Malang. Karakteristik permainan ular tangga raksasa yang dimaksud adalah aman artinya permainan tidak membahayakan bagi anak, mudah artinya permainan tidak menyulitkan anak dalam melakukannya, menyenangkan artinya permainan tidak membosankan dan membuat senang anak Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Dick and Carey. Langkah penelitian dimulai dari analisis kebutuhan dan tujuan, rancangan produk, revisi ahli, uji coba kelompok kecil, revisi dilakukan berdasarkan hambatan yang ada di lapangan, selanjutnya uji coba kelompok besar dan revisi akhir. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa presentase. Berdasarkan hasil analisis data tersebut permainan ular tangga raksasa untuk menstimulasi kemampuan kognitif pada anak usia 5-6 tahun di kota Malang dinilai baik dan layak digunakan dengan memperhatikan ukuran tempat yang digunakan. Saran-saran yang dapat dikemukakan adalah apabila semua anak mampu melaksanakan permainan dengan baik, sebaiknya kegiatan dalam permainan diubah dan dimodifikasi.

Seni tradisional langen tayub" di desa Jimbe kecamatan Kademangan kabupaten Blitar / oleh Anditta"

 

Hubungan antara unsur-unsur moral dalam 15 dongeng nusantara dengan unsur-unsur moral Pancasila
oleh Priyo Suparyo

 

Nilai-nilai budaya dalam cerita rakyat (dongeng) pada rubrik dongeng di Majalah Bobo
oleh Tati

 

Strategi guru mengatasi kesulitan belajar dalam mata pelajaran matematika topik pengurangan dengan teknik satu kali meminjam pada siswa kelas II cawu II Sekolah Dasar Negeri di kabupaten Malang
oleh Dewi Pujiati

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |