Problems in translation encountered by translation learners of the English Department of IKIP MALANG / by Arif Hertanto

 

Perencanaan radiator motor bensin 4 tak 4 silinder mobil Mitsubishi Lancer
oleh Fajar Purnomo

 

Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap implementasi kurikulum 2013 / M. Ishomudin Ilman N.

 

ABSTRAK Ilma N, M. Ishomudin. 2015. Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Implementasi Kurikulum 2013. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diana Tien Irafahmi, S.Pd., M.Ed, (II) Ika Putri Larasati, S.E., Mcom. Kata kunci: Kurikulum 2013, faktor yang berpengaruh. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap implementasi Kurikulum 2013. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi yang dipilih adalah kepala sekolah dan guru akuntansi di SMA Negeri dan SMK se-kota Malang. sampel yang digunakan sebesar 58 responden. Teknik pengumpulan data adalah dengan kuesioner, sementara teknik analisis yang digunakan adalah analisis faktor. Hasil dari penelitian adalah: (1) Diperoleh 3 faktor yang berpengaruh terhadap implementasi Kurikulum 2013 yaitu, faktor peran dan kinerja implementor, faktor lingkungan tempat belajar, dan faktor pemerintah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan: (1) Bagi pemerintah hendaknya mempersiapkan buku penunjang Kurikulum 2013 dan diedarkan ke seluruh sekolah, dan pemerintah sebaiknya juga melakukan pengawasan secara sungguh-sungguh, (2) Bagi guru dan kepala sekolah hendaknya meningkatkan kompetensi diri berkaitan dengan Kurikulum 2013, (3) Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan meneliti pengaruh tiga faktor hasil penelitian ini terhadap implementasi Kurikulum 2013 dengan menggunakan teknik analisis statistik yang sesuai.

Perbedaan belajar kogbitif siswa kelas XI IPA semester II SMA Negeri 9 Malang pada materi koloid antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran konvensional / Erlita Lakapu

 

Perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang diajar dengan metode ceramah variatif dan metode pemberian tugas variatif bagi siswa kelas I SMU Negeri 2 Trenggalek / oleh Joko Priyono

 

Fisikam erupakanilm u yangm endasarpi erkembangasna insd ant eknologi mempunyapie rany angs angapt entingd alamm eningkatkanke majuanb angsa. Pengajarafnis ika dikatakanb erhasijli ka menimbulkanp roses,belajayra nge fektif. Metode mengajar merupakan salah satu faklor yang dapat mempengaruhi keberhasilans tudi siswa.A da beberapam acamm etodey ang dapatd igunakand alam pengajarafnis ika,u ntuki tu guruh endaknyas elalum engevaluasmi etodem engajar yangd igunakana pakans esuadi enganm ateriy angd ibahas. Tujuand ari penelitianin i adalahu ntukm engetahupi erbedaapnr estasbi elajar fisikaa ntaras isway angd iajard enganm etodec eramahv ariatif dany ang menggunakamne todep emberiantu gasv ariatif.'Penelitianin i adalahp enelitian kuantitatify angu ntuk mencapait ujuannyad igunakane ksperimenE. ksperimen diberlakukakne padas isway angt erbagid alamd uak elompok,k elompokA diajar dengamn etodec eramahv ariatif dank elompokB diajard enganm etodep emberian tugasv ariatif.P opulasdi alamp enelitianin i adalahs iswak elasI SMU Negeri2 TrenggalekP.e ngambilasna mpeml enggunakatne knik porposives ampling, Sedangkayna ngm enjadis ampedl alamp enelitianin i adalahs iswak elasl A dank elas IB. Penelitianin i dilakukanp adab ulanM aret sampabi ulanA pril tahun1 998. Variabel-veriabdeal lamp enelitianin i antarala in: variabelb ebasa dalahm etode mengajayr angt erdiri metodec eramahv ariatif dan metodep emberiant ugasv ariatii sebagavia riabetl erikata dalahp restasbi elajarf isika.D alamp enelitianin i terdapat duai nstrumen,y aitu instnrmenp erlakuand an instrumenp restasib elajar fisika. Instrumenp erlakuand igunakanu ntukm embedakakne lompoks atud engank elompok yangl ain, sebagapi embedaa dalahm etodem engajarT. eknik analisisd atay ang digunakaand alaha nalisisd iskriptif,u ji normalitasu, ji homogenitasu,j i beda kemampuana wal dan untuk keperluanh ipotesisd igunakanu ji t. Hasilu ji t satue kord iperolehly 112=, 75,t uud b:86p : 05)= 2.ll2,berarti prestasbi elajarf isika sisway angd iajard enganm etodep emberiantu gasv ariatif lebih tinggid ibandingkasni sway angd iajard enganm etodec eramahv ariatif. l l l

Pengaruh ketrampilan bertanya guru dalam pembelajaran fisika pada peningkatan ketrampilan berfikir siswa kelas I MAN I Malang / oleh Nur Afifatun Makhasanah

 

Asesmen pembelajaran bahasa Arab dalam implementasi kurikulum 2013 siswa kelas XI SMAN 8 Malang / Nur Atmim Kholisina

 

ABSTRAK Kholisina, Nur, Atmim. 2015. Asesmen Pembelajaran Bahasa Arab dalam Implementasi Kurikulum 2013 Siswa Kelas XI SMAN 8 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Moh. Ainin, M. Pd., Ali Ma’sum, S.Pd, M.A Kata kunci: Asesmen, pembelajaran bahasa Arab, kurikulum 2013, penilaian sikap, penilaian pengetahuan, penilaian keterampilan. Asesmen merupakan proses mengumpulkan data-data dari peserta didik tentang perkembangan peserta didik dan aspek-aspek dalam pembelajaran dengan kriteria tertentu yang telah disepakati oleh guru dan peserta didik. Asesmen dapat dikatakan sebagai proses yang digunakan untuk mengukur keberhasilan, kemampuan, dan prestasi peserta didik. Asesmen dalam implementasi kurikulum 2013 mencakup penilaian ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan asesmen dalam implementasi kurikulum 2013 siswa kelas XI Bahasa SMAN 8 Malang yang dijabarkan menjadi: (1) pelaksanaan asesmen dalam ranah, (2) pelaksanaan asesmen dalam ranah pengetahuan siswa, dan (3) pelaksanaan asesmen dalam ranah keterampilan. Rancangan yang digunaan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa data deskriptif tentang waktu pelaksaan, teknik, dan instrumen asesmen dalam pelaksanaan asesmen. Sumber data diperoleh dari guru dan siswa kelas XI jurusan Bahasa SMAN 8 Malang. Instrumen utama dalam penenlitian ini adalah peneliti sendiri, sedangkan instrumen bantunya adalah panduan observasi, panduan wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu asesmen pembelajaran bahasa Arab dalam implementasi kurikulum 2013 yang digunakan di kelas XI Bahasa SMAN 8 Malang meliputi asesmen dalam ranah sikap, ranah pengetahuan, dan ranah keterampilan. Asesmen dalam ranah sikap dilakukan pada setiap pertemuan menggunakan teknik observasi dengan instrumen skala penilaian disertai rubrik. Asesmen dalam ranah pengetahuan dilakukan pada setiap akhir tema dengan teknik tes tulis berupa ulangan harian dengan instrumen pilihan ganda, jawaban benar salah, uraian dan jawab singkat. Ranah keterampilan dilakukan dalam empat kemahiran berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Waktu pelakasanaan asesmen kemahiran adalah satu kemahiran pada setiap pertemuan. Teknik yang digunakan dalam penilaian ranah keterampilan adalah tes tulis dan tes lisan dengan instrumen berupa menjodohkan, benar salah, dan skala penilaian disertai rubrik.

Penggunaan media Lollypop untuk meningkatkan pemahaman konsep perkalian pada siswa kelas III SDN Sekarpuro Pakis Malang / Zahratul Hayati

 

Hubungan penggunaan kekuasaan kepemimpinan kepala sekolah dengan prestasi kerja guru pada SMK Swasta Teknologi Industri di Kabupaten Malang / oleh Sukadji

 

Developing supplementary reading materials of long essays: android application-based / Yeny Kurniawati

 

ABSTRAK Kurniawati, Yeny. 2015.MengembangkanBahanAjarTambahanEsaiPanjang: BerbasisAplikasi Android.Tesis, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. BambangYudiCahyono,Ph.D (II) Prof. Dr. YazidBasthomi, M.A. Katakunci: penelitiandanpengembangan, bahan ajar tambahan, membacapemahaman, esaipanjang, aplikasiAndroid Membacaberartimemahami.Olehkarenaitu, pentingbagi guru BahasaInggrisuntukmemfasilitasisiswa agar dapatmemahamiteksbacaandenganbaik.SiswakelasdelapanSMP Negeri 1 TodananBlorakekuranganpajananmembacauntukmembantumerekamemahamiesaipanjang.Bahan ajar yang tersedia, sebagaisumberutamamembaca,sulitdipelajarisecaramandiri.Untukmengatasimasalahtersebut, diperlukanbahan ajar tambahanuntukketerampilanmembaca. Penelitianinimerupakanpenelitiandanpengembangan di bidangpendidikan.Penelitianinibertujuanuntukmengembangkanbahan ajar pendampinguntukketerampilanmembacaesaipanjanguntukkelasdelapanSMP Negeri 1 TodananBlora.Melihatpotensisiswasebagaigenerasicerdasteknologi, bahan ajar disusundalambentuk multimedia yang memadukanpresentasipowerpointdengangambar, audio, dan video. Esaipanjangterdiridariteksdeskriptif, recount, dannaratif (fabel). Penelitianinimenerapkanempattahap yang diadaptasidariLee dan Owens (2004), yaituanalisiskebutuhan, desain, pengembangandanimplementasi, danevaluasi.Analisiskebutuhandilaksanakandenganmewawancarai guru BahasaInggris, membagikankuesionerpadasiswa,menganalisisteknologidan media, dansurvey pasar.Padatahapdesain, isidanstrukturmateriditentukan.Padatahappengembangandanimplementasi, isimateridan multimediadikembangkan, produkdidesain, dankonsepdiubahmenjadiaplikasi Android dalamsebuahCD.Selanjutnyakonsepdievaluasiolehahlidanpengguna.ValidasiahlimelibatkanahlimateriBahasaInggrisdan multimedia.Konsepdirevisiberdasarkanmasukan yang diberikan.Konsepkemudiandiujicobakanuntukmendapatkanvalidasidarisiswaselakupenggunadan guru BahasaInggrisselakufasilitatorpembelajaranmandirisiswa.Umpanbalikdarimerekadigunakansebagaidasarrevisiproduk.Setelahitu, produksiapdigunakan. Produk yang siapdigunakandiketegorikansangatbaikdalamhalmateri, tampilandankegunaannya.Produkterdiridarienamseriesaipanjang yang dikemasdalamaplikasi Android atau file flash/swf(untukpenggunaankomputer) danbukupetunjuk. Untukmenggunakanprodukini, guru disarankanuntukpertamamemasangaplikasiinike Android ataukomputersiswa, memintasiswauntukmembacabukupetunjuk, lalumemintasiswauntukseringmempelajarimateridariperangkatmereka, memonitorkemajuanbelajarsiswa, danmemberipenjelasanlanjutan, terutamatentanggrammar (tatabahasa), biladiperlukan.Dilengkapidenganstrategimembacauntukmelatihketrampilanmembaca, produkinimenyediakanbahan ajar membacasebagaipajananmembacauntukmemahamiesaipanjangdanmendukungsiswabelajarmandiri.

Perbedaan mutu organoleptik telur asin ayam horn dilihat dari lama proses penggaraman / oleh Ridyawati Rohmah

 

Fenomena klik remaja pada siswa kelas IX.G (Studi kasus di SMP Negeri 1 Blitar) / Retno Siswi Palupi

 

Kata Kunci: Fenomena, Klik, Remaja, Siswa SMP. Klik remaja adalah fakta sosial yang telah terjadi di kalangan anak sekolah. Keberadaan klik remaja relatif mudah berkembang dan sulit dipisahkan dari kehidupan remaja, terutama di lingkungan sekolah yang merupakan tempat bertemunya dengan teman-teman sebaya dan tempat menghabiskan separuh waktu mereka. Fenomena tersebut juga terjadi di SMP Negeri 1 Blitar dimana terdapat sebuah klik yang terkenal yaitu Tjah Mpough. Klik Tjah Mpough membentuk polaritas tertentu sehingga bisa dikenal di kalangan sekolah dan luar sekolah. Oleh karena itu diperlukan penelitian ini agar menggambarkan fenomena klik remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan (1) pandangan terhadap klik Tjah Mpough, (2) perilaku kekhasan yang terlihat dari klik Tjah Mpough yang dijadikan sensasi agar dikenal di lingkungan sekolah bahkan sampai ke sekolah, (3) interaksi internal dan eksternal dari sebuah klik Tjah Mpough sehingga bisa dikenal di lingkungan sekolah bahkan sampai ke sekolah lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Studi kasus. Data penelitian yang digunakan berasal dari hasil observasi peneliti yang dilakukan di SMP Negeri 1 Blitar, hasil wawancara dengan para informan yaitu anggota Tjah Mpough, siswa, guru, dan konselor. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri, untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan ketekunan pengamatan dan triangulasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat diperoleh tiga simpulan yaitu: Pertama, Tjah Mpough yang membentuk polaritas yang anggotanya memiliki kesamaan hobi dan minat di bidang basket dan band, rasa solidaritas yang tinggi diantara anggotanya, selain itu nama Tjah Mpough secara tidak sengaja diberikan oleh seorang guru yang sering memanggil mereka Mpough. Kedua, perilaku kekhasan yang paling menonjol yaitu pembuatan kaos yang didesain khusus untuk anggota TJMC yang dipakai sebagai identitas komunitas tersebut. Ciri khas lain dari Tjah Mpough adalah para anggotanya memberikan akhiran Tjah Mpough di belakang akun facebook mereka. Tjah Mpough juga membuat fanspage yang berisi kegiatan dan dokumentasi mereka. Ketiga, interaksi yang dilakukan Tjah Mpough sangat luas tidak hanya terbatas dengan teman anggotanya saja tetapi juga dengan teman-teman lainnya baik adik kelas maupun siswa dari sekolah lain.

Identifikasi kesulitan konsep-konsep fisika bila ditinjau dari kebiasaan belajar dan interaksi belajar mengajar fisika pada siswa kelas I cawu 3 SMU Negeri 7 Malang tahun ajaran 1995/1996 / oleh Edy Sunarto

 

Peningkatan kemampuan menulis geguritan siswa kelas VIII SMPN 1 Campurdarat tahun ajaran 2010/2011 dengan menggunakan metode experiental learning / Marista Dwi Rahmayantis

 

Kata Kunci: kemampuan menulis, geguritan, experiential learning Keterampilan menulis pada pelajaran Bahasa Jawa yang diajarkan untuk siswa kelas VIII salah satunya adalah menulis geguritan (puisi bebas). Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran menulis geguritan belum dilaksanakan secara baik sehingga menyebabkan pembelajaran tidak bisa dilaksanakan secara maksimal. Dari observasi yang dilakukan di SMPN 1 Campurdarat ditemukan masalah dalam pembelajaran keterampilan menulis geguritan. Masalah utamanya adalah siswa sulit menyesuaikan judul dengan isi geguritan, pemilihan diksi, penggunaan penginderaan, dan bahasa figuratif dalam penulisan geguritan. Kesulitan tersebut menyebabkan rendahnya mutu dan kualitas tulisan siswa dalam menulis geguritan. Penelitian ini bermaksud meningkatkan kemampuan menulis geguritan siswa kelas VIII SMPN 1 Campurdarat dengan menggunakan metode experiential learning. Dalam metode experiential learning terdapat empat tahap, yaitu yaitu (1) pengalaman konkret, siswa memperoleh atau mengingat pengalaman yang mereka alami, (2) refleksi; merefleksikan, mendeskripsikan, menentukan hal yang menarik, dan belajar dari salah satu pengalaman yang menarik tersebut, (3) berpikir abstrak, dan (4) penerapan. Penelitian yang dilaksanakan di SMPN 1 Campurdarat ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas tersebut dilaksanakan pada dua siklus, siklus I dan siklus II. Siswa yang diamati sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIF berjumlah 41 siswa dengan rincian 19 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang baik pada kemampuan menulis geguritan siswa kelas VIII SMPN 1 Campurdarat setelah menggunakan metode experiential learning. Hasil pretes menunjukkan 92% siswa memperoleh nilai di bawah 75. Hasil tersebut belum mencapai standar ketuntasan minimal (SKM). Persentase rata-rata kemampuan menulis geguritan pada siklus I adalah 68% dengan jumlah siswa yang dikategorikan belum tuntas sebanyak 14 siswa. Aspek yang belum dapat dicapai siswa dengan baik adalah pada aspek penggunaan bahasa figuratif. Sedangkan pada siklus II, persentase rata-rata kemampuan menulis geguritan siswa mencapai 100%. Pada siklus ini siswa dikategorikan telah berhasil dan mencapai SKM yang disyaratkan. Dari data persentase rata-rata kemampuan menulis geguritan siswa mengalami peningkatan sebesar 32% pada siklus II. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode experiential learning dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis geguritan siswa kelas VIII.

Pengembangan modul pelajaran biologi kelas VII semester 2 SMPN 13 Malang / Maria Genitrix Suryani

 

Kata kunci: Pengembangan, Modul, pembelajaran Biologi Anak didik merupakan individu yang berbeda satu sama lain, memiliki keunikan masing-masing yang tidak sama dengan orang lain. Permasalahan yang sering dijumpai selama ini adalah banyak guru yang cendrung memperhatikan kelas secara keseluruhan (klasikal), tidak perorangan atau individu, sehingga perbedaan individual kurang diperhatikan. Sementara tiap anak memiliki karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Dengan adanya hal tersebut membuat siswa yang cepat belajar menjadi bosan di kelas sedangkan siswa yang lamban semakin sulit mengejar ketertinggalannya. Untuk mengatasi permasalahan di atas pengembang mencoba mengembangkan modul Pembelajaran sistem kontrak. Dengan pembelajaran modul peserta didik dapat belajar secara mandiri sesuai dengan kecepatan, kesempatan dan gaya belajar masing-masing. Di sini peranan guru akan berubah adalah sebagai manajer yang bertugas untuk menyiapkan dan mengondisi kemudahan belajar anak, sebagai observer yang bertugas untuk mendiagnosis kesulitan belajar anak dan selanjutnya membantunya, serta evaluator yang bertugas untuk menilai tingkat penguasaan anak terhadap tujuan pembelajaran. Adapun tujuan dari pengembangan yaitu untuk menghasilkan produk berupa Modul Pembelajaran Sistem Kontrak Mata Pelajaran Biologi Kelas VII Semester 2 SMPN 13 Malang, memvalidasi modul untuk menguji tingkat kelayakannya. Metodologi dalam pengembangan ini menggunakan adaptasi model pengembangan Sadiman yang terdiri dari 9 langkah, yaitu (1) mengidentifikasi kebutuhan, (2) merumuskan tujuan, (3) merumuskan materi, (4) merumuskan alat keberhasilan, (5) menyusun naskah/story board dan storyline, (6) memproduksi, (7) memvalidasi, (8) merevisi (9) produk siap dimanfaatkan. Hasil instrument penilaian oleh evaluator menunjukkan bahwa: (1) ahli media menilai modul yang dikembangkan memenuhi kriteria valid/ layak dengan persentase 91% , (2) ahli materi menilai modul yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid/ sangat layak dengan persentase 86%, (3) audiens perseorangan menilai modul media yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid/ sangat layak dengan persentase 90.7%, (4) audiens kelompok kecil menilai modul media yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid/ sangat layak dengan persentase 86%, (5) audiens klasikal menilai modul media yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid/ sangat layak dengan persentase 87.4% . Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa modul yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat valid dan sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran Biologi kelas VII semester 2 di SMPN 13 Malang. Hasil uji coba pre test maupun post test yang diberikan kepada siswa kelas VII Semester 2 di SMPN 13 Malang untuk mengetahui kelayakan, kefektifan dan keefisien penggunaan modul ini menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa setelah menggunakan modul persentase peningkatan hasil belajar (1) uji coba perseorangan sebesar 30%, (2) uji coba kelompok kecil sebesar 18% (3) uji coba klasikal sebesar 17.1%. Berdasarkan saran dari evaluator dilakukan revisi untuk menyempurnakan modul diantaranya memperbesar logo UM, memperbaiki tata letak penulisan dan konsisten dalam menggunakan angka romawi dalam tiap penggalan 1-4 dan latihan ulangan dalam tiap penggalan 1-4, serta menjelaskan tujuan penelitian kepada siswa-siswi, sehingga lebih termotivasi untuk mempelajari modul. Agar modul Biologi untuk kelas VII semester 2 yang telah direvisi dapat lebih bermanfaat dalam kegiatan pembelajaran, maka ada beberapa saran berkaitan dengan pengembangan modul pelajaran Biologi kelas VII semester 2 sebagai berikut: 1. Bagi guru a. Guru dapat mengoptimalkan modul hasil pengembangan dengan memanfaatkan dan mengikuti petunjuk yang ada dalam petunjuk guru b. Guru hendaknya selalu mengontrol proses belajar siswa serta membantunya apabila peserta didik menemukan kesulitan c. Guru diharapkan siap dengan program pengayaan bagi siswa yang cepat mempelajari modul dan memberi bimbingan dan memantau bagi siswa yang mengalami kesulitan d. Guru diharapkan dapat menjadi fasilitator belajar siswa, manusia sumber dan sebagai pembimbing e. Guru hendaknya menyediakan waktu untuk kegiatan konsultasi atau diskusi tentang materi dengan siswa 2. Bagi siswa a. Siswa dapat mengoptimalkan modul hasil pengembangan dengan mempelajari sesuai dengan petunjuk yang ada b. Siswa disarankan untuk belajar secara mandiri sesuai kecepatan, kesempatan dan cara belajarnya masing-masing c. Siswa hendaknya segera bertanya pada guru apabila mengalami kesulitan dalam memahami modul agar tidak tertinggal jauh dengan teman yang lain 3. Bagi pengembangan lanjutan Perlu adanya pengembangan modul dengan materi lain yang lebih menarik dan lebih sempurna sehingga dapat digunakan sebagai penunjang (bahan ajar) dalam proses pembelajaran Biologi.

Atmospheric Perpustakaan SMAN 8 Malang / Siti Maimunah

 

ABSTRAK Maimunah, Siti. Atmospheric Perpustakaan SMAN 8 Malang. Tugas Akhir. Prodi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pemimbing: (I) Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd, (II) Drs. Hari Santoso, S.Sos. Kata Kunci: Perpustakaan sekolah, atmospheric. Perpustakaan sekolah merupakan bagian integral sekolah sebagai sumber belajar dan mendukung tercapainya tujuan pendidikan sekolah. Atmospheric yang sesuai standar perlu untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna. Atmospheric perpustakaan meliputi, tata ruang, penataan sirkulasi udara, pencahayaan, dekorasi, dan fasilitas. Tujuan penulisan Tugas Akhir ini untuk (a) mendeskripsikan atmospheric Perpustakaan SMAN 8 Malang, (b) mendeskripsikan kendala yang dihadapi pengelola terkait atmospheric Perpustakaan SMAN 8 Malang, (c) mendeskripsikan tindakan yang dilakukan pihak SMAN 8 untuk memaksimalkan atmospheric Perpustakaan SMAN 8 Malang. Metode yang digunakan peneliti dalam penulisan tugas akhir dengan metode kualitatif deskriptif, yaitu mendeskripsikan data sesuai dengan kondisi di lapangan. Dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara sebagai penguat data yang diperoleh dari sumber data yaitu perabot, fasilitas dan pengelola. Instrumen yang digunakan peneliti untuk pengambil data di lapangan adalah pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian dalam tugas akhir ini (a) atmospheric perpustakaan SMAN 8 Malang masih kurang sesuai dengan standar perpustakaan sekolah, (b) kendala yang dihadapi pengelola perpustakaan SMAN 8 Malang yaitu kurangnya luas ruangan serta perabot dengan jumlah yang banyak dengan ukuran yang terlalu besar, (c) tindakan yang dilakukan pihak SMAN 8 Malang dengan melakukan perubahan tata ruang pada ruang petugas dan ruang baca, hal lain yang dilakukan dengan melakukan penataan koleksi atau penyiangan pada bahan pustaka. Hasil penelitian ini dapat menjadi evaluasi kerja dan diharapkan dapat membantu pengelola perpustakaan SMAN 8 Malang dalam mengatasi kendala terkait atmospheric Perpustakaan SMAN 8 Malang.

Peningkatan keterampilan menulis surat pribadi melalui pemodelan siswa kelas IV SDN Sananwetan 2 kota Blitar / Renny Purwanti

 

Kata kunci: keterampilan menulis, surat pribadi, model surat pribadi Keterampilan menulis surat pribadi yang dilaksanakan di SDN Sananwetan 2 kota Blitar belum mencapai standar ketuntasan. Hal ini terjadi karena ada beberapa faktor yaitu guru belum menerapkan metode pembelajaran yang menarik, guru belum memanfaatkan media pembelajaran, dan siswa langsung diberi tugas menulis surat kepada teman sebaya tanpa diberi penjelasan terlebih dahulu terkait dengan materi. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan pemodelan dapat meningkatkan keterampilan menulis surat pribadi siswa kelas IV SDN Sananwetan 2 kota Blitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Adapun alur PTK tersebut yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sananwetan 2 kota Blitar. Teknik pengumpul data diperoleh dari pengamatan, tes, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis deskriptif kualitatif. Pro-sedur penelitian terdiri dari tiga tahap yaitu pratindakan, tindakan siklus I, dan tindakan siklus II. Hasil penelitian dari data yang didapat menunjukkan bahwa penerapan contoh model surat pribadi dalam pembelajaran menulis surat pribadi meningkat-kan keterampilan menulis surat pribadi siswa kelas IV SDN Sananwetan 2 kota Blitar. Terbukti nilai hasil menulis surat pribadi yang diperoleh siswa kelas IV SDN Sananwetan 2 kota Blitar pada pratindakan ketuntasan klasikal yang dicapai 50% dengan rata-rata kelas 60, meningkat pada tindakan siklus I dengan ketuntas-an klasikal 80% dan rata-rata kelas 78,1, kemudian meningkat lagi pada tindakan siklus II ketuntasan klasikal yang dicapai 90% dengan rata-rata kelas 82,7. Dari uraian tersebut disimpulkan bahwa pembelajaran telah berhasil. Saran yang disampaikan untuk guru dan kepala sekolah hendaknya di sekolah menyediakan fasilitas dan sumber belajar yang lengkap bagi siswa. Adanya metode bervariasi yang diberikan guru, siswa diharapakan dapat semakin tertarik untuk mempelajari bahasa Indonesia. Sehingga hasil belajar siswa akan meningkat. Bagi peneliti lain, semoga skripsi ini menjadi dasar dan acuan dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih baik. Sedangkan bagi peneiti sendiri, diharapakan dapat lebih mengembangkan ilmu yang di dapat dalam perkuliahan di dunia kerja sehingga mampu menciptakan metode pembelajaran yang lebih inovatif.

Manajemen pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan pada perguruan tinggi swasta (studi multi situs di STKIP PGRI Bangkalan, STKIP PGRI Sampang, dan STKIP PGRI Sumenep, Madura) / Ali Nurhadi

 

ABSTRAK Nurhadi, Ali. 2015. Manajemen Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependi-dikan pada Perguruan Tinggi Swasta (Studi Multi Situs di STKIP-PGRI Bangkalan, STKIP-PGRI Sampang, dan STKIP-PGRI Sumenep, Madura). Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Pembimbing; (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D., (II) Prof. Dr. H. Ali Imron, M.Pd., M.Si., (III) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd Kata kunci: manajemen pengembangan, pendidik, tenaga kependidikan, PTS Mutu pendidikan tinggi merupakan tanggung jawab bersama untuk direalisasikan. Peran dosen sangat penting dan strategis untuk perwujudannya melalui tri dharma perguruan tinggi. Di samping dosen, tenaga kependidikan juga berperan penting terhadap kelangsungannya, sebab tenaga kependidikan baik pejabat struktural maupun staf sebagai pengelola yang memfasilitasi pelaksanaan tugas dosen untuk mewujudkan pendidikan bermutu di perguruan tingginya. Fokus penelitiannya, yaitu: (1) perencanaan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan pada perguruan tinggi di STKIP-PGRI Bangkalan, STKIP-PGRI Sampang, dan STKIP-PGRI Sumenep, Madura; (2) pengorganisasian pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan pada perguruan tinggi di STKIP-PGRI Bangkalan, STKIP-PGRI Sampang, dan STKIP-PGRI Sumenep, Madura; (3) pelaksanaan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan pada perguruan tinggi di STKIP-PGRI Bangkalan, STKIP-PGRI Sampang, dan STKIP-PGRI Sumenep, Madura; dan (4) evaluasi pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan pada perguruan tinggi di STKIP-PGRI Bangkalan, STKIP-PGRI Sampang, dan STKIP-PGRI Sumenep, Madura. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan rancangan studi multi situs pada tiga PTS yang memiliki karakteristik sama, yaitu di STKIP-PGRI Bangkalan, STKIP-PGRI Sampang, dan STKIP-PGRI Sumenep, Madura. Metode pengumpulan data menggunkan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Kriteria keabsahan data dengan credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Analisis data dengan tahapan: (1) reduksi data atau penyederhanaan data, (2) penyajian data (data display), dan (3) penarikan kesimpulan atau verifikasi menggunakan induksi analitik dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan, pertama perencanaan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan di PTS STKIP-PGRI diketahui untuk pendidik sebagai berikut: (1) program perencanaan disusun ketua bersama tim koordinasi yayasan; (2) adanya standar minimal kompetensi pendidik sesuai peraturan; dan (3) metode pengembangan pendidik dilakukan dengan 2 jalan internal dan eksternal. Sedangkan untuk tenaga kependidikan sebagai berikut: (1) program perencanaan disusun ketua bersama tim koordinasi yayasan; (2) adanya standar perencanaan pengembangan tenaga kependidikan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang; dan (3) metode pengembangan tenaga kependidikan dilakukan dengan 2 jalan, yaitu internal dan eksternal. Kedua pengorganisasian pengem-bangan pendidik dan tenaga kependidikan di PTS STKIP-PGRI ditemukan untuk pendidik sebagai berikut: (1) pengorganisasian dosen tetap diprioritaskan untuk tri dharma PT; (2) pengorganisasian dosen tidak tetap untuk memenuhi kebutuhan internal kampus bagi yang berkompeten. Sedangkan untuk tenaga kependidikan sebagai berikut: (1) pengorganisasian pengembangan tenaga kependidikan dilakukan sesuai kompetensi dan bidang keahliannya bagi staf atau karyawan; (2) pengorganisasian pengembangan pejabat struktural diprioritaskan berstatus dosen tetap atau dosen tidak tetap berkomitmen; dan (3) adanya struktur organisasi baik pada tingkat sekolah tinggi maupun pada unit atau prodi yang jelas dengan deskripsi tugas tenaga kependidikan. Ketiga pelaksanaan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan di PTS STKIP-PGRI ditemukan untuk pendidik sebagai berikut: (1) pelaksanaan pengembangan dosen secara eksternal pembinaan, diklat, workshop, seminar, dan studi lanjut; (2) pelaksanaan pengembangan dosen secara internal, meliputi: rapat pembinaan, pelatihan, workshop bagi dosen diseleng-garakan kampus. Sedangkan untuk tenaga kependidikan sebagai berikut: (1) pelaksanaaan pengembangan tenaga kependidikan secara eksternal dengan mengikutsertakan pembinaan dan pelatihan, bagi tenaga kependidikan; (2) pelaksanaan pengembangan tenaga kependidikan secara internal dengan mengikutsertakan rapat rutin untuk pembinaan dan workshop. Pelaksanaan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan ditekankan dengan pengem-bangan diri. Keempat, evaluasi pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan di PTS STKIP-PGRI ditemukan untuk pendidik sebagai berikut: (1) evaluator pengembangan pendidik dilakukan secara eksternal oleh Kopertis VII, Dikti, PGRI Provinsi dan internal oleh ketua bersama pembantu pimpinan sesuai bidang; (2) waktu evaluasi pengembangan pendidik dilakukan secara berkala jangka pendek, menengah, dan jangka panjang; dan (3) tindak lanjut hasil evaluasi pengembangan pendidik dijadikan dasar untuk pengembangan karier pendidik serta sebagai dasar perencanaan dan pengembangan selanjutnya berda-sarkan capaian kompetensinya. Sedangkan untuk tenaga kependidikan sebagai berikut: (1) evaluator pengembangan tenaga kependidikan dilakukan eksternal oleh Kopertis VII dan internal oleh ketua bersama pembantu pimpinan sesuai bidang; (2) waktu pelaksanaan evaluasi pengembangan tenaga kependidikan secara berkala jangka pendek, menengah, dan jangka panjang; dan (3) tindak lanjut hasil evaluasi pengembangan tenaga kependidikan dijadikan pedoman pengembangan karier serta perencanaan dan pengembangan selanjutnya. Saran diberikan bagi ketua di STKIP-PGRI Bangkalan, STKIP-PGRI Sampang dan STKIP-PGRI Sumenep, untuk melakukan manajemen pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan sesuai peraturan yang berlaku dengan koordinasi dengan yayasan. Bagi sivitas akademik, terus meningkatkan kompetensinya agar profesional sesuai bidang tugas masing-masing dengan menekankan adanya pengembangan diri. Bagi PGRI Provinsi Jatim, hendaknya memberikan pembinaan dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan, melalui seminar, workshop, lokakarya, pelatihan. Bagi Kopertis Wilayah 7, terus melakukan peningkatan pelatihan bagi pendidik dan tenaga kependidikan serta pengawasan, pengendalian dan pembinaan (Wasdalbin) khususnya pada bidang pendidik dan tenaga kependidikan dan perlu pengkajian lebih mendalam keberadaan dosen tidak tetap. Bagi peneliti lain, hendaknya terus dilakukan penelitian berhubungan dengan manajemen pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan pada semua tingkatan pendidikan.

Kesesuaian petunjuk kegiatan praktikum pada buku Biologi SLTP kelas II terbitan Depdikbud dan terbitan Erlangga dengan tuntutan GBPP Biologi kurikulum 1993 / oleh Wiwik Nurwinanti

 

Bukup etunjukk egiatanp raktikumm erupakabnu kup edomayna ngkeberadaannsyaan gaat lpe*utcand alamp elaksanaapnra ktikumP. etunjuk egatan praktikumb iasanybae rvanasbi entuknyam ulaid arip etunjukli san,P etunjuks ingkat di papantu lis,d ana day angd isertakadna tamb uku-bukute ksp egangasnis wad an guru.-Wamuyann gm enjadpi ermasalahannaypaa kahp etunjukk egiatanp raktikum yangt erdapapt adab ukut enebuts udahs esuadi engank urikulum. Penelitianin i bertujuanu ntukm engstahu(1i ) tingkatk esesuaiatunj uany ang t€rcantumda lamp etunjukk egiUanp raktikump adab ukut eksB iologit erbitan Depdikbud anE rlanggad engank onsep/subkonsGeBp PPk urikulum1 993; (2itingkatk esesuaiaisni kegiatanp raktikumB iologrS LTPk elasll .dengqn penjab-ariasni G BPPk urikulum1 993(;3 ) tingkakt esesuaiapne ndekatakne trampilan proiesa ntarap etuqiukk eglatanp raktikumB iologiS LTPk elasI I dcngantu ntutan GBPPk urikulum1 993. Jenisp enelitianin i adalahd eskriptifd and ianalisisd enganT eknikAnalisis Persentas(TeA P).P engambiladna tad ilakukand enganc aram empelajariGBPP Biologi r*ftuum st TP kelas II dan buku paket Biologi, termpuk s {atamnya petunlukk egratanp raklikumm, encarjiu mlahk esesuaiabnu tir kriteriad and imasuklun a"Ur t U"tp "ngprnatasne bagadi ata.S ubyeknyaad alahd uab uku.pakdB iologi terbitanD epdifUuOO ang rUnggaS. edangkasna mpelnyaad alahs eluruhp etunjuk ke-g iatanp raktikumy anga dad atamk eduab ukut ersebut. H;il penetiiianinmi enunjukkabna trwatingkaket sesuaia(ln) aspektu juan praktikunp adab ukut erbitano efamua 1o%)te rgolo1gs Tg;atr end'h,s edangp ada fuku Erlangga( 50,97ot)e rgolongre ndah(;2 ) aspekis i kegiatanp lokttry.t padab uku terbianO eftittiuO tqg,67otle rgolongre ndahs, adangkapna dab ukut erbitart Erlangga(5 8,8olote) igolongc ukup;( 3) aspekk etrampilanp rosespadatuktue rbitan OepAifOufii q S6/i {ereotonecukudpa np adat crbitanE rtangg(a6 8,3%).tergolong cukup.S edangkatent rarnpilanp rosesy angbanyadk ikembangkapne tunjukk egiatan prahitum Oaiamk eduab ukut ersebuat dalaho bsewaski,o munikasiin' terpretasi' menggunakaanla vbaha(no bsewasi).

Manajemen kurikulum PAUD (studi kasus di PG-TK Islam Plus Qurrota A'yun Kelurahan Gadang Kecamatan Sukun, Kota Malang) / Hesti Maihani

 

ABSTRAK Maihani, Hesti. 2015. Manajemen Kurikulum PAUD (Studi Kasus di PG-TK Islam Plus Qurrota A’yun Kel. Gadang, Kec. Sukun, Kota Malang). Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Zulkarnain, M.Pd, M.Si (II) Drs. Ahmad Mutadzakir, M. Pd. Kata kunci: manajemen kurikulum, PAUD Manajemen atau pengelolaan merupakan komponen integral dan tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan karena tanpa manajemen tidak mungkin tujuan pendidikan dapat diwujudkan secara optimal, efektif, dan efisien. Manajemen kurikulum merupakan suatu kegiatan yang dirancang secara terorganisir untuk memudahkan pengelola pendidikan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar tercapai tujuan yang diinginkan. Sistem desentralisasi pendidikan di era sekarang ini memberikan peluang kepada sekolah untuk menyusun kurikulum sesuai dengan kondisi sekolah yang bersangkutan. Hal itu juga terlihat pada PG-TK Islam Plus Qurrota A’yun yang telah menggabungkan kurikulum standar Kemendiknas dan kurikulum plus Qurrota A’yun. Berpijak pada latar belakang itulah penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kurikulum di PG-TK Islam Plus Qurrota A’yun meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Responden dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan dua orang guru. Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisa data dilakukan dengan langkah-langkah: reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan metode triangulasi dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen kurikulum di PG TK Islam Plus Qurrota A’yun yang meliputi perencanaan kurikulum, pelaksanaan kurikulum dan evaluasi kurikulum telah berjalan dengan baik meskipun masih ditemui sedikit kendala antara lain adanya guru yang masih bingung dalam pembuatan rencana kegiatan belajar serta peserta didik yang bosan dalam proses kegiatan belajar-mengajar. Perencanaan kurikulum dilakukan secara keseluruhan pada tiap pergantian semester pada tingkat yayasan dan setiap minggu pada tingkat sekolah. Pelaksanaan kurikulum di PG-TK Islam Plus Qurrota A’yun tercermin pada kegiatan pembelajaran sehari-hari. Sedangkan untuk evaluasinya ada evaluasi terhadap siswa dan juga evaluasi terhadap guru. Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran yaitu: (1) Bagi seluruh warga PG-TK Islam Plus Qurrota A’yun, baik Kepala Sekolah, para guru, dan siswa hendaknya selalu berupaya untuk ikut serta dalam meningkatkan kualitas pendidikannya semaksimal mungkin. (2) Bagi peneliti lanjutan, hendaknya hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan referensi dan diharapkan dapat melakukan penelitian yang lebih baik dan lebih sempurna tentang manajemen kurikulum PAUD.

Hubungan antara jumlah metode mengajar,fasilitas kursus tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan keluarga dengan keberhasilan kursus latihan kerja (KLK) Tulungagung dalam membentuk tenaga kerja yang terampil / oleh Rindang Kusumastuti

 

Efektivitas metode pengajaran berbasis inkuiri induktif terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas I SMU Negeri 3 Malang pokok bahasan suhu dan kalor / oleh Siti Hanifah

 

Tindak tutur konstatif dalam tayangan Mario Teguh the Golden Ways di MetroTV / Dwi Sulistiyowati

 

Analisis soal ulangan harian biologi cawu II kelas II SMUN 01 Batu tahun ajaran 1999/2000 / oleh Rusnaeni

 

Prosebs elajarm engajarte rdiri dari tiga komponeny angs alingb erkaitan' Ketigak omponente rsebuat dalaht ujuan,m etoded ane valuasiE. valuasbi erfungsi untukm enjaringin formasiy anga kuratm engenahi asilb elajars iswa,s ehinggad apat diketahuai pakahs uatup rogramp engajaranit u etbktifataut idak.' I'ess ebagasi alah satu alat evaluasi harus memenuhi kriteria hasil belajar yang baik' Di SMUN 01 Batus, oal-soaul langanh ariany angd iberikanp adas iswaa dalahs oal-soayl angd ibuatp adat ahuns ebelumnyay ang sudahd ianalisis dan sudahd iadakanp erbaikan. Hasilp erbaikanit u harusd ianalisisk embalia gars oal-soaul langante rsebubt enarbenard apatd ijadikan pedomand alam mengambilk eputusany ang baik gunak emajuanp rosebs elajarm engajard apd apatd ijadikana cuand alamm embuats oalu langan cawu. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahuvi aliditasi si, reliabilitas,t ingkat kesukaradna nd ayab edas oalu langanh arianB iologi cawuI I kelasI I SMUN 01 Batu tahuna jaran1 9991200s0e rtak esesuaiasno al-soatle rsebudt engank aidah penyusunasno aly angb aik. Penelitianin i termasukp enelitiand eskriptifjerus dokumenter.Subypeekn elitiannyaa dalahs oalu langanB iologi cawuI I kelasI I SMLJN0 l Batut ahuna jaran1999/200.0 Hasilp enelitianm enunjukkanb ahwa: 1. Soalu langanh arianB iologi cawuI I kelasI I St\d{JN0 1 Batut ahuna jaran 19991200te0l ahm emiliki validitasi si yangb aik. 2. Soalu langanh arianB iologi cawuI I kelasI I SMUN 0l Batut ahuna jaran 19991 2000te lah reliabel. 3. Proporstii ngkatk esukarany angt ergolongm udah,s edangd ans ukarp adas oal ulanganh arianB iologi cawuI I kelasI I SMUN 01 Batut ahuna jaran1 999/2000 tidaks esuadi enganp roporsit ingkatk esukarany angb aik' 4. Berdasarkand ayab edas oal, soal ulanganh arianB iologi cawu II kelas II SMUN 0l Batut ahuna jaran1 999/2000m emiliki prosentasseo aly angh arusd igantil ebih besard ari soaly angp erlud irevisid any angt ergolongb aik. 5. Dari 16k aidahp enulisans oaly angb ailg hanya5 kaidahy angd ipenuhio leh seluruhs oalu langanh ariank e 1 dan6 kaidahy angt elahd ipenuhio leh seluruh soalu langanh ariank e 2. Berdasarkanh asil penelitiand i atas,s aran-saranya ng dapatd iajukan adalah sebagabie rikut: 1. Mengupayakapnr oporsi soal yang tergolongm udah,s edangd an sukar sesuai denganp roporsyi angd ianjurkan. 2. Memasukkans oal-soaly ang tergolongb aik ke dalam bank soal, merevisi soalsoal yang harus direvisi dan mengganti soal-soal yang tergolong harus diganti. 3. Dalamm embuats oal hendaknyam emperhatikank aidah penulisans oaly ang baik sehinggdaa patm enghasilkabnu tir soaly angb aik. l

Efektivitas video membaca ekspresi wajah dalam menmingkatkan kemampuan mengenal emosi pada anak autis / Karina Risti Pradipta

 

ABSTRAK Pradipta, R. Karina. 2014.Efektifitas Video Membaca Ekspresi Wajah dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Emosi Pada Anak Autis. Skripsi. Jurusan Psikologi. Fakultas Pendidikan Psikologi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Diyah Sulistiyorini, S.Psi, M.Psi, (2) Farah Farida Tantiani, S.Psi, M.Psi. Kata kunci: kemampuan mengenal emosi, anak dengan autisme, video membaca ekspresi wajah Autisme merupakan salah satu bentuk gangguan tumbuh kembang, berupa sekumpulan gejala akibat adanya kelainan syaraf-syaraf tertentu yang menyebabkan fungsi otak tidak bekerja secara normal sehingga mempengaruhi tumbuh kembang, kemampuan komunikasi, dan kemampuan interaksi sosial seseorang. Secara khas gangguan yang termasuk dalam kategori ini ditandai dengan distorsi perkembangan fungsi psikologis dasar majemuk yang meliputi perkembangan ketrampilan sosial dan berbahasa, seperti perhatian, persepsi, daya nilai terhadap realitas, dan gerakan-gerakan motorik. Video Membaca Ekspresi Wajah adalah sebuah video yang berisikan sepuluh gambar ekspresi wajah yang berbeda-beda. Ekspresi yang digunakan adalah marah, sedih, bahagia/senang, takut, bersalah, bersemangat, terkejut, lelah, bingung, dan bosan. Pada setiap dibawah gambar wajah yang ditunjukkan akan tampil pilihan jenis emosi yang mungkin beserta jawabannya. Video ini dirancang dengan tujuan dapat meningkatkan kemampuan mengenal emosi. Yang dimaksud dengan mengenal emosi dalam penelitian ini adalah anak mampu membedakan jenis emosi sekalipun dari ekspresi wajah yang berbeda, serta mampu melabeli setiap emosi yang muncul baik dalam diri sendiri maupun orang lain. Jenis-jenis emosi yang diharapkan mampu mengenali kesepuluh emosi yang ditunjukkan dalam video tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas media Video Membaca Ekspresi Wajah dan meningkatkan kemampuan mengenal emosi pada anak dengan autisme. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen kuasi. Desain penelitian eksperimen kuasi dipilih karena dalam pemilihan subyek tidak dilakukan randomisasi. Jumlah subyek dalam penilitian ini anak n kecil yakni n =3. Subyek yang telah dipilih selanjutnya diberi pretest¸ perlakuan, kemudian posttest, Hasil pretest dan posttest yang didapat kemudian dilakukan uji statistik nonparametrik Wilcoxon untuk melihat perubahan sebelum dan sesudah perlakuan serta melihat keefektifan media. Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0.102 dengan signifikansi p<0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa video membaca ekspresi wajah efektif dalam meningkatkan kemempuan mengenal emosi pada anak autis tetapi tidak signifikan.Diharapkan pada penelitian selanjutnya jumlah subyek diperbanyak sehingga mampu melihat keefeitifan video ini dalam populasi. Temuan penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan media dalam belajar mengenal emosi pada anak dengan autisme.

Pengukuran kualitas air aliran Ranu Klakah di Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang berdasarkan indikator biologi (makro-invertebrata) / oleh Zahrotul Oktavia

 

Kebutuhant erhadapa ir tidak hanyat ergantungp adak uantitasnyas aja,t etapi juga kualitasnya, Usaha pengukuran kualitas air aliran Ranu Klakah ini menggunakan indikatorb iologi berdasarkank ehadiranm akro-invertebratad an didukungo leh faklor kimia, fisika dan kondisi lingkungan.B ernrjuanu ntuk menentukanti ngkat kualitas air aliran RanuK lakah ditinjau dari keanekaragamamn akro-invertebratas ebagai indikator Biologi dan trntuk menentukank ualitas air aliran RanuK lakah berdasarkan kondisik imia, fisika danl ingkungans ebagapi endukungin dikatorb iologi.K ualitas air aliran Ranu Klakah adalah keadaan air aliran Ranu Klakah dalam batas toleransi untuk keperluan MCK dan irigasi. Penelitianin i dilalcukanp adal okasip osp engambilancu plikans pesimen, BulanA pril 1999h inggaB ulan Septembe1r 999( diperkirakana wal musimk emarau, tengahm usimk emaraua, khir musimk emarau)P. engambilacnu plikans pesimen dalamp enelitianin i, dilakukans ecaras istimatikd i sepanjanagl irana ir RanuK lkah. Pengamatafna ktor fisika dank ondisil ingkungand ilakukanp adaa walm usim kemarau, tengah musim kemarau dan akhir musim kemarau. Untuk pengukuran faktor kimia dilalcukan pada tengatr musim kemarau saja. Identifikasi cuplikan spesimend ilakukan di laboratoriumJ urusanP endidikanB iologi FMIPA Universitas Negeri Malang sercad ianalisisd enganm enggunakanm etodeB BI @elgianB io Index). Pengukurank ualitas air berdasarkanfa ktor kimia dilakukan di Laboratorium JurusanP endidikanK imia F}vllPAU niversitasN egeriM alang,d anh asilnyad ianalisis menggunakanm etodeC I (Chcmical Index). Ilasil penelitiani ni menunjukkanb ahwak ualitasa ir aliranR anuK lakahd i KecamatanK lakah KabupatenL umajangb erdasarkanin dikator biologi serta didukung oleh faktor kimia, fisika dan kondisi lingkungan dari bagian hulu hingga hilir mengalami penwunan, yaitu pos I (hulu) berada pada tingkat IV (polusi, situasi kritis), pos II hingga pos MI (hilir) berada pada tingkat III (polusi berat). 111

Analisis kesesuaian keterampilan proses LKS Biologi SLTP kelas I di Kabupaten Malang dengan kurikulum 1994 / oleh Masruroh

 

PenggunaaLnK S merupakans alahs atllc iri adanyap elaksanaapnr insip-prinsip CBSA.P engadaaLnK S bukans ajam enjadit anggungja wabg urum atap elajannyang bersangkutamn,e lainkanju ga menjadit anggungja wab masyarakaDt. alamr angka pelaksanaakunr ikulum1 994p, engajaraInP A menggunakapne ndekatakne terampilanp rosesM. engingapt entingnvLaK S sebagami ediap embelajaraBni ologi,m aka perlud iketahupi enerapakne terarnpilapnr osesd alamL KS rnenurukt urikulum1 994. Penelitianin i bertujuanu ntukr nengetahuai danyak eterampilanp rosesd ank esesuaiakne terampilapnr osesL KS BiologiS LTPK elasI susunaMn GMPK abupaten Malangd engatnu ntutaknu rikulun1t 994. Jenisp enelitianrn i adalahp enelitiand eskriptifd, ianalisids enganT eknikA nalisisP ersentas(TeA P).S ubyekp enelitiannyaad alahL KS BiologiS LTPK elasI susunanM GMPK abupateMn alangP. engambiladna tad rlakukand enganc aram encari lumlahd ank esesuaiabnu tir kriteria keterarnpilanp rosesk emudiand imasukkank e dalamt abels ebagadi ata. Hasilp enelitianin i menunjukkabna hwa1 )L KS BiologiS LTPK elasI susunan MGMPK abupatenM alangt elahr nenerapkakne terampilanp roseso bservaski,l asifikasi, i nterpretaski,o rnunikashi,i potesisa,p likasip, rediksid, ane ksperimen2.) Tingkat kesesuaiakne terampilanp rosesy angd iterapkante rgolongc ukupd enganti ngkat persentas7e5 ,359'0. Dari hasilp enelitiand apatd isarankank epadag uruh endaknyam enambahkan fiekuenspi enerapakne terampilapnr osesd alamp rosesp ebelajaranndyaan b agig uru yangb elumm enggunakaLnK S dapatm enggunakaLnK S Biologi susunanM GMP KabupateMn alang sebagarin ediap elnbelaajr an.

Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) pokok bahasan Perbandingan berciri realistik dengan memanfaatkan kemasan produk untuk siswa kelas VIII SMP / Dewi Nuur Rahmasari

 

Aplikasi persamaan diferensial pada rangkaian listrik dengan metode transformasi laplace
oleh Heru Sudjatmiko

 

Pengembangan media pembelajaran bentuk e-learning dalam pembelajaran Napza pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 13 Malang / Eliev Dwi Ramadhani

 

ABSTRAK Ramadhani, Eliev. Dwi. 2015.Pengembangan Media Pembelajaran Bentuk E learning Dalam Pembelajaran NAPZA Pada Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 13 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes, (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, e-learning, NAPZA. Pada kurikulum Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Olahraga tingkat SMP terdapat materi NAPZA yang dibelajarkan disekolah. Namun, di dalam proses pembelajaran di sekolah materi NAPZA kurang di minati oleh peserta didik. Dengan kondisi tersebut maka perlu adanya media yang tepat untuk menarik minat peserta didik. Oleh karena itu, telah dilakukan penelitian dan pengembangan media pembelajaran bentuk e-learning dalam pembelajaran NAPZA pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 13 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa e-learning dalam pembelajaran NAPZA pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan serta menimbulkan minat belajar peserta didik dengan memberikan media yang menarik berupa media e-learning khususnya untuk peserta didik kelas VIII SMPN 13 Malang. Model yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa model prosedural dengan langkah-langkah pengembangan dalam penelitian ini menggunakan 7 langkah. Subjek penelitian meliputi (1) subjek ahli yaitu ahli media, ahli pembelajaran, ahli kesehtan dan ahli pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan.(2) subjek uji coba yaitu peserta didik kelas VIII SMP Negeri 13 Malang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data kualitatif dan kuantitatif, sedangkan instrumen yang digunakan berupa wawancara dan angket. Hasil analisis data evaluasi produk dari ahli media diperoleh 91,07% termasuk kriteria baik sekali, ahli pembelajaran diperoleh 95,65% termasuk kriteria baik sekali, ahli kesehatan diperoleh 90,62% termasuk kriteria baik sekali, ahli pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan diperoleh 88,75% yang termasuk kriteria baik sekali. Hasil analisis data uji coba kelompok kecil diperoleh 80,4% yang termasuk kriteria baik dan uji coba kelompok besar diperoleh 85,5% termasuk kriteria baik sekali. Berarti model media bentuk e-learning termasuk kriteria baik sekali. Hasil akhir dari penelitian dan pengembangan yaitu berupa media e learning. Berikut merupakan spesifikasi produk, meliputi: (1) Produk pengembangan menggunakan software utama autoplay 8 profesional dan dikemas dalam bentuk compact disk (CD), (2) Produk ini dilengkapi dengan teks, gambar, audio, animasi serta vidio yang menarik, (3) Pada tampilan utama terdapat pilihan menu kurikulum, materi, kuis petunjuk penggunaan dan biografi pengembang, (4) Isi dari produk ini berupa materi NAPZA. Dari hasil penelitian dan pengembangan disarankan hasil pengembangan ini dapat disosialisasikan sehingga dapat digunakan dalam proses pembelajaran untuk materi NAPZA pada kelas VIII SMP Negeri 13 Malang.

Penerapan siklus belajar (learning cycle) untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa sekolah dasar kelas IV / Rina Cahyani Diastuti

 

Kata kunci: Motivasi Belajar, Prestasi Belajar, Model Siklus Belajar 5E Pembelajaran matematika di kelas IV SDN 1 Balongsari masih bersifat teacher centered sehingga siswa kurang berperan aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran teacher centered dapat menyebabkan motivasi dan prestasi belajar siswa menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas IV sekolah dasar. Ketercapaian tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan model siklus belajar 5E. Model ini membuat siswa belajar secara aktif dan bermakna melalui fase pendahuluan (engagement), fase eksplorasi (exploration), fase eksplanasi/penjelasan (explanation), fase elaborasi/penerapan konsep (elaboration), fase evaluasi (evaluation). Harapannya dapat memperbaiki proses belajar dan motivasi belajar siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). PTK ini terdiri atas dua siklus, setiap siklus terdiri atas empat pertemuan. Subyek penelitian ini adalah siswa SDN 1 Balongsari kelas IV-1 dengan banyak siswa 31 siswa. Pokok bahasan yang digunakan pada penelitian ini adalah Keliling dan Luas Bangun Datar. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, motivasi belajar, prestasi belajar. Prestasi belajar datanya diambil dari hasil tes pada setiap akhir siklus. Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase keterlaksanaan pembelajaran, motivasi belajar dan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan model siklus belajar 5E dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Motivasi belajar siswa meningkat, yaitu pada siklus I (57.5 %), siklus II (84.17 %). Prestasi belajar siswa meningkat dari observasi awal (67.52 %), ke siklus I (72.90 %), ke siklus II (77.09 %). Keterlaksanaan penerapan siklus belajar meningkat dari siklus I (74.84 %) ke siklus II (82.58 %).

Peranan pemerintah dan masyarakat terhadap pelestarian kebudayaan olahraga sky lot pantai Lekok Desa Tambak Lekok Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan / Joko Prihatin Gusindra

 

Kata Kunci: Kebudayaan, Olahraga SkyLot, Pihak-pihak dan Bentuk Pelestarian. Olahraga Sky Lot merupakan olahraga yang di kembangkan oleh penduduk Pesisir Pantai Desa Tambak Lekok Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan dimana diawali dari kegiatan mencari kerang dengan menggunakan alat yang sederhana yaitu: papan dengan ukuran lebar 30cm dan panjang 50cm. membawa lampu temeran seperti lilin pakai keranjang kecil ditaruh dibahu/ pundak sambil mengambil kerang di sela-sela batu karang. Semenjak ramainya orang melihat unik dan menariknya menyaksikan kegiatan orang mencari kerang yang akhirnya menumbuhkan gagasan membuat perlombaan mencari kerang menggunakan papan seluncur dalam kegiatan acara tradisional pesta pantai. Dimana cikal bakal dari kebudayaan olahraga Sky Lot dimulai dengan kegiatan lomba mencari kerang kemudian berganti lomba adu kecepatan meluncur atau pancalan yang paling cepat yang dikenal dengan nama lomba Sky Lot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pemerintah dan masyarakat terhadap pelestarian kebudayaan olahraga Sky Lot yang ada di Desa Tambak Lekok Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu suatu pendekatan penelitian yang dalam mengkaji suatu fenomena kehidupan sosial dalam suatu karakteristik yang bersifat spesifik, dalam hal ini adalah upaya pelestarian kebudayaan Sky Lot masyarakat Pantai Desa Tambak Lekok Kabupaten Pasuruan. Hasil Penelitian yang di peroleh mengenai peranan pemerintah dan masyarakat terhadap pelestarian kebudayaan Sky Lot dapat dibedakan menjadi dua yaitu pendukung pelestarian dari dalam dan pendukung pelestarian dari luar. Dimana pendukung dari dalam adalah dinas-dinas kepemerintahan yang berkaitan dengan upaya pelestarian kebudayaan yang terdapat di daerah pemilik kebudayaan olahraga Sky Lot yaitu Desa Tambak Lekok Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan, dimana bentuk upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah adalah penyelenggaraan lomba, pendanaan, pembangunan area perlombaan dan promosi kebudayaan lahraga Sky Lot. Sedangkan pendukung pelestarian kebudayaan dari luar ialah para peserta maupun penonton dari luar daerah yang membantu menyemarakkan kegiatan acara lomba olahraga Sky Lot tersebut, baik menjadi peserta maupun panitia dan generasi muda sekitar kecamatan lekok ikut mengembangkan kebudayaan sky lot dengan rasa cinta pada kebudayaan asli masyarakat lekok Indonesia.

The ability of the second year students of English Department of IKIP MALANG in developing paragraphs / by Nunun Maslukah

 

Pemanfaatan media blog untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi gaya siswa tunarungu kelas V SDLB Idayu 2 Kab. Malang / Anis Damayanti Ramatullah

 

ABSTRAK Damayanti,Anis. ” Pemanfaatan Media Web Blog Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Materi Gaya Siswa Tunarungu Kelas V Sdlb Idayu 2 KabMalang ”. Skripsi.Program Studi Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing I : Drs.Tomas Iriyanto,S.Pd, M.Pd Pembimbing II : Henry Praherdiono,S.Si,M.Pd Kata Kunci : Media Blog, Hasil Belajar, Gaya, Tuna Rungu Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan pemanfaatan media blog untuk meningkatkan Hasil belajar siswa materi gaya tunarungu kelas 5 di SDLB IDAYU 2 Kabupaten Malang. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kwalitatif yang dilakukan secara sistematis dan reflektif terhadap berbagai hasil temuan data dalam tindakan. Model penelitian diadaptasi dari model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart dalam Sukaryana ( 2003 : 30 ). Penelitian dilakukan dalam dua siklus tindakan, tiap siklus tindakan terdiri dari empat langkah kegiatan : ( 1 ) Perencanaan tindakan ( 2 ) Pelaksanaan Tindakan ( 3 ) Observasi ( 4 ) Refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDLB IDAYU 2 Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Deskripsi data diperoleh dengan melakukan analisis dan sintesis serta mereduksi hasil temuan data pra tindakan dan hasil tindakan, sehingga menjadi paparan data yang dapat dipergunakan untuk menarik kesimpulan hasil penelitian. Deskripsi data hasil penelitian adalah, hasil belajar rata – rata kelas siswa pra tindaka 65 ( dengan tingkat penguasaan materi rata – rata kelas 65 % ). Setelah dilakukan tindakan, pada siklus I hasil belajar rata – rata meningkat menjadi 67.5 ( dengan tingkat penguasaan materi rata – rata kelas 67.5 % ), tetapi masih di bawah nilai standart minimal 70 ( dengan tingkat penguasaan materi rata – rata kelas 70 % ). Setelah melakukan refleksi untuk penyempurnaan pelaksanaan tindakan, pada siklus II hasil belajar rata – rata kelas yang dicapai siswa dapat meningkat menjadi 76.25 ( dengan tingkat penguasaan materi rata – rata kelas 76.25 % ). Peneliti memutuskan untuk menghentikan tindakan pada siklus II, karena hasil belajar rata – rata kelas siswa telah melebihi standart minimum rata – rata kelas 70 ( tingkat penguasaan materi rata – rata kelas minimum 70 % ), sesuai sasaran yang telah ditetapkan. Berdasarkan data hasil penelitian, disarankan agar dalam pembelajaran IPA guru menggunakan media blog, untuk meningkatkan daya serap siswa dan hasil belajar pada materi pembelajaran, sehingga berdampak pada meningkatnya hasil belajar. Hasil temuan data dalam penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran, penggunaan media blog dapat menciptakan proses pembelajaran komunikatif sehingga siswa dapat terlibat dan menjadi subyek dalam proses pembelajaran.

Sikap dan keterampilan yang perlu dimiliki untuk menjadi konselor sebaya menurut mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang / Dian Ratih Permana

 

Kata kunci: sikap, keterampilan, konselor sebaya Tidak semua mahasiswa bisa menjadi konselor sebaya (peer counselor). Seorang konselor sebaya harus memiliki kualitas pribadi yang baik agar dapat menunjang dalam proses konseling dengan konseli. Kualitas pribadi yang harus dimiliki oleh konselor sebaya meliputi sikap dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui keefektifan sikap dan keterampilan yang seharusnya dimiliki untuk menjadi konselor sebaya agar dapat menghasilkan konselor sebaya yang berkualitas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif (descriptive resarch). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang berisi sejumlah sikap dan keterampilan yang nantinya akan dibagikan kepada 30 responden dari angkatan 2008-2010. Hasil analisis penelitian adalah sikap primer yang perlu dimiliki (sangat dibutuhkan) untuk menjadi konselor sebaya adalah (1) sikap menghormati orang lain, dan (2) sikap objektif dalam menyelesaikan masalah. Keterampilan primer yang perlu dimiliki (sangat dibutuhkan) untuk menjadi konselor sebaya adalah (1) keterampilan dalam mengendalikan emosi, dan (2) kemampuan dalam menjaga rahasia orang lain. Hasil dari penelitian ini disarankan bagi bagi mahasiswa jurusan Bimbingan dan konseling: mahasiswa haruslah bisa memahami sikap dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi konseor sebaya, mahasiswa harus memiliki sikap untuk menjadi konselor sebaya yang baik, mahasiswa harus terus melatih keterampilannya untuk menjadi konselor sebaya yang efektif, mahasiswa harus siap untuk menjadi konselor sebaya bagi teman sebayanya, hal ini bertujuan untuk mempersiapkan diri untuk nantinya menjadi seorang konselor profesional. Bagi jurusan Bimbingan dan Konseling, pihak jurusan hendaknya memilih dan melatih konselor sebaya untuk masing-masing angkatan. Sehingga para mahasiswa dapat belajar untuk menjadi konselor sebaya yang baik dan nantinya akan menjadi konselor profesional yang efektif, pihak jurusan hendaknya terus mengasah kemampuan konselor sebaya melalui pelatihan keterampilan agar dapat mencetak konselor sebaya yang efektif. Bagi peneliti Selanjutnya, peneliti diharapkan dalam pengambilan sampel untuk penelitian hendaknya lebih bervariasi dan lebih banyak, untuk memperoleh data yang lebih akurat, materi dalam angket bisa dibuat lebih sederhana untuk memudahkan mahasiswa yang akan menjawab, sikap dan keterampilan yang tertulis di angket bisa ditambahkan lagi.

Penerapan model kooperatif tipe stad untuk meningkatkan prestasi belajar pecahan siswa kelas V SDN Pandanrejo 1 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / Sri Ramai

 

Kata kunci: prestasi belajar, matematika, model kooperatif Berdasarkan hasil obserfasi yang dilakukan di SDN Pandanrejo 01 pada saat pembelajaran guru terbiasa menjelaskan cara menyelesaikan soal pecahan, guru terbiasa memberikan contoh dipapan tulis dan kemudian memberikan soal untuk dikerjakan, guru terbiasa tidak memberikan kesempatan pada siswa untuk kreatif dan aktif menemukan jawaban / pemecahan sendiri, guru terbiasa tidak menggunakan media dalam pembelajaran. Permasalahan inilah yang menyebabkan prosentase hasil belajar siswa menurun, khususnya dalam mata pelajaran matematika presentase hasil belajar siswa hanya mencapai 55% dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan yaitu 60 untuk mata pelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan : mendeskripsikan penerapan pembelajaran Model Kooperatif Tipe STAD pada siswa kelas V SDN Pandanrejo 01 Kecamatan Wagir, dengan menerapkan pembelajaran Model Kooperatif Tipe STAD mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas V SDN Pandanrejo 01 Kecamatan Wagir dengan menerapkan pembelajaran Model Kooperatif Tipe STAD. Rancangan yang digunakan alam penelitian ini adalah menggunakan rancangan penelitian pendekatan kualitatif, karena data yang dikumpulkan berbentuk kata atau kalimat bukan angka. Sedangkan jenis PTK yang digunakan adalah kolaborasi yang dilaksanakan 2 siklus yang meliputi : 1.) perencanaan tindakan, 2.) tindakan, 3.) pengamatan 4.) refleksi. (1) hasil belajar siswa pada tes awal nilai rata-rata 41,53, siklus 1 nilai rata-rata 57,38 dan siklus 2 nilai rata-rata 80,76. (2) aktifitas siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan dari tes awal 23,07%, siklus 1 menjadi 26,93%, dan siklus 2 mencapai 65,38%. Penerapan model kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar tentang pecahan siswa SDN Pandanrejo 01 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Penerapan model kooperatif tipe STAD dapat mempermudah siswa mencapai prestasi belajar tentang pecahan khususnya bagi siswa kelas V SDN Pandanrejo 01 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Dalam penerapan model kooperatif tipe STAD hendaknya guru dapat mengembangkan lagi penggunaannya. Sehingga siswa mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan oleh guru dan memperoleh nilai sesuai dengan KKM yang diharapkan.

Pengaruh penggunaan media terhadap hasil belajar matematika pada siswa sekolah dasar yang bermotivasi prestasi tinggi dan rendah / oleh Sutini

 

Pengaruh pemberian tepung rese pada pakan terhadap pertambahan bobot anak itik Mojosari betina (Anas javanica) / oleh Wahyu Wigati

 

Salahs atuc iri bahwait ik mengalampie rtumbuhadna padt ilihatd ari pertnnbahabno botnp.P emberiapna kanm erupkanf aktorp entingd alam pertsmbahabno bottbkanm crupakafna ktory angp alingb anyakm embutuhkabnia ya, yaitus ekitar6 0-700/Uo.n tr* mengataspir oblematiktae rsebupt erlud icarikan pemecahanrydae, ogsnm enggantikmsc bagianbahan'nrkandaeno ganbahan lainnyas epertlii mbahi ndustri udangy angt elahd ikenald engann amate pungr€ ss. Namuny angjadip ermasalahabncr apap ersenk onsentastie pungr esey angd apat memberikapne ngarupha linge fektift erhadap ertambahanbobaont aki tik, Penelitianin i bertujuanu ntukm engeAhu(li) pengaruphe nambahaniepung resep adap akante rhadap ertambahabno bota naki tik Mojosarbi etina( lncs jwanica\, (2) padak onsentui berapap emberiatne pungre sep adap akany ang mempunyapie nganhp alinge fcktif terhadap ertambahaboo bota naki tik Mojosari &tina.( Atu.sj n anica). Amk itik yrng digurnkrns €bagssi ampebl erasadl ari peternakit ik pembibit di MojosariT. empapt enelitiand i desaK arangB ongk ecamataHna ngan kabupaten Sidoa{q dari tsngea1l 0F ebnrari.l6M aret2 00QJ. enisBenelitianiaaid dah penelitiane ksperimentdael ngana nalisam enggunakasnid ik peragam(A nac.,ovdaa) n dilanjutkand enganq ii BNT 57aP engambiladna radiperoleLdasrie lisihb obota nak itik setiapm inggus clamto mpamt ingguK. onsentraspie rlaluanA 1 - 0%,A 2 -10%, Al = 1570l,A =2U/q N *?So/o. Hasitp enetitinnin i mcMuuklmbahwa (1) pamnbahanteprrgte sep ada pakann empunyapi enganrthe rhadap ertambahabno bota naki tik Mojssarbi etina (Anu juvunicu)(;2 )locsentnsi penembaluntepunr€gs eyasgrn emberikanpengnruh palingc fektift erhadap enambahabno bota nakit ik Mojosarbi etinas &lah 20

Survey pembelajaran seni budaya sub materi seni musik kelas VIII A SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang / Tiara Luthfinna Rahma

 

Perencanaan mesin bor otomatis dengan sistem pneumatik untuk pembuatan lubang baut
oleh M.S. Hidayat

 

Perencanaan mekanisme pengangkat pintu air Waduk Gondang - Lamongan (The hoisting mechanic for outlet gate Gondang reservoir)
oleh Slamet Priyanto

 

Analisis perbandingan kinerja keuangan antara BPR konvensional dan BPR syariah di wilayah kerja kantor Bank Indonesia Malang / oleh Yasmine Yuniar

 

Analisis pekerjaan sebagai dasar regrouping pekerjaan dan replacement pegawai (studi pada karyawan HRD PT. Ekamas Fortuna Desa Gampingan Kecamatan Pagak Kabupaten Malang) / Yuanita Tri Setya

 

Pengaruh pembentukan soal dalam strategi daur belajar 6 fase terhadap pemahaman konseptual dan pemahaman algoritmik siswa kelas XI MIA SMA Negeri 7 Malang pada materi kesetimbangan kimia / Julian Hadi Ferry

 

ABSTRAK Ferry, Julian Hadi. 2015. Pengaruh Pembentukan Soal dalam Strategi Daur Belajar 6 Fase terhadap Pemahaman Konseptual dan Pemahaman Algoritmik Siswa Kelas Xi Mia Sma Negeri 7 Malang Pada Materi Kesetimbangan Kimia. Tesis, Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc., Ph.D., (II) Dr. Siti Marfu’ah M.S. Kata kunci: pemahaman konseptual, pemahaman algoritmik, daur belajar 6 fase-”pembentukan soal”, kesetimbangan kimia. Kesetimbangan kimia merupakan konsep dasar bagi siswa untuk dapat memahami topik kimia yang lainnya, seperti asam basa dan kelarutan. Kesetimbangan kimia memiliki aspek konsep yang abstrak, konkret, dan algoritmik. Berdasarkan karakteristik tersebut menjadikan kesetimbangan kimia sebagai salah satu materi yang sulit dipahami siswa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konseptual dan algoritmik siswa kelas XI SMA Negeri 7 Malang yang dibelajarkan dengan strategi Daur Belajar 6 Fase-”Pembentukan Soal” dan strategi Daur Belajar 6 Fase pada materi kesetimbangan kimia. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasy experimental dengan desain posttest only nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XIA MIA SMA Negeri 7 Malang Tahun Ajaran 2014/2015. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI MIA 3 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI MIA 4 sebagai kelas kontrol. Kelas ekperimen dibelajarkan dengan strategi daur belajar 6 fase-”pembentukan soal” dan kelas kontrol dibelajarkan dengan strategi daur belajar 6 fase. Data penelitian diambil dari tes pilihan jamak dengan 13 soal pemahaman konseptual dan 7 soal algoritmik. Data penelitian berupa skor dan dianalisis menggunakan uji statistik komparatif t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan pemahaman konseptual dan pemahaman algoritmik yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan strategi daur belajar 6 fase-”pembentukan soal” dan strategi daur belajar 6 fase pada materi kesetimbangan kimia dan; (2) rata-rata nilai pemahaman konseptual dan pemahaman algoritmik siswa kelas eksperimen (73,291 dan 75,397) lebih tinggi daripada siswa kelas kontrol (63,348 dan 64,706) pada materi kesetimbangan kimia. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi daur belajar 6 fase-”pembentukan soal” memberikan hasil yang lebih baik daripada strategi daur belajar 6 fase pada materi kesetimbangan kimia.

Perbedaan pemberian tugas membuat ringkasan internal dan ringkasan eksternal terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas I SLTP Muhammadiyah I Jombang tahun pelajaran 1999/2000 / oleh Ika Maslakah

 

Untukm enciptakapnr osesb elajary ange fektifdane fisien,s eorangg uru dituntutu ntuk memilih dan menetapkanm etodep embelajarany angs esuadi engan materi,kondisbi elajars iswad ank ondisis ekolahT. ugasm embuarti ngkasan merupakasna lahs atuk omponend alamm etodep embelajaraDn.e nganm embuat ringkasadna patm embantus iswau ntukl ebih memahammi aterip elajarans, ehingga dapatm eningkatkanp restasbi elajarnya. Penelitiany angdilaksanakapna dac awul l tahunp elajaran1 999/200d0i SLTPM uhammadiyaIh J ombangb ertujuanu ntukm engetahuaid anyap erbedaan prestasbi elajarf isika dari pernberiatnu gasm embuarti ngkasanin ternal,m embuat ringkasane ksternald ant anpad iberi tugasm embuatr ingkasanJ. ugau ntuk mengetahupie mberiantu gasm eringkasm anakahy angl ebihb aik. Populasdi ans ampedl alarnp enelitianin i adalahs iswaS [,TPM uhammadiyah I Jombangke lasI cawuI I yangt erdiri dari 3 kelasd enganju rnlahs iswa1 02o rang. Rancanganp enelitiany angd igunakana dalahr ancangane ksperimenjenisp retest posttestc ontrol groupd esign.I nstrument es fisika terlebihd ahulud iuji cobakanu ntuk menentukanta rafkesukarand" ayap embedav, aliditasd an reliabilitasd ari masingmasingb utir soal.T eknika naljsisd atay angd igunakana dad ua.y, aitu: 1). Uji persyarataann alisisy angm eliputiu ji normalitasd anu ji homogenitas, 2). Uji hipotesisy angmenggunakaunji analisisv arianss atujalurd anu ji scheffete s. Hasilp enelitianm cnunjukkanb ahwaa dap erbedaayna ngs ignifikan,a ntara tugasm embuatr ingkasani nternal,m embuatr ingkasane ksternald ant anpam embual ringkasante rhadapp restasbi elajarf isika pokok bahasang erakd an gaya.U ji scheffe tesm enunjukkanb ahwap restasbi elajarf isika sisway ang diberi tugasm embuat ringkasanin temal lebih baik bila dibandingkand engans isway angd iberi tugas membuarti ngkasane ksternald an sisway attgt idak diberi tugasn rembuatr ingkasan. Sisrvay angd iberi tugasm embuatr ingkasane ksternal ebih baik daripadas isway ang tidak diberi tugasm embuatr ingkasan.O leh sebabi tu, tugasm embuatr ingkasan internalp erlu kiranyad iterapkand alamp rosesb elajar mengajaru ntuk meningkatkan preslasbi elajarf i sika

Eufemisme dan sarkasme dalam wacana berita politik di media cetak
oleh Halimatus Suhriyah

 

Eufemismed ans arkasmem ewamawi acanab eritap olitik di mediac etak. Penggrmaagna yab ahasae ufemisnied ans arkasmem erupakanb agiand ari khasanah bahasaIn donesiaG. ayab ahasae ufemismeb ertujuanu ntukm enghaluskabna hasa (Indonesiam) enjadbi ahasay angs antm sebagaci erminm asyarakatnyas,e dangkan peng€unaagna yab ahasas arkasmem erupakanp enggunaabna hasay angk asard an cenderunmg enyakitih ati. Penggunaaenu femismed alamw acanab eritap olitik belum tentus ekedabr ertujuanm emperhalusA.d a kalanyap enggun€uenu femisme mengaburkamn alcranyad, engang ayab ahasae ufemismed apatd igunakanu ntuk melegitimaskie kuasaanm, emperkecisl uatup eristiwab esard anm enyamarkafna kta yangs ebenamyaA. dapung ayab ahasas arkasmed alamw acanab eritap olitik merupakabna hasay angk asard ans eringk ali pengasaratne rsebu.tl apatm enangkal atau" mematlkan"sesuaytua ngd irasam engancamke bijakand ank epentinganya ng telah ditetapkan MasalahP enelitianin i adalahb entuk,f ungsid anm aknae ufemismed an sarkasmdea lamw acanab eritap olitik di mediac etakK ompas,J awap os, danB angkit tahun1 996-1999,d enganru musanm asalahse bagabi erikut.( l) Bagaimanakah bentuke ufemismed alarnw acanab eritap olitil

Kontribusi usaha termak sapi perah terhadap pendapatan keluarga anggota Koperasi Argo Niaga di Desa Kemiri Kecamatan Jabung Kabupaten Malang / Fariska Wahyu Kumala

 

Vocabulary expansion within a reading comprehension course : an anction research / by Johny Sugiono

 

Proses berpikir siswa dalam membuat koneksi matematika melalui aktivitas problem solving / Abdollah

 

Jurusan Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Subanji,S.Pd., M.Si.dan (2) Dr. H. Makbul Muksar,S.Pd.,M.Si. Kata kunci: proses berpikir, koneksi matematika, dan aktivitas problem solving. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya masalah yang dihadapi siswa SMP Negeri 1 Kertosono, yaitu kemampuan siswa dalam melakukan koneksi matematika, terutama koneksi antar konsep matematika dan koneksi matematika dengan kehidupan sehari-hari, masih tergolong rendah. Kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa siswa sering merasa kesulitan dalam membuat koneksi matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan koneksi matematika dalam aktivitas Problem Solving. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan pendekatan penelitian deskriptif eksploratif. Koneksi matematika adalah aktivitas yang dilakukan oleh siswa dalam : menghubungkan antar konsep matematika, prosedur sebagai representasi ekuivalen, keterkaitan matematika dan diluar matematika, serta matematika dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas Problem Solving dalam penelitian ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam memecahkan masalah matematika yang meliputi : (1) memahami masalah (Understanding the problem); (2) Carrying out the plan) dan (4) melakukan pengecekan kembali terhadap semua langkah yang telah dikerjakan (doing recheck).merencanakan cara penyelesaian (Devising a plan); (3) melaksanakan rencana Temuan penelitian ini, bahwa proses koneksi matematika kelompok atas dan kelompok sedang lengkap, sesuai dengan kerangka konseptual dalam pemecahan masalah (Problem Solving) yaitu: mampu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan penyelesaian dan melakukan pengecekan kembali hasil pekerjaannya dengan cepat. Dalam membuat koneksi antar konsep, subjek kelompok atas dan kelompok sedang mampu menemukan rumus luas trapesium sama kaki sebagai jumlah luas segitiga siku-siku dan luas persegi, sedangkan dalam membuat koneksi matematika dengan kehidupan sehari-hari, subjek kelompok atas dan kelompok sedang, mampu menggunakan matematika dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Proses koneksi matematika subjek kelompok bawah, baik koneksi antar konsep matematika maupun koneksi matematika dengan kehidupan sehari-hari belum sesuai dengan kerangka konseptual dalam pemecahan masalah (Problem Solving). Subjek kelompok bawah tidak dapat menemukan rumus luas trapesium sama kaki sebagai jumlah luas dua segitiga siku-siku dan persegi. Sedangkan dalam membuat koneksi matematika dengan kehidupan sehari-hari siswa kelompok bawah belum secara langsung mengintegrasikan semua informasi yang diperoleh dalam menyelesaikan masalah matematika.

Meningkatkan kemampuan mendeskripsikan seni rupa murni dengan menggunakan metode pembelajaran PAKEM pada siswa kelas IX A SMP Negeri 5 Kertosono, Nganjuk / Supiatun

 

i ABSTRAK Supiatun. 2015. Meningkatan Kemampuan Mendeskripsikan Seni Rupa Murni dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Pakem pada Siswa Kelas IX A SMP Negeri 5 Kertosono, Nganjuk. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hj. Purwatiningsih, M.Pd. Kata Kunci: kemampuan mendeskripsikan, seni rupa murni, PAKEM, SMP Negeri 5 Kertosono Salah satu masalah pendidikan yang dihadapi oleh pengajar khususnya guru seni budaya adalah rendahnya partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar sehingga berpengaruh terhadap prestasi belajar yang diperoleh peserta didik. Permasalahan diatas ternyata tidak jauh berbeda dengan yang terjadi pada pembelajaran seni budaya pada materi mendeskripsikan seni rupa murni di kelas IX A. Faktor penyebab rendahnya prestasi belajar peserta didik antara lain (1) siswa kurang memiliki minat dalam belajar seni rupa murni, (2) peserta didik cenderung pasif dalam kelas, (3) motivasi belajar yang kurang dalam pembelajaran seni rupa murni. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran PAKEM. Dengan menggunakan model pembelajaran PAKEM diharapkan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar dapat lebih tertarik pada materi mendeskripsikan seni rupa murni. Model pembelajaran PAKEM dapat menciptakan proses pembelajaran yang aktif, efektif, dan menyenangkan. Hal ini mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif sehingga berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Pengambilan data prestasi belajar siswa dengan tes tulis yang diberikan kepada siswa setelah proses belajar mengajar. Tes digunakan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa setelah proses pembelajaran. Pada siklus I jumlah siswa yang tuntas sebanyak 8 siswa dengan prosentase 40% sedangkan siswa yang belum tuntas sejumlah 12 siswa dengan prosentase 60%. Pada siklus II siswa yang tuntas sejumlah 16 siswa dengan prosentase 80% dan siswa yang belum tuntas mengalami penurunan sejumlah 4 siswa dengan prosentase sebesar 20%. Dengan demikian terjadi peningkatan yang sangat signifikan dari siklus I ke siklus II sebesar 40%. Hal ini mengidentifikasikan bahwa siswa mulai mengerti dan memahami materi yang diberikan oleh guru dan siswa juga paham akan kegiatan presentasi powerpoint yang sudah dilakukan. Hal ini disebabkan karena penerapan model pendekatan PAKEM melalui penggunaan media powerpoint mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan. Pada siklus II indikator ketercapaian pembelajaran telah tercapai yaitu ketercapaiannya lebih dari 75%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan penerapan model pendekatan PAKEM melalui penggunaan media powerpoint dapat mencapai tujuan pembelajaran, sehingga siswa mampu mendeskripsikan seni rupa murni dengan sangat baik.

Upaya sekolah dalam mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi / Nurina Fardila Sari

 

Kata kunci: Sikap Nasionalisme, Siswa. SMA Negeri 2 Ngawi adalah salah satu sekolah favorit di Kabupaten Ngawi. Sekolah ini banyak menghasilkan generasi penerus Ngawi yang bertanggung jawab dan berpotensi untuk membangun kota Ngawi menjadi lebih maju. Selain itu berdasarkan input kemampuan siswa yang masuk di SMA Negeri 2 Ngawi tergolong tinggi, dan prestasi yang ditorehkan sangat membanggakan, sehingga penulis tertarik untuk menjadikan SMA Negeri 2 Ngawi sebagai objek penelitian, dan oleh karena itu peneliti melakukan penelitian mengenai ”Upaya sekolah dalam Mengembangkan Sikap Nasionalisme Siswa di SMA Negeri 2 Ngawi”. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan program sekolah yang berhubungan dengan nasionalisme, (2) Mendeskripsikan pihak yang berperan dalam upaya sekolah dalam mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi, (3) Mendeskripsikan upaya sekolah dalam mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi, (4) Mendeskripsikan kendala serta upaya mengatasi kendala dalam upaya mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian yang dipilih adalah di SMA Negeri 2 Ngawi. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Metodeanalisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh empat simpulan sebagai berikut. Pertama, program sekolah yang berhubungan dengan nasionalisme melalui bidang akademik dan non akademik. Bidang akademik, melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah yang diintegrasikan berdasarkan materi dan metode pembelajaran. Sedangkan non akademik melalui kegiatan ekstrakurikuler. Pihak yang berperan dalam upaya mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi yaitu: kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa. Kepala sekolah berperan antara lain: membangun suasana yang kondusif dan menjalin komunikasi yang baik dengan komunitas sekolah, maupun pihak lain. Guru berperan mengevaluasi, dan memotivasi siswa. Karyawan berperan memberikan contoh sikap yang baik pada siswa. Sedangkan siswa berperan sentral sebagai objek dalam penelitian ini. Upaya sekolah dalam mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi, dilakukan melalui bidang akademik dan non akademik. Bidang akademik melalui materi dan metode yang disampaikan pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah. Sedangkan non akademik, misalnya kegiatan baksos, yang diselenggarakan oleh OSIS, PMR, Pramuka, dan Pecinta Alam. Kegiatan ini melatih siswa untuk melakukan sikap tolong menolong dan melatih siswa mempunyai rasa kepedulian terhadap sesama tanpa ada perbedaan. Seperti semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika. Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan upaya mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi berasal dari bidang akademik dan non akademik. Dalam bidang akademik, berasal dari siswa dan guru. Sedangkan bidang non akademik yaitu sarana prasarana, dana, dan dukungan dari orang tua.

Pengaruh penggunaan bahan ajar dan penerapan model pembelajaran kolaboratif terhadap hasil akademik dan pembentukan karakter pada kompetensi dasar Sistem Bahan Bakar Bensin di SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung / Wigih

 

ABSTRAK Wigih. 2015. Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar dan Penerapan Model Pembelajaran Kolaboratif terhadap Hasil Akademik dan Pembentukan Karakter pada Kompetensi Dasar Sistem Bahan Bakar Bensin di SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Amat Nyoto, M.Pd. (II) Drs. H. Paryono, S.T., M.T. Kata kunci: bahan ajar, model pembelajaran kolaboratif, hasil akademik, pembentukan karakter. Proses pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya adalah bahan ajar dan model pembelajaran. Bahan ajar dan model pembelajaran yang dapat digunakan dan diterapkan di SMK terdiri dari beberapa macam dimana penggunaan dan penerapannya harus disesuaikan dengan proses pembelajaran. Penggunaan bahan ajar memiliki peranan penting karena bahan ajar merupakan salah satu dari sumber belajar sedangkan penerapan model pembelajaran juga memiliki peranan yang tidak kalah penting, hal ini dikarenakan dengan pemilihan model pembelajaran yang tepat dapat menjadikan proses pembelajaran berpusat pada pebelajar (student centered learning). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data empirik terkait pengaruh dan interaksi dari penggunaan bahan ajar yang berupa modul dibandingkan dengan handout dan diterapkan dengan model pembelajaran kolaboratif tipe jigsaw dan jigsaw variasi terhadap hasil akademik dan pembentukan karakter pebelajar. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan rancangan faktorial 2x2 dengan teknik pengambilan sampel probability sampling yang berupa total sampling. Variabel bebasnya adalah bahan ajar yang terdiri dari modul dan handout serta model pembelajaran kolaboratif yang terdiri dari tipe jigsaw dan jigsaw variasi sedangkan variabel terikatnya adalah hasil akademik dan pembentukan karakter. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara penggunaan bahan ajar dan penerapan model pembelajaran kolaboratif terhadap hasil akademik dan pembentukan karakter, dimana bahan ajar berupa handout mendapatkan hasil yang lebih baik daripada modul dan model pembelajaran kolaboratif tipe jigsaw mendapatkan hasil yang lebih baik daripada jigsaw variasi. Hasil penelitian juga menunjukan adanya interaksi yang signifikan antara penggunaan bahan ajar dan penerapan model pembelajaran kolaboratif terhadap hasil akademik dan pembentukan karakter.

Permainan dengan graph
oleh Umi Fauziah

 

Hubungan antara motivasi berprestasi dan kemampuan dasar matematika dengan hasil belajar kimia siswa kelas III semester IV program A1 dan program A2 SMA Negeri 1 Bojonegoro / oleh Yahmin

 

Hubungan antara motivasi belajar dan kemampuan ketrampilan proses dengan prestasi belajar biologi siswa kelas II Program Ilmu-ilmu Biologi (A2) di SMA Negeri 2 dan 5 Malang / oleh Zulaichah

 

Pengembangan latihan kesegaran jasmani menggunakan metode tebak dadu untuk siswa kelas V SDN Umbul 01 Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang / Ahmad Yudi Muzakki

 

Muzakki, Ahmad, Yudi. 2014. Pengembangan Latihan Kesegaran Jasmani Menggunakan Metode Tebak Dadu Untuk Siswa Kelas V SDN Umbul 01 Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Supriatna, M.Pd. (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd. Kata kunci: Latihan Kesegaran Jasmani, Tebak Dadu, Buku Petunjuk Latihan kesegaran jasmani merupakan salah satu materi yan terdapat pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Sekolah Dasar. Materi yang diajarkan di dalam latihan kesegaran jasmani adalah permainan tebak dadu yang di dalamnya terdapat latihan - latihan yang menyenangkan dan berguna bagi kesehatan anak. Diantaranya : sit up memindahkan bola, push up dengan bola digantung di atas punggung, squat jump dengan menyundul bola, lari bolak balik 10 meter memindahkan bendera, lari di tempat dengan cepat, melompati kardus, melempar bola ke tembok, senam dan joget bebas yang diiringi dengan irama musik. Terkait dengan hasil penelitian diperoleh data bahwa dalam mata pelajaran kesegaran jasmani belum ada buku petunjuk tentang kesegaran jasmani menggunakan metode tebak dadu, dan dari hasil analisis kebutuhan bahwa SDN Umbul 01 sangat memerlukan produk tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan latihan kesegaran jasmani menggunakan metode tebak dadu untuk siswa kelas V SDN Umbul 01 Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang, siswa akan lebih aktif dan bersemangat dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani. Prosedur pengembangan latihan kesegaran jasmani menggunakan metode tebak dadu ini melalui beberapa tahap, antara lain: (1) Melakukan Penelitian awal, analisis kebutuhan, pengumpulan data, dan informasi. (2) Kajian pustaka dan observasi lapangan di SDN Umbul 01 Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang. (3) Mendesain produk awal. (4) Evaluasi ahli dengan menggunakan satu ahli kesegaran jasmani, satu ahli permainan, dan satu ahli pembelajaran. (5) Revisi produk awal. (6) Uji coba kelompok kecil dengan subjek 6 siswa kelas V SDN Umbul. (7) Revisi produk awal sesuai dengan kegiatan uji kelompok kecil. (8) Uji coba kelompok besar (lapangan) dengan subjek 20 siswa kelas v SDN Umbul. (9) Revisi produk sesuai dengan kegiatan uji coba kelompok besar. (10) Hasil akhir produk pengembangan dari hasil revisi produk akhir. Hasil uji kelompok kecil di peroleh 85,16%, dan uji kelompok besar 87,8% oleh karena itu, produlk ini telah memenuhi kriteria baik bisa disebarluaskan dan dapat digunakan sesuai dengan tujuanya. Disarankan, sebelum disebarluaskan, sebaiknya dievaluasi kembali, dan disesuaikan dengan sasaran yang dituju. Sebelum disebar luaskan sebaiknya disosialisasikan kepada pihak-pihak yang terkait seperti guru penjas SD lainnya.

Upaya peningkatan prestasi belajar fisika siswa dengan memberikan latihan kebiasaan belajar yang baik pada siswa kelas I SMU Muhamamdiyah 02 Sumberpucung Malang tahun ajaran 1999/2000 / oleh Mamik Yuliani

 

Pgluj* fisika padah akekatnyaa dalahu payat erwujudnyap erubahan tingkahlakmu anusiay angb erupal atihan.o leh karenait u dalam iroses belajar mengajafris ika,a gard apatb erhasild enganb aik, guruh endaknyam emberikan rangsangakne padas iswaa garm erekad apatb elajarf isika secarae fektifdane fisien. Efektivitasb elajarf isika biasanyate rgantungp adak ebiasaanya ngp ositif.p enelitian ini merupakapne nelitiant indakany angt ersirit deskriptifk ualitaltii.p enelitiani ni inginm encartii ndakank ebiasaanb elajary angb agaimanaya ngd apatm eningkatkan prestasbi elajarf isika siswa.T ujuanp enelitianin i mendeskripritunti nA*an tindakan berupap emberianp retes !i _1wapl elajaranp, ostesd i akir pelajaranp, ",nU..r* tugu, terstruktusre belumm aterid iajarkanr, atihans oald isertaip "^butrurund up"t meningkatkapnr estasdi ank ebiasaabne lajarf isika siswa. -selain itu peneiitianin i jugam endeskripsikahna mbatan-hambatyaann gm unculs elamap elaksanaan kegiatan belajarm engajadr alamm eningkatkanke biasaalbne lajarf isika siswa. Penelitianin i merupakanp eneritiank ualitatify angb erbentukti ndakank elas dand irancangd alamt iga siklusk egiatanM. asing-masinglerdirdi ari empatt ahapan yangt erdiri dari refleksi,p erencanaatnin dakan,p elaksanaatnin dakan,d an observasi. felhubunsp enelitianb erbentukti ndakank elas,m akas eluruhp opulasai dalahs iswa kelasI Tindakank elasy angd iberikanp adap enelitianin i berupap emberianp retes awal di pelajaranp, ostesd i akhir pelajaranp, emberiantu gast erstrukf,usre belumm aten diajarkanl,a tihans oald isertaid enganp embahasan. . . - Hasilp enelitiany angd iperolehm enunjukkanb ahwad enganm emberikan tindakanm eliputip emberianp retesd i awalp iajaran, postesd i alhir pelajaran, pemberiatnu gast erstulctusr ebelumm aterid iajarkanl,i tihan soald isertai pembahasadna patm eningkatkanp restasdi ank ebiasaabne rajars iswa. . Tindakany angd iberikank epadas iswap adap elaksanaabne lajarm engajar dapamt eningkatkapnr estasidank ebiasaabne lajarf isika.H ambatu" selamap roses v*g.*"ur belajarm engajara dalahs iswak urangb isam embagwt aktu belajar semuam atap elajarans ehinggjaik a adat esm atap elajaranla in makap elajaran lainnyate rbengkelai.

Pengembangan model pemanasan gerak dinamis pembelajaran lompat jauh gaya jongkok menggunakan media audio visual pada kelas VII di SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang / Rica Noviantika

 

Sifat shock wave berdasarkan inviscid Burgers / Wiji Astutik

 

The effect of syntactic complexity on comprehension of students of English Department IKIP MALANG / by ambang Jiwantoro

 

Persamaan diferensial linier orde tinggi / oleh Rudi Agus Priyo siswnto

 

Model pendampingan untuk perubahan mindset sadar pendidikan di kalangan keluarga miskin (studi pengembangan di program keluarga harapan Kabupaten Malang) / Kukuh Miroso Raharjo

 

ABSTRAK Raharjo, Kukuh Miroso. 2015. Model Pendampingan untuk Perubahan Mindset Sadar Pendidikan di Kalangan Keluarga Miskin di Program Keluarga Harapan Kabupaten Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hardika, M.Pd., (II) Dr. Umi Dayati, M.Pd. Kata kunci: Model Pendampingan, Sadar Pendidikan, Keluarga Miskin Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pendampingan yang tervalidasi dalam setting pendidikan nonformal. Dapat dimanfaatkan oleh program pendampingan ataupun aktivis pemberdayaan masyarakat, serta program yang sejenis untuk perubahan mindset sadar pendidikan bagi keluarga miskin. Desain penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan tujuan menyusun model pendampingan melalui tahap (1) Penelitian Pendahuluan; (2) Perencanaan dan Pengembangan Produk; (3)Validasi Ahli dan Revisi; (4) Uji Validasi Pengguna dan Revisi; (5) Pelaporan. Subjek uji coba adalah pendamping Program Keluarga Harapan di Kabupaten Malang. Uji coba dilakukan untuk melihat tingkat validitas produk. Uji Validasi Produk dilakukan oleh ahli model pembelajaran dan ahli bidang PLS, setelah itu dilaksanakan uji model kepada pengguna untuk memberikan penilaian terhadap model dan panduan pendampingan keluarga miskin untuk sadar pendidikan. Langkah prosedural uji coba produk terdiri dari 5 komponen, yakni: (1) desain uji coba; (2) subjek coba; (3) jenis data; (4) teknik pengumpulan data dan instrumen; serta (5) teknik analisis data. Data tersebut selanjutnya dengan prosentase dan menggunakan tabel kemudian di intepretasikan secara narasi bermakna. Hasil penelitian ini menghasilkan model pendampingan untuk perubahan mindset sadar pendidikan di kalangan keluarga miskin menggunakan lima komponen yaitu: (1) sintaksis, (2) sistem sosial, (3) prinsip reaksi, (4) sistem pendukung, serta (5) dampak instruksional dan pengiring. Langkah-langkah pendampingan yang dilaksanakan terdiri dari 5 langkah kegiatan, yaitu: (1) pendekatan, (2) penentuan masalah, (3) pengembangan refleksi kritis, (4) penetapan dan pelaksanaan tindakan, dan (5) evaluasi. Hasil pengembangan model pendampingan dan panduan implementasi tervalidasi oleh ahli dan pengguna, hal ini dapat diketahui berdasarkan tanggapan ahli model pembelajaran dan ahli bidang PLS menyatakan bahwa model pendampingan ini sangat valid dengan memperoleh hasil prosentase sebesar 85,5%. Hasil uji coba model pendampingan pada 14 pendamping Program Keluarga Harapan dapat disimpulkan memiliki kualifikasi dan interpretasi sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut model dan panduan pendampingan ini di desain sebagai acuan bertindak pendamping dan aktivis pemberdayaan masyarakat sebagai bagian untuk memberikan fasilitasi kepada keluarga miskin untuk sadar pendidikan. Saran pemanfaatan model pendampingan masih terdapat kekurangan. Sehingga dalam penggunaan dan pemanfaatannya perlu diciptakan pola dan komponen yang lebih variatif dan komunikatif. Penggunaan bahasa lebih sederhana dan perlu juga dikembangkan media pembelajaran untuk lebih mempermudah tugas pendamping dalam implementasi dilapangan.

Pengembangan sistem inventarisasi sarana laboratorium Jurusan Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang berbasis teknologi informasi / Rudi Setyawan

 

ABSTRAK Setyawan, Rudi. 2015. Pengembangan Sistem Inventarisasi Sarana Laboratorium Jurusan Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang Berbasis Teknologi Informasi. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Bambang Budi Wiyono, M.Pd. (II) Sunarni, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: inventarisasi, sarana laboratorium, teknologi informasi Teknologi yang telah berkembang pesat telah memberikan dampak yang begitu besar terhadap berbagai bidang kehidupan, tidak terkecuali dunia pendidikan. Dalam memasuki era globalisasi sekarang ini, lembaga pendidikan mempunyai tanggungjawab mempersiapkan dan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menghadapi semua tantangan perubahan yang ada di sekitarnya. Keberhasilan program pendidikan melalui proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu di antaranya adalah tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai disertai pemanfaatan dan pengelolaan secara optimal. Sarana pendidikan merupakan salah satu sumber daya yang penting dan utama dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah, untuk itu perlu dilakukan peningkatan dalam pendayagunaan dan pengelolaannya, agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain dan membuat aplikasi inventarisasi yang berbasis teknologi informasi sehingga memudahkan pengguna dalam mengetahui serta mengevaluasi informasi, keberadaan, jumlah, serta status sarana pendidikan secara jelas dan lengkap serta untuk menciptakan sistem yang mampu menghasilkan informasi data inventaris barang yang tersedia, juga untuk membuat suatu perancangan sistem baru yang mengolah data inventaris barang dengan bantuan komputer. Produk yang dihasilkan nanti diharapkan memiliki kapasitas yang mampu untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam pencatatan inventaris sarana yaitu untuk mengurangi kesalahan pencatatan data agar informasi yang didapat akurat. Penyajian laporan yang lebih jelas agar waktu yang dibutuhkan lebih sedikit dalam penyajian laporan dan pengambilan keputusan oleh pimpinan serta untuk penyimpanan data sudah terkomputerisasi. Proses inventarisasi di laboratorium pada umumnya biasanya ditemui kesalahan pencatatan yang masih manual, sehingga informasi yang diperoleh tidak sama dengan kenyataan yang ada. Ketika proses pelaporan, waktu yang dibutuhkan untuk membuat laporan inventaris biasanya memakan waktu yang cukup lama. Dengan menggunakan aplikasi yang dikembangkan ini, kesalahan dalam pencatatan dan juga waktu yang dibutuhkan untuk pelaporan data bisa dikurangi. Aplikasi ini nantinya hanya terbatas dalam lingkup organisasi (internal). Karena aplikasi ini memiliki sistem jaringan komputer yang sederhana. Oleh karena keterbatasan itu, tidak bisa terhubung dengan pihak luar (eksternal). Aplikasi ini tidak bisa dijalankan jika spesifikasi minimum yang telah disebutkan sebelumnya tidak terpenuhi. Inventarisasi bisa didefinisikan secara singkat yaitu proses pencatatan semua barang milik instansi. Inventarisasi merupakan salah satu kegiatan dalam

Pandangan konseli dan konselor Sekolah menengah Umum Negeri se kodya Malang terhadap pentingnya penyikapan diri (self-disclosure) konselor dan konseling
oleh Wilfridus Adjo

 

Pengembangan media pembelajaran menggunakan training board mata pelajaran kelistrikan mesin untuk Program Keahlian Teknik Pemesinan kelas X SMK Negeri 1 Trenggalek / Kanafi Setiawan

 

ABSTRAK Setiawan, Kanafi. 2015. Pengembanagan Media Pembelajaran Menggunakan Training Board Mata Pelajaran Kelistrikan Mesin untuk Program Keahlian Teknik Pemesinan Kelas X SMK Negeri 1 Trenggalek. Skripsi, Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Waras, M.Pd., (II) Drs. H. Abdul Qolik, M.M, M.Pd. Kata Kunci: media pembelajaran, training board, kelistrikan mesin. Perubahan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kuri-kulum 2013 secara mendadak yang dilakukan oleh Kemendikbud guna menye-suai¬¬¬kan sekolah dasar dan menengah dengan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UUPT) menuntut persiapan pada semua pihak. Pada tahap awal implementasi Kurikulum 2013, banyak hal yang perlu disia¬pkan termasuk penyusunan buku ajar dan pelatihan para guru sesuai pen¬de¬ka¬tan dan metode yang ada dalam kurikulum. Dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 juga terdapat mata pelajaran baru, sehingga memerlukan bahan ajar dan media yang mampu mendukung mata pelajaran tersebut. Guru dituntut untuk mem¬pu¬nya¬i kemampuan mengembangkan buku ajar serta media pembelajaran sendiri yang dikembangkan berdasar tuntutan pada kurikulum. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk membuat media pem-belajaran yang sesuai dengan silabus mata pelajaran Kelistrikan Mesin pada Kurikulum 2013. Model penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian pengembangan yang mengembangkan media pembelajaran training board kelistrikan untuk siswa SMK Program Keahlian Teknik Pemesinan. Produk tertentu dapat dihasilkan dengan menggunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan yang ada di lapangan. Produk yang dihasilkan perlu diuji supaya dapat berfungsi dengan baik dan efektif di sekolah dan masyarakat luas. Desain penelitian yang digunakan dalam pengembangan media pembelajaran training board ini adalah desain penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R & D). Teknik pengumpulan data menggunakan angket dimana ada 2 dosen dari Teknik Mesin Universitas Negeri Malang sebagai validator media, 2 guru validator media dari SMK Negeri 1 Trenggalek, dan subjek/audiens uji coba siswa kelas X Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Trenggalek. Hasil penelitian dan pengembangan menghasilkan produk berupa media pem¬¬¬be¬lajaran training board Kelistrikan Mesin untuk SMK kelas X Program Keahlian Teknik Pemesinan, media pembelajaran juga dilengkapi dengan buku petunjuk penggunaan, guna mempermudah pengoperasian media. Berdasarkan data yang diperoleh penilaian keseluruhan validasi yang meliputi validasi ahli media, validasi ahli materi, validasi uji kelompok kecil, dan validasi uji kelompok besar. Dapat disimpulkan bahwa dari rata-rata masing-masing validasi, media pem-belajaran training board Kelistrikan Mesin sudah memenuhi kriteria dan layak digunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran Kelistrikan Mesin.

Hubungan antara persamaan garis, lingkaran dan parabola dalam koordinat kartesius dan koordinat kutub
oleh Siti Fatimah

 

Perancangan video animasi bertemakan wisata alam Lumajang / Ikhsan Dani Vianto

 

ABSTRAK Vianto, Ikhsan Dani. 2016. Perancangan Video Animasi Bertemakan Wisata Alam Lumajang. Tugas Akhir, Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Andy Pramono, S.Kom, M.T. (II) Mitra Istiar Wardhana, S.Kom, M.T. Kata Kunci: Wisata Alam, Animasi 3D Low Poly Lumajang adalah sebuah kota yang terletak di provinsi Jawa Timur dengan ibukota Lumajang. Kota Lumajang sendiri banyak mempunyai tempat wisata alam yang menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara, namun hal itu tidak kurang dimanfaatkan karena lemahnya informasi yang dibagikan kepada masyarakat luas, oleh karena itu perancang memanfaatkan hal ini dengan membuat video animasi bertemakan wisata alam Lumajang, karena dengan animasi masyarakat dapat lebih tertarik untuk melihatnya. Tahap awal yang penulis lakukan adalah pra produksi yaitu dengan mencari referensi dari sumber buku maupun materi online, kemudian menganalisanya untuk mendapatkan materi apa saja yang ingin disampaikan dalam film, lalu penulis dapat membuat storyboard agar film animasi dapat berjalan teratur sesuai dengan perancangan awal. Setelah itu masuk dalam tahap produksi dengan membuat visualisasi desain properti, proses animasi, dan penambahan audio sebagai pendukung berjalannya film. Tahap terakhir adalah pasca produksi dengan melakukan compositing, rendering, dan packaging dengan membuat beberapa assesoris sebagai media untuk pendukung dalam pameran. Demikian yang dapat dipaparkan mengenai perancangan video animasi dalam laporan ini. Tentunya masih banyak kekurangan yang ada didalamnya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya referensi yang berhubungan dengan judul laporan ini. Hasil perancangan yaitu Video Animasi yang dikemas dalam bentuk CD serta media pendukung berupa poster, stiker, dan pembatas buku.

Pengembangan media prezi untuk pembelajaran kosakata bahasa Arab siswa kelas VII MTs 2 Malang / Fentin Ria Agustin

 

ABSTRAK Agustin, Fentin Ria. 2015. Pengembangan Multimedia Prezi dalam Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas VII MTsN 2 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nur Hidayati, M.Pd (2) Moh Ahsanuddin, S.Pd., M.Pd.I Kata kunci: pengembangan multimedia Prezi, pembelajaran kosakata bahasa Arab Pada era teknologi saat ini, banyak software yang digunakan dipelbagai lembaga pendidikan yang ditunjang dengan fasilitas teknologi informatika pada semua tingkatan. Penggunaan software tersebut telah menunjukkan banyak sekali manfaat, diantaranya meningkatkan motivasi belajar siswa yang selanjutnya dapat mempengaruhi peningkatan hasil belajar siswa. Salah satu software yang dapat digunakan untuk memudahkan pemahaman siswa terhadap pembelajaran kosakata adalah Multimedia Prezi. Kosakata sendiri sangat penting untuk diajarkan dengan berbagai inovasi pembelajaran yang dapat menarik minat peserta didik karena kemahiran berbahasa sangat bergantung pada penguasaan kosakata yang dimiliki. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan hasil pengembangan multimedia Prezi, mendeskripsikan karakteristik multimedia Prezi, dan mendeskripsikan tingkat kelayakannya dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab siswa kelas VII MTsN 2 Malang. Penelitian ini mengacu pada model R & D menurut Borg dan Gall dengan langkah-langkahnya sebagaimana berikut: (1) studi pendahuluan yang meliputi: a) analisis kebutuhan, dan b) studi literatur, (2) desain produk, (3) validasi desain produk, (4) revisi desain produk, (5) uji coba terbatas, (6) uji coba lapangan, dan (7) revisi produk. Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk berupa multimedia Prezi untuk pembelajaran kosakata bahasa Arab yang terdiri atas tiga tema yakni رةѧت ,الأسѧ ,البیdan وانѧ .العنMasing-masing tema diatas berisi materi dan latihan soal. Berdasarkan hasil uji validasi diperoleh validitas materi sebesar 80%, dan validitas media sebesar 90%. validasi guru pelajaran bahasa Arab sebesar 77,5% Sedangkan berdasarkan uji coba terbatas diperoleh hasil 86% dan uji coba lapangan diperoleh hasil sebesar 80,6%. Jadi multimedia Prezi dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab kelas VII MTsN 2 Malang. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan ini, disarankan kepada guru bidang studi bahasa Arab untuk memanfaatkan multimedia Prezi ini sebagai sarana untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Disarankan pula kepada pengembang selanjutnya untuk mengembangkan multimedia Prezi dengan tema yang berbeda-beda sehingga kosakata yang dipelajari semakin bervariasi.

Meningkatkan pembelajaran IPA menggunakan pendekatan contextual teaching and learning siswa kelas VB SDN Madyapuro 4 Kecamatan Kedungkandang kota Malang / Paulina Karam

 

Kata Kunci: Pembelajaran, IPA , Contextaul Teaching And Learning Sesuai hasil observasi yang dilakukan di SDN Madyopuro 4 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang pada tanggal 20 Februari 2011 menunjukkan bahwa pembelajaran yang sering dilakukan adalah ceramah. Saat pembelajaran berlangsung, siswa masih kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Rata-rata hasil belajar siswa yaitu 60,65. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa masih rendah dan belum mencapai Standar Ketuntasan Minimal yang ditentukan di SD yaitu 76. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka dilakukan sebuah penelitian dengan menerapkan pendekatan Contextual Teaching And Learning. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup penerapan pendekatan Contextual Teaching And Learning, akativitas belajar siswa, dan hasil belajar melalui pendekatan Contextual Teaching And Learning. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas, yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun tujuan dari Penelitian Tidakan Kelas adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Model rancangan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah model kolaboratif partisipatoris. Pada Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Proses Pembentukan Tanah Karena Pelapukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Penerapan pendekatan Contextual Teaching And Learning untuk meningkatkan pelajaran IPA siswa kelas Vb SDN Madyopuro 4 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, dapat dilaksanakan dengan efektif. Hal ini dapat dilihat pada pemerolehan keberhasilan guru dalam menerapkan pendekatan Contextual Teaching And Learning pada siklus I pertemuan 1, skor yang diperoleh adalah 21, dengan rata-rata 64,29, pertemuan 2 mendapat skor 25, dengan rata-rata 89,30. Selanjutnya pada siklus II pertemuan 1 mendapatskor 26, dengan rata-rata 92,85 dan pada peretemuan 2 mendapat skor 28, dengan rata-rata 100. Dikatakan proses penerapan Contextual Teaching And Learning mengalami peningkatan. Selanjutnya aktivitas belajar siswa pada siklus I peretmuan 1 memperoleh rata-rata 43, pada pertemuan 2 memperoleh rata-rata 47, dan pada Siklus II pertemuan 1 memperoleh rata-rata 59,5. Selanjutnya pada pertemuan 2 memperoleh rata-rata 96. Mengalami peningkatan sesuai dengan apa yang diharapkan. Hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan 1 rata-rata hasil belajar siswa adalah 66,59, pertemuan 2 rata-rata hasil belajar siswa adalah 76,56. Selanjutnya pada siklus II pertemuan 1 rata-rata hasil belajar siswa adalah 77,81, dan pada peretmuan 2 rata-rata hasil belajar siswa adalah 90. Berdasarkan hasil penelitan, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Contextual Teaching And Learning dapat meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas Vb SDN Madyopuro 4 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Walapun demikian apa bila peneliti lain atau guru dalam menerapkan pendekatan Contextual Teaching And Learning bisa memperhatikan hal-hal yang telah disarankan untuk diperbaiki.

Studi minat masuk PSSJ POK dan motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa PSSJ POK angkatan 1992/1993 FIP IKIP MALANG
oleh Ahmad Mustaqfirin

 

Penerapan model pembelajaran scramble untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VA pada mata pelajaran PKn SDN Madyopuro 4 Kecamatan Kedungkandang kota Malang / Febri Belandina Lay

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran Scramble, Hasil Belajar, PKn, Sekolah Dasar. Permasalahan yang dialami oleh para siswa kelas VA SDN Madyopuro 4 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang adalah kesulitan meningkatkan hasil belajar siswa kelas VA SDN Madyopuro 4 kota Malang, untuk itu perlu diadakan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan menyenangkan juga pembelajaran yang menyentuh kehidupan riil siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan model Scramble dalam meningkatkan berbagai kemampuan siswa dan untuk mendeskripsikan peningkatan berbagai kemampuan siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa SDN Madyopuro 4 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan bersiklus model Kemmis dan McTaggart, meliputi : perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observation), dan refleksi (reflecting). Subjek dan lokasi penelitian adalah siswa kelas VA SDN Madyopuro 4 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, berjumlah 33 orang dengan komposisi siswa laki-laki 18 dan 15 orang siswa perempuan. Instrumen pengumpulan data penelitian adalah dengan memberikan post-test pada setiap akhir siklus, dan observasi pada saat proses belajar mengajar berlangsung, serta wawancara setelah kegiatan belajar mengajar di kelas. Analisis data kuantitatif untuk mendiskripsikan karakteristik hasil tes belajar siswa, dan analisis kualitatif untuk hasil aktivitas siswa melalui lembar observasi. Penerapan Model Pembelajaran Scramble yaitu a) Guru menyampaikan materi pelajaran. Kegiatan ini guru menanamkan konsep materi. b) Guru menyiapkan kartu soal yang telah dibuat untuk proses pembelajaran. c) Guru menyiapkan kartu jawaban dengan diacak nomornya sehingga anak dapat mencari jawaban yang tepat. d) Guru membentuk kelompok untuk mengerjakan soal-soal yang tersedia. e) Guru membagikan kartu soal dan kartu jawaban kepada masing-masing kelompok. f) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan soal dan mencari jawaban yang sesuai. g) Guru memberikan penilaian hasil kerja siswa. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut; nilai rata-rata siswa pada siklus I adalah 69,54%, sebanyak 11 siswa (33,33%) belum tuntas karena masih berada dibawah kriteria penilaian, sebanyak 22 siswa (66,66%) tuntas karena sudah mencapai kriteria ketuntasan oleh karena itu perlu diadakan perbaikan pada siklus II. Pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas VA SDN Madyopuro 4 adalah 74,54%, sebanyak 9 siswa (27,27%) yang belum tuntas atau belum mencapai kriteria ketuntasan, sedangkan sebanyak 24 siswa (72,72%) yang sudah tuntas karena telah mencapai kriteria ketuntasan. Dengan melihat pada nilai rata-rata siswa pada tiap siklus maka pada siklus II nilai siswa mengalami peningkatan. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Scramble ini dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas VA SDN Madyopuro 4 Kota Malang.

Pengaruh status sosial ekonomi orang tua dan konformitas kelompok terhadap perilaku kinsumsi siswa kelas XII IPS SMA Negeri 2 Malang / Vindi Desika Violita

 

ABSTRAK Violita, Vindi Desika. 2015. “Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Konformitas Kelompok Terhadap Perilaku Konsumsi Siswa Kelas XII IPS SMA Negeri 2 Malang”. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Drs. Mardono, M.Si (II) Ro’ufah Inayati, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Konformitas Kelompok, Perilaku Konsumsi. Perkembangan IPTEK saat ini membuat kebutuhan masyarakat semakin beragam. Masyarakat yang mengikuti perkembangan tersebut akan terpengaruh dalam perilaku konsumsinya. Fenomena yang terjadi dalam masyarakat membuat siswa cenderung bersikap kurang rasional dalam berkonsumsi. Peran orang tua yang baik dalam mengawasi keuangan anak, akan meminimalis ketidak rasionalan remaja. Selain itu, konformitas yang terjadi ketika siswa berinteraksi dengan teman-temannya juga akan mempengaruhi perilaku konsumsi. Konformitas yang negatif akan berdampak pada perilaku konsumsi yang kurang rasional jika didukung dengan status sosial ekonomi siswa yang tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi dalam penelitian ini yaitu status sosial ekonomi dan konformitas kelompok. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori yang bertujuan untuk menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependendanmengetahuiseberapabesarpengaruhvariabel- variabeltersebut. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel independenyaitu status sosial ekonmi orang tua dankonformitas kelompok serta satu variabel dependenyaituperilaku konsumsisiswakelas XII IPS SMA Negeri 2 Malang. Sampel berjumlah 117 siswa, pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket. Hasil analisismenggunakanregresibergandadenganbantuan program SPSS 16.00 for Windows menunjukkan bahwa: (1) status sosial ekonomi orang tua berpengaruh negatif terhadap perilaku konsumsi siswa, (2) konformitas kelompok berpengaruh negatif terhadap rasionalitas berkonsumsi siswa, dan (3) pengaruh secara simultan status sosial ekonomi orang tua dan konformitas kelompok terhadap perilaku konsumsi siswa kelas XII IPS SMANegeri 2 Malang. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa: (1) status sosial ekonomi orang tua mempengaruhi perilaku konsumsi, status sosial ekonomi orang tua yang tinggi akan berpengaruh negatif pada perilaku konsumsi siswa yang berhubungan dengan tingkat rasionalitas (2) konformitas kelompok mempengaruhi perilaku konsumsi, konformitas kelompok yang tinggi akan berpengaruh negatif pada perilaku konsumsi siswa yang berhubungan dengan tingkat rasionalitas dan (3) status sosial ekonomi orang tua dan konformitas kelompok akan memberi dampak pada perilaku konsumsi siswa yang berhubungan dengan tingkat rasionalitas. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah: (1) guru hendaknya memberi pengetahuan tentang perilaku yang baik dan mengajarkan hidup hemat pada siswa agar mereka dapat mengatur keuangan dengan cermat (2) peneliti selanjutnya dapat merefleksikan penelitian ini pada sekolah lain. Diharapakan peneliti menggunakan variabel lain sehingga dapat menyempurnakan penelitian tentang perilaku konsumsi siswa.  

Eksplorasi dan analisis strike dip bidang gelincir daerah rawan longsor berdasarkan data survei geolistrik dipole-dipole di Desa Bendosari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang / Erra Anggraeni Tamala

 

ABSTRAK Tamala, ErraA. 2015. Eksplorasi dan Analisis Strike-Dip Bidang Gelincir Daerah Rawan Longsor Berdasarkan Data Survei Geolistrik Dipole-Dipole di Desa Bendosari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi S1Fisika, Fakultas MatematikadanIlmuPengetahuanAlam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Daeng Achmad Suaidi, S.Si., M.Kom., (II) Burhan Indriawan, S.Si., M.Si. Kata kunci:BidangGelincir, Geolistrik, Dipole-dipole, Resistivitas, Res2dinv, Voxler, Strike Dip. Bencana tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang banyak menimbulkan korban jiwa, beberapa aktifitas manusia bisa menjadi faktor pemicu terjadinya bencana tanah longsor, dimana ketika aktifitas ini beresonansi dengan kerentanan dan kondisi alam. Pujonmerupakansalahsatudaerahrawanlongsor. Korbanjiwadapat diminimalisir dengan cara memberikan informasi masyarakat tentang kondisi geologi tanah longsor di daerah Pujon. Tanah longsor terjadi ketika terdapat perpindahan material tanah yang meluncur sepanjang daerah yang memiliki kemiringan tertentu.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikedalamanbidanggelincirtanahlongsordanmemperkirakanarahlongsoran di DesaBendosari,KecamatanPujon, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakanmetodegeolistrikkonfigurasidipole-dipoleyang dapatmenyelidikistrukturbawahpermukaandenganprinsipaliranlistrik. Data penelitian yang diperolehberupa data resistivitassemudan data topografi.Pengambilan data dilakukanpada 4 lintasandenganmasing-masinglintasan memiliki panjang 130 m, 90 m, 100 m, dan 95 m, serta spasi elektroda 5 m.Pengolahan data dilakukandenganmenggunakansoftware res2dinv 3.56untukmemperlihatkanperubahanresistivitaspadasetiaplapisanbatuan, kemudiandiolahdengansoftware voxler 3 untukmendapatkan model 3D, sertasoftware corelDRAW X4untukpenggabungankeempatlintasandanmenentukanarahlongsoran. Hasildariinterpretasidenganmenggunakansoftware res2dinv 3.56, diperolehpadalintasanpertamasepanjang 130 m padakedalaman 11,2 m - 14,7 mmemilikiperbedaannilairesistivitas10.388 Ωm – 40.157 Ωmyang relatifcuramdanberpotensilongsor. Lintasankeduasepanjang90 mjugapadakedalaman10,2 m - 14,7 mmemilikiperbedaannilairesistivitas 1.414 Ωm – 5.584 Ωm yang relatifcuramdanberpotensilongsor. Lintasanketigasepanjang100 m padakedalaman 9,18 m - 14,7 m memilikiperbedaannilairesistivitas 4.945 Ωm – 16.280 Ωm yang curamdanberpotensilongsor. Sedangkanlintasankeempatsepanjang 95 m padakedalaman 14,7 m – 17,9 mmemilikiperbedaannilairesistivitas 754 Ωm – 2.037 Ωmyang paling curamdiantaraketigalintasanlainnyadanberpotensilongsor.Untukmemperkirakanarahlongsoran, makamasing-masinglintasandigabungmenjadisatu. Strike bidanggelincirdiperkirakanberarahdariutaraketimursebesar 1050danDipsebesar 16,080, sehinggastrike dandipdalamletakkoordinat azimuth N1050 E / 16,080NE. Berdasarkankoordinat azimuth potensilongsordiperkirakanmengarahketimurlautdengansudut 150.

Analisis pengelolaan laboratorium fisika SMA Negeri di Kabupaten Malang / Wanda Indriana Puspita

 

ABSTRAK Puspita, WandaIndriana. 2016. AnalisisPengelolaanLaboratoriumFisika SMA Negeri di KabupatenMalang. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Drs. Kadim Masjkur, M.Pd, (II) Dr. Muhardjito, M.S. Kata Kunci:Pengelolaanlaboratoriumfisika, SMA Negeri,Kabupaten Malang. Laboratoriumfisikamerupakansumberpembelajaranuntukmemberikanpengalamannyatakepadapesertadidik. Keberadaanperalatan, perabot, administrasi, tenagalaboratoriumdankeamananruanglaboratoriumfisikaharusdiupayakangunameningkatkanmutupembelajaranfisika di sekolah. MengacupadaPermendiknasNomor24 Tahun 2007 tentangstandarsaranadanprasaranalaboratoriumdanPermendiknasNomor 26 Tahun 2008 tentangstandartenagalaboratorium,makapengelolaanlaboratoriumfisika SMA Negeri di Kabupaten Malang perluditeliti agar dapatdiketahuikelebihandankekurangan yang dimilikilaboratoriumfisika. Penelitianinimenggunakanmetodedeskriptifdenganjenissurvey design.Pendekatan yang digunakanpadapenelitianiniadalahkualitatifdankuantitatif.Tujuanpenelitianinimendeskripsikanpengelolaanlaboratoriumfisikayaitukuantitasdankualitasperalatan, perabot, danruanglaboratoriumfisikasertapengelolaanadministrasi, personalia, dankeamananlaboratoriumfisikaSMA Negeri di Kabupaten Malang. Teknikpengumpulan data dilakukandenganobservasi, wawancara, angket, dananalisisdokumendengansumber data yaknilaboratoriumfisika, kepalalaboratorium, laboran, teknisi, dankoordinatorfisika. Rerataketercapainstandarkuantitasdankualitasperalatan, perabot, danruanglaboratoriumfisika SMA Negeri di Kabupaten Malangsebesar 55.2%,masihbelumsepenuhnyasesuaidenganPermendiknasNomor 24 Tahun 2007. Rerataketercapainstandarpengelolaanadministrasi, personalia, dankeamananlaboratoriumfisika SMA Negeri di Kabupaten Malang sebesar 34.6%, masihbelumsesuaidenganPermendiknasNomor 26 Tahun 2008 tentangstandartenagalaboratorium.Pengelolaanlaboratoriumfisika SMA Negeridi Kabupaten Malang masihperluditingkatkan.Sehinggapengelolaanlaboratoriumfisika yang ada di SMA NegeriKabupaten Malang perludiperhatikanlagi.  

Rancang bangun mesin pemisah ampas kedelai untuk proses produksi tahu / Christian Arri Wijaya, Mohammad Mahbuby

 

Kata kunci: tahu, mesin pemisah ampas kedelai, gaya. Tahu dalam proses pembuatannya memerlukan proses yang begitu panjang. Mulai dari merendam kedelai agar kedelai tersebut tidak keras pada waktu digiling sampai dengan penyaringan yang membutuhkan tenaga besar. Sehingga memunculkan ide untuk membuat proses menjadi lebih mudah. Proses yang sangat berat dan memakan waktu adalah penyaringan kedelai. Di dalam proses ini pekerja dipaksa untuk bekerja dalam suhu panas dan tanpa alat pelindung serta menggunakan kekuatan tubuh yang besar. Sehingga dari keadan seperti ini muncul ide agar merancang alat yang dapat menghindarkan panas dari pekerja sehingga pekerja dapat bekerja dengan nyaman. Cara yang digunakan untuk merancang alat ini adalah dengan penelitian di pabirik-pabrik tahu skala menengah ke bawah karena alat ini di desain sangat murah dan sederhana sehingga produksi alat ini dapat diterima dalam seluruh golongan produsen tahu. Penelitian ini meliputi lama waktu dalam menyaring kedelai dan kondisi penyaringan kedelai yang sangat panas yang nantinya dijadikan panduan dalam merancang mesin pemisah seperti dalam perancangan dimensi dan kapasitas mesin. Dari perancangan tersebut dihasilkan sebuah produk mesin pemisah ampas kedelai dengan kapasitas 15 liter. Mekanisme atau cara kerja mesin pemisah ampas kedelai ini adalah dengan cara memasukkan adonan kedelai yang sudah dimasak dan di dalam alat ini nantinya adonan tersebut akan diputar dengan kecepatan 600 rpm sehingga nantinya adonan tersebut akan terpisah antara ampas dan sari kedelainya. Mesin ini menggunakan motor sebesar 0,5 PK dengan kecepatan putaran motor sebesar 1400 rpm.

A Study on the relationship between interest in topics and achievement in English reading comprehension of senior high school students / by Susilo

 

Pengaruh fasilitas belajar dan pengalaman Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) terhadap kesiapan kerja siswa (studi pada siswa kelas XII Pemasaran tahun ajaran 2014/2015 SMK Negeri 1 Probolinggo) / Rizka Dwi Harini

 

ABSTRAK Harini, R. D. 2015.Pengaruh Fasilitas Belajar dan Pengalaman Praktik Kerja Industri (Prakerin) terhadap Kesiapan Kerja (Studi Pada Siswa Kelas XII Pemasaran Tahun Ajaran 2014/2015 SMK Negeri 1 Probolinggo). Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi S1 Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sutrisno, M.M., (II) Dr. Suwarni, M.Si. Kata kunci: Fasilitas belajar, pengalaman prakerin, kesiapan kerja Setiap lembaga pendidikan mengharapkan seluruh siswa tamatannya mendapatkan pekerjaan. Pada SMK, untuk meningkatkan kesiapan kerja para siswa dapat dilakukan dengan adanya pembelajaran praktik di sekolah dan pengalaman untuk terjun secara langsung ke dunia industri melalui program Praktik Kerja Industri (Prakerin). Pada penelitian ini, terdapat 3 variabel yang diteliti yaitu fasilitas belajar (X1) dan pengalaman prakerin (X2) sebagai variable independen serta kesiapan kerja (Y) sebagai variable dependen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi masing-masing variabel dan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara fasilitas belajar dan pengalaman prakerin terhadap kesiapan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksplanasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi yang dipilih adalah siswa kelas XII Pemasaran SMK Negeri 1 Probolinggo sebesar 62 siswa dan sampelnya sebesar 54 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode proportional random sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dan dokumentasi. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan 52 item pernyataan dinyatakan valid dan reliabel. Berdasarkan hasil uji asumsi klasik, model regresi memenuhi asumsi normalitas dan layak pakai, tidak terjadi mutikolineritas, dan tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Fasilitas belajar SMK Negeri 1 Probolinggo tergolong baik, pengalaman prakerin siswa kelas XII pemasaran SMK Negeri 1 Probolinggo tergolong sangat baik dan kesiapan kerja siswa kelas XII pemasaran SMK Negeri 1 Probolinggo tergolong sangat baik, 2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII pemasaran SMK Negeri 1 Probolinggo, 3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pengalaman prakerin terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII pemasaran SMK Negeri 1 Probolinggo, 4) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara fasilitas belajar dan pengalaman prakerin secara simultan terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII pemasaran SMK Negeri 1 Probolinggo. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan: 1) Bagi siswa SMK Negeri 1 Probolinggo mengikuti seluruh kegiatan praktik kerja industri (prakerin) yang diadakan oleh sekolah dan DU/DI dengan bersungguh-sungguh agar mendapatkan pengalaman yang maksimal dan bermanfaat, 2) Bagi kepala sekolah dan pendidik disarankan lebih sering memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia dan memberikan sedikit pandangan tentang dunia kerja dan motivasi tentang pentingnya prakerin, 3) Bagi peneliti lain diharapkan dapat menyempurnakan dan mengembangkan hal-hal yang masih kurang dari penelitian ini.

Perbandingan efektivitas pembelajaran kooperatif model two stay two stray (TSTS) dengan pembelajaran kontekstual metode questioning dilihat dari peningkatan hasil belajar (STUdi eksperimen pada pembelajaran ekonomi kelas VII SMP Negeri 2 Pakuniran-Probolinggo) / Roni Wi

 

Kata kunci Two Stay Two Stray (TSTS). Dalam pembelajaran model ini siswa tidak hanya mendengarkan guru yang sedang mengajar, model Two Stay Two Stray (TSTS) diajarkan untuk melatih kemampuan berkelompok siswa dan lebih berperan aktif yang nantinya dapat meningkatkan hasil belajar dalam pelajaran ekonomi. Metode Questioning dengan adanya keinginan siswa untuk bertanya sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain siswa memiliki keinginan bertanya, guru juga memberikan pertanyaan kepada siswa agar dapat memicu siswa untuk berfikir. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan Pembelajaran Kooperatif Model Two Stay Two Stray (TSTS) pada pokok bahasan kegiatan pokok ekonomi kelas VII SMP Negeri 2 Pakuniran; 2) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan menerapkan pembelajaran Pembelajaran Kontekstual Metode Questioning pada pokok bahasan kegiatan pokok ekonomi kelas VII SMP Negeri 2 Pakuniran; dan 3) Untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran ekonomi di SMP Negeri 2 Pakuniran yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model TSTS (Two Stay Two Stray) dibandingkan dengan pembelajaran kontekstual metode Questioning pada pokok bahasan kegiatan pokok ekonomi kelas VII SMP Negeri 2 Pakuniran. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen, dengan rancangan penelitian adalah True Experimental Design. Populasi pada penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Pakuniran. Sedangkan sampel yang diambil terdiri dari dua kelas, dimana satu kelas sebagai eksperimen yaitu kelompok A dan kelompok B kelompok kontrol yang diambil dengan teknik Proporsional Random Sampling wawancara. Dua kelompok penelitian ini mendapatkan perlakuan yang berbeda, kelas eksperimen mendapat perlakuan model Two Stay Two Stray (TSTS) sedangkan kontrol mendapatkan perlakuan Questioning. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji persyaratan yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, dan uji hipotesis yaitu uji beda rata-rata kemampuan awal (t test), kemampuan akhir (t test), dan gain value (t test). Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada perbedaan yang signifikan antara peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray Questioning. Dari hasil analisis statistik dengan menggunakan Uji-t diperoleh hasil: 1) Nilai rata-rata pretest dari kelompok eksperimen adalah 23,75 dan nilai pretest pada kelompok control adalah 22,36; 2) Nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen sebesar 80,14 dan nilai rata-rata posttest kelompok kontrol sebesar 71,53; dan 3) Rata-rata gain value kelompok eksperimen sebesar 56,39, sedangkan rata-rata gain value kelompok kontrol sebesar 49,17. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray Questioning. (TSTS) lebih tinggi daripada peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran Kontekstual Metode (TSTS) dengan peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran Kontekstual Metode . Data diambil dari observasi, dokumentasi dan : Two Stay Two Stray (TSTS), Questioning, Hasil Belajar Pembelajaran kooperatif adalah salah satu alternatif strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendorong siswa agar terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran kooperatif mampu menciptakan pembelajaran yang dapat mengajak siswa satu dan siswa yang lainnya saling berinteraksi serta aktif dalam bertukar pengetahuan dalam kelompok untuk meningkatkan hasil belajarnya. Sedangkan pembelajaran kontekstual yang diterapkan agar siswa lebih tanggap terhadap permasalahan secara rasional. Dalam kelas kontekstual, tugas guru perlu membantu siswa untuk mencapai tujuan belajarnya. Salah satu pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model ilihat dari Peningkatan Hasil Belajar (Studi Eksperimen pada Pembelajaran Ekonomi Kelas VII SMP Negeri 2 Pakuniran-Probolinngo).

Errors in writing narrative text by the students of senior high school / Dian Luthfiyati

 

Luthfiyati, Dian. 2014. Errors in Writing Narrative Text by the Students of Senior High School. Tesis, Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. M. Adnan Latief, M.A., Ph. D., (2) Dr. Suharmanto, M.Pd.Tesis, Kata kunci: error, narrative writing. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk menemukan kesalahan dalam menulis teks narasi yang dibuat oleh siswa SMAN 2 Lamongan dalam kegiatan menulis. Hal ini difokuskan pada menjawab satu pertanyaan; "Apa saja jenis dan frekuensi kesalahan dalam teks tertulis narasi yang ditemukan di kelas dan jurusan yang berbeda dari siswa SMAN 2 Lamongan?" Penulis menggunakan deskriptif kuantitatif sebagai desain penelitian. Subyek penelitian ini adalah kelas X, XI, dan XII siswa SMAN 2 Lamongan. Di kelas X, 40 siswa kelas X-ilmu yang diambil sebagai sampel; di kelas X-sosial 23 siswa diambil sebagai sampel, dan di kelas X-bahasa 12 siswa diambil sebagai sampel. Di Kelas XI, 36 siswa kelas XI-ilmu yang diambil sebagai sampel, di kelas XI-sosial 31 siswa, dan kelas XI-bahasa 8 siswa diambil sebagai sampel. Sementara, di kelas XII, 38 siswa kelas XII-ilmu yang diambil sebagai sampel, di kelas siswa XII-sosial 28 dan di kelas XII bahasa 12 siswa diambil sebagai sampel. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan survei cross sectional. Instrumen utama penelitian ini adalah hasil menulis dari siswa dan petunjuk penilaian narasi. Tes menulis diteliti dalam penilaian subjektif di mana siswa diminta untuk membangun penulisan narasi diadaptasi dari Cohen (1994) dan Coffin, dkk (2003); Hyland (2004). Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa membuat beberapa kesalahan dalam nilai moral, isi, organisasi, tata bahasa, dan kosa kata. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa memiliki kesalahan dalam unsur-unsur penulisan narasi. Dari lima jenis kesalahan dalam penulisan narasi, tata bahasa adalah kesalahan yang paling sering dilakukan oleh siswa kelas X, XI, dan XII. Tata bahasa merupakan kesalahan dominan karena itu terjadi di setiap kelas dan masing-masing program. Jenis kesalahan dalam tata bahasa yang terjadi adalah simple past tense. Berdasarkan data, perbedaan kesalahan yang terjadi di setiap kelas tidak berbeda satu sama lain. Hal ini karena ada kesalahan dalam semua kategori di setiap kelas dan jurusan. Alasan mereka membuat kesalahan adalah mereka berpikir bahwa menulis itu sulit. Selain itu, tidak ada waktu khusus untuk mengajarkan tentang tata bahasa. Hal ini dapat mempengaruhi pengetahuan siswa tentang tata bahasa yang digunakan dalam menulis narasi. Temuan ini kemudian mengarah pada saran bahwa guru bahasa Inggris harus mampu memotivasi dan mendukung siswa dalam kelas menulis, dan tidak hanya memberikan penilaian pada tulisan siswa tetapi juga mereka harus memberikan umpan balik pada hasil menulis mereka. Dalam rangka meningkatkan kemampuan menulis, siswa harus memperhatikan aturan tata bahasa karena menjadi aspek penting dalam belajar bahasa, terutama dalam menyusun paragraf yang baik.

Unsur-unsur mitos dan ritus dalam 15 legenda rakyat
oleh Suratmi

 

Pemanfaatan metode drill untuk meningkatkan apresiasi puisi pada siswa kelas IV c SDN Klojen kota Malang / Markus Marthen Djontar

 

Kata Kunci : Metode Drill Meningkatkan Apresiasi Puisi di SD Pembelajaran Apresiasi puisi merupakan bagian dari pembelajaran sastra Apresiasi puisi merupakan kegiatan menghayati suatu puisi yang melibatkan aktifitas berfikir yang bersifat estetis dan imajinatif, pembelajaran Apresiasi puisi adalah proses yang dilakukan guru untuk membelajarkan siswa yang diselenggarakan untuk memperoleh pengetahuan tentang Apresiasi puisi. Tujuan pembelajaran apresiasi puisi sesuai dengan kurikulum. RRP yang disusun guru terdiri dari kompetensi dasar, hasil belajar tujuan, pemilihan materi, dan media, perencanaan prosedur pembelajaran, dan perencanaan penilaian hasil belajar dirumuskan guru sesuai dengan kompetensi dasar dan tujuan yang disusun oleh guru. Rencana pada kegiatan awal sangat terfokus pada tujuan pembelajaran, adanya itentitas Tanya jawab, pemberian model kelompok belajar, kegiatan inti yang disusun guru atau peneliti teknik model kelompok belajar, rencana kegiatan akhir yang dirumuskan guru dengan melakukan kesimpulan dan refleksi, memberikan evaluasi pada siswa, memberikan kesan dan saran, serta memberikan tugas atau motivasi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, perencanaan penilaian terdiri dari hasil penilaian proses. Maka hasil dalam peningkatan metode drill dapat meningkat hasil pembelajaran siswa baik dari siklus I sampai dengan siklus II. Hasil belajar yang di peroleh siswa selama guru/peneliti melakukan penelitian mencapai hasil sebagai berikut yaitu dari pra tindakan, siklus I, sampai dengan siklus II. Pra tindakan mencapai skor total 2298 dengan hitungan rata-rata 71,78%, jika dibandingkan dengan siklus I pertemuan pertama mencapai skor total 1490 dengan hitungan rata-rata 46,56%, hal ini kemampuan mengapresiasi puisi dan menentukan rima belum mencapai standar, dan siklus I ipertemuan kedua mencapai skor total 2098 dengan hitungan rata-rata 65,56%, tapi dilihat dari hasilnya belum begitu baik maka dilanjutkan pada siklus II pertemuan pertama mencapai skor total 2298 dengan hitungan rata-rata 71,81%, dan pertemuan kedua mencapai skor total 2335 dengan hitungan rata-rata 83,39%. Jadi dibandingkan dengan siklus I dengan siklus II maka hasil dari siklus II sudah mencapai standar ketuntasan. Hasil belajar ini dapat disarankan agar guru melaksanakan penilaian proses dan penilaian hasil yang telah dituliskan dalam RPP penilaian proses ini bertujuan untuk membantu hasil prestasi siswa dalam pembelajaran. Kesimpulan hasil belajar ini sangat baik untuk diharapkan pada guru bidang study agar selalu memberikan dorongan pada siswa dalam belajar agar hasil lebih baik lagi.

Analisa efisiensi tentang biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan perancah dan bekisting pada perumahan Istana Dieng Kav. 5 Malang / Hermanto

 

Proyek adalah kegiatan yang dapat direncanakan dan dilaksanakan dalam satu bentuk kesatuan dengan menggunakan sumber-sumber untuk kemanfaatan. Kegiatan tersebut dapat berbentuk investasi baru dalam berbagai macam pabrik, pembuatan jalan raya atau kereta api, irigasi, bendungan, perkebunan, pembukaan hutan, pendidikan gedung-gedung sekolah atau rumah sakit-rumah sakit, berbagai macam program latihan, program keluarga berencana, berbagai macam survei atau penelitian, perluasan atau perbaikan program-program yang sedang berjalan dan lain-lain Perancah adalah konstruksi yang memikul atau menerima beban dan memberi kekuatan serta kestabilan pada bekisting. Perancah ada yang bersifat fabrikasi seperti perancah scaffolding dan ada yang konvensional seperti perancah bambu. Pemilihan penggunaan perancah bambu disebabkan karena sifat kekakuan dan ukuran yang tersedia di lapangan, serta termasuk harga pembeliannya yang tidak mahal. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan hingga analisa biaya pada proyek pembangunan perumahan Istana Dieng kav. 5, Malang secara khusus studi lapangan ini mengungkapkan : (1) pelaksanaan, (2) perencanaan, (3) analisa biaya pekerjaan perancah. Metode penelitian yang digunakan dalam studi lapangan ini adalah metode penelitan survey. Untuk mendapatkan data yang akurat dapat dilakukan dengan cara observasi (pengamatan), wawancara, dokumentasi dan melalui buku pedoman. Hasil penelitian menyebutkan bahwa perencanaan pekerjaan perancah menggunakan material kayu, bambu. Waktu pelaksanaan pekerjaan perancah bulan Desember adapun kegiatan pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi perakitan bekisting pelat, pemeriksaan bekisting pelat, dan pembongkaran bekisting. Analisa biaya pekerjaan bekisting meliputi biaya material dan biaya pekerja. Berdasarkan hasil setudi lapangan ini, disarankan untuk lebih meningkatkan kinerja para pekerja agar memperoleh bobot prestasi pekerja yang lebih baik.

Hubungan antara motivasi berprestasi dan perilaku kepemimpinan berorientasi kemanusiaan dengan keberhasilan posyandu di Kabupaten Minahasa / oleh Katrina Siwi

 

Pengembangan permainan ular tangga raksasa untuk menstimulasi kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun di Kota Malang / Ayuni Thohirotunisa

 

ABSTRAK Thohirotunisa, Ayuni. 2016. Pengembangan Permainan Ular Tangga Raksasa Untuk Menstimulasi Kemampuan Kognitif Anak Usia 5 – 6 Tahun di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Kentar Budhojo, M. Pd, (2) Wuri Astuti, S.Pd Kata kunci : Permainan ular tangga raksasa, kemampuan kognitif Kegiatan pembelajaran yang selama ini dilakukan untuk mengembangkan kemampuan kognitif di TK Insan Kamil Gadang masih mengacu pada majalah, media yang digunakan berupa lembar kerja yang tercantum didalam majalah sekolah, cenderung menggunakan teknik menulis. Pengembangan permainan modifikasi yang menyenangkan belum pernah dilakukan di TK Insan Kamil Gadang. Peneliti merancang permainan yang diberi nama permainan ular tangga raksasa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan produk permainan ular tangga raksasa yang aman, mudah, dan menyenangkan untuk menstimulasi kemampuan kognitif pada anak usia 5-6 tahun di kota Malang. Karakteristik permainan ular tangga raksasa yang dimaksud adalah aman artinya permainan tidak membahayakan bagi anak, mudah artinya permainan tidak menyulitkan anak dalam melakukannya, menyenangkan artinya permainan tidak membosankan dan membuat senang anak Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Dick and Carey. Langkah penelitian dimulai dari analisis kebutuhan dan tujuan, rancangan produk, revisi ahli, uji coba kelompok kecil, revisi dilakukan berdasarkan hambatan yang ada di lapangan, selanjutnya uji coba kelompok besar dan revisi akhir. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa presentase. Berdasarkan hasil analisis data tersebut permainan ular tangga raksasa untuk menstimulasi kemampuan kognitif pada anak usia 5-6 tahun di kota Malang dinilai baik dan layak digunakan dengan memperhatikan ukuran tempat yang digunakan. Saran-saran yang dapat dikemukakan adalah apabila semua anak mampu melaksanakan permainan dengan baik, sebaiknya kegiatan dalam permainan diubah dan dimodifikasi.

Seni tradisional langen tayub" di desa Jimbe kecamatan Kademangan kabupaten Blitar / oleh Anditta"

 

Penerapan strategi pembelajaran discovery pada mata pelajaran matematika untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Tanggung 02 Campurdarat / Syu'ara Yusufa Anggriawan

 

Anggriawan, Syu’ara Yusufa. 2013. Penerapan Strategi Pembelajaran Discovery Pada Mata Pelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Tanggung 02 Campurdarat. Skripsi, Progam Studi Teknologi Pendidikan, Jurusan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Pd, M.Ed (II) Saida Ulfa, S. T., M. Edu, Ph.D Kata kunci: Pembelajaran discovery, hasil belajar Berdasarkan observasi awal diketahui bahwa pembelajaran yang diterapkan di SDN Tanggung 02 Campurdarat-Tulungagung menunjukkan metode pembelajaran mata pelajaran Matematika masih cenderung menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas mandiri. Dengan menggunakan metode ceramah kebanyakan siswa merasa bosan dan siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diberikan oleh guru sehingga hanya 60% hasil belajar siswa yang mencapai KKM, KKM untuk pelajaran matematika yaitu 69. Salah satu metode pembelajaran yang bisa digunakan guru dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa adalah metode Discovery Learning. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode Discovery Learning. Discovery Learning adalah metode pembelajaran yang dalam prosesnya siswa berusaha menemukan sendiri dan memahami konsep dan definisi materi pembelajaran. Metode ini memajukan cara belajar aktif yang berorientasi pada proses, mengarah sendiri dan reflektif. Lokasi penelitian ini di SDN Tanggung 02 Campurdarat dengan mengambil subyek penelitian siswa kelas V dengan jumlah sebanyak 10 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan selama 2 siklus dengan masing-masing siklus memiliki tahapan: (1) Perencanaan tindakan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi, (4) Analisis dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, test, angket, dokumentasi dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa siklus 1 menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 74,75 dengan nilai teringgi 90 dan nilai terendah 55 siswa yang belum mencapai KKM sebanyak 5 siswa dan yang sudah mencapai KKM sebanyak 15 siswa dengan presentase 75%, sedangkan pada siklus 2 hasil belajar siswa mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus 1, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata siswa sebesar 80,75 dengan nilai teringgi 100 dan nilai terendah 60 siswa yang belum mencapai KKM sebanyak 3 siswa dan yang sudah mencapai KKM sebanyak 17 siswa dengan presentase 85%. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Matematika serta peneliti menyimpulkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas ini dapat dikatakan berhasil.

Hubungan peran orang tua dengan minat baca siswa: sebagai upaya perolehan informasi bimbingan belajar di sekolah
oleh Irma Endang Rikawati

 

Pemanfaatan media instruksional matematika dalam pengajaran matematika kelas III SDN se-Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo
oleh Indriyah Utami

 

Tanggapan penmgunjung terhadap Wisata Petik Sayur Desa Sumberejo Kota Batu / Akhmad Ridwan

 

ABSTRAK Ridwan, Akhmad. 2015.Tanggapan Pengunjung Terhadap Wisata Petik Sayur Desa Sumberejo Kota Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si, (2) Drs. Hendri Purwito, M.Si Kata Kunci: Tanggapan, Desa Wisata, Petik Sayur Pengembangan desa wisata yang ada di Kota Batu saat ini gencar dilakukan. Kegiatan ini bertujuan agar mampu memberikan dampak pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa dan meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan. Salah satu desa yang dikembangkan yaitu Desa Sumberejo. Desa Sumberejo mempunyai lahan pertanian yang di dalamnya terdapat berbagai jenis tanaman seperti seledri, brokoli, selada, bunga dan sebagainya. Potensi wisata dari lahan pertanian yang heterogen tersebut adalah wisata agro, karena wisatawan dapat diajak untuk berkeliling area pertanian dengan melihat berbagai aktivitas yang mungkin hanya bisa dilihat pada sawah pedesaan seperti petani yang sedang memanen seledri, menyiram brokoli, mengangkut hasil pertanian ataupun yang sedang melakukan aktivitas bercocok tanam. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan penelitian untuk mengetahui potensi kekayaan dan alternatif pengelolaan wisata untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan pengunjung terhadap potensi wisata dan fasilitas di wisata petik sayur Desa Sumberejo. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Objek penelitiannya adalah wisata petik sayur Desa Sumberejo.Teknik pengambilan sampel terhadap wisatawan dengan menggunakan convenience sampling (accidental sampling). Jumlah responden yang diteliti sebanyak 110 responden yang terdiri dari kelompok tani, wisatawan, dan pengelola wisata. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan tabulasi tunggal dan tabulasi silang. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Karakteristik pengunjung wisata petik sayur Desa Sumberejo yaitu sebagian besar wisatawan perempuan dengan frekuensi 74 orang. Rata-rata umur pengunjung wisata yaitu antara 15-19 tahun dan 30-34 tahun. Pendidikan responden rata-rata SMA dengan pekerjaan paling besar yairu sebagai pelajar. Intensitas kunjungan baru pertama kali, karena wisata petik sayur tergolong jenis wisata baru. Tanggapan wisatawan terhadap daya tarik utama tidak berpengaruh terhadap dari karakteristik wisatawan. Sebagian wisatawan menikmati pemandangan kehidupan masyarakat Desa Sumberejo bukan wisata petik sayur. Sedangkan tanggapan wisatawan terhadap daya tarik pendukung yaitu berpengaruh karena kegiatan yang dilakukan banyak ditawarkan di objek wisata lain namun sensasi kegiatannya berbeda yaitu outbound. Fasilitas yang disediakan oleh pihak pengelola juga baik sehingga pengunjung cukup nyaman menikmati fasilitas yang ada. Karakteristik pengunjung yang berbeda-beda memberikan penilaian yang berbeda pula terhadap kondisi daya tarik dan fasilitas yang disajikan oleh pihak pengelola wisata.

Studi kasus kematian maternal di Kecamatan Sukun Kota Malang / Helena Alfi Susanti

 

ABSTRAK Helena, Alfi Susanti. 2014.Studi Kasus Kematian Materal di Kecamatan Sukun Kota Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Budijanto, M.Sos (2) Tanjung, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Kematian Maternal, Faktor Kematian Hasil survey demografi menambahkan bahwa Kota/Kabupaten Malang tahun 2012 menduduki posisi kedua tertinggi setelah Kota Jember yakni mencapai 164,64 per 100.000 kelahiran. Sejak tahun 2009-2013 tercatat ada 16 kasus kematian maternal di Kecamatan Sukun Kota Malang. Kematian tersebut tedapat di Puskesmas Janti sebanyak 7 kasus, di Puskesmas Mulyorejo sebanyak 5 kasus dan Puskesmas Ciptomulyo sebanyak 4 kasus. Kejadian ini tidak seimbang jika dilihat banyaknya tenaga kesehatan dan tempat pelayanan kesehatan yang terdapat di Kecamatan Sukun Kota Malang. Fokus penelitian ini membahas faktor-faktor sosial yang mempengaruhi kematian maternal dan bagaimana kronologis kematian maternal di Kecamatan Sukun Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor sosial apa yang dapat meningkatkan kematian maternal di Kecamatan Sukun Kota Malang Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari partisipan dan perilaku yang dapat diamati. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kasus karena didalamnya meneliti studi kronologis kematian ibu dan interaksi lingkungan sosial keluarga almarhumah. Responden pada penelitian ini ditujukan pada keluarga almarhumah yang diambil dari 3 kasus kematian maternal. Hasil penelitian mengemukakan faktor sosial yang mempengaruhi kematian maternal berasal dari rendahnya pendidikan, rendahnya pendapatan, status bekerja ibu, dan terbatasnya akses ibu saat melakukan perawatan kesehatan. Apabila faktor sosial tersebut diabaikan maka tingginya kematian maternal di Kota Malang tidak akan bisa dibendung atau bahkan bisa terus meningkat. Oleh karena itu, peran Puskesmas Janti dan Puskesmas Mulyorejo dalam upaya penurunan angka kematian maternal melalui pelaksanaan program-program yang sudah ada maupun yang direncanakan sebaiknya terus dilaksanakan, dikontrol dan dievaluasi.

Tingkah laku anak nakal ditinjau dari keutuhan keluarga dan suasana kehidupan beragama dalam keluarga pada siswa SMP Negeri di Kotamadya Surakarta / oleh Hadi Mulyono

 

Pembandingan metode ceramah soal dikelas I SMA Kodya Malang - bidang studi Matematika / oleh Ko Fong Lie

 

Pengembangan modul elektronik berbasis inkuiri terbimbing melalui sistem koordinasi sebagai sebagai upaya peningkatan berpikir kritis, penguasaan konsep, dan sikap ilmih peserta didik di kelas XI IPA SMA Laboratorium UM / Vivi Andriani

 

Andriani, Vivi. 2014. Pengembangan Modul Elektronik Berbasis Inkuiri Terbimbing Materi Sistem Koordinasi Sebagai Upaya Peningkatan Berpikir Kritis, Penguasaan Konsep dan Sikap Ilmiah Peserta Didik Kelas XI IPA SMA Laboratorium UM. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. agr. H. Moh. Amin, S.Pd, M.Si, (II) Dr. H. Abdul Gofur, M.Si. Kata kunci: modul elektronik, inkuiri terbimbing, berpikir kritis, penguasaan konsep, sikap ilmiah.     Kurikulum yang digunakan di Indonesia saat ini adalah Kurikulum 2013, dengan tujuan agar peserta didik lebih kreatif, inovatif, komunikasi efektif, pemecahan masalah, berpikir kritis serta metakognitif. Peserta didik dalam penerapan Kurikulum 2013 ini juga di tuntut untuk mampu menguasai teknologi informasi dan mampu belajar mandiri dengan memanfaatkan media informasi. Media pembelajaran yang mampu mengakomodasi peserta didik adalah modul elektronik (E-Modul). Pemanfaatan E-Modul ini akan lebih maksimal jika dikemas dengan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kompetensi di kurikulum 2013 yaitu pembelajaran inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian ini adalah membuat E-Modul berbasis inkuiri terbimbing yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, penguasaan konsep dan sikap ilmiah peserta didik kelas XI SMA Laboratorium UM.     Desain penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Lee & Owens (2004) dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) assessment yang terdiri dari dua bagian utama yaitu analisis kebutuhan dan analisis Front-end; (2) design; (3) development; (4) implementation; (5) evaluation. Intrumen pengumpulan data Pengembangan E-Modul ini adalah lembar penilaian (validasi) dan tanggapan/komentar, tes kemampuan berfikir kritis dan tes penguasaan konsep, angket respon peserta didik, lembar penilaian sikap sosial dan sikap ilmiah peserta didik dengan skala likert. Hasil validasi ahli media pembelajaran, ahli materi/isi dan ahli pembelajaran dan praktisi lapangan, menyimpulkan bahwa E-Modul berbasis inkuiri terbimbing ini valid dengan rerata persentase 88,1 % sehingga E-Modul berbasis inkuiri terbimbing ini layak digunakan sebagai bahan ajar alternatif di sekolah. Hasil analisis uji t berpasangan diketahui bahwa nilai signifikansi (0,000) ˂ 0,05 sehingga H0 ditolak, disimpulkan bahwa penggunaan E-Modul ini berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis, penguasaan konsep dan sikap ilmiah peserta didik. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah: (1) produk E-Modul ini dapat menjadi acuan untuk pengembangan lebih lanjut pada materi pembelajaran lainnya menjadi lebih menarik, atraktif dan mampu berinteraksi dengan user sehingga dapat digunakan untuk keperluan belajar mandiri maupun klasikal. (2) untuk mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar peserta didik dengan menggunakan E-Modul ini, maka perlu dilakukan penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen ini dengan membandingkan antar kelas yang diajar dengan menggunakan E-Modul dan yang tidak menggunakan E-Modul tapi menggunakan buku teks biologi.

Pengembangan multimedia interaktif untuk pembelajaran tata bahasa dan kosa kata bahasa Jerman dengan tema Kennenlernen / Nina Rachma Ilhami

 

Ilhami, Nina Rachma. 2013. Pengembangan Multimedia Interaktif Untuk Pembelajaran Tata Bahasa Dan Kosakata Bahasa Jerman Dengan Tema Kennenlernen. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Deddy Kurniawan, S.Pd., M.A, (2) Drs. Tiksno Widyatmoko, M.A. Kata kunci : multimedia interaktif, tata bahasa, kosakata, bahasa Jerman. Bahasa Jerman merupakan mata pelajaran pilihan bahasa asing yang diajarkan di beberapa sekolah lanjutan tingkat atas di Indonesia, salah satunya di SMA Negeri 9 Malang. Hasil observasi awal terhadap proses pembelajaran bahasa Jerman di kelas X SMAN 9 Malang menunjukkan bahwa bahasa Jerman sebagai mata pelajaran yang baru bagi peserta didik menimbulkan berbagai macam respon dari para peserta didik terhadap mata pelajaran bahasa Jerman. Setiap peserta didik memiliki karakteristik minat dan bakat, kemampuan kognitif, kesiapan dan kecepatan belajar. Berkaitan dengan karakteristik peserta didik, tidak semua materi dapat dipahami siswa hanya dengan membaca buku dan mendengarkan penjalasan guru. Dalam hal ini, guru dapat menyajikan materi pembelajaran dalam sebuah media interaktif yang dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik. Media pembelajaran tersebut dapat membantu peserta didik untuk memahami materi pembelajaran dengan baik. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa produk perangkat lunak multimedia interaktif yang menarik dari segi tampilan, sesuai dengan tujuan pembelajaran, tepat dari segi materi yang disajikan, serta kesesuaian media dengan pola pemanfaatan media pembelajaran. Dalam penggunaannya, peserta didik dapat melakukan kontrol terhadap aktivitas belajar mandiri dan lebih leluasa dalam menentukan urutan materi belajar sesuai kebutuhan, sehingga peserta didik dapat mengejar ketertinggalan materi dan lebih siap untuk menerima materi yang disajikan guru di kelas. Penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi model penelitian dari model penelitian dan pengembangan Borg dan Gall dan model yang dikembangkan oleh Sukmadinata. Secara garis besar langkah penelitian dan pengembangan yang dilakukan terdiri dari tiga tahap, (1) tahap pra pengembangan, (2) tahap pengembangan, dan (3) tahap uji validitas dan revisi. Data dalam penelitian dan pengembangan multimedia interaktif ini diperoleh melalui angket penilaian oleh subjek validasi dan subjek ujicoba. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa validitas multimedia interaktif termasuk dalam kualifikasi baik sekali dan layak dijadikan sebagai media pembelajaran pada pembelajaran tata bahasa dan kosakata bahasa Jerman peserta didik kelas X SMA. Oleh karena itu, peneliti menyarankan kepada guru untuk menggunakan multimedia interaktif ini sebagai alternatif media pembelajaran bahasa Jerman pada tema Kennenlernen.

Problematika pembelajaran menulis karangan pada kelas IV Sekolah Dasar di Gugus 2 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Daniesta Cempaka Ayuningtyas

 

ABSTRAK Ayuningtyas, Daniesta Cempaka.2015. Problematika Pembelajaran Menulis Karangan Pada Kelas IV Sekolah Dasar Di Gugus 2 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Skripsi, Jurusan kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd, (II) Drs. Ahmad Badawi, S.Pd., M.Pd Kata kunci : Problematika, Pembelajaran Menulis, SD Pembelajaran menulis yang dulu merupakan pelajaran dan latihan pokok kini kurang mendapat perhatian, baik dari para siswa maupun para guru. Kurangnya keterampilan guru dalam menggunakan berbagai model pembelajaran dapat berakibat proses pembelajaran yang dilakukan bersifat monoton karena hanya bertumpu pada model pembelajaran yang itu-itu saja dan keterlibatan siswanya sangat minim. Berdasarkan studi awal penulis dari observasi pembelajaran menulis di SDN Madyopuro 4 pada siswa kelas 4, ditemukan bahwa pada siswa kelas 4 tersebut mengalami kesulitan pada materi menulis terutama menulis karangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahaan yang dihadapi guru mengenai perencanaan pembelajaran menulis, penguasaan materi menulis, dan pelaksanaan pembelajaran menulis karangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah guru kelas IV di gugus 2 Sekolah Dasar di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket terhadap guru dan observasi terhadap RPP dan pelaksanaan pembelajaran menulis. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling, yaitu keseluruhan populasi merangkap sebagai sampel penelitian. Untuk subjek penelitian diambil seluruh jumlah guru kelas IV yang ada di gugus 2 Kecamatan Kedungkandang yaitu sebanyak 10 orang guru. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian yaitu (1) Guru kelas 4 sekolah dasar di gugus 2 Kecamatan Kedungkandang mengalami kesulitan dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pembelajaran menulis karangan. (2) Guru kelas 4 sekolah dasar di gugus 2 Kecamatan Kedungkandang kurang memahami substansi materi menulis. (3) Guru kelas 4 sekolah dasar di gugus 2 Kecamatan Kedungkandang pada saat kegiatan pembelajaran menulis tidak membimbing siswanya saat menulis. Disarankan kepada guru-guru sekolah dasar agar menyusun sendiri perencanaan pembelajaran menulis. Menguasai materi menulis sebagai dasar suksesnya proses pembelajaran menulis di SD. Guru harus terbuka dan aktif dalam kegiatan KKG khususnya kegiatan penyusunan RPP. Guru perlu mengadakan pelatihan menulis, khususnya pelatihan materi menulis karangan.

Perencanaan injector pada sistem electronic fuel injection kendaraan Kijang Krista'98
oleh Dewi Kurniawati

 

Penggunaan media papan sudoku sejarah dalam pembelajaran sejarah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa kelas XI IIS 1 di SMA Negeri 10 Malang / Fendy Indra Marosa

 

ABSTRAK Marosa, Fendy I. 2016. Penggunaan Media Papan Sudoku Sejarah Dalam Pembelajaran Sejarah Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Siswa Kelas XI IIS 1 di SMA Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, (II) Drs. Mashuri, M.Hum Kata Kunci: media papan sudoku sejarah, kualitas pembelajaran, proses, hasil. Inovasi dalam proses pembelajaran sangat perlu untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjadikan mata pelajaran sejarah lebih efektif.Mata pelajaran sejarah sebenarnya membutuhkan pendalaman materi yang lebih bukan hanya menekankan hafalan pada materi. Berdasarkan observasi awal pada kelas XI IIS 1 SMAN 10 Malang ditemukan adanyapenggunaan media yang masih kurang optimal. Masalah tersebutlah yangmenyebabkanpeserta didik hanya mendengarkan penjelasan dari guru sehingga timbul kebosanan dan tidak aktif untuk belajar. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan di kelas XI IIS 1 yaitu dengan penggunaan media papan sudoku sejarah agar peserta didik turut aktif dalam proses pembelajaran sejarah. Harapandaripenggunaan media ini,guna menciptakan proses dan hasil belajar yang lebih positif. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus dilakukan dalam dua kali pertemuan. Tujuan dari penelitianini adalah (1) untuk meningkatkan proses pembelajaran peserta didik kelas XI IIS 1 SMA Negeri 10 Malang melalui penggunaan media papan sudoku dalam belajar sejarah. (2) untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI IIS 1 SMA Negeri 10 Malang melalui penggunaan media papan sudoku dalam belajar sejarah. Sejalan dengan tujuan tersebut kualitas pembelajaran dapat diketahui dari proses dan hasil belajar, peningkatan diukur dengan melihat keaktifan serta hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukan penggunaan media papan sudoku sejarah dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran. Hal ini didasari dari perolehan hasil penelitian keaktifan peserta didik secara klasikal mengalami peningkatan. Pada pra siklus diperoleh persentase 31%, siklus 1 meningkat menjadi 57,29%, dan siklus 2 meningkat menjadi 76,65%. Peningkatan keaktifan di kelas XI IIS 1 diperkuat dengan keberlangsungan pembelajaran menggunakan media papan sudoku sejarah terlaksana dengan baik.Peningkatan ini ditunjukan dari hasil lembar observasi proses pembelajaran. Pada siklus 1 diperoleh persentase sebesar 70% dan siklus 2 meningkat menjadi 87,50%. Peningkatan juga terjadi pada hasil belajar peserta didik, nilai rata-rata pra sikluspada nilai ulangan harian sejarah peminatan yakni 70,32 dengan ketuntasan klasikal 32,25%. Pada siklus 1 rata-rata hasil belajar peserta didik 73,45 dengan ketuntasan klasikal 61,29% dan siklus 2 mengalami peningkatan nilai rata-rata 78,61 dengan ketuntasan secara klasikal sebesar 77,41%. Dapat disimpulkan penggunaan media papan sudoku sejarah pada kelas XI IIS 1 SMA Negeri 10 Malang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang dibuktikan dengan meningkatnya proses dan hasil belajar peserta didik. Dari hasil penelitian ini, penulis memberikan beberapa saran diantaranya: (1) bagi guru: guru hendaknya terus mengembangkan pembelajaran yang bervariasi dan inovatif, agar dapat menciptakan proses pembelajaran sejarah yang menarik serta memberikan hasil belajar lebih baik. (2) bagi peserta didik kelas XI IIS 1 SMAN 10 Malang: peserta didik hendaknya harus lebih semangat dan tidak melakukan aktifitas lain selain belajar diwaktu pembelajaran sedang berlangsung. (3) bagi peneliti selanjutnya: pada penelitian ini masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran. Misalnya, pengorganisasian waktu dan penyelesaian media belum sepenuhnya terpenuhi sehingga diharapkan peneliti berikutnya dapat menyempurnakan dan melanjutkan kreativitas dalam proses pembelajaran sejarah.

Efektivitas penerapan pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) pada materi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi mata pelajaran ekonomi di kelas X IIS I SMA Negeri 1 Batu tahun ajaran 2014/2015 / Nila Nur Cahyani

 

ABSTRAK Cahyani, Nila Nur. 2015. Efektivitas Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization) Pada Materi Pembangunan Dan Pertumbuhan Ekonomi Mata Pelajaran Ekonomi Di Kelas X IIS I SMA Negeri 1 Batu Tahun Ajaran 2014/2015. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Prodi S1 Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Prih Hardinto. M.Si, (II) Dr. Nasikh, S.E, M.P, M.Pd Kata kunci : efektivitas, penerapan, pembelajaran kooperatif, TAI (Team Assisted Individualization) Dalam proses belajar mengajar di kelas, guru dapat menggunakan berbagai macam model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang banyak digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif yaitu pembelajaran dengan cara diskusi kelompok kecil. Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan di SMA Negeri I Batu bahwa guru bidang studi ekonomi sudah menggunakan model pembelajaran kooperatif. Namun, dalam pembentukan kelompok, guru membentuk sesuai dengan urutan nomor presensi atau siswa yang memilih kelompoknya sendiri. Jika pembentukan kelompok sesuai urutan nomor presensi, maka kemampuan siswa dalam kelompok tidak merata sedangkan jika siswa memilih kelompoknya sendiri maka siswa tersebut lebih cenderung memilih kelompok dengan siswa yang pandai. Hal tersebut membuat siswa hanya menggantungkan jawaban ke teman sekelompoknya dan kurang bekerjasama, sehingga aktivitas dalam pembelajaran didominasi oleh siswa yang pandai saja. Solusi dari masalah tersebut yaitu dengan memilih model pembelajaran yang tepat. Model pembelajaran yang sesuai yaitu TAI (Team Assisted Individualization). Pembelajaran TAI, pembentukan kelompok disesuaikan dengan kemampuan akademik siswa sehingga kemampuan antar kelompok merata. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Researh). Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 6 Maret hingga 23 Maret 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur efektifitas penerapan pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization). Subyek penelitian ini yaitu siswa kelas X IIS I di SMA Negeri I Batu dengan jumlah siswa 28 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapan TAI, guru telah melaksanakan rencana pembelajaran dengan baik sekali. Hal ini dapat diketahui dari hasil analisis data pada siklus I tingkat keberhasilan tindakan guru sebesar 92,9% dan pada siklus II sebesar 96,1%. Hasil proses belajar siswa yang diperoleh dalam pembelajaran menggunakan TAI (Team Assisted Individualization) pada siklus I sebesar 69,47% dengan kriteria “cukup baik” sedangkan pada siklus II sebesar 91,67% dengan kriteria “sangat baik”. Hasil aktivitas siswa selama pembelajaran menggunakan TAI (Team Assisted Individualization) pada siklus I sebesar 72,61% dengan kriteria “cukup baik” sedangkan pada siklus II sebesar 90,47% dengan kriteria “baik”.

Pengembangan media latihan akurasi passing pendek dengan gawang warna dan bola warna pada tim Bhirawa FC Kabupaten Malang / Deki Eko Agus Frasetyo

 

ABSTRAK Frasetyo, Deki Eko Agus. 2015. Pengembangan Media latihan akurasi passing pendek dengan gawang warna dan bola warna pada Bhirawa FC Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Nengah Sudjana, S.Pd., M.Pd. (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: media latihan, passing pendek, gawang warna dan bola warna, sepakbola, usia 11-12 tahun Berdasarkan observasi awal pada tim sepakbola Bhirawa FC Kabupaten Malang pada tanggal 18 Januari 2015, latihan akurasi passing yang diberikan tidak efektif dan tidak sesuai seperti yang diharapkan, serta belum adanya media untuk latihan akurasi passing pendek. Pada penelitian awal yaitu analisis kebutuhan kepada 32 pemain usia 11-12 tahun didapatkan hasil sebagai berikut: latihan akurasi passing pendek yang dilaksanakan kurang efektif dan cenderung membosankan. Kemudian didapatkan data bahwa belum adanya media untuk latihan akurasi passing pendek. Setelah itu para pemain menyetujui adanya pengembangan media latihan akurasi passing pendek dengan gawang warna dan bola warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media latihan akurasi passing pendek dalam permainan sepakbola usia 11-12 tahun menggunakan gawang warna dan bola warna pada tim sepakbola Bhirawa FC Kabupaten Malang. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat digunakan secara maksimal saat latihan dan dapat meningkatkan antusiasme dan kualitas pemain dalam berlatih. Sehingga prestasi pemain Bhirawa FC Kabupaten Malang dapat meningkat. Metode penelitian ini mengacu pada model pengembangan research and delelopment (R&D) dari Borg dan Gall. Sedangkan analisis yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari hasil penelitian awal (analisis kebutuhan), hasil evaluasi ahli kepelatihan sepakbola, hasil evaluasi ahli media, hasil uji coba kelompok kecil, dan hasil uji lapangan (kelompok besar). Dalam penelitian pengembangan ini hanya terbatas pada langkah pengembangan 1 sampai 7. Hasil pengembangan media latihan akurasi passing pendek dengan gawang warna dan bola warna pada Bhirawa FC Kabupaten Malang diperoleh data sebagai berikut: (1) hasil justifikasi ahli kepelatihan sepakbola sebesar 92,51% (sangat valid), (2) hasil justifikasi ahli media sebesar 75% (cukup valid), (3) hasil uji coba kelompok kecil sebesar 78,72% (cukup valid), (4) hasil uji lapangan (kelompok besar) sebesar 90,91% (sangat valid). Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan layak untuk digunakan. Produk yang dikembangkan berupa media latihan akurasi passing pendek dengan gawang warna dan bola warna yang khusus dilakukan untuk cabang olahraga sepakbola yang telah disesuaikan pada usia 11-12 tahun. Jadi produk ini dapat digunakan oleh pelatih dan pemain sepakbola sebagai media pada saat melakukan latihan akurasi passing pendek.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |