Tingkat kerentanan longsor di jalur jalan sepanjang gunung Gumitir Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi / Aminatus Zuhro E.

 

Kata kunci: kerentanan longsor, jalur jalan Longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut. Gunung Gumitir adalah jalur lintas selatan yang masuk dalam deretan Pegunungan Ijen. Tanah di Gunung Gumitir tergolong labil, memiliki tingkat kecuraman lereng yang tinggi dan berpotensi longsor. Tebing yang rawan longsor panjangnya sekitar 1,5 km. Saat hujan deras, sepanjang jalan ini ditemukan ada beberapa titik tebing yang sudah longsor, tetapi longsor paling parah hanya terjadi pada satu titik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kerentanan longsor lahan di sepanjang jalur jalan Gunung Gumitir Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode survei. Subjek penelitian ini di sepanjang jalan Gunung Gumitir Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi. Objek penelitian ditentukan dengan cara overlay 4 peta yaitu peta jenis tanah, kemiringan lereng, topografi, dan geologi serta melalui observasi lapangan. Penelitian ini menggunakan teknik sampel purposif. Analisis yang digunakan adalah pengharkatan dari dua belas variabel (kemiringan lereng, pemusatan mata air rembesan, kedalaman muka air tanah, tingkat pelapukan tanah, kerapatan kekar, kedalaman pelapukan, struktur pelapisan batuan, permeabilitas, indeks plastisitas, tekstur tanah, penggalian tebing, penutup lahan) yang mempengaruhi tingkat kerentanan longsor. Berdasarkan hasil pengharkatan dari dua belas variabel, menunjukkan bahwa pada sepanjang jalan di Gunung Gumitir Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi termasuk daerah yang memiliki tingkat kerentanan longsor sedang. Potensi longsor yang tersebar di sepanjang jalan Gunung Gumitir seluas 24.30 ha pada satuan medan Ka 2 III Lck dan 4.34 ha pada satuan medan Ka 2 IV Lck. Saran yang dapat diberikan adalah untuk mengurangi potensi longsor, sebaiknya lereng di sepanjang jalan Gunung Gumitir ditanamai pohon seperti jenis mahoni, jati, pinus, damar, dan kayu putih yang mampu mengikat air.

Pemanfaatan situs jejaring sosial (facebook) untuk kegiatan akademik pada mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang / Yessi T. Aslamiyah

 

Kata Kunci : Pemanfaatan, Situs Jejaring Sosial (Facebook), Kegiatan Akademik. Pada saat ini sebagian besar mahasiswa mempunyai facebook, tetapi berdasarkan pengalaman para pengunjung facebook hanya menggunakan situs ini sebagai ajang pertemanan, padahal situs ini bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Mengingat proses perkuliahan di jurusan Teknologi Pendidikan sudah menerapkan E-Learning, dimana interaksi antara mahasiswa dan dosen dapat dilakukan secara online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan situs jejaring sosial (facebook) di kalangan mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, mengetahui pemanfaatan situs jejaring sosial (facebook) dalam bidang akademik, dan untuk mengetahui pemanfaatan situs jejaring sosial (facebook) dalam bidang non akademik pada mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang mulai angkatan 2006 sampai 2009 yang mempunyai facebook dan aktif dalam penggunaannya minimal satu minggu sekali, sedangkan sampelnya adalah 40 orang mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Intensitas mahasiswa yang mengakses facebook terletak pada kategori rendah. Hal ini dapat dilihat dari intensitas mahasiswa yang mengakses facebook dalam satu minggu yaitu sebanyak satu sampai tiga kali. (2) Dalam hal pemanfaatan facebook untuk keperluan akademik dapat dilihat dari: sebagian mahasiswa berpendapat setuju apabila matakuliah bisa diakses melalui facebook. (3) Pemanfaatan facebook untuk keperluan non akademik oleh mahasiswa TEP FIP dengan membahas topik pribadi dan mengaksesnya melalui facebook. Topik yang sering dibahas adalah tentang aktivitas sehari-hari (curhat). Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran yang ditujukan kepada: (1) Diharapkan mahasiswa lebih sering untuk mengakses internet (facebook), karena dengan facebook kita bisa menambah teman dan wawasan pengetahuan yg up to date. (2) Diharapkan mahasiswa tidak mengakses facebook hanya sekedar untuk mengupdate status tentang kegiatan sehari-hari (curhat), tetapi diimbangi dengan kegiatan akademik supaya selalu medapatkan pengetahuan dimanapun berada, karena belajar tidak harus di dalam kelas. (3) Diharapkan mahasiswa ketika mengakses facebook untuk kegiatan non akademik tidak melakukan hal-hal yang ilegal seperti mengunduh virus, dan mengupload lagu bajakan.

Materi tatabahasa pendidikan dalam buku teks bahasa dan sastra Indonesia untuk sekolah menengah umum kelas I
oleh azizatuz Zahro

 

Reduplikasi bahasa Jawa / oleh Dwi Anawati

 

kemampuan menganalisis unsur fungsi kealimat bahasa Indonesia siswa kelas III program A1 dan A4 SMAN 8 Malang tahun ajaran 1991/1992 (sebuah studi kasus komparatif)
oleh Usnida Mubarokah

 

Pengaruh kemampuan awal fisika dan kemampuan ketrampilan proses terhadap hasil belajar fisika bagi siswa kelas II SMUN Boyolangu / oleh Reni Kriswati

 

Studi faktor-faktor yang mempengaruhi adsorpsi, isoterm adsorpsi, termodinamika dan kinetika adsorpsi malasit hijau oleh nanopartikel magnetit bersalut silika hasil sintesis secara sol-gel / Zuhriah Mumtazah

 

ABSTRAK Mumtazah, Zuhriah. 2016. Studi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Adsorpsi, Isoterm Adsorpsi, Termodinamika dan Kinetika Adsorpsi MalasitHijau oleh Nanopartikel Magnetit Bersalut Silika Hasil Sintesis secara Sol-Gel. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Fauziatul Fajaroh, M.S., (II) Dr. Nazriati, M.Si. Kata Kunci:magnetit bersalut silika, Malasit Hijau, isoterm adsorpsi, termodinamika adsorpsi, kinetika adsorpsi Proses adsorpsi untuk menurunkan kadar zat warna berbahaya seperti Malasit Hijau dalam larutan sangat dipengaruhi oleh jenis adsorben yang digunakan. Salah satu adsorben yang dapat digunakan adalah nanopartikel magnetit bersalut silika. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari dua faktor yang mempengaruhi daya adsorpsi magnetit bersalut silika terhadap Malasit Hijau yang meliputi waktu kontak dan konsentrasi awal adsorbat. Selain itu juga dipelajari model isoterm adsorpsi, termodinamika dan kinetika adsorpsi yang terjadi. Penelitian dilakukan dengan 4 tahap. Pertama, proses sintesis nanopartikel magnetit dengan metode elektrokimia. Kedua, sintesis magnetit bersalut silika dengan metode sol-gel dengan natrium silikat sebagai sumber silika. Hasil sintesis kemudian dikarakterisasi dengan FTIR, XRD, SEM, dan BET. Ketiga, proses aplikasi nanopartikel magnetit bersalut silika sebagai adsorben Malasit Hijau pada berbagai kondisi waktu kontak dan konsentrasi awal adsorbat. Keempat, penentuan parameter kesetimbangan yang digunakan untuk studi model isoterm adsorpsi, termodinamika dan kinetika adsorpsi. Hasil penelitian menunjukkan daya adsorpsi dipengaruhi oleh waktu kontak dan konsentrasi awal adsorbat. Mekanisme adsorpsi yang terjadi memenuhi model Isoterm Freundlich daripada model Isoterm Langmuir. Proses adsorpsi berlangsung spontan dan eksotermik. Proses adsorpsi mengarah kepada model kinetika orde dua semu.

Teknik pembuktian khusus / oleh Siti Istikomah

 

Peningkatan keterampilan menulis karangan melalui metode karya wisata pada siswa kelas IV SDN Beji IV Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Petrus Gaiteborbir

 

Kata Kunci: Karya Wisata, menulis karangan, sekolah dasar. Salah satu kemampuan berbahasa yang harus dikuasai adalah keterampilan menulis. Keterampilan menulis di sekolah dasar dibedakan atas keterampilan menulis permualaan dan keterampilan menulis lanjut, keterampilan menulis permulaan ditekankan pada kegiatan menulis dengan menjiplak, menebalkan, mencontoh, melengkapi, menyalin, mendikte, dan melengkapi cerita. Sedangkan pada keterampilan menulis lanjut diarahkan pada menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk percakapan, cerita, dan laporan kegiatan. Untuk memecahkan permasalahan yang terjadi, maka salah satu tindakan yang inovatif adalah penelitian tindakan kelas yang dimaksud untuk mencapai tujuan pembelajaran, yaitu mendeskripsikan peningkatkan keterampilan menulis karangan berdasarkan pengalaman siswa kelas IV, serta dampak penerapan metode karya wisata terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa dalam menulis karangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode karya wisata. Pembelajaran dilaksanakan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya materi pokok menulis karangan berdasarkan pengalaman. Tindakan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Beji IV kecamatan Beji kabupaten Pasuruan yang berjumlah 18 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi selama proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus sesuai dengan alur penelitian PTK. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut; hasil keterampilan menulis karangan secara klasikal mengalami peningkatan dari 22,22% pada pra siklus menjadi 66,66% pada siklus I, kemudian menjadi 95,6% pada siklus II. Hasil belajar berupa keterampilan proses bekerjasama meningkat dari 65,2% pada siklus I kemudian mengalami peningkatan menjadi 95,6% pada siklus II. Secara keseluruhan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dan mencapai target yang telah ditetapkan setelah pembelajaran dengan mengunakan metode karya wisata diterapkan. Dari hasil penelitian ini diharapkan agar guru menerapkan metode karya wisata dalam mengajarkan mata pelajaran Bahasa Indonesia sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa menjadi lebih bermakna. Bagi peneliti lain diharapkan dapat meneliti dengan menggunakan metode atau pendekatan lain dalam rangkah pemberdayaan mutu pembelajaran di sekolah.

Teori graph dan model lembar kerja siswa (LKS) di sekolah menengah umum
oleh Nurhadi

 

Isomorfisma gelanggang dan karakteristik daerah integral / oleh Yekti Utaminingdyah

 

Analisis rasio profitabilitas sebagai alat pengukur prestasi manajemen keuangan koperasi (studi kasus pada Koperasi Simpan Pinjam "BAHAGIA" Kediri) / Diaz Nur Rizqi Amaliyah

 

Kata Kunci : Analisis Rasio Profitabilitas, Koperasi, Koperasi Simpan Pinjam Menghadapi keterpurukan perekonomian Indonesia yang ditandai dengan adanya penurunan nilai tukar rupiah dan disertai dengan kenaikan barang-barang sebagai akibat adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Para pelaku ekonomi baik perusahaan besar maupun industri rumah tangga mempunyai peranan penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Sebagaimana telah digariskan oleh pemerintah bahwa pembangunan ekonomi diarahkan kepada terwujudnya demokrasi ekonomi, selanjutnya di dalam demokrasi ekonomi sesuai dengan ketentuan UUD 1945 pasal 33 ayat 1 “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasrakan asas kekeluargaan.” Salah satu bentuk badan usaha yang cocok dengan asas kekeluargaan adalah “Koperasi”. Dan pada hakekatnya peranan koperasi dalam perkembangan perekonomian Indonesia menurut UU No. 25 tahun 1992, yaitu 1) Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya, 2) Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat, 3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya, 4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana prestasi menejemen keuangan koperasi dilihat dari rasio Profit Margin, Return On Asset, dan Return On Equity. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prestasi menejemen keuangan koperasi dilihat dari rasio Profit margin, Return on Asset, Return On Equity. Penelitian yang digunakan adalah metode interview dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Dilihat dari rasio Profit Margin Prestasi Menejemen Koperasi tergolong baik, karena terbukti tingkat pengembalian laba dari hasil penjualan tergolong sudah efisien. (2) Dilihat dari rasio Return On Asset dikatakan bahwa prestasi menejemen koperasi tergolong cukup baik. Karena tingkat pengembalian aset yang berhasil dicapai dari hasil usaha sudah cukup tinggi. (3) Dilihat dari rasio Return On Equity dapat dikatakan prestasi menejemen koperasi tergolong kurang baik, karena dari rata-rata kemampuan koperasi dalam tingkat pengembalian modalnya kurang sesuai dengan laba yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan kepada Koperasi Simpan Pinjam Bahagia Kediri adalah Koperasi Simpan Pinjam “Bahagia” harus tetap terus meningkatkan kemampuannya dalam hal mengelola dana yang diperoleh dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anggotanya dengan cara pemberian kredit dalam berbagai jenis bunga yang rendah (persyaratan yang lunak), karena hal ini dapat mendorong anggota untuk meminjam (kredit), dengan banyaknya anggota yang meminjam hal ini secara langsung dapat meningkatkan pendapatan yang berasal dari bunga pinjaman, dan dilihat dari tingkat pengembalian assetnya harus lebih ditingkatkan dalam perputaran aktiva dengan cara meningkatkan piutang yang dapat dilakukan dengan mengadakan berbagai macam kredit atau pinjaman anggota agar hasil usahanya lebih meningkat pula. Sedangkan dilihat dari pengembalian modal, pengembalian odal harus lebih maksimal lagi untuk ditingkatkan agar total pengembalian modal dapat sesuai dengan perolehan hasil usahanya, dengan cara mengaturkan anggota mengisi simpanan wajib secara tertib atau tiap bulan. Agar anggota giat mengisi simpanan wajib secara tertib maka KSP “Bahagia” dapat memberikan kompensasi misalnya berupa hadiah/bingkisan bagi para anggota yang tertib membayar.

Induksi matematika, barisan dan teorema binomial / oleh Mahmudah Ernawati

 

Pola rekrutmen perangkat desa di Desa Banggle Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri / Wahyuningsih

 

ABSTRAK Wahyuningsih. 2016. Pola Rekrutmen Perangkat Desa di Desa Banggle Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Didik Sukriono, SH., M.Hum., (II) Dr. Nuruddin Hady, SH., M.H. Kata Kunci: Rekrutmen, Perangkat Desa, Peraturan Pemerintah Perangkat desa terdiri dari Sekretaris Desa, Pelaksana Kewilayahan, dan Pelaksana Teknis. Perangkat desa adalah unsur staf yang membantu Kepala Desa dalam pelaksanaan tugas menyelenggarakan pemerintahan desa, melaksanakan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa. Perangkat desa dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya mempertanggungjawabkan kepada Kepala Desa. Karena itu mereka diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Ketentuan Rekrutmen Perangkat Desa Dalam Peraturan Perundang-undangan tentang Desa; (2) Pelaksanaan Rekrutmen Perangkat Desa di Desa Banggle Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri Dengan Ketentuan Peraturan Perundang-undangan tentang Desa yang Berlaku; (3) Kendala-kendala dalam Pelaksanaan Rekrutmen Perangkat Desa di Desa Banggle Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian yang berupa dokumentasi dan hasil wawancara dengan beberapa informan yaitu Kepala Desa Banggle, Sekretaris Desa Banggle, Kaur Umum Desa Banggle, Kepala Dusun Desa Banggle. Kegiatan analisis data dengan menggunakan model analisis interaktif yang dimulai dari tahap (1) Reduksi data; (2) Penyajian data; (3) Verifikasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga hasil penelitian sebagai berikut. Pertama ketentuan Peraturan Perundang-undangan tentang rekrutmen perangkat desa yaitu (1) Peraturan Pemerintah No.47 Tahun 2015 atas Perubahan Peraturan Pemerintah No.43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa; (2) Permendagri No.83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. Kedua, pelaksanaan rekrutmen perangkat desa di Desa Banggle dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku yaitu (1) rekrutmen perangkat desa di Desa Banggle ada tiga tahapan seleksi, seperti tahap administrasi, tes tulis, dan tes wawancara; (2) Perda Kabupaten Kediri No.2 Tahun 2008 tentang Tata Cara Pencalonan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Perangkat Desa Lainnya belum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini. Ketiga, kendala dalam pelakanaan rekrutmen perangkat desa di Desa Banggle yaitu (1) kurangnya koordinasi Pemerintah Desa Banggle dengan RT; (2) kurangnya sosialisasi. Beberapa saran dari peneliti diajukan kepada beberapa pihak, yakni (1) Bagi Pemerintah Kabupaten Kediri seharusnya segera membuat Perda baru yang disesuaikan dengan peraturan yang baru; (2) Bagi Pemerintah Desa Banggle perlu adanya upaya yang lebih untuk melakukan sosialisasi dalam rekrutmen perangkat desa sehingga dapat diketahui oleh masyarakat secara luas; (3) Bagi Masyarakat Desa Banggle seharusnya masyarakat meningkatkan lagi partisipasinya dalam rekrutmen perangkat desa, sehingga dapat mewujudkan pemerintahan desa yang sejahtera.

Pengaruh strategi pembelajaran inkuiri terbimbing dan ekspositori terhadap hasil belajar sosiologi pada siswa SMA yang memiliki tingkat motivasi berprestasi dan kreativitas berbeda / Sujarwo

 

Jurusan Teknologi pembelajaran Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang Pembimbing (1) Prof. Dr. I. Wayan Ardhana, M.A, (II) Bapak Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., dan (III) Prof. Dr. H. Punadji Setyosari, M.Pd, M.Ed, Kata Kunci: Strategi Pembelajaran, Inkuiri Terbimbing, Ekspositori, Motivasi Berprestasi, Kreativitas, Hasil Belajar Pembelajaran sosiologi di sekolah menengah atas masih menekankan pada kemampuan kognitif, khususnya kemampuan mengingat/menghafal, sedangkan dimensi kognitif yang lebih tinggi tingkatnnya (pemahaman, aplikasi, analisis dan evaluasi) belum dikembangkan secara optimal. Pencapaian hasil belajarnya juga masih tergolong rendah. Strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru masih menggunakan ekspositori, Pembelajaran lebih menekankan pada upaya pemindahan informasi dari guru kepada siswa. Siswa hanya sebagai obyek penerima materi, sehingga kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran sangat terbatas. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ideal, harus ada upaya untuk memecahkan permasalahan-permasalahan di atas. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing. Strategi pembelajaran inkuiri terbimbing menfasilitasi keterlibatan aktif siswa, mencari, mengumpulkan informasi dan menemukan jawaban terhadap permasalahan yang dipelajari dengan mengikuti petunjuk kegiatan yang dirancang oleh guru, berupa pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya mengarah pada tujuan pembelajaran. Selain faktor strategi pembelajaran, masih banyak faktor lain yang juga mempengaruhi pencapaian hasil belajar. Salah satu faktor tersebut adalah karakteristik siswa. Di antara beberapa karakteristik siswa tersebut yang dipilih dan diduga mempengaruhi hubungan strategi pembelajaran terhadap hasil belajar adalah motivasi berprestasi dan kreativitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh strategi pembelajaran (inkuiri terbimbing dan ekspositori), tingkat motivasi berprestasi dan tingkat kreativitas terhadap hasil belajar mata pelajaran sosiologi. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh utama (main effect) dan pengaruh interaksi (interaction effect) variabel perlakuan dan moderator terhadap hasil belajar sosiologi. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut dilakukan penelitian kuasi eksperimen. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan desain faktorial versi non-equivalent control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI.IPS di SMAN 6 dan SMAN 7 kota Surakarta pada tahun pembelajaran 2010/2011 yang berjumlah 318 siswa (9 kelas). Sampel yang terpilih berjumlah 141 siswa. yang terdiri dari siswa kelas XI.IPS1 dan XI.IPS3 SMAN 6 kota Surakarta dan siswa kelas XI.IPS1 dan XI.IPS2 SMAN 7 kota Surakarta. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan dengan tes hasil belajar dalam bentuk uraian, angket motivasi berprestasi, dan tes kreativitas verbal. Data yang terkumpul di olah secara statistik dengan menggunakan teknik analisis varians (anava) tiga jalur dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) ada perbedaan hasil belajar sosiologi antara kelompok siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing dan ekspositori, (2) ada perbedaan hasil belajar sosiologi antara kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dan motivasi berprestasi rendah, (3) ada perbedaan hasil belajar sosiologi antara kelompok siswa yang memiliki kreativitas tinggi dan rendah, (4) tidak ada pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran (inkuiri terbimbing dan ekspositori) dan tingkat motivasi berprestasi terhadap hasil belajar sosiologi, (5) ada pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran (inkuiri terbimbing dan ekspositori) dan tingkat kreativitas terhadap hasil belajar sosiologi, (6) tidak ada pengaruh interaksi antara tingkat motivasi berprestasi dan tingkat kreativitas siswa terhadap hasil belajar sosiologi, (7) tidak ada pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran (inkuiri terbimbing dan ekspositori), tingkat motivasi berprestasi dan tingkat kreativitas siswa terhadap hasil belajar sosiologi. Hasil statistik deskriptif menunjukan bahwa hasil penerapan startegi pembelajaran inkuiri terbimbing (rerata, 73,36) memberikan pengaruh lebih tinggi dibandingkan dengan hasil strategi pembelajaran ekspositori (rerata, 67,72). Berdasarkan temuan penelitian disarankan sebagai berikut: 1) penerapan strategi pembalajaran inkuiri terbimbing perlu dilengkapi perangkat pembelajaran secara terprogram dengan memperhatikan karakteristik siswa (motivasi berprestasi dan kreativitas), sehingga pembelajaran dengan pencarian dan penemuan informasi dalam pemecahan masalah dapat dilakukan siswa dengan lancar; 2) memilih permasalahan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mudah dipahami siswa; dan 3) guru perlu memahami perbedaan kepribadian, karakteristik dan identitas siswa, kemampuan siswa, agar dalam proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan potensi siswa.

Metode pembuktian matematika dengan contoh penyangkal dan kontradiksi
oleh Nunik Endrowati

 

Hubungan antara latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja dengan keterampilan manajemen kepala sekolah dasar negeri di kotamadya Pontianak / oleh Muhammad Basri

 

Pengaruh unsur-unsur pembentuk corporate governance terhadap manajemen laba (studi pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2009-2011) / Martha Diana Rahmawati

 

Rahmawati, Martha Diana. 2013. Pengaruh Unsur-Unsur Pembentuk Corporate Governance terhadap Manajemen Laba (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di BEI Tahun 2009-2011). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si., Ak. (II) Makaryanawati, S.E., M.Si., Ak Kata Kunci: kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, jumlah anggota dewan komisaris, proporsi dewan komisaris independen, komite audit, reputasi auditor, corporate governance, manajemen laba     Manajemen laba merupakan tindakan manajer menggunakan pertimbangan dalam menyusun laporan keuangan untuk membuat laporan yang tidak mencerminkan keadaan sebenarnya dan mengurangi transparansi laporan keuangan perusahaan. Tujuan tindak manajemen laba untuk memaksimalkan kepentingan manajer ataupun nilai perusahaan. Hal ini menimbulkan masalah keagenan antara manajemen dengan pemegang saham atau antara pemegang saham mayoritas dengan pemegang saham minoritas. Unsur-unsur yang dipercaya dapat menekan masalah keagenan adalah corporate governance atau tata kelola perusahaan. Corporate governance merupakan salah satu cara untuk menciptakan lingkungan bisnis yang bersih dari kecurangan dan manipulasi serta mendorong perusahaan untuk lebih terbuka terhadap publik. Masalah keagenan yang terjadi dalam perusahaan diharapkan dapat berkurang dengan menjalankan Corporate governance. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh unsur-unsur Corporate Governance antara lain kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, jumlah anggota dewan komisaris, proporsi dewan komisaris independen, komite audit dan reputasi auditor terhadap manajemen laba.     Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 31 sampel. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dikarenakan variabel independen lebih dari satu variabel.     Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial dan proporsi dewan komisaris independen berpengaruh negatif signifikan terhadap manajemen laba, jumlah anggota dewan komisaris berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba, sedangkan variabel lainya yaitu kepemilikan institusional, komite audit dan reputasi auditor tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan antara lain menggunakan kepemilikan manajemen sebagai syarat pengambilan sampel, dan unsur-unsur Corporate Governance hanya mampu mempengaruhi 18,9% terhadap tindak manajemen laba. Penelitian yang akan datang disarankan untuk tidak menggunakan syarat kepemilikan manajeman dalam penentuan sampel dan menambah variabel lain yang menunjang implementasi Corporate Governance seperti ukuran dewan direksi, ukuran perusahaan, keberadaan corporate secretary, dan komite-komite penunjang yaitu komite nominasi dan komite renumerasi yang mungkin juga berpengaruh terhadap manajemen laba.

Pengaruh pendekatan pembelajaran realistic mathematics education (RME) dan tingkat perkembangan kognitif siswa terhadap pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP / Sunismi

 

Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. I Wayan Ardhana, M.A., (II) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., (III) Prof. Dr. H. Punadji Setyosari, M.Pd, M.Ed Kata kunci: Realistic Mathematics Education (RME), Tingkat Perkembangan Kognitif, Pemahaman Konsep Matematika, Kemampuan Pemecahan Masalah Rendahnya hasil belajar matematika siswa disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah pendekatan pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang mampu mengoptimalkan kemampuan siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka perlu dilakukan perubahan cara guru dalam mengajar. Dari pembelajaran matematika yang berorientasi pada guru ke pembelajaran matematika yang berorientasi pada siswa. Pembelajaran matematika yang berorientasi pada siswa menekankan siswa sebagai subyek pembelajaran matematika. Sebagai subyek, siswa melakukan berbagai kegiatan untuk dapat memahami suatu konsep maupun algoritma dalam matematika. Pembelajaran matematika seperti di atas dapat terakomodasi melalui pendekatan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME). Karena pendekatan pembelajaran ini memiliki karakteristik dan prinsip yang memungkinkan siswa dapat berkembang secara optimal, seperti: (a) kebebasan siswa untuk menyampaikan pendapat; (b) adanya masalah kontekstual yang mengaitkan konsep matematika dengan kehidupan nyata, sehingga memudahkan siswa memahami konsep; dan (c) pembuatan model matematika yang dapat memudahkan siswa dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini akan mengkaji penggunaan pendekatan pembelajaran RME dan juga menjelaskan pengaruh pendekatan pembelajaran RME dengan tingkat perkembangan kognitif yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) untuk membandingkan efektivitas penggunaan pendekatan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dan pendekatan konvensional dilihat dari pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP kelas VIII. (2) mengkaji pengaruh tahap perkembangan kognitif yang berbeda (siswa pada tahap operasi konkret dan siswa pada tahap transisi) terhadap efektifitas penggunaan pendekatan pembelajaran matematika siswa SMP kelas VIII. (3) untuk mengkaji pengaruh interaksi antara penerapan pendekatan pembelajaran matematika (RME dan konvensional) dengan tingkat perkembangan kognitif terhadap pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP kelas VIII. Penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan pretes-posttest nonequivalent control group design dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini dilakukan di dua SMP Negeri di Kabupaten Malang, yaitu SMP Negeri I Dau dan SMP Negeri I Pakis. Subyek dalam peneltian ini adalah siswa SMP Negeri I Dau dan SMP Negeri I Pakis kelas VIII Semester 2 tahun pelajaran 2009/2010. Dengan jumlah siswa yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 143 siswa terdiri dari 68 laki-laki dan 75 perempuan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan tiga jenis instrumen, yaitu: (1) instrumen tingkat perkembangan kognitif, (2) instrumen pemahaman konsep, dan (3) instrumen kemampuan pemecahan masalah. Kemudian data tersebut dianalisis secara deskriptif dan menggunakan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) faktorial 2 x 2 dengan menggunakan SPSS 17.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penggunaan pembelajaran RME memberikan pemahaman konsep matematika siswa SMP yang lebih baik dibanding-kan dengan yang menggunakan konvensional. (2) Kelompok siswa yang memiliki tingkat perkembangan kognitif tahap transisi (dari tahap konkret ke tahap formal) mempunyai pemahaman konsep matematika yang lebih baik dari pada kelompok siswa yang memiliki tingkat perkembangan kognitif tahap konkret. (3) Pendekatan pembelajaran dan tingkat perkembangan kognitif menunjukkan adanya pengaruh interaksi terhadap pemahaman konsep matematika siswa SMP kelas VIII. (4) Penggunaan pembelajaran RME memberikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP yang lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan konvensional. (5) Kelompok siswa yang memiliki tingkat perkembangan kognitif tahap transisi (dari tahap konkret ke tahap formal) mempunyai kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik dari pada kelompok siswa yang memiliki tingkat perkembangan kognitif tahap konkret. (6) Pendekatan pembelajaran dan tingkat perkembangan kognitif menunjukkan tidak adanya pengaruh interaksi terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Berdasarkan temuan penelitian, guru matematika disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran RME sebagai salah satu alternatif pendekatan pembelajaran, agar siswa SMP kelas VIII dapat mencapai pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah matematika secara optimal. Pendekatan pembelajaran RME dilengkapi perangkat pembelajaran yang dapat menunjang proses pembelajaran, yaitu buku siswa (didalamnya memuat masalah-masalah kontekstual/real sebagai awal pembelajaran dan memuat LKS) sebagai panduan untuk siswa dan buku panduan guru sebagai panduan untuk guru dalam melaksanakan proses pembelajaran RME. Bila mengajukan masalah-masalah kontekstual atau real sebagai awal pembelajaran RME, hendaknya menggunakan masalah-masalah yang cukup menantang sehingga dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik. Bila mengajukan masalah-masalah yang terlalu sulit bagi siswa, maka akan mengakibatkan siswa tidak mampu menyelesaikan dan malas belajar untuk berpikir lebih lanjut.

Gelanggang polinomial / oleh Susilowati

 

Pengaruh konsentrasi asam sitrat terhadap sifat fisik keramik MgAl2O4, yang dibuat dengan metode sol-gel sebagai matriks inert bahan bakar nuklir )IMF/inert matriks fuel) / Anggra Setiyo Irnanto

 

Kata kunci: matriks inert, MgAl2O4, sol-gel, asam sitrat. Pemanfaatan PLTN harus diikuti dengan pengolahan hasil limbah yang dihasilkannya. Salah satu hasil samping PLTN adalah limbah plutonium dan aktinida lainnya yang mempunyai waktu paruh panjang. Untuk meningkatkan kinerja PLTN dan mengurangi dampak negatif limbahnya, maka diperlukan sumber bahan bakar reaktor yang lebih efisien. Bahan bakar matriks inert (IMF) dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. IMF terdiri dari keramik inert (inert terhadap neutron) sebagai matriks dan bahan fisil. Karakteristik utama yang diperlukan adalah rapat massa dan sifat mekanik yang baik (ketangguhan patah tinggi). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam sitrat terhadap sifat fisik keramik MgAl2O4. Penelitian dilakukan di laboratorium Fisika Bahan PTNBR-BATAN Bandung. Variasi konsentrasi asam sitrat didapat dari stokiometri perbandingan mol asam sitrat dengan mol ion Al3+ dan Mg2+. Variasi konsentrasi asam sitrat adalah 1,575 M; 2,363 M; dan 3,150 M. Bahan dilarutkan dan dicampur, kemudian diatur pH menjadi 5. Campuran larutan dioven pada suhu 1200C selama 3 hari. Serbuk sol-gel dipanaskan pada suhu (300,400, dan 500)0C masing-masing selama 2 jam kemudian dikalsinasi pada suhu 8000C selama 3 jam. Serbuk halus digerus selama 3 kali 10 menit dan dipres pada tekanan 50 kg.cm-3 sehingga diperoleh pelet mentah. Pelet mentah disinter pada suhu 16000C selama 2 jam. Hasil analisis difraksi sinar-x dari sampel pada berbagai konsentrasi asam sitrat menunjukkan struktur kristal spinel kubik. Rapat massa pelet tertinggi 3,337 g.cm-3, kekerasan tertinggi 1129,05 VHN(kg.mm-2), dan ketangguhan patah tertinggi 0,0334 kg.mm-3/2. Peningkatan konsentrasi asam sitrat menurunkan rapat massa, kekerasan, ketangguhan patahnya, serta memperbesar ukuran butir.

Efektivitas pengelolaan kawasan pariwisata Sumber Ubalan di Kabupaten Kediri / Endah Yuliana

 

ABSTRAK Yuliana, Endah. Efektivitas Pengelolaan Kawasan Pariwisata Sumber Ubalan Berdasarkan Perda Kabupaten Kediri No.16 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, skripsi. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Ketut Diara Astawa, S.H., M.Si. (2) Dr. Sutoyo, S.H., M.Hum. Kata Kunci : Efektivitas, Pengelolaan, Kawasan Pariwisata Sumber Ubalan, Perda Kabupaten Kediri No.16 Tahun 2011 tentnag Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga Perkembangan pariwisata di Indonesia akhir-akhir ini berkembang pesat. Hal ini sejalan dengan usaha pemerintah Indonesia untuk mengembangkan pariwisata di Indonesia dengan berusaha menarik minat wisatawan sebanyak mungkin, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik. Berbagai wisata telah dikembangkan dengan cara membenahi obyek-obyek wisata dan sarana yang diperlukan. Kawasan Pariwisata Sumber Ubalan merupakan salah satu wisata yang berlokasi di Dusun Kalasan Desa Jarak Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri yang sangat menarik dikunjungi, dimana pelaksanaan pengelolaan Kawasan Pariwisata Sumber Ubalan berdasarkan pada Perda Kabupaten Kediri No.16 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Wisata dan Olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1)Program pengelolaan KawasanPariwisata Sumber Ubalan; (2)Pelaksanaan pengelolaan Kawasan Pariwisata Sumber Ubalan berdasarkan Perda Kabupaten Kediri No.16 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga; (3)Hambatan pelaksanaan pengelolaan Kawasan Pariwisata Sumber Ubalan berdasarkan Perda Kabupaten Kediri No.16 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga; (4)Efektivitas pelaksanaan pengelolaan Kawasan Pariwisata Sumber Ubalan berdasarkan Perda Kabupaten Kediri No.16 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian yang berupa dokumentasi dan hasil wawancara dengan beberapa informan yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, Koordinator Kawasan Pariwisata Sumber Ubalan, pengunjung, pedagang, serta masyarakat sekitar Kawasan Pariwisata Sumber Ubalan. Kegiatan analisis data dengan menggunakan model analisis interaktif dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, pemeriksaan kesimpulan atau verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitiant tersebut, diperoleh empat kesimpulan penelitian sebagai berikut : (1)Program pengelolaan KawasanPariwisata Sumber Ubalan, tersapat empat program yaitu: (a)Perbaikan dan perawatan sarana dan prasarana; (b)Penyelenggaraan acara pada hari tertentu; (c)Peningkatan kesejahteraan karyawan dan masyarakat sekitar; (d)Promosi pariwisata melalui website,baliho, dan brosur; (2)Pelaksanaan program pengelolaan Kawasan Pariwisata Sumber Ubalan berdasarkan Perda Kabupaten Kediri No.16 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, perbaikan sarana dan prasarana yaitu kandang satwa dan jalan di arean Sumber Ubalan, mengadakan acara kesenian jaranan pada Hari Raya Idhul Fitri dan Electone badut pada Tahun Baru Masehi; (3)Hambatan pelaksanaan pengelolaan Kawasan Pariwisata Sumber Ubalan berdasarkan Perda Kabupaten Kediri No.16 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, hambatan dibagi dua yaitu hambatan dari lingkungan dan kurangnya jumlah tenaga kerja; (4)Efektivitas pelaksanaan pengelolaan Kawasan Pariwisata Sumber Ubalan berdasarkan Perda Kabupaten Kediri No.16 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga.

Distribusi peluang diskret / oleh Ida Susanti

 

Pengaruh informasi laba sebelum pajak, arus kas total dan komponen arus kas terhadap harga saham pada perusahaan LQ-45 yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) / Aditya Pradana

 

Kata Kunci: Laba, Arus Kas, Harga Saham Sebelum berinvestasi, investor perlu menganalisis laporan keuangan perusahaan yang akan dipilih untuk mengetahui tingkat profitabilitas dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis laporan keuangan yang sering digunakan adalah laporan laba rugi, laporan arus kas, dan komponen arus kas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh laporan laba rugi dengan indikator laba bersih sebelum pajak, total arus kas, pemisahan arus kas ke dalam komponen arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan dengan indikator nilai yang terdapat dalam laporan arus kas perusahaan tahun 2008. Dan untuk harga saham diukur dengan harga saham pada saat penutupan tahunan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang masuk dalam kelompok LQ 45 yang listing di BEI pada tahun 2008. Dari populasi tersebut kemudian digunakan metode purposive sampling. Hasilnya, terdapat 32 perusahaan yang dijadikan sampel. Penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis yang diuji dengan analisis regresi berganda dengan dua model terpisah, yaitu model pertama dilakukan dengan menggunakan laba akuntansi dan total arus kas sebagai variabel independen, model kedua dilakukan dengan memasukkan unsur arus kas (operasi, investasi dan pendanaan) untuk mengetahui pengaruh secara parsial dari komponen arus kas. Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa pertama, informasi laba akuntansi tidak berpengaruh positif terhadap harga saham. Hal ini menunjukkan bahwa laba akuntansi tidak banyak dipakai oleh investor dalam menilai kinerja perusahaan selama periode pengamatan dan mempengaruhi investor untuk tidak berinvestasi. Kedua, Total arus kas mempunyai pengaruh terhadap harga saham, yang itu berarti semakin tinggi komponen arus kas akan meningkatkan persistensi laba yang dimiliki oleh perusahaan. Ketiga, informasi arus kas dari aktivitas investasi berpengaruh positif terhadap harga saham, sedangkan arus kas dari aktivitas operasi dan pendanaan tidak menunjukkan pengaruh. Ini mengindikasikan bahwa arus kas investasi yang tinggi menjadi perhatian utama dari investor untuk menilai kinerja perusahaan di masa mendatang. Disarankan untuk perusahaan adalah meningkatkan kinerja sehingga laba akan naik dan akan mendorong investor berinvestasi. Dalam berinvestasi, investor hendaknya bisa menilai kinerja dari laporan keuangan, bukan hanya spekulasi belaka. Untuk penelitian selanjutnya agar menambahkan variabel lain yang lebih potensial memberikan kontribusi terhadap pergerakan harga saham, seperti ukuran perusahaan dan rasio keuangan.

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di workshop kayu Teknik Sipil Universitas Negeri Malang / Apriawal Ansyori

 

ABSTRAK Ansyori, Apriawal. 2015. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Workshop Kayu Teknik Sipil Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Made Wena, M.Pd., M.T., dan (2) Ir. Digdo Djoko Purwoko. Kata Kunci: faktor-faktor K3, pengaruh, keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dalam pelaksanaan praktik workhsop seringkali mahasiswa yang praktik tidak menghiraukan berbagai aturan yang harus dilakukan oleh mahasiswa itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di Workshop Kayu Teknik Sipil Universitas Negeri Malang dan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di workshop kayu Teknik Sipil Universitas Negeri Malang. Populasi penelitian adalah mahasiswa teknik sipil yang perktik di Workshop Kayu yaitu S1 PTB semester genap 2014/2015 yang terdiri dari 3 kelas dan berjumlah 86 mahasiswa. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan membagikan kuesioner yang telah divalidasi kepada mahasiswa yang pernah menempuh mata kuliah Workshop Kayu diluar sampel penelitian. Hasil pengumpulan data dimasukan kedalam tabel penelitian kemudian dilakukan analisis data menggunakan deskriptif dan uji hipotesisi regresi linier berganda menggunakan SPSS 16.0. Pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (k3) di Workshop Kayu Teknik Sipil Universitas Negeri termasuk dalam kategori baik. Variabel keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dipengaruhi signifikan oleh faktor manusia, faktor kedisiplinan, dan faktor pengawasan, terhap pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Worksop Kayu Teknik Sipil Universitas Negeri Malang.

Pengembangan modul multimedia untuk pembelajaran kelainan atau penyakit yang berkaitan dengan sistem reproduksi manusia / Lisa Agustina

 

Kata Kunci: Inkuiri terbimbing, keterampilan kerja ilmiah, motivasi belajar, hasil belajar, kelarutan dan hasil kali kelarutan Kimia berkaitan dengan dua hal yang tidak terpisahkan, yaitu kimia sebagai produk temuan ilmuwan dan kimia sebagai proses (kerja ilmiah). Dalam pembelajaran kimia guru diharapkan mampu memilih metode pembelajaran, sehingga siswa turut aktif dalam pembelajaran dan belajar mencari konsep-konsep kimia. Salah satu metode pembelajaran yang bersifat konstruktivistik dan sesuai dengan prinsip pelaksanaan KTSP yang berlaku adalah metode inkuiri terbimbing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar, motivasi belajar, dan keterampilan kerja ilmiah siswa pada materi pokok kelarutan dan hasil kali kelarutan. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu dan rancangan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI semester 2 SMA Negeri 2 Probolinggo yang berjumlah tiga kelas dengan tingkat kognitif sama. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan cara undian untuk memilih dua kelas dan diperoleh sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA-3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA-2 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen dibelajarkan dengan metode inkuiri terbimbing dan kelas kontrol dibelajarkan dengan metode konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran, lembar observasi kerja ilmiah siswa, angket motivasi belajar dan tes hasil belajar. Dari hasil uji coba tes hasil belajar kognitif diperoleh 18 soal valid dengan tingkat realibilitas 0,841. Perbedaan hasil belajar kognitif kelas eksperimen dan kelas kontrol dianalisis dengan uji t dua pihak pada taraf signifikansi �� = 0,05. Untuk memperoleh gambaran secara nyata tentang motivasi,dan keterampilan kerja ilmiah siswa dideskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan menggunakan metode pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode konvensional pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan, dimana hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan metode inkuiri terbimbing lebih tinggi (70,91) daripada siswa yang dibelajarkan dengan metode konvensional (65,88), (2) penerapan metode pembelajaran inkuiri terbimbing memberikan pengaruh yang positif terhadap keterampilan kerja ilmiah siswa, hal ini dapat dilihat dari rata-rata ketercapaian keterampilan kerja ilmiah siswa untuk setiap aspek yang makin meningkat selama tiga kali pertemuan, (3) motivasi belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan metode pembelajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi daripada motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan metode konvensional.

Speech disorder: stuttering fetures that resemble tourette sybdrome in rocket science / Novia Aisyah Ashari

 

ABSTRAK Ashari, Novia Aisyah. 2015. Speech Disorder: Stuttering Features that Resemble Tourette Syndrome in Rocket Science the Movie. Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Evynurul Laily Zen, M.A, (II) Dr. Emalia Iragiliati, M.Pd. Kata Kunci: gagap, gejala gagap, sindrom Tourette, film The Rocket Science Penderita gagap seringkali dikenali dengan adanya kelainan dalam berbicara seperti pengulangan bunyi, kata, atau frase, bahkan disertai dengan perilaku motorik berulang. Penggambaran gagap ditampilkan dengan sangat baik melalui film The Rocket Science. Tokoh utama dalam film ini adalah seorang anak laki-laki penderita gagap yang beranjak dewasa. Fokus penelitian ini tidak hanya pada aspek bunyi dan motorik dari fenomena gagap, namun juga menghubungkannya dengan isu sindrom Tourette. Penelitian ini berusaha menemukan aspek bunyi dan motorik yang serupa antara gagap dan sindrom Tourette. Penelitian ini mengimplementasikan rancangan penelitian deskripsi kualitatif. Transkripsi film dan film itu sendiri menjadi sumber utama dalam pengambilan data. Penelitian ini mendukung teori gagap oleh Campbell&Hill (1987) dan Mulligan (2003), serta sindrom Tourette oleh Jankovic (2001). Teori-teori akan digunakan pada analisis data yang dikumpulkan dari observasi film dan dialog pemeran utama. Analisis data tidak berhenti pada proses klasifikasi aspek bunyi dan motorik, namun juga membandingkan keduanya dengan sindrom Tourette. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utamanya, Hal Hefner menunjukkan tujuh gejala bunyi gagap yaitu pengulangan kata bersuku-kata tunggal (MWWR), pengulangan frase (RP), pengulangan bunyi/suku kata (RSD/RSL), sisipan (IN), perpanjangan bunyi (PL), hambatan berbicara (BL), dan revisi (RV). Gejala motorik yang ditemukan adalah aspek pergerakan mata, kepala, tubuh dan lengan, kontraksi otot, gemetar pada bibir dan lidah, serta kelainan pernapasan. Melalui temuan-temuan tersebut, dan dengan mengacu pada referensi sindrom Tourette dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam aspek fitur bunyi, gejala yang juga terdapat dalam sindrom Tourette adalah hambatan berbicara, pengulangan bunyi/suku kata, pengulangan kata, dan pengulangan frase. Kemudian dalam aspek motorik, mata berkedip dan sentakan rahang bawah juga ditemukan pada gejala sindrom Tourette. Penelitian ini diharapkan memberi pandangan dan informasi baru terhadap fenomena gagap dan korelasinya dengan sindrom Tourette. Walaupun memberikan detail pada penjelasan temuan, penelitian ini tidak memperdalam cabang linguistik tertentu yang juga dibahas dalam diskusi. Penelitian yang akan datang, dapat mengkaitkan aspek fonologi, sintaks, atau morfologi dengan fenomena gagap itu sendiri untuk memperluas bahasan psikolinguistik.

Penerapan contextual teaching and learning (CTL) dengan metode kooperatif model numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar kognitif biologi siswa kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Malang / Muhamad Fajar Buana

 

ABSTRAK Buana, Muhamad Fajar. 2009. Penerapan Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan Metode Kooperatif Model Numbered Heads Together (NHT) un¬tuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Kognitif Biologi Siswa Kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi Program Studi Pendidkan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S, (II) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si. Kata kunci: contextual teaching and learning, numbered heads together, motivasi belajar, hasil belajar kognitif biologi. Motivasi belajar dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) meru¬pakan salah satu aspek penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kualitas hasil belajar yang baik sangat berhubungan erat dengan motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi di kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Malang menunjukkan bahwa siswa kurang memiliki motivasi belajar yang berdampak pada hasil belajar kognitif siswa yang rendah. Oleh karena itu diperlukan adanya proses pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi dan hasil bela¬jar kognitif siswa. Penerapan CTL dengan me¬tode kooperatif model NHT merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar kognitif biologi di ke¬las XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Malang. Keunggulan CTL adalah pembela¬jaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, se¬hingga mampu menumbuhkan motivasi belajar, daya nalar, rasa keingintahuan, hasrat menemukan hal-hal baru dan menumbuhkan kreativitas berpikir yang akhirnya mampu meningkatkan hasil belajar siswa. NHT merupakan struktur yang melibatkan banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam pembelajaran dan memeriksa pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Model ini mempunyai prosedur yang ditetapkan secara eksplisit untuk memberi waktu le¬bih banyak berpikir, menjawab dan saling membantu antar siswa dalam kelom¬pok. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif-kuantitatif. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan penelitian, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA semester genap tahun ajaran 2008-2009 SMA Muhammadiyah 1 Malang yang berjumlah 7 orang. Penelitian dilak¬sanakan pada bulan Maret sampai Agustus 2009. Instrumen yang diguna¬kan da¬lam penelitian ini adalah lembar observasi kegiatan guru, cata¬tan lapangan, lem¬bar observasi motivasi belajar, dan tes hasil belajar. Motivasi bela¬jar siswa diobser¬vasi menggunakan lembar observasi motivasi belajar siswa, sedangkan hasil bela¬jar kogni¬tif diperoleh dari tes hasil belajar di akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan Motivasi Belajar Klasikal Keseluruhan (MBkk) yaitu 43% (siklus I) menjadi 86% (siklus II). Peningkatan MBkk juga diikuti peningkatan Motivasi Belajar Klasikal setiap Indikator Motivasi (MBksi) meliputi minat 14% (siklus I) menjadi 57% (siklus II), perhatian 57% (siklus I) menjadi 86% (siklus II), konsentrasi 86% (siklus I) menjadi 100% (siklus II) dan ketekunan 43% (siklus I) menjadi 100% (siklus II). Hasil Belajar Kognitif Klasikal (HBKk) biologi siswa juga menunjukkan peningkatan secara klasikal yaitu 71% (siklus I) menjadi 86% (siklus II). Peningkatan juga terlihat pada rata-rata Nilai Tes Belajar Individu (NTBi) siswa yaitu 74,82 (siklus I) menjadi 79,42 (siklus II). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan CTL dengan Metode Kooperatif Model NHT dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar kognitif biologi siswa kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Malang. Saran dari penelitian ini adalah sebaiknya dalam penerapan CTL dengan metode kooperatif model NHT guru melakukan secara berkesinambungan dan teratur sehingga mampu mempercepat adaptasi/penyesuaian siswa terhadap kondisi belajar.dan penelitian ini dapat dijadikan alternatif oleh guru/peneliti yang lain untuk melaksanakan penelitian yang serupa pada materi dan sekolah yang berbeda sehingga dapat dijadikan pembanding bagi penelitian sebelumnya.

Penerapan model pembelajaran discovery untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran geografi kelas IX-IIS2 MAN 1 Malang / Muhimatul Ulum

 

ABSTRAK Ulum, Muhimatul. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Discovery untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI-IIS2 MAN 1 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd, (II) Ir. Juarti, M.Si. Kata Kunci: Discovery, kemampuan berpikir kritis Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yaitu rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa disebabkan oleh guru yang masih menggunakan model classical learning sehingga kegiatan pembelajaran masih didominasi oleh guru yang menyebabkan siswa pasif di dalam kelas. Selain pasif di dalam kelas, kemampuan berpikir siswa menjadi kurang kritis dan berkembang. Sehubungan dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menerapkan model pembelajaran Discovery pada mata pelajaran Geografi di kelas XI-IIS2 MAN 1 Malang dengan menerapkan model pembelajaran Discovery. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan 2 siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan penelitian, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI-IIS2 MAN 1 Malang dengan jumlah 27 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis, lembar observasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data berupa pengukuran kemampuan berpikir kritis berdasarkan ketuntasan belajar siswa secara klasikal yang dipersentasekan dan pengukuran peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada setiap siklus. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang diketahui dari hasil tes kemampuan berpikir kritis. Pada pra-tindakan memperoleh nilai rata-rata 61,8 dengan peningkatan 0%, karena belum diterapkan model pembelajaran Discovery. Siklus I memperoleh nilai rata-rata 68,23 dengan peningkatan 10,40%. Pada siklus II memperoleh nilai rata-rata 86,07 dengan peningkatan 26,15%. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI-IIS2 MAN 1 Malang. Saran pada penelitian ini adalah pertama, bagi guru Geografi harus bisa memilih materi yang sesuai dengan penerapan model pembelajaran Discovery. Kedua, sekolah diharapkan memberikan arahan pada guru-guru untuk menerapkan model pembelajaran Discovery. Ketiga, peneliti selanjutnya diharapkan lebih tepat dalam menentukan materi yang sesuai untuk model pembelajaran Discovery.

Polinomial taylor dan aplikasinya dalam menghampiri nilai fungsi / oleh Widarti

 

Jenis interaksi sosial narapidana remaja kasus narkoba di dalam Rumah Tahanan Negara Kelas II B Gresik / Erik Kurniawan

 

Kurniawan, Erik. 2014. Jenis Interaksi Sosial Narapidana Remaja Kasus Narkoba Di Dalam Rumah Tahanan Negara Kelas II B Gresik. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si., (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: jenis interaksi sosial, interaksi individu, interaksi kelompok, narapidana remaja.    Seorang narapidana narkoba, interaksi sosial merupakan suatu kebutuhan primer ketika berada dalam masa pembinaan. Sehingga membuat narapidana narkoba remaja bisa memahami arti dari sebuah interaksi sosial yang dilakukan di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah untuk mengetahui jenis interaksi sosial narapidana remaja kasus narkoba di dalam Rumah Tahanan Negara Kelas II B Gresik. Pendekatan kualitatif yang digunakan adalah rancangan studi kasus. Pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi deskriptif dan wawancara. Menentukan subjek dengan purposive sampling yang akan akan diteliti sesuai dengan kriteria, dan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dari wawancara informan pendukung yaitu petugas Lembaga Pemasyarakatan dan teman subjek untuk dilakukan member chek.    Hasil penelitian kepada empat subjek narapidana remaja pria dan wanita menunjukkan bahwa interaksi sosial merupakan kebutuhan primer utama dalam memenuhi aktivitas atau kegiatan sehari-hari dengan Warga Binaan Pemasyarakatan. Awal interksi sosial, subjek dalam berteman lebih bersifat pribadi. Karena secara individu subjek lebih merasa nyaman dan bisa dihargai satu sama lain (Hurlock, 1976). Selain itu dalam interaksi secara individu, subjek lebih cenderung meniru orang yang bisa dianggap contoh yang bersifat positif. Subjek juga bergabung dalam kelompok, agar bisa menjalin kerjasama dengan anggota narapidana lain. Dalam interaksi antar kelompok Warga Binaan Pemasyarakatan ada kendala yang dialami subjek, yaitu penyesuaian lingkungan dan perbedaan pendapat yang lebih membela ke arah orang yang lebih dewasa. Sehingga bisa menyebabkan konflik antar kelompok dan Warga Binaan Pemasyarakatan. Interaksi yang dilakukan lebih ke individu dan individu.    Saran untuk Lembaga Pemasyarakatan dan Psikolog yang bekerja di Lembaga Pemasyarakatan ialah, diharapkan nantinya dapat memberikan layanan konseling dan asesmen secara menyeluruh atas problem psikologis narapidana dan mengadakan diskusi dan intervensi kepada pemimpin dalam kelompok agar semua warga binaan pemasyarakatan bisa terjalin dengan baik yang sesuai dengan tujuan pembinaan pemasyarakatan . Dan memberikan pembinaan dan fasilitas bagi narapidana remaja, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi yang dimiliki agar tidak terpengaruh dengan keadaan lingkungan yang negatif.

Lingkaran
oleh Sunarti

 

Studi tentang kesalahan-kesalahan dalam tahap-tahap memecahkan soal terapan matematika siswa kelas II program A-1 SMA di kota kabupaten Trenggalek
oleh Eko Sutrisno

 

Penggunaan media permainan balok untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak pada kelompok A di TK Nahdlatul Ulama Pacarkeling Kejayan Pasuruan / Khoiril Solihunin

 

Kata Kunci : Media Permainan Balok, Kemampuan Kognitif Kelompok A. Pembelajaran dibidang pengembangan kognitif sangat penting bagi anak untuk mengembangkan kemampuan logika matematikanya, pengetahuan akan ruang dan waktu, mempunyai kemampuan untuk mengelompokkan dan memilahmilah, dan mempersiapkan pengembangan kemampuan berpikir teliti, Namun berdasarkan observasi di TK Nahdlatul Ulama pada kelompok A Pacarkeling Kejayan Pasuruan keberhasilan pembelajaran dibidang pengembangan kognitif dalam memahami konsep benda berdasarkan warna, bentuk dan ukuran kemampuan anak masih rendah. Dari 20 anak didik yang ada ditemukan 13 anak belum mampu mengelompokkan benda berdasarkan warna, bentuk dan ukuran. Penelitian ini bertujuan : (1) Mendeskripsikan penggunaan media permainan balok untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak kelompok A TK Nahdlatul Ulama Pacarkeling-Kejayan-Pasuruan ; (2) Mendeskripsikan perkembangan kemampuan kognitif anak kelompok A TK Nahdlatul Ulama Pacarkeling Kejayan Pasuruan setelah dibelajarkan dengan media permainan balok. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Penelitian Tindakan Kelas dengan proses siklus, dan setiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu : perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini menggunakan media permainan balok untuk mengembangkan kognitif anak, sedangkan yang menjadi subjek penelitian anak kelompok A dengan jumlah 20 anak dan 2 orang kolaborator (teman sejawat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media permainan balok efektif untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak kelompok A di TK Nahdlatul Ulama Pacarkeling Kejayan Pasuruan. Pada siklus I kemampuan kognitif anak mencapai 65%, meningkat menjadi 80% pada siklus ke II. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada pendidik PAUD unruk menggunakan media permainan balok dalam pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak dalam memahami benda berdasarkan warna, bentuk dan ukuran.

Efektivitas pengembalian dan pembahasan pekerja rumah terhadap prestasi belajar lambang bilangan dengan berbagai basis pada siswa kelas II SMP Negeri 1 Bantur kabupaten Malang
oleh Edi Cahyono

 

Sumbangan kemampuan terapan matematika dan kemampuan terapan matematika dan kemampuan penalaran formal terhadap prestasi belajar fisika pokok bahasan fluida siswa kelas I cawu III SMUN I Lamongan / oleh Ahmad Syamsul

 

Perbedaan efektivitas umpan balik secara klasikal danumpanbalik secara individual untuk meningkatkan prestasi belajar fisika siswa kelas II SMU Negeri Batu tahun 1995/1996 / oleh Sumanto

 

Kajian tentang kecemasan dan prestasi belajar fisika siswa kelas II SMU Negeri I Karangan Kabupaten Trenggalek / oleh Kanthi Endah Warni

 

Efektivitas tugas terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas I SLTP Negeri 3 Srengat kabupaten Blitar tahun pelajaran 1996/1997 / oleh Supriati

 

Penggunaan kartu bergambar untuk meningkatkan motivasi membaca dan menulis siswa kelas 1 SDN Bakalan Krajan 2 Sukun Kota Malang / Yuli Astutik

 

Studi pendapat tentang manajemen organisasi persaudaraan beladiri Shorinji Kempo Universitas Brawijaya periode 2008/2009 / Imam Mukhlis

 

Kata kunci: Manajemen Organisasi Persaudaraan Beladiri Shorinji Kempo. Organisasi adalah suatu kesatuan yang bergerak ke arah tujuan tertentu. Organisasi terdiri dari sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama. Salah satunya organisasi persaudaraan beladiri Shorinji Kempo, yang lebih dikenal dengan nama PERKEMI. PERKEMI adalah suatu organisasi yang mengelola atau menangani persaudaraan beladiri Shorinji Kempo di Indonesia. Karena PERKEMI menangani beladiri shorinji kempo, maka PERKEMI mempunyai aturan yang mengatur pembina, pengurus dan peserta beladiri shorinji kempo. Pengaturan atau peraturan oleh PERKEMI adalah penting agar beladiri shorinji kempo di Indonesia berkembang sesuai dengan tujuan. Oleh karena itu penting untuk mengetahui perkembangan setiap PERKEMI, yang salah satunya PERKEMI Universitas Brawijaya. Untuk mengetahui perkembangan PERKEMI Universitas Brawijaya, maka peneliti menarik dari berbagi pendapat, baik pendapat pembina, pengurus dan anggota tentang manajemen organisasi PERKEMI UB khususnya pada periode 2008/2009. Sehingga peneliti mengambil judul Studi Pendapat Tentang Manajemen Organisasi Persaudaraan Beladiri Shorinji Kempo Universitas Brawijaya Pada Periode 2008/2009. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana pendapat pembina, pengurus dan anggota tentang manajemen organisasi persaudaraan beladiri shorinji kempo Universitas Brawijaya yang berkaitan dengan aspek (1) perencanaan, (2) pengorganisasian, (3) pelaksanaan, dan (4) pengawasan menurut pembina (kyu I keatas), pengurus dan anggota beladiri shorinji kempo Universitas Brawijaya. Dengan mendeskripsikan jalannya aktifitas organisasi persaudaraan beladiri shorinji kempo Universitas Brawijaya, maka hasil penelitian ini diharapkan adanya satu alternatif pemecahan yang dapat dijadikan acuan bagi organisasi shorinji kempo Universitas brawijaya untuk berkembang secara baik dan tepat tanpa harus menyimpang dari tujuan yang hendak dicapai. Penelitian ini dilaksanakan di Dojo (tempat latihan kempo) Universitas Brawijaya dengan subyek penelitian pembina atau pelatih ( kyu I keatas), pengurus dan anggota persaudaraan beladiri Shorinji Kempo Universitas Brawijaya 2008/2009. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif, rancangan penelitian yang digunakan adalah survey. Instrumen yang digunakan adalah angket, sedangkan analisis datanya adalah jenis statistik diskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen organisasi persaudaraan beladiri shorinji kempo Universitas Brawijaya menurut pembina baik, menurut pengurus baik, dan keterlibatan anggota dalam manajemen baik. Hal ini ditunjukkan dari jawaban responden melalui angket sebagai berikut: (1) aspek perencanaan menurut pembina 83,65%, menurut pengurus 85%, menurut anggota 76%, (2) aspek pengorganisasian menurut pembina 78,21%, menurut pengurus 78,33%, menurut anggota 77,83%, (3) aspek pelaksanaan menurut pembina 72,64%, menurut pengurus 67,86%, menurut anggota 61,75%, (4) aspek pengawasan menurut pembina 54,10%, menurut pengurus 86,67%, menurut anggota 81,28%. Kesimpulan dari peneliti diatas di peroleh hasil bahwa manajemen organisasi persaudaraan beladiri shorinji kempo Universitas Brawijaya secara keseluruhan adalah baik. Secara rinci setiap aspek variabel adalah aspek perencanaan baik, aspek pengorganisasian baik, aspek pelaksanaan cukup, dan aspek pengawasan baik. Maka untuk pembina dan pengurus organisasi persaudaraan beladiri shorinji kempo untuk lebih meningkatkan lagi kinerjanya agar menjadi lebih baik.

Usaha-usaha peningkatan hak-hak azasi manusia sebagai masalah internasional
oleh Njoman Wista Darmada

 

Perancangan komik digital tentang Anti Korupsi / Ishadianto Ismail

 

ABSTRAK Ishadianto Ismail. 2015. Perancangan Komik Digital Tentang Anti Korupsi. Tugas Akhir. Program Studi D3 Animasi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M. Pd (II) Andy Pramono, S.Kom, M.T Kata Kunci: Peracangan, Komik Digital, Anti Korupsi Dari penelitian oleh seorang ekonom Harvard University di 58 negara, termasuk Indonesia, Paolo Mauro (1995) mempertegas pandangan yang menyatakan bahwa korupsi akan cenderung memperlambat pertumbuhan ekonomi, melahirkan birokrasi yang tidak efisien sehingga menghambat pembangunan. Penulis mengangkat tema anti korupsi karena berdasarkan Transparency International (TI), Indonesia menempati peringkat 107 dari 175 negara sedangkan di wilayah Asia Pasifik, Indonesia menjadi negara paling korup dengan menempati posisi pertama. Komik digital merupakan sebuah perkembangan dari komik tradisional dengan melalui proses digitalisasi yang ditambahkan elemen audio, visual dan animasi membuat komik digital hampir sama dengan film animasi. Proses perancangan dimulai dari 1) ide cerita, 2) pengumpulan data, 3) penulisan cerita, 4) storyboard, 5) desain visual, 6) desain audio, 7) editing, 8) animating, 9) rendering, 10) packaging. Software yang digunakan penulis adalah Adobe Photoshop CS3 untuk proses coloring dan editing. Adobe Flash CS3 untuk proses animating, editing dan rendering. Proses pembuatan audio menggunakan aplikasi Hi-Q MP3 Recorder. Output file dari Komik Digital adalah MP4 H.264. Tahapan terakhir, komik digital yang sudah jadi di burning ke dalam CD blank yang kemudian dimasukan ke dalam cover CD dan dikemas menarik untuk dipasarkan. Penulis berharap perancangan komik digital ini dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran untuk menyampaikan suatu informasi dengan cepat, praktis, dinamis dan mudah dipahami kepada masyarakat.

Evaluasi pelaksanaan program dana hibah kepada masyarakat kelurahan melalui lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan (LPMK) di Kelurahan Rampal Celaket Kecamatan Klojen Kota Malang tahun 2009 (studi kasus RT 04 dan RT 06 di RW 06) / Agistari Linawarti

 

Kata Kunci: program dana hibah dan lembaga pemberdayaan masyarakat Kelurahan (LPMK). Program dana hibah sebagai salah satu wujud kepedulian terhadap masyarakat disetiap Kelurahan dengan memberdayakan masyarakatnya untuk memilih sendiri jenis-jenis kegiatan yang benar-benar bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dapat bermanfaat juga untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan serta pemeliharaan hasil pembangunan. Jenis kegiatan untuk dana hibah yang dapat dilaksanakan adalah kegiatan pembangunan Kelurahan yang aspiratif dengan berpedoman pada hasil Musrenbangkel termasuk kegiatan pemberdayaan perempuan, sosial kemasyarakatan dan kegiatan mendesak lainnya yang harus dilaksanakan. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Rampal Celaket, Ketua RW 06, Ketua RT 04, dan Ketua RT 06 yang berada di RW 06 sebagai sasaran atau pelaksana dari program dana hibah ini. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus sehingga dapat diperoleh dengan jelas gambaran dari permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan Ketua LPMK, Ketua RW 06, Ketua RT 04, dan Ketua RT 06 yang berada di RW 06; analisis dokumen yaitu diperoleh dari BAPPEDA Kota Malang, BKBPM Kota Malang, dan LPMK Kelurahan Rampal Celaket. Dalam tahap analisis data ini peneliti lakukan dengan cara menganalisis data dokumen program dana hibah kepada masyarakat Kelurahan melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dengan beberapa kajian teori yang berhubungan dengan program dana hibah kepada masyarakat Kelurahan melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) ini, dan wawancara yang telah peneliti lakukan kepada Ketua LPMK, Ketua RW 06, Ketua RT 04, dan Ketua RT 06 yang berada di RW 06. Prinsip pelaksanaan dana hibah adalah akuntabel, terukur kinerja dan kualitasnya. Prinsip pengelolaan dan penggunaan dana hibah adalah efektif, efisien dan transparan. Pertanggungjawaban penggunaan dana hibah secara administrasi, teknis dan keuangan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pelaksanaan kegiatan pembangunan harus sesuai dengan rencana kegiatan yang telah diverifikasi dan disetujui tim teknis tingkat Kecamatan, yang apabila didalam pelaksanaan kegiatan pembangunan terjadi perubahan dari rencana kegiatan yang telah diverifikasi dan disetujui oleh tim teknis tingkat Kecamatan, masyarakat melakukan musyawarah untuk menentukan perubahan kegiatan dengan membuat berita acara perubahan. Tim teknis tingkat Kelurahan mengajukan perubahan kegiatan beserta berita acara perubahannya kepada tim teknis tingkat Kecamatan dan tim teknis tingkat Kecamatan menyampaikan perubahan melalui Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat (BKBPM) untuk dibuatkan Perubahan Naskah Perjanjian Hibah Daerah. Adapun saran yang dapat diberikan kepada masyarakat (1) peran masyarakat sangat diperlukan agar program ini dapat berjalan dengan baik, dan diharapkan setiap perangkat saling berkoordinasi dengan jajaran-jajaran lain mengenai pencapaian program ini, dalam hal ini berkoordinasi dengan Ketua RW dan RT masing-masing di lingkungan Kelurahan Rampal Celaket Kecamatan Klojen Kota Malang. (2) diharapkan tim pengawas atau monitoring selalu mengawasi jalannya program ini agar pencapaiannya dapat diketahui sampai sejauh mana dilaksanakan dan tentunya agar program ini benar-benar dilaksanakan dengan kegiatan-kegiatan baik fisik dan non fisik yang telah disepakati di forum Musrenbangkel. (3) diharapkan bagi kalangan akademisi atau peneliti-peneliti yang lain dapat memperluas cakupan penelitian, sehingga tidak hanya mengenai proses penyaluran dan manfaat tetapi juga mengenai hal-hal lain yang berkaitan dengan program dana hibah kepada masyarakat Kelurahan melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) ini.

Upaya polisi dalam menanggulangi kecelakaan lalu lintas berdasarkan UU No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan di wilayah kepolisian resort Sumenep / Mila Ekawati

 

Kata Kunci: Lembaga Kepolisian, Penanggulangan, Kecelakaan Lalu Lintas, Dengan semakin meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di kabupaten Sumenep dan adanya upaya lembaga kepolisian dalam meminimalkan angka kecelakaan lalu lintas yang sesuai dengan peraturan lalu lintas. Pelaksanaan upaya lembaga kepolisian ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan di bidang keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis latar belakang terjadinya kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Kepolisian Resort Sumenep (2) menganalisis program Polisi dalam menanggulangi kecelakaan Lalu Lintas di Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Wilayah Kepolisian Resort Sumenep (3) menganalisis pelaksanaan program Polisi dalam menanggulangi kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Wilayah Kepolisian Resort Sumenep (4) menganalisis faktor yang menghambat upaya Polisi dalam menanggulangi kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Wilayah Kepolisian Resort Sumenep (5) menganalisis upaya Polisi untuk mengatasi hambatan dalam penanggulangan kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Wilayah Kepolisian Resort Sumenep. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni: observasi, wawancara, dokumentasi. Jadi data yang digunakan berasal dari para informan, hasil observasi proses pelaksanaan program Lembaga Kepolisian menanggulangi kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian membawa perolehan kesimpulan bahwa Kesatuan Polres Sumenep terbentuk pada tahun 1947 dan sampai saat ini. Kecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa yang tidak disangka-sangka dan tidak sengaja, dimana sebuah kendaraan bermotor bertabrakan dengan benda lain dan menyebabkan kerusakan, latar belakang terjadinya kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sumenep terbagi dalam empat faktor penyebab kecelakaan lalu lintas yaitu: faktor manusia, faktor kendaraan, faktor jalan, dan faktor cuaca. Untuk mengatasi kecelakaan lalu lintas Lembaga Kepolisian memiliki program dalam menanggulangi kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sumenep disebut dengan program partnership yang terbagi menjadi tiga tahap yaitu: tahap I program jangka pendek, tahap II program jangka menengah, tahap III program jangka panjang. Lembaga Kepolisian dalam menanggulangi kecelakaan lalu lintas memiliki beberapa kesulitan yaitu, faktor utama yang menghambat adalah dari anggota polisi yang kurang disiplin. Selain itu sarana dan prasarana lalu lintas di Kabupaten Sumenep yang kurang memadai juga merupakan faktor penghambat lainnya dalam pelaksanaan program penanggulangan kecelakaan lalu lintas karena bertambahnya pengguna jalan yang tidak diiringi dengan bertambahnya sarana dan prasarana lalu lintas. Sarana dan prasarana lalu lintas yang disediakan adalah fasilitas jalan, rambu-rambu dan tanda lalu lintas. dan masih banyak masyarakat yang kurang mengerti dan memahaminya peraturan lalu lintas yang baru, oleh karena itu masih banyak pelanggaran yang sering terjadi. Upaya Lembaga Kepolisian untuk mengatasi hambatan dalam penanggulangan kecelakaan lalu lintas yaitu dengan diadakannya penyuluhan-penyuluhan kepada anggota kepolisian agar lebih patuh terhadap peraturan yang ada, dapat menjadi panutan bagi masyarakat luas dan memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat. Sarana dan prasarana yang kurang memadai, upaya yang dilakukan yaitu dengan melakukan survey sarana dan prasarana apa saja yang kurang dan perlu perbaikan. Dengan menambah sarana dan prasarana seperti menambahkan rambu-rambu lalu lintas di jalan yang sudah mulai ramai dan memperbaiki jalan yang sudah rusak atau berlubang sehingga dapat mewujudkan lalu lintas yang tertib. Masih banyaknya masyarakat kurang paham atau mengerti mengenai peraturan lalu lintas yang baru maka sangat diharapkan kepada lembaga kepolisian untuk lebih intensif dalam melakukan penyuluhan ataupun sosialisasi kepada masyarakat mengenai peraturan lalu lintas yang ada.

Pengaruh lingkungan keluarga dan ketersediaan sumber belajar di rumah terhadap keberhasilan belajar (studi pada siswa kelas XI IPS I SMA Negeri 1 Gondanglegi) / Ekkie Kartikasari

 

ABSTRAK Kartikasari, Ekkie. 2005. Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Ketersediaan Sumber Belajar di Rumah terhadap Keberhasilan Belajar Siswa (Studi Pada Siswa Kelas XI IPS I SMA Negeri I Gondanglegi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi Dan Koperasi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Wahjoedi M.E, (II) Drs. Ir. Yohanes Hadi Susila S.Th, M.Div, M.E Kata Kunci: Lingkungan Keluarga, Ketersediaan Sumber belajar, Keberhasilan belajar. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan studi siswa, diantaranya adalah keadaan lingkungan keluarga. Sifat dan kebiasaan orang tua, dan ketersediaan sumber belejar. Untuk belajar di rumah, ketersediaan sumber belajar sangat membantu dan mutlak dibutuhkan, semakin lengkap alat-alat belajar, siswa semakin bisa belajar dengan baik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) kondisi lingkungan keluarga siswa (2) Kondisi ketersediaan sumber belajar di rumah siswa (3) prestasi belajar siswa (4) Pengaruh lingkungan keluarga dan ketersediaan sumber belajar di rumah terhadap keberhasilan belajar siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Analisis Deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan kondisi lingkungan keluarga sebagai variabel X1, kondisi ketersediaan sumber belajar di rumah sebagai variabel X2, dan keberhasilan belajar siswa sebagai variabel Y dalam bentuk perhitungan persentase. Metode regresi linier berganda digunakan untuk menentukan besarnya pengaruh lingkungan keluarga (X1), dan ketersediaan sumber belajar di rumah (X2) terhadap keberhasilan belajar siswa (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Sekolah Menengah Atas Negeri I Gondanglegi kelas XI IPS I semester ganjil tahun ajaran 2008/2009 berjumlah 35 siswa. Penentuan sampel dengan cara purposive random sampling sehingga sampel berjumlah 35 siswa. Pengumpulan data dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Mei. Penelitian dilakukan mulai bulan April sampai Mei. Lingkungan keluarga siswa SMA Negeri I Gondanglegi berdasarkan pada penilaian siswa secara umum (60%) menunjukkan lingkungan keluarga yang kurang mendukung keberhasilan belajar siswa. Ketersediaan sumber belajar di rumah secara umum (57,15%atau 57%) menunjukkan kondisi yang kurang mendukung keberhasilan belajar siswa. Keberhasilan belajar siswa SMA Negeri I Gondanglegi secara umum (54,28% atau 54%) menunjukan keadaan yang cukup tinggi. Berdasarkan pada hasil data yang telah diolah dapat diketahui signifikansi regresi linier berganda adalah 0.000 lebih kecil 0,05 dengan demikian, dapat dikatakan bahwa lingkungan keluarga (X1) dan ketersediaan sumber belajar (X2) memiliki pengaruh secara simultan terhadap keberhasilan belajar siswa. Besar Adjusted R square adalah 0,024. Hal ini berarti 2,4% perubahan variabel Y disebabkan oleh perubahan variabel X1, X2, sedangkan sisanya sebesar 97,6% disebabkan oleh faktor di luar perubahan variabel X1, X2. Dari hasil penelitian ini penulis mengharapkan kepada pihak sekolah agar lebih meningkatkan komunikasi dan selalu menjaga hubungan yang baik dengan orang tua siswa, karena antara pihak sekolah dan orang tua memiliki keterkaitan yang erat dengan keberhasilan belajar siswa. Orang tua siswa diharapkan untuk lebih memperhatikan perkembangan belajar dan juga kebutuhan belajar putra-putrinya.

Pengaruh pertumbuhan, ukuran, dan profitabilitas terhadap peringkat obligasi (studi pada perusahaan finance yang listing di Bursa Efek Indonesia) / Tetty Widiyastuti

 

Kata Kunci: Pertumbuhan, Ukuran, Profitabilitas, Peringkat Obligasi Pentingnya peringkat obligasi adalah untuk memberikan pernyataan yang informatif dan memberikan isyarat tentang kemungkinan terjadinya default hutang perusahaan. Peringkat obligasi juga membantu para investor untuk menentukan kebijakan investasi, baik investor individu maupun institusional. dapat dimonitor dari informasi peringkatnya. Perubahan dalam peringkat obligasi suatu perusahaan akan mempengaruhi pada baik kemampuannya untuk meminjam modal jangka panjang maupun biaya modal tersebut. Agen-agen pemeringkat akan meninjau obligasi yang beredar secara berkala, di mana sebagai hasil dari perubahan kondisi yang dialami oleh emitennya. Peringkat obligasi memiliki arti penting bagi perusahaan maupun investor. pertama, karena peringkat obligasi adalah indikator dari resiko gagal bayarnya, peringkat ini memiliki pengaruh langsung yang dapat diukur pada tingkat suku bunga obligasi dan biaya utang perusahaan. Kedua, kebanyakan obligasi dibeli oleh investor institusional daripada individual, dan banyak indikasi dibatasai hanya berinvestasi pada sekuritas yang layak investasi. Jadi, jika obligasi sebuah perusahaan jatuh di bawah peringkat BBB, perusahaan akan mengalami kesulitan menjual obligasi baru karena kebanyakan potensi pembeli, akan tidak diperbolehkan untuk membelinya. Tujuan dari penelitiaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan, ukuran, dan profiabilitas terhadap peringkat obligasi pada perusahaan finance yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2006-2009. Penelitian tersebut menggunakan alat bantu statistik yaitu regresi linier yang terdapat di dalam program spss. Faktor pertumbuhan, ukuran, dan profitabilitas sebagai variabel independen sedangkan peringkat obligasi sebagai variabel terikatnya. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa peringkat obligasi pada perusahaan finance dipengaruhi oleh ukuran dan profitabilitas. Oleh sebab itu perusahaan sebaiknya menjaga kinerja perusahaan dengan menjaga rasio keuangan tersebut sehingga dapat memperoleh peringkat obligasi yang lebih baik.

Implementasi model pembelajaran role playing untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran humas dan keprotokolan (studi pada siswa Program Keahlian Administrasi Perkantoran kelas X APK SMK PGRI 6 Malang) Rivit Aminatus Sholikah

 

ABSTRAK Sholikah, Rivit Aminatus. 2009. Implementasi Model Pembelajaran Role Playing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Humas dan Keprotokolan (Studi pada Siswa Program Keahlian Administrasi Perkantoran Kelas X APK SMK PGRI 6 Malang). Skripsi. Jurusan Manajemen Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pebimbing (1) Dr. Sopiah M.Pd, M.Si, (2) Imam Bukhori S.Pd, M.M. Kata Kunci : Implementasi Model Pembelajaran Role Playing, Hasil Belajar. Pembaharuan dalam dunia pendidikan merupakan sebuah tuntutan yang harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional, mengingat persaingan dapat terjadi disemua bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan. Untuk memperbaiki kualitas pendidikan tersebut, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah melalui Depdiknas. Salah satunya adalah melakukan penyempurnaan kurikulum. Pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru, kepala sekolah, serta komite sekolah dan dewan pendidikan yang berkelanjutan merupakan keharusan agar sistem pendidikan nasional selalu relevan dan kompetitif. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegitan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Pembelajaran menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari dan sekaligus memperhatikan faktor kebutuhan individual siswa dan peranan guru. Sehubungan dengan itu, dengan menggunakan penelitian tindakan kelas dengan maksud untuk menggambarkan bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan proses pembelajaran dengan mengumpulkan data berupa uraian-uraian atau kalimat dan bukan angka sehingga bersifat deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, desain pembelajaran, lembar kerja siswa, lembar observasi, angket, dan hasil belajar peserta didik (aspek kognitif, aspek afektif, aspek psikomotor). Adapun prosedur pengumpulan data yang dilakukan : (1) pemberian tes; (2) pengamatan partisipan; (3) penyebaran angket; (4) dokumentasi. Tahap analisis data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : (1) analisis data aktivitas peserta didik; (2) analisis pengelolaan pembelajaran; (3) analisis persepsi siswa; analisis tes hasil belajar; (4) paparan data; (5) penarikan kesimpulan. Tahap-tahap penelitian tindakan kelas ini (PTK) berupa siklus spiral yang meliputi : (1) perencanaan, (2) pemberi tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Dalam penelitian ini direncanakan dilakukan dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Adapun model pembelajaran yang cocok dengan pendekatan siswa aktif pada kompetensi Humas dan Keprotokolan adalah model pembelajaran role playing yaitu dengan materi aplikasi master of ceremony (MC). Hasil penelitian ini mencakup hasil belajar siswa terhadap model pembelajaran role playing. Hasil belajar siswa dilihat dari peningkatan pemberian nilai antara siklus I dan siklus II. Penilaian hasil belajar siswa melalui tes hasil belajar siswa kelas X Administrasi Perkantoran (APK) di SMK PGRI 6 Malang. Penelitian ini dibagi menjadi 4 tahap kegiatan yaitu (1) pendahuluan dari observasi awal, pengamatan pendahuluan siswa, guru dan dukungan pihak sekolah. Pelaksanaan siklus I dan siklus II meliputi : (1) rencana tindakan model pembelajaran role playing; (2) pelaksanaan tindakan model pembelajaran role playing; (3) temuan penelitian pada tindakan model pembelajaran role playing; (4) refleksi tindakan model pembelajaran role playing. Adapun fokus pengamatan yang dilakukan adalah (1) aktivitas peserta didik; (2) kemampuan peneliti dalam mengelola pembelajaran; (3) evaluasi hasil belajar peserta didik (aspek kognitif, aspek afektif, aspek psikomotor) dalam proses pembelajaran model role playing. Kesimpulan perbandingan hasil aktivitas peserta didik dengan mengetahui peningkatan hasil aktifitas peserta didik selama penerapan model pembelajaran role playing terhadap kelompok atas, tengah dan bawah, peneliti menarik kesimpulan bahwa model pembelajaran role playing dapat diterapkan untuk seluruh peserta didik baik yang memiliki kemampuan tinggi, sedang maupun rendah. Kegiatan pembelajaran tersebut dapat meningkatkan aktivitas masing-masing kelompok secara efektif dan bermakna. Sedangkan kesimpulan dalam mengelola model pembelajaran role playing yang diberikan adalah peneliti dapat melaksanakan pengelolaan kelas dengan baik pada setiap siklus yang dilakukan sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Hal ini juga dimaknai bahwa tindakan intervensi yang dilakukan oleh peneliti selama siklus I dan siklus II dapat memotivasi peserta didik untuk selalu memperbaiki pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas. Penerapan model pembelajaran role playing dapat meningkatkan hasil belajar ranah aspek kognitif, afektif, psikomotor pada mata pelajaran “ humas dan keprotokolan” di kelas X APK SMK PGRI 6 Malang berlangsung. Peningkatan hasil belajar aspek kognitif dapat diketahui dari adanya peningkatan nilai pre test dan pos test yaitu 52.26 (siklus I) menjadi 88.19 (siklus II). Peningkatan hasil belajar aspek afektif dapat diketahui dari adanya peningkatan nilai persentase rata-rata siklus I dan siklus II yaitu dari 9.72% kualifikasinya kurang, 56.94% kualifikasinya cukup, 112.50% kualifikasinya baik, 20.83% kualifikasinya baik sekali menjadi 13.89% kualifikasinya cukup, 129.17% kualifikasinya baik dan 56.94% kualifikasinya baik sekali. Peningkatan hasil belajar aspek psikomotor diketahui dari peningkatan hasil pencapaian nilai kinerja peserta didik dari nilai bagi kualifikasi “ cukup” (siklus I) menjadi dengan kualifikasi “baik” pada siklus II.

Perbandingan penerapan pembelajaran kooperatif model student team achievement division dengan numbered head together untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar ekonomi kelas VII pada pokok bahasan kegiatan ekonomi manusia SMP Negeri 1 Singosari / Yohanes Cervatius Ma

 

Kata Kunci :Pembelajaran kooperatif Model Student Teams Achievement Divisions (STAD), Model Numbered Heads Together (NHT), Motivasi Belajar, Hasil Belajar Motivasi berkaitan erat dengan prestasi atau hasil belajar. Siswa yang tinggi motivasinya pada umumnya memiliki hasil belajar yang baik sebaliknya siswa yang memiliki motivasi rendah hasil belajarnya juga akan rendah. Tanpa adanya motivasi belajar, seseorang tidak akan merasa tertarik untuk memperhatikan guru maupun lingkung kelasnya. Untuk mendapatkan motivasi dan hasil belajar yang baik, guru harus pandai memilih metode yang cocok untuk tujuan dan bahan ajar mengajar serta sesuai dengan kemampuan siswa, disamping itu juga dapat meningkatkan motivasi belajar, maka guru harus menciptakan proses belajar mengajar yang melibatkan siswa, guru harus memahami dan mengembangkan berbagai media keterampilan dalam mengajar, serta guru harus tepat dalam menggunakan metode pembelajaran. Pemilihan metode yang kurang tepat, media belajar yang kurang bahkan cara mengajar guru yang membosankan bagi siswa merupakan beberapa faktor yang berasal dari guru yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa serta menurunnya hasil belajar siswa tersebut. Pendekatan pembelajaran yang dipilih hendaknya dapat memberikan tantangan yang bisa membangkitkan ketertarikan siswa dan menimbulkan motivasi belajar untuk tetap dan terus semangat belajar. Disamping itu juga harus dapat menimbulkan kemampuan dasar yang dimiliki siswa agar dapat diterapkan dalam menyelesaikan tugas-tugas, sehingga siswa dapat meramalkan sendiri hal-hal yang baru.Berdasarkan teori motivasi belajar “ Keberhasilan dalam suatu bidang studi tidak selalu sepenuhnya tergantung dari usaha dan kemampuan siswa tetapi yang terpenting disini adalah keyakinan siswa bahwa dia sendiri adalah pihak yang seluruhnya bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan”. Hal tersebut memberikan arti bahwa dalam memotivasi siswa, peran guru juga penting dalam meyakinkan siswa untuk mencapai tujuan belajar yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui perbedaan efektivitas model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisions) dan NHT (Numbered Heads Together) dalam meningkatkan motivasi belajar ekonomi bagi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Singosari. (2) Untuk mengetahui perbedaan efektivitas model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisions) dan NHT (Numbered Heads Together) dalam meningkatkan hasil belajar ekonomi bagi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Singosari. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan membagi kelompok penelitian menjadi dua kelompok eksperim`en, yaitu kelompok pertama adalah kelompok eksperimen yang belajar dengan pendekatan pembelajaran kooperatif teknik STAD dan kelompok kedua adalah kelompok eksperimen yang belajar dengan pendekatan pembelajaran kooperatif teknik NHT. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, soal tes, perangkat pembelajaran dan angket tanggapan siswa terhadap penerapan kedua teknik pembelajaran tersebut. Analisis data menggunakan uji-t. Hasil motivasi belajar siswa diperoleh dengan nilai thitung (2,146) > ttabel (2,012) maka thitung > ttabel, dengan nilai rata-rata (mean) pendekatan pembelajaran kooperatif teknik STAD yaitu 11,8750 dan nilai rata-rata (mean) dengan pendekatan pembelajaran kooperatif teknik NHT yaitu 10,5000 dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division terbukti lebih efektif dalam meningkatkan motivasi belajar ekononomi siswa daripada metode pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together. Hasil belajar siswa dapat ditunjukkan dengan nilai post tes. Diperoleh nilai thitung (2,146) > ttabel (2,012) maka thitung > ttabel, dengan nilai rata-rata (mean) yang diajarkan dengan pendekatan pembelajaran kooperatif teknik STAD yaitu 79.5833 dan nilai rata-rata (mean) yang diajarkan dengan pendekatan pembelajaran kooperatif teknik NHT yaitu 65.0000 maka dapat dikatakan bahwa hasil belajar yang diajarkan dengan pendekatan pembelajaran kooperatif teknik STAD lebih efektif dibandingkan dengan kelas yang diajarkan dengan pendekatan pembelajaran kooperatif teknik NHT. Ada beberapa saran yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1 )Bagi guru mata pelajaran ekonomi di SMP NEGERI 1 Singosari khususnya dan para guru ekonomi lain pada umumnya disarankan untuk mencoba menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division sebagai salah satu alternatif pembelajaran didalam kelas, dalam rangka meningkatkan motivasi dan hasil belajar ekonomi siswa. Karena sudah terbukti bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi Kegiatan Pokok Ekonomi Masyarakat. (2) Bagi peneliti lanjutan, disarankan untuk meneliti dan membandingkan beberapa metode yang dikenal selama ini, sehingga guru dapat memilih metode pembelajaran yang tepat, yang dapat meningkatkan hasil belajar. Disarankan pula untuk diadakan penelitian lanjutan dengan cakupan materi yang lebih luas dan memadukan beberapa metode pembelajaran.

Evaluasi pelaksanaan lapis tambahan (overlay) laston pada pembangunan jalan dan jembatan Widang-Gresik-Surabaya / Silvi Roselliyanti

 

Kata kunci: evaluasi, pelaksanaan, lapis tambahan (overlay) Lapis tambahan (ovelay) adalah lapis perkerasan tambahan yang dipasang di atas konstruksi perkerasan yang ada dengan tujuan meningkatkan kekuatan struktur perkerasan yang ada agar dapat melayani lalu lintas yang direncanakan selama kurun waktu yang akan datang. Tujuan studi lapangan adalah : (1) Mengetahui bagaimana proses pelaksanaan pengerjaan lapis tambahan (overlay) secara keseluruhan pada pembangunan jalan dan jembatan Widang-Gresik-Surabaya. (2) Mengetahui pengendalian mutu yang digunakan untuk lapis tambahan (overlay) pada pembangunan jalan dan jembatan Widang-Gresik-Surabaya. Hasil studi menyebutkan bahwa : (1) Pada saat memulai pekerjaan penghamparan dilakukan dengan proses dan tahapan yang sudah memenuhi spesifikasi. Dimulai dari pengecekan suhu aspal sebelum dimasukkan ke dalam bak asphalt finisher sampai pada penghamparan aspal. Begitu pula dengan alat-alat pengatur penghampar aspal yang dimulai dari pengukur ketebalan dan lebar jalan, (2) Pada pekerjaan pemadatan dibagi tiga tahapan: (a) Pemadatan awal 14 lintasan, (b) Pemadatan antara 16 lintasan, (c) Pemadatan akhir 4 lintasan. Namun di dalam pekerjaannya tidak dilakukan 3 tahapan melainkan hanya ada 2 tahap yaitu pemadatan awal 12 lintasan dan pemadatan akhir 14 lintasan. (3) Pekerjaan quality control dilakukan dengan tahapan pengujian yang sudah memenuhi spesifikasi. Dimana pekerjaan quality control meliputi: uji kerataan, kepadatan, ketebalan, dan uji ekstraksi. Alat yang digunakan dalam pekerjaan ini yaitu menggunakan alat core drill, sketmach, mistar panjang dan alat ekstrasi test, (4) Uji kepadatan dilakukan dengan tiga section, section I kepadatan yang diperoleh belum memenuhi syarat, sedangkan section II dan III kepadatan yang dihasilkan sudah memenuhi spesifikasi teknis. Berdasarkan hasil study lapangan disarankan: (1) Proses pelaksanaan penghamparan aspal campuran sebaiknya memperhatikan prosedur teknis, sehingga diperoleh hasil yang sesuai perencanaan, (2) Untuk uji kepadatan yang dihasilkan pada section I belum memenuhi syarat yang ditentukan spesifikasi. Oleh karena itu pemadatan yang dilakukan harus di tingkatkan lagi, agar kepadatan yang diperoleh memenuhi spesifikasi teknis.

Keefektifan paket pelatihan keterampilan self-disclosure untuk meningkatkan konsep diri siswa SMP / Mega Ika Mariana

 

Kata Kunci : Self-disclosure, konsep diri. Dalam pelaksanaan BK di sekolah saat ini masih banyak persoalan yang dihadapi berkaitan dengan self-disclosure siswa, misalnya enggannya siswa untuk datang ke ruang BK guna mengungkap masalah yang dihadapinya, hal ini dipicu oleh ketidakterbukaan diri siswa dalam berbagai permasalahan yang dihadapi, di samping itu siswa masih kurang mampu berhubungan antarpribadi khususnya keterbukaan diri. Untuk dapat membuka diri, sebelumnya individu harus memahami diri sendiri yaitu menyadari dan memahami perasaannya, siapa dirinya, kualitas diri, harapan-harapan, dan pengembangan sikap terhadap dirinya sendiri. Pengetahuan dan sikap tersebut dikenal dengan konsep diri (self concept). Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan paket pelatihan keterampilan self-disclosure untuk meningkatkan konsep diri siswa SMPN 2 Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-posttest control design. Subyek yang dijadikan sampel penelitian adalah siswa SMPN 2 Pilangkenceng Kabupaten Madiun kelas VII sebanyak 64 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala Keterampilan Self-Disclosure dan skala Konsep Diri dengan menggunakan model penskalaan Likert. Analisis data menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil pre-test skala konsep diri kelas eksperimen dan rata-rata hasil post-test skala konsep diri kelas eksperimen adalah berbeda secara signifikan. Rata-rata hasil post-test skala konsep diri kelas eksperimen (112.09) lebih tinggi daripada rata-rata hasil pre-test skala konsep diri kelas eksperimen (98.25). Dapat disimpulkan bahwa kedua rata-rata populasi adalah tidak identik karena nilai Sig. (0,000) ≤ 0,05 dan thitung (-5.313) ≥ ttabel (1,998). Hal ini dapat disimpulkan bahwa paket keterampilan self-disclosure efektif untuk meningkatkan konsep diri siswa SMPN 2 Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan remaja dapat mengungkapkan dengan baik mengenai dirinya sendiri, dapat mengontrol emosi terhadap segala perilakunya, dapat meningkatkan keakraban yang dilandasi kepercayaan dan kekeluargaan.

Pengaruh persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan prifesional guru terhadap prestasi belajar yang dimediasi oleh motivasi belajar mata pelajaran Produktif (studi pada kelas X dan XII Kompetensi Keahlian APK SMKN 1 Pasuruan) / Nikmatul Khasan

 

i ABSTRAK Khasanah, N. 2015. Pengaruh Persepsi Siswa tentang Kompetensi Pedagogik, Kepribadian, Sosial dan Profesional Guru terhadap Prestasi Belajar yang Dimediasi oleh Motivasi Belajar Mata Pelajaran Produktif (Studi Pada Kelas X dan XI Kompetensi Keahlian APK SMKN 1 Pasuruan). Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Agus Hermawan, M.Si., GradDipMgt., M.Bus., (II) Lohana Juariyah, S.E., M.Si. Kata kunci: Persepsi Siswa tentang Kompetensi Pedagogik, Kepribadian, Sosial, dan Profesional Guru, Prestasi Belajar Siswa, Motivasi Belajar Siswa Guru memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan, Karena guru memegang kunci dalam pendidikan dan pengajaran di sekolah. Guru adalah pihak yang paling dekat berhubungan dengan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah dan guru merupakan pihak yang paling besar peranannya dalam menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu, pembinaan dan pengembangan terhadap guru merupakan hal mendasar dalam pendidikan. Seorang guru dituntut untuk memiliki sikap profesional dalam melaksanakan tugasnya. Sikap profesional dapat ditunjukkan dengan guru memiliki beberapa kompetensi yang mendasari untuk seorang guru, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Dari kompetensi guru tersebut dapat menciptakan suasana dalam belajar menjadi nyaman dan optimal sehingga menumbuhkan persepsi siswa yang positif. Dengan persepsi siswa yang positif tersebut akan menumbuhkan motivasi belajar siswa, hal ini akan dapat mempengaruhi tindakan siswa dalam mencapai tujuannya, yaitu prestasi belajar yang memuaskan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Deskripsi persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional guru. (2) Deskripsi motivasi belajar dan prestasi belajar siswa. (3) Pengaruh secara langsung persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan kepribadian guru terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif kelas X dan XI kompetensi keahlian APK SMKN 1 Pasuruan. (4) Pengaruh secara langsung motivasi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif kelas X dan XI kompetensi keahlian APK SMKN 1 Pasuruan. (5) Pengaruh secara tidak langsung persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional guru terhadap prestasi belajar yang dimediasi oleh motivasi belajar mata pelajaran produktif kelas X dan XI kompetensi keahlian APK SMKN 1 Pasuruan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis statistik deskriptif, analisis statistik inferensial dengan regresi linier berganda dan analisis jalur (Path Analysis). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik (X1), kompetensi kepribadian (X2), kompetensi sosial (X3), dan kompetensi profesional (X4). Sedangkan variabel terikatnya adalah prestasi belajar siswa (Q), dan variabel interveningnya adalah motivasi belajar siswa (Z). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI Kompetensi Keahlian APK SMKN 1 Pasuruan yang berjumlah 140 siswa. Skala ii yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert dengan lima opsi jawaban yaitu sangat setuju dengan skor 5, setuju dengan skor 4, ragu-ragu dengan skor 3, tidak setuju dengan skor2, dan sangat tidak setuju dengan skor 1. Untuk mempermudah peneliti memberikan gambaran tentang kompetensi guru, maka distribusi frekuensi yang menyatakan sangat setuju menjadi sangat baik, setuju menjadi baik, ragu-ragu menjadi kurang baik, tidak setuju menjadi tidak baik, dan sangat tidak setuju menjadi sangat tidak baik. Untuk memberikan gambaran tentang motivais belajar siswa, maka distribusi frekuensi sangat setuju menjadi sangat tinggi, setuju menjadi tinggi, ragu-ragu menjadi kurang tinggi, tidak setuju menjadi rendah, dan sangat tidak setuju menjadi sangat rendah. Sedangkan hasil belajar diklasifikasikan menjadi sangat baik (4,00-3,51), baik (3,50-2,51), cukup (2,50- 1,51), dan kurang baik (1,50-1,00). Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dan dokumentasi. Untuk uji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan program IBM Statistics 20. Penelitian ini menggunakan tiga model asumsi klasik yaitu: (1) Uji normalitas dengan melihat grafik P-P Plot of Regression Standardized Residual. (2) Uji heterokedastisitas dengan melihat grafik scatterplot. (3) Uji multikolinearitas yang dilihat dari nilai VIF (Variance Inflating Factor) dan Tolerance. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa: (1) Model regresi memenuhi asumsi normalitas, hal ini dibuktikan dengan menggunakan metode grafis dimana data menyebar di sekitar garis diagonal dan arahnya mengikuti arah garis diagonal. (2) model regresi tidak terjadi gejala heterokedastisitas karena titik-titik pada grafik scatterplot menyebar secara acak, todak membentuk sebuah pola tertentu dan menyebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. (3) model regresi tidak terjadi multikolinearitas, karena nilai VIF kurang dari 10 dan nilai Tolerance mendekati nilai 1. Jadi model regresi layak untuk digunakan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa: (1) Persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dapat diklasifikasikan baik. (2) Persepsi siswa tentang kompetensi kepribadian guru dapat diklasifikasikan baik. (3) Persepsi siswa tentang kompetensi sosial guru dapat diklasifikasikan baik. (4) Persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru dapat diklasifikasikan baik. (5) Motivasi belajar siswa dapat diklasifikasikan tinggi. (6) Prestasi belajar siswa dapat diklasifikasikan baik. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda dan analisis jalur (analysis path) menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh secara langsung persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif. (2) Terdapat pengaruh secara langsung persepsi siswa tentang kompetensi kepribadian guru terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif. (3) Terdapat pengaruh secara langsung persepsi siswa tentang kompetensi sosial guru terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif. (4) Terdapat pengaruh positif persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif. (5) Terdapat pengaruh secara langsung motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif. (6) Terdapat pengaruh secara tidak langsung persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif yang dimediasi oleh motivasi belajar. (7) Terdapat pengaruh secara tidak langsung persepsi siswa tentang kompetensi kepribadian guru terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif yang dimediasi oleh motivasi belajar. (8) Terdapat pengaruh secara tidak langsung persepsi siswa tentang kompetensi sosial guru iii terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif yang dimediasi oleh motivasi belajar. (9) Terdapat pengaruh secara tidak langsung persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif yang dimediasi oleh motivasi belajar. Variabel persepsi siswa tentang kompetensi kepribadian guru mempunyai pengaruh yang dominan terhadap variabel yang lain yaitu sebesar 4,008. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan: (1) Bagi guru mata pelajaran produktif kelas X dan XI Kompetensi Keahlian APK diharapkan dapat meningkatkan kompetensi profesionalismenya dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mengikuti seminar atau pelatihan untuk mengembangkan kompetensinya serta dapat memperluas ilmu di bidang yang ditekuinya. (2) Bagi Kepala Pimpinan Lembaga SMKN 1 Pasuruan diharapkan dapat mengadakan, memfasilitasi dan memberikan kesempatan kepada guru SMKN 1 Pasuruan untuk mengikuti beberapa seminar dan pelatihan untuk menunjang profesinya. (3) Bagi siswa SMKN 1 Pasuruan dapat meningkatkan motivasi intrinsiknya, karena demikian hasrat untuk berprestasi akan terus melekat pada diri siswa. (4) Bagi peneliti selanjutnya dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai referensi untuk pengembangan analisis penelitian selanjutnya.

Pengaruh senam otak (metode Fritz' Brain) terhadap tingkat kecerdasan otak pada manusia lanjut di panti jompo werdha "Griya Asih" Kecamatan Lawang Kabupaten Malang / Muzayin Akmal Khuluq

 

ABSTRAK Khuluq, Muzayin Akmal. 2009. Pengaruh Senam Otak (metode fritz’ brain) Terhadap Tingkat Kecerdasan Otak Pada Manusia Usia Lanjut yang Tinggal di Panti Jompo di Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M.Kes, (II) dr. Hartati Eko Wardani, M. Si, M.ed. Kata-kata kunci: senam otak (metode fritz’ brain), tingkat kecerdasan otak, manusia usia lanjut Secara Patologis faktor bertambahnya usia menjadikan mental dan fisik akan berkurang. Aktivitas kehidupan yang berkurang akan mengakibatkan makin bertambahnya ketidakmampuan tubuh dalam melakukan berbagai hal. Kegagalan dalam mengatasi stressor menyebabkan manusia usia lanjut cepat mengalami penurunan fungsi otak. Pada otak manusia cenderung lebih cepat menurun pada bagian otak sebelah kiri hal ini dikarenakan organ tubuh yang sering dihgunakan adalah bagian tubuh sebelah kanan. Otak akan bekerja secara optimal apabila otak bagian kanan dan kiri dapat bekerja secara seimbang. Penurunan tingkat kecerdasan otak dapat diperhambat dengan cara memperbanyak aktivitas gerak dan pemikiran yang melibatkan otak bagian kanan dan otak bagian kiri. Oleh karena itu perlu diadakan kajian lebih dalam tentang pengaruh senam otak terhadap tingkat kecerdasan (kinerja fungsi otak), sebagai langkah awal untuk menghambat penurunan fungsi otak pada manusia usia lanjut serta membantu meningkatkan derajat kemampuan hidup manusia lanjut usia. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan metode One group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah manusia usia lanjut yang tinggal di panti jompo dengan karakteristik yaitu usia 60-75 tahun, tidak mempunyai gangguan jantung dan gangguan neurologi, responden kooperatif, dapat berkomunikasi dengan baik, tidak mengalami cacat fisik yang mengganggu aktifitas, responden harus mengikuti program latihan secara teratur. Jumlah subyek dalam penelitian ini adalah 11 manusia usia lanjut yang telah memenuhi persyaratan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2009 di panti werdha “griya Asih” Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase dan uji pengaruh paired sample t test (perbandingan rata-rata). Hasil dari penelitian ini antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan senam otak secara deskriptif menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sebanyak 2%. Sedangkan setelah dilakukan uji pengaruh paired sample t test didapatkan hasil senam otak metode fritz’ brain tidak mempunyai pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan kinerja fungsi otak secara maksimal, namun diduga senam otak metode fritz brain dapat membantu menghambat penurunan tingkat kecerdasan otak pada manula karena dari hasil penelitian tidak ada yang mengalami pernurunan setelah diberikan perlakuan senam otak metode fritz’ brain.

Hubungan pemanfaatan sumber belajar lokal dengan prestasi belajar peserta diklat di UPT Diklat Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur / Kusyunur Watiningsih

 

Watiningsih, Kusyunur. 2014. Hubungan Pemanfaatan Sumber Belajar Lokal Dengan Prestasi Belajar Peserta Diklat di UPT Diklat Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Supriyono, M.Pd, (II) Drs. Ahmad Mutadzakir, M.Pd Kata kunci : sumber belajar lokal, prestasi belajar, diklat     Kegiatan pembelajaran dalam diklat tidak terlepas dari pemanfaatan sumber belajar di lingkungan tempat berlangsungnya diklat. Pemanfaatan sumber belajar yang efektif dimungkinkan mempengaruhi prestasi belajar peserta diklat. Berdasarkan penilaian terhadap frekuensi pemanfaatan sumber belajar oleh peserta diklat, sebagian besar peserta diklat sering memanfaatkan sumber belajar lokal. Perolehan nilai rata-rata dari hasil post-test tujuh puluh tujuh koma empat puluh dengan nilai tertinggi sembilan puluh tujuh koma lima puluh.     Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan sumber belajar lokal, prestasi belajar peserta diklat, dan untuk mengetahui korelasi antara pemanfaatan sumber belajar lokal dengan prestasi belajar peserta diklat. Penelitian ini dilaksanakan melalui pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan angket penelitian. Analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, editing, koding, tabulasi data, pengujian kualitas data, mendeskripsikan data, dan analisis korelasi dengan sampel 45 orang peserta diklat dengan menggunakan perhitungan secara manual menggunakan rumus persentase untuk analisis diskriptif dan rumus product moment untuk analisis korelasi.     Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh sembilan simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, peserta diklat selalu memanfaatkan sumber belajar yang ada yakni pesan sebagai sumber belajar, orang sebagai sumber belajar, bahan sebagai sumber belajar, alat sebagai sumber belajar, teknik sebagai sumber belajar, dan lingkungan sebagai sumber belajar. Kedua, prestasi belajar peserta diklat mengalami peningkatan yang signifikan yakni dengan rata-rata nilai dua puluh lima koma tujuh puluh delapan. Ketiga, tidak terdapat hubungan antara pemanfaatan pesan dengan prestasi belajar peserta diklat. Keempat, tidak terdapat hubungan antara pemanfaatan orang dengan prestasi belajar peserta diklat. Kelima, tidak terdapat hubungan antara pemanfaatan bahan dengan prestasi belajar peserta diklat. Keenam, tidak terdapat hubungan antara pemanfaatan alat dengan prestasi belajar peserta diklat. Ketujuh, tidak terdapat hubungan antara pemanfaatan teknik dengan prestasi belajar peserta diklat. Kedelapan, tidak terdapat hubungan antara pemanfaatan lingkungan dengan prestasi belajar peserta diklat. Dan kesembilan, tidak terdapat hubungan antara pemanfaatan sumber belajar lokal dengan prestasi belajar peserta diklat.     Berdasarkan temuan penelitian, disampaikan beberapa saran sebagai berikut: (1) Bagi UPT Diklat Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur hendaknya mempertahankan atau bahkan meningkatkan sumber belajar yang ada, dan disarankan agar peserta diklat memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar, (2) Bagi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah pemanfaatan sumber belajar sudah sangat baik, Akan tetapi jurusan PLS disarankan agar buku pada perpustakaan Lab PLS perlu ditambah dengan buku-buku yang baru agar semakin bertambah referensi dan wawasan dan semakin meningkat prestasi belajar mahasiswa PLS.

Penerapan model kooperatif tipe teams games tournament dengan crossword puzzle untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS kelas V SDN 1 Gondang Purwantoro Wonogiri / Sri Wasito

 

ABSTRAK Sri Wasito. 2016. Penerapan Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournament Dengan Crossword Puzzle untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Kelas V SDN 1 Gondang Purwantoro Kabupaten Wonogiri. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar: (I) Prof. Hj. Utami Widiati, M.A., Ph.D (II). Prof. Dr. Wahjoedi, M.E. Kata kunci: Model kooperatif, teams games tournament, crossword puzzle, aktivitas, dan hasil belajar Berdasar observasi awal siswa kelas V SDN 1 Gondang Purwantoro Kabupaten Wonogiri, menunjukkan rendahnya aktivitas siswa dalam pembelajaran. Siswa pasif dalam tanya jawab dan kerja kelompok. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru sebagai pusat pembelajaran. Dari dokumen hasil belajar juga terungkap hasil belajar IPS rendah karena belum memenuhi KKM IPS yaitu ≥ 70. Rendahnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Permasalahan ini dapat diatasi dengan model pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa untuk belajar bersama melalui penerapan model kooperatif tipe TGT dengan crossword puzzle. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model kooperatif tipe TGT dengan crossword puzzle untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS kelas V SDN 1 Gondang Purwantoro Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, serta refleksi. Proses PTK dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus dilakukan sebanyak tiga pertemuan. Penelitian dilakukan di SDN 1 Gondang Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, dengan subyek penelitian 32 siswa kelas V tahun pelajaran 2015-2016. Pengumpulan data diperoleh dari rekap praktik pembelajaran, observasi, tes hasil belajar, catatan lapangan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model kooperatif tipe TGT dengan crossword puzzle dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas V di SDN 1 Godang Purwantoro Kabupaten Wonogiri. Siklus I aktivitas siswa aktif hanya 65, 62 % dan pada siklus II meningkat mencapai 84,38 %. Hasil belajar siswa pada siklus I 68,75 % dan pada siklus II meningkat menjadi 81, 25 % tuntas belajar. Berdasar hasil penelitian ini, dapat disimpulkan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa terjadi karena penerapan model kooperatif tipe TGT dengan crossword puzzle. Penerapanmodel kooperatif tipe Time Game Tournamentdengan Crosworod Puzzle dilaksanakan dengan sintaks pembelajaran presentasi kelas,gurumempersiapkan siswa terhadap topik pembelajaran dengan media benda nyata, gambar, power point, dan video pembelajaran. Timdengan mempelajari materi melalui tugas tim, bermain kartu soal sebagai bahan tanya jawab, dan praktik membuat TTS dengan esclipse crossword . Game dengan permainan TTS di meja turnamen. Turnamen dengan mengerjakan TTS dengan lawan antar kelompok. Rekognisi timdengan pemberian buku tulis dan foto dimuat dalam buletin sekolah.

Pengaruh penerapan pendekatan chemoentrepreneurship (CEP) dalam pembelajaran kimia materi pokok larutan penyangga terhadap minat berwirausaha, motivasi belajar, kreativitas, dan kemampuan kognitif siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Batu / Martin Yantini

 

Kata kunci: pendekatan chemoentrepreneurship (CEP), minat berwirausaha, motivasi belajar, kreativitas, kemampuan kognitif, larutan penyangga Salah satu fungsi pendidikan adalah sebagai penyiapan tenaga kerja. Fungsi ini menjadi misi penting dari pendidikan karena pekerjaan menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia. Pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) bertujuan untuk menyiapkan siswa meneruskan ke tingkat pendidikan lebih lanjut, yaitu Perguruan Tinggi. Namun pada kenyataannya tidak semua lulusan SMA berkesempatan dan diterima melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi. Aspek-aspek pelajaran kimia adalah pemahaman berbagai fakta, kemampuan mengenal dan memecahkan masalah, keterampilan dalam penggunaan laboratorium, dan sikap ilmiah yang ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari. Segala fenomena atau kejadian alam tentunya tak terlepas dari ilmu kimia, dengan demikian semestinya ilmu kimia dapat dikemas menjadi suatu hal yang menyenangkan dan mampu memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan kemudahan belajar kimia. Larutan penyangga merupakan materi yang berisi teori-teori yang jika disampaikan hanya dengan metode ceramah, maka siswa tidak akan tertarik untuk mempelajarinya sehingga dibutuhkan metode lain yang mampu menumbuhkan semangat siswa dalam mempelajari materi tersebut. Pendekatan chemoentrepreneurship (CEP) adalah pendekatan pembelajaran kimia yang dikaitkan dengan objek nyata sehingga selain dididik, siswa dapat mempelajari proses pengolahan suatu bahan menjadi produk yang bermanfaat, bernilai ekonomi dan menumbuhkan semangat berwirausaha, dengan demikian pembelajaran akan lebih bermakna dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan pendekatan CEP terhadap minat berwirausaha, motivasi belajar dan mendeskripsikan kreativitas dan kemampuan kognitif siswa setelah penerapan pendekatan CEP pada materi larutan penyangga. Penelitian ini menggunakan rancangan Pre-Experiment Designs dan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan sebelum dan setelah penerapan pendekatan CEP. Data minat berwirausaha dan motivasi belajar siswa diperoleh sebelum dan setelah penerapan CEP, sedangkan data kreativitas dan kemampuan kognitif siswa diperoleh setelah penerapan pendekatan CEP. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Instrumen pengukuran yang digunakan berupa tes dan non tes. Analisis data hasil penelitian meliputi analisis statistik dan analisis deskriptif. Analisis statistik digunakan untuk melihat pengaruh terhadap minat berwirausaha dan motivasi belajar. Pada analisis statistik, menggunakan uji paired sample t test, paired sample correlations, dan simple regression dengan bantuan SPSS 16,0 for Windows. Pengaruh antar variabel ditentukan dengan analisis korelasi dan penentuan koefisien determinasi. Sedangkan analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui pengaruh terhadap kreativitas dan kemampuan kognitif siswa. Analisis deskriptif yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Analisis tersebut didasarkan pada ketuntasan klasikal siswa. Kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh sekolah, yaitu >85% memperoleh nilai ≥70. Berdasarkan hasil análisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, penerapan pendekatan CEP berpengaruh terhadap minat berwirausaha siswa. Hal ini dilihat berdasarkan adanya hubungan positif antara penerapan pendekatan CEP terhadap minat berwirausaha siswa sebesar 0,525. Besarnya pengaruh antar variabel ditentukan dari koefisien determinasi yang diperoleh, yaitu 27,60%. Hasil uji t juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan minat berwirausaha siswa sebelum dan setelah penerapan pendekatan CEP dengan thitung yang diperoleh sebesar 5,68. Kedua, penerapan pendekatan CEP memberikan pengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Adanya pengaruh ini dilihat berdasarkan korelasi yang diperoleh sebesar 0,319 dan menunjukkan adanya hubungan positif antar kedua variabel. Besarnya pengaruh ditentukan oleh koefisien determinasi yang diperoleh, yaitu 10,20%. Hasil uji t juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan minat berwirausaha siswa sebelum dan setelah penerapan pendekatan CEP dengan thitung yang diperoleh sebesar 3,89. Ketiga, berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa setelah penerapan pendekatan CEP, 100% siswa mempunyai kreativitas yang tergolong tinggi dan sangat tinggi. Keempat, hasil perhitungan persentase ketuntasan klasikal yang diperoleh sebesar 94,28% dan sudah mencapai tolok ukur keberhasilan yang ditetapkan oleh sekolah.

Studi tentang kesalahan siswa kelas II SMU Negeri I Tuban dalam menerapkan prinsip Le Chatelier untuk meramalkan arah pergeseran kesetimbangan / oleh Umi Yuniarti

 

Pengaruh relokasi pasar terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang (studi kasus relokasi pasar Klitikan Notoharjo Kota Surakarta) / Jadi Nugroho Munir Ghufroni

 

Kata Kunci: relokasi, kondisi sosial ekonomi pedagang. Relokasi adalah pemindahan suatu tempat menuju tempat yang baru. Pada tahun 2006 Pemkot Surakarta mengadakan penataan ruang kota dan mengembalikan fungsi kawasan Taman Monumen 45 sebagai Ruang Terbuka Hijau dan taman kota. Pasar Klithikan Notoharjo yang pada awalnya terletak di Kawasan Taman Monumen 45 dipindahkan menuju Kecamatan Semanggi. Letak pasar Notoharjo yang berada di kelurahan semangggi sulit dijangkau sehingga terjadi penurunan jumlah pengunjung yang berpengaruh terhadap pendapatan pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi pedagang sebelum dan sesudah relokasi serta menganalisis pendapatan pedagang. Metode penelitian yang digunakan survey dengan populasi pedagang pasar Notoharjo yang direlokasi dari monumen 45 menuju kelurahan semanggi. Pengambilan data menggunakan metode survey. Teknik pengambilan data menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalan penelitian ini adalah analisa statistik uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Kondisi sosial ekonomi pedagang sebelum dan sesudah relokasi menunjukan perbedaan penggunaan alat transportasi, pembayaran retribusi yang disesuaikan dengan penggunaan listrik. Jumlah pengunjung mengalami penurunan tiap hari dan aksesibilitas yang semakin sulit. Selain itu ditambahnya fasilitas berupa listrik, PDAM, area parkir, kamar mandi dan mushola. Motivasi pedagang dalam pelaksanaan relokasi sehingga berjalan damai antara lain karena cara negosiasi dan pendekatan pemkot yang kekeluargaan, pedagang tertib dan taat dengan hukum dan peraturan pemerintah, diberi fasilitas atau tempat baru yang lebih baik dan tetap, dan hal paling penting adalah tindakan Satpol PP yang ramah.2) Terjadi perbedaan jumlah pendapatan pedagang. Penurunan pendapatan terjadi pada pedagang pakaian dan elektronik dan peningkatan pendapatan terjadi pada pedagang dagangan perlengkapan motor, perlengkapan mobil, dan makanan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan 1) Hendaknya pemerintah kota membangun fasilitas umum yang lebih banyak di kawasan kelurahan Semanggi sehingga dapat mendukung berkembangnya pasar Notoharjo. 2) Diharapkan promosi pasar Notoharjo lebih luas sehingga pasar lebih ramai dan dapat meningkatkan perekonomian pedagang serta bertambahnya pemasukan daerah dari pembayaran retribusi dan uang parkir di pasar Notoharjo. 3) Hendaknya proses relokasi yang dilakukan oleh pemerintah Kota Surakarta dapat dijadikan percontohan sehingga tidak terjadi kerusuhan maupun konflik yang dapat merugikan semua pihak.

Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan outdoor study untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPS terpadu di kelas IV SDN Cicadas Kota Sukabumi / Iyus

 

ABSTRAK Iyus, 2016. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Outdoor Study untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran IPS di kelas IV SDN Cicadas Kota Sukabumi. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahjoedi, M.E., M.Pd., (II) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Outdoor Study, Kemampuan Berpikir Kritis, Pembelajaran IPS. Kemampuan berpikir kritis perlu ditingkatkan agar siswa dapat memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti berinisiatif untuk menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Outdoor Study pada pembelajaran IPS dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berbasis masalah dipadu dengan metode outdoor study dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV B SDN Cicadas. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas berkolaborasi dengan guru kelas. Dalam penelitian ini, peneliti berperan membuat rancangan penelitian, memantau, mencatat, mengumpulkan data, menganalisis data sampai pelaporan hasil penelitian. Guru dalam penelitian ini adalah guru kelas IV B SDN Cicadas. Peneliti dibantu oleh 2 orang Observer dalam mengobservasi pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 38 siswa. Cara pengumpulan data menggunakan observasi, catatan lapangan, tes, dan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian sebagai berikut (1) penerapan pembelajaran berbasis masalah dipadu dengan metode outdoor study terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan tes dari 76,52 pada siklus 1 menjadi 82,37 pada siklus 2.; (2) respon siswa terhadap pembelajaran berbasis masalah dengan outdoor study menunjukkan sikap positif sehingga proses pembelajaran menarik dan menyenangkan serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Faktor pendukung a) langkah-langkah sintaks pembelajarannya mudah dipahami siswa dan guru b) pembahasan materi permasalahan yang disampaikan kepada siswa berkaitan dengan kehidupan nyata sehari-hari sehingga memudahkan siswa dalam merumuskan solusi permasalahan; c) pembagian kelompok dengan kemampuan siswa yang beragam memungkinkan terjadinya aktivitas pembelajaran yang aktif dan interaksi antar siswa meningkat. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu a) siswa dalam pembelajaran kurang berani mengungkapkan pendapat secara lisan; b) waktu penyelidikan pengamatan ke luar kelas, memerlukan waktu yang cukup lama sehingga melebihi jam pembelajaran yang telah ditentukan; c) pada siklus tertentu tidak semua sintaks pembelajaran dapat terlaksana pada satu pertemuan. Saran peneliti yaitu (1) dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, hendaknya guru dapat memilih model dan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan outdoor study dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran IPS untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa; (2) berdasarkan hasil penelitian, siswa sangat senang mengikuti pembelajaran berbasis masalah dengan outdoor study. Oleh karena itu pembelajaran hendaknya dilaksanakan secra bervariasi dan sekali-kali dilaksanakan di luar kelas dan memanfaatkan lingkungan sebagai media dan sumber belajar sehingga siswa terhindar dari rasa jenuh; (3) bagi peneliti berikutnya yang menerapkan pembelajaran berbasis masalah dengan outdoor study hendaknya peneliti tidak melaksanakan semua sintaks dalam setiap pertemuan karena waktu penyelidikan di luar kelas terkadang melebihi waktu yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, sintaks pembelajaran berbasis masalah dengan outdoor study diterapkan bertahap dan berurutan secara berkesinambungan pada setiap pertemuan dalam tiap siklus.

Penentuan tetapan laju reaksi dan tingkat (orde) reaksi pada reaksi Na2S2O3-HCl dengan metode turbidimetri / oleh Retno Harijanti

 

Sintesis senyawa kompleks kobalt(II) dengan ligan karboksilat dari minyak sawit dan uji potensinya sebagai pewarna nyala lilin / Yesi Sulistiani

 

Kata kunci: Kompleks Co(II) karboksilat, ligan karboksilat, pewarna nyala lilin Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memacu penemuan-penemuan baru di bidag kimia material. Salah satu material kimia digunakan untuk meningkatan nilai estetika lilin dengan mengubah warna nyala lilin agar mempunyai variasi warna. Pewarnaan nyala lilin dilakukan dengan menambahkan senyawa kompleks yang larut dalam parafin. Senyawa kompleks terdiri dari ion pusat dan ligan berukuran besar sehingga mamiliki kepolaran yang rendah. Salah satu ligan yang banyak terdapat pada bahan alam Indonesia adalah senyawasenyawa karboksilat. Dalam penelitian ini disintesis kompleks kobalt(II) dengan ligan karboksilat. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis senyawa kompleks kobalt(II) dengan ligan karboksilat melalui reaksi trans-saponifikasi sabun natrium dengan logam kobalt(II) klorida yang dilanjutkan dengan karakterisasi serta uji potensinya sebagai pewarna nyala lilin. Penelitian ini mencakup tiga tahap yaitu: (1) Sintesis, meliputi dua tahap yaitu reaksi saponifikasi minyak sawit dengan natrium hidroksida menghasilkan sabun natrium dan reaksi trans-saponifikasi sabun natrium dengan garam Co(II) klorida menghasilkan senyawa kompleks Co(II) karboksilat; (2) Karakterisasi, meliputi penentuan titik lebur, penentuan logam kobalt dengan X-Ray Fluorescence (XRF), identifikasi gugus fungsi dengan analisis spektroskopi inframerah, dan uji kelarutan serta uji kemagnetan dengan menggunakan Magnetic Suspectibility Balance (MSB); (3) Aplikasi dilakukan dengan menambahkan kompleks Co(II) karboksilat ke dalam lilin atau parafin dengan persentase 20%, 30%, dan 40% yang kemudian diuji nyala. Hasil penelitian adalah (1) Senyawa kompleks kobalt(II) karboksilat disintesis melalui reaksi trans-saponifikasi antara sabun natrium dengan garam CoCl2 dengan perbandingan 16 : 1, diperoleh rendemen sebesar 80,67%, dengan menggunaka pelarut oktanol, dan memiliki warna ungu. (2) Senyawa kompleks kobalt(II) karboksilat berwarna ungu dengan titik lebur 143-145 oC, dan mempunyai sifat paramagnetik. Kemungkinan struktur senyawa kompleks kobalt(II) karboksilat berbentuk oktahedral.Senyawa kompleks kobalt(II) karboksilat tidak larut dalam parafin, dan larut dalam pelarut campuran parafin dengan oktanol. (3) Senyawa kompleks kobalt(II) karboksilat mempunyai warna nyala merah pada saat dibakar, sehingga senyawa tersebut mempunyai potensi sebagai warna nyala lilin. .

Kebahagiaan pada Bhikku Theravada / Mutia Husna Avezahra

 

ABSTRAK Avezahra, Mutia Husna. 2011. Kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed., (II) Ninik Setyowati, S.Psi., M.Psi. Kata kunci: Bikkhu Theravada, Budha, Kebahagiaan, Kesadaran, Meditasi Hakikat ajaran Budha dapat diketemukan melalui pemikiran inti dari pemikiran Sidharta Gautama atau kemudian disebut Shakyamuni Budha. Panduan kehidupan umat Budha diatur dalam sila yakni dasar utama pengamalan ajaran agama Budha yang berbentuk berbagai macam peraturan pelatihan sesuai dengan kelompok umat Budha (Budha Parisad). Budha Theravada merupakan salah satu aliran ajaran agama Budha yang berarti ajaran sesepuh, yakni masih mempertahkankan aturan dan ajaran asli sebagaimana Budha Gautama masih hidup. Tujuan para penganut aliran Theravada adalah untuk mencapai Nirvana (Nibbana) dengan menjadi Arahat (orang yang mencapai kesucian tertinggi), yang diwujudkan dalam penanaman kebijaksanaan, pengertian dan pengamalan.Menjalin hubungan yang baik pada sesama manusia untuk menciptakan kedamaian di dunia merupakan salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut, sehingga Bhikkhu Theravada mengabdikan seluruh kehidupan pribadinya untuk umat atau masyarakat. Bhikkhu Theravada adalah seorang yang menjalani ketentuan penetapan Sang Budha dalam Vinaya Pitaka. Di dalam praktik yang nyata, para Bhikkhu Theravada meninggalkan kehidupan berkeluarga, menjalani kehidupan sederhana, tidak boleh makan lebih dari jam 12 siang, tidak makan banyak, tidak diperbolehkan mendengarkan lagu atau melihat tari-tarian dan tidak boleh melaksanakan hal-hal yang hanya bertujuan kesenangan indria semata. Oleh karena itu, seorang Bhikkhu diharuskan untuk menjalankan disiplin pengelolaan diri melalui latihan meditasi. Melihat tata cara kehidupan Bhikkhu yang penuh batasan itulah, penulis tertarik untuk meneliti tentang kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan model pendekatan fenomenologi. Subjek pada penelitian ini adalah tiga Bhikkhu Theravada di Padepokan Dhammadipa Arama Batu Jawa Timur Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (in depth interview), catatan lapangan (field notes) dan dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dan validasi data menggunakan cek partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada adalah terciptanya kondisi batin yang bersih, artinya sebuah kondisi di mana batin terbebas dari hal-hal yang dapat membelenggu diri. Kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada pada penelitian ini tergambar pada aspek berikut: Pada aspek kognitif Bhikkhu Theravada, para Bhikkhu memandang diri sebagai orang yang cukup puas. Aspek hubungan positif pada orang lain menggambarkan bahwa Bhikkhu Theravada mengabdikan diri pada masyarakat serta menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Sementara pada aspek ciri-ciri kepribadian, Bhikkhu Theravada menekankan keterbukaan diri terhadap pelayanan spiritual, melepaskan kehidupan duniawi yang penuh dengan kemelekatan dan melakukan pengelolaan kesadaran dengan bermeditasi. Penelitian ini menunjukkan pentingnya meditasi dalam kehidupan Bhikkhu Theravada sebagai kegiatan melakukan pengamatan pada hal-hal yang muncul pada pikiran dan proses-proses pada tubuh yang timbul pada saat itu untuk mencapai kesadaran batin. Saat ini ketiga partisipan merasa cukup bahagia. Namun ketiga partisipan juga mengatakan bahwa diri masih dalam proses menuju batin yang bersih guna menciptakan kebahagiaan yang lebih sejati dan kedamaian diri yang bersifat jangka panjang. Pandangan dan cara hidup Bhikkhu Theravada dapat dikaji lebih mendalam dengan pendekatan psikologi transpersonal yang dapat mengakomodir pengalaman-pengalaman transenden individu, sehingga dapat memeriksa potensi psikologis individu. Penelitian tentang subjek Bhikkhu Theravada masih belum banyak dilakukan, oleh karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat mengembangkan temuan-temuan yang telah ada.

Peningkatan pemahaman konsep bilangan pada anak kelompok A melalui aktivitas bermain benda lingkungan sekitar di Taman Kanak-Kanak Mawar Indah 2 Kota Batu / Menok Astutik

 

Kata Kunci : Konsep Bilangan, Aktivitas Bermain, Benda Lingkungan Sekitar, Pendidikan Anak Usia Dini. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelompok A, Taman Kanak – kanak Mawar Indah 02 Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu terdapat rumusan masalah : 1). Bagaimanakah penerapan aktivitas bermain benda lingkungan sekitar pada anak kelompok A di TK Mawar Indah 02 Sidomulyo Batu 2). Apakah penggunaan aktivasi bermain benda dapat meningkatkan pemahaman konsep bilangan pada anak kelompok A di TK Mawar Indah 02 Sidomulyo Batu . Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mendeskkripsikan penerapan aktivasi bermain benda lingkungan sekitar pada anak kelompok A di TK Mawar Indah 02 Sidomulyo Batu . 2). Untuk mendeskripsikan aktivasi bermain benda lingkungan sekitar dapat meningkatkan pemahaman konsep bilangan pada anak kelompok A di TK Mawar Indah 02 Sidomulyo Batu . Rancangan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitas berbentuk tindakan kelas dan di rancang dalam 2 (dua ) siklus . Masing – masing terdiri dari 5 tahapan 1) Refleksi awal 2) Perencanaan 3) Pelaksanaan tindakan 4) Pengamatan 5) Refleksi. Subyek penelitian ini adalah anak kelompok A, Taman kanak – kanak Mawar Indah 02 Sidomulyo kecamatan Batu Kota Batu sebanyak 25 anak. Metode pengumpulan data diperoleh melalui lembar observasi aktivitas anak selama proses pembelajaran dan dokumen tasi berupa foto selama pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aktivitas bermain benda lingkungan sekitar dapat meningkatkan pemahaman konsep bilangan. Berdasarkan lembar observasi pada siklus I kelancaran anak menyebut urutan bilangan mencapai 64%, kemampuan anak dalam mengenal angka 64% , ketepatan dalam memasangkan angka dengan benda 56%, pada siklus II hasil observasi untu kelancaran menyebut ururtan bilangan meningkat 88%, kemampuan anak mengenal angka meningkat 80%, ketepatan dalam memasangkan benda dengan angka meningkat 76% .Bedasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan aktivitas bermain benda lingkungan sekitar dapat meningkatkan pemahaman konsep bilangan pada anak kelompok A di TK Mawar Indah 02 Sidomulyo Batu .   Berdasarkan hasil dan kesimpulan dalam penelitian tindakan kelas ini dapat di sarankan : Bagi anak didik hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang nyata bagi anak . Untuk sekolah memberikan masukan bagi peningkatan mutu pembelajaran yang kreatif dan inovatif di taman kanak – kanak. Bagi guru Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan peranan guru dalam mendampingi kegiatan pembelajaran sebagai usaha untuk mengetahui masalah pemahaman anak tentang konsep bilangan dan hendaknya menggunakan benda langsung untuk memudahkan anak memahami konsep bilangan.

Aplikasi model pembelajaran learning cycle untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Kauman Kabupaten Tulungagung / Feny Retnani

 

Sekarang ini kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berjalansangat pesat. Kemajuan IPTEK tidak lepas dari peran masyarakat yang berkualitas. Peran pendidikan adalah menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menghadapi tantangan dalam era globalisasi. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara penyempurnaan kurikulum yang saat ini sedang digunakan adalah kurikulum KTSP. Berdasarkan Peraturan Mendiknas No.22, 23, 24 tahun 2006 saat ini menggunakan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) paradigm pembelajaran konstruktivistik dimana terjadi perubahan orientasi proses pembelajaran dari mengajar menjadi membelajarkan siswa. Salah satu model pembelajaran yang dianggap dapat menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran yang ditemui peneliti adalah model Learning Cycle sebab berdasarkan tahapan-tahapan pada model pembelajaran bersiklus, siswa tidak hanya mendengar keterangan guru tetapi dituntut berperan aktif untuk menggali dan memperkaya pemahaman mereka terhadap konsep-konsep yang mereka dipelajari. Selain itu untuk mengetahui bagaimana peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa setelah dilaksanakan model pembelajaran Learning Cycle pada mata pelajaran ekonomi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus dan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, catatan lapangan, dan tes. Sedangkan analisis data meliputi mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun subjek penelitian ini adalah siswa kelas X.I SMA Negeri 1 Kauman yang berjumlah 43 siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Learning Cycle dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan yakni pada siklus I siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis kategori “kurang” pada siklus I sebesar 51% berkurang menjadi 14% pada siklus II, kemudian siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis kategori “cukup” pada siklus I sebesar 30% meningkat menjadi 37% pada siklus II, dan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis kategori “baik” pada siklus I sebesar 19% naik menjadi 35% pada siklus II serta siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis kategori “sangat baik” pada siklus I sebesar 0% naik menjadi 14% pada siklus II. Sedangkan pada hasil belajar dapat dilihat peningkatan pada siklus I hasil belajar aspek kognitif menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas sebesar 74 dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 67%. Pada siklus II hasil belajar aspek kognitif menunjukkan nilai rata-rata kelas sebesar 75 dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 93%. Sehingga hasil belajar aspek kognitif siswa mengalami peninggkatan sebesar 29%. Saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu: (1) Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle dapat dijadikan sebagai salah satu alternative pembelajaran di dalam kelas dalam rangka meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran ekonomi. (2) Untuk kesempurnaan Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle maka harus disediakan alokasi waktu yang cukup agar tidak mengurangi tahap-tahap yang harus dilakukan dalam model pembelajaran tersebut sehingga mendapatkan hasil yang optimal. (3) Penelitian ini hendaknya dapat diteruskan oleh peneliti selanjutnya dengan kelas, sekolah, dan materi yang berbeda.

Tunjauan percobaan interferometer Michelson-Morley melalui analisis relativitas khusus / oleh Gunawarti

 

Implementasi problem based learning (PBL) untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa pada pokok bahasan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan kelas VII D SMP Negeri 8 Malang / Alfi Somadiyah

 

Sitensis dan karakteristik ester etil asam lemak dari minyak biji mimba (Azadirachta indica A. Juss) dan uji potensinya sebagai biodiesel / Wajdi Yahya Talib

 

Kata kunci: minyak biji mimba, ester etil asam lemak, biodiesel Minyak bumi merupakan salah satu sumber energi yang ketersediannya semakin lama semakin menipis karena merupakan bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable). Biodiesel adalah bahan bakar alternatif berasal dari minyak atau lemak yang dapat diperbaharui. Biodiesel merupakan senyawa ester alkil asam lemak yang diperoleh dari trans-esterifikasi minyak atau esterifikasi asam lemak. Biji mimba adalah salah satu bahan baku yang dapat berpotensi sebagai bahan baku pembuatan biodiesel karena bersifat non-edible oil dan memiliki kandungan minyak yang cukup besar antara 30-50%. Indonesia banyak terdapat tanaman mimba yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan minyak biji mimba sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Penelitian deskriptif labotaroris yang terdiri dari 5 tahapan, yaitu: (1) isolasi minyak biji mimba dengan menggunakan pres hidrolik. (2) degumming, esterifikasi asam lemak bebas dalam minyak biji mimba, trans-esterifikasi minyak biji mimba. Reaksi melalui tahapan tersebut kurang memuaskan. Oleh sebab itu dilakukan cara lain untuk memperoleh ester etil asam lemak minyak biji mimba dengan tahap-tahap sebagai berikut: (3) hidrolisis minyak biji mimba, (4) esterifikasi asam lemak hasil hidrolisis. Sintesis ester etil asam lemak hasil sintesis dari tahapan di atas berhasil, (5) karakterisasi meliputi: densitas, viskositas, indeks bias, kelarutan, keasaman, bilangan asam, bilangan penyabunan, dan bilangan ester. Identifikasi ester etil asam lemak hasil sintetis dilakukan dengan kromatografi gas-spektrometri massa (gas chromatography-mass spectrometry, GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ester etil asam lemak biji mimba dapat disintesis dengan esterifikasi asam lemak menggunakan etanol. Ester etil asam lemak hasil sintesis memiliki karakteristik yaitu: (1) densitas sebesar 0,86 g/cm3; (2) indeks bias pada 25°C sebesar 1,450; (3) viskositas sebesar 0,00779 Ns/m2; (4) ester etil asam lemak hasil sintesis tidak larut dalam air, larut dalam kloroform, dan sedikit keruh dalam n-heksana; (5) ester asam lemak hasil sintesis bersifat netral karena tidak merubah warna lakmus merah dan biru; (6) bilangan asam sebesar 0,78; (7) bilangan penyabunan sebesar 167,33; (8) bilangan ester sebesar 166,55. Identifikasi senyawa penyusun ester etil asam lemak hasil sintesis dengan GC-MS menunjukkan adanya etil palmitat, etil oleat, dan etil stearat.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray berbantuan peta konsep untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS (siswa kelas VII G SMP Negeri 4 Malang) / Ratna Suraida

 

ABSTRAK Suraida Ratna, 2016.Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) Berbantuan Peta Konsep untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS (Siswa kelas VII G SMP Negeri 4 Malang). Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (1) Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si. (2) Dra. Siti Malikhah Towaf, MA, Ph.D Kata Kunci: TSTS, Peta Konsep, Motivasi, Hasil Belajar Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran koopertif tipe TSTS berbantuan peta konsep untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS siswa kelas VII G SMP Negeri 4 Malang pada materi potensi dan sebaran sumber daya alam. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Data yang dikumpulkan antara lain berasal dari: 1) hasil angket pelaksanaan pembelajaran oleh guru dan siswa, 2) hasil angket motivasi belajar siswa, 3) tes hasil belajar, 4) hasil wawancara, 5) catatan lapangan, 6) dokumentasi. Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray berbantuan peta konsep pada materi potensi dan sebaran sumber daya alam yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Tahapan pembelajaran kooperatif two stay two stray yaitu 1) Persiapan, 2) Presentasi Guru, 3) Kegiatan Kelompok, 4) Formalisasi, 5) Evaluasi dan Penghargaan sedangkan tahapan peta konsep yaitu: 1) Memilih suatu bahan bacaan, 2) Menentukan konsep-konsep yang relevan, 3) Mengelompokkan (mengurutkan ) konsep-konsep dari yang paling inklusif ke yang paling tidak inklusif, 4) Menyusun konsep-konsep tersebut dalam suatu bagan, konsep-konsep yang paling inklusif diletakkan di bagian atas atau di pusat bagan tersebut. Dari penelitian ini diperoleh keterlaksanan pembelajaran oleh guru pada siklus I dengan kriteria “baik”, keterlaksanan pembelajaran oleh guru pada siklus II dengan kriteria “sangat baik”, dan keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa pada siklus I dengan kriteria “baik”, keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa pada siklus II dengan kriteria “sangat baik”, motivasi belajar siswa pada siklus I dengan kriteria “tinggi” dan motivasi belajar siswa pada siklus II dengan kriteria “sangat tinggi”. Hasil belajar siswa pada siklus I yang tuntas ada 21 orang dan hasil belajar siswa pada siklus II yang tuntas meningkat menjadi 29 orang siswa. Temuan dalam penelitian ini berbeda dengan penelitian lainnya karena dalam penelitian ini digunakannya pemandu dalam setiap kelompok dan memberikan buku pegangan atau panduan dalam pembuatan peta konsep. Saran yang dapat disampaikan agar pembelajaran kooperatif tipe Two Stay two stary berbantuan peta konsep dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa yaitu guru mata pelajaran sebaiknya menjadikan model pembelajaran ini sebagai salah satu alternatif dalam upaya peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa di kelas. Selain itu, bagi peneliti lain agar dapat mengembangkan model pembelajaran ini sehingga lebih efektif dan efisien.

Pengaruh tingkat suku bunga SBI dan tingkat likuiditas terhadap harga saham perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2007 / Rizky Nila Suryani

 

Kata Kunci: Suku Bunga SBI, Likuiditas, Harga Saham. Investasi dapat dilakukan di pasar modal misal dengan membeli instrumen pasar modal berupa saham. Saham merupakan instrumen investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik. Ada beberapa faktor ekonomi yang mempengaruhi harga saham. Antara lain faktor makro ekonomi yaitu tingkat suku bunga SBI dan faktor mikro ekonomi yaitu tingkat likuiditas. Perubahan kedua faktor ekonomi tersebut baik naik atau turun akan mempengaruhi harga saham. Perubahan tersebut berpengaruh pada perkembangan emiten dan kemampuan masyarakat untuk berinvestasi. Penelitian yang dilakukan oleh Sukmana (2006) menyatakan bahwa tingkat suku bunga SBI berpengaruh negatif signifikan terhadap harga saham. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya pengaruh variabel independen tingkat suku bunga (X1) yang berasal dari faktor makro dan tingkat likuiditas perusahaan (X2) yang berasal dari faktor mikro terhadap dependen harga saham (Y). Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 20 perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia pada periode 2005-2007. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Untuk menguji pengaruh variabel secara parsial digunakan uji t, sedangkan untuk menguji variabel secara simultan digunakan uji F. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat suku bunga SBI berpengaruh negatif signifikan terhadap harga saham, sedangkan tingkat likuiditas dengan menggunakan rasio LDR tidak berpengaruh terhadap harga saham. Secara simultan kedua variabel ini berpengaruh terhadap harga saham. Berdasarkan penelitian ini maka disarankan investor yang hendak menanamkan modal yang dimiliki di pasar modal sebaiknya memperhatikan tingkat suku bunga SBI yang dikeluarkan oleh BI. Para investor juga harus memperhatikan faktor-faktor di luar faktor mikro dan makro ekonomi seperti kondisi sosial, politik dan keamanan. Disarankan untuk peneliti selanjutnya menggunakan periode pengamatan terbaru dan menggunakan variabel lain yang mungkin mempengaruhi harga saham. Sehingga hasilnya lebih mencerminkan keadaan pasar modal di Indonesia yang sesungguhnya.

Hubungan sikap terhadap kecantikan dan prasangka gender terhadap perempuan agen promosi dan penjualan pada laki-laki agen promosi dan penjualan / Eldaah Putri Yanuar

 

Kata kunci: sikap, kecantikan, prasangka gender. Seksisme atau prasangka gender, memberikan efek yang buruk bagi wanita. Salah satu profesi yang sering menjadi obyek prasangka laki-laki adalah perempuan agen promosi dan penjualan atau lazim disebut sales promotion girl (SPG) yang dituntut untuk selalu tampil cantik dan menarik untuk menarik minat calon pembeli, sementara standar dan praktik kecantikan menggeser kesadaran sosial dari kompetensi perempuan agen promosi dan penjualan kepada aspek dangkal dari penampilan mereka dan merendahkan mereka kepada obyek seksual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) gambaran sikap laki-laki agen promosi dan penjualan terhadap kecantikan, (2) gambaran prasangka gender terhadap perempuan agen promosi dan penjualan, dan (3) hubungan antara sikap terhadap kecantikan dan prasangka gender terhadap perempuan agen promosi dan penjualan pada laki-laki agen promosi dan penjualan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan korelasional dengan teknik analisis data persentase dan korelasi Product Moment. Populasi penelitian adalah laki-laki agen promosi dan penjualan di Kota Malang dengan sampel sebanyak 76 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Random Simple Cluster Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala sikap terhadap kecantikan dan skala prasangka terhadap perempuan agen promosi dan penjualan yang diadaptasi dari Ambivalent Sexism Inventory (Glick dan Fiske, 1996). Uji validitas yang digunakan adalah validitas internal dan uji reliabilitas yang digunakan adalah reliabilitas item dengan rumus Alpha Cronbach. Berdasarkan pengujian hipotesis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa laki-laki agen promosi dan penjualan yang memiliki sikap yang sangat positif terhadap kecantikan. Sedangkan prasangka gender laki-laki agen promosi dan penjualan berada pada tingkat tinggi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara sikap terhadap kecantikan dan prasangka gender terhadap perempuan agen promosi dan penjualan pada lakilaki agen promosi dan penjualan. Berdasarkan kesimpulan di atas maka disarankan kepada (1) perempuan agen promosi dan penjualan agar menyertakan kemampuan menjual yang memadai dan akhlak moral yang baik; (2) laki-laki agen promosi dan penjualan agar menganalisa setiap pandangan negatif atau prasangka yang ditujukan pada perempuan agen promosi dan penjualan; (3) bagi peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai subvariabel ambivalensi prasangka gender (hostile sexism dan benevolent sexism).

Studi tentang pelaksanaan supervisi pendidikan oleh Kepala SMAN se Kodya Kediri tahun 1987
Sultoni

 

Implementasi algoritma pathfinding dengan waypoint navigation dalam game pencarian solusi kombinasi operator dan bilangan aritmatika / Gilang Ridzwanda Esthian Gitarana

 

Gitarana, Gilang R.E. 2013. Implementasi Algoritma Pathfinding dengan Waypoint Navigation dalam Game Pencarian Solusi Kombinasi Operator dan Bilangan Aritmatika. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom, (2) Muhammad Jauharul Fuady, S.T., M.T. Kata Kunci:Game, Algoritma, Artificial Intelligence,Pathfinding, Waypoint Navigation,Unity3D, Waterfall Model, Performance Testing Pengembangan ini membahas tentang penggunaan algoritma yang diterapkan pada proses pengembangan sebuah game 3D ber-genre multiscreen platformer tentang pencarian solusi kombinasi operator dan bilangan aritmatika. Pada game yang berjudul “Math School Kid Battle” ini terdapat karakter anak sekolah yang saling berlomba untuk menyelesaikan solusi operasi aritmatika. Untuk memungkinkan non-playable character dapat bergerak pada solusi optimal yang telah dikalkulasi secara otomatis, maka diterapkan Artificial Intelligence untuk perilaku pencarian kombinasi solusi yang tersebar pada map menggunakan algoritma pathfinding. Pada game yang berbasis 3D, algoritma pathfinding dapat menghabiskan waktu yang lama dan kapasitas memori yang besar pada proses eksekusi. Hal ini dapat diminimalisir dengan menambahkan waypoint navigation. Metode pengembangan game yang digunakan ialah waterfall model dari Ian Sommerville. Game dikembangkan menggunakan Unity3DGame Enginedengan memanfaatkan javascript language.Pencarian solusi aritmatika dilakukan dengan menggunakan algoritma pencarian Iterative Deepening Search (IDS) yaitu mencari setiap angka dan operator dalam tingkatan iterasi secara berurutan. Pencarian rute dilakukan dengan menggunakan bantuan dari waypoint yang terletak disekitar obstacle. Pengujian pada pengembangan ini dibedakan menjadi dua, yaitu (1) pengujian fungsionalitas algoritma dan (2) aspek performa menggunakan metode pengujian performance testing jenis load testing dan endurance testingdengan menggunakan lembarpengujianuntuk mengumpulkan data yang ber¬hubungan dengan kualitas algoritma. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini ialah statistik deskriptif dengan teknik persentase dan kategori. Uji kelayakan yang dilakukan menggunakan aspek fungsionalitas dan uji performa berupa waktu proses dan daya tahan algoritma oleh pengembang game. Dari hasil pengujian, algoritma mendapatkan persentase dari aspek fungsionalitas sebesar 98,8% dengan waktu proses rata-rata adalah 0,3835236 detik serta daya tahan algoritma mampu mencapai 50 kali proses dengan rata-rata 49,4 jawaban benar per sesi. Kesimpulan dari pengembangan ini adalah Algoritma Pathfinding dengan Waypoint Navigation dalam Game Pencarian Solusi Kombinasi Operator dan Bilangan Aritmatika telah dirancang dan dikembangkan sehingga mampu membangun solusi pada game dan mampu diterapkan dalam non-playable character.

Analisis pengaruh rasio kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas terhadap penyaluran kredit pada bank umum di Indonesia (periode 2010-2013)

 

Uji hedonik pilus substitusi jengkol dengan perlakuan awal perebusan menggunakan air abu gosok / Ninda Febrianti

 

ABSTRAK Febrianti, Ninda. 2016. UjiHedonikPilusSubsitusiJengkoldenganPerlakuanAwalPerebusanMenggunakan Air Abu Gosok. TugasAkhir, JurusanTeknologiIndustri, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. NunungNurjanah, M.Kes. (II) Dra. TetiSetiawati, M.Pd. Kata kunci :Jengkol, Pilus, PilusJengkol, Abu Gosok Jengkolmerupakansalahsatujenissayuranyang didalamnyabanyakterkandungzat penting, salahsatunyaadalahprotein. Kadar protein dalam biji jengkol melebihi kadar protein dalam tempe, namun karenabau yang tidaksedapjengkoljarangdikonsumsi.Baujengkolsebenarnyadapatdikurangi, meskibaunnyabelumbisadihilangkansamasekali. Salah satu cara menghilangkan bau jengkol adalah dengan menggunakanabu gosok karena banyak mengandung mineral. Padapenelitianinijengkoldiolahmenjadimakananringanyaitupilusjengkol.Pembuatanpilusjengkoldiharapkanmenjadiprodukbaru yang akandikenalmasyarakatsebagaimakananringan yang sehatbagitubuh.Penelitianinibertujuanuntukmendapatkanformulasi yang tepatdalampembuatanpilusjengkol, mengetahuitingkatkesukaanpanelisterhadapwarna, rasadanteksturpilusjengkol, sertamengetahuihargajualprodukpilusjengkol.Panelisterdiridari 70 orang panelisagakterlatih, yaitu S1Pendidikan Tata Boga 2012 dan D3 Tata boga 2013. Ujikesukaanpanelisterhadappilusjengkoldilakukandengancaramemberisampelprodukdandilanjutkanmengisiangketujikesukaan. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwawarnapilusjengkoldisukaipanelissejumlah 27 orang (38,6%), rasa pilusjengkoldisukaipanelissejumlah 35 orang (50%),danteksturpilusjengkoldisukaipanelissejumlah17 orang (24,2%).Berdasarkanhasilanalisis data tersebut, diperolehkesimpulanhasilsebagaiberikut.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaformulasi yang tepatpadapembuatanpilusjengkoladalahformulasipadaujicobaketigadenganmenggunakanjengkolsebesar 40%dengantepungtapiokasebesar 60%, Panelis yang sukapadawarnapilusjengkolsebanyak 38,6%, rasa pilusjengkolsebanyak 50%, teksturpilusjengkolsebanyak 24,2% danhargajualpilusjengkollebihmahaldibandingkanhargapilusbiasa (tanpamenggunakanjengkol) padaumumnya. Pada penelitian ini caramenghilangkanbaupadajengkolmenggunakanabugosok, makadisarankanpadapenelitiselanjutnyauntukmenggunakancara yang berbeda. Bagimasyarakatpilusjengkolinidapatdijadikansebagaipeluangusahaberbahandasarpanganlokal, agar jengkollebihdikenalolehmasyarakatluas, namun disarankanuntukmenggunakanmesinpencetakpilus agar bentukpilusseragamdanlebih memperhatikan ukuranpilussekaligoreng agar warnapilus jengkol sama rata.

Peningkatan kemampuan menyimak siswa kelas III SDN Merjosari 02 Malang dengan teknik membuat catatan atas bimbingan guru melalui media audiovisual / Muhamad Rozi Iskandar

 

Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Monica Djoehana D. Oka, MA, (2) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd Kata kunci: sekolah dasar, kemampuan menyimak, teknik membuat catatan, bimibingan guru, media audiovisual. Menyimak adalah salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting, disamping membaca, berbicara, dan menulis yang diajarkan di Sekolah Dasar (SD). Dalam komunikasi sehari-hari kegiatan menyimak mencapai 50%, berbicara 25%, membaca 15%, dan menulis 10%. Lebih dari pada itu, komunikasi tidak akan dapat berlangsung dengan lancar tanpa keterampilan menyimak. Berdasarkan informasi awal yang didapatkan terungkap bahwa dalam pembelajaran menyimak di kelas III SDN Merjosari 02 Malang terdapat tiga permasalahan yaitu masih belum maksimalnya nilai menyimak siswa yang hampir 50% masih di bawah KKM, pembelajaran belum memanfaatkan media, dan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru tidak efektif dan efisien untuk membimbing siswa mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap secara aktif sehingga siswa kesulitan memahami isi cerita. Oleh karena itu, layak dilakukan penelitian tindakan kolaboratif dengan guru kelas untuk menerapkan teknik membuat catatan atas bimbingan guru melalui media audiovisual untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa kelas III SDN Merjosari 02 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan kemampuan menyimak siswa kelas III SDN Merjosari 02 Malang dengan teknik membuat catatan atas bimbingan guru melalui media audiovisual. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Masing-masing siklus meliputi beberapa tahap (1) tahap prasimak, (2) tahap saatsimak, (3) pascasimak, dan (4) evaluasi pembelajaran. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang disusun dalam siklus daur ulang yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Proses pelaksanaan penelitian ini bersifat kolaboratif-partisipatoris yaitu kerjasama antara peneliti dan guru kelas sebagai praktisi lapangan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes dan non tes. Instrumen tes berupa lembar soal dan handout berupa naskah cerita yang sudah dikosongkan beberapa bagian tertentu untuk kemudian dilengkapi siswa, sedangkan instrumen nontes berupa lembar observasi, lembar catatan lapangan aktivitas siswa dan guru, pedoman wawancara, dan dokumentasi foto. Proses peningkatan kemampuan menyimak pada tahap prasimak dalam penelitian ini dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Pada tahap saatsimak menunjukkan teknik membuat catatan atas bimbingan guru melalui media audiovisual dapat meningkatkan antusiasme, kesungguhan dan perhatian siswa pada cerita yang disimak. Pada tahap pascasimak pelaksanaan pembelajaran difokuskan pada penyimpulan pembelajaran, evaluasi dan refleksi proses dan hasil pembelajaran. Siswa sangat antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru. Peningkatan antusiasme siswa sangat signifikan pada siklus II. Hal ini diketahui dari hasil rekaman observasi, catatan aktivitas guru dan siswa, wawancara, dan dokumentasi foto. Adapun peningkatan kemampuan menyimak cerita dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I kemampuan siswa mencatat hal-hal penting dalam cerita mencapai nilai rata-rata 80 dengan kategori sangat baik (SB) dan kemampuan siswa mengomentari tokoh-tokoh cerita mencapai nilai rata-rata 74,6 dengan kategori baik (B). Pada siklus II terjadi penigkatan yang signifikan pada kemampuan siswa mencatat hal-hal penting dalam cerita yaitu mencapai nilai rata-rata 90,92 dengan kategori sangat baik (SB) dan kemampuan siswa megomentari tokoh-tokoh cerita mencapai nilai rata-rata 95,45 dengan kategori sangat baik (SB). Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dapat disarankan kepada (1) kepala sekolah agar memberikan fasilitas yang memadai untuk menunjang pembelajaran menyimak di kelas, (2) guru SD agar menggunakan teknik membuat catatan atas bimbingan guru melalui media audiovisual sebagai salah satu alternatif teknik pembelajaran menyimak cerita di SDN Merjosari 02 Malang khususnya, di SD lain umumnya, (3) kepada peneliti lain agar melakukan penelitian baru yang sejenis dengan menggunakan teknik pembelajaran yang berbeda.

Suatu penelitian pustaka tentang pengenalan bilangan pecah dan operasinya pada tingkat sekolah dasar
oleh Nikendari

 

Penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan pada siswa kelas III SDN Mergosono II Malang / Sriyati

 

Kata-kata Kunci: Media Gambar Seri, Menulis, Karangan. Masalah mendasar yang dikeluhkan guru kelas II SDN Mergosono II pada pembelajaran Bahasa Indonesia adalah rendahnya kemampuan menulis siswa, terutama pada pembelajaran menulis karangan.Hal tersebut ditandai antara lain oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menemukan ide yang akan dituliskannya ke dalam bentuk karangan sehingga karangan yang ditulisnya hanya seadanya, biasanya hanya terdiri atas 4-5 kalimat. Peneliti menggunakan gambar seri sebagai media pembelajaran karena gambar seri baik sekali untuk dijadikan media pembelajaran karena gambarnya sederhana, menarik dan langsung selesai. Hal ini sesuai dengan sifat anak kelas III yang berusia rata-rata 9 tahun. Pada tahap ini, anak mulai melakukan identifikasi terhadap tokoh tertentu yang menarik perhatiannya. Selain itu gambar seri juga berfungsi sebagai sarana berpikir anak. Sebab dengan melihat gambar, fantasi dan daya cipta anak akan berpikir sesuai alur cerita dalam gambar seri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan penggunaan media gambar seri pada pembelajaraan Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan siswa kelas III SDN Mergosono II Malang, (2) mendiskripsikan apakah penggunaan media Gambar Seripada pembelajaran Bahasa Indonesia dapat meninngkatkan kemampuan menulis karangan siswa kelas III SDN Mergosono II Malang. Penelitian menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang terdiri dari empat fase: (1) penyusunan perrencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Pengumpulan data dengan tehnik: (1)observasi, (2)wawancara, (3)catatan lapangan, dan (4) dokumen sedangkan instrument pe gumpulan data berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, pedoman catatan lapangan dan instrument penugasan. Dari hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti diperoleh data bahwa penggunaan media gambar seri terbukti mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam mennulis karangan. Pada siklus I pertemuan ke-1 nilai rata-rata kemampuan siswa menulis karangan mencapai 72,1. Pada pertemuan ke-2 meningkat menjadi 75,8. Pada siklus II pertemuan ke-1 nilai rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan mencapai 77,9 sedangkan pada pertemuan ke-2 nilai rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan meningkat menjadi 82,0..

Pembuatan busana khusus "Angel of Toraja" dengan menggunakan teknik smock modifikasi / Nina Enjelia

 

ABSTRAK Enjelia, Nina. 2016. Pembuatan Busana Khusus “Angel of Toraja” dengan Menggunakan Teknik Smock Modifikasi. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd., (II) Rudi Nurdiansyah, S.T., M.T., Busana Khusus ini diberi judul “Angel of Toraja” karena menggambarkan manusia yang harus bekerja cepat, tepat waktu, disiplin, dan terampil serta memadukan unsur kebudayaan Toraja dengan mengambil bentuk atap rumah Tongkonan. Menggambarkan manusia yang memiliki sayap dengan busana yang memiliki detail unik. Angel of Toraja merupakan busana two piece yang terdiri dari mini dress dan aksesoris kerangka besi. Proses pembuatannya menggunakan creative fabric berupa smock modifikasiyang membentuk motif khas Toraja yaitu Paqambo Uai. Pembuatan smock modifikasidibuat dengan cara menjepit garis-garis yang sudah dijahit terlebih dahulu dengan menggunakan benang senar menjadi bentuk yang diinginkan. Hasil jadi yang dihasilkan berupa mini dress berwarna gold full creative fabric dan mempunyai aksesoris kerangka besi yang berbentuk atap rumah Toraja yang terbalik. Kerangka besi terbuat dari besi ringan yang dibentuk dengan cara di las. Smock modifikasi dibuat terlebih dahulu dengan menjahit lurus kain berjarak 9 cm sepanjang panjang dress yang diinginkan sebelum memotong bahan, lalu dilakukan proses pressing dengan posisi hasil jahitan berada diposisi dua garis hasil jahitan. Perawatan busana sebaiknya jangan dilipat karena akan merusak smock modifikasinya. Cukup digantung pada hanger dan dimasukkan kedalam cover jas agar tidak ada debu yang menempel pada lipatan busana. Mencuci busana dengan teknik dry clean (pembersihan kering atau tanpa air). Kata Kunci: Smock Modifikasi, Angel of Toraja, Budaya Toraja

Pengembangan media pembelajaran digital pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan untuk siswa SMA kelas XI / Fatchiyatun Ni'mah

 

Kata Kunci: Media Pembelajaran, media pembelajaran digital, kelarutan dan hasil kali kelarutan Pembelajaran kimia dilaksanakan dengan memperhatikan tiga aspek penting, yaitu aspek makroskopis, mikroskopis dan simbolik. Penyampaian materi kimia yang bersifat mikroskopis seringkali menggunakan analogi maupun penyederhanaan. Namun, penyederhanaan konsep yang tidak dapat mewakili konsep secara keseluruhan dapat menimbulkan miskonsepsi bagi siswa. Pembelajaran yang terpaku dan bertumpu pada buku teks dan media dengan penyajian materi secara informatif dan bersifat verbal dirasa belum mampu membantu siswa untuk mengkonstruk pengetahuan yang mereka bangun. Salah satu sumber belajar yang dapat digunakan untuk membelajarkan siswa mengenai konsep kimia yang bersifat mikroskopis adalah media pembalajaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis komputer yang menarik, interaktif, mudah dipahami dan dapat digunakan oleh siswa secara mandiri atupun digunakan oleh guru untuk membelajarkan siswa pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan serta untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan serta untuk mengetahui kelayakan media yang dihasilkan. Penelitian pengembangan menggunakan rancangan model pengembangan Dick & Carey yang telah disesuaikan. Pengembangan dilaksanakan dalam 6 tahap, yaitu (1) mengidentifikasi masalah, (2) mengembangkan strategi pembelajaran, (3) pengembangan media pembelajaran, (4) uji validasi, (5) revisi media pembelajaran, (6) produksi media pembelajaran. Uji validasi isi dilaksanakan oleh 2 dosen kimia UM dan 3 guru kimia SMA. Subyek dalam uji coba terbatas adalah siswa kelas XI SMA yang telah menerima materi kelarutan dan hasil kali kelarutan sebelumnya. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung rata-rata skor, kemudian dikategorikan ke dalam empat kriteria. Hasil penelitian pengembangan berupa berupa soft file media pembelajaran digital yang dikemas dalam CD dan dilengkapi dengan program auto run. Media pembelajaran digital yang dihasilkan memiliki 4 bagian utama, yaitu cover, pendahuluan, materi dan evaluasi. Media pembelajaran yang dikembangkan bersifat interaktif, dapat diakses secara runut, yaitu dari kiri ke kanan ataupun secara acak sesuai dengan kebutuhan pengguna, disajikan 4 pilihan musik klasik dan disajikan materi pengayaan. Berdasarkan hasil analisis data uji validasi, diperoleh nilai rata-rata skoring 3,6 yang memenuhi kriteria sangat layak dan nilai rata-rata skoring 3,25 untuk uji coba terbatas dengan kriteria layak. Media hasil pengembangan dapat dimanfaatkan untuk membantu guru dalam membelajarkan siswa maupun sebagai sumber belajar mandiri bagi siswa. Saran untuk pengembangan produk lebih lanjut yaitu pelaksanaan uji empirik terhadap media yang dikembangkan agar dapat diketahui keefektifan media

Residu kuadrat kebalikan kuadrat dan simbol jacobi
oleh Ridha Susanti

 

Penerapan fungsi bernilai vektor dalam hukum Kepler dan gravitasi
oleh Ulfa Hadiana

 

Peningkatan kemampuan membaca puisi siswa dengan menggunakan metode modeling di kelas 3 SDN oro-oro Ombo Kulon I Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan / Rizky Rahmaniah

 

ABSTRAK Rahmaniah, Rizky. 2016. Peningkatan Kemampuan Membaca Puisi Siswa dengan Menggunakan Metode Modeling di Kelas 3 SDN Oro-Oro Ombo Kulon I Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. H. Sjafruddin A. R, S.Pd, M.Pd. (2) Dr. H. Muhana Gipayana, M.Pd Kata Kunci: Peningkatan, membaca puisi, metode modeling, SD Menurut pengamatan dan wawancara yang dilakukan peneliti masalah yang dihadapi guru dalam pembelajaran puisi yaitu, kurangnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia, guru masih belum menemukan cara mengajar bahasa Indonesia dengan menarik, sulitnya memahami puisi bagi siswa, kurangnya pemberian contoh pembacaan puisi yang diberikan guru, dan siswa tidak aktif dalam pembelajaran.Tujuan penelitan ini untuk mendeskripsikan penggunaan metode modeling untuk meningkatkan kemampuan membaca puisi siswadan juga mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca puisi siswa dengan metode modeling di kelas 3 SDN Oro-Oro Ombo Kulon I Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi guru dan siswa, dan lembar penilaian untuk membaca puisi yang dilakukan oleh siswa. Tahap penelitian ini dilakukan dengan melakukan pratindakan, pelaksanaan tindakan siklus I dan pelaksanaan tindakan siklus II.Setelah melakukan penelitian dengan beberapa tahappada siklus I dan siklus II berselisih 134 dan rata-rata skor akhir 18,42 dengan kulifikasi baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh bahwa penggunaan metode modeling dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi membaca puisi dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca puisi siswa kelas 3 SD.Tahap dalam metode modeling ini dilakukan dengan empat tahap dalam setiap siklus. Saran yang dapat diberikan yaitu:dalam pembelajaran melalui metode modeling, jika memang guru kesulitan menemukan seorang ahli, maka bisa disarankan menggunakan video ataupun audio jika yang diperlukan hanya sebatas suara seperti pembacaan berita, guru setidaknya melatih keterampilan membaca puisi dengan baik dan benar,sehingga guru tidak memerlukan model untuk mengajar dalam materi membaca puisi;pemberian motivasi yang dilakukan pihak guru maupun sekolah untuk tetap memotivasi siswa agar dapat membaca puisi dengan baik dan benar. Dalam memberikan motivasi sekolah dapat melaksanakan lomba-lomba puisi antar kelas pada hari-hari peringatan nasional.

Topologi pada bilangan real
oleh Nurul Wafiyah

 

Peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan 3M pada kelompok B1 TK negeri Pembina Kepanjenkidul Kota Blitar / Restu Nur Cholidah

 

ABSTRAK Cholidah, Restu. 2016. Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan 3M Pada Kelompok B1 TK Negeri Pembina Kepanjenkidul Kota Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Lilik Bintartik, M.Pd, (2) Dra. Sutansi, M.Pd. Kata kunci: peningkatan, motorik halus, kegiatan 3M Penelitian ini berlatar belakang pada rendahnya kemampuan motorik halus anak kelompok B1 di TK Negeri Pembina Kepanjenkidul Kota Blitar pembelajaran melipat, menggunting, dan menempel. Hal ini disebabkan karena anak mengalami kesulitan pada saat diberi tugas yang mengharuskan melewati tahap melipat, menggunting, dan menempel. Kesulitan siswa timbul karena guru tidak memberikan contoh langkah-langkah kegiatan dari awal.Berdasarkan kenyataan di lapangan, peneliti mencoba mengatasi permasalahan dalam usaha mengembangkan kemampuan motorik halus anak dalam berolah tangan. Dengan pelaksanaan 3M diharapkan anak dapat lebih terampil.Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui dan mendeskripsikan penerapan 3M dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B1 dan 2) Mendeskripsikan peningkatan keterampilan motorik halus anak kelompok B1 di TK Negeri Kepanjenkidul Kota Blitar melalui penerapan 3M. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembarobservasiaktivitas guru dan anak, lembar observasi kemampuan motorik halus anak, dokumentasi berupa foto, dan catatan lapangan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan subjek sebanyak 20 anak, terdiri dari 11 anak perempuan dan 9 anak laki-laki. Penerapan 3M dilaksanakan sesuai dengan RPPH dan langkah-langkah yang disesuaikan dengan kondisi sekolah serta kemampuan anak agar anak merasa nyaman ketika melakukan kegiatan 3M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan motorik halus anak. Peningkatan klasikal pada siklus I dengan nilai rata-rata 61,87 dan pada siklus II nilai rata-rata kelasnya sudah mencapai 80,62. Begitu juga dengan persentase ketuntasan klasikal. Pada siklus I ketuntasan klasikalnya hanya 57,5% sedangkan pada siklus II ketuntasan klasikalnya sudah mencapai 90%. Jadi dari siklus I ke siklus II persentase ketuntasan klasikalnya sudah mengalami peningkatan sebesar 32,5%. Berdasarkan hasil analisa penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan 3M dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus pada anak. Disarankan pada lembaga dan pendidik untuk menerapkan kegiatan 3M untuk mengembangkan kemampuan motorik halus pada anak usia dini.

Studi tentang pemberian tes formatif persub pokok bahasan dan pemberian tes formatif per pokok bahasan pada geometri di SMP Negeri I Bangkalan
oleh Endang Julistini

 

Geometri netral dan kajian postulat kesejajaran euclide
oleh Widayat

 

Selesaian sistem kongruensi linier berbantuan komputer
oleh Mohammad Aliyuddin Muradi

 

Isolasi gen asymetric leaves1 (AS1) pada brokoli (Brassica oleracea L. var. Italica Plenck) / Pratiwi Prananingrum

 

Kata-kata kunci: Brokoli, gen ASYMMETRIC LEAVES1 Brokoli (Brassica oleracea L. var. Italica Plenck) dibudidayakan dan dikonsumsi sebagai sayuran di Indonesia. Tanaman ini mengandung senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan, misalnya: sulphoraphane dan erucine yang diketahui sebagai agen pencegah kanker. Budidaya Brokoli di Indonesia menghadapi kendala, terutama pengendalian patogen. Gen ASYMMETRIC LEAVES 1 (AS1) diketahui berperan sebagai regulator resistensi fungi dan bakteri. Gen ini berperan sebagai regulator positif resistensi patogen bakteri sedangkan pada fungi berperan sebagai regulator negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi gen AS1 dari Brassica oleracea L. var. Italica Plenck. Gen AS1 diisolasi dari Brokoli menggunakan metode amplifikasi Polymerase Chain Reaction (PCR). Primer yang digunakan mengacu pada primer untuk amplifikasi gen ASYMMETRIC LEAVES1/ROUGH SEATH2/PHANTASTICA (ARP) pada anggota sub famili Ruschioideae dengan beberapa modifikasi berdasarkan conserve region pada multiple alignment gen AS1 dari Arabidopsis thaliana (A. thaliana) dan RS2 dari Zea mays (Z. mays). Primer yang digunakan adalah Forward 5’-GTTAGGVAAGTGGTGGGAAGT-3’ dan reverse 5’-CCATTGATCAGCCARYTTCTG-3’. Sekuen yang diperoleh dianalisis menggunakan program DNA baser untuk memperoleh consensus sequence, SIXFRAME untuk mengetahui reading frame, dan Clustal W untuk alignment determinasi dan analisis asam amino. Dari hasil penelitian ini diperoleh sekuen gen AS1 sepanjang 610 pasang basa yang merupakan bagian tengah gen AS1. Berdasarkan alignment dengan AS1 dari A. thaliana dan C. hirsuta diketahui 295 pasang basa upstream dan sekitar 127 pasang basa downstream belum teramplifikasi, sedangkan berdasarkan alignment dengan Z. mays RS2 diketahui 295 pasang basa upstream dan sekitar 148 pasang basa downstream belum teramplifikasi, dengan demikian gen yang telah terisolasi adalah AS1 partial sequence. Desain primer upstream dan downstream masih diperlukan untuk memperoleh sekuen utuh AS1 dari B. oleracea L. var. Italica Plenck.

Peningkatan kemampuan mendeskripsikan benda secara tertulis melalui media gambar siswa kelas II MI Miftahul Huda 1 Manaruwi Bangil / Istiqomah

 

Kata Kunci: Mendeskripsikan benda, tertulis, media gambar. Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisa. Tujuan penulisan skripsi ini adalah: (1) Mendeskripsikan penggunaan media gambar dalam meningkatkan kemampuan mendeskripsikan benda dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas II MI Miftahul Huda. (2) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa dalam mendeskripsikan benda secara tertulis dengan menggunakan media gambar pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas II MI Miftahul Huda 1. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus memerlukan waktu 4 x 30 menit.Tehnik pengumpulan data yang digunakan antara lain: observasi, Wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mendeskripsikan secara tertulis melalui pemanfaatan media gambar dengan peningkatan 9% pada siklus I dibandingkan dengan nilai pratindakan, dan peningkatan 6,6% pada siklus II. Dengan identifikasi gambar secara teliti didukung kemampuan siswa mendeskripsikan benda secara tertulis dan bimbingan guru selama kegiatan berlangsung maka terjadi peningkatan pada hasil belajar siswa kelas II MI Miftahul Huda. Untuk membantu siswa mendeskripsikan benda sebaiknya guru memanfaatkan gambar dalam pembelajaran mendeskripsikan benda agar kemampuan siswa dapat meningkat.

Keterhubungan pada ruang topologi
oleh Bekti Widodo

 

Pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah dan disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI LM Ekonomi di SMA Negeri 1 Singosari semester gasal tahun ajaran 2015/2016 / Rengga Fernando

 

ABSTRAK Fernando, Rengga. 2016. Pengaruh Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah dan Disiplin Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Semester Gasal Kelas XI LM Ekonomi SMA Negeri 1 Singosari Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mardono, M.Si (II) Drs. Prih Hardinto, M.Si Kata Kunci : Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah, Disiplin Belajar, Hasil Belajar Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti di SMA Negeri 1 Singosari permasalahan yang ditemukan peneliti di kelas XI LM Ekonomi yaitu rendahnya hasil belajar, masih banyak ditemukan nilai siswa pada mata pelajaran ekonomi yang di bawah KKM. Hal ini terjadi karena masih rendahnya tingkat pemanfaatan perpustakaan sekolah dan disiplin belajar siswa. Pemanfaatan perpustakaan sekolah sangat penting dilakukan oleh siswa secara maksimal agar mereka tidak mengalami kesulitan untuk memperoleh sumber belajar sehingga hasil belajar yang diperoleh juga optimal. Begitu pula dengan disiplin belajar, sikap disiplin dalam belajar harus terbiasa dilakukan oleh siswa agar kegiatan belajar mereka berjalan dengan baik. Padahal secara teori pemanfaatan perpustakaan sekolah dan disiplin belajar sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah dan disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini adalah bentuk penelitian kuantitatif dengan jenis eksplanasi. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi semester gasal siswa kelas XI LM Ekonomi SMA Negeri 1 Singosari tahun ajaran 2015/2016 (2) pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi semester gasal siswa kelas XI LM Ekonomi SMA Negeri 1 Singosari tahun ajaran 2015/2016 (3) pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah dan disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi semester gasal siswa kelas XI LM Ekonomi SMA Negeri 1 Singosari tahun ajaran 2015/2016. Populasi dalam penelitian ini sebesar 89 siswa dari 3 kelas XI LM Ekonomi yang kemudian pengambilan sampelnya menggunakan teknik Proportional Random Sampling dengan menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh 73 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS For Windows 16 dengan taraf signifikasi sebesar 0,05. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) terdapat pengaruh yang signifikan pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI LM Ekonomi SMA Negeri 1 Singosari (2) terdapat pengaruh yang signifikan disiplin belajar terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI LM Ekonomi SMA Negeri 1 Singosari (3) terdapat pengaruh yang signifikan pemanfaatan perpustakaan sekolah dan disiplin belajar terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI LM SMA Negeri 1 Singosari. Hasil belajar dalam penelitian ini adalah nilai UTS pada semester ganjil tahun ajaran 2015-2016. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut: (1) Pihak sekolah khususnya pengelola perpustakaan sekolah diharapkan dapat mempermudah siswa dalam proses peminjaman buku-buku atau artikel yang ada di perputakaaan dan lebih melengkapi buku-buku maupun artikel yang sesuai dengan kebutuhan siswa. (2) Guru diharapakan menanamkan sikap disiplin pada saat proses pembelajaran dengan cara meningkatkan tata tertib di kelas agar pembelajaran berjalan secara kondusif dan memberi sanksi yang tegas bagi siswa yang melanggar disiplin belajar pada saat pembelajaran (3) Sebagai implikasi dari penelitian ini, diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk mengkaji secara mendalam lagi terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa karena kemungkinan banyak faktor lain yang besar pengaruhnya terhadap hasil belajar.

Kemampuan menyelesaikan soal verbal siswa kelas II SMP di Kotamadya Malang
oleh Achmad Kusaeri

 

Pembuatan busana pesta wanita berbahan black denim dengan aplikasi rajutan berbentuk bunga rosette / Laili Triwidiya

 

Kata Kunci: Busana Pesta, Black Denim, Aplikasi Rajutan, Bunga Rosette. Busana mempunyai hubungan yang erat dengan manusia. Busana berfungsi untuk memenuhi rasa keindahan, dan menambah rasa percaya diri pada sipemakai. Salah satu jenisnya adalah busana pesta. Busana pesta merupakan busana yang digunakan untuk acara pesta baik yang bersifat formal, semi formal, maupun nonformal Pembuatan Tugas Akhir ini, penulis merancang busana pesta wanita dengan hiasan aplikasi rajutan berbentuk bunga rosette yang dirangkai dengan daun. Bahan yang digunakan adalah denim berwarna hitam. Denim merupakan simbol gaya hidup barat yang diadaptasi secara luas sehingga karyanya dapat menembus seluruh lapisan masyarakat diseluruh penjuru dunia. Agar terkesan lebih indah, penulis memberikan sentuhan aplikasi rajutan berbentuk bunga rosette yang dirangkai dengan daun dibuat dengan perpaduan warna merah, kuning, ungu, dan hijau. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah ingin menampilkan suatu produk yang menggunakan teknik rajutan dengan bahan benang katun yang diaplikasikan pada denim berwana hitam. Manfaat dari hasil Tugas Akhir ini dapat dijadikan sumber inspirasi dalam bidang pembuatan busana pesta dengan model gaun A-Line yang terdiri dari satu potongan (one peace) Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 152.500. Hasil yang diperoleh dari pembuatan busana pesta ini adalah berupa busana pesta wanita dengan hiasan aplikasi rajutan dari bahan denim berwarna hitam yang dikombinasi dengan kain jala berwarna hitam polos sehingga dapat menciptakan kesan feminim, mewah, dan glamour ditambah aksesoris bandana rajutan. Saran yang dapat diberikan adalah pada setiap pengerjaan harus dikerjakan secara urut sesuai dengan prosedur pembuatan busana pesta wanita sehingga sproduk akan selesai tepat waktu.

Polinomial dengan koefisien kompleks
oleh Luk Asliyah

 

Hubungan antara sikap terhadap matematika dan kebiasaan belajar matematika dengan prestasi belajar matematika peserta didik SMEA Negeri Tulungagung
oleh Tri Prasetyo

 

Motif, persepsi, pembelajaran dan sikap konsumen dalam transaksi online di forum jual beli situs www.kaskus.co.id / Rukhi Efendi

 

Efendi, Rukhi. 2011.Motif, Persepsi, Pembelajaran dan Sikap Konsumen dalam Transaksi Online Di Forum Jual Beli Situs www.kaskus.co.id. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Gatot Isnani, M.Si. (II)Afwan Hariri Agus Prohimi, S.E, M.Si. Kata kunci:Motif, Persepsi, Pembelajaran, Sikap, Forum Jual Beli Perkembangan teknologi informasi, khususnya di dunia maya (internet) menjadikan transaksi jual beli secara online semakin berkembang. Hal ini mendorong terbentuknya forum komunitas internet yang menyediakan wadah bagi para penjual untuk memperluas tempat jualan. Salah satunya ialah www.kaskus.co.id. Kelebihan internet memberikan keuntungan bagi para penjual untuk memasarkan produknya. Namun sifat anonimitas, menjadi kelemahan terbesar dalam penjualan secara online. Penjualan melalui online transaction terkenal rentan terhadap kasus penipuan. Begitu pun dalam forum jual beli yang terdapat dalam Kaskus. Namun, hal ini tidak membuat FJB Kaskus menjadi sepi. Sebaliknya, forum ini malah semakin ramai. Fokus penelitian ini untuk mengetahui: (1) motif konsumen dalam memilih untuk mempergunakan media internet dalam bertransaksi. Termasuk referensi produk yang digunakan oleh konsumen sebelum melakukan pembelian online dan alasan konsumen memutuskan untuk memilih Forum Jual Beli Kaskus sebagai media belanja online, (2) persepsi dan sikap konsumen atas kegiatan pembelian online yang dilakukan dalam Forum Jual Beli Kaskus, (3) pembelajaran dalam berbelanja secara online. Termasuk di dalamnya berupa keuntungan dan kerugian, serta kelebihan dan kelemahan dalam bertransaksi secara online dibandingkan dengan pembelian secara konvensional, dalam sudut pandang konsumen yang sekaligus pengguna Forum Jual Beli Kaskus Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi dan klasifikasi data, dan tahap evaluasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut:(1) Motif terbentuk berdasarkan dua faktor, yaitu faktor satisfier dan faktor dissatisfier. Faktor satisfier meliputi ketersediaan berbagai jenis barang dan didukung oleh fasilitas keamanan dan kemudahan yang ditawarkan membuat buyer nyaman untuk melakukan transaksi. Faktor dissatisfier yang berupa kasus penipuan atau barang yang tidak cocok dengan deskripsi yag ada, keberadaannya tidak mengurangi motivasi buyer untuk melakukan transaksi dalam Forum Jual Beli Kaskus, (2) Persepsi buyer bergantung pada motif buyer yang didukung dengan informasi yang diterima. Hal yang mendasari perbedaan motif yaitu, cara buyer tersebut dalam menginterpretasikan motif dan informasi yang diterima. Buyer dapat menggunakan pengalaman kaskuser lain yang telah melakukan transaksi terlebih dahulu. Hal ini akan memberikan pembelajaran pada buyer tersebut. Dengan melakukan pembelian, buyer juga akan mendapatkan pembelajaran untuk dapat mengetahui cara melakukan transaksi yang aman melalui pengalaman yang dialaminya, (3) Proses pembelajaran akan membuat sikap buyer terbentuk, baik sikap positif maupun negatif bergantung pada pengalaman yang dialami buyer. Hal ini akan membuat buyer memiliki cara tersendiri dalam menghindari kasus penipuan yang ada. Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti dapat menyarankan sebagai berikut: (1)Agar buyer lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi online di FJB Kaskus dan dalam melakukan pembelian buyer harus mencari info sedetail-detailnya. Info dapat berupa barang, penjual dan fasilitas-fasilitas yang bisa digunakan untuk mendukung keamanan dalam melakukan transaksi di FJB Kaskus. Selain itu buyer harus membiasakan untuk membaca isi thread dengan sejelas-jelasnya dan menanyakan hal-hal yang tidak jelas atau kurang diketahui kepada seller. Agar dapat menghindari kekecewaan buyer jika barang yang datang tidak sesuai dengan yang diharapkan buyer, yang mana hal itu dapat berujung kepada pemikiran negatif tentang seller, (2) Seller harus mendeskripsikan tentang barang yang dijualnya secara mendetail agar buyer tidak bingung terhadap barang yang dijual. Selain itu seller harus bersikap ramah terhadap buyer dan bersedia menjawab pertanyaan buyer dengan sesegera mungkin dengan jawaban yang sejelas-jelasnya. Seller juga harus meng-update di dalam thread jika barang yang dijual sudah terjual, (3) Peneliti selanjutnya yang akan membahas hal yang sama yaitu motif, persepsi, pembelajaran dan sikap konsumen dalam transaksi online di forum jual beli situs www.kaskus.co.id hendaknya membahas tentang peran Rekber dalam transaksi di FJB Kaskus dan proses personal branding Rekber pada saat pertama membuka jasa tersebut.

Keefektifan teknik swa-kelola dan swa-penguatan untuk menin gkatkan efikasi diri akademik siswa SMAN 9 Malang / Dewi Nugraheni,

 

Nugraheni, Dewi. 2012. Keefektifan Teknik Swa-Kelola dan Swa-Penguatan untuk Meningkatkan Efikasi Diri Akademik Siswa SMAN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Triyono, M.Pd (2) Drs. Harmiyanto, M.Pd Kata kunci: teknik swa-kelola, teknik swa-penguatan, efikasi diri Pada umumnya setiap siswa memiliki kewajiban untuk rajin belajar agar prestasi belajarnya meningkat. Salah satu faktor yang mempengaruhi naik turunnya prestasi belajar adalah efikasi diri. Efikasi diri adalah keyakinan untuk memperkirakan kemampuan dirinya sendiri dalam menyelesaikan suatu tugas atau kegiatan yang memiliki tujuan tertentu. Perilaku yang menunjukkan efikasi diri rendah diantaranya adalah mengobrol dengan teman, bercanda dengan teman, melamun, meninggalkan tugas sebelum selesai dikerjakan, melihat jawaban teman, bermain HP, tidur-tiduran di kelas, dan melakukan aktivitas tertentu yang tidak ada kaitannya dengan proses belajar (memainkan pulpen dan dasi). Teknik swa-kelola dan swa-penguatan merupakan teknik pengubahan perilaku yang dapat membantu siswa dalam mengelola perilakunya, dan memberikan penguatan untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa. Teknik swa-kelola adalah suatu kemampuan yang berkenaan dengan kesadaran diri dan keterampilan di mana individu mengarahkan pengubahan tingkah lakunya sendiri dengan pemanipulasian stimulus dan respon baik internal maupun eksternal. Sedangkan teknik swa-penguatan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk memberi respon kepada diri sendiri yang berguna untuk menampilkan kembali perilakunya atau mengubah perilakunya tersebut tanpa tergantung lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik swa-kelola dan swa-penguatan untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa SMAN 9 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu, jenis one group pretest-posttest design, dan menggunakan desain eksperimen A-B-A. Subjek penelitian sebanyak 18 siswa kelas X yang didasarkan dari hasil pretest, wawancara dengan konselor dan observasi untuk menentukan subjek penelitian. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan antara pretest dan posttest. Berdasarkan hasil pretest dengan menggunakan persentase efikasi diri dapat diperoleh data 83,3% memiliki tingkat kriteria sedang dan 16,6% memiliki tingkat kriteria rendah. Sedangkan hasil posttest setelah siswa diberikan intervensi didapatkan kenaikan tingkat persentase efikasi diri siswa yaitu 5,5% memiliki tingkat kriteria sangat tinggi, 83,3% memiliki tingkat kriteria tinggi, dan 11,1% memiliki tingkat kriteria sedang. Dengan demikian teknik swa-kelola dan swa-penguatan efektif untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa SMAN 9 Malang. Berdasarkan hasil temuan, disarankan: (1). Sebaiknya bagi peneliti selanjutnya diharapkan adanya kelompok kontrol. (2). Hasil penelitian ini hanya berlaku pada tempat pelaksanaan penelitian. (3) Diharapkan konselor tetap memberikan intervensi agar siswa bisa mengoptimalkan pelaksanaan teknik ini.

Pengaruh penggantian kuarsa dengan lumpur lapindo dan pasir gunung merapi terhadap porositas, susut bakar dan kuat tekan keramik stoneware / Tri Ayuning Sumartini

 

Kata kunci: keramik stoneware, lumpur Lapindo, pasir gunung Merapi, porositas (peresapan air dan keporian semu), susut bakar, kuat tekan. Keramik stoneware/ steengoet /keramik batu, yaitu keramik yang dibuat dari campuran-campuran tanah liat, ball clay, kaolin, kuarsa, feldspar dan tanah tahan api. Jika disinter sampai suhu pembakaran yang ditentukan akan menghasilkan penggelasan, sehingga strukturnya menjadi rapat dan kedap air, karena hampir tidak berpori. Suhu pembakaran keramik stoneware ini sekitar 12500 C. Untuk memiliki produk keramik dengan sifat fisis yang baik tidaklah mudah, perlu diadakan berbagai penelitian antara lain pemberian bahan pengganti yang mendukung pembuatan keramik. Dalam penelitian ini digunakan bahan campuran yaitu lumpur Lapindo dan pasir gunung Merapi sebagai pengganti kuarsa. Kualitas keramik dapat dilihat dari sifat fisis yang dimilikinya yaitu porositas yang terdiri dari peresapan air dan keporian semu, susut bakar dan kuat tekan keramik. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variasi komposisi lumpur Lapindo dan pasir gunung Merapi merupakan variabel bebas, porositas (peresapan air dan keporian semu), susut bakar dan kuat tekan sebagai variabel terikat, sementara suhu sintering dan lama sintering dibuat tetap (sebagai variabel kontrol). Adapun tahap pembuatan sampel meliputi (a) Penentuan komposisi (b) Pencampuran (homogenisasi) (c) Pencetakan (pembentukan) (d) Pengeringan (e) Sintering (f) Pendidnginan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) semakin meningkat massa lumpur Lapindo maka semakin menurun nilai peresapan air akibat adanya pengaruh ukuran butir lumpur yang lebih halus (b) semakin meningkat massa lumpur Lapindo maka semakin menurun nilai keporian semu akibat ukuran butir lumpur yang lebih halus dan adanya difusi atom yang mengeliminasi pori (c) semakin meningkat massa lumpur Lapindo maka semakin meningkat nilai susut bakar keramik semakin kecil pori maka susut bakar semakin besar, (d) semakin besar massa lumpur Lapindo maka nilai kuat tekan tidak menunjukkan nilai yang semakin besar pula, hal ini diakibatkan karena pengaruh distribusi butiran yang tidak merata. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka saran dari penelitian ini yaitu Perlu adanya data penunjang yang mampu memperkuat analisis yaitu melalui uji SEM.

Penentuan karakteristik indikator campuran ekstrak bunga putri malu dengan bunga ribang merah dan pemanfaatannya dalam titrasi asam basa / oleh Diah Wahyuni P.D.

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |