Tindak belajar mahasiswa dalam pembelajaran matakuliah ekonomi koperasi (studi fenomenologis pada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Ro'ufah Inayati

 

Kata kunci: pola interaksi, tindak belajar, ekonomi koperasi. Kegiatan pembelajaran merupakan perilaku sosial sehari-hari yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Dalam kegiatan pembelajaran terjadi interaksi antara mahasiswa dengan sesama mahasiswa, mahasiswa dengan dosen, dan mahasiswa dengan sumber belajar. Fenomena yang akan diamati dalam penelitian ini fokus pada tindak belajar mahasiswa yang terwujud dari proses interaksi selama kegiatan pembelajaran matakuliah Ekonomi Koperasi berlangsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis 1) pola interaksi dalam pembelajaran matakuliah Ekonomi Koperasi; 2) tindak belajar mahasiswa dalam pembelajaran matakuliah Ekonomi Koperasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Lokasi penelitian ini adalah di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (FE UM). Data yang dikumpulkan berupa data tentang tindak belajar mahasiswa, yang berwujud tindakan dan kata-kata yang muncul selama terjadinya proses interaksi dalam kegiatan pembelajaran. Data tersebut diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan pada 40 orang mahasiswa yang menempuh matakuliah Ekonomi Koperasi pada semester genap 2008/2009. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan siklus model interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Untuk keperluan pengecekan keabsahan data digunakan teknik perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) pola interaksi dalam pembelajaran matakuliah Ekonomi Koperasi meliputi (a) interaksi antara mahasiswa dengan dosen, terdiri dari interaksi antara dosen dengan seluruh mahasiswa di dalam kelas dan interaksi antara dosen dengan mahasiswa perorangan, (b) interaksi antara mahasiswa dengan sesama mahasiswa, dan (c) interaksi antara mahasiswa dengan sumber belajar; 2) tindak belajar mahasiswa dalam pembelajaran matakuliah Ekonomi Koperasi meliputi tindak belajar pasif, tindak belajar aktif-dengan pengharapan, dan tindak belajar aktif. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan yang dapat menggali lebih dalam lagi aspek-aspek tindak belajar mahasiswa dalam pembelajaran matakuliah Ekonomi Koperasi, misal: penelitian tentang tindak belajar mahasiswa berdasarkan gaya belajar masing-masing mahasiswa.

Pengaruh persepsi siswa tentang fasilitas belajar dan kompetensi guru ekonomi terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IS SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Soraya Mei Lina

 

Kata Kunci: fasilitas belajar, kompetensi guru ekonomi, prestasi belajar Berdasarkan observasi awal dan wawancara informal yang dilakukan pada bulan Agustus 2010 dengan pihak sekolah seperti TU, dan Guru di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang diketahui bahwa pemanfaatan fasilitas belajar masih belum dimanfaatkan dengan maksimal. Di SMA Laboratorium tersebut sidah terdapat fasilitas belajar yang menunjang kegiatan belajar mereka namun pada pengamaatan awal diketahui masih belum dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran. Fasilitas yang dimaksud bukan hanya fasilitas di sekolah saja namun juga fasilitas di rumah yang menunjang kegiatan belajar siswa. Guru di SMA Laboratorium UM sendiri memiliki kompetensi yang belum bisa dinyatakan maksimal. Hal itu didasarkan pada pengamatan peneliti awal bahwa pengajaran di sana belum maksimal dilihat dari cara mengajar Guru dan kehadiran Guru dalam kegiatan pembelajaran. Ekonomi merupakan pelajaran yang bersifat menghafal dan menganalisis sehingga dibutuhkan fasilitas belajar yang menunjang serta profesional seorang guru supaya tercapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri Laboratorium Universitas Negeri Malang, dengan subjek siswa kelas XI IS. Pemilihan kelas XI IS karena pada dasarnya kelas XI sudah merasakan fasilitas belajar selama berada di kelas X serta pernah di ajar oleh ketiga Guru yang akan diteliti.Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif di mana dalam penelitian ini menjabarkan satu persatu variabelnya dan untuk melihat pengaruhnya pada tiap variabel dalam bentuk angka-angka. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk melihat apakah ada pengaruh yang signifikan antar fasilitas belajar terhadap prestasi belajar, 2) Untuk melihat apakah ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi guru ekonomi terhadap prestasi belajar dan 3) Untuk melihat apakah ada pengaruh yang signifikan antara fasilitas belajar, kompetensi guru ekonomi terhadap prestasi belajar. Pada penelitian ini, fasilitas belajar berpengaruh 43,7% terhadap prestasi belajar, kompetensi guru ekonomi berpengaruh 48,4% terhadap prestasi belajar, kemudian fasilitas belajar dan kompetensi guru ekonomi berpengaruh 52,1% terhadap prestasi belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fasilitas belajar, kompetensi guru ekonomi berpengaruh terhadap prestasi belajar.

Pengaruh citra toko terhadap loyalitas konsumen (studi pada konsumen toko buku diskon Togamas Malang) / Rizqi Nugraheni

 

Kata kunci: Citra Toko, Loyalitas konsumen Kemajuan dibidang perekonomian selama ini telah banyak membawa akibat perkembangan yang pesat dalam bidang usaha.Salah satunya adalah ketatnya persaingan dalam bidang pemasaran. Ketatnya persaingan dalam bidang pemasaran dan semakin banyaknya kebutuhan menuntut para produsen untuk berlomba dalam mendapatkan konsumen. Tantangan untuk mempunyai strategi persaingan yang lebih baik tidak bisa dielakkan. Hal ini sangat penting untuk dimiliki oleh suatu perusahaan, karena strategi ini digunakan untuk dapat menarik konsumen yang pada akhirnya nanti berujung pada pembelian serta pembelian kembali produk yang ditawarkan oleh produsen. Variabel dalam penelitian ini, meliputi variabel bebas yaitu citra toko (X) dengan subvariabel pelayanan (X1), harga (X2), kualitas toko (X3), serta lingkungan fisik toko (X4) sedangkan variabel terikat (Y) adalah loyalitas konsumen. Populasi dalam penelitian ini yaitu konsumen Toko Buku Diskon Togamas Malang dengan jumlah sampel sejumlah 120 responden dengan menggunakan teknik Accidental Sampling dan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa pelayanan (X1), harga (X2), kualitas toko (X3), dan lingkungan fisik toko (X4) mempunyai nilai thitung masing-masing (2,469; 2,538; 2,591; 2,132) sedangkan nilai Fhitung sebesar 8,192 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan citra toko yang terdiri dari pelayanan (X1), harga (X2) kualitas toko (X3) dan lingkungan fisik toko (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen (Y) Toko Buku Diskon Togamas Malang baik secara parsial maupun simultan. Sedangkan faktor berpengaruh dominan terhadap loyalitas konsumen Toko Buku Diskon Togamas Malang adalah kualitas toko (X3). Dari hasil penelitian ini, saran yang dapat diberikan untuk perusahaan adalah yaitu hendaknya selalu memperhatikan citra toko yang dimiliki agar kosumen tetap memiliki loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan tersebut. Semakin tinggi citra toko yang dimiliki perusahaan baik dari segi pelayanan, harga, kualitas toko, dan lingkungan fisik toko akan semakin mempengaruhi loyalitas konsumen.

Pengaruh latihan membaca gambar, pemahaman teori dan bakat mekanik terhadap kompetensi pemasangan instalasi listrik penerangan di SMK Canda Bhirawa Kediri / Saptatuhu Mardinugroho

 

Kata Kunci: Membaca gambar, bakat mekanik, kompetensi pemasangan Penelitian ini dilatar belakangi adanya siswa yang seringkali mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan pemasangan instalasi listrik penerangan akibat kurangnya kemampuan membaca gambar instalasi listrik. Untuk itu penulis mengangkat tema dalam penelitian ini berupa Pengaruh Latihan Membaca Gambar, Pemahaman Teori dan Bakat Mekanik terhadap Kompetensi Pemasangan Instalasi Listrik Penerangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar kelompok siswa yang diajar dengan latihan membaca gambar dan kelompok siswa yang diajar dengan penekanan pamahaman teori instalasi listrik terhadap kompetensi pemasangan instalasi listrik penerangan (2) perbedaan kompetensi pemasangan instalasi listrik penerangan pada kelompok siswa dengan bakat mekanik rendah, bakat mekanik sedang dan bakat mekanik tinggi (3) interaksi antara setrategi pembelajaran dan bakat mekanik terhadap kompetensi pemasangan instalasi listrik penerangan. Adapun yang menjadi sampel dalam hal ini adalah siswa SMK CANDA BHIRAWA Kediri kelas X Teknik Pemanfaatan Energi Listrik 3 dan kelas X Teknik Pemanfaatan Energi Listrik 4 ,tahun ajaran 2008/2009. Penelitian eksperimen ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data penelitian berupa hasil pengukuran terhadap variabel yang dioperasikan dengan menggunakan instrumen. Data yang dimaksud adalah nilai kompetensi siswa tentang pemasangan instalasi listrik penerangan dan hasil tes bakat mekanik. Setelah data terkumpul selanjutnya data dianalisa menggunakan anova dua jalur. Hasil penelitian diperoleh bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan latihan membaca gambar dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pemahaman teori instalasi listrik penerangan; (2) terdapat perbedaan terhadap hasil belajar pada siswa kelompok bakat mekanik rendah, bakat mekanik sedang dan bakat mekanik tinggi; (3) ada interaksi antara setrategi pembelajaran dan bakat mekanik terhadap nilai hasil kompetensi pemasangan instalasi listrik penerangan. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan peneliti dapat memberi saran antara lain: (1) guru praktek instalasi listrik penerangan perlu lebih menguasai strategi pembelajaran sehingga proses pembelajaran bisa optimal; (2) sekolah hendaknya mengadakan tes bakat mekanik bagi siswa baru karena tes bakat mekanik berkaitan dengan kemampuan praktek siswa dan mampu memberikan kontribusi yang tinggi terhadap kompetensi siswa; (3) jika sekolah belum mampu menyelenggarakan tes bakat mekanik maka sebaiknya mengadakan kerjasama dengan lembaga psikologi dalam pelaksanaan tes bakat mekanik kepada siswa.

Pemanfaatan limbah kulit udang untuk memperoleh glukosamina / Desi Runti Asmuni

 

Kata kunci: Bahan sisa non daging, kitin, kitosan, hidrolisis, dan glukosamina. Pada industri pengolahan udang, bagian daging dan non daging dipisahkan. Daging udang digunakan untuk proses pengolahan lebih lanjut sedangkan non daging menjadi bahan sisa yang tidak dipakai. Kelimpahan bahan sisa non daging berpotensi menjadi limbah. Bahan sisa non daging mengandung protein, mineral dan kitin. Kandungan protein dan mineral dalam bahan sisa non daging dapat dihilangkan sehingga diperoleh kitin. Kitin merupakan polimer 2-asetamido-2-deoksi-D-glukosa yang dapat dihidrolisis untuk menghilangkan gugus asetilnya sehingga diperoleh kitosan. Reaksi hidrolisis kitin menjadi kitosan biasa disebut reaksi deasetilasi. Kitosan dapat dihidrolisis menjadi monomernya 2-amino-2-deoksi-D-glukosa yang sering disebut glukosamina. Akhir-akhir ini banyak penelitian mengenai glukosamina yang merupakan komponen penting penyusun sendi sebagai faktor vital dalam mobilitas dan fleksibilitas pergerakan tubuh. Kekurangan glukosamina pada sendi dapat menyebabkan nyeri saat bergerak, bila makin parah akan terjadi kekakuan sehingga sulit digerakkan yang dikenal dengan osteoartritis. Kebutuhan glukosamina dapat dipenuhi dengan cara mengkonsumsi suplemen untuk mengurangi gejala osteoartritis. Penelitian ini ingin memberikan informasi tentang salah satu pemanfaaan bahan sisa non daging udang sebagai bahan baku untuk memperoleh glukosamina sehingga menjadi lebih bernilai jual dan bermanfaat sebagai suplemen bagi para penderita osteoartritis. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui bagaimanakah cara memperoleh glukosamina dari serbuk kulit udang dan (2) mengetahui karakter glukosamina yang diperoleh dari serbuk kulit udang. Penelitian ini bersifat eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA UM pada bulan Oktober 2011 hingga Januari 2012.Tahapan penelitian ini adalah: (1) isolasi kitin, (2) deasetilasi kitin, (3) hidrolisis kitosan, dan (4) karak-terisasi glukosamina meliputi penentuan titik lebur, uji kelarutan, serta identifikasi gugus fungsi dengan spektrofotometer IR di Laboratorium Kimia Universitas Brawijaya. Bahan sisa non daging udang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh glukosamina dengan rendemen sebesar 10%. Glukosamina yang diperoleh berwujud padat berwarna putih mengkilat, larut dalam air, sedikit larut dalam aseton, tidak larut dalam etanol, dan memiliki rentang titik lebur 151,5-154,5oC. Spektrum IR mengindikasikan senyawa hasil hidrolisis kitosan adalah glukosamina.

Kontribusi pajak dan restribusi daerah terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Guna mendukung pelaksanaan otonomi daerah di Kabupaten Lamongan / Fefty Cancerina Windayanti

 

Kata Kunci : kontribusi pajak daerah, kontribusi retribusi daerah, peningkatan PAD Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan potensi sumber penerimaan utama dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Berdasarkan UU No 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah menyebutkan bahwa daerah otonom berhak mengatur dan membiayai rumah tangganya sendiri. Menyadari pentingnya peranan PAD dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan senantiasa berupaya meningkatkan penerimaan PAD secara optimal yang berorientasi pada kebijakan pengembangan sumber-sumber PAD. Dimana komponen utamanya adalah penerimaan yang berasal dari komponen pajak daerah dan retribusi daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis seberapa besar kontribusi pajak daerah terhadap PAD di Kabupaten Lamongan selama tahun 2001-2009, (2) menganalisis seberapa besar kontribusi retribusi daerah terhadap PAD di Kabupaten Lamongan selama tahun 2001-2009, dan (3) mengidentifikasi upaya yang dilakukan pemerintah daerah khususnya Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah dan Aset (DPPKA) dalam mewujudkan target penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Lamongan pada bulan oktober sampai desember 2010. Penulisan skripsi ini bersifat deskriptif dan mencoba memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dari sumber data sekunder yang diperoleh. Ada tiga macam teknik pengumpulan data yang dipergunakan yaitu studi lapangan, studi pustaka dan time series dengan menggunakan analisis kontribusi untuk mengukur seberapa besar kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap PAD tahun 2001-2009. Sedangkan untuk mengetahui estimasi PAD 2011 menggunakan analisis proyeksi yang dibantu dengan microsoft excel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi PAD terhadap penerimaan APBD Kabupaten Lamongan dalam kurun waktu TA 2001-2009 cenderung meningkat. Dari 4,67% pada tahun 2001 meningkat sebesar 6,47% di tahun 2009. Kontribusi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah terhadap perolehan pendapatan Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan terlihat cukup baik. Komponen pajak daerah terhadap PAD dalam kurun waktu TA 2001-2009 per tahunnya memberikan kontribusi rata-rata sebesar 27% dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 17,60% per tahun dan realisasi rata-rata terhadap total pajak sebesar 11,11% per tahun. Sedangkan pendapatan yang berasal dari komponen retribusi daerah, pada kurun waktu yang sama kontribusi retribusi daerah terhadap PAD memberikan kontribusi rata-rata per tahunnya sebesar 31,9% dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 15,05% per tahun dan realisasi rata-rata terhadap total retribusi sebesar 10,94% per tahun. Untuk mewujudkan target penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah, pemerintah daerah khususnya DPPKA kabupaten Lamongan melakukan tiga hal yaitu intensifikasi pungutan jenis-jenis pajak daerah dan retribusi daerah, ekstensifikasi dengan jalan pemekaran jenis pajak dan retribusi baru serta program reguler untuk meningkatkan pelayanan kepada seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Lamongan. Dari data yang diperoleh, terlihat bahwa kontribusi komponen pajak daerah dan retribusi daerah terhadap penerimaan PAD Pemerintah Kabupaten Lamongan cukup fluktuatif. Hal ini diakibatkan karena terjadinya penambahan dan penghapusan obyek atau jenis pajak daerah dan retribusi daerah dari tahun 2001 hingga tahun 2009. Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan melakukan tiga upaya utuk mewujudkan target penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah yaitu melalui intensifikasi, ekstensifikasi dan program reguler. Berdasarkan dari hasil penelitian ini dapat diambil beberapa saran. Pertama, kontribusi PAD terhadap sisi penerimaan APBD tidak menunjukkan angka yang signifikan. Hal ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi Pemerintah Daerah untuk segera mengatasi masalah ini. Kedua, target penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah harus dapat dijadikan potensi utama dengan cara mengoptimalkan dan meningkatkan potensi yang ada. Ketiga, dalam mewujudkan target penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah terhadap pelaksanaan otonomi daerah, DPPKA hendaknya melakukan koordinasi dengan DPRD dalam penyusunan APBD Kabupaten Lamongan khususnya dalam hal pembelanjaan sebaiknya menitik beratkan pada sektor pembangunan yang dapat meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan daerah terutama dari sektor pajak dan retribusi daerah untuk meningkatkan kepentingan publik (public service).

Penerapan pembelajaran kooperatif model CIRC (Cooperative Integrated Reding and Composition) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran IPS ekonomi di SMP Negeri 12 Malang / Ratna Kurnia Lestari

 

Kata kunci: CIRC, berpikir kritis, dan hasil belajar. Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya minat dan motivasi siswa untuk belajar IPS Ekonomi, terbukti dengan nilai hasil belajar IPS Ekonomi siswa yang masih di bawah standart ketuntasan minimum yaitu dibawah 65. Hal ini karena sebagian proses pembelajaran masih didominasi guru dan siswa masih cenderung pasif. Oleh karena itu guru harus mampu menyusun suatu rencana pembelajaran yang tidak saja baik, tetapi juga mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari, membangun serta mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupannya. Di samping itu, siswa kurang terlatih untuk mengembangkan pemikirannya, sehingga kemampuan berpikir kritis sulit untuk dikembangkan. Jadi, diperlukan suatu model pembelajaran yang tepat, menarik dan efektif yaitu model CIRC (Cooperative Integrated and Composition) yang dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom action research) dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII C SMP Negeri 12 Malang dengan jumlah 39 siswa yang terdiri atas 19 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan tahun ajaran 2010-2011. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh berupa kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar yang diperoleh dari penerapan pembelajaran kooperatif model CIRC (Cooperative Integrated and Composition). Instrumen yang digunakan yaitu soal tes, lembar observasi, angket, pedoman wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terjadi peningkatan kemampuan bepikir kritis dan hasil belajar siswa kelas VIII C. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I yaitu rata-rata siswa kelas VIII C mendapat nilai cukup atau (C) yang artinya dalam hal melakukan diskusi, menganalisis data, keterampilan siswa bertanya, keterampilan siswa menjawab pertanyaan, dan tingkat keterampilan berpikir siswa sudah cukup baik meskipun ada beberapa siswa yang masih kurang. Dan pada siklus II rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dari nilai cukup atau (C) menjadi baik atau (B). Di sini semakin jelas bahwa sudah ada perbaikan yang dilakukan oleh peneliti untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa diantaranya dengan membiasakan siswa untuk melakukan diskusi dengan kelompoknya, menuntut siswa untuk bisa menganalisis sebuah artikel, mendorong siswa utnuk berani bertanya, menuntut siswa untuk bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh temannya, serta mengharuskan siswa untuk terbiasa berpikir secara kritis; sedangkan untuk hasil belajar aspek kognitif siklus I rata-rata siswa kelas VIII C mendapat nilai cukup atau (C) yang artinya dalam mengerjakan soal test siswa sudah cukup baik meskipun ada beberapa siswa yang memiliki nilai kurang sehingga diperlukan perbaikan pada siklus II. Pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari nilai cukup atau (C) menjadi baik atau (B). Di sini terlihat bahwa sudah ada perbaikan dari siklus I ke siklus II maka dapat dikatakan pembelajaran sudah berhasil karena rata-rata nilai kelas sudah mencapai nilai baik atau (B) dan sudah di atas nilai standart yang ditentukan oleh sekolah; sedangkan hasil belajar aspek afektif siswa siklus I rata-rata siswa sudah mendapat nilai baik atau (B) yang artinya dalam hal kehadiran, kedisiplinan dan ketepatan dalam mengumpulkan tugas, kerjasama dalam kelompok, menampilkan hasil belajar, keseriusan di kelas sudah baik dan pada siklus II meningkat dari nilai baik atau (B) menjadi sangat baik atau (A). Hal ini menunjukkan bahwa sudah ada perubahan sikap dan tingkah laku pada siswa dari siklus I ke siklus II. Siswa menjadi lebih baik lagi dan usaha peneliti untuk meningkatkan hasil belajar afektif siswa dengan cara memotivasi, memberi perhatian, memberi tanggungjawab yang lebih, dikatakan sudah berhasil. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated and Composition) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 12 Malang. Guru mata pelajaran IPS Ekonomi disarankan menerapkan model CIRC sebagai model pembelajaran alternatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.

The effect of applying dictogloss on studcents' listening comprehension at Faculty of Teacher Training and Education Jember University / Eka Wahjuningsih

 

Key Words : Dictogloss, Listening Comprehension Achievement. Listening is one of the skills that is badly needed for everyone including those who are studying English. It is due to the fact that they spend much of their time in school listening. Besides, research demonstrate that people spend 60% of their time listening. Yet, students have not got good result yet in the subject of Listening Comprehension. This study was conducted to answer the research problem that is “Is there any effect of applying dictogloss on students’ Listening Comprehension achievement”? Thus, it is intended to obtain reliable information whether there was a significant difference in the students’ Listening Comprehension between the Experimental Group and the Control Group. The design of the study was a quasi-experimental study. The samples of the study were taken from the students of Faculty of Teacher Training and Education Jember University whoo took Listening 2. The experimental group was taught Listening Comprehension by using Dictogloss while the control group was taught by using the conventional activity. After that, both groups were given a post test. In collecting the data, test was used as the primary instrument which needs the students to listen to the text containing explicit and implicit information. Besides, a questionnaire was also utilized as a secondary instrument. It was given only to the experimental group to evaluate the application of dictogloss in their listening comprehension. The data of the test which were in the form of the gained score was analyzed by using t-test with the significance level of p=5%. It was found that the mean score of the experimental group was 10.53. Meanwhile, the mean score of the control group was 8.65. Then, the statistical computation on the gained score revealed that the t value was 3.26 while the t table value at p = 5% is 2.00. It shows that the obtained t value was much greater than that of the critical one. Thus, it is clear that the difference of the two means gained score was significant. Therefore, it can be concluded that the application of dictogloss on students’ listening comprehension achievement was much more effective than the conventional one. Then, based on the result of this research, it is suggested to the English teachers to apply this method in the listening class. Meanwhile, the writer hopes that other researchers can use the findings as the basis to conduct other research designs.

Hubungan antara tipe kepribadian, prestasi belajar dan arah pilihan karier siswa SMA Negeri 2 Blitar / Putri Rosita Sari

 

Kata kunci: tipe kepribadian, prestasi belajar, pilihan karier Pilihan karier menjadi suatu hal yang penting untuk dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh seseorang. Remaja yang akan menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) memiliki kebutuhan untuk menentukan jurusan yang akan mereka tempuh untuk dapat mencapai karier yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Berdasarkan studi psikologis terdapat hubungan antara tipe kepribadian, prestasi belajar dan arah pilihan karier merupakan hal yang saling berkaitan karena bagaimanapun juga individu yang mempunyai intelegensi tinggi dan kepribadian yang sesuai dengan siswa, akan mempunyai keleluasaan dalam memilih arah pilihan kariernya. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui gambaran mengenai tipe kepribadian siswa (2) mengetahui gambaran mengenai prestasi belajar siswa, (3) mengetahui gambaran mengenai arah pilihan karier siswa dan (4) mengetahui gambaran mengenai hubungan antara tipe kepribadian, prestasi belajar dan arah pilihan karier siswa SMA Negeri 2 Blitar. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 2 Blitar dengan jumlah kelas program IA sebanyak 3 kelas dan jumlah kelas program IS sebanyak 5 kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2 Blitar dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah sampel 111 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa angket dan dianalisis dengan teknik persentase dan uji Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh tingkat tipe kepribadian siswa kelas XII SMA Negeri 2 Blitar bahwa banyak siswa yang memiliki tipe kepribadian sosial yaitu sebanyak 36 orang atau 32% dari 111 orang. Sebagian besar siswa SMA Negeri 2 Blitar memiliki tipe kepribadian sosial dan arah pilihan kariernya pun sosial. Siswa kelas XII SMA Negeri 2 Blitar memiliki prestasi belajar yang sangat baik yaitu sebanyak 73 orang atau 66% dari 111 orang. Ada hubungan positif signifikan antara tipe kepribadian dan arah pilihan karier (χ2 = 52.275> r tabel 37.652; Asymp sig 0.001). Ada hubungan positif signifikan antara prestasi belajar dan arah pilihan karier (χ2 = 37.624 > r tabel 11.070; Asymp sig 0.000). Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada beberapa pihak, yaitu (1) bagi konselor SMA bahwa hendaknya konselor melakukan upaya dalam mengembangkan layanan konseling karier maupun bimbingan karier yang diberikan lebih difokuskan pada pemberian bantuan kepada siswa untuk mengutamakan pilihan karier siswa yang sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya, (2) bagi pendidik/guru diharapkan dapat bekerja sama membantu siswa agar dapat mencapai suatu prestasi yang optimal dan citacita yang sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa, (3) bagi peneliti lanjut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan masukan bagi para peneliti, khususny yang tertarik dengan upaya membantu pemilihan karier siswa untuk mengadakan penelitian lebih lanjut dan menambah jumlah populasinya dengan begitu diharapkan akan dapat diperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat tentang arah pilihan karier siswa SMA.

Characterization and application of molecular markers in the peking duck and other waterfowl species / Mohamad Amin

 

Using the smart technique to improve the reading comprehension ability of the second semester students of Unismuh Palu / Susilawaty

 

Key word: reading comprehension, SMART technique. From the preliminary study at the Islamic Faculty of Tarbiyah Department of Unismuh Palu, it was found that the reading comprehension ability of the students was still unsatisfactory. The insufficient ability of the students might be caused by several factors. First, the students’ vocabulary was poor. Second, the text was difficult that it was remote from the students’ knowledge and experience. Third, the students’ motivation in learning reading comprehension was low. These facts were worsened by the teacher who instructed the students to do the tasks individually in which cooperative group activities were not applied. Moreover, many of the students were passive during the teaching and learning process. Dealing with the condition, an appropriate technique was needed to improve the reading comprehension ability of the students. Accordingly, a SMART or Self-Monitoring Approach to Reading and Thinking technique was applied in this study. This study was conducted to improve the reading comprehension ability of the second semester students of Tarbiyah Department of Unismuh Palu through SMART technique. The problem was: How can the SMART technique improve the reading comprehension ability of the second semester students of Unismuh Palu. This study employed a collaborative classroom action research design in which between the researcher and the collaborator as research team worked together designing the lesson plan, implementing the action, observing the action, and reflecting the action. The subjects of the study were the second-semester students of Unismuh Palu in the 2009/2010 academic year. This study was implemented to 28 students from class A and it was conducted in two cycles, following the procedure of action research where each cycle consisted of three meetings for the teaching and learning process and a meeting for a test. The instruments used to collect the data were observation checklist, field note, questionnaires, and reading comprehension tests. The data were taken from the two tests analyzed and presented quantitatively, meanwhile, the data were analyzed and presented qualitatively. The findings of this study indicated that the appropriate model of the SMART technique for teaching reading comprehension consisted of the following procedures: (1) stimulating the students’ prior knowledge, (2) grouping students heterogeneously, (3) determining the roles for the group’s members, (4) giving some leading questions related to the picture, (5) reading the text once or twice silently, (6) identifying the main ideas and major supporting ideas of passage, (7) recognizing the message of the text, (8) paraphrasing paragraph of the text what the students do not understood with their own words, (9) summarizing paragraphs of the text as they read, (10) guiding the students to discover the meaning of unknown words for paragraph that confused them, (11) monitoring the students as they write this a great way to informally assess their understanding of the process, (12) guiding the discussion so that the students see how this process can help them when the reading process, and the last one (13) giving an evaluation of the process and the result to measure the students’ ability in reading comprehension. The findings of this study indicated that the SMART technique was successful in improving both the students’ involvement in reading activities and the reading comprehension ability of the students in comprehending English texts. Dealing with the students’ involvement, it seemed that 61.6% students were involved actively in the reading activities in Cycle 1 to 95% or almost all the students were involved actively in the reading activities in Cycle 2. It was shown by the observation checklists and field notes in appendices. Dealing with the reading comprehension ability of the students The improvement of the reading comprehension ability of the students was indicated by both the increasing mean score and the number of students who obtained scores equal to or greater than 65. The mean score increased from 59.50 in the Preliminary study to 65.57 in Cycle 1 and 67.89 in Cycle 2. The number of the students getting higher scores increased from 17 students (67.85%) in Cycle 1 to 20 students (71.42%) in Cycle 2. The mean score and the students’ individual score indicated higher than predetermined criteria of success that were 20 students out of 28 students who got score of 65 in Cycle 2. Based on the students’ achievement using the SMART technique in comprehending English text (expository text), it was suggested that the English lecturers apply this technique as one of many alternatives that can be used in teaching reading skills, and for the future researcher, it is recommended that the future researcher to conduct a similar study in other levels of the students to see whether it is effective for improving the students’ ability in reading comprehension. It is also advisable to implement other technique in their study for improving the students’ reading comprehension. It is also recommended plan the action well, to prepare the lesson plan and the students’ worksheet, to create good relationship to the subjects and to socialize the technique to the subjects and the collaborator before conducting the action.

Pembuatan modul praktikum proses sinkronisasi kerja paralel genset dengan PLN / Prakoso Anggoro Putro

 

Kata kunci: Sinkronisasi generator,Paralel generator,Modul Praktikum. Praktikum sinkronisasi kerja paralel genset mutlak perlu diberikan kepada mahasiswa D3 teknik elektro. Akan tetapi karena alat yang sudah tersedia di Jurusan Teknik Elektro UM kurang memadai untuk dapat dijadikan praktikum sinkronisasi paralel antara genset dengan PLN maka perlu dibuat modul praktikum tentang sinkronisasi agar dapat membantu mahasiswa dalam memahami konsep dari sinkronisasi kerja paralel genset dengan PLN. Adapun metode perancangan yang dilakukan meliputi Desain Rangkaian Modul Praktikum Sinkronisasi dan Desain Panel Modul Praktikum Sinkronisasi. Prinsip kerja dari modul praktikum ini adalah menggunakan sinkroskop lampu gelap terang.. Modul praktikum ini juga menggunakan voltmeter, dan frekuensimeter untuk mengetahui apakah tegangan dan frekuensi sudah sama atau belum. Hasil dari percobaan tersebut antara lain: (1)Modul praktikum ini dapat memantau tegangan dan frekuensi keluaran dari generator maupun PLN dengan baik. (2)Dapat menunjukkan kondisi sinkron pada sumber PLN dengan PLN. (3)Masih belum dapat melihat kondisi sinkron antara generator dengan PLN Dari hasil yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan : (1)Untuk mensinkronkan antara genset dan PLN tegangan, frekuensi, dan sudut fasanya harus sama. (2)Pada pengujian menggunakan sumber PLN – generator parameter tidak dapat seperti pada keadaan sinkron karena listrik keluaran dari generator kurang stabil. Keadaan sinkron didapat ketika pengujian menggunakan sumber PLN – PLN. (3)Butuh peralatan proteksi yang memadai apabila ingin mengkoneksikan genset dengan PLN karena sumber dari generator tidak stabil.

Analisis value for money untuk mengukur kinerja keuangan pada RRI Pratama Cabang Sumenep / Nizar Eka Pratama

 

Kata Kunci: Kinerja keuangan dan Pengukuran kinerja keuangan Tugas akhir (TA) ini bertujuan untuk mengukur kinerja keuangan RRI Pratama cabang Sumenep berdasarkan analisis 3E (Value for Money) yaitu ekonomis, efisiensi dan efektivitas Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Pemecahaan masalah yang digunakan yaitu metode deskriptif, yaitu dengan menganalisis Value for Money untuk mengukur kinerja keuangan berdasarkan data-data pada RRI Pratama cabang Sumenep. Pengukuran kinerja keuangan tersebut menggunakan 3E (Value for Money) yang terdiri atas:ekonomis, efisien dan efektif. Hasil kajian terhadap kinerja keuangan pada RRI Pratama cabang Sumenep tahun 2009, menunjukkan bahwa pengukuran kinerja keuangan pada RRI Pratama cabang Sumenep hanya pada pencapaian target saja. Setelah melakukan perhitungan kinerja keuangan dengan menggunakan 3E (Ekonomi, Efisiensi, dan Efektivitas) menunjukkan bahwa kinerja keuangan RRI Pratama cabang Sumenep dikatagorikan ekonomis, efektif dan kurang efisien Hasil penulisan Tugas Akhir (TA) dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan pada RRI Pratama cabang Sumenep ditinjau dari analisis value for money dalam kondisi baik. Saran yang dapat diberikan RRI Pratama cabang Sumenep sebaiknya transparan dalam hal memberi rincian biaya-biaya yang telah dikeluarkan, sehingga memudahkan bagi pihak yang ingin melakukan penilaian dan agar lebih terbuka kepada masyarakat, biar dapat melakukan monitoring kinerja RRI dalam hal keuangan.

Analisis latihan-latihan pada buku teks bahasa Arab terbitan Tiga Serangkai untuk kelas 1 madrasah tsanawiyah / Ainur Rafiq

 

Kata kunci: Pelaksanaan, Pembelajaran, Disiplin. Peningkatan mutu lulusan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana di sekolah, tetapi juga ditentukan oleh faktor pelaksanaan pembelajaran yang diterapkan di lembaga pendidikan tersebut. SMK Penerbangan Angkasa Singosari Malang memiliki visi atau tujuan meningkatkan produktivitas dan keterampilan siswa. Untuk mencapai visi atau tujuan tersebut, pelaksanaan pembelajaran perlu mendapat perhatian sekolah. Salah satu faktor yang dilakukan dalam pelaksanaan pembelajaran adalah pembelajaran berbasis disiplin. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses perencanaan pembelajaran berbasis disiplin, pelaksanaan pembelajaran berbasis disiplin, dan evaluasi pembelajaran berbasis disiplin yang ada di SMK Penerbangan Angkasa Singosari Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru, serta menggunakan dokumentasi dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini, bahwa perencanaan pembelajaran berbasis disiplin di SMK Penerbangan Angkasa Singosari Malang menggunakan konsep pendidikan semi militer dengan didukung oleh pendidik yang profesional di bidangnya. Pelaksanaan dengan cara menggerakkan siswa di sekolah untuk membuat siswa belajar dan mentaati peraturan-peraturan sekolah, serta memberi sanksi kepada siswa yang melanggar peraturan. Evaluasi dilakukan oleh guru dengan cara mencatat setiap pelanggaran yang dilakukan oleh siswa dan memberi hukuman kepada siswa tersebut, serta ada pemberian penghargaan kepada siswa yang mentaati peraturan kedisiplinan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perencanaan pembelajaran di SMK bisa direncanakan dengan berbasis disiplin, yaitu meningkatkan kedisiplinan siswa sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menghasilkan lulusan yang unggul dan terampil serta berdisiplin tinggi yang mampu bersaing di dunia industri. Pelaksanaan pembelajaran di SMK bisa dilaksanakan dengan berbasis disiplin, yaitu dengan mengarahkan siswa supaya aktif dalam mentaati peraturan dan sanksi yang berlaku. Evaluasi pembelajaran di SMK bisa dilaksanakan dengan berbasis disiplin, yaitu siswa yang datang terlambat lebih dari sembilan kali akan dikembalikan pada orang tua. Apabila ada siswa yang tidak naik kelas, siswa diberi pengarahan intensif untuk merubah perilakunya dan diharuskan mengikuti kegiatan extrakurikuler di sekolah yang mampu meningkatkan kedisiplinan.

Pengembangan media layanan informasi pendidikan lanjutan berbasis WEB bagi siswa SMP di Yogyakarta / Agus Triyanto

 

Pengaruh minat memilih program keahlian, motivasi berprestasi dan cara belajar terhadap hasil belajar siswa (studi pada siswa kelas X dan XII Program Keahlian Akuntansi di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen) / Dina Indah Pramita

 

Kata Kunci: Minat Memilih Program Keahlian, Motivasi Berprestasi, Cara Belajar, Hasil Belajar Hasil belajar tidak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor tersebut dapat berasal dari dalam maupun dari luar. Diantara faktor-faktor tersebut adalah faktor minat memilih program keahlian, motivasi berprestasi dan cara belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Pengaruh minat memilih program keahlian terhadap hasil belajar siswa kelas X dan XII program keahlian akuntansi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, (2) Pengaruh motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa kelas X dan XII program keahlian akuntansi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, (3) Pengaruh cara belajar siswa terhadap hasil belajar siswa kelas X dan XII program keahlian akuntansi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, (4) Pengaruh secara simultan minat memilih program keahlian, motivasi berprestasi dan cara belajar siswa terhadap hasil belajar siswa kelas X dan XII program keahlian akuntansi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner dan dokumentasi yang dilaksanakan pada tanggal 15 November 2010. Populasinya adalah siswa kelas X dan XII Program Keahlian Akuntansi Tahun Ajaran 2010/2011 yang berjumlah 140 siswa, dan sampel sebanyak 49 siswa. Sampel di ambil secara acak (Random Sampling). Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier ganda. Dari analisis regresi linier ganda diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) Secara parsial terdapat pengaruh yang positif minat memilih program keahlian terhadap hasil belajar siswa kelas X dan XII SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. (2) Secara parsial terdapat pengaruh yang positif motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa kelas X dan XII SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. (3) Secara parsial terdapat pengaruh yang positif cara belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X dan XII SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. (4) Secara simultan terdapat pengaruh positif minat memilih program keahlian, motivasi berprestasi dan cara belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X dan XII SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Disarankan kepada guru SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen agar lebih mengarahkan bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien kepada siswanya agar prestasi belajar siswa lebih baik lagi dari sebelumnya. Untuk siswa SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, sebaiknya dalam memilih program keahlian disesuaikan dengan bakat dan minat yang dimiliki, dan lebih meningkatkan efektifitas cara belajar agar prestasi belajarnya lebih meningkat dan lebih baik lagi dari sebelumnya.

Pengembangan model-model latihan fisik pada ekstrakurikuler futsal di SMP Negeri 8 Malang melalui buku panduan / Aprin Anggara Widada

 

Kata kunci: pengembangan, futsal, latihan fisik. Futsal merupakan olahraga beregu yang terdiri atas dua tim yang setiap tim beranggotakan lima pemain. Fisik yang kuat perlu dimiliki setiap pemain untuk menunjang permainan. Sehingga latihan fisik perlu diberikan untuk menunjang permainan futsal tersebut. Latihan fisik sangat diperlukan untuk menunjang olahraga futsal terlebih dalam mencapai prestasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model-model latihan fisik pada ekstrakurikuler futsal di SMP Negeri 8 Malang melalui buku panduan sehingga peserta ekstrakurikuler futsal mengerti dan memahami model-model variasi latihan fisik. Peneliti mengacu pada model pengembangan (research and development) Borg and Gall. Dari sepuluh langkah ada beberapa tahap yang dimodifikasi oleh peneliti.Langkah-langkah yang diambil adalah: 1) melakukan penelitian awal atau analisis kebutuhan, 2) pengembangan rancangan produk, 3) evaluasi para ahli dengan menggunakan yang hasilnya berupa produk awal, 4) revisi tahap pertama rancangan produk berdasarkan evaluasi para ahli (hasil rancangan produk berupa produk awal), 5) revisi tahap kedua berdasarkan evaluasi ahli (hasil produk berupa buku), 6) produk akhir. Berdasarkan tinjauan ahli terhadap rancangan produk disimpulkan bahwa rancangan produk telah sesuai dan dapat digunakan dalam pelatihan, selanjutnya produk berupa buku panduan model latihan kecepatan dan kelincahan untuk futsal ini diuji coba menggunakan instrumen uji coba pada kelompok kecil sebanyak 15 peserta. Setelah dilakukan revisi selanjutnya produk diuji coba pada kelompok besar dengan jumlah 30 peserta. Berdasarkan dari hasil uji kelompok kecil dan hasil dari uji lapangan diperoleh kesimpulan bahwa pengembangan buku panduan ini menyenangkan dan mudah dilakukan peserta ekstrakurikuler serta dapat meningkatkan kemampuan kecepatan dan kelincahan peserta ekstrakurikuler. Produk akhir adalah buku panduan model-model latihan kecepatan dan kelincahan untuk futsal.

Pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen (studi pada konsumen toko roti Citra Kendedes Cake and Bakery Sawojajar Malang) / Ghea Prawitha Dewi

 

Kata Kunci: bauran pemasaran, keputusan pembelian Pada era globalisasi saat ini, situasi pasar yang kompetitif menjadikan tidak ada suatu bisnis yang bisa bertahan lama tanpa didukung oleh bauran pemasaran yang efektif dan efisien. Salah satu persaingan terjadi adalah jenis produk pada roti. Pada awalnya konsep toko Roti banyak diterapkan di awali dengan adanya toko-toko Francise yang bermunculan dengan nama Internasional, namun sekarang sudah banyak toko roti lokal yang bermuculan yang mulai merambah di Kota Malang. Banyaknya toko roti yang ada di kota Malang tentu saja akan turut meraimaikan persaingan yang ada. Dengan demikian perusahaan dituntut untuk mampu menyelenggarakan pemasaran yang mampu menarik konsumen dari waktu ke waktu. Roti Citra Kendedes Cake and Bakery merupakan salah satu dari beberapa toko roti di Kota Malang yang memiliki konsumen loyal. Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery merupakan toko roti yang menjalankan strategi bauran pemasaran. Produk yang ditawarkan oleh toko roti ini dapat dikatakan memiliki varian item roti yang beraneka ragam dan rasa yang enak di lidah. Kelebihan Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery bila dibandingkan dengan toko roti lainnya adalah harga yang ditawarkan Roti Citra Kendedes Cake and Bakery relatif lebih murah dibandingkan dengan harga yang ditawarkan toko roti lainnya. Harga dimulai dari Rp 2.000,00 – Rp 30.000,00. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian adalah pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen pada Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery Sawojajar Malang. Variabel yang berkaitan dengan penelitian ini adalah variabel bebas, dalam penelitian ini adalah bauran pemasaran yang terdiri dari produk (X1), harga (X2), tempat (X3), promosi (X4). Variabel terikat, dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian konsumen pada Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery Sawojajar Malang. Populasi pada penelitian ini adalah konsumen Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery yang melakukan tindakan pembelian di Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery Sawojajar Malang tersebut. Dimana penelitian yang dilakukan peneliti pada 1 bulan terakhir, yakni pertengahan November 2010 hingga pertengahan Desember 2010. Teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode simple random sampling yang artinya pengambilan sampel dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan ada pengaruh signifikan negatif dari variabel produk terhadap keputusan pembelian konsumen pada Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery Sawojajar Malang, ada pengaruh signifikan negatif dari variabel harga terhadap keputusan pembelian konsumen pada Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery, tidak ada pengaruh signifikan dari variabel tempat terhadap keputusan pembelian konsumen pada Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery Sawojajar Malang, tidak ada pengaruh signifikan dari variabel promosi terhadap keputusan pembelian konsumen pada Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery Sawojajar Malang. Dari hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini, penulis memberikan saran untuk Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery Sawojajar Malang yaitu sebaiknya Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery Sawojajar Malang melakukan promosi yang lebih bervariasi dari apa yang sudah dilakukannya sekarang. Salah satunya dengan menggunakan media televisi. Dengan adanya media televisi yang digunakan, konsumen dapat secara langsung melihat produk roti Citra Kendedes Cake and Bakery dan menjadi tertarik untuk membeli produk tersebut.

Pengembangan desa wisata bunga di Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu / Ririn Wahyuning

 

Kata Kunci: Pengembangan dan Desa Wisata Bunga Pariwisata merupakan sektor yang dapat memberikan peranan besar bagi pembangunan suatu daerah sekaligus memberikan kontribusi bagi perolehan devisa maupun penciptaan kesempatan kerja. Melihat peranan dan kontribusi yang begitu besar terhadap pembangunan di Indonesia maka kekayaan pariwisata perlu dikembangkan secara berkelanjutan. Untuk mengetahui fokus dari penelitian ini, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut. (1) Bagaimana gambaran umum wilayah dan potensi ekonomi di Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu? (2) Bagaimana kesiapan dan upaya masyarakat dalam mengembangkan desa wisata bunga di Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu? (3) Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan desa wisata bunga di Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu? Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif merupakan perencana, pelaksana pengumpulan data, analis, penafsir data, dan pada akhirnya menjadi pelapor hasil penelitian. Sehingga peneliti adalah instrumen kunci penelitian. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan verifikasi data atau menyimpulkan, pemaparan data atau penyajian, dan reduksi data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa potensi yang terdapat di Desa Sidomulyo dapat dikembangkan menuju pengembangan Desa Wisata Bunga, hal ini ditunjang dengan adanya dukungan sumber daya manusia, lingkungan, sarana dan prasarana dan promosi dalam memasarkan Desa Wisata Bunga sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, khususnya masyarakat Desa Sidomulyo. Namun dalam pengembangan tersebut masih ada faktor penghambatnya seperti kurangnya modal, lesunya perekonomian, dan persaingan tidak sehat diantara petani. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar dalam mengembangkan Desa Wisata Bunga, peran masyarakat merupakan sebagai pendorong utama tumbuhnya inovasi bagi pengembangan desanya. Hal ini ditunjang dengan ketersediaan dan kecakapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana dan lingkungan fisik maupun sosial yang baik.

Analisis efektivitas pemungutan pajak reklame pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tulungagung / Santi Rahayu Sayekti

 

Kata Kunci: Pajak Reklame Pajak reklame merupakan pajak atas penyelenggaraan reklame. Sebagai salah satu sumber PAD yang berasal dari sektor pajak daerah, pajak reklame mempunyai prospek yang baik dan bisa diandalkan sebagai sumber penerimaan yang dapat memperkuat posisi keuangan daerah dengan melihat perkembangan PAD tiap tahunnya. Pemerintah daerah memperoleh pemasukkan berupa tarif pajak atas pemasangan reklame baik yang bersifat insidentil maupun permanen. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mendiskripsikan efektivitas pemungutan pajak reklame jangka pendek, (2) Mendiskripsikan efektivitas pemungutan pajak reklame jangka menengah, (3) Mendiskripsikan efektivitas pemungutan pajak reklame jangka panjang. Metode yang digunakan dalam pemecahan masalah ini adalah : (1) Kesesuaian realisasi pajak reklame dengan target pajak reklame. (2) Analisis realisasi pajak reklame. (3) Menelaah program ekstensifikasi yang digunakan DPPKAD Kabupaten Tulungagung. (4) Analisis kualitas petugas pajak daerah khususnya pajak reklame. (5) Analisis peningkatan penerimaan PAD untuk pembiayaan dalam rangka menunjang anggaran pendapatan daerah. Hasil penulisan ini adalah : (1) Kesesuaian realisasi Pajak Reklame dengan target pajak reklame Kabupaten Tulungagung telah efektif. (2) Analisis perkembangan Pajak Reklame tahun 2005 sampai dengan tahun 2008 cenderng mengalami kenaikan namun pada tahun 2009 terjadi penurunan. (3) Program ekstensifikasi dilakukan dengan cara penginformasian lahan kosong dan strategis untuk pemasangan reklame kepada WP Reklame. (4) Kualitas Petugas pajak reklame belum efektif ditinjau dari perbandingan wilayah pemungutan, dan jenis pajak daerah. (5) Analisis kontribusi Pajak Reklame terhadap Pajak Daerah cenderung meningkat setiap tahun dibandingkan dengan analisis kontribusi pajak reklame terhadap PAD yang cenderung menunjukkan penurunan di tahun 2009. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan: (1) Melakukan pemungutan dan penagihan dan secara aktif, (2) DPPKAD lebih aktif dalam mmebrikan informasi yang dilakukan melalui iklan di radio koran, dll. (3) (a) Sosialisasi kepada masyarakat/Wajib Pajak mengenai arti penting pajak bagi pembangunan. (b) Untuk menetapkan Pajak Reklame pejabat yang berwenang harus senantiasa melakukan validasi data, sehingga dalam menerbitkan SKPD sudah benar-benar mencerminkan tagihan pajak yang sebenarnya sesuai dengan jumlah, jenis, lokasi pemasangan, lama pemasangan dan tarif pajak reklame. (c) Memberikan pelatihan-pelatihan secara berkala kepada petugas pajak daerah. (d) Bagi petugas pajak dapat mengatur jadwal pekerjaan dalam menjalankan tugas mereka sebagai petugas pajak mengingat luas wilayah yang ada di Kabupaten Tulungagung. (e) Lebih tegas dalam memberikan denda maupun sanksi kepada WP yang melakukan pemasangan reklame tidak sesuai prosedur.

Pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja (studi pada karyawan PT. Wowin Purnomo Trenggalek) / Lutfi Rahmawati

 

Kata kunci : budaya organisasi, kepuasan kerja, komitmen organisasi Kualitas tenaga kerja manusia sangat menentukan produktivitas dan kualitas kinerja perusahaan. Persoalan kinerja akan dapat terlaksana dan terpenuhi apabila beberapa variabel yang mempengaruhi mendukung. Variabel-variabel yang dimaksud adalah budaya organisasi, komitmen organisasi, dan kepuasan kerja. Variabel-variabel tersebut dapat mempengaruhi kinerja seseorang yang pada akhirnya tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik. Budaya organisasi dapat menjadi instrumen keunggulan kompetitif yang utama, yaitu bila budaya organisasi mendukung strategi organisasi, dan bila budaya organisasi dapat menjawab atau mengatasi tantangan lingkungan yang berubah dengan cepat dan tepat. Sikap yang dibentuk oleh budaya organisasi, erat kaitannya dengan kepuasaan kerja, yaitu sikap umum individu terhadap pekerjaannya. Kesuksesan sebuah organisasi tidak hanya didukung oleh budaya organisasi yang tertanam kuat dalam organisasi tersebut. Tapi juga bagaimana organisasi bersangkutan menumbuhkan komitmen organisasi secara umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :(1) deskripsi budaya organisasi, kepuasan kerja dan komitmen organisasi di PT. Wowin Purnomo Trenggalek, (2) pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja, (3) pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi, (4) pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi, dan (5) pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi melaului kepuasan kerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Explanatory research. Populasi yang dipilih adalah karyawan PT. Wowin Purnomo Trenggalek sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode proporsional random sampling dengan sampel sebanyak 44 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda (multiple regression). Berdasarkan analisis deskriptif, kondisi budaya organisasi di PT. Wowin Purnomo adalah cukup baik, kepuasan kerja karyawan adalah cukup puas, dan komitmen karyawan adalah tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (2). Terdapat pengaruh positif secara langsung yang signifikan antara budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Wowin Purnomo Trenggalek, (3).Terdapat pengaruh positif secara langsung yang signifikan antara variabel kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi karyawan PT. Wowin Purnomo Trenggalek, (4). Terdapat pengaruh tidak langsung yang positif dan signifikan antara budaya organisasi terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja karyawan PT. Wowin Purnomo Trenggalek.

Pengaruh latihan kombinasi kecepatan dan kelincahan terhadap keterampilan menggiring bola dalam permainan sepakbola pada kegiatan ekstrakurikuler sepakbola di SMPN 10 Malang / Rizqi Darmawan Wicaksana

 

Kata Kunci: Program Latihan, Latihan kombinasi Kecepatan dan Kelincahan, Keterampilan Menggiring Bola. Para Siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepakbola masih balum di berikan latihan kecepatan dan kelincahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan kecepatan dan kelincahan terhadap keterampilan menggiring bola pada kegiatan ekstrakurikuler sepakbola di SMPN 10 Malang. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian “One-Group Pretest-Posttest Design”. Jenis penelitian ini adalah rancangan penelitian eksperimental sungguhan. Rancangan eksperimental sungguhan ini digunakan dengan cara melibatkan kelompoak kontrol di samping kelompok eksperimental. Pada penelitian ini siswa melakukan tes awal yang di sebut dengan pretest setelah itu siswa di berikan perlakuan berupa program latihan kombinasi kecepatan dan kelincahan, setelah itu siswa melakukan tes akhir (Posttest). Hasil analisis uji-t untuk menggiring bola adalah sebesar t 20,764 dengan nilai probabilitas 0,00< α=0.01. Hal ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan latihan kombinasi kecepatan dan kelincahan terhadap keterampilan menggiring bola dalam permainan sepakbola pada kegiatan ekstrakurikuler sepakbola di SMPN 10 Malang. Dengan kata lain banwa H0 menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan latihan kombinasi kecepatan dan kelincahan terhadap keterampilan menggiring bola pada kegiatan ekstrakurikuler sepakbola di SMPN 10 Malang adalah ditolak. Sedangkan H1 menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan latihan kombinasi kecepatan dan kelincahan terhadap keterampilan menggiring bola pada kegiatan ekstrakurikuler sepakbola di SMPN 10 Malang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dalam program latihan kombinasi kecepatan dan kelincahan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan menggiring bola dalam permainan sepak bola pada kegiatan ekstrakurikuler sepakbola di SMPN 10 Malang. Saran dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman dan acuan dalam pembuatan program latihan oleh pelatih dan siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepakbola di SMPN 10 Malang, guna untuk meningkatkan keterampilan menggiring bola dalam permainan sepakbola.

Pengaruh minat baca dan ketersediaan sumber belajar terhadap prestasi belajar pelajaran ekonomi siswa kelas X SMAN 5 Malang / Awalina Afri Nursamola

 

Kata Kunci: minat baca, ketersediaan sumber belajar dan prestasi belajar. Pesatnya perkembangan jaman yang semakin modern menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Maka pemerintahan Indonesia pada saat ini menitik beratkan pada pembangunan yang diarahkan kepada pendidikan yang menunjang kehidupan yang masa mendatang. Untuk menghadapi era globalisasi maka sumber daya manusia yang berkualitas sangatlah penting. Oleh karena itu pentingnya dunia pendidikan dalam era globalisasi perlu diperhatikan agar lebih memacu mereka untuk belajar. Selain itu pendidikan merupakan sarana untuk mewujudkan tujuan nasional sebagaimana yang tertuang dalam UUD 1945 (yang sudah diamandemen) pasal 31 ayat 4 yang berbunyi “negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari pendapatan daerah untuk memenuhi kebituhan penyelenggaraan nasional”. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkan kondisi minat baca siswa kelas X pada pelajaran ekonomi di SMA Negeri 5 Malang. Mengungkapkan kondisi ketersediaan sumber belajar kelas X pada pelajaran ekonomi di SMA Negeri 5 Malang. Mengungkapkan kondisi prestasi belajar kelas X pada pelajaran ekonomi di SMA Negeri 5 Malang dan menganalisis pengaruh antara minat baca dengan ketersediaan sumber belajar terhadap prestasi belajar pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 5 Malang. Dari hasil pembahasan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa secara parsial, ada pengaruh minat baca terhadap prestasi belajar siswa di SMAN 5 Malang. karena menunjukan t hitung = 9,115 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < , (5%), hal ini berarti bahwa variabel minat baca mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar belajar. Secara parsial, ada pengaruh ketersediaan sumber belajar terhadap prestasi belajar siswa SMAN 5 Malang. karena t hitung = 4, 974. dengan tingkat signifikansi yaitu sebesar 0,000 < , (5%). Dengan ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar. Secara simultan, ada pengaruh minat baca dan ketersediaan sumber belajar terhadap prestasi belajar siswa. Karena diperoleh nilai Fhitung sebesar 103,416 dan F tabel 3,104 dengan signifikansi 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai signifikansi F lebih kecil dari (0,05). Berarti ada pengaruh minat baca dan ketersediaan sumber belajar terhadap prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan diatas maka peneliti dapat memberikan saran-saran sebagai berikut: Bagi Guru, hendaknya guru sering untuk memberikan tugas-tugas atau latihan-latihan dan lebih mengembangkan latihan tersebut sehingga memungkinkan siswa untuk lebih banyak membaca dari berbagai sumber atau literatur buku dalam usaha untuk meningkatkan prestasi belajar para siswa. Bagi Sekolah, Diharapakan dalam pengadaan sumber belajar disekolah hendaknya memperhatikan kebutuhan siswa terutama untuk proses belajar mengajar.

Pengaruh kepemilikan manajerial, struktur aktiva dan pertumbuhan penjualan terhadap kebijakan hutang (studi pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2006-2008) / Ulfatul Khasanah

 

Kata Kunci: Kepemilikan Manajerial, Struktur aktiva, Pertumbuhan Penjualan, Kebijakan Hutang. Kebijakan hutang merupakan kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan perimbangan hutang dan ekuitas. Keputusan pengambilan hutang merupakan sebuah keputusan yang penting bagi perusahaan. Penggunaan hutang yang tinggi dapat menyebabkan beberapa dampak sehingga penggunaan hutang harus pada tingkat yang optimal. Berdasarkan Agency theory, adanya kepemilikan manajerial menyebabkan manajer lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pendanaan. Selain kepemilikan manajerial, struktur aktiva dan pertumbuhan penjualan merupakan faktor lain yang mempengaruhi kebijakan hutang melalui pecking order theory. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh kepemilikan manajerial, struktur aktiva dan pertumbuhan penjualan terhadap kebijakan hutang. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2006-2008. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik multistage sampling dan diperoleh 20 sampel. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, kepemilikan manajerial dan struktur tidak berpengaruh terhadap kebijakan hutang, sedangkan pertumbuhan penjualan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kebijakan hutang. Sedangkan secara simultan, kepemilikan manajerial, struktur aktiva dan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang. Hasil analisis juga menunjukkan besarnya adjusted R square sebesar 5,6%. Hal ini menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial, struktur aktiva dan pertumbuhan penjualan berpengaruh sebesar 5,6%, sedangkan sisanya sebesar 94,4% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini menyarankan agar dalam penelitian selanjutnya mempertimbangkan variabel lain yang mungkin juga berpengaruh terhadap kebijakan hutang, seperti free cash flow, kepemilikan institusional, dan kebijakan dividen.

Studi tentang perencanaan dan pelaksanaan program latihan fisik atlet balap sepeda cross country Puslatcab ISSI Kota Malang tahun 2009 / Dynar Putra Hidayatullah

 

Kata kunci: Program Latihan, Balap Sepeda Cross country. Olahraga prestasi balap sepeda cross country merupakan salah satu nomor bersepeda yang perlombaannya menggunakan sepeda bersuspensi (shocbeker) tunggal di bagian depan. Rute (medan) yang dilewatinya berupa jalanan terjal berlumpur, berbatu, berdebu yang menanjak atau menurun. Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kota Malang merupakan salah satu tempat pembinaan atlet balap sepeda cross country. Dalam kaitannya dengan hal itu Puslatcab ISSI Kota Malang adalah salah satu tim yang memiliki peluang besar meraih juara umum pada Porprov Jatim II di Kota Malang tahun 2009. Hal tersebut dikarenakan mayoritas atlet balap sepeda cross country berprestasi berasal dari kota Malang. Oleh sebab itu perlu adanya penelitian mengenai perencanaan dan pelaksanaan program latihan balap sepeda cross country yang berpeluang meraih juara umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan dan pelaksanaan program latihan balap sepeda cross country yang dijalankan oleh tim balap sepeda Puslatcab ISSI Kota Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian yaitu di asrama balap sepeda Velodrome kota Malang yang dihuni oleh atlet balap sepeda Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jawa Timur dan atlet balap sepeda United Bike Kencana Team. Prosedur pengumpulan datanya menggunakan teknik pengamatan, wawancara, dan teknik dokumentasi. Sedangkan pengecekan keabsahan data yaitu dengan cara melakukan pengamatan langsung saat atlet melakukan latihan di lapangan. Hal tersebut untuk mengecek kecocokan antara rencana program latihan dari pelatih dengan pelaksanaan langsung oleh atlet di lapangan. Karena itulah peneliti menggunakan teknik perpanjangan waktu di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil paparan data dan temuan penelitian yang diperoleh dari lapangan, perencanaan program latihan dari pelatih sesuai dan hampir sama dengan pelaksanaan program latihan yang dilakukan oleh atlet balap sepeda cross country Puslatcab ISSI Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian terdapat komponen latihan frekuensi, intensitas, durasi, dan volume. Selain itu terdapat tipe-tipe latihan balap sepeda cross country diantaranya E1, E2, EAT, S.C, fast lap, race pace, dan recovery. Saran-saran perlu adanya transparansi dari pelatih pada program latihan balap sepeda baik nomor cross country maupun nomor lainnya secara terstruktur dan berkesinambungan dalam jangka pendek dan jangka panjang sehingga atlet mengetahui target (goals) yang akan dicapai. Kepada para atlet balap sepeda Puslatcab ISSI Kota Malang supaya memiliki catatan program latihan sendiri disamping dari pelatih, karena hal tersebut akan memacu peningkatan latihan kita yang berujung dengan peningkatan prestasi kita sendiri dan memberikan saran atau masukan kepada pelatih demi peningkatan prestasi tim tersebut.

Pengembangan paket layanan informasi perencanaan studi lanjut untuk siswa SMA / Qadri Fajrianingsih

 

Kata kunci : Paket, layanan informasi, perencanaan studi lanjut, siswa SMA. Sekolah menengah mempunyai peranan dalam mempersiapkan siswa untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dalam upaya mempersiapkan siswa tersebut pada tingkat SMA, keberadaan serta peran guru pembimbing sangat dibutuhkan, sehingga dapat memberikan pelayanan bimbingan kepada siswa yang memerlukan. Anak usia SMA merupakan remaja yang penuh dengan persoalan-persoalan dan dapat membuat mereka menjadi bingung bila tidak mendapat bantuan yang tepat. Salah satu persoalan yang dihadapi oleh siswa SMA khususnya kelas tiga adalah perencanaan studi lanjut setelah SMA. Banyaknya jenis dan status perguruan tinggi serta berbagai fasilitas pendidikan yang ditawarkan dapat pula membuat siswa merasa bingung dalam menentukan jurusan di perguruan tinggi yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan dirinya. Informasi studi lanjut perlu diberikan kepada siswa sebagai dasar untuk menetapkan keputusan mengenai pilihan studi lanjut. Terkait dengan pemilihan studi lanjut konselor mempunyai tugas untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pemilihan jurusan pada studi lanjut setelah SMA. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan cara memberikan layanan informasi sekolah lanjutan kepada siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan Paket Layanan Informasi Perencanaa Studi Lanjut untuk Siswa SMA yang berterima secara teoritis dan praktis yang dapat digunakan oleh siswa dan konselor sekolah Menengah Atas sebagai media pemberian informasi tentang studi lanjut setelah SMA. Penelitian pengembangan merupakan suatu kegiatan penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu diawali dengan menjejaki gejala¬gejala awal (need assesment), dan kemudian menguji keefektifan produk yang dibuat. Model pengembangan yang digunakan adalah model pembelajaran Dick & Carey. Ada sepuluh tahap dalam pengembangan paket yang dikemukakan oleh Dick & Carey, namun tidak semua tahap ditempuh dalam proses pengembangan paket. Hal ini dilakukan agar dalam pembuatan paket, langkah-langkah yang digunakan lebih sederhana dan mudah dipahami. Proses pengembangan paket berlangsung dengan tahapan sebagai berikut: (1) tahap perencanaan, (2) tahap pengembangan, (3) Penilaian uji ahli, (4) uji lapangan sehingga menghasilkan produk akhir Paket Layanan Informasi Perencanaan Studi Lanjut untuk Siswa SMA. Data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan angket untuk penilaian uji ahli dan calon pengguna produk dan dianalisis dengan menggunakan skala likert. Berdasarkan penilaian ahli BK, paket layanan informasi ini sangat berguna bagi siswa dan konselor dalam memberikan informasi tentang studi lanjut dengan skor rata-rata 4. Dilihat dari aspek kemudahan penggunaan paket layanan informasi ini sangat mudah digunakan dengan skor rata-rata 3. Dari aspek kemenarikan, paket ini menarik dengan skor rata-rata 3. Adapun dari aspek ketepatan paket ini sangat tepat untuk digunakan oleh siswa dan konselor dalam memberikan layanan informasi studi lanjut dengan skor rata-rata 3,8. Berdasarkan penilaian ahli Media Pembelajaran, paket layanan informasi ini sangat berguna bagi siswa dan konselor dalam memberikan informasi tentang studi lanjut dengan skor rata-rata 4. Dilihat dari aspek kemudahan penggunaan paket layanan informasi ini sangat mudah digunakan dengan skor rata-rata 4. Dari aspek kemenarikan, paket ini sangat menarik dengan skor rata-rata 4. Adapun dari aspek ketepatan paket ini sangat tepat untuk digunakan oleh siswa dan konselor dalam memberikan layanan informasi studi lanjut dengan skor rata-rata 4. Berdasarkan hasil uji kelompok kecil di SMA Negeri 1 Sumenep dengan subyek siswa, diperoleh data 94,58% paket sangat sesuai dan baik untuk digunakan oleh siswa SMA. Dari subyek konselor paket dari aspek kegunaan skor rata-rata 4 (sangat berguna) dari aspek kemudahan skor rata-rata 3,14 (sangat mudah), dari aspek kemenarikan skor rata-rata 3.67 (sangat menarik) dari aspek ketepatan skor rata-rata 3,5 (sangat tepat). Dari analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa produk akhir berupa Paket Layanan Informasi Perencanaan Studi Lanjut sangat baik untuk digunakan oleh konselor maupun siswa di SMA. Dari hasil penelitian, disarankan (1) Konselor sebagai pelaksana kegiatan memanfaatkan Paket Layanan Informasi Perencanaan Studi Lanjut untuk Siswa SMA sebagai media dalam pemberian dan penyampaian informasi mengenai studi lanjut kepada siswa yang membutuhkan sehingga dapat mempermudah kinerja konselor dalam penyampaian informasi, (2) kepala sekolah memanfaatkan Paket Layanan Informasi Perencanaan Studi Lanjut untuk Siswa SMA sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah, dan (3) Paket Informasi Perencanaan Studi Lanjut, disarankan digunakan siswa SMA sebagai salah satu faktor pertimbangan dari berbagai faktor yang lain dalam menentukan pilihan jurusan di perguruan tinggi sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya.

Pengembangan media audio pembelajaran bahasa Indonesia untuk siswa tunanetra kelas V semester I di Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Kedungkandang Malang / Betty Fagi Tarani

 

Kata kunci: Pengembangan, Media Audio, Bahasa Indonesia, Tunanetra. Media audio merupakan salah satu media pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam pembelajaran, terutama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada kompenen kemampuan mendengarkan. Berdasarkan hasil observasi di SDLBN Kedungkandang Malang pada siswa tunanetra kelas V semester I dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, guru mengalami kesulitan untuk menyampaikan materi tentang mendengarkan. Selama ini siswa hanya diminta untuk membaca (Braille) dalam materi mendengarkan cerita agar siswa benar-benar mampu memahami materi. Padahal, dalam ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen berbahasa dan kemampuan bersastra, yang salah satunya yaitu aspek mendengarkan. Sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan belum tercapai dengan baik karena proses pembelajaran di kelas tidak sesuai dengan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Oleh sebab itu, media audio rekaman dijadikan pilihan untuk digunakan sebagai media pembelajaran, karena media audio dapat menyajikan pesan yang menarik bagi siswa tunanetra yang sebagian besar informasi dari lingkungan dapat diterima melalui pendengaran. Pengembangan media audio pembelajaran ini bertujuan: (1) Menghasilkan media audio pembelajaran Bahasa Indonesia yang dapat dipakai untuk membantu siswa tunanetra dalam menerima atau menangkap materi pelajaran yang disampaikan oleh guru melalui media audio rekaman pembelajaran, (2) Menghasilkan media audio pembelajaran Bahasa Indonesia yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah pembelajaran terkait dengan kesulitan guru dalam memberikan penjelasan materi mendengarkan cerita kepada siswa tunanetra secara jelas/konkrit. Media audio pembelajaran ini mempunyai kelebihan, yaitu, (1) dapat dipakai sesuai jadwal dan guru dapat mengontrolnya, (2) dapat menimbulkan suasana, perilaku dan berbagai kegiatan, (3) efisien dalam mengajarkan bahasa, (4) menjadikan pelajaran lebih kongkret dan (5) dapat digunakan untuk pengajaran mandiri dan memberikan penguatan sesuai dengan kemampuan. Sedangkan kelemahan dari media ini adalah (1) jika digunakan dalam waktu yang lama akan membosankan, dan (2) perbaikan dituntut reproduksi rekaman baru, sehingga membutuhkan waktu dan biaya. Hasil pengembangan media audio rekaman pembelajaran untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia tentang mendengarkan cerita rakyat di SDLBN Kedungkandang Malang ini memenuhi kriteria valid dengan hasil uji ahli media mencapai tingkat kevalidan 89,2%, ahli materi mencapai tingkat kevalidan 89,2%, dan uji responden (siswa) mencapai tingkat kevalidan 85%. Berdasarkan hasil pengembangan telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa media audio pembelajaran Bahasa Indonesia tentang mendengarkan cerita rakyat “Asal Usal Usul danau Toba” untuk Tunanetra kelas V Semester I SDLBN Kedungkandang Malang, valid/layak digunakan sebagai media pembelajaran. Pengembang menyarankan agar media audio pembelajan ini dapat diterapkan pada pembelajaran Bahasa Indonesia dan guru harus menyesuaikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Bahasa Indonesia dengan kegiatan belajar mengajar di kelas, sebelum menggunakan media audio rekaman guru harus mempelajari petunjuk pemanfaatan dan melaksanakan sesuai petunjuk secara berurutan, dan guru harus menguasai cara memutar CD audio pada CD player agar pemanfaatan media dalam pembelajaran berjalan lancar.

Analisis kualitas isi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada mata diklat akuntansi berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) / Afriyani

 

Kata kunci: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Manusia hidup membutuhkan pendidikan guna meningkatkan sumber daya yang dimiliki sebagai pelaksana pembangunan. Dengan adanya pendidikan yang berkualitas dapat menentukan kualitas bangsa agar tidak tertinggal oleh bangsa lain. Untuk itu, pembaharuan pendidikan sangat dibutuhkan dan menjadi tuntutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pembaharuan pendidikan dapat dilakukan dengan perubahan kurikulum. Kurikulum yang dpakai saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP. KTSP mulai diberlakukan secara berangsur-angsur pada tahun ajaran 2006/2007. Perubahan kurikulum menimbulkan banyak permasalahan, antara lain belum siapnya guru dalam melaksanakan aturan-aturan dalam kurikulum baru. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas isi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru mata diklat Akuntansi sudah sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Penelitian ini terkait dengan tugas guru yang terdiri dari tiga hal, yaitu: perencanaan kegiatan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dan evaluasi yang sesuai dengan KTSP Subyek penelitian ini adalah guru mata pelajaran Akuntansi di SMK dan SMA yang berjumlah 5 orang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar analisis dokumen RPP dan wawancara. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis isi (content analysis), yang digunakan untuk menganalisis penjabaran isi setiap komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru mata diklat Akuntansi yang kemudian dikelompokkan ke dalam 3 kategori yaitu sesuai, kurang sesuai dan tidak sesuai berdasarkan ketentuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru mata diklat Akuntansi cukup bervariasi yaitu: ada yang sesuai, kurang sesuai dan bahkan tidak sesuai dengan ketentuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam menjabarkan tiap-tiap komponennya. Hal ini dapat dilihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru mata diklat Akuntansi yang dijadikan subjek dalam penelitian ini. Hambatan-hambatan yang dialami guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), diantaranya guru mengalami kesulitan dalam menjabarkan indikator karena guru sulit menentukan kata kerja operasional. Selain itu, guru juga merasa kesulitan dalam memilih metode pembelajaran yang tepat karena minimnya pengetahuan tentang metode pembelajaran dan kurang tersedianya fasilitas untuk menerapkan metode pembelajaran. Dari penelitian ini, penulis memberikan beberapa catatan sebagai saran yang bisa digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penelitian ini, adalah sebagai berikut : (1) Untuk guru, hendaknya guru memahami dengan baik mengenai penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan standar ketentuan dalam menjabarkan setiap komponennya. Apabila ada kesulitan hendaknya bertanya kepada guru yang lain. Selain itu, guru diharapkan mengikuti kegiatan seminar pendidikan untuk meningkatkan profesionalitasnya dan juga membaca referensi mengenai model-model pembelajaran inovatif. (2) Untuk peneliti selanjutnya dengan topik yang sama diharapkan agar penelitian yang akan dilakukan disesuaikan dengan isi silabus. Selain itu, hendaknya instrumen juga disesuaikan dengan prinsip penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan diharapkan melakukan wawancara setelah melakukan analisis terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Alat karakterisasi perubahan resistansi terhadap perubahan temperatur berbasis mikrokontroler dengan tampilan komputer melalui Antarmuka RS232 / Robbie Nur Rachman

 

Kata Kunci: intstrumen, karakterisasi, resistansi, suhu. Laboratorium Fisika Material Program Studi Fisika Universitas Negeri Malang memiliki alat ukur temperatur dan alat ukur resistansi yang keduanya terpisah dan pengambilan datanya dilakukan dengan mencatat hasil data yang ditampilkan alat ukur. Mengukur perubahan resistansi terhadap pengaruh perubahan suhu ini tidak dapat dilakukan dengan menggunakan Ohm Meter. Karena kebanyakan konduktor berubah 10-3 kali hambatan semula tiap perubahan temperatur sebesar 1°C. Melihat kebutuhan tersebut peneliti bertujuan mengembangkan alat ukur resistansi yang dapat mengukur perubahan resistansi dengan ketelitian 10-3 kali resistansi semula, mengembangkan alat ukur resistansi yang dapat mengukur perubahan resistansi dan perubahan temperatur dengan menampilkan hasil ukur keduanya dalam sebuah grafik, mengembangkan alat ukur resistansi dan suhu berbasis mikrokontroler ditunjang dengan komputer yang praktis, murah, dan kompatibel dengan sistem antarmuka komputer yang ada sekarang, mengukur karakteristik perubahan resistansi terhadap perubahan temperatur pada bahan. Sistem pengukur resistansi menggunakan metode penguat Wheatstone bridge dan difference amplifiers. Sedangkan pengukuran temperatur menggunakan IC LM35 yang kemudian dikuatkan dengan menggunakan penguatan tak membalik. Resistansi meter (resistance meter) dan temperatur meter (temperature meter) akan digunakan pada penelitian struktur dan sifat bahan yang mempunyai hambatan di bawah 1kΩ. Telah dirancang dan diimplementasikan sebuah resistansi meter dan temperatur meter dan digunakan untuk mengukur karakterisasi perubahan resistansi terhadap perubahan temperatur sebuah bahan. Pembuatan sistem meliputi pembuatan resistansi meter untuk mengukur perubahan resistansi yang berubah 10-3 kali hambatan semula dan temperatur meter untuk mengukur temperatur dalam renge +2°C sampai dengan +150°C . Sistem terdiri atas mikrokontroler berbasis ATmega8, antarmuka menggunakan RS232, pengukur resistansi dengan penguat jembatan Wheatstone dan difference amplifiers, dan pengukur temperatur. Sistem dirancang untuk mengukur dan menampilkan hasil pengukuran pada komputer melalui port komunikasi serial RS232. Resistansi meter dan temperatur meter dikalibrasi pada setiap bagiannya dan diuji untuk mengukur karakterisasi perubahan resistansi terhadap perubahan temperatur pada bahan yang mempunyai resistansi dibawah 1kΩ.

Peran Dinas Peternakan Kabupaten Blitar daam pemberdayaan masyarakat (studi kasus tentang pemberdayaan peternakan ayam di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar) / Haris Ikbal Faro'id

 

Kata kunci : Peran, pemberdayaan masyarakat, peternakan ayam. Penduduk di Kecamatan Kanigoro sebagian besar mempunyai mata pencaharian sebagai petani dan ada yang mendirikan peternakan ayam. Meskipun mata pencaharian pokok masyarakat sebagai petani, tetapi dengan wilayah lahan tanah yang luas, maka masyarakat memanfaatkan lahan tanah yang ada menjadi kandang ayam untuk dijadikan peternakan ayam. Kecamatan Kanigoro memiliki ciri banyak masyarakat yang mendirikan peternakan ayam. Gotong royong masyarakat benar-benar telah di manifestasikan secara efektif didalam peternakan ayam. Oleh karena itu Kecamatan Kanigoro memiliki potensi yang diantaranya pemasaran hasil produksi, petani, transportasi, komunikasi, dan peternakan ayam. Berdasarkan latar belakang di atas dapat dikemukakan beberapa rumusan masalah diantaranya: (1) Bagaimana usaha peternakan ayam di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar; (2) Bagaimana proses pemberdayaan peternakan ayam di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar; (3) Bagaimana peran Dinas Petrnakan Kabupaten Blitar dalam proses pemberdayaan peternakan ayam di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Tujuan dari penelitian ini diantaranya: (1) Mendeskripsikan usaha peternakan ayam di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar; (2) Mendeskripsikan proses pemberdayan peternakan ayam di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar; (3) Mendeskripsikan peran Dinas Peternakan Kabupaten Blitar dalam proses pemberdayaan peternakan ayam di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Sumber data dalam penelitian ini adalah pengusaha Peternakan ayam, Pemerintah Desa, Masyarakat Desa dan Dinas Peternakan Kabupaten Blitar.Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam ,observasi partisipatif, dan dokumentasi. Prosedur analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi data. Temuan penelitian menunjukkan: (1) usaha peternakan ayam di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar mulai berdiri tahun 1980. Tokohnya Mashudi, Bu Mahfud, Bu Siti Munawaroh. Proses usaha peternakan ayam meliputi modal, teknis dan pengadaan bibit. Dampak usaha peternakan ayam adalah kesejahteraan masyarakat; (2) proses pemberdayaan peternakan ayam di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar meliputi modal sendiri dan pinjaman dari Bank. Keterampilan dapat diperoleh dengan belajar sendiri yang akan dikembangkan menjadi teknis. Pihak lain yang terlibat adalah angota keluarga, karyawan, peternakan lain dan mitra kerja. Mendapatkan bahan baku berupa bibit dan pakan. Pemasaran dengan dibeli oleh mitra usaha; (3) peran Dinas Peternakan Kabupaten Blitar dalam proses pemberdayaan peternakan ayam di kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar ini memberi pelatihan, pembinaan, bantuan modal, bantuan teknis, dan pemasaran hasil Produksi. Berdasarkan temuan penelitian di atas, saran yang diajukan adalah sebagai berikut: (1) seharusnya peternakan ayam itu mendirikan organisasi usaha peternakan ayam. Dengan adanya organisasi peternakan ayam maka akan kuat hubungan peternakan satu dengan peternakan yang lain; (2) perlu diadakan lagi penelitian tentang topik, lokasi yang sama sehingga dapat lebih mengetahui tentang masyarakat yang mendirikan peternakan ayam; (3) agar masyarakat yang mendirikan peternakan ayam ini tetap eksis dan warga masyarakat di kecamatan Kanigoro, pemerintah setempat menjaga dan mengembangkan potensi usaha peternakan ayam dengan mengadakan pembinaan serta memberikan perhatian yang lebih serius.

Pengaruh resiko sistematis, economic value added, dan profitabilitas terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2008-2009 / Andris Dinar Wijaya

 

Kata Kunci: risiko sistematis, economic value added, return on asset, return saham Penelitian ini dilatarbelakangi dengan pemikiran bahwa investor ingin mendapatkan keuntungan dari investasinya sehingga investor dapat melihat informasi dari faktor eksternal maupun faktor internal perusahaan. Faktor eksternal perusahaan adalah risiko sistematis, risiko ini disebabkan pajak, suku bunga, dan kebijakan pemerintah dan faktor internal merupakan analisis keuangan perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji pengaruh risiko sistematis, economic value added, dan return on asset terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2009-2009 Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif dan analisis data bersifat kuantitatif dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 35 perusahaan. Data penelitian ini meliputi laporan keuangan perusahaan dan data indeks harga saham selama periode 2008-2009. Analisis data kuantitatif agar dapat digunakan, diuji dengan uji asumsi klasik kemudian dapat dilakukan analisis regresi linier berganda dengan uji hipotesis secara parsial (uji t) dan uji hipotesis secara simultan (uji F). Pengolahan data yang dilakukan peneliti dibantu dengan program SPSS 17 for Windows. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa risiko sistematis berpengaruh positif secara parsial terhadap return saham dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sedangkan untuk variabel economic value added (EVA) dan return on asset (ROA) tidak berpengaruh secara parsial terhadap return saham dengan nilai signifikansi masing-masing variabel sebesar 0,457 > 0,05 dan 0,513 > 0,05. Tetapi secara simultan variabel risiko sistematis, economic value added (EVA) dan return on asset (ROA) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Penulis dapat menyimpulkan bahwa untuk mendapatkan return saham yang tinggi, para investor juga harus memperhitungkan risiko yang akan dihadapi. Meskipun hasil penelitian variabel economic value added dan return on asset tidak signifikan tetapi dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk melakukan investasi karena economic value added dan return on asset memperhitungkan kinerja suatu perusahaan. Penelitian ini memberikan saran untuk meneliti lebih jauh tentang faktor eksternal perusahaan dengan variabel suku bunga, pajak, kebijakan moneter dan harga saham pada penelitian selanjutnya.

Dampak fluktuasi indeks harga saham dan ekspor netto terhadap kurs rupiah pada masa krisis global / Fatoni

 

Kata kunci: indeks harga saham, ekspor netto, krisis global, kurs rupiah. Kurs atau nilai tukar memiliki peranan yang penting bagi perekonomian suatu negara. Apresiasi dan depresiasi nilai tukar mata uang suatu negara akan sangat mempengaruhi aktivitas dan stabilitas perekonomian negara tersebut. Pada tahun 2008 dunia dikejutkan dengan krisis finansial yang dialami oleh Amerika Serikat. Krisis tersebut bermula dari kerugian surat berharga property atau yang biasa disebut subprime mortgage yang dialami oleh lembaga-lembaga keuangan Amerika Serikat. Krisis ini pada akhirnya menjadi krisis keuangan global yang ikut mempengaruhi perekonomian negara-negara lain di seluruh dunia termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari fluktuasi nilai indeks harga saham dan ekspor netto yang terjadi pada saat krisis global terhadap kurs rupiah. Penelitian dirancang menggunakan metode kuantitatif dan termasuk dalam jenis penelitian korelasional. Data penelitian penelitian merupakan data sekunder dan diperoleh dengan menggunakan instrumen check list. Data yang terkumpul dianalisis secara matematis dengan teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi indeks harga saham berhubungan searah dengan kurs rupiah dan tidak berdampak signifikan, fluktuasi ekspor netto memiliki hubungan yang negatif dengan kurs rupiah dan berpengaruh signifikan, krisis global memiliki hubungan yang positif dengan kurs rupiah dan berdampak signifikan. Secara umum fluktuasi nilai indeks harga saham, ekspor netto, dan krisis global secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap kurs rupiah. Saran penulis bahwa lembaga Universitas Negeri Malang hendaknya hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi, kepustakaan, dan diharapkan dapat menjadi sumbangan bagi kepentingan atau perkembangan lembaga, terutama dalam bidang kajian permasalahan ekonomi. Peneliti selanjutnya hendaknya mampu menjelaskan secara lebih rinci mengenai hubungan masing-masing variabel terikat terhadap kurs rupiah dan bagi lembaga penentu kebijakan hendaknya hasil penelitian ini dijadikan referensi dan juga rujukan bahan pertimbangan saat terjadi krisis global di masa yang akan datang.

Pengaruh reengineering sumber daya manusia terhadap kinerja karyawan (studi pada PT. Aneka Tirta Sukoindo Sukorejo) / Yunita Misrani

 

Kata kunci : Reengineering, restrukturisasi organisasi, downsizing, kinerja. Persaingan kuat yang menyertai globalisasi dan perkembangan teknologi telah memberikan kebebasan memilih yang luas kepada masyarakat pengguna. Mereka menjadi semakin cerdas dalam menentukan pilihan, hanya produk yang mempunyai keunggulan biaya, kualitas layanan, dan kecepatan yang akan mereka pilih. Hal ini hanya bisa dicapai jika perusahaan dapat melakukan efektivitas untu meningkatkan kinerja bisnis mereka. Alternatif yang dapat dilakukan perusahaan dalam menghadapi permasalahan tersebut adalah reengineering atau perombakan secara besar-besaran terhadap bisnis yang dijalankan. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan mencapai posisi terdepan dalam persaingan, yaitu dengan membangun kompetensi inti ( core competitive ) sebagai sumber keunggulan kompetitif yang berkesinambungan. Target reengineering SDM berkaitan dengan penekanan biaya, peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan, dan perubahan budaya perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh restrukturisasi organisasi dan perampingan karyawan (downsizing) terhadap kinerja karyawan di PT. Aneka Tirta Sukoindo, Sukorejo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis explanatory dengan fokus penelitian pada kejadian lampau (expos factor). Dalam penelitian ini, populasi yang akan diteliti adalah 131 orang karyawan PT. Aneka Tirta Sukoindo. Sedangkan sampel yang diambil sebanyak 99 orang. Proses pengambilan sampel menggunakan metode sample random sampling. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner, kemudian dilakukan scoring dengan menggunakan skala Likert. Hasil scoring tersebut kemudian dianalisis secara statistik. Analisis data menggunakan analisis inferensial yaitu dengan teknik regresi linear berganda. Teknik analisis kualitatif juga digunakan untuk melakukan penarikan kesimpulan sebagai interpretasi dari hasil perhitungan statistik, dan hubungannya dengan variabel-variabel yang diteliti. Dalam teknik ini akan diketahui implikasi hasil jika dibandingkan dengan teori-teori reengineering SDM. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan beberapa hal antara lain : restrukturisasi organisasi (X1) dan perampingan karyawan (X2) memiliki pengaruh yang positif terhadap peningkatan kinerja karyawan (Y). Dalam hal ini perampingan karyawan memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap kinerja karyawan dibandingkan dengan restrukturisasi organisasi. Restruktrusisasi organisasi yang diterapkan ternyata memiliki kontribusi yang tidak lebih besar dari perampingan karyawan, sehingga untuk menunjang misi organisasi yang mengedepankan efisien dan efektivitas, fungsi staf pusat perlu lebih dimaksimalkan dengan melakukan perluasan tugas (job enlargement) dan pengayaan tugas (job enrichment) yang sesuai dengan jabaran tugas (job description) mereka. Reengineering perlu dilakukan perusahaan untuk meningkatkan efisien dan efektifitas organisasi yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas layanan, penekanan biaya, dan perbaikan budaya organisasi.

Pengaruh lingkungan kerja fisik, psikologi dan sosial terhadap semangat kerja melalui keselamatan dan kesehatan kerja (studi pada PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang) / Kartika Chandra Putri Andriani

 

Kata Kunci: Lingkungan Kerja Fisik, Lingkungan Kerja Psikologi dan Sosial, Keselamatan dan Kesehatan, Semangat Dalam lingkungan perusahaan, masalah keselamatan kerja adalah penting karena dengan lingkungan kerja yang aman, tenang dan tentram, maka orang yang bekerja akan bersemangat dan bekerja secara baik sehingga hasil kerjanya pun memuaskan. Demikian pula dengan masalah kesehatan kerja, kesehatan kerja yang baik akan membuat karyawan bekerja dengan baik karena karyawan merasa nyaman dalam menjalankan tugasnya, sebaliknya apabila lingkungan kerja kurang baik misalnya penerangan kurang, kebersihan yang tidak terjaga dan suhu sangat panas akan mengakibatkan semangat kerja yang menurun. Keselamatan, kesehatan dan lingkungan kerja yang baik menimbulkan rasa senang bagi karyawan dan dapat mempengaruhi karyawan agar dapat bekerja lebih giat dan semangat. Adanya semangat kerja yang tinggi diharapkan produktivitas kerja dalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaan akan meningkat, sehingga tujuan perusahaan akan tercapai dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja fisik, psikologi dan sosial terhadap semangat kerja melalui keselamatan dan kesehatan kerja pada PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang. Penelitian ini dilaksanakan di PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang pada bulan September-Oktober 2010. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan bagian produksi PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang yang berjumlah 75 orang, sedangkan sampelnya diambil sebanyak 64 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu lingkungan kerja fisik (X1), lingkungan kerja psikologi dan sosial (X2), variabel intervening yaitu keselamatan dan kesehatan kerja (Z), dan variabel terikat semangat kerja (Y). Instrumen penelitian ini menggunakan item-item dari penelitian terdahulu yang telah teruji, sehingga untuk uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (Path Analysis). Tujuan dari analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung antar variabel. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dalam penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara lingkungan kerja dari segi fisik terhadap keselamatan dan kesehatan kerja karyawan di PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang, (2) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara lingkungan kerja dari segi psikologi dan sosial terhadap keselamatan dan kesehatan kerja karyawan di PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang, (3) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara lingkungan kerja dari segi fisik terhadap semangat kerja karyawan di PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang, (4) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara lingkungan kerja dari segi psikologi dan sosial terhadap semangat kerja karyawan di PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang, (5) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara keselamatan dan kesehatan kerja karyawan terhadap semangat kerja karyawan di PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang, (6) Terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan antara lingkungan kerja dari segi fisik terhadap semangat kerja karyawan melalui keselamatan dan kesehatan kerja karyawan di PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang, dan (7) Terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan antara lingkungan kerja dari segi psikologi dan sosial terhadap semangat kerja karyawan melalui keselamatan dan kesehatan kerja

Analisis faktor-faktor yang menentukan keputusan berkunjung di Wisata Arung Jeram Regulo Kabupaten Probolinggo / Vinda Eka Yuwanita

 

Kata Kunci: Analisis Faktor, Keputusan Berkunjung Pada sektor pariwisata pada saat ini sudah menjadi tumpuan harapan pemasukan yang disebut industri pariwisata. Indonesia memiliki aset wisata yang sangat banyak hampir disetiap daerah mempunyai tempat wisata. Dalam melakukan kegiatan wisata, biasanya para wisatawan mempunyai banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan untuk berkunjung. Faktor tersebut bisa berupa faktor objek wisata dimana suatu tempat wisata yang biasa dikunjungi karena keindahan alam dan pada wisata tersebut mempunyai nilai-nilai sejarah dan objek wisata merupakan suatu produk dari suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dari faktor produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, bukti fisik terhadap keputusan berkunjung, serta untuk mengetahui faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi keputusan berkunjung di wisata arung jeram regulo Kabupaten Probolinggo. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengunjung wisata arung jeram regulo di Kabupaten Probolinggo. Populasi dalam penelitian ini termasuk dalam populasi yang tidak bisa ditentukan jumlahnya (Infinite population). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Accidental sampling dengan menggunakan rumus Daniel dan Terrel dihasilkan jumlah sampel 140 responden. Sedangkan skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa diantara faktor produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, bukti fisik, faktor bukti fisik adalah faktor yang paling dominan di dalam mempengaruhi keputusan berkunjung di wisata arung jeram regulo Kabupaten Probolinggo. Karena memiliki nilai eigen value tertinggi sebesar 10,964 dibandingkan dengan faktor lainnya. Saran yang diberikan penulis guna untuk kemajuan wisata arung jeram regulo di Kabupaten Probolinggo adalah (a) Bagi pemerintah, Meningkatkan pelayanan jasa sebagai prioritas utama dalam membentuk pengunjung yang loyal seperti membantu dalam perbaikan jalan menuju start yang masih kurang maksimal, memberikan atau menambah papan petunjuk sehingga pengunjung yang baru pertama kali datang tidak bingung, (b) Bagi manajemen, Menciptakan total customer saticfaction seperti memperbaiki bukti fisik, pelayanan yang diberikan kepada pengunjung lebih ditingkatkan, pembaharuan fasilitas sehingga pengunjung yang datang beberapa kali tidak bosan dengan mendalami faktor¬faktor yang menentukan keputusan berkunjung, sehingga harapan untuk memiliki pelanggan yang loyal akan tercapai, (c) Bagi pengunjung, Memberikan kerjasama yang baik seperti menjaga kebersihan lokasi wisata arung jeram regulo, menyampaikan kepada karyawan keluhan yang dirasakan sehingga managemen atau karyawan dapat memperbaiki tingkat layanan yang diberikan, (d) Bagi peneliti yang akan datang, Untuk medapatkan hasil penelitian yang lebih umum maka perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan analisis pada tempat wisata yang sejenis pada perusahaan yang berbeda sehingga dapat menggambarkan hasil penelitian secara umum.

Pengaruh economic value added (EVA), market value added (MVA), return on assets (ROA), return on equity (ROE), dan earning per share (EPS) terhadap return (studi pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di BEi periode 2009) / Alif Anita Fahmi

 

Kata Kunci : Economic Value Added (EVA), Market Value Added (MVA), Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), Return Perusahaan LQ 45 merupakan perusahaan yang mempunyai likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar terbesar. Sehingga hal ini menarik perhatian investor untuk berinvestasi diperusahaan yang tergabung di dalamnya. Ketertarikan investor ini dikaitkan dengan ekspektasi memperoleh return. Selain itu LQ 45 dianggap memiliki kinerja bagus di BEI. Kinerja perusahaan yang bagus dapat diketahui dari nilai tambah yang diberikan perusahaan kepada investor. Kemudian untuk mengukur kinerja perusahaan tersebut digunakan alat ukur berupa EVA, MVA, ROA, ROE, dan EPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari alat-alat ukur tersebut terhadap Return. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan LQ 45 yang terdaftar di BEI periode 2009 berjumlah 45 perusahaan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu penentuan sampel berdasarkan kriteria tertentu sehingga menghasilkan sampel berjumlah 30 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi berganda dan analisis statistik yang berupa uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Economic Value Added (EVA) tidak berpengaruh positif signifikan terhadap return, (2) Market Value Added (MVA) tidak berpengaruh positif signifikan terhadap return, (3) Return On Assets (ROA) tidak berpengaruh positif signifikan terhadap return, (4) Return On Equity (ROE) berpengaruh positif signifikan terhadap return, (5) Earning Per Share (EPS) tidak berpengaruh positif signifikan terhadap return, (6) Economic Value Added (EVA), Market Value Added (MVA), Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) berpengaruh secara simultan terhadap return, (7) Market Value Added (MVA) tidak berpengaruh dominan terhadap return. Saran bagi Perusahaan LQ 45 perlu menjaga kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan ROE sebagai alat ukur kinerja keuangan agar return saham meningkat, karena pada penelitian ini ROE memiliki pengaruh yang dominan terhadap return. Bagi investor yang akan berinvestasi diharapkan menggabungkan konsep EVA, MVA dan rasio keuangan konvensional dalam melakukan analisis kinerja perusahaan untuk mendapatkan perhitungan dengan hasil yang lebih optimal

Penerapan perpaduan model pembelajaran cross review horay dan guided note taking untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS 2 di MAN 3 Malang / Riska Pristiani

 

Kata Kunci: model pembelajaran cross review horay, model pembelajaran guided note taking, kemampuan berpikir kreatif, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi awal diketahui bahwa kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 MAN 3 Malang dalam proses belajar mengajar masih rendah dibuktikan dengan hasil belajar siswa awal yang rata-rata masih 68,12. Guru selalu berusaha menerapkan model-model pembelajaran yang inovatif seperti Jigsaw, STAD. Namun, terkadang kurang tepat saat peaksanaan model tersebut. Berkaitan dengan itu, maka peneliti memutuskan menerapkan perpaduan model pembelajaran Cross Review Horay dan Guided Note Taking. Rumusan masalah penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1)Bagaimana pe-nerapan perpaduan model pembelajaran Cross Review Horay dan Guided Note Tak-ing pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS 2 di MAN 3 Malang, (2)Apakah Penerapan perpaduan model pembelajaran Cross Review Horay dan Guided Note Taking dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif pada mata pe-lajaran ekonomi siswa kelas XI IPS 2 di MAN 3 Malang, (3)Apakah penerapan per-paduan model pembelajaran Cross Review Horay dan Guided Note Taking dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS 2 di MAN 3 Malang, dan (4)Bagaimana respon siswa kelas XI IPS 2 di MAN 3 Malang terhadap Penerapan Perpaduan Model Pembelajaran Cross Review Horay dan Guided Note Taking. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berlangsung dalam 2 siklus, Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 MAN 3 Malang yang terdiri dari 33 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, angket dan catatan lapangan. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil observasi Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dengan dua siklus juga telah memperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa perpaduan model pembelajaran Cross Review Horay dan Guided Note Taking dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dari siklus 1 ke siklus 2 yaitu 14,18% dilihat dari 5 aspek yang diteliti dan hasil belajar siswa tampak dari adanya jumlah siswa yang tuntas belajar dari siklus 1 ke siklus 2 dengan keterangan sebagai berikut : (a) Peningkatan hasil belajar dilihat dari aspek kognitif siswa yang tuntas siklus 1 ke siklus 2 yaitu 21,88% (7 siswa); (b) Dilihat dari aspek afektif siswa yang tuntas siklus 1 dan siklu 2 yaitu 24,3% (7 i siswa); (c) Serta dilihat dari aspek psikomotorik jumlah siswa yang tuntas siklus 1 ke siklus 2 yaitu 39% (12 Siswa). Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian tersebut yaitu: (1)Penerapan perpaduan model pembelajaran tersebut pada mata pelajaran ekonomi berjalan baik; (2)Penerapan perpaduan model pembelajaran tersebut dapat Meningkatkan kemampuan berpikir kreatif; (3)Penerapan perpaduan model pembelajaran tersebut dapat meningkatkan hasil belajar; dan (4)Respon siswa kelas XI IPS 2 di MAN 3 Malang terhadap penerapan perpaduan model pembelaja-ran tersebut adalah positif. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan, yaitu: (1) Bagi sekolah, dapat sebagai bahan referensi sekolah untuk peningkatan mutu pendidikan di MAN 3 Malang; (2) Bagi guru-guru, hendaknya mulai mencoba menerapkan perpaduan model pembelajaran tersebut; (3) Bagi siswa, hendaknya siswa lebih termotivasi dan aktif saat mendengarkan pelajaran ekonomi; (4) Bagi peneliti, hendaknya lebih tanggap dengan permasalahan dalam pendidikan khususnya dalam pelajaran ekonomi

Penerapan metode pembelajaran numbered heads together (NHT) dan Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan minat belajar dan keterampilan sosial pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 2 Blitar / Rose Eva Dalila

 

Kata Kunci: Penerapan, NHT, STAD, Minat belajar, Keterampilan Sosial. Banyak sekali penerapan pembelajaran ekonomi yang diterapkan Guru dilingkungan sekolah. Siswa akan mengalami kebosanan bila guru tidak menggunakan metode pembelajaran yang berfariasi untuk pembelajaran. Bila siswa mengalami kebosanan maka akan menimbulkan kurangnya semangat siswa untuk mempelajari ekonomi, sehingga pengaruhnya akan terjadi minat belajar dan keterampilan sosial siswa menjadi berkurang.Melalui pembelajaran NHT diharapkan siswa belajar berdiskusi dengan menggunakan penomoran. Selain itu juga menggunakan strategi pembelajaran yang berupa STAD untuk melatih ketrampilan siswa dalam bersosialisasi di dalam kelompok. Penelitian di SMAN 2 Blitar bertujuan sebagai berikut: (1)Untuk mendeskripsikan minat belajar dan keterampilan sosial siswa kelas X SMAN 2 Blitar belajar dengan menggunakan pendekatan metode pembelajaran NHT. (2)Untuk mendeskripsikan minat belajar dan keterampilan sosial siswa kelas X SMAN 2 Blitar belajar dengan menggunakan metode pembelajaran STAD. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Karena dalam penelitian ini ada pemberian perlakuan terhadap kelas kontrol dan kelas eksperimennya. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Claaroom Action Researh). Dengan melihat peningkatan minat belajar dan keterampilan sosial siswa dengan menggunakan metode NHT dan metode STAD. PTK dilakukan proses pengkajian berdaur dari 4 tahap yaitu : (1)perencanaan tindakan (2) pelaksanaan tindakan (3) mengamati atau observasi (4) merefleksi.Analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif. Tetapi nantinya dalam penelitian ini hasil kenaikan motivasi dan hasil belajar pada kedua metode NHT dan STAD kemudian dibandingkan dengan metode eksperimen dengan membandingkan kenaikan minat belajar dan keterampilan sosial belajar siswa pada pembelajaran STAD dan NHT dengan menggunakan Uji Beda Mean(Compare means). Berdasarkan analisis data, pada metode NHT angket motivasi belajar siswa adalah 81% dan metode STAD yang dilakukan pada Siklus adalah 70% dengan kriteria Tinggi dari masing-masing kelas. Sedangkan hasil keterampilan sosial pada kelas NHT pada siklus I adalah mengirimkan pesan emosional (3%), mengekspresikan sikap orientasi antar personal (36%), menginterprestasi sikap orang lain (1%), Ekspresi diri secara verbal (9%), kelancaran berbicara (4%), inisiatif memulai pembicaraan (3%), memahami komunikasi verbal orang lain (33%). Sedangkan pada kelas STAD adalah mengirimkan pesan emosional (4%), mengekspresikan sikap orientasi antar personal (41%), menginterprestasi sikap orang lain (8%), Ekspresi diri secara verbal (16%), kelancaran berbicara (12%), memahami komunikasi verbal orang lain (8%). Pada siklus I tidak ada perbedaan dari penerapan NHT dan STAD dalam meningkatkan minat belajar dan keterampilan sosial dengan taraf siginifikasi 0,698. Sedangkan pada siklus II hasil minat belajar pada kelas NHT adalah 100% dan kelas STAD adalah 91% dengan kriteria Sangat Tinggi. Dan hasil keterampilan Sosial pada kelas NHT mengirimkan pesan emosional (9%), mengekspresikan sikap orientasi antar personal (45%), menginterprestasi sikap orang lain (6%), Ekspresi diri secara verbal (9%), kelancaran berbicara (12%), inisiatif memulai pembicaraan (6%), memahami komunikasi verbal orang lain (12%). Pada kelas STAD hasil observasi keterampilan sosial adalah mengirimkan pesan emosional (9%), mengekspresikan sikap orientasi antar personal (45%), menginterprestasi sikap orang lain (12%), Ekspresi diri secara verbal (9%), kelancaran berbicara (9%), memahami komunikasi verbal orang lain (15%). Pada siklus II juga tidak ada perbedaan dari penerapan metode pembelajaran NHT dan STAD dalam meningkatkan minat belajar dan keterampilan sosial dengan taraf signifikasi 0,138 Diharapkan penelitian serupa dimasa yang akan datang menjadi lebih baik. Bertitik tolak dari penelitian ini, ada beberapa saran yang diajukan oleh peneliti antara lain: (1) bagi guru Ekonomi hendaknya bisa menerapkan metode pembelajaran NHT dan STAD dalam proses pembelajaran, karena kedua metode ini mampu meningkatkan minat belajar dan keterampilan sosial. (2) bagi sekolah hendaknya digunakan sebagai bahan masukan untuk meningkatkan proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode NHT dan STAD. (3) bagi peneliti digunakan sebagai peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang pembelajaran NHT dan STAD sebagai wahana untuk praktik pengembangan dan penerapan pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan sehingga dapat menjadi calon guru yang profesional sehingga dapat dijadikan referensi untuk digunakan penelitian lebuh lanjut.

Pengaruh kondisi sosial dan ekonomi orang tua terhadap motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi (studi kasus pada siswa kelas XII SMA Negeri Plandaan tahun ajaran 2010/2011) / Abhida Andriani

 

Pengaruh debt to equity ratio (DER) dan long-term debt to equity ratio )LDER) terhadap return saham melalui earnings per share (EPS) pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008 / Bambang Wijanarko

 

Kata Kunci: DER, LDER, EPS, Return Saham Dalam manajemen keuangan, kita kenal 3 fungsi utama, yaitu fungsi penggunaan dana yang menyangkut investasi, fungsi mendapatkan dana yang menyangkut keputusan pendanaan serta fungsi pengalokasian laba yang menyangkut kebijakan deviden. Investasi yang dilakukan investor pada asset keuangan mengandung banyak ketidakpastian, sehingga investor perlu melakukan penilaian terhadap instrument keuangan yang akan dipilihnya. Saham adalah salah satu instrument keuangan yang diminati oleh investor. Para investor hendaknya menganalisa kinerja perusahaan emiten sehingga investor dapat memperoleh gambaran perusahaan yang dapat meningkatkan keuntungan bagi investor. Kemampuan atau kinerja suatu perusahaan tercermin dalam laporan keuangan, yang dapat diukur dengan menggunakan rasio. Rasio tersebut antara lain debt to equity ratio (DER) dan long-term debt to equity ratio (LDER) untuk mengukur leverage perusahaan, earnings per share (EPS) untuk mengukur tingkat laba per lembar saham perusahaan, dan return saham untuk mengukur tingkat pengembalian perusahaan atas sahamnya. Leverage dan earnings per share perlu diperhatikan karena hal tersebut dapat mempengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan maupun keputusan investor dalam berinvestasi, sehingga ketiga rasio tersebut mempunyai peran dalam mempengaruhi perubahan return saham. Oleh karena itu penting untuk mengetahui seberapa besar pengaruh debt to equity ratio (DER) dan long-term debt to equity ratio (LDER) terhadap return saham melalui earnings per share (EPS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat debt to equity ratio (DER), long-term debt to equity ratio (LDER), earnings per share (EPS), return saham, serta untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan antara debt to equity ratio (DER), long-term debt to equity ratio (LDER) terhadap earnings per share (EPS) dan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan antara rasio debt to equity ratio (DER), long-term debt to equity ratio (LDER) terhadap return saham baik secara langsung maupun secara tidak langsung melalui earnings per share (EPS). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian explanatory research. Populasi yang digunakan adalah keseluruhan perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008. Pemilihan sampel dengan cara purposive sampling dan diperoleh 17 perusahaan sampel. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD), www.idx.co.id, dan www.duniainvestasi.com. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis), dan analisa data menggunakan bantuan SPSS for windows dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debt to equity ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap earnings per share (EPS), long-term debt to equity ratio (LDER) berpengaruh signifikan terhadap earnings per share (EPS), debt to equity ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap return saham, long-term debt to equity ratio (LDER) berpengaruh signifikan terhadap return saham, earnings per share (EPS) tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Dalam hal ini tidak ada pengaruh antara variabel bebas (DER dan LDER) terhadap variabel terikat (return saham) secara tidak langsung melalui variabel intervening (EPS). Saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan penelitian ini adalah, bagi investor untuk menentukan investasi selanjutnya investor hendaknya memberi perhatian lebih terhadap kondisi leverage perusahaan dan tetap memperhatikan faktor fundamental perusahaan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan yang lain, seperti likuiditas dan profitabilitas. Selain itu, investor juga harus memperhatikan faktor makro yang terjadi, seperti inflasi, kurs, tingkat suku bunga dan informasi yang beredar. Bagi perusahaan, seharusnya perusahaan tetap menjaga dan meningkatkan kinerja keuangannya, terutama dalam menjaga rasio leverage. Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya meningkatkan cara mengukur atau mendeteksi faktor-faktor yang mempengaruhi return saham, lebih baik mengamati untuk periode waktu yang berbeda dengan jangka waktu pengamatan yang lebih lama dari penelitian ini dan memperbanyak jumlah perusahaan yang dijadikan sampel.

Analisis elastisitas pendapatan asli daerah (PAD) terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) di Kabupaten Malang tahun 2005-2009 / Nia Erita Sari

 

Kata Kunci: Otonomi Daerah, PAD, PDRB, Elastisitas. Sejalan dengan Otonomi daerah, sumber penerimaan daerah sebagian besar berasal dari PAD. Komponen PAD terdiri dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-lain PAD yang Sah. Apabila tingkat penerimaan PAD berubah maka nilai penerimaan PDRB juga mengalami perubahan sesuai dengan konsep elastisitas. Dalam penelitian ini diduga Pajak Daerah dan Laba Perusahaan Daerah yang memiliki kontribusi terbesar terhadap perubahan PDRB di Kabupaten Malang. Untuk mengetahui fokus dari penelitian ini, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut. (1) Berapa besarnya nilai elastisitas Pajak Daerah terhadap Perubahan PDRB di Kabupaten Malang Tahun 2005-2009 ? (2) Berapa besarnya nilai elastisitas Retribusi Daerah terhadap Perubahan PDRB di Kabupaten Malang Tahun 2005-2009 ? (3) Berapa besarnya nilai elastisitas Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan terhadap Perubahan PDRB di Kabupaten Malang Tahun 2005-2009 ? (4) Berapa besarnya nilai elastisitas Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah terhadap Perubahan PDRB di Kabupaten Malang Tahun 2005-2009 ? (5) Manakah diantara Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-lain PAD yang Sah yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB di Kabupaten Malang Tahun 2005-2009 ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini dirancang dengan rancangan kuantitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Malang dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Malang. Obyek Penelitian terdiri dari PAD dan PDRB selama 5 (lima) tahun, yakni mulai tahun 2005 sampai dengan tahun 2009. Analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan Elastisitas. Dengan hasil perhitungan analisis elastisitas menunjukkan bahwa dari tahun 2005-2009 PAD yang memiliki nilai kontribusi terbesar terhadap perubahan PDRB adalah Lain-Lain PAD yang Sah dengan nilai elastisitas rata-rata sebesar 2,35% yang memiliki makna elastisitas lebih dari satu atau elastis. Semakin elastis PAD terhadap perubahan PDRB maka struktur keuangan daerah tersebut relatif semakin membaik Adapun saran yang dapat dijadikan pertimbangan dalam mengoptimalkan usaha intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan sehingga akan dapat mengalami peningkatan yang lebih besar dan stabil setiap tahunnya dan mengoptimalkan kinerja sektor-sektor lain selain sektor yang menjadi prioritas pembangunan.

Ciri-ciri teks berita karangan siswa kelas IX SMPN 1 Sidayu Kabupaten Gresik tahun ajaran 2010/2011 / Vita Syafa'atin

 

Kata kunci: ciri-ciri, teks berita karangan siswa Kompetensi menulis teks berita tentu dipandang sebagai kompetensi yang penting untuk dikuasai peserta didik sehingga pemerintah sebagai perancang kurikulum memasukkannya sebagai salah satu materi yang dibelajarkan di sekolah-sekolah, khususnya pada jenjang sekolah menengah. Siswa yang pada hakekatnya baru dalam proses belajar menulis berita tentu memiliki ciri-ciri tersendiri dalam tulisannya. Mengetahui ciri-ciri teks berita karangan siswa menjadi pengetahuan yang penting mengingat siswa masih dalam tahap belajarnya itu. Hal tersebut yang melatarbelakangi penelitian deskriptif kualitatif ini. Tujuan penelitian ini adalah memberikan deskripsi tentang ciri-ciri teks berita karangan siswa. Ciri-ciri tersebut menyangkut masalah isi serta gaya penulisannya. Aspek isi meliputi unsur pokok berita yang lebih dikenal dengan 5W 1H. Dalam teori berita yang ideal, meskipun ada begitu banyak unsur yang ada dalam suatu berita, akan tetapi yang menjadi unsur pokok suatu teks berita tetap 5W + 1H. Selain itu, teks berita juga tidak bisa dipisahkan dari strukturnya. Secara keseluruhan bangunan teks berita terdiri atas judul, teras, dan tubuh berita. Masing-masing bagian tersebut dapat dibuat dengan gaya penulisan tertentu. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan data yang bersifat deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah penelitian yang dipaparkan secara deskriptif berupa kata-kata tertulis dari objek penelitian yang dapat diamati. Dengan demikian, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Pendekatan tersebut sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu memperoleh deskripsi tentang ciri-ciri teks berita karangan siswa kelas IX SMPN 1 Sidayu.Tahap pelaksanaan penelitian dilakukan dengan tiga kegiatan, yaitu: (1) pengumpulan data, (2) pengolahan data, (3) interpretasi hasil pengolahan data. Instrumen yang digunanakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu instrumen pengumpul data, berupa tes serta instrumen pengolah data yang berupa tabel penjaring data. Analisis data dilakukan dengan empat langkah, yaitu: (1) mempelajari data, (2) identifikasi data, (3) penafsiran data hasil, dan (4) pengkodean. Hasil penelitian ini berupa deskripsi tentang ciri-ciri teks berita karangan siswa kelas IX SMPN 1 Sidayu dilihat dari aspek isi dan gaya penulisannya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa ciri-ciri isi teks berita karangan siswa adalah menyangkut masalah unsur pokok berita, yakni 5W 1H yang meliputi kelengkapan dan penataannya serta mencakup pula kelengkapan struktur teks berita, yakni judul berita, teras berita, dan tubuh berita. Ciri-ciri isi teks berita karangan siswa ada yang secara lengkap memuat 5W 1H yang meliputi apa yang diberitakan, siapa yang diberitakan, kapan terjadinya peristiwa tersebut, dimana terjadinya peristiwa yang diberitakan, mengapa hal itu bisa terjadi, serta bagaimana proses kejadiannya. Teks berita karangan siswa kelas IX SMPN 1 Sidayu ada pula yang tidak lengkap, seperti tanpa unsur siapa, tanpa unsur kapan, tanpa unsur dimana, dan tanpa unsur mengapa sehingga teks berita tersebut hanya memuat lima dari enam unsur pokok berita yang seharusnya ada dalam sebuah teks berita. Dalam hal penataan juga demikian, ada yang menonjolkan unsur kapan, menekankan unsur apa, menekankan unsur siapa, dan menekankan unsur dimana. Penekanan pada salah satu unsur pokok berita tersebut akan mempengaruhi gaya penulisan teras beritanya, khususnya pada model teras berita 5W1H. Berdasarkan hasil analisis, ciri-ciri gaya penulisan yang digunakan dalam menulis judul ada empat, yakni dengan menggunakan kalimat tunggal, kalimat majemuk, frasa, dan kata. Dalam menulis judul juga digunakan majas. Ada empat majas yang ditemukan dari hasil analisis terhadap penulisan judul berita pada teks berita karangan siswa, yaitu majas personofikasi, hiperbola, metafora, dan metonimia. Untuk ciri-ciri gaya penulisan teras berita digunakan enam model dari 11 model yang ada dalam teori, yaitu model 5W 1H, model kisahan, model deskrispi, model pertanyaan, model ucapan kondang, dan model figuratif. Dengan demikian, model teras berita yang tidak digunakan adalah model sapaan, model menuding, model penggoda/teaser, model kutipan langsung, dan model literer. Ciri-ciri gaya penulisan tubuh berita ada empat yang digunakan, yaitu menggunakan model blok, model rekatan, model tematik, dan model kronologi. Penggunaan model spiral tidak ditemukan dalam penulisan tubuh teks berita karangan siswa kelas IX SMPN 1 Sidayu. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa memiliki ciri-ciri sendiri dalam menulis teks berita. Ciri-ciri-ciri-ciri tersebut ada yang sesuai dan ada yang tidak sesuai dengan teori berita yang ideal. Hasil penelitian ini bisa dimanfaatkan menjadi bahan evaluasi pembelajaran menulis teks berita dan disarankan bagi guru untuk menggunakan media yang konkret dalam mengajarkan menulis teks berita, misalnya surat kabar, agar anak terbiasa untuk mengenali ciri-ciri teks berita yang baik.

Pengaruh penggunaan model STAD-PETA konsep terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMK Putra Indonesia Malang pada materi pokok materi dan perubahannya / Dewi Kurniawati

 

Kata kunci: STAD, peta konsep, prestasi belajar, respon, materi dan perubahannya, SMK Pembelajaran kimia menurut KTSP SMK disarankan dapat melibatkan siswa secara aktif. Salah satu strategi pembelajaran inovatif yang dapat memberikan dampak positif baik pada kualitas proses maupun prestasi belajar adalah pembelajaran kooperatif seperti tipe Student Team Achievement Division (STAD) yang dipadukan dengan pembelajaran peta konsep. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD-peta konsep, (2) mengetahui perbedaan prestasi belajar kognitif antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD-peta konsep dengan siswa yang dibelajarkan dengan strategi peta konsep, (3) mendeskripsikan respon siswa terhadap penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD-peta konsep dan strategi peta konsep pada (4) mendeskripsikan kemampuan siswa dalam membuat peta konsep yang dibelajarkan dengan model kooperatif tipe STAD-peta konsep dibandingkan siswa yang dibelajarkan dengan strategi peta konsep, dan (5) mendeskripsikan pengaruh penilaian aktivitas siswa di dalam kelompok terhadap prestasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD-peta konsep. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu dan deskriptif kuantitatif. Rancangan eksperimental semu digunakan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa. Sedangkan rancangan deskriptif kuantitatif digunakan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dan respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif STAD-peta konsep. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X B dan X C SMK Putra Indonesia tahun ajaran 2010/2011. Instrumen penelitian yang digunakan berupa instrumen perlakuan (terdiri dari silabus, RPP, lembar diskusi dan hands out), dan instrumen pengukuran (terdiri dari tes dan lembar observasi penilaian kelompok). Analisis dilakukan dengan uji t pada taraf signifikansi α = 0,05 dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar kelas eksperimen (dibelajarkan dengan pembelajaran STAD-peta konsep) lebih baik dari pada kelas kontrol (dibelajarkan dengan peta konsep), hal ini didasarkan pada hasil uji t pihak kanan yang menunjukkan t hitung > t tabel (52,01 > 1,995). Keterlaksanaan pembelajaran kooperatif STAD-peta konsep telah berlangsung cukup baik dengan persentase keterlaksanaan: 92,16% sampai 97,98%. Rata-rata prestasi belajar siswa kelas eksperimen adalah 79,34 dengan ketuntasan 81,58% serta kelas kontrol dengan nilai rata-rata 73,68 dan ketuntasan 57,89%. Sebanyak 55,26% siswa memberikan respon sangat positif dan 44,74% siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran kimia dengan menggunakan model kooperatif STAD-peta konsep. Siswa memberikan respon sangat positif (65,79%), respon positif (15,79%), dan respon netral (18,42%) terhadap pembelajaran peta konsep. Nilai rata-rata kelas kontrol dalam membuat peta konsep adalah 83,51 sedangkan kelas eksperimen adalah 77,68. Penilaian aktivitas siswa di dalam kelompok dapat memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat meningkatkan nilai tes prestasi belajar dan persentase ketuntasan yang tinggi (80-100%) dalam tiap kelompok yang berhasil menerapkan model pembelajaran STAD-peta konsep. Kelas harus terkondisi dengan baik selama pelaksanaan pembelajaran STAD-peta konsep sebab diperlukan alokasi waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, perlu adanya manajemen yang baik dari guru untuk mengelola kelas dan waktu agar kompetensi dasar yang diharapkan dapat tercapai.

Kovariasi keruangan antara jarak dari jalan utama dan kenyamanan bermukim dengan nilai tanah di Kotamadya Malang / oleh Suwandak

 

Pengembangan media sederhana tiga dimensi Ritatoon guna meningkatkan kemampuan menulis anak di TK Laboratorium Universitas Negeri Malang / Tantri Ristikawati

 

Kata Kunci : Media sederhana tiga dimensi Ritatoon, TK, Pengembangan Media tiga dimensi pada umumnya tergolong sederhana atau pemanfaantanya, namun dalam pembuatannya sebagian dapat dengan mudah kita buat sendiri akan tetapi sebagian sulit dan rumit pembuatannya sehingga perlu bantuan orang lain. Istilah sederhana ini digunakan atas pertimbangan pada ciri-ciri umum yang dimilikinya yaitu: (1) Sederhana penggunaanya dalam kegiatan belajar-mengajar tanpa harus memerlukan keahlian atau ketrampilan teknis secara khusus (2) Dapat dibuat sendiri oleh guru (3) Bahan dan peralatan yang diperlukan untuk membuat mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Sedangkan TK adalah salah satu bentuk pendidikan pra sekolah yang menyediakan progam pendidikan dini bagi anak usia empat tahun sampai memasuki pendidikan dasar, dengan memakai kurikulum yang disebut dengan Progam Kegiatan Belajar (PKB). Sebutan taman secara harfiah pada taman kanak-kanak adalah arti tempat yang nyaman untuk bermain, dalam pengertian perilaku guru, penataan sarana dan prasarana, dan progam kegiatan belajar harus menciptakan suasana yang nyaman bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak didik taman kanak-kanak adalah usia 4-6 tahun, sedangkan dalam pendidikan taman kanak-kanak adalah satu sampai dua tahun, dan tidak ada istilah naik kelas atau tinggal kelas. Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan media sederhana tiga dimensi yang nantinya dapat memecahkan masalah dalam pembelajaran, agar tujuan pembelajran dapat dicapai dengan hasil yang maksimal. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk memecahkan masalah belajar pada anak TK Laboratorium Universitas Negeri Malang. Metode pengembangan yang dipakai menggunakan metode pengembangan Sadiman, sedangkan metode pengumpulan data, yang digunakan adalah teknik angket atau kuesioner dan tes hasil belajar. Hasil penelitian ini adalah bahwa penggunaan media sederhana tiga dimensi ritatoon dapat meningkatkan kemampuan menulis anak di TK Laboratorium Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan kepada guru untuk memanfaatkan penggunaan media 3D ritatoon pada saat kegiatan belajar.

Studi tentang sarana dan prasarana pendidikan jasmani di SMK Negeri se-kota Malang / Warisul Firdaus Kusfianto

 

Utilizing English songs to improve the listening ability of the eight graders of SMPN 1 Besuk Probolinggo / Wahyu Rachmat Hidayat

 

Keywords: English songs, Listening Ability, Action Research The objective of teaching English in SMP based on the 2006 Standard of Content is that the students can develop their communicative competence both in oral and written forms to achieve a certain functional literacy stage. It involves four skills: listening, speaking, reading, and writing. For this purpose a learner must develop the language skills needed in communication, namely listening, speaking, reading, and writing. Concerning those statements, the researcher found that listening had not proper attention in the teaching of English. In relation to this problem, this study was intended to describe how utilizing English songs can improve the listening ability of the eighth graders of SMPN I Besuk Probolinggo. The design of this study was Classroom Action Research which consisted of two cycles because in the second cycle the criterion of success was achieved. Each of them consisted of three meetings for teaching and learning process and one meeting for quiz. This research used Kemmis and Mc Taggart’s model of Classroom Action Research which consisted of planning, implementing, observing, and reflecting. The subject of the research was 37 students of the eighth graders class A at SMPN 1 Besuk. The data were collected through the following instruments: listening test, students’ notes, interview guide, and field notes. The researcher then formulated the research problem which was ‘’How can the utilization of English songs to improve the listening ability of the eighth graders of SMPN I Besuk Probolinggo. The students’ scores gradually increased from preliminary test to the listening test administered after two cycles of the study. The mean score of preliminary test was 47, in the first listening test was 56, and in the second listening test was 62. In Cycle II, the classroom set-up was changed, here the students who had problem in Cycle I were moved on the first row. For the third meeting in second cycle, the teacher asked the students to tell the most beautiful vacation spot. Then, the teacher told Maribeth’s experience. Next, the teacher distributed students’ worksheet and asked the students to do work. In whilst-activities, the song was played three times. The first, the students just listened while the song was playing. The second, the students wrote the answer while the song was playing with some pauses. The last, the students did correction while the song was playing again for the last. Next, the teacher gave opportunity to the students to write their answers on the white board and the teacher checked their answers. In post activities, they sang together and the teacher ended the lesson by asking if students had questions. Based on the research findings, it was concluded that the implementation of utilizing English songs in teaching listening comprehension could improve the students’ listening ability. Therefore, it is suggested that English teachers use English songs for their strategy, especially to improve the listening ability of the students. For the school, especially the principal is suggested to hold a workshop to introduce utilizing English songs technique to the secondary school because this technique was good to be implemented to the junior students. For other researchers, it is also suggested that they use the results of this research as reference.

Pengaruh stretching duduk terhadap jarak tempuh lari 3 detik pada anak autis di Sekolah Laboratorium Autisme Universitas Negeri Malang / Aditya Hapreda Kurniawan

 

Kata kunci: autis, jarak tempuh lari 3 detik, stretching Autis merupakan masalah fenomenal yang menghiasi kehidupan masyarakat dikarenakan jumlahnya yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Autis disini dapat diartikan sebagai kumpulan sindrom yang mengganggu syaraf dan umumnya terjadi pada anak-anak yang gejalanya muncul sebelum anak mencapai umur 3 tahun. Anak autis memiliki gangguan pada indera proprioseptif yang berhubungan dengan gerak tubuh dan mengakibatkan keterbatasan gerak. Adanya gangguan ini menyebabkan gangguan keterampilan motorik kasar seperti lari. Keterbatasan gerak dalam melakukan gerakan lari menjadikan kecepatan lari anak autis kurang begitu maksimal sehingga jarak tempuh yang dihasilkan menjadi pendek. Salah satu cara yang digunakan untuk mengukur kecepatan lari adalah tes lari cepat 3 detik, dengan tolak ukur jarak tempuhnya. Pemberian stretching diharapkan dapat membantu mengatasi gangguan gerak tersebut. Stretching disini merupakan olahraga yang berguna untuk menggerakan otot, ligamen, dan persendian. Pemberian stretching diharapkan mampu membuat rangsangan yang diterima otot dan sendi dapat berjalan dengan baik. Stretching yang dilakukan adalah stretching duduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stretching duduk terhadap jarak tempuh lari 3 detik pada siswa autis. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental semu dengan rancangan one group pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2010. Subyek penelitian ini adalah siswa autis Sekolah Laboratorium Universitas Negeri Malang dengan jenis kelamin laki-laki dan tingkatan autis sedang. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa ada pengaruh stretching duduk terhadap jarak tempuh 3 detik pada anak autis. Hal ini dapat dilihat dari uji statistik yaitu uji beda Wilcoxon yang menunjukkan bahwa Asymp.Sig < α yaitu 0.046<0.050 yang artinya ada perbedaan secara signifikan dilihat dari perlakuan yang diberikan. Bedasarkan hasil penelitian, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya mengurangi keterbatasan penelitian seperti: perlakuan stretching dengan tambahan pemberian teknik berlari dan latihan lari. Selain itu, juga dapat disarankan untuk melakukan penelitian dengan subyek penelitian bukan anak autis lagi, melainkan pada anak normal.

Pengaruh kemampuan dasar matematika terhadap prestasi belajar mata pelajaran akuntansi kelas XII SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang tahun pelajaran 2010/2011 / Yulistiana Kusuma Dewi

 

Kata Kunci: Kemampuan Dasar Matematika, Prestasi Belajar Mata Pelajaran Akuntansi. Kemampuan dasar matematika merupakan dasar yang harus dimiliki untuk dapat menguasai ilmu-ilmu lain tidak terkecuali dengan akuntansi. Ditinjau dari materi, akuntansi memerlukan bantuan matematika dalam penggunaan operasi-operasi matematika yang sederhana. Matematika berpengaruh terhadap akuntansi karena keduanya memiliki kesamaan karakteristik, yaitu sama-sama menekankan penggunaan logika, sama-sama menggunakan simbol, sama-sama memiliki rumus-rumus pasti yang hasilnya tidak bisa diganggu gugat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan dasar matematika terhadap prestasi belajar mata pelajaran akuntansi siswa kelas XII SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang tahun pelajaran 2010/2011. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanasi (explanatory research). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kemampuan dasar matematika (X) dan variabel terikat adalah prestasi belajar mata pelajaran akuntansi (Y). populasi penelitian ini adalah siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 berjumlah 775 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh jumlah responden sebanyak 104. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Sumber data berasal dari nilai Ujian Akhir Nasional tahun pelajaran 2008/2009 dan nilai raport tahun pelajaran 2009/2010 dan teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. Penelitian ini dilakukan mulai bulan September sampai November. Kemampuan dasar matematika siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang berdasarkan rata-rata nilai Ujian Akhir Nasional secara umum (5,2015) menunjukkan kemampuan dasar matematika yang mendukung prestasi belajar mata pelajaran akuntansi. Prestasi belajar mata pelajaran akuntansi berdasarkan rata-rata nilai Ujian Akhir Semester secara umum (7,7010) menunjukkan prestasi belajar mata pelajaran akuntansi terolong cukup baik. Berdasarkan pada hasil data yang telah diolah dapat diketahui signifikansi regresi sederhana adalah 0,000 lebih kecil 0,05 dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kemampuan dasar matematika (X) memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar mata pelajaran akuntansi (Y). Besar Adjusted R square adalah 0,140. Hal ini berarti 14,0% perubahan variabel Y disebabkan oleh perubahan variabel X, sedangkan sisanya 86,0% disebabkan oleh faktor di luar perubahan variabel X. Hasil ini mengimplikasikan bahwa kemampuan dasar matematika terhadap prestasi belajar mata pelajaran akuntansi sangat diperlukan bagi pihak sekolah agar menjadi dasar dalam menyeleksi input siswa, khususnya yang akan mengikuti kegiatan belajar di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang dan mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Bagi peneliti selanjutnya diharapkan variabel yang ingin diteliti lebih diperluas.

Pengembangan model pembelajaran dribble bolabasket menggunakan gaya mengajar inklusi di kelas X SMA Negeri 1 Kejayan Pasuruan / Agus Setiawan

 

Kata kunci: pengembangan, pembelajaran dribble bolabasket, gaya inklusi. Pendidikan jasmani mempunyai peranan yang unik dibanding dengan studi lain, karena melalui pendidikan jasmani dapat mengembangkan seluruh aspek baik fisik, psikomotorik, afektif maupun kognitif. Aktivitas gerak jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang berkembang secara alami searah dengan perkembangan zaman. Untuk itu perlu kiranya seorang guru pendidikan jasmani mempunyai banyak model pembelajaran yang dapat mewujudkan hal itu. Salah satu model pembelajaran itu adalah model pembelajaran inklusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar pembelajaran dribble dalam materi permainan bolabasket menggunakan gaya mengajar inklusi untuk siswa kelas X SMA Negeri 1 Kejayan Pasuruan sehingga siswa dapat belajar keterampilan dribble bolabasket berdasarkan keterampilannya. Produk pengembangan adalah dribble berupa buku panduan pelaksanaan pembelajaran dribble dalam permainan bolabasket menggunakan gaya mengajar inklusi untuk siswa putra-putri kelas X SMA Negeri 1 Kejayan Pasuruan. Buku panduan berisi kegiatan pembelajaran mulai dari pendahuluan, inti, penutup serta adanya kertas tugas untuk siswa-siswi yang berisi indikator-indikator keberhasilan yang harus diselesaikan oleh siswa. Peneliti mengacu pada model pengembangan (Research and Development) Borg and Gall. Dari sepuluh langkah ada beberapa tahap yang dimodifikasi oleh peneliti, dikarenakan jumlah sekolah dan jumlah subjek kurang dari jumlah minimal uji. Langkah-langkah yang diambil adalah: (1) Analisis kebutuhan dan observasi lapangan, (2) Pembuatan produk awal, (3) Evaluasi ahli, (4) Pembuatan produk awal, (5) Uji coba kelompok kecil, (6) Uji Coba kelompok besar, (7) Produk hasil akhir pengembangan. Berdasarkan tinjauan ahli terhadap rancangan produk dapat disimpulkan bahwa rancangan produk telah sesuai dan dapat digunakan dalam pembelajaran, selanjutnya produk berupa model pembelajaran dribble menggunakan gaya mengajar inklusi ini diuji coba menggunakan instrumen uji coba pada kelompok kecil sebanyak 16 siswa. Setelah dilakukan revisi selanjutnya produk diuji coba pada kelompok besar dengan jumlah 32 siswa. Berdasarkan dari hasil uji kelompok kecil dan hasil dari uji kelompok besar diperoleh kesimpulan bahwa pengembangan model pembelajaran dribble bolabasket menggunakan gaya mengajar inklusi ini menyenangkan dan mudah dilakukan siswa serta dapat meningkatkan keterampilan dribble bolabasket siswa. Produk akhir adalah buku panduan pelaksanaan pembelajaran dribble bolabasket menggunakan gaya mengajar inklusi kelas X SMA Negeri 1 Kejayan Pasuruan.

Upaya meningkatkan penggunaan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar guru dan siswa dalam proses pembelajaran ekonomi (studi kasus di SMA Negeri 1 Gondanglegi) / Lia Nurfaridah

 

Kata Kunci: Penggunaan Perpustakaan Sekolah Dalam Pembelajaran. Perpustakaan merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Keberadaan perpustakaan sekolah di SMA Negeri 1 Gondanglegi masih perlu mendapat perhatian lagi, mengingat fungsinya sebagai sumber belajar dalam proses belajar mengajar di sekolah. Salah satu usaha untuk mengatasi keterbatasan dalam kegiatan belajar mengajar adalah dengan menyediakan informasi yang mudah diperoleh siswa. Agar dalam proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik, maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan penggunaan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar guru dan siswa dalam proses pembelajaran ekonomi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengidentifikasi keberadaan perpustakaan sekolah, mengidentifikasi upaya meningkatkan penggunaan perpustakaan sekolah, mengetahui tingkat penggunaan perpustakaan sekolah, dan untuk mengetahui hasil penggunaan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar guru dan siswa dalam proses pembelajaran ekonomi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitiannya adalah guru ekonomi kelas XI IPS dan siswa kelas XI IPS. Lokasi penelitiannya di SMA Negeri 1 Gondanglegi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi dan klasifikasi data, dan tahap evaluasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, menyatakan bahwa keberadaan perpustakaan sangat diperlukan untuk menunjang kegiatan pembelajaran dilihat dari frekuensi berkunjung siswa kelas XI IPS dan guru ekonomi ke perpustakaan ketika jam istirahat dan jam kosong untuk menggunakan bahan pustaka, peminjaman buku paket dan buku penunjang lainnya. Koleksi bahan pustaka dan fasilitas yang tersedia di perpustakaan cukup memadai untuk mendukung proses pembelajaran ekonomi. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa keberadaan perpustakaan sekolah di SMA Negeri 1 Gondanglegi telah digunakan sebagai tempat pembelajaran ekonomi oleh guru ekonomi kelas XI IPS dan siswa kelas XI IPS dengan menggunakan fasilitas yang ada di perpustakaan. Saran untuk guru ekonomi kelas XI IPS hendaknya dapat memberikan tugas yang bersumber dari perpustakaan agar siswa dapat menggunakannya untuk pembelajaran ekonomi.

Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran senam lantai guling depan melalui remidial pada siswa kelas VIII I SMP Negeri 10 Malang / Mirza Adityawan

 

Kata kunci: remedial, KKM dan senam lantai Senam lantai merupakan bagian dari mata pelajaran Pendidikan Jasmanai Olahraga dan Rekreasi yang diberlakukan di Sekolah Menengah Pertama. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti dengan guru pendidikan jasmani saat pembelajaran senam lantai guling depan yang dilakukan terhadap siswa kelas VIII I di SMP Negeri 10 Malang, didapatkan hasil senam lantai guling depan kurang memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang diberlakukan di sekolah tersebut. Hal itu tentunya menuntut pembelajaran agar lebih ditingkatkan lagi, untuk memenuhi hasil belajar lebih baik lagi dilakukan remidial. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui peningkatan pembelajaran senam lantai guling depan melalui remedial pada siswa kelas VIII-I di SMP Negeri 10 Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif sedangkan rencana yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan tahapan observasi, siklus 1, dan siklus 2. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri, sedangkan siswa kelas VIII-I sebagai subyek penelitian. Hasil penelitian pada observasi awal didapatkan ketidak tuntasan yang didapatkan karena siswa belum dapat melakukan sasuai dengan ketuntasan yang diberlakukan pada rubrik penialaian 21 siswa yang belum tuntas, setelah dilakukan pembelajaran remidial pada siklus I didapatkan siswa 11 siswa yang pada pembelajaran senam lantai guling depan belum memenuhi KKM, sebagian besar penyebabnya adalah pembusuran punggung dan sikap hentakan tangan pada saat berguling kedepan. Siklus II menunjukkan bahwa secara keseluruhan siswa sudah bisa melakukan gerakan senam lantai guling ke depan dengan baik dan benar. Hasil ini didapatkan karena dengan memberikan bantuan, pengulangan kembali dan dengan meninggikan matras untuk tempat berpijak dari tempat tangan bertumpu, membuat gerakan guling ke depan dapat melampaui KKM yang ada di SMP Negeri 10 Malang. Hal itu bisa dilihat dari aktivitas siswa dan guru selama pembelajaran dari observasi awal, siklus I hingga siklus II. Kesimpulan, mencermati dari hasil observasi Penelitian Tindakan Kelas sertra pembelajaran remidial yang diberikan oleh guru dapat meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar gerakan senam lantai guling ke depan di SMP Negeri 10 Malang khususnya kelas VIII-I. Hal itu bisa dilihat dari aktivitas siswa dan guru selama pembelajaran dari observasi awal, siklus I hingga siklus II. Selain itu, bisa dilihat melalui peningkatan persentase siswa yang tuntas belajar secara individu dan secara klasikal dari sebelum dan sesudah dilakukan PTK juga menunjukkan adanya peningkatan. Hasil penilaian senam lantai guling ke depan sebelum dan sesudah dilakukan PTK di atas dapat dilihat bahwa adanya peningkatan jumlah siswa yang nilainya melampaui KKM. Saran dari penelitian ini adalah guru pendidikan jasmani diharapkan lebih kreatif dan bervariasi lagi dalam proses pembelajaran sehingga siswa merasa senang dan rasa percaya. Dengan demikian proses pembelajaran dapat tercapai. Penelitian tindakan kelas ini hendaknya dikembangkan pada pembelajaran dan pada cabang olahraga yang lain sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan jasmani.

Studi tentang pemeliharaan kesehatan fisik siswa kelas VIII dan IX SMP Negeri 10 Malang / Eka Mahmudi Adi Permana

 

Kata kunci: pemeliharaan, kesehatan fisik, siswa sekolah menengah pertama. Manusia dalam hidupnya senantiasa beraktivitas. Aktivitas manusia ini sering kita sebut dengan perilaku. Perilaku-perilaku individu yang dapat menjaga, melihara dan meningkatkan derajat kesehatannya, sering kita sebut dengan pemeliharaan kesehatan. Dengan demikian perlu adanya pembinaan dan pengembangan pemeliharaan kesehatan manusia itu sendiri, dengan harapan manusia dapat menjaga dan meningkatkan derajat hidup dan kesehatannya. Pembinaan ini juga dibutuhkan oleh peserta didik (siswa) dengan harapan siswa menjadi manusia yang sehat seutuhnya (sehat fisik, sehat mental, dan sehat sosial) sebagai generasi penerus bangsa. Upaya pembinaan ini, salah satunya melalui pelaksanaan pendidikan kesehatan, baik yang diberikan di sekolah melalui kurikulum, maupun yang diasuh oleh orang tua siswa di rumah. Tujuan pelaksanaan pendidikan kesehatan ini adalah terbentuknya pemeliharaan kesehatan yang sesuai dengan nilai-nilai kesehatan. Dengan demikian pemeliharaan merupakan indikator keberhasilan pendidikan kesehatan, baik yang diberikan oleh pihak sekolah maupun orang tua siswa, serta menentukan derajat kesehatan manusia. Selain itu dengan adanya data pemeliharaan kesehatan, dapat dijadikan acuan untuk penentuan kebijakan terkait usaha-usaha untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pemeliharaan kesehatan fisik siswa kelas VIII dan IX SMP Negeri 10 Malang, yang meliputi pemeliharaan kesehatan pribadi dan pemeliharaan kesehatan lingkungan. Dari rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini, untuk mengetahui pemeliharaan kesehatan fisik siswa kelas VIII dan IX SMP Negeri 10 Malang. Untuk mencapai tujuan dalam penelitian ini, maka metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 10 Malang, dengan jumlah responden sebanyak 180 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini, berupa angket, wawancara, dokumentasi, dan observasi. Untuk menarik kesimpulan penelitian, maka data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis persentase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui rata-rata dari jumlah total pemeliharaan kesehatan pribadi maupun lingkungan sebesar 70,3%. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pemeliharaan kesehatan fisik siswa SMP Negeri 10 Malang termasuk dalam katagori cukup. Dengan diketahuinya hasil penelitian ini maka penulis menyarankan kepada para guru serta orang tua siswa di SMP Negeri 10 Malang untuk lebih meningkatkan pelaksanaan pendidikan kesehatan, terutama terkait dengan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan fisik siswa, lebih meningkatkan pengawasan terhadap perilaku siswa sehari-hari dan memberikan contoh atau teladan kepada siswa, serta memberikan fasilitas yang mendukung terbentuknya pemeliharaan kesehatan siswa.

Implementasi inverter sebagai pengendali putaran pada motor induksi tiga fasa / Fauzia Aswin

 

Kata kunci: Inverter, Frekuensi, Motor Induksi Tiga Fasa. Motor induksi tiga fasa merupakan mesin listrik yang bekerja mengubah energi listrik menjadi energi mekanis. Diberbagai perindustrian banyak sekali menggunakan mesin-mesin dengan penggerak utamanya adalah motor listrik, khususnya dalam mempermudah pekerjaan manusia yang semula berat dan banyak membutuhkan tenaga manusia menjadi sangat ringan dengan hanya diganti dengan motor listrik. Dalam pengoperasian motor induksi tiga fasa tidak hanya membutuhkan start dan running yang dalam pengoperasiannya, namun juga membutuhkan kontrol frekuensi putaran motor yang sesuai kebutuhan. Pengendalian frekuensi putaran motor dilakukan jika pada saat pengoperasian motor diperlukan ketepatan putaran pada frekuensi putar tertentu (misalnya frekuensi putar 30 Hz). Oleh karena itu dibutuhkan sebuah alat pengendalian frekuensi putaran yang dapat mengontrol putaran motor dengan tepat. Pengendalian frekuensi putaran motor induksi tiga fasa dengan menggunakan inverter “Altivar 12” merupakan salah satu metode pengendalian putaran yang cukup efektif untuk diterapkan pada motor induksi tiga fasa. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk mengimplementasikan inverter “Altivar 12” sebagai alat inverter tegangan satu fasa menjadi tegangan tiga fasa serta sebagai pengendali frekuensi putaran yang efektif untuk motor induksi tiga fasa serta diharapkan laporan dapat digunakan sebagai modul ajar dan inverter “Altivar 12” dapat digunakan sebagai alat praktek kontrol motor dalam pelajaran mesin listrik khususnya motor induksi tiga fasa. Metode perancangan meliputi: (1) perancangan sistem kontrol (hardware), (2) perancangan program (software). Prinsip kerja dari sistem kontrol ini adalah pengendalian frekuensi putaran motor yang dalam proses pengendalian frekuensi putarannya menggunakan program dari inverter “Altivar 12”. Hasil dari analisis tersebut adalah pengendalian frekuensi putar motor dapat disetting antara 10 Hz hingga 50 Hz serta waktu akselerasi dapat disetting sesuai kebutuhan. Dari hasil yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa untuk mengatur frekuensi putaran motor induksi tiga fasa dapat menggunakan inverter “Altivar 12”, di mana frekuensi dapat disesuaikan dengan program yang telah dibuat.

Pengaruh penguatan (reinforcement) terhadap prestasi belajar mata pelajaran akuntansi melalui motivasi belajar siswa kelas XI IPS Madrasah Aliyah Negeri se-kabupaten Blitar tahun ajaran 2010/2011 / Nurfitriana Rosita Dewi

 

Kata Kunci: penguatan (reinforcement), motivasi belajar, prestasi belajar. Penguatan atau pujian dalam kegiatan belajar mengajar sangat dianjurkan diberikan oleh guru kepada siswanya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga siswa memperoleh prestasi belajar yang optimal. Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respon baik respon yang menyenangkan maupun tidak menyenagkan sebagai hasil dari modifikasi tingkah laku yang diberikan oleh guru kepada siswanya yang bertujuan untuk memberikan umpan balik atau feedback kepada siswa atas tingkah lakunya. Motivasi belajar adalah daya penggerak yang berasal dari dalam diri siswa yang dapat mendukung keberlangsungan dari kegiatan belajar, memperjelas arah dalam kegiatan belajar sehingga dapat mencapai tujuan belajar yang telah diinginkan. Prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai siswa dari penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan tingkah laku yang dilakukan selama proses belajar mengajar melalui kegiatan evaluasi yang dinyatakan dalam bentuk skor dan nilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antara penguatan (reinforcement) terhadap prestasi belajar mata pelajaran akuntansi melalui motivasi belajar siswa kelas XI IPS Madrasah Aliyah Negeri Se-kabupaten Blitar Tahun Ajaran 2010-2011. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi menggunakan analisis jalur (path analysis). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah propotional random sampling, populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS Madrasah Aliyah Negeri Se-Kabupaten Blitar dengan jumlah populasi 238 siswa, sehingga sampel yang digunakan adalah 70 orang. Data diperoleh dengan menyebarkan angket dan dokumentasi berupa nilai rapor ujian tengah semester ganjil tahun ajran 2010-2011. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penguatan (reinforcement) (X), variabel terikatnya adalah prestasi belajar (Y), dan motivasi belajar sebagai variabel intervening (Z). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh langsung penguatan (reinforcement) terhadap motivasi belajar, (2) terdapat pengaruh langsung penguatan (reinforcement) terhadap prestasi belajar, (3) terdapat pengaruh langsung motivasi belajar terhadap prestasi belajar, (4) motivasi belajar berperan sebagai mediator parsial (partial mediation). Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan: (1) Guru mengurangi frekuensi pemberian penguatan (reinforcement) dan penghargaan kepada siswa serta lebih mengupayakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga jika penguatan juga disertai dengan pemberian motivasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan siswa maka prestasi belajar siswa dapat tercapai secara optimal, (2) Bagi peneliti lain yang akan mengadakan penelitian sejenis, disarankan variabel yang ingin diteliti lebih diperluas mengingat hasil penelitian memperlihatkan bahwa adanya sumbangan faktor lain yang besar yang mempengaruhi prestasi belajar selain motivasi belajar dan penguatan. Faktor lain di luar motivasi belajar dan penguatan, misalnya: karakteristik siswa, sikap terhadap belajar, menggali hasil belajar, rasa percaya diri, kebiasaan belajar, faktor guru, kehidupan sosial dan sarana dan prasarana.

Penerapan pembelajaran koopeartif tipe think talk write (TIW) untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pokok bahasan persamaan linear 1 variabel kelas VII MTs Surya Buana Malang / Roga Kusuma

 

Kata kunci: pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW), aktivitas belajar siswa Sebagai pendidik, guru dituntut agar tugas dan peranannya tidak lagi sebagai pemberi informasi (transmission of knowledge), melainkan sebagai pendorong belajar agar siswa dapat mengkonstruksi sendiri pengetahuannya melalui berbagai aktivitas belajar secara aktif di kelas. Peningkatan aktivitas belajar siswa dapat dilakukan dengan mencari formula pembelajaran yang tepat. Dalam hal ini, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa adalah dengan melaksanakan model pembelajaran yang relevan untuk diterapkan oleh guru yang memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut berperan secara aktif dalam proses belajar mengajar di kelas. Model pembelajaran tersebut adalah model pembelajaran kooperatif tipe Think-Talk-Write (TTW). Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe TTW yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pokok bahasan persamaan dan pertidaksamaan linear 1 variabel Kelas VII MTs Surya Buana Malang Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 31 siswa kelas VII MTs Surya Buana Malang yang dilaksanakan pada tanggal 22 dan 26 Oktober 2010 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa meningkat setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TTW. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus. Peningkatan terbesar terdapat pada aspek listening activities dengan persentase keberhasilannya sebesar 73,8% yang menunjukkan bahwa siswa berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran yang ditunjukkan dengan mendengarkan penjelasan guru, mendengarkan pertanyaan dan jawaban dari teman, mendengarkan teman yang menanggapi, serta mendengarkan presentasi teman didepan kelas, walaupun masih kurang merespon dengan baik. Sedangkan peningkatan terendah terdapat pada aspek oral activities dengan persentase keberhasilan sebesar 64,4% yang menunjukkan bahwa siswa berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran yang ditunjukkan dengan aktif menyumbang ide dalam kelas serta menjawab pertanyaan dari guru dengan benar walaupun masih kurang lengkap. Sehingga dapat simpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipeTTW dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VII A MTs Surya Buana Malang.

Penerapan kurikulum berbasis karakter dalam pengembangan soft skill siswa SMK (Studi kasus pada mata pelajaran produktif program keahlian alat berat SMK Negeri 1 Singosari) / Talifatim Machfuroh

 

Kata kunci: soft skill, kurikulum berbasis karakter, karakter Berdasarkan hasil observasi sementara yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa kebanyakan lulusan SMK saat ini ketika bekerja di perusahaan dalam jenjang karir mereka relatif tidak bisa cepat naik, hal ini dikarenakan lulusan SMK dinilai belum memiliki soft skill yang baik dan juga belum memiliki kebiasaan karakter sesuai bidang pekerjaannya. Untuk itu perlu adanya pembentukan karakter profesionalitas pada diri setiap siswa SMK. Dalam hal ini, penerapan kurikulum berbasis karakter tampaknya dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif guna mengembangkan soft skill dan membentuk karakter siswa SMK. Adapun rumusan masalah yang ingin digali melalui penelitian ini adalah bagaimana bentuk Kurikulum Berbasis Karakter yang diterapkan di SMK Negeri 1 Singosari Program Keahlian Alat Berat, bagaimana pelaksanaan Kurikulum Berbasis Karakter di SMK Negeri 1 Singosari, bagaimana bentuk pengembangan soft skill melalui Kurikulum Berbasis Karakter di SMK Negeri 1 Singosari, serta apa faktor pendukung dan faktor penghambat penerapan Kurikulum Berbasis Karakter dalam Pengembangan Soft skill di SMK Negeri 1 Singosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian menggunakan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Singosari pada program keahlian alat berat pada mata pelajaran produktif. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap analisis data adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis karakter yang diterapkan di SMK Negeri 1 Singosari program keahlian Alat berat adalah pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang bermuatan karakter di dalamnya. Tujuan dari penerapan kurikulum ini adalah membentuk karakter siswa sesuai dengan bidang pekerjaannya dan karakter terhadap soft skill yang dimiliki. Dalam penyusunan, kurikulum disusun berdasarkan kompetensi-kompetensi hasil rumusan antara pihak sekolah dengan pihak industri yang menghasilkan 7 soft skill, 12 core skill, 1 problem solving, dan 17 work skill, yang kemudian dikembangkan dalam bentuk silabus dan RPP. Silabus dan RPP yang telah disusun diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas. Dalam evaluasi pembelajaran, penilaian yang digunakan berupa sertifikasi skill menggunakan sistem go and no go dengan bentuk skor 0 dan 100. Soft skill yang dikembangkan berpedoman pada seven habits yang berasal dari buku seven habits of highly effective people karangan Sthepen R Covey ditambah dengan 1 problem solving. Dalam pelaksanaanya faktor yang mendukung adalah input siswa yang memang sudah terseleksi sebelumnya, kerjasama yang mendukung antara pihak sekolah dengan pihak industri, dan adanya LBB yang disediakan untuk men-training guru-guru Alat Berat. Faktor yang menghambat adalah belum semua guru memahami dan melaksanakan kurikulum berbasis karakter, pelaksanaannya masih dalam lingkup pembelajaran produktif, Kurangnya sarana prasarana yang memadai, khususnya untuk pembelajaran praktik, belum semua guru bisa dijadikan permodelan dalam pembentukan karakter untuk siswa, dan kurangnya pemantauan karakter siswa. Saran yang dapat peneliti berikan pada penelitian ini adalah kepada siswa, hendaknya kebiasaan positif yang sudah terbentuk di sekolah melalui kurikulum berbasis karakter bisa melekat dan berkembang baik ketika siswa praktik di sekolah maupun di industri. kepada kepala sekolah, dalam penelitian ini ditemukan berbagai macam kendala-kendala secara teknis yang mempengaruhi keberhasilan dari penerapan kurikulum ini, diharapkan kendala-kendala tersebut bisa digunakan sebagai bahan untuk evaluasi penerapan kurikulum berbasis sehingga bisa lebih sempurna. Selain itu juga perlu adanya pemahaman persepsi tentang kurikulum berbasis karakter pada semua guru di semua mata pelajaran agar penerapan kurikulum dapat maksimal. Serta kepada peneliti lain, dalam penerapan kurikulum berbasis karakter belum diketahui secara signifikan dampak pengembangan soft skill terhadap peningkatan daya saing lulusan. Peneliti lain dapat menggunakan judul penelitian “Dampak Penerapan Kurikulum Berbasis Karakter terhadap Peningkatan Daya Saing Lulusan SMK Negeri 1 Singosari Program Keahlian Alat Berat.” Penelitian ini dapat dijadikan sebagai pijakan awal dan bahan referensi terhadap penelitian selanjutnya.

Pengembangan purwa rupa alas lapangan futsal sintetis dari bahan kanisir (Limbah ban karet) / Huda Masrianto

 

Kata kunci: futsal, lapangan futsal sintetis, kanisir Lapangan futsal sintetis adalah lapangan futsal yang dimodifikasi dengan memakai alas lapangan menggunakan bahan sintetis dan di sekelilingnya diberi jaring sebagai pembatas. Lapangan futsal sintetis mempunyai bahan dari karet sintetis yang akan melindungi pemain futsal dari benturan saat jatuh pada saat bermain futsal. Lapangan futsal sintetis juga menjamin permukaan yang responsif secara konsisten, dan mudah ditebak. Karet sintetis yang dibuat untuk lapangan futsal sintetis ternyata mempunyai struktur karet yang sama dengan limbah ban karet berupa kanisir yang merupakan gabungan antara karet alam dan karet sintetis. Berdasarkan latar belakang tersebut, limbah ban karet dapat dimanfaatkan sebagai alas lapangan futsal sintetis. Bagaimana memanfaatkan limbah ban karet berupa kanisir menjadi purwa rupa ( contoh atau bentuk awal) alas lapangan futsal sintetis. tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui pemanfaatan kanisir (limbah ban karet) sebagai purwa rupa alas lapangan futsal sintetis. Penelitian pengembangan ini menggunakan teknik analisis data deskripstif dengan persentase, digunakan untuk mempersentase hasil pengumpulan data penelitian awal (analisis kebutuhan) dan data uji coba. Data-data tersebut dikelompokkan, dianalisis, kemudian disimpulkan Hasil penelitian pengembangan alas lapangan futsal berbahan kanisir ini dari uji coba lapangan yang dilakukan oleh 20 pemain futsal yang sering bermain di lapangan futsal sintetis menunjukkan (1) pantulan bola pada purwa rupa alas lapangan futsal ini dikategorikan BAIK dengan rata-rata persentase 73,8 %, (2) permukaan lapangan pada purwa rupa alas lapangan futsal ini di kategorikan BAIK dengan persentase sebesar 73,6%, (3) Keamanan pada purwa rupa alas lapangan futsal ini dikategorikan BAIK dengan rata-rata persentase 78 %,(4) pemakaian bahan pada purwa rupa alas lapangan futsal ini dikategorikan BAIK dengan rata-rata persentase 75,3 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada tahap pembuatan purwa rupa ini sudah dikategorikan BAIK dan sudah bisa dibuat dalam ukuran yang sebenarnya. Penelitian pengembangan ini sangat menarik untuk dilakukan, lebih baik lagi jika dalam penelitian selanjutnya mengurangi keterbatasan penelitian. Pengembangan purwa rupa alas lapangan futsal sintetis , merupakan hal yang sangat membantu dalam pengetahuan baru tentang pembuatan lapangan rumput sintetis khususnya lapangan sintetis yang dipakai dalam permainan futsal . Lapangan futsal merupakan salah satu prasarana yang sangat penting dalam kemajuan olahraga permainan futsal ini. Lapangan futsal yang baik akan menentukan permainan futsal ini lebih menarik untuk dinikmati oleh pecinta permainan futsal.

Evaluasi manajemen klub bola voli surya PG Kebun Agung kota MAlang periode kepengurusan 2009-2010 / Yudi Anggoro Utomo

 

Kata kunci: Surya PG Kebon Agung, manajemen olahraga, evaluasi. Surya PG Kebon Agung merupakan salah satu klub bola voli yang terbaik di kota Malang yang berada di bawah naungan PBVSI kota Malang. Pembinaan yang dilakukan dikhususkan pada atlet wanita. Pembinaan yang dilakukan Surya PG Kebon Agung terbilang bagus karena setiap ada kejuaraan 75% atletnya selalu mewakili kontingen kota Malang pada cabang olahraga bola voli. Selain pembinaan atlet, untuk prestasi klub juga sangat bagus, klub Surya PG Kebon Agung ini juga selalu mengikuti berbagai kejuaraan tingkat daerah maupun lokal Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan manajemen yang dilakukan oleh pengurus klub bola voli Surya PG Kebon Agung periode kepengurusan 2009-2010. Untuk mengetahui dan mengukur/menilai tingkat keefektifan manajemen yang dilakukan oleh pengurus klub bola voli Surya PG Kebon Agung, maka dilakukan evaluasi. Model penelitian yang digunakan adalah model evaluasi CIPPO (context, input, process, produc, outcomes). Evaluasi tersebut dilakukan pada aspek pengolahraga (atlet), tenaga keolahragaan (pelatih), pengorganisasian, pendanaan, metode (kegiatan operasional), prasarana dan sarana, serta penghargaan keolahragaan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2010 bertempat di secretariat klub bola voli Surya PG Kebon Agung. Subyek penelitian adalah 12 pengurus klub bola voli Surya PG Kebon Agung. Subyek dan 24 atlet. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa Variabel input (masukan) yang dilakukan oleh klub bola voli Surya PG Kebon Agung dikategorikan baik sekali (efektif dengan tingkat keefektifan 81%-100%). Hal tersebut diperoleh dari segi pengolahraga (atlet) sebesar 100%, segi tenaga keolahragaan (pelatih) sebesar 100%, segi pengorganisasian sebesar 100%, segi metode (kegiatan operasional) sebesar 100%, segi prasarana dan sarana sebesar 100%. Variabel proses untuk pelaksanaan manajemen olahraga yang dilakukan oleh pengurus klub bola voli Surya PG Kebon dikategorikan baik sekali (efektif dengan tingkat keefektifan 81%-100%). Hasil tersebut diperoleh dari segi pengolahraga (atlet) sebesar 100%, segi tenaga keolahragaan (pelatih) sebesar 100%, segi pengorganisasian sebesar 100%, segi pendanaan sebesar 41,7%, segi metode (kegiatan operasional) sebesar 100%, segi prasarana dan sarana sebesar 100%, segi penghargaan keolahragaan sebesar 100%. Variabel produk berdasarkan hasil dan pembahasan dikategorikan baik sekali (efektif dengan tingkat keefektifan 81%-100%). Hasil tersebut diperoleh dari sub Variabel output sebesar 100%, dan juga diperoleh dari sub Variabel outcomes sebesar 100%. Hasil penelitian ini agar lebih efektif dapat disarankan. Dari segi pengolahraga (atlet), seleksi atlet berdasarkan antropometri lebih dikembangkan dengan panjang lengan dan tungkai. Dari segi tenaga keolahragaan (pelatih), pengurus Surya PG Kebon Agung mengikutkan pelatihnya penataran kepelatihan bagi yang belum mempunyai lisensi pelatih cabang olahraga bola voli. Dari segi pendanaan, membuat RAB untuk pengajuan dana kepada PG Kebon Agung, disarankan mengajukan permohonan dana dari masyarakat industri/sponsor supaya mempunyai sumber dana tidak dari PG Kebon Agung saja. Dari segi metode (kegiatan operasional), diharapkan pelatih dan pengurus mempertahankan kinerjanya karena sudah menunjukkan hasl yang bak. Dari segi prasarana dan sarana, membenahi gedung dan lapangannya milik sendiri supaya tidak menyewa di GOR Ken Arok sehingga biaya sewa gedung dan lapangan dapat digunakan untuk biaya operasional pembinaan olahraga. Dari segi penghargaan keolahragaan, pengurus seharusnya juga memberikan honor kepada pembantu pelatih.

Pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja melalui komitmen organisasi (Studi pada karyawan CV. Citra Mitra Boxindo Singosari Malang) / Mustafa Ramadhan

 

Kata Kunci : Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi, dan Kepuasan Kerja Kemajuan teknologi, kondisi sosial ekonomi, dan sempitnya lapangan kerja telah mendorong kreativitas masyarakat. Kreativitas ini berujung pada banyak munculnya perusahaan-perusahaan baru. Munculnya perusahaan-perusahaan baru ini turut memperluas kebutuhan akan tenaga kerja manusia, sehingga kualitas tenaga kerja memegang peranan yang sangat penting dalam pencapaian tujuan perusahaan. Apalagi dalam era globalisasi dimana persaingan antar perusahaan sudah tidak melihat sekat dan batas-batas negara. Maka kualitas individu tenaga kerja manusialah yang menentukan produktivitas dan kualitas kinerja sebuah perusahaan. Namun rintangan yang dihadapi oleh perusahaan saat ini adalah bagaimana menciptakan tenaga kerja manusia atau sumber daya manusia yang dapat menghasilkan kinerja yang optimal sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Kualitas sumber daya manusia akan terpenuhi apabila kepuasan kerja dapat tercapai dengan sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen organisasi dan kepuasan kerja pada karyawan CV. Citra Mitra Boxindo Singosari-Malang Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Pengaruh secara langsung budaya organisasi terhadap komitmen organisasi karyawan CV. Citra Mitra Boxindo, (2) Pengaruh secara langsung budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan CV. Citra Mitra Boxindo, (3) Pengaruh secara langsung komitmen organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan CV. Citra Mitra Boxindo, (4) Pengaruh secara tidak langsung budaya organisasi terhadap kepuasan kerja melalui komitmen organisasi karyawan CV. Citra Mitra Boxindo. Penelitan ini dilaksanakan di CV. Citra Mitra Boxindo Singosari Malang. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan CV. Citra Mitra Boxindo Singosari Malang yang berjumlah 46 orang. Penelitian ini adalah penelitan populasi, jadi semua subjek yang ada diambil semua. Analisis data yang dipakai adalah analisis statistik deskriptif dan analisis jalur (path analysis). Tujuan dari analisis statistik deskriptif adalah untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang terkumpul sebagaimana adanya supaya data lebih mudah dibaca dan dipahami tanpa adanya penarikan kesimpulan, sedangkan analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu budaya organisasi (X), variabel intervening yaitu komitmen organisasi(Z), dan variabel terikat kepuasan kerja (Y). Instrumen dalam penelitian ini menggunakan item-item dari penelitan sebelum-sebelumnya dengan penyesuaian sesuai dengan subjek penelitian. Dalam penelitian ini uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Distribusi frekuensi dalam analisis statistik deskriptif menghasilkan: (1) Distribusi frekuensi variabel budaya organisasi diketahui bahwa jawaban setuju dengan responden 35 (76,09%) menduduki peringkat tertinggi, (2) Distribusi frekuensi variabel komitmen organisasi diketahui bahwa jawaban setuju dengan responden 35 (76,09%) menduduki peringkat tertinggi (3) Distribusi frekuensi variabel kepuasan kerja diketahui bahwa jawaban setuju dengan responden 34 (73,91%) menduduki peringkat tertinggi. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis jalur adalah sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh secara langsung positif dan signifikan antara budaya organisasi terhadap komitmen organisasi dengan  sebesar 0,607 dan sig 0,000, (2) Terdapat pengaruh secara langsung positif dan signifikan antara budaya organisasi terhadap kepuasan kerja dengan  sebesar 0,289 dan sig 0,027, (3) Terdapat pengaruh secara langsung positif dan signifikan antara komitmen organisasi terhadap kepuasan kerja dengan  sebesar 0,543 dan sig 0,000, (4) Terdapat pengaruh tidak langsung positif antara budaya organisasi terhadap kepuasan kerja melalui komitmen organisasi sebesar 0,329 dan koefisien total determinasi total yang diperoleh sebesar 0,618. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan agar pihak CV. Citra Mitra Boxindo untuk: (1) Mempertahankan budaya organisasi yang ada dan lebih konsisten serta disiplin sehingga dapat meningkatkan komitmen organisasi karyawan dan kepuasan kerja karyawan, (2) Menciptakan suasana kerja yang harmonis antar karyawan dengan pimpinan dengan cara lebih sering berkomunikasi baik di dalam lingkungan kerja maupun di luar lingkungan kerja, (3) Perusahaan lebih memperhatikan kepuasan kerja karyawan pada organisasi atau perusahaan dengan mengadakan suatu kegiatan yang melibatkan seluruh karyawan seperti outbound atau kegiatan yang meliabatkan seluruh karyawan dalam kegiatan tersebut, yang nantinya kebersamaan dan kepuasan akan muncul pada diri karyawan, (4) lebih memperhatikan kepuasan karyawan agar karyawan lebih berkomitmen dan agar karyawan selalu melakukan yang terbaik untuk perusahaan, (5) Manajemen selalu memberikan semangat dan mau menerima masukan saran dan kritik dari karyawan.

Pengembangan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok menggunakan VCD untuk siswa kelas III SDN Bandung Rejosari IV Kecamatan Sukun kota Malang / Pradana Yudiputra

 

Kata kunci: Pengembangan Pembelajaran Lompat Jauh Gaya Jongkok Berdasarkan observasi yang dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Bandung Rejosari IV Kecamatan Sukun Kota Malang kurang dilakukan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok yaitu awalan, tumpuan,saat melayang di udara serta mendarat untuk siswa 8-9 tahun karena tidak adanya bak lompat yang tersedia dan guru yang mengajar di bidang olahraga.guru olahraga di SDN Bandung Rejosari IV adalah guru kelas. Maka, peneliti ingin membuat model pembelajaran lompat jauh gaya jongkok di Sekolah Dasar Negeri Bandung Rejosari IV Kecamatan Sukun Kota Malang, sehingga pembelajaran lebih menarik dan siswa menyukai olahraga atletik khususnya lompat jauh gaya jongkok. Lompat jauh termasuk bagian nomor lompat dalam cabang olahraga atletik, Adapun cara melakukan lompat jauh gaya jongkok yaitu: (1) awalan atau ancang-ancang; (2) tumpuan atau tolakan; (3) melayang di udara; ( 4) mendarat di bak pasir. perlu dilakukan suatu strategi pembelajaran lompat jauh yang dapat membuat siswa mempunyai keberanian, sehingga tidak takut melakukan lompatan pada bak pasir dengan pembelajaran yang bervariasi dan menyenangkan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan. Pengembangan tersebut yang mempunyai 11 langkah, yaitu: (1)Kajian teori, (2) Observasi langsung, (3) Analisis kebutuhan, (4) naskah, (5) evaluasi , (6 Revisi , (7) Prototipe, (8) Evaluasi, (9) Revisi Produk, (10) Evaluasi Produk, (11) Produksi Subyek uji coba dalam pengembangan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok ini terdiri dari (1) Tinjauan ahli, terdiri dari 2 orang dan 1 guru pendidikan jasmani, (2) 1 orang ahli pembelajaran pendidikan jasmani, dan 1 orang ahli media (3). Instrument pengumpulaan data menggunakan instrumen deskripsi instrument 1 penilaian buku teks PENJASORKES untuk SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA 2009yang di validasi oleh ahli. Dengan adanya VCD pembelajaran lompat jauh gaya jongkok ini diharapkan siswa tertarik, mudah dan senang melakukan aktivitas atletik khususnya lompat jauh gaya jongkok tersebut. Namun dari pengembangan ini yang disusun mempunyai kekurangan yaitu perlu dikembangkan pada subyek yang lebih luas lagi, sehingga pengembangan yang telah disusun dapat lebih dikembangkan permainan-permainan yang lebih bervariasi dan menyenangkan.

Analisis perbedaan tingkat kesehatan (Analisis Camels) Bank Devisa dan bank non Devisa yang listing di BEI periode 2007-2009 / Siti Khotijah

 

Kata kunci: Tingkat Kesehatan, Bank, CAMELS Bank merupakan lembaga keuangan yang tidak hanya dibutuhkan bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan tetapi juga sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan ekonomi suatu negara. Untuk menilai kinerja suatu bank umumnya digunakan enam aspek penilaian yaitu Capital, Asset Quality, Management, Earnings, Liquidity, Sensitivity to Market Risks (CAMELS). Analisa CAMELS tidak hanya mengukur tingkat kesehatan sebuah bank, tetapi sering pula digunakan sebagai indikator dalam menyusun peringkat dan memprediksi prospek suatu bank di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel-variabel CAMELS yang terdiri dari CAR, RORA, NPM, ROA, BOPO, LDR, dan RGR merupakan variabel pembeda status tingkat kesehatan bank devisa dan bank non devisa. Teknik sampling yang digunakan penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel untuk kategori bank devisa meliputi Bank Swadesi, Tbk, Bank Nusantara Parahyangan, Tbk, dan Bank Kesawan Tbk. Sampel untuk kategori bank non devisa meliputi Bank Victoria Internasional, Tbk, Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk, dan Bank Eksekutif Internasional Tbk. Jenis data adalah kuantitatif dan merupakan data sekunder yang diperoleh dari situs BEI. Data yang digunakan adalah laporan keuangan tahunan perbankan selama periode 2007-2009. Analisis data menggunakan teknik pengujian statistik parametrik uji t dimana proses pengolahan data menggunakan program SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kesehatan bank devisa dan bank non devisa selama periode 2007-2009 kecuali pada rasio NPM. Ini menunjukkan bahwa selama tahun 2007-2009 kinerja bank devisa dan bank non devisa sama-sama baik dengan predikat sehat. Dari hasil perhitungan rasio CAMELS masing-masing perbankan menunjukkan kinerja yang sama-sama baik meskipun menunjukkan perbedaan akan tetapi nilainya sangat kecil sehingga tidak membawa pengaruh yang signifikan terhadap penilaian secara keseluruhan. Berdasarkan hasil penelitian ini ada beberapa saran yang diharapkan berguna bagi pembaca dan pihak-pihak yang terkait dengan dunia pendidikan, antara lain: penyebab utama dari turunnya kinerja perbankan adalah jumlah kredit yang tidak tertagih yang jumlahnya terlalu tinggi. Oleh karena itu, pihak manajemen bank perlu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam memberikan kredit kepada pihak lain. Disamping unsur-unsur yang diteliti ada beberapa faktor yang juga mempengaruhi kesehatan perbankan antara lain keadaan ekonomi, kebijakan ekonomi dan politik, nilai tukar, dan inflasi. Hendaknya, kedepan unsur-unsur tersebut menjadi pertimbangan juga dalam menilai kesehatan bank.

Pengaruh corporate social responsibility terhadap profitabilitas dan kinerja pasar perusahaan (Study empiris pada perusahaan LQ45 periode 2007-2008) / Nita Arista

 

Kata Kunci : Corporate Social Responsibility, Return on Asset, Cumulative Abnormal Return Corporate Social Responsibility adalah topik yang telah lama ada dan menjadi perdebatan mengenai kenapa perusahaan harus menerapkan CSR dalam operasinya sehari¬hari. Dengan melakukan CSR, perusahaan artinya perusahaan mempertimbangkan kepentingan semua stakeholder, sehingga akan meningkatkan kinerja perusahaan termasuk dalam profitabilitas. Perusahaan dengan CSR berarti mengurangi risiko sehingga akan menarik investor dan meningkatkan harga sahamnya di pasar. Tujuan penelitian ini adalah memberi gambaran tentang pengaruh Corporate Social Responsibility yang dilaksanakan oleh perusahaan LQ45 di Bursa Efek Indonesia terhadap profitabilitas (Return on Asset) dan kinerja pasar (Cumulative Abnormal Return) perusahaan dengan memasukkan size dan leverage sebagai varibel kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang termasuk dalam daftar perusahaan LQ45 pada Bursa Efek Indonesia. Perusahaan LQ45 digunakan sebagai populasi, karena perusahaan tersebut mempunyai kewajiban untuk menyampaikan laporan tahunan kepada pihak luar perusahaan dan memiliki likuiditas serta kapitalisasi pasar yang besar dalam Bursa Efek Indonesia. Dari 45 perusahaan yang tercatat dalam daftar perusahaan LQ45, diambil 24 perusahaan yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya dalam purposive sampling. Periode penelitian selama dua tahun sehingga total pooled data adalah 48 data.Metode analisa data menggunakan analisis regresi linear berganda, menggunakan program SPSS for window release 16.0. Secara simultan ada pengaruh yang signifikan faktor-faktor CSR, size, dan leverage terhadap profitabilitas perusahaan LQ45. Pengaruh tersebut sebesar 22.2 % sedangkan sisanya sebesar 77.8 % di pengaruhi faktor-faktor lain. Secara parsial hanya CSR saja yang berpengaruh secara signifikan namun hasil penelitian berhasil menemukan arah hubungan positif antara size dan ROA, serta hubungan negatif antara leverage dan ROA. Hipotesis kedua bahwa CSR berpengaruh terhadap CAR tidak terbukti. Namun hasil penelitian berhasil menemukan arah hubungan size dan CAR, leverage dan CAR. Simpulan dari penelitian ini yaitu CSR berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan, namun tidak berpengaruh terhadap kinerja pasar perusahaan LQ45. Saran yang diberikan kepada para peneliti selanjutnya adalah perlu untuk menggunakan metode yang lebih obyektif untuk mengukur CSR dan membedakan sampel berdasarkan jenis industri.

Pengaruh mekanisme good corporate governance terhadap manajemen laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode tahun 2007-2008 / Sufiyanti

 

Kata kunci: Mekanisme good corporate governance, Manajemen Laba. Laporan keuangan merupakan alat komunikasi antara pihak manajemen dengan pihak eksternal yang terkait dengan perusahaan. Laba adalah bagian dari laporan keuangan yang menjadi perhatian investor dan sering dijadikan sebagai indikator pengukuran kinerja perusahaan. Manajemen selaku agent dan pihak yang lebih banyak memiliki informasi internal perusahaan akan cenderung bertindak oportunistik dengan melakukan manipulasi atas laporan keuangan berupa praktik manajemen laba. Perilaku manajemen ini dapat diminimalisir atau dikurangi dengan penerapan mekanisme good corporate governance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari mekanisme good corporate governace yang terdiri dari kepemilikan institusional, proporsi komisaris independen, ukuran dewan komisaris dan komite audit terhadap manajemen laba yang diproksi dengan Discretionary Accrual. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI pada tahun 2007-2008. Metode pengumpulan data dilakukan dengan purposive sampling dan diperoleh 21 sampel perusahaan. Dengan pooled data diperoleh 42 data observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik dan uji parsial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan institusional, proporsi komisaris independen, ukuran dewan komisaris dan komite audit tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Tidak berpengaruhnya mekanisme GCG tersebut dikarenakan penerapan mekanisme GCG dilakukan hanya untuk memenuhi regulasi saja sehingga tujuan pelaksanaannya belum secara efektif dapat dirasakan. Dapat disimpulkan bahwa kepemilikan institusional, proporsi komisaris independen, ukuran dewan komisaris dan keberadaan komite audit belum dapat berfungsi sepenuhnya sebagai cara untuk mengurangi praktik manajemen laba. Oleh karena itu, saran bagi peneliti selanjutnya yaitu:(1) menambah proksi dari mekanisme GCG seperti kualitas audit dan variabel lain seperti ukuran perusahaan dan leverage.(2) perusahaan yang digunakan tidak hanya terbatas perusahaan perbankan, namun jenis perusahaan lainnya seperti asuransi, manufaktur dan telekomunikasi.(3) menambah periode penelitian lebih panjang sehingga pengaruh mekanisme GCG dapat lebih dirasakan dalam mengurangi praktik manajemen laba.

Penerapan pembelajaran kontekstual dengan model inkuiri untuk meningkatkan sikap dan hasil belajar IPA biologi siswa kelas VII E SMP Negeri 3 Porong / Indah Rakhmawati

 

Kata kunci: model inkuiri, sikap belajar, hasil belajar. Sikap belajar merupakan reaksi atau respon siswa terhadap kegiatan belajar. Aspek sikap belajar merupakan salah satu aspek penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kualitas hasil belajar yang baik sangat berhubungan erat dengan sikap belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi di kelas VII E SMP Negeri 3 Porong menunjukkan bahwa siswa kurang memiliki sikap belajar, yang akhirnya berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah. Oleh karena itu diperlukan adanya proses pembelajaran yang mampu meningkatkan sikap dan hasil belajar siswa. Penerapan pembelajaran kontekstual dengan model inkuiri merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan sikap dan hasil belajar IPA Biologi siswa di kelas VII E SMP Negeri 3 Porong. Keunggulan model inkuiri adalah dalam kegiatan pembelajaran seluruh kemampuan siswa dilibatkan secara maksimal dalam mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis dan analitis sehingga menjadikan siswa berpikir lebih kritis dan menunjang kemampuan sikap belajar siswa yang akhirnya mampu meningkatkan sikap dan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk meningkatkan sikap dan hasil belajar biologi siswa kelas VII E SMP Negeri 3 Porong melalui penerapan pembelajaran kontekstual dengan model inkuiri. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif-kuantitatif. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus dan empat pertemuan, setiap siklus terdiri dari perencanaan penelitian, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII E yang berjumlah 31 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2009. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah catatan lapangan, lembar observasi sikap belajar, dan tes tulis hasil belajar. Sikap belajar siswa diobservasi menggunakan lembar observasi sikap belajar dan catatan lapangan, sedangkan hasil belajar siswa diperoleh dari tes tulis hasil belajar pada akhir pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan sikap belajar siswa untuk setiap aspek meliputi aspek kemauan untuk mengumpulkan dan menggunakan bukti 53% (siklus I) menjadi 72% (siklus II), aspek kemauan untuk mengubah gagasan atau pendapat terkait dengan bukti 48% (siklus I) menjadi 62% (siklus II), dan aspek kemauan untuk mereviu prosedur 26% (siklus I) menjadi 48% (siklus II). Hasil belajar kognitif klasikal (HBKk) IPA biologi siswa juga menunjukkan peningkatan secara klasikal yaitu 42% (siklus I) menjadi 97% (siklus II). Peningkatan juga terlihat pada rata-rata Nilai Tes Belajar individu (NTBi) siswa yaitu 63,26% (siklus I) menjadi 84,06% (siklus II). Saran dari penelitian ini adalah sebaiknya dalam penerapan pembelajaran kontekstual dengan model inkuiri guru melakukan secara berkesinambungan dan teratur sehingga mampu mempercepat penyesuaian siswa terhadap kondisi belajar.

Penerapan pembelajaran kooperatif model cooperative integrated reading and composition (CIRC) untuk meningkatkan minat dan hasil belajar geografi siswa kelas XI IPS SMA Islam Malang / Margo Suwito Utomo

 

Kata Kunci: Minat belajar, Hasil belajar geografi , Cooperative Integrated Reading and Compotition (CIRC) Hasil observasi awal yang dilaksanakan di kelas XI IPS 2 SMA Islam Malang pada hari Rabu 20 Agustus 2010, rata-rata siswa cenderung kurang berminat dalam belajar, hal ini dapat dilihat ketika berada dalam kelas terdapat siswa yang mengobrol sendiri dan tidak mencatat penjelasan yang disampaikan oleh guru. Nilai hasil belajarnya rendah, kurang dari SKM yang ditentukan ≥70. Ketika Ulangan Harian pertama dengan topik bahasan Biosfer, siswa kelas XI IPS 2 yang mendapatkan nilai di atas 70 sebanyak 16 siswa dan 20 siswa lainnya mendapatkan nilai di bawah 70. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi kelas XI IPS SMA Islam Malang dengan menerapkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Compotition (CIRC). CIRC dalam penelitian ini diterapkan di materi kelas XI IPS semester 1 indikator Pemanfaatan Sumber Daya Alam Secara Arif. Untuk mengukur minat siswa digunakan instrument pedoman wawancara sedangkan untuk mengukur hasil belajar siswa digunakan tes. Pedoman wawancara dan tes siswa dianalisis menggunakan persentase. Penelitan dilakukan di SMA Islam Malang, mulai tanggal 19 November sampai 3 Desember 2010. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak 2 siklus, di mana setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas XI IPS 2 SMA Islam Malang sebanyak 36 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi setelah pelaksanaan siklus I dan setelah pelaksanaan siklus II. Peningkatan minat siswa pada mata pelajaran geografi ini dilihat dari peningkatan persentase tiap indikator minat siswa yang mengalami peningkatan, sedangkan peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari peningkatan hasil tes siswa. Kesimpulan penelitian bahwa pembelajaran kooperatif model Cooperative Integrated Reading and Compotition dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi kelas XI IPS SMA Islam Malang pada kompetensi dasar Pemanfaatan Sumber Daya Alam secara Arif. Hasil tentang minat pada siklus satu indikator ketertarikan 75,71% dan pada indikator kesenangan 83,34%. Pada siklus dua meningkat menjadi 81,1% pada indikator ketertarikan dan 88,24% pada indikator kesenangan. Tes hasil belajar diperoleh peningkatan ketuntasan dari siklus satu yaitu 53,35% naik menjadi 91,18% pada siklus dua dari jumlah keseluruhan siswa. Dengan rata-rata nilai hasil belajar pada siklus satu yaitu 68,17 menjadi 78,53 pada siklus dua Secara umum dalam penerapan pembelajaran model CIRC sudah baik, namun memerlukan banyak pembenahan pada beberapa tahapan pembelajaran model CIRC tersebut.

Pengaruh lama stirring pada sintesis hydroxyapatite dengan metode presipitasi terhadap sifat kristal, mikrostuktur, dan kuat tekan / I Made Paramita Widya Dhana

 

Kata kunci : HA, Lama Stirring, Sifat Kristal, Mikrostruktur, Kuat Tekan Hydroxyapatite berukuran nano telah dikembangkan dengan kemurnian serta kristalinitas tinggi untuk meningkatkan kerapatan, kekuatan dan sifat bioaktifnya. (HA) secara klinis merupakan material yang menarik untuk diteliti serta dikembangkan sebagai biomaterial dalam fabrikasi implant jaringan juga sebagai bahan biokeramik yang dapat menggantikan beberapa organ dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama stirring terhadap sifat kristal, mikrostruktur HA dan kuat tekan yang disintesis dengan metode presipitasi. Keuntungan proses wet adalah produk selalu dalam air dan peluang terkontaminasi selama pemrosesan sangat rendah. Proses awal yang dilakukan adalah melakukan penyiapan, penimbangan kemudian pencampuran bahan, pengadukan (stirring) dengan variasi 4 jam, 6 jam, 8 jam, pengovenan pada suhu 110°C selama 6 jam, dan yang terakhir disintering dengan pengontrolan suhu pada 1100°C selama 6 jam. Hasil dari metode sintesa ini dianalisis sifat kristal dan mikrostruktur, dan kuat tekannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Dari ketiga pola XRD hasil sintesis, yang mendekati sesuai dengan pola XRD tulang asli sapi adalah sampel dengan lama strirring 8 jam. (2) Morfologi hasil sintesis presipitasi berbentuk bongkahan dengan ukuran diatas 20 µm dan hampir homogen, dengan jumlah luasan pori-pori yang paling rendah sebesar 121, 49 µm2 dan fraksi pori-porinya sebesar 3,79% pada lama stirring 8 jam, sedangkan jumlah luasan pori – pori yang paling tinggi sebesar 457,85 µm2 dan fraksi pori-porinya sebesar 13,65% pada lama stirring 4 jam (3) Kecenderungan Mikrostruktur HA terhadap kuat tekan yaitu bahwa semakin sedikit jumlah pori pada mikrostruktur maka nilai kuat tekannya semakin tinggi. Dari semua sampel penelitian, nilai kuat tekan yang paling tinggi terdapat pada sampel dengan lama stirring 8 jam sebesar 4,43 MPa. Dengan jumlah luasan pori-pori yang paling rendah sebesar 121, 49 µm2 dan fraksi pori-porinya sebesar 3,79% .

Pengelompokan kualitas produksi gula berdasrkan karakteristiknya dengan menggunakan metode K-Means (Studi kasus di PG Padjarakan Probolinggo) / Intan Dwi Kurnia Sari

 

Kata kunci : analisis kelompok, kualitas produksi gula, metode K-Means. Analisis kelompok merupakan teknik yang digunakan untuk mengelompokan objek pengamatan menjadi beberapa kelompok yang lebih sederhana berdasarkan tingkat kehomogenan objek pengamatan. Pada penelitian ini, analisis kelompok digunakan untuk mengelompokan kualitas produksi gula berdasarkan karakteristiknya dan mencari ciri-ciri dari tiap kelompok yang o g g n i l o b o r P n a k a r a j d a P G P i d k u t n e b r e t . : u t i a y i t i l e t i d g n a y l e b a i r a v h u j u t a d A , r i t u b s i n e j t a r e b , n a g n i r e g n e p n a t u s u s , A S M U C I n a t u r a l a n r a w , l a t s i r k a n r a w kandungan belerang dioksida (SO2), polarisasi, dan abu konduktiviti. Metode yang digunakan untuk pengelompokan atribut adalah metode KMeans. Metode ini digunakan untuk mengelompokan kualitas produksi gula berdasarkan karakteristiknya dan mencari ciri-ciri dari tiap kelompok yang terbentuk. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis kelompok diketahui bahwa kelompok yang terbentuk ada tiga, yaitu: 1. Kelompok pertama merupakan kualitas produksi gula sedang dengan ciricirinya adalah ketiga jenis karakteristiknya (warna kristal, warna larutan ICUMSA, dan kadar abu konduktiviti) mempunyai rata-rata lebih tinggi diantara kelompok yang lain serta anggotanya ada 14 periode. 2. Kelompok kedua merupakan kualitas produksi gula rendah dengan ciricirinya adalah karakteristik polarisasi mempunyai rata-rata lebih tinggi diantara kelompok yang lainnya serta anggotanya ada 16 periode. 3. Kelompok ketiga merupakan kualitas produksi gula tinggi dengan ciri-cirinya adalah keempat jenis karakteristiknya (susutan pengeringan, berat jenis butir, kandungan belerang dioksida (SO2), dan polarisasi) mempunyai rata-rata lebih tinggi diantara kelompok yang lainnya serta anggotanya ada 15 periode.

Penggunaan papan magnet untuk meningkatkan kemampuan menulis narasi siswa kelas V MI, Miftahul Ulum Kecicang Kabupaten Pasuruan / Syafiuddin Akbar

 

Kata kunci: Papan magnet, pembelajaran bahasa Indonesia, menulis narasi, SD. Pembelajaran bahasa Indonesia mengintegrasikan empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Salah satu keterampilan berbahasa yang cukup kompleks adalah menulis. Keterampilan menulis di Sekolah Dasar merupakan sesuatu yang perlu dikuasai karena ketrampilan ini menjadi sarana untuk mempelajarai seluruh mata pelajaran di sekolah. Ketrampilan menulis diajarkan dengan tujuan agar siswa mempunyai kemampuan menuangkan ide, gagasan, pikiran, pengalaman, dan pendapatnya dengan benar. Penelitian ini berlatar belakang kekurangberhasilan pembelajaran Bahasa Indonesia pada aspek keterampilan menulis jenis karangan narasi berdasarkan pengalaman di sekolah, khususnya di MI. Miftahul Ulum Kecicang Gempol Pasuruan. Kekurangberhasilan tersebut disebabkan siswa belum mampu mengembangkan karangan sesuai dengan ciri karangan narasi, siswa belum dapat memilih kosakata yang tepat dalam mempertajam karangan narasi, kualitas tulisan yang dihasilkan siswa masih rendah, kemampuan siswa dalam menggunakan tanda baca masih belum maksimal, guru masih menerapkan metode lama dalam pembelajaran mengarang narasi, dan kurangnya media pembelajaran untuk menulis karangan. Masalah yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah pengefektifan pembelajaran menulis karangan narasi dengan memanfaatkan Papan Magnet sebagai sumber belajar pada siswa kelas IV semester 1 MI. Miftahul Ulum Kecicang tahun pelajaran 2010/2011. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan Papan Magnet untuk meningkatkan pembelajaran menulis narasi pada siswa kelas V MI. Miftahul Ulum Kecicang dan penerapan pembelajaran dengan memanfatkan Papan Magnet dapat meningkatkan keterampilan menulis Narasi siswa kelas V MI. Miftahul Ulum Kecicang. Penelitian ini dilaksanakan di MI. Miftahul Ulum Kecicang desa Ngerong Gempol kabupaten Pasuruan subjek penelitian adalah siswa kelas V, adapun jumlah subjek yang diteliti sebanyak 22 siswa. Sumber data penelitian tindakan kelas ini adalah (1) hasil penelitian uji kemampuan menulis karangan narasi pada siswa kelas V. (2) hasil pengamatan supervisor. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah teknik tes dan nontes. Validasi data dilakukan dengan cara Triangulasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas dua siklus. Data yang diperoleh dianalisis secara narasi kuantitatif dan narasi kualitatif. Pemerolehan data kuantitatif dilakukan dengan melakukan tes hasil kerja siswa dan data secara kualitatif dilakukan dengan melakukan observasi atau pengamatan. Hasil analisis data menunjukkan tingkat ketuntasan pada pra-Siklus sebesar 36,4 %, Siklus I 68,2 %, dan pada akhir siklus II mencapai 90,9 %. Hal ini berarti bahwa kemampuan siswa kelas IV dalam menulis karangan narasi dengan menggunakan papan magnet mengalami peningkatan serta dapat menciptakan suasana pembelajaran yang baru dan menyenangkan bagi siswa. Guru hendaknya mengunakan papan magnet sebagai inovasi pada pembelajaran bahasa indonesia khususnya pada materi pembelajaran menulis karangan narasi karena papan magnet telah terbukti dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswa, serta dapat menciptakan suasana pembelajaran yang baru dan menyenangkan.

Pengembangan lembar kerja siswa beracuan pendekatan penemuan terbimbing pada materi luas permukaan dan volume prisma dan limas kelas VIII / Ana Zumaroh

 

Kata kunci : lembar kerja siswa, pendekatan penemuan terbimbing, luas permukaan dan volume, prisma dan limas. Berdasar hasil obervasi dan wawancara dengan siswa di lapangan saat PPL di SMP Negeri 13 Malang, LKS yang digunakan kurang menarik minat siswa. Beberapa siswa menyebutkan bahwa pada LKS langsung memberikan rumus-rumus tentang materi yang diberikan. Pada kelas VIII terdapat pokok bahasan geometri yang memuat rumus-rumus tentang luas permukaan dan volume prisma dan limas. Pada umumnya siswa hanya menghafal dan mengingat rumus luas permukaan dan volume prisma dan limas, sehingga apabila diberikan permasalahan yang sedikit berbeda dari contoh yang diajarkan, siswa akan kesulitan dalam menggunakan rumus yang diberikan. Oleh karena itu, penulis terdorong untuk mengembangkan lembar kerja siswa beracuan pendekatan penemuan terbimbing pada materi luas permukaan dan volume prisma dan limas. Pengembangan lembar kerja siswa menggunakan 4 tahap yaitu tahap analisis situasi awal, tahap pengembangan rancangan, tahap penyusunan produk awal, dan tahap penilaian produk. LKS yang dikembangkan dinilai oleh tiga validator yaitu satu dosen matematika dan dua guru SMP. Setelah itu, LKS diujicobakan sebanyak dua kali, pertama diujicobakan pada 3 siswa kemudian diujicobakan lagi pada 10 siswa untuk pengujian validitas empiris terhadap LKS yang telah dikembangkan. Berdasarkan hasil penilaian validator pada tiap aspek dapat disimpulkan bahwa lembar kerja siswa yang dikembangkan valid dengan persentase 91,66%. Sementara itu, berdasarkan hasil uji coba pada siswa dapat disimpulkan bahwa lembar kerja siswa yang dikembangkan menarik dan dapat dikerjakan siswa. Hasil evaluasi dari masing-masing siswa

Kinerja pengelolaan restribusi pelayanan parkir untuk meningkatkan pendapatan asli daerah kota Malang / Niko Hajar Dewantara

 

Kata kunci: kinerja, retribusi parkir, Pendapatan Asli Daerah. Sejak tahun 2001 telah dilakukan perubahan terhadap tata pemerintahan di Indonesia yang sangat berarti dan bersifat fundamental yaitu telah terjadi perubahan didalam pola pengaturan hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pola yang semula sentralistik diubah menjadi desentralisasi dan otonomi daerah guna membentuk kemandirian daerah. Untuk merealisasikan hal tersebut, sebagaimana daeah lain, Pemerintah Daerah Kota Malang perlu berusaha secara aktif untuk meningkatkan serta menggali sumber-sumber penerimaan daerah terutama penerimaan yang berasal dari daerah sendiri atau yang sering disebut dengan Pendapatan Asli Daerah. Pendapatan Asli Daerah sebagai salah satu sumber penerimaan daerah mempunyai peranan penting dalam pembangunan daerah. Hal ini dapat dilihat dalam pelaksanaan Otonomi Daerah dimana peranan PAD diharapkan dan diupayakan dapat menjadi penyangga utama dalam membiayai kegiatan pembangunan di daerah. Penerimaan yang memungkinkan untuk dikembangkan adalah penerimaan retribusi terutama di wilayah pemerintah daerah tingkat II yang salah satu diantaranya ialah retribusi parkir. Meskipun bukan penerimaan retribusi yang utama, namun retribusi pelayanan parkir Kota Malang memiliki peranan yang cukup penting, yakni sebagai salah satu penyumbang dalam penerimaan retribusi daerah pada khususnya dan PAD pada umumnya. Dalam penelitian ini, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut. (1) Bagaimana perkembangan Retribusi Pelayanan Parkir dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang? (2) Bagaimana realisasi Retribusi Pelayanan Parkir atas targetnya? (3) Seberapa besar kontribusi Retribusi Pelayanan Parkir dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang? (4) Seberapa besar potensi penerimaan Retribusi Pelayanan Parkir berdasarkan survei dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang (5) Upaya apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja pengelolaan Retribusi Pelayanan Parkir untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini dirancang dengan jenis penelitian deskriptif dengan menggabungkan metode kuantitatif dan metode kualitatif. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kontribusi, persentase dan teknik analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Treatment). Penelitian ini dilakukan di Dinas Pendapatan Asli Daerah (Dispenda) dan Dinas Perhubungan Kota Malang dan salah satu lokasi parkir dengan teknik survei lapangan dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) Rata-rata perkembangan penerimaan Pendapatan Asli Daerah 13,01% pertahun. Rata-rata perkembangan penerimaan retribusi parkir menunjukkan angka 31,39% pertahun, (2) Rata-rata persentase realisasi retribusi parkir atas targetnya adalah sebesar 100,54% pertahun, (3) Rata-rata kontribusi retribusi pelayanan parkir terhadap pendapatan asli daerah ialah 1,57% pertahun, (4) Retribusi pelayanan parkir dapat ditingkatkan minimal sebesar 3,2 kali dan maksimal sebesar 4,32 kali. Sehingga secara kasar pada tahun 2009, retribusi pelayanan parkir dapat menyumbang pendapatan asli daerah minimal sebesar 7,19% pertahun dan maksimal sebesar 9,47% pertahun, (5) Ada 2 jenis upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kinerja pengelolaan retribusi pelayanan parkir di Kota Malang yaitu upaya intensifikasi dan ekstensifikasi. Adapun saran yang dapat dijadikan pertimbangan dalam mengoptimalkan retribusi pelayanan parkir dalam kaitannya dengan PAD Kota Malang adalah: (1) Bagi Dinas Perhubungan agar berperan aktif dalam mendorong penerimaan retribusi pelayanan parkir baik melalui beberapa upaya, (2) DPRD Kota Malang dapat menetapkan kebijakan yang mendukung pengelolaan retribusi pelayanan parkir Kota Malang, (3) Bagi juru parkir agar melakukan pemungutan retribusi pelayanan parkir sesuai prosedur yang diberlakukan, (4) Bagi peneliti lain: agar menggunakan beberapa lokasi sehingga hasil analisis yang dilakukan bisa lebih halus, rasional dan terpercaya untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih baik, (5) Bagi masyarakat agar melaporkan berbagai tindak kecurangan/pelanggaran yang terjadi terkait masalah parkir kepada pihak yang berwenang.

Pengaruh modernitas individu dan perilaku sosial terhadap economic literacy siswa kelas XI IPS SMAN I Malang / Ifratus Zuraidah

 

Kata Kunci : Modernitas Individu, Perilaku Sosial, Economic Literacy Economic Literacy merupakan kemampuan mengerti dan memahami tentang ilmu ekonomi yang diwujudkan dengan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah dan kemampuan menyelesaikan masalah, kemampuan berfikir rasional, serta kecenderungan bertindak dalam berperilaku ekonomi sesuai dengan pembelajaran yang telah diperolehnya. Economic literacy merupakan tolak ukur seberapa jauh seseorang menyadari adanya kekuatan yang berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat. Salah-satu cara yang bisa dilakukan seseorang agar mempunyai economic literacy adalah dengan belajar tentang ilmu ekonomi. Dalam belajar ada beberapa faktor yang mempengaruhi economic literacy. Diantara faktor tersebut adalah modernitas individu dan perilaku sosial. Kedua fakor tersebut saling mendukung untuk menciptakan kondisi belajar yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Medeskripsikan pengaruh modernitas individu terhadap economic literacy siswa kelas XI IPS SMAN 1 Malang (2) Mendeskripsikan pengaruh perilaku sosial terhadap economic literacy siswa kelas XI IPS SMAN 1 Malang (3) Mendeskripsikan pengaruh modernitas individu dan perilaku sosial terhadap economic literacy siswa kelas XI IPS SMAN 1 Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer yang bersumber langsung dari subyek penelitian. Data yang diperoleh berupa data skor dari angket /kuesioner dan data skor dari tes yang diubah menjadi nilai siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMAN 1 Malang yang berjumlah 92. Jumlah populasi kurang dari 100, maka penelitian ini termasuk penelitian populasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan uji-t untuk mengetahui pengaruh variabel bebas modernitas individu (X1) dan perilaku sosial (X2) secara parsial terhadap variabel terikat economic literacy siswa (Y) dan uji-F untuk mengetahui secara simultan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa ada pengaruh yang signifikan variabel bebas modernitas individu (X1) dan perilaku sosial (X2) terhadap variabel terikat economic literacy (Y) baik secara parsial maupun secara simultan. Persamaan regresi Y = 7.966+0.737 X1+0.362 X2. Variabel X1=0,737 menyatakan bahwa setiap peningkatan variabel modernitas individu (X1) satu satuan akan meningkatkan variabel economic literacy (Y) sebesar 36.04%. Variabel X2=0,362 menyatakan bahwa setiap peningkatan variabel perilaku sosial (X2) satu satuan akan meningkatkan variabel economic literacy (Y) sebesar 15.32% . Perubahan variabel economic literacy (Y) sebesar 51.36% disebabkan oleh perubahan variabel modernitas individu (X1) dan perilaku sosial (X2), dan sisanya sebesar 48,6% disebabkan oleh faktor lain yang tidak dideskripsikan dalam penelitian ini. i Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa variabel bebas modernitas individu (X1) dan perilaku sosial (X2) mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap variabel terikat economic literacy (Y) baik secara parsial maupun secara simultan. Bertitik tolak dari penelitian ini, beberapa saran yang diajukan peneliti adalah (1) menyesuaikan kurikulum mata pelajaran ekonomi yang tidak hanya sesuai dengan kurikulum pemerintah tetapi juga mendukung pemahaman ekonomi siswa secara menyeluruh, selain itu terus meningkatakan pembentukan serta pengembangan perilaku sosial siswa melalui peraturan-peraturan yang ada di sekolah. (2) untuk guru perlu ditingkatkan pendekatan pengajaran ekonomi yang lebih banyak memberikan pengalaman nyata bagi siswa untuk mengenali dan mempraktekkan kegiatan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga guru selain berperan untuk meningkatakan wawasan dan pengetahuan , juga mampu berperan untuk menanamkan sikap positif terhadap anak didik (3) untuk peneliti lain yang mempunyai keinginan mengadakan penelitian yang serupa, diharapkan variable penelitian lebih diperluas lagi ataupun bisa mengkaitkannya dengan variabel lain sehingga data yang diperoleh bisa lebih relevan lagi.

Studi tentang pelaksanaan ekstrakurikuler bolabasket SMA Neger1 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung / Defri Andi Priya Atmaja

 

Kata Kunci: Pelaksanaan Ekstrakurikuler, Bolabasket Kegiatan ekstrakurikuler olahraga merupakan kegiatan yang paling banyak diminati siswa. Kegiatan ini merupakan tempat untuk menyalurkan bakat dan hoby yang dimiliki siswa dan tempat untuk berprestasi dibidang olahraga. Kegiatan ekstrakurikuler bolabasket SMA Negeri 1 Boyolangu memiliki banyak prestasi. Prestasi yang diperoleh SMA Negeri 1 Boyolangu pada tahun 2008 juara 1 kompetisi antar pelajar Se-Kabupaten Tulungagung, juara 4 Kadiri basketball competion, juara 2 SMA Negeri 1 Boyolangu Cup, tahun 2009 juara 1 kompetisi antar pelajar Se-Kabupaten Tulungagung, juara 3 Kadiri basketball competion, juara 2 SMA Negeri 1 Boyolangu Cup, juara 2 Developmen Basket Ball, sedang pada tahun 2010 juara 1 SMA Negeri 1 Boyolangu Cup. Pencapaian prestasi pada kegiatan ekstrakurikuler bolabasket tidak didapat begitu saja. Tetapi dibutuhkan suatu pelaksanan serta keterlibatan dari pihak sekolah yang terdiri dari Kepala Kekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru pendidikan jasmani, pelatih dan serta para siswa perserta kegiatan ektrakurikuler olahraga bolabasket. Tujuan penelitian untuk mendekripsikan pelaksanan ekstrakurikuler SMA Negeri 1Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data mengunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian dianalisis. Proses analisis data dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, kemudian menyederhanakan, dikelompokkan, dan ditarik kesimpulan. Lokasi penelitian adalah SMA Negeri 1Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Intrumen penilian ini terdiri dari (1) Narasumber yang meliputi Kepala Sekolah, pembina dan pelatih, (2) Peristiwa atau aktifitas, (3) Gambar kegiatan. Hasil penelitian dalam melakukan kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di SMA Negeri 1 Boyolangu mempunyai frekuensi 3 kali dalam 1 minggu yaitu: Selasa, Kamis, Sabtu dan bisa ditambah latihan pada hari Minggu serta mempunyai durasi latihan rata-rata 92,2 menit setiap latiahan yang terdiri dari 17,7 menit pemanasan, 65,2 menit inti dan 12,2 menit pendinginan. Setiap latihan mempunyai rata-rata volume 5,2 set setiap latihan dengan intensitas sedang yang diambil dari denyut jantung pemain minimal 163 permenit. Kesimpulan penelitian ini kegiatan ekstrakurikuler bolabasket SMA Negeri 1 Boyolangu merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan di luar jam sekolah untuk menyalurkan bakat siswa dan memberikan pembinaan secara penuh pada matapelajaran olahraga khususnya bolabasket. Dalam melakukan kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di SMA Negeri 1 Boyolangu menggunakan komponen pelaksanaan latihan ekstrskurikuler. Dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler terdapat latihan yang terdiri dari frekuensi, durasi volume, dan intensitas.

Produk pengembangan bahan ajar berbasis masalah pada materi keliling dan luas segitiga untuk siswa SMP kelas VII / Hena Retnowati

 

Kata kunci : bahan ajar, berbasis masalah, keliling dan luas segitiga. Salah satu aspek yang dapat membantu proses pembelajaran berbasis masalah menjadi bermakna dan tidak terkesan hanya penyampaian informasi yang dikemas dalam suatu masalah adalah penggunaan bahan ajar yang mampu mengembangkan potensi berpikir siswa secara mandiri. Kenyataan tersebut mendorong penulis untuk melakukan penelitian produk pengembangan bahan ajar berbasis masalah pada materi keliling dan luas segitiga untuk siswa SMP kelas VII. Langkah-langkah yang dilalui dalam mengembangkan bahan ajar ini adalah pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan pendiseminasian. Dari data angket yang diberikan kepada subjek uji ahli yakni dosen pendidikan matematika UM dan guru bidang studi matematika SMPN I Kencong Jember, dapat diketahui bahwa bahan ajar yang dihasilkan tergolong sangat valid dan sesuai dengan pembelajaran berbasis masalah. Adapun karakteristik bahan ajar hasil pengembangan antara lain: bahan ajar berorientasi kepada masalah guna memahami konsep matematika, bahan yang dipilih adalah bahan yang mampu mengorganisasi siswa untuk belajar memahami konsep matematika, bahan yang dipilih memberikan bimbingan penyelidikan individual maupun kelompok guna memecahkan masalah, bahan yang dipilih mampu mengembangkan dan menyajikan hasil karya siswa guna mengkomunikasikan gagasan, dan bahan yang dipilih memberikan kesempatan kepada siswa untuk menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah menggunakan penalaran. Meskipun secara keseluruhan bahan ajar dikatakan sangat valid namun untuk perbaikan bahan ajar produk pengembangan, pengembang tetap melakukan tahap refeleksi. Refleksi ini berupa revisi bahan ajar berdasarkan saran dan komentar dari subjek uji ahli. Fokus utama revisi ini adalah buku siswa bagian survey I yang menurut salah satu subyek uji ahli kurang mengarah pada masalah.

Analisis perbedaan kebangkrutan (model Altman dan Springate) sebelum dan sesudah krisis global 2008 pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI / Intan Suryaning Natalia

 

Kata kunci: Kebangkrutan, Model Altman, Model Springate. Krisis global sebenarnya diawali di Amerika, dimana dalam tahun tersebut keuangan Amerika mengalami resesi besar-besaran dan memicu kekurangan liquiditas. Hal ini berdampak pada perekonomian negara yang lain. Krisis global menimbulkan dampak bagi negara-negara lain yang berhubungan dengan Negara asal krisis (domino efek). Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana perbedaan tingkat kebangkrutan sebelum dan sesudah krisis global mengunakan dua model perhitungan yaitu model perhitungan Altman dan Springate. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah data skunder dengan teknik pengumpulan dokumentasi dan studi pustaka. Teknik penentuang sampel adalah dengan sistem purposife sampling yaitu dengan menetapkan beberapa kriteria untuk menentukan data mana yang layak dijadikan sampel penelitian. Sampel dari penelitian ini adalah perusahaan perusahaan manufaktur yang berada dalam kelompok perusahaan textile mill products, apparel and other textile products, electronic and office equipment, photographic equipment. Teknik analisis data adalah analisis statistic dengan bantuan SPSS yaitu dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat kebangkrutan sebelum dan sesudah krisis global 2008 yang dianalisis dengan menggunakan model Altman, demikian juga pada model Springate tidak ada perbedaan yang signifikan. Namun bila dilihat secara deskriptif terdapat perbedaan tingkat kebangkrutan antara sebelum dan sesudah krisis. Perbedaan itu disebabkan karena beberapa perusahaan memiliki kegiatan usaha yang erat hubungannya dengan negara asal krisis (Amerika Serikat). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar para investor dan kreditur dapat menggunakan perhitungan model Springate untuk menilai kinerja perusahaan. Perhitungan model ini memberikan hasil yang lebih tajam dibandingkan dengan perhitungan model Altman. Untuk penelitian berikutnya tidak perlu berpatokan pada tahun 2008. Karena tahun 2008 bukanlah tahun yang tepat untuk dijadikan titik awal terjadinyaa krisis global di Indonesia.

Pengaruh prestasi belajar matakuliah pengantar akuntansi dan bahasa inggris terhadap keterampilan mengoperasikan komputer akuntansi (Myob Accounting) mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Yeni Wahyu Aristiana

 

Kata Kunci: Prestasi Belajar Matakuliah Pengantar Akuntansi, Bahasa Inggris, Komputer Akuntansi (MYOB Accounting). MYOB Accounting adalah software yang membantu kegiatan akuntansi. Mengoperasikan komputer akuntansi (MYOB Accounting) mahasiswa terlebih dahulu sebaiknya menguasai matakuliah pengantar akuntansi, karena merupakan dasar-dasar dalam kegiatan akuntansi, serta menguasai kemampuan bahasa Inggris karena dalam MYOB Accounting diciptakan dengan menggunakan bahasa Inggris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh prestasi belajar matakuliah pengantar akuntansi terhadap keterampilan mengoperasikan komputer akuntansi (MYOB Accounting) mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang; (2) pengaruh prestasi belajar matakuliah bahasa Inggris terhadap keterampilan mengoperasikan komputer akuntansi (MYOB Accounting) mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah prestasi belajar matakuliah pengantar akuntansi (X1) dan prestasi belajar matakuliah bahasa Inggris (X2). variabel terikat adalah keterampilan mengoperasikan komputer akuntansi (MYOB Accounting) (Y). Populasi penelitian ini adalah mahasiswa jurusan akuntansi angkatan 2007 yang berjumlah 371. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh jumlah responden sebanyak 177. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Sumber data berasal dari kartu hasil studi (KHS) mahasiswa jurusan Akuntansi angkatan 2007 dan teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil yaitu terdapat pengaruh prestasi belajar matakuliah pengantar akuntansi terhadap keterampilan mengoperasikan komputer akuntansi (MYOB Accounting) mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, dilihat dari nilai sig (p) 0,000 < 0,005. Hasil lain menunjukkan terdapat pengaruh prestasi belajar matakuliah bahasa Inggris terhadap keterampilan mengoperasikan komputer akuntansi (MYOB Accounting) mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, dilihat dari nilai sig (p) 0,000 < 0,005. Hasil ini mengimplikasikan bahwa penggunaan matakuliah pengantar akuntansi dan bahasa Inggris terhadap komputer akuntansi (MYOB Accounting) sangat diperlukan agar mahasiswa lebih terampil dalam mengoperasikan komputer akuntansi (MYOB Accounting). Bagi penelitian selanjutnya, untuk menambah variabel penelitian yang relevan, memperluas sampel yang digunakan untuk penelitian.

Pengembangan modul pembelajaran kimia dengan model learning cycle 5-fase pada materi analisis air dan mineral untuk pembelajaran kimia siswa SMK kelas XI Program Keahlian Kimia Analisis sebagai penunjang KTSP / Ivana Septin Ernawati

 

Kata kunci : modul, KTSP, konstruktivistik, Learning Cycle 5-fase, analisis air dan mineral, Borg and Gall. Penyempurnaan kurikulum 1994 menjadi kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdampak terhadap perubahan paradigma pembelajaran dari pembelajaran yang bersifat behavioristik menuju pembelajaran konstruktivistik. Salah satu model pembelajaran yang berorientasi konstruktivistik adalah model Learning Cycle 5-fase. Untuk menunjang pembelajaran yang berbasis konstruktivistik tersebut, diperlukan bahan ajar yang salah satunya adalah modul. Sejauh ini belum tersedia modul dengan model Learning Cycle 5-fase untuk materi analisis air dan mineral untuk SMK. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul pembelajaran kimia dengan model Learning Cycle 5-fase pada materi analisis air dan mineral untuk pembelajaran kimia siswa SMK kelas XI program keahlian analisis kimia serta menguji tingkat kelayakannya. Pengembangan modul mengadaptasi model pengembangan Borg and Gall dengan beberapa adaptasi, dimana pengembangan yang dilakukan tidak sampai pada uji coba produk di lapangan. Langkah pengembangan yang dilakukan adalah penelitian dan pengumpulan data, perencanaan dan pengembangan draf produk. Desain validasi meliputi validasi soal ulangan harian dan validasi isi produk (modul yang dilengkapi RPP). Validasi soal dilakukan dengan mengujicobakan soal ke siswa, kemudian dianalisis validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya bedanya. Kriteria butir soal yang dipakai dalam modul adalah soal dengan tingkat kesukaran minimal sedang, daya beda minimal cukup, dan harus valid. Instrumen pengumpulan data berupa soal ulangan harian dan angket validasi. Hasil validasi dianalisis dengan teknik analisis nilai rata-rata. Hasil pengembangan berupa modul analisis air dan mineral yang dilengkapi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dari hasil analisis diperoleh tingkat kelayakan modul 3,89 dengan kriteria valid/baik/layak (skor maksimal 4). Adapun tingkat kelayakan RPP sebesar 3,84 dengan kriteria valid/baik/layak (skor maksimal 4). Oleh karena itu, dapat disimpulkan modul analisis air dan mineral yang dilengkapi dengan RPP ini sudah baik dan layak untuk diujicobakan di lapangan (validasi empirik).

Tren pembelajaran menyimak dan berbicara bahasa Indonesia dalam 21 tahun: telaah metode, teknik, dan strategi dalam penelitian mahasiswa tahun 1990-2010 Universitas Negeri Malang / RZ. Rossy Zulkarnain

 

Kata Kunci: pembelajaran menyimak, pembelajaran berbicara Pembelajaran menyimak dan berbicara di sekolah selama ini masih kalah pamor dibandingkan dengan pembelajaran menulis dan membaca. Keadaan ini terjadi lantaran paradigma yang berkembang bahwa pembelajaran menyimak dan berbicara tidak berpengaruh terhadap ujian kelulusan siswa maupun ujian ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pola pembelajaran menyimak dan berbicara di sekolah belum berjalan maksimal dan belum mampu mengasah keterampilan siswa. Hal tersebut terjadi karena cara penyampaian pelajaran yang masih tradisional dan tidak mampu memaksimalkan kemajuan teknologi yang ada. Padahal telah muncul berbagai permasalahan dalam pembelajaran yang tidak bisa dielakkan begitu saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan mengidentifikasi berbagai metode, teknik, dan strategi dalam pembelajaran menyimak dan berbicara bahasa Indonesia dalam jengang SD, SMP, dan SMA dalam kurun waktu 21 tahun antara tahun 1990- 2010. Penelitian yang dikumpulkan berasal dari karya ilmiah mahasiswa Universitas Negeri Malang baik berupa skripsi, tesis, maupun disertasi. Rancangan penelitian ini menggunakan analisis isi kualitatif. Data penelitian berupa berbagai penelitian mahasiswa tentang pembelajaran menyimak dan berbicara bahasa Indonesia dalam tahun 1990-2010. Pengumpulan data dilakukan dengan tenknik catatan lapangan. Kagiatan analisis dimulai dari pengelompokan dan pengorganisasian, pengodean, dan penyimpulan dan penginterpretasian. Berdasarkan hasil analisis data tersebut ditemukan tiga kesimpulan. Pertama bahwa telah ditemukan tiga puluh jenis metode, teknik, dan strategi pembelajaran menyimak dan berbicara yang tersebar dalam jenjang SD, SMP, dan SMA. Metode, teknik, dan strategi untuk keterampilan menyimak adalah lain Teknik Diskusi, Teknik Tugas, dan Teknik Ceramah, Strategi Tanya, Strategi Cek dan Ricek, Metode Ekspresif, Metode Jigsaw, Model Pembelajran Snowball Throwing, Strategi Permainan Pesan Berantai, Strategi Fighting Question, Strategi PAIR CHECK, Metode TWIN (Tawar Informasi), Teknik PURI HENING (Puzzle story And Happy Listening), Strategi STAD, dan Strategi Model inside-outside circle. Sedangkan Metode, teknik, dan strategi untuk keterampilan berbicara adalah Teknik Diskusi Jigsaw, Strategi Permodelan, Teknik diskusi prokonet, Metode Jigsaw, Strategi Debat, Strategi the role playing model, Teknik bermain drama, Metode masyarakat belajar, Metode learning cycle 5 phase, Strategi pembelajaran tematik, Teknik Bercerita, Metode Group Investigation dan Snowball Throwing, Metode Bermain Peran, Metode permainan, Teknik Puri Hening (Puzzle Story and Happy Listening), Metode TWIN (Tawar Informasi), dan Strategi Model NHT (Numbered Heads Together) Kedua, berbagai permasalahan yang melatarbelakangi penggunaan metode, teknik, dan strategi dalam pembelajaran menyimak tersebut antara lain untuk jenjang SD adalah hasil simakan belum lengkap dan mendalam, aktifitas menyimak membuat siswa pasif, dan siswa tidak tertarik dalam pembelajaran menyimak. Untuk SMP adalah hasil simakan belum lengkap dan mendalam, dan Siswa tidak tertarik dalam pembelajaran menyimak. Untuk SMA adalah Aktifitas menyimak membuat siswa pasif, materi simakan tidak menarik, Siswa tidak tertarik dalam pembelajaran menyimak, dan hasil simakan siswa belum lengkap dan mendalam. Sedangkan berbagai permasalahan yang melatarbelakangi penggunaan metode, teknik, dan strategi dalam pembelajaran berbicara tersebut antara lain untuk jenjang SD adalah siswa tidak percaya diri dalam berbicara, pelafalan dan intonasi siswa dalam berbicara belum baik, siswa tidak kreatif dalam berpendapat, dan keruntutan dan kelancaran berbicara siswa belum baik .Untuk jenjang SMP adalah siswa tidak percaya diri dalam berbicara, kegiatan berbicara tidak menarik bagi siswa, dan kegiatan berbicara tidak menarik bagi siswa. Untuk jenjang SMA adalah siswa tidak percaya diri dalam berbicara, pendapat siswa belum dilandasi argumentasi yang baik dan pola pikir siswa dalam pembelajaran tidak berkembang. Ketiga berbagai temuan metode, teknik, dan strategi pembelajaran menyimak dan berbicara tersebut telah berhasil mengatasi banyaknya permasalahan yang muncul dalam pembelajaran menyimak dan berbicara. Meskipun demikian untuk mendapatkan tingkat keberhasilan yang baik dalam penggunaan metode, teknik,dan strategi tersebut diperlukan penyesuaian terhadap keadaa siswa, guru, dan sekolah.

Penerapan model pembelajaran learning cycle (siklus belajar) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan siswa kelas X Pemasaran SMK PGRI 2 Malang / Wahyu Rizqi Hidayah

 

Kata kunci: Learning Cycle, Aktivitas Belajar, Hasil belajar, Kewirausahaan, Penelitian Tindakan Kelas Kualitas pendidikan tidak terlepas dari peran seorang guru dalam proses pembelajaran, terutama dalam pemilihan model pembelajaran. Metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru di SMK PGRI 2 Malang selama ini menggunakan ceramah, merangkum dan memberikan tugas. Menyebabkan siswa menjadi pasif dan kurang mandiri dalam belajar. Oleh karena itu perlu adanya ujicoba dengan penerapan model pembelajaran Learning Cycle. Penelitian ini merupakan penelitian tidakan kelas. Pelaksanaan dilakukan melalui dua siklus ,tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran SMK PGRI 2 Malang. Pengumpulan data menggunakan observasi, interview, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Learning Cycle, hasil belajar ranah kognitif pada siklus I ketuntasan belajar 53,3% dan siklus II ketuntasan belajar 91,4%. Hasil belajar dilihat dari ranah afektif pada siklus I 17 siswa memiliki nilai >80% dengan kualifikasi sangat baik, kualifikasi baik ada 11 siswa, dan kualifikasi cukup baik ada 5 siswa. Pada siklus II siswa dengan nilai >80% dengan kualifikasi sangat baik terdapat 16 siswa, dan kualifikasi baik ada 19 siswa, dan kualifikasi cukup baik ada 4 siswa. Faktor pendukung Learning Cycle adalah, pihak sekolah memberikan izin untuk penelitian, siswa bisa menerima kehadiran peneliti dengan baik, dan peneliti dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Faktor penghambatnya adalah pelaksanaan membutuhkan waktu yang relatif lama, rasa percaya diri siswa rendah, dan ada siswa yang melakukan aktivitas diluar skenario pembelajaran Saran di penelitian ini adalah guru perlu melakukan uji coba model pembelajaran, apabila terdapat masalah dalam proses pembelajaran.

Penerapan kegiatan lesson study untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X APK pada mata pelajaran mengelola peralatan kantor di SMK PGRI 2 Malang / Nanda Octaviana Fardani

 

Kata kunci: Lesson Study, hasil belajar. Lesson Study merupakan suatu kegiatan secara kolaboratif melalui tiga tahapan yaitu Plan, Do, dan See. Guru model berkolaborasi dalam merencanakan RPP sebelum mengajar di kelas. Lesson Study bukanlah model atau metode pembelajaran tetapi melalui Lesson Study model atau metode pembelajaran bisa diterapkan. Lesson Study juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran baik meningkatkan kualitas kinerja guru maupun hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil pengamatan awal, wawancara guru dan siswa menunjukkan bahwa selama ini guru yang mengajarkan mata pelajaran Mengelola Peralatan kantor kelas X Administrasi Perkantoran (APK) belum pernah menggunakan model pembelajaran terutama kegiatan Lesson Study dalam mengajar di SMK PGRI 2 Malang. Melalui Lesson Study guru model bisa saling sharing dalam tahap Plan mengenai model atau metode apa yang akan digunakan pada pembelajaran yang akan dilakukan di dalam kelas. Dari praktek di kelas (Do) bisa diketahui model atau metode tersebut dapat meningkatkan hasil belajar siswa, secara tidak langsung berarti guru juga meningkatkan kualitas mengajarnya dengan menggunakan model atau metode pembelajaran. Apabila berhasil maka dapat dijadikan masukan bagi guru yang lain, apabila belum berhasil berarti perlu adanya perbaikan pada pembelajaran selanjutnya pada tahap See. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober sampai 10 Nopember 2010. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa yang diperoleh dari pre test dan post test. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X APK SMK PGRI 2 Malang yang terdiri dari 31 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, tes, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kegiatan Lesson Study yang dilakukan dalam mata pelajaran Mengelola Peralatan Kantor siswa kelas X APK di SMK PGRI 2 Malang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dibuktikan adanya peningkatan rata-rata hasil pre test siklus II sebesar 63,91 menjadi 77,2 pad post testnya. Begitu juga pada siklus III terjadi peningkatan dari rata-rata pre test sebesar 61 menjadi 78,22 pada post testnya. Skor siswa pada siklus I dapat dijadikan dasar atau nilai tambahan pada siswa karena dalam siklus I tidak ada pre test maupun post test. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan Lesson Study mampu dan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, kualitas kinerja guru, dan hasil belajar siswa. Dari pihak sekolah perlu adanya sosialisasi lebih lanjut mengenai seminar tentang peningkatan kualitas guru maupun siswa terutama mengenai Lesson Study. Selain itu, perlu adanya pemahaman lebih mendalam mengenai Lesson Study. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disarankan kepada peneliti selanjutnya dengan kasus serupa untuk lebih mengembangkan variabel-variabel penelitian yang bervariasi yang diharapkan dapat mengungkap lebih banyak permasalahan dan memberikan hasil temuan penelitian yang lebih berarti dan menggunakan teknik pengumpulan data yang bervariasi agar hasil penelitian lebih akurat dan objektif.

Pengaruh risiko sistematis dan likuiditas saham terhadap return saham pada industri perbankan yang go public di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2009 / Novianti Kusumaningrum

 

Kata kunci: Risiko sistematis, likuiditas saham, return saham Return saham merupakan nilai pengembalian atau tingkat keuntungan tertentu dalam invetasi berupa saham. Dalam mempertimbangkan saham yang akan dipilih, investor perlu mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi return saham. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah risiko sistematis dan likuiditas saham. Risiko saham berbanding lurus dengan rata-rata tingkat return, jadi semakin tinggi risiko maka rata-rata tingkat return yang didapat akan semakin tinggi pula, dan sebaliknya. Likuiditas saham diukur dengan menggunakan bid-ask spread, dimana semakin kecil bid-ask spread suatu saham berarti semakin likuid saham tersebut dan sebaliknya, semakin besar nilai bid-ask spread maka suatu saham tidak likuid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah risiko sistematis dan likuiditas saham memiliki pengaruh yang positif terhadap return saham, baik secara parsial maupun simultan. Desain penelitian ini termasuk penelitian korelasional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang listing di BEI yakni sebanyak 30 perusahaan, namun setelah digunakan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 10 perusahaan, dengan periode pengamatan selama 3 tahun (2007-2009). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi yang bersumber dari ICMD (Indonesian Capital Market Directory) tahun 2007 sampai 2009. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS. Uji yang digunakan adalah Uji F dan Uji t dengan level of significance 5% (0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial risiko sistematis memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap return saham, namun likuiditas saham tidak berpengaruh secara signifikan teradap return saham. Sedangkan secara simultan risiko sistematis dan likuiditas saham memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Disarankan investor yang akan melakukan investasi pada saham industri perbankan hendaknya mempertimbangkan secara matang mengenai beberapa hal yang sangat penting dalam pengambilan keputusan investasi yang dilakukannya, yaitu berapa besar tingkat risiko sistematis yang harus ditanggung, berapa ke-liquid-an investasi tersebut. Dalam penelitian lebih lanjut disarankan untuk memperluas variabel bebas yang lain yang dapat diindikasikan berpengaruh terhadap return saham dan meneliti jenis perusahaan lain dengan rentang waktu yang lebih panjang.

Penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar fisika siswa kelas VII-B MTs Surya Buana Malang / Jenny Noerhadi Wildani

 

Kata Kunci : model Problem Based Learning , berpikir kritis, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru fisika kelas VII-B MTs Surya Buana Malang diperoleh informasi bahwa metode pembelajaran yang digunakan adalah metode cermah. Metode praktikum dan diskusi belum pernah diterapkan, sehingga kemampuan berpikir kritis meliputi mengenal dan memecahkan masalah, membuat hipotesis, menganalisis data, membuat kesimpulan, dan menerapkan konsep rendah. Selain itu, hasil belajar berupa aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik rendah. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa adalah model Problem Based Learning (PBL). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas VII-B MTs Surya Buana Malang melalui model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) serta bertujuan untuk memperbaiki suatu keadaan pembelajaran di dalam kelas. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus dan setiap siklus PTK terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Tindakan pada penelitian ini adalah model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini dilakukan di kelas VII-B MTs Surya Buana Malang semester ganjil 2010/2011. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah penerapan pembelajaran PBL, data hasil belajar, dan kemampuan berpikir kritis siswa yang diambil dari hasil observasi baik sebelum maupun selama penelitian dilakukan. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Pada siklus I nilai hasil belajar aspek kognitif dengan nilai rata-rata 69 dengan ketuntasan belajar 45%, nilai aspek psikomotor dengan rata-rata 2,14, dan aspek afektif dengan rata-rata 2,16. Kemudian pada siklus II nilai hasil belajar aspek kognitif dengan nilai rata-rata 80 dengan ketuntasan belajar 76%, nilai aspek psikomotor dengan rata-rata 3,42, dan aspek afektif dengan rata-rata 3,36. Persentase kemampuan berpikir kritis pada siklus I adalah 63% dan pada siklus II menjadi 83% (naik 20%). Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII-B MTs Surya Buana Malang. Disarankan bagi guru fisika hendaknya berkenan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) karena terbukti dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa.

Studi tentang penanganan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 9 Malang / Bagus Prasetyawan

 

Kata kunci: penanganan cedera olahraga, ekstrakurikuler. Cedera olahraga adalah segala macam cedera yang timbul, baik pada waktu latihan maupun pada waktu berolahraga ataupun sesudah pertandingan. Dalam melakukan kegiatan ekstrakurikuler olahraga pasti pernah mengalami cedera, penanganan yang kurang tepat pada penderita cedera olahraga dapat berakibat buruk. Tetapi dari pengamatan awal peneliti di SMA Negeri 9 Malang, tidak semua pelatih/pembina menguasai cara penanganan cedera olahraga. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui frekuensi cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 9 Malang, (2) untuk mengetahui upaya pencegahan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 9 Malang, (3) untuk mengetahui upaya pertolongan pertama cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 9 Malang, (4) untuk mengetahui upaya pengobatan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 9 Malang, (5) untuk mengetahui upaya pemulihan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 9 Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kantitatif. Instrumen yang digunakan kuesioner angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan persentase. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 9 Malang. Dengan jumlah responden 4 pelatih/pembina dan 50 peserta kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri 9 Malang. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) 29,4% responden menyatakan selalu/sering mengalami cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga, (2) 82,4% responden menyatakan selalu/sering melakukan upaya pencegahan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga, termasuk dalam kategori baik, (3) 63,9% responden menyatakan selalu/sering melakukan upaya pertolongan pertama cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga, termasuk dalam kategori cukup baik, (4) 36,7% responden menyatakan selalu/sering melakukan pengobatan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga, termasuk dalam kategori tidak baik, (5) 49,3% responden menyatakan selalu/sering melakukan upaya pemulihan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga, termasuk dalam kategori kurang baik. Saran berdasarkan penelitian ini: (1) Sebaiknya pelatih/pembina serta pihak sekolah selalu melibatkan ahli medis untuk cedera yang serius dan tidak mungkin dilakukan pengobatan sendiri, (2) Pemilihan calon pelatih/pembina kegiatan ekstrakuriuler olahraga harus benar-benar selektif jika menginginkan hasil yang terbaik dan berlatar belakang pelatih cabang olahraga tertentu dan memperhatikan kondisi sarana dan prasarana pada kegiatan ekstrakurikuler.

Hubungan perasaan cinta mahasiswa dengan status sosial ekonomi pasangan / Tryanti Octavia

 

Kata kunci: perasaan cinta, status sosial ekonomi pasangan. Cinta adalah gabungan dari berbagai perasaan, hasrat, dan pikiran yang terjadi secara bersamaan sehingga menghasilkan perasaan global. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) perasaan cinta pada pasangan, (2) status sosial ekonomi pasangan, (3) hubungan perasaan cinta kepada pasangan dengan status sosial ekonomi pasangan. Hipotesis yang dirumuskan adalah ada hubungan antara perasaan cinta kepada pasangan dengan status sosial ekonomi pasangan. Desain yang digunakan adalah korelasional dengan subyek sebanyak 70 mahasiswa UM yang diambil dengan teknik Insidental Sampling. Data status sosial ekonomi pasangan dikumpulkan dengan kuesioner status sosial ekonomi pasangan, dan data perasaan cinta pada pasangan dikumpulkan dengan skala perasaan cinta (koefisien validitas item antara 0,312 sampai 0,797 dan koefisien reliabilitas 0,750), kemudian hasilnya diolah menggunakan teknik Korelasi Serial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara perasaan cinta pada pasangan dengan status sosial ekonomi pasangan (rxy = 0,275 > rtabel = 0,232). Artinya, semakin tinggi status sosial ekonomi pasangan maka semakin kuat perasaan cinta pada pasangannya, sebaliknya semakin rendah status sosial ekonomi pasangan akan semakin lemah perasaan cintanya. Deskripsi data menunjukkan sebanyak 44 orang (62,86%) termasuk kategori status sosial ekonomi tinggi, 26 orang (37,14%) termasuk kategori sedang, dan tidak ada (0%) termasuk kategori rendah; dan mahasiswa yang mempunyai tingkat perasaan cinta terhadap pasangannya termasuk kuat sebanyak 40 orang (57,14%), 26 orang (37,14 %) kategori sedang, dan 4 orang (5,72%) kategori lemah. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi mahasiswi apabila menjadikan status sosial ekonomi pasangan sebagai alasan dalam mencintai pasangan ataupun untuk memilih pasangan sebaiknya memperhatikan seluruh aspek status sosial ekonomi terutama pendidikan dan pekerjaan. Sedangkan bagi pasangan mahasiswi, sebaiknya meningkatkan status sosial ekonomi dengan menambah tingkat pendidikan atau memperbanyak ilmu, lebih menekuni pekerjaan, dan menambah penghasilan dikarenakan status sosial ekonomi secara tidak langsung dapat mempengaruhi kuatnya perasaan cinta pasangan.

Pengembangan buku ajar tentang penjelajahan di lingkungan sekitar sekolah pada pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk siswa kelas V semester 2 SDN Pacet 1 Kabupaten Mojokerto / Eko Hariyanto

 

Kata kunci : Pengembangan, buku ajar penjelajahan, pendidikan jasmani. Penjelajahan merupakan isi materi dari pendidikan luar kelas yang ada pada pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Penjelajahan adalah salah satu kegiatan di alam terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi ketegangan dan bahkan melupakan sejenak kejenuhan belajar, sehingga tenaga dan pikiran menjadi pulih kembali. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SDN Pacet 1 Kabupaten Mojokerto, (1) Guru sudah pernah memberikan materi mengenai penjelajahan tetapi dalam aplikasinya siswa hanya jalan santai mengelilingi desa di sekitar sekolah, (2) Guru belum mempunyai buku pegangan tentang penjelajahan, (3) Guru membutuhkan buku pegangan tentang penjelajahan. Oleh karena itu peneliti ingin membuat pengembangan buku ajar tentang penjelajahan di lingkungan sekitar sekolah pada pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk siswa kelas V semester 2 SDN Pacet 1 Kabupaten Mojokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menambah dan mengembangkan buku ajar tentang penjelajahan di lingkungan sekitar sekolah untuk siswa kelas V semester 2 SDN Pacet 1 Kabupaten Mojokerto. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan adalah suatu proses yang dikembangkan untuk menghasilkan suatu produk. Produk yang dapat dihasilkan dalam penelitian ini adalah buku ajar tentang penjelajahan. Dalam pengembangan buku ajar tentang penjelajahan di lingkungan sekitar sekolah pada pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk siswa kelas V semester 2 SDN Pacet 1 Kabupaten Mojokerto, peneliti tidak memakai secara keseluruhan dari langkah-langkah model pengembangan R&D dari Borg and Gall. Peneliti memakai 7 langkah model rancangan pengembangan R&D dari Borg and Gall. Model pengembangan yang dipakai peneliti dalam penelitian ini antara lain: (1) Analisis kebutuhan dengan melakukan riset dan pengumpulan informasi, termasuk kajian pustaka dalam melakukan penelitian awal, (2) Pembuatan produk awal, (3) Evaluasi para ahli tahap ke-1 dengan menggunakan 2 ahli pembelajaran, 1 ahli materi penjelajahan dan 1 ahli media, (4) Merevisi produk, (5) Evaluasi tahap ke-2, (6) Revisi Produk akhir, (7) Produk akhir pengembangan. Lokasi penelitian adalah SDN Pacet 1 Kabupaten Mojokerto. Subyek uji coba dalam pengembangan buku ajar penjelajahan ini terdiri dari tinjauan ahli yang terdiri dari seorang ahli media, seorang ahli materi penjelajahan dan 2 dua orang ahli pembelajaran pendidikan jasmani. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen untuk para ahli. Analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Hasil pengembangan buku ajar penjelajahan ini sebagian besar sudah sesuai dengan kriteria-kriteria yang hendak dicapai. Ini berarti pengembangan buku ajar tentang penjelajahan ini dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani di SD khususnya kelas V semester 2. Hasil pengembangan ini hanya sampai tersusun menjadi sebuah produk, sehingga pada penelitian selanjutnya perlu dilanjutkan dengan penelitian mengenai efektivitas produk yang dikembangkan.

Analisis perbedaan return, abnormal return, cumulative abnormal return, trading volume activity dan resiko saham sebelum dan sesudah suspensi Bursa Efek Indonesia oktober 2008 (Studi pada Saham Indeks LQ-45) / Rizky Kardhita Sari

 

Kata kunci: Return, Abnormal Return (AR), Cumulative Abnormal Return (CAR), Trading Volume Activity (TVA), Risiko, Suspensi Pasar modal sebagai suatu instrumen ekonomi yang aktivitasnya tidak dapat dipisahkan dari berbagai pengaruh peristiwa, terutama peristiwa ekonomi dan politik. Salah satunya yaitu kebijakan suspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada bulan Oktober 2008 yang dikeluarkan pemerintah akibat krisis keuangan global yang menurunkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara signifikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi rata-rata return, AR, CAR, TVA dan risiko saham periode sebelum dan sesudah suspensi serta menganalisis perbedaan rata-rata return, AR, CAR, TVA dan risiko saham sebelum dan sesudah suspensi BEI Oktober 2008 pada saham Indeks LQ-45. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan menggunakan event study, dimana dilakukan pengamatan selama 7 hari sebelum,peristiwa dan 7 hari sesudah peristiwa. Populasi dalam penelitian ini adalah saham perusahaan yang masuk dalam Indeks LQ-45 di Bursa Efek Indonesia dengan sampel sebanyak 30 saham yang diambil dengan teknik Purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder yang kemudian dianalisis deskriptif dengan perhitungan tiap variabel dan dilanjutkan dengan pengujian normalitas data. Untuk data yang berdistribusi normal digunakan alat uji statistik parametrik dengan uji-t sedangkan untuk data tidak normal digunakan alat uji statistik non parametrik dengan uji Wilcoxon Signed Rank test. Hasil penelitian menunjukkan secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata return saham. Sedangkan untuk AR, CAR, TVA dan risiko saham secara statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah Suspensi BEI Oktober 2008. Dengan demikian dapat disimpulkan walaupun harga saham mengalami peningkatan tetapi secara dominan kebijakan suspensi BEI Oktober 2008 tidak cukup mengandung informasi yang dapat mempengaruhi tindakan investor akibat masih kuatnya sentimen negatif akan dampak resesi global. i Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian yang didapatkan adalah: (1) Bagi investor disarankan tidak terburu-buru untuk melakukan aksi jual dan lebih bersikap rasional dalam pengambilan keputusan karena tidak semua informasi relevan dan mempengaruhi harga sekuritas (2) Bagi emiten disarankan turut aktif membantu dalam pemulihan kondisi pasar modal (3) Bagi peneliti selanjutnya disarankan mengklasifikasikan sampel sesuai bidangnya dan disarankan menggunakan periode pengamatan lebih panjang untuk lebih mengetahui pengaruh suspensi karena munculnya kebijakan ini akibat krisis yang sudah lama terjadi.

Pengembangan modul pembelajaran kimia SMK kelas XI semester I pada pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit model learning cycle 5-E sebagai penunjang KTSP / Nurul Ayni

 

Kata kunci: Modul, Model Learning Cycle 5 fase, larutan elektrolit dan nonelektrolit, KTSP, Borg and Gall Seiring perkembangan zaman yang berkembang pesat menuntut sumber daya manusia yang berkualitas dan berkompeten dibidangnya. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas SDM, diantaranya pada bidang pendidikan dengan melakukan penyempurnaan kurikulum. Kurikulum yang dikembangkan untuk saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang menekankan pembelajaran konstruktivistik. Salah satu model pembelajaran yang berorientasi konstruktivistik adalah Learning Cycle 5-E (LC 5-E). Sejauh ini belum ada bahan ajar untuk materi Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit yang dikembangkan menggunakan model LC 5-E untuk SMK. Oleh karena itu, pada penelitian ini dikembangkan modul Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit model Learning Cycle 5-E untuk SMK Kelas XI Semester I sebagai Penunjang KTSP. Tujuan dari penelitian adalah untuk menghasilkan karya modul Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit model LC 5-E serta menguji tingkat kesesuaian/kelayakannya. Modul dikembangkan dengan mengadaptasi desain Borg & Gall yang terdiri dari 10 langkah, yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan (planning), (3), pengembangan draft produk, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi hasil uji coba, (6) uji coba lapangan, (7) penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan, (8) uji pelaksanaan lapangan , (9) penyempurnaan produk akhir, dan (10) desiminasi dan implementasi. Namun, karena keterbatasan waktu hanya dilakukan sampai langkah ke-3. Desain validasi terdiri dari dua macam yaitu validasi soal uji kompetensi dan validasi isi produk (modul dilengkapi RPP). Validasi soal uji kompetensi diujicobakan ke siswa dan dianalisis validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya bedanya. Soal-soal dengan kriteria baik dimasukkan dalam modul. Modul yang telah lengkap dengan RPP divalidasi isi oleh ahli (validator). Intrumen pengumpulan data berupa soal uji kompetensi dan angket validasi. Hasil validasi dianalisis dengan teknik analisis nilai rata-rata. Hasil dari pengembangan diperoleh 1) susunan modul hasil pengembangan terdiri dari beberapa komponen yaitu cover, kata pengantar, petunjuk penggunaan modul, daftar isi, daftar gambar, kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar, materi, kegiatan belajar siswa, gambar/ilustrasi, rangkuman, soal pendalaman, kunci jawaban, umpan balik, dan daftar pustaka. Susunan RPP terdiri dari identitas mata diklat, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi pokok, alokasi waktu, model pembelajaran, media pembelajaran, uraian materi, langkah-langkah pembelajaran, sumber belajar, alat dan bahan, dan penilaian. 2) Hasil analisis nilai rata-rata terhadap validasi modul dari 4 validator diperoleh nilai 3,28 dengan kriteria penilaian valid/baik/layak. i Hasil validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dikembangkan diperoleh nilai rata-rata sebesar 3,44 dengan kriteria valid/baik/layak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan modul Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit yang dilengkapi dengan RPP sudah layak dan baik untuk divalidasi empirik di lapangan.

Penerapan metode simulasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn di kelas IV SDN Kemiri Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan / Siti Fatimah

 

Kata Kunci: Metode Simulasi, Hasil Belajar PKn, Sekolah Dasar. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) bertujuan untuk membentuk watak warga negara yang baik, yaitu warganegara yang tahu, mau, dan sadar akan hak serta kewajibannya. Untuk meningkatkan kemampuan dan kemauan siswa dalam pembelajaran PKn, perlu adanya penerapan pembelajaran yang sesuai. Dengan penerapan pembelajaran yang sesuai diharapkan hasil belajar siswa menjadi meningkat dan lebih baik. Hasil observasi yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas pembelajaran PKn di SDN Kemiri adalah 56,25.Rendahnya nilai siswa disebabkan oleh pembelajaran yang dilakukan guru monoton. Guru jarang menggunakan model pembelajaran yang bervariasi.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan metode simulasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Ken\miri Puspo Pasuruan dalam pembelajaran PKn (2) mendiskripsikan peningkatan hasil belajar siswa melalui metode simulasipada mata pelajaran PKn di kelas IV SDN Kemiri Puspo Pasuruan. Metode penelitian ini adalah kualitatif kolaboratif, yaitu peneliti berkolaborasi dengan guru kelas IV. Sedangkan pembelajarannya menggunakan metode simulasi, yaitu pembelajaran yang melibatkan siswa mengalami peristiwa yang sebenarnya.Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitiannya adalah siswa kelas IV SDN Kemiri Puspo Pasuruan sebanyak 28 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan model triangulasi yaitu penggabungan dari berbagai macam metode, antara lain wawancara,observasi, dan hasil tes. Analisis data dilakukan dengan mencari rata-rata kelas dan prosentase. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdapat empat komponen yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Kemiri Puspo Pasuruan dalam pembelajaran PKn adalah penggunaan metode pembelajaran yang cocok dan sesuai dengan materi. Salah satu metode pembelajaran yang bisa digunakan adalah metode pembelajaran simulasi. Penerapan metode simulasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Kemiri Puspo Pasuruan. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil tes mulai pra tindakan (56,25), meningkat pada siklus I (64,11), dan meningkat lagi pada siklus II (75,89). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka peneliti menyimpulkan bahwa penerapan metode simulasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Kemiri Puspo Pasuruan dalam pembelajaran PKn. Untuk itu peneliti menyarankan kepada guru untuk menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal.

Hubungan fertilitas dengan kondisi sosial ekonomi pasangan usia subur Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan / Melly Selfita Dian Sari

 

Kata Kunci: Fertilitas, Usia kawin pertama, Pemakaian alat kontrasepsi, Tingkat pendapatan, Tingkat pendidikan, Nilai anak dan Status keluarga. Fertilitas merupakan kemampuan seseorang wanita secara riil untuk melahirkan atau jumlah anak hidup. Fertilitas merupakan salah satu penyebab utama terjadinya pertumbuhan penduduk. Fertilitas yang tinggi tidak akan menutup kemungkinan terjadi ledakan penduduk. Besar kecilnya fertilitas pada masyarakat berhubungan dengan kondisi sosial budaya masyarakat tersebut melalui variabel antara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat fertilitas pada wanita pasangan usia subur/produktif , hubungan usia kawin pertama istri dengan fertilitas, hubungan antara lama pemakaian alat kontrasepsi dengan tingkat fertilitas, hubungan tingkat pendapatan keluarga dengan fertilitas, hubungan tingkat pendidikan dengan fertilitas, hubungan nilai anak dengan tingkat fertilitas, hubungan status keluarga dengan tingkat fertilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan populasi ibu rumah tangga usia produktif. Teknik analisa data yang digunakan pada variabel penelitian adalah analisa tabulasi, baik tabulasi silang maupun tunggal. Sedangkan untuk menguji hipotesa yang diajukan dilakukan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keenam variabel independen tidak semuanya mempunyai hubungan terhadap fertilitas. Variabel usia kawin pertama, lama pemakaian alat kontrasepsi, pandangan terhadap nilai anak mempunyai hubungan dengan fertilitas. Tiga variabel yang lain yaitu tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan status keluarga tidak mempunyai hubungan terhadap fertilitas. Dimana fertilitas penduduk Kecamatan Tlanakan tergolong tinggi karena jumlah anak lahir hidup rata-rata diatas dua jiwa dari seorang ibu rumah tangga usia produktif.

Pengaruh kompetensi guru ekonomi, gaya belajar siswa dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa SMA Islam Al Maarif Singosari pada bidang studi ekonomi / Luluk Nur Wasilah Zahrotul Ihwan

 

Kata Kunci: kompetensi guru ekonomi, gaya belajar, lingkungan sekolah dan hasil belajar Banyak factor yang mempengaruhi proses belajar siswa. Factor-faktor tersebut terbagi dalam dua macam factor, yaitu factor intern dan ekstern. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Slameto (2003:54) yang menyatakan bahwa “ Factor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar digolongkan menjadi dua yaitu factor intern dan ekstern. Factor intern meliputi factor jasmaniah, factor psikologis, factor kelelahan, sedangkan factor ekstern meliputi factor keluarga, factor sekolah dan factor masyarakat. Dimyati (247-248:2006) menyatakan bahwa proses belajar mengajar didorong oleh factor intrinsic siswa. Disamping itu proses belajar mengajar juga dapat terjadi, atau menjadi bertambah kuat, bila didorong oleh lingkungan siswa dan program pembelajaran sebagai rekayasa pendidikan guru di sekolah yang merupakan bagian dari factor ekstern. Dari factor intern, sebagian dari hal yang berpengaruh pada belajar, menurut Biggs & Tefler dan Winkel (dalam Dimyati, 238:2006), adalah ciri khas pribadi, minat kecakapan, pengalaman, dan keinginan belajar. Menyimak pendapat dari Biggs & Tefler dan Winkel, yang dimaksud dari pendapat tersebut tidak lain adalah cara konsentrasi belajar siswa dan cara mengolah bahan belajar, yang keduanya dapat diistilahkan sebagai gaya belajar siswa. Dalam penelitian ini hanya dibahas beberapa factor eksternal dan internal yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah unutk mengetahui seberapa pengaruh kompetensi guru ekonomi, gaya belajar siswa dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa kelas XI dan XII IPS pada bidang studi ekonomi di SMA Islam Al Ma’arif Singosari baik secara parsial maupun simultan. Hipotesis yang diajukan penelitian ini adalah (1) Ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi guru terhadap hasil belajar siswa pada bidang studi ekonomi di SMA Islam Al Ma’arif Singosari; (2) Ada pengaruh yang signifikan antara gaya belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada bidang studi ekonomi di SMA Islam Al Ma’arif Singosari; (3) Ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa pada bidang studi ekonomi di SMA Islam Al Ma’arif Singosari; (4) Ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi guru ekonomi, gaya belajar siswa dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa pada bidang studi Ekonomi. Penelitian ini dilakukan di SMA Islam Al Ma’arif Singosari dengan populasi siswa kelas XI dan XII IPS yang keseluruhan berjumlah 154 dan diambil sampel sebanyak 26% atau sebanyak 40 siswa. Intrumen yang digunakan adalah angket dan studi dokumentasi. Data analisis dengan teknik persentase, korelasi dan regresi dengan bantuan komputer program excel dan SPSS 16.0 for windows. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa (1) Ada pengaruh yang signifikan kompetensi guru ekonomi terhadap hasil belajar ekonomi siswa di SMA Islam Al Ma’arif singosari;(2) Ada pengaruh yang signifikan gaya belajar siswa terhadap hasil belajar ekonomi siswa di SMA Islam Al Ma’arif singosari;(3) Ada pengaruh yang signifikan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar ekonomi siswa di SMA Islam Al Ma’arif singosari;(4) Ada pengaruh yang signifikan kompetensi guru ekonomi, gaya belajar siswa dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar ekonomi siswa di SMA Islam Al Ma’arif singosari Kesimpulan hasil penelitian ini adalah kompetensi guru ekonomi, gaya belajar siswa dan lingkungan sekolah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa pada bidang studi ekonomi di SMA Islam Al Ma’arif Singosari. Saran dari penelitian ini adalah: (1) Bagi pihak sekolah diharapkan untuk terus lebih meningkatkan kompetensi guru dan terus meningkatkan kualitas lingkungan sekolah sehingga siswa lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dan hasil belajar siswa akan terus meningkat, (2) Bagi guru diharapkan untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kompetensi yang dimiliki agar hasil belajar siswa dapat terus meningkat, (3) Bagi siswa SMA Islam Al Ma’arif Singosari, khususnya siswa kelas XI dan XII IPS untuk memaksimalkan gaya belajar yang mereka miliki, dan kemudian melatihkan penggunaanya secara fleksibel sehingga efektifitas belajar dapat tercapai.

Pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas konsumen pada bengkel SS Jaya Motor Malang / Guruh Herlambang

 

Kata Kunci: kualitas layanan, loyalitas konsumen Kualitas layanan yang baik merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam keberhasilan suatu bisnis, oleh karena itu kualitas layanan dapat memberikan beberapa manfaat dan salah satunya adalah menciptakan loyalitas konsumen. Loyalitas konsumen memiliki peran penting dalam sebuah perusahaan, mempertahankan konsumen yang loyal berarti meningkatkan kinerja keuangan dan mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Hal ini menjadikan alasan utama bagi sebuah perusahaan untuk menarik dan mempertahankan konsumen tersebut. Loyalitas bisa diartikan sebagai keadaan dimana konsumen merasa enggan untuk mencoba produk lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Gambaran kualitas layanan terhadap loyalitas konsumen pada bengkel SS Jaya Motor Malang, (2) Pengaruh tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty secara parsial terhadap loyalitas konsumen, (3) Pengaruh tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty secara simultan terhadap loyalitas konsumen, (4) Variabel yang dominan pengaruhnya. Penelitian ini adalah jenis penelitian asosiatif/hubungan. Jumlah populasi pada penelitian ini tidak diketahui, dan diperoleh sampel sebesar 150 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling aksidental. Peneliti menggunakan kuesioner dengan skala Likert sebagai teknik pengumpulan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi berganda. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, dan uji F. Hasil penelitian ini untuk deskripsi responden adalah (1) Jenis kelamin laki-laki memiliki prosentase terbesar yaitu 91,33% yang menunjukkan laki-laki lebih perhatian dalam hal merawat sepeda motor. (2) Prosentase frekuensi kedatangan terbesar menunjukkan kedatangan 6-10 kali setiap 2 bulan, hal ini menunjukkan bahwa responden sering menggunakan jasa dari bengkel. (3) Prosentase usia terbesar ditunjukkan pada usia 20-30 tahun yang menunjukkan bahwa konsumen sebagian besar terdiri dari anak muda. (4) Prosentase penghasilan terbesar adalah Rp 1.000.000,00-Rp 2.000.001,00 yang menunjukkan bahwa pada penghasilan tersebut responden lebih memiliki waktu dan anggaran khusus untuk melakukan perawatan motornya. Model regresi dalam penelitian ini terdistribusi normal dan tidak terjadi multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Untuk uji t, semua Ha diterima dan H0 ditolak. Untuk uji F, hubungan variabel tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty secara bersama-sama mempengaruhi loyalitas konsumen sebesar 67,7%. Penjelasan mengenai gambaran kualitas layanan serta pengaruhnya terhadap loyalitas konsumen baik secara parsial maupun simultan sebagai berikut: (1) Deskripsi mengenai kualitas layanan berdasarkan jawaban dari responden dapat disimpulkan baik. (2) Untuk pengaruh kualitas layanan secara parsial terhadap loyalitas konsumen, semua variabel memiliki pengaruh yang positif dan signifikan. (3) Untuk pengaruh secara simultan, kualitas layanan secara bersama-sama mempengaruhi loyalitas konsumen sebesar 67,7%. (4) Berdasarkan perhitungan sumbangan efektif dapat diketahui bahwa sub variabel reliability mempunyai nilai sumbangan efektif paling besar yaitu 17%. Kesimpulan yang berhasil diperoleh yaitu, (1) Deskripsi mengenai kualitas layanan berdasarkan jawaban dari responden, dapat disimpulkan bahwa bengkel SS Jaya Motor memiliki nilai rata-rata seluruh item tangibles sebesar 3,83, reliability sebesar 4,41, responsiveness sebesar 4,4, assurance sebesar 4,33, dan emphaty sebesar 4,45, dan loyalitas konsumen sebesar 4,1, dengan rentang skor untuk setiap jawaban adalah 1-5. Rinciannya sebagai berikut: (a) Skor 5 untuk “sangat setuju”, (b) Skor 4 untuk “setuju”, (c) Skor 3 untuk “cukup setuju”, (d) Skor 2 untuk “tidak setuju”, (e) Skor 1 untuk “sangat tidak setuju”. (2) Kualitas layanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen secara parsial, rinciannya sebagai berikut: (a) Kualitas layanan berupa tangibles berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen, karena thitung 2,757 > ttabel 1,65508 atau signifikansi t 0,007 < 0,05. Nilai rata-rata seluruh item adalah 3,83 dan merupakan nilai yang cukup baik karena mendekati nilai 4. (b) Kualitas layanan berupa reliability berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen, karena thitung 3,640 > ttabel 1,65508 atau signifikansi t 0,000 < 0,05. Nilai rata-rata seluruh item adalah 4,41, merupakan nilai yang baik karena mendekati nilai 4,5. (c) Kualitas layanan berupa responsiveness berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen, karena thitung 2,452 > ttabel 1,65508 atau signifikansi t 0,015 > 0,05. Nilai rata-rata seluruh item adalah 4,4, merupakan nilai yang baik karena mendekati 4,5. (d) Kualitas layanan berupa assurance berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen, karena thitung 3,008 > ttabel 1,65508 atau signifikansi t 0,003 < 0,05. Nilai rata-rata seluruh item adalah 4,33, merupakan nilai yang baik karena mendekati 4,5. (e) Kualitas layanan berupa emphaty berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen, karena thitung 3,077 < ttabel 1,65508 atau signifikansi t 0,003 < 0,05. Nilai rata-rata seluruh item adalah 4,45, merupakan nilai yang baik karena mendekati 4,5. (3) Kualitas layanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen secara simultan sebesar 67,7%. (4) Berdasarkan sumbangan efektif, jika dibandingkan dengan variabel tangibles, reliability, responsiveness, assurance, emphaty, sub variabel reliability memiliki pengaruh dominan terhadap loyalitas konsumen sebesar 17%. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk pemilik bengkel, sumbangan efektif terkecil ditunjukkan oleh variabel responsiveness sebesar 8%, sehingga sebaiknya pemilik merekrut karyawan baru dan melakukan pelatihan (2) Bagi peneliti lain disarankan untuk menambah variabel lain dalam penelitiannya

Pengembangan media pembelajaran interaktif mata pelajaran biologi kelas X semester 1 untuk Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Probolinggo / Arifiyanti Firdiyastuti Santosaningtyas

 

Kata kunci: pengembangan, media pembelajaran interaktif, biologi Media awalnya berfungsi sebagai alat bantu visual dalam kegiatan pembelajaran, yaitu berupa saran yang dapat memberikan pengalaman visual kepada pebelajar antara lain untuk mendorong motivasi belajar, memperjelas dan memudahkan konsep yang abstrak, dan mempertinggi daya serap belajar. Kemudian secara bertahap mulai muncul media audio visual dan sampai pada multimedia yang berbasiskan komputer. Media Pembelajaran Interaktif adalah perwujudan dari multimedia pembelajaran yang memadukan unsur audio, visual serta dapat berinteraksi secara langsung dengan pebelajar. Dengan media interaktif pebelajar menjadi lebih aktif dalam mengikuti informasi yang terdapat di media tersebut dan membuat belajar mengajar tidak membosankan, karena interaktif memiliki komunikasi yang bersifat dua arah yaitu antara pengguna dengan media. Oleh karena itu media pembelajaran interaktif dikemas sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik pebelajar. Walaupun media ini masih harus melibatkan pembelajar secara penuh. Karena tidak dapat memungkiri pengawasan dan panduan dari seorang pembelajar lebih berperan dan tidak mengurangi konsep pembelajaran yang lama, namun menggabungkan pembelajaran konvensional dengan pembelajaran modern. Jadi pebelajar tidak hanya berpegangan pada 1 buku paket, namun pebelajar dapat mempunyai materi pembelajaran yang lebih dari satu nara sumber buku yang dijadikan satu dalam bentuk media pembelajaran interaktif tersebut dengan tanpa membeli beserta latihan soal berbentuk elektronik. Subyek uji coba pengembangan ini adalah siswa kelas X semester 1 di SMA Negeri 3 Probolinggo. Media pembelajaran interaktif ini divalidasikan oleh ahli materi sebanyak 2 orang, ahli media sebanyak 2 orang, audiens individual sebanyak 3 siswa, audiens kelompok kecil sebanyak 10 siswa dan uji coba lapangan sebanyak 15 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif ini dinyatakan valid/layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam kapasitasnya sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran Biologi tentang Virus dan Eubacteria. Hal ini ditunjukkan dengan hasil perhitungan ahli media 91,9%, ahli materi 90% dan siswa individual/perorangan 88,3% serta siswa kelompok kecil 90% dan uji lapangan 92,1%. Keefektifitasan media dapat dilihat dari perbandingan hasil belajar siswa secara individual, kelompok kecil, dan uji coba lapangan diperoleh peningkatan sebesar 100% hal ini menunjukkan media pembelajaran interaktif sangat dapat memberikan efek positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa secara menyeluruh. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dijelaskan bahwa hasil belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran interaktif lebih baik daripada sebelum menggunakan media pembelajaran interaktif. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun materi sudah pernah diajarkan ternyata media ini sangat efektif. Dalam penelitian ini saran yang peneliti ajukan kepada pihak sekolah adalah hendaknya media pembelajaran interaktif ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk tetap melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan media pmbelajaran berbasis komputer, sehingga dapat digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam kelas.

Kesantunan menolak dalam interaksi percakapan keluarga Angkatan Darat di Kompleks Asmil Yonif 514 Kabupaten Bondowoso: Kajian etnografi komunikasi / Nur Anisa Ikawati

 

Kata Kunci: Kesantunan Menolak, Wujud, Fungsi dan Makna. Studi tentang kesantunan menolak dalam interaksi percakapan keluarga AD (Angkatan Darat) menarik dilakukan. Hal itu disebabkan, keluarga AD merupakan komunitas yang tergolong spesifik. Penelitian yang menggunakan pendekatan pragmatik dan etnografi komunikasi ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan wujud kesantunan menolak dalam interaksi percakapan keluarga AD di Kompleks Asmil Yonif 514 Kabupaten Bondowoso, (2) mendeskripsikan fungsi kesantunan menolak dalam interaksi percakapan keluarga AD di Kompleks Asmil Yonif 514 Kabupaten Bondowoso, dan (3) mendeskripsikan strategi kesantunan menolak dalam interaksi percakapan keluarga AD di Kompleks Asmil Yonif 514 Kabupaten Bondowoso. Penelitian berupa kesantunan menolak dalam interaksi percakapan keluarga AD ini merupakan penelitian kualitatif dengan ancangan teori tindak tutur, pragmatik, dan etnografi komunikasi. Data yang berupa tuturan kesantunan menolak dalam interaksi keluarga militer dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi (mengamati, mencatat, dan merekam) dan wawancara. Intrumennya adalah peneliti sendiri. Sebagai intrumen kunci, peneliti dibantu pedoman pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif yang meliputi empat tahapan, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan temuan penelitian. Hasil penelitian meliputi wujud, fungsi dan strategi kesantunan menolak dalam interaksi percakapan keluarga AD di kompleks Asmil Yonif 514 Kabupaten Bondowoso. Pertama, wujud kesantunan menolak yang ditemukan berupa (1) kalimat deklaratif, (2) kalimat interogatif, dan (3) kalimat imperatif. Wujud verbal kesantunan menolak berupa kalimat deklaratif yang ditemukan dalam penelitian ini ada Empat, yaitu wujud verbal deklaratif ajakan, tawaran, perintah, dan pinjaman. Wujud verbal interogatif, dalam penelitian ini terdapat dua, yaitu wujud verbal interogatif ajakan dan wujud verbal interogatif tawaran. Sedangkan wujud verbal imperatif terdapat dua jenis yaitu wujud verbal imperatif ajakan dan wujud verbal tawaran. Kedua, fungsi kesantunan menolak dalam interaksi percakapan keluarga AD di kompleks Asmil Yonif 514 Kabupaten Bondowoso ditemukan tiga fungsi, yaitu (1) fungsi ekspresif, (2) fungsi informatif, dan (3) fungsi argumentatif. Fungsi ekspresif kesantunan menolak terdapat tiga yaitu fungsi ekspresi tutur penolakan terhadap tuturan ajakan, perintah dan permintaan. Fungsi informatif kesantunan menolak terdapat tiga yaitu fungsi informatif ajakan, perintah dan permintaan. Selanjutnya Fungsi argumentatif kesantunan menolak terdapat tiga yaitu fungsi argumentatif ajakan, perintah dan permintaan. Ketiga, strategi kesantunan menolak dalam interaksi percakapan keluarga AD kesantunan penolakan langsung, dan (2) strategi kesantunan penolakan tidak langsung. Strategi kesantunan penolakan langsung terdapat pada sasaran tuturannya. Sedangkan Strategi kesantunan penolakan tidak langsung terdapat tiga strategi yakni, Streategi memberi alasan dan penjelasan, Streategi memberikan ancaman, dan Strategi menerima tapi tak ada kepastian. Ditinjau dari segi wujud kesantunannya, dapat disimpulkan bahwa kesantunan tutur penggunaan penolakan mitra tutur terhadap penutur pada tingkat kesopanan, terdapat perbedaan penolakan yang dilakukan oleh keluarga AD. Perbedaan penolakan antara laki-laki dengan penolakan yang dilakukan dengan perempuan sangat berbeda sekali. Penutur antara laki-laki dan perempuan cenderung menggunakan penolakan tidak langsung. Sedangkan penutur laki-laki dengan laki-laki cenderung menggunakan penolakan langsung. Selanjutnya, antara penutur anak dengan orang tua ada yang menggunakan penolakan langsung dan ada pula menggunakan penolakan tidak langsung, tergantung konteks tuturannya. Sementara itu, penolakan kepada sesama perempuan, secara tidak langsung sehingga tampak bahwa ujaran yang dituturkan menunjukkan penolakan yang diekspresikan melalui tuturan samar-samar/terselubung. Selanjutnya fungsi dari kesantunan menolak dalam keluarga AD khususnya di Asmil Yonif 514 ini baik berfungsi sebagai ekpresif, informatif dan argumentatif dalam tuturannya antara yang lebih tua dan yang muda tuturannya tetap diproduksi tetap santun. Berdasarkan temuan hasil penelitian dikemukakan beberapa saran yang berkaitan dengan kesantunan menolak dalam lingkup keluarga. Saran tersebut ditujukan kepada keluarga AD di Kompleks Asmil Yonif 514 Kabupaten Bondowoso, guru bahasa Indonesia, dan peneliti. (1) Bagi keluarga AD di Kompleks Asmil Yonif 514 Kabupaten Bondowoso, disarankan agar selalu membiasakan diri menggunakan kesantunan menolak dalam berkomunikasi sehari-hari. Hal ini dimaksudkan agar dengan menggunakan kesantunan menolak di antara keluarga, baik dari kalangan atasan dan dari kalangan bawahan tetap memiliki kesantunan tuturan dalam berkomunikasi, khususnya kesantunan menolak. (2) Bagi guru bahasa Indonesia disarankan agar melalui penelitian ini dapat mempertimbangkan dan dijadikan sebagai bahan masukan untuk pembelajaran bahasa pada umumnya dan khususnya pembelajaran pragmatik. Hal ini dimaksudkan agar guru dalam mengajar menggunakan kesantunan menolak sebagai motivasi siswa dalam belajar.(3) Para peneliti dalam “bahasa dalam konteks sosial” disarankan untuk mengkaji tuturan suatu masyarakat secara komperhensif. Kajian tentang bahasa dalm konteks sosial, akan banyak memberi sumbangan dalam memperkaya khasanah pembelajaran bahasa spesifik yaitu bahasa dalam konteks sosial pada domain dan konteks kultur yang berbeda.

Penerapan model minds what to know untuk meningkatkan hasil belajar IPS kelas V SDN Balerejo 03 Kabupaten Blitar / Guntur Kurniawan

 

Pengembangan modul pembelajaran tata busana standar kompetensi membuat busana bayi untuk Sekolah Menengah Kejuruan kelas X / Fitriasih Pudyo Atmaningrung

 

Kata kunci: Spektrum, Sekolah Menengah Kejuruan, Modul, Membuat Busana Bayi. Pesatnya perkembangan dunia usaha/dunia industri, menjadi salah satu alasan pemerintah untuk kembali melakukan penyempurnaan kurikulum pada tahun 2008 dengan dikeluarkannya Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan yang baru dan diberlakukan pada tahun pelajaran 2008/2009 mulai kelas X. Berdasarkan spectrum terbaru, terdapat perubahan nama-nama program pendidikan SMK. Perubahan yang terjadi salah satunya adalah diberlakukannya nama standar kompetensi baru yaitu membuat busana bayi. Bahan ajar membuat busana bayi masih sangat terbatas, kalaupun ada, belum disesuaikan dengan standar kompetensi, kompetensi dasar dan tujuan intruksional yang ingin dicapai. Penelitian ini membahas tentang pengembangan bahan ajar berupa modul pembelajaran membuat busana bayi untuk SMK Kelas X semester 1 yang dapat digunakan selama 1 semester. Sekolah yang menjadi acuan pada penyusunan modul adalah SMKN 3 Malang. Modul terdiri dari 9 kegiatan belajar yaitu : kegiatan belajar 1 tentang pengetahuan dasar mengenai busana bayi, kegiatan belajar 2 tentang pembuatan popok bayi, kegiatan belajar 3 tentang pembuatan gurita bayi, kegiatan belajar 4 tentang pembuatan kemeja bayi, kegiatan belajar 5 tentang pembuatan sepatu bayi, kegiatan belajar 6 tentang pembuatan topi bayi, kegiatan belajar 7 tentang pembuatan celana popok bayi, kegiatan belajar 8 tentang pembuatan cape bayi, dan kegiatan belajar 9 (pengayaan) tentang pembuatan jaket bayi. Modul yang dikembangkan melalui tahap tinjauan ahli dan preliminary field test (uji coba terbatas). Draft modul ditinjau oleh 4 orang ahli yaitu 1 orang ahli isi/materi, 2 orang ahli media(modul), dan seorang ahli bahasa. Aspek penilaian terdiri dari beberapa indikator dan beberapa butir pertanyaan berupa angket dengan menggunakan ratingscale. Hasil tinjauan ahli isi/materi adalah 92,62% artinya draft modul yang dikembangkan valid; hasil tinjauan ahli media (modul) adalah 85,53% artinya draft modul yang dinyatakan valid; dan hasil tinjauan ahli bahasa adalah 91,17% artinya draft modul yang dikembangkan valid. Berdasarkan kriteria hasil tinjauan ahli draft modul dinyatakan valid tidak perlu dilakukan revisi sehingga dapat dijadikan sebagai produk modul, namun dikarenakan ada beberapa tanggapan dari para ahli maka penulis melakukan revisi pada draft modul yang dikembangkan. Produk modul kemudian diujicobakan melalui uji coba perseorangan dengan melibatkan 3 orang guru tata busana SMKN 3 Malang dan uji coba kelompok kecil dengan melibatkan 9 orang peserta didik di SMKN 3 Malang. Aspek penilaian pada uji coba modul adalah aspek keterbacaan. Masing-masing aspek terdiri dari beberapa indikator dan beberapa butir pertanyaan berupa angket dengan menggunakan ratingscale. Hasil uji coba perorangan adalah 93,01% dan hasil uji coba kelompok kecil adalah 85,77% artinya penilaian untuk aspek keterbacaan modul dinyatakan valid dan sesuai untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan hasil persentase validasi dan uji coba, maka disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan valid sehingga sesuai untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar penelitian ini dilanjutkan pada tahapan penelitian lanjutan melalui kajian eksperimen dan uji coba yang lebih luas.

Pengaruh pola asuh orang tua dan modernitas individu terhadap pemahaman dasar ekonomi (economic literacy) siswa kelas XII Sosial SMA Negeri 5 Malang tahun ajaran 2010/2011 / Binti Rohmatul Laela

 

Kata kunci: pola asuh orang tua, modernitas individu, pemahaman dasar ekonomi siswa (Economic Literacy). Kesibukan orang tua dalam bekerja mengakibatnya terpecahnya perhatian orang tua terhadap anak. Konsekuensi yang ada menjadikan anak sebagai prioritas kedua setelah prioritas bekerja. Kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap kasih sayang dan perhatian yang dicurahkan orang tua terhadap anak. Di sudut pandang lain, perkembangan zaman yang semakin modern yang ditandai dengan berkembangnya ilmu dan pengetahuan ( IPTEK) menuntut anak untuk aktif dan dinamis dalam mengikuti perkembanngnya. Landasan untuk mengetahui prestasi belajar tercermin dalam pemahaman dasar ekonomi (Economic Literacy) siswa pada mata pelajaran ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk: a) mendeskripsikan pengaruh antara pola asuh orang tua dengan pemahaman dasar ekonomi (Economic Literacy) siswa, b) mendeskripsikan pengaruh antara modernitas individu dengan pemahaman dasar ekonomi (Economic Literacy) siswa, c) mendeskripsikan pengaruh antara pola asuh orang tua dan modernitas individu dengan pemahaman dasar ekonomi (Economic Literacy) siswa. Variabel bebas penelitian ini terdiri dari pola asuh orang tua dan modernitas individu sedangkan variabel bebasnya pemahaman dasar ekonomi siswa (Economic Literacy). Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriftif korelasional. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang mengambil semua populasi sebagai sampel yaitu sebanyak 73 anak. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda untuk melihat pengaruh parsial maupun simultan pola asuh dan modernitas individu terhadap pemahaman dasar ekonomi (Eonomic Literacy) siswa kelas XII Sosial SMA Negeri 5 Malang Tahun Ajaran 2010/2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumbangan efektif pola asuh orang tua (X1) terhadap pemahaman dasar ekonomi (Y) sebesar 26,56%, sedangkan sumbangan efektif modernitas individu siswa (X2) terhadap pemahaman dasar ekonomi (Economic Literacy) sebesar 24,9%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pula bahwa terdapat terdapat pengaruh positif yang signifikan secara parsial pola asuh orang tua terhadap pemahaman dasar ekonomi (Economic Literacy), terdapat pengaruh positif yang signifikan secara parsial modernitas individu terhadap pemahaman dasar ekonomi (Economic Literacy), terdapat pengaruh positif yang signifikan secara simultan pola asuh dan modernitas individu terhadap pemahaman dasar (Economic Literacy) ekonomi pada siswa kelas XII Sosial SMA Negeri 5 Malang tahun ajaran 2010/2011.

Pengaruh pemahaman siswa tentang ekonomi, latar belakang sosial ekonomi orang tua, kelompok acuan dan iklan terhadap pola konsumsi siswa kelas X SMA Negeri 5 Malang / Evi Nurlaili

 

Key Words: Economic literacy, Social economic background, Group reference, Advertising, Consume behaviour. Economic literacy is become important thing to build the student more rational in consumer behaviour. And also, Parent social economic background, Reference group and Advertising influence toward student consume behaviour. A large number of student of SMAN 5 Malang buy trend good consummately. The purpose of this research is describing and analyzing how the influencing of student economic literacy, toward Consume behavior of tenth grade SMAN 5 Malang. These research uses correlation description in order to know independent variable correlation to dependent variable. The population is the tenth grade of SMA Negeri 5 Malang. And the technical of sample is promotional random, 30% population per class or 97 students. Collecting data is done by documentation and questioner. The instrument test is held by Validity test and reliability before the quesioner.The analyze of these research is double linear regression Analyzing. Based on the result of the research, there are four conclusions. First, Economic literacy influences towards consume behaviour of the tenth grade SMA Negeri 5 student significantly. The high of economic literacy presses the student consume behaviour, because the student is able to implement in daily. Second, parent social economic background doesn't influence towards consume behaviour of tenth grade of SMAN 5 Malang student. It shows that the level of parent social economic background doesn't cause the student is educated become consummate. Third, The reference group doesn't influence toward consume behaviour of tenth grade of SMAN 5 Malang student too because of the appreciation and interest toward them doesn't high and it doesn't make the students to imitate them. Fourth, the advertising is already influence towards consume behaviour of the tenth grade SMA Negeri 5 student significantly. It is caused by how advertisement interest and easy to access them in several of media. It's also become their habit.

Penerapan siklus belajar berbasis masalah kontekstual untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi pada siswa kelas VII-A SMP Negeri 1 Lumajang / Abdul Rohman

 

Tesis, Jurusan IPA Terpadu, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S, (2) Prof.Dr. Siti Zubaidah, M.Pd. Kata Kunci: Siklus Belajar, Pembelajaran Kontekstual, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMP Negeri 1 Lumajang diketahui bahwa siswa kurang memiliki motivasi saat guru menjelaskan materi pelajaran. Permasalahan kurangnya motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran tersebut menyebabkan hasil belajar siswa rendah yaitu di bawah SKM. Kegiatan pembelajaran di SMP Negeri 1 Lumajang masih cenderung menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional yang menggunakan buku paket dengan alasan target kurikulum tidak tercapai, sehingga pembelajaran berpusat pada guru (teacher centered), dan siswa kurang termotivasi mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa cenderung pasif sehingga perlu ada kegiatan pembelajaran diskusi, tanya jawab, dan praktikum. Disepakati pula oleh guru untuk menggunakan pembelajaran siklus belajar agar dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dan tindakan berupa penerapan siklus belajar. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus pembelajaran, tiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Siklus belajar yang digunakan terdiri 5 fase yaitu Engagement, Exploration, Explanation, Elaboration, dan Evaluation. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII-A SMP Negeri 1 Lumajang 2009/2010. Jumlah subyek yang terdiri dari 25 siswa, dengan 11 siswa putra dan 14 siswa putri. Pokok bahasan pada saat penelitian adalah memahami saling ketergantungan dalam ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar biologi siswa melalui penerapan siklus belajar berbasis masalah kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan motivasi belajar siswa meningkat dari siklus I ke siklus II. Hasil penjaringan data dengan angket menunjukkan ada peningkatan motivasi sebesar 4% dari 84% pada siklus I menjadi 88% pada siklus II. Hasil observasi menunjukkan motivasi belajar siswa juga meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 6,5%. Hasil belajar klasikal siswa berupa tes kognitif meningkat sebesar 12% dari siklus I ke siklus II yaitu dari siklus I sebesar 76% ke siklus II sebesar 88%. Peningkatan tersebut sudah memenuhi ketuntasan yang ditetapkan yaitu 85%. Hasil tes belajar afektif siswa juga mengalami peningkatan sebesar 4% dari siklus I sebesar 84% ke siklus II sebesar 88%. Hasil belajar psikomotorik mengalami peningkatan 12% dari siklus I sebesar 80% ke siklus II sebesar 92% . Berdasarkan hasil penelitian, diajukan saran-saran sebagai berikut: (1) penerapan siklus belajar berbasis masalah kontekstual dapat digunakan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran bagi siswa dengan motivasi dan hasil belajar rendah, (2) pemberian pujian dan penghargaan (reward) pada siswa untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, (3) perencanaan waktu pada RPP hendaknya seefektif mungkin sehingga pelaksanaan pembelajaran berjalan sesuai dengan rencana dan media yang menarik perlu digunakan dalam pembelajaran IPA-Biologi.

Praktek berorganisasi pada OSIS di SMPN 1 Tanggunggunung Tulungagung / Cahyaningtyas Dyah Puji Astuti

 

Kata kunci: berorganisasi, OSIS. Berlangsungnya praktek belajar tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Belajar tidak hanya terbatas pada empat dinding kelas saja, belajar juga dapat diimplementasikan pada partisipasi peserta didik di lingkungan sekitarnya seperti ikut dalam salah satu organisasi sekolah. Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 226/C/Kep/O/1992, menyebutkan bahwa organisasi kesiswaan di sekolah adalah OSIS (Organisasis Siswa Intra Sekolah). Pengembangan peserta didik tersebut dapat diwadahi dalam organisasi sekolah ini. Partisipasi peserta didik dalam kegiatan OSIS dapat menjadi salah satu tempat belajar berorganisasi dan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya, serta mengimplementasikan pengetahuan yang didapatnya dari kegiatan belajar di kelas. Demikian halnya dengan OSIS di SMP Negeri 1 Tanggunggunung Tulungagung. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tanggunggunung Tulungagung dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Proses perekrutan pengurus OSIS di SMPN 1 Tanggunggunung Tulungagung, (2) Jalannya kepemimpinan pada OSIS SMPN 1 Tanggunggunung Tulungagung, (3) Program kerja OSIS SMPN 1 Tanggunggunung Tulungagung, (4) Kendala yang dihadapi pengurus dalam melaksanakan program kerjanya di OSIS SMPN 1 Tanggunggunung Tulungagung, (5) Cara mengatasi kendala yang dihadapi pengurus OSIS dalam menjalankan program kerjanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena berusaha mengungkapkan gejala secara menyeluruh dan sesuai dengan konteks melalui pengumpulan data dan latar belakang alami dengan memanfaatkan diri sebagai instrumen kunci tentang bagaimana praktek berorganisasi pada OSIS di SMPN 1 Tanggunggunung Tulungagung. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Penetapan pendekatan ini didasarkan atas pertimbangan bahwa peneliti ingin mengemukakan fenomena-fenomena yang ada dengan kondisi yang terjadi di lokasi penelitian tanpa adanya rekayasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses perekrutan pengurus OSIS di SMPN 1 Tanggunggunung dilakukan melalui pemilihan langsung dari masing-masing kelas. Tiap kelas memilih dan menetapkan dua orang siswa sebagai perwakilan kelasnya untuk didelegasikan sebagai calon pengurus OSIS. (2) Gaya kepemimpinan yang dijalankan oleh Ketua OSIS SMPN 1 Tanggunggunung ini merupakan gaya kepemimpinan yang demokratis. (3) Program kerja yang disusun oleh pengurus OSIS secara garis besar berkaitan dengan kegiatan peringatan hari besar nasional, peringatan hari besar agama dan kegiatan bakti sosial. (4) Tidak banyak kendala yang dihadapi oleh pengurus OSIS dalam dua bulan awal kepengurusan menjalankan program kerjanya. Hanya saja masalah koordinasi antar pengurus OSIS masih sering menjadi kendala yang dihadapi ketika akan melaksanakan suatu kegiatan program kerja. (5) Beberapa cara untuk mengatasi kendala tersebut di atas diantaranya adalah dengan membangun hubungan personal antar pengurus OSIS. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan supaya pengurus OSIS SMPN 1 Tanggunggunung bisa lebih mendalami lagi hal-hal yang berkaitan dengan praktek beroganisasi, sehingga bisa meningkatkan kualitas berorganisasi mereka. Pengurus OSIS hendaknya mempelajari lagi manajemen keorganisasian dan manajemen konflik agar kedepannya pengurus bisa lebih mandiri lagi dalam menyikapi kendala atau hambatan yang mereka hadapi dalam menjalankan program kerja yang mereka susun. Latihan Kepemimpinan Siswa hendaknya tidak pengurus lakukan sekali dalam satu kepengurusan, tetapi bisa dibuat menjadi beberapa kali latihan agar materi tentang kepemimpinan bisa benar-benar didalami oleh pengurus. Selain itu diharapkan pengurus OSIS bisa belajar tentang kepemimpinan secara langsung dari pejabat sekolah dalam hal ini hubungan Kepala Sekolah dengan para guru dan karyawan. SMPN 1 Tanggunggunung Tulungagung sebagai lembaga yang memfasilitasi siswanya dalam mengembangkan bakat, minat dan potensi diharapkan untuk mengupayakan penyediaan ruang OSIS, agar kendala yang dihadapi pengurus OSIS utamanya masalah koordinasi bisa teratasi dan kinerja OSIS bisa semakin bagus.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 |