Sikap belajar siswa yang berminat menggambar pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan siswa kelas IV, V, dan VI SDN Keleyan 3 Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan / Indah Suci Kartikawati

 

Kata Kunci : Sikap belajar, minat menggambar, seni budaya, SD Sikap merupakan suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan mendukung atau menolak terhadap sesuatu sehingga timbul derajat efek positif dan negatif. . Minat seseorang dapat dilihat dari kemauan dan keinginannya untuk lebih tahu dan lebih banyak belajar dan kemauan untuk lebih melibatkan diri dalam kegiatan yang berkaitan dengan sesuatu hal tersebut. Dalam bidang pendidikan minat siswa merupakan suatu masalah yang perlu diketahui, sebab minat merupakan suatu bagian penting yang ikut berpengaruh terhadap tercapainya prestasi atau cita-cita yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) mendeskripsikan siswa yang berminat menggambar pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan siswa kelas IV, V, dan VI, 2) mendeskripsikan sikap belajar siswa yang berminat menggambar pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan siswa kelas IV, V, dan VI. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dalam pengumpulan data menggunakan angket terstruktur. Sedangkan dalam teknik analisis data menggunakan teknik prosentase. Populasinya adalah siswa kelas IV, V, dan VI SDN Keleyan 3. Peneliti menggunakan penelitian populasi karena subjek penelitian kurang dari 100 maka diambil semua subjeknya. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 84 siswa yang terdiri dari kelas IV 25 siswa, kelas V 29 siswa, dan kelas VI 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan: (a) siswa yang berminat menggambar pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan pada kelas IV dengan kategori sangat tinggi (36%) dan tinggi (44 %), pada kelas V dengan kategori sangat tinggi (10,3 %) dan tinggi (31 %), pada kelas VI dengan kategori sangat tinggi (33,3 %) dan tinggi (20 %), (b) sikap belajar siswa yang berminat menggambar pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan pada kelas IV dengan prosentase (55 %) siswa memiliki tingkat sikap belajar tinggi, pada prosentase (41,7 %) siswa kelas V memiliki tingkat sikap belajar rendah, dalam prosentase (31,3 %) siswa kelas VI memiliki tingkat sikap belajar rendah. Mengingat pentingnya minat yang muncul dari diri siswa maka perlu upaya untuk mengetahui, meningkatkan, dan mengembangkan minat tersebut untuk lebih baik lagi dan membangun komunikasi yang baik antara guru dengan orang tua murid supaya ikut andil dalam menjaga dan memperhatikan sikap dan prestasi siswa sesuai dengan minat yang telah dimilikinya.Untuk itu pada penelitian selanjutnya diharapkan untuk diterapkan variabel lain atau menambah lebih banyak variabel dan indikator agar penelitian tersebut diperoleh hasil yang lebih akurat.

Perancangan promosi wisata kota Pontianak Kalimantan Barat / Nia Windyaningrum

 

Kata Kunci : Promosi, Wisata, Pontianak Kota Pontianak yang dikenal sebagai kota Khatulistiwa karena dilalui garis lintang nol derajat bumi ini terdapat beragam etnis yang hidup sejak lama setidaknya ada tiga etnis budaya terbesar yang mendominasi kota ini yaitu Dayak, Melayu dan Tionghoa yang memiliki keanekaragaman budaya yang bisa dijadikan objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Namun sayangnya, sedikit orang yang mengetahui keunikkan dari kota Pontianak hanya sebatas sebagai ibukota provinsi saja karena itu diperlukannya sebuah media yang dapat tersebar luas memberikan informasi mengenai wisata yang ada dikota ini, yakni dengan mempromosikannya melalui desain web, booklet, buku saku, iklan media cetak dan merchandise. Proses perancangan ini menggunakan model prosedural memaparkan langkah-langkah. Perancangan desain ini bertujuan untuk menginformasikan wisata yang ada di Pontianak dan pada desain webnya dilengkapi dengan video cuplikan beberapa wisata yang ada disana. Menggunakan gaya desain modern yang memadupadankan antara etnik dayak yang mengesankan dari Kalimantan dengan tambahan ornamen-ornamen agar menarik dan tidak membosankan. Hasil perancangan ini adalah berupa booklet, buku saku, iklan media cetak, merchandise dan desain web yang termuat didalamnya berupa tempat-tempat wisata, sarana dan fasilitas, peta lokasi dan beberapa cuplikan video mengenai wisata kota ini dan diharapkan mampu menjadi media yang dapat menginformasikan wisata serta dapat mempromosikan kota Pontianak sebagai alternatif kota tujuan wisata.

Perancangan buku bergambar ilustrasi digital tentang Cendrawasih langka sebagai media pengetahuan untuk anak / Moh. Husnur Rofi

 

Kata kunci : Perancangan, Buku Bergambar, Cendrawasih, Pengetahuan, Anak. Cendrawasih merupakan burung kebanggaan Indonesia yang mulai terancam keberadaannya. Dari 41 jenis cendrawasih yang ada, terdapat 35 spesies yang tersebar di Irian Jaya dan Papua Nugini. Semakin lama, keberadaan burung ini mulai terancam yang penyebab utamanya adalah perdagangan bebas dan tidak bertanggung jawab. Generasi penerus diharapkan dapat memulai untuk peduli dan melindungi burung cendrawasih ini. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana memperkenalkan burung cendrawasih ini kepada generasi muda. Buku bergambar merupakan media yang dirasa cocok dan diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap anak sebagai generasi penerus. Metode perancangan ini diawali dari penulisan latar belakang, pengidentifikasian tujuan, dilanjutkan dengan pengumpulan data terdiri dari observasi dan studi pustaka atau dokumentasi. Berdasarkan hasil data yang dikumpulkan, maka diperoleh data-data bahwa cendrawasih yang mulai langka ada 6 jenis, yaitu, Cendrawasih Raja, Cendrawasih Botak, Cendrawasih Kuning Besar, Cendrawasih Biru, Cendrawasih Mati Kawat, dan Bidadari Halmahera. Selain itu dapat disimpulkan juga bahwa anak-anak mulai usia 5-10 adalah masa dimana anak sedang tumbuh dan berkembang dan aktif sehingga pada masa-masa ini dirasa sangatlah cocok untuk mengenalkan hal yang baru bagi mereka, yaitu cendrawasih. Dan juga penggunaan warna-warna yang cerah dan gambar-gambar yang menarik perlu diperhatikan untuk menambah ketertarikan anak. Buku bergambar yang dihasilkan akan memberikan ilustrasi cendrawasih dengan ukuran besar yang disertai informasi ciri fisik, dan habitat burung cendrawasih. Buku Bergambar Tentang Cendrawasih Langka yang dihasilkan ini diharapkan mampu memberikan informasi dan mengenalkan Burung Cendrawasih kepada anak-anak untuk menumbuhkan rasa ikut peduli. Perancangan berupa Buku Bergambar Ilustrasi Digital beserta media promosi yang dibutuhkan sebagai media pendukung, berfungsi untuk menampilkan burung cendrawasih dalam bentuk visual, antara lain: poster dan x-banner, serta merchandise seperti stiker, pembatas buku, kartu pengetahuan dan pin.

Kontribusi relevansi latar belakang pendidikan dan sarana pendidikan terhadap kinerja guru KNPI di SMKN se Kabupaten Madiun / Ryan Adipurwo Nugroho

 

Kata Kunci: Relevansi, Latar Belakang Pendidikan, Sarana Pendidikan, Kinerja Guru KKPI Seorang guru dalam mengerjakan tugasnya dengan baik, seringkali ditentukan oleh penilaian terhadap kinerjanya. Penilaian tidak hanya dilakukan untuk membantu mengawasi sumber daya organisasi namun juga untuk mengukur tingkat efisiensi penggunaan sumber daya yang ada dan mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi dari relevansi latar belakang pendidikan, sarana pendidikan terhadap kinerja guru KKPI yang ada di SMK Negeri se-Kabupaten Madiun. Berdasarkan judul dan permasalahan, maka penelitian ini termasuk expost facto yang bersifat korelasional. Analisis korelasional menggunakan analisis korelasi sederhana dan analisis regresi ganda, dengan bantuan SPSS for Windows release 16. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan dapat diketahui bahwa guru KKPI di SMKN se-Kabupaten Madiun memiliki latar belakang pendidikan yang relevan dengan mata pelajaran KKPI yaitu sebanyak 71,4% responden dan 42,9% responden menjawab bahwa sarana pendidikan yang ada di SMKN se-Kabupaten Madiun dalam keadaan cukup baik. Sedangkan kinerja guru KKPI di SMKN se-Kabupaten Madiun berada dalam kondisi cukup baik yaitu 47,6%. Relevansi latar belakang pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru KKPI di SMKN se-Kabupaten Madiun dan memberi kontribusi sebesar 24,3%. Sarana pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru KKPI di SMK Negeri se-Kabupaten Madiun, kontribusi yang diberikan yakni sebesar 31,7 %. Relevansi latar belakang pendidikan dan sarana pendidikan dapat berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap kinerja guru KKPI di SMK Negeri se-Kabupaten Madiun dengan memberikan kontribusi sebesar 43,7% sedangkan 56,3% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Hubungan kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar bahasa pemrograman delphi siswa kelas X SMK Telkom Sandhy Putra Malang / Uswatun Hasanah

 

Kata Kunci: Kompetensi Pedagogik Guru, Motivasi Belajar, dan Prestasi Belajar Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) Hubungan antara kompetensi pedagogik guru terhadap prestasi belajar Bahasa Pemrograman Delphi, (2) Hubungan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar Bahasa Pemrograman Delphi, (3) Hubungan antara kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar secara simultan terhadap prestasi belajar Bahasa Pemrograman Delphi. Penelitian ini dilakukan di SMK Telkom Sandhy Putra Malang. Objek penelitian ini adalah siswa kelas X di SMK Telkom Sandhy Putra Malang, dengan sampel sebanyak 71 siswa. Teknik sampel yang digunakan adalah proporsional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan korelasi parsial dan regresi ganda. Pengujian analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS versi 16. Penelitian ini berhasil mengungkap (1) Kompetensi Pedagogik Guru (X1) memiliki kategori tinggi sebesar 53,5%, (2) Motivasi Belajar (X2) memiliki kategori tinggi sebesar 57,7%, dan (3) Prestasi belajar Bahasa Pemrograman Delphi (Y) memiliki kategori sedang sebesar 46,5%. Hasil analisis uji hopotesis: (4) Ada hubungan yang cukup kuat antara kompetensi pedagogik guru dengan prestasi belajar pada mata pelajaran Bahasa Pemrograman Delphi siswa kelas X SMK telkom Sandhy Putra Malang. (5) Ada hubungan yang cukup kuat antara motivasi belajar dengan prestasi belajar pada mata pelajaran Bahasa Pemrograman Delphi siswa kelas X SMK Telkom Sandhy Putra Malang, dan (3) Ada hubungan yang cukup kuat antara kedua yaitu kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar secara simultan dengan prestasi belajar pada mata pelajaran Bahasa Pemrograman Delphi siswa kelas X SMK Telkom sandhy Putra Malang. Kesimpulan penelitian ini adalah (6) Kompetensi pedagogik guru bahasa pemrograman Delphi berada dalam kategori tinggi, (2) Motivasi belajar siswa berada dalam kategori tinggi, (3) Prestasi belajar bahasa pemrograman Delphi berada dalam kategori sedang, (4) Ada hubungan positif dan signifikan antara kompetensi pedagogik guru dengan prestasi belajar pada mata pelajaran Bahasa Pemrograman Delphi, (5) Ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar pada mata pelajaran bahasa pemrograman Delphi, dan (6) Ada hubungan positif dan signifikan antara kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar secara simultan dengan prestasi belajar pada mata pelajaran Bahasa Pemrograman Delphi.

Perancangan company profile hotel Margosuko Malang / Aris Firmansyah

 

Kata Kunci: Perancangan, Company Profile, Hotel. Kota Malang merupakan salah satu dari kota yang menjadi tujuan wisata.Banyaknya wisatawan baik dalam dan luar negeri yang berkunjung ke kota Malang, membuat usaha perhotelan juga ikut berkembang pesat. Sebuah hotel yang telah lama berdiri harus memiliki media komunikasi yang lengkap dan efektif sebagai sarana promosi kepada konsumen karena dalam kondisi persaingan yang semakin ketat, Hotel Margosuko Malang dituntut untuk menentukan strategi pemasaran yang efektif agar mampu mempertahankan pangsa pasar yang sudah ada, bahkan memperbesar pangsa pasar tersebut. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan jalan promosi. Company Profle merupakan salah satu media komunikasi visual yang digunakan untuk media promosi.Sebuah Company Profile harus mampu menarik perhatian audience dan juga harus mampu menginformasikan garis besar, ide ataupun visi, misi perusahaan secara lebih efektif, serta dapat ditempatkan dimana saja. Company Profile ini sangat penting dalam menunjang pemasaran sebuah perusahaan perhotelan, semua fasilitas dan keunggulan yang diberikan oleh sebuah hotel seperti Hotel Margosuko Malang, akan dapat diketahui oleh konsumen atau calon pengunjung melalui Company Profile tersebut serta dapat mempertahankan image/citra Hotel Margosuko Malang sendiri. Perancangan ini menggunakan metode prosedural yang bersifat deskriptif terhadap Hotel Margosuko Malang Malang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui (1) wawancara (2) observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threat) dengan membandingkan data yang diperoleh melalaui wawancara dan observasi yang kemudian ditarik kesimpulan.Adapun fokus penelitian ini yaitu: (1) konsep perancangan Company Profile (2) proses perancangan (3) bentuk perancangan Company Profile. Hasil dari perancangan ini adalah berupa video profile dan booklet yang secara umum memiliki karakteristik mampu memperkuat karakter Hotel Margosuko Malang kepada audience secara personal, dengan spesifikasi utama adalah informasi mengenai Company Profile, beserta nilai keunggulan dan nilai-nilai positif mengenai Hotel Margosuko Malang Malang. Diharapkan dengan pemilihan media promosi yang tepat dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan meningkatkan image/citra yang positif dimata audience.

Penerapan pakem untuk meningkatkan hasil belajar PKn materi pokok pemerintahan pust dan pemerintahan daerah kelas VI MI Bustanul Ulum Pakisaji Malang / Nugroho Dwi Cahyono

 

Kata kunci: PAKEM, hasil belajar, PKn MI Pembelajaran PKn di kelas VI MI Bustanul Ulum menunjukkan bahwa; 1) Pembelajaran yang diterapkan guru masih bersifat klasikal; 2) Aktivitas belajar siswa tampak pasif karena pembelajaran masih berpusat pada guru. 3) Hasil belajar siswa masih jauh dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Tujuan diadakan penelitian ini untuk : 1) Mendeskripsikan penerapan PAKEM yang dapat meningkatkan hasil belajar PKn pada Materi Pokok Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerah Kelas VI MI Bustanul Ulum Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, 2) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa Kelas IV MI Bustanul Ulum Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang dalam mata pelajaran PKn Materi Pokok Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerah setelah penerapan PAKEM. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan alternatif pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu pembelajaran yang dapat menjadi solusi permasalahan tersebut yaitu dengan menerapkan PAKEM. Penerapan PAKEM pada penelitian ini menggunakan variasi kegiatan, antara lain kuis berhadiah, diskusi kelompok, bermain di luar kelas, turnamen, dan kesimpulan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif model penelitian tindakan kelas dengan rancangan siklus yang dikembangkan Kemmis dan MC Taggart dan dilaksanakan dalam 3 siklus bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: 1) penerapan PAKEM mengaktifkan siswa baik secara fisik maupun emosionalnya, mengembangkan kreatifitas untuk merancang atau membuat sesuatu, efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran, serta menyenangkan bagi siswa, 2) adanya peningkatan hasil belajar PKn materi pokok pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah di kelas VI MI Bustanul Ulum dari 57,1 pada siklus I meningkat menjadi 71,2 pada siklus II dan akhirnya menjadi 91,1 pada siklus III. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa penerapan PAKEM pada materi pokok pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah di MI Bustanul Ulum Pakisaji Kabupaten Malang dapat meningkatkan hasil belajar. Disarankan kepada guru agar menggunakan model PAKEM dalam pembelajaran PKn di SD/MI.

Peningkatan penguasaan konsep perkalian dengan menggunakan teori Jerome Bruner pada siswa kelas II SDN Blimbing V Kecamatan Blimbing Kota Malang / Ramadhita Pridhiatama

 

Kata kunci: penguasaan konsep, perkalian, bilangan, teori Jerome Bruner, SD. Hasil tes awal penelitian dalam penguasaan mata pelajaran matematika kelas II semester II dengan materi pokok perkalian, pembagian dan bangun datar yang diujikan kepada siswa kelas II SDN Blimbing V menunjukkan bahwa kemampuan siswa pada operasi perkalian mendapatkan nilai terendah. Siswa kurang memahami konsep perkalian karena kejenuhan siswa terhadap pelajaran dan guru mengharuskan siswa untuk menghafal perkalian. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penguasaan konsep perkalian yaitu berdasarkan teori Jerome Bruner dalam tahapan enaktif, ikonik, dan simbolik. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penerapan teori Jerome Bruner untuk meningkatkan pemahaman konsep perkalian siswa kelas II SDN Blimbing V Kecamatan Blimbing Kota Malang. Selain itu mendeskripsikan tingkat keberhasilan penerapan teori Jerome Bruner untuk meningkatkan pemahaman konsep perkalian siswa kelas II SDN Blimbing V Kecamatan Blimbing Kota Malang. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini yaitu seorang guru kelas II dan seluruh siswa kelas II SDN Blimbing V Kota Malang. Penelitian ini dilakukan dengan prosedur (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Observasi dan Penilaian, (4) Refleksi di setiap siklusnya. Instrumen pada penelitian ini berupa (1) soal-soal tes, (2) pedoman observasi dan (3) pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori Jerome Bruner berhasil diterapkan pada kelas II SDN Blimbing V Kecamatan Blimbing Kota Malang dan dapat meningkatkan penguasaan konsep perkalian. Hal ini terbukti dari nilai rata-rata siswa sebelum penerapan teori Jerome Bruner yaitu 54 dan setelah penerapan teori Jerome Bruner yaitu siklus I nilainya 67 dan siklus II meningkat menjadi 80. Persentase peningkatan nilai rata-rata kelas dari pra tindakan ke siklus II sebesar 48%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa teori Jerome Bruner berhasil diterapkan dan dapat meningkatkan penguasaan konsep perkalian siswa. Peneliti memberikan saran sebaiknya guru menggunakan teori Jerome Bruner dalam mengajar matematika sehingga dapat meningkatkan penguasaaan siswa terhadap konsep perkalian dan lebih memperhatikan siswa yang ramai, sebaiknya pada penelitian selanjutnya peneliti dapat meminimalisir siswa yang ramai, selain itu sebaiknya kepala sekolah lebih memperhatikan taraf perkembangan siswa dan umur siswa sehingga siswa dapat lebih mudah dalam menguasai materi pelajaran khususnya konsep perkalian.

Peningkatan kemampuan mengidentifikasi unsur cerpen yang diperdengarkan dengan metode peta-pikiran siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang tahun 2010/2011 / Riadi Suhendra

 

Kata kunci: Pembelajaran Menyimak Cerpen, Metode Peta-Pikiran Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X, terdapat Kompetensi Dasar (KD) mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita pendek. Melalui KD ini, dimaksudkan siswa menentukan dan menunjukan unsur cerita pendek. Untuk meningkatkan pembelajaran mengidentifikasi unsur cerita pendek diperlukan strategi dan metode pembelajaran yang tepat. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran mengidentifiasi unsur cerita pendek. Dengan metode peta-pikiran ini, siswa dapat memetakan pikirannya dan membuat rute yang hebat bagi ingatan siswa, juga memungkinkan siswa menyusun fakta dan pikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Secara umum penelitian ini berupaya menjawab masalah tentang proses dan hasil pembelajaran mengidentifikasi unsur cerita pendek yang diperdengarkan dengan metode peta-pikiran siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang. Sesuai dengan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan meningkatkan pembelajaran mengidentifikasi unsur cerita pendek yang dipedengarkan. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sesuai dengan rancangan itu, penelitian disusun dalam siklus yang meliputi perencanaan (penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penetapan subjek didasarkan pada hasil analisis studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti. Subjek yang akan diberi tindakan adalah seluruh siswa kelas X-1 SMA Negeri 8 Malang yang berjumlah 38 siswa. Penelitian dilasanakan pada tanggal 28 Oktober 2010 sampai dengan 6 November 2010 dalam dua siklus. Data penelitian meliputi data verbal yang berwujud tuturan lisan dan nonverbal yang berupa rekaman tindakan siswa dalam foto dan tindakan yang ditraskripkan yang ditulis kedalam pedoman observasi, pedoman wawancara dan catatan lapangan. Bertolak dari proses dan hasil tindakan kelas, dapat ditemukan bahawa penggunaan media audio dan metode peta-pikiran dapat meningkatkan pembelajaran siswa SMA Negeri 8 Malang dalam mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita pendek. Hal ini, dapat dilihat dari nilai yang diperolah siswa di atas SKM (Standar Ketuntasa Minimal) yang telah ditetapkan sekolah. Mendengarkan rekaman cerita kemudian mengidentifikasi usnur intrinsik dan ekstrinsik, dari hasilnya siswa mengalami peningkatan dan dari peroses siswa menyimak juga mengalami peningkatan terlihat dari tingkat kesungguhan, kesiapan dan konsentrasi siswa Peningkatan hasil pembelajaran siswa dalam mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita terlihat dari nilai rata-rata yang diperoleh siswa yang telah mencapai nilai Standar Ketuntasan Minimal SMA Negeri 8 malang untuk mata pelajaran Bahasa Indoesia. Pada siklus I nilai rata-rata yang diproleh 61.7. sedangkan siklus II nilai rata-rata yang diperoleh 90.45. berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada sisklus I dan siklus Ii mengalami peningkatan, presentase kenaikan sebesar 46.6%, dapat dikemukakan bahawa presentasi kenaikan dari nilai rata-rata siswa dikatakan telah melebihi Standar Ketuntasan Minimal 75 untuk pelajaran Bahasa Indonesia SMA Negeri 8 malang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode peta-pikiran dapat meningkatkan pembelajaran mengidentifikasi unsur cerita yang diperdengarkan melalui rekaman. Berdasarkan hasil pnelitian ini disarankan kepada guru untuk menggunakan metode peta-pikiran dengan lebih kreatif dan inovatif dalam upaya meningkatkan pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya mengidentikasi unsur cerita yang diperdengarkan melalui rekaman. Untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang inovatif dan ktratif. Kepada kepala sekolah SMA Negeri 8 Malang, disarankan agar memberikan dukungan kepada guru untuk mengembangkan Strategi pembelajaran yang lebih variatif dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia di sekolah. Kepada penekiti berikutnya yang melakukan penelitian sejenis, diharapkan dapat menggunakan dan mengembangkan Strategi pembelajaran dan pengguaan metode peta-pikiran sebagai dasar untuk melakukan penelitian lain dengan cara yang lebih kreatif.

Sifat organoleptik permen jelly dengan perbandingan air dan susu kambing yang berbeda / Rika Ayu Kurniasari

 

Kata Kunci: Permen Jelly, Air, Susu Kambing, Organoleptik. Permen jelly merupakan makanan ringan yang dibuat dari air atau sari buah dan bahan pembentuk gel yang berpenampilan jernih transparan serta mempunyai tekstur dengan kekenyalan tertentu. Permen jelly mempunyai karakteristik umum chewy yang bervariasi dari agak lembut sampai agak keras. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan perbandingan air dan susu kambing yang berbeda yaitu 60% : 40%, 40% : 60%, 20% : 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu organoleptik permen jelly. Pengamatan dilakukan terhadap sifat organoleptik yang meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa dengan pengujian uji mutu hedonik dan uji hedonik oleh panelis. Panelis terdiri dari 20 orang panelis agak terlatih dari mahasiswa D3 Tata Boga angkatan 2007-2008. Data di analisis dengan menggunakan Analisis Sidik Ragam. Hasil analisis data yang berbeda sangat nyata dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan. Hasil uji mutu hedonik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sangat nyata pada warna, aroma, tekstur, dan rasa. Perbandingan air dan susu kambing pada perlauan A (60% : 40%) menghasilkan warna kuning jernih dan aroma kurang prengus. Tekstur chewy dihasilkan oleh perbandingan air dan susu kambing pada perlakuan B (40% : 60%). Sedangkan rasa manis dihasilkan pada perbandingan air dan susu kambing pada perlakuan C (20% : 80%). Hasil uji hedonik terhadap permen jelly menunjukkan bahwa warna dan aroma permen jelly yang disukai panelis adalah permen jelly pada perlakuan A (60% : 40%). Hasil uji hedonik terhadap permen jelly menunjukkan bahwa tekstur yang disukai panelis adalah permen jelly pada perlakuan B (40% : 60%). Hasil uji hedonik terhadap permen jelly menunjukkan bahwa rasa yang disukai panelis adalah permen jelly pada perlakuan C (20% : 80%). Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu perbandingan air dan susu kambing yang berbeda akan menghasilkan permen jelly dengan warna, aroma, tekstur, dan rasa yang berbeda sangat nyata. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya perbandingan air dan susu kambing dalam jumlah yang berbeda.

Peningkatan kemampuan menulis resensi siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 3 Jombang dengan menggunakan metode CIRC / Astarina Siska Mayaningrum

 

Kata kunci: peningkatan, menulis resensi, metode CIRC. Pembelajaran menulis resensi merupakan salah satu kompetensi dasar yang ada dalam KTSP jenjang SMA/MA yang harus dikuasai oleh siswa kelas XII. Tujuannya adalah agar siswa dapat mengenal, memahami, dan menulis resensi dengan memerhatikan aspek isi dan bahasa resensi. Namun, pada kenyataannya kemampuan menulis resensi siswa masih rendah. Kesulitan tersebut tampak pada ketidaktahuan siswa tentang apa yang harus ditulis dalam resensi dan bagaimana format penulisan resensi yang baik. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis resensi diperlukan sebuah metode pembelajaran yang tepat. Oleh karena itu, dalam penelitian ini digunakan metode CIRC. Metode ini merupakan komposisi terpadu keterampilan membaca dan menulis. Dengan metode ini, siswa dapat lebih mudah dalam menulis resensi karena pembelajaran tidak langsung pada kegiatan menulis resensi, tetapi melalui kegiatan membaca dan mengidentifikasi aspek isi dan bahasa dalam buku kumpulan cerpen. Masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana peningkatan kemampuan menulis isi resensi siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 3 Jombang dengan menggunakan metode CIRC? dan (2) bagaimana peningkatan kemampuan menggunakan bahasa dalam menulis resensi siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 3 Jombang dengan mengunakan metode CIRC? Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah (1) untuk meningkatkan kemampuan menulis isi resensi siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 3 Jombang dengan menggunakan metode CIRC dan (2) untuk meningkatkan kemampuan menggunakan bahasa dalam menulis resensi siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 3 Jombang dengan menggunakan metode CIRC. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian disusun dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penetapan subjek penelitian ditentukan berdasarkan hasil analisis studi pendahuluan yang dilaksanakan oleh peneliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA 1 karena mempunyai penilaian proses dan penilaian produk di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan oleh SMA Negeri 3 Jombang. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 22 September sampai dengan 13 Oktober dalam dua siklus. Data penelitian meliputi data proses berupa seluruh aktivitas (keaktifan, keseriusan, kesediaan bekerja sama dan mengerjakan tugas) dan data produk berupa hasil resensi yang ditulis siswa. Data penelitian diperoleh melalui instrumen utama, yaitu peneliti yang didukung dengan instrumen penunjang, meliputi wawancara, lembar observasi, catatan lapangan, angket atau kuesioner dan dokumentasi. Hasil penilaian proses dan penilaian produk menunjukkan bahwa siswa sudah dapat menulis resensi dengan baik. Penilaian proses bersumber dari setiap aktivitas yang dilakukan siswa selama kegitan menulis resensi berlangsung, meliputi keaktifan, keseriusan, kehadiran, dan kesediaan mengerjakan tugas. Penilaian produk bersumber dari resensi yang ditulis siswa, meliputi aspek isi resensi dan bahasa resensi. Kemampuan menulis isi resensi, terdiri atas judul resensi, data/ identitas buku, kepengarangan, sinopsis, keunggulan dan kelemahan buku, manfaat dan sasaran buku. Kemampuan menggunakan bahasa resensi, terdiri atas rumusan judul, ejaan dan tanda baca, pilihan kata, keefektifan kalimat, penulisan paragraf, dan organisasi resensi. Kemampuan menulis isi resensi siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 26 %, sedangkan kemampuan menggunakan bahasa dalam menulis resensi mengalami peningkatan sebesar 33 %. Sehubungan dengan hasil penelitian ini, disarankan pada guru untuk menggunakan metode CIRC lebih kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis resensi. Kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan juga disarankan untu memberi dukungan dan fasilitas yang memadai kepada guru untuk melakukan kerja sama dengan para peneliti untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin menggunakan dan mengembangkan metode CIRC, diharapkan dapat mengembangkan metode pembelajaran pada kompetensi dasar sastra yang lain.

Penerapan teknik jigsaw pada pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman siswa kelas XII Bahasa SMA Negeri 1 Tumpang / Hamidatul Rohma

 

Kata kunci: keterampilan menulis, teknik Jigsaw Menulis merupakan keterampilan berbahasa paling sulit diantara tiga keterampilan berbahasa lainnya. Hal ini dikarenakan banyaknya syarat yang harus dipenuhi dalam menulis. Oleh karena itu, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam keterampilan menulis. Berdasarkan hal tersebut, peneliti menggunakan teknik Jigsaw sebagai teknik pengajaran untuk keterampilan menulis. Dalam teknik Jigsaw, semua siswa harus aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknik Jigsaw pada pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman di SMA Negeri 1 Tumpang, serta implikasinya terhadap kemampuan siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, tes menulis, dan kuesioner. Sumber data yang digunakan adalah siswa SMA Negeri 1 Tumpang kelas XII Bahasa tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 15 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan teknik Jigsaw efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa dan membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran. Penerapan teknik Jigsaw ini memberikan implikasi terhadap nilai menulis bahasa Jerman siswa. Hal ini terbukti dari hasil tes menulis siswa yang memperoleh nilai rata-rata 85,4, dan hasil tersebut masuk dalam ketegori baik. Dari 15 siswa kelas XII Bahasa, semua dapat mencapai ketuntasan dalam keterampilan menulis. Oleh karena itu, disarankan pada guru mata pelajaran bahasa Jerman untuk menggunakan teknik Jigsaw. Kepada peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian dengan menerapkan teknik Jigsaw pada mata pelajaran bahasa Jerman dengan keterampilan yang berbeda.

Analisis kualitas pembelajaran mata diklat produktif di kelas Suzuki SMK PGRI 3 Malang / Moch. Satrio

 

Kata kunci: Analisis Kualitas Pembelajaran, Mata Diklat Produktif. Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1 ayat 1 menyebutkan bahwa pendidikan adalah upaya sadar untuk menyiapakan peserta didik melalui kegiatan bimbingan pengajaran dan bagi peranannya dimasa yang akan datang. Salah satu lembaga yang berfungsi menyiapkan peserta didik untuk masuk dunia kerja adalah sekolah menegah kejuruan (SMK). Dalam pelaksanaan pembelajaran mata diklat di SMK PGRI 3 Malang diorganisasikan menjadi tiga kelompok yaitu normatif, adaptif dan produktif Komponen normatif berperan dalam pembentukan watak manusia Indonesia, komponen adaptif memuat kajian dan pelajaran yang memberikan konsep berpikir analitis, logis, dan kreatif yang mendukung kemampuan lulusan dalam mengembangkan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu teknologi dan kesenian, sedangkan kemampuan produktif memuat tentang pembekalan ketrampilan dan sikap kerja profesional sesuai dengan kemampuan yang dituntut oleh dunia kerja (Depdikbud 1993:17). Untuk mengetahui kualitas pembelajaran mata diklat produktif di kelas suzuki SMK PGRI 3 Malang, maka penelitian ini difokuskan sebagai berikut: (1) bagaimanakah kualitas perencanaan mata diklat produktif di kelas suzuki SMK PGRI 3 Malang; (2) bagaimanakah kualitas pelaksanaan mata diklat produktif di kelas suzuki SMK PGRI 3 Malang: (3) bagaimanakah kualitas hasil evaluasi pembelajaran mata diklat produktif di kelas suzuki SMK PGRI 3 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sendiri dan di dukung oleh informan kunci. Prosedur pengumpulan data penelitian ini meliputi (1) wawancara; (2) observasi atau pengamatan; (3) dokumentasi. Data yang diperoleh melalui prosedur tersebut di analisis dengan menggunakan teknik deskriptif yang penerapannya pada tiga alur kegiatan, yaitu: (1) reduksi data; (2) penyajian data; (3) penarikan kesimpulan. Agar memperoleh keabsahan data, maka dilakukan dengan beberapa pengecekan, yakni (1) kredibilitas; (2) transferabilitas; (3) dependabilitas; (4) konfirmabilitas. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh temuan-temuan, sebagai berikut: (1) kualitas perencanaan pembelajaran mata diklat produktif di kelas Suzuki SMK PGRI 3 Malang dalam penyusunan perencanaan pelaksanaan pembelajaran telah disusun secara sistematis berdasarkan pada silabus yang ada dan berdasarkan standar kompetensi mata pelajaran serta komptensi dasar yang telah ditetapkan secara nasional. (2) kualitas pelaksanaan pembelajaran mata diklat produkti di kelas Suzuki SMK PGRI 3 Malang sudah dilaksanakan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat oleh guru dan telah disetujui oleh kepala bidang. (3) Kualitas hasil evaluasi pembelajaran mata diklat produktif di kelas Suzuki SMK PGRI 3 Malang guru telah mengevaluasi hasil belajar siswa dengan menggunakan tiga ranah yaitu ranah kognitif, afektif, psikomotorik. Ada beberapa hal yang disarankan, yaitu; (1) Kepada Kepala Bidang Teknik Otomotif SMK PGRI 3 Malang untuk lebih mengembangkan materi diklat produktif agar siswa lebih mendapatkan skill yang nantinya dapat digunakan pada saat siswa telah lulus dari SMK dan untuk menciptakan siswa yang berkualitas dibutuhkan strategi pembelajaran yang juga berkualitas; (2) Kepada Guru SMK PGRI 3 Malang untuk lebih meningkatkan kualitas pembelajarannya dan lebih bervariasi dalam menyampaikan materi pelajaraanya, tidak hanya dengan metode ceramah tetapi juga sering menggunakan metode praktek karena siswa akan lebih termotivasi untuk belajar sehingga ilmu yang diberikan mudah untuk diserap oleh siswa, dan (3) Kepada peneliti-peneliti lain agar bisa melakukan penelitian yang juga fokus dalam menganalisis kualitas pembelajaran pada jurusan SMK yang sama atau meneliti pada jurusan yang berbeda dan peneliti hendaknya dapat mengalokasikan waktu yang sesuai untuk menganalisis kualitas pembelajaran dikarenakan terdapat tiga komponen utama yang harus diamati yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran.

Hubungan antara kecerdasan emosional dan kebiasaan belajar dengan prestasi akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang angkatan 2008 / Angga Adi Wicaksono

 

Keywords: emotional intelligence, study habits, and academic achievement. The learning process is important to recognize the surrounding environment, individual success in achieving good performance is not only influenced by the level of IQ alone. However, there are many other factors such as emotional intelligence, study habits, self-potential and other factors. Emotional intelligence and study habits are interrelated. Emotional intelligence can affect motivation, with high motivation will tend to create good study habits. With various levels of emotional intelligence and study habits, a variety of the level of each individual academic achievement, so that a deep understanding of the relationship of emotional intelligence and study habits and academic achievement are considered very important. This study aims to determine the relationship either partially or simultaneously of emotional intelligence and habits of learning with academic achievement of students majoring in mechanical engineering courses engineering education S1 force 2008 Faculty of Engineering, State University of Malang. This study used a descriptive correlational research design, data analysis techniques were used Pearson Product Moment to test the validity, Alpha Cronbanch for reliability test, and multiple regression to determine the partial and simultaneous relationships of variables in this study. This research was conducted at the Faculty of Engineering, State University of Malang, and the subjects of the study were students of Department of Mechanical Engineering Education Program S1 Force 2008 Mechanical Engineering Faculty of Engineering, State University of Malang, amounting to 159 students, and the instrument used in the form of questionnaires and documentation. Based on the results of the analysis indicate that (1) emotional intelligence (EQ) has a significant relationship with student academic achievement, (2) study habits have a significant relationship with student academic achievement, and (3) Emotional Intelligence (EQ) and habit learning together has a significant relationship with academic achievement of students. From the results of this study concluded that emotional intelligence (X1) and habit learning (X2) both simultaneously (simultaneously/together) as well as its own (partial) has a significant relationship with student academic achievement (Y).

Pembelajaran menggunakan peta konsep melalui strategi learning cycle dalam upaya membangun pemahaman fungsi kuadrat dan grafiknya / Islamijati Setyaningsih

 

Kata Kunci : pembelajaran, peta konsep, learning cycle, fungsi kuadrat dan grafiknya. Penelitian ini didasari rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep matematika, khususnya pada materi fungsi kuadrat dan grafiknya. Diduga kuat salah satu penyebabnya adalah pembelajaran masih terpusat pada guru. Bentuk pembelajaran seperti ini menyebabkan siswa kurang berpeluang untuk mengembangkan kreatifitas berpikirnya. Akibatnya siswa belajar menghafal tanpa mengetahui makna yang dipelajarinya. Keadaan ini merupakan masalah yang perlu dicarikan penyelesaiannya. Salah satu penyelesaiannya yang dianggap tepat adalah menerapkan pembelajaran menggunakan peta konsep melalui strategi learning cycle. Masalah penelitian ini adalah, (1) bagaimana pembelajaran menggunakan peta konsep melaui strategi learning cycle dalam upaya membangun pemahaman fungsi kuadrat dan grafiknya, yang dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas X-2 SMA Negeri 1 Malang terhadap fungsi kuadrat dan grafiknya?, (2) bagaimana hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan peta konsep melalui strategi learning cycle?. Tujuan penelitian ini adalah, untuk (1) memperoleh gambaran secara rinci dan mendalam pembelajaran menggunakan peta konsep melalui strategi learning cycle yang dapat membangun pemahaman siswa terhadap konsep fungsi kuadrat dan grafiknya, (2) mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan peta konsep melaui strategi learning cycle. Penelitian ini adalah penelitian tindakan yang menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenisnya penelitian tindakan kelas (PTK). Dalam penelitian ini dilaksanakan 2 siklus tindakan. Pada masing-masing siklus dilakukan tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Pada siklus tindakan I pembelajaran untuk pemahaman konsep fungsi atau pemetaan, pemahaman menggambar grafik fungsi kuadrat dengan bantuan tabel, pemahaman menggambar grafik fungsi kuadrat secara umum, menggambar fungsi kuadrat dengan translasi dan pada siklus tindakan II pembelajaran untuk pemahaman sifat-sifat fungsi kuadrat dan pemahaman konsep membaca grafik fungsi kuadrat dan menentukan persamaan fungsi kuadrat jika diketahui persamaannya. Adapun indikator keberhasilannya adalah Keaktifan siswa mengajukan pertanyaan, Ketepatan waktu melakukan kegiatan exploration (mengerjakan LKS), interaksi antar siswa dalam bekerja kelompok, kemampuan siswa dalan membuat peta konsep secara individu, ketuntasan hasil belajar klasikal yaitu lebih dari atau sama dengan 85% yang mendapat skor lebih atau sama dengan 7,5 dengan skor maksimum 10. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pembelajaran menggunakan peta konsep melalui strategi learning cycle bagi Siswa kelas X-2 SMAN 1 Malang dapat membangun pemahaman fungsi kuadrat dan grafiknya. Pembelajaran menggunakan peta konsep melalui strategi learning cycle terdiri dari 8 tahap yaitu: (1) memberikan orientasi tentang pembelajaran; (2) menyampaikan tujuan pembelajaran; (3) memotivasi ; (4) Fase eksplorasi: a).Pengkaitan materi prasya rat dengan materi yang dipelajari. b).Menemukan konsep dan memahaminya. (5) Fase eksplanasi: a).Siswa membuat Peta Konsep b).Siswa mempresentasikan Peta konsep yang siswa buat (6) Fase elaborasi : a).Siswa dengan Siswa berdiskusi membuat peta konsep kelom pok dan mempresentasikanya. b). Menerapkan pema hamnya untuk menyelesaikan soal-soal dalam kehidupan sehari-hari; (7)Guru mengarahkan Siswa untuk membuat kesimpulan; (8) Guru melakukan evaluasi. Hasil penelitian dilihat dari hasil observasi, hasil tes akhir siklus, hasil pembuatan peta konsep, dan wawancara. Hasil observasi pada kategori sangat baik yaitu kualitas proses belajar yang tampak keaktifan siswa mengajukan pertanyaan ketika proses belajar berlangsung, keaktifan siswa memberikan tanggapan pertanyaan siswa dan guru, keaktifan siswa terlibat dalam diskusi kelompok maupun diskusi kelas, dan hasil kerja individu maupun kelompok diselesaikan tepat waktu. Dari hasil tes akhir siklus, Sangat memuaskan, yaitu presentase ketuntasan belajar klasikal (TB) sebesar 97,4%, dengan presentase sebesar 97,4% menujukkan bahwa siswa dapat membangun pemahaman fungsi kuarat dan grafiknya. Dari hasil wawancara menujukkan bahwa Siswa dapat membangun pemahaman fungsi kuadrat dan grafiknya dengan pembelajaran menggunakan peta konsep melalui learning cycle. Ditunjukan dengan siswa dapat menjelaskan dengan kata-katanya sendiri apa yang di tulisnya. Fakto-faktor penghambat yang peniliti rasakan dalam pembelajaran menggunakan peta konsep melalui strategi learning cycle adalah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan materi fungsi kuadrat dan grafiknya menjadi bertambah. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat dikemukakan dan perlu dipertimbangkan adalah ”pembelajaran menggunakan peta konsep melalui strategi learning cycle, merupakan salah satu bentuk pembelajaran alternatif yang dapat digunakan sebagai referensi dalam memilih strategi pembelajaran”.

Penerapan strategi fighting questions dalam pembelajaran bahasa Jerman pada siswa kelas XII SMAN 1 Kepanjen / Wahyuning Sukmawati

 

Kata kunci: strategi fighting questions, pembelajaran bahasa Jerman Pembelajaran bahasa Jerman terdiri dari empat keterampilan berbahasa, yakni mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Pada pembelajaran bahasa Jerman di SMA Negeri 1 Kepanjen, banyak siswa yang mengalami kesulitan, khususnya dalam keterampilan berbicara dan menulis. Berdasarkan hal tersebut, dalam penelitian ini peneliti menggunakan strategi fighting questions sebagai strategi pembelajaran untuk mengatasi kesulitan siswa dalam pembelajaran bahasa Jerman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi fighting questions dalam pembelajaran bahasa Jerman. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XII Bahasa SMA Negeri 1 Kepanjen yang berjumlah 30 orang. Data yang dikumpulkan adalah data proses kegiatan pembelajaran dan data hasil kuesioner siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi fighting questions dalam pembelajaran bahasa Jerman berjalan sesuai dengan tahapan-tahapan pembelajaran strategi fighting question. Selain itu, penerapan strategi ini mampu memberikan suasana belajar yang baru dan menyenangkan bagi siswa, selain itu siswa juga menjadi lebih aktiv. Hal itu terlihat saat siswa saling tanya jawab dan ketika siswa mengoreksi jika ada jawaban siswa lain yang kurang tepat. Sebagian besar siswa berpendapat bahwa strategi ini dapat membantu siswa memahami materi pembelajaran bahasa Jerman. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada guru mata pelajaran bahasa Jerman untuk menerapkan strategi fighting questions secara berkelanjutan, sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal. Guru juga sebaiknya menggunakan media yang lebih efektif dan menarik. Siswa disarankan untuk lebih banyak berlatih dalam kegiatan mendengar, menulis, dan berbicara. Untuk peneliti selanjutnya hendaknya menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan acuan untuk melakukan penelitian pada kelas yang berbeda.

Using the jigsaw technique to improve the ability of the eleventh graders of MAN Lamongan in reading narrative texts / Ima Millati Luthfillah

 

Key words: jigsaw technique, reading comprehension, and narrative texts. This study was conducted at MAN Lamongan that is located at Jl. Veteran 43, Lamongan. This study focused on improving the ability of the eleventh grade BHS-2 MAN Lamongan in reading narrative texts since the result of the preliminary study showed that only 10 out of 34 students (29.41%) met the minimum standard of mastery. In this study, the researcher used the jigsaw technique to improve the ability of the eleventh graders of MAN Lamongan in reading narrative texts. This study was a collaborative action research which consisted of two cycles. Each cycle was conducted in two meetings. The subjects of the study were the students of the eleventh grade of BHS-2 of MAN Lamongan in the academic year of 2009/2010. There were three research instruments, i. e. observation checklist, field notes, and a student questionnaire. The result of this study shows that the jigsaw technique was an effective learning activity. This technique helped the students in comprehending the narrative texts easily and quickly, and enable them to reach the minimum standard of mastery. Thirty students (88.24%) got equal to or greater than 70. Three students (8.82%) scored greater than 60 and lower than 70, and 1 student (2.94%) scored equal to or lower than 60. There is an improvement of 38.24% from the preliminary study to cycle I, and 20.59% from cycle I to cycle II in the number of students who met the minimum standard of mastery, from 10 students (29.41%) in the preliminary study to 23 students (67.65%) in cycle I and 30 students (88.24%) in cycle II. There is also an improvement of 20.59% from the preliminary study to cycle I, and 11.77% from cycle I to cycle II in the number of students who scored greater than 60 and lower than 70, from 14 students (41.18%) in the preliminary study to 7 students (20.59%) in cycle I and 3 students (8.82%) in cycle II. An improvement of 17.65% from the preliminary study to cycle I, and 8.82% from cycle I to cycle II also occurred in the number students who scored equal to or lower than 60, from 10 students (29.41%) in the preliminary study to 4 students (11.76%) in cycle I and 1 student (2.94%) in cycle II. In terms of attitude, the students showed positive responses toward the jigsaw technique. All of the students liked the jigsaw technique. Thirty one out of 34 students (91.18%) stated that the jigsaw technique and the group work helped them in comprehending the narrative texts. Based on the findings, the researcher suggested that English teachers use the jigsaw technique to improve the students’ ability in reading narrative texts. The researcher also suggested that further researchers explore the use of the jigsaw technique on different kinds of narrative texts, grades and levels of education, such as junior high school.

Peningkatan kemampuan berkarya cetak sablon melalui model explicit instruction kelas IXD SMP negeri 1 Singosari / Agus Sumarsono

 

Kata kunci : Berkarya, Cetak Sablon, Model Explicit Instruction. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa kemampuan berkarya cetak sablon siswa SMP Negeri 1 Singosari Malang belum naksimal. Hal tersebut disebabkan kurangnya sarana dan prasarana untuk berkarya cetak sablon dikarenakan dalam berkarya cetak sablon sangat memerlukan ketrampilan dan ketelitian yang sangat tinggi. Oleh karena itu penerapan model Explicit Instruction di berikan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar cetak sablon siswa kelas IX D SMPN 1 Singosari tahun pelajaran 2010 / 2011. Pembelajaran seni cetak sablon menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan datanya meliputi teknik pengamatan/observasi, teknik wawancara siswa dan teknik dokumentasi. Dengan subyek penelitian siswa kelas IXD SMP Negeri 1 Singosari Malang. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Pada siklus satu, peserta didik diberi pembelajaran materi teori sablon dan praktek cetak sablon menggunakan metode ceramah dan model Explicit Instruction. Pemahaman, aktivitas dan kemampuan siswa dalam cetak sablon pada siklus satu menggunakan metode ceramah dan model Explicit Instruction tersebut masih belum maksimal, setelah diteliti rata-rata nilai hasil akhir peserta didik kelas IXD pada siklus satu sebesar 69,45 (enam puluh sembilan koma empat puluh lima), yang berarti belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran seni budaya yang telah ditetapkan SMPN 1 Singosari sebesar 77. Sedangkan pada siklus kedua peserta didik kelas IXD diberi materi teori cetak sablon dalam bentuk LKS dan praktek cetak sablon menggunakan model Explicit Instruction dengan langkah pembelajaran yang urut, sistimatis, setahap demi setahap dengan pembimbingan yang lebih intensif, serta sering dilakukan berulang-ulang. Pemahaman, aktivitas dan kemampuan siswa pada pembelajaran materi cetak sablon mengalami kenaikan. Semula pada siklus satu sebesar 69,45 (enam puluh sembilan koma empat puluh lima), pada siklus dua naik menjadi 81,43 (delapan puluh satu koma empat puluh tiga) Berdasarkan hasil penelitian, bisa disimpulkan pembelajaran cetak sablon menggunakan LKS melalui menggunakan model Explicit Instruction lebih dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Sebagai implikasinya perlu dilakukan upaya peningkatan prestasi hasil belajar pada pelajaran cetak sablon menggunakan Pendekatan model Explicit Instruction. Dengan demikian pendekatan model Explicit Instruction akan mendorong terciptanya pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, efektif, dan inovatif.

Pengaruh latar belakang sosial ekonomi dan pengalaman mengikuti program kursus terhadap kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang / Chandra Duwita Ella Pradana

 

Kata kunci : Pendidikan Nonformal, kursus bahasa inggris Program PNFI merupakan program pendidikan untuk pengganti, penambah, atau pelengkap pendidikan formal untuk masyarakat yang membutuhkan. kursus dapat dimasukkan ke dalam bagian dari Pendidikan non formal, sebagaimana fungsi pendidikan non formal sebagai pengganti, pelengkap, penambah, dan penunjang pendidikan sekolah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Untuk mendeskripsikan gambaran kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang angkatan 2009/2010 (2)Untuk mendeskripsikan gambaran atau latar belakang sosial ekonomi kesertaan mahasiswa dalam mengikuti program kursus bahasa Inggris Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang angkatan 2009/2010, (3)Untuk mendeskripsikan pengaruh pengalaman mengikuti kursus bahasa Inggris terhadap kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang angkatan 2009/2010. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif,teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu distribusi frekuensi dan regresi linear berganda untuk memperoleh gambaran umum dari setiap variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan amgkatan 2009/2010 yang berjumlah 879 orang dengan sampel total 102 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket, tenik anaisis data yang digunakan adalah prosentase dan regresi berganda yang diolah menggunakan komputer program SPSS. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) Antara latar belakang sosial ekonomi dengan kemampuan berbahasa Inggris terdapat pengaruh yang signifikan, (2) Antara pengalaman dengan kemampuan berbahasa Inggris terdapat pengaruh yang signifikan (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara latar belakang sosial ekonomi dan pengalaman mengikuti program kursus terhadap kemampuan berbahsa inggris mahasiswa. Dari hasil penelitian disarankan (1) Para mahasiswa untuk menggali ilmu dan belajar dari pengalaman yang sudah ada, (2) Kepada Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Memberikan tambahan mata kuliah Bahasa Inggris (3) Kepada Fakultas Ilmu Pendidikan untuk lebih mempertimbangkan kemampuan mahasiswa dalam bebahasa Inggris. (3)

Pengembangan media pembelajaran berbasis macromedia flash pada mata pelajaran hidraulik dan kompresor untuk kelas X Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah 1 Malang / M. Ariska Quraisy

 

Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran , Macromedia Flash, Hidraulik dan Kompresor Pengembangan media pembelajaran berbasis macromedia flash ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar software dengan judul “Sistem Hidraulik” yang materinya disesuaikan dengan sajian materi dalam RPP di sekolah tersebut. Media pembelajaran yang dikembangkan dijadikan salah satu sumber belajar atau referensi di SMK Muhammadiyah 1 Malang, guna meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa sesuai dengan potensi keterampilan yang dimiliki siswa. Pengembangan bahan ajar ini mengadopsi model pengembangan Dick & Carey (1987). Pengembangan model Dick & Carey adalah pengembangan yang bersifat prosedural yang meliputi ; 1) mengidentifikasi tujuan umum pembelajaran, 2) analisis pembelajaran, 3) mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik peserta didik, 4) merumuskan tujuan khusus pembelajaran, 5) mengembangkan butir-butir tes acuan patokan, 6) mengembangkan strategi pembelajaran, 7) mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, 8) merancang dan melakukan penilaian formatif, 9) merevisi materi pembelajaran, 10) merancang dan melakukan penilaian sumatif. Untuk mengetahui tingkat kevalidan, kelayakan keterpakaian dilakukan uji kelayakan produk, yaitu tahap uji ahli dan uji kelompok kecil. Data diambil dengan menggunakan angket, kemudian dianalisis menggunakan kualitatif deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil pengembangan media pembelajaran ini menghasilkan bahan ajar media pembelajaran jenis software yang materinya disesuaikan dengan sajian materi dalam RPP. Produk media pembelajaran di uji coba melalui beberapa tahap. Hasil penilai/ tanggapan digunakan untuk merevisi produk sebagai bagian dari proses penyempurnaan produk media pembelajaran. Hasil uji coba pada tahap ahli materi memperoleh skor total 83% dengan kriteria valid, sedangkan dari ahli media memperoleh skor 61% dengan kriteria cukup valid. Kemudian tahap uji coba kelompok kecil memperoleh skor total 93%, sehingga dari uji coba yang dilakukan untuk media pembelajaran, layak digunakan sebagai sumber belajar di SMK Muhammadiyah 1 Malang. Dari hasil uji coba dapat diketahui kelebihan dan keterbatasan media pembelajran yang telah dikembangkan. Kelebihannya yaitu 1) media pembelajaran dirancang sesuai karakteristik dan kebutuhan siswa, 2) media pembelajaran disesuaikan dengan menggunakan prinsip pengetahuan yang bersifat fakta, konsep dan procedural, 3) model pengembangan yang disesuaikan adalah Dick & Carey (1987) yang sistematis dan sesuai untuk merancang pembelajaran lebih terarah.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan kinerja dan prestasi siswa pada mata diklat menggambar dengan perangkat lunak (autocad) siswa teknik konstruksi bangunan SMK Negeri 1 Singosari / Muhamad Zainul Setiawan

 

Setiawan, Muhamad Zainul. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournamnet (TGT) untuk Meningkatkan Kinerja dan Prestasi Siswa pada Mata Diklat Menggambar dengan Perangkat Lunak (Autocad) Siswa Teknik Konstruksi Bangunan SMK Negeri 1 Singosari. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sutrisno, S.T., M.Pd. (II) Drs. Eko Suwarno, M.Pd. Kata kunci: Teams Games Tournament (TGT), Kinerja Siswa, Prestasi siswa Jam pelajaran mata diklat produktif yang panjang di SMK seringkali menyebabkan kondisi yang kurang baik pada saat kegiatan belajar mengajar. Kondisi tersebut antara lain siswa sering mengalami kejenuhan saat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Sehingga kondisi tersebut bisa menurunkan kinerja dan prestasi siswa. Untuk menanggulangi hal tersebut diperlukan metode pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan komunikatif. Salah satunya adalah penerapan pembelajaran kooperatif tipe TGT. Dengan diterapkannya pembelajaran ini diharapkan kinerja dan prestasi siswa meningkat. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada mata pelajaran menggambar dengan perangkat lunak (autocad) di SMK Negeri 1 Singosari; (2) untuk mengetahui peningkatan kinerja siswa TKB SMK Negeri 1 Singosari pada pelajaran menggambar dengan perangkat lunak (Autocad) setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT; (3) untuk mengetahui peningkatan prestasi siswa TKB SMK Negeri 1 Singosari pada pelajaran menggambar dengan perangkat lunak (Autocad) setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, penerapan pembelajaran kooperatif tipe TGT pada pelajaran menggambar dengan perangkat lunak (autocad) siswa XI TKB SMK Negeri 1 Singosari dilakukan dengan 4 tahapan yaitu, presentasi kelas, belajar kelompok, turnamen game, evaluasi dan penghargaan kelompok. Penerapan model pembelajaran yang dilakukan sedikit perubahan dari penerapan pada umumnya yaitu peneliti menggabungkan tahap game dan turnamen menjadi satu. Selain itu peneliti juga menambahkan evaluasi sebelum dilakukannya pengharagaan kelompok. Kedua, model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) mampu meningkatkan kinerja siswa. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya perhatian terhadap penjelasan guru, komunikasi dengan teman dan guru, dan penyelesaian tugas. Ketiga, dengan diterapkannya model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT), prestasi siswa XI TKB terus meningkat. Hal ini dilihat dari nilai rata-rata siswa yang meningkat pada saat dilakukan pembelajaran TGT.

Program aplikasi berbasis graphical user interface (GUI) untuk perencanaan balok dan kolom pada portal / Hertian Panji Asmara

 

Kata Kunci: Program Aplikasi, Graphical User Interface, Perencanaan Balok dan Kolom, Portal Perhitungan kebutuhan tulangan balok dan kolom merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, oleh karena itu perhitungannya memerlukan ketelitian dan ketepatan. Perhitungan kebutuhan tulangan balok dan kolom dapat dibuat dalam bentuk program aplikasi komputer, di mana program tersebut mempunyai kelebihan lebih cepat dalam menyelesaikan perhitungan. Dalam skripsi ini, program aplikasi yang dapat menghitung kebutuhan tulangan balok dan kolom diberi nama “P Beam and Column”. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk mengetahui kualitas hasil program “P Beam and Column” untuk perhitungan kebutuhan tulangan balok dan kolom pada portal. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah model pengembangan yang menggunakan model prosedural bersifat deskriptif. Alur dalam membuat skripsi ini dimulai dengan: (1) Studi literatur, (2) Pembuatan program, (3) Verifikasi program, dan diakhiri dengan (4) Aplikasi program. Berdasarkan hasil pengembangan, diperoleh: (1) Pada verifikasi program, hasil perhitungan P Beam and Column dibandingkan dengan hasil perhitungan manual. Hasil verifikasi program menunjukkan bahwa selisih output perhitungan P Beam and Column terhadap hasil perhitungan manual rata-rata sebesar 0,0%, (2) Program “P Beam and Column” dapat digunakan untuk menghitung kebutuhan tulangan lentur tunggal pada balok dan kebutuhan tulangan geser pada balok, serta dapat digunakan untuk membuat diagram interaksi kolom segi empat. Beberapa saran yang dianjurkan untuk pengembangan ini adalah: (1) Program yang dihasilkan perlu dikembangkan lagi agar dapat dijalankan dengan baik dalam sistim operasi Windows Vista dan Windows Seven, (2) Program perhitungan yang terdapat di dalam program perlu dikembangkan lagi dengan metode perhitungan yang lebih kompleks, misalnya ditambahkan dengan perhitungan tulangan rangkap, perhitungan kebutuhan tulangan pada balok T, dan perhitungan kekuatan penampang kolom dengan berbagai bentuk penampang, dan (3) Perlu adanya pengembangan lanjutan untuk menghasilkan sebuah program yang dapat digunakan dalam merencanakan struktur gedung secara utuh.

Analisis pengaruh permodalan, efisiensi dan likuiditas terhadap profitabilitas bank (studi kasus pada PT. Bank Tabungan Negara, tbk. 2007-2009) / Zubaidah Nasution

 

Kata Kunci: Permodalan, Efisiensi, Likuiditas Profitabilitas Fungsi utama bank adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat. Dana yang dihimpun akan disalurkan dalam bentuk kredit yang nantinya kan menghasilkan suatu keuntungan bagi bank. Untuk memperoleh keuntungan yang maksimum bank harus memperhatikan akan permodalan yakni pada rasio CAR, DPK, efisiensi bank pada rasio BOPO dan likuiditas bank pada rasio LDR yang sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh CAR, DPK, BOPO, LDR terhadap ROA secara parsial. (2) pengaruh CAR, DPK, BOPO, LDR terhadap ROA secara simultan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari studi pustaka dan yang diperoleh dari perusahaan berupa laporan keuangan. Analisis menggunakan regresi liniear berganda pada uji F, dan uji t, uji asumsi klasik dengan pengolah data SPSS 17. Selama periode pengamatan menunjukkan bahwa data penelitian berdistribusi normal. Berdasarkan uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uii autokorelasi tidak ditemukan variabel yang menyimpang dari asumsi klasik.Hal ini menunjukkan bahwa data yang tersedia telah memenuhi syarat menggunakan model persamaan regresi linier berganda. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa data CAR, DPK, BOPO secara parsial berpengaruh siginifikan terhadap ROA studi Bank BTN 2007-2009 dengan tingkat signifikansi kurang dari 5% (masing-masing 0,007, 0,00 dan 0,002), sedangkan LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA yang ditunjukkan dengan nilai tingkat signifikansi lebih besar dari 5% yaitu masing- masing sebesar 0,713. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel Capital Adequacy Ratio (CAR), DPK, Loan Deposit Ratio (LDR), BOPO secara bersama-sama berpengaruh signifkan terhadap variabel ROA. Hasil penelitian juga menunjukkan nilai R Square Bank BTN 51%.

Pengembangan model purwarupa buku elektronik modul tutorial Microsoft Excel setengah layar pada matakuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi di Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Achmad Ali Wafa

 

Kata Kunci: buku elektronik, Microsoft Excel, setengah layar, modul tutorial. Sekarang ini pembelajaran berdasarkan komputer sudah ada di mana-mana, dan dalam upaya membekali pengetahuan dan keterampilan menggunakan komputer untuk memenuhi kebutuhan dasar, dirasakan perlunya pengadaan bahan ajar yang sesuai dengan lingkungan pembelajarannya. Pengadaan buku elektronik merupakan pilihan yang efisien dan mempunyai daya tarik. Di jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan FE UM kebutuhan itu sangat dirasakan karena banyaknya kelas praktikum mata kuliah TIK setiap tahunnya. Permasalahannya adalah belum pernah ada buku elektronik semacam itu, padahal sebenarnya dibutuhkan. Di samping itu memang ada kelangkaan bahan cetak dan perlunya revisi bahan yang biasanya dipergunakan sebagai panduan praktikum. Atas dasar pertimbangan di atas, maka disini dicoba membuat buku elektronik sederhana yang unik berupa modul tutorial setengah layar sebagai upaya rintisan yang bertujuan untuk mengembangkan buku elektronik yang sesuai dengan prioritas kebutuhan, dan mencoba mengetahui tanggapan mahasiswa yang sudah mencoba menggunakannya. Berdasarkan pengalaman sebagai instruktur praktik komputer, dari peng-gunaan paket Microsoft Office, Microsoft Excel merupakan pilihan bahan yang akan dijadikan buku elektronik dalam bentuk semacam modul tutorial, karena dibanding yang lain materinya adalah yang paling kurang dikuasai oleh pembelajar, karena memerlukan tingkat pemahaman yang harus disertai lebih banyak latihan. Landasan yang digunakan adalah first principles of instruction dari M. David Merrill yang menggunakan tahap-tahap pembelajaran mulai dari aktivasi, demonstrasi, aplikasi dan integrasi. Untuk itu agar dapat mempelajari sambil mempraktikkannya tanpa mengganggu perhatian pembelajar, lalu dipilih format buku elektronik setengah layar (split-screen) yang landasannya adalah beberapa pendapat dan hasil temuan yang antara lain berdasarkan salah satu prinsip multimedia (split-attention effect), dan yang bersumber pada prinsip holistik dari hukum Gestalt. Sedangkan alasan format horisontal adalah karena untuk pembelajaran dan latihan pada Microsoft Excel, tampaknya akan lebih banyak diperlukan kolom daripada baris. Aplikasi Microsoft Word yang sudah dikenal banyak orang digunakan sebagai aplikasi penyuntingan ditambah dengan aplikasi PaintShop, dan aplikasi kompilasi buku elektronik SiteIn-File untuk membentuknya menjadi format setengah layar. Uji coba dan penilaian formatif dengan menggunakan instrumen evaluasi terhadap produk purwarupa yang bermedia kepingan CD ini melibatkan beberapa lapisan kelompok uji coba, yaitu dari orang yang ditunjuk sebagai orang yang pantas memberikan pertimbangan dan penilaian dalam hal desain materi dan tampilan layar (dengan lembar evaluasi komponen), perseorangan (evaluasi dengan lembar pertanyaan jawaban terbuka), kelompok kecil (evaluasi dengan lembar pertanyaan jawaban terbuka), dan kelompok besar (evaluasi dengan lembar kuesioner pilihan jawaban empat opsi, dan juga jawaban bebas atas beberapa pertanyaan). Dari hasil kegiatan uji coba setelah sampai pada kelompok besar (opsi tertutup), pendapat yang tergolong positif (setuju dan sangat setuju) tentang penggunaan model buku elektronik setengah layar dilihat dari berbagai segi, telah mencapai lebih dari 70%, dan sesuai dengan kriteria, pada dasarnya tidak lagi diperlukan revisi. Revisi yang dilakukan setelahnya adalah untuk menanggapi tanggapan kelompok besar (opsi terbuka) yang menyarankan adanya perbaikan tampilannya di layar monitor, perubahan penyajian materi yang kurang jelas agar lebih jelas, dan penambahan materi. Sebelum didiseminasikan dengan berbagai opsi, dan dipakai di luar lingkungan pembelajaran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, dipandang perlu untuk dimantapkan terlebih dahulu dengan uji coba pada kelas-kelas praktikum berbasis komputer di jurusan-jurusan lain di dalam lingkungan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dan dikaji lebih lanjut untuk melengkapinya dengan melibatkan lebih banyak pihak.

Penyelesaian Vehicle Routing Problem with Time Windows (VRPTW) dengan menggunakan algoritma Ant Colony System (ACS) / Pratimoria Elly Agustin

 

Kata Kunci: Graph, Vehicle Routing Problem (VRP), VRP With Time Window (VRPTW), Algoritma Ant Colony System (ACS). Vehicle Routing Problem With Time Window (VRPTW) merupakan masalah kombinatorial yang kompleks dalam masalah optimalisasi. Pendeskripsian VRPTW adalah bagaimana suatu depot pusat distribusi barang, dengan sejumlah kendaraan berkapasitas tertentu melayani sejumlah customer pada titik-titik lokasi terpisah, dengan permintaan dan batasan time window tertentu, dengan tujuan meminimalkan total biaya perjalanan, tanpa mengabaikan batasan kapasitas kendaraan dan time window depot. Penyelesaian VRPTW dapat dilakukan menggunakan metode eksak atau heuristik. Dalam tugas akhir ini, VRPTW diselesaikan dengan menggunakan algoritma Ant Colony System (ACS) yang merupakan permasalahan optimasi berbasis artificial intelligence yang berdasarkan pada observasi tingkah laku koloni semut nyata. Dari segi pandangan optimasi, satu hal yang terpenting dalam perilaku koloni semut nyata adalah perilaku mereka dalam mencari makanan. Lebih tepatnya, semut dapat menemukan jalur terpendek dalam mencari makanan dari sarang mereka ke sumber makanan dan sebaliknya. Penyelesaian contoh permasalahan pada bab 3 yang dikerjakan dengan menggunakan algoritma ACS. Pada contoh pertama menghasilkan 2 rute dengan total jarak tempuh 32 km, contoh kedua menghasilkan 2 rute dengan total jarak tempuh 122,63 km, dan untuk contoh ketiga menghasilkan 2 rute dengan total jarak tempuh 130,8 km. Sedangkan penyelesaian contoh permasalahan yang diselesaikan dengan algoritma Clark and Wright pada contoh pertama menghasilkan 2 rute dengan total jarak tempuh 37 km, contoh kedua 2 rute dengan total jarak tempuh 140,35 km, dan pada contoh ketiga menghasilkan 2 rute dengan total jarak tempuh 144,88 km. Dari hasil ketiga penyelesaian contoh permasalahan terlihat bahwa algoritma ACS menghasilkan rute dengan total jarak tempuh yang lebih minimum dibandingkan dengan algoritma Clark and Wright. Kelebihan dari algoritma ACS yaitu pada saat perluasan rute yang dilakukan dengan cara penyisipan customer pada dua rute yang berbeda. Yaitu, apabila pada rute pertama kendala kapasitas belum mencapai batas maksimum dari kapasitas kendaraan, maka customer pada rute kedua dapat disisipkan pada rute pertama dengan menggunakan Local Search Insertion Move tanpa mengabaikan batasan time window dan kapasitas kendaraan.

Studi tentang kecenderungan pemilihan tema skripsi mahasiswa S-1 Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Malang lulusan tahun 2004-2010 / Satriawan Amri

 

Kata Kunci : Kecenderungan, Tema Skripsi, Seni Rupa 2004-2010 Skripsi merupakan kewajiban akademik yang harus dilaksanakan mahasiswa sebagai salah satu syarat mencapai gelar kesarjanaan (Strata-1). Program Studi Pendidikan Seni Rupa memberikan mata kuliah pendidikan seni yang terdiri dari mata kuliah ilmu pendidikan (kompetensi keguruan) dan mata kuliah ilmu non-pendidikan (keilmuan seni). Kecenderungan pemilihan tema skripsi antara bidang pendidikan atau bidang non-pendidikan pada mahasiswa S-1 Pendidikan Seni Rupa secara tidak langsung dapat mencerminkan tingkat ketertarikan dan tingkat kemampuan mahasiswa terhadap penguasaan materi dalam kajian ilmu pendidikan seni rupa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kecenderungan pemilihan tema skripsi mahasiswa seni rupa UM tahun lulus 2004-2010; dan (2) alasan kecenderungan mahasiswa seni rupa UM memilih tema pendidikan dan tema non-pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sumber data diperoleh dari dokumen (skripsi ) mahasiswa dan dari mahasiswa seni rupa UM yang pengambilan sampel nya menggunakan teknik proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan studi dokumen sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Mahasiswa S-1 Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Malang lulusan tahun 2004-2010 cenderung memilih tema pendidikan untuk menyusun skripsi mereka dengan prosentase sebesar 68,2% ; (2) Alasan mahasiswa S-1 Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Malang lulusan tahun 2004-2010 cenderung memilih tema pendidikan disebabkan oleh faktor eksternal yaitu ketersediaan skripsi dengan tema serupa sehingga memudahkan mereka mencari literatur pendukung (88%) ; telah tersedianya skripsi dengan tema serupa sehingga lebih memudahkan mereka untuk mengaplikasikan ke sekolah yang berbeda (76%) dan peranan dosen pembimbing (52%); (3) Alasan mahasiswa S-1 Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Malang lulusan tahun 2004 – 2010 cenderung memilih tema non- pendidikan disebabkan oleh faktor internal yaitu motivasi mahasiswa (92,8%) dan opini mahasiswa tentang birokrasi perijinan untuk melakukan psenelitian di sekolah yang terkesan rumit dan berbelit-belit (85,7%).

Penerapan model number head together untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi dadsar penggunaan teknologi informasi dan komunikasi kelas VII MTs Surya Buana Malang / Moh. Saleh

 

Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif, numbered heads together, hasil belajar Fenomena praktik kegiatan pembelajaran TIK MTs Surya Buana Malang, masih didominasi oleh metode konvensional yaitu menggunakan ceramah dan latihan soal, sehingga siswa mengalami kejenuhan dan mengantuk di kelas. Hal ini juga menyebabkan hasil belajar yang diperoleh siswa belum memenuhi Standart Ketuntasan Minimal (SKM) secara keseluruhan. Salah satu metode pembelajaran yang digunakan untuk mengaktifkan siswa adalah metode kooperatif. Melalui pembelajaran kooperatif, siswa dapat bekerjasama antar anggota kelompok. Pembelajaran kooperatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran numbered heads together. Model pembelajaran ini melibatkan para siswa dalam mereview bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek atau memeriksa pemahaman mereka tentang isi pelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Surya Buana Malang pada semester ganjil tahun pelajaran 2010/2010. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 3 siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Surya Buana Malang dan dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2010 sampai dengan 10 Nopember 2010. Analisis data yang digunakan meliputi tahap mereduksi data, menyajikan data, dan verifikasi data atau menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Numbered heads together dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, guru memberikan motivasi selama kegiatan pembelajaran pada siswa dalam hal ini balajar secara kooperatif dengan mendorong siswa untuk saling bekerjasama. Untuk hasil belajar siswa persentase rata-rata nilai hasil belajar dalam aspek kognitif siswa meningkat dari 72,50 pada siklus I menjadi 85,4 pada siklus II, pada siklus III menjadi 94.97, sedangkan persentase rata-rata hasil belajar aspek afektif meningkat dari 74.44 pada siklus I menjadi 86.89 pada siklus II dan naik menjadi 90 pada siklus III. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII MTs Surya Buana Malang.

Hubungan keikutsertaan mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah dalam kegiatan intra kampus dengan prestasi akademik di Universitas Negeri Malang / Umar Sarifudin

 

Kata Kunci: Kegiatan Intra Kampus, Prestasi Akademik Mahasiswa merupakan anggota masyarakat akademisi di perguruan tinggi sebagai pengembangan Tri Dharma yang memiliki kemampuan untuk melakukan aktifitas dan tuntutan di dalam kampus. Dalam hal ini mahasiswa tergolong dewasa muda (young adult) yaitu, individu yang berusia 20-40 tahun. Mahasiswa yang mempunyai harapan self efficacy yaitu harapan terhadap kemampuan diri dalam mengatasi tantangan yang dihadapi, harapan terhadap kemampuan diri untuk dapat menampilkan tingkah laku terampil, dan harapan terhadap kemampuan diri untuk dapat menghasilkan perubahan hidup yang positif. Sebagai sekelompok masyarakat yang berada di lingkungan kampus. Mahasiswa mepunyai peluang yang besar untuk melibatkan diri dalam berbagai jenis kegiatan yang ada di kampus. Kondisi dan situasi kampus sebenarnya iklim yang memungkinkan untuk digunakan mahasiswa sebagai wadah upaya meningkatkan kemampuan baik dibidang penalaran maupun keterampilan disamping untuk kemajuan akademik. Namun, pada kenyataannya kegiatan yang diikuti mahasiswa melalui berbagai kegiatan di Ormawa tersebut secara langsung atau tidak langsung akan memberikan pengaruh kuat terhadap kuliahnya. Banyaknya waktu yang tersita untuk kegiatan di luar akademisnya tentunya berpengaruh juga pada prestasi akademiknya. Mahasiswa yang aktif dalam kegiatan Ormawa dimungkinkan akan mempunya prestasi yang tinggi pada bidang akademisnya apabila mahasiswa dapat mensinerigikan dan menyeleraskan antara disiplin di bidang akademik dan non akademiknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Keikutsertaan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Dalam Kegiatan Intra Kampus dengan Pretasi Akademik di Universitas Negeri malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya adalah seluruh adalah Mahasiswa PLS angkatan 2007-2009 yang aktif dalam kegiatan intra kampus, sebanyak 51 orang. Sedangkan sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel dengan jumlah 51 orang. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif menggunakan analisis prosentase dan regresi liner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1). Intensitas Waktu Mahasiswa PLS di Universitas Negeri Malang yang aktif beroganisasi tahun ajaran 2007-2009 dikategorikan baik hal ini dibukikan dari data yang menunjukkan bahwa tingkat pengaruh waktu mahasiswa dalam perkuliahan sebesar 13 siswa atau 27% dari 51 responden tidak pernah terlambat kuliah, dan terdapat 34 siswa atau 67 % memilih kadang-kadang terlambat kuliah, 2 siswa atau 4% memilih sering, kemudian diikuti 1 mahasiswa yang memilih tidak pernah atau 2%. (2) Intensitas Keikutsertaan Mahasiswa PLS di Universitas Negeri Malang dalam kegiatan-kegiatan Intra kampus dengan Prestasi Akademik dikategorikan cukup menunjang hal ini ditunjukan dari tingkat keikutsertaan mahasiswa dalam perkuliahan menunjukkan bahwa manfaat menggikuti kegiatan sebesar 22 siswa atau 43% dari 51 responden memilih sangat menunjang , dan terdapat 29 siswa atau 57 % memilih cukup menunjang,0 siswa atau 0% memilih kurang menunjang, sama dengan tidak menunjang yang menjawab 0 mahasiswa atau 0%. (3) Jabatan yang pernah dipegang Mahasiswa PLS di Universitas Negeri Malang dalam Kegiatan-kegiatan Intra kampus dengan Prestasi Akademik dikategorikan banyak yang pernah menjadi anggota hal ini ditunjukan dari sebesar sebesar 8 siswa atau 15% dari 51 responden pernah menjabat sebagai ketua , dan terdapat 12 siswa atau 24 % pernah menjabat sebagai sektaris/bendahara,11 siswa atau 21% pernah menjabat sebagai koordinator , sedangkan yang pernah menjabat sebagai anggota 21 mahasiswa atau 40%. Saran dari peneliti adalah (1) Bagi Mahasisiwa, diharapkan dengan adanya penelitian seperti ini khususnya bagi yang terlibat secara aktif di organisasi Intra kampus harus bisa mensermati pembagian waktu yang tersedia untuk kuliah dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan agar mendapatkan prestasi akademik secara optimal. (2) Bagi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan pembendaharaan literatur bagi rekan mahasiswa yang mempunyai ketertarikan pada kegiatan Intra Kampus sebagai salah satu pendidikan non formal.

Penggunaan strategi tangga bantuan untuk meningkatkan kemampuan menulis artikel siswa kelas X SMA Negeri 1 Karangrejo / Ardhik Aulia Suryususanto

 

Kata kunci: peningkatan, menulis, artikel, strategi tangga bantuan. Wacana argumentasi adalah salah satu bentuk wacana yang berisi pernyataan sebuah pendapat mengenai suatu permasalahan tertentu yang diperkuat dengan pertimbangan logis maupun emosional. Melalui pelatihan menulis wacana argumentasi dengan metode yang tepat, siswa diharapkan mampu merangkai dan menuangkan ide, konsep dan gagasan secara sistematis dengan media tulis. Perwujudan dalam pelatihan wacana argumentasi adalah paragraf argumentasi. Sedangkan paragraf argumentasi sendiri dapat dikembangkan lagi menjadi sebuah artikel. Sampai saat ini, materi pelatihan menulis artikel kurang dikuasai siswa kelas X SMA Negeri 1 Karangrejo. Setelah dilaksanakan pengamatan dan wawancara terhadap siswa dan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, diketahui siswa memiliki kelemahan pada pengembangan ide, sistematika penulisan dan kebahasaan. Beberapa kelemahan tersebut diketahui karena kurangnya pelatihan menulis yang diterapkan kepada siswa. Selain itu, guru hanya membebankan siswa untuk mengerjakan soal-soal terkait materi yang bersifat teoritis. Maka, dibutuhkanlah sebuah strategi baru dalam pembelajaran menulis artikel yang diharapkan mampu meningkatkan keaktifan siswa dan menanggulangi hambatan-hambatan yang ditemui dalam pembelajaran menulis. Oleh karena itu, penulis menerapkan strategi tangga bantuan untuk meningkatkan kemampuan menulis artikel siswa kelas X SMA Negeri 1 Karangrejo. Penelitian ini berawal dari masalah bagaimanakah penggunaan strategi tangga bantuan untuk meningkatkan kemampuan menulis artikel siswa kelas X SMA Negeri 1 Karangrejo. Penelitian ini dirancang dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Karangrejo pada kelas X1. Subjek yang diteliti sebanyak 37 siswa. Pengumpulan data proses dilakukan dengan menggunakan instrumen pendukung berupa catatan lapangan dan pedoman wawancara. Pengumpulan data hasil dilakukan dengan analisis karya siswa. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa pembelajaran menulis artikel menggunakan strategi tangga bantuan terbukti dapat meningkatkan proses dan hasil kemampuan menulis siswa dengan memuaskan. Dari hasil peningkatan kemampuan menulis paragraf argumentasi pada tahap pratulis pada siklus I diketahui bahwa siswa yang mencapai skor >75 sebanyak 67,56% berjumlah 25 siswa, sedangkan untuk siklus II siswa yang mencapai skor >75 sebanyak 100% berjumlah 37 siswa. Pada tahap pratulis diketahui ada peningkatan kemampuan siswa sebesar 32,44%. Dari hasil peningkatan kemampuan menulis paragraf argumentasi pada tahap saat tulis siklus I diketahui bahwa siswa yang mencapai i skor >75 sebanyak 45,94% berjumlah 16 siswa. Pada siklus II siswa yang mencapai skor >75 sebanyak 100% berjumlah 37 siswa, hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa sebesar 54,06% dibandingkan siklus I. Pada tahap pascatulis siklus I siswa kurang percaya diri dan kurang antusias dalam kegiatan publikasi, sedangkan pada siklus II siswa telah mempunyai kepercayaan diri untuk membacakan paragraf argumentasinya di depan kelas. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi tangga bantuan dapat meningkatkan kemampuan menulis artikel siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat ditemukan bahwa kemampuan siswa dalam menulis artikel melalui strategi tangga bantuan dapat meningkat pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor pada proses dan hasil tahap pratulis, saat tulis, dan pascatulis. Secara lebih rinci beberapa temuan yang diperoleh adalah (1) terjadinya peningkatan aktivitas interaksi pembelajaran melalui beberapa pendekatan yang dilakukan oleh guru melalui penerapan strategi tangga bantuan, (2) beberapa kelemahan siswa terkait pembelajaran menulis dikarenakan kurangnya pelatihan menulis yang diberikan kepada siswa, dan (3) penerapan strategi tangga bantuan dapat mengoptimalkan kemampuan siswa untuk menerapkan kemampuan menulis paragraf argumentasi dalam penyusunan artikel. Berdasarkan simpulan penelitian ini disarankan kepada pembaca untuk menerapkan hasil penelitian ini. Untuk memaksimalkan penerapan penelitian ini, perlu adanya perhitungan yang tepat antara perencanaan alokasi waktu dan kondisi siswa. Untuk itu, diperlukan adanya studi pendahuluan terkait penerapan hasil penelitian ini untuk mengetahui kesiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hal lain yang perlu diperhatikan guru untuk mengembangkan penelitian ini adalah diperlukannya kemampuan guru dalam mendekatkan diri pada siswa. Sementara itu, sebaiknya seorang guru mampu berinteraksi dengan baik, sehingga siswa akan merasa nyaman dan dapat dengan mudah bertukar pikiran seputar kegiatan pembelajaran. Sebagai perwujudan penerapan hasil penelitian ini, sangalah diperlukan bagi guru untuk memberikan vasilitas lebih bagi siswanya untuk mempraktekkan kemampuannya, khususnya dalam kegiatan menulis.

Analisis penyelesaian persamaan non-linear (polinom satu variabel berorder-N) menggunakan metode biseksi dan regula falsi / Motastas M. Bilam

 

Kata Kunci: persamaan non-linear (polinom satu variabel berorder-n), Biseksi, Regula Falsi Penelitian ini bertujuan menganalisis penyelesaian persamaan non-linear (polinom satu variabel berorder-n). Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, kemudian diimplementasikan ke dalam program komputer. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah : 1) mengidentifikasi masalah, 2) menggambar diagram alir, 3) membuat program, 4) menyelesaikan persamaan non linear polinom satu variabel dengan menggunakan metode Biseksi 5) . menyelesaikan persamaan non linear polinom satu variabel dengan menggunakan metode Regula Falsi 6) menganalisis hasil untuk mengetahui perbedaan kecepatan kedua metode tersebut berdasarkan banyak iterasi. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah kecepatan metode Biseksi dan Regula Falsi dalam mencari selesaian persamaan non-linear bergantung pada nilai awal dan nilai error yang diberikan.

Peningkatan kemampuan menulis puisi melalui lagu sebagai alat apresiasi di kelas VI SDN Sawentar 02 Kabupaten Blitar / Yesika Maya Sari

 

kata kunci : menulis, puisi, lagu, alat apresiasi Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di kelas VI pada waktu pembelajaran puisi adalah sebagai berikut: (1) proses belajar mengajar masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif dan kreatif dalam kegiatan pembelajaran, (2) proses pembelajaran yang dilakukan guru cenderung ceramah, (3) guru tidak menggunakan media dalam pembelajaran, (4) metode yang digunakan guru dalam pembelajaran puisi masih bersifat monoton,(5) pembelajaran terkesan tegang dan kurang menyenangkan, (6) ketertarikan siswa dalam pembelajaran puisi masih kurang sehingga siswa ramai sendiri dan malas bila disuruh membuat puisi , dan (7) bahan pembelajaran yang dipilih guru kurang variatif Berdasarkan pengalaman yang dilakukan terhadap proses pembelajaran menulis puisi yang berlangsung diperoleh hasil yang kurang memuaskan, yaitu dari 21 siswa hanya 9 siswa saja yang nilainya dapat mencapai KKM (kriteria ketuntasan minimal) atau ≥ 70, sedangkan 12 siswa lainnya masih belum dapat mencapai KKM atau ≤ 70. Untuk itu agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan tercapainya tujuan pembelajaran dalam mata pelajaran bahasa Indonesia perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan lagu dalam pembelajaran menulis puisi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan lagu sebagai alat apresiasi di kelas VI , (2) mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menulis puisi dengan menggunakan lagu sebagai alat apresiasi di kelas VI. Penelitian ini menggunakan model deskriptif kualitatif jenis penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian adalah siswa kelas VI SDN Sawentar 02. Dalam penelitian ini peneliti sebagai guru (pengajar) dan guru kelas (mitra peniliti) sebagai observer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lagu sebagai alat apreasiasi pada pembelajaran menulis puisi di kelas VI dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas VI. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata setiap siklusnya mengalami peningkatan. Nilai rata-rata prasiklus sebesar 63,9 dengan presentase ketuntasan sebesar 42,85%. Nilai rata-rata siklus I 75,3 dengan persentase 76,9 %. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata menjadi 80,00 dengan persentase sebesar 95%. Berdasarkan hasil kesimpulan disarankan kepada guru kelas VI SDN Sawentar 02 Kabupaten Blitar untuk menggunakan lagu dalam pembelajaran puisi agar kemampuan menulis puisi siswa meningkat dan menumbuhkan rasa senang bagi siswa.

Penerapan problem solving model polya untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah matematika tentang pecahan siswa kelas IV SDN Jugo 05 Kabupaten Blitar / Amalya Intan Pusfica Dewi

 

Kata Kunci : Problem Solving Model Polya, Kemampuan Memecahkan Masalah, Matematika, Pecahan. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pecahan merupakan salah satu kompetensi dasar yang sulit untuk dikuasai. Dalam mengerjakan soal matematika tentang pecahan terkait dengan pemecahan masalah dalam bentuk soal cerita, siswa cenderung menjawab dengan prosedur yang diingat bukan pemahaman. Siswa langsung mengerjakan dan memasukkan bilangan yang ada pada soal. Siswa juga kesulitan dalam menerapkan KPK dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah yang berpenyebut tidak sama. Akibatnya hasil belajar siswa pada materi ini rendah, prosentase ketuntasan siswa hanya mencapai 45 %. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penerapan model Polya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah metematika berkaitan dengan pecahan kelas IV SDN Jugo 05, (2) kemampuan memecahkan masalah melalui problem solving model Polya oleh siswa pada materi pecahan kelas IV SDN Jugo 05 meningkat. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitinnya yaitu siswa kelas IV SDN Jugo 05 Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar yang berjumlah 29 anak. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus melalui empat tahapan yaitu : perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Untuk mempermudah dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pecahan, diterapkannya problem solving model Polya. Ada empat langkah pemecahan masalah model Polya antara lain : (1) memahami masalah, (2) merencanakan cara penyelesaian masalah, (3) melaksanakan rencana, dan (4) melihat kembali hasil pemecahan masalah yang diperoleh. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa melalui penerapan problem solving model Polya ada peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika tentang pecahan pada siswa kelas IV SDN Jugo 05. Hal ini dapat dibuktikan dari ketuntasan siswa yang terus meningkat. Pada observasi awal tingkat ketuntasan siswa hanya mencapai 45% (13 anak) dengan nilai rata-ratanya 58,10. Siklus I siswa yang tuntas belajar 21 anak (72%) dengan nilai rata-rata 69,72. Sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 23 anak (79%) dengan nilai rata-rata 78,41, melebihi kriteria yang telah ditetapkan sebanyak 75%. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan guru dalam memilih metode pembelajaran sehingga ada variasi metode pembelajaran matematika. Bagi Kepala Sekolah, sebagai bahan masukan dalam upaya memberikan supervisi dan bimbingan kepada guru. Bagi peneliti lain dapat digunakan sebagai bahan sehingga dapat menyempurnakan dan mengembangkan hasil penelitian yang telah ada.

Meningkatkan hasil belajar debit melalui pemecahan masalah model Polya di kelas VI SDN Plumbangan 03 Kecamatan Doko / Dyah Sekti Pratiwi

 

Kata kunci: hasil belajar, pembelajaran matematika, pemecahan masalah model Polya Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari struktur yang abstrak dan pola hubungan yang ada di dalamnya. Selain itu, matematika merupakan pengetahuan yang logis, sistematis, artifisial, dan menghendaki suatu pembuktian. Sifat-sifat matematika tersebut menuntut siswa untuk menggunakan kemampuan-kemampuan dasar dalam pemecahan masalah, seperti berpikir logis dan berpikir strategik. Pemecahan masalah merupakan materi pemecahan masalah dalam mata pelajaran matematika. Materi pemecahan masalah diajarkan untuk membelajarkan siswa tentang pemecahan masalah. Pemecahan masalah merupakan suatu usaha dengan menggunakan matematika maupun aplikasinya dan ilmu pengetahuan lain secara kreatif yang menjadikan suatu strategi untuk menyelesaikan suatu masalah atau kesulitan sehingga tujuan yang diinginkan segera tercapai. Dalam membelajarkan pemecahan masalah di kelas VI SDN Plumbangan 03 Kec. Doko Kab. Blitar, guru dan siswa mengalami permasalahan, sehingga siswa tidak dapat mencapai SKM yang ditentukan. Karena itulah peneliti melakukan penelitian tindakan kelas untuk mencapai ketuntasan siswa dalam belajar sesuai dengan SKM yang ditetapkan dalam KTSP SDN Plumbangan 03. Tindakan yang dilakukan dengan menerapkan pemecahan masalah model Polya. Penelitian dirancang dengan menggunakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian tindakan kelas. Tahapan penelitian dilakukan menurut tahap yang dikemukakan oleh Lewin’s. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data hasil belajar siswa dan kemampuan menyelesaikan pemecahan masalah menggunakan pemecahan masalah model Polya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah lembar observasi, tes, angket, dan wawancara. Teknik analisa data disesuaikan dengan instrumen dan untuk hasil belajar digunakan SKM sebagai standar ketuntasan siswa dalam belajar. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut; pada siklus I, 55% siswa sudah mampu memahami masalah, 30% siswa mampu menyusun rencana penyelesaian, 25% siswa mampu melaksanakan rencana penyelesaian, dan 20% siswa mampu menguji kembali jawaban. Kemudian pada siklus II, 85% siswa mampu memahami masalah, 40% siswa mampu menyusun rencana penyelesaian masalah, 45% siswa mampu melaksanakan rencana penyelesaian, dan 40% siswa mampu menguji kembai jawaban. Sedangkan untuk hasil tes, pada siklus I hasil tes awal diperoleh 41,30% dan pada siklus II diperoleh 51,05%. Pada siklus I, tes akhir diperoleh 47,20% dan siklus II diperoleh 71,20%. Kegiatan guru pada siklus I mendapatkan nilai 19 dan pada siklus II mendapatkan nilai 21. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pemecahan masalah model Polya dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang pemecahan masalah. Dari hasil penelitian tersebut, diharapkan guru mencoba menerapkan model ini untuk membantu mengatasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan pemecahan masalah sekaligus sebagai rangsangan pada guru untuk dapat mencipatakan inovasi dalam meningkatkan pembelajaran.

Peran komite sekolah dalam penetapan kebijakan sekolah (studi multi kasus di SD Negeri Kepanjenkidul 3 Kota Blitar dan SD Islam Terpadu Al-Hikmah Bence) / Ati' Kumillayla

 

Kata kunci: Kebijakan sekolah, Komite sekolah Pasal 56 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menggariskan bahwa, “Masyarakat berperan dalam meningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan, pengawasan dan evaluasi program pendidikan melalui Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah.” Dalam pembangunan pendidikan, Komite Sekolah berperan sebagai advisory agency, supporting agency, controlling agency, dan mediation agency. SD Negeri Kepanjenkidul 3 Kota Blitar dan SD Islam Terpadu AL-Hikmah Bence merupakan sedikit dari sekolah dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi. Hal ini ditandai dengan aktifnya pengurus komite untuk turut mengantarkan sekolah dalam mencapai berbagai prestasi. Untuk itu perlu dipertanyakan bagaimana peran Komite Sekolah dari kedua sekolah tersebut. Dari sejumlah wawancara, dokumentasi dan observasi terhadap peran Komite Sekolah dapat dikelompokkan tiga subkasus yang muncul, yang dijadikan fokus penelitian ini, yaitu bagaimana peran Komite Sekolah dalam penetapan kebijakan sekolah pada bidang (1) kurikulum dan pengajaran; (2) pembinaan siswa; serta (3) sarana dan prasarana. Penelitian ini menggunakan rancangan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi kasus menggunakan metode komperatif konstan (constant comparative method )dikarenakan setiap temuan di lapangan secara konsisten ada perbedaan yaitu perbedaan terlihat dari visi misi dan budaya organisasi sekolah. Data yang diperoleh melalui (1) observasi; (2) wawancara; dan (3) dokumentasi. Analisis data dilakukan mengugunakan pola interaktif dimana kegiatan pengumpulan data dan penyajian data dan penyajian data serta penarikan kesimpulan berlangsung dalam suatu siklus yang bersifat interaktif. Untuk memperoleh tingkat kepercayaan dan kebenaran terhadap hasil penelitian digunakan kriteria kredibilitas dan untuk meningkatkan kredibilitas digunakan (1) trianggulasi; (2) pengecekan anggota (member check). Dari analisis data ditemukan (1) untuk mata pelajaran wajib dan muatan lokal, komite sekolah berperan sebagai pendukung, pemberi pertimbangan dan pengontrol. Sedang untuk mata pelajaran kepribadian, selain berperan sabagai pendukung juga berperan, pemberi pertimbangan dan pengontrol; (2) keberadaan Komite Sekolah dalam pembinaan siswa bersifat penunjang dan patner pihak sekolah, karena kuantitas guru maupun karyawan sekolah terbatas. Dari sisi ini Komite Sekolah telah berperan (a) memberikan ide tentang kegiatan diberikan; (b) menjadi pemateri atau memberikan informasi pada pertemuan dengan siswa; (c) membantu memantau perkembangan belajar siswa; (d) membantu sekolah dalam pelaksanaan pendaftaran siswa baru; (3) komite sekolah memiliki peran signifikan dalam penyusunan RAPBS melalui pemikiran, ide dan analisis. Adapun saran yang bisa diketengahkan diantaranya komite sekolah harus dapat (1) memposisikan sebagai partner sekolah secara tepat guna peningkatan kualitas pendidikan di tingkat satuan pendidikan; (2) sebagai lembaga partisipasi sosial yang bebas dari politik praktis; (3) menjalin kerja sama secara komunikatif dengan komite sekolah yang lain agar lebih memberdayakan diri; (4) membangun komunikasi aktif dengan Dewan Pendidikan tingkat kota agar bisa intensif memperoleh informasi yang diperluakan berkaitan dengan perkembangan pendidikan di tingkat yang lebih luas.

Pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah (studi kasus di PT BCA Tbk Cabang Pamekasan) / Merina Yuda Retno

 

Kata kunci: kualitas pelayanan, loyalitas nasabah Era perdagangan bebas menuntut perusahaan untuk melakukan berbagai strategi dalam mendapatkan pelanggan supaya perusahaan tetap dapat bertahan dalam persaingan yang ketat. Salah satunya dengan mempertahankan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Dengan mempertahankan kualitas pelayanan dengan baik, maka perusahaan dapat bertahan dalam persaingan dunia bisnis dan akan mendapatkan pelanggan yang loyal. Dan kualitas pelayanan itu sendiri terdiri dari bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati yang dapat menjadikan pelanggan loyal pada perusahaan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui keadaan kualitas pelayanan dan loyalitas nasabah tabungan TAHAPAN di BCA Cabang Pamekasan, pengaruh signifikan secara parsial maupun simultan antara kualitas pelayanan yang terdiri dari bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati terhadap loyalitas nasabah tabungan TAHAPAN di BCA Cabang Pamekasan dan untuk mengetahui variabel yang berpengaruh dominan terhadap loyalitas nasabah tabungan TAHAPAN di BCA Cabang Pamekasan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan kuesioner. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa kuesioner tertutup. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap menyiapkan kuesioner yang diperlukan, kemudian menyebarkan kuesioner kepada responden yang sesuai dengan karakteristik penelitian, mentabulasi data yang telah diperoleh, dan menganalisis data dengan menggunakan program SPSS 16.0 for Windows. Analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini adalah: (1) berdasarkan analisis statistik deskriptif dapat diketahui kondisi kualitas pelayanan dan loyalitas nasabah tabungan TAHAPAN di BCA Cabang Pamekasan yaitu menurut sebagian besar responden, dimensi bukti fisik belum memenuhi semua harapan responden atau kinerja yang dirasakan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Untuk dimensi keandalan, menurut sebagian besar responden, sudah memenuhi harapan responden atau kinerja yang dirasakan sudah sesuai dengan yang diharapkan. Dimensi daya tanggap, jaminan dan empati, menurut sebagian besar responden, belum memenuhi semua harapan responden atau kinerja yang dirasakan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kualitas pelayanan pada dimensi bukti fisik yang diberikan PT BCA Tbk Cabang Pamekasan sudah baik, begitu juga pada dimensi daya tanggap dan jaminan, sedangkan dimensi keandalan dianggap tidak baik oleh nasabah dan dimensi empati dianggap sudah cukup baik. Dan nasabah tabungan TAHAPAN di BCA Cabang Pamekasan dapat dikatakan tidak loyal pada PT BCA Tbk Cabang Pamekasan. (2) ada pengaruh signifikan secara parsial maupun simultan antara kualitas pelayanan yang meliputi bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati terhadap loyalitas nasabah tabungan TAHAPAN di BCA Cabang Pamekasan. Dan (3) dimensi kualitas pelayanan yang berpengaruh dominan adalah dimensi keandalan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan, (1) bagi pihak PT BCA Tbk Cabang Pamekasan sebaiknya meningkatkan keandalannya dalam memberikan pelayanan kepada nasabah sehingga dapat meningkatkan loyalitas nasabah terhadap BCA Cabang Pamekasan. Seperti, menepati janji yang sudah ditentukan waktunya, bersungguh-sungguh membantu memecahkan masalah yang dihadapi nasabah, memberikan layanannya secara tepat sejak awal, menyediakan layanannya sesuai dengan waktu yang dijanjikan dan mengupayakan keakuratan pencatatan transaksi dan bebas dari kesalahan. Sedangkan untuk variabel lainnya yaitu bukti fisik, daya tanggap, jaminan dan empati, sebaiknya mempertahankan atau meningkatkan kualitas pelayanannya terhadap nasabah tabungan TAHAPAN di BCA Cabang Pamekasan sehingga nasabah menjadi loyal pada BCA Cabang Pamekasan. (2) untuk penelitian lain sejenis yang akan datang, diharapkan menambah variabel lain untuk dimasukkan dalam penelitian seperti corporate image terhadap loyalitas dengan menggunakan motivasi sebagai variabel moderator, mengingat nilai R2 dan nilai Adjusted R square dalam penelitian ini hanya mampu menjelaskan pengaruh kualitas pelayanan yang tidak terlalu besar terhadap loyalitas nasabah. Dan (3) untuk para peneliti lain diharapkan lebih teliti dan cermat dalam pemilihan dan pembuatan instrumen, karena instrumen dalam penelitian ini kurang optimal dalam mengukur dan menanggapi masalah penelitian yang dilakukan.

Efektivitas teknik behavior contract reinforcement untuk mengurangi perilaku terlambat masuk sekolah siswa SMP Negeri 1 Lengkong / Dhebrina Zahellatua

 

Zahellatua, Dhebrina. 2013. Efektivitas Teknik Behavior Contract dan Reinforcement Untuk Mengurangi Perilaku Terlambat Masuk Sekolah Siswa SMP Negeri 1 Lengkong. Program Studi S1 Bimbingan Dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Teknik Behavior Contract, Reinforcement, Konseling Kelompok Terlambat masuk sekolah merupakan salah satu bentuk ketidakdisiplinan di dunia pendidikan, jika hal ini tidak segera diatasi tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal yang lebih buruk dengan siswa membolos. Perilaku terlambat masuk sekolah tersebut dapat diatasi salah satunya dengan cara melakukan konseling menggunakan teknik behavior contract dan reinforcement. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan teknik behavior contract dan reinforcement dalam konseling kelompok untuk mengurangi peilaku terlambat masuk sekolah siswa di SMP Negeri 1 Lengkong. Teknik behavior contract merupakan perjanjian dua orang ataupun lebih untuk berperilaku dengan cara tertentu dan untuk menerima hadiah bagi perilaku itu. Sedangkan teknik reinforcement adalah proses pemberian suatu yang berupa benda atau tindakan yang diberikan oleh individu maupun pada diri sendiri sebagai konsekuensi atas perilaku yang diharapkan yang telah dilakukannya. Konseling kelompok dengan teknik teknik behavior contract dan reinforcement dilakukan dalam 4 kali pertemuan dengan jumlah subjek 8 siswa. Penelitian ini menggunakan desain one group pre-test and post-test, subjek penelitian diambil dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dari subjek dibandingkan, antara frekuensi terlambat sebelum dan sesudah dilakukan treatment. Hasil analisis dengan menggunakan analisis wilcoxon hasil penghitungan data wilcoxon didapatkan nilai Zhitung sebesar -2.539 dengan signifikansi 0,011. oleh Zhitung memiliki signifikansi kurang dari 0,05 (sig < 0,05), maka hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan antara perilaku terlambat sebelum dan sesudah pemberian treatment. Berdasarkan hasil penelitian diajukan beberapa saran: (1) Pihak sekolah diharapkan memantau dan memperhatikan kedisiplinan siswa, (2) Konselor diharapkan dapat menggunakan teknik behavior contract dan reinforcement dengan baik, (3) Konselor diharapkan membantu siswa untuk meningkatkan kedisiplinan,(4) Konselor diharapkan mampu mengaplikasikan dan mengembangkan teknik behavior contract dan reinforcement ini tidak hanya untuk kelas VIII saja, namun pada kelas-kelas yang lain, (5) Peneliti lanjutan, jika ingin melakukan penelitian yang serupa disarankan untuk mempertimbangkan waktu penelitian, membangun komunikasi yang baik dengan siswa, dan memperluas subjek penelitian.

A hidden agenda of patriarchy in the narrative of "Daddy's Day Care" the movie / Firstyarani Mutya Sari

 

Key words: male ideal, male-esteem, masculinism Society as the place for family to live is the best place to understand many kinds of thinking about family itself. The most misunderstood critical- theory concepts of patriarchy in any family give us many kinds of thought that make the traditions within family will exchange. Some societies are more patriarchal than others, but patriarchal social traditions are universal in human societies. The word patriarchy comes from the Latin word pater, which means father (Sonia Pressman Fuentes, 2010: Women’s Issues/Feminism). It most often refers to the political power and authority of males in a society. Patriarchy can also refer to the power of fathers within families. Patriarchy, rule by father or male authority, gives many kinds of misunderstood concepts within family itself, because there are many kinds of family that are strict with the patriarchy rules and makes women get no authority in their own home. A society is considered patriarchal when men establish or inherit a social order where they dominate positions of power and authority or when important achievements and historical events are attributed to the actions of men. In this thesis, I will try to give some evidences about the patriarchy itself in the Daddy’s Day Care the movie which will give us some understanding about patriarchy that comes out within family and affects all the aspects of life in that family. Besides, I will also show some evidence from The Nanny Diaries the novel which gives other evidences that women are weaker than men. I am trying to compare both of those works and try to find out the differences between them.

Pengembangan media pembelajaran matakuliah statika struktur menggunakan perangkat lunak CAD pada Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang / Ahmad Pauzi

 

Key Words: Developing Instructional Material, Lesson Plan, and Ignition System Identification and It’s Component. The objective of this instructional material developing is to produce a Handout instructional material for “Battery Ignition System” where it’s matery is according to the materies available in the lesson plan. The developed handout will be one of the learning sources at SMK 1 Wonomerto to create the self learning activity of the students according to the talent they have. This intructional material adopt model of Dick & Carey (1987). The Dick & Carey deplovment is procedural development which include; 1) identifying an intructional goal, 2) Conducting instructional analysis, 3) identifying entry behaviors and learner characteristics, 4) writing performance objectives, 5) developing criterion referenced test items, 6) developing instructional strategy, 7) developing and selecting instructional material, 8) designing and conducting the formative evaluation of instruction, 9) revesing instruction, and 10) conducting summative evaluation. To find out the level of validity, the product application’s reliability there are two stage test conducted expert test and small group test. Data is collected using quistionaires and analyzed using descriptif qualitative in the form of percentage. The product of this instructional material developing is a handout in which the matery according to the lesson plan. The product is tested through two stage ; 1) expert test which includes the expert of subject and the expert of learning media, 2) small group test. The evaluation outcome is used to revisi to product as the part of accomplisment of the instructional material product. The test outcome for the expert of the subject matery test is 83% of validity requirements, while for the expert of the learning media test 92% of validity requirements. And the for the small group test is 80% of total scores, therefore from the test of the handout is reliable to be used as the leraning sources at SMK 1 Wonomerto Probolinggo. From the test outcomes, it can be known the advantages and the disadvantages of the instructional material which is produced. The advantages are 1) the instructional material is arranged according to the characteristics and student’s need, 2) the instructional material is according to the using of knowledge principles which includes fact, consept, and procedural, 3) the development model is Dick & Carey (1987) which is systematic and to design more directed learning. Which the disadvantages of this instructional material is arranged according to the caracteristic and the student needs at SMK 1 Wonomerto for the matery of ignition system identification and it’s component, therefore it needs to be revised or accomplised which is according to the characteristic and the using need if it is used widely. Pengembangan media pembelajaran ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk media pembelajaran interaktif dengan judul “Media Pembelajaran Statika Struktur Materi Vektor Gaya Menggunakan Software Auto Cad”. Media yang dikembangkan nantinya akan dijadikan salah satu sumber belajar oleh mahasiswa pada matakuliah Statika Struktur pada materi menentukan resultan gaya dengan lebih cepat, tepat, dan akurat. Pengembangan bahan ajar ini mengadopsi model pengembangan Dick & Carey (1987) yaitu pengembangan yang bersifat prosedural meliputi ; 1) mengidentifikasi tujuan umum pembelajaran, 2) analisis pembelajaran, 3) mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik peserta didik, 4) merumuskan tujuan khusus pembelajaran, 5) mengembangkan butir-butir tes acuan patokan, 6) mengembangkan strategi pembelajaran, 7) mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, 8) merancang dan melakukan penilaian formatif, 9) merevisi materi pembelajaran, 10) merancang dan melakukan penilaian sumatif. Untuk mengetahui tingkat kevalidan, kelayakan keterpakaian produk yang dihasilkan dilakukan uji kelayakan produk dalam 4 tahap, yaitu tahap uji ahli materi, uji ahli media, uji ahli desain pembelajataran, dan uji coba pengguna kelompok kecil. Data diambil dengan menggunakan angket, kemudian dianalisis menggunakan deskriftif kualitatif dalam bentuk persentase. Pengembangan ini menghasilkan media pembelajaran jenis media interaktif dan cetak berupa modul penggunaan media. Hasil penilaian/tanggapan digunakan untuk merevisi produk sebagai bagian dari proses penyempurnaan produk media pembelajaran. Dari serangkaian uji coba dapat diketahui kelebihan dan keterbatasan bahan ajar yang telah dikembangkan. Kelebihannya yaitu 1) media ini dapat digunakan untuk menggrafik gaya dengan cepat, tepat, dan akurat 2) media ini dapat menampilkan ukuran yang sesungguhnya, dan 3) media ini dapat meransang berfikir kritis. Sedangkan keterbatasan media pembelajaran ini adalah hanya dapat digunakan oleh orang yang memiliki keahlian mengoperasikan media atau program tertentu yaitu program Auto Cad.

Pengaruh implementasi moving class terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran seni budaya di SMA Negeri 2 Situbondo / Ayus Bahrul Qolbi

 

Kata Kunci : Implementasi, moving class, motivasi belajar, prestasi belajar, mata pelajaran seni budaya (seni rupa), SMA Negeri 2 Situbondo Moving class merupakan sistem pembelajaran yang bercirikan siswa berpindah dari kelas yang satu ke kelas yang lain sesuai dengan jadwal pelajaran pada setiap pergantian jam pelajaran. Di dalam penerapan moving class terdapat unsur pengelolaan kelas yang dilakukan oleh masing-masing guru pelajaran guna memfasilitasi siswa terhadap mata pelajaran yang bersangkutan. Sehingga dimungkinkan ada pengaruh positif yang ditimbulkan oleh moving class terhadap motivasi belajar yang pada akhirnya juga akan berdampak pada prestasi belajar siswa. Berdasarkan pengalaman peneliti, banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan oleh sistem pembelajaran konvensional (kelas tradisional) terutama pada mata pelajaran Seni Budaya yang dinilai mengganggu konsentrasi siswa dan guru mata pelajaran selanjutnya. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi, yang bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh langsung implementasi moving class terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya, (2) pengaruh langsung implementasi moving class terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya, (3) pengaruh langsung motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya, (4) pengaruh tidak langsung implementasi moving class terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Situbondo yang berjumlah 265 siswa. Sampel yang digunakan sebesar 25% atau 67 siswa. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Stratified proportional Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner dan dokumentasi. Sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh langsung implementasi moving class terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya sebesar 38,6%, (2) terdapat pengaruh langsung implementasi moving class terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya sebesar 22,6%, (3) terdapat pengaruh langsung motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya sebesar 23,0%, (4) terdapat pengaruh tidak langsung implementasi moving class terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya sebesar 8,8%. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan adalah: (1) pihak sekolah hendaknya mampu mempertahankan sistem pembelajaran yang baik dengan mengadopsi sistem pembelajaran moving class, (2) untuk kesempurnaan implementasi moving class, pihak sekolah agar melengkapi sarana pembelajaran dan menegaskan tata tertib dan kedisiplinan guru dan siswa.

Pengaruh inflasi, suku bunga, dan perubahan kurs terhadap indeks harga saham gabungan perusahaan yang listing di BEI tahun 2007-2009 / Ali Anwar

 

Kata Kunci: Inflasi, Suku Bunga, Perubahan Kurs, IHSG Indeks Harga Saham Gabungan merupakan salah satu indeks pasar saham yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia. Sebagai indikator pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, indeks ini mencakup pergerakan harga seluruh saham biasa dan saham preferen (saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Sehingga dapat dikatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan cerminan dari kegiatan pasar modal secara umum. Pergerakan indeks sangat dipengaruhi oleh ekspektasi investor atas kondisi fundamental negara maupun global. Adanya informasi baru akan berpengaruh pada ekspektasi investor yang akhirnya akan berpengaruh pada IHSG. Faktor-faktor fundamental suatu negara misalnya inflasi, suku bunga, maupun perubahan kurs. Berbagai faktor fundamental tersebut dianggap dapat berpengaruh pada ekspektasi investor yang akhirnya berpengaruh pada pergerakan Indeks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung tingkat inflasi dan suku bunga SBI terhadap IHSG perusahaan yang listing di BEI dan pengaruh tidak langsung melalui perubahan kurs. Populasi dari penelitian ini adalah inflasi, suku bunga, perubahan kurs dan IHSG yang tersedia selama periode tahun 1983-2009. Sedangkan sampel dari penelitian ini adalah data inflasi, suku bunga, perubahan kurs, dan IHSG selama periode tahun 2007-2009. Penelitian ini digolongkan dalam penelitian exspost facto, yaitu penelitian yang meneliti data yang telah terjadi. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rancangan korelasional yang bersifat kausalitas untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari internet (www.bi.go.id dan www.idx.co.id). Analisis data yang digunakan adalah analisis path dengan menggunakan komputer program SPSS 14.0. Uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji normalitas dan uji autokorelasi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan langsung terhadap IHSG perusahaan yang listing di BEI maupun tidak langsung melalui perubahan kurs, dan suku bunga SBI tidak berpengaruh signifikan langsung terhadap IHSG perusahaan yang listing di BEI maupun tidak langsung melalui perubahan kurs. Penelitian selanjutnya disarankan menambah variabel lain yang berpotensi mempengaruhi pergerakan IHSG, menambah sampel dan memperpanjang periode penelitian, atau meneliti indeks-indeks lain yang tidak hanya mencangkup wilayah regional namun secara internasional sehingga hasilnya dapat berguna bagi para investor.

Pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian air mineral Aqua (studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Kurnia Fatma S.

 

Kata Kunci: Atribut Produk, Keputusan Pembelian Globalisasi saat ini membawa dampak yang sangat besar terhadap persaingan dunia bisnis yang semakin ketat, terutama pada pemasaran dan produk yang dihasilkan. Daya tarik suatu produk tidak dapat dilepaskan dari atribut produk yang ada, karena atribut produk merupakan salah satu dari wujud nyata suatu produk. Atribut produk dapat menjadi pendorong bagi konsumen untuk membeli, karena tidak jarang keputusan untuk membeli suatu produk terjadi karena pengaruh atribut produk yang ada pada produk tersebut. Atribut produk merupakan alat yang cukup efektif dalam mempengaruhi konsumen, melalui atribut produk dapat merangsang konsumen untuk melakukan pembelian produk dan memakai produk tersebut secara berulang-ulang. Oleh karena itu atribut produk sebaiknya tetap jadi perhatian karena atibut produk dapat menimbulkan pengaruh konsumen untuk melakukan pembelian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan variabel atribut produk terhadap keputusan pembelian produk air mineral Aqua. Penelitian ini mempunyai 2 variabel, yaitu variabel independen (X) yang terdiri dari Harga (X1), Mutu (X2), Merek (X3), dan Kemasan (X4), dan variabel dependen (Y) Keputusan Pembelian. Penelitian dilakukan pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang menggunakan analisis regresi berganda. Data diperoleh dengan teknik kuesioner. Populasi dalam penelitian in termasuk infinite population dimana populasinya adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi yang pernah mengkonsumsi air mineral Aqua. Setelah melakukan observasi awal terlebih dahulu kepada 40 responden, maka ditentukan bahwa sampel yang akan diambil sebanyak 73 orang. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dimana accidental sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan cara siapa saja yang bertemu dengan peneliti pada waktu penyebaran kuesioner dapat dijadikan sebagai sampel jika dipandang cocok dan memenuhi syarat yaitu mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yang perna mengkonsumsi air mineral Aqua. Analis data dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows 12,0. Setelah dilakukan proses pengolahan data dan analisis regresi berganda diketahui hasil penelitian menyatakan (1) Harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, (2) Mutu berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, (3) Merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, (4) Kemasan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan X1 (Harga), X2 (Mutu), X3 (Merek) dan X4 (Kemasan) baik secara simultan/ bersama-sama maupun parsial/ sendiri-sendiri berpengaruh secara signifikan terhadap Y (Keputusan Pembelian Konsumen). Saran yang dapat diberikan berkaitan dengan temuan yang telah diperoleh adalah bagi perusahaan (1) Hasil penelitian ini menunjukkan atribut produk, khususnya variabel merek mempunyai pengaruh yang besar terhadap keputusan pembelian, oleh sebab itu perusahaan harus selalu menjaga merek Aqua yang menjadi ciri khas dari produk Aqua, (2) Secara simultan menunjukkan bahwa variabel harga, mutu, merek,dan kemasan mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian air mineral Aqua pada Mahasiwa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang sehingga saran peneliti yaitu pihak Aqua harus menjaga dan meningkatkan atribut produk yang ditawarkan agar konsumen merasa puas dengan apa yang dirasakan saat ini. Bagi peneliti berikutnya adalah peneliti menyarankan pada penelitian selanjutnya untuk menambah variabel lain selain dimensi atribut produk (harga, mutu, merek, dan kemasan) misalnya variabel bukti fisik, iklan, dan rekomendasi, sehingga diharapkan nantinya dapat diperoleh perkembangan penelitian tentang pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian konsumen.

Analisis tingkat kesehatan bank melalui penerapan metode Camel (studi kasus pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk periode 2004-2008) / Regina Mayo

 

Kata Kunci: Kesehatan Bank, Metode CAMEL Peran lembaga keuangan dalam pembangunan ekonomi suatu daerah sangatlah diperlukan, dalam hal ini perbankan memegang peranan penting dalam perkembangan ekonomi. Bank bukan hanya sebagai sumber dana bagi pihak yang membutuhkan dana dan sebagai tempat menyimpan dana bagi pihak yang kelebihan dana tetapi memiliki fungsi yang semakin meluas dari waktu ke waktu. Bank adalah suatu lembaga yang mempengaruhi perekonomian dan sebagai alat dalam melaksanakan kebijakan moneter serta sebagai penghubung yang mempengaruhi jumlah uang beredar di masyarakat. Kesehatan suatu bank merupakan modal utama dari sebuah bank karena apabila bank tersebut sehat maka kepercayaan masyarakat terhadap bank itu akan timbul dan pada akhirnya masyarakat mau untuk menyimpan uangnya di bank tersebut. Kesehatan bank dapat diukur dengan menggunakan suatu metode yaitu metode CAMEL. Masalah yang akan diteliti dengan Metode CAMEL yaitu rasio yang menyangkut kesehatan dari bank. Dengan mengolah rasio ini maka kita akan mengetahui bagaimana kesehatan bank tersebut. Metode yang digunakan dalam pengolahan ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Metode dengan perhitungan rasio yang kemudian diukur dengan nilai proporsi. Dari pengolahan dengan menggunakan metode ini maka didapatkan predikat “cukup sehat” dari Bank BRI. Dari periode 5 tahun sejak tahun 2004 sampai dengan tahun 2008 kesehatan Bank BRI berada di daerah yang aman sehingga Bank Indonesia tetap memperbolehkan Bank BRI untuk tetap melaksanakan kegiatannya bahkan memperluas daerah jangkauannya sampai ke pedesaan tetapi pengenalan sarana untuk daerah yang dianggap masih terpencil masih kurang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan Bank BRI harus dapat mempertahankan predikat yang sudah didapat dengan cara memberikan pelayanan yang tepat sehingga nasabah merasa nyaman. Diharapkan kedepannya Bank BRI dapat terus menjaga kaulitasnya dan kesehatannya.

Minat baca orang tua terhadap buku bacaan PAUD (studi pada wali murid di kelompok bermain Al-Ghomiyah Kota Malang) / Shoma Duta Pramiswara

 

Kata Kunci : Minat Baca Orang Tua, Buku Bacaan PAUD. Kebiasaan membaca masyarakat indonesia khususnya orang tua masih dianggap kurang memiliki kesadaran tinggi. padahal Kebiasaan membaca dapat meningkatkan pengetahuan, ketrampilan serta wawasan yang berguna bagi Pendidikan Anak khusunya pada usia dini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana minat baca orang tua dalam membaca buku bacaan PAUD dilihat dari tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan, (2) Mengapa orang tua perlu memiliki minat baca buku-buku PAUD, dan (3) Apa jenis-jenis isi atau materi pada bacaan PAUD yang diminati orang tua, Minat baca sangat penting ditumbuhkan pada anak sedini mungkin maupun bagi orang tua dalam menjalankan perannan dalam mendidik anak-anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan tingkat minat baca orang tua dalam membaca buku bacaan PAUD dilihat dari tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan, (2) mendeskripsikan pentingnya minat baca orang tua terhadap buku bacaan PAUD, dan (3) mendeskripsikan jenis-jenis atau isi buku bacaan PAUD yang diminati orang tua. Penelitian ini diklarifikasian dalam penelitian deskriptif dengan analisis kuantitatif. Penelitian ini bersifat penelitian populasi atau disebut sensus. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua/wali murid dari peserta didik Kelompok Bermain Al-Ghoniya Jl. Nusa Indah No 33 Malang. Jumlah populasi seluruhnya 50. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa angket atau kuesioner dan wawancara, sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis Prosentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1.a) Minat baca orang tua peserta didik adalah sangat baik ditinjau dari tingkat pendidikan. (1.b) minat baca orang tua peserta didik juga sangat baik ditinjau dari jenis pekerjaannya. (2) Perlunya orang tua dalam membaca buku bacaan PAUD karena dengan membaca buku tersebut diharapkan orang tua dapat memahami dan memiliki pengetahuan berkenaan dengan pendidikan di usia tersebut, mengingat pada usia dini (0-6 tahun) merupakan masa keemasan pertumbuhan anak, dimana seorang anak dapat menyerap ide, ilmu/pelajaran jauh lebih kuat dari pada orang dewasa, Dengan demikian, jika orang tua dapat memahami setiap permasalahan pendidikan, kesehatan, gizi, perilaku, psikologi, moral dan spiritual anak, sesuai tumbuh kembangnya, maka orang tua akan dapat mengantarkan anak-anaknya menjadi manusia yang berkualitas. (3) Jenis-jenis bacaan PAUD yang diminati oleh orang tua peserta didik kelompok bermain Al Ghoniya, sangat bervariasi, terutama untuk tema-tema yang menarik, dan dibutuhkan oleh orang tua dalam menambah informasi, meningkatkan wawasan pendidikan, kesehatan, dan solusi atas permasalahan yang dihadapi anak. Minat baca terhadap buku PAUD tersebut ditunjang oleh mudahnya mendapatkan buku PAUD, dengan harga yang terjangkau oleh orang tua peserta didik

Pelaksanaan praktik kerja industri (Prakerin) pada kompetensi Keahlian Pemesinan di SMK Negeri 6 Malang / Rully Andika Listyantoko

 

Kata Kunci : Praktik kerja industri (Prakerin) SMK Negeri 6 Malang merupakan salah satu sekolah SMK Negeri yang bekerja sama dengan berbagai perusahaan. Waktu pelaksanaan Prakerin relative lama dibandingkan dengan SMK Negeri di Kota Malang, dan kesadaran siswa pentingnya praktik kerja industri masih kurang serta kompetensi siswa yang belum relevan dengan dunia industri dalam melaksanakan praktik kerja industri. Dalam penelitian ini rumusan masalah adalah bagaimanakah pelaksanaan program Prakerin di SMK Negeri 6 Malang, Bagaimanakah faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program Prakerin di SMK Negeri 6 Malang Tujuan penelitian ini mendiskripsikan pelaksanaan program praktik kerja industri di SMK Negeri 6 Malang. Menjelaskan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Prakerin di SMK Negeri 6 Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian diskriptif. Pengumpulan data tentang pelaksanaan program Prakerin yang meliputi prosedur perencanaan pelaksanaan Prakerin, kinerja siswa Prakerin, monitoring dan pembimbingan, evaluasi, pengumpulan data, faktor penghambat dan pendukung Prakerin dilakukan dengan menggunakan angket, wawancara, dan studi dokumen. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 6 Malang jalan Ki Ageng Gribig no 27 Malang. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan pelaksanaan program praktik kerja industri di SMK Negeri 6 Malang yang meliputi prosedur perencanaan pelaksanaan prakerin di SMK Negeri 6 Malang,kinerja siswa Prakerin, pembimbingan dan monitoring, evaluasi sudah berjalan cukup baik. Peneliti penyarankan kepada sekolah pada prosedur perencanaan pada bagian adsministratif siswa merasa terbebani dengan diwajibkannya melunasi spp semester 3 dan 4, peneliti menyarankan supaya memberi keringan dengan cara mengangsur selama siswa melaksanakan Prakerin. Pada pencarian tempat Prakerin, peneliti menyarankan untuk pencarian tempat Prakerin sepenuhnya pihak sekolah yang mencarikan, apabila siswa yang mencari tempat sendiri dikawatirkan kompetensi yang diharapkan tidak sesuai. Pada pencarian tempat prakerin peneliti menyarankan kepada sekolah supaya mencari tempat untuk Prakerin yang berkompeten dengan harapan kompetensi siswa meningkat setelah Prakerin. Kesulitan pada guru pembimbing dalam membagi waktu untuk memonitoring dikarenakan padatnya waktu mengajar di sekolah. Peneliti penyarankan kepada humas untuk mengatur jadwal yang seefektif dan seefisien mungkin, apabila memungkinkan untuk menambah jumlah guru pembimbing. Kepada peneliti lain, dalam penelitian karakteristik praktik kerja industri belum diketahui secara signifikan dampak sesudah prakerin bagi siswa, peneliti lain dapat menggunakan judul “Dampak pelaksanaan praktik kerja industri di SMK Negeri 6 Malang”.

Media kartu mein schonstes Deutches wort dalam pembelajaran kemampuan berbicara bahasa Jerman di SMA Negeri 8 Malang / Karlina Dian Nita P.

 

Kata Kunci: Media Pembelajaran, Kartu Mein schönstes deutsches Wort , Kemampuan berbicara Media pembelajaran berperan penting dalam mencapai tujuan pembelajaran, karena media pembelajaran berfungsi sebagai sarana atau alat bantu untuk memudahkan seseorang dalam menerima ilmu pengetahuan. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bahasa Jerman SMA Negeri 8 Malang, siswa masih mengalami kesulitan saat berbicara. Media kartu Mein schönstes deutsches Wort adalah media yang dipilih oleh peneliti untuk diterapkan pada siswa kelas XII Bahasa SMA Negeri 8 Malang guna melatih kemampuan berbicara bahasa Jerman. Selain itu, penerapan media tersebut belum pernah dilakukan di SMA Negeri 8 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan dan hasil penerapan media Mein schönstes deutsches Wort pada siswa kelas XII Bahasa di SMAN 8 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan data-data yang berasal dari data observasi, data angket, dan data hasil jawaban dan penceritaan kembali oleh siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media kartu Mein schönstes deutsches Wort membuat siswa bersemangat, sehingga siswa pun aktif dalam belajar bahasa Jerman di kelas. Akan tetapi, masih ada dua siswa yang belum lulus SKM karena kemampuannya dalam menyusun kalimat masih kurang baik. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartu Mein schönstes deutsches Wort berhasil membuat siswa bersemangat atau aktif dalam proses belajar mengajar. Sebanyak 67% siswa telah memenuhi Standar kompetensi minimal. Oleh karena itu, hendaknya guru dapat lebih memaksimalkan pemanfaatan media kartu Mein schönstes deutsches Wort dalam proses pembelajaran.

Implementasi pendidikan kecakapan hidup (life skill education) dalam pembelajaran program produktif teknik pemesinan pada SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen / Raden Sali Falianto

 

Kata kunci: implementasi, kecakapan hidup, pembelajaran produktif Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Kurikulum yang ada sekarang diharapkan dapat merefleksikan kehidupan nyata dalam pendidikan di sekolah, salah satu upayanya adalah dengan mengintegrasikan kecakapan hidup. Pengintegrasian kecakapan hidup dalam kurikulum bukan untuk merombaknya, tetapi digunakan untuk menjembatani kesenjangan antara kurikulum yang ada dengan tuntutan kehidupan nyata yang ada saat ini, sehingga lulusan yang dihasilkan dari pendidikan sekolah mampu, sanggup dan terampil terjun dalam kehidupan nyata. Fokus penelitian ini adalah (1) Mengetahui komponen pendidikan kecakapan hidup di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. (2) Mengetahui perencanaan pendidikan kecakapan hidup dalam pembelajaran program produktif teknik pemesinan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. (3) Mengetahui pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup dalam pembelajaran program produktif teknik pemesinan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. (4) Mengetahui sistem evaluasi yang digunakan guru terkait pengintegrasian dan pengembangan kecakapan hidup dalam pembelajaran program produktif teknik pemesinan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. (5) Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dalam mengintegrasikan kecakapan hidup dalam pembelajaran program produktif teknik pemesinan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, pada tanggal 25 Oktober sampai dengan 10 November 2010. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif descriptive explanative dengan jenis penelitian survey. Penelitian ini menggunakan guru-guru program produktif teknik pemesinan sebagai informan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, studi dokumen, observasi dan wawancara. Analisis terhadap hasil penelitian menggunakan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Komponen-komponen pendidikan kecakapan hidup yang telah dikembangkan oleh guru-guru Mata Diklat Produktif Teknik Pemesinan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen meliputi: personal skill, social skill, academic skill dan vocational skill. (2) Perencanaan pendidikan kecakapan hidup dalam pembelajaran program produktif di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen masih belum mencantumkan kecakapan hidup secara eksplisit ke dalam dokumen pembelajaran, tetapi secara implisit semua guru sudah menerapkannya dengan baik pada indikator pembelajaran, meskipun dalam perencanaan pada dokumen pembelajaran tersebut guru lebih menekankan pada pengembangan kecakapan vokasional sedangkan kecakapan yang lainnya kurang begitu diperhatikan. (3) Pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup pada pembelajaran produktif teknik pemesinan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen secara praktis kecakapan hidup telah dikembangkan oleh guru mata diklat program produktif melalui pengalaman belajar yang telah diberikan dan telah mengimplementasikan kecakapan hidup dengan baik meskipun tidak semua indikator kecakapan hidup tercakup di dalam pembelajaran. (4) Sistem evaluasi yang digunakan oleh guru mata diklat produktif teknik pemesinan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen telah menggunakan Penilaian Berbasis Kelas (PBK) untuk mengintegrasikan dan mengembangkan kecakapan hidup, meskipun informan masih belum mencantumkan semua penilaian dalam dokumen pembelajaran. Teknik PBK yang digunakan informan adalah berupa tes tertulis, unjuk kerja, penugasan, tes lisan dan hasil karya. (5) Kendala-kendala yang dihadapi informan dalam pengintegrasian kecakapan hidup dalam pembelajaran program produktif teknik pemesinan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen antara lain: latar belakang siswa dari berbagai macam lingkungan yang tidak sama; lingkungan keluarga dan keterbatasan sarana; kemauan belajar anak lemah dan kurang dikuasainya materi-materi adaptif; motivasi siswa mayoritas dari daerah secara umum masih lemah; dan minat baca siswa yang kurang. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti memberikan beberapa saran yang bersifat membangun, diantaranya yaitu: (1) Kepada Guru SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, diharapkan untuk merancang pembelajaran yang mampu menumbuhkan kecakapan hidup. Rancangan pembelajaran dimulai dengan mengindentifikasi kecakapan hidup yang dapat diintegrasikan pada setiap materi pelajaran produktif. Kemudian mengintegrasikannya secara eksplisit ke dalam dokumen pembelajaran. Oleh karena itu diharapkan guru mampu meningkatkan pemahaman tentang kecakapan hidup dan menggunakan model pembelajaran yang bervariasi sebagai tenaga yang profesional, sehingga mampu melaksanakan pembelajaran dengan baik untuk meningkatkan kecakapan hidup siswa. (2) Kepada SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, sebaiknya mengadakan sosialisasi yang bersifat pelatihan bagi guru-guru mata diklat produktif teknik pemesinan untuk menghadapi dinamika kurikulum yang terus berlanjut. Harapannya agar guru lebih profesional sebagai tenaga pendidik, aktif serta kreatif dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) dan juga dapat lebih memperjelas pengintegrasian dan pengembangan life skill dalam pembelajaran sebagai bekal lulusan dalam melanjutkan kehidupannya. (3) Kepada Jurusan Teknik Mesin, diharapkan dapat memberikan pengetahuan mengenai pendidikan kecakapan hidup untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan mengajar ketika terjun ke lapangan. (4) Kepada peneliti selanjutnya, diharapkan dapat lebih mengembangkan penelitian implementasi kecakapan hidup pada sarana dan prasarana serta pada manajemen sekolah, sehingga penelitian selanjutnya bisa lebih inovatif.

Manajemen ekstrakurikuler marching band dalam meningkatkan prestasi sekolah (studi kasus) di SMPN 13 Malang / Ujang Eka Rahwanto

 

Kata kunci : manajemen ekstrakurikuler, marching band, meningkatkan prestasi sekolah Pengelolaan ekstrakurikuler memerlukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengevaluasian, dan pengembangan segala upaya dalam mendayagunakan sumber daya manusia dan non manusia agar dapat tercapai tujuan ekstrakurikuler secara efektif dan efisien. Berbagai macam jenis eksrakurikuler yang dapat diikuti dan diminati oleh siswa, salah satunya ekstrakurikuler Marching Band. Ekstrakurikuler ini merupakan serangkaian kegiatan yang mengacu kepada sekelompok barisan siswa yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik secara harmonis. Dengan mengikuti kegiatan ini diharapkan siswa dapat mengembangkan kreatifitas serta meningkatkan kemampuannya dalam bermusik sehingga mampu mengangkat prestasi sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler Marching Band. Penelitian ini berperan memberikan gambaran pengetahuan kepada masyarakat tentang pengelolaan layanan khusus yang menjadi unggulan di sekolah serta berupaya dalam meningkatkan prestasi sekolah. Fokus yang dikaji dalam penelitian ini adalah : (1) perencanaan kegiatan ekstrakurikuler Marching Band yang diselenggarakan di SMPN 13 Malang, (2) pengorganisasian kegiatan ekstrakurikuler Marching Band yang diselenggarakan di SMPN 13 Malang, (3) pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Marching Band yang diselenggarakan di SMPN 13 Malang, (4) pengevaluasian kegiatan ekstrakurikuler Marching Band yang diselenggarakan di SMPN 13 Malang, (5) peran serta ekstrakurikuler Marching Band dalam upaya meningkatkan prestasi sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen dari ekstrakurikuler Marching Band yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengevaluasian kegiatan ekstrakurikuler Marching Band di SMPN 13 Malang, serta menjelaskan peran serta ekstrakurikuler Marching Band SMPN 13 Malang dalam upaya meningkatkan prestasi sekolah. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan dokumentasi. Penelitian ini pengecekan keabsahan data dilakukan dengan memperpanjang waktu penelitian, sehingga memungkinkan peningkatan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan. Dilakukan pula trianggulasi sumber dan metode, yaitu mengecek kebenaran data dengan membandingkan data dari sumber dan metode lain.Analisis data dalam penelitian ini dibedakan menjadi analisis data di lapangan selama proses pengumpulan data dan analisis data setelah selesai pengumpulan data. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa (1) perencanaan ekstrakurikuler Marching Band di SMPN 13 Malang yang di dalamnya terdapat penyusunan program kegiatan yang meliputi program-program rutin tahunan serta program rutin mingguan. Semua perencanaan kegiatan ekstrakurikuler Marching Band di SMPN 13 dirumuskan dan tercantum dalam program kerja, (2) pengorganisasian ekstrakurikuler Marching Band SMPN 13 Malang didalamnya terdapat adanya pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab. Efektifitas suatu program dihasilkan dari kombinasi rencana yang matang dan pengorganisasian pengalaman yang lalu serta kemampuan guru pembina untuk memajukan kegiatan ekstrakurikuler Marching Band, (3) pelaksanaan ekstrakurikuler Marching Band di SMPN 13 Malang merupakan realisasi dari berbagai ajang keikutsertaan dalam kejuaraan Marching Band serta pelaksanaan latihan yang telah terjadwal sebelumnya, (4) Pengevaluasian ekstrakurikuler Marching Band di SMPN 13 Malang dilaksanakan berkala oleh Wakasek Kesiswaan, Pembina dan pelatih ekstrakurikuler sehingga dapat mengetahui kinerja dan prestasi anaknya ketika mengikuti ekstrakurikuler. Sementara itu dalam pengevaluasiannya memiliki tujuan untuk: a) mengetahui keberhasilan atau target, b) memperbaiki sistem manajemen yang masih kurang, dan c) mengetahui keaktifan masing-masing siswa peserta ekstrakurikuler Marching Band, (5) dengan proses pengelolaan yang cukup baik mengenai ekstrakurikuler Marching Band di SMPN 13 Malang, hasilnya Marching Band SMPN 13 Malang telah mampu meraih berbagai penghargaan membanggakan, baik dari kejuaraan yang dilaksanakan di tingkat kota, provinsi, maupun nasional. Dari berbagai prestasi yang diraih Marching Band SMPN 13 secara langsung juga mengangkat nama SMPN 13 Malang sebagai salah satu lembaga pendidikan yang memiliki prestasi non-akademik membanggakan khususnya ekstrakurikuler Marching Band karena mendapat pengakuan dari pihak luar melalui piala, medali, maupun piagam. Saran yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah Kepala SMPN 13 Malang hendaknya lebih mengembangkan program-program yang berkaitan dengan layanan khusus yang diberikan kepada siswa. Pembina Marching Band di SMPN 13 Malang hendaknya untuk selalu meningkatkan, menjaga dan memelihara kegiatan pengelolaan ekstrakurikuler Marching Band yang sudah berjalan baik. Kepada Siswa di SMPN 13 Malang hendaknya agar dapat melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan karakterisitik kegiatan ekstrakurikuler Marching Band ini, yaitu berdasarkan pengelolaan ekstrakurikuler. Sehingga tujuan diadakannya ekstrakurikuler ini dapat meningkatkan prestasi serta mengembangkan kepribadian dan rasa tanggungjawab. Kepada Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang hendaknya hasil dari penelitian ini dapat dijadikan tambahan literatur dalam pengembangan ilmu terutama pada mata kuliah Manajemen Layanan Khusus

Studi tentang keberadaan dan pemanfaatan multimedia untuk pembelajaran program produktif Program Studi Keahlian Teknik Otomotif SMK Negeri 1 Singosari Malang / Tommy Hariadi

 

Kata Kunci: Keberadaan, Pemanfaatan, Multimedia, Program Studi Keahlian Teknik Otomotif, SMK Negeri 1 Singosari Malang. SMK Negeri 1 Singosari Malang, merupakan Sekolah Bertaraf Internasional. Dalam Permendiknas No. 78 Tahun 2009, tiap proses pembelajaran, sarana dan prasarana serta menejemen SBI berbasiskanTIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Multimedia merupakan bentuk TIK dalam proses pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan pemanfaatan multimedia pembelajaran di Program Studi Keahlian Teknik OtomotifSMK Negeri1Singosari Malang yang sudah menjadi SMK-BI.Pendekatan yang digunakandalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptifkualitatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Keberadaanmultimedia pembelajaran produktifpada Program Studi Keahlian Teknik Otomotif SMK Negeri 1 Singosari ada sejak sebelum SMK Negeri 1 Singosari menjadi SMK-BI; 2) Pemanfaatan multimedia pembelajaran produktif pada Program Studi Keahlian Teknik Otomotif SMK Negeri 1 Singosari, masih belum optimal; Pemanfaatan ruang multimedia hanya sebagai fasilitas pendukung dan ruang kelas pelajaran teori; Tujuan guru untuk meningkatkan belajar siswaaktifterhambat,karena bahan pembelajaran yang kurang dan sulit dipahami siswa; 3) Hambatan dalam pemanfaatan multimedia pembelajaran,masih ada beberapa guru yang belum bisa menggunakan secara optimal perlengkapan multimedia; Masih belum adanya jadwal dan prosedur penggunaan ruang danperalatan multimedia; Lambatnya penanganan kerusakan perlengkapan multimedia; Kecilnya akses internet ketika guru mencari bahan ajar multimedia; Terbatasnya bahan ajar multimedia sehingga dalam penggunaannya harus bergantian. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar: 1) Pembuatan tata tertib pelaksanaan pembelajaran menggunakan multimedia; 2) Pembuatan CD interaktif sendiri; 3) Bagi peneliti lain disarankan untuk meneliti kesesuaian perlengkapan praktikum dengan bahan ajar multimedia interaktif teknologi Ototronik untuk SMK.

Hubungan prestasi praktik industri dan prestasi belajar kewirausahaan dengan motivasi berwirausahaan dengan motivasi berwirausaha siswa kelas XII program keahlian otomotif SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen tahun ajaran 2010/2011 / Marestya Devi Kristanto

 

Kata kunci: Prestasi Praktik Industri, Prestasi Belajar Kewirausahaan, Motivasi Berwirausaha. Prestasi praktik industri merupakan hasil kegiatan yang dilakukan siswa dengan belajar bekerja yang sesungguhnya. Prestasi praktik industri yang tinggi akan meningkatkan motivasi berwirausaha yang tinggi pula. Prestasi belajar kewirausahaan merupakan penilaian tentang perkembangan dan kemajuan terjadinya perubahan tingkah laku dan kecakapan seseorang tentang pelajaran kewirausahaan. Siswa yang mempunyai prestasi belajar kewirausahaan yang tinggi akan meningkatkan motivasi berwirausaha yang tinggi pula. Tujuan peneliti untuk mengetahui hubungan prestasi praktik industri dan prestasi belajar kewirausahaa. Untuk mengetahui hubungan prestasi praktik industri dan prestasi belajar kewirausahaan secara parsial maupun simultan dengan motivasi berwirausaha. Penelitian ini menggunakan kuantitatif statistik Inferensial dengan pendekatan deskriptif korelasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden. Kesimpulan hasil penelitian secara parsial ada hubungan yang signifikan prestasi praktik industri dengan motivasi berwirausaha dan secara parsial yang kedua ada hubungan yang signifikan prestasi belajar kewirausahaan dengan motivasi berwirausaha Siswa Kelas XII Program Keahlian Otomotif SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Tahun Ajaran 2010/2011. . Prestasi praktik industri dan prestasi belajar kewirausahaan ada hubungan yang signifikan dengan motivasi berwirausaha dan menunjukan hubungan sebesar 39,3% dengan motivasi berwirausaha, sedangkan sisanya dijelaskan variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian. Saran dalam penelitian ini adalah guru diharapkan untuk dapat meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan berorientasi pada praktik industri dengan menumbuhkan semangat dan prestasi belajar kewirausahaan siswa sehingga dapat meningkatkan motivasi berwirausaha siswa. Pihak sekolah melakukan upaya-upaya dalam meningkatkan motivasi berwirausaha dengan mendatangkan seorang wirausahawan sukses sebagai narasumber agar siswa lebih termotivasi untuk menjadi wirausaha. Peneliti selanjutnya memperluas variabel yang akan diteliti dan melakukan penelitian populasi agar hasil yang diperoleh dapat mengukur dengan baik sesuai subjek dan objek yang diteliti.

Efektivitas penggunaan model TGT (Teams Games Tournament) untuk meningkatkan hasil belajar eknomi siswa kelasX di SMA Negeri 7 Malang / Yuliya Eka Prawisudawati

 

Kata Kunci : Teams Games Tournament (TGT), Hasil Belajar Pembelajaran kooperatif adalah salah satu alternatif strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk menstimulus siswa agar terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran kooperatif mampu menciptakan pembelajaran yang dapat mengajak siswa satu dan siswa yang lainnya saling berinteraksi serta aktif dalam bertukar pengetahuan dalam kelompok untuk meningkatkan hasil belajarnya. Salah satu pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament ). Dalam pembelajaran model ini siswa tidak hanya mendengarkan guru yang sedang mengajar yang sering kali membuat siswa bosan dan bahkan menjadi pasif, tetapi di TGT ini siswa diajarkan untuk mengeluarkan pendapat dan melatih kemampuan siswa yang nantinya dapat meningkatkan hasil belajar dalam pelajaran ekonomi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia adalah dengan cara merubah paradigma pembelajaran, dari pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered) ke arah pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasy eksperimen, dengan menggunakan desain penelitian pretest-posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 7 Malang sebanyak 2 kelas yaitu kelas X-7 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-10 sebagai kelas kontrol. Dua kelas penelitian ini mendapatkan perlakuan yang berbeda, kelas eksperimen mendapat perlakuan model TGT sedangkan kelas control mendapatkan perlakuan ceramah. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kelas eksperimen mendapatkan hasil belajar lebih baik dari kelas control. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TGT lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar. beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan, yaitu : (1) Guru mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 7 Malang, disarankan untuk mencoba menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) pada materi pelajaran yang lain dikarenakan siswa memberikan respon positif terhadap penerapan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). 2) Dalam menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT), guru perlu mengatur waktu, mempersiapkan rencana kegiatan dan media yang tepat, sehingga kegiatan pembelajaran yang dilakukan dapat berlangsung secara optimal dan efesien.

Hubungan penguasaan materi cetak saring dengan kemampuan psikomotor pada mata pelajaran sablon siswa kelas VIII SMPN 17 Malang / Dika Purna Nugraha

 

Kata kunci: Penguasaan, Psikomotor, Sablon, SMP Materi cetak saring diberikan pada siswa agar siswa dapat memahami dasar-dasar teori cetak saring dalam mata pelajaran Sablon. Adanya keterkaitan antara materi cetak saring yang menunjukkan bahwa penguasaan materi cetak saring merupakan salah satu modal untuk mempelajari mata pelajaran sablon. Oleh karena itu penguasaan materi cetak saring mempunyai peranan yang kuat sebagai awal agar dapat secara langsung meningkatkan kemampuan psikomotor siswa tidak hanya dalam berkarya namun juga mengingkatkan penggunaan indra dalam melakukan kegiatan, kesiapan mental dan emosi, serta melatih kreatifitas siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Penguasaan Materi Cetak Saring Terhadap Kemampuan Motorik Pada Mata Pelajaran Sablon Siswa Kelas VIII SMP N 17 Malang. Variabel bebas penelitian ini adalah cetak saring (X) dengan sub variabelnya berupa penguasaan materi cetak saring, dan variabel terikatnya berupa psikomotor (Y) dengan sub variabelnya berupa kemampuan psikomotor pada mata pelajaran sablon siswa kelas VIII. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif korelasional dengan pemilihan sample menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis prosentase dan korelasi product moment dari Karl Pearson. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 81 siswa yang diambil dari populasi siswa kelas VIII B, VIII C, VIII D, dan VIII E di SMP N 17 Malang. Hasil dari penelitian menunjukkan hal-hal berikut: (1) penguasaan materi cetak saring siswa termasuk pada kategori tinggi (32%), (2) kemampuan psikomotor pada mata pelajaran sablon siswa termasuk pada kategori tinggi (36%), dan (3) ada hubungan yang signifikan antara variabel cetak saring (penguasaan) terhadap kemampuan psikomotor pada mata pelajaran sablon siswa kelas VIII (r hitung = 0,705 < r tabel dengan N : 81, Sig. 5% = 0,181). Maka dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel cetak saring (penguasaan) terhadap kemampuan psikomotor pada mata pelajaran sablon siswa kelas VIII. Sehingga penulis menyarankan agar guru pendidik berinovasi lebih baik lagi guna meningkatkan kualitas pembelajaran dengan cara meningkatkan penguasaan materi dan penguasaan psikomotor kepada para siswanya dalam mengikuti mata pelajaran Sablon, caranya dengan memberikan dasar materi cetak saring yang baik sehingga ketika berkarya siswa tidak mengalami kesulitan. Selain itu guru pengajar juga hendaknya mendampingi keika siswa sedang berkarya.

Peningkatan keterampilan berbicara melalui metode wisata pada anak kelompok B di TK Al Hidayah 01 Dadaplangu Ponggok Kabupaten Blitar / Suci Kolbiyah

 

Keywords: speaking children, the method works wista This research aims to improve the speaking skills of children, including aspects of the smooth talking son, loudness speaking children, and keruntutan speaking children, and describe the implementation of work methods to improve the skills of speaking tour on language skills in the TK Al Hidayah 2001 Dadaplangu. The method used in this research is. Method of field trips. This study consisted of two cycles, each cycle carried out with the following stages: (1) planning, (2) implementation, (3) observation and (4) reflection. The research method used was descriptive qualitative research method. The results of this study indicate that the implementation of learning by using the method of study tours to enhance speaking skills of children, namely the aspects of eloquence the results obtained in the first cycle percentage of the average value and students 67% in cycle II rose to 86%. In the aspect of the results obtained loudness speak on the first cycle percentage of the average value of 69% of children and on the second cycle naii to 85%. In the aspect of the results obtained keruntutan speak on the first cycle percentage of the average value of 72% of children in cycle II and rose to 85%. From these data we can conclude that the application of learning by using the method of study tours to enhance speaking skills of children. From the results of these studies is expected that teachers try to apply the method of study tours to help children overcome difficulties in learning to speak, while other researchers are expected to complete this study by applying it to a wider scope.

Pengaruh faktor psikologis terhadap keputusan pembelian gas LPG 3 KG Pertamina (studi pada ibu-ibu PKK Kelurahan Gentong di Kota Pasuruan) / Nurul Hidayati

 

Kata kunci: faktor psikologis, keputusan pembelian. Penggunaan gas LPG 3 kg merupakan suatu hal yang baru bagi sebagian kalangan masyarakat, hal ini dikarenakan adanya perubahan kebiasaan yang sebelumnya menggunakan kompor minyak tanah dan sekarang harus menggunakan kompor gas. Perubahan kebiasaan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk menarik perhatian konsumen sehingga menimbulkan pembelian produk. Banyak faktor yang mempengaruhi konsumen terhadap pengambilan keputusannya dalam membeli suatu produk salah satunya adalah faktor psikologis, yaitu faktor yang timbul dari dalam diri konsumen yang memiliki pengaruh tinggi terhadap keputusan pembelian. Kotler (2002:196) menyebutkan faktor psikologis utama meliputi: motivasi, persepsi, pembelajaran, serta keyakinan dan sikap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel-variabel faktor psikologis yang mempengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini mempuyai dua variabel, yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas (X) terdiri dari sub-variabel, yaitu motivasi (X1), persepsi (X2), pembelajaran (X3), keyakinan dan sikap (X4) sedangkan variabel terikatnya (Y) adalah keputusan pembelian. Penelitian ini merupakan penelitian kausalitas. Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan pengaruh faktor psikologis secara parsial maupun secara simultan terhadap keputusan pembelian gas LPG 3 kg di Kelurahan Gentong Kota Pasuruan. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu PKK Kelurahan Gentong di Kota Pasuruan yang membeli dan menggunakan gas LPG 3 kg Pertamina. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 76 responden. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Random sampling. Kondisi faktor psikologis (motivasi, persepsi, pembelajaran, keyakinan dan sikap) dan keputusan pembelian gas LPG 3 kg di Kelurahan Gentong kota Pasuruan sudah baik. Hasil penelitian ini adalah: (1) tidak terdapat pengaruh motivasi secara parsial terhadap keputusan pembelian gas LPG 3 kg di Kelurahan Gentong kota Pasuruan, tidak terdapat pengaruh persepsi secara parsial terhadap keputusan pembelian gas LPG 3 kg di Kelurahan Gentong kota Pasuruan, tidak terdapat pengaruh pembelajaran secara parsial terhadap keputusan pembelian gas LPG 3 kg di Kelurahan Gentong kota Pasuruan, terdapat pengaruh keyakinan dan sikap secara parsial terhadap keputusan pembelian gas LPG 3 kg di Kelurahan Gentong kota Pasuruan; (2) variabel yang dominan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen adalah keyakinan dan sikap. Hal ini dikarenakan keyakinan dan sikap memiliki Sumbangan Efektif (SE) terbesar yaitu 48,63%. Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian yang didapatkan adalah: (1) Pihak Pemerintah maupun Pertamina sebaiknya meningkatkan intensitas sosialisasi yang tidak hanya menyampaikan program konversi minyak tanah ke LPG secara makro terkait alasan dan tujuan program, tetapi juga menyangkut hal teknis operasional penggunaan kompor, aspek keamanan, kelebihan penggunaan LPG, serta upaya meningkatkan kemampuan daya beli keluarga terkait pengelolaan atau manajemen sumber daya keuangan keluarga; (2) Mengingat banyaknya peristiwa meledaknya tabung gas LPG 3 kg yang berakibat menurunnya kepercayaan masyarakat akan produk tersebut, pihak Pemerintah maupun Pertamina seharusnya memberikan jaminan atau garansi terhadap tabung gas LPG 3 kg dan perlengkapannya; (3) Penelitian selanjutnya sebaiknya objek penelitian yang diambil lebih baik, yaitu masyarakat umum dari berbagai golongan, usia, dan tempat penelitian yang lebih luas supaya data penelitian yang diperoleh lebih valid dan ruang lingkupnya lebih luas; (4) Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah jumlah variabel penelitian yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian selain variabel yang diteliti pada penelitian ini. Selain itu menyempurnakan kekurangan-kekurangan dalam penelitian ini dan dapat dijadikan dasar pertimbangan ilmiah bagi kesempurnaan yang ada. Perlu perhatian lebih mengenai permasalahan mengapa variabel motivasi, persepsi, dan pembelajaran tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian gas LPG 3 kg dalam penelitian ini.

Pengaruh pembelajaran etika akuntansi, orientasi etika dan penilaian komitmen profesional terhadap pengambilan keputusan etis (Studi kasus pada mahasiswa akuntansi Universitas Negeri Malang) / Han Tantri Hardini

 

Tesis. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I). Dr. Sunaryanto, M.Ed, (II). Dr. Hari Wahyono, M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran Etika Akuntansi, Orientasi Etika Idealisme, Orientasi Etika Relativisme, Penilaian Komitmen Profesional, Pengambilan Keputusan Etis. Profesi akuntansi mengalami krisis kepercayaan karena banyak kegagalan etika. Karena itu ditekankan pentingnya para akuntan profesional agar meningkatkan perilaku etis dalam bentuk pengambilan keputusan etis. Hal ini dapat dimulai sejak awal memulai karir bahkan sebelum memasuki profesi tersebut yaitu pada saat menempuh pendidikan akuntansi. Pada konteks mahasiswa, pengambilan keputusan etis atas dilema etika akuntan sebatas pada persepsi dalam mengevaluasi pengambilan keputusan etis atas kasus-kasus etika yang didapatkan pada perkuliahan. Faktor intern yaitu orientasi etika idealisme, relativisme dan penilaian komitmen profesional, serta faktor ekstern yaitu pembelajaran etika akuntansi dipilih dalam penelitian ini untuk menguji keterkaitan dengan pengambilan keputusan etis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menguji:(1). Pengaruh langsung positif signifikan pembelajaran etika akuntansi terhadap pengambilan keputusan etis; (2). Pengaruh langsung positif signifikan pembelajaran etika akuntansi terhadap orientasi etika idealisme; (3). Pengaruh langsung negatif signifikan pembelajaran etika akuntansi terhadap orientasi etika relativisme; (4). Pengaruh langsung positif signifikan orientasi etika idealisme terhadap penilaian komitmen profesional; (5). Pengaruh langsung negatif signifikan orientasi etika relativisme terhadap penilaian komitmen profesional; (6). Pengaruh langsung positif signifikan orientasi etika idealisme terhadap pengambilan keputusan etis; (7). Pengaruh langsung negatif signifikan orientasi etika relativisme terhadap pengambilan keputusan etis; (8). Pengaruh langsung positif signifikan penilaian komitmen profesional terhadap pengambilan keputusan etis; (9). Pengaruh tidak langsung positif signifikan pembelajaran etika akuntansi terhadap penilaian komitmen profesional melalui orientasi etika idealisme; (10). Pengaruh tidak langsung positif signifikan pembelajaran etika akuntansi terhadap pengambilan keputusan etis melalui orientasi etika idealisme; (11). Pengaruh tidak langsung positif signifikan orientasi etika idealisme terhadap pengambilan keputusan etis melalui penilaian komitmen profesional dan (12). Pengaruh tidak langsung negatif signifikan orientasi etika relativisme terhadap pengambilan keputusan etis melalui penilaian komitmen profesional mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa akuntansi yang telah menempuh mata kuliah Auditing yaitu mahasiswa semester 6 ke atas, input, D3, dan double degree Akuntansi berjumlah 456 mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 156 mahasiswa yang menyebar dalam semua angkatan, prodi dan offering Akuntansi yang telah menempuh mata kuliah Auditing. Teknik pengambilan sampel dengan proportional random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan kuesioner/angket. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis jalur dan hubungan variabelnya distrukturalkan berdasarkan SEM (Structural Equation Modelling). Analisis dilakukan dengan menggunakan program aplikasi LISREL 8.80 for Windows NT. Temuan penelitian ini menghasilkan simpulan yaitu: (1). Pembelajaran etika akuntansi berpengaruh langsung positif signifikan terhadap pengambilan keputusan etis; (2). Pembelajaran etika akuntansi tidak berpengaruh langsung positif signifikan terhadap orientasi etika idealisme; (3). Pembelajaran etika akuntansi tidak berpengaruh langsung negatif signifikan terhadap orientasi etika relativisme; (4). Orientasi etika idealisme berpengaruh langsung positif signifikan terhadap penilaian komitmen profesional; (5). Orientasi etika relativisme berpengaruh langsung negatif signifikan terhadap penilaian komitmen profesional; (6). Orientasi etika idealisme tidak berpengaruh langsung positif signifikan terhadap pengambilan keputusan etis; (7). Orientasi etika relativisme tidak berpengaruh langsung negatif signifikan terhadap pengambilan keputusan etis; (8). Penilaian komitmen profesional berpengaruh langsung positif signifikan terhadap pengambilan keputusan etis; (9). Pembelajaran etika akuntansi tidak berpengaruh tidak langsung positif signifikan terhadap penilaian komitmen profesional melalui orientasi etika idealisme (10). Pembelajaran etika akuntansi tidak berpengaruh tidak langsung positif signifikan terhadap pengambilan keputusan etis melalui orientasi etika idealisme; (11). Orientasi etika idealisme berpengaruh tidak langsung positif signifikan terhadap pengambilan keputusan etis melalui penilaian komitmen profesional; dan (12). Orientasi etika relativisme berpengaruh tidak langsung negatif signifikan terhadap pengambilan keputusan etis melalui penilaian komitmen profesional mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Malang. Berdasarkan pada temuan penelitian diajukan saran sebagai berikut: (1). Dosen Akuntansi hendaknya membantu membentuk etika mahasiswa agar mempunyai orientasi etika, memiliki penilaian komitmen profesional yang tinggi dan dapat meningkatkan pengambilan keputusan etis dengan cara mengintegrasikan muatan etika; (2). Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Malang perlu melakukan peninjauan ulang mengenai kurikulum akuntansi berbasis etika; (3). Untuk penelitian selanjutnya disarankan menambah sampel penelitian, menambah kasus-kasus etika dan menambah faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap pengambilan keputusan etis mahasiswa akuntansi.

Pembuatan busana pesta variasi pleats dari bahan denim / Sri Indayani

 

Kata Kunci: Busana pesta, denim, variasi pleats. Busana merupakan segala sesuatu yang dipakai mulai dari kepala sampai ujung kaki yang memberi kenyamanan dan menampilkan keindahan bagi sipemakai. Perkembangan busana wanita lebih pesat dibanding busana pria, dalam pembuatan busana wanita diperlukan ketelitian dan kecermatan sesuai dengan model yang berkembang. Hal ini terjadi pula pada pembuatan busana pesta yang modenya senantiasa berubah dan berkembang. Busana pesta adalah pakaian yang melekat pada tubuh yang dipakai pada saat acara tertentu dengan tujuan memperindah penampilan seseorang. Bahan busana pesta biasanya terbuat dari bahan yang berkilau, tetapi kali ini penulis membuat busana pesta berbentuk gaun dari bahan denim. Jenis denim yang dipakai penulis adalah denim straight yaitu cotton denim yang telah ditambahkan polyester. Penulis juga menambahkan variasi ukuran pleats pada gaun, yaitu variasi sunray pleats. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menjelaskan tentang pembuatan pleats dari bahan denim dan menjelaskan pembuatan busana pesta dengan variasi sunray pleats dari bahan denim. Manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menambah pengetahuan dan inspirasi bagi pembaca untuk membuat busana pesta berbahan denim dengan variasi pleats. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp 400.750,00. Hasil yang diperoleh dari pembuatan busana pesta ini adalah berupa gaun berbahan denim dengan variasi sunray pleats. Saran yang dapat diberikan adalah saat proses pemilihan bahan utama hendaknya menggunakan denim yang tidak elastis dan kenali terlebih dahulu jenis pleats yang akan diterapkan bahan denim, sehingga mempermudah pembuatan busana pesta yang menerapkan variasi pleats.

Pengembangan media pembelajaran kimia berbasis komputer pada materi senyawa karbon untuk SMA kelas XII semester 2 / Kriesna Kharisma Purwanto

 

Kata kunci: media pembelajaran, media pembelajaran berbasis komputer, gugus fungsi senyawa karbon Dalam proses belajar mengajar tidak hanya terjadi interaksi antara guru dan murid, tetapi juga terjadi interaksi antara guru, murid, materi pelajaran, dan juga media pembelajaran. Dengan adanya media pembelajaran, tentu saja akan membantu keefektifan proses pembelajaran di sekolah sehingga siswa dapat memahami materi pelajaran dengan sangat mudah. Latar belakang dilakukannya pengembangan media pembelajaran berbasis komputer ini yaitu (1) keterbatasan guru, (2) media pembelajaran yang relatif masih mahal, (3) tidak tersedianya fasilitas untuk menunjang penggunaan media pembelajaran, (4) siswa lebih senang belajar menggunakan komputer, dan (5) dalam materi kimia khususnya gugus fungsi senyawa karbon terdapat materi yang bersifat abstrak. Dengan adanya media pembelajaran berbasis komputer ini akan dapat membantu guru dalam menjelaskan konsep-konsep kimia yang abstrak kepada siswa sehingga siswa dapat memahaminya dengan baik dan benar. Dasar rancangan pengembangan media pembelajaran ini adalah model rancangan Dick and Carey. Prosedur pengembangan yang akan dilakukan meliputi tahap-tahap (1) study literatur, (2) pembuatan media pembelajaran, (3) penelaahan dan revisi media pembelajaran, (4) validasi isi dan desain media pembelajaran, (5) memproduksi media pembelajaran. Uji coba produk yang dilakukan adalah uji perseorangan. Instrument pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner (angket) tertutup yang menggunakan skala Likert. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif untuk memperoleh presentase kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan. Validator yang dipilih terdiri dari 2 dosen kimia dan 2 orang guru kimia MA. Hasil penelitian pengembangan ini adalah media pembelajaran Senyawa Karbon yang telah dikembangkan berbentuk CD pembelajaran yang terdiri dari 5 tampilan, yaitu cover, pendahuluan, materi, permainan, dan tes. Pada tampilan pendahuluan terdapat 4 menu, yaitu menu identitas materi, menu peta konsep, menu guggus fungsi, dan menu isomer. Pada tampilan materi terdapat 7 menu, yaitu menu alkanol, alkoksialkana, alkanal, alkanon, asam alkanoat, alkil alkanoat, dan haloalkana. Pada masing-masing materi tersebut juga terdapat menu latihan soal. Pada tampilan permainan terdapat 2 menu, yaitu TTS dan puzzle. Dari hasil uji validasi/uji kelayakan oleh 2 orang dosen kimia dan 2 orang guru kimia MAN Malang 1, media ini memiliki persentase kelayakan rata-rata sebesar 84,7% dengan kriteria layak sebagai sebuah media pembelajaran. Walaupun demikian, hasil validasi tersebut perlu dilanjutkan dengan melakukan uji coba media di kelas untuk mengetahui efektivitas media dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa terhadap materi senyawa karbon.

Pengaruh penerapan metode pembelajaran kooperatif think pair share (TPS) terhadap prestasi belajar sistem pengapian siswa kelas XI Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK Negeri 19 Malang / Ahmad Fahrudin

 

Kata Kunci: Metode Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share, Prestasi belajar Siswa Salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan diperlukan adanya pembaharuan dalam bidang pendidikan, terutama dalam peningkatan kualitas pembelajaran dan efektifitas metode pembelajaran. Saat ini, pembelajaran inovatif yang mampu membawa perubahan belajar bagi siswa telah menjadi suatu hal yang wajib bagi guru. Dalam memilih metode pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas dan media yang tersedia serta kondisi guru itu sendiri. Jadi, sesuai dengan pernyataan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan penerapan metode pembelajaran kooperatif Think Pair Share terhadap prestasi belajar sistim pengapian siswa kelas XI TSM SMKN 9 Malang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu (quasy eksperiment), sebab penelitian ini menggunakan dua kelompok, satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Kelompok eksperimen dalam penelitian ini adalah kelompok yang dalam proses pembelajaran menggunakan metode Think Pair Share, sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok yang dalam proses pembelajaran menggunakan metode konvensional. Dengan satu variabel bebas yaitu metode pembelajaran dan satu variabel terikat yaitu prestasi belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TSM SMKN 9 Malang tahun ajaran 2010/2011 yang terdiri dari dua kelas, yaitu: kelas XI TSM 1 (32 siswa) dan kelas XI TSM 2 (31 siswa). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa metode pembelajaran kooperatif Think Pair Share berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini ditunjukan dengan nilai rata-rata kemampuan akhir kelompok eksperimen setelah diberi perlakuan yaitu 85, sedangkan rata-rata kemampuan akhir kelompok kontrol setelah diberi perlakuan yaitu 73,33. Dari tes kemampuan akhir tersebut dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kelompok kontrol. Jadi, dapat disimpulkan prestasi belajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode kooperatif Think pair Share lebih tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar menggunakan metode konvensional karena adanya perbedaan perlakuan pembelajaran antara siswa kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: 1) guru dapat menerapkan metode pembelajaran kooperatif Think Pair Share dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar, 2) siswa hendaknya lebih berperan aktiv dalam pembelajaran kooperatif Think Pair Share sehingga prestasi belajar dapat tercapai, 3) bagi lembaga pendidikan dan instansi yang terkait disarankan untuk mensosialisasikan pembelajaran Think Pair Share dalam pelatihan dan penataran untuk meningkatkan prestasi belajar, 4) bagi peneliti lain yang ingin mengembangkan penelitian yang berhubungan dengan metode pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share ini untuk dapat menggunakan populasi dan sampel penelitian yang lebih luas serta dengan materi yang berbeda agar mendapatkan data yang lebih baik.

Pengaruh minat belajar siswa, kinerja guru ekonomi, pemanfaatan fasilitas belajar, dan perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X di SMA Negeri 2 Blitar / Putri Frisma Dani

 

Perancangan animasi sebagai media informasi untuk mendukung implementasi program SMANTI sekolah sehat bagi siswa SMA Negeri 3 Malang / Akhmad Soleh Arifin

 

Kata Kunci: animasi, media informasi, uks, sekolah sehat Dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang memicu kesadaran baru bagi pengelola lembaga-lembaga pendidikan untuk senantiasa menyusun program-program baru baik di bidang akademis maupun non akademis dalam rangka meningkatkan mutu pendidikannya. SMA Negeri 3 Malang sebagai salah satu sekolah berstatus RSBI tak lepas dari fakta tersebut. Sekolah yang beralamat di Jl. Sultan Agung Utara No. 7 Kota Malang ini sedang menggiatkan program strategis di bidang non akademis yaitu Program SMANTI Sekolah Sehat. SMA Negeri 3 Malang sangat berkepentingan dengan keberhasilan program tersebut. Berbagai upaya pembenahan fisik dan non fisik telah dilakukan. Namun begitu, implementasi program ini di kalangan siswa masih lemah dan belum optimal. Lemahnya implementasi program tersebut salahsatunya dikarenakan minimnya dukungan media informasi yang efektif, inovatif dan sesuai perkembangan jaman. Dukungan media informasi dalam bentuk tampilan animasi dipandang lebih mudah diterima oleh siswa dan dapat berdampak krusial dalam mendorong implementasi program tersebut. Tujuan perancangan ini adalah menghasilkan suatu media informasi yang efektif dan tepat sasaran. Untuk mencapai tujuan tersebut kegiatan perancangan dilakukan dengan perencanaan yang tepat dan terukur, yakni dengan memperhatikan relevansi antara konsep rancangan, misi/goal serta karakter target audience. Dengan adanya kesesuaian aspek-aspek tersebut, diharapkan media yang dihasilkan mampu memberikan inspirasi bagi siswa sebagai target audience untuk secara mandiri menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah sebagai implementasi warga sebuah sekolah sehat. Kegiatan perancangan ini menggunakan model perancangan deskriptif diawali dari penulisan latar belakang, perumusan masalah dan pengidentifikasian tujuan, dilanjutkan dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data yang didapat kemudian di analisis untuk menghasilkan suatu konsep perancangan yang sesuai. Kegiatan perancangan ini terdiri dari media utama yaitu animasi yang dikemas dalam desain CD berlabel dengan chasing yang sesuai sebagai bentuk perwajahan luar, dan beberapa media informasi visual lainnya yang digunakan sebagai media paduan. Media-media paduan tersebut terdiri dari: poster, x-banner, mini stiker, dan desain t-shirt.

Perancangan media interaktif mata pelajaran IPA kelas IX di SMP Dharma Raya Bhakti Malang / Hari Sasmito

 

Kata Kunci: perancangan, media interaktif, ilmu pengetahuan alam Media pembelajaran yang digunakan di SMP Dharma Raya Bhakti Malang pada mata pelajaran IPA selama ini adalah buku cetak dan contoh-contoh gambar. Dan penyampaian materi masih menggunakan metode ceramah yang dirasa tidak bisa menunjukkan hasil yang maksimal karena siswa kurang termotivasi. Hal inilah yang melatarbelakangi perancang untuk merancang media pembelajaran interaktif berbasis komputer untuk mata pelajaran IPA. Dari perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar, daya tarik, dan prestasi belajar siswa. Materi yang dimuat dalam media pembelajaran interaktif berbasis komputer ini adalah materi pada mata pelajaran IPA materi Sistem Reproduksi pada Manusia kelas IX SMP. Model perancangan yang digunakan adalah modifikasi dari struktur model pengembangan media instruksional milik Sadiman, yaitu analisis kebutuhan (masalah); tujuan; identifikasi materi; konsep perancangan produk ; proses perancangan produk; evaluasi hasil perancangan; dan revisi hasil perancangan. Dari hasil pemanfaatan media interaktif berbasis komputer pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas IX bahasan materi Sistim reproduksi Pada Manusia yang dilakukan oleh perancang terhadap aspek minat dan motivasi pada guru serta sekelompok kecil siswa, media pembelajaran interaktif Iilmu Pengetahuan Alam berbasis komputer ini dapat lebih mendorong semangat dan motivasi siswa dalam belajar jika dibandingkan dengan menggunakan media pembelajaran yang berupa ceramah, buku dan gambar. Berdasarkan dari hasil perancangan media pembelajaran interaktif berbasis komputer untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tersebut, dapat disarankan agar dilakukan perancangan media pembelajaran berbasis komputer lebih lanjut yang dapat mendorong semangat belajar siswa di sekolah, sehingga dapat tercapai maksud serta tujuan dari proses pembelajaran itu sendiri.

Manajemen persediaan pada perusahaan keramik Soekardie Malang / oleh Pujiati

 

Pengaruh pemanfaatan laboratorium bahasa terhadap prestasi kemahiran menyimak nahasa arab siswa kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Negeri Mojosari Mojokerto / Ihda Kurnia Maulidin

 

Dalam pembelajaran kemahiran menyimak bahasa arab, laboratorium bahasa merupakan sarana utama sekaligus penunjang untuk memaksimalkan hasil belajar bahasa arab, seperti yang selama ini di lakukan siswa kelas VIII MTsN Mojosari Mojokerto. Penelitian kuantitatif deskriptif korelatif ini populasinya siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri Mojosari Mojokerto berjumlah 271 siswa dan sampel diambil 39 siswa. Pengumpulan data dengan angket dan teknik analisis data uji-t. Penelitian menemukan: (1) pemanfaatan laboratorium bahasa dalam pembelajaran kemahiran menyimak bahasa arab siswa sudah sangat baik (100%); (2) prestasi kemahiran menyimak bahasa Arab siswa kategori sedang sebanyak 28 (72%) dengan nilai rata-rata 80 dan 7 (18%) dengan kategori tinggi nilai rata-rata; (3) pemanfaatan laboratorium bahasa berpengaruh terhadap prestasi kemahiran menyimak bahasa arab siswa kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Negeri Mojosari Mojokerto pada tingkat signifikansi 0.05.

Pengaruh pemanfaatan perpustakaan (Fakultas Ekonomi), kebiasaan belajar dan emotional quotient (EQ) mahasiswa terhadap prestasi belajar mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Tedi Dwi Nurwiyana

 

Kata Kunci: Pemanfaatan Perpustakaan, Kebiasaan Belajar, Emotional Quotient, dan Prestasi Belajar. Produktivitas tingkat kelulusan mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Malang pada tahun akademik 2006-2007 mengalami penurunan sebesar 1.07% dibandingkan tahun akademik sebelumnya. Pada tahun akademik 2007-2008 terjadi kenaikan sebesar 5,22% sebesar 29,53 dan pada tahun akademik 2008-2009 produktivitas tingkat kelulusan turun menjadi 23,28%. Naik turunnya nilai produktivitas tingkat kelulusan mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang perlu menjadi perhatian, terutama pada komponen-komponen pembelajaran yang ada di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa yang dikhususkan pada pengaruh pemanfaatan perpustakaan fakultas ekonomi, kebiasaan belajar, dan Emotional Quotient (EQ) terhadap prestasi belajar mahasiswa akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan populasi seluruh Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang tahun Angkatan 2007/2008 dengan diperoleh sampel sebanyak 92 responden yang dipilih berdasarkan Stratified Random Sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket tertutup yang diberikan langsung kepada responden, sedangkan untuk skala pengukurannya dengan menggunakan skala likert. Teknik analisis menggunakan analisis regresi berganda uji t dan uji F Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pemanfaatan perpustakaan fakultas ekonomi, kebiasaan belajar, Emotional Quotient (EQ) secara parsial berpengaruh terhadap prestasi belajar, (2) pemanfaatan perpustakaan fakultas ekonomi, kebiasaan belajar, Emotional Quotient (EQ) secara simultan berpengaruh terhadap prestasi belajar. Saran dalam penelitian ini untuk peneliti selanjutnya diharapkan peneliti selanjutnya menambah variabel – variabel bebas selain yang terdapat dalam penelitian ini dikarenakan masih terdapat prestasi belajar mahasiswa dipengaruhi oleh variabel diluar penelitian ini. Variabel lain misalnya faktor jasmaniah, spiritual, konsentrasi, motivasi, dan Intelligence.

Hubungan prestasi praktik industri dan prestasi uji kompetensi produktif dengan kesiapan memasuki dunia kerja siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Mesin SMKN 1 Singosari tahun ajaran 2009-2010 / Arif Jatmiko

 

Kata kunci: prestasi, praktik industri, uji kompetensi produktif, kesiapan memasuki dunia kerja. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai salah satu lembaga pendidikan berperan utama dalam peningkatan sumber daya manusia yang cerdas, berpengetahuan, berkepribadian, berakhlak mulia, memiliki keterampilan untuk mandiri dan dapat mengikuti pendidikan ke jenjang lebih tinggi sesuai dengan kompetensinya. Agar tujuan tersebut bisa tercapai maka SMK diharapkan dapat menghasilkan produk atau lulusan yang memiliki kemampuan dan daya saing dalam berkompetisi dalam memasuki dunia kerja. Salah satu program SMK adalah praktik industri dan uji kompetensi produktif yang diharapkan dapat mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara prestasi praktik industri dan prestasi uji kompetensi produktif dengan kesiapan memasuki dunia kerja baik secara parsial maupun secara simultan. Prestasi praktik industri dan prestasi uji kompetensi didapatkan dari dokumentasi dari sekolah. sedangkan Kesiapan memasuki dunia kerja diukur dengan penyebaran angket. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif korelasional, dengan populasi semua siswa kelas XII Program keahlian teknik mesin tahun ajaran 2009/2010 SMK Negeri 1 Singosari sejumlah 123 siswa. Dari populasi tersebut kemudian diambil 31 siswa yang dijadikan sampel penelitian. Kesimpulan penelitian ini diperoleh: (1) ada hubungan yang signifikan dengan arah positif antara prestasi praktik industri terhadap kesiapan memasuki dunia kerja siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Mesin SMK Negeri 1 Singosari. (2) ada hubungan yang signifikan dengan arah positif antara prestasi uji kompetensi terhadap kesiapan memasuki dunia kerja siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Mesin SMK Negeri 1 Singosari. (3) ada ada hubungan yang signifikan dengan arah positif antara prestasi praktik industri dan prestasi uji kompetensi terhadap kesiapan memasuki dunia kerja siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Mesin SMK Negeri 1 Singosari.

Model pemilihan moda angkutan pribadi dan umum di kota Malang (Studi kasus siswa SMA di Malang) / Donny Prasetyo Wahyudi

 

Kata kunci: pemilihan moda, angkutan, siswa SMA. Pemilihan moda sangat penting dalam kehidupan kita. Moda transportasi yang digunakan bermacam-macam seperti kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Pelajar memiliki peranan terhadap kapasitas jalan yang digunakan, khususnya di Kota Malang. Pemilihan kendaraan yang digunakan tergantung dari pergerakan yang dilakukan oleh siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasikan karakteristik pemilihan moda siswa SMA di kota Malang, (2) Mendapatkan model pemilihan moda angkutan umum dan pribadi siswa SMA di kota Malang. Pengumpulan data menggunakan angket dengan metode sampling yaitu dengan membagikan angket kesiswa dengan pengambilan per sekolah sejumlah 50 siswa sebanyak 10 sekolah. Sehingga jumlah sampel keseluruhan berjumlah 500 responden. Sedangkan analisisnya menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat siswa yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 54,2% dengan umur 17 tahun sebanyak 33,4%. Berdasarkan pekerjaan orang tua siswa, terdapat 31% bekerja sebagai pegawai swasta untuk pekerjaan ayah dan 44,8% pekerjaan ibu sebagai ibu rumah tangga dengan penghasilan orang tua sebesar Rp 1.000.000 sampai dengan Rp 2.500.000 sebanyak 37,2%. Siswa yang memiliki saudara 2 atau 3 bersaudara sebanyak 27,4% dengan kepemilikan kendaraan roda 2 milik pribadi sebanyak 36,8% dan tidak memiliki kendaraan lain sebanyak 70,8%. Berdasarkan data perjalanan, siswa yang berangkat dari rumah sebanyak 92,6%. Siswa melakukan perjalanan bertujuan ke sekolah sebanyak 99,8% dengan maksud untuk belajar sebanyak 89,8%. Dalam sehari siswa melakukan perjalanan sebanyak 2 kali 51,2% dengan lama perjalanan 15 sampai 30 menit sebanyak 48,6%. Jarak rumah ke sekolah sejauh lebih dari 5 km sebanyak 31,8 % dan 81,8% siswa belum memiliki SIM serta biaya perjalanan dalam satu hari kurang dari Rp. 15.000 sebanyak 88,2%. Berdasarkan penggunaan moda sebanyak 47,8% siswa memilih menggunakan angkutan pribadi sedangkan sisanya sebesar 52,2% memilih menggunakan angkutan umum. Penggunaan angkutan pribadi berupa kendaraan roda 2 sebanyak 44,6% dan penggunaan angkutan umum berupa angkot atau mikrolet sebanyak 48,2%. Alasan pemilihan moda yang dipilih oleh siswa adalah waktu perjalanan singkat untuk penggunaan kendaraan pribadi sebanyak 38,4%. Serta alasan ongkos biaya lebih murah untuk pengguna kendaraan umum sebanyak 33,4% Didapat dua model persamaan yaitu: (1) Upr = 0,092 + 0,054x1 + 0,047x2 + 0,054x3 + 0,028x4 – 0.083x5 – 0,004x6 + 0,043x7 + 0,301x8 + 0,054x9. (2) Uum = 0,908 - 0,054x1 - 0,047x2 - 0,054x3 - 0,028x4 + 0.083x5 + 0,004x6 - 0,043x7 - 0,301x8– 0,054x9, dengan nilai adj R Square sebesar 83,3%

Perancangan buku dongeng pop up "Ken Arok dan kutukan keris MPU Gandring" untuk anak usia 4-6 tahun / Triyas Wijayanti

 

Kata Kunci: Perancangan, Buku Dongeng Pop Up, Ken Arok dan Kutukan Keris Mpu Gandring Beberapa tahun ini perkembangan buku cerita bergambar untuk anak sangat pesat dengan berbagai jenis dan bentuknya. Buku cerita bergambar dengan model pop up menjadi bagian yang tak terpisahkan bagi anak-anak. Namun tidak banyak buku cerita pop up yang mengangkat tema mengenai sejarah dan kebudayaan Indonesia, padahal hal ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran terhadap kelestarian sejarah dan budaya kita serta meningkatkan minat baca anak. Ken Arok adalah seorang tokoh pendiri Kerajaan Singasari yang ada di kota Malang. Dia merupakan raja pertama yang berasal dari golongan rakyat jelata yang dapat membuktikan bahwa dirinya dapat menjadi seorang yang besar. Ken Arok lahir dari seorang wanita bernama Ken Endhog yang kemudian dibuang didalam kuburan. Dia ditemukan oleh seorang pencuri yang bernama Lembong dan diangkat menjadi anaknya. Dengan latar belakang masa kecil yang kurang baik Ken Arok tumbuh menjadi anak yang cerdas, nakal dan suka berjudi. Dia sering menghalalkan segala cara untuk mewujudkan segala impiannya, namun diakhir cerita dia juga harus menanggung atas semua perbuatan jahatnya. Dilatarbelakangi oleh hal tersebut di atas, maka penulis ingin mengangakat tema Ken Arok dalam bentuk buku cerita berseri dalam bentuk pop up untuk anak-anak usia empat sampai enam tahun sebagai media hiburan dan pengetahuan serta untuk menumbuhkan minat baca dan kepedulian terhadap sejarah dan kebudayaan Indonesia. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk menghasilkan media buku cerita berbentuk pop up yang menceritakan mengenai Ken Arok yang mendapatkan kutukan dari Mpu Gandring karena kejahatannya. Perancangan ini menggunakan model perancangan prosedural yang menggariskan langkah-langkah untuk menghasilkan produk, diawali dengan latar belakang, pengidentifikasian tujuan, dilanjutkan dengan pengumpulan data, perancangan konsep hingga pembuatan karya final. Data-data yang menjadi acuan adalah data yang bersumber dari hasil survey dan berbagai macam buku literatur. Perancangan ini memiliki keterbatasan sehingga saran penulis adalah dalam perancangan buku cerita bergambar untuk anak perlu memperhatikan bahasa visual dan tekstual yang menarik agar mampu mempengaruhi anak terhadap perubahan perilaku.

Pengaruh gaya belajar (Learning Style) dan fasilitas belajar di sekolah terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Lawang / Laily Fitria Wati

 

Kata Kunci: gaya belajar (learning style), fasilitas belajar di sekolah, dan prestasi belajar. Gaya belajar (learning style) merupakan kombinasi bagaimana seorang siswa menyerap, menerima, mengatur, dan mengolah informasi (pesan pembelajaran) yang diterimanya.Gaya belajar menurut modalitasnya terdiri dari gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik, setiap siswa mampu belajar secara cukup efektif dengan cara visual, auditorial dan kinestetik sehingga tidak membutuhkan perhatian khusus dalam belajar, dan ada pula beberapa siswa lebih menonjol menggunakan salah satu gaya belajar dari tiga tipe gaya belajar, sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam belajar. Siswa yang mengetahui gaya belajarnya, maka akan mempermudah siswa tersebut dalam menyerap, menerima, mengatur, dan mengolah informasi (pesan pembelajaran), sehingga akan meningkatkan prestasi belajar siswa. Fasilitas belajar di sekolah merupakan sarana dan prasarana yang ada di sekolah yang dapat digunakan untuk memudahkan dan memperlancar pelaksanaan suatu usaha. Keberadaan fasilitas sebagai salah satu sumber belajar fungsinya tidak lagi terpisah dari proses pendidikan itu sendiri, melainkan terlibat secara langsung dalam kegiatan belajar-mengajar. Namun fasilitas belajar tidak akan berarti apabila tidak dimanfaatkan secara efektif. Efektivitas dari pemanfaatan fasilitas belajar, yaitu dengan memfungsikan fasilitas belajar yang ada dengan sebaik-baiknya untuk mewujudkan keberhasilan proses belajar mengajar (PBM). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Populasinya adalah siswa kelas XI IS SMAN 1 Lawang yang berjumlah 182, dalam penelitian ini diambil sampel sebanyak 65 siswa, tehnik pengambilan sampel adalah proportional random sampling. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah angket/kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa gaya belajar mempunyai pengaruh yang positif signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Lawang sebesar 23,7%. Hal ini dapat dilihat dari thitung 3,231 lebih besar dari ttable 1, 671. Fasilitas belajar di sekolah mempunyai pengaruh yang positif signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Lawang sebesar 35,5%. Hal ini dapat dilihat dari thitung 4,535 lebih besar dari ttabel 1,671. Secara simultan gaya belajar (learning style) dan fasilitas belajar di sekolah berpengaruh terhadap prestasi belajar sebesar 59,2% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hal ini juga dapat dilihat dari nilai Fhitung 45.010 lebih besar dari Ftabel 1,53. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara parsial dan simultan gaya belajar (learning style) dan fasilitas belajar di sekolah berpengaruh secara positif signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Lawang. Saran yang dapat diajukan dari penelitian ini adalah (1) dalam pengadaan fasilitas belajar, sekolah hendaknya lebih memperhatikan kebutuhan belajar siswa (2) melihat pentingnya media pembelajaran dalam penyampaian materi maka guru hendaknya lebih memanfaatkan fasilitas belajar seperti media pembelajaran dan menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar siswa. (3) bagi peneliti selanjutnya diharapkan apabila akan melakukan penelitian yang serupa perlu memperhatikan masalah populasi dan banyaknya variabel bebas yang akan diteliti, yaitu pengembangan variabel bebas yang akan diteliti, variabel bebas lebih dari dua dan mengenai teori tentang pengambilan populasi tak terhingga, sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal.

Uji organoleptik nugget udang dengan bahan perekat pati umbi ganyong dalam jumlah yang berbeda / Reny Puspitasari

 

Keywords: Nugget, Shrimp, canna tuber starch The study is an experimental research, which is making shrimp nugget by using canna tuber starch on different amount. The use of canna tuber starch is aimed to learn the organoleptic nature and level of preference involving texture, flavor and color of the shrimp nugget. The data analysis used in the study is analysis of variance, and if there is a real difference, it will proceed with Duncan’s Multiple Range Test. The findings of the study show that there is no significant difference on the degree of 1% in the nugget flavor, bet there is significant difference on the of 1 % in the texture and color with treatment of canna tuber starch as the agglutinant in the amount of 5%, 10%, and 15%. The hedonic quality test of shrimp nugget by using canna tuber starch as agglutinant in amount of 15% produce clastic shrimp nugget, whereas test of shrimp nugget by using canna tuber starch as agglutinant in amount of 5% produce nugget bright in color. The hedonic quality test of shrimp nugget by using canna tuber starch as agglutinant shows that the more canna tuber starch used as agglutinant, the more the panelists like the shrimp nugget texture, on the other hand the less the canna tuber starch used as agglutinant, the more the panelists like the shrimp nugget color. The conclusion drawn from the study is that the use of canna tuber starch as agglutinant in nugget will produce organoleptic nature which is significantly different. The suggestion for further study is that it is expected to study more about the food shelf period of shrimp nugget on every innovation product of canna tuber starch.

Pengaruh ekstrak daun sirsak Annona muricata L. terhadap morfologi dan proliferasi sel Pig Kidney (PK) / Wahida Rahmadani Fitrianingrum

 

Fitrianingrum, Wahida Rahmadani. 2013. Pengaruh Ekstrak Daun Sirsak Annona muricata L. Terhadap Morfologi dan Proliferasi Sel Pig Kidney (PK). Skripsi. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dra. Dwi Listyorini M. Si, D. Sc, (2) Dr. H. Abdul Gofur M. Si Kata Kunci: ekstrak daun sirsak, morfologi sel PK, proliferasi sel PK Kanker merupakan penyakit akibat terjadinya gangguan pada sel dalam perkembangannya. Penyembuhan terhadap kanker umumnya dilakukan dengan 3 tindakan yaitu operasi, terapi penyinaran (radiasi), dan kemoterapi. Penggunaan terapi alami non-toxic telah mengalami keberhasilan selama lebih dari 20 tahun terakhir. Salah satu bahan herbal yang dimanfaatkan sebagai obat kanker adalah Annona muricata atau sirsak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirsak terhadap pengendalian sel normal. Penggunaan sel normal dalam penelitian ini untuk mengetahui apakah reaksi ekstrak daun sirsak pada sel kanker juga akan terjadi pada sel normal. Sel Pig Kidney (PK) diberi ekstrak daun sirsak sebanyak 5 µg/ml, 10 µg/ml, 20 µg/ml, 40 µg/ml, atau 80 µg/ml dan diinkubasi selama 24 jam atau 48 jam. Hasil MTT Proliferation Assay menunjukkan bahwa pada masa inkubasi 24 jam ekstrak daun sirsak memperbesar morfologi sel dan meningkatkan proliferasi sel PK sedangkan pada masa inkubasi 48 jam ekstrak daun sirsak menurunkan proliferasi sel PK.

Peningkatan pembelajaran menulis naskah drama melalui media film drama remaja siswa kelas IX SMP Negeri 1 Sampit Kabupaten Malang tahun ajaran 2010/2011 / Kholifah

 

Kata Kunci: pembelajaran menulis naskah drama, media film drama remaja Keterampilan menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa. Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 disebutkan bahwa menulis naskah drama merupakan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa kelas IX SMP. Kompetensi ini bertujuan agar siswa dapat mengenal, memahami, dan dapat menulis naskah drama. Kenyataan di lapangan siswa mengalami hambatan dalam menulis naskah drama. Dalam pembelajaran menulis naskah drama hambatan tersebut dapat dikategorikan menjadi hambatan internal dan eksternal. Hambatan internal berupa hambatan psikologis, yakni rendahnya minat dan sikap siswa yang berpengaruh terhadap pengetahuan awal siswa yang relevan dengan menulis naskah drama, sedangkan hambatan eksternal berupa kurangnya mendayagunakan sarana-sarana yang sudah ada dalam pembelajaran menulis naskah drama. Untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut, dibutuhkan media pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran didasari oleh kebutuhan siswa dan tuntutan guru agar memberikan materi yang berkualitas. Melalui media film drama remaja diharapkan dapat mendorong guru untuk melaksanakan pembelajaran yang menarik dan dekat dengan siswa. Peristiwa nyata atau pengalaman hidup dari seorang tokoh dalam media film drama remaja, dapat membantu siswa dalam memperoleh inspirasi, membantu kemampuan berpikir kritis siswa, membantu kepekaan emosi siswa, dan menumbuhkan imajinasi siswa dalam pembelajaran menulis naskah drama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan pembelajaran menulis naskah drama melalui media film drama remaja siswa kelas IX SMP Negeri 1 Dampit Kabupaten Malang, yang meliputi (1) mendeskripsikan peningkatan pembelajaran menulis naskah drama melalui media film drama remaja pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Dampit kabupaten Malang pada tahap pemunculan ide, (2) mendeskripsikan peningkatan pembelajaran menulis naskah drama melalui media film drama remaja pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Dampit kabupaten Malang pada tahap pengembangan ide, (3) mendeskripsikan peningkatan pembelajaran menulis naskah drama melalui media film drama remaja pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Dampit kabupaten Malang pada tahap penulisan naskah, dan (4) mendeskripsikan peningkatan pembelajaran menulis naskah drama melalui media film drama remaja pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Dampit kabupaten Malang pada tahap penyempurnaan naskah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian disusun dalam siklus meliputi perencanaan (penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek umum yang diberi tindakan adalah 32 siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Dampit Kabupaten Malang, sedangkan subjek khususnya adalah 22 siswa yang memperoleh skor penilaian proses dan hasil di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah, yakni 75. Data penelitian berupa data proses dan data hasil pembelajaran menulis naskah drama pada tahap pemunculan ide, pengembangan ide, penulisan naskah, dan penyempurnaan naskah. Pada siklus I dan siklus II, data proses berupa kerangka naskah drama, sedangkan data hasil berupa karya siswa menulis naskah drama. Pada siklus I, menggunakan media video rekaman peristiwa kebakaran. Nilai rata-rata siswa menyusun kerangka naskah drama, yaitu 71,5 dan mencapai skor di atas KKM sebesar 53,1%, sedangkan peningkatan hasil belajar siswa menulis naskah drama 74,5 dan mencapai 68,7%. Pada siklus II, melalui media film drama remaja hasil belajar siswa menyusun kerangka naskah drama meningkat mencapai rata-rata 81,8 dan hasil menulis naskah drama mencapai rata-rata 80,4 serta mencapai skor di atas KKM sebesar 90,6%. Disimpulkan bahwa melalui media film drama remaja pembelajaran menulis naskah drama siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Dampit Kabupaten Malang meningkat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan pada guru Bahasa Indonesia agar menggunakan media film drama remaja dalam pembelajaran menulis naska drama, dengan berbagai macam topik dan tema dengan lebih kreatif dan bervariasi sebagai upaya untuk meningkatkan pembelajaran menulis naskah drama. Bagi kepala SMP Negeri 1 Dampit Kabupaten Malang, disarankan agar memberikan dukungan kepada guru untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif serta mengembangkan media pembelajaran yang lebih menarik minat siswa dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Dampit Kabupaten Malang. Selain itu, pada peneliti berikutnya yang melakukan penelitian sejenis, diharapkan dapat menggunakan dan mengembangkan media film drama remaja sebagai dasar untuk melakukan penelitian lain dengan cara yang lebih kreatif dan bervariasi.

Pembelajaran IPS melalui metode role playing untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas IV MI Sirojul Huda Rejoso pasuruan / Siti Farihah

 

Kata Kunci : Role Playing, Prestasi belajar, IPS, MI. IPS adalah suatu mata pelajaran yang mengkaji peristiwa, fakta dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan terhadap proses pelaksanaan pembelajaran di MI Sirojul Huda Rejoso Pasuruan didapat data bahwa nilai rata-rata pratindakan 50 kurang dari kriteria ketuntasan minimal yang telah ditentukan sekolah yaitu 65, sedangkan ketuntasan belajar klasikal yang diperoleh adalah 18,75% kurang dari kriteria ketuntasan klasikal yang ditentukan sekolah 80%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pelaksanaan pembelajaran IPS, memaparkan aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS serta upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Perlu adanya suatu metode pembelajaran sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut. Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Role Playing. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan mengikuti model siklus dari Hopkins yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas IV MI Sirojul Huda Rejoso Pasuruan yang berjumlah 16 siswa. Tehnik pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi, wawancara dan test. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi berstruktur, format panduan wawancara dan soal test. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: rata-rata belajar siswa dalam pembalajaran IPS secara klasikal mengalami peningkatan dari 50 pada pratindakan menjadi 70,63 pada siklus I kemudian menjadi 77,5 pada siklus II. Aktivitas belajar siswa juga mengalami peningkatan hal ini dilihat dari perolehan skor keaktifan siswa pada siklus I dan pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Role Playing dapat meningkatkan aktivitas siswa, prestasi belajar IPS bagi siswa MI Sirojul Huda Rejoso Pasuruan. Berdasarkan penelitian ini hendaklah guru memperhatikan karakteristik siswanya dalam pembelajaran IPS sehingga prestasi siswa meningkat dan pembelajaran yang dilakukan menyenangkan dan bermakna.

Implementasi penjaminan mutu dalam mengefektifan proses pembelajaran (Studi kasus di Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UM) / Fatriya Sari

 

Kata kunci : implementasi, penjaminan mutu, mengefektifkan proses pembelajaran Penjaminan mutu adalah proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan perguruan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga stakeholder memperoleh kepuasan.Di Universitas Negeri Malang melaksanakan penjaminan mutu sebagai bentuk penilaian terhadap komitmen pimpinan, dosen, tenaga administrasi, mahassiswa. Sebagai wujud komitmen terhadap penjaminan mutu akademik dan non akademik di UM dibentuk 3 (tiga) penjaminan mutu yaitu: (1) Badan Penjaminan Mutu (BPM), untuk tingkat universitas, (2) Unit Penjaminan Mutu (UPM), untuk tingkat Fakultas, dan (3) Gugus Penjaminan Mutu (GPM) untuk tingkat Jurusan/program studi. Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) merupakan salah satu jurusan yang melaksanakan penjaminan mutu, hal itu dibuktikan dengan nilai akreditasi A dari Badan Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Berdasarkan informasi tersebut, maka dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui implementasi penjaminan mutu dalam mengefektifkan proses pembelajaran di Jurusan AP FIP UM, dengan fokus dan tujuan penelitian memaparkan tentang, (1) peran dan fungsi penjaminan mutu dalam proses manajerial perguruan tinggi, (2) dasar hukum dan perangkat manual (standar operasional prosedur), (3) prosedur pelaksanaan penjaminan mutu dari tingkat universitas sampai dengan jurusan, (4) siapa saja pihak-pihak yang terkait, (5)prosedur pelaksanaan penjaminan mutu di Jurusan AP, (6) masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan penjaminan mutu di Jurusan AP, (7) alternatif pemecahan masalah dalam penjaminan mutu di Jurusan AP, (8) hasil pelaksanaan penjaminan mutu di Jurusan AP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian adalah studi kasus karena kegiatan penelitian adalah mendeskripsikan dan menganalisis secara intensif dan terperinci. Dalam penelitian ini, peneliti sendiri lah yang berperan sebagai instrumen kunci, dengan subjek penelitian adalah Ketua BPM, GPM, Ketua Jurusan AP, Sekretaris Jurusan AP, anggota GPM, dan dosen AP. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah informasi yang disampaikan oleh subjek penelitian pada saat wawancara, tindakan yang dilakukan oleh subjek penelitian, dan dokumen yang berkaitan dengan penjaminan mutu. Data yang diperoleh dianalisis selama pengumpulan data dan setelah pengumpulan data. Data yang telah dianalisis kemudian dicek keabsahannya dengan menggunakan dua kriteria, yaitu (1) triangulasi, (2) pengecekan anggota. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa implementasi penjaminan mutu dalam mengefektifkan proses pembelajaran di Jurusan AP FIP UM meliputi, (1) peran dan fungsi penjaminan mutu dalam proses manajerial perguruan tinggi, yaitu membangun suatu mutu di universitas, (2) Dasar Hukum dan Perangkat Manual (Standar Operasional Prosedur) yang digunakan dalam Penjaminan Mutu UM. Dasar dan perangkat manual dalam penjaminan mutu, yaitu Kebijakan Nasional Dikti tentang SPMPT UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Renstra Diknas ( tiga pilar utama), Higher Education Long Term Strategy (HELTS) 2003-2010, Pokja Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Ditjen Dikti 2003, SK Rektor UM Nomor 0033a/KEP/J36/HK/2006, (3) prosedur Pelaksanaan Penjaminan Mutu mulai dari tingkat universitas sampai dengan jurusan/program studi, dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan, (4) pihak-Pihak yang terkait dalam penjaminan mutu di UM, yaitu semua orang yang berada di dalam lingkungan Universitas Negeri Malang. Seperti, rektor, pembantu rektor I, dekan, pembantu dekan, dosen, tenaga karyawan UM, dan mahasiswa, (5) prosedur pelaksanaan penjaminan mutu di Jurusan AP, yaitu memantau perkuliahan di awal, tengah, dan akhir, (6) masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan penjaminan Mutu di Jurusan AP seperti, (a) perbedaan data, (b)hilangnya daftar hadir, (c) respon lambat dari dosen, (d) kesulitan pembagian waktu, (7) alternatif pemecahan masalah yang dihadapi dalam penjaminan mutu di Jurusan AP seperti, (a) konfirmasi, (b) membuat laporan, (c) pembagian waktu, (d) komunikasi dan mengingatkan terus-menerus, (8) hasil pelaksanaan penjaminan mutu di Jurusan AP seperti, (a) sikap dan dukungan dari dosen maupun jurusan, (b) dosen merasa terbantu, (c) perubahan kedisiplinan dalam hal kehadiran dan pada proses pembelajaran. Berdasarkan kesimpulan penelitian, dapat disarankan bagi: (1) BPM untuk konsisten dalam menjalankan peran dan fungsinya untuk membangun mutu sehingga visi dan misi tercapai, (2) Tim GPM AP untuk meningkatkan kualitas peran dan fungsi sebagai bagian dari jurusan, (3) dosen AP untuk memberikan respons positif terhadap pelaksanaan penjaminan mutu, (4) mahasiswa untuk selalu berperan aktif dalam memberikan umpan balik terhadap apa yang dilakukan oleh dosen sehubungan dengan proses pembelajaran yang terjadi di kelas, (5) peneliti lain untuk mengembangkan peneliti ini dengan metode yang lain.

The teaching of reading comprehension for grade XI students of international class program at SMA Negeri 1 Bangil / Mariana Anggraeni

 

Keywords: reading, international class program, teaching techniques. This study was aimed to describe the teaching of reading at international class program at SMA Negeri 1 Bangil. The research design of this study was descriptive qualitative since it was designed to describe the techniques applied, the material selection, the media used, the assessment administered by the English teacher in teaching reading comprehension, and the students’ perception toward the teaching techniques, the material, the teaching media, and the assessment. The subjects were the students of XI-IA-3 of SMA Negeri 1 Bangil since it was suggessted by the headmaster and the English teacher. The data were collected by using observations, interview, documentation, and questionaires. Then, the data were analyzed. The findings of this study were as follows. First, the teacher applied three-phase techniques in teaching reading: pre-reading, whilst-reading, and post-reading techniques. Second, in terms of material selection, the teacher took the materials from various sources: textbooks, magazines, newspaper, internet, and posters. She taught five kinds of texts: descriptive, report, narrative, expository which are defined into analytical exposition and hortatory exposition, and spoof. Third, the teacher used both traditional and modern media. The traditional media used were: pictures, whiteboard, photograph, and real objects. While the modern one were: computer, movies, internet, email, blog and DVDs. Fourth, the assessment the teacher administered were both forma and informal assessments. The formal assessment was in the form of essay tests, multiple-choice tests, and E-learning tests. Then, the informal assessment were giving feedback, reading aloud, grouping, and giving assignment. Based on the results of this study, some suggestions were given to the English teacher of the international class program at SMA Negeri 1 Bangil, the headmaster, the coordinator of international class program, and future researchers. The English teacher of international class program should apply more various techniques in teaching English; let the students have more extensive reading activites outside the class; pay more attention to new vocabulary, the grammar items, and also the topic of the reading texts; and improve the way she administers the assessment. Moreover, for the headmaster and the coordinator of the international class program, they may observe the class occasionally to make sure that the teacher and the students really use English in class and also provide authentic sources of learning English such as English videos. Finally, for the future researchers who may do research at the same topic, they may conduct research in the international class program in terms of the use of media in teaching reading.

Redesain livery merpati nusantara airlines untuk meningkatkan citra / Rony Karta Wijaya

 

Kata Kunci : Livery, Merpati Nusantara Airlines, Merpati Nusantara, Citra Merpati Nusantara Airlines merupakan salah satu perusahaan maskapai besar di Indonesia . lebih banyak beroperasi di daerah timur Indonesia sampai menjadi maskapai yang identik didaerah timur. Dan sudah lebih dari dua dekade masih mempertahankan livery lamanya yang sudah dianggap tidak sesuai dengan perubahan desain zaman sekarang. Redesain livery Merpati Nusantara Airlines ditujukan untuk mempertahankan sekaligus menigkatkan citra perusahaan yang dianggap perusahaan tua dan tidak pernah meningkatkan armadanya dikalangan masyarakat sehingga diharapkan dapat mengubah pandangan masyarakat tersebut. Model perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural yaitu menerangkan langkah-langkah yang dilakukan untuk menghasilkan produk. Untuk mengetahui permasalahan yang ada maka dilakukan analisis dari data-data yang telah terkumpul. Berdasarkan analisis data ini nantinya akan menjadi acuan dalam proses perancangan redesain livery dan media pendukung new livery bagi maskapai Merpati Nusantara Airlines untuk meningkatkan citra perusahaannya.

A Study on reading strategies taught by the english teacher of SMPN 2 Kepanjen and SMPN 4 Kepanjen / Dian Indrianis Fitri

 

Key words: reading strategies, English teachers English Teachers play an important role in the teaching of English in junior high schools. The reading strategies known by students are used to solve problems during the learning of reading. That is why a teacher is seen as the one who are responsible for the teaching of reading strategies and students’ reading comprehension. This study is intended to know the English teachers’ thought about the reading strategies whether they are important or not to be taught. This study is necessary to conduct to find what kind of reading strategies are taught by English teachers and how the reading strategies are taught in the classroom. This study is designed as a descriptive qualitative research since it describes the English teachers thought and many characteristics of direct and indirect reading strategies. The subjects are five English teachers from SMPN 2 Kepanjen and SMPN 4 Kepanjen. The instruments used to collect the data are interview guide, questionnaire, observation checklist, and fieldnotes. The results of this study show that first, the English teachers have good thoughts and perceptions on reading strategies teaching in junior high school as solutions for the betterment of reading practice of junior high graders. Second, kinds of reading strategies taught by the English teachers of SMPN 2 Kepanjen and SMPN 4 Kepanjen are cognitive, compensation, memory, test-taking and metacognitive strategies. Five kinds of cognitive strategies such as concentrating on the grammar of unfamiliar construction, analyzing theme, style and connections to improve the students comprehension, creating a map or drawing of related ideas to help the students understand the relationship between words and ideas, writing a short summary of what the students read to help the students understand the main ideas, and expanding the students vocabulary and grammar to help them increase their reading comprehension. Five kinds of compensation strategies are used such as taking notes to help the students recall important details, trying to remember what the students understand from a text, reviewing the purpose and tone of a text, reviewing key ideas and details, and classifying words into meaningful groups to help the students remember them. Two kinds of memory strategies such as making a map and association of the story, and reviewing the connection of the story plot or theme are employed. Four kinds of test-taking strategies are used such as identifying the questions before reading the whole text, guessing the answer while observing the text, finding keywords in the story, and focusing on question and answer. Three kinds of metacognitive strategies are used such as making lists of relevant vocabulary to prepare for new reading, working with classmates to help the students develop the reading skill, and taking opportunities to practice what the students already know are used. Third, the way the English teachers taught those reading strategies are by guiding the students to do relevant reading strategies, giving examples while doing on worksheet, and instructing the students to apply the strategies directly. There are several suggestions that ought to be considered by the English teachers when they conduct the teaching of reading for comprehension. First, it is important for English teachers to enlarge the knowledge of reading strategies and practice the teaching of reading strategies when they are guiding the students. Second, the English teachers should explore more reading strategies in the actual classroom practice so that the students can use the reading strategies as a good solution against reading difficulties. Third, the principals should invite some language experts to train the English teachers on the practice of effective teaching and learning strategies compared to the practice of reading strategies. Fourth, future researchers are suggested to conduct the research that involve the teaching of reading strategies on specific text types in reading for comprehension.

Pengaruh variasi tebal plat terhadap kapasitas lentur plat bertulang bambu / Yulius Andika Krisbiyanto

 

Kata Kunci: variasi tebal plat, kapasitas lentur, plat bertulang bambu. Dalam konstruksi bangunan terdapat elemen struktur bangunan yang menggunakan tulangan baja. Hal tersebut dapat menyebabkan menipisnya ketersediaan tulangan baja di alam. Maka, bambu dipilih sebagai alternatif penggunaan baja dalam konstruksi bangunan. Selain itu bambu merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui, bambu juga memiliki kuat tarik mendekati kuat tarik baja tulangan. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui hubungan variasi tebal plat dengan kapasitas lentur maksimum pada plat bertulangan bambu secara eksperimen, 2) Mengetahui hubungan variasi tebal plat dengan lendutan maksimum pada plat bertulangan bambu secara eksperimen, 3) Mendapatkan perbandingan kapasitas lentur plat bertulang bambu hasil analisa teoritis dengan hasil eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil pengujian kapasitas lentur model plat dengan menggunakan kapasitas proving ring sebesar 5 ton didapatkan kapasitas lentur maksimum untuk tebal plat 2 cm adalah 138 kg, kapasitas lentur maksimum untuk tebal plat 3 cm adalah 218,5 kg dan untuk kapasitas lentur maksimum untuk tebal plat 4 cm adalah 391 kg. Dengan demikian bisa ditarik hubungan variasi tebal plat dengan kapasitas lentur yang menunjukkan bahwa semakin besar tebal plat maka akan semakin besar pula kapasitas lentur yang dapat ditahan oleh plat tersebut dan hubungan tersebut ditunjukkan pada gambar 4.7. Lendutan maksimum pada saat plat diberikan gaya vertikal tekan dengan menggunakan Digital Dial dihasilkan lendutan maksimum untuk tebal plat 2 cm adalah 1,015 cm, lendutan maksimum untuk tebal plat 3 cm adalah 0,495 cm dan untuk lendutan maksimum untuk tebal plat 4 cm adalah 0,355 cm. Dengan demikian bisa ditarik hubungan variasi tebal plat dengan lendutan yang menunjukkan bahwa semakin besar tebal plat maka akan semakin kecil pula lendutan yang terjadi pada plat tersebut dan hubungan tersebut ditunjukkan pada gambar 4.8. Dari hasil perhitungan analitis dan hasil eksperimen didapatkan bahwa kapasitas lentur yang didapat dari hasil eksperimen pada plat beton bertulang bambu dengan tebal 2 cm lebih besar 28,286 % dari hasil perhitungan analitis, plat beton bertulang bambu dengan tebal 3 cm lebih besar 13,165 % dari hasil perhitungan analitis, plat beton bertulang bambu dengan tebal 4 cm lebih besar 20,772 % dari hasil perhitungan analitis. Dengan demikian bisa ditarik grafik perbandingan antara kapasitas lentur plat bertulang bambu hasil parhitungan anaitis dengan kapasitas lentur plat bertulang bambu hasil eksperimen yang menunjukkan bahwa kapasitas lentur plat bertulang bambu hasil eksperimen memiliki kapasitas lentur lebih besar daripada kapasitas lentur hasil perhitungan analitis dan perbandingan tersebut ditunjukkan pada gambar 5.1.

Hubungan pengelolaan pembelajaran dan perilaku belajar dengan prestasi belajar TIK siswa kelas XI di SMA Negeri 8 Malang / Andhi Setiawan

 

Kata Kunci: Pengelolaan Pembelajaran, Perilaku Belajar, dan Prestasi Belajar TIK Pelaksanaan pengelolaan pembelajaran harus efektif dan efisien. Pengelolaan ini nantinya akan mengembangkan kesadaran peserta didik untuk belajar, dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung bagi perkembangan peserta didik. Seorang guru dalam mengelola pembelajaran akan melakukan suatu proses perubahan positif pada tingkah laku siswa. Perubahan tersebut ditandai dengan berubahnya pengetahuan, pemahaman, sikap, keterampilan, kecakapan dan kompetensi serta aspek lain pada diri siswa sehingga menimbulkan perubahan dalam prestasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran (X1); (2) Mendeskripsikan perilaku belajar siswa (X2); (3) mendeskripsikan prestasi belajar TIK (Y) siswa kelas XI di SMA Negeri 8 Malang; (4) Mengungkap hubungan X1 dan Y; (5) Mengungkap hubungan X2 dan Y dan (6) Mengungkap tingkat hubungan antara X1 dan X2 secara simultan dengan Y. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional. Metode sampling yang dipakai adalah proporsional random sampling dengan responden 150 siswa. Analisis diperoleh dengan menggunakan teknik regresi linear ganda, yaitu untuk mengetahui besarnya hubungan (X1) dan (X2) dengan (Y). Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS for Windows release 16. Hasil penelitian ini: (1) X1 dalam kategori sangat tinggi yaitu sebanyak 71 responden (47%); (2) X2 dalam kategori tinggi sebanyak 81 responden (54%); (3) Y dalam kategori tinggi 97 responden (65%). Nilai koefisien korelasi parsial antara X1 dengan Y yaitu Ry1 sebesar 0,484. Nilai koefisien korelasi parsial antara X2 dengan Y yaitu Ry2 sebesar 0,548. Besarnya nilai koefisien korelasi ganda 2 prekditor antara X1 dan X2 dengan Y yaitu R sebesar 0,724. Kesimpulan penelitian ini: (1) X1 berada dalam kategori sangat tinggi, X2 dan Y berada dalam kategori tinggi; (2) Ada hubungan positif antara X1 dengan Y dengan sig. = 0,00 < 0,05; (3) Ada hubungan positif antara X2 dengan Y dengan sig. = 0,00 < 0,05; (4) Ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X2 dengan Y dengan sig. = 0,00 < 0,05. Variabel Pengelolaan Pembelajaran dan Perilaku belajar memberi sumbangan efektif terhadap prestasi belajar sebesar 27%, sedangkan yang 73% disebabkan variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Perbedaan penerapan strategi pembelajaran inject (Inquiry dan Project based learning) dengan strategi pembelajaran inquiry dan pendampingan LKS (Lembar Kerja Siswa) terhadap peningkatan hasil belajar TIK siswa kelas XI di SMA Negeri 8 Malang / Prayudi Lestantyo

 

Kata kunci: Strategi Pembelajaran, hasil belajar. Untuk menciptakan pendidikan yang baik dan bermutu memerlukan suatu proses yang panjang, berkesinambungan dan sistematis ke arah yang lebih baik. Upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas siswa telah dan terus diwujudkan melalui berbagai pembaharuan. Pembaharuan pada proses pendidikan pada umumnya dititikberatkan pada strategi mengajar karena strategi pembelajaran merupakan bagian terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran yang perlu dilakukan guru secara berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan strategi pembelajaran INJECT (inquiry dan project based learning) dengan strategi pembelajaran inquiry dan pendampingan LKS pada materi penggunaan e-mail dan aplikasinya terhadap hasil belajar TIK siswa kelas XI SMA Negeri 8 Malang. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan mengambil sampel dua kelas yaitu kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes untuk prates dan pascates, lembar observasi afektif dan psikomotorik. Teknik analisis yang digunakan adalah uji t tidak berpasangan yang diselesaikan dengan bantuan komputer program SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkan hasil pengamatan afektif siswa, diperoleh bahwa secara umum terjadi peningkatan hasil sikap serta perhatian siswa selama proses pembelajaran dengan strategi pembelajaran INJECT (inquiry dan project based learning). Sedangkan pembelajaran dengan strategi pembelajaran inquiry dan pendampingan LKS lebih berubah dan tidak konsisten. Untuk hasil pengamatan psikomotorik siswa, diperoleh bahwa secara umum terjadi peningkatan kompetensi maupun kemampuan praktikum siswa selama proses pembelajaran dengan strategi INJECT (inquiry dan project based learning). Sedangkan pembelajaran dengan strategi pembelajaran inquiry dan pendampingan LKS lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan kompetensi pembelajaran dengan strategi pembelajaran INJECT (inquiry dan project based learning) yang lebih baik. Perbedaan diukur dari gain score (penilaian akhir dikurangkan dengan kemampuan awal). Dari hasil uji-t dua pihak yang dilakukan, diperoleh thitung (3,063) lebih besar dari ttabel (1,684), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dari hasil analisis dapat diperoleh kesimpulan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran (INJECT) Inquiry dan Project Based Learning dengan siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran inquiry dan pendampingan LKS.

Studi tentang proses pembelajaran seni kaligrafi di MTs Hidayatun Nasyi'in Pasrepan - Pasuruan / Yuna Trilaksono

 

Kata Kunci: Proses Pembelajaran Seni Kaligrafi, Baca Tulis Al-Quran, Seni Budaya Dalam suatu proses pembelajaran seni kaligrafi hendaknya harus diperhatikan berbagai tahapan pembelajaran dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. MTs Hidayatun Nasyi’in Pasrepan – Pasuruan merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pembelajaran seni, yaitu seni kaligrafi, dimana pembelajarannya tergolong maju, terbukti dengan pernah menjuarai beberapa perlombaan seni kaligrafi. Seni kaligrafi merupakan istilah dari tulisan indah. Penelitian ini ditujukan pada dua mata pelajaran yaitu Baca Tulis Al-Qur’an dan Seni Budaya, yang mencakup tiga tahap pembelajaran yaitu pengorganisasian pembelajaran, penyampaian pembelajaran, dan pengelolaan pembelajaran. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tahapan-tahapan pembelajaran dalam proses pembelajaran seni kaligrafi yang dilaksanakan di MTs Hidayatun Nasyi’in Pasrepan - Pasuruan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif, dengan jenis deskriptif, peneliti berperan langsung sebagai perencana, pelaksana, pengumpul data, penganalisis data dan sekaligus pelapor data. Sumber data menggunakan data primer yang diperoleh dari informan serta peristiwa pembelajaran dan data sekunder yang diperoleh dari data dokumentasi. Sedangkan prosedur pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran seni kaligrafi pada mata pelajaran baca tulis al-qur’an dan mata pelajaran seni budaya meliputi tahapan pengorganisaian pembelajaran, penyampaian pembelajaran, dan pengelolaan pembelajaran. Pengorganisasian pembelajaran yang dilakukan oleh guru meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Penyampaian pembelajaran meliputi pelaksanaan pembelajaran, model pembelajaran, pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan interaksi si-belajar dengan media. Pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru meliputi pembuatan catatan kemajuan siswa/ penilaian, pengelolaan motivasional, dan pengelolaan kelas. Pada proses pembelajaran seni kaligrafi pada mata pelajaran Baca Tulis Al-Qur’an lebih cenderung pada program akademik berbasis imitasi. Sedangkan proses pembelajaran seni kaligrafi pada mata pelajaran Seni Budaya lebih cenderung pada program akademik berbasis ekspresi. Berdasarkan hasil penelitian diatas, diharapkan proses pembelajaran yang dilakukan dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal.

Peningkatan kemampuan membaca pemahaman novel remaja dengan strategi lingkaran sastra (Literature circles) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Malang / Eka Puji Lestari

 

Kata Kunci : membaca pemahaman, novel remaja, strategi lingkaran sastra. Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas VIII-F SMP Negeri 19 Malang, menunjukkan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia pada umumnya masih berpusat pada guru dan menggunakan metode ceramah. Kemampuan membaca dan minat belajar siswa terhadap pembelajaran sastra masih rendah. Demikian pula prestasi belajar memahami buku novel remaja pada aspek membaca siswa juga masih rendah. Prestasi belajar dan minat membaca siswa yang rendah ditunjukkan dari hasil ulangan dan nilai harian siswa pada pembelajaran sebelumnya. Berdasarkan nilai dari kompetensi pembelajaran membaca dan menjelaskan unsur intrinsik novel remaja, hanya 11 siswa yang tuntas dari 38 siswa, dengan nilai rata-rata kelas 63,39. Keadaan ini akan coba diperbaiki dengan penerapan pembelajaran Strategi Lingkaran Sastra (Literature Circles). Strategi pembelajaran ini diprediksi dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman novel, minat, dan prestasi belajar Bahasa dan Sastra Indonesia siswa dengan menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Ada beberapa tahap pokok dalam pembelajaran Strategi Lingkaran Sastra yaitu: Membagi Siswa dalam Tugas Kelompok, Membaca Novel, Mendiskusikan Hasil Membaca, dan Menuliskan Kembali. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII-F SMP Negeri 19 Malang pada bulan Oktober-November tahun pelajaran 2010/2011, pada materi kompetensi dasar menjelaskan alur cerita, pelaku, dan latar novel remaja (asli atau terjemahan). Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pada penelitian ini peneliti terlibat langsung dalam seluruh proses penelitian mulai dari perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, pengumpulan data hingga pelaporan data. Kegiatan pembelajaran terdiri atas 2 siklus, setiap siklus terdiri atas kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengambilan data dilaksanakan dengan observasi, dan tes tulis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian proses dan hasil dengan penerapan Strategi Lingkaran Sastra di kelas VIII-F telah meningkat. Penilaian proses selama Siklus I dan Siklus II meningkat sebesar 65,76%. Penilaian hasil pada kemampuan menganalisis tokoh dan penokohan, latar, serta alur selama Siklus I dan Siklus II, masing-masing meningkat sebesar 17,60%, 11,29%, dan 11,19%. Sedangkan prestasi belajar siswa level individu mengalami peningkatan sebesar 36,84%, dan pada Siklus II sebesar 21,05%. Pembelajaran membaca pemahaman novel remaja juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan bertambahnya jumlah siswa yang berperilaku positif yang menggambarkan prestasi dan minat membaca novel selama pembelajaran berlangsung.

Pengembangan bahan ajar menulis dan membacakan teks berita untuk siswa kelas VIII SMP/MTs berdasarkan pendekatan kontekstual / Nurul Arifah

 

Kata kunci: bahan ajar, menulis, membacakan, teks berita, pendekatan kontekstual. Berita merupakan salah satu materi Kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs kelas VIII. Pembelajaran menulis dan membacakan teks berita merupakan kompetensi dasar berbahasa yang termuat di dalam KTSP. Kedua kompetensi tersebut saling melengkapi dalam pembelajaran. Dengan kata lain, pembelajaran tidak hanya menuntut siswa terampil dalam menulis teks berita, tetapi sekaligus mampu membacakan teks berita. Berdasarkan observasi peneliti di SMP Negeri 8 Malang, diketahui bahwa pembelajaran menulis teks berita mengalami hambatan. Siswa masih kesulitan dalam menganalisis unsur 5W + 1H dalam teks berita. Siswa juga masih kesulitan dalam membuat kesimpulan dari berita yang telah dibacanya. Teks berita yang ditulis oleh siswa masih terlalu pendek, sehingga tidak memenuhi struktur teks berita. Sebagian besar siswa menggunakan pengalaman pribadinya sebagai topik berita. Padahal teks berita yang baik harus memiliki nilai bagi pembacanya. Dalam pembelajaran, siswa hanya menggunakan buku teks sebagai sumber pembelajarannya. Hal ini juga merupakan hambatan pembelajaran bagi siswa mengingat buku teks yang ada kurang lengkap materi serta panduannya. Bahan ajar ini dibutuhkan untuk mengatasi hambatan belajar dan mendukung kelancaran proses menulis dan membacakan teks berita. Mengingat pentingnya bahan ajar, bahan ajar menulis dan membacakan teks berita perlu dikembangkan. Terdapat beberapa alasan pentingnya pengembangan bahan ajar, yakni pertimbangan kebutuhan siswa dan tuntutan agar guru dapat memberikan materi pembelajaran yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengembangkan bahan ajar menulis dan membacakan teks berita siswa kelas VIII SMP/MTs berdasarkan pendekatan kon-tekstual dengan memperhatikan aspek sistematika dan isi, (2) mengembangkan bahan ajar menulis dan membacakan teks berita siswa kelas VIII SMP/MTs berdasarkan pendekatan kontekstual dengan memperhatikan aspek tampilan, dan (3) mengem-bangkan bahan ajar menulis dan membacakan teks berita siswa kelas VIII SMP/ MTs berdasarkan pendekatan kontekstual dengan memperhatikan aspek bahasa dan keterbacaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Rancangan penelitian ini diadaptasi dari model desain pembelajaran Dick dan Carey. Berdasarkan model tersebut, terdapat empat tahap prosedur penelitian, yakni (1) tahap perencanaan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap evaluasi, dan (4) tahap revisi. Pelaksanaan pengembangan dilakukan berdasarkan temuan analisis karakter materi dan RPP yang disusun pada tahap perencanaan. Produk hasil pengembangan selanjutnya diujicobakan kepada kelompok ahli, praktisi, dan kelompok besar siswa. Uji produk bahan ajar dilakukan kepada (1) ahli pembelajaran, (2) ahli penulisan bahan ajar, (3) kelompok guru bahasa dan sastra Indonesia, dan (4) kelompok besar siswa kelas VIII SMP. Uji produk bahan ajar menghasilkan data yang diperoleh dari angket/kuesioner. Data penelitian pengembangan ini berupa data nonverbal dan data verbal. Data nonverbal berupa skor penilaian, sedangkan data verbal berupa komentar dan saran perbaikan dari ahli dan praktisi. Data dianalisis dengan (1) mendeskripsikan kelayakan produk bahan ajar melalui penghitungan persentase kelayakan bahan ajar dan (2) mendeskripsikan komponen produk yang perlu diperbaiki. Perbaikan dilakukan berdasarkan saran dan masukan dari ahli yang disampaikan secara lisan dan tulisan. Data uji bahan ajar dianalisis dengan menghitung presentase kelayakan setiap komponen. Hasil uji bahan ajar dengan ahli pembelajaran menghasilkan rata-rata kelayakan sebesar 76,43%, ahli penulisan bahan ajar 84,28%, guru bahasa dan sastra Indonesia 85,42%, dan siswa 84,91%. Hasil uji dengan ahli pembelajaran, ahli penulisan bahan ajar, guru bahasa dan sastra Indonesia, dan siswa menunjukkan bahan ajar tergolong layak dan siap diimplementasikan. Perbedaan hasil pengembangan produk bahan ajar ini dengan bahan ajar lain terletak pada penggunaan pendekatan kontekstual dalam kegiatan pembelajaran. Pendekatan kontekstual mencakup 7 pilar yang meliputi konstruktivisme (construktivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiry), masayarakat belajar (learning community), pemodelan (modelling), refleksi (reflection), penilaian autentik (authentic assessement) Adapun sistematika bahan ajar meliputi (1) tinjauan kompetensi, (2) pendahuluan, (3) penyajian isi, (4) penutup, (5) daftar pustaka, dan (6) lampiran. Bahasa bahan ajar memperhatikan keterbacaan siswa, singkat, menarik, dan memotivasi. Simpulan penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar dikembangkan dengan pendekatan kontestual dan hasil uji menunjukkan produk bahan ajar tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru disarankan menggunakan bahan ajar ini pada pembelajaran menulis dan membacakan teks berita. Siswa disarankan memanfaatkan bahan ajar ini dalam pembelajaran menulis dan membacakan teks berita dengan memperhatikan petunjuk penggunaan. Selanjutnya, produk pengembangan dapat disebarluaskan dalam forum MGMP dan ditulis dalam jurnal penelitian.

Peningkatan kemampuan menulis cerpen bertolak dari peristiwa yang pernah dialami siswa kelas IX SMP Al-Irsyad batu dengan menggunakan strategi 3M (Mengumpulkan bahan, Menyusun, dan Menyunting karangan) / Sandy Imandani

 

Kata kunci: peningkatan kemampuan menulis, cerpen, strategi 3M Kemampuan menulis merupakan salah satu dari empat aspek kemampuan berbahasa yang dikembangkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Pembelajaran menulis cerpen bertolak dari peristiwa yang pernah dialami merupakan salah satu kompetensi dasar yang diajarkan dan sudah diajarkan kepada siswa kelas IX di SMP Al-Irsyad Batu sesuai dengan KTSP. Terkait dengan pembelajaran menulis cerpen di sekolah tersebut, dilakukan studi pendahuluan dengan hasil bahwa (1) pembelajaran menulis cerpen kurang dapat menumbuhkan minat siswa dalam menulis cerpen, (2) guru belum memiliki strategi yang tepat untuk membelajarkan sastra khususnya menulis cerpen, (3) siswa memiliki kesulitan dalam menentukan dan mengembangkan gagasan untuk menulis cerpen, (4) tidak ada bimbingan dari guru dalam menulis cerpen, (5) guru tidak memberi contoh cerpen yang baik, (6) 100% mengalami kesulitan dalam menulis cerpen, sehingga 84,6% siswa dalam kelas tersebut memperoleh nilai di bawah KKM Masalah yang muncul pada aspek hasil menulis cerpen siswa adalah pokok persoalan yang diangkat dalam cerpen siswa masih sangat umum sehingga pengembangan tokoh, latar, dan peristiwa juga bersifat umum dan siswa masih belum bisa membedakan antara menulis pengalaman pribadi dengan menulis cerpen berdasarkan peristiwa yang pernah dialami. Oleh karena itu, permasalahan tersebut diatasi dengan penggunaan Strategi 3M. Strategi 3M merupakan akronim yang menggambarkan sistematika dari menulis cerpen. M yang pertama adalah mengumpulkan bahan yang akan digunakan dalam menulis cerpen, M yang kedua adalah menyusun karangan, dan M yang terakhir adalah penyuntingan. 3M merupakan sebuah strategi dimana siswa belajar untuk menulis sebuah cerpen berdasarkan fakta yang sedang terjadi yang dikaitkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki serta acuan lain yang didapatkan dari berbagai sumber untuk lebih memudahkan siswa dalam menentukan bahan untuk menulis cerpen. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan pembelajaran menulis cerpen dengan Strategi 3M siswa kelas IX SMP Al-Irsyad Batu, sedangkan tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan pembelajaran menulis cerpen dengan Strategi 3M siswa kelas IX SMP Al-Irsyad Batu. Data dalam penelitian ini berupa data proses dan hasil. Data proses berupa transkrip hasil interaksi proses pembelajaran menulis cerpen yang dilakukan siswa dan guru di kelas, sedangkan data hasil berupa kerangka cerpen siswa dan hasil cerpen siswa. Pengumpulan data proses dilakukan dengan observasi menggunakan i pedoman observasi dan catatan lapangan, sedangkan data hasil dilakukan dengan studi dokumen dengan menggunakan rubrik penilaian hasil menulis cerpen. Data proses dan hasil yang telah dikumpulkan dianalisis dengan mengorganisasi, mengelompokkan, memaparkan, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian meliputi proses dan Peningkatan Hasil pembelajaran menulis cerpen dengan Strategi 3M pada tahap M1 (mengumpulkan bahan), M2 (menyusun karangan), dan M3 (menyunting karangan). Tahap M1 (mengumpulkan bahan), kegiatan siswa meliputi: membaca contoh cerpen dari guru, mengidentifikasi unsur intrinsik cerpen, menyimak penjelasan guru tentang menulis cerpen dengan strategi 3M, melaksanakan tahap pertama dari strategi 3M yaitu mengumpulkan bahan untuk menulis cerpen dengan cara mengamati sebuah video peristiwa kemudian menghubungkannya dengan peristiwa yang pernah dialami, dan membuat kerangka cerpen. Siswa terlihat antusias membuat kerangka cerpen dengan menggunakan Strategi 3M. Strategi 3M dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membuat kerangka cerpen. Hasil kerangka cerpen siswa kategori tuntas berdasarkan hasil penelitian, kerangka cerpen siswa pada siklus I dan II diketahui bahwa seluruh siswa sudah membuat kerangka cerpen secara lengkap dan rinci. Terbukti pada siklus I dari perolehan skor siswa yaitu 100% di atas KKM dengan 5 siswa memperoleh kualifikasi sangat baik dan 6 siswa yang memperoleh kualifikasi baik. Sedangkan pada siklus II perolehan skor siswa yaitu 100% di atas KKM dengan 2 siswa memperoleh kualifikasi sangat baik dan 9 siswa yang memperoleh kualifikasi baik. Peningkatan Proses kemampuan menulis cerpen pada tahap M2 (menyusun karangan) dilakukan dengan kegiatan siswa mengembangkan kerangka cerpen menjadi cerpen utuh. Pada siklus I sebagian besar siswa tampak antusias dan tidak banyak mengalami kesulitan karena sebelumnya siswa sudah membuat kerangka cerpen. Pada siklus II, terjadi peningkatan motivasi sehingga sebagian besar siswa serius dan antusias dalam mengembangkan kerangka cerpen. Peningkatan Hasil pada tahap M2 (menyusun karangan) ditandai dengan bertambahnya kualitas hasil menulis cerpen siklus I menuju siklus II dari 72,7% (dengan 72,7% kualifikasi baik, dan 27,3% kualifikasi cukup) menjadi 100% (27,3% kualifikasi sangat baik dan 72,7% kualifikasi baik). Peningkatan Proses kemampuan menulis cerpen pada tahap M3 (menyunting karangan) dilakukan dengan kegiatan siswa menyunting aspek ejaan, tanda baca, dan bahasa serta memublikasikan cerpen. Penggunaan Strategi 3M dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa untuk membacakan cerpennya di depan kelas, mampu membangun interaksi sosial antar siswa, dan merangsang siswa untuk menunjukkan prestasi. Peningkatan Hasil tahap M3 (menyunting karangan) ditandai dengan meningkatnya kualitas siswa yang melakukan penyuntingan baik di siklus I maupun II. Terbukti pada siklus I dari perolehan skor siswa yaitu 100% di atas KKM dengan 7 siswa memperoleh kualifikasi sangat baik dan 4 siswa yang memperoleh kualifikasi baik. Sedangkan pada siklus II perolehan skor siswa yaitu 100% di atas KKM dengan 6 siswa memperoleh kualifikasi sangat baik dan 5 siswa yang memperoleh kualifikasi baik. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada guru untuk menggunakan Strategi 3M dalam pembelajaran menulis cerpen. Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan strategi pembelajaran yang lainnya untuk meningkatkan pembelajaran menulis cerpen.

Manajemen hubungan sekolah dan masyarakat studi kasus di SMA Negeri 7 Malang / Rizky Tristian Adiatma

 

Kata kunci : manajemen, hubungan sekolah dan masyarakat. Banyak komponen penting yang dinilai turut menentukan keberhasilan proses pendidikan dalam upaya pencapaian output yang berkualitas. Salah satu diantara kompenen itu adalah partisipasi masyarakat sebagaimana tertulis dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 7 Ayat 1 yang berbunyi bahwa orang tua berhak berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya. Untuk itu perlu adanya jembatan antara sekolah dengan masyarakat atau yang lebih dikenal dengan hubungan masyarakat atau public relation. Penelitian ini berangkat dari fokus penelitian tentang proses manjemen hubungan sekolah dan masyarakat di SMA Negeri 7 Malang. Hasil studi pendahuluan didapatkan dari tiga fokus penelitian yaitu: (1) Perencanaan hubungan sekolah dan masyarakat di SMA Negeri 7 Malang; (2) Pelaksanaan hubungan sekolah dan masyarakat di SMA Negeri 7 Malang; dan (3) Pengawasan dan evaluasi hubungan sekolah dan masyarakat di SMA Negeri 7 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) observasi partisipasi; (2) wawancara mendalam; dan (3) studi dukumentasi. Data yang diperoleh dari ketiga teknik tersebut kemudian dianalisis guna menyusun dan mengabstraksikan temuan lapangan. Keabsahan data diuji dengan: (1) perpanjangan kehadiran peneliti; (2) pengamatan mendalam; (3) trianggulasi. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut: Proses perencanaan hubungan sekolah dan masyarakat berbentuk workshop dan melibatkan seluruh elemen sekolah di mana program-program yang direncanakan akan disampaikan dan disosialisasikan dengan demikian Humas mendapatkan saran, kritik, dan masukan untuk perbaikan program kerja satu tahun ke depan yang nantinya apabila sudah disetujui maka akan disahkan menjadi program kerja satu tahun kedepan. Di dalam proses pelaksanaan hubungan sekolah dan masyarakat di SMA Negeri 7 Malang yaitu bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam hal sosialisasi pendidikan dan wawasan tentang pergaulan remaja. Kemudian bekerjasama dengan lembaga bimbingan belajar untuk mengadakan tryout sebagai tolak ukur siswa sebelum menghadapi ujian nasional. Selain itu untuk menjaga hubungan baik dan komunikasi dengan alumni, waka humas bekerjasama dengan alumni membuat website alumni yang beralamatkan http://www.ika-sabhatansa.net/alumni/ , dan setiap tahun sekolah mengagendakan temu kangen alumni sebagai ajang silahturahmi dengan keluarga besar SMA Negeri 7 Malang. Kemudian kegiatan KPLS (Kemah Peduli Lingkungan SHABTANSA) diperuntukkan bagi siswa-siswi kelas X. Kemudian ada kunjungan ke rumah siswa yang sifatnya sewaktu-waktu. Yang terakhir yaitu proses pengawasan hubungan sekolah dan masyarakat di SMA 7 Malang dilakukan oleh kepala sekolah dan komite sekolah secara langsung dan periodik tergantung dari jenis kegiatan, Jika kepala sekolah maupun komite tidak ada kegiatan lain maka akan langsung mengawasi jalannya kegiatan tetapi jika tidak maka akan melihat laporan hasil kegiatan. Kalau secara periodik setiap satu minggu sekali kepala sekolah mengadakan rapat koordinasi program dengan seluruh waka termasuk waka humas. Evaluasi program dilakukan setelah program dilaksanakan dan berbentuk laporan hasil program yang nantinya disampaikan pada saat laporan pertanggungjawaban. Saran yang disampaikan dari temuan penelitian: bagi kepala sekolah diharapkan memberikan bimbingan kepada waka humas tentang kegiatan manajemen hubungan sekolah dan masyarakat sehingga apabila kepala sekolah tidak bisa secara langsung mengikuti kegiatan di bidang hubungan sekolah dan masyarakat maka dapat digantikan oleh wakil kepala sekolah di bidang hubungan sekolah dan masyarakat dan juga mengingat pentingnya tugas dari waka humas demi mencapai tujuan sekolah. Bagi wakil kepala sekolah bagian humas dalam memanajemen suatu kegiatan harus menganalisis faktor-faktor yang nanti akan menghambat suatu kegiatan sehingga faktor yang menghambat keberhasilan suatu program dapat diminimalkan dan nantinya program tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar. Bagi Komite SMA Negeri 7 Malang diharapkan berperan dan membantu secara aktif dalam kegiatan- kegiatan dan selalu memberikan masukan serta saran yang membangun untuk pelaksanaan program-program humas di SMA Negeri 7 Malang sehingga untuk program-program humas selanjutnya akan lebih baik. Bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan diharapkan memberi teori serta praktek yang nyata kepada mahasiswa tentang manajemen hubungan masyarakat sehingga dapat diterapkan oleh mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan kegiatan praktek lapangan. Bagi Kepala Dinas Pendidikan diharapkan memberikan bimbingan terhadap sekolah-sekolah menengah atas karena hal tersebut sangat penting sebagai langkah awal untuk menarik minat calon peserta didik yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bagi peneliti lain diharapkan lebih mengembangkan penelitian sejenis dalam bidang hubungan sekolah dan masyarakat agar lebih luas cakupan penelitiannya sehingga dapat menambah wawasan tentang manajemen hubungan sekolah dan masyarakat

Perbedaan prestasi belajar TIK metode pembelajaran demonstrasi berbantuan video tutorial dan power point pada siswa kelas X di SMAN 2 Lumajang / Moch. Linto Herlambang

 

Kata Kunci: Perbedaan, Metode Demonstrasi, Video Tutorial, PowerPoint, Prestasi Belajar, TIK. Media video tutorial merupakan media pembelajaran yang menyajikan materi video rekaman dengan pengendalian komputer kepada siswa yang tidak hanya mendengar dan melihat video, tetapi juga memberikan respon yang aktif, dan respon itu yang menentukan kecepatan dan sekuensi penyajian. Media video, berisikan materi TIK pada pokok bahasan mengoperasikan beberapa program aplikasi disini, karena pada pokok bahasan ini banyak materi yang perlu dipraktekkan sehingga diharapkan dengan adanya media video tutorial dapat mempermudah siswa, dalam penyelesaian soal-soal latihan, khususnya pada materi mengoperasikan internal DOS, mengoperasikan eksternal DOS, mengoperasikan program aplikasi Ms.Word, mengoperasikan program aplikasi Adobe Photoshop. Karena di dalamnya adalah video tutorial, sehingga dapat memutar video berulang-ulang, sampai siswa memahami isi materi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan metode demonstrasi berbantuan media video tutorial pada pembelajaran TIK menggunakan perangkat lunak beberapa program aplikasi di SMAN 2 Lumajang, (2) mendeskripsikan prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan metode demonstrasi berbantuan media PowerPoint pada pembelajaran TIK menggunakan perangkat lunak beberapa program aplikasi di SMAN 2 Lumajang, (3) mengungkap signifikansi perbedaan prestasi belajar TIK menggunakan perangkat lunak beberapa program aplikasi antara siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran demonstrasi dengan berbantuan media video tutorial dibanding prestasi belajar siswa yang diajar dengan berbantuan media PowerPoint pada pembelajaran TIK di SMAN 2 Lumajang. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi ekperimental design tipe Nonequivalent Control Group Design yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Lumajang, tahun pelajaran 2010/2011, semester ganjil. Sampel yang digunakan sebanyak dua kelas yaitu kelas X5 sebagai kelompok eksperimen (kelompok yang diberi perlakuan menggunakan metode demonstrasi berbantuan video tutorial) dan kelas X3 sebagai kelompok kontrol yang diberi perlakuan menggunakan metode demonstrasi berbantuan PowerPoint. Teknik analisis data menggunakan uji hipotesis dengan teknik uji-t dua pihak. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) prestasi belajar menggunakan metode demonstrasi berbantuan media video tutorial, telah terjadi peningkatan prestasi belajar, hal ini dapat dilihat pada nilai kemampuan awal siswa dengan nilai rata-rata sebesar 62,68, setelah diadakan perlakuan nilai rata-ratanya menjadi sebesar 83,59, (2) prestasi belajar menggunakan metode demonstrasi berbantuan PowerPoint, telah terjadi peningkatan prestasi belajar, hal ini dapat dilihat pada nilai kemampuan awal siswa dengan nilai rata-rata kelompok kontrol sebesar 61,43, setelah diadakan perlakuan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 80,41, dan (3) ada perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara penerapan metode pembelajaran demonstrasi berbantuan media video tutorial dengan penerapan metode demonstrasi berbantuan PowerPoint, dengan nilai t hitung sebesar 4,596 dan t tabel sebesar 2,00, pada taraf signifikansi 5%. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan rata-rata antara kelas eksperimen dibanding kelas kontrol. Hal ini ditunjukkan bahwa nilai t hitung > t tabel, Dengan demikian dari penelitian ini disarankan diadakan penelitian lanjutan yang sejenis dengan menggunakan metode penelitian yang berbeda.

Pengaruh persepsi siswa tentang pola asuh orang tua dan kompetensi guru ekonomi yang tersertifikasi dan belum tersertifikasi terhadap prestasi belajar bidang studi ekonomi (Studi Kasus pada siswa kelas X SMAN 2 Malang) / Amin

 

Kata kunci: Rasio Keuangan, Bank Syariah Mandiri, Bank Mandiri, T-Test. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya krisis ekonomi yang menyebabkan kinerja keuangan perbankan konvensional mengalami penurunan yang ditandai dengan menurunnya nilai CAR dan meningkatnya nilai NPL sehingga banyak bank konvensional yang dilikuidasi. Tapi disisi lain, kinerja keuangan perbankan syariah justru mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut ditandai dengan bertambahnya jumlah bank syariah yang didukung dengan meningkatnya jumlah aset yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja keuangan antara Bank Syariah Mandiri dengan Bank Mandiri pada periode 2002-2010 dengan menggunakan rasio keuangan. Rasio keuangan yang digunakan terdiri dari CAR, ROA, ROE, BOPO, LDR dan NPL. Berdasarkan dari kriteria sampel yang telah ditentukan, diperoleh dua kelompok sampel penelitian, yaitu 1 bank syariah dan 1 bank konvensional yaitu Bank Syariah Mandiri dan Bank Mandiri. Alat analisis yang digunakan untuk membuktikan hipotesis dalam penelitian ini adalah independent sample t-test. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa rata-rata rasio keuangan Bank Syariah Mandiri (ROE, BOPO, NPL dan LDR) lebih baik secara signifikan dibandingkan dengan Bank Mandiri, sedangkan pada rasio CAR dan ROA Bank Syariah Mandiri lebih rendah kualitasnya. Akan tetapi bila dilihat secara keseluruhan Bank Syariah Mandiri menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan Bank Mandiri. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka disarankan kepada Bank Syariah Mandiri untuk meningkatkan nilai CAR dengan cara meningkatkan pelayanan kepada nasabah dengan memberikan kemudahan-kemudahan baik dengan memperluas jaringan kantor maupun melakukan inovasi-inovasi baru sebagai sarana untuk melakukan transaksi, serta gencar melakukan promosi agar masyarakat lebih memiliki pengetahuan tentang manfaat dan keuntungan yang diberikan oleh bank syariah khususnya Bank Syariah Mandiri dan meningkatkan nilai ROA dengan lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi. Serta selalu memantau setiap aktifitas yang dilakukan oleh para pesaing sebagai rujukan dalam mengambil keputusan. Sedangkan untuk Bank Mandiri disarankan untuk membuka atau menambah unit usaha syariah.

Pengembangan modul pembelajaran keterampilan mendengar dan menulis bahasa Jerman siswa kelas XII SMA Negeri 1 Malang / Monica Aprilia

 

Kata Kunci: pengembangan, modul, pembelajaran bahasa Jerman Modul merupakan suatu paket belajar mandiri yang berisikan materi dan latihan yang disusun secara sistematis, sehingga siswa dapat segera mengetahui dan mengevaluasi hasil belajarnya, serta memperbaiki kesalahannya. Berdasarkan observasi yang dilakukan sebelum pengembangan produk diketahui bahwa sebagian besar siswa tidak memiliki buku teks dan hanya mengandalkan materi yang diberikan oleh guru pada saat proses belajar mengajar di kelas. Waktu belajar di kelas yang hanya dua jam menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam keterampilan berbahasa, khususnya dalam keterampilan mendengar dan menulis. Kedua keterampilan berbahasa tersebut memiliki hubungan penting dan dapat dilatihkan secara bersama-sama dalam pembelajaran. Melalui keterampilan mendengar siswa dapat mengenali dan memahami kata kunci dan kosakata dalam bahasa lisan. Hal tersebut mempengaruhi kemampuan siswa dalam keterampilan menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran keterampilan mendengar dan menulis bahasa Jerman untuk siswa kelas XII, agar siswa dapat belajar secara mandiri. Selain itu, modul juga dapat dijadikan alternatif bahan ajar. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari subjek uji coba, yaitu ahli materi, ahli desain, guru mata pelajaran, dan 30 siswa kelas XII Keterampilan (KT) SMA Negeri 1 Malang. Hasil angket validasi dan angket uji coba disajikan dalam prosentase. Menurut ahli materi, modul sudah valid dengan prosentase sebesar 96%, sementara itu ahli desain berpendapat bahwa modul valid dengan prosentase sebesar 87,5%. Guru mata pelajaran menyatakan bahwa modul cukup valid dengan prosentase sebesar 75%. Siswa berpendapat bahwa modul valid dengan prosentase 85,4%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Jerman dengan sedikit revisi. Saran yang diajukan kepada pengembang selanjutnya adalah untuk mengembangkan modul pembelajaran dengan tema, keterampilan berbahasa, atau tingkatan kelas lainnya. Penyempurnaan modul dengan ilustrasi dan desain yang lebih menarik juga dapat dilakukan. Selain itu, uji coba di lapangan dapat dilakukan lebih dari satu kali agar kesalahan-kesalahan dalam modul dapat diperbaiki.

Penerapan model pembelajaran cooperative integrated reading and composition (CIRC) untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Arab siswa kelas VIII MTs Al-Fathoni Poncokusumo Malang / Isnaini Yusliha

 

Refleksi realitas sosial dan kritik-kritiknya dalam novel Edensor karya Andrea Hirata (kajian sosiologi sastra) / Rossi Pauline

 

Kata kunci: kritik sosial, realitas sosial, novel Edensor, Andrea Hirata. Kritik sosial merupakan fenomena sosial. Banyak kritik sosial dijumpai dalam karya sastra termasuk novel. Banyaknya karya sastra yang menungkapkan tentang kritik sosial, secara tidak langsung menunjukkan bahwa kondisi sosial yang ada dianggap kurang baik dan tidak sesuai lagi dengan seseorang atau masyarakat. Novel Edensor adalah sebuah cerita kehidupan berdasarkan kisah nyata. Novel Edensor ini adalah novel ketiga dari tetralogi karya Andrea Hirata yang menceritakan perjalanan pengarang untuk memperoleh pendidikan yang lebih layak hingga ke Universite de Paris, Sorbone. Novel ini disajikan dengan narasi Andrea Hirata yang khas: mengalir, mudah dicerna dan penuh humor tetapi dengan bumbu keharuan. Oleh karena itu, akan semakin menarik bila mengikuti cara pandang Ikal sebagai narator dalam melihat dan memahami bangsa lain serta dirinya sendiri sebagai bangsa Indonesia. Dengan cara pandang pengarang, Edensor menyentak kesadaran nasional melalui kritiknya tentang mental bangsa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan refleksi realitas sosial dan kritik sosial dalam novel Edensor karya Andrea Hirata. Tujuan yang kedua adalah mendeskripsikan refleksi h latar belakang sosial budaya Andrea Hirata dalam novel Edensor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa teks paparan kebahasaan dalam novel Edensor yang mengandung realitas sosial dan kritik-kritiknya. Sumber datanya berupa novel Edensor, terbit pada bulan Mei 2008, cetakan keempat belas. Penelitian dilakukan oleh peneliti sendiri sebagai human instrument dan dengan pembuatan kodifikasi data. Prosedur pengumpulan data dilaksanakan dengan (1) membaca novel secara keseluruhan, (2) membaca literatur yang berkaitan, dan (3) memahami dan menganalisis unsur intrinsik dan gaya bahasa. Analisis data pada penelitian dilakukan melalui prosedur (1) pengaturan data sesuai dalam tahap permasalahan yang akan dijawab, (2) pengorganisasian data dalam formalisasi tertentu sesuai dengan antisipasi ciri, urutan pilihan, data kategorisasi yang akan dihasilkan, (3) memberi kode pada data yang ditemukan, (4) penafsiran representasi makna sesuai dengan masalah yang akan dijawab, dan (5) penentuan data mana yang dianggap tidak layak, sampai ke prediksi keperluan pengumpulan data baru akibat kerumpangan data bila dihubungkan dengan keseluruhan rentang permasalahannya. Hasil penelitian ini berupa; (1) refleksi realitas sosial yang dideskripsikan berupa pengucilan sosial, tradisi pemilihan nama bagi anak, gegar budaya, pencitraan orang Indonesia, pencitraan orang kulit putih, negara berkembang dan negara maju, dan rasa patriotisme. (2) Refleksi latar belakang sosial budaya i Andrea Hirata yang meliputi latar belakang pendidikan, latar belakang budaya kepercayaan, latar belakang interaksi antar etnis dan antar bangsa, dan latar belakang sosial-ekonomi. (3) Refleksi kritik sosial yang meliputi kritik terhadap pembentukan kesadaran Nasional, kritik terhadap sistem birokrasi Indonesia, dan kritik terhadap masalah kependudukan. Selain itu hasil penelitian ini masih bersifat terbuka bagi siapa saja yang ingin menganalisis dari sudut yang berbeda adan diharapkan penelitian ini dapat dimanfaatkan bagi pecinta sastra dan masyarakat, serta bermanfaat bagi pengajaran sastra.

Kemitraan antara dunia usaha/industri dengan dunia pendidikan dalam meningkatkan lulusan SMK (studi kasus jalinan kemitraan antara PT Trakindo Utama dengan SMK Negeri 1 Singosari) / Ambar Sulistyo

 

Kata kunci: kemitraan, kerjasama dunia usaha dengan dunia pendidikan Pemerintah melakukan pembenahan melalui berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan salah satunya Pendidikan Menengah Kejuruan (SMK), tujuan utama antara lain menyiapkan lulusan memasuki dunia kerja. Adanya kebijakan link and match dengan tujuan meningkatkan kualitas lulusan yang memiliki keterampilan dan kemampuan yang professional. Adapun rumusan masalah yang ingin digali melalui penelitian ini adalah Bagaimana pelaksanaan Kurikulum Berbasis Karakter dalam jalinan kemitraan yang diterapkan di SMKN 1 Singosari Program Keahlian Alat Berat, dan kegiatan apa yang tercakup dalam kemitraan terkait dengan tenaga pengajar. Tujuan penelitian adalah Mendeskripsikan pelaksanaan Kurikulum Berbasis Karakter dan kegiatan PSG terkait dalam jalinan kemitraan yang diterapkan di SMK Negeri 1 Singosari Program Keahlian Alat Berat dan mendeskripsikan evaluasi pelaksanaan dari kegiatan yang tercakup dalam kerjasama antara PT Trakindo Utama dengan SMK Negeri 1 Singosari yang terkait dengan tenaga pengajar/guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian menggunakan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di SMKN 1 Singosari pada program keahlian alat berat pada mata pelajaran produktif. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap analisis data adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kurikulum berbasis karakter yang diterapkan di SMKN 1 Singosari program keahlian Alat berat adalah pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang bermuatan karakter di dalamnya. Dalam penyusunan, kurikulum disusun berdasarkan kompetensi-kompetensi hasil rumusan antara pihak sekolah dengan pihak industri yang menghasilkan 7 soft skill, 12 core skill, 1 problem solving, dan 17 work skill. Dalam pelaksanaanya faktor yang mendukung adalah input siswa yang memang sudah terseleksi sebelumnya, dan adanya LBB yang disediakan untuk men-training guru-guru Alat Berat. Faktor yang menghambat adalah belum semua guru bisa dijadikan permodelan dalam pembentukan karakter untuk siswa, dan kurangnya pemantauan karakter siswa. Saran yang dapat diberikan peneliti adalah bagi siswa, hendaknya kebiasaan positif yang sudah terbentuk di sekolah melalui kurikulum berbasis karakter bisa melekat dan berkembang baik ketika di sekolah maupun di industri, Bagi Industri, hendaknya penyiapan SDM dan keterampilan yang dimiliki lulusan SMK bisa terserap langsung di dunia industri lain, serta Bagi sekolah, hendaknya pada kemitraan ini tidak hanya di khususkan pada jurusan teknik alat berat melainkan dapat memberikan kemitraan pada masing-masing jurusan yang lain.

Perancangan logo Republic Advertising / Fajar Jatmiko

 

Kata Kunci : Perancangan, Logo, Republic Advertising. Republic Advertising merupakan perusahaan periklanan bidang konsep desain dan konsultan periklanan yang baru berdiri di Malang raya. Sebagai perusahaan advertising yang baru berdiri, Republic Advertising membutuhkan sebuah identitas perusahaan yang mempunyai karakter, yang dapat menyampaikan visi dan misi dan mampu menanamkan image yang kuat kepada masyarakat. Tujuan dari perancangan ini menghasilkan logo Republic Advertising. Model perancangan ini diawali dari penulisan latar belakang, pengidentifikasian tujuan, dilanjutkan dengan pengumpulan data terdiri dari data pustaka tentang konsep-konsep logo, dan data lapangan yang berasal dari pihak Republic Advertising. Metode yang digunakan dalam pengambilan data lapangan adalah wawancara dan observasi. Komponen logo yang dirancang meliputi logotype (letter mark), logogram (picture mark), dan pictorial names. Logo ini selanjutnya diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui program media yaitu berupa stationary, above the line media dan below the line media dengan format desain vector realism dan 3Dimensi dengan menggunakan software Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Coreldraw, Autodesk 3DMAX 2009 dan dan swishmax, output berupa print out media dan prototype. Dengan pengambilan program media tersebut diharapkan mampu memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk lebih mengenal logo Republic Advertising.

Tindak direktif koreografer dalam kegiatan melatih menari di Sanggar Tari Karawitan "Asri Kusuma" (STK-AK) Universitas Negeri Malang (UM) / Eka Wijayanti

 

Kata kunci: tindak direktif, koreografer, melatih menari Bahasa merupakan alat yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. Penggunaan bahasa oleh koreografer dalam melatih menari merupakan realitas komunikasi. Dalam melatih menari, koreografer menggunakan bahasa untuk menyampaikan ragam gerak serta memperlancar proses interaksi dengan para penari. Koreografer sebagai orang yang mempunyai peranan penting dalam proses penggarapan sebuah karya tari menggunakan tuturan sebagai media untuk menyampaikan ide kepada penari. Secara umum, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tindak direktif koreografer dalam melatih menari. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk tindak direktif koreografer dalam melatih menari di Sanggar Tari Karawitan “Asri Kusuma” Universitas Negeri Malang, (2) strategi penggunaan tindak direktif koreografer dalam melatih menari di Sanggar Tari Karawitan “Asri Kusuma” Universitas Negeri Malang, dan (3) faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan tindak direktif koreografer dalam melatih menari di Sanggar Tari Karawitan “Asri Kusuma” Universitas Negeri Malang. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendekatan yang digunakan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data penelitian ini berupa data verbal, yaitu tuturan koreografer dalam melatih menari di Sanggar Tari Karawitan “Asri Kusuma” Universitas Negeri Malang. Sumber data penelitian ini diambil dari koreografer dalam melatih menari di Sanggar Tari Karawitan “Asri Kusuma” Universitas Negeri Malang. Dalam penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen pengumpul data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, perekaman, dan pencatatan lapangan. Analisis data dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan hasil akhir. Penelitian ini menghasilkan temuan tentang jenis tindak tutur koreografer dalam melatih menari di Sanggar Tari Karawitan “Asri Kusuma” Universitas Negeri Malang, fungsi tindak tutur koreografer dalam melatih menari di Sanggar Tari Karawitan “Asri Kusuma” Universitas Negeri Malang, dan makna tindak tutur bahasa koreografer dalam melatih menari di Sanggar Tari Karawitan “Asri Kusuma” Universitas Negeri Malang. Hasil analisis penelitian dengan mengacu pada landasan teori yang ada, menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut. Pertama, Dari 190 TDK tersebut, ditemukan 23 bentuk TDK yang diklasifikasikan berdasarkan fungsi dan maknanya menjadi 5 sub kategori. Bentuk-bentuk TDK tersebut antara lain:kategori permintaan, terdiri dari meminta, mengkonsultasikan, menagih, menyela, mengajak, mengundang menanyakan. Kategori perintah, terdiri dari memberi aba-aba, memerintah, mengharuskan, menghendaki, menghentikan, mengatur, mengarahkan. Kategori larangan, terdiri dari mengakhiri, membatasi, melarang, menyalahkan, Kategori persetujuan, terdiri dari membenarkan, membolehkan, dan menyetujui. Kategori nasehat/saran, terdiri dari mengusulkan, dan memastikan . Kedua, strategi penggunaan Tindak Direktif Koreografer (TDK) dalam kegiatan melatih menari di Sanggar Tari Karawitan “Asri Kusuma” Universitas Negeri Malang menggunakan strategi langsung dan strategi tidak langsung. TDK langsung dikategorikan lagi menjadi dua yaitu TDK langsung respon lisan dan TDK langsung respon gerak. Ketiga, faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan Tindak Direktif Koreografer (TDK) dalam kegiatan melatih menari di Sanggar Tari Karawitan “Asri Kusuma” Universitas Negeri Malang antara lain: faktor yang berasal dari aspek kebahasaan, terdiri dari: (1) penutur dan mitra tutur, (2) isi tuturan, (3) tujuan pertuturan, (4) kerjasama antar partisipan. Kedua adalah faktor yang berasal dari aspek kebahasaan antara lain: (1) situasi, (3) norma/aturan

Using interactive CD to improve listening skills on recount texts for the eight grade students of SMP Negeri 1 Gresik / Ika Trisnantasari

 

Key Words: Interactive CD, listening skills, recount texts This study investigates how to improve junior high school students’ listening skill while using interactive CD on recount text for learning English. Interactive CD is considered important to assist the instruction and facilitate the students’ listening skills. By using media, the materials in listening can be more understandable, learning activities become more interesting, and the teachers can use various activities in their instruction. Instructional media are also very beneficial in English Language Teaching. However, English teachers seem to find difficulties in conducting teaching listening process by using media effectively and efficiently. Looking at this situation, the researcher is interested in investigating the use of interactive CD in the teaching listening skills of English at SMP Negeri 1 Gresik. The researcher chose SMP Negeri 1 Gresik, because this school was the favorite school in Gresik. This school could be appointed a pilot international standard school (RSBI) because it complied with the requirements of the RSBI-school. In this school also already use ICT in teaching learning process. The samples would be the VIII.H class with 27 students, which consists of 9 male and 18 female students. To do this study, the researcher would apply CAR (Classroom Action Research) at the chosen class. However, the researcher should do some steps in applying CAR, such as: planning, implementing, observing-evaluating, and reflecting. The observers in this research were the English teacher of SMP Negeri 1 Gresik, they were Mrs. Sopho and Mrs. Rini. The researcher chose them, because they were the English teacher who have high quality in their job, they also often join the workshop that related to ELTIS. Therefore, hopefully they could promote the method by using interactive CD to other teachers. The researcher used nine kinds of instruments to gather data. They were preliminary-test for intermediate level, an interactive CD, questionnaires, observation sheets, teacher journal (students’ score especially in listening skill), learners’ feedback or the students’ assignment, lesson evaluation, recording lessons, and interview. After using interactive CD, the students took a listening comprehension test and completed a questionnaire about listening skill. Students’ responses to the interactive CD were categorized into different types of listening strategies as reflected in the studies of Oxford (1990) and Teng (1996). The research was conducted in two cycles from August until September 2010. The research findings proved that using interactive CD on recount text could improve the students’ listening skills and the classroom situation of teaching listening skill. The improvement of students’ listening skill could obtain from the students’ average score starting 38.45 in preliminary-test become 63.7 in cycle 1 and increase become 93 in cycle 2. At the last of the cycle, the students achieved score 91, or excellent category in criteria of success. The improvement of students’ listening skill included: students could identify the topic, the certain information, and the purpose from the text that they heard; and students could deliver the text by oral and written text. Then the improvement of classroom situation included: students were not sleepy during the English listening lesson in the classroom, students came on time in the class, students tended to be active learners, students were not noisy during the teaching learning process, and students paid attention toward their teacher’s explanation. Besides two findings above, there were other findings as follows: students completed various exercises, students more enthusiast to listening English, and students were responsible with their jobs. The researcher finds that using the interactive CD could improve the VIII-H class. She also hopes that she could inspire other teachers to conduct action research as she did in their classroom too.

Nilai kejujuran dalam cerpen 2000-an sebagai alternatif bahan ajar sastra berbasis pendidikan karakter untuk siswa smp / Irdia Ukhwatul Islamiyah

 

Kata Kunci : cerpen 2000-an, nilai kejujuran, bahan ajar sastra, pendidikan karakter, dan siswa SMP Cerpen merupakan bahan ajar yang sering digunakan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Cerpen sebagai bahan ajar sastra hampir selalu muncul dalam pembelajaran sastra setiap jenjang di SMP. Pada tingkat SMP, peserta didik diajarkan untuk menemukan nilai yang terkandung di dalam cerpen. Peserta didik tingkat SMP memasuki masa remaja yang labil. Jadi, peserta didik memerlukan pembelajaran nilai moral yang dapat memberikan pondasi kebaikan. Nilai kejujuran adalah pondasi yang baik dalam pembelajaran nilai moral yang sesuai dengan pendidikan karakter yang sedang digencarkan oleh tenaga pendidik. Namun, tidak semua cerpen 2000-an mempunyai nilai kejujuran yang terkandung di dalamnya. Dan tidak semua cerpen bernilai kejujuran di tahun 2000-an dapat dijadikan alternatif bahan ajar sastra berbasis pendidikan karakter. Secara umum penelitian ini berfokus pada jenis cerpen bernilai kejujuran dalam kurun waktu tahun 2000 hingga saat ini yang mampu dijadikan alternatif bahan ajar berbasis pendidikan karakter dan konsep nilai kejujurannya. Fokus secara rinci dalam penelitian ini meliputi: (1) bentuk dan fungsi nilai kejujuran dalam cerpen 2000-an; (2) penggambaran nilai kejujuran dalam cerpen 2000-an; (3) cerpen 2000-an bernilai kejujuran yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan ajar sastra berbasis pendidikan karakter. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Semua data yang terkumpul mempunyai kemungkinanan untuk menjadi kunci terhadap sesuatu yang sudah diteliti. Peneliti terjun secara langsung untuk meneliti cerpen-cerpen bernilai kejujuran di tahun 2000 hingga sekarang. Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan yang ada dalam cerpen. Kutipan tersebut berupa penggambaran nilai kejujuran. Instrumen yang digunakan adalah Human Instrument yaitu peneliti itu sendiri. Instrumen tambahan yang digunakan dalam penelitian ini beupa tabel indikator yang dapat membantu menganalisis data. Hasil penelitian ini mengenai konsep kejujuran dalam cerpen 2000-an dan pemanfaatannya sebagai alternatif bahan ajar sastra berbasis pendidikan karakter. Dari penelitian ini ditemukan bahwa ada beberapa bentuk nilai kejujuran dalam cerpen 2000-an yaitu (1) menyatakan cinta, (2) mengungkapkan fakta, (3) bersikap jujur, (4) menyatakan saying, (5) amanat. Selain bentuk nilai kejujuran ada tiga penggambaran nilai kejujuran dalam cerpen 2000-an yaitu (1) penggambaran nilai kejujuran melalui dialog, (2) penggambaran nilai kejujuran melalui tokoh, (3) penggambaran nilai kejujuran melalui deskripsi pengarang. Beberapa hal tersebut dapat membantu pembaca untuk mengidentifikasi nilai kejujuran dalam cerpen 2000-an. Pemanfaatan nilai kejujuran dalam cerpen 2000-an sebagai alternatif bahan ajar berbasis pendidikan karakter belum dapat diperoleh setelah hasil analisis nilai kejujuran selesai dilakukan. Analisis yang kedua adalah analisis bahasa yang digunakan, susunan tampilan cerpen, stimulan atau pengaruh yang diperoleh pembaca ketika selesai membaca, dan kandungan amanat dalam cerpen. Setelah melakukan analisis di atas akan ditemukan cerpen-cerpen yang dapat dijadikan alternatif bahan ajar sastra berbasis pendidikan karakter bagi siswa SMP. Saran bagi guru adalah dengan adanya penelitian ini guru akan mendapatkan alternatif cerpen sebagai materi ajar untuk siswanya. Saran bagi siswa SMP yaitu dengan adanya penelitian siswa SMP dapat secara langsung memanfaatkan cerpen bernilai kejujura. Siswa dapat secara langsung mempelajari nilai yang sesuai dengan KD yang ingin diajarkan.

Pembuatan gaun pesta dengan hiasan berbentuk sisik berbahan denim / Ratna Puspita Dewi

 

Kata Kunci : Gaun Pesta, Pembuatan Hiasan Sisik Berbahan Denim, Denim Gaun pesta merupakan gaun yang dibuat dengan model potongan bagian atas dan bagian rok, gaun pesta juga dapat dibuat dengan model terusan (one piece), Gaun pesta terdiri dari One piece, Two piece, three piece yang digunakan untuk menghadiri acara tertentu berupa pesta atau perayaan. Dalam memilih gaun pesta harus mempertimbangkan kapan pesta itu akan diadakan dan jenis pestanya, apakah pesta pagi, siang hari, dan malam hari, karena perbedaan waktu dan usia juga akan mempengaruhi model, begitu juga dengan bahan dan warna yang akan ditampilkan. Bahan yang digunakan untuk pembuatan gaun pesta biasanya memiliki kesan mewah (glamour) dan menggunakan bahan yang berkilau, tetapi kali ini penulis membuat gaun pesta one piece dengan model a-simetris yang merupakan bentuk dasar dari busana Tanggo Dress dari bahan denim. Hiasan sisik denim merupakan pengambilan ide dari pola lingkaran yang kemudian dibagi menjadi dua sehingga menjadi pola ½ lingkaran yang digunakan sebagai pola hiasan sisik dengan menggunakan 2 bahan denim yaitu denim stretch dan Fancy denim yang mana pada fancy denim digunakan bagian baik kain dan bagian buruk kain fancy denim, sehingga mendapatkan 3 warna yaitu biru gelap, biru, biru pastel untuk memberi warna gradasi dengan ukuran sisik yang berbeda. Hiasan sisik di susun/ditata mengelilingi gaun bagian depan dan bagian belakang hingga menyerupai sisik ikan. Pada tepi hiasan diberi jahitan zigzag yang berfungsi sebagai stich hias yang digunakan untuk merapikan tepi bahan supaya tidak bertiras. Hiasan dibuat untuk memberikan kesan yang unik, glamour,anggun yang akan melengkapi kesempurnaan dan kecantikan bagi pemakainya. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menjelaskan tentang pembuatan hiasan berbentuk sisik berbahan denim dan menjelaskan tentang pembuatan gaun pesta hiasan berbentuk sisik berbahan denim. Manfaat yang di peroleh dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menambah pengetahuan dan inspirasi bagi pembaca untuk membuat gaun pesta berbahan denim dengan hiasan sisik berbahan denim. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 231.500,- Hasil yang diperoleh dari pembuatan gaun pesta ini adalah Hiasan sisik ini terbuat dari 2 kain denim yaitu kain denim stretch dan fancy denim dengan warna dan ukuran yang berbeda. Pada fancy denim untuk membuat hiasan sisik menggunakan kain bagian baik kain fancy denim dan buruk kain denim fancy untuk mendapatkan 3 warna biru gelap, biru dan biru muda (pastel) untuk memberi efek gradasi, namun dalam pentaanan warna hiasan sisik ini kurang menarik dan kurang memberi efek gradasi. Saran yang dapat diberikan adalah Komposisi warna dan penataan hiasan sisik perlu diperhitungkan lagi dengan cermat dan sebaik mungkin, sehingga penataan yang dibuat dapat memberikan efek gradasi secara maksimal yaitu warna monochromatik yaitu warna yang diperoleh dari satu corak warna, biru gelap. Biru, biru pastel

Efektivitas pembelajaran kooperatif model think pair share (TPS) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 3 Blitar / Mei Fitri Handayani

 

Kata kunci : Think pair share, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar. Model pembelajaran Think-Pair-Share merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif sederhana. Teknik ini memberi kesempatan pada siswa untuk berfikir sendiri serta saling membantu sama lain. Penelitian ini memiliki tujuan untuk: (1) Untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar menggunakan metode konvensional pada mata pelajaran ekonomi (2)Untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif model Think-Pair-Share pada mata pelajaran ekonomi (3)Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode konvensional pada mata pelajaran ekonomi (4) Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif model Think-Pair-Share pada mata pelajaran ekonomi (5) Untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis yang menggunakan model pembelajaran Think-Pair-Share apakah lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional (6) Untuk mengetahui hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran Think-Pair-Share apakah lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Hipotesis penelitian yaitu Kemampuan berpikir kritis dan Hasil belajar siswa lebih baik di ajar menggunakan pembelajaran kooperatif model Think-Pair-Share dari pada metode konvensional dalam mata pelajaran ekonomi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Blitar yang berjumlah 219 siswa. Jumlah sampel yang digunakan yaitu kelas X.1 dan X.5 sebanyak 62 orang. Instrumen penelitian menggunakan observasi dan tes. Teknik analisis dilakukan dengan menggunakan nilai rata-rata dan uji-t. Kesimpulan hasil penelitian: (1) Tingkat kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran konvensional diperoleh dengan rata-rata sebesar 1,61667, apabila dikonversikan maka nilai rata-rata kelompok kontrol yaitu dengan kriteria kurang (2) Tingkat kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran kooperatif model think pair share diperoleh dengan rata-rata sebesar 3,1197, apabila dikonversikan maka nilai rata-rata kelompok eksperimen yaitu dengan kriteria baik (3) Hasil belajar siswa dalam pembelajaran ekonomi pada materi pokok permintaan dan penawaran yang menggunakan pembelajaran konvensional diperoleh peningkatan hasil belajar dilihat dari nilai rata-rata pre tes sebesar 41,1667 dan nilai rata-rata pos test sebesar 64,333. Jika dikonversikan maka nilai rata-rata pre test dengan kriteria kurang, dan nilai rata-rata post test dengan kriteria cukup (4) Hasil belajar siswa dalam pembelajaran ekonomi pada materi pokok permintaan dan penawaran yang menggunakan model Think-Pair-Share diperoleh peningkatan hasil belajar dilihat dari nilai rata-rata pre tes sebesar 39,37dan nilai rata-rata pos test sebesar 87,34. Jika dikonversikan maka nilai rata-rata pre test dengan kriteria sangat kurang, dan nilai rata-rata post test dengan kriteria sangat baik (5) Dengan melihat nilai rata-rata kedua kelas yaitu kelas eksperimen sebesar 3,1197 dan konvensional sebesar 1,61667 maka kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif model think pair share lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran konvensional (6) Hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Think-Pair -Share lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran ekonomi yang tidak diberikan model pembelajaran Think-Pair-Share atau menggunakan metode konvensional . Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan dengan uji t diperoleh = 5,265. Sedangkan dengan dk = 60 dan taraf nyata α = 0,05 didapat nilai = 2,000. Karena > , sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak. Berdasarkan hasil observasi sikap siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen, dimana pada kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata sebesar 3,968 sedang kelas kontrol sebesar 2,467, maka dapat disimpulkan bahwa kelompok eksperimen memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Pola pengembangan materi dalam buku teks bahasa Arab untuk SMA-SMK kelas X terbitan Misykat / Siti Hadijah

 

Kata Kunci: pola pengembangan, materi, buku teks, Misykat Kesuksesan proses belajar-mengajar tidak lepas dari kehadiran buku teks. Buku teks memegang peranan penting dalam pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran bahasa. Buku teks harus dirancang dengan baik dan benar, sehingga berfungsi sebagai alat pembelajaran yang efektif. Seorang guru harus mengetahui kriteria buku teks yang baik dan benar, memilih buku teks sebagai bahan ajar dengan pertimbangan pada kualitas, karena peran buku teks penting dan sangat menentukan benar tidaknya pelaksanaan pembelajaran. Jika sesuatu yang ada dalam buku teks tersebut salah, maka pengetahuan siswa pun akan ikut salah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) Kompetensi Dasar dan Indikator dalam buku teks, (2) Tema-tema yang ada dalam buku teks, (3) Penahapan maharah yang tercermin dalam buku teks, (4) bentuk latihan dalam buku teks. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian Deskriptif. Data yang diambil pada penelitian ini adalah seluruh materi dan latihan dalam buku teks bahasa Arab kelas X terbitan Misykat. Bentuk data penelitian ini adalah paparan mengenai materi dan latihan buku teks tersebut. Sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah buku teks bahasa Arab untuk SMA-SMK kelas X terbitan Misykat. Adapun alasan dipilihnya buku teks ini karena buku ini telah banyak digunakan di sekolah-sekolah menengah atas yang favorit atau terkemuka di kota Malang. Instrument yang dipakai dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan instrument penunjangnya adalah tabel. Tekhnik analisis data dalam penelitian ini sebagai berikut: (a) menyeleksi data yang layak dipakai sesuai dengan rumusan masalah yang diteliti, (b) mengklasifikasikan data sesuai Kompetensi Dasar dan Indikator dalam buku teks, menganalisis tema-tema materi yang terdapat dalam buku teks, menganalisis penahapan maharah dalam buku teks , serta mengklasifikan bentuk-bentuk latihan buku teks. Pengklasifikasian ini berdasarkan kriteria indikator yang telah ditetapkan, (c) data yang sudah diklasifikasi kemudian direview secara intensif agar memperoleh gambaran yang utuh kemudian menghubungkan data tersebut dengan kriteria yang telah di buat pada rumusan masalah, (e) mengumpulkan hasil sesuai dengan data yang diklasifikasi kemudian menyimpulkan hasil tersebut serta dikonsultasikan kepada para ahli atau pakar sehingga diperoleh kesimpulan yang benar serta dapat dipertanggung jawabkan. HasilpenelitianinimenunjukkanbahwaterdapatKompetensiDasardalamsetiapmaharah,padamaharahkalamunit1pelajaran1,maharahkalamdanmateriyangdisajikantidaksingkrondenganKompetensiDasaryangterdapat Buku teks ini terdiri dari beberapa bentuk latihan pada setiap maharahnya, pada maharah Kalam ditemukan 2 bentuk latihan, yaitu menjawab pertanyaan dengan jawaban pendek (short answer quetions), dan bentuk latihan esai. Pada maharah selanjutnya adalah maharah Qira’ah ditemukan 4 bentuk latihan yaitu membaca keras/nyaring, bentuk latihan salah benar (true false), bentuk latihan menjawab pertanyaan dengan jawaban pendek (short answer quetions), dan bentuk latihan pilihan ganda (multiple choice). Kemudian maharah berikutnya adalah maharah istima’ ditemukan 3 bentuk latihan, yaitu bentuk latihan pilihan, bentuk latihan menjawab pertanyaan dengan jawaban pendek (short answer questions), dan bentuk latihan salah benar (true false), dan pada maharah yang terakhir yaitu maharah kitabah ditemukan 3 bentuk latihan yaitu menulis ulang, menjawab pertanyaan, esai. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada guru bahasa Arab agar lebih mengembangkan bentuk-bentuk latihan dalam buku teks, bagi pembelajar bahasa Arab, di sarankan agar lebih aktif dan maksimal dalam mengerjakan bentuk-bentuk latihan agar lebih cakap dalam kemampuan di bidang bahasa Arab, bagi pengarang BTBA disarankan agar lebih memperhatikan aspek-aspek dalam penyusunan penyajian buku teks , bagi peneliti selanjutnya diharapakan dapat meneliti BTBA dari penerbit lain dari sisi atau aspek-aspek dan kriteria yang berbeda secara detail dan lebih mendalam

Kontribusi dan optimalisasi retribusi pasar, retribusi parkir, dan retribusi pariwisata terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Malang tahun 2005-2009 / Dani Surya Putra

 

Kata kunci: otonomi daerah, Kontribusi, Optimalisasi,retribusi pasar, retribusi parkir, retribusi pariwisata, PAD. Otonomi daerah merupakan aplikasi dari suatu kebijakan yang menetapkan bahwa kabupaten maupun kota sebagai titik beratnya. Inti dari pelaksanaan otonomi daerah adalah upaya untuk memaksimalkan hasil yang akan dicapai sekaligus menghindari kerumitan dan hal-hal yang menghambat pelaksanaan otonomi daerah. Dengan demikian, tuntutan masyarakat dapat diwujudkan secara nyata dengan penerapan otonomi daerah luas dan kelangsungan pelayanan umum tidak diabaikan, serta memelihara kesinambungan fiskal secara nasional. Meskipun bukan penerimaan retribusi yang utama, namun retribusi pasar,parkir dan pariwisata Kota Malang memiliki peranan yang cukup penting, yakni sebagai salah satu penyumbang dalam penerimaan retribusi daerah pada khususnya dan PAD pada umumnya.Untuk mengetahui fokus dari penelitian ini, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut. (1) Bagaimanakah Kontibusi retribusi pasar Terhadap PAD Kota Malang tahun 2005-2009? (2) Bagaimanakah Kontribusi retribusi parkir Terhadap PAD Kota Malang tahun 2005-2009? (3) Bagaimanakah Kontribusi retribusi pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang tahun 2005-2009?(4)Bagaimanakah Optimalisasi yang dilakukan oleh Pemerintahan Kota Malang? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini dirancang dengan rancangan deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Dinas Pendapatan Asli Daerah (Dispenda) dan Dinas Pasar, Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata Kota Malang dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Rincian data yang digunakan terdiri dari retribusi pasar selama 5 (lima) tahun, yakni mulai tahun 2005 hingga tahun 2009, Retribusi Parkir selama 5 (lima) tahun 2005 hingga Tahun 2009, Retribusi Pariwisata selama 5 (lima) tahun 2005 hingga tahun 2009. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) Kontribusi rata- rata retribusi pasar terhadap PAD Kota Malang sebesar 3,52%, Jadi, dapat dikatakan bahwa potensi retribusi pasar dalam menyumbang PAD Kota Malang adalah sebesar 3,52%. Terbilang kecil dikarenakan oleh retribusi pasar merupakan salah satu bagian kecil dalam retribusi daerah yang termasuk retribusi jasa umum, PAD terdiri dari 4 variabel pokok dan 3 subvariabel yang terdiri dari 27 retribusi.(2)Rata-rata kontribusi dari retribusi parkir terhadap PAD Kota Malang adalah sebesar 1,56%. Jadi, dapat dikatakan bahwa potensi retribusi parkir dalam menyumbang PAD Kota Malang adalah sebesar 1,56%. Messkipun selalu mengalami peningkatan namun terbilang kecil dikarenakan oleh retribusi pelayanan parkir merupakan salah satu bagian kecil dalam retribusi daerah yang termasuk retribusi jasa umum, PAD terdiri dari 4 variable pokok dan 3 subvariable yang terdiri dari 27 retribusi.(3)Rata-rata kontribusi dari retribusi pariwisata terhadap PAD Kota Malang adalah sebesar 0,08%. Jadi, dapat dikatakan bahwa potensi retribusi pariwisata dalam menyumbang PAD Kota Malang adalah sebesar 0,08%.Walau tidak cukup besar di bandingkan retribusi pasar dan parkir tetapi retribusi pariwisata memberikan peran dalam peningkatan PAD kota Malang.(4)Pemerintahan Kota Malang sudah melakukan langkah-langkah Optomalisaisi seperti yang di lakukan oleh dinas Pasar Kota Malang yaitu peningkatan kualitas pegawai, peningkatan pengawasan pungutan. Peningkatan penyuluhan semua itu ditujukan untuk menghindari atau meminimalisir sifat-sifat curang yang dilakukan oleh pegawai dinas pasar dalam melakukan pungutan. Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata juga melakukan optimalisaisi seperti peningkatan koordinasi dalam pengelolaan parkir, pengawasan terhadap tukang parkir yang bertindak curang, dan perbaikan sarana prasarana pariwisata oleh dinas pariwisata. Maka saran yang dapat diajukan adalah sebagai berikut. 1) Bagi pemerintah, Perlu dioptimalkan dan digali lagi sumber- sumber yang telah ada dalam retribusi pasar, retribusi parkir dan retribusi, dengan cara pengoptimalan kembali usaha intensifikasi dan ekstensifikasi pasar, parkir dan pariwisata. 2) Bagi peneliti selanjutnya, mengingat adanya keterbatasan dalam penelitian ini yaitu mengenai teknik pengambilan data yang lebih menitikberatkan pada data sekunder, maka penelitian selanjutnya perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih baik dan mendalam dengan menggali sumber data primer.

Analisis pengaruh simpanan masyarakat tingkat suku bunga pinjaman dan tingkat inflasi terhadap penyaluran kredit bank umum dan BPR Kota Malang / Ria Christina Lekhenila

 

Kata Kunci : Simpanan Masyarakat, Tingkat Suku Bunga Pinjaman, Tingkat Inflasi, Penyaluran Kredit Krisis ekonomi global yang melanda dunia termasuk Indonesia membuat pertumbuhan perkonomian dalam negeri cenderung melambat. Kebijakan yang dibuat oleh Bank Indonesia berhasil menstabilkan kondisi sektor keuangan sebelum tingkat inflasi semakin terus meninggi. Secara teori akibat dari tingkat inflasi yang tinggi adalah penurunan penyaluran kredit. Sehingga kebijakan yang diambil berupa penurunan suku bunga yang berindikasi dengan simpanan masyarakat kemudian akan merangsang pertumbuhan kredit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh simpanan masyarakat, tingkat suku bunga pinjaman dan tingkat inflasi terhadap penyaluran kredit secara parsial, dan pengaruh simpanan masyarakat, tingkat suku bunga pinjaman dan tingkat inflasi terhadap penyaluran kredit secara simultan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah causal explanatory. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Statistik Ekonomi Keuangan Daerah Jawa Timur, yaitu simpanan masyarakat, tingkat suku bunga pinjaman, tingkat inflasi dan penyaluran kredit per bulan dari tahun Januari 2005 – Desember 2009. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) adanya pengaruh signifikan positif simpanan masyarakat terhadap penyaluran kredit, (2) adanya pengaruh signifikan negatif tingkat suku bunga pinjaman terhadap penyaluran kredit, (3) tidak adanya pengaruh tingkat inflasi terhadap penyaluran kredit, dan (4) adanya pengaruh secara simultan antara simpanan masyarakat, tingkat suku bunga pinjaman dan tingkat inflasi terhadap penyaluran kredit sebesar 95%. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa secara parsial simpanan masyarakat dan tingkat suku bunga pinjaman berpengaruh terhadap penyaluran kredit, sedangkan inflasi tidak. Namun secara simultan ketiga variabel berpengaruh terhadap penyaluran kredit. Oleh karena itu, peneliti dapat memberikan saran bagi pihak perbankan untuk menjaga kepercayaan masyarakat sehingga dapat menunjang peningkatan simpanan masyarakat yang berpengaruh positif terhadap penyaluran kredit serta dapat memberi dukungan terhadap kebijakan dari bank sentral sehubungan dengan tingkat suku bunga pinjaman dan tingkat inflasi. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar dan dapat dikembangkan secara luas lagi dengan menambahkan variabel-variabel lain.

Analisis kinerja keuangan antara prinsip syariah dan konvensional (studi kasus pada PT. Bank Syariah Mega Indonesia dan PT. Bank Mega, Tbk periode 2007-2009) / Febri Ika Ariani

 

Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Perbankan Prinsip Syariah, Perbankan Konvensional. Menurut UU No.10 Tahun 1998, bank di Indonesia dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bank yang melakukan usaha secara konvensional dan bank yang melakukan usaha secara syariah. Pada saat krisis 1997-2000 perbankan syariah terbukti mampu bertahan. Kinerja keuangan merupakan pengukuran prestasi yang dapat dicapai oleh perusahaan yang mencerminkan kondisi kesehatan dari suatu perusahaan pada kurun waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan menganalisa perbandingan kinerja keuangan PT. Bank Syariah Mega Indonesia dengan PT. Bank Mega, Tbk. dengan mengukur rasio solvabilitas (CAR dan DER), rasio kualitas aktiva (NPL), rasio rentabilitas (ROA dan ROE), rasio efisiensi (BOPO), dan rasio likuiditas (LDR). Penelitian ini termasuk jenis penelitian komparatif, sedangkan menurut analisis dan jenis data adalah data kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder. Sampel dari penelitian ini adalah PT. Bank Syariah Mega Indonesia dan PT. Bank Mega, Tbk. Teknik analisis data adalah analisis statistik kuantitatif dengan bantuan SPSS yaitu dengan Independent Sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan PT. Bank Syariah Mega Indonesia dengan PT. Bank Mega, Tbk jika dilihat dari rasio solvabilitas, indikator CAR dan DER. Untuk indikator CAR dan DER PT. Bank Mega, Tbk lebih baik dibandingkan PT. Bank Syariah Mega Indonesia. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan PT. Bank Syariah Mega Indonesia dengan PT. Bank Mega, Tbk. Jika dilihat dari rasio kualitas aktiva produktif, indikator NPL. Untuk indikator NPL PT. Bank Syariah Mega Indonesia lebih baik dibandingkan PT. Bank Mega, Tbk. Ada perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan PT. Bank Syariah Mega Indonesia dengan PT. Bank Mega, Tbk jika dilihat dari rasio rentabilitas, indikator ROA dan ROE. Untuk indikator ROA dan ROE PT. Bank Syariah Mega Indonesia lebih baik dibandingkan PT. Bank Mega, Tbk. Ada perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan PT. Bank Syariah Mega Indonesia dengan PT. Bank Mega, Tbk jika dilihat dari rasio efisiensi, indikator BOPO. Untuk indikator BOPO PT. Bank Mega, Tbk lebih baik dibandingkan PT. Bank Syariah Mega Indonesia. Ada perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan PT. Bank Syariah Mega Indonesia dengan PT. Bank Mega, Tbk jika dilihat dari rasio likuiditas, indikator LDR. Untuk indikator LDR PT. Bank Syariah Mega Indonesia lebih baik dibandingkan PT. Bank Mega, Tbk.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 |